Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
DIJAMU - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua Panitia Dharma Santi Nasional dan pengurus PHDI saat jamuan makan malam di Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (5/4) kemarin.
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Bali Post/eka
Gubernur Koster Komitmen ’’Ngayah’’ dari Bali untuk Umat Hindu Se-Indonesia
GUBERNUR Bali Wayan Koster berkomitmen ngayah dari Bali untuk umat Hindu se-Indonesia. Itu sebabnya, Pemprov Bali semaksimal mungkin membantu pelaksanaan Dharma Santi Nasional perayaan hari suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1941. Mengingat tahun ini, Dharma Santi Nasional akan digelar di Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Sabtu (6/4) malam ini. Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. ‘’Kami sudah menugaskan sekda dan jajaran untuk memback-up sepenuhnya apa yang harus dibantu, difasilitasi sesuai dengan sumber daya yang kita punya. Kita bantu Parisada semaksimalnya, ngayah dari Bali untuk umat Hindu se-Indonesia,’’ ujar Koster saat mengundang peserta Dharma Santi Nasional yang terdiri
dari perwakilan PHDI di seluruh Indonesia dalam acara jamuan makan malam di Jaya Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (5/4) kemarin. Sejak dulu, Koster selalu aktif dalam kegiatan keumatan. Sekarang dalam posisi sebagai gubernur, ia tidak hanya memikirkan umat Hindu di Bali, tetapi juga harus berpikir lebih
TERORIS
Tiga Ditembak, Salah Satunya Keponakan Imam Samudra Jakarta (Bali Post) – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, salah satu dari tiga anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tertembak hingga tewas dalam kontak senjata di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah adalah keponakan mendiang pelaku Bom Bali 1 Imam Samudra. ‘’Alqindi alias Muaz, hasil penelusuran dan investigasi tim ke Banten, yang bersangkutan adalah keponakan Imam Samudra,’’ kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/4) kemarin. Alqindi alias Muaz alias Alkindi Mutaqien (25) diketahui tergabung dalam kelompok MIT pimpinan Ali Kalora. Alqindi dan dua anggota MIT lainnya yakni Andi Muhammad alias Abdullah alias Abd Rahman (21) dan Al Haji Kaliki alias Ibrohim alias Alhaji Daeng Simamang (25) diketahui tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Salumarate, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Kamis 21 Maret 2019. Barang bukti yang disita dari ketiga teroris yang tewas itu adalah satu tas ransel dan dua karung. Tas ransel tersebut berisi sarung, sandal, rompi, jaket, bom lontong, senter kepala, bahan bom, sendok dua buah, sarung tangan, handuk, sikat gigi, obat luka, alat kikir, ban dalam motor serta buah-buahan seperti nangka dan pisang rebus. Sementara dua karung yang disita satgas pun isinya hampir sama dengan isi tas ransel ditambah sejumlah senjata tajam di antaranya gergaji, amunisi senjata api jenis SS 1 V2, amunisi selongsong tidak aktif empat buah, potongan besi, parang dan kompas. ‘’Amunisi yang aktif 55 butir. Lalu ada yang tidak aktif. Ada juga senjata tajam jenis parang,’’ tutur Dedi. (ant)
Masif, Pembangunan Akomodasi di Ubud Pembangunan akomodasi pariwisata di Ubud terbilang masif. Bahkan belakangan muncul budget hotel dengan bangunan lebih dari dua lantai yang merusak pasar hotel di Ubud. Tidak hanya budget hotel, akomodasi jenis lain juga turut menyumbang ancaman khususnya pada lingkungan, jika aturan tak diindahkan.
Halaman 5
dalamnya termasuk master plan pengelolaan air dan energi. Pada intinya, alam Bali akan dikonservasi, revitalisasi, dan normalisasi. Meliputi danau, sungai, hutan, sumber air lainnya, pantai dan lainnya dengan konsep Sad Kertih. ‘’Konsep kehidupan yang diwariskan leluhur yang akan dijalankan sekala niskala agar Bali betul-betul bangkit auranya menjadi pulau sakral, mataksu kuat dan tenget. Ini betul-betul mau kami bangkitkan karena cukup lama mengalami degradasi,’’ jelasnya. Menurut Koster, hal-hal
fundamental tersebut akan ditata kembali menuju Bali Era Baru. Yakni tatanan kehidupan baru memasuki dunia modern dengan perkembangan IT, namun tetap memproteksi bahkan memperluas kapasitas dan memajukan adat istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali. Secara khusus, Koster berpesan kepada umat Hindu di Indonesia agar bekerja sama, kompak, serta membangun persatuan dan kesatuan untuk menegakkan misi keumatan. ‘’Umat Hindu jumlahnya sangat sedikit, tapi harus bisa menampilkan
identitas yang kita miliki,’’ tegasnya. Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana berharap kedatangan para tokoh Hindu dari seluruh Indonesia ini dapat membuat Bali semakin mataksu. ‘’Kedatangan semeton sareng sami (peserta Dharma Santi Nasional) sangat berarti bagi kami, karena di Bali ini membutuhkan aura, taksu semeton untuk mendampingi kami di Bali dalam mengemban tugas dharma agama yang sangat berat,’’ ujarnya. (ad218)
KPK Sita Uang 75 Pejabat PUPR Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang dari 75 orang dalam penyidikan kasus suap pelaksanaan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2017-2018 di Kementerian PUPR. ‘’Terkait perkembangan penanganan perkara sampai akhir Maret 2019 ini, selama proses penyidikan KPK telah menyita uang dari 75 orang, termasuk di antaranya dari 69 orang telah mengembalikan uang ke KPK,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (5/4) kemarin. Uang yang disita tersebut, kata Febri, diduga diterima oleh para pejabat di Kementerian PUPR dalam rupiah dan berbagai bentuk mata uang asing, yaitu Rp 33.466.729.500, 481.600 dolar AS, 305.312 dolar Singapura, 20.500 dolar Australia, 147.240 dolar Hongkong, 30.825 euro. Selanjutnya, 4.000 poundsterling, 345.712 ringgit Malaysia, 85.100 yuan Cina, 6.775.000 won Korea, 158.470 bath Thailand, 901.000 yen Jepang, 38.000.000 dong Vietnam, dan 1.800 shekel Israel. ‘’KPK menduga pembagian uang pada pejabat Kementerian PUPR terjadi massal pada puluhan pejabat di
sana terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum,’’ ungkap Febri. KPK total telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tersebut. Diduga sebagai pemberi yakni Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto (BS), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL). Empat orang tersebut saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Sedangkan diduga sebagai penerima yaitu Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA). Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa. (ant)
KPK - Juru bicara KPK Febri Diansyah bersama Basaria Panjaitan.
Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini ditutup positif melanjutkan tren penguatan beberapa hari terakhir. Rupiah menguat 50 poin menjadi 14.133 per dolar AS dari sebelumnya 14.183 per dolar AS. Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Ju-
mat (5/4) kemarin, mengatakan ada harapan bahwa sengketa perdagangan yang berlarut-larut antara Amerika Serikat dan Cina akan segera diselesaikan. Hal tersebut menjadi katalis positif bagi rupiah. ‘’Perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia telah menjadi gangguan utama bagi pasar keuangan selama setahun terakhir, dengan aset berisiko khususnya terpu-
kul di tengah kekhawatiran tentang perluasan bisnis dan dampak pertumbuhan dari konflik,’’ ujar Ibrahim. Sementara itu, optimisme konsumen tetap terjaga pada Maret 2019. Ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada pada tingkat optimistis yaitu 124,5, meski sedikit lebih rendah dari 125,1 pada bulan sebelumnya. Info terbaru tentang Sur-
Bali Post/ant
Rupiah Menguat, Optimisme Konsumen Tetap Terjaga
Disita, Aset Sudikerta Penyidik Subdit V Ditreskrimsus Polda Bali terus mendalami dugaan kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Ketut Sudikerta. Jumat (5/4) kemarin, penyidik memeriksa tersangka Wayan Wakil (51) dan Anak Agung Ngurah Agung (68). Selain itu, polisi mengusut aset Sudikerta yang dibeli dari uang Alim Markus selaku pemilik PT Maspion Group Surabaya.
Halaman 2
luas lagi yakni umat Hindu di Indonesia dengan Bali sebagai penopangnya. Di Bali sendiri sekarang memiliki visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ untuk pembangunan lima tahun ke depan. Visi tersebut telah disosialisasikan ke seluruh kabupaten/kota, dan sekarang mulai digaungkan di kalangan generasi muda dengan cara
turun ke kampus-kampus. ‘’Tugas saya berat karena tahun ini saja saya harus menyelesaikan lima ranperda Provinsi Bali. Yaitu ranperda berkaitan standar pelayanan kesehatan, standar kepariwisataan, pemajuan kebudayaan, penggunaan motor dan mobil listrik, serta wajib belajar 12 tahun,’’ imbuhnya. Selain itu, lanjut Koster, ada 17 ranpergub yang harus diselesaikan tahun 2019 dan 25 program tematik yang akan dilaksanakan dalam lima tahun. Namun konsepnya harus selesai tahun ini juga, yang di
City Dihadang Cedera Pemain Manchester City dalam perjalanan meraih empat trofi musim ini yang belum pernah terjadi sebelumnya. City ditantang Brighton pada semifinal Piala FA di Stadion Wembley, Sabtu (6/4) malam ini. Pasukan Pep Guardiola juga berpeluang merebut juara Liga Utama Inggris dan Liga Champions untuk melengkapi Piala Liga yang disabet Februari lalu.
Halaman 15
vei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Maret 2019 di Jakarta, Jumat kemarin, menjelaskan optimisme konsumen yang tetap terjaga itu ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi saat ini yang tetap kuat dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada enam bulan mendatang yang tetap tinggi. Dijelaskan, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)
ditopang oleh persepsi terhadap penghasilan saat ini yang membaik. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) tetap tinggi didukung oleh perkiraan konsumen terhadap kegiatan usaha pada enam bulan mendatang akan membaik. Meskipun tetap pada level optimistis, IKE dan IEK lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. (ant)
DENPASAR
2
Sabtu Umanis, 6 April 2019
Pengurangan Sampah Plastik Sekali Pakai
Berpotensi Bangkitkan Industri Lokal yang Memproduksi Pengganti Plastik
I Nyoman Adnyana GERAKAN Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik yang akan dilaksanakan secara serentak di kabupaten/kota se-Bali, Minggu (7/4) besok, disambut positif semua pihak. Terlebih, gerakan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Bicara sampah plastik sekali
pakai, pembatasannya tidak saja akan berdampak bagi kelangsungan lingkungan. Tetapi secara luas juga berpotensi membangkitkan industri lokal yang memproduksi pengganti plastik sekali pakai. ‘’Kan bagus itu (Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik - red), walaupun tidak 100 persen menghilangkan sampah plastik. Tapi, minimal mengurangi,’’ ujar anggota DPRD Bali Dapil Bangli I Nyoman Adnyana, Jumat (5/4) kemarin. Adnyana menambahkan, berkurangnya penggunaan plastik sekali pakai sama dengan mengurangi ancaman kerusakan ekosistem. Sebab, sampah plastik memakan waktu cukup lama untuk bisa terurai di dalam tanah. Kalau dibakar, sampah plastik akan memproduksi zat-zat berbahaya seperti dioksin dan furan. ‘’Mudahmudahan tidak saja mengurangi, tapi nanti bisa meniadakan dengan menggugah kesadaran masyarakat. Jadi dengan memberikan pemahaman dan pengertian tentang efek
negatif sampah plastik,’’ jelas anggota Komisi I DPRD Bali ini. Adnyana melihat di Denpasar khususnya sudah mulai tampak ada pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Mengingat, jumlah penduduk juga toko-toko yang menyediakan plastik sekali pakai cukup banyak ada di ibu kota Provinsi Bali ini. Hal tersebut mesti didukung dan terus digaungkan, serta dibumikan. Bila perlu sampai ke desa-desa diadakan lomba tanpa menggunakan plastik sekali pakai. ‘’Sehingga kan bisa menggugah masyarakat desa dan khususnya anak-anak, para murid, STT (Sekaa Teruna Teruni - red) sebagai penerus atau generasi berikutnya. Bahkan, kalau bisa itu diatur secara permanen di desa, kan lebih bagus,’’ imbuh politisi PDI-P ini. Untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, lanjut Adnyana, bisa dimanfaatkan bahan pengganti seperti batok kelapa untuk wadah makanan dan minuman. Ini sekaligus dapat membangkitkan industri kecil atau UMKM yang
memproduksi peralatan ramah lingkungan tersebut. Terlebih sekarang, kebutuhan akan sedotan yang ramah lingkungan juga cukup tinggi untuk mengganti sedotan plastik. ‘’Otomatis ada peluang, potensi untuk memikirkan pengganti plastik sekali pakai dengan bahan baku lain. Jadi bisa berkreativitas di sana. Misalnya, sedotan bisa dari macam-macam, dari bambu bisa. Ini juga meningkatkan pendapatan, bisa menambah sumber pendapatan barulah,’’ pungkasnya. Anggota Komisi IV DPRD Bali I Made Dauh Wijana mengatakan, Perda Desa Adat yang baru diketok palu memuat pula tugastugas desa adat. Salah satunya menyangkut tentang lingkungan, yakni melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan krama dalam meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan serta melaksanakan pengelolaan sampah di wewidangan desa adat. Hal ini tentu sejalan dengan Pergub tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. ‘’Arti-
nya kan nyambung itu. Kalau desa adat sudah perhatian terhadap lingkungan, memperhatikan kebersihan, dan mengatensi sampah plastik kan bagus. Pergubnya juga bisa berjalan dengan baik, kan sangat relevan karena Bali itu daerah pariwisata. Lingkungan yang bersih menjadi kewajiban kita bersama,’’ ujar salah satu anggota Pansus Pembahasan Ranperda Desa Adat yang cukup vokal ini. Dauh Wijana menambahkan, desa adat jangan hanya membuat awig-awig atau pararem yang sifatnya ‘’macan kertas’ saja. Namun, mesti mengimplementasikan tugas-tugas terkait lingkungan tersebut. Terlebih dengan penetapan Perda Desa Adat, desa adat di Bali akan mendapat gelontoran anggaran dari pemerintah. ‘’Nanti kalau mereka sudah punya kemampuan dari sisi anggaran, mereka paling tidak bisa melakukan pengendalian sampah di tingkat desa adat, sehingga volume sampah yang dikirim ke TPA akan semakin sedikit karena sudah diselesaikan
I Made Dauh Wijana di masing-masing desa adat,’’ jelas politisi Golkar asal Gianyar ini. Menurut Dauh Wijana, sampah ke depan akan menjadi problema bersama. Oleh karena itu, penting menumbuhkan kepedulian untuk mengelola sampah. Termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. (ad211)
GELADI - Para petugas melakukan geladi pelaksanaan Dharma Shanti Nyepi Nasional di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat (5/4) kemarin. Acara Dharma Shanti yang digelar Sabtu (6/4) hari ini mulai pukul 17.00 Wita rencananya dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
Dharma Shanti Nyepi Nasional akan Bahas Gerakan Ekonomi Hindu Indonesia Denpasar (Bali Post)-
Dharma Shanti Nyepi Nasional 2019 akan dilaksanakan di Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu (6/4) hari ini. Tidak hanya sebagai ajang berkumpul umat Hindu se-Indonesia, dalam Dharma Shanti Nyepi ini juga akan dibahas terkait memperkuat ekonomi Hindu. Untuk itu, perlu penyatuan pengusaha Hindu di seluruh Indonesia. PHDI Pusat mencetuskan Gerakan Ekonomi Hindu Indonesia (GEHI) untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Demikian terungkap pada saat jajaran PHDI Pusat dan PHDI seluruh Indonesia masimakrama di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (5/4) kemarin.
Bali Post/eka
SIMAKRAMA - Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya bersama Ketua Panitia Dharma Shanti Nasional 2019 mendengarkan pemaparan beberapa PHDI daerah saat simakrama di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (5/4) kemarin.
Topik : Gerakan Ekonomi Hindu Indonesia
Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, rangkaian Hari Suci Nyepi dan Dharma Shanti Nyepi di Bali yang dilakukan di Taman Budaya Bali, Sabtu hari ini bertemakan “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”. Ada dua sisi yang dijalankan umat, yaitu dharma agama dan dharma negara. Ekonomi bisa berjalan baik jika ekonomi umat diperbaiki. Oleh karena itu, kesempatan ini dijadikan ajang untuk berkumpul umat Hindu seIndonesia, datang ke Bali untuk berdiskusi dan simakrama, menumbuhkembangkan networking agar tahu potensi wilayah di Indonesia. “Kita dalam Hindu punya konsep-konsep agar
bisa moksartham jagadhita ya ca iti dharma. Potensi ini tidak cukup, maka dari itu kita duduk bersama dalam kaitan memperkuat ekonomi. Artinya, bagaimana menggerakkan ekonomi umat ini dari level terbawah sampai ke tingkat pusat apakah dengan koperasi atau perusahaan-perusahaan terbatas,” ujarnya. Wisnu Bawa Tenaya menambahkan, semua komponen bangsa termasuk anak-anak muda dipersiapkan untuk menjadi enterpreneurship dan pendidikannya dengan baik. Simakrama nanti akan menjadi ajang untuk memperkuat ekonomi Hindu. Maka dari itu, Bali (Bantu Ayah Lindungi Ibu) menjadi pusat kegiatan
Dharma Shanti Nyepi tahun ini. Dengan diadakan di Bali, ia meminta seluruh umat untuk selalu ingat dengan leluhur dan kawitan sehingga menemukan titik terang dari tujuan yang ingin dicapai. “Kita ada di manamana. Dulu ketika Gunung Agung meletus, kita berpencar. Di Lampung wenten, di Sulawesi, Sumatera dan sekarang menggeliat. Nah, sekarang bagaimana kita menghubungkan niki. Bali menjadi central of gravitynya, office-nya. Yuk, kita sama-sama untuk memajukan umat,” tegasnya. Untuk tetap menjaga kerukunan umat dalam kebhinekaan, kata Wisnu Bawa Tenaya, PHDI tidak berdiri sendiri. Ada konsolidasi
internal ke dalam lembaga. “Kita bersama-sama MUDP, FKUB, ini sering kita lakukan sehingga komunikasi antarumat beragama menjadi bagus, pemimpinnya di atas damai, masyarakatnya juga damai,” tandasnya. Selain itu, peningkatan tatwa dan jnana (ilmu pengetahuan) juga ditingkatkan, sehingga memiliki pengetahuan yang luas. Dengan demikian, menerjemahkan sloka-sloka akan menjadi lebih universal, sehingga tidak kaku, tidak menjadi radikal, dan keras. “Dalam pesta demokrasi, ingat ada Panca Sila Krama, jangan sekali-sekali menggunakan kekerasan, jangan dengki, iri hati, jangan menipu, korupsi, jangan mabuk minuman atau jabatan,” kata Wisnu Bawa Tenaya mengingatkan. Ketua Umum Panitia Dharma Shanti Nyepi Nasional 2019 Gigin Samudra Antara mengatakan, Dharma Shanti Nyepi Nasional 2019 dilaksanakan di Bali karena sudah lama sekali Dharma Shanti Nyepi dilak-
Polisi Sita Aset Sudikerta Terkait TPPU
Berita ini bisa dikomentari
Denpasarpada (Bali Post) acara Citra Bali Penyidik Subdit DitreskrimRadio GlobalVFM sus Polda Bali Pukul 08.00terus - 09.30 mendawita. lami dugaan kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Ketut Sudikerta. Pada Jumat (5/4) kemarin, penyidik memeriksa tersangka Wayan Wakil (51) dan Anak Agung Ngurah Agung (68). Selain itu, polisi mengusut aset
Sudikerta yang dibeli dari uang Alim Markus selaku pemilik PT Maspion Group Surabaya. “Terkait TPPU, kami sudah menyita tanah dan uang yang diperkirakan nilainya Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar. Harga tanah kan estimasinya berubah terus. Akan terus kami telusuri,” kata Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho.
Bali Post/kmb36
DIKAWAL - Tersangka I Ketut Sudikerta dikawal anggota Provos saat tiba di Rutan Mapolda.
Menurut Yuliar Kus Nugroho, tersangka Wayan Wakil dan Ngurah Agung terkait aliran dana tersebut. Pasalnya, peran kedua tersangka ini sangat aktif dalam kasus ini dalam konteks aliran dana dari Maspion. “Peran aktifnya, mereka sengaja menarik minat Maspion sehingga tergerak untuk menyerahkan uang tersebut. Wayan Wakil dan Anak Agung paling aktif, padahal mereka tahu sertifikat tanah itu palsu,” ujarnya. Selain itu, mereka dipercayai puri tapi malah berbuat seperti itu. Yuliar Kus Nugroho mengatakan, tidak seharusnya orang kepercayaan seperti itu, apalagi dia sudah menerima dana. “Dana yang dibagi baru sedikit sekitar Rp 36 miliar. Lebih banyak ke dia. Pangempon pura dikasi sedikit, mungkin ada yang tidak dapat,” ujarnya. Menurut Yuliar Kus Nugroho, uang yang diserahkan Masipon Rp 149 miliar dan penyerahannya dua kali. Setelah uang diserahkan, ternyata satu sertifikat tanah sudah dijual dan satunya lagi palsu. “Padahal, mereka tahu sertifkat aslinya di mana. Kasihan puri. Kapolda paling marah
kalau masyarakat disakiti,” ungkapnya. Apa benar Sudikerta rencananya ditahan hingga 23 April mendatang (enam hari pascapemilu)? “Tidak ada itu,” tegas Yuliar Kus Nugroho. Dalam mengusut kasus TPPU, kata Yuliar Kus Nugroho, harus jelas aliran dana, peruntukan uang dan kuitansinya. Untuk itu, pihaknya masih fokus melakukan penyidikan terhadap tersangka Sudikerta, Ida Bagus Herry Trisna Yuda (49), I Wayan Wakil (51) dan Anak Agung Ngurah Agung (68). Lantas, bagaimana dengan istri Sudikerta, Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini? Menurut Yuliar Kus Nugroho, pihaknya mengacu pada konteks hasil penyidikan. “Kalau nantinya arahnya ke sana (Sumiatini), kita ambil keterangan. Kalau tidak, tidak bisa dipaksakan,” ujarnya. Sumiatini saat ditemui di ruang tunggu depan ruangan Dir. Reskrimsus tidak banyak bicara. Dia mengaku sudah menjenguk suaminya, Kamis (4/4) malam. “Mohon doanya ya,” katanya. Dalam menangani kasus ini, Yuliar Kus Nugroho mengaku
pihaknya selaku penyidik profesional selalu diwanti-wanti Kapolda Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose agar transparan dan profesional. Kapan tersangka Ida Bagus Herry Trisna Yuda, I Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung ditahan? “Sabar, masih dalami keterangannya,” tegasnya. Yuliar Kus Nugroho menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut salah satu poin Commander Wish Kapolda yaitu masalah mafia tanah. Kapolda sangat peduli dengan masyarakat kecil. Oleh karena itu, sengketa tanah agar clear dan tidak ada mafia tanah di Bali. Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta ditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Bali di Gate 3 Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai, Kamis (4/4) lalu. Sudikerta ditetap sebagai tersangka terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan Alim Markus selaku Pemilik PT Maspion Group Surabaya. Setelah menjalani pemeriksaan sekitar lima jam, mantan Wakil Bupati Badung ini ditahan di Rutan Mapolda. (kmb36)
sanakan di luar Bali. Terakhir dilaksanakan di Bali tahun 1998. “Bali menjadi sentral. Umat Hindu yang berada di seluruh Indonesia ini tentunya berasal dari Bali, maka kita harapkan nanti semua bisa datang pada 6 April di Art Center, Denpasar,” ungkapnya. Gigin Samudra Antara menambahkan, Bali diharapkan bisa memberi kontribusi secara global, dilihat oleh umat Hindu di luar agar Nyepi bisa dimaknai sebagai suatu makna damai. “Apalagi sekaTopik rang kita: berada dalam suatu suasana pesta demokrasi. Sebentar lagi, yakni tanggal 17 April kita akan melaksanakan suatu pesta demokrasi untuk memilih wakil-wakil kita,” katanya seraya berharap, pemilu dapat berjalan dengan damai dan lancar. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Masih Tetap Caleg DPR-RI PENAHANAN mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta di Rutan Mapolda pascaditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Bali di Bandara Ngurah Rai rupanya tak berpengaruh pada statusnya sebagai calon legislatif (caleg) DPR-RI. Nama Sudikerta tidak dicoret dalam Daftar Calon Tetap (DCT) dan surat suara, serta tetap bisa dipilih pada saat pemilu serentak, 17 April mendatang. “Dia tetap menjadi calon. Bahkan, terpilih pun boleh dan tetap dilantik sepanjang belum ada putusan pengadilan yang inkracht,” ujar Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan dikonfirmasi, Jumat (5/4) kemarin. Lidartawan menambahkan, begitu ada putusan pengadilan dan Sudikerta memang terbukti melakukan tindak pidana, barulah ia diberhentikan dari DPR-RI. Itu pun kalau hasil pemilu menyatakan Sudikerta lolos ke Senayan. Untuk proses selanjutnya seperti Pengganti Antar-Waktu (PAW) sudah menjadi urusan partai politik yang mengusungnya. “Untuk sekarang, yang bersangkutan belum dihapus dari DCT dan tetap bisa dipilih. Harus diingat bahwa kita itu punya presumption of innocence atau praduga tidak bersalah,” jelas mantan Ketua KPU Bangli ini. (rin)
BADUNG
Sabtu Umanis, 6 April 2019
3
Bupati Giri Prasta Dampingi Wagub Cok Ace
Hadiri ”Karya Tawur Balik Sumpah” di Pura Pucak Penenjoan Baturiti
Bali Post/edi
MOU - Kepala BKIPM Denpasar Ir. Anwar, M.Si. (dua dari kanan) bersama General Manager AP I Bandara Ngurah Rai Haruman Sulaksono di sela-sela penandatanganan MoU, Jumat (5/4) kemarin.
