Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 304 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
Pengemban Pengamal Pancasila
sabtu paing, 6 JULI 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
RSUP Sanglah Rawat Bayi Kembar Siam Asal Buleleng Denpasar (Bali Post) Pada Kamis (4/7) sekitar pukul 17.00, RSUP Sanglah mendapat rujukan pasien kembar siam dari RSUD Buleleng. Pasien tersebut diterima di IGD dan segera dilakukan pemeriksaan. Saat ini tim medis RSUP Sanglah sedang berupaya untuk melakukan stabilisasi pasien. Selanjutnya, tim medis menentukan jenis kasusnya, survival atau nonsurvival. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. didampingi dokter bedah anak dr. I Made Darmajaya, Sp.B., Sp.BA(K)., MARS. dan dokter spesialis anak dr. I Made Artana, Sp.A(K). menjelaskan, bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir cukup umur yaitu 38 minggu. Berat lahirnya 4.200 gram. Secara kasat mata, bayi tersebut menempel dari dada hingga perut. Saat ini bayi kembar siam itu ditangani tim dokter yaitu dokter anak, dokter bedah anak, kebidanan, dokter konsultan asupan nutrisi, dokter penunjang, radiologi, dokter penyakit jantung, dll. Darmajaya menambahkan, operasi pemisahan bukan hal yang utama dilakukan. Yang utama dilakukan saat ini adalah menentukan kasusnya apakah kasus survival atau non-survival. Untuk itu, timnya akan memantau kondisinya hingga tiga hari ke depan. Selain itu, Darmajaya juga menegaskan tidak ada batasan waktu untuk membuat pasien stabil. Jika di hari ketiga, pasien masih survive, selanjutnya akan dilakukan tindakan berikutnya yaitu memeriksa organ–organ bayi apakah terdiri dari satu atau dua. Namun dari hasil pemeriksaan sejak kemarin, bayi sudah buang air yang menandakan bayi mempunyai saluran pencernaan dan berfungsi. Hal. 15 Organ Jantung
Cak Imin Minta Dukungan Ma’ruf Jadi Ketua MPR Jakarta (Bali Post) – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengaku meminta dukungan Wapres RI terpilih Ma’ruf Amin untuk menjadi Ketua MPR-RI periode mendatang. ‘’Pasti dong (meminta bantuan menjadi Ketua MPR-RI), rahasia itu,’’ kata Cak Imin sesuai bertemu Ma’ruf Amin di kediaman Rumah Situbondo, Jakarta, Jumat (5/7) kemarin. Cak Imin mengakui ada pembahasan soal pimpinan ketua MPR-RI ke depan antara dirinya dengan Ma’ruf. ‘’Ya… kita minta doa restunya agar sukses dalam lobilobi pimpinan MPR nanti,’’ beber Cak Imin. Ia mengatakan posisi ketua MPR-RI sangat penting karena gairah Islam tengah menguat di Indonesia saat ini. ‘’Gairah Islam itu harus dijembatani melalui penguatan empat pilar kebangsaan dan NU punya modal itu,’’ jelas Cak Imin. Terkait hal tersebut, Ma’ruf Amin menyatakan
akan membicarakannya dengan Presiden dan partaipartai koalisi. ‘’Tentu orang yang dekat dengan saya, saya dukung,’’ kata Ma’ruf. Ia mengatakan saat ini seluruh pihak harus membangun kembali ideologi nasional. Ia menekankan ideologi nasional harus dilakukan penguatan karena b a n y a k y a n g s u d a h t e rpapar. ‘’Karena itu perlu ada upaya-upaya menjadikan moderasi sebagai arus utama. Harus ada kelembagaan-kelembagaan yang diperkuat,’’ terang Ma’ruf. (ant)
Gou Haodong
Bali-Cina Menuju Era Baru
Bali Post/may
RAWAT - Dua paramedis sedang merawat bayi kembar siam di RSUP Sanglah, Jumat (5/7) kemarin.
Rupiah Berpotensi Menguat Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini masih berpotensi menguat, kendati bergerak melemah pagi ini. Rupiah Jumat (5/7) pagi melemah 15 poin atau 0,11 persen menjadi 14.150 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya 14.135 per dolar AS. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat kemarin, mengatakan rupiah berpotensi naik seiring mata uang kuat Asia dolar Hongkong dan dolar Singapura yang dibuka menguat pagi ini. ‘’Ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini. Kemungkinan rupiah bergerak antara 14.120 sampai 14.130 per dolar AS,’’ kata Lana. Dari eksternal, Cina membantah tuduhan Trump terkait manipulasi mata uang. Otoritas Cina membantah tuduhan Presiden Trump dua hari lalu yang menuduh Cina dan Uni Eropa serta tujuh negara lainnya melakukan manipulasi mata uang domestiknya terhadap dolar AS. Tuduhan tersebut disampaikan pasca-investigasi Kementerian Keuangan AS yang mengeluarkan laporan valuta asing kepada kongres. Dalam laporan tersebut tercatat sembilan negara yang ada dalam pantauan AS yang memenuhi kriteria sebagai manipulator. Kritikan manipulasi mata uang ini sudah lama dituduhkan AS ke Cina seiring dengan neraca perdagangan AS yang mengalami defisit yang semakin besar terhadap Cina. ‘’Di tengah tekanan kenaikan tarif barang-barang impor asal Cina hingga 25 persen untuk sekitar US$ 250 miliar, neraca perdagangan AS malah mencatatkan defisit yang melebar dan terutama defisit dengan Cina,’’ ujar Lana. Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Jumat, mengatakan, penggerak positif bagi rupiah yaitu terkait ekspektasi menurunnya suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) dan juga bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB). “Besar ekspektasi bank sentral negara-negara besar memangkas suku bunga tahun ini, terutama The Fed dan ECB,” ujar Rully. Sementara itu, dari dalam negeri, Rully menilai permintaan akan valuta asing (valas) mulai berkurang pada awal kuartal tiga tahun ini. (ant)
KONSUL Jenderal Republik Rakyat Cina di Denpasar Gou Haodong menyatakan Bali-Cina menuju era baru. Hal itu diutarakannya saat makan malam yang berlangsung santai, hangat dan penuh keramahan di kediamannya yang asri itu. Ikut juga menemani istrinya, Sun Lihua, yang sudah mulai fasih berbahasa Indonesia. Ada sejumlah hal yang disampaikan Gou Haodong. Beberapa di antaranya adalah hubungan antara Cina-Amerika Serikat, hubungan bilateral Indonesia-Cina, keterkaitan Bali-Cina, budaya, pariwisata dan juga soal profesionalisme dalam bidang jurnalistik. Serta tidak lupa hal-hal yang perlu dilakukan kedua belah pihak, Bali dan Cina, untuk mempererat kerja sama untuk kepentingan masa depan. Bertemunya Presiden Cina Xi Jinping dengan kompatriotnya Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat pada pertemuan G-20 di Osaka, Jepang beberapa waktu lalu, membawa harapan baru bagi dunia yang terkena imbas dari perang dagang kedua negara ini. Bagi Cina, komitmennya sudah jelas bagaimana kondisi tidak menguntungkan ini segera berakhir demi kesejahteraan umat manusia yang lebih luas. Di sisi lain, Gou Haodong juga menyoroti hubungan bilateral Jakarta-Beijing. Pertemuan beberapa kali Xi Jinping dengan Joko Widodo menyiratkan betapa kedua negara mempunyai visi serta misi yang sama dalam memajukan kedua negaranya. Pada saat yang sama ikut pula dilakukan langkah-langkah aktif dalam kesejahteraan serta perdamaian dunia. ‘’Kedua pemimpin mempunyai tipe yang sama. Pekerja keras dan selalu ingin berada di tengah rakyatnya,’’ ujar Gou Haodong yang pernah bertugas di Ethiopia, Afrika ini. Dalam konteks jurnalistik, dia juga mengajak insan pers untuk memerangi hoax. Unggahan di media sosial ini yang sama sekali tidak berdasar mempunyai dampak negatif yang merugikan banyak pihak. Kata dia, pers yang bertanggung jawab dan cerdas diharapkan mengambil peran lebih aktif.
Budaya dan Pariwisata Dari beberapa daerah yang dikunjunginya, baik dalam kaitan tugas atau tidak, Pak Konjen -- demikian dia akrab disapa -- Bali dilihatnya memiliki suatu yang unik. Tidak hanya dari sisi agama serta budayanya yang unik, juga semangat serta kecintaan masyarakatnya untuk tetap melestarikannya. ‘’Orang Bali mempunyai senyum yang khas. Tulus, yang tidak dimiliki oleh orang lain,’’ puji Sun Lihua. Dalam konteks budaya, kedua daerah memiliki banyak persamaan karena Bali di berapa sisi banyak dipengaruhi budaya Cina. Untuk itulah, ke depannya hubungan kedua masyarakat ini mesti lebih ditingkatkan lagi. Tidak semata karena adanya pengaruh budaya Cina terhadap budaya Bali, pun bukan hanya karena kedatangan turis Cina kini menduduki peringkat pertama dibandingkan turis negara lain, tetapi lebih daripada itu. ‘’Kedua masyarakat, terutama anak-anak mudanya mesti saling belajar. Orang Cina belajar tentang Bali, begitu sebaliknya,’’ kata Pak Konjen Gou Huadong. Terus terang diakuinya, dia tidak begitu puas terhadap apa yang telah dicapainya sampai saat ini. Ke depannya mesti ada peningkatan yang signifikan antara kedua belah pihak agar benar-benar tercipta hubungan yang lebih dinamis dalam mewujudkan era baru yang lebih dinamis, positif dan menguntungkan. Untuk itu, dia sangat menyambut baik saling kunjung di antara kedua belak pihak. Apakah itu diprakarsai oleh Cina atau pemerintah Bali. Lagi pula, pengurusan visa ke Negeri Tirai Bambu ini tidaklah sulit. Selain itu, pendirian sebuah lembaga kursus pun merupakan sesuatu yang sangat terbuka. Pihaknya berjanji menyediakan tenaga pengajar sehingga masyarakat Bali bisa lebih fasih mengenal budaya Cina melalui belajar bahasa Mandarin. (055)
Muhaimin Iskandar
KPK Terima Kunjungan FBI Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima kunjungan kehormatan delegasi Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI), untuk bangun kerja sama dalam penindakan korupsi. Wakil Direktur FBI David Bowdich bersama delapan delegasi lainnya disambut oleh tiga Komisioner KPK yaitu Agus Rahardjo, Alexander Marwata dan Laode M. Syarief beserta jajaran struktural di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Jumat (5/7) kemarin. ‘’Kerja sama antara KPK dan FBI ini terus terjalin karena kedua lembaga tersebut memiliki visi yang sama, yakni memerangi korupsi secara global dan melaksanakan kerja sama dalam program-program yang relevan untuk mengatasi korupsi,’’ ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis. Kunjungan kehormatan tersebut merupakan perpanjangan kerja sama KPK dan
Sembilan Korban Tewas Kerusuhan 21-22 Mei
FBI yang telah terjalin sejak 2008, yang salah satu di antaranya adalah penanganan kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP). Febri mengatakan KPK merasa sangat terbantu dan sangat menghargai keterlibatan secara langsung pihak FBI dan personelnya dalam penanganan kasus e-KTP. ‘’Kerja sama dalam penanganan kasus tersebut tidak hanya membantu penyelesaian kasus, namun juga menjadi media pembelajaran bagi KPK dalam menangani kasus lintas batas negara yang tentunya lebih kompleks dan menantang,’’ ujarnya. Selain dalam penanganan kasus korupsi, FBI juga memberikan dukungannya dengan peningkatan kapasitas KPK melalui berbagai pelatihan dan lokakarya. Di akhir pertemuan tersebut, kedua lembaga saling memberikan penghargaan dan bertukar cenderamata sebagai tanda kerja sama yang telah berjalan baik. (ant)
Satu Korban Belum Diketahui TKP-nya
Jakarta (Bali Post) – Tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya satu korban tewas kerusuhan 22 Mei, Muhammad Reza, hingga kini belum diketahui, sementara TKP delapan korban tewas lainnya sudah dikantongi polisi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/7) kemarin, menuturkan jajaran Polda Metro Jaya sudah melakukan analisis kembali terhadap seluruh CCTV di TKP korban tewas ditemukan. Dari situ diketahui terdapat lima korban ditemukan di Petamburan, Jakarta Barat, yakni Bachtiar Alamsyah, Abdul Aziz, M Rehan Fajari, Widianto Rizki Ramadhan dan Farhan Syafero. Kemudian dua orang di Cideng, Jati Baru, Jakarta Pusat yakni Adam Noorian dan Sandro serta satu orang di
Slipi remaja 15 tahun bernama Harun Al Rasyid. ‘’Satu nama atas Muhammad Reza belum ditemukan TKP-nya,’’ kata Dedi Prasetyo. TKP meninggalnya Muhammad Reza belum diketahui, meski Polda Metro Jaya sudah melakukan analisis terhadap 99 CCTV di TKP pertama, tujuh CCTV di TKP kedua serta enam CCTV di TKP ketiga. Selanjutnya analisis terhadap 367 visual di TKP pertama, 32 visual di TKP kedua dan 64 visual di TKP ketiga. Polda Metro Jaya serta Polres Jakarta Barat pun mengembangkan analisis suara untuk meneliti secara komprehensif suara letusan. ‘’Suara letusan ini nanti yang membedakan apakah suara betul senjata api, senjata api punya kekhasan masing-masing. Apakah suara itu dari petasan, itu nanti dibedakan,’’ tutur Dedi Prasetyo.
Analisis suara selanjutnya akan digabung dengan analisis visual serta keterangan dari saksi untuk pendalaman selanjutnya. Untuk diketahui, Harun Al Rasyid (15), warga RT 09 RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, meninggal dunia setelah terlibat kericuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) malam. Penembak korban tewas dalam kerusuhan 22 Mei, Harun Al Rasyid, yang hingga kini belum tertangkap menggunakan senjata nonorganik atau senjata bukan untuk keperluan militer. ‘’Harun Al Rasyid itu sudah dilakukan autopsi dan memang ditemukan adanya proyektil peluru yaitu 9x17 milimeter atau 0380 automatic yang diduga ini adalah senjata dari nonorganik Polri,’’ tutur Direskrimum Polda Metro
Jaya Kombes Pol. Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta. Polisi telah melakukan uji balistik terhadap dua proyektil yang ditemukan di badan saat autopsi, yakni proyektil dalam tubuh Harun Al Rasyid berkaliber 9,17 mm dan Abdul Aziz berkaliber 5,56 mm. Sementara untuk penembak Harun Al Rasyid, polisi telah mengantongi ciri-cirinya, yakni tinggi badan 175 cm, berbadan kecil dan berkulit muka gelap. Dari penyelidikan diketahui arah tembakan pelaku miring sejauh 11 meter sebelah kanan korban, sehingga tembakan mengenai lengan kiri menembus dada Harun Al Rasyid. Sementara posisi personel kepolisian yang melakukan pengamanan massa saat Aksi 22 Mei berada di depan dengan jarak sekitar 100 meter. (ant)
Brigjen Pol. Dedi Prasetyo
2
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
AGENDA PKB XLI-2019 Sabtu, 6 Juli 2019
Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Prembon, Sekaa Topeng Wak Cura, Br. Pekandelan Kelod, Duta Kabupaten Klungkung Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Jegog, Sekaa Jegog Madu Suara, Desa Dangin Tukadaya, Kec. Jembrana, Duta Kabupaten Jembrana Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Tari-tarian Tradisional, Partisipasi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Pukul : 19.30 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Partisipasi Dinas Pendi dikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen– Jawa Tengah
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Drama Gong, Sekaa Drama Gong Jala Pramana, Desa Jelekungkang, Kec. Bangli, Duta Kabupaten Bangli Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Tarian dan Yogasana, partisipasi Indian Cultural Centre, Konsulat India Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Dewasa, Sanggar Seni Tari dan Tabuh Bayu Teja Budaya, Duta Kabupaten Buleleng dengan Sekaa Gong Kebyar Maha Widya Kerthi Merdangga, Universi tas Hindu Indonesia Denpasar
Jalan Pulau Galang Diusulkan Dua Arah
Denpasar (Bali Post) – Perluasan Jalan Imam Bonjol kini mulai berdampak pada ruas-ruas jalan sekitarnya. Salah satunya yakni Jalan Pulau Galang. Sayangnya arus di jalan ini masih satu arah. Karena itu, jalan tersebut diusulkan agar diberlakukan dua arah. Anggota Komisi I DPRD Kota Denpasar I Wayan Duaja, S.H. mengatakan hal itu, Jumat (5/7) kemarin. Menurut Duaja, usulan ini disampaikan karena banyak permintaan masyarakat yang disampaikan kepadanya saat reses beberapa waktu lalu. “Kami berharap arus di jalan itu dikembalikan seperti semula. Terlebih proyek perluasan Jalan Imam Bonjol sudah selesai. Jadi, tidak ada krodit lagi,” katanya. Selain itu, kata Duaja pihaknya juga berharap ada pemasangan traffic light di persimpangan Jalan Pulau Galang-Imam Bonjol. “Kami sangat berharap pemerintah segera melakukan pengadaan dan pemasangan traffic light di persimpangan itu. Sebelumnya di persimpangan Jalan Imam Bonjol-Jalan Gunung Soputan juga dilepas, kini sudah dipasang kembali,” ujarnya. Duaja mengatakan, di persimpangan itu kerap terjadi kecelakaan akibat kroditnya lalu lintas. Terlebih lagi, jalur Imam Bonjol selatan sudah lebar, sehingga laju kendaraan cukup kencang. “Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya pemerintah segera melengkapi fasilitas jalan dengan rambu,” ujar politisi Golkar ini. (kmb12)
Bali Post/kmb32
POSKO - Ombudsman RI Perwakilan Bali saat membuka posko pengaduan PPDB SMA/SMK di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Jumat (5/7) kemarin.
Optimalisasi Daya Tampung
Sinergi dengan Swasta Dinilai Lebih Baik
Denpasar (Bali Post) Komitmen Pemprov Bali yang menyatakan tidak membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK gelombang kedua mulai diragukan. Terlebih, dengan adanya opsi untuk menambah rombongan belajar (rombel), menambah shift, hingga membuka kelas sore. Seperti diketahui, opsi-opsi tersebut merupakan solusi untuk siswa yang tidak diterima pada jalur zonasi lewat optimalisasi daya tampung. “Kalau menurut saya sih optimalisasi ‘rasa’ gelombang kedua dengan melihat polapola yang dipakai itu,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Jumat (5/7) kemarin. Kendati demikian, lanjut Umar, optimalisasi dalam artian memaksimalkan kuota yang sudah ada sejatinya bagus. Misalnya, di sekolah A ada kuota 250 tapi masih kurang 10 siswa. Itu bisa dioptimalisasi supaya kuotanya lengkap. Begitu juga sekolah bisa memaksimalkan jumlah rombel atau kelas sesuai dengan Permendikbud. Sebagai contoh, sekolah memiliki enam kelas, sedangkan ketentuan maksimal di Permendikbud 10 kelas, maka bisa ditambah empat kelas lagi. “Kalau misalnya
optimalisasi itu diartikan bisa double shift, terus sekolah sore, itu kan perlu konsultasi intensif dengan Kemendikbud. Boleh atau tidak, kan begitu. Jangan asal dibuat, nanti yang menjadi korban siswa itu sendiri. Misalnya tidak diakui Kemendikbud, tidak dapat nomor dapodik atau nomor induk siswa,” jelasnya. Menurut Umar, Pemprov juga jangan sampai mengulangi kebijakan pada PPDB terdahulu. Yakni, menitipkan siswa di sekolah negeri yang sudah ada selama satu tahun. Kasus di SMAN Abiansemal bisa dipakai rujukan, karena sampai sekarang siswa masih dititip di sekolah itu. Lebih baik, maksud dari optimalisasi daya tampung diperjelas terlebih dulu. Apa saja langkahlangkah yang akan diambil,
dan segera dikonsultasikan ke Kemendikbud. “Saya kira malah lebih bagus opsi untuk bersinergi dengan sekolah swasta. Itu yang harus didorong oleh Disdik. Misalnya, bagaimana mengoptimalisasikan daya tampung di sekolah swasta. Itu malah bagus, kalau swasta kurang murid, ditambah muridnya. Kurang kelas, dibangun kelasnya. Kurang guru, dikasih gurunya. Kalau tidak ada dana BOS, dikasih dana BOS,” imbuhnya. Dengan demikian, kata Umar, sekolah swasta juga ikut ’’hidup’’. Di sisi lain, sekolah negeri tidak perlu dibayangi ketakutan mendapat akreditasi merah karena melanggar Permendikbud terkait jumlah siswa. Untuk sekolah swasta yang sudah menutup pendaftaran sebelum pengumuman sekolah negeri, disebutnya wajar. Itu artinya, swasta sekarang sudah mulai memasang harga diri dan tidak mau lagi dipermainkan seperti PPDB tahun-tahun sebelumnya. “Tahun lalu kan sudah daftar di swasta, tiba-tiba ada pergub, lari semua ke negeri. Mereka (swasta - red)
kan kecewa. Sekarang mereka tidak mau lagi mengulangi perasaan yang sama dengan tahun lalu, jadi wajar mereka segera menutup. Tapi harapan kita, sekolah swasta mohon kiranya masih mau membuka pendaftaran untuk kepentingan bangsa,” paparnya. Saat pengumuman PPDB SMA/SMK kemarin, Ombudsman membuka Posko Pengaduan di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Umar menyebut ada 17 pengaduan yang masuk, dan paling banyak menyangkut surat keterangan domisili. Pengaduan kini diinventarisasi untuk selanjutnya disampaikan ke Dinas Pendidikan. Selain itu, pihaknya juga akan memverifikasi secara acak terhadap surat-surat keterangan domisili yang dipakai untuk mengikuti PPDB. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan, calon peserta didik yang belum lolos PPDB jalur zonasi harus tetap mendapatkan sekolah. Menurutnya, ada lima solusi yang harus dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi. Di antaranya,
menambah jumlah anak dalam rombel, menambah ruang kelas belajar, dan memberlakukan sekolah sore. “Buat sekolah baru sekarang juga. Anak-anak dititip di sekolah yang sudah ada selama satu tahun. Kemudian, yang sekolah di swasta agar diberi dana pendamping BOS,” imbuhnya. Menurut Parta, teknis optimalisasi adalah merekrut siswa yang belum tertampung. Kalau pendaftaran di sekolah swasta tutup, maka mendaftar di sekolah negeri. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa kemarin dikabarkan telah mengumpulkan kepala SMA/SMK negeri di Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Bali. Namun, pejabat bersangkutan belum bisa dimintai konfirmasi terkait hal tersebut. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
SMPN 1 Terpaksa ”Double Shift’’, SMPN 3 Bertahan ”Full Day School’’ Bali Post/kmb12
PARIPURNA - Suasana sidang paripurna intern dengan agenda penyampaian laporan hasil pansus, Jumat (5/7) kemarin.
Pansus Rampungkan Lima Ranperda
Denpasar (Bali Post) – Menjelang berakhirnya masa tugas dewan periode 20142019 pada Agustus mendatang, pembahasan sejumlah rancangan peraturan daerah (ranperda) semakin diintensifkan. Bahkan, pada detik-detik terakhir ini, ada lima ranperda yang sudah berhasil diselesaikan pembahasannya. Lima ranperda ini sudah siap untuk diparipurnakan pada sidang dewan dalam waktu dekat ini. Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede mengatakan, targetnya menjelang pelantikan dewan baru, semua tugastugasnya sudah bisa diselesaikan. Karena itu, pihaknya harus melakukan pembahasan secara intensif. ‘’Ya, kami kebut sedikit semua pekerjaan yang tersisa, agar menjelang pelantikan periode yang baru semua sudah selesai,’’ kata Ngurah Gede saat dikonfirmasi seusai sidang paripurna intern, Jumat (5/7) kemarin Menurut Ngurah Gede, lima ranperda yang digarap masingmasing pansus semua sudah final. Tinggal diparipurnakan saja. Karena pihak dewan sudah melakukan paripurna intern yang mengagendakan penyampaian laporan hasil pansus. ‘’Setelah paripurna intern, kita akan lakukan dengan pihak eksekutif, Senin depan,’’ ujarnya. Lima ranperda yang sudah rampung digarap oleh masingmasing pansus, di antaranya ranperda bangunan gedung, rencana induk pembangunan kepariwisataan, pemilihan perbekel, perlindungan dan pelestarian bendega, dan ranperda perumda. Ketua Pansus Ranperda Bangunan Gedung Wayan Suadi Putra mengatakan, berdasarkan hasil pembahasan bersama pihak eksekutif, ada beberapa pasal pada Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung yang diubah. Sedikitnya terdapat 10 pasal yang harus diubah dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. Sementara itu, laporan Pansus Ranperda Bendega yang dibacakan oleh Putu Oka Mahendra menyebutkan ada beberapa pasal yang dihapus. Sebelumnya, materi itu tercantum dalam rancangan. Namun setelah dilakukan pembahasan secara intensif, maka sedikitnya ada tiga item yang dihapus. Seperti pada Bab X pasal 29 yang terkait dengan sanksi administrasi dihapus. (kmb12)
Topik :
Anggota Dewan akan Terima Uang Jasa Pengabdian
Denpasar (Bai Post) Hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019-2020 untuk jejang SMP, SMA dan SMK di Kota Denpasar diumumkan secara serentak, Jumat (5/7) kemarin. Untuk PPDB SMA dan SMK dilakukan penuh secara online. Itu pun molor dari pukul 08.00 menjadi 15.00 Wita. Sedangkan pengumuman untuk PPDB SMP di Kota Denpasar dilakukan secara online dan offline. Pasalnya, PPDB SMP di Denpasar yang menambah kuota untuk sekolah negeri dilakukan lewat seleksi nilai Ujian
Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang seleksinya diserahkan kepada pihak sekolah. Hasil pantauan Bali Post di lapangan, nilai USBN tertinggi dan terendah yang diterima di SMPN 3 Denpasar 288,07 dan 263,30, SMPN 11 Denpasar tertinggi 276,40 dan terendah 106.30, dan di SMPN 8 Denpasar tertinggi 286,40 dan terendah 261,70. Sedangkan di SMPN 10 Denpasar nilai tertinggi 288,80 dan terendah 259,00. Dari data ini disimpulkan bahwa siswa USBN tertinggi berkumpul di SMPN 3 dan
Bali Post/025
PENGUMUMAN – Para siswa dan orangtua siswa berebut melihat hasil pengumuman PPDB di SMPN 8 Denpasar, Jumat (5/7) kemarin.
SMPN 10 Denpasar. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdipora) Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan mempersilakan masyarakat melihat hasil pengumuman secara online dan offline di sekolah masing-masing. Ia bersyukur PPDB di Kota Denpasar berjalan sesuai juknis sekalipun ada tambahan kuota untuk sekolah negeri akibat situasi dan kondisi. Ditegaskan, pihaknya segera melakukan evaluasi mendalam soal PPDB untuk dijadikan input kepada Kemendikbud. Calon siswa baru yang diterima, katanya, bisa melakukan pendaftaran ulang di sekolah masingmasing mulai Senin (8/7), dengan membawa persyaratan yang diperlukan. Sementara itu, akibat penambahan kuota, SMP negeri di Denpasar menyikapi penambahan kuota tersebut secara beragam. Di SMPN 1 Denpasar, seperti diungkapkan Kepala SMPN 1 Denpasar IGA Putu Tirtawati, S.Pd., dengan menerima 11 kelas siswa baru, pihaknya tak bisa mempertahankan semua siswa belajar pagi hari. Mulai 2019 ini, proses belajar mengajar (PBM) di sekolah unggulan ini terpaksa kembali dilakukan double shift alias pagi dan siang. Alasannya, laboratorium dan perpustakaan sudah sebagian dipakai ruangan kelas. Sementara itu, Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi. mengaku sejak awal mengantisipasi masalah ini. Sekolahnya tetap menjalankan full day school, karena penambahan
kuota siswa baru lewat jalur nilai USBN dilakukan lewat penambahan jumlah siswa per kelas sesuai petunjuk Disdikpora, yakni 40 siswa/kelas. ‘’Kami tetap mempertahankan laboratorium dan perpustakaan karena kami adalah sekolah model di Bali,’’ tegasnya. Sementara SMPN 8 Denpasar belum mengambil sikap, apakah akan double shift atau memanfaatkan ruang lain untuk disulap menjadi ruang kelas. Kepala SMPN 8 Denpasar I Wayan Murah, S.Pd. saat dihubungi sedang berada di Jakarta mengikuti workshop. Ia baru akan memikirkan soal double shift atau tidak hingga pendaftaran kembali dan masa orientasi siswa baru berakhir dengan melakukan berbagai pertimbangan. Namun, sejumlah gurunya menolak dilakukan model double shift. Alasannya, jumlah guru yang tadinya 32 orang, tahun ini pensiuan lagi lima sehingga berkurang menjadi 27 guru. Di sisi lain, dua gedung ruang kelasnya sudah jebol alias tak bisa dipakai lagi. Padahal sekolah ini maksimal bisa menerima delapan kelas, kini naik menjadi 11 kelas. ‘’Kalau dari segi jumlah siswa kebanyakan, namun SDM guru kurang jika dipakai doube shift,’’ kata seorang guru di sekolah tersebut. SMPN 10 Denpasar juga bersikap ragu menentukan apakah double shift atau full day school. Kepala SMPN 10 Depasar I Wayan Sumiara, S.Pd. mengaku belum mengambil sikap karena perlu mendiskusikan dengan dewan guru dan ketersediaan sarana yang ada. (025)
Akhiri Masa Tugas
Anggota Dewan akan Terima Uang Jasa Pengabdian Denpasar (Bali Post) Anggota DPRD Bali yang mengakhiri masa tugas, baik terpilih kembali maupun tidak, akan menerima uang jasa pengabdian. Besarannya disesuaikan dengan masa baktinya sebagai anggota dewan. Sebab, ada pula anggota dewan yang merupakan Pengganti AntarWaktu (PAW) sehingga masa baktinya tidak penuh selama lima tahun. ‘’Kalau masa baktinya 0-1 tahun, berarti dapat satu bulan uang representasi. Kalau dua tahun, berarti dua bulan uang representasi dan seterusnya. Untuk masa bakti lima tahun, maksimal enam bulan uang representasi. Jadi, bedabeda,’’ ujar Kabag Keuangan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Bali Nyoman Edy Subagiartha, Jumat (5/7) kemarin. Menurut Edy Subagiartha, besaran uang jasa pengabdian sudah diatur dalam Pergub Nomor 50 Tahun 2017.
Selain masa bakti, besaran uang representasi juga berbeda antara ketua DPRD, wakil ketua DPRD, dan anggota DPRD. Ketua DPRD selama ini mendapatkan uang representasi sebesar Rp 3 juta, wakil ketua sebesar Rp 2,4 juta, dan anggota sebesar Rp 2,25 juta. Dengan demikian, ketua DPRD Bali maksimal akan menerima uang jasa pengabdian sebesar Rp 18 juta untuk masa bakti lima tahun. Sementara wakil ketua sebesar Rp 14,4 juta, dan anggota Rp 13,5 juta. Jika masa bakti kurang dari lima tahun, tentu besarannya lebih rendah dari itu. ‘’Anggaran yang disiapkan tinggal menghitung itu. Nilainya berbeda-beda, karena ada yang PAW,’’ jelasnya. Sementara untuk dewan terpilih nantinya akan mendapatkan pakaian dinas dan atribut. Sebelumnya, Kabag Umum Setwan Provinsi Bali
Anak Agung Ngurah Martina mengatakan, dewan terpilih nantinya akan mendapatkan empat jenis pakaian dinas. Masing-masing, dua stel Pakaian Sipil Harian (PSH) dengan harga satuan Rp 1.890.000, dua stel Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dengan harga satuan Rp 2.290.000, satu stel Pakaian Dinas Harian (PDH) dengan harga satuan Rp 1.452.000, dan satu stel Pakaian Sipil Resmi (PSR) dengan harga satuan Rp 1.890.000. Total anggaran untuk belanja pakaian dinas saja mencapai Rp 643.610.000. Selain itu, dewan terpilih juga akan mendapatkan atribut berupa insegna emas 10 gram dengan harga satuan Rp 7.750.000 dan insegna emas 5 gram seharga Rp 3.877.000. Pengadaan insegna emas 10 gram dan 5 gram tersebut menelan anggaran Rp 639.485.000. ‘’Ketentuan standar satuan harga pakaian dinas dan atribut mengacu pada
Pergub Nomor 50 Tahun 2017,’’ ujarnya. Kabag Persidangan Setwan Provinsi Bali I Gusti Agung Alit Wikrama mengatakan, pelantikan 55 anggota DPRD Bali terpilih rencananya digelar 2 September mendatang. Kendati SK pengangkatan anggota DPRD sebelumnya keluar pada 22 Agustus 2014, namun pengucapan sumpah/janji baru dilaksanakan pada 1 September 2014. Dengan demikian, masa jabatan anggota dewan berakhir 1 September 2019. Namun, 1 September merupakan hari Minggu atau libur sehingga rencana pelantikan atau pengucapan sumpah/ janji diundur menjadi 2 September. Hal ini pun dimungkinkan dalam Surat Edaran Mendagri terbaru tanggal 21 Juni 2019. ‘’Sementara kesimpulan tim kami, rencananya 2 September sesuai dengan dokumen dan sesuai dengan aturan yang ada,’’ ujarnya. (kmb32)
BADUNG
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
3
Dewan Terima Rancangan KUA APBD Perubahan 2019
PAD Dikoreksi dari Rp 6,7 Triliun Jadi Rp 5 Triliun TIM Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Badung, Jumat (5/7) kemarin menyerahkan dokumen Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Badung Tahun 2018 dan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) Perubahan 2019 ke Dewan Badung. Dokumen tersebut diserahkan Sekda Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Kepala Bappeda Made Wira Dharmajaya dan Kepala BKAD Ketut Gede Suyasa. Dokumen tersebut diterima langsung Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Sekda Badung Wayan Adi Arnawa yang juga Ketua TAPD Kabupaten Badung mengatakan, penyerahan dokumen tersebut sesuai dengan amanat konstitusi, yakni pemerintah daerah wajib menyerahkan dokumen tersebut ke lembaga dewan untuk dievaluasi. ‘’Untuk penyerahan dokumen KUA Perubahan 2019, ada sejumlah poin yang dilakukan perubahan. Dari pendapatan yang awalnya di induk kita pasang Rp 6,7 triliun dan di perubahan kita lihat capaian realisasi ada penurunan, sehingga perlu ada langkah cepat sebagai Ketua TAPD untuk menangani tersebut dengan menyandingkan program dengan dana fiskal kita yang ada saat ini,’’ ujarnya.
Lebih lanjut birokrat asal Desa Pecatu ini mengatakan, untuk rasionalisai anggaran, nilainya sekitar Rp 1,7 triliun dan APBD bisa menjadi Rp 6,1 triliun dari angka sebelumnya yang mencapai Rp 7 triliun lebih. ‘’Untuk Pendapatan Asli Daerah kita rancang sebesar Rp 5 triliun lebih di perubahan ini,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata usai menerima dokumen tersebut mengatakan, dari rancangan struktur APBD Perubahan 2019 yang awalnya pendapatan dalam APBD 2019 dipasang Rp 7,8 triliun, kini dirasionalisasi menjadi Rp 6,2 triliun. Jadi, ada selisih sekitar Rp 1,6 triliun. Kemudian belanja di APBD Induk
2019 dirancang sebesar Rp 7,9 triliun, kini dirasionalisasi menjadi Rp 6,2 triliun. Ada selisih Rp 1,7 triliun. Untuk belanja tidak langsung yang sudah disepakati dalam APBD 2019 sebesar Rp 4,1 triliun, tidak ada perubahan, tetap Rp 4,1 triliun. ‘’Untuk belanja langsung yang awalnya disepakati Rp 3,8 triliun di Rancangan APBD Perubahan turun Rp 1,7 triliun. Itu selisihnya mencapai Rp 2 triliun. Kenapa terjadi seperti ini, kita ingin APBD kita realistis. Kita tidak mau kecolongan yang telah disepakasi di tahun 2018, 2019, dan 2020 nanti tidak berubah lagi, maka itu kita hitung potensi lagi,’’ paparnya. Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya tidak ingin juga
figur Realisasi Pendapatan Daerah KALANGAN DPRD Badung menyikapi tidak tercapainya target pendapatan daerah Kabupaten Badung. Terlebih, melesetnya pendapatan akan membuat APBD Badung Tahun 2019 terancam defisit. Melihat kondisi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Badung I Putu Alit Yandinata meminta Bapenda membeberkan realisasi pendapatan yang telah dicapai. Pihaknya juga mempertanyakan kendala yang dihadapi yang menyebabkan target pendapatan daerah meleset. ‘’Dalam rapat koordinasi ini, kami ingin mengetahui capaian target dan kendala yang di-
hadapi. Kok realisasi target pendapatan bisa tidak tercapai,’’ ujarnya. Politisi muda asal Abiansemal Dauh Yeh Cani ini juga meminta jajaran Bapenda berupaya memaksimalkan potensi daerah. Sehingga dari rentang waktu yang masih tersedia sampai Desember 2019, semua potensi pendapatan bisa diraih. ‘’Kami minta kepada jajaran Bapenda agar maksimal dalam bekerja. Semua potensi harus tergarap. Di tengah ancaman defisit jangan sampai masih ada pajak yang hilang,’’ katanya. Sementara untuk mengejar wajib pajak yang membandel dalam hal pembayaran pajak, Komisi III siap membantu. ‘’Kalau memang ada wajib pajak tidak bayar pajak, kami di Komisi III siap ikut turun. Intinya, tidak boleh ada pendapatan yang hilang. Apalagi karena wajib pajak membandel,’’ tegas Alit Yandinata. (par)
gegabah menetapkan Rancangan APBD sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. ‘’Kami ingin yang pasti saja. Untuk itu kami minta kepada Bapenda Badung jangan bermain-main. Dari yang semula target pendapatan dari PAD semula Rp 6,7 triliun nampaknya diturunkan kembali Rp 1,8 triliun. Jadi, pendapatan di perubahan ini menjadi Rp 5 triliun. Hal ini akan menjadi pertimbangan dewan, agar Bapenda konsisten agar tidak lagi ada perubahan APBD dan program untuk masyarakat,’’ tegas Parwata. Untuk tahun 2020, pihaknya tidak mau target yang terkesan menghayal. ‘’Berapa pendapatan bisa diberikan pada Badung, harus dihitung secara teliti. Saat ini kan hitungan pesimis dan tahun 2020 kita harapkan bisa naik dan akan terjadi silpa, sehingga postur APBD di tahun 2020 akan menjadi perubahan karena ada silpa,’’ ungkapnya. (ad268)
DOKUMEN - Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima dokumen Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Badung Tahun 2018, Rancangan APBD Tahun 2020 dan Rancangan KUA Perubahan 2019 dari Ketua TAPD Badung Wayan Adi Arnawa, Jumat (5/7) kemarin.
Mangupura (Bali Post) – Ribut-ribut soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung tidak tercapai, akhirnya ditanggapi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung Made Sutama. Birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini menegaskan, PAD Badung hingga semester I tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Hal itu ditunjukkan dengan peningkatan realisasi pendapatan Badung hingga Juni 2019. Berdasarkan data yang diperoleh, Jumat (5/7) kemarin, pendapatan daerah mengalami peningkatan Rp 267.994.449.657,45 atau 14,04 persen dari Rp
1.903.977.973.976,31 pada Juni 2018 menjadi Rp 2.171.972.423.633,76 pada Juni 2019. ‘’Berdasarkan data yang kami pegang, terjadi peningkatan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah,’’ ungkap Sutama. Kendati demikian, dari seluruh sumber pendapatan daerah, pemasukan dari retribusi daerah mengalami penurunan 15,03 persen. Retribusi daerah pada Juni 2019 mencapai Rp 55.469.360.026,71. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 65.279.075.133,13, terjadi penurunan Rp
Pendapatan Meningkat Sejumlah Program Justru Dipangkas
Anggaran Promosi Pariwisata Dipangkas
BPPD Diminta Siapkan Strategi Cadangan ANGGARAN promosi pariwisata ke luar negeri Kabupaten Badung dipangkas tahun ini. Meski demikian, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung harus tetap berupaya melakukan sesuatu untuk promosi, jangan tidak berbuat sama sekali. Pengamat pariwisata sekaligus Pemilik Bagus Agro Pelaga, Bagus Sudibya, mengatakan selain promosi ke luar negeri, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk melakukan promosi, seperti memanfaatkan media sosial (medsos). Namun, medsos tersebut harus dikelola profesional. Untuk dapat mengambil langkah yang tepat, strategi pembangunan Kabupaten Badung secara menyeluruh harus jelas. Mengingat sumber pendapatan Badung bertumpu pada pariwisata dan kepariwisataan, karena 70
persen penghasilan Badung dari pariwisata, yaitu berupa pajak hotel dan restoran. Efektivitas pemungutan pajak juga harus ditinjau ulang, demikian pula penghitungan supply and demand yang harus ditinjau kembali. ‘’Sebab ini sangat penting. Kewajiban pengusaha untuk membayar pajak secara tepat guna dan tepat waktu, tapi juga mestinya mendapatkan perlindungan terkait supply and demand,’’ tegasnya. Dengan demikian, strategi pemasaran yang dilakukan harus bersifat jangka pendek, menengah dan panjang. Setelah menentukan strategi, namun ternyata tidak mencapai target, maka harus ada banyak rencana cadangan. ‘’Selain plan A berupa promosi ke luar, plan B bisa memakai media sosial yang sebanyakbanyaknya, plan C-nya me-
nyelesaikan segala kekurangan kita dan permasalahan. Masalah kita seperti masalah plastik, air, asap, kemacetan jalan, masalah apa saja, kriminalitas, kepastian harga, profesionalisme. Kalau salah satu atau dua di antaranya dilakukan, itu sudah menolong, tapi jangan tidak berbuat sama sekali,’’ ujar Sudibya. Selain strategi, Bali secara umum harus introspeksi ke dalam. Meskipun Bali telah berbenah, nyatanya daerah lain berbenah jauh lebih banyak. Maka dari itu Bali juga harus menambah kecepatan dan kuantitas pembenahan. ‘’Kita harus melihat apa saja yang potensial dikembangkan dan orang lain sudah kembangkan. Kita kurang introspeksi untuk melihat skala prioritas pembangunan kita yang menunjang pendapatan kita. Pendapatan itu linier dengan
kualitas produk, layanan dan supply,’’ jelasnya. Dari sisi supply, Bali over supply dan pelayanan pun cenderung stagnan. Jika demandnya cenderung stagnan, maka yang menjadi korban adalah harga kamar. Jika harga kamar dikorbankan, tingkat penghasilan hotel dan restoran menurun, maka potensi pajak juga akan menurun. Sedangkan negara lain sangat meningkat di bidang pelayanan. Dari sisi kualitas yaitu kebersihan, Bali sangat jauh tertinggal bahkan dengan negara ASEAN sekalipun. ‘’Karena mereka tahu kebersihan itu adalah salah satu kata kunci dalam pariwisata,’’ ucapnya sembari menambahkan, keamanan dan kenyamanan dalam berwisata, kepastian harga dan objek wisata adalah hal-hal yang perlu dilihat secara mendalam. (kmb42)
9.809.715.106,42. ‘’Tapi kalau dilihat keseluruhan hingga semester pertama kan meningkat. Hanya retribusi daerah yang turun, selebihnya mengalami peningkatan. Seperti pajak daerah mencapai Rp 1,7 triliun lebih dari Rp 1,4 triliun lebih,’’ tegasnya seraya menambahkan, pendapatan daerah dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp 219.978.006.932,67 dari Rp 217.941.534.397,31 dan pendapatan lain-lain PAD yang sah dari Rp 149.602.285.149,21 menjadi Rp 151.014.505.309,80. Lebih lanjut dia menyatakan akan tetap berupaya mewujudkan target pendapatan yang telah disepakati, karena itu
merupakan cita-cita untuk mewujudkan pembangunan di Badung. Meski Sutama mengklaim terjadi peningkatan pendapatan daerah dibandingkan periode yang sama tahun 2018, nyatanya Pemkab Badung memangkas sejumlah program yang cukup penting. Pemangkasan ini akibat realisasi pendapatan diprediksi tidak mencapai target. Program yang dirasionalisasi seperti di Dinas Pariwisata Badung. Nilainya sekitar Rp 6 miliar lebih. Begitu juga kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung. Terdapat puluhan kegiatan yang dikoreksi dengan nominal anggaran mencapai Rp 257 miliar. (kmb27)
Fasilitasi Pasar Eropa dan Amerika
Turkish Airlines Buka Penerbangan ke Bali Mangupura (Bali Post) Rencana masuknya Turkish Airlines melalui Bandara Ngurah Rai diyakini menambah jumlah kunjungan wisatawan dari Eropa maupun Amerika. Bahkan, maskapai tersebut juga bisa memfasilitasi mereka yang ingin melakukan umroh. Menurut Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero), Devy Wildasari Suradji, dengan hadirnya Turkish Airlines yang rencananya pada 17 Juli mendatang, akan menjadi peluang yang sangat bagus untuk menggaet pasar Eropa dan Amerika, serta warga Indonesia yang ingin umroh dari Bali. Turkish Airlines tidak hanya menggaet penumpang yang akan ke Turki, namun
juga yang akan ke Eropa atau ke Amerika. Bahkan, tidak hanya penumpang dari Bali yang akan memanfaatkan maskapai tersebut, melainkan juga dari Australia maupun New Zealand. Dulu, kata Devy, Bali merupakan end destination. Namun sekarang Bali bisa menjadi alternatif untuk tujuan lain. Apalagi bagi mereka yang sudah pernah ke Bali dan hendak ke New Zealand, tentu bisa melalui Bali terlebih dahulu. ‘’Mereka juga bisa tinggal dulu sehari atau bisa saja seminggu sebelum melanjutkan ke New Zealand,’’ katanya saat ditemui di Nusa Dua, Jumat (5/7) kemarin. Yang paling penting dan lebih hebatnya lagi, saat wisatawan dari Eropa melalui pintu
masuknya Bali, tentu dari sini mereka bisa menuju daerah lain di Indonesia, seperti NTT, Papua dan beyond Bali. Dia pun menegaskan, jangan hanya berpikir untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali saja, tapi Bali juga bisa menjadi entry point untuk masuk ke destinasi lain. Hampir semua bandara besar di Indonesia targetnya seperti itu. Turkish Airlines rencananya akan terbang daily. Kepala Otban Wilayah IV Elfi Amir mengatakan, Turkish Airlines akan melakukan penerbangan ke-Bali tiga kali per minggu untuk Juli hingga Agustus. Innagural akan dilakukan pada 17 Juli. Slot penerbangan sudah disiapkan. (kmb23)
HUT Ke-59 Sekaa Teruna Wana Udaya Parwata Kuta
Bupati Giri Prasta Ajak ’’Yowana’’ Jaga Persatuan
HADIRI HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri perayaan HUT ke59 Sekaa Teruna Wana Udaya Parwata Banjar Pengabetan Kuta, di Balai Banjar Pengabetan, Kecamatan Kuta, Kamis (4/7).
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri HUT ke-59 Sekaa Teruna Wana Udaya Parwata Banjar Pengabetan, Kuta, Kamis (4/7). Acara bertempat di Balai Banjar Pengabetan. Hadir dalam acara tersebut Camat Kuta I Nyoman Rudiana, Tripika Kecamatan Kuta, DPRD Badung terpilih I Nyoman Graha Wicaksana, Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista, Klian Banjar Pengabetan, serta tokoh masyarakat setempat. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung bangga dan mengapresiasi Sekaa Teruna Wana Udaya Parwata yang melaksanakan hari jadinya yang ke-59 dengan berbagai kegiatan, seperti bakti sosial dan berbagai lomba. Bupati berharap kegiatan seperti ini dilakukan secara berkesinambungan untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan. Ditegaskannya, para
yowana atau generasi muda di Kabupaten Badung harus tetap bersatu untuk membangun Badung yang lebih kuat menuju masyarakat yang sejahtera. Sekaa teruna harus tetap kuat bertahan dari godaan budaya luar, terlebih mengingat Kuta merupakan tujuan wisata utama baik lokal maupun mancanegara, tentu sangat riskan dengan hal-hal yang berbau negatif. Maka diperlukan penguatan jati diri dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini. ‘’Saya mengimbau para yowana di Banjar Pengabetan ini tidak tersangkut dengan hal-hal negatif dan menyesatkan, seperti mabuk-mabukan dan penggunaan narkoba. Saya ingatkan, kalau besok Yowana Banjar Pengabetan ada yang mabuk-mabukan dan terkena kasus narkoba, berarti berurusan dengan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta,’’ tegasnya. Sebagai rasa syukur, pada kesempatan tersebut dilakukan pemotongan tumpeng oleh
Bupati Giri Prasta didampingi Camat Kuta I Nyoman Rudiana dan tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan tersebut diserahkan bantuan Rp 24 juta dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung kepada yowana setempat. Tak hanya itu, Bupati Giri Prasta juga menyerahkan dana motivasi sebesar Rp 16 juta yang diterima Ketua Sekaa Teruna. Kepada siswa berprestasi di bidang akademik dan non-akademik, Bupati juga menyerahkan hadiah masingmasing Rp 1 juta serta Rp 500 ribu kepada pemenang lomba mewarnai. Ketua Panitia Made Diki Saputra dalam laporannya mengatakan, perayaan ulang tahun ini dilakukan tidak sekadar seremonial, melainkan bertujuan untuk silahturahmi sekaligus merekatkan hubungan harmonis antara yowana serta krama Banjar Pengabetan. Menurutnya, berbagai kegiatan digelar pada perayaan kali ini, seperti bakti sosial, lomba layang-lay-
ang, lari karung, lari kelereng, mewarnai untuk anak-anak, serta membuat canang sari bagi ibu-ibu PKK. Malam hari di puncak perayaan HUT, diserahkan penghargaan bagi para pemenang lomba. ‘’Kami memberikan suatu penghargaan sebagai apresiasi kepada anak-anak Banjar Pengabetan yang memiliki prestasi baik akademik maupun nonakademi. Ini merupakan sumbangsih dan rasa peduli kami sebagai insan muda untuk terus berkarya demi membangun Badung yang hebat ke depan,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Sekaa Teruna Wana Udaya Parwata Made Candra Dwi Satwika menambahkan, kegiatan seperti ini akan dilaksanakan bersama-sama secara rutin. ‘’Tentu kami selalu minta bimbingan dari para tetua kami di Banjar Pengabetan. Hal ini dalam rangka ikut mensukseskan program-program Pemerintah Kabupaten Badung,’’ jelasnya. (ad267)
info seremonial
4
Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Gelar Gerakan Bali Resik Sampah Plastik
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E
SERANGKAIAN HUT ke-35, Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali menggelar Gerakan Bali Resik Sampah Plastik di Pantai Padanggalak, Denpasar, Jumat (5/7) kemarin. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon, penyerahan tempat sampah, dan pemasangan pelang-pelang Bali Resik Sampah Plastik di seputar Pantai Padanggalak. Pada Gerakan Bali Resik Sampah Plastik hadir pula Asisten II Setda Provinsi Bali, Sekda Kota Denpasar, Rektor Unwar bersama jajaran dan lainnya. Menurut Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., gerakan Bali Resik Sampah Plastik adalah komit-
B R A N D I N G D I S I N I
men dari Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali dan Universitas Warmadewa (Unwar). Juga didukung alumni Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Udayana, Unwar, Pemerintah Provinsi Bali, Kota Denpasar, dan lainnya. Gerakan Bali Resik Sampah Plastik merupakan upaya menjalankan peraturan daerah dan Gubernur Bali, terutama yang berkaitan dengan Bali bersih sampah plastik. Kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Padanggalak ini, kata Wisnumurti, merupakan simbol dari segara kerthi. Menurutnya, di pantai ini bermuara sampahsampah yang diproduksi ma-
SAMBUT - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. didampingi pejabat IHDN menyambut kedatangan Associate Profesor Fakultas Human Life Design, Jurusan Olahraga dan Kesehatan, Toyo University, Jepang, Akira Kiuchi, dengan pengalungan bunga.
Toyo University Jalin Kerja Sama Belajar Yoga Tradisional di IHDN TOYO University, Jepang, menjalin kerja sama pembelajaran dan penelitian yoga dengan Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Hal ini terungkap dari kedatangan utusan dari Toyo University Jepang ke kampus IHDN Denpasar, Jalan Ratna, Jumat (5/7) kemarin. Associate Profesor Fakultas Human Life Design, Jurusan Olahraga dan Kesehatan, Toyo University Jepang Akira Kiuchi mengatakan tujuan kedatangannya ke IHDN melakukan kerja sama pembelajaran dan penelitian yoga tradisional Bali. Saat di Jepang musim dingin, musim liburan mahasiswa, mahasiswa akan datang ke Bali untuk belajar yoga tradisional Bali. Menurutnya, di Japang ada beberapa universitas yang mengajarkan yoga. Pembelajaran
yoga dilakukan sebagai pelajaran tambahan dalam jurusan olahraga. Meski demikian, dengan mendalami yoga ini pihaknya tidak serta merta akan membuat jurusan khusus tentang yoga. Mengingat, membuat suatu jurusan di Jepang sangat ketat aturannya. Harus betul-betul menyediakan materi pembelajaran, dosen dan betulbetul profesional. ‘’Keinginan Toyo University, yoga ini akan diberikan sebagai pelajaran tambahan di jurusan kesehatan dan olahraga,’’ jelasnya. Sementara itu, Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan kedatangan akademisi dari Toyo University ini untuk melihat secara langsung atraksi yoga tradisional Bali di IHDN. Yoga tradisional Bali ini yang nantinya akan dilakukan kerja
sama dalam bidang pembelajaran dan penelitian oleh pihak Toyo University. Dalam MoU yang sudah ditandatangani di Jepang beberapa waktu lalu, selain belajar yoga, kerja sama juga dilakukan dalam hal pertukaran mahasiswa dan dosen, serta di bidang penelitian. Ke depan, dengan terjalinnya kerja sama antara IHDN dan Toyo University, khususnya dalam belajar yoga tradisional Bali ini menjadi salah satu destinasi wisata spiritual bagi wisatawan Jepang ke Bali. ‘’Andai saja 5 persen wisatawan lihat yoga ke Bali, maka akan menambah semangat bagi pariwisata Bali,’’ imbuhnya. Di samping melihat atraksi yoga yang dibawakan mahasiswa IHDN, juga dilakukan peninjauan lab yoga di Fakultas Brahmawidya. (ad266)
C E R I T A S U K S E S
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Bali Post/may
BERKUNJUNG - Tim Kemenpar ketika mengunjungi layanan hiperbarik RSUP Sanglah.
Kembangkan ’’Health Tourism’’ Kemenpar Kunjungi RSUP Sanglah Denpasar (Bali Post) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tahun 2019 akan membuat paket wisata tematik yaitu health tourism. Untuk itu, tim percepatan pengembangan wisata sejarah, religi, dan warisan budaya mengunjungi RSUP Sanglah untuk memetakan sumber daya yang ada. Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi dan Warisan Budaya Tendi Nuralam, Kamis (4/7) lalu menyampaikan, pihaknya sedang mengembangkan health tourism (wisata kesehatan). Health tourism terdiri dari wellness tourism dan medical tourism. Bali sendiri memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan health tourism. Ia melihat ada dua rumah sakit yang dapat dikembangkan sebagai medical tourism yaitu RSUP Sanglah dan RS Siloam. Sementara wellness tourism berpotensi dikembangkan di Ubud, karena spa, yoga dan healthy food berkembang di sana. ‘’Selama ini yang sudah menikmati medical tourism, negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura. Sebagai gambaran saja banyak orang ke Malaysia, khususnya ke Malaka yaitu 800 ribuan per tahun. Sebenarnya banyak orang Indonesia willing (rela) seperti itu. Cuma bagaimana kita mengemas dengan baik,’’ bebernya. Menurutnya, tahun ini pa-
ket healthy tourism harus dirampungkan menjadi paket wisata. Sebab, untuk mengembangkan wisata tematik ini, ia bekerja dengan antarkementerian. ‘’Kami lihat potensinya ada, cuma manajemennya yang harus dibuat. Mulai dari pelayanan internasionalnya disiapkan di mana, bagaimana sistem pricing-nya, bagaimana sistem hospitality-nya dan bagaimana keamanan roaming, serta pengaturan flow-nya,’’ bebernya. Bali selama ini dikenal dengan pariwisata budaya dan pantainya. Padahal, menurutnya, Bali bisa dikembangkan health tourism, sport tourism dan scientific tourism. ‘’Kita punya empat potensi. Malaysia baru ada satu yaitu medical tourism. Kita akan kembangkan tiga potensi itu juga,’’ ungkapnya. Kasubbag Humas RSUP Sanglah Dewa Ketut Kresna mengatakan pihaknya sudah lama mengembangkan layanan medical tourism. Saat ini momen yang tepat untuk mengembangkan layanan tersebut karena Kementerian Pariwisata sedang mengembangkan wisata tematik. RSUP Sanglah memiliki medical tourism yaitu poliklinik estetika dan hiperbarik. Poliklinik estetika terletak di Gedung Wing Amertha RSUP Sanglah, sedangkan poliklinik hiperbarik terletak di sebelah Ruang Ratna. Pihaknya mengaku siap jika RSUP Sanglah melayani medical
tourism. Bahkan RSUP Sanglah telah menyediakan layanan medical tourism sejak lama. Poliklinik estetika RSUP Sanglah telah dibuka sejak tahun 2017, sedangkan hiperbarik telah ada sejak awal tahun 2000-an. ‘’Rencananya ini akan dijadikan pelayanan unggulan kita, dari sisi SDM pun kita sudah memiliki profesor dan aktif di bidang itu serta layanan hiperbarik kita adalah yang pertama di Bali. Bahkan di Bali hanya ada dua layanan hiperbarik, salah satunya di RSUP Sanglah,’’ bebernya. Koordinator Pelayanan Hiperbarik RSUP Sanglah dr. Anita Devi, M.Si. mengatakan per bulan kunjungannya 80-an pasien. Terapi hiperbarik merupakan tindakan yang berlangsung dua sampai lima jam, sehingga hampir setiap hari ada pasien yang melakukan terapi. ‘’Banyak dari kalangan orang asing rata-rata empat orang ke sini dalam sebulan,’’ bebernya. Terapi hiperbarik banyak dimanfaatkan penyelam, guide diving, tak terkecuali penyelam asing. Mereka biasa melakukan terapi setiap enam bulan sekali untuk mencegah penyakit dekompresi. Ada juga penyelam yang sakit seperti nyeri sendi, lumpuh, tuli mendadak bisa karena meningitis swiss, ditengarai mendengarkan headset terlalu lama, mendengar suara yang keras, penderita diabetes dan lainnya. (kmb42)
RESIK SAMPAH - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Asisten II Setda Provinsi Bali, Sekda Kota Denpasar, Rektor Unwar beserta jajaran dan undangan lainnya pada Gerakan Bali Resik Sampah Plastik di Pantai Padanggalak, Denpasar, Jumat (5/7) kemarin.
syarakat, salah satunya sampah plastik yang berbahaya bagi lingkungan. Maka dari itu, Gerakan Bali Resik Sampah Plastik harus terus digelorakan agar masyarakat sadar bahwa dampak sampah plastik akan diwariskan pada generasi selanjutnya. Sampah plastik sangat sulit diurai. Oleh karena itu, gerakan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara konsisten, sehingga akan menjadi gerakan Bali untuk Indonesia. Seluruh komponen masyarakat mendukung Gerakan Bali Resik Sampah Plastik dan ini merupakan bagian dari kesadaran baru, sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Ini juga menjadi bagian dari upaya kita dalam rangka membersihkan pantai. Karena pantai adalah kehidupan kita. Di pantai indah sebenarnya tirta kamandalu itu, tirta kehidupan itu ada, dan sekali lagi saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kita sadar. Bagaimana kita bisa menekan sekecil mungkin penggunaan sampah plastic,’’ papar Wisnumurti. Atas Gerakan Bali Resik Sampah Plastik yang digelar di Pantai Padanggalak, Perbekel Desa Kesiman Petilan I Wayan Mariana sangat mengapresiasinya. ‘’Kami sangat mendukung sekali dengan adanya kegiatan di sini, khususnya di kawasan Pantai Padanggalak. Yang sudah tentu menjadi tempat ritual atau tempat suci, di samping sebagai tempat rekreasi. Harapannya, ke depan masyarakat malu buang sampah sembarangan,’’ harap Mariana. (ad242)
Triwulan II, Saham Perusahaan Unggas Masih Prospektif Denpasar (Bali Post) Berdasarkan laporan keuangan, saham perusahaan unggas sempat anjlok pada triwulan I 2019. Sebab, harga ayam di tingkat peternak anjlok. Namun pada triwulan II diprediksi akan membaik seiring dengan upaya-upaya yang telah dilakukan. PIC Indopremier Sekuritas Tjokorda Agung Nata Arimbawa, Kamis (4/7) lalu menyampaikan, pada dasarnya saham perusahaan unggas memang bagus, contohnya Japfa Comfeed (JPFA). Selain JPFA, perusahaan unggas yang melantai di bursa saham yaitu Charoen Pokphand (CPIN) dan Malindo Feedmill (MAIN). Perusahaan tersebut memproduksi pakan ternak dan juga DOC (day old chick). ‘’Karena dari hulu ke hilir semua orang butuh ayam. Hanya memang karena ini inter market, harga jagung, harga soybean naik terus. Jadi memang pakannya yang menjadi beban bagi si peternak,’’ ungkapnya. Pada triwulan I 2019, laporan keuangan perusahaan unggas sempat anjlok. Pada triwulan I 2019, saham CPIN turun 30 persen dari laporan keuangan 2018. Namun kini harga saham perusahaan dikatakan mulai membaik. Harga saham CPIN per Kamis (4/7) pukul 11.00 adalah 5.100, JPFA harganya 1.635, MAIN harganya 1.180. Anjloknya harga ayam di tingkat peternak pada triwulan I 2019 membuat mereka melakukan upaya-upaya menyetabilkan harga ayam. ‘’Dia (CPIN) sempat berupaya menghancurkan telur-telurnya untuk menyetabilkan harga. Itu sebenarnya sudah beban,’’ ungkapnya. Namun laporan keuangan yang anjlok itu terjadi pada triwulan I. Sementara triwulan II diprediksi masih stabil. Dari sisi sekuritas ia melihat saham tersebut masih bagus dari sisi fundamentalnya. ‘’Triwulan I memang mengalami anjlok yang cukup lumayan daripada tahun 2018. Kalau masih stabil ya, perusahaan itu termasuk masih bagus,’’ tandasnya. Triwulan II diprediksi saham unggas tidak seburuk triwulan I 2019. Sebab, secara historikal,
Bali Post/may
Tjokorda Agung Nata Arimbawa
saham perusahaan unggas itu sudah mulai merangkak naik, seperti JPFA naik 2,2 persen. ‘’Artinya setidaknya kondisi sudah mulai kondusif terutama untuk yang inter market, harga jagung sudah mulai turun,’’ ungkapnya. Saat ini, perusahaan ternak itu direkomendasi untuk dibeli. Namun tidak untuk waktu yang panjang, karena ke depannya belum bisa ia prediksi. Tiga saham perusahaan unggas itu dikatakan cukup banyak diminati. ‘’Namun untuk pembelian menggunakan strategi swing trading. Artinya medium long bukan trading. Kalau dari segi pergerakan, harga saham unggas ini lebih cocok untuk medium daripada trading. Yang banyak di-trading itu saham yang LQ45 seperti perbankan,’’ tandasnya. (kmb42)
Sakit Kambuh, ODGJ Kembali Diamankan Satpol PP Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar kembali mengamankan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pada Jumat (5/7) kemarin. Penderita ODGJ ini yakni I Nyoman Selep. Ia diamankan lantaran penyakit jiwanya kambuh. Korban yang berusia 55 tahun ini dia-
mankan di rumahnya di Banjar Petak Mantring Kaja, Kecamatan Gianyar. Tanpa perlawanan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Kabupaten Bangli. Salah satu anggota Satpol PP Gianyar Wayan Nasta menerangkan korban ini sejak be-
Bali Post/nik
DIAMANKAN - Petugas Satpol PP Gianyar saat mengamankan seorang penderita ODGJ, Jumat (5/7) kemarin.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
berapa hari terakhir kerap mengamuk. Ia mengamuk di sekitar rumahnya. Korban berteriak. Tak hanya itu, korban juga sering mengancam warga lain yang lewat. Keluarganya dan warga setempat pun dibuat khawatir dengan ulah korban. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya perbekel setempat melapor ke petugas Satpol PP Gianyar. Selanjutnya regu dari Satpol PP langsung turun ke lokasi bersama tim kesehatan Kabupaten Giannyar. ‘’Saat saya cari di rumahnya, dia terlihat tenang. Kami juga bujuk supaya mau diajak berbicara,’’ jelasnya. Setelah dilakukan pengecekan kesehatan, korban langsung dibujuk ke RS Jiwa Bangli. ‘’Kami bujuk pelan-pelan, langsung diangkut menggunakan mobil. Langsung dibawa ke Bangli didampingi keluarganya,’’ terangnya. Perlu diketahui korban ini sudah beberapa kali diamankan dan dibawa ke RS Jiwa Bangli oleh petugas Satpol PP Gianyar. Berdasarkan data terakhir, korban pernah berulah pada 28 November 2018 lalu. Saat itu korban melempari rumah sendiri dan rumah tetangganya menggunakan batu. Saat itu dia juga langsung dibawa ke Bangli. (kmb35)
DAERAH
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
5
Cabuli Turis Tiongkok Pemandu Jetski Diadili
Denpasar (Bali Post) Masih ingat kasus heboh yang dilalukan pelatih atau pemandu jetski dan diduga melakukan perbuatan cabul terhadap turis asal Tiongkok? Pelakunya adalah Muhammad Th (28). Pria ini kini jadi pesakitan di meja hijau. Terdakwa menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (4/7). Bahkan saat menjalani sidang, terdakwa yang sempat membuat nama wisata bahari di Kuta Selatan itu ‘’tertampar’’ terlihat menunduk selama proses persidangan berlangsung. Sebagai korban dalam kasus ini yakni ZN (20). Peristiwa dugaan pelecehan tersebut terjadi di perairan Tanjung Benoa, Badung pada 23 April 2019. Jaksa penuntut umum (JPU) G.A. Surya Yunita PW dalam surat dakwaannya menjerat terdakwa dengan Pasal 289 KUHP. Tak tanggung-tanggung terdakwa terancam pidana paling lama 9 tahun. Disebutkan jaksa dalam surat dakwaannya, terdakwa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan untuk dilakukan perbuatan cabul, diancam karena telah melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan, kesusilaan. Kasus itu bermula saat korban ZN bersama ibunya, LX, serta rombongan datang ke Bali menggunakan travel agent. Mereka tiba di Bali pada 21 April 2019 dan langsung menginap di Quest San Hotel Denpasar. Korban bersama ibu dan temannya, HY, mendatangi BMR Drive & Water Sport pada 23 April sekitar pukul 10.00 Wita. Setibanya di tempat itu, korban bersama HY bermain sea water selama kurang lebih 60 menit. Setelah bermain sea water, korban tergiur untuk merasakan sensasi permainan jetski. Keinginan korban itu dituruti ibunya dengan membeli tiga tiket seharga 35 US dolar. Setelah mendapat tiket, ketiganya kemudian menuju pantai didampingi saksi Siti Rohana alias Noe selaku pegawai BMR. Mereka kemudian diberikan jetski dan pemandu masing-masing satu. Kala itu, korban mendapat jetski nomor 18 dan terdakwa sebagai pemandu. Lalu terdakwa meminta korban untuk naik ke jetski dengan posisi korban di bagian depan dan terdakwa di bagian belakang sembari memegang stang jetski. Keduanya mengelilingi laut Tanjung Benoa. Di tengah laut, terdakwa kemudian meminta korban yang mengemudi jetski dan terdakwa memeluk pinggang korban. Saat itulah timbul niat jahat terdakwa. Tak berselang lama, terdakwa mengambil alih kemudi jetski dan membawa korban menjauh dari ibunya sampai di perairan dekat pulau kecil (sekitar daerah perairan Serangan). Terdakwa kemudian mematikan mesin jetski lalu menarik dagu korban ke arah kanan dengan kedua tangannya sampai muka korban berhadapan dengan muka terdakwa. Selanjutnya terdakwa mencium bibir korban. Korban pun mengikuti keinginan terdakwa. ‘’Korban ketakutan tenggelam karena tidak bisa berenang dan berada di tengah perairan laut,’’ kata jaksa Yunita. Dalam kesempatan itu, terdakwa memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya. Setelah puas, terdakwa kemudian kembali mengajak korban untuk mengelilingi perairan. Tak berselang lama, terdakwa kembali memaksa korban untuk melanyani nafsu bejatnya. Sekembalinya dari tengah laut, korban kemudian menceritakan kejadian itu ke ibunya. Lalu ibu korban ditemani guide Zainal Zulfiki melakukan protes kepada pihak BMR Drive & Water Sport. Kemudian dengan dibantu pihak BMR Drive & Water Sport, korban melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. (kmb37)
Lokasi Desa Jauh
Peluang Warga Pecatu Diterima di Sekolah Negeri Tipis Mangupura (Bali Post) Lokasi Desa Pecatu, Kuta Selasan (Kutsel) yang berada di ujung perbukitan sangat jauh dari dua SMA negeri yang ada. Saat ini dua sekolah negeri berada di wilayah Kutsel yakni SMAN 1 dan SMAN 2 yang baru menerima siswa tahun ini. Kondisi ini tentunya membuat warga Desa Pecatu merasa waswas kalau anaknya tidak bisa diterima di SMA negeri tersebut. Sebab, saat ini menerapkan sistem zonasi. Karena lokasi desa yang jauh dari kedua sekolah itu tentu membuat peluang anak mereka sangat tipis bisa diterima di sekolah negeri. Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan puluhan warga sudah sempat bertemu dengannya untuk menyampaikan keluhan tersebut. Pihaknya memaklumi adanya kekhawatiran warga itu, mengingat lokasi desa mereka yang jauh. Sementara sistem zonasi yang diberlakukan akan dipenuhi desa terdekat. Apalagi desa terdekat penduduknya cukup padat seperti Desa Jimbaran dan Benoa. ‘’Mereka mengadu karena peluang diterima sangat tipis dan harus menunggu sisa dari zonasi terdekat,’’ katanya, Jumat (5/7) kemarin. Sumerta yang juga anggota Dewan Badung ini menyebutkan, untuk SMAN 2 Kutsel yang berlokasi di Mumbul, jaraknya malah lebih jauh dari Pecatu. Sementara untuk daya dukung zonasi sekolah tersebut yang terdekat adalah desa-desa besar, seperti Jimbaran dan desa lainnya. ‘’Saat mendaftar di SMAN 2 Kutsel, banyak yang tidak bisa masuk ke zonasi tersebut sehingga kemungkinan tereliminasi lebih awal. Pecatu hanya desa kecil, kalau dekat sih ke SMAN 1 Kutsel. Tapi itu kan aset milik Desa Adat Kutuh ya... kita hargai,’’ terangnya. Sementara dilihat dari segi geografis, zona ini kurang beruntung bagi wilayah Pecatu. Untuk itu, diharapkan agar hal seperti ini bisa menjadi pertimbangan ke depannya. ‘’Ini harus dipikirkan ke depan agar ada asas pemerataan dan keadilan,’’ harapnya. (kmb23)
Bali Post/dok
Permintaan Tinggi, Produksi Kopi Arabika Bali Terbatas PANEN - Sejumlah petani ketika sedang memanen kopi.
Denpasar (Bali Post) -
Potensi kopi arabika di Bali sebenarnya sangat besar. Dalam satu tahun saja satu buyer permitaan kopi ini mencapai 5.000 ton (dalam bentuk kopi beras). Sayangnya permintaan besar ini hanya bisa dipenuhi sekitar 100 ton untuk periode panen tahun ini. Ada beberapa hal yang menjadikan produksi kopi arabika di Bali masih belum bisa memenuhi permintaan pasar. Pertama, luasan penanamannya tidak seluas penghasil kopi arabika di daerah lain dan hanya beberapa yang bersertifikat organik. Selain itu juga belum adanya penerapan standar mutu yang seragam di antara petani. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Lanang Aryawan mengatakan luasan kopi arabika di Bali hanya 14.000 hektar. Luasan ini masih kalah jauh dengan daerah penghasil arabika lain di Indonesia seperti Lampung yang mencapai 400.000 hektar. Namun, banyak buyer yang mencari kopi arabika Bali karena citarasanya yang khas dan berbeda. ‘’Sayangnya produksi masih belum bisa memenuhi permintaan. Terlebih buyer
meminta kopi yang dihasilkan dari perkebunan bersertifikat organik,’’ ujarnya. Aryawan menjelaskan, selain luasan yang tidak seluas penghasil kopi arabika lain, masalah yang dihadapi untuk memenuhi permintaan buyer adalah masih kurangnya kesadaran petani untuk melakukan budi daya kopi yang baik. ‘’Dalam membeli kopi, tidak dilihat jumlah banyaknya. Tetapi dari citarasa yang dihasilkan. Bali sebenarnya menghasilkan 20.000 ton kopi arabika dalam bentuk biji kering yang jika diolah menjadi 5.000 ton kopi beras untuk satu periode panen. Tetapi yang bisa diserap hanya 100 ton kopi beras ke buyer karena memenuhi persyaratan yang diminta,’’ jelas Aryawan. Saat ini pemerintah sedang mendorong petani untuk menghasilkan kopi bercita rasa sesuai dengan keinginan pasar. Dalam artian harus memiliki standar mutu yang
sama. Agar bisa mencapai standar mutu ini, memerlukan empat komponen yang harus dipenuhi. Pertama adalah menanam varietas yang jelas dan unggul. Komponen kedua adalah petani harus merawat kebunnya sesuai prosedur budi daya yang baik. Misalkan saat melakukan panen, kopinya harus benar-benar sudah matang atau berwarna merah. ‘’Tetapi kebanyakan petani masih memanen kopinya tidak semuanya merah. Ada yang kuning atau masih hijau. Padahal rasa kopi ini tergantung pada tingkat kematangan kopi. Semakin banyak yang hijau rasanya justru semakin tidak berkualitas,’’ jelas Aryawan. Sementara komponen ketiga adalah menanam kopi sesuai dengan syarat daerahnya. Kopi arabika akan berkualitas jika ditanam pada ketinggian 900 meter ke atas. Dan tidak disarankan dita-
nam di bawah ketinggian tersebut. Komponen terakhir adalah citarasa. Di mana untuk komponen ini bisa tercapai jika tiga komponen sebelumnya telah diterapkan. Agar petani bisa memenuhi empat komponen ini, membutuhkan peran dari pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi. Menurut Aryawan, pemerintah kabupaten bertugas untuk menangani on farm, dalam hal ini mengawal aktivitas kegiatan budi daya. Untuk itu, harus ada petugas lapangan yang bertugas memberikan pengarahan kepada petani melakukan aktivitas budi daya yang baik. ‘’Tetapi yang menjadi persoalan saat ini, petugas penyuluh kurang. Bahkan ada yang mau pensiun. Ini harus dipikirkan cara memenuhinya,’’ ujar Aryawan. Sementara untuk pemerintah provinsi bertugas dalam off farm seperti melakukan penjajakan dan mempertemukan mitra dan buyer ke petani atau pemerintah kabupaten. Selain itu, juga mendorong mitra ini memberikan kontribusi aktivitas off farm seperti memberikan bibit yang bagus
atau pupuk kepada petani. Selain mempertemukan mitra maupun buyer kepada petani, pemerintah provinsi juga mengeluarkan program pinjaman untuk kegiatan pengolahan produksi perkebunan. Untuk kopi arabika pengolahan produksi ini berupa pengolahan kopi dari biji kering menjadi bubuk. Sebab, harga kopi bubuk jauh lebih mahal dibandingkan dijual dalam bentuk biji kering. Untuk fasilitas pinjaman ini, rencananya akan kembali digelontorkan pinjaman melalui Program Penguatan Modal Usaha Kelompok (PUMK) yang disalurkan melalui BPD dengan bunga 2,75 persen per tahun. Modal ini diberikan kepada kelompok tani yang serius melakukan pengolahan produksi. Bantuan ini biasanya dijadikan petani untuk membangun gedung produksi, alat pengolahan sampai pengemasan. ‘’PUMK ini sudah berjalan dari tahun 2007. Sempat berhenti di tahun 2017 dan rencananya tahun 2019 ini akan diadakan kembali,’’ jelas Aryawan. (kmb24)
Warung Global
Harapan Masyarakat Jangan Sampai Ada Anak Tidak Sekolah TERKAIT kisruh yang terjadi tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Bali, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali KN Boy Jayawibawa menegaskan tidak akan ada PPDB gelombang kedua, yang ada hanya optimalisasi daya tampung dengan lima skema. Adapun lima skema yang dimaksud yakni pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas baru, kerja sama dengan pihak sekolah swasta, double shift alias sekolah sore serta penambahan siswa dalam rombongan belajar. Namun sebelum melakukan optimalisasi daya tampung tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Bali akan melakukan pendataan terlebih dahulu melalui kepala sekolah masingmasing. Lalu bagaimana tanggapan pendengar Radio Gobal 96,5 FM? Berikut rangkuman opini Kawan Global selengkapnya. Mudahkan mencari sekolah, demikian masukan Budiada di Tabanan. Bukankah pemerintah menggaungkan Wajar 12 Tahun? Jangan sampai ada anak yang tak bersekolah. Tiap tahun selalu kisruh, di mana kekurangannya. Mesti dilakukan evaluasi. Satu hal lagi, bersekolah di negeri maupun swasta sama saja, karena bukan jaminan. Sepertinya ini tidak murni soal rebutan sekolah, tetapi berebut cari profesi. Demikian menurut Made Jemet di Denpasar. Sepertinya anak
didik ‘’dibenturkan’’. Jadinya semua ‘’babak belur’’. Ilmu adalah objek dari pendidikan dan bersekolah di manan pun akan sama hasilnya. Ayu di Petang juga menyampaikan pendapat yang sama. Harus legowo, tidak dapat di sekolah yang diharapkan harus terima saja. Ia berharap semua anak bisa mendapat sekolah, baik swasta maupun negeri. Ibarat orang yang sudah sakit jantung, sekarang dikagetkan lagi. Tambah parah jadinya. Hal ini disampaikan
Werdha di Gianyar. Zonasi akan menimbulkan efek. Semangat belajar siswa, nilai UN tidak terpakai. Toh juga bisa bersekolah dekat rumah. Kita pegang janji dewan, semua dapat sekolah. Sistem zonasi tujuannya bagus jika semua mutu sekolah sama. Jangan ada pembedaan sekolah negeri dan swasta. Semua sama mutunya, demikian menurut Febri di Denpasar. Semua ingin bersekolah di negeri karena biayanya lebih murah. (sikha)
OPINI
6
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Menentukan Masa Depan Indonesia
MENTERI merupakan pelaksana dari kebijakan presiden. Boleh dikatakan bahwa suksesnya pemerintahan akan sangat tergantung bagaimana menteri itu bekerja. Mereka bekerja jelas tidak semata-mata untuk mencari nama, tetapi cukup kompleks. Dalam arti, kompleks tersebut sesuai dengan kinerja kementeriannya sesuai nomenklature yang ada dan tentu saja dengan arahan presiden. Kebijakan presiden itu masih dalam garis-garis besar saja yang untuk selanjutnya diterjemahkan oleh menteri atau kementerian yang ada. Di sinilah mulai kelihatan kinerja menteri tersebut. Mereka harus mampu menerjemahkan apa yang dimaksud presiden, kemudian membuat inovasinya agar dapat dilaksanakan. Inovasi tersebut selanjutnya mempunyai jangkauan yang panjang lagi karena harus menyesuaikan dengan karakter daerah dan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia itu beragam budayanya dan karakter lingkungannya juga beragam tingkat kesuburannya. Menteri sebagai perpanjangan tangan presiden harus mampu memberikan arahan lanjutan agar sesuai dengan kebinekaan tersebut. Akhir-akhir ini, kita sering mendengar di televisi bahwa akan terjadi kabinet koalisi lagi untuk membentuk pemerintahan periode kepemimpinan Joko Widodo-Ma’ruf Amin 2019-2024. Banyak yang menyebutkan bahwa komposisi kabinet akan terdiri dari kompromi kekuatankekuatan politik yang menjadi pendukung Joko Widodo saat Pilpres lalu. Kita tahu, lumayan banyak partai yang menjadi pendukung itu. Belum lagi terdengar bahwa kabinet koalisi ini juga akan berasal dari partai-partai yang sebelumnya berseberangan dengan Joko Widodo tetapi kini ingin bergabung dengan pemerintahan. Dengan begitu, anggota kabinet akan terbagi-bagi lagi. Pada sisi lain, kita juga mendengar kalau presiden menghendaki orang-orang muda yang menduduki jabatan menteri ini. Tidak tanggung-tanggung dalam sebuah wawancaranya, presiden mengatakan kemungkinan akan ada menteri yang berumur antara 20 sampai 25 tahun. Hemat kita, siapa pun menterinya, asal mereka mampu dengan matang mengelola kementeriannya, tidak apa-apa. Termasuk hal itu jika misalnya menteri-menteri itu merupakan hasil kompromi untuk mengadopsi kekuatan politik yang ada. Kompromi ini merupakan langkah politis untuk menjami stabilitas. Akan tetapi, hemat kita, kompromi itu haruslah yang ketat. Artinya, jangan semata-mata untuk memuaskan kekuatan-kekuatan politik belaka tetapi juga pilih orang-orang yang cakap dan profesional di bidangnya. Kita pandang pasti partai politik mempunyai orangorang seperti itu. Maka, kita harapkan presiden mampu menemukan orang seperti itu. Tantangannya mungkin akan ada berbagai dinamika di dalam tubuh partai untuk menentukan siapa yang paling pantas menjadi menteri. Dinamika itu dibiarkan saja berjalan sepanjang tidak membuat partai bersangkutan guncang. Tetapi presiden selayaknya menagih orang-orang terbaik di dalam partai dan orang-orang yang cerdas di dalam partai itu. Ini berarti bahwa tidak harus ketua partai yang menjadi menteri. Kita memerlukan hal demikian demi masa depan Indonesia yang jaya. Satu hal yang juga mesti dipertimbangkan presiden dalam memilih anggota kabinetnya nanti adalah soal umur. Boleh-boleh saja menteri itu dipilih anak muda karena undang-undang memungkinkan untuk itu. Namun, jika boleh dikembangkan, pilihlah yang matang dan benarbenar siap berpolitik. Usia muda tidak selalu matang tetapi juga bukan tidak mungkin ada anak muda yang telah bersikap matang. Sikap ini diperlukan demi stabilitas di dalam kabinet tersebut. Sebab, bagaimanapun menteri itu merupakan perwakilan politis yang rawan diguncang oleh lawan-lawannya. Usia matang itu diperlukan untuk menghadapi persoalan-persoalan ini. Mudah-mudahan presiden mampu mengatasi ini sehingga benar-benar mendapatkan orang yang tepat, demi masa depan Indonesia.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Stop Investasi Merusak Tata Ruang Bali hendaknya bergerak menuju pembangunan pariwisata berkelanjutan. Jangan sampai karena kepentingan investasi dan pendapatan daerah, semua tawaran yang masuk diterima tanpa melakukan kajian. Sebagai pramuwisata yang sering mengantarkan wisatawan lewat di jalur ke utara dari Ubud menuju Tegallalang yang saya rasakan pembangunan fasilitas pariwisata sudah mengabaikan zona kawasan pengembangan pariwisata dan melabrak kawasan persawahan. Kini di wilayah Tegallalang, banyak lahan persawahan yang telah beralih fungsi. Ini sering ditanyakan wisatawan kepada saya sebagai pemandunya. Mungkin juga beberapa dari vila dan hotel yang dibangun di jalur ini tak memiliki izin. Atau setidaknya izin yang diajukan tak sesuai dengan alamatnya. Untuk itu, saya berharap upaya penertiban bangunan dan investasi yang melanggar tata ruang ditertibkan. Bali jangan hanya bicara soal pembangunan pariwisata ramah lingkungan, namun pada kenyatananya, semua dikorbankan untuk pariwisata. Mohon lakukan pengawasan lebih intensif. Jika ada vila atau hotel yang beroperasi tanpa izin sebaiknya memang ditertibkan. Atau sebaliknya, jika ada pembangunan fasilitas pariwisata yang melanggar peruntukan lahan segera didata dan ditindak. Sebagai warga Bali, saya tentu sangat mengapresiasi langkah sejumlah pihak yang kini getol menyuarakan Bali bersih dan ramah lingkungan. Jangan karena kepentingan ekonomis sampai mengabaikan keseimbangan alam. Mudahmudahan pembangunan fasilitas pariwisata ke depannya mendapat perhatian serius. Made Adidana Denpasar, Bali
Muda dan Matang, Bukan Sekadar Pamer Kekuatan Politik
Isu utama yang kemudian muncul setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 adalah bagaimana komposisi kabinet yang akan dibentuk oleh pasangan ini untuk mendampigi mereka mengelola Indonesia. Komposisi tersebut dapat saja mengaju kepada jumlah kuantitatif kabinet, kualifikasi yang menyangkut profesional atau politisi, termasuk juga rerata umur dari anggota kabinet yang akan dibangun pemerintahan sekarang. Kriteria-kriteria di atas perlu dipertimbangkan di Indonesia saat ini mengingat berbagai persaingan di dunia internasional begitu ketat dan tidak dapat diduga.
Oleh
GPB Suka Arjawa erkembangan teknologi demikian cepat yang mampu mengubah cara kinerja pemerintahan. Bagi negara maju, inilah yang menjadi patokan mereka untuk berkompetisi. Akan tetapi, sebagai negara berkembang, apalagi dengan karakter masyarakat yang juga sedang berkembang, faktor sosial haruslah menjadi pertimbangan yang signifikan. Sudah jelas, perkembangan teknologi juga harus diikutkan. Namun, teknologi ini haruslah menjadi perkembangan ikutan agar masyarakat tidak terbengong-bengong dengan kemajuan teknologi itu, yang akhirnya ditaklukkan oleh penguasa teknologi. Barat dan Asia Timur adalah penguasa teknologi yang “lapar sosial”, menerobos masuk ke wilayah negara lain tanpa diketahui. Pemerintahan Joko Widodo ke depan harus mempertimbangkan Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang. Pada konteks itulah, komposisi kabinet ini menjadi penting untuk dilihat. Isu yang muncul dari istana adalah bahwa kabinet yang akan dibentuk terdiri dari kabinet dengan anggota yang masih muda-muda usia. Mudah untuk menduga maksud dari presiden untuk memilih menteri yang berusia muda, yaitu untuk mengantisipasi perkembangan teknologi digital yang kini dipe-
gang oleh para generasi muda dunia, dan tentunya termasuk Indonesia. Diharapkan kegesitan dari para menteri yang berusia muda ini akan mampu mengantisipasi perkembangan dunia digital internasional dan dapat memberikan inspirasi kepada generasi muda Indonesia untuk juga bersikap demikian. Sudah tentu juga inspirasi tersebut akan memberikan rangsangan kepada generasi muda Indonesia untuk melakukan berbagai inovasi, kemudian menyebarkannya kepada generasi penerusnya. Poin pentingnya, Indonesia menginginkan laju masyarakat yang berbasis industri 4.0. Inilah mantra paling moncer pada saat ini. Dan celakanya di Jepang, konon sudah mulai orang berbicara masyarakat industri 5.0, dengan titik penting yang diperhatikan adalah relasi sosial dalam hubungan bermasyarakat, dengan basis teknologi terbaru. Akan tetapi yang kemudian perlu dilihat bahwa sebagai negara berkembang, Indonesia tetap mempunyai karakter-karakter lain yang harus dipertimbangkan. Secara sosial, budaya gotong royong dan kompleksitas relasi sosial di Indonesia itu berbeda dibandingkan dengan negara berkembang yang lain. Di sini nilai sosial yang muncul adalah mengedepankan manusia, intinya pertemuan dan diskusi antarmanusia yang muncul di dalam kehidupan sosial.
Sebagian masyarakat Indonesia masih lebih menghargai kedatangan orang untuk mengucapkan selamat pernikahan, ketimbang mengirim gambar lewat video di smartphone. Budaya itu pula yang membuat bagaimanapun metode absen yang dibuat di berbagai kantor di Indonesia, selalu kedapatan kantornya lengang di siang hari dan kemudian menumpuk kembali menjelang hari kantor usai. Kesadaran hukum dan kesadaran fungsional dari masyarakat juga mesti dipertimbangkan. Di berbagai bidang, kita masih belum bisa mengatakan bahwa masyarakat Indonesia itu mempunyai kesadaran hukum dan fungsional yang baik. Contoh yang paling jelas terlihat di jalan raya (silakan cari faktanya). Padahal, untuk mendorong percepatan kinerja dengan teknologi industri 4.0 itu adalah taat pada hukum dan sadar akan fungsi di masyarakat. Dalam sebuah wawancaranya, Joko Widodo mengatakan bahwa bisa saja nanti anggota kabinetnya berumur antara 20-25 tahun atau berumur 30 tahun. Apabila itu benar, maka pilihan umur ini sungguh luar biasa muda. Mungkin pada zaman Orde Baru pun belum ada menteri yang berumur antara 20-25 tahun. Atau bisa jadi pernyataan itu merupakan hal spontan yang muncul pada saat Joko Widodo diwawancara kemudian direkam. Pilihan umur 20-25 tahun mungkin cukup berisiko
mengingat stabilitas mental manusia pada saat itu masih cukup labil. Emosinya masih cukup labil. Kalau dilihat di perguruan tinggi, mereka masih baru tamat master atau bahkan ada yang baru tamat sarjana. Proses pematangan itu akan lebih didapatkan setelah menempuh pendidikan S3. Ahli psikologi mungkin tahu bahwa umur 20-25 tahun itu boleh dikatakan sebagai umur dewasa awal. Proses pematangan manusia baru dimulai dan baru mulai membentuk dan mengkristalkan pengalamannya ke dalam bentuk nilai-nilai ideal dalam tujuan hidupnya. Jadi, mereka yang berumur terentang itu, boleh masih dalam proses. Sudah tentu kemungkinan sudah ada orang yang matang pada usia tersebut, tetapi boleh dikatakan jarang. Sementara kualifikasi menteri, tidak cukup dengan ahli, profesional atau cerdas saja, tetapi juga matang dalam urusan emosi. Menteri adalah urusan politik, dan politik penuh dengan tindakan yang memancing emosional. Jadi, yang diperlukan seorang menteri, bukan kecakapan saja tetapi juga kematangan emosi. Indonesia adalah negara dengan emosi politik yang meledak-ledak. Sejarah sudah memperlihatkan hal itu, bahkan sejak zaman kerajaan (perhatikanlah baik-baik bagaimana sejarah Gajah Mada). Kira-kira inilah yang membuat Indonesia yang kaya raya ini, tidak mampu mendayagunakan kekayaan melimpah itu untuk kesejahteraan melimpah kepada masyarakatnya. Karena itulah, pilihan menteri muda haruslah dialihkan kepada mereka yang berusia di atas 30-tahun, atau mungkin sebaiknya di atas 35 tahun. Usia inilah yang kira-kira di Indonesia sudah boleh dikatakan matang (meski banyak terlihat para preman berusia di atas 50 tahun). Kematangan itu akan mampu
Mengutamakan Kualitas Anak
ANAK adalah anugerah dari Sang Pencipta yang harus kita jaga dan rawat agar bertumbuh menjadi generasi muda yang mampu sekaligus generasi penerus bangsa dan negara. Karena itu, pada dasarnya, keinginan sebuah keluarga adalah memiliki anak untuk menambah kembali kebahagiaan itu. Berkaitan dengan itu, pemerintah Provinsi Bali akan menghentikan kampanye program keluarga berencana atau KB dengan slogan dua anak cukup. Pemerintah Daerah Bali ingin mendorong KB khas Bali dengan memiliki empat anak agar sistem penamaan anak di Bali terjaga. Kalau kita memikirkan bersama bahwa program KB yang dicanangkan oleh pemerintah pusat ke semua daerah yang ada di Indonesia, tujuan sebenarnya adalah agar adanya kelahiran tidak semakin meningkat. Hal itu sekaligus tidak menambah jumlah penduduk secara drastis, sehingga upaya untuk memenuhi kebutuhan maupun kekurangan yang terjadi di masyarakat semakin gampang tercapai. Apalagi kalau semakin banyak penduduk, tetapi pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan dan lainnya tidak merata, pasti akan mengakibatkan kesenjangan sosial karena banyaknya kemiskinan, pengangguran, dan tingginya tingkat kriminalitas. Begitulah hal yang akan terjadi bila kelahiran semakin meningkat. Namun, berbeda dengan apa yang terjadi di Bali, bahwa kearifan lokal ataupun kecintaan terhadap budaya masih sangat kental. Di Bali, menolak kampanye program KB akan menyelamatkan penamaan anak seperti anak pertama bernama Putu atau Wayan, anak kedua Made, anak ketiga Nyoman, dan keempat Ketut. Jadi, jika ada program KB, di mana kampanye dua anak cukup, maka nama Nyoman dan Ketut semakin langka. Oleh karena itu, sangat wajar bila di daerah Provinsi Bali
Oleh
Juandi Manullang menolak program KB tersebut. Sesuatu yang masuk akal tentunya dan pemerintah pusat pun tak akan berkomentar mengenai hal itu. Sebagai bentuk kearifan lokal, maka perlu ada kesepahaman untuk membebaskan masyarakat Bali untuk menolak program KB. Istilahnya, kearifan lokal menjadi utama dan terutama, karena Indonesia dikenal beragam suku, agama, ras dan antargolongan, di mana setiap daerah berbeda-beda budayanya dan kita diminta untuk saling menghormati SARA tersebut. Tidak ada perampasan terhadap hak yang ada agar kehidupan berbangsa dan bernegara semakin baik atau akur. Untuk masyarakat lainnya di setiap daerah yang tidak menganut atau mengenal budaya penamaan anak tersebut, maka wajib melakukan program KB. Setiap adat istiadat atau budaya masing-masing daerah berbeda-beda. Tidak semua punya kearifan lokal terkait penamaan anak. Karena itulah, diimbau untuk daerah selain Bali harus melaksanakan program KB agar tidak terjadi ketimpangan, di mana kelahiran sangat mendominasi. Semakin banyaknya penduduk akan semakin menyulitkan juga sebenarnya dalam pemenuhan kebutuhan. Karena itulah, mengapa banyak kritikan kepada pemerintah pusat bahwa pemerataan kebutuhan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan penyediaan lapangan pekerjaan belum terpenuhi, disebabkan banyaknya penduduk di Indonesia. Akan tetapi, jangan pula perspektif dalam pikiran masyarakat Indonesia bahwa pemerintah pusat melarang sebuah keluarga memiliki anak. Tentu tidak. Cuma, dibatasi banyaknya
anak. Selain itu, tidak ada perspektif dalam pikiran masyarakat adanya diskriminasi dalam memperoleh anak, karena masyarakat Bali dibebaskan memiliki lebih dari dua anak sedangkan daerah lainnya tidak. Tentu tidak begitu juga. Ada hal-hal yang dikhususkan tentunya. Seperti sebuah provinsi di Indonesia, ada yang daerah khusus ibu kota seperti Jakarta, ada yang daerah istimewa dan otonomi khusus. Begitu pun untuk masyarakat Bali diberi kebebasan memiliki anak lebih dari dua karena faktor kearifan lokal atau budaya mereka, jadi layak untuk dikhususkan. Penulis yakin pemerintah Indonesia dan masyarakat memakluminya. Bagaimanapun Indonesia lahir dari sebuah budaya yang terkandung dalam Pancasila juga. Oleh karena itu, hal yang wajar, bila setiap daerah mencintai budaya masing-masing karena Pancasila juga mengamanatkan itu. Bagi penulis pribadi, tak menjadi persoalan bila pemerintah Bali menolak adanya kampanye program KB di daerahnya. Hal itu demi kebaikan juga. Kampanye KB itu dikesampingkan oleh sesuatu yang khusus yaitu kearifan lokal. Tinggal, kita dorong agar kualitas anak itu tetap terjaga. Dimana adanya pemenuhan pendidikan formal yang merata, pendidikan dari keluarga diberikan, kesehatan dan lain sebagainya terpenuhi juga. Hal itu agar menciptakan manusia unggul dan mampu bersaing dengan daerah maupun negara lainnya. Kualitas anak juga terpenuhi. Sekali lagi, penolakan kampanye KB adalah sebuah kebaikan bagi masyarakat Bali pada umumnya dan kita pasti menghormati dan menghargai itu. Penulis, alumnus Universitas Katolik Santo Thomas, Sumatera Utara
membuat keputusan yang memilih secara bijak teknologi yang disebut-sebut industri 4.0 tersebut, yang basisnya internet dengan kecepatan yang tinggi. Tidak semua orang Indonesia mampu beradaptasi dengan teknologi tersebut. Menteri yang terlalu muda dan kurang matang pengalaman dan pengetahuannya tentang komposisi struktural masyarakat Indonesia, dikhawatirkan terlalu membombardir masyarakat Indonesia dengan perangkat teknologi digital. Bombardir seperti ini akan berpotensi menghasilkan outcome yang asal-asalan, sekadar jadi dan tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Apa pun bentuk produk tersebut. Gedung bertingkat yang dipaksakan selesai dalam waktu enam bulan, tidak akan mampu menghasilkan gedung yang kuat. Indonesia adalah negara yang sedang berkembang karena itu menangani persoalannya juga harus dengan hati-hati dan bijak. Dalam wawancara tersebut, Presiden Joko Widodo juga telah mengatakan bagaimana pentingnya peran menteri koordinator. Artinya, dalam konteks ini, presiden memahami bagaimana beratnya tanggung jawab seorang menteri untuk mengurusi negara seluas Indonesia. Disebutkan bahwa jika ada persoalan-persoalan yang rumit soal pengelolaan tersebut, maka menteri koordinatorlah yang akan berperan di dalamnya. Dengan demikian, ke depan, dalam susunan kabinet periode 20192024 ini, presiden harus bekerja keras memilih menteri koordinator yang betul-betul nanti mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang ada di lapangan. Bukan muda hanya untuk mencari perhatian, tetapi muda yang benar-benar matang. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP, Universitas Udayana
POJOK Bali-Cina menuju era baru, budaya menjadi perekat keduanya. - Semangat kemandirian ekonomi maju bersama. *** Purnatugas, anggota DPRD Bali akan terima tanda jasa pengabdian. - Tanda jasa dari rakyat. *** PPDB tingkat SMA/ SMK 2019 di Bali sinergi dengan swasta. - Tujuannya sama majukan SDM Bali.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN Pengelola Ulun Danu Beratan Rancang Festival Bernuansa Alam Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan terus berupaya menggali destinasi wisata baru sebagai upaya peningkatan pendapatan daerah. Salah satunya mengangkat potensi wisata taman bunga The Bloom Garden di Desa Batusesa Kecamatan Baturiti. Dalam waktu dekat akan digelar festival sebagai upaya mem-
perkenalkan destisai wisata baru tersebut. Destinasi wisata ini merupakan pengembangan dari DTW Ulun Danu Beratan. Dengan luas lahan 5 hektar, kawasan tersebut ditanami berbagai jenis bunga. Selain itu ada fasilitas penunjang seperti tempat minum kopi, spot selfie serta kawasan kebun kopi.
Manajer Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika menjelaskan, pihaknya tengah merancang festival yang akan digelar di The Bloom Garden. Rencananya festival digelar akhir bulan ini. ‘’Apakah akan digelar selama 2 hari atau 3 hari, ini masih dalam konsep,’’ ujarnya, Jumat (5/7) kemarin. Pihaknya telah meran-
cang sejumlah ataksi seperti lari lintas alam dan kemah massal. Serta yang terpenting, menampilkan kesenian khas parade gebogan bunga. (kmb28) GARDEN - The Bloom Garden di Desa Batusesa Kecamatan Baturiti.
Disdik Tambah Dua Rombel di SMPN 2 Tabanan
Bali Post/ist
Tabanan (Bali Post) -
Hasil perankingan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi untuk jenjang SMP akan diumumkan Sabtu (6/7) hari ini. Dipastikan akan ada calon siswa yang tidak diterima khususnya di tiga SMP negeri di kota Tabanan yakni SMPN 1 Tabanan, SMPN 2 Tabanan dan SMPN 3 Tabanan lantaran animo yang mendaftar di sekolah tersebut sangat tinggi. Terkait hal ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabanan berencana melakukan penambahan dua rombel khusus untuk SMPN 2 Tabanan.
Bali Post/bit
SMPN 2 Tabanan
Donor Darah Warnai Hari Bhakti Adhyaksa
Bali Post/ist
DONOR DARAH - Wakil Bupati Tabanan yang juga Ketua PMI Tabanan mengikuti donor darah serangkaian Hari Bhakti Adhyaksa di Kejari Tabanan. Tabanan (Bali Post) Donor darah merupakan salah satu penerapan pola hidup sehat. Jika dilakukan secara aktif, bisa menghindarkan berbagai macam penyakit khususnya penyakit jantung maupun penyakit berbahaya lainnya. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya saat menghadiri Hari Bhakti Adhyaksa ke59 dan HUT XIX Ikatan Adhyaksa Darma Harini Tahun 2019, di kantor Ke-
jari Tabanan, Jumat (5/7) kemarin. Sebagai Ketua PMI Tabanan, pihaknya mengapresiasi acara seperti ini. ‘’Kami dari PMI siap kapan p un d iminta melakukan kegiatan ini karena kegiatan ini memiliki tujuan mulia untuk bisa berbagi dan membantu masyarakat Tabanan. Kami sifatnya melayani sehingga kami selalu siap membantu masyarakat,’’ ujarnya. Ditambahkannya, Ka-
bupaten Tabanan saat ini belum memliki kantor PMI sendiri sehingga masih bertempat di BRSU Tabanan. Alhasil, penyimpanan darah juga belum begitu maksimal akibat tempat yang belum memadai dan kurang representatif karena penyimpanan darah harus sesuai SOP. ‘’Kami harap PMI Tabanan segera memiliki kantor sendiri dengan peralatan lengkap dan memadai, sehingga dapat memberikan pelayanan dalam bidang sosial khususnya donor darah bisa dikerjakan secara maksimal,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kajari Tabanan Ni Wayan Sinaryati menyampaikan, pada kegiatan ini pihaknya selain menyumbangkan pikiran dan tenaga, juga ingin memberikan pelayanan yang berkualitas dengan tetap mengedepankan rasa ikhlas dan bekerja sesuai hati nurani. Dia berharap kegiatan ini mampu memberikan motivasi dan dorongan bagi segenap instansi dan setiap orang tentang pentingnya me nolong masyarakat yang membutuhkan. ‘’Kami mengajak seluruh komponen masyarakat ikut memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat. Mari saling bahu-membahu mengedepankan rasa kebersamaan melayani masyarakat,’’ jelasnya. (kmb28)
Penambahan dua rombel, kata Kabid SMP Disdik Tabanan I Made Darmawita, tidak akan keluar dari aturan Permendikbud tentang PPDB. Apalagi, secara teknis masih memungkinkan penambahan rombel di SMPN 2 Tabanan dari sebelumnya enam kelas menjadi delapan kelas. Terkait rencana tersebut, Disdik telah menyiapkan surat laporan permohonan dispensasi ke pemerintah pusat karena hal ini juga berkaitan dengan penerimaan dana BOS. ‘’Surat dispensasi ke pusat sudah kami buat dan akan kami laporkan segera, karena dalam juknis PP 51 tentang PPDB ada pasal yang mengatur ter-
kait permakluman tersebut,’’ terangnya. Masalah jalur zonasi ini tidak hanya muncul di Tabanan, melainkan hampir di semua daerah, sehingga pemerintah pusat masih memberikan kebijakan dispensasi penambahan rombel. Namun dispensasi itu tetap mengacu pada pembelajaran sekolah pagi, dan bukan double shift. Secara teknis serta kesiapan dari tiga sekolah tersebut, hanya SMPN 2 Tabanan yang masih bisa menambah dua rombel untuk menampung siswa yang belum terdaftar sesuai dengan jalur zonasi. Hanya, ditekankannya, penambahan rombel ditujukan
bagi siswa yang tidak diterima di SMPN 1 Tabanan. ‘’Jadi, siswa yang terkikis di SMPN 1 Tabanan ini kami arahkan ke SMPN 2 ataupun SMPN 3 Tabanan,’’ ucap Darmawita, Jumat (5/7) kemarin. Dijelaskannya lebih lanjut, dari hasil monitoring sementara, untuk Kecamatan Tabanan ada dua SMP negeri yang kuotanya masih belum terpenuhi yaitu SMPN 4 Tabanan dan SMPN 5 Tabanan. Sementara untuk dua SMP negeri yang baru seperti SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri, jumlah yang mendaftar sudah melebihi kuota atau masing-masing lima rombel dengan jumlah per kelas 32 siswa. (kmb28)
Pelayanan Tera Ulang Belum Optimal
Bali Post/dok
TERA ULANG - Layanan tera ulang di pasar tradisional belum lama ini.
Tabanan (Bali Post) Pascapelimpahan kewenangan perlindungan konsumen di bidang kemetrologian ke kabupaten/kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan telah rutin melakukan pelayanan tera ulang secara mandiri. Sayangnya sampai saat ini lingkup layanan belum maksimal lantaran terbentur keterbatasan peralatan dan anggaran. Kepala Seksi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Ni Putu Erna Susanti seizin Kepala Disperindag Tabanan I Gusti Nyoman Arya Wardana, Jumat (5/7) kemarin mengatakan, untuk pelayanan tera ulang alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP), sudah bisa dilayani khususnya di pasar tradisional. Hanya saja sampai saat ini masih belum maksimal lantara belum memiliki tenaga reparasi, selain juga masih kekurangan AT Bidur (anak timbangan). Layanan menggunakan bidur ini biasanya untuk pemohonan tera ulang perusahaan yang memiliki UTTP khusus, yaitu timbangan jembatan yang biasanya dimiliki oleh SPBE dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur jalan. Terkait kekurangan AT bidur tersebut, Disperindag juga sudah mengajukan permohonan penambahan lingkup pelayanan ke Direktorat Metrologi dan rencananya secara bertahap akan dilakukan penyediaan penambahan bidur. ‘’Tahun ini untuk bidur kami dapat anggaran pembelian sebanyak 1 ton dengan nilai kurang lebih Rp 32 juta,’’ ucapnya. Menurut Erna Susanti, layanan tera sebenarnya sangat penting, hanya saja sejumlah kendala yang dihadapi saat ini menyebabkan pelayanan tera dan tera ulang belum mampu menyasar seluruh pasar maupun UTTP di Kabupaten Tabanan. Hambatan itu seperti terbatasnya SDM yang berhak atau memiliki kualifikasi, yang saat ini di Kabupaten Tabanan baru ada dua orang serta tidak kalah pentingnya, belum tersedianya tempat reparasi UTTP. ‘’Potret pelayanan tera, tera ulang, masih jauh dari harapan. Tentu saja perlu komitmen daerah sehingga ke depan kendala-kendala ini diharapkan bisa diatasi dan pelayanan tera ulang dapat lebih optimal demi mempercepat terwujudnya tertib ukur dalam upaya perlindungan konsumen,’’ tegasnya. Di sisi lain, kegiatan pelayanan di unit metrologi legal dalam waktu tertentu dilakukan surveilance atau penilaian kembali dari Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan RI. (kmb28)
Uma Kawan, Destinasi Wisata Berbasis Pertanian DESTINASI pariwisata berbasiskan pertanian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pertimbangan inilah yang kemudian memacu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Baturiti Kecamatan Kerambitan untuk ‘’menyulap’’ sawah di Subak Buluh menjadi destinasi wisata baru. Diharapkan destinasi wisata ini bisa menjadi salah satu pionir pengembangan pariwisata di Kerambitan selain wisata puri, kesenian tektekan dan lainnya. Di kawasan tersebut terdapat beberapa spot selfie seperti instalasi sarang burung, jantung dan perahu. Menariknya, spot selfie dibuat dari limbah kayu. Kawasan ini dilengkapi juga dengan ayunan dan tempat makan yang menyuguhkan kuliner tradisional Kerambitan seperti jaja Bali, bubuh Bali dan jejeruk nyawan.
Ketua Pokdarwis Desa Baturiti Made Pasek Wiratmaja menuturkan, tempat wisata berawal dari banyak wisatawan yang berkunjung ke Desa Baturiti untuk bersepeda dan trekking. ‘’Dari sana tamu merasa nyaman karena bisa berinteraksi langsung dengan petani, dan tercetus membuat satu buah tempat singgah untuk istirahat dan satu spot selfie. Rupanya banyak yang tertarik dan akhirnya terus kami kembangkan dengan membentuk kelompok serta melibatkan empat orang perwakilan dari enam dusun,’’ terangnya. Dengan konsep alami dan melibatkan langsung aktivitas warga, pihaknya yakin desa wisata akan berjalan bagus dan berkembang. Rencananya, Uma Kawan akan dikelola oleh desa melalui BUMDes. ‘’Di sini bukan keuntungan yang kami lihat, namun bagaimana warga se-
tempat bisa bangkit dan terlibat di dalamnya. Konsep kami tetap mengedepankan pertanian,’’ ujarnya. Begitu pula untuk kuliner, diakui Pasek, warga yang ingin menampilkan kuliner tradisional yang khas, bisa ikut menyuguhkannya di Uma Kawan. ‘’Pemberdayaan masyarakat lokal yang ingin kami bangkitkan. Semua kami rangkul, membangkitkan potensi wisata desa,’’ terangnya. Keberadaan Uma Kawan sejak mulai diperkenalkan saat Festival Kerambitan tahun 2018, diakui Pasek, diterima cukup baik oleh masyarakat. Terbukti, rata-rata kunjungan per hari bisa mencapai 50 orang, bahkan Sabtu dan Minggu bisa mencapai 150 orang. ‘’Dominan masih masyarakat lokal, kalau wisatawan asing biasanya paling banyak dari Australia,’’ terangnya. Dengan hanya membayar
uang tiket masuk sebesar Rp 10 ribu, pengunjung bisa menikmati pemandangan dengan beragam spot selfie serta sajian soft drink dan jajan Bali. ‘’Ini masih terus kami kembangkan sesuai dengan ide atau gagasan anggota kelompok, sepanjang tidak mengganggu konsep pertanian yang memang kami tekankan di sini,’’ tegasnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, destinasi wisata Uma Kawan masih terkendala lahan parkir. Hal ini mengingat lokasinya berada di tengah areal pertanian, tentu saja lahan parkir masih menjadi kendala khususnya saat memasuki hari libur seperti tahun baru. ‘’Masalah parkir sedang diupayakan oleh desa. Sementara masih bisa terbantu dengan jalan yang memutar. Terkadang anggota kelompok kewalahan juga saat kunjungan ramai,’’ ucapnya. (bit)
Bali Post/bit
WISATA - Uma Kawan, destinasi wisata baru di Kecamatan Kerambitan.
BULELENG
8
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Ratusan Siswa Gagal Masuk SMA Negeri Sejumlah Perbekel Desak Bangun Sekolah Baru Singaraja (Bali Post) – Sejumlah perbekel di Kecamatan Buleleng mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membuka SMA baru. Pemicunya karena dampak kebijakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) mengakibatkan lebih dari 300 siswa lulusan SMP tidak diterima di SMA negeri. Hal ini disebabkan karena jarak antara rumah tinggal dengan SMA negeri yang dilamar tidak masuk dalam zonasi. Informasi di lapangan, Jumat (5/7) kemarin, lebih dari 300 orang lulusan SMP dari lima desa di Kecamatan Buleleng tidak dapat sekolah yang diinginkan. Ratusan lulusan SMP itu masing-masing dari Desa Kaliasem, Kayu Putih, Kalibukbuk, Anturan, dan Tukadmungga. Para siswa sebelumnya mendaftar ke beberapa SMA negeri terdekat dari wilayah mereka, seperti di SMAN 2 dan SMAN 4 Singaraja. Sayangnya, dalam pengumuman PPDB jenjang SMA, mereka dinyataan tidak diterima. Situasi ini membuat para orangtua mereka resah. Pasalnya, mereka tidak memiliki pilihan untuk mencari sekolah negeri dengan jalur lain. Bila mendaftar ke SMA swasta, para orangtua siswa tersebut mengaku kesulitan biaya karena mahal. Selain pertimbangan biaya sekolah, para para orangtua siswa ini kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi kalau anak mereka melanjutkan di sekolah swasta. Menyusul keresahan para orangtua itu, sejumlah perbekel di Kecamatan Buleleng kompak mendesak pemerintah mengatasi permasalahan
ini agar ratusan lulusan SMP tahun ini tidak menjadi drop out (DO). Perbekel yang melayangkan desakan itu masingmasing Perbekel Desa Kaliasem Ketut Sukiarta, Perbekel Desa Kayuputih Ketut Sumanaya, Perbekel Kalibukbuk Made Suka, dan Perbekel Desa Tukadmungga Putu Madya. Sedangkan Perbekel Desa Anturan Made Budi Arsana tidak hadir dalam pertemuan itu, namun dia menyatakan dukungan yang sama agar ada solusi permanen dalam mengatasi lulusan SMP yang tidak tertampung di sekolah negeri. Perbekel Desa Kalibukbuk Made Suka mengatakan, kebijakan PPDB yang menerapkan sistem zonasi, permindahan orangtua, dan jalur prestasi ini untuk pemerataan siswa baru di sekolah negeri. Hanya, faktanya PPDB menimbulkan dampak negatif yakni banyak lulusan SMP yang justru ditolak di sekolah negeri. Lulusan SMP di desanya jarak paling dekat dengan SMAN 2 dan SMAN 4 Singaraja. Akan tetapi faktanya, jarak tersebut dikalahkan dengan lulusan SMP dari desa lain yang nota-
bene lebih dekat dengan kedua sekolah tersebut. Atas kondisi ini, dirinya mengaku banyak didatangi para orangtua siswa yang mengadu karena anaknya ditolak di SMAN 2 atau SMAN 4 Singaraja. ‘’Kami banyak didatangi orangtua siswa yang minta bantuan untuk mengatasi masalah ini. Namun karena sudah kebijakan PPDB, tetap saja anakanak lulusan SMP dari desa kami ditolak di kedua sekolah itu,’’ ujarnya. Atas kondisi ini, Suka dan perbekel lain kompak mendesak agar dibangun sekolah negeri baru yang mewilayahi lima desa tersebut. Hanya dengan penambahan sekolah baru itu, bisa mengatasi permasalahan ini dengan permanen. Pembukaan sekolah baru, diakuinya, memungkinkan karena pemerintah memiliki lahan yang sangat luas berlokasi di Dusun Banyualit, Desa Kalibukbuk. Lahan ini sekarang hanya difungsikan untuk lokasi pemancar RRI dan sebagian besar lahannya terbengkalai. ‘’Daripada lahannya tidak dimanfaatkan seperti sekarang dan bahkan sudah dikapling,
Bali Post/kmb38
PERBEKEL – Sejumlah perbekel di Kecamatan Buleleng sepakat mendesak Pemprov Bali membuka sekolah baru. lebih baik dijadikan lahan sekolah baru. Kami yakin dengan sekolah baru ini, permasalahan siswa yang tidak dapat sekolah seperti yang terjadi sekarang ini bisa diatasi,’’ jelasnya. Perbekel Desa Kaliasem Ketut Sukiarta mengatakan, untuk merealisasikan tuntutan itu, pihaknya meminta agar pengambil kebijakan di daerah dan utamanya DPRD Buleleng memperjuangkan pembu-
Bali Post/kmb38
PARIPURNA – Fraksi-fraksi di DPRD Buleleng dalam Sidang Paripurna menyetujui pengesahan empat perda, Jumat (5/7) kemarin.
Empat Ranperda Disetujui Jadi Perda Singaraja (Bali Post) – DPRD Buleleng menyetujui empat rancangan perda (ranperda) menjadi peraturan daerah (perda). Persetujuan itu diambil dalam Sidang Paripurna DPRD, Jumat (5/7) kemarin, dengan agenda penyampaian pandangan fraksi-fraksi terhadap empat ranperda yang diajukan eksekutif. Empat Ranperda itu, yakni PT BPR Bank Buleleng 45 (Perseroda), perubahan atas Perda No. 23 tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Perda Pengelolaan Air Minum Perdesaan, dan Perda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (Riparkab) Buleleng. Dalam pemandangan
umum bersama Fraksi PDI Perjuangan, Gerindra, dan Fraksi Partai Hanura, dibacakan Wayan Teren mengatakan, Perda tentang PT BPR Buleleng 45 (Perseroda) membuka peluang untuk pihak ketiga dalam membesarkan bank milik pemerintah itu. Tidak itu saja, pihak desa pakraman dan komponen lain juga mendapat kesempatan yang sama untuk komitmen membesarkan perusahaan. Oleh karena itu, politisi asal Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada ini mengusulkan, setelah disahkannya perda ini, direksi diminta melakukan penghitungan kembali seluruh aset yang dikelola sekarang, sehingga ada data aset Bank
Buleleng 45 menjadi valid. Fraksi Partai Golkar lewat juru bicaranya Gede Suparmen mengatakan, perubahan Bank Buleleng 45 menjadi Perseroda ini mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan terutama dalam hal perbankan. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar eksekutif melakukan pengawasan yang optimal, sehingga keberadaan perusahaan bisa memberikan kontribusi positif melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya menyampaikan, khusus untuk Perda Pengelolaan Air Minum Perdesaan akan memberikan
legalisasi dan kepastian hukum setiap unit pengelolaan air minum pedesaan. Regulasi ini pun nantinya akan mencegah terjadinya konflik akibat pengelolaan sumber mata air baku yang belakangan ini masih sering terjadi. Selain itu, bagi pemerintah daerah melalui kebijakannya akan fokus membantu desa dalam menyiapkan sarana infrastrukturnya. Dalam melaksanakan tugas ini, kebijakan berorientasi pada aspek kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan. “Dengan perda ini, pengelolaan air minum akan menjadi legal dan terhindar konflik internal. Tugas pemerintah adalah menyiapkan infrastrukturnya,” ujarnya. (kmb38)
Ratusan Pemancing Sasar Ikan Predator di Danau Buyan Singaraja (Bali Post) – Populasi ikan di Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada belakangan ini mulai terganggu dengan serangan predator yaitu ikan zebra. Predator ini memangsa telur atau benih ikan yang masih kecil. Untuk mengendalikan serangan predator ini, Dinas Perikanan (Diskan) Buleleng gencar melakukan penangkapan ikan zebra yang melibatkan 130 pemancing. Perburuan ini digalakkan melalui lomba mancing dengan target ikan zebra. Kompetisi tersebut dilakukan serangkaian Twin Lake Festival (TLF) ke-6 tahun 2019, Jumat (5/7) kemarin. Dalam waktu dua jam, ratusan pemancing berlomba-lomba menangkap ikan tersebut. Kepala Diskan Buleleng Ni Made Arnika mengatakan, keberadaan ikan zebra muncul sejak beberapa tahun terakhir. Predator ini tidak diketahui bagaimana perkembangbiakannya. Namun, akhir-akhir ini banyak nelayan yang tidak sengaja menangkap ikan zebra tersebut. Semakin lama, nelayan di Danau
Buyan pun mengetahui kalau populasi ikan zebra begitu banyak dan kerap kali memangsa telur atau benih ikan lain seperti nila, karper, dan ikan air tawar lain yang masih kecil. “Dari mana asalnya tidak diketahui, tiba-tiba saja predator ini muncul di Danau Buyan. Informasi dari nelayan ikan zebra ini memangsa telur atau benih ikan yang kecil-kecil,” ujarnya. Menurut Arnika, pemberantasan predator dengan penangkapan oleh nelayan sudah dilakukan dengan baik. Hanya, upaya itu masih perlu ditingkatkan, sehingga populasi ikan zebra bisa dikurangi dengan cepat. Upaya memburu predator ikan di Danau Buyan ini dilakukan melalui lomba mancing setiap digelarnya TLF. Seperti dalam event tahun ini, pihaknya mengundang para penghobi mancing untuk berpartisipasi memburu ikan zebra. Dengan lomba ini, paling tidak para pemancing tertarik berpartisipasi menjaga kelestarian populasai ikan dari serangan
ikan zebra. “Penangkapan dengan lomba mancing kita galakkan, sehingga setelah ini kesadarannya semakin meningkat. Dengan demikian, ikan zebra ini dapat kita basmi dengan perlahan untuk menyelamatkan populasi ikan-ikan di danau ini,” jelasnya. Selain memburu ikan zebra, Diskan secara rutin melakukan restocking (penebaran) benih ikan di perairan umum, termasuk di Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Penebaran ini tujuannya memperkaya populasi ikan air tawar yang endemis berkembang biak di kedua danau tersebut. Selain melalui program rutin, partisipasi pihak ketiga yang mendukung pelestarian ekosistem di Danau Buyan dan Tamblingan. Dengan gerakan itu, Arnika optimis kelestarian populasi ikan air tawar tetap terjaga. (kmb38)
Bali Post/kmb38
IKAN ZEBRA – Diskan Buleleng menggelar lomba mancing ikan zebra pada event TLF ke-6, Jumat (5/7) kemarin.
kaan sekolah baru di wilayah Kalibukbuk dan sekitarnya. Sekolah baru ini bukan saja untuk menampung calon siswa yang ditolak karena jaraknya tidak memenuhi syarat dalam zonasi, namun ke depan ini untuk menampung lulusan SMPN 8 Singaraja. ‘’Kami minta ini diperjuangkan oleh anggota dewan kita. Bukan untuk sekarang saja, namun sekarang di wilayah kami sudah ada SMP 8
dan akan menamatkan lulusannya. Kalau tidak ada sekolah baru, kami khawatir mereka tidak bisa mendapatkan SMA negeri,’’ jelasnya. Sementara itu, salah satu orangtua siswa, Ketut Alit Widiada, menuturkan anaknya tidak diterima di SMAN 4 Singaraja karena jaraknya jauh dari sekolah. Karena tidak ada pilihan lain, dia terpaksa mengeluarkan biaya cukup mahal untuk
menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Sebenarnya, pilihan sekolah swasta itu tidak diinginkan karena membutuhkan dana besar. ‘’Kami berharap masalah ini ada solusi permanen dan itu hanya bisa dilakukan dengan membuka sekolah baru. Kasihan anak-anak dari jauh dan ekonominya menengah ke bawah, kalau dipaksa masuk sekolah swasta dan jelas tidak mampu,’’ tegasnya. (kmb38)
Saksi Pembunuhan Mahayoni Tidak Penuhi Panggilan Polisi
Singaraja (Bali Post) – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Buleleng mendalami kasus pembunuhan Ketut Nurti Mahayoni (65). Rencana polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi tambahan tidak terlaksana. Pasalnya, saksi tersebut tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena ada upacara agama. ‘’Rencananya hari Senin (8/7 - red), saksi tersebut bersedia memberi keterangannya. Walau saksi tambahan itu belum dimintai keterangan, tidak menghambat penyidikan,’’ tegas Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres AKBP Suratno, Jumat (5/7) kemarin. Menurut Sumarjaya, saat ini penyidik tinggal mencocokkan keterangan antarsaksi. Jika Berita Acara Pemeriksaan (BAP) cepat rampung, segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Pascakejadian, polisi telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Sambil memeriksa saksi-saksi, penyidik masih menunggu hasil visum jenazah korban dari RSUP Sanglah, Denpasar. Pasalnya, hasil visum ini menjadi barang bukti surat yang menunjukkan penyebab pasti kematian korban.
‘’Ini (visum - red) yang belum kami terima dan masih ditunggu. Begitu terbit akan dijadikan bukti surat dalam BAP,’’ jelasnya. Perwira asal Desa Sepang Kecamatan Busungbiu ini mengatakan, hingga saat ini tersangka Nyoman Sumerta berada di rumahnya di Penarukan, Buleleng. Pertimbangannya karena kondisi pelaku menderita sakit gagal ginjal. Apalagi setiap minggu pelaku harus menjalani cuci darah di rumah sakit. Namun, pelaku menjalani wajib lapor. Pertimbangan lain hingga penahanannya ditangguhkan, pihak keluarga memberikan jaminan pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. ‘’Proses jalan terus dan penangguhan itu hanya karena pertimbangan kemanusiaan. Anak tersangka memberikan jaminan dan selama proses hukum yang bersangkutan kooperatif,’’ jelas mantan Kanitreskrim Polsek Kubutambahan ini. Seperti diberitakan, penyidik menetapkan Nyoman Sumerta (68) sebagai tersangka terkait kasus tewasnya sang istri, Ketut Nurti Mahayoni (65). Sumerta membunuh istrinya menggunakan belati, Sabtu (29/6) lalu. (kmb38)
9 GIANYAR Tiga Pelaku Penggelapan Mobil Lembu Setinggi 7,5 Meter Diringkus Polisi Iringi Ngaben Massal di Bitera Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Gianyar (Bali Post) Unit Reskrim Polsek Sukawati berhasil meringkus tiga pelaku penggelapan mobil. Otak penggelapan mobil ini I Putu Bagiasa (33), dibantu dua orang temannya I Nengah Sukarta (46) dan I Nyoman Winaya (50). Ketiga tersangka asal Buleleng ini saat ini masih menjalani pemeriksaan polisi. Kapolsek Sukawati AKP Suryadi didampingi Kanitreskrim Iptu IGN Jaya Winangun menjelaskan, ketiganya ditangkap lantaran terbukti menggelapkan dua unit mobil rent car yang disewa pada korban Putu Budiarta, pemilik Santika Rent Car di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. ‘’Tim Opsnal Polsek Sukawati berhasil mengamankan tiga tersangka
penggelapan mobil pada Rabu 3 Juli lalu,’’ katanya. Menurut Suryadi, polisi mendatangi rumah tersangka Komang Bagiasa di Kubutambahan, Buleleng. Pascadilaporkan April lalu, Bagiasa kabur dari kosnya di wilayah Penatih, Denpasar Timur. Termasuk ketika dicari ke kampung, Bagiasa tak kunjung pulang. ‘’Baru Rabu (3/7) lalu tersangka Bagiasa ini terpantau ada di rumahnya dan langsung kami amankan tanpa perlawanan. Ia mengakui perbuatannya,’’ ujarnya. Dari hasil interogasi, Bagiasa mengungkapkan lokasi dua unit mobil itu digadaikan. Termasuk mengakui bahwa saat beraksi dibantu dua rekannya, yakni I Nengah Sukerta dan Nyoman Winaya. ‘’Satu mobil digadaikan
Bali Post/kmb35
TERSANGKA - Tiga tersangka penggelapan mobil rent car saat digelandang di Mapolsek Sukawati, Jumat (5/7) kemarin.
di wilayah Latu, Badung. Satunya lagi disewa di daerah Gatsu Denpasar,’’ jelas Suryadi. Kepada polisi, tiga tersangka mengaku baru pertama kali beraksi. Namun perkiraan polisi, tiga tersangka ini punya jaringan dan pernah beraksi di tempat lain. ‘’Informasinya mereka sudah sering menggelapkan mobil rent car. Tapi kami baru berhasil tangkap kali ini. Sebelumnya ia pernah menggelapkan mobil di Denpasar dan Badung. Kami masih kembangkan,’’ jelasnya. Suryadi menambahkan, modus para tersangka dengan berpura-pura menyewa dua unit mobil jenis Avansa silver DK 776 KO dan Avansa hitam DK 1073 KO. Mobil itu sudah disewa sejak April 2019. Per hari dikenakan tarif sewa Rp 200.000 per unit. Dalam nota penyewaan mobil, tersangka bermaksud menyewa selama tujuh hari atau satu minggu. ‘’Tersangka membayar lunas sekitar Rp 1,4 juta per unit,’’ katanya. Dalam proses penyewa dua unit mobil itu, tersangka langsung diberikan lengkap dengan STNK. Kesempatan ini memicu niat jahat para tersangka untuk melakukan penggelapan. Selanjutnya, dua unit mobil itu digadaikan senilai Rp 50 juta. ‘’Masingmasing digadaikan senilai Rp 25 juta. Setelah dapat uang, mereka gunakan untuk foyafoya,’’ kata Suryadi. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP yo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang perkara penipuan dan atau penggelapan. Ancaman hukumannya empat tahun penjara. (kmb35)
Kasat Intelkam dan Lantas Dimutasi Gianyar (Bali Post) Mutasi digelar pada dua jabatan di Mapolres Gianyar, yakni posisi Kasat Intelkam dan Kasat Lantas Polres Gianyar. Upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo digelar di halaman Mapolres Gianyar, Jumat (5/7) kemarin. Posisi Kasat Intelkam Polres Gianyar yang baru dijabat AKP Ida Bagus Dana Ginawa. Sementara pejabat lama AKP Arya Agung Arjana Putra pindah tugas ke Panit II Subdit V Dir Intelkam Polda Bali. AKP Ida Bagus Dana Ginawa sebelumnya menjabat sebagai Panit I Unit II Subdit III Ditresnarkoba Polda Bali. Se-
belumnya, perwira asal Blahbatuh ini juga sempat mengisi sejumlah posisi strategis di Wilkum Polres Gianyar, seperti Kasat Narkoba Polres Gianyar dan Kanit Reskrim Polsek Blahbatuh. Sementara itu, posisi Kasat Lantas Polres Gianyar kini dijabat AKP Laksmi Trisna Dewi Wieryawan yang sebelumnya menjabat Wakasat Lantas Polresta Denpasar. Sementara itu, AKP Gusti Agung Ayu Udayani Addi dimutasi menjadi Kapolsek Denpasar Barat. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto mengatakan, pergeseran jabatan di internal Polri ini merupakan hal biasa untuk penyegaran. Mutasi juga bagian
dari pola pembinaan karier personel Polri. “Untuk mendapatkan promosi jabatan yang baru dan mengembangkan karier serta sebagai upaya meningkatkan kinerja organisasi maupun personel,” ujarnya. Perwira melati dua di pundak ini berharap, personel Polri yang menduduki posisi baru tersebut dapat meningkatkan profesionalisme dalam bertugas. “Keberhasilan pelaksanaan tugastugas selama ini oleh pejabat lama, baik di bidang pembinaan maupun operasional terutama dalam pengamanan rangkaian kegiatan pemilu, hendaknya dijadikan acuan untuk pelaksanaan tugas selanjutnya,” katanya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
SERTIJAB - Suasana sertijab di halaman Mapolres Gianyar, Jumat (5/7) kemarin.
NGABEN massal akan digelar di Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, Sabtu (6/7) hari ini. Mengiringi rangkaian upacara Pitra Yadnya menuju setra setempat, sudah dibuat lembu khusus setinggi 7,5 meter dan berat diperkirakan mencapai 3 ton lebih. Rencananya lembu itu akan digotong oleh 500 krama secara estafet sejauh 1 kilometer. Menurut undagi lembu, Gusti Made Armada, lembu ini dikerjakan selama sebulan lebih. Ia mengerjakan lembu tersebut dibantu sejumlah rekannya. “Pembuatannya selama satu bulan, dibantu lima orang rekan saya. Mereka masing-masing sudah memiliki tugas, ada yang membuat hiasannya, tatakan lembu, hingga membuat kerangka,” ujar Armada, Jumat (5/7) kemarin. Pria asli Banjar Pekandelan, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh ini mengatakan, lembu itu memang sengaja didesain supaya besar dan berat. Tingginya 7,5 meter dan berat sekitar 3 ton. Dikatakan, saat prosesi Pitra Yadnya yang digelar Sabtu hari ini, lembu tersebut akan menjadi tempat sawa yang berjumlah delapan sawa. Mengingat prosesi ngaben di desa setempat masih secara ngagah, sehingga sengaja dibuatkan lembu yang berukuran besar tersebut. “Dulu di Puri Ubud saya pernah membuat lembu yang berukuran 8,5 meter sekitar tahun 2006 lalu. Makanya dalam proses pembuatan lembu ini, saya tidak menemukan kendala yang berarti. Tepat dalam sebulan sudah siap untuk digotong menuju setra saat ngaben,” ungkapnya. Armada menambahkan, prosesi pengabenan di Bitera akan berlangsung Sabtu hari ini sekitar pukul 13.00 Wita. Lembu raksasa itu akan digotong oleh ratusan krama menuju setra yang jaraknya sekitar satu kilometer. Tentunya proses pengotongan dengan cara estafet menggunakan pos-pos yang sudah ditentukan jaraknya. “Dalam sanan itu, 70 orang cukup untuk mengangkatnya, belum lagi yang di samping-sampingnya bisa mencapai 80-an orang. Selain krama secara skala, biasanya saat prosesi akan ngundang penyandang secara niskala. Yaitu dengan mengundang yang disebut dengan gamang (bhuta kala - red) di areal Bali Post/nik sungai maupun jurang yang ada di sana,” NGABEN - Lembu setinggi 7,5 meter dan berat sekitar 3 ton yang akan diujarnya. (nik) arak pada prosesi ngaben massal di Kelurahan Bitera, Sabtu (6/7) hari ini.
Dua SMA Negeri Kekurangan Puluhan Siswa Pihak Sekolah Tunggu Petunjuk dari Disdik Bali
Gianyar (Bali Post) -
Hasil Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA negeri sudah diumumkan, Jumat (5/7) kemarin. Hasil dari proses itu diketahui ada dua SMA negeri di Kabupaten Gianyar yang masing-masing kekurangan puluhan siswa untuk memenuhi kuota sesuai daya tampung. Pihak sekolah pun kini masih menunggu petunjuk dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali untuk mengisi kekurangan puluhan siswa tersebut. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Gianyar I Wayan Gabra mengatakan, berdasarkan data Laporan Daya Tampung SMA Negeri MKKS Gianyar PPDB 2019, ada lima dari tujuh SMA negeri yang sudah terisi sesuai daya tampung. “Dari tujuh SMA negeri itu ada dua sekolah yang kekurangan siswa atau belum bisa memenuhi daya tampung,” ujarnya. Menurut Gabra, dua SMA negeri yang kekurangan siswa itu, yakni SMAN 1 Payangan
dan SMAN 1 Tegallalang. SMAN 1 Payangan memiliki daya tampung 252 siswa, namun yang mendaftar pada pilihan I di sekolah itu hanya 176. Jumlah itu terdiri dari dua siswa dari jalur prestasi, satu siswa menggunakan jalur zonasi lokal, dua siswa menggunakan jalur zonasi miskin dan jalur zonasi reguler sebanyak 171. Berdasarakan jumlah itu, untuk memenuhi daya tampung sekolah, SMAN 1 Payangan masih memiliki sisa kuota sekitar 76 siswa. Sementara itu, SMAN 1
Tegallalang memiliki daya tampung 288 siswa. Sementara yang sudah mendaftar pada pilihan I sebanyak 216 siswa. Jumlah itu terdiri dari jalur prestasi 13 siswa, jalur zonasi lokal 34 siswa, jalur zonasi miskin 8 siswa, dan jalur zonasi reguler 161 siswa. Berdasarkan jumlah itu, saat ini SMAN 1 Tegallalang masih memiliki siswa kuota untuk 72 siswa. “Jadi, pada kedua sekolah ini ada sisa kuota untuk 148 siswa,” katanya. Gabra mengaku tidak menyangka dua SMA negeri
ini akan kekurangan cukup banyak siswa. Padahal dari segi kualitas infrastruktur dan tenaga pendidik, kedua sekolah ini sama dengan SMA negeri lainnya. “Kemungkinan para calon siswa ini hanya salah pilihan saja. Misalnya pada pilihan I dan II banyak yang mencantumkan SMAN 1 Sukawati, SMAN 1 Ubud atau SMAN 1 Blahbatuh dan SMAN 1 Gianyar,” ujarnya. Menurut Gabra, dua sekolah negeri ini juga sudah diisi dengan pendaftar dari pilihan II. Namun pihaknya belum menerima data resmi berapa yang terisi dari pendaftar pilihan II tersebut. “Itu baru direkap Jumat siang. Hasilnya belum kami terima dari Disdik Provinsi Bali,” tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Peminat Sedikit Tiga SMK Negeri Kekurangan Siswa
Negara (Bali Post) – Para siswa SMP yang melanjutkan ke jenjang SMA/SMK negeri di Jembrana lebih banyak mendaftar ke SMA. Bahkan hampir sebagian besar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri, pendaftarnya tidak memenuhi kuota yang ditentukan. Di sisi lain, sejumlah SMA negeri mengalami overkuota dengan menerapkan sistem zonasi. Hal tersebut terlihat saat pengumuman PPDB SMA/ SMK negeri, Jumat (5/7) kemarin. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Jembrana I Putu Wardana mengatakan, meskipun tidak memakai sistem zonasi, tetapi di sejumlah SMK negeri di Jembrana justru mengalami kekurangan siswa. Dari 5 SMK negeri, ada tiga yang mengalami kekurangan siswa. Yakni SMKN 2 Negara di Baluk, SMKN 3 Negara di Tegalcangkring dan SMKN 4 Negara di Melaya. Sementara SMKN 1 Negara dan SMKN 5 Negara di Pekutatan mengalami kelebihan siswa, sehingga terpaksa sekolah menolak ratusan siswa. Untuk siswa yang ditolak ini, menurutnya, masih dibuka peluang dengan mengulangi mendaftar menggunakan NUN. Sementara itu untuk SMA
dari pengamatan ada ratusan lulusan SMP di Jembrana yang ditolak masuk di SMA tempatnya mendaftar. Menyikapi banyaknya siswa yang belum tertampung di sekolah ini, sekolah akan menerapkan optimalisasi PPDB. Yakni dengan membuka peluang pendaftaran ulang bagi siswa yang ditolak ke sekolah yang kekurangan pendaftar. Di SMAN 1 Negara mengalami kelebihan siswa pendaftar, sehingga sekolah terpaksa menolak hingga sekitar 183 siswa. Di SMAN 1 Negara ini total ada 470 pendaftar terdiri dari 31 jalur prestasi, perpindahan orang tua 7, siswa tidak mampu 20 dan zonasi 412. Sementara sekolah ini memiliki 8 rombel dengan jumlah siswa maksimal 288
siswa. Sehingga ada 183 siswa yang terpaksa tidak diterima. Begitu halnya SMAN 2 Negara, dari total 370 pendaftar, hanya menerima 288 siswa sehingga masih ada 82 tidak diterima. Di sisi lain, di Kecamatan Pekutatan tepatnya di SMAN 1 Pekutatan justru mengalami kekurangan siswa. Dari kuota 288 siswa yang mendaftar hanya 250. Dengan rincian jalur prestasi 14 siswa dan regular 236. “Kami kekurangan lagi 38 siswa. Dari provinsi membuka PPDB optimalasi, sedangkan di SMKN 5 Negara kelebihan. Yang di SMK 5 bisa mendaftar di SMAN 1 Pekutatan dengan menggunakan Nilai Ujian Nasional (NUN),” tandas Kepala SMAN 1 Pekutatan, I Wayan Rai Gelgel. (kmb26)
Bangunan TPS Sampah di Gilimanuk Terbakar
TERBAKAR- Kebakaran yang terjadi di TPS sampah di Gilimanuk diduga akibat banyaknya sampah yang mudah terbakar.
Negara, (Bali Post)Bangunan TPS (tempat pembuangan sementara) sampah di Lingkungan Arum Kelurahan Gilimanuk, Jumat (5/7) kemarin terbakar. Kejadian tersebut dilaporkan oleh Dwi Kristianto (32) asal Jawa Timur. Dari informasi Jumat siang, saksi melintas di areal TPS Arum Timur. Melihat kepulan asap yang berasal dari bangunan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah, selanjutnya dia mengecek lebih dekat. Saksi melihat api sudah menjalar dari tumpukan sampah sampai di dalam bangunan tersebut. Kemudian dia melaporkan kebakaran itu ke Bhabinkamtibmas Gilimanuk. Diduga, kebakaran terjadi akibat tersulutnya bahanbahan mudah terbakar yang ada di TKP oleh api terbuka (open flame). Diketahui, di TPS tersebut terdapat sampah yang menumpuk berupa kardus, plastik dan daun kering yang mudah terbakar. Karena angin sangat kencang, sehingga api menjalar sangat cepat dan membakar kerangka kayu bangunan sehingga mengakibatkan kerusakan parah. Kanit Reskrim Polsek Gilimanuk AKP Komang Muliyadi mengatakan, kerugian akibat kebakaran itu Rp 20 juta. (kmb)
IMBAU – Salah satu toko emas di sekitar Jembrana juga diberikan imbauan oleh Satpol PP Jembrana untuk mengenakan busana adat Bali pada hari Kamis dan penggunakan aksara Bali.
Satpol PP Sidak Penerapan Pergub Busana dan Aksara Bali
Negara (Bali Post) Satpol PP Jembrana, Kamis (4/7) lalu kembali melakukan pengawasan ke sejumlah tempat usaha, toko maupun swalayan dalam implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Total ada 16 toko di seputaran areal Kota Negara termasuk toko-toko di pertokoan Pasar Umum Negara. Dari hasil pengawasan yang dipimpin Kepala Bidang
Ingatkan Generasi Milenial
Kajari: Jarimu Harimaumu Negara (Bali Post) Tidak bijak memanfaatkan kemajuan dalam teknologi informasi membawa dampak negatif, salah satunya ancaman hukuman penjara. Hal ini terjadi jika penggunaan media sosial dilakukan dengan melawan hukum, misalnya menyebarkan informasi hoax atau ujaran kebencian. Untuk itu generasi milenial diharapkan agar berhati-hati menggunakan medsos. Jika sebelumnya ada idiom “Mulutmu harimau mu” maka kini menjadi “Jarimu harimau mu”. Hal tersebut diungkapkan Kajari Jembrana Nur Elina Sari kepada wartawan di selasela kegiatan sosial donor darah yang digelar di Aula Kantor Kejari Jembrana. Aksi sosial ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Bakti
dan HUT ke-59 Adhyaksa, Jumat (5/7) kemarin. Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana menggelar donor darah bersama kalangan masyarakat dan RSU Negara. Nur Elina Sari mengungkapkan Kejari Jembrana selain penindakan juga mengedepankan unsur preventif atau pencegahan. Sejumlah program yang diterapkan bertujuan mendekatkan masyarakat dengan insan Adhyaksa dan menumbuhkan kesadaran hukum kepada masyarakat. Bahkan upaya tersebut dilakukan sejak siswa sekolah seperti melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Menurutnya pengetahuan tentang hukum dan sikap sadar hukum harus ditumbuhkan sejak di sekolah. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya juga berencana mengumpulkan
beberapa sekolah dan memberikan penyuluhan hukum khususnya kepada anak-anak milenial. “Supaya sejak sekolah mereka sudah sadar hukum. Apalagi di zaman kompleks seperti sekarang ini, bukan hanya ada (istilah) mulutmu harimaumu saja, tetapi juga jarimu harimaumu,” terang Nur Elina Sari. Para generasi milenial yang sudah berkebutuhan gawai dan di era keterbukaan informasi harus menyaring perilaku di dunia maya terkait UU ITE. “Itu yang akan berikan edukasi kepada anak-anak milienial ini lebih hati-hati dalam menggunakan gawai,” tambahnya. Selain itu, Kejari Jembrana juga terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan publik. Membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas
Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Salah satunya melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat seperti kemarin. Sehingga menghilangkan kesan atau image kejaksaan yang mulanya ditakuti, sejatinya menjadi mitra kepada masyarakat. Selain donor darah yang melibatkan seluruh jajaran Kejari Jembrana, sebelumnya juga dilakukan anjangsana ke sejumlah Panti Asuhan di Jembrana. “Harapan ke depan soliditas kami semakin tinggi. Semakin memperkokoh insan Adhyaksa melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai SOP dan meningkatkan kinerja,” tambahnya. Selama kegiatan donor darah kemarin didapatkan puluhan kantong darah yang nantinya diakomodir di RSU Negara. (kmb26) DONOR DARAH – Kajari Jembrana Nur Elina Sari meninjau kegiatan donor darah yang digelar di Aula Kantor Kejari Jembrana kemarin.
Penegakan Perundang-undangan Daerah, I Made Tarma itu hampir sebagian besar toko maupun swalayan yang disasar belum mencantumkan aksara Bali. Sementara terkait pakaian, dari 16 toko yang disasar, 13 di antaranya didapati belum mengenakan busana adat Bali. “Sebagian besar karyawan dan karyawatinya belum mengenakan pakaian adat Bali. Kita berikan pembinaan untuk setiap Kamis mengikuti Pergub,” ujar Tarma.
Sementara tiga toko atau swalayan yang sudah mengenakan sepekan sebelumnya juga diberikan imbauan serupa. Namun, setelah dicek kembali di pekan selanjutnya sudah mengikuti aturan Pergub tersebut. Sementara itu untuk papan nama toko yang hampir semuanya belum mencantumkan aksara Bali, menurutnya masih diberikan waktu untuk menyesuaikan. Harapannya dalam sebulan, toko atau swalayan sudah menyer-
takan aksara Bali untuk penulisan papan nama. “Kita bina dulu. Sekarang yang kita sasar baru toko dan swalayan. Nanti selanjutnya juga ke kantor-kantor termasuk BUMN atau BUMD,” tambah Tarma dikonfirmasi, Jumat (5/7) kemarin. Selain swalayan dan minimarket, petugas juga menyasar toko-toko atau tempat usaha. Tak terkecuali toko emas, toko kelontong di sekitar Pasar Umum Negara. (kmb26)
Trotoar Jebol di Jalan Ngurah Rai Bahayakan Pejalan Kaki Negara, (Bali Post) Trotoar yang ada di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Pendem Jembrana tepatnya di depan sebuah toko elektronik dan pakaian atau sebelah timur Bank BCA Kota Jembrana jebol sudah sejak hampir setahun lalu. Selain di depan toko itu di depan toko mebel timur pasar Negara juga jebol. Namun hingga saat ini belum mendapat penanganan. Padahal kondisinya sangat membahayakan pejalan kaki yang ramai lalu-lalang. Beberapa di antara pejalan kaki bahkan sempat terjerembab. Jebolnya trotoar ini membuat pemilik toko khawatir karena kerusakan sudah cukup parah. Ada sebagian pemilik toko harus mengeluarkan kocek sendiri memperbaiki trotoar yang merupakan jalan masuk ke tokonya. Dari keterangan pegawai toko yang ditemui, Jumat (5/7) kemarin, diketahui sudah sering pengguna jalan mengeluh dan ada yang terjerembab. Mungkin karena sudah membahayakan pejalan kaki, kini ada pihak yang memasang tulisan dengan sejumlah tanda lainnya kalau trotoar tersebut jebol. “Saya tidak tahu siapa yang pasang tanda. Tapi tanda itu penting agar pejalan kaki lebih waspada,” kata seorang pegawai toko elektronik. Salah seorang tukang parkir juga mengatakan bahwa di sana banyak pejalan kaki lalu-lalang. Apalagi di depan pertokoan. “Ini berbahaya,” katanya. Kerusakan trotoar jalan katanya ada di beberapa titik di sepanjang pertokoan tersebut. Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Darwin, dikonfirmasi sebelumnnya mengatakan, perbaikan trotoar tersebut masih dalam tahap tender. Namun, di beberapa titik trotoar jebol di Kelurahan Lelateng sudah mulai dilakukan perbaikan. (kmb)
JEBOL - Trotoar yang jebol di Jalan Ngurah Rai Jembrana, tepatnya di depan pertokoan dipasangi tanda dan tulisan. Kondisinya sangat membahayakan pejalan kaki yang ramai lalu-lalang. Beberapa di antara pejalan kaki bahkan sempat terjerembab.
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Karangasem
11
Warga di Lereng Gunung Kekurangan Air Bersih Amlapura (Bali Post) – Karangasem merupakan wilayah terluas kedua setelah Buleleng di Bali. Namun, 91 persen lahannya kering dan sisanya tergolong basah. Seperti dialami warga yang tinggal di lereng Gunung Agung masih kekurangan air bersih. Hal ini disampaikan Asisten II Setda Karangasem Anak Agung Gde Agung Rama Putra, Jumat (5/7) kemarin. ‘’Sebagian besar masyarakatnya berkecimpung di sektor pertanian. Sejauh ini, masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Agung, berada di ketinggian, masih banyak yang kekurangan air bersih,’’ ungkap Rama Putra saat sosialisasi penyusunan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL) di Surgawi Resort and Spa. Dengan kondisi itu, katanya, membutuhkan kerja keras pemerintah daerah untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan muaranya untuk kesejahteraan masyarakat. ‘’Banyak warga masih mengeluhkan kekurangan air bersih. Seperti warga di Kecamatan Kubu dan di desa-desa yang tinggal di daerah atas masih kesulitan air bersih. Ini yang harus diprioritaskan untuk mendapatkan air minum,’’
SOSIALISASI - Dinas PUPR Karangasem melaksanakan sosialisasi penyusunan RAD-AMPL.
tegasnya. Air bersih tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar air minum, juga untuk mendukung pariwisata yang semakin berkembang pesat di Karangasem. Oleh karena itu, perlu dicari sumber-sumber mata airnya. ‘’Kita harus mengambil langkah-langkah secara bertahap untuk mengatasi permasalahan air bersih ini,’’ ujarnya. Kadis PUPR Karangasem I Ketut Sedana Mertha mengungkapkan, kegiatan sosialisasi penyusunan RADAMPL ini merupakan wadah untuk mendiskusikan dan mengonsultasikan terkait AMPL yang menjadi salah satu prioritas pembangunan di daerah. Selain itu, menjadi instrumen untuk membentuk forum masyarakat yang menjadi mitra konsultasi bagi tim RAD-AMPL dalam mendis-
tribusikan pengembangan kebijakan dan penyusunan tersebut. Sedana Mertha menambahkan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai universal access 100 persen akses air minum dan sanitasi tahun 2019. Sejalan dengan itu, UU No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah menetapkan penyediaan dasar layanan dasar, termasuk air minum dan sanitasi merupakan urusan wajib pemerintah daerah. Sehubungan dengan hal itu, Pemerintah Kabupaten Karangasem perlu memiliki kebijakan, strategi, program, kegiatan dan investasi guna mencapai target universal access pada tahun 2019. ‘’Lokakarya ini akan digunakan untuk mendiseminasi langkah-langkah penyusunan RAD-AMPL,’’ ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Terminal Subagan Tidak Beroperasi Maksimal Amlapura (Bali Post) Kabupaten Karangasem memiliki dua terminal untuk angkutan desa (angdes) yaitu Terminal Karangsokong Subagan dan Terminal Kota Amlapura. Dari kedua terminal tersebut, hanya Terminal Kota Amlapura sampai saat ini beroperasi maksimal. Sedangkan Terminal Karang-
sokong Subagan operasionalnya tidak maksimal karena angdes jarang mangkal di sana. Kadis Perhubungan Karangasem Ida Bagus Putu Swastika, Jumat (5/7) kemarin, mengungkapkan hanya satu terminal yang berfungsi secara maksimal dan masih banyak angdes
Bali Post/kmb41
MANGKAL - Angdes lebih banyak memilih mangkal di Terminal Kota Amlapura.
yang mangkal untuk mengangkut penumpang yakni Terminal Kota Amlapura. Sementara untuk Terminal Karangsokong Subagan sepi angdes karena memilih mangkal di Terminal Kota Amlapura. ‘’Angdes lebih memilih mangkal di Terminal Kota Amlapura karena dinilai lebih strategis dalam menarik penumpang. Selain itu, dekat dengan Pasar Amlapura Timur, sehingga lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan angdes tersebut. Sementara untuk di Terminal Subagan agak sedikit angdes yang mangkal di sana karena jarang ada penumpang. Ada beberapa saja yang mangkal untuk menarik penumpang, tetapi jumlah penumpangnya tidak sebanyak di kota,’’ jelas Swastika. Swastika menambahkan, mulai menurunnya masyarakat menggunakan jasa angdes lantaran kebanyakan dalam melakukan segala aktivitasnya menggunakan kendaraan pribadi. Pasalnya, satu keluarga hampir semua memi-
liki kendaraan. ‘’Lain zaman dulu, masih minim kendaaran yang dimiliki, sehingga masyarakat banyak menggunakan angdes untuk bepergian,’’ tegasnya. Apalagi saat ini sudah ada taksi online, sehingga jadi pilihan masyarakat karena dinilai lebih cepat. Meski demikian, masih ada masyarakat yang memanfaatkan angdes untuk ke pasar dan tempat lainnya. ‘’Termasuk anak-anak sekolah juga masih ada yang naik angdes,’’ jelas Swastika. Untuk meningkatkan kembali minat masyarakat menggunakan jasa angdes, Swastika mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya yakni telah meminta Organda untuk melakukan peremajaan angkutan dan memberikan pelayanan lebih baik kepada penumpang. ‘’Sekarang, budaya masyarakat sudah berbeda. Ingin lebih cepat dan praktis. Jadi, agak sedikit sulit untuk mengubah budaya itu. Walaupun demikian, kami tetap berusaha,’’ tegasnya. (kmb41)
Dewan dan Eksekutif Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018 DPRD dan Pemerintah Kabupaten Karangasem menyepakati Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018. Kesepakatan tersebut terungkap dalam sidang paripurna, Jumat (5/7) kemarin. Penandatanganan berita cara dilakukan Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi dan pihak eksekutif ditandatangani Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa. Laporan gabungan komisi yang diakumulasikan dengan pendapat akhir fraksi-fraksi yang dibacakan anggota Komisi IV Nyoman Sumadi, menyampaikan materi ranperda disampaikan Wakil Bupati Artha Dipa saat sidang paripurna telah dibahas gabungan komisi DPRD Karangasem. Kata dia, terkait tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2018 merupakan kewajiban konstitusional yang mengacu pada amanat undang-undang. Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2018 dapat disepakati dan diterima sesuai rancangan yang telah diajukan. Sumadi menambahkan, berdasarkan hasil rapat intern fraksi-fraksi DPRD Karangasem, bahwa Partai Golkar menerima dan sepakat ditetapkan menjadi peraturan daerah. Tujuannya supaya PAD yang tahun sebelumnya menurun bisa ditingkatkan secara bertahap dengan cara menggali dan meningkatkan pengawasan secara terus-menerus sumbersumber potensi kebocoran. Hal itu penting dilakukan dalam rangka mengurangi ketergantungan fiskal daerah terhadap pusat tanpa harus membebani masyarakat. Sementara Fraksi PDI Perjuangan mendorong Bupati agar berinovasi dan memaksimalkan potensi-potensi daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah tanpa har-
us membebani masyarakat. Melihat PAD yang cenderung menurun seperti pendapatan dari sektor galian C, agar Bupati bisa mengantisipasi kebocoran-kebocoran retribusi dan berinovasi untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, pendapatan dari pajak dan restoran juga diperlukan pengawasan untuk meningkatkan pendapatan dari PHR. Termasuk serapan dioptimalkan, khusus dibelanja modal dan belanja operasional yang masih menyisakan anggran yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dalam penyusunan APBD semestinya harus melakukan perencanaan yang lebih teliti dari tingkat OPD sehingga semua program atau kegiatan dapat berjalan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat. Pandangan Fraksi
Demokrat yakni pelaksanaan prinsip disiplin anggaran yang telah tersedia melalui upaya penekanan belanja yang mendasar sesuai dengan prinsip hemat dan efisien. Namun tetap tidak mengurangi mutu pelayanan yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat dan harus lebih ditingkatkan. Adanya pengawasan yang maksimal di setiap kegiatan agar tidak ada temuan oleh pihak audit. Dari Fraksi Gerindra menyampaikan, pihak eksekutif harus meningkatkan kinerjanya dalam pelaksanaan APBD pada tahun-tahun berikutnya untuk meningkatkan PAD. Dalam pengusulan rencana anggaran agar diperhatikan kemamuan staf/SDM untuk mencegah atau mengurangi sisa anggaran yang tidak
mampu dibelanjakan. Pandangan Fraksi NasDem, dengan tercapainya WTP, pemerintah daerah harus lebih meningkatkan kinerja dan memerhatikan saran-saran dari BPK RI. Hal itu mesti dilakukan supaya pada tahun-tahun mendatang Karangasem kembali mendapatkan WTP. Dalam proses perencanaan diharapkan dilakukan koordinasi menuju sinergitas maksimal dengan OPD terkait. Sementara pandangan Fraksi Bhineka, agar anggaran-anggran yang sudah diajukan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karangasem. Selain itu, selalu mengkaji dengan saksama permasalahan yang menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk menentukan skala prioritas penganggaran. (ad269)
Bali Post/kmb41
RUSAK - Tempat sampah kondisinya rusak dan hingga saat ini belum diganti.
Hampir 99 Persen Tempat Sampah Rusak Amlapura (Bali Post) Hampir 99 persen tempat penampungan sampah di Karangasem saat ini rusak. Kondisi itu mengakibatkan sampah berserakan di jalan raya dan sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem I Nyoman Tari, Jumat (5/7) kemarin, membenarkan 99 persen tong sampah di Karangasem mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut khususnya di bagian samping dan bawahnya jebol. “Ru-
saknya sejak dua tahun lalu. Kami sudah mengusulkn pengadaan dan pemeliharaan tempat sampah, tapi tidak disetujui tim anggaran. Kalau tak ada anggaran untuk pengadaan tempat sampah baru, minimal kami diberi anggaran pemeliharaan,” ujarnya. Nyoman Tari menambahkan, tahun ini, pihaknya kembali mengusulkan anggaran pemeliharaan tempat sampah di APBD Perubahan 2019. Mengingat banyak warga yang mengeluhkan
kondisi tong sampah yang rusak tersebut. Kenyamanan warga terganggu karena sampah berserakan hingga ke badan jalan. “Semoga saja pengajuan tahun ini direalisasikan,” ujarya. Lebih lanjut, Nyoman Tari menyampaikan, tempat sampah tersebut jenisnya bervariasi. Ada berbentuk kontainer, tong sampah biasa, dan ada yang dari beton. Kontainer sampah yang rusak untuk sementara ditempatkan di sekitar Terminal Subagan. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Belakangan ini petani mengeluhkan harga cengkeh menurun. Penurunan harga tersebut sejak awal Juni lalu. Oleh karena itu, para petani berharap harga cengkeh kembali membaik. Petani cengkeh asal Jumenang Desa Bukit Kecamatan Krangasem, Wayan Sulendra Yasa, mengatakan yang mengalami penurunan harga yakni cengkeh kering. Untuk harga cengkeh basah masih normal per kilogram Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu. Kata dia, untuk harga cengkeh kering dari Rp 80 ribu jadi Rp
70 ribu per kilogram. ‘’Harga cengkeh mulai turun awal Juni dan turunnya Rp 10 ribu,’’ ujarnya. Sulendra Yasa menambahkan, harga cengkeh khususnya cengkeh kering turun karena memasuki panen raya. Kondisi ini biasa terjadi tiap memasuki panen raya. Setelah panen, biasanya harga kembali meningkat seperti sebelumnya. Naik turunnya harga cengkeh juga disebabkan karena kondisi cuaca. ‘’Kalau hujan, biasanya cengkeh tidak berbunga dan harga naik. Seandainya saat kemarau cengkeh cepat berbunga,
harga mengalami penurunan. Kondisi ini sudah biasa terjadi. Seperti tahun 2017, harga cengkeh mahal karena tidak berbunga,’’ jelasnya. Kata Sulendra Yasa, untuk petani cengkeh di Jumenang rata-rata menggarap 25 sampai 30 are. Per pohon besar bisa menghasilkan 30 hingga 50 kilogram cengkeh basah. Setiap petani memiliki 50 sampai 100 pohon cengkeh. ‘’Saya berharap harga cengkeh meningkat. Sebagian besar warga kami penghasilannya dari menjual cengkeh,’’ kata Sulendra Yasa. (kmb41)
Petani Keluhkan Harga Cengkeh Turun
TANDA TANGAN - Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa menandatangani kesepakatan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018 dalam sidang paripurna, Jumat (5/7) kemarin.
KLUNGKUNG
12
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Abrasi Pantai Tegal Besar Ancam Habitat Tukik Dalam beberapa tahun terakhir, abrasi di Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, semakin parah. Kondisi demikian tak kunjung mendapat penanganan oleh instansi terkait. Padahal, garis pantai tersebut selama ini cukup dikenal sebagai habitat tukik. Jika tak segera ditangani, abrasi tidak saja akan menelan habis pesisir melainkan menghancurkan habitat tukik yang hingga saat ini telah dijaga dengan baik oleh desa setempat. Keseriusan dalam pelestarian penyu terlihat dari upaya desa setempat bersama BKSDA Bali melestarikan biota laut yang dilindungi itu, dengan melepasliarkan hasil penangkaran sekitar 80 ekor tukik jenis Lekang (Lepidochelys olivacea), Jumat (5/7) kemarin. Perbekel Negari Gusti Agung Ngurah Agung mengatakan, Pantai Tegal Besar sudah lama menjadi habitat tukik. Sehing-
ga, pihaknya selalu mewantiwanti warga sekitar untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pelestariannya. Dia menegaskan, aktivitas penangkaran tukik ini sesungguhnya inisitatif warga setempat. Biasanya penyu-penyu di sekitarnya bertelur di garis pantai itu menjelang Purnama. Kemudian, saat Purnama tiba, warga sekitar mengambil telur penyu di pesisir untuk selanjutnya dipindahkan ke lokasi
penangkaran, agar aman dari predatornya, seperti biawak, anjing liar, kepiting, bahkan semut. Pada lokasi penangkaran inilah, telur penyu itu dirawat hingga menetas menjadi tukik. Kemudian baru dilepaskan lagi ke habitatnya. “Warga amat peduli dengan pelestarian penyu, karena memahami keberadaannya semakin terancam. Apalagi dengan abrasi yang semakin parah,” tegasnya. Kepala Seksi II BKSDA Bali Sulistyo, mengakui penyu jenis ini menggunakan pesisir Pantai Tegal Besar sebagai habitatnya untuk berkembang biak. Pihaknya mengapresiasi komitmen warga setempat dalam melakukan upaya pelestarian, dengan menyelamatkan sekitar 100 telor dan berhasil dalam penangkaran hingga menetas sebanyak 80 ekor. Apalagi ini dilakukan secara
Lelang 22 Sepeda Motor Pemkab Lewat ”Online”
Semarapura (Bali Post) Sebanyak 22 sepeda motor akan dilelang Pemkab Klungkung, Senin (8/7) nanti. Proses lelang di bawah Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung, dengan perantara Kantor Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Denpasar. Proses lelang dilakukan melalui internet (closed bidding). Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Klungkung, Dewa Putu Griawan, Kamis (4/7) lalu mengatakan, proses lelang melalui internet, dilakukan melalui alamat lelang; www.
lelang.go.id. Sementara untuk Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Denpasar, Jl. Dr. Kusuma Atmaja, Renon Denpasar. Griawan menambahkan, karena proses lelang dilakukan secara online, masyarakat yang ingin mengikuti lelang bisa melihat langsung di website di atas, khususnya pada menu “informasi penting: prosedur lelang dan syarat ketentuan” pada domain tersebut. Tetapi, sebelum mengikuti proses lelang, maka peserta lelang wajib menyetor uang jaminan penawaran. Uang jaminan ini dikirim
ke nomor virtual akun yang diperoleh saat memilih objek lelang pada website, sehari sebelum pelaksanaan lelang. “Masyarakat yang berminat mengikuti lelang, bisa melihat objek lelang paling lambat 5 Juli 2019 di Gudang Kebun Desa Selat dan Gudang Dinas Pertanian, Klungkung paling lambat pukul 15.30 wita,” tegasnya. Untuk informasi lebih lanjut, Griawan menegaskan dapat menghubungi panitia lelang di BPKPD Klungkung, telp. 0366 21496 atau di KPKNL Denpasar Telp 0361 229151. (kmb31)
LELANG - Sejumlah sepeda motor yang akan dilelang Pemkab.
swadaya. Sebagai salah satu habitat penyu, pihaknya berharap garis pantai ini mendapat penanganan dampak abrasi. “Abrasi sudah sangat memengaruhi habitat penyu. Ini tentu harus disikapi agar penyu masih punya tempat untuk bertelur,” katanya. Sementara itu, Kasat Polair Polres Klungkung AKP I Nyoman Arnawa menegaskan, siap bersama-sama instansi terkait menjaga kelestarian penyu jenis Lekang ini. Terutama dari pihak-pihak tak bertanggung jawab yang sengaja melakukan eksploitasi penyu di laut. Sebagai aparat penegak hukum di atas laut, pihaknya mengaku siap untuk bersama-sama menindak tegas, apabila ada oknum yang berani melawan hukum dengan mengeksploitasi hewan dilindungi ini. “Tujuan kita sama, menjaga kelestarian penyu ini dari kepunahan,” ujar Arnawa. (gik)
TUKIK - Puluhan tukik hasil penangkaran saat dilepas bersama ke habitatnya di Pantai Tegal Besar. Abrasi yang makin parah namun tak kunjung ditangani mengancam habitat tukik.
Evaluasi Retribusi Nusa Penida
Kemampuan Bahasa Asing Petugas Pungut Minim Semarapura (Bali Post) Sejumlah kelemahan masih ditemukan pemerintah daerah dalam proses pemungutan retribusi terhadap wisatawan di daerah pariwisata Nusa Penida. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta terus melakukan evaluasi, dengan melakukan rapat koordinasi terbatas di kediaman pribadinya di Banjar Siku, Desa Kamasan, Jumat (5/7) kemarin. Salah satu yang menjadi bahan evaluasi, adalah kurangnya staf petugas pemungutan yang cakap berbahasa asing. Lima hari sudah diberlakukannya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga di Kecamatan Nusa Penida. Bupati Suwirta terus melakukan evaluasi bersama sejumlah OPD terkait, untuk menyempurnakan proses di lapangan. Dalam rapat tersebut, dihasilkan sejumlah masukan, di antaranya dari Dinas Pariwisata yang menyampaikan permasalahan di lapangan, yakni mengalami kendala kekurangan staf pemungutan untuk di Pos Banjar Nyuh 1 dan Pos Banjar Nyuh 2, kemampuan petugas kurang bisa berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Selain itu, desain pos tempat pemungutan yang belum bertuliskan bahasa Inggris serta karcis retribusi belum dengan baha-
sa Inggris. Ini masih banyak dikeluhkan wisatawan. Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra juga menyampaikan dalam pemungutan itu, agar disesuaikan waktu dengan penjadwalan boat dari kedatangan pertama dan kedatangan kedua. Sehingga ada waktu untuk istira-
hat. Pihaknya juga berharap adanya penambahan anggota pengamanan dari polisi dan TNI demi keamanan proses pemungutan di lapangan. Bupati Suwirta berharap penyempurnaan dan semua OPD terkait untuk mengawal perda ini dengan baik. Kerja sama dengan para pengu-
RAPAT EVALUASI - Bupati Suwirta saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan pemungutan retribusi wisatawan di rumah pribadinya di Banjar Siku, Kamasan. Permasalahan yang harus segera diatasi adalah kemampuan bahasa asing para petugas pungut.
saha boat diminta agar bisa dipercepat serta wisatawan agar diberikan tanda pengenal berupa gelang untuk wisatawan yang sudah membayar retribusi. Pihaknya juga siap menerima banyak masukan dan usulan dari berbagai kalangan untuk pembenahan perda tersebut. “Siapa pun yang memberikan masukan, yang penting dia mengerti permasalahan di bawah, harus kami akomodir. Pemungutan retribusi ini merupakan tugas besar, ini harus benar-benar dikawal, kalau salah sedikit kami akan kena batunya. Mari kita jawab dengan kerja yang baik,” tegas Bupati Suwirta. Pihaknya juga menambahkan tingkatkan kerja sama dengan forkopincam dan semua pihak harus ikut mengawal petugas yang memungut. Jangan sampai menggenjot mereka karena mereka baru memulai pekerjaan ini. Untuk penambahan tenaga pemungutan pihaknya berharap seleksi dalam pemilihan, diutamakan yang bisa berbahasa Inggris dan dibekali pendidikan karakter. Ini akan menyempurnakan proses pemungutan di seluruh pos. (kmb31)
Penyediaan Air Bersih di Nusa Penida Ditarget Tuntas 2020 Semarapura (Bali Post) Salah satu permasalahan mendasar di Nusa Penida adalah ketersediaan air bersih akibat minimnya sumber mata air. Pemkab Klungkung telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Bahkan pada tahun 2020 nanti ditargetkan masalah ketersediaan air bersih dapat diatasi. Pemerintah pusat melalui Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), juga menyasar beberapa wilayah di Nusa Penida. Hal tersebut terungkap saat rapat Tim Pamsimas Klungkung, Jumat (5/7) kemarin. Penanggung Jawab Pamsimas Klungkung, Indra Cahyanto, menyampaikan ada sembilan desa yang masuk usulan tahun ini, yakni Desa Tegak, Akah, Paksebali, Getakan, Nyanglan, Tihingan, Batukandik, Batumadeg dan Sekartaji. “Desa Tihingan dan
Akah, didorong dari APBD, tujuh Desa lainnya dari APBN. Pusat akan fasilitasi sampai desa itu mandiri dalam mengelola air minum,” tegasnya. Terkait usulan tahun ini, Indra menyampaikan sejumlah masalah di lapangan kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Salah satunya, minimnya sumber mata air khususnya untuk penyediaan air minum aman dan sanitasi yang layak di Nusa Penida. Sebagai bahan perbandingan, Bupati Suwirta menegaskan, pihaknya sendiri melalui PDAM Tirta Mahottama Klungkung juga menggarap seluruh desa di Nusa Penida, agar terlayani air bersih. Sesuai dengan target Bupati Suwirta, PDAM diminta mampu menuntaskan kebutuhan air bersih di seluruh wilayah Nusa Penida tahun 2020. “Sesuai perencanaan, kami butuh Rp 40 miliar untuk mewujudkan target 2020 tuntas air bersih
di seluruh Nusa Penida,” tegas Bupati Suwirta. Kebutuhan dasar air bersih warga Kecamatan Nusa Penida dipenuhi dari dua sumber mata air bersih. Keduanya yakni mata air Guyangan dan mata air Penida. Rupanya, keduanya memiliki potensi kapasitas cukup besar. Namun, saat ini yang baru terpakai sesungguhnya masih sangat kecil. Direktur PDAM Klungkung, Nyoman Renin Suyasa, sebelumnya mengakui kedua sumber mata air ini memiliki kapasitas cukup besar. Seperti mata air Penida, kapasitasnya mencapai 179 liter per detik. Namun, sejauh ini yang terpakai baru 30 liter per detik. Sementara sumber mata air Guyangan, kapasitasnya mencapai 75 liter per detik. Tetapi, baru terpakai hanya 20 liter per detik. Untuk sumber mata air Guyangan, rencana ditambah kapasitas pemakaian lagi 25 liter per detik. Sehingga total pemakaian
naik menjadi 45 liter per detik. “Kalau airnya sudah sampai di satu desa yang kita tuju, selanjutnya untuk mengalirkannya ke pelanggan tentu lebih mudah. Sekarang tinggal tiga desa yang belum tersentuh pelayanan PDAM, yakni Desa Tanglad, Pejukutan dan Sekartaji,” kata Renin. Selain itu, Indra menjelaskan Pamsimas ini sebagai strategi pusat dalam mewadahi dan mengkolaborasikan programprogram air minum dan sanitasi perdesaan berbasis masyarakat. Kolaborasi itu dari berbagai sumber pendanaan tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan desa untuk pencapaian akses 100 persen. “Pamsimas menempatkan masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kualitas penyediaan air minum yang aman dan sanitasi yang layak,” katanya. (kmb31)
PAMSIMAS -Tim Pamsimas Klungkung saat rapat di kantornya, untuk menindaklanjuti usulan program ke pusat.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Bagi yg Membutuhkan Chef.Hub: WA:085337491133/081936919527. Email:idabagusraka68@gmail.com B.BP.001.07.19.0000243
Bth Ka.Gudang, PT.Brilliant, Jl. Noja Ayung 6,T/WA:081338637402
B.BP.001.07.19.0000189
B.BP.001.07.19.0000261
B.BP.031.07.19.0000258
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
BIRO JASA
B.BP.004.07.19.0000212
Dibth Segera Tenaga Bersih2 utk Klinik Min.30th khusus wanita Hub:081238205400
Dcr Sales Semen dan Cat berpengalaman,Hub.081333359022
Dicari Tukang Masak untk Villa Jln.Kesambi Gang Kesambi Indah No.22 Kerobokan 081337542061
B.BP.004.07.19.0000250
Bth cpt Supir,SIM A/B1 mx 35th Sales SIM C, Paham Wil. Bali, srt Domisili, Bw lmrn lgkp, Jl.Buana Raya Gg.Bintang Buana No.2 Pds 082147635665
B.BP.001.07.19.0000142
Dicari asisten rumah tangga, wanita, tidur dalam,gaji 2 juta Hub.087862270491
Cari segera 1 Sopir jujur u/ kantor di Taman Griya Jimbaran Hubungi 0851-0044-4884
B.BP.031.07.19.0000067
Arsitek Sgr min.D3/S1,max 27th u/Kontraktor. E:balipoetrosoedi ro@gmail.com/ WA:081295329000
Dcr Sopir SIM B1,Helpel, Admin Hub:087723300147/081237726794
Dcr Sales,Auditor Lapangan&Spv Marketing,Max 30th,Punya Kend. Pribadi&SIM C,Pend Min Diploma utk Auditor Lap&SMA utk Sales& SpvMarketing.Bawa Lam,CV,SKCK ke Banoli Motor, Jl.Buluh Indah No.75,Dom.Bali,Tlp.08113977520 B.BP.001.07.19.0000205
Dcr Sopir B1,Adm Wnt,Salesman/ Girl, income ±10Jt, Bedahulu 4 No.12 Dps.Tlpn:081939800617 email:erfintricahyo@gmail.com
B.BP.004.07.19.0000257
B.BP.001.07.19.0000140
B.BP.001.07.19.0000263
Dist Prodk Nestle/KAO Cr:Sales TO/Spv/TF,Sopir SIM A/B1,Admin MD,Tng Srbt/Gdg u/Dps,Ngr,Klk, Krgsem.Krm Jl.Ry Sempidi 2 Dps B.BP.001.07.19.0000241
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Need Office Staff Good English Both Oral& Written Good Salary E:sari.iskawari@ckabali.org B.BP.001.07.19.0000139
Low Ker.Supervisor D3.25-35thn Kartika Plaza Hub.08111108902
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PRT bs naik mtr tgl dlm+ Sopir Srbtn bs matic Hub087861335508
Dibthkan Waitress, Housekeeping & Cook helper Berpnglmn, kirim CV: Taman Nauli Jl.Raya Canggu 176 dkt Pepito Canggu/ linda@tamannauli.com, 9077257
Dijual Rumah tanah 200m2, 5KT, 2 M, parkir mobil Jl.Tegal Sari Gg.Tunjung No.15 Kesiman Denpasar. Hub : 081296073775
B.BP.001.07.19.0000246
B.BP.004.07.19.0000270
Djual Rmh Jl. Garuda Kediri Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433
B.BP.004.07.19.0000216
SMK Akr A Bth:Gr Sistem Telekomunikasi,Digital Micro, Elektronika,Adm Humas,Korespondensi, B.Indonesia,Gr Agm Katolik Hub.tugasbali@yahoo.com, B.BP.001.06.19.0000799
The Plaza Karaoke & Lounge Lombok bth cpt: Ass.Manager.Lamaran dikirim ke ignoscar@gmail.c om & budih_2014@yahoo.com B.BP.031.07.19.0000066
Ubud Raya Resort buka lowongan Acounting, FO,Driver,Marketing (E-Commerce),Waiter/ss,pglman min 3 thn Hub:0818359084 B.BP.001.07.19.0000256
Cr Spa Therapist u/ Org Asing bpglm bs Mani + Padi, Mssge, dll Gj .Bgs 081238438863
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Dijual Mobil Toyota Alphard S 2.4 AT 2012, Hitam, Bensin, 2.362 CC 450 Jt Nego, Hub: 081999250006 (Heri) BUC B.BP.004.06.19.0000726
Dijual Mbl Agya’14 TRDS mulus Hub.081999006623/08123603564 B.BP.001.06.19.0000807
B.BP.004.07.19.0000079
PROPERTY DIJUAL TANAH
DIJUAL RUMAH
Pembantu utk Produksi Pie Susu Sidakarya(2Jt/Bln). 08563897679
B.BP.001.07.19.0000054
B.BP.001.07.19.0000265
B.BP.004.07.19.0000086
Tanah 3,5are Lok.Tanjung Benoa 700 Jt Per Are Hub.08124633433
B.BP.001.07.19.0000237
Tanah Kav.Murah Lok.Jl.Jatayu Anggabaya.Hub:081236543298 B.BP.001.07.19.0000249
3A bs ambil 1A Jl.Glogor Carik Gg.Kangguru No.2. 085101818655
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon ±35A Ubud-Tegallalang.HP:0811394712
B.BP.154.07.19.0000255
B.BP.001.07.19.0000006
Dijual Tnh Lok.Medewi Pinggir Pantai,Cocok utk Villa 5Are. 12,8Are &18,65Are Harga 120Jt150Jt/Are.Hb:08123917970/Siong B.BP.001.06.19.0000758
PROPERTY Rmh style Villa Jl.Kesuma Dewa Gatot Subroto Barat, LT.400m2 Lt1:211.40m2 ; Lt2: 171.76m2, 1Km.Utama,2Kmr. Tdr, List.7700W H.6M nego Hub.085218679944
B.BP.004.07.19.0000251
B.BP.004.07.19.0000104
DIJUAL TANAH
Dijual Kav Pancasari Tbn view DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433
Djl Tnh 29 are BU 250Jt Buduk Perumahan Hub:082147454248 B.BP.001.07.19.0000262
Tanah 117 Are Nuansa Bukit XI Jimbaran,500Jt/A,085102964155 B.BP.001.07.19.0000240
Tanah 2 Are Pengilian Canggu 500Jt/Are.Telp:087862149777 B.BP.001.07.19.0000190
PELUANG USAHA Mau Punya Usaha Milik Sendiri? Tnp Krj,Modal 17Jt,Modal kmbli 1-2Bln,Laba slamanya,lok.strgs DenBar,Bid.Pnddkn:Pkbm,Bimbel, TK.Hub:082341511375-Shinta B.BP.004.07.19.0000264
KEHILANGAN Hilang BPKB NO.K05418765-O DK 5292 FK AN.I Putu Suardana B.BP.001.07.19.0000238
BANGLI
14
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Banyak Anak Enggan Bersekolah Jauh
SMP Satap di Subaya Diaktifkan Kembali
Bali Post/kmb40
PLKB - Puluhan tenaga PLKB non PNS menyampaikan aspirasinya di gedung DPRD Bangli, Jumat (5/7) kemarin.
Datangi Dewan
Puluhan PLKB Berharap Diangkat Jadi Tenaga Pusat
Bangli (Bali Post) –
Puluhan tenaga penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB) non PNS Kabupaten Bangli berharap pemerintah memberikan mereka peluang untuk bisa diangkat menjadi tenaga pusat. Mengingat masa pengabdian mereka selama ini sudah cukup lama mencapai lebih dari 14 tahun. Harapan itu disampaikan puluhan tenaga PLKB di Gedung DPRD Bangli, Jumat (5/7) kemarin. Kedatangan puluhan PLKB non PNS di gedung DPRD Bangli diterima anggota Komisi I DPRD Bangli Wayan Wedana dan Nengah Darsana. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PLKB menyampaikan sejumlah keluhan dan aspirasinya. Disampaikan bahwa alasan mereka mendatangi gedung dewan, lantaran aspirasi yang selama ini telah disampaikan langsung ke OPD terkait tak pernah mendapat tindak lanjut. “Kami sudah mencoba menyampaikan aspirasi melalui OPD, sudah sering. Bahkan setiap ada pelatihan di BKKBN kami selalu menyempatkan untuk menyuarakan aspirasi PLKB non-PNS se-Bali. Keinginan kami supaya kami bisa menjadi tenaga pusat. Tapi jawabannya hanya sabar dan sabar. Dalam rapat rutin
di OPD juga kami selalu suarakan, tapi sebatas wacana saja, tidak ada tindak lanjut,” ungkap Ni Ketut Adriani, perwakilan Forum PLKB non-PNS Bangli. Tak hanya menyampaikan ke OPD, pihaknya bahkan sudah sempat menghadap Bupati berkaitan dengan aspirasi tersebut. Bupati merekomendasikan pihaknya untuk bersurat ke Menpan. Setelah surat tersebut dikirim ke Menpan dan ditembuskan ke Bupati, DPRD, BKD dan OPD terkait, tidak ada respons dan tindak lanjut sampai sekarang. “Itu yang dasar kami menyampaikan aspirasi ke DPRD,” katanya. Dijelaskan Adriani, saat ini jumlah tenaga PLKB non-PNS di Bangli sebanyak 27 orang. Pada 2017 lalu pemerintah pusat sempat melakukan penari-
kan tenaga PLKB di daerah menjadi tenaga pusat. Namun sesuai ketentuan, yang ditarik saat itu hanyalah tenaga PLKB yang berstatus PNS. Sementara dirinya dan 26 tenaga PLKB Bangli lainnya tidak ikut ditarik menjadi tenaga pusat karena berstatus non-PNS. “Status kami saat ini masih PTT. Selama 14 tahun ini kami digaji dari APBD,” ungkapnya. Mengingat pertimbangan masa pengabdian di daerah sudah cukup lama, Adriani dan rekan-rekan PLKB non-PNS lainnya di Bangli pun berharap besar pemerintah memberikan peluang agar bisa diangkat menjadi tenaga pusat. Salah satunya dengan memprioritaskan PLKB non-PNS di Bangli ikut dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang akan datang. Menanggapi adanya pe-
nyampaian aspirasi dari tenaga PLKB non-PNS tersebut, anggota Komisi I DPRD Bangli Nengah Darsana menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Karena dengan penyampaian aspirasi ini, pihaknya di lembaga dewan bisa mengetahui persoalan secara terang benderang. Tentu aspirasi ini akan segera ditindaklanjutinya. Senin depan pihaknya akan menyampaikan aspirasi PLKB ini dalam rapat kerja bersama instansi terkait dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Di samping khusus membahas ini, kami juga sudah mengagendakan pembahasan beberapa hal lain,” terangnya. Darsana berharap, ke depan aspirasi tenaga PLKB non-PNS di Bangli ini bisa diteruskan hingga tembus ke pusat. Sehingga pemerintah pusat bisa memberikan peluang kepada mereka untuk diangkat sebagai tenaga pusat, seperti halnya tenaga penyuluh pertanian. “Minimal bisa direkrut menjadi PPPK,” kata Darsana. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli segera mengaktifkan kembali SMP Satu Atap (Satap) di Desa Subaya, Kintamani, setelah sempat vakum beberapa tahun terakhir. Hal itu dilakukan untuk menyikapi banyaknya anak usia sekolah di desa setempat yang enggan melanjutkan pendidikan ke SMPN 7 Kintamani lantaran faktor jarak yang jauh. Informasi yang dihimpun menyebutkan jumlah anak di Desa Subaya yang enggan melanjutkan pendidikan sebanyak sepuluh orang. Selain karena faktor ekonomi, alasan utama memilih putus sekolah lantaran alasan transportasi. Jarak antara rumah dengan SMPN 7 Kintamani cukup jauh. Terlebih selama ini tidak ada kendaraan umum yang melintasi jalur ini. Menyikapi laporan itu Bupati Bangli I Made Gianyar bersama Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Bangli I Nyoman Suteja, Kamis (4/7) turun langsung ke Desa Subaya. Bupati menyempatkan bertatap muka langsung dengan anakanak yang enggan melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP serta orang tua anak yang bersangkutan. Dalam pertemuan yang digelar di balai masyarakat desa setempat, Bupati Made Gianyar berjanji akan mengaktifkan kembali SMP Satap. Dikatakan Made Gianyar sekarang tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak menempuh pendidikan, paling tidak untuk wajib belajar dua belas tahun. Karena dari APBN pusat sampai APBD daerah, sudah menganggar-
Bali Post/kmb40
”Tahap pertama dan kedua, realisasi dana desa sudah Rp 36 miliar lebih. Jadi sisanya saat ini masih Rp 24 miliar lebih yang belum tersalurkan. Ini nanti disalurkan pada tahap ketiga.” A.A. Trisna Wijaya
ggu ke-4 Juni sebesar 40 persen. Tahap ketiga dimulai dari bulan Juli sebesar 40 persen. “Tahap pertama dan kedua, realisasi dana desa sudah Rp 36 miliar lebih. Jadi sisanya saat ini masih Rp 24 miliar lebih yang belum tersalurkan. Ini nanti disalurkan pada tahap ketiga,” terangnya. Mengingat saat ini sudah memasuki bulan Juni, Trisna Wijaya mengatakan bahwa desa-desa di Bangli saat ini sudah bisa mengajukan pengamprahan dana desa tahap ketiga. Sesuai ketentuan, syarat wajib yang harus dipenuhi untuk mengajukan pengamprahan dana desa tahap ketiga, yakni menyetorkan laporan realisasi fisik dan keuangan tahap sebelumnya. Tujuannya sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pemanfaatan dana desa yang sebelumnya telah ditransfer. Lebih lanjut dikatakan Trisna Wijaya seuai mekanisme, proses
SMPN 1 Bangli Terima Siswa Melebihi Kuota Bangli (Bali Post) – Jumlah siswa baru yang diterima SMPN 1 Bangli dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini melebihi kuota. Dari total 288 kuota yang dibuka, sekolah yang berlokasi di Kelurahan Cempaga ini menerima 308 siswa. Kelebihan siswa tersebut membuat pihak SMPN 1 Bangli menambah rombel dari awalnya 9 menjadi 10 rombel. Kepala SMPN 1 Bangli Wayan Widiana Sandhi dikonfirmasi, Jumat (5/7) kemarin, tak menampik bahwa siswa baru yang diterima dalam PPDB tahun ini melebihi kuota yang ditetapkan. Hal ini, kata dia sudah seizin Bupati dan Kadisdikpora. “Ini terkait dengan kemarin tidak diterimanya anak-anak lagi 31. Kami dari pihak sekolah sesuai Permen tidak dibolehkan nambah rombel. Tapi kemarin kami dipanggil Bapak Bupati dan Kadis, minta petunjuk beliau, kami diintruksikan untuk terima anak-anak yang belum tertam-
pung itu karena zonasinya ada di SMP 1 Bangli,” terangnya. Atas intruksi tersebut, pihaknya pun menerima siswa baru meski kuota yang dibuka sudah terpenuhi. Disebutkan Widiana Sandhi, adapun kuota yang dibuka untuk jalur zonasi yakni sebanyak 246 orang. Dengan adanya intruksi, pihaknya kini membuka peluang tambahan untuk 31 siswa masuk melalui jalur zonasi. “Tapi yang sampai saat ini mendaftar ulang sekitar 20 orang dari 31 orang. Kemungkinan 11 siswa lainnya akan mendaftar besok atau memang sudah mendapatkan sekolah,” ungkap Widiana Sandhi. Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya penambahan 20 orang tersebut, total siswa yang sudah masuk melalui jalur zonasi hingga Jumat kemarin sebanyak 266 orang. Terkait dengan penambahan siswa tersebut, Widiana Sandhi mengatakan tidak mungkin menampung seluruh siswanya itu dalam sembilan rombel.
Sesuai aturan Dapodik, jumlah maksimal siswa dalam satu kelas yakni 32 dan minimal 20 orang. “Sehingga kami tambah lagi satu rombel menjadi 10 rombel. Kami masih punya kelas kosong lagi satu. Alasan mengapa kemarin kami buka sembilan rombel karena yang siswa tamat sembilan rombel,” jelasnya. Sementara itu, berbeda dengan SMPN 1 Bangli yang kelebihan siswa baru, beberapa SMP negeri di Bangli lainnya justru kekurangan siswa baru. SMPN 2 Bangli misalnya. Dari 182 orang yang sempat mendaftar ke SMPN 2 Bangli, jumlah siswa yang mendaftar ulang hanya 173 orang. Demikian juga dengan SMPN 5 Bangli. Kasek SMPN 5 Bangli Ngakan Made Sumastra mengungkapkan, dari 132 siswa yang sempat mendaftar, hanya 123 siswa baru yang melakukan pendaftaran ulang. Sementara jumlah kuota siswa baru yang dibuka keseluruhan 128 siswa (4 rombel). (kmb40)
SMPN 7 Kintamani. Hingga akhirnya, hanya 4 orang siswa yang bersekolah di sini. “Akhirnya diambil kebijakan 4 siswa ini dipidahkan ke SMPN 7 Kintamani, setelah itu, SMP Satap tidak beroperasi,” terangnya. Kini Pemkab dan masyarakat sudah sepakat serta berkomitmen untuk bersekolah di Satap. Sebagai Kepala Dinas Pendidikan tentu pihaknya akan menyiapkan dan mengaktifkan kembali sekolah ini “Saya berharap, setelah SMP Satap diaktifkan, masyarakat utamanya orang tua siswa bisa mendukung anaknya bersekolah di sini. Sehingga kejadian sebelumnya tidak terulang, dimana sekolah ini tidak kebagian siswa,” kata Suteja. Sementara itu, terpisah Perbekel Desa Subaya Nyoman Diantara mengungkapkan SMP Satap sudah vakum sejak dua tahun terakhir. Banyak anak-anak di desanya memilih putus sekolah lantaran jarak ke SMPN 7 Kintamani sangat jauh. Soal janji Pemkab Bangli mengaktifkan SMP Satap di desanya, Diantara meminta Pemkab komitmen. Pemkab diminta serius menugaskan tenaga guru m e ng a ja r d i SMP Sa t a p Subaya. “Harapan kami, Pemkab komitmen tetap seperti ini, bagaimana agar anak-anak di pinggiran Desa Subaya bisa menikmati pendidikan wajar 9 tahun. Kami juga meminta agar guru-guru yang mengajar di Subaya diperhitungkan juga kesejahterannya, mengingat medan dan jarak ke Subaya yang cukup jauh,” kata Diantara. (kmb40)
Bali Post/kmb40
SEKOLAH - Bupati Made Gianyar saat menyambangi anak-anak yang enggan melanjutkan sekolah di Desa Subaya, Kintamani.
Penyaluran Dana Desa Sesuai Tahapan Bangli (Bali Post) Penyaluran dana desa di Kabupaten Bangli selama ini sudah berjalan tepat waktu dan sesuai dengan tahapan. Diharapkan, hal ini bisa terus dipertahankan sehingga dana desa yang dikucurkan pusat ke Bangli meningkat di tahun berikutnya. Hal itu dikatakan Sekretaris Badan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli Anak Agung Trisna Wijaya, Jumat (5/7) kemarin. Trisna Wijaya menyebutkan, besaran dana desa yang dikucurkan pusat untuk Kabupaten Bangli tahun 2019, yakni Rp 61 miliar lebih. Meningkat dari tahun 2018 Rp 52 miliar. Dijelaskannya, sesuai peraturan 121/PMK.07/2018, penyaluran dana desa dibagi ke dalam tiga tahapan. Tahap pertama dari bulan Januari hingga minggu ke-3 Juni sebesar 20 persen. Tahap kedua dari Maret hingga min-
kan 20 persen untuk pendidikan. “Pemerintah sudah semangat, orang tua dan anak juga harus semangat, karena sekarang biaya bukan lagi alasan untuk tidak sekolah,” kata Gianyar. Terkait dengan permasalahan sepuluh siswa yang enggan melanjutkan sekolah, Bupati Made Gianyar meminta mereka untuk tetap semangat. Dikatakan Gianyar, di Desa Subaya sudah ada Sekolah Satu Atap (Satap) SD dan SMP. Hanya selama ini SMP sempat vakum karena beberapa tahun belakangan ini minat anak-anak untuk bersekolah di SMP Satap sangat kecil, sehingga terpaksa tutup karena tidak mendapat siswa. Jika sekarang anakanak Subaya berkomitmen dan mau melanjutkan di SMP Satap, tentu pihaknya akan mengaktifkan kembali sekolah satap tersebut. “Kalau SMP Satap kekurangan guru, guru akan kita carikan. Kalau kurang bangku, kita akan adakan bangku. Intinya saya ingin semua anak di Bangli semangat bersekolah,” kata Made Gianyar. Bahkan, untuk mendukung beroperasinya SMP Satap di Desa Subaya, Bupati Made Gianyar bersedia menjadi pengajar di sekolah ini. Sementara itu, Kadisdikpora Bangli Nyoman Suteja menjelaskan sejatinya dari awal berdirinya Satap di Subaya, pihaknya sudah memerintahkan 9 guru dari SMPN 7 Kintamani untuk mengajar di sana. Namun dalam perjalanannya, anak-anak di Desa Subaya semakin sedikit yang mau bersekolah di Satap. Mereka mengaku bosan dan ingin merasakan sekolah di
pencairan dana desa dari rekening kas umum negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hingga Rekening Kas Desa (RKD) membutuhkan waktu 7 hari kerja. Pihaknya mendorong desa-desa segera mengajukan pengamprahan. “Kami mendorong di tahap ketiga ini desa-desa bisa mempercepat penyetoran laporan realisasi fisik keuangannya. Sehingga pencairan juga bisa tepat waktu,” terangnya. Dengan penyaluran dana desa yang tertib waktu sesuai tahapan diharapkan menjadi pertimbangan baik oleh pusat untuk mengucurkan dana desa dengan nominal lebih besar dari tahun sebelumnya. “Dana desa yang disalurkan pusat sangat bermanfaat bagi desa. Di antaranya untuk pembangunan infrastruktur desa, peningkatan SDM melalui pendidikan, bidang kesehatan, dan lainnya,” imbuhnya. (kmb40)
OLAHRAGA
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
15
Lampard Tak Sabar Latih Chelsea
London – Frank Lampard diangkat sebagai pelatih kepala Chelsea, Jumat (5/7) kemarin. Salah satu mantan pemain terbaik The Blues ini menandatangani kontrak tiga tahun dengan klub yang dibelanya 13 tahun dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 211 gol.
Bali Post/ist
Tim sepak bola Porprov Kota Denpasar.
Tim Porprov Denpasar Dikalahkan Deltras Denpasar (Bali Post) – Tim sepak bola Porprov Kota Denpasar kalah tipis 1-2 atas tuan rumah Deltras Sidoarjo dalam latih tanding di Stadion Deltras, Sidoarjo, Jatim, Jumat (5/7) kemarin. Kesebelasan Porprov Denpasar selanjutnya menjajal Copa FC di Surabaya, Sabtu (6/7) ini. Kedua lawan merupakan tim Liga 3. Anak-anak Denpasar sangat bersemangat meladeni tuan rumah Deltras. Alhasil, pertandingan baru bergulir satu menit, tim polesan trio pelatih AAK Bramastra, Nyoman Magrung Jumada dan Putu Dian Ananta su-
dah unggul melalui sepakan Yogi. Kesalahan bek Deltras dalam mengoper bola kemudian diserobot oleh pemain Denpasar dan dicocor Yogi hingga menggetarkan jala tuan rumah. Akan tetapi anak-anak Denpasar tak mampu mempertahankan kemenangan. Deltras mampu membalas dua butir gol ke gawang tim Porprov Denpasar yang dikawal Doni. Dua gol tuan rumah lahir pada menit ke26 dan 34. Kedua tim tetap tampil ngotot di babak kedua, namun tidak terjadi gol lagi. Pelatih AAK Bramastra yang dikontak dari Denpasar
mengaku puas walaupun asuhannya kalah. Ia menilai skuadnya mampu menjalankan skema serangan, kerja sama tim, koordinasi antarlini dan organisasi dengan baik sepanjang laga. Sementara lawan diperkuat pemain senior dan berpengalaman. Menurutnya, dua gol Deltras yang membobol gawang Doni karena pemain Denpasar terlambat mengantisipasi pergerakan lawan. ‘’Penguasaan bola 50:50 dan tendangan anak-anak ada yang membentur mistar gawang Deltras,’’ ucapnya. (022)
Denpasar (Bali Post) Atlet ganda putra dan putri woodball Bali mengalahkan lawan–lawannya pada
babak penyisihan nomor far way ajang Pra-PON di Lapangan Serpong, Banten, Jumat (5/7) kemarin. Hasil
itu menempatkan ganda far way putra dan putri Pulau Dewata melaju ke babak delapan besar. Pelatih woodball Bali Ketut Sumajaya dikontak dari Denpasar mengemukakan, ganda putra far way bermaterikan empat atlet yaitu Riska Sanjaya, Agus Prawira, Agus Suardana dan Budiasa. Selama melakoni babak penyisihan, mereka berturut-turut mengalahkan Jatim, Jateng dan DI Yogyakarta. Sementara ganda putri menurunkan Desak Putu Nugraheni/Dwi Purnamasari serta Siti Masithah/Dyah Melinda. Mereka berhasil menaklukkan DIY dan Jabar. ‘’Saya berharap ganda far way putra dan putri Bali lolos ke PON. Untuk meraih tiket PON, mereka harus tembus lima besar,’’ ungkap pelatih lainnya A.A. Rai Suteja. Menurutnya, kans atlet woodball Bali yang terjun di nomor stroke perorangan dan beregu putra dan putri juga terbuka lebar untuk lolos PON. ‘’Doakan, semoga atlet woodball Bali sukses merebut tiket PON,’’ tambahnya. (022)
Mantan gelandang Inggris itu menggantikan Maurizio Sarri yang hanya satu musim menjadi manajer Chelsea. Lampard meninggalkan Derby County yang dibawanya ke final playoff Championship pada Mei lalu ketika dikalahkan oleh Aston Villa. ‘’Saya sangat bangga bisa kembali ke Chelsea sebagai pelatih kepala. Semua orang tahu cintaku untuk klub ini dan sejarah yang telah kami bagikan, namun satu-satunya fokus saya adalah pada pekerjaan di tangan dan mempersiapkan musim depan. Saya di sini untuk bekerja keras, membawa kesuksesan lebih lanjut ke klub dan saya tidak sabar untuk memulai,’’
kata Lampard dalam sebuah pernyataan klub. Lampard membuat 648 penampilan untuk Chelsea, memenangkan 3 gelar Liga Primer, 4 Piala FA, dan 2 Piala Liga, serta Liga Eropa dan Liga Champions. ‘’Frank memiliki pengetahuan dan pemahaman yang fantastis tentang klub. Musim lalu, dia menunjukkan sebagai salah satu pelatih muda paling berbakat dalam pertandingan,’’ ungkap Direktur Chelsea, Marina Granovskaia. Rodri Sementara itu, pemain tengah Spanyol, Rodri, pindah ke Manchester City dari Atletico Madrid. Pemain berusia 23 tahun i t u
kontrak lima tahun setelah Atletico mengumumkan klausul pelepasan 70 juta euro. Nilai kesepakatan ini melampaui pengeluaran City kepada Leicester untuk mendapatkan Riyad Mahrez dari Aljazair tahun lalu. Rodri adalah pemain kedua yang dikontrak City dalam dua hari setelah mendatangkan bek kiri Spanyol Angelino dari PSV Eindhoven. ‘’Saya berharap tahun ini kami mendapatkan kesuksesan yang sama atau lebih seperti dua tahun terakhir. Ini adalah kesempatan bagus. Ini tim hebat dengan pemain hebat di setiap area lapangan. Saya pikir Pep Guardiola adalah pelatih terhebat di
Atlet Woodball Bali Berpeluang Lolos PON
Sabtu, 6 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Low Inpact 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (1) 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Komedi Putar 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik
11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (3) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Taek Wondo Berprestasi Dojang Udayana Sumbangkan 5 Emas Bagi Tim Badung di PORJA 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Taman Sari TK Prema Ananda Ubud 17:00 Wita Nangun Yadnya
Karya Rsi Yadnya Padiksan/ Medwijati Ida Jero Gede Ketut Wali & Ida Jero Gede Istri Nyoman Cidra, Br. Dinas Juntal Kaja, Desa Pakraman Kubu Juntal, Karangasem 17:30 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Banjar Bali Quis 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Sinery Bali 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Cetik Durga Maya (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
dunia dan itulah yang membuat saya datang,’’ papar Rodri. Gelandang Spanyol lainnya Ander Herrera bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) dengan status bebas transfer setelah meninggalkan Manchester United. Pemain 29 tahun ini menandatangani kontrak lima tahun yang akan membuatnya berada di Prancis sampai Juni 2024. ‘’Saya benar-benar ingin bergabung dengan Paris dan memakai warna-warna ini. Klub memiliki kisah yang sangat indah dan saya senang bisa menulis halaman baru. Bergabung dengan klub ini adalah perasaan yang luar biasa. Saya berjanji kepada Anda tiga hal yaitu pekerjaan, profesionalisme, dan gairah,’’ ucap Herrera yang bergabung dengan United pada 2014 dari Athletic Bilbao. Herrera adalah pemain baru ketiga PSG setelah kiper remaja Marcin Bulka yang bergabung dari Chelsea dan sesama gelandang Spanyol Pablo Sarabia yang dibeli dari Sevilla. Pelatih PSG Thomas Tuchel berusaha memperkuat di lini tengah klubnya setelah Adrien Rabiot pergi ke Juventus dan Grzegorz Krychowiak (Polandia) pindah ke Lokomotiv Moscow. (afp/ kmb)
Organ Jantung
Selanjutnya ia akan memeriksa organ jantungnya apakah terdiri dari satu atau dua. Setelah memastikan semuanya, barulah kemudian direncanakan operasi pemisahan jika indikasinya memang harus dipisah. ‘’Operasi pemisahan tidak langsung dipersiapkan. Yang harus dipastikan pertama adalah apakah kasus ini merupakan kasus yang survival atau tidak, artinya apakah bisa hidup atau tidak,’’ jelasnya. Untuk menentukan sur-
vival itu perlu pemeriksaan–pemeriksaan lanjutan. Darmajaya mengatakan 90 persen kasus kelainan merupakan bawaan dari lahir. Sebagian besar kelainan tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Ini kali kedua RSUP Sanglah menangani kasus bayi kembar siam setelah tahun 2014 lalu. Ditemui di Ruang NICU RSUP Sanglah, ayah bayi Kadek Redita (24) menuturkan, saat kehamilan tidak ada pemeriksaan dokter yang menyatakan anaknya kembar ataupun terlahir dempet. Saat diperiksa di usia enam
bulan dikatakan hanya posisi bayi nyungsang. Saat berusia delapan bulan yaitu pada tanggal 2 Juli siang di-USG hasilnya dikatakan tidak kembar. Malam harinya, di hari yang sama dilakukan pemeriksaan USG kembali, baru dinyatakan kembar, namun tidak dikatakan posisinya dempet. Hingga terlahir sesar baru kemudian ia kaget dengan kondisi anaknya yang dempet. Pada 3 Juli, istrinya Putu Ayu Sumadi (17) masuk RS Santi Graha, Singaraja untuk dilakukan operasi sesar. Lalu dirujuk ke RSUD Buleleng
dan kemudian ke RSUP Sanglah. Saat ini kondisi istrinya stabil dan dirawat di RS Santi Graha pasca-operasi sesar. Pria asal Desa Joanyar, Seririt, Buleleng ini beserta sanak saudaranya menunggu anaknya di RSUP Sanglah sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter. Pria yang sehari–hari bekerja sebagai karyawan di toko bangunan ini berharap agar dua anaknya dapat diselamatkan. Ia hanya bisa pasrah dan ikhlas dengan kondisi anaknya. Segala proses perawatan ia serahkan pada tim medis RSUP Sanglah. (kmb42)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Sabtu Paing, 6 Juli 2019
Lansia Pentaskan Dramatari Arja ’’Sungu Mawungu’’ Bayu Pramana
SEKAA Arja Lansia Sukanya, Banjar Celuk, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung dibentuk tahun 2000. Sekaa ini berkesempatan tampil di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI lewat pementasan dramatari Arja dengan lakon ‘’Sungu Mawungu’’. Penampilan para lansia ini pun menyedot perhatian cukup banyak penonton di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Jumat (5/7) kemarin. ‘’Semua berawal dari ngebrik. Terus kita buat sekar alit dulu. Kemudian magegitan, geguritan, lanjut meningkat sekar agung. Sudah itu kita bentuk Arja duduk atau orang sering sebut Arja Taman Penasar,’’ ungkap Koordinator Sekaa Arja Lansia Sukanya, Jro Mangku Ketut Gina. Menurut Jro Mangku Gina, para lansia yang tergabung dalam sekaa mengutamakan prinsip ngayah. Keikhlasan menjadi kunci dalam berkarya. Itu sebabnya, Arja Taman Penasar sangat laris dan digemari penonton. Mereka pun diundang pentas ke
ARJA - Duta Kabupaten Badung menampilkan dramatari Arja lansia pada PKB XLI di Taman Budaya, Denpasar, Jumat (5/7) kemarin.
Bali Post/eka
PESTA KESENIAN BALI KE-41
berbagai tempat, bahkan sampai ke Gunung Salak Bogor, Jakarta, Jawa Timur, dan tidak terhitung lagi pentas di Lombok. ‘’Setelah itu, ide-ide muncul. Kita pun rapat dan salah satu keputusannya adalah membuat Arja lansia karena sudah ada bibit-bibitnya,’’ terangnya. Tampil di PKB XLI, ada 12 orang lansia yang dilibatkan. Paling muda berusia 55 tahun dan yang paling tua berusia lebih dari 70 tahun. Selain itu, juga didukung oleh 12 orang penabuh. Lakon ‘’Sungu Mawungu’’ yang dipentaskan, bercerita tentang raja wanita (Limbur) yang sakti dari Kerajaan Sunya Merta. Dia memiliki seorang putri, Diah Anggrek Wulan, dan seorang putra yakni Mantri Buduh bernama Raden Jaya Prakosa. Keduanya belum ada pendamping. Mantri Buduh sejak lama menginginkan Galuh Satyawati sebagai istri. Padahal Galuh Satyawati dari Kerajaan Tantra Pura telah diambil sebagai calon istri oleh Mantri Manis dari Kerajaan Santi Pala. Sementara Diah Anggrek Wulan menginginkan suami Putra Santi Pala dari Kerajaan Santi Pala, yang tak lain calon suami Galuh Satyawati. Melalui kesaktiannya, Limbur mencoba mewujudkan keinginan putra dan putrinya itu. ‘’Awalnya terlihat akan berhasil, tetapi kemudian gagal karena kesaktian benda pusaka berupa Sungu,’’ imbuh Gina. Penanggung jawab pementasan Arja lansia, I Ketut Merjiwa, mengatakan persiapan pentas dilakukan sejak tiga bulan lalu. Para seniman lansia berlatih tiga kali dalam seminggu. ‘’Kami meminta support dan perhatian dari pemerintah biar kami dapat untuk selanjutnya melestarikan kebudayaan Bali,’’ ujarnya. (rin)
Hari Ini Gong Kebyar Unhi Tampil di PKB SEBAGAI kampus berbasis agama dan kebudayaan, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar berkomitmen untuk melestarikan seni dan budaya Bali. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Unhi Denpasar dalam pagelaran gong kebyar dewasa di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 ini. Tim Unhi Denpasar akan tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Sabtu (6/7) malam ini. Puluhan mahasiswa dan
dosen berkolaborasi dalam pementasan ini. Dalam parade gong kebyar terse but, Unhi Denpasar akan menampilkan Sekaa Gong Kebyar Maha Widya Kerthi Merdangga yang tampil bersama sanggar seni tari dan tabuh Bayu Teja Budaya, Duta Kabupaten Buleleng. Setidaknya ada empat materi yang akan ditampilkan, yakni Tabuh Kreasi, Sandyagitha, Solahrawit dan tari kreasi Kekebyaran. Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. I Wayan
Muka, S.T., M.T. menyampaikan bahwa keikutsertaan Unhi Denpasar dalam PKB merupakan bentuk komitmen dalam upaya pelestarian seni dan budaya Bali. Apalagi, Unhi Denpasar adalah kampus yang berbasis agama dan kebudayaan. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bagi Unhi Denpasar untuk terlibat dalam ajang pementasan seni dan budaya. ‘’Sebenarnya penampilan Unhi di Pesta Kesenian Bali bukan kali ini saja, dulu
KULINER KESEHATAN Bali Post/win
SIAP TAMPIL - Sekaa Gong Kebyar Maha Widya Kerthi Merdangga Unhi Denpasar siap tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Sabtu (6/7) malam ini.
Unhi juga pernah tampil. Untuk hari Sabtu ini, Unhi menampilkan Sekaa Gong Kebyar Maha Widya Kerthi Merdangga. Sekaa gong ini adalah kolaborasi antara mahasiswa dan dosen di lingkungan Unhi Denpasar,’’ ujar mantan Dekan Fakultas Teknik ini saat geladi bersih, Jumat (5/7) kemarin. Wayan Muka melanjutkan, penari dan penabuh sangat antusias mengikuti ajang ini. Mereka serius mempersiapkan materimateri yang akan ditampilkan. Latihannya pun dilakukan setiap hari. Dengan harapan, tim kesenian Unhi Dempasar benar-benar tampil maksimal. Apalagi, melalui pementasan ini sekaligus menjadi pembelajaran atau praktik khususnya pada mahasiswamahasiswa jurusan seni tari maupun karawitan. ‘’Jadi kami tetap komitmen melestarikan budaya Bali. Hal ini selaras dengan visi Gubernur Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Kami juga sangat berterima kasih kepada Gubernur Bali, khususnya Dinas Kebudayaan yang telah memberi kesempatan Unhi untuk menampilkan gong kebyarnya,’’ pungkasnya. (win)
TOP IN VASI
Gunakan Aksara Bali Gamma Art Clock, Padukan Fotografi dan Kreasi WONDERFUL Bali. Pria kelahiran Tabanan BALI ini juga menggunakan media
INOVASI dan kreativitas sangat diperlukan dalam dunia usaha. Itu pula yang dijadikan bekal oleh I Nengah Gama (58) dalam membangun bisnis jam dinding berikon aksara Bali. Sejak dua bulan lalu, Gama mulai mendesain jam. Kemampuan fotografinya ia padukan dengan membuat desain jam beraksara
yang unik berupa barang bekas seperti piringan hitam, bahan daur ulang kayu, gear motor, dll. ‘’Yang jelas barang–barang berbentuk bulat. Saya langsung kepikiran menjadikan barang itu jam,’’ ujarnya ketika ditemui di stan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, Kamis (5/7) malam. Studio sekaligus galeri Gamma Art Clock, tempat ia memajang jam dinding itu berlokasi di Jalan Raya Munggu, Kapal. Di tempat itu pula pria lulusan ASRI Yogyakarta ini memproduksi jam dindingnya. Bahan baku didapatkan dari mengumpulkan barang– barang yang sudah tidak berguna. Sementara komponen mesin jam ia beli di Denpasar. Ide membuat jam dinding beraksara Bali ini terbersit ketika adanya Pergub Bali tentang penggunaan aksara dan bahasa Bali dalam rangka pelestarian aksara Bali. Ia pun tak ketinggalan ingin melakukan upaya
BUDAYA
PENDIDIKAN
SENIMAN
JAM - I Nengah Gama membawa salah satu jam hasil produksinya.
pelestarian. Terpikir untuk membuat jam dinding, karena setiap detik dan menit, orang melihat waktu, sehingga aksara Bali pun ia pajang di jam dinding. Dengan demikian orang akan mudah mengingat dan menghafalnya. Menurutnya, ide ada saja muncul untuk membuat desain–desain jam. Seperti jam dengan latar belakang foto keluarga atau foto anak. Ketika ia sedang ngayah membuat sate pun ide muncul. Lalu ia membuat jam dinding dengan foto sate upakara yang memiliki jumlah tertentu. Ada juga yang unik yaitu jam dinding dari piringan hitam yang diukir menyerupai orang yang sedang menjunjung bahan upakara dan jam dinding dari media kayu. Sejak awal jam tersebut dipasarkan melalui Facebook dan galeri, peminatnya cukup banyak. Jam dindingnya tidak hanya sebagai pengingat waktu dan hiasan di dinding, tetapi juga sebagai media edukasi aksara Bali. Tak heran, guru–guru sekolah pun memesan jam dindingnya. Selain sekolah, ia juga menyasar perkantoran seperti
kantor LPD dan kelurahan. Juga pesanan datang dari vila dan tempat makan. Di sebuah restoran, seorang karyawan mengatakan kepadanya bahwa baru tahu aksara dan angka Bali. Ia tertegun, seolah karyanya dapat membuat seseorang tahu akan aksara Bali. Cukup bangga bisa memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang aksara Bali. ‘’Baru launching, banyak permintaan terutama yayasan. Saya bekerja sama dengan yayasan untuk membuat ratusan jam. Rencananya untuk diberikan ke seluruh Indonesia,’’ ungkap pria yang pernah bekerja sebagai Art Director di PT Heinz ABC, Jakarta ini. Belum lama ini ia mendapat orderan 270 jam untuk dikirim ke Tangerang. Ada juga yang memesan untuk suvenir pernikahan dan ulang tahun. Sudah ratusan jam ia produksi selama dua bulan. Harga jam dinding itu dibandrol mulai harga Rp 50.000 hingga Rp 350.000 tergantung bahan yang digunakan dan jenis bahannya, mengingat ada jam dinding dengan edisi limited. (may)
Bali Post/lun
SARON - Sanggar Sudamala Desa Tangkas Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung membawakan gending-gending gamelan Saron di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Art Center Denpasar, serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, Jumat (5/7) kemarin. Gending-gending yang dibawakan meliputi Abuang, Bagus Botoh, Gadung Melati, Gedang Renteng dan gending Ratna Mangelo. Saron tergolong gamelan tua yang memakai laras pelog 7 nada dan mempunyai struktur gending yang sangat sederhana, terdiri atas kawitan dan pengawak serta pola gending-gending cukup pendek. Instrumen barungannya terdiri atas dua buah Saron berbilah bambu, dua buah gangsa besar dan dua buah gangsa kecil. Gamelan ini tidak bisa dipisahkan fungsinya sebagai pendukung kegiatan upacara yadnya besar pada umumnya di Klungkung seperti karya mamungkah, maligia dan sebagainya.
Puppet Production Pamerkan Topeng dan Wayang BERBAGAI produk seni dapat kita temukan di stan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, termasuk topeng dan wayang. Puppet Production Sukawati, Gianyar memamerkan hasil kerajinan tersebut. Topeng yang dipamerkan itu berbahan kayu pule dan kayu sandat. Biasanya yang memilih topeng berbahan dasar kayu pule adalah para seniman. Alasannya, topeng dari kayu pule lebih ber-taksu. Salah satu pemilik Puppet Production, Komang Artika, mengatakan topeng dari kayu pule dominan dibeli oleh seniman. Sementara topeng berbahan kayu sandat dipilih masyarakat umum. ‘’Yang membuat topeng dari kayu pule ini biasanya kakak saya,’’ ujar Artika. Harga topeng bisa mencapai Rp 1 juta. Selain topeng, di Stan Puppet Production juga bisa ditemukan kerajinan wayang, baik yang siap untuk dipentaskan maupun wayang yang khusus untuk dipakai latihan. Wayang ini bahan dasarnya kulit sapi. Wayang yang siap dipakai pementasan harganya jauh lebih mahal. Kata Artika, wayang un-
tuk latihan biasanya dibeli oleh anak-anak sekolah yang mengikuti ekstrakurikuler wayang. Sementara wayang untuk pentas biasanya dibeli oleh seniman. Dikatakan, bahan baku kerajinan topeng maupun wayang masih bisa dipenuhi dari Bali. Waktu diperlukan dalam pembuatan kerajinan ini tergantung dari detail model topeng maupun wayang yang dibuat. Semakin ru-
mit dan terlihat hidup maka pengerjaannya semakin lama dan tentu harganya semakin mahal. Ia mengaku sudah sembilan kali mengikuti PKB. Ia berharap tahun depan kerajinan topeng dan wayang tidak disatukan dengan stan fashion seperti tas dan sepatu. Diharapkan seperti tahun-tahun sebelumnya, penempatannya di stan kerajinan perak. (san)