terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
8 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 222 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Paing, 6 April 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Produksi Disinfektan Berbahan Arak
Kasus Kriminalitas Turun Drastis
Penanganan Berkelanjutan Covid-19
Inovasi Polda Bali bekerja sama dengan Unud untuk membuat hand sanitizer dan disinfektan menggunakan bahan arak Bali, mendapat apresiasi sejumlah pihak. Bahkan, apresiasi juga datang dari Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian.
Sejak wabah Covid-19 melanda, kasus tindak pidana yang terjadi di Kabupaten Badung, khususnya Badung Tengah dan Utara, turun drastis. Badung | HAL. 3
Berbagai sektor di Jembrana sudah melakukan penanggulangan Covid-19. Kali ini, penanganan juga dilakukan dengan penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan menambah tenaga surveilans.
Denpasar | HAL. 2
Jembrana | HAL. 4
Satgas Tinjau Pelabuhan Gilimanuk
Pendatang dari Daerah Terjangkit Langsung Di-’’rapid Test’’
MENINJAU - Sekda Provinsi Bali yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Bupati Jembrana Putu Artha saat melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (4/4).
Pikirkan Masyarakat Miskin Baru Denpasar (Bali Post) Jika kondisi akibat wabah Covid-19 terus memburuk hingga berubahnya status menjadi darurat sipil, masyarakat yang bekerja di sektor informal yang akan paling terdampak. Oleh karena itu, desa adat harus berperan besar melindungi masyarakatnya. Untuk itu, kesiapan desa adat menjadi pertanyaan. Akademisi Universitas Udayana (Unud) sekaligus Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Bangli I Made Sarjana, S.P., M.Sc. mengatakan, leadership desa adat sangat dibutuhkan. Desa adat harus peka terhadap situasi ini. Penundaan kegiatan adat yang terkadang membebani masyarakat juga perlu dipikirkan guna mengurangi tekanan masyarakat. Dari sisi pemenuhan pangan, ia menilai desa adat akan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat desa. Mengingat, mata pencaharian masyarakat desa adat mayoritas petani. ‘’Desa adat yang masih memiliki lahan pertanian atau sawah akan lebih siap menghadapi situasi terburuk dari dampak Covid-19 ini, sehingga lumbung pangan ada di desa,’’ kata Sarjana, belum lama ini. Namun, katanya, tidak semua desa adat memiliki lahan untuk menanam bahan pangan, sehingga kebutuhan logistiknya dipasok dari luar Bali. Karakter desa ini perlu mendapat perhatian.
Sarjana menambahkan, permasalahan pertanian Bali berupa tindakan pascapanen yang belum baik harus dipikirkan. Pasokan bahan pangan dari luar Bali harus dipastikan distribusi logistik lancar dari luar Bali jika terjadi darurat sipil. Sarjana menambahkan, desa adat dapat menggunakan anggaran dana desa adat, misalnya untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat miskin di desanya. Desa yang memiliki masyarakat miskin sejak dulu dengan kartu miskin akan menjadi bertambah jumlahnya dengan adanya masyarakat miskin baru. Ditegaskan, kelesuan ekonomi global telah berdampak pada pekerja yang dirumahkan, sehingga pendapatan berkurang bahkan tidak ada. ‘’Penduduk ini bisa saja masuk masyarakat miskin baru yang juga perlu dibantu desa adat. Hanya perlu payung hukum yang pasti agar manajemen desa adat dapat menggunakan wewenangnya dengan leluasa untuk membantu masyarakat desa,’’ ujarnya. Hal. 7 Penanganan Situasi Darurat
OPINI
Ekonomi Bali dan Perencanaan Daerah 2021 Oleh: I Wayan Ramantha
VIRUS Corona telah mengubah seluruh belahan dunia. Tidak saja pada aspek kesehatan, tetapi pada banyak aspek, termasuk aspek ekonomi. Tidak ada satu pun indikator ekonomi yang bisa lepas dari gangguan situasi seperti sekarang ini. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, ketimpangan pendapatan, keseimbangan neraca perdagangan, nilai tukar mata uang dan indikator lainnya, pasti akan terganggu. Hal. 7 Tiga Skenario
P ENGA W A S AN d a n pemeriksaan pendatang di Pelabuhan Gilimanuk terus dipertebal dan diperkuat. Ini lantaran pelabuhan yang menghubungkan Bali dengan Pulau Jawa itu termasuk pintu utama, sehingga memiliki risiko yang besar terkait penyebaran Covid-19. Untuk menyelaraskan SOP penanganan dan pengawasan pendatang di Pelabuhan Gilimanuk, Sekda Provinsi Bali yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Sabtu (4/4). Langkah ini sekaligus untuk melihat langsung penanganan para pendatang dari luar yang masuk ke Bali. ‘’Saya tahu Bapak Bupati (Jembrana - red) beserta jajaran sudah berupaya keras untuk melakukan pengawasan pendatang terkait penanganan Covid-19 di sini, dan setelah kita lihat penanganan-
nya secara langsung sudah ada garansi bahwa mereka yang masuk ke Bali ini sudah benar-benar clear dan betulbetul sehat,’’ ujarnya. Menurut Dewa Indra, semua orang yang melewati Pelabuhan Gilimanuk wajib dites suhu tubuhnya dan jika di atas normal maka akan langsung diisolasi di ruangan khusus oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, untuk selanjutnya akan menjalani rapid test. Begitupun dengan pendatang yang berasal dari daerah terjangkit seperti Jakarta atau Jawa Barat akan langsung diarahkan untuk melakukan rapid test. ‘’Meskipun secara regulasi atau prosedur tidak diwajibkan namun rapid test kepada mereka yang berisiko adalah kebijakan dari Satgas untuk menekan penyebaran Covid-19,’’ jelasnya sembari menyatakan akan terus memasok alat untuk rapid test ke pintu-pintu masuk Bali. Kedatangannya ke Pelabu-
han Gilimanuk, lanjut Dewa Indra, juga untuk memberikan dukungan moril kepada para petugas yang bekerja keras secara bergiliran selama 24 jam penuh. Yakni menyeleksi masyarakat yang masuk ke Bali melalui pelabuhan. ‘’Petugas yang bekerja di lapangan tentu lelah dan semoga kehadiran Satgas Provinsi bisa memompa semangat, memberikan dukungan kepada mereka yang bertugas,’’ harap birokrat asal Pemaron, Buleleng ini. Meskipun telah menerapkan SOP yang ketat, Sekda Dewa Indra yang juga didampingi Bupati Jembrana Putu Artha serta Kadis Kesehatan
Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya tersebut juga mengevaluasi keadaan petugas di lapangan yang masih butuh dukungan masker dan alat untuk rapid test. Pada saat yang sama diserahkan pula bantuan dari Satgas Provinsi yakni 1.000 buah masker serta poster panduan mencuci tangan kepada Bupati Jembrana, yang selanjutnya diserahkan kepada petugas di Pelabuhan Gilimanuk. ‘’Selain itu, Satgas juga akan menambah perangkat cuci tangan portabel dan akan kita serahkan segera agar bisa secepatnya dipergunakan,’’ tegasnya. Hal. 7 Menekan Penyebaran
’’Meskipun secara regulasi atau prosedur tidak diwajibkan, namun rapid test kepada mereka yang berisiko adalah kebijakan dari Satgas untuk menekan penyebaran Covid-19.’’ Dewa Made Indra
Saatnya Desa Adat Jadi ’’Panglima Perang’’
Denpasar (Bali Post) – Langkah memutus rantai penyebaran wabah Covid-19 di Bali belum menunjukkan keseriusan. Meski instruksi Gubernur telah dikeluarkan, nyatanya implementasi masih setengah hati. Pintu masuk Bali masih setengah terbuka, pengawasan mereka yang berpotensi menyebarkan virus juga masih belum jelas. Untuk lebih serius, maka saatya desa adat diberikan ruang lebih luas bahkan jika perlu dijadikan ‘’panglima perang’’ dalam menghadapi persebaran virus.
Pengamat ekonomi Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si. mengatakan, apabila darurat sipil diberlakukan di Bali akibat penyebaran Covid-19 yang semakin meluas, maka saatnya desa adat sebagai benteng terakhir pertahanan Bali menjadi ‘’panglima perang’’ menghadapi virus ini. Apalagi, selama ini desa adat sudah berhasil sebagai benteng dalam menjaga budaya, dan adat Bali. Oleh karena itu, saat ini desa adat harus tampil
di depan untuk menyelamatkan krama Bali dari virus Corona. Caranya, masing-masing desa adat melakukan semacam ‘’nyepi desa’’ selama 14 hari. Karena, krama adat dipastikan akan tunduk dengan adat. ‘’Dalam konteks ini, paruman desa adat jauh lebih bertaring daripada surat imbauan dari pemerintah,” ujar Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Undiksha ini. Hal. 7 Melaksanakan Arahan
’’Yang wajib kita laksanakan sekarang adalah mematuhi anjuran pemerintah dan secara bersamasama melawan virus Corona ini.’’
’’Saatnya bendesa adat berani membuat keputusan. Sementara lupakan dana yang dimiliki untuk pembangunan fisik. Utamakan untuk kebutuhan pokok krama adat.’’
Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M.
Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.
Desa Adat Mampu Mandiri Kasus Covid-19 Meningkat
Denpasar (Bali Post) April ini diperkirakan menjadi puncak wabah Covid-19. Oleh karena itu, desa adat tempat masyarakat komunal itu tinggal dapat menjadi andalan tempat berlindung. Karena desa adat memiliki LPD, lembaga keuangan masyarakat desa. Akademisi dari Undiknas Prof. Dr. I Made Kembar Sri Budhi mengatakan, dalam kondisi sangat darurat, LPD dapat mem-back-up keperluan-keperluan masyarakat secara selektif untuk dapat bertahan hidup melalui bantuan pangan. LPD tidak hanya dapat memberikan keringanan kredit pada masyarakat adat, tetapi juga dapat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat tidak mampu. ‘’LPD dapat menggunakan dana sosialnya, tidak hanya berupa keringanan kredit tetapi juga membantu penyediaan pangan bagi masyarakat tidak mampu,’’ ujar Kembar Sri Budhi, Minggu (5/4) kemarin.
Dalam kondisi sangat darurat, ia berharap empati LPD sebagai sumber pendapatan dana masyarakat secara umum dapat membantu. Desa adat memang memiliki ketahanan dan kemandirian ekonomi, tetapi juga perlu back-up oleh pemerintah daerah terutama dalam hal otonomi yang lebih luas agar otonomi yang dimiliki memiliki payung hukum. Jika wabah Covid-19 dampaknya semakin luas hingga menyebabkan dilakukan isolasi besar-besaran, sementara masyarakat perlu makan setiap hari, maka awig-awig atau pararem akan digunakan untuk menerapkan konsep asah, asih dan asuh yaitu memberikan subsidi silang. ‘’Selain di-back-up pemda, desa akan mengambil jurus subsidi silang. Masyarakat yang mampu memberikan bantuan pada masyarakat yang tidak mampu,’’ jelasnya. Hal. 7 Petakan Distribusi Logistik
Wajib Gunakan Masker
’’Selain di-back-up pemda, desa akan mengambil jurus subsidi silang. Masyarakat yang mampu memberikan bantuan pada masyarakat yang tidak mampu.’’ Prof. Dr. I Made Kembar Sri Budhi
KASUS Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Hal ini menimbulkan keprihatinan bersama. Semua elemen diminta untuk bersatu dan bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam teleconference, Minggu (5/4) kemarin. ‘’Menjadi keprihatinan kita bersama karena kasus terus bertambah. Hingga hari ini pukul 12.00 tercatat 2.273 kasus positif. Kasus yang sembuh 164, sedangkan yang meninggal dunia 198,’’ ujarnya. Yurianto mengingatkan berbagai upaya pencegahan yang bisa dilakukan, di antaranya rajin mencuci tangan dengan sabun dan kurangi menyentuh wajah dengan tangan. Selain itu, jika beraktivitas di luar rumah, sebaiknya menggunakan masker. ‘’WHO sudah merekomendasikan masker untuk semua. Masker bedah dan masker N95 hanya untuk tim medis. Masyarakat pakai masker biasa atau masker kain yang bisa dicuci. Jangan pakai masker kain lebih dari 4 jam. Cuci dengan sabun. Kita tidak pernah tahu, di luar banyak potensi. Kuncinya, diam di rumah. Tunda bepergian, tunda bertemu teman atau kerabat. Gunakan alat komunikasi untuk silaturahmi,’’ tegas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI ini. Hal. 7 Tambahan Lima Pasien
Senin Paing, 6 April 2020
Gerakan 10 Ribu Masker K3S Kota Denpasar
Dukung Pencegahan Covid-19, Siap Distribusikan ke 50 Pasar
Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra
Wartawan Profesional Diusulkan Dapat Fasilitas JPS
MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Johnny G. Plate, berjanji menyampaikan usulan untuk memberikan stimulus pada perusahaan pers, berupa subsidi pembelian bahan baku (kertas) dan atau langkah pemberian keringanan pajak kepada pemerintah (c.q. Menteri Keuangan RI). Khususnya kepada media cetak di daerah yang kian terpuruk akibat naiknya dolar AS. Kondisi ini memicu kenaikan harga kertas, di lain pihak perusahaan pers juga menghadapi menurunnya pendapatan dari iklan dan berkurangnya pembeli/pembaca serta naiknya biaya operasional. Janji tersebut disampaikan Johnny G .Plate dalam video conference dengan Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Pimpinan Redaksi Media Nasional, Jumat (3/4) malam. Dewan Pers langsung dipimpin Wakil Ketua Hendry CH Bangun dan hadir pula Dr. Agus Sudibyo. Ketua Dewan Pers Prof. Mohammad Nuh berhalangan hadir. Pernyatan media Sumut, sebagaimana diberitakan Serikat Perusahaan Pers (SPS)-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama pimpinan media di Sumatera Utara, Rabu (1/4) lalu melalui pernyataan bersama menyampaikan harapan agar pemerintah tidak mengabaikan pers. Sebab, dalam situasi pandemi virus Corona, media cetak di Sumatera Utara terancam tutup alias berhenti beroperasi. Terkait hal itu, SPS-PWI dan pimpinan media di Sumatera Utara mengharapkan pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap keberlangsungan media cetak di daerah, karena akibat berkurangnya pendapatan iklan dan tergerusnya oplah, sangat memberatkan semua media cetak di Sumatera Utara. Apalagi dari kucuran dana digelontorkan pemerintah senilai Rp 405,1 triliun untuk menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia, namun tidak ada termasuk pe-
kerja dan media yang juga ikut merasakan pahitnya beroperasi di tengah pandemi Corona ini. Terkait hal itu pula sehingga Dewan Pers berinisiatif melakukan video conference bersama Menkominfo RI dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Pimpinan Redaksi Media Nasional. Sementara itu, Menkominfo Johnny G. Plate juga mengharapkan agar media membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar kondisi kembali seperti sediakala. Sebab, kata Johnny, bila terus menyebar kehidupan bangsa akan makin sulit, rakyat kesulitan dan imbasnya pada semua, termasuk juga media. Hendry CH Bangun dari Dewan Pers dalam kesempatan itu juga menyampaikan harapan agar pemerintah memasukkan wartawan dalam kelompok masyarakat yang mendapat fasilitas Jaringan Pengaman Sosial (JPS). Khususnya wartawan profesional (yang telah tersertifikasi) dari media di daerah. Dalam kesempatan itu Dewan Pers dan Kementerian Kominfo RI menyepakati mendorong pemerintah daerah untuk dapat berkontribusi dalam perlindungan kerja wartawan melalui bantuan alat perlindungan diri (APD) bagi wartawan yang bertugas, khususnya yang meliput Covid-19 dan event terkait. “Perang terhadap Covid-19 ini membutuhkan peran serta media dalam menyajikan informasi yang layak dipercaya. Media selayaknya menjadi rumah penjernih informasi bagi publik. Informasi media tidak selalu selaras dengan informasi resmi pemerintah, karenanya diperlukan proses saling mengecek dan menguatkan,” ujar Wakil Ketua Dewan Pers ini. Media massa, katanya, telah menunjukkan peran aktif dalam membantu memerangi Covid-19 dan akan terus melanjutkan partisipasi sampai Indonesia terbebas dari virus ini. “Dewan Pers akan senantiasa mendorong upaya ini,” imbuhnya. (r)
SELURUH lapisan bergerak serentak melawan virus Corona (Covid-19) di Kota Denpasar. Tak terkecuali Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar. Organisasi yang dinakhodai Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra yang juga Ketua TP PKK Kota Denpasar ini turut menggagas gerakan 10 ribu masker. Ny. Selly Mantra yang dikonfirmasi, Jumat (3/4) lalu menjelaskan, pence-
gahan virus Corona ini merupakan tanggung jawab bersama. Tentunya melihat fenomena di lapangan, di mana banyak dijumpai kelangkaan APD, khususnya masker membuat K3S Kota Denpasar berinisiatif bergerak mengumpulkan 10 ribu masker. “Melihat kondisi masker yang langka, tentu kami tergerak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan guna mengurangi risiko dan penyebaran virus
Corona,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, dalam dua hari, sukses terkumpul 10.557 masker yang merupakan bantuan dari rekan-rekan UKM, pengusaha, organisasi, serta perorangan. Adapun masker ini nantinya akan diberikan kepada seluruh pedagang pasar, tukang parkir dan petugas kebersihan di 50 pasar yang tersebar di Kota Denpasar. “Kenapa harus di pasar? Hal ini karena pasar sangat rentan dalam
penyebaran virus Corona,” ujarnya. Selain gerakan 10 ribu masker, K3S dan PKK Kota Denpasar di bawah arahan Ny. Selly Dharmawijaya Mantra juga memiliki berbagai program dalam mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 ini. Seperti halnya membagikan susu Bear Brand, buah, APD, alat pelindung wajah ke puskesmas-puskesmas dan RSUD Wangaya Kota Denpasar.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh masyarakat dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam gerakan 10 ribu masker. Program sosial lainnya untuk bersama memutus penyebaran virus Corona ini,” ujar Ny. Selly Mantra sembari mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. (ad57)
Masuk Zona Merah
Desa Pemogan Kontrol Keluar-Masuk Warga Pendatang Denpasar (Bali Post) -
Desa Pemogan menjadi salah satu dari sejumlah desa di Kota Denpasar yang ditetapkan sebagai zona merah karena disinyalir ada warga pendatang luar Bali yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Akibatnya, warga sekitar sempat resah. Untuk itu, pihak desa pun akan melakukan kontrol bagi pendatang yang masuk. Perbekel Pemogan, I Wayan Suwirya, Minggu (5/4) kemarin mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi untuk meyakinkan masyarakat. Terkait den-
gan penduduk Pemogan yang heterogen, pihaknya mendata warga yang tinggal di wilayahnya dan juga mengontrol keluar-masuk warga pendatang. “Kita berupaya memutus
rantai penyebaran Covid-19 ini bersama Satgas Kota Denpasar. Kami selalu ikuti instruksi pemerintah. Juga mengimbau masyarakat agar tidak resah,” katanya. Dengan wilayah desa yang paling luas di Kota Denpasar dengan 17 dusun, pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta untuk menjalankan program pengendalian Covid-19 itu. Dana itu, katanya, dialokasikan dari APBDes
tahun 2020. “Sudah kami gunakan untuk melakukan program pencegahan seperti penyemprotan disinfektan dan lainnya. Kami upayakan program ini tetap berkesinambungan dan juga adanya partisipasi masyarakat,” harapnya. (kmb23) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Bali Post/edi
I Wayan Suwirya
Tim Gabungan Semprotkan Disinfektan di Desa Yangbatu
Bali Post/ara
SEMPROT - Penyemprotan disinfektan oleh Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Yangbatu bersama Polresta Denpasar dan Polda Bali di jalan yang melintasi Desa Adat Yangbatu, Minggu (5/4) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Setelah diinstruksikan membentuk Satgas Gotong Royong Covid-19, Desa Adat Yangbatu langsung melakukan kegiatan nyata. Bekerja sama dengan Polresta Denpasar dan Polda Bali, Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Yangbatu melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh jalan desa setempat, Minggu (5/4) kemarin. Bendesa Adat Yangbatu I Nyoman Kanduk Supatra didampingi Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Ada Yangbatu I Made Buda Arka menjelaskan, sesuai dengan arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar serta Majelis Desa Adat bahwa desa adat diharapkan membentuk Satgas Gotong Royong guna
memerangi Covid-19 ini. “Beberapa saat setelah diinstruksikan, kita langsung bentuk. Beragam organisasi adat kami libatkan, mulai dari Pemangku, Sabha Desa, Kerta Desa, Pecalang, Klian Adat, Sekaa Teruna hingga Tim Medis. Tentunya diharapkan dengan pembentukan Satgas Gotong Royong ini dapat memaksimalkan upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” jelasnya. Ketua Satgas Buda Arka menambahkan, berbagai kegiatan telah dan akan dilaksanakan. Pertama, melaksanakan matur piuning serta menghaturkan segehan wong-wongan sebagai upaya pencegahan berbasis kearifan lokal. Melaksanakan sosialisasi melalui penyebaran buklet, memberikan sabun seb-
agai bentuk sosialisasi penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), penyediaan westafel di Pura Khayangan Tiga, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola pencegahan secara mandiri. Berkaitan dengan penyemprotan disinfektan ini, pihaknya memiliki beberapa jalan lintas. Tak jarang lantaran terletak di antara dua pusat pemerintahan, yakni Kota Denpasar dan Pemprov Bali, menjadikan jalan di Desa Adat Yangbatu sebagai jalur alternatif. Untuk itu, mobilitas warga terbilang tinggi dan diperlukan upaya pencegahan dini. “Dengan penyemprotan disinfektan di jalanan diharapkan mampu membunuh penyebaran virus di jalan,” ujarnya. (kmb12)
Produksi Disinfektan Berbahan Arak
Mendagri Apresiasi Inovasi Kapolda Alasan Covid-19, Penahanan Kades Pemecutan Kaja Ditangguhkan
Denpasar (Bali Post) Akhir pekan lalu, masyarakat dihebohkan dengan munculnya sederet nama terpidana korupsi yang bakal bebas. Hal itu merujuk dikeluarkannya Surat Keputusan No. M.HH-19. PK.01.04.04 tahun 2020 oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Isu pembebasan napi koruptor, bandar narkoba dan teroris dibantah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Akan tetapi, hal berbeda terjadi di Pengadilan Tipikor Denpasar. Salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi yang merupakan Kepala Desa Pemecutan Kaja, Denpasar
Utara, Anak Agung Ngurah Arwatha, penahanannya ditangguhkan. Majelis hakim Pengadilan Tipikor, Angeliky Handajani Day, Minggu (5/4) kemarin membenarkan telah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan terdakwa dengan alasan ancaman Covid-19. Selain itu, penangguhan penahanan diberikan karena sudah ada pihak yang menjadi penjamin. Kata ketua majelis hakim itu, penangguhan penahanan tidak bertentangan dengan PP Nomor 99 Tahun 2012 karena terdakwa masih menjalani proses persidangan dan belum berstatus terpidana. “Kita harus menghormati asas praduga tidak bersalah. Status terdakwa bukan berarti yang bersangkutan sudah terbukti melakukan tindak pidana korupsi,” tegasnya. (kmb37)
Topik : Saatnya desa adat jadi ”panglima perang”
Denpasar (Bali Post) Inovasi Polda Bali bekerja sama dengan Unud untuk membuat hand sanitizer dan disinfektan menggunakan bahan arak Bali, mendapat apresiasi sejumlah pihak. Bahkan, apresiasi juga datang dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian. Berkat inovasi itu, Tito Karnavian pun meminta semua kepala daerah untuk mencontoh Bali. “Bapak Mendagri memberi apresiasi dan langsung mengarahkan seluruh kepala daerah untuk mengikuti apa yang kita lakukan di Bali,” tegas Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Sabtu
(4/4) lalu. Meski demikian, Kapolda Bali tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk ikut bersama-sama mencegah penularan virus Corona ini. Ada enam cara yang wajib dilakukan, yaitu pertama, hindari keramaian dan menjaga jarak saat berinteraksi (physical distancing). Kedua, rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Ketiga, menerapkan pola hidup sehat dengan makan yang bergizi, istirahat cukup dan berolahraga. Keempat, menjaga kebersihan rumah, kantor dan lingkungan. Kelima, berjemur di sinar matahari pagi
dan yang terakhir adalah tidak merokok. Di lain pihak tim Polda Bali berkunjung ke RSUP Sanglah mewakili Kapolda Bali untuk menyerahkan bantuan dana sebagai apresiasi kepada petugas medis yang merawat pasien Covid-19. Penyerahan bantuan ini dilakukan Kabiddokkes Polda Bali Kombes Pol. dr. Nyoman Eddy P.W. Kombes Eddy mengatakan, tim medis yang menangani pasien Covid-19 di RSUP Sanglah sangat layak mendapatkan apresiasi. Oleh karena itu, Kapolda Golose dan pejabat utama Polda Bali mengumpulkan dana secara sukarela untuk mengapr-
Bali Post/ist
SERAHKAN BANTUAN - Kabiddokkes Polda Bali Kombes Pol. dr. Nyoman Eddy P.W. saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan RSUP Sanglah. esiasi perjuangan tenaga medis tersebut. Meskipun menjadi kelompok paling rentan tertular, mereka tetap bekerja maksimal dan menjadi garda terdepan dalam mengabdikan diri untuk kemanusiaan. “Tenaga medis dalam merawat PDP Covid-19 san-
gat rentan tertular. Perjuangannya patut diapresiasi,” tegas Kabiddokkes sembari menyampaikan semua kegiatan yang dilakukan oleh Polda Bali selalu berpedoman pada asas manfaat, terutama untuk kesatuan Polda Bali dan masyarakat. (kmb36)
Sekolah di Denpasar Siapkan Diri Hadapi Ancaman Darurat Sipil Denpasar (Bali Post) Presiden Jokowi dan Mendikbud RI Nadiem Makarim telah membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN), baik berupa kertas, pensil maupun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pascapandemi Covid-19. Sekolah di Denpasar juga bersiap menghadapi kondisi terburuk hingga diberlakukannya darurat sipil secara nasional. Kadisdikpora Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan, mengakui Wali Kota dan Pemkot Denpasar sudah memiliki rencana strategis mengantisipasi terburuk pengaruh Covid-19, termasuk mempersiapkan diri menghadapi darurat sipil dalam bidang pendidikan dasar dan menengah. Jika kondisi tak memungkinkan
dilaksanakan UN dan ujian sekolah, maka sekolah di Denpasar sudah melaksanakan pembelajaran daring dan hasil evaluasi siswa oleh gurunya. Hal ini didukung penyediaan fasilitas internet secara merata di Denpasar. Kesiapan sekolah di Denpasar menjalankan PBM dan evaluasi pendidikan juga diakui komponen sekolah swasta di Denpasar. Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, Minggu (5/4) kemarin mengungkapkan apa pun yang diputuskan pemerintah pusat didukung di daerah. Apalagi dengan alasan menyelamatkan siswa dan keluarganya. Bagi sekolah swasta, YPLP PGRI Kota Denpasar yang memiliki 21 sekolah me-ngakui UN
selama ini sangat boros anggaran sehingga tak masalah jika ujian nasional diganti dengan ujian sekolah tanpa tatap muka. Para guru, katanya, sudah memiliki nilai rapor, ujian atau tes seharihari serta record penilaian atau karakter lainnya. Dari segi signifikasi, bagi siswa SMP, SMA dan SMK, nilai UN tidak menentukan kelulusan, namun mereka wajib mengikuti. Makanya dia mengatakan sebaiknya pemerintah menghapus UN. Lagi pula, kata Madianyana, hasilnya juga tak dipakai untuk mencari pekerjaan dan melanjutkan studi di perguruan tinggi. ‘’Jika sampai terjadi darurat sipil, sekolah swasta tak masalah,’’ tegasnya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Kota Denpasar, Drs. I Wayan Murdana, juga sepakat sekolah dan guru sudah memiliki record penilaian sehari-hari bagi siswanya sehingga tanpa UN atau tes sumatif sekolah sudah siap dengan bahan evaluasi. ‘’Pak Wali Kota mengatakan Denpasar siap dalam situasi terburuk akibat dampak Covid-19. Sekolah pun siap dengan situasi tesebut,’’ tegasnya. Murdana yang juga kepala SMP 3 Denpasar ini mengatakan langkah Presiden dan Mendikbud membatalkan UN sangat tepat. Lebih baik anggaran UN dipakai pemerintah menyiapkan sarana sekolah secara memadai dan merata. (025)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Paing, 6 April 2020
Percepat Penanganan Covid-19
Badung Ajak Keterlibatan Dunia Usaha masker, hand sanitizer, disinfektan, alat kebersihan, fasilitas pencucian tangan, vitamin dan sebagainya. Terakhir atau ketiga, program dalam mendukung usaha tindak lanjut pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Badung terdapat 32 jenis barang dan saat ini kondisinya menipis, terutama masker N95, hand sanitizer, masker bedah/ biasa/disposable dan alkohol 70%. Selain itu, saat ini terdapat 927 tenaga medis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada penderita Covid-19.
‘’Tenaga-tenaga medis ini pun perlu diperhatikan kesehatannya agar dapat terus menjalankan tugasnya menangani pelayanan kesehatan kepada penderita Covid-19 di Kabupaten Badung. Kebutuhan petugaspetugas ini perlu menjadi perhatian pula mengingat risiko tertular cukup besar,’’ ujar Sekda Adi Arnawa seraya berharap keikutsertaan dan peran FTJSP sangat besar dalam membantu proses percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung. (ad055)
Didukung Senayan, Senator Minta Proyek Dermaga 3 Dilanjutkan
Mangupura (Bali Post) Sejak wabah Covid-19 melanda, kasus tindak pidana yang terjadi di Kabupaten Badung, khususnya Badung Tengah dan Utara, turun drastis. Laporan masyarakat ke Polres Badung dan Polsek jajaran juga sedikit. Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo mengatakan, angka kriminalitas turun drastis selama dua pekan terakhir. Penu-
runan mulai terjadi sejak merebaknya virus Corona. Dia pun tidak mengerti dengan kondisi tersebut. ‘’Saya juga heran, tapi faktanya seperti itu,’’ tegasnya, Minggu (5/4) kemarin. Meski demikian, dia tetap mengerahkan anggotanya untuk melakukan antisipasi. Anggota Opsnal Satreskrim melakukan patroli sesuai wilayah tugasnya masingmasing. ‘’Kasus yang diantisipasi yaitu curat, curas dan
curanmor. Mudah-mudahan situasinya tetap aman dan kondusif,’’ ujar Kasatreskrim asal Papua ini. Hasil evaluasi Polres Badung terkait penanganan kasus selama 2019, ada 408 laporan, berhasil diungkap 295 kasus dan tunggakan kasus 113. Dibandingkan tahun 2018, ada 468 laporan, berhasil diungkap 274 kasus dan tunggakan 194 kasus. Jumlah kasus menonjol, yaitu curat 64 laporan, berhasil diungkap 43 kasus. (kmb36)
PENYEBARAN Covid-19 berdampak pada pekerja pariwisata yang dirumahkan. Hal itu mulai berlaku per 1 April karena sudah tidak ada tamu. Berdasarkan data BPS Bali, jumlah pekerja di bidang pariwisata sebanyak 500 ribu. Lebih dari setengahnya sudah tidak bekerja sejak Februari lalu. Ada yang pulang kampung dan ada yang berusaha lain untuk menyambung hidup. Sementara dari kalangan pekerja mengaku jika kondisi ini berlanjut dan semakin parah, kemampuan ekonominya tidak lebih dari sebulan. Ketua FSP Pariwisata SPSI Bali Putu Satyawira Mar-
haendra mengatakan, mulai April pekerja dirumahkan secara bergantian. Dari 11 ribu anggota FSP Par, dibagi beberapa kelompok. Ada yang dirumahkan tanpa gaji, dirumahkan tapi masih dapat upah 15 hari kerja 15 tidak, diberikan upah dengan potongan dan ada yang diberikan upah penuh. ‘’Tapi masih banyak yang dapat upah, hanya sedikit yang tidak dibayar,’’ ujarnya, Jumat (3/4) lalu. Menurutnya, jika kondisi terus memburuk, pekerja yang berprofesi tunggal, kemampuan ekonominya tidak lebih dari sebulan. Untuk itu, yang dilakukan adalah harus mengencangkan ikat
pinggang. Namun, pekerja yang juga memiliki usaha sampingan, lambat laun akan mengalami penurunan, sehingga juga akan terdampak. Yang bisa dikerjakan saat ini adalah wait and see. Kalaupun pekerja mencari pekerjaan lain, juga tidak bisa karena sebagian besar sektor sedang lesu, bahkan buruh bangunan pun susah. Hal terpenting dalam menangani Covid-19 adalah komunikasi antara pengusaha, pekerja dan pemerintah. Perlu evaluasi terhadap langkah– langkah yang sudah djalankan dengan mengambil perbandingan negara lain. (kmb42)
DALAM rangka percepatan penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) tidak saja menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat dan dunia usaha. Terkait peran serta dunia usaha, Badung mengajak Forum Tangung Jawab Sosial Perusahaan (FTJSP) untuk ikut terlibat dan berperan dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung. Berkenaan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa bersurat kepada pimpinan perusahaan FTJSP. Surat Nomor 640/501/Pemb/2020 tertanggal 3 April 2020 perihal Permohonan Bantuan untuk Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) ditandatangani langsung oleh Sekda Adi Arnawa. Surat itu menekankan tiga poin terkait program
yang telah dirancang untuk percepatan penanganan Covid-19. Pertama, program penanganan ancaman perekonomian masyarakat. Kegiatan yang d a p a t dilakukan adalah untuk mendukung usaha masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi selama merebaknya Covid-19 di Kabupaten Badung. Sebab, sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian di Kabupaten Badung saat ini mengalami
stagnasi yang berefek langsung pada perekonomian di Kabupaten Badung. ‘’Bantuan yang dapat dilakukan salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan pokok dasar masyarakat di Kabupaten Badung dan bantuan lainnya,’’ tegasnya. Kedua, program dalam mendukung usaha tindak lanjut pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh masyarakat. Bantuan yang dapat dilakukan berupa
Pemerintahan
Tolak ’’Lockdown’’, Wedakarna Minta Masyarakat Dukung Jokowi Terkait Situasi Darurat Sipil
BALI adalah pendukung Joko Widodo pada Pemilu 2019 lalu. Orang Bali telah memberikan 92% suaranya pada Jokowi dan di saat krisis ini, Bali harus menjadi teladan terbaik dalam hal patuh pada arahan pemerintah pusat. Hal ini disampaikan Senator DPDRI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, usai meninjau dua instalasi transportasi terbesar di Bali yakni Pelabuhan Padangbai,
Karangasem, dan Terminal Bus Mengwi, Badung. Dalam dua kesempatan berbeda itu, Senator AWK minta kepada semua pihak, khususnya masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan aspirasi sontoloyo yakni meminta Indonesia lockdown karena hal itu bisa berbahaya bagi ekonomi dan stabilitas bangsa. ‘’Kita lihat kasus di AS, lockdown di New York dibatalkan, di Italia lockdown berpen-
garuh pada penjarahan, di India lockdown ada masalah transportasi. Jujur, negara kita tidak siap lockdown. Tapi jika ada pembatasan terukur, darurat sipil atau karantina wilayah, selama tidak melanggar UU, itu akan menjadi opsi. DPD-RI sebagai counterpart pemerintah wajib mendukung keputusan Presiden Jokowi. Jangan sampai ada ide-ide liar yang memengaruhi keputusan nasional. Apalagi Bali, jika salah ambil keputusan, Bali akan chaos dan seluruh dunia akan memperhatikan hal ini,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga bagian dari Panitia Perancang Undang-undang (PPUU). AWK mengapresiasi kinerja aparat baik manajemen Terminal Mengwi dan Balai Darat Kemenhub yang dianggap baik dan sudah menjalankan aturan pemerintah. ‘’Saya puji kinerja Terminal Mengwi. Dari data yang disampaikan kepala terminal, jumlah bus yang datang sudah menurun drastis. Ini baik, karena di saat memutus rantai penyebaran Covid-19, diperlukan solusi pragmatis. Ini untuk sementara. Kuncinya ada di pelabuhan,’’ jelas Gusti Wedakarna. Hal yang sama juga disampaikan oleh AWK saat meninjau Pelabuhan Padangbai. Senator diterima Kepala ASDP, Kepala KSOP, Bagian Kesehatan, pejabat Balai Kemenhub, Polri, Bendesa Adat dan pihak
Mangupura (Bali Post) – Alat kesehatan berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan masker bantuan pemerintah pusat kembali didistribusikan untuk Bali dan diangkut pesawat milik TNI-AU, Jumat (3/4) lalu. Pesawat angkut jenis CN295 milik TNI-AU berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta pukul 08.00 dan tiba di Bandara I
Gusti Ngurah Rai pukul 10.40 Wita. Alat kesehatan tersebut langsung diserahkan pihak Danrem kepada Satgas Penanggulangan Covid-19 dalam hal ini kepada Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Menurut Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. A.M. Suharyadi, alat kesehatan yang tiba berupa 7.500 APD dan 37.500 masker. “Seluruh
bantuan alat kesehatan dari pusat ini akan diproyeksikan untuk sarana kesehatan di wilayah Bali,” katanya saat serah terima di Apron Baseops Lanud Ngurah Rai. Kalaksa BPBD Bali yang juga Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Bali I Made Rentin mengatakan, alat kesehatan ini segera didistribusikan, terutama untuk RS
rujukan yang menjadi skala prioritas. Sebanyak 11 RS rujukan ada di Bali. Selain itu, didistribusikan untuk stakeholder terkait, seperti Kesdam, Dokkes Polda Bali dan 9 kabupaten/kota. Kedatangan alat kesehatan ini merupakan kali kedua setelah yang pertama pada 23 Maret lalu. Ketika itu, 4.000 APD didistribusikan. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) – Makin bertambahnya jumlah orang yang positif terpapar Covid-19 di Bali, membuat masyarakat meningkatkan upaya pencegahan secara swadaya. Seperti dilakukan belasan pemuda Sekaa Teruna Amertha Prawita yang melaksanakan penyemprotan disinfektan di setiap rumah krama Banjar Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/4) kemarin.
Penyemprotan swadaya yang difasilitasi pengurus banjar ini merupakan upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menggunakan enam unit alat semprot, mereka membagi diri menjadi beberapa kelompok untuk masuk ke lingkungan rumah krama banjar. Menurut Klian Dinas Banjar Tegal Jaya, I Ketut Suswanto, penyemprotan disinfektan ini
untuk mencegah Covid-19. ‘’Penyebaran Covid-19 yang begitu luar biasa membuat kami bergerak bersama-sama, bergotong royong secara swadaya melakukan penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi penyebarannya,’’ terangnya didampingi Klian Adat Banjar Tegal Jaya, I Gusti Ngurah Oka Suradarma. Penyemprotan menyasar seluruh rumah krama di Banjar
Adat Tegal Jaya. Rencananya kegiatan seperti ini dilaksanakan rutin minimal tiap minggu. Pada kegiatan tersebut, hadir Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Ia mengungkapkan, upaya yang dilakukan secara swadaya ini sangat membantu pemerintah. Karena untuk terlepas dari Covid-19 diperlukan gerakan bersama, pemerintah dan masyarakat. (eka)
TERMINAL DAN PELABUHAN - Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna (AWK) di Terminal Mengwi, Badung, dan Pelabuhan Padangai, Karangasem.
terkait. Dalam kesempatan itu, Senator juga menerima informasi tentang jumlah kapal yang sandar, operasional pelabuhan rakyat ke Gili ditutup, aktivitas penyeberangan dan upaya preventif pemeriksaan penumpang, termasuk ada warga dari luar pulau yang dikembalikan ke asalnya karena dinilai tidak berkepentingan masuk Bali di saat krisis ini. ‘’Secara normatif sudah sangat baik. Tinggal ditegaskan saja, jangan sampai ada yang lolos. Ikuti SOP dan pakai juga nalar khususnya mendeteksi penumpang yang masuk Bali agar lebih selektif. Kunci Bali Berdaulat itu ada di pelabuhan dan saya titip keamaan Bali dari pelabuhan. Penyakit dan virus ini kan datangnya dari luar Bali, baik mancanegara maupun luar pulau. Untuk sementara selektif saja,’’ papar Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Sukarno Center. Selama di Padangbai, Senator RI juga meninjau bakal lahan yang akan digunakan membangun Dermaga 3 termasuk rencana pemberdayaan lahan milik Desa Adat Padangbai untuk menjadi rest area. ‘’DPD dukung Dermaga 3, ajukan saja. Saya beri rekomendasi resmi dan masukkan ke program 2021. Desa adat agar bantu ya, jangan ada lagi arus penyeberangan. Kita butuh Dermaga 3,’’ tambah Gusti Wedakarna yang juga alumni Manajemen Transportasi Trisakti Jakarta. (ad53)
Bali Dapat 7.500 APD dan 37.500 Masker
Swadaya, Penyemprotan Disinfektan di Tegal Jaya Dalung
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa
Kasus Kriminalitas Turun Drastis
Kemampuan Ekonomi Pekerja Hanya Bertahan Satu Bulan
Senin Paing, 6 April 2020
Rekrut Surveilans, Pemkab Jembrana Lakukan Penanganan Covid-19 BERBAGAI sektor di Kabupaten Jembrana sudah melakukan penanggulangan Covid-19. Selain menyediakan anggaran Rp 23 miliar untuk menambah fasilitas penanggulangan Covid-19, penanganan juga dilakukan dengan penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan menambah tenaga surveilans. Pemerintah kabupaten berkomitmen melakukan penanganan berkelanjutan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Jembrana. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan adalah membagikan masker kepada sejumlah pedagang di pasar tradisional Melaya dan Gilimanuk, Sabtu (4/4) lalu. Penyemprotan desinfektan juga dilakukan Pemkab Jembrana di
pasar. Hadir dalam kegiatan tersebut para Asisten Sekda, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana, Camat Melaya, Lurah dan Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jembrana. Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, pasar sebagai salah satu tempat umum yang menjadi sentra jual beli yang melibatkan banyak orang. Maka dari itu harus dijaga dan dipantau kebersihannya sebagai antisipasi di tengah pandemi Covid-19 yang mewabah di Bali. “Selain penyemprotan disinfektan dan bagi-bagi masker, kita juga terus mengedukasi warga dan pedagang untuk sadar dalam menerapkan pola hidup bersih dengan menjaga kebersihan kios masing-
masing, rajin cuci tangan, menjaga jarak (physical distancing) sebagai antisipasi dini penyebaran Covid-19,” ujarnya. Bupati menegaskan akan terus berupaya semaksimal mungkin menangkal penyebaran virus Corona. Salah satunya lewat imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat tata cara pencegahan Covid-19. Upaya penyemprotan dengan disinfektan dilakukan secara berkelanjutan khususnya di fasilitas umum. Upaya tersebut sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19. “Kepada seluruh masyarakat Jembrana, saya tekankan kembali untuk jangan panik dan tetap waspada. Terapkan pola hidup bersih, jaga kesehatan dan lakukan physical distancing,”
tegasnya. Bupati juga melakukan pengecekan pemasangan wastafel portabel. Fasilitas itu disediakan agar warga pasar memperhatikan pola hidup bersih dan sehat dengan rajin cuci tangan. Menurut Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, dalam penanggulangan Covid-19 di Jembrana, pihaknya mengajak warga Jembrana menjadi relawan, terutama yang memiliki kompetensi bidang kesehatan. Setiap desa akan ada dua orang relawan tenaga surveilans mendampingi ODP. “Saya mengajak masyarakat Jembrana bersama-sama menjadi relawan, pejuang kesehatan yang nantinya mendampingi ODP. Tentu akan diberikan intensif buat adik-adik yang
memiliki jiwa kemanusiaan tinggi dan mengabdikan diri menjadi tenaga surveilans,” jelasnya. Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Jembrana, I Gusti Agung Putu Arisantha, menyampaikan akan dilakukan perekrutan tenaga relawan surveilans dengan syarat minimal pendidikan kesehatan. Misalnya, minimal SMK Kesehatan atau D-3 kesehatan. Tugas relawan membantu petugas surveilans dari puskesmas untuk memantau ODP di Jembrana dan yang menjalani isolasi di rumah. “Surat lamaran disampaikan ke Sekretariat Satgas Penanggulangan Covid-19 Jembrana,” sebutnya. Relawan yang sudah me-
BAGI MASKER - Bupati Jembrana I Putu Artha membagikan masker bagi pedagang di pasar. nyampaikan lamaran akan diseleksi Satgas Kesehatan Covid-19 Jembrana. Diharapkan, dengan adanya relawan yang membantu dalam pemantauan Covid-19,
pemantauan semakin maksimal sehingga isolasi di rumah dapat dilaksanakan dengan baik untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Jembrana. (ad059)
Senin Paing, 6 April 2020
’’Pujawali Ngusaba Kadasa’’ di Pura Ulun Danu Batur
Atur Jarak ’’Pamedek’’ Siapkan Tempat Cuci Tangan
KARYA Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani tetap dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Hanya waktu pelaksanaan karya di Pura Kahyangan Jagat yang biasanya berlangsung belasan hari itu, kini dipersingkat menjadi tujuh hari. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu, jarak antar-pamedek diatur. Sesuai dudonan karya, karya Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur itu dilaksanakan mulai tanggal 4 hingga 11 April 2020. Puncak karya berlangsung tepat rahinan Purnamaning Kadasa tanggal 7 April, dengan rangkaian upacara mapepada agung dan pujawali tengahing danu, sedangkan bhakti panyineb Ida Batari dilaksanakan pada 11 April. Meski waktu pelaksanaan karya itu dipersingkat hanya seminggu, namun seluruh rangkaian upacara tetap dilaksanakan sebagaimana karya sebelumnya. ‘’Aed yadnya tetap semua ketentuan dilaksanakan. Tidak ada yang ditiadakan. Hanya waktu Ida Batara nyejer saja dipersingkat,’’ kata Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duwuran, Sabtu (4/4) lalu. Berdasarkan hasil rapat bersama Desa Adat Batur, PHDI, dan Muspika Kintamani, pelaksanaan ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur itu telah diatur secara teknis. Ngu-
DIATUR - Persembahyangan pamedek di jeroan diatur dalam tanda yang disediakan. saba Kadasa kata Jero Gede Duwuran, hanya dilakukan krama Desa Adat Batur. Selain krama Desa Adat Batur, sembahyang dilakukan dengan cara ngayat dari merajan masingmasing. Krama subak yang akan ngaturang suwinih, agar diwakili dua orang. ‘’Persembahyangan krama Desa Adat Batur itu dijadwal per banjar, dikoordinir dan dipertanggungjawabkan kelian banjar masingmasing,’’ terangnya. Persembahyangan pamedek (krama desa) di jeroan diatur dalam tanda yang disediakan. Jaraknya dua meter sesuai arahan pemerintah. Sebelum masuk pura, pamedek diimbau mencuci tangan pada fasilitas cuci tangan yang telah disediakan. Untuk mempersingkat waktu sembahyang, krama desa hanya diperkenankan
menghaturkan pejati. Persembahyangan bersama ditutup pukul 22.00 Wita. Dalam karya ngusaba kadasa di Pura Ulun Danu Batur nanti, panganyar dilaksanakan Desa Adat Batur. Tidak ada ilen-ilen (tari bali-balihan). Jero Gede Batur Duwuran mengharapkan pelaksanaan karya ngusaba kadasa di Pura Ulun Danu Batur berjalan lancar. Melalui pelaksanaan karya itu diharapkan Ida Batara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur selalu memberikan kerahayuan kepada seluruh umat manusia. Dalam karya ini, pihaknya akan mengaturkan upacara tambahan terkait wabah virus Corona. ‘’Semoga yang sakit bisa segera sehat dan wabah itu bisa segera berakhir,’’ harapnya. (ina)
BNNK Gianyar Berpartisipasi Aktif Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 PANDEMI Covid-19 sedang mewabah di seluruh dunia. Tidak terkecuali di Kabupaten Gianyar. Sesuai arahan dan instruksi Presiden Republik Indonesia serta Kepala BNN Republik Indonesia, BNNK Gianyar yang merupakan institusi negara diwajibkan ikut berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, selain melaksanakan fungsi pokok menangani permasalahan narkoba. Maka sejak beberapa hari lalu, selain gencar melaksanakan program utama memerangi peredaran gelap narkoba, BNNK Gianyar juga melaksanakan program Pencegahan Penyebaran Covid-19 secara mandiri. Agenda itu dilaksanakan di kantor dengan cara pembersihan kantor, membuat APD (alat pengaman diri) mandiri, sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. Selain itu mengajak semua pihak tetap komit dengan protokol kesehatan, yaitu Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pelayanan itu dilakukan kepada seluruh staf termasuk masyarakat yang datang ke Kantor BNNK Gianyar. Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. juga membentuk Satgas Covid-19 secara mandiri. Satgas itu bertugas mempersiapkan langkahlangkah pencegahan penyebaran Covid-19 serta melaksanakan program-program, seperti kampanye Pola Hid-
up Bersih dan Sehat kepada masyarakat. Satgas Covid-19 BNNK Gianyar juga sudah mulai bergerak ke masyarakat. Seperti ke Desa Bukian, Kecamatan Payangan, untuk melaksanakan kegiatan tes urine kepada Catin (calon pengantin) sekaligus kampanye pencegahan penyebaran Covid-19 menggunakan kendaraan operasional khusus, serta membagikan masker terbatas secara selektif kepada masyarakat yang ada di Pasar Umum Gianyar. Selain itu terus-menerus mengampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat termasuk menyelipkan pesan-pesan antinarkoba. Kita sedang menghadapi masa sulit. Kita harus bersatu padu. Seluruh elemen bangsa termasuk masyarakat serta media harus mendukung program pemerintah dalam upaya
pencegahan penyebaran Covid-19 ini, kita dukung semua imbauan pemerintah. Karena itu, masyarakat harus diberikan kesadaran untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah. Sebagai institusi pemerintah, BNNK Gianyar siap ada di garda terdepan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan melaksanakan tugas utama penanganan permasalahan narkoba. ‘’Kegiatan ini terus kami laksanakan secara rutin, sampai keadaan darurat pandemi Covid-19 itu selesai. Mari kita berdoa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa supaya kita diberikan anugerah keselamatan dan kesehatan dalam tugas berat dan mulia ini,’’ harap Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. yang juga Kepala BNNK Gianyar itu. (ad50)
KOORDINASI - Suwirta saat mengoordinasikan pembuatan ruang isolasi khusus pasien positif Covid-19.
Klungkung Siapkan Ruang Isolasi Pasien Positif Covid-19
Semarapura (Bali Post) Adanya satu kasus positif Covid-19 membuat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 langsung bergerak cepat. Klungkung langsung menyiapkan ruang isolasi khusus bagi warga yang positif Covid-19 di RSUD Klungkung, Minggu (5/4) kemarin. Pembuatan ruang isolasi itu dipusatkan di basement RSUD Klungkung. Untuk memastikan konsep ruang isolasi ini, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nyoman Suwirta langsung meninjau pembuatannya bersama tim. Kepala Bidang Penunjang
Pelayanan Nonmedis RSUD Klungkung I Wayan Suardana menyampaikan, ruang isolasi mempunyai kapasitas 20 orang. Sementara cukup untuk persiapan dalam kondisi terburuk bila terjadi di Klungkung. Pembuatannya bekerja sama dengan TNI dari Kodim 1610/ Klungkung. Suardana menambahkan, ketika ruang isolasi sudah selesai dibuat, maka ruangan akan disemprotkan disinfektan, agar benar-benar steril dari penyebaran Covid-19. Dalam pembuatan ruang isolasi ini, 10 jajaran TNI
yang dilibatkan itu dipimpin Kapten Nyoman Wirianada, yang merupakan Pasi Ops Kodim/1610. Semua menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Bupati Nyoman Suwirta ditemui di sela-sela tinjauannya menyampaikan pembangunan ruang isolasi itu mengantisipasi kemungkinan masyarakat Klungkung yang sudah berstatus positif, agar dapat menggunakan ruang isolasi itu. Sehingga tidak berbaur dengan pasien lain yang kerap menimbulkan kekhawatiran. (kmb31)
Revalidasi Geopark Batur Diundur Bangli (Bali Post) -
Geopark Batur rencananya akan kembali direvalidasi Unesco sekitar Juni tahun ini. Namun di tengah pandemik Corona seperti sekarang ini, belum ada kepastian lebih lanjut terkait rencana tersebut. Manager Geopark Batur yang juga Sekda Bangli, Ida Bagus Gde Giri Putra, mengaku pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut terkait rencana revalidasi itu. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan kegiatan revalidasi akan diundur. “Karena di mana-mana pandemi Corona. Belum ada informasi lebih lanjut, kami masih menunggu. Yang penting laporan kita sudah kita sampaikan ke Unesco,” ungkapnya, Minggu (5/4) kemarin. Laporan yang dimaksud,
jelas Giri Putra adalah laporan yang berisikan progress report atau perkembangan Geopark Batur selama empat tahun terakhir pascarevalidasi pertama. Dia menyebutkan ada sebelas catatan atau rekomendasi yang diberikan Unesco saat revalidasi pertama. Berdasarkan laporan yang dikirimkan itulah nanti-
GUNUNG BATUR - Pemandangan Danau dan Gunung Batur di Kintamani. nya tim dari Unesco akan mengecek langsung ke lapangan. Mantan Kepala Bapedda Bangli itu mengatakan, in-
formasi terkait kepastian revalidasi Geopark Batur akan disampaikan oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait. (kmb40)
perbekel. ‘’Hasilnya piodalan di Pura Samuan Tiga yang didasarkan Keputusan Gubernur dan Surat Edaran Bupati, maka saat pujawali Ida Batara tedun ring Purwaning Daksina dengan matur piuning, menghaturkan Pedatengan dan Tebasan Guru Piduka dan Bendu Piduka. Sementara krama hanya boleh sembahyang dari rumah masing-masing,’’ kata pria yang juga anggota DPRD Gianyar ini. Sejumlah sesuhunan berupa Tapakan Ida Batara Ratu Manca dari Pejeng, Buruan dan lainnya juga tidak lunga ke Pura Samuan Tiga. Dikatakan, Ida Batara hanya dipersembahkan pejati saja.
Kemudian matur piuning itu maksudnya piodalan di Pura Samuan Tiga sudah diselenggarakan. ‘’Sesuhunan Ratu Manca baik dari Pejeng, Buruan dan lainnya juga tidak lunga,’’ tegasnya. Seharusnya rangkaian karya itu sudah dimulai 22 April dengan nyejer sekitar 15 hari sebelum puncak karya 6 Mei. Biasanya rangkain karya itu diawali tradisi ngambeng, yakni melibatkan anak-anak datang ke rumah-rumah warga mengumpulkan sarana untuk persiapan karya. Selain itu melasti ke segara dipastikan melibatkan ribuan orang. Namun kini tradisi itu dipastikan ditiadakan. (kmb35)
Rangkaian ’’Pujawali’’ di Pura Samuan Tiga Ditiadakan
Gianyar (Bali Post) Memutus penyebaran wabah Covid-19 berbagai kegiatan telah ditiadakan, tidak terkecuali rangkaian pujawali di Pura Samuan Tiga Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Sedianya rangkaian pujawali itu dimulai April 2020 itu tetapi ditiadakan. Hanya saat puncak piodalan 6 Mei mendatang dilakukan matur piuning dengan ngaturang pedatengan dan tebasan guru piduka dan bendu piduka, yang akan dilakukan oleh sejumlah pemangku dan prajuru desa Bendesa Adat Bedulu, I Gusti Made Ngurah Serana, Minggu (5/4) kemarin mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat peninjauan
I Gusti Made Ngurah Serana ulang terkait persiapan karya di Pura Samuan Tiga, yang puncaknya dilangsungkan 6 Mei mendatang. Rapat itu melibatkan Jero Mangku Ageng Pura Samuan Tiga, Sulinggih Griya Wanayu, Anggota Saba sejumlah bendesa dan
4.000 Masker Dibagikan Gratis
DI tengah semakin mewabahnya Covid-19, banyak warga justru kesulitan memperoleh masker. Masker menjadi langka, lantaran banyak diburu warga agar aman saat bepergian, menyusul adanya satu pasien positif Covid-19 di Klungkung. Mengatasi kelangkaan ini, sebanyak 4.000 masker langsung dibagikan secara gratis satu per satu kepada setiap masyarakat yang melintas di sekitar Catus Pata Pusat Kota Semarapura, Minggu (5/4) kemarin, agar tidak terjadi kerumunan. Ribuan masker ini rupanya datang dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali dari Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Dia mengajak pihak lain termasuk institusi ikut bersama-sama memberikan rasa kepedulian, simpati dan empati agar wabah itu tidak semakin meluas. (kmb31)
DIBAGIKAN - Masker saat dibagikan kepada pengendara sepeda motor.
Senin Paing, 6 April 2020
Karya IBTK di Besakih
Pralingga Ida Batara ’’Mamargi’’ Sampai di Ambal-ambal Amlapura (Bali Post) Akibat semakin menyebarnya virus Corona atau Covid-19 di Bali, mangakibatkan pelaksanaan upacara melasti ke Tegal Suci dalam rangka Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih akhirnya ditiadakan. Prosesinya hanya dilakunan dengan cara ngubeng. Namun, Pralingga Ida Batara tetap mamargi, hanya sampai ke Ambal-ambal Pura Penataran Agung Besakih. Ketua Panitia Karya IBTK Jro Mangku Widiartha, Minggu (5/4) kemarin mengungkapkan, sesuai kesepakatan bersama PHDI Provinsi Bali, tahun ini tidak dilaksanakan upacara melasti ke Tegal Suci di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang penyebarannya semakin meluas. Melasti ditiadakan, sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 semakin merebak. ‘’Ida Batara tidak masucian ke Tegal Suci. Hanya ngubeng. Nanti tirta (air suci - red) akan di-tunas di Tegal Suci itu dipercikkan ke semua pralingga Ida Batara. Pralingga Ida Batara hanya mamargi (berjalan) sampai ke Ambal-ambal saja. Setelah prosesi selesai digelar di Ambal-ambal, pralingga Ida Batara kembali ke Pesamuhan Agung,’’ tegas Widiartha. Widiartha menambahkan, setelah semua pralingga Ida
Singaraja (Bali Post) -
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengonfirmasi hasil tes swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasilnya, dua sampel swab pasien dalam pengaawasan (PDP) Covid-19 di Buleleng itu dinyatakan negatif Covid-19. Atas hasil itu, PDP kode 06 dan PDP kode 08 itu dinyatakan sembuh, dan mereka sudah diperbolehkan pulang.
Bali Post/kmb41
AMBAL AMBAL - Pralingga Ida Batara hanya mamargi sampai ke Ambal-ambal Pura Penataran Agung Besakih, karena melasti dilakukan dengan cara ngubeng akibat merebaknya virus Corona atau Covid -19. hatara kembali ke Pesamuan Agung, maka Ida Batara dihias oleh krama Desa Adat Besakih. ‘’Krama Besakih nantinya ngaturang ngayah menghias di Pesamuhan Agung menjelang puncak karya 7 April,’’ katanya. Sesuai arahan pemerintah terkait pysical distancing, maka selama berlangsungnya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Batara Turun Kabeh itu para pamedek yang tangkil sembahyang supaya bisa mengatur jarak saat hendak melakukan pemuspaan. Begitu
juga ketika memasuki areal utama mandala, pamedek diminta melakukan cuci tangan dengan cairan hand sanitizer pada titik-titik yang sudah disiapkan. ‘’Bagi rombongan pamedek yang tangkil, juga kita imbau tidak dalam jumlah banyak. Setiap rombongan jumlahnya tidak diperkenankan melebihi 25 orang. Jadi, kita minta supaya krama Bali senantiasa dapat mengikuti segala yang diintruksikan, demi kebaikan bersama,’’ pinta Jro Mangku Widiartha. (kmb41)
Aci Ngusaba Nini di Desa Adat Jasri Krama ’’Ngayeng’’ dari Rumah
Amlapura (Bali Post) Desa Adat Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem melaksanakan upacara Aci Ngusaba Nini -- Ngusaba Kadasa Agung -- yang puncaknya Sabtu (4/4) lalu dilaksanakan hanya oleh panitia, akibat penyebaran virus Corona atau Covid-19 semakin meluas. Sedangkan krama lainnya mengikuti upacara dengan cara ngayeng dari rumah masing-masing. Bendesa Adat Jasri I Nyoman Mawi Yuristira mengatakan Minggu (5/4) kemarin, puncak karya dilaksanakan Sabtu (4/4) lalu. Ida Bhatara Nyejer selama tiga hari di Pura Bale Agung Desa Adat Jasri. Ida Batara masineb bertepatan Purnama Kadasa, Selasa (7/4). ‘’Hari Minggu kemarin dilaksanakan upacara Ngemalangin. Sebelumnya telah dihelat ritual Nuur Tirta Kamandalu, yang merupakan upacara inti ritual Ngusaba Aci itu,’’ ucapnya.
Setelah Swab PCR Negatif Dua PDP Dipulangkan
Bali Post/kmb41
NGAYENG - Aci Ngusaba Nini di Desa Adat Jasri tetap berjalan seperti biasa. Hanya dilakuan panitia saja, krama lainnya ngayeng dari rumah masing-masing. Yuristira menambahkan, pelaksanaan upacaranya sendiri tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hanya, prosesi upacaranya melibatkan sejumlah krama. Itu dilakukan mengikuti imbauan pemerintah, sebab terkait pencegahan Covid-19, dilarang melibatkan banyak
orang. ‘’Yang terlibat hanya panitia karya saja. Sengaja kita batasi jumlah kramanya. Namun material upakara tetap lengkap tidak ada sarana upakaranya dikurangi. Krama lainnya dengan cara ngayeng dari rumahnya masing-masing,’’ kata Yudistira. (kmb41)
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan, update kasus virus Corona, Minggu (5/4) kemarin, hasil tes swab PCR milik PDP 06 yang diterima Jumat (3/4) lalu itu, keesokan harinya Sabtu (4/4) pasien bersangkutan diizinkan pulang oleh tim medis yang menangani. Setelah pemulangan PDP kode 06 di hari yang sama tim gugus tugas juga menerima konfirmasi hasil swab PCR milik PDP kode 08. Setelah dinyatakan negatif, pasien yang bersangkutan juga diizinkan pulang. Sedangkan sampel swab milik PDP kode 03 (pekerja kapal pesiar) dan PDP 07 (sopir) juga telah diterima di hari yang sama. Hanya, hasil tes PDP 03 menunjukkan positif terinfeksi virus Corona, sehingga harus
menjalani treatment dan belum diperbolehkan pulang. Untuk PDP kode 07 setelah menjalani dua kali tes swab, hasilnya negatif virus Corona. Namun, dia belum diperbolehkan pulang akibat kondisinya pucat (anemia). ‘’Dari masa perawatan memang PDP kode 03 itu cukup lama dirawat. Berdasarkan hasil tes swab kedua, dia masih positif. Kekebalan tubuh setiap orang kan berbeda-beda. Mungkin imun yang bersangkutan kurang, sehingga proses pemulihannya lama. Berbeda dengan PDP kode 07, kondisinya masih pucat sehingga juga belum dipulangkan. PDP 07 masih tetap dirawat diisolasi Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, namun ruangannya berbeda dengan PDP kode 03,’’ katanya.
Gede Suyasa, M.Pd. Birokrat asal Desa Tejakula itu menambahkan, setelah PDP kode 08 dipulangkan, warga yang tinggal di sekitar kontrakan PDP 08 itu sempat merasa waswas. Untuk itu, Suyasa menugaskan camat memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga bahwa pasien yang dipulangkan itu kini telah sembuh. Karena itu harus diterima oleh masyarakat. ‘’Pasalnya ada beberapa warga keberatan dengan kepulangan PDP 08 itu,’’
Bali post/kmb38
sebut Suyasa. Namun, Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng telah memberikan tempat tinggal sementara kepada PDP kode 08 ini. ‘’PDP kode 08 sangat berjasa, sempat merawat pasien positif, kemudian terpapar Covid-19. Mestinya dia diterima masyarakat, karena dia sudah tidak memiliki unsur virus. Sudah kami tugaskan Diskes memfasilitasi rumah singgah yang bersangkutan,’’ jelasnya. (kmb38)
Kesehatan
Waspada, Cara Berjemur yang Salah Bisa Picu Pterigium pada Mata! Oleh: dr. A.A. Ayu Putri Khrisnawati
BERJEMUR di bawah sinar matahari saat ini sering dilakukan oleh masyarakat. Sinar matahari yang mengenai kulit akan dapat meningkatkan jumlah vitamin D aktif, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, sinar ultraviolet (UV) dari matahari juga memiliki dampak pada organ mata. Dampak tersebut akan semakin buruk jika berjemur tanpa menggunakan alat pelindung mata yang baik. Sinar UV-B merupakan sinar UV itu mampu menyebabkan kulit menjadi kemerahan atau sunburn. Hal itu juga mampu memicu suatu kelainan mata yang disebut pterigium, jika seseorang terpapar terlalu lama. Sementara UV-A mampu masuk lebih dalam lagi ke mata sehingga dapat menyebabkan katarak dan kerusakan saraf mata. Dengan demikian, masyarakat yang sering terpapar sinar matahari dan tanpa perlindungan mata yang baik berisiko menderita katarak
dan pterigium di kemudian hari. Pterigium merupakan pertumbuhan jaringan fibrovaskular yang berlebihan pada selaput mata (konjungtiva). Jaringan ini tumbuh dengan bentuk menyerupai segitiga dengan dasar terletak di sudut mata dan puncaknya ada di kornea mata. Pterigium tidak berbahaya dan jarang menimbulkan komplikasi. Namun, kelainan ini bersifat invasif sehingga apabila tidak mendapat perhatian, pterigium dapat tumbuh mencapai manik mata (pupil) dan berakibat pada gangguan penglihatan. Secara umum, pterigium sering ditemukan pada usia dewasa (>40 tahun), tinggal di daerah tropis, terutama di daerah khatulistiwa, serta pada jenis kelamin laki-laki. Penyebab kelainan itu belum diketahui secara pasti, tetapi paparan sinar UV yang berlebihan merupakan faktor risiko utama, iritasi mata akibat sering terpapar pasir, debu, asap,
gangguan fungsi air mata (secara kuantitas maupun kualitas), peradangan selaput mata kronis juga dapat mencetuskan suatu pterigium. Seseorang yang mengalami pterigium itu awalnya tidak merasakan gangguan apa pun. Seiring paparan yang terus berlanjut, pterigium itu bisa terjadi di satu mata, atau kedua mata. Bahkan dapat menimbulkan keluhan seperti mata terasa mengganjal, mata merah, gatal di area selaput, dan gangguan penglihatan (seperti ada yang menghalangi). Ciri khas pterigium adalah terbentuknya selaput putih dengan pembuluh darah yang menjorok ke arah kornea. Bila Anda menemukan gam-
baran itu, segera periksa ke dokter mata. Lakukan penanganan pterigium tahap awal dengan cara mengurangi paparan sinar matahari dan polusi. Selain itu diberikan air mata buatan apabila diperlukan. Disarankan menggunakan alat pelindung mata, seperti topi atau kacamata hitam untuk mencegah pertumbuhan lebih lanjut. Apabila pterigium telah mengganggu penglihatan, sering menimbulkan keluhan. Hal itu dapat mengganggu kosmetika penderitanya. Karena itu, dianjurkan dilakukan tindakan operasi untuk menghilangkan jaringan tersebut. Kini, Anda sudah mengetahui efek samping berjemur secara berlebihan tanpa perlindungan mata yang baik, yakni terjadi pterigium. Jika ingin menikmati sinar matahari demi meningkatkan kesehatan tubuh, maka jangan lupa melindungi organ mata kita ya. Salam mata sehat selalu! (ad51)
Senin Paing, 6 April 2020
Melaksanakan Arahan Pemerintah Pusat
Menekan Penyebaran Covid-19 Dari Hal. 1 Di sisi lain, salah seorang petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Gilimanuk Yeti Sugiarti menjelaskan protap penerimaan pendatang yang harus menjalani pengecekan suhu serta wawancara terkait daerah asal dan tujuan ke Bali. Selain itu, bagi kendaraan petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan. ‘’Kalau ada penumpang suhu tubuhnya tinggi, akan segera diarahkan ke ruang isolasi,’’ jelasnya. Sementara itu, seperti diketahui sebelumnya, Gubernur
Bali melalui surat nomor : 551/2500/Dishub tanggal 29 Maret 2020 yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI telah memohonkan berbagai langkah dan upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 ke Bali. Poinnya antara lain, pertama, melakukan seleksi ketat terhadap penumpang yang akan menyeberang ke Bali. Kedua, hanya mengizinkan penyeberangan bagi penumpang atau kendaraan dengan kepentingan logistik, kesehatan, keamanan dan tugas resmi pemerintah serta keperluan perorangan yang bersifat mendesak. Ketiga,
melakukan pembatasan operasi pelabuhan dan mengurangi frekuensi penyeberangan. Keempat, menugaskan Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan untuk membentuk posko terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan. Tidak berselang lama, Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat langsung merespons surat dari Gubernur Bali dengan mengeluarkan surat Nomor : AP.005/3/4/DRJD/2020 tanggal 31 Maret 2020 yang menegaskan penutupan/pembatasan operasional angkutan penyeberangan, seyogianya tidak
mengganggu operasional kapal penyeberangan yang mengangkut kendaraan bermuatan logistik atau barang kebutuhan pokok, obat-obatan dan petugas dengan tentu berpedoman pada protokol penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) dari instansi berwenang. Surat ini juga memerintahkan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) agar melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna tersedianya transportasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan dan kesehatan petugas dan pengguna jasa. (kmb)
lumnya, rata-rata pertumbuhan ekonomi Bali berada 1 persen di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Jika merujuk pada kondisi itu, berarti ekonomi Bali dapat diproyeksikan akan tumbuh maksimum di angka 3,3 persen di tahun 2020. Proyeksi pertumbuhan 3,3 persen dinyatakan maksimum, karena mayoritas penopang ekonomi Bali adalah sektor pariwisata dan sektor ini paling tinggi terdampak akibat wabah Covid-19. Bila angka tiga tahun sebelumnya dipergunakan untuk memproyeksi ekonomi Bali tahun 2021, maka hasilnya akan sangat pesimistik. Tahun 2019 ekonomi Bali hanya tumbuh 5,63 persen, jauh turun dibandingkan tahun 2018 yang mencapai angka 6,33 persen. Jadi kalau tahun 2020 diproyeksi hanya tumbuh di angka 3,3 persen, dengan menggunakan metode statistik yang konvensional, pertumbuhan ekonomi Bali akan ada pada kisaran angka 3 persen ke bawah. Tetapi, bila tahun 2021 kita anggap sebagai tahun pemulihan, maka proyeksinya akan ada pada kisaran 4-5 persen. Proyeksi sederhana ini (harus dibuat) sebagai bahan pertimbangan, khususnya bagi pemerintah kabupaten/kota yang saat ini sedang melakukan musyawarah perencanaan dan pengembangan daerah (musrenbangda). Perubahan indikator ekonomi saat ini akan besar pengaruhnya terhadap program, kegiatan, subkegiatan dan indikator masing-masing organisasi perangkat daerah
(OPD). Bagi seluruh OPD, perubahan kondisi ekonomi makro global, nasional dan regional, ada yang terkena pengaruh langsung dan ada pula yang tidak langsung. Badan Pendapatan Daerah, misalnya, akan kena pengaruh langsung, karena di satu sisi dengan anggaran yang masih sangat terbatas, OPD ini harus melaksanakan program-program inovatif untuk memulihkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dominan berasal dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Hal yang sama akan dirasakan oleh Dinas Pariwisata. Dinas ini tentu tidak cukup hanya membuat program-program rutin seperti pelayanan administrasi perkantoran dan sejenisnya saja. Tetapi harus membuat program-program inovatif yang dapat meningkatkan jumlah dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di daerahnya. Bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kondisi perekonomian yang diganggu oleh bencana Covid-19, tentu memberikan pembelajaran yang sangat banyak. Program dari dinas ini, tentu tidak cukup dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya aparatur saja, tetapi harus ada program-program inovatif di bidang perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. Program ini menjadi penting, karena kebutuhan bahan pokok masyarakat suatu daerah sangat tergantung dari daerah lainnya, bahkan banyak yang masih ketergantungan pada impor. Dinas Koperasi dan UMKM
juga perlu membuat programprogram inovatif yang dapat meningkatkan daya tahan UMKM dalam segala keadaan. Harus diakui, hingga kini imun atau kekebalan UMKM terhadap situasi-situasi tertentu, relatif lebih rendah dibandingkan dengan usaha besar. Program strategis lainnya yang menjadi tanggung jawab dinas ini adalah program penyehatan usaha simpan-pinjam (USP) koperasi. Berdasarkan hasil kajian ilmiah, tingkat kesehatan USP koperasi relatif lebih rentan dibandingkan dengan industri sejenis lainnya. Bagi Dinas Pertanian, program peningkatan ketahanan pangan pertanian dan perkebunan, serta program peningkatan penerapan teknologi pertanian menjadi sangat penting. Karena di daerah kabupaten tertentu, apalagi di kota, luas lahan pertanian semakin sempit akibat alih fungsi lahan. Fungsi dinas ini menjadi lebih strategis dibandingkan dengan daerah lain, karena di Bali pertanian juga berfungsi menjaga ketahanan budaya, ekologi dan demografi. Musrenbangda untuk tahun kerja 2021 menjadi sangat penting kali ini, karena disusun berdasarkan situasi yang tidak biasa. Mudah-mudahan, tugas penting pemerintahan itu dapat terlaksana dengan baik dan dapat menghasilkan panduan kerja yang mumpuni.
Tiga Skenario Pertumbuhan Ekonomi
Dari Hal. 1 Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani telah membuat tiga skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia menghadapi situasi ini. Skenario pertama, ekonomi Indonesia akan tumbuh tetap di angka 5,3 persen tahun 2020 dengan asumsi harga minyak dunia US$ 62 per barel, nilai tukar Rp 14.400 per dolar AS dan inflasi 3,1 persen. Skenario kedua, ekonomi tumbuh 2,3 persen dengan asumsi harga minyak dunia US$ 38 per barel, nilai tukar Rp 17.500 per dolar AS dan inflasi 3,9 persen. Dan skenario ketiga, ekonomi tumbuh minus 0,4 persen, harga minyak dunia US$ 31 per barel, inflasi 5,1 persen dan nilai tukar mencapai Rp 20.000 per dolar AS (Bisnis.com). The Economist Intelligence memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 akan turun dari semula 5,1 persen ke angka hanya 1 persen. Kalau dicermati proyeksi dari kedua sumber di atas, nampaknya yang paling moderat adalah pertumbuhan ekonomi skenario kedua dari Menteri Keuangan RI. Artinya, ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran angka 2,3 persen tahun 2020, dengan asumsi harga minyak dunia US$ 38 per barel, nilai tukar rupiah Rp 17.500 per dolar AS dan inflasi di kisaran angka 2,9-3,9 persen. Terkait dengan kondisi ekonomi Bali pada tahun berjalan, kalau dibandingkan dengan ekonomi nasional tahun-tahun sebe-
Penulis, Guru Besar Fakultas Ekonomi & Bisnis Unud, warga Desa Batubulan
Dari Hal. 1 Agar tidak muncul pertanyaan bagaimana caranya agar krama adat tidak kelaparan, Suarmanayasa memaparkan bahwa sudah saatnya desa adat bergerak dengan cara menggunakan kas desa adat. Seperti diketahui, salah satu sumber dana desa adat adalah dari laba LPD berupa 20% untuk dana pembangunan desa dan 5% untuk dana sosial. Dana ini harus digunakan untuk menjamin kehidupan dan untuk membiayai kebutuhan pokok krama-nya selama 14 hari. ‘’Saatnya bendesa adat berani membuat keputusan. Sementara lupakan dana yang dimiliki untuk pembangunan fisik. Utamakan untuk kebutuhan pokok krama adat,’’ ujarnya. Selain desa adat, katanya, di Bali banyak terdapat semacam
pasemetonan suka duka, baik dalam bentuk tempekan atau sekaa-sekaa. Rata-rata pasemetonan ini memiliki kas. Saat ini dana yang dimiliki harus direlakan untuk dialihkan sementara untuk biaya hidup selama 14 hari. Selain itu, setiap desa adat juga memiliki pecalang yang selalu siap untuk bertugas. Pecalang dipastikan mampu mengamankan keputusan desa adat agar berjalan sesuai harapan. Beberapa desa adat seperti Desa Adat Panjer, Selulung Kintamani, Wanagiri sudah melakukan karantina diri. Desa adat tersebut memberikan bantuan berupa beras, telur dan sejenisnya kepada krama adatnya. ‘’Saatnya bergotong royong dan saling menekan ego demi keselamatan krama Bali,’’ tegasnya. Sementara itu, praktisi hukum Undiksha Dr. Dewa Gede
Sudika Mangku, S.H., LL.M. mengatakan, seluruh jajaran pemerintahan di daerah harus tunduk dan melaksanakan arahan pemerintah pusat. Apalagi, Presiden Jokowi meminta kepada kepala daerah untuk tidak membuat kebijakan-kebijakan sendiri, termasuk Bali. Berdasarkan pengamatannya, Pemerintah Provinsi Bali telah dengan tertib melaksanakan arahan pemerintah untuk terus mencegah penularan virus Corona ini. Seperti siswa-siswa telah belajar dari rumah begitu juga perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Bali telah kuliah melalui daring atau online. Objek-objek wisata telah ditutup untuk mencegah penularan virus dari Wuhan ini menular. Bahkan, di salah satu kabupaten di Bali menerapkan aturan untuk pasar tradisional dan modern buka dari pukul 10.00 hingga 16.00 Wita. (win)
Penanganan Petakan Distribusi Situasi Darurat Logistik Dari Hal. 1
Dari Hal. 1
Sementara itu, lembaga keuangan yang dimiliki desa adat seperti LPD saat ini, menurutnya, hanya mampu memberikan keringanan kredit kepada masyarakat, sehingga tekanan ekonomi masyarakat adat akan lebih rendah. Sementara pemberdayaan masyarakat dalam penanganan situasi darurat, belum banyak bisa dilakukan. Bahkan lembaga keuangan mikro ini lebih rentan terhadap situasi dampak Covid-19. Mengingat lembaga keuangan yang besar seperti perbankan saja sedang berupaya keras untuk menjaga kestabilan usahanya. ‘’Apalagi, lembaga keuangan skala kecil,’’ ujarnya. Menurutnya, manajemen LPD pun lepas dalam konteks kepengurusan desa adat karena keterlibatan LPD dalam mengurus desa adat hanya sejauh penyetoran keuntungan LPD untuk desa adat. (kmb42)
Sementara dari sisi ketahanan pangan, kata Kembar Sri Budhi, desa adat tidak bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan pangan. Perlu distribusi pangan dari wilayah lain. PSBB yang diterapkan mesti ada pengecualian dari kebijakan pemerintah daerah untuk menyalurkan logistik. Pemerintah pusat mesti memetakan distribusi logistik. Sinergi desa adat dan dinas bisa dilakukan dengan memanfaatkan anggaran dana desa (ADD) untuk kepentingan mem-backup dalam rangka mengurangi dampak mewabahnya Covid-19, namun tetap melapor ke pemda. ‘’Jadi peran desa adat dalam konteks kemandirian ekonomi dalam konteks prinsip membantu sesama di lingkungan masyarakat itu sendiri,’’ tegasnya. (kmb42)
Tambahan Lima Pasien Positif
Dari Hal. 1 Sementara itu, pasien positif Covid-19 di Bali sudah ada 18 yang sembuh dari total 32 yang dinyatakan positif per Sabtu (4/4) pukul 12.00 WIB. Jika dipersentasekan, jumlah pasien sembuh mencapai 56 persen dari pasien positif. Namun di tengah tingginya persentase kesembuhan
pasien positif Covid-19 di Bali, penambahan pasien positif juga terus terjadi. Sejak Jumat (3/4) terus terjadi penambahan. Pada Jumat dilaporkan ada dua pasien positif baru terkonfirmasi. Untuk Sabtu, ada tambahan lima pasien positif sehingga secara akumulatif Bali menangani 32 pasien. Pada Minggu (5/4) per pukul 12.00 WIB terjadi
lagi penambahan. Jumlah penambahan itu dilihat dari dashboard pemantauan Covid-19 sebanyak tiga kasus, sehingga Bali kini secara akumulatif sudah menangani 35 kasus positif. Masih dari data itu, jumlah pasien sembuh di Bali mencapai 18 orang. Sementara yang meninggal dunia masih tetap 2 orang. (iah)
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Sales Bhn Bangunan Pengalaman. Krm Lmr Jl.Nuansa Indah Selatan 9D Denpasar
B.BP.004.04.20.0000049
Dcr cpt PRT Jujur,bersih Tdrdlm (BungTomo Gj1,8jt) 082341168381
B.BP.001.04.20.0000057
DIJUAL MOBIL ISUZU
PT.ArthaAsia Finance Lelang Unit Isuzu NMR-17 HD 6.1 Bak Kayu th 2019 Hub.0361-4781601
B.BP.004.04.20.0000044
BIRO JASA Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155
B.BP.001.03.20.0000203
RUPA-RUPA
SERVICE
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI
gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET Bronze Silver Gold
HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm
RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan
PAKET
300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan
BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Senin Paing, 6 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Ujian Paling Berat BELUM pernah rasanya Bali menghadapi kondisi berat dalam bidang ekonomi seperti yang terjadi saat ini. Jantung penggerak ekonomi Bali yakni pariwisata ditikam dengan telak oleh virus Corona yang telah menjadi pandemi. Matinya pariwisata akan menghentikan detak perekonomian. Tidak menutup kemungkinan, ekonomi Bali akan mengalami pertumbuhan sangat lamban bahkan bisa saja negatif. Jika pertumbuhan sampai negatif dalam dua triwulan ke depan, ditambah dengan melambungnya inflasi, dipastikan ekonomi Bali akan mengalami resesi. Ini tentu merupakan kondisi terburuk yang akan menjelma menjadi kenyataan jika pemerintah hanya berjalan seperti biasa. Artinya, pemerintah tidak melakukan terobosan-terobosan progresif untuk mengantisipasi dampak ekonomi pandemi Covid-19. Kekhawatiran bahwa pemerintah akan gagal mengantisipasi dampak ekonomi menjadi sangat wajar, mengingat pemerintah baik pusat maupun daerah, belum memiliki pengalaman menghadapi situasi sesulit yang terjadi saat ini. Memang, Bali pernah mengalami masa sulit akibat terpukulnya pariwisata di antaranya akibat Bom Bali 1 dan 2, wabah SARS dan erupsi Gunung Agung. Jika Bom Bali hanya memerlukan upaya meyakinkan dunia bahwa Bali aman, maka kali ini meski Bali bisa selamat dari wabah Covid-19 sekalipun, belum tentu pariwisata akan cepat bisa dipulihkan. Pemulihan hanya mungkin jika seluruh dunia telah benar-benar terbebas dari ancaman Covid-19. Pemerintah Bali di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota harus segera bertindak memikirkan rencana aksi menggerakkan ekonomi. Segera setelah wabah bisa dikendalikan, aksi nyata sudah dapat dilaksanakan. Bahkan sembari fokus melawan virus Corona, kebijakan penyelamatan ekonomi sebaiknya sudah ada yang bisa dijalankan.
Pemeriksa Tak Boleh Lalai
KEBIJAKAN pemerintah yang kini mulai melakukan pembatasan orang untuk ke luar-masuk Bali, mendapat apresiasi kalangan legislatif. Kebijakan tersebut dinilai efektif dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali. Sangat penting untuk menyetop sementara semua aktivitas yang membawa orang dari wilayah atau negara lain yang tidak punya kepentingan mendesak. Kebijakan ini juga direspons positif netizen. Di akun Facebook @balipost, netizen menilai memang sudah saatnya Bali mempersempit celah pintu masuknya. Bahkan bila perlu, untuk sementara hanya logistik yang diperbolehkan masuk Bali. Jangan gara-gara pejabat, bisa seenaknya keluar-masuk Bali. Atau paling parah, kebijakan ini jangan justru dijadikan celah untuk melakukan pungutan liar (pungli) oleh petugas pemeriksa. Wayan Sudiastawan Keamanan Bali bergantung pada akses laut dan udara Bali. Tolong, pemerintah selalu memberi perhatian penuh terhadap dua aspek ini. Keamanan wilayah adalah tanggung jawab dan kewenangan penuh pemerintah daerah tanpa meninggalkan kesatuan NKRI. Mardana Nyoman Harus dilarang, kecuali angkut logistik. Sang Tarka Awasi petugas lapangan di Gilimanuk dan Padangbai serta airport, agar taat dan tidak menerima salam tempel dari pendatang. Mirahyanti Seriuskah? Awas ada yang sampai lolos. Perak Nyoman Pecalang dan desa adat ha-
rus bareng bersatu menjaga pintu masuk Bali saat ini. Supaya jangan sampai ada main sogok-menyogok. Luh Sri Artini Bali ini terasa aneh. Orang Bali disuruh mengurangi aktivitas luar rumah, sedangkan pelabuhan atau orang luar Bali masih banyak berkeliaran masuk perdesaan. Kalau kita cegat, kami yang salah tanpa ada izin dari pemerintah. Kalau kita hanya diam, siapa tahu orang itu sudah terjangkit. Kita sebagai pribumi serba salah. Koko O’an Perketat pintu keluar-masuk Bali dengan proses karantina. Yang terinfeksi kita cari, bentuk satgas di desa masing-masing dan ikuti anjuran pemerintah. Berkorban demi Bali untuk memutus rantai penyebaran virus ini.
Wayan Patiyasa Segera tutup Pelabuhan Gilimanuk. Lakukan karantina pulau karena pelabuhan ini sangat rawan. Karena orang yang masuk ke Bali sudah terpapar virus Corona. Segera Pemkab Jembrana dan Pemprov Bali ambil langkah. Selamatkan masyarakat Bali. Made Wira Di samping perketat pintu masuk Bali. Di pasar-pasar tradisional juga perlu disosialisasikan bahaya Covid-19. Coba anda masuk pasar. Banyak pembeli dan pedagang mengabaikan masalah masker dan cuci tangan. Berarti risiko penularan sangat besar. Dan satu lagi, kepada bapak-bapak ojol, jangan sering kumpul-kumpul berbanyak. Kemarin terlihat di parkiran restoran mi yang ada di Dalung mereka kumpul-kumpul tapi tidak ada yang memberi peringatan. Entah aparat berwenang pada ke mana. Risiko penularan akan semakin meluas jika kita sering kumpul ramai-ramai.
POJOK
Saatnya desa adat jadi ”panglima perang”. - Sudah jadi panglima sejak dulu. *** Pikirkan masyarakat miskin baru. - Kerjakan dengan jujur, lurus dan tuntas. *** Pendatang dari daerah terjangkit langsung di-”rapid test”. - Jangan lagi kompromi.