Tinggi, Potensi Penyelundupan Hasil Perikanan
Mangupura (Bali Post) -
Potensi penggunaan jalur udara dalam penyelundupan hasil perikanan masih cukup tinggi. Salah satunya, penyelundupan bayi lobster. Menurut Kepala BKIPM Denpasar Ir. Anwar M.Si., selama tahun 2018 pihaknya sudah berhasil mengungkap 6 kasus penyelundupan bersama dengan Avsec, Bea Cukai serta Otoritas Bandara. Dari 6 kasus tersebut, 15 orang sudah dipenjara. Sumber daya ikan yang sudah diselamatkan senilai Rp 21,42 miliar. Sedangkan tahun ini, hingga kini ada 3 kasus terungkap dengan 8 orang yang diamankan. Sebanyak 6 orang di antaranya sudah dipenjara, dan 2 sisanya, kasusnya sudah P21. Anwar menyebutkan, tren penyelundupan bayi lobster di tahun 2019 masih tinggi. Untuk itu pihaknya terus meningkatkan kerja sama dalam pengawasan lalu lintas distribusi hasil perikanan dengan manajemen bandar
udara yaitu PT Angkasa Pura I (AP I) Bandara Ngurah Rai. Kerja sama ini ditandai penandatanganan MoU antara AP I dengan BKIPM. ‘’Penandatanganan perjanjian kerja sama ini, untuk memperbaharui perjanjian kerja sama yang berlaku selama dua tahun,’’ katanya. General Manager AP I Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, berharap dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama ini, kinerja
dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyelundupan hasil perikanan dapat terus ditingkatkan. ‘’Sinergi dengan instansi anggota komunitas bandar udara mutlak diperlukan, salah satunya adalah dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar, selaku lembaga yang diberi mandat oleh undangundang untuk menjalankan fungsinya dalam pengawasan lalu lintas pergerakan hasil perikanan di bandar udara,’’
Hadapi Persaingan Global
Generasi Milenial Wajib Siapkan Diri Mangupura (Bali Post) Semakin ketatnya persaingan global menuntut generasi milenial untuk kreatif dan berdaya saing tinggi. Untuk itu, generasi milenial wajib mempersiapkan diri. Demikian disampaikan Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC A.A. Ngurah Wirawan pada Kelas Kreatif BUMN, Jumat (5/4) kemarin, di Kuta. Menurutnya, kelas kreatif diharapkan menjadi awal yang baik dalam memunculkan usaha kreatif bernilai
tinggi di masa depan. Pihaknya berharap ini bisa meningkatkan motivasi generasi muda untuk bisa menjadi ‘’mesin’’ kreativitas dan inovasi dalam berbagai bidang. Kelas Kreatif BUMN, kata Wirawan, merupakan program pembekalan wawasan dan keterampilan bagi generasi milenial dengan tujuan mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan global melalui pembelajaran berbasis keterampilan hidup atau life-skilled based education. Sebanyak 30 BUMN
berpartisipasi menyelenggarakan kegiatan serupa di seluruh Indonesia, dengan target 6.000 peserta. Managing Director Nusa Dua ITDC IGN Ardita menambahkan, pihaknya senantiasa menyediakan peluang bagi para entertainer muda untuk tampil di Nusa Dua. Bahkan diharapkan nantinya para pelaku industri kreatif bisa tampil di kawasan Peninsula. ‘’Misalnya dengan menggelar sebuah event kreatif di sana,’’ jelasnya. (kmb23)
Terkait Kasus LPD Kapal
Lima Perempuan Mantan Kolektor Ditahan Denpasar (Bali Post) Setelah menuntaskan kasus mantan Kepala LPD Desa Kapal Drs. I Made Ladra (53) dengan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan (3,5 tahun) dan mengembalikan uang Rp 1.796.916.100, Kejati Bali terus mengembangkan kasusnya untuk menelusuri nama-nama lain yang terlibat. Bahkan, Jumat (5/4) kemarin, tim Pidsus Kejati Bali menahan lima orang perempuan yang statusnya saat itu sebagai kolektor di LPD Kapal. Pertama Ni Kadek Ratna Ningsih (38) asal Banjar Tegal, Kelurahan Kapal, Badung. Dia adalah kolektor (kini mantan) LPD Kapal. Kedua adalah Ni Wayan Suardiani (36) asal Banjar Panglan, Kapal, yang saat ini sebagai pegawai kontrak di RSUD Badung dan sebelumnya juga kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Ketiga Ni Made Ayu Ardianti (42) asal Banjar Titih, Kapal. Dia juga mantan kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Lalu Ni Nyoman Sudiasih (36) asal Banjar Lagon, Kapal. Wanita tamatan SMK
ini juga kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Dan terakhir adalah Ni Luh Rai Kristianti (50) asal Lingkungan Banjar Celuk, Kapal, yang juga mantan kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Kasipenkum dan Humas Kejati Bali Edwin Beslar didampingi salah satu tim Pidsus Kejati Bali Wayan Suardi membenarkan pihaknya menahan lima orang tersangka terkait dugaan korupsi di LPD Desa Adat Kapal. ‘’Ya, sudah dilakukan tahap II di Kejari Badung. Dan mereka langsung kami tahan dan titipkan di Lapas Kerobokan,’’ kata pihak kejaksaan. Memang, sebelum mereka ditahan, dalam dakwaan mantan Kepala LPD Desa Kapal Drs. I Made Ladra, nama kolektor ini semuanya mengemuka. Sebagaimana disampaikan sebelumnya di Pengadilan Tipikor, dugaan ke t e rl i batan lima orang perempuan kolektor ini terkuak manakala LPD Desa Adat Kapal, Badung mati suri. Untuk itu dilakukan verifikasi hingga dibentuk konsultan publik dan dilakukan audit. Dari sana
disimpulkan ada 11 temuan prinsip yang menyebabkan LPD Kapal mati suri. Pertama, adanya pemufakatan jahat pengurus LPD Kapal hingga menikmati fasilitas kredit dalam jumla h y a ng b e sa r. B a ny a k kredit LPD yang jatuh tempo, namun tidak dilakukan upaya penyelamatan. Adanya rekayasa pemberian kredit (window dressing) kepada mantan kolektor LPD atas nama Ni Luh Rai Kristianti Rp 8,5 miliar dengan bunga 1%. Adanya kredit topengan, atau kredit atas nama (fiktif). Selain itu, ada kredit tempilan, pemberikan kredit tanpa proses 5C, adanya pemalsuan dokumen gaji pegawai, adanya aset diambil alih atau digadaikan, terjadi potongan uang asuransi, adanya kebijakan yang merugikan LPD, beban kantor dan lainnya, termasuk terdakwa Ladra dengan menggunakan programer atas nama Martinus Baha mengubah data di LPD yang dipimpinnya. Tak pelak, sambung jaksa, LPD rugi hingga Rp 15,35 miliar. (kmb37)
ujarnya. Tujuan kerja sama tersebut untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan lalu lintas ikan dan hasil perikanan melalui bandara di wilayah AP I sesuai dengan ketentuan perundanganundangan. Ruang lingkup kerja sama kedua institusi akan mencakup pemanfaatan X-ray scanner dalam pemeriksaan barang logistik, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas pemeriksaan fisik di terminal penumpang dan terminal kargo, serta pemanfaatan akses CCTV dalam fungsi pengawasan. (kmb23)
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta mendampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menghadiri Karya Tawur Balik Sumpah di Pura Pucak Penenjoan, Desa Pakraman Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (4/4). Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kabag Humas Setda Kabupaten Badung I Putu Ngurah Thomas Yuniartha, Kapolsek Baturiti Kompol I Nengah Sudiarta, Camat Baturiti I Ketut Ridia beserta jajaran Tripika, Perbekel Apuan I Ketut Wardana, Bendesa Adat Apuan I Ketut Cakra dan seluruh masyarakat setempat. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali sangat mendukung terlaksananya upacara ini. ‘’Pelaksanaan yadnya ini merupakan wujud bhakti krama ke hadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura
Pucak Penenjoan. Semoga Beliau senantiasa menganugerahkan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat,’’ ujarnya. Bupati Giri Prasta menyampaikan, kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat untuk ikut ngrastitiang agar upacara dapat berjalan dengan baik. Pemkab Badung selalu mendukung terlaksananya upacara melalui bantuan dana aci serta bantuan hibah untuk pembangunan fisik pura. ‘’Ke semua itu dalam upaya untuk meringankan beban masyarakat. Kita ketahui banyak waktu dan dana masyarakat habis di adat. Untuk itu kami hadir untuk meringankan beban masyarakat baik kebutuhan pribadi maupun kebutuhan komunal masyarakat,’’ jelasnya. Perbekel Desa Apuan I Ketut Wardana selaku Manggala Karya mengucapkan banyak terima kasih atas ke-
hadiran Wakil Gubernur Bali bersama Bupati Badung pada upacara di Pura Pucak Penenjoan. Terlebih Bupati Badung telah menghaturkan dana punia sebesar Rp 400 juta. ‘’Kami pangempon pura dengan jumlah sebanyak 60 sepaon dan 350 KK mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta telah membantu pelaksanaan karya di Pura Pucak Penenjoan ini,’’ kata Wardana. Pelaksanaan Karya Tawur Balik Sumpah menggunakan sarana sapi, kambing, babi, angsa, bebek, asu dan ayam. Rangkaian karya di-puput oleh Tri Sedaka yaitu Ida Pedanda Gede Giri Putra Sadhi Geria Kemenuh Purnawati Kalibalang Payangan Marga, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santa Citha Geria Budha Banjar Jadi Kecamatan Kediri Tabanan, dan Ida Rsi Bhujanga Arimbawa Puja Segara Geria Tasik Ngis Desa Jegu Penebel, Tabanan. (ad208)
PURA PUCAK PENENJOAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan dan melaksanakan persembahyangan bersama saat menghadiri Karya Tawur Balik Sumpah di Pura Pucak Penenjoan, Desa Pekraman Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (4/4).
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Gubernur Koster Berikan Kuliah Umum di ISI Denpasar GUBERNUR Bali Dr. Ir. Wayan Koster, Jumat (5/4) kemarin memberikan kuliah umum di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Kuliah umum yang diikuti sekitar 1.200 mahasiswa dan dosen ini mengambil tema ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk Kemajuan Seni Budaya’’. Dalam kuliah umum yang mendapat antusiasme dari mahasiswa, pada kesempatan itu Gubernur Koster memaparkan program prioritas dalam ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Salah satunya menyampaikan sekaligus sosialisasi program Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dalam lima tahun ke depan yang jika diharapkan membangun bersama civitas akademika ISI Denpasar. Dalam kesempatan itu diuraikan tiga aspek utama penataan pembangunan Bali yakni alam, krama dan kebudayaan Bali yang berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana. Di sana juga dipaparkan pogram pangan, sandang dan papan dengan pagu anggaran Rp 104 miliar, untuk kesehatan Rp 687 miliar atau sekitar 12,14% dan untuk pendidikan Rp 1,9 triliun, atau 29,15%. Selain itu ada juga adat, budaya dan agama, dan program unggulan lainya termasuk pembangunan infrastruktur. ‘’Target nanti, semua puskesmas di Bali dilengkapi dokter spesialis anak,’’ kata Koster. Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengajak ISI Denpasar membangun Bali, khususnya dalam bidang seni dan budaya. Untuk itu,
dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan seluruh jajaran civitas akademika ISI Denpasar tahu mengenai arah kebijakan Bali ke depan seperti apa. ‘’Tentunya ISI Denpasar harus mempunyai kontribusi sesuai dengan bidangnya,’’ tandas Gubernur Koster. Sementara itu, Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mengatakan dari misi dan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ pihaknya memandang sangat berparadigma budaya. Itu sangat luar biasa dan jelas keberpihakan pada budaya. ‘’Kami ingin tahu. Kami ingin Pak Gubernur memberikan penjelasan, baik dalam konsep maupun rencana kerja Nangun Sat Kerthi Loka Bali,’’ jelasnya. Sambung dia, salah satunya adalah bagaimana konsep Gubernur dalam memajukan manusia
Bali, memperbaiki alam Bali dan membangun budaya Bali. ‘’Penjelasan ini saya perlukan dari Gubernur, sehingga seluruh civitas akademika paham akan diapakan Bali ini ke depan. Apa itu ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Biar tidak sepihak, maka kami yang mengundang Gubernur,’’ ucapnya. Disampaikan pula, ISI Denpasar yang bergerak di bidang budaya akan mendukung penuh upaya yang dilakukan Gubernur Bali. ‘’Apa yang akan kita lakukan, akan koneksi juga dengan koneksitas dari program pemerintah,’’ tambah Rektor Arya Sugiartha. Lebih lanjut dikatakan, ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ implementasinya sesuai dengan misi ISI Denpasar, sehingga pembangunannya bisa sejalan dan seirama. (ad206)
FOTO BERSAMA - Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster saat foto bersama dengan Rektor, Wakil Rektor dan para dosen ISI Denpasar.
Tingkatkan Kemampuan SDM Perguruan Tinggi Vokasi
PNB Kembali Gelar Sertifikasi Kompetensi UNTUK ketiga kalinya, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Negeri Bali (PNB) kembali menggelar sertifikasi kompetensi perguruan tinggi vokasi, Jumat (5/4) kemarin. Bertempat di Gedung Widia Padma kampus setempat, sertifikasi kompetensi ini merupakan kegiatan yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Menurut Ketua LSP PNB Made Sudiarta, S.S., M.Par., kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan SDM Indonesia melalui perguruan tinggi vokasi. Untuk itu, perguruan tinggi vokasi di Indonesia, termasuk salah satunya PNB, diberikan kewenangan menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kepada mahasiswanya untuk mempersiapkan diri dalam mencari pekerjaan dan bersaing di dunia kerja. Dikatakannya, LSP PNB sudah diberikan tugas ketiga kalinya dari tahun 2017. Hingga saat ini, Kemenristekdikti masih memberikan kepercayaan kepada PNB, karena tidak semua Politeknik diberikan sebagai penyelenggara. ‘’LSP PNB sudah dinilai positif oleh Kemenristekdikti sebagai penyelenggara, sehingga kuotanya juga diberikan jauh lebih banyak. Tahum 2018 hanya diberikan kuota sebanyak 67 orang, sekarang mencapai 423 orang,’’ katanya. Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCOM. saat ditemui usai membuka kegiatan mengatakan ujian kali ini melibatkan mahasiswa sebanyak 423 orang dari Jurusan Pariwisata dan Teknik Sipil. Sebelumnya, PNB mengajukan sebanyak 250 orang, namun disetujui melebihi dari yang diusulkan. Pihaknya berharap, setelah ujian kompetensi sertifikasi ini mahasiswa ini betul-betul nanti bisa memiliki kompetensi yang luar biasa sebelum masuk
dunia kerja. Dijelaskan, asesor yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah sebanyak 70 asesor dari pariwisata dan 24 asesor dari Teknik Sipil. Kegiatan ini, kata Abdi, dilaksanakan selama sebulan dari awal April hingga akhir April. ‘’Untuk kompetensi yang diujikan yaitu berbagai skema. Seperti di Jurusan Pariwisata, untuk front office, guide dan bidang keahlian lain. Begitu juga di Teknik Sipil, ada bidang-bidang yang menjadi skema yang sudah terdaftar di BNSP,’’ pungkasnya. Setelah ujin ini, mereka akan mendapatkan surat keterangan pendamping ijazah. Sehingga nanti memberikan informasi kepada industri bahwa mahasiswa ini betul-betul memiliki kompetensi yang tinggi untuk bisa masuk dunia kerja. Selain sertifikasi ini, di PNB juga diadakan sertifikasi di bidang bahasa Inggris. Menurutnya, bahasa Inggris di Bali memang menjadi peranan yang sangat vital, karena berada di lingkungan pariwisata. Untuk itu, mahasiswa juga harus memiliki bekal bahasa Inggris. Dalam hal ini, Lab Bahasa PNB bekerja sama dengan lembaga
sertifikasi kompetensi Bahasa Inggris (LSK BiG). Dengan peserta tidak hanya mahasiswa PNB namun juga diikuti dari 13 SMK di Bali. Ketua Lab Bahasa Pusat PNB I Wayan Dana Ardika, S.S., M.Pd. memgatakan, kompetensi di bidang bahasa Inggris memang sangat penting sekali. Mengingat saat ini dalam melamar pekerjaan, apalagi di wilayah pariwisata, bahasa Inggris itu diwajibkan. Tidak hanya untuk melamar pekerjaan, namun juga untuk mencari beasiswa. Dalam kegiatan ini, pihaknya juga ingin memperkenalkan bahwa PNB saat ini sebagai satu-satunya tempat uji kompetensi bahasa Inggris di Bali. Selain diikuti mahasiswa PNB, pihaknya juga mengundang siswa SMK yang ada di Denpasar, Badung dan Gianyar untuk mengikuti uji kompetensi di PNB. Dikatakannya, kegiatan seperti ini sudah berlangsung rutin dari tahun 2015. Selain sebagai TUK Bahasa Inggris, Lab Bahasa PNB juga satu-satunya test center untuk melaksanakan TOEIC (Test of English for International Communication). (ad210)
SERTIFIKASI - Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCOM. (tengah) bersama Ketua LSP PNB Made Sudiarta, S.S., M.Par. saat pembukaan kegiatan sertifikasi kompetensi, Jumat (5/4) kemarin.
Sabtu Umanis, 6 April 2019
Eksistensi Religi Masyarakat Bali Aga di Desa Pedawa Buleleng
Ida Bagus Gede Subawa Lulus dengan Predikat ’’Cumlaude’’
PROGRAM Doktor (S-3) Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali menggelar sidang ujian terbuka promosi doktor Program Studi Ilmu Agama dan Kebudayaan, Jumat (5/4) kemarin. Kali ini Unhi Denpasar melahirkan seorang doktor yang ke-61 yaitu Drs. Ida Bagus Gede Subawa, M.Si. Ida Bagus Subawa merupakan Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama RI yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pendidikan Hindu Kementerian Agama RI. Pria kelahiran Tananan, 27 November 1965 ini juga berpengalaman menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Buleleng dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung. Pada saat sidang, suami dari I Gusti Agung Ayu Artani, S.E. ini mengangkat disertasi yang berjudul ‘’Eksistensi Religi Masyarakat Bali Aga di Desa Pedawa Buleleng’’ dan dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude (dengan pujian). Sidang ujian terbuka dipimpin Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.H. selaku Promotor, dan Dr. Drs. I Wayan Subrata, M.Ag. selaku kopromotor, serta delapan dewan penguji lainnya. Ida Bagus Subawa mengatakan ada beberapa hal yang menengarai bertahannya eksistensi sistem religi masyarakat Bali Aga di Desa Pedawa Kabupaten Buleleng di tengah perubahan globalisasi. Di antaranya justifikasi identitas Bali Aga, karakter adaptif masyarakat, takut meninggalkan tradisi leluhur, dan pengaruh pariwisata. Dijelaskan, justifikasi identitas Bali Aga bisa dilihat dari keinginan secara internal masyarakat Desa Pedawa untuk menjustifikasi identitas Bali
PROMOSI DOKTOR - Dr. Drs. Ida Bagus Gede Subawa, M.Si. (tengah) berfoto bersama pimpinan sidang sekaligus Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama promotor dan kopromotor serta dewan penguji lainnya, seusai ujian terbuka promosi doktor, Jumat (5/4) kemarin. Aga yang tersandang saat ini. Mereka memiliki keinginan menjadi subjek yang aktif dalam melakukan filterisasi terhadap arus kebudayaan yang datang dari luar. Tidak semua tradisi dari luar, baik yang dibawa boleh masyarakat Pedawa sendiri atau negara, dalam hal ini PHDI diterima oleh masyarakat Desa Pedawa. Selain itu, dikatakan Desa Pedawa memiliki kerakteristik religi tersendiri yang sangat berbeda dengan wilayah lainnya di Bali. Sebab, masyarakat Bali Aga Desa Pedawa secara turuntemurun takut meninggalkan tradisi leluhurnya. ‘’Pengaruh pariwisata juga sangat berdampak pada eksistensi religi masyarakat Pedawa, apalagi keunikan sistem religi di Desa Pedawa menjadi objek pariwisata yang diandalkan,’’ kata Ida Bagus Gede Subawa. Lebih jauh dikatakan, ada beberapa strategi masyarakat Bali
Aga Desa Pedawa dalam mempertahankan sistem religinya. Yaitu strategi akulturasi dan resistensif masyarakat Desa Pedawa dalam merespons perubahan tatanan keagamaan dari luar. Sementara itu, dampak dari mempertahankan sistem religi masyarakat Bali Aga di Desa Pedawa yaitu adanya originasi budaya, munculnya pelestarian tradisi agraris yang berhubungan dengan religi, adanya pemaknaan tradisi lokal dalam konteks integrasi, dan penguatan sistem norma yang meliputi norma kesusilaan, norma agama, dan norma adat istiadat. Lewat penelitiannya ini, pihaknya berharap masyarakat krama Desa Pedawa agar terus memperkuat identitas kultural dan sistem religi. Sebab, identitas kultural masyarakat Bali Aga di Pedawa merupakan aset dan warisan yang dimiliki oleh Desa Pedawa dan Bali pada khususnya. (ad207)
Rakor BP PAUD dan Dikmas Bali 2019
Meningkatkan Sinergi dalam Memperluas Akses dan Mutu DALAM rangka persiapan pelaksanaan program tahun 2019, Balai Pengembangan Anak Usia Dini (BP PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Kebijakan dan Program BP PAUD dan Dikmas Tahun 2019 di Hotel Inna Sindhu Beach Hotel & Resort, Sanur. Kegiatan tahunan yang mengusung tema ‘’Sinergi Dalam Memperluas Akses dan Meningkatkan Mutu PAUD dan Dikmas’’ ini digelar selama tiga hari, mulai 4-6 April 2019. Kegiatan diikuti seluruh pengurus PAUD dan Dikmas seluruh kabupaten/kota se-Bali, serta menghadirkan sejumlah narasumber terkait. Kepala BP PAUD dan Dikmas Bali Dra. Endah Warsiati, M.Pd. mengatakan tujuan dilaksanakannya rakor ini untuk menyosialisasikan kebijakan, strategi, dan mekanisme pelaksanaan program PAUD dan Dikmas, sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan tepat waktu dan tepat sasaran, efektif, dan efisien serta akuntabel. ‘’Pada rapat koordinasi ini adalah kesepakatan kita bersama untuk menuntaskan program yang ada di kabupaten/kota, khusunya mengenai program PAUD dan Dikmas sesuai dengan alokasi yang telah disepakati bersama. Itu menjadi tanggung jawab kabupaten/kota untuk bisa mencapai target-target sesuai penyelenggaraan program dan berapa satuan-satuan PAUD yang sudah terakreditasi,’’ kata Endah Warsiati, Kamis (4/4) malam. Dengan diselenggarakannya rakor ini, diharapkan tersusunnya program bersama antara BP PAUD dan Dikmas Bali dengan Dinas Pendidikan Provinsi, kabupaten/
RAKOR - Suasana pembukaan Rakor Pelaksanaan Kebijakan dan Program BP PAUD dan Dikmas Provinsi Bali Tahun 2019 di Hotel Inna Sindhu Beach Hotel & Resort, Sanur, Kamis (4/4) malam. kota, SKB kabupaten/kota, Satuan PAUD Dikmas, dan lembaga mitra terkait, sehingga terjalin sinergisitas program, rencana aksi, strategis dan persepsi yang sama terhadap program PAUD dan Dikmas. Ke depan dapat memberi manfaat kepada semua pihak terkait dalam rangka pelaksanaan program PAUD dan Dikmas di wilayahnya masing-masing. ‘’Ke depan, antara data, program dan akreditasi ada peningkatan jumlah lembaga yang terakreditasi dan sesuai dengan kesepahaman sinergi antara kabupaten/kota, UPT dan Dikmas Provinsi Bali,’’ ujarnya. Kabag Perencanaan dan Penganggaran Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud Ir. Agus Pramoto Basuki mengatakan di era revolusi industri 4.0 penguatan terhadap peningkatan mutu dan daya saing SDM harus dilakukan penggiat pendidikan. Dengan demikian, di era digital ini tidak lagi zamannya
melaksanakan program massal, melainkan apa yang dilakukan harus berdasarkan peningkatan mutu yang kelembagaannya terakreditasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam melaksanakan program kerja sesuai standardisasi yang diharapkan Ditjen PAUD dan Dikmas. ‘’Dari hasil evaluasi tahun 2018, pelaksanaan Ditjen PAUD dan Dikmas Bali berjalan dengan sangat baik, didukung dengan daya serap yang cukup tinggi di atas 95 persen,’’ tandasnya. Ke depan, pihaknya akan mendorong dan menyosialisasikan model yang dikembangkan UPT, sehingga bisa digunakan kabupaten/kota di dalam pelaksanaan proses pembelajaran. ‘’Ke depan anggaran PAUD dan Dikmas akan semakin besar. Terbukti tahun 2019 ini naik sekitar Rp 2 triliun, menjadi Rp 8,4 triliun. Capaian yang luar biasa melalui dana alokasi khusus,’’ pungkasnya. (ad209)
Melalui Perpustakaan
Pemprov Bali Gemakan Budaya Membaca Guna Kualitas Diri Lebih Baik LITERASI merupakan sebuah kemampuan seorang individu dalam mengolah informasi atau ide. Media yang diolah dalam sebuah proses literasi dapat berupa media cetak atau aksara seperti buku dan tulisan, ataupun media visual berupa gambar dan film. Serta tidak terlepas dari keterampilan bahasa, yaitu bahasa tulis dan lisan yang memerlukan beberapa dukungan kemampuan kognitif, pengetahuan tentang genre, dan pengetahuan kultural. Hal ini salah satunya terbentuk dari minat gemar membaca yang didukung sarana-prasarana memadai. Salah satunya melalui perpustakaan, baik milik perseorangan, swasta maupun pemerintah. Di era yang penuh tantangan ke depan bagaimana cara meningkatkan kecerdasan para generasi muda melalui membaca. Bagaimana supaya menarik minat anak-anak dan semua masyarakat untuk membaca dan menjadi budaya keseharian.
Sebab, dengan membaca, kualitas dirinya akan menjadi lebih baik. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani saat membuka kegiatan Panggung Literasi Duta Baca Provinsi Bali di Aula Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali, Jumat (5/4) kemarin. ‘’Pistol memiliki peluru hanya satu butir. Jika ditembakkan hanya bisa menembus satu kepala. Tapi beda dengan ilmu pengetahuan yang bisa diperoleh melalui membaca, berjuta-juta bahkan bermiliarmiliar kepala orang bisa ditembak, dipengaruhi bahkan dibunuh. Jika dimanfaatkan dengan baik, maka hasilnya positif. Jika negatif ya… memengaruhi orang secara negatif,’’ ujar Haryani. Lebih jauh, Haryani mengulas tentang peranan perpustakaan dalam mendukung kecerdasan dan meningkatkan wawasan masyarakat. Hal ini terlihat pada
negara-negara maju yang selalu mendukung pengembangan perpustakaan sebagai wahana menimba ilmu. ‘’Jangan beranggapan perpustakaan itu tidak apa-apanya. Justru kalau orang yang mengerti seperti di negara maju, di antaranya Belanda, Inggris, Prancis, perpustakaan itu dijaga, dipelihara dan dikembangkan sebagai gudangnya ilmu pengetahuan,’’ imbuhnya. Saat ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan telah mengajukan anggaran guna membangun gedung perpustakaan yang lebih representatif yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang bisa menarik minat para generasi muda untuk mengisi waktu luangnya dengan membaca di perpustakaan. ‘’Kami sudah merencanakan dan mengajukan anggaran pembangunan gedung perspustakaan yang nantinya akan terdapat tempat bermain jika ada orangtua yang memanfaatkan waktunya untuk membaca, sehingga anak-anaknya
pun ikut betah dengan bermain. Selanjutnya kamar mandi dan ruang ganti yang bisa dimanfaatkan siswa di antara jeda jam sekolah dan kegiatan les ekstrakurikuler. Jadi mereka bisa memanfaatkan ruang yang ada dan para orangtua pun bisa tenang jika anak-anaknya berada di sini daripada terpengaruh kegiatan negatif,’’ tegas Haryani. Sementara itu, Duta Baca Provinsi Bali Ni Nyoman Clara Listya Dewi pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan sebagai Duta Baca, sehingga bisa berbagi pengalaman dengan rekan-rekan seusianya. Terpenting bisa ikut berpartisipasi dalam menumbuhkembangkan minat baca para generasi muda. Lebih jauh, ia pun berbagi pengalamannya dan mengajak para generasi muda untuk meningkatkan minat membaca karena dengan membaca dapat meningkatkan wawasan setiap orang.
‘’Proses literasi sangat memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Jika di suatu daerah mayoritas masyarakatnya tidak teredukasi dan tidak tahu baca tulis, bisa saja di daerah tersebut ekonominya tidak jauh lebih baik daripada daerah lain. Di mana mayoritas masyarakatnya teredukasi dan mendapat akses pendidikan yang lebih baik, bisa baca tulis,
maka daerah tersebut tingkat ekonominya akan lebih baik,’’ cetus Listya Dewi. Kegiatan Panggung Literasi yang dikemas dalam acara seminar atau gelar wicara mengundang para penggiat literasi. Di antaranya siswa perwakilan SMA se-Denpasar, komunitas-komunitas, tenaga pendidik, masyarakat umum dan sebagainya. (ad213)
BUKA - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani saat membuka kegiatan Panggung Literasi Duta Baca Provinsi Bali di Aula Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali, Jumat (5/4) kemarin.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Sabtu Umanis, 6 April 2019
Cegah Calo, Seleksi Calon Anggota TNI Dipersingkat Denpasar (Bali Post) Sebanyak 304 calon anggota TNI-AD diseleksi di Aula Makodam IX/Udayana, Kamis (4/4). Untuk mencegah praktik percaloan, proses seleksi sangat singkat dan ketat. Acara sidang parade tingkat Pantukhir Daerah (Panda) Bali calon Tamtama (Cata) TNI-AD gelombang I/2019 dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. selaku Ketua Panitia. Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan calon prajurit yang berkualitas dan memenuhi seluruh aspek persyaratan yang ditentukan oleh TNI-AD. Ia menegaskan bahwa pimpinan TNI-AD terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan cara memilih calon prajurit secara proporsional dan profesional serta transparan. ‘’Pendaftar yang telah lolos seleksi administrasi, kesehatan dan jasmani harus mengikuti sidang parade ini,’’ ujarnya. Waktu pelaksanaan seleksi sangat singkat dan ketat, serta menerapkan sistem gugur di setiap tahapan seleksi. Namun tetap mengindahkan norma dan aturan-aturan yang berlaku.
Diharapkan dengan menerapkan sistem seleksi seperti ini akan meminimalisir terjadinya percaloan oleh oknum dalam perekrutan prajurit, baik yang dilakukan oleh oknum prajurit maupun masyarakat umum yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Sementara itu, Kapendam Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.IP. mengatakan, seleksi Panda Bali yang dipimpin Pangdam merupakan tahapan akhir tingkat daerah di wilayah Bali dari rangkaian seleksi penerimaan Calon Prajurit Tamtama TNI-AD. Dari 478 pendaftar di wilayah Bali, hanya 304 calon yang memenuhi syarat. Seluruh peserta yang lolos sidang parade nantinya akan menjalani seleksi lanjutan di tingkat pusat oleh Panitia Pusat (Panpus) meliputi seleksi administrasi, akademik, kesehatan, kesemaptaan jasmani, postur dan mental ideologi. ‘’Alokasi yang disiapkan sebanyak 220 orang yang memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan guna ditempa menjadi prajurit tamtama TNI-AD sejati yang siap ditempatkan di seluruh wilayah NKRI,’’ tegas Kapendam. (kmb36)
5
IIK Bali ’’Ngaturang Ayah’’ di Pura Besakih
Peduli Kesehatan Pemangku dan ’’Pamedek’’
INSTITUT Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali (IIK Bali) kembali mengadakan pengabdian kepada masyarakat (ngaturang ayah) di Pura Besakih, Karangasem, Jumat (5/4) kemarin. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu aspek dari penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus diselenggarakan perguruan tinggi. Pengabdian ini diartikan sebagai kegiatan berupa pengamalan iptek yang dilakukan perguruan tinggi dan nantinya dapat membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Begitu juga memberi kontribusi nyata terhadap proses pembelajaran serta dapat meningkatkan mutu kehidupan di lingkungan masyarakat. Ini merupakan pengabdian ke-8 dilakukan IIK Bali yang sudah dimulai Februari 2019. Sebelumnya pengabdian dilakukan di banjar-banjar, dekat lingkungan Kampus IIK Bali, Kelurahan Tonja. Bentuk pengabdian yang diberikan yaitu pelayanan
kesehatan dan screening kesehatan berupa cek tekanan darah, gula darah dan asam urat serta pengobatan gratis bagi para panitia, pemangku dan pangayah dalam rangka upacara Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih. Rektor IIK Bali Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD. (Khom) dan Wakil Rektor III dr. I Gusti Lanang M. Rudiartha, M.HA. turut hadir dan menjadi tim pemeriksa kesehatan. Selain itu memberikan konsultasi mengenai kesehatan serta pengobatan gratis yang juga dibantu seluruh civitas akademika IIK Bali (tenaga kependidikan, dosen dan mahasiswa). Pengurus yayasan yang dihadiri Dr. Ketut Sugiarta, M.M., Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia turut serta dalam kegiatan pengabdian ini. Ia menyatakan bangga terhadap IIK Bali karena terus berkomitmen dalam mengadakan kegiatan pengabdian yang sangat berguna untuk masyarakat. Posko kesehatan ini dilak-
sanakan mulai pukul 09.00 Wita yang diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Besakih memohon penganugerahan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga diberikan kerahayuan dan kelancaran dalam melaksanakan kegiatan pengabdian di masyarakat dan pendidikan. Kegiatan ini juga mendapatkan respons yang sangat positif dan dukungan yang besar dari peserta tes kesehatan, masyarakat umum, panitia, pemangku dan pangayah karena dapat berkonsultasi mengenai kesehatan langsung kepada dokter yang bertugas. Penyelenggaraan Posko Kesehatan di Pura Agung Besakih yang bertepatan dengan upacara Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih mendapat dukungan positif dari Ketua Panitia Karya dan I Gusti Mangku Jana sebagai Ketua I. Ia berharap kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu yang lebih panjang karena pangayah upacara bekerja selama sebulan, sehingga
perlu kondisi yang baik. Ia juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan kampus IIK Bali karena telah memberikan pelayanan kesehatan. Ini sebagai sebuah yadnya dan semoga ditingkatkan dengan pelaksanaan yang lebih terjadwal. IIK Bali ke depannya akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan sesuai dengan sumber daya manusia yang dimiliki. Terkait dengan program
studi yang diselenggarakan yaitu Program Studi Teknologi Laboratorium Medik (S-1), Farmasi Klinis (S-1), Administrasi Rumah Sakit (S-1), Manajemen Informasi Kesehatan (S-1), Fisioterapi (S-1), Psikologi (S-1), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S-1) dan Teknik Elektromedik (D-4). Harapannya semoga tenaga kesehatan yang dimiliki IIK Bali dapat berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat luas. (ad214)
NGATURANG AYAH - Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali (IIK Bali) ketika mengadakan pengabdian kepada masyarakat (ngaturang ayah) di Pura Besakih, Karangasem, Jumat (5/4) kemarin.
Masif, Pembangunan Akomodasi Pariwisata di Ubud Pemerintah Diminta Konsisten Tegakkan Aturan
Pembangunan akomodasi pariwisata di Ubud terbilang masif. Bahkan belakangan muncul budget hotel dengan bangunan lebih dari dua lantai yang merusak pasar hotel di Ubud. Tidak hanya budget hotel, akomodasi jenis lain juga turut menyumbang ancaman khususnya pada lingkungan, jika aturan tak diindahkan. Hal itu diungkapkan akademisi dari Universitas Udayana (Unud) Agung Suryawan, belum lama ini.
Bali Post/ist
SELEKSI - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menyeleksi calon Tamtama (Cata) TNI-AD.
Warung Global
Minimalisir Golput, Elite Parpol Harus Berikan Contoh yang Baik BEBERAPA hari lagi kita akan menggelar pesta demokrasi pemilihan legislatif serentak dan pemilihan presiden. Masyarakat diingatkan untuk tidak golput alias datang ke TPS menentukan hak pilihnya. Ada pernyataan sekaligus pertanyaan yang disampaikan beberapa masyarakat pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global kali ini. Yang menyebutkan bahwa kenapa golput selalu ada dalam pesta demokrasi, bahkan cenderung meningkat. Itu dikarenakan ketidakpercayaan atau apatisme pemilih terhadap elite parpol dan beberapa alasan lainnya. Meskipun demikian golput juga merupakan sebuah pilihan. Demikian ungkapan salah satu Kawan Global. Berikut rangkuman opini selengkapnya. Sebagai masyarakat Bali, Fera di Tabanan mengajak seluruh komponen masyarakat berdoa agar pelaksanaan pemilu berjalan dengan aman damai dan lancar. Wajib datang ke TPS untuk memilih pemimpin sesuai hati nurani, jangan sampai golput. Kepada masyarakat dan pihak keamanan agar bertugas dengan baik. Mari berdoa agar pemilu berjalan aman dan lancar. Pihak keamanan bertugas dengan baik, jangan mudah diadu domba. Sugik di Mambal juga mengatakan hal serupa. Datang ke TPS untuk menentukan hak pilih kita. Karena jika pemilihnya datang ke TPS, artinya berperan serta dalam menyukseskan pesta demokrasi. Pemilih harus berdaulat sehingga negara menjadi kuat. Sebagai penyandang disabilitas, Ketut Mursi di Denpasar selalu datang ke TPS, meski dengan segala kekurangan fisik tetap nyoblos. Selain itu, ia juga menyarankan agar surat suara bagi kaum disabilitas seperti menyertakan huruf braile. Sementara Werdha di
Gianyar menyampaikan pemilu adalah pesta demokrasi. Dalam sebuah pesta pasti ada hidangan/ menunya. Kalau tak cocok dengan menunya ya… tak akan memilih. Demikian juga pemilu. Alasan golput itu ada yang menyatakan ketidakpercayaan terhadap elite politik ada juga yang lainnya. Untuk meminimalisir golput, elite parpol ini harus memberikan contoh yang terbaik. Bratayasa di Sangeh juga menyatakan hal yang sama. Ia mengajak warga masyarakat datang ke TPS pada 17 April nanti guna menyukseskan pemilu. Sosialisasi juga harus lebih digencarkan agar tidak sampai salah memilih, terutama lansia. Kawan lainnya, Made Jemet di Denpasar, menanyakan mengenai karyawan yang bekerja di sektor pariwisata, terutama yang di luar tempat kerjanya yang mencari nafkah di Badung. Kalau ke kampung memakan biaya pastinya. Ia harap ini difasilitasi sehingga semua bisa memilih. (sikha)
Menurutnya, Ubud terkenal dengan alam dan hamparan sawahnya yang asri. Kawasan ini kerap dimanfaatkan pemilik modal untuk membangun akomodasi pariwisata. Jika aturan pembangunan tidak diindahkan, alam Ubud akan cepat rusak. Maka dari itu dia meminta pengusaha memperhatikan kondisi lingkungan dan menaati peraturan. Dia mencontohkan, untuk pembangunan akomodasi pariwisata di pinggir sungai atau jurang, haruslah menaati ketentuan dan kaidah konservasi. Dalam aturan disebutkan, harus ada sempadan jurang. Sempadan jurang biasanya berada pada jarak dua kali dari ukuran kedalaman jurang atau sungai. Misalnya, jurang dengan kedalaman 10 meter, berarti investor diperkenankan membangun mundur dari bibir jurang sepanjang 20 meter. ‘’Banyak memang yang melanggar. Artinya jarak itu yang dilanggar,’’ ungkapnya. Sempadan tersebut dijadikan sebagai lahan hijau. Akomodasi bisa membuat tempat duduk atau semacam bale bengong di daerah itu. Namun untuk kamar tidak diperbolehkan. Guna memastikan aturan berjalan, ini perlu pengawasan rutin dari pemerintah. Jangan sampai ada celah bagi investor untuk melakukan
pelanggaran baik saat membangun akomodasi maupun saat menjalankan usahanya. Tidak hanya merugikan dari sisi lingkungan, pembangunan yang melanggar aturan juga mengancam keselamatan. Jika terjadi longsor, akan sangat berbahaya bagi wisatawan atau orang yang berada di daerah itu. ‘’Tapi kalau mereka melanggar, kalau terjadi apa-apa, risikonya mereka yang tanggung. Pemerintah secara rutin juga harus melakukan penertiban dan pengawasan,’’ tegasnya. Peraturan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) juga harus diperhatikan, yaitu 70 persen lahan terbuka hijau dan 30 persen merupakan bangunan. Ini berlaku di daerah perdesaan. Sedangkan di daerah perkotaan, 30 persen ruang terbuka hijau dan 70 persen bangunan. Untuk memberikan ruang peresapan yang lebih optimal, bisa dibuatkan biopori. Namun, dia mengingatkan, untuk ruang terbuka hijau jangan hanya diisi tanaman hias yang hanya menyerap air sedikit dan tidak mampu menahan longsor. Ruang terbuka hijau khususnya di daerah pinggiran sungai atau jurang perlu diisi tanaman yang dapat menahan longsor dan menyerap air lebih ba-nyak. (kmb42)
LIBURAN -Sejumlah wisatawan saat menikmati liburan di Ubud.
Bali Post/dok
Komitmen Jaga Kualitas Layanan terhadap Konsumen
Astra Motor Bali Gelar Kontes Layanan Honda 2019
ASTRA Motor Bali kembali menjaring kualitas terbaik Front Line People-nya melalui ajang kontes layanan Honda tingkat Regional 2019. Kegiatan yang merupakan agenda tahunan di mana tahun ini merupakan tahun pelaksanaan ke-13, sebagai bentuk program pengembangan untuk menghadirkan layanan terbaik bagi setiap konsumen sepeda motor Honda. Proses penentuan peserta kontes melalui klasifikasi dealer yaitu dibagi dalam dua kategori yaitu regular dealer dengan jabatan partisipan
yaitu pimpinan jaringan, Front Line People (FLP), dan deliveryman. Kemudian kategori wing dealer/big wing dealer dengan jabatan partisipan yaitu pimpinan jaringan, FLP regular, FLP wing/big wing (Wing Sales People, Big Bike Assisten, Big Bike Consultan) serta Deliveryman. Di tahun ini ada penambahan kategori baru yaitu PIC Customer Relationship Management (PIC CRM). Sebanyak 85 peserta kontes layanan Honda dan 42 peserta kontes PIC CRM yang mengikuti ajang kompetisi regional ini dengan
poin penilaian yang berbeda di setiap kategori dan proses penilaian sudah dimulai sejak Maret. Untuk kategori FLP dan Deliveryman penilaiannya meliputi beberapa aspek yaitu ujian tertulis secara online, ujian melayani konsumen/roleplay dan public specking yaitu menguji kemampuan dalam menceritakan pengalaman paling berkesan dan menarik tentang diri sendiri selama bekerja. Untuk kategori PIC CRM penilaiannya diawali dengan tes tulis dan studi kasus mengenai bagaimana ketajaman peserta dalam menganalisis proses dan result CRM. Selanjutnya 15 finalis yang lolos tahap pertama diuji kemampuannya menganalisis data dari hasil CRM. Lolos tahap kedua, 10 PIC CRM mengikuti tahap ketiga yaitu dilakukan pengecekan ke lapangan atas seluruh proses CRM yang sudah dijalankan selama satu tahun terakhir. Proses penilaian terakhir tersaring 8 orang peserta yang melakukan pengujian melalui presentasi project. Untuk kategori pimpinan
jaringan, penilaian dilakukan dengan menilai project pengembangan layanan dealer yang dilakukan pimpinan dealer di tahun 2018-2019 dengan memperhatikan faktor memberikan manfaat pada konsumen, memiliki kesan unik bagi konsumen, memberikan benefit secara bisnis kepada dealer, dan keterlibatan karyawan dealer dalam project. Akhirnya dengan semangat satu hati untuk menampilkan yang terbaik, maka pada 5 April 2019 berlokasi di gedung lantai empat Astra Motor Bali Denpasar dalam acara lunch penuh keakraban bersama Management Astra Motor, dilangsungkan pengumuman peserta terbaik dalam kontes layanan tingkat Regional. ‘’Pelayanan yang prima menjadi prioritas kami dalam menyuguhkan kepuasan dan kebahagiaan konsumen sepeda motor Honda. Melalui kontes layanan ini, kami berupaya terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi konsumen seiring dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat,’’ kata Wahyudi Saputra selaku Region Head Astra Motor Bali.
Sementara tujuh peserta terpilih yang sekaligus menjadi wakil Bali untuk membawa tiket mengikuti kontes layanan Honda ke tingkat nasional yakni juara I Kategori Pimpinan Jaringan Regular Dealer adalah Alan Darma Saputra dari Astra Motor Ubud. Juara I kategori Pimpinan Jaringan Wing/Big Wing yakni Dharmawan Setya Saputra dari Dealer Mitra Krida Mandiri Jimbaran. Kemudian juara I kategori Front Line People Wing/Big Wing adalah I Gede Rudy Satriawan dari Dealer Astra Motor Centre Denpasar. Tak hanya itu, juara I kategori Deliveryman Reguler Dealer yakni M. Wihadi dari Dealer Astra Motor Sesetan. Juara I kategori Deliveryman Wing/Big Wing yakni I Nyoman Susrama dari Dealer Enam Tiga Sejahtera. Dan untuk kategori Front Line People Reguler Dealer juara I & II berkesempatan untuk mengikuti kontes nasional yakni Tri Maha Dewi dari Dealer Astra Motor Gunung Agung dan Irma Ria Anitasari dari Dealer Daya Motor Tabanan. (bns1)
OPINI
6
Sabtu Umanis, 6 April 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Lakukan Penguatan Ekonomi Alternatif MENGAWAL Bali dan peradabannya mungkin akan menjadi tantangan serius jika budaya Bali dan alamnya tak bersahabat dengan dunia pariwisata. Mengapa dikorelasikan dengan dunia pariwisata? Ini karena asumsi dan realita yang ada saat ini, pariwisata menyumbang hampir 80 persen pendapatan dan pergerakan ekonomi Bali. Makanya, sangat wajar jika pemahaman ini menjadi hal dominan di masyarakat bahwa penopang ekonomi Bali adalah sektor pariwisata. Realitanya memang seperti itu. Di permukaan, pariwisatalah yang terlihat dominan. Namun, jika kita telusuri lebih dalam maka di sana akan kita temukan budaya, tradisi, dan alam Bali yang menjadi modal utama pergerakan ekonomi Bali. Jika budaya dan alam Bali tak bersahabat dengan dunia pariwisata maka pantas dicatat bahwa pariwisata Bali akan terpuruk. Fakta ini baru kita lewati bersama ketika Gunung Agung erupsi dan tiga hari bandara ditutup. Gelombang pemutusan hubungan kerja terjadi dan pemulihan sektor pariwisata berlangsung lama. Terlebih kini, Gunung Agung kembali batuk-batuk dan kesannya tetap akan menghantui kita. Erupsi yang tentatif kemungkinan satu saat akan menjadi ancaman serius bagi pariwisata Bali. Itu artinya, jika pariwisata Bali terancam maka pergerakan ekonomi Bali akan lumpuh. Ini sudah dipahami bersama dan kita sampai saat ini belum memikirkan strategi alternatif. Untuk itulah, sebagai sebuah kesadaran atas fenomena Gunung Agung yang belakangan terus erupsi, maka struktur ekonomi Bali tidak boleh hanya bergantung sepenuhnya pada industri pariwisata. Harus ada ekonomi alternatif. Penggerak ekonomi alternatif ini adalah manusia dalam konteks ini tentu pendukung budaya Bali dan pengawal alam Bali. Agar dalam kondisi sulit jika Gunung Agung menjadi ancaman serius sektor pariwisata, maka SDM Bali haruslah tampil profesional, kreatif, dan peka situasi. Membuat SDM profesional jelas butuh investasi, fasilitas, dan dukungan regulasi. Keberpihakan terhadap SDM Bali harus dibangun dengan dedikasi yang jelas dan wajib mendapat dukungan pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Bali tentu harus melakukan berbagai plan penyelamataan ekonomi Bali jika Gunung Agung meletus. Entah kapan erupsi akan terjadi, namun penyiapan strategi dan solusi tidak boleh lambat. Sedini mungkin, alternatif penguatan ekonomi Bali harus dibangun. Libatkan semua komponen di Bali untuk mendesain hal ini. Tentu kita punya keyakinan ada sektor lain yang sangat mungkin menjadi solusi, jika satu saat industri pariwisata terupuruk karena erupsi Gunung Agung. Yang kita pahami, pariwisata sangat rentan dari gangguan bencana alam yang tidak bisa kita prediksi kapan datangnya, seperti bencana gempa bumi, tsunami, puting beliung maupun erupsi gunung berapi. Manajemen risiko (risk management) sebagaimana tertuang dalam Dimensi Ketiga pada tatanan kehidupan holistik Bali Era Baru, menjadi kata kunci. Krama Bali harus memiliki cukup kesiapan dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru. Roda perekonomian Bali tidak boleh terhambat oleh munculnya gangguan bencana alam yang tidak dapat kita prediksi datangnya. Harus ada pilar ekonomi lain sebagai katup penyelamat ekonomi Bali. Sebagaimana Indonesia pernah diselamatkan oleh kehadiran katup ekonomi sektor informal dalam krisis ekonomi 1998 yang melanda segenap korporasi Indonesia. Banyak pengamat ekonomi intenasional saat itu yang memprediksi bahwa Indonesia sulit keluar dari jurang krisis ekonomi, karena hanya melihat Indonesia dari sisi ekonomi korporasi. Kita harus segera memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai alternatif pilar ekonomi Bali. Keterampilan krama Bali di sektor ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Ribuan krama Bali menyandarkan roda ekonomi keluarga mereka di bidang ini. Hanya, saat ini mereka harus melakukan adaptasi secara cepat dan cerdas atas masifnya pergerakan ekonomi digital yang berlangsung secara global. Menjadi tugas pemerintah sebagai regulator dan fasilitator krama Bali agar sektor ini dapat menjadi pilar ekonomi Bali yang tangguh dalam menjaga keseimbangan ekonomi Bali.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Penjelasan Polda Bali Lewat surat pembaca ini, saya mohon penjelasan Bapak Kapolda Bali. Berkaitan dengan kasus yang saya laporkan di Polda Bali sampai sekarang, saya belum mendapat jawaban. Mohon penjelasan mengapa TKP kasus yang saya laporkan dialihkan ke tempat yang salah begitu pula waktunya juga salah. Jawaban atas laporan saya tanggal 23 Agustus 2016 dijawab salah oleh Kasubdit I Ny. Arta dan Kapolres Karangasem Sugeng Sudarso. Karena yang dilaporkan bukan I Kadek Tirtayasa. Saya sudah mengikuti petunjuk dari Dirreskrimum dan Wassidik Bapak Parwata dan bersurat beberapa kali ke Dirreskrimum Polda Bali untuk penjelasan tentang laporan tanggal 23 Agustus 2016, di mana disposisinya ke Wassidik, tetapi sampai sekarang tidak ada jawabannya. Untuk itu, mohon Bapak Kapolda Bali memberikan penjelasan agar kasus saya menjadi transparan dan mohon orang-orang yang terlibat dalam kasus di BRI Cabang Amlapura di Jl. Gajah Mada Amlapura tanggal 4 Desember 2013 sekitar pukul 12.00 agar dapat dimintai pertanggungjawabannya. Untuk itu, saya mohon perlindungan hukum, kepastian hukum, dan keadilan. Dra. Ni Made Sudani, MBA., M.M. Jl. Tulip No. 8, Sumerta Kaja, Denpasar Timur
Erupsi Gunung Agung dan Ekonomi Bali Tentu masih lekat dalam benak krama Bali, bagaimana erupsi Gunung Agung pada akhir tahun 2017 sempat membuat mati suri ekonomi Bali. Erupsi Gunung Agung yang saat itu hanya berlangsung dalam hitungan hari, nyatanya secara signifikan telah memberi dampak negatif atas kinerja ekonomi Bali di semua bidang; utamanya yang terkait secara langsung ataupun tidak dengan dunia pariwisata. Bayangkan jika erupsi Gunung Agung berlangsung berbulan-bulan sebagaimana yang terjadi pada Gunung Sinabung. Apa yang bakal terjadi dengan ekonomi Bali. Harus ada mesin ekonomi alternatif bagi Bali.
Oleh
Agung Kresna ata selama ini menunjukkan bahwa hampir 70% pertumbuhan ekonomi Bali didorong oleh industri pariwisata yang merupakan sektor tersier. Sementara industri pertanian sebagai sektor primer hanya menyumbang sekitar 14% dalam pertumbuhan ekonomi Bali. Realitas ini memperlihatkan lemahnya kekuatan ekonomi alternatif di luar industri pariwisata yang selama ini masih menjadi andalan ekonomi Bali. Struktur ekonomi Bali harus dibangun secara seimbang di semua sektor potensial yang sudah dimiliki krama Bali. Rontoknya tingkat kunjungan wisatawan pada event tahun baru di kawasan wisata Pantai Carita Banten dan Ancol Jakarta pascaadanya tsunami Selat Sunda, mestinya menjadi catatan para pemangku kepentingan kebijakan ekonomi. Hal ini terjadi akibat para calon wisatawan khawatir akan munculnya bencana susulan. Gunung Agung yang kembali erupsi akhir-akhir ini juga harus menjadi sinyal bagi para penentu kebijakan ekonomi Bali. Karena perlu diwaspadai bahwa Gunung Agung hingga saat ini masih belum sepenuhnya menuntaskan lava dari kandungan magma yang ada.
Sementara itu, realitas setelah erupsi Gunung Agung mereda pada awal 2018 dan secara perlahan laju ekonomi Bali kembali pulih dengan berdatangannya para wisatawan ke Bali, tidak ada terobosan baru dalam menata struktur ekonomi Bali sepanjang tahun 2018. Efek negatif erupsi Gunung Agung bagai terlupakan. Perekonomian Bali kembali berjalan dengan tetap mengandalkan pada sektor industri pariwisata, tanpa ada upaya serius memberdayakan sektor-sektor lain di luar industri pariwisata. Jika belajar dari dampak negatif erupsi Gunung Agung yang lalu, maka struktur ekonomi Bali tidak boleh hanya bergantung sepenuhnya pada industri pariwisata. Pariwisata sangat rentan dari gangguan bencana alam yang tidak bisa kita prediksi kapan datangnya, seperti bencana gempa bumi, tsunami, puting beliung maupun erupsi gunung berapi. Manajemen risiko (risk management) sebagaimana tertuang dalam Dimensi Ketiga pada tatanan kehidupan holistik Bali Era Baru, menjadi kata kunci. Krama Bali harus memiliki cukup kesiapan dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan
tantangan baru. Redesain Ekonomi Bali Roda perekonomian Bali tidak boleh terhambat oleh munculnya gangguan bencana alam yang tidak dapat kita prediksi datangnya. Harus ada pilar ekonomi lain sebagai katup penyelamat ekonomi Bali. Sebagaimana Indonesia pernah diselamatkan oleh kehadiran katup ekonomi sektor informal dalam krisis ekonomi 1998 yang melanda segenap korporasi Indonesia. Banyak pengamat ekonomi internasional saat itu yang memprediksi bahwa Indonesia sulit keluar dari jurang krisis ekonomi, karena hanya melihat Indonesia dari sisi ekonomi korporasi. Gelimang dolar dalam industri pariwisata Bali memang telah menyilaukan banyak pihak, sehingga seakan hanya bidang pariwisata yang dapat diandalkan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Bali. Akibatnya, justru kita melupakan sektor ekonomi potensial yang sebenarnya telah dimiliki krama Bali secara turun-temurun, serta menjadi ladang kehidupan ekonomi keseharian nenek moyang krama Bali. Sebelum industri pariwisata merebak di seantero Bali, sebenarnya krama Bali
sudah memiliki ladang perekonomian di bidang pertanian dan ekonomi kreatif/handicraft. Mesin ekonomi inilah yang harus diberdayakan dalam mendesain ulang struktur ekonomi Bali melalui beberapa langkah berikut ini. Pertama, pariwisata harus dianggap sebagai bonus dalam mesin ekonomi Bali. Hal ini melihat realitas bahwa industri pariwisata adalah resultan dari daya tarik di bidang budaya dan pertanian Bali yang telah hadir terlebih dahulu sebagai penggerak roda ekonomi krama Bali. Secara nominal, bidang pariwisata memang mendatangkan keuntungan cukup besar. Namun, rentan terhadap gangguan bencana dan fluktuasinya kadang sulit diprediksi. Kedua, memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai alternatif pilar ekonomi Bali. Keterampilan krama Bali di sektor ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Ribuan krama Bali menyandarkan roda ekonomi keluarga mereka di bidang ini. Hanya, saat ini mereka harus melakukan adaptasi secara cepat dan cerdas atas masifnya pergerakan ekonomi digital yang berlangsung secara global. Menjadi tugas pemerintah sebagai regulator dan fasilitator krama Bali agar sektor ini dapat menjadi pilar ekonomi Bali yang tangguh dalam menjaga keseimbangan ekonomi Bali. Ketiga, optimalisasi bidang pertanian krama Bali sebagai pilar ekonomi Bali. Pertanian adalah potensi ekonomi yang luar biasa di masa depan. Harus ada perubahan paradigma dalam melihat pertanian. Pertanian harus digarap dengan sentuhan teknologi tinggi, sejak pembibitan, penanaman, hingga pascapanen. Pertanian harus
”Quick Count’’ Boleh Salah, Tidak Boleh Berbohong MASIHKAH kita ingat akan kegaduhan hasil quick count (hitung cepat) Pilpres 2014 pada 9 Juli 2014 dari 11 lembaga survei independen yang melakukan hitung cepat, 7 lembaga yang menyatakan pasangan Jokowi-JK menang dan 4 lembaga yang menyatakan Prabowo-Hatta menang. Masyarakat dibuat bingung oleh hasil yang dirilis lembaga survei yang ada di negeri ini. Baru-baru ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah merilis 33 nama lembaga survei yang mendaftarkan diri untuk melakukan hasil hitung cepat (quick count) Pemilihan Umum 2019. Komisioner KPU RI Pramono Ubaid mengatakan, pihaknya akan melakukan seleksi ketat siapa saja yang nantinya bisa merilis hasil hitung cepat usai melewati verifikasi KPU. Pada detik-detik terakhir pada masa bulan politik, Pilpres 2019 tinggal menghitung hari, semarak lembaga survei merilis hasil survei elektabilitas masing-masing paslon (pasangan calon). Lembaga survei yang mau dibeli oleh salah satu tim sukses pemenangan, dengan berbagai cara akan berusaha menggiring opini masyarakat sehingga mau memilih paslon jagoannya. Apakah lembaga survei, peneliti, akan mengobral harga diri dan profesionalismenya? Apakah quick count Pilpres 2019 akan mengalami kegaduhan kembali? Harapan kita, tentu tidak ingin kondisi tersebut terulang kembali. Kredibilitas lembaga survei, peneliti, dan statistisi sempat tercoreng pada masa itu karena hasil quick count dan analisis elektabilitas bisa diorder sesuai rupiah yang digelontorkan konsumennya untuk memengaruhi opini masyarakat. Kondisi ini sangat berbahaya dan bertentangan dengan prinsip-prinsip keilmuan statistik. Salah satu prinsip dasar statistik adalah menyediakan prosedur praktis untuk menduga
Oleh
Made Bimbo Abdi karakteristik suatu populasi (hasil Pilpres KPU) melalui pendekatan karakteristik sampel (hasil Pilpres quick count). Beberapa literatur mengungkapkan sumber data yang baik sangatlah diperlukan sebagai fondasi dalam setiap pengambilan kesimpulan/keputusan. Agar kesimpulan/keputusan yang diambil tersebut tepat bagi masyarakat, maka data yang digunakan pun haruslah data yang baik bukan data hasil kebohongan. Namun, bagaimana kita mengatakan bahwa hasil quick count Pilpres 2019, bisa menduga dengan baik (mendekati kebenaran) hitungan Pilpres official KPU? Maka data sampel yang digunakan sebagai bahan dasar quick count haruslah data yang baik, bukan data bohong sesuai orderan kelompok tertentu. Nah ini dia, mari kita ingat kembali syaratsyarat data (quick count) yang baik: 1) Objektif artinya data (quick count) harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (data sampel harus sesuai hasil TPS/tempat pemungutan suara). 2) Representatif artinya data yang diamati harus mampu mewakili objek populasi (TPS) yang akan kita amati. 3) Sampling Error yang kecil maksudnya adalah metode yang digunakan memiliki tingkat kesalahan yang kecil. Semakin kecil nilai sampling error maka akan semakin baik estimasi data yang dihasilkan. 4) Up to date artinya data yang kita gunakan harus sesuai dengan waktu penelitian. 5) Relevan maksudnya data yang digunakan harus memiliki keterkaitan dengan objek populasi yang akan kita teliti. Syarat nomor 1, 2, dan 3 disebut juga sebagai syarat data yang reliable (dapat diandalkan), sedangkan syarat 4 dan 5
lebih menunjukkan manfaat atau kegunaan data tersebut. Data sampel quick count yang baik akan mampu menghasilkan kesimpulan/ penaksiran yang baik terhadap hasil penghitungan suara pilpres yang resmi oleh KPU. Ada slogan statistisi yang menyatakan “statistik itu boleh salah tapi tidak boleh berbohong”. Slogan ini memiliki makna yang sangat dalam bagi kredibilitas lembaga survei, peneliti, dan statistisi. Jadi, apakah empat hasil quick count lembaga survei tersebut “salah” ataukah “berbohong”? Bila hasil tersebut keliru akibat sebuah kesalahan data, maka dalam koridor slogan masih bisa dimaklumi karena maknanya dilakukan secara tidak disengaja dan bisa diperbaiki untuk menghasilkan kesimpulan/ opini yang benar. Sedangkan bila hasil tersebut keliru akibat suatu kebohongan maka tindakan tersebut tidak bisa dimaklumi karena secara sengaja telah memberikan kesimpulan atau opini yang sesat. Begitu bermanfaatnya data dan statistik, maka seluruh masyarakat diharapkan mulai sadar statistik dengan memberikan data yang benar (objektif), bukan memberikan data dari kebohongan. Bagaimana dengan kredibilitas survei elektabilitas saat ini? Dan, bagaimana pula ramainya quick count Pilpres pada 17 April 2019? Mari kita akan catat kembali sejarah mereka dalam menjaga harga diri dan profesionalisme dari lembaga survei, peneliti yang ada di negeri ini, yang bernaung pada Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) serta para statistisi di bawah binaan Badan Pusat Statistik (BPS).
digarap sebagai farming, tidak boleh hanya dimaknai sebagai agriculture. Sehingga tercakup bidang agriculture farm (bercocok tanam), dairy farm (berternak penghasil susu, keju), fish farm (bertambak ikan), maupun poultry farm (berternak unggas). Pertanian Bali harus dikerjakan dalam pola industrial farming. Nyatanya saat ini saja kebutuhan krama Bali atas sarana upakara yang demikan besarnya dan utamanya berupa produk hasil pertanian, belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari bumi Bali sendiri. Sebagian masih perlu didatangkan dari luar Pulau Bali. Di sini ada potensi ekonomi cukup besar yang sebenarnya dapat diraup oleh krama Bali dalam upaya memenuhi kebutuhan rutin kehidupan mereka sendiri. Menyongsong Bali Era Baru harus kita sikapi dengan menata ulang struktur ekonomi Bali agar tidak hanya bertumpu pada satu sektor ekonomi. Harus ada sektor ekonomi di luar pariwisata, yang diberdayakan sebagai mesin ekonomi alternatif sebagai penyangga keseimbangan ekonomi bagi Bali. Sehingga pada saat pilar utama ekonomi Bali mendapat gangguan, roda ekonomi krama Bali tetap dapat berputar dan tidak mengganggu periuk nasi segenap krama Bali. Penulis, arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar
POJOK Dharma Shanti Nyepi Nasional akan bahas gerakan ekonomi Hindu Indonesia. - Gerakan sejahterakan rakyat. *** Bawaslu di Karangasem masih kekurangan pengawas di puluhan TPS. - Pengawasan rakyat juga penting. *** Disoroti, masifnya pembangunan akomodasi pariwisata di Ubud. - Penginapan warga lokal akan tergusur.
Penulis, pegawai di Badan Pusat Statistik Provinsi Bali
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Sabtu Umanis, 6 April 2019
Di TPA Mandung
Alat Berat Rusak, Sampah Menggunung hingga 10 Meter Tabanan (Bali Post) -
Tingginya volume sampah yang masuk ke TPA tidak dibarengi dengan alat berat yang memadai. Hal ini menyebabkan gundukan sampah bisa mencapai 10 meter. Satu alat berat berupa buldoser yang berfungsi mendorong sampah sudah dua bulan rusak. Meski sudah diperbaiki, alat tersebut tidak bisa bertahan lama karena intensitas pekerjaan yang cukup tinggi. Hal ini pun menjadi atensi Sekda Tabanan I Gede Susila saat memantau kondisi TPA Mandung, Jumat (5/4) kemarin.
TPA - Sekda I Gede Susila (baju putih) meninjau TPA Mandung, Jumat (5/4) kemarin.
Penarikan Undian Simpedes BRI Periode II 2018 BRI Sediakan Dua ’’Grand Prize’’
SEBAGAI bentuk apresiasi dan penghargaan BRI kepada nasabahnya dalam hal ini nasabah Simpedes, BRI Cabang Tabanan menggelar penarikan undian Tabungan Simpedes Periode II 2018, Jumat (5/4) kemarin, di Dewi Sinta Tanah Lot. Berbeda dengan periode sebelumnya, untuk periode kali ini ada dua hadiah grand prize berupa mobil Suzuki Ertiga dan mobil pick up Suzuki. Grand prize Suzuki Ertiga diraih nasabah BRI dari unit Kediri I Ketut Merta Wasika dan hadiah mobil pick up diraih Ni Gusti Ayu Komang dari unit Denbatas. Dalam undian Simpedes periode II 2018 ini tidak hanya hadiah mobil yang disediakan, tetapi puluhan hadiah lainnya. Seperti sepeda motor All New Soul Yamaha yang diraih I Wayan Mudita dan I Gusti Ayu Sri Suha dari unit Perean Tabanan, I Wayan Yasa Artana dari unit Tanah Lot, dan Ni Nyoman Susantiasi dari Unit Penebel. Hadiah sepeda motor Yamaha Mio untuk nasabah I Nengah Mulia dari unit Kerambitan Kota Tabanan, I Nyoman Sudama dari unit Kerambitan, Ni Made Tirta
dari unit Baturiti, dan I Ketut Gde Sabuh dari unit Denbantas. Selain hadiah mobil dan sepeda motor, ada juga hadiah speaker Polytron yang diraih Ida Bagus Komang Udi dari unit Kerambitan, Gusti Ayu Nyoman Kar dari Tabanan, Ni Nyoman Sulasmini dari unit Denbatas, Ni Made Sukerti dari unit Marga, Wahyuni dari unit Tanah Lot, I Wayan Sudibia dari unit Rejasa, dan I Ketut Widiarta dari unit Pupuan. Lima hadiah home theater Polytron jatuh kepada Ni Luh Wayan Sukanad dari unit Megati, I Wayan Suditha dari unit Agro Baturiti, I Ketut Wisnaya dari unit Megati, I Gusti Putu Nurjaya unit Yeh Gangga dan I Wayan Sumawa dari unit Bajera. Sementara 20 TV LED LG diraih oleh I Wayan Gede Seninti dari unit Pupuan, Ni Nyoman Sunariwati dari unit Perean, I Made Arnawa dari unit Agro Baturiti, I Wayan Rukan dari unit Penebel, I Wayan Narka dari unit Abian Tuwung, I Made Artayasa dari unit Megati, I Gede Sukarma dari unit Kerambitan, I Made Ali Kusuma dari unit Marga, R.R. Putri Sarina dari unit
Denbantas, Ni Luh Gede Karyani dari unit Kerambitan, I Ketut Sunadi dari unit Bajera, I Ketut Sugita dari unit Baturiti, I Gusti Agung Ayu Cand dari unit Yeh Gangga, I Ketut Budiarta dari unit Kediri, I Ketut Santosa dari unit Tanah Lot, I Wayan Karpus dari KCP Kediri, Ni Made Suartini dari unit Surabrata, I Wayan Arimbawa dari KCP Bajera, I Nyoman Suandana dari unit Rejasa dan Made Indra Purnata dari Tabanan. Pemimpin Cabang BRI Kantor Cabang Tabanan Anditya Mahendra Krishna memaparkan, undian Simpedes periode II tahun 2018 mengikutsertakan 25.563.177 kupon untuk periode 1 September 2018 sampai 28 Februari 2019 dengan kelipatan saldo rekening Rp 100.000 dengan total hadiah Rp 516.267.000. Krishna melanjutkan, dana ke-3 yang dihimpun BRI Unit se-Kanca BRI Tabanan dari September 2018 sampai Februari 2019 menunjukkan perkembangan yang baik dari Rp 793 miliar lebih dengan jumlah penyimpan sebanyak 157.322 orang menjadi Rp 830 miliar lebih dengan jumlah penyimpan sebanyak 165.984 orang. (ad203)
SIMPEDES - Penarikan undian Simpedes periode II 2018 yang digelar Jumat (5/4) kemarin.
Overkapasitas, BRSU Tabanan Tak Lagi Terima Penitipan Jenazah
Tabanan (Bali Post) Upacara Panca Wali Krama di Pura Besakih menyebabkan banyak masyarakat menitipkan jenazah kerabatnya di BRSU Tabanan. Alhasil, kamar jenazah BRSU Tabanan overkapasitas. BRSU Tabanan pun saat ini sudah tidak lagi menerima titipan jenazah. Kasubbdid Rawat Darurat dan Tindakan Medis BRSU Tabanan dr. A.A. Ngurah Putra Wiradana, Jumat (5/4) kemarin, mengatakan saat ini penitipan jenazah BRSU mencapai 24 jenazah, 12 di
antaranya diletakkan dalam freezer, sementara 12 lainnya di luar freezer. ‘’Jumlah ini sudah sangat maksimal dari yang harusnya ditangani. Karenanya, BRSU tidak bisa menerima tambahan penitipan jenazah,’’ ujarnya. Karena tidak bisa menampung, jika ada pasien meninggal dan keluarga tidak melakukan proses penguburan atau proses lainnya hingga upacara Panca Wali Krama di Pura Besakih berakhir, BRSU menyerahkan kepada keluarga. Dalam artian,
BRSU memberikan pelayanan pengawetan jenazah dengan formalin, baru kemudian diserahkan kepada keluarga. ‘’Jadi, keluarga yang memutuskan apakah dititipkan di tempat lain atau dibawa ke rumah,’’ papar Agung Putra. Menurutnya, pengawetan jenazah dengan menggunakan formalin bisa bertahan setidaknya satu bulan. Tetapi usia pengawetan ini juga dipengaruhi penyebab kematian. Biaya pengawetan dengan formalin mencapai Rp 411.000 per jenazah. (kmb24)
Bali Post/bit
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DHL) Tabanan I Made Subagia didampingi Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini menyampaikan, penanganan sampah di TPA Mandung terkendala minimnya peralatan. Saat ini hanya ada 1 unit buldoser, 1 ekskavator, dan 1 loader. Ironisnya, dua dari tiga peralatan tersebut sudah berusia tua. Buldoser berusia 10 tahun dan loader ban karet hampir 16 tahun. Sementara ekskavator baru berusia 5 tahun. ‘’Memang alat berat untuk memindahkan dan menarik sampah ada sedikit masalah, tetapi kami sudah perbaiki. Paling tidak seminggu ke depan sudah bisa difungsikan lagi,’’ kata Subagia. Menurutnya, pemeliharaan dan perbaikan alat berat di TPA Mandung sudah mendapatkan anggaran dari APBD induk Rp 100 juta lebih. Di sisi lain, pihaknya tengah merancang jalan melingkar untuk mengurangi gunungan
sampah di dekat pintu masuk TPA. Sampah nantinya akan dibuang di lahan seluas 32 are yang selama ini difungsikan untuk gas metan. ‘’Jalan melingkar lagi berproses. Jadi, kendaraan pengangkut sampah masuk dari arah utara ke timur dan membuang sampah di lahan gas metan, jadi tidak terpengaruh karena pipa gas akan kita tinggikan. Mudah-mudahan triwulan kedua ini badan jalan sudah rampung, barulah akan dilanjutkan pengusulan pemadatan badan jalan,’’ terangnya. Mantan Kepala Dinas Perikanan Tabanan ini mengakui pengelolaan sampah di TPA Mandung menjadi sebuah tantangan berat bagi dirinya. ‘’Awalnya, saya gemetar melihat kondisi TPA. Tetapi ini tantangan buat saya, bagaimana TPA bisa dikelola dengan baik,’’ tegasnya. Terkait kondisi TPA Mandung, Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, jajaran
terkait sudah bekerja cukup baik dalam mengatasi permasalahan sampah. Begitu pun terkait kelemahan sampai menyebabkan gagalnya raihan Adipura, bisa dibenahi. ‘’Kalau saya lihat sudah luar biasa apa yang telah dikerjakan oleh jajaran terkait. Tinggal sekarang benahi kelemahan tahun lalu,’’ ucapnya. Terkait kendala alat berat, Susila menyatakan, akan diupayakan dalam penganggaran dan jadi prioritas jika memang itu menjadi salah satu kendala yang harus segera mendapatkan penanganan. Namun, pihaknya juga menyarankan agar OPD terkait mencoba mencari celah bantuan atau program dari pemerintah pusat. ‘’Jadi, kalau ada bantuan dari pusat tentu lebih baik di tengah keterbatasan anggaran di daerah. Meski demikian, jika memang sifatnya krusial pasti akan menjadi skala prioritas penganggaran,’’ jelasnya. (kmb28)
100 Honorer Lulus Seleksi P3K Tabanan (Bali Post) Seratus orang tenaga honorer dipastikan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap I yang digelar Februari lalu. Ini dikuatkan dengan pengumuman resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diterima BKPSDM Tabanan pada Kamis (4/4) lalu. ‘’Pengumuman baru kami terima Kamis sore, rencananya Senin akan kita tempel di depan kantor BKPSDM,’’ ucap Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra, Jumat (5/4) kemarin. Hanya, Sugatra mengaku
tidak bisa berbuat banyak pada 27 pegawai K2 lainnya yang tidak lulus passing grade. Meski pihaknya sudah berupaya memfasilitasi para pegawai K2 yang tidak lolos ambang batas bisa dibantu dan dikondisikan untuk lulus, tetapi mekanisme dari pusat tetap tidak memenuhi permintaan tersebut. ‘’Kami harap bagi yang belum berhasil untuk terus menyiapkan diri. Jika ada kesempatan lagi bisa terus mencoba,’’ ucapnya. Untuk pengumuman kelulusan P3K tahap I ini, pihaknya masih menunggu tanda tangan
Sekda Tabanan sehingga baru bisa diumumkan resmi pada Senin mendatang. Sementara untuk tahap selanjutnya, peserta yang dinyatakan lulus seleksi P3K juga masih harus menunggu pengumuman resmi dari BKPSDM Tabanan. Sebab, terkait pemberkasan dan pengajuan NIP, belum ada perintah jelas dari pusat. Sesuai surat dari pusat, BKPSDM Tabanan diminta merinci kembali data P3K yang lolos sesuai dengan rincian jabatan, kualifikasi pendidikan dan unit kerja penempatan yang segera akan dikirim
ke Kemenpan-RB. ‘’Data ini sedang kami tindak lanjuti karena kemarin belum ada,’’ terang Sugatra. Sekadar mengingatkan, tahap I perekrutan P3K hanya dibuka untuk tiga formasi bidang dan tenaga honorer jadi prioritas. Formasi dimaksud adalah tenaga di bidang pendidikan, kesehatan, dan penyuluh pertanian. Formasi yang dicari 236 orang, dengan rincian tenaga pendidik/guru 213 orang, tenaga kesehatan 7 orang, dan tenaga penyuluh pertanian 16 orang. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Capaian rapat anggota tahunan (RAT) koperasi di Tabanan per 4 April 2019 adalah 64,81 persen. Sementara dari data tahun buku 2018, Tabanan memiliki 378 koperasi yang wajib RAT tahun ini. Dengan persentase ini, jumlah koperasi yang sudah menjalani RAT sebanyak 245 koperasi dan menyisakan 133 koperasi belum melakukan RAT. Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Tabanan Ni Nyoman Yudiani, Jumat (5/4) kemarin, mengatakan data saat ini sedang divalidasi.
Jadi, bisa saja ada tambahan koperasi yang menjalani RAT. ‘’Meski batas waktu penyelenggaraan RAT telah berakhir Maret lalu, kami masih memberi permakluman atas koperasi yang belum bisa menyelenggarakan RAT hingga batas waktu Desember nanti,’’ ujarnya. Bagi koperasi yang sampai saat ini belum melakukan RAT, kata Yudiani, pihaknya sudah melayangkan surat sekaligus teguran. Dengan persentase capaian sementara koperasi yang melakukan RAT sebesar 64,81 persen, tidak menutup kemungkinan adanya penam-
bahan koperasi tidak aktif. ‘’Dengan capaian ini, kami sudah mendata koperasi-koperasi yang berpotensi menjadi tidak aktif. Sedang menunggu sampai akhir Desember, apakah koperasi yang sudah tercatat ini menjalani RAT atau tidak. Jika tidak, dipastikan masuk ke dalam koperasi tidak aktif,’’ ujar Yudiani. Melalui perpanjangan waktu pelaksanaan RAT hingga akhir Desember nanti, pihaknya juga optimis persentase koperasi yang menjalani RAT bisa mencapai angka 70 persen. Ini dilihat dari adanya
koperasi yang mengajukan permakluman dan akan segera menggelar RAT pada bulan ini atau dalam waktu dekat. ‘’Kami berikan permakluman dan waktu untuk melakukan RAT. Kemungkinan koperasi yang minta permakluman ini karena adanya pencatatan data koperasi bersangkutan yang belum valid, sehingga belum bisa menggelar RAT hingga batas waktu yang seharusnya yaitu bulan Maret lalu,’’ papar Yudiani. Terkait koperasi tidak aktif, Yudiani mengaku akan menindaklanjutinya sesuai prosedur. (kmb24)
Capaian RAT 64,81 Persen Diskop Berikan Perpanjangan Waktu
BULELENG
8
Sabtu Umanis, 6 April 2019
103 Pelamar P3K Lolos ”Passing Grade’’ Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 103 pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dinyatakan lolos standar passing grade yang ditentukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Ratusan pelamar ini sebelumnya menjadi pegawai kategori dua (K-2) bidang tugasnya tenaga pendidik alias guru. Dengan hasil tersebut, artinya Pemkab Buleleng harus mengalokasikan gaji melalui APBD. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) pada awalnya perekrutan P3K itu menetapkan 157. Pegawai K-2 dinyatakan berhak ikut melamar dalam perekrutan P3K. Dari jatah itu, peserta yang lolos syarat administrasi 126 orang. Sedangkan 23 pelamar dinyatakan tidak lolos. Alasannya, tidak mampu memenuhi standar passing grade. Pelamar yang tidak lolos administrasi itu, karena kualifikasi pendidikan mereka tidak sesuai dengan jabatan yang dilamar. Mereka kemudian mengikuti seleksi Computer Asessted Test (CAT) beberapa waktu lalu. Setelah mengikuti proses penilaian, Panselnas mengumumkan hanya 103 pelamar memenuhi standar passing grade. Rinciannya 89 tenaga kependidikan (guru), nilai passing grade tertinggi 131 dan terendah 70. Selain itu, 37 orang penyuluh pertanian yang dinyatakan lolos dengan nilai passing grade tertinggi 174 dan terendah 106. Untuk formasi tenaga kesehatan tidak ada yang melamar, sehingga formasi itu jadi terbuang begitu saja. Meskipun tidak lolos passing grade, pelamar yang gagal menjadi P3K itu tetap dipekerjakan sebagai pegawai K-2, bersama pegawai lain yang juga tidak lolos seleksi administrasi sebelumnya. Sudah Dilaporkan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa di sela-sela lomba menyanyi HUT ke-415 Kota Singaraja di Gedung Kesenian Gde Manik, Jumat (5/4) kemarin mengatakan, hasil tersebut sebelumnya sudah dilaporkan kepada Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. Setelah diterima, pihaknya kemudian dengan resmi mengumumkan hasil itu secara terbuka melalui website BKPSDM Buleleng. ‘’Sudah kita terima dan kami laporkan kepada Sekda dan sudah ditindaklanjuti untuk diumumkan melalui website kita dan juga bisa dilihat di BKPSDM. Dari pengumuman ini 103 memenuhi passing grade dan ada 23 pelamar belum beruntung alias gagal,’’ katanya. Setelah pengumuman ini, BKPSDM masih menunggu petunjuk dari Kemen-PAN RB terkait pemberkasan dan penerbitan surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai P3K sesuai regulasi terbaru. Di samping itu, pihaknya dalam waktu dekat ini menyiapkan teknis penempatan P3K. Dalam tahapan ini, BKPSDM dengan petunjuk pimpinan akan memakai pertimbangan beban kerja yang ada. ‘’Setelah pemberkasan untuk mendapatkan SK, kami juga lakukan persiapan penempatan. P3K beda dengan CPNS. Mereka akan kita tempatkan berdasarkan kebutuhan beban kerja yang ada. Dalam proses ini, kami mengikuti petunjuk pimpinan,’’ katanya. Terkait kesiapan anggaran untuk nafkah bulanannya, penyuka lagu-lagu Iwan Fals itu mengatakan, sesuai terhitung mulai tanggal (TMT) P3K menerima SK itu pemerintah daerah wajib membayar nafkah bulanan mereka. Sesuai kesepakatan di mana pemerintah daerah menyiapkan anggaran untuk gaji P3K. Hanya, berapa nilai anggaran yang disiapkan baru akan dibahas dalam APBD Perubahan 2019 mendatang. ‘’Tergantung nanti kapan menerima SK dan sesuai TMT. Gaji akan dibayarkan bulan berikutnya dan terkait anggaran ini sudah disiapkan. Tinggal pembahasan teknis oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),’’ jelasnya. (kmb38)
Gede Wisnawa
Bali Post/kmb38
Bali Post/kmb38
DIPERTAHANKAN - Sebanyak 19 lokasi halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di kota Singaraja tetap dipertahankan, meskipun angkutan umum sedang lesu bahkan nyaris punah.
Tak Berfungsi Optimal
Dishub Pertahankan Belasan Halte di Kota Singaraja
Singaraja (Bali Post) – Di tengah lesunya bisnis angkutan kota (angkot) belakangan ini, keberadaan halte (tempat menaikkan dan menurunkan penumpang - red) di perkotaan ikut terdampak. Belasan halte yang dibangun Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng nyaris tidak berfungsi optimal. Meski demikian, fasilitas ini tetap dipertahankan selama masih ada angkutan umum beroperasi di jantung kota Singaraja. Dari data yang dikumpulkan di lapangan, Jumat (5/4) kemarin, di kota Singaraja terdapat 19 lokasi halte. Belasan halte itu di antaranya ada di Jalan Jelatik Gingsir, Ngurah Rai, Pramuka, Mayor Metra, Ahmad Yani, Jalan Sudirman, dan di beberapa lokasi lainnya. Sebagian besar konstruksi halte itu merupakan bangunan lama. Ada yang menggunakan konstruksi pipa besi, dengan atap seng aluminium. Namun ada juga konstruksinya memakai beton dan atap genteng. Ternyata satu dari belasan halte itu mengalami kerusakan parah.
Helte di Jalan Jelatik Gingsir persisnya di depan Pasar Buleleng atap dan tiang penyangganya sudah roboh. Bangunan ini rusak setelah fondasinya amblas karena cuaca buruk. Selain kerusakan karena bencana alam, beberapa bangunan halte itu tampak tidak terpelihara dengan baik. Rangka bangunannya atau tempat duduknya banyak ditemukan coretan tangan jahil seseorang menggunakan cat semprot. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Gede Gunawan, AP mengatakan, keberadana halte di perkotaan belakangan ini tidak
berfungsi dengan baik. Ini terjadi karena lesunya bisnis angkutan umum terutama di perkotaan. Dia pun tidak menampik kalau halte yang dibangun itu tinggal bangunannya, sedangkan fungsi aslinya telah hilang. Meski demikian, Dishub belum memprogramkan pembongkaran halte yang ada. Ini karena halte sendiri merupakan fasilitas penunjang ketika angkutan umum itu masih beroperasi di perkotaan. Gunawan mencontohkan halte yang ada di Jalan Ngurah Rai itu lokasinya menghalangi akses ke rumah warga. Namun halte itu tidak dihilangkan. Sebaliknya, Dishub membangun kembali dan memindahkan lokasi halte itu agar tidak menghalangi akses ke rumah penduduk. ‘’Bisnis angkutan umum itu kini ibaratnya ‘mati segan hidup tak mau’, tetapi selama masih ada angkutan umum, halte itu akan dipertahankan,
walaupun sekarang fungsi aslinya sudah hilang,’’ katanya. Untuk halte yang rusak karena bencana alam, mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekkab Buleleng ini mengaku dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Ini dilakukan untuk memastikan apakah kerusakan fasilitas angkutan jalan itu mendapat penanganan kebencanaan atau tidak. Kalau nantinya tidak mendapat pembiayaan kebencanaan, pihaknya akan mengusulkan program perbaikan halte itu melalui APBD Perubahan 2019 ini. ‘’Karena itu halte itu rusak akibat bencana. Kami akan koordinasikan dulu ke BPBD. Kalau tidak dapat anggaran kebencanaan, ya... perbaikannya kita coba usulkan pada APBD Perubahan nanti,’’ tegasnya. (kmb38)
Kelurahan Paket Agung Jadi Kawasan ”Heritage’’
Singaraja (Bali Post) – Di balik gencarnya pembangunan lokasi ruang terbuka hijau (THR) di Kota Singaraja, Pemkab Buleleng membuka kawasan heritage di jantung Kota Singaraja. Ini dilakukan dengan cara menata lingkungan di Kelurahan Paket Agung, Singaraja. Lokasi ini dipilih karena di kelurahan ini sebagai saksi sejarah bangsa, di mana ibu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno berasal dari Lingkungan Bale Agung. Bukti sejarah itu menjadi modal menciptakan heritage Soekarno yang dikaitkan dengan kawasan RTH Taman Bung Karno di Kelurahan Sukasada.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), Jumat (5/4) kemarin, mengatakan langkah awal mewujudkan kawasan heritage itu adalah menata lingkungan di Kelurahan Paket Agung. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) ditugaskan memperbaiki ruas jalan dan menambah patung atau hiasan lain yang berkaitan dengan Bung Karno. Untuk penataan jalan sepanjang 300 meter itu akan diaspal hotmik. Sekarang ini jalan yang sudah dihotmix itu baru sekitar 150 meter dari Jalan Veteran sampai Balai Banjar Paketan. Selain itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng
akan menata rapi jaringan pipa air minum dan pembuangan limbah cair dengan membangun septic tank. “Pengerjaannya diperkirakan sekitar dua bulan. Mudah-mudahan warga setempat bersabar. Aksesnya cukup sempit dan dimohon agar tidak ada kendaraan lewat ketika pengerjaan dimulai,” katanya. Bupati menambahkan, setelah penataan lingkungan, pemerintah akan membangkitkan potensi kerajinan perak atau songket yang hingga sekarang masih eksis di Kelurahan Beratan. Untuk penataan ini, Bupati bercita-cita agar ragam produksi kerajinannya berkaitan dengan identitas
asal muasal keluarga sang Proklamator Bangsa, Soekarno. Pengembangan kawasan ini diyakini dapat memberikan hasil positif sebagai upaya percepatan pengembangan kawasan di perkotaan. Selain itu, dirinya ingin kawasan heritage ini sendiri menjadi kebanggaan sekaligus media edukasi kepada generasi muda mengenal perjalanan sejarah bangsa yang terjadi di Buleleng. “Dampaknya akan sangat luar biasa bagi Buleleng. Ada yang datang sekadar ingin tahu, karena cinta dengan sejarahnya. Namun, saya yakin banyak yang berkunjung ke daerah kita nanti,” ujar Bupati. (kmb38)
Rekonstruksi Kasus Gitgit
Terduga Pelaku Peragakan 27 Adegan
Unit Reskrim Polsek Sukasada bersama Satuan Reskrim Polres Buleleng menggelar reka ulang (rekonstruksi - red) kasus perkelahian yang merenggut satu korban tewas di Jalan Singaraja – Bedugul Km 17 Dusun Wira Buana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Dengan alasan kenyamanan dan tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan, reka ulang digelar di depan Mapolsek Sukasada. Apakah 27 adegan yang dilakukan terduga pelaku dalam rekonstruksi itu efektif menjadi tambahan penyempurnaan untuk BAP yang dilakukan penyidik?
PADA rekonstruksi itu terduga pelaku Nyoman Triantika Subandi Awantara alias Gunik (35) memeragakan 27 adegan. Kakaknya, Gede Sueca Mustika Putra (40), ikut hadir pada reka ulang itu dalam kapasitasnya sebagai saksi. Sedangkan rekan korban Welky Lens Ussa (39) tidak hadir karena kesibukan, sehingga perannya digantikan tim penyidik. Reka ulang itu dipimpin Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung didampingi Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya. Diawali aksi saling salip saat korban dan terduga pelaku melintas beriringan di Jalan Singaraja – Bedugul menuju Denpasar. Di lokasi kejadian persisnya di depan Warung Raja, milik salah seorang warga, terduga pelaku bersama sudaranya berhenti. Belum lama berhenti, korban Ikram Tauhid (39) dan temannya Welky Lens Ussa juga berhenti. Welky mengambil paksa kunci mobil sembari memukul Sueca. Melihat kejadian itu, terduga pelaku turun dari mobil untuk melerai agar tidak terjadi perkelahian. Ketika akan melerai, Welky melarikan diri karena terduga pelaku memegang belati. Khawatir keselamatan kakaknya bersama istri dan anak-anaknya terancam, terduga pelaku mendekati korban dan terjadi perkelahian. Terduga pelaku berhasil
menangkis pukulan korban. Akhirnya, terduga pelaku balik menyerang korban dengan menusukkan belati yang mengenai dada kanannya kemudian korban tersungkur. Mengetahui korban terluka, teduga pelaku sempat memastikan kondisi kakak dan keluarganya. Setelah itu, terduga pelaku menghentikan angkutan umum untuk menyerahkan diri termasuk belati yang dibawa ke Mapolsek Sukasada. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung mengatakan, adegan dalam rekonstruksi itu untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sudah mendekati rampung. Nantinya, keterangan dalam reka ulang itu ditambahkan di BAP. Selanjutnya, BAP-nya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng untuk mengikuti tahapan persidangan. ‘’Sudah kita saksikan bersama ada 27 adegan dan terduga pelaku menusuk korban hingga tewas terjadi pada adegan ke-17. Setelah itu, kami sempurnakan BAP. BAP itu segera dilimpahkan ke jaksa untuk persidangan,’’ kata Kapolsek didampingi Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya. Saksi Tak Hadir Terkait ketidakhadiran rekan korban Welky, Kompol Landung mengatakan, setelah penyidik meminta saksi hadir, namun yang bersangkutan ada
kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga perannya digantikan anggota penyidik. Meskipun saksi yang mengetahui kejadian itu tidak hadir hal itu tidak masalah. Sebab, pada reka ulang itu tidak semua saksi harus dihadirkan. Karena itu, keberadaan saksi bias-bisa diperagakan peran pengganti. Namun, peragaan adegannya mengikuti keterangan yang sudah dicatat dalam BAP. ‘’Sudah kita minta hadir namun karena ada kesibukan saksi itu tidak bisa hadir. Pada intinya, reka ulang itu bisa dipakai peran pengganti,’’ jelasnya. Terkait lokasi reka ulang di depan Mapolsek Sukasada, Kompol Landung menyebut, pertimbangannya untuk mengurangi gangguan arus kendaraan di lokasi kejadian. Alasannya, jalur itu lalu lintasnya ramai. Selain itu, pihaknya ingin menjaga kenyamanan dan keamanan, karena itu disepakati lokasi reka ulang kasus itu digelar di Mapolsek Sukasada. Penasihat hukum terduga pelaku, Gede Weda Suarbawa, mengatakan selama mendampingi penyidikan dan reka ulang telah sesuai prosedur yang berlaku. Dalam proses hukum awal itu terduga pelaku sangat kooperatif. Selain itu juga menyesali perbuatannya telah menghilangkan nyawa korban. Terkait pembelaan
Bali Post/kmb38
REKONSTRUKSI – Unit Reskrim Polsek Sukasada bersama Satuan Reskrim Polres Buleleng menggelar reka ulang (rekonstruksi - red) kasus perkelahian yang menewaskan seorang korban akibat terkena tusukan belati. dalam persidangan nanti, Weda menyebut, terduga pelaku dan keluarganya telah memutuskan mencari penasihat hukum lain. ‘’Sesuai kuasa dari penyidik, saya mendampingi terduga pelaku hingga proses penyidikan saja. Dalam sidang nanti itu akan ada pembela pengganti. Penyidikan kasus
ini sudah baik dan apa yang dilakukan sudah sesuai mekanisme hukum,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa perkelahian itu terjadi di pinggir jalan Singaraja – Bedugul Km 17 wilayah Dusun Wira Buana, Desa Gitgit, 3 Maret 2019 malam sekitar 22.00 Wita. Dari kejadian
ini, korban Ikram Tauhid (39) tewas di lokasi kejadian, karena terkena tusukan belati di dada kanannya. Dari penyelidikan polisi menduga perkelahian yang merenggut satu korban jiwa itu terjadi karena salah paham saat korban dan pelaku melintas beriringan menuju Denpasar. (mud)
Sabtu Umanis, 6 April 2019
GIANYAR
9
Berulang Kali Ditertibkan
Pelanggar Parkir di Ubud Tak Jera Gianyar (Bali Post) -
Pelanggaran parkir di kawasan wisata Ubud masih menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas. Sejumlah kendaraan masih parkir menggunakan setengah badan jalan. Bahkan, ada mobil yang sampai parkir dobel, sehingga memicu kemacetan di kawasan kampung turis tersebut. Pantauan Bali Post, Jumat (5/4) kemarin, pelanggaran parkir menggunakan badan jalan ini dominan terpantau di Jalan Raya Ubud, Jalan Hanoman, Jalan Monkey Forest, Jalan Suweta, dan yang paling parah di Jalan Dewi Sita. Pelanggaran ini didominasi kendaraan roda dua dan roda empat. Menurut informasi, kendaran roda dua tersebut dominan milik
karyawan art shop atau restoran. Yang sangat mengganggu adalah kendaraan roda dua yang parkir di trotoar. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan wisatawan, khususnya yang hendak berjalan kaki karena trotoar memang menjadi hak pejalan kaki. Para pelanggar ternyata masih membandel, meski aparat terkait sudah berulang kali melakukan
PENERTIBAN - Petugas gabungan Dishub Gianyar bersama aparat kepolisian melakukan penertiban kendaraan yang melanggar parkir.
Divonis 20 Tahun Penjara
Terdakwa Kasus Narkoba Tak Ajukan Banding Gianyar (Bali Post) Vonis tinggi hukuman 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Gianyar yang dijatuhkan kepada terdakwa I Dewa Gede Krisna Paranata dalam kasus kepemilikan ratusan gram sabu-sabu (SS) akhirnya berkekuatan hukum tetap. Hal ini lantaran terdakwa berusia 27 tahun itu tidak mengajukan banding terhadap vonis PN yang dibacakan pada 19 Maret lalu. Dikonfirmasi Jumat (5/4) kemarin, Humas PN Gianyar Wawan Edi Prastyo menyatakan putusan dengan nomor perkara 188/Pid.Sus/2018/ PN.Gin tersebut sudah berkekuatan hukum tetap. “Sudah berkekuatan hukum tetap, karena terdakwa maupun JPU (Jaksa Penuntut Umum -red) tidak mengajukan banding,” ujar hakim yang akrab disapa Wawan ini. Mengingat terdakwa tidak mengajukan banding, maka vonis 20 tahun penjara plus denda Rp 2 miliar artinya diterima oleh terdakwa yang merupakan warga Klungkung itu. Residivis atas kasus yang sama itu pun kembali meringkuk di hotel prodeo. Sementara mengenai denda, pengadilan menyerahkan hal itu kepada jaksa. “Kalau
denda itu kewenangan jaksa eksekutornya,” jelasnya. Sementara dalam persidangan 19 Maret lalu disebutkan, apabila terdakwa tidak sanggup membayar denda, maka terdakwa dikenakan hukuman tambahan berupa satu tahun penjara. Saat itu, trio majelis hakim dengan pimpinan Ida Ayu Sri Adriyanti Astuti Widja dengan anggota Ida Bagus Made Ari Suamba dan Wawan Edi Prastiyo memberikan hukuman berat. Selain menghukum terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara, pengadilan memutuskan untuk memusnahkan barang bukti SS hasil kejahatan tersebut. Adapun jumlah SS dari terdakwa berupa paket SS dengan kode A seberat 100,74 gram bruto atau 99,62 gram neto, paket SS dengan kode B seberat 10,28 gram bruto atau 9,94 gram neto, paket SS kode C seberat 4,68 gram bruto atau 3,14 gram neto. Total keseluruhan berat SS 115,70 gram bruto atau 111,70 gram neto. Sedangkan untuk barang bukti, sepeda motor Honda Vario warna merah DK 6775 UX dirampas untuk negara. Terdakwa juga dibebankan biaya perkara selama persidangan berlangsung. (kmb35)
Bali Post/kmb35
SIDANG - Terdakwa I Dewa Gede Krisna Paranata saat mengikuti sidang putusan pada 19 Maret lalu.
Pencuri HP Dibekuk Polisi Gianyar (Bali Post) Aksi pencurian handphone (HP) di sebuah counter HP di Jalan Sukarno, Desa Saraseda, Desa Tampaksiring pada 18 Maret lalu berhasil diungkap polisi. Pelakunya adalah I Ketut Tanggu (19), seorang buruh asal Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Pelaku diduga juga beraksi di wilayah Badung. Penangkapan I Ketut Tanggu pada Rabu (3/4) diketahui berkat hasil penyelidikan Polsek Tampaksiring ke Polsek Mengwi, Badung. Pelaku ditangkap oleh aparat Polsek Mengwi. Setelah ditelusuri ke Mengwi, ternyata pelaku mengakui pernah mencuri di salah satu counter HP di Tampaksiring. Di counter HP itu, pelaku beraksi pukul 13.30 Wita. Kemudian, sore hari pukul 16.00 Wita, pelaku menjual hasil curiannya berupa HP merek Xiaomi Redmi Note 5 berwarna gold. Pelaku menjual ke sebuah counter HP yang berada di sebelah selatan Pasar Mambal. HP itu dijual dengan harga miring, yakni Rp 600 ribu. Dikonfirmasi Jumat (5/4) kemarin, Kapolsek Tampaksiring AKP I Gusti Putu Dharmanatha membenarkan penangkapan pelaku kasus pencuri HP di wilayahnya. Namun, saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Mengwi. “Ada lokasi kejadian di Tampaksiring, sekarang pelaku masih diperiksa di Polsek Mengwi,” ujarnya. (kmb35)
penertiban. Padahal, sejumlah jalur utama di kawasan wisata Ubud itu sudah dipasangi pelang larangan parkir. Pelang dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar ini bahkan dipasang kurang lebih setiap sepuluh meter. Beberapa pelang mencantumkan waktu larangan parkir dari pukul 06.00 hingga pukul 22.00 wita. Namun, seluruh pelang ini nampak seperti pajangan semata karena tidak digubris oleh para pelanggar parkir. Warga setempat, Putu Wida,
mengungkapkan, pemilik kendaraan yang parkir di badan jalan itu dominan warga luar Ubud. Khususnya guide yang sedang menunggu tamu. “Mobil yang parkir itu punya guide yang sedang mencari tamu. Mobil diparkir sembarangan,” ujarnya. Menurut Wida, aparat kepolisian beberapa kali melakukan penertiban menggunakan mobil keliling. Bahkan, ada yang ditindak langsung atau ditilang. Namun, upaya ini belum membuat pelanggar jera. Saat petugas melakukan penertiban, sejumlah pelanggar langsung kocar-kacir memindahkan kendaraannya. Namun ketika polisi sudah lewat, mereka akan kembali memarkir kendaraan tepat di ruas larangan parkir. (kmb35)
Jelang Pemilu, Rangkaian Kegiatan HUT Gianyar Diundur Gianyar (Bali Post) Pelaksanaan Pemilu Serentak 17 April 2019, ternyata berdampak diundurnya sejumlah kegiatan serangkaian HUT ke-248 Gianyar. Rangkaian kegiatan hari jadi kota seni ini akan digelar setelah apel puncak HUT pada 19 April mendatang. Pada akhir perayaan HUT Gianyar akan dimeriahkan oleh ratusan seniman dalam acara pawai budaya pada 1 Mei mendatang. Asisten I Setda Kabupaten Gianyar I Wayan Suardana mengatakan hal itu, Jumat (5/4) kemarin. Suardana mengatakan, dalam memastikan kelancaran Pemilu serentak 17 April mendatang, Pemkab Gianyar sepakat untuk memundurkan sejumlah kegiatan serangkaian HUT Gianyar. Namun, untuk puncak hari jadi Kabupaten Gianyar tetap diselenggarakan pada 19 April mendatang. “Menjadi sedikit beda dengan tahun lalu karena ini tahun dan bulan politik. Apel HUT tetap dilaksanakan pada 19 April, tapi kegiatan atau lomba-lombanya diselenggarakan setelahnya,” katanya. Menurut Suardana, sejumlah
lomba akan diselenggarakan setelah 19 April seperti lomba nyastra yang melibatkan siswa se-Kabupaten Gianyar, lomba karaoke, lomba cipta menu pangan lokal, serta puluhan kegiatan lomba lainnya. “Di situ bedanya. Semua kegiatan lomba serangkaian HUT akan diselengggarakan setelah puncak,” ujarnya. Suardana menambahkan, puncak seluruh rangkaian kegiatan HUT Gianyar ini akan diselengarakan pada 1 Mei mendatang. Yakni dengan pergelaran pawai budaya yang melibatkan ratusan seniman se-Kabupaten Gianyar. “Jumlah seniman yang akan dilibatkan itu masih didata oleh Dinas Kebudayaan. Yang pasti, pawai budaya nanti akan menampilkan perwakilan dari masing-masing kecamatan,” tegasnya. Meski sejumlah kegiatan diundur, namun untuk lomba penjor kreasi yang selama ini menjadi ciri khas menyambut HUT Gianyar, akan dipasang mulai 11 April mendatang. Lomba penjor ini akan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), desa, hingga sekolah se-Kabupaten Gianyar.
“Untuk penjor kreasi tetap akan dipasang mendahului, dari depan Kantor Bupati ke timur hingga Puri Gianyar,” katanya. Poin penting dalam pelaksanaan lomba penjor ini adalah seluruh peserta dilarang menggunakan bahan yang tidak ramah lingkunngan seperti sterofoam, plastik atau bahan berbahaya lainnya. “Kami sebagai panitia tegas melarang penggunaan bahan tidak ramah lingkungan dalam lomba penjor ini. Kalau masih ada yang melanggar, maka akan dikurangi nilainya,” katanya. Suardana menegaskan, upaya ini dilakukan untuk memberi contoh kepada masyarakat dalam membuat penjor kreasi yang bernilai seni tanpa bahan yang berbahaya. Disinggung terkait penggunaan gayor atau pintu pembuka HUT Gianyar yang menggunakan bahan sterofoam seperti HUT tahun sebelumnya, Suardana menegaskan gayor tersebut tidak akan digunakan lagi tahun ini. ”Ini juga sudah kami sampaikan ke rekanan agar membuatkan gayor baru yang ramah lingkungan, namun tetap memiliki nilai seni,” tegasnya. (kmb35)
I Wayan Suardana
Bali Post/kmb35
SD Bertaraf Internasional Dibangun di Batubulan SEKOLAH Dasar (SD) baru bertaraf nasional dan internasional di Kabupaten Gianyar kini dalam proses pengerjaan. Proyek senilai Rp 1,8 miliar itu ditargetkan rampung pada Juli 2019 mendatang. Hal itu ditegaskan Bupati Gianyar Made Mahayastra usai meletakkan batu pertama sebagai simbol di areal bangunan yang nantinya akan menjadi SDN 8 Batubulan yang berlokasi di Perumahan Puri Candra Asri Batubulan, Sukawati, Gianyar, Jumat (5/4) kemarin. Bupati Mahayastra mengatakan, dirinya sudah mengidamkan pembangunan sekolah baru di Kabupaten Gianyar sejak lama. Syukursyukur, SDN 8 Batubulan dapat segera terwujud di Puri Candra Asri, Batubulan. Bupati Mahayastra menilai, cepatnya proses pengerjaan SD di Candra Asri dikarenakan tokoh adat yang berbeda-beda agama di wilayah tersebut menunjukkan persatuan dan toleransi yang sangat kuat. ”Ini yang memudahkan saya memberi prioritas di sini. Saya sangat menghargai persatuan antarumat,” ujarnya. Bupati Mahayastra berharap, pengerjaan infrastuktur tersebut dapat terealisasi
tepat waktu. Dalam prosesnya, dia sedikit menceritakan sempat terjadi kendala dalam hal desain bangunan. “Saya sampai tiga kali mencoret proposal desainnya. Karena terkesan kuno. Saya tekan kontraktor untuk mengubah menjadi lebih berkelas. Semoga nanti sekolah ini bisa dirawat dengan baik. Mudahmudahan, pada masa depan banyak tokoh dan profesional penting yang lahir dari SD ini,” katanya. Sementara itu, Kepala Dusun Perumahan Puri Candra Asri I Komang Merta Jiwa mengungkapkan, awal dari tercetusnya ide untuk mengajukan proposal pembangunan sekolah ke Pemda Gianyar disebabkan kendala zonasi sekolah. Yang mengakibatkan sebagian besar warganya terpaksa bersekolah di swasta. ”Kami di sini terdiri 450 KK, banyak warga mengeluh susah cari sekolah,” ujarnya. Merta Jiwa mengapresiasi kesigapan Bupati Gianyar dalam memutuskan solusi. Proyek seluas 15 are ini mulai dikerjakan tanggal 11 Maret 2019 dan butuh 150 hari kerja untuk penyelesaian. Nantinya, SDN 8 Batubulan akan dipakai sebagai percontohan SD bertaraf nasional dan internasional untuk daerah
lainnya di Kabupaten Gianyar dan Bali pada umumnya. ”Semua sistem digitalisasi, tidak ada lagi kertas tulis. Selain itu, konsep kami menekankan back to nature, kami akan mendidik murid untuk beretika dan bertoleransi tinggi, yang berbasis budaya dan alam. Kebetulan, areal perumahan ini terdapat tiga
tempat ibadah, yaitu pura, gereja, dan masjid. Kami sedang berproses menuju banjar kebhinekaan. Toleransi, pluralisme yang utama di sini,” tegasnya. Usai peletakan batu pertama SDN 8 Batubulan, Bupati Mahayastra melanjutkan prosesi peletakan batu pertama di areal pembangunan
SMPN 4 Ketewel, Sukawati. Bupati Mahayastra didampingi Sekda I Made Gede Wisnu Wijaya, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, anggota DPRD Provinsi I Nyoman Parta, dan sejumlah pejabat di lingkungan OPD Kabupaten Gianyar lainnya. (ad204)
PELETAKAN - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melakukan peletakan batu pertama sekolah.
JEMBRANA
10
Sabtu Umanis, 6 April 2019
Dua Buruh Panen Padi Tewas Tersambar Petir
Negara (Bali Post) – Nasib nahas dialami sejumlah warga Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Yehembang yang sedang bekerja memanen padi di Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Jumat (5/4) siang. Dua orang perempuan paruh baya meregang nyawa dan belasan lainnya terdampak petir yang menyambar areal persawahan itu sekitar pukul 12.15 Wita. Informasi yang dihimpun, sekaa manyi (panen) sekitar 12 orang sejak pagi melakukan aktivitas panen padi di sawah milik Dewa Kade Jember di Tembles. Menjelang siang dan saat itu kebetulan kondisi mendung disertai hujan deras, mereka berteduh di salah satu gubuk di tengah sawah untuk istirahat dan makan siang. Saat berkumpul, ke-12 orang itu berpisah. 10 orang di sekitar gubuk dan 2 orang di tempat lain. Tiba-tiba petir menyambar di lokasi gubuk tempat 10 orang buruh tani itu berteduh. Mereka berjatuhan dan di antaranya diketahui sempat pingsan. Nahas dua buruh tani, yakni Ni luh Niarti (50) dan Ni Luh Mi (41) didapati sudah tak bernyawa. Dua warga yang agak jauh dari lokasi mendapati semua berjatuhan kemudian meminta pertolongan
warga lainnya dan mengecek kondisi ke-10 rekan mereka itu. Kapolsek Mendoyo, Kompol Gusti Agung Sukasana dikonfirmasi membenarkan musibah orang disambar petir di Tembles tersebut. Dua orang diketahui sudah meninggal dunia dan delapan lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Mendoyo. “Dua meninggal, mereka dari Yehembang sedang memanen padi di sawah,” ujar Sukasana. Selain dua orang korban meninggal, delapan korban yang juga terdampak petir di anta ranya Sayu Nami (55), Ni Nengah Ariani (45), Sayu Kade Sunarti (50) dan Ni Ketut Diah Raini Purnami (45) keempatnya asal banjar Wali, Yehembang, Ni Nyoman Kormi (50) asal Banjar Bale Agung, Yehembang. Ni Wayan Sumarni (47), Ni Luh Darma Wati (40),
dan Ni Nyoman Rudi (45), ketiganya asal Banjar Kaleran, Desa Yehembang. Aparat Polsek Mendoyo yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda I Gusti Ngurah Artha Kumara bersama warga sekitar langsung melakukan evakuasi terhadap korban. Polisi juga telah melakukan olah TKP kejadian. Diduga pemicu petir menyambar lokasi itu karena salah satu ada yang menghidupkan ponsel. “Dari informasi saksi ada yang menghidupkan handphone, tapi kita belum bisa pastikan itu penyebabnya,” tukas Kapolsek. (kmb26) TERSAMBAR PETIR – Dua buruh tani panen padi yang tewas tersambar petir di persawahan Banjar Tembles, Desa Penyaringan, kemarin.
Disapu Angin Kencang
Sejumlah Rumah dan SD di Sangkaragung Rusak
Bali Post/kmb26
TES URINE– Sejumlah personel TNI mengikuti tes urine dalam P4GN yang digelar kemarin di Makodim 1617/ Jembrana kemarin.
Jelang Pengamanan Pemilu
Personel Kodim Jembrana Jalani Tes Urine Negara (Bali Post) – Beberapa hari menjelang pengamanan Pemilu 2019, puluhan personel Kodim 1617/Jembrana mengikuti tes urine. Tes urine ini guna memastikan bahwa para anggota Kodim tidak menggunakan narkoba. Dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) ini, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Djefri Marsono Hanok mengingatkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI AD serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) beserta keluarganya memiliki daya tangkal terhadap bahaya peredaran narkoba di sekitar lingkungannya. Upaya P4GN yang dilakukan secara rutin oleh staf Intel bertujuan mencegah peredaran gelap narkoba di lingkungan Kodim 1617/Jembrana. Selain itu juga untuk mencegah keterlibatan Keluarga Besar TNI dalam masalah narkoba, terlebih menjelang Pemilu dan Pilpres 2019, Kodim 1617/ Jembrana ingin memastikan bahwa personelnya bebas dari narkoba. “Komitmen TNI khususnya Kodim Jembrana sudah jelas dan tegas, yaitu menyatakan perang terhadap narkoba. Hal ini menyikapi meningkatnya penguna narkoba di wilayah Jembrana yang sudah di ambang batas dan perlu mendapat penyuluhan tentang bahaya narkoba, di mana adanya potensi penyelundupan narkoba dari luar Bali,” katanya. Meningkatnya daya tangkal ini sambung Dandim, diharapkan mampu melemahkan sekaligus menumpas segala aktivitas jaringan sindikat peredaran gelap narkoba yang mencoba masuk dan merusak kehidupan masyarakat Jembrana. Melalui kegiatan sosialisasi P4GN ini, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk menghindari, memerangi, dan memberantas narkoba secara bersamasama melalui aksi nyata yang diawali dari diri pribadi, keluarga, dan satuan menuju Indonesia yang berbudaya, berkarakter, bermartabat, dan sejahtera. Pjs. Pasi Intel Kodim Kapten Inf. Nyoman Gde Andika, S.H. menambahkan, sosialisasi P4GN yang diselenggarakan tiap triwulan ini dimaksudkan agar para prajurit dan PNS serta anggota Persit KCK mendapatkan pengetahuan dan mengetahui jenis serta golongan narkotika dan bahaya pengguanaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza) seperti, heroin, morfin, ganja, ekstasi, dan jenis lainnya. Dalam kegiatan itu juga dipaparkan tentang ketentuan pidana dan pelanggaran hukum dalam kasus narkoba, sesuai UU Nomor 35 Tahun 2015 tentang Narkotika, yang tercantum pada Pasal 112 ayat 1 yang berbunyi. “Setiap orang tanpa hak menyimpan, menguasai, atau menyediakan dapat dikenakan sanksi hukuman seumur hidup”. Dari hasil pemeriksaan tes urine oleh petugas Analis Laboratorium RSUD Negara yang dipimpin dr. Dedy Kusnawan tidak ditemukan indikasi keterlibatan prajurit, PNS maupun anggota Persit KCK dalam penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kodim 1617/Jembrana. (kmb26)
Bali Post/kmb26
HANCUR – Rumah salah satu warga di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung hancur di bagian atapnya lantaran diterjang angin kencang Kamis malam.
Bangun Zona Integritas
Negara (Bali Post) Sejumlah rumah di Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana rusak diterjang angin kencang, Kamis (4/4) malam. Selain rumah, bangunan SD Negeri 2 Sangkaragung juga tidak bisa digunakan sementara untuk belajar lantaran atap genteng hancur. Informasi yang dihimpun, Jumat (5/4) pagi, sekurangnya tiga unit rumah warga di Samblong, rusak akibat bencana angin kencang ini. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun sebagian besar kerusakan ada di bagian atap bangunan rumah dan sekolah. Tiga rumah warga yang atapnya hancur tersebut milik Nyoman Nirko/Ketut Suati, seorang petani, dan Nyoman Simer (71) dan I Ketut Maharadiasa (38). Menurut salah satu korban, I Nyoman Nirko dan istrinya, Ketut Suati, saat angin kencang mereka baru habis makan karena datang dari sawah. Kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00 Wita. “Waktu itu saya lagi makan, tiba-tiba ada angin kencang seperti berputar di atas rumah. Semua di atap berjatuhan,” ujar Nirko. Takut dengan kondisi tersebut, ia dan seluruh penghuni rumah lari keluar rumah. Sementara itu, hal serupa juga terjadi di SD Negeri 2 Sangkaragung. Kondisi atap salah satu bangunan untuk ruang kelas 5 dan 6 hancur di bagian genteng. Sehingga hujan yang terjadi kemarin, membasahi sejumlah mebeler dan kelengkapan dalam kelas. Termasuk buku-buku pelajaran mereka. Para siswa meskipun masuk, belum dapat mengikuti kegiatan belajar lantaran kondisi ruang kelas yang atapnya rusak itu. Mereka nampak sibuk membersihkan ruangan kelas dan menjemur perlengkapan belajar mengajar di halaman. Salah seorang guru, Gusti Ayu Parwati, dan guru lainnya mengatakan, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan. “Kepala sekolah kami sudah ke Diknas untuk melaporkan musibah ini,” katanya. (kmb26)
Kapolres Imbau Pemohon SIM Jangan Lewat Calo Negara (Bali Post) Sejumlah upaya pembenahan layanan publik di Polres Jembrana dilakukan. Tiga pelayanan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, di antaranya pembuatan SIM, Samsat oleh Satuan Lalu Lintas dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) lewat Satuan Intelejen dan keamanan dari Sat Reskrim dibenahi. Masyarakat diimbau tidak menggunakan calo dalam setiap pengurusan surat, terutama SIM. Belakangan ini Polres Jembrana telah membangun dan membuat ruang-ruang publik dan pelayanan menjadi sebuah ruang yang bisa dinikmati oleh masyarakat Jembrana yang membutuhkan pelayanan. Hal tersebut disampaikan Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih dalam apel pencanangan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan
Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Polres Jembrana tahun 2019 di Mapolres Jembrana, Jumat (5/4) kemarin. Kapolres lebih lanjut mengungkapkan, melalui sejumlah upaya mewujudkan pelayanan Kepolisian yang bersih melayani dan bebas korupsi, diharapkan dapat memberikan kepuasan pada masyarakat. Selain melayani, Polres juga melindungi dan mengayomi masyarakat. Hal ini akan tercapai ketika masyarakat juga mengapresiasi Polres Jembrana dengan cara mengikuti setiap tahapan dalam sistem yang sudah dibuat. Memberdayakan ruang pelayanan publik yang sudah disiapkan dan berkomitmen untuk tidak memberikan kontribusi pada penyimpangan yang dilakukan oleh personel Polres Jembrana. “Masyarakat pengunaan jasa pelayanan SIM (Surat Ijin Mengemudi) jangan
Bali Post/kmb26
BEBAS KORUPSI – Penandatanganan zona integritas Polres Jembrana menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). melalui calo atau berharap ada orang yang dapat menyelesaikan permasalahannya dengan memberi imbalan di luar ketentuan, dimana pemohon SIM langsung datang ke kantor polisi mengikuti setiap tahapan proses yang sesuai
dengan mekanisme ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolres. Ditambahkan Kapolres, upaya ini merupakan proses awal untuk menuju pelayanan publik yang sempurna. Pelayanan yang diberikan ini meliputi tiga sisi, yakni
keamanan khususnya kriminalitas yang dilaksanakan oleh Satuan Reserse, Pelayanan SKCK yang dilaksanakan oleh satuan intelijen, Pelayanan SIM, Samsat dan BPKB yang dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas. (kmb26)
Ratusan Kuintal Daging Babi Hutan Ilegal Dimusnahkan
Bali Post/kmb26
DIMUSNAHKAN – Ratusan kuintal daging babi hutan ilegal yang sudah dalam kondisi busuk dan tidak layak dikonsumsi dimusnahkan.
Negara (Bali Post) – Ratusan kuintal daging babi hutan yang dikirim secara ilegal dan diamankan Balai Karantina Pertanian 1 Denpasar dimusnahkan di Kandang Karantina Gilimanuk, Jumat (5/4) kemarin. Selain daging babi yang kondisinya sudah membusuk itu, petugas juga mengamankan 225 kilogram kulit babi kering. Penanggung jawab Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra mengatakan, ratusan kuintal daging babi ini dikirim dari Palembang masuk ke Bali menggunakan truk, Sabtu (30/3) lalu dan berhasil diamankan Karatina bersama Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Penangkapan ini berdasar informasi masyarakat adanya truk Colt Diesel warna kuning yang diduga
mengangkut daging babi tanpa dokumen masuk ke Bali. Selanjutnya petugas melakukan pengawasan di pintu masuk Gilimanuk dan mendapati truk dengan nomor polisi BG 8751 Y yang dikemudikan oleh Tuharo (48) asal desa Bina Amareta, Kecamatan Madang Suku III, Palembang melintas masuk Bali. Petugas Karantina bersama Polsek Kawasan Laut Gilimanuk kemudian melakukan penggeledahan muatan. Truk yang di belakangnya ditutupi terpal itu awalnya didapati tumpukan kaping berisi sekam padi. Namun setelah kaping diangkat, ternyata di bawahnya terdapat tumpukan es. Petugas kemudian memeriksa lebih lanjut dan ternyata di bawah es tersebut terdapat puluhan kaping berisi daging babi hutan. Ternyata daging celeng yang
terbungkus dengan plastik warna biru ini tanpa dokumen karantina. Tuharo, sopir truk itu mengaku tidak membawa dokumen pengiriman antar-pulau daging babi itu. Oleh petugas selanjutnya daging berikut sopir dan truk diamankan dan diproses menurut aturan yang berlaku. Akhirnya pada Jumat kemarin, 3,8 ton daging babi hutan ini dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam petak lubang di kandang karantina selanjutnya ditimbun tanah kembali. Pemusnahan kemarin disaksikan pihak terkait seperti kepolisian, kejaksaan dan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kondisi daging yang dimusnahkan itu sudah berbau busuk dan dipastikan tidak layak dikonsumsi. “Kita musnahkan karena daging babi ini tidak layak dikonsumsi. Meski-
pun barang bukti kita musnahkan, kasus ini tetap kita proses dan saat ini masih dalam penyidikan sesuai undang-undang 16 tahun 1992 dan PP Nomor 18 tahun 2000 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan,” terang Ida Bagus Eka Ludra. Sebelumnya karantina juga mengambil beberapa sampel daging babi untuk dilakukan uji organoleptik dan cemaran mikroba di laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar. Dan hasilnya daging babi hutan tersebut sudah sangat tercemar dan busuk dengan angka cemaran ada yang sampai 54.000.000 coloni/gram. “Sebenarnya angka standarnya adalah tidak lebih dari 100.000 coloni/gram. Artinya daging babi hutan ini sudah busuk dan tidak layak untuk dikonsumsi,” tegasnya. (kmb26)
Karangasem
Sabtu Umanis, 6 April 2019
11
Bali Post/kmb41
PATROLI LAUT - Sat Polair Karangasem ketika melakukan patroli laut jelang Pemilu 17 April mendatang.
Polair Laksanakan Patroli Intensif Pemilu
Pantau Wilayah yang Dianggap Rawan Amlapura (Bali Post) Menjaga keamanan dengan baik menjelang pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 mendatang, sejatinya menjadi tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat. Dalam ikut mengemban kewajiban itu, Sat Polair Polres Karangasem melakukan patroli di kawasan perairan Karangasem. Patroli itu digelar dalam upaya menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif menjelang hajatan politik nanti. Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengatakan, kegiatan patroli di kawasan perairan Karangasem itu, sudah dimulai
pukul 10.00 Wita. Pihaknya menerjunkan sejumlah personel dalam giat patroli laut itu yang rutenya relatif jauh. Pihaknya secara riil memantau beberapa wilayah yang dianggap rawan. Patrol itu diawali dari Pelabuhan Padangbai dilanjutkan ke perairan Manggis, Bugbug, Pulau Tepekong, perairan Seraya dan Pantai Virgin. “Giat patroli ini kita lakukan untuk menjaga kondisi Karangasem khususnya laut agar tetap kondusif menjelang pelaksanaan pemilu yang tinggal menghitung hari saja. Kita harap lewat kegiatan ini, kondisi di kawasan perairan Karangasem itu tetap aman.
Termasuk warga di pesisir tetap aman dan kondusif,’’ ujarnya. Wartama menambahkan, selama kegiatan patroli, pihaknya memeriksa sejumlah kapal pengangkut wisatawan asing di sebelah timur Pulau Tepekong. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, nihil temuan pelanggaran. “Kondisi perairan Karangasem sejauh ini masih aman dan kondusif. Belum ditemukan ada gangguan Kamtibmas. Semoga situasi kondusif seperti ini terus terjaga dengan baik hingga pemilu nanti,” harap Wartama. (kmb41)
Kejari Ingatkan Perangkat Desa
Transparan Gunakan Dana Desa Amlapura (Bali Post) Dana Desa (DD) yang digelontorkan pemerintah pusat ke setiap desa nilainya sangat besar. Karena itu, Kejari Amlapura meminta perangkat desa agar lebih transparan dan bijaksana dalam mempergunakan DD tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Kejari Amlapura I Nyoman Sucitrawan, belum lama ini. Sucitrawan mengatakan, kalau DD yang diberikan pemerintah pusat ini agar dapat dipergunakan untuk pembangunan serta pemberdayaan masyarakat secara lebih nyata. Sehingga, pembangunan yang dilakukan diyakini berdampak positif untuk kemajuan sebuah desa termasuk kesejahteraan war-
ganya. “Dengan adanya bantuan DD ini, kami berharap pelayanan maksimal bisa diberikan kepada warga. Karena itu, kami minta perangkat desa itu bisa mempergunakan DD dengan bijaksana dan transparan. Jika pemakaian dana itu sudah transparan, maka perangkat desa seharusnya tidak usah ragu-ragu lagi, dengan program-programnya,’’ harap Nyoman Sucitrawan. Semua ini sudah diatur pada UU 30 Tahun 2014. Ia bermaksud mengingatkan agar DD itu dapat digunakan dengan baik. Sebab, jika dana itu disalahgunakan, maka perangkat desa itu siap-siap berurusan dengan pihak berwajib.
Menurutnya, pihaknya secara maksimal melakukan usaha-usaha konstruktif agar dapat memberikan kontribusi pembangunan khususnya untuk Karangasem. Salah satunya melakukan pencegahan terjadinya penyelewengan uang negara itu. Strateginya lebih pada domain alias ranah melakukan pencegahan terhadap persoalan yang ada dipercaya jauh lebih penting. Sebab, ia meyakini jauh lebih sulit menangani persoalan yang sudah terjadi. “Kita lebih mengedepankan aspek pencegahannya. Dengan upaya pencegahan dilakukan secara maksimal, maka kita dapat menyelamatkan uang negara itu,” jelas Sucitrawan. (kmb41)
Bawaslu Kurang Puluhan Pengawas
Sangat Berbahaya jika TPS Tak Diawasi
Amlapura (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem sampai saat ini masih kekurangan puluhan pengawas TPS jelang hajatan Pemilu 17 April nanti. Dengan kekurangan pengawas itu, sesuai arahan Bawaslu Provinsi Bali, maka Bawaslu Karangasem diminta mengundang forum kepala desa di kecamatan untuk sama-sama ikut memberikan solusi nyata, bagaimana upaya efektif yang harus dilakukan, guna memenuhi kekurangan pengawas TPS itu. Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan mengatakan, sampai sekarang ini, Bawaslu Karangasem memang masih kekurangan pengawas TPS. Kekurangan Pengawas TPS ini, ada di Kecamatan Kubu. “Kami masih terus berusaha memenuhi kekurangan ini.
Semoga kekurangan itu secepatnya bisa terpenuhi. Sehingga tidak ada lagi masalah dengan pengawas TPS itu. Sesungguhnya, kita masih kekurangan 28 orang pengawas,” ujar Suastrawan disetujui Kadiv Humas dan Informasi Kadek Puspa Jingga. Sebelumnya, Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Ketut Rudia menjelaskan, sampai saat ini, Bawaslu Karangasem memang masih kekurangan sejumlah pengawas TPS. Pengawas TPS yang masih kurang itu ada di Kecamatan Kubu. Terkait kekurangan itu, Bawaslu Karangasem telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk memenuhi kekurangan pengawas TPS itu.
I Putu Gede Suastrawan
Bali Post/kmb41
“Kekurangan pengawas TPS ini lantaran pada perekrutan harus mengikuti ketentuan undang-undang terkait persyaratan pelamar. Sebab, warga yang bisa melamar sebagai pengawas TPS ini adalah umurnya minimal 25 tahun. Mereka lulusan SMA/SMK. Ini yang membuat ada kendala terkait perekrutannya,” ujarnya. Rudia menambahkan, guna mengatasi kekurangan itu, pihaknya telah menginstruksikan Bawaslu Karangasem supaya dapat mengundang forum kepala desa terkait perekrutan pengawas TPS ini. Kenapa Forum Kepala Desa itu dilibatkan? Alasannya, forum kepala desa itu juga memiliki tanggung jawab agar wilayahnya aman saat pencoblosan nanti. “Saya sudah sampaikan ke Bawaslu Kabupaten agar segera merapatkan forum kepala desa untuk membahas hal itu jika masih kekurangan pengawas TPS,’’ harap Rudia. Sebetulnya, aparat kepolisian bisa dilibatkan bersamasama untuk membantu men-
carikan pengawas TPS sesuai ketentuan atau persyaratan formilnya. Jangan sampai ada afiliasi dengan peserta pemilu, apalagi menjadi anggota partai politik. Hal itu sama sekali tidak diperbolehkan. Disinggung jika sampai hari H nanti, tidak juga komplet pengawas TPS-nya, Rudia menegaskan hal itu merupakan PR berat Bawaslu. Karena itu, kerja keras harus dilakukan Bawaslu Karangasem, agar bisa mendapatkan pengawas TPS ini. Terutama teman PPDK harus mobile melakukan pengawasan di TPS yang tidak ada pengawas TPS-nya. Pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus mengatasi hal itu apabila sampai hari H tidak juga dapat mencari kekurangan pengawas TPS itu. “Strategi yang digunakan nanti bisa saja satu pengawas TPS mewilayahi berapa TPS di wilayahnya. Kemudian yang lebih berat tentu PPDK diharapkan ikut turun membantu secara mobile agar TPS itu benar-benar bisa diawasi dengan baik,’’ harapnya. Jangan sampai TPS itu tidak ada pengawasnya. Memang benar-benar sangat berbahaya jika tidak ada pengawas di masing-masing TPS. Semoga saja beberapa hari ke depan ini, pengawas TPS ini bisa terpenuhi. (kmb41)
Sosialisasi Kebencanaan di SMPN 2 Rendang
BPBD Bagikan Masker kepada Ratusan Siswa Erupsi Gunung Agung yang melontarkan lava pijar sejauh dua kilometer Kamis lalu, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem harus melakukan ekstra aktivitas. Salah satu agenda krusial yang dilakukan adalah kegiatan sosialisasi kebencanaan kepada ratusan siswa di SMPN 2 Rendang, Jumat (5/4) kemarin. Lalu, bagaimanakah upaya dan langkah-langkah antisipasi konkret yang dilakukan BPBD untuk masyarakat termasuk juga anak-anak sekolah?
Bali Post/kmb41
SOSIALISASI KEBENCANAAN - BPBD Karangasem saat melaksanakan kegiatan sosialisasi kebencanaan di SMPN 2 Rendang, Jumat (5/4) kemarin.
PADA program sosialisasi itu, BPBD memberikan arahan terkait melakukan antisipasi kebencanaan. Manajemen kebencanaan diuraikan secara teknis kepada anak-anak itu.
Selain kegiatan sosialisasi itu, juga dibagikan masker kepada para siswa. Masker itu sangat penting sebagai langkah antisipasi ketika Gunung Agung benar-benar kembali erupsi.
Kasi BPBD Karangasem Ni Wayan Asmi Sukmawati mengatakan, pemahaman tentang kebencanaan memang sangat perlu ditanamkan kepada para siswa. Sebab, dengan diberikannya sosialisasi kebencaaan tentang erupsi Gunung Agung itu serta bencana gempa bumi, maka ketika ada bencana, maka mereka tidak lagi panik. Dengan pengetahuan kebencanaan yang diperoleh, dipercaya anak-anak itu mengetahui langkah-langkah apa yang harus mereka lakukan agar aman. “Sosialisasi kebencaaan ini sangat penting untuk anak-anak,’’ ujar Ni Wayan Asmi. Dikatakan, diberikan pe-
tunjuk pemahaman tentang bagaimana cara menghadapi bencana serta langkah efektif apa yang harus dilakukan. Sehingga, bila ada bencana, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan. ‘’Anak-anak tidak panik ketika ada bencana seperti itu,” ujarnya. Selain melakukan sosialisasi kebencanaan, kata Sukmawati, pihaknya juga membagikan masker kepada ratusan siswa yang mengikuti kegiatan sosialisasi itu. Pembagian masker itu sebagai upaya mengantisipasi bila Gunung Agung kembali erupsi. Apalagi pada Kamis lalu, Gunung Agung melontarkan lava pijar mencapai radius dua
kilometer. Kepala SMPN 2 Rendang I Ketut Suparja mengatakan, pihaknya sangat pengapresiasi sosialiasi kebencanaan yang digelar di sekolahnya. Dengan kegiatan itu, anak didiknya dapat mengetahui dan memahami tentang kebencanaan secara lebih baik dan sistematis. “Ada 716 siswa yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini sangat positif. Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap para siswa mendapatkan ilmu baru tentang kebencanaan. Nantinya bisa diterapkan secara nyata ketika ada bencana,” tegas Suparjana. (nan)
KLUNGKUNG
12 SOSOK Berikan Petani Bukti
PERSOALAN petani kian kompleks. Teknologi dan inovasi bertani juga terus bermunculan. Tetapi, mayoritas petani di Klungkung, masih menerapkan gaya lama. Bahkan, rebutan air antarsubak pun masih terjadi. Demikian disampaikan anggota DPRD Klungkung A.A Gede Bagus saat menerima kedatangan para klian subak se-Klungkung, ke gedung dewan, Kamis (4/4) lalu. Pihaknya meminta Dinas Pertanian Klungkung memperkaya demplot yang mampu memberi jawaban terhadap persoalan petani. Sebagai contoh, hasil studi bandingnya ke beberapa pusat pertanian di Jawa, para petani setempat mulai mengembangkan bercocok tanam padi dengan memanfaatkan sedikit air. Bahkan, dengan hasil yang jauh lebih baik dari cara biasa. Ini butuh studi lebih lanjut, apakah relevan bisa diterapkan juga di Klungkung. “Petani kita sekarang, butuh cara baru dan bukti riilnya. Contohnya demplot, ini harus diperkaya lagi yang relevan dengan persoalan petani kita sekarang. Petani tidak bisa diberikan teori saja,” kata politisi PDI-P ini. Dinas Pertanian, menurutnya, harus sejalan dengan visi misi Bupati Klungkung, membangun Klungkung yang unggul dan sejahtera. Politisi senior ini mengaku belum melihat apa produk unggulan pertanian Klungkung, dan bagaimana membawa masyarakat sejahtera dari produk tersebut. Politisi asal Gelgel yang akrab dipanggil Gung Bagus ini cukup keras mengkritisi, karena era Bupati Suwirta sudah memasuki periode kedua. Jadi, semestinya setiap OPD sudah mampu menerjemahkan dengan baik, apa tindak lanjut dari visinya itu. “Dinas Pertanian kan eksekutornya. Munculkan dong produk pertanian apa yang bisa diunggulkan. Kami tidak mau visi misi membangun Klungkung Unggul dan Sejahtera, hanya jadi jargon saja,” sorot Gung Bagus. (gik)
Kapolres Cek Gudang Logistik Pastikan Pengawasan 24 Jam Semarapura (Bali Post) Menjelang pemilu serentak 17 April nanti, seluruh kebutuhan logistik pemilu dipastikan telah siap. Guna memastikan keamanannya, Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana terjun langsung bersama seluruh jajaran kasat ke Gudang Logistik KPU Klungkung, yang dipusatkan di GOR Swecapura Klungkung, Desa Gelgel, Jumat (5/4) kemarin. Dalam kunjungannya, Kapolres memastikan proses pengamanan dilakukan 24 jam penuh dan menginstruksikan petugas jaga akan mencermati apapun pergerakan logistik di tempat tersebut. Kapolres menegaskan, aspek keamanan menjadi tanggung jawab penuh petugas kepolisian. Sehingga, instruksi ini agar diperhatikan sebagai mandat yang diserahkan kepada Polri dalam mewujudkan pemilu serentak yang aman dan damai. Ini sebagai wujud sinergitas dari Polri kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu. Setelah mengecek langsung kondisi dan situasi di sekitar Gudang Logistik, pihaknya memastikan tempat ini cukup layak. “Gudang logistik ini cukup aman. Seluruh aktivitas di dalam harus terus terpantau. Termasuk setiap tamu yang keluar masuk gudang logistik,” kata Kapolres, didampingi Waka Polres Klungkung Kompol Dedi Januartha, Kasat Lantas AKP Taufan Rizaldi dan Kasat Reskrim AKP Mirza Gunawan. Menurutnya, kerja sama yang baik antara personel Polri dan KPU akan menghasilkan sinergitas yang bagus dalam mensukseskan pemilu serentak 2019 pada 17 April. Inilah yang harus terus dijaga dan diwujudkan dalam setiap kegiatan pemilu, agar terkawal sejak awal sampai tuntas. Kami juga sudah melihat-lihat logistik pemilu, mulai dari surat suara yang sudah mulai dilipat dan kotak suara yang sudah disusun, dan juga surat-surat suara yang dihitung ulang jumlahnya, baik itu surat suara Presiden, DPD, DPR, dan lain-lain. Seluruh persiapan sudah berjalan baik,”
tegasnya. Kapolres menjelaskan bahwa sejauh ini kondisi logistik di gudang KPU relatif aman. Penjagaan dilakukan 24 jam penuh oleh petugas keamanan KPU dan aparat kepolisian. Meskipun begitu ia tetap menginstruksikan anggota yang melakukan pengamanan di gudang KPU tetap waspada dari ancaman tindak kejahatan pemilu. “Saya sudah instruksikan, untuk setiap anggota yang piket agar mencatat di buku mutasi setiap pergerakan yang ada di dalam gudang, baik perpindahan logistik, tidak terkecuali kunjungan tamu,” kata Kapolres. Polres Klungkung sementara menyiapkan 541 personel, belum termasuk tambahan BKO dari Polda Bali. Dalam menjalankan pengamanan, ada sejumlah fokus khusus yang diinstruksikan dari Polri, yakni meningkatkan kewaspadaan, terhadap hasil indeks kerawanan pemilu di setiap daerah yang dikeluarkan Bawaslu dan Polri. Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu, yang merupakan pemetaan terhadap segala bentuk kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan pemilu di setiap daerah. Pemetaan tersebut meliputi segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraan pemilu serentak Pilres Pileg DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD-RI. Sebelumnya, usai merampungkan pelipatan surat suara, seluruh logistik dari gudang logistik sebelumnya di Jalan Kresna dan Angsoka, dipindahkan ke GOR Swecapura. Sebab, setelah dipenuhi logistik pemilu, gudang ini nampak penuh sesak dan sempit. Ketua KPU Klungkung, Gusti Lanang Mega Saskara mengatakan, proses pemindahan logistik, sudah dilakukan sejak 1 April lalu, agar KPU Klungkung lebih leluasa dalam menyiapkan logistik, mengingat pemilu serentak sudah tinggal menghitung hari. (kmb31)
Bali Post/kmb31
LOGISTIK - Kapolres saat berdialog langsung dengan petugas logistik pemilu di Gudang Logistik GOR Swecapura Klungkung.
Sabtu Umanis, 6 April 2019
Klian Subak Keluhkan Realisasi BKK
Semarapura (Bali Post) Pertemuan para klian subak dengan Komisi II DPRD Klungkung, Kamis (4/4) lalu, mengungkap banyak persoalan subak. Tidak hanya soal teknis kegiatan bertani, para klian subak juga mengungkap persoalan realisasi BKK (Bantuan Keuangan Khusus) yang tidak utuh. Para klian subak meminta wacana BKK ditransfer langsung ke rekening penerima, agar segera direalisasikan. Keluhan perihal realisasi BKK ini disampaikan Ketua Forum Klian Subak Kecamatan Nusa Penida Wayan Mandra. Dia mengaku banyak menerima keluhan dari anggotanya, realisasi dananya tidak utuh. Pada Subak Abian Tanglad, yang dipimpinnya, total dana BKK Provinsi yang diterimanya mencapai Rp 50 juta. Sedangkan untuk BKK kabupaten sebesar Rp 7 juta. Tetapi pada subak lainnya, realisasi dananya beda-beda. Ini menimbulkan kecurigaannya, bahwa realisasinya di sejumlah desa disunat. Dia mengatakan sejauh ini BKK provinsi maupun kabupaten masih ditransfer lebih dulu ke desa dinas. Baru didistribusikan ke desa adat, setelah adanya proposal. Dia meminta agar BKK langsung ditransfer ke penerima bantuan. Pihaknya juga mengaku siap mempertanggungjawabkan penggunaan dananya. “Katanya sudah ada perdanya itu, bahwa dananya langsung ditransfer ke rekening penerima. Kalau begitu, mohon segera diterapkan. Biar kami tidak saling curiga dengan desa dinas,” kata klian subak berumur 70 tahun ini, seraya berharap pemerintah daerah bisa menunjukkan perhatiannya, dengan memberikan fasilitas motor kepada klian
subak. Selain itu, aspirasi lainnya, petani juga meminta agar dana BKK untuk subak dan subak abian ditingkatkan. Teori nilai bantuan BKK ke desa adat lebih besar dari subak, menurutnya keliru. Ini harus dikaji kembali. “Desa adat di tempat kami itu cuma
50 kepala keluarga. Sedangkan, satu subak di tempat kami itu bisa 222 kepala keluarga. Lalu nilai BKK desa adat jauh lebih besar. Bagaimana kita melihat ini adil?” imbuh Mandra didukung para klian subak lainnya dari seluruh kecamatan. Kepala Dinas Pertanian
Klungkung Ida Bagus Juanida mengaku terkait BKK bukan menjadi ranahnya. Sebab, pengaturan BKK biasanya di bawah Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klungkung. Mengenai aspirasi, agar diberikan satu sepeda motor sebagai operasional klian subak, pihaknya mengaku akan membicarakannya lebih jauh dengan pimpinan eksekutif dan legislatif, karena berkaitan dengan anggaran. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klungkung Nyoman
Mudarta mengatakan, khusus untuk BKK Kabupaten, itu langsung di bawah desa dinas, bukan lagi ke Dinas Kebudayaan. “Kalau subak di bawah kelurahan, baru kami yang tangani,” kata Mudarta. Sementara itu, salah satu anggota DPRD Klungkung Ketut Serinada mengatakan, sesuai dengan perda, BKK Kabupaten memang akan langsung ditransfer ke desa adat. Tetapi, tidak dijelaskan detail perdanya dan kapan persis isi perda tersebut akan dijalankan. (kmb31)
ASPIRASI-Wayan Mandra saat menyampaikan aspirasi kepada pimpinan rapat.
Bali Post/kmb31
Nitodito Yokohama Jepang Tertarik TOSS Klungkung PROGRAM inovasi Pemerintah Kabupaten Klungkung di bidang pengolahan sampah TOSS kembali menarik perhatian pihak asing. Setelah dikunjungi perwakilan Kedutaan Besar Denmark, kali ini TOSS dikunjungi perusahaan Nitodito dari Yokohama, Jepang. Kehadiran rombongan yang diantarkan oleh salah seorang dosen kampus Unud dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat I Gede Herry Purnama ini diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di ruang kerjanya, Jumat (5/4) kemarin. Turut dalam rombongan tersebut Presiden Direktur Nitodito Matsuhura Kioshi. Nitodito merupakan perusahaan Jepang yang telah lama bergerak dalam pengolahan sampah dan perusahaannya telah berdiri di tujuh negara di dunia. Kehadirannya bermaksud untuk mengkaji pengolahan sampah TOSS dan berencana memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR). I Gede Herry Purnama menceritakan awal mula ketertarikannya membawa perusahaan Nitodito ke Kabupaten Klungkung, karena dirinya melihat Klungkung tengah gencar memerangi permasalahan sampah lewat
program TOSS. Serta berkat program inovasi TOSS juga, Klungkung juga mampu meraih perhatian dan penghargaan nasional. Dirinya yang mengenal pihak Perusahaan Nitodito pun tertarik untuk ikut membantu dan mengembangkan program TOSS ini melalui bantuan CSR. “Saya bersama pihak Nitodito Jepang sangat tertarik dengan Program TOSS Klungkung dalam upaya memerangi permasalahan sampah, kami ingin mempelajari lebih dahulu seperti apakah TOSS ini, dan untuk selanjutnya kami akan tentukan bantuan apa yang cocok diberikan demi kemajuan TOSS ini,” ujar Gede Harry Purnama. Sementara itu, Bupati Suwirta dalam pemaparannya mengatakan meski program TOSS telah diakui nasional dan berbagai prestasi tingkat nasional telah mampu diraih, namun implementasi TOSS dirasakan masih belum maksimal. Menurutnya, hal ini dikarenakan Klungkung masih bergerak sendiri di tengah berbagai keterbatasan. Di antaranya kemampuan mesin pencacah dan pembuatan pelet yang masih berkapasitas kecil sehingga produksi pelet pun terbatas, padahal volume sampah sangat tinggi.
Ia berharap kehadiran pihak Nitodito, Yokohama, Jepang ini akan dapat memberikan solusi dalam pengembangan program TOSS di tengah upaya Pemkab Klungkung dalam menangani permasalahan sampah. “Silakan lakukan pemantauan langsung TOSS di lapangan, dengan begitu akan ditemukan apa yang menjadi kendala serta untuk dicarikan solusinya, kami akan siap menjalin kerja sama demi pengembangan program TOSS ini,” ujar Bupati Suwirta.
Bali Post/kmb31
Pohon Tumbang Rusak Jaringan Listrik di Besan milik Dasih (70), namun kerusakannya tidak begitu parah. Demikian juga tembok panyengker Bale Banjar Kanginan dan satu unit sepeda motor yang kebetulan parkir di pinggir jalan, milik Kadek Agus Wijaya Putra (19). “Semua sudah tertangani. Kami turunkan 20 personel TRC BPBD Klungkung, dibantu warga setempat,” kata Widiada. Usai penanganan pohon tumbang, pihak PLN baru bisa melakukan perbaikan jaringan listrik. Kerusakannya cukup parah, karena tiang listrik juga sampai roboh. Tetapi, petugas PLN memastikan penanganan dilakukan secepatnya untuk memulih-
benar seperti batubara muda yang mampu menjadi bahan bakar untuk menghidupkan genset melalui proses gasifikasi. Proses pengolahan sampahnya pun sudah mirip seperti di Jepang yakni sampah sudah dipilah dari rumah. Namun, dia mengakui teknologi yang dipakai masih manual dan tidak secanggih di Jepang. Setelah kunjungan ini pihaknya mengaku akan menganalisa kembali apa yang menjadi kebutuhan TOSS di Klungkung sehingga dapat berjalan optimal. (ad212)
TOSS - Bupati Suwirta bersama jajaran perusahaan Nitodito dari Yokohama, Jepang. Perusahaan ini siap mendukung penuh pengembangan TOSS agar dikelola dengan teknologi canggih.
TUMBANG - Pohon tumbang memutuskan sejumlah jaringan listrik.
Semarapura (Bali Post) Pelayanan listrik kepada pelanggan di Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, kembali terganggu, Jumat (5/4) kemarin. Penyebabnya, rupanya pohon kelapa tumbang yang menerjang kabel induk PLN hingga mengakibatkan tiang listrik PLN roboh, rumah warga rusak, Bale Banjar Kanginan serta satu sepeda motor. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada mengatakan, pohon jenis kelapa itu tumbang, setelah belakangan terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Pohon tumbang menerjang rumah
Setelah dialog dengan diantarkan Kadis LHP A.A. Kirana, rombongan selanjutnya melakukan kunjungan lapangan, yakni ke TOSS Desa Lepang dilanjutkan ke lahan 4,5 hektar di Dusun Karangdadi Desa Kusamba yang akan dijadikan lokasi TOSS Center, serta melihat TOSS Desa Paksabali, Kecamatan Dawan. Setelah melihat dan mengamati, Presiden Direktur Nitodito, Matsuhura Kioshi melalui penerjemahnya mengaku puas karena pelet yang dihasilkan dari sampah benar-
kan kondisi jaringan listrik setempat. Sebagai upaya pencegahan terhadap bahaya pohon tumbang, BPBD Klungkung juga melakukan upaya preventif di SDN 1 Kamasan. Ini sebagai tindak lanjut dari laporan pihak sekolah, agar memangkas pohon cemara dan kupukupu di halaman sekolah supaya tidak membahayakan anak-anak. Bagi di tempat lain, yang ada kekhawatiran serupa, bisa segera disampaikan langsung kepada TRC BPBD Klungkung. “Kalau pohon besar, sudah tua dan kemungkinan bisa menimbulkan dampak buruk, sebaiknya langsung di pangkas saja,” tegas Widiada. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Umanis, 6 April 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dbthkan Salesman & Staff Admin Jl.P.Seribu No4 Br.Sema Kediri 081252746779(B.Hery)Gj UMP Dps
B.BP.001.04.19.0000173
Dicari tenaga untuk Staff Pembukuan pendidikan SMK/ Diploma/Sarjana Akuntansi, umur maks 25 th tidak merokok. Lamaran dibawa langsung ke Jl.Kepundung 67A Denpasar G.01
Dcr Adm Online, Sopir B1, Teknisi.Gj+Bns+Kms+BPJS. Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7 Dps
Dcr Banyak Penjahit (Garment) Gaji (Min) 3Jt,Over Time (Dibayar/Pcs).WA:085100050706
Dcr Bag Gudang Pria SMK/SMA u/ Distributor. Lam Jl.Gn.Himalaya Slt 6 Dps T.418531/08124646409
Dcr Karyawati utk Rumah Makan DaerahPemogan,WA:085100225276
B.BP.821.04.19.0000081
B.BP.001.04.19.0000098
Dcr:Driver(SIM A/B2)SPG(SIM C) Krm Lmrn ke Madu Nusantara Jl. Gatsu Tgh 100X/2/0361-239462/ Wy.Purnami 085100557161/ madu.bali@yahoo.co.id B.BP.001.04.19.0000033
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
B.BP.004.04.19.0000195
B.BP.004.04.19.0000194
Dcr PRT Area Kuta bisa Masak Gaji 2Jt Hp.081547466080 B.BP.154.04.19.0000196
Dcr Staf:House Keeping Leader dan Waiter utk Rest & Hotel di Jimbaran.Tlp:703209/Email ke accounting2@balquisse.com
B.BP.145.04.19.0000150
SERVICE
BAHAN BANGUNAN
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
Dibutuhkan Stocker Warehouse untuk Garment di Kerobokan.min SMA, bisa berbahasa Inggris, bisa komputer, berpengalaman di Retail dan memiliki SIM A & SIM C. Hub.0361-730450 Email:utari@bambooblonde.com B.BP.004.04.19.0000200
Dibutuhkn Sales Marketing,Pria Max40Th,PendMinSMA,Pglmnkerja 2Th,Pekerja keras&Brtnggung Jawab Krm CV:Jln.Maruti 33 Dps B.BP.001.03.19.0000904
Dicari Pelayan/Pramusaji Wanita Hub.Sate Plecing Arjuna B.BP.001.04.19.0000179
Dicari Admin & Security Hub. PT.BPR Raga Jayatama Batubulan Telp:0361-298277/0811385510 B.BP.001.04.19.0000189
Lowker Marketing Mobil PT.Finansia Multi Finance Ket:Max 35Th,Min SMA.Kirim CV Jl.PB.Sudirman No.10 Kav 1 Dauh Puri,Denpasar/ke:Jl.Raya By Pas Kediri/Ir.Sukarno-Tbn E: jobs.intim@finansia.com B.BP.004.04.19.0000147
Dicari Adm.Wanita Max Umur. 40 Th (Gaji,UM,THR) Bawa CV Anda ke Jl.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung. 085921213232 B.BP.001.04.19.0000134
Dicari Admin + OB Pria SMA/SMK Lam UD.Sinar Mulia, Jl.Kartini 106-112 Telp:226815-236895 B.BP.001.04.19.0000175
Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak. Hub:0361-8446108 B.BP.001.04.19.0000185
Sgr Sopir Serabutan.Lmaran ke TUT MAK Restoran,Jln.Dewi Sita Ubud, T:975754
B.BP.031.04.19.0000149
Sopir/Parkir,SIM A,Dps Selatan Laki-Laki, Hub.08121750207 B.BP.001.04.19.0000186
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Dijual Cpt LCruiser VX80"95 Manual Kolksi Trwt,08123860430 B.BP.001.04.19.0000177
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DIJUAL TANAH
1,5A Jl.Glogr Carik,G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655
B.BP.154.04.19.0000202
Djl Tnh ex Pabrik Mnyk Klp ada Sengon 1000 Phn & Jati L.94are pinggir jln utama Dps Glmnk Ds Tuwed Bali Hub 087760055121
B.BP.159.03.19.0000642
Jual Tanah 4.25A Mandalika Mataram Hub.08124671122
B.BP.004.04.19.0000199
PROPERTY PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Cpt Tnh 464M2 Jl.Pura Mertasari(Bs beli Sebagian) Hub. 081280595906 B.BP.004.04.19.0000201
DIJUAL RUMAH
10Jt Sudah Bisa Memiliki Rumah di Denpasar SHM & IMB Unit Terbatas.KPR DP 20% dibantu SampaiApprove.Hp:087861899366
B.BP.001.04.19.0000174
DIJUAL RUMAH
BUC-Griya Loka Tbn Uk.45/91 M2 Rp.400Jt Nego,081932236003
B.BP.004.04.19.0000139
PROPERTY ARSITEKTUR
Arsitek:Design,3D,Konstruksi, RAB:0361-4701242/081916144249 B.BP.001.04.19.0000009
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.03.19.0000753
SEMINAR Free Workshop Bali Coach Yudhi TW, Ilmu Dasar Pasti Teknikal Forex Daftar: 08786463881 B.BP.004.04.19.0000087
BANGLI
14
Sabtu Umanis, 6 April 2019
Anggota Polres Diwajibkan Pungut Sampah Plastik Bangli (Bali Post) –
Polres Bangli mendukung penuh upaya pemerintah mengurangi sampah plastik. Dukungan itu diwujudkan dengan mewajibkan seluruh anggotanya melakukan pembersihan sampah plastik setiap hari di sekitar pos-pos polisi atau lingkungan rumah masing-masing. NGANTEN BARENG - Prosesi nganten bareng di Desa Pengotan, Bangli, Jumat (5/4) kemarin.
Bali Post/ist
Desa Pengotan Kembali Gelar Tradisi ”Nganten Bareng” Diikuti 17 Pasang Pengantin
Bangli (Bali Post) – Tradisi nganten bareng (nikah massal) kembali digelar Desa Pakraman Pengotan, Jumat (5/4) kemarin. Tradisi nganten bareng kali ini diikuti 17 pasangan pengantin. Sesuai adat di desa setempat, tradisi nganten bareng ini merupakan hal yang wajib diikuti oleh pasangan pengantin. Tradisi nganten bareng di Desa Pengotan dilaksanakan di Pura Penataan Agung desa setempat. Nganten bareng menjadi salah satu tradisi yang masih dilaksanakan dan dilestarikan krama Desa Pengotan sejak ratusan tahun silam. Bendesa Adat Desa Pengotan Jero Kopok mengatakan, dari 17 pasang mempelai yang mengikuti tradisi nganten bareng kemarin, 9 pasang mempelai di antaranya merupakan warga asli Desa Pengotan. Sementara 8 pasang mempelai lainnya merupakan warga luar Pengotan yang memperistri wanita dari Desa
Pengotan. “Walaupun statusnya akan keluar dari Desa Pengotan, mempelai tersebut tetap mengikuti upacara pernikahan massal ini. Sebab, jika tidak mengikuti upacara ini, yang bersangkutan tidak diperbolehkan mengikuti persembahyangan jika di kemudian hari ada upacara pujawali di Pura Bale Agung,” terangnya. Dijelaskan Jero Kopok, tradisi nganten bareng digelar dua kali dalam setahun yakni pada sasih kapat dan sasih kadasa. Tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meringankan beban krama. Untuk mengikuti tradisi ini, seseorang yang hendak menikah terlebih dahulu menyampaikan ke prajuru adat di masing-masing banjar. Selanjutnya, prajuru adat dari seluruh banjar di Desa Pakraman Pengotan akan melakukan pertemuan untuk membahas rencana pelaksanaan nganten bareng. Nganten bareng biasanya dilaksanakan jika jumlah mempelai
yang menjadi peserta nganten bareng minimal 10 pasang. Dalam tradisi nganten bareng ini, diisi dengan sejumlah prosesi. Diawali dengan sangkep nganten. Dalam sangkep itu, bendesa adat menyampaikan identitas mempelai kepada krama Desa Pengotan. Dilanjutkan kemudian dengan menyembelih satu ekor sapi yang dibeli secara urunan oleh pasangan pengantin. Setelah menyembelih sapi, dilaksanakan prosesi peserah. Dalam prosesi itu, masing-masing pasangan mempelai yang melaksanakan pernikahan menyerahkan lima kilogram nasi putih kepada peduluan adat. “Nasi ini digunakan sebagai kawas yang selanjutnya dibagibagikan kepada 206 krama desa pangarep,” terangnya. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan memanggil mempelai untuk melakukan upacara di madia mandala Pura Agung Desa Pengotan lalu ke jeroan atau halaman utamaning man-
dala. Di sana, para mempelai duduk di bale nganten secara terpisah untuk makan sirih bersama. Oleh masyarakat setempat, prosesi itu dinamakan patemuan. Maknanya, para mempelai telah menempuh hidup baru atau dinaikkan menjadi krama. Selanjutnya, mempelai mapamit dengan terlebih dahulu melakukan persembahyangan di sanggar agung gelagah. Setelah prosesi itu para pengantin akan menjalani prosesi mabrata, yakni tidak diperkenankan melintasi jalan adat selama tiga hari ke depan. Jika rumah pengantin itu berada di sebelah barat jalan maka ia tidak diperkenankan pergi ke rumah yang berada di sebelah timur jalan. Demikian pula sebaliknya. “Setelah tiga hari, barulah dari purusa ke predana membawa tipat bantal sebagai tanda berakhirnya prosesi nikah massal, dan selanjutnya pihak wanita ikut di kediaman suami,” jelas Jero Kopok. (kmb40)
Pujawali Pura Kawitan dan Padharman Ida Batara Dalem Tarukan
PURA Padharman Pusat Ida Batara Dalem Tarukan dan Ida Batara Putra I Gusti Gede Pulasari yang berlokasi di Dusun Pulasari, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli merupakan pura pusat kawitan lan padharman pusat pertisentana Ida Batara Dalem Tarukan. Pura Padharman ini berdiri sejak Atman suci Ida Batara Dalem Tarukan dinarmakan oleh 7 putraputra Ida pada akhir abad k e - 1 4 y ai t u t a h u n Ç a k a 1321 (Dewa Netra Tri Tunggal), 1399 Masehi. Klian Pakandel Pura Padharman Pusat Gr. I Komang Gede Suparta didampingi Ketua Umum PGSDT Pusat Gr. I Nyoman Gunawan, S.H. mengatakan, Pura Padharman Pusat Ida Batara Dalem Tarukan merupakan pura panyungsungan sewarih Ida Batara Dalem Tarukan yang sejak tahun 1969 telah mempersatukan diri dalam wadah Para Gotra Santana Dalem Tarukan. Namun secara turun temurun Pura Padharman Ida kaempon olih Pekandel
sebagai pengemban Mantri Sesana dari Raja Gelgel sejak awal abad ke-15 sampai sekarang. Pekandel terdiri dari 42 dadia dengan 3 kecamatan yaitu, 1 dadia dari Kecamatan Banjarangkan Klungkung, 26 dadia dari Kecamatan Rendang, Karangasem dan 15 dadia dari Kecamatan Tembuku Bangli. Serangkaian pujawali di-puput oleh parasulinggih dari Sulinggih Brahmana, dari Sulinggih Ida Dalem Puri Klungkung, dan Sulinggih Bhagawan dari Trah Ida Bhatara Dalem Tarukan. Ayah-ayahan pujawali yang dilaksanakan oleh pekandel pura mulai dari hari Jumat wuku Perangbakat, 29 Maret 2019 sampai nyineb hari Sabtu 13 April 2019 dibantu oleh pengurus pusat perkumpulan PGSDT, semeton kabupaten kota se-Bali dan pemuda pemudi se-Bali serta pangayah lainnya secara spontanitas. Semoga informasi ini dapat berguna untuk semeton sewarih Ida Batara Dalem Tarukan dimana pun berada. (kmb)
Dudonan Pujawali Pura Padharman Pusat Ida Batara Dalem Tarukan dan Ida Batara Putra I Gusti Gede Pulasari, Buda, Keliwon, Ugu,10 April 2019 Saniscara Umanis Bala, Sabtu, 6 April 2019 Waktu : 08.00 Wita Acara : -Nunas Tirta Khayangan Jagat Lan Sane Terkait Dengan Sejarah - Ngemedalang Ida Batara Kawitan - Mapiuning ring Pura Desa Pulasari
Weraspati Umanis Ugu, Kamis 11 April 2019 Waktu : 10.00 Wita Acara : Nganyarin
Redite Paing Ugu, Minggu 7 April 2019 Waktu : 07.00 Wita Acara : - Ngias Ida Batara Kawitan - Ida Batara Kawitan Masucian ring Pura Pasucian Dadem
Saniscara Pon Ugu, Sabtu 13 April 2019 Waktu : 10.00 Wita Acara : Nganyarin lan Ngaturang Panyineban
Anggara Wage Ugu, Selasa, 9 April 2019 Waktu : 07.00 Wita Acara : Makarya Ulam Banten Pujawali - Memben Upacara Buda Keliwon Ugu, Rabu 10 April 2019 Waktu : 09.00 Wita Acara : Puncak Karya
Desa Kutuh Berencana Kembangkan Wisata Khusus Lansia
Bangli (Bali Post) – Desa Kutuh, Kintamani yang sejak tahun 2015 lalu telah ditetapkan Pemkab Bangli sebagai desa wisata, berencana akan mengembangkan wisata khusus lansia. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah desa setempat kini telah menyiapkan lahan yang bisa dikembangkan menjadi areal wisata lansia. Dalam pembangunan wisata khusus lansia itu, pihak desa akan bekerja sama dengan investor. Perbekel Desa Kutuh Wayan Pasek, Jumat (5/4) kemarin mengatakan, awal mula munculnya ide membuat wisata lansia ini karena dirinya melihat wisatawan yang berkunjung ke Bangli selama ini relatif sebentar, yakni hanya 1 hingga 2 hari. Dirinya berkeinginan wisatawan bisa berkunjung dan menetap dengan waktu yang lebih lama. Sebagaimana hasil sebuah survei diketahuinya
bahwa wisatawan yang bisa berkunjung dan menetap dengan waktu lama, kebanyakan adalah yang sudah berusia lanjut atau lansia. Pasek juga mengatakan pihaknya tertarik membuat wisata lansia, setelah sempat bertemu dengan salah seorang profesor. Dikatakan bahwa profesor tersebut mempunyai beberapa fasilitas kamar di wilayah Mengwi yang disewakan khusus untuk wisatawan lansia. Bahkan saking betahnya wisatawan lansia yang tinggal di sana sampai teken kontrak untuk bisa tinggal lebih lama. Menurut Pasek, dengan kondisi alam Desa Kutuh yang indah dan masih alami, sangat mendukung dan cocok untuk pengembangan wisata lansia. Dengan kehadiran wisata khusus lansia tersebut di Desa Kutuh nantinya, maka secara tidak langsung akan mendatangkan lebih banyak wisatawan lagi, seperti sanak
keluarga dari wisatawan lansia. Kehadiran wisata khusus lansia itu diyakini akan meningkatkan perekonomian dan akan membuka peluang kerja bagi masyarakat desa setempat. “Wisatawan lansia itu akan betul-betul bawa uang ke sini. Mereka datang untuk membeli kenyamanan, ketenangan dan perhatian. Bukan hanya beli makanan dan keindahan alam saja,” ujarnya. Untuk mewujudkan wisata khusus lansia itu, Pasek mengatakan pihaknya telah menyiapkan lahan milik warga yang bisa disewa dan dikembangkan, salah satunya untuk pembangunan akomodasi wisata. Lahan yang disiapkan dan telah diblok itu, diakuinya memiliki pemandangan alam yang indah yakni pemandangan laut dan gunung dari kejauhan. Mengingat dana yang dibutuhkan cukup banyak, pihak desa berencana akan bekerja sama dengan investor. (kmb40)
Sukra Paing Ugu, Jumat 12 April 2019 Waktu : 10.00 Wita Acara : Nganyarin
Redite Wage Wayang, Minggu 14 April 2019 Waktu : 07.00 Wita Acara : Ngelugar wastra lan mareresik Anggara Umanis Wayang, Selasa 16 April 2019 Waktu : 08.00 Wita Acara : Ngaturang Pengelemek
Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, Jumat (5/4) kemarin mengatakan, gerakan pemungutan sampah plastik yang diwajibkan bagi anggotanya sejatinya sudah lama diterapkan. Belakangan ini gerakan itu kembali digelorakan. Gerakan itu merupakan bagian dukungan sekaligus tindak lanjut dari perintah Kapolda Bali dalam memerangi sampah plastik. “Untuk menindaklanjuti per-
intah pimpinan, kami menyampaikan kepada anggota agar setiap hari membersihkan lingkungan kerjanya, pos-pos polisi dan lingkungan rumah masing-masing dengan radius 20 meter,” kata AKBP Agus. Menurut Kapolres, dengan upaya tersebut, lingkungan tentunya akan menjadi bersih dan lestari. Pencemaran sampah plastik bisa diminimalisir. “Jika lingkungan bersih
maka enak dalam bekerja terutama di lingkungan kantor,” terangnya. Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat Bangli untuk lebih sadar terhadap kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik. “Buanglah sampah pada tempatnya, jangan buang sampah sembarangan seperti di sungai ataupun selokan,” harapnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
SAMPAH - Sejumlah anggota Polres Bangli membersihkan sampah plastik.
Sejak Beberapa Tahun, Program Nyama Anyar Tak Jalan Bangli (Bali Post) – Program Nyama Anyar menjadi salah satu program Pemkab Bangli untuk mempercepat penuntasan kemiskinan. Dalam program itu, para pejabat di lingkungan Pemkab Bangli diwajibkan untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga kurang mampu. Sejak beberapa tahun terakhir, pelaksanaan program unggulan Pemkab Bangli tersebut sudah tak lagi terdengar kabarnya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, program Nyama Anyar mulai dijalankan Pemkab Bangli saat awal-awal kepemerintahan Bupati Bangli I Made Gianyar. Dalam program Nyama Anyar ini seluruh pejabat diberikan tanggung jawab untuk memberikan pendampingan baik secara materi maupun motifasi terhadap keluarga kurang mampu hingga menjadi keluarga mampu. Masing-masing pejabat diberikan tanggung jawab pendampingan dengan komposisi yang berbeda-beda. Untuk pejabat eselon II, jumlah KK yang wajib dibina yakni tiga orang, eselon III dua orang, dan pejabat eselon IV dan V masing-masing satu orang. Selain untuk mempercepat penuntasan kemiskinan, tujuan lain dari program itu adalah untuk melestarikan konsep manyama braya di masyarakat Bali. Meski secara konsep bagus,
namun program tersebut belakangan ini sudah tak lagi terdengar pelaksanaannya. Menurut informasi, tak berjalannya program itu sejak beberapa tahun terakhir, dikarenakan sudah tidak adanya pengawasan terhadap pejabat yang wajib melaksanakan program tersebut. Dulunya setiap pejabat diwajibkan membuat laporan atas kegiatan pendampingan dan perkembangan keluarga binaannya yang disetorkan ke Bupati melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) atau yang kini bernama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli. Kabag Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Bangli Cok Bagus Gaya Dirga saat dikonfirmasi, Jumat (5/4) kemarin, mengklaim bahwa sampai saat ini program Nyama Anyar masih tetap ada dan berjalan. Hanya saja, para pejabat yang diberi kewajiban dan tanggung jawab melakukan pendampingan, tidak lagi memberikan pendampingan dengan mendatangi langsung ke rumah-rumah KK binaannya seperti dulu. Alasannya, karena KK dampingan itu kini sudah mulai mengalami peningkatan kesejahteraan, sehingga tidak harus didatangi untuk diberikan bantuan dan pendampingan langsung. “Sek-
arang tidak lagi jemput bola. Dulu kita yang mendatangi mereka untuk memberikan bantuan dan pendampingan. Sekarang karena sudah ada peningkatan kesejahteraan dan mereka sudah banyak yang punya HP, sehingga kalau butuh bantuan atau pendampingan, bisa lewat telepon,” terangnya. Di samping itu, alasan lainnya karena saat ini sudah banyak anggaran yang dikucurkan pemerintah ke desa-desa. Menurutnya, dengan dana tersebut, pemerintah desa sudah bisa mengatasi langsung warganya yang kurang mampu. Dijelaskan Cok Dirga, dalam pelaksanaan program Nyama Anyar, masing-masing pejabat diberikan keluarga dampingan. Pembagiananya dilakukan oleh BPPKB. Khusus untuk dirinya, mendapat tugas untuk memberikan pendampingan terhadap dua KK masingmasing di wilayah Mukus, dan Munduk Waru. Dalam kegiatan pendampingan yang dilaksanakannya dulu, dirinya memberikan bantuan berupa sembako, pakaian dan pembinaan serta motivasi. Selain itu dirinya juga memfasilitasi keluarga dampingannya untuk bisa mendapat bantuan yang dibutuhkan. Kini meski kegiatan pendampingan sudah tak lagi rutin dilakukan ke lapangan, namun silaturahmi diakuinya masih tetap terjalin dengan baik. (kmb40)
15 Merpati Bali Memimpin Denpasar (Bali Post) Tim bola basket putri Merpati Bali memimpin klasemen sementara dalam turnamen Seri III Piala Srikandi di GOR Sahabat, Semarang. Posisi kedua dihuni tuan rumah Sahabat Semarang disusul Tanago Friesian Jakarta, Scorpio Jakarta, GMC Cirebon, Tenaga Baru P o n t i anak, dan F l y i n g Wheel Makassar. Ketujuh kontestan selanjutnya melakoni babak playoff di GOR UII Yogyakarta mulai 22 April mendatang. Peserta dibagi dalam dua grup. Grup pertama dihuni Merpati Bali selaku peringkat 1, ranking 2 dan 7, sedangkan grup kedua ditempati urutan 3, 4, 5, dan 6. Dalam laga terakhir Piala Srikandi, Kamis (4/4) malam, Flying Wheel Makassar mengalahkan Scorpio Jakarta dengan skor 63-62. Flying Wheel unggul 20-15 di kuarter pertama, padahal sem-
pat tertinggal 0-4. Pada kuarter kedua Flying Wheel memimpin 34-28 dan di kuarter ketiga unggul 46-39. Pada kuarter keempat Flying Wheel sempat unggul 55-43. Berkat tembakan Siti Gentanamira, Scorpio mampu memperpendek jarak menjadi 52-55. Scorpio berbalik unggul 59-57 lewat tembakan tiga angka Sania, namun disamakan oleh Flying Wheel menjadi 59-59 melalui sumbangan poin dari Ummil Asmi. Jumriah yang membuat 21 poin membawa Flying Wheel unggul 61-59 saat pertandingan tersisa 29 detik. (022)
Denpasar (Bali Post) Askot PSSI Kota Denpasar akan menggelar rapat pengurus di Kantor Wali Kota Denpasar pada Sabtu (6/4) ini. Pertemuan ini untuk membentuk ofisial tim sepak bola yang akan diturunkan pada Porprov Bali 2019 di Tabanan dan rencana menggelar Muskot PSSI Denpasar. Humas Askot PSSI Denpasar Dewa Gede Rai mengundang pengurus berikut perwakilan 14 klub anggota yang aktif untuk menghadiri rapat ini. “Kami akan membentuk ofisial tim yakni manajer dan pelatih tim Porprov Denpasar. Selanjut-
nya, manajer tim bersama pelatih berhak melakukan pemanggilan dan seleksi pemain,” ujarnya Jumat (5/4) kemarin. Pertemuan juga untuk membahas rencana menggelar muskot terkait pemilihan Ketua U m u m A s ko t P S S I Denpasar masa bakti 2019-2023. Sebab, masa kepengurusan Askot PSSI Denpasar yang diketuai Eko Supriadi berakhir April ini. ‘’Selain itu, kami membicarakan seputar Kongres Tahunan PSSI Denpasar,” terang Dewa Rai. (022)
PSSI Denpasar Bentuk Ofisial Tim Porprov
Bucks Terbaik di Wilayah Timur Los Angeles – Giannis Antetokounmpo mencetak 45 poin dan 13 rebound ketika Milwaukee Bucks mengukir rekor terbaik di Wilayah Timur dengan menang 128-122 atas Philadelphia 76ers pada lanjutan kompetisi NBA, Jumat (5/4) kemarin. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah bahwa Bucks masuk ke babak playoff sebagai unggulan teratas di Timur. ‘’Saya hanya mencoba bermain dan mencari peluang untuk menyerang,’’ kata Antetokounmpo. ‘’Ini merupakan tahun yang sangat istimewa. Saya sangat bangga dengan tim,’’ timpal pelatih Bucks, Mike Budenholzer. Ini adalah kali ke-42 musim ini Antetokounmpo mencetak 25 poin atau lebih dan 10 rebound atau lebih dalam satu pertandingan. ‘’Dia sudah melakukan semuanya untuk kami sepanjang musim ini,’’ ujar Khris Middleton yang menambahkan 22 poin untuk Bucks. Joel Embiid mencatat triple-double 34 poin, 13 rebound dan 13 assist, JJ Redick membuat 29 poin dan Mike Scott mencetak 22 poin buat 76ers yang kalah dalam tiga pertandingan beruntun. Rekor menang-kalah Sixers turun menjadi 49-30 musim
ini. ‘’Kami kesulitan menjaga mereka,’’ sebut pelatih 76ers, Brett Brown. Di tempat lain, DeMarcus Cousins mencetak 21 poin ketika Golden State Warriors meningkatkan peluangnya untuk menjadi unggulan teratas di Wilayah Barat dengan mengalahkan Los Angeles Lakers 108-90. Warriors yang memimpin di Barat mempunyai rekor 54-24. Sementara Sacramento Kings menundukkan Cleveland Cavaliers 117-104. (afp/ kmb)
London – Manchester City dalam per- jalanan meraih empat trofi musim ini yang belum pernah terjadi sebelumnya. City ditantang Brighton pada semifinal Piala FA di Stadion Wembley, Sabtu (6/4) malam ini. Pasukan Pep Guardiola juga berpeluang merebut juara Liga Utama Inggris dan Liga Champions untuk melengkapi Piala Liga yang disabet Februari lalu. Untuk mencapai itu, City harus menjalani tujuh pertandingan lain yang datang sebelum akhir April. Padahal padatnya jadwal yang dilakoni selama ini sudah membuat Guardiola pusing. Bek kiri Oleksandr Zinchenko (Ukraina) mengalami cedera hamstring saat menang 2-0 atas Cardiff yang mengembalikan City ke puncak klasemen
Liga Primer. Benjamin Mendy (Prancis) telah absen selama dua musim terakhir karena cedera lutut. Fabian Delph juga cedera, sedangkan Sergio Aguero diragukan kondisinya. Kondisi itu membuat Guardiola tidak memiliki banyak pilihan di posisi tertentu. Apalagi setelah menghadapi Brighton, City bertemu Tottenham tiga kali dalam 10 hari pada pertandingan perempatfinal Liga Champions dan Liga Primer. Selanjutnya Guardiola membawa pasukannya ke Crystal Palace, Manchester United dan Burnley. Kesabaran Guardiola terhadap Mendy telah menipis dan diuji lagi setelah sang pemain berada
di sebuah klub malam pada pukul 03.30, beberapa jam sebelum City pergi ke Fulham. Mendy tidak masuk dalam skuad melawan Brighton, tetapi dijadwalkan berlatih pada hari berikutnya untuk melanjutkan rehabilitasi. ‘’Mereka sudah cukup tua untuk tahu apa yang harus dilakukan, aku bukan ayahnya. Saya lebih suka dia pulang lebih awal tetapi saya tidak mengontrol para pemain dalam situasi itu,’’ tegasnya. Brighton sedang berjuang untuk bertahan di Liga Utama Inggris. Manajer Chris Hughton mengatakan kekecewaan mungkin akan terjadi dan mengakui akan bodoh bertempur dengan pasukan Guardiola. ‘’Jika kami kalah sejak berjalan di lapangan, hanya ada satu hasil. Untuk mendapat kesempatan, kami harus bersikap positif tentang cara mendekati permainan,’’ ujar Hughton. Liga Italia Juventus yang tengah mengejar gelar Serie A Liga Italia kedelapan berturut-turut, menjamu AC Milan di Stadion Allianz, Turin pada Minggu (7/4) dini hari. Pasukan Massimiliano Allegri kembali ke kandangnya setelah dalam lawatan ke Sardinia dua
pemainnya, Moise Kean dan Blaise Matuidi, menjadi sasaran rasis. Juve bisa memenangkan gelar liga saat kompetisi menyisakan tujuh laga jika mampu mengalahkan Milan dan penantang terdekat Napoli kalah di kandang sendiri dari Genoa. Raksasa Turin itu unggul 18 poin di atas Napoli yang dikalahkan dalam dua pertandingan musim ini. ‘’Saat ini semakin mendekati penyelesaian. Ini akan menjadi dua minggu yang sangat penting bagi kami,’’ ungkap kapten Juve Giorgio Chiellini. Allegri ingin menggapai scudetto ke-35 secepat mungkin, sebab timnya juga bersiap menuju perempatfinal Liga Champions melawan Ajax di Amsterdam. Gelar Liga Champions sangat didambakan oleh Si Nyonya Tua karena terakhir dicapai pada 1996. Tiga klub lainnya menjadi juara Seri A ketika kompetisi masih menyisakan lima laga yaitu Inter Milan pada 2006-2007, Torino (1947-1948) dan Fiorentina (1955-1956). Paris Saint-Germain memegang rekor Eropa dengan memenangkan Ligue 1 Prancis tiga tahun lalu dengan delapan pertandingan tersisa. (afp/kmb)
Bali United Kontrak Fahmi Dua Tahun Mangupura (Bali Post) – Fahmi Al Ayyubi resmi menjadi rekrutan terbaru Bali United menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2019 dan lanjutan turnamen Piala Indonesia 2018. Setelah melewati proses tes medis dan administrasi, Fahmi yang terakhir memperkuat Persela Lamongan resmi dikontrak dua tahun ke depan. CEO Bali United Yabes Tanuri mengatakan direkrutnya Fahmi setelah melakukan diskusi dengan tim pelatih Bali United. ‘’Kami dari manajemen telah berdiskusi dengan tim pelatih terkait evaluasi penampilan di Piala Presiden 2019. Hasil dari evaluasi adalah kami memang membutuhkan pemain sayap cepat tambahan dan Fahmi Al Ayyubi masuk dalam kriteria tersebut. Kami juga telah mencapai kesepakatan dengan Persela yang menjadi klub terakhir
Fahmi,’’ ujarnya dikutip dari situs Bali United, Jumat (5/4) kemarin. Fahmi merupakan pemain kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 21 Desember 1995. Ia jebolan tim Persela U-21 tahun 2016 bersama salah satu punggawa Timnas Indonesia U-23, Saddil Ramdani. Pada 2017 Fahmi promosi ke tim senior Persela dan menjadi salah satu andalan skuad Laskar Joko Tingkir. Kelebihannya ada pada kecepatan yang selalu mampu merepotkan lini pertahanan lawan. Disinggung mengenai pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra, Fahmi menegaskan siap bekerja sama dengan pria asal Brazil ini. Ia juga memuji suporter klub barunya luar biasa
Sabtu, 6 April 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu Karena Beban Sesaji (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Aerobic Ceria 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Ayodya Kanda 09:30 Wita Belajar Menggambar Art Paper Tikus 10:00 Wita Seputar Bali Terkini
10:05 Wita Galeri Musik 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (1) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 14:00 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Komunitas Dermaga Seni, Lestarikan Sastra Melalui Puisi dan Teater 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Widya Buana (2) 17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Pedudusan Alit
Wraspati Kalpa Br. Purwakerta Abiansemal Badung 17:30 Wita Kartun Aranya Kanda (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Suara Kandidat 19:30 Wita Siaran Langsung Dharma Santhi Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1941 21:00 Wita Suara Kandidat DPD-RI 22:05 Wita Lila Cita Sanggar Semana Bima Sakti, Calonarang Katundung Ratna Manggali (5) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping
ketika mendukung tim. ‘’Luar biasanya dukungan suporter pastinya akan memotivasi saya untuk meraih hasil maksimal di setiap pertandingan,’’ tutur Fahmi. (kmb)
SKandidat
Sabtu Umanis, 6 April 2019
uara
VVV
VVV VV
VVV VV VV VVV V VV
VV VVV VVVVV VVVV
H
IN
VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV
EK
AT UN
GGAL IKA
sur
at s ua
ra
VVV
VVVVVVV
VVV VVVV VVVVVVV
VVVV VVVV VVV
V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V
BH
INE
KA KA TUNGGAL I
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali I.B. Oka Gunastawa (kiri) bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan).
’’Simakrama’’ di Klungkung
Ngurah Ambara Putra Perjuangkan Desentralisasi Fiskal CALON DPD-RI Gede Ngurah Ambara Putra menggelar simakrama dengan tokoh masyarakat dan para klian banjar di Kabupaten Klungkung. Simakrama ini dipusatkan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Jumat (5/4) sore kemarin. Dalam kesempatan itu, calon DPD-RI nomor urut 28 dengan ciri khas baju gadang (baju hijau) ini mengatakan siap memperjuangkan program Desentralisasi Fiskal yakni adanya payung hukum yang mengusahakan peningkatan rasio pajak di Bali. Hasil dari peningkatan tersebut nantinya dipergunakan untuk meringankan beban-beban adat, seperti pepesonan, memberikan jaminan pendidikan dan kesehatan di Bali. Gede Ngurah Ambara Putra (GNAP) mengatakan Desentralisasi Fiskal bisa mendongkrak atau menambah keuangan daerah, untuk meringankan beban-benan pepeson atau beban-beban budaya di masyarakat. ‘’Tentu harapannya dari produk domestik bruto ini yang 200 sekian triliun rupiah ini, bisa kita meningkatkan tax ratio karena di daerah pariwisata ini hanya pajaklah salah satu instrumen untuk bisa meningkatkan kesejahteraan itu,’’ ujar pria yang tinggal di Jalan Kenyeri, Denpasar ini. ‘’Umpamanya tax ratio kita 11, naik 1 persen sudah sangat berarti sekali untuk meringankan bebanbeban daripada budaya tersebut seperti pepeson dan lainnya,’’ imbuh Gede Ngurah Ambara Putra. Dengan meningkatkan ratio pajak dapat meningkatkan keuangan daerah untuk meringankan beban-
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
B
derful nesia
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
VV V VV V VVV
ali
balipost http://facebook.com/balipost
Hotel, Villa dan Restoran
Bukan Hanya sebagai Kepala Negara tetapi Kemenangan Pancasila
KAMPANYE akbar yang akan berlangsung pada Minggu (7/4) di Jalur 11, Kota Karangasem, Bali bukan hanya deklarasi untuk memenangkan Jokowi sebagai kepala negara, tetapi juga untuk memenangkan ideologi Pancasila. Untuk itu, Partai NasDem berani pasang badan memenangkan pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa mengatakan, kehadiran Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh nanti, posisinya sangat strategis untuk memberikan pesan perdamaian akan kemajemukan di Indonesia ini agar sampai pada dunia internasional. ‘’Bahwa kita fokus memenangkan Jokowi bukan hanya untuk mengejar beliau menjadi presiden. Untuk urusan itu mungkin sudah selesai. Tapi komitmen kebang-
Ukm
SIMAKRAMA-- Calon DPD RI, Gede Ngurah Ambara Putra, menggelar simakrama dengan tokoh masyarakat dan para kelian banjar di Kabupaten Klungkung. Simakrama ini dipusatkan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Jumat (5/4) sore. beban masyarakat di Bali. Yang menikmati hasil kesejahteraan dari pariwisata ini, tidak hanya wisatawan tetapi para pengusaha menerima hasil pariwisata. Mengenai permasalahan beban dalam budaya tersebut, Ngurah Ambara mencontohkan, di mana krama memiliki hak dan kewajibannya. Untuk haknya diberikan menggarap sawah 30 are, tetapi hasilnya kadang-kadang tidak sesuai dengan tanggung jawab pepesonan. Dengan ada payung hukumnya, maka nantinya bisa ditetapkan anggaran lewat APBN. ‘’Dalam hal ini negara harus mengalokasikan anggaran secara khusus untuk penguatan budaya dan adat,’’ ujarnya. Disebutkan, program Desentralisasi Fiskal merupakan satu dari lima program pokok, yakni Pertumbuhan Ekonomi/Investasi
yang Berpihak terhadap Kearifan Lokal, Dana Bagi Hasil Budaya (Pelastarian Budaya), Memperkuat Eksistensi Desa Adat, Desa/Banjar Pakraman sebagai Wadah untuk Membangun Karakter Krama Bali. Sementara itu, seorang tokoh masyarakat Ketut Surata yang hadir dalam simakrama dengan Ngurah Ambara mengatakan sangat mengapresiasi program tersebut. Ketika ada kegiatan di bidang budaya/adat anggaran saat memohon bantuan ke dinas terkait, anggaran cukup terbatas, oleh karena itu dengan kucuran dana dari APBN lengsung ke adat maka akan sangat membantu. ‘’Untuk memohon bantuan lewat proposal ke dinas terkait, kalau ada yang kenal atau memfasilitasi maka proposal itu cepat disetujui, kalau tidak agak sulit. Saya sangat mendukung program tersebut,’’ ujarnya. (kmb)
paksaan. Mungkin bisa disebut hal ini adalah bentuk imbal balik apa yang telah kami perjuangkan dengan masyarakat selama ini. Kami berharap kekompakan ini bisa tetap dijaga hingga tanggal 17 April mendatang,’’ jelasnya. Suyasa yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Badung menegaskan, pihaknya telah melakukan simakrama atau nyuakang padewekan di 11 banjar yang ada di Desa Penarungan. Hal ini sebagai wujud nyata untuk memohon doa restu dan dukungan kembali maju menjadi wakil rakyat di DPRD Badung. ‘’Sesuai visi-misi kami memberikan
perhatian dan fasilitasi terhadap berbagai aspirasi masyarakat, sehingga dapat direalisasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat juga,’’ terang Ketua AMPG Bali ini. Seperti diketahui, Wayan Suyasa merupakan salah satu tokoh yang menjadi aset Desa Penarungan. Calon legislator petahana ini sangat memperhatikan masyarakat Desa Penarungan khususnya dan Kecamatan Mengwi umumnya. Dalam merealisasikan aspirasi masyarakat tak tanggungtanggung mulai dari realisasi pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia warga desa dalam memenangkan persaingan era globalisasi. (par)
Pendidikan
NasDem for Jokowi 2019
Kesehatan
saan untuk bagaimana kita merawat keberagaman dan kemajemukan. Itu pesannya ketua umum hadir di Bali,’’ jelas Komando Pemenangan Wilayah Jokowi-Ma’ruf Amin Partai NasDem Provinsi Bali ini. Karangasem dipilih sebagai tempat deklarasi puncak dari rangkaian kampanye seluruh Bali, tujuannya untuk merefleksikan semangat Jokowi yang fokus membangun Indonesia dimulai dari desa dan wilayah pinggiran. Letak Karangasem yang berada di timur Bali juga menjadi pertimbangan. Spiritnya, dari timur Bali ini kita akan menyuarakan perdamaian, persaudaraan, toleransi, kerukunan dan Pancasila harus selalu menjadi pegangan dan pedoman bagi seluruh anak bangsa. Pesan yang ingin disampaikan Ketua Umum dari deklarasi akbar ini adalah komitmen Ketua Umum Surya Paloh untuk mengawal ideologi
Pancasila, karena pilpres ini rupanya tidak sama dengan pilpres sebelumnya, yang mana pilpres 5 tahun, 10 tahun, atau 10 tahun lalu fokus hanya memilih kepala negara. Tetapi hari ini rupanya ada yang ingin membonceng dari proses pemilihan presiden ini dengan misi–misi tertentu yang boleh dikatakan bertentangan dengan semangat Pancasila. ‘’Bali adalah tempat yang tepat untuk memelihara ini,’’ tandas Caleg DPR-RI Dapil Bali nomor urut 1 dari Partai NasDem ini. Dalam kesempatan tersebut, Oka Gunastawa juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang mencintai keberagaman, spirit pluralisme untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan yang rencananya juga akan diisi dengan berbagai atraksi budaya. Bukan hanya komitmen untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin tetapi agar seluruh elemen masyarakat makin memantapkan komitmen menjaga dan mengawal Pancasila sebagai ideologi negara sekaligus pemersatu seluruh kemajemukan bangsa. (may)
Berjuang untuk Rakyat
SEBAGAI wakil rakyat Badung, I Wayan Suyasa, S.H. yang kembali maju ke DPRD Badung melalui Partai Golkar dengan nomor urut 1 di Dapil Mengwi, terus berupaya untuk masyarakat yang telah memberi kepercayaan selama ini. Pria bersahaja yang kini duduk sebagai Ketua Komisi I DPRD Badung ini mengatakan dukungan yang diberikan masyarakat merupakan bentuk imbal balik atau saling menghargai dari masyarakat dengan wakil rakyat khususnya. Politisi asal Desa Penarungan, Mengwi ini mengakui selama dua periode sebagai wakil rakyat di DPRD Badung senantiasa berusaha semaksimal mungkin berjuang memberikan perhatian sebagai representatif masyarakat. ‘’Kami berterima kasih di sejumlah wilayah di Kecamatan Mengwi, masyarakatnya melakukan kebulatan tekad tanpa ada
Deklarasi - Ratusan warga di Bangli mendeklarasikan dukungan bagi pasangan Calon Presiden nomor urut 1 Jokowi-Amin dan Calon Legistatif DPR RI PDI Perjuangan nomor urut 3, I Gusti Agung Putri Astrid K, Kamis (4/5).
Warga di Bangli Deklarasi Dukung Jokowi dan Agung Putri RATUSAN warga di Bangli mendeklarasikan dukungan bagi pasangan Calon Presiden nomor urut 01 Jokowi-Amin dan Calon Legistatif DPR-RI PDI Perjuangan nomor urut 3, I Gusti Agung Putri Astrid K, Kamis (4/5). Acara di halaman Pura Pucak Hyang Ukir itu didahului dengan sembahyang bersama. Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari Puri Kanginan Bangli, Puri Agung Bangli, Puri Bukit Bangli, dan Puri Tamanbali. Sementara warga yang hadir adalah perwakilan dari berbagai banjar seperti Banjar Gria, Banjar Nyalian, Banjar Tempek Blumbang. Sementara itu hadir pula calon legislatif untuk DPRD Bangli dari PDI Perjuangan, yakni caleg nomor urut 1 I Dewa Gede Ratno Suparso Mesi, S.T. dan Ida Ayu Adnyani, Caleg nomor urut 4. Keduanya dari Dapil Kota Bangli.
I Gusti Agung Putri menyatakan dirinya sangat berbangga dengan dukungan tersebut. ‘’Nanti pasti akan saya sampaikan ke Pak Jokowi dan beliau pun akan sangat senang karena dukungan yang tulus ini,’’ tegasnya. Adapun mengenai pencalonan dirinya, menurutnya, hal itu merupakan kepercayaan yang akan ia emban bila lolos dan kembali menduduki kursi DPR-RI. ‘’Sebelumnya saya juga sudah memperjuangkan kepentingan warga di Bali dan tentu akan saya lanjutkan,’’ ujarnya. Politisi yang akrab disapa Gung Tri itu sejak bulan Agustus 2018 telah duduk di Komisi VIII DPR-RI menggantikan Wayan Koster yang
kini menjadi Gubernur Bali. Komisi VIII bermitra dengan Kementerian Sosial, Agama, Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Penanganan Bencana. Sejumlah program kementerian telah berhasil dikawal oleh Agung Putri untuk direalisasikan di Bali. Salah satu tokoh masyarakat, I Nengah Mudana, yang mewakili warga menyatakan bila Jokowi terpilih kembali maka diharapkan pembangunan yang sudah baik akan bisa dilanjutkan. Dia pun berharap I Gusti Agung Putri Astrid dapat konsisten untuk melakukan penyerapan aspirasi dan memperjuangkannya di DPR-RI bukan hanya pada saat pemilu. (kmb)
MARI WUJUDKAN
PEMILU DAMAI Kepada Yth. Bapak/ Ibu Warga Kab. Badung di Tempat Om Swatyastu Saya DRS. PANUDIANA KUHN, MM Calon anggota DPRD Provinsi Bali Partai Golkar, Nomor Urut 6, Dapil Badung, mengajak bapak/ibu dan anggota keluarga yang memiliki hak pilih untuk menyukseskan Pemilu 2019. Pada tanggal 17 April 2019 nanti, luangkan waktu sejenak untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Pilih wakil-wakil terbaik untuk menyuarakan aspirasi bapak/ibu sekalian. Demikian himbauan kami. Semoga bapak/ibu sekeluarga sehat dan selalu diberikan kerahayuan. Om shanti, shanti, shanti, 0m... Hormat Saya, DRS. PANUDIANA KUHN, MM C.0000673-RPA-01