terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 19 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
Gerindra Terancam Ditinggalkan
Dewan Soroti Pasar Hewan Kayuambua
Angin puting beliung menggemparkan warga di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kamis (5/9) kemarin. Angin tersebut terlihat memutar pada areal lahan kosong di dekat lapangan Desa Sayan.
Jumat hari ini batas terakhir Partai Gerindra menyetorkan nama pimpinan dewan. Kalau tidak disetor, DPRD Klungkung hanya mengusulkan dua nama, tanpa kader Gerindra. Lalu apa jawaban Ketua DPC Gerindra?
Keberadaan Pasar Hewan Kayuambua, Susut mendapat sorotan anggota DPRD Bangli. Pemkab diminta memperhatikan kondisi pasar, sehingga aktivitas jual-beli hewan di pasar tersebut bisa semakin meningkat dan bergairah.
KLUNGKUNG | HAL. 12
BANGLI | HAL. 14
MEMPERCEPAT PROSES BALI ERA BARU OPTIMISME atas kinerja Koster-Ace menguat. Dalam setahun pertama pemerintahannya, publik semakin yakin penjabaran ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ akan mengantarkan Bali menuju keharmonisan. Sinergi pun diharapkan menjadi fondasi untuk memastikan Bali tetap ajeg.
”Titiang Wayan Koster bersama Tjok Oka Sukawati sampun ngayah satu tahun dan siap melanjutkan ngayah secara total, lascarya sakala niskala, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, dengan selurus-lurusnya, dan dengan setulus-tulusnya. Saya mengajak semeton sareng sami mari bersama-sama berderap, serentak, bergerak 'Kerja Fokus, Tulus, dan Lurus' guna memajukan Bali secara menyeluruh menuju Bali Era Baru. One for All and All for One.” Wayan Koster Gubernur Bali
Keyakinan dan Kepuasan Publik Lebih dari 92 Persen TINGKAT keyakinan dan kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Bali Wayan Koster tercatat sangat tinggi yakni melebihi 92 persen. Ini mengacu dari hasil survei yang dilaksanakan View Data. Bila dibandingkan sejak tiga bulan awal menjabat gubernur, ada peningkatan yang cukup signifikan terkait tingkat keyakinan dan kepuasan publik tersebut. Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sudah mempercayakan survei kepada View Data sejak dua tahun sebelum maju sebagai gubernur. Hasilnya pun dikatakan sangat akurat. Untuk tingkat keyakinan dan kepuasan publik, awalnya dilakukan pada Desember 2018 atau setelah tiga bulan menjabat gubernur. Saat itu, tingkat keyakinan terhadap pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati akan membawa perubahan untuk menuju Bali yang lebih baik ke depan mencapai 73,8 persen. Survei kemudian dilaksanakan lagi pada Maret 2019, tingkat keyakinan publik ternyata meningkat menjadi 78 persen. Puncaknya ketika survei kembali dilaksanakan pada 26-31 Agustus lalu, tingkat keyakinan publik kembali meningkat menjadi 92,3 persen. ‘’Jadi, masyarakat makin yakin walaupun tidak bertemu saya. Mereka yakin dari apa yang tampak. Untuk tingkat kepuasannya, 92,2 persen menyatakan puas dengan kinerja gubernur,’’ ujar Koster. Sementara hasil survei pada Desember 2018, tingkat kepuasan publik hanya 77,5 persen. Kemudian meningkat menjadi 84 persen pada Maret 2019 atau satu bulan sebelum pemilu serentak 2019. Menurut View Data sebagai lembaga survei, tingkat keyakinan dan kepuasan publik atas kinerja gubernur hingga di atas 90 persen belum pernah bisa dicapai oleh kepala daerah lainnya. Paling tinggi biasanya hanya mencapai 70 persen. ‘’Artinya, menurut persepsi publik apa yang dibangun, dijalankan oleh gubernur saat ini itu sudah dinilai secara positif,’’ imbuh Koster. Hal ini, dikatakan, tidak lepas dari kerja keras bersama Wakil Gubernur, Sekda dan jajaran OPD di lingkungan Pemprov Bali, DPRD Bali, serta dukungan seluruh masyarakat Bali. ‘’Ke depan bantulah kami supaya Bali ini berjalan betul-betul sesuai visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ untuk Bali yang lebih baik,’’ pungkasnya. (kmb32) EVALUASI WARGA TERHADAP GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR TERPILIH Apakah Ibu/Bapak yakin atau tidak yakin kalau Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang baru yaitu Wayan Koster dan Cok Ace akan mampu membawa Bali lebih maju dan sejahtera dari sekarang?
Trend Tiga Kali Survei 92.3
92.3
100
80
80
60
78
73.8
YAKIN
60
40
40 20
6.8
0.9
20
0
Yakin
Tidak Yakin
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Angin Puting Beliung Terjang Sayan
GIANYAR | HAL. 9
100
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
Tidak Jawab
8
13
6.8
0
DES
MAR
Harian Bisnis Bali Harga Anjlok Sudah menjadi hal klasik yang selalu dialami petani saat memasuki musim panen raya. Saat ini terjadi panen bawang dan harganya pun anjlok hingga titik terendah. Apa harapan petani? www.bisnisbali.com
AUG
TIDAK
Koster-Ace saat pidato satu tahun pemerintahannya di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Kamis (5/9) kemarin, mengaku berpacu dengan waktu untuk merancang fondasi pembangunan dan pengawalan terhadap Bali. Regulasi dan program-program penataan infrastruktur serta tata kelola pemerintahan diharapkan mampu menjadi gerakan terukur menjaga Bali. Dalam satu tahun masa kepemimpinan, Koster-Ace tercatat sudah mengerjakan 34 produk legislasi. Baik berupa peraturan daerah maupun peraturan gubernur sebagai dasar hukum agar kebijakan dan program pemerintah daerah dapat diselenggarakan secara permanen dan memberi kepastian mengenai keberlanjutannya. ‘’Dengan demikian penyelenggara pemerintahan di daerah akan dapat mengelola kebijakan secara tertata dan terukur serta bisa mengikat semua pihak yang terkait. Demikian pula dengan dasar peraturan tersebut maka suatu pelaksanaan kebijakan dan program akan dapat diawasi oleh para pihak,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat me-
nyampaikan pidato gubernur tahun pertama pencapaian visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Sebanyak 34 produk legislasi yang dimaksud meliputi 3 perda yang sudah diundangkan, 5 ranperda yang sudah disetujui DPRD Bali pada 20 Agustus 2019 dan sedang diajukan untuk evaluasi di Kemendagri, 4 ranperda yang sedang dalam proses penyusunan dan finalisasi, 9 pergub yang sudah ditetapkan, serta 13 ranpergub yang sudah selesai dan sedang atau akan diajukan untuk evaluasi di Kemendagri. Selain produk legislasi, juga telah dilaksanakan berbagai program/ kegiatan sebagai implementasi langsung dari visi. Dalam bidang pangan, sandang dan papan berbagai langkah nyata telah dilakukan di antaranya pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal serta mengembangkan industri arak Bali di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Tabanan. Dalam bidang kesehatan, orang nomor satu ini menyampaikan telah
Bidang Pangan, Sandang dan Papan • •
•
Pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal. Membangun kerja sama (MoU) antara kelompok tani dengan hotel, restoran, dan pasar swalayan dalam pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal. Mengembangkan industri arak Bali di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Tabanan. Bidang Kesehatan
• • • •
Dibangun Pusat Pengolahan Pascapanen Tanaman Obat (P4TO) di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Tabanan. Dibangun Layanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Bali Mandara. Pembangunan gedung unit rehabilitasi narkoba. Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) yang mencapai 97,12 persen Universal Health Coverage (UHC).
Bidang Pariwisata • • • • • •
Pembangunan pariwisata berorientasi pada pariwisata berbasis budaya dan berkualitas. Melaksanakan penertiban tata niaga pariwisata. Melaksanakan kegiatan Balingkang Kintamani Festival di Kabupaten Bangli. Menghidupkan kembali Lomba Makepung Gubernur Cup di Kabupaten Jembrana. Merancang kebijakan standardisasi penyelenggaraan kepariwisataan secara komprehensif . Bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota menertibkan usaha pariwisata yang melanggar Peraturan Daerah. Bidang Infrastruktur
• • •
Pembangunan shortcut ruas jalan Mengwitani-Singaraja. Pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo untuk Kapal Cruise. Pembangunan Dermaga Segitiga Sanur-Denpasar ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
•
Memastikan bahwa rencana reklamasi Teluk Benoa tidak dapat dilaksanakan. Menghentikan reklamasi Pelindo III di Pelabuhan Benoa serta mendesak pemulihan kerusakan lingkungan dan ekosistem mangrove. Memastikan rencana pembangunan pembangkit listrik berbasis panas bumi (geothermal) di kawasan Bedugul tidak akan dilaksanakan.
Menyelesaikan Masalah Serius
Bidang Desa Adat • •
Pertama kalinya desa adat berstatus sebagai subjek hukum dalam sistem pemerintahan Provinsi Bali sesuai Perda No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat. Terbentuknya Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Bidang Teknologi Informasi
•
Menyediakan layanan Wifi gratis dengan target 1.813 titik dengan realisasi 860 titik atau 47,49.
dibangun gedung Pusat Pengolahan Pascapanen Tanaman Obat (P4TO), gedung unit Layanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Bali Mandara serta pembangunan gedung unit rehabilitasi narkoba. Bali juga provinsi pertama yang pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) yang sudah mencapai 97,12% Universal Health Coverage (UHC).
• •
Selanjutnya dalam bidang desa adat, Gubernur Koster menyampaikan untuk pertama kali dalam sejarah, desa adat berstatus sebagai subjek hukum dalam sistem pemerintahan Provinsi Bali. Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Hal. 15 Masalah Serius
Besakih akan Ditata Menyeluruh Dewan Diminta Sisihkan Hibah
Bali Post/dok
DITATA MENYELURUH - Kawasan Besakih sebagai hulunya Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Pemprov Bali akan menata kawasan Besakih secara menyeluruh dalam satu konsep perlindungan kawasan suci.
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster agaknya gerah dengan kemacetan dan kesemrawutan yang terjadi di kawasan Pura Besakih. Utamanya setiap ada upacara besar di Pura Kahyangan Jagat tersebut. Ada kesan pembiaran terhadap kondisi itu dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, Pemprov Bali akan menata kawasan Pura Besakih secara menyeluruh dalam satu konsep pelindungan kawasan suci Besakih. Tidak hanya terkait palemahan, tetapi juga aspek parahyangan dan pawongan-nya. ‘’Setiap upacara besar terjadi begini (tampak gambar kemacetan dan kesemrawutan di kawasan Besakih red), dibiarkan setiap tahun. Padahal ini pura terbesar di Bali, warisan leluhur kita ini. Luar biasa leluhur kita memiliki ini, tidak ada di
dunia,pp ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan pidato tahun pertama pencapaian visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Kamis (5/9) kemarin. Pada 22 Juli lalu, Koster mengaku sudah memaparkan rencana penataan kawasan suci Besakih kepada Menteri PUPR. Dikatakan, bila Menteri PUPR setuju untuk membiayai penataan mencakup parahyangan, pawongan dan palemahan di Besakih. Dari aspek parahyangan, misalnya, bangunan palinggih saat ini berjalan tanpa standar. Mulai dari segi bahan bangunan, warna, arsitektur hingga estetikanya. Hal. 15 Tidak Terintegrasi
OYO Resmikan Jaringan Hotel di Bali
Rayakan Pencapaian 1.000 Hotel, 1.200 Mitra Pemilik Hotel, dan 5 Juta Pelanggan OYO Hotels & Homes, jaringan hotel terbesar di Indonesia dan terbesar ketiga di dunia (dalam jumlah kamar), telah resmi meluncurkan jaringannya di Bali hari ini. Peresmian ini merupakan bagian dari pencapaian bisnis terbarunya di Indonesia. Dalam kurun waktu kurang dari setahun, kini OYO memiliki lebih dari 1.000 hotel, 1.200 mitra pemilik hotel, dan 5 juta pelanggan di 100 kota di seluruh Indonesia. Pencapaian ini berhasil dicapai lebih cepat dari target awal OYO, yaitu untuk hadir di 100 kota pada akhir tahun 2019. Ritesh Agarwal, OYO Hotels & Homes Founder & Group CEO, yang turut hadir dalam peresmian jaringan Hhotel OYO di Bali mengatakan, ‘’OYO hari ini telah menjadi jaringan hotel terbesar di Indonesia dengan lebih dari 1.000 hotel dan 1.200 mitra pemilik hotel di 100 kota di seluruh Indonesia. Saya sangat bangga dengan pencapaian ini, dan saya ingin berterima kasih kepada 950 OYOpreneurs (sebutan untuk karyawan OYO di Indonesia),
jutaan pelanggan kami dan seluruh mitra pemilik hotel kami yang telah mempercayai dan mendukung OYO sepanjang jalan. Hari ini, dengan peresmian jaringan hotel kami di Bali, kami akan memperluas jangkauan kami untuk membantu lebih banyak mitra pemilik hotel mentransformasi properti mereka menjadi akomodasi berkualitas dengan harga terjangkau dan memberikan pengalaman menginap yang terbaik untuk para pelanggan.’’ Ritesh menambahkan, ‘’Indonesia adalah salah satu pasar prioritas bagi OYO, khususnya Bali sebagai destinasi pariwisata strategis bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Baru saja kami mengumumkan investasi sebesar $300 juta untuk Indonesia, dan khusus untuk mengembangkan bisnis OYO di wilayah Bali, kami akan mengalokasikan investasi sebesar $ 30 juta untuk mendorong transformasi industri hospitality dan menjangkau basis pelanggan yang lebih luas.’’ Hal. 15 Mencapai Target
OYO - Kiri ke kanan: Rishabh Gupta, Country Head OYO Hotels & Homes Indonesia, Sutjita dan William selaku mitra pemilik Hotel OYO, Ida Bagus Purwa Sidemen, Direktur Eksekutif PHRI Bali, Ritesh Agarwal, Founder & Group CEO OYO Hotels & Homes, dan Benny Batara, Region Head OYO Hotels & Homes untuk Bali dan Nusa Tenggara, saat meresmikan jaringan Hotel OYO di Bali.
Jumat Wage, 6 September 2019
Di Hadapan Delegasi Parlemen Dunia
Gubernur Koster Beber Kebijakan untuk Lestarikan Alam Bali GUBERNUR Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinannya kini sedang gencar melakukan upaya pelestarian alam di Pulau Dewata melalui berbagai kebijakan yang telah diluncurkan. ‘’Contohnya,
kami telah terbitkan Pergub No. 97 Tahun 2018 yang membatasi timbulan sampah plastik sekali pakai. Tentu tujuannya agar alam Bali ini lebih lestari dan lebih nyaman lagi,’’ kata Gubernur Koster dalam sambutannya di hadapan delegasi ‘’The 3rd
World Parliamentary Forum on Sustainable Development’’ di Gedung Jayasabha Denpasar, Kamis (5/9) malam. Pada acara yang dikemas dalam Cultural Dinner tersebut, Gubernur Koster menyampaikan kelestarian alam merupakan modal penting
bagi Bali guna menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Pulau Seribu Pura ini. ‘’Untuk itu, kami perlu mengupayakan bersama, pemerintah bersama masyarakat serta lembaga desa adat. Tak hanya dalam menjaga alam, tapi juga adat budaya Bali yang tersohor sampai ke mancanegara,’’ ujar Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Gubernur Koster mengungkapkan, dalam satu tahun kepemimpinannya sudah banyak regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan dalam rangka menjaga alam dan budaya Bali yang adiluhung. ‘’Anda sekalian bisa melihat, para penari yang cantik, para penabuh yang terampil, yang menghibur kita malam ini, adalah seni
BERSAMA DELEGASI Gubernur Koster berfoto bersama delegasi ‘‘The 3rd World Parliamentary Forum on Sustainable Development’’ dalam acara Cultural Dinner di Gedung Jayasabha Denpasar, Kamis (5/9) malam.
warisan dari para leluhur kami yang selama ini terus dijaga oleh desa adat di Bali. Inilah yang kami perkuat, dan menjadi prioritas utama di kepemimpinan saya yang hari ini tepat berumur satu tahun,’’ kata Gubernur Koster sambil menunjuk kelompok penari dan menabuh gamelan yang bersiap untuk tampil pada malam Cultural Dinner itu. Tak lupa, Gubernur Koster mengingatkan kepada para tamunya yang adalah delegasi dari mancanegara itu untuk senantiasa berkunjung ke berbagai objek wisata yang ada di Bali. ‘’Ada Pura Besakih, ada Pura Uluwatu, dan banyak lagi objek wisata yang tidak ada duanya di dunia. Silakan kunjungi dan jangan lupa pula untuk membawa pulang berbagai kerajinan khas Bali ke negara anda masing-masing,’’ ujarnya. Di hadapan tamunya, Gubernur juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para delegasi yang memilih Bali sebagai tempat berlangsungnya forum ini. Semoga keputusan yang di-
peroleh bisa menjadi hasil yang penting bagi isu-isu parlemen global. Sementara itu, Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon yang mewakili para delegasi menyampaikan terima kasihnya atas keramahtamahan Bali dalam menyambut delegasi World Parlementary Forum. ‘’Terutama bagi tuan rumah Gubernur Bali Bapak Wayan Koster, sahabat saya dan rekan di DPR dulu,’’ ujar politisi Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR-RI. Para delegasi, lanjut Fadli, telah menjalani hari-hari yang menarik dan menggairahkan di Bali dalam menghasilkan berbagai keputusan dan membahas isu strategis. ‘’Hasil yang disebut Bali Roadmap ini akan dibawa oleh masing-masing anggota parlemen ke negaranya masing-masing untuk disosialisasikan. Dan tentu diterjemahkan sesuai dengan keadaan lokal masing-masing negara,’’ ucap Fadli Zon. Bali Roadmap sendiri, kata Fadli, merupakan perwujudan kebutuhan akan komitmen serta political will
yang kuat dan petunjuk untuk membangun langkah konkret dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan untuk saat ini dan bagi generasi di masa yang akan datang. Tampil menghibur para delegasi malam itu, selain berupa pertunjukan beberapa jenis tarian Bali, penampilam spesial dari Ny. Putri Suastini Koster juga membawakan puisi berjudul ‘’Sumpah Kumbakarna’’. Seniman muntitalenta yang adalah istri orang nomor satu di Bali tersebut berhasil membius hadirin lewat penghayatan peran dan irama vokal dalam membawakan puisi yang diambil dari epos Ramayana tersebut. Nampak pula hadir dalam acara itu, President InterParliamentary Union (IPU) Madame Gabriela Vuvas Barroon. Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Dr. Nurhayati Ali Asegaf, Speaker, Deputi Speaker, Ambasssadors, Member of Parliement Indonesia dan dari sejumlah negara sahabat serta jajaran pimpinan OPD di Provinsi Bali. (kmb)
Indonesia Jangan Sampai Hancur karena Perbedaan Denpasar (Bali Post) Generasi muda mempunyai peluang mengisi kemerdekaan memajukan Bangsa Indonesia sehingga lebih besar. Untuk mencegah jangan sampai bangsa ini hancur karena masalah perbedaan dan moralitas, maka rakyat Indonesia harus memiliki wawasan kebangsaan. Selain itu harus memiliki kesepakatan jiwa dalam kebersamaan, persatuan dan senasib seperjuangan sehingga melahirkan kesadaran serta tekad bersatu. Hal tersebut disampaikan Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto saat memberikan pembekalan tentang wawasan kebangsaan kepada ratusan mahasiswa baru IKIP PGRI Denpasar di kampus setempat, Kamis (5/9) kemarin. “Jika kita bersatu padu, bergotong royong, menyatukan tekad dan semangat, banyak hal yang bisa diraih. Mulai dari menghancurkan penjajah yang ratusan tahun telah menjajah kita, serta meraih kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju masyarakat adil dan makmur,” tegasnya. Seiring berjalannya waktu hingga mengisi kemerdekaan, kata dia bangsa ini dirongrong oleh berbagai gangguan baik dari dalam maupun luar negeri. Dari luar negeri berupa agresi militer Belanda yang dibantu oleh Sekutu. Sedangkan dari dalam negeri berupa tindakan pemberontakan. Namun dengan semangat persatuan dan kesatuan, NKRI tetap berdiri tegak yang berideologikan Pancasila sebagai dasar negara. “Peluang bangsa ini untuk maju sangat luar biasa, tetapi tantangan yang dihadapi juga tidak ringan. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa,” ungkapnya. Puguh Binawanto juga mengulas sejarah berdirinya bangsa ini. Mulai dari sejarah kerajaan besar Nusantara yang sangat termasyur di zamannya, yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Dua kerajaan tersebut mengalami keruntuhan dan kehancuran karena ribut sehingga tidak bisa mempertahankan persatuan negara. “Bangsa kita banyak memiliki pejuang pemberani untuk melawan penjajah. Namun perjuangannya masih bersifat kedaerahan dan hal ini yang sangat mudah dipatahkan oleh kaum penjajah,” ujarnya. Hingga lahirlah Sumpah Pemuda sebagai awal terwujudnya tekad perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah sehingga timbul semangat juang dengan motto “Merdeka atau Mati”, kebersamaan dalam perjuangan dan percaya pada kemampuan sendiri. Negara Kesatuan Republik Indonesia akhirnya diploklamirkan. “Perjuangan yang bersifat nasional tersebut pada puncaknya melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945,” kata Puguh Binawanto memaparkan. (kmb36)
DITATA - Suasana Pasar Kumbasari yang akan ditata oleh PD Pasar Denpasar tahun depan
Bali Post/kmb6
Giliran Pasar Kumbasari akan Ditata Denpasar (Bali Post) – Kemegahan gedung Pasar Badung yang dibangun dengan dana Tugas Perbantuan (TP) Kemendag RI juga berimbas pada bangunan Pasar Kumbasari. Buktinya, kini PD Pasar Denpasar telah merancang perbaikan pada bagian depan. Selain itu, juga akan dipasang kanopi untuk memberikan kenyamanan kepada pedagang. Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata mengatakan hal itu di sela-sela penyerahan CSR Bank BRI di Pasar Badung, Kamis (5/9) kemarin. Menurut Kompyang Wiranata, rencana penambahan ornamen Bali pada dinding depan akan dilakukan pada 2020. Sumber dana yang digunakan kemungkinan menggunakan Dana
Bantuan Khusus (BKK) dari provinsi. Penataan ini dilakukan untuk menyeimbangkan kondisi bangunan Pasar Badung dengan Pasar Kumbasari. Kompyang Wiranata mengatakan, penataan kali ini tidak menyentuh kios yang sudah ada. Hanya tampak depannya saja, agar mencerminkan ornamen Bali. “Untuk kios tidak ada yang mengalami perubahan. Hanya bagian depannya saja,” ujar mantan Ketua Komisi II DPRD Denpasar ini. Hal lain yang tidak mengalami perubahan, yakni pintu masuk dan parkir. Pengunjung atau pedagang masih tetap bisa masuk melalui pintu utara (Jalan Gajah Mada) untuk membawa barang dagangan. Namun tidak diizinkan untuk
parkir. Kalau parkir masih tetap di sentral parkir di selatan atau masuk ke parkir di Pasar Badung. “Parkir sudah terkoneksi dengan areal parkir di Pasar Badung. Jalur depan kios di Kumbasari tetap bebas parkir kendaraan roda empat,” jelasnya. Sementara terkait penataan di lantai IV dan V, kata Kompyang Wiranata pihaknya masih menunggu perubahan nomenklatur PD Pasar menjadi Perumda. Karena dengan Perumda peluang untuk mengatur keberadaan fungsifungsi lahan yang belum optimal bisa dilakukan. “Dengan status perumda, cakupan yang bisa ditangani lebih luas. Banyak yang mengalami perubahan, termasuk masa kerja direksi,” katanya. (kmb12)
Uji Emisi Sasar 2.359 Unit Kendaraan Denpasar (Bali Post) Sebagai upaya mengendalikan tingkat polusi udara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar menggelar uji emisi selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan ini menyasar kendaraan roda empat dengan bahan bakar bensin dan solar. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemetaan tentang kondisi kendaraan di Kota Denpasar yang berpotensi menimbulkan polusi udara.
Bali Post/ist
PEMBEKALAN - Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto memberikan pembekalan tentang wawasan kebangsaan kepada ratusan mahasiswa baru IKIP PGRI Denpasar, Kamis (5/9) kemarin.
Topik : BESAKIH AKAN DITATA MENYELURUH
Dari pelaksanaan uji emisi selama tiga hari ini, sedikitnya 2.359 sampel kendaraan telah mengikuti uji emisi. Dari jumlah tersebut, 2.227 unit di antaranya dinyatakan lulus dan 132 unit dinyatakan belum memenuhi syarat batas maksimal. Jumlah tersebut terdiri atas kendaraan bermotor berbahan bakar bensin yang lulus sebanyak 1.943 unit dan kendaraan berbahan bakar solar yang lulus sebanyak 284 unit. Sedangkan kendaraan berbahan bakar bensin yang tidak lulus sebanyak 83 unit dan kendaraan berbahan bakar solar yang tidak lulus sebanyak 49 unit. Secara rinci, per hari total kendaraan yang melaksanakan uji emisi yakni hari pertama sebanyak 681 kendaraan berbahan bakar bensin dan 116 kendaraan berbahan bakar solar. Hari kedua sebanyak 722 kendaraan berbahan bakar bensin dan 78 kendaraan berbahan bakar solar. Sedangkan hari ketiga sebanyak 623 kendaraan berbahan bakar
bensin dan 139 kendaraan berbahan bakar solar. Kepala DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada mengatakan, Denpasar merupakan pusat kota dengan mobilitas yang cukup padat. Sehingga diperlukan pelaksanakan pengecekan rutin bagi kendaraan bermotor guna memastikan sisa pembakaran tidak memberikan dampak polusi udara. Ditegaskan, uji emisi bagi kendaraan bermotor di Kota Denpasar merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan DLHK Denpasar dalam mengontrol sisa pembakaran kendaraan dan kualitas udara di Denpasar sesuai dengan Permen Nomor 41 Tahun 1999 dalam rangka menjaga kualitas udara. “Kegiatan ini rutin kami laksanakan sebagai upaya mengontrol udara di Kota Denpasar, khususnya bagi kendaraan bermotor yang mempengaruhi udara di Kota Denpasar. Namun sejauh ini, kualitas udara di Kota Denpasar masih tergolong baik. Kendaraan
yang tidak lulus uji emisi agar segera melaksanakan perawatan berkala secara rutin untuk memperbaiki emisi kendaraan di bengkel yang telah berstandar,” ujarnya. Menurut Wisada, hasil uji emisi ini akan diserahkan kepada Dishub Kota Denpasar sebagai rekomendasi saat pengecekan keur kendaraan. Menurutnya, dalam tiga hari pelaksanaan uji emisi ini ditarget 2.000 sampel kendaraan roda empat untuk diuji secara random sampling dan sudah mencapai 2.359 kendaraan. “Dari uji emisi ini, kami terus mendorong masyarakat dan pengendara untuk rutin melaksanakan pengecekan, karena seiring berjalannya waktu dan seringnya penggunaan, maka besaran kandungan gas sisa pembakaran pada mesin kendaraan juga dapat berubah,” jelasnya. Wisada menambahkan, kendaraan yang telah lulus uji emisi akan diberikan stiker sebagai kendaraan yang telah lulus uji emisi. Uji emisi bertujuan untuk mengukur gas buang kendaraan bermotor untuk mendeteksi kinerja mesin kendaraan. Selain itu, dengan uji emisi pemilik dapat mengetahui analisa kandungan CO2, PM10, Pb, SOX, Nox dan HC dalam gas buang. “Kami mengharapkan masyarakat pemilik kendaraan bermotor secara rutin melaksanakan uji emisi bagi
kendaraannya, sehingga pemilik lebih mengatahui tentang kandungan gas dalam mobil dan cara tepat dalam merawatnya. Selain itu juga dapat berkontribusi dalam mengontrol udara kota,” paparnya. Wisada juga meminta pemilik kendaraan bermotor untuk melakukan perawatan berkala bagi kendaraannya di bengkel yang dianjurkan, mengukur emisi gas buang kendaraan, memastikan emisi rendah dan mesin berfungsi optimal, serta pengukuran emisi gas buang secara rutin. Menurut Wisada, uji emisi ini dilaksanakan sejak Selasa (3/9) di kawasan Jalan Raya Sesetan, Rabu (4/9) di kawasan Jalan Mahendradata, dan Kamis (5/9) dilaksanakan di kawasan Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar. Bagi mobil yang telah lulus uji emisi diberikan stiker sebagai pengenal dan identitas lulus uji emisi. Sedangkan yang tidak lolos uji emisi akan direkomendasikan untuk melaksanakan perawatan di bengkel/dealer terkait. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Jumat Wage, 6 September 2019
Penerapan Kendaraan Listrik
Bali akan Jadi Daerah Percontohan
Perkembangan teknologi kendaraan yang tidak menggunakan bahan bakar fosil semakin cepat. Salah satunya kendaraan bermotor dengan tenaga listrik. Regulasi mendukung kendaraan listrik juga telah dikeluarkan Presiden Jokowi. Dalam waktu dekat ada dua daerah di Indonesia yang akan ditunjuk menjadi daerah percontohan penggunaan kendaraan listrik. Salah satunya Bali. Sejak awal, komitmen pemerintah Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster nampak kuat pada penggunaan energi yang ramah lingkungan. Gubernur Koster menyampaikan bahwa penggunaan energi terbarukan merupakan kebutuhan bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata. Bali Era Baru dikaitkan pula dengan alamnya yang bersih dari polusi. ‘’Manusia dan alamnya bersih, budayanya terjaga dengan baik. Itulah yang kita sebut Bali Era Baru,’’ ujar Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali. Semangat tersebut menuai pujian dari Menteri ESDM Ignasius Jonan, karena perencanaan tentang kebijakaan energi terbarukan terkonsep dengan baik. ‘’Saya sangat kagum dengan semangat yang ditunjukkan oleh Bapak Wayan Koster. Tak ada gubernur yang sesemangat ini dalam pemanfaatan renewable energy,’’ ujar Jonan. Terkait kendaran listrik, Gubernur Koster rencananya akan melakukan pembagian zonasi. ‘’Kita
memang harus berani memulai. Mungkin nanti kita rancang zonazona yang diperuntukkan bagi penggunaan kendaraan listrik seperti di kawasan Denpasar, Kuta, Ubud dan Sanur. Saya sudah coba motor listrik, tidak berisik dan tanpa polusi,’’ kata Koster suatu ketika. Seusai penyampaian pidato setahun menakhodai pemerintahan Bali di Ksirarnawa Art Centre Denpasar, Kamis (5/9) kemarin, gambaran penggunaan listrik di Bali makin jelas. Apalagi Bali telah dipilih menjadi salah satu daerah percontohan. ‘’Bali dan Jakarta akan dijadikan (daerah) percontohan oleh Kementerian Perindustrian,’’ kata Gubernur Bali Wayan Koster. Daerah yang akan digunakan untuk kendaraan listrik adalah kawasan Pura Besakih. Para pamedek akan disediakan tempat parkir yang representatif berjarak sekitar 700 meter dari pura. Untuk mencapai pura inilah, kata Gubernur Koster, pamedek akan menggunakan kendaraan listrik. ‘’Jadi
kendaraan hanya sampai parkir, nanti diangkut. Kalau mau jalan kaki boleh,’’ tuturnya. Semangat Gubernur Koster dalam penggunaan kendaraan listrik perlu didukung mengingat mengubah pola penggunaan kendaraan dari bahan bakar fosil ke listrik tidaklah mudah. Meski kendaraan listrik ramah lingkungan, sejumlah persoalan masih mengganjal. Salah satunya harga kendaraan yang masih mahal akibat produksi yang terbatas. Selain itu infrastruktur pengisian daya listrik juga belum tersedia. Meski demikian, Gubernur Koster nampaknya juga telah menyiapkan kebijakan. Pengguna kendaraan listrik perlu diberikan insentif. Untuk mendorong masyarakat agar tertarik menggunakan kendaraan listrik, Gubernur Koster pun sudah memikirkan skenario seperti pemberian insentif. ‘’Cepat atau lambat kita harus terapkan. Saya yakin masyarakat Bali cepat beradaptasi,’’ katanya. (ata)
Disbud Inventarisir Situs Bersejarah
Bali Post/par
PARIWISATA - Pariwisata merupakan sektor andalan Provinsi Bali. Guna mempercepat terwujudnya pariwisata berkelanjutan, para provider dan tour guide memiliki peranan penting.
Mangupura (Bali Post) – Keberadaan situs bersejarah di Kabupaten Badung mulai didata. Sejauh ini, Pemkab Badung telah menemukan sedikitnya 450 pura yang diduga sebagai situs cagar budaya. Kepala Dinas kebudayaan (Disbud) Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan, pendataan situs bersejarah merujuk pada Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 terkait semua bangunan yang sudah berusia 50 tahun ke atas patut diduga sebagai cagar budaya. ‘’Di Badung cukup banyak bangunan-bangunan yang patut diduga sebagai bangunan cagar budaya. Kami akan berupaya menjaga dan melestarikan semua bangunan itu,’’ ujarnya, Kamis (5/9) kemarin. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah mencari dan mendata keberadaan situs-situs tersebut. Dari hasil pencarian, saat ini ratusan bangunan di sejumlah desa di Badung telah didata sebagai bangunan kuno yang layak dijadikan sebagai calon situs cagar budaya. ‘’Kami menghimpun data bangunan-bangunan yang patut kita duga sebagai cagar budaya,’’ katanya. Diterangkan, bangunan yang telah masuk dan diinventarisir sebagai calon cagar budaya sebanyak 450 bangunan. Dari 450 yang telah masuk registrasi tingkat nasional,
selanjutnya akan dibahas dan diseminarkan sebanyak 10 bangunan sebagai calon cagar budaya di peringkat kabupaten. ‘’Tantangan terbesar kami saat ini adalah mengerem terjadinya perusakan dengan dalih perbaikan bangunan pura. Untuk itu kami mengimbau agar masyarakat atau desa yang ingin melakukan renovasi atau perbaikan pura agar dikoordinasikan terlebih dahulu ke Disbud Badung,’’ tegasnya. Sebagai bukti pentingnya pelestarian bangunan bersejarah itu, Disbud Badung bahkan telah mengeluarkan semacam surat edaran (SE) kepada bendesa adat se-Badung agar melindungi bangunanbangunan kuno dari kepunahan dan tidak menghilangkan sejarah bangunan tersebut. Dari 450 pura pada tahun ini, Disbud baru bisa melakukan kajian dan seminar untuk 10 pura. Pura dimaksud yakni Pura Gelang Agung di Desa Getasan, Pura Puseh Lawak, Pura Kahyangan Jagat Luwur Giri Kusuma di Blahkiuh, Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo, Pura Dalem Sarin Buana di Jimbaran, Pura Goa Selonding di Pecatu, Pura Dalem Surya Sekala di Sembung, Pura Dalem Madya Taulan Kerobokan, dan Pura Dalem Gede Puseh Sading dan Pura Kereban Langit. (kmb27)
Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Provider dan ”Tour Guide” Berperan Penting Mangupura (Bali Post) Guna mempercepat tercapainya pariwisata berkelanjutan yang belakangan terus didengungkan pemerintah, para provider dan tour guide harus diedukasi. Hal ini perlu dilakukan, mengingat mereka merupakan bagian yang memegang peranan penting untuk hal tersebut. Menurut Pendiri Program S-2 MM-CSR Universitas Trisakti Maria R. Nindita Radyati Ph.D., untuk mewujudkan pembangunan pariwisata berkelanjutan, edukasi
terhadap provider dan tour guide sangatlah penting. Provider yang dimaksudkannya adalah penyedia jasa layanan seperti hotel, restoran dan lainnya. Karena mereka inilah merupakan pelaku utama dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan ini. ‘’Selain itu, peran tour guide juga sangatlah diperlukan. Sebab merekalah yang langsung berhubungan dengan para wisatawan,’’ katanya di sela-sela Seminar Nasional Membangun Kemitraan untuk mencapai Sus-
tainable Development Goals (SDGs) di Kuta, Rabu (4/8). Dengan edukasi yang diberikan, diharapkan nantinya para tour guide ini bisa memberikan pemahaman kepada tamunya tentang apa-apa yang tidak boleh dilakukan. Dicontohkannya tidak boleh membuang sampah sembarangan dan lainnya. Karena di negara asalnya wisatawan ini dibatasi dengan aturan yang sangat ketat tentang kebersihan dan lainnya. ‘’Nah karena di sini aturannya tidak ketat, mer-
eka kadang seenaknya membuang sampah sembarangan. Ini harus dikasih tahu oleh tour guide-nya,’’ tegasnya. Kata Maria memang perlu adanya reward (penghargaan) dan punishment (sanksi) untuk lebih menekankan terwujudnya pariwisata berkelanjutan tersebut. Sementara General Affair PTTEP selaku penyelenggara seminar bekerja sama dengan Universitas Trisakti, Afiat Djayanegara memaparkan, pihaknya hadir kembali untuk mengadakan semi-
Mangupura (Bali Post) – Derita I Wayan Dana, warga Desa Taman, Abiansemal yang tinggal di rumah tak layak huni, ditanggapi serius Pemkab Badung. Pemkab melalui Dinas Sosial (Disos) akan mengupayakan program rehab rumah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, saat dikonfirmasi Kamis (5/9) kemarin menerangkan, rumah I Wayan Dana yang dulunya juga merupakan bantuan bedah rumah dari Pemkab Badung telah masuk dalam daftar tunggu untuk menerima bantuan. ‘’Rehab rumah untuk warga di Abiansemal itu (Wayan Dana–red)
sudah masuk daftar tunggu. Tinggal menunggu realisasi saja. Karena APBD belum dianggarkan, mudah-mudah 2019 akhir bisa selesai dengan mengupayakan dana CSR perusahaan,’’ ujarnya. Dia mengakui program rehab rumah yang dianggarkan Rp 30 juta per unit tidak dianggarkan pada APBD 2019. Namun untuk rehab rumah Wayan Dana pihaknya akan mengupayakan dana pihak ketiga. ‘’Mohon bersabar, karena usulan untuk rehab rumah tidak masuk di APBD 2019, tapi diusulkan di APBD 2020. Jadi harus menunggu,’’ ungkapnya. Soal anggaran rehab rumah di APBD 2020, dia mengaku tidak mengetahui rinci. Menurutnya, rehab rumah lebih
banyak untuk menanggulangi rumah warga yang terkena bencana. ‘’Kalau hasil musyawarah desa sudah masuk usulan 900 unit rehab rumah. Ini akan dimasukkan pada APBD 2020. Namun untuk bedah rumah sudah terealisasi 565 unit di 2019,’’ katanya. Seperti diketahui, Pemkab badung telah menyerahkan dana Bantuan Rumah Layak Huni (BRLH) atau yang dikenal dengan bedah rumah kepada 565 masyarakat Badung pada 2019 senilai Rp 31,57 miliar. Masyarakat penerima masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp 55 juta. Dana BRLH telah ditransfer ke rekening penerima melalui Bank BPD Bali dan tidak dikenakan pajak. (kmb27)
Putu Ngurah Thomas Yuniarta
Tangani KK Miskin di Abiansemal Pemkab Upayakan Dana CSR
Bali Post/par
nar nasional untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Bali, sambung dia, pada tahun 2017 menjadi tuan rumah untuk sidang ‘’World Parliementary Forum on Sustainable Development’’. Sebagai salah satu penyumbang terbesar terhadap ekonomi wisata di Indonesia, perkembangan Bali mengadopsi standarstandar dan pedoman internasional antara lain, Green Growth 2050 Roadmap untuk menciptakan sustainable development. (kmb23)
Bali Post/dok
SITUS - Tahun 2016, Balai Besar Arkeologi Denpasar melakukan penggalian situs Gelang Agung. Pura Gelang Agung di Desa Getasan merupakan salah satu situs bersejarah yang telah masuk inventarisasi Disbud Badung.
Jumat Wage, 6 September 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senator RI Terima Ketua ICMI di Perpustakaan Bung Karno Renon
Mantan Ketua MK Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie Dukung Perjuangan RUU Provinsi Bali ADA yang berbeda di Perpustakaan Agung Bung Karno yang terletak di kawasan Niti Mandala, Renon, Denpasar yakni dengan hadirnya seorang tokoh bangsa yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dan juga Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie. Diterima langsung tuan rumah Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, Prof. Jimly diterima di Ruang Proklamator di lantai tiga Gedung Perpustakaan Bung Karno. Dalam kesempatan itu, Shri Arya Wedakarna yang juga Senator DPD-RI dua periode ini menyampaikan sejumlah pandangannya terkait dengan perjuangan Provinsi Bali, khususnya dalam hal perjuangan konstitusi. ‘’Di zaman MK saat dipimpin Prof. Jimly, MK menjadi lembaga yang berwibawa. Sistem di MK sangat rapi, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Prof. Jimly adalah sosok intelektual yang sangat mema-
hami hukum tata negara RI dan beliau juga orang kampus yang teruji dalam hukum. Harapan kami ke depan sumber daya dan kapabilitas beliau sebagai tokoh bangsa perlu diberikan panggung demi perbaikan sistem kelembagaan negara dalam hal politik dan hukum,.. ungkap Arya Wedakarna (AWK). Terkait dengan pandangan akan kehidupan toleransi, khususnya umat Hindu dan Muslim, AWK menyampaikan sudah saatnya dialog dan saling pengertian pemahaman akan sinergi tokoh-tokoh agama semakin diwujudkan. Tidak saja di tataran seremonial, tetapi sudah di tahapan pemikiran kebangsaan. ‘’Prof. Jimly sebagai Ketua ICMI memiliki positioning yang strategis untuk terus membantu menyuarakan perdamaian, toleransi dan juga nilai-nilai kebangsaan, khususnya kepada kaum minoritas di Indonesia. Kita berharap agar tokoh-tokoh nasionalis religius seperti beliau lebih banyak lahir di Indonesia. Dari tukar pikiran tadi, kita sudah sepaham dan senada dalam hal
persatuan Indonesia. Beliau juga banyak memberikan masukanmasukan yang baik untuk Bali dan juga perjuangan Bali dalam hal legislasi. Begitu juga saya memberikan banyak input terkait perjuangan masyarakat Bali di nasional. Beliau sangat memahami dan siap membantu perjuangan aspirasi masyarakat Bali agar bisa berpartisipasi maksimal dalam pembangunan semesta berencana,’’ jelas Shri Gusti Wedakarna. Terkait dengan perjuangan Provinsi Bali, Prof. Jimly di hadapan Dr. Arya Wedakarna menyampaikan dukungan, khususnya tentang perjuangan RUU Provinsi Bali. ‘’Usulan Provinsi Bali untuk memiliki UU sendiri sangat baik. Banyak masukan yang saya berikan kepada adinda Gusti Arya. Baik tentang ekonomi Bali, termasuk juga tata ruang serta peran Bali yang harus diperkuat. Bali adalah aset bangsa Indonesia yang harus dibantu. Insya Allah, saya dan adinda Gusti Arya akan berjuang bersama di Senayan nanti ya,’’ ucap Prof. Jimly yang
juga Senator DPD-RI terpilih dari Provinsi DKI Jakarta. Usai pertemuan, Senator AWK menyerahkan cihna dalem berupa tongkat Majapahit Dwi Ananta kepada Prof. Jimly sebagai simbol kepemimpinan. Usai pertemuan khusus di Gedung Perpustakaan Bung Karno Renon, Denpasar, Prof. Jimly berkesempatan hadir di Kampus Magister Ilmu Hukum S-2 Universitas Mahendradatta (Unmar) untuk memberikan kuliah umum yang didampingi Dr. Erikson Sihotang (Sekretaris PPS S-2 Unmar) dan Ni Ketut Wiratnya S.H., M.H. (Dekan Fakultas Hukum Unmar). (ad215) SUKARNOIS - Shri Arya Wedakarna menyerahkan tongkat Majapahit Dwi Ananta kepada Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang juga mantan Ketua MK RI di Perpustakaan Bung Karno, Renon, Denpasar.
Yudisium Ke-60 FTP Unwar Bersama Kementerian Luar Negeri, STP Bali Gelar Seminar Internasional Usulkan Program Magister Rekayasa
SEMINAR - Delegasi peserta seminar internasional berfoto bersama usai pembukaan, Kamis (5/9) kemarin. SEKOLAH Tinggi Pariwisata (STP) Bali bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kamis (5/9) kemarin menggelar seminar internasional. Bertempat di Gedung Mice Widyatula, seminar ini mengambil tema ‘’Indonesia’s Strategy to Enhance economic diplomacy in Pasific Alliance’’. Seminar ini dihadiri empat duta besar dari anggota Pasific Alliance. Di antaranya Duta Besar Chile untuk Indonesia Gustavo Ayares, Duta Besar Colombia untuk Indonesia Juan Camilo Valenci dan Duta Besar Mexico untuk Indonesia Armando G. Alvarez dan Duta Besar Peru untuk Indonesia Julio Cardenas. Turut hadir mantan Duta Besar Indonesia untuk Mexico Yusra Khan. Menurut Pembantu Ketua I STP Bali Ni Made Eka Mahadewi,
M.Par., CHE., kegiatan ini merupakan program seminar internasional kerja sama antara STP Bali dengan Kemeterian Luar Negeri. Terutama untuk yang bergerak di bidang perekonomian. Untuk saat ini seminar ini difokuskan pada negara Pasific Alliance. ‘’Hadir pada seminar ini yakni Duta Besar dari anggota Pasific Alliance. Empat yang hadir dari delapan member yakni Peru, Chile, Colombia dan Mexico,’’ katanya. Melalui seminar ini, pihaknya berharap akan bisa menjadi barometer untuk menggerakkan industri kadin. Terutama yang menghasilkan barang-barang ekspor yang bisa diekspor ke negara-negara di kawasan Amerika Selatan. Selain menggerakkan industri kadin, seminar ini juga akan memberikan manfaat yang bisa diimplementasikan.
Pertama bagi mahasiswa, tentu ini menjadi tempat praktik langsung bagi program studi (prodi) yang ada di STP Bali. Terutama Prodi MICE dan Event. Bahkan tidak tertutup juga bagi prodi lain seperti Program Tata Boga, Tata Hidangan, Manajemen Divisi Kamar, Bisnis Perjalanan, Manajmen Destinasi Pariwisata dan Manajemen Kepariwisataan. ‘’Secara keseluruhan, event ini diharapkan memberikan kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama untuk ekspor ke negara-negara yang notabene jauh dari Indonesia. Serta dari sisi transpor, cukup butuh waktu, karena itu negara-negara yang berada di kawasan Amerika Selatan,’’ pungkasnya. Diakuinya, dari sisi impor, Indonesia masih memerlukan beberapa bahan untuk industri pariwisata. Namun, dari sisi ekspor, memang hal ini tidak secara langsung untuk kepentingan pariwisata. Namun ini untuk menumbuhkan perekonomian dari masyarakat itu sendiri. Yang mana mereka bisa secara langsung menjual produknya dan menembus pasar di negaranegara di Pasific Alliance. ‘’Meski demikian, perhatian para duta besar ini sangat bagus bagi Indonesia. Di mana mereka memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk secara langsung bekerja sama dengan kadin-kadin di negara mereka. Kami berharap kolaborasi ini akan lebih memperkuat kerja sama dengan Indonesia,’’ ucapnya. (ad211)
Akpar Denpasar Gelar Bakti Sosial di Pura Pucak Mangu
BAKTI SOSIAL - Direktur Akpar Denpasar menyerahkan tempat sampah pada perwakilan pangayah saat bakti sosial di Pura Pucak Mangu, Badung, Kamis (5/9) kemarin. RATUSAN mahasiswa baru Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar melaksanakan bakti sosial di Pura Pucak Mangu, Badung, Kamis (5/9) kemarin. Bakti sosial ini merupakan rangkaian dari Orientasi Program Studi dan Pembinaan Sikap Profesi (Ordinakapsi) tahun akademik 2019/2020, yang dilangsungkan dari tanggal 2 sampai 4 September 2019. Pada bakti sosial ini, para mahasiswa baru bersama dosen dan BEM melakukan persembahyangan bersama di Pura Pucak Mangu, penyerahan dan penanaman pohon di lingkungan pura, juga diserahkan beberapa tempat sampah. Menurut Direktur Akpar Denpasar I Wayan Sukita, S.Sos., M.Pd., Ordinakapsi merupakan kegiatan dan pembekalan pada mahasiswa baru yang diselenggarakan Akpar Denpasar agar mahasiswa tersebut lebih siap mengikuti proses belajar mengajar, sehingga mereka dapat mengetahui kehidupan kampus. Hal ini dikarenakan para mahasiswa baru dari lulusan SMA/SMK sangat membutuhkan
adaptasi kehidupan kampus sebelum pembelajaran dimulai. ‘’Para mahasiswa baru itu kita harapkan nantinya mengenal Akpar Denpasar khususnya, dan sistem pembelajaran di Akpar Denpasar,’’ papar Sukita. Selain itu, pada Ordinakapsi juga diisi beberapa program kegiatan, seperti olahraga, penggalian minat dan bakat, ceramah peningkatan wawasan tri dharma perguruan tinggi, empat pilar kebangsaan, ilmu kepariwisataan, latihan kepemimpinan, team building, dan kegiatankegiatan positif lainnya dengan tanpa perpeloncoan. Dengan Ordinakapsi ini diharapkan para mahasiswa baru paham akan sistem pendidikan tinggi, organisasi kemahasiswaan, prodi yang ada di Akpar Denpasar, wawasan kepariwisataan, perhotelan dan biro perjalanan. Tak hanya itu, juga memiliki kemampuan akademik dan profesional dalam menerapkan, mengembangkan, menyebarluaskan iptek untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat serta memperkaya kebudayaan nasi-
onal. Direktur Akpar Denpasar menambahkan, Akpar Denpasar memiliki dua program studi yakni Diploma III (D-3) Perhotelan dan Diploma III (D-3) Usaha Perjalanan Wisata. Kedua program studi tersebut telah terakreditasi. ‘’Jadi kedua program studi ini sudah terakreditasi, sehingga secara legal, itu boleh menerima mahasiswa baru sesuai dengan aturan dari pemerintah,’’ terangnya. Terkait bakti sosial di Pura Pucak Mangu, Wakil Direktur Akpar Denpasar yang juga Ketua Panitia Ordinikapsi Akpar Denpasar I Wayan Sonder. S.ST.Par., M.Par. menjelaskan, di pura para mahasiswa melakukan sembahyang bersama, yang diteruskan dengan bersih-bersih, dan penanaman pohon di lingkungan pura serta Banjar Tinggan ini. Dari kegiatan ini diharapkan para mahasiswa baru mengenal apa yang ada di Plaga. Hal itu dikarenakan Plaga tengah dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata. Sebagai mahasiswa di bidang pariwisata, maka harus mengetahui situasi lapangan suatu objek wisata. Dengan begitu mereka akan mengetahui daya tarik apa saja yang ada di wilayah tersebut. ‘’Sebagai mahasiswa baru, khusunya di bidang pariwisata, ya… mereka harus tahu. Pariwisata khususnya objek wisata itu, apa, seperti apa ada di lapangan. Kalau dia tidak pernah tahu objek wisata, daya tarik apa yang bisa menarik seseorang untuk bisa datang, mereka akan susah nantinya belajar,’’ terang Sonder. Ditambahkan, pelaksanaan bakti sosial untuk mahasiswa baru merupakan kegiatan rutin dari Akpar Denpasar. Di mana tiap tahunnya para mahasiswa baru diajak ke sejumlah objek wisata yang berbeda di Pulau Bali. Seperti ke desa wisata Penglipuran, desa wisata Tenganan, Pura Geger Nusa Dua, Bayung Gede Kintamani, dan Jatiluwih. (ad213)
Infrastruktur dan Lingkungan
MELEPAS sebanyak 181 orang calon sarjana yang yang terdiri dari 84 orang Jurusan Teknik Sipil dan 97 orang Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universi tas Warmadewa (FTP Unwar) menggelar upacara yudisium di Mutiara Ball Room Nikki Hotel Denpasar, Kamis (5/9) kemarin. Yudisium kali ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di hotel karena jumlahnya terbanyak. Dengan tambahan ini, total lulusan FTP Unwar sebanyak 2.488 orang. Sementara jumlah mahasiswa aktif sebanyak 877 orang, terdiri atas 405 orang Jurusan Teknik Sipil dan 472 orang Jurusan Arsitektur. Para yudisiawan dilepas Dekan FTP Unwar Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T. didampingi para Wakil Dekan yang dihadiri Ketua dan Sekretaris Jurusan Teknik Sipil dan Arsitektur, Pengurus Kabatek, Pengurus Persatuan Orangtua Mahasiswa (POM), serta seluruh dosen FTP Unwar. Dekan FTP Unwar Prof. Wayan Runa mengatakan sesuai dengan spirit Sapta Bayu dan program pemerintah, FTP Unwar terus berupaya untuk meningkatkan mutu lulusan menuju SDM yang unggul. Apalagi, saat ini FTP Unwar tengah merevisi visi dan misi dari lingkungan kepariwisataan menjadi ekowisata, peningkatan kinerja penelitian, jurnal internasional, dan implemetasi PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan) yang semakin nyata. Selain itu, juga penerapan 9 kriteria Borang SAPTO dengan 26 standar melaui RKAT. Untuk memperkuat SDM, saat ini 10 orang dosen FTP Unwar sedang menempuh pendidikan doktor (S-3) di dalam negeri dan luar negeri (Taiwan). Di samping juga akan
YUDISIUM - Dekan FTP Unwar Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T. didampingi para Wakil Dekan melepas yudisiawan pada upacara Yudisium ke-60 FTP Unwar, Kamis (5/9) kemarin. menambah dosen baru untuk mengganti beberapa dosen yang telah pensiun. Sementara itu, untuk meningkatkan akreditasi Program Studi (Prodi), Dekanat sebagai Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Prodi akan terus didorong untuk mengarankan agar tugas-tugas yang dibuat oleh mahasiswa selama proses pembelajaran agar sesuai dengan program Ristekdikti. Seperti PKM, Artikel Jurnal, lomba atau sayembara tingkat nasional dan internasional, serta kutipan Karya Ilmiah Dosen oleh mahasiswa sebanyak mungkin. ‘’Syukur tahun ini beberapa orang mahasiswa kami sudah bisa menggapai prestasi internasional,’’ ungkap Prof. Wayan Runa. Dalam upaya melahirkan output yang berkualitas, lanjut Prof. Wayan Runa, dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2019/2020, FTP Unwar menerapkan dua tambahan testing khusus
keteknikan agar kualitas input lebih baik. Dengan demikian, kualitas output juga lebih baik dan masa studi tepat waktu 4 tahun lebih banyak. ‘’Jika di antara 181 orang alumni ini ada yang berminat studi lanjut ke S-2 maka kami tentu akan sangat senang,’’ ujarnya. Pihaknya berharap agar para yudisiawan di mana pun bekerja nanti agar selalu menjaga nama baik almamater dan dapat membantu FTP Unwar yang berkaitan dengan kelengkapan data dalam pelaksanaan tracer study, baik langsung maupun melalui Kabatek. Sebab, hal ini sangat besar pengaruhnya dalam rangka peningkatan akreditasi prodi. ‘’Kami juga mohon bantuan doanya agar FTP Unwar segera dapat izin menyelenggarakan program S-2, yaitu Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan yang kali ini merupakan pengajuan untuk yang ketiga kalinya,’’ pungkasnya. (ad216)
Bank BRI Serahkan CSR ke Pasar Badung
KOMITMEN Bank BRI dalam mendukung tumbuh kembangnya UMKM telah ditunjukkan dengan langkah nyata. Seperti yang terlihat Kamis (5/9) kemarin di Pasar Badung. Bank BRI Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada menyerahkan bantuan bina lingkungan (CSR) kepada Pasar Badung berupa pembangunan kanopi e-parkir senilai Rp 19.350.000. Penyerahan CSR ini dilakukan Pgs. Pimpinan Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dimas Ario Djolodara kepada Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata. Dimas Ario Djolodara mengatakan penyerahan CSR kepada Pasar Badung ini dinilai sangat tepat, karena pasar ini menjadi icon Kota Denpasar. Pasar ini pula yang telah diresmikan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan beberapa peninjauan pasar, namun akhirnya pilihan kepada Pasar Badung. Karena ini merupakan pasar utama. Dikatakan, dipilihnya pasar dalam menyalurkan CSR, tidak lain karena aktivitas di pasar ini merupakan ujung tombak perkembangan UMKM. Karena itu, Bank BRI ikut mendorong sektor UMKM ini melalui penyaluran CSR. Sektor UMKM berkembang secara langsung akan mendorong pergerakan sektor riil. Fungsi pasar yang sangat strategis dalam menggerakkan
PENYERAHAN CSR - Suasana penyerahan CSR oleh Bank BRI kepada Dirut PD Pasar Denpasar di Pasar Badung, Kamis (5/9) kemarin. ekonomi, sebagai pusat bisnis, diharapkan dapat memberi kontribusi yang positif bagi Bank BRI. Karena itulah, pihaknya sangat peduli dengan keberadaan para pedagang di pasar rakyat. Bank BRI, kata Dimas, tidak saja memberikan CSR ke pasar tradisional. Namun, program ini berjalan setiap tahun dalam menyasar sejumlah komponen masyarakat. Tidak terkecuali sekolah, sampai pada kegiatan sosial lainnya. Seperti pada 17 Agustus lalu, pihaknya juga menyalurkan CSR kepada Sekolah
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Luar Biasa (SLB) di Denpasar. Sementara itu, Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata menyambut baik CSR yang digulirkan Bank BRI. Pihaknya sangat terbantu, terutama terkait dengan peningkatan infrastruktur dan fasilitas yang ada di Pasar Badung ini. melalui CSR ini, pihaknya akan membangun satu kanopi di pintu masuk parkir utara. ‘’Soal bentuk nanti, pihaknya akan berkoordinasi dengan PUPR, agar tidak menyimpang dari konsep awal kawasan Jalan Gajah Mada,’’ ujar Wiranata. (kmb12)
Jumat Wage, 6 September 2019
FEB Unwar Lepas 745 Orang Calon Sarjana
Ukir Sejarah Selama 34 Tahun Kiprah FEB di Unwar
YUDISIUM - Dekan FEB Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. melepas calon sarjana pada upacara yudisium dan lepas pesan calon wisudawan ke-61 di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Kamis (5/9) kemarin. MELEPAS sebanyak 745 orang calon wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa (FEB Unwar) menggelar upacara yudisium dan lepas pesan calon wisudawan periode September 2019 di Agung Room Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Kamis (5/9) kemarin. Jumlah yudisiawan kali ini merupakan terbesar sepanjang sejarah FEB Unwar selama 34 tahun kiprahnya di Unwar. Mereka terdiri dari 19 orang Prodi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP), 303 orang Prodi Manajemen Reguler A dan B, dan 423 orang Prodi Akuntansi. Hingga saat ini jumlah alumni FEB Unwar sebanyak 11.579 orang. Dibandingkan yudisium September tahun 2018, jumlah yudisium kali ini meningkat sebesar 38,73%. Sedangkan yudisium tahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2019, meningkat sebesar 48,19%. Para yudisiawan dilepas langsung Dekan FEB Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. bersama para Wakil Dekan, yang dihadiri para anggota Senat FEB Unwar, Pimpinan Bank Pembanguan Daerah (BPD) Bali, Pimpinan BNI 46 Cabang Renon, Kaprodi beserta jajaran di lingkungan FEB Unwar, dan seluruh mahasiswa calon wisudawan. Dekan Dr. Made Sara mengatakan jumlah yudisiawan yang dilepas seban-
yak 745 orang calon sarjana merupakan jumlah terbesar sepanjang perjalanan FEB di Unwar. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi FEB Unwar agar tetap bisa memenuhi antara output dan input. Terlebih di era revoludi industri 4.0 persaingan begitu ketat. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melaksanakan peningkatan sistem manajemen mutu sesuai dengan prisnsip-prinsip manajemen mutu yang diterapkan Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali dan Unwar. Di antaranya mutu pelayanan terhadap pelanggan (customer service), mutu kepemimpinan (leadership), mutu semua personel (involvement of people), mutu pendekatan proses (process approach), mutu pendekatan sistem (approach system), dan berkesinambungan (continual improvement). Semua keputusan itu diambil berasarkan fakta dan hubungan yang baik dengan stakeholder. Apalagi, dikatakan, dengan Statuta dan OTK (Organisasi dan Tata Kelola) yang baru yang telah disahkan yayasan harus wajib dilaksanakan universitas dan fakultas untuk menjadikan universitas dan fakultas/prodi yang bermutu, berwawasan ekowisata dan unggul secara global di tahun 2034 mendatang. ‘’Kami terus semaksimal mungkin melihat
kurikulum secara periodik dan mencoba mendorong para dosen untuk meningkatkan kompetensi bahkan tingkat pendidikannya ke jenjang S-3 (doktor),’’ ujar Made Sara. Sampai saat ini, dikatakan, dengan upaya maksimal yang telah dilakukan FEB Unwar baru mampu meraih nilai akreditasi B untuk ketiga prodi yang ada. Kendati demikian, pihaknya tetap mempunyai mimpi dan target dalam dua tahun ke depan semua prodi di bawah FEB Unwar mampu meraih nilai akreditasi A (unggul). Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang baik, kerja keras, disiplin, mampu mengubah mindset, serta meningkatkan kerja sama dalam semua hal. Sementara itu, dalam rangka meningkatkan kualitas kompetensi lulusan pihaknya telah menjalin kerja sama MoU dengan berbagai pihak terkait. Di antaranya Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) wilayah Bali-Nusra, Perbarindo Bali, Ashepi Bali, dan Jamskrida Bali. Selain itu, untuk mendapatkan Sertifikat Profesi sebagai pendamping ijazah, telah dilakukan MoU dan MoA dengan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Nusantara. Di samping juga sedang mempersiapkan pembentukan LSP dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Jakarta. ‘’Bagi mahasiswa yang ingin menambah kemampuan skill-nya, mereka bisa diharapkan untuk meningkatkannya di Warmadewa Collage. Sehingga para lulusan Warmadewa tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan,pp tandasnya. Selain itu, dalam peningkatan kapasitas dan kualitas institusi diharapkan peran serta calon wisudawan dan para alumni FEB Unwar yang telah tersebar di seluruh negeri untuk dapat berpartisipasi pada rencana reuni akbar yang akan direncanakan bulan Oktober mendatang. Kegiatan reuni akbar ini akan dikaitkan dengan kegiatan BK-FEB Unwar. (ad218)
Perkenalkan Dealer 3S Suzuki di Singaraja
’’Suzuki Day’’ Digelar Dua Hari PROGRAM Suzuki Day serangkaian grand opening Suzuki Indobali Trada (SIT) Singaraja digelar selama dua hari, yakni Sabtu (7/9) dan Minggu (8/9) mendatang. Kegiatan ini merupakan upaya PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama SIT Singaraja untuk memperkenalkan keberadaan dealer yang terletak di Jalan Raya Singaraja-Seririt, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng itu. Menurut 4W Area Service Manager PT Suzuki Indomobil Sales Rahadian Wishwa Dewa, acara yang digelar mulai pukul 08.00 - 16.00 Wita ini digelar serangkaian grand opening. ‘’Program Suzuki Day ini diadakan sebagai pelengkap acara grand opening yang telah diadakan sebelumnya pada 27 Agustus 2019. Dengan program Suzuki Day ini, pelanggan Suzuki dimanjakan dengan berbagai pelayanan seperti fasilitas gratis penggantian oli mesin, pemeriksaan 23 item check standar Suzuki dan diskon sparepart sebesar 10%, serta fasilitas dan keuntungan lainnya,’’ sebutnya. Suzuki Day merupakan acara 3S (Sales, Service, Sparepart) yang diselengarakan PT Suzuki Indomobil Sales sejak tahun 2011. Program Suzuki Day ini terbuka untuk semua pelanggan Suzuki dan masyarakat yang berada di Singaraja dan sekitarnya. Suzuki Day ini dimeriahkan dengan berbagai acara hiburan, pembagian hadiah dan suvenir di acara Customer Meet Suzuki seperti perlombaan mewarnai gambar anak-anak, lomba menyusun puzzel dan perlombaan lainnya untuk pelanggan beserta keluarga. Serta adanya kegiatan sosialisasi layanan call center Halo Suzuki 0800 1100 800 bebas pulsa 24 jam. ‘’Keberadaan Dealer Sejahtera Indobali Trada Singaraja bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan Suzuki yang berada di Singaraja dan sekitarnya. Selama dua hari kami memberikan kesempatan 250 unit kendaraan Suzuki yang berada di area Singaraja, untuk dapat mengikuti acara Suzuki Day,’’ ungkapnya.
Program Suzuki Day memberikan layanan terbaik, fasilitas serta keuntungan lainnya kepada pelanggan setia Suzuki seperti fasilitas service gratis, penggantian oli mesin gratis dan diskon sparepart sebesar 10 persen. ‘’Kami berkomitmen akan memberikan pelayanan terbaik, di antaranya pelayanan penjualan, pelayanan perawatan service berkala dan ketersediaan suku cadang Suzuki di wilayah Singaraja dan sekitarnya. Selain itu kami berharap dapat memberikan rasa nyaman dan
aman kepada pelanggan, untuk selalu berkendara menggunakan Suzuki,’’ tutupnya. Program Suzuki Day ini terbuka untuk semua pelanggan Suzuki, masyarakat yang berada di Kabupaten Buleleng dan sekitarnya. Letak dealer ini sangat strategis untuk pelanggan Suzuki yang berada di daerah Bali. Fasilitas bengkel yang masih baru, serta akses keluar-masuk dealer yang sangat mudah, membuat konsumen akan sangat nyaman saat mengunjungi dealer ini. (bns1)
GRAND OPENING - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menghadiri grand opening SIT Singaraja. Serangkaian grand opening, SIS dan SIT menggelar Suzuki Day.
Krama Kerobokan Melasti Jelang Karya di Pura Dang Kahyangan Petitenget SERANGKAIAN Karya Mamungkah, Padudusan Agung, Taur Balik Sumpah Utama, lan Segara Kertih di Pura Dang Kahyangan Petitenget, Desa Adat Kerobokan, Badung, ribuan umat Hindu melaksanakan upacara melasti, mapakelem, tawur labuh gentuh, dan segara kertih di Pantai Petitenget, Kamis (5/9) kemarin. Ribuan umat Hindu mengikuti prosesi upacara yang di-puput Pedanda Siwa dan Pedanda Buda. Pura Petitenget merupakan salah satu Pura Kahyangan yang tidak terlepas dari kisah perjalanan spiritual Dang Hyang Nirartha saat di Bali. Karya mamungkah diselenggarakan setiap 30 tahun sekali. Menurut Pamucuk Karya I Gusti Ngurah Putera, karya mamungkah di Pura Dang Kahyangan Petitenget seingatnya juga pernah dilakukan sebelumnya pada tahun 1966 dan tahun 1996. Kini, karya yang sama dilaksanakan dengan puncak karya pada rahina Buda Wage Merakih, 11 September 2019. Rentetan karya sudah dilakukan sejak bulan Agustus lalu. Mulai
dari matur puining karya, nyikut genah karang, nanceb, negtegan, ngingsah, melaspas, hingga upakara melasti, pakelem, tawur labuh gentuh, dan segara kertih, Kamis kemarin. Rangkaian melasti dimulai sejak pukul 06.00 Wita. Diawali nedunang Ida Batara, kemudian masucian ke beji, dilanjutkan melasti ke Pantai Petitenget yang tak jauh dari pura. Prosesi dirangkai dengan tawur gentuh, mapakelem dan segara kertih. Di-puput tiga Pedanda Siwa dan Buda, upacara melasti bertujuan sebagai proses penyucian dan menghanyutkan segala kotoran, serta memohon air kehidupan (tirta amerta) kepada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Baruna. Kemudian dilanjutkan upakara segara kertih yang bertujuan menyucikan kembali secara niskala kawasan laut dan berbagai sumber alam yang ada di dalamnya, sehingga tetap dapat memberikan kesejahteraan untuk umat manusia. ‘’Segara (laut - red) ini harus diupacarai, terlebih sekarang banyak orang di luar Bali yang memakainya,’’ katanya.
MELASTI - Ribuan umat mengikuti prosesi melasti di Pantai Petitenget dalam rangka Karya Mamungkah, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Utama, lan Segara Kertih di Pura Dang Kahyangan Petitenget, Desa Adat Kerobokan, Badung. Seusai seluruh rangkaian melasti, pralingga Ida Batara kembali ke Pura Petitenget. Dilanjutka kemudian pada pukul 16.00 Wita, dilakukan prosesi upakara mendak agung dan mendak siwi. Bendesa Desa Adat Kerobokan Anak Agung Putu Sutarja, S.H. mengatakan, kegiatan karya di Pura Dang Kahyangan Petitenget ini didukung oleh krama adat Kerobokan, yang tersebar di
50 banjar. Dengan berdasarkan atas ketulusan, maka seluruh krama adat Kerobokan bertekad untuk ngayah sampai karya selesai. Sedangkan untuk aedan karya, setelah prosesi melasti, akan dilanjutkan dengan mapepada tawur pada Sabtu (7/9), tawur agung dan pedanaan pada Minggu (8/9), mapepada karya pada Selasa (10/9), dan puncak karya pada Rabu (11/9) mendatang. (ad214)
Waspadai Penjualan Narkoba Lewat ’’Online’’ Kini Dikemas Dalam Bentuk Makanan
Denpasar (Bali Post) -
Modus baru peredaran gelap narkoba saat ini yaitu dijual lewat online. Bahkan penjualannya pun dikemas dalam bentuk makanan dan merekrut kurir lewat media sosial (medsos) dengan menyasar anak muda. Oleh karena itu, BNNP Bali mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa lebih waspada dan bijak menggunakan medsos. Selain itu, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, S.H. menyampaikan penyebaran narkoba menggunakan metode shot gun untuk memecah distribusi narkoba ke berbagai wilayah menggunakan sejumlah kurir. Sindikat barang terlarang ini juga memanfaatkan jasa ekspedisi. ‘’Ada lima tantangan generasi milenial, yaitu lapangan kerja semakin sempit, kebutuhan hidup tambah tinggi, kesenjangan kepercayaan diri, sikap yang semakin individualistis, serta terakhir lingkungan alam yang semakin rusak,’’ ungkap Brigjen Suastawa, Kamis (5/9) kemarin, saat jadi narasumber Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Stikes
Wira Medika Bali. Suastawa mengapresiasi pihak kampus di Bali sudah sejak dini melakukan antisipasi atau mencegah peredaran narkoba. Salah satunya dengan memberikan pemahaman bahaya narkoba kepada mahasiswa baru. ‘’Mahasiswa jangan mudah dirayu untuk menggunakan narkoba. Say no for drugs, 10 persen susunan saraf pusat seseorang akan rusak,’’ ungkapnya. Sementara peran generasi muda dalam Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yaitu melakukan pengembangan potensi diri, membentuk organisasi yang peduli tentang bahaya narkoba, aktif dan inovatif dalam berkarya. Se-
Gianyar (Bali Post) Pascatepergok selingkuh dengan wanita idaman lain (WIL) dan digerebek di salah satu hotel di Denpasar, kini oknum ASN berinisial M kembali berulah. Pria yang merupakan mantan pejabat di Kantor Camat Ubud itu dilaporkan ke kantor polisi dengan tuduhan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Istrinya berinisial E disebut-sebut dianiaya dan kasusnya kini ditangani Satuan Reskrim Polres Gianyar. Kasat Intel Poslres Gianyar AKP I.B. Dana Ginawa saat dikonfirmasi terkait kejadian ini membenarkan seorang Polwan di satuan Intel Polres Gianyar melaporkan kasus KDRT. Di-
katakan, saat ini kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Gianyar. ‘’Ya benar itu (Polwan bernisial E - red) melaporkan KDRT,’’ kata mantan Kanit Reskrim Polsek Blahbatuh ini, Kamis (5/9) kemarin. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor (inisial M) beberapa hari lalu. Menurut informasi, terlapor yang bertubuh kekar ini beberapa kali sempat mangkir dari panggilan polisi. Namun akhirnya mau datang ke Mapolres Gianyar untuk menjalani pemeriksaan. ‘’Beberapa hari lalu dia diperiksa, Senin kalau tidak salah (pemeriksaan - red),’’
Bali Post/ist
SOSIALISASI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat sosialisasi bahaya narkoba di Stikes Wira Medika Bali. lain itu, berjiwa mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat yang luas serta berani menolak ajakan teman yang bersifat negatif. Sementara pelaksanaan sosialisasi bahaya narkoba bagi mahasiswa untuk memberikan informasi yang akurat tentang bahaya penggunaan barang haram ini dan dampak yang ditimbulkan hingga mengganggu keaman-
an dan kesehatan. ‘’Melalui sosialisasi ini diharapkan para mahasiswa sadar bahwa penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu aktivitas belajar dan menghancurkan generasi bangsa. Kami berharap dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat mencegah mahasiswa menyalahgunakan narkoba,’’ ungkap jenderal bintang satu di pundak ini. (kmb36)
ucap AKP Deni Septiawan. Lebih lanjut dikatakan, kasus KDRT ini terjadi setelah terlapor ketahuan selingkuh dengan WIL-nya di salah satu hotel di Denpasar. Nah, pascapenggerebekan beberapa bulan lalu itu, diketahui terlapor sempat cekcok dengan istrinya (inisial E). Cekcok inilah berujung pada aksi pemukulan terhadap polwan yang kini bertugas di Satuan Intel Polres Gianyar itu. ‘’Terlapor melakukan pemukulan pada bagian tubuh korban,’’ ungkapnya. Sampai saat ini, katanya, kasus KDRT itu masih ditangani penyidik Satuan Reskrim Polres Gianyar. Namun pihaknya masih membuka kesempatan untuk mediasi, bila kedua belah pihak
mengupayakan perdamaian. ‘’Upaya mediasi untuk damai, kita persilakan. Tetapi bukan kami yang memfasilitasi mediasi tersebut,’’ ucapnya. Perlu diketahui, antara M dan istrinya sudah dilakukan upaya mediasi pada Kamis kemarin. Namun belum ada indikasi perdamaian antara kedua belah pihak. ‘’Sampai Kamis sore ini, pelapor belum ada tanda-tanda mencabut laporan,’’ ucapnya. Bila kasus ini terus berlanjut, terlapor yang diketahui masih tercatat sebagai ASN di Pemprov Bali ini diancam Undang-undang KDRT No. 23 Tahun 2004, dengan ancaman 5 tahun penjara. ‘’Bila kasusnya terus berlanjut, ancaman hukuman 5 tahun penjara,’’ katanya. (kmb35)
Ketahuan Selingkuh, Oknum ASN Aniaya Istri
Jumat Wage, 6 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mewariskan Bali yang Harmoni KONSENTRASI menjaga keharmonisan alam Bali kini menguat di Bali. Apresiasi terhadap gerakan ini pun menguat. Dukungan atas komitmen menjaga Bali mestinya juga terbangun di segala lini. Regulasi yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini telah menjadi inspirasi bangkitnya kesadaran menjaga lingkungan. Bagi Bali, menjaga lingkungan tentu menjadi hal wajib. Selain alam menjadi inspirasi dan bagian dari keharmonisan hubungan kehidupan, Bali juga menjadi daerah tujuan wisata. Dengan ikon pariwisata budayanya, maka sangatlah wajar jika Bali terus bergerak dan membentengi diri dengan berbagai kebijakan yang berpihak pada alamnya. Mari kita jaga alam Bali sebagai spirit dan salah satu daya tarik Bali dalam pengembangan pariwisata. Kini, di tengah modernisasi dan bergerak cepatnya teknologi informasi, maka Bali juga melakukan adaptasi. Adaptasi dalam hal ini tentu bukan dalam konteks menjauh dari nilai-nilai kearifan lokal, namun adaptasi dalam konteks strategi dalam menjaga Bali. Ketika sampah plastik kini diposisikan sebagai musuh bersama, maka Bali telah melakukan hal yang adaptif juga. Bali telah membatasi penggunaan plastik dan bergerak menuju eco-tourism. Gerakan memerangi sampah plastik ini mesti kita jadikan sebagai salah satu agenda Bali yang berkesinambungan. Optimisme atas keberhasilan program ini juga layak kita bangun, terlebih regulasinya sudah jelas. Bali bangkit dan menuju Bali Era Baru dalam konteks menjaga keharmonisan alam semestinya menjadi salah satu identitas Bali. Sebagai penduduk Bali, kita juga mestinya bisa berbangga, karena satu objek wisatanya telah terpilih menjadi nominasi dari 37 destinasi wisata yang tersebar di Indonesia dan telah menerapkan sustainable tourism. Kebanggaan inilah yang harus kita jabarkan dengan membangun budaya peduli lingkungan secara lebih nyata. Budaya kita menjaga alam hendaknya tetap terwariskan, sehingga keteladan kita menjaga alam akan menjadi panutan generasi berikutnya. Kita hendaknya jangan serakah mengelola Bali. Dedikasi dan pengabdian kita terhadap alam Bali hendaknya kita jabarkan sesuai swadharma kita masing-masing. Namun, sesungguhnya Bali saat ini tengah menghadapi tantangan pariwisata berkelanjutan yang senyatanya bisa dikatakan sebagai ancaman bagi dunia pariwisata. Anggapan bahwa Bali adalah pulau plastik tidak hanya menjadi isu nusantara, melainkan dunia yang notabene menjadi pangsa pariwisata Bali. Bahkan, polemik marine litter (sampah laut) Bali kini mendapat perhatian dunia. Tentu hal ini menjadi sebuah pisau menukik tajam ke dada jika isu ini tidak sesegera mungkin untuk ditanggulangi. Pasalnya, laut Bali selalu menjadi daya tarik wisata bahari. Mudah-mudahan dengan adanya kesamaan persepsi, langkah dan rencana aksi yang berpihak pada lingkungan, kita sebagai penduduk Bali bisa menjaga dan mengawal Bali. Bali haruslah kita wariskan harmoni kepada generasi kita.
Polemik Plastik Dalam Pariwisata Berkelanjutan Pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism) diduga menjadi masa depan pariwisata Indonesia, yang bertumpu pada pilar-pilar ekonomi, sosiokultural, dan lingkungan, yang pada akhirnya akan membentuk pariwisata yang tangguh dan inklusif. Begitu pula untuk Bali yang turut andil dalam terwujudnya program yang dicanangkan oleh organisasi pariwisata dunia UNWTO tersebut, terbukti dengan ikut sertanya Bali sebagai salah satu nominasi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata. Namun, permasalahan lingkungan menjadi perhatian saat ini, seperti sampah plastik.
Oleh Dwi Yustiani, S.ST. Semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan’’, konsep sakral yang dimuat dalam balutan sustainable tourism atau yang lebih dikenal sebagai pariwisata yang berkelanjutan. World Tourism Organization (UNWTO) mendefinisikan sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan sebagai sebuah pariwisata yang memperhi-
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Setahun Bali Era Baru Tak terasa, Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakilnya Cok Ace sudah setahun menjabat di Bali. Yang saya rasakan dalam setahun ini program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sudah akrab di telinga rakyat Bali. Saya rasa kemampuan membangun persepsi untuk bergerak di bawah program ini bergerak cepat. Popularitas program ini terasa sekali. Saya salut dengan kecerdasan tim provinsi membangun branding program dalam tahun pertama pemerintahan Gubernur Wayan Koster dan Wakilnya Cok Ace. Sejumlah program juga bergerak cepat. Meskipun disibukkan dengan acara-acara nasional dan penyusunan perda dan pergub, Gubernur Koster juga tetap bisa melakukan komunikasi publik secara bagus. Sebagai krama Bali saya hanya berharap agar Gubernur dan wakilnya tetap menjaga kesehatan diri dan melakukan langkah-langkah terobosan yang berpihak pada Bali. Pengusaha yang selama ini merusak alam Bali agar ditindak. Jika membandel saya mendukung agar dilakukan pendekatan hukum. Hal lainnya, saya hanya berharap Gubernur Bali bisa melakukan dan meletakkan fondasi terbaik untuk menjaga Bali. Apresiasi positif masyarakat Bali terhadap kinerja pemerintahan di Bali hendaknya dipertahankan. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Permohonan Dana Punia Pura Giri Natha Candi Airlangga Kami panitia pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan kerendahan hati kepada umat momohon untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilai luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebersan leluhur pada masa lalu. Berkenaan dengan hal tersebut untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah direncanakan biaya sebesar Rp 1,89 miliar. Berkenaan dengan hal tersebut, karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya, kami berharap umat turut menyalurkan bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha. Saat ini untuk desain pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneraan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana punia bisa disalurkan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha
tungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini dan pada masa yang akan datang, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, dan masyarakat setempat. Concern secara sistematis telah dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, dengan mengusung tema 3P + 1M, yakni people, planet, prosperity, plus management. Dalam artian bahwa konsep pariwisata berkelanjutan memiliki makna sebagai pemberdayaan masyarakat, pelestarian alam, peningkatan kesejahteraan, dan ditambah dengan pengelolaan secara profesional. Kementerian Pariwisata pun telah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Wisata Berkelanjutan, yang di dalamnya menyatakan bahwa pembangunan destinasi pariwisata perlu dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. Bali harus berbangga, karena satu objek wisatanya telah terpilih menjadi salah satu nominasi dari 37 destinasi wisata yang tersebar di Indonesia dan telah menerapkan sustainable tourism. Museum Pasifika yang terletak di Kabupaten Badung-lah yang berhasil ada di posisi itu. Pada tahun sebelumnya, Pantai Pandawa menerima penghargaan dalam bidang pemanfaatan ekonomi kepada masyarakat lokal, sedangkan Ulun Danu meraih penghargaan di bidang sosial budaya. Tidak hanya itu, Taman Nasional Bali Barat juga mendapat penghargaan dalam bidang lingkungan. Namun, sesungguhnya Bali saat ini tengah menghadapi tantangan pariwisata berkelanjutan yang senyatanya bisa dikatakan sebagai ancaman bagi dunia pariwisata. Anggapan bahwa Bali adalah pulau plastik tidak hanya menjadi isu nusantara, melainkan dunia yang notabene menjadi pangsa pariwisata Bali. Bahkan, polemik marine litter (sampah laut) Bali kini mendapat perhatian dunia. Tentu hal ini menjadi sebuah pisau menukik tajam ke dada jika isu ini tidak sesegera mungkin untuk ditanggulangi.
Pasalnya, laut Bali selalu menjadi daya tarik wisata bahari. Tidak hanya bagi Bali, permasalahan plastik sungguh menjadi perhatian dunia. Bahkan, media BBC memperlihatkan bahwa kondisi cemaran plastik sekali pakai saat ini tidak hanya ditemukan di kedalaman 11 meter dari permukaan laut, bahkan kini telah ditemukan di kutub utara. Salju di wilayah tersebut kini tidak lagi semurni dulu. Peneliti menemukan mikroplastik dan serat karet dengan jumlah lebih dari 10.000 partikel per liter salju. Tidak hanya itu, fakta mengenai kerugian yang sering ditimbulkan oleh sampah plastik semakin masif. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak pihak yang membuka fakta baik melalui video maupun foto bahwa sampah plastik sangat menghancurkan bumi kita ini. Dalam sebuah report yang dikeluarkan oleh lembaga dunia United Nations Environment Programme (UNEP) bertajuk Single-Use Plastic a Roadmap for Sustainability disebutkan bahwa lebih dari 60 negara telah melakukan larangan dan retribusi untuk mengekang limbah plastik sekali pakai. Hampir 50 persen dari limbah plastik yang dihasilkan secara global adalah kemasan plastik. Dan, 10 persen dari total sampah dunia atau sekitar 3,2 juta Mt/tahun disumbang oleh Indonesia, dan merupakan salah satu negara generator pengelolaan limbah plastik yang buruk setelah China. Irlandia salah satu negara yang berhasil menekan permasalahan sampah plastik telah merekam sinyal permasalahan ini bahkan sejak tahun 1990, dan berupaya keras untuk menerapkan cukai plastik atau yang dikenal dengan istilah PlasTax pada tahun 2002. Dan, begitu pula halnya Indonesia yang akan mengenakan cukai plastik. Concern serius telah dilakukan Bali dalam mengatasi polemik tersebut. Mulai dari melakukan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai yang secara yuridis ditandai dengan dikeluarkannya Peraturan Gubernur
Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Pro-kontra mengalir deras pascadikeluarkannya aturan tersebut. Pasalnya, plastik merupakan penemuan yang mampu mengubah dunia, serbaguna namun sangat berbahaya. Dunia pun mulai tergerak untuk melakukan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, Jerman misalnya. Pascadiadakannya perjanjian sukarela dengan para peritel untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai tak kunjung berbuah manis, pemerintah Jerman tengah menyiapkan aturan pembatasan produk plastik, seiring dengan Uni Eropa yang akan membatasi penggunaan plastik sekali pakai mulai 2021 (CNN, 12/08/2019). Bahkan, pemerintah daerah pun kini semakin gencar mengagendakan perang terhadap sampah plastik. Pemerintah Kabupaten Badung contohnya, yang menyatakan perang terhadap sampah plastik berupa dilakukannya Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih yang dilaksanakan setiap bulan di minggu pertama hari Jumat yang berlokasi di setiap desa se-Kabupaten Badung. Gubernur Bali pun turut mengajak seluruh masyarakat Bali untuk melakukan gerakan mareresik di seluruh Bali. Masalah sampah plastik ini tentu sangat bersimbiosis dengan pariwisata kini. Plastik tentu merupakan sebuah benda yang sangat membantu kehidupan, apalagi bagi wisatawan tentu bisa mencapai kata praktis. Namun, di balik peran pariwisata yakni sebagai katalisator untuk pertumbuhan ekonomi lokal, seperti penyediaan lapangan pekerjaan, peluang usaha yang menjanjikan, namun dampak negatif yang ditimbulkan searah dengan sampah plastik yang ditimbulkan, apabila tidak disertai dengan pengelolaan yang baik. Sustainable plastic free tourism merupakan jawaban tantangan Bali saat ini. Hal ini dapat dimulai dari maskapai penerbangan yang membawa wisatawan untuk datang ke Bali sembari mencontohkan bahwa larangan untuk menggunakan plastik sekali pakai menjadi concern serius saat ini. Sesungguhnya adalah pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism memiliki makna bahwa mengunjungi suatu tempat dan berikanlah dampak positif terhadap lingkungan, melindungi alam, masyarakat lokal, serta menjadi bagian dari kelestarian sosial budaya yang ada. Mari kita semua berubah, menjadi lebih bertanggung jawab pada ling-
kungan. Karena sesungguhnya, permasalahan sampah plastik bukan semata-mata kesalahan plastik itu sendiri, namun karena ketidakbertanggungjawaban si pengguna. Jangan pula biarkan hasil penelitian dari Britain’s YouGov dan Cambridge University yang menyatakan bahwa ‘’18 persen orang Indonesia menyadari bahwa iklim telah berubah, namun manusianya tetap melakukan aktivitas yang tidak bertanggung jawab’’ itu terbukti nyata. Kita adalah masyarakat Bali yang sangat menjunjung tinggi Tri Hita Karana, yang mencintai Tuhan, sesama manusia, dan juga lingkungan. Penulis, Fungsional Statistisi pada Badan Pusat Statistik Provinsi Bali
POJOK
Gubernur Koster akan tata Besakih menyeluruh. - Untuk jaga kesucian Bali. *** Pasar Kumbasari akan ditata dengan ornamen Bali. - Pasar asli Bali. *** Anggota DPRD Buleleng ajukan anggaran busana adat Bali. - Demi Bali, wakil rakyat mesti siap.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Wage, 6 September 2019
Api Suci Porprov Bali XIV Dimohonkan di Pura Luhur Batu Panes SEBELUM Api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIV 2019 diarak keliling ke-8 kabupaten/kota di Bali, terlebih dahulu dilaksanakan ritual mapekeling, memohonkan api suci di Pura Luhur Batu Panes, Belulang, Mengesta, Penebel, Kamis (5/9) kemarin. Ritual tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinisi Bali yang mewakili Gubernur Bali, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, pejabat OPD di lingkungan Pemkab Tabanan beserta undangan lainnya. Mapekeling permohonan api suci Porprov diawali dengan melakukan pembersihan dan pebiyakaonan oleh Pedanda dari Geriya Timpag yang diikuti Panitia Induk KONI atau Panitia Pelaksana Porprov XIV beserta para atlet Kabupaten Tabanan. Setelah melakukan ritual, Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Bali melakukan penyulutan Api Suci Porprov Bali XIV, kemudian diserah-
kan kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, dilanjutkan kepada Ketua Panitia Induk Porprov Bali I Komang Gede Sanjaya. Kemudian Api Suci Porprov Bali diarak keliling ke beberapa kecamatan di Kabupaten Tabanan dengan mengambil rute Kedampal-MengestaJatiluwih-Senganan-ApuanPinge-Marga-Belayu-KukuhKediri-Pandak-BerabanBengkel-Pejaten-Bongan-Sudimara-Seronga-Penyalin dan terakhir di Gedung Kesenian I Ketut Maria. Dari Gedung Maria, regu pelari yang telah disiapkan membawa Api Suci ke Kantor Bupati Tabanan guna disemayamkan. Ketua Panitia Induk Porprov Bali XIV yang Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengungkapkan, api obor memiliki sejarah tersendiri. Pada zaman Yunani kuno api obor dipergunakan sebagai sarana membuka olimpiade pertama di muka bumi, dan hingga kini telah menjadi tradisi dalam setiap kegiatan atau event olahraga. Api suci
dimaknai sebagai Dewa Zeus. Api suci diceritakan dicuri dari api abadi Dewa Zeus sehingga selalu dinyalakan dalam altar sebagai penghormatan kepada Dewa Zeus. ‘’Namun di zaman modern ini, api suci dalam setiap event olahraga menunjukkan kobaran semangat dalam menyambut pesta olahraga, termasuk Pekan Olahraga Provinsi Bali XIV tahun 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten Tabanan,’’ ungkap Sanjaya. Dipilihnya Pura Luhur Batu Panes sebagai tempat permohonan api suci, dikarenakan secara filosofis dan tatanan pura ini berkaitan erat dengan Pura Batukau, sehingga sangat pas dan tepat dilakukan di pura tersebut untuk membangkitkan rasa persaudaraan. ‘’Kita harapkan kesucian, semangat dan energi penyulutan Api Suci Porprov ini akan membangkitkan rasa persaudaraan serta persatuan, sehingga event olahraga ini terlaksana lebih bermartabat sesuai dengan jiwa sportivitas
olahraga,’’ imbuh Sanjaya. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menambahkan, Tabanan tidak hanya kaya akan alam, namun juga kaya akan Pura Kahyangan Jagat. Kegiatan tersebut merupakan suatu hal yang sifatnya spiritual. ‘’Ini merupakan ciri bahwa semangat dari api ini akan memberikan kemenangan untuk kita semua dan mempersatukan kita dalam dunia olahraga untuk memajukan bangsa kita, tanah air kita, khususnya program yang sudah kita jalankan selama ini,’’ jelas Bupati Eka. Bupati Eka berharap, melalui kegiatan ini Tabanan bisa menguasai semua event olahraga selaku tuan rumah. ‘’Artinya harus ada prestasi yang bertambah dari generasi muda, karena kita harapkan membangun generasi kita dari olahraga. Artinya, membangun masa depan bangsa dari dunia olahraga. Dengan hasil yang baik tentunya juga akan membawa nama yang baik untuk kita di Tabanan,’’
MAPEKELING - Bupati dan Wakil Bupati Tabanan saat menghadiri ritual mapekeling, permohonan api suci di Pura Luhur Batu Panes. tutup perempuan asal Tegeh Angseri tersebut. Sementara itu, Gubernur Bali yang diwakili Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Bali I Made Rentin memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Eka beserta
Panitia Induk Porprov Bali XIV tahun 2019 atas persiapan yang telah dilakukan, sehingga rangkaian Porprov yang dimulai dari pengambilan api suci dapat terlaksana sesuai rencana. ‘’Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dalam
persiapan yang telah dilakukan. Saya yakin dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Tabanan, seluruh rangkaian Porprov Bali tahun ini akan berlangsung dengan sukses,’’ tegasnya. (ad210)
Dampak Kebakaran TPA Mandung
Sejumlah Desa Diselimuti Kabut Asap Tabanan (Bali Post) -
Kabut asap akibat kebakaran sampah di TPA Mandung di Desa Sembung Kecamatan Kerambitan yang terjadi Rabu (4/9) sore hingga Kamis (5/9) kemarin, tampak menyelimuti sejumlah desa di Kecamatan Kerambitan. Warga pun khawatir kabut asap akan menganggu kesehatan. Bahkan siswa SD di sekolah yang terdampak harus mengenakan masker.
TPA - Asap terus mengepul di TPA Mandung.
Bali Post/bit
‘’Asap akibat kebakaran sampai ke desa kami. Kadang mata perih dan terpaksa harus mengenakan masker agar tidak sesak napas, semoga bisa cepat ditangani, kasihan anak-anak khususnya balita,’’ ucap Ari, warga Desa Kerambitan. Dari pantauan di lapangan, asap akibat kebakaran di TPA Mandung masih mengepul. Bahkan titik api baru bermunculan karena angin cukup kencang. Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Tabanan dibantu Pemkab Badung secara bergiliran melakukan pemadaman. Beruntung ada saluran air subak yang ada di lokasi dekat dengan TPA, sehingga pemadaman non stop bisa dilakukan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan I Made Subagia yang terus memantau proses penanganan kebakaran sampah mengatakan, kebakaran di TPA disebabkan fenomena alam. Saat ini pihaknya tengah melakukan penataan sampah dengan kegiatan mendorong sampah ke bagian timur laut mengingat di lo-
kasi tersebut masih ada sisa lahan kosong seluas 35 are. Namun saat kegiatan perataan dengan cara mendorong sampah tengah berlangsung, kemungkinan ada gesekan material dan timbul percikan api. Apalagi kondisi sampah yang gembur dan kering. ‘’Sampah yang terkumpul di TPA beragam bentuknya. Kemungkinan saat melakukan penataan ada gesekan material dari sampah dan timbul percikan api, ditambah angin yang cukup kencang, jadi api cepat menyebar,’’ terangnya. Untuk kebakaran kali kedua tahun ini, titik api berada di tumpukan sampah bagian tenggara yang lokasinya cukup terjal. ‘’Sekitar 20 are yang terbakar dan angin kencang membuat bara api kembali membesar dan cepat merambat. Ibu Bupati pun sudah memerintahkan kami untuk terus melakukan penanganan,’’ kata Subagia. Khusus kegiatan pembuangan sampah ke TPA, dia menyatakan masih terus dilakukan agar sampah tidak banyak meluber di jalanan.
Tingkatkan Profesionalisme
Istri dan Anak Sumiarta Histeris
Kodim Berikan Pembekalan kepada Babinsa
Tabanan (Bali Post) Pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan bermanfaat dalam membantu pemerintah daerah untuk kemajuan masyarakat di wilayah binaannya. Guna meningkatkan kemampuan dan profesionalisme aparat kewilayahan dalam mendukung tugas pembinaan teritorial, Kodim 1619/Tabanan memberikan pembekalan kepada para Babinsa di Makodim, Kamis (5/9) kemarin. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf. Dewa Putu Oka, sejumlah narasumber, para Danramil jajaran Kodim 1619/Tabanan dan seluruh personel Babinsa Kodim 1619/Tabanan. Kasdim mewakili Dandim 1619/Tabanan menyampaikan, kegiatan pembekalan ini sangat berguna dalam pelaksanaan tugas para Babinsa, dan diharapkan nantinya bisa diteruskan kepada masyarakat di wilayah binaannya masing-masing. Materi yang disampaikan beragam, di antaranya materi penanggulangan narkoba dengan narasumber I Gusti Agung Witarini, S.KM. dari BNNK Badung dengan membawakan materi pencegahan narkoba. Pada kesempatan itu disampaikan tentang UU RI No 35 tahun 2009. Sedangkan Kapten Inf. I Nengah Sudiana yang merupakan Danramil 04/Kediri memberikan materi tentang sikap teritorial. Materi lainnya disampaikan Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Kabupaten Tabanan I Ketut Warsa, S.Pd., M.M. yang menyoroti terkait radikalisme. (kmb28)
Bali Post/ kmb28
PEMBEKALAN - Suasana pembekalan di Makodim 1619/Tabanan.
Hanya saja saat proses pemadaman berlangsung, pembuangan sampah ke TPA dihentikan sementara. Armada pengangkut sampah harus antre di depan kantor DLH Tabanan. ‘’Untuk pengambilan sampah dari masyarakat tetap kami lakukan. Hanya saja untuk dibuang ke TPA masih menunggu kalau armada bisa masuk, karena petugas masih melakukan pemadaman,’’ terangnya. Untuk diketahui, TPA Mandung kembali terbakar setelah sekitar dua pekan sebelumnya terjadi kasus serupa. Areal yang terbakar kini lebih luas yakni sekitar 20 are di bagian tenggara. TPA Mandung memiliki kapasitas penampungan sampah 638.000 meter kubik atau 28.800 ton sampah per tahun yang masuk dari dua kecamatan rutin (Tabanan dan Kediri), ditambah daerah yang rutin lainnya seperti objek wisata, pasar tradisional dan swadaya. Sementara total estimasi volume sampah sejak dibangunnya TPA tahun 1995 mencapai 691.200 ton. (kmb28)
Bali Post/ist
JASAD - Jasad I Gede Ketut Artika ditemukan sekitar 700 meter di sebelah barat lokasi penemuan jasad I Wayan Sumiarta di Pantai Pasut, Kerambitan.
Jasad Dua Pemancing Ditemukan di Pantai Pasut
Tabanan (Bali Post) Pencarian terhadap dua pemancing yang terseret arus Pantai Tanah Lot usai sudah. Hanya berselang sekitar delapan jam setelah jasad I Wayan Sumiarta ditemukan terdampar di Pantai Pasut, Kecamatan Kerambitan, Kamis (5/9) kemarin, giliran jasad I Gede Ketut Artika (58) ditemukan oleh warga di pantai tersebut. Korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 15.00 Wita. Hanya lokasi temuan korban lebih masuk ke dalam di saluran air sekitar 70 meter dari bibir pantai. Ketua HNSI Tabanan I Ketut Arsana Yasa mengatakan, jasad Artika ditemukan 700 meter di sebelah barat lokasi ditemukannya jasad Sumiarta. Kemungkinan kedua korban terdampar bersamaan pada Kamis pagi, namun karena dorongan arus gelombang yang cukup keras membuat salah satu korban terbawa lebih jauh ke daratan. Pria yang akrab disapa Sadam ini menyebutkan, keberadaan korban Artika sampai tidak terpantau oleh petugas dan masyarakat yang terus melakukan pencarian dan pengamatan di sepanjang pantai. Hingga akhirnya salah seorang warga mencium bau yang menyengat dan melihat tubuh korban.
‘’Karena ombak terlalu tinggi, korban sampai terbawa ke saluran irigasi masuk ke muara pangkung, tepat di jalan Pantai Pasut. Karena sudah terkena sinar matahari, warga baru mencium bau menyengat. Setelah dicek, dilihat ada tubuh korban,’’ terangnya. Jasad Artika kemudian dievakuasi oleh petugas melalui jalur Desa Beraban, Selemadeg Timur menuju Tangguntiti dan Megati untuk dibawa ke BRSU Tabanan. ‘’Memang tidak dibawa melalui jalur Desa Tibubiu, karena kebetulan di desa setempat sedang ada karya agung,’’ pungkasnya. Informasi lain menyebutkan, jenazah Artika ditemukan pertama kali oleh warga yang hendak buang air kecil di saluran irigasi Pantai Pasut. Saat itu seluruh keluarga korban dan petugas tengah melakukan pencarian pascaditemukannya korban pertama. Ipar korban, Nanda menyebutkan saat ditemukan wajah Artika sudah tidak bisa dikenali. Dikatakannya, rencananya korban akan dititip diruang jenazah. Pasalnya, pihak keluarga belum memutuskan hari baik untuk melakukan upacara. Nanda pun menuturkan, pihak keluarga tidak ada firasat buruk sebelum kejadian itu. Hanya
saja karena kondisi Artika kala itu sedang batuk dan pilek, sebelum memancing Artika kerap melamun. ‘’Kita tidak tahu juga akan terjadi seperti ini. Namanya musibah, kami hanya bisa ikhlas,’’ ujarnya. Sementara itu, jasad I Wayan Sumiarta (43) asal Banjar Batanbuah Desa Beraban ditemukan pertama kali oleh Made Suanda (50), nelayan asal Banjar Dukuh Desa Kelating Kecamatan Kerambitan sekitar pukul 06.30 Wita. Menurut Suanda, saat itu ia tengah berjalan-jalan di sepanjang pantai untuk melihat peminturan (alat pemancing lobster). Suanda yang juga Ketua Kelompok Nelayan Segara Rahayu Desa Kelating ini langsung menghubungi Ketua HNSI Tabanan I Ketut Arsana Yasa atas temuan mayat tersebut. ‘’Korban terdampar di pinggir pantai. Organ tubuh masih lengkap, hanya bagian wajah lebam membiru dan ada sebagian kulit tangan dan bahu mengelupas,’’ ucapnya. Kasatpol Air Polres Tabanan Iptu I Ngurah Bagus Astawa mengatakan, korban Sumiarta ditemukan terdampar sekitar 10 km dari lokasi awal ia terjatuh. Dikatakannya, proses pencarian memang sempat mengalami kendala karena gelombang cukup tinggi. (kmb28)
INFORMASI penemuan jasad pemancing yang tewas terseret arus, mendapat perhatian masyarakat. Masyarakat banyak yang mendatangi Pantai Pasut untuk melihat korban lebih dekat. Duka mendalam pun menyelimuti kawasan tersebut, terlebih ketika keluarga korban datang ke lokasi. Seperti saat ditemukannya jasad I Wayan Sumiarta (43). Kepedihan mendalam sangat terasa, terutama saat istri korban, Kadek Putri Sri Dewi, tiba di lokasi. Kadek Putri langsung menangis histeris hingga tubuhnya lemas. Disusul kemudian putri korban yang terus berteriak memanggil ayahnya. Sebelum dievakuasi, istri korban sempat melihat wajah suaminya yang telah ditutupi kain kasa. Prosesi pelepasan jenazah korban dipercepat oleh petugas mengingat kondisi air laut mulai pasang. Setelah dimasukkan ke dalam kantong mayat, jasad Sumiarta dievakuasi menggunakan mobil Polairud menyusuri bibir pantai dan dijemput ambulans BRSUD Tabanan di Pantai Kelating, mengingat di Desa Tibubiu sedang ada kegiatan upacara Dewa Yadnya. Usai dilakukan pembersihan di kamar jenazah BRSUD Tabanan, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dikubur di Setra Desa Beraban. ‘’Keputusan keluarga besar langsung dikubur hari ini (kemarin - red) juga karena masih hari baik,’’ ucap Ni Luh Putu Trisnawati, bibi dari Kadek Putri Sri Dewi. Terkait kejadian yang menimpa salah satu keluarganya tersebut, ia mengatakan pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Apalagi memang tidak ada firasat apapun sebelum korban ditemukan. (bit)
Bali Post/bit
TERPUKUL - Istri Sumiarta, Kadek Putri Sri Dewi, sangat terpukul atas kepergian sang suami.
Jumat Wage, 6 September 2019
Mobil Tabrak Sepeda Motor
Pengemudi Selamat, Pemotor Masuk Rumah Sakit Singaraja (Bali Post) – Warga Desa Dencarik, Kecamatan Banjar tiba-tiba heboh setelah mengetahui peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan Singaraja – Seririt, kilometer 15 di wilayah Banjar Dinas Lebah Rabu (4/9) lalu. Mobil DK 1897 ER terjun ke sawah di pinggir jalan. Sebelum terbalik di sawah itu, mobil tersebut menabrak sepeda motor DK 3539 UE. Akibat kejadian itu, seorang pengendara motor mengalami patah tulang dan dirawat di rumah sakit. Sedangkan, pengemudi mobil setelah dievakuasi dinyatakan dalam kondisi sehat.
Bali Post/ist
TABRAK SEPEDA MOTOR – Sebuah mobil setelah menabrak sepeda motor terjun ke sawah di pinggir jalan Singaraja – Seririrt di kilometer 15 wilayah Banjar Dinas Lebah, Rabu (4/9).
Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. yang dikonfirmasi Kamis (5/9) kemarin, membenarkan telah terjadi lakalantas itu. Kurniawandari menambahkan, berdasarkan laporan kejadian dari Unit Lalulintas (Lantas) Polsek Banjar, lakalantas itu berawal pengemudi mobil Ida Bagus Denny Prayudi (27) dari Desa Dencarik melintas dari arah Desa Banjar menuju rumahnya di Dencarik. Memasuki lokasi kejadian, persisnya di sebelah timur Kantor Camat Banjar, tiba-tiba mobil itu melaju tanpa kendali. Mobil pun melesat berbalik ke jalur berlawanan. Saat bersamaan pengendara sepeda motor Wayan Sukadana (56) asal Desa Kaliasem tiba di TKP. Tidak pelak, kedua kendaraan itu bertabrakan. Pengendara
Lantik Dekan dan Pejabat Struktural
Rektor Prof. Jampel Tantang Percepat Wujudkan Visi Undiksha ENAM dekan dan enam pejabat struktural di lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dilantik di kampus setempat Kamis (5/9) kemarin. Pejabat baru ini ditantang mampu berinovasi dalam mempercepat terwujudnya visi Undiksha sebagai universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana (THK) di Asia tahun 2045. Pejabat yang dilantik masing-masing Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. sebagai Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Akademisi asal Ubud, Gianyar ini menggantikan pejabat lama Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. Prof. Dr. Sukadi, M.Pd., M.Ed. kembali dilantik memimpin Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS). Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dijabat Dr. I Ketut Gading, M.Psi. menggantikan Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S., Kons., Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dijabat Prof. Dr. I Nengah Suparta, M.Si.
Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) masih dijabat I Ketut Budaya Astra, S.Pd., M.Or., dan Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) tetap dijabat Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. Untuk pejabat struktural, m elip ut i Kepala B agian Umum dan Tata Laksana, yang dijabat Nyoman Marjaya, S.E. Sebelumnya menjabat Kepala Bagian Keuangan. Kepala Bagian Keuangan dijabat I Putu Sudiarna, S.P. yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Kepala Bagian Perencanaan dan Kerja Sama dijabat I Gusti Putu Anom Arimbawa, S.T. yang sebelumnya sebagai Kepala Subbagian Program dan Anggaran. Kepala Subbagian Program dan Anggaran dijabat Luh Nitra Aryani, S.Pd. yang sebelumnya sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur. Ada pula Kepala Subbagian Umum dan Keuangan pada Bagian TU FHIS yang dijabat I Gusti Ayu Ngurah Santini, S.E. yang sebelumnya sebagai
DEKAN DILANTIK – Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. melantik enam dekan dan enam pejabat struktural di lingkungan Undiksha, Singaraja, Kamis (5/9) kemarin.
Kepala Subbagian Akuntansi dan Pelaporan di Bagian Keuangan. Ia bertukar jabatan dengan I Komang Adi Paramarta, S.T. yang juga turut dilantik. Rektor Undiksha Prof. Dr. Jampel langsung memberikan sederet tugas terkait peningkatan kualitas lembaga kepada para dekan yang telah dilantik itu. Adanya berbagai tantangan dan peluang saat ini, maka kendali fakultas ditugaskan kepada dekan bukan sebatas mempertahankan bahkan meningkatkan akreditasi universitas. Termasuk peningkatan akreditasi masing-masing program studi menuju Akreditasi Internasional. Tak kalah penting juga menguatkan dan meningkatkan kualitas tata kelola lembaga yang lebih efektif dan efisien, menguatkan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian, pengabdian pada masyarakat, serta publikasi ilmiah, baik jurnal internasional terindeks maupun jurnal nasional terakreditasi. “Begitu juga kualitas proses belajar mengajar perlu ditingkatkan. Hal itu penting untuk menghasilkan lulusan bermutu dan berdaya saing. Itu semua harus dijadikan perhatian. Saya instruksikan semuanya harus ditindaklanjuti dengan baik,” tegasnya. Di sisi lain, Prof. Dr. Jampel menambahkan untuk mempercepat terwujudnya visi lembaga, para dekan juga diminta tidak mengabaikan prestasi mahasiswa. Hal itu harus digenjot dan para mahasiswa itu mampu bersaing di kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, kerja sama yang sudah terbangun wajib dioptimalkan. Diharapkan juga menginisiasi kerja sama
baru, baik dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri. Sudah pasti dengan lembaga lain yang mampu memberikan kontribusi untuk pengembangan lembaga dan atas dasar kebermanfaatan buat seluruh civitas akademika. Langkah itu sekaligus untuk memperkuat implementasi internationalization at home yang telah dicanangkan tahun 2019. “Meningkatkan kualifikasi akademik SDM, menciptakan atmosfir akademik positif. Dosen yang masih S-2, harus didorong kuliah ke S-3. Selain itu, saya juga menyampaikan pesan kepada para dekan yang baru dilantik, untuk selalu memberikan layanan prima kepada masyarakat,’’ harap Prof. Dr. Jampel. Sedangkan kepada pejabat struktural diminta untuk terus berinovasi mewujudkan program yang semakin baik sesuai dengan yang telah direncanakan. “Komunikasi itu perlu dijalin dengan baik dan intensif. Karena pembangunan lembaga ini perlu dilakukan bersama-sama,” imbuhnya. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) I Ketut Gading mengaku siap melaksanakan tugas yang dibebankan pimpinannya. Dia berjanji berupaya menjadikan fakultasnya semakin baik ke depannya, termasuk dalam upaya percepatan serapan lulusan di dunia kerja. Gading menyebut, salah satu strategi yang ditawarkan adalah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, sekolah negeri maupun swasta. “Kerja sama juga dengan industri, swasta terus kita jalin. Kita undang mereka bersamasama merancang kurikulum. Sehingga kurikulumnya bisa sesuai kebutuhan pasar,” jelasnya. (ad212 )
sepeda motor terjatuh. Mobil masih melaju liar kemudian terjun ke sawah dengan kedalaman sekitar lima meter. Di sawah itu mobil terbalik. Warga yang melihat kejadian itu seketika ramai-ramai mendatangi lokasi kejadian. Pengendara sepeda motor yang terluka kemudian diantarkan berobat ke rumah sakit. Sedangkan, pengemudi mobil berhasil keluar dari dalam mobil dengan kondisi selamat. “Benar ada kejadian lakalantas itu. Satu pengendara motor itu luka dan masih dirawat di rumah sakit. Kalau pengemudi mobilnya sehat dan sudah dimintai keterangan,” katanya. Dari pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan saksi kata Kurniawandari, lakalantas itu diduga dipicu pengemudi mobil yang kurang hati-hati ketika berkendara.
Pengemudi mobil itu ditengarai dalam kondisi ngantuk, sehingga tidak konsentrasi, akibatnya memicu terjadinya lakalantas itu. Kasus lakalantas ini masih ditangani lebih lanjut oleh Unit Lantas Polsek dibantu Satlantas Polres Buleleng. “Ada dugaan pengemudi mobil kurang hati-hati, sehingga tidak konsentrasi berkendara yang mengakibatkan terjadi lakalantas itu. Untuk memastikan penyebabnya, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya. Lakalantas di Busungbiu Di tempat berbeda, juga terjadi lakalantas, tepatnya di jalan Singaraja menuju Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu Km 39.100. Kejadian ini melibatkan mobil DK 598 FG yang dikemudikan Desak Putu Widiasih (37) asal
Desa Sambangan, Sukasada dengan sepeda motor DK 3837 UAQ yang dikendari Putu Minggu Darma (17) asal Desa Lokapaksa, Seririt. Kapolsek Busungbiu AKP Made Agus Dwi Wirawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas ini berawal ketika mobil itu datang dari utara. Saat bersamaan dari arah berlawanan melintas sepeda motor. Diduga mobil itu mengambil haluan terlalu ke kanan, sehingga mobil itu menabrak pengendara sepeda motor. Akibat benturan itu, pengendara sepeda motor terjatuh dengan luka serius. Warga yang melihat kejadian itu memberikan pertolongan dan mengantar korban ke rumah sakit. Korban mengalami patah tulang, hingga dirawat di rumah sakit. Pengemudi mobil dalam keadaan selamat. “Kasusnya masih kita tangani lebih lanjut. Dugaan awal mobil itu mengambil haluan ke kanan. Sehingga sepeda motor yang datang dari arah berlawanan itu tidak bisa menghindar, kemudian terjadi tabrakan itu,” jelasnya. (kmb38)
Buyan-Tamblingan Dirancang Jadi Ekowisata
Singaraja (Bali Post) – Kawasan Danau Buyan dan Tamblingan yang lebih dikenal dengan julukan ‘’Danau Kembar’’ itu, ditetapkan sebagai kawasan danau skala prioritas II dari pemerintah pusat. Pemkab Buleleng sejauh ini terus mematangkan rencana pengelolaan kawasan itu bersama Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Direncanakan pola pengembangan di kawasan tersebut sebagai ekowisata. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan hal itu usai melakukan peninjauan ke kawasan Danau Buyan Desa Pancasari, Sukasada, Kamis (5/9) kemarin. Menurutnya, pemerintah daerah bersama BKSDA selama ini telah membahas kerja sama pengembangan Buyan-Tamblingan sebagai ekowisata. Selama ini pemanfaatan
hutan yang berada dalam kawasan Buyan dan Tamblingan itu belum optimal. Kualitas dari fungsi hutan menunjukkan penurunan. Program kebijakan ke depan, pemerintah bersama BKSDA meningkatkan kualitas kelestarian lingkungan hutan dan danau di sana. Karena itu, pemerintah bersama BKSDA dan masyarakat akan melakukan upaya konservasi dengan konsep ekowisata. Dengan konsep ini, kawasan hutan atau danau itu akan dibuka menjadi lokasi camping ground dengan dilengkapi fasilitas jogging track, dan perencanaan jangka panjang dengan pemakaian mobilisasi wisata dengan kendaraan listrik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Kepala BKSDA Budhy Kurniawan menyambut baik program kebijakan
pemerintah untuk mengembangkan kawasan Buyan-Tamblingan sebagai ekowisata. Konsep tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat melalui BKSDA, sehingga kebijakan ini murni untuk kepentingan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Terkait perizinan, Budhy menyebut BKSDA sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat sedang mengkaji pemberian izin tersebut. Pemeberian izin itu nantinya mempertimbangkan aspek pemanfaatan kawasan dan pelestarian lingkungan. Kunjungan itu juga dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ni Made Rousmini, Kepala Dinas Lingungan Hidup (DLH) Putu Ariyadi Pribadi dan Perbekel Desa Pancasari Wayan Darsana. (kmb38)
Bali Post/kmb38
EKOWISATA – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana meninjau kawasan Hutan Danau Buyan yang akan dikembangkan sebagai ekowisata di Dusun Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kamis (5/9) kemarin.
Bandara Bali Utara Perlu Lahan 400 Hektar
’’Runway’’ 3.720 Meter Didesain dari Timur ke Barat Setelah pihak konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Angkasa Pura (Persero) melakukan kajian feasibility study (FS) pembangunan Bandara Internasional Bali Utara perlu lahan 400 hektar. Pihak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub-RI) Kamis (5/9) kemarin, menurunkan tim evaluasi ke lokasi pembangunan bandara di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan itu yang nantinya memiliki runway dengan panjang 3.720 meter. Lalu, masih ada permasalahan apakah yang masih mengganjal proses pembangunan bandara di Bali Utara itu? TIM yang beranggotakan delapan orang itu mencocokkan tiga titik koordinat yang sudah dikaji konsorsium. Khusus lintasan pesawat (runway) dirancang dengan posisi dari ujung lahan di timur sampai di barat hingga batas jalan Singaraja – Kintamani. Panjang keseluruhan runway itu 3.720 meter. Sebelum tim evaluasi lapangan Kemenhub-RI melakukan tugasnya, mereka melakukan pertemuan teknis
di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) di Singaraja. Pertemuan ini dihadiri ketua tim Feby Oky Wahyudi didampingi Kepala Dishub Gede Gunawan Adnyana Putra. Feby Wahyudi di sela-sela peninjauan itu mengatakan, evaluasi teknis di lapangan ini dilakukan guna mencocokkan titik koordinat bandara sesuai hasil FS yang dilakukan konsorsium. Pencocokan ini untuk memastikan kesesuaian antara dokumen FS dengan
situasi di lapangan. Sesuai perintah yang diterimanya, dia bersama anggotanya mencocokkan tiga titik koordinat di lokasi bandara yang diperkirakan memerlukan lahan 400 hektar. Titik koordinat pertama merupakan gedung bandara secara umum. Fasilitas utamanya terdiri dari runway, gedung terminal. Selain itu, ada fasilitas penunjang lainnya. Koordinat ini berada di Dusun Sanih, Desa Bukti Kubutambahan. Koordinat kedua adalah ujung runwaynya yang rencananya dibangun di Dusun Sanih, Desa Bukti. Runway ini sesuai rancangan ultimate sepanjang 3.720 meter ke arah barat sampai koordinat tiga ujung runway di Desa Kubutambahan, tepatnya di sirkuit motor cross sebelah selatan SPBU Kubutambahan. Runway itu dibangun dengan lebar 45 meter. Kemungkinan proses pembangunannya bertahap. Tahap pertama 2.500 meter. Setelah ada perkembangan penumpang, kemudian
dibangun berikutnya sampai 3.720 meter. “Hari ini, kami melaksanakan tugas pimpinan. Kami mengamati secara visual tiga koordinat di ujung timur dan barat. Sepertinya sudah sesuai kajian FS yang dibuat konsorsium. Kalau luas lahan sesuai dokumen ini 400 hektar. Untuk lahannya sudah cukup,” katanya. Selain koordinat runway di darat, Oky Wahyudi menyebut, berdasarkan rancangan pihak konsorsium, posisi gedung terminal dibangun di sebelah selatan ke utara dengan view laut Buleleng. Secara umum, Bandara Bali Utara itu melayani maskapai penerbangan jenis pesawat mulai Boing 373 hingga menampung pesawat airbus yang jumlah penumpangnya rata-rata 300 sampai 400 orang. “Itu mengacu FS dari konsorsium. Nanti akan ada tahapan lagi, namun kalau kita baca desain dan kemudian dicocokkan koordinatnya memang bandara itu bisa melayani pesawat Boing 737,”
tegasnya. Setelah pencocokan secara visual koordinat yang sudah dirancang pihak konsorsium, Oky Wahyudi mengatakan, data-data yang diperoleh di lapangan akan dikaji detail dengan anggotanya. Hasil survei koordinatnya itu dipastikan sudah keluar, dalam waktu tidak lama. Hasil survei koordinat ini kemudian dilaporkan ke Kemenhub-RI. Hasil itu dijadikan penentu pemerintah pusat menerbitkan izin Penetapan Lokasi (Penlok) Bandara Bali Utara itu. “Hasil cek koordinat itu kami laporkan guna menentukan apakah izin penlok yang ditunggu-tunggu itu diterbitkan pemerintah pusat atau bagaimana,” jelasnya. Kepala Dishub Gede Gunawan Adnyana Putra mengatakan, sesuai perintah Bupati dirinya ditugaskan mendampingi tim evaluasi yang diutus Kemenhub-RI. Dari peninjaun itu, umumnya tidak ada masalah. Tetap diharapkan berjalan sesuai rencana. Dengan kehadiran tim
evaluasi ini, Gunawan mengajak semua pihak bersabar untuk bersama-sama mengawal keputusan akhir dari pemerintah pusat. “Sekarang
tinggal menunggu hasil dan selama kami mendampingi tidak ada masalah. Semoga penlok bandara segera terbit,” harapnya. (mud)
Bali Post/kmb38
KOORDINAT BANDARA – Delapan orang tim evaluasi koordinat melakukan pencocokan koordinat runway Bandara Internasional Bali Utara di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (5/9) kemarin.
Jumat Wage, 6 September 2019
Warga Banjar Bangunliman Pelihara Ikan di Saluran Irigasi Subak Gianyar (Bali Post) Sejak 2010, warga Banjar Bangunliman, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh memelihara ikan hias di saluran irigasi subak setempat. Upaya ini dilakukan agar warga setempat tidak membuang sampah sembarangan terutama di saluran irigasi subak. Sekretaris Desa Buruan I Ketut Sumardika mengatakan hal itu, Kamis (5/9) kemarin. Sumardika mengatakan, saluran irigasi sepanjang 800 meter yang melewati Banjar Bangunliman disebut dengan Telabah Subak Dukuh. Awalnya diselenggarakan lomba mancing di aliran irigasi tersebut. “Pada 2010, sekaa teruna di Banjar Bangunliman IKAN - Seorang warga sedang memberi makan ikan di saluran irigasi subak di Banjar Bangunliman, Desa Buruan, Kamis (5/9) kemarin.
Angin Puting Beliung Gemparkan Warga Sayan Gianyar (Bali Post) Angin puting beliung menggemparkan warga di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kamis (5/9) kemarin. Angin tersebut terlihat memutar pada areal lahan kosong di dekat lapangan Desa Sayan. Syukurnya angin tersebut tidak sampai mengenai rumah warga setempat, sehingga tidak sampai menimbulkan korban materi atau jiwa. Informasi yang dihimpun di lapangan, angin puting beliung ini muncul pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 Wita. Kejadian ini mengejutkan warga yang hendak mencari pelayanan di Kantor Samsat Gianyar II. Warga berhamburan keluar kantor untuk melihat angin puting beliung yang nampak menggulung debu tersebut. Salah satu saksi I Wayan Pastika menjelaskan, angin puting beling itu terlihat dari dua arah, yaitu arah selatan dan utara areal lahan kosong tersebut. “Anginnya tiba-tiba berputar dan menggulung ke atas serta menerbangkan debu yang sangat tebal. Ada satu truk yang parkir di sana juga kena,” ujarnya. Syukurnya, truk tersebut tidak sampai rusak, meski sempat diterjang angin yang menggulung debu tersebut. Sejumlah warga juga sempat mengabadikan fenomena alam ini dalam video. sejumlah video rekaman itu juga viral di media sosial. “Angin puting beliung hanya sebentar, tidak lama,” kata Pastika yang memiliki warung di sekitar lokasi tersebut. (kmb35)
menggeler lomba mancing di sana,” terangnya. Sejak saat itu, kata Sumardika warga memilih untuk menebar ikan di sepanjang aliran irigasi subak tersebut. Di lokasi tersebut juga rutin digelar lomba mancing. “Biasanya setiap enam bulan sekali ada lomba mancing. Tapi ikannya khusus, bukan yang ini,” ujarnya. Sumardika menambahkan, tujuan utama penebaran ikan itu agar warga setempat tergerak menjaga kebersihan saluran irigasi subak. Diharapkan warga lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah. “Khususnya yang membuang sampah ke sungai agar menjadi sadar. Meski awalnya tidak digubris, namun sampai saat ini sudah sekitar 90 persen warga tidak ada yang membuang sampah lagi di sana. Hanya ada satu dua orang yang kucingkucingan membuang sampah pada malam hari,” katanya. (kmb35)
Pegawai Disdukcapil Ngantor di Teras
Gianyar (Bali Post) -
Setelah lama mengalami kerusakan, salah satu bangunan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gianyar akhirnya direnovasi. Proyek yang dikerjakan selama 120 hari ini sudah dimulai sejak 29 Juli 2019. Selama pengerjaan, barang dan sejumlah pegawai yang menempati bangunan itu harus dipindah. Ironisnya, sejumlah pegawai harus bekerja di teras di seputaran kantor tersebut. Pantauan Bali Post, Kamis (5/9) kemarin, sejumlah buruh nampak mengerjakan proyek bangunan selatan di areal kantor tersebut. Sementara sejumlah barang seperti meja, komputer, AC, dan lainnya sudah dipindah ke bangunan utara di kantor tersebut. Namun, lantaran keterbatasan ruangan pada bangunan utara itu, sejumlah pegawai bagian keuangan di kantor tersebut terpaksa harus bekerja atau ngantor di teras kantor tersebut. Kepala Disdukcapil Gianyar I Gede Bhayangkara mengatakan, renovasi gedung selatan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Gianyar. Renovasi bangunan tersebut hanya pada bagian atap. Mengingat pada pondasi hingga temboknya masih bisa dipergunakan, namun beberapa juga ada penambahan semen maupun cor-coran. “Dinas PU yang bertanggungjawab. Saya tidak ada urusan kalau renovasi. Yang penting pelayanan kepada masyarakat tetap jalan,” ujarnya. Menurut Bhayangkara, ruangan yang sedang direnovasi itu sebelum-
nya dimanfaatkan sejumlah bidang di Disdukcapil Gianyar. “Itu terdiri atas ruangan Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, ruangan server, dan Bidang Pencatatan Sipil. Selama proses renovasi kami manfaatkan tempat yang masih lenggang pada ruangan di gedung utara ini,” katanya. Saat ini pegawai yang menempati bangunan yang sedang direnovasi diungsikan sementara ke teras depan bangunan sebelah utara areal kantor tersebut. Upaya ini dilakukan agar seluruh proses pelayanan tetap berjalan normal. “Pelayanan tidak terpengaruh dengan adanya renovasi ini,” tegasnya. Bhayangkara menambahkan, kondisi gedung lama yang sudah berumur tersebut memang membuat sejumlah pegawai merasa was was. Ketika terjadi gempa, ia bersama pegawai langsung lari ke luar gedung karena takut gedung tidak kuat dan roboh. “Waktu ada orang yang menebang kayu di utara ruangan saja saya merasa was was karena getaran pohon yang tumbang sangat keras,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
TERAS - Sejumlah pegawai Disdukcapil Gianyar tampak bekerja di teras kantor setempat, Kamis (5/9) kemarin.
Kasus Ibu Bunuh Bayi Kandung
Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Bali Post/ist
MENGGULUNG - Angin puting beliung yang menggulung debu di sebuah lahan kosong di Desa Sayan, Ubud, Kamis (5/9) kemarin.
Telepon Penting gianyar
Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kab. Gyr. - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 Koramil Tegallalang - 974792 Koramil Tampaksiring - 901601 Koramil Sukawati - 297564 Koramil Ubud - 975314 Koramil Payangan - 974793 Siaga Lantas/ TMC Gianyar - 945820 Polsek Gianyar - 944510 Polsek Blahbatuh - 941165
Gianyar (Bali Post) Luh GW yang tega membunuh bayi kandungnya hingga kini masih mendekam di sel tahanan Mapolres Gianyar. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk menentukan penyebab kamatian bayi dengan berat 3 kilogram tersebut. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan menegaskan hal itu, Kamis (5/9) kemarin. Menurut Deni Septiawan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian bayi tersebut. Apakah memang karena dibekap oleh ibu kandungnya atau mati sendiri di dalam ember. “Kami tinggal memastikan penyebab kema-
tian ini saja untuk melengkapi berkas,” ujarnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Deni Septiawan tersangka mengakui bayi yang baru dilahirkan itu memang sengaja dibekap dengan celana dalam warna hitam. “Pengakuan tersangka memang sengaja dibekap, agar suara tangisan bayi yang baru lahir itu tidak terdengar sampai ke luar,” jelasnya. Deni Septiawan menambahkan, tersangka juga mengakui langsung menaruh bayi tersebut di dalam ember. Hal ini dilakukan untuk menyembunyikan aksi bejat yang sudah dilakukannya. “Sampai sekarang tersangka
ditahan di Mapolres Gianyar,” katanya. Menurut Deni Septiawan, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap mantan pacar tersangka yang diduga sebagai bapak dari bayi malang tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui mereka sudah putus hubungan sekitar delapan bulan lalu. “Pengakuan si cowok ini, setelah putus hubungan mereka benar-benar putus kontak. Tak pernah berkomunikasi,” katanya. Deni Septiawan mengatakan, hingga kasus ini terungkap, pemuda asal Buleleng itu baru tahu mantan pacarnya yang kini menjadi tersangka hamil. “Ia (mantan
pacar tersangka-red) mengaku sangat terkejut karena sama sekali tidak diberi tahu jika tersangka hamil. Andai saja diberi tahu, mungkin ia mau bertanggungjawab,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Bangli itu. Sementara dari keterangan pihak keluarga tersangka, diketahui bahwa selama ini Luh GW mengaku menderita kanker rahim hingga perutnya membengkak. “Kepada teman dan keluarganya, tersangka mengaku kanker,” kata Deni Septiawan. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Sukawati digegerkan dengan penemuan jasad bayi terbungkus kain
hitam dalam ember di kamar mandi sebuah rumah kos, Jumat (30/8) lalu. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat sekitar 3 kilogram itu dibunuh oleh ibu kandungnya, Luh GW yang berasal dari Buleleng. Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi keji tersebut dilakukan ibu sang bayi Kamis (29/8) malam, sekitar pukul 22.00 Wita. Namun baru diketahui pada Jumat (30/8) sekitar pukul 12.00 Wita, setelah pelaku didesak untuk mengakui perbuatannya. Luh GW menyebut bayinya telah meninggal dan jasadnya ditaruh dalam ember dalam kondisi terbungkus kain hitam. (kmb35)
Jumat Wage, 6 September 2019
Sidak RSU Negara Dewan Minta Perbaiki Pelayanan Negara (Bali Post) – Belasan anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDI Perjuangan, Kamis (5/9) kemarin, sidak ke RSU Negara. Sidak yang dipimpin Ketua Fraksi PDI Perjuangan I Ketut Sudiasa itu mengkritisi dan memberikan masukan terkait pelayanan RSU Negara. Seluruh anggota dewan yang hadir menyampaikan agar dilakukan perbaikan dalam pelayanan RSU plat merah ini. Ketut Sudiasa sesuai pertemuan mengatakan sidak anggota DPRD khususnya fraksi PDI-P ini menyikapi banyaknya keluhan dari masyarakat terkait pelayanan RSU. Menurutnya, RSU berkewajiban untuk membenahi sisi pelayanan. “Utamakan tindakan bila urgent dan sekiranya perlu diambil tindakan. Potong kompas, jangan menunggu ketentuan yang sifatnya baku. Intinya pelayanan harus ditingkatkan,” ujar Sudiasa. Hal serupa juga diungkapkan anggota lain yang hadir dalam pertemuan tersebut. Di hadapan direksi RSU Negara, dewan meminta agar pembenahan dilakukan mulai dari pelayanan, pengadaan alat kesehatan yang belum lengkap hingga pembenahan SDM. Bila perlu, Dewan akan mendukung rumah sakit yang tengah dibangun ini dengan sarana elektronik. Misalnya, dilengkapi rekaman petugas (suara dan visual) dalam setiap memberikan pelayanan. Sehingga sewaktu-waktu bisa ditelusuri ketika terjadi masalah atau komplain. Memang diakui untuk hal tesebut konsekuensinya menguras anggaran yang besar. Tetapi hal itu akan disokong legislatif demi meningkatkan pelayanan kepada pasien. “Kalau sudah jelek pelayanan ini, perbaikilah,” tambah Sudiasa. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini, para anggota DPRD Jembrana diterima langsung oleh Direktur RSU Negara, IGB Oka Parwata dan jajaran RSU. Ke depan, selain fasilitas yang lengkap, diharapkan SDM juga dapat mengikuti sehingga menjadikan RSU milik pemerintah daerah ini berkualitas. (kmb26)
Bali Post/olo
SIDAK - Anggota DPRD Jembrana dari fraksi PDI-P menyoroti pelayanan di RSU Negara saat Sidak, Kamis kemarin.
Belum Lengkap, Berkas Lakalantas WN Australia Negara (Bali Post) – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Warga Negara (WN) Australia, Susan Leslie O’Brien (49), masih di Satlantas Polres Jembrana. Tersangka yang menabrak pengendara motor hingga tewas itu, masih dititip di Rutan Kelas IIB Negara. Kasatlantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko mengatakan, berkas kasus lakalantas Susan masih dilengkapi untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Sedangkan tersangka saat ini masih dititipkan di Rutan Negara dikarenakan tidak adanya tempat representatif di tahanan Polres Jembrana. Terkait berkas sudah hampir rampung. Keterangan saksi di lapangan serta tersangka juga sudah lengkap. Tetapi masih ada beberapa yang perlu dilengkapi seperti penyerahan terhadap tersangka dan
barang bukti. “Sesegera mungkin kami limpahkan,” ujar AKP Yoga. Susan ditetapkan sebagai tersangka setelah terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di jalan Denpasar-Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Rabu (14/8) lalu. Susan yang mengemudikan mobil Suzuki APV menabrak sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. Mobil yang dikemudikan tersangka saat itu menyalip truk. Akibat kecelakaan itu, Rizqi Akbar Putra (19), pengendara motor asal Banyuwangi meninggal dunia. Susan ditetapkan menjadi tersangka dengan melanggar Pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009. Diduga kecelakaan ini akibat pengemudi mobil tidak berhati-hati sehingga terjadi tabrakan dengan kendaraan yang lain. Tersangka juga diketahui tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). (kmb26)
Bukti Tilang Menumpuk Kejari Minta Blokir STNK Negara (Bali Post) – Puluhan tilang belum terbayar dan barang bukti yang belum diambil para pelanggar lalu lintas saat ini masih tertumpuk di Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara. Mengatasi hal itu, barang bukti berupa SIM, STNK dan KIR rencananya akan diblokir. Untuk tahap pertama, Kejari berkoordinasi dengan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di Jembrana untuk memblokir STNK yang masih disita. “Ada banyak tilang yang belum terbayar sehingga barang bukti numpuk. Kita tindak lanjuti ini dengan pemblokiran,” ujar Kasi Pidum Kejari Jembrana, I Gede Gatot Hariawan, Kamis (5/9) kemarin. Pemblokiran ini dilakukan selain untuk memaksimalkan potensi pemasukan, juga agar para pelanggar segera mengambil tilang. Upaya ini juga sebagai antisipasi oknum pelanggar meminta duplikat STNK dengan alasan hilang. Sehingga ketika diblokir di pajak, maka pelanggar tidak bisa memperpanjang STNK sebelum menyelesaikan tilangnya. “Pemblokiran ini kami terapkan untuk pelanggar tilang
yang tidak mengambil pada periode semester kedua tahun 2018 (setahun lalu). Dari data kami ada 50 STNK yang sudah diblokir,” ujar Gatot. Ke depan, penerapan blokir ini juga akan diberlakukan pada SIM dan KIR yang tidak diambil oleh pelanggar. Penerapan pemblokiran pada SIM juga akan diberlakukan sama dengan bekerja sama bersama Satlantas Polres Jembrana. Ditambahkan Kasi Pidum,
untuk periode 2018 lalu ada 65 SIM yang menjadi barang bukti tilang dan masih menumpuk di Kejari Jembrana. “Sama dengan blokir STNK, kalau belum menyelesaikan tilang maka pemilik tidak bisa membuat SIM lagi,” terangnya. Sedangkan untuk KIR, juga akan diterapkan tetapi baru di wilayah Bali. Ke depan juga akan diberlakukan untuk kendaraan yang berasal dari luar Bali. (kmb26)
I Gede Gatot Hariawan
Polsek Bersih-bersih Puing di Pura Puseh Banyubiru Negara (Bali Post) – Polisi masih melakukan penyelidikan terkait pemicu kebakaran di Pura Puseh Banyubiru. Selain penyelidikan jajaran Polsek Negara, Kamis (5/9) kemarin juga melakukan upaya pembersihan puing di Pura yang terbakar tersebut. Puing-puing bangunan yang terbakar dan masih berserakan di sekitar pura d i b e r s i h k a n s e c a r a b e rgotong royong dipimpin Kapolsek Negara, Kompol Ketut Maret. Ia mengatakan selain melakukan pembersihan secara gotong royong, anggota Polsek juga menyerahkan dana punia secara spon-
Bali Post/olo
BERSIH-BERSIH- Sejumlah anggota Polsek Negara kemarin membersihkan puing-puing yang masih tersisa di areal Pura yang terbakar senin sore lalu.
tanitas dari anggota Polsek Negara kepada pemangku Pura Puseh Banyubiru sebagai wujud kepedulian. “Ini bentuk kepedulian kami terhadap musibah yang terjadi di wilayah hukum Polsek Negara,” tandas Kompol Maret. Ia juga berharap ke depannya, tidak ada lagi musibah kebakaran. Musibah tersebut diharapkan dijadikan hikmah untuk selalu waspada. Sebelumnya diberitakan, sejumlah palinggih di Pura Puseh Banyubiru terbakar, Senin (2/9) sore. Sedikitnya lima palinggih di Utama Mandala terbakar. Polisi juga masih melakukan penyelidikan terkait pemicu kebakaran ini. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 1,3 miliar. Pura yang baru ngenteg linggih 5 tahun lalu (2014), rencananya pada September ini akan dilangsungkan piodalan. (kmb26)
Jumat Wage, 6 September 2019
LPD Berperan Strategis Dorong Pembangunan Perekonomian Desa Amlapura (Bali Post) LPD sejatinya mempunyai peran strategis dalam mendorong pembangunan perekonomian di pedesaan. Karena itu, LPD diharapkan dilindungi sehingga bukan LPD itu mampu untuk bertahan, tetapi dapat tumbuh bahkan berkembang secara berkelanjutan menjadi industri yang sehat, kuat, dan produktif.
BIMTEK - Prajuru LPD diberikan bimtek peningkatan manajemen usaha.
Bali Post/kmb41
Harapan itu disampaikan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat Bimtek Prajuru LPD se-Kabupaten Karangasem yang digelar selama tiga hari, mulai Kamis (5/9) kemarin. Menurutnya, perkembangan jumlah dan volume usaha LPD di Karangasem dari waktu ke waktu menunjukkan grafik peningkatan. Karena itu, eksistensinya sangat diperlukan masyarakat pedesaan. Bimtek itu diberikan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Karangasem. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah,I Nengah Toya mengatakan, Bimtek prajuru LPD se-Kabupaten Karangasem ini dilaksanakan selama tiga hari. Bimtek itu sasarannya untuk mendukung perkembangan dan
kemajuan SDM bagi prajuru LPD, agar mampu bersaing dengan IKM daerah lainnya. Ada sekitar 30 prajuru LPD se-Karangasem mengikuti bimtek tersebut. “Lewat bimtek ini, kami harap dapat memperkaya wawasan, pengetahuan, dan keterampilan mengelola LPD, khususnya aspek manajemen usaha yang baik, sehingga perkembangan LPD di Kabupaten Karangasen semakin meningkat,’’ harapnya. Bimbingan selama tiga hari itu diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para prajuru LPD, agar mereka terus meningkatkan produk juga menumbuhkan kembangkan jiwa kewirausahaan. Sehingga hal itu berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Desa Adat Karangasem. (kmb41)
Kelompok Usaha Berpeluang 5.000 Liter Air Bersih Didistribusikan ke Tianyar Dibantu Rp 20 Juta Amlapura (Bali Post) digunakan untuk mengembangkan usaha Puluhan kelompok usaha di Karangasem bersama. Sama sekali, dana kelompok usaha diharapkan mendapatkan dana kelompok bersama itu tidak boleh dibagi,” ungkapnya. usaha bersama (Kube) Rp 20 juta. Agar kelSebelum menerima bantuan kelompokompok usaha memperoleh dana Kube itu, kelompok itu kata Puspa Kumari, nantinya sebetulnya pihak Dinas Sosial Karangasem dilakukan survei lebih dulu. Upaya itu dilakutelah mengusulkan hal itu ke Kementerian kan untuk memastikan apakah kelompok itu Sosial (Kemensos). Hanya, sampai saat ini, memang benar layak mendapatkan bantuan dana Kube yang direncanakan Rp bantuan atau tidak. “Survei 20 juta belum ada respons riilnya dari pemerdilakukan langsung oleh intah pusat. pihak Kemensos,’’ tamKepala Dinas Sosial Karangasem, Ni bahnya. Ketut Puspakumari, Kamis (5/9) kemarin, Kalau hasil survei kelmengungkapkan kelompok yang diusulkan ompok itu sudah memenerima bantuan tersebut berasal dari semenuhi syarat dan mermua kecamatan di Karangasem. Kelompok eka layak menerima, yang diajukan memperoleh bantuan itu, di baru akan mendapatantaranya kelompok usaha pertanian, kan bantuan. Jumlah peternakan, makanan Bali, terbantuan yang diberimasuk usaha canang. kan Rp 20 juta untuk “Kelompok yang diusulmasing-masing kelomkan bisa memperoleh banpok usaha. ‘’Hanya, tuan itu harus memenuhi sampai sekarang syarat sebagaimana belum ada kejelayang ditentukan. sannya terkait Syaratnya mulai bantuan itu. Sejumlah kelommoga bantuan itu pok minimal secepatnya bisa anggotanya 10 turun dari pusat,” Bali Post/kmb41 harap Puspa Kuorang. Selain Ni Ketut Puspakumari itu dana itu harus mari. (kmb41)
Terlibat Kasus Pencurian di Sejumlah Tempat
Residivis Dibekuk Polisi
Amlapura (Bali Post) Residivis I Wayan Suarjana (30) alias Boy dibekuk petugas Polres Karangsem, Rabu (4/9) lalu. Pria asal Banjar Pakel, Desa Antiga, Manggis, Karangasem itu ditangkap setelah melakukan aksi pencurian di beberapa tempat. Kasat Reskrim Polres Karangasem AKP Losa Lusiano Araujo, Kamis (5/9) kemarin mengungkapkan, pelaku sempat melakukan aksi pencurian di beberapa lokasi. Sebelumnya, pelaku melakukan aksi pencurian ayam di wilayah Klungkung. Setelah itu, membobol sebuah Toko Baim Phone Cell yang berlokasi di Dusun Tengading, Desa Antiga, Manggis, milik I Ketut Dedy Cahyadi (27). Tak hanya itu, pelaku juga pernah membobol kotak sesari di Pura Dalem Desa Antiga, Manggis.
“Saat penangkapan, petugas berhasil mengamankan beberapa barang curian yang masih tersisa. Seperti dua buah handphone merek Mito. Pelaku memang residivis karena sudah sering melakukan aksi pencurian,” ujarnya. Araujo menegaskan, awal penangkapan Boy itu murni dari laporan pencurian di sebuah counter HP di daerah Manggis. Namun, setelah petugas melakukan interogasi, hasilnya, pelaku mengakui pernah mencuri sesari di salah satu pura di Manggis. “Sementara untuk kasus pencurian sesari, kami telah menerima laporan dari Bendesa Adat Antiga. Karena sudah ada laporan, maka kasusnya akan kita kembangkan dan pastinya diproses lebih lanjut sesuai hukum,” tegas Araujo. (kmb41)
Bali Post/ist
PELAKU - Pelaku kasus pencurian saat diamankan petugas kepolisian.
Bali Post/kmb41
AIR BERSIH - BPBD saat mendistribusikan air bersih kepada warga di Tianyar.
Amlapura (Bali Post) Masyarakat Banjar Dinas Paleg, Desa Tianyar, Kubu yang krisis air bersih menerima distribusi air bersih Kamis (5/9) kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagi 5.000 liter air bersih untuk 88 kepala keluarga di sana. K a l a k B P B D Karangasem,Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengungkapkan, warga Tianyar yang menerima bantuan air bersih 5.000 liter itu sebanyak 88 kepala keluarga. “Semoga bantuan air yang kami berikan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga untuk keperluan mereka sehari-hari,” ujarnya. Ke depannya, Arimbawa mengatakan, akan terus mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air bersih. Sebelumnya, pihaknya mendistribusikan air ke sejumlah banjar di Kecamatan Abang, Bebandem, dan Kubu. “Air yang kami distribusikan sesuai permohonan warga yang ditembuskan juga kepada PMI dan Dinas Sosial,’’ tegasnya. (kmb41)
Tangani Penambangan Ilegal di Pantai Bugbug
Satpol PP Dipandang Tidak Punya Taring Aksi penambangan pasir ilegal di Pantai Bugbug, Karangasem ibarat benang kusut, terlalu susah untuk diurai. Sudah berulang kali, warga yang melakukan penambangan pasir secara diam-diam itu ditertibkan. Namun, aksi serupa kembali dilakukan warga, tanpa mengindahkan teguran dan peringatan sebelumnya. Akibatnya, Satpol PP sebagai lembaga penegak Perda serbasalah. Bahkan, kemudian tidak jarang dicap tidak bertaring. Lalu, bagaimanakah caranya menegakkan peraturan daerah itu sehingga penambangan pasir ilegal tidak berdampak abrasi dan susahnya nelayan memarkir perahunya? SEJAUH ini memang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Karangasem telah berulang kali melakukan sidak terhadap aksi penambangan pasir ilegal di Pantai Bugbug. Namun, nyatanya hasilnya tetap nihil alias operasi yang dilakukan sia-sia saja. Dari sekian kali sidak yang diupayakan, petugas selalu saja gagal menemukan penambang di pantai. Apakah lebih dulu sudah menerima informasi akan digelar sidak itu, sehingga sudah melakukan antisipasi dengan cara kabur lebih dini. Ketika hal itu dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Karangasem Wayan Sutapa mengungkapkan Kamis (5/9) kemarin, memang saat sidak, petugas sama sekali tidak menemukan seorang pun pekerja di tempat penambangan pasir ilegal itu. Otomatis, hanya mendapatkan peralatan dan hasil tambang yang tertinggal di pantai. “Petugas hanya menemukan peralatan mereka yang digunakan untuk menambang saja. Seperti ember, sekop, jaring. Selain itu, petugas juga menemukan ratusan karung batu dan juga pasir,”
katanya. Untuk mencegah kembalinya aksi penambangan liar itu, pihaknya akan lebih intens melakukan komunikasi dengan pemerintah desa. Pemerintah desa yang dimaksud adalah perbekel dan tokoh-tokoh Desa Bugbug. Strategi itu harus dilakukan, harapannya supaya warga yang melakukan penambangan beralih profesi. “Kalau memang warga tidak mau mengikuti arahan kami. Maka selanjutnya kami tidak main-main lagi. Kami segera tindak siapa pun sesuai aturan yang berlaku. Penegakan aturan itu sangat krusial harus dilakukan. Penting, untuk menjaga kelestarian alam di pesisir agar tidak abrasi,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya aktivitas penambangan ilegal ini, kata Wayan Sutapa, membuat jukung milik nelayan cepat rusak. Rusaknya jukung nelayan itu disebabkan sering diterjang gelombang tinggi akibat pasir dikeruk. “Kalau pengerukan pasir itu terus dibiarkan, maka abrasi akan semakin parah saja,” ujar Sutapa. (nan)
Bali Post/kmb41
PENAMBANGAN PASIR - Petugas Satpol PP saat sidak aktivitas penambangan pasir ilegal di Pantai Bugbug.
Jumat Wage, 6 September 2019
Tanamkan Wawasan Kebangsaan Kodim Kumpulkan Tokoh Masyarakat Semarapura (Bali Post)Mencegah radikalisme di masyarakat, jajaran TNI dari Kodim 1610/Klungkung, melakukan berbagai upaya antisipasi. TNI langsung menyasar para tokoh masyarakat dan adat untuk diberikan wawasan kebangsaan. Harapannya, mereka mengerti situasi dan selanjutnya disampaikan kepada masyarakat sekitarnya. Para tokoh masyarakat ini dikumpulkan di Makodim 1610/ Klungkung, Kamis (5/9) kemarin dalam sebuah kegiatan komunikasi sosial. Komandan Kodim 1610/ Klungkung Letnan Kolonel Czi Paulus Joni Simbolon melalui Kepala Staf Kodim 1610/Klungkung Mayor Inf. Hari Sulasto menyampaikan, kesempatan ini sebagai momen penting, antara TNI dengan elemen masyarakat, untuk memberikan wawasan kebangsaan. Sehingga dapat memberikan pemahaman terkait paham radikal atau separatisme. Dengan harapan, semakin mendalamnya pemahaman
mereka tentang NKRI dan berbagai jenis ancamannya, maka masyarakat dapat menangkal dan dideteksi lebih awal. Sehingga paham radikal tidak meluas di masyarakat. Sulasto menambahkan, kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk memelihara sinergitas TNI dengan tokoh masyarakat, guna membangun masyarakat sekitar yang berkarakter dengan berlandaskan wawasan kebangsaan dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, realitas yang dihadapi bangsa saat ini, agar dapat dipahami sebagai pengetahuan yang semakin merekatkan NKRI. Tidak hanya dengan tokoh masyarakat, sinergi juga terjalin bersama lembaga terkait, sehingga gerakan cegah tangkal radikalisme semakin kuat. Cegah tangkal ini dapat memperkokoh mentalitas dan pemahaman ideologi Pancasila, guna mencegah ancaman bahaya radikalisme/ separatisme, dalam rangka mewujudkan alat juang ketahanan yang tangguh.
Enam ’’Fast Boat’’ Nunggak Retribusi Rp 2,6 Miliar
Semarapura (Bali Post)Sebanyak enam fast boat yang melakukan rute penyeberangan dari Pelabuhan Benoa menuju Nusa Penida, menjadi sorotan DPRD Klungkung. Sebab, keenam fast boat itu, rupanya masih nunggak dana retribusi yang seharusnya disetorkan kepada Dinas Pariwisata, setelah dipungut dari Pelabuhan Benoa. Jumlah tunggakakannya mencapai Rp 2,6 miliar. Keenam fast boat tersebut, diminta segera melakukan pelunasan, agar dananya segera masuk ke Dinas Pariwisata sebagai PAD (Pendapatan Asli Daerah). Anggota Komisi I DPRD Klungkung I Nengah Mudiana, Kamis (5/9) kemarin, meminta Pemkab Klungkung lebih berani dan tegas kepada fast boat tersebut. Jangan dibiarkan tunggakan sejak tahun 2018 itu terus berlarut-larut. Apalagi, menunggaknya sudah berlangsung cukup lama. Dia juga meminta setiap pengusaha fast boat itu memiliki kesadaran sendiri agar segera melakukan kewajibannya melakukan pelunasan. “Fast boat semestinya segera membayarkan hasil pungutan retribusi saat berwisata ke Nusa Penida. Ini tentu nantinya amat berkaitan dengan upaya penambahan
PAD dari sektor ini,” kata Politisi Gerindra ini. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta, Kamis (5/9) kemarin, membenarkan adanya tunggakan enam pengusaha fast boat tersebut. Dari enam perusahaan fast boat tersebut, total tunggakkan Rp 2,6 miliar. Namun, Sukasta menegaskan tunggakan ini, bukan dari upaya pengenaan retribusi sebagaimana pemberlakuan perda yang baru. Tetapi, ini yang ditunggak oleh enam fast boat merupakan retribusi terhadap wisatawan yang diterapkan dengan tarif lama. Jadi retribusi dari wisatawan itu, tidak disetorkan oleh pengusaha ke daerah, sejak September 2018 lalu. “Sebelum Juli 2019, penarikan retribusi terhadap wisatawan yang akan menuju Nusa Penida hanya dipungut di Pelabuhan Benoa. Jadi, masih memakai tarif lama. Menindaklanjuti ini, kami sudah tiga kali melayangkan surat ke pengusaha fast boat agar tunggakannya segera dilunasi,” kata Sukasta. Upaya tersebut direspons positif oleh sejumlah pengusaha fast boat. Beberapa dari mereka sudah mengkonfirmasi siap menyetorkannya ke Dinas Pariwisata. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Menegangnya suhu di masyarakat akibat isu SARA, membuat pemerintah daerah terus menyiapkan langkah-langkah. Salah satunya, FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) diminta peka melihat perkembangan situasi terkini di daerah, kemudian berupaya meredam setiap potensi konflik. Bahkan, Wakil Bupati (Wabup) Kasta, meminta agar FKDM dapat dibentuk sampai ke desa. Hal itu disampaikan Wabup Kasta saat
hadir pada pertemuan FKDM di Ruang Rapat Kesbangpolinmas, Kamis (5/9) kemarin. Pertemuan tersebut, khusus membahas berbagai perkembangan informasi yang sensitif di daerah, yang diprediksi bisa merusak tatanan persatuan masyarakat. FKDM diminta lebih fokus membahas dan mengantisipasi dengan melakukan deteksi dini di tengah masyarakat. “Terkait deteksi dini, saya minta Kesbangpolinmas bisa membentuk FKDM hingga ke desa,” kata
Selain Kasdim, pimpinan lembaga lainnya, seperti Kaban Kesbangpolinmas Klungkung Wayan Sujana, Kanit V Intelkam Polres Klungkung Iptu I Gusti Ngurah Agung Udiana, Kepala Kemenag Klungkung I.B Nyoman Gede Swastika dan Bendesa Madya Desa Adat Klungkung Dewa Made Tirta, juga ikut mengisi materi wawasan kebangsaan ini. Sehingga, gerakan cegah tangkal radikalisme ini semakin kuat dan merakyat. Turut hadir dalam agenda ini, seperti Perwira, Staf beserta Danramil jajaran Kodim 1610/Klungkung, Perwakilan PHDI Klungkung I Ketut Ardana, Perwakilan Vihara Sosan, Perwakilan Diskominfo Klungkung, Perwakilan Gereja Tresna Asih Pendeta Putu Petrus, Para Bendesa Adat, Perwakilan Tokoh Adat, Tokoh Agama se-Klungkung, Perwakilan Siswa Siswi SMA/ SMK se-Klungkung, Perwakilan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta puluhan undangan lainnya. (kmb31)
CEGAH TANGKAL - Tokoh masyarakat saat hadir dalam paparan cegah tangkal radikalisme di Makodim 1610/ Klungkung.
Soal Usulan Unsur Pimpinan
Dewan Ancam Tinggalkan Gerindra Semarapura (Bali Post)Memasuki pekan terakhir batas waktu pengusulan nama unsur pimpinan DPRD Klungkung, Partai Gerindra belum juga memberikan kejelasan. Pihak lembaga legislatif menyatakan akan menunggu sampai hari terakhir, Jumat (6/9) hari ini. Bila tetap tidak ada nama unsur pimpinan yang diusulkan Gerindra, maka pihak lembaga legislatif akan mengesahkan dan mengusulkan dua nama unsur pimpinan saja, yakni dari PDI-P dan Golkar. Sekwan Wayan Sudiarta, Rabu (4/9) lalu, mengaku sudah bersurat sebanyak
tiga kali kepada pihak Partai Gerindra. Terakhir, surat kembali dilayangkan pada
A.A. Gde Anom
Wayan Baru
agar Partai Gerindra, segera menyampaikan nama unsur pimpinan dan memberi batas waktu sampai Jumat (6/9) hari ini. Bila belum juga nama unsur pimpinan itu ditunjuk, maka Gerindra akan ditinggal dua partai lain yang akan segera diusulkan ke Gubernur Bali. Kalau demikian, nanti unsur pimpinan dari Gerindra dikatakan akan ditinggal dalam proses pelantikan unsur pimpinan dewan. Ketua DPRD Klungkung Sementara A.A. Gde Anom menyampaikan, unsur pimpinan dewan memang harus segera definitif. Sebab, tugas-tugas penting sudah menunggu, seperti pembahasan APBD Perubahan 2019 dan APBD Induk 2020. Unsur pimpinan dewan harus definitif terlebih dahulu, sebelum bisa memimpin sidang bersama eksekutif. Saat ini, baru dua partai yang sudah mengusulkan nama unsur pimpinan, yakni PDI-P A.A. Gde Anom dan Partai Golkar, Tjokorda Gde Agung. Anom juga berharap Partai Gerindra yang belum menyampaikan nama
unsur pimpinannya, segera menyikapi itu. Agar seluruh nama unsur pimpinan segera dapat diisi. Ketua DPC Partai Gerindra Wayan Baru, Rabu (4/9) lalu, mengakui belum mengusulkan nama untuk unsur pimpinan di lembaga dewan. Tetapi, usulan nama sudah diproses di pengurus DPP Gerindra. Pihaknya masih menunggu turunnya keputusan resmi dari pengurus pusat. Jika keputusan pihak DPP Gerindra belum juga turun, Baru menegaskan siap menjemput langsung keputusan partai ke Kantor DPP Gerindra. Mengenai siapa nama yang diusulkan, ia enggan menjelaskan. Pada prinsipnya, Gerindra tidak ingin mempersulit proses yang dilakukan di lembaga dewan. Sebab, Gerindra Klungkung sudah mengatensi sejak awal dengan mengusulkan nama ke pusat. “Mungkin masih ada kesibukan yang serius di DPP, sehingga usulan kami belum diatensi. Tetapi, kami akan ke pusat, bila Kamis ini belum juga turun,” katanya. (kmb31)
dan daerah rawan bencana. Ini harus diantisipasi sejak awal, agar ketika terjadi persoalan tidak cepat langsung meluas. Terkait daerah rawan bencana, Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada, meminta apabila di sekitar masyarakat terdapat pohon dan hal-hal lainnya yang dapat membahayakan keselamatan, mohon masyarakat segera menghubungi call center BPBD 23000, agar segera dilakukan penanganan. Bukan baru ditan-
gani saat roboh, yang bisa membahayakan warga di sekitarnya. “Petugas kami bisa dihubungi selama 24 jam, agar BPBD Klungkung dapat melakukan mitigasi bencana, sehingga dapat mengurangi terjadinya korban jiwa,” tegasnya. Badan Intelejen Nasional Daerah (BINDA) POS Klungkung Made Mudra menyatakan BINDA yang ada di Provinsi Bali sudah berusaha keras menjaga agar masyarakat luar Bali yang tinggal di Bali tidak sampai
terhasut oleh isu SARA yang beredar saat ini. Pihaknya juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab dengan mengundang masyarakat luar Bali, yang tingggal di Klungkung dalam rangka memberikan mereka pemahaman. Sehingga menjadi warga negara yang baik, dan agar tidak merasa dibeda-bedakan dengan yang lain. “Mari hilangkan sifat apatis, dan bersatu padu menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI,” ujarnya. (kmb31)
Senin (2/9) lalu. Dalam isi suratnya, secara lembaga, Dewan Klungkung meminta
FKDM Diminta Peka Lihat Situasi Terkini Wabup Kasta. Ia juga minta FKDM berhati-hati dalam menanggapi permasalahan. Sebab, isu-isu agama dan etnis ini, sedikit salah langkah, akan menimbulkan masalah baru. Jangan sampai permasalahan di daerah, memancing ketidakharmonisan di daerah lain, sebagaimana yang terjadi di Papua saat ini, yang kasusnya dipicu dari peristiwa di Jawa Timur. Apabila Kesbangpolinmas menemukan indikasi yang be-
Bali Post/gik
FKDM-Sejumlah pihak terkait yang tergabung dalam FKDM saat menyikapi sejumlah isu sensitif.
rakibat negatif, agar segera dilaporkan kepada Bupati, kemudian Bupati akan mengumpulkan Para PKS (Penanganan Konflik Sosial) agar menangani permasalahan itu. Sekretaris Kesbangpolinmas Klungkung Dewa Aswin, menyatakan pertemuan ini sebagai salah satu cara untuk sharing informasi terkait hal-hal yang bersifat negatif yang kemungkinan akan terjadi di Klungkung. Selain itu, juga mengantisipasi adanya ancaman disintegrasi
Jumat Wage, 6 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Peg.S1 Hukum u/Yayasan Bs WA/HP:081238900234/08123907431
Dibutuhkan PRT Cewek u / Rumah di Sanur SMS:08123877799
Loker Pegawai jaga Kos Renon Hub 081353002869
Dcr Karyawan/ti kerja serabutan Hub.081338085868
Dcr Sgr 1 org Admin Paham Perpajakan,1 org IT, 085737930084
Dicari Pegawai Harian Wanita Serabutan/Checker Max 35Th Hub:081999374229
SMK Akr A di Dps Bth:-Driver -Programer,-Manager Koperasi, -Staf LPS,Syarat Min:SMK,Team Work,Fokus HR Menarik N Keluar Kota/Negeri Gratis Hub:tugasbali@yahoo.com
B.BP.001.09.19.0000063
CTI Group Bali Cari:Cleaning Service Laki2,max 25th peng. Min 1th,Pekerja keras ulet & tekun, Gaji UMK Hp.08980680111 E:vanesa.amanda@cti-usa.com CV ke:Jl.Tkd.Jinah No.2X Renon B.BP.001.09.19.0000204
*Dcr SpaTherapist,SecuritySim A REBORN spa, Jl.Sunset A1 P:766744 B.BP.001.09.19.0000014
*Salesman* Pemasaran ke Hotel2 Sudirman Agung C19-0811395806 B.BP.001.09.19.0000194
Dcr FB Product & Service,House keeping,krm lmrn ke Hotel Puri Kelapa Garden Cottages Jl.Segara Ayu No.1 Sanur,Tlp.286208 B.BP.001.09.19.0000136
SERVICE
B.BP.001.09.19.0000089
B.BP.001.09.19.0000053
Dcr Sgr 4 Admin wnt max 25thn min SMA bisa komputer Jl.Tukad Unda I No.9X Renon Belakang RS HarapanBunda tlp.087860560187
B.BP.001.09.19.0000199
Dcr Sopir Kantor SIM A/B di Pelabuhan Benoa Hub.081999660972
B.BP.001.09.19.0000083
Dcr Sopir Prbd bujangan Sim A Tdr dlam ada BPJS, 081999660972
B.BP.001.09.19.0000085
Dibthkan Segera Ast.Apoteker & Kasir/Front Liner Wanita Utk Klinik Kulit. Hub:081238205400
B.BP.001.09.19.0000086
Dicari wanita Pembantu RT tinggal dalam untuk Rumah berpengalaman.Gaji 2.5juta SMS/WA: 0816571027
B.BP.004.09.19.0000202
BIRO JASA
B.BP.001.09.19.0000042
B.BP.001.09.19.0000192
Dicari Pembantu RT Gaji 1,6Jt Plus Bonus.Hub:085857085888
B.BP.001.09.19.0000092
Dicari Pembantu Rumah Tangga Area Sanur Hub.087777700775 B.BP.001.09.19.0000195
Dicari Supir Truck Loading alat berat Hub.08123989926
B.BP.001.09.19.0000170
B.BP.803.09.19.0000196
Sales Marketing,Adm Penagihan Welder Las Pipa: 085103167222 B.BP.001.09.19.0000094
B.BP.001.09.19.0000171
Griya Santrian Urgently needs FOM,SPA Therapist,Room Boy, Bell Boy,Mini Bar Taker,fluent in English Have experience 1 year.WA:085953865994 Send to hrm-griya@santrian.com/bring CV to Jl.Danau Tamblingan NO.47 Sanur (0361-288181)
DIJUAL MOBIL SUZUKI
Jimny GX 96,Merah,VR,Orcat, Jl.P.Kawe 8 D WA:081232715398 BUC B.BP.001.09.19.0000154
BIRO JASA
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
Ruko2Lt,5x12m2, Jl.Malboro - Pura Demak Dps,Pmlik,H.081238735174 B.BP.001.09.19.0000191
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tanah SHM Luas 225m di Teuku Umar Barat Jl.Pura Demak Gg 1 Hub.Lala 081213282323 B.BP.031.09.19.0000207
Tnh 1,5A SHMPerumBhayangkara Jagopati Badung.081338593219 B.BP.001.08.19.0000927
Tnh 3,5ATk.BadungRenon,-+35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712
B.BP.001.09.19.0000205
B.BP.001.09.19.0000179
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
PROPERTY DISEWAKAN GUDANG
Tnh L.225M2 SHM Batur Sari Sanur Ling.Vila 1,350M Ng 08123829471
BENGKEL LAS SERVICE
PROPERTY
Innova 2.0 G’05+Kjg LGX DSL’01 Panther LS’05.087862547783/Krd
B.BP.001.09.19.0000156
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DISEWAKAN RUKO
B.BP.001.09.19.0000190
TOYOTA
Informasi pasang iklan Telepon
Dikontrakan Gudang +Toko + Kantor LT 13 Are,PLN 3500 Murah. Jl.Ayani Utara.HP:085238063577 B.BP.001.09.19.0000044
PROPERTY DIJUAL VILLA
For Sale! Luxury Villa Gianyar bali.Only 2.5M.089530003060 B.BP.004.09.19.0000201
PROPERTY DIJUAL PROPERTY
Jual Properti D.Toba 18,20 D. Tandakan 9 Sanur Hub.Ni Md Sarni/Karna Br.Tengah Bonbiyu Blbth Gyr B.BP.014.09.19.0000206
B.BP.001.09.19.0000007
KEHILANGAN Hlg BPKBNo.A9874269-0,DK1508 CL.Jl T.Umar 219 Lk Bumi Werdhi B.BP.001.09.19.0000203
PENGUMUMAN Pembubaran PT.Bali Kusuma termuat dlm akta No.12 tgl 5-9-19 B.BP.166.09.19.0000208
PEMBERITAHUAN Saya A.N Suryani mohon maaf kepada Perusahaan Arta Sedana
PROPERTY
Amlapura karena melakukan
KONTRAKTOR
tindakan pengambilan barang &
Servis vila/rmh,borng bangunan design,ijin IMB,081239902757 B.BP.004.09.19.0000060
tidak akan mengulanginya lagi. B.BP.004.09.19.0000131
Jumat Wage, 6 September 2019
Perlu Dana Rp 300 Miliar ’’Hotmix’’ 281 Km Jalan Bangli (Bali Post) Ratusan kilometer ruas jalan di Kabupaten Bangli belum di-hotmix. Sebagian besar berada di Kecamatan Kintamani. Meng-hotmix seluruh ruas jalan itu, Pemkab Bangli membutuhkan anggaran ratusan miliar rupiah. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli Made Soma menyebutkan, total panjang ruas jalan di Kabupaten Bangli saat ini yang berstatus jalan kabupaten mencapai 966,727 km. Mengalami penambahan dari sebelumnya yang hanya 733 km karena adanya banyak usulan pelimpahan wewenang perbaikan jalan dari sejumlah desa di Bangli. “Sesuai data base sebelumnya, panjang ruas jalan kabupaten kita hanya 733 km. Tapi terus ada penambahan dari desa hingga jadi 966,727 km. Kalau kita tidak tampung usulannya kasihan masyarakatnya,” ungkap Soma ditemui di kantornya, Kamis (5/9) kemarin. Lanjut dikatakannya, dari seluruh panjang ruas jalan yang jadi kewenangan Pemkab Bangli tersebut, hingga tahun ini masih tersisa 281 km yang belum di-hotmix. Paling banyak berada di wilayah Kecamatan Kintamani. “Untuk tahun ini panjang jalan yang kami hotmix mencapai 74 kilometer. Di luar 281 km itu,” ujarnya. Pihaknya mengupayakan sisa ruas jalan yang belum ter-hotmix itu akan digarap di tahun berikutnya. Tentunya menyesuaikan dengan anggaran daerah yang tersedia. Disebutkan Soma, untuk bisa menuntaskan hotmix jalan kabupaten sepanjang 281 km, anggaran yang dibutuhkan lumayan besar mencapai sekitar Rp 300 miliar. Untuk meng-hotmix satu kilometer jalan, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 1 miliar. Pihaknya tidak bisa memastikan apakah seluruh jalan kabupaten itu bisa di-hotmix hingga masa jabatan Bupati Made Gianyar berakhir tahun 2021 mendatang. Mengingat biaya yang dibutuhkan cukup besar. Dia menegaskan, sejatinya target hotmix jalan Bupati Made Gianyar sudah tuntas tahun 2018 lalu. Sesuai database awal, panjang jalan yang menjadi target hotmix bupati 733 km. (kmb40)
PASAR - Suasana Pasar Hewan Kayuambua, Susut.
Bali Post/kmb40
Dewan Minta Pemkab Perhatikan Pasar Hewan Kayuambua Bangli (Bali Post) -
Keberadaan pasar hewan Kayuambua, Susut mendapat sorotan anggota DPRD Bangli Jero Gede Tindih. Sebagai salah satu penghasil pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bangli, Jero Tindih menyayangkan kondisi sejumlah fasilitas di dalam pasar yang rusak dan tak terawat. Ia meminta Pemkab memperhatikan kondisi pasar, sehingga aktivitas jual beli hewan di pasar tersebut bisa semakin meningkat dan bergairah. Kepada Bali Post, Kamis (5/9) kemarin, politisi asal Desa Songan, Kintamani ini mengaku sempat turun langsung ke pasar hewan tersebut belum lama ini. Sebagaimana hasil pantauannya, pasar hewan yang dibangun sekitar tahun 2000-an itu kondisinya cukup memprihatinkan. Akses jalan rusak, beberapa fasilitas seperti kolam sanitasi juga dibiarkan rusak dan tak terawat. Sejumlah fasilitas seperti kandang inap, penambatan sapi dan dermaga penurunan
sapi, masih kurang. Yang juga disayangkannya adalah keberadaan deretan kios di areal depan pasar hewan itu yang dinilainya mubazir. Pasalnya kios tersebut terisi hanya satu. Sementara sisanya kebanyakan kosong. “Yang memprihatinkan lagi, kondisi rolling door di beberapa kios itu juga dibiarkan rusak. Kalau memang tidak ada gunanya lagi, kenapa tidak dibongkar saja,” jelasnya. Pria yang sebelumnya pernah duduk di kursi dewan tahun 1999-2004, itu mengaku
tahu persis sejarah dibangunnya pasar hewan tersebut. Pasar itu dulu dibangun tahun 2000-an. Sebelumnya, pasar hewan dibangun di tanah milik adat. Karena sempit dan menggunakan lahan adat, sehingga pasar hewan dipindah ke lokasi sekarang. Pembangunan pasar itu bertujuan untuk menyediakan fasilitas bagi masyarakat melakukan transaksi jual beli hewan di samping sebagai sumber pendapatan daerah. Kini ia meminta pemerintah memperhatikan kem-
bali keberadaan pasar hewan di Kayuambua. Sejumlah fasilitas rusak agar segera diperbaiki. Demikian juga kekurangan fasilitas agar ditambah. Sehingga diharapkan pasar tersebut bisa ramai transaksi dan bergairah. Peternak dan saudagar sapi tidak lagi menjual sapinya ke luar kabupaten. “Sebagai penghasil PAD harus diperhatikan. Sekarang Bangli sudah PAD kecil, malah dibiarkan seperti itu,” sesalnya. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sarma mengatakan, pada tahun ini pihaknya telah merencanakan kegiatan pembangunan sarana prasarana senilai Rp 150 juta. Antara lain perbaikan akses
jalan masuk, untuk tempat tambatan sapi dan pembangunan dermaga sapi. “Mudahmudahan tahun depan ada anggaran untuk pembangunan toilet umum. Jadi penataannya bertahap,” ungkapnya. Pada tahun 2019 ini, pihaknya menargetkan pendapatan yang dihasilkan dari Pasar Hewan di Kayuambua mencapai Rp 320 juta lebih. Hingga akhir Agustus lalu baru tercapai Rp 142 juta atau 44,36 persen. Diperkirakan, sampai akhir tahun bisa tercapai 85 persen. Untuk meningkatkan gairah dan aktivitas jual beli di pasar tersebut, pihaknya mengaku akan terus berupaya meningkatkan fasilitas dan pelayanan, di samping sosialisasi kepada peternak dan pedagang atau pengusaha pengiriman. (kmb40)
Calon Tunggal, Pilkel di 14 Desa Digelar dengan Musyawarah Mufakat Bali Post/kmb40
JALAN - Kondisi jalan di salah satu desa di Kintamani yang belum di-hotmix.
Pamit Cari Sirih Benawa Tewas
Bangli (Bali Post) Nahas dialami I Nengah Benawa (57), nelayan asal Desa Kedisan, Kintamani. Ia tewas akibat terjatuh dari pohon nangka setinggi 12 meter di kebun miliknya. Sebelum tewas, Benawa sempat pamit kepada istrinya untuk mencari daun sirih. Kejadian tersebut diketahui warga sekitar pukul 13.00 Wita. Sebelumnya sekitar pukul 10.00 Wita, korban sempat berpamitan ke istrinya untuk mencari daun sirih di kebun miliknya yang berlokasi di wilayah Desa Kedisan. Beberapa jam kemudian, seorang warga I Ketut Krenteng memberi tahu istri korban Jero Penyangga Rami soal keberadaan motor milik korban di tegalan. Namun tidak melihat korban di lokasi. Istri korban yang khawatir dengan kondisi suaminya kemudian pergi ke lokasi bersama I Ketut Krenteng. Setibanya di lokasi, keduanya hanya menemukan motor korban. Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup, berjarak sekitar 75 meter dari sepeda motornya. Saksi selanjutnya menghubungi petugas medis dari Puskesmas Kintamani 4 untuk membantu mengecek keadaan korban. Namun, saat dicek kondisi korban sudah lemas dan dingin. Saat diberi pertolongan napas, korban tidak memberikan respons. Korban kemudian dirujuk ke RSU Bangli untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Akan tetapi, nyawa korban tak berhasil diselamatkan. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSU Bangli, saat tiba di rumah sakit korban sudah dalam keadaan meninggal. Tidak ditemukan bekas luka atau tanda-tanda kekerasan. Diduga korban meninggal dunia karena jatuh terpeleset dari pohon nangka saat mencari daun sirih. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Pemilihan perbekel (pilkel) di 14 desa di Kabupaten Bangli bakal dilaksanakan dengan mekanisme musyawarah mufakat. Sebab hingga masa perpanjangan pendaftaran calon berakhir 4 September lalu, jumlah calon perbekel di 14 desa itu kurang dari dua orang. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli, keempat belas desa yang bakal menggelar pilkel dengan musyawarah mufakat berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Susut dan Kintamani. Di Kecamatan Susut, desa yang dimaksud yaitu Desa Penglumbaran dan Desa Tiga. Sementara di Kecamatan Kintamani, Desa Abang Songan, Belancan, Bunutin, Kutuh, Langgahan, Lembean, Mangguh, Pinggan, Satra, Subaya, Sekardadi, dan Ulian. Keempat belas desa tersebut
bakal melaksanakan pilkel dengan mekanisme musyawarah mufakat lantaran jumlah bakal calon yang mendaftar hanya satu orang atau tunggal. Berbeda dengan 14 desa itu, 36 desa lainnya yang juga menggelar pilkel serentak pada bulan Oktober mendatang, akan melaksanakan pilkel dengan sistem pemilihan langsung. Sesuai data Dinas PMD, jumlah calon di 36 desa tersebut bervariasi. Ada dua, tiga, empat hingga lima orang calon. Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli I Dewa Agung Bagus Riana Putra dikonfirmasi, Kamis (5/9) kemarin mengatakan, mengacu surat edaran (SE) Bupati Bangli Nomor 140/504/PEM tentang jumlah minimal calon dan calon perbekel dari ASN, disebutkan bahwa jika calon perbekel yang memenuhi persyaratan tetap kurang dari dua orang calon setelah perpanjangan waktu
pendaftaran, maka pelaksanaan pemilihan perbekel dapat dilakukan dengan musyawarah mufakat atau pemungutan suara dengan calon tunggal melalui opsi setuju atau tidak setuju. Dalam pelaksanaan musyawarah mufakat, ketentuannya paling sedikit 2/3 masyarakat yang memiliki hak pilih hadir dalam musyawarah tersebut. Paling sedikit 3/4 dari masyarakat yang hadir menyatakan setuju untuk melaksanakan musyawarah mufakat. “Calon terpilih adalah calon yang disepakati oleh paling sedikit 3/4 dari peserta musyawarah yang dibuktikan dengan daftar hadir dan berita acara musyawarah,” terangnya. Lanjut dikatakannya, pelaksanaan musyawarah mufakat bersamaan dengan jadwal pemungutan suara yang telah ditentukan sebelumnya. Jika dalam musyawarah mufakat
tidak bisa menetapkan calon perbekel terpilih, maka pelaksanaan pilkel dengan calon tunggal melalui opsi setuju atau tidak setuju. Pelaksanaan pilkel melalui opsi setuju atau tidak setuju dilaksanakan paling lambat 14 hari setelah pelaksanaan musyawarah mufakat. Riana mengatakan, saat ini setelah masa perpanjangan pendaftaran bakal calon perbekel berakhir 4 September lalu, tahap selanjutnya adalah penetapan calon perbekel. Berdasarkan jadwal, penetapan bakal calon akan dilaksnakan pada tanggal 9 September. (kmb40)
Jumat Wage, 6 September 2019
OLAHRAGA
Rasisme Merebak di Dunia Sepak Bola London – Isu rasisme belakangan kembali merebak di liga-liga top Eropa. Vincent Kompany menyebut perlu ada pembenahan di UEFA dan federasi sepak bola nasional. Pemain Inter Milan, Romelu Lukaku, menjadi korban rasisme saat menjalani laga tandang ke Cagliari di Serie A, Senin (2/9) lalu. Da dicemooh dengan suara-suara monyet saat hendak mengeksekusi penalti. Pelecehan rasial bukan kali ini saja terjadi di tahun 2019. Dalam kurun sebulan, sudah ada Tammy Abraham, Paul Pogba, Marcus Rashford, dan Kurt Zouma yang juga jadi korban rasisme. Mantan pemain Manchester City Vincent Kompany menilai seha rusnya posisiposisi penting di UEFA dan federasi bisa diisi orang-orang dari latar belakang beragam. Dengan begitu, mereka akan paham dengan situasi yang dihadapi para pemain. ‘’Ras i s m e sesungguhnya terlet a k pada fakta bahwa tak satu pun dari institusi ini punya perwakilan yang benar-benar memahami apa yang dilalui Romelu. Itu masalah sebenarnya,’’ ungkap Kompany, Kamis (5/9) kemarin. ‘’Di UEFA, Inggris, dan Italia, kebanyakan tempat, ada masalah dengan keberagaman di posisi-posisi berkuasa,’’ tambahnya. Jauh sebelum ini, seorang Mario Balotelli pun pernah merasakan hal yang sama, dis-
erang dengan ungkapan rasis saat bermain. Lalu, tak lama setelah diganti dengan pemain lain, Super Mario — julukan Balotelli — menangis, karena seharusnya dalam sepak bola tidak lagi ada kasus rasis yang melibatkan suporter pun pemain. Lain halnya dengan Daniel Alves, mantan bek kanan Barcelona, itu memiliki cara tersendiri dalam menanggapi kasus rasis yang diterimanya. Dalam suatu pertandingan, saat hendak mengambil sepak pojok dia dilempar pisang oleh fans tim lawan. Alih-alih merasa kesal, dia malah langsung memakan pisang tersebut dan tetap melanjutkan pertandingan. Sejatinya, selain memiliki nilai bisnis yang terbilang tinggi, sepak bola dapat menjadi pertunjukan yang menyenangkan, bukan mengkhawatirkan, apalagi menakutkan. Dan demi terciptanya hal itu, perilaku rasis tidak perlu ditunjukkan, di mana pun dan dalam kondisi apa pun. (kmb33/ afp)
Dalam bidang pariwisata, pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini mengatakan arah pembangunan pariwisata berorientasi pada pariwisata berbasis budaya dan berkualitas. Merancang kebijakan standardisasi penyelenggaraan kepariwisataan secara komprehensif, serta bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota menertibkan usaha pariwisata yang melanggar peraturan daerah. ‘’Saya konsisten mengerahkan Satpol PP untuk menertibkan hal ini. Untuk itu saya minta dukungan semua pihak terutama PHRI untuk mendukung penertiban ini. Jadi enggak ada lagi itu wisatawan yang
SMA/SMK/SLB se-Bali untuk mendukung aktivitas muda milenial Bali,’’ kata Gubernur Koster. Dalam satu tahun kepemimpinannya bergandengan dengan Wagub Cok Ace, Gubernur Koster juga telah menyelesaikan berbagai masalah serius yang menjadi perhatian publik. Di antaranya memastikan bahwa rencana reklamasi Teluk Benoa tidak dapat dilaksanakan, teguran keras kepada PT Pelindo untuk tidak melanjutkan kegiatan reklamasi dan pengembangan di areal dumping I dan dumping II. Koster juga memastikan bahwa rencana pembangunan pembangkit listrik berbasis panas bumi (geothermal) di kawasan Bedugul tidak akan dilaksanakan. (kmb32)
Jumat, 6 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah Padudusan Agung, Menawa Ratna Tawur Mesapuh Agung (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Hanoman (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Dialog Interaktif Dinas Kesehatan 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali TV Shop 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah Padudusan Agung, Menawa Ratna Tawur Mesapuh Agung (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Ajeg Bali Tegallalang, Payangan Gianyar (2) 17:00 Wita DW TV 17:30 Wita Kartun Ball Hanoman (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda
19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Reiki Ling Chi 21:00 Wita Bali Now Paskibraka Nasional Tahun 2019 & Photographer 22:00 Wita Seputar Bali Terkini
Pangdam Latihan Menembak di Yonif Raider Mangupura (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Kamis (5/9) kemarin, menyambangi Ksatrian Kipan ‘A’ Yonif Raider 900/SBW di Jalan Raya Tuban, Kecamatan Kuta, Badung. Pada kesempatan tersebut, Pangdam menyempatkan diri latihan menembak dengan senapan dan pistol.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengungkapkan, Pangdam Benny Susianto juga mengecek dan meninjau perkembangan perehaban perumahan prajurit Kompi Senapan ‘A’ Yonif Raider 900/ SBW. Renovasi bangunan perkantoran maupun rumah dinas merupakan salah satu wujud implementasi kepimpi-
nan setiap Dansat dalam rangka pembinaan pangkalan. Selesai melaksanakan peninjauan dan pengecekan perehaban perumahan prajurit, Pangdam beserta rombongan menuju Lapangan Tembak Kipan ‘A’ Yonif Raider 900/ SBW untuk melaksanakan latihan menembak senapan dan pistol. Latihan harus rutin dilakukan untuk menjaga
dan memelihara kemampuan menembak. ‘’Menembak merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap prajurit, sehingga harus terus dilatih. Harapannya agar prajurit selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan perkembangan situasi,’’ ungkap Kapendam. (kmb36)
Mencapai Target Terkait pencapaian terbaru OYO dengan lebih dari 1.200 mitra pemilik aset, 1.000 hotel, 27.000 kamar yang tersebar di 100 kota di Indonesia, Rishabh Gupta, Country Head OYO Hotels & Homes, Indonesia mengatakan, ‘’Pada awalnya kami berencana untuk mencapai target 100 kota pada akhir tahun 2019, namun dalam jangka waktu kurang dari setahun kami telah berhasil mencapai target tersebut. Pencapaian luar biasa ini tidak akan mungkin kami capai tanpa dukungan dari seluruh pelanggan setia kami, kerja keras lebih dari 950 OYOpreneurs (sebutan untuk karyawan OYO) kami, dan lebih dari 1.200 mitra pemilik hotel yang memilih kami dan menaruh kepercayaan pada jaringan hotel kami.’’ Sebagai ikon pariwisata di Indonesia, Bali adalah pasar yang krusial bagi OYO. Pariwisata adalah penyumbang terbesar ke pertumbuhan ekonomi Bali dan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 43% kunjungan wisatawan mancanegara dari seluruh Indonesia adalah dari Pulau Bali. Sebagai in-
dustri penyokong pariwisata, industri perhotelan tentu akan mendapat keuntungan dari pasar berpotensi tinggi ini. Data terakhir dari BPS juga menyatakan bahwa terdapat 551 hotel berbintang di Bali, yang terdiri dari 61% hotel bintang 1-3 pada tahun 2017. Untuk bisa sukses di persaingan yang begitu ketat, dibutuhkan kemampuan memetakan solusi potensi serta tantangan di industri lokal. OYO memiliki dukungan on-ground dari tim lokal yang berpengalaman dan memahami keadaan industri lokal dan mampu memberi solusi paling tepat. ‘’Kami menyadari besarnya potensi Bali sebagai ikon pariwisata Indonesia. Kami juga sangat percaya diri dengan pertumbuhan kami di daerah ini. Sebanyak 105 hotel dengan 1.034 kamar telah bergabung di jaringan Hotel OYO di Bali. Per Agustus 2019, tingkat hunian Hotel OYO di Bali mencapai 65-70%, dengan rata-rata pemesanan terjadi setiap 1 menit. Sebagai pelopor model bisnis perhotelan full-stack berbasis teknologi pertama di dunia, kami berharap keberadaan OYO di Indonesia dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan industri per-
hotelan lokal,’’ tambah Rishabh. Dari sisi konsumen, OYO membantu mitra pemilik hotel agar mampu memberikan pengalaman menginap yang berkualitas untuk para tamu. Benny Batara, Region Head Bali dan Nusa Tenggara menjelaskan, ‘’Ketika memesan sebuah OYO, para tamu akan mendapatkan pengalaman menginap yang terstandardisasi dan terjamin ala OYO dengan harga yang kompetitif di seluruh hotel yang termasuk dalam jaringan OYO. Setiap Hotel OYO menjanjikan fasilitas seperti koneksi Wi-Fi yang cepat dan gratis, linen yang bersih, peralatan mandi dan kamar mandi yang higienis, AC dan TV.’’ OYO juga menerima respons positif dari mitra pemilik hotel. Salah satu mitra pemilik hotel di Bali yang baru bergabung, Kevin Saputro, Owner of Collection O 14 Sun Boutique Hotel mengatakan, ‘’Saya sudah berkecimpung di bisnis perhotelan selama tujuh tahun. Kami memutuskan untuk bergabung dengan jaringan OYO karena kami percaya mereka dapat membantu hotel kami mencapai performa bisnis yang lebih baik. Kami berharap keahlian dan reputasi OYO sebagai salah
satu jaringan hotel terbesar di dunia mampu mendukung kami dalam memberikan pengalaman menginap yang terstandardisasi dan berkualitas kepada para tamu.’’ Ida Bagus Purwa Sidemen, Executive Director PHRI Bali, yang turut menghadiri acara peresmian jaringan OYO di Bali mengatakan, ‘’Saya mengucapkan selamat atas peresmian jaringan Hotel OYO di Bali. Kami selaku PHRI akan selalu mendukung segala bentuk upaya yang dapat mendorong peningkatan standar industri perhotelan di Bali, terutama jika bisnis tersebut turut membantu memperkuat pebisnis hotel lokal.’’ Sebagai jaringan hotel nomor 1 di Indonesia (berdasarkan jumlah kamar), OYO telah hadir di 100 kota di Indonesia dengan lebih dari 1.000 hotel tersebar di Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam perjalanannya, OYO juga telah menciptakan lebih dari 10.000 peluang ekonomi secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini membuktikan komitmen OYO untuk turut berpartisipasi untuk mentransformasi bisnis perhotelan di Indonesia, melalui model bisnis Full-Stack berbasis teknologi. (ad209 )
Tidak Terintegrasi
Masalah Serius nakal atau jual beli kepala yang merusak citra Bali,’’ tegasnya. Pada bidang infrastruktur, Gubernur Koster mengakui saat ini tengah melakukan pembangunan infrastruktur di antaranya pembangunan shortcut ruas jalan Mengwitani-Singaraja. Selain pembangunan shortcut, juga akan dilakukan pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo untuk kapal cruise serta pembangunan dermaga segitiga Sanur-Denpasar ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan Kabupaten Klungkung tahun 2019. ‘’Di bidang teknologi informasi, saya sudah me-launching penyediaan layanan Wifi gratis dengan target 1.813 titik dengan realisasi 860 titik atau 47,49% untuk semua desa adat, puskesmas, objek wisata, dan
15
22:05 Wita Lila Cita Calonarang Empu Ender Tengkulak Kelod (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
‘’Parahyangan-nya ada yang hitam, ada yang cokelat. Tidak terintegrasi. Padahal Besakih itu satu pura yang menjadi penyatu kita di Bali. Ini yang harus kita benahi,’’ imbuhnya. Menurut Koster, kesemrawutan dalam hal parahyangan itu tidak lepas dari pengelolaan yang dibagi pada kabupaten/kota. Pengelolaan oleh kabupaten yang memiliki anggaran lebih tentu berbeda dengan kabupaten yang minim anggaran. Ke depan akan ada standar terkait kualitas bahan bangunan hingga arsitektur yang dibuat sesuai dengan kearifan lokal Bali. ‘’Ada yang atapnya sampai bocor, karena kabupatennya tidak punya uang. Nanti kita akan standarkan. Kalau kabupaten tidak punya uang, provinsi yang akan mengerjakan,’’ tegas mantan anggota DPR-RI tiga periode ini. Koster menambahkan,
Besakih sebaiknya memang diatur dalam satu-kesatuan pengelolaan. Pendanaan bisa bersumber dari mana saja, tetapi membangun harus dengan standar dan tidak boleh semaunya. Konsep perlindungan kawasan suci Besakih ditarget rampung akhir tahun ini. Penataan juga termasuk alur lalu lintas, di samping penataan parkir, pesandekan, pedagang dan toilet. Selain itu, akan ada fasilitas gedung bioskop yang menyajikan film dokumenter tentang sejarah Pura Besakih serta disediakan titik-titik tertentu untuk melihat Pura Besakih. Pengunjung yang boleh masuk ke pura nantinya hanya umat yang ingin bersembahyang, mengenakan busana adat Bali dan membawa banten. Secara keseluruhan, ada 5,9 hektar tanah yang akan ditata mulai dari parkir hingga fasilitas lainnya. ‘’Ada tanah provinsi di parkirnya, ada tanah pelaba pura dan ada tanah masyarakat yang harus dibebaskan. Nanti
tanah yang harus dibebaskan ini butuh anggaran, saya akan berbicara dengan DPRD kalau bisa hibahnya kurangi untuk biayai ini. Supaya terpilih lagi, baik-baik sama Batara-nya di sana,’’ katanya. Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama menilai Gubernur memiliki tujuan yang baik. Apalagi sebelumnya, dana hibah yang difasilitasi dewan sudah pernah dipangkas untuk keperluan shortcut dan tidak masalah. ‘’Ya pasti teman-teman setujulah,’’ ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengaku akan membicarakan hal tersebut dengan anggota dewan lainnya. Kalau memang untuk kebaikan bersama, tentu ada toleransi dari dewan. ‘’Intinya semua kan untuk membangun Bali. Hibah yang difasilitasi oleh anggota DPRD untuk kemajuan masyarakat Bali juga. Kuncinya pada komunikasi, penyampaian informasi yang lebih awal, se-
hingga kita sampai pada satu tujuan yang sama, kebaikan bersama,’’ ujarnya. Sugawa Korry menilai bagus terkait konsep pelindungan kawasan suci Besakih yang dipaparkan Gubernur. Secara umum, pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap pidato Gubernur terkait tahun pertama pencapaian visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Pasalnya, ada hal prinsip yang memang sudah berjalan. Yaitu adanya program dan ada tindak lanjut pelaksanaan yang memang secara fisik sudah bisa dibuktikan. ‘’Walaupun demikian, kami sebagai fungsi legislatif tetap tidak puas sampai di sana. Kami tetap akan mendorong, memberikan masukan, mengkritisi agar capaiannya lebih baik lagi, karena nanti setiap tahun itu indikatornya kan berubah dan tantangannya juga berubah, masalahnya juga berubah,’’ pungkasnya. (kmb32)
TOP IN VASI
KESEHATAN
WONDERFUL BALI
BUDAYA
Jumat WAGE, 6 September 2019
Cedil Belajar PENDIDIKAN Lawak Otodidak SENIMAN KOLABORASI apik dan menghibur disuguhkan seniman lawak Bali ternama Cedil bersama grup lawak Celekontong Mas pada hiburan pesta rakyat HUT ke-71 Bali Post di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Sabtu (31/8) lalu. Meskipun b e l u m sempat latihan bersama, bagi Cedil hal tersebut tidak menjadi masalah. Pasalnya, materi lawakan mereka muncul seketika, namun tetap berada pada tema pokok HUT Bali Post, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali sesuai visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Menuju Bali Era Baru. Mungkin ini disebabkan pengalaman Cedil sudah malang-melintang di dunia hiburan komedi. Apalagi, I Ketut Suanda -nama lengkap Cedil -- sejak masa anakanak sudah menekuni dunia seni. Bahkan, pria asal Banjar Batur, Desa Batubulan, Gianyar ini adalah seorang seniman tari dan karawitan yang juga pimpinan dari Sanggar Gamelan Cendana yang belakangan ini menekuni seni pewayangan klasik/tradisi (dalang). Tentu lingkungan keluarga dan desanya sangat mendukungnya terjun ke dunia seni. Sebab, Desa Batubulan merupakan sebuah desa yang masyarakatnya sangat aktif berkecimpung di dunia seni. Sejak umur lima tahun Cedil sudah menunjukkan bakatnya dalam berkesenian. Meskipun masih anak-anak, tetapi dia dikenal sebagai bocah kecil yang mampu memainkan bagian-bagian tabuh Sendratari Ramayana dengan baik hingga membuat banyak orang terkagum. Selain itu, dalam masa anakanak ini, dia juga pernah terlibat sebagai penari sendratari dan memerankan tokoh rakyat. Dari masa-masa inilah Cedil telah menemukan kesenangannya yang dia geluti sampai sekarang. ‘’Belajar secara otodidak. Namun karena masih kecil, saya diasuh oleh paman saya agar cerita yang diberikan bisa berjalan dengan baik,’’ ujar Cedil, Kamis (5/9) kemarin. Masa remaja adalah masamasa yang juga sangat memberikan pengalaman berarti
bagi pria kelahiran 21 Juni 1968 ini. Setelah tamat SMP, dia melanjutkan sekolah ke SMKI (sekarang SMK Negeri 3 Sukawati). Selain belajar di sebuah sekolah formal, di sini dia juga bisa lebih mengekspresikan dirinya dalam berkesenian, baik di bidang tari, karawitan, atau kesenian lainnya bersama para seniman pelajar di sekolah ini. Apalagi, I Ketut Suanda adalah s o s o k seniman y a n g serba bisa. Selain tari dan karawitan Bali, dia juga aktif terlibat dalam aktivitas band, tarian breakdance, dan pantomim. Setelah tamat dari SMKI, dia pun melanjutkan ke ASTI (kini ISI Denpasar) Jurusan Karawitan. Semangat dan ketekunannya belajar tari membuahkan hasil. Di usianya yang relatif muda Suanda beberapa kali meraih juara dalam berbagai perlombaan tari dan festival budaya. Beberapa kali dia tampil memperkuat duta Gong Kebyar Kabupaten Gianyar dalam Pesta Kesenian Bali, baik sebagai penari maupun penabuh. Selain itu Suanda juga beberapa kali pernah tampil di tingkat internasional. Pada tahun 1994, 1996, bersama tim STSI, Suanda melakukan lawatan kesenian ke Eropa, dan di tahun 1997 ke Jepang, serta di tahun yang sama bersama Pemerintah Daerah Gianyar ke India. ‘’Tampilnya sudah kelilingkeliling. Keliling Bali, luar daerah seperti Lombok, Kupang, Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung. Untuk luar negeri saya pernah tampil di Jepang, India, beberapa negara Eropa seperti Jerman Barat, Jerman Timur, Brusel (Belgia), Swiss, Austria, Ceko (Praha), Prancis, Italia,’’ ujarnya. Meskipun Suanda aktif di bidang karawitan dan tari, namun tahun-tahun belakangan ini dia lebih dikenal publik Bali dengan sosok pelawak Cedil, dengan penampilannya yang khas dan suaranya yang unik. Cedil, sosok yang sangat fenomenal. Suanda tampil pertama kali ke publik dengan sosok Cedil pada tahun 1998 dalam suatu pementasan drama gong HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) di Jagapati, Badung. (win)
TOP IN VASI WONDERFUL Swiss-Belhotel BALI
Petitenget Gabungkan Dekorasi Kontemporer-Tradisional
HAMPIR semua hotel menawarkan fasilitas lengkap dan berkualitas. Para pekerjanya memberikan pelayanan maksimal yang membuat rasa nyaman. Namun, jika ingin merasakan yang lebih dari semuanya itu, cobalah menginap di Swiss-Belhotel Petitenget di Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Seminyak, Badung. Selain letaknya yang sangat strategis, akomodasi berbintang ini juga menawarkan akomodasi modern dengan kolam renang outdoor, restoran, dan bar. Swiss-Belhotel Petitenget lokasinya sangat strategis, dikelilingi restoran, beach club, cafe dan pertokoan menjadi pilihan ideal bagi yang ingin bersenangsenang. Aksesnya juga mudah, dekat dengan Pantai Petitenget, Pantai Batu Belig dan Tanah Lot. Jarak dari Bandara Internasional Ngurah Rai sangat dekat, sekitar 12 km dan berada pada jalur transisi, seperti dari Seminyak dan Canggu merupakan daerah pariwisata yang sangat berkembang. Hotel ini menawarkan konsep modern yang menggabungkan dekorasi kontemporer dengan sentuhan tradisional Bali yang dapat menciptakan suasana tenang dan santai. Cocok pula menikmati pengalaman hidangan Bali yang lezat di Paon Restaurant atau bersantai di Sanje Bar and Lounge. Keduanya menjadi tempat yang sempurna untuk memanjakan jiwa dan raga dengan signature cocktail dan hidangan lezat khas Bali. ‘’Kami ingin memberikan pengalaman unik pada setiap wisatawan,’’
BUDAYA
kata General Manager Made Sebastian Suanda. Lokasinya yang unggul berada di kawasan Seminyak yang ingar-bingar, Swiss-Belhotel Petitenget masih menawarkan kearifan lokal Bali yakni pemandangan sawah milik masyarakat setempat. Sawah itu bersebelahan dengan Swiss-Belhotel Petitenget yang dikelola oleh masyarakat dengan menerapkan sistem budaya tradisional. ‘’Wisatawan bisa menyaksikan pemandangan sawah di tengah hiruk-pikuknya
PENDIDIKAN
keramaian Seminyak,’’ imbuhnya meyakinkan. Swiss-Belhotel Petitenget menawarkan kamar dalam bentuk building dengan 5 lantai. Jumlah kamar 112 buah dengan 4 tipe yaitu tipe deluxe, ada deluxe padi, grand deluxe dan grand deluxe pool view. Kamar yang paling banyak dicari adalah deluxe padi karena bisa melihat alam persawahan. Wisatawan biasanya menginap 2-3 malam. ‘’Wisatawan asal China paling banyak yang menginap, disusul
SENIMAN
Musisi dan Seniman Siap Ramaikan Soundrenaline 2019 MENGAMBIL tema ‘’The Spirit of All Time’’, festival musik terbesar di Asia Tenggara, Soundrenaline 2019, siap digelar di Garuda Wisnu Kencana, 7 - 8 September. Perhelatan ini memasuki tahun ke-17. Sebanyak 60 musisi progresif dari berbagai genre dan generasi serta 17 kolaborator dari berbagai bidang akan memberikan penampilan musik berbalut seni un-
tuk sebuah timeless festival experience. Menurut Andhika Adiputra, perwakilan dari Level 7 selaku penyelenggara Soundrenaline 2019 ini, akan memberikan lebih banyak kejutan dengan berbagai program kreatif, tidak hanya panggung musik. ‘’Penyelenggaraan Soundrenaline kali ini bisa dibilang sebuah perayaan akan konsistensi dalam memberikan ruang
bagi musisi maupun kreator dari berbagai bidang untuk bebas berekspresi dan terus menginspirasi,’’ ucapnya saat ditemui pada Soundrenaline Talkshow di Denpasar, Kamis (5/9) kemarin. Pihaknya mengatakan perhelatan ini akan semakin berwarna dengan keterlibatan para talenta progresif yang membawa karya-karya unik dan kolaboratif. Kolaborasi tidak hanya dihadirkan oleh sesama kreator atau musisi, namun antara kreator dan pengunjung. Berbagai program mulai dari workshop, marketplace, live cooking demo dari musisi, hingga rap battle, diharapkan dapat memberikan pengalaman festival yang berkesan dan tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang hadir. Art Director Soundrenaline 2019 Saleh ‘’Ale’’ Husein menyebutkan, pengalaman festival yang lengkap dengan berbagai kegiatan interaktif merupakan hal yang selalu diusung Soundrenaline. Akan ada empat panggung pada Soundrenaline kali ini yaitu A Stage, Celebration Stage, Creators Stage, dan All Time Stage
DESA wisata Tampaksiring telah lama dibentuk, tahun 2012. Desa wisata ini kemudian ‘’dibangunkan’’ kembali oleh Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, BI telah membina Subak Pulagan di Desa Tampaksiring. Kerajinan tulang di wilayah ini juga kembali digairahkan. Kepala Desa Tampaksiring Made Widana ditemui belum lama ini menuturkan, bersama pemuda desa ia akan kembali membangkitkan Desa Wisata Tampaksiring. ‘’Harapan saya desa wisata ini bisa berlanjut, kami akan benar–benar bangkit lagi untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,’’ ujarnya. Desa Tampaksiring memiliki banyak potensi wisata seperti alam dan subak yang bisa menjadi daya tarik wisata.
Saat ini Desa Tampaksiring sudah terkenal dengan adanya Subak Pulagan, Istana Presiden, situs sejarah Gunung Kawi. ‘’Sehingga kami tidak akan lama untuk memperkenalkan diri lagi sebagai desa wisata,’’ ungkapnya. Desa Tampaksiring memiliki Pura Gunung Kawi yang ada di Banjar Penaka. Di sana ada wisata candi tebing, lengkap dengan sejarahnya. Selain itu atraksi wisata yang ada di sana yaitu membuat kerajinan tulang, kayu, rajutan. Ia sudah memetakan paket wisata yang akan ditawarkan. Yang menonjol adalah wisata air, karena Desa Tampaksiring diapit dua sungai yaitu Sungai Petanu dan Pakerisan. Dikatakan, wisata air berupa tubing sudah di-
launching belum lama ini, kerja sama antara BUMDes dengan pihak ketiga. Tubing menggunakan perahu–perahu kecil ini menelusuri Tukad Pakerisan sepanjang 2 km. Wisata tubing ini startnya dari Tukad Pakerisan, sedangkan finisnya di DAM Pejeng. Wilayah itu masih area Desa Tampaksiring. Dikatakan, tubing belum banyak dikembangkan. Pihaknya juga sedang memprogram kegiatan cycling, hiking dan jogging, karena kita memiliki jogging track. Satu tahun ke depan paket wisata ini pasti akan sudah terlihat. Cycling akan dilakukan di Subak Kumba, berdekatan dengan Subak Pulagan. Sementara hiking dikembangkan di jalur dekat dengan Tukad Petanu. (may)
Pusat Produksi Keramik Disulap Jadi Museum
Bali Post/lun
yang telah dirancang dengan megah dan artistik berkolaborasi dengan para kreator ternama seperti Isha Hening, I Made Aswino Aji, DGTMB oleh Eko Nugroho, Silakarang Art Crew, Uvisual, Fluxcup. Sementara itu, Music Curator Soundrenaline Widi Puradiredja yang juga drummer dari grup Band Maliq & D’Essentials mengungkapkan, Soundrenaline ke-17 menjadi sebuah gelaran yang sangat spesial. Nama-nama besar seperti Navicula, The Hydrant, Parau, The Dissland, dan Bali Project dipastikan akan menghentak panggung-panggung yang ada. Selain musisi, seniman berbakat asal Pulau Dewata I Made Aswino Aji, Agus Mediana, I Putu Edi Kharisma, serta Silakarang Art Crew juga akan menghadirkan karya yang akan memberi warna tersendiri pada gelaran Soundrenaline ke-17. Selain Robi, Putu Hendra Brawijaya Putra atau Saylow yang menggawangi Bali Project dipastikan akan membawa 17 pemain perkusi dan penari serta 30 penabuh Adi Merdangga atau gamelan. (edi)
Desa Wisata Tampaksiring Kembangkan Wisata Air
Tao Xichuan Ceramic Avenue
KERAMIK - Salah satu galeri pemajangan produk kerajinan keramik di kawasan Tao Xhicuan Ceramic Avenue.
Indonesia, Australia dan sisanya mix seperti India, Timur Tengah, Afrika dan Eropa,’’ sebutnya. Fasilitas yang ada seperti gym, restoran yang buka dari pukul 07.00 Wita hingga 23.00 Wita. Las Tapas berkonsep Asian Street Food memiliki menu organik Bali kopi murni biji kopi dari Tabanan. Sementera restoran lebih hidup, karena pergerakan banyak orang. Tumbuhan bunga mewarna-warni yang dapat menciptakan suasana indah dan damai. (bud)
PAGI sekitar pukul 10.00 Wita, Rabu (28/8) lalu, suhu udara Jing Dezhen Jiangxi, Tiongkok terasa agak panas. Sepuluh jurnalis Bali, NTB dan NTT yang berkunjung ke Tiongkok, 24-31 Agustus, bersiap menuju kawasan sentra kerajinan keramik yang belakangan berubah fungsi menjadi museum dan galeri. Kawasan itu namanya Tao Xichuan Ceramic Avenue, Jing Dezhen City. Usai sarapan di Tao Xhicuan Traders Hotel, rombongan jurnalis bergegas ke kawasan yang jaraknya hanya beberapa meter dari hotel tempatnya menginap tersebut. Dipandu oleh Huang Xin Yue, salah satu cucu mantan pekerja pembuat keramik tahun 1950-an, para jurnalis
mendapat banyak informasi tentang sentra kerajinan keramik yang dulunya sangat terkenal tersebut. Tao Xichuan Ceramic Avenue, tahun 1950-an lalu merupakan salah satu pusat pembuatan perabotan rumah tangga dari keramik. Sekarang disulap menjadi pusat industri kreatif, workshop dan dibangun museum. Museum itu menyajikan informasi lengkap tentang pembuatan keramik pada era 1950-an, termasuk tungku pembakaran keramik yang asli masih berdiri dalam bangunan museum. Tak itu saja, foto-foto ribuan karyawan yang pernah bekerja di pabrik pembuatan keramik itu dipajang di sana. Bekas sebagai pusat in-
dustri keramik masih tampak dengan masih berdirinya sejumlah cerobong asap tungku pembakaran keramik. Salah satunya ada yang mencapai tinggi 60 meter. Kini di areal seluas 12 hektar itu, selain museum berdiri sejumlah bangunan sebagai tempat memajang hasil karya keramik dan barang seni lainnya. Kerajinan kemarik Tiongkok dari zaman dulu memang sudah terkenal. Beragam produknya, mulai dari cangkir, piring, mangkok, lepek, tempat air dan sebagainya. Pasarannya mendunia. Pusat pembuatanya di Provinsi Jiangxi, tepatnya di daerah Jing Dezhen. Sekitar dua jam penerbangan dari Beijing. (subrata)