Skip to main content

Edisi Jumat 6 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 111 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Tinggi, Alih Fungsi

Kasus Kebakaran Tinggi

Anggaran Sampah Minim

Lahan pertanian di Kabupaten Gianyar dari tahun ke tahun makin terkikis. Data BPS selama empat tahun terakhir terjadi penyusutan lahan pertanian hingga ribuan hektar.

Kecamatan Kubu ketika musim kemarau berpotensi terjadi kebakaran. Warga Kubu pun berharap pemerintah daerah bisa menyiagakan satu unit mobil Damkar.

DLH Bangli harus putar otak untuk mengelola sampah di tahun 2020 nanti. Sebab, anggaran yang dialokasikan untuk itu sangat terbatas. Hanya cukup untuk enam bulan.

KARANGASEM | HAL. 11

GIANYAR | HAL. 9

BANGLI | HAL. 14

Mendagri dan Menkum HAM Dukung RUU Provinsi Bali Masuk Prolegnas 2020 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) mendukung penuh upaya Gubernur Wayan Koster bersama masyarakat Bali untuk memperjuangkan RUU Provinsi Bali. Mendagri Tito Karnavian menyatakan akan serius dan bersungguh-sungguh untuk mendukung RUU Provinsi Bali. Hal senada juga disampaikan Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM. Yasonna pun memuji kekompakan masyarakat Bali dan soliditasnya untuk memperjuangkan RUU ini.

M

endagri Tito Karnavian mendukung, memperjuangkan dan mendorong RUU Provinsi Bali masuk Prolegnas. ‘’Kami akan serius dan bersungguh-sungguh untuk mendukung RUU Provinsi Bali. Kalau bisa, RUU ini masuk Prolegnas 2020,’’ tegas Tito Karnavian usai menerima draf RUU Provinsi Bali dan kajian akademiknya dari Gubernur Bali Wayan Koster di Ruang Sidang Utama Kementerian Dalam Negeri, Kamis (5/12) kemarin. Saat itu Gubernur Koster didampingi anggota DPR/DPDRI Dapil Bali, DPRD Bali, para bupati dan wali kota, para rektor di universitas di Bali, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat Bali. Atas pengajuan RUU tersebut, mantan Kapolri itu pun minta Dirjen Otonomi Daerah, Dirjen Hukum dan Biro Hukum agar bersungguh-sungguh ikut berjuang supaya RUU

Provinsi Bali masuk Prolegnas 2020. ‘’Bali sangat pantas memperoleh Undang-undang Provinsi Bali untuk memaksimalkan potensinya dalam bidang pariwisata,’’ tandas Tito Karnavian. Kata dia, UU Provinsi Bali yang sekarang berdasarkan UU No. 64 Tahun 1958, yang didasarkan UU RIS. Di mana Bali, NTB dan NTT merupakan negara bagian dari Negara Indonesia Serikat. ‘’Sekarang Negara Kesatuan Republik Indonesia di bawah UUD 1945. Dari segi hukum saja, keberadaan Provinsi Bali ini menjadi tidak tepat. Ini salah satu landasan yang menjadi alasan pengajuan RUU Provinsi Bali,’’ tandas Tito. Alasan kedua adalah memberikan keleluasaan dan pengakuan sekaligus mengembangkan wisata budaya. Sebab, destinasi wisata Bali mengandalkan budaya yang berdasarkan kearifan lokal. Kalau berbicara sumber daya mineral, di Bali tidak ada. Atas dasar itu

pula, adanya UU Provinsi Bali yang memberikan landasan hukum khusus pada Provinsi Bali, di bawah NKRI, ini akan memberikan ruang gerak yang lebih leluasa pada Bali, untuk mengembangkan wisata budaya dan kearifan lokal, yang berasaskan toleransi, kebinekaan sesuai semangat Pancasila dan UUD 1945. ‘’Ini kita dukung. Ini tidak membebankan uang negara lagi. Malah akan mendatangkan devisa, untuk kepentingan Indonesia yang lebih baik,’’ ucap Tito Karnavian. Karena itu, ia menyatakan sesegera mungkin, secepat mungkin, bahkan kalau bisa UU Provinsi Bali masuk Prolegnas 2020. ‘’Aspirasinya harus diperjuangkan secepat mungkin. Karena ini didukung alasan akademik, hukum, sosial, budaya, ekonomi, dan yang lainnya yang menguntungkan Indonesia. Kemendagri akan mendukung dan mengirim surat resmi ke DPR-RI, untuk memberikan

dukungan agar UU Provinsi Bali dapat dibahas dalam Prolegnas 2020. Ini keseriusan yang sangat luar biasa. Tidak hanya itu, ini sudah siap dengan barangnya,’’ tandas Tito Karnavian. Menkum HAM Dukungan serupa juga datang dari Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly. Ketika itu Gubernur Koster mohon kepada Menteri Hukum dan HAM untuk mendukung RUU Provinsi Bali dan mendorong agar masuk Prolegnas 2020. Setelah menerima draf RUU, Yasonna Laoly mengatakan, masyarakat Bali sangat kompak, solid untuk memperjuangkan RUU ini. ‘’Kami tetap dorong RUU ini,’’ tandasnya. Ia juga mengatakan akan mencari strategi untuk bisa segera rancangan ini masuk prolegnas. Hal. 15 Komunikasi Politik

’’Ya, itu harus ada komunikasi politik. Kita bisa berjuang lewat politik di dewan. Paling lambat masuk 2021. Namun tetap diusahakan agar masuk Prolegnas 2020.’’ Yasonna Laoly Menkum HAM Bali Post/Kemenkumham

MENKUM HAM - Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan draf RUU Provinsi Bali kepada Menkum HAM Yasonna Laoly, Kamis (5/12) kemarin.

Bali Post/kmb

MENDAGRI - Gubernur Wayan Koster menyerahkan draf RUU Provinsi Bali kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kamis (5/12) kemarin.

Menyeimbangkan Pertanian dan Pariwisata

PENGAJUAN RUU Provinsi Bali tidak ada kaitan dengan otonomi khusus. Pun juga tidak akan membebani APBN. Alasan paling mendasar RUU ini diusulkan lantaran UU terkait pembentukan Provinsi Bali masih menyatu dengan provinsi lain yaitu NTB dan NTT. Selain itu, masih ada keterkaitan dengan UUD Sementara 1950 dengan bentuk negara Republik Indonesia Serikat. Padahal saat ini konteksnya adalah UUD 1945 dan NKRI. Ibu kota Provinsi Bali juga masih di Buleleng, padahal sekarang sudah di Denpasar. RUU Provinsi Bali tetap dalam konteks pelaksanaan UU No.23 Tahun 2014 dan bukan menyangkut otonomi khusus. Kemudian, RUU ini juga tidak secara spesifik membebani APBN dan pemerintah pusat. Sebab, pemerintah daerah hanya butuh ruang untuk mengelola Bali secara terpadu, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam konteks bingkai NKRI dan Pancasila 1 Juni, serta mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945. Selama ini Bali sudah menyumbang Rp 150 triliun lebih devisa dari pariwisata. Mengingat 35-40 persen wisatawan mancanegara ke Indonesia masuk dari Bali. Kalau tidak dijaga, Pulau Dewata akan mengalami kemerosotan alam dan budaya juga pariwisata. Sedangkan kemerosotan pariwisata akan berpengaruh pada penurunan ekonomi. Di sisi lain, juga berupaya menyeimbangkan antara pariwisata, pertanian, dan industri. (pusat data)

’’ Aspirasinya harus diperjuangkan secepat mungkin. Karena ini didukung alasan akademik, hukum, sosial, budaya, ekonomi, dan yang lainnya yang menguntungkan Indonesia. Kemendagri akan mendukung dan mengirim surat resmi ke DPR-RI, untuk memberikan dukungan agar UU Provinsi Bali dapat dibahas dalam Prolegnas 2020. Ini keseriusan yang sangat luar biasa. Tidak hanya itu, ini sudah siap dengan barangnya.’’ Tito Karnavian Mendagri

Bali Post/KMB/Kementerian Hukum dan HAM

BERSAMA - Gubernur Wayan Koster dan tokoh masyarakat Bali foto bersama dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kiri) dan foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian usai menyerahkan draf RUU Provinsi Bali di Jakarta, Kamis (5/12) kemarin.

SEA Games 2019 Harian Bisnis Bali Ekonomi Bali Optimistis Tumbuh Ekonomi Bali semester II/2019 optimis masih mampu tumbuh. Kendati demikian, kerja keras untuk mewujudkan hal tersebut harus tetap dilakukan karena tantangan masih siap menghadang. Seperti apa? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Mutiara Hijau di Jantung Kota Negara Kebun Raya (KR) Jagatnatha yang dijuluki mutiara hijau di jantung kota Negara, diresmikan Kamis (5/12) kemarin. www.denpostnews.com

Bantai Laos, Timnas ke Semifinal

TIMNAS U-22 Indonesia sukses merebut satu tiket ke semifinal SEA Games 2019. Timnas menang telak 4-0 atas Laos di laga pamungkas Grup B SEA Games 2019 di Stadion City of Imus Grandstand, Kamis (5/12) kemarin. Empat gol timnas U-22 Indonesia dilesakkan oleh Saddil Ramdani (5’), Osvaldo Haay (47’, 90+5’), dan Bagas Adi (73’). Sementara di partai lain laga antara Vietnam vs Thailand berakhir dengan skor imbang 2-2. Thailand sebenarnya mampu unggul cepat melalui sepasang gol dari Su-

pachai Chaided di menit ke-5 dan Supahanat Mueanta pada menit ke-11. Namun, pasukan Vietnam akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui brace Nguyen Tien Linh masingmasing pada menit ke-15 dan ke-72. Dengan hasil ini, Thailand gagal melaju ke semifinal sekaligus memperlancar langkah timnas U-22 Indonesia untuk lolos dari Grup B. Skuad asuhan Indra Sjafri lolos dari Grup B dengan status runner-up. Indonesia mendampingi Vietnam yang mampu keluar sebagai juara

grup B. Di babak semifinal, Garuda Muda akan menghadapi pemuncak Grup A, Myanmar. Adapun Vietnam akan menghadapi Kamboja yang berstatus runner-up Grup A. Dua laga semifinal akan dimainkan pada Sabtu (7/12) besok di Stadion Rizal Memorial. Hal. 15 Medali Perunggu CETAK GOL - Osvaldo Haay melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Laos, Kamis (5/12) kemarin.


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

Teroris Pilih Tempat Tinggal Terpencil Denpasar (Bali Post) Bali merupakan destinasi wisata internasional yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Selain itu, Bali pernah menjadi sasaran aksi terorisme yaitu Bom Bali I dan Bom Bali II yang berimbas membuat anjloknya perekonomian. Oleh karena itu, Polda Bali mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Pulau Dewata ini. Pasalnya, pelaku terorisme biasanya tinggal di tempat-tempat terpencil sehingga sulit terlacak dan hal tersebut memerlukan bantuan dari seluruh elemen masyarakat. Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Wahyu Suyitno mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) mengangkat tema “Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme di Wilayah Bali” di Denpasar, Kamis (5/12) kemarin. Kegiatan tersebut dihadiri, di antaranya FKPD Provinsi Bali, perwakilan BIN Daerah Bali, Kanwil Kumham Provinsi Bali, dosen, mahasiswa, dan TNI. “Masyarakat Bali adalah masyarakat yang welcome dengan tidak memandang bagaimana para pendatang tersebut. Agar perwakilan yang hadir dapat menyampaikan output FGD kepada rekan-rekannya untuk mencegah aksi terorisme,” ujarnya. Menurut Kombes Wahyu, polisi yang ada di Polda Bali belum mampu mencakup seluruh wilayah Bali. Oleh karena itu dibentuk tim khusus guna mencakup potensi rawan, khususnya terkait aksi terorisme yang ada di wilayah Bali. (kmb36)

Bali Post/ist

FGD - Dit. Intelkam Polda Bali menggelar FGD terkait penanggulangan radikalisme dan terorisme, Kamis (5/12) kemarin.

Banjar Bengkel Rintis Kampung Hijau Denpasar (Bali Post) – Setelah Sesetan menata wilayahnya menjadi kampung hijau, kini giliran Banjar Bengkel, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur mulai menata wilayahnya menjadi kampung hijau. Bahkan kampung hijau ini diharapkan menjadi contoh untuk banjar-banjar lainnya di desa tersebut. Pilot project kampung hijau ini dilakukan di Jalan Drupadi XVII. Selain menata lingkungan, aparat setempat juga ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai car free day untuk lansia. Dikonfirmasi Kamis (5/12) kemarin, Perbekel Sumerta Kelod I Gusti Ketut Anom Suardana mengatakan, kampung hijau tersebut dibuat oleh masyarakat setempat dengan dibantu SMK PGRI 3 Denpasar sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan. Sebelumnya, kata dia kampung hijau tersebut merupakan kawasan kumuh dengan berbagai sampah yang terbuang di got. Dengan kesadaran masyarakat dan sekolah di lingkungan sekitar, kawasan tersebut bisa ditata dan dibersihkan sehingga menjadi kampung hijau dan percontohan untuk banjar lainnya di Desa Sumerta Kelod yang jumlahnya 10 banjar. Kampung hijau tersebut ditata mulai dari pinggiran jalan sepanjang dua kilometer dari Jalan Drupadi Utama yang melintasi kawasan sekolah. Menurut Anom Suardana, hal ini dilakukan untuk memberi contoh dan melibatkan langsung siswa dan anak-anak kaum milenial yang saat ini perlu diberikan pemahaman tentang kebersihan lingkungan. “Ini kami fokuskan ke lingkungan yang dekat dengan sekolah. Itu karena kami ingin memberikan contoh dan mengajarkan mereka menjaga lingkungan,” ujarnya. Tanaman yang digunakan di kampung hijau ini lebih banyak yang bisa digunakan untuk upakara. Seperti bibit pohon pinang sebanyak 400 batang, jempiring, gumitir dan tanaman lainnya berasal dari sumbangan dan swadaya masyarakat. Sedangkan untuk pemeliharaan nanti akan dibentuk komunitas serta dibantu siswa di sekolah tersebut. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ketut Wisada mengatakan, pihaknya bersama Perhimpunan Pecinta Tanaman (PPT) sengaja menggagas program lingkungan hijau itu untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan mengurangi gas rumah kaca di Kota Denpasar. Sampai saat ini, beberapa wilayah sudah memiliki kampung hijau, seperti Sesetan, Tonja, Desa Padang Sambian Kelod, Sanur Kauh dan Sumerta Kelod. Menurut Wisada, wilayah atau banjar yang dijadikan contoh lingkungan hijau ditentukan langsung oleh pihak desa. Dengan demikian diharapkan kegiatan tersebut bisa berkembang ke banjar-banjar lainnya. “Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan. Jika semua banjar menerapkan lingkungan hijau, maka wajah Kota Denpasar akan hijau dan sangat cantik,’’ ujarnya. (kmb12)

Bali Post/eka

KAMPUNG HIJAU - Sebuah mobil melintas di Kampung Hijau Banjar Bengkel, Desa Sumerta Kelod, Kamis (5/12) kemarin.

Topik : bali jadi ”pilot project” wisata kesehatan

TAMAN - Tampilan Taman Lansia di Dam Oongan, Kelurahan Tonja, Denpasar.

Bali Post/ist

Proyek Taman Lansia Rampung

Denpasar (Bali Post) – Penataan sempadan di Dam Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara akhirnya rampung. Penataan sempadan tersebut mengusung konsep taman lansia dilengkapi dengan beragam fasilitas yang ramah bagi para lansia. Sedangkan di bantaran sungai juga dilakukan instansi terkait. Dikonfirmasi Kamis (5/12) kemarin, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Denpasar Ida Ayu Trisuci Arnawati mengatakan, penataan

taman di sempadan Dam Oongan ini dilaksanakan di atas lahan seluas 1.095 meter persegi. Penataan tersebut menggunakan dana APBD Kota Denpasar sebesar Rp 3,6 miliar lebih. Taman lansia tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti parkir yang memadai, toilet, ruang edukasi, pusat kuliner, fasilitas vegetasi dan lampu pencahayaan, serta jalur pejalan kaki. “Pengerjaannya sudah selesai, sekarang tinggal pembersihan saja. Kelebihan dari taman ini karena agak

jauh dari pusat kota sehingga suasananya lebih tenang dan damai,” ujarnya. Selain penataan taman di sempadan Tukad Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, kata Trisuci Arnawati, pihaknya kini juga tengah tahap penyelesaian proyek penataan sempadan Tukad Badung (hulu Dam Buagan). Penataan sempadan sungai yang juga digarap dengan konsep taman ini direncanakan akan selesai pada minggu ketiga Desember 2019. “Penataan ini merupakan

kelanjutan penataan Tukad Badung yang telah dilakukan sebelumnya. Proyek masih dikerjakan. Target penyelesaian minggu ketiga Desember mendatang,” katanya. Menurut Trisuci Arnawati, fasilitasnya sama seperti di penataan taman di sempadan sungai yang lain. Hanya saja di taman ini ada juga bale bengong atau gazebo dan Ruang MEP. Ada juga planter box tanaman sisi sebelah timur. “Untuk proyek taman ini yang ditata kurang lebih 272 meter dengan anggaran Rp 1,1

miliar,” ujarnya. Dengan adanya tambahan dua taman di sempadan sungai ini, kata Trisuci Arnawati, Denpasar kini sudah memiliki lima taman yang dibangun di sempadan sungai. Lima taman itu yakni di Tukad Loloan yang rampung tahun 2015, Taman Kumbasari yang dikerjakan bertahap dari tahun 2017 hingga 2018, Tukad Tagtag yang rampung di tahun 2017, dan penataan Tukad Oongan dan Tukad Badung (hulu Dam Buagan) yang dikerjakan di tahun 2019. (kmb12)

itu kami butuh Rp 635.000 untuk biaya penyambungan, mengurus SLO dan mengurus instalasinya,” bebernya. Ia berharap, 800 RT lagi dapat dibantu tahun 2020. Selain itu, ia juga mengharapkan pemerintah daerah juga dapat mengentaskan kesenjangan kebutuhan listrik ini. “Kami melakukan ini di Kabupaten Klungkung. Bupati Klungkung pun ikut menutupi sisanya. Jadi, ada 20 calon pelanggan rumah tangga tidak mampu yang kemudian mereka tutup, sehingga di Kabupaten Klungkung seluruh masyarakatnya sudah tersambung dengan

pasang baru gratis,” tuturnya. Selain lebih aman, kata Suwarjoni Astawa ada manfaat ekonomis yang bisa didapat rumah tangga. Jika sebelumnya ketika mereka menyalur membayar Rp 20.000 - Rp 50.000, dengan memiliki identitas pelanggan sendiri biaya listrik yang dibayar lebih murah yaitu hanya Rp 6.000 - Rp 8.000 dengan lampu untuk penerangan sebanyak tiga. “Artinya, kalau kita kasih sambungan gratis sekali saja, seolah-olah setiap bulan kita kasih uang Rp 20.000 – Rp 30.000. Jadi mereka bisa menghemat,” tegasnya. (kmb42)

21 Ribu RT di Bali Belum Miliki ID Pelanggan PLN

Denpasar (Bali Post) -

Akhir tahun 2017, PLN bekerja sama dengan Universitas Udayana melakukan survei untuk mengetahui secara riil jumlah rumah tangga (RT) yang belum menikmati listrik. Pada Agustus 2018, survei selesai dan ditemukan hampir 21 ribu RT sudah menikmati listrik, namun belum menjadi pelanggan atau belum memiliki ID pelanggan. Mereka ada yang menyalur dari tetangga, keluarga atau saudaranya. General Manager (GM) PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa mengatakan hal itu saat berkunjung ke Bali Post, Kamis (5/12) kemarin. Dari sisi aturuan, kata Suwarjoni Astawa, menyalur listrik ke bangunan lain atau ke rumah orang lain tidak boleh dilakukan. Karena secara aturan tidak boleh menjual listrik pada siapapun. “Kalau mau menjual listrik, ia harus punya izin IUPTL dan tarifnya ditentukan oleh pemerintah,” jelasnya. Suwarjoni Astawa mengingatkan, dari sisi keamanan juga berisiko menimbulkan korban. Banyak sekali ada korban-korban orang tersengat aliran listrik karena jaringannya asal-asalan, terlalu rendah kabelnya, dan kabel yang digunakan bukan kabel standar. Sehingga banyak memakan korban. “Oleh karen itu, kami secara persuasif melakukan pendekatan ke masyarakat agar mereka mau menjadi pelanggan sendiri dengan instalasi yang standar,” ujarnya. Menurut Suwarjoni Astawa, beberapa alasan masyarakat tidak mau menyambung listrik dengan identitas pelanggan milik sendiri karena biayanya mahal. Kalaupun mereka mau

menyambung listrik, jaringan PLN belum ada. Sehingga akhirnya mereka menyalur sendiri jauh dari rumah tetangga atau saudara yang jaraknya 200 meter. “Karena pada waktu itu PLN tidak melayani,” katanya. Sejak tahun 2018, kata Suwarjoni Astawa, PLN sudah melayani sambungan baru di manapun lokasi rumah masyarakat, asalkan jaringan PLN yang akan dibangun melewati jalan umum. “Kami akan bangun jaringannya karena suatu saat nanti pasti akan banyak orang membangun rumah di jalan umum tersebut,” jelasnya. Suwarjoni Astawa menambahkan, PLN juga berupaya memberikan keringanan dan kemudahan dari sisi biaya. PLN UID Bali memiliki program Bali Galang Jagadhita. Dengan program ini calon pelanggan yang ingin menjadi pelanggan, biaya penyambungannya bisa dicicil sampai 12 bulan. Biaya penyambungan tergantung besaran daya yang diinginkan. Biasanya rumah tangga tidak mampu, dayanya

dari 450 VA-900 VA sehingga biaya pasang barunya sekitar Rp 450.000–Rp 900.000. Bahkan menurutnya bisa kurang dari itu. Menurut Suwarjoni Astawa, pelanggan tidak mampu yang masuk data TNP2K di Bali jumlahnya sekitar 1.500 RT. Kebutuhan listriknya dipenuhi dari menyalur. PLN UID Bali tidak tinggal diam. Dikatakan, karyawan PLN memberikan dana sukarela untuk RT yang belum memiliki identitas pelanggan ini. Ada 700 karyawan PLN UID Bali, sehingga RT yang bisa dibantu untuk tahun 2019 sebanyak 700 RT. Programnya disebut one man, one hope. Saat ini dana yang terkumpul hampir Rp 500 juta. “Kami sambung dengan daya 450 VA, kami juga bantu instalasinya yang standar dan SLO (Standar Layak Operasi-red), dan Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bali Post/kmb42

BERKUNJUNG - GM PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa bersama tim saat berkunjung ke Bali Post, Kamis (5/12) kemarin.

Lantik PWRI Denpasar di Pasar Badung

Rai Mantra Perkenalkan Fasilitas Ramah Lansia PELANTIKAN pengurus Persatuan Wredhatama Republik Indoensia (PWRI) Denpasar Masa Bakti 20192024 tampak berbeda. Lantai tiga Pasar Badung menjadi lokasi pelantikan pengurus PWRI yang dilakukan Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (5/12) kemarin. Hadir pula dalam pelantikan tersebut Ny. I.A. Selly Mantra selaku Pembina Kertha Werdhatama Kota Denpasar, Ketua WHDI Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua Dharma Wanita Persatuan Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, serta Camat se-Kota Denpasar. Tercatat 12 pengurus dari ketua hingga bidang-bidang kepengurusan dilantik Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra selaku Pembina PWRI Denpasar. Di samping itu, Wali Kota Rai Mantra juga menyerahkan piagam penghargaan dan menyematkan tanda kehormatan Wredatama Nugraha Pratama PWRI Provinsi Bali kepada empat orang penerima bersama Ny. Selly, Ny. Antari Jaya Negara, dan Ny. Kerti Rai Iswara. “Sengaja kita mengarahkan pelaksanaan pelantikan PWRI di Pasar Badung agar para lansia dapat memanfaatkan fasilitas lansia yang ada,” ujar Wali Kota Rai Mantra disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir. Rai Mantra menambahkan, tujuan dilaksanakan di Pasar Badung di samping penunjang bagi para lansia yang sudah disiapkan, agar para lansia dari PWRI ini dapat jalan-jalan sembari berbelanja di Pasar Rakyat Pasar Badung. Setelah pemugaran Pasar Badung dan telah diresmikan Pres-

iden Joko Widodo, Pasar Badung kini dilengkapi dengan eskalator, hingga kursi roda untuk memberikan pelayanan kepada para lansia. Dijelaskan, Pemkot Denpasar tidak saja memikirkan permasalahan pelayanan dasar, namun juga memikirkan keberadaan masyarakat Denpasar dari dalam kandungan hingga lansia. Sehingga arahan pembangunan yang dilakukan saat ini memberikan pelayanan publik kepada masyarakat menuju kebahagiaan, salah satunya pelayanan kepada para lansia yang dapat ditemui di Pasar Badung ini. “Sekarang Pasar Badung sudah berbenah, para lansia tidak usah ragu lagi untuk datang bersama keluarga berbelanja serta menikmati fasilitas di Pasar Badung

yang kita cintai ini,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Rai Mantra mengucapkan selamat atas HUT PWRI dan juga selamat atas pelantikan pengurus PWRI semoga dapat melaksanakan cita-cita kepengurusan dan program ke depan. PWRI sebagai organisasi para lansia agar selalu memberikan pencerahan terkait ketakwaan, keimanan, ketulusan dan keadaban kepada anak cucu sebagai generasi muda. Hal ini tidak terlepas dari permasalahn teknologi informasi yang juga memberikan dampak negatif kepada generasi muda. Saat ini kemudahan akses informasi melalui gadget atau Handphone mereka masingmasing sebagai dampak positif, namun berbicara masalah ketakwaan, kei-

Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama para pengurus Persatuan Wredhatama Republik Indoensia (PWRI) Denpasar. Masa Bakti 2019-2024.

manan, ketulusan dan keadaban tidak akan mereka dapat di gadget mereka. Sehingga di sinilah peran wredha sebagai guru rupaka atau orangtua, serta guru pengajian atau sebagai pendidik memberikan mereka keterbukaan pemikiran dalam permasalahn keadaban menuju taksu. Kecerdasan yang mereka miliki melalui kemudahan akses teknologi informasi yang dibutuhkan juga dengan kekuatan taksu, melalui pendidikan dan pencerahan dari para lansia ini. ”Catur guru tetap kita jalankan semasih hayat dikandung badan sesuai fungsi kita masingmasing. Pemkot sebagai pemerintah daerah sangat berkepentingan kepada lansia untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab terutama pada pelayanan publik,” ujarnya. Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Made Mertajaya mengatakan, pelantikan PWRI tahun ini atas arahan Wali Kota Denpasar dilaksanakan di Pasar Badung. Nantinya para lansia diharapkan sembari melaksanakan pelantikan juga melakukan aktivitas-aktivitas bercengkrama santai di Pasar Badung yang telah dilengkapi fasilitas layanan lansia. Wali Kota Denpasar telah melantik pengurus PWRI Masa Bakti Tahun 2019-2024 sesuai dengan Surat Keputusan Pengurus PWRI Provinsi Bali Nomor: 02/SK/51/XI/2019 tanggal 21 November 2019. Telah menetapkan pengurus, meliputi Ketua PWRI Denpasar I Made Selamet, Wakil Ketua I Nyoman Roma Wijaya, Wakil Ketua II Luh Gede Sawitri, Sekretaris I Ketut Sudartha, Bendahara I Ketut Adnyana serta tiga bidang masingmasing. (ad153)


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

Refleksi Akhir Tahun 2019 Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Badung (1)

Indeks Kehidupan Masyarakat Badung Meningkat

DALAM jumpa pers akhir tahun 2019 yang dilaksanakan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa didampingi Kabag Humas Made Suardita, Rabu (4/12) lalu terungkap beberapa keberhasilan pembangunan yang dicapai Kabupaten Badung selama kurun waktu satu tahun terakhir. Salah satunya adalah capaian Indeks Kehidupan Masyarakat Badung yang meningkat dibandingkan tahun 2018. Bupati Giri Prasta di hadapan awak media yang menghadiri jumpa pers yang berlangsung di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati Badung, kawasan Puspem Badung menjelaskan, beberapa capaian indeks kehidupan kemasyarakatan Badung di 2019 antara lain Indeks Pembangunan Gender (IPG), Indeks Kerukunan Umat Beragama, survei kepuasan masyarakat dan Indeks Kebahagian. ‘’Indeks semua ini kita bekerja sama dengan pihak yang profesional di bidangnya, bukan kami mengukur secara internal. Kami bekerja sama seperti BPS yang mengukur Indeks Kebahagiaan, IHDN mengukur di Indeks Kerukunan Umat, Universitas Warmadewa mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat dan Undiknas mengukur Indeks Pembangunan Gender,’’ jelas Bupati.

Salah satu capaian pembangunan di Kabupaten Badung menurut Bupati dapat direpresentasikan oleh IPG yang tergolong kategori tinggi yaitu pada angka 94,68 pada tahun 2019. Angka ini meningkat dari tahun 2018 sebesar 94,39. Indikator tunggal yang mempresentasikan pembangunan gender adalah Angka Harapan Hidup, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah dan konsumsi perkapita yang merepresentasikan indeks pendapatan. ‘’Hal ini tentu sangat sesuai dengan salah satu misi kami yang sudah tertuang dalam Perubahan RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2016-2021, yaitu terwujudnya pengarusutamaan gender di Kabupaten Badung,’’ ungkapnya. Giri Prasta menambahkan, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Badung dalam pembinaan umat beragama dapat dilihat dari hasil survei penyusunan Indeks Kerukunan Umat Beragama, yaitu pada angka 80,24 di tahun 2019 ini yang tergolong kategori sangat tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 pada angka 78,00. ‘’Hal ini menunjukkan bahwa tingginya kesadaran masyarakat terhadap keberagaman dan adanya rasa saling menghargai antarsesama umat beragama di Kabupaten Badung. Sebagai pemimpin yang nasionalis,

kami juga tidak ingin membeda-bedakan masyarakat kami karena kita berada dalam semangat NKRI,’’ tegasnya. Sedangkan berkaitan dengan Indeks Kepuasan Masyarakat Badung di tahun 2019 ini tergolong kategori baik, yaitu pada angka 83,61 atau meningkat dari tahun 2018 pada angka 79,73 yang artinya masyarakat puas dengan kinerja pelayanan yang baik dari seluruh perangkat daerah hingga desa di Kabupaten Badung. Sementara itu, berkaitan dengan Indeks Kebahagiaan Masyarakat Badung berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung tergolong kategori tinggi yakni pada angka 76,14. Kondisi ini meningkat sebesar 0,67 persen dari Tahun 2018 pada angka 75,47. ‘’Secara umum, angka Indeks Kebahagiaan Kabupaten Badung lebih tinggi dibandingkan Provinsi Bali dan nasional. Hal ini menunjukkan kebahagiaan penduduk Kabupaten Badung relatif lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain tersebut dan angka ini mengindikasikan bahwa Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dengan program-program kami yang pro rakyat cukup efektif dalam mendorong kemajuan pembangunan sosial masyarakat di Kabupaten Badung,’’ paparnya. (ad139) Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa

Bali akan Jadi ”Pilot Project” Wisata Kesehatan

WISATA kesehatan tengah dikembangkan Kemenparekraf dan Kementerian Kesehatan. Salah satu daerah yang akan dijadikan pilot project adalah Bali. Terkait hal ini, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengaku sangat setuju. Sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur, pria yang akrab disapa Cok Ace ini bahkan sudah memetakan negara-negara dengan jenis penyakit tertentu yang cocok untuk melakukan pengobatan di Bali. Bali Post/edi

KEBAKARAN - Kebakaran yang terjadi di lahan pelaba Pura Dalem Penataran.

‘’Contohnya sakit gigi. Di Australia misalnya tidak ada asuransinya, sedangkan biaya pengobatan sakit gigi di sana sangat tinggi sekali. Kami dari dulu sudah men-

coba untuk menyambungkan kebutuhan wisatawan Australia untuk berobat gigi di Bali sambil berekreasi,’’ ujarnya belum lama ini. Menurut Cok Ace, pent-

ing untuk mengidentifikasi penyakit-penyakit apa saja yang pengobatannya memungkinkan dikembangkan di Bali. Jangan sampai nantinya justru terbentur persaingan dengan Singapura atau Thailand. Sebab Bali memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk mengembangkan wisata kesehatan. ‘’Ini sebenarnya kita sudah jalan. Saya sudah lemparkan, ada tidak asosiasi dokter gigi di Bali yang bisa menerima andai kata saya kembang-

kan Bali sebagai destinasi kesehatan khususnya untuk orang yang ingin berobat gigi atau perawatan gigi di Bali,’’ imbuh Ketua PHRI Bali ini. Selain pengobatan gigi, lanjut Cok Ace, perlu juga dikembangkan pengobatan alternatif atau herbal dan jamu terkait wisata kesehatan. Hanya saja jamu khususnya memerlukan adanya verifikasi. Misalnya terkait komposisi bahan jamu karena masih diolah secara tradisional. (kmb32)

Terbakar, Tumpukan Sampah di Pelaba Pura Dalem Penataran Satpol PP Gencar Tertibkan Reklame

Mangupura (Bali Post) Lahan pelaba Pura Dalem Penataran, Desa Adat Bualu dan Desa Adat Kampial sebagai lokasi pembangunan TPS dengan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle) yang baru saja disepakati, mengalami kebakaran. Petugas pemadam kebakaran langsung menangani kebakaran tersebut. Guna memastikan api tidak merembet, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung juga turun tangan mengerahkan alat berat untuk meratakan lahan. Dikonfirmasi Kamis (5/12) kemarin, Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan, kebakaran yang terjadi di lahan milik Desa Adat Bualu dan Kampial itu terjadi

pada Rabu (4/12) sore. Kala itu warga belum ada yang menyadari terjadinya kebakaran tersebut. Api pun membesar dan masih menyala hingga Kamis pagi. Bahkan kepulan asap yang cukup pekat sempat terlihat dari sejumlah hotel di kawasan ITDC Nusa Dua. Diakuinya, di lokasi yang direncanakan akan dibangun TPS 3R Kelurahan Benoa tersebut memang ada tumpukan sampah. Hal inilah yang menjadi menyebabkan kebakaran. Guna mengantisipasi terjadinya kembali kejadian serupa, DLHK ikut turun tangan dengan mengerahkan satu unit eskavator. ‘’Kita memang mengantisipasi agar tidak ada kebakaran lagi. Kita uruk tanahnya menggunakan alat berat,’’ terangnya. (kmb23)

Perayaan Nataru

Masyarakat Diimbau Waspadai Aksi Teroris Mangupura (Bali Post) Berbagai persiapan pengamanan Natal dan tahun baru (Nataru) dilakukan kepolisian bersinergi dengan instansi terkait. Polres Badung akan mengerahkan seluruh personelnya untuk mengamankan Nataru. Masyarakat pun diimbau tetap mewaspadai ancaman aksi teroris. ‘’Tetap waspada karena Badung merupakan daerah wisata. Jadi kami harapkan masyarakat tetap waspada karena ancaman teroris untuk Bali tetap ada,’’ tegas Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga di sela-sela acara silahturahmi aparatur Criminal Justice System (CJS) dan instansi terkait di Mapolres Badung, Kamis (5/12) kemarin. Terkait pengamanan Nataru, lanjut Kompol Sinaga, pada Jumat (6/12) hari ini digelar rapat koordinasi (rakor) dengan mengundang Dinas

Perhubungan dan instansi lainnya. Setelah itu dilanjutkan dengan rencana pengamanan. ‘’Sebagaimana arahan Bapak Kapolres Badung saat anev, ada pengamanan jalur, pam gereja. Karena hari raya Natal dekat dengan tahun baru sehingga ada pam tempat hiburan malam,’’ ungkapnya. Dijelaskan, di wilayah Badung khususnya Kuta Utara saat tahun baru akan terjadi kemacetan lalu lintas. ‘’Perintah Bapak Kapolres, anggota turunkan semua. Walau jumlah personel kurang, kami tetap melaksanakan tugas dengan optimal supaya Nataru berjalan aman dan lancar,’’ kata Sinaga. Dalam mengamankan Nataru, Polres Badung di-back up anggota Brimob. Patroli gabungan dengan Brimob, pecalang dan Satpol PP dilaksanakan setiap malam Minggu di Petitenget dan lokasi lainnya. ‘’Pesan kami, tertiblah berlalu lintas.

Kalau masyarakat tertib, tidak ada kemacetan. Kalau pun ada macet, sedikitlah dan paling tidak mengurangi. Kurangilah hal-hal tidak baik seperti mabuk-mabukan, judi dan sebagainya sehingga Nataru berjalan aman dan kondusif,’’ ungkapnya. Terkait kegiatan CJS, Wakapolres Sinaga menyampaikan, pesertanya dari penyidik Satreskrim Polres Badung dan jajarannya, Kejaksaan Negeri Badung, Imigrasi, Pengadilan Negeri Denpasar, BPKP dan Lapas Kerobokan. ‘’Tujuan kegiatan ini untuk menjalin silahturahmi. Selama ini kan antarpenyidik dalam menangani kasus senantiasa ada koordinasi, misalnya dengan kejaksaan dan pengadilan,’’ tegasnya. Ia berharap melalui kegiatan tersebut komunikasi dan koordinasi semakin bagus ke depannya. (kmb36)

Mangupura (Bali Post)Image spa Bali yang sudah terkenal dan baik harus tetap dijaga. Apalagi Bali sudah beberapa kali dinobatkan sebagai tujuan wisata spa terbaik. Untuk itu ke depannya keberadaan spa and wellness di Bali perlu mendapatkan sentuhan penataan sehingga citranya terjaga. Demikian ditegaskan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati, Kamis (5/12) kemarin, di Kuta. Dikatakannya, wisatawan yang menggandrungi spa and wellness merupakan jenis wisatawan yang sudah quality tourism karena mereka tidak lagi memikirkan uang. ‘’Kami mendorong penggunaan material dan produk-produk spa and wellness yang ramah

lingkungan. Tentunya dengan mengedepankan penggunaan produk kearifan lokal yang lebih ramah lingkungan. Jadi, edukasi-edukasi semacam ini sangat diperlukan dalam upaya menjaga suistainable tourism dan tidak mencemari lingkungan,’’ katanya. Untuk mensukseskan Bali sebagai destinasi pariwisata bebas sampah plastik, Bali Spa and Wellness Association (BSWA) terus menggaungkan pemakaian produk yang bebas dari bahan kemasan plastik. Bahkan anggota asosiasi terus diedukasi tentang pentingnya eco suistainable spa and wellness industry. BSWA berharap penggunaan produk yang bebas dari bahan kemasan plastik dapat diurai sampai 70 persen. Penasihat BSWA Lulu Susiana Widjaja menerangkan, upa-

ya menggaungkan eco suistainable spa and wellness industry telah dilakukan sejak dulu. Namun memang hal tersebut tidak serta merta dapat dilakukan serentak mengingat ketergantungan akan produk penunjang spa and wellness yang terbuat dari material plastik masih sangat tinggi. Selain menseleksi bahan dari plastik, pihaknya juga terus mengimbau agar penggunaan air minum kemasan diganti dengan air minum dispenser. Termasuk dengan memakai produk lokal yang lebih ramah terhadap lingkungan, baik berupa kain, shower cap, lulur yang mudah larut dengan air, mengganti penggunaan parafin, dan sebagainya. Bahkan produk hasil spa and wellness juga ada yang dikelola menjadi barang recycle dan pupuk organik. (kmb23)

Industri Spa Diminta Gunakan Produk Ramah Lingkungan

Bali Post/ist

BONGKAR - Pembongkaran reklame di Badung selatan yang dilaksanakan Satpol PP Badung.

Mangupura (Bali Post) Satpol PP Kabupaten Badung gencar melakukan penertiban reklame yang melanggar masterplan. Berdasarkan data, sejauh ini sudah 279 reklame dari berbagai ukuran dibongkar aparat penegak perda ini. Tak sedikit di antaranya berupa reklame dalam bentuk billboard raksasa di jalan protokol. Kepala Satpol PP Badung I GAK Suryanegara, Kamis (5/12) kemarin menjelaskan, 275 reklame yang ditertibkan terdiri dari berbagai jenis mulai dari billboard, alat peraga penunjuk usaha, banner dan spanduk. Namun dia menegaskan, catatan jumlah reklame yang ditertibkan itu hanya khusus reklame ukuran di atas 1x1,5 meter. Lebih kecil dari itu dan ditempel di tembok, pohon perindang dan tiang listrik, tidak didata. ‘’Jadi sebenarnya jumlah yang ditertibkan lebih dari yang tercatat,’’ jelasnya. Untuk sekali penertiban pihaknya biasanya mengerahkan dua regu. Masing-masing regu terdiri atas lima hingga enam orang tenaga profesional di luar petugas Satpol PP. Lantaran menggunakan tenaga luar, pembongkaran reklame membutuhkan biaya tinggi. Apalagi jumlah reklame melanggar cukup banyak. ‘’Jumlah tukang yang kita gunakan biasanya tergantung besar kecilnya tiang reklame yang dibongkar,’’ ungkapnya. Suryanegara lebih lanjut memastikan bahwa sebelum wilayah Badung bersih dari reklame melanggar, pihaknya tidak akan berhenti melaksanakan penertiban. Bahkan dalam waktu dekat Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta direncanakan ikut turun langsung ke lapangan memantau penertiban reklame ini. ‘’Sekarang masih nunggu jadwal. Rencana penertiban di seputaran Jalan By-pass Ngurah Rai,’’ terang pejabat asal Denpasar ini. Penertiban reklame sesuai Perda Nomor 18 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame, Perbub Badung Nomor 80 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Perbup Badung Nomor 27 Tahun 2019 tentang Penundaan Sementara Penerbitan Izin Penyelenggaraan Reklame. Awalnya pihaknya memperkirakan ada sekitar 177 reklame yang tidak sesuai masterplan. Namun setelah penertiban, jumlahnya terus berkembang. Terbukti yang sudah diberangus sudah mencapai 279 reklame. Untuk reklame ukuran besar, dominan terdapat di kawasan Badung selatan, seperti Kuta Selatan dan Kuta. Sebarannya antara lain di Jalan By-pass Ngurah Rai, Jalan Sunset Road, Jalan Raya Tuban, Jalan Pantai Kuta serta kawasan Bandara Ngurah Rai. Sebelum dibongkar paksa, Satpol PP sebelumnya memasangi tiang reklame melanggar dengan stiker dengan harapan mau dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Namun kenyataannya, tidak ada yang membongkar sendiri sehingga dilakukan pembongkaran paksa. (kmb)


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Tampilan SuperApps PRODenpasar+ Makin ’’User Friendly’’ DINAS Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Pemerintah Kota Denpasar terus mengembangkan aplikasi informasi dan pelayanan publik dalam satu genggaman PRODenpasar+ yang telah bertransformasi menjadi SuperApps. Tidak hanya dari sisi fitur-fitur keren yang makin lengkap, tampilan SuperApps PRODenpasar+ juga terus ditingkatkan agar makin user friendly atau ramah dengan pengguna dan makin menambah pengalaman serta kenyamanan pengguna di aplikasi. Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Bidang Pengelolaan Smart City Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Kota Denpasar Dewa Ngakan Ketut Rama Sanjaya mengungkapkan, pihaknya adopsi tampilan Gojek yang juga merupakan SuperApps. ‘’Kami juga belajar dari tampilan aplikasi lain untuk penyempurnaan tampilan PRODenpasar+. Ini agar aplikasi lebih diterima masyarakat dan user friendly, khususnya juga dengan kaum milenial,’’ kata Dewa Rama. Aplikasi mobile PRODenpasar+ yang kini menjadi salah satu aplikasi kebanggaan warga kota dan juga menguatkan posisi Kota Denpasar sebagai Smart City (Kota Cerdas). PRODenpasar+ yang merupakan singkatan dari pelayanan rakyat online Kota Denpasar adalah perangkat lunak sistem pelayanan aspirasi, keluhan dan informasi warga secara real time. Pengguna dapat mengakses layanan publik di Kota Denpasar, melaporkan keluhan dari mana saja dan kapan saja menggunakan smartphone berbasis Android dan IOS. Fitur utama aplikasi ini adalah pengaduan online. Aplikasi ini juga dilengkapi berbagai fitur pendukung untuk memberikan akses pelayanan publik secara simpel, mudah, cepat, akurat dan real time kepada warga. Ada fitur panggilan darurat 112 yang memudahkan warga membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat. Fitur Live CCTV memberikan pantauan kondisi lalu lintas terkini di sejumlah ruas jalan di Kota Denpasar.

Selanjutnya ada fitur informatif yakni lowongan pekerjaan, harga pasar, perizinan, antrean Capil, Damakesmas, pusat data, lapor kekerasan PA. Ada pula fitur Safe City Denpasar, serta Portal Denpasar dan fitur PDAM. Aplikasi ini ternyata juga ramah dengan para penyandang disabilitas. PRODenpasar+ ini juga dilengkapi aplikasi Denpasar Sightseeing dengan fitur City Tour yang menampilkan informasi dan peta titik-titik objek wisata dalam Denpasar City Tour yang dapat dikunjungi wisatawan. Aplikasi PRODenpasar+ juga

berkolaborasi dengan sejumlah instansi lainnya menghadirkan layanan atau aplikasi mereka terintegrasi di aplikasi ini. Misalnya pada fitur Bayar Online, Wadah Pelayanan Adyaksa (Wayan Adyaksa) bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Denpasar. Aplikasi PRODenpasar+ juga terintegrasi dengan Sidarling Denpasar, i-PBB, DBB (memberikan informasi mengenai waspada dan edukasi pencegahan demam berdarah), Agenda Denpasar (berisi informasi agenda sejumlah event yang belangsung di Kota Denpasar), serta Info Penting. (ad148)

HUT Ke-73 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar

Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji Pimpin Ziarah ke TMPN Pancaka Tirta KELUARGA besar Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar mempertahankan tradisi menjelang HUT melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Pancaka Tirta, Tabanan. Acara ziarah serangkaian HUT ke-73 Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar ini dilakukan Kamis (5/12) kemarin secara khidmat dalam sebuah apel bendera. Bertindak sebagai Pembina Upacara Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. Hadir di acara itu, Ketua Badan Pembina IGB Yudhara, MBA., Ketua Badan Pengawas Dr. dr. AAN Subawa, M.Si. bersama anggota pengawas I Gede Putu Ngurah Yudiatmika, S.Pt., M.M., Sekretaris Dewa Sukanada, B.A. dan Bendahara dr. IGN Susila, M.Kes. Apel diikuti siswa, mahasiswa, guru, dosen dan karyawan di lingkungan Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar. Saat itu, Bagus Ketut Lodji memimpin penghormatan kepada para pahlawan serta meletakkan karangan bunga di candi monumen perjuangan TMPN Pancaka Tirta. Bagus Ketut Lodji beserta segenap pengurus yayasan dan Ketua Yayasan Saraswati Tabanan memimpin acara tabur bunga di 816 nisan pahlawan Bali yang gugur di era revolusi kemerdekaan RI. Bagus Ketut Lodji mengungkapkan, Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar mempertahankan tradisi ziarah ke makam pahlawan. Ini dilakukan guna menanamkan sikap selalu eling dan merasa berterima kasih berkat perjuangan para pejuang dan pahlawan. Termasuk jasa pendiri yayasan yakni almarhum Gusti Made Tamba dan I Gusti Putu Merta yang berjuang bersama para pahlawan di era revolusi

TABUR BUNGA - Ketua Yayasan PR Saraswati Bagus Ketut Lodji bersama pengurus melakukan tabur bunga di TMPN Pancaka Tirta. kemerdekaan. Mereka mampu membuat Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar hingga eksis sampai sekarang. Makanya setiap HUT dan hari nasional, keluarga besar Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar selalu ziarah ke taman makam pahlawan. ‘’Kami, tanpa perjuangan para pahlawan yang membuat negeri ini merdeka serta berjuang mempertahankan kemerdekaan, kita tak mungkin menikmati pendidikan setinggi-tingginya seperti saat ini,’’ tegasnya. Warga Saraswati, kata Bagus Ketut Lodji yang juga mantan Koordiator Kopertis VIII ini, tak akan pernah melupakan jasa para pahlawan karena yayasan didirikan dalam semangat perjuangan. Dalam rangka HUT ke-73, dia juga berterima kasih kepada para pahlawan pendiri yayasan atas jasanya membuat Yayasan Saraswati Pusat Denpasar seperti sekarang ini.

Dia menegaskan, tahun 2019 merupakan masa keemasan bagi keluarga besar Saraswati. Ini dibuktikan banyak prestasi luar biasa diraih siswa TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga perguruan tinggi di tingkat nasional. Di antaranya juara Nasional MB oleh SD Saraswati 3 Denpasar, juara LKTI Nasional dan piala bergilir Wali Kota oleh siswa SLUA Saraswati dan juara Nasional oleh siswa SMP Saraswati. Sementara Unmas sukses meraih akreditasi B AIPT kategori sangat baik, enam prodi terakreditasi A, meraih ISO dan sukses menambah satu guru besar. Ketua Panitia HUT I Made Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed. Apt. menambahkan, serangkaian HUT ke-73 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar juga melakukan acara jalan sehat, dharmayatra, sembahyang bersama dan puncak HUT dilaksanakan 8 Desember. (ad147)

Unud Kembali Teken MoU dengan PT Charoen Pokphand UNIVERSITAS Udayana (Unud) kembali menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan PT Charoen Pokphand, Kamis (5/12) kemarin di Udayana International Convention Center (UICC). Di mana kerja sama serupa sebelumnya sudah dilakukan dan memberikan berbagai manfaat bagi civitas akademika Unud. Kedua pihak juga telah dilakukan penandatanganan kesepakatan hibah pengadaan kandang. Menurut Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., melalui kerja sama yang dijalin ini, Unud mendapatkan anugerah yang tidak ternilai harganya. Di mana PT Charoen Pokphand memberi kontribusi yang sangat besar dalam pelaksanaan proses pendidikan, terutama di Fakultas Peternakan melalui penyediaan satu unit close house untuk ayam pedaging. ‘’Close house ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan Fakultas Peternakan dalam bidang produksi ternak unggas dan juga akan berkontribusi dalam penyediaan protein hewani untuk masyarakat Indonesia,’’ katanya. Pada kesempatan ini, pihaknya memberikan apresiasi setinggitingginya kepada Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Tjiu Thomas Effendi atas kerja samanya dalam penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan pendidikan untuk ternak unggas dalam bentuk close house. Semoga hal ini bisa memberikan kontribusi dalam menghasilkan lulusan Fakultas Peternakan yang berkualitas dan kemajuan peternakan di Indonesia. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi atas terselenggaranya acara ini. Diharapkan, kegiatan kali ini dapat membangkitkan rasa optimisme dan kerja

MOU - Suasana penandatanganan MoU antara Unud dan PT Charoen Pokphand, Kamis (5/12) kemarin, di Udayana International Convention Center (UICC). keras untuk mewujudkan Unud yang terkemuka dan bermartabat. ‘’Selaku Rektor, saya mengucapkan selamat kepada Fakultas Peternakan Unud dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. atas kerja sama yang telah dijalin. Semoga ke depan lebih banyak lagi kerja sama akademis yang dapat dilaksanakan,’’ harapnya. Dekan Fakultas Peternakan Unud Dr. Ir. I Nyoman Tirta Ariana, M.S. dalam sambutannya menyampaikan, berbagai inovasi dari pengembangan ilmu peternakan memberikan dampak yang positif dalam mempercepat swasembada produk hasil ternak (protein hewani) di Indonesia. Pembangunan peternakan diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, akan tetapi juga memperlihatkan aspek mutu produk yang dihasilkan yang berkaitan dengan keamanan pangan. ‘’Untuk mendapatkan produksi yang optimal, tentu harus mengetahui

teknologi produksi yang selalu mengikuti perkembangan zaman,’’ ucapnya. Pihaknya yakin sektor peternakan ke depan tetap akan menjadi sumber utama sebagai pemasok sumber protein hewani yang strategis bagi masyarakat Indonesia. Namun perlu kerja keras dan kerja sama antara perguruan tinggi, swasta dan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut di atas. Sementara itu, Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Tjiu Thomas Effendi mengatakan, kerja sama ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa untuk kedua pihak. Yang lebih utama, kita ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bidang peternakan. ‘’Bagi mahasiswa, mereka nantinya bisa melakukan praktik terkait pemeliharaan ayam, khususnya broiler. Kita ingin mencetak sarjana peternakan yang mempuyai keahlian di bidangnya,’’ harapnya. (ad141)

Syukuran HUT Ke-45 SMP Nasional Denpasar Wujudkan Generasi Emas 2045

PUNCAK peringatan dan syukuran HUT ke-45 SMP Nasional Denpasar dilaksanakan Kamis (5/12) kemarin. Sebenarnya HUT-nya pada 2 Desember, tetapi berhubung ulangan bersama sehingga peringatannya diundur. Namun pada 2 Desember dilaksanakan sembahyang bersama. Terkait HUT tahun ini, SMP Nasional Denpasar bertekad dan mampu mewujudkan Generasi Emas 2045. Kepala SMP Nasional Denpasar Ni Putu Supadmi, S.Pd. mengatakan, rangkaian memperingait HUT ke-45 tahun ini, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan secara ekstern maupun intern. Ekstern melaksanakan lomba Spenas Scout Competition ke-2 memperebutkan piala bergilir Perdiknas Denpasar. ‘’Lomba ketangkasan baris-berbaris ini diikuti SD seluruh Kota Denpasar. Tujuan kami untuk memupuk persaudaraan antara dunia pendidikan di lingkungan masyarakat, khususnya SD seKota Denpasar,’’ ujarnya. Untuk intern, lanjut Supadmi, digelar lomba 7K (keamanan, kebersihan, keimanan, kekelu-

argaan, kerindangan, kerapian dan keindahan), dance, lagu pop duet siswa dan orangtua atau wali dan orangtua siswa. Sekolah ini berbasis pendidikan keluarga. Oleh karena itu, keluarga siswa sangat mendukung prorgam tersebut. Ada juga lomba tutor sebaya, vlog video dan IT. ‘’Sekarang ini kan era globalisasi. Kami sudah ikut program pemerintah menuju era globalisasi industri 4.0. Semangat kami adalah perjuangan 45. Perjuangan di dunia pendidikan dengan semangat 45. Menciptakan SDM berkualitas dan kami akan buktikan bisa menuju generasi emas 2045,’’ ungkapnya. Nilai lebih SMP Nasional Denpasar, menurut Supadmi, sekolah beralamat di Jalan Tukad Yeh Aya No. 15A, Panjer, Denpasar Selatan ini berwawasan budaya. Misalnya selalu melaksanakan sembahyang bersama dan mengucapkan salam. Bidang akademik, SMP berdiri sejak 2 Desember 1974 ini memiliki program English Club, UNBK mandiri. ‘’Komitmen kami mengikuti aturan pemerintah pusat. Agar SDM yang kami didik dan bina ke de-

pannya jadi unggul dan bekualitas. SMP Nasional Denpasar lebih dikenal dan tujuan utama masyarakat,’’ ungkapnya. Momen perayaan ulang tahun ini tentu saja bukan sekadar sebuah perayaan untuk kesenangan belaka, namun lebih dari itu. Perayaan ini merupakan salah satu bentuk refleksi diri atas apa yang telah terjadi selama 45 tahun sejak SMP Nasional ini didirikan hingga sekarang ini menjadi sekolah tujuan utama dan difavoritkan. Selain itu, perayaan ini sebagai bentuk introspeksi diri untuk mewujudkan visi dan misi sekolah agar mampu menjadi salah satu sekolah yang diperhitungkan dalam dunia pendidikan, di mana semakin memiliki tantangan yang berat, ditambah dengan derasnya arus globalisasi. ‘’Saya selaku kepala sekolah mewakili seluruh keluarga besar SMP Nasional Denpasar mengucapkan terima kasih kepada Ketua Perdiknas beserta jajarannya yang sudah selalu memberikan doa dan suportnya kepada kami, baik secara moral maupun secara material untuk menunjang dan mendukung program-program SMP Nasional Denpasar,’’ ujarnya. (ad144)

POTONG TUMPENG - Peringatan dan syukuran HUT ke-45 SMP Nasional Denpasar dilaksanakan Kamis (5/12) kemarin. HUT tahun ini ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMP Nasional Denpasar Ni Putu Supadmi, S.Pd.

STIMI Handayani Denpasar Tambah Doktor Lagi

UJIAN TERBUKA - Dr. Dra. Ni Nyoman Seri Astini, M.Hum. berfoto bersama para dosen STIMI Handayani Denpasar seusai ujian terbuka promosi Doktor di FIB Unud.

SETELAH sebulan sebelumnya menambah dosen bergelar Doktor (S-3), kini STIMI Handayani Denpasar kembali menambah barisan dosen yang bergelar sama. Dia adalah Dra. Ni Nyoman Seri Astini, M.Hum. yang telah menjalani sidang terbuka promosi Doktor di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud), Jumat (29/11) lalu. Seri Astini yang merupakan dosen pengempu matakuliah Bahasa Inggris dan Korespondensi Bahasa Inggris di STIMI Handayani Denpasar ini berhasil mempertahankan diser-

tasi berjudul ‘’Struktur, Fungsi dan Ideologi Satua di Desa Bulian, Kecamatan Kubu Tambahan, Kabupaten Buleleng’’. Seri Astini berharap penelitian yang dilakukannya dapat berkontribusi di masyarakat untuk memperkaya khazanah budaya, khususnya mengenai wacana sastra dan bermanfaat untuk pengembangan ideologi. Sebab, ideologi bersifat halus, tetapi berpengaruh kuat, sehingga pendekatan budayalah yang paling efektif. Apalagi, hasil penelitiannya menunjukkan

sruktur naratif meresensi teks dengan menyajikan sinopsis tokoh dengan tujuh karakter dalam narasi propp. ‘’Fungsi satua di Desa Bulian yang berhasil teramati adalah sebagai sarana pendidikan, hiburan, pengendali sosial, protes sosial, religius dan ritual yang bermakna kasih sayang dan kesetaraan sosial. Sebab, ideologi yang paling dominan dalam satua di Desa Bulian adalah ideologi kepemimpinan, diikuti oleh ideologi kesaktian, dan kesetiaan,’’ ujar Seri Astini.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengaku bangga dan bahagia karena perguruan tinggi yang diselenggarakan yayasan yang dipimpinnya ini dapat terus meningkatkan kualitas para dosennya melalui peningkatan gelar akademik para dosen STIMI Handayani Denpasar. Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar akan terus mendorong dosendosen Handayani untuk mengejar gelar akademik tertinggi atau doktor tersebut. (ad146)

t


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

Diprakarsai Dubes Colombia

Dinas Pariwisata Denpasar Sambut Positif Kursus Bahasa Spanyol KURSUS singkat atau pelatihan bahasa Spanyol yang diselenggarakan pemerintah Colombia melalui Duta Besarnya bersama Pemkot Denpasar, mendapat respons positif dari masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga bulan ini ditutup yang ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta oleh Duta Besar Colombia untuk Indonesia Juan Camilo Valencia Gonzalez, Rabu (4/12) malam di Denpasar Art Space, Jalan Surapati, Denpasar. Hadir pada kesempatan tersebut, Asisten III Pemkot Denpasar IGN Eddy Mulya serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani. Kegiatan penutupan kursus tersebut juga diisi dengan presentasi oleh para peserta kursus sesuai bidangnya masing-masing. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan, pelatihan bahasa Spanyol ini merupakan bentuk bantuan yang diberikan pemerintah Colombia kepada Indonesia. Pelatihan ini pun tak dipungut biaya alias gratis

dengan mengambil lokasi di Denpasar. ‘’Seluruh pembiayaannya dari pemerintah Kolombia, kami hanya diminta untuk menyediakan tempat dan peserta saja,’’ katanya. Sementara pelaksanaan kursus dilakukan di Artha Dyan International College. Waktunya selama tiga bulan mulai September 2019 lalu. Pihaknya menyambut baik kegiatan ini, terlebih selama ini wisatawan dari Colombia sudah mulai datang ke Bali. Ini cukup positif dari sektor pariwisata Denpasar. Bahasa Spanyol saat ini juga sangat dibutuhkan dikarenakan tamu-tamu Colombia juga sudah mulai datang ke Bali termasuk ke Denpasar. ‘’Ini yang ikut dari berbagai instansi, ada dari Imigrasi, kepolisian, PNS, pramuwisata serta wartawan,’’ katanya. Duta Besar Colombia Juan Camilo Valencia Gonzalez mengaku sangat cinta Bali, karena orang-orang Bali sangat ramah. Pihaknya pun merasa beruntung bisa membagi pengetahuan berupa bahasa, dan membagikan kebudayaannya kepada peserta pelatihan. ‘’Saya

KURSUS - Duta Besar Colombia Juan Camilo Valencia Gonzalez didampingi Asisten III Eddy Mulya dan Kadis Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani bersama para peserta kursus bahasa Spanyol saat penutupan kegiatan kursus, Rabu (4/12) malam. merasa beruntung. Saya cinta Bali, Denpasar dan saya respek dengan Denpasar,’’ katanya. Di sisi lain, Asisten III Eddy Mulya mewakili Wali Kota Denpasar mengungkapkan, kegiatan ini sangat positif karena bisa melakukan pertukaran potensi yang dimiliki masing-masing negara. Pihaknya berharap kegiatan seperti ini akan bisa berlanjut, bukan saja dilakukan

pemerintah Colombia, tetapi juga negara-negara lain. Dalam kesempatan itu, Eddy Mulia juga menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan kursus tersebut. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Colombia di Indonesia, APC Colombia, serta Universitas Pontificia, Bolivariana. (ad145)

Membeludak, Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Tabanan

Tabanan (Bali Post) Pemutihan denda pajak kendaraan bermotor berakhir Jumat (6/12) hari ini. Sehari jelang batas akhir, Kamis (5/12) kemarin, antrean di kantor Samsat Tabanan membeludak. Sejak pagi, para wajib pajak terlihat mengantre di beberapa loket yang sudah disediakan petugas. Membeludaknya para wajib pajak ini, bahkan mendapat atensi dari Kanit Regident Sat Lantas Polres Tabanan Ipda I Gusti Agung Maha Putra dan Kepala UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan Drs. I Nengah Suarnata. Dari data yang dihimpun, rata-rata wajib pajak per harinya mencapai 400 orang lebih. Namun sepekan jelang pemutihan berakhir, meningkat 700 sampai 900 lebih wajib pajak. Bahkan sehari jelang batas akhir, antrean sudah tampak sejak pukul 09.00 Wita. Kasi Pelayanan UPTD Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Provinsi Bali di Tabanan I Gusti Ngurah Nyoman Wiraguna mengatakan, wajib pajak tidak hanya di unit kerja kantor induk (Samsat Tabanan),

Bali Post/bit

ANTRE - Puluhan wajib pajak sedang mengantre dan menunggu giliran pelayanan. Jumat (6/12) hari ini merupakan hari terakhir pemutihan denda pajak. tetapi juga di kantor unit kerja lain. Seperti unit kerja pembantu Bajera, link Baturiti dan link Pupuan. Jika ditotal sejak Senin (2/12) hingga Rabu (4/12), warga yang membayar pajak mencapai 3.251. ‘’Jadi memang ada peningkatan antrean jelang berakhirnya pemutihan,’’ tegas Wiraguna. Terkait membeludaknya wajib pajak, Wiraguna juga sempat menyayangkan mengapa masyarakat lebih memilih melakukan pem-

bayaran jelang batas akhir penutupan pemutihan. Padahal sosialisasi sudah dilakukan dari jauh-jauh hari, baik itu lewat media sosial maupun media cetak. ‘’Jadi ini agak repot juga, baik di UPTD maupun unit kerja saat melayani. Sebab, akan memengaruhi aplikasi,’’ tegasnya. Untuk mengantisipasi membeludaknya para wajib pajak, pelayanan pada Jumat (6/12) ini akan dilayani sampai malam. ‘’Ka-

Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia 2019 Pengembangan Biogas Kotoran Ternak

KOTORAN ternak (sapi atau babi) bersama dengan sisa makanannya sering dibuang begitu saja di samping kandang ternaknya, sehingga menimbulkan pengotoran atau pencemaran lingkungan. Lingkungan permukiman menjadi bau, tidak aestetika, dan dapat sebagai tempat berkembangbiaknya agen penyakit, sehingga dapat menurunkan derajat kesehatan masyarakat. Prof. Dr. I Made Djaja, dr. S.KM., M.Sc., Staf Pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), mencoba mengenalkan teknologi biogas kepada masyarakat peternak melalui Program Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia 2019. Dengan teknologi biogas, kotoran ternak dapat dicerna di dalam tangki dan

menghasilkan biogas untuk kebutuhan energi yang diperlukan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan energi, seperti memasak dan lainnya. Selain mengolah kotoran ternak, biogas dapat juga mengurangi pengeluaran rumah tangga di bidang energi. Teknologi biogas juga menghasilkan cairan yang keluar dari tangki berupa cairan hasil dekomposisi kotoran ternak untuk menghasilkan biogas. Cairan yang keluar dari tangki biogas ini dapat dan baik digunakan sebagai bahan pupuk organik untuk pertanian (kotoran ternak yang sudah mengalami dekomposisi/pelumatan di dalam tangki biogas untuk menghasilkan biogas). Pengenalan teknologi biogas ini diterapkan pada peternak indukan babi (kurang

TANGKI BIOGAS - Pengamatan tangki biogas.

lebih 75 ekor indukan babi) di Banjar Belawan, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cangi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali pada tahun 2019 ini. Dengan pengenalan dan pemakaian teknologi biogas ini diharapkan kotoran ternak tidak berserakan di sekitar kandang. Kotoran ternak tersebut diolah dengan proses biogas dan menghasilan biogas (energi terbarukan) untuk kebutuhan energi kegiatan rumah tangga sehari-hari. Lingkungan menjadi lebih estetik, tidak tercemar dan lebih sehat. Serta menghasilkan bahan untuk pembuatan pupuk organik untuk pertanian. Dengan demikian, lingkungan hidup menjadi lebih sehat, pengeluaran berkurang, ekonomi masyarakat membaik dan derajat kesehatan masyarakat juga diharapkan akan menjadi lebih baik atau lebih sehat. Di satu sisi, dengan teknologi biogas ini, kotoran ternak terkelola dengan baik. Kualitas lingkungan menjadi lebih baik, menghasilkan energi biogas untuk rumah tangga, sehingga mengurangi pengeluaran rumah tangga. Begitu juga menghasilkan bahan pupuk organik untuk kepentingan pertanian berarti juga mengurangi pengeluaran untuk pengadaan pupuk pertanian rumah tangga. Dengan demikian, dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, baik dari segi kebutuhan energi maupun kebutuhan pupuk pertanian rumah tangga. Pada akhirnya akan dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga atau keluarga (pengeluaran berkurang dan penghasilan bertambah). Sebagai hasil akhir adalah peningkatan ekonomi keluarga dan perbaikan kualitas lingkungan hidup yang berujung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (ad149)

lau masih ada wajib pajak sampai malam, kami akan layani. Kemarin perintah atasan jika ada wajib pajak yang membayar sampai malam akan dilayani,’’ ucapnya. Hal serupa juga disampaikan Kanit Regident Satlantas Polres Tabanan Ipda I Gusti Agung Maha Putra. Dikatakan, untuk memberikan pelayanan prima jelang berakhirnya masa pemutihan pajak kendaraan, pihaknya juga telah mengerahkan seluruh petugas untuk melayani secara all out. Artinya semua berkas yang sudah masuk akan diproses sampai malam hari. (kmb28)

Unud Miliki ’’Teaching Farm Close House’’ Terbesar dan Pertama di Bali DALAM upaya meningkatkan sarana-prasarana penunjang pendidikan, Universitas Udayana (Unud) menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PT Charoen Pokphand, Tbk. Kerja sama ini telah lama terjalin, khususnya dalam bidang pendidikan sejak tahun 2014 yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama antara PT Charoen Pokphand dengan Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan Unud pada tahun 2017, dalam hal pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu. Sebagai salah satu pengembangan kerja sama antara PT Charoen Pokphand dengan Fakultas Peternakan selaku mitra akademik, pada Februari yang lalu telah disepakati pemberian hibah pengadaan kandang. Pemberian hibah ini ditujukan untuk melengkapi sarana belajar mengajar di perguruan tinggi mitra akademik dengan fasilitas berupa kandang yang akan digunakan sebagai sarana penelitian dan pengembangan, sarana praktik budi daya ayam, media aplikasi ilmu pengetahuan, arena belajar mengajar dan berbagi pengetahuan teknis dan miniatur dunia usaha. Sebagai wujud hibah dari PT Charoen Pokphand kepada Fakultas Peternakan Unud, Kamis (5/12) kemarin dilakukan peresmian Teaching Farm Close House yang berlokasi di area Fakultas Peternakan Kampus Unud, Jimbaran. Ini merupakan salah satu teaching farm yang dibutuhkan pada Program Studi Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan untuk teaching farm ayam pedaging (broiler). Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). mengatakan, teaching farm ini nantinya berfungsi

