Skip to main content

Edisi Sabtu 7 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 198 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

sabtu paing, 7 Maret 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Babi Mati 3.602 Ekor

Tiga Warga Digigit Anjing

Harga Jahe Naik

Babi mati di Kabupaten Tabanan mencapai 3.602 ekor. Angka ini diprediksi terus akan bertambah. Pasalnya, ada peternak yang enggan melaporkan ternak babinya yang sudah mati. Dalihnya sederhana, karena tidak ada penanganan lanjutan dari pemerintah.

Warga Banjar Tebuana, Sukawati resah karena ada anjing yang diduga rabies berkeliaran di wilayah banjar setempat. Bahkan anjing tersebut sudah menggigit tiga orang warga. Usai menggigit warga, anjing itu kabur dan masih dalam pencarian hingga Jumat (6/3) kemarin. GIANYAR | HAL. 6

Tim Satgas Pangan Jembrana, Jumat (6/3) kemarin menggelar sidak ke pasar tradisional dan toko swalayan. Mereka memantau swalayan dan pasar tradisional. Harga sembako masih normal, namun harga rempah khsusunya jahe dan kunyit naik.

TABANAN | HAL. 5

JEMBRANA | HAL. 11

GUBERNUR BALI PIMPIN LANGSUNG PROGRAM AKSI ’’WE LOVE BALI’’ MOVEMENT

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Februari 2020 turun 10 persen dibandingkan Februari 2019. Diprediksi tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Bali akibat virus Corona atau Covid-19, kemungkinan terburuk 3,88 persen jika Bali tidak melakukan upaya apa pun. Jika telah dilakukan upaya namun tidak maksimal, proyeksi ekonomi Bali tumbuh 4,7 persen. Sedangkan jika upaya ekstra dilakukan, ekonomi Bali dipastikan bisa tumbuh 5,85 persen, bahkan 6 persen. Bali harus bersatu untuk siap menanggulangi dampak Covid-19.

D

emikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin program aksi ‘’We Love Bali’’ Movement, Jumat (6/3) kemarin. Program ini merupakan upaya mempercepat Pemulihan Pariwisata dan Perekonomian Bali dari Dampak Covid-19. Penanggulangan dampak Covid-19 harus dilakukan melalui langkah percepatan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali. Dengan tim yang terdiri dari pelaku pariwisata, BI dan stakeholder terkait merancang sejumlah agenda aksi yang harus dilakukan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Hal. 11 Langkah Nyata

PROGRAM - Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin program aksi ‘’We Love Bali’’ Movement, Jumat (6/3) kemarin. Program ini merupakan upaya mempercepat Pemulihan Pariwisata dan Perekonomian Bali dari Dampak Covid-19.

Indonesia Perketat Izin Masuk Warga Iran, Korsel dan Italia PEMERINTAH Indonesia memperketat izin masuk atau transit bagi pendatang yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di sejumlah wilayah di tiga negara, yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan. Kebijakan itu diambil pemerintah Indonesia berdasarkan laporan perkembangan virus Corona tipe baru atau Covid-19 di dunia yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Soal kebijakan tersebut, AP I Bandara Ngurah Rai masih menunggu instruksi teknis dari kemeterian. Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim, Jumat (6/3) kemarin mengatakan, informasi itu sudah diterimanya. Hal. 11 Dilengkapi Surat

Lagi, Dua WNI Positif Corona

KEMENTERIAN Kesehatan mengungkapkan dua lagi warga negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif Corona jenis baru atau Covid-19. ‘’Kami dapatkan dua orang confirm positif (Corona), yang kami sebut sebagai kasus nomor 3 dan nomor 4,’’ kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes sekaligus juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di kantor Staf Kepresidenan, di Jakarta, Jumat (6/3) kemarin. Hal. 11 Keluhan Pilek

OPINI

Salahkah jika Saya Dilahirkan Berbeda

Wayan Koster Gubernur Bali

Jangan Sampai di Bawah 5 Persen PERTUMBUHAN ekonomi diperkirakan akan mengalami perlambatan akibat virus Corona. Angkanya berkisar antara 4,6 hingga 5 persen dari prediksi awal sebelum munculnya virus Corona yakni 5,6 hingga 6 persen. Tetapi diharapkan pertumbuhan ekonomi Bali jangan sampai di bawah 5 persen. Demikian disamp a i k a n K e p a l a BI KPw Bali Trisno Nugroho pada acara Percepatan Pemulihan Pariwisata dan Perekonomian Bali Dampak Covid-19, Jumat (6/3) kemarin. Ada dua skenario yang disiapkan BI. Skenario jangka pendek jika penerbangan

tutup dua bulan, maka recovery selama enam bulan, penurunan wisman -6,26 persen. Jika penerbangan tutup tiga bulan, maka recovery dilakukan selama tujuh bulan. Ekonomi Bali yang diproyeksikan tumbuh 5,6 persen sebelum outbreak 5,6 - 6 persen dengan adanya outbreak pertumbuhan ekonomi Bali terkoreksi menjadi 4,6 - 5 persen tahun 2020 karena kontribusi pariwisata cukup besar yaitu 48 persen lebih. Faktor pendorong pertumbuhan itu adalah direct flight bertambah, upaya percepatan pengadaan barang dan jasa, percepatan pengerjaan infrastruktur, peningkatan produksi pertanian. Hal. 11 Banyak Mengalami

’’…ekonomi Bali jangan sampai turun dari 5 persen. Kalau di bawah 5 persen, masyarakat akan banyak mengalami gangguan.’’ Trisno Nugroho Kepala BI KPw Bali

Ditunda, Kedatangan Kapal Pesiar di Benoa

Oleh: AA Sri Wahyuni SEORANG anak lakilaki disebut demikian karena saat lahir terlihat alat kelaminnya lakilaki oleh dokter yang menolong persalinan. Selanjutnya didaftarkan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil secara resmi dan sah menurut hukum perundang-undangan resmi mendapat identitas seorang anak laki-laki. Waktu terus berjalan anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan umurnya, namun ada perkembangan lain yang dirasakan namun sulit untuk diungkapkan oleh anak, apalagi ke orangtua. Masyarakat dan orangtua biasanya terpaku dengan norma-norma yang biasa di masyarakat. Hal. 11 Membuat Mereka

’’Pemda harus mengambil langkah nyata dan cepat untuk melakukan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali.’’

Bali Post/ist

TUNDA - Gubernur Bali Wayan Koster dan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat bertemu, Jumat (6/3) kemarin. Keduanya sepakat menunda kedatangan kapal pesiar yang akan bersandar di Pelabuhan Benoa.

LANGKAH antisipasi terhadap penyebaran virus Corona dilakukan dengan serius. Salah satunya, menunda kedatangan kapal pesiar Viking Sun yang rencananya bersandar di Pelabuhan Benoa. Penundaan ini disepakati Gubernur Bali Wayan Koster dan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (6/3) kemarin di Jaya Sabha, Denpasar. Penundaan ini juga akan diberlakukan bagi kapal pesiar lainnya yang pernah singgah di negara terjangkit Covid-19. Gubernur Bali Wayan Koster dalam pertemuan tersebut sepakat dengan Wali Kota Rai Mantra terkait antisipasi bersama terhadap kunjungan wisatawan melalui jalur Pelabuhan Benoa. Langkah antisipasi di Pelabuhan Benoa juga telah dilakukan sesuai SOP serta pemeriksaan oleh petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) sesuai dengan prosedur dan kesiapan sa-

rana serta alat yang ada kepada seluruh awak kapal dan penumpang. ‘’Namun untuk antisipasi selanjutnya kita sepakat melakukan penundaan sementara terhadap kunjungan wisatawan melalui jalur laut ini. Terlebih dari pembahasan ini telah terjadi pula penundaan dan antisipasi di Surabaya dan Semarang,’’ ujarnya. Gubernur Wayan Koster mengharapkan OPD terkait di Provinsi Bali melakukan pengawasan dan pengamanan di tempat-tempat yang menjadi kunjungan wisatawan serta SOP yang ada di Pelabuhan Benoa harus dijalankan dengan baik. ‘’Dalam pertemuan ini kami sepakat melakukan penundaan sementara kedatangan kapal-kapal pesiar ke Bali demi kenyamanan dan keamanan masyarakat Denpasar dan Bali umumnya,’’ ujar Gubernur Bali. Hal. 11 Perlu Pembahasan


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

Wali Kota dan Gubernur Sepakat Tunda Kedatangan Kapal Pesiar Viking Sun di Benoa

RENCANA kedatangan kapal pesiar Viking Sun ke Bali dan bersandar di Pelabuhan Benoa, mendapat perhatian serius Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Gubernur Bali Wayan Koster. Pada Jumat (6/3) kemarin, Wali Kota Rai Mantra dan Gubernur Wayan Koster melakukan pertemuan di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha Denpasar, membahas terkait antisipasi kesiapsiagaan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Hadir saat itu Sekda Kota Denpasar AA Ngurah Rai Iswara, Asisten I Sekda Kota Denpasar Made Toya, Kadis Kesehatan Provinsi Bali, Kadis Perhubungan Provinsi Bali, serta Kabag Humas dan Protokol Setda Denpasar Dewa Gede Rai. Kesepakan ini juga tidak

terlepas dari informasi serta penundaan kunjungan kapal pesiar Viking Sun di Semarang dan Surabaya lewat surat penundaan dari kepala daerah setempat. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota dan Gubernur sepakat menunda kedatangan kapal pesiar Viking Sun bersandar di Pelabuhan Benoa. Di samping itu, penundaan ini juga akan diberlakukan bagi kapal pesiar lainnya yang pernah singgah di negara terjangkit Covid-19. Gubernur Bali Wayan Koster sepakat dengan Wali Kota Rai Mantra terkait antisipasi terhadap kunjungan wisatawan melalui jalur Pelabuhan Benoa. Langkah antisipasi di Pelabuhan Benoa juga telah dilakukan sesuai SOP serta pemeriksaan oleh petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)

FIGUR

Jangan Panik DITEMUKANNYA pasien suspect virus Corona di Bali, dipastikan akan berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke daerah ini. Terlebih, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk tidak memungut PHR dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Menyikapi hal ini, Pemkot Denpasar telah melakukan langkah antisipasi. Bahkan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh pimpinan OPD, kepala puskesmas dan forum perbekel/lurah se-Kota Denpasar telah dilakukan. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, kasus ini perlu diantisipasi agar tidak meresahkan masyarakat. Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakatnya. Karena itu, upaya mitigasi dan langkah ekonomi diperlukan untuk menekan inflasi akibat dampak penyebaran virus Covid-19 atau yang dikenal dengan virus Corona ini. ‘’Kami terus berkoordinasi guna memberi rasa nyaman kepada masyarakat. Langkah penanggulangan, pengawasan, hingga penguatan ekonomi kreatif dilakukan agar dapat membentuk kepercayaan publik,’’ ujar Rai Iswara. Namun, Rai Iswara meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dan terus menjaga kesehatan. Dirinya juga mengajak seluruh perkantoran, restoran hingga hotel untuk selalu menyediakan hand sanitizer ataupun tempat mencuci tangan untuk dapat dipergunakan masyarakat atau pengunjung. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan seluruh OPD terkait untuk mencegah kurangnya stok sembako serta terjadinya lonjakan harga masker akibat dampak virus Corona. Rai Iswara yang dikenal cepat tanggap ini mengaku persoalan Corona harus diselesaikan dengan tepat. Jangan dibiarkan masyarakat takut menyikapi kasus ini. Pemerintah sudah tanggap dan berkewajiban untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk tetap beraktivitas. ‘’Kita waspada perlu, tapi jangan sampai panik, sehingga langkah kita akan tidak tepat,’’ katanya. (ara)

Bali Post/ist

DITANGKAP - Komplotan maling spesialis curat dan curanmor dibekuk Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali.

Residivis Kasus Pencurian Ditembak Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Diteskrimum Polda Bali, Kamis (5/3) lalu mengamankan residivis kasus pencurian yang beraksi di enam TKP, Agustinus Mone (20) dan Oktovianus Dawa (28) asal Sumba, NTT dan berprofesi sebagai buruh. Kaki kiri kedua pelaku ditembak karena berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Jumat (6/2) kemarin mengatakan, para pelaku tersebut ditangkap pukul 18.00 Wita. Korbannya, Ahmad Kozin (40), Ari Wijanarko (31), Nyoman Putra (54) dan Suroso (51). Dari pengungkapan kasus ini diamankan 7 ponsel, 3 sepeda motor, sejumlah STNK, dompet, dan beberapa kunci motor. Kombes Andi mengutarakan, Tim Resmob dipimpin Kanit Kompol Made Adhiguna awalnya melaksanakan penyelidikan di seputaran Gianyar dan Canggu, Kuta Utara. Mengingat ada beberapa kasus curat dan curanmor di wilayah tersebut. Selanjutnya pada Kamis

lalu, polisi meringkus Agustinus di sebuah proyek di Desa Canggu, Kuta Utara, Badung. Saat diinterogasi, Agustinus mengaku beraksi bersama Oktovianus. ‘’Pukul 20.00, pelaku kedua (Oktovianus - red) berhasil diamankan di sebuah proyek di Jalan Yudistira, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar,’’ ungkapnya. Dari interogasi awal, lanjutnya, pelaku mengakui perbuatannya telah mencuri beberapa jenis sepeda motor dan beberapa ponsel di wilayah Badung dan Denpasar. ‘’Modusnya mereka beraksi sekitar pukul tiga hingga enam, saat korbannya tidur. Pelaku masuk ke dalam kamar mengambil HP dan sepeda motor yang terparkir di depan kamar korban,’’ paparnya. TKP yang diakui pelaku yaitu di Jalan Merpati Gang IV Denpasar, pinggir Jalan Raya Mambal, Semana Badung, rumah di Banjar Padang Tawang, Canggu, Kuta Utara, kos-kosan di Jalan Himalaya, Ubung, Denpasar dan sebuah proyek di Jalan Jala Suci, Denpasar. (kmb36)

Topik : Kedatangan Kapal Pesiar Ditunda

sesuai dengan prosedur dan kesiapan sarana serta alat yang ada kepada seluruh awak kapal dan penumpang. ‘’Namun untuk antisipasi selanjutnya kita sepakat melakukan penundaan sementara terhadap kunjungan wisatawan melalui jalur laut ini. Terlebih dari pembahasan ini telah terjadi pula penundaan dan antisipasi di Surabaya dan Semarang,’’ ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Wayan Koster mengharapkan OPD terkait di Provinsi Bali melakukan pengawasan dan pengamanan di tempat-tempat yang menjadi kunjungan wisatawan, serta SOP yang ada di Pelabuhan Benoa harus dijalankan dengan baik. ‘’Dalam pertemuan ini kami sepakat melakukan penundaan sementara kedatangan kapal-kapal pesiar ke Bali demi kenyaman-

an dan keamanan masyarakat Denpasar dan Bali umumnya,’’ ujar Gubernur Bali. Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra menyampaikan saat ini informasi dari Kota Surabaya dan Kota Semarang telah melakukan penundaan bagi kapal-kapal pesiar yang mengangkut wisatawan asal daerah terjangkit Covid-19. Sehingga antisipasi ini perlu kita lakukan pembahasan bersama, terlebih Pelabuhan Benoa di Kecamatan Denpasar Selatan menjadi satu kawasan bersandar bagi kapal pesiar. ‘’Sehingga pada hari ini kami bersama Gubernur Bali serta OPD terkait melakukan pembahasan terkait hal ini yang nantinya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,’’ ujar Rai Mantra. Meski saat ini di Pelabuhan

PENUNDAAN - Pertemuan Wali Kota Rai Mantra dan Gubernur Bali Wayan Koster sepakat melakukan penundaan terkait kunjungan kapal pesiar Viking Sun di Benoa, Jumat (6/3) kemarin, bertempat di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha Denpasar. Benoa telah melaksanakan SOP mengantisipasi Covid-19, namun juga perlu dilakukan antisipasi bersama yang nantinya memberikan rasa nyaman

kepada seluruh masyarakat. ‘’Pertemuan ini juga telah dilakukan kesepakatan bersama Bapak Gubernur untuk menunda sementara pelaksanaan

kunjungan wisatawan melalui jalur laut, yakni di kawasan Pelabuhan Benoa. Ini untuk keselamatan warga kita semua,’’ ujar Rai Mantra. (ad169)

Klaim Asuransi Kebakaran Wajib Ditindaklanjuti

Denpasar (Bali Post) -

Seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) wajib menindaklanjuti pengaduan nasabah, seperti diatur dalam Peraturan OJK No.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, termasuk pengaduan klaim asuransi kebakaran. Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, mengatakan tata cara menangani klaim kebakaran terdapat di Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI). PSAKI mengatur antara lain, tertanggung wajib mengungkapkan fakta material yaitu informasi, keterangan, keadaan dan fakta yang mempengaruhi pertimbangan penanggung dalam menerima suatu permohonan penutupan asuransi dan dalam menetapkan suku premi apabila permohonan diterima.

Hal yang perlu dipersiapkan untuk mengajukan klaim, yaitu mengisi formulir laporan klaim yang disediakan penanggung dan menyerahkannya kepada penanggung. Menyerahkan fotokopi polis dan menyerahkan berita acara atau surat keterangan mengenai peristiwa kerugian tersebut dari kepala desa atau kepala lurah, atau kepala kepolisian setempat. Menyerahkan laporan rinci dan selengkap-lengkapnya tentang hal yang menurut pengetahuannya menyebabkan kerugian atau kerusakan. Memberikan keterangan-keterangan dan bukti-bukti lain yang relevan, wajar, dan patut diminta oleh

penanggung. Menurutnya, apabila terjadi perbedaan pendapat dalam hal pengajuan klaim, maka nasabah asuransi dapat dimediasi oleh Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI). ‘’BMAI adalah sebuah badan hukum yang berbentuk perhimpunan yang bersifat independen dan imparsial. BMAI memberikan pelayanan untuk penyelesaian sengketa klaim asuransi antara anggotanya, yaitu perusahaan asuransi dan tertanggung atau pemegang polis,’’ ujarnya. Mediator, Ajudikator dan Arbiter BMAI terdiri dari tokohtokoh berpengalaman baik

dalam bidang perasuransian maupun bidang hukum. Dengan demikian ada jaminan bahwa BMAI selalu bertindak independen, adil dan transparan. ‘’Jadi OJK akan mengenakan sanksi apabila ada Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang melanggar ketentuan, khususnya POJK,’’ ujarnya. Sementara terkait penyelesaian klaim asuransi, diserahkan kepada perusahaan asuransi untuk menindaklanjuti klaim nasabahnya sesuai dengan perjanjian atau kontrak antara nasabah sebagai tertanggung dan perusahaan asuransi sebagai penanggung. Apabila terjadi perselisihan atau sengketa, diutamakan untuk penyelesaian secara musyawarah mufakat dan apabila tidak sepakat, maka dapat diajukan mediasi melalui BMAI. (kmb42)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

BMAI sebuah badan hukum yang berbentuk perhimpunan yang bersifat independen dan imparsial. BMAI memberikan pelayanan untuk menyelesaikan sengketa klaim asuransi antara anggotanya, yaitu perusahaan asuransi dan tertanggung atau pemegang polis.

Arta Sedana Resmikan Logo dan ”Branding” ARTA Sedana meresmikan logo atau brand Arta Sedana sebagai salah satu proses branding dan strategi marketing, sekaligus identitas perusahaan. Peresmian logo Arta Sedana dilaksanakan di Arta Sedana Sanur, Jalan Danau Tamblingan No. 136 Sanur, Denpasar, Jumat (6/3) kemarin. Acara itu dihadiri Direktur Putu Gede Sedana, Komisaris Utama Ibu Made Dian Dwi Yanti, Lawyer Dr. Ni Wayan Umi Martina, S.H., M.H. dan Dr. I Made Arjaya, S.H., M.H., Bank Mualamat Indonesia, Tbk. diwakili Moch. Agus Wijaya selaku Head Of External Relation. Juga hadir Kadin Bali, Aprindo dan mitra bisnis Arta Sedana. Arta Sedana hadir di Kota Negara, Singaraja, Tabanan, Denpasar, Gianyar, dan Karangasem, yang berarti bahwa Arta Sedana hadir hampir di semua kabupaten di Bali kecuali Klungkung dan Bangli, serta di Jawa Timur, tepatnya di Banyuwangi. Dengan hadirnya Arta Sedana, diharapkan dapat ikut mendukung pemerintah mempercepat terwujudnya peningkatan perekonomian, serta adanya ketersediaan dan akses produk-produk berkualitas dengan harga yang murah. Pelanggan Arta Sedana dapat menemukan produk sehari-hari maupun be-

lanja bulanan di antaranya produk segar atau fresh food, mulai dari buah lokal, buah impor, sayur-mayur, bumbu, dan kebutuhan harian lainnya. Produk sembako, produk supermarket, perkakas rumah tangga dan perabotan, pakaian dengan model terbaru dan harga terjangkau/deptstore, dan juga menyediakan pusat oleh-oleh khas Bali. Khusus outlet Sanur, Arta Sedana juga dilengkapi dengan product Gourmet. Putu Gede Sedana selaku owner sekaligus Direktur Utama mengungkapkan, dengan dibukanya Arta Sedana hampir di semua kabupaten, diharapkan mampu memberi perkembangan yang baik bagi kemajuan perekonomian di sekitar toko Arta Sedana. Arta Sedana hadir berada di tepi jalan besar dan dikelilingi berbagai kantor pemerintahan dan permukiman warga. Pemilihan lokasi yang strategis ini juga menunjukkan bahwa Arta Sedana selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya di Bali. Made Dian Dwiyanti selaku Komisaris Utama menambahkan bahwa Arta Sedana mengutamakan kepuasan pelanggan dengan menyediakan produk yang berkualitas, harga yang bersaing, dan pelayanan yang ramah kepada pelanggan

yang sudah datang ke Arta Sedana. Sementara Arta Sedana juga memperkenalkan Member Arta Sedana (MAS), yang memiliki banyak manfaat, di antaranya mengumpulkan poin belanja yang bisa ditukarkan dengan hadiah/produk yang bisa dipilih oleh pelanggan langsung, mendapatkan diskon khusus pada produk-produk bertanda khusus, mendapatkan promo khusus member yang dikirim melalui email atau SMS ke pelanggan, mendapat diskon tertentu di

tempat-tempat yang sudah bekerja sama dengan MAS, dan di akhir tahun akan ada Undian Berhadiah Motor untuk seluruh pelanggan Arta Sedana yang memiliki MAS dan aktif berbelanja sebagai pelanggan setia Arta Sedana. Keberhasilan pembukaan Arta Sedana tidak terlepas atas dukungan Bank Muamalat Indonesia dan para mitra bisnis Grup Arta Sedana. Selain usaha retail, Grup Arta Sedana juga memiliki bidang usaha lain, yaitu Toko Bangunan, Distribu-

tor, Arta Mart, dan CV Property. Arta Sedana selalu memberikan kontribusi terhadap pemerintah dan masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan sudah hampir 1.000 karyawan-karyawati bernaung di bawah Grup Arta Sedana dan berkolaborasi dengan pengusaha lokal sebagai pelaku usaha menengah yang sudah hampir 400 pelaku usaha bekerja sama menjadi suplayer PT Arta Sedana Singaraja melakukan penjualan seluruh toko Arta Sedana. (ad187)

ARTA SEDANA - Direktur Putu Gede Sedana, Komisaris Utama Made Dian Dwi Yanti, dan sejumlah undangan usai peresmian logo dan branding Arta Sedana, Jumat (6/3) kemarin.

Rangkaian HUT Ke-58 BKFK Unud

Rajut Tali Silaturahmi di Era Digital Society Denpasar (Bali Post) Apel pembukaan HUT ke-58 Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran (BKFK) Universitas Udayana digelar di Kampus Unud Sudirman, Denpasar, Jumat (6/3) kemarin. Acara ini

dihadiri seluruh civitas akademika, para Guru Besar FK, serta Direktur RSUP Sanglah dan Direktur RS Unud beserta jajaran. Pasca-apel, acara dilanjutkan dengan Wisuda Purnabakti dan Merajut Silaturahmi

Bali Post/kmb32

APEL - Dekan FK Unud bersama seluruh civitas akademika foto bersama usai melaksanakan apel pembukaan HUT ke-58 Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran (BKFK) di Kampus Unud Sudirman, Denpasar, Jumat (6/3) kemarin.

Antar-Generasi BKFK 58 di Ruang dr. A.A. Made Djelantik lantai empat FK Unud. Dekan FK Unud Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT(K). mengatakan, HUT ke-58 BKFK Unud mengangkat tema ‘’Merajut Tali Silaturahmi di Era Digital Society Menuju SDM Unggul’’. BKFK Unud terdiri atas dosen, pegawai, mahasiswa serta alumni dan keluarganya. Pada saat acara Wisuda Purnabakti dan Merajut Silaturahmi AntarGenerasi BKFK 58, tampak hadir Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). ‘’Kami mengundang seluruh mantan pimpinan Fakultas Kedokteran mulai dari tahun 1962. Jadi semua dekan dari semua periode, termasuk para pembantu dekan dan wakil

dekan,’’ ujarnya. Suyasa berharap ada banyak masukan untuk memajukan dan mengembangkan FK Unud. Mengingat, FK merupakan lembaga pendidikan yang harus menghasilkan insan-insan dokter bermartabat, berbudi luhur dan mampu melaksanakan profesinya yang mulia dengan sebaik-baiknya. Ketua Panitia BKFK Ke-58 Dr. dr. A.A. Wiradewi Lestari, S.Ked., Sp.PK. mengatakan, rangkaian HUT telah diawali sejak 2 Februari lalu lewat kegiatan bersih-bersih pantai dan menyumbang alat kebersihan ke lima pura di Sanur. Selain itu, digelar pula aneka lomba seperti lomba paduan suara, lomba tari Amerta Sanjiwani, lomba penjor, lomba merangkai cane, lomba menghias papan

selamat ulang tahun, lomba lawar, lomba tumpeng, lomba fashion show, lomba lipsync dan Jegeg Bagus FK Unud. ‘’Para pemenang diberi kesempatan untuk tampil saat acara apel, wisuda purnabakti dan merajut silaturahmi, serta acara puncak HUT,’’ ujarnya. Terutama, lanjut Wiradewi, pemenang lomba paduan suara dan tari Amerta Sanjiwani yang memang sudah digelar lebih awal. Kedua lomba ini baru pertama kali diadakan untuk lebih memperkenalkan lagu hymne dan tari kebesaran FK Unud. Sebagian lomba akan diadakan Sabtu (7/3) ini, dirangkai dengan temu alumni dan acara hiburan menghadirkan artis Ibu Kota. Puncak HUT, Minggu (8/3), diisi jalan santai dan potong tumpeng. (kmb32)


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

Bertambah, Doktor di Jajaran Birokrat Pemkab Badung Wayan Suambara Lulus dengan Predikat ’’Cumlaude’’

KEPALA Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung I Wayan Suambara secara sah dan meyakinkan menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Udayana (Unud), setelah dinyatakan lulus dalam ujian disertasi. Sidang berlangsung secara terbuka di Ruang Sidang Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (6/3) kemarin, yang turut dihadiri oleh Bupati Badung periode 20052015 A.A. Gde Agung, Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., mantan menteri UMKM A.A. Puspayoga, Sekot Denpasar A.A. Rai Iswara, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Badung sebagai wujud apresiasi dan dukungan moral kepada Suambara yang merupakan salah satu birokrat berprestasi di bidang akademis yang dimiliki oleh Pemerintah

Kabupaten Badung. Di hadapan ketua sidang, tim penguji dan tim promotor, promovendus Wayan Suambara mempertahankan disertasinya yang bertajuk ‘’Hibah Uang oleh Pemerintah Daerah kepada Desa Adat di Bali yang Berkepastian Hukum dan Berkeadilan’’. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. I Made Arya Utama, S.H., M.Hum. didampingi tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LL.M., Prof. Dr. I Nyoman Sirtha, S.H., M.S., Prof. Dr. I Gusti Ngurah Wairocana, S.H., M.H., Dr. Ni Nyoman Sukerti, S.H., M.H., Dr. Ni Luh Gede Astariyani, S.H., M.H. Sedangkan tim promotor meliputi Prof. Dr. I Wayan Parsa, S.H., M.Hum., Dr. Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, S.H., M.Hum. Menurut Suambara, saat memaparkan hasil penelitiannya, desa adat merupakan

bagian dari kesatuan masyarakat hukum adat yang bersifat sosial religius memiliki kahyangan tiga, krama desa adat, wewidangan / wilayah, awig-awig, kekayaan/paduwen desa adat, untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara otonom berdasarkan hak-hak tradisionalnya sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedudukan desa adat di Bali yang saat ini diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, telah memenuhi syarat ketentuan pasal 18b ayat 2 UUD 1945, sehingga Pemerintah Daerah Bali mempunyai kewajiban untuk melindungi dan menjaga eksistensi serta keberlanjutannya melalui bantuan pendanaan yang

dituangkan dalam APBD berupa belanja hibah uang kepada desa adat. Setelah Wayan Suambara menyampaikan paparan, tim penguji dan promotor memberikan tanggapan dan sanggahan kemudian melakukan rapat tertutup selama beberapa menit. Sidang dilanjutkan kembali dengan penyampaian putusan oleh ketua sidang yang menyatakan bahwa promovendus Wayan Suambara dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, IPK 3.92 dengan masa studi 2 tahun 7 bulan serta dinyatakan sah menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Udayana. Usai menjalani sidang promosi doktor promovendus, Wayan Suambara memanjatkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas kuasa-Nya dirinya mampu menyelesaikan studi S-3 dan meraih gelar

doktor di bidang ilmu hukum. Dirinya juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, karena telah memberikan kesempatan dan izin belajar untuk mengikuti kuliah Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unud dan juga kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan motivasi dan doa, sehingga dirinya menjadi semangat dalam menyelesaikan proses perkuliahan dan penyusunan disertasi. (ad167) SIDANG TERBUKA - Kepala Balitbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara saat sidang terbuka di Ruang Sidang Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana Denpasar Bali, Jumat (6/3) kemarin.

SOSOK Tak Konsumsi Miras PARADE ogoh-ogoh yang diselenggarakan pada Tawur Kasanga sehari sebelum perayaan Nyepi, menjadi perhatian serius Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung. Pasalnya, euforia perayaan Tahun Baru Çaka 1941 rawan bentrok akibat peserta pawai ogoh-ogoh tak terkontrol lantaran pengaruh minuman keras (miras). Kepala Disbud Badung, I Gde Eka Sudarwitha, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan elemen desa adat untuk menjaga kondusivitas wilayahnya saat perayaan tersebut. ‘’Para bendesa sudah kami imbau sebelum tawur dilarang minum minuman berakohol. Kalau sampai ditemukan ada yang seperti itu, ogohogohnya didiskualifikasi dan tidak ikut pawai,’’ ujarnya, Kamis (5/3). Selain mengatur pawai ogoh-ogoh, katanya, pihaknya juga mengatur pelaksanaan pawai yang akan digelar sebelum Ida Batara masineb. Sehingga tidak ada peluang bagi sekaa teruna dan yowana melakukan aktivitas yang merugikan. ‘’Pangerupukan itu dilaksanakan sebelum Ida Batara mawali ke linggih-nya, seperti mawali ke Pura Dalem, dan Pura Puseh. Jadi, usai mengarak ogoh-ogoh sekaa teruna dan yowana ikut ngiring Ida Batara masineb,’’ katanya. Menurutnya, pemerintah telah memberikan dana kreativitas pemuda untuk sekaa teruna (ST) di Badung. Adapun jumlah dana yang diserahkan untuk masing-masing penerima Rp 40 juta. Namun setelah dipotong pajak 15 persen, yang masuk ke rekening penerima hanya Rp 34 juta. Sementara ada total 563 penerima, terdiri dari 535 ST dan 28 yowana. ‘’Dana untuk pembuatan ogoh-ogoh ini kami harapkan tidak dimanfaatkan untuk berfoya-foya. Namun dimanfaatkan untuk menudukung kreativitas, sehingga efisien,’’ ujarnya. Ia mengingatkan para penerima dana wajib membuat ogoh-ogoh. Sebab, jika di kemudian hari ternyata ogoh-ogoh tak dibuat, dana yang sudah diterima wajib dikembalikan. Demikian pula ogoh-ogoh yang dibuat harus sesuai kriteria. Tak dibolehkan keluar dari ketentuan. ‘’Mereka harus kembali kepada pakemnya. Misalnya bentuknya harus bhuta kala, bahan-bahan alami, kemudian menjaga ketertiban lingkungan,’’ ujarnya. Ia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan tim khusus yang berisi pakar adat dan budaya yang terdiri dari empat kelompok. Kelompok pertama untuk memantau sebagian Kecamatan Abiansemal dan Petang. Kelompok kedua memantau sebagian Kecamatan Abiansemal dan Mengwi. Kelompok tiga memantau Kecamatan Kuta Utara dan sebagian Kuta. Sedangkan kelompok empat, sebagian Kuta dan Kuta Selatan. ‘’Masingmasing kelompok ada enam orang. Mereka langsung menilai,’’ katanya. (par)

Dituntaskan, ”Penanaman” Aplikasi i-Badung di Laptop Siswa SD Mangupura (Bali Post) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung akan menuntaskan penanaman aplikasi perpustakaan digital i-Badung pada laptop siswa SD se-Kabupaten Badung tahun 2020. Saat ini jumlah sekolah yang telah terisi pustaka digital sebanyak 113 sekolah dengan jumlah laptop yang terprogram 3.579 laptop. Kadis Kearsiapan dan Perpustakaan Badung, Ni Wayan Kristiani, mengatakan dalam perpustakaan digital tersebut terdapat 726 judul buku, dengan 2.177 eksemplar atau copy yang bisa siswa pinjam melalui handphone. “Kami lanjutkan mulai Maret ini. Jadwal sudah ada dan target kami semua sekolah SD bisa terselesaikan tahun ini,” ujar Kristiani, Jumat (6/3) kemarin. Menurutnya, i-Badung merupakan aplikasi perpustakaan digital yang menyimpan data, baik buku, gambar maupun suara dalam bentuk file elektronik dan didistribusikan secara daring. Terobosan ini di-

lakukan guna memudahkan masyarakat dan siswa mengetahui perpustakaan atau membaca buku melalui handphone. “Buku-buku ini juga akan dimasukkan ke laptop anak-anak sekolah supaya bisa membacanya melalui laptop,” ujarnya. Kristiani menambahkan, upaya ini juga untuk mengajak kepala sekolah mengetahui bahwa Badung mempunyai perpustakaan yang bagus dengan isi buku yang banyak, yakni hampir 41 ribu lebih koleksi buku. “Ke depan kami harapkan siswa dapat memanfaatkan perpustakaan Kabupaten Badung i-Badung sekaligus menjadi anggota dan meminjam buku secara gratis selama tiga hari,” ungkapnya. Pemkab Badung memberikan bantuan laptop untuk siswa kelas VI SD negeri yang diadakan tahun 2016 sebanyak 8.986 unit. Kemudian untuk kelas IV, pengadaan dilakukan tahun 2017 dengan 8.950 unit. Selanjutnya untuk siswa kelas VII SMP negeri, pengadaan laptop dilakukan tahun 2018 sebanyak 7.749 unit. (kmb27)

Bali Post/ist

SAMPAH KIRIMAN - Sejumlah petugas DLHK Kabupaten Badung sedang membersihkan sampah kiriman berupa rumput laut yang menepi di Pantai Nusa Dua, Jumat (6/3) kemarin.

Pantai Nusa Dua Diserbu Sampah Rumput Laut

Kepala Bidang Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung A.A. Gede Dalem mengatakan,

pihaknya awalnya menerima laporan dari pihak ITDC. Mereka datang ke kantornya dan berkoordinasi dengan pihak DLHK Kabupaten Badung.

‘’Sampah rumput laut ini sudah menepi sejak tiga hari lalu. Kami langsung turun dan melakukan penanganan. Tetapi, kami menanganinya

secara manual. Sebab, alat beratnya dikonsentrasikan menangani sampah di pantai bentangan barat,’’ kata Dalem, Jumat (6/3) kemarin. Terbatasnya alat berat, katanya, membuat sampah tersebut diangkut dengan menggunakan truk. Padahal, jika ada kiriman sampah rumput laut, biasanya langsung ditanam di pasir. Hasil pembersihan yang

Mangupura (Bali Post) Pascaditutupnya penerbangan dari dan ke Tiongkok, kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke kawasan Pantai Melasti, Kuta Selatan turun drastis. Pasalnya, objek wisata yang mengandalkan wisata prewedding ini sebagian besar pasarnya wisatawan asal Tiongkok. Menurut Manager Pengelola Kawasan Pantai Melasti, Karnawa, wisata prewedding ini biasanya per hari bisa mencapai 30-40 pasangan yang menggelar sesi foto prewedding. Namun pascamerebaknya wabah virus Corona ini, sekarang per hari jumlah wisatawan yang melakukan sesi foto prewedding turun mencapai 10-15 pasang per hari atau mencapai 60 persen. “Memang sangat drastis turunnya, menca-

pai 60 persen,” kata Karnawa, Jumat (6/3) kemarin. Penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ini, kata Karnawa, bisa ditutupi dengan adanya kunjungan wisatawan domestik (wisdom), terutama wisdom yang datang dengan grup. Menurutnya, dalam sehari total jumlah kunjungan ke Pantai Melasti untuk wisdom justru naik sampai 2.000 orang, dari sebelumnya jumlah kunjungan wisdom yang hanya 1.500 per hari. “Tentunya ini bisa menutupi turunnya jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok,” ujarnya. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Pantai Kuta. Hal ini menyebabkan pekerja di sektor pariwisata mengalami penurunan order. Kondisi ini diakui Tyo, salah seorang

penyedia jasa penyewaan papan selancar di Pantai Kuta. Menurutnya, kawasan Pantai Kuta yang dulunya ramai, sejak sebulan tera-

khir sepi wisawatan. Kondisi ini menyebabkan pria asal Lumajang, Jawa Timur yang sudah menekuni profesi ini selama 15 tahun, merasa san-

gat terpukul. Sebab, kondisi ini berimbas pada pendapatannya. “Sudah sejak sebulan kondisi sepi,” katanya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung memanfaatkan dana penanggulangan penyakit infeksi emergency guna menanggulangi virus Corona (Covid-19). Pasalnya, Pemkab setempat tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk menanggulangi serta pencegahan virus tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda Badung, Made Wira Dharmajaya, Jumat (6/3) kemarin. Wira Dharmajaya mengatakan, pemerintah menyiapkan anggaran penyakit infeksi atau menular. “Untuk secara spesifik virus

Corona memang tidak ada. Tapi, pos anggaran bisa diambil nanti dari penaggulangan penyakit infeksi emergency. Anggaran tersebut sudah diposkan di Dinas Kesehatan, saya lupa berapa besarannya,” ungkapnya. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada masyarakat Badung yang ditemukan positif Corona. Namun, selaku perancang anggaran harus sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk pencegahan. “Pencegahan secara maksimal bisa dilakukan, karena sudah dibantu dengan anggaran meski tidak diposkan secara

spesifik untuk penanganan virus Corona,” ujarnya. Kepala Dinas Kesehatan Badung Nyoman Gunarta membenarkan pihaknya mengelola dana untuk anggaran penanggulangan penyakit menular meski tidak spesifik pada penaggulangan virus Corona. “Untuk penganggaran tentang Corona tidak ada, namun kita menganggarkan kesiapan penyakut infeksi emerging secara umum,” katanya. Berdasarkan informasi yang diperoleh Jumat kemarin, anggaran penyakit infeksi emergency hanya Rp 76 juta untuk promotif dan

prefentif. Angaran ini juga dimanfaatkan sebagai dana sosialisasi belanja alat ker-

ja. Seperti alat pelindung diri dan alat pengambilan sampel darah. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) –

Wilayah Kuta dan Kuta Selatan tampaknya benar-benar menjadi lokasi penampung sampah kiriman. Setelah pantai bentangan barat digempur sampah kayu, kini giliran Pantai Nusa Dua dibanjiri sampah rumput laut. Sampah rumput laut tersebut menepi di pantai dekat Pulau Peninsula. Sedikitnya, ada 5 ton sampah yang telah diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung.

dilakukan puluhan petugas tersebut menghasilkan lima truk atau setara dengan 5 ton. ‘’Kami harap untuk ke depannya, ada pengadaan alat berat kembali. Sebab, idealnya masing-masing zona memiliki satu unit alat berat, sehingga dalam dua zona itu bisa dioperasikan secara bersama. Kami sudah usulkan. Semoga segera terealisasi,’ ujarnya. (kmb21)

Wisdom Tutupi Penurunan Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Pantai Melasti

Dana Penyakit Infeksi ”Emergency” untuk Tanggulangi Virus Corona


Sabtu Paing,7 Maret 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menunggu Reinkarnasi Ujian Nasional UJIAN Nasional (UN) merupakan reinkarnasi kesekian kalinya dari pola-pola yang diterapkan pemerintah mengukur hasil pembelajaran. UN mungkin saja sebatas penggantian nama dari Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional yang dulu dikenal dengan Ebtanas. Bahkan, pemerintah juga sempat menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Yang pasti, apa pun namanya kita tentu mengapresiasi metode yang dipilih pemerintah untuk standardisasi kualitas pendidikan. Kini di era digital dan terjadi pergeseran cara belajar siswa, tentunya langkah pemerintah untuk mengakhiri UN juga patut diapresiasi. Pikiran positifnya bahwa kita yakin pemerintah akan memilih metode yang lebih baik dari yang ada sekarang. Sebagai warga atau orangtua yang kini punya anak duduk di bangku sekolah, kita tentu berharap sistem yang diterapkan ini tidak membuat siswa terbebani secara mental dan fisik. Di sisi lain, metode yang akan datang juga tak menjadi beban ekonomi bagi para orangtua siswa. Beban ekonomi bisa saja muncul ketika orangtua wajib melakukan les privat atau khusus bagi anak-anak untuk menghadapi ujian akhir. Sebagai sebuah sistem pendidikan, kita tentu lebih setuju jika otonomi kelulusan dan kualitas siswa ditentukan oleh sekolahnya. Otonomi sekolah dalam menentukan kelulusan siswa ini tentu harus berdasarkan rujukan yang jelas juga, bukan otoritas bebas tanpa kontrol. Selama ini proses UN bergitu ribet dari pengadaan soal, distribusi soal, proses ujian hingga penilaian akhir. Bahkan, ketika distribusi terganggu dan bermasalah, ada sekolah harus menunggu untuk mendapat kiriman soal. Sedangkan pada tahapan proses, kejujuran justru menjadi masalah. Pada tahapan proses, budaya menolong ternyata terbangun. Diakui atau tidak, para guru seolah-olah punya tanggung jawab moral membantu siswa menghadapi ujian akhir. Jika anak didik masuk pukul 07.30 Wita untuk menghadapi UN, maka para guru sudah berkemas ngantor sejak subuh. Ada guru yang piket khusus melakukan tugas penyelamatan muka sekolah. Guru ini pun menjalankan misinya secara apik dan bersih. Makanya ketika kejujuran menjadi salah satu tolok ukur integritas dan kualitas UN, banyak hal yang memang patut dievaluasi. Banyak sekolah yang akhirnya ketahuan memberikan kunci jawaban kepada anak didiknya. Ini terpantau dari sebaran kesalahan atau sebaran jawaban benar nyaris sama. Hal ini tentu hanya memungkinkan terjadi jika ada pola gotong royong dalam menghadapi UN. Tetapi kini, ketika dunia digital bergerak cepat dan model pembelajaran merdeka belajar diterapkan, maka model UN juga harus ditinjau. Kita juga sepakat terkait hal ini. Kini, kita menunggu reinkarnasi UN yang lebih berpihak pada kompetensi siswa. Jadi, tak hanya kognitifnya yang dinilai, tetapi behavior-nya juga harus diukur. Makanya, kepintaran dan budi pakerti layak menjadi tolok ukur keberhasilan belajar. Jika dua hal ini pincang, maka evaluasi secara lebih detail harus dilakukan. Pemerintah dengan berbagai fasilitas dan daya dukung yang ada, kita harapkan mampu melahirkan model ujian tahap akhir yang mencerminkan kualitas tanpa menimbulkan tekanan pada siswa.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Bali Makin Sepi

Saya menjadi waswas ketika wabah Corona meluas ke mana-mana. Bahkan, saya dengar dari teman kini selain China banyak negara mulai membatasi penerbangan keluar-masuk wilayahnya. Ini artinya potensi penurunan jumlah wisatawan ke Bali sangat terbuka. Saya yakin Bali akan makin sepi. Terlebih ketika saya baca Bali Post, ada banyak pramuwisata mulai mengeluh. Di Kintamani banyak pramuwisata juga mulai mengeluh dan ada yang juga mulai melirik profesi lain. Bahkan, ada di kawasan Sanur, Denpasar, pramuwisata juga mengeluhkan sepinya wisatawan. Mudah-mudahan hal ini tak meluas. Jangan sampai penurunan wisatawan ke Bali berimbas serius terhadap daya tahan ekonomi Bali. Mudah-mudahan Bali segera pulih dan kesempatan ini bisa kita kelola untuk menata kawasan secara lebih baik dan profesional. Mari kita berkomitmen menjaga Bali untuk terjadinya proses kesinambungan. Ini juga agar Bali bisa dinikmati anak-cucu kita. Saya berharap Gubernur Bali Wayan Koster benar-benar bisa menjabarkan programnnya ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ menuju Bali Era Baru.

POJOK

Ni Made Sudarti Denpasar, Bali

Gubernur Bali pimpin langsung program aksi ’’We Love Bali’’ Movement.

Nestapa SMK Pariwisata

WABAH Corona tidak hanya berpengaruh terhadap pariwisata dan perekonomian, dunia pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pariwisata swasta di Bali pun merasakannya. Jika wabah berkepanjangan, minat lulusan SMP melanjutkan ke SMK akan rendah, sehingga SMK pariwisata terancam gulung tikar. Pemberitaan mengenai hal ini cukup banyak menyedot perhatian netizen yang mengunjungi akun Facebook @balipost. Netizen berharap virus Corona bisa segera ditanggulangi sehingga perekonomian, pariwisata hingga pendidikan tak terseok-seok. Netizen kembali mengajak semua komponen masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menyikapi penyebaran virus Corona. Terlebih sejauh ini Bali masih aman. Kepanikan yang berlebihan justru akan menimbulkan persoalan melebar. Demikian halnya di bidang pendidikan terutama nasib SMK pariwisata, tak perlu khawatir berlebihan. Pariwisata adalah industri terbesar di dunia dan diperkirakan trennya terus meningkat. Kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas dan jasa pariwisata juga masih sangat tinggi, sehingga pariwisata masih sangat menjanjikan. Di tengah kelesuan industri pariwisata, pembenahan SMK pariwisata justru tidak boleh berhenti. SMK diharapkan tetap mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu mengantarkan pariwisata Indonesia yang lebih berkelas. Berikut komentar sejumlah netizen. Eddy Soeprapto Saya berharap semua umat beragama di Indonesia menggelar doa bersama secara serentak dan gerakan bersih-bersih desa dan kota secara serentak juga dan dilakukan secara berkala dan dijadikan gaya hidup berbangsa selamanya.

sekolah di SMK daripada di sekolah umum.

Jemba Jemba Kami di Bali sudah menggelar upacara adat pangurip gumi di Pura Batukau untuk memohon keselamatan jagat atau dunia.

DuarmawanAgus Darma Semoga pulih seperti biasa dan tamu banyak datang ke Bali.

NiLuh AyuMas Masih ada wisatawan domestik. Kenapa mesti takut bayangan. Tahun ajaran baru masih beberapa bulan lagi. Orangtua zaman sekarang lebih memilih anaknya

Adi Wijaya Made Coba kita jalani kehidupan dengan normal bukan dengan waswas berlebih. Waspada dan hidup sehat yang utama.

Made Kerman Jangan terlalu dibesar-besarkan. Dari dulu berapa kasus sudah mengancam kita di Bali, biasa-biasa saja kok. Orang Bali percaya kepada Tuhan. Pada intinya kalau Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan/Allah

Yang Maha Kuasa berkehendak, tak akan pernah bisa ada yang menghalangi. Lebih baik semasih ada kesempatan hidup jadikan dharma sebagai pedoman hidup. Ketut Suarnaya Jangankan pariwisata, nyawa pun terancam. Dek Ono Reaksi yang berlebihan. Waspada itu penting, tapi jangan panik tidak karuan. Seti Adi Tidak perlu terlalu berlebihan. Kita terlahir dari kehendak Tuhan, mati pun kehendak Tuhan. Belajar hidup bersih dan berdoa saja jalan satu-satunya.

Gus They

Tidak ada salahnya kita waspada, antisipasi dulu. Kalau sudah kena baru tahu rasanya. Aki Dukuh Negari Bangun pariwisata berbasis pertanian, perikanan, perkebunan. Kalau krisis pariwisata, pertanian, perikanan dan perkebunan masih mampu menopang ekonomi masyarakat. Perputaran uang dari upacara adat di Bali cukup besar. Kalau kecukupan sarana upacara bisa dipenuhi oleh masyarakat lokal, akan sangat membantu untuk pertahanan ekonomi. Jadikan pariwisata keuntungan pendamping dari sektor pertanian, perikanan dan perkebunan serta sektor lainnya di Bali.

Pendidikan

SMA PGRI 6 Denpasar Perkuat Unggulan Pariwisata, MM dan Penerbangan OSIS Gelar Lomba ’’English Speak’’ dan Baca Puisi SECARA rutin OSIS SMA PGRI 6 SMA PGRI 6 Denpasar menggelar lomba english speak dan baca puisi siswa SMP seBali. Lomba yang diikuti ratusan siswa SMP tersebut dibuka Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madianyana, M.M. didampingi Kepala SMA PGRI 6 Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., Jumat (6/3) kemarin. Ketua OSIS SMA PGRI 6 Denpasar Bagus Bayu Semara Jaya menjelaskan, lomba diikuti ratusan peserta untuk mengasah minat dan bakat siswa. Selain itu OSIS aktif memperkenalkan kiprah SMA PGRI 6 Denpasar agar makin banyak siswa dan masyarakat memilih SMA

PGRI 6 Denpasar. Tahun depan akan ditambah lomba untuk dharma wecana bahasa Bali mengimplementasikan visi Gubernur ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Kepala SMA PGRI 6 Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. terus berinovasi mengembangkan sekolah di Jalan Merdeka X No. 6 Denpasar. Program unggulannya yakni menjadi sekolah plus bidang pariwisata, multi media (MM) dan penerbangan. Mereka mengikuti kurikulum SMA nasional namun mendapat program penguatan unggulan masing-masing akomodasi perhotelan, multi media dan penerbangan dengan tambahan 4 jam pelajaran/

minggu. Program ini sangat tepat bagi masyarakat yang anaknya ingin setelah tamat bekerja atau sekolah dan kuliah sambil bekerja. Hal ini dibuktikan salah satu siswanya, Jhansen, sukses menghasilkan uang saat sekolah yakni menjadi cover majalah. Makanya Nyoman Winata menegaskan nilai plus SMA PGRI 6 Denpasar ini terbukti membantu mengurai angka pengangguran. Lulusan SMA PGRI 6 Denpasar ini diarahkan siap kerja serta berkontribusi terhadap upaya pemerintah mengentaskan angka pengangguran. Nyoman Winata menambahkan, lomba yang digelar OSIS guna memberi kesempatan kepada

siswa SMP untuk mengembangkan potensi dirinya sekaligus menguji kemampuan bidang bahasa Inggris dan baca puisi. Para juara disiapkan kursi gratis di sekolah ini. Pada tahun ajaran baru ini SMA PGRI 6 Denpasar akan menerima lima kelas siswa baru. Semua siswa masuk pagi. Bagi lulusan SMP PGRI dan warga Tanjung Bungkak diberikan diskon 50 persen uang gedung. Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Nengah Madiadnyana memberi apresiasi atas kerja keras sekolah di bawah manajemen OSIS mampu menyelenggarakan lomba secara kontinu. Termasuk membuka program unggulan baru di

LOMBA - Ketua YPLP Nengah Madiadnyana didampingi Kasek Nyoman Winata saat membuka lomba yang digelar OSIS SMA PGRI 6 Denpasar. penerbangan, MM dan pariwisata. Kedua, dipakai sebaik-baiknya untuk menampilkan profil sekolah berkualitas. Sebab, hanya SMA PGRI 6 Denpasar di Bali yang berstatus SMA namun memiliki tiga program unggulan yang langka. Siswanya juga banyak berprestasi. Dia memuji SMA PGRI 6 Denpasar yang dikenal

sangat kreatif dan padat dengan kegiatan positif. Makanya dia mengatakan peserta lomba di sekolah ini adalah bagian dari insan yang maju. Saat ini sekolah PGRI diarahkan untuk menyelenggarakan PBM dan evaluasi berbasis TI. Semua pelayanan termasuk UN dlakukan berbasis komputer sesuai dengan era TI. (ad172)

Itekes Bali Lepas 55 Lulusan Profesi Nurse

Diminta Ikut Edukasi Masyarakat Waspada dan Tenang Hadapi Virus Corona

REKTOR Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. melepas dan mengambil sumpah 55 lulusan profesi nurse, Jumat

(6/3) kemarin. Dari jumlah itu 67,28 persen lulus dengan pujian dan sisanya 32,72 persen lulus dengan sangat memuaskan. Rektor Putu Darma Suyasa menekankan per-

- Makin cepat makin baik. *** Babi mati di Kabupaten Tabanan mencapai lebih dari 3.000 ekor. - Pertanyaan, apa bantuan pada peternak. *** Kata BI, pertumbuhan ekonomi Bali jangan sampai di bawah lima persen.

- Terobosannya apa? NURSE - Rektor Itekes Bali Gede Putu Darma Suyasa bersama lulusan terbaik usai melepas lulusan program nurse.

juangan mereka untuk menjadi perawat profesional belum usai karena para lulusan ini harus mengikuti Uji Kompetensi Nasional (Ukom) seperti yang telah diamanahkan oleh UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan. Ukom periode I tahun 2020 akan diselenggarakan 28-29 Maret 2020. Tahun lalu pada Ukom tahun 2019, angka kelulusan first taker Itekes Bali mencapai 95,27%. Dia menargekan tahun ini bisa mencapai 100%. Ketua Yayasan PPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengajak para perawat ini ikut mengedukasi masyarakat agar waspada dan tenang menghadapi virus Corona serta berdoa semoga rakyat Bali terhindar dari masalah ini. Lulusan Itekes Bali yang kini bekerja di Jepang agar selamat dari

virus Corona. Kedua, dia meminta lulusannya tampil percaya diri. Tak ada alasan lulusan tak mampu lulus 100 persen di Ukom. Kemudian bersiap melanjutkan studi S-2. Kini yayasan sedang membangun gedung baru selatan Itekes untuk kenyamanan dan kelengkapan fasilitas perkuliahan berkualitas. Saat itu Rektor Gede Putu Darma Suyasa juga menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik. Lulusan terbaik I diraih Ngurah Agus Suteja (4.00), terbaik II Ni Luh Putu Sumerti (4.00) dan Ni Putu Ari Surapti (4.00). Dalam pelaksanaan Tri Dharma PT, dikatakan Putu Darma Suyasa, berjalan lancar. Itekes Bali juga telah memperoleh akreditasi B dari BAN-PT, Prodi Sar-

jana Keperawatan, Profesi Nurse, D-3 Keperawatan dan D-3 Kebidanan juga telah mendapatkan akreditasi B dari LAMPTKes. Di bidang kerja sama, khususnya kerja sama dengan luar negeri, Itekes Bali menunjukkan tren yang selalu berkembang. Sampai dengan awal tahun 2020 ini, Itekes Bali telah memiliki 17 MoU dengan kampus luar negeri. Terakhir Itekes Bali menandatangani MoU dengan St Paul University di Manila, khusus untuk pengembangan dosen dan pertukaran mahasiswa program magister dan doktor. Dia mengakui berkat kerja sama ini juga, peluang kerja lulusan tidak hanya di dalam negeri, juga di luar negeri. Sampai dengan tahun 2020 ini, tercatat 64 orang bekerja di Jepang dan 5 orang sedang persiapan

untuk berangkat ke Belanda. Khusus penerimaan mahasiswa baru pada seluruh prodi di Itekes Bali sudah mulai dilaksanakan. Untuk jalur PMDK dibuka sampai dengan 30 Mei 2020. Sedangkan jalur reguler dibuka pada 1 Juni- 14 Agustus 2020. Pendaftaran bisa dilakukan secara online atau datang langsung ke Itekes Bali di Jalan Tukad Balian No. 180 Renon. Sekretaris Diskes Provinsi Bali Made Suwitra, S.KM., M.Si. menekankan, dengan pelantikan sebagai nurse menambah SDM kesehatan Bali dalam memberi pelayanan terbaik. Dengan profesi nurse juga sebagai harapan baru pada kesejahteraan keluarga. Ini juga berkat peran Itekes Bali yang menjadi aset terbaik Bali dan negara di mata dunia. (ad171)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

Ekonomi

BPOM Dorong ’’Entrepreneur’’ Milenial Memaksimalkan Peluang Ekspor ’’Natural Cosmetic’’

EKSPORTIR KOSMETIK - Kepala BPOM RI Dr. Penny K. Lukito, MCP. (tengah) memberikan materi di sela Bincang-bincang Seputar Entrepreneur dan Eksportir Kosmetik, di Colony Creative Hub Plaza Renon, Jumat (6/3) kemarin. BALI juga merupakan provinsi yang perkembangan UMKM kosmetiknya sangat pesat. Hampir semua UMKM memproduksi natural cosmetic yang berdasarkan warisan budaya (kosmetik tematik). Pesatnya perkembangan UMKM di Provinsi Bali ini tidak hanya berkaitan dengan pertambahan jumlah, namun juga kapasitas produksi dan jangkauan pemasaran. ‘’Saat ini terdapat lebih dari 50 persen industri kosmetik di Provinsi Bali sudah mengekspor produknya ke berbagai negara. Sudah pasti hal itu menjadi peluang dan juga tantangan bagi start-up milenial UMKM yang bergerak dalam usaha natural cosmetic Bali,’’ kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Dr. Penny K. Lukito, MCP. Di sela Bincang-bincang Seputar Entrepreneur dan Eksportir Kosmetik, Jumat (6/3) kemarin di Colony Creative Hub, Plaza Renon. Pihaknya berharap kepada entrepreneur yang sudah bergerak di bidang usaha kosmetik wajib memahami regulasi, teknis produksi, serta strategi pemasaran kosmetik yang baik. Pemahaman itu penting soalnya kosmetik

merupakan sediaan farmasi yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Peningkatan pemahaman terhadap regulasi dan penerapannya dapat mendorong terciptanya produk berkualitas dan berdaya saing, sehingga dapat masuk ke pasar internasional. ‘’Para entrepreneur milenial harus meningkatkan pengetahuannya terkait ekspor produk, agar dapat memaksimalkan peluang ekspor natural cosmetic Bali di pasar global,’’ harapnya. BPOM menyadari entrepreneur dan eksportir yang sebagian besar adalah UMKM, mempunyai banyak keterbatasan. Sesuai prioritas nasional yang diamanatkan Presiden Joko Widodo, BPOM berkomitmen mendukung dan berkontribusi aktif dalam pengembangan UMKM. Dalam usaha mendorong program tersebut, BPOM telah melakukan banyak hal termasuk simplifikasi regulasi, penyederhanaan proses perizinan, perizinan secara online, bimbingan teknis dan pendampingan kepada pelaku UMKM. BPOM juga melakukan koordinasi dan sinergisitas dengan para pemangku kepentingan. Kegiatan

yang diselenggarakan hari ini merupakan wujud nyata komitmen tersebut. Melalui kegiatan ‘’Bincangbincang Seputar Entrepreneur dan Eksportir Kosmetik’’ ini, BPOM bukan hanya hadir terkait legalitas dan pemenuhan persyaratan. BPOM bekerja sama dengan kementerian/ lembaga terkait dan asosiasi pelaku usaha kosmetik, akan memberikan pemahaman utuh tentang usaha di bidang produksi dan ekspor kosmetik. Para entrepreneur bukan saja memahami regulasi, namun juga mengetahui stategi efektif mempercepat pengembangan usahanya hingga ke mancanegara. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan,dan Kosmetik Dra. Mayagustina Andarini, M.Sc., Apt. menambahkan, berdasarkan database BPOM saat ini, terdapat 640 industri kosmetik nasional. Sekurangkurangnya 90 persen dari jumlah tersebut merupakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Industri kosmetik termasuk UMKM kosmetik merupakan salah satu sektor andalan nasional. Karena itu mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Sesuai visi dan misi BPOM, selain melaksanakan pengawasan obat dan makanan, BPOM juga mendorong kapasitas dan daya saing pelaku usaha, terutama UMKM kosmetik termasuk start-up bisnis kosmetik. ‘’Melalui kegiatan ini kami harapkan para entrepreneur dan calon entrepreneur di bidang produksi dan bisnis kosmetik memahami secara utuh. Tidak hanya sebatas eksis, namun dapat berkembang dalam usaha yang berkaitan dengan produksi, bisnis kosmetik. Sehingga akhirnya dapat memberikan masukan membangun guna mendorong perkembangan iklim usaha di bidang kosmetik lebih baik,’’ harap Dra. Mayagustina Andarini, M.Sc., Apt. (ad076)

DISINFEKTAN - Penyerahan bantuan disinfektan dan kaporit pada perwakilan peternak babi di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan.

Babi Mati 3.602 Ekor

Sosialisasi Terus Dilakukan

Tabanan (Bali Post) Babi mati di Kabupaten Tabanan yang sudah menyebar ke tiap desa terus saja meningkat jumlahnya. Dari data petugas lapangan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten, hingga Jumat (6/3) kemarin jumlah babi yang mati sudah mencapai 3.602 ekor. Angka ini diprediksi terus akan bertambah. Pasalnya, ada peternak yang enggan melaporkan ternak babinya yang sudah mati. Dalihnya sederhana, karena tidak ada penanganan lanjutan dari pemerintah. Kasi Keswan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Tabanan Drh. Ni Nengah Pipin Windari seizin Kepala Dinas Pertanian I Nyoman Budana, Jumat (6/3) kemarin mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menerima laporan ternak babi mati setiap harinya. ‘’Data sampai hari ini (Jumat kemarin - red) sejak tanggal 10 Januari atau kasus di Desa Jegu, Penebel, saat ini sudah mencapai 3.602 ternak babi yang mati. Itu baru yang terdata. Sebetulnya masih banyak peternak yang enggan melaporkan,’’ terangnya. Terkait pembagian disinfektan, diakui Pipin Windari saat ini memang masih belum cukup. Pasalnya, stok disinfektan yang ada sekarang meru-

pakan bantuan perusahaan swasta. ‘’Bantuan perusahaan itu antara lain, kaporit 150 kilogram, BKC 160 liter, sementara usulan pengadaan disinfektan 1.200 liter ke APBD II masih berproses,’’ ucapnya. Ketersediaan bantuan dari perusahaan sudah dibagikan pada para peternak melalui Puskeswan. Di Kabupaten Tabanan ada tiga Puskeswan selaku perpanjangan tangan Dinas Pertanian yakni Puskeswan 1 yang berlokasi di Baturiti mewilayahi Kecamatan Baturiti, Penebel, dan Marga. Puskeswan 2 yang berlokasi di Sanggulan mewilayahi Kecamatan Kediri, Tabanan dan Kerambitan, dan Puskeswan 3 yang berlokasi di Serampingan, Selemadeg Timur mewilayahi

Kesehatan Oleh: dr. Ricky Renardi

OBSERVASI - Suasana RSU Tabanan yang kini masih merawat dua pasien observasi virus Corona.

Hasil Negatif

Pasien Observasi Corona Belum Boleh Pulang Tabanan (Bali Post) Meski hasil lab swab tenggorokan salah satu pasien observasi Coronavirus yang dirawat di RSU Tabanan sudah dinyatakan negatif, namun yang bersangkutan masih belum diperbolehkan pulang. Pasien asal Singaraja itu masih dirawat dalam sehari hingga dua hari ke depan. Menunggu kondisinya benar-benar pulih. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika mengatakan, kedua pasien observasi Coronavirus dirawat di Ruang Isolasi RSU Tabanan, hingga Jumat (6/3) kemarin kondisinya secara umum telah membaik. Bahkan segala keluhan sudah mulai berkurang. Hanya tinggal pemulihan saja. Namun hasil lab swab tenggorokan pasien perempuan asal Rusia, kata Suratmika, masih menunggu pengumuman Kemenkes. ‘’Kami tidak bisa memastikan kapan, tergantung hasil yang dikirim dari Laboratorium Kemenkes,’’ terangnya. Dia menegaskan, terpenting kedua pasien keadaannya sudah semakin membaik. Diharapkan mereka bisa segera pulang. ‘’Setelah dirasa kondisinya benar-benar baik, baru pasien itu dipulangkan,’’ katanya.

Dr. Suratmika mengatakan, kegiatan promotif dan preventif sudah terus dilakukan dengan cara sosialisasi kepada masyarakat. Terkait virus Corona, Suratmika kembali menegaskan penyakit virus Corona itu

tidak ada obatnya. Solusinya, jaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Sebaran penyakit yang disebabkan virus Corona hanya disebabkan percikan air liur yang terinfeksi. Seperti percikan batuk dan juga bersin. (kmb28)

BOXER’S fracture (patah tulang yang terjadi pada petinju) dalam bahasa Latin istilahnya Metacarpal Digiti Vfracture, yaitu patah tulang jari tangan kelima (maksudnya pada jari kelingking). Dalam dunia medis lebih familiar dengan nama Boxer’s fracture atau street fighter’s fracture. Fractur itu sejatinya paling banyak ditemui pada atlet tinju pemula alias amatir. Namun cedera seperti ini sesungguhnya tidak hanya terjadi pada petinju saja. Sebab, tidak sedikit di luar pelatihan tinju, relatif banyak menjadi pasien boxer’s fracture. Misalnya, akibat meninju dinding atau benda keras lainnya. Seperti kasus pasien yang mengalami cedera boxer’s fracture misalnya setelah memukul meja kerja di kantornya. Hal ini disebabkan teknik yang dilakukan salah pada saat meninju. Yaitu dengan fokus pukulan mengenai pangkal jari kelingking yang cenderung tidak stabil. Berbeda dengan petinju profesional yang mengandalkan pangkal jari telunjuk dan jari tengah saat mengepalkan tangan untuk meninju. Keluhan pada fracture yaitu terjadi nyeri pada pangkal jari kelingking saat tangan melakukan gerakan–gerakan kecil. Hal itu disebabkan posisi kelingking lebih rendah saat mengepalkan tangan akibat bengkak dan lebam pada daerah sekitar jari kelingking.

Selemadeg, Selemadeg Timur, Selemadeg Barat, dan Pupuan. ‘’Yang pasti memang tidak cukup, karena APBD II masih harus ada proses. Difokuskan pada peternak yang nasih ada babi nya dan sehat,’’ terangnya. Dari sumber informasi di lapangan ada keterbatasan stok disinfektan di tiap kecamatan. Sebab masing-masing kecamatan hanya mendapatkan jatah 25 liter. Dengan jatah 25 liter kemudian dibagi lebih dari belasan desa dan puluhan banjar. Asumsinya per desa hanya mendapatkan 1,5 liter. ‘’Sejumlah warga sempat ramai datang ke Puskeswan. Di sana mereka mengeluh bagaimana menggunakan disinfektan jadi efektif dengan jumlah terbatas. Apakah

cukup hanya sekalisemprot saja. Adapula yang sinis, apa pentingnya diberi disinfektan toh babi sudah habis,’’ ucap sumber. Dengan minimnya disinfektan yang diberikan, rata-rata peternak hanya mendapatkan 2 hingga 3 mililiter saja. Padahal idealnya untuk membuat campuran semprotan disinfektan memerlukan dosis 5 mililiter. ‘’Kalau cuma 2-3 mililiter sama saja pembagian disinfektan itu mubazir. Sebab idealnya campurannya 5 mililiter per 1 liter,’’ ucapnya. Karena itu idealnya satu peternak, misalnya dengan jumlah ternak 4-5 ekor babi, penggunaan satu liter disinfektan itu hanya cukup dalam durasi satu bulan saja. (kmb28)

’’Boxer’s Fracture’’ Penanganan pertama saat mengalami boxer’s fracture adalah dilakukan menggunakan kompres dingin. Setelah itu membatasi pergerakan pada jari kelingking. Lalu dilakukan penanganan medis yang tepat, yaitu diagnosis jenis pergeserannya berdasarkan hasil rontgen.

Ada beberapa level cedera boxer’s fracture, mulai dari pergeseran minimal (retak) hingga yang paling parah terjadi pergeseran dari posisi normal (patah). Untuk kondisi retak dapat ditangani dengan buddy taping, yaitu mengikat jari yang cedera dengan jari sebelahnya

yang sehat, atau pemasangan papan yang tujuannya membatasi gerak jari. Pada kondisi patah yang mengakibatkan perubahan posisi normal tulang jari kelingking itu perlu dilakukan tindakan mengembalikan posisi tulang oleh dokter ahli tulang (spesialis ortopedi). Yaitu pemasangan cast/gips untuk membatasi gerakan atau pemasangan implan untuk mengembalikan posisi. Pemasangan cast/gips biasanya tidak melebihi dua minggu untuk mengurangi kemungkinan terjadi gangguan pada sendi–sendi jari. Penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan bentuk pangkal jari kelingking jadi tidak normal. Hal itu bisa menyebabkan terjadi gangguan saat menggenggam. Yang dapat dilakukan para atlet tinju untuk mencegah boxer’s fracture itu adalah menggunakan pengaman. Seperti handwraps maupun sarung tinju. Hal ini untuk menjaga agar pukulan tetap stabil dan juga mengurangi benturan dengan permukaan keras. Sementara untuk teknik tinju sendiri, yang paling penting adalah melatih pukulan yang tepat. Posisi kepalan tangan segaris lurus dengan tulang lengan atas untuk pukulan depan, atau selurus dengan tulang hasta (lengan bawah) untuk pukulan samping dan uppercut. Dengan teknik ini, fokus tinju ada pada pangkal jari telunjuk dan jari tengah yang selurus dengan tulang lengan, sehingga reaksi dampak benturannya tidak hanya terjadi pada tulang jari tangan saja. (ad168)


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

SOSOK Cuti Daya MENYIKAPI dampak wabah virus Corona, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan kebijakan khusus bagi pengusaha, terutama pengusaha yang usaha berkaitan dengan akomodasi pariwisata. Salah satunya adalah memberikan pengusaha cuti daya, dan diskon penambahan daya sebesar 50 persen. Manager PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Timur Edi Cahyono mengatakan hal itu, Jumat (6/3) kemarin. Ia menambahkan, sampai saat ini dampak dari wabah virus Corona dengan penggunaan layanan PLN masih stabil. Kendati demikian, pihaknya telah memberikan kebijakan kepada para pelanggan terutama pengusaha akomodasi pariwisata. ‘’Jika ada pengusaha akomodasi pariwisata yang ingin menurunkan tegangan listriknya, itu ada cuti daya selama 12 bulan. Jika nanti kondisi pariwisata sudah stabil dan ingin menaikkan daya lagi, kami berikan diskon sebesar 50 persen,’’ jelasnya. Disinggung terkait teknis melakukan cuti daya maupun penambahan daya nantinya, katanya, pengusaha bersangkutan wajib menyampaikan terlebih dahulu bersurat ke PLN. ‘’Semuanya itu bisa diajukan dengan bersurat terlebih dahulu ke PLN. Namun sampai saat ini belum ada yang mengajukan cuti daya,’’ ujarnya. Sementara terkait kedaruratan, pihaknya telah memiliki tim respons cepat yang memang bekerja selama 24 jam. Khususnya dalam menanggulangi ketika ada kebakaran, sehingga pemadaman di sekitar lokasi secepatnya bisa dilakukan. (nik)

DIREVITALISASI - Suasana di depan Pasar Umum Sukawati yang rencananya akan direvitalisasi dalam waktu dekat ini.

Bali Post/kmb35

Sempat Menuai Komplain

Relokasi Pedagang Pasar Umum Sukawati

Gianyar (Bali Post) -

Pemkab Gianyar kini mempersiapkan pemindahan pedagang Pasar Umum Sukawati menjelang pelaksanaan proyek revitalisasi bangunan. Proses ini sempat menuai reaksi pro dan kontra. Sebab, apabila revitalisasi sudah rampung areal itu akan menjadi bagian dari Pasar Seni Sukawati. Selain itu, ada pula rencana Pasar Umum Sukawati akan dipatenkan pada areal relokasi yakni di jalan menuju Pura Erjeruk Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati.

Bali Post/ist

DIAMANKAN - Pelaku kasus pencurian HP yang diamankan di Mapolres Gianyar.

Pencuri 3 HP Dibekuk Polisi

Gianyar (Bali Post) Satuan Reskrim Polres Gianyar membekuk pelaku pencurian handphone (HP), Holik, di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kamis (5/3) dini hari. Pelaku berusia 55 tahun ini diketahui mencuri 3 HP di Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh pada 31 Desember 2019. Pelaku dengan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Gianyar. Kasat Reskrim Polres G i a n y a r A K P D e n i S e ptiawan mengatakan, awalnya korban I Made Sujana bermain ke Pantai Masceti pada 31 Desember 2019 sekitar pukul 17.00 Wita. Kemudian korban menaruh HP di saku celana jean pendek hitam yang dikenakannya. Demikian pula sejumlah temannya juga melakukan hal serupa. Korban bersama sejumlah temannya lantas bermain voli, sementara celana ditaruh di pinggir pantai. Sekitar pukul 19.00 Wita para korban yang selesai bermain voli lantas mengambil HP yang disimpan di saku celananya tersebut. Namun HP itu sudah hilang. Mereka juga sempat melakukan pencarian, namun HP tetap tidak ditemukan. Kejadian ini lantas dilaporkan ke polisi. ‘’Me-

nerima laporan ini, anggota kami langsung melakukan penyelidikan,’’ kata Deni Septiawan. Berdasarkan hasil interogasi, Nyoman M mengaku HP tersebut didapat dari pelaku Holik, dengan cara ditukar tambah dengan 1 HP plus uang Rp 200 ribu. ‘’Saat itu pelaku mengaku menukar HP untuk membeli kompor gas. Mendapat informasi tersebut, tim kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku,’’ katanya. Akhirnya didapat informasi pelaku ada di seputaran Desa Keramas. Polisi yang tidak mau kehilangan mangsa langsung melakukan penggerebekan. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. ‘’Dia mengakui perbuatannya telah mencuri HP yang disimpan dalam saku celana di pinggir Pantai Masceti, Desa Medahan,’’ katanya. Kini pelaku dengan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Gianyar. Polisi juga masih mendalami dugaan pelaku beraksi di TKP lain. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 362 KUHP. ‘’Pelaku kami pasangkan pasal 362 KUHP,’’ ujar Deni Septiawan. (kmb35)

Kepala Pasar Umum Sukawati A.A. Raka mengakui sebelumnya banyak pedagang pasar yang komplain terkait relokasi tersebut. Yang menjadi persoalan para pedagang adalah areal yang kini merupakan Pasar Umum Sukawati, setelah direvitalisasi akan menjadi bagian dari Pasar Seni Sukawati. ‘’Sebelumnya memang cukup banyak yang komplain,’’ kata Raka ketika dikonfirmasi, belum lama ini. Raka menjabarkan, apabila pedagang Pasar Umum Sukawati tetap ingin berjua-

lan di bangunan baru, mereka harus berjualan produk kerajinan, seperti pedagang di Pasar Seni Sukawati. ‘’Yang dikomplain itu. Setelah bangunan ini selesai agar berjualan barang-barang seperti yang ada di pasar seni. Jadi, perubahan dagangan yang dikomplainkan, karena pasar ini (Pasar Umum Sukawati red) akan dibangun menjadi bagian Pasar Seni Sukawati, yakni Blok B Pasar Seni Sukawati,’’ ujarnya. Setelah dilakukan sosialisasi oleh instansi terkait, kata Raka, sudah tidak terdengar lagi ada komplain

Gianyar (Bali Post) Wabah kematian babi di wilayah Kabupaten Gianyar terus berlanjut. Seperti di Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, ada ratusan babi yang mati dalam beberapa hari terakhir. Melihat kondisi itu, pihak desa berencana melakukan pertemuan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, beserta para peternak di Kantor Desa Tegallalang, Senin (9/3) mendatang. Informasi yang dihimpun di lapangan, dari 11 banjar yang ada di Desa Tegallalang, kematian babi terjadi di tujuh banjar. Rinciannya, 50 babi mati di Banjar Penusuan, 44 babi mati di Banjar Tegal, 31 babi mati di Banjar Sapat, 24 babi mati di Banjar Abangan, 20 babi mati di Banjar Triwangsa, 15 babi mati di Banjar Tengah dan 4 babi mati di Banjar Gagah, Desa Tegallalang. Dikonfirmasi Jumat (6/3) kemarin, Perbekel Desa Tegallalang A.A. Gede Raka Ardana membenarkan sejumlah babi peliharaan peternak di desanya mati secara mendadak. Namun, ia mengaku belum menerima

secara mendetail jumlah babi yang mati. ‘’Sampai saat ini saya menerima laporan babi yang mati sekitar 90 ekor,’’ katanya. Menurut Raka Ardana, gejala kematian babi diperkirakan hampir sama dengan kejadian di sejumlah desa lainnya di Kabupaten Gianyar. Mulai dari tidak mau makan, diare hingga akhirnya mati lemas. ‘’Gejala kematian babi masih sama. Hanya kami tidak tahu penyebabnya, termasuk cara penanganannya belum jelas,’’ katanya. Raka Ardana menegaskan, pihaknya sudah bersurat ke Dinas Pertanian Gianyar yang membawahi bidang kesehatan hewan, termasuk ke seluruh klian dinas se-Desa Tegallalang agar mengikuti pertemuan membahas kematian babi di kantor desa setempat. ‘’Saya sudah bersurat ke dinas untuk mengikuti pertemuan Senin depan di kantor desa,’’ tegasnya. Sementara itu, Kadis Pertanian Gianyar Made Raka memaparkan kondisi terkini berkait kematian ternak babi secara massal tersebut. ‘’Sampai akhir Februari 2020 ini, tercatat ada 900

dari pedagang Pasar Umum Sukawati. Ia menilai semua pedagang sudah menerima keputusan tersebut. ‘’Sesuai sosialisasi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, sementara sudah semua mau menerima. Sejak selesai sosialisasi, belum ada komplain lagi,’’ katanya. Menurut Raka, saat ini tercatat 525 pedagang yang berjualan di areal Pasar Umum Sukawati. Jumlah tersebut belum termasuk pedagang pelataran dan bermobil. ‘’Yang terdaftar sesuai SK Bupati itu 525 pedagang. Itu sudah termasuk pedagang toko, kios

dan los,’’ katanya. Raka menambahkan, apabila proses revitalisasi mulai dilaksanakan, seluruh pedagang akan dipindah ke tempat relokasi. Sampai saat ini lokasi relokasi akan memanfaatkan lahan Desa Adat Sukawati di jalan dekat By-pass I.B. Mantra menuju Pura Erjeruk. ‘’Untuk lokasi (pasar relokasi - red) disiapkan lahan di jalan menuju Pura Erjeruk,’’ katanya. Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Sukawati I Nyoman Suantha membenarkan adanya rencana lahan milik Desa Adat Sukawati dimanfaatkan untuk areal Pasar Umum Sukawati. Lokasi pasar relokasi tersebut berjarak sektiar dua kilometer dari Pasar Umum Sukawati saat ini. ‘’Lahan yang dijadikan pasar umum ini luasnya satu hektar lebih,’’ katanya.

Suantha mengatakan, pasar relokasi ini akan dibangun semipermanen terlebih dahulu. Namun, ke depan rencananya akan dibangun secara permanen. Selanjutnya, pasar itu akan menjadi usaha milik desa adat. ‘’Mengingat sampai saat ini kami belum punya usaha, diharapkan pasar umum ini nanti bisa menjadi usaha desa adat,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, revitalisasi Pasar Umum Sukawati akan dikerjakan mulitiyears hingga tahun anggaran 2021. Pembangunan ini menggunakan dana pusat sebesar Rp 105 miliar. Revitalisasi bangunan pasar ini akan dirancang dalam empat lantai ke atas, ditambah satu setengah basement yang terhubung lewat terowongan dengan bangunan pasar yang ada di sebelah barat. (kmb35)

Kasus Kematian Babi Berlanjut

Bali Post/kmb35

KOSONG - Salah seorang warga saat menunjukkan kandang babinya yang kini kosong di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati. ekor babi di Gianyar yang mati akibat virus. Namun kematian babi tersebut belum bisa dipastikan akibat virus ASF atau bukan,’’ katanya saat rapat bersama Komisi II DPRD Gianyar,

beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, hingga kini belum ditemukan obat dan vaksin terkait kematian babi tersebut. Kendati demikian, daging babi masih aman dikonsumsi karena

virusnya tidak menyerang manusia. Menurutnya, kematian ratusan babi itu terjadi di 16 desa di Kabupaten Gianyar yang tersebar di Kecamatan Sukawati, Tegallalang dan Payangan. (kmb35)

Tiga Warga Banjar Tebuana Digigit Anjing Diduga Rabies

Bali Post/ist

KORBAN - Kepala Pusat Kesehatan Hewan Wilayah III drh. Nyoman Arya Dharma saat mengunjungi salah seorang korban yang digigit anjing diduga rabies.

Gianyar (Bali Post) Warga Banjar Tebuana, Desa Sukawati resah dengan kehadiran anjing yang diduga mengidap rabies yang berkeliaran di wilayah banjar setempat. Bahkan anjing tersebut sudah menggigit tiga orang warga di banjar setempat. Ironisnya, usai menggigit warga, anjing itu berhasil kabur dan masih dalam pencarian hingga Jumat (6/3) kemarin. Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah III drh. Nyoman Arya Dharma mengatakan, kasus gigitan anjing yang diduga rabies itu dialami tiga orang warga Banjar Tebuana, Rabu (4/3)

lalu. Saat itu mereka sedang jalan kaki menuju pasar. ‘’Kejadiannya pagi-pagi, tiba-tiba mereka digigit oleh anjing liar,’’ ujar Arya Dharma, Jumat kemarin. Menurut Arya Dharma, anjing itu menggonggong setiap orang yang lewat kemudian diterkam. Tiga korban mengalami luka gigitan di tempat yang berbeda. Ada yang digigit di bagian tangan dan ada yang digigit di bagian kaki. ‘’Korban sudah memperoleh Vaksin Anti-Rabies (VAR). Mereka sudah mendapat perawatan,’’ ujarnya. Sementara anjing liar itu berhasil kabur. Petugas bersama warga juga sempat men-

elusuri keberadaan anjing yang sembunyi di seputaran Tukad Cengceng di Banjar Tebuana. ‘’Anjing belum ketemu, masih dalam pencarian,’’ katanya. Kasus gigitan lainnya juga terjadi di Banjar Pokas, Desa Blahbatuh, Kamis (4/3). Seorang bocah berusia delapan tahun digigit oleh anjing peliharaan. Serangan anjing itu melukai kepala, leher dan punggung bocah laki-laki tersebut. Anjing yang menggigit korban sudah diambil sampel otaknya dan masih menunggu hasil lab untuk memastikan apakah anjing tersebut positif atau negatif rabies. (kmb35)


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

Buang Bangkai Babi Sembarangan Polisi Kejar Pelakunya Semarapura (Bali Post) -

Adanya bangkai babi yang ditemukan dekat jembatan Bakas-Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (5/3) malam, telah menimbulkan keresahan masyarakat. Di tengah isu virus ASF yang menyerang babi, kondisi itu membuat warga khawatir. Pihak kepolisian pun turun tangan untuk menguak siapa oknum warga yang menjadi pelakunya. Sayangnya, di lokasi sangat minim bukti dan saksi untuk mengendus keberadaan pelaku. Kapolsek Banjarangkan, AKP Ketut Suaka Purnawasa, Jumat (6/3) kemarin mengatakan, petugas kepolisian sudah turun tangan menggali informasi lain di sekitar TKP. Bhabinkamtibmas juga turun tangan. Namun, sejauh ini belum ada petunjuk yang bisa mendekatkan penyelidikan pada identitas pelakunya. Selain itu, pihaknya juga menegaskan pada kasus ini belum ada laporan resmi dari warga. Meski demikian, upaya untuk membongkar pelakunya masih terus dilakukan. “Kami sudah imbau warga agar tidak membuang bangkai babi sembarangan,” katanya. Tim Kesehatan Hewan Dinas Pertanian bersama Petugas BPBD Klungkung, pihak kepolisian, TNI dan masyarakat, sudah mengevakuasi bangkai babi yang meresahkan warga di dekat jembatan Bakas-Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (5/3) malam. Bangkai babi seberat sekitar 200 kg itu, diangkat dengan susah payah dari selokan itu menggunakan batang

babi, sebelum dinaikkan ke kendaraan pick-up. Agar tidak menebar bau busuk, bangkai babi yang dibuang oknum warga itu, lantas dikubur di sekitar Desa Bakas. Kepala Dinas Pertanian Klungkung, I.B. Juanida, mengatakan belum diketahui siapa oknum warga yang membuang bangkai babi ini. Pihaknya segera melakukan tindakan cepat, agar bangkai babi ini tidak menimbulkan penyakit. Terlebih, di tengah isu virus ASF yang sudah menyerang banyak babi di Bali. Dia tidak ingin persoalan ini menimbulkan keresahan warga sekitar. “Bangkai babi ini tidak terjangkit virus ASF. Kami juga tegaskan di Klungkung belum ada temuan kasus babi mati mendadak karena serangan virus ASF itu,” kata Juanida. Pihaknya mengimbau kepada warga untuk segera melaporkan kepada petugas bila menemukan kasus babi mati mendadak. Dia juga mengingatkan agar tidak membuang bangkai babi sembarangan. Dia mengaku akan segera

turun mengecek kondisi ke bawah setelah menerima laporan, sehingga langkah antisipasi bisa segera dapat dilakukan untuk mencegah menyebarnya penyakit. “Kami menyayangkan ada oknum warga yang membuang bangkai babi sembarangan. Kami meminta cara seperti agar tidak diikuti warga lain,” tegasnya. Hal serupa disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, sebanyak 12 personelnya bersama pihak terkait lainnya harus susah payah mengevakuasi bangkai babi itu. Dia meminta warga ikut mengawasi daerah sekitarnya. Bila ada oknum warga yang terciduk, agar segera diamankan dan diberikan pemahaman bahwa cara itu bisa menimbulkan penyakit. Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, juga sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian Polsek Banjarangkan, untuk mengejar siapa oknum warga yang sudah membuang bangkai babi secara sembarangan itu. (kmb31)

BANGKAI BABI - Petugas saat berupaya mengevakuasi bangkai babi yang dibuang sembarangan.

Personel Polres Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Bali Post/kmb31

PEMERIKSAAN - Kapolres Klungkung, AKBP Komang Sudana, saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Semarapura (Bali Post) Mencegah polisi mengidap penyakit tertentu, seluruh personel Polres Klungkung menjalani proses pemeriksaan kesehatan, di Poli Klinik Polres Klungkung, Jumat (6/3) kemarin. Pemeriksaan rutin ini dilakukan setiap enam bulan sekali. Pemer-

iksaan itu guna memastikan kondisi setiap personel prima. Ini juga sekaligus sebagai konfirmasi seluruh anggota kepolisian bebas dari penggunaan obat terlarang. Kapolres Klungkung, AKBP Komang Sudana, mengatakan pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu

program Polda Bali. Dengan cara ini, seluruh personel juga mendapat pelayanan kesehatan, di tengah rutinitas padatnya tugas melakukan pengamanan. Dalam bertugas itu, kesehatan merupakan penunjang utama ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kami ingin memastikan anggota Polres Klungkung dan jajaran Polsek itu benar-benar dalam keadaan sehat ketika sedang melaksanakan tugas,” tegasnya. Aspek utama pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala ini, antara lain untuk melakukan deteksi gangguan lebih dini pada personel masing-masing petugas kepolisian. Sehingga dapat dicegah atau kalau ada sakit misalnya, dapat dilakukan pengobatan sesegera mungkin. Proses ini dilakukan langsung Bidang Dokkes Polda Bali bekerja sama Quantum Sa-

rana Medik Denpasar. Pemeriksaan meliputi cek darah, urine, tekanan darah, THT, gigi, paru-paru dan jantung. Melihat banyaknya personel, pemeriksaan kesehatan itu dilakukan selama dua hari. Setelah menjalani pemeriksaan, hasil detailnya akan disampaikan bersamaan. Dalam kesempatan ini, setiap personel juga berkesempatan melakukan konsultasi langsung dengan dokter dan tim medis lainnya. Selama proses pemeriksaan, sementara tidak ditemukan adanya personel yang menggunakan obat-obatan terlarang. Kapolres berharap, setiap personel mampu menjaga kesehatan tubuhnya dan menjauhkan diri dari obat-obatan terlarang. Sangat penting polisi itu menjadi contoh bagi masyarakat, agar dapat dipercaya sekaligus menjadi panutan mereka. (kmb31)

Isu Corona Tak Pengaruhi Tingkat Pemakaian Listrik di Nusa Penida ISU virus Corona berdampak luas pada aktivitas pariwisata di daerah kepulauan Nusa Penida. Ini membuat tingkat kunjungan wisatawan mancanegara menurun. Meski kunjungan menurun, isu Corona ini tidak berdampak signifikan terhadap pemakaian listrik rumah tangga, hotel maupun restoran di daerah pariwisata ini. Isu virus Corona hanya memberi dampak pada wisatawan Tiongkok. Sementara, kegiatan wisatawan Tiongkok juga mayoritas tidak menginap di Nusa Penida. Sejauh ini bagaimanakah distribusi dan tingkat penggunaan listrik di Nusa Penida? Manajer PLN ULP Klungkung, Komang Tria, Jumat (6/3) kemarin mengatakan bahwa isu virus Corona itu tidak mempengaruhi pemakaian maupun penjualan listrik. Pemakaian listrik tetap tinggi di Nusa Penida. Bahkan, sepanjang tahun 2019, pemakaian listrik di Nusa Penida mencatat pertumbuhan cukup tinggi, mencapai 26 persen. “Wisatawan Tiongkok itu, kunjungannya ke Nusa Penida sifatnya temporari. Datang pagi berwisata sampai siang, sorenya sudah balik ke Sanur. Jadi mereka tidak menginap di Nusa

Penida,” kata Tria di Tulikup, Gianyar. Kalaupun dilihat dari aktivitas pariwisatanya, mayoritas wisatawan Tiongkok dominan menggunakan wahana water sport yang tidak menggunakan listrik. Wahana itu dominan menggunakan bahan bakar. Wisatawan yang langsung menginap dan menambah hunian di Nusa Penida, dikatakan lebih banyak para aussie (wisatawan Australia) dan wisatawan mancanegara dari Eropa. “Pemakaian listrik tertinggi di Nusa Penida, dari Hotel Mahagiri. Pemakaiannya

bisa mencapai setengah mega. Kami lihat secara umum pemakaiannya masih tinggi di daerah tiga pulau Nusa Penida itu,” tegasnya. Manajer Jaringan PLN ULP Bali Timur Nyoman Sugiarta menambahkan, wilayah kepulauan Nusa Penida sudah terpasang 11,9 MW. Dari jumlah itu sudah mampu melayani kebutuhan listrik sebesar 10,7 MW. Secara umum ULP Klungkung memiliki 6 suplai penyulang, dengan jumlah pelanggan sebanyak 61.681 orang dari total 403.290 pelanggan seBali Timur. “Dalam bidang jaringan, kendala itu juga pasti ada. Selain bencana alam, kelompok kendala paling besar itu ada pada padam tak terencana. Itu mencapai 79,58 persen. Misalnya, jaringan putus karena binatang, kena petir, tertimpa pohon, terbuka karena penjor dan sebagainya,” katanya.

BERWISATA - Wisatawan saat berwisata ke Angel Billabong, Nusa Penida.

Manajer Pemasaran PLN ULP Bali Timur, Oscar Praditya, mengatakan khusus untuk ULP Klungkung, penjualan tenaga listrik data per Februari 2020 mencapai 22.004.101 kWh, naik sebesar 16,92 persen dari bulan Februari tahun 2019 yang hanya 18.819.492 kWh. Sedangkan pendapatan juga naik, dimana Februari 2020 sudah mencapai Rp 26.665. 493.398, naik sebesar 19,04 persen dari bulan Februari 2019 yang hanya Rp 22.400.027.829. “Saat ini kami sedang menuntaskan permasalahan levering dan overspanning. Untuk menekan risiko bahaya kelistrikan,” katanya. (gik)

Bali Post/gik

Bali Post/kmb31

Terdampak Isu Corona Bupati Suwirta Lapor ke Kemenpar Semarapura (Bali Post) Di tengah dampak isu virus Corona yang menekan laju pertumbuhan pariwisata, Pemkab Klungkung tetap optimis bisa secepatnya keluar dari masalah ini. Komunikasi terus dilakukan, baik dengan Pemprov Bali maupun pihak kementerian terkait. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta langsung menuju Kementerian Pariwisata, Kamis (5/3) untuk melaporkan kondisi terakhir Klungkung pascaterdampak isu corona. Kedatangan Bupati Suwirta ke Kementerian Pariwisata di Jakarta didampingi Kadis PU Anak Agung Lesmana, Kadis PMDPPKB I Wayan Suteja dan Kabid Perencanaan Baperlitbangda Nyoman Sidang. Mereka disambut Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc. Dalam pertemuan itu, Bu-

pati Suwirta melaporkan di tengah lesunya pariwisata akibat isu wabah Corona itu, pihaknya tidak akan diam saja. Tetapi, masa jeda ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melakukan penataan akomodasi. Selain itu juga terkait sarana prasarana pariwisata. Pihaknya berharap supaya Kementerian Pariwisata turut mendukung upaya penataan sarana pariwisata yang dirancang dapat tuntas tahun 2021. ‘’Kami senantiasa minta dukungan berbagai hal dari Kementerian Pariwisata,’’ harap Bupati Klungkung itu. Selain itu, Bupati Suwirta juga menegaskan akan tetap menjalankan sejumlah event yang menjadi agenda rutin. Pegelaran event-event itu sangat penting untuk mendongkrak kunjungan pariwisata. Seperti rangkaian festival, akan tetap digelar. Event olahraga kelas dunia, yakni The 2020

Redbull Cliff Diving yang rencananya diselenggarakan di Nusa Penida juga akan tetap digelar. Mendengar pemaparan tersebut, Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dra. Ni Wayan Giri Adnyani M.Sc. menyatakan akan mendukung program dan event yang telah menjadi agenda Pemkab Klungkung tersebut. Terkait penataan sarana pariwisata, pihaknya akan melakukan evaluasi pada triwulan kedua, yakni Juni, untuk melihat perkembangan wabah Corona yang membawa dampak sangat besar di berbagai sektor, termasuk pariwisata. Dia yakin, dampak isu wabah Corona yang dihadapi Bali, akan cepat berlalu. Dia juga yakin, proses recovery itu akan berlangsung cepat, karena Bali cukup berpengalaman menghadapi situasi lesunya kunjungan pariwisata itu. (gik)

MELAPOR - Bupati Suwirta saat melapor ke Kemenpar RI.

Bali Post/gik


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

SOSOK Masih Aman MEREBAKNYA wabah virus Corona (Covid-19) membuat stok masker di sejumlah apotek dan toko di wilayah Karangasem menipis dan harganya meroket. Khusus untuk di RSUD Karangasem, hingga saat ini stok masker masih aman untuk beberapa bulan ke depan. “Kami masih memiliki stok masker sekitar 5.000 buah. Masker ini diperuntukkan bagi pasien yang sakit dan petugas medis. Jadi, untuk kebutuhan masker hingga tiga bulan ke depan masih aman. Tidak ada masalah,” ujar Direktur RSUD Karangasem, I Wayan Suardana, Jumat (6/3) kemarin. Ia mengakui, masker memang sangat dibutuhkan oleh pasien yang sakit. Dengan memakai masker, maka mengurangi risiko penyebaran penyakit menular, seperti batuk, demam dan pilek. Sedangkan untuk penunggu pasien atau orang yang sehat tidak perlu memakai masker. “Saya minta warga tidak sampai panik dengan kasus virus Corona ini. Antisipasi memang sangat perlu dilakukan. Tapi, jangan sampai berlebihan dan tetap tenang. Intinya, jangan sampai menimbulkan kepanikan,” tegasnya. (nan)

Alat Seismograf Kembali Rekam Gempa Vulkanik Dalam di Tubuh Gunung Agung

Bali Post/kmb41

GEMPA - Alat seismograf sepekan terakhir kembali merekam munculnya gempa vulkanik dalam di tubuh Gunung Agung. Amlapura (Bali Post) Sejak sepekan terakhir, alat seismograf kembali merekam adanya gempa vulkanik dalam dan hembus dalam aktivitas Gunung Agung. Kendati demikian, tidak adanya peningkatan aktivitas yang signifikan dialami gunung tertinggi di Pulau Bali itu. Sampai saat ini status Gunung Agung masih

level III (Siaga). Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Karangasem, I Dewa Made Mertayasa, Jumat (6/3) kemarin mengatakan, sejak tanggal 1 sampai 6 Maret ini, alat seismograf memang merekam adanya beberapa kali gempa vulkanik dalam dan hembusan. “Selama sepekan terakhir, alat

seismograf merekam gempa hembusan sebanyak 11 kali, gempa vulkanik dalam 4 kali, gempa vulkanik dangkal 3 kali dan tektonik lokal 2 kali. Asap dari kawah Gunung Agung masih terlihat dengan intensitas tipis,” ucapnya. Dewa Mertayasa menambahkan, kendati kembali munculnya gempa vulkanik dalam, akan tetapi aktivitas Gunung Agung masih landai dan belum menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan. Hanya saja, asap terlihat semakin sering terlihat di puncak seiring seringnya turun hujan. “Wajar asap semakin sering terlihat di puncak. Karena hujan, makanya panas di kawah bisa terkena air hujan, maka asap akan terlihat terus keluar dari dasar kawah. Kami mengimbau kepada warga untuk tetap mematuhi rekomendasi PVMBG, yakni tidak melakukan aktivitas pendakian ke puncak dan tidak melakukan aktivitas di aliran sungai karena berpotensi adanya lahar hujan,” jelasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

JEBOL - Plafon Puskesmas Selat kembali jebol akibat diguyur hujan deras, Selasa (3/3). Ini merupakan kejadian yang ketiga kalinya pascaselesai diperbaiki akhir tahun 2019 lalu.

Plafon Puskesmas Selat Kembali Jebol Amlapura (Bali Post) -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem tiga hari lalu membuat plafon yang ada di Puskesmas Selat kembali jebol. Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya. Beberapa waktu lalu, plafon puskesmas itu juga jebol akibat diguyur hujan. Atas kondisi itu, Kepala Puskesmas Selat meminta rekanan segera melakukan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik. Salah seorang petugas Puskesmas Selat mengatakan, plafon itu jebol sekitar tiga hari lalu saat hujan lebat. Akibat plafon kembali jebol, pihaknya terpaksa menaruh ember di bawah plafon yang jebol karena air dari atas merembes masuk ke dalam ruangan. “Saat hujan deras, air dipastikan masuk ke dalam ruangan dan membasahi lantai. Makanya, dikasi ember di bawahnya agar air tidak membasahi lantai yang

dapat membahayakan petugas maupun pengunjung. Mereka bisa jatuh terpeleset karena lantai licin,” katanya seraya menyatakan, kualitas proyek kurang bagus. Dikonfirmasi Jumat (6/3) kemarin, Kepala Puskesmas Selat, I Gusti Lanang Putu Udiyana, menjelaskan plafon puskesmas kembali jebol, Selasa (3/3) lalu. Dikatakan, plafon yang jebol ada di lantai satu. “Plafon di belakang Ruang UGD juga jebol. Ada dua titik yang

plafonnya jebol. Plafon jebol karena air hujan masuk ke dalam. Ini kejadian yang ketiga kalinya plafon puskesmas jebol pascaselesai dikerjakan,” katanya. Udiyana menambahkan, tak hanya plafon saja yang jebol. Sejumlah pintu ruangan di lantai satu dan dua juga lepas. Termasuk lampu tulisan puskesmas yang ada di depan juga belum diperbaiki. “Di lantai dua ada dua pintu yang lepas, sedangkan di lantai satu pintu yang

jebol, yakni ruangan khusus anak-anak,” katanya. Udiayana mengharapkan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut secepatnya melakukan proses perbaikan terhadap sejumlah kerusakan yang ada. Sebab, bangunan sampai saat ini masih dalam proses pemeliharaan. “Masa pemeliharaan hingga Juni mendatang. Saya berharap pihak rekanan segera melakukan perbaikan, karena puskesmas merupakan fasilitas publik. Apalagi, kami menangani banyak pasien rawat inap maupun rawat jalan. Sehingga, kami bisa lebih nyaman di dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegasnya. (kmb41)

Puluhan Pedagang di Terminal akan Direlokasi ke Pasar Amlapura Barat Amlapura (Bali Post) Pascarampungnya pengerjaan proyek Pasar Amlapura Barat, puluhan pedagang yang sebelumnya berjualan di terminal akan direlokasi ke pasar tersebut. Proses relokasi rencananya dilakukan setelah bangunan pasar di-pelaspas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem. Dikonfirmasi, Jumat (6/3) kemarin, Kepala Dinas Perhubungan Karangasem, Ida Bagus Putu Suastika, mengatakan selama ini para pedagang berjualan di Terminal Amlapura. Hal ini menyebabkan terminal tidak berfungsi maksimal untuk parkir kend-

araan. Sebab, Terminal Amlapura sebagai penyumbang pendapatan asli daerah yang cukup besar untuk Karangasem. “Kami akan mengarahkan pedagang berjualan di Pasar Amlapura Barat yang baru selesai dibangun. Kami ingin Terminal Amlapura akan dikembalikan ke fungsi semula, yakni untuk parkir kendaraan,” katanya. Menurut Suatika, pihaknya secepatnya akan melakukan koordinasi dengan Disperindag Karangasem terkait perelokasian pedagang tersebut. “Kami akan bahas rencana itu, sehingga pedagang cepat bisa dipindah,” jelasnya. Dikonfirmasi terpisah,

Kepala Disperindag Karangasem, I Wayan Sutrisna, mengatakan pemindahan para pedagang memang belum bisa dilakukan. Pasalnya, pasar belum di-pelaspas. Menurutnya, Pasar Amlapura Barat cukup menampung semua pedagang yang ada di Terminal Amlapura. Nanti tempat dagang akan diatur dengan baik. “Kami akan laksanakan upcara pamelaspasan dan Rsi Gana lebih dulu pada 9 Maret mendatang. Setelah itu, baru akan melakukan rapat dengan para pedagang. Jika semuanya sudah tuntas, baru proses pemindahan para pedagang bisa dilakukan,” tegasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

MATERIAL – Sejumlah siswa membersihkan material senderan yang jebol di SMPN 6 Amlapura, Jumat (6/3) kemarin.

BPBD Bersihkan Material Senderan Jebol di SMPN 6 Amlapura Amlapura (Bali Post) Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem membersihkan material senderan jebol di SMPN 6 Amlapura, Desa Seraya Timur, Jumat (6/3) kemarin. Pembersihan material itu juga dibantu oleh para siswa dan guru di sekolah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Id a Bagus Ketut Arimbawa, mengungkapkan senderan itu jebol akibat hujan deras beberapa hari lalu. Senderan yang jebol setinggi 5 meter dan panjang 8 meter. Material

senderan yang jebol itu menutupi akses jalan menuju ruang tata usaha dan ruang kepala sekolah. “Kami baru sekarang bisa melakukan pembersihan material. Sebelumnya sempat disepakati, pembersihan akan dilakukan hari ini (Jumat-red). Untuk membersihkan material ini, kami dibantu oleh para guru dan siswa yang ada di sekokah ini,’’ katanya. Arimbawa menambahkan, kejadian itu mengakibatkan kerugian materil sekitar Rp 20 juta. “Setelah dilakukan pembersihan, aktivitas dan kegiatan di sekolah kembali

berjalan normal,” katanya. Selain jebolnya senderan SMPN 6 Amlapura, kata Arimbawa, SDN 2 Tianyar juga dilanda banjir. Akibatnya, material tanah dan pasir menumpuk di halaman sekolah tersebut. Kondisi itu, mengakibatkan kegiatan di sekolah tersebut terganggu. “Pembersihan di SDN 2 Tianyar juga dilakukan hari ini (Jumat-red). Pembersihan material ini juga dibantu para guru dan siswa, termasuk para orangtua siswa. Kini halaman sekolah sudah kembali bersih,” tegasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

RELOKASI - Pedagang yang berjualan di Terminal Amlapura akan direlokasi ke Pasar Amlapura Barat yang baru selesai dibangun.


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

Tak Izinkan Puluhan Murid Ikut Ujian

Dewan Pendidikan Sayangkan Tindakan Kepsek SMKN 4 Bangli Bangli (Bali Post) – Tindakan SMKN 4 Bangli memulangkan dan tidak mengizinkan sejumlah siswanya ikut ujian sekolah (US) lantaran nunggak pembayaran dana penyertaan masyarakat, Rabu (4/3) lalu, sangat disayangkan Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli. Jika ada persoalan seperti itu pihak sekolah semestinya tetap mengedepankan pemberian hak dasar murid. “Kalau toh harus diambil tindakan karena nunggak pembayaran dana itu, mestinya mereka tetap diberikan ikut ujian dulu. Setelah itu baru dilakukan tindakan-tindakan yang diperlukan dengan mengedepankan komunikasi partisipatif,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli, Prof. I Wayan Las-

mawan, Jumat (6/3) kemarin. Lasmawan mengaku pihaknya sudah mengonfirmasi langsung ke pihak sekolah soal kejadian itu. Menurut keterangan Kepala SMKN 4 Bangli, pihak sekolah sebenarnya sudah sempat mengumumkan kepada seluruh siswa agar memenuhi semua kewajiban administrasinya sebelum ujian berlangsung. Namun, sampai ujian berjalan, ternyata masih ada beberapa siswa yang tidak tertib administrasi, sehingga sekolah terpaksa mengambil tindakan memulangkan dan tidak mengizinkan mereka ikut US. “Pada akhirnya pihak sekolah sudah memberikan hak dan kesempatan semua siswa ikut ujian. Jadi tidak ada satu siswa pun di SMKN 4 Bangli yang

tidak bisa ikut ujian,” jelasnya. Wakil Rektor II Undiksha ini menambahkan, salah satu tujuan pendidikan adalah pembinaan karakter dan pembangunan moral murid. Karenanya pihaknya setuju jika pihak sekolah berupaya membangun karakter, tanggung jawab serta kejujuran murid. Namun, tidak dengan cara memulangkan dan melarang siswa ikut ujian, seperti yang terjadi di SMKN 4 Bangli. “Momentumnya tidak benar. Semestinya diselesaikan setelah muridnya diberikan hak dasarnya untuk ikut ujian,” kata Lasmawan. Menyangkut keuangan, sekolah harus memisahkan hak dasar murid dengan manajemen sekolah. Pria asal Desa Bonyoh Kintamani ini me-

nambahkan, kalau saja sejak awal pihak SMKN 4 Bangli mau berkoordinasi dengan Dewan Pendidikan, sebagai lembaga yang ditugaskan Bupati menangani pendidikan di Bangli, pastinya pihaknya akan membantu memfasilitasi, mengomunikasikan dan mencari jalan keluar terbaik, sehingga persoalan seperti itu tidak sampai terjadi. “Ke depan saya harapkan tidak ada kasus serupa terulang. Kalau ada sekolah menghadapi persoalan itu agar berkoordinasi dengan kami. Nanti kami di Dewan Pendidikan memfasilitasi dengan cara mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab. Selama ini yang saya lihat agak terlupakan adalah komunikasi,” jelasnya.

Digratiskan Pemerintah Dia menambahkan, untuk membangun pendidikan wajib belajar 12 tahun itu, seharusnya biaya pendidikan di tingkat SD hingga SMA/SMK digratiskan pemerintah. Pemerintah harus hadir membuat warga negaranya cerdas. Sehingga pengelola sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan jajarannya hanya fokus melakukan inovasi dan manajemen lembaga pendidikan menjadi lebih baik. “Jadi mereka tidak lagi tersandra kebutuhan dana atau pendanaan untuk memberikan hak layanan kepada muridnya. Mereka bisa full berinovasi dan memberikan hak layanan secara optimal kepada semua siswanya,” imbuh Lasmawan. Sebagaimana diketahui

SMKN 4 Bangli memulangkan dan tak mengizinkan sejumlah siswanya mengikuti ujian sekolah (US), Rabu (4/3) lalu. Hal itu dilakukan pihak sekolah lantaran para siswa tersebut nunggak pembayaran SPP. Kepala SMKN 4 Bangli, Dewa Gede Darmayasa, dikonfimasi Kamis (5/3) menyebutkan ada sebanyak 80 siswanya tidak diizinkan mengikuti US lantaran belum membayar dana penyertaan masyarakat. “Kalau dulu namanya SPP, uang komite. Mulai tahun 2017 namanya dana penyertaan masyarakat,” terangnya. Besarnya dana penyertaan masyarakat yang wajib dibayarkan para siswa yakni Rp 546 ribu per semester. Para siswa diberikan batas

akhir pembayaran sebelum US dimulai, yakni 27 Februari lalu. Adanya pungutan dana penyertaan masyarakat itu, kata Darmayasa, sudah berdasarkan kesepakatan dengan orangtua siswa di awal penerimaan peserta didik baru. Dana yang dipungut itu dikelola pihak sekolah untuk membayar jasa guru dan tenaga honor serta kegiatan kesiswaan. Ketika pihak sekolah tidak mengizinkan mereka ikut ujian, 60 siswa di antaranya langsung membayar kewajibannya ke bendahara sekolah. Darmayasa menegaskan, apa yang dilakukannya terhadap puluhan siswanya itu sematamata hanya mendisiplinkan dan meningkatkan kejujuran siswa. (kmb40)


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

Kasus Perkelahian di Giri Emas

Tersangka Hendak Membela Saudaranya

Singaraja (Bali Post) Penyidik Polsek Sawan berhasil mengungkap motif tersangka Kadek Rusdi Agustina (34) asal Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan menganiaya korban Gede Arca (30), asal Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan hingga perutnya mengalami luka tusuk. Tersangka mengaku membela saudaranya yang lebih dahulu dipukul korban. Selain itu, tersangka mengaku tidak memiliki permasalahan dengan korban. Kapolsek Sawan AKP Gusti Kade Alit Murdiasa seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, Jumat (6/3) kemarin mengatakan, setelah menetapkan tersangka dalam kasus ini, pihaknya memeriksa tiga orang saksi. Dari keterangan itu, diketahui motif tersangka melakukan penganiayaan karena ingin membela saudaranya, Kadek Mertadana, yang dipukul korban. Selama ini, tersangka dengan korban tidak saling kenal dan tidak pernah memiliki masalah. Atas keterangan itu, penyidik menyimpulkan, perkelahian ini murni karena salah paham. ‘’Ini murni karena salah paham. Tersangka juga tidak pernah ada masalah dengan korban. Tersangka tidak terima kalau saudaranya dipukul korban,’’ katanya. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya itu, tersangka yang sehari-hari menjadi buruh bangunan ini melanggar Pasal 351 ayat 1 KUHP. Dia diancam hukuman

2 tahun 4 bulan penjara. Untuk melengkapi BAP, penyidik menyita satu buah taji dan sepeda motor milik tersangka. Sementara itu, tersangka mengaku menyesal telah menganiaya korban. Sebelum kejadian dia diberi tahu oleh temannya yang menyebutkan kalau saudaranya telah dipukul oleh korban. Khawatir keselamatan saudaranya terancam, dia lantas menemui saudaranya itu. Di depan SPBU Desa Giri Emas, tersangka kemudian menemui korban. Saat itu korban dan tersangka berkelahi satu lawan satu. ‘’Di atas sepeda motor saya dipukul oleh dia (korban) dan sampai jatuh. Saya melawan, dan tidak ada yang melerai,’’ katanya. Karena kuwalahan meladeni pukulan korban, tersangka kemudian mengambil taji di bawah jok sepeda motornya. Saat mengambil taji korban sudah lari dan langsung dikejarnya hingga di depan Rumah Sakit Pratama Giri Emas. Di lokasi kedua ini, tersangka memukul hingga perut korban terluka. ‘’Saya ingat ada taji di jok motor, langsung saya ambil. Korban waktu itu sudah lari dan saya kejar dan langsung sekali saya memukul perutnya,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus perkelahian ini terjadi pada 28 Februari 2020 malam lalu. Dari kasus ini, korban Gede Arca (30), asal Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan perutnya terkena tusukan taji. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DIGIRING - Tersangka kasus perkelahian di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan digiring penyidik Polsek Sawan, Jumat (6/3) kemarin.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Kumon Gianyar Cr S1 Matematika Part/Full WA 08179752136

Dicari Marketing & Sales Bahan Bangunan,PT.KSM,083114600207

*Dcr tukang pola wnt,admin wnt min.SMA,Lam+CV+Foto Email: hello@tomtonbusana.com/Imam Bonjol No.322/414 Dps

B.BP.001.03.20.0000163

Ingin bergabung dg team Marketing villa & Hotel Bintang 5 di Bali. Kami bth staf Baru utk didik jadi Marketing Handal & Profesional.dtg interview cuman sehari saja tgl .9/03/2020, jam:10.00-12.00 wita di kompleks Ruko Kuta Square Blok F/8A.janji interview WA Hila: 08123986414/Ardana:08123973313

B.BP.004.03.20.0000176

Sekuriti pengalaman, maks 50thn Hub.085770840342/081236222509

B.BP.004.03.20.0000186

Staff Vacancy for Office Admin /Data entry,M/F Junior position must have adobe/Auto Cad skills, and speak English. CV:PT Sourcing Bali raka@sourcing-bali.com B.BP.031.03.20.0000173

B.BP.014.03.20.0000182

B.BP.004.03.20.0000181

Hutan Lindung di Sanggalangit Rusak Singaraja (Bali Post) -

Kerusakan hutan lindung terjadi di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak. Diperkirakan areal hutan yang sekarang gundul luasnya mencapai hektaran. Diduga, penyebab utama hutan di Buleleng Barat itu kritis, karena maraknya aksi pencurian kayu. Warga yang khawatir dengan kerusakan hutan itu, telah melaporkan kasus pencurian kayu di desa mereka ke Polres Buleleng. Hal itu diungkapkan Ketua RT 06 Dusun Wanasari, Desa Sanggalangit, Made

Suartana, usai menemui penyidik di Mapolres Buleleng, Jumat (6/3) kemarin.

Made Suartana menceritakan, kerusakan hutan di wilayahnya itu sudah ber-

Bali Post/ist

GUNDUL - Hektaran hutan lindung di Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak gundul, diduga karena pencurian kayu hutan marak.

langsung lama. Kerusakan hutan paling parah terjadi di perbatasan wilayah Desa Sanggalangit dengan desa tetangga. Menyusul hutan gundul karena penebangan liar, pihaknya mengaku khawatir akan terjadi banjir bandang atau tanah longsor. “Itu sudah mencapai puluhan hektar hutan gundul, terutama di perbatasan dengan desa tetangga dan kalau terjadi bencana alam wilayah kami yang akan terdampak,” katanya. Menurut Suartana, sejak mengetahui kerusakan hutan itu, warga sudah melaporkan dugaan kasus pembalakan liar ke polisi. Dari laporan itu, ada pihak yang konon siap bertangung jawab dari aktivitas penebangan pohon di hutan lindung tersebut. “Kami dipanggil penyidik untuk mencocokkan keterangan dalam laporan sebelumnya, dan tadi penyidik menyebut kasusnya sudah ditindaklanjuti dan segara akan ada calon tersangkanya,” jelasnya. Di sisi lain Made Suartana mengatakan, di tengah penyelidikan kasus dugaan pencurian kayu hutan, pi-

haknya menemukan kalau hutan di wilayahnya itu dikelola oleh perusahaan dengan status hutan produksi. Meskipun pengelolaan itu sudah mendapatkan izin dari pemerintah, tetapi dirinya menyayangkan karena pengelolaan oleh perusahaan itu justru tidak diketahui oleh aparat desa dan prajuru desa adat. Sementara itu, Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, mengatakan penyidik sudah melakukan konfrontasi para saksi yang telah dimintai keterangannya. Hasil konfrontasi itu sekarang masih dipelajari oleh penyidik. Rencananya, penyidik akan melakukan gelar perkara dan segera meningkatkan status penanganan kasus yang dilaporkan oleh warga. “Ini masih konfrontasi antara saksi dengan saksi. Penyidik masih mempelajari apakah hasilnya akan mengarah pada calon tersangka atau bagaimana, nanti akan digelar dulu dan ada pemanggilan saksi kembali,” jelasnya. (kmb38)

Ratusan Bonsai Beradu Keindahan Singaraja (Bali Post) Areal parkir Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja berubah menjadi taman nan indah. Ini karena 350 bonsai beradu keindahan, Jumat (6/3) kemarin. Acara ini dikemas dalam sebuah festival untuk memeriahkan HUT ke-416 Kota Singaraja. Event ini menarik dikunjungi karena menampilkan bonsai yang memiliki nilai jual sampai ratusan juta rupiah. Ketua Panitia Bonsai Festival, Made Sweca, mengatakan koleksi bonsei yang diadu ini berasal dari Bali, Madura, dan Surabaya. Jenis tanamannya mulai dari sentigi, serut, loa, anting putri, beringin dan kimeng. Karena event ini berskala nasional, pihaknya membagi tiga kategori yaitu utama, regional dan prospek. Kategori utama, bonsai be-

rumur minimal 30 hingga 50 tahun di dalam pot. Selain itu, selama perawatan cabangnya tumbuh tanpa menggunakan alat khusus untuk membentuk lekuk cabang atau ranting pohonnya. ‘’Ini pertama kali kita gelar event berskala nasional dan beberapa bonsai yang harganya sama dengan mobil. Kalau prospek, harganya Rp 5 juta ke bawah, karena masalah perantingan belum ada, namun tetap memiliki nilai,’’ katanya. Menurut Sweca, di Buleleng penghobi bonsai tergolong banyak. Hanya, terkesan masih malu-malu memamerkan koleksinya. Bahkan, jenis sentigi juga tercatat masih banyak tumbuh liar di wilayah Buleleng. Oleh karena itu, melalui event ini, dirinya berharap pencinta bisa lebih percaya diri untuk memamerkan bonsai yang dibentuk selama berta-

hun-tahun. Sementara itu, salah satu penggemar bonsai, Made Sukapta, mengatakan telah menggeluti dunia bonsai sejak 12 tahun. Pria asal Pupuan, Tabanan ini menyebutkan ada kepuasan tersendiri yang dirasakan bila memelihara bonsai. Utamanya saat membentuk ranting-ranting bonsai itu dengan menggunakan kawat. Proses ini memakan waktu hingga bertahun-tahun, untuk akhirnya menciptakan bentuk bonsai yang indah dipandang mata. Salah satu juri, Supandi, mengatakan ada empat poin penting yang dinilai adalah penampilan, gerak dasar dari akar hingga ujung pohon. Selain itu, keserasian dan kematangan antara batang dan cabang. Hasil penilaian diumumkan Kamis (12/3) depan. (kmb38)

Bali Post/kmb38

BONSAI – Sebanyak 350 bonsai diadu keindahannya di halaman Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Jumat (6/3) kemarin.

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Rumah,Tanah 2 Are,Lantai 2, 5 Kamar.Hubungi:085100098024 B.BP.001.02.20.0000798

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

DIJUAL MOBIL MITSUBISHI

Mitsubishi Xpander Exceed M/T/ manual,hitam,Tgn 1, sprt baru, th 2008 akhir,simpanan/jrg pakai KM 6300 an, BU Hrg. 210jt Nego tipis,Hub.0811277218 B.BP.031.03.20.0000174 TOYOTA

Dikont/Jual Rmh baru Lt2 Jl.Pegangsaan Timur Renon Hub.085237077978 B.BP.001.03.20.0000162

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Tanah 2A 2,27A Dalung 400jt/are Hub.082147454248

For Sale:2011 Toyota Avanza 1.5S 4AT(automatic)-68000KM -Serviced Agung Motors,Sunset Road-One Owner-Good Condition -Located Umalas-RP.115.000.000 ono-Tel.082124458758

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.Hp:0811394712

B.BP.004.03.20.0000103

B.BP.001.01.20.0000707

B.BP.001.03.20.0000166

Dijual Tnh kav Pasek Bali Dawan Klungkung. 08175226868 WA only B.BP.001.03.20.0000177

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

GENTA BALI gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET

HARIAN DENPOST

RADIO GENTA

PAKET

1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

Dewan Ingatkan Netralitas PNS Jelang Pilkada Negara (Bali Post) – Pilkada Jembrana akan dilaksanakan bulan September dan saat ini belum ada penetapan calon. Namun euforia hajatan demokrasi ini sudah mulai hangat di masyarakat. Para penyelenggara diharapkan menjalankan tugas dengan menjaga netralitas. Begitu halnya dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) ditekankan untuk tidak berpolitik praktis. Hal ini ditekankan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jembrana I Ketut Catur, Jumat (6/3) kemarin. Anggota Komisi II DPRD Jembrana ini mengatakan, salah satu kerawanan pilkada adalah keterlibatan ASN mendukung kandidat. ‘’Ini penting untuk pembelajaran politik bagi masyarakat dan kandidat. ASN jangan ikutikutan, apalagi ada penggiringan suara masyarakat oleh pejabat,’’ tandas Catur. Bawaslu sebagai pengawas diharapkan juga bisa mengawal tahapan pilkada ini. Baik dari mulai tahapan pembentukan panitia adhoc, masa kampanye hingga pencoblosan nanti. Mobilisasi ASN sangat memungkinkan terjadi hingga di tingkat desa/kelurahan. ‘’Kalau ada kandidat atau atribut yang melanggar aturan, Bawaslu harus berani memberikan warning dan ambil tindakan,’’ ujarnya. Selaku DPRD, ia berharap pada Pilkada 2020 ini masyarakat memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nuraninya. Sementara itu, Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan mengatakan, pengawasan Bawaslu lebih kepada cegah dini terkait indeks kerawanan pemilu (IKP). Salah satunya, kerawanan pada Pilkada Jembrana saat ini adalah terkait netralitas ASN. Di samping juga politisasi SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), ujaran kebencian dan politik uang (money politics). Sejauh ini Bawaslu belum menerima indikasi adanya pelanggaran netralitas ASN itu. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh ASN, termasuk jajaran aparat di desa dinas untuk menjaga netralitas. (kmb26)

Satgas Pangan Pantau Stok Sembako

Harga Jahe dan Kunyit Naik Negara (Bali Post) – Tim Satgas Pangan dari Polres dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana, Jumat (6/3) kemarin menggelar sidak ke pasar tradisional dan toko swalayan. Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita itu melakukan pemantauan terkait stok sembako dan sejumlah bahan yang diperlukan masyarakat. Dari pemantauan, untuk stok ketersediaan sembako dan bahan makanan masih terjaga. Bahkan untuk beberapa bulan ke depan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula dan kebutuhan pokok lainnya seperti telur masih aman. Namun, dari pemantauan di Pasar Umum Negara ada beberapa bahan seperti rempah-rempah yang dijual terbatas. Stok bahan rempah-rempah ini agak sulit dicari di pedagang. Bilapun ada harga rempah-rempah seperti jahe, kunyit dan lainnya harganya sudah mengalamai kenaikan siginifikan. Kepala Dinas Koperindag Jembrana Komang Agus Adinata seusai sidak mengatakan, secara umum stok bahan pokok di Jembrana aman. ‘’Stok aman dan perilaku masyarakat untuk membeli bahan pokok juga tergolong normal,’’ ujarnya. Belum ada pergerakan masyarakat yang tidak normal meskipun ada beberapa komoditi seperti rempah-rempah jarang ditemui. Termasuk di toko modern, seperti toko swalayan dari pemantauan tim satgas pangan juga masih tergolong normal. Sejatinya untuk pemantauan pangan Satgas rutin melaku-

kan tiap bulan. Dengan adanya isu Corona yang terjadi di beberapa daerah, tim lebih intensif untuk melakukan pemantauan. Selain stok yang aman di pasaran, polisi sejauh ini juga belum mengindikasi adanya aksi penimbunan untuk kepentingan pribadi di Jembrana. Meski demikian, polisi akan terus melakukan pemantauan. ‘’Sementara belum (penimbunan), termasuk masker meskipun barangnya jarang, tetapi belum ada indikasi itu. Dari penelusuran kami di apotek atau toko yang menjual banyak kosong karena belum mendapatkan distribusi dari Denpasar,’’ kata AKP Yogie. Sebelumnya dari pengecekan Unit IV Reskrim Polres Jembrana ke 17 apotek di Jembrana, didapati hanya tiga yang masih memiliki stok masker dan antiseptik. Itu pun jumlahnya terbatas. (kmb26) PEMANTAUAN – Tim Satgas Pangan Jembrana dari unsur polisi dan Dinas Koperindag melakukan pemantauan stok barang kebutuhan pokok di pasar tradisional dan swalayan.

Dilengkapi Surat Keterangan Sehat ‘’Namun, kami masih menunggu instruksi teknis dari Kementerian Perhubungan. Seperti apa tindak lanjutnya nanti, akan kami sampaikan,’’ katanya. Sebelumnya, Kemenlu RI

akan menerapkan kebijakan untuk memperketat pemberian izin bagi warga negara asing (WNA) yang datang dari tiga negara yakni Iran, Korea Selatan, dan Italia. Akan tetapi, ada pelarangan bagi WNA masuk dan transit ke Indonesia, apabila dalam 14 hari terakhir melakukan per-

jalanan ke wilayah-wilayah seperti Iran (Tehran, Qom, dan Gilan), Korea Selatan (Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do) dan Italia (Kota Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont). Untuk pendatang dari Iran, Italia, dan Korea Selatan di

luar wilayah tersebut diperlukan surat keterangan sehat atau health certificate yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara. Surat keterangan itu harus valid atau masih berlaku, dan harus ditunjukkan kepada pihak maskapai pada saat melaku-

kan check in. ‘’Tanpa surat keterangan sehat dari otoritas kesehatan yang berwenang, maka para pendatang atau travelers akan ditolak masuk atau transit di Indonesia. Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan,’’ ujar Menlu Retno. (jay/ant)

Banyak Mengalami Gangguan Keluhan Pilek dan Batuk Jumlah warga yang positif Corona tersebut menambah jumlah dua WNI yang sebelumnya juga sudah dinyatakan positif Covid-19 yang dinamakan kasus 1 dan kasus 2, yaitu seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun di Depok, Jawa Barat. Keduanya sejak 1 Maret 2020 di-

rawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Suroso. Yurianto mengatakan, kasus 3 dan kasus 4 diketahui punya kontak dekat dengan kasus 1. ‘’Kondisi kasus nomor 3 dan 4 suhu tubuhnya 37,6 derajat dan 37,7 derajat, ada keluhan batuk, keluhan pilek, tapi tidak ada keluhan sesak napas dan kita harap kondisi intervensi agar bisa baik,’’ ucap Yurianto. (ant)

Perlu Pembahasan Bersama Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra menyampaikan saat ini informasi dari Kota Surabaya dan Kota Semarang telah melakukan penundaan bagi kapal-kapal pesiar yang mengangkut wisatawan asal daerah terjangkit Covid-19. Sehingga antisipasi ini perlu dilaku-

Sabtu, 7 Maret 2020 05:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 05:30 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Padudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Ngusaba Desa (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Steprobic 08:00 Wita Ocydia Home Shopping 08:30 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 09:30 Wita Belajar Menggambar Melukis Pemandangan Sawah 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 10:30 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Padudusan Agung

kan pembahasan bersama, terlebih Pelabuhan Benoa di Kecamatan Denpasar Selatan menjadi satu kawasan bersandar bagi kapal pesiar. ‘’Sehingga pada hari ini kami bersama Gubernur Bali serta OPD terkait melakukan pembahasan terkait hal ini yang nantinya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,’’ ujar Rai Mantra. (ara)

12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita

Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Ngusaba Desa (2) Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Punggung Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Emi Student Company SMAN 2 Denpasar Ciptakan Jaket Serbaguna Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Parameter Bali TV Shop Kalung Omkara Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi Puja Trisandya Seputar Bali Malam Orti Bali Satu Jam Kosong Satu Bali TV Shop Kalung Omkara Classic Bali TV Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam

Namun perlu dipikirkan juga faktor penahan pertumbuhan ekonomi yaitu melambatnya kinerja negara ekonomi mitra dagang, semakin

kompetitifnya wisata negara lain dan kebijakan antisipasi penyebaran Covid 19. Trisno berharap ekonomi Bali jangan sampai turun dari 5 persen. ‘’Kalau di bawah 5 persen, masyarakat akan banyak mengala-

mi gangguan,’’ ungkapnya sambil menyebut perlunya kolaborasi seluruh elemen. Per 5 Maret, Covid-19 telah menyebar di 80 negara. Di Tiongkok hampir 84 persen penyebarannya, begitu juga di Jepang, Korea Selatan

dan Iran. Outbreak Covid-19 memengaruhi tingkat lalu lintas barang dan orang, sehingga memengaruhi kinerja ekonomi dunia. Pengaruh Covid-19 ke Bali ada tiga jalur yaitu pariwisata, investasi, dan perda-

gangan. Sektor riil ini terlihat kinerjanya menurun karena peran Tiongkok besar. Mengingat negara itu sebagai negara tujuan besar ekspor-impor Indonesia dan Bali khususnya, negara terbesar investasi di Indonesia. (kmb42)

‘’Pemda harus mengambil langkah nyata dan cepat untuk melakukan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali,’’ ujar Koster. Ia berharap recovery bisa dilakukan paling lama enam bulan. Untuk itu upaya sekala dan niskala harus ditempuh. Secara niskala sudah dilakukan upacara di Besakih pada 22 Februari 2020. Secara sekala, harus dilakukan aksi yang cepat dan berdampak langsung terhadap kepariwisataan. Oleh karena itu, strategi yang paling tepat untuk memulihkan ekonomi, pariwisata, ekspor-impor bisa berjalan dengan spirit baru ‘’We Love Bali’’ Movement.

Program ‘’We Love Bali’’ Movement ini di antaranya menyelenggarakan paket pariwisata Super Deal, menyelenggarakan rali wisata We Love Bali, menyelenggarakan festival kuliner khas Bali, menyelenggarakan festival musik berskala internasional, menyelenggarakan DJ festival berskala internasional, menyelenggarakan international surfing competition, lari maraton 10K nasional/internasional, menyelenggarakan Bali culture world celebration, mengundang familirization trip top tour operator/wholesaler, mengundang travel writter, youtuber, blogger, influencer untuk kampanye ‘’We Love Bali’’ Movement, fasilitasi event berskala internasional di Bali.

Kebijakan dan program aksi yang akan dilaksanakan oleh pemda yaitu mempercepat realisasi program infrastruktur pemerintah pusat di Bali tahun 2020, pembangunan shortcut 7A, B, C, 8 Mengwitani - Singaraja sebesar Rp 172 miliar, pembangunan pelabuhan segitiga Sanur - Nusa Penida - Nusa Lembongan Rp 315 miliar, percepatan pengembangan Pelabuhan Benoa Rp 250 miliar, program Balai Wilayah Sungai Bali-Penida sebesar Rp 1,148 triliun, percepatan pembangunan Waduk Sidan dan Tamblang. Gerakan aksi yang akan dilakukan adalah mempercepat implementasi stimulus kebijakan pariwisata. Untuk itu perlu semacam tim tang-

gap Covid-19 untuk satu komando mengatasi Covid-19, menyusun protokol penanganan pencegahan, mempercepat realisasi rencana pembangunan proyek pemerintah. ‘’Kalau ada yang bisa di front loading, dipercepat Maret - April lebih baik, dan kebijakan fiskal agar dikonsolidasikan,’’ ujarnya. Pelaksanaan program regulasi balai-balai di bawah Kementerian PUPR dan Perhubungan, percepatan realisasi program Bali 2020. Ia juga meminta pemda kabupaten/kota se-Bali tahun 2020 mempercepat realisasi program 2020. Di antaranya pengadaan barang dan jasa Bali Rp 2,7 triliun, percepatan realisasi hibah dan bansos Bali Rp 260 miliar, mem-

percepat program kegiatan masing-masing OPD, mempercepat pelaksanaan Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018, percepatan pelaksanaan Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020. Selain itu, dalam strategi tersebut, ia juga meminta percepatan pelaksanaan program dana desa sebesar Rp 657 miliar, percepatan pelaksanaan program dana desa adat sebesar Rp 447,9 miliar, percepatan pelaksanaan program bantuan subak sebesar Rp 136,3 miliar. Mendorong perdagangan, di antaranya meningkatkan ekspor produk pangan, sandang, dan industri kerajinan rakyat lainnya ke Amerika, Australia, Jepang dan Eropa dan melaksanakan kegiatan Bali Great Sale. (kmb42)

Sehingga tidak ada yang berani mengungkapkan apa yang dirasakan anak-anak tersebut, apalagi mencoba menelusuri kenapa anaknya berbeda. Apa perlu konsultasi dengan ahlinya? Bagaimana cara melakukan pendekatan. Lebih sering dilakukan mencoba mencari kambing hitam bahwa keadaan ini dipengaruhi oleh teman-teman/lingkungan. Kasus-kasus seperti ini sering terjadi, baru akan dianggap masalah jika lingkungan seperti sekolah, kampus, warga banjar, mulai dibuli, membuka diri dengan sahabat atau melalui media sosial, mulai menjadi gunjingan sebagai melambai, homri, LGBT, dan lainlain. Masih banyak orangtua atau masyarakat kurang memahami atau mengabaikan, menganggap itu tidak mungkin terjadi pada anak atau anggota keluarganya? Pernahkah meluangkan waktu untuk mendengarkan apa yang mereka rasakan? atau kita mendiskriminasikan,

bahkan berpikir akan dapat menular atau memengaruhi anak-anak lainnya? Demikian contoh kasus yang terjadi pada anak perempuan yang terlahir secara hukum positif adalah seorang anak perempuan. Pada beberapa kasus jika kepribadiannya berkembang di lingkungan yang berpikir positif bahwa itu adalah kekurangan, maka anak-anak akan perkembangan mentalnya wajar sesuai umur, percaya diri dan ketahanan mental dari ejekan atau bullying. Jika dilakukan wawancara, mereka selalu berusaha ingin seperti apa yang diharapkan oleh lingkungan yaitu berperilaku sesuai jenis kelamin (sesuai akta kelahiran). Siapa yang melindungi mereka, jika tidak pernah ada yang mau mendengar, mengerti dan memahami. Mereka punya hak asasi yang sama dengan yang dianggap normal oleh masyarakat. Negara harus mencarikan jalan terbaik, agar mereka punya masa depan mendapat perlindungan, karena siapa pun tidak per-

nah menginginkan dilahirkan berbeda dan atau tidak dapat menjalani kehidupan wajar seperti diharapkan keluarga dan masyarakat. Rancangan Undang-undang Ketahanan Keluarga, walau masih berupa rancangan akan membuat mereka semakin tersudutkan seperti tidak diharapkan kehadirannya oleh negara, padahal mereka tidak pernah berharap berbeda seperti orang lain. Pernahka h kit a m e nd e ng a rka n suara hati mereka? Pernahkah kita jujur menyatakan bahwa banyak faktor yang menyebabkan anak-anak ini berbeda. Apakah saat anak-anak yang dilahirkan mengalami gangguan perkembangan fisik dan mental (cerebral palcy, autis, retardasi mental, down syndrom, dll.) mereka sama dengan anak-anak normal dengan kelainan biologis seperti kromosom seksnya tidak normal, atau bahkan yang hemaprodite, setelah masa pubertas berkembang organ seksual sekunder seperti payudara, bulu-bulu pubis, ketiak, kumis, pe-

rubahan suara dan lainnya. Pada kasus ini setelah melalui pemeriksaan yang panjang diketahui, kedua organ seksual sekundernya termasuk rahim, berkembang tetapi tidak sempurna. Siapa yang berharap ini terjadi dan mereka punya hak asasi manusia. Apakah sudah tidak ada tempat untuk mereka punya masa depan dan hidup wajar? Mereka anak-anak Tuhan yang diharapkan kelahirannya, di negara kita yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sudah tercantum akan hak dan kewajiban warga negara tanpa membedakan apakah normal, berkebutuhan khusus, istimewa atau lainnya dan Undang-undang Perlindungan Anak sudah menjamin hak anak sejak dalam kandungan. Tidak satu pun orangtua di dunia ini yang berharap anaknya lahir tak sempurna, apalagi yang dalam kandungan bahkan alat ultra sonografi generasi terbaru 4-5 demensi belum dapat medeteksi kelainan perilaku di masa mendatang.

Jika harapan tidak terkabul membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menerima bahwa mereka adalah anakanak istimewa yang mempunyai hak, kewajiban dan dilindungi oleh negara tanpa ada perbedaan. Anak-anak yang terlahir berbeda dalam hubungan dengan RUU Ketahanan Keluarga lebih mengarah kepada masyarakat yang memiliki orientasi yang berbeda menurut padangan normal rata-rata masyarakat yaitu heteroseksual dan mereka wajib menikah. Pernahkah para anggota dewan yang terhormat yang mengusulkan RUU Ketahanan keluarga turun ke masyarakat dan memahami kondisi masyarakat yang istimewa atau khusus, apakah mereka golongan masyarakat yang sudah dapat dipastikan akan menjadi warga negara kelas dua (pelaku kejahatan), yang wajar heteroseksual, menikah, pastilah akan menjadi panutan/baik tidak tercela), cobalah dikaji secara ilmiah berbasis bukti, apakah perlu diatur dalam suatu undangundang.*

Langkah Nyata Pemulihan Pariwisata

Membuat Mereka Makin Tersudut


Sabtu Paing, 7 Maret 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Gilimanuk Jaga Bali di Pintu Masuk GILIMANUK yang merupakan wilayah paling ujung barat di Kabupaten Jembrana memiliki penduduk yang majemuk. Di tengah keberagaman masyarakat, Desa Adat Gilimanuk berupaya ikut menjaga kearifan lokal dan adat budaya Bali. Langkah apa yang dilakukan desa adat ini menjaga Bali? Desa Adat Gilimanuk saat ini (2019) memiliki 718 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga banjar adat, yakni Banjar Adat Prastha Guna, Banjar Werdhi Agung dan Banjar Niti Dharma. Krama yang menetap di Gilimanuk ini berasal dari berbagai kabupaten di Bali, mulai dari Buleleng hingga Karangasem. Sebagai desa adat yang memiliki wewidangan di perbatasan (Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang), Desa Adat Gilimanuk menjadi daerah lintasan yang cukup padat orang yang masuk maupun keluar Bali. ‘’Sebagian besar krama kami bergantung dari sektor perdagangan. Ke depan kami ingin menata apa yang menjadi potensi untuk dikembang-

kan di desa adat,’’ ujar Bendesa Adat Gilimanuk I Ketut Galung, Jumat (6/3) kemarin. Berada di perbatasan Pulau Bali dengan Pulau Jawa, Desa Adat Gilimanuk juga memiliki tanggung jawab menjaga pintu masuk Bali. Salah satu yang rutin dilakukan sehari setelah Nyepi (ngembak geni). Para pecalang di Desa Adat Gilimanuk ikut melakukan pemeriksaan di Pos KTP Pelabuhan Gilimanuk. ‘’Kita membantu memeriksa warga yang masuk Bali, karena petugas belum datang. Para petugas juga merayakan Nyepi di rumahnya masingmasing. Itu rutin kita lakukan,’’ ujarnya. Sehingga di samping menjaga kesucian saat pelaksanaan malam Pangerupukan dan Panyepian di Gilimanuk, pada ngembak geni para pecalang juga ikut melakukan pemeriksaan sementara di Pos KTP. Saat ini, menurutnya, ada 30 orang pecalang yang disiagakan di tiga banjar adat. Dengan luas wewidangan mencakup hutan di Cekik dan berbatasan langsung dengan

Pelabuhan Gilimanuk (hutan dan laut), Desa Adat Gilimanuk me-ngempon empat parahyangan, yakni Pura Dalem, Pura Puseh, Pura Taman, Pura Segara serta Pura Tirta Segara Rupek. Selain itu di Gilimanuk juga terdapat wewangunan yang memiliki filosofi menjaga Bali. Seperti Gelung Kori yang berada di Lingkungan Penginuman, Gilimanuk. Gerbang Gelung Kori memiliki empat pilar penyangga berbentuk naga, di tengahnya bangunan pura yang menjadi ciri khas Bali dan Gilimanuk. Gelung Kori ini bukan hanya sebagai hiasan atau gerbang pintu masuk dan keluar Bali, tetapi memiliki filosofi menetralisir hal negatif yang hendak merusak Bali. Desa Adat Gilimanuk juga memiliki keunikan kuburan (setra). Dari satu hektar luas total areal kuburan di pinggir pantai masuk Lingkungan Arum Barat, di situ ada kuburan umat Hindu, Islam, Protestan dan Buddha saling berjejer dengan dipisahkan pagar. Bila ada umat Hindu

mengalami kematian, ada yang dikubur dan diaben di setra tersebut, namun ada juga yang dibawa ke tempat asalnya. ‘’Pemerintah sangat concern dengan Desa Adat Gilimanuk. Ditambah lagi adanya payung hukum desa adat melalui program ‘Nangun

Sat Kerthi Loka Bali’, semakin memperkuat kami di adat,’’ ujar Bendesa. Kini Desa Adat Gilimanuk berbenah dengan segala potensi yang ada. Termasuk rancangan untuk mengembangkan BUPDA serta memperkuat awig-awig yang sudah

ada. Misalnya terkait awigawig larangan penangkapan/ perburuan burung. Menjadi desa adat penyangga Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Desa Adat Gilimanuk juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian Taman Nasional. (olo)

GELUNG KORI – Gelung Kori merupakan salah satu ciri khas Gilimanuk.

Bali Post/olo

Pementasan Janger Kurang Penuhi Pakem Atlet Dansa Melantai di Piala Wali Kota

Denpasar (Bali Post) Pengkot Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Denpasar berniat menjaring atlet dansa melalui lomba Piala Wali Kota di GOR Lila Bhuana, Jumat (6/3) kemarin. Lomba dibagi dalam kategori usia di bawah 10 tahun, dan kategori umum. Ketua Umum Pengkot IODI Denpasar I Gusti Nyoman Oka Wiratma di selasela lomba menerangkan, ajang ini melibatkan 300 atlet dansa. ‘’Kami menggelar event ini, totalnya melombakan 24 nomor,’’ ucap Gusti Oka Wiratma. Dikemukakan, tiap atlet memperagakan gerakan dansa 1 menit 30 detik. ‘’Untuk itu tiap atlet dituntut mampu mengerahkan segala kemampuannya, mulai gerakan yang piawai, sampai ekspresi wajah yang meyakinkan,’’ terang dia.

Menurutnya, melalui lomba ini bisa dipantau bibit-bibit pedansa yang berbakat dan bertalenta. ‘’Ke depan, kami optimis Denpasar segudang memiliki atlet berbakat, yang dipoles sedikit saja sudah jadi atlet,’’ tuturnya. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya dalam membina atlet seraya memberikan pengertian agar bangga menjadi atlet Denpasar, dan tidak mudah hengkang karena tergiur bonus yang besar. ‘’Kami memberikan pengertian kepada atlet dansa, supaya tidak mudah pindah membela kabupaten lain pada ajang Porprov,’’ katanya. Pada Piala Wali Kota ini nomor yang dilombakan ada yang khusus diikuti atlet Denpasar, namun ada pula yang bersifat terbuka. Saat ini tercatat 12 klub dancesport yang mengirimkan atletnya. (022)

Bali Post/022

DANSA - Atlet dansa yang ikut melantai di Piala Wali Kota.

JANGER Melampahan adalah tari Janger yang di dalamnya diselipkan sebuah lakon untuk memperpanjang waktu pagelaran. Lakon-lakon itu umumnya diambil dari cerita kepahlawanan, Mahabharata (Arjuna Tapa) dan Ramayana (Perang Subali dan Sugriwa). Lampahan dimasukkan untuk memberikan tontonan yang lebih menarik dan memberikan tuntunan moral bagi masyarakat. Demikian sekelumit materi Kriyaloka (Workshop) Janger Melampahan yang dibawakan budayawan I Made Bandem. Kriyaloka serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLII Tahun 2020 ini digelar di Kalan-

gan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (6/3) kemarin. ‘’Pementasan Janger di beberapa tempat yang saya lihat kurang memenuhi pakem dari Janger klasik itu. Sudah kita meloncat kepada Janger kontemporer, Janger penggabungan dengan musik-musik Barat, dengan musik-musik Indonesia,’’ ujar Bandem. Selain masalah pakem, Bandem juga menangkap ada kesan penyeragaman Janger. Padahal, Janger dulunya lahir di manamana dengan gaya (style) serta pilihan-pilihan lagu dan gending yang berbeda. Sebagai contoh, ada Janger gaya Menyali, gaya

Kedaton, gaya Bengkel, gaya Abiantimbul, gaya Peliatan, gaya Singapadu, dan lainnya. ‘’Sekarang yang banyak berkembang adalah style Singapadu, Peliatan dan Janger Kedaton. Lalu kemudian mereka saling menggunakan gending satu dengan gending yang lain, sehingga akhirnya monoton,’’ paparnya. Menurut Bandem, perlu disepakati bersama mengenai pakem, pola dasar dan framework dari Janger klasik melampahan. Dengan harapan, pementasan Janger klasik melampahan di ajang PKB nantinya dapat menunjukkan keragaman dan kekhasan masing-masing kabupaten/kota. Sebab, keragaman

Denpasar (Bali Post) Di tengah hiruk-pikuk virus Corona atau Covid-19, ada bahaya laten yang sebetulnya tengah mengancam generasi muda Bali. Bahaya itu tak lain adalah narkoba dan HIV/ AIDS. Menyikapi masalah ini, DPD PDI Perjuangan (PDI-P) Provinsi Bali menginisiasi sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan bahaya HIV/ AIDS serentak di seluruh Bali, Sabtu (7/3) ini. ‘’Berdasarkan data yang ada, Bali sudah sangat darurat bahaya HIV/AIDS dan narkoba,’’ ujar Koordinator Kegiatan Sosialisasi dalam rangka HUT ke-47 PDI-P di Provinsi Bali, IGA Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, Jumat (6/3) kemarin. Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, lanjut Diah Werdhi, kasus HIV di Bali sejak 1987 hingga 2019 sudah mencapai 22.034. Terbanyak ada pada kelompok umur 20-29 tahun yang merupakan usia produktif atau usia generasi muda yang menjadi tulang punggung negara. Kasus HIV/ AIDS terbanyak ditemukan di Denpasar (37,6 persen), Badung (16,8 persen), dan Buleleng (14,3 persen). Meski demikian, persebarannya hampir merata di 9 kabupaten/ kota. ‘’Tidak ada kabupaten/ kota yang steril dan terbebas dari kasus HIV/AIDS ini,’’ jelas politisi asal Jembrana ini. Untuk narkoba, Diah Werdhi menyebut prevalensi Bali di Indonesia tahun 2017 menempati urutan ke-23 dalam tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba secara nasional. Berdasarkan data BNN, pada tahun tersebut ada 789 orang yang direha-

bilitasi karena narkoba. Di antara para pecandu tersebut ada mahasiswa sebanyak 28 orang (3,5 persen) dan 9 orang pelajar (1,1 persen). ‘’Karena itu, PDI-P menganggap sangat penting dan strategis untuk masa depan sehingga mengadakan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS dan bahaya penyalahgunaan narkoba ini serentak di seluruh Bali,’’ kata anggota DPRD Bali ini. Menurut Diah Werdhi, sosialisasi melibatkan sedikitnya 6.830 peserta di seluruh Bali. Dari jumlah itu, 630 orang akan mengikuti sosialisasi di Aula Kantor DPD PDI-P Bali. Ada tiga narasumber yang dihadirkan di DPD, yakni Kepala BNNP Bali I Putu Gede Suastawa, Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali A.A. Ngurah Pa-

tria Nugraha dan istri Ketua DPD PDI-P Bali Ni Putu Putri Suastini Koster. Menariknya, sosialisasi yang utamanya menyasar generasi milenial seperti siswa SMA/SMK, mahasiswa, komunitas atau klub anak muda dan sekaa teruna ini juga diisi dengan testimoni dari ODHA dan mantan pecandu narkoba. Di akhir acara akan ada gerakan tik tok ‘’stop narkoba dan stop HIV/AIDS’’ diikuti seluruh peserta agar pesan terkait bahaya narkoba dan HIV/ AIDS bisa tersebar lebih luas di masyarakat. ‘’Kami ingin membangun kesadaran bersama bagi langkah-langkah antisipatif, promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang harus disegerakan,’’ pungkasnya. (kmb32)

PDI-P Ajak Generasi Milenial Perangi Narkoba

Bali Post/kmb32

PDI-P - Koordinator kegiatan sosialisasi dalam rangka HUT ke-47 PDI-P di Provinsi Bali IGA Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa (tengah) menunjukkan pamflet Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/ AIDS yang akan dibagikan kepada seluruh peserta sosialisasi.

inilah yang sesungguhnya bisa menghidupkan gaya atau style Janger yang pernah dimiliki Bali. ‘’Di dalam workshop ini, kesepakatan yang kita ingin sampaikan, ingin cari bersama adalah bagaimana sesungguhnya struktur Janger melampahan yang ada,’’ jelasnya. Bandem menambahkan, setiap pementasan Janger mesti diawali dengan tabuh pategak untuk mengundang para penonton hadir di panggung. Setelah itu, ada lagu ungkapan selamat datang atau gending pangaksama. Kemudian ada pepeson Kecak, dan puncaknya pepeson Janger.

Diwawancara terpisah, Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ni Wayan Sulastriani berharap duta kabupaten/ kota yang nanti mengikuti parade Janger melampahan dalam PKB XLII bisa tampil lebih maksimal. Tentunya setelah mengetahui pakem Janger klasik melampahan lewat kriyaloka. ‘’Tetap harus bertumpu pada pola-pola tradisi, pada Janger tradisi, tapi tidak menutup kemungkinan juga berkreasi karena Janger melampahan yang akan digarap menyesuaikan dengan tema PKB ‘Atma Kerthi : Penyucian Jiwa Paripurna’,’’ ujarnya. (kmb32)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 7 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu