Skip to main content

Edisi selasa 06 November 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 79 TAHUN KE 71

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Diplomasi Ekonomi Tak Bisa Lepas dari Politik Fuzhou – Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri, mengatakan diplomasi ekonomi yang dijalankan suatu negara tidak bisa lepas dari politik. “Semua diplomasi ekonomi tak kan lepas dari politik. Maka dasar politiknya harus ada,” kata Megawati usai menerima gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) bidang diplomasi ekonomi dari Fujian Normal University, di Fuzhou, Tiongkok, Senin kemarin. Dia mencontohkan Bung Karno sebagai presiden pertama Indonesia yang konsisten memegang dasar negara Pancasila, juga menjalankan diplomasi ekonomi melalui pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955. Kala itu, kata Megawati, Bung Karno menugaskan PM Indonesia, Ali Sastroamidjojo, bertemu dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok untuk menyampaikan undangan resmi menghadiri Konferensi Asia Afrika 1955. “Bung Karno menyampaikan sebuah pesan, ‘tibalah saatnya bagi Tiongkok untuk membuka pintunya bagi dunia’. Kemudian, pemerintah Republik Rakyat Tiongkok pun menunjuk utusan khususnya, PM Zhou Enlai,” ujar Megawati. Dalam pembukaan KAA itu, Bung Karno menyatakan empat hal. Pertama, rakyat di mana pun di kolong langit ini, tidak ingin ditindas dan dieksploitasi oleh bangsa lain. Kedua, rakyat di mana pun menuntut kebebasan dari kemiskinan dan ketakutan yang disebabkan ancaman. Ketiga, rakyat di mana pun menuntut kebebasan untuk menggerakkan aktivitas sosial yang membangun dalam upaya meningkatkan kebahagiaan individu maupun masyarakat. Keempat, rakyat di mana pun menuntut kebebasan berbicara untuk menuntut hak-haknya, yaitu demokrasi. Sementara itu, dalam pembukaan KAA, Zhou Enlai menyampaikan pidato yang menegaskan bahwa Tiongkok tiba di KAA untuk menggalang persatuan, bukan konflik. Hal. 15 Ideologi Politik

Lion Air JT 610

Pecah Saat Sentuh Air, Mesin Masih Berfungsi

Jakarta (Bali Post) – Informasi sejumlah warga bahwa Lion Air JT 610 meledak di udara akhirnya terbantahkan. Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, menyatakan, pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, pekan lalu tidak pecah di udara. Hal itu dapat dilihat dari serpihanserpihan yang ditemukan terlampau kecil. “Jadi, pesawat mengalami pecah ketika bersentuhan dengan air. Pesawat tidak pecah di udara. Jika pesawat pecah di udara, maka serpihan sangat lebar dan ini kami tegaskan saat menyentuh air masih dalam keadaan utuh,” katanya Senin kemarin. Serpihan-serpihan yang ditemukan kecil menunjukkan kalau pesawat saat menyentuh air dalam kecepatan yang sangat tinggi, ujar dia. “Serpihannya kecil, berarti terjadi sedemikian rupa energi yang dilepas pesawat ketika jatuh itu sangat luar biasa,” katanya. Serpihan itu pun tersebar

di jarak yang cukup jauh dari jarak prakiraan pesawat itu jatuh. Selain itu, lanjut Soerjanto, mesin saat jatuh masih dalam kondisi menyala dengan kecepatan putaran turbin yang tinggi. “Keadaan mesin hidup. Hal ini ditandai dengan turbin atau kompresor hidup dengan putaran cukup tinggi,” katanya. Dia juga me-

Hotel dan Restoran Wajib Manfaatkan Komoditas Lokal

nambahman bahwa kondisi mesin pesawat masih utuh. “Mesin tidak ada masalah. Bagian-bagian dari mesin dalam kondisi hidup dengan RPM cukup tinggi ini, kita mengatakan tanda mesin kecepatan cukup tinggi saat jatuh di air,” katanya. Hal. 15 Tiga Hari

Sulit Melacak

Pemprov Bali segera merumuskan Pergub tentang kewajiban hotel, restoran, dan pelaku usaha untuk memanfaatkan produk petani lokal. Baik itu komoditas lokal berupa buah, sayur, maupun palawija. Saat ini, materi untuk Pergub masih dikonsultasikan dengan para ahli.

Halaman 2 Disinyalemen Jaringan Mafia Tiongkok

Satpol PP Badung meminta para pengusaha yang disinyalemen masuk jaringan mafia Tiongkok membuat surat pernyataan. Dalam surat tersebut, tim yustisi meminta pengusaha siap tempat usahanya ditutup jika kedapatan mempekerjakan tenaga kerja asing tanpa izin.

Operasi Zebra, Polres Tindak Ratusan Pelanggar

Halaman 3 Aniaya Ibu Kandung, ODGJ Diamankan Satpol PP Halaman 9

Operasi Zebra Agung yang digelar Polres Bangli telah memasuki hari keenam. Sepanjang pelaksanaan operasi ini, Polres Bangli menindak ratusan pengendara yang melanggar aturan. Pelangggaran didominasi tanpa SIM dan tanpa helm.

Halaman 14

Bali Post/ade

MENANGIS - Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menangis saat konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11) kemarin.

Bali Post/ant

RODA - Puing pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/11) kemarin. Salah satunya bagian roda pesawat.

CVR Sudah Mati Jakarta (Bali Post) – Pencarian kotak hitam kedua, yaitu cockipt voice recorder (CVR) pun terus dilakukan sebagai data kunci dalam menginvestigasi penyebab kecelakaan JT 610 itu meskipun sinyalnya sudah dinyatakan mati sejak dua hari lalu. Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan sinyal dari kotak hitam yang belum ditemukan yakni cockpit voice recorder (rekaman suara kokpit). “Sekarang pun kita sudah tidak mendengar sinyalnya,’’ katanya. Seharusnya, sinyal bisa bertahan hingga 30 hari dan ia mengaku tidak mengetahui penyebab sinyal tersebut mati. “Saya tidak

tahu. Saya tanya ke pabriknya ini tidak pernah terjadi,’’ katanya. Namun, Soerjanto bersikeras akan menemukan CVR dengan cara apa pun sebagai salah satu kunci investigasi agar mengetahui penyebab kecelakaan JT 610. “Saya enggak mau kalau CVR enggak ditemukan. Saya maunya berusaha, kesulitan itu saya enggak anggap itu. Saya anggapnya tantangan,” katanya. Seperti diketahui KNKT sudah mengantongi data salah satu dari kotak hitam, yaitu Flight Data Recorder (FDR) yang sudah diunduh Minggu (4/11). Hal. 15 Kecepatan Pesawat

Kemiskinan di Desa Turun Dua Kali Lipat

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa imbas dari adanya dana desa, di antaranya adalah angka kemiskinan di desa yang menurun dua kali lipat dibandingkan di kota. “Setidaknya 1,2 juta penduduk di desa sudah berhasil dientaskan dari kemiskinan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara “Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019 dan Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten”. Disebutkan, program dana desa yang telah dijalankan oleh pemerintah selama empat tahun merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada desa. Presiden menyampaikan bahwa hingga saat ini tak kurang dari Rp 187 triliun telah digelontorkan pemerintah untuk pembangunan desa di seluruh Tanah Air. “Saat ini, dana desa sudah empat tahun kita jalankan. Total Rp 187 triliun. Ditambah lagi tahun depan Rp 70 triliun. Apa artinya? Artinya, pemerintah memberi perhatian sangat besar kepada desa,” kata Presiden. Selain itu, menurut lapo-

ran capaian empat tahun pemerintahan Jokowi-JK yang dikeluarkan oleh Kantor Staf Presiden, masyarakat memanfaatkan Dana Desa sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan produktivitasnya dan memperbaiki kualitas hidup di desa. Antara lain telah terbangun pasar desa 6.932 unit, saluran irigasi terbangun 39.351 unit, dan jembatan terbangun sepanjang 1.028.225 meter. Pengacara Jokowi Sementara itu, advokat senior Yusril Ihza Mahendra ditunjuk menjadi kuasa hukum pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Meski akan membela namun Yusril mengaku bukan bagian dari Tim Sukses Jokowi-Ma’ruf. Penegasan disampaikan Yusril setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Jokowi-Ma”ruf, Erick Thohir beberapa waktu lalu. “Saya katakan pada Pak Erick Thohir, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan

menjadi lawyer-nya kedua beliau (Jokowi-Ma’ruf) itu,” kata Yusril Senin (5/1) kemarin. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini menjelaskan menjadi lawyer bukan berarti harus membenarkan yang salah dan/ atau menyalahkan yang benar. “Pemihakan saya adalah pada hukum dan keadilan. Jika ada hak-hak Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci, dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta-fakta yang sesungguhnya atau sebaliknya, agar segala sesuatunya dapat diletakkan pada proporsi yang sebenarnya. Saya juga akan mewakili kepentingan hukum kedua beliau dalam berhadapan dengan pihak lain,” kata Yusril. Oleh karena itu, sebagai profesional ia menempatkan diri bukan bagian tim sukses Jokowi-Ma’ruf. Sebagai profesional lawyer, tidak menjadi bagian dari Timses Pak Jokowi-Pak Kiyai Ma’ruf Amin. Hal. 15 Tanpa Bayar

Bali Post/ant

SAYURAN - Presiden Jokowi membeli sayuran di Pasar Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10). Presiden menegaskan harga kebutuhan bahan pokok stabil.

Pelayanan BPJS

Jangan Hanya Kendalikan Biaya, Perhatikan Pula Mutu Pelayanan BANYAK yang memuji Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebab, JKN memberikan kepastian warga mendapat pelayanan kesehatan bila mengalami sakit. Namun dalam perjalanannya, JKN banyak dikeluhkan. Regulasinya sering berganti, dan cenderung fokus pada kendali biaya. Sementara kendali mutu pelayanan sering diabaikan.

dr. D.P. Alit Parwita

dr. Bagus Darmayasa

Dr. Made Nurija

dr. Luh Sri Armini, M.Kes.

Dr. Made Nurija dari RSUD Badung mengakui manfaat layanan kesehatan dengan JKN sangat bagus. Masyarakat memiliki jaminan agar bisa berobat. Ia juga tak menampik berbagai

permasalahn muncul dalam pelaksanaannya. Karenanya, JKN agar dibuatkan regulasi yang bersifat koordinatif. RSUD Badung selama ini banyak menerima keluhan masyarakat yang tidak bisa langsung terakses ke RSUD Badung padahal rumahnya dekat RSUD Badung. RSUD Badung bukannya tidak bisa menerima pasien tersebut, namun karena ada regulasi yang mengatur sehingga tidak bisa menerima.

Demikian pula rujukan online yang berjalan saat ini harus diperbaiki. Karena dalam aturan disebutkan, untuk meningkatkan aksesibilitas pemerataan dan meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan, rujukan pelayanan kesehatan dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan pasien. Hal. 15 Sebagai Operator


DENPASAR

2 Ratusan Personel Polda Amankan GHSA Denpasar (Bali Post)Polda Bali melaksanakan apel gelar pasukan pengamanan Global Health Security Agenda (GHSA) di halaman Mapolda Bali, Senin (5/11) kemarin. GHSA dilaksanakan mulai tanggal 6-8 November di BNDCC, Nusa Dua, Bali. Terkait pengamanan kegiatan tersebut, Polda mengerahkan 325 personel. Apel gelar pasukan tersebut dipimpin Wakaopspam Ops Gapura Agung VIII-2018 AKBP Anak Agung Gede Rai Sukajaya. Dalam arahannya, Rai Sukajaya menekankan dalam pelaksanaan Ops Gapura Agung VIII-2018, seluruh personel yang terlibat sudah siap dan melaksanakan tugas sesuai tugasnya masing-masing. Selain itu, diharapkan agar masingmasing Kasubsatgas sudah mem-plotting personelnya dan melengkapi perlengkapan pelaratan yang akan dibawa. Dalam melaksanakan tugas, kata Rai Sukajaya, personel yang terlibat pengamanan harus tetap sigap, tegas dan humanis. Hal paling penting adalah harus berkoordinasi dengan perwira pengendali di masing-masing Satgas jika ada permasalahan. “Supaya cepat mendapatkan atensi, untuk kelancaran dan keamanan pelaksanaan pertemuan tingkat menteri dalam kegiatan Global Health Security Agenda ini,” tegas perwira melati dua di pundak ini. (kmb36)

Bali Post/ist

PENGAMANAN - Apel gelar pasukan pengamanan GHSA di halaman Mapolda Bali, Senin (5/11) kemarin.

819446 / 081337032965

Topik : Hotel dan Restoran Wajib Manfaatkan Komoditas Lokal

Selasa Kliwon, 6 November 2018

Bali Miliki 300 Permainan Tradisional Denpasar (Bali Post)Permainan tradisional nyaris punah. Anak-anak kini lebih memilih main gawai (gadget). Padahal Bali memiliki cukup banyak jenis permainan tradisional. Data Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menyebutkan, sedikitnya 300 permainan tradisional ada di Bali. Kini Pemerintah Kota Denpasar terus menggali keberadaan permainan tradisional, karena tidak terlepas dari nilai-nilai pendidikan karakter. Hal ini mengemuka dalam workshop permainan tradisional di Tukad Bindu, Senin (5/11) kemarin. Kegiatan ini dibuka Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram. Workshop ini menghadirkan I Made Taro sebagai narasumber. “Sesuai apa yang diamanatkan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, keberadaan permainan tradisional harus dilestarikan. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum yang sangat tepat dalam pembangunan SDM lewat pemberdayaan dan peningkatan prestasi,” ungkap IGN Bagus Mataram. Menurut Bagus Mataram, pelaksanaan workshop ini adalah langkah untuk mengawali niat tulus menjaga warisan budaya. Salah satunya permainan tradisional. Guru-guru di lingkungan Kota Denpasar yang mengikuti workshop ini wajib mensosialisasikan kepada anakanak didiknya. “Hasil dari workshop ini harus disosialisasikan kepada anak-anak di sekolah, karena ke depan permainan tradisional yang kita miliki ini akan dilombakan,” ujarnya. Bagus Mataram menambahkan, Pemkot Denpasar terus berperan aktif di dalam menumbuhkembangkan olahraga prestasi, olahraga pendidikan serta olahraga rekreasi dan tentunya permainan tradisional. “Kita harus terus lestarikan olahraga ataupun permainan tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat,” tambahnya. Diketahui, di Indonesia terdapat 2.600 permainan rakyat, dan di Bali sendiri sudah ada 300 permainam rakyat yang terus akan berkembang. Permainan tradisional ini menjadi objek yang dilindungi, mengingat permainan tradisional menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter yang mendalam dan tidak boleh hilang. (kmb12)

Bali Post/eka

TRADISIONAL - Sejumlah anak tengah memainkan beberapa permainan tradisional Bali di Objek Wisata Tukad Bindu, Denpasar.

Pemprov Rumuskan Pergub

Hotel dan Restoran Wajib Manfaatkan Komoditas Lokal Denpasar (Bali Post)-

Pemprov Bali segera merumuskan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kewajiban hotel, restoran, dan pelaku usaha untuk memanfaatkan produk petani lokal. Baik itu komoditas lokal berupa buah, sayur, maupun palawija. Saat ini materi untuk Pergub masih dikonsultasikan dengan para ahli. “Masih kita buat fokus grup discussion. Masih minta saran ahli, saran dari Biro Hukum. Jadi masih buat konsep,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana, Senin (5/11) kemarin.

Langkah eksekutif untuk segera membuat pergub ini diapresiasi Anggota Komisi IV DPRD Bali I Made Dauh Wijana. Apalagi Bali sebelumnya telah memiliki Perda tentang Perlindungan Buah Lokal. “Baik perda maupun pergub hendaknya mampu

diterapkan, bukan hanya sekadar peraturan. Kita banyak memiliki peraturan, tapi hanya sedikit sekali yang diimplementasikan karena lemahnya law enforcement,” ujar Dauh Wijana saat ditemui di Gedung DPRD Bali, Senin kemarin.

Dauh Wijana mencontohkan, Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perlindungan Buah Lokal selama ini baru tersosialisasikan di kalangan elite saja. Sedangkan di bawah masih belum banyak diketahui masyarakat. Di sisi lain, masyarakat jangan hanya diimbau untuk menggunakan atau mengkonsumsi buah lokal. Tapi, pemerintah juga harus bisa mengkondisikan masyarakat agar menanam buah lokal tersebut. Perlu

Seluruh Fraksi DPRD Kota Denpasar Setujui Ranperda APBD TA 2019 Berharap Sinergi Pembangunan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat RAPAT paripurna ke-12 masa persidangan III DPRD Kota Denpasar digelar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (5/11) kemarin. Kegiatan yang mengagendakan pemandangan fraksi terhadap Ranperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2019 ini dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD I Wayan Mariyana Wandhira, A.A. Ketut Asmara Putra, Made Mulyawan Arya yang dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Turut hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan OPD dan Forkompinda di lingkungan Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, seluruh fraksi menyetujui Ranperda APBD TA 2019 untuk ditetapkan sebagai perda sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pada Ranperda APBD TA 2019, pendapatan daerah dirancang sebesar Rp 1,92 triliun yang terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 872,49 miliar, pos dana perimbangan sebesar Rp 753,14 miliar, pos lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 295,81 miliar. Sedangkan sisa kekurangan akan dibiayai menggunakan Silpa TA 2018. Sementara belanja daerah dirancang Rp 2,18 triliun lebih yang terdiri atas belanja tidak langsung sebesar Rp 1,01 triliun lebih atau sebesar 46,2 persen dan belanja langsung dirancang sebesar Rp 1,17 triliun lebih atau sebesar 53,8 persen. Fraksi Partai Golkar dalam pandangan umum fraksi yang dibacakan I Wayan Suwirya menjelaskan, secara umum Fraksi Partai Golkar dapat menerima Ranperda tersebut untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda) Kota Denpasar. Hal senada disampaikan Fraksi Partai Demokrat dalam pendangan fraksi yang dibacakan I Gede Semera ini, Fraksi Partai Demokrat mengapresiasi kerja Pemkot Denpasar selama ini. Sehingga pelaksanaan roda pemerintahan dan pembangu-

MENANDATANGANI - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menandatangani berita acara pada rapat paripurna ke-12 masa persidangan III DPRD Kota Denpasar, Senin (5/11) kemarin. nan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. “Terdapat ratio belanja langsung terhadap total belanja daerah di tahun 2018, dari 48,5 persen di APBD induk TA 2018 menjadi 53,8 persen di RAPBD tahun 2019. Semoga dengan adanya peningkatan ini dapat memberikan harapan positif pembangunan Kota Denpasar ke depannya,” ujarnya. Fraksi Partai Gerindra dalam pandang umum fraksi yang dibacakan I Ketut Budiarta menjelaskan, secara umum Fraksi Partai Gerindra dapat menyetujui Ranperda APBD TA 2019 untuk ditetapkan sebagai perda. Sejalan denga Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Hanura yang dibacakan I.B. Ketut Kiana dan Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan I Wayan Suadi Putra ini juga turut menyetujui penetapan Ranperda APBD TA 2019. Namun demikian, kelima fraksi yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi Partai Hanura turut menyampaikan catatan dan saran guna memaksimalkan pembangunan Kota Denpasar ke

depannya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya mengapresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Denpasar. Sehingga Ranperda APBD TA 2019 dapat disepakati untuk ditetapkan menjadi perda. “Hal ini menunjukkan bahwa kita telah mampu bekerja sama, menyamakan visi dan persepsi dalam pembahasan terhadap materi persidangan, dengan berbagai masukan, usul, dan saran dari anggota dewan yang merupakan cerminan dan ekspresi rasa cinta dan tanggung jawab dalam sinergi pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar,” jelasnya. Terkait dengan masih banyaknya masukan dan saran dari fraksi, hal tersebut sedianya akan menjadi kajian untuk ditindaklanjuti sesuai dengan urgensi dan manfaatnya akan menjadi acuan dalam penyusunan program kerja di APBD berikutnya. (ad196)

didorong kebijakan untuk menanam varietas buah lokal untuk menjaga ketersediaannya di masyarakat. “Nah, ini harus ada program keberpihakan kepada petani sehingga mereka akan menanam buah lokal, kemudian buah lokal itu tersedia di pasar. Sekarang kan kita buat perda buah lokal, tapi buah lokal itu langka,” jelas politisi Golkar asal Gianyar ini. Dauh Wijana menambahkan, saat upacara keagamaan

Hindu masyarakat masih lebih banyak membeli buah impor. Kendati buah-buahan bersifat musiman, namun pola tanamnya bisa diatur sehingga buah lokal terus tersedia di pasar. Ketersediaan yang dimaksud bukan hanya terpaku pada satu komoditi saja. Namun sambung menyambung antara satu komoditi dengan komoditi buah lokal lainnya sesuai musim. “Semua buah-buahan kan tidak serentak musimnya. Mungkin

buah kepundung musimnya kapan, buah ceroring (dukured) musimnya kapan. Kemudian ada mangga, jambu, yang musimnya beda. Kalau itu bisa diterapkan, saya kira sepanjang musim kita akan memiliki produksi buah lokal,” tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Pemkot Denpasar ”Launching” ”Si Dandaniti”

Pertama di Indonesia, Penyusunan Produk Hukum Secara ”Online” MENDUKUNG Denpasar sebagai Smart City, semua organisasi perangkat daerah terus berupaya untuk melakukan program yang inovatif. Tidak terkecuali Bagian Hukum Setda Kota Denpasar. Kini dalam membuat produk-produk hukum dirancang secara online yang dikemas dengan nama “Si Dandaniti”. Program ini di-launching Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, mewakili Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Made Toya dan Kabag Hukum Gde Kagung Putra di Ruang Praja Utama, Senin (5/11) kemarin. Selain me-launcing Si Dandaniti, juga dilakukan focus group discussion (FGD) tentang penyusunan produk hukum daerah. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menyampaikan, penyusunan produk hukum daerah telah ditetapkan sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2011 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan, produk hukum yang dibuat harus dapat menjamin kepastian hukum dalam memberikan pelayanan umum serta menjamin hak asasi masyarakat. Dalam membuat produk hukum daerah harus memenuhi tiga persyaratan yaitu syarat filosofis, sosiologis dan yuridis. Syarat filosifis produk hukum yang dibuat menjamin keadilan, sedangkan syarat sosiologis diharapkan bahwa suatu produk hukum dihasilkan sesuai dengan keinginan masyarakat, sedangkan syarat yuridis berkaitan dengan harapan produk hukum yang dibuat. Mela-

LAUNCHING - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Made Toya dan Kabag Hukum Gde Kagung Putra me-launching “Si Dandaniti” di Ruang Praja Utama, Senin (5/11) kemarin. lui Focus Group Disscussion (FGD) aparatur khususnya pegawai yang menangani penyusunan produk hukum di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) mengetahui teknik penyusunan hukum secara benar. Rai Iswara usai membacakan sambutan Wali Kota Denpasar menambahkan, FGD ini sangat penting sehingga aparatur pembuat produk hukum benar-benar memahami untuk apa produk hukum itu dibuat. Sehingga, setelah dibuat produk hukum itu dipahami semua elemen untuk dilaksanakan sesuai dengan harapan dari produk hukum tersebut. Kabag Hukum Gde Kagung Putra didampingi Kasubag Dokumentasi Hukum I Nyoman Rai Budiarsa menyampaikan, FGD yang dilaksanakan dua kali ini untuk memberikan arah dan pemahaman terkait pembentukan peraturan daerah perundang-

undangan, khusus penyusunan produk hukum daerah. Di samping itu, untuk mencari masukan terkait permasalahan OPD dalam membuat produk hukum daerah. FGD yang dilaksanakan terbagi dua gelombang dengan materi yang diberikan meliputi kebijakan dan prosedur pembuatan surat keputusan, prosedur dan mekanisme pembentukan perundangundangan, legal drafting dan materi pembuatan peraturan. Dalam FGD ini para peserta juga dilatih pembuatan SK secara online melalui program Si Dandaniti sehingga dalam pembuatan produk hukum dapat dilaksanakan lebih cepat. “Pembuatan produk hukum secara online ini saya kira pertama di Bali, bahkan di Indonesia. Dengan program Si Dandaniti, kami harapkan semua OPD dapat membuat produk hukum lebih cepat,” harapnya. (ad197)


Selasa Kliwon, 6 November 2018

BADUNG

3 Perkenalkan Budaya Bali Melalui Pasraman Pecatu

Bali Post/edi

MENABUH - Sejumlah pengunjung kawasan Pura Uluwatu mengabadikan momen anak-anak yang sedang latihan menabuh, Minggu (4/11) lalu.

Mangupura (Bali Post)Dalam rangka pelestarian adat, budaya dan kesenian, generasi muda Desa Adat Pecatu sejak dini diajarkan berkesenian melalui kegiatan Pasraman Pecatu. Kegiatan ini rutin digelar di wantilan kawasan luar Pura Uluwatu setiap hari Minggu. Melalui kegiatan seperti ini, selain bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung, juga diharapkan bisa mengedukasi atau memberikan pemahaman kepada pengunjung mengenai budaya Bali. Karena selama ini wisatawan hanya mengetahui seperti apa tarian Bali itu, namun proses dari awal mereka tidak paham. Dengan mereka melihat langsung proses anak-anak belajar menari maupun menabuh, wisatawan akan paham budaya Bali sesungguhnya. ‘’Proses tarian itu dimulai dari proses ini, sehingga mereka (wisatawanred) mengerti prosesnya,’’ kata Bendesa Pecatu Made Sumerta saat dikonfirmasi, Senin (5/11) kemarin. Menurut Sumerta, kegiatan ini dilaksanakan berkat sinergi dengan sekolah di Pecatu. Program ini menurutnya sangat diminati generasi muda Pecatu. Sebelumnya kegiatan dilakukan di pusat Desa Pecatu, namun kemudian dipindahkan di wantilan kawasan luar Pura Uluwatu, dengan pertimbangan, pada pagi hari di kawasan tersebut tidak ada atraksi wi-

sata. Dengan adanya kegiatan berkesenian tersebut, wisatawan yang datang pagi-pagi minimal bisa mendapatkan suguhan menarik. ‘’Kita ada pelatihan menari, megambel, dengan peserta ratusan anak,’’ tegasnya. Made Sumerta yang juga anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI-P itu menyebutkan, kegiatan ini juga untuk mendukung kegiatan keagamaan. Tidak hanya itu, dengan kegiatan seperti ini mereka juga bisa menjalin keakraban antargenerasi muda, mengingat pesertanya berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Untuk membuat mereka percaya diri, mereka juga diberikan kesempatan pentas saat piodalan di Pura Uluwatu. Ke depan pihaknya menargetkan untuk mengedukasi terkait tata cara berbusana ke pura. Tujuannya, agar anakanak sejak dini tahu dan paham mengenai tata busana yang benar. Sementara itu, Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu Wayan Wijana mengatakan, pasraman tersebut sangat menarik bagi wisatawan. Apabila ada wisatawan yang ingin ikut belajar, akan difasilitasi. ‘’Jika kebetulan ada wisatawan yang berkunjung pada saat ada latihan, mereka dipersilakan untuk ikut berpartisipasi dengan peserta latihan,’’ kata Wijana. (kmb23)

Disinyalemen Jaringan Mafia Tiongkok

Sejumlah Pengusaha Diminta Buat Surat Pernyataan Mangupura (Bali Post)–

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung meminta para pengusaha yang disinyalemen masuk jaringan mafia Tiongkok membuat surat pernyataan. Dalam surat tersebut, tim yustitusi meminta pengusaha siap tempat usahanya ditutup jika kedapatan mempekerjakan tenaga kerja asing tanpa izin. Kepala Satpol PP Badung I G.A.K. Suryanegara mengatakan, dari 12 usaha yang terjaring, 10 di antaranya diminta membuat surat pernyataan yang intinya terkait penutupan tempat usaha jika ada tenaga kerja asing tanpa izin. Sedangkan dua tempat usaha lainnya diberikan Surat Peringatan (SP) I lantaran tidak mengantongi izin. ‘’Dua tempat usaha yang tak mengantongi izin lengkap kami berikan SP I. Usaha

ini berada di Jalan Sunset Road dan di By-pass Ngurah Rai. Keduanya diwajibkan mengurus perizinan dan diminta tak membuka toko hingga perizinan dikantongi,’’ tegasnya, Senin (5/11) kemarin. Dijelaskannya lebih lanjut, meski hanya berganti nama tempat usaha, pengusaha harus tetap melapor kepada pemerintah dan mengurus izin. Apalagi produk yang dijual berbeda dari se-

Mangupura (Bali Post)– Ratusan aki bekas milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, hangus terbakar, Minggu (4/11) malam. Aki yang merupakan komponen dari lampu tenaga surya ini disimpan di sebelah Pos Damkar Induk, Jalan Kebo Iwa Nomor 39 Banjar Umaklungkung, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat. Kobaran api yang membumbung tinggi sontak membuat warga sekitar panik. Beruntung petugas pemadam kebakaran Badung cepat datang ke lokasi untuk memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas. Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung I Wayan Wirya, saat dikonfirmasi Senin (5/11) kemarin, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kebakaran diduga akibat korsleting. ‘’Tak

ada yang mengetahui persis, tiba-tiba saja aki terbakar sekitar pukul 23.30 Wita. Petugas kami langsung memadamkan api setelah mendapat laporan dari salah satu pekerja bangunan di sekitar lokasi kejadian,’’ ungkapnya. Menurutnya, proses pemadaman api melibatkan tiga unit kendaraan pemadam. Api dapat ditaklukkan dalam waktu satu jam. ‘’Syukurlah tak membutuhkan waktu lama. Satu jam api sudah berhasil kami padamkan, sehingga tidak sampai meluas ke bangunan perumahan yang bersebelahan dengan lokasi kebakaran,’’ terang mantan Camat Kuta Selatan itu. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Badung I.B. Surya Suamba mengungkapkan, alat tersebut dulunya dipergunakan pada LPJU di sepanjang Jalan By-pass Ngurah Rai. ‘’Kalau yang sekarang sudah diganti

belumnya. ‘’Satu manajemen, sama jaringannya, tetap harus melaporkan, karena barang yang dijual berbeda,’’ tegasnya. Sebelumnya, Suryanegara menyebutkan akan memberikan waktu untuk melengkapi perizinan, dengan syarat selama izin belum keluar aktivitas usaha di lokasi tersebut harus dihentikan. Jika setelah diberikan jangka waktu pengusaha tetap tidak mengurus perizinan, pi-

haknya akan memberikan SP I. Jika tidak ditanggapi akan dilayangkan SP II hingga SP III. Jika pada masa SP III pengusaha tetap membandel, pihaknya akan mengajukan persoalan tersebut ke sidang yustisi untuk membuat keputusan menyegel tempat usaha bersangkutan. Jika ditemukan pekerja asing yang tidak mengantongi izin, pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja akan menyampaikan hal ini ke Imigrasi untuk diproses lebih lanjut. ‘’Bisa saja berupa pemulangan atau deportasi ke negara asalnya,’’ jelasnya. (kmb27)

Ratusan Aki Bekas Milik Dinas PUPR Terbakar

Bali Post/ist

KEBAKARAN - Kobaran api menghanguskan ratusan aki bekas milik Dinas PUPR Kabupaten Badung, Minggu (4/11) malam. pakai LED 200 watt. Itu alat LPJU yang sudah tidak terpakai lagi,’’ jelasnya seraya menyebutkan, alat tersebut

akan dihapuskan dari data aset mengingat sudah tidak dipakai lagi dan dalam kondisi rusak. (kmb27)

Rektor Unud Harapkan Sesuai Aturan ua belah pihak. ‘’Asal aturannya terpenuhi, lahan itu merupakan milik negara, Unud dalam hal ini hanya menggunakan saja,’’ katanya saat dihubungi, Senin (5/11) kemarin. Wacana tukar guling lahan muncul setelah diberlakukannya tarif parkir progresif di RSUP Sanglah, Denpasar. Hal itu lantas dikritik Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba. Menurutnya, kebijakan itu tidak etis diberlaku-

Sekda Pantau SKD Pengadaan CPNS Badung 2018

GUNA memastikan kelancaran pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam seleksi pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Badung Tahun 2018, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa melakukan pemantauan langsung di Makodam IX Udayana, Senin (5/11) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Panitia Seleksi (Pansel) Pengadaan CPNS Kabupaten Badung, Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga, serta perwakilan BPKP Provinsi Bali. Sekda Badung Adi Arnawa mengatakan, tujuan kehadirannya tidak lain adalah untuk memantau secara langsung pelaksanaan seleksi CPNS Kabupaten Badung Tahun 2018, dari proses registrasi sampai memasuki ruangan ujian. ‘’Saya lihat pelaksanaan

seleksi ini cukup ketat, apalagi sebelum memasuki ruangan ujian peserta seleksi juga diperiksa dengan metal detector, sehingga dapat mencegah peserta seleksi membawa barang-barang yang tidak diperkenankan, seperti membawa Hp serta meniadakan terjadinya perjokian,’’ kata Adi Arnawa. Lebih lanjut diutarakannya, selain melihat proses registrasi, dia juga ingin memastikan proses seleksi CPNS Kabupaten Badung tahun 2018 berjalan secara transparan dan tanpa ada intervensi dari pihak manapun. ‘’Di sini proses berjalan transparan, di mana peserta yang sudah selesai ujian dapat melihat secara langsung hasil yang diperolehnya melalui monitor yang ditempatkan pada beberapa titik sehingga memudahkan peserta untuk melihat hasilnya,’’ tambah

Adi Arnawa. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pegembangan Sumber Daya Manusia Gede Wijaya menyampaikan, ada 3.082 peserta yang sudah lulus administrasi yang akan bersaing memperebutkan 301 kuota CPNS Badung tahun 2018. ‘’Dengan jumlah sebanyak ini diperlukan waktu pelaksanaan seleksi dua hari dari tanggal 5 sampai 6 November 2018 di aula Makodam IX Udayana dengan total 9 shift yakni hari pertama lima shift dan hari kedua empat shift,’’ paparnya. Salah seorang peserta, Putri Anjani menceritakan soal-soal seleksi relatif sulit. Namun, apa pula yang tergolong mudah dibandingkan dalam try out yang sudah pernah diikutinya. ‘’Semoga saya bisa lulus,’’ ucapnya. (ad198)

SOSOK

Wacana Tukar Guling Lahan GUNA mengatasi persoalan parkir di RSUP Sanglah, muncul wacana tukar guling lahan antara RSUP Sanglah dengan Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Terkait wacana tersebut, Rektor Unud, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K), mengatakan itu boleh saja dilakukan. Namun dengan catatan tidak menyalahi aturan. Proses tukar guling, kata dia juga harus menguntungkan ked-

MEMANTAU - Sekda Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa melakukan pemantauan SKD di Makodam IX Udayana, Senin (5/11) kemarin.

kan untuk orang yang datang ke rumah sakit. Kelipatan tarif di tiap jam parkir akan memberatkan masyarakat. ‘’Kebijakan model apa begitu. Tidak benar itu. Kalaupun alasannya berjubel, tidak bisa seperti itu. Tidak menyelesaikan persoalan. Justru itu membuat beban bagi orang sakit dan keluarga yang sakit,’’ ujarnya, Minggu (4/11) lalu. Untuk mengatasi masalah parkir, Tamba meminta RSUP

Sanglah melakukan tukar guling dengan Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Budaya Unud yang letaknya berdekatan dengan RSUP Sanglah. ‘’Itu di sebelahnya kan ada kampus Hukum dan kampus Sastra. Kalau kita lihat dari segi kelayakan menempa ilmu, kan sudah tidak layak lagi di sana. Orang kuliah setiap hari mendengar bunyi ambulan, rumah sakit dan parkirnya sangat krodit,’’ jelasnya. (kmb23)

”Recycling” Aspal

DAUR ulang aspal jalan sangat penting diterapkan di Bali, mengingat teknik overlay berdampak pada ketinggian jalan. Metode recycling juga dalam rangka mewujudkan green construction. ‘’Semestinya ini ke depan banyak dilakukan. Di Bali terakhir pernah dilakukan metode recycling ini tahun 2010 di ruas Jalan Bypass I.B. Mantra, Kusamba,’’ kata Ketua DPD Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Bali Nusakti Yasa Wedha, ST., MT., di sela-sela seminar teknologi pengembangan jalan di Kuta, Senin (5/11) kemarin. Dia menyayangkan apabila metode ini tidak diterapkan di Bali. Sebab, jika metode

overlay terus dipakai akan membuat posisi bangunan lebih rendah dibandingkan badan jalan. Diakuinya, sudah banyak yang memahami teknik recycling namun implementasinya masih minim. Kontraktor yang memiliki alat recycling pun sangat sedikit. ‘’Di Indonesia sudah banyak yang menerapkan, tapi untuk di Bali memang belum. Karena selama ini ratarata jalan di Bali masih cukup bagus,,’’ ucapnya. Ditambahkannya, dengan metode recycling biaya bisa ditekan hingga 33 persen dibandingkan dengan metode lain. (edi)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senator RI Hadiri Dua Pameran Arc Bali dan Vidyadiva

Tiru Jokowi Gratiskan Suramadu, Wedakarna Minta Gubernur Bali Gratiskan Biaya Berkesenian di Art Center PERHATIAN Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terhadap budaya dan seni, baik seni klasik dan kontemporer menjadikan sosok Senator Arya Wedakarna (AWK) sebagai wakil rakyat paling kerap diundang dalam acara seni di Bali. Kedekatan dan pergaulan dengan banyak sanggar seni di Bali termasuk para seniman, menjadikan lembaga DPD RI sebagai lembaga negara yang banyak menyerap aspirasi dari seniman Bali. Dan harapan agar pemerintahan satu jalur baik di pusat dan di daerah dalam hal Tri Sakti yang berkepribadian dalam bidang budaya agar pro-terhadap seniman, agar semakin menempatkan seniman sebagai subjek dari pembangunan. Demikian diungkapkan Senator AWK saat hadir di Art Center saat pembukaan pameran lukisan Perempuan Vidyadiva yang salah satunya didukung oleh Bhakti Pertiwi Jati (BPJ). “Tiang melihat pameran pelukis perempuan ini sebagai wujud pemikiran revolisioner kaum seniman Bali. Selama ini, banyak seniman pemula yang terkendala masalah teknis dalam berkarya. Sebut saja, dalam beberapa pameran mereka harus iuran gotong royong untuk menyewa gedung, belum lagi harus mencetak katalog, mengorganisasi acara seremoni dan hal teknis lainnya. Salah satu yang paling sering dikeluhkan seniman adalah biaya sewa gedung pameran, dan panggung di Art Center Denpasar yang mencapai jutaan rupiah per hari. Ini tidak sehat dan saya minta Gubenur Bali untuk tidak meniru kebijakan pemimpin Bali sebelumnya. Ini harus direvolusi dan harapan seniman agar biaya sewa gedung di Art Center bisa digratiskan. Jangan sampai seniman pemula bingung mencari tempat beracara karena tidak ada biaya. Bisa dicontoh Presiden Jokowi yang menggratiskan biaya tol Suramadu, karena pemasukan daerah dibanding dengan manfaat secara kreativitas tidak sebanding. Pemprov Bali dengan APBD di atas Rp 5 triliun seharusnya tidak usah mencari untung lewat hal-hal begini. Semoga bisa digratiskan atau minimal tidak semahal sekarang, Gubernur harus percaya diri seperti Bung Karno yang pro terhadap seniman,’’ ung-

SATYAGRAHA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Ibu Suastini Putri Koster (Istri Gubernur Bali) menyapa dan membeli lukisan I Gusti Arya (seniman disabilitas ) di Art Center dan AWK bersama seniman pada pameran seni di Kuta Badung. kap Arya Wedakarna. Hal yang sama ia sampaikan juga saat menjadi tamu kehormatan dari acara Pameran Seni dan Kompetisi Seni “Arc Bali” di Kuta Badung yang diadakan oleh Gurat Institute dan Richstone Art Design, yang mana Senator AWK mengapresiasi kegiatan perdana yang diadakan oleh pengusaha seniman yang peduli dengan Bali. “Saya puji Discovery Shopping Mall ini memberikan tempat gratis untuk berpameran dengan posisi strategis. Seharusnya, pusat perbelanjaan di Bali ini melakukan kebaikan seperti ini. Jangan melulu cuma urusan bisnis, luangkan space untuk para seniman kita. Kepada Bapak Ketut Putra Yasa asal Kuta, beliau adalah sahabat saya sejak 20 tahun lalu. Kini sudah menjadi seniman dan pengusaha hebat. Semoga kebaikannya akan membuka jalan untuk rezeki-rezeki yang lain,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Ia pun berharap baik pemerintah

dan juga pihak swasta agar lebih pro terhadap seni budaya sesuai dengan cita-cita Bung Karno. “Coba lihat zaman Bung Karno, walau keadaan bangsa sedang susah, tapi perhatian terhadap seniman luar biasa. Seniman lukis, seniman patung, seniman tari, seniman sastra dan lainnya mengalami kejayaan karena Bung Karno adalah pencinta seni. Pada zaman itu, maestro tumbuh berkembang dengan baik, karena diangkat, difasilitasi, digratiskan tempat berkarya bahkan Istana Presiden dijadikan galeri seni, termasuk seniman dikenalkan dengan orangorang hebat dunia, sehingga maestro bangsa diakui oleh internasional. Sekarang sulit mencari pemimpin seperti Bung Karno, dan mereka tidak sadar jika tanpa seni dan budaya, maka bangsa ini termasuk Bali tidak ada apa-apanya. Semoga seniman –seniman Bali yang sedang berjuang ini bisa diayomi. Tugas DPD RI adalah menjembatani. This is Satyagraha,‘’ ungkap Shri Arya Wedakarna. (ad194)

Wisuda STD Bali, AMIK New Media dan Pelepasan Lulusan New Media College 2018 PENCAPAIAN demi pencapaian ditorehkan mahasiswa dan dosen STD Bali. Kali ini diwujudkan dengan peluncuran dua buah buku terbaru karya dosen dan mahasiswa yang berjudul ‘’Color of Ideas dan Torendo Interior-Arsitektur Eleven’’. Kegiatan ini menjadi rangkaian wisuda STD Bali, AMIK New Media dan Pelepasan Lulusan New Media College 2018 di Inna Grand Bali Beach Sabtu (3/11) lalu. Selain peluncuran buku juga dilakukan penandatanganan MoU antara STD Bali dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan Kabupaten Badung. Dengan adanya kesepakatan kerja sama ini menandai kolaborasi STD Bali dan pihak Dinas PUPR Badung dalam bidang desain fasilitas publik untuk meningkatkan kenyamanan area pariwisata daerah Badung. Selain itu, MoU juga ditandatangani dengan Rennaisance Bali Uluwatu Resort & Spa dalam bidang penguatan sumber daya manusia. Ketua STD Bali Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. menyampaikan bahwa komitmen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh segenap civitas akademika, terutama dosen adalah motor yang kuat untuk membawa STD Bali sebagai sekolah tinggi desain yang sangat diperhitungkan dan mendapat pengakuan, tidak hanya dari masyarakat lokal Bali tetapi juga oleh komunitas internasional. Hal ini dibuktikan dengan kerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia dalam program student exchange yang sudah mulai berjalan pada awal tahun 2018 ini. Selain itu, Program Summer School ”Tropical Architecture” yang sudah berjalan dua tahun ini telah diikuti oleh 92 orang dari 28 negara. Tahun depan akan dibuka program baru Summer School Travel Photography and Videography, dan 1 Semester Interior Architecture Program yang akan menjadi program rutin yang pesertanya berasal dari berbagai negara khususnya dari negaranegara di Eropa. Berbagai prestasi membanggakan juga diraih oleh dosen dan mahasiswa, baik dalam bidang akademis maupun non-akademis. Delapan orang dosen STD Bali berhasil meraih beasiswa untuk program doktoral dan saat ini sedang menempuh pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri. Dalam bidang pengabdian masyarakat, STD Bali mendapat kesempatan untuk melakukan Renovasi Taman Kanak-Kanak Bina Sastra, Desa Taman Tanda, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Redesain Media Promosi untuk Objek Wisata Hidden Canyon Beji Guwang Gianyar dan Rede-

WISUDAWAN - Pelantikan wisudawan STD Bali oleh Ketua STD Bali, Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. sain Media Promosi untuk Objek Tracer Study terhadap para alumni Wisata Monkey Forest, Gianyar, bahwa lulusan STD Bali dan New juga membuat mural untuk mem- Media College 100% terserap di percantik Youth Park Taman Kota dunia kerja yaitu dengan komposisi Lumintang, Denpasar yang bekerja 87% bekerja/berwirausaha dan 13% sama dengan komunitas Arsitek bekerja sambil melanjutkan studi ke Tanpa, Hipmi Kota Denpasar, jenjang yang lebih tinggi. Pada kesBadan Kreatif Denpasar, Badan empatan yang sama, dilakukan pePemuda Kreatif Denpasar, dan nyerahan penghargaan kepada para perusahaan cat PT Propan Raya. lulusan terbaik dan berprestasi. Yang terbaru, dosen dan mahasiswa Gelar wisudawan terbaik program STD Bali mendapat kehormatan studi Desain Komunikasi Visual sebagai visual graphic artist dalam diberikan kepada Viona Marshelina, event Fourth High Level Meeting on S.Ds. dan wisudawan program studi Country-LED Knowledge Sharing D3 Desain Interior diraih Dea Puteri yang diadakan oleh Bappenas-IMF Rahajeng, A.Md.,Ds. Wisudawan dan World Bank. Selama kurun terbaik AMIK New Media tahun waktu tahun 2018 ini, berbagai ini adalah Triesna Kusuma Dewi, prestasi juga telah ditorehkan oleh A.Md., Kom. dan lulusan terbaik mahasiswa dalam berbagai kompe- New Media College diraih Agus tisi, baik dalam skala lokal maupun Yudhistira Mahesa. Ada beberapa kategori penghargaan lainnya juga nasional. Hal ini tentu tidak lepas dari diberikan yaitu wisudawan aktif kualitas pendidikan dan berbagai berprestasi STD Bali dicapai oleh sarana dan prasarana pendukung Rizki Purnama Aji, S. Ds., lulusan yang dimiliki, memastikan STD Bali aktif berprestasi New Media College mampu menghasilkan lulusan yang diraih Hikma Novita Rahma. Pengberkualitas. Untuk meningkatkan hargaan untuk wisudawan kreatif standar kompetensi mahasiswa berprestasi STD Bali diberikan agar dapat bersaing secara global, kepada Leo Dicky Hartono, S.Ds., STD Bali dan New Media College dan I Komang Triagus Mahendra juga mengadakan Sertifikasi ACA dari New Media College. STD Bali sudah membuka (Adobe Certified Associate) dan ACU (Autodesk Certified User). pendaftaran TA 2019/2020 untuk Sekolah Tinggi Desain Bali walau jenjang S1 Desain Komunikasi masih berusia sangat muda, saat Visual dan Desain Interior. New Meini sudah terakreditasi B, dan untuk dia College membuka pendaftaran program studi Desain Komunikasi untuk Program Profesional 1 Tahun Visual, juga sudah terakreditasi B. Jurusan Desain Grafis Multimedia Hal tersebut adalah bentuk komit- & Animasi, Desain Interior Arsitekmen, kerja keras, dan profesionalitas tur, Hospitality Accounting, Public segenap civitas akademika dalam Relation & Digital Marketing, Acpengelolaan lembaga. counting & Tax, Secretary & Office Wisuda kali ini meluluskan 179 Management, Web Programming & orang wisudawan. Prestasi lulusan Jaringan, Fashion Digital Illustrasangat membanggakan dengan nilai tion. Informasi tentang pendaftaran IPK tertinggi untuk STD Bali adalah dapat dilihat di http://www.std-bali. 3,84 dan IPK rata-rata adalah 3,40. ac.id/ dan http://newmed.ac.id/ atau IPK tertinggi AMIK New Media Instagram @stdbali dan @newmeadalah 3,78 dengan IPK rata-rata diacollege, Fanpage FB Sekolah 3,43 dan IPK tertinggi New Media Tinggi desain Bali atau New Media College adalah 3,94 dengan IPK College Bali, telp 0361-8955648 dan rata-rata 3,44. Berdasarkan hasil 0361-2096093. (ad195)

Selasa Kliwon, 6 November 2018

Putu Sanurwati Dilantik Jadi Kepala SMA PGRI 1 Denpasar

YPLP Pertegas Pegang Kuat Ikon Jadi SMA Plus Pariwisata

SMA PGRI 1 Denpasar kini memiliki kepala sekolah definitif. Kepala SMA PGRI 1 Denpasar kini dipercayakan kepada seorang wanita yakni Putu Sanurwati, S.Pd. Dia dilantik menjadi kasek secara sederhana di ruang guru SMA PGRI 1 Denpasar, Kamis (1/11) lalu oleh Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali, Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. Penyerahan SK oleh Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., disaksikan kepala sekolah di lingkungan YPLP Kota PGRI Denpasar. Sebelum menjadi kasek menggantikan Drs. I Made Karang, M.Pd., Putu Sanurwati mengabdi di sekolah ini sejak 1989 sebagai guru DPK bidang studi kimia. Dia juga pernah menjabat wakasek kesiswaan dan terakhir wakasek kurikulum . Dihubungi Senin (5/11) kemarin, Putu Sanurwati mengaku sudah memiliki program guna memajukan sekolah ini. Pertama, meningkatkan jumlah siswa baru pada tahun ajaran 2018/2019. Kedua, wanita asal Banjar Buruan Sanur ini juga akan ngebut melengkapi sarana dan prasarana sekolah. Termasuk memberi penguatan PBM berbasiskan IT. Bersamaan dengan itu, dia menerapkan disiplin siswa dan berprestasi di bidang akademis dan non-akademis. ‘’Program jangka panjang kami menjadikan SMA PGRI 1 Denpasar sekolah kebanggaan masyarakat Bali berdaya saing internasional,’’ ujarnya. Target itu bukanlah mulukmuluk jika dilihat dari program unggulan sekolah ini yakni di bidang pariwisata. Program plus ini diisi dengan penguatan english conversation (percakapan) dua jam seminggu. Selain penguatan tambahan dalam FB Service dua jam per minggu. Semua siswa, kata dia, wajib menjalani program tambahan ini setiap Jumat dan Sabtu. Soal kualitas guru, Sanurwati mengatakan tak diragukan. Seko-

SELAMAT - Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana didampingi I Made Suada memberi selamat kepada Putu Sanurwati usai dilantik menjadi Kepala SMA PGRI 1 Denpasar. lah di Jl. Tukad Grinding No. 21 A Panjer ini didukung 22 guru dan dua guru produktif bidang pariwisata. Sekolah ini dilengkapi dengan lab pariwisata untuk praktik FB Service dan English. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., mengungkapkan, dipilihnya Putu Sanurwati sebagai Kepala SMA PGRI 1 Denpasar melalui prosedur yang benar dan seleksi ketat kepribadian. Sanurwati dianggap mampu mengemban tugas berat memimpin dan memanajerial sekolah ini untuk segera bangkit dan sejajar dengan sekolah lainnya. Makanya Madiadnyana yang juga pengurus inti KONI Bali ini mengatakan achievement of motif sang kasek sudah teruji selama tujuh bulan menjadi pelaksana tugas. Namun, dia sadar sekolah tak boleh lama-lama dibiarkan tanpa kasek definitif. Makanya Sanurwati yang sudah teruji jiwa wirangnya dengan PGRI diberikan tugas

untuk memimpin sekolah. Yayasan, kata Madiadnyana, tak pernah membedakan wanita atau laki-laki yang memimpin sekolah PGRI. Yang dinilai adalah kemampuan manajerial, karakter, dan komitmennya memajukan sekolah melalui program-programnya. Makanya YPLP Kota PGRI Denpasar menegaskan agar SMA PGR 1 Denpasar di bawah kepimpinan yang baru tetap kuat menjalankan ikon SMA plus pariwisata. Program ungggulan ini sudah terbukti lulusannya setelah tamat bekerja yang membuat sekolah ini dipercaya masyarakat. Madiadnyana mengingatkan untuk terus menegakkan disiplin siswa, produktivitas dan kualitas guru. Ditambah dengan kesejahteraan guru guna melahirkan siswa berprestasi. Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali, Dr. I Made Suada, juga mengajak kasek baru menjadikan SMA PGRI 1 Denpasar sejajar dengan sekolah lainnya. (025)

Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia Gelar Seminar Teknologi Pengembangan Jalan HIMPUNAN Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI), Senin (5/11) kemarin, menggelar seminar terkait teknologi dalam pengembangan jalan, bertempat di Wisma Bima II, Kuta. Dengan mengambil tema, “Penerapan teknologi aspalt recycling dan pengujian beton pracetak dengan ultrasonic pulse velocity (upv)” kegiatan ini, diharapkan bisa meningkatkan kinerja dalam pengembang jalan di Bali dan juga di Indonesia. Menurut Ketua DPD HPJI Bali, Nusakti Yasa Wedha, S.T., M.T., pada seminar ini, ada lima materi yang dibahas. Sesuai dengan tema yang diangkat, pada seminar ini salah satunya dibahas terkait dengan penggunaan beton-beton U-dicth. Yaitu terkait dengan metode pengujian dengan menggunakan ultrasonic pulse velocity (UPV). Metode pengujian ini menurutnya, menggunakan gelobang ultrasonik dalam menentukan umur serta yang nantinya akan digunakan dalam mengidentifikasi mutu beton. “Salah satunya seperti menentukan karakteristik beton dan juga terkait hammer test. Ini wajib dilakukan untuk menentukan mutu beton serta untuk mengetahui kinerja daripada campuran beton tersebut,” katanya. Selain itu, juga dibahas terkait recycling aspalt, yang terkait dengan green construction. Hal ini kata Nusakti, harus sudah segera diberlakukan dalam pengembangan jalan. Karena metode recycling ini sebagai metode pemeliharaan terhadap perbaikan struktur jalan, tanpa menambah

SEMINAR - Ketua DPD HPJI Bali, Nusakti Yasa Wedha, S.T., M.T., (tengah) didampingi Ketua panitia senimar, Nyoman Yasmara (kanan) dan narasumber saat pembukaan seminar, Senin (5/11) kemarin, di Wisma Bima II, Kuta. dengan overlay. Sehingg nantinya, sumber daya alam (SDA) yang dipergunakan untuk struktur jalan, juga bisa dikurangi. “Dengan harapan ke depan akan bisa meningkatkan kinerja dalam pengembang jalan di Bali dan Indonesia,” ujarnya. Selain itu, juga dibahas terkait penerapan Perpres 16 tahun 2018 sebagai Pengganti Perpres 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Sehingga, dengan adanya perpres baru ini, diharapkan bisa siap dalam menghadapi pengadaan barang dan jasa. Karena ini akan menjadi bagian dari dokumen tender. Untuk materi berikutnya, juga dibahas terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Ling-

kungan (SMK3L). Menurutnya, ini harus menjadi prioritas dan harga mati. Bahkan, Menteri PUPR pun mengharapkan agar tidak ada satu pun ada kejadian yang tidak berkeselamatan. Dalam menghadapi tantangan ke depan, APJI Bali berkomitmen turut serta dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal. Sementara, Ketua panitia senimar, Nyoman Yasmara, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seminar ini selain diikuti oleh kalangan PUPR, juga para konsultan, kontraktor, dan pelaksana di bidang konstruksi. Selain itu, seminar yang digelar selama dua hari dari tanggal 5-6 November ini, juga dihadiri oleh peserta dari kalangan universitas di Bali. (ad192)

Ada Mekanisme Perizinan untuk Tampilkan Atraksi Budaya Denpasar (Bali Post) Rancangan Perda tentang Atraksi Budaya Tradisional Bali masih dalam pembahasan pansus di DPRD Bali. Secara sederhana, perda ini disusun untuk melindungi atraksi budaya serta membedakan antara atraksi budaya sakral dan profan. Dalam hal ini, atraksi budaya profan yang boleh disajikan untuk pariwisata. “Kemudian, ada dimensi ruang dan waktu. Maksudnya, setiap kegiatan yang berkaitan dengan atraksi budaya, anggaplah di pura, itu hanya berlaku di wewidangan pura,” ujar Ketua Pansus Ranperda Atraksi Budaya Tradisional Bali, I Wayan Gunawan, di sela-sela pembahasan ranperda di gedung dewan, Senin (5/11) kemarin. Gunawan mencontohkan tabuh

rah yang saat ini masih diformulasikan apakah tergolong sebagai kebiasaan, tradisi, atau adat istiadat. Mengingat, tabuh rah memang sudah melekat dalam tata upacara keagamaan sehingga perlu dilestarikan. Tentunya dengan menghilangkan unsur judi atau tajen. “Tabuh rah nanti kita coba masukkan. Kalau misalnya dia menjadi bagian dari tata upacara keagamaan, kita akan tentukan pasal khusus untuk itu,” imbuhnya. Gunawan menambahkan, ranperda juga didesain memuat pengakuan terhadap mereka yang terlibat dalam atraksi budaya. Ada hak, kewajiban, larangan, sanksi dan penghargaan yang nanti diatur lebih lanjut lewat peraturan gubernur. Termasuk

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

ada mekanisme perizinan untuk menampilkan kegiatan atraksi budaya. “Ada proses penilaian ulang, atraksi budaya semacam apa, tampilannya yang memadai sebagai komoditas pariwisata, tidak dengan semena-mena. Tapi ada syarat-syarat tertentu yang dipenuhi,” jelas politisi Golkar ini. Menurut Gunawan, teknis mengenai atraksi budaya semacam apa yang layak dan patut untuk dipertontonkan akan diatur dalam peraturan gubernur. Atraksi budaya antara lain harus mempunyai nilai seni, atraktif, dan menarik. Rumusan-rumusan mengenai sebuah atraksi budaya yang layak nantinya dibuat dengan melibatkan Listibya (Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan). (kmb32)


Daerah

Selasa Kliwon, 6 November 2018

5

RSUP Sanglah Berencana Perluas Lahan Parkir

Tidak dengan Tukar Guling Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah memang berencana memperluas areal parkir. Namun, tidak dengan tukar guling seperti yang disarankan Komisi III DPRD Bali. Rencana perluasan parkir RSUP Sanglah yaitu dengan memindahkan kantin RSUP Sanglah ke selatan. Sehingga lahan bekas kantin bisa digunakan untuk parkir. Selain itu, RSUP Sanglah juga akan membangun gedung, yang nantinya basementnya digunakan untuk parkir. Demikian disampaikan Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah Dra. Nining Setiawati didampingi Kabag Hukum dan Humas RSUP Sanglah dr. Arya Duarsa saat ditemui Bali Post Senin (5/11) kemarin. Namun untuk membangun gedung itu, membutuhkan investasi besar. Sementara Kemenkes tidak lagi memberi tambahan anggaran kepada RSUP Sanglah. Kalaupun perluasan parkir dilakukan dengan tukar guling lahan FIB dan FH Unud, menurutnya tidak mungkin. “Mau tukar guling gimana? Saya enggak ngerti juga. RSUP Sanglah ini milik Kemenkes, sedangkan FH dan FIB milik Kemenristek Dikti. Kalau kita minta, kita ngasi apa ke mereka? Saya belum tahu gulingnya apa? Kita juga belum pernah berpikir dan membahas itu,” selorohnya. Kini, RSUP Sanglah memiliki sistem parkir yang baru. Sebelumnya PD Parkir, kini parkir RSUP Sanglah dikelola HZL. Dengan rekanan baru ini, RSUP Sanglah memberlakukan tarif progresif setelah 6 jam. Nining menjelaskan, pihaknya sangat berhati–hati dalam memberlakukan tarif progreif, yaitu setelah 6 jam pertama. Di jam ke–7, barulah pasien dikenakan tambahan parkir Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil. Tarif progresif itu pun ada batas maksimalnya yaitu untuk kendaraan roda empat Rp 10.000 dan roda dua Rp 5.000. Nining menjelaskan bahwa tarif progresif diberlakukan karena lahan parkir RSUP

Sanglah selama ini banyak dimanfaatkan oleh orang yang tidak berkepentingan. Seperti mahasiswa, karyawan, orang luar yang bukan pasien atau pelanggan rumah sakit. Ada yang menginapkan motor dan mobilnya berhari–hari bahkan berbulan–bulan. Sementara lahan parkir di RSUP Sanglah sangat dibutuhkan oleh pasien dan keluarga pasien. Sehingga tarif parkir progresif diberlakukan. Ia pun telah mempertimbangkan waktu 6 jam tersebut. Pasien diperkirakan mendapat pelayanan di RS memakan waktu hanya 5 jam, sehingga waktu 6 jam ini dinilai cukup untuk mendapat fasilitas parkir di RSUP Sanglah. “Sebenarnya, orang atau pasien yang lebih dari 6 jam di RSUP Sanglah itu sedikit sekali, hanya pasien yang menginap. Yang menginap pun sedikit, tidak semua,” ujarnya. HZL terpilih sebagai pengelola parkir RSUP Sanglah dikatakan dengan melalui kontes. Dengan adanya HZL, kontribusi atau pendapatan ke RSUP Sanglah menjadi lebih tinggi, parkir lebih aman dan lebih tertib, rambu–rambu lebih lengkap. “Mereka juga menyediakan fasilitas drop zona kepada kita, gate dan kartu parkir. Sekarang, orang mau ke UGD juga tanpa hambatan karena gate dibangun setelah jalan menuju UGD,” tandasnya. Pelaporan pendapatan rekanannya itu dikatakan lebih transparan. Sejak Oktober 2018 dikelola HZL, parkir terkelola dengan baik. Itu membuat pendapatan dari parkir RSUP Sanglah meningkat 50 persen. Semua gate atau portal di RSUP Sanglah sudah otomatis. Rekanannya itu pun mau mengelola parkir di Forensik RSUP Sanglah. Sedangkan dulu, tidak terkelola. Area parkir juga diperlebar dengan investasi dari rekanannya itu. Pelebaran parkir dilakukan di bekas kantin RSUP Sanglah sebelumnya. Pada awal kerja sama, rekanannya tersebut melakukan investasi cukup besar pada area parkir RSUP Sanglah yaitu Rp 1,2 miliar. (kmb42)

Bali Post/kmb32

LANSIA - Ketua Pansus Ranperda tentang Kesejahteraan Lansia, I Nyoman Parta, (kiri) menyerahkan draf ranperda kepada Wakil Ketua DPRD Bali, IGB Alit Putra dalam rapat paripurna internal, Senin (5/11) kemarin.

Tak Sediakan Pelayanan Geriatri dan Ramah Lansia

Rumah Sakit Dikenai Sanksi Administrasi

Denpasar (Bali Post) Sanksi administrasi akan dikenakan untuk rumah sakit yang tidak menyediakan pelayanan geriatri dan ramah lansia. Hal ini diatur dalam rancangan perda (ranperda) inisiatif DPRD Bali tentang kesejahteraan lanjut usia. Sesuai agenda, ranperda yang sudah disetujui dalam rapat paripurna internal dewan tersebut akan diketok palu Selasa (6/11) ini.

Bali Post/wan

PARKIR - Sejumlah pengendara motor melintas sembari mengambil karcis di pintu masuk menuju areal parkir di RSUP Sanglah, Senin (5/11) kemarin.

Putu Nadia Nevita

Sempat Kesulitan Ubah Karakter

SETELAH lama berkecimpung dalam berbagai lomba tarik suara, kini penyanyi remaja, Putu Nadia Nevita mulai memberanikan diri bergelut di pasar lagu komersial. Ini ia buktikan dengan meluncurkan single berjudul “Tresna Nak Sekolah”. Nadia, panggilan akrabnya pun mendapat kesempatan emas karena ditangani langsung penyanyi kondang, Yong Sagita. Rencananya bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-14, pada 8 November 2018 ini, lagu “Tresna Nak Sekolah” ini bakal diluncurkan. Menurut Nadia, berbagai ajang lomba yang diikutinya sudah cukup menjadi modal untuk melangkah sebagai penyanyi komersial. Kendati demikian, gadis kelahiran Denpasar, 8 November 2004 ini men- gaku sempat mengalami kesulitan mengubah karakternya dari penyanyi festival menjadi penyanyi komersial. “Kalau dulu saat sering ikut lomba kan nadanya harus tinggi dan lebih kaku, tapi sekarang lebih ringan dan bisa bebas berekspresi. Nah, untuk menyesuaikan ini agak sulit dan membutuhkan waktu. Tapi, berkat ditangani Om Yong Sagita, akhirnya Nadia mulai bisa menemukan karakter baru, hasilnya seperti single Tresna Nak Sekolah ini,” ujar Nadia Senin (5/11) kemarin. Siswi kelas IX SMPN 3 Denpasar ini mengaku sengaja meluncurkan single “Tresna Nak Sekolah” tepat pada hari ulang tahunnya nanti. Sebab, cerita lagu ini mengisahkan tentang remaja yang memulai senang atau tertarik dengan lawan jenisnya, namun takut dengan orangtua. “Kebetulan Nadia kan tak lama lagi juga memasuki jenjang SMA. Jadi, lagu ini cocok bagi anakanak seusia Nadia yang tak lama lagi tamat SMP dan jadi anak SMA,” ucap putri sulung pasangan I Wayan Budi dan Desak Made Ambarini ini. Yong Sagita mengakui sempat ada kesulitan untuk mengubah karakter vokal Nadia dari penyanyi lomba alias penyanyi festival ke penyanyi komersial. Namun, karena Nadia mempunyai bakat bernyanyi dan bisa memainkan alat musik, seperti gitar dan piano, sehingga tidak sulit dan hanya membutuhkan waktu yang tidak cukup lama untuk mengubahnya. Wayan Budi, sang ayah, mengaku sangat mendukung apa yang dilakoni putrinya ini. “Kalau itu sifatnya positif tentu kami selaku orangtua mendukung penuh. Bahkan seperti dalam karya lagu ini, kami tak ingin setengah-setengah dan menyerahkannya kepada yang sudah berpengalaman yakni Yong Sagita yang juga teman saya sejak lama,” kata Wayan Budi yang juga hobi menyanyi dan musik.(win)

“Hanya itu wilayah sanksinya. Tidak ada yang lain. Rumah sakit negeri dan swasta harus menyiapkan pelayanan geriatri dan layanan ramah lansia. Ketika dia membuat rumah sakit, harus sudah memenuhi unsur itu,” ujar Ketua Pansus Ranperda tentang Kesejahteraan Lanjut Usia DPRD Bali, I Nyoman Parta, usai memfinalisasi ranperda dalam rapat paripurna internal di gedung dewan, Senin (5/11) kemarin. Bagi rumah sakit yang sudah berjalan, lanjut Parta, agar melakukan usaha sedemikian rupa untuk menyediakan pelayanan itu. Apakah dengan merenovasi atau memformat kembali pelayanannya sehingga rumah sakit itu memiliki pelayanan geriatri dan layanan ramah lansia. Mengingat, pelayanan geriatri merupakan salah satu prioritas untuk lansia yang diatur dalam ranperda. Prioritas lainnya, sebagai contoh lansia tidak perlu antre saat naik pesawat atau diberikan tiket khusus

masuk tempat wisata. “Peran serta masyarakat dan dunia usaha juga didorong dalam memberikan perlindungan kepada lansia, terutama lansia telantar,” imbuhnya. Parta menambahkan, hal-hal yang diatur pula dalam ranperda di antaranya kesempatan kerja, pelatihan dan modal usaha untuk lansia, Graha Wredha dan rumah singgah, lembaga Sekaa Wredha, Kongres Lansia, posyandu dan fasilitas umum ramah lansia, sahabat lansia dan Sekaa Teruna Peduli Lansia, serta keterlibatan lansia dalam partisipasi sosial. Khusus mengenai rumah singgah, dikatakan memiliki konsep berbeda dengan panti jompo ataupun graha wredha. Lansia dalam panti jompo sudah pasti telantar dan tinggal permanen di sana. Sementara graha wredha adalah tempat untuk para lansia bertemu dan bercengkrama, serta mengkontribusikan pemikiran atau transfer knowledge dan bertukar pengalaman.

Baik antara sesama lansia dengan lansia maupun antara lansia dengan siswa, mahasiswa, dan lainnya. “Kalau rumah singgah konsepnya ada dua. Pertama, menjadi tempat singgah bagi lansia yang sedang mengikuti proses pelayanan kesehatan di Denpasar. Agar tidak pulang lagi ke Karangasem atau Buleleng misalnya, padahal 2 atau 3 hari lagi harus dapat pengobatan lanjutan,” ujarnya. Fungsi kedua, lanjut Parta, untuk membantu keluarga yang ingin menitipkan lansia karena harus bepergian atau hal lain. Namun, para lansia yang dititipkan di rumah singgah bersifat sementara antara 3 hari sampai seminggu. Politisi PDI-P ini berharap rumah singgah dapat direalisasikan di 2019 memakai dana APBD Provinsi. Untuk sementara, rumah singgah akan dibangun di Denpasar. Lantaran bukan panti jompo, rumah singgah akan dirancang untuk 10 sampai 15 orang. “Di rumah singgah dijamin semua, makan, tidur, kesehatan,” jelasnya. Pascaditetapkan menjadi Perda, Parta meminta agar eksekutif segera membuat Pergub. Pasalnya, beberapa pos anggaran dalam bentuk program akan dimasukkan dalam rancangan APBD Induk 2019. (kmb32)

Pengedar SS Diadili Jual Motor Curian, Mantan Napi Libatkan Istrinya

Denpasar (Bali Post) Menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan di LP Kerobokan, tidak membuat I Gede Suardipa alias Bejo (23), kapok. Setelah bebas Mei 2018, dia kembali beraksi mencuri dua sepeda motor masing-masing di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Denpasar Barat dan di kos–kosan Dewi Cobra di Jalan Tukad Balian Gang Cobra, Denpasar Selatan. Akibat perbuatannya tersebut, Suardipa alias Bejo ditangkap Minggu (4/11) lalu. Saat menjual motor curian ke Buleleng, pelaku mengajak istrinya. “Modusnya kunci nyantol. Kadang-kadang pemilik motor lupa megambil kunci kontaknya dan hal itu dimanfaatkan pelaku. Kaki kanan dan kiri pelaku terpaksa kami tembak karena melakukan perlawanan,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan, Senin (5/11) kemarin. Lanjut Kompol Arta, 29 Oktober lalu, pelaku melakukan pencurian sepeda motor Honda Scoopy milik Suci Pinanggih Rahayu (26) di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Denpasar. Kronologisnya, pelaku tiba di TKP dan melihat motor korban parkir di luar pekarangan rumah. Kebetulan saat itu kunci motor nyantol dan pelaku langsung mengambilnya lalu dibawa ke tempat kosnya di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Denpasar. Pelaku men-

gajak istrinya membawa motor curian itu ke daerah Penarukan, Buleleng. Rencana motor itu akan dijual ke temannya. “Tanggal 1 November lalu, pelaku akan transaksi motor curian. Kami langsung ke sana tapi ternyata bocor. Pelaku melarikan diri karena mendapatkan informasi dari temannya bahwa polisi datang. Selanjutnya, pelaku melarikan diri ke daerah Seririt, Buleleng,” ungkapnya. Selanjutnya, pada Sabtu (3/11) pukul 15.00 wita, pelaku mendatangi kos-kosan Dewi Cobra di Jalan Tukad Balian Gang Cobra, Renon, Denpasar. Waktu itu, pelaku melihat sepeda motor Honda Scoopy milik Ni Ketut Windiari (25) dan langsung dicurinya. Tim Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit I Iptu Made Yusidistira dan Panit Iptu Ngurah Eka Wisada, menyelidiki kasus tersebut. Pada Minggu (4/11) lalu, polisi dapat informasi jika pelaku ada di tempat kosnya. Pukul 14.30 wita, petugas melakukan pengintaian dan melintas pelaku mengendarai Honda Scoopy. Pelaku langsung disergap dan dibawa ke Mapolresta Denpasar. “Kedua motor curian berhasil kami amankan sebagai barang bukti. Kasus ini masih kami kembangkan,” ucap mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. (kmb36)

Bali Post/ist

HASIL CURIAN - Barang bukti dua motor hasil curian I Gede Suardipa alias Bejo.

Denpasar (Bali Post) Diduga menjadi pengedar sabu-sabu (SS), Rudi Pratono (27) diadili kasus SS seberat 82,46 gram sabu. Bahkan dakwaan di PN Denpasar, Senin (5/11) kemarin, terdakwa juga melibatkan kekasihnya, Fitri Bunga Mellannia, yang kini berusia 18 tahun. JPU Cok Intan Merlany Dewie, dalam perkara ini menjerat terdakwa dengan pasal 114 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Sementara Fitri asal Kepulauan Riau dan kos di Jalan Tukad Buaji, Banjar Celuk, Kelurahan Panjer, tidak membantah dakwaan jaksa. Dalam surat dakwaan dijelaskan, Minggu 15 Juli 2018 sekitar pukul 02.00 wita, Fitri bersama Rudi Pratono (berkas dipisah) menggunakan atau mengonsumsi sabu-sabu bersama di dalam kamar kos. Setelah mengonsumi sabu-sabu bareng, Fitri dan Rudi main game di ponsel. Besoknya, 16 Juli 2018 pukul 11.00 wita, Rudi mendapat pesan WhatsApp (WA) dari seseorang bernama Putu yang intinya ngajak ketemuan di Pulau Moyo. Di sana, Rudi bertemu seseorang yang tidak dikenal dan orang itu menyerahkan bungkusan plastik warna hitam yang di dalamnya berisi kristal bening berisi sabu-sabu. Kemudian orang tersebut pergi. Beberapa saat kemudian, terdakwa dihubungi via WA isinya yang intinya minta 5 gram dan ditaruh di Jalan Anyelir. Setelah mendapat pesan tersebut, Rudi langsung menuju sebuah lahan kosong dan memecah sabu di dalam plastik hitam. Rudi kembali ke tempat kosnya kemudian menaruh sabu ke dalam tas kertas warna cokelat dan menaruhnya di atas lemari kamar kos. Rudi bersiap mengantar barang haram tersebut ke Jalan Anyelir. Namun, belum keluar kamar kos, Rudi sudah ditangkap petugas Polresta Denpasar disertai penggeledahan badan dan pakaian. Saat itu ditemukan bong, tas kertas cokelat berisi 1 klip sabu-sabu, 1 bendel klip kosong, sebuah timbangan elektrik, pipet mini, pipa kaca, 1 buku catatan penjualan dan barang bukti narkoba total 82,46 gram. Dikonfirmasi petugas diakui barang bukti milik Rudi. Informasi di luar persidangan, saat diamankan petugas Fitri dalam keadaan ngefly alias masih dalam pengaruh sabu-sabu. (kmb37)


OPINI

6

Selasa Kliwon, 6 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menunggu Otsus Pariwisata

PARIWISATA Bali di persimpangan jalan, begitu wacana yang sempat mengemuka tentang kondisi pariwisata Bali beberapa tahun silam. Setelahnya, berbagai wacana mengalir mengkritisi kondisi pariwisata Bali. Mulai dari pariwisata Bali jangan dijual murah, pariwisata Bali antara mass tourism dan quality tourism, sampai terakhir tentang perjuangan otoritas khusus (Otsus) pariwisata Bali. Begitulah memang membicarakan permasalahan pariwisata Bali tidak akan pernah habis-habisnya. Tapi satu hal yang pasti disepakati, Bali mengembangkan pariwisata budaya. Dalam pariwisata budaya, kasarnya yang “dijual” adalah budaya Bali dengan segala adat istiadat, kesenian, keseharian penduduknya yang mayoritas Hindu. Dalam melakoni budaya Hindu ini, pendukung kebudayaan Bali yakni masyarakat Bali melakukannya dengan kesadaran tinggi tulus ikhlas yang diistilahkan sebagai yadnya. Semua dilakukan dengan menjaga keseimbangan hubungan antara manusia Bali sebagai pendukung kebudayaan Bali dengan alam lingkungannya, dengan sesama umat manusia dan dengan Tuhan sebagai bagian keyakinannya yang hakiki. Masyarakat Bali percaya, segala sesuatu yang jika dilakukan dengan yadnya (tulus ihklas) pada saatnya nanti pasti akan mendapatkan imbalannya. Hal ini telah dibuktikan, masyarakat Bali dianugrahi sektor pariwisata sebagai sumber utama perekonomian. Pariwisata ini muncul berkat keikhlasan masyarakat Bali melakoni dan menjaga adat budayanya secara berkelanjutan. Sayangnya seperti telah diwacanakan, masyarakat Bali yang seharusnya menjadi penikmat mutlak karunia pariwisata ini belakangan malah seperti diabaikan. Semua dibawa lari ke pusat, hanya sebagian disisihkan untuk masyarakat Bali. Ketika muncul wacana tuntutan akan otoritas khusus pariwisata Bali, maka hal itu merupakan sesuatu yang wajar. Tuntutan bagaimana agar Bali bisa mengelola berkah pariwisata hasil pemeliharaan budayanya, mestinya diakomodir pemerintah pusat yang selama ini meraup kalau tidak dibilang “merebut” berkah tersebut. Logika sederhananya, pendukung kebudayaan Bali yang telah berkorban secara tulus ikhlas, mengapa lalu berkahnya harus dibawa ke pusat dan Bali hanya disisihkan sebagian saja. Jika masyarakat bali bisa diberikan otoritas untuk mengelola berkah tersebut, dipastikan akan bisa ber-yadnya lebih besar lagi. Selanjutnya berkah pariwisata diharapkan bisa lebih besar lagi, termasuk yang bisa dinikmati pusat. Untuk memperjuangkan otoritsa khusus pariwisata ini, semua komponen pendukung kebudayaan Bali dalam hal ini masyarakat Bali haruslah bersatu. Semua harus satu komitmen, satu kepentingan dan satu suara. “Kebulatan tekad” ini telah dilakukan komponen pariwisata, tokoh dan elemen masyarakat Bali. Kini tinggal tindak lanjut dari perwakilan masyarakat Bali, baik itu eksekutif maupun legislatif berjuang ke pusat. Termasuk dan terutama, mereka yang telah dipilih dan dipercaya menyampaikan suara masyarakat Bali ini di pusat. Sayangnya sampai tulisan ini dibuat, hal itu belum terlihat. Akankah hal ini kembali hanya menjadi wacana yang hangat bahkan panas di awal untuk kemudian lenyap oleh perjalanan waktu untuk kemudian muncul kembali dalam bentuk atau judul berbeda? Masyarakat Bali sebagai pendukung kebudayaan Bali menunggu.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Buku Permainan Tradisional Kini zaman serba canggih. Anak-anak sudah terbiasa bermain dengan Handphonenya. Tak ada lagi anak-anak yang berkumpul di jalan-jalan untuk bermain. Dulu ketika saya kecil, permainan tradisional sangat banyak, mulai dari makering-keringan, matajog dan matembing. Permainan yang terakhir ini nyaris tak ada yang melirik. Permainan matembing dengan uang logam termasuk uang kepeng (pis bolong) dulu menjadi permainan populer. Anak-anak SD sepulang sekolah setelah membantu orangtuanya kumpul di jalan-jalan, jalan juga belum diaspal untuk main tembing. Permainan ini sejenis adu ketangkasan memasukkan uang kepeng atau logam ke dalam lobang. Uang yang masuk ke lobang menjadi milik pemain. Untuk mendapatkan kesempatan membuang kumpulan uang logam dari jumlah peserta biasanya dilakukan pengundian menggunakan logam besar. Siapa logamnya paling dekat dengan lobang bahkan sampai masuk lobang, itu yang mendapat kesempatan pertama. Makin jauh dari lobang, kesempatan membuang koin makin ke belakang. Permainan ini memang asyik dan banyak aturan lainnya. Ada denda jika pemain mengenai uang kepeng yang tidak ditunjuk lawan untuk dilempar dengan koin besar. Sayang perminan ini tinggal kenangan. Ada baiknya penulis buku membuat rangkuman permainan tradisional anak-anak ini. Setidaknya untuk dikenang kalaupun sangat tak menarik dilakukan saat ini. Mungkin Dinas Kebudayaan Bali bisa melakukan iventarisasi permainan tradisional anak-anak sebagai sejarah di kemudian hari. Kini ketika zaman berkembang pesat akibat teknologi, kita juga merindukan permainan tradisional. Putu Winata Putra Denpasar-Bali

Bali Siaga Bencana Pariwisata-Budaya Jangan tunggu Bali hancur. Demikian bunyi headline Bali Post, Sabtu (27/10), yang menyiratkan adanya kekhawatiran akan masa depan Bali, dengan melihat realitas karut-marut tata kelola pariwisata Bali yang mengancam ke-ajeg-an dan taksu Bali. Tak kurang Gubernur Bali Wayan Koster juga menyatakan bahwa kita jangan berpikir Bali baik-baik saja, karena tantangan dan ancaman Bali cukup besar, serta bukan hal yang sepele.

I

ngar-bingar pariwisata Bali yang mulai membawa dampak buruk berupa kerusakan alam dan budaya Bali, nampaknya mulai membuat jengah banyak pihak yang peduli atas jati diri adat-budaya Bali beserta bentang alam Bali. Persoalan tata kelola pariwisata muncul sejak over supply kamar hotel, kemacetan, buruknya infrastruktur, dominasi investor luar Bali, persaingan usaha, hingga penjualan paket wisata murah Bali. Penataan ulang Bali menjadi keniscayaan yang harus dilakukan seluruh stakeholder secara bersama, komprehensif, konsisten dan berkesinambungan. Keelokan alam dan kebudayaan Bali yang memesona adalah modal pariwisata yang dimiliki seluruh krama Bali. Bentang alam nan elok di berbagai sudut pelosok Pulau Bali adalah pusaka saujana yang menjadi harta karun Pulau Bali. Sementara kebudayaan Bali selain berwujud kesenian juga berupa berbagai upakara yang sudah menjadi tradisi turun menurun dan tetap berlangsung dalam keseharian kehidupan masyarakat Bali sebagai implementasi keyakinan agama Hindu Bali yang dianut.

Oleh Agung Kresna Semua dengan tampilan nuansa karakter khas Bali yang tidak dijumpai di daerah lain. Di sisi lain, kondisi Bali sebagai sebuah provinsi yang berada dalam satu pulau dengan luas sekitar 5.600 km2, merupakan nilai tambah dalam penataan Bali secara terintegrasi. Namun dengan wilayah pemerintahan yang terbagi dalam sembilan kabupaten/kota, tentu hal ini menjadi tidak mudah untuk dilakukan, jika mengingat bahwa otonomi pemerintahan daerah di Indonesia berada di kabupaten/kota. Bukan berada di tingkat provinsi. Keistimewaan Bali Pulau Bali yang penduduknya cenderung homogen oleh etnis Bali, justru memberikan nilai tambah dalam melakukan tata kelola pembangunan. Realitas ini akan semakin mempermudah dalam mengatur kebersamaan, karena secara adat, budaya, dan agama, krama Bali memiliki satu kesatuan pandang atas kehidupan kesehariannya. Kondisi tersebut ditunjukkan melalui peran sentral desa adat/pakraman di Bali dalam kehidupan keseharian krama Bali. Secara adat, budaya dan agama, keseharian kehidupan krama Bali berada dalam penge-

lolaan desa adat. Sedang secara administrasi kependudukan, warga Bali dikelola melalui desa dinas. Keberadaan desa pakraman Bali sejatinya merupakan kunci dalam menata Bali sebagai satu kesatuan tata kelola. Desa pakraman memegang peran utama dalam keseharian kehidupan krama Bali, sejak lahir hingga meninggal dunia. Sehingga desa pakraman harus tetap terjaga secara lestari sebagai identitas jati diri Bali. Living culture yang berwujud pesona adat-budaya krama Bali dalam keelokan bentang alam Bali adalah modal krama Bali dalam membangun pariwisata, tanpa memerlukan nilai investasi yang besar. Hanya diperlukan kepedulian agar modal pariwisata itu tetap lestari. Peradaban dan kekerabatan yang termanifestasi dalam keseharian kehidupan krama Bali berupa ritual, seni dan komunitas, adalah keistimewaan pusaka budaya (cultural heritage) Bali. Menata ulang Bali adalah berarti menjaga keistimewaan yang terkandung dalam adatbudaya Bali agar tetap lestari. Pariwisata harus kita maknai hanya sebagai bonus dari resultan antara pesona kebudayaan krama Bali (dalam tatanan

kehidupan agrarisnya dibalut agama Hindu Bali), dengan keelokan bentang alam Bali. Keistimewaan Bali harus dijaga melalui langkah komprehensif dan berkesinambungan secara konsisten oleh para pemangku kepentingan. Pertama, meneguhkan desa pakraman menjadi jantung keistimewaan adat-budaya Bali menjadi langkah awal yang harus dilakukan. Kebudayaan Bali yang termanifestasi dalam berbagai piodalan, yadnya, dan aneka upakara di keseharian kehidupan masyarakat Bali, sepenuhnya berjalan melalui tata kelola yang dilakukan desa pakraman. Sehingga desa pakraman adalah pemegang peran utama dalam keistimewaan adat-budaya Bali, sebagaimana peran mukim dan gampong dalam adat-budaya Aceh, serta rukun kampung dalam tatanan adat Yogyakarta. Kedua, mengembalikan jati diri pariwisata Bali dalam wisata alam dan budaya. Hal ini juga sebagai antisipasi atas semakin masifnya pariwisata buatan di Bali. Pemetaan potensi pariwisata alam dan budaya yang ada di seantero Pulau Bali harus disusun dan disepakati bersama sebagai panduan tunggal bagi pemangku kepentingan pariwisata Bali dalam menjalankan usaha pariwisata. Dengan peta ini seluruh pemangku kepentingan pariwisata Bali dapat menyusun roadmap guna menyatukan langkah dalam menjaga pariwisata alam-budaya Bali agar tetap menjadi jati diri pariwisata Bali. Ketiga, keberadaan regulasi yang memungkinkan tata kelola Bali berlandaskan pada desa pakraman. Hal ini mengingat bahwa

Mengarusutamakan Pariwisata Berkelanjutan PARIWISATA Indonesia terus menghadapi tantangan seiring perkembangan zaman dan kondisi lingkungan. Selain bencana alam, juga kerawanan bencana ekologi antroposentis banyak mengancam. Kelestarian ekologi merupakan kunci mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Permasalahan ekologi juga semakin kompleks. Di antaranya adalah masalah sampah, khususnya plastik. Plastik merupakan benda yang sulit dan sangat lama terurai. Dampak polusinya demikian besar dan berbahaya. Kabar baik datang dari pemerintah Indonesia. Pemerintah menargetkan peraturan pemerintah (PP) mengenai pengenaan cukai plastik segera terbit. Regulasi ini mesti disambut baik dan diberi masukan agar lebih memperioritaskan kemanfaatan ekologi dibandingkan ekonomi. Manusia mesti menjadi bagian dari solusi permasalahan ekologi. Tugas bersama adalah mendidik dan menyadarkan seluruh manusia untuk beraksi nyata menjaga ekologi. Seiring kemajuan zaman, tuntutan modernitas adalah sisi praktis dan ekonomis termasuk dalam hal penggunaan barang. Implikasinya produksi barang berbahan plastik terus tumbuh pesat. Nyaris tidak ada manusia yang terbebas dari plastik atau barang berbahan plastik. Geyer (2017) menyebut bumi

Oleh Ribut Lupiyanto sudah menjadi planet plastik. Jurnal Science Advances memaparkan penelitian yang menyebutkan sebanyak sembilan miliar ton plastik telah diproduksi sejak 1950. Kecepatan produksi plastik selalu meningkat, di mana setengah dari sembilan miliar ton plastik tersebut baru diproduksi selama 13 tahun terakhir. Mayoritas plastik dirancang untuk dibuang. Produksi sampah plastik di Indonesia berdasarkan data Statistik Persampahan Domestik Indonesia (2014) mencapai 5,4 juta ton per tahun. Angka ini merupakan 14 persen atau peringkat kedua dari total sampah domestik. Menurut data Jambeck (2015), diperkirakan 3,32 juta ton limbah plastik belum terkelola baik. Solusi yang paling efektif adalah mengubah ketergantungan kita terhadap plastik (Geyer, 2017). Apresiasi patut diberikan kepada pemerintah atas berbagai upayanya mereduksi limbah plastik. Beberapa waktu lalu pemerintah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Meskipun pada perjalanan kebijakan ini kurang efektif dijalankan. Pemerintah terus mendorong tumbuhnya komunitas pengelola sampah seperti

bank sampah. Infrastruktur pengelolaan sampah juga dikembangkan, misalnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Optimalisasi Kebijakan Pemerintah perlu melakukan diversifikasi cukai agar tidak terlalu bergantung pada penerimaan cukai rokok. Cukai plastik dapat menjadi salah satu diversifikasi tersebut. Namun demikian target ekonomi tidak boleh mendominasi target ekologi. Alih-alih membatasi, karena target penerimaan keuangan jangan sampai justru mendorong produksi sampah lebih besar. Sinergi diperlukan antarinstansi dan antarregulasi, guna menekan produksi limbah plastik. Indonesia baru mampu menyediakan kapasitas produksi plastik yang dapat terurai secara alami (biodegradable plastik) ini sebesar 200 ribu ton per tahun. Pemerintah mengakui masih kesulitan untuk menghapus penggunaan produk plastik secara keseluruhan. Untuk menekan produksi plastik yang susah terurai, maka pemerintah salah satunya terus menggenjot produksi plastik yang mudah terurai. Pemerintah

melalui Kementerian Perindustrian menargetkan peningkatan produksi plastik ramah lingkungan sebesar lima persen per tahun. Inisiatif lain yang bisa didorong adalah memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), mendaur ulang sampah plastik (recycle), serta mengembalikan ke alam melalui penguraian alami. Pemerintah penting mengembangkan dan mendukung riset terapan yang inovatif terkait pengelolaan limbah plastik. Dunia akademik dan lembaga penelitian dapat berkontribusi nyata dalam upaya tersebut. Sektor industri juga penting didorong hingga ditekan untuk menggunakan biodegradable plastik. Pemberdayaan masyarakat dapat dioptimalkan melalui edukasi hingga menggerakkan melalui komunitas. Sektor swasta penting didorong untuk mendukung. Akal-akalan mesti dihindarkan, misalnya hanya sekadar pemenuhan kewajiban, pemanfaatan iklan, dan lainnya. Seluruh upaya di atas mesti didukung regulasi memadai dan tidak saling tumpang tindih. Hal terpenting adalah penegakan implementasi secara konsisten dan terpadu.

desa pakraman menjadi jantung kehidupan keseharian krama Bali. Harus mulai kita gagas masa depan Bali yang satu. Apabila otonomi Bali terletak di provinsi, maka tata kelola Bali dalam satu kesatuan langkah komando akan lebih mudah dijalankan. Tidak ada salahnya kalau dari sekarang kita menggagas Provinsi Daerah Istimewa Bali, dengan landasan keistimewaan adat-budaya Bali. Tata kelola Bali berbasis pada desa pakraman, sementara sembilan kabupaten/kota yang ada lebih bersifat administratif, tanpa ada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota niscaya akan lebih mudah mewujudkan era Bali baru yang terintegrasi dalam pola satu kesatuan wilayah, dengan satu manajemen dan tata kelola. Manajemen pembangunan yang terpadu di seluruh Pulau Bali dalam satu kesatuan langkah dan cara pandang. Mengembalikan marwah adat-budaya Bali menjadi pekerjaan rumah para pemangku kepentingan Bali. Gemerlap pariwisata dengan gelimang dolar dalam industri pariwisata Bali adalah tantangan yang harus kita sikapi dengan tetap menjaga taksu dan ke-ajeg-an Bali. Berlandaskan filosofi keseimbangan Tri Hita Karana, Bali harus tetap berlangsung dengan tatanan anatomi tradisi sosial-budaya krama Bali, dalam balutan sifat komunal penuh kemitraan, bukan sifat individual yang penuh kompetisi. Penulis, arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar.

POJOK Hujan deras, sebabkan sejumlah wilayah di Bali longsor. -Akibat manusia tak ramah pada alam. *** Rumusan Pergub, hotel di Bali wajib gunakan komoditas lokal. -Optimis saja dulu. *** Warga Taro, Gianyar akan adakan prosesi arak trofi Kalpataru. -Tetap semangat jaga Bali dan Gianyar.

Penulis, Deputi Direktur CPubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Selasa Kliwon, 6 November 2018

Atap Rusak Disambar Petir

Puskesmas Selemadeg Timur II Tetap Layani Pasien

Bali Post/bit

PUSKESMAS - Ruang kerja Kepala Puskesmas Selemadeg Timur II untuk sementara dimanfaatkan sebagai ruangan pelayanan kesehatan.

Tabanan (Bali Post) Meski atap dan plafon seluruh ruang layanan di Puskesmas Selemadeg Timur II rusak dan jebol akibat sambaran petir pada Minggu (4/11), pelayanan untuk masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Puskesmas telah melaporkan dampak kerugian akibat bencana tersebut kepada BPBD Tabanan agar segera ditindaklanjuti. Dari pantauan di lapangan Senin (5/11) kemarin, pelayanan kesehatan oleh tim medis Puskesmas Selemadeg Timur II berjalan seperti biasa. Hanya saja karena hampir seluruh atap ruangan pelayanan dalam kondisi rusak, untuk sementara pelayanan kesehatan dipindahkan ke ruangan lainnya yang memadai, seperti ruang pegawai yang biasanya difungsikan untuk administrasi, ruang tata usaha dan sejumlah ruangan lainnya yang berada di sebelah gedung utama Puskesmas. Tak luput pula ruangan Kepala Puskes-

Baru Dua Kepala Dinas Mendaftar Calon Sekda

Tabanan (Bali Post)-

Belum banyak yang mendaftar sebagai calon Sekda Tabanan. Hingga Senin (5/11) kemarin, atau dua hari jelang penutupan masa pendaftaran, baru dua orang yang mendaftar yakni Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan. Dua Kepala Dinas ini menyerahkan berkas pendaftaran di hari yang berbeda. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil I G.A. Rai Dwipayana mendaftar pada Jumat (2/11) lalu. Sementara Kepala Dinas Pendidikan I Gede Susila mendaftar kemarin sekitar pukul 07.30 Wita. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Tabanan I Wayan Sugatra, membenarkan bahwa baru ada dua Kepala Dinas yang ikut dalam bursa jabatan Sekda. Namun Sugatra tak menutup kemungkinan masih akan ada lagi pejabat lainnya yang akan ikut lelang jabatan tersebut. ‘’Tunggu saja, masih ada kesempa-

tan hingga batas akhir pendaftaran,’’ ucapnya. Dikatakan Sugatra, kemungkinan para pejabat yang memenuhi syarat pendaftaran masih mencari hari baik atau memiliki strategi khusus dalam mendaftar. ‘’Itu yang perlu waktu, serta juga persiapan inovasi yang akan disampaikan dalam presentasi,’’ terangnya. Untuk diketahui, pada lelang jabatan Sekda Tabanan minimal ada empat pendaftar untuk selanjutnya melangkah ke tahapan seleksi oleh pansel. Jika hingga batas akhir pendaftaran kuota minimal tersebut belum terpenuhi, pansel akan melakukan perpanjangan waktu

pendaftaran hingga tujuh hari. ‘’Posisi Sekda tidak boleh kosong bahkan satu menit saja, karena itu pejabat strategis yang sangat menentukan. Jika seandainya nanti belum bisa diproses secara seleksi terbuka, dan Sekda sudah waktunya pensiun, tentu saja harus ditunjuk Penjabat. Namun saya yakin, kuota minimal peserta akan terpenuhi,’’ tegas Sugatra. Untuk memperkuat proses dan integrasi seluruh alur pengisian jabatan pimpinan tinggi di instansi pemerintah, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah meluncurkan aplikasi Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (Sijapti). Aplikasi tersebut

Bali Post/san

Uji Kompetensi Aparatur Perikanan Ekonomi Asean (MEA). Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan Tabanan membutuhkan SDM yang layak dan siap bersaing dalam sektor kelautan dan perikanan. Dalam kaitannya hal tersebut, kegiatan ini akan dapat mengembangkan calon-calon SDM bersertifikat layak dan mampu menjadi

center asesmen di Bali. Menurutnya, Pemkab Tabanan akan senantiasa memberikan dukungan kepada masyarakat agar tidak kalah bersaing dengan negara lain. Untuk itu dia mengajak seluruh komponen masyarakat agar terus belajar demi mengejar ketertinggalan di berbagai bidang. (kmb24)

Tabanan Dapat Bantuan Program Tumpang Sari

Tabanan (Bali Post)Guna meningkatkan produksi tanaman pangan sekaligus memaksimalkan fungsi lahan pertanian, Kementerian Pertanian melaksanakan program tumpang sari. Kabupaten Tabanan mendapatkan bantuan bibit jagung dan kedelai. Bibit akan ditanam pada lahan seluas 52 hektar di Subak Kesiut. Rencananya penanaman perdana akan digelar, Jumat (9/11) mendatang. Kepala Dinas Pertanian Tabanan Nyoman Budana, Senin (5/11) kemarin mengatakan, pada program tumpang sari Tabanan mendapatkan bantuan untuk pengembangan tanaman jagung dan kedelai. Tujuan Kementerian Pertanian dalam program ini adalah memaksimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan produksi tanaman pangan. Jagung dan kedelai sangat penting dikembangkan lantaran

pasokannya masih banyak didatangkan dari negara lain alias impor. Peran serta petani dalam menerapkan tumpang sari diharapkan dapat mewujudkan Indonesia yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik tanaman pangan, tetapi juga mampu mengekspornya. ‘’Seperti beras, kita sudah bisa ekspor. Jagung sebenarnya sudah ekspor, tetapi bukan dari Bali. Diharapkan dengan program ini kita bisa memenuhi kebutuhan jagung dan kedelai yang saat ini ada yang masih impor,’’ jelas Budana. Ia melanjutkan, sebenarnya metode tumpang sari sudah cukup banyak diterapkan petani. Tetapi melalui program ini diharapkan ada pemantapan kembali, terlebih lahan pertanian setiap tahunnya semakin berkurang. Dengan metode penanaman tumpang sari, produkti-

pihaknya, Asisten II, Bapelitbang, BPBD, PUPRPKP dan Bakeuda. Hasil rapat akan dilakukan perbaikan untuk kap, atap serta plafon Puskesmas sesegera mungkin. ‘’Dari rapat tersebut, dimungkinkan untuk diperbaiki dengan dana bencana. Namun harus sudah selesai paling lambat 22 Desember,’’ jelasnya. Terkait kerusakan sarana dan prasarana seperti komputer dan alat lainnya, akan dianggarkan di Dinas Kesehatan. ‘’Perbaikan sarana prasarana akan diprogramkan di tahun 2019. Untuk komputer saat ini digunakan komputer administrasi,’’ sebutnya. Ditambahkannya, kejadian ini juga sudah disampaikan ke Bupati Tabanan. Bupati menyarankan agar setiap gedung pemerintah dilengkapi dengan penangkal petir. Apalagi gedung Puskesmas sudah online dan jaringan internet, sehingga bisa jadi sasaran petir. (kmb28)

I Wayan Sugatra

Bali Post/bit

Program Cantin Sehat Belum Banyak Diakses

MAGANG - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menghadiri pembukaan magang teknis dan uji kompetensi aparatur perikanan, Senin (5/11) kemarin.

Tabanan (Bali Post)Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan dan P2MKP Karya Lestari Tabanan menggelar magang teknis dan uji kompetensi aparatur perikanan, Senin (5/11) kemarin. Tujuan kegiatan ini, memperkuat daya saing SDM kelautan dan perikanan, khususnya di era Masyarakat

mencakup keseluruhan proses seleksi mulai dari konsultasi, penyampaian dokumen rencana seleksi dan laporan hasil seleksi, serta dokumentasi database JPT. Sugatra juga menegaskan untuk persyaratan pengisian posisi Sekda tidak ada persyaratan yang mengkhusus, yang penting memiliki pengalaman di bidang pemerintahan yang berkaitan dengan tugas Sekda secara komulatif selama lima tahun. ‘’Dan terpenting, usia maksimal 56 tahun pada saat pelantikan,’’ ucapnya. (kmb28)

mas sementara disulap sebagai ruangan untuk pasien umum. Kepala Puskesmas Selemadeg Timur II dr. Ni Putu Partini mengatakan, setidaknya ada enam ruang pelayanan yang rusak, seperti ruang perawatan umum, perawatan gawat darurat, poli kandungan dan kebidanan, poli anak dan poli gigi. Tidak hanya itu, akibat kabel jaringan terbakar karena petir, jaringan internet mengalami gangguan. ‘’Terpaksa manual untuk sementara ini, karena jaringan elektronik untuk sistem informasi kesehatan belum bisa diakses. Biasanya ini untuk memasukkan data BPJS dan data pasien,’’ ucapnya. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika mengatakan, usai mendapat laporan pihaknya telah meninjau Puskesmas tersebut. Diakuinya, banyak kerusakan yang terjadi akibat sambaran petir. Terkait hal itu, Pemkab telah menggelar rapat yang diikuti

vitas lahan akan lebih tinggi dibandingkan hanya menanam satu jenis tanaman. ‘’Ini berdasarkan kajian. Dengan menanam dengan sistem tumpang sari maka produktivitas serta keuntungan yang didapatkan petani menjadi lebih tinggi. Jadi tidak hanya dapat satu jenis tanaman saja melainkan lebih dari satu,’’ paparnya. Sistem tumpang sari akan didorong untuk diterapkan di pertanian Tabanan terutama untuk lahan yang kekurangan air pada saat musim kemarau. Untuk Tabanan saat musim kering atau tanam palawija petani cenderung menanam jagung. Namun ada juga yang menanam kedelai seperti di Kediri, tetapi tidak begitu banyak. Hasil panennya hanya bisa mencukupi kebutuhan domestik. Diharapkan produksi kedelai di Tabanan akan meningkat dengan adanya program tumpang sari. (kmb24)

Tabanan (Bali Post)Dalam rangka menyiapkan generasi yang berkualitas, menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Infeksi Menular Seksual (IMS), pemerintah melalui Kementerian Kesehatan melaksanakan program Calon Pengantin Sehat atau Cantin Sehat. Program ini tidak hanya menyiapkan calon orangtua secara fisik, tetapi juga secara mental sehingga generasi yang dihasilkan dalam pernikahan tersebut berkualitas. Sayangnya program ini belum banyak diakses di Tabanan. Untuk itu, Dinas Kesehatan Tabanan menggandeng desa adat dalam mensosialisasikan dan menarik minat calon pengantin mengikuti Cantin Sehat. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tabanan I Made Supardiyadnya, Senin (5/11) kemarin mengatakan program Cantin

Sehat yang dimulai sejak tahun 2017, saat ini sudah mulai ada peminatnya, meski tidak banyak. Seperti di Puskesmas Penebel I, Puskesmas Penebel II dan Puskesmas Tabanan III mencatat setidaknya 3 hingga 5 pasangan calon pengantin sudah mengikuti program ini. Menurutnya, di luar Bali yang warganya mayoritas Muslim, program Cantin Sehat banyak peminatnya. Hal ini dikarenakan calon pengantin saat menikah mereka mengurusnya ke KUA dan di sana sudah ada ruang khusus untuk program Cantin Sehat. ‘’Sementara di Bali, saat menikah mereka melapor ke Bendesa Adat dan tidak ada ruang khusus seperti KUA untuk program Cantin ini. Karenanya, ke depan kami akan menggandeng desa Adat sehingga pasangan yang hendak menikah diberi info untuk bisa menjalani program Cantin

di Puskesmas terdekat,’’ ujar Supardi. Progam Cantin Sehat memberikan pelayanan khususnya pada perempuan yang sedang ke masa transisi menuju kehidupan rumah tangga. Sebelum menikah, baik perempuan dan pasangannya diberikan layanan kesehatan dari pemeriksaan fisik sampai konseling untuk menyiapkan fisik dan mental dalam mengarungi rumah tangga ke depan. Supardi menjelaskan, selama ini langkah pencegahan AKI dan AKB dilakukan di dua ujung, yaitu pada ibu hamil dan pada remaja. Hal ini menyebabkan ada ‘’gap’’ yang belum tersentuh yaitu perempuan yang masuk ke masa transisi ke jenjang pernikahan. Sementara kematian ibu saat melahirkan terjadi karena sebab yang seharusnya bisa dicegah jika terdeteksi lebih awal, seperti hipertensi dan jantung.

Kondisi bayi yang lahir cacat maupun prematur juga bisa dicegah apabila calon pengantin mendapatkan pembekalan mengenai informasi kesehatan dan menjalani pemeriksaan fisik dan menyiapkan diri menjadi orangtua. Supardi mencontohkan kasus keguguran maupun kecacatan bayi karena serangan virus Toxoplasma. Jika calon pengantin mengikuti program Cantin Sehat, virus bisa diketahui sejak awal sebelum pernikahan, dan calon pengantin perempuan bisa menjalani terapi agar bebas dari virus serta hamil dalam kondisi sehat. Program ini bisa diakses di Puskesmas. Pelayanan yang wajib diberikan adalah pemeriksaan fisik seperti berat badan, lingkar lengan, tensi dan pemeriksaan dasar lainnya. Pada program ini juga ada konseling mengenai beberapa hal penting lainnya. (kmb24)

Kapolda Resmikan Lapangan Tembak Polres Tabanan (Bali Post)Polres Tabanan, Senin (5/11) kemarin meresmikan lapangan tembak yang berlokasi di sebelah selatan Polsek Penebel. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan jajaran kepolisian di Tabanan bisa berlatih secara rutin sehingga memiliki kemampuan menembak yang baik. Peresmian lapangan tembak yang diberi nama Lapangan Tembak Praja Rastra Gandewa ini dilakukan langsung Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. Pada kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan agar lapangan seluas 10 are itu dilengkapi petugas keamanan untuk menjaga keamanan saat menembak. Menurutnya, seorang polisi harus memiliki dasar menembak. Dengan dibangunnya lapangan tembak ini, ada fasilitas untuk bisa latihan secara rutin. ‘’Apalagi suasananya sangat cocok untuk berkonsentrasi. Tapi saya sarankan agar ada security di bagian kiri maupun kanan untuk pengamanan

Bali Post/ist

LAPANGAN TEMBAK - Lapangan tembak Polres Tabanan yang diresmikan, Senin (5/11) kemarin. untuk meminimalisir adanya salah tembak, terutama yang baru belajar menembak,’’ katanya. Kapolda berharap, dengan adanya lapangan tembak ini Polres Tabanan bisa menjuarai lomba tembak se-Bali. Bahkan ke depan bisa dijadikan tempat lomba menembak. ‘’Saya sampaikan juga nanti akan menggelar lomba menembak.

Jadi tolong disiapkan dari sekarang,’’ jelasnya. Sementara itu, Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa mengatakan, inisiatif pembangunan lapangan tembak ini lantaran pihaknya kesulitan mencari tempat latihan menembak. Proses pembuatannya hanya memakan waktu sekitar sebulan. Untuk mensosialisasikan

keberadaan lapangan tembak ini, pihaknya mengundang 18 Perbekel se-Kecamatan Penebel. ‘’Pada acara pembukaan ini kami undang sehingga bisa menginformasikan bahwa ada lapangan tembak. Ketika ada suara tembakan nantinya tidak bertanya-tanya kenapa ada suara tembakan, tetapi sudah tahu kalau ada yang latihan,’’ jelasnya. (kmb24)


BULELENG

8

Selasa Kliwon, 6 November 2018

Miliki Kualitas Tinggi, Buah Naga Buleleng Dilirik Pasar Tiongkok AKSES pasar sejumlah komuditas pertanian di Buleleng mulai terus diperluas. Produktivitas buah naga yang mulai dibudidayakan petani Den Bukit itu potensial diekspor ke Tiongkok. Peluang ini sekarang mulai digarap petani di Den Bukit dalam kaitan rencana perluasan pasar ekspor. Di balik tingginya operasional, bagaimanakah peluang ekspor buah naga? Tim General Administration of Customs People’s Republic of China (GACC) bersama Balai Karantina Pertanian Bali dan Dinas Pertanian Buleleng, beberapa waktu lalu melakukan kunjungan dan pengambilan sempel buah naga Buleleng milik Wayan Kantra di Desa Bulian, Kubutambahan. Kunjungan lapangan (on site visit) ke kebun buah naga seluas 14 hektar itu karena Kantra tercatat sejak beberapa tahun

lalu sukses membudidayakan buah naga. Tim GACC melakukan analisis dengan mengambil sampel buah dan sampel tanaman yang terindikasi diserang hama. Nantinya, data lapangan ini diuji laboratorium. Sebelum diuji anggota tim GACC juga mencicipi langsung rasa buah naga hasil budi daya petani di Bali Utara. Petani buah naga Wayan Kantra menceritakan, selama

Suara Buleleng Buleleng, Kota Pendidikan MENYANDANG Kota Pendidikan sudah sepatutnya bisa memenuhi kebutuhan guru untuk sekolah-sekolah yang kekurangan guru di Buleleng. Diharapkan, tidak terjadi ketimpangan pengadaan guru di beberapa sekolah dan juga dalam penerimaan CPNS. Perekrutannya juga agar benar-benar transparan dan akuntabel, wujud kecurangan sekecil apapun harus dihindari. Jika memang belum bisa dipenuhi akibat kuota perekrutan terbatas, maka pemerintah diharapkan bisa lebih memberdayakan guru kontrak. Tenaga guru kontrak itu dimanfaatkan di sekolah dengan memberikan insentif memadai. Gung Surya, Lovina

Guru Kontrak Diperhatikan MEMBICARAKAN guru kontrak pihaknya berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan mereka itu. Artinya memberikan tugas sesuai kewajiban sebagai guru kontrak. Jangan semua tugas yang ada di sekolah itu dibebankan kepada guru kontrak, apalagi bebannya melebihi tugas guru PNS. Selain itu, diberikan insentif sesuai tugas dan kewajibannya, sebab selama ini hampir semua tugas yang seharusnya dikerjakan guru PNS itu ditimpakan kepada guru kontrak. Dengan pola seperti itu guru kontrak itu merasa dianaktirikan. Gede Merta, Celukbuluh

Penataan Tata Ruang Jalur Hijau PENATAAN tata ruang jalur hijau itu sepatutnya pihak-pihak terkait menerapkan Perda yang mengatur tentang tata ruang dan tentang jalur hijau. Banyaknya pembangunan vila di Buleleng kepada pihak terkait agar lebih aktif menerapkan perda termasuk pembangunan hotel dan penginapan. Saat ini sudah banyak jalur hijau telah dilanggar. Perlu ada kejelasan, mana sebetulnya termasuk wilayah jalur hijau. Mengacu pada regulasi, pada jalur itu memang sudah sepatutnya tidak boleh membangun pada zone tersebut. Nang Mologan, Mayong

Penerimaan CPNS Sesuai Ketentuan MEMBERIKAN apresiasi kepada BKDSDM Buleleng dalam perekrutan tenaga kerja CPNS yang sudah berlangsung profesional, transparan, dan akuntabel serta terstruktur, sehingga nantinya mampu memberikan hasil memuaskan kepada pihak pemerintah. Tetap berharap pemerintah selalu menekankan keterbukaan dalam perekrutan. Dengan cara itu, diyakini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Harapan yang sama kepada KPU agar lebih selektif melakukan pendataan pemilih. Menjadi krusial, agar tidak terjadi pemilih ganda pada Pemilu mendatang. Dan pastinya, agar berjalan bebas, aman, lancar, adil dan memberikan hasil memuaskan kepada semua pihak.

ini buah naga yang dihasilkan sudah pernah diekspor ke Jerman. Namun, yang diekspor buah naga yang sudah diolah. Untuk buah segar, pernah diekspor ke Hongkong. Ketika memasarkan ke luar negeri, kata Kantra, ia dihadapkan pada tingginya biaya operasional. Karena itu pemasaran ke negara itu terpaksa dihentikan. Meski pernah mengalami masa sulit, sekarang dia mengaku tertarik penawaran ekspor buah naga ke negeri Tiongkok. ‘’Kalau sudah tercapai kesepakatan, saya siap mengeskpor buah naga yang diperlukan. Dari 14 hektar luas kebun, dapat dihasilkan buah naga siap konsumsi antara 600 sampai 700 ton setahun. Kalau ada kesepakatan kami komit memprioritaskan pasar ekspor,’’ ungkapnya. Kepala Seksi (Kasi) Karantina Tumbuhan Badan Karan-

tina Pertanian Kementan Irsan Nuhanto mengatakan, Buleleng memiliki peluang besar melakukan ekspor buah naga. Hal itu tak terlepas kualitas buah naga Buleleng yang lebih unggul dibandingkan produksi negara lainnya di dunia. Dari segi ukuran buah naga budi daya petani di Den Bukit jauh lebih besar. Rasa buahnya juga lebih manis. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Genep mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kehadiran tim GACC yang akan menyerap produksi buah naga di daerahnya. Nantinya petani bisa memproduksi buah naga kualitas tinggi seperti negeri Tiongkok inginkan. ‘’Pemerintah nanti akan mengembangkan pertanian berbasis organik. Dengan produksi perkebunan organik kami yakin akan lebih memudahkan pemasaran ke luar negeri,’’ jelasnya. (mud)

Sempat Diamankan Pihak Berwajib di Taiwan

Dua PMI Dipulangkan ke Desa Tejakula Singaraja (Bali Post) –

Setelah balik ke tanah kelahirannya, dua orang PMI, yakni Ketut Widiarta (23) warga Banjar Dinas Antapura dan Ketut Ricky Priana (20), warga Banjar Dinas Tegal Sumaga, Desa Tejakula, bertemu Kepala Dinas Tenagakerja Transmigrasi (Disnakertrans) Buleleng, Senin (5/11) kemarin. Mereka diterima Kepala Disnakertrans Made Dwi Priyanti Putri Koriawan di ruang kerjanya. Pada pertemuan itu kedua PMI ini menjelaskan kronologis dirinya ditangkap pihak berwajib di Taiwan. Keduanya menceritakan setelah bekerja di Taiwan, pihak yang memberangkatkan belum memberikan visa kerja. Sebenarnya, visa kerja itu memang dijanjikan akan diberikan oleh pihak perorangan yang memberangkatkan, tetapi sampai ada pemerik-

saan oleh pihak berwenang di Taiwan izin sebagai naker asing itu tidak kunjung terbit, sehingga mereka ditangkap aparat berwajib. Kepala Disnakertrans mengatakan, sejak kasus ini mencuat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BP3TKI Bali untuk meminta penelusuran terkait kasus yang menimpa pekerja asing asal Buleleng itu. Disnakertrans juga menelusuri dokumen dan legalisasi pihak perorangan yang memberangkatkan keduanya. Hasil penelusuran itu, pihaknya memastikan kalau pihak perorangan itu bukan Lembaga Pekerja Suasta (LPKS) resmi. Meski demikian, karena alasan kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan, sehingga pihak pengirim PMI itu tida dikenakan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan.

“Kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Memang pihak yang mengirim MPI ini adalah perorangan dan bukan LPKS resmi, sehingga bisa dibilang pengiriman itu ilegal,” katanya. Pembinaan dan Sosialisasi Mencegah kasus serupa terulang, Dwi Priyanti mengatakan, upaya pembinaan dan sosialsiasi kepada calon naker asing. Pekerja diharapkan mengikuti prosedur benar, dan menggunakan 40 LPKS yang resmi ada saat ini. Pihaknya juga bekerja sama dengan Imigrasi memberikan informasi yang baik guna melengkapi dokumen sebagai naker asing. “Saya kira kasus PMI di luar negeri bukan urusan kita saja, atau BP3TKI saja, namun pihak lain seperti Imigrasi dan lembaga terkait lain juga

perlu bersama-sama saling mengingatkan. Mereka perlu kita bina agar naker asing di daerah kita ini bisa bekerja nyaman, tanpa catatan kasus kriminal atau kasus lain,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, dua PMI masingmasing Ketut Widiarta (23), warga Banjar Dinas Antapura dan Ketut Ricky Priana (20), warga Banjar Dinas Tegal Sumaga, Desa/Kecamatan Tejakula, diamankan aparat berwenang di Taiwan. Seorang PMI lain, Kadek Ngurah Jaya, warga Banjar Dinas Antapura sempat terjaring razia, namun tidak diamankan karena yang bersangkutan memilih pulang ke Buleleng dalam waktu tidak lama. Selain itu, ada tujuh orang PMI lain dikabarkan nasibnya belum jelas. Mereka bersembunyi agar tidak terjaring razia pihak berwenang di Taiwan. PMI dari gumi Den Bukit itu ini diberangkatkan pihak perorangan sekitar awal Agustus 2018 lalu. Celakanya, mereka nekat bekerja di luar negeri tanpa menggunakan visa bekerja yang legal. Ini karena pihak perorangan

Singaraja (Bali Post) – Tercatat 40 anggota TNI dan PNS jajaran Kodim 1609/

Buleleng secara mendadak mengikuti tes urine, Senin (5/11) kemarin. Tes urine

itu difasilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng. Dari tes urine ini, perwira atau PNS di jajaran Kodim 1609/ Buleleng berkomitmen mendukung pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Bahkan, kalau terbukti sempel urine itu terindikasi mengandung narkoba, lembaga ini pun siap menindak tegas siapapun anggotanya, sudah tentu sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tes urine yang diikuti Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Verdy De Irawan, perwira di makodim, PNS, hingga sejumlah anggota Babinsa, itu dipimpin Kepala BNNK AKBP Gede Astawa bersama jajarannya. Sebelum mengikuti tes urine dilakukan sosialisasi terkait program P4GN dalam rangka mencari dukungan segenap jajaran TNI dalam

memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Setelah presentasi materi, satu per satu perwira dan anggota TNI serta PNS Kodim 1609 menjalani tes urine itu. Identitas mereka dicatat lalu satu per satu menyerahkan sempel urine untuk diuji lapangan. Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Verdy De Irawan mengatakan, tes urine ini sengaja dilakukan di lembaganya untuk membuktikan kepada publik bahwa jajaran TNI di Bali Utara “bersih” narkoba. Selain itu, uji urine ini dilakukan guna mendeteksi kemungkinan jajarannya terlibat peredaran dan penyalahgunaan “barang haram” narkoba. Jika terbukti anggotanya terlibat kasus narkoba, pihaknya berjanji memberikan sanksi tegas sesuai regulasi yang berlaku di internal Kodim 1609/Buleleng. Kepala BNNK Buleleng

Sempat diamankan pihak imigrasi Negari Taiwan, dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa/Kecamatan Tejakula akhirnya dipulangkan ke Tanah Air. Kedua PMI itu tertangkap lantaran mereka nekat bekerja secara ilegal. Kemudian masing-masing dipulangkan oleh pihak perorangan yang memberangkatkan mereka sebelumnya. Terkait legalisasi sebagai naker asing, pihak pengirim PMI itu tidak dikenakan sanksi. Alasannya, kasus itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Pasar Desa Terhalang Sinar Matahari

Pak Widhi, Tamblang

Bali Post/kmb38

TES URINE – Puluhan anggota TNI di jajaran Kodim 1609/Buleleng mengikuti tes urine, Senin (5/11) kemarin.

Jika Pelamar Lolos ”Passing grade” Lebih

Dilakukan Seleksi Ranking pada Kuota Terbatas TERBATASNYA kuota formasi jabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 dikhawatirkan ada formasi jabatan lowong, karena tidak ada pelamar yang lolos nilai standar passing grade. Persoalan lain juga diprediksi muncul ketika memperebutkan hanya satu formasi jabatan pelamar, sedangkan yang lolos passing grade lebih dari kuota yang dicari. Atas masalah ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) menerapkan pola pengisian formasi jabatan sejenis berdasarkan ranking pelamar yang telah lolos passing grade. Lalu persoalannya, apakah dijamin objektivitasnya artinya tanpa ada aroma KKN (kolusi, korupsi nepotisme) penentuan siapa yang akhirnya nanti definitif masuk CPNS itu?

yang memberangkatkan itu hanya janji-janji saja memberikan visa kerja. Namun setelah di luar negeri tidak ada realisasinya. Celakanya, setelah visa kunjungan yang hanya berlaku tiga bulan, itu visa kerja tidak kunjung diterbitkan. Hingga akhirnya PMI itu sekarang harus menghadapi proses hukum di Taiwan. Keduanya dapat bebas dan dipulangkan ke Indonesia, kalau sudah melunasi denda senilai 23.000 dolar Taiwan (TWD) atau setara Rp 11,3 juta. Mereka terancam dijerat kasus hukum lain, yang berlaku di Taiwan. Pasalnya sudah bekerja secara ilegal. Istri Widiarta, Putu Wahyuni bersama pamannya, Ricky Priana, mengadukan masalah itu ke Kantor Disnakertrans 23 Oktober 2018 lalu. Pada intinya, keluarga itu berharap pihak pemerintah memfasilitasi penyelesaian masalah yang dialami kedua PMI tersebut. Beruntung, pihak perorangan yang memberangkatkan kedua PMI itu akhirnya bisa memulangkan keduanya ke tanah Tanah Air, dengan selamat. (kmb38)

AKBP Gede Astawa mengatakan, meski belakangan ini gencar melancarkan tes urine baik menyasar instansi vertikal seperti Kodim 1609/ Buleleng, pihaknya tidak memproses hukum bila sempel urine positif mengandung narkoba. Sebaliknya, BNNK akan melakukan rehabilitasi, sehingga siapapun pecandu narkoba yang dikategorikan menjadi korban itu bisa “bebas” dari pengaruh buruk narkoba. Ia mengajak segenap jajaran Kodim 1609/Buleleng bersama-sama menggaungkan kampanye pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Terkait hasil uji sempel urine, AKBP Astawa mengatakan, dari 40 perwira, PNS dan personel Babinsa sempel urinenya dinyatakan negatif dari kandungan narkoba dan bahan obat berbahaya lain. (kmb38)

PNS dan Anggota Kodim 1609 Ikuti Tes Urine

Gung De, Ngurah Rai

PEMBANGUNAN Pasar Desa yang ada di Desa Tamblang saat ini membuat warga tidak nyaman. Pasalnya, pembangunan ruko di sebelah selatan itu menghalangi sinar matahari ke dalam pasar. Akibatnya, di dalam pasar itu jadi gelap. Ketika masuk, rasanya seperti terkungkung di dalam. Karena itu, berharap agar pemerintah memperhatikan keinginan warga. Sebab, ditengarai pembanguan pasar saat ini tidak sesuai dengan rencana desain pasar sebelumnya.

Bali Post/kmb38

BUAH NAGA - Produksi buah naga di Buleleng berpeluang untuk diekspor ke Tiongkok.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., Senin (5/11) kemarin mengatakan, ribuan pelamar baik jalur khusus dan umum telah menyelesaikan seleksi CAT secara bergelombang. Masingmasing pelamar sebenarnya sudah mengetahui perolehan nilai passing grade mereka. Namun, resminya menunggu pengumunan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Rekrutmen CPNS Tahun 2018. Sembari menunggu hasil final Panselnas, pihaknya mengaku khawatir kalau ada formasi jabatan yang akan dicari itu justru tidak ada pelamar yang lolos seleksi. Kalau itu terjadi, pemerintah daerah dipastikan tidak bisa berbuat banyak. Karena itu, mau tidak mau formasi jabatan yang akan dicari itu dibiarkan lowong begitu saja, tanpa dicarikan pengganti. “Semua tahapan sampai seleksi CAT sudah dilalui. Tinggal menunggu pengumuman terbuka dan Panselnas. Kita khawatir ada formasi lowong karena tidak ada pelamar yang lolos passing grade. Harapan kita 332 formasi yang dibuka itu terisi dan

pelamar memiliki kompetensi yang kita cari,” pintanya. Selain masalah formasi lowong, Puspaka menjelaskan, persoalan lain dipastikan muncul pada formasi jabatan tertentu. Sangat berpeluang, pelamar yang lulus passing grade justru lebih banyak, dibandingkan formasi yang dicari. Atas persoalan itu setiap pelamar yang lolos passing grade pada formasi jabatan sejenis akan dilakukan pola pengisian dengan sistem ranking. Dicontohkan, sesuai surat Edaran Menpan-RB, kalau nantinya pada suatu formasi jabatan sejenis pelamar banyak yang lolos passing grade, namun jatah yang dicari kuotanya hanya dua orang. Dengan kondisi tersebut, maka skema yang akan dilakukan diambil sebanyak enam pelamar yang lolos passing grade. Mereka kemudian menjalani seleksi CAT untuk diciutkan jadi dua dari enam orang yang masuk ranking itu. “Untuk masalah itu kita sudah menerima instruksi dari Menpan-RB dan jabatan sejenis pelamarnya banyak yang lolos nilai passing grade, akan dilaku-

kan pengisian dengan sistem ranking pada formasi jabatan sejenis itu,” jelasnya. Meskipun dilakukan pengisian jabatan sejenis dengan sistem ranking, namun pemerintah memastikan pola yang dilakukan itu transparan, bebas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta tidak asal comot orang. Akan clean, lebih-lebih nanti berpatokan sesuai seleksi CAT untuk menentukan jumlah kuota definitif dari nominasi ranking yang lolos passing grade. (mud)


GIANYAR

Selasa Kliwon, 6 November 2018

9

Alami Pelecehan Seksual, Pengendara Jatuh dari Motor

Gianyar (Bali Post)Seorang pengendara sepeda motor, Ayu Pirda, mengalami pelecehan seksual saat melintas di Jalan Raya Pejeng, Minggu (4/11) sore. Pelaku yang belum diketahui identitasnya tiba-tiba meraba alat vital wanita asal Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh itu. Korban yang kaget akibat kejadian itu, langsung terjatuh dan mengalami luka lecet di sekujur tubuh. Dihubungi via telepon, Senin (5/11) kemarin, Ayu mengaku awalnya dia membeli bubur di Pasar Pejeng. Sepulang dari membeli bubur, dia melaju ke arah selatan untuk pulang ke Bedulu. “Saya bawa motor sendiri. Saya tidak begitu sadar apakah pelaku yang melakukan pelecehan itu mengikuti saya dari tadi atau tidak,” ujarnya. Diakui, saat kejadian berlangsung, situasi jalan raya, tepatnya di depan Museum Purbakala sedang sepi. Tibatiba dia dipepet oleh seorang pria yang mengendarai Yamaha Nmax. “Saat jalan sepi, dia langsung pegang alat vital saya pakai tangan kirinya,” ujarnya. Korban yang tiba-tiba diraba bagian vitalnya langsung kaget. Sontak korban juga menepis tangan pelaku, namun karena itu ia melepas pegangan dari stang motor hingga akhirnya terjatuh dari sepeda motor. Beberapa bagian tubuhnya, yakni lengan, lutut dan kakinya lecet. Ayu mengaku tidak terlalu mengingat ciri-ciri pelaku. Dia hanya ingat, pelaku mengenakan jaket cokelat dan helm hitam. “Sebelum saya jatuh, saya lihat dia sempat menoleh ke belakang (ke arah korban-red). Dia hampir saja menabrak mobil di depannya,” kata Ayu. Sementara itu, salah seorang saksi mata, Anggia Dwina, melihat korban terjatuh dan merintih kesakitan. “Saya sempat tanya kenapa. Katanya kemaluannya dipegang sama orang,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Blahbatuh Kompol Dwikora mengaku belum menerima laporan mengenai kasus tersebut. Namun, pihaknya akan menerjunkan Bhabinkamtibmas untuk pengawasan di lapangan. “Belum ada laporan masuk,” ujarnya. (kmb35)

Aniaya Ibu Kandung, ODGJ Diamankan Satpol PP

Gianyar (Bali Post)Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), I Wayan Budi, diamankan petugas Satpol PP Gianyar, Senin (5/11) kemarin. Pria berusia 35 tahun ini kerap mengamuk dan membawa senjata tajam di rumahnya di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh. Bahkan, ia kerap menganiaya ibu kandungnya, Ni Wayan Mekar. Petugas Satpol PP Gianyar I Wayan Nasta mengatakan, penangkapan ini bermula dari laporan warga setempat, terkait keberadan ODGJ yang meresahkan. “Dia sering mengamuk di rumah dengan memukul ibunya, sehingga membuat warga sekitar resah,” katanya. Tidak hanya itu, Budi juga kerap mengamuk dengan membawa senjata tajam. Berbekal senjata tajam, Budi kerap merusak berbagai perabotan yang ada di rumahnya sendiri. “Tetapi ngamuknya hanya di rumah saja, merusak perabotan di rumah,” ujar Nasta. Warga setempat yang resah dengan kondisi ini lantas melapor ke Satpol PP Gianyar. Menerima laporan ini, petugas langsung mendatangi rumah I Wayan Budi, Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Beruntung saat didatangi petugas, Budi sedang berada di kamar tanpa berbekal senjata tajam. “Keluarganya sudah menyimpan senjata tajam, sehingga saat saya datangi dia tidak melawan. Saya suruh ganti baju kemudian langsung diajak ke mobil,” kata Nasta. Menurut Nasta, Budi saat ini sudah berada di RSJ Bangli untuk diberi perawatan. Sebelumnya, Budi memang sempat diamankan oleh petugas Satpol PP. Namun ketika dibawa ke RSJ Bangli, putra pertama dari Ni Wayan Mekar ini tidak diterima. “Dulu ada kekurangan berkas identitas diri, sehingga pihak RSJ Bangli tidak bisa menerima. Tapi, sekarang sudah lengkap,” tegasnya. Nasta menambahkan, Budi memang memiliki riwayat sakit jiwa sejak masih di sekolah dasar. Karena mengalami gangguan jiwa, putra pertama dari tiga bersaudara ini sampai putus sekolah dasar. “Saudarinya juga ada yang mengalami ganguan jiwa, tetapi hanya diam di kamar. Tidak pernah ke luar,” katanya. (kmb35)

1.256 Peserta Seleksi CPNS Ikuti Tes CAT Diingatkan Jangan Percaya Calo

Gianyar (Bali Post)-

Ribuan peserta seleksi CPNS dari Kabupaten Gianyar telah selesai mengikuti Computer Assisted Test (CAT) atau Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam rangka seleksi CPNS tahun 2018 yang dilaksanakan di Makodam IX Udayana/ Denpasar, Sabtu (3/11). Peserta yang lulus seleksi ini diimbau untuk tidak mempercayai tawaran calo yang menjanjikan kelulusan hingga proses seleksi akhir. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gianyar Drs. I Ketut Artawa berpesan kepada seluruh peserta seleksi CPNS agar jangan pernah tergiur oleh tawaran dari pihak yang tidak bertanggung

jawab yang menjanjikan kelulusan. “Ujian CPNS ini sangat transparan dan akuntabel, jadi sangat kecil kemungkinan ada kecurangan. Peserta jangan sampai tertipu oleh janji-janji orang yang tak bertanggung jawab,” tegas Artawa, Senin (5/11) kemarin.

Bali Post/kmb35

AUDIENSI - Pengurus Yayasan Lembu Putih Taro saat audiensi dengan Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta, Senin (5/11) kemarin.

Artawa mengatakan, di Kabupaten Gianyar, peserta yang lulus seleksi administrasi sebanyak 1.256 orang. Peserta ujian pada saat itu dibagi ke dalam empat sesi dan selesai dalam satu hari tersebut. Dari jumlah tersebut, ada lima orang peserta yang tidak ikut

ujian tanpa ada alasan yang jelas dan sudah dinyatakan gugur. Pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) itu berlangsung cukup ketat. Peserta hadir 90 menit sebelum pelaksanaan tes untuk melakukan validasi kartu peserta ujian, registrasi dan pemeriksaan check body dengan metal detector untuk memastikan para pelamar tidak membawa barang-barang selain yang diizinkan ke dalam ruangan ujian untuk menghindari terjadinya

kecurangan. “Check body ini dilakukan oleh personel kepolisian dari Polres Gianyar didampingi oleh panitia instansi terkait,” jelas Artawa. Artawa menambahkan, pihaknya juga belum mengetahui berapa peserta yang lulus CAT. Pihaknya hanya tahu berapa nilai dari peserta karena langsung diumumkan saat itu juga. Dia juga mengingatkan para peserta seleksi CPNS itu bersabar menunggu pengumuman resmi dari Panselnas. (kmb35)

Kasus Percobaan Penculikan Anak

Sukerti Mulai Diperiksa Polisi

Trofi Kalpataru akan Diarak Warga Gianyar (Bali Post)Usai menerima penghargaan Kalpataru Agustus lalu, warga berencana akan mengarak penghargaan tersebut dari Kantor Desa Taro ke Yayasan Lembu Putih, Jumat (30/11) mendatang. “Rencananya, trofi akan diarak sepanjang 600 meter dari Kantor Desa Taro menuju Yayasan Lembu Putih,” ujar Ketua Yayasan Lembu Putih Taro I Made Madriana seusai audiensi dengan Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta di Ruang Kerja Ketua DPRD Gianyar, Senin (5/11) kemarin. Madriana menjelaskan, prosesi ini baru dilakukan akhir November mendatang lantaran saat penerimaan trofi tersebut pada Agustus lalu, Pemkab Gianyar masih dalam massa transisi. “Penerimaan sudah langsung Bapak Sekda. Tapi, untuk pengarakan secara seremonial itu belum, menunggu Bupati Gianyar definitif. Jadi, memang sudah direncanakan sejak awal,” ujarnya. Madriana menambahkan, sejarah penerimaan penghargaan Kalpataru ini melalui proses yang cukup panjang. Di mana, dari tahun 2015 sudah diusulkan, tapi baru diterima pada tahun 2016 berupa piagam dengan masuk 30 besar. Sehingga, pada 2017 kembali diusulkan dan langsung masuk 10 besar, serta berhak menerima penghargaan Kalpataru berupa trofi. (kmb35)

Bali Post/ist

PESERTA - Sejumlah peserta seleksi CPNS asal Gianyar yang mengikuti tes di Makodam XI Udayana.

Bali Post/ist

TERGENANG - Kondisi Balai Banjar Silungan Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud yang terendam banjir.

Hujan Lebat, Balai Banjar Silungan Terendam Banjir Gianyar (Bali Post)Hujan lebat mulai mengguyur Kabupaten Gianyar, Minggu (5/11) malam. Kondisi inipun menyebabkan banjir di sejumlah titik. Salah satunya, Balai Banjar Silungan Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud yang terendam banjir. Akibat kejadian ini, sebagian banten upakara untuk prosesi Nangluk Merana di lokasi tersebut menjadi basah dan rusak. Ditemui, Senin (5/11) kemarin, Klian Dusun Banjar Silungan A.A. Gede Darma Putra mengatakan, kondisi ini terjadi lantaran posisi balai banjar lebih rendah dari jalan. Bahkan, kondisi ini sudah terjadi beberapa kali. “Dulu balai banjar ini lebih tinggi dari jalan. Tapi setelah beberapa kali ada peninggian jalan, balai banjar jadi tampak lebih rendah. Makanya setiap hujan deras, air pasti masuk,” jelasnya. Namun, kata Darma Putra, ketinggian air yang mencapai betis orang dewasa ini jarang terjadi. Selain posisi balai banjar yang lebih rendah dari jalan, di sisi timur balai banjar juga ada luapan air dari saluran irigasi. Untuk membersihkan genangan air, pihaknya

mengupah tiga orang tukang. “Mereka membersihkan air dari pagi sampai siang secara manual. Pakai alat seadanya,” terangnya. Sebagai antisipasi sekaligus solusi, pihaknya mengaku sudah mengajukan proposal perbaikan balai banjar. Rencananya, tahun 2019 bangunan balai banjar tersebut akan diangkat. Terkait banten yang basah, krama istri setempat kembali ngayah. “Tadi pagi ngayah, ada beberapa banten yang basah dan rusak sehingga harus dibuat lagi,” ujarnya. Kepala Pelaksana BPBD Gianyar A.A. Oka Digjaya menerangkan, dengan telah dimulainya musim hujan, beberapa kawasan di Gianyar memang rawan terhadap bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang. “Ya, kami memang sudah mengeluarkan imbauan melalui surat yang kami sebar. Intinya, dengan mulai datangnya hujan, kami sudah meminta masyarakat untuk membersihkan got-got di depan rumah,” ujarnya. Oka Digjaya juga mengingatkan masyarakat di daerah rawan longsor untuk mulai waspada. Kawasan-

kawasan rawan longsor khususnya berada di daerah atas, seperti Tampaksiring, Tegallalang, Payangan dan daerah-daerah lainnya. “Beberapa daerah, khususnya jalur kendaraan yang rawan longsor, sudah mulai kami pasangi tanda-tanda peringatan. Yang jelas, semua masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor harus meningkatkan kewaspadaan,” katanya mengingatkan. Selain antisipasi banjir dan longsor, satu kerawanan lainnya, yakni pohon tumbang juga menjadi perhatian BPBD Gianyar dan masyarakat juga sudah diimbau untuk waspada. Sebab, hujan seperti yang terjadi Minggu (4/11) juga disertai dengan hembusan angin yang cukup kencang. “Bencana pohon tumbang juga harus diwaspadai. Sebab hujan disertai dengan angin kencang, seperti kejadian semalam sangat rawan membuat pohon tumbang. Makanya, masyarakat tetap harus waspada. Kalau memang ada pohon yang tinggi dan berpotensi tumbang di dekat pemukiman, sebaiknya segera dipangkas,” katanya mengingatkan. (kmb35)

Gianyar (Bali Post)Kasus percobaan penculikan terhadap anak 1,5 tahun, Ni Komang Purwani Puspa Dewi, sempat diduga sebagai informasi palsu. Sang ibu, Ni Wayan Sukerti, yang ditemui, Senin (5/11) kemarin, mengaku berani bersumpah terkait kejadian yang menimpa dirinya saat melintas di dekat Pura Subak Umadesa, Banjar Delodrurung, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. “Saya berani sumpah, di mana saja berani diajak sumpah. Saya dibilang mengarang, padahal memang begitu kejadiannya,” ujar Sukerti saat ditemui di rumahnya di Gang Walet, Banjar Dlodrurung, Desa Batubulan Kangin, Senin siang kemarin. Sukerti mengaku semenjak berhembusnya kasus tersebut di media, banyak yang mendatangi rumahnya dan menanyakan kebenaran dan kronologis kejadian percobaan penculikan yang terjadi, Kamis (1/11) lalu tersebut. “Banyak bapak-bapak ke rumah mencari saya. Mungkin saja intel. Memang banyak ditanyai, apakah benar begitu,” ujarnya. Sukerti kembali mengaku berani diproses untuk mempertanggungjawabkan kejadian yang menimpanya itu. Bahkan, saat ini ponsel miliknya sudah disita oleh polisi. “Sekarang ini HP saya disita polisi. Silakan, karena tidak ada apa-apa,” ungkapnya. Sukerti mengatakan, saat kejadian dia sangat ketakutan. Setelah pelaku kabur, ia baru berteriak minta tolong. Itupun dengan suara kecil karena masih gemetar ketakutan. “Suara saya kecil karena gemetaran. Makanya, tetangga tidak ada keluar rumah,” ujarnya. Sukerti memperlihatkan bukti pascakejadian percobaan penculikan, berupa kaki kiri yang lecet. Luka itu akibat jatuh di pematang sawah usai tarik-menarik sang anak dengan pelaku. Bahkan, dia memperlihatan dada putrinya memerah usai aksi saling tarik-menarik dengan terduga penculik yang berpakaian serba hitam itu. Usai kejadian, Sukerti kebingungan. Dia tidak langsung melapor ke kantor polisi, namun memilih ke SDN 3 Batubulan Kangin untuk menjemput putra pertamanya. “Di sekolah saya cerita sama orangtua siswa agar mereka waspada. Tapi, buru-buru ada siswa mengadu ke gurunya lalu dilaporkan ke polisi,” jelasnya. Baru pada Minggu (4/11), ibu dua anak itu diajak ke Polsek Sukawati untuk dimintai keterangannya. “Saya di Polsek dari pukul 09.00 sampai pukul 16.00. Habis itu saya disuruh tanda tangan berkas banyak sekali,” ungkapnya. Senin kemarin, Sukerti kembali dimintai keterangan tambahan. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan yang dikonfirmasi via telepon mengaku belum menerima laporan terkait pemeriksaan yang sudah dilakukan polisi terhadap Sukerti. “Saya belum tahu itu, coba tanya Kapolsek Sukawati,” katanya singkat. Sementara itu, Kapolsek Sukawati AKP Suryadi yang dikonfirmasi mengaku masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. “Masih lidik,” tandasnya. (kmb35)

Ni Wayan Sukerti

Bali Post/kmb35


JEMBRANA

10

Selasa Kliwon, 6 November 2018

Kena Penalti, Pembangunan Kebun Raya Jagatnata Dikebut Negara (Bali Post) – Kelanjutan pembangunan Kebun Raya (KR) Jagatnata saat ini tengah dikebut. Proyek yang anggarannya bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Bali ini ditargetkan bisa rampung sebelum akhir tahun. Sebelumnya proyek ini mengalami keterlambatan dari kesepakatan kontrak, yakni 22 Oktober lalu. Dari pengamatan Senin (5/11) kemarin, pengerjaan masih dilakukan dan sebagian besar pekerjaan belum rampung 100 persen. Seperti Wantilan Jagatnata yang masih berkutat pemasangan pintu kayu geser. Begitu juga pemasangan relief berbahan batu mengelilingi tembok panyengker Pura Jagatnata juga baru beberapa terpasang. Rencananya batu ukir bergambar itu akan terpasang mengelilingi tembok penyengker. Total panjangnya sekitar 70 meter, tetapi baru selesai 20 meter. Dikhawatirkan pekerjaan relief ini membutuhkan waktu lama. Apalagi pengerjaan relief (ukir batu) dilakukan di tempat lain. Dan pemasangan juga membutuhkan waktu untuk memastikan relief sesuai. Proyek senilai Rp 10 miliar lebih ini juga di beberapa bagiannya belum rampung. Sebelumnya saat PHO belum lama ini, pihak rekanan meminta waktu hingga satu bulan. Namun, denda penalti tetap jalan karena keterlambatan. Pihak pengawas proyek, Umar dikonfirmasi kemarin mengakui masih banyak titik yang belum selesai. Yang baru selesai 100 persen menurutnya 1 bangunan di depan Kebun Raya. Rekanan didesak untuk segera menyelesaikan selama 30 hari sejak 22 Oktober lalu dengan kualitas pengerjaan yang baik. Rencananya KR Jagatnata ini sudah mulai dibuka pada akhir tahun ini. Proyek penataan bangunan dan lingkungan KR Jagatnata Jembrana pengerjaannya dengan kontrak senilai Rp 10.232.942.000. Ditetapkan, masa pengerjaan 180 hari dari 26 April hingga 22 Oktober 2018. Tetapi hingga batas waktu, pengerjaan banyak yang belum selesai dan dikenai denda penalti dihitung tiap harinya. (kmb26)

Bali Post/kmb26

HANCUR - Sebuah bangunan di merajan milik warga di Banjar Kaleran hancur tertimpa tembok pekarangan saat hujan minggu sore.

Hujan Akibatkan Longsor di Medewi dan Yehembang ”Kemulan Taksu” Milik Wayan Paglet Rusak

Negara (Bali Post) –

Cuaca ekstrem yang terjadi di Jembrana dua hari belakangan ini mengakibatkan longsor dan rusaknya bangunan di sejumlah tempat. Sedikitnya dua titik lokasi terdampak hujan yang mengguyur pada Minggu (4/11) lalu, yakni di Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo dan Banjar Baler Setra, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan. Tidak ada korban jiwa, namun beberapa bangunan mengalami kerusakan. Seperti yang terjadi di Banjar Kaleran, Desa Yehembang. Akibat hujan, tembok pekarangan rumah milik I Wayan Paglet (80) ambruk dan merusak kemulan taksu miliknya. Areal merajan milik Paglet tertimpa tembok pekarangan yang berada di sebelahnya sehingga menimpa salah satu bangunan (kemulan taksu) hingga han-

cur. Bangunan dari bata dan kayu itu ambruk tertimpa reruntuhan tembok. Tembok setinggi 2 meter dan panjang 6 meter ambruk saat hujan deras pada Minggu (4/11) sore. Selain di Yehembang, hujan deras juga mengakibatkan tanah longsor di Banjar Baler Setra, Desa Medewi. Meskipun tebing longsor di

samping rumah milik Gusti Kade Wedia (82), dampaknya tidak sampai merusak bangunan rumahnya. Material tanah dan kerikil hanya memenuhi pekarangan. Posisi rumah korban memang berada lebih rendah dengan jalan desa setempat. Saat hujan pada Minggu sore lalu, tanah di pinggir jalan tibatiba ambruk. Diduga longsor

ini akibat cuaca esktrem yang terjadi. Tanah retak setelah musim kering dan saat terjadi hujan, tanah yang retak itu bergerak. Perbekel Medewi I Komang Suartika, Senin (5/11) kemarin, membenarkan kejadian tanah longsor di wilayahnya itu. Begitu menerima laporan, warga bersama aparat desa, Kecamatan Pekutatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana melakukan pembersihan material longsor yang menyelimuti pekarangan rumah korban. “Tidak ada korban jiwa, bangunan rumah juga tidak rusak. Tapi

kami bantu membersihkan material,” terang Suartika. Di sekitar Desa Medewi yang kondisinya berbukit menurutnya memang rawan terjadi longsor. Hal ini sering terjadi saat hujan deras setelah musim kering berlalu. Sementara itu, Kepala BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila AP membenarkan adanya dua titik di Mendoyo dan Pekutatan yang terkena dampak hujan deras Minggu sore. BPBD menerjunkan personel membantu pembersihan longsor di Medewi. Warga juga diberikan bantuan sembako kepada masyarakat. (kmb26)

Rapat Paripurna DPRD Jembrana

Bali Post/kmb26

RELIEF - Pemasangan relief yang merupakan salah satu bagian pembangunan yang terlambat di KR Jagatnata baru rampung 20 persen.

Ikuti CAT CPNS

Peserta Disabilitas Disiapkan Pendamping Negara (Bali Post)--Para peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Jembrana dari jalur disabilitas dipastikan akan mendapatkan pendampingan dari daerah saat menjalani tes seleksi kompetensi dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) nanti. “Sudah semestinya mereka (peserta disabilitas) mendapatkan pendamping, nanti kami akan rapatkan ini sebelum tes,” ujar Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan ditemui seusai Rapat Paripurna DPRD Jembrana, Senin (5/11) kemarin. Wabup Kembang menambahkan tahun ini untuk CPNS daerah Jembrana menyediakan dua formasi dari jalur disabilitas. Yakni untuk tenaga pendidik (guru SD) dan tenaga teknis (sandiman). Dan kedua formasi itu sudah terisi pendaftar yang lolos hingga seleksi administrasi. Nantinya mereka akan ikut dalam SKD dan SKB yang digelar di aula Kodam Udayana. Nantinya untuk pendampingan dari timsel daerah hanya saat masuk tempat seleksi. Ketika dalam ruangan seleksi (tes) nanti akan ada dari BKN yang mendampingi. Dari informasi tim seleksi, pelaksanaan tes berbasis komputer (CAT) ini dijadwalkan pada tanggal 9 dan 10 November mendatang. Ribuan peserta termasuk 4 orang dari jalur disabilitas akan mengikuti seleksi ini guna bersaing memperebutkan 183 formasi dari 190 formasi yang dibutuhkan Pemkab Jembrana tahun ini. Pasalnya ada tujuh formasi dari 190 formasi yang disediakan saat seleksi administrasi, nihil (nol) pendaftar, khususnya dokter spesialis dan beberapa tenaga kesehatan lainnya. Sebelumnya sejumlah peserta CPNS dari jalur disabilitas mengaku khawatir saat tes nanti mereka tak mendapatkan pendampingan. Salah satunya peserta tunanetra yang terkendala ketika berhadapan dengan komputer. Sementara untuk tes SKD berbasis komputer (Computer Assisted Test). (olo)

Bupati Artha Sampaikan Penjelasan RAPBD 2019 Bupati Jembrana I Putu Artha menyampaikan penjelasan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jembrana 2019 dalam Sidang Paripurna DPRD Jembrana, Senin (5/11) kemarin. Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa serta dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, Forum Pimpinan Daerah (Forkompimda) serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala BUMD serta perbekel ini Bupati Artha menyampaikan secara umum struktur RAPBD 2019. Untuk Pendapatan Daerah, dirancang sebesar Rp 1.129.045.899.366,03. Pendapatan daerah itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah

(PAD) yang dirancang sebesar Rp 131.610.717.697,49 Dana Perimbangan dirancang Rp 727.169.242.000 dan lainlain pendapatan daerah yang sah dirancang sebesar Rp 270.265.939.668,54 Sedangkan untuk komponen belanja, Belanja Daerah dirancang sebesar Rp 1.168.954.761.401,44. Terdiri dari Belanja Tidak Langsung, Rp 569.112.940.906,02 dan Belanja Langsung yang dirancang sebesar Rp 599.841.820.495,42. Pada aspek pembiayaan, penerimaan pembiayaan yang berasal dari Perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran 2018 sebesar Rp 39.908.862.035,41. Disamping itu penerimaan pembiayaan, juga direncanakan bersumber dari Penerimaan dana talangan sebesar Rp 5.400.000.000,00. Sedangkan

pengeluaran pembiayaan pada tahun Anggaran 2019 direncanakan untuk pengeluaran Dana Talangan sebesar Rp 5.400.000.000,00. Bupati Artha berharap seluruh, muatan RAPBD Tahun 2019, dapat dipertajam dan dibahas lebih cermat melalui rapat- rapat dewan terhormat bersama TAPD atau perangkat daerah terkait. “Harapan kami hasil pembahasan ini, nantinya menjadi pijakan untuk melakukan penyesuaian terhadap rancangan APBD tahun 2019, sehingga menghasilkan keputusan bersama, atas rancangan APBD dalam rangka memenuhi kepentingan pelaksanaan pemerintah, pembangunan dan pembinaan masyarakat yang lebih baik,” kata Bupati Artha. Secara substansi, RAPBD 2019 telah berpedoman pada Rencana Kerja Pembangunan

RAPBD – Bupati Jembrana I Putu Artha berjabat tangan dengan Ketua DPRD Jembrana seusai menyampaikan penjelasan terkait RAPBD 2019 dalam Rapat Paripurna masa persidangan I tahun sidang 2018/2019 kemarin. Daerah (RKPD) Kabupaten Jembrana tahun 2019 dan telah diselaraskan dengan Kebijakan Umum Anggaran

(KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2018 yang telah disepakati bersama. (adv193)

Pertanyakan Masalah Penjualan ”Pelaba Pura”

Seorang Warga Perancak Dianiaya dan Diintimidasi Negara, (Bali Post)Seorang warga Desa Perancak Kecamatan Jembrana, I Ketut Sudiardiata Susila, menjadi korban penganiayaan dan intimidasi. Penganiayaan dan intimidasi itu terjadi karena dia mempertanyakan kewenangan Bendesa Adat Perancak, Nengah Parna, yang menjual aset desa berupa tanah yang merupakan pelaba pura. Ketut Sudiardiata, Senin (5/11), mengatakan, permasalahan ini berawal bulan Oktober lalu. Dia mencoba mempertanyakan wewenang Bendesa Adat Perancak, yang menjual aset desa berupa tanah pelaba pura Taman. Namun Sudiardiata bukannya mendapat jawaban, namun malah mendapat penganiayaan dan intimidasi dari pihak bendesa. Menurutnya tanah pelaba pura adalah tanah negara. Bendesa katanya tidak boleh memperjualbelikan. Dia juga tidak melaporkan tapi hanya mempertanyakan. Ketut Sudiardiata mengatakan pen-

ganiayaan dan intimidasi itu dilakukan oleh adik Bendesa Perancak, berinisial KD. Saat itu KD menjemput paksa dirinya di rumah ayahnya di kawasan Mekar Sari, Desa Perancak, Jembrana pukul 14.00 Wita. Sudiardiata kemudian dibonceng untuk menuju ke tanah laba pura Taman atau Sumber Bajo yang ada di Muara Perancak. Namun sampai di lokasi kejadian, ia ditarik dan tangannya terluka. “Yang membuat saya jengah dan melapor polisi karena ada ancaman, dan ada oknum polisi, anak dari bendesa membentak dan melempar HP saya,” katanya. Adanya perlakuan kasar dan tidak wajar itu yang membuatnya tidak terima. Anak dari KD, yaitu PP juga mengambil kayu mau memukul dirinya. “Syukur ada masyarakat di sana. Sehingga, ancaman dan tindakan main hakim sendiri itu bisa dilerai,” katanya. Karena takut dan was-was

akhirnya dia melapor ke polisi. Sehingga dia tidak main hakim sendiri. Sudiardiata mengaku sempat diundang ke Polres Jembrana dan diminta untuk damai dengan terlapor. Namun dia menolak. “Biar hukum berjalan bagaimana semestinya,” katanya. Menurut Sudiardiata, warga hanya ingin tanah pelaba pura yang menjadi awal dari sikap bendesa dan adiknya itu, adalah tanah suci yang tidak boleh disertifikatkan. Selaku warga ia pun merasa harus mengkritisi hal tersebut. “Kami dari FPPD sudah melayangkan surat ke desa, kecamatan, bupati, DPRD khususnya ke komisi A DPRD Jembrana,” bebernya. Sudiardiata dipanggil Jumat (9/11) untuk menjalani sidang tipiring. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut. Kasus ini katanya sudah tahap sempurna dan sudah dilimpahkan ke ke-

jaksaan. “Kasusnya sudah dilimpahkan. Kasus tipiring,” ujar Yusak. Kasipidum Kejaksaan Negeri Negara, I Gede Wiraguna Wiradarma, dikonfirmasi mengaku, melihat dari berkas itu merupakan kasus tipiring kemungkinan memang tidak masuk ke pihaknya. “Artinya, ketika tidak ada SPDP maka kasus tipiring itu bisa langsung masuk ke Pengadilan. Tanpa harus ke Kejaksaan. Di kami cuma laporan,” katanya. Menurutnya kasus itu Pasal 352 dan ancaman cuma tiga bulan. Sehingga langsung ke Pengadilan. Sebelumnya warga Perancak, Jembrana yang mengatasnamakan dirinya Forum Perancak Peduli Desa (FPPD), Minggu (30/9), protes dan mempertanyakan tindakan Bendesa Perancak yang diduga menyalahgunakan wewenang. Bendesa Perancak Nengah Parna diduga telah mensertifikatkan tanah pelaba pura Taman/Sumur Bajo yang ada

di Muara Perancak seluas 4 are. Bahkan kini tanah seluas 4 are itu menjadi hak milik pribadi dan dijual kepada adiknya dan sudah dipagar alas untuk membangun. Sejumlah warga Perancak, mengatakan memang sebelumnya tanah pelaba pura tidak ada sertifikat. Namun tiba-tiba dimohon perorangan dan menjadi hak milik pribadi. Pura Taman/ Sumur Bajo milik pangempon se-Bali dan sering dipakai tempat malukat. Di sisi lain Bendesa Perancak Nengah Parna dikonfirmasi membantah tanah 4 are yang terletak di seberang Pura Taman itu adalah pelaba pura. “Tidak ada tanah pelaba pura. Milik pura ya yang di pura itu aja. Yang saya sertifikatkan tanah pribadi bukan pelaba pura,” bantahnya. Parna juga membenarkan tanah itu sudah diberikan kepada adiknya dan sudah dipagar alas untuk membangun untuk tempat tinggal sementara. (kmb)


Selasa Kliwon, 6 November 2018

KARANGASEM

11

Tabrak Ruko hingga Hancur

Soleh Tewas, Rekannya Sekarat

Amlapura (Bali Post)Kecelakaan tunggal atau out of control (OC) terjadi di Desa Laba Sari, Abang, Karangasem, Senin (5/11) kemarin. Pengendara sepeda motor Supra X 135 CC Soleh dari Jember, Jawa Timur menabrak ruko milik warga hingga hancur. Atas kejadian itu Soleh tewas di lokasi kejadian (TKP) akibat benturan keras yang dialami. Sedangkan rekannya yang dibonceng sekarat. Saat ini jenasah korban dititipkan di RSUD Karangsem. Bhabinkamtibmas Polsek Abang, Aiptu Ketut Pica Atmaja saat ditemui di RSUD Karangasem mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui pasti bagaimana kronologis kejadian kecelakaan itu. Menurutnya, setelah kejadian ada informasi dari seorang warga yang menelpon ke Polsek Abang terkait kecelakaan itu. Berdasarkan info itu, pihaknya bergegas mendatangi lokasi kecelakaan tersebut. “Kalau arah pastinya kita kurang tahu. Karena kita fokus menolong korban untuk secepatnya dibawa ke

RSUD. Jika diamati secara seksama, sepertinya korban datang dari arah Kubu. Karena kita juga amankan kuitansi pinjaman nasabah dari Kubu dengan nama Koperasi Binas Usaha. Mungkin korban bekerja di koperasi itu,” ujarnya. Kecelakan itu, kata Aiptu Atmaja merupakan out control (OC) sebab tidak ada pengendara yang diajak tabrakan. Kendaraan korban menabrak ruko milik warga atas nama I Gede Sueca. Setelah dilakukan pencatatan identitas, pihaknya hanya mendapatkan satu identitas atas

nama Soleh saja. Sedangkan rekannya belum diketahui identitasnya, karena tidak ditemukan identitasnya. “Kecelakaan itu termasuk OC. Ruko yang ditabrak hancur. Pengendara atas nama Soleh meninggal di TKP, akibat terjadi benturan keras di bagian kepalanya. Sedangkan temannya yang dibonceng sekarat. Korban yang sekarat itu menderita luka-luka, pada bagian kaki sebelah kanan patah. Sekarang masih dirawat di sini (RSUD Karangsem red),” ujarnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PERAWATAN - Korban selamat mendapatkan perawatan tim medis di RSUD Karangasem, Senin (5/11) kemarin.

KPU Lakukan Verifikasi Faktual Pemilih dari 8.034 Ada Salah Nomor KK, Nama Ganda Amlapura (Bali Post)Verifikasi faktual harus dilakukan terhadap delapan ribu lebih calon pemilih pada Pemilu 2019. Pasalnya, input dana Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem masih ada salah nomor KK dan adajuga nama tertera ganda, sehingga hal itu belum bisa ditetapkan secara definitif sesuai regulasi yang berlaku. Karena itu,

mau tidak mau persoalan yang ada terkait input data pemilih itu wajib diperbaiki lagi. Komisioner KPUD Karangasem Ngurah Maharjana, Senin (5/11) kemarin mengungkapkan, secara umum di Indonesia ada 24 juta data pemilih yang harus dilakukan verifikasi faktual dari KPU-RI. Sedangkan khusus Kabupaten

Karangasem sendiri masih terdapat 8.034 pemilih yang harus dilakukan verifikasi faktual lagi. Menurutnya, verifikasi faktual itu harus dilakukan di semua kecamatan di Karangasem. Rinciannya, untuk Kecamatan Abang sebanyak 1.416 pemilih, Bebandem (1.010), Karangasem (1.623), Kubu (922), Manggis (962), Rendang (734), Selat (732) dan

Bali Post/kmb41

VERIFIKASI - Petugas PPS saat melakukan verifikasi faktual terhadap calon pemilih.

Sidemen (635). Verifikasi faktual itu harus dilakukan kata Maha rja na , m eng ing a t a d a Nomor KK yang tidak valid dan nama ganda. Karena permasalahan itu perlu dilakukan verifikasi lagi. Untuk tujuan verifikasi faktual, pihaknya telah mengumpulkan PPK. Setelah itu PPK mengumpulkan masing-masing PPS turun ke lapangan melakukan verifikasi ini. “Proses verifikasi faktual ini mulai dilakukan sejak 1 sampai 9 November nanti. Sekarang ini proses verifikasi masih terus berlangsung. Dari hasil laporan per Minggu (4/11), mereka sejatinya sudah terdaftar sebagai pemilih. Tetapi ada namanya sama, NIK sama dan nomor KK tidak valid. Dari hasil verifikasi sementara, yang paling dominan adalah nomor NIK invalid atau tidak sesuai,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, jika memang waktu hinggga 9 November verifikasi faktual ini belum selesai dilakukan, maka akan diterapkan pola berlajut. Artinya, proses verifikasi itu terus secara kontinyu dilakukan, mengingat batas akhir verfikasi hingga Desember mendatang. (kmb41)

Puluhan Pegawai BPN Jalani Tes Urine, Seluruhnya Negatif Pengaruh Narkoba Pengawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan tes urine, Senin (5/11) kemarin. Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem memeriksa puluhan pengawai, apakah ada terindikasi dan juga terkontaminasi narkoba. Lalu bagaimanakah hasil tes narkoba pada pegawai BPN tersebut? KEPALA BNNK AKBP I Nyoman Sebudi mengungkapkan, pelaksanaan tes urine itu sudah dilakukan beberapa kali di bumi Lahar Karangasem. Pihaknya lebih dulu melakukan tes urine pada instansi Lapas, Polres, Kejaksaan, dan instansi lainnya. Setelah itu pihaknya menyasar Badan Pertanahan Negara. Upaya sistematis itu sengaja

dilakukan semata-mata agar Aparatur Sipil Negara (ASN) benar-benar bersih alias tidak terkontaminasi narkoba. ‘’Gerakan tes urine ini merupakan bagian mencegah penyalahgunaan narkoba,’’ ujarnya Kontan saja sebanyak 50 orang pegawai sempat degdegan mengikuti tes urine. Karena itu, dampaknya tidak

Bali Post/kmb41

TES URINE - Pegawai BPN saat mengikuti tes urine yang dilaksanakan BNNK, Senin (5/11) kemarin.

sedikit ada yang susah mengeluarkan urinenya ke botol yang disediakan. Perasaan nerves, cemas memang ada pengaruhnya terhadap sulitnya keluar urine dari seseorang ketika sedang menjalani tes. Sebanyak sembilan orang tidak ikut lantaran sedang bertugas ke luar daerah, ada upacara agama dan menstruasi. “Dari 50 orang yang mengikuti tes semua hasilnya negatif,” ujarnya. Sebudi menambahkan, mengingat ada sejumlah pegawai yang tidak hadir mengikuti tes urine, maka pihaknya menyarankan kepala BPN supaya pegawai yang tidak hadir dibuatkan berita acara. Supaya nanti mereka yang tidak ikut tes bisa datang sendiri ke kantor BNNK untuk menjalani tes urine. “Kita minta setelah mereka datang supaya langsung ke BNNK menjalani tes urine,” pintanya. Kepala BPN Wayan Bawarta menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tes urine yang dilakukan BNNK di kantor BPN ini. Dengan adanya tes urine, maka para pegawai diyakini akan tidak berani macam-macan dengan narkoba. Manfaatnya sudah pasti ada motivasi mereka untuk tegas dan usaha keras agar bisa terlepas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba. Dari 59 staf, memang hanya 50 orang yang mengikuti tes.

Sisanya ada tugas dinas di luar daerah dan juga sembahyang. Tiga orang lainnya sedang datang bulan. “Mudah-mudahan dengan adanya tes ini mampu mencegah pegawainya terhadap pengaruh buruk narkoba. Ke depan malah akan dianggarkan sehingga bisa secara reguler dilakukan tes urine itu,” katanya. (eka)

Bali Post/ist

EVAKUASI POHON - Petugas dari BPBD saat melakukan evakuasi pohon tumbang di jalur utama Karangasem menuju Singaraja, Minggu (4/11) malam.

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Picu Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

Amlapura (Bali Post)Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem, Minggu (4/11) malam memicu terjadinya pohon tumbang di sejumlah titik. Tak hanya itu, hujan deras juga mengakibatkan tiang listrik milik PLN ikut terjungkal. Berdasarkan informasi di lapangan, hujan lebat mulai mengguyur pukul 19.00 Wita. Derasnya hujan itu membuat pohon berdiameter tiga meter itu tumbang pada jalur Karangasem menuju Singaraja. Akibatnya, arus lalu lintas sempat macet karena pohon itu melintang di badan jalan. Kondisi itu sempat memicu kemacetan hingga tiga kilomater. Tak hanya di sana, pohon jenis nangka di Banjar Tengah, Desa Bebandem juga tumbang. Atas situasi itu, petugas BPBD menerjunkan sejumlah personil dibantu petugas kepolisian dari Polsek Abang melakukan pemangkasan agar lalu lintas bisa berjalan normal. Selama proses pemangkasan, pihak kepolisian terpaksa mengalihkan arus lalu lintas agar kemacetan tidak semakin panjang. Setelah sekitar satu jam, pohon tum-

bang itu berhasil dievakuasi, lalu lintas pun kembali normal. Bukan saja pohon tumbang atas hujan yang deras tiang listrik milik PLN di Banjar Dinas Kuta Bali, Desa Sibetan, Bebandem ikut roboh. Namun petugas PLN dengan sigap melakukan pemutusan aliran listrik. Kemudian tiang beton digeser oleh rekanan PLN menggunakan katrol. Tidak berlangsung lama, jalan normal dan sudah bisa dilalui. Salah seorang warga Made Lastra mengatakan, pohon tumbang terjadi pukul 20.00 Wita. Sebelum pohon tumbang wilayah itu diguyur hujan cukup lebat. Sesaat setelah itu tiba-tiba terdengar suara gemuruh. “Kebetulan saat kejadian

lalu lintas sepi. Padahal biasanya jam segitu pengendara ramai,” ujarnya. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa menjelaskan, akibat hujan deras yang mengguyur Karangasem memang memicu pohon tumbang di sejumlah titik. Selain pohon tumbang, tiang listrik milik PLN juga ikut terjungkal akibat derasnya guyuran hujan tersebut. “Pasca ada laporan kita langsung turun ke lokasi pohon tumbang. Untuk mengevakuasi pohon itu kita dibantu petugas dari kepolisian. Pemangkasan pohonnya menggunakan zenso. Karena itu, sekitar satu jam pohon besar sudah bisa dievakuasi,” terang Arimbawa. (kmb41)


KLUNGKUNG

12

Selasa Kliwon, 6 November 2018

Tes CAT CPNS

Dari 1.629 Peserta, Hanya 79 Orang Penuhi ”Passing Grade” Semarapura (Bali Post) Seleksi Computer Assisted Test (CAT) bagi pelamar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Klungkung telah dilaksanakan Minggu (4/11) lalu. Sebanyak 1.629 orang pelamar telah menjalani sejumlah materi seleksi yang ditetapkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Rekrutmen CPNS Tahun 2018 yang dipusatkan di Makodam IX/Udayana Denpasar. Dari ribuan peserta tersebut, hanya 79 orang yang memenuhi standar passing grade.

TES SKD - Ribuan pelamar rekrutmen CPNS mengikuti tes SKD untuk memperebutkan 176 formasi di Kabupaten Klungkung yang digelar di Makodam IX/Udayana Denpasar, Minggu (4/11) lalu.

Siswa Diingatkan Kurangi Main HP

Semarapura (Bali Post) Kecanggihan teknologi komunikasi terutama handphone (HP) telah membius anak-anak. Harga yang makin murah dan tawaran aplikasi yang beragam membuat anak-anak lebih tertarik bermain HP daripada belajar. Bahkan dampaknya tidak saja mengganggu waktu belajar melainkan juga mengurangi disiplin dan rentan terlibat tindakan bullying. Untuk itu anak-anak siswa diingatkan agar jangan banyak main HP. Selain itu siswa

juga diharapkan lebih disiplin sehingga memiliki karakter yang baik. “Dengan kecanggihan teknologi atau HP adik-adik siswa harus lebih berhatihati dalam mengunakan HP. Jangan sering bermain game saat belajar di sekolah, ikutilah aturan di sekolah yang ada untuk tidak membawa HP ke sekolah yang nantinya akan mengganggu proses belajar di sekolah,” tandas Kanit Binmas Polsek Dawan Iptu Ni Kadek Wahyuningsih Giri saat menjadi pembina

upacara bendera di SD N 1 Sampalan Klod Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (5/11) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Iptu Wahyuningsih juga menegaskan bahwa disiplin dalam diri siswa perlu dipupuk sedini mungkin, sehingga mampu memberikan motivasi siswa di dalam giat belajar. Mengikuti upacara bendera merupakan salah satu upaya untuk membentuk dan membangun karakter serta disiplin siswa. Terkait bullying atau memprovokasi untuk menghasut

Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dibagi menjadi 5 sesi. Sesi 1 hingga 4 masingmasing diikuti 360 orang pelamar, sedangkan sesi ke-5 diikuti 189 orang pelamar. Setiap sesi diberikan waktu selama 90 menit untuk menjawab tes SKD yang terdiri dari Tes Karaktersitik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Jumlah pelamar ini akan memperebutkan 176 formasi kerja di Kabupaten Klungkung. Kepala Badan Kepegawaian dan Penembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Klungkung, Komang Susana, didampingi Kabid Data Pengadaan dan Promosi BKPSDM, Made Sulistyawati, mengatakan sebanyak 1.629 orang pelamar mendaftar dan telah mengikuti Tes Rekrutmen CPNS di Kabupaten Klungkung. Pada saat tes SKD sebanyak 33 orang tidak hadir dan yang memenuhi standar pasing grade sesuai ketentuan Menpan hanya 79

orang pelamar. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan dari 79 orang tersebut apakah tersebar di seluruh formasi yang tersedia di Kabupaten Klungkung. Sebab, hasilnya masih diseleksi di pusat. Kendati demikian, Susana berharap jumlah pelamar yang memenuhi standar passing grade tersebut tersebar di semua formasi yang ada. Sehingga, tidak ada formasi yang kosong dan menumpuk pada salah satu formasi. Menumpuknya pelamar CPNS pada salah satu formasi akan dilakukan seleksi perankingan sesuai dengan jumlah nilai dan akan merugikan pelamar yang memenuhi standar passing grade di bawahnya. Sementara, formasi lain masih kosong. “Yang memenuhi passing grade sesuai dengan Permenpan Nomor 37 Tahun 2018 hanya 79 orang peserta. Mudah-mudahan jumlah yang memenuhi passing grade menyebar di semua formasi yang ada, sehingga tidak menumpuk

pada salah satu formasi,” ujar Komang Susana, Senin (5/11) kemarin. Meskipun hanya 79 orang pelamar yang memenuhi standar passing grade, dikatakan jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan daerah lainnya di Bali, seperti di Kabupaten Gianyar. Setelah diumumkan nanti, para pelamar yang dinyatakan lolos Tes SKD akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berbasis CAT. Namun, jadwal untuk tes SKB masih menunggu arahan dari BKN. “Jadwalnya belum (tes SKBred), masih menunggu arahan BKN. Tetapi pasti tahun ini karena targetnya hasil akan diumumkan Desember 2018 ini,” tandasnya. Sesuai dengan Permenpan Nomor 37 Tahun 2018 tentang passing grade Rekrutmen CPNS, standar nilai passing grade tes SKD untuk Tes Karakteristik Pribadi 143, Tes Intelegensia Umum 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan 75. (win)

orang lain, pihaknya mengimbau agar para siswa tidak mudah terpengaruh, apalagi sampai dilakukan terhadap siswa lainnya. Sebab, hal ini bisa menimbulkan kesenjangan dan permusuhan antarsiswa yang dapat merusak mental siswa ke depannya. Giat Upacara Bendera ini dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Sampalan Klod, Kepala Sekolah beserta Dewan Guru, Staf Sekolah, serta seluruh siswa-siswi SDN 1 yang berjumlah 135 orang siswa. (win) CATUR TERBUKA - Antusiasme 101 atlet catur se-Bali mengikuti kejuaraan catur terbuka se-Bali di Balai Desa Adat Grombong Sulang, Kecamatan Dawan, Klungkung, Minggu (4/11).

Atlet Catur Se-Bali Ikuti Grombong Cup 2018 Upaya Menjaring Bibit Muda Pecatur Andal

PEMBINA - Kanit Binmas Polsek Dawan IPTU Ni Kadek Wahyuningsih Giri saat menjadi pembina upacara bendera di SD N 1 Sampalan Klod Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (5/11) kemarin.

Semarapura (Bali Post) Sebanyak 101 atlet catur seBali mengikuti kejuaraan catur terbuka se-Bali di Balai Desa Adat Grombong Sulang, Kecamatan Dawan, Klungkung, Minggu (4/11). Kejuaraan catur kategori cepat ini, berlangsung dalam tujuh babak selama sehari, sejak pagi sampai sore. Ini sebagai upaya terus menjaring bibit muda pecatur andal untuk bisa bersaing pada level yang lebih tinggi. Ketua Panitia Wayan Suanda, mengatakan turnamen ini untuk pertama kalinya bisa digelar di Balai Desa Adat Grombong Sulang, setelah terjalin komunikasi yang baik dengan Pengcab Percasi Klungkung. Dari 101 atlet catur, 64 di antaranya pecatur de-

wasa. Sementara sisanya, 37 orang adalah tingkat junior. Melihat respons para atlet catur Bali yang begitu antusias, khususnya untuk tingkat junior (SD-SMP), kejuaraan ini akan digelar secara rutin, sehingga Bali semakin banyak pilihan alternatif untuk mencari atlet catur. “Kami akan gelar kejuaraan terbuka se-Bali ini di sini secara reguler. Kebetulan Pengcab Percasi Klungkung sebagai tuan rumah juga sangat respons,” kata Suanda yang juga Ketua Umum Percasi Badung sekaligus Waka I Percasi Bali. Sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuhnya pecatur muda Bali, panitia juga memberikan free biaya pendaftaran untuk empat atlet tingkat ju-

nior pada setiap pengcab di Bali. Sementara untuk dewasa dan peserta junior lainnya, dikenakan biaya pendaftaran Rp 25 ribu. Ketua Pengcab Percasi Klungkung Komang Suantara mengatakan, sejalan dengan panitia bahwa turnamen seperti ini harus sering digelar. Ini sebagai wadah para atlet untuk meningkatkan daya saing menjadi atlet profesional, melalui penjaringan bibit-bibit muda langsung dari desa. “Turnamen serupa harus semakin sering digelar, sebagai panggung bagi para atlet untuk unjuk kemampuan, sekaligus untuk mengetahui level kemampuannya, dalam dunia percaturan di Bali,” tegas Suantara alias Mang Otal ini. (win)

Hidup Miskin dan Yatim Piatu

Ni Wayan Sukrani Hidupi Keluarga dari Jual Pamor Menjalani hidup dalam kemiskinan bukanlah suatu perkara mudah. Apalagi ditinggal orangtua dan menjadi tulang punggung keluarga. Inilah yang dirasakan perempuan asal Br. Jelantik Mamoran, Desa Tojan, Klungkung, Ni Wayan Sukrani (35). Sukrani harus banting tulang sendirian untuk menghidupi dua adik tirinya, yakni Kadek Suardana (14) yang mengalami kelainan mental dan Komang Darma Santika (7) yang kondisinya hiperaktif. Sukrani kini mengandalkan hidup dengan menjual pamor putih untuk keperluan upacara di rumahnya. Ditemui di rumahnya, Senin (5/11) kemarin, Ni Wayan Sukrani terlihat sibuk membuat pamor. Adik tirinya yakni Kadek Suardana terlihat hanya duduk di kamar beralaskan kasur yang sudah kumal. Sedangkan adik tirinya yang lain, Komang Darma Santika, yang masih duduk di bangku kelas I SD di SDN 2 Tojan sesekali membantu Sukrani membuat pamor dan masuk kembali

kamar sambil menonton TV bersama kakaknya. “Adik saya yang Kadek itu sudah dari kecil mengalami kelainan mental. Sedangkan Komangnya tidak bisa diam atau hiperaktif,” tandas Sukrani. Menurut Sukrani, dirinya sudah menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya, Wayan Mudra, meninggal tiga tahun lalu akibat serangan jantung. Setelah ayahnya men-

inggal, ibu tirinya, Nyoman Sulasmi, kemudian beberapa minggunya pulang ke rumah orangtuanya dan meninggalkan kedua anaknya (Surdana dan Santika) bersama dirinya tanpa alasan yang jelas. “Ibu kandung saya, Ni Wayan Srenggen sudah meninggal sejak saya kelas III SD. Sedangkan ibu tiri saya sudah pulang ke rumah ‘bajangnya’ dan tidak pulang-pulang lagi setelah saya cari empat kali ke rumah orangtuanya,” ungkapnya. Sejak ditinggal ayahnya, Sukrani berusaha menjalani hidup sendiri bersama dengan dua adik tirinya. Tak jarang dia harus meminjam uang ke tetangga agar bisa beli beras. Apalagi dari hasil nyakap lahan milik orang lain seluas 10 are tidak bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari. “Tidak selalu lahan yang saya sakap menghasilkan. Sekali-kali saya cari kerjaan tambahan sebagai

tukang cuci baju dan menjadi tukang pijat. Tapi hasilnya juga tidak seberapa hanya Rp 15 ribu sehari,” katanya. Untuk membuat pamor, Sukrani mengaku baru melakoninya lima hari lalu sejak mendapat bantuan dari salah seorang warga. Pamor yang dibuat tersebut kemudian dijual ke pasar dengan hasil bersih Rp 20 ribu per hari. Walaupun tidak seberapa, hasil dari menjual pamor dikatakan bisa dipakai untuk keperluan dapur. “Saya pernah sampai tidak bisa beli beras. Tapi saya berusaha pinjem uang dulu dari warga disini agar bisa makan,” tukasnya. Selain hidup di bawah garis kemiskinan, Sukrani ternyata memiliki bakat terpendam yang diwarisi ayahnya. Ayahnya dulu ternyata seorang seniman yang sering ngayah bermain Arja di sejumlah Pura. Bakat alami ayahnya ini pun kemu-

dian menurun pada dirinya. “Saya bisa karena sering lihat Bapak main Arja ketika ngayah di sejumlah Pura. Dan sekarang saya tetap ngayah main Arja melakoni wijil di Pura Mas Pendean di sini,” ungkap Sukrani sambil menunjuk foto ayahnya yang memakai pakaian Arja. Kepala Dusun Jelantik Mamoran, Putu Ayu Paras Myanthi mengakui kalau keluarga Sukrani termasuk rumah tangga miskin (RTM). Selama ini keluarga Sukrani juga sudah sering mendapat bantuan dari pemerintah. Di antaranya bantuan bedah rumah pada tahun 2014, termasuk bantuan WC dari Desa. “Kalau beras sudah rutin diberikan. Kami juga telah mengusulkan proposal ke pak bupati agar mendapat bantuan perbaikan dapur,” kata Ayu Parasa seraya mengatakan dari 160 KK, ada 17 KK yang masuk RTM di Banjar Jelantik Mamoran. (win)

MISKIN - Ni Wayan Sukrani saat sibuk membuat Pamor di rumahnya. Tampak Kepala Dusun Jelantik Mamoran Putu Ayu Paras Myanthi berkunjung ke rumah warga miskin ini.


Selasa Kliwon, 6 November 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN !Admin, SMA - S1, CV:hrdgatsu27@gmail.com

B.BP.001.10.18.0001301

Dcr Sebnyak2nya Krywan/ti, Admn,Kasir,U/SMS 081999251555

B.BP.001.11.18.0000175

Dcr Staff Reservation,Sopir & Crew Boat Hub Jl.Tirta Ening No.1 Sanur Tlp.288829

B.BP.153.11.18.0000180

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.11.18.0000115

Dbthkn Sgra,Audit Intern unt Bank S1 Akuntansi,Krm Lmrn ke BPR Adiartha,Jl.Raya Sempidi No.45X,Telp.422387,428348

B.BP.001.11.18.0000011

Dcr Butler Hub.Balilife Jln. BumiayuV88Sanur/081337460096

B.BP.001.11.18.0000171

Dcr Custemer Service,Bhs Ingrs Aktif P/W dutmkan pglman Cargo Lokasi Gianyar H:0361-4791789

B.BP.001.11.18.0000163

Dicari Tukang Kebun Brpengalaman Gaji UMK,Gallery 101 Kerobokan, 085333516555 B.BP.004.10.18.0001238

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

SERVICE

Dcr Sopir Serabutan Gaji 2,8 + Bonus Hub:085338272248 B.BP.001.11.18.0000187

Dcr Staff Gudang & Kasir.Kirim Lamaran ke arysabg@gmail.com / Jl.Raya Celuk-Sukawati CP.087852499519 B.BP.001.11.18.0000170

Dcr Tng Lpangan,Lk,Lls SMK/SMA Gj150Rb/Hr+U.Mkn,081296906723 B.BP.001.11.18.0000183

Dcr Waitress Wr.Pancoran Jl.T. Tutur18Peguyangan,081338697460 B.BP.001.11.18.0000158

Dicari Pengepul Jahitan Hub.085237891623 B.BP.154.11.18.0000182

Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655) B.BP.001.10.18.0000900

Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar Hub.087898301403

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt SMS WA:0816571027

B.BP.001.11.18.0000191

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

B.BP.004.11.18.0000078

Dcri Karyawati Fotocopy/Print Hub.Wineebali,Jl.Hayam Wuruk 71D Dps Hub.081936247579 B.BP.001.11.18.0000172

Urgent: 4 Bedroom Luxury Villa in Ubud Looking for Senior Butler / Supervisor must be good English & able to serve breakfast pls send CV to sudisugi@yahoo.com/08124629122

G.03

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818

B.BP.001.11.18.0000108

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818

B.BP.001.11.18.0000169

Dicari Sopir Untuk Rental Hub: 081999145999

Cr Customer Service & Spa Traineer 081999961157 / 081337327057

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar G.05

DIJUAL MOBIL

G.01

Dicr Admin & Teknisi,Krm CV Ke Dokter Pompa.Hub:082144108229

Sgr Dcr Peg.Salon,Wanita,Pglmn Suradipa-Dps Hub.081339713099

Chevrolet Orlando Th’13 Samsat New,Hrg. 175Jt Nego.Jln Durian No.7C Dps. Hp:085333536807

B.BP.001.11.18.0000168

G.02

B.BP.001.11.18.0000181

B.BP.001.11.18.0000162

RUPA-RUPA

DIJUAL RUMAH

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

BMW

*BMW X5 Th’2014 Pemakaian’2017 KM12Rb Hub.081 999 315 168*

CHEVROLET

PENGUMUMAN

B.BP.141.11.18.0000185 MITSUBISHI

*Pajero Dakar Th’2018 KM3000* ***Hp.081 353 696 360*** B.BP.141.11.18.0000184 SUZUKI

Karimun’00 pmk,slvr,orgnl,VR14 ban baru, Ful Var, 085101783994 B.BP.001.11.18.0000189 TOYOTA

Avanza’10 hitam DK,Original, terawat ex dokter,085101783994 B.BP.001.11.18.0000188

G.04

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

B.BP.001.11.18.0000165

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL RUMAH Dijual Rumah Jl.Gn.Catur Gatsu Barat Telp :08123859600 B.BP.001.11.18.0000166

Dijual Rumah LT.5Are,Harga 3M Hub:0895410904744/081338600860 B.BP.001.11.18.0000161

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A & 60jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.11.18.0000016

DIJUAL TANAH Tnh 34A View Bdgul,SHM,cck utk Rumah 90Jt/A Nego.085857442601 B.BP.153.11.18.0000179

RUPA-RUPA

Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.11.18.0000190

Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346 B.BP.001.11.18.0000174

KEHILANGAN

Hilang BPKB No K-05432084 DK 8193 GT a/n Dewa Gd Adayana A B.BP.155.11.18.0000178

BIRO JASA

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.11.18.0000008


BANGLI

14

Selasa Kliwon, 6 November 2018

Operasi Zebra, Polres Tindak Ratusan Pelanggar Didominasi Tanpa SIM

Bali Post/ina

RAZIA - Razia yang digelar Satlantas Polres Bangli, Senin (5/11) kemarin.

Pembangunan Danau Buatan di Kintamani

Bangli (Bali Post) – Operasi Zebra Agung yang digelar Polres Bangli telah memasuki hari keenam. Sepanjang pelaksanaan operasi ini, Polres Bangli melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) berhasil menindak ratusan pengendara yang melanggar aturan. Pelangggaran didominasi tanpa SIM dan tanpa helm. Kasatlantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona di sela-sela razia kendaraan di Mapolsek Bangli mengatakan, berdasarkan data komulatif dari awal pelaksanaan Operasi Zebra Agung 30 Oktober lalu hingga Senin (5/11) kemarin, pihaknya telah menindak 316 pengendara yang melanggar. Sebanyak 297 di antaranya diberikan tilang dan 19 lainnya berupa teguran. Satlantas menyita barang bukti berupa STNK sebanyak 182 lembar, SIM 110 lembar dan kendaraan bermotor sebanyak 5 unit. Dijelaskan Sona, pelanggaran yang mendominasi hingga hari keenam yakni tidak membawa SIM sebanyak 73 pelanggar, disusul pelanggaran melawan arus lalu lintas 64 pelanggar dan tanpa helm 55 pelanggar. Mereka yang melanggar sebagian besar pekerja swasta dan pelajar. Sejauh ini, belum ada laporan

kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Bangli. Pada Operasi Zebra kali ini, Satlantas Polres Bangli tetap melaksanakan kegiatan preventif. Patroli tetap berlangsung untuk mengantisipasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Melalui fungsi Dikmas, Satlantas juga rutin melaksanakan kunjungan ke sekolah-sekolah, baik SD, SMP maupun SMA, untuk memberikan ceramah mengenai cara berkendara yang benar, mengenakan helm yang benar, termasuk imbauan ke pelajar yang masih di bawah umur agar tidak membawa kendaraan di jalan raya. ‘’Ops Zebra ini akan kami laksanakan hingga tanggal 12 November mendatang. Kami imbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas demi keselamatan bersama,’’ kata Sona. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menambahkan, Satlantas juga menindak pengendara yang mobilnya dipasangi rotator. Selain dikenakan sanksi tilang, pengendara tersebut juga diminta mencopot rotatornya. ‘’Yang boleh pasang rotator itu polisi, ambulans, mobil pengawalan. Itu sudah diatur dalam undang-undang lalu lintas,’’ tegasnya. (kmb40)

Dewan Pertanyakan Keseriusan Pemkab Eksekutif Diminta Segera Bangli (Bali Post) – Keseriusan Pemkab Bangli membangun danau buatan di Kintamani tahun 2019 mendatang, dipertanyakan kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma menyebutkan, dalam rancangan KUA-PPAS 2019 yang diajukan eksekutif, tidak ada anggaran pembangunan danau buatan tersebut. Dia pun meminta Pemkab Bangli konsisten dengan wacana yang telah digulirkan ke masyarakat. Ditemui usai rapat di DPRD Bangli, Senin (5/11) kemarin, Basma mengatakan, sesuai wacana Bupati, pembangunan danau buatan di Desa Suter untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sejumlah desa di Kintamani akan direalisasikan tahun depan. Meski rencana itu sudah sering disampaikan di media, namun dia menilai itu masih sekadar wacana. Pasalnya dalam KUA-PPAS 2019 yang telah diajukan TAPD, pihaknya tidak menemukan adanya

anggaran yang diposting untuk pembangunan danau buatan tersebut. ‘’Seharusnya anggaran yang konon untuk pembangunan danau buatan tersebut dimasukan ke dalam rancangan. Tapi ini kenapa tidak ada?’’ kata Basma. Dia pun mempertanyakan keseriusan Pemkab Bangli untuk mengatasi kesulitan air bersih di beberapa desa di Kintamani bagian timur. Karena pembangunan danau buatan sudah menjadi wacana sejak lama, seharus-

nya pemerintah bisa segera merealisasikannya. ‘’Kami minta Pemkab konsisten. Jangan hanya memberi harapan palsu, yang bisa jadi memunculkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat, ketika janji-janji terus, tapi tak ditepati. Kami tidak ingin masyarakat nantinya seperti itu,’’ terangnya. Politisi Golkar asal Desa Suter ini menegaskan, pihaknya selama ini sangat mengharapkan pembangunan danau buatan segera direal-

isasikan. Sebab hingga saat ini masih banyak desa-desa di Kintamani khususnya di wilayah timur yang mengalami kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih terutama saat musim kemarau, dari tahunke tahun masyarakat seperti di desanya, terpaksa membeli air tangki dua hingga tiga kali dalam sebulan. ‘’Satu tangki harganya Rp 250 ribu. Jadi bisa dihitung sekian penghasilan masyarakat yang tergerus hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih,’’ ungkap Basma didampingi Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles. Dia menambahkan, jika pembangunan danau buatan tidak memungkinkan dilakukan, diharapkan Pem-

kab bisa mencari solusi lain untuk mengatasi kesulitan air bersih. Seperti dengan memaksimalkan pengangkatan debit air di beberapa sumber air yang ada salah satunya di sumber air Pebini. ‘’Kalau sumber air ini dimaksimalkan pengangkatannya, saya yakin kebutuhan air bersih di wilayah Suter, dan beberapa desa di Kintamani seperti Batur bisa terpenuhi,’’ imbuhnya. Terkait pernyataan tersebut, Kepala Bappedalitbang Bangli Nyoman Widiana mengaku akan mengecek rancangan KUA-PPAS 2019. ‘’Kami usulkan pendanaannya (danau buatan-red) dari sumber dana BKK Badung. Tapi kebenarannya, saya cek dulu ya,’’ ujarnya. (kmb40)

Dandim Ajak Pelajar Bijak Gunakan Medsos Bangli (Bali Post) – Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto mengajak seluruh pelajar untuk mencermati pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi pada dekade terakhir. Sebagai generasi muda, pelajar juga diminta bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Letkol Andy saat menjadi pembina upacara di SMAN 1 Bangli, Senin (5/11) kemarin, mengatakan, dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045, generasi muda mulai dari sekarang harus menjadi agen perubahan ke arah lebih baik. Para pelajar diminta mempersiapkan diri karena pada saat itu merekalah yang akan mengambil peran terhadap keberhasilan bangsa Indonesia. Dalam amanatnya, Letkol Andy mengajak para pelajar mengikis kebiasaan menyebarkan berita negatif seperti hoax, ujaran kebencian, pornografi dan lainnya.

‘’Siswa harus memilki filter dalam mengakses teknologi informasi sehingga informasi yang didapat berguna bagi bangsa dan negara,’’ kata

Letkol Andy. Mengenai pelaksanaan apel bendera yang rutin dilaksanakan setiap Senin, Letkol Andy meminta ke-

Bali Post/ina

DANDIM - Dandim Bangli Letkol Andy Pranoto saat menjadi Pembina upacara di SMAN 1 Bangli, Senin (5/11) kemarin.

pada sekolah dan siswa agar tidak menjadikan kegiatan itu sebagai rutinitas atau seremonial semata. Ada beberapa hal penting yang dapat dipetik maknanya, yakni sebagai sarana pembelajaran disiplin, penghormatan kepada lambang negara, melatih fisik dan penghormatan kepada para pahlawan. Lebih lanjut disampaikannya, dalam proses belajar di sekolah para siswa hendaknya tetap memegang disiplin, dengan menaati peraturan yang berlaku, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Jangan sampai pelanggaran yang dilakukan siswa mencoreng nama baik sekolah. ‘’Contoh sederhana, kalau ada siswa yang menggunakan sepeda motor hendaknya melengkapi diri dengan surat-surat dan perlengkapan berkendara lainnya,’’ katanya. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bangli I Nengah Sudaya mengucapkan terima

Pupuk Organik Dibeli Murah, Peternak Enggan Produksi Bangli (Bali Post) Sejumlah peternak di Bangli mulai enggan memproduksi pupuk organik. Murahnya harga jual, menjadi alasan utama peternak malas melanjutkan produksi pupuk organiknya. Seperti halnya yang dirasakan peternak di Banjar Tanggahan Tengah Desa Demulih, Susut, yang tergabung dalam Kelompok Santi Yowana. Pengurus kelompok, Ni Putu Iis Suryati, Senin (5/11) kemarin, mengungkapkan, peternak yang tergabung dalam kelompoknya dulunya sempat melakukan pengolahan kotoran ternak sapi menjadi pupuk. Pupuk organik yang dihasilkan dikemas dengan kampil untuk dijual ke petani. Akan tetapi, usaha yang dilakukan kelompok

ternaknya tak berbuah manis. Pupuk organik yang dihasilkan itu dibeli dengan harga murah, yakni hanya Rp 800 per kg. Karena terlalu murah, kelompoknya pun memilih menghentikan produksi. ‘’Hanya jalan dua tahun,’’ ujarnya. Sisa produksi yang belum laku dijual akhirnya dibagikan ke sesama anggota kelompok. Bahkan karena tak berproduksi lagi, beberapa alat pengolahan pupuk terpaksa dibiarkan mangkrak. Saat ini kelompok ternaknya lebih memilih menjual kotoran ternak yang masih mentah ke petani karena lebih menguntungkan. Kotoran ternak yang belum diolah laku dengan harga lebih mahal, yakni Rp 250 ribu per satu truk.

Menurut Iis, sejatinya pupuk organik sangat baik untuk kesuburan lahan pertanian. Hanya saja, masih belum banyak petani yang berminat. Petani lebih memilih pupuk kimia, karena hasil dari pupuk organik tidak bisa dirasakan instan. ‘’Kalau pakai pupuk organik hasilnya baru bisa kelihatan setelah enam bulanan. Tapi lahannya jadi benar-benar subur,’’ ujarnya. Karena ramah lingkungan dan baik untuk kesuburan tanaman, dia sangat berharap keuntungan penggunaan pupuk organik terus disosialisasikan pemerintah sehingga petani bisa lebih banyak yang berminat menggunakannya. Pihaknya juga berharap agar pemerintah memper-

hatikan kelompok ternak yang selama ini mau memproduksi pupuk organik. Pemerintah diharapkan bisa mengatur harga pupuk organik. ‘’Kalau bisa, pemerintah bisa membeli pupuk organik yang dihasilkan peternak dengan harga yang menjanjikan. Ini supaya kita bisa semangat mengolahnya,’’ ujarnya. Iis menyatakan, jika nanti harga lebih baik, pihaknya kemungkinan akan kembali melanjutkan usaha pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi. ‘’Sekarang mulai banyak permintaannya, harganya juga sudah mulai bagus. Ke depan kita ada rencana olah lagi. Kita juga rencanakan mengolah pupuk kascing,’’ imbuh Iis. (kmb40)

kasih kepada Dandim 1626/ Bangli yang sudah berkenan menjadi pembina upacara di sekolahnya. Diharapkan kehadiran Dandim dapat memberikan motivasi kepada para siswa untuk lebih meningkatkan disiplin serta meningkatkan prestasi dalam belajar. Di akhir upacara, dilaksanakan penyerahan piagam dan plakat penghargaan kepada siswa SMAN 1 Bangli atas nama I Putu Angga Tangkas P dan siswa SMKN 2 Bangli atas nama Ida Bagus Gede Astawa Diputra atas prestasinya dalam lomba Komsos Kreatif tingkat Kodam. (kmb40)

Soal Wacana Dana Kelurahan

Koordinasikan ke Pusat

Bangli (Bali Post) – Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata meminta eksekutif segera melakukan koordinasi ke pemerintah pusat terkait adanya rencana pusat menggelontorkan dana kelurahan. Diharapkan, koordinasi ini sudah dilakukan sebelum RAPBD 2019 diketok palu akhir bulan ini. Kutha Parwata usai rapat pembahasan KUA-PPAS di DPRD Bangli, Senin (5/11) kemarin, menjelaskan, sesuai wacana Presiden yang telah ditindaklanjuti Menteri Keuangan, pemerintah pusat rencananya menggelontorkan dana untuk seluruh kelurahan mulai Januari 2019 mendatang. Hanya saja sampai saat ini, belum diketahui bagaimana mekanisme penggelontoran dana tersebut. Apakah sama seperti pemberian Dana Desa yang langsung masuk ke rekening desa, ataukah harus mampir dulu ke APBD seperti halnya Dana Alokasi Khusus (DAK). ‘’Ini belum jelas perlakuannya,’’ terangnya. Karena itulah pihaknya meminta eksekutif segera melakukan koordinasi ke pusat guna menanyakan kejelasan pencairannya termasuk regulasinya. Diharapkan, koordinasi ini bisa dilakukan segera sebelum RAPBD 2019 disahkan akhir November mendatang. ‘’Perlu sesegera mungkin mengkonfirmasi ke pusat. Karena kalau Dana Desa selama ini kan sudah jelas ada UU Nomor 6 2016 yang memayungi,’’ jelasnya. Disinggung sedang berprosesnya empat kelurahan di Bangli berubah status menjadi desa, Kutha Parwata mengatakan, itu tidak menjadi masalah. Dia menjelaskan, sejauh ini proses perubahan status empat kelurahan menjadi desa masih dalam tahap menunggu verifikasi dari pemerintah pusat melalui provinsi, atas perda tentang perubahan kelurahan menjadi desa yang sudah disahkan belum lama ini. Jika perda itu bisa disetujui dan empat kelurahan di Bangli berubah menjadi desa, maka empat desa yang baru itu tentunya berhak menerima Dana Desa. Namun jika tidak disetujui, maka dana kelurahan yang akan dikucurkan pusat ini bisa menjadi penyejuk bagi empat kelurahan yang ada di Bangli. ‘’Jadi saya kira tidak ada Bali Post/ina ruginya,’’ ujar Kutha ParNgakan Kutha Parwata wata. (kmb40)


15

Selasa Kliwon, 6 November 2018

Prof. I.B. Adnyana Manuaba

PEDULI palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. IGN Indra Andhika Bali Summer Hotel RK & ADN I Ketut Oka Wiluga I Komang Pasek Ni Made Sukradi Lauw Kim Yan IGK Kesuma I Nyoman Anom Suas I Nyoman Rastika Ida Ayu Made Mayon Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

3.000.000 2.450.000 1.000.000 800.000 400.000 250.000 150.000 100.000 100.000 100.000 50.000

Rp 8.400.000 Rp 570.623.070 Rp 579.023.070 $ 2.500

PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.

RK & ADN IGK Kesuma Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp Rp Rp

1.000.000 100.000 1.100.000 634.677.488 635.777.488

WARUNG GLOBAL

Pemerintah Harus Tetap Bantu UMKM USAHA Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali saat ini kian tumbuh dan berkembang. Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, 50 persen jumlah ekspor dari Bali adalah hasil dari para UMKM. Hal ini memperlihatkan pertumbuhan UMKM di Bali juga dapat memicu pertumbuhan ekonomi, membantu pencapaian ekonomi daerah yang diprediksi meningkat hingga 6,4 persen. Hal ini mendapat sambutan positif dari masyarakat pendengar Radio Global 96,5 FM. Sebagai masyarakat Bali, Suardana di Tabanan menyambut positif kabar ini. Ia yang juga bergerak di UMKM jasa menilai bahwa saat ini pelaku UMKM sudah bergerak positif mengembangkan kreativitasnya. Untuk itu, pemerintah harus hadir memberikan support utamanya dalam permodalan. Jika UMKM di Bali tumbuh dengan baik niscaya perekonomian Bali juga semakin membaik. Hal senada juga diungkapkan Ketut Mursi di Denpasar. UMKM bisa berpeluang menjadi passive income ke depannya. Melalui kegiatan yang melibatkan UMKM, ia berharap para pelaku UMKM tidak berhenti sampai di situ saja, tetap mengembangkan diri, berinovasi dan berkreativitas. Selain permodalan, pemerintah bisa membantu di bidang pemasaran. Sering terjadi setelah menghasilkan produk, sulit memasarkan. Febri warga Denpasar mengungkapkan, salah satu yang menjadi program di tempat ia bekerja adalah turut memajukan UMKM yang ada di Bali. Selain dibantu permodalan, pelaku

UMKM harus memiliki niat dan pandai memanfaatkan peluang yang ada. Pemerintah diminta untuk mempermudah dalam urusan perizinannya. UMKM diharapkan mampu naik kelas, sungg u h p o s i t i f d a n l u a r b iasa. Menurut Ayu di Petang. Semakin berkembang usaha kecil ini, semakin besar pula persaingan yang terjadi. Kemudian usaha kecil yang ada, sepatutnya dibantu juga untuk mengembangkan sehingga bisa menjangkau pasar luar, demikian salah satu pelaku usaha kecil Ketut Dawi di Abiansemal Badung. (sikha)

Guru Sejati

DEKAN Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) melepas jenazah Prof. I.B. Adnyana Manuaba untuk diberangkatkan ke rumah duka di Gria Simpangan, Blahkiuh, Senin (5/11) kemarin. Prof. Adnyana Manuaba merupakan salah satu tokoh pendiri FK Unud bersama dengan dr. A.A. Djelantik dan Prof. Ngurah. Dekan FK Unud Dr. dr. Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT (K) menuturkan, jasa almarhum dalam pendirian FK Unud sangat besar. Sekembalinya dari Jakarta, almarhum bersama teman lainnya mendirikan FK Unud dengan menggunakan dana dari hasil ekspor sapi Bali. FK Unud didirikan dengan uang ekspor sapi, wajarlah jika keberadaannya dipertang-

gungjawabkan kepada rakyat Bali pemilik uang sapi itu. Almarhum mendambakan pada satu saat bahwa seluruh mahasiswa dan alumni (termasuk mahasiswa asing) FK Unud beserta dosen-dosennya, bisa memamerkan kemampuan dan kompentensinya. Ini dengan maksud menunjukkan pada rakyat Bali, bahwa inilah perwujudan hasil dari uang ekspor sapi rakyat yang diberikan kepadanya. Sebagai fakultas baru, tentu membutuhkan alat–alat laboratorium untuk menunjang pembelajaran. Untuk melengkapi itu, hasil dari uang ekspor sapi digunakan. Ruang kuliah belum banyak, sehingga digunakanlah Fakultas Sastra pada waktu itu. Kemudian untuk kebutuhan anatomi, almarhum mem-

bawa mayat untuk belajar di FK Unud. “Banyak sekali jasa beliau, mendirikan program studi pariwisata, prodi ergonomi,” bebernya. Pada tahun 1969 sebagai seorang yang terbius dengan pendekatan ilmiah olahraga, mengorganisir untuk pertama kalinya di Bali penataran faal olahraga bagi para pelatih olahraga di Bali. Ini kemudian menjadi cikal bakal penataran–penataran selanjutnya. Sepulang dari Jakarta mengikuti seminar olahraga pada tahun 1970, almarhum membentuk PPKORI (Perhimpunan Pembina Kesehatan Olah Raga Indonesia). Banyak cerita dan jasa Prof. I.B. Adnyana Manuaba dalam bidang pendidikan. Tak heran almarhum disebut guru sejati. (kmb42)

Bali Post/may

MELEPAS - Civitas akademika FK Unud melepas jenazah Prof. I.B. Adnyana Manuaba untuk diberangkatkan ke rumah duka di Gria Simpangan, Blahkiuh, Senin (5/11) kemarin.

Sebagai Operator Sementara itu, dr. D.P. Alit Parwita dari RSUD Wangaya mengatakan, RSUD Wangaya merupakan RS tipe B pendidikan sehingga dalam lingkaran era JKN sebagai operator. Rujukan online yang menjadi salah satu permasalahan di layanan kesehatan memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya, karena di era disruption semua berubah dengan cepat sehingga layanan kesehatan juga harus bergerak cepat. Dampak negatifnya dari rujukan online ini adalah secara operasional terganggu karena cash flow menurun. Rujukan rawat jalan yang biasanya pukul 15.00 wita masih ramai, sekarang pukul 11.00 wita sudah sepi. Terlihat penurunan kunjungan di RSUD Wangaya. Sementara selama ini BPJS selalu berpedoman pada kendali mutu dan kendali biaya. Namun, ia melihat

selama ini BPJS Kesehatan hanya melihat kendali biaya, kendali mutunya belum. “Karena sebuah pelayanan yang bermutu harus selaras dengan biaya,” ujarnya. Direktur RSBM dr. Bagus Darmayasa mengatakan, permasalahan yang dialaminya hampir sama dengan permasalahan yang dialami RSUD Badung. Yaitu masyarakat Sanur yang merupakan tempat RS tersebut berdiri, tidak bisa mendapatkan pelayanan di RSBM. Mereka harus ke RSUD Wangaya melalui puskesmas terdekat. Selain itu, Perdir 2, 3, 5 yang dikeluarkan BPJS Kesehatan belum lama ini yang membatasi layanan kesehatan katarak, ibu melahirkan bayi sehat, dan rehabilitasi medis juga memberi dampak padanya. Pasalnya, RS tersebut memiliki alat rehabilitasi medis yang baru dan berstandar bagus serta lengkap namun tidak bisa dipakai. Ia meminta setiap kebi-

Tanpa Bayar “Saya baca di dalam struktur Timses sudah ada divisi hukum dan pembelaan. Divisi ini kalau dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai in house lawyer, sedangkan saya adalah profesional lawyer yang berada di luar struktur,” kata dia. Yusril juga menegaskan ia tidak mematok tarif pembayaran alias gratis. “Pak Erick mengatakan bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf ini prodeo alias gratis tanpa bayaran apa-apa,” imbuhnya. Ia mengaku pada Pilpres 2014 lalu ketika dirinya menjadi kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, ia juga tidak memasang tarif. “Dalam Pilpres 2014 juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil Pilpres di MK, dan itu saya lakukan, gratis juga hehe, tanpa bayaran apa pun dari Pak Prabowo,” sambungnya. (ant/kmb4)

Tiga Hari jakan yang diambil BPJS agar disosialisasikan dengan baik terlebih dahulu. “Jangan langsung diundangkan, supaya tidak ada gejolak. Karena kami pelaku utama di lapangan yang berhubungan langsung dengan pasien,” tegasnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Sri Armini, M.Kes. mengatakan, regulasi yang dibuat pasti bertujuan baik. Di Denpasar dengan jumlah layanan cukup banyak menurutnya, rujukan online mampu mengurai antrean. Ada 2 RS Tipe A, 3 RS Tipe B, 14 RS Tipe C, 1 RS Tipe D. Memang terjadi penurunan kunjungan di RS tipe A dan B dan peningkatan di RS tipe C dan D. Permasalahan layanan kesehatan harus dilihat secara keseluruhan. Dalam perjalanan memang ada masalah, keluhan pun banyak datang padanya. Maka dari itu, ia pun menyiapkan tim untuk menangani keluhan masyarakat. (kmb42)

Sementara itu, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Muhammad Syaugi, mengatakan, pencarian akan dilanjutkan dalam tiga hari ke depan dan berupaya agar seluruh penumpang pesawat terevakuasi. “Untuk melakukan pencarian ini saya tidak menyerah, mudah-mudahan dengan waktu yang ada ini kami tetap all out walaupun sampai sepuluh hari nanti kalau masih ada kemungkinan untuk menemukan, saya akan terus mencari saudarasaudara kami ini,” ujarnya. Hingga Minggu (4/11) malam, 138 kantong jenazah ditemukan dan diserahkan ke Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur untuk proses identifikasi. Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi, yakni Hizkia Jorry Saroinsong oleh tim Identifikasi Korban Bencana di RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, Jumat (2/11). Saat dikirim ke RS

Polri dr. Soekanto dalam kantong jenazah pada Kamis (1/11), jenazah Jorry hanya menyisakan lengan kanan dengan tiga jarinya, yakni ibu jari, telunjuk dan kelingling. Polri sudah mengumpulkan 346 sampel DNA dari 138 kantong jenazah penumpang pesawat nahas Lion Air JT 610 yang hingga Minggu (4/11) malam dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Raden Said Sukanto di Kramat Jati, Jakarta Timur, kata Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Polri Brigjen Pol. Dr. Arthur Tampi. “Pada fase dua postmortem, sudah ada 138 kantong jenazah dan sudah 346 sampel DNA yang kami kumpulkan,” katanya. Sekarang sudah ada 14 jenazah penumpang yang berhasil diidentifikasi dan kepolisian masih terus melakukan proses rekonsiliasi dan identifikasi jenazah penumpang pesawat Lion Air JT 610, yang pada 29 Oktober jatuh di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (ant)

Ideologi Politik Zhou juga menegaskan delegasi Tiongkok datang bukan untuk menyebarluaskan ideologi politik maupun sistemnya. Yang dicari adalah persamaan, untuk m enying kirka n p end eri taan dan bencana akibat kolonialisme. Dalam konferensi terse-

but, lanjut Megawati, Zhou Enlai mengusulkan lima prinsip yang dikenal sebagai Lima Prinsip Perdamaian Zhou Enlai, yakni saling menghormati kedaulatan satu sama lain; tidak saling menyerang; tidak saling mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain; kesetaraan dan kerja sama yang saling menguntungkan; dan hid-

up berdampingan dengan damai. Lima Prinsip Enlai akhirnya menjadi bagian penting dan menjadi semangat Dasa Sila Bandung, yang merupakan sepuluh prinsip yang membawa gelombang kemerdekaan dari bangsa-bangsa terjajah di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Menurut Mega yang juga

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), prinsip-prinsip itu sangat kontekstual saat ini atau 63 tahun setelah KAA 1955 dilaksanakan. Oleh karenanya, menurut Mega, diplomasi ekonomi tidak boleh lepas dari landasan politik yang sudah dituliskan para pendiri bangsa. (ant)

Kecepatan Pesawat “Di dalam silinder kuning berisi memory chip data-data penerbangan. Kemarin, telah berhasil kami unduh dengan baik,” kata Soerjanto Tjahjono. Dia menjelaskan data

tersebut berisi kecepatan pesawat, ketinggian pe sawat, putaran temperatur, posisi kendali penerbangan (flight control), kemudi pesawat di cockpit, dan bidang-bidang kemudi di pesawat. Soerjanto mengatakan kotak hitam berisi 69 jam penerbangan den-

gan 19 penerbangan. Saat ini, Soerjanto mengatakan, masih berkonsentrasi mencari kotak hitam kedua, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam percakapan suara di dalam cockpit serta percakapan dengan awak kabin. “Jika belum dite-

mukan CVR, dengan data yang ada, kami akan berusaha semaksimal mungkin menemukan penyebabnya,” katanya. Untuk keperluan investigasi, ia mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat, Singapura, Australia, dan Arab Saudi. (ant)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa Kliwon, 6 November 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Djarum Sirnas 2018

Dinda Sayu Menang Dua Kali Denpasar (Bali Post)Pebulu tangkis Ni Putu Dinda Sayu Murni dari PB Poker Kerobokan sukses menundukkan Pristaning Firdayanti (Cakra) dengan skor 21-6, 21-12 di nomor tunggal taruna putri pada hari pertama Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Senin (5/11) kemarin. Dinda Sayu mencatat dua kemenangan setelah pada pertandingan berikutnya mengalahkan Atthiyah Fitriani(PB Warna Agung Perkasa Mataram) 21-5, 21-3.

Atlet Bali lainnya I Gusti Ayu Putu Mega Spetia (Menang Kalah Sehat/MKS Singaraja) mengatasi Sevy Versicha (Bintang Terang) dengan skor 21-13, 21-19. Ni Komang Pramitha Sattya Vidanti (Batur Bangli) menang WO atas Dhea Ananda Fauji (Pendowo Malang). Sementara Gede Pasek Ekayana (PB Exist) harus mengakui ketanggu-

han Satria Maulana Rahmadi Lubis (Pratama Badminton) dengan skor 18-21, 18-21. Pebulu tangkis unggulan masih melaju mulus. Unggulan kedua Savira Sandradewi (PB Djarum Kudus) menundukkan Tiara Ayuni Wulandari (PB Exist) 21-14, 21-12. Unggulan keempat Melsya Nur Fitriani (PB Victory Bogor) menang atas Michelle Gabriela (PB Exist Jakarta) 21-14, 21-11. Unggulan ketiga Mia Agnia (Mutiara Cardinal Bandung) menekuk Made Dinda Windiasari (PB Djarum Kudus) 21-12, 21-12. Sekretaris Umum Pengprov PBSI Bali, Made Darmiyasa, yang menjadi salah seorang panitia pelaksana (panpel) Djarum Sirnas 2018 mengemukakan, pada hari pertama belum ada kejutan berarti. Atlet unggulan melenggang mulus ke fase berikut-

nya. Sirnas Bali Terbuka ini mempertandingkan kategori remaja, taruna, dan dewasa. Masing-masing kategori mempertandingkan tunggal dan ganda putra-putri serta ganda campuran. Menurutnya, hadiah yang disiapkan panpel cukup menggiurkan buat peserta Djarum Sirnas 2018. Kelompok dewasa memperebutkan Rp 220 juta, sedangkan remaja dan taruna Rp 60 juta, sehingga nilai totalnya Rp 280 juta. (022) HARI PERTAMA – Salah satu pertandingan pada hari pertama Djarum Sirnas 2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Senin (5/11) kemarin.

Bali Post/wan

13 Pemain Cricket Bali Resmi Hengkang

Chelsea Gusur Liverpool

Gianyar (Bali Post) Tercatat 13 pemain cricket putra dan putri Bali yang membela Papua dan DKI Jakarta pada Kejurnas Cricket di Lapangan Unud, Bukit, Jimbaran, Badung, beberapa bulan lalu, resmi hengkang. Dua belas atlet (8 putra dan 4 putri) mengusung bendera Bumi Cendrawasih, sedangkan seorang atlet putri hijrah ke Ibu Kota. Ketua Harian Pengprov PCI Bali, Made Erawan, menerangkan, para atlet yang membela provinsi lain di ajang kejurnas sudah melalui prosedur dan tak bisa kembali lagi. ‘’KONI Bali sudah memediasi supaya mereka balik membela Bali, tetapi upaya tersebut sia-sia belaka dan mentok,’’ ujarnya di Gianyar, Senin (5/11) kemarin. Ia akan berbicara kepada KONI Bali untuk meyakinkan bahwa atlet yang masih setia dan loyalitasnya tinggi membela Bali kualitasnya masih di atas pemain yang hijrah. Sebanyak 24 atlet (12 putra dan 12 putri) disiapkan menghadapi PraPON 2019 mendatang. ‘’Kami sudah memiliki tim bayangan Pra-PON. Nama-nama mereka akan kami huhungi melalui Pengkab dan Pengkot PCI masing-masing,’’ paparnya. Pada PON XX/2020 di Papua, cabang olahraga cricket mempertandingkan tiga nomor, yakni six (6 pemain), super eight (8 pemain) dan twenty (11 pemain). Hal itu juga berlaku pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, sebab acuannya adalah PON. (022)

Bali Post/afp

SPANYOL – Duet pemain Spanyol, Pedro (kiri) dan Alvaro Morata, merayakan gol Chelsea ke gawang Crystal Palace di Liga Inggris.

Tim Junior Pasang Target Semifinal

Bali Post/022

KEJUARAAN - Kejuaraan cricket di Lapangan Unud, Bukit, Jimbaran, beberapa waktu lalu.

Timnas Futsal Taklukkan Myanmar

Yogyakarta (Bali Post) – Tim Nasional Futsal Indonesia menaklukkan Myanmar dengan skor 5-1 pada babak penyisihan Grup A AFF MNC Futsal Championsip di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (5/11) sore kemarin. Gol-gol Indonesia dihasilkan Bambang Bayu Saptaji pada menit ke-3, Andri Kustiawan menit ke-15, Marvin Alexa Marosi menit ke-17, Bambang Bayu Saptaji menit ke-18, dan Andri Kustiawan menit ke-23. Myanmar membuat satu gol yang dicetak Hlang Min tun pada menit ke-9. Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada babak penyisihan Grup A berikutnya. Pelatih Timnas Indonesia, Kansuke Takahasi, mengaku puas dengan permainan tim asuhannya. Menurutnya, dalam setiap latihan timnya telah mempelajari dengan baik strategi Myanmar. “Saya sangat bangga para pemain kita berhasil mengeluarkan seluruh kemampuannya,” kata pelatih asal Jepang ini. Dalam laga lainnya, Malaysia menghajar Kamboja 10-0. Sejak awal laga, pemain Malaysia tampak agresif dan menguasai bola. Tanpa perlawanan yang sulit, kapten Timnas Malaysia Khairul Effendy berhasil menjebol gawang Kamboja sehingga membawa timnya unggul 1-0 pada menit ke-3. Sepanjang babak pertama, Kamboja tidak mampu memberikan serangan berarti. Kondisi ini membuat pemain Malaysia leluasa melakukan variasi serangan. Sementara itu, Thailand menunjukkan kelasnya dengan mencukur Timor Leste 14-0 pada laga Grup B. Lima gol Thailand diciptakan pada babak pertama, sedangkan sembilan lagi dihasilkan pada pada babak kedua. Pelatih Thailand Jose Maria Pazos Mendez mengaku senang atas kemenangan asuhannya pada pertandingan perdana. Pelatih Timor Leste Bruno Miguel Martins Torres memuji Thailand sebagai tim dunia sehingga asuhannya kalah telak. (ant)

Toronto – Tim bulu tangkis beregu Indonesia memasang target menembus semifinal pada BWF World Junior Championships 2018 di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada, 5-10 November. Indonesia berada di Grup H bersama Inggris, Meksiko, Makau, dan Austria. Melihat peluang di atas kertas, manajer tim Indonesia Susy Susanti optimis bisa melaju tanpa kesulitan di fase grup. ‘’Target yang diharapkan bisa masuk semifinal. Indonesia jadi unggulan dua. Mudah-mudahan kita bisa sampai sesuai seeded ke final. Tapi tetap fokus satu per satu dulu,” katanya ditemui di selasela jadwal latihan tim, Minggu (4/11). Ia yakin Indonesia menjadi juara grup karena kekuatannya masih di atas. ‘’Kami unggul di ganda putra, ganda putrid, dan ganda campuran. Tunggal putra juga cukup kuat. Mungkin tunggal putrinya yang sedikit di bawah. Berbeda dengan tahun lalu yang tunggal putrinya menjadi kartu as kami,” ungkap Susy. Sementara itu, dalam kejuaraan Makau Terbuka 2018, hanya satu ganda putri Indonesia yang berhasil sampai ke semifinal yaitu pasangan muda Yulfira Barkah/Jauza Fadhila

Sugiarto. Tiga lainnya terhenti lebih awal, yakni pasangan Winny Oktavina Kandow/Virni Putri sampai perempatfinal, Pitha Haningtyas Mentari/Rosyita Eka Putri Sari dan Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco. Di ganda campuran, pasangan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow juga terhenti di empat besar. “Secara keseluruhan penampilan pemain ganda putri cukup bagus. Hanya, masalah concern dan fokusnya saja yang belum tahan, khususnya untuk memainkan pola yang bisa cari poin. Ganda putri Jepang lebih unggul dalam ketahanan fokus selama main. Ini yang harus lebih diperbaiki lagi dan main safe,” jelas asisten pelatih ganda putri PBSI Chafidz Yusuf. Dalam turnamen SaarLorLux Terbuka 2018, ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta harus puas sebagai runner-up. Hasil ini mereka dapat usai kalah dari wakil Bulgaria unggulan pertama, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, 20-22, 21-15, 19-21. “Strategi kami sebenarnya sama saja, karena pola main mereka tidak berubah. Kami hanya menyiapkan mental dan mindset untuk tidak mau kalah,” ucap Mahadewi. “Kami sudah berusaha lebih tahan di lapangan tapi mereka lebih siap,’’ sambung Rizki. (kmb)

London – Penyerang Chelsea, Alvaro Morata, mencetak dua gol saat timnya membekuk Crystal Palace dengan skor 3-1 dalam laga pekan ke-11 Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Senin (5/11) dini hari kemarin. Pedro menyumbangkan satu gol, sedangkan Andros Townsend membuat gol balasan untuk Palace. Tambahan tiga poin membuat tim besutan Maurizio Sarri naik ke peringkat kedua klasemen dengan perolehan 27 poin, menggusur Liverpool (27) berbekal keunggulan selisih gol. Sementara Palace (8) tak beranjak dari urutan ke-14. Laga itu juga menandai kembalinya Eden Hazard dari cedera yang memaksanya absen dalam beberapa pertandingan terakhir Chelsea. Masuk pada menit ke-64, kapten Belgia ini langsung memberikan sumbangsih berupa assist untuk gol kedua Morata. Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, percaya Morata yang makin matang bisa menjadi striker yang dibutuhkan timnya. Namun, pria asal Italia itu minta penyerang asal Spanyol yang didatangkan dari Real Madrid tersebut terus meningkatkan diri secara fisik, mental dan teknis jika tujuannya untuk membantu Chelsea tetap bersaing dengan Manchester City. Tuan rumah yang menguasai penuh jalannya pertandingan baru bisa membuka keunggulan pada menit ke-32 melalui penyelesaian jarak dekat Morata memanfaatkan bola liar hasil percobaan tembakan Pedro. Palace berhasil menyamakan kedudukan saat Townsend menyelesaikan umpan satu dua sentuhan bersama James McArthur pada menit ke-53. Hazard yang baru merumput semenit melepaskan tendangan bebas ke area tiang jauh yang disambut Morata untuk membawa Chelsea kembali memimpin pada menit ke-65. Lima menit kemudian, giliran Pedro yang mencetak gol memanfaatkan umpan tarik kiriman Marcos Alonso. Manchester City sukses menghancurkan Southampton dengan skor telak 6-1 di Stadion Etihad. Raheem Sterling mengemas dua gol disokong gol-gol Sergio Aguero, David Silva dan Leroy Sane serta sebuah gol bunuh diri Wesley Hoedt, sedangkan Danny Ings mencetak satu-satunya gol balasan tim tamu. Kemenangan ini mengantarkan tim besutan Pep Guardiola kembali ke puncak klasemen dengan koleksi 29 poin. (ant/rtr)

Daud Yordan Latihan Ringan

Manchester – Berat badan petinju nasional pemegang dua gelar IBO Intercontinental dan WBA Asia, Daud Yordan, sudah ideal untuk turun di kelas ringan (61,2 kilogram). Hal itu dikatakan Daud Yordan di Manchester, Inggris, ketika dihubungi dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (5/11) kemarin. Acara timbang badan akan dilaksanakan Jumat (9/11) nanti waktu setempat di Manchester Central. Sementara pertarungan Daud Yordan melawan petinju tuan rumah Anthony Crolla di Manchester Arena dilangsungkan Sabtu (10/11). Rabu (7/11) besok dilaksanakan latihan secara terbuka di National Footbal Museum, kemudian Kamis (8/11) diadakan konferensi pers. Menyinggung soal kegiatan menjelang pertarungannya, petinju dengan rekor bertarung 38 kali menang (26 KO) dan tiga kali kalah tersebut mengatakan latihan tetap dilaksanakan pagi dan sore hari. “Latihan tinggal yang ringan-ringan untuk menjaga kondisi tubuh dan memantapkan strategi menghadapi lawan,” kata petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat, tersebut. Daud Yordan bersama pelatihnya Pino Bahari tiba di Manchester, Jumat (2/11) pagi, setelah bertolak dari Jakarta pada Kamis (1/11). Ia bakal menghadapi Anthony Crolla pada pertarungan “Eliminator for: WBA Super World Lightwight Championship”. Daud Yordan menempati peringkat kedua penantang kelas ringan, sedangkan calon lawannya di posisi keempat. (ant)

Vietnam Juara Kejuaraan Vovinam Asia

Tabanan (Bali Post)Vietnam keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Vovinam Asia IV/2018 di GOR Debes, Tabanan, yang berlangsung 4-5 November. Kontingen Vietnam mendulang 13 medali emas, 11 perak, dan 1 perunggu, disusul Kamboja (11 emas, 11 perak, 10 perunggu), Myanmar (3 emas, 2 perak, 4 perunggu), dan Indonesia (2 emas, 3 perak, 16 perunggu). Ketua Umum KONI Tabanan, Dewa Gede Ary Wirawan, menyebutkan, Federasi Vovinam Asia menunjuk Tabanan selaku tuan rumah Kejuaraan Vovinam Asia IV/2018 mengingat sejarah telah membuktikan bahwa selama ini atlet vovinam Tabanan senantisa mengikuti berbagai kejuaraan Asia Tenggara, bahkan langganan mendulang medali. ‘’Kami menjadi tuan rumah juga sebagai per-

siapan menyelenggarakan Porprov Bali XIV/2019. Kejuaraan ini sekaligus test event,’’ ujarnya. Ia mengharapkan usai kejuaraan ini, Tabanan memiliki SDM andal dan biasa menangani berbagai hajatan olahraga. Oleh karena Kejuaraan Vovinam Asia ini dirangkaikan dengan program sport tourism, maka waktunya diperpanjang menjadi 2-7 November. Turnamen diikuti 113 atlet ditambah pelatih dan ofisial 54 orang, sehingga totalnya 167 dari 16 negara. Pakistan yang sedianya berpartisipasi ternyata absen. ‘’Mereka juga diajak berkeliking mengunjungi objek wisata seperti Tanah Lot dan Jatiluwih,’’ tuturnya. (022)

AKHIR - Kejuaraan Vovinam Asia IV/2018 di GOR Debes, Tabanan, berakhir Senin (5/11) kemarin.

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook