Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 249 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Umanis, 6 Mei 2019
PDI-P Loloskan 178 Caleg di DPRD Kabupaten/Kota Se-Bali PENGHITUNGAN suara hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 untuk kursi DPRD kabupaten/kota se-Bali menunjukkan kemungkinan terbesar PDI-P berhasil meloloskan 178 calon anggota legislatif (caleg). Parpol terbanyak kedua yang meloloskan calegnya adalah Golkar, disusul Gerindra, NasDem, Demokrat dan Hanura. Parpol lainnya seperti Perindo, PSI, PKS, PKB, PPP dan PKPI calegnya hanya meraih kursi kurang dari 5. Ini berarti hanya 12 dari 16 parpol yang berkontestasi menempatkan wakilnya di kursi DPRD kabupaten/kota di Bali.
JUmlah Caleg lolos Dprd kab/kota se-bali Hanura
Demokrat
5,57%
Keberhasilan PDI-P merebut 178 kursi dewan di kabupaten/kota seluruh Bali menjadikan partai berlambang banten moncong putih ini menguasai 50,86 persen dari 350 kursi DPRD kabupaten/ kota se-Bali. Jumlah ini jauh di atas Partai Golkar yang menguasai 57 kursi atau setara dengan 16,29 persen. Gerindra di posisi ketiga menguasai 35 kursi DPRD kabupaten/ kota atau 10 persen. Partai Demokrat dan NasDem berada di urutan keempat dan kelima dengan perolehan kursi masing-masing 26 kursi atau 7,43 persen dan 25 kursi atau 7,15 persen dari total 350 kursi DPRD kabupaten/kota se-Bali. Satu lagi parpol yang berhasil meraih total kursi di
Lain-lain
3,70%
7,15%
NasDem
7,43% Gerindra
10,00%
PDI-P
50,86%
Golkar
16,29%
atas 10 adalah Partai Hanura yakni 16 kursi atau setara dengan 4,57 persen. Enam partai lainnya, masing-masing Perindo, PKB, PSI, PKPI, PKS dan PPP meloloskan caleg di bawah 5 orang. Rinciannya, Perindo meloloskan 4 caleg, PKB 3 caleg, PSI dan PKPI sama-sama meloloskan 2 caleg, sementara PKS dan PPP masing-masing 1 caleg. Yang termasuk kejutan adalah Perindo dan PSI sebagai partai pendatang baru yang berhasil meloloskan calegnya di atas parpol lama seperti PKB, PKS dan PPP. Jika data yang ada dirinci lebih dalam, kursi untuk PDIP terbanyak diraup di Kabupaten Tabanan. Daerah yang dari dulu dikenal sebagai
basis PDI-P ini menguasai 28 dari 40 kursi. Ini berarti suara PDI-P di Tabanan setara dengan 70 persen. Pengambilan keputusan di DPRD Tabanan mutlak milik PDI-P. Sementara daerah lainnya yang PDI-P menguasai suara lebih dari 50 persen adalah Gianyar (65 persen), Badung (62,50 persen), Bangli (53 persen) dan Jembrana (51,43 persen). Praktis di kabupaten tersebut suara PDI-P jika kompak akan menjadi penentu paling kuat. Untuk kabupaten/kota lainnya di Bali, kursi DPRD relatif diduduki lebih banyak caleg PDI-P namun dengan persentase kurang dari 50 persen. Kursi di DPRD Kota Denpasar dikuasai 22 caleg PDI-P atau
menguasai 48,88 persen total kursi. Buleleng dari 45 kursi, caleg PDI-P menguasai 18 kursi atau setara dengan 40 persen suara. Klungkung dari 30 kursi, 10 kursi atau 33,33 persen total kursi dikuasai PDI-P. Sementara di Karangasem, PDI-P merebut 12 dari 45 kursi atau setara dengan 26,66 persen kursi. Karangasem menjadi kabupaten dengan persentase penguasaan kursi oleh PDI-P paling rendah. Hanya selisih 1 kursi dengan Partai Golkar yang berhasil merebut 11 kursi. Partai baru yakni PSI untuk dua orang caleg DPRD kabupaten/kota hanya berhasil lolos di Kota Denpasar. Sedangkan Perindo meloloskan 4 caleg DPRD kabupaten/ kota di Karangasem (2 orang), Buleleng dan Klungkung masing-masing 1 orang caleg. PKB meloloskan caleg DPRD kabupaten/kota di Jembrana (2 orang) dan Buleleng (1 orang). (ata)
Marquez Tak Tertandingi Jerez – Pembalap Honda Marc Marquez tidak tertandingi di MotoGP Spanyol. Dalam balapan yang digelar di Sirkuit Jerez, Minggu (5/5) kemarin, The Baby Alien yang memimpin sejak start mampu menjadi juara. Di lap-lap awal, Marquez terlibat pertarungan sengit dengan dua pembalap Rookie, Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo. Namun kondisi ini hanya berlangsung di 5 lap awal, setelah itu Mar-
quez melesat tak terkejar. Juara Dunia tersebut finis 1,6 detik di depan Alex Rins yang menepati posisi kedua. ‘’Saya hanya mencoba melaju secepat mungkin. Cukup sulit untuk balapan lagi setelah jatuh di Austin. Namun kami sudah belajar banyak dari kejadian itu dan berharap kecelakaan tidak terjadi lagi,’’ ujar Marquez sesuai balapan. Sang pembalap juga mengaku cukup yakin dengan kecepatan motor dan kondisi lintasan, sehingga mampu
melaju dengan baik hingga akhir lomba. Seperti diketahui, Marquez terjatuh di GP Austin, AS ketika srdang memimpin balapan. Di Spanyol, kesalahan itu tidak terjadi lagi dan dia berhasil menjadi juara. Kemenangan tersebut membuat Marquez memimpin klasemen sementara dengan 70 poin, unggul 1 poin dari Rins. Dimas Ekky Usai terlibat kecelakaan hebat dan terlindas Marco
Bezzecchi di awal balapan Moto2 Spanyol, pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama langsung dibawa ke medical center untuk diperiksa. Tidak hanya sendiri, Dimas Ekky dibawa bersama Remy Gardner untuk diperiksa dan mendapat perawatan pertama. Hal. 15 Publik Indonesia
Senin Awal Puasa
Bali Post/afp
TANDU EMAS - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dibawa dalam tandu emas selama prosesi penobatannya di Bangkok pada 5 Mei 2019.
Penobatan Raja Maha Vajiralongkorn
Bangkok – Rakyat Thailand berkerumun di tepi jalan di bawah terik sinar matahari pada Minggu (5/5) kemarin di Bangkok untuk menyaksikan prosesi penobatan Raja Maha Vajiralongkorn. Mereka berharap memperoleh sekelumit kisah raja konstitusional itu yang menjelma dalam budaya Thailand. Orang-orang yang mengenakan baju kuning, warna yang terkait dengan raja, antusias menyaksikan prosesi itu dan berbaris sepanjang 7 km dari istana ke tiga kuil kerajaan. Di lokasi itu, raja yang akan muncul di depan publik untuk pertama kali sejak upacara-upacara yang diadakan sebelumnya, akan memberi penghormatan kepada simbol utama Buddha di tiap kuil. ‘’Saya ingin melihat penobatan sekali dalam hidup karena penobatan yang pernah terjadi saya masih sangat kecil,’’ kata Samran Moryyaidee (77 tahun).
Pemerintah Thailand, yang menghabiskan dana sebesar 1 miliar baht (31,35 juta dolar AS) untuk upacara-upacara penobatan akhir pekan, memperkirakan sebanyak 200.000 orang akan menyaksikan prosesi tersebut. ‘’Saya merasa saya harus berada di sini untuk menunjukkan kepada dunia betapa kami memuja raja,’’ kata Donnapha Kadbupha (34 tahun) yang datang delapan jam lebih awal supaya perempuan itu mendapat tempat yang nyaman sepanjang rute prosesi. Suhu udara di Bangkok saat prosesi tersebut berlangsung tercatat sekitar 37 derajat Celsius dan kelembaban pada 44 derajat C. Penobatan Raja Vajiralongkorn (66) berlangsung pada Sabtu hingga Senin setelah masa berkabung resmi bagi ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, yang mangkat pada Oktober 2016. Raja Adulyadej telah duduk di singgasana selama 70 tahun. (ant/rtr)
Jakarta (Bali Post) – Kementerian Agama menetapkan awal puasa 1440 Hijriyah/2019 Masehi jatuh pada Senin (6/5) ini, setelah melakukan sidang isbat yang diikuti perwakilan ormas, ahli astronomi, tamu undangan dan lainnya di Jakarta, Minggu (5/5) kemarin. Demikian pula Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan awal puasa pada 1 Ramadan 1440 Hijriah/2019 Masehi pada Senin, 6 Mei 2019. ‘’Atas dasar rukyatul hilal dan sesuai dengan pendapat Al Mazahib Al Arba’ah maka dengan ini PBNU mengibarkan bahwa awal Ramadan 1440 H jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019,’’ kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj, di Jakarta, Minggu kemarin. Dia mengatakan penentuan awal Bulan Ramadan 1440 H salah satunya merujuk hasil pengamatan bulan baru (hilal) oleh Tim Rukyatul Hilal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama/Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama pada Minggu di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan. ‘’Mereka berhasil melihat hilal,’’ kata dia. Untuk itu, Said mengajak warga Nahdlatul Ulama dan umat Islam menyambut puasa dengan penuh keimanan, keyakinan, dan momentum kerohanian untuk menyucikan dengan meningkatkan ketakwaan. (ant)
Marc Marquez
Bali Post/afp
Bali Post/ant
LOKASI LIKUIFAKSI - Warga berziarah di lokasi tempat hilangnya anggota keluarga mereka yang terdampak bencana likuifaksi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (5/5) kemarin. Jelang Ramadan, warga korban bencana mendatangi lokasi permukiman penduduk yang hancur akibat gempa dan likuifaksi untuk mengenang dan mendoakan keluarga mereka yang meninggal dunia atau dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut.
Jokowi Unggul di 21 Provinsi
Bali Post/ant
SIDANG ISBAT - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan hasil Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1440 Hijriah di Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (5/5) kemarin. Pemerintah mengumumkan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada Senin, 6 Mei 2019.
Jakarta (Bali Post) Hingga hari ke-18 pascaPemilu 17 April, tercatat penghitungan real count yang sudah mencapai angka 90 persen dari 34 provinsi yang ada mulai bertambah. Data situng provinsi yang sudah mencapai 90 persen masuk dalam real count yang dipublikasi di www. kpu.go.id adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Barat. Sedangkan untuk provinsi yang belum mencapai 20 persen adalah Papua (6,8%) dan Papua Barat (19,1%). Hingga Minggu (5/5) kema-
rin pukul 16.15 WIB menunjukkan keunggulan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin atas Prabowo Subinato-Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Pemilu 2019. Data tersebut dihimpun dari 546.214 tempat pemungutan suara yang form C1 telah diunggah melalui situs kpu.go.id yang saat ini sudah mencapai 67,15608 persen dari total keseluruhan TPS yang mencapai 813.350 TPS. Hasil sementara Situng KPU, pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin mengumpulkan suara sebanyak
57.925.669 (56,24%). Sedangkan Pasangan Prabowo-Sandiaga mengumpulkan 45.068.382 suara (43,76%). Berdasarkan pemetaan perolehan suara di tiap provinsi, Jokowi-Ma’ruf menang di 19 provinsi + wilayah luar negeri yang perolehan suara telah di atas 20 persen. Dua provinsi lagi belum mencapai 20 persen yaitu Papua (6,8%) dan Papua Barat (19,1%). Di dua provinsi itu Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo-Sandi. Dengan demikian, total jumlah provinsi yang dimenangkan JokowiMa’ruf adalah 21 provinsi + luar negeri. (kmb4)
2
Senin Umanis, 6 Mei 2019
Wujudkan Bali Zero Narkoba
Dari “Security” Beralih ke ”Driver” Gojek
Muska Adi Bisa Nabung dan Ganti Kendaraan
BERAWAL dari menjadi security di sebuah restoran yang cukup terkenal di Bali, I Made Muska Adi (34) yang akrab disapa Muska ini nekat memutuskan untuk resign dan aktif menjadi driver Gojek sejak April 2017. Penghasilan saat menjadi security hanya gali lubang tutup lubang. Saat menerima gaji, ia pulang hanya membawa amplop kosong karena sudah dipakai membayar utang. Demikianlah kehidupannya dulu. Kini, setelah menjadi mitra Gojek kehidupannya berubah. Ia bisa menambah kendaraan baru dan mulai bisa menabung. Padahal dulu, jangankan untuk menabung, memenuhi kebutuhan keluarga saja pas-pasan. “Ada teman yang menyarankan di Gojek. Padahal dia sudah nawarin sejak 2015, tapi saya belum berminat. Teman saya awalnya bekerja di hotel di daerah Nusa Dua sebagai security, pindah ke Gojek dan fokus di Gojek. Taraf hidupnya berubah lebih baik, saya liat sendiri. Saya juga begitu, ketika di Gojek selalu saja ada uang,” tutur pria asal Suwung Kauh, Denpasar ini saat ditemui Sabtu (4/5) lalu. Penghasilan sehari-harinya di Gojek mencapai Rp 300.000. “Sejak itu saya bisa beli motor. Untuk kebutuhan keluarga mencukupi. Sampai sekarang poin saya 25, bonus naik Rp 115.000,” imbuhnya. Bekerja menjadi driver Gojek juga fleksibel. Saat ingin bekerja, ia bekerja dengan optimal. Namun ketika tak ingin bekerja, bisa mematikan aplikasi. Per hari ia mengambil 18 hingga 20 orderan baik go food, go shop, go ride, go send, go mart. Biasanya ia
Denpasar (Bali Post) Begitu buruknya dampak narkoba membuat Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bersama jajarannya gencar melakukan penindakan terhadap sindikat barang terlarang tersebut. Bahkan, Kapolda Golose memasang target Bali zero narkoba dan dalam waktu dekat kembali mengirim narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat press conference pengungkapan kasus narkoba selama April 2019 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Minggu (5/5) kemarin.
I Made Muska Adi mangkal di daerah Seminyak. Tak jarang ia juga menerima orderan dari turis-turis asing. Selama menjadi driver Gojek, jalannya tak selalu mulus. Diakui ada suka dukanya, namun semua dijalaninya dengan baik. Ban motor pecah saat tengah malam, bertemu customer cerewet, jutek sudah biasa. Modalnya hanya ramah, sopan, dan berusaha memberi pelayanan prima ke customer. “Ketika dihargai sama customer, di sana kita merasa senang,” ungkapnya. Ayah dua anak ini setiap harinya aktif bekerja mulai pukul 05.00 dan bekerja tanpa kenal lelah, serta tidak pernah pilih-pilih order. Sehingga tidak mengherankan ia bisa mendapatkan predi-
kat Driver of the Month dua bulan berturut-turut, yaitu pada Juli dan Agustus 2018. “Saya juga tidak mengerti penilaiannya. Saya tidak menyangka dapat bintang 5 dan penghargaan ini, tapi saya selalu memberi pelayanan lebih ke customer,” tuturnya. Banyak keuntungan yang ia dapat dari penghargaan itu, seperti parsel, sembako, voucher bengkel. Saat ada events khusus Gojek, ia juga diundang. Belum lama ini ia diundang ke event Gojek dan bertemu pemain Bali United. Selain itu, ia juga mendapat undangan gathering dari Gojek sebagai wujud apresiasi Gojek pada driver. (ad232)
Tegakkan Perda, Satpol PP Perlu Dukungan Desa Adat Denpasar (Bali Post) – Puncak peringatan HUT ke-69 Satpol PP, HUT ke-57 Sat Linmas, dan HUT ke-100 Damkar tahun ini di Bali dipusatkan di Kabupaten Klungkung yang diisi dengan kegiatan upacara yang diikuti jajaran Satpol PP, Sat Linmas, dan Damkar se-Bali, Senin (6/5) hari ini. Sebelumnya juga telah diadakan rapat koordinasi (rakor) menghadirkan narasumber dari MUDP Bali, Kelompok Ahli Pembangunan Pemprov Bali, dan Bupati Klungkung selaku tuan rumah. “Upacara peringatan besok (hari ini - red) sangat spesial karena tahun ini kita adakan upacara bersama dengan Damkar se-Bali. Kalau sebelumnya hanya Damkar dari tuan rumah yang ikut. Sekarang diikuti Damkar se-Bali, karena kita satu komando dengan mereka,” ujar Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Minggu (5/5) kemarin. Terkait rakor yang dilaksanakan di Kantor Bupati Klungkung kemarin, Rai Dharmadi mengatakan ada sejumlah rekomendasi yang dihasilkan dan akan disampaikan kepada Gubernur Bali dan bupati/wali kota se-Bali. Salah satunya, Satpol PP didukung oleh desa adat dalam rangka menegakkan Perda, serta melaksanakan ketertiban dan ketenteraman. Dalam hal ini, desa adat diminta untuk ikut berperan aktif menjaga ketertiban lingkungan agar masyarakatnya tenteram
Napi Lapas Kerobokan akan Dilayar ke Nusakambangan
Bali Post/kmb32
I Dewa Nyoman Rai Dharmadi sekaligus tertib administrasi kependudukan. “Jadi, Satpol PP kan tidak semata-mata sebagai lembaga super power, tapi perlu juga mendapat dukungan. Peran masyarakat kita butuhkan, komponen pariwisata juga kita butuhkan, termasuk organisasi kemasyarakatan dan lembagalembaga adat,” jelasnya. Rai Dharmadi menegaskan, MUDP sudah siap untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban sebagai tugas bersama. Ke depan pihaknya bersama Kelompok Ahli Pembangunan akan merumuskan pergub dan perda tentang keamanan terpadu melibatkan desa adat. Rekomendasi lainnya, menyangkut dukungan dana, SDM, dan sarana prasarana yang akan disampaikan kepada bupati/wali kota. Ini dalam rangka mengoptimalisasi tugas, fungsi, dan kewenangan yang dimiliki Satpol PP. “Itu kan perlu du-
kungan. Kepala daerah harus memberikan prioritas kepada Satpol PP dari sisi anggaran operasionalnya, SDM-nya, sarana prasarananya juga karena kita selaku garda terdepan menjaga wibawa pemerintah melalui produkproduk hukumnya. Tanpa dukungan itu, bagaimana mau menegakkan secara optimal,” imbuhnya. Rai Dharmadi menambahkan, Satpol PP ke depan menghadapi tantangan kemajuan teknologi, infrastruktur, dan pembangunan. Umumnya, aturan atau regulasi baru muncul setelah ada infrastruktur atau pembangunan. Sementara Satpol PP tidak bisa melakukan tindakan tanpa ada dasar hukum berupa aturan. “Seringkali aturan itu belakangan daripada hal-hal yang menyangkut pelanggaran. Makanya di sini peran desa adat betul-betul sangat kami butuhkan dalam rangka turut serta menjaga Bali yang lestari, tertib, dan aman. Tanpa itu, saya kira tugas dan fungsi sebagai aparat pemerintah akan cukup lambat,” paparnya. Rai Dharmadi mencontohkan, kegiatan penertiban baliho menjelang IMF-World Bank Annual Meetings. Saat itu pihaknya dibantu oleh pecalang sehingga penertiban bisa dilakukan dalam waktu singkat. Desa adat juga membantu dalam melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi benturan dengan aparat pemerintah. (kmb32)
Ruddi Setiawan didampingi Wakapolresta AKBP Benny Pramono dan Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan, dari Januari hingga April 2019, Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali mengungkap 52 kasus dengan jumlah tersangka 76 orang. Rinciannya, bandar 15 orang dan 61 pengedar. Sedangkan pelaku asal Bali 28 orang dan 48 orang dari luar Bali. Dengan diadakannya press release di depan Patung Padarakan Rumeksa Gardapati (PRG), kata dia angka kriminalitas khususnya kasus narkoba jum-
Topik :
lah tersangka dari Bali sangat menurun dan benar-benar efektif. Peredaran narkoba juga kecil karena bandarnya ditangkap. “Terima kasih saya ucapkan kepada masyarakat Bali, khususnya warga Denpasar terkait informasinya kepada kepolisian. Perintah Bapak Kapolda untuk Bali harus zero narkoba, karena sebagai tempat pariwisata. Kapolda juga menyampaikan akan ada lagi bandar narkoba yang dikirim ke Lapas Nusakambangan, supaya di Bali tidak ada narkoba lagi,” tegasnya. Mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini menambahkan,
DENDA WNA OVERSTAY
Bali Post/kmb36
KASUS - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat merilis kasus narkoba hasil pengungkapan selama April 2019 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Minggu (5/5) kemarin. para bandar dan pengedar siap-siap dikirim ke Lapas Nusakambangan jika sudah divonis di pengadilan, dan setelah berkoordinasi dengan Kanwil Hukum dan HAM Bali serta Lapas Kerobokan. Pasalnya, perintah Kapolda Golose sudah jelas yaitu bandar dan pengedar yang barang buktinya banyak harus dikirim ke Lapas Nusakambangan. “Kalau ada yang melawan akan ditembak mati di tempat. Saya tanya kepada pelaku, mereka mengaku takut dikirim ke Lapas Nusakambangan. Dengan demikian, ada efek jeranya,” tandasnya. Sementara pengungkapan selama April, Satresnarkoba dan Satgas CTOC Polda Bali mengungkap 13 kasus dengan jumlah tersangka 16 orang. Berdasarkan asal pelaku, dari Jawa 11 orang dan lima orang asal Bali. Barang bukti yang diamankan sabu-sabu (SS) 1.525,2 gram, ekstasi 1.046 butir, ganja 23,96 gram dan
tembakau gorila 0,56 gram. Tersangka yang ditangkap di antaranya Ronny (28), Werdi (26), Bagus (24), Sugiana (27), Kurniawan (25), Mujito (43), Indra (31), Santosa (22), Aditya (30), dan Nanda (40). Selain itu juga dibekuk Ivan (32), Fendy (32), Maulana (30), Tri (33), dan Purnomo (40). Sedangkan yang berstatus bandar narkoba yaitu Santosa dengan barang bukti SS 732,10 gram, Ronny dengan barang bukti ekstasi 994 butir, Werdi dengan barang bukti 994 butir, dan Indra dengan barang bukti SS 377,67 gram. “Dengan pengungkapan kasus ini, kami menyelamatkan 15 ribu warga Bali dari narkoba,” imbuh mantan Kapolres Badung ini. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
PIP Pemkot Denpasar ke Bandung
Pelajari Tata Kelola Taman, ”Creative Hub” hingga Pengembangan ”Heritage City Tourism” Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
UPAYA untuk terus menciptakan kenyamanan serta mendukung kemajuan di Kota Denpasar, Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus berinovasi di berbagai bidang. Salah satunya adalah tata kelola taman, penyediaan ruang kreatif bagi kawula muda, serta pengembangan pariwisata berbasis heritage city. Guna memberikan perbandingan terhadap inovasi sehingga dapat maksimal dan tepat sasaran, Pemkot Denpasar di bawah koordinasi Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar menggelar Pekan Informasi Pembangunan (PIP) dan Peningkatan Wawasan SDM ke Pemkot Bandung. Kegiatan yang dipimpin Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara ini diterima Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Pemkot Bandung Dodi Ridwansyah, di Auditorium Kantor Wali Kota Bandung, Jumat (3/5). Turut mendampingi kegiatan tersebut Asisten I, pimpinan perusda dan sejumlah pimpinan OPD di Lingkungan Pemkot Denpasar. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai mengatakan, saat ini Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus menggalakkan inovasi. Seperti halnya penataan taman-taman kota. Hal ini guna meningkatkan kenyamanan serta mendukung kemajuan Kota Denpasar, terus mendukung tumbuh kembang start up dengan penyedian
Bali Post/ara
PIP - Suasana penerimaan rombongan Pemkot Denpasar di Kantor Wali Kota Bandung saat melakukan Pekan Informasi Pembangunan, Jumat (3/5) lalu. beragam ruang kreatif. “Kedatangan kami saat ini dengan mengajak belasan wartawan merupakan tindaklanjut dari MoU sebelumnya antara Pemkot Denpasar dan Pemkot Bandung, secara khusus untuk membahas tata kelola taman, creative hub dan pengembangan heritage tourism di Kota Denpasar. Semoga ajang ini dapat menjadi wahana tukar pikiran dan inovasi,” jelasnya. Menurut Rai Iswara, dipilihnya Kota Bandung lantaran selain secara demografis memiliki kesamaan dengan Kota Denpasar, Bandung juga mengembangkan sektor heritage tourism yang bertumpu pada pengembangan warisan budaya dan Kota Pusaka. Selain itu, keberadaan start up juga penting bagi kemajuan kota, sehingga penyediaan ru-
ang kreatif merupakan suatu kewajiban. “Sesuai dengan visi misi Kota Denpasar, serta komitmen dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara yang secara konsisten terus mendukung keindahan kota dengan penataan taman, penyediaan ruang kreatif yang dirancang di Balai Budaya, serta pengembangan heritage tourism di Kota Denpasar,” paparnya. Staf Ahli Bidang Pembangunan Eknomi dan Keuangan Pemkot Bandung Dodi Ridwansyah mengatakan, Pemkot Bandung dan Pemkot Denpasar merupakan dua kota yang saling sharing tentang inovasi. Dengan adanya pekan informasi ini diharapkan mampu menjadi ajang saling tukar pikiran untuk bersama-sama
memajukan kota. “Terima kasih sudah mengunjungi Kota Bandung. Ini lebih kepada ajang untuk tukar pikiran dan saling mempelajari satu sama lain sehingga kita bisa bersamasama menyongsong kemajuan kota,” katanya. Kabid Pertamanan DPKP3 Pemkot Bandung Iwan Sugiono mengatakan, saat ini di Kota Bandung terdapat 688 taman yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung. Selain itu, sebanyak 29 taman tematik dengan anggaran keseluruhan mencapai Rp 15 miliar. Taman ini terdiri atas Taman Lansia, Taman Radio, Taman Film, dan lain sebagainya guna menciptakan ruang terbuka hijau dan wahana rekreasi yang ramah serta mampu meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat. Kepala UPT Bandung Creative Hub Eva Nur Desiyanti mengatakan, seluruh masyarakat Kota Bandung dapat memanfaatkan Bandung Creative Hub (BCH) secara gratis. Hal ini sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan mendukung pertumbuhan starp up baru dengan menyediakan Co Working Sapece. Dikatakan, BCH dilengkapi fasilitas seperti ruang-ruang kelas, perpustakaan, kafe, toko desain, galeri, bioskop, dan workshop atau studio yang dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk berbagai subsektor, seperti fotografi, animasi, game, desain, musik, fashion, dan lainnya. (ara)
Sekaa Topeng Prembon dan Taman Penasar Duta Denpasar Dibina Tim Provinsi
Jaya Negara Tekankan Jadi Ajang Evaluasi, Tunjukkan Penampilan Terbaik pada PKB XLI BERAGAM kegiatan terus dilaksanakan guna menyongsong perhelatan akbar Pesta Kesenian Bali XLI Tahun 2019. Sebelum memasuki pelaksanaannya yang direncanakan dibuka pada pertengahan Juni mendatang, seluruh peserta wajib mengikuti pembinaan oleh Tim Pembina Provinsi Bali. Seperti halnya dua Duta Kesenian Kota Denpasar yang turut mendapat pembinaan dari Tim Kesenian Provinsi Bali, yakni Sekaa Topeng Prembon Prakanti Swara Jaya, Banjar Peninjoan, Desa Peguyangan Kangin dan Sekaa Taman Penasar Widya Sabha Denpasar Timur di Kawasan Pura Dalem Desa Peninjoan, Peguyangan, Minggu (5/5) kemarin. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menekankan, pembinaan ini merupakan
tahapan untuk kita belajar menjadi lebih baik ke depanya. Tentunya ajang ini wajib menjadi bahan evaluasi bagi seluruh sekaa, sehingga penampilan yang ditunjukkan nantinya dapat maksimal dan sesuai dengan kriteria yang telah disepakati. Jaya Negara menekankan, perhelatan seni secara umum tidak saja menjadi ajang kompetisi semata, melainkan lebih kapada bagaimana kita mampu melestarikan seni tersebut sebagai sebuah kekayaan kebudayaan Bali. Tentunya seluruh seniman yang terlibat ini merupakan pelestari seni Kota Denpasar. “Seluruh sekaa sudah tampil apik dan maksimal, sekarang hanya bagaimana kita menyesuakian dengan kriteria. Pembinaan ini merupakan ajang evaluasi
untuk penampilan yang lebih baik saat tampil di PKB XLI sebagai Duta Kota Denpasar,” ujarnya. Rangkaian pembinaan diawali dengan penyerahan bantuan uang pembinaan Pemkot Denpasar kepada kedua sekaa yang diserahkan oleh Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram, Tim Pembina Provinsi Bali beserta seluruh Pembina Kesenian Kota Denpasar. Koordinator Sekaa Topeng Prembon Prakanti Swara Jaya, Banjar Peninjoan Kadek Ariadi Jaya menjelaskan, seluruh persiapan telah dilaksanakan dengan baik. Sehingga materi yang dibawakan sudah selesai. Adapun judul yang dibawakan
MENYERAHKAN - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat menyerahkan bantuan pembinaan kepada Sekaa Topeng Prembon Prakanti Swara Jaya, Banjar Peninjoan, Desa Peguyangan Kangin dan Sekaa Taman Penasar Widya Sabha Denpasar Timur di Kawasan Pura Dalem Desa Peninjoan, Peguyangan Kangin, Minggu (5/5).
menceritakan tentang perjalanan Mpu Kuturan yang dikemas dalam lampahan Topeng Prembon berjudul “Senopati Kuturan”. “Persiapan terus kami maksimalkan, apa yang menjadi catatan dalam pembinaan ini akan kami koreksi untuk penampilan yang maksimal pada ajang PKB Tahun 2019 ini,” jelasnya. Koordinator Sekaa Taman Penasar Widya Sabha Denpasar Timur I Gede Yogi Pramana mengatakan, persiapan pementasan telah dilaksanakan sejak Maret lalu. Hingga saat ini, seluruh bantang pementasan telah rampung digarap. Hanya saja perlu dilaksanakan penghalusan untuk penyatuan antara wiraga, wirasa dan wirama, sehingga sebuah pementasan taman penasar dapat maksimal. “Kami akan terus
berusaha maksimal dan terus berusaha untuk memberikan hasil yang terbaik, karena ini adalah lomba, sedangkan Topeng Prembon diparadekan,” jelasnya. Tim Pembina Provinsi Bali I Made Jimat mengatakan, pembinaan dari Tim Provinsi bukanlah untuk menilai atau membenar-salahkan suatu pementasan. Hal ini lebih kepada meninjau secara langsung kesiapan seluruh sekaa serta memberikan pertimbangan jika ditemukan adanya penyimpangan dari kriteria. “Kami hadir di sini melaksanakan pembinaan bukanlah untuk menilai, atau benar dan tidak benar, melainkan untuk melihat kesiapan sekaa yang akan pentas, serta mengingatkan kembali kriteria untuk peserta lomba maupun parade,” paparnya. (ad237)
BADUNG
Senin Umanis, 6 Mei 2019
Sebagian Besar Naker Belum Kantongi Sertifikat Kompetensi Tenaga kerja (naker) di Bali berdasarkan data statistik di tahun 2018 mencapai 2,5 juta lebih. Dari jumlah tersebut, baru sebagian kecil naker yang telah mengantongi sertifikat kompetensi. Berdasarkan data rekapitulasi data dan seksi standarisasi dan sertifikasi Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, saat ini baru 118.979 naker yang sudah bersertifikasi. Sertifikasi kompetensi naker dilakukan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Wacana sertifikasi profesi ini bergulir sejak tahun 2000. Namun di Bali baru tahun 2010 melaksanakan kegiatan sertifikasi kompetensi naker. Itu pun dominan dari sektor pariwisata. Sertifikasi profesi dilakukan oleh lembaga
sertifikasi profesi (LSP) yang merupakan bentukan BNSP. Kasi Standardisasi dan Sertifikasi Disnaker Bali I Gede Ngurah Sutapa di sela-sela pelatihan Pemetaan Kebutuhan Pemagangan di Provinsi Bali belum lama ini mengatakan, saat ini ada 42 LSP di Bali yang sebagian besar di bidang pariwisata. Mereka inilah yang melaksanakan sertifikasi profesi. Sertifikasi profesi dalam rangka penyiapan naker berkualitas. Keterampilan dan produktivitas naker di Bali wajib dilakukan dengan pelaksanaan sertifikasi kompetensi. Dalam melakukan sertifikasi naker, Pemprov terkendala anggaran. Tahun 2018 Disnaker hanya melaksanakan uji kompetensi untuk sebanyak 200 orang den-
gan 4 kejuruan, meliputi tata boga, tata hidangan, tata graha dan kantor depan. Namun di tahun 2019, karena ada rasionalisasi anggaran maka pelaksanaan sertifikasi profesi pekerja hanya bisa dilakukan untuk 96 orang. ‘’Pelaksanaannya nanti bulan Juli, bekerja sama dengan LSP Par Bali,’’ katanya. Pihaknya mendorong perusahaan melakukan partisipasi dalam uji kompetensi mandiri bagi naker. Mengingat, sumber dana melakukan uji kompetensi ini bisa berasal dari pemerintah, BNSP, masyarakat, termasuk program desa. ‘’Selama ini dari tenaga kerja mandiri belum ada. Biayanya masih disubsidi pemerintah dalam hal ini Menbudpar dan BNSP,’’ jelasnya. (kmb16)
Belum Setahun Diganti
Puluhan LPJ di By-pass Ngurah Rai Padam
Bali Post/edi
LPJ PADAM - Kondisi Jalan By-pass Ngurah Rai, Jimbaran, gelap akibat LPJ padam. Mangupura (Bali Post) Belum genap setahun diganti, puluhan lampu penerangan jalan (LPJ) di Jalan By-pass Ngurah Rai, Jimbaran menuju Nusa Dua sudah padam. Kondisi ini membuat sebagian ruas jalan menjadi
gelap saat malam hari. Dari pantauan di lokasi, LPJ yang padam dari persimpangan Unud sampai depan SLB. Terkait kondisi tersebut, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Badung Gede Made Swastika
seizin Kadishub Badung Rai Yuda Dharma mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan apabila memang ada lampu yang padam. Namun menurutnya, saat ini memang masih dalam tahap pemeliharaan dari rekanan sebelumnya. ‘’Selama ini bila ada laporan dari masyarakat, akan langsung kami tangani. Kalau memang itu lampu yang lama, atau bukan milik rekanan, itu akan langsung kami ganti,’’ katanya saat dihubungi, Minggu (5/5) kemarin. Dijelaskannya, sebelumnya LPJ tersebut merupakan tanggung jawab Dinas PUPR Badung. Namun saat ini sudah dilimpahkan ke Dishub. Untuk LPJ yang baru terpasang tahun lalu, itu masih menjadi tanggung jawab rekanan. ‘’Lampunya menjadi tanggungan pemborong selama 5 tahun. Sedangkan untuk konstruksi, juga masih menjadi tanggungan pemborong selama 2 tahun,’’ ujarnya. (kmb23)
Bali Post/ist
TABRAKAN - TKP tabrakan antara truk dan sepeda motor di Jalan Raya Pengadangan, Mengwi, Badung.
Ditabrak Truk, Siswa TK dan Ibunya Selamat Mangupura (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) mengakibatkan korban tewas dan luka berat terus terjadi di wilayah Badung. Pada Sabtu (4/5) lalu terjadi tabrakan antara sepeda motor dan truk di Jalan Raya Pengadangan, Mengwi. Beruntung seorang siswa TK I Putu Wika Ardianata (5) dan ibunya selamat. Mereka hanya mengalami luka ringan. Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa, Minggu (5/5) kemarin, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Kasus ini ditangani Satlantas Polres Badung. ‘’Kejadiannya sekitar
pukul 19.00 Wita,’’ tegasnya. Kronologinya, I Wayan Suwistra (37) mengendarai motor Suzuki Satria DK 7162 OE melaju dari selatan. Di depan Suwistra, melaju sepeda motor Honda Supra DK 4731 ABH dikendarai Ni Luh Gede Trisnayani (36) yang membonceng anaknya, I Putu Wika Ardinata (5). Setibanya di TKP, motor Suwistra menabrak knalpot motor Trisnayani. Suwistra langsung jatuh di jalan. ‘’Karena knalpotnya ditabrak dari belakang, motor Trisnayani oleng ke kanan dan melewati as jalan. Selanjutnya ditabrak truk Isuzu DK 8126 YG dikemudikan I
Gede Putra Adiasa usia 26 tahun yang datang dari arah berlawanan,’’ ujarnya. Akibat kejadian tersebut, Suwistra asal Desa Gulingan, Mengwi ini mengalami luka lecet dan cedera kepala berat. Ia dirawat di RSUD Mangusada, Kapal. Trisnayani yang beralamat di Banjar Pengadangan Beringkit, Desa Mengwitani mengalami luka di dagu dan memar di pinggang. Dia dirawat di Puskesmas Mengwi I, Badung. Saat itu Trisnayani tidak membawa SIM C, tanpa STNK dan tidak mengenakan helm. Sementara Wika Ardinata hanya mengalami benjol di dahinya. (kmb36)
3
Denda WNA ”Overstay” Dikhawatirkan Turunkan Kunjungan Wisatawan Mangupura (Bali Post) -
Kebijakan mengenakan denda kepada warga negara asing (WNA) yang tinggal melebihi batas waktu atau overstay di Indonesia, berpotensi menurunkan tingkat kunjungan wisatawan. Denda Rp 1 juta per hari ini telah tertuang dalam PP No. 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan memberikan efek jera kepada WNA yang tinggal melebihi batas waktu. Namun, kebijakan yang diberlakukan mulai Mei 2019 ini menjadi tantangan bagi Kabupaten Badung yang mengembangkan pariwisata. ‘’Aturan ini bisa mempengaruhi kunjungan wisatawan, karena banyak WNA perorangan yang berkun-
jung, meski untuk efek jera bagus,’’ ujar Made Badra, Minggu (5/5) kemarin. Lain halnya dengan WNA yang datangnya berkelompok, menurut birokrat asal Kuta ini, mereka berkunjung menggunakan travel agent, sehingga izinnya atau batas overstay -nya akan diingatkan oleh travel agent. ‘’Kalau begitu, lebih baik mereka ke Singapura daripada ke Indonesia, karena yang perorangan belum tentu kaya semua.
Bayangkan bila yang perorangan keasyikan liburan dan telat satu minggu. Jadi mereka kan kena Rp 7 juta,’’ katanya. Terlebih, kata Badra, biaya ke Singapura tidak terlalu mahal. Bahkan dari uang Rp 7 juta tersebut dapat memperpanjang izinnya selama 30 hari. ‘’Menurut kami, denda Rp 1 juta per hari itu sangat mahal,’’ tegasnya. Dia menjelaskan, dengan teknologi zaman sekarang, sebagian besar wisatawan
telah mengetahui biaya dan tujuan liburan sehingga banyak wisatawan yang melakukan kunjungan perorangan (personal tour). ‘’Tanpa lagi melihat paket wisatawan yang dipromosikan, mereka datang couple dan perorangan. Dulu kan wisatawan seperti Cina ke Indonesia khususnya Bali banyak dengan grup,’’ terangnya. Karena itu, pihaknya berharap peraturan tersebut bisa ditinjau kembali oleh pihak terkait. Terlebih, jika dipromosikan ke luar negeri. ‘’Mudah-mudahan adanya peraturan ini tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan,’’ ungkapnya. (kmb27)
Hadiri ”Karya Nyekah Kurung Kinembulan” Desa Adat Taman
Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan Rp 900 Juta KRAMA Desa Adat Taman Kecamatan Abiansemal melaksanakan Karya Pitra Yadnya, Nyekah Kurung Kinembulan. Rangkaian upacara tersebut dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Jumat (3/5) lalu, di Lapangan Desa Taman. Guna mendukung karya tersebut, Bupati Giri Prasta menyerahkan dana upakara sebesar Rp 900 juta. Hadir mendampingi Bupati, anggota DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa, tokoh masyarakat I Bagus Alit Sucipta, Kadisbud Badung I.B. Anom Bhasma, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Abiansemal IGN Suryajaya beserta Tripika Kecamatan Abiansemal. Bendesa Adat Taman I Made Kupasada didampingi Ketua Panitia Bagus Putu Suparta menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung yang sekaligus membantu secara penuh pelaksanaan karya nyekah ini. Bantuan dari Bupati Badung ini sangat meringankan beban masyarakat Taman. Selain mendukung karya nyekah, Kupasada menyatakan, program Bupati Badung sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ‘’Atas program dari Pemkab Badung, kemajuan pembangunan di Taman sangat dirasakan masyarakat,’’ imbuhnya. Terkait karya, katanya, sesuai dengan agenda desa adat bahwa karya nyekah bersama ini dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Bila sawa sudah melebihi dari 25 sawa, nyekah boleh diambil pada tiga tahun. ‘’Nyekah kali
SERAHKAN BANTUAN - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan saat menghadiri Karya Pitra Yadnya, Nyekah Kurung Kinembulan, Jumat (3/5), di Lapangan Desa Taman Kecamatan Abiansemal. ini diikuti sebanyak 65 sawa, sehingga dapat dilaksanakan di tahun ketiga,’’ imbuhnya. Rangkaian karya telah dimulai 4 April lalu. Sementara puncak karya nyekah bertepatan dengan rahina tilem Jiyetha atau Sabtu (4/5). Puncak karya diawali dengan upacara ngulapin, raja sewala/raja singa, mendak tirta ning, murwa daksina. Dilanjutkan masangih, mapetik/telubulanan, pengaskaran dan prelina. Besoknya Minggu (5/5) digelar nyegara gunung ke Goa Lawah, mapamit ring payadnyan, kahyangan tiga dan nilapati. Nyekah diikuti sebanyak 65 sawa, masangih 53 orang, mapetik lan matelubulanan 46 orang dan 37 orang maraja sewala.
Bupati Giri Prasta merasa bangga berkaitan dengan karya nyekah bersama yaitu atiwa-tiwa, atma wedana dan sarwa prakerti. Hal ini menurutnya telah sejalan dengan prioritas program pembangunan Pemkab Badung dalam upaya melestarikan seni, adat, agama dan budaya. Bupati juga menyampaikan secara umum proses nyekah, yakni ada upacara murwa daksina dengan menggunakan sapi hitam sebagai lambang linggih Ida Batara Siwa yang mengantarkan atma menuju surga. Maajarajar ada empat tempat yang disebut catur loka pala yaitu barat ke Batukaru, utara ke Beratan, selatan ke Uluwatu dan timur ke Goa Lawah.
Setelah selesai maajar-ajar, kembali ke bale payadnyan, ke Siwa, Pura Kahyangan Tiga dan merajan/rong tiga rumah masing-masing yang disebut Dewa Pratista. ‘’Kami harapkan upacara nyekah ini dilaksanakan berdasarkan atas sastra-sastra agama Hindu,’’ ujarnya. Mengenai pembangunan di Desa Taman, baik Pura Kahyangan Tiga, hingga pura dadia dan fasilitas publik lainnya, Bupati Giri Prasta menegaskan, hal itu siap didukung Pemkab Badung. Ke depan, di Taman akan dihidupkan sektor ekonomi dengan menggerakkan peternakan ayam pedaging dan koloni babi. Pasar Desa adat Taman juga siap ditata. (ad231)
Pendapatan Tak Capai Target, Pemkab Revisi RPJMD Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terpaksa merancang ulang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 20162021. Kebijakan ini akibat realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah tahun anggaran 2017 dan 2018 yang tidak mencapai target. Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya mengungkapkan, ini adalah perubahan kali kedua ter-
hadap RPJMD Semesta Berencana kabupaten Badung Tahun 2016-2021. Hal tersebut dikarenakan sebagian substansi yang dirumuskan dalam perubahan pertama harus disesuaikan dengan regulasi yang baru yaitu Permendagri No. 86 Tahun 2017. ‘’Selain itu juga realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah tahun anggaran 2017 dan 2018 tidak mencapai target sebagaimana telah dirancang sebelumnya,’’ ungkapnya. Di samping itu, capaian target indikator kinerja sasa-
ran dan capaian target indikator kinerja program tahun 2017 dan 2018 menunjukkan ada yang sudah melampaui target, sesuai dengan target serta ada yang harus dipacu capaian targetnya, sehingga perlu di-review dalam rangka mewujudkan visi dan misi dan tujuan jangka menengah daerah dan sasaran jangka menengah daerah. ‘’Ruang lingkup substansi yang akan direvisi pada perubahan kedua RPJMD adalah penyesuaian sebagian substansi yang termuat dalam perubahan pertama
RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2016-2021 sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017,’’ terangnya. Selain itu juga penyesuaian proyeksi pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2019-2021 berdasarkan realisasi tahun 2018 dan prediksi kondisi ekonomi makro tahun 2019-2021, serta penyesuaian target kinerja sasaran, target kinerja program serta target anggaran program. (kmb27)
Limbah Drainase Meluber ke Jalan Goa Gong
Mangupura (Bali Post) Kondisi Jalan Goa Gong dari arah Jalan Raya Unud, Kecamatan Kuta Selatan, setiap hari berair. Air yang bersumber dari saluran drainase tersebut sangat mengganggu pengguna jalan maupun pejalan kaki. Kondisi ini bahkan dikeluhkan warga yang melintas, pasalnya air yang diduga merupakan limbah dari drainase tersebut mengeluarkan bau yang kurang sedap. Dikonfirmasi Minggu (5/5) kemarin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan,
pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi. Disayangkannya, saat kondisi musim kering seperti ini saja air limbah meluber ke jalan, apalagi saat musim hujan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Badung. Sebagai tindak lanjut, pihaknya berjanji akan segera menangani bersama dengan Dinas PUPR. Permasalahan ini, kata Eka Mertawan bisa dikatakan terlambat penanganan. ‘’Kalau seandainya ini baru kemarin, tentu bisa ditoleransi. Namun ini sudah berhari-hari seperti itu, tentu menimbulkan ketidaknya-
manan,’’ jelasnya. Sementara itu, Camat Kuta Selatan I Made Widiana mengatakan, lokasi tersebut sudah pernah dicek oleh Satpol PP. Sebelumnya, limbah yang terbuang ke jalan itu disinyalir bersumber dari limbah laundry yang tidak mempunyai sumur resapan. Pihaknya sempat memberikan pembinaan kepada pengelola usaha bersangkutan. Sejauh ini, pencemaran tinggi belum terjadi. Namun dampaknya kalau dibiarkan terus menerus, akan mengganggu warga. Untuk itu, pihaknya akan kembali mengambil tindakan. (kmb23)
LIMBAH - Limbah drainase meluber hingga ke ruas Jalan Goa Gong, Kuta Selatan.
Bali Post/edi
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senin Umanis, 6 Mei 2019
Putri Koster Kagumi Mutu Sekolah Dwijendra Denpasar Wagub Cok Ace Hadiri Pentas Seni Budaya Luncurkan Buku Prawireng Putri Bali
KETUA Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suatini Koster tampil atraktif di acara peluncururan buku bergambar Prawireng Putri Bali ‘’Luh Ayu Manik Mas’’ di SMP Dwijendra, Sabtu (4/5). Selain pidatonya mengena di hati anakanak, dia juga menghibur dengan lagu ‘’Rajapala’’. Putri Koster mengagumi model pendidikan di sekolah Dwijendra Denpasar. Selain dikenal bermutu secara akademis, mereka juga membentuk SDM Bali yang cerdas spiritual dan emosional. Ini dibuktikan aktivitas siswanya sarat dengan nuansa Bali. Bahkan spirit agama Hindu dan Bali sudah dijalani Dwijendra sejak lama, sehingga disebut sekolah pemangku. Dalam konteks kekinian bisa menjadi pemangku kebijakan, tokoh spiritual dan juga adat. Putri Koster ketika menginjakkan kakinya di Dwijendra langsung bersemangat ketika disambut dengan yel-yel SMP Dwijendra, atraksi nyurat aksara Bali di daun lontar dan Bali Simbar di komputer, majejahitan, yoga dan tari serta mengunjungi Radio Komunitas DJ. Untuk itu, dia minta masyarakat Hindu bersekolah di Dwijendra karena dikenal bermutu dan sarat pendidikan karakternya. Putri Koster juga menyumbang Rp 5 juta untuk Sekaa Gong SMP Dwijendra. Lewat buku bergambar ‘’Luh Ayu Manik Mas’’ yang oleh Yayasan Basa Bali Wiki juga didesain berbasiskan digital, dia ingin anak muda Bali jangan malu berbahasa Bali. ‘’Nindihin bahasa Bali harus terus dibangkitkan, menjadi tugas demi penerus pendukung budaya Bali. Caranya mengajarkan mereka ala generasi milenial,’’ tegasnya. Segala upaya untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Bali patut
LUNCURKAN BUKU - Putri Suastini Koster bersama Basa Bali Wiki dan jajaran Dwijendra usai meluncurkan buku Prawireng Putri Bali ‘’Luh Ayu Manik Mas’’. didukung pemerintah seperti yang dilakukan Yayasan Basa Bali Wiki yang memformat bahasa Bali untuk generasi zaman now. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. I Ketut Wirawan, M.Hum. didampingi pembina dan pengawas yayasan menekankan penguatan bahasa Bali sejalan dengan visi Gubernur ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dan visi Dwijendra yakni sebagai pusat pelestarian dan pengembangan agama Hindu dan budaya Bali. Untuk itu gedung Dwijendra terbuka bagi masyarakat umum jika dipakai untuk kegiatan bernuansa spiritual dan seni budaya Bali. Dia mendukung program bahasa Bali memasuki dunia maya bahkan Dwijendra akan menjadikan kurikulum wajib agar siswa tak minder berbahasa Bali. Dia bersyukur Putri Koster tahu banyak soal sekolah Dwijendra sejak lama. Untuk itu, pada PPDB 2019 ini dia minta masyarakat memilih sekolah di Dwijendra karena unggul dalam spiritual dan moral, prestasinya sejajar dengan sekolah negeri. Hal ini ditambahkan Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra.
Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. bahwa kedatangan Putri Koster di sekolah ramah anak tingkat nasional ini sangat luar biasa. SMP Dwijendra yang sudah memiliki pogram literasi dan masatua 10 menit sebelum guru mengajar akan menjadikan buku prawireng putri Bali ‘’Luh Ayu Manik Mas’’ sebagai referensi bagi siswa dan guru untuk dijadikan panutan. Ketokohan seorang wanita yang mampu memberi fibrasi anak-anak mencintai bahasa Bali dan lingkungannya. Direktur Basa Bali Wiki Drs. I Gede Nala Antara, M.Hum. menjelaskan peluncuran buku bergambar prawireng putri Bali atas kerja sama dengan The Asia Foundation,s Lets Read Program. Pihaknya melakukan polling hingga akhirnya menemukan tokoh superhero Bali atau prawireng putri Bali diberi nama Luh Ayu Manik Mas. Toloh asli Bali ini memiliki kekuatan guna menjaga alam dan budaya Bali. Sehari-hari dia adalah siswa kelas VIII yang bernama Luh Ayu Manik. Tokoh ini diharapkan menjadi panutan bagi anak-anak Bali mendatang. (ad229)
Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Denpasar Melaksanakan Reakreditasi
SEBAGAI lembaga pendidikan formal sangatlah penting untuk memperoleh pengakuan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Pengakuan pemerintah tersebut adalah akreditasi, dalam hal ini oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT). Akreditasi merupakan suatu upaya BAN-PT untuk menilai dan menentukan status mutu program studi (prodi) di perguruan tinggi (PT) berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Sebagai hasil akreditasi merupakan status mutu PT yang diumumkan kepada masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, pada 29 April – 1 Mei 2019, Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar melaksanakan reakreditasi untuk Prodi Diploma 3 (D-3) Usaha Perjalanan Wisata. Karena sebelumnya pada tahun 2015 sudah dilakukan akreditasi dengan nilai B. Tim asesor yang bertugas melaksanakan asesmen lapangan adalah Drs. Jacob Ganef Pah, M.T. dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Surya Fadjar Boediman, SST.Par., M.M.Par. dari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta. Direktur Akpar Denpasar I Wayan Sukita, S.Sos., M.Pd. mengatakan tujuan dan manfaat dari akreditasi adalah untuk memberikan jaminan bahwa prodi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang telah ditetap-
AKPAR - Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar ketika melaksanakan reakreditasi untuk Prodi Diploma 3 (D-3) Usaha Perjalanan Wisata. kan BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan yang tidak memenuhi standar. Sebagai lembaga pendidikan pariwisata swasta pertama di Bali, serta merupakan lembaga pendidikan formal yang berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan binaan LLDikti Wilayah VIII, Akpar Denpasar hingga kini keberadaannya telah diakui baik oleh masyarakat Bali maupun luar Bali, khususnya Indonesia Timur. Demikian juga telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah dan berbagai PT baik dalam maupun luar negeri. Terbukti di tahun 2015 telah terakreditasi dengan nilai B, sehingga menjadi tempat tujuan studi banding perguruan tinggi luar negeri dan jumlah ma-
hasiswa dari tahun ke tahun terus meningkat. Persaingan yang begitu ketat membuat Akpar Denpasar selalu berinovasi dan membuat terobosan-terobosan baru, sehingga berbeda dan nantinya bisa mampu unggul dengan lembaga pendidikan pariwisata lainnya. Dengan reakreditasi tahun ini, Direktur Akpar Sukita dan Ketua Yayasan Pendidikan Kertha Wisata Drs. Putu Bagus Wisnuwardhana, M.Si. serta Ketua Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Anak Agung Ayu Elvina Mayasari Jelantik, S.E., M.M. mengharapkan untuk memperoleh nilai A atau setidaknya tetap mampu mempertahankan nilai B. Tahun akademik 2019/2020, Akpar telah menerima mahasiswa baru mulai 2 Januari 2019 sampai dengan 24 Mei 2019 dan tes seleksi akan dilaksanakan pada 27 Mei 2019. (ad228)
HUT Ke-35 YKKPB
’’Workshop’’ Tata Rias dan Sarasehan Keris Digelar di Puri Agung Siangan Gianyar SERANGKAIAN HUT ke-35, Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB) berkerja sama dengan Puri Agung Siangan, Gianyar menggelar sarasehan keris dengan tema ‘’Pelestarian Keris sebagai Pusaka Warisan Budaya Dunia’’, Sabtu (4/5). Kegiatan dirangkai dengan Workshop Tata Rias dan Busana Adat Bali yang bekerja sama dengan Paiketan Istri Puri Agung Siangan yang menghadirkan Owner Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) Agung Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M. sebagai narasumber. Workshop Tata Rias ini serangkaian memperingati Hari Kartini. Tokoh Puri Siangan yang juga Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan tujuan diselenggarakannya sarasehan dan workshop di Puri Siangan untuk membangkitkan kembali peran puri sebagai media untuk pelestarian budaya, adat dan tradisi. Sehingga puri tidak sekadar rumah, tetapi juga sebagai tempat untuk beraktivitas, berinteraksi antara agama, budaya dan kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi, busana adat Bali dan keris adalah warisan leluhur. Workshop ini sekaligus untuk mendukung Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Kami berharap melalui dua kegiatan ini bisa menjadi roh bagi
SARASEHAN - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. (kanan) saat menjadi moderator Sarasehan dan Workshop Keris di Puri Agung Siangan, Gianyar, Sabtu (4/5). pengembangan dinamika, serta proses kehidupan di masa yang akan datang, bahwa kita tidak boleh melupakan tradisi tetapi tidak hanyut dalam tradisi, acting locally and thinking globally,’’ ujar Wisnumurti, Sabtu (4/5). Panglingsir Puri Agung Siangan A.A. Gede Raka Kusuma Wijaya mengatakan Indonesia dengan banyaknya budaya dan adat merupakan modal besar dan keunggulan tersendiri untuk dunia pariwisata. Oleh karena itu, budaya dan adat perlu dilestarikan sebagai ciri khas di masing-masing daerah. Salah satu budaya yang perlu dilestarikan di balik pergeseran modernisasi adalah penggunaan tata rias dan busana adat Bali. Sebab, saat ini banyak terjadi penyimpangan pakem-pakem dalam berbusana adat Bali, sehingga sangat perlu
sosialisasi tentang busana adat Bali yang sesuai dengan pakemnya. Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, S.H. yang hadir pada kegiatan sarasehan dan workshop keris mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan di Puri Siangan oleh YKKPB yang telah mampu mendatangkan banyak pencinta dan budayawan keris. Dikatakan, keris merupakan benda pusaka tradisional masyarakat Bali yang memiliki nilai historis perjuangan. Selain itu, keris juga kerap digunakan sebagai senjata kelengkapan dalam upacara keagamaan. Narasumber dalam acara sarasehan dan workshop keris adalah A.A. Waisnawa Putra, S.H., M.H., Jro Pande Sabar, dan Mpu Subaidi yang dimoderatori langsung oleh Ketua YKKPB Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. (ad224)
’’Terima Kasih Indonesiaku’’
BANGSA Indonesia adalah bangsa yang sangat besar dan beragam. Keberagaman ini tidak hanya tercermin dari banyaknya etnis, tetapi juga dari beragam seni dan budaya yang menghiasi persada nusantara. Kondisi yang serba beragam ini mengharuskan bangsa Indonesia untuk selalu bersatu dan menjadi modal untuk mengembangkan keunggulan hidup sebagai bangsa di tengah peradaban negara lain. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) pada acara Pentas Budaya Perdamaian Nusantara ‘’Terima Kasih Indonesiaku’’ di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Minggu (5/5) pagi. Gubernur menambahkan, selain keberagaman, bangsa Indonesia juga dikaruniai dengan kekayaan alam yang berlimpah ruah sebagai sumber kehidupan bagi warga negaranya. ‘’Maka itu, dalam kesempatan yang baik ini, saya mengajak saudara-saudara untuk menyampaikan ‘Terima Kasih Indonesiaku’, karena telah memberikan segalanya kepada kita sekalian,’’ katanya. Ia berharap melalui kegiatan Pentas Budaya
PENTAS BUDAYA - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat acara Pentas Budaya Perdamaian Nusantara ‘’Terima Kasih Indonesiaku’’ di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Minggu (5/5) pagi. Perdamaian Nusantara ini mampu menggugah hati warga Bali untuk mempertebal rasa dan semangat kebangsaan, demi NKRI. Ketua Panitia yang juga Pelaksana Tugas Pokok Kementerian Pertahanan Provinsi Bali Kolonel Inf. Ketut Budi Astawa, S.Sos., M.Si. menyampaikan ada tujuh ancaman nonmiliter yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan di Indonesia, yakni ancaman berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, keselamatan umum,
perkembangan iptek dan legislasi. Menurutnya, saat ini ancaman yang paling berat adalah legislasi. Oleh karena itu penting untuk mencegah timbulnya aturan-aturan yang mengancam keutuhan NKRI. Ia menambahkan, saat ini banyak oknum yang menggunakan topeng Tuhan atau agama untuk kepentingan dirinya sendiri. ‘’Kita harus hati-hati dengan orang-orang yang menyusup dari dalam untuk memecah belah umat beragama di Indonesia. (kmb)
Chinese Day
Tema ’’Gala Dinner’’ Dies Natalis STPBI dan SPB DALAM rangka Dies Natalis STPBI ke-11 dan SPB ke-19, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) menggelar gala dinner pada Jumat (3/5). Gala dinner ini sebagai simbolis pembukaan rangkaian Dies Natalis STPBI dan SPB. Tema gala dinner adalah ‘’Chinese Day’’. Segala ornamen, dekorasi, dan makanan yang dihidangkan berbau Cina. Pada hari itu Konjen Cina di Denpasar juga turut hadir pada acara yang seluruhnya dipersiapkan mahasiswa STPBI itu. Turut hadir juga Wakil PHRI Bali, Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, Ketua IHGMA Bali, Lurah Kelurahan Tonja, siswa SMK se-Denpasar. Ketua STPBI I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT. menjelaskan, mulai malam ini sampai minggu depan, STPBI dan SPB melakukan rangkaian kegiatan baik internal maupun eksternal STPBI. Dengan mengambil tema ‘’Chinese Day’’, pada Jumat (3/5) pagi, telah dilaksanakan acara seminar tentang Cina dan mengundang pembicara Konjen Cina di Denpasar. Dengan mengangkat tema ini, ia ingin mengenal Cina dan budaya Cina lebih jauh. Apalagi saat ini kunjungan wisman tertinggi yaitu dari Cina. ‘’Maka kita perlu tahu bagaimana melayani mereka dan budaya mereka agar lebih mudah bagi kita untuk melayani mereka,’’ ujarnya. Selain itu, tema ‘’Chinese Day’’ diangkat karena Cina dengan Bali memiliki hubungan sejak berabad–abad yang lalu. Terbukti dari adanya klenteng di dalam Pura Ulun Danu Batur. ‘’Itu menandakan hubungan kita dengan Cina sudah terjalin sejak lama,’’ imbuhnya. Sudjana mengungkapkan, segala persiapan gala dinner disiapkan oleh mahasiswa. Ini juga
DIES NATALIS - Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) saat menggelar gala dinner dalam rangka Dies Natalis STPBI ke-11 dan SPB ke-19, Jumat (3/5). sepenuhnya dalam rangka praktik teori yang didapatkan mahasiswa di dalam melaksanakan suatu event. Mengingat temanya ‘’Chinese Day’’, maka dekorasinya juga berbau Cina. Service yang dilakukan juga nanti disiapkan mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Food and Beverage Service. Dekorasi gala dinner juga disiapkan oleh mahasiswa khususnya Program Room and House Keeping. Hidangan yang dihidangkan juga disiapkan mahasiswa. Menunya merupakan kombinasi antara Indonesian food dan Chinese food. Selain gala dinner sebagai rangkaian kegiatan yang merupakan pembukaan rangkaian dies natalis, STPBI dan SPB juga akan melaksanakan jalan santai, perlombaan-perlombaan English Contest, fruit carving dan lainnya. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. I Nyoman Astina, M.Pd., CHT., CHA. mengatakan, SPB dan STPBI dinaungi oleh Yayasan Dharma Widya Ulangun. Yayasan ini memiliki konsep one stop learning. ‘’Layaknya sebuah
toko one stop shooping, di yayasan ini juga demikian,’’ ungkapnya. Para mahasiswa yang mengenyam pendidikan di kampus ini, yayasan membantu mereka mulai dari memberikan pendidikan, dosen, lingkungan, pegawai yang berkualitas. Ketika mahasiswa membutuhkan training di dalam maupun luar negeri juga difasilitasi oleh kampus. Setelah tamat, yayasan juga akan membantu mencarikan pekerjaan. Unit yang membantu untuk itu adalah Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang dikelola oleh PT Bali Duta Mandiri (BDM). Unit ini yang bertugas mencarikan para lulusan pekerjaan, baik di darat, kapal pesiar dan di seluruh dunia. Bagi mahasiswa yang mempunyai masalah finansial dan membutuhkan dana untuk bekerja di kapal pesiar atau untuk training ke luar negeri, melalui BPR yang baru diakuisisi, ia membantu mahasiswa dalam hal finansial. Demikian dibeberkannya tentang konsep one stop learning. (ad222)
Minat Masyarakat Kuliah di Unhi Denpasar Meningkat
Gelombang Pertama Calon Mahasiswa Baru Capai 600 Orang Lebih UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar melaksanakan testing seleksi calon mahasiswa baru gelombang I tahun akademik 2019/2020, Sabtu (5/5). Sebanyak 600 orang lebih calon mahasiswa baru mengikuti testing tersebut. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda untuk kuliah di Unhi Denpasar sangat besar. Bahkan, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan karena saat ini Unhi Denpasar terus berbenah untuk menjadi Universitas Hindu unggulan di Indonesia. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan perhatian masyarakat terhadap Unhi Denpasar sudah mengalami peningkatan. Apalagi, biaya pendidikan yang dikenakan di Unhi Denpasar sangat terjangkau dengan berbagai jenis beasiswa yang disediakan. Selain itu, Unhi sudah melakukan terobosan-terobosan akademik dengan berbasis pada teknologi informasi. Unhi juga sudah me-launching sistem Sruti. Ini menunjukkan Unhi Denpasar sudah menjadi kampus yang milenial, sesuai tuntutan zaman. Prof. Damriyasa melanjutkan, pendaftaran mahasiswa baru gelombang I jumlah pendaftarnya banyak, bahkan mencapai enam ratus lebih. Sehingga proses seleksi yang dilakukan semakin ketat guna menghasilkan output yang berkualitas. ‘’Setiap gelombang kita akan sisakan, tujuannya untuk mencari input yang berkualitas. Dengan input yang berkualitas tentu akan menghasilkan output yang berkualitas pula,’’ tegas Prof. Damriyasa. Sebagaimana diketahui, Unhi Denpasar membuka peluang beasiswa bagi ratusan calon mahasiswa. Khusus untuk prodi-prodi langka, Unhi Denpasar juga memberikan
SELEKSI - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama Wakil Rektor II dan III Unhi Denpasar dan Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. didampingi Sekretaris Yayasan meninjau langsung testing seleksi mahasiswa baru gelombang I, Sabtu (4/5). beasiswa gratis SPP bagi 15 pendaftar pertama. Total sebanyak 180 calon mahasiswa akan diberikan beasiswa gratis SPP sampai lulus sarjana. Di samping juga menyediakan beasiswa lainnya kepada calon mahasiswa baru. ‘’Ini merupakan komitmen Unhi untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas generasi muda Bali, khususnya yang berhubungan dengan pelestarian adat, agama dan budaya Bali,’’ papar Prof. Damriyasa. Unhi Denpasar saat ini memiliki 7 fakultas dengan 13 prodi pada program sarjana. Adapun fakultas yang ada di Unhi, yakni Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan, Fakultas Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains, Fakultas Hukum. Unhi Denpasar juga memiliki beberapa prodi, yakni Prodi Manajemen, Prodi Akuntansi, Prodi Ilmu Filsafat Hindu,
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Prodi Hukum Agama Hindu, Prodi Hukum Adat, Prodi Teknik Sipil, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Prodi Biologi, Prodi Kesehatan Ayur Weda, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Prodi Pendidikan Seni Karawitan, Prodi Seni Tari Keagamaan Hindu, dan Prodi Pendidikan Seni Rupa dan Ornamen Hindu. Unhi juga memiliki Program Pascasarjana Magister (S-2) dan Doktor (S-3) Prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan dan Prodi Pendidikan Agama Hindu. Untuk generasi muda yang belum ikut testing gelombang I, Unhi Denpasar akan membuka pendaftaran gelombang II pada 6 Mei sampai 11 Juli. Sedangkan gelombang III akan dibuka tanggal 15 Juli sampai dengan 1 Agustus. Informasi pendaftaran bisa diakses di website www.unhi.ac.id, atau bisa mengisi form online dengan cara buka https://smrti. unhi.ac.id/login. (ad227)
Senin Umanis, 6 Mei 2019
info seremoniAL
WMCC FH Unwar Gelar Pelatihan Peradilan Semu 2019
Mahasiswa Hukum Diharapkan Menjadi Sosial Kontrol Pengadilan
GUNA melatih penalaran hukum dan kecakapan dalam beracara untuk menciptakan mahasiswa hukum berintelektual, Warmadewa Moot Court Community (WMCC) Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar Pelatihan Peradilan Semu 2019 di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Sabtu (4/5). Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya I Made Pakris, S.H., M.H. selaku Direktur Kriminal Khusus Polda Bali, Wayan Sutarta, S.H. dari Kejaksaan Tinggi Bali, I Wayan Sukanila, S.H., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Negeri Singaraja, dan Pengacara I Dewa Ketut Gede Kerta Wiguna, S.H. serta dimoderatori I Nengah Nuarta, S.H. yang merupakan alumni FH Unwar. Ketua Umum WMCC Irwan Effendi didampingi Ketua Panitia Ni Komang Ayu Triana Dewi mengatakan pelatihan ini bertujuan melatih mahasiswa tentang bagaimana tata beracara persidangan sesuai alurnya yang dikemas dengan materi dan praktik. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu Visit Court. Dijelaskan, Visit Court merupakan proses belajar dan observasi yang dilaksanakan langsung di pengadilan. Di mana mahasiswa yang berpartisipasi diberikan pemahaman serta berinteraksi langsung dengan perangkat pengadilan agar memahami bagaimana tata cara alur persidangan yang sesungguhnya. ‘’Pelatihan kali ini sengaja kami kemas dengan konsep sedikit berbeda. Di mana mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini dilatih untuk berpikir cepat dan dilatih untuk bisa menggambarkan kronologi kasus yang telah disiapkan panitia tentang kasus posisi yang diambil,
PELATIHAN - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. berfoto bersama para narasumber pada kegiatan Pelatihan Peradilan Semu 2019 di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Sabtu (4/5). yakni tindak pidana narkotika. Selama pelatihan ini akan didampingi oleh pemateri yang telah berkompeten di bidangnya,’’ ujar Irwan Effendi. Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. mengatakan FH Unwar yang oleh Kemenristekdikti memang dipersiapkan untuk mencetak SDM yang bukan hanya memahami ilmu pengetahuan tentang ilmu hukum, namun juga diharapkan mahir menerapkan hukum itu sendiri. Baik hukum positif maupun hukum dalam pengertian yang luas. Sehingga ketika dihadapkan pada kasus tertentu bisa diproses menjadi sebuah perkara hingga pada putusan. Lebih jauh dikatakan, WMCC dibentuk sebagai corong untuk mempersiapkan kader-kader mahasiswa FH Unwar agar menginisiasi berbagai kegiatan praktik hukum, baik untuk peningkatan pemahaman mahasiswa juga untuk mempersiapkan diri dalam rangka
mengikuti lomba-lomba peradilan semu yang biasanya diselenggarakan atas kerja sama dengan Mahkamah Agung maupun Mahkamah Konstitusi. Sementara itu, Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan, pelatihan semu bagi mahasiswa FH Unwar yang akan menjadi caloncalon penegak hukum sangat penting dilakukan untuk meningkatkan tiga kemampuan soft skill. Yaitu olah fikir (kognitif skill), kemampuan komunikasi (communication skill), dan psikomotorik skill. ‘’Saya berharap setelah selesai melakukan pelatihan ini agar mahasiswa didorong untuk mencoba memberikan respons kepada hasil pengadilan yang dianggap hasilnya masih kurang dari sisi-sisi teori yang ada. Sehingga mahasiswa mampu menjawab persoalan yang riil ada di pengadilan dan mereka bisa memberikan ulasan, sehingga ini akan menjadi sosial kontrol bagi pengadilan dalam menegakkan hukum,’’ pungkasnya. (ad226)
SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar Bertaburan Prestasi Juara II LKTI Nasional, Mulai Terima Siswa Baru
SISWA SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar tak pernah berhenti mengukir prestasi. Sekolah ini dikenal bertaburan prestasi. Prestasi teranyar justru diukir di bidang akademis adalah juara II LKTI tingkat Nasional 2019. Prestasi itu dipersembahkan trio siswa kelas X Iis-1 yakni Ni Putu Lina Riasih, I Gede Suartama dan Lani Theana Wirawan. Ketiganya akrab dipanggil Swagpartner. Siswa binaan Dra. Putu Lilik Lelyani ini meneliti soal ‘’Mencegah Penyebaran Berita Hoax dan Gate Speech yang Berkembang di Sekolah Melalui Pemahaman Pendidikan Karakter Berasaskan Tatwamasi’’. Lomba diadakan Universitas Negeri Surabaya pada 27 April lalu. Trio ini mengalahkan delapan finalis lainnya. Ni Putu Lina Riasih menyimpulkan hasil penelitiannya bahwa generasi muda Bali setuju dengan program mencegah berita hoax dan gate speech di sekolah melalui pendidikan karakter dan Tatwamasi yakni sebesar 94,80 persen. Lina juga pernah meraih juara III pembuatan film pendek bersama tim GCT (Ganesha Cyber Technology). Dia mengaku sukses ini berkat perjuangan keras dan pengalamannya yang pernah gagal di ajang lain. Sebelumnya tim SLUA juga meraih juara II LKTI tingkat Nasional di Universitas Andalas Padang oleh Ni Wayan Ita Noviani, I Dewa Ayu Agung Bintang Maharani dan Ni Nyoman Wanda Sari. Selain itu, siswa SLUA Saraswati juga meraih juara III lomba Lintas Kampus tingkat Nasional oleh Tim Sispala SLUA Saraswati. Di Porjar sukses meraih empat emas, tiga perak dan tiga perunggu. Sekaligus sebagai juara umum di cabang panjat tebing. Juga juara I lomba short
BONUS - Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Bagus Ketut Lodji bersama pengurus didampingi Kasek Budiadnyana menyerahkan bonus kepada peraih juara II Nasional LKTI. movie se-Bali oleh Ni Wayan Ita Noviani (XI MIA-6) dan Wahyu Jaya (XI-Mia-2), siswa binaan Bagus Putu Pramana Putra, S.Kom., M.Si. Atas prestasi itu, Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. memberikan bonus Rp 5 juta kepada Lina, dkk. Bagus Ketut Lodji mengungkapkan sudah sewajarnya sesuai aturan siswa yang mengukir prestasi disiapkan bonus. Bukan nilai uangnya yang diutamakan, melainkan sebagai doa restu atas kesuksesan dan perjuangan keras siswa dan guru pembinanya. Bagus Ketut Lodji mengungkapkan, anak-anak SLUA Saraswati 1 Denpasar dikenal banyak menyumbang prestasi bagi Saraswati. Mereka dikenal wirang dengan lembaga dan sepatutnya yayasan juga wirang dengan memberikan reward kepada siswa berprestasi. Untuk itu, dia mengajak masyarakat yang ingin anaknya dididik disiplin dan pendidikan karakter bisa menentukan pilihan ke SLUA Saraswati 1 Denpasar. Kepala SMA (SLUA) Saraswati
1 Denpasar Ir. I Made Budiadnyana, M.Pd. mengapresiasi prestasi siswanya. Mulai Mei ini sekolah swasta favorit di Jalan Kamboja Denpasar ini sudah menerima calon siswa baru. Jumlahnya disesuaikan dengan kuota yang ada. Bahkan sudah ada calon siswa baru yang mendaftar, sementara biaya pendaftaran digratiskan. Khusus bagi lulusan SLUB Saraswati 1 Denpasar diberikan potongan 25 persen uang bangunan. Tahun ini Budiadnyana juga melepas 350 siswa kelas XII. Saat itu, Kasek Budiadnyana menekankan agar alumninya menjaga nama baik dan tidak lupa dengan almamater. Tunjukkan disiplin diri di tempat kuliah dan bekerja. Dia mengakui SLUA Saraswati Denpasar sukses meraih akreditasi A dengan nilai gemuk yakni 96 berkat dukungan Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar baik dari sarana maupun mutu SDM guru. Makanya dia menilai sangat pas menentukan pilihan di SLUA Saraswati 1 Denpasar, sekolah ini dikejar karena mutunya. (k250)
Lembaga Sayap Internasional Jadi Lembaga Sayap Unmar
Indonesia-India Language Center Gelar Olimpiade Bahasa Inggris VII Se-Bali
UNIVERSITAS Mahendradatta (Unmar) bekerja sama dengan Indonesia-India Language Center (IILC) kembali menghadirkan pagelaran Olimpiade Bahasa Inggris VII Tahun 2019 tingkat SMP/SMA/SMK di sembilan kabupaten/kota se-Bali. Juara olimpiade ini diharapkan agar semakin diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional. Hal ini disampaikan I Putu Yoga Adinata (Chief Committee English Olympiad 2019) di sela-sela persiapan olimpiade. ‘’Tujuan dari pagelaran yang dilaksanakan dari tanggal 6 hingga 16 Mei 2019 ini yakni menanamkan suatu pola pikir dan paradigma baru dalam bahasa Inggris untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas dan berwawasan global. Unmar Bali adalah satu-satunya PTS di Bali yang telah mendapatkan QA (Quality Assurance) dari ASEAN University Network (AUN) yang berbasis di Bangkok, Thailand. Juga pengalaman Unmar menjadi member di COMEP (World Private Educations Associations) yang berbasis di Argentina, Amerika Latin. Ini akan menjadi jembatan emas bagi peserta olimpiade untuk bisa meraih cita-cita pendidikan internasional. Ini langkah awal, dan terima kasih atas dukun-
OLIMPIADE - Bersama Finalis Olimpiade Bahasa Inggris VI di Gedung Pancasila Universitas Mahendradatta Bali. gan dari Unmar sehingga acara olimpiade ketujuh ini bisa berlangsung,’’ ungkap Yoga. Adapun tema dari pagelaran Olimpiade Bahasa Inggris VII Tahun 2019 yakni ‘’Bali Youth Generations Be Inspiring’’. ‘’Pengangkatan tema tersebut merupakan suatu bentuk dukungan untuk dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali pada tahun 2019 serta untuk dapat menghadapi ketatnya persaingan di dunia. Maka dari itu, perlu adanya peran dari generasi muda untuk mengembangkan sumber daya manusia di kancah internasional,’’ jelas Yoga.
Adapun jadwal pelaksanaan olimpiade yakni Kabupaten Jembrana (pada 6 Mei 2019 di SMAN 2 Negara), Kabupaten Buleleng (7 Mei 2019 di SMKN 2 Singaraja), Kabupaten Tabanan (8 Mei 2019 di SMAN 1 Tabanan), Kabupaten Karangasem (9 Mei 2019 di SMAN 1 Amlapura), Kabupaten Klungkung (10 Mei 2019 di SMPN 1 Semarapura), Kabupaten Bangli (13 Mei 2019 di SMKN 1 Bangli), Kabupaten Gianyar (14 Mei 2019 di SMK PGRI Gianyar), Kabupaten Badung (15 Mei 2019 di SMK PGRI 2 Badung), dan Kota Denpasar (16 Mei 2019 di SMPN 4 Denpasar). (ad236)
5
SMKN 3 Denpasar Lepas 473 Siswa Kelas XII
Cetak Generasi Milenial yang Adaptif di Era Disrupsi KEPALA SMKN 3 Denpasar Drs. A.A. Bagus Wijaya Putra, M.Pd., Minggu (5/5) kemarin melepas 473 siswa kelas XII. Pelepasan ditandai dengan penyerahan siswa kelas XII oleh Kasek A.A. Bagus Wijaya Putra kepada Ketua Komite SMKN 3 Denpasar I Wayan Warna. Pelepasan juga ditandai dengan pengalungan gordon kepada lulusan. Acara pelepasan diawali dengan penampilan tari kebasaran Puspa Warsiki juga dihadiri para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMKN 3 Denpasar (Ikatriska) yang diketuai Ni Nyoman Sri Budani, S.H., M.H. Ketua Panitia Pelepasan Drs. I Made Sudira melaporkan lulusan yang dilepas masing-masing 299 dari Program Keahlian Akomodasi Perhotelan, 199 Program Keahlian Tata Boga, 23 dari Tata Busana dan 52 lulusan Tata Kecantikan. Saat itu dibacakan 10 lulusan terbaik secara akademik atas hasil nilai rapor dan ujian sekolah oleh Waka Kurikulum Nyoman Aris Suparmi. Mereka adalah Vina Avianti Harianja, Ni Made Anggita, Ni Putu Ida Darmiyanti, Gede Ady Arta Wibawa, Putu Bella Suarsani Ginada Putri, Ni Putu Rening Sutania Mesyani, Ni Wayan Yulia Ariningsih, Kadek Dwi Anggi Lestari, Ida Ayu Asri Diva Saraswati dan Putu Yulia Putri Diah Kahani. SMKN 3 Denpasar kini menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Bali. Makanya Kasek A.A. Bagus Wijaya Putra menekankan bahwa lulusannya dicetak menjadi generasi milenial yang adaptif di era disruption. Kasek A.A. Bagus Wijaya Putra menekankan ilmu yang diperoleh di sekolah tak seberapa dibandingkan tantangan masyarakat. Makanya, dia mengajak lulusannya terus belajar sesuai tema pelepasan ‘’Generasi Milenial Siap Adaptasi Era Disrupsi’’. Caranya sikap dengan 4-C yakni
TERBAIK - Kepala SMKN 3 Denpasar A.A. Bagus Wijaya Putra didampingi Wakasek, Ketua Komite Wayan Warna dan Ikatriska, Sri Budani berfoto dengan lulusan terbaik. critical thinking yakni berpikir kritis, menggunakan logika untuk menganalisis sesuatu dan mulailah kritik itu dari diri sendiri. C kedua yakni creatif. Artinya, kreatif memecahkan masalah. Mereka yang bisa membuat ide dan produk baru bisa hidup di disrupsi. Colaboration yakni bekerja sama dan C terakhir yakni communication dalam arti luas. Tak hanya menguasai bahasa asing, namun berkomunikasi dengan apa pun saja, seperti familiar dengan kemajuan teknologi. Selain itu, A.A. Bagus Wijaya Putra menekankan lulusannya terus membaca dan literasi. Jadilah pahlwan bahwa dari seribu orang hanya satu orang yang suka membaca. Dalam penanaman nilai pendidikan karakter cukup menguasai 5 dari 18 nilai yakni berkarakter religius, gotong royong, nasionalisme, sosial dan mandiri. Sementara itu, Ketua Komite
SMKN 3 Denpasar I Wayan Warna berterima kasih kepada dewan guru karena anak-anaknya dididik dengan berkualitas menjadi insan yang adaptif di era disrupsi. Untuk itu, dia meminta lulusan SMKN 3 Denpasar tetap melaporkan diri kepada Ikatriska. Dia yakin lulusan SMKN 3 Denpasar mampu memenangkan persaingan di dunia kerja, baik di dalam negeri juga di luar negeri. SMKN 3 Denpasar banyak menyandang predikat. Di antaranya dijadikan pilot project Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pilot project ASEAN Skill Bidang Pariwisata dan pilot project kelas industri bangket dari Kemenfo RI. Kasek A.A. Bagus Wijaya Putra selain menjadi Ketua DPD Asosiasi Kepala SMK Pariwisata se-Bali juga peraih kepala sekolah terbaik I di Bali dan ranking V tingkat nasional. Dia pun diberi bonus belajar di SEAMEO, Thailand. (ad230)
Mahasiswa STD Bali Raih Gelar Juara I dan II Lomba Desain Tingkat Nasional
SEKOLAH Tinggi Desain (STD) Bali kembali mengukir prestasi tingkat nasional. Kali ini melalui gelar juara yang diraih dua orang mahasiswa Program Studi Desain Interior dalam kompetesi Bharatika Award yang diselenggarakan Universitas Kristen Petra, Surabaya. Dalam kategori Chair Design, Made Agus Pebriana berhasil meraih juara I dan Yoga Pratama Yuda meraih juara II. Mereka sukses menyisihkan para peserta lainnya dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Keberhasilan yang mereka capai ini sekaligus mengukuhkan STD Bali sebagai salah satu Best Five University, bersanding dengan ITS, ITB, dan Universitas Kristen Petra. Ardina Susanti, S.T., M.T. selaku Ketua Prodi Desain Interior menyampaikan Bharatika Award ini merupakan salah satu ajang kompetisi yang bergengsi karena pesertanya berasal dari kampus-kampus desain di seluruh Indonesia. Pencapaian yang diraih ini pastinya semakin menguatkan posisi STD Bali sebagai kampus desain yang berkualitas dan terpercaya tidak hanya tingkat provinsi, tetapi juga tingkat nasional. Menurut Made Agus, meskipun pada awalnya tidak menargetkan gelar juara pada kompetisi ini, namun mereka cukup percaya diri untuk dapat bersaing dengan peserta lainnya yang berasal dari perguruan tinggi yang sudah terkenal kehebatannya. ‘’Kami selalu dimotivasi untuk aktif dalam berbagai kompetisi dan kebetulan selama ini memang sudah banyak portfolio yang dihasilkan, baik dari hasil tugas mata kuliah ataupun karya yang dipersiapkan khusus untuk kegiatan pameran di kampus. Jadi ketika ada lomba ini kami tidak ragu untuk berpartisipasi, dan syukurnya bisa menang,’’ katanya. Sementara itu, bagi Yoga, hal
COMPETITION - Made Agus Pebriana (kanan) dan Yoga Pratama Yuda (kiri) meraih juara I dan II dalam Chair Design Competition tingkat Nasional bersama Kaprodi Desain Interior STD Bali Ardina Susanti, S.T., M.T. (tengah). paling berkesan yang didapat dari kompetisi ini adalah mendapatkan banyak wawasan baru dari juri yang merupakan para profesional di bidang desain interior, yaitu pada sesi bedah karya para finalis. Sebagai juara mereka hadir langsung pada malam penganugerahan gelar yang diselenggarakan di Gedung Balai Pemuda, Surabaya. Sebelumnya, prestasi-prestasi lainnya juga dicapai oleh mahasiswa STD Bali, baik dari Prodi Desain Interior maupun Desain Komunikasi Visual. Di antaranya Ni Komang Arvianti Kristina dan Ni Putu Cening Semila Harum, dua mahasiswa DKV ini berhasil raih juara I dan III dalam Lomba Desain Tas Belanja yang diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Denpasar, dalam rangka HUT ke-231 Kota Denpasar yang jatuh kemarin. Mahasiswa DKV Chrisna
Pratama bersama timnya berhasil meraih juara III Lomba Mural yang diadakan KPU Provinsi Bali. Tim lainnya yang terdiri dari mahasiswa DKV Ngurah Wiradharma, Made Kosala, dan Yogik Eka juga meraih juara III Lomba Mural dalam ajang Etalase 2019 yang diselenggarakan Universitas Udayana. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari semangat dan kerja keras para mahasiswa serta pembinaan yang diberikan oleh STD Bali. Saat ini STD Bali sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru TA 2019/2020 untuk jenjang S-1 Desain Komunikasi Visual, Desain Interior dan Fashion Design. Informasi tentang pendaftaran dapat dilihat di http:// www.std-bali.ac.id/atau Instagram @ stdbali, Fanpage FB Sekolah Tinggi Desain Bali, dan dapat juga melalui layanan telepon 0361-8955648. (ad223)
Warung Global
Diharapkan Slogan Gotong Royong Semua Tertolong Tak Terhenti BERHENTINYA sejumlah rumah sakit bekerja sama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan memunculkan berbagai spekulasi dan tanda tanya di kalangan masyarakat. Terutama Kawan Global yang menyampaikan opini terkait dengan tujuh RS di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Denpasar terancam berhenti bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hal ini disebabkan akreditasi RS tersebut telah berakhir. Sementara RS masih dalam proses reakreditasi pasien yang menjalani perawatan akan dialihkan ke RS lainnya. Terkait dengan kondisi tersebut, Kawan Global sangat menyayangkan jika RS berhenti bekerja sama. Apalagi Febri di Denpasar yang anaknya masih menjalani perawatan di RS Bhakti Rahayu yang saat ini masih proses reakreditasi. Ia berharap dengan kondisi ini tidak sampai membuat pelayanan RS kepada pasien terganggu. Ia juga menambahkan, mestinya disosialisasikan jauh-jauh hari kepada masyarakat pengguna BPJS di RS tersebut dan diberikan solusi yang terbaik.
Sepertinya negara kita belum siap seratus persen memberikan jaminan kesehatan secara nasional ini. Hal ini diungkapkan Ketut Mursi di Denpasar. Ia menilai penerapannya masih ribet. Begitu juga cukup disayangkan jika RS tidak bekerja sama lagi dengan BPJS Kesehatan. Werdha di Gianyar justru berharap semua RS bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga tak lagi bingung mau berobat di mana karena tak semua RS melayani pengguna kartu BPJS ini. Ia malah bertanya-tanya apakah ribet ngurus
akreditasi atau memang sengaja tak ngurus? Tentu ini kesannya mendadak. Ia berharap slogan dengan gotong royong semua tertolong ini tak berhenti sampai di sini saja. Semua bisa ditolong karena orang sakit harus segera mendapat pertolongan. Ini memang akan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Demikian dikatakan Gusti Guatama di Gianyar. Ia menambahkan dan berharap jajaran dewan mengontrol hal ini. Soal akreditasi RS harus terus dikontrol, jangan sampai batas akreditasi habis malah tak mengurus. Kapan rakyat merasa senang dan bisa menikmati dengan baik program-program yang katanya bersentuhan langsung dengan rakyat kecil? Ia berharap sebelum meluncurkan program, dikaji dengan matang dulu. Ketut Dawi di Abiansemal berharap pihak RS segera urus akreditasinya, sehingga bisa melayani masyarakat pengguna layanan BPJS Kesehatan lagi. (sikha)
OPINI
6
Senin Umanis, 6 Mei 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memacu Pemerataan Mutu Pendidikan PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di Bali segera berlangsung. Kegusaran di kalangan orangtua murid dan siswa mulai menghantui. Apalagi untuk tingkat SMP. Masing-masing kabupaten/kota membuat aturan masing-masing. Beda dengan SMA yang dikelola provinsi. Jadi, aturan yang diterapkan hampir sama di seluruh Bali. Salah satu yang paling dominan dalam penjaringan siswa adalah sistem zonasi. Ini telah berlangsung beberapa kali sebelumnya. Sistem zonasi diharapkan dapat memacu sekolah berkompetisi meningkatkan mutunya. Dari sini, diharapkan mucul sekolah bermutu di tiap zona dan terjadi pemerataan mutu pendidikan. Namun kenyataannya, penerapan sistem ini telah memunculkan beberapa permasalahan. Sistem zonasi dinilai menimbulkan ketidakadilan. Mereka yang meraih nilai akademis tinggi “terbelenggu” di zonasi yang tidak sesuai kualifikasinya. Mereka yang dari keluarga kurang mampu, diutamankan diterima di zonanya. Tetapi, tetap mengutamakan yang punya prestasi dan nilai akademis bagus. Ini menjadi dilema bagi calon peserta didik yang kurang mampu dari sisi akademis maupun pembiayaan. Bisa saja di zona tersebut berkumpul siswa berprestasi dan memiliki nilai akademis bagus. Sementara sekolah negeri atau ruang belajar yang ada di zona tersebut terbatas. Kondisi inilah yang menyebabkan ada siswa tercecer tidak dapat sekolah. Penerapan sistem zonasi juga dinilai sebagai pengingkaran terhadap Nilai Ujian Nasional (NUN). Siswa berlomba-lomba meraih NUN tertinggi untuk bisa diterima di sekolah impiannya. Sebelumnya, peraih NUN tertingi apalagi nasional, bebas memilih sekolah di mana saja bahkan di seluruh negeri ini. Artinya, mereka seharusnya bisa diterima dan bersaing di zona mana pun. Namun dengan sistem zonasi, mereka telah “dibelenggu” pada pilihan zonasi tempat tinggalnya. Ini tentu membuahkan kekecewaan. Jika tujuannya untuk memacu pemerataan mutu pendidikan, kewajiban pemerintah terlebih dulu memeratakan fasilitas pendidikan beserta sarana dan prasarana pendukungnya di semua zona. Termasuk pemerataan tenaga pendidik, baik dari sisi jumlah maupun kualifikasinya. Sebab, sistem zonasi baru bisa memacu pemerataan peningkatan mutu pendidikan jika jumlah dan kualitas fasilitas pendidikan di tiap zona merata. Minimal, proporsional dengan jumlah calon siswa (penduduk) di zona tersebut. Juga, ketersediaan SDM pendidik di masing-masing zona, baik dari sisi jumlah maupun kualifikasinya. Tentu ini belum mampu menjawab tuntutan dalam menciptakan SDM yang unggul. Apalagi dikaitkan dengan masih banyaknya KK miskin. Sebab, kemiskinan serta kebodohan adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam konteks upaya pembangunan kualitas sumber daya manusia. Karenanya, kedua hal tersebut harus menjadi perhatian pemerintah untuk dientaskan secara bersama-sama. Jadi, perlu kesungguhan pemerintah menanggapi, melakukan aksi untuk meminimalkan hal tersebut. Ini penting untuk segera dituntaskan. Jangan sampai masyarakat merasa frustrasi. Sebab, di tengah rasa frustrasi itulah akan muncul sebuah bentuk kepasrahan serta apatisme yang seolaholah membenarkan bahwa pendidikan itu memang mahal. Kalau mau pandai, maka harus sedia uang banyak. Kalau tidak ya... begitulah. Sekadarnya. Masalah ini memang masalah klasik. Menyebar di seluruh nusantara. Tidak hanya biaya pendidikan mahal, fasilitas sekolah juga banyak yang rusak. Jangan bicara lagi soal sekolah di daerah terpencil. Sudah sekolah tak memenuhi standar, gurunya pun datangnya kadangkala Senin-Kamis. Kalau di kota pun bukan jaminan. Di samping sekolah megah, banyak juga yang rusak. Belum lagi kualitas gurunya yang tidak mumpuni. Walau sudah lulus ujian sertifikasi.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Produk Tembakau Ramah Lingkungan Belakangan ini, saya sering membaca bahwa inovasi pengolahan tembakau terus dilakukan. Sasarannya tentu untuk menjaga kesehatan penikmat tembakau dan menjaga kualitas udara. Selain itu, produk olahan tembakau ini juga tak berdampak serius terhadap orang di sekitarnya. Produk tembakau olahan ini lebih rendah produksi asapnya dan kemungkinan bisa menekan ketergantungan pada rokok konvensional. Selama ini, pemerintah juga aktif mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Merokok dikatakan bisa merusak kesehatan. Gambar bungkus rokok pun dibuat seram dan menakutkan. Saran pemerintah ini tentu ada baiknya mengingat kesehatan harus tetap dijaga. Untuk itu, dengan produk tembakau yang menggunakan pendekatan teknologi, saya berharap ke depan kualitas udara makin terjaga. Meskipun dampak polusi udara akibat rokok tak signifikan, saya tetap berharap semua pihak ikut gerakan menjaga kualitas udara. Mudahmudahan gerakan ini mendapat dukungan dari semua pihak setidaknya produsen mulai menyediakan rokok yang ramah lingkungan. Mungkin penggunaan teknologi dengan sistem pemanasan dalam menikmati produk tembakau bisa menjadi pilihan. Saya meyakini dengan gerakan edukasi yang kontinu, penikmat tembakau bisa memilih produk yang lebih sehat dan ramah lingkungan. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Pentingnya Kecakapan Literasi Baca-Tulis Salah satu ciri abad ke-21 adalah tersedianya informasi di mana saja dan kapan saja, adanya implementasi penggunaan mesin-mesin buatan, yang mampu menjangkau segala pekerjaan rutin (otomatisasi) dan bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja.
O
leh karena itu, kemampuan membaca dan menulis, mengolah dan memahami informasi, serta kemampuan menganalisis, menanggapi, dan menggunakan bahasa sangat diperlukan. Jadi, literasi baca-tulis adalah pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi, dan menggunakan teks tertulis untuk mencapai tujuan, mengembangkan pemahaman dan potensi, serta untuk berpartisipasi di lingkungan sosial. Akan tetapi, data dari berbagai riset menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat kita, khususnya pelajar masih rendah. Hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut, budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 menempati urutan ke-64 dari 65 negara. Pada penelitian yang sama, PISA juga menempatkan posisi membaca siswa Indonesia di urutan ke-57 dari 65 negara yang diteliti. PISA menyebutkan, tak ada satu siswa pun di Indonesia yang meraih nilai literasi di tingkat kelima, hanya 0,4 persen siswa yang memiliki kemampuan literasi tingkat empat. Selebihnya di bawah tingkat tiga, bahkan di bawah tingkat satu. Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Di tengah banjir bandang informasi melalui pelbagai media, baik media massa cetak, audiovisual, utamanya media
Oleh I Wayan Kerti sosial, kemampuan literasi bacatulis tersebut sangatlah penting. Dengan kemampuan literasi bacatulis yang memadai dan mantap, kita sebagai individu, masyarakat, dan/atau bangsa tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai informasi yang beraneka ragam yang datang secara bertubi-tubi kepada kita. Di samping itu, dengan kemampuan literasi baca-tulis yang baik, kita bisa meraih kemajuan dan keberhasilan. Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan berguna besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan baca-tulis, seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik. Terlebih lagi di era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan yang ketat dan pergerakan yang cepat. Kompetensi individu sangat diperlukan agar dapat bertahan hidup dengan baik. Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan, termasuk informasi dan petunjuk sehari-hari yang berdampak besar bagi kehidupan. Sebagai contoh, ketika menerima resep obat dibutuhkan kemampuan untuk memahami petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter. Jika salah, tentu akibatnya bisa fatal. Kemampuan membaca yang baik tidak sekadar bisa lancar membaca, tetapi juga bisa memahami isi teks yang dibaca. Teks yang dibaca pun tidak hanya kata-kata, tetapi juga bisa berupa
simbol, angka, atau grafik. Membaca penuh pemahaman juga akan menumbuhkan empati. Untuk memahami isi bacaan, kita berusaha untuk membayangkan dan memosisikan diri pada situasi seperti yang ada di dalam teks bacaan. Dengan begitu, kita mengasah diri untuk berempati dengan kondisi-kondisi di luar diri yang tidak kita alami. Membaca juga akan mengembangkan minat kita pada hal-hal baru. Semakin beragam jenis bacaan yang dibaca, memungkinkan kita untuk mengenal sesuatu yang belum pernah kita ketahui. Hal ini tentu akan memperluas pandangan dan membuka lebih banyak pilihan baik dalam hidup. Berkaitan erat dengan membaca, kemampuan menulis pun penting untuk dimiliki dan dikembangkan. Membaca dan menulis berkorelasi positif dengan kemampuan berbahasa dan penguasaan kosa kata. Masukan kata-kata dan gagasan didapat melalui membaca, sedangkan keluarannya disalurkan melalui tulisan. Seseorang yang terbiasa membaca dan menulis bisa menemukan kata atau istilah yang tepat untuk mengungkapkan suatu hal. Kemampuan seperti inilah yang membuat komunikasi berjalan dengan baik. Untuk dapat menyerap informasi dari bacaan atau meramu ide menjadi tulisan diperlukan fokus yang baik. Dengan begitu, membiasakan diri untuk melakukan aktivitas membaca dan menulis akan meningkatkan daya kon-
sentrasi. Kinerja otak menjadi lebih maksimal. Di samping itu, imajinasi dan kreativitas pun akan tumbuh karena semakin banyak wawasan yang didapat dan semakin tajam cara berpikir yang terbentuk. Membaca dan menulis juga bisa dijadikan sarana hiburan yang dapat menurunkan tingkat stres. Kualitas hidup dapat menjadi lebih baik dengan adanya kemampuan baca-tulis. Tanpa literasi baca-tulis yang baik, kehidupan kita akan terbatas, bahkan berhadapan dengan banyak kendala. Oleh karena itu, literasi baca-tulis perlu dikenalkan, ditanamkan, dan dibiasakan kepada masyarakat Indonesia, khususnya oleh para pemangku pendidikan. Implementasi Literasi Dalam Gerakan Literasi Nasional, literasi baca-tulis dikembangkan dan diimplementasikan berlandaskan pada lima prinsip dasar. Kelima prinsip dasar pengembangan dan implementasi literasi baca-tulis yang dimaksud adalah sebagai berikut. 1) Literasi baca-tulis dikembangkan dan diimplementasikan secara utuh-menyeluruh (holistik), tidak terpisah dari aspek terkait yang lain dan menjadi bagian elemen yang terkait dengan yang lain, baik internal maupun eksternal. 2) Literasi baca tulis dikembangkan dan diimplementasikan dengan memadukan (mengintegrasikan) secara sistemis, menghubungkan dan merangkaikan secara harmonis, dan melekatkan literasi bacatulis secara sinergis dengan yang lain, baik dalam hal kebijakan, program, kegiatan, maupun pelaksana dan berbagai pihak yang mendukung; bukan sekadar tambahan, tempelan, dan sisipan dalam kebijakan, program, dan kegiatan pendidikan dan kebudayaan di ranah sekolah,
Tantangan Pendidik Abad Ke-21 PERKEMBANGAN teknologi dan informasi yang melaju pesat mendorong adanya pergeseran paradigma pembelajaran dari yang semula berfokus ke guru (teachers centered) menuju pembelajaran yang berfokus pada siswa (students centered). Singkatnya, anggapan bahwa guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini. Hal ini merupakan imbas dari tantangan abad ke-21, di mana peserta didik dituntut memiliki beberapa kemampuan penting yang mampu menunjang masa depan, yaitu kompetensi keterampilan 4Cs (creativity, critical thinking, collaboration, and communication) (Kemendikbud 2018). Di sinilah peran guru sangat diandalkan sebagai ujung tombak pendidikan. Guru dituntut mampu menyajikan materi pembelajaran yang tidak hanya menarik namun juga bermakna. Sebagaimana dikutip dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 16 Tahun 2017 menyebutkan bahwa salah satu kemampuan pedagodik yang harus dimiliki guru yaitu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. Sangat disayangkan di sebagian besar wilayah Indonesia khususnya di 27 provinsi, kualitas guru berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) masih memprihatinkan, berada di bawah standar kompetensi
Oleh Nurika Mustika, S.Pd. minimal yang ditetapkan. Dikutip dari kemendikbud.go.id, hasil UKG tahun 2018 menunjukkan pencapaian rata-rata nasional baru 53,02 atau di bawah standar kompetensi minimal yang ditetapkan yakni 55,0. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi dasar tentang bidang studi (subject matter) dan pedagogik masih rendah. Padahal kompetensi pedagogik, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik, merupakan salah satu jenis kompetensi yang mutlak perlu dikuasai guru. Maka tidak mengherankan jika di lapangan sering kali dijumpai guru yang mengajar dengan metode ceramah tanpa memanfaatkan media pembelajaran. Hasil studi internasional Programme for International Student Assessment (PISA) membuktikan bahwa prestasi literasi membaca (reading literacy), literasi matematika (mathematical literacy), dan literasi sains (scientific literacy) yang dicapai peserta didik Indonesia sangat rendah (Kemendikbud 2017). Peserta didik di Indonesia pada umumnya juga sangat rendah dalam: (1) memahami informasi yang kompleks; (2) teori, analisis, dan pemecahan masalah; (3) pemakaian alat, prosedur dan pemecahan masalah; dan (4) melakukan investigasi.
Hasil penelitian Keke T. Aritonang (2008: 11) menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi minat dan motivasi belajar adalah cara mengajar guru, karakter guru, suasana kelas tenang dan nyaman, dan fasilitas belajar yang digunakan. Singkatnya selain kinerja guru, persiapan selama proses belajar mengajar juga menentukan efektif tidaknya pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, jika dikaitkan dengan pemelajaran abad ke-21 maka seorang guru diharapkan mampu dan dapat menyelenggarakan proses pemelajaran yang bertumpu pada empat pilar belajar, learning to know, learning to do, and learning to be, learning to live together. Guru harus mengenal peserta didik dalam karakteristiknya sebagai pribadi yang sedang berkembang baik dalam hal sosial, emosional, maupun moral. Tidak hanya sampai di situ, guru harus memahami pendidikan sebagai proses pembudayaan sehingga mampu memilih metode dan sistem evaluasi yang menggabungkan kemampuan, nilai, sikap dalam proses belajar berbagai bidang ilmu. Menyikapi hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh guru, sekolah, dan pemerintah. Pertama, guru se-
bagai pelaksana pembelajaran hendaknya selalu melakukan refleksi diri setelah mengajar. Hal ini merupakan langkah awal untuk mengetahui apakah kita sebagai guru sudah mampu memfasilitasi peserta didik atau tidak. Kedua, sekolah sebagai pengontrol jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM) wajib melakukan supervisi selama proses pembelajaran guna mengontrol kualitas seorang guru. Ketiga, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai perancang model pendidikan sekaligus pengontrol kualitas pendidikan harus selalu memantau perkembangan pendidikan di Indonesia baik dari segi kualitas pendidikan, tenaga pendidik, maupun infrastruktur. Ketika guru, sekolah dan pemerintah mampu melakukan kerja sama maka setiap kekurangan dan celah akan teratasi dengan mudah yang pada akhirnya mampu menciptakan generasi emas penerus bangsa. Setidaknya ciri pembelajar abad ke-21 yang dicirikan dengan terbangunnya konsep yang kuat dalam materi pembelajaran dengan cara terlibat dengan karya berkualitas dengan penggunaan teknologi dan media secara strategis dan cerdas dapat terwujud.
keluarga, dan masyarakat. 3) Literasi baca-tulis dikembangkan dan diimplementasikan secara berkesinambungan, dinamis terus-menerus, dan berlanjut dari waktu ke waktu, tidak sekali jadi dan selesai dalam satuan waktu tertentu. Pengembangan dan pelaksanaan kebijakan literasi baca-tulis di ranah sekolah, keluarga, dan masyarakat dilakukan secara berkesinambungan dan terus-menerus di samping partisipasi dan keterlibatan berbagai pihak terkait secara terusmenerus diperluas dan diperkuat dari waktu ke waktu. Selain itu, (4) Kebijakan, strategi, program, dan kegiatan literasi baca-tulis dikembangkan dan diimplementasikan dengan mendasarkan dan mempertimbangkan konteks geografis, demografis, sosial, dan kultural yang ada di Indonesia. 5) Literasi baca-tulis tidak berada di ruang vakum sosial dan budaya serta tidak bisa dikembangkan dan diimplementasikan dengan mengabaikan, lebih-lebih meniadakan lokalitas sosial dan budaya. Agar gerakan literasi baca-tulis membumi dan berhasil tujuannya, pengembangan dan implementasi literasi baca-tulis perlu responsif dan adaptif terhadap kearifan lokal; kearifan lokal nusantara yang demikian kaya dan beragam perlu didayagunakan dan dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan dan pelaksanaan literasi baca-tulis di sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga literasi baca-tulis juga mampu merawat, merevitalisasi, dan melestarikan serta meremajakan (rejuvinasi) kearifan lokal Indonesia. Penulis, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Abang
POJOK Pendapatan tidak capai target, Pemkab Badung revisi RPJMD. - Target disesuaikan dengan realita. *** Pendidikan bermutu kunci kesejahteraan masyarakat. - Pendidikan master kunci kehidupan. *** Gunung Agung kerap erupsi, warga memilih tinggal di rumah. - Tetap waspada.
Penulis, mahasiswi S-2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Senin Umanis, 6 Mei 2019
Partisipasi Pemilih Meningkat Jokowi-Ma’ruf Raih 94,38 Persen Tabanan (Bali Post) -
KPU Tabanan menggelar rapat pleno hasil Pilpres dan Pileg 2019 di Bitdec, Banjar Nyanyi Desa Beraban Kecamatan Kediri, Minggu (5/5) kemarin. Pembacaan hasil pleno berlangsung cukup lama. Bahkan hingga sore baru terselesaikan pada hasil Pilpres dan DPR-RI. Hasilnya, di Kabupaten Tabanan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 94,38 persen. Sementara Prabowo-Sandi hanya 5,52 persen.
PLENO - Suasana rapat pleno hasil Pemilu 2019 di Kabupaten Tabanan.
Bali Post/bit
Pemasaran VCO Desa Lumbung Kauh Masih Terbatas Tabanan (Bali Post) Desa Lumbung Kauh Kecamatan Selemadeg Barat memiliki total luas lahan 730,67 hektar. Dari jumlah tersebut sekitar 50 persennya adalah perkebunan kelapa di samping tanaman perkebunan lain, seperti durian, manggis, cengkeh, kopi dan pisang. Karena potensi kelapa yang cukup besar inilah Desa Lumbung Kauh masuk ke dalam kawasan Nila, Kopi, Salak dan Kelapa (Nikosake). Sayangnya, penjualan produk olahan kelapa berupa VCO masih terbatas karena terkendala pemasaran. Sekretaris Desa Lumbung Kauh Wayan Suarsa, Minggu (5/5) kemarin mengatakan, sebagian besar penduduk Desa Lumbung Kauh berprofesi sebagai petani. Kelapa saat ini sedang dihargai baik oleh pengepul dan mencapai Rp 4.000 per butir, sehingga petani bersemangat untuk memetik kelapa. ‘’Beda jika harga turun atau jatuh. Buah kelapa dibiarkan begitu saja sehingga terbuang percuma,’’ ujarnya. Pengolahan kelapa menjadi produk olahan sebenarnya menjadi salah satu solusi apabila harga kelapa jatuh di harga terendah. Meski sudah dikelola menjadi VCO, diakui Suarsa tidak banyak bisa menyerap hasil produksi kelapa di Desa Lumbung Kauh. Produk VCO Desa Lumbung Kauh telah diusahakan oleh BUMDes setempat agar bisa dijual melalui BUMDa. Sayangnya masih terbentur di kualitas dan packing yang kurang bagus sehingga pemasaran tidak
bisa diperluas ke outlet-outlet yang bekerja sama dengan BUMDa. ‘’Permintaan VCO produksi Desa Lumbung Kauh saat ini tidak menentu. Karena pengolahannya masih manual dan alami sehingga kualitas serta packing-nya masih kalah bersaing dengan produksi VCO lainnya,’’ jelas Suarsa. Suarsa berharap dengan masuknya Desa Lumbung Kauh menjadi kawasan Nikosake, akan menjadikan nilai tambah bagi pertanian kelapa serta adanya bantuan pelatihan pengolahan produk kelapa selain VCO hingga bantuan sarana dan prasarana. ‘’Kami ada tujuan mengolah VCO menjadi produk kosmetik, tetapi masih kurang ilmu dan peralatan. Meski ada Dana Desa, tetapi jumlahnya tidak banyak dan masih fokus pada infrastruktur. Jadi berharap dari program Nikosake ini,’’ ujar Suarsa. Menurutnya, dari program Nikosake memang sedang direncanakan pembangunan spot utama yang akan menjadi pusat kegiatan agrowisata di Desa Lumbung Kauh. Nantinya spot utama dengan tema Kampung Kelapa ini mengambil tempat di dekat Sungai Balian dan background Air Terjun Pangkung Sakti yang masih alami. Rencananya Kampung Kelapa menjadi tempat edukasi untuk berkebun kelapa, cara mengolah dan menikmati olahan kelapa seperti jajanan, nata de coco, VCO berserta turunannya seperti masker, aroma terapi dan lotion. Untuk itu di spot utama akan disediakan balai yang berfungsi untuk edukasi dan pelatihan mengolah kelapa. (san)
Khusus untuk pilpres, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 325.867 orang. Dari jumlah tersebut, suara sah sebanyak 320.454 suara dan tidak sah sebanyak 5.413 suara. Pasangan JokowiMa’ruf Amin meraih 302.441 suara atau 94,38 persen dan Prabowo-Sandi sebanyak 18.013 suara atau 5,62 persen. Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa mengatakan, secara umum proses pleno untuk Pilpres dan Pileg DPR-RI berjalan aman dan lancar meski diwar-
nai koreksi pada data pemilih laki-laki dan perempuan, serta pemilih disabilitas berdasarkan DPT yang telah ditetapkan di Kabupaten Tabanan. ‘’Perbaikan ini hanya bersifat administrasi saja tanpa mempengaruhi jumlah perolehan suara sah masingmasing paslon,’’ ucapnya. Diakuinya, saat pleno sebelum di tingkat kabupaten banyak yang salah input akibat petugas kelelahan sehingga sangat memungkinkan salah input dan berujung data tidak imbang. Terkait dengan partisipasi pemilih, Weda mengaku bersyukur.
Pasalnya, sepanjang dirinya duduk di KPU dan mengikuti proses Pilpres dan Pileg, tahun ini angka partisipasi paling tinggi. Jika sebelumnya angka partisipasi sekitar 80 persen, tahun ini dari target di angka 85 persen ternyata mampu mencapai 87,91 persen. Peningkatan angka partisipasi ini diduga akibat Pilpres dan Pileg serentak dilakukan sehingga sebagian besar masyarakat menyalurkan hak pilihnya. Terkait pleno, dikatakannya akan memakan waktu panjang. Dia membandingkan
waktu yang dihabiskan untuk hasil Pilpres dan DPR-RI yang dimulai pukul 10.00 Wita baru berakhir pukul 15.00 Wita. ‘’Sekitar 7 jam dibutuhkan untuk 2 pleno tersebut. Untuk Pilpres sangat cepat karena hanya 2 pasangan, begitu pun dengan DPD karena hanya membacakan perolehan 22 kontestan. Kalau pleno DPR-RI , DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten sangat lama karena harus membacakan perolehan partai dan masing-masing caleg. Mudah-mudahan tidak halangan agar cepat selesai,’’ katanya. Sementara itu, rapat pleno KPU Kabupaten berjalan lancar dalam pengaman ketat pihak kepolisian maupun TNI. Bahkan Kapolres dan Dandim Tabanan terjun langsung memimpin proses pengamanan. (kmb28)
Tak Miliki Petugas Lapangan Klinik Metadon Minim Pasien
Tabanan (Bali Post) Klinik Metadon di Puskesmas Tabanan III dibentuk tahun 2010. Klinik ini berfungsi untuk menekan harm reduction atau pemakaian jarum suntik bagi pecandu heroin. Seperti diketahui, pemakaian jarum suntik pada narkoba berpotensi menularkan HIV dan penyakit infeksi lainnya seperti hepatitis. Sayangnya, sejak tahun 2016, Klinik Metadon kesulitan mendapatkan pasien baru untuk menjalani terapi dikarenakan ketiadaan petugas lapangan. Sebab sifat pelayanan di klinik ini adalah pasif yakni menunggu pasien datang dengan
kesadaran sendiri. Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan Tabanan Wayan Supaneca, Minggu (5/5) kemarin mengatakan, saat ini pasien Klinik Metadon berjumlah sembilan orang. Pasien tidak banyak lantaran ketiadaan petugas lapangan. Ketiadaan petugas lapangan dikarenakan pendanaan global fund yang diputus sehingga membuat dana operasional untuk petugas tidak ada. Padahal untuk menjangkau pasien baru, dibutuhkan tenaga lapangan yang mengenal betul komunitas mereka dan bisa ma-
suk melakukan sosialisasi. ‘’Dulu kita punya satu dan merupakan eks pengguna heroin dan mengenal betul komunitas sehingga mudah melakukan pendekatan. Sekarang ini hanya ada tenaga kesehatan dan biasanya komunitas sudah takut duluan,’’ ujar Supaneca. Mengenai ketiadaan petugas lapangan ini, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika mengatakan, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk merekrut petugas lapangan, dalam hal ini yang dari komunitas. Menurutnya, Dinas Kesehatan memiliki tenaga kesehatan yang sudah bertugas seb-
agai petugas lapangan. ‘’Sebenarnya yang dibutuhkan adalah petugas lapangan yang mengerti komunitas. Artinya, pernah menjadi pengguna dan mengenal betul dunia tersebut. Sayangnya Dinas Kesehatan tidak memiliki wewenang untuk itu,’’ ujar Suratmika. Saat ini pihaknya hanya sebagai penyedia layanan. Sementara untuk penemuan pasien baru, saat ini Dinas Kesehatan Tabanan berharap pada BNK serta KPA yang memiliki kerja sama dengan LSM yang di dalamnya terdapat petugas lapangan yang mengerti komunitas. (kmb24)
Trans Serasi Bisa Dipantau dari GPS ”Tracking” Tabanan (Bali Post) Program angkutan siswa Trans Serasi di Tabanan yang bergulir sejak 2014, dalam perjalanannya terus dievaluasi dan dikembangkan. Terbaru, pemasangan GPS tracking di sejumlah armada kini sudah bisa diakses melalui Android. Namun, saat ini aplikasi itu baru bisa untuk layanan Trans Serasi tiga sekolah yakni SMP 4 Pupuan, SMP 1 Kerambitan dan SMP 3 Baturiti. Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Made Agus Hartawiguna menjelaskan, semangat dibangunnya aplikasi ini untuk melakukan pengawasan yang lebih efektif terhadap layanan yang dilakukan oleh armada angkutan siswa tersebut. Karena semakin luasnya jangkauan layanan, peranan petugas pengawas tidak bisa efektif karena mengharuskan untuk melakukan penambahan petugas terhadap trayek yang dilayani. ‘’Penggunaan GPS Tracking yang terintegrasi dalam aplikasi ini akan lebih efektif, akurat dan
real time dalam pelaksanaan pengawasan yang menjadi dasar menentukan besaran nilai pembelian layanan secara real cost,’’ kata Agus, Minggu (5/5) kemarin. Aplikasi ini, kata Agus dapat diunduh di Playstore dan dipantau melalui gadget. ‘’Jadi baik siswa maupun orangtua maupun pihak sekolah bisa memonitoring posisi armada Trans Serasi,’’ terangnya. Apalagi aplikasi ini juga dilengkapi dengan nomor polisi kendaraan, nama pramudi dan nomor telepon dari pramudi yang memungkinkan untuk bisa dihubungi maupun berkirim pesan melalui SMS. ‘’Baru bisa diakses untuk tiga layanan sekolah, layanan lain sedang dalam proses development,’’ tegasnya. Pejabat asal Penebel ini menjelaskan, terobosan GPS system ini muncul selain karena keterbatasan personel untuk melakukan pencatatan real cost data pengamprahan, juga dikarenakan jarak trayek cukup jauh. Proses pencatatan ini merupakan bentuk monitoring dari titik perjalanan menuju tempat tujuan yang nantinya akan dijadikan dasar pengamprahan pembayaran layanan. Sistem ini akan terkoneksi dengan petugas di kantor Dinas Perhubungan. ‘’Kalau tidak ada tanda tangan petugas pengawasan, maka dianggap tidak sah untuk pengamprahan anggaran,’’ jelasnya. (kmb28)
Bali Post/bit
MUSEUM SUBAK - Museum Subak di Sanggulan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar. Pelajar ingin mengetahui sistem pertanian di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.
Pusat Kucurkan DAK Nonfisik untuk Museum Subak
Tabanan (Bali Post) Mengoptimalkan pengelolaan museum, pemerintah pusat tahun ini menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik sebesar Rp 450 juta. Dana dari Kemendikbud itu akan digunakan untuk pembiayaan tiga komponen, salah satunya untuk kajian dan konservasi tiga koleksi yaitu tika, okokan dan janggi. Kepala Unit Pelaksana Teknis Museum Subak Ida Ayu Nyoman Ratna Pawitrani mengatakan, dana ini diberikan karena museum memiliki layanan publik yang diharapkan mampu memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal serta membentuk karakter bangsa. Dana ini turun untuk semua museum pemerintah di Indonesia dan tergantung pada tipe museumnya. Museum Subak di Kabupaten
Tabanan dalam standarisasi museum masuk kategori museum daerah dengan tipe C. ‘’Tidak hanya museum, taman budaya juga diberikan. Tetapi di Tabanan memang tidak ada taman budaya dan dana ini untuk bantuan operasional penyelenggaraan museum,’’ terangnya, Minggu (5/5) kemarin. Untuk Museum Subak, kata Dayu Ratna, dana tersebut akan digunakan untuk tiga komponen pembiayaan. Yakni pengelolaan koleksi yang terdiri dari kajian koleksi dan konservasi. Ada tiga koleksi yang akan diuji yaitu tika (kalender tradisional di Bali yang terbuat dari kayu), okokan dan janggi (tempurung kelapa yang di bawahnya diberi lubang kecil untuk pengukur waktu dan pengukur sanksi bagi anggota su bak), dan akan dilanjutkan
dengan penyelenggaraan diskusi. ‘’Kajian ini untuk mengetahui apa filosofinya, kegunaannya serta hal-hal khusus lainnya,’’ terangnya. Sementara untuk konservasi koleksi akan dilakukan fumigasi dan injeksi bambu serta pendanaan program publik yang akan dikemas dalam kegiatan pameran foto dan lukisan tentang subak, sosialisasi Museum Subak, belajar bersama di museum dan program museum masuk sekolah. Untuk program museum goes to school ini rencananya menyasar satu SMA di masingmasing kecamatan. Di samping itu, anggaran tersebut juga untuk pembiayaan pemeliharaan sarana dan prasarana. ‘’Di sini hanya akan ada perbaikan kecil-kecilan di museum karena fokus dari dana ini adalah nonfisik,’’ terangnya.
Disinggung tentang jumlah kunjungan, Ratna menyebutkan, masih didominasi wisatawan domestik karena sekali kunjungan sifatnya rombongan. ‘’Tiap hari wisatawan mancanegara ada saja yang datang dewasa asing rata-rata 5 sampai 10 orang, jadi masih dominan domestik,’’ jelasnya. Seperti diketahui, Museum Subak yang berlokasi di Sanggulan, Tabanan selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelajar. Para pelajar terutama ingin mengetahui tentang sistem persubakan di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan. Dengan luas lahan 6,28 hektar, lahan Museum Subak merupakan aset Pemprov Bali, sedangkan gedung museum dibangun Kementerian PU. Pemkab Tabanan hanya bertugas mengelola museum. (kmb28)
8
BULELENG
Senin Umanis, 6 Mei 2019
Nekat Mencuri demi Membeli ”Handphone’’ Singaraja (Bali Post) – Unit Reskrim Polsek Sukasada menangkap pencuri yang spesial menyasar rumah kosong. Pencuri itu diketahui Gede IW (25) asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada. Dia mencuri di rumah korban Gede Tirtayasa (22) warga Desa Panji, Kamis (2/5) lalu. Dari aksinya itu, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai milik korban Rp 4,1 juta. Uang hasil curiannya itu dipakai untuk membeli handphone (HP) termasuk membeli keperluan sehari-hari. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Minggu (5/5) kemarin, mengatakan penangkapan pelaku ini berawal saat korban melaporkan kehilangan uang di rumahnya. Saat itu, korban pergi ke pasar membeli barang dagangan saat dini hari. Kembali dari pasar, korban menemukan pintu rumahnya dicongkel oleh orang yang tidak dikenal. Korban kemudian mengecek barang-barang berharga yang ada di dalam kamarnya. Kemudian uang tunai senilai Rp 4,1 juta yang disimpan, tidak ditemukan di tempatnya. Merasa kehilangan, korban lalu mengadukan kejadian itu ke Mapolsek Sukasada. “Saat rumah kosong, pelaku ini beraksi. Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai milik korban. Peristiwa itu diketahui setelah korban datang dari pasar, menemukan pintu rumahnya dicongkel pelaku,” katanya. Dari penyelidikan dan keterangan korban, kata Kompol Landung, polisi kemudian mencurigai seseorang yang diduga menjadi pelaku pencurian itu. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata benar pelaku yang dicurigai itu telah membobol rumah korban. Dengan bukti yang cukup, polisi menangkap pelaku tanpa perlawanan berarti di rumahnya sekitar pukul 17.00 wita. Dari hasil pengembangan, pelaku itu juga mengaku pernah mencuri TV, satu unit bor, dan alat pemotong keramik. Peristiwa itu dilakukan tiga bulan lalu. Barang curiannya saat itu dijual untuk membeli keperluan sehari-hari. Hanya, korban yang dijadikan sasaran pelaku saat itu tidak melaporkan kejadian itu, sehingga pelaku tidak pernah kapok umtuk terus beraksi. “Dari bukti dan keterangan korban, kemudian kita amankan yang bersangkutan di rumahnya tanpa perlawanan berarti. Kami sekarang ini masih mengembangkan kasus itu,” jelasnya. Pelaku mengaku nekat mencuri karena sejak lama ingin membeli handphone. Untuk memenuhi keinginannya itu, dirinya lantas nekat melakukan perbuatan melawan hukum. Uang hasil curiannya Rp 4,1 juta, langsung dibelikan HP dan tersisa Rp 2 juta. Rencananya, sisa uang itu akan digunakan membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Apes tidak bisa bisa dihindari. Belum juga pelaku memenuhi semua keinginannya itu malah sudah lebih dulu ditangkap polisi. (kmb38)
Kondisi Menurun
Bayi Tanpa Tempurung Kepala Dirujuk ke RSUP Sanglah Singaraja (Bali Post) – Pascakelahiran melalui operasi cesar, kondisi bayi tanpa tempurung kepala asal Dusun Anta Pura Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula kondisinya tiba-tiba menurun. Prihatin dengan kondisi bayi itu, pihak Yayasan Angel Heart bersama Yayasan Sesama kemudian memfasilitasi orangtua sang bayi untuk mempermudah perawatan ke RSUP Sanglah Denpasar. Kedua yayasan itu menjemput sang bayi bersama orangtuanya di Tejakula diantar ke RSUD Buleleng. Karena di RSUD perawatannya belum memadai, sehingga bayi yang belum diberi nama itu, kembali dirujuk guna mendapat perawatan intensif di RSUP Sanglah, Sabtu (4/5) lalu. Wakil Direktur (Wadir) RSUD Buleleng Bidang Pelayanan dr. Putu Sudarsana yang dihubungi Minggu (5/5) kemarin, membenarkan bayi malang itu telah dirujuk ke RSUP Sanglah. Sebelum diputuskan melanjutkan perawatan di Sanglah kata Sudarsana, tim dokter RSUD Buleleng sudah berusaha memberikan perawatan semampunya di ruang NICU RSUD. Akan tetapi, kerja keras itu, belum membuahkan hasil. Kondisi bayi perempuan dengan berat 3,1 kilogram itu, malah menurun. Karena terlalu berisiko dan dukungan peralatan perawatan belum memadai untuk kasus kelainan bawaan bayi sejak lahir itu, tim dokter RSUD memutuskan merujuk ke Rumah Sakit Sanglah. “Sebelum dirujuk sempat kita rawat, namun kondisinya drop. Karena kelainan bawaan bayi sejak lahir seperti dialami bayi dari Tejakula itu, disarankan perawatan ke Sanglah yang memang memiliki peralatan medis memadai untuk kasus seperti ini,” katanya. Diberitakan sebelumnya, bayi perempuan itu lahir dari buah kasih pasangan suami istri (pasutri) Nyoman Bagiarsa (25) dan Ketut Sariati (19) warga Dusun Anta Pura, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Bayi malang itu lahir melalui operasi cesar di RSUD Buleleng 22 April 2019 lalu. Mirisnya, bayi mungil itu mengalami kelainan bawaan dengan tidak memiliki tempurung kepala. Sejak mengandung, sang istri Sariati sebetulnya sudah rutin memeriksakan kandungannya ke bidan. Ketika usia kandungan memasuki tiga bulan, Bagiarsa bermaksud memeriksakan kondisi janin dan juga untuk memastikan jenis kelaminnya. Saat menjalani pemeriksaan USG di salah satu dokter spesialis di Denpasar, diberitahukan bayinya mengalami kelainan. Meski bayinya disebutkan tak normal, tetapi Bagiarsa ikhlas menerima, terus berusaha berjuang merawat bayi yang masih di dalam kandungannya itu. Dia berharap kelainan itu bisa hilang ketika pada usia kelahirannya kelak. Akan tetapi, ketika istrinya melahirkan, ternyata sang bayi tetap saja mengalami kelainan, yang tergolong kasus langka dan penyembuhannya memiliki risiko tinggi. Pascakelahiran itu, kedua orangtua dan keluarga hanya bisa pasrah. Mereka berusaha merawat bayi dengan menutup benjolan di atas keningnya itu menggunakan perban. Meski demikian, Bagiarsa tetap berjuang agar bayi pertamanya itu bisa disembuhkan bahkan tumbuh normal seperti bayi sehat umumnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
REKAPITULASI SUARA – KPU Buleleng melakukan rekapitulasi perolehan suara pemilu serentak di salah satu hotel di Lovina, Minggu (5/5) kemarin.
KPU Plenokan Perolehan Suara Pemilu Buleleng
Singaraja (Bali Post) – KPU Buleleng melakukan rekapitulasi perolehan suara pemilu serentak tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Minggu (5/5) kemarin. KPU bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Buleleng dan saksi peserta pemilu itu mensinkronkan perolehan suara dari sembilan PPK yang ada di Buleleng. Dari hasil rekapitulasi itu, nantinya diplenokan di tingkat KPU Bali. Sedangkan, pleno tingkat provinsi diagendakan mulai 7 sampai 8 Mei 2019 mendatang. Rapat pleno rekapitulasi itu dipimpin Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana bersama komisionernya. Pleno juga dihadiri Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani bersama Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugi Ardana, saksi peserta
pemilu, dan undangan terkait lainnya. Ketua KPU Komang Dudhi Udiyana mengatakan, rekapitulasi di tingkat KPU Buleleng ini sesuai tahapan yang sudah diatur dalam regulasi. Mekanismenya hasil rekapitulasi perolehan suara masing-masing PPK itu disinkronkan. Sinkronisasi itu disaksikan Bawaslu dan saksi baik pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden (pilpres) maupun saksi calon legislatif dan perseorangan. “Kami tidak menargetkan sampai kapan pleno ini selesai. Namun, yang jelas Minggu (5/5) kemarin, kita mulai
mensinkronkan perolehan suara di PPK sampai selesai,” katanya. Dalam rekapitulasi itu, kata Udiyana, KPU belum menetapkan pasangan calon dan perolehan kursi untuk calon legislatif. Sebaliknya, KPU menghimpun perolehan suara untuk selanjutnya diplenokan di tingkat KPU Provinsi Bali. Demikian juga, hasil rekapitulasi dari masing-masing PPK tidak akan di-input dalam sistem aplikasi KPU. Semua data hasil rekapitulasi itu akan diserahkan ke tingat KPU Bali, yang plenonya akan dilakukan 7 dan 8 Mei 2019 mendatang. “Hasil sinkronisasi ini kita setor ke KPU Bali. Di tahapan ini tidak ada penetapan pasangan calon atau perolehan
kursi. Hal itu akan dilakukan pada tahapan selanjutnya,” jelasnya. Terkait kendala yang terjadi, Udiyana mengatakan, saat rekapitulasi dimulai dari PPK Gerokgak sampai sore kemarin, berlangsung tertib dan lancar. Pada awal sempat ditemukan kesalahan administrasi input data. Masalah itu telah ditindakanjuti, sehingga tidak berdampak pada jalannya tahapan rekapitulasi. “Sejak pleno dibuka sampai sekarang belum ada kendala berarti. Saat rekapitulasi PPK Gerokgak ada kesalahan input data. Namun, sudah diselesaikan,” jelasnya. Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani mengatakan, sesuai kewenangan yang dimiliki, pihaknya mengawasi semua tahapan pemilu serentak itu.
Salah satunya rekapitulasi tingkat KPU Buleleng. Ini dilakukan bukan mencari kesalahan penyelenggara, tetapi Bawaslu ingin rekapitulasi itu berjalan sesuai regulasi yang ada. Pastinya menghindari terjadinya permasalahan yang berpengaruh terhadap perolehan suara peserta pemilu. Kalau tahapan ini dilakukan sesuai regulasi, maka pada rekapitulasi di KPU Bali nantinya, tidak lagi terjadi perubahan berkaitan perolehan suara. “Kami ingin KPU melakukan rekapitulasi ini dengan on the track mengikuti regulasi. Terutama input perolehan suara itu harus dilakukan dengan cermat, sehingga bisa diterima para pihak terkait,” tegasnya. (kmb38)
270 Personel Polisi dan TNI Amankan Pleno KPU Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 270 personel Polres Buleleng bersama TNI dikerahkan mengamankan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat KPU Buleleng. Pleno rekapituasi suara itu dilangsungkan di Lovina, Minggu (5/5) kemarin. Selain pasukan Brimob, turut juga Unit Pemadam Kebakaran (Damkar), mobil water cannon, unit satwa, dan kendaraan taktis lain disiagakan di arena rekapitulasi suara itu. Tak hanya itu, sejumlah anggota pecalang juga berpartisipasi membantu aparat mengamankan jalannya pleno rekapitulasi suara pemilu itu. Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, pengamanan rekapitulasi suara pemilu itu, sudah dipersiapkan sejak lama. Desain pengamanannya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal itu mengacu surat perintah (sprin) penerjunan personel dan sarana prasarana pengamanan.
Pengerahan kekuatan pengamanan itu bersinergi dengan TNI, instansi di Pemkab Buleleng, dan pecalang. Tujuannya tiada lain mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas selama berlangsungnya tahapan rekapitulasi perolehan suara pemilu serentak itu. Ratusan personel siaga di sana menggunakan pakaian dinas dan preman. Sedangkan kekuatan personel pengamanan itu sengaja disebar di sejumlah wilayah di sekitar lokasi pleno. Ini untuk menghindari adanya kesan situasi tidak aman terutama bagi wisatawan yang sedang berlibur di Lovina dan sekitarnya. “Kami bersama TNI, dinas terkait serta pecalang di sekitar tempat pleno ini turut mengamankan situasi. Sampai saat ini, situasi aman dan kondusif. Harapan kami, situasi terjaga dengan baik sampai tahapan pemilu tuntas,” harapnya. Terkait protap pengamanan kotak suara hasil reka-
Bali Post/kmb38
SIAGA – Sebanyak 270 personel polisi, TNI, Damkar, dan pecalang siaga mengamankan rakapitulasi perolehan suara pemilu serentak di Lovina, Minggu (5/5) kemarin. pitulasi itu, Kapolres AKBP Suratno memastikan hal itu sudah dipersiapkan. Nantinya, mobil yang digunakan mengangkut kotak suara hasil rekapitulasi itu lang-
sung berangkat ke KPU Bali dengan pengawalan ketat. ‘’Mobilnya sudah disiapkan PT Pos Indonesia. Nanti kami kawal ketat baik di depan maupun di belakang. Kapan
akan dikirim, hal itu tergantung KPU. Baik hari ini atau besok selesai, siap kami kawal pengirimannya hingga kantor KPU Bali,” jelas Kapolres Suratno. (kmb38)
Suratno, S.IK. membenarkan telah terjadi kebakaran itu. Menurutnya, saat rumah itu terbakar kondisinya kosong, karena pemiliknya menginap di rumah kerabatnya di Kota Singaraja yang sehari-hari menjabat Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Korban meninggalkan rumahnya Kamis (2/5) lalu dengan menumpang ojek. Sebelum meninggalkan rumah, korban membersihkan sisa nasi yang dimasak menggunakan alat pemasak bertenaga listrik. Setelah itu, korban mengunci pintu dan meninggalkan rumahnya dalam kondisi kosong. “Korban membersihkan magic com yang digunakan memasak karena akan meninggalkan rumah. Setelah itu, korban pergi dan tadi pagi (Minggu 5/5), korban mendapat kabar rumahnya terbakar,” katanya. Menurut AKP Dwi Wirawan, dari keterangan korban, saksi dan pemerik-
saan di lapangan, pihaknya menduga kalau percikan api terjadi karena hubungan arus pendek listrik kabel yang tersambung ke alat memasak nasi di ruang dapur. Diduga, alat masak itu dalam keadaan kosong lalu dibiarkan masih tersambung listrik. Diduga alat itu panas, sehinga terjadi percikan api. Bahkan, di lokasi itu, pihaknya menemukan alat masak itu tidak jauh dari dapur dalam kondisi pecah. Magic com itu diduga meledak saat kejadian. Terkait berapa besar perkiraan kerugian, AKP Dwi Wirawan mengaku masih dihitung dan menunggu keterangan keluarga korban. “Penyebab pasti harus ada penyelidikan lab forensik. Tetapi korban tidak berkenan kita datangkan labfor, sehingga kasus ini belum bisa dipastikan apa pemicu kebakaran itu. Namun, baru kita duga karena korselting listrik di magic com,” jelasnya. (mud)
Ditinggal Menginap, Rumah Hangus Terbakar Peristiwa kebakaran mengejutkan warga Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Minggu (5/5) kemarin. Rumah milik Luh Suparmi (73) warga Banjar Dinas Kaja, Desa Busungbiu itu terbakar. Nahasnya, rumah itu diketahui terbakar setelah pemiliknya menginap di rumah kerabatnya di Kota Singaraja. Apakah sejatinya penyebab kebakaran rumah permanen saat ditinggal pemiliknya itu?
Bali Post/kmb38
RUMAH TERBAKAR - Ditinggal menginap ke rumah kerabat, rumah permanen di Desa Busungbiu terbakar Minggu (5/5) dini hari kemarin.
D A RI informasi yang dikumpulkan di lapangan, peristiwa kebakaran itu diketahui terjadi Minggu (5/5) dini hari, sekitar pukul 03.00 Wita. Pertama kali kebakaran itu diketahui saksi Nyoman Club (55) dan Nyoman Gogok (45), warga setempat. Keduanya tiba-tiba melihat ada percikan api di belakang rumah berukuran 10 x 12 m itu. Api dengan cepat membesar kemudian membakar perlengkapan rumah tangga dan bangunan rumah hingga menyisakan puing-puing kebakaran. Bahkan, api nyaris merembet ke bangunan terdekat dari lokasi kejadian.
Saat itu, saksi menghubungi pemilik rumah dan juga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Tidak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Pemadam Kebakaran Seririt tiba di lokasi. Sekitar 2,5 jam kemudian api akhirnya berhasil dipadamkan, sehingga kebakaran itu tidak sampai merembet ke bangunan lainnya. Namun, barang-barang termasuk perlengkapan rumah tangga di rumah itu tidak berhasil diselamatkan. Kapolsek Busungbiu AKP Made Agus Dwi Wirawan seizin Kapolres Buleleng AKBP
GIANYAR
Senin Umanis, 6 Mei 2019
9
”Perang Tipat” di Pura Masceti Desa Sayan
Wujud Rasa Syukur Atas Hasil Panen Melimpah WARGA menggelar tradisi perang tipat di Pura Masceti, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Minggu (5/5) kemarin. Tradisi yang melibatkan puluhan krama ini merupakan wujud rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh selama enam bulan. Tradisi ini diikuti dengan sangat antusias oleh krama yang berasal dari 10 subak di dua desa dinas dan empat desa pakraman di wilayah Ubud. Pakaseh Gede Pura Masceti I Ketut Jejel, S.H. didampingi Pamangku Pura Masceti Jero Mangku Made Ngastra mengatakan, tradisi ini diikuti krama subak dari Desa Sayan dan Desa Singakerta. Tradisi perang tipat dilaksanakan setiap enam bulan sekali, yaitu tiga hari pasca-nyineb piodalan di Pura Masceti. Tepatnya pada Redite Kliwon Watugunung, yang diawali dengan krama subak menghaturkan papranian sejak pagi hari. Papranian itu terdiri atas banten yang berisikan tipat kelanan. “Tradisi ini sebagai bentuk syukur krama subak karena selama enam bulan ini hasil panennya sangat memuaskan,” terangnya. Selama berlangsungnya tradisi ini, kata Jejel, krama subak biasanya menggunakan setengah dari tipat, yakni tiga dari enam tipat yang dipersembahkan. Sedangkan sisanya dibawa pulang. “Tiga tipat inilah yang digunakan untuk perang tipat,” jelasnya. Pamangku Pura Masceti Jero Mangku Made Ngastra menambahkan, tradisi perang tipat ini rutin dilaksanakan secara turun-temurun. Setiap enam bulan sekali pasti digelar, meskipun dengan jumlah krama yang tidak banyak. “Memang ada sejak dulu. Kalau tidak dilakukan, katanya akan ada hama dan kapiambeng (halangan) lainnya yang menimpa persawahan krama subak,” terangnya. Ngastra menambahkan, krama subak yang datang akan nunas ulam bawi atau daging babi yang dihaturkan pada masing-masing palinggih di persawahan. Prosesi ini dilakukan agar tumbuh benih padi yang akan ditanam, ataupun padi yang baru hidup dapat berbuah dengan baik tanpa musibah saat panen nanti. “Ini sebagai bentuk rasa syukur krama subak atas keberhasilan panennya, dengan harapan ke depan lebih baik lagi hasilnya,” tegasnya. (nik)
Bali Post/nik
PERANG TIPAT - Sejumlah krama subak mengikuti prosesi perang tipat di Pura Masceti Desa Sayan, Ubud, Minggu (5/5) kemarin.
Ratusan THL Dinas ”Prajuru” Adat Langgar Kode Etik Pemilu Satpol PP dan Damkar Kembali Diseleksi Gianyar (Bali Post) Persoalan Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Satpol PP dan Damkar Gianyar yang empat bulan tidak menerima gaji, merupakan persoalan pelik yang mendapat sorotan kalangan DPRD Gianyar. Ada kemungkinan para THL itu diseleksi kembali dengan melihat disiplin dan kinerjanya selama ini. Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Gianyar Made Watha yang baru menjabat mengaku segera menangani persoalan ini. Apabila proses ini bisa cepat, diperkirakan minggu ini ratusan THL di OPD itu bisa menerima gaji. “Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah cair (gaji THL - red). Uang sebenarnya sudah ada,” ujar Watha, Minggu (5/5) kemarin. Setelah mendapat perintah untuk memimpin OPD ini, kata Watha pihaknya langsung melakukan pengecekan persoalan gaji THL tersebut. Dari hasil penelusuran, ditemukan permasalahan teknis pada administrasi. “Ini hanya teknis administrasi saja, padahal uang sudah ada di DPA untuk menggaji mereka. Jadi, hanya masalah administrasi oleh pejabat sebelumnya, sehingga ada yang belum mendapat gaji,” katanya. Watha menambahkan, saat ini pihaknya mengacu pada THL yang masuk dalam data 2018 pada OPD itu. Dalam data tersebut tercatat ada 237 THL, jumlah itu terdiri dari petugas Satpol PP 125 THL dan petugas Damkar 112 THL. “Kami dapat data 2018, di sana juga tercatat mana yang rajin dan males,” ujarnya. Menurut Watha, data THL yang masih aktif ini akan diserahkan ke Bupati Gianyar. Dari data itu, tentu akan ada THL yang disisir, khususnya yang selama ini tidak dispilin dalam menjalankan tugas. “Sekarang dicek dulu, THL itu kontrak setahun. Kontrak diperbaharui, kalau anggaran memungkinkan, ya... diperpanjang. Tentunya mereka akan disisir lagi mana yang tidak disiplin, karena kita tolak ukurnya disiplin. Yang peniting kinerjanya kita evaluasi, ngapain memelihara orang malas,” tegasnya. Disinggung berapa jumlah THL yang masuk kategori malas sehingga terancam tidak diperpanjang kontraknya, Watha belum mau menjawab hal tersebut. Pihaknya akan menyerahkan kebijakan sepenuhnya kepada pimpinan. “Itu kewenangan pimpinan,” kilahnya. Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Gianyar Ngakan Ketut Putra mengaku sangat menyayangkan terkait pembiaran terhadap legalitias petugas di OPD tersebut. Terlebih di dinas itu yang bertugas adalah penegak perda dan penyelamat kebencanaan (damkar). “Berarti eksekutif sendiri yang lalai, karena mempekerjakan orang tanpa SK alias pegawai ilegal, “ keluhnya. Meskipun anggaran tak mencukupi, kata Ngakan Putra, eksekutif seharusnya sejak awal tahun melakukan penyesuaian. Namun kenyataannya, penyisipan pegawai baru terus terjadi dan saat membengkak, petugas yang sudah mengabdi lama ikut terperangkap dalam status yang tidak jelas ini. “Saat mentok seperti ini, baru ada istilah rasionalisasi. Kanapa tidak dari awal sehingga tidak ada kekecewaan pegawai yang terancam dirumahkan setelah empat bulan bekerja tanpa gaji,” katanya menyesalkan. Politisi asal Sampiang ini mengaku sudah berulangkali mengingatkan agar alur rekrutmen THL ini jelas. Diawali dengan kelayakan jumlah petugas THL di masing-masing OPD, kemudian dilaporkan oleh pimpinan OPD ke BKPSDM. Namun yang terjadi sekarang, BKPSDM tidak memiliki data jumlah THL di masing-masing OPD. “Seorang petinggi di ekskutif saja mengakui jika banyak ada pegawai yang belum jelas di Dinas Pol PP dan Damkar. Ini menunjukkan jika sistem birokrasi ini tidak jalan,” katanya mengkritisi. (kmb35)
Bawaslu Ajukan Rekomendasi ke KPU Gianyar (Bali Post) Pascamenetapkan Klian Dinas Banjar Badung melanggar UU Desa terkait surat keputusan paruman mendukung caleg tertentu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gianyar menetapkan tiga orang prajuru adat yang melanggar kode etik sebagai penyelenggara pemilu. Mereka meliputi Penyarikan, Bendesa Pakraman Badung, dan Klian Adat Banjar Badung. Bawaslu sudah mengajukan surat rekomendasi ke KPU Gianyar terkait pelanggaran kode etik ini. Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengatakan, tiga orang prajuru adat itu dipastikan melanggar kode etik dan perilaku penyelenggara pemilu, karena secara sadar tercantum namanya pada surat keputusan mendukung caleg tertentu pada pemilu serentak 17 April lalu. “Tidak hanya tiga prajuru adat, tapi juga klian dinas itu yang tercatat sebagai KPPS saat pemilu dipastikan melanggar kode etik,” kata Hartawan, Minggu (5/5) kemarin. Menurut Hartawan,
keputusan ini sudah sesuai hasil kajian yang didasarkan hasil konfirmasi dan pemeriksaan sejumlah saksi. Memang benar mereka secara sadar menandatangani surat keputusan tersebut. “Ini sudah sesuai hasil pemeriksaan yang kami lakukan sejak sepekan lalu, kemudian dirangkum dalam hasil kajian,” ujarnya. Berdasarkan kesimpulan hasil kajian tersebut, kata Hartawan, pihaknya lantas membuat surat rekomendasi terkait pelanggaran tersebut. Rekomendasi itu sudah dikirim ke Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Kabupaten Gianyar. “Surat rekomendasi sudah kami kirim ke KPU, lebih lanjut tindak lanjutnya di sana,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang pencobolosan pemilu serentak 2019 muncul surat berkop Desa Pakraman Badung, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Isinya mengimbau masyarakat desa untuk memenangkan paket satu jalur dari PDI-P. Yakni capres dan cawapres nomor 01, Caleg DPRRI Nyoman Parta, Caleg DPRD Provinsi Kadek Diana dan Caleg DPRD Kabupaten Wayan Suartana. Dalam surat itu tertulis, apabila tidak memilih caleg itu maka dikenakan sanksi Rp 7,5 juta. Surat tersebut diteken oleh empat pengurus desa. Yakni Penyarikan A.A. Gede Putra Suwela, Klian Dinas Made Suyantara, Klian Adat Ketut Murkiasa dan Bendesa Wayan Darmika. (kmb35)
Pasca-Insiden Warga Gantung Diri
Desa Pakraman Basangambu Gelar ”Caru Menawa Gempang” Gianyar (Bali Post) Krama Desa Pakraman Basangambu, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring menggelar upacara Caru Menawa Gempang, Minggu (5/5) kemarin. Ritual ini bertujuan untuk membersihkan atau pamayuh gumi karena ada warga melakukan ulah pati atau bunuh diri. Upacara Caru Menawa Gempang digelar pada areal catus pata agung desa pakraman setempat. Ritual ini digelar karena pada Januari 2019 ada salah satu warga di desa setempat gantung diri. Klian Banjar Adat I Wayan Warka mengatakan, pihaknya menganggap kasus gantung diri ini sebagai cuntaka gumi yang harus dibersihkan dengan menggelar upacara macaru. Caru Menawa Gempang ini hanya dilakukan saat ada kasus yang menimpa warganya yang meninggal akibat salah pati, seperti bunuh diri dengan cara gantung diri. “Upacara seperti ini hanya digelar saat ada warga yang
meninggal akibat ulah pati,” katanya. Meskipun kasusnya sudah terjadi pada Januari lalu, warga baru menggelar upacara kemarin. Hal ini dikerenakan sebelumnya warga menggelar upacara rutin di pura setempat serta upacara di Pura Besakih. “Upacara pacaruan ini menggunakan anjing bangbungkem, ayam bulu sikep, ngider buana, dengan sesajen bebangkit,” katanya. Upacara ini melibatkan krama Desa Pakraman Basangambu. Selain itu juga dilakukan persembahyangan bersama dengan di-puput Ida Peranda Dukuh Samiaga, Geria Penatih. “Harapan kami, tidak terjadi lagi kasus serupa yang menimpa warga kami,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga setempat I Made Arsana pada Januari lalu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sampai kini belum diketahui pasti penyebab pria tersebut melakukan aksi nekat tersebut. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MACARU - Krama Desa Pakraman Basangambu, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring menggelar upacara Caru Menawa Gempang, Minggu (5/5) kemarin.
Wabup Agung Mayun Buka Grandfinal Jegeg Bagus Gianyar 2019
MEMBUKA - Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun didampingi Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta, dan Plt. Kadis Pariwisata Gianyar A.A. Dalem Jagadita saat membuka Grandfinal Jegeg Bagus Gianyar 2019 di Balai Budaya Gianyar, Sabtu (4/5) malam.
WAKIL Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun didampingi Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta, dan Plt. Kadis Pariwisata Gianyar A.A. Dalem Jagadita membuka Grandfinal Jegeg Bagus Gianyar 2019 di Balai Budaya Gianyar, Sabtu (4/5) malam. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Dalem Jagadita mengatakan, setelah melewati berbagai seleksi, Ni Wayan Ayu Widyanita, Jegeg nomor urut 4 asal Kecamatan Sukawati dan Cokorda Gede Bagus Pradnyana Sanjaya, Bagus nomor urut 3 asal Kecamatan Gianyar, terpilih menjadi Jegeg dan Bagus Duta Pariwisata Kabupaten Gianyar 2019. Pemilihan Jegeg Bagus Gianyar 2019 bertema “Back to Nature” atau Kembali ke Alam.
Acara yang dimulai pukul 20.00 Wita ini diisi berbagai hiburan, seperti penampilan lawak Gek Kinclong dan Saplir. Acara ini dikemas spektakuler oleh Pemkab Gianyar bersama alumni Jegeg Bagus Gianyar hingga berakhir pukul 23.00 Wita. Seluruh kegiatan dilaksanakan atas kerja sama Jegeg Bagus Gianyar yang tergabung dalam Semeton Jegeg Bagus Gianyar (Sejebag). Terpilihnya Ni Wayan Ayu Widyanita dan Cokorda Gede Bagus Pradnyana Sanjaya menjadi Jegeg dan Bagus Gianyar 2019 setelah lolos berbagai tahapan seleksi serta dinilai maupun diputuskan dewan juri. Malam penjurian telah dilakukan, Kamis (2/5) lalu. Finalis Jegeg ataupun Bagus 2019 akan bertugas menyebarkan ser-
ta melestarikan pariwisata Gianyar. Sehingga, di samping menjadi ajang pelestarian budaya, ajang ini juga memilih Duta Kebupaten Gianyar di ajang yang sama ke tingkat provinsi. “Pada Awal seleksi hingga acara grandfinal, kedua finalis ini memang mampu menjawab pertanyaan dari dewan juri, mereka juga mampu menyisihkan 10 pasang finalis yang memiliki kemampuan yang baik,” ujar Dalem Jagadita. Acara grandfinal merupakan tahapan akhir seleksi Jegeg Bagus Gianyar 2019 dan memilih dua orang, seorang perempuan sebagai Jegeg dan seorang lelaki sebagai Bagus. Pasangan yang lolos telah mengikuti beberapa kali seleksi, seleksi pertama memilih 30 pasang dari 114 pendaftar di awal Januari. Selanjutnya
dilaksanakan seleksi memilih 20 pasang dengan sistem test tulis serta interview tentang pariwisata, ekonomi, seni budaya, sosial dan lingkungan. Selanjutnya dilaksanakan seleksi memilih 10 pasang finalis yang mengedepankan Smart, Charming dan Hospitable. Selanjutnya yang lolos sepuluh besar diberikan berbagai pembekalan, seperti sejarah pariwisata Gianyar, komunikasi dan public speaking, koreografi serta materi lain dan telah melalui proses penjurian beberapa waktu lalu. “Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Gianyar, Wakil Bupati Gianyar, DPRD Gianyar, sponsor, pembina, narasumber, dewan juri serta masyarakat Gianyar yang telah membantu kegiatan ini,” imbuhnya. Wakil Bupati Gianyar A.A.
Gde Mayun dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap, kegiatan ini bisa dijadikan media yang mampu melahirkan generasi muda yang berbudaya serta mampu menyosialisasikan potensi pariwisata Gianyar di kancah dunia. Apalagi kegiatan ini juga dihadiri Jegeg Bagus se-Bali serta duta pariwisata dari daerah lain. Hal itu seharusnya mampu dijadikan momentum mengenalkan Gianyar. Pembangunan Gianyar bukan hanya fisik semata, namun juga membangun sumber daya manusia, sehingga bisa bersaing di era global. “Saya ucapkan selamat kepada para pemenang. Ingatlah juara bukan tujuan, melainkan tugas. Saya juga berharap media ini bisa dijadikan ajang dalam membangun Gianyar di berbagai bidang,” ujarnya. (ad234)
JEMBRANA
10
Senin Umanis, 6 Mei 2019
SOSOK Jambu Budeng
SEJUMLAH buah asli Jembrana berpotensi menjadi produksi buah khas Bali Barat. Salah satunya yang potensial dan memiliki karakteristik adalah buah jambu Budeng. Bentuk buah yang khas dengan rasa manis dan daging buahnya yang tebal berwarna cokelat ini sangat mungkin untuk dikembangkan. Hanya, selama ini buah jambu ini hanya hidup dan berkembang di Desa Budeng Kecamatan Jembrana. “Sangat potensial dan karena spesifikasinya itu, jambu Budeng ini sangat layak untuk kita daftarkan ke pihak Kementerian Pertanian, jambu Budeng sedang tahap verifikasi. Kita ajukan jambu Budeng dan buyuk,“ kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Sutama belum lama ini. Karena spesifikasi yang spesial dimiliki buah jambu ini, Dinas Pertanian kata Sutama mengajukan buah ini untuk mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertanian RI. Selama ini untuk dikembangkan pohon buah jambu ini belum bisa hidup di daerah lain, karena tergantung kontur tanah dan iklim. Namun dengan berkembangnya teknologi khususnya dalam pertanian, bukan tidak mungkin buah jambu ini bisa berkembang di daerah lain di Jembrana, bahkan hingga luar Jembrana. Selain jambu Budeng, sebelumnya varietas buah yang telah tersertifikasi antara lain kawista dan salak gatri. Sertifikasi menurutnya sangat penting untuk melindungi varietas buah ini agar ke depan tidak diklaim tempat lain dan mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat lokal. (olo)
Bali Post/olo
PRA PLENO – Rapat pra pleno KPU Kabupaten di Hotel Jimbarwana kemarin. Beberapa permasalahan yang berpotensi muncul direkomendasikan Bawaslu untuk diperbaiki.
Pleno KPU Kabupaten di Gelar Hari Ini
Bawaslu Masih Dapati Permasalahan Daftar Pemilih I Wayan Sutama
Rentenir Tertipu Aksi Pinjam Uang Atas Nama Caleg Pelaku Diduga Timses
Negara (Bali Post) – Kasus penipuan dengan mencatut nama-nama calon legislatif (caleg) di Jembrana belakangan marak terjadi. Modusnya, para pelaku yang diduga jaringan penipuan ini mengaku caleg guna meminjam uang ke orang dengan bunga yang disepakati. Aksi ini akhirnya terbongkar pascapemilihan ketika rentenir tersebut mendatangi caleg bermaksud untuk menagih. Ternyata caleg yang telah pasti terpilih ini juga kaget, karena merasa tidak pernah meminjam. Dari informasi yang AKP Yogi Pramagita dihimpun, jaringan penipuan memanfaatkan perhelatan pileg ini menipu korbannya hingga ratusan juta rupiah. Korban beberapa kali didatangi orang yang mengaku tim sukses salah satu caleg dan meminta uang berkisar Rp 10 hingga Rp 20 juta selama masa kampanye. Hingga terakumulasi mencapai ratusan juta rupiah, termasuk bunga yang disepakati. Setelah pencoblosan dan diketahui caleg tersebut dipastikan lolos, pihak rentenir ini mendatangi caleg tersebut dengan maksud untuk menagih. Namun, betapa terkejutnya pemilik uang ini mendapati caleg ini tidak meminjam uang, apalagi mengutus tim sukses. Merasa tertipu, akhirnya rentenir ini melaporkan ke Polres Jembrana. Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yogi Pramagita dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari rentenir itu. Polisi, menurutnya, juga telah melakukan penyelidikan dan mengamankan terduga pelaku guna dimintai keterangan. “Masih kami lakukan penyelidikan,” tandas Yogi. (kmb26)
Negara (Bali Post) Pascapleno di masing-masing kecamatan rampung, Rapat Pleno Kabupaten akan digelar Senin (6/5) hari ini, di Hotel Jimbarwana. Sehari sebelum pelaksanaan, KPU Jembrana menyelenggarakan rapat pra-pleno, Minggu (5/5) kemarin. Dalam rapat pra-pleno tersebut, Bawaslu mendapati ada permasalahan data pemilih yang masih belum tuntas di tingkat kecamatan. Meskipun direkomendasikan untuk diperbaiki, permasalahan itu tidak memengaruhi suara hasil pemilu. Hanya berpotensi menjadi perdebatan saat pleno hari ini. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Minggu kemarin kepada wartawan mengataan, masalah data pemilih ini menurutnya adanya kesalahan memasukkan data pemilih. Misalnya di hampir seluruh kecamatan di Jembrana ini ada salah mencantumkan jumlah pemilih dalam daftar pemilih,
khususnya pada daftar pemilih khusus (DPK). “Ada pemilih yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), lantaran tak membawa form C6 atau undangan pemilih masuk dalam DPK. Memang tidak mengganggu perolehan suara. Tapi agar ini diperbaiki supaya di Provinsi clear,” ujar Pande.
Bawaslu hari ini menurutnya juga akan merekomendasikan permasalahan ini kepada KPU Jembrana. Sebab, sekecil apapun permasalahan di tingkat kabupaten harus dirampungkan di tingkat kabupaten. Terkait hal ini, Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengungkapkan pada rapat pleno tingkat kabupaten hari ini semua potensi masalah bisa diselesaikan. Termasuk juga terkait masalah data pemilih. Harapannya juga pada saat pleno tingkat provinsi tidak ada lagi permasalahan yang seharusnya sudah bisa diselesaikan di ditingkat kabupaten. Pengamanan Ketat Sementara itu, untuk pengamanan
jalannya Rapat Pleno Kabupaten di Hotel Jimbarwana hari ini, Polres Jembrana melakukan pengamanan ketat. Sekurangnya 200 personel dikerahkan di sekitar areal pelaksanaan rapat pleno dengan membagi empat zona. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko mengatakan, pengamanan yang dilakukan secara tertutup dan terbuka di empat zona yang dipetakan. Selain personel pengamanan, polisi juga mengerahkan sejumlah kendaraan pendukung pengamanan baik itu Water Cannon, pemadam kebakaran dan kendaraan escape bila sewaktu-waktu diperlukan. Zona terluar yang dilakukan penjagaan berada di luar areal Hotel Jimbarwana. (kmb26)
Sering Dilalui Truk Besar, Jalan Supratman Jembrana Hancur Negara (Bali Post) Jalan Supratman, Kelurahan Pendem Jembrana, belakangan ini kembali hancur. Selain sering kebanjiran jika musim hujan, jalan ini juga sering dilalui truk-truk besar menuju gudang sebuah perusahaan di jalan yang posisinya berada di pertengahan kota Negara ini. Hancurnya jalan ini membuat sejumlah warga Jalan Supratman Jembrana, Minggu (5/5) kemarin mengeluh. Warga mengatakan kalau jalan tersebut sering rusak meski diperbaiki karena kalau diperbaiki hanya tambal sulam. “Tidak diperbaiki secara maksimal. Perbaikan hanya ditambal begitu saja sehingga cepat rusak lagi. Bahkan kerusakan juga selalu di tempat yang sama pas di sebelah barat Grapari,” jelas seorang warga. Tidak hanya jalan trotoar di kawasan jalan itu juga sudah lama jebol dan tidak mendapat penanganan. “Padahal warga sudah sejak dulu
minta diperbaiki. Namun hingga kini belum ada perbaikan,” tandasnya. Made Andiyasa seorang warga kota Negara yang kerap melalui jalan itu berharap agar jalan tersebut mendapat penanganan karena itu ditengah perkotaan. Bahkan di tengah kota, trotoar katanya juga banyak yang jebol. Diharapkan kerusakan tersebut mendapat penanganan. Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin dikonfirmasi Minggu sore mengatakan, kerusakan jalan tersebut akibat sering dilalui truk kelebihan tonase, karena jalan itu langganan rusak. Pihaknya sudah berulangkali memperbaiki arena jalan kabupaten. Tapi kembali rusak karena kendaraan tonase lebih melintas. “Tapi dalam waktu dekat akan kami bahas dan akan diperbaiki dengan dana OP,” jelasnya. (kmb)
JALAN RUSAK - Kerusakan jalan yang terjadi di Jalan Sudirman Jembrana dan hingga saat ini belum ditangani.
Menengok Upaya SMP di Perbatasan Timur Jembrana Menata Lahan Luas di Tengah Keterbatasan
Bali Post/olo
PENATAAN – Wajah halaman di dalam areal SMP Negeri 2 Pekutatan di Gumbrih. Meskipun memiliki areal cukup luas, sekolah menata agar nyaman bagi siswa.
Menjadi salah satu sekolah lanjutan pertama di ujung Timur Kabupaten Jembrana, SMP Negeri 2 Pekutatan berupaya tak mau kalah dengan sekolah sederajat lainnya. Apalagi saat ini dengan sistem zonasi, semua sekolah berupaya agar sama. Menghilangkan sekat sekolah unggulan maupun tidak unggulan. Salah satunya bekerja keras menata lingkungan sekolah yang memiliki lahan luas agar menjadi sekolah yang nyaman untuk belajar.
PENERAPAN kedisiplinan, kebersihan serta kepedulian terhadap alam dan sesama ditanamkan kepada siswa melalui lingkungan sekolah. Dengan luas hampir dua hektar, sekolah yang menampung siswa di wilayah Desa Pangyangan, Gumbrih hingga Pekutatan ini menata lahan lingkungan sekolah memanfaatkan tanaman yang ada. Dengan lahan yang sangat luas, membutuhkan waktu dan tenaga untuk menjaga tetap bersih. Lahan yang sangat luas juga menjadikan sekolah yang menampung hingga 300 lebih murid ini belum menerapkan ruang kelas atau belajar bertingkat. “Lahan kita total sampai dua hektar, memang dari depan terlihat sempit. Tapi sebenarnya areal kami sangat luas, termasuk lapangan di sebelah ini kami kelola,” ujar Waka Humas SMPN 2 Pekutatan I Ketut Wiradana ditemui akhir pekan lalu. Meskipun sekolah ini berada jauh dari kota, namun penataan lahan tak kalah dengan sekolah lainnya. Bahkan sekolah sengaja menata dengan ornamen-ornamen barang
tak terpakai menjadi ornamen yang indah. Melalui kreasi memanfaatkan kayu bekas, botol-botol dan barang lainnya bahkan layak dijadikan spot berfoto. Di beberapa lokasi sekolah juga memajang tulisan imbauan maupun informasi tanaman yang ditujukan bagi siswa. “Prinsipnya agar siswa betah di lingkungan sekolah, karena mereka juga berkontribusi ikut menjaga kebersihan dan menata sekolah. Sehingga muncul rasa memiliki,” terangnya mewakili Kepala SMP N 2 Pekutatan I Made Dwiasa. Meskipun diakuinya ada beberapa gedung yang sudah mengalami kerusakan, seperti gedung BP dan lainnya, tetapi hal tersebut tidak dianggap menjadi permasalahan. Justru dengan lingkungan sekolah yang sehat, bersih dan tertata, kekurangan itu tertutupi. Sekolah ini kini juga telah menerapkan full day school. Khusus hari Jumat para siswa melakukan kegiatan diluar ruang kelas. Dengan sejumlah aktivitas ekstrakulikuler seperti kesenian, olahraga, membaca buku serta koran (literasi) dan kegiatan
lainnya memanfaatkan areal yang ada. Tanaman-tanaman produktif yang ada di sekitar sekolah, seperti Kelapa misalnya juga dimanfaatkan untuk pengelolaan lahan yang cukup luas. Hasil dari tanaman Kelapa, seperti buah dan daun digunakan biaya untuk pemeliharaan lapangan sepak bola yang cukup luas itu. Tanaman lain yang bermanfaat seperti tanaman obat dan buah-buahan juga banyak ditemui di sekitar areal sekolah. Penataan lahan yang asri ini mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Sekolah yang berada di ujung perbatasan Kabupaten itu tahun ini didapuk mewakili Kabupaten menjadi sekolah Layak Anak. Meraih predikat ini menurutnya tidak serta-merta diperoleh dengan mudah. Sebab, dengan luas areal yang cukup luas memerlukan pemeliharaan yang rutin dan disiplin. Apalagi sekolah hanya terbatas memiliki tenaga kebun atau penjaga sekolah. Sehingga partisipasi aktif dari seluruh penghuni sekolah sangat diperlukan. (olo)
KARANGASEM
Senin Umanis, 6 Mei 2019
11
Pleno Pemilu Tingkat Kabupaten
Dijaga Ratusan Personel, Dimonitor Tujuh CCTV
Amlapura (Bali Post) Proses rekapitulasi dan penghitungan perolehan suara pemilu dijaga ketat petugas kepolisian bersama TNI. Selain itu, juga dimonitor menggunakan tujuh CCTV (circuit close television) yang dipasang di berbagai sudut. Rekapitulasi suara tingkat kabupaten itu dilangsungkan di Vila Surgawi Ujung, Desa Tumbu, Karangasem, Minggu (5/5) kemarin. Model pengamanannya diseting berlapis. Itu dilakukan untuk menjamin agar pelaksanaan pleno berjalan aman dan lancar.
Bali Post/kmb41
JAGA KETAT - Petugas kepolisian melakukan pejagaan ketat saat mengamankan proses pleno tingkat kabupaten di Vila Surgawi Ujung, Minggu (5/5) kemarin.
Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom mengungkapkan, proses pengamanan pleno ini memang dijaga ketat dari petugas gabungan antara kepolisian dan TNI. Pengamanan berlapis itu diupayakan guna memastikan proses pengamanan pleno berjalan aman dan lancar. “Jumlah personel pengamanan yang dilibatkan 200 anggota kepolisian ditambah 30 personel TNI,” ujarnya. Ade Panji Anom menambahkan, model pengamanan didesain dengan skema ber-
lapis. Mulai dari pintu masuk ke Vila Surgawi Ujung hingga pintu masuk ruangan pleno dijaga ketat. Setiap orang yang hendak masuk ke ruang proses pleno diperiksa petugas menggunakan metal detector. Pengamanan melekat juga dilakukan terhadap Komisioner KPU dan Bawaslu Karangasem. Pengamanan melekat itu sangat penting agar memberikan kenyamanan terhadap penyelenggara pemilu. “Kita juga siapkan kendaraan barakuda, rantis, dan damkar. Alasannya, kami
mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Pengamaman yang diseting sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” katanya. Bahkan, untuk lebih menjamin pelaksanaan pleno ini, pihaknya memasang tujuh CCTV di sejumlah titik pelaksanaan pleno. Pemasangan CCTV itu agar penyelenggara pemilu selama proses pelaksanaan pleno dapat dipantau alias dimonitoring. “Dengan CCTV itu, kita bisa pantau jalannya pleno,” tegas Panji Anom. (kmb41)
Belakangan Ini Gunung Agung Kerap Erupsi Skala Besar
Warga Mulai Terbiasa, Enggan Tinggalkan Tanah Kelahiran Erupsi Gunung Agung belakangan ini masih kerap berlangsung. Realitasnya gunung tertinggi di Pulau Dewata ini masih sering mengeluarkan abu vulkanik bahkan skala besar. Erupsi yang terjadi menimbulkan lontaran lava pijar 3.000 meter dari puncak Gunung Agung. Kendati demikian, masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Agung itu tidak lagi sepanik ketika erupsi pada 2017 lalu. Kini, masyarakat mulai terbiasa menghadapi erupsi Gunung Agung yang masih terus ada potensi terus terjadi. Bagaimanakah reaksi warga atas erupsi yang relatif besar terjadi belakangan ini bahkan abu vulkanik terlontar 3.000 meter dari puncak Gunung Agung itu? GUNUNG Agung terakhir mengalami erupsi besar 4 April 2019 lalu. Bahkan saat ini, Giri Tohlangkir erupsi sebanyak dua kali sehari. Erupsi terbesar di Udaya Parwata itu terjadi pukul 18.56 wita dengan ketinggian kolom abu mencapai tiga kilometer dan lontaran lava pijar mengarah ke segala arah juga melebar tiga kilometer. Kondisi tersebut, memang sempat membuat puluhan warga di Dusun
Pucang, Desa Ban, Kubu dan warga Selat sempat mengungsi lantaran mereka merasa mengkhawatirkan erupsi Gunung Agung itu. Akan tetapi, keesokan harinya, semua warga justru sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Warga pun seperti tidak merasakan terjadi apa-apa. Sebab, warga seperti biasa kembali melakukan aktivitasnya. Pada Jumat (3/5) lalu, Gunung Agung kembali erupsi.
Namun, skalanya lebih kecil. Dengan ketinggian kolom abu 500 meter. Lontaran lava pijarnya saat itu mencapai 500 meter. Erupsi yang terjadi tak membuat masyarakat bergeming. Warga tetap tenang dan menjalankan aktivitasnya secara normal. Kadus Temukus I Wayan Sudiana mengatakan, jarak permukiman warganya dengan Gunung Agung memang sangat dekat sekitar empat kilometer. Saat terjadi erupsi besar 4 April 2019 lalu, memang dari Temukus sangat jelas terlihat lontaran lava pijar menyala di puncak Gunung Agung itu. Kendati demikian, warganya sama sekali tidak ada yang mengungsi. Ketika awalawal Gunung Agung erupsi, 2017 lalu, setiap Gunung Agung erupsi warganya selalu waswas. Bahkan, mereka pergi mengamankan diri ke tempat yang jaraknya cukup jauh. Namun sekarang ini, warganya sudah terbiasa dengan kondisi erupsi itu. Kendati erupsi besar seperti waktu ini, warganya masih
tetap bertahan di rumah masing-masing. “Kala 2017, dua tahun lalu, memang ada sedikit rasa takut. Rasanya melihat lontaran lava pijar itu di atas kepala saja. Namun, trauma warga waktu itu, sudah tidak ada lagi sekarang ini,’’ ujar Wayan Sudiana. Karena warga relatif tidak takut, maka semua masyarakat enggan meninggalkan tanah kelahirannya. Warga tetap bertahan. Mereka tidak memilih untuk mengungsi ke tempat jauh. ‘’Aktivitas warga juga tetap berjalan normal. Sebab sekarang ini, warga sudah terbiasa dengan erupsi itu. Sehingga warga tidak cepat panik ketika terjadi erupsi,” ujar Sudiana. Kepala PVMBG Kasbani menjelaskan, status Gunung Agung masih di level III (Siaga - red) ini namun potensi erupsi masih berpeluang terjadi. Hanya, kapan terjadi erupsinya itu sama sekali tidak bisa diprediksi. Semua itu tergantung gunungnya. Kendati demikian, warga tidak usah khawatir.
Radius bahaya itu masih empat kilometer. Jadi, warga di luar radius itu tidak usah khawatir bila gunung itu kembali erupsi.
”Kita hanya imbau tidak ada aktivitas di radius empat kilometer. Termasuk aktivitas pendakian tegas kami tidak perbolehkan.
Sebab, sangat berbahaya. Warga di luar empat kilomter tetap dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” jelas Kasbani. (nan)
Bali Post/nan
AKTIVITAS - Warga saat melakukan aktivitas di lahan pertaniannya di tengah Gunung Agung masih mengalami erupsi.
KLUNGKUNG
12
Bupati Suwirta Dipercaya Jadi Pembicara Forum KTR Kawasan Indonesia Timur
BERKAT komitmennya dalam menegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan tingginya tingkat kepatuhan penerapan kawasan tanpa rokok, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kembali didaulat sebagai pembicara dalam forum antirokok. Kali ini, Bupati Suwirta menjadi narasumber pada pertemuan wali kota/bupati dalam rangka implementasi kawasan tanpa rokok dan pengaturan iklan dan promosi rokok di kawasan timur Indonesia bertempat di Hotel Arsana, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (3/5) lalu. Di sana, Bupati Suwirta mendapat apresiasi atas komitmen dan dampak yang dihasilkan, berkat konsistensinya menerapkan Perda KTR. Kegiatan yang diprakarsai oleh Hasanuddin Contact ini, melibatkan 20 kepala daerah kabupaten/wali kota se-kawasan Indonesia Timur. Sementara itu, Direktur Hasanuddin Contact Prof. Dr. dr. H. M. Alimin Maidi, MPH. mengatakan kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari tanggal 3 - 4 Mei. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempercepat implementasi KTR dan pengaturan iklan dan promosi rokok di daerah sesuai kewenangan masing-masing. Selain itu, juga untuk memberikan pelatihan penyusunan draf KTR dan pengaturan iklan dan promosi rokok kepada 20 bupati/wali kota terpilih sekawasan timur Indonesia. Dalam paparannya, Bupati Suwirta mengingatkan ada beberapa poin terpenting da-
lam penerapan Perda KTR. Salah satunya adalah kepala daerah harus memiliki komitmen untuk menyosialisasikan, melaksanakan, mengawasi dan menegakkan aturan tentang kawasan tanpa rokok. Kepala daerah dan aparat hendaknya mampu menjadi contoh, sebelum melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap pelanggar perda. Selain itu, pihaknya juga memiliki strategi dalam menerapkan KTR di Klungkung. Salah satunya dengan komunikasi persuasif lewat adat dan kegiatan-kegiatan hiburan. Beberapa waktu lalu, Bupati Suwirta bahkan melakukan sosialisasi dan deklarasi tanpa rokok di tengah-tengah acara Festival Semarapura IV yang baru saja ditutup. “Lakukan komunikasi dari
hati ke hati. Sehingga eksekusi perdanya bisa tanpa melakukan hukuman. Untuk itu, pendekatan tidak merokok tak selalu harus menggunakan cara kekerasan. Tetapi tentu bisa menggunakan pendekatan adat, persuasif komunikasi dan media hiburan,” ujarnya. Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok sering mendapat perhatian khusus dalam penerapannya. Ini tidak terlepas dari dampak dari rokok dirasakan sudah kian membahayakan generasi muda. Sehingga Pemkab Klungkung komitmen untuk selalu menegakkan aturan ini dan berusaha terus menyosialisasikannya, agar semakin dipahami dan disadari oleh masyarakat, terhadap bahaya rokok bagi kesehatan. (ad220)
PEMBICARA - Bupati Suwirta saat menjadi pembicara dalam forum KTR. Dia dipercaya sebagai pembicara atas komitmennya sebagai kepala daerah mengawal Perda KTR.
Raker Satpol PP Bali
Implementasi Perda Tegas, Klungkung Jadi Contoh di Bali PEMKAB Klungkung menjadi perhatian banyak pihak saat menunjukkan ketegasan dalam penerapan perda. Misalnya Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum, serta Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Sepak terjang penegakan perda itu, membuat Satpol PP Provinsi Bali khusus menggelar rapat kerja di Pemkab Klungkung, Minggu (5/5) kemarin. Kasat Pol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, Satpol PP sebagai aparat yang menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat harus bersikap proaktif mencermati gelagat dinamika di wilayahnya. Ini demi menjaga stabilitas ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, tentu atas dasar perda di setiap daerah. Ketegasan Satpol PP tentu akan mampu menjaga citra wibawa pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Panca Wira Satya Polisi Pamong Praja. “Dalam penegakan perda, tentu harus mengutamakan tindak yang bersifat edukatif dan persuasif,” katanya. Ada 75 orang yang berasal dari semua pejabat struktural
Kasus Pengadaan Tanah Gedung Perbekel Selat
Lima Orang Saksi Diperiksa Semarapura (Bali Post) Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan tanah gedung baru Perbekel Desa Selat, Klungkung, kembali dilanjutkan Polda Bali. Unit 3 Ditreskrimsus Polda Bali kembali melakukan pemeriksaan lima orang saksi. Salah satunya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Keluarga Berencana Wayan Suteja juga ikut dipanggil untuk dimintai keterangan di aula Polsek Klungkung, belum lama ini.
Proses pemeriksaan dipimpin langsung Kanit 1 Kompol I Gede Arianta. Saat dihubungi Minggu (5/5) kemarin, proses pemeriksaan itu dikatakan sudah dilakukan pada dua orang saksi dari Pemdes (Pemerintah Desa), dua orang dari Inspektorat, dan satu orang dari Pjs. Perbekel Desa Selat. Mereka diperiksa untuk mendalami peran masing-masing, sampai muncul informasi ada dugaan mark-up harga tanah dari hasil penjualan tanah untuk pembangunan gedung per-
bekel baru tersebut. “Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Seluruh keterangan saksi akan dipelajari dulu. Saat ini masih tahap penyelidikan. Belum ada penetapan status tersangka,” kata Arianta sebagai Ketua Tim Penyelidik kasus ini. Sementara apa hasil penggalian yang dilakukan pada masing-masing saksi, juga enggan dibeberkan. Pihaknya menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Di sisi lain, Kepala Dinas
Senin Umanis, 6 Mei 2019
Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Keluarga Berencana Wayan Suteja, Minggu kemarin, mengakui sempat dimintai keterangan oleh penyidik Unit 3 Ditreskrimsus Polda Bali di aula Polsek Klungkung. Dia mengaku banyak ditanya pada seputar proses pengadaan tanahnya. Saat itu, dia mengaku proses pengadaan tanah tersebut sudah masuk ke dalam APBDes Selat. Pelaksanaannya juga dikatakan sesuai dengan Peraturan Bupati Klungkung. (kmb31)
di lingkungan Satuan Polisi PP se-Provinsi Bali hadir dalam rapat kerja tersebut. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta yang dikenal tegas dalam penegakan perda, kembali dipercaya memberikan penjelasan dalam penerapan perda di Klungkung bersama Bendesa Agung MUDP Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesa, Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnu Murti, M.Si. Bupati Suwirta mengingatkan akan pentingnya komit-
men pemimpin daerah sendiri dalam penegakan sebuah perda. Menurutnya, kepala daerah dan aparat harus mampu menjadi contoh. Sehingga masyarakat turut serta dan mau menaati perda yang diberlakukan. Selain itu perform atau penampilan para aparat harus dijaga tetap bersih, rapi dengan postur tubuh yang proporsional. Sehingga memberikan kesan tegas, berwibawa dan humanis dalam melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat.
RAKER - Bupati Suwirta bersama jajaran Satpol PP se-Bali, usai raker di Klungkung.
Sejak memasuki tahun 2019, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta membuat gebrakan khusus soal penegakan perda. Langkah tegasnya itu mendapat apresiasi banyak pihak, karena dinilai lugas, tegas, dan berani di depan mengawal penerapan regulasi perda yang sudah disepakati. Guna memaksimalkan penerapan perda, pihaknya juga rutin melakukan evaluasi. Seluruh perda ini diterapkan total di Bumi Serombotan. Terutama soal KTR dan penataan toko swalayan berjaringan yang dinilai sempat menimbulkan kontroversi. Bupati Suwirta meminta pihak terkait, seperti Tim Yustisi melaporkan semua hasil kinerjanya dan terus melakukan monitoring ke semua perda serta mengambil tindakan lebih lanjut supaya perda itu tidak mati suri. Bupati Suwirta menginginkan, ada atau tidaknya bupati dalam proses penertiban, Tim Yustisi tetap konsisten mengawal total penerapan perda ini, agar semakin disadari dan dipatuhi oleh masyarakat. Tidak hanya kepada Tim Yustisi, kepada dinas terkait, pihaknya juga meminta harus melaporkan hasil implementasi dari penerapan perda tersebut. (ad235)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Umanis, 6 Mei 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Bag.Gdng,AdmbsComp&srbtn Sari Dana V/8 Hub.087860180816
Dcr Karyawan/wati resto 17-25 th,SMA/SMK, H.0823-5935-2500
Dcr Karyawan:1 Officer Gj. awal 2,5Jt, 2 Driver Gj. awal 1,9Jt, 1 Satpam Gj .awal 1,8Jt,1Helper Equipment Gj. awal 1,5Jt, 2 Pembantu RT Gj. awal 1,5Jt++,uang mkn,trip fee, BPJS Kesehatan + Ketenagakerjaan,THR. Hub .0361772920 Taman Griya Jimbaran
B.BP.001.05.19.0000219
Dicari: Salesman / Girl pglmn Gaji 3Jt,Transport,Komisi, Bonus Hub: 087761391444 B.BP.001.04.19.0000613
BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.04.19.0000994
Dcr 2 Orang Pria,Sales/Gudang Farmasi,SMA,Jujur,Pnya Mtr,Lam ke PT.BKS Jl.Bungtomo V/14 Dps B.BP.001.05.19.0000191
B.BP.001.04.19.0001111
B.BP.001.05.19.0000215
Dcr Mekanik dan Office Boy Tmtn SMA/SMK Lmrn dibawa ke : PT Ultranindo Sedayu Telp.(0361) 8476144/8447020 B.BP.001.05.19.0000199
Dcr PRT Wnt Tggl Dlm srius Jujur Gj.2 jt Telp.087762800029 B.BP.001.05.19.0000217
Dcr DW Kitchen/Cook Helper Min SMK/SMA CV lkp,PuriCendana Resort Smnyak732947/081212886674
B.BP.001.05.19.0000157
Perush Spa membutuhkan terapis pria, siap untuk di training, max.35 tahun, pengalaman tdk diutamakan dan Reception yang sudah berpengalaman, maksimal 35 tahun, bs Bhs. Inggris, computer skill, bisa email. Minat, Hub. Jari Menari, Phone 0361-736740 or email ke jarimenari@jarimenari.com B.BP.004.05.19.0000014
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Looking for 2 night Security staff with correct English to supervise 3 plots of villas. Start at 7 pm to 4 am. Please call 081238321945
B.BP.004.05.19.0000211
DIJUAL MOTOR HONDA
Promo Honda Scoopy DP650Rb Sj bs sd 5thn.Syrt hny KTP+KK,KTP Luar Bali bisa! H.082146934890 B.BP.001.05.19.0000195
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
Dijual Rumah Lt 2, Minimalis 1,2Are Hub. Redy 087861894614 B.BP.001.05.19.0000194
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
DICARI TANAH
BUC!Rmh Mrh Lt2,Tnh 3,5A Loks Jln Antasura IV DPS.Harga Nego Hub:081239332525/087860030403
Dijual Murah 3,6M Kavling SHM 480m2 Taman Griya Jimbaran Nusa Dua.Hub Rini 08119707272
Dcr Tnh lok.Negara,Karangasem Hub:0811388438
B.BP.001.05.19.0000190
Butuh Uang Cepat. Rumah 3 are 5Kmt 5KM lokasi Jl.TukadPetanu Gg.Belibis No.23 Dps Harga 2,2 nego. Hub.Pemilik 081239366902
B.BP.004.05.19.0000225
PROPERTY DIJUAL TANAH
PROPERTY
Informasi pasang iklan Telepon
Djl Tnh 92A daerah Tangguntiti Tbn.Hub:Pak Ketut 081353004000
Tnh 5A,2,5A,1,25A,1,5A Jl.Pekutatan Lestari Snr, 081933005184 B.BP.001.05.19.0000218
Tnh kavling 1 are, Jl.Juwetsari Pamogan Hub.085100888379 B.BP.004.05.19.0000221
PROPERTY DIJUAL RUKO
Tanah 1,75are Jl. Aspal Lok.Premium Sanur 081805828222 Murah
Dijual Ruko Mertanadi Kuta Bdg DP 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub:085792654757/081805374433
BIRO JASA
SERVICE
B.BP.001.05.19.0000107
B.BP.001.05.19.0000141
B.BP.001.05.19.0000198
B.BP.004.04.19.0000943
B.BP.004.04.19.0000562
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.05.19.0000204
KEHILANGAN Telah Hilang BPKB Motor Beat DK 6694 ZN a/n Made Sutarmi Hub 085935161731 B.BP.159.05.19.0000197
Telah Hilang IMB Asli No.1199 Th 2005 An.Nyoman Sedana B.BP.001.04.19.0000128
SERVICE
BALI JAYA TEKNIK KULKAS M. CUCI FREZZER W.HEATER
Service panggilan BERGARANSI
082331838863 C.0000936-SRV
BIRO JASA
SERVICE
RUPA-RUPA
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
BANGLI
14 ’’Sharing’’ Tata Kelola Pemerintahan
Wabup Sedana Arta Pimpin Forkompinda Kunker ke Kota Medan
KUNKER - Wabup Sedana Arta berfoto bersama saat memimpin Forkompinda Kabupaten Bangli melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kota Medan, Kamis (2/5). DALAM rangka menambah wawasan tata kelola pemerintahan dan pembangunan meliputi bidang sosial politik, keamanan dan ketertiban umum serta pelayanan masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Bangli yang dipimpin langsung Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (2/5). Kunker juga diikuti beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bangli. Kedatangan rombongan Forkompinda di Pemkot Medan diterima Kasubag Ketatausahaan Pemkot Medan Afan Marwaji mewakili Wakil Wali Kota Ir. H. Akhyar Nasution. Dalam sambutannya, Afan menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan Forkompinda Kabupaten Bangli. Dipaparkan bahwa Kota Medan yang memiliki
semboyan “Medan Rumah Kita” dan visi menjadi Kota Masa Depan yang Multikultural, Berdaya Saing, Humanis, Sejahtera dan Religius, terdiri atas 21 kecamatan dengan luas wilayah 26.510 km. Jumlah penduduk mencapai 2.210.624 orang. Kota Medan selama ini dikenal dengan nama Tanah Deli. Keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4.000 Ha. Beberapa sungai melintasi Kota Medan dan semuanya bermuara ke Selat Malaka. Sungaisungai itu yakni Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra, Sei Belawan, dan Sei Sulang Saling/Sei Kera. Secara sekilas dijelaskan tentang sejarah Kota Medan. Pada mulanya yang membuka perkampungan Medan adalah Guru Patimpus lokasinya terletak di Tanah Deli. Sejak zaman penjajahan orang selalu merangkaikan Medan dengan Deli (Medan–Deli). Setelah zaman kemerdekaan lama-
kelamaan istilah Medan Deli secara berangsur-angsur lenyap sehingga akhirnya kurang populer. Dahulu orang menamakan Tanah Deli mulai dari Sungai Ular (Deli Serdang) sampai ke Sungai Wampu di Langkat. “Sedangkan Kesultanan Deli yang berkuasa pada waktu itu, wilayah kekuasaannya tidak mencakup daerah di antara kedua sungai tersebut,” jelasnya. Diakui Afan, dahulu Kota Medan terkenal kota terkotor. Namun berkat pendekatan, masyarakat secara perlahan sadar dan bekerja keras untuk menjaga lingkungan hingga berhasil meraih piagam Adipura. Keberhasilan itu juga tidak lepas dari penyelenggaraan tata ruang kota yang konsisten serta didukung oleh ketersediaan infrastruktur dan utilitas kota yang semakin modern dan berkelanjutan. Mengenai pelayanan administrasi kependudukan, selama ini dilaksanakan dengan kebijakan meningkatkan efisiensi melalui deregulasi dan debirokratisasi. Sekaligus penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif termasuk pengembangan kreativitas dan inovasi daerah guna meningkatkan kemampuan kompetitif serta komparatif daerah dan penerapan sistem pengelolaan barang daerah dengan sistem oneline. Sementara itu, Wakil Bupati Bangli berterima kasih atas penerimaan Pemkot Medan. Diharapkan, kunjungan kerja ini bermanfaat bagi kedua daerah dengan saling sharing pengalaman, pengelolaan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Bangli khususnya, nantinya akan lebih maju. (ad233)
Senin Umanis, 6 Mei 2019
Pendidikan Bermutu Kunci Kesejahteraan Masyarakat
Bangli (Bali Post) -
Pendidikan merupakan kunci pembangunan sebuah bangsa. Daya saing suatu bangsa sangat bergantung pada penyelenggaraan pendidikannya yaitu pendidikan yang dapat mewujudkan sumber daya manusia (SDM) bermutu. Oleh sebab itu, kunci pembangunan sumber daya manusia adalah melalui penyelenggaraan pendidikan bermutu. Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli Prof. Wayan Lasmawan saat ditemui usai rapat evaluasi pelaksanaan UNBK dan sinkronisasi penerimaan siswa baru di Bangli, belum lama ini. Dikatakan Lasmawan, manakala SDM yang dimiliki telah lahir melalui proses pendidikan yang bermutu, maka tingkat kesejahteraan masyarakat bisa dipastikan akan meningkat dan ketersebarannya menjadi merata. “Karena secara hukum alam, tidak ada manusia yang cerdas akan merelakan dirinya kelaparan dan miskin, mengingat dia memiliki kecerdasan untuk mengelola dan menjadikan hidupnya lebih baik dengan kompetensi yang dimilikinya,” kata Guru Besar Undiksha tersebut. Karena itu, lanjut Lasmawan, jika ingin menjadikan masyarakat Bangli sejahtera, maka bisa dimulai dengan membangun dunia pendidikan dari hulu sampai hilir yang bermutu dengan semangat yadnya. Maka dapat dipastikan kesejahteraan dan keadilan pada sektor lainnya akan mengiringi. Wakil Rektor Bidang Administrasi, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Undiksha ini mengatakan, di era disrupsi saat ini sebagai dampak dari Revolusi 4.0, upaya pembangunan pendidikan yang bermutu tidak boleh lagi disandarkan pada wa-
cana dan strategi kebijakan semata, melainkan wajib hukumnya diwujudkan dalam realitas dari sub-komponen terkecil sampai pada level supra sistem pendidikan itu sendiri. Untuk memenangkan persaingan, para penyelenggara pendidikan setidaknya mempunyai sikap kompetitif dalam menjalankan tugas kelembagaannya, karena selama ini salah satu komponen yang melemahkan capaian mutu pendidikan adalah pada sektor tata kelolanya. “Terkait hal itu, para pemimpin atau decision maker perlu melakukan analisis kebutuhan peserta didik serta memetakan kecenderungan dan kekuatan persaingan, menetapkan standar mutu, dan merumuskan tuntutan kebutuhan dan kecenderungan lingkungan dalam sebuah formula yang bersesuaian dengan grand values dan tagihan dinamika zaman kekinian,” terangnya. Ia menambahkan bahwa analisis kebutuhan yang dilakukan pada dimensi pembangunan pendidikan, harus bersifat faktual dan terukur. Itu sebabnya, analisis kebutuhan belajar atau pendidikan mestinya didasarkan atas perhitungan tentang potensi yang ada, permasalahan yang terjadi, tendensi zaman, dan tuntutan perubahan serta tantangan masa depan. Daya saing yang dimaksud pada konteks ini adalah bagaimana upaya lembaga pendidikan memper-
siapkan masa depan peserta didiknya di tengah kompleksitas tantangan zaman, terutama menjawab kompleksitas masalah di era Industri 4.0. Terkait dengan langkahlangkah strategis untuk merealisasikan upaya pengokohan kualitas lembaga pendidikan sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan daya saing, pria kelahiran Desa Bonyoh Kintamani ini merekomendasikan beberapa langkah strategis di antaranya, pertama, memastikan bahwa lebih dari setengah komponen organisasi mengandung keunggulan bersaing (SDM), sumber dana, sarana dan prasarana belajar, visi, misi, program, strategi, jaringan dan kerja sama, kepemimpinan, daya dukung masyarakat dan sebagainya. Kedua, selalu memperbarui misi, program, dan strategi yang dianggap tidak
sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, kritis terhadap berbagai strategi yang diterapkan dan peka terhadap strategi baru yang diterapkan oleh para pesaing. Keempat, berorientasi pada kepuasan pengguna layanan jasa pendidikan. Kelima, selalu berada pada waktu yang tepat, bersama orang yang tepat, dan di tempat yang tepat. Keenam, efisien dalam menggunakan waktu, tenaga, pikiran, dan dana, sehingga dapat melakukan langkah-langkah strategis dalam melakukan tugas. “Karena pendidikan bermutu lahir dari good planning system, dengan materi dan management system and leadership yang baik dengan komponen pendidikan yang bermutu,” ujar Sekretaris Jenderal Forum Wakil Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia itu. terangn y a . (kmb40)
OLAHRAGA
Senin Umanis, 6 Mei 2019
15
Dua Gelar dari Selandia Baru
Wellington – Tim bulu tangkis Indonesia merebut dua gelar juara dalam turnamen Selandia Baru Terbuka 2019 yang berakhir Minggu (5/5) kemarin. Titel itu dihasilkan pemain tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Jonatan mempersembahkan gelar juara usai mengalahkan Ng Ka Long Angus (Hongkong) dengan skor 2112, 21-13 di final. Hasil ini memperbaiki pencapaian Jonatan pada kejuaraan tahun lalu saat menjadi runner-up setelah ditundukkan Lin Dan (Tiongkok). Sementara Hendra/Ahsan mengatasi perlawanan Hiroyuki Endo/ Yuta Watanabe (Jepang) 2022, 21-15, 21-17. Jonatan tampil baik di laga final. Permainannya rapi dan cenderung minim kesalahan sendiri. Hal ini membuat Ng Ka tak dapat mengembangkan permainannya dan banyak melakukan kesalahan beruntun. ‘’Saya melihat kondisi kaki lawan sepertinya tidak enak kalau diajak lari. Jadi, saya sengaja membuat dia lari ke sudut lapangan. Saya juga
tak mau buru-buru menyerang,’’ jelas Jonatan yang kini duduk di peringkat sembilan dunia, dikutip dari badmintonindonesia.org Kemenangan itu tak hanya menjadi bekal bagi Jonatan untuk berada di jajaran atas peringkat dunia tunggal putra, tetapi juga memperbaiki rekor pertemuannya dengan Ng Ka. Dua pertemuan pertama berhasil dimenangkan Jonatan, namun Ng Ka unggul dalam empat laga lainnya. Indonesia menempatkan tiga wakil di final. Akan tetapi ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal mempersembahkan g e l a r setelah ditaklukkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia) dengan skor dramatis 14-21, 21-16, 27-29. (ant/kmb)
Piala Indonesia
Bali United Tersingkir Cikarang (Bali Post) –
Bali United harus mengakui keunggulan tuan rumah Persija Jakarta dengan skor 0-1 pada laga kedua babak delapan besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Minggu (5/5) malam kemarin. Kekalahan ini membuat tim Serdadu Teridatu tersingkir, sebaliknya tim Macan Kemayoran lolos ke semifinal. Bali United tersisih akibat gol tandang (agregat 2-2). Tim asuhan pelatih Stefano ‘’Teco’’ Cugurra tak mampu mencetak gol di kandang lawan, sedangkan Persija membuat satu gol saat kalah 1-2 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar pada laga pertama pekan lalu. Gol tunggal kemenangan Persija dihasilkan bek veteran
PEGANG Gelandang Bali United Paulo Sergio dipegang pemain Persija Sandi Darma Sute pada laga di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (5/5) kemarin.
Enam Tim Susul ke Delapan Besar Denpasar (Bali Post) Enam tim menyusul melaju ke babak delapan besar turnamen sepak bola memperebutkan Piala Menpora U-14 putaran Provinsi Bali yang digelar di sejumlah lapangan di Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar dan Kota Denpasar, Sabtu (5/5). Keenam kontestan itu masing-masing Putra Mumbul, Mandala United, Guntur Paradise, Putra Tresna Celuk, Porba Batubulan dan Bali United. Mereka mengikuti langkah Perst Tabanan Generation A dan Putra Angkasa Kapal yang lolos lebih dulu. Ketua Panpel Gede Made Anom Prenatha di Denpas-
ar, Minggu (6/5) kemarin, menyatakan kedelapan tim yang lolos akan diundi lagi kemudian dibagi ke dalam dua grup. Selanjutnya kedelapan kontestan melakoni laga dengan sistem setengah kompetisi. Tim juara dan runner-up grup meladeni peringkat kedua dan ranking pertama grup lainnya. Babak delapan besar akan digelar di Denpasar pada Juni nanti. Selama menjalani babak penyisihan putaran Provinsi Bali, durasi pertandingan 2 x 25 menit plus istirahat 5 menit. Tim juara Bali berhak berlaga pada putaran nasional di Solo pada 25-30 Agustus mendatang. (022)
Ismed Sofyan dari titik penalti pada menit ke-58. Bali United juga kehilangan bek sayap kanan I Made Andhika Wijaya pada injury time babak kedua akibat akumulasi kartu kuning. Hukuman kedua diperolehnya setelah menjatuhkan Rico Simajuntak di luar kotak penalti yang membuat Bali United mendapat hukuman tendangan bebas. Agresif Di awal babak pertama, Bali United yang dipimpin kapten tim Stefano Lilipaly lebih dulu mendapat tekanan dari tuan
Liverpool Tekan City London – Liverpool bangkit kembali dari pukulan keras oleh Barcelona di Liga Champions. Si Merah menjaga perburuan gelar Liga Utama Inggris tetap hidup berkat kemenangan 3-2 atas tuan rumah Newcastle, Minggu (5/5) dini hari kemarin. Tambahan tiga poin membawa Liverpool kembali ke puncak klasemen dan meningkatkan tekanan pada juara bertahan Manchester City yang menjamu Leicester pada Selasa besok. Dalam laga lainnya, Tottenham Hotspur dipermalukan tuan rumah Bournemouth 1-0. Liverpool kini mengumpulkan poin 94 hasil 37 kali tampil diikuti City (92), Tottenham (70), Chelsea (68), Arsenal (66) dan Manchester United (65) di posisi keenam. Manajer Liverpool Juergen Klopp mengatakan para pe-
mainnya telah membuktikan kemampuannya tampil di bawah tekanan sepanjang musim. ‘’Anak-anak itu benarbenar terbakar. Ketika Anda berada dalam perlombaan dan melihat bisa memenangkannya, Anda tidak lelah, begitulah. Kami sangat ambisius. Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah mengalahkan Newcastle dan itu sungguh sulit,’’ ujarnya. Dia bersikeras bahwa para pemainnya dalam suasana hati yang positif dan memiliki kekuatan mental untuk pulih guna memenangkan gelar Liga Inggris pertama sejak 1990. ‘’Tidak ada masalah, tentu saja kami harus membuktikannya lagi. Tetapi kami tidak harus menjemput pemain Barcelona dan memberi mereka pelukan,’’ tambah Klopp. Gol-gol Liverpool ke gawang Newcastle dihasilkan Virgil van Dijk pada menit ke-
13, Mohamed Salah (28) dan Origi (86). Liga Jerman Pelatih Borussia Dortmund Lucien Favre membela kiper Roman Buerki setelah membuang keunggulan dua gol untuk imbang 2-2 dengan Werder Bremen, sehingga meninggalkan Bayern Munich di ambang gelar Bundesliga ketujuh berturut-turut. ‘’Saya tidak akan berbicara tentang Roman. Apa pun yang terjadi, dia memiliki musim yang fantastis dan telah menyelamatkan kami banyak poin di masa lalu,’’ ungkapnya kepada Sky. Kesalahan Buerki dan gol Claudio Pizarro mengakhiri tantangan Dortmund kepada Bayern dalam perebutan juara. Dalam laga lainnya, Franck Ribery dan Arjen Robben yang kembali dari cedera membantu Bayern meraih kemenangan 3-1 atas klub
Senin, 6 Mei 2019 Bali Post/Ist
LAGA - Laga Mandala United melawan Guntur Paradise.
Publik Indonesia Dari Hal. 1 Dibanding Gardner yang terlihat bisa berdiri usai crash, Dimas Ekky sempat membuat publik Indonesia khawatir karena terlihat pingsan di tengah lintasan. Tetapi kenyataannya saat di medical center, malah Remy Gardner yang mengalami cedera parah. Remy Gardner dinyatakan men-
galami gegar otak karena crash ini. Dimas Ekky sendiri dinyatakan tidak mengalami cedera cukup serius. Hanya ada sedikit cedera di engkel kaki Dimas Ekky yang dilindas oleh Bezzecchi. ‘’Pembalap nomor 20 Dimas Ekky Pratama telah dinyatakan fit usai menjalani pemeriksaan medis,’’ demikian pernyataan resmi MotoGP. (kmb33)
05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah Mapedagingan Ngenteg Linggih lan Nila Pati (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Krishna Karna 08:000 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Yowana Magz Jawara Pencak Silat 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:00 Wita Seputar Bali Terkini
10:05 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita
Lejel Home Shopping Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Karya Mamungkah Mapedagingan Ngenteg Linggih lan Nila Pati (4) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Klip Bali Yowana Live Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Yowana Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Taman Sari Sanggar Tari Guntur Madu (3)
17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Sansekerta Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Diabemed Taksu Ketut Sudarsana, Pelestarian Seni Sastra Bali Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Rarung Duta, Desa Pakraman Pemogan (1) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV
rumah Persija yang harus memenangkan laga untuk lolos ke babak berikutnya. Namun, solidnya kuartet Willian Pacheco, Leonard Tupamahu, Andhika dan Ricky Fajrin di lini pertahanan Bali United mampu meredam serangan-serangan tim Macan Kemayoran. Setelah 15 menit laga berjalan, para pemain Bali United mulai mampu menguasai permainan dan keluar dari tekanan tuan rumah. Agresivitas punggawa Serdadu Tridatu pun mulai terlihat. Pada menit ke-24, tim Bali United mendapat peluang emas. Berawal dari penetrasi Lilipaly di pertahanan Persija dan dilanjutkan dengan umpan terukur ke kotak penalti yang disambut sundulan Fadil Sausu. Akan tetapi masih ada pemain lawan di dalam kotak penalti yang menghalau bola. Pada menit ke-26 Persija mendapat peluang emas setelah Novri Setiawan berhadapan langsung dengan Wawan Hendrawan, namun kiper Bali United ini secara gemilang sukses menepis bola. Sepuluh menit kemudian peluang diperoleh Persija lewat aksi Riko Simanjuntak, tetapi tendangan kerasnya dari sudut sempit tidak menemui sasaran. Sampai babak pertama usai, skor imbang tanpa gol tetap bertahan. Bali United mengikuti jejak Bhayangkara FC dan Persib Bandung yang lebih dulu tersingkir dari babak delapan besar Piala Indonesia. Bhayangkara disisihkan PSM Makassar, sedangkan Persib dihentikan Borneo FC. (kmb)
papan bawah Hanover. Bayern kini unggul empat poin atas Dortmund dalam liga yang tinggal menyisakan dua pertandingan. Liga Prancis Perjalanan Paris SaintGermain yang suram akhirakhir ini di Ligue 1 berlanjut ketika Edinson Cavani gagal mengeksekusi penalti sehingga PSG menuai hasil imbang 1-1 atas tamunya Nice. Gol PSG dibuat Neymar dari titik putih. PSG yang mempertahankan gelar liga dua minggu lalu, hanya memenangi satu dari enam pertandingan liga terakhir setelah kalah dari Manchester United di Liga Champions pada Maret lalu. PSG takluk 2-3 dari Mont-
pellier tengah pekan, kalah adu penalti di final Piala Prancis dan striker Kylian Mbappe dilarang tampil tiga kali menyusul tekel kerasnya pada pemain Rennes. ‘’Ini adalah periode yang aneh. Kami memenangkan liga sangat awal, namun memainkan permainan ini seolah-olah pertandingan persahabatan,’’ jelas pelatih PSG Thomas Tuchel. Barcelona yang sudah merebut juara La Liga Spanyol ditaklukkan tuan rumah Celta Vigo 0-2 dan peringkat kedua Atletico Madrid dipermalukan 0-3 oleh Espanyol. Inter Milan kehilangan kesempatan mengamankan posisi ketiga Serie A Liga Italia setelah ditahan tanpa gol oleh Udinese. (afp/kmb)
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Senin Umanis, 6 Mei 2019
DPR Ajak Kedua Kubu Hentikan Kegaduhan Politik Jakarta (Bali Post) – Bulan puasa dipandang sebagai momentum tepat bagi kedua kubu yang bersaing dalam pemilihan presiden untuk melakukan rekonsiliasi. Untuk itu, kedua kubu diajak untuk menghentikan kegaduhan politik yang masih saja terus mengemuka pascapencoblosan 17 April lalu. Kegaduhan dinilai akan mengurangi kesakralan bulan Ramadan. Bali Post/kmb40
PLENO - Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat kabupaten, Minggu (5/5) kemarin.
Partisipasi Pemilih di Bangli Capai 86,64 Persen
Jokowi-Ma’ruf Kantongi 149.453 Suara
Bangli (Bali Post) KPU Bangli menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilu 2019 tingkat kabupaten, Minggu (5/5) kemarin. Pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dengan perolehan 149.453 suara. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi 8.938 suara. Dari pantauan kemarin, rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan berjalan lancar, tanpa adanya protes atau keberatan dari saksi-saksi. Hanya sempat ada pencermatan kembali yang dilakukan terhadap jumlah DPT di beberapa TPS. Berdasarkan hasil rapat pleno kemarin, secara rinci perolehan suara paslon capres/cawapres nomor urut 01 di Kecamatan Susut sebanyak 29.039 suara, Bangli 32.867 suara, Tembuku 25.356 suara dan Kintamani 62.191 suara. Sementara paslon capres/cawapres nomor urut 02 di Kecamatan Susut meraup 1.797 suara, Kecamatan Bangli 1.930 suara, Kecamatan Tembuku 1.432 suara, dan Kintamani 3.779 suara. Total jumlah suara sah tercatat 158.391 suara, sementara suara tidak sah 5.622 suara. Dalam pemilu tahun ini, dari 189.690 orang jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya tercatat 164.013 orang. Jumlah pemilih disabilitas yang menggunakan hak pilihnya 69 orang. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan mengatakan dalam Pemilu 2019 ini, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Bangli meningkat dibandingkan pemilu lima tahun lalu. Dalam pemilu kali ini, angka partisipasi pemilih di Kabupaten Bangli mencapai 86,64 persen. Naik dari Pemilu 2014 yang hanya 84,4 persen. Menurutnya, naiknya angka partisipasi pemilih disebabkan karena pemilu kali ini digelar bersamaan antara pemilihan presiden/wakil presiden dengan pemilihan legislatif. Banyak pihak yang berperan sehingga animo masyarakat untuk datang memilih ke TPS meningkat. (kmb40)
Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (5/5) kemarin. Politisi dari Partai Golkar ini mengajak masing-masing kubu kekuatan politik untuk menghentikan kegaduhan selama Ramadan dan hendaknya menjadikan bulan suci ini sebagai momentum pemulihan hubungan baik antarkomunitas yang selama ini berseberangan karena beda sentimen politik. ‘’Pemulihan hubungan baik itu hendaknya diawali dengan kesadaran bersama untuk berhenti menyemburkan ujaran kebencian, berhenti saling tuduh, berhenti saling ancam dan tidak lagi
membuat pernyataan provokatif,’’ kata Bambang. Dia menilai selama Ramadan, semua kekuatan politik harus peduli dan menghormati masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa masyarakat fokus dan khusyuk. Karena itu, dia mengatakan, ruang publik hendaknya bersih dari segala sesuatu yang berpotensi mengganggu atau merusak kesakralan bulan suci Ramadan. ‘’Dua pekan lebih setelah pemungutan suara Pemilu 2019, sebagian masyarakat merasa tidak nyaman, karena ruang publik masih terasa sangat bising,’’ ujarnya. Kebisingan itu, menurutnya, dilontarkan kedua kubu yang paling berkepentingan
dengan hasil penghitungan suara pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), misalnya isu tentang kecurangan terus diembuskan kedua kubu. Politisi Partai Golkar ini mengatakan, kebisingan itu memancing perhatian sebagian publik, ada yang menanggapinya dengan sikap biasa-biasa saja. ‘’Namun tidak sedikit juga yang terpancing emosinya. Perilaku emosional yang dipertontonkan, kendati hanya dengan pernyataan yang provokatif, tidak pelak membuat beberapa kalangan cemas atau khawatir,’’ ujarnya. Bambang mengatakan, di kalangan akar rumput sempat tergoda menyoal isu people power yang diwa-
Pleno Lima KPU Kabupaten
Partisipasi Pemilih Diperkirakan Melebihi Pilkada Bali
Luh Putu Sri Widyastini
Bali Post/ist
Denpasar (Bali Post) Setelah pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan berakhir 4 Mei lalu, empat kabupaten dari delapan kabupaten/kota di Bali, Minggu (5/5) kemarin melakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara. Di antaranya KPU Tabanan, KPU Bangli, KPU Klungkung, KPU Karangasem dan KPU Buleleng. Sementara sisanya, KPU Badung, KPU Denpasar, dan KPU Gianyar akan melaksanakan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pada Senin (6/5) hari ini. Sementara pantauan dari hasil pleno lima KPU kabupaten dan 57 kecamatan, tampaknya tingkat
Dari Gerakan Pungut Sampah Plastik Ukm Yogi Bentuk Bank Sampah
Made Yogi Arya Dwiputra (31), pria asli Pedungan, ini tidak hanya bergerak mengumpulkan sampah plastik, tetapi juga melakukan aksi nyata menangani sampah plastik. Yogi mulai memberdayakan masyarakat untuk mengumpulkan sampah di bank sampahnya. Upaya ini mulai dilakukan sejak 2018. Bank sampah ini beroperasi layaknya sebuah bank di mana masyarakat bisa menukarkan sampah plastiknya dengan tabungan uang dan juga meminjam uang. Ia mengajak masyarakat untuk menabung sampah di bank sampah yang ia beri nama Bina Lulu Sejahtera. Mulanya, pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini bersama kawankawannya mengampanyekan pengurangan penggunaan sampah plastik dengan melakukan aksi pungut sampah plastik.
Aksi ini berlanjut hingga mengundang banyak simpatisan terutama kalangan anak muda untuk bergabung. Berbagai komunitas dan organisasi peduli lingkungan ia ikut di dalamnya. Bahkan gerakan masif peduli sampah plastik yang ia lakukan dulu sempat menjadi viral. Namun belakangan ia mulai berpikir untuk melakukan wujud nyata pengurangan penggunaan sampah plastik dengan memberdayakan masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik di bank sampahnya. Bank sampah merupakan gerakan yang sudah cukup lama digaungkan. Namun di bank sampah ini, ia menyelipkan manfaat kesehatan di dalam menabung sampah, mengingat jaminan kesehatan sangat diperlukan di era sekarang. Sebelumnya ia telah memi-
canakan kalangan tertentu dan perbincangan tentang itu bermunculan karena ‘’perang’’ pernyataan atau saling tuduh tentang kecurangan Pemilu 2019 tidak pernah reda. Menurutnya, para tokoh masyarakat sudah menggemakan imbauan agar saling tuduh itu tidak diteruskan, namun imbauan itu seperti dianggap angin lalu saja. ‘’Karena itu, bulan suci Ramadan patut untuk dijadikan momentum bagi semua kekuatan politik untuk menahan diri dan membantu masyarakat di berbagai daerah mewujudkan pemulihan hubungan baik antarkomunitas,’’ katanya. (ant)
liki koperasi yang diberi nama Koperasi Bina Sejahtera, berdiri sejak tujuh tahun lalu. Namun kepeduliannya terhadap lingkungan, membulatkan tekadnya untuk melakukan aksi nyata dengan membuat bank sampah. Prinsip bank sampahnya hampir sama dengan koperasi yang dimiliki. Namun yang ditukar di bank sampah adalah sampah plastik. Sehingga masyarakat tertarik untuk mengumpulkan dan memilah sampah plastik kemudian bisa ditukar dalam bentuk tabungan uang dan jaminan kesehatan. Ia bekerja sama dengan Klinik Medika Pedungan. Nasabah bank sampahnya yang ikut program jaminan kesehatan akan memiliki tabungan dan kartu keluarga sehat yang dapat digunakan berobat di klinik tersebut. Selain itu, nasabah juga bisa
meminjam kredit dengan plafon maksimal Rp 3.000.000, namun harus memiliki tabungan 10 persen dari jumlah pinjaman yang diinginkan. Konsep bank benar–benar ia terapkan di Bank Sampah Bina Lulu Sejahtera. Sampah plastik dibedakan menjadi dua jenis yaitu botol biru senilai Rp 2.500 per kg dan botol bening senilai Rp 3.000 per kg. Selanjutnya gerakan mengumpulkan dan memilah sampah plastik ini juga ia tularkan ke sekolah–sekolah. Respons anak– anak sekolah pun cukup positif. Lokasi bank sampah itu ada di daerah Denpasar Selatan yang notabene banyak pengepul barang bekas, termasuk sampah plastik. Dengan demikian setidaknya ia dapat berkontribusi dalam pengurangan sampah plastik di Denpasar Selatan. (kmb42)
partisipasi masyarakat Bali yang mempunyai hak pilih pada Pemilu 2019 mengalami peningkatan dari partisipasi pemilih saat Pilkada Bali 2018. Pada Pilkada Bali 2018, partisipasi pemilih mencapai 71,96 persen. Sedangkan untuk Pemilu 17 April 2019, partisipasi pemilih diperkirakan mencapai 78 persen. Sementara itu, Divisi Teknis Penyelenggara KPU Provinsi Bali Luh Putu Sri Widyastini mengatakan, saat ini penghitungan rekapitulasi suara baru dilakukan di tingkat kabupaten dan kota, yang sesuai jadwal memang tanggal 5 dan 6 Mei 2019. Sedangkan untuk rapat pleno KPU Bali rencananya pada
tanggal 8, 9, 10 Mei 2019. ‘’Pastinya kita masih menunggu hasil rekap di kabupaten dulu,’’ katanya. Terkait dengan partisipasi pemilih, jika dilihat dari hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan memang diprediksi mengalami kenaikan dari partisipasi saat Pilkada Bali. Angkanya diperkirakan sampai 78 - 80 persen lebih. Artinya, tingkat golputnya diperkirakan kecil. Namun berapa pastinya, masih menunggu hasil rekapitulasi kabupaten. ‘’Saat ini penghitungan suara tingkat kabupaten sedang berlangsung selama dua hari, setelah itu baru penghitungan dilakukan di Provinsi Bali,’’ katanya. (kmb16)