PERESMIAN - Suasana peresmian Teaching Farm Close House hibah PT Charoen Pokphand, Tbk., Kamis (5/12) kemarin berlokasi di area Fakultas Peternakan Kampus Unud, Jimbaran. menunjang proses belajar mengajar. Baik itu untuk praktikum, magang (praktik kerja) dan juga sebagai tempat penelitian bagi dosen/ mahasiswa yang berkaitan dengan peternakan. Salah satunya peternakan ayam broiler. ‘’Teaching farm ini merupakan salah satu close house yang memiliki fasilitas termodern di Indonesia dengan kapasitas 20.000 ekor. Ini menjadi yang terbesar dan pertama di Bali,’’ ujarnya. Unud, kata Raka Sudewi, terus berbenah dalam berbagai bidang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. Di samping itu, perkembangan fasilitas fisik lainnya juga memperlihatkan kemajuan yang signifikan seperti pembangunan gedung perkuliahan dan fasilitas penunjang pendidikan. Keberadaan fasilitas fisik ini, lanjut Raka Sudewi, tentunya akan memberikan dampak yang sangat positif bagi Unud maupun masyarakat di sekitar kampus. Meskipun Unud telah lebih berkembang dan banyak mencapai kemajuan dalam berbagai bidang, namun diakuinya, kekurangan dan keterbatasan masih dialami dalam pembangunan Unud. Seperti kondisi beberapa laboratorium di fakultas yang

belum memadai dan perlu dilengkapi secepatnya. ‘’Kita telah berusaha untuk melengkapi dan memperbarui alat-alat laboratorium melalui pengusulan pengadaan, akan tetapi masih mengalami kendala pada penganggaran dan pembahasan di tingkat pusat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk saling memberikan kontribusi,’’ pungkasnya. Sementara itu, Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Tjiu Thomas Effendi menambahkan, hibah berupa closed house ini merupakan program tanggung jawab dari perusahaan. Ini merupakan close house yang ke-8 untuk perguruan tinggi yang dihibahkan di seluruh Indonesia. Ini, katanya, dilakukan sebagai langkah fokus untuk meningkatkan kualitas SDM. Supaya para sarjana peternakan bisa lulus dan sudah menguasai dan mengerti terkait budi daya ayam. Dijelaskannya, kandang yang dihibahkan ini berupa kandang beserta peralatannya dengan total anggaran Rp2 miliar. Untuk teknologi yang digunakan yakni teknologi yang sudah modern. (ad140)

t


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bersama Menjaga Stabilitas Ekonomi Bali OPTIMISME menyambut pergantian tahun 2020 harus dibangun. Harapan ini nyaris menjadi harapan ideal bagi semua lapisan masyarakat. Tumbuh dan berkembangnya perbaikan ekonomi, juga menjadi hal khusus yang diharapkan. Harapan ideal lainnya adalah tercapainya harapan ideal di semua sektor kehidupan, baik di sektor jasa, keuangan, termasuk juga stabilitas wilayah. Yang jelas kita haruslah optimis menyambut pergantian tahun. Optimisme tentu juga harus merujuk data yang ada agar kita tidak terlalu kecewa jika nanti optimisme tak terwujud. Terkait dengan pesimisme terjadi perbaikan ekonomi khususnya di Bali, 2020 tentu hal wajar juga. Fakta dan data ke arah itu juga sangat mendukung menguatnya fesimisme. Yang jelas Bali hingga pengujung tahun 2019 masih mampu bertahan dalam hal menjaga stabilitas ekonomi, walaupun sejumlah sektor mulai terdampak resesi global. Istilah resesi kita pinjam karena pada kenyataannya daya beli dan daya produksi melemah. Bahkan sektor properti yang dulu menjadi salah satu unggulan ekonomi Bali juga melemah. Yang jelas, potensi terjadinya tekanan pada perekonomian Bali juga terbuka. Tekanan tentu tak hanya dari internal tetapi juga global. Sebagai destinasi pariwisata, perekonomian Bali yang bertumbuh dengan kekuatan pariwisata Bali potensial mengalami gangguan. Optimisme menyambut pertumbuhan 2020 tentukan merujuk data 2019. Jika tahun 2019 ini banyak target gagal dicapai, maka ruang evaluasi ditahun 2020 harus dibangun. Kita tak bisa hanya optimis tanpa melakukan perbaikan dan kerja keras. Tekanan ekonomi global yang menguat akan berdampak serius bagi pariwisata Bali. Namun optimisme harus tetap dibangun. Harapan perbaikan kondisi juga harus ditumbuhkan. Jika tidak, motivasi untuk berjuang memperbaiki kondisi ekonomi bangsa akan lemah bahkan akan terus melemah. Ketika banyak sektor usaha yang mencoba bertahan dengan pinjaman dana segar dari bank, maka lambat laun ini akan mengantarkan kita menuju keterpurukan. Untuk itulah kita harus segera membenahi masalah fundamental Bali. Pertama adalah membangun dan membangkitkan daya saing ekonomi krama Bali. Jika ini tak dilakukan maka krama Bali sebagai pendukung budaya Bali akan lemah. Jika kondisi ini berlangsung lama maka upaya-upaya mempertahankan budaya Bali juga akan melemah. Hal lainnya adalah menyiapkan SDM krama Bali yang profesional namun tetap memiliki jati diri. Ini juga menjadi isu strategis yang harus ditangani jika kita ingin memiliki optimisme di tahun 2020. Tahun 2020 yang merupakan rangkaian tahun digital dan teknologi diwarnai persaingan inovasi dan kepekaan mengelola ruang pasar. Ini menuntut SDM Bali memiliki kualitas yang memadai. Untuk itulah ke depan keterbukaan dan kebersamaan dalam mendesain perekonomian Bali harus dibangun. Birokrat mestinya memberikan ruang dan memotivasi pengusaha lokal Bali untuk membentuk konsersium agar bisa bersaing dengan pemodal besar. Dengan cara ini kemandirian ekonomi Bali bisa dicapai. Langkah ini juga akan membuka ruang bagi krama Bali untuk menikmati pertumbuhan ekonomi Bali secara lebih adil. Selain memotivasi pengusaha lokal Bali untuk bangkit dan bersatu, agar peran LPD dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis pedesaan dioptimalkan.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Rencana Pembangunan Stadion Internasional di Mengwi

Semua ciptaan dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa bersifat rwabineda yaitu di satu sisi jika dikelola dengan cerdas maka akan memberikan manfaat bagi kehidupan mamusia, akan tetapi sebaliknya jika tidak dikelola dengan cerdas maka akan dapat membahayakan kehidupan manusia. Bali adalah anugerah Tuhan, akan tetapi karena ditata dan dikelola dengan cerdas oleh para leluhur kita di masa lalu, maka oleh masyarakat internasional Bali dijuluki Pulau Surga, dan Bali menjadi salah satu objek pariwisata terfavorit di dunia. Sebagai daerah pariwisata, Bali telah memberikan manfaat secara ekonomi pada masyarakat Indonesia, termasuk pada masyarakat Bali khususnya. Agar kepariwisataan Bali tetap ajeg, maka ada beberapa faktor penting yang harus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat Bali, yaitu antara lain: keamanan, keindahan/tata ruang, kenyamanan, kebersihan, seni dan budaya, ketertiban dalam arti luas dan lain-lain. Begitu juga halnya mengingat struktur geografis dan luas daratan Bali yang sangat terbatas, maka selain faktor-faktor tersebut di atas hendaknya hal ini juga menjadi acuan perencanaan pembangunan Bali ke depan mulai sekarang dan seterusnya. Rencana pembangunan stadion bertaraf internasional di Mengwi oleh Pemerintah Kabupaten Badung hendaknya ditinjau kembali, karena hal ini akan menjadikan Badung dan Bali pada umumnya akan menjadi tambah krodit/ macet/ribet/yang pada akhirnya akan merusak kepariwisataan Bali. Bahkan ada kemungkinan masalah yang menimpa Jakarta saat ini akan menimpa Bali di kemudian hari. Ibarat sebuah kendaraan truk yang memiliki kapasitas 4 ton, tetapi karena demi uang lebih banyak, maka truk dipaksa untuk mengangkut 5 ton, dan justru yang terjadi adalah truk menjadi hancur. Drs. I Nyoman Bintara Br. Pengiasan, Mengwi, Badung

Pesimistis Ekonomi Bali 2020 Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan III-2019 hanya 5,34 persen. Angka ini merupakan capaian terendah dalam lima tahun terakhir, bahkan lebih rendah dari capaian tahun 2017 dengan angka 5,57 persen. Padahal saat itu terjadi erupsi Gunung Agung yang sempat mengganggu sektor pariwisata. Sebagaimana terjadi dalam lima tahun terakhir, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor jasa-jasa terkait pariwisata hingga triwulan III-2019 tetap berkontribusi dominan dengan angka 69,38 persen terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali.

Oleh I Wayan Ramantha

A

ngka pertumbuhan ekonomi yang pernah mencapai 6,73 persen tahun 2014, kemudian 6,03 persen tahun 2015, selanjutnya 6,33 persen tahun 2016, lalu 5,57 persen tahun 2017 dan kembali naik menjadi 6,35 persen tahun 2018, selalu menempatkan pertumbuhan ekonomi Bali minimal satu persen di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional yang ada pada kisaran 5,00 persen sampai 5,20 persen, kecuali tahun 2017. Posisi itu kemudian menempatkan Bali pada level 10 provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi di Indonesia. Memang ekonomi nasional tahun ini tumbuh di angka terendah 5,04 persen dengan target sebelumnya 5,20 persen. Karena itu, Presiden Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam APBN tahun 2020 hanya 5,06 persen. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi nasional tidak sampai di bawah 5 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Bali yang semula selalu di atas 6 persen, kecuali tahun 2017 berubah menjadi di bawah 5,50 persen. Artinya, bila dibandingkan dengan tingkat nasional, tahun ini penurunan pertumbuhan ekonomi Bali terjadi secara lebih tajam. Tingkat pertumbuhan di bawah 6 persen, sebetulnya telah terjadi sejak tahun 2017.

Pertumbuhan yang kembali ke angka 6,35 persen tahun 2018, semata-mata dipicu oleh pertemuan (annual meetings) negara-negara anggota IMFBank Dunia tanggal 12-14 Oktober 2018 yang dihadiri oleh para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara, para chief executive officer (CEO) industri keuangan terkemuka G-7, perwakilan lembaga internasional, akademisi keuangan, LSM dan lain-lain dengan total peserta mencapai 18.000 orang dan perputaran uang Rp 5,7 triliun. Kalau pertemuan IMF-Bank Dunia tidak diadakan di Bali, maka sejatinya pertumbuhan ekonomi kita telah ada pada level di bawah 6 persen sejak tiga tahun terakhir. Bali tahun 2018 memang bersyukur, karena sebelum ditetapkan pertemuan terbesar di dunia itu tidak hanya diminta oleh Indonesia, tetapi juga direbut oleh Mesir dan Sinegal. Apalagi saat itu kita masih mengkhawatirkan dampak erupsi Gunung Agung. Di lain sisi, kondisi itu pula telah menyebabkan Bali terlena dan tidak antisipatif terhadap angka pertumbuhan ekonominya yang terus menurun. Beberapa kabupaten/kota di Bali, terutama yang menjadi daerah tujuan wisata bahkan menjadi sangat optimis terhadap situasi ekonomi tahun 2018, termasuk dalam me-

info singaraja fm

nyusun APBD tahun 2019. Namun kenyataannya setelah tahun berjalan, target itu harus direvisi karena ada daerah sampai mengalami devisit yang berlebihan. Banyak program pembangunan dibatalkan, ada pula kabupaten yang sampai melakukan rasionalisasi pegawai. Kebijakan yang pahit itu, tentu kemudian memperparah pertumbuhan ekonomi regional kabupaten/kota setempat. Kebijakan Pro-Rakyat Kebijakan pemerintah pasti berdampak dalam memulihkan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Dalam memacu pertumbuhan ekonomi, para penentu kebijakan perlu memperhatikan sektor-sektor penggerak yang punya kontribusi terhadap pertumbuhan. Data dalam lima tahun terakhir, sektor jasa-jasa berkontribusi dari semula 66,84 persen tahun 2013 meningkat menjadi 69,38 persen tahun 2018. Sedangkan sektor pertanian terus menurun dari 15,22 persen tahun 2013 menjadi 13,81 persen tahun 2018. Demikian pula sektor industri yang merupakan kontributor ketiga, semula menyumbang 6,44 persen tahun 2013 menurun menjadi 6,07 persen tahun 2018. Dilihat secara demografis, sebetulnya persentase orang Bali yang bekerja di sektor pertanian dan industri jauh lebih

besar dibandingkan dengan mereka yang bekerja di sektor jasa-jasa, termasuk yang berkaitan dengan pariwisata. Bagi orang Bali sektor pertanian tidak saja memberikan penghidupan secara ekonomi, tetapi juga merupakan akar budaya yang sekaligus memiliki fungsi ekologi. Sedangkan sektor industri yang didominasi oleh IKM di bidang kerajinan, di samping sebagai penyedia lapangan kerja, juga menjadi sarana interaksi sosial dalam upakara dan membangun tempat ibadah. Kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Bali yang telah mengeluarkan peraturan daerah perlindungan dan pemasaran produk-produk pertanian lokal, harus diapresiasi. Namun kiranya kebijakan pro-rakyat itu tidak akan terhenti sampai di tingkat regulasi saja. Peningkatan kuantitas, kualitas dan kontinuitas hasil pertanian yang selalu dituntut oleh pasar, masih sangat memerlukan bantuan pemerintah. Program sistem pertanian terintegrasi yang pernah digagas pemerintahan sebelumnya, sepanjang berdampak positif, tentu tidak ada salahnya dilanjutkan dengan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Alih fungsi lahan yang terus mengkhawatirkan tidak perlu dijadikan kambing hitam bagi merosotnya kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Penyempitan lahan mungkih bisa dihadapi dengan teknologi pertanian yang semakin maju dan banyak ditemukan oleh para intelektual daerah ini. Konsep tautan dan kecocokan (link and match) antara kebutuhan teknologi terapan oleh petani dengan hasil kajian dunia pendidikan, perlu dijembatani oleh Badan Penelitian dan Pengembangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Penurunan kontribusi sektor

Warung Global

Bappeda Bali Kawal Berharap ”Shortcut” Selesai Tepat Waktu Program Prioritas Daerah radio_singaraja_92.0_fm

081933004217

Shortcut Mengwitani-Singaraja diharapkan menjadi solusi untuk memangkas lamanya jarak tempuh dari Bali Selatan ke Utara. Seiring dengan terealisasinya shortcut ini, perkembangan ekonomi khususnya pariwisata juga diharapkan lebih berimbang. Karena begitu strategisnya fungsi shortcut ini, maka pendengar setia Singaraja FM menginginkan agar penyelesaiannya tepat waktu. Selain itu, dalam acara Suara Buleleng, Kamis(5/12) kemarin, para pendengar juga menyoroti tentang antisipasi demam berdarah. Berikut rangkumanya. Gung Surya di Lovina berharap agar shortcut MengwitaniSingaraja bisa terselesaikan tepat waktu. Apalagi di titik 5 dan 6 di akhir Desember ini sudah bisa rampung. Dia juga berharap agar semua fasilitas pelengkap jalan seperti rest area, pos polisi dan ketersediaan mobil derek juga tersedia guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Putu Gamaartha di Pemaroan, Patemon mengingatkan tentang bahaya demam berdarah khususnya di musim penghujan ini. Dia berharap agar dinas terkait seperti Dinas Kesehatan

dan yang lainnya agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan sehingga demam berdarah tidak merebak. Sementara itu, Gung De di Jalan Ngurah Rai mengapresiasi pembentukan relawan BPBD di setiap desa utuk mengantisipasi bencana yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Dia juga berharap agar selain dibentuk relawan, alat-alat pendukung juga harus disiapkan agar dapar memaksimalkan kinerja para relawan. Dengan demikian, BPBD mempunyai nilai plus bagi seluruh warga masyarakat di Buleleng. (kmb)

PROGRAM prioritas daerah yang diusulkan agar mendapat dukungan APBN mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata hingga adat dan budaya. Usulan ini mendapat sambutan positif dari Kawan Global. Mereka menilai bahwa Bali berhak mendapat perhatian prioritas dari pusat. Apa saja opini pendengar setia Radio Global? Berikut selengkapnya. Ketut Mursi di Denpasar menyambut positif hal ini. Untuk para pemimpin di Bali agar memperjuangkan dengan sekuat tenaga, kemudian pendapatan dari Bali jangan disetor ke pusat semuanya. Ia berharap programprogram prioritas ini mendapat perhatian dari pusat. Budiada di Tabanan menyampaikan bahwa pusat wajib membantu daerah Bali. Membuat perencanaan butuh pengetahuan dan tidak bisa sembarangan. Harus cerdas. Apa yang direncanakan harus transparan. Jalan yang bagus, membuat akses lancar, ekonomi juga lancar. Bali ini kecil, jangan

buat program yang “di atas langit”, namun buat yang riil saja. Buat program yang menyentuh rakyat, memberikan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat Bali, pendidikan paling utama. Demikian masukan Fera di Tabanan. Ia menaruh harapan besar kepada Gubernur Koster Apa yang paling dibutuhkan? Nyoman Mastra di Gianyar menjelaskan, semua program demi karahayuan jagat Bali. Untuk kehidupan berkelanjutan. Membangun Sad Khayangan di Bali, membedah Pancasila, semua akan kelihatan. (sikha)

industri yang kebanyakan IKM dalam lima tahun terakhir, dapat dikonfirmasi dari banyaknya perajin yang beralih profesi menjadi kuli bangunan atau kembali sebagai petani. Kondisi lain dapat juga dilihat dari banyaknya artshop yang tutup atau beralih fungsi menjadi toko berjejaring. Istilah one village one product (OVOP) di Bali yang dulu sempat jadi proyek percontohan di tingkat nasional, kini redup dan secara statistik memang terus mengalami penurunan kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali. Kondisi ini jelas memerlukan kebijakan pemerintah daerah. Upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian dan industri, memang sulit dapat menunjukkan hasil dalam jangka pendek. Namun upaya itu harus tetap dilakukan karena menyangkut kepentingan rakyat banyak. Bila dicermati penurunan kontribusi sektor pertanian dan industri dalam lima tahun terakhir, nampak terjadinya secara pelan. Demikian pula bila program dilakukan untuk memacu pertumbuhan kedua sektor tersebut, hasilnya akan nampak dalam jangka panjang. Karena itu, akan sulit bagi Bali untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2020. Penulis, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud, Warga Desa Batubulan

POJOK Anggaran kelola sampah di Bangli 2020 hanya cukup enam bulan. - Enam bulan lagi dibiarkan kotor. *** Dewan Gianyar soroti tingginya alih fungsi lahan. - Aksinya apa? *** Bali akan menjadi proyek rintisan wisata kesehatan. - Percuma kalau rakyatnya banyak sakit.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

Berkomitmen Benahi Pelayanan Publik

Pemkab Tabanan Dapat Apresiasi Ombudsman RI Perwakilan Bali

Bali Post/bit

GAGAL PANEN - Salah satu lahan pertanian di wilayah Tabanan yang mengalami gagal panen lantaran kemarau panjang.

Kemarau Panjang Klaim AUTP Meningkat

Tabanan (Bali Post) Prediksi turunnya hujan pada Desember ternyata meleset. Meski sebagian wilayah sempat diguyur hujan, namun intensitasnya relatif masih kecil dan sebarannya belum merata. Alhasil sektor pertanian di Kabupaten Tabanan pun masih terdampak kemarau panjang. Hal ini terlihat dari data pengajuan klaim AUTP yang terus bertambah. Data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, total pengajuan klaim sejak Januari sampai Oktober 2019 mencapai 48,37 hektar. Sedangkan dari November hingga Desember ada laporan pengajuan klaim kembali sebanyak 14,75 hektar atau setara Rp 88.500.000 yang rata-rata akibat kekeringan. Dipaparkan Wiadnyana, dari 10.000 hektar target luas lahan, saat ini sudah sekitar 9.631 hektar masuk program AUTP. Bahkan dari jumlah tersebut sekitar 1.091,27 hektar pembayaran asuransinya dilakukan secara

swadaya alias tidak ter-cover 20 persen subsidi dari APBD kabupaten. Sedangkan sebanyak 8.540,71 hektar ada tambahan pembiayaan dari APBD kabupaten. Dari jumlah itu, yang sudah dibayarkan klaimnya seluas 47,17 hektar dengan total nilai pertanggungan sebesar Rp 283.020.000. Sementara sebanyak 36,68 hektar dengan nilai pertanggungan Rp 220.080.000 sedang dalam proses klaim. Untuk 1 hektar tanaman padi yang puso, mendapat ganti dari klaim asuransi sebesar Rp 6 juta. Jumlah ganti rugi tersebut

setara dengan hasil panen petani. ‘’Klaim yang sudah dibayar dari laporan awal tahun lebih banyak karena serangan OPT. Sementara klaim yang diproses dan laporan baru masuk rata-rata akibat kekeringan,’’ terangnya. Belum tercapainya target 10 ribu hektar lahan yang diasuransikan, kata Wiadnyana dikarenakan ketidakpastian penanaman di lapangan. ‘’Terganggunya target tanam tentunya akan berpengaruh pula pada hasil produksi tahun 2020. Sebab, jika sudah masa tanam

Oktober-Desember, maka sudah bisa panen mulai Januari sampai Maret,’’ terangnya. Terkait pengajuan klaim AUTP, syaratnya adalah potensi kerusakan 75 persen dan usulan diajukan ke Jasindo namun tetap akan dikawal oleh tim dari kecamatan maupun kabupaten. Dari pengajuan klaim tersebut, Jasindo akan turun mengecek ke lapangan. Jika dirasa sudah benar, barulah akan diproses pencairan klaimnya. ‘’Jadi dibutuhkan waktu sekitar dua minggu sampai satu bulan untuk pencairan asuransi. Aturannya yang sudah boleh diklaim adalah tanaman yang umurnya lebih dari 10 hari dan polis ini berlaku enam bulan masa tanam,’’ pungkasnya. (kmb28)

OMBUDSMAN RI Perwakilan Bali mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan partisipasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melaksanakan kegiatan Pekan Pelayanan Publik Tanpa Maladministrasi di Kabupaten Tabanan pada 1 November 2019 dengan melibatkan instansi terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Hal itu disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab saat berkunjung ke kantor Bupati Tabanan, Kamis (5/12) kemarin. Rombongan Ombudsman diterima Bupati Tabanan yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tabanan Agus Hartawighuna. Pada pertemuan Umar mengatakan, sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik, Ombudsman RI mempunyai tugas melakukan upaya pencegahan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Salah satunya melalui Pekan Pelayanan Publik Tanpa Maladministrasi dengan memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban serta peran masyarakat dalam pelayanan publik dan mekanisme penga-

wasan. ‘’Sehubungan dengan telah terselenggaranya kegiatan tersebut, Ombudsman RI Perwakilan Bali mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan partisipasinya sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar,’’ ucap Umar. Umar menyebutkan, sejak tahun 2013 Tabanan telah membangun hubungan emosional dan selalu melakukan komunikasi dengan Ombudsman RI. Pemkab Tabanan sangat berkomitmen untuk mengupayakan perbaikan pelayanan publik. Untuk itu pihaknya juga memberikan piagam penghargaan kepada Pemkab Tabanan. ‘’Jangan dipandang kertasnya, tapi lihatlah hubungan emosionalnya. Bertemanlah dengan kita agar menjadi lebih baik. Ke depan semoga hubungan ini tetap terjaga,’’ imbuhnya. Mewakili Bupati Tabanan, Agus Hartawighuna mengatakan, kunjungan tersebut merupakan momentum yang sangat luar biasa karena Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali datang secara langsung

untuk mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tabanan. ‘’Terima kasih telah hadir dan ada salam hangat dari Bupati kami,’’ ucapnya. Agus Hartawighuna meminta kepada Ombudsman RI Perwakilan Bali agar selalu memberikan masukan dan pemahaman-pemahaman untuk pelayanan publik di Tabanan sehingga menjadi lebih baik lagi. ‘’Jangan pernah berhenti memberikan masukan untuk Tabanan,’’ ujarnya. Agus menambahkan, sejak tahun 2013 Pemkab Tabanan telah dibimbing dan dibina untuk menjadi lebih baik dalam pelayanan publik. Tentu hal ini sangat menguntungkan bagi Pemkab Tabanan, sehingga mampu menjadi lebih baik dan mampu mendapatkan Predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik Tahun 2019. ‘’Terima kasih telah memilih Tabanan untuk pelaksanaan kegiatan Pekan Pelayanan Publik Tanpa Maladministrasi dan terima kasih juga atas piagam penghargaannya. Kami harap ke depan tetap bangun sinergi sehingga komunikasi tetap terjalin,’’ imbuhhya. (ad143)

TERIMA KASIH - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab saat berkunjung ke kantor Bupati Tabanan, Kamis (5/12) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Ombudsman menyampaikan terima kasih atas kerja sama Pemkab Tabanan selama ini.


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

BPBD Gulirkan Bimtek Sasar Relawan Desa dan Kelurahan

RPH SUMBANG PAD– Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Panji Anom menyumbangkan PAD di atas target tahun 2019.

Bali Post/kmb38

PAD RPH Panji Anom Lampaui Target Singaraja (Bali Post) – Rumah Potong Hewan (RPH) yang dikelola Dinas Pertanian (Distan) Buleleng berhasil menyumbang kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019. RPH di Dusun Batu Pulu, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada itu mengumpulkan PAD hingga bulan ini lebih dari Rp200 juta. Itu artinya capainnya melampaui dari yang ditargetkan, yakni Rp112 juta. Kepala Distan, Made Sumi-

arta, mengatakan capaian target PAD itu tidak terlepas dari semakin sadarnya masyarakat yang hendak memotong hewan sapi itu memanfaatkan RPH. Selain itu, meningkatnya konsumsi daging sapi di masyarakat juga dikatakan memberikan pengaruh terhadap pemanfaatan RPH oleh pedagang daging sapi. “Tetapi tahun depan ada aturan yang melarang memotong sapi betina produktif, sehingga pemotongan sapi akan lebih selektif. Artinya,

nanti target penerimaan tahun depan minimal sama dengan tahun 2019,” katanya. Setiap hari rata-rata hewan yang dipotong di RPH itu tercatat lima ekor. Namun, jumlah hewan yang dipotong lebih dari itu bila memasuki musim hari raya. Kalau hari raya setiap harinya bisa mencapai 10 sampai 15 ekor. Selama ini kata Sumiarta, pemotongan hewan di RPH itu sudah selektif. Sesuai standar operasional prosedur (SOP)

pemotongan hewan juga sudah diterapkan untuk menjamin kualitas potong daging hewan itu. Selain itu, Distan juga sudah memiliki tim terpadu yang secara umum bertugas melakukan pemantauan terhadap sapi yang dipotong. Selain selektif terhadap sapi betina produktif itu, pengelola RPH juga sangat memperhatikan kondisi kesehatan hewan yang akan disembelih. Petugas wajib memeriksa kesehatan hewan itu untuk menghindari

adanya hewan yang akan disembelih terjangkit penyakit. Untuk itu, Sumiarta sudah menempatkan dokter hewan yang secara khusus melakukan pengecekan atas kesehatan hewan. “Dokter hewan itu bertugas sore sampai malam. Petugas Kesehatan Masyarakat Veteriner juga ada di sana. Secara rutin sudah dilakukan pemantauan terhadap daging-daging yang diindikasikan ada penyakit itu,” katanya. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Relawan desa dan kelurahan dilibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng untuk penanganan dan penanggulangan bencana di masing-masing wilayahnya. Ini karena, penanggulangan bencana itu tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah, namun berbagai komponen masyarakat harus terlibat di dalamnya. Sehingga BPBD secara bertahap memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan melibatkan relawan desa dan kelurahan di Buleleng. Bimtek itu melibatkan sebanyak 150 relawan dari sembilan kecamatan di Buleleng. Peserta itu diberi materi dan praktik wawasan kebencanaan serta penanganan dan penanggulangan bencana. Kepala Pelaksana BPBD, Ida Bagus Suadnyana, Rabu (4/12) lalu mengatakan, bimtek itu melibatkan para relawan desa dan kelurahan. Bimtek itu lebih meningkatkan kapasitas kebencanaan untuk melakukan

antisipasi dan menyebaran informasi kepada masyarakat lain. Bimtek dilakukan secara bertahap dan dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Tujuannya, untuk mengenalkan potensi bencana sesuai wilayahnya masing-masing. Dengan cara itu diharapkan mampu dilakukan antisipasi sekaligus juga penanganan lebih baik. “Peserta bimtek itu nantinya diharapkan dapat menjelaskan kepada masyarakat potensi bencana serta antisipasinya. Peserta juga kami bekali bagaimana melakukan pertolongan pertama,” katanya. Keterlibatan relawan desa dan kelurahan pada masingmasing wilayah itu diharapkan dapat lebih membantu upaya penanganan dan penanggulangan bencana, supaya bisa lebih cepat. Nantinya para relawan tersebut lebih awal dapat tugas mengatasi segala sesuatu, sebelum penanganannya dilakukan BPBD Buleleng. (kmb38)

Ida Bagus Suadnyana

Layanan Uji Kir Kendaraan

”Brake Tester” Rp2 Miliar Dioperasikan Singaraja (Bali Post) – Layanan uji kir kendaraan di Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng belakangan ini semakin baik. Buktinya, layanan pengujian fungsi peralatan kendaraan itu sekarang dilengkapi perangkat terbaru. Salah satunya adalah brake tester. Peralatan itu untuk mengetahui besarnya gaya pengereman kendaraan. Peralatan itu dioperasikan setelah sebelumnya Dishub menggunakan alat manual dan sudah berusia tua. Tidak heran, dengan menggunakan peralatan seperti itu, pe-

layanan pengujian menjadi lambat. Selain itu hasilnya pun terkadang kurang akurat. Tahun 2019 ini, Dishub telah memasang brake tes-

ter yang dibeli built up dari Prancis. Alat ini dibeli dengan anggaran Rp2 miliar lebih. Pengadaan alat ini dikawal langsung Tim Pengawal dan Pengaman Pe-

merintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Buleleng. Kepala Dishub, Gede Gunawan Adnyana Putra, belum lama ini mengatakan, peralatan ini sangat dibutuhkan untuk menjamin kelayakan kendaraan saat beroperasi, terutama masalah rem kendaraan. Untuk lebih profesional dalam mengoperasikan peralatan itu pihaknya

menugaskan stafnya untuk mengikuti pelatihan ke Banyuwangi. “Alatnya sudah terpasang. Staf juga kami latih, sehingga perangkat itu benarbenar bisa meningkatkan pelayanan uji kir,” jelasnya. Gunawan mengakui sudah pasti pelayanan lebih cepat menggunakan brake tester daripada peralatan manual.

Karena semua komponen yang merupakan hasil deteksi alat terhubung dengan perangkat komputer, sehingga hasilnya pun dipastikan lebih akurat. “Kalau brake tester sudah terkomputerisasi, jadi hasilnya jika tidak mengikuti digitalisasi jadi memang tidak boleh lulus. Penguji kami langsung melihat di layar

monitor saja,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, brake tester yang dimiliki Dishub sudah berusia lebih dari 20 tahun. Kerusakan yang terjadi cukup lama. Hal itu menyebabkan Dishub ditegur pihak Kementerian Perhubungan ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Buleleng. (kmb38)

Tim Sembilan Mulai Usulkan Pengakuan Hukum Adat Dalem Tamblingan KEBERADAAN Catur Desa Adat Dalem Tamblingan sejatinya sudah sejak lama. Ada empat desa yang bergabung dalam Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, yaitu Desa Munduk, Gobleg, Gesing Kecamatan Banjar, dan Desa Uma Jero Kecamatan Busungbiu. Untuk menguatkan status hukum, sekarang muncul gagasan memohon pengakuan Masyarakat Hukum Adat Dalem Tamblingan ke Pemerintah Pusat. Lalu bagaimanakah langkah-langkah riil yang dilakukan pihak tim sembilan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan? Untuk melengkapi syarat permohonan itu, terlebih dahulu harus ada pengakuan dari pemerintah daerah. Pada Kamis (5/12) kemarin, Tim Sembilan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah. Para tokoh masyarakat ini diterima Asisten Tata Pemerintahan, Putu Karuna, didampingi Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda, Bagus Gede Bratha, dan perwakilan Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng. Ketua Tim Sembilan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, Jro Putu Ardana, usai pertemuan mengatakan tujuan pihaknya memohon pengakuan hukum itu untuk menguatkan institusi adat yang dikenal memiliki nilai luhur. Nilai local genius yang dijaga di sana untuk memuliakan air dan juga konservasi masyarakat adat. Pengakuan ini dipastikan tidak terkait empat desa adat yang sekarang telah ditetapkan berdasarkan peraturan daerah (Perda). Namun, pengakuan itu lebih menyentuh komunitas masyarakat adatnya. “Konteksnya adalah kita

menguatkan institusi adat. Masyarakat kita ini kan memuliakan air, sehingga peiagem-nya disebut Gama Tirta dan alasnya, Merta Jati, sehingga kita mohon konservasi alam dan konservasi masyarakat adat,’’ katanya. Sebelum usulan ini diajukan, kata Ardana, pihaknya sudah melakukan kajiankajian. Bahkan, tim ini sudah membentuk draf Surat Keputusan (SK) Pengukuhan Masyarakat Hukum Adat Dalem Tamblingan. Kajian ini dilengkapi peta parsial dengan standar GIS. Pada peta itu memuat daerah pinggiran dan kawasan hutan di kawasan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan. Sebelum kajian itu diajukan kepada pemerintah pusat, terlebih dahulu harus mendapatkan pengakuan pemerintah daerah. Untuk itu, pihaknya penting bertemu bupati guna memohonkan pengakuan tersebut, sebelum diajukan ke pemerintah pusat. Syaratnya terlebih dahulu dikukuhkan di pemda, dan secara informasi kami sudah sampaikan kepada Pak Bupati bukan sebatas ditanggapi malah sudah

dibahas bersama Asisten Pemerintahan dan Bagian Hukum. ‘’Namun, dari pertemuan tadi masih beda persepsi, sehingga masih ada pertemuan lanjutan,’’ katanya. Terkait program setelah diakui, mantan Kelian Desa Pakraman Munduk, Kecamatan Banjar itu menyebut, secara keseluruhan ada beberapa program akan dijalankan.

Salah satu programnya itu melakukan transformasi nilai luhur masyarakat yang memuliakan air, menjaga harmoni alam. Caranya, melibatkan generasi muda melalui pelatihan, pelaksanaan kegiatan project manajemen dan kegiatan lainnya. Selain itu, usulan memohon hutan adat juga masuk program setelah usulan pengakuan ini disahkan. Hanya

saja, pengelolaan hutan adat itu konteksnya menjadikan hutan adat itu jadi kawasan suci. Hal itu masih berproses relatif panjang. Targetnya sampai Oktober tahun 2020. ‘’Soal hutan adat itu pengelolaannya nanti tidak ada ke arah ekonomi kemudian hasilnya diambil. Tetapi yang ada hutan adat itu akan dijadikan sebagai kawasan

suci,’’ tegasnya. Asisten Tata Pemerintahan Setda Buleleng, Putu Karuna, mengatakan agar tidak salah memberikan keputusan, maka pemerintah diharapkan memfasilitasi Catur Desa Adat Dalam Tamblingan itu meminta penjelasan terkait keinginan tersebut ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Ini karena, empat desa adat

bergabung dalam Catur Desa Adat Dalem Tamblingan legalisasinya sudah diatur peraturan daerah (perda). ‘’Agar tidak salah melangkah, apalagi kita tidak punya kewenangan, sehingga kami mohon agar difasilitasi untuk menanyakan hal itu ke provinsi. Rencananya, pekan depan kita akan koordinasikan ke provinsi,’’ tegasnya. (mud)

Bali Post/mud

PERMOHONAN PENGAKUAN - Tim Sembilan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan mengikuti pertemuan terkait rencana permohonan pengakuan Masyarakat Hukum Adat Dalem Tamblingan ke Pemerintah Pusat, Kamis (5/12) kemarin.


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

Tak Kuat Menanjak Truk Terguling Gianyar (Bali Post) Truk bernomor polisi DK 9453 JE terguling di jembatan yang merupakan perbatasan antara Desa Singapadu dan Desa Batuan, Kamis (5/12) kemarin. Truk tersebut tidak kuat menanjak, akhirnya mundur dan terguling. Ditemui di lokasi kejadian, sopir truk, Rustam, mengaku baru dua hari mengendari truk tersebut. Sebelumnya ia mengendarai truk lain dengan wilayah pengiriman di wilayah Denpasar. Kamis kemarin, Rustam berangkat dari pabrik Aqua di Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung hendak bongkar muatan di wilayah Kota Gianyar. Saat memasuki wilayah Gianyar, ia mengambil jalur pintas dengan melewati jembatan tersebut. “Saat mau masuk jalan ini, di atas, saya hanya lihat di plang ke Gianyar, makanya saya lewat jalan ini. Saat turun menuju jembatan ini sempat perasaan tidak enak, sempat ngerem juga, saat di jembatan dan mengoper ke gigi satu,” paparnya. Pria asli Lombok ini mengaku saat melewati jembatan, truk yang dikendarainya mulai tidak kuat melintasi tanjakan. Ia pun mengerem dan berhenti di tengah jalan, bahkan beberapa kendaraan di belakangnya juga ikut berhenti. Saat itu, ia juga sempat meminta bantuan kepada pengendara yang lewat agar dibantu mencari batu besar untuk mengganjal ban truk. “Kebetulan juga ada polisi lalu lintas lewat ikut bantu, tetapi tidak kuat juga ganjalannya. Sehingga saya putuskan banting stir ke kanan mencari pohon bambu pinggir jalan itu. Kalau tidak, mungkin nabrak besi pembatas jembatan dan pemotor yang ada di belakang,” katanya. Sopir truk dipastikan tidak mengalami luka akibat kejadian ini. Namun, truknya mengalami kebocoran pada pengisian bahan bakar, hingga solar dari tangki bahan bakar itu berceceran di jalan, tepat di atas jembatan. Sedangkan muatannya berupa air mineral beberapa ada yang dusnya rusak dan pecah. Selain itu, plang perbatasan Desa BatuanSingapadu juga rusak dihantam pantat truk tersebut. Kanit Patroli Polres Gianyar, Ipda I Nyoman Sadia, seizin Kasatlantas Polres Gianyar menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara diketahui kecelakaan ini disebabkan sopir truk yang kurang memperhatikan rambu yang ada sebelum masuk jalur tersebut. “Ini sebenarnya jalur alternatif. Sudah diingatkan truk dilarang lewat, tetapi dia tidak perhatikan. Sehingga truk yang bermuatan air mineral ini tidak bisa menanjak dan akhirnya terguling,” terangnya. Akibat kejadian ini, kondisi lalu lintas di jalur tersebut sempat terganggu selama beberapa jam. Aparat kepolisian sudah melakukan pengalihan arus mencari jalan alternatif. “Anggota sudah mengatur di perempatan Banjar Negara dan di Pertigaan Celuk di selatan. Semua kendaraan yang hendak ke sini dialihkan menuju jalur utama sambil menunggu mobil derek,” kata Sadia. (kmb35)

Bali Post/kmb35

TERGULING - Truk pengangkut air mineral terguling di jembatan perbatasan Desa Singapadu menuju Desa Batuan, Kamis (5/12) kemarin.

KEKERINGAN - Lahan pertanian di wilayah Desa Batuan, Kecamatan Sukawati yang mengalami kekeringan.

Bali Post/kmb35

Dewan Soroti Tingginya Alih Fungsi Lahan Pertanian Gianyar (Bali Post) -

Lahan pertanian di Kabupaten Gianyar dari tahun ke tahun makin terkikis. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama empat tahun terakhir terjadi penyusutan atau alih fungsi lahan pertanian hingga ribuan hektar. Kalangan DPRD Gianyar menyoroti fenomena ini dan berupaya mengatasi kondisi tersebut. Salah satunya dengan menyiapkan Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada 2014 lalu luas lahan pertanian di Kabupaten Gianyar tercatat 15.526 hektar. Setiap tahun terus terjadi penyusutan lahan pertanian. Data BPS terakhir, pada 2018 mencatat luas lahan pertanian di Bumi Seni Gianyar ini tersisa 13.690 hektar. Jika dihitung selang waktu empat tahun, ada 2.000 hektare lebih lahan pertanian yang beralih fungsi. Anggota DPRD Gianyar, I Made Budiasa, mengatakan

data BPS tersebut menjadi dasar perancangan Perda PLP2B untuk mengantisipasi alih fungsi lahan di Kabupaten Gianyar. “Banyak lahan pertanian yang tergerus akibat alih fungsi, sehingga perda ini sangat diperlukan agar pertanian tetap ajeg di Kabupaten Gianyar,” ujar Budiasa, Kamis (5/12) kemarin. Menurut Budiasa, DPRD Kabupaten Gianyar segera mengesahkan Perda PLP2B. Dikatakan, saat ini ranperda tersebut masih dalam ta-

hap verifikasi di Pemprov Bali, tinggal menunggu acc Gubernur Bali. Jika tidak ada halangan, sidang paripurana akan dilangsungkan pertengahan Desember untuk mengesahkan ranperda tersebut menjadi perda. “Rencananya pertengahan Desember atau 16 Desember mendatang digelar sidang paripurna. Sekarang masih menunggu verifikasi di Pemprov Bali,” ujarnya. Budiasa menambahkan, poin penting yang diatur

dalam ranperda tersebut adalah adanya bebas pejak untuk tanah pertanian. Hal ini sesuai petunjuk pusat bahwa di Kabupaten Gianyar ada ribuan hektar lahan yang wajib dilindungi. Dalam menentukan luas lahan yang dilindungi disesuaikan dengan kemampuan APBD. “Pusat merekomendasikan 7.000 hektare, namun dikembalikan sesuai kemampuan APBD. Nanti akan dinaikkan secara bertahap,” tegasnya. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Gianyar Wayan Suarka mengatakan, luas subak di Gianyar bervariasi. Ada yang 75 hektare dan ada juga yang hanya 15 hektare. Sementara petani di Gianyar rata-rata memiliki luas lahan 25 are

sampai 35 are. “Luas subak di Gianyar bervarisi. Untuk teknis pelaksanaan perda nanti, mungkin akan mengundang pekaseh,” jelasnya. Berdasarkan data yang dihimpun Bali Post, jumlah subak di Kabupaten Gianyar sebanyak 486 subak. Jika dalam ranperda jumlah lahan yang dilindungi sebesar 3.773 hektare dan rata-rata luas subak di Gianyar 75 hektare, maka terdapat sekitar 50 subak yang dijaga oleh perda inisiatif dewan ini. Dari tujuh kecamatan di Gianyar, kecamatan yang memiliki lahan pertanian paling luas adalah Kecamatan Sukawati dengan luas 2.479 haktare. Sementara yang paling sedikit adalah Kecamatan Ubud dengan luas 1.330 haktare. (kmb35)

Upacara ”Ngeruak Karang” Awali Revitalisasi Pasar Seni Sukawati Gianyar (Bali Post) Lama ditunggu, akhirnya pengerjaan revitalisasi Pasar Seni Sukawati dimulai. Mengawali pengerjaan proyek tersebut, dilaksanakan upacara Pacaruan Ngeruak Karang, Kamis (5/12) kemarin. Usai upacara itu, pemborong proyek sudah mulai melakukan pengerjaan. Upacara Ngeruak Karang ini dihadiri langsung Tim Percepatan Revitalisasi Pasar Seni Sukawati Gede Widarma Suharta didampingi Kadis Perindag Kabupaten Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary dan disaksikan oleh sejumlah pedagang. Prosesi upacara

di-puput Pamangku Pura Desa Sukawati. Setelah pacaruan, beberapa bidang tanah dicangkul sebagai pertanda kegiatan penggalian dan pembangunan bisa dilaksanakan. Tim Percepatan Revitalisasi Pasar Seni Sukawati Gede Widarma Suharta menjelaskan, sebelum pacaruan telah dilakukan matur piuning di Pura Khayangan Tiga Desa Adat Sukawati. “Kami nunas ica supaya pembangunan Pasar Seni Sukawati berjalan lancar,” jelasnya. Usai dilangsungkan upacara, kata Widarma Suharta, PT Putera Raja Andalan yang beralamat di Bantul, Yogya-

karta selaku pemenang tender sudah bisa mulai bekerja. Proyek ini senilai Rp70,8 miliar lebih dari pagu Rp87,8 miliar. “Mulai hari ini, pemborong sudah bisa beraktivitas, seperti membersihkan lokasi, memasang pagar, bangun bedeng. Kemudian tanggal 8 Desember sudah didatangkan alat berat, sehingga besoknya mulai menggali sampai selesai,” jelasnya. Mengingat akan ada kendaraan proyek yang keluarmasuk, pihaknya berencana mengatur penataan parkir Pasar Umum Sukawati, termasuk menata sejumlah pedagang yang berjualan di

Semrawut, Parkir di Pintu Timur GOR Kebo Iwa

Gianyar (Bali Post)Kondisi parkir yang semrawut masih mewarnai areal candi bentar, pintu masuk sisi timur Gelanggang Olah Raga (GOR) Kebo Iwa, Gianyar. Padahal, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar sudah berulang kali melakukan penertiban, hingga dipasangi tali pembatas. Namun, sejumlah pemilik kendaraan dari kalangan masyarakat yang mencari pelayanan hingga pegawai Pemkab Gianyar masih menggunakan areal tersebut sebagai tempat parkir kendaraan, seperti yang terpantau, Kamis (5/12) kemarin. Satu bulan lalu, petugas Dishub Gianyar sempat membatasi areal tersebut dengan tali. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak memarkir kendaraan tepat di pintu masuk. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, karena kini akses menuju GOR Kebo Iwa itu kembali ditutup oleh parkir sepeda motor. Kendaraan yang parkir itu didominasi kendaraan warga Gianyar yang hendak mengurus administrasi kependudukannya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar dan mereka yang mengurus administrasi di Dinas Pendidikan Gianyar. Selain itu juga terlihat kendaraan

pelat merah milik pegawai Pemkab Gianyar parkir di lokasi tersebut. Kepala Dishub Gianyar, I Wayan Suamba, menegaskan jajarannya sudah berulangkali melakukan penanganan di areal parkir GOR Kebo Iwa. Terlebih, tali yang sebagai pembatas juga dikatakan masih ada di sana dan hanya jadi pajangan. Meski dipasangi tali pembatas, namun fungsinya tidak disadari oleh masyarakat dan pegawai yang parkir di areal tersebut. “Besok akan saya infokan ke petugas yang ada di sana supaya bisa dikondisikan. Kami

sudah berulangkali melakukan penertiban di sana. Tetapi yang namanya masyarakat, ya susah, meski sudah diisi tali pembatas,” keluhnya. Disinggung terkait kendaraan pelat merah yang parkir di areal tersebut, pejabat asal Payangan ini mengaku hal itu di luar kewenangannya. Karena kesadaran tersebut dikatakan tidak memandang masyarakat umum ataupun PNS. “Kalau kesadaran tidak memandang itu pegawai atau bukan. Besok (hari ini-red), saya akan atensi melalui petugas yang bertugas di sana,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

SEMRAWUT - Suasana semrawut di sisi timur pintu masuk GOR Kebo Iwa yang dipenuhi kendaraan yang parkir, Kamis (5/12) kemarin.

pelataran. Widarma Suharta memohon permakluman dari masyarakat sekitar agar ikut mendukung secara moral maupun doa untuk kelancaran pembangunan revitalisasi Pasar Seni Sukawati. “Supaya tidak macet, karena ini akses lalu lintas ditambah nanti akses keluar-masuk kendaraan proyek,” tegasnya. (kmb35)

UPACARA - Suasana upacara Pacaruan Ngeruak Karang di areal Pasar Seni Sukawati, Kamis (5/12) kemarin.

Bali Post/kmb35


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

Kebun Raya Jagatnatha Diresmikan Mutiara Hijau di Jantung Kota Negara

KEBUN Raya Jagatnatha yang terletak di jantung Kota Negara diresmikan pada Kamis (5/12) sore kemarin. Peresmian Kebun Raya Jagatnatha yang dijuluki Mutiara Hijau di Jantung Kota Negara ini ditandai penandatanganan prasasti dan pemotongan pita pada pintu utama. Acara launching turut dihadiri Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Dr. Hendrian, Ketua DPRD Jembrana I Made Sri Sutharmi, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Dandim Jembrana Letkol Djefri Marsono Hanok, Forkopimda Jembrana, masyarakat pelaku wisata dan tim Konservasi Kebun Raya Bogor. Ketua Panitia Launching Kebun Raya Jagatnatha yang juga Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan menceritakan sekelumit kisah awal pembangunan Kebun Raya Jagatnatha. Kehadiran Kebun Raya Jagatnatha diawali dari kondisi taman di sekeliling Pura Jagatnatha yang kurang terawat. Lebih-lebih lagi di kawasan bagian belakang pura ban-

yak tanaman tumbuh liar. Banyak keluhan dan usulan masyarakat disampaikan kepada Pemkab Jembrana agar dapat memperbaiki kondisi di sekitar Pura Jagatnatha. “Salah satu usulannya adalah agar Pemerintah Kabupaten Jembrana mengambil pengelolaan taman di sekitar pura agar bisa dirawat dan dipelihara lebih baik serta dijaga kebersihannya. Hal ini memunculkan berbagai pemikiran bagaimana taman ini menjadi bermanfaat tidak saja untuk lingkungan Pura Jagatnatha, tapi juga buat masyarakat dan kelestarian alam Jembrana,” ucap Kembang. Secara bertahap, Pemkab Jembrana menjalin kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian

Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya serta Kementerian PUPR RI dan mendapat dukungan penuh, baik dari Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, LIPI maupun Kementerian PUPR. Tujuan dibangunnya Kebun Raya Jagatnatha adalah untuk menata tanaman di sekitar pura dan menjaga kesucian serta keagungan Pura Jagatnatha Jembrana dengan tidak mengabaikan fungsi Kebun Raya sebagai pusat konservasi, pendidikan, penelitian, pariwisata dan jasa lingkungan seluas 5,8 hektare. ”Sampai saat ini Kebun Raya Jagatnatha sudah mempunyai tanaman koleksi usada sebanyak 26 suku, 45 nomor koleksi, 36 genus, tanaman koleksi upakara (38 suku, 101 nomor koleksi, 85 genus), tanaman koleksi endemik (48

PERESMIAN KEBUN RAYA - Bupati Jembrana I Putu Artha menandatangani prasasti peresmian Kebun Raya Jagatnatha, Kamis (5/12) kemarin.

JANTUNG KOTA - Kebun Raya Jagatnatha berada di jantung Kota Negara. Suku, 103 genus, 124 spesies, 428 spesimen), pembibitan (62 Suku, 174 genus, 162 spesies, 1.234 spesimen),” imbuh Kembang. Sementara itu, Bupati Jembrana, I Putu Artha, dalam sambutan peresmian mengatakan, Kebun Raya Jagatnatha sebagai pusat konservasi tumbuhan, yaitu untuk melestarikan keanekaragaman hayati terutama tumbuhan khas Jembrana yang sudah langka. Di samping itu, dapat dijadikan pusat pendidikan lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas. Oleh karena Bali sebagai daerah tujuan wisata, maka Kebun Raya Jagatnatha dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata yang nyaman, sejuk, indah dan bersih di tengah Kota Negara, sehingga disebut “Mutiara Hijau di Jantung Kota Negara”.

Sementara sebagai jasa lingkungan, dapat menciptakan iklim mikro dan makro yang segar, sejuk dan nyaman serta mampu menyediakan oksigen untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup. “Dengan adanya fungsi kebun raya tersebut maka saya percaya akan dapat menekan stres atau perilaku kekerasan di masyarakat, sehingga akan terwujud lingkungan yang aman, tentram, bersih, indah, sejuk dan nyaman,” ujar Artha. Kondisi masyarakat seperti lingkungan yang aman, tentram, bersih, indah, sejuk dan nyaman akan mendukung terselenggaranya pemerintahan dan terwujudnya visi dan misi Pemkab Jembrana, mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan SDM yang berdaya saing unggul dalam pemanfaatan SDA yang berdasarkan research dan kemajuan

teknologi. Bupati Artha menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah membantu membangun Kebun Raya Jagatnatha. ‘’Terima kasih kami ucapkan kepada Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kepala Kebun Raya Bogor, Kepala Kebun Raya Eka Karya Bali, kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan Kebun Raya Jagatnatha ini,” katanya. Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, Dr. Hendrian, menyatakan Kebun Raya Jagatnatha Jembrana merupakan kebun raya daerah ketiga di-launching tahun 2019 setelah Kebun Raya Boyo-

lali dan Kebun Raya Kendari. Untuk itu, ia mengucapkan selamat bergabung kepada Pemkab Jembrana dan mengajak meneguhkan komitmen untuk bersama-sama mengkonservasi tumbuhan Indonesia. Ditambahkannya, launching sebuah kebun raya dapat dilakukan apabila memiliki empat kriteria, yaitu memiliki lahan berkekuatan hukum tetap, mempunyai lembaga pengelola definitif seperti UPTD Dinas LH Jembrana, memiliki infrastruktur pendukung serta terakhir mempunyai zona pengelola dan koleksi tanaman. “Launching bukan perjuangan akhir tapi babak baru memulai bergabung dalam komunitas kebun raya serta diikuti semangat untuk mengembangkan konservasi tumbuhan in situ dan ex-situ,” terang Hendrian. (ad154)

Festival Jegog Jembrana Digelar di Anjungan Cerdas Rambut Siwi UNTUK pertama kalinya Pemkab Jembrana menggelar Festival Jegog di Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo. Festival yang dilangsungkan selama tiga hari, 3—5 Desember 2019 ini, dibuka Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan Adnyana. Pembukaan festival turut dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Forkopimda Jembrana serta masyarakat pelaku seni di Jembrana. Tahun ini, Pemkab Jembrana mengemas event jegog ini agak berbeda. Selain pemilihan tempat di Anjungan Cerdas yang baru saja pengelolaan sementara diserahterimakan pemerintah pusat, acaranya dikemas dengan konsep festival. Tidak hanya menampilkan atraksi dan kemampuan seniman Jembrana memainkan alat musik jegog, namun juga diisi pameran jegog, workshop jegog serta pamungkasnya ditutup dengan mabarung massal dan ngibing massal. Mengusung tema “The magic sound of west Bali”, panitia berusaha mengakomodir keinginan berbagai pihak akan kemasan Festival Jegog yang lebih baik sesuai hasil Focus Group Discussion (FGD) yang digelar sebelumnya. Bupati Jembrana, I Putu Artha, mengatakan Festival Jegog tahun ini melibatkan kurang lebih 84 sekaa jegog dengan 2.500 orang seniman. “Festival Jegog ini merupakan salah satu upaya kita melestarikan salah satu identitas budaya Jembrana. Kita juga ingin mengembangkan kreativitas seniman melalui berbagai garapan komposisi,

mendorong tumbuhnya ekonomi budaya sekaligus sebagai tontonan dan tuntunan bagi generasi muda untuk mencintai kesenian khas daerahnya,“ papar Artha. Bupati Artha juga berharap Festival Jegog dapat menjadi ajang tahunan yang menggelorakan kehidupan budaya dan kepariwisataan di Jembrana. “Kita sampaikan terima kasih kepada provinsi yang mendukung festival tahun ini. Kita ingin memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus menegaskan bahwa Jembrana adalah pusatnya jegog,” katanya. Sebagai daya tarik wisata, Artha juga ingin jegog mampu menarik wisatawan datang ke Jembrana. “Kita rencanakan jegog akan rutin digelar di Anjungan Cerdas Rambut Siwi seminggu dua kali. Jadi, wisatawan yang selama ini hanya melintas lewat Gilimanuk, bisa singgah dan datang ke Jembrana. Dengan begitu, mereka tahu di samping makepung, Jembrana juga punya kesenian jegog,“ terang Artha. Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Wayan Adnyana, mengapresiasi dan menyambut positif pelaksanaan Festival Jegog tahun ini. Jegog disebutnya warisan budaya tak benda, kaya akan nilai filosofis, sosilologis dan makna sejarah. Nilai itu sangat penting bagi Bali bahkan nasional. Diselenggarakannya Festival Jegog Jembrana tahun ini bisa menyosialisasikan keadiluhungan nilai-nilai jegog itu. “Jadi, event ini sangat bagus, semoga bisa diselenggarakan secara kontinu. Yang terpenting bagaimana kita bersama-sama menjaga aset bangsa ini, di antaranya melalui pe-

nyelenggaraan event, baik itu Pesta Kesenian Bali (PKB) di provinsi maupun event skala nasional di tingkat yang lebih tinggi,“ papar Adnyana. Festival hari pertama berlangsung meriah, menampilkan pementasan jegog tempo dulu diisi tari Ticak Dayang yang dibawakan oleh Trah Kiyang Gliduh, pencipta jegog di Kabupaten Jembrana. Selanjutnya dipentaskan jegog kreasi oleh Jegog Suar Agung membawakan tarian makepung. Terakhir pentas Jegog kolaborasi yang dibawakan oleh Sanggar Kumara Widya Suara SMPN 4 Mendoyo dengan membawakan karya musik dan tarian jejangeran. Tarian ini menggambarkan romantisme kehidupan anak-anak berkolaborasi dengan musik diatonis yang ditata dengan lagu pop Bali sebagai interpretasi anak muda dengan olah vokal yang bernuansa kekinian. Pada hari kedua, Rabu (4/12), dilaksanakan FGD Jegog/Workshop Jegog membedah hal-hal yang masih belum terjawab berkaitan dengan kesenian Jegog. Sejauh ini Jegog masih minim referensi sehingga diperlukan banyak pembahasan dan ruang diskusi untuk menyempurnakan literasi. Workshop menghadirkan narasumber Prof. Dr. Gede Arya Sugiartha, S.Skar., yang juga Rektor ISI Denpasar, dan kalangan seniman. Sementara malam harinya digelar pementasan Jegog inovatif, kontemporer dan eksperimental. Puncaknya, Festival Jegog Jembrana 2019 akan ditutup dengan pementasan Jegog Mabarung massal, Joged massal dan Pangibing massal. (ad142)

Hari Ini, Verifikasi Pelamar CPNS Formasi Disabilitas

Negara (Bali Post) Sejumlah pelamar formasi khusus penyandang disabilitas dalam rekrutmen CPNS Jembrana 2019, akan diverifikasi panitia seleksi (pansel), Jumat (6/12) ini. Para pendaftar CPNS ini akan diverifikasi oleh tim verifikator di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jembrana guna memastikan pelamar benar-benar penyandang disabilitas. Pengecekan fisik nanti juga melibatkan petugas medis dari Dinas Kesehatan Jembrana. “Verifikasi ini hanya khusus pelamar formasi dari penyandang disabilitas. Rencananya besok (hari ini-red),” ujar Kepala BKPSDM Jembrana yang juga Sekretaris Pansel CPNS Pemkab Jembrana, I Made Budiasa, Kamis (5/12) kemarin. Cek fisik dilakukan pada enam orang untuk tiga formasi dari lima formasi khusus disabilitas yang disediakan untuk CPNS Jembrana. Sementara verifikasi administrasi terhadap 3.490 pelamar oleh tim verifikator pansel sejatinya sudah rampung sejak Minggu (1/12) lalu. Akan tetapi, dari verifikasi awal, belum 100

persen dicek oleh petugas supervisi. Setelah semua selesai akan diumumkan pada 16 Desember mendatang. Sebelumnya diberitakan, dari total 230 formasi CPNS Jembrana yang disediakan, terdapat 3.490 pelamar. Namun, enam formasi tidak ada pelamarnya sama sekali, yaitu empat formasi umum dan dua formasi khusus penyandang disabilitas. Empat formasi umum yang nihil pelamar, tiga merupakan formasi Penyuluh Kesehatan dengan kualifikasi pendidikan D-3 Kesehatan Masyarakat. Satu formasi umum lainnya yang juga tanpa pelamar adalah Entomolog Kesehatan dengan kualifikasi pendidikan S-1 Entomologi. Sementara untuk dua formasi khusus disabilitas meliputi formasi Instruktur dengan kualifikasi pendidikan S-1 Teknik Komputer/S-1 Mesin/S-1 Elektro/S-1 Teknik Informatika dan formasi Pamong Belajar dengan kualifikasi pendidikan S-1 Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Enam formasi yang tanpa pelamar itu masih menunggu kepastian dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). (kmb26)

BUKA FESTIVAL JEGOG – Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Kadis Kebudayaan Provinsi Bali dan Forkopimda Jembrana menabuh jegog menandai dibukanya Festival Jegog di ACJN Rambut Siwi.

Kejaksaan Tekankan Fungsi Pencegahan Korupsi

Nur Elina Sari

Bali Post/kmb26

Negara (Bali Post) Dimasukkannya materi antikorupsi di jenjang pendidikan SD dan SMP disambut baik. Menanamkan perilaku disiplin dan antikorupsi sejak dini dinilai sebagai tindakan pencegahan yang sangat efektif. Hal itu ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jembrana Nur Elina Sari di selasela lomba cerdas cermat dan yel-yel peringatan Hari Antikorupsi di Kantor Kejaksaan Negeri Jembrana (Kejari) belum lama ini. Srikandi Korps Adyaksa itu mengaku sangat prihatin karena beberapa kali jajarannya melakukan pembinaan hukum ke sekolah-sekolah, masih minim informasi tentang tugas dan fungsi kejaksaan. Oleh karena itu pihaknya menyambut baik sejumlah kegiatan yang melibatkan anakanak didik tingkat menengah, seperti yang dilakukan belum ini di Kantor Kejari Jembrana. Saat ini, Kejari lebih mengedepankan pencegahan, tetapi tidak mengesampingkan penindakan. Upaya ini sebagai langkah terakhir jika ada bukti kuat tindak pidana korupsi. Khusus untuk penindakan, selama setahun terakhir ada satu kasus korupsi yang diselidiki Kejari Jembrana. Kasus korupsi itu adalah dugaan korupsi penyimpangan

dana Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pekraman Tuwed. Penyelidikan yang dilakukan sejak akhir tahun 2018 tersebut, saat ini hanya menunggu hasil audit independen keuangan LPD Desa Pakraman Tuwed. Elina Sari didampingi Kasipidsus Kejari Jembrana, Ivan Praditya Putra, menyatakan sejumlah upaya pencegahan yang dilakukan di antaranya dengan memberikan pendampingan setiap program pemerintah melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Selain itu, mengedepankan fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) melalui sejumlah pendampingan dalam hal kepentingan keuangan negara. Selama setahun ini, Kejari Jembrana bisa mengembalikan kerugian negara dari kasus korupsi senilai Rp371 juta dan telah disetor ke kas negara. Melalui pencegahan yang dilakukan sejak dini dengan melibatkan remaja dan siswa SMP sederajat di Jembrana, diharapkan bisa memantapkan fungsi pencegahan. Sejumlah kegiatan yang digelar di Kantor Kejari Jembrana di antaranya lomba pidato, yel-yel dan cerdas cermat bertema antikorupsi. Total 10 sekolah SMP sederajat yang mengikuti. (kmb26)


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

Kubu Rawan Kasus Narkoba

Amlapura (Bali Post) Dari delapan kecamatan yang ada di Karangasem, Kecamatan Kubu dinilai daerah yang paling rawan menjadi sasaran peredaran gelap narkoba. Kasus narkoba itu rawan di sana karena di wilayah itu mata pencaharian warga relatif susah. Sehingga para bandar narkoba sengaja ke sana memengaruhi masyarakat dengan imingiming uang cepat dan juga besar. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem AKBP Ketut Arta mengatakan, di Kubu juga banyak galian C. Informasinya dengan memakai narkoba, para pekerja itu menjadi sangat kuat, mereka bahkan tidak merasakan lelah. ‘’Karena mereka bekerja terus, maka penghasilan yang diperoleh

banyak. Sayangnya dampak menggunakan narkoba itu tidak mereka pikirkan dengan komprehensif,’’ lanjut Arta. Dalam upaya pelayanan rehabilitasi, kata Arta, Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem berencana membangun klikik pratama untuk pelayanan rehabilitasi warga yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Pembangunan klinik pratama itu diharapkan sudah bisa dilakukan awal 2020 mendatang. Pembangunan klinik pramata itu sebagai upaya memberikan pelayanan rehabilitasi kepada masyarakat khususnya Karangasem setelah mereka terjerumus kasus narkoba. ‘’Bukan saja rehabilitasi penyalahgunaan narkoba saja. Di klinik pratama itu juga bisa membuat surat keterangan bebas narkoba bagi warga yang hendak mengurusnya. Pengurusan surat keterangan narkoba gratis tanpa dipunggut biaya,’’ ujarnya. Sampai saat ini, tambah Arta, pembangunan klinik pratama itu masih dalam proses. Mulai pengisian petugas dokter, perawat dan lainnya. ‘’Kita berharap Januari, klinik pratama itu sudah bisa dijalankan,’’ harapnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

DAMKAR - Diharapkan di Kecamatan Kubu bisa disiagakan satu mobil Damkar milik Dinas Pemadam dan Kebakaran Karangasem. Penting Damkar itu untuk memadamkan api lebih cepat bila ada peristiwa kebakaran.

Kasus Kebakaran Tinggi

Warga Harap Mobil Damkar ’’Standby’’ di Kubu Amlapura (Bali Post) Dilihat dari sisi geografis di wilayah Kecamatan Kubu potensial terjadi kasus kebakaran terutama saat musim kemarau. Relatif tingginya kebakaran di sana karena panas di daerah itu jauh berlipat dibandingkan daerah lainnya. Sedikit saja ada api pemicu maka kebakaran akan mudah terjadi di sana. Atas kondisi itu, warga Kubu berharap pemerintah daerah bisa menyiagakan satu unit mobil Damkar.

AKBP Ketut Arta

Bali Post/kmb41

Nyoblos Saat Pilkada Masyarakat Tak Harus Bawa C-6 ke TPS Amlapura (Bali Post) Saat pelaksanaan pemilu lalu, warga yang tidak membawa C-6 tidak bisa nyoblos atau menyuarakan hak pilihnya. Tetapi pada pelaksanaan Pilkada 2020 ini, warga yang tak membawa C6 tetap saja dapat memilih. Terpenting mereka itu sudah masuk daftar pemilih tetap (DPT). Divisi Sosialisasi dan Pengembangan SDM KPU Karangasem Deasy Natalia mengatakan hal itu, Kamis (5/12) kemarin. Menurutnya, pada pelaksanaan pemilu sebelumnya, cukup banyak masyarakat Karangasem mengeluh lantaran tidak mendapatkan C6. Kondisi itu membuat masyarakat tidak dapat menyalurkan aspirasinya atau hak pilihnya. ‘’Pada pilkada nanti, masyarakat masih bisa memilih kendati tidak mendapatkan atau membawa C6 ke TPS. Dengan catatan warga tersebut

sudah masuk daftar pemilih tetap (DPT),’’ tegas Deasy. Deasy menambahkan, pihaknya terus akan menekankan hal tersebut kepada petugas TPS saat bimbingan teknis nanti. Selain menekankan pada petugas TPS, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke para pemilih tekait masalah C6 tersebut. ‘’Kami lebih intens nantinya melaksanakan sosialisasi dengan metode tatap muka saat sangkepan di banjar. Karena cara itu cukup efektif dalam usaha menyampaikan pesan ke masyarakat,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, KPU Karangasem juga berkomitmen mengurangi sosialisasi dengan memanfaatkan spanduk. Pasalnya, spanduk yang dipasang itu, dinilai terlalu banyak. Sehingga saat pikada nanti pihaknya berkomitmen mengurangi sosialisasi lewat media tersebut. (kmb41)

Salah seorang warga Dukuh, Kubu, Putu Deni Suryawan, mengungkapkan potensi terjadinya kebakaran di Kubu memang cukup tinggi. Pihaknya berharap supaya pemerintah daerah

dapat menyiagakan satu unit mobil Damkar. Seandainya ada kejadian kebakaran atensi dan bantuan dari pemerintah itu bisa lebih cepat datang. ‘’Kami berharap pemerintah bisa

menempatkan satu unit mobil pemadam di Kubu. Dengan adanya mobil Damkar itu, bila ada kebakaran pertolongan yang diberikan kepada korban bisa lebih cepat,’’ ujarnya.

Pemadaman api itu perlu gerak cepat. Jika ada kebakaran maka perjalanan sampai Kubu paling cepat 40 menit, belum lagi jika harus masuk ke jalan sempit di gunung, tentu lebih lama. ‘’Karena Kubu jaraknya jauh. Setiap ada kebakaran datangnya bantuan pasti terlambat,’’ harapnya. Sekretaris Dinas Damkar Karangasem Ketut Mertadina mengatakan, sejauh ini Dinas Damkar hanya

memiliki dua unit armada damkar. Selain itu tiga unit mobil tangki. Mobil Damkar itu saat ini siaga di pos yang ada di kota Amlapura, Selat, dan Pos Damkar Abang. ‘’Rencana awal tahun depan dibentuk Pos Damkar di Kubu. Hanya, akibat tidak adanya anggaran pengadaan kendaraan, prasarana, dan operasional, sementara rencana itu ditunda dulu,’’ Mertadina. (kmb41)

Masyarakat Diharapkan Kelola Sampah Mandiri Amlapura (Bali Post) Masyarakat diharapkan sudah bisa mengelola sampah secara mandiri. Pihaknya berencana mengumpulkan para kepala desa di Karangasem untuk diberikan edukasi pengelolaan sampah secara mandiri itu. Sampah bisa dikelola secara perlahan. Salah satu strateginya adalah pengadaan tempat sampah di pinggir jalan itu wajib dikurangi. ‘’Namun sembari menunggu program pengelolaan sampah di masyarakat berjalan, maka pengadaan tempat sampah itu masih sangat dibutuhkan. Karena itu, keberadaan sampah di pinggir-pinggir jalan itu bisa tertangani dengan baik. Artinya tidak berserakan, yang mana dapat mengganggu kenyamanan masyarakat,’’ ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem, I Gede Ngurah Yudiantara, Kamis (5/12) kemarin. Sebagian besar tempat sampah yang ada di Karangasem telah mengalami kerusakan akibat termakan usia. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karan-

gasem baru bisa mengganti beberapa tempat sampah yang rusak itu dengan tempat sampah baru. Saat ini pihaknya baru bisa mengganti tempat sampah rusak dengan yang baru di sejumlah titik. Lokasi itu tersebar di kota Amlapura. Di antaranya di sepanjang jalur Ujung Pesisi, Desa Tumbu. ‘’Tempat sampah baru ini merupakan bantuan PLN melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebanyak 10 unit,’’ ujarnya. Yudiantara mengatakan, mengingat masih banyak tempat sampah yang kondisinya rusak parah, maka pihaknya meminta tambahan bantuan tempat sampah lagi. Pasalnya di daerah belum bisa dianggarkan pengadaan tempat sampah itu pada tahun 2020. ‘’Kita meminta dua unit tambahan tempat sampah. Kalau dikasi, maka jumlah bantuan yang diberikan menjadi 12 unit. Jika dibantu maka kami akan survei di mana lokasi strategis akan ditempatkan. Tempat sampah itu memang diperlukan warga,’’ katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TEMPAT SAMPAH - Dinas Lingkungan Hidup Karangasem menaruh tempat sampah baru menggati tempat sampah yang rusak.

Musim Kemarau Panjang

Ratusan KK di Datah Gunakan Air Beji Pasucian Musim kemarau panjang belakangan ini tidak pelak membuat masyarakat Datah, Kecamatan Abang selalu kesulitan memperoleh air bersih. Karena itu, untuk memenuhi keperluan air itu, banyak warga memanfaatkan sejumlah sumber mata air, yang ada di wilayah itu. Salah satunya mengambil dari sumber mata air Beji Pasucian yang ada di Banjar Karang Sari, Desa Datah, Abang. Bagaimanakah caranya dan berapa kali warga harus mencari air ke sumber mata air itu dalam sehari?

Bali Post/kmb41

ANTRE - Warga saat mengantre mencari air di sumber mata air Beji Pasucian, di Banjar Karang Sari, Desa Datah, Kecamatan Abang.

WARGA setempat, I Wayan Merta, Kamis (5/12) kemarin mengungkapkan, pihaknya sudah cukup lama kekurangan air bersih yakni sekitar lima bulanan. Musim kemarau yang sangat panjang ini menjadi pangkal penyebabnya. Ia sebelumnya memanfaatkan air hujan yang disimpan di cubangnya. Tetapi setelah air cubang itu habis, dirinya mulai memanfaatkan sumber mata air guna memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. ‘’Air yang ada di sumber ini dimanfaatkan sekitar 600 KK

lebih. Mereka adalah warga dari Banjar Juuk, Banjar Karang Sari, Banjar Kalang Anyar, Banjar Wates dan Banjar Kedampal. Bahkan, ada warga di luar banjar itu juga memanfaatkan sumber mata air itu untuk air bersih,’’ ucapnya. Untuk mencari air bersih ke sumber mata air itu, kata Merta, dirinya harus menempuh jarak sekitar empat kilometer dari Banjar Juuk. Sarana yang dipakai adalah sepeda motor. Air itu benarbenar sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan

sehari-hari. Mulai dari memasak, minum, mandi, mencuci, dan untuk ternak sapi. ‘’Dalam satu kesempatan mencari air, saya membawa dua jeriken. Saya mencari air sebanyak empat kali dalam sehari. Air itu kemudian saya taruh di gentong penampungan,’’ ujarnya. Air yang dicari sebanyak delapan jeriken memang cukup memenuhi semua keperluan. Namun hanya selama sehari saja. Setelah air habis, maka dirinya kembali mencari air ke sumber air itu. Warga I Nyoman Linggih menjelaskan, selain air itu dibawa pulang ke rumah masing-masing, banyak warga langsung mandi di sini. Setelah selesai mandi, baru warga itu mencari air dibawa ke rumahnya masing masing. Dengan begitu, nanti mereka tidak lagi mandi di rumahnya karena sudah mandi di sini. ‘’Sehari saya cari air tiga kali. Sekali angkut saya bawa tiga jeriken,’’ ucapnya. Linggih menambahkan, dirinya sudah empat bulan

kekurangan air bersih setelah air hujan yang ditampung di cubang rumahnya itu habis akibat musim kemarau panjang. Pihaknya hanya mengandalkan sumber mata air ini untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya. ‘’Sumber air yang ditampung di sumur itu memang tidak besar. Tetapi meski airnya kecil, namun tidak pernah sampai kering. Yang pasti, air di sumber mata air itu selalu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga,’’ jelasnya. Selama ini warga lainnya memang cukup banyak membeli air bersih. Harga per tangki air bersih itu cukup mahal yakni Rp 300 ribu. Karena itu pihaknya mengharapkan ada bantuan air dari pemerintah daerah. ‘’Kami mohon bantuan air dari pemerintah daerah. Semoga bantuan air itu segera bisa kami dapatkan. Bantuan air itu benar-benar sangat kita butuhkan di musim panas ini,’’ pinta Linggih. (nan)


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

SOSOK Kawal RUU Provinsi Bali KETUA DPRD Klungkung, A.A. Gde Anom, menunjukkan komitmennya dalam mengawal masa depan Bali. Dia ikut mengawal penyampaian Rancangan Undang-undang (RUU) Provinsi Bali ke Kemendagri dan Kemenkumham RI yang digagas Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (5/12) kemarin. Menurutnya, lolosnya RUU Provinsi Bali tentang Tata Kelola Pemerintahan nanti, tentu akan memberi imbas positif bagi Bali, khususnya Klungkung yang sedang terus tumbuh dalam bidang pariwisata. Dia bersama rombongan lainnya diterima langsung oleh Mendagri Tito Karnavian dan dipersilakan melakukan audiensi di Gedung A lantai 3 Kemendagri. Gerakan ini tampak begitu solid karena seluruh unsur pimpinan lembaga kompak hadir. Semua pimpinan DPRD Bali, anggota DPR-RI, DPD-RI Dapil Bali, para Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali serta sejumlah pimpinan lembaga di jajaran Provinsi Bali lainnya turut serta mengawal RUU Provinsi Bali. Setelah di Kemendagri, Anom mengatakan, audiensi di Kemenkum HAM diterima di Gedung Ditjen Imigrasi Lantai 8. Ini sekaligus sebagai penyampaian aspirasi masyarakat Bali serta penyerahan dokumen usulan Draf RUU Provinsi Bali dan Naskah Akademik. Ini diharapkan bisa masuk dan dibahas dalam Prolegnas Tahun 2020. “Lolosnya RUU ini nanti menjadi undang-undang, tentu akan menambah dampak positif bagi Klungkung yang merupakan bagian dari Pulau Bali. Khususnya terhadap pengelolaan kekayaan dan keunikan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokalnya. Selain itu, pertumbuhan pariwisata di Klungkung yang saat ini sudah masuk 10 TOP destinasi wisata dunia lewat Nusa Penida,” jelas Anom yang juga Ketua DPC PDI-P Klungkung. (gik)

Bali Post/kmb31

TERIMA - Wabup Klungkung, Made Kasta, saat menerima kedatangan jajaran BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Kamis (5/12) kemarin.

BPJS Kesehatan Diminta Akhiri Polemik Data Ganda Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung kembali menggelar rapat dengan BPJS Kesehatan Cabang Klungkung di Ruang Rapat Bupati Klungkung, Kamis (5/12) kemarin. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, mengingatkan agar polemik data kepesertaan ganda segera dapat diakhiri. Di sisi lain, pihaknya akan mengupayakan agar pihak perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya ke BPJS Kesehatan segera melakukannya.

Bali Post/gik

Pengabenan Ketua MMDP

Kapolsek Dawan Ikut Arak ”Bade”

Semarapura (Bali Post) Sosok Kapolsek Dawan, AKP I Putu Raka Wiratma, mendadak jadi sorotan masyarakat Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Di tengah hiruk-pikuk warga melaksanaan upacara pengabenan almarhum Ketua MMDP Klungkung Ketut Rupia Arsana, Rabu (4/12) lalu, Kapolsek Raka Wiratma ikut merangsek ke kerumunan warga, mengusung bade dari rumah duka ke setra setempat. Sontak, sikapnya itu membuat warga sekitar kaget dan memberikan apresiasi. Kepolisian kini sudah jauh berubah daripada sebelumnya. Setiap personelnya tampil lebih humanis, sehingga keberadaannya semakin dirasakan sebagai sosok pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Peran itu semakin kuat bersinergi dengan warga sekitar. Dalam berbagai kegiatan, polisi selalu ikut andil dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai wujud pelayanan prima. Kondisi ini menambah harmonis korps seragam cokelat itu dengan warganya. Tidak hanya ditunjukkan oleh polisi biasa, para petingginya juga kian menunjukkan sikap yang humanis. Seperti Kapolsek Dawan, atas kesadaran penuh turun membantu krama yang mengalami musibah meninggal dunia, almarhum Ketut Rupia Arsana, dan ikut bersama-sama mengusung bade menuju ke pemakaman warga di Banjar Intaran Buug, Desa Pikat. “Ini sebagai salah satu cara kami berbaur dengan warga,” katanya. Dengan demikian, keberadaan kepolisian dapat diterima dengan lebih baik dibanding sebelumnya. Sebab, polisi mampu melebur diri dalam setiap kegiatan warga, baik adat maupun tradisinya. Ini bisa menjadi contoh bagi personel kepolisian dalam bertugas di lapangan. Tidak hanya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tetapi keberadaan personel juga diterima dan memberi rasa aman. Kasubag Humas Polres Klungkung, AKP Gede Putu Ardana, menyatakan cara ini sebagai salah satu contoh polisi berbaur dengan warga. Sesungguhnya cukup banyak contoh upaya polisi demikian, khususnya dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti yang sering dilakukan para Bhabinkamtibmas di setiap desa dan petugas Satuan Lantas dalam menjaga keamanan lalu lintas dalam membantu menyeberangkan anak-anak, lansia dan lainnya. (kmb31)

Bali Post/kmb31

USUNG BADE - Kapolsek Dawan (tengah) ikut mengusung bade bersama personel lain dan warga setempat.

Pertemuan dihadiri Kepala BPJS Cabang Klungkung, Endang Triana Simanjuntak, Ketua Komisi III DPRD Klungkung, I Wayan Mardana, serta Sekda Klungkung, Gede Putu Winastra. Pada kesempatan tersebut, Wabup Kasta minta validasi data penduduk dari BPJS Kesehatan harus valid dan tidak ada yang tercecer. Aspek kesehatan

harus diperhatikan. Ia minta BPJS Kesehatan sanggup mengakhiri itu, agar persoalan ini tidak terus berulangulang tanpa solusi. Wabup Kasta mengaku sudah menugaskan OPD terkait untuk intens membantu BPJS Kesehatan dalam upaya validasi data. Koordinasi ini harus berjalan efektif dan membuahkan hasil yang baik untuk

memperbaiki pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Ini sejalan dengan yang diinginkan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, dalam menyempurnakan data kepesertaan. Bahkan, Bupati memberikan pernyataan keras, bahwa BPJS Kesehatan jangan hanya punya tanggung jawab ke atas, tetapi di bawah masih kacau. Seharusnya pertanggungjawaban juga diperlihatkan di bawah, khususnya dalam mengakhiri polemik data kepesertaan ganda ini. “Kami pemerintah daerah selalu ditekan, harus begini begitu. Alasannya selalu perintah pusat. Kami hanya minta segera cabut data kepesertaan ganda, namun belum juga tuntas. Di sini san-

gat dibutuhkan kejujuran dan keakuratan data,” katanya. Dia juga mengaku tidak tinggal diam. Menyikapi persoalan ini, pihaknya minta bantuan perbekel dan bendesa untuk menyempurnakan data kepesertaan ganda itu. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengumpulkan para perbekel untuk membagi tugas itu kepada mereka, agar permasalahan ini dapat segera dituntaskan. Menurut Endang Triana Simanjuntak, pertemuan ini membahas banyak hal, tetapi yang menjadi penekanan bersama adalah bagaimana menuntaskan data ganda. Pihaknya pun terus berproses menyempurnakan data ini. Ia menegaskan tahun depan

sudah dipastikan bersih dari masalah data ganda. “Desember ini kami terus bergerak melakukan penyempurnaan data. Target kami per 1 Januari 2020, sudah tidak ada lagi data ganda,” tegasnya. Pihaknya mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam menyempurnakan tugas-tugas BPJS Kesehatan. Komitmen Bupati Suwirta dan Wabup Kasta dikatakannya begitu besar, sehingga pihaknya sangat bersemangat bekerja untuk membersihkan data ganda dan persoalan lainnya. Ia berharap tahun depan BPJS Kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan tidak ada lagi muncul masalah data. (kmb31)

Pemasangan Spanduk Bola Diberikan Toleransi Semarapura (Bali Post) Kepastian Bali United menjadi juara Liga 1 musim ini disambut antusias masyarakat Kabupaten Klungkung. Sejumlah kelompok suporter memasang spanduk ucapan selamat sebagai bagian dari euforia capaian tersebut. Namun, pemasangan spanduk ini dianggap mengganggu, sehingga ditertibkan petugas Satpol PP dan Damkar Pemkab Klungkung, Kamis (15/12) kemarin. Sikap tegas yang ditunjukkan Satpol PP diapresiasi lembaga dewan. Namun, melihat antusiasnya masyarakat, DPRD minta agar pemasangan spanduk seperti itu ditolelir sampai akhir bulan, mengingat capaian klub sepak bola itu luar biasa tahun ini. Kasatpol PP dan Damkar, Putu Suarta, mengatakan menerima permintaan Ketua DPRD Klungkung, A.A. Gde Anom, agar memberikan tenggang waktu terkait pemasangan spanduk Bali United Champion di seputar wilayah Klungkung. Gung Anom melihat ini bentuk euforia semata sebagai bukti kecintaan dan apresiasi rasa memiliki Bali United yang keluar sebagai juara Liga 1. Setidaknya toleransi dapat diberikan selama Desember ini. Suarta menghargai permintaan lembaga dewan. Permintaan itu pun langsung ditindaklanjuti stafnya dengan menghentikan upaya penertiban. Namun, ia menekankan agar semua pihak yang melakukan pemasangan memperhatikan tempat dan keindahan lokasi. Spanduk ucapan seperti apa pun bentuknya agar dibuat kreatif dan rapi, sehingga enak dilihat. “Saya minta agar pemasangan dan penempatan spanduk menjaga estetika keindahan kota. Jangan memasangnya di pertamanan, di rambu-rambu lalu lintas dan di jembatan. Perhatikan tempat yang tepat, sehingga wajah Kota Klungkung tetap asri,” ujar Suarta. Pihaknya merekomendasikan sejumlah tempat yang tepat dan tidak mengganggu keindahan kota kepada pihak yang memasang. Selain uca-

pan dibuat lebih indah dan rapi, dia juga meminta agar dicantumkan siapa pihak yang memasang, untuk memudahkan melakukan koordinasi. Sementara itu, kelompok suporter Bali United Klungkung yang menamakan diri Noisyboys, memaklumi sikap Satpol PP Klungkung. Mereka akan mengikuti aturan yang disampaikan Satpol PP. “Tuangkanlah kreativitas itu dalam bentuk ucapan dalam media lebih bagus, serta tunjukkan nama komunitasnya sebagai penanggung jawab atas dipasangnya spanduk euforia kemenangan Bali United. Ucapan kalian pasti aman dan enak dilihat,” tandas Suarta. (kmb31)

Bali Post/kmb31

TERTIBKAN - Petugas Satpol PP Klungkung menertibkan spanduk yang dianggap mengganggu di sekitar Kota Semarapura.


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Cr Asisten Rmh Tngga Gj.2Jt/bl Sgr langsung kerja 0361-488315

Dcari Bag.Order&Checking Perak L/P u/Dalung.Hub:087761134884

Dicari staff Toko oleh-oleh Hub.082236365599

!!!8 Tenaga Angkat, 3 Sopir SIM B1/A. Mekar Abadi Bangunan Jl. By Pass 777 Jimbaran (Dkt SPBU)

Cr Sopir Antar Barang ke Hotel Krj Pk.4-12 Siang sj.0361487706

Dcr: Wanita PRT, tinggal dalam Umur diatas 30 thn untuk rumah Pengalaman Gaji 2,5jt SMS/WA 0816571027

Dicr Admin Wanita Min SMA/SMK Hubungi: 081339289197

Dikont Rmh Jl.Dewata I/12 Sidakarya Dps. 081339521680

Dicr Sopir(L)& Pengawas Proyek (Wnt)Llsn Max SMA.081238544796

PROPERTY

Sopir Pariwisata,Dom Dps,Jujur & basic English WA:08123841130

Dijual ruko di Jl.Merdeka Tbn Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.081338183031/081805374433

B.BP.004.12.19.0000128

Bth Sopir Pribadi Lam:Jl.Tukad Badung 18/9 Renon.08113893338

B.BP.001.12.19.0000124

Cari Adm wnt min SMA/SMK utk Toko Hub.410256/081239463938 B.BP.004.12.19.0000133

Dcr: Satpam wanita, untuk sekolah.siap bekerja full Time Hub: YTMG Jl.Cokroaminoto No.382 Dps/082233668883 B.BP.004.12.19.0000138

B.BP.001.12.19.0000136

B.BP.001.12.19.0000135

Dbthkn Tenaga Pengajar Sirkus, Pria/Wnt, bs B.Inggris,Dom.Bali Krm CV:rizqi@balicircus.com B.BP.031.12.19.0000033

Dcr Pelaksana Lapangan SMK Bangunan / Sederajat Hub.087761340455 B.BP.004.12.19.0000134

Dicr Waiter/ess, Kitchen. Kirim CV ke Warung Subak Peguyangan 0361410940, 085100436702

B.BP.001.12.19.0000085

B.BP.004.12.19.0000137

Dcri Pria T.serabutan&Checking Perak u/Ubud.Hub:081236401469

B.BP.001.12.19.0000086

Di bthkan Clean Service Wanita u/Klinik Dokter H.081238205400 B.BP.004.12.19.0000103

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.12.19.0000081

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

SERVICE

RUPA-RUPA

BIRO JASA

GESEK TUNAI & PELUNASAN

H. 08-1234567-113 C.0000806-RPA

BENGKEL LAS

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

B.BP.154.12.19.0000099

B.BP.001.12.19.0000116

B.BP.001.12.19.0000122

B.BP.004.12.19.0000125

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DISEWAKAN RUMAH

DIJUAL TANAH

B.BP.004.12.19.0000152

DIJUAL RUKO

B.BP.004.11.19.0000727

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

HONDA

DIJUAL TANAH

HRV Mugen Matic’17,Putih,milik Pribadi,Mulus Hub:081237544219

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712

B.BP.001.12.19.0000013

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.10.19.0000440

Tnh 235 m2 Jl.Sandat arah Pantai Lokapaksa Seririt, 100jt/A. 081339521680 B.BP.004.12.19.0000151

Tnh 125 m2 Jl.Wisnu Gg.Rama arah Pantai Seririt, 125 jt/A. 081339521680 B.BP.004.12.19.0000150

KEHILANGAN

Hlg BPKB DK 503 GN No.M 015445 86 an Md .Juliana Darminto B.BP.167.12.19.0000132

PROPERTY DIJUAL VILLA

Djl Villa 3Kmr,Pool/2.3A, Jl.Sri RamaLgnRp.6,2M/081242710784 B.BP.001.12.19.0000058

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.11.19.0000675

KEHILANGAN

HlgBPKBMblNo951483DK1829VC an Drs Gd Komang Ds Tejakula

Hlg Buku KIR DK 1227 BS,BPKB: M03634973-O An.Panji Windono L

B.BP.158.12.19.0000126

B.BP.001.12.19.0000115


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

Dampak Kemarau Produksi Pertanian Menurun Bangli (Bali Post) – Kemarau panjang beberapa bulan terakhir berdampak terhadap pertanian di Bangli. Beberapa jenis komoditas pertanian mengalami penurunan produksi. Hal itu diakui Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Tagel Sujana, Kamis (5/12) kemarin. Dia menyebutkan salah satu komoditas pertanian yang mengalami penurunan produksi, yakni jagung. Dikatakannya meski jagung kebanyakan cocok ditanam di lahan kering, namun produksi jagung menurun akibat kemarau panjang. Produksi jagung rata-rata 5,3 ton per hektare kini turun menjadi 4,8 ton per hektare. Selain jagung, produktivitas padi juga menurun. Penurunan produksi terjadi lebih banyak pada lahan persawahan yang kondisi sumber airnya mengecil. “Kalau sumber airnya besar, tidak pengaruh justru bagus,” ujarnya. Jika biasanya satu hektare lahan mampu menghasilkan 5,4 ton padi, di musim kemarau seperti sekarang turun menjadi 5,2-5,3 ton. Sementara untuk komuditi kedelai, Tagel mengatakan sepanjang kemarau ini jarang petani mau menanam kedelai. Berbeda dengan dulu saat cuaca bagus, banyak petani yang menanam kedelai. “Secara umum, rata-rata produktivitas pertanian mengalami penurunan akibat kemarau,” ujarnya. Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan produktivitas komoditi pertanian di musim kemarau ini. Karena dalam aktivitas pertanian yang utama dibutuhkan adalah air. “Air adalah sumber kehidupan. Kalau tidak ada air, ya susah, terutama pada lahan kering. Nanam tanaman tahunan saja seperti kopi susah, karena kering tidak ada hujan,” imbuhnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

JEMBATAN - Kondisi jembatan Metra-Kedui di Kecamatan Tembuku.

Mangkrak, Jembatan Metra-Kedui Dilanjutkan Tahun Depan Bangli (Bali Post) – Proyek jembatan Metra-Kedui di Kecamatan Tembuku rencananya akan dilanjutkan tahun depan. Melanjutkan pembangunan jembatan mangkrak itu, Pemkab Bangli telah menganggarkan dana miliaran rupiah dalam APBD 2020. Selain jembatan Metra-Kedui, di tahun yang sama Pemkab juga bakal melanjutkan pembangunan jembatan mangkrak lainnya, yakni Belancan-Bukih di Kecamatan Kintamani. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli, Made Soma, ditemui baru-baru ini mengatakan pembangunan kedua jembatan itu masuk sebagai kegiatan prioritas yang akan dikerjakan di

tahun 2020. Untuk melanjutkan pembangunan jembatan MetraKedui, telah dianggarkan dana Rp4,7 miliar. Sementara untuk kelanjutan jembatan BelancanBukih dianggarkan Rp1,9 miliar. Pihaknya mengupayakan pembangunan jembatan tersebut bisa terlaksana segera. Soma berharap pembangunannya bisa berjalan lancar dan tidak ada halangan. “Pembangunan jembatan di tahun 2020 hanya ada dua saja. Mudah-mudahan pengerjaannya tidak ada halangan dan tidak terlambat lagi,” kata Soma. Adanya rencana kelanjutan pembangunan jembatan tersebut mendapat dukungan dari anggota DPRD Bangli, Made Sudiasa. Dia mengatakan untuk mendukung pembangunan jembatan agar

tuntas, pihaknya di dewan telah sepakat memenuhi berapapun anggaran yang dibutuhkan. Politisi Dapil Tembuku itu menilai tidak tuntasnya proyek jembatan Metra-Kedui pada tahun 2018 lalu terjadi akibat kelalaian pemerintah dalam merencanakan kegiatan. Sehingga menyebabkan proyek tidak bisa terselesaikan dengan baik. Tak hanya itu, pemerintah juga dinilai lalai dan tidak bisa memilih kontraktor yang profesional untuk mengerjakan proyek itu. “Melihat kondisi jembatan yang mangkrak seperti sekarang, kita telah sepakat mendorong agar itu bisa diselesaikan. Karena keberadaan jembatan khususnya Metra-Kedui sudah diperjuangkan masyarakat sejak 2009 lalu,” terangnya. Proyek jembatan itu bisa tun-

tas dan terwujud di tahun 2020 mendatang, pria asal Desa Undisan itu meminta Dinas PUPRPerkim Bangli menjadikan pengalaman kegagalan di tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Dinas PUPRPerkim diminta membuat perencanaan akhir yang baik dan memilih kontraktor yang benar-benar mampu menyelesaikan pekerjaan. “Jangan sampai nanti jembatan selesai, ada hal yang sisi perencanannya tidak baik. Umpamanya kemiringan jalan,” ujarnya. Anggota Komisi III itu meyakini dinas terkait sudah sangat paham soal aturan main pengerjaan proyek. Proyek tidak lagi gagal tuntas karena alasan kekurangan waktu, dia menyarankan agar tender bisa dilakukan mulai bulan Desember. Sehingga pada Januari

sudah ada pemenang, dan proyek mulai bisa dikerjakan. Sebagaimana diketahui, jembatan Metra-Kedui dan Belancan-Bukih dikerjakan tahun 2018. Namun, pengerjaannya tak tuntas, meski pihak kontraktor sudah diberikan perpanjangan waktu 90 hari. Atas kondisi itu, Dinas (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli pun mem-black list dua kontraktor yang gagal menuntaskan proyek pembangunan jembatan Metra-Kedui dan jembatan Belancan-Bukih. Selain MetraKedui dan Belancan-Bukih, ada dua jembatan lainnya yang juga dibangun Pemkab Bangli di tahun yang sama, yakni jembatan Batur-Gunung Kunyit dengan anggaran Rp6,1 miliar, jembatan Gunung Bau-Binyan dengan anggaran Rp6,5 miliar. (kmb40)

Anggaran Kelola Sampah Hanya Cukup untuk Enam Bulan Bangli (Bali Post) -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli nampaknya harus putar otak untuk mengelola sampah di tahun 2020 nanti. Sebab anggaran yang dialokasikan untuk itu sangat terbatas. Hanya cukup untuk enam bulan.

Bali Post/kmb40

SAMPAH - Tampak sampah di TPA Landih.

Disdikpora Belum Anggarkan Dana Beasiswa Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli sejak 2017 menggelontor beasiswa bagi warga Bangli yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Nilai beasiswa yang diberikan per orangnya Rp 1 juta per bulan. Di tahun 2019, kuota beasiswa yang disediakan sebanyak 84 orang. Sedangkan pada tahun 2020 mendatang, kuotanya belum jelas. Pemkab belum menganggarkan dana untuk program beasiswa tahun 2020. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, Nengah Sukarta, dikonfirmasi, Kamis (5/12) kemarin mengatakan, sementara ini anggaran untuk program beasiswa belum dialokasikan. Ini dikarenakan ketersediaan anggaran daerah terbatas. Untuk kepastian apakah program itu akan tetap ada atau tidak, pihaknya masih akan mengkoordinasikannya ke Bupati selaku pemegang kebijakan. Dijelaskan Sukarta, beasiswa yang diberikan Pemkab Bangli selama ini ada

tiga jenis, yakni beasiswa prestasi, beasiswa untuk mahasiswa dari daerah khusus, serta beasiswa khusus seni dan budaya. Untuk mendapatkan beasiswa berprestasi, syaratnya harus memiliki IPK 3,5. Sementara jenis beasiswa yang kedua, bisa diakses oleh mahasiswa yang berasal dari daerah-daerah khusus seperti dusun-dusun yang ada di balik bukit. Dengan harapan setelah mereka menyelesaikan pendidikannya, bisa kembali pulang untuk mengabdi dan membangun desanya masing-masing. Disebutkannya, selama ini ada delapan perguruan tinggi yang diajak bekerja sama dalam pemberian beasiswa. Lima di antaranya di Bali, yaitu Unud, Undiksha Singaraja, ISI Denpasar, IHDN Denpasar, dan STIKES, dan tiga lainnya di luar Bali, yakni ITS, IPB dan UGM. Dari delapan perguruan tinggi tersebut, yang peminatnya paling banyak, Undiksha. Dari 84 kuota beasiswa yang disediakan di tahun 2019, tidak semuanya

terserap habis. Hanya 73 orang yang bisa mendapat beasiswa. Beasiswa yang diterima oleh mahasiswa senilai Rp1 juta per bulan dimanfaatkan untuk menun-

jang kegiatan pembelajaran. Beasiswa hanya diberikan selama satu tahun. Untuk bisa mendapatkannya kembali, calon penerima harus diseleksi ulang. (kmb40)

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, Gusti Laksana, mengatakan untuk tahun 2020, anggaran pengelolaan sampah hanya dialokasikan Rp1,7 miliar. Diakuinya, jumlah anggaran itu hanya cukup untuk kegiatan operasional persampahan selama enam bulan. Kegiatan operasional yang dimaksud meliputi pembelian BBM untuk tiga alat berat di TPA dan 15 truk sampah, pembelian tanah uruk, perbaikan terhadap alat yang rusak, dan operasional lainnya. Dikatakannya bahwa sebelum TPA Landih diserahkan ke Kabupaten Bangli, dana

operasional khusus untuk TPA yang diberikan Pemerintah Provinsi mencapai Rp2,1 miliar. “Anggaran Rp1,7 miliar ini sudah diukur dan itu mencukupi untuk enam bulan. Kekurangan nanti kami minta di anggaran perubahan,” terangnya. Mengingat APBD perubahan biasanya diketok palu pada akhir September, maka mau tidak mau DLH harus menanggung biaya operasional untuk tiga bulan sebelum APBD perubahan disahkan (Juli-September). Gusti Laksana mengatakan agar operasional tetap jalan pihaknya akan mengupayakan dengan menggeser anggaran di keg-

iatan lain. “Nanti beberapa dialihkan dulu untuk BBM karena prioritas. Kalau ada kerusakan alat, perbaikannya kita ngebon dulu. Kegiatan lain tetap jalan, hanya pembayarannya belakangan,” jelasnya. Meski anggaran terbatas pihaknya menegaskan tidak akan ada lagi kegiatan operasional yang biayanya ditanggung secara urunan oleh pegawai. “Tidak, tidak ada sampai urunan. Kalau dulu kan karena pemprov memutus pemberian bantuan operasional TPA secara mendadak. Sehingga dari Pemkab saat itu belum menyiapkan dana,” terangnya. (kmb40)


Jumat Kliwon, 6 Desember 2019

OLAHRAGA

15

Anny Persembahkan Emas untuk Orangtua

Clark – Judoka Indonesia, Ni Kadek Anny Pandini, berhasil mengantongi emas di SEA Games 2019 Filipina. Dia mempersembahkan emas untuk kedua orangtuanya.

Bali Post/022

BAYANG - Pesepak bola Pra-PON Bali menguasai bola (kanan) dibayangi lawannya dari NTB pada laga pembuka Pra-PON wilayah III, di Lapangan Samudra Kuta, Kamis (5/12) kemarin.

Tim Pra-PON Bali Dipermalukan NTB Mangupura (Bali Post) Tim tuan rumah Pra-PON Bali harus mengakui ketangguhan NTB dengan skor 1-2 (1-1) dalam laga perdana PraPON wilayah III (Bali, NTB, NTT) di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Kamis (5/12) kemarin. Selanjutnya, tim asuhan trio pelatih Kadek Swartama, Ida Bagus Nyoman Mahayasa, dan Made Wardana ini akan meladeni NTT pada Senin (9/12) mendatang. Gol pembuka kemenangan NTB dilesakkan A. Hafid ketika pertandingan yang dipimpin wasit Gedion F. Dapaherang (Jakarta Timur) baru bergulir 10 menit. Sontekan bola Hafid yang mengarah ke gawang gagal diselamatkan kiper Pra-PON Bali I Gusti Putu Adi Suryawan. Tertinggal 0-1, Tim Pra-PON Bali

berupaya bangkit. Alhasil, bidikan I Nyoman Andika Permana di menit ke-16 mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hingga turun minum, skor masi tetap imbang. Pada paruh kedua, anak– anak NTB makin mendominasi permainan. Serangan pun bertubi-tubi dari segala lini menggempur benteng pertahanan Pra-PON Bali yang dijaga I Putu Melka Yasa Adi Putra, I Wayan Artha Mahardika dan I Putu Ari Krisnawan. Puncaknya, NTB kembali mampu memperdaya kiper Bali I Gusti Putu Adi Suryawan melalui tendangan M. Indra Feri di menit ke-81. Gol tersebut sekaligus menjadi penentu kemenangan bagi NTB. Usai laga, pelatih Pra-PON Bali Kadek Swartama mengakui asuhannya tampil ti-

dak sebagaimana mestinya. Bahkan, tanpa ada variasi serangan tik-tak dari kaki ke kaki. Yang ada, justru bola long pass yang langsung menukik ke jantung pertahanan NTB. Sebaliknya, pemain NTB piawai memainkan bola, ditunjang mobilitas yang tinggi. ‘’Kendati demikian, kami tetap optimis pada laga terakhir melawan NTT,’’ tuturnya. Sementara itu, pelatih NTB Jan Bonardin Saragih menjelaskan, asuhannya kurang konsentrasi dalam mempertahankan ritme permainan. Terbukti, ketika unggul 1-0 permainan malah menurun, dan Bali bisa menyamakan kedudukan. ‘’Padahal, dalam sepak bola itu hasil akhir ditentukan 2x45 menit,’’ ucapnya. (022)

Medali Perunggu Jika menilik rekor pertemuan, Myanmar bukan lawan asing bagi timnas U-22 Indonesia. Pada edisi sebelumnya, timnas U-22 Indonesia pernah membungkam Myanmar di perebutan medali perunggu SEA

Games 2017. Hampir sama seperti edisi 2019, kala itu timnas U-22 Indonesia juga lolos sebagai runner-up Grup B. Indonesia mendampingi Thailand yang jadi juara grup dan akan menantang Malaysia (juara Grup A) dan Myanmar (runner-up Grup A) di empat besar. Sayangnya, langkah tim

besutan Luis Milla terhenti di babak semifinal setelah takluk 0-1 dari Malaysia. Di partai lain, Myanmar juga menyerah dari Thailand dengan skor yang sama. Hasilnya, Indonesia dan Myanmar pun bersua untuk memperebutkan medali perunggu SEA Games 2017. (kmb33)

Komunikasi Politik ‘’Terkait RUU ini tentu saya pasti dukung,’’ jelasnya. Karena itu, dia mengaku sudah ada beberapa strategi untuk mendorong RUU ini. Di hadapan tokoh Bali yang mendampingi Gubernur Koster, Menteri Yasonna menyatakan akan terus berkomunikasi dengan Gubernur Bali soal strategistrategi. Pasalnya, untuk meloloskan ini, perlu ada komunikasi politik di DPR. ‘’Ya, itu harus ada komunikasi politik. Kita bisa berjuang lewat politik di dewan. Paling lambat masuk 2021. Namun tetap diusahakan agar masuk Prolegnas 2020,’’ jelas Menteri. Gubernur Wayan Koster menyerahkan draf RUU Provinsi Bali ke Mendagri dan Menkum HAM, Kamis kemarin. Kepada kedua pe-

jabat pusat itu, Koster mohon agar turut mendorong RUU Provinsi Bali itu untuk masuk ke Prolegnas. Koster menjelaskan, draf RUU Provinsi Bali dan naskah akademik ini sudah disiapkan sejak setahun lalu. Sosialisasi sudah dilakukan dua kali. ‘’Dasar pertimbangan UU Provinsi Bali adalah hubungan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, antarmanusia dan antara manusia dengan lingkungan. Ini harus dipelihara, dikembangkan dan dilestarikan secara berkelanjutan. Kedua, pembangunan Bali harus dilakukan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi, dalam satu-kesatuan wilayah, untuk mewujudkan masyarakat Bali yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ketiga, masyarkat Bali

memiliki tradisi seni dan budaya serta kearifan lokal yang adiluhung, serta menjadi kekayaan nasional. Keempat, pemberian otonomi seluasluasnya pada masyarakat Bali dengan memperhatikan potensi daerah dalam bidang pariwisata, lingkungan, budaya, kearifan lokal, kondisi geografis dan demografis. Kelima, pelaksanaan pembangunan Bali selama ini belum sepenuhnya menjamin kelestarian adat istiadat dan kebudayaan Bali, serta kearifan lokal. Selain itu, belum mampu mencegah dampak negatif terhadap lingkungan alam sebagai akibat pemanfaatan ruang yang tidak terkendali, dan terjadinya ketidakseimbangan pembangunan di berbagai sektor, sehingga menyulitkan perekonomian dan tidak meratanya kesejahteraan masyarakat. (kmb37)

Sabtu, 6 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranyaka Parwa (3) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Ista Dewata Pura Dalem Pingit Bedulu Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (1) Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Klip Bali Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini DW TV Gita Santhi Sekaa Santhi Widya Laksmi (1) Dunia Kita Kartun Wirata Parwa (1) Puja Trisandya Seputar Bali Malam Lipsus ABC Orti Bali Bali Now Pelukis Lontar

21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Ajeg Bali Perdalam Ajaran Agama di Hari Raya Saraswati di Bali 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita

Calonarang Suwung Batan Kendal (5) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

Turun di kelas -57 kg putri di Laus Group Event Center, San Fernando, 2000 Pampanga, Clark, Kamis (5/12) kemarin, Anny melaju ke final dan menghadapi judoka Vietnam, Nguyen Thi Bich Ngoc. Atlet kelahiran D e n p a s a r i n i m e m e n a ngi pertandingan dengan menang 3 ippon (30), sedangkan Thi Bich meraih poin 2 ippon dan satu waza ari (atau poin setengah). Dia pun berhak membawa emas, sedangkan Thi Bich meraih perak. Sementara itu, perunggu menjadi milik judoka tuan rumah, Rena Furukawa. Dia mengumpulkan 3 waza ari.

Anny mengaku terkejut dengan hasil tersebut. Apalagi, dia sempat kalah di babak kualifikasi dan sistem pertandingan diubah. ‘’Tadi sebelumnya sempat kaget karena sebelumnya itu aturannya main dua kali. Tadi pagi dapat info, sistem pertandingannya diubah jadi ketemu semua karena sistemnya round robin,’’ katanya usai pengalungan medali. ‘’Sebenarnya tak keteteran tapi sedikit terkejut saja. Sempat mikir juga bakal sulit menang karena sempat kalah dengan pejudo Vietnam di kualifikasi. Tapi setelah akumulatif saya

ternyata dapat nilai tinggi,’’ imbuhnya. Atlet yang juga anggota TNI itu mengatakan, ia baru mendapat perubahan sistem aturan setelah bertolak menuju lokasi pertandingan pukul 10.00 waktu setempat. Tak hanya berjuang dengan sistem yang berubah, atlet berusia 26 tahun itu juga harus menghadapi puluhan pendukung Filipina. Siapa pun yang menjadi lawan Anny justru mendapat dukungan penuh dari tuan rumah. ‘’Saat sebelum masuk matras kedengaran itu penonton riuh, tapi ketika masuk matras saya fokus saja mendengarkan apa yang pelatih instruksikan,’’ ujarnya. Anny mempersembahkan medali emas untuk dua sosok yang selalu mendukung

Ni Kadek Anny Pandini kariernya di judo. Mereka ayah dan ibunya. ‘’Buat kedua orangtua. Bonusnya juga untuk keluarga,’’ tutupnya. (kmb33)

Raih 28 Emas

Indonesia Naik ke Peringkat Ke-3

Manila – Indonesia mendapatkan tambahan lima medali emas sejak siang hingga petang ini. Kontingen Merah Putih mengumpulkan 28 emas yang berlangsung hari ini, Kamis (5/12) kemarin, di Manila. Hasil ini membuat Indonesia menduduki peringkat ketiga di SEA Games 2019 Filipina. Berkat tambahan kepingkeping emas tersebut, kontingen Indonesia pun menyalip perolehan medali Malaysia. Hingga sore hari, Indonesia sudah mengumpulkan 28 medali emas, 36 medali perak, dan 37 medali perunggu. Jumlah itu melampaui koleksi sementara Malaysia

yang tercatat sebanyak 22 keping emas, 12 perak, dan 23 perunggu. Enam medali emas pada hari ini disumbang oleh para atlet modern pentathlon, pencak silat, menembak, dan balap sepeda. Medali emas terkini Indonesia diraih oleh pembalap sepeda putra Aiman Cahyadi yang turun pada nomor individual time trial (ITT) men’s elite. Selain menambah itu, ada juga tambahan lima emas. Medali itu didapatkan Indonesia dari sepak takraw putra, boling ganda campuran, dan judo di dua kelas, dan sambo. Tiga emas judo itu didapatkan dari Ni Kadek Anny Pandini di

kelas 57 kg putri dan Ikhsan Apriadi di kelas 73 kg putra. Selain medali emas, Indonesia juga menambah medali perak dan perunggu masing-masing sebanyak tiga keping. Tiga

atlet pencak silat Tanah Air menyumbang perak, sedangkan keping perunggu diraih melalui cabang olahraga pencak silat, menembak, dan hoki. (kmb33)


DPD-RI Serahkan Dukungan Resmi RUU Provinsi Bali PERTEMUAN Gubernur Bali Wayan Koster dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly juga diwarnai penyerahan dukungan dari DPD-RI. ‘’Mohon izin Pak Gubernur, kami dari DPD-RI berempat ingin menyampaikan kesepakatan kami di DPD-RI,’’ tandas Dr. Shri IGN Arya Wedakarna, Kamis (5/12) kemarin. Bersamanya hadir pula anggota DPD-RI Dapil Bali; Dr. Drs. Made Mangku Pastika, M.M., Anak Agung

Gde Agung, S.H. dan H. Bambang Santoso. Kata Wedakarna, DPD-RI sudah memberikan dukungan penuh atas RUU Provinsi Bali itu. Pada pertemuan di dua kementerian tersebut, lembaga DPD-RI secara resmi, dengan pimpinan La Nyalla Mattalitti, memberi dukungan. ‘’Kami sudah mengeluarkan surat rekomedasi resmi, untuk mendukung RUU Provinsi Bali. Jadi sudah pasti DPD-RI akan berjuang bersam DPR-RI untuk membahas RUU ini,’’ sambung

Wedakarna. Sementara itu, Ketua DPRD Bali Nyoman Wiryatama menyampaikan Bali tidak mempunyai fondasi apa-apa selain pariwisata. ‘’Kami ingin di Bali ada pengakuan dari pemerintah pusat, termasuk meminta kepada Pak Jokowi yang meraih 93% di Bali. Kami tidak minta uang, tidak usah takut. Kami hanya minta pengakuan bahwa kami di Bali mempunyai potensi pariwisata. Itu harapan kami,’’ tutup Wiryatama. (asa)

’’Kami sudah mengeluarkan surat rekomedasi resmi, untuk mendukung RUU Provinsi Bali. Jadi sudah pasti DPD-RI akan berjuang bersama DPR-RI untuk membahas RUU ini.’’ Dr. Shri IGN Arya Wedakarna

KULINER KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI DPD-RI - Anggota DPD-RI menyerahkan dukungan resmi terhadap RUU Provinsi Bali kepada Mendagri (kiri) dan Menteri Hukum dan HAM, Kamis (5/12) kemarin.

BUDAYA Ketut Jaya

Beri Ruang untuk Tafsir Baru PENDIDIKAN

SENIMAN PANGGILAN akrabnya Ketut Jaya (Kaprus), pelukis kelahiran Budakeling, Karangasem, 5 Juli 1970. Budakeling, sebuah desa yang asri dengan hamparan sawah dan perbukitan yang memesona. Ketut Kaprus yang tumbuh dan besar di lingkungan Brahmana, secara tidak langsung memiliki kepekaan estetik sejak usia dini. Mengingat ada banyak peristiwa kreatif dia saksikan yang berhubungan dengan ritual Hindu Bali yang selalu erat hubungannya dengan simbol-simbol dan bentuk-bentuk yang artistik. ‘’Entahlah, apakah karena terbiasa melihat warna-warni bunga dan perlengkapan sesajen lainnya, sehingga pada awalnya saya memiliki ketertarikan terhadap komposisi dan susunan dalam sesajen itu. Pada saat kanakkanak saya hanya melihatnya sebagai sesuatu yang indah,’’ ujar Jaya Kaprus, beberapa waktu yang lalu. Menjadi pelukis tentu tidak menjanjikan banyak hal, kecuali kita mampu melihatnya sebagai sebuah upaya untuk memahami diri lebih dalam. Jika suatu saat karya yang diciptakan dapat diapresiasi dengan sangat baik atau dicatat oleh sejarah, itu adalah bonus dari sebuah kesungguhan pada proses penciptaannya. Menginjak usia dewasa,

Ketut Jaya pun memantapkan pilihannya kepada dunia seni lukis. Menjatuhkan pilihan ke dalam dunia seni lukis tentu memiliki banyak tantangan. Namun di situlah seninya dunia seni, di mana aktivitas yang kita lakukan menuntut kejujuran kita terhadap diri kita sendiri. Ketut meyakini, selain menjadi profesi, seni lukis adalah salah satu cara untuk melatih kepekaan rasa yang memberi dampak pada keseimbangan batinnya sendiri. ‘’Seni lukis, sebagai sebuah komoditi adalah hal yang wajar saja, saya yakin itu telah berlangsung lama. Namun, ada hal yang kurang bijak jika saya mengabaikannya, yaitu seni sebagai sebuah medium untuk mengolah rasa dan karsa. Ini tidak dalam rangka menjadi suci, tetapi menjadi jujur kepada diri sendiri, dengan seluruh kondisi kita saat ini. Itulah hal yang sangat prinsip dalam berkesenian saya,’’ pungkasnya. Di atas kanvasnya, Ketut pun masih kuat dengan rekaman memori masa kecilnya yang selalu menghadirkan simbol-simbol yang kerap muncul di sesajen pada lukisan-lukisannya. Meskipun dia menuangkan dalam bentuk abstrak yang cenderung ekspresif, namun hal itu sangat mudah dapat dibaca. ‘’Selain terlihat artistik, ada banyak makna dan filosofi yang sangat dalam saya

temukan dalam sesajen-sesajen itu, yang pada intinya adalah sebagai sebuah tuntunan hidup untuk mencapai keharmonisan. Namun, saya sendiri membebaskan interpretasi orang terhadap lukisan saya. Sebab, buat saya, karya seni yang baik adalah yang selalu memberi ruang untuk tafsir baru,’’ ungkap Ketut. Pria dengan rambut gimbal ini telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di STSI, sekarang ISI Denpasar. Dia telah banyak mengikuti pameran-pameran, baik nasional maupun internasional. Beberapa pameran terakhir yang dia ikuti antara lain Art Exchange, Vast Gallery, Bhutan, Optimism, Nuart, Bandung, Art Exchange, Mitila Gallery, Khatmandu Nepal, Timeless Impressions, Sudakara Art Space, Sanur. (kmb)

Bali Post/Kemenkumham

Besok, Sinetron ’’Balian Pengiwa’’ Episode Terakhir SINETRON ‘’Balian Pengiwa’’ yang tayang di Bali TV memasuki episode yang kedua, besok malam. Sinetron ini dibintangi artis Yuni Kaella. Yuni Kaella kini hadir kembali di layar kaca Anda di sinetron yang berjudul ‘’Balian Pengiwa’’ produksi Baliwood Cinema Film yang akan tayang 7 Desember 2019 pukul 22.00 Wita di Bali TV. Yuni Kaella juga memiliki lawan main yang tidak kalah acting-nya yakni Anak Agung Ayu Sunawati atau kerap dipanggil Gung Suna yang berperan antagonis sebagai Balian Pengiwa. Gung Suna terlibat di film ini diawali dengan casting dan akhirnya dialah yang terpilih dari banyak orang yang casting. Dia mendapatkan peran Men Dauh di sinetron yang ditunggu-tunggu masyarakat di Bali. Yuni Kaella dari tahun 2008

telah banyak ikut terlibat dan membintangi film dan sinetron di Bali. Dia juga pernah menjadi peran utama di sinetron

‘’Leak Ngakak’’ yang pernah viral di tahun 2009 produksi Baliwood Cinema Film.

Di sinetron ‘’Balian Pengiwa’’ ini dia memerankan Yolanda, seorang agen rahasia yang bertugas menyelidiki berbagai macam kasus, terutama kasus yang telah menimpa salah satu desanya. Ia menyelidiki banyak korban yang berjatuhan dan meninggal tanpa ada bekas luka pada korban. Di sinilah tugas Yolanda untuk mengetahui dan mengungkap penyebab kematian para korban. Karakter yang dimainkan Kaella saat ini sangatlah berbeda dengan karakter yang dimainkan sebelumnya. Sebab, di sinetron ini banyak ada action dan banyak juga adegan menantang dan adegan menyeramkan yang ia jalani. Kaella ditemui di sela-sela break syuting ‘’Balian Pengiwa’’ yang lokasinya di Denpasar, Klungkung dan beberapa di Nusa Dua ini mengatakan sangat senang dan mencintai

seni peran dan film. Walaupun sekarang sudah dikaruniai dua buah hati yang cantik dan ganteng, Kaella bisa mengatur waktu merawat dua buah hatinya dan bisa membagi waktunya untuk syuting. Kaella mengaku dirinya sedikit khawatir karena ada beberapa adegan yang dilakukan pada malam hari dan tempat lokasinya pas di kuburan dan syutingnya sampai pagi pukul 02.00 dini hari. ‘’Tapi astungkara, semua berjalan dengan lancar dan sukses,’’ paparnya. Sinetron garapan Sutradara Gus Rakaee Shakti ini sangat menyeramkan dan menegangkan dan tidak kalah saing dengan film atau legenda-legenda yang tayang di televisi nasional. ‘’Jadi para semeton sareng sami yang ada di Bali maupun di luar Bali jangan lupa saksikan sinetron ‘Balian Pengiwa’ besok malam pukul 22.00 Wita, episode terakhir hanya di Bali TV,’’ harap Yuni Kaella, pemeran utama sinetron ‘’Balian Pengiwa’’. ‘’Ajegang Baline, ajegang seni perfilman di Bali.’’ (kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 6 Desember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu