Skip to main content

Edisi Senin 05 November 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 78 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Wage, 5 November 2018

Gubernur Bali Ajak Masyarakat Jaga Tradisi, Adat dan Warisan Leluhur

SIMAKRAMA - Gubernur Bali Wayan Koster saat simakrama dengan warga Banjar Tumpek, Desa Ababi, Abang, Karangasem, Minggu (4/11) kemarin.

Valentino Rossi Pembalap Sejati

Kuala Lumpur – Juara dunia Marc Marquez memenangi Grand Prix Malaysia setelah Valentino Rossi yang sempat melaju terdepan akhirnya terjatuh pada empat putaran menjelang finis, Minggu (4/11) kemarin. Marquez, yang di GP Jepang bulan lalu memastikan gelar juara dunia MotoGP untuk kelima kalinya, terlihat akan finis di urutan kedua dalam lomba di Sirkuit Sepang yang dihadiri 104 ribu penonton. Pembalap Italia juara dunia tujuh kali, Rossi, melesat melewati Johann Zarco yang start pertama dan terus memimpin sebelum terlempar di tikungan. Namun, Rossi layak dijuluki pembalap sejati. Meski jatuh, ternyata The Doctor masih mampu berdiri dan meneruskan balapan hingga garis finis. Ketika Rossi dan motornya terdampar di pinggir lintasan, Rossi pun berusaha mengangkat motornya dan berusaha menyalakan mesin. Sejumlah petugas penyelamat

yang berdatangan pun dibuat takjub, karena Rossi naik lagi motornya dan meneruskan balapan. Sementara itu, Marquez yang tercepat dalam kualifikasi, terkena sanksi mundur enam posisi start karena menghalangi pembalap Suzuki Andrea Iannone, dapat menyelesaikan empat putaran sisa untuk meraih juara kesembilan kalinya musim ini. Pembalap Spanyol itu mencatat waktu 40 menit 32,372 menit dan memastikan tim Honda menjuarai kategori konstruktor untuk keempat kalinya. ‘’Saya terus melaju dan dapat membayangi Vale, dan saat saya lihat dia melakukan kesalahan, saya pun tinggal menyelesaikan lomba,’’ kata Marquez. Alex Rins dari tim Suzuki finis kedua, di depan pembalap Yamaha Zarco. Maverick Vinales, yang pekan lalu di Australia memberi tim Yamaha kemenangan pertama musim ini, finis di urutan keempat. (ant/afp)

Valentino Rossi

Bali Post/afp

UMKM di Bali Diharapkan Naik Kelas Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali menunjukkan 50 persen ekspor adalah hasil dari ekonomi kreatif yang banyak dihasilkan oleh UMKM. Halaman 2 Hujan Deras Timbulkan Bencana di Tabanan

Menjual Cita Rasa Bali di India

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Sabtu (3/11) malam mengakibatkan bencana di sejumlah titik. Mulai dari pohon tumbang hingga longsor. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun total kerugian ditafsir mencapai angka ratusan juta rupiah. Halaman 7

Indonesia dan India sudah punya sejarah interaksi maritim yang kuat sejak zaman leluhur. Koneksi tersebut meninggalkan pengaruh terhadap aspek budaya, masyarakat, kepercayaan, agama hingga khazanah kuliner dan cipta karya kerajinan patung. Halaman 15

GUBERNUR Bali Wayan Koster telah menyiapkan rencana kerja dan pembangunan jangka menengah daerah dan aturan-aturan untuk membawa Bali lebih baik ke depan, terutama dalam kearifan lokal. Hal itu disampaikannya saat simakrama dengan warga Banjar Tumpek, Desa Ababi, Abang, Karangasem, Minggu (4/11) kemarin. Dalam wacananya, Gubernur Wayan Koster menegaskan untuk tahap awal program yang sudah dilaksanakan dalam mendukung visi-misi ‘’Nangun Sat Kerti Loka Bali’’ salah satunya

adalah menjaga bahasa, aksara dan berbusana Bali agar ke depan tetap eksis dan dihormati. Melalui peraturan gubernur juga diterapkannya penggunaan aksara Bali untuk nama di kantor-kantor, perusahaan-perusahaan, sekolah, di jalan-jalan harus menggunakan hurup Bali di atasnya karena itu merupakan simbol dari kebudayaan Bali, maka harus dihormati dan sudah mulai diterapkan untuk menjaga kebudayaan Bali. ‘’Ini merupakan program awal dari visi kami dan ke depan masih ada program-program yang masih dalam peroses peny-

Bali Post/ant

MENUJU PASAR - Joko Widodo menyapa warga saat berkendara dengan motor menuju Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Minggu (4/11) kemarin.

elesaian,’’ imbuhnya. Lebih jauh Gubernur Koster menegaskan, sudah banyak tradisi mulai redup karena zaman yang sudah mulai maju. ‘’Maka di sini saya akan mengajak semua elemen masyarakat dan generasi muda untuk membangkitkan apa yang sudah menjadi tradisi adat dan budaya kita agar tetap eksis di zaman sekarang dan saya juga mengajak semua generasi khususnya krama Bali untuk menjaga lingkungan agar Bali tidak tercemar karena sampah. Nanti kita adakan programprogram seperti penghijauan agar Bali tetap sejuk.

Ke depan Gubernur Koster juga akan mewajibkan setiap hotel, restoran memakai buah lokal dan kerajinan lokal Bali. Dari sana akan terjadi perputaran dan hasil petani lokal tidak mengalami kerugian, apalagi buah yang dibeli oleh tengkulak dengan harga yang murah. Bila perlu ke depan kita buatkan program lomba pada saat panen buah lokal sekaligus pasarnya agar wisatawan asing kalau jalan-jalan di Bali bisa langsung ke pasar tradisional Bali. Turut hadir pada acara simakrama kelian adat dan masyarakat setempat. (ad156)

Jakarta (Bali Post) – Calon presiden nomor urut 1, Jokowi, meminta agar para pengusaha muda berhijrah. ‘’Berhijrah dari yang konsumtif menjadi produktif, hijrah dari yang marah-marah ke yang sabar, karena sabar dan pekerja keras adalah ciri-ciri Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia),’’ kata Jokowi dalam

acara pembukaan Rapat Kerja Nasional Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) di Jakarta, Sabtu (3/11). Repnas dalam acara itu mendeklarasikan janji mendukung pemenangan pasangan nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf Amin. Hal. 15 Petinggi Negara

Jokowi Minta Pengusaha Muda ’’Berhijrah’’

BPJS Kesehatan Jangan Tentukan Jalan Sendiri Sistem Rujukan Lokal Bali

Permasalahan kesehatan sangat kompleks. Apalagi saat ini ada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam perjalanannya, selama hampir lima tahun, JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan banyak menemui kendala di lapangan. Salah satunya sistem rujukan dan yang terbaru adalah rujukan online.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dr. I Gede Putra Suterja mengatakan, selama dua bulan masa uji coba rujukan online membuat layanan kesehatan masyarakat kacau. ‘’Artinya dulu masyarakat terbiasa dirawat di FKTP lalu dirujuk ke rumah sakit tipe B atau langsung ke A. Sekarang dia harus berjenjang dari RS tipe D ke C,’’ ungkapnya, Kamis (1/11). Ia berharap dalam penerapan rujukan online, BPJS Kesehatan tidak melupakan konsep wilayah. ‘’Konsep wilayah kita, konsep kabupaten/kota adalah wilayah. Yang mengatur wilayah adalah bupati. Rujukannya adalah Peraturan Menkes I/2012 dan Pergub 7/2014 tentang Rujukan. Kalau sekarang (rujukan online) tidak di wilayah. Masyarakat Bangli, RSUD Bangli tipe B, dia

harus dirujuk dari kelas D ke C ke Gianyar ataupun ke Klungkung, setelah itu baru ke RSUD Bangli,’’ bebernya. Ia menegaskan, Permenkes I Tahun 2012 tentang rujukan bukan berdasarkan kelas rumah sakit, tetapi berdasarkan kompetensi di wilayahnya. Maka dari itu IDI berharap agar di masa transisi rujukan online, BPJS Kesehatan menghentikan sementara sistem rujukan online dan menggunakan sistem sebelumnya, sambil mengevaluasi sistem rujukan online. Dekan FK Unud Dr. dr. Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT. (K) berharap agar BPJS Kesehatan tidak menentukan jalan sendiri. Karena BPJS Kesehatan tidak bisa berdiri sendiri. Sementara saat ini ia melihat BPJS Kesehatan masih berjalan sendiri–sendiri. ‘’Oleh karena itu, mari belajar mendengar apa kata masyarakat, apa kata stakeholder. Kalau kita ingin memberikan layanan yang lebih bagus, tentu semua perangkat mesti kita benahi,’’ pungkasnya. Hal. 15 Tata Kelola

dr. I Ketut Suyasa

I Gede Putra Suteja

Wiryana Patra Jaya

KEPALA Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Kadek Iwan Darmawan mengatakan, hiruk-pikuk permasalahan kesehatan salah satunya disebabkan paradigma sehat belum berjalan, sehingga masyarakat banyak yang sakit. Untuk mendapat pelayanan kesehatan, masyarakat yang sakit harus mengikuti sistem rujukan yang berlaku saat ini. Di awal tahun 2014 berjalan sistem JKN, semua wilayah di Indonesia harus terintegrasi dengan JKN. Pihaknya sudah membuat sistem rujukan. Yang berlaku saat itu adalah SK Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali sambil menunggu pergub. Pertengahan tahun, ada Pergub 7/2014 yang mengakomodir rujukan regional berdasarkan wilayah dengan tetap berbasis kompetensi. Sistem ini dibuat karena sebelumnya kepala daerah sharing untuk membiayai masyarakatnya. Kepala daerah juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk

dr. Kadek Iwan Darmawan membangun faskes yang lebih memadai. ‘’Sekarang, seandainya tidak diberikan menuju faskes tersebut, kesempatan untuk masyarakat menikmati faskes yang sudah disiapkan oleh kepala daerah menjadi terkesan tidak adil,’’ pungkasnya. Misalnya ada kasus masyarakat Badung Utara yang tidak bisa langsung dibawa ke RS tipe B yaitu RSUD Mangusada. Masyarakat harus ke RS tipe C atau D terlebih dahulu. Sementara di Badung Utara tidak ada RS tipe C atau D. Hal. 15 Rujukan Regional

Bupati Eka Promosi Wisata Tabanan Saat Pembukaan Kejuaraan Vovinam Tingkat Asia MASYARAKAT Kabupaten Tabanan patut berbangga, karena Tabanan dipercaya dan ditunjuk sebagai penyelenggara 4th Asian Vovinam Championship 2018 yang diikuti 16 negara. Event ini pun menjadi lebih istimewa karena pelaksanaannya dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-525 Kota Tabanan. Bertempat di GOR Debes Tabanan, kejuaraan 4th Asian Vovinam Championship 2018 dibuka Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang ditandai dengan membunyikan Okokan, Minggu (4/11) kemarin. Pembunyian Okokan tersebut dilakukan bersama Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya mengatakan,

olahraga menjadi simbol yang mempersatukan segala perbedaan melalui semangat sportivitas, kerja keras serta kejujuran dalam mendulang prestasi. Tahun 2018 merupakan tahun olahraga. Di mana Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan berbagai event olahraga berskala nasional dan internasional yang telah memberikan kebahagiaan dan kesuksesan dalam penyelenggaraannya. Kesuksesan tersebut menunjukkan kepada dunia internasioanl bahwa Indonesia mampu dan aman dengan segala fasilitas untuk menyelenggarakan event serupa. ‘’Kesuksesan tersebut memberi optimisme yang sama bagi Kabupaten Tabanan sebagai tuan rumah penyelenggara kejuaraan 4th Asian Vovinam Championship. Ditunjuknya Kabupaten Tabanan sebagai tuan rumah

kejuaraan internasional ini tentu telah melalui proses pengkajian dan persiapan yang matang serta didukung kapabilitas infrastruktur penyelenggaraan yang berkualitas,’’ tegasnya. Bupati Eka menambahkan, penyelenggaraan event itu bertujuan menjadikan Pulau Bali khususnya Kabupaten Tabanan sebagai destinasi sport tourism dan Pemerintah Kabupaten Tabanan menyambut baik dengan menawarkan berbagai destinasi pariwisata. ‘’Melalui kesempatan ini kami mengundang para delegasi peserta di sela-sela kejuaraan untuk mengunjungi destinasi wisata. Besar harapan kami kunjungan tersebut akan memberi kesan yang mendalam serta turut mempromosikan di negara asal nanti,’’ ujar Bupati Eka. Sementara itu, Gubernur

Bali dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan vovinam telah menjadi olahraga yang memasyarakat di Bali. Kondisi ini diikuti dengan pola pembinaan yang tepat serta penyelenggaraan kejuaraan yang berjenjang dan berkelanjutan, sehingga kegiatan pemasyarakatan akan dapat diimbangi dengan pencapaian prestasi yang tinggi. Hal. 15 Jadi Andalan BUPATI TABANAN Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama saat pembukaan 4th Asian Vovinam Championship 2018.


DENPASAR

2

Senin Wage, 5 November 2018

FIGUR Prihatin Kasus KDRT KASUS kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih banyak terjadi, terutama dialami anak-anak. Kondisi ini mengundang keprihatinan praktisi hukum I Made Somya Putra, S.H., M.H. ‘’Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT yang sejatinya dibuat untuk memberikan perlindungan terhadap korban, terutama perempuan dan anakanak, nyatanya belum mampu memberikan perlindungan yang maksimal di lapangan,’’ tegas Somya, Minggu (4/11) kemarin. Padahal, katanya, belum maksimalnya perlindungan terhadap perempuan sehingga membuatnya rentan atas kekerasan psikis dan fisik yang dialami. Hal tersebut dapat dilihat pada keadaan di mana perempuan yang mengalami KDRT, selain mengalami luka fisik cenderung juga mengalami trauma (luka psikis). Akibatnya, korban mengalami depresi hingga gangguan psikologis. Rentannya perempuan menjadi korban KDRT menimbulkan dampak negatif bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi pelaku dari suatu tindak pidana. ‘’Padahal tindak pidana tersebut dapat terjadi karena korban KDRT berupaya melindungi dirinya. Menurut saya, seyogianya korban KDRT harus diberikan rehabilitasi untuk menyembuhkan trauma yang dialami. Sekarang ini sudah terbentuk Solidaritas Lawan KDRT terdiri dari elemenelemen gerakan dan aktivis yang peduli dengan perlindungan terhadap korban KDRT,’’ ungkapnya. (rah)

UMKM di Bali Diharapkan Bisa Naik Kelas Denpasar (Bali Post) Menurut data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, 50 persen jumlah ekspor dari Bali adalah hasil dari ekonomi kreatif yang banyak pula dihasilkan oleh para UMKM. Hal ini memperlihatkan pertumbuhan UMKM di Bali juga dapat memicu pertumbuhan ekonomi, membantu pencapaian ekonomi daerah yang diprediksi meningkat hingga 6,4 persen tahun ini. Dalam melakukan pemasaran memang diperlukan langkah pemasaran online maupun offline bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif mereka. Untuk itu, sebanyak 30 kreator lokal dari Denpasar dan sekitarnya mendapatkan kesempatan untuk memamerkan dan mempresentasikan beragam ide uniknya kepada masyarakat lewat festival ‘’MAKERFEST City Big Bang’’ yang digelar selama dua hari, yakni tanggal 3-4 November di Lapangan Puputan Margaranan, Renon, Denpasar. PR Committee MAKERFEST Antonia Adega mengatakan, dengan adanya kolaborasi dan ekosistem yang tepat, maka UMKM yang ada di Bali khususnya Denpasar diharapkan bisa ‘’naik kelas’’ menjadi sebuah industri, kemudian menjadi brand nasional, hingga bisa menjadi brand yang mendunia. ‘’Kami berharap ajang ini mampu berkontribusi terhadap penciptaan ekosistem bisnis yang lebih kondusif, sehingga semakin banyak usaha kecil yang dapat tumbuh menjadi industri lalu dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia,’’ ujarnya. Berdasarkan laporan penelitian McKinsey yang berjudul ‘’The Digital Archipelago: How Online Commerce is Driving Indonesia’s Economic Development’’ tahun 2018, kata Antonia Adega, ke depan tingkat penetrasi perdagangan online di Indonesia akan merambah area di luar Jakarta atau Jawa. Pada tahun 2022, tingkat penetrasi perdagangan online di luar Jawa diperkirakan bisa mencapai di atas 30 persen. Dari penelitian tersebut, perdagangan online memberikan lebih banyak pilihan yakni aksesibilitas yang lebih luas dan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen. Konsumen di luar Pulau Jawa umumnya menghemat 1125 persen saat berbelanja online. Melalui platform online, transaksi ekonomi bisa dilakukan dengan mudah tanpa dibatasi jarak maupun wilayah tertentu. ‘’MAKERFEST ingin menjadi wadah bagi para kreator lokal Denpasar dan sekitarnya untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki,’’ tegas Antonia Adega. Kreator lokal pemilik Bali Rotan, Regina Raquel, menyatakan antusiasmenya menyambut MAKERFEST. ‘’Melalui kegiatan ini orang-orang dapat mengetahui bahwa Denpasar tidak hanya terkenal dengan pariwisatanya saja, tapi juga kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh para kreator lokalnya,’’ katanya. Selain mengadakan bazar, workshop dan kompetisi, Makerfest bekerja sama dengan TopCommunity (sebutan komunitas seller Tokopedia) Denpasar untuk menyelenggarakan program edukasi bagi Rumah Berdaya DenSAM (Denpasar Schizofriends Art Movement). Komunitas ini beranggotakan para pengidap skizofrenia yang berkumpul untuk memproduksi dupa, kaos, dan lain sebagainya. Dalam kesempatan ini, MAKERFEST dan TopCommunity memberikan pelatihan serta bantuan alat produksi. Denpasar merupakan kota terakhir penyelenggaraan MAKERFEST tahun ini. Selama ini di setiap kota MAKERFEST memberikan edukasi dan pendampingan usaha sehingga kreator lokal lebih siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan, termasuk dalam hal strategi bisnis, branding, pemasaran dan permodalan. Setelah Denpasar, MAKERFEST akan memasuki acara puncak pada Desember 2018. Tiga kreator lokal terbaik dari Denpasar dan sekitarnya akan berkompetisi dengan 21 kreator lokal terpilih dari kota-kota lainnya. Mereka akan memperebutkan hadiah utama berupa modal usaha sebesar Rp 1 miliar, juga pendampingan usaha dalam bentuk konsultasi branding dan marketing campaign, kolaborasi eksklusif dengan influencer/pelaku industri kreatif nasional, serta akses ke pameran dan jalur distribusi internasional. (kmb23)

Atasi Masalah Parkir di RSUP Sanglah

Dewan Usulkan Tukar Guling dengan Unud Denpasar (Bali Post) -

Pengenaan tarif parkir progresif di RSUP Sanglah menuai kritikan tajam dari Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba. Menurutnya, kebijakan itu tidak etis diberlakukan untuk orang yang datang ke rumah sakit. Mengingat ada kelipatan tarif di tiap jam parkir sehingga akan sangat memberatkan. ‘’Kebijakan model apa begitu. Tidak benar itu. Kalaupun alasannya berjubel, tidak bisa seperti itu. Tidak menyelesaikan persoalan, justru itu membuat beban bagi orang sakit dan keluarga yang sakit,’’ ujar Tamba, Minggu (4/11) kemarin. Tamba menawarkan ide lain untuk mengatasi

persoalan parkir di RSUP Sanglah. Dalam hal ini, pihak rumah sakit agar melakukan tukar guling dengan Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana yang letaknya berdekatan dengan RSUP Sanglah. ‘’Itu di sebelahnya kan ada Kampus Fakultas Hukum dan

Kampus Sastra (FIB - red). Kalau kita lihat dari segi kelayakan menempa ilmu kan sudah tidak layak lagi di sana. Satu orang sekolah setiap hari mendengar bunyi ambulans rumah sakit dan parkirnya sangat krodit,’’ jelasnya. Menurut Tamba, mahasiswa juga pasti tidak akan

bisa tenang dan waswas saat memarkir kendaraan di luar kampus. Jika dilakukan tukar guling, kampus bisa dikembangkan untuk parkir rumah sakit sepenuhnya. Dengan demikian, dari segi estetika dan kenyamanan dapat menggambarkan RSUP Sanglah sebagai rumah sakit bertaraf internasional. Selanjutnya, dua fakultas yang ada dapat dipindahkan ke Kampus Unud Bukit Jimbaran. ‘’Anak-anak itu dipindahkan ke Bukit, dibuatkan

tempat yang lebih nyaman dan lebih bagus, daripada sekarang begitu. Coba lihat ke sana sore-sore, macetnya luar biasa, parkir tidak ada. Setiap saat mahasiswa berpikir sepedanya hilang, lecet, sehingga tidak representatif lagi untuk kampus,’’ tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bapak Ergonomi Dunia Prof. I.B. Adnyana Manuaba Berpulang Bapak ergonomi dunia Prof. I.B. Adnyana Manuaba telah berpulang, Minggu (4/11) kemarin pukul 02.00 Wita. Almarhum meninggal di RS Prima Medika di usia 83 tahun. Almarhum berpulang karena komplikasi penyakit yang diderita yaitu kanker prostat dan diabetes. Anak pertama almarhum, I.A. Sri Astuty Rianawaty, ditemui di rumah duka di Jalan Serma Gede, Denpasar menuturkan, ayahnya sudah sejak tahun 2010 sakit dan sempat melakukan operasi kanker prostat. Hasilnya cukup baik. Hingga di tahun ke-8, tepatnya pada 16 Oktober lalu Hb almarhum tiba-tiba turun. Kemudian dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanannya, kaki almarhum juga sempat mengalami luka, namun cepat dibersihkan. Selama hidup, almarhum banyak memberikan pendidikan moral padanya. Nilai-nilai yang masih tertanam padanya adalah disiplin, kesederhanaan, kerja keras. Anak-anaknya dididik untuk tidak mendompleng nama besarnya untuk mendapatkan kemudahan. Anak-anaknya diajarkan mandiri, meraih segala sesuatunya dengan kerja keras sendiri. Prof. Adnyana Manuaba merupakan dosen pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) tahun 1962, saat FK Unud pertama berdiri. Di tahun 1964, almarhum menjadi Ketua Musyawarah Antarsarjana di Bali dan di luar Bali. Bersama para sarjana, ia membahas ide–ide pembangunan Bali, sehingga

sosok yang visioner melekat pada dirinya. Saat Bali Post bernama Suluh Marhaen, almarhum rutin menulis untuk rubrik Balai Banjar. Meski menjalani pendidikan di Belanda, almarhum tetap menulis. Almarhum juga sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Faal FK Unud. Asistennya salah satunya adalah Prof. Alex Pangkahila. ‘’Semua mahasiswa dan asistennya jadi ‘’orang’’. Beliau menginspirasi dan memotivasi membuat setiap orang berprestasi,’’ kata menantu almarhum, Rudynald Baihaqi. Kata Rudy, almarhum sangat aktif. Meski di kursi roda, almarhum masih aktif mengajar, menguji tesis, dan membina Bina Vokalia Bali, kelompok musik yang dirintis istrinya dan almarhum sebagai penasihatnya. Almarhum dikenal sebagai Bapak Ergonomi Dunia. Temannya banyak dari berbeda negara. Ia banyak diundang sebagai pembicara, dosen berbicara tentang ergonomi. ‘’Tokoh ergonomi selevel beliau, hanya beliau, yang lain anak didiknya,’’ ungkap Rudy. Tidak hanya di bidang kedokteran, almarhum juga merintis ilmu pariwisata. Di saat publik belum menyadari pariwisata adalah bidang ilmu, di situlah almarhum merintis ilmu pariwisata. Ketua IAKMI Bali Made Kerta Duana mengatakan, almarhum merupakan dosen pengajarnya di program doktor. Meski berada di kursi roda, almarhum tetap aktif mengajar dan membagi ilmunya. Loyalitasnya untuk ilmu pengetahuan tidak perlu

diragukan lagi. Almarhum bisa dikatakan tokoh ergonomi dunia di bidang kesehatan. ‘’Itulah kekhasannya, melihat ilmu ergonomi dari sisi kesehatan,’’ imbuhnya. Ilmu ergonomi termasuk ilmu yang langka, bahkan di tingkat internasional juga langka. Almarhum mengembangkan keilmuan ergonomi menjadi suatu ilmu yang sampai masyhur di Asia Tenggara, sehingga almarhum disebut Bapak Ergonomi Dunia. Ergonomi bidang kesehatan ini kemudian menjadi referensi dari ergonomi lain, seperti ergonomi industri karena almarhum juga mempelajari ergonomi faal (fisiologi kerja). Almarhum meninggalkan seorang istri Mariana Dorotea Amelia Manuaba dengan 5 anak -- 2 anak laki-laki dan 3 anak peremp u a n -- dan cucu. R e n cananya Senin (5/11) ini almarhum dibawa ke rumah duka di Geria Simpangan, Blahkiuh, Badung. (may)

Hidup Sehat Ciptakan Kompetensi Generasi Muda Berdaya Saing Denpasar (Bali Post) Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) terus digalakkan di masyarakat. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sebagai salah satu ormas yang ikut dalam MoU atau kerja sama Program Promosi

Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI sejak tahun 2011, turut bertanggung jawab terhadap Program Germas dan keluarga sehat tersebut. Program Germas dilakukan melalui peningkatan upayaupaya kesehatan baik upaya

819446 / 081337032965

Topik : UMKM di Bali Diharapkan Bisa Naik Kelas

Bali Post/wan

PARKIR - Suasana areal parkir sepeda motor di RSUP Sanglah.

Bali Post/win

PLAKAT - Ketua Umum PHDI Pusat Mayor Jende-ral (Purn) Wisnu Bawa Tenaya saat menyerahkan plakat Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kepada Ketua PHDI masing-masing wilayah di Bali, Minggu (4/11) kemarin.

preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Mengawali kerja sama, PHDI menggarap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di pura dan pasraman (sekolah Hindu). Gerakan ini dimulai dengan empat fokus kegiatan, yaitu meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah serta tidak merokok, serta deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). ‘’Tiga perilaku tersebut mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi dan memicu terjadinya penyakit tidak menular, seperti hipertensi, kanker, stroke, diabetes melitus, masalah kesehatan jiwa dan lainnya,’’ ujar Ni Made Jendri, S.KM., M.Si. selaku Ketua Panitia Orientasi dan Fasilitasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Minggu (4/11) kemarin. Jendri menambahkan, peningkatan PHBS juga bertujuan menurunkan penyakit menular seperti diare, demam berdarah dengue, tifus, HIV, dan lainnya yang disebabkan masih buruknya pengelolaan sampah, rendahnya perilaku memberantas jentik, buruknya sarana air bersih, kurangnya kebiasaan mencuci tangan dan kurang higien-

isnya pengolahan makanan. Bahkan PHDI juga sudah menggelar Lomba PHBS di Pura sebanyak 26 pura yang berada di Provinsi Jawa barat, DKI Jakarta dan Banten pada tahun 2018 ini. ‘’PHBS sangat penting diterapkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Merupakan tanggung jawab kita semua, apalagi kita sudah berani terjun menjadi pengurus, pangayah atau relawan lembaga keumatan,’’ ujarnya. Pada tahun 2018, kata Jendri, PHDI Pusat melaksanakan kegiatan Germas dan pencegahan stunting di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Bali. Khusus di Bali, kegiatan Germas 2018 dilakukan melalui orientasi dan fasilitasi gerakan masyarakat hidup sehat yang melibatkan peserta dari PHDI Bali, WHDI Bali, MUDP, MMDP, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan elemen masyarakat di Bali. Kegiatan yang dilangsungkan di Denpasar selama dua hari ini, yaitu 3-4 November 2018, meliputi peningkatan perilaku aktivitas fisik dengan yoga, peningkatan perilaku tidak merokok berupa program Pura Tanpa Asap Rokok (PUTAR) dengan monitoring oleh

Pecalang Rokok, dan pengembangan kegiatan deteksi dini penyakit melalui Posbindu PTM di pura atau balai banjar/ desa dan atau pengembangan Poskesra. ‘’Dengan ilmu dan pengalaman yang didapat dalam orientasi ini, semoga pengetahuan, kemauan dan kemampuan dalam pembinaan umat di wilayah di Bali meningkat,’’ harapnya. Ketua Umum PHDI Pusat Mayor Jenderal (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, orientasi dan fasilitasi program Germas adalah suatu langkah untuk menciptakan masyarakat yang hidup sehat secara jasmani dan rohani, khususnya generasi muda. Sebab, dengan hidup yang sehat, maka generasi muda akan mampu berpikir kritis dalam menghadapi persaingan global. Sehingga di bawah kaki tangan para generasi muda bangsa ini akan lebih maju dan disegani oleh bangsa lainnya. Di samping juga harus mempunyai etika dan moral yang sopan dan santun. ‘’Generasi muda yang sehatlah yang akan mampu membawa arah pembangunan bangsa ini ke arah yang lebih maju, berdaya saing dengan kompetensi yang dimiliki,’’ tegasnya. (win)


Senin Wage, 5 November 2018

BADUNG

3

Sekda Badung Serahkan Hasil Evaluasi Jabatan kepada Menteri PAN dan RB

SEKRETARIS Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, S.H. didampingi Kabag Organisasi I Wayan Wijana, S.Sos, M.si. menyerahkan hasil evaluasi jabatan (evjab) kepada Menteri PAN dan RB untuk mendapatkan persetujuan. Evjab tersebut diterima oleh Asisten Deputi Peningkatan Kesejahteraan SDM Aparatur Otok Kuswandaru bertempat di Kantor Kementerian PAN dan RB, Jumat (2/11) lalu. Menurut Adi Arnawa, penyerahan hasil evaluasi jabatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab Badung untuk melaksanakan reformasi birokrasi, khususnya dalam perumusan kebijakan dibidang penataan manajemen SDM Aparatur Sipil Negara (ASN). Lebih lanjut dikatakannya, sesuai amanat Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 34 Tahun

2011 tentang Pedoman Evaluasi Jabatan, di mana seluruh instansi pemerintah diwajibkan untuk menetapkan kelas dan nilai jabatan sebagai dasar untuk perencanaan, pengembangan karier, mutasi dan diklat bagi ASN, karena salah satu persyaratan untuk melaksanakan evjab adalah telah memiliki dokumen analisis jabatan, analisis beban kerja serta peta jabatan. Sesuai arahan Menteri PAN dan RB, seluruh instansi pemerintah dan pemerintah daerah diharapkan paling lambat akhir tahun 2018 sudah melaksanakan evjab. Di samping itu, sesuai saran KPK dalam rangka transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ASN, maka pemberian tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) bagi ASN harus berdasarkan rumu-

san yang jelas. Salah satunya adalah berdasarkan kelas dan nilai jabatan yang diperoleh berdasarkan hasil evjab. Sementara itu, Asisten Deputi Otok Kuswandaru menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Badung karena telah menunjukkan komitmennya dan menyelesaikan tahapan penyusunan evjab sesuai ketentuan yang berlaku. Yakni mulai dari penyusunan analisis jabatan, beban kerja dan peta jabatan serta telah melalui proses validasi, verifikasi dan finalisasi di Kementerian PAN dan RB. Selanjutnya dilakukan penetapan kelas dan nilai jabatan oleh Menteri PAN dan RB sebagai dasar untuk melakukan penataan dan pengembangan SDM dan peningkatan kesejahteraan aparatur melalui pemberian TPP yang transparan dan sesuai dengan beban kerja pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. (ad154)

Bali Post/ist

PANGGIL – Petugas Satpol PP Badung memanggil sejumlah pengusaha suvenir yang disinyalir terlibat dalam praktik Bali dijual murah.

Sidak Tempat ”Shopping” Turis Tiongkok

Satpol PP Layangkan SP dan Panggil Pemilik Toko Mangupura (Bali Post) -

Isu Bali dijual murah kepada wisatawan Tiongkok, mendapat perhatian serius dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung. Tim yustitusi terus melakukan penelusuran terhadap pusat perbelanjaan yang selama ini menjadi tempat shopping (berbelanja) bagi warga negara yang dulu bernama Cina itu.

HASIL EVALUASI - Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, S.H. menyerahkan finalisasi hasil evaluasi jabatan kepada Asisten Deputi Peningkatan Kesejahteraan SDM Aparatur Otok Kuswandaru di Kementerian PAN dan RB, Jumat (2 /11) lalu.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Badung I Wayan Sukanta, seizin Kasat Pol PP Badung IGAK Suryanegara menerangkan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah usaha yang ada di wilayahnya. Di samping mengecek perizinan, instansi penegak Perda ini bersama sejumlah aparat lainnya juga masih menyisir kemungkinan praktik mafia Tiongkok yang terungkap beberapa waktu lalu. “Ada tujuh usaha yang dicek kelengkapan izinnya saat sidak 31 Oktober lalu. Usaha-usaha ini berlokasi di By-pass Ngurah Rai, Nusa Dua, Jalan Parigata, Jalan Ngurah Rai, Kedonganan, dan Jalan Sunset Road. Dari tujuh usaha yang disidak, lima akan kami panggil, Senin

(5/11) hari ini,” terang I Wayan Sukanta, Minggu (4/11). Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap tempat usaha yang ada di Badung guna memastikan terkait perizinan. Pengawasan dilakukan untuk mencegah adanya indikasi penjualan pariwisata murah sebagaimana informasi yang berkembang belakangan ini. “Kami sesuai perintah Pak Kasat masih terus melakukan penelusuran terhadap tempattempat shopping itu,” katanya. Ditambahkan, pihaknya juga akan mengeluarkan surat peringatan (SP) untuk dua perusahaan yang tidak mengantongi izin lengkap. Dua perusahaan ini merupakan hasil sidak sebelumnya, di mana Satpol PP Badung menyidak

lima usaha terkait dugaan keterkaitan penjualan paket wisata murah ke Tiongkok, yakni usaha oleh-oleh di Jalan Dewi Sri, Jalan Sunset Road, Benoa Square, dan By-pass Ngurah Rai. “Dari lima usaha yang sebelumnya dilakukan pemanggilan, ada dua yang tidak mengantongi izin lengkap. Mereka akan kami berikan surat teguran hari Senin (hari ini),” ungkapnya. Kasat Pol PP Badung IGAK Suryanegara menyebutkan, jika tempat usaha tersebut tidak berizin, pihaknya akan memberi waktu untuk melengkapi perizinan dengan syarat selama izin belum keluar aktivitas usaha di lokasi tersebut harus dihentikan. Disebutkan pula, jika

setelah diberikan ruang dalam jangka waktu seminggu mereka sama sekali tidak mengurus perizinan, sesuai SOP maka akan diberikan teguran I selama tujuh hari. Jika tidak ditanggapi, dilayangkan teguran II yang juga berjangka waktu tujuh hari. Jika tak juga ditanggapi, maka dilayangkan teguran III dengan jangka waktu tiga hari. “Apabila selama tiga hari memang tidak ada niatnya (mengurus izin-red), maka kami ajukan ke sidang yustisi untuk membuat keputusan untuk menyegel tempat usaha itu,” jelasnya. Bahkan kata Suryanegara, jika ditemukan pekerja asing yang tidak mengantongi Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja akan menyampaikan ke pihak imigrasi untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Bisa saja berupa pemulangan atau deportasi ke negara asalnya,” ancam dia. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

BPR Lestari Bali Berikan Beasiswa kepada 14 Mahasiswa TAHUN ini BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) kembali menjalankan program beasiswa Generasi Lestari (Gen L). Total 14 mahasiswa berprestasi yang lolos untuk menerima beasiswa kuliah penuh sampai wisuda di Universitas Udayana. Program beasiswa yang diinisiasi oleh BPR Lestari Bali sejak tahun 2010 ini telah memasuki angkatan kesembilan. Total keselurahan penerima beasiswa dari angkatan pertama hingga angkatan kesembilan ini berjumlah 88 orang, 53 orang di antaranya telah lulus kuliah dan bekerja atau melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. ‘’Jika jadi pejabat tidak korupsi, jadi pengusaha tidak menipu’’ begitulah janji yang diucapkan oleh para mahasiswa pada acara Inagurasi Penerima Beasiswa Generasi Lestari yang berlangsung pada Kamis (1/11), bertempat di Kampus Akubank. Janji ini kemudian ditandatangani pada piagam janji yang disaksikan oleh Alex P Chandra, Chairman Lestari Group, Citarasmini, Direktur Kepatuhan BPR Lestari Bali, Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, M.S., Wakil Rektor III Universitas Udayana, orangtua mahasiswa dan para penerima Beasiswa Generasi Lestari angkatan sebelumnya. ‘’Janji ini harus dipegang teguh sampai kapan pun. Kalian sudah janji di hadapan saya. Kalau sampai saya tahu kalian nanti melanggar janji ini, walaupun saya sudah mati, saya bakal bangkit dari kubur, saya cari kalian dan akan saya cekek,’’ kata Alex yang diikuti tawa riuh

BEASISWA - Alex P Chandra, Chairman Lestari Group, menyerahkan beasiswa Generasi Lestari. para peserta. Beasiswa Gen L merupakan pelaksanaan misi #MakeanImpact BPR Lestari Bali di bidang pendidikan. ‘’Salah satu faktor saya bisa menjadi seperti sekarang adalah pendidikan. Saya percaya bahwa pendidikan merupakan pisau paling tajam untuk memutus rantai kemiskinan,’’ tambah Alex. Menurut Alex, mengirim anakanak ke jenjang pendidikan yang tinggi adalah satu-satunya jalan buat suatu keluarga miskin untuk memperbaiki kehidupan keluarganya. ‘’Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada BPR Lestari atas komitmennya selama 9 tahun membantu mahasiswa kami melalui beasiswa Gen L ini. Mudah-mudahan dengan adanya beasiswa ini semakin banyak anak

yang mempunyai kesempatan untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya,’’ kata Prof. Sudarma. ‘’Sebagai orangtua saya bercitacita dapat menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi dan beasiswa ini sangat membantu kami sebagai orangtua dalam membiayai kuliahnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada BPR Lestari,’’ ungkap salah satu orangtua mahasiswa. Hingga angkatan kesembilan ini total komitmen BPR Lestari Bali telah mencapai kurang lebih Rp 6 miliar. Komitmen ini akan semakin bertambah seiring dengan program ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan di tahun-tahun yang akan datang. (ad152)

Made Urip Gelontorkan UPPO dan PUPM Rp 1,2 Miliar Lindungi Kelestarian Plasma Nutfah Sapi Bali

DI SELA-SELA agenda resesnya, anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembali menggelontorkan bantuan senilai total Rp 1,2 miliar berupa lima unit UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) bibit sapi Ruminansia serta PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat) 2018 di Desa Mambang, Selemadeg Timur, Tabanan, Sabtu (3/11). Penyerahan bantuan secara simbolis oleh anggota DPRRI empat periode itu disaksikan Plt. Kadis Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh. I Wayan Mardiana, M.M., Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan diwakili Kabid Hortikultura I Gusti Sudarsana, anggota DPRD Tabanan Fraksi PDIP I Wayan Edi Nugraha Giri, Ketua PAC PDI-P Selemadeg Timur Made Musukadana beserta ratusan anggota kelompok penerima bantuan. Tatap muka sekaligus penyerahan bantuan dari aspirasi itu diterima UPPO Merta Sarining Buana, UPPO Nandini Nadi, UPPO Merta Karya Tani, UPPO Rubah Tasbana, UPPO Gopala Satya masing-masing Rp 200 juta serta 20 ekor bibit sapi Bali senilai Rp 200 juta untuk Kelompok Ternak Sapi Sri Bayu Murti serta bantuan PUPM Wana Merta untuk menjaga kelestarian plasma nutfah keaslian sapi Bali. Selaku salah satu penerima bantuan, Ketua Kelompok Tani Sri Bayu Murti I Made Widiasa mengakui bantuan aspirasi ini di-support penuh Made Urip. ‘’Kita mengucapkan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Urip yang telah memberikan bantuan yang kita usulkan. Ini bukti kesungguhan Pak Urip memperjuangkan taraf hidup petani. Bantuan yang kita peroleh karena ada Pak Made Urip yang sangat mumpuni membantu mengawal usulan petani,’’ sebutnya. Karena itu, seluruh kelompok tani secara bersungguh-sungguh menyambut kehadiran Made Urip.

BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembali menggelontorkan bantuan senilai total Rp 1,2 miliar berupa 5 unit UPPO dan bibit sapi Ruminansia serta PUPM 2018. Seperti diungkapkan Ketua Kelompok Tani Rubah Tasbana atau Relawan Urip Batan Buah Tangun Titi Selemadeg Timur Tabanan I Ketut Suryadi juga mengucapkan terima kasih kepada Made Urip berkat bantuan aspirasinya mendapat UPPO dengan 10 ekor sapi lengkap dengan fasilitasnya. ‘’Untuk itu seluruh petani mendukung Pak Made Urip agar terpilih kembali menjadi DPR di pusat. Kita akan dukung penuh, karena Pak Urip selalu membantu kita mengembangkan sektor pertanian,’’ bebernya. Di sisi lain, Made Urip menegaskan aspirasi untuk kelompok UPPO dan PUPM ini, sebagai tugasnya untuk membina kelompok yang ada. Namun para penerima juga harus bisa mempertanggungjawabkan bantuan. Apalagi selama empat periode di DPR-RI dari tahun 1999 punya pengalaman pahit memperjuangkan kelompok ternak, tetapi disia-siakan. ‘’Kita berikan UPPO di Bangli tapi sapinya gak ada, anggota kangin-kauh akhirnya ketua kelompoknya dapat tugas belajar di LP,;; sentilnya sekaligus menyam-

paikan pemerintahan Jokowi mempunyai cita-cita berswasembada pangan dengan memperkuat basis dan sentra peternakan termasuk penyelamatan plasma nutfah sapi Bali. Karena sekarang sapi Bali hanya sekitar 500 ribu, padahal jumlahnya minimal setara penduduk di Bali atau sekitar 3 juta jiwa. Maka itu harus ada komitmen bersama mengembangkan sapi Bali. ‘’Saya akan mengawal semua akses agar kelompok tani dan ternak mendapatkan bantuan seperti UPPO dan membuat sentra pembibitan sapi untuk menghasilkan bibit unggul sapi Bali,’’ tegas wakil rakyat sejuta traktor itu, sembari mengucapkan terima kasih atas dukungan selama ini, sehingga kembali dicalonkan maju ke DPRRI nomor urut 1 Dapil Bali. ‘’Kita minta dukungan seluruh petani yang selama ini sudah mendapat kecocokan. Jadi jangan pragmatis dan lebih baik cari program untuk keberlanjutan selama ini dengan petani,’’ tandas Ketua DPP PDI Perjuangan ini. (ad149)

Senin Wage, 5 November 2018

Siswa SD Saraswati 3 Denpasar Raih Juara I Nasional di FL2N

SEGUDANG prestasi nasional diraih siswa SD Saraswati 3 Denpasar. Prestasi teranyar di bulan bahasa 2018, siswa SD Saraswati 3 Denpasar Komang Aulia Ananta Putri meraih juara I Nasional dalam baca puisi di Festival dan Lomba Literasi Nasional (FL2N). Lomba tingkat SD secara nasional ini diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depdikbud RI. Lomba dipusatkan di Hotel Bogor and Convention, 27 hingga 31 Oktober 2018. Kepala SD Saraswati 3 Denpasar Dra. Cok Istri Murniati didampingi guru pembina Dra. Ida I Dewa Ayu Putu Putri Bali dan Ida Ayu Eka Yuniasri, S.Pd. belum lama ini melaporkan prestasi tersebut kepada Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar. Mereka diterima dengan suka cita oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bersama Pengawas IGB Yudhara, Sekretaris Dewa Made Sukanada, B.A. dan Bendahara Dr. IGN Susila, M.Kes. di ruang yayasan. FL2N, menurut Cok Istri Murniati, melombakan berbagai bidang. Di antaranya lomba cipta pantun dan syair, mendongeng, membaca puisi dan menulis cerpen. Tercatat 4.000 peserta yang mengikuti ajang di semua jenis lomba. ‘’Kami berbangga dari 4.000 peserta yang diseleksi di FL2N tercatat sejumlah siswa SD di Bali yang lolos di final. Selain Aulia dari Saraswati 3 Denpasar, ada 8 peserta dari Bali yang masuk final. Aulia sukses mengantarkan dan mengharumkan nama Bali di kancah nasional dengan merebut juara I nasional lomba baca puisi,’’ ujarnya. Aulia saat membacakan puisi karya Chairil Anwar berjudul ‘’Diponegoro’’ memukau penonton dan

JUARA NASIONAl - Ketua Yayasan PR Saraswati Bagus Ketut Lodji bersama pengurus menyerahkan bonus kepada Aulia juara I nasional FL2N didampingi Kepala SD Saraswati 3 Cok. Istri Murniati dan guru pembina. dewan juri dengan balutan pakaian PR Sasaswati Pusat Denpasar, Ir. khas Bali. Dewan juri mengaku Bagus Lodji, M.S. mengungkapkan Aulia tampil ekspresif dan penuh rasa bangganya karena setiap keyakinan. Bahkan usai pentas tahun anak-anak SD Saraswati dewan juri menghampirinya dan mewakili Bali di ajang FL2N. Kedmengajak foto bersama. Aulia pun ua, setiap tahun juga anak-anak memboyong piala juara, hadiah dan Saraswati meraih juara. Makanya beasiswa dari Kemendikbud. ‘’Terus pas dikatakan sekolah Saraswati terang kami sampai meneteskan adalah sekolah kebanggaan maair mata karena saking terharunya syarakat Bali. dengan penampilan luar biasa AuPrestasi ini, katanya, berkat lia,’’ ujar Cok. Istri Murniati. semua komponen sekolah yang Dia menambahkan bahwa menunjukkan spirit wirang teken prestasi Aulia hanya sebagian Saraswati. Untuk itu, Bagus Ketut kecil dari ribuan prestasi siswa SD Lodji bersama pengurus langsung Saraswati 3 Denpasar. Prestasi menyerahkan bonus Rp 7 juta unsiswa yang lahir baru-baru ini yakni tuk Aulia dan guru pembinanya. juara II dan III serta harapan dalam Bagus Ketut Lodji yang juga manFestival Inovasi Award 2018 yang tan Koordinator Kopertis VIII ini diadakan Pemkot Denpasar. Juga berterima kasih kepada Aulia, juara umum I lomba Bahasa Ing- Kasek Cok. Istri Murniati dan guru gris di SMAN 2 Denpasar. Selain pembinanya yang sukses menganitu juga banyak memborong juara tarkan juara I Nasional. Para guru dan piala bidang akademik dan diminta terus berinovasi dan kreatif nonakademik yang diadakan di guna menghasilkan siswa bertingkat daerah, provinsi, regional prestasi. Dengan guru berprestasi, dan tingkat nasional lainnya. katanya, kita bisa mencetak siswa Ketua Badan Pengurus Yayasan berprestasi pula. (ad153)

Magister Ilmu Ekonomi FEB Unud Gelar ”Workshop’’

Pengenalan Data IFLS dengan Pengolah Data Stata DATA Indonesia Family Life Survey (IFLS) selama ini masih minim digunakan oleh peneliti di Indonesia. Meskipun lokasi penelitiannya ada di dalam negeri, penggunanya justru didominasi peneliti dari luar Indonesia. Berangkat dari hal ini, Program Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) menggelar Workshop ‘’Pengenalan Data IFLS sebagai Mikro-data dengan Pengolah Data Stata’’ di Gedung MM lantai tiga kampus setempat, Sabtu (3/11) dan Minggu (4/11) kemarin. Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Dr. Putu Ayu Pramitha Purwanti, S.E., M.Si. mengatakan, workshop yang menghadirkan narasumber Dr. Mohtar Rasyid, S.E., M.Sc. dari Universitas Trunojoyo ini diikuti puluhan dosen dan perwakilan mahasiswa dari FEB Unud. Termasuk di antaranya tiga profesor yakni Prof. Dr. Ketut Sudibia, S.E., S.U., Prof. Dr. Nyoman Djinar Setiawina, S.E., M.Si. dan Prof. Dr. Made Suyana Utama, S.E., M.S. Ketiga profesor bahkan tekun menyimak pemaparan terkait pengenalan data IFLS sampai akhir acara. Narasumber Dr. Mohtar Rasyid, S.E., M.Sc. menjelaskan, IFLS merupakan survei rumah tangga di Indonesia secara berkala yang dilakukan oleh SurveyMeter sejak 1993. Survei yang terakhir dilaksanakan pada 2014 ini mengambil data tentang indikator ekonomi dan nonekonomi dalam level individu maupun rumah tangga. ‘’Menariknya dari survei ini, berbeda dengan hasil-hasil survei yang lain, responden yang diinterview itu sama sejak tahun 1993 sampai 2014. Konsekuensinya memang ada beberapa rumah tangga yang hilang atau ada juga rumah tangga tambahan (split of),’’ ujarnya. Mohtar menambahkan, selama

WORKSHOP - Peserta Workshop ‘’Pengenalan Data IFLS sebagai Mikro-data dengan Pengolah Data Stata’’ berfoto bersama. Duduk dari kiri ke kanan: Prof. Dr. Ketut Sudibia, S.E., S.U., Prof. Nyoman Djinar Setiawina, S.E., M.S., narasumber Dr. Mohtar Rasyid, S.E., M.Sc. dan Prof. Dr. Made Suyana Utama, S.E., M.S. kurun waktu 1993 sampai 2014 tentu ada berbagai kejadian, gejolak, kebijakan ataupun bencana yang terjadi. Lantaran responden yang diteliti sama, tentu bisa diukur bagaimana efeknya dengan masalah-masalah terkait kesejahteraan rumah tangga. Sementara itu, pengolah data stata merupakan software pengolahan data yang umumnya berkaitan dengan IFLS. ‘’Pengolah data stata sudah menjadi platform yang banyak dipakai oleh peneliti di Bank Dunia. Dibandingkan dengan software lain, software ini memiliki keunikan. Dia bisa melakukan pengolahan data meskipun jumlah data yang digunakan sangat banyak karena stata bisa meminjam space untuk menyimpan data menggunakan hardisk yang kita miliki,’’ paparnya. Koordinator Prodi Magister Ilmu Ekonomi FEB Unud Dr. Made Heny Urmila Dewi, S.E., M.Si. mengatakan, pengenalan IFLS merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni

penelitian. IFLS diharapkan menjadi alternatif yang bisa digunakan sebagai data mikro dalam penelitian survei. Workshop tidak sekadar mengenalkan apa itu IFLS, tetapi langsung mempraktikkan pengolahan data IFLS dengan stata. Baik IFLS maupun pengolah data stata, selama ini memang belum banyak dikenal oleh dosen dan mahasiswa. ‘’Baru sedikit sekali dari dosen itu yang memahami tentang stata. Kami di sini kan punya mahasiswa, untuk meningkatkan kualitas itu kita wajibkan mereka untuk hadir terutama yang sedang kuliah dan sedang menyusun (tesis - red),’’ ujarnya. Sebelumnya, telah dilakukan sosialisasi ke seluruh kabupaten/ kota di Bali, NTB, dan NTT. Awal Oktober sempat digelar kuliah umum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Magister Ilmu Ekonomi. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penulisan jurnal ilmiah yang terakreditasi internasional pada pertengahan Oktober lalu. (ad147)

Hadiri Persembahyangan Bersama KPUD di Pura Kehen Bangli

Shri Arya Wedakarna Minta Masyarakat Bali Dukung Kinerja KPUD dan Bawaslu

SESUNGGUHNYA tanggung jawab untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas tidak saja ada di tangan KPU dan Bawaslu, tetapi peran masyarakat Indonesia juga sangat penting. Indonesia harus berkomitmen mengadakan Pemilu 2019 untuk memilih presiden dan wakil presiden, DPD-RI, DPR-RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/ kota sesuai dengan koridor UU dan aturan baku, sehingga Indonesia akan dikenal dalam sejarah dunia sebagai pusat demokrasi terbesar. Demikian diungkapkan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III ditemui usai menghadiri upacara persembahyangan di Pura Kehen Bangli yang diadakan oleh KPUD Bangli. Acara dihadiri Bupati Bangli, Komisioner KPUD Provinsi, Ketua KPUD Bangli, Bawaslu, caleg dan partai politik di Bangli. Komitmen untuk menjaga pemilu yang aman dan tertib pun disampaikan Arya Wedakarna. ‘’Sebagai calon peserta Pemilu 2019, saya memuji upaya yang dilakukan oleh

KPUD Bangli untuk mengadakan pesembahyangan di Pura Kehen Bangli. Dalam sejarah, Pura Kehen ini memiliki kekuatan dalam hal dunia pemerintahan, apalagi sekarang bertepatan dengan pujawali. Ini kegiatan positif, dan menengakkan komitmen secara niskala agar Pemilu 2019 bisa berjalan damai. Sebagai umat Hindu, kita percaya bahwa tanpa peran niskala maka tidak akan lancar jalannya program. Ini mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang lebih penting daripada sekadar konstelasi politik dan perebutan kursi, yakni menjaga kedamaian Indonesia khususnya Bali. Itu yang utama,’’ ungkap Dr. Arya Wedakarta yang kini merupakan anggota DPD-RI aktif. Ia pun meminta kepada masyarakat Bali khususnya untuk membantu kinerja KPU dan Bawaslu, mengingat selama ini Bali selalu menjadi teladan akan pelaksanaan pesta demokrasi yang tertib dan damai. ‘’Semakin ke sini, peraturan KPU terkait dengan teknis pemilu saya perhatikan semakin baik. Ketegasan sikap terhadap peserta pemilu juga baik. Misalkan,

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Bupati Bangli, KPU Provinsi, KPU Kabupaten, Bawaslu dan lintas parpol di Pura Kehen Bangli.

saya mendukung peraturan tentang calon DPD-RI yang tidak terlibat dengan partai politik, juga terkait dengan pengaturan masa kampanye yang ketat, serta komitmen ‘’No Hoax, No SARA dan No Money Politics’’. Yang saya suka juga pengaturan tentang pemasangan baliho dan spanduk yang semakin rapi. Ini bagus agar pemilu tidak menghasilkan sampah plastik, dan juga tata kota bisa terjaga. Saya sudah ikut pemilu sejak 2004, 2009 dan 2014, dan Pemilu 2019 ini aturannya semakin rapi. Dan masyarakat harus mendukung. Begitu juga dengan peran Bawaslu di seluruh jenjang, kita berharap bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baikknya,’’ ungkap Arya Wedakarna. Terkait dengan tanggapan bahwa kampanye Pemilu 2019 dirasa bisa-biasa saja, ditanggapi positif oleh Arya Wedakarna. ‘’Pemilu serentak ini adalah hal yang baik dan positif. Jangan sampai energi Indonesia habis untuk mengurus pemilu. Kita doakan agar pemilu serentak pilpres dan legislatif ini berlangsung aman dan damai. Pemilu kan cuma alat demokrasi,

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

bukan tujuan demokrasi. Kalau demokrasi Indonesia tentu bertujuan agar Berdaulat Bidang Politik, Berkepribadian Ekonomi dan Berkepribadian Kebudayaan (Tri Sakti) dan tentu kesejahteraan masyarakat. Saya justru senang dengan pemilu yang cenderung adem, tanpa gegap-gempita, tidak ada spanduk yang jor-joran serta semangat mengedepankan kesantunan politik. Jadi masyarakat harus menganggap bahwa pemilu adalah hal yang biasa-biasa saja, bukan sesuatu yang luar biasa. Ini juga saya harapkan di antara partai politik, para caleg agar tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, karena kebersatuan Indonesia adalah di atas segalagalanya. Dan cara KPUD di Bali mengadakan acara dengan nuansa spiritual seperti di Bangli ini saya dukung, makanya saya hadir, karena jati diri kita sebagai orang Bali harus ditonjolkan. Selamat bekerja untuk kawan-kawan di KPU dan Bawaslu,’’ ungkap Arya Wedakarna yang meraih nomor urut peserta 42 di kertas suara Pemilu DPD-RI tahun 2019. (ad150)


Daerah

Senin Wage, 5 November 2018

5

Pujawali Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir ”Kasineb’’ Amlapura (Bali Post) Pujawali Purnama Kalima di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir kasineb, Minggu (4/11) kemarin. Upacara masineb digelar setelah 11 hari Ida Batara nyejer. Upacara di-puput Ida Pedanda Gede Putra Lusuh. Penyanggra Kahyangan Jagat Pura Pasar Agung IGBA Sutedja mengungkapkan, jika sejak Sabtu (3/11) malam sudah banyak pamedek yang tangkil silih berganti menghaturkan sembah bhakti. Kata dia, pada pukul 14.00 Wita Ida Pedanda Gede Putra Lusuh dari Geria Lusuh Desa Peringsari, Kecamatan Selat mulai melakukan persiapan pulapali upacara pasineban. ‘’Begitu juga para panyanggra, pangayah dan para bakta melaksanakan persiapan pulapali upacara yang dipimpin oleh Jro Mangku Gede Umbara dan Jro Mangku Ketut Sigra. Pada pu-

kul 15.00 Wita, upacara panyineban kamargiang dimulai dengan persembahyangan bersama diawali dengan melantunkan Puja Trisandya bersama dilanjutkan dengan kramaning sembah. Persembahyangan ini dihadiri oleh Wakil Bupai Karangasem I Wayan Artha Dipa,’’ jelas Sutedja. Sutedja menambahkan, selesai sembahyang bersama, kemudian para bakta ngalungsur tirta wangsuhpada, yang dipercikkan para pemangku pangayah. Lalu dilanjutkan dengan nedunang Ida Batara di Padma Tiga, nedunang Ida Batara di Bale Pesamuhan lanjut mapurwadaksina di jeroan pura. Setelah purwadaksina selesai masing-masing Ida Batara malinggih kembali di stana masing-masing. ‘’Upacara masineb ini diakhiri dengan prosesi upacara Bagia Pulakerthi, dan berakhirlah upacara masineb secara keseluruhan pada jam 16.30 Wita,’’ jelas Sutedja. (kmb41)

PENDIDIKAN POLITIK - Suasana Pendidikan Politik dan Pembekalan Caleg Partai Gerindra Gianyar, Minggu (4/11) kemarin.

Gerindra Ajak Masyarakat Berpolitik Damai dan Beretika

Gianyar (Bali Post) Partai Gerindra Gianyar dalam Pemilu 2019 optimis bisa mempertahankan satu fraksi di DPRD Gianyar. Hanya untuk pemilu mendatang targetnya minimal tujuh kursi melebihi kursi yang diraih pada pileg lalu, yaitu lima kursi. Selain itu dalam pileg dan pilpres nanti masyarakat diajak berpolitik damai dan beretika. Hal itu diungkapkan Ketua DPC Gerindra Gianyar I Wayan Tagel Arjana di sela-sela kegiatan Pendidikan Politik dan Pembekalan Caleg di Hotel Gianyar, Minggu (4/11) kemarin.

Foto Bali Post/kmb41

Bhakti - Pamedek saat ngaturang bhakti di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, Minggu (4/11) kemarin.

Dikatakannya, dengan Pendidikan Politik dan Pembekalan Kader untuk Caleg DPRD Gianyar dan DPRD Bali, diharapkan kepada caleg agar memiliki integritas dan etika dalam berpolitik. ‘’Kita harapkan memiliki caleg yang berani dan beretika, saat turun menyampaikan program-program partai,’’ ujarnya. Tagel Arjana yang juga anggota DPRD Bali ini mengatakan, dengan pembekalan caleg ini, dirinya yakin target tujuh kursi untuk DPRD Gianyar akan tercapai. Dirinya melihat peluang itu terbuka, hanya diperlukan kesungguhan dan kerja keras dari kader Gerindra. ‘’Incumbent agar merangkul temannya dan membuat

pemetaan, agar tidak tumpang tindih. Tidak ada lagi yang meng-Gerindra-kan yang sudah Gerindra, tetapi cari daerah lain,’’ tegasnya. Pria asal Ubud ini mengajak seluruh kader Gerindra berjuang meraih suara sebanyak-banyaknya. Dengan cara itu, dirinya yakin penambahan lagi dua kursi dari hasil pileg sebelumnya akan tercapai. ‘’Saya yakin masing-masing calon memiliki pendukung. Kita harapkan konstituennya tetap dijaga, sehingga Gerindra tidak akan kewalahan mencari kader,’’ harapnya. Melalui Pendidikan Politik dan Pembekalan Caleg ini, ia juga berharap agar pemilu dan pilpres yang akan digelar pada

17 April 2019 berjalan damai dan beretika. ‘’Kami menghindari money politics dan ingin mengajak seluruh masyarakat untuk berpolitik damai dan beretika. Kita ingin membangun kader-kader Partai Gerindra yang militan,’’ ungkapnya. Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Bali Ida Bagus Putu Sukarta mengatakan, masyarakat banyak apriori dengan partai politik. Karena itu, ia mengharapkan kader partai agar memberikan pemahaman yang benar, sehingga masyarakat tidak apriori lagi dengan politik. Di samping itu, anggota DPR-RI ini meminta kepada jajaran pengurus untuk mempersiapkan saksi dan juga pengurus anak ranting. ‘’Tanpa dikuti persiapan dari anak ranting dan saksi, maka rugi kita berjuang,’’ tegasnya. Ia menegaskan, agar anak ranting dan saksi benar-benar disiapkan. Ia juga meminta kepada seluruh kader agar mendukung siapa pun yang terpilih nanti. ‘’Siapakah saksi dan anak ranting, berapa pun suara yang diraih itulah hasil dari perjuangkan kita,’’ tandasnya. (kmb35)

Penegak Hukum Diminta Cermat Tangani Kasus KDRT Warga Australia Dikeroyok di Kuta Hindari ”Blame the Victim”

Denpasar (Bali Post) Sebagian besar korban KDRT banyak yang menjadi pelaku. Pada akhirnya, hanya korban yang menjadi pelaku inilah yang mendapat sanksi hukum, tanpa mencari tahu penyebab korban menjadi pelaku. Maka dari itu Solidaritas Lawan KDRT berharap aparat penegak hukum agar lebih peka dan menelusuri penyebab korban menjadi pelaku, sehingga jangan sampai justru korban yang harus menanggung kesalahan (blame the victim). LBH Bali Woman Crisis Center (WCC) Ni Nengah Budawati dan LBH Apik Bali Anggreni mengatakan, banyaknya kasus KDRT yang terjadi sangat disayangkan jika hanya yang mendapat sanksi pidana adalah perempuan. Padahal sebelum perempuan menjadi pelaku, ada sebab yang melatarbelakangi. Kegelisahan Solidaritas Lawan KDRT ini dilatarbe-

lakangi atas kasus yang menimpa Ni Luh Putu Septyan Parmadani yang membunuh tiga anaknya dan banyak kasus KDRT lain yang terjadi. Budawati mengatakan, hampir semua korban KDRT ingin bunuh diri dan mengajak anaknya. Maka Solidaritas Lawan KDRT berharap agar pelaku KDRT diberikan efek jera. Ia berharap agar korban KDRT bisa diberdayakan supaya kecenderungan menjadi pelaku kekerasan bisa dicegah. UU No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) yang sejatinya dibuat untuk memberikan perlindungan terhadap korban KDRT terutama kaum rentan (perempuan dan anak) nyatanya belum mampu memberikan perlindungan yang maksimal di lapangan. Belum maksimalnya perlindungan terhadap perempuan yang menjadi rentan

Ditangkap, Dua Wanita Pengedar Narkoba Denpasar (Bali Post) Tim Satresnarkoba Polres Badung melakukan penangkapan di dua TKP berbeda yaitu halaman penginapan di Jalan Pulau Galang, Denpasar Selatan (Densel) dan di warung ayam goreng di Jalan Subur, Denpasar Barat (Denbar), Sabtu (3/11). Polisi menangkap tiga pengedar narkoba yaitu Kadek Yuni Wilianti (30), Anak Agung Istri Mas Giri Putri alias Gek (32) dan Hengki Agung Prastio (26). Informasi diperoleh di lapangan, anggota Satresnarkoba Polres Badung dipimpin Kasat AKP Djoko Hariadi melakukan penyelidikan terhadap pengedar narkoba di wilayah Pemogan, Densel. Pada Sabtu (3/11) pukul 20.10 Wita, polisi mengendus adanya transaksi narkoba di halaman penginapan di Jalan Pulau Galang, Densel. Alhasil petugas menangkap tersangka Wilianti dan saat digeledah ditemukan satu paket sabu-sabu (SS) di saku celana bagian kiri depan dipakainya. Selain itu diamankan satu paket SS di dalam tas slempang yang dibawanya. ‘’Waktu diinterogasi, pelaku mengaku mendapatkan dua paket sabu-sabu itu dibeli dari temannya biasa dipanggil Gek,’’ ungkap sumber. Polisi lalu mengembangkan kasus ini, melacak keberadaan Gek. Ternyata Gek sedang makan dengan Hengki di warung ayam goreng di Jalan Subur, Denbar. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu paket SS di bawah karpet tempat duduk pelaku. Tersangka Gek mendapatkan barang terlarang itu dari Hengki. Kasus ini terus dikembangkan dan polisi menggeledah kamar kos tersangka Hengki di Jalan Gunung Bromo, Denbar, Minggu (4/21) kemarin. Alhasil disita satu paket SS di bawah meja rias dalam kamar kos pelaku. Selanjutnya ketiga pelaku dibawa ke Polres Badung guna penyidikan lebih lanjut. AKP Djoko Hariadi, Kasatresnarkoba Polres Badung, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya menangkap ketiga pelaku. ‘’Nanti kami akan rilis kasus ini,’’ tegasnya. (kmb36)

atas kekerasan psikis dan fisik, dapat menjadikan perempuan yang awalnya adalah korban dapat berubah menjadi pelaku. Hal tersebut dapat dilihat pada keadaan di mana perempuan yang mengalami KDRT selain mengalami luka fisik, cenderung juga mengalami trauma (luka psikis) yang akan mengakibatkan korban mengalami depresi hingga gangguan psikologis. Rentannya perempuan menjadi korban KDRT menimbulkan dampak negatif pada perempuan tersebut, dalam hal ini perempuan yang menjadi korban KDRT juga menjadi pelaku dari suatu tindak pidana. Tindak pidana tersebut dapat terjadi karena korban KDRT yang berupaya melindungi dirinya atas KDRT yang dia alami maupun karena luka psikis yang dialami oleh korban KDRT. Dengan demikian korban KDRT akan cenderung dihukum secara pidana padahal seyogianya

korban KDRT harus diberikan rehabilitasi untuk menyembuhkan trauma yang dialami korban. ‘’PKDRT sebelum diundangkan, korban KDRT melapor, dapat tertangani kasusnya. Tahun berikutnya ada fenomena pelaku KDRT melaporkan balik korban, sehingga ada celah di sana. Sering terjadi, korban KDRT lambat ditangani. Namun begitu pelaku melapor balik, kasusnya cepat tertangani. Ini fenomena yang sangat memprihatinkan. Kita berharap korban KDRT tertangani dengan baik, pelaku agar tidak bisa mencari celah dan melaporkan balik,’’ tegasnya. Penanganan penegak hukum pada korban KDRT yang menjadi pelaku, tidak menggambarkan sebab korban menjadi pelaku, hanya melihat korban sebagai pelaku saat itu. Bahkan aparat penegak hukum terkesan tidak mau mengerti. (kmb42)

Mangupura (Bali Post) Dua warga Australia, Mohamad Said (31) dan Ahmed Elgammal (28), dikeroyokan empat orang di dalam taksi hingga babak-belur di depan rumah makan di Jalan Raya Seminyak, Kuta, Jumat (2/11) lalu. Selain itu korban mengaku kehilangan barang. ‘’Korban mengalami lebam-lebam, luka robek di sekujur tubuhnya dan tangan kiri patah tulang. Pelaku diduga orang lokal dan orang asing. Korban kehilangan barang dan uang,’’ kata sumber, Minggu (4/11) kemarin. Kronologinya, kedua korban sempat bersitegang dengan sesama turis di TKP, Jumat pukul 03.15 Wita. Waktu itu korban memanggil taksi dan akan pulang ke hotel tempatnya menginap di Jalan Legian, Kuta. Pertengkaran kian memanas, turis yang tidak diketahui identitasnya itu bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban. ‘’Saat taksi datang, korban berusaha menyelamatkan diri masuk ke taksi. Tapi pelaku terus menyerangnya, bahkan informasinya pelaku membawa palu dan kunci roda. Setelah korban tidak berdaya, pelaku langsung kabur,’’ ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Akibat kejadian, Said mengalami luka robek pada bagian kepala, lengan, tangan kiri patah tulang dan tangan kanan luka

robek. Sedangkan Elgammal mengalami luka memar pada pipi kiri dan lutut kanan bengkak. Selain itu korban kehilangan dua tas, tiga watch, uang Rp 14 juta dan 1.000 dolar Australia. ‘’Dari laporan yang kami terima, pelakunya ada orang asing dan lokal juga. Kami masih selidiki kasus ini,’’ kata Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa. Selain itu, mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Utara itu menegaskan, pihaknya masih mengejar para pelaku. Hingga saat ini pihaknya belum tahu motif kasus ini sebenarnya. Terkait barang dan uang korban yang hilang, mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini menduga hilangnya bukan pada saat kejadian pengeroyokan. Kasus pengeroyokan juga terjadi di tempat hiburan malam di Jalan Legian, Kuta, Sabtu (3/11) pukul 00.30 Wita. Hartati Lubis (24) beralamat di Jalan Drupadi I, Kuta, mengaku dikeroyok tiga laki-laki tidak dikenal. Saat menikmati hiburan malam di TKP, tiba-tiba pelaku menarik rambut korban, lalu memukul muka dan mulutnya berkalikali. Akibatnya, korban mengalami luka robek pada bibir atas, gigi atas dan bawah patah. Selain itu, bengkak pada pipi kanan dan kiri serta mata kiri, sakit pada kepala dan memar pada kaki kiri. ‘’Kasus ini dilaporkan ke Polresta Denpasar,’’ kata Iptu Ika. (kmb36)

Mengenal Teknik Ecobrick

Ubah Sampah Plastik Jadi Meja, Kursi hingga Batako

Memerangi sampah plastik memang harus digerakkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Nah, cara memerangi sampah plastik ini bisa dilakukan dengan teknik Ecobrick. Teknik sederhana ini cukup dengan memadatkan sampah plastik ke dalam sampah botol plastik. Setelah padat, botol-botol tersebut bisa dirangkai menjadi meja, kursi, bahkan bisa sebagai pengganti batu bata maupun batako untuk membangun rumah.

TEKNIK Ecobrick kini sedang menjadi tren. ‘’Teknik sederhana ini cukup menjadi tren pengelolaan sampah botol plastik saat ini. Di Bali, Kabupaten Klungkung sudah menerapkan untuk menata taman kotanya,’’ jelas Trainer Ecobrick asal Singaraja Gede Praja Mahardika saat bicara tentang solusi atasi sampah botol plastik di Wantilan Pura Desa Sukawati, Sabtu (3/11) sore. Diterangkan, untuk satu kemasan botol plastik isian 600 ml, disarankan memasukkan sampah plastik hingga mencapai berat 200 sampai 300 gram. Kunci dari keberhasilan pembuatan ecobrick ini adalah ketelitian di awal dan menjaga kebersihan. Terutama jika ingin botolbotol plastik tersebut memiliki pola. ‘’Jadi, saat mengawali sebaiknya pakai warna plastik yang senada, sehingga saat ditata jadi bagus. Tapi itu namanya seni, kembali pada inspirasi masingmasing,’’ jelasnya. ECOBRICK - Trainer Ecobrick Gede Praja Mahardika saat bicara tentang solusi atasi sampah botol plastik di Wantilan Pura Desa Sukawati, Sabtu (3/11) sore.

Namun bukan sembarang plastik yang bisa dimasukkan ke dalam botol. Ditekankan sampah plastik tersebut harus bersih dan kering. Ia sendiri telah membuat kebun ecobrick di rumahnya di Sambangan, Buleleng. Sekitar 3.000 botol ecobrick dihabiskan. ‘’Itu saya bawa dari Yogya, bikin sejak tahun 2017 saat KKN. Dan setibanya di Bali, setiap sore saya rutin bikin ini. Saya kerja sama dengan laundry dekat rumah, botol bekas yang mereka biasanya buang saya manfaatkan,’’ jelasnya. Dikatakan, pencetus teknologi ini adalah orang asing Russell Maier dan Ani Himawati. Mereka adalah pemimpin di gerakan ecobricks global. ‘’Mereka memiliki pengalaman yang cukup luas dalam memobilisasi dan menggerakkan kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa, kecamatan, kota, provisi, dan tingkat nasional,’’ jelasnya. Dikatakan, teknik ini cukup baik untuk mengurangi peredaran sampah plastik di muka bumi ini. Sebab, tak banyak orang yang bisa memilah dan mendaur ulang. Justru sebagian besar sangat cuek, sehingga sampah plastik dibuang begitu saja. Ketika musim hujan datang, sampah-sampah plastik ini pun sering muncul bersama banjir. Alumni Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta ini terus berupaya menggugah para generasi muda khususnya warga Desa Sukawati agar bertanggung jawab atas sampah botol plastik yang dihasilkan. ‘’Jika membuat ecobrick sudah mengakar, kesadaran lingkungan akan meningkat, perilaku konsumsi akan menurun, dan orang akan bergerak bersama untuk membuat proyek komunitas,’’ tandasnya. (kmb35)


OPINI

6

Senin Wage, 5 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kualitas dan Pemerataan Pendidikan Harus Imbang PENDIDIKAN di negeri ini masih berkutat pada sistem perekrutan. Terakhir memadukan antara NEM dengan zonasi. Sebelumnya ada sistem tes, utamanya SMP dan SMA favorit. Tahun depan belum jelas seperti apa sistem yang diterapkan pemerintah. Karena berkutat pada sistem, maka mutu pendidikan masih menjadi nomor dua. Apalagi kurikulum setiap saat berganti. Istilahnya, ganti menteri ganti kurikulum. Pendidikan di negeri ini sepertinya tidak punya blue print. Tidak ada batasan-batasan, terutama soal biaya pendidikan sehingga banyak kalangan menjerit karenanya. Kini masyarakat mulai skeptis dengan jargon pendidikan gratis. Sudah tidak mempan lagi. Karena secara objektif, hal itu tak pernah ada. Karena itulah masyarakat sudah semakin sadar bahwa untuk pendidikan yang baik serta bermutu sangat berbanding lurus dengan berapa besar uang yang harus dikeluarkan. Jadi, pendidikan ini bukan semata-mata soal penerimaan siswa baru, UN, NEM ataukan NUN, tetapi bagaimana sikap pemerintah dalam komitmennya membangun sebuah sistem pendidikan nasional yang baik. Sudah terlalu lama kita belum menemukan pola yang pas agar anak-anak bangsa ini bisa mengenyam pendidikan secara layak. Tidak usah gratis, tetapi biaya yang dikeluarkan itu haruslah masuk akal dan terjangkau. Perlu juga diingatkan bahwa anggaran pendidikan yang minimal 20 persen itu jangan hanya diambil oleh keperluankeperluan rutin. Harus ada dana di luar itu untuk kepentingan lain. Gaji guru, misalnya. Kalau tidak demikian, maka permasalahan pendidikan di negeri ini tidak akan selesai-selesai. Dalam konteks pendidikan, PPDB ini hanya sebuah masalah kecil dalam sebuah sistem pendidikan nasional yang formatnya sampai saat ini belum ketemu-ketemu juga. Terkait dengan besarnya dana sektor pendidikan, ada banyak hal yang bisa dipertanyakan untuk menguji efektivitas penggunaannya. Dengan anggaran besar, sudahkah pendidikan yang berkualitas terwujud? Dengan anggaran besar untuk sertifikasi, adakah korelasinya dengan peningkatan mutu pengajaran yang ditandai dengan kualitas lulusan? Deretan pertanyaan ini tentu akan terjawab jika publik memiliki pengakuan bahwa pendidikan di negeri ini membanggakan. Tetapi faktanya, publik masih meragukan. Pemerintah harus memiliki tolok ukur yang jelas bagi guru-guru yang tersertifikasi. Jangan semata mengukur dari jumlah jam mereka mengajar, juga dari kecakapan profesi dan etos kerjanya dalam membangun dunia pendidikan. Cobalah evaluasi sampai saat ini, apakah dunia pendidikan ini sudah lebih berkualitas dengan banyaknya guru yang sudah bersertifikasi. Pemerintah harus mengingatkan guru, bahwa sertifikasi atau PLPG bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan, tetapi ada tanggung jawab moral yang menyertainya. Selain peningkatan mutu, pemerataan pendidikan juga penting diejawantahkan. Yang pertama harus dilakukan adalah pemerataan fasilitas pendidikan. Jika fasilitas pendidikan di tiap daerah telah merata, sistem zonasi akan mudah dilakukan. Saat ini kondisi fasilitas pendidikan yang ada di daerah satu dengan lainnya sangat timpang. Termasuk sarana transportasinya, komunikasi seperti jaringan internet yang belum memadai. Berbibacara fasilitas, sistem anggaran maupun kemampuan anggaran tiap daerah berbeda-beda. Pemerataan mutu pendidikan akan cepat tercapai jika fasilitas pendidikan telah merata. Dibarengi pemerataan tenaga guru maupun penerapan sistem zonasi dalam PPDB. Tantangan lain dunia pendidikan saat ini, selain terkait dana adalah adanya stigma bahwa dunia pendidikan kini juga menjadi kekuatan politis. Banyaknya guru dan aparatur yang terkait dengan dunia pendidikan membuat mereka jadi sasaran strategis untuk menjadi penggerak dukungan politik. Itulah makanya seringkali birokrat dan politisi sangat jarang melakukan koreksi terhadap etos kerja guru dalam membangun kualitas pendidikan. Walaupun ada banyak komponen yang memengaruhi mutu pendidikan, namun guru yang berkualitas dan memahami hakikat pendidikan tetap menjadi faktor utama penentu keberhasilan pendidikan. Untuk itu, haruslah ada tolok ukur yang jelas dalam menilai etos kerja guru dalam mengelola pendidikan nasional.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Perioritaskan Keselamatan Penumpang Kecelakaan memang tak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Kecelakaan berisiko fatal bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di udara, laut dan darat. Namun, bercermin dari kejadian Lion Air, tampaknya negeri ini harus melakukan evaluasi terhadap angkutan massal dengan ikon biaya murah. Kalau hanya membidik penumpang sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan keselamatan penumpang, tampaknya sangat tidak layak diterapkan. Saya setuju dengan arahan Presiden bahwa dalam urusan transportasi manajemen keselamatan penumpang harus diperioritaskan. Jangan urusan keselamatan dijadikan alternatif demi keuantungan. Harus ada perioritas menjaga keselamatan penumpang. Untuk itu, ke depan jangan lagi ada kompromi kepada maskapai atau pengusaha transportasi yang mengabaikan keselamatan penumpang dengan tidak memperhatikan kelayakan armada angkutannya. Harus ada tindakan tegas dalam hal ini. I Kadek Suwitana Denpasar, Bali

Bagaimana Teknis Memilih Pemilihan calon legislator, DPD, dan presiden serta wakilnya tahun depan terkesan hanya ribut dari segi wacana dan debat soal hoax. Sampai saat ini belum ada sosialisasi soal teknis memilih yang intensif. Padahal teknis memilih ini penting disampaikan kepada masyarakat untuk menghindari kerusakan surat suara akibat salah coblos. Kira-kira seorang pemilih perlu berapa menit di TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Ini saya tanyakan, karena saya dengar form surat suaranya banyak. Mohon KPU melakukan hal-hal yang membuat publik lebih paham teknis memilih saat Pileg dan Pilpres 2019. I Made Suana Badung, Bali

Peran Guru pada Era Disrupsi Bermula teknologi komputer yang begitu mengagumkan dan menjadi barang elite, mampu mengangkat gengsi sebuah sekolah dan menjadi satu kursus atau mata pelajaran yang sangat menggiurkan siswa. Lalu internet membayangbayangi dunia sekolah, sebagai sumber baru. Juga mampu menjadi daya tarik dan seperti menawarkan hal baru dalam belajar yang terasa amat modern.

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

P

amor Google nyaris menggusur wibawa guru karena siswa dapat banyak pengetahuan dari mesin pencari ini. Google pula pemicu kematian perpustakaan sekolah. Lewat Google siswa merasa belajar sangat mudah, karena tugas-tugas sekolah dari guru tersedia di berbagai laman internet. Ada satu fase ketika siswa larut secara masif menjadi para plagiator karena tugas-tugas guru mereka kopi dari internet. Guru memang tidak tahu, sebaliknya kagum karena tugas-tugas siswa sangat bagus. Padahal semua itu hasil mencuri. Revolusi 4.0 mengubah cara hidup, termasuk peran komputer dan Google karena tidak lagi sebatas alat tetapi dunia baru dalam belajar yang terkenal dengan istilah daring. Revolusi ini menghadirkan era baru, yakni disrupsi. Disrupsi didefinisikan hal tercabut dari akarnya. Jika diartikan dalam kehidupan sehari-hari, disrupsi adalah sedang terjadi perubahan fundamental atau mendasar. Yaitu evolusi teknologi yang menyasar sebuah celah kehidupan manusia. Disrupsi kini terjadi hampir di semua bidang kehidupan. Pendidikan yang sudah sejak lama mengenal konsep belajar jarak jauh (distance learning), pendidikan tanpa tatap muka antara guru/dosen dan siswa/ mahasiswa berfasilitas modul dan menggunakan jasa pos untuk mengirim tugas-tugas dan menerima materi dari kantor sekolah/universitas; rasanya berbalik ke masa jaya-jayanya UT (Universitas Terbuka) di masa silam. Belajar jarak jauh ala UT tidak didukung oleh teknologi

internet seperti sekarang. Ketika itu belajar jarak jauh untuk melayani masyarakat yang ingin melanjutkan ke universitas namun tidak bisa mengikuti jalur regular karena kesibukan bekerja, keterbatasan biaya, dan usia. Dengan metode belajar seperti itu, UT pun telah mencetak banyak sarjana yang memiliki kelebihan, yakni mereka ratarata sudah bekerja sehingga UT tidak menambah daftar panjang pengangguran intelektual. Kini pola pikir metode belajar jarak jauh UT dilirik dalam kaitan dengan teknologi internet dengan mulai diselenggarakan kelas-kelas daring. Hal ini belum total menggantikan kelas konvensional, karena itu digunakan sistem blended atau hibrida. Namun demikian, pergerakan dunia pendidikan di era disrupsi ini akan dengan sangat kuat mengarah kepada moda daring. Era disrupsi ini juga akan banyak mengubah peran konvensional guru. Peran konvensional guru sepanjang sejarah dapat dipahami dari segi akses informasi. Pada masa lalu, siswa tidak dapat mengakses secara langsung sumber informasi karena struktur atau sistem pengajaran memposisikan guru sebagai perantara siswa dan sumber materi pelajaran. Struktur ini memberi peran penting bagi guru sebagai pusat bertanya atau sumber ilmu pengetahuan. Dalam transformasi sosial kemudian, ketika dekadensi moral guru terjadi sebagai akibat dari instanisme sosial atau cara-cara baru dalam hidup praktis, guru tidak mampu lagi menjadi sumber pengetahuan karena mereka tidak lagi suka membaca buku, seperti guru generasi terdahulu dan menulis sendiri materi-materi pelajaran untuk para siswa, tetapi cukup mengandalkan buku yang pal-

ing buruk dalam pendidikan, yakni LKS. Lalu muncul internet dan Google. Guru-guru generasi LKS kini juga berhadapan dengan Google. Maka guru berperan sebagai pemberi tugas untuk mencari jawaban tugas-tugas sekolah di internet. Namun demikian, guru generasi LKS tidak tertarik menemukan sumber-sumber belajar di internet. Guru menyikapi materi pelajaran di internet secara instan, barang siap digunakan. Jadi, sama dengan pola pikir mereka menggunakan LKS: serba praktis. Era disrupsi yang dalam dunia pendidikan mengambil bentuk nyata dalam blended learning atau pelajaran hibrida dalam kelas-kelas daring atau virtual, yang juga ditandai dengan masuknya guru-guru GenZ, ketika LKS sama sekali telah menjadi masa lalu, menuntut peran guru yang sejalan dengan era disrupsi. Walaupun internet memberi banyak kemudahan dan menyediakan sumber belajar yang sangat melimpah dan tiada habis digunakan, selalu diperbarui, sebagai implementasi dari konsep keterbukaan informasi dan kemerdekaan setiap manusia untuk mengaksesnya, guru tidak bisa membiarkan siswa mengarungi dunia informasi tersebut seorang diri. Guru harus menjadi subjek yang merdeka berdasar pada kurikulum. Kurikulum

adalah filter dengan sejumlah kriteria mendasar materi apa yang harus dipelajari untuk mencapai keterampilan, sikap, dan nalar. Maka pemahaman terhadap kurikulum suatu mata pelajaran terintegrasi atau terinternalisasi dalam diri guru yang menjadi perspektif atau paradigma dalam memilih sumber-sumber materi pelajaran digital. Dengan demikian, guru harus kritis dan memiliki daya takar terhadap suatu sumber materi pelajaran, apakah sulit, terlalu mudah, relevan, atau tidak sama sekali. Bahkan peran yang lebih terperinci adalah guru ibarat tukang masak yang dapat menyiapkan masakan kepada sejumlah orang yang berbeda selera atau minat. Artinya, materi tertentu cocok untuk siswa ini dengan sejumlah alasan yang guru amat paham dan bisa dipertanggungjawabkan. Sementara itu, materi yang sama tidak cocok untuk siswa lain. Pandangan ini mengindikasikan bahwa dalam menjalankan peran baru era disrupsi, sangat berat jika dibandingkan dengan peran konvensional, apalagi peran ketika guru LKS berjaya, namun segi berat ini adalah tantangan zaman yang harus ditaklukkan. Sehubungan dengan peran tersebut, paradigma atau seting pemikiran baru juga harus dibangun. Pertama, menyangkut ketersediaan kelimpahan materi pelajaran digital daring yang mana materi cetak tidak lagi sumber pelajaran yang utama dan satu-satunya seperti dalam pendidikan konvensional. Guru harus bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan segala kelimpahan materi di internet dan dapat mengarunginya secara maksimal untuk menemukan materi-materi

Oleh Bambang Gede Kiswardi ulang yang mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi dengan tingkat kualitas yang baik. Di samping itu, barang industri daur ulang sampah mampu masuk ke pasar lokal, sedangkan untuk pasar global sampai sekarang masih belum mampu. Berarti barang industri daur ulang sampah dapat diterima oleh masyarakat lokal (konsumen lokal). Dengan demikian volume sampah di masyarakat semakin berkurang, karena sampah non-organik sudah menjadi bahan baku barang industri daur ulang sampah. 2). Usaha produksi pupuk sampah. Adapun sampah organik merupakan bahan baku yang diolah menjadi pupuk organik. Dalam hal ini sampah organik yang paling banyak volumenya dibandingkan dengan sampah lainnya. Dengan demikian hasil produksi pupuk organik sangat disenangi oleh masyarakat termasuk petani, karena tidak mengandung zat kimia dan juga tidak merusak struktur tanah, sehingga hasil produksinya juga tidak mengandung zat kimia. 3). Usaha ekonomi kreatif sampah. Dalam hal ini sampah merupakan bahan baku yang

Penulis, Dosen Undiksha Singaraja

’’Guru harus bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan segala kelimpahan materi di internet, dan dapat mengarunginya secara maksimal untuk menemukan materi-materi pelajaran yang cocok dengan tuntutan kurikulum yang telah terintegrasi dalam pemahaman dirinya yang merdeka secara profesional.’’

Sampah sebagai Komoditi Bisnis

SAMPAH merupakan bagian dari kehidupan manusia di dunia ini, karena manusia itu sendiri sebagai salah satu yang memproduksi sampah. Keberadaan sampah di tengah-tengah kehidupan manusia sangat mengkhawatirkan. Padahal sampah dapat dijadikan komoditi bisnis yang berpeluang menghasilkan uang (pendapatan atau profit). Dalam pengelolaan sampah, peran pemulung sangat besar. Maka wajar pemulung diberikan tanda jasa sebagai pahlawan sampah. Dengan adanya perubahan kondisi kehidupan pemulung yang lebih baik dan sejahtera, dengan mengelola sampah. Berangkat dari sinilah banyak para pelaku usaha mikro, uasaha kecil, usaha menengah, dan koperasi menjadikan para pemulung sebagai objek dan subjek untuk merebut rezeki dari sampah. Strategi dan keinginan untuk merubah sampah menjadi komoditi bisnis yang menjanjikan diperlukan adanya kajian konstruktif. Terkait dengan hal itu, diperlukan strategi usaha yang relevan dengan bahan baku sampah, seperti; (1). Usaha Daur Ulang Sampah, dalam hal ini sampah merupakan bahan baku yang dapat diolah dengan teknik daur ulang, sehingga dapat menghasilkan barang industri daur

pelajaran yang cocok dengan tuntutan kurikulum yang telah terintegrasi dalam pemahaman dirinya yang merdeka secara profesional. Kedua, menyangkut hubungan sosial guru dan siswa, yang secara konvensional hubungan ini terjadi secara langsung, formal, terjadwal, dan dalam suatu periode yang lama. Peran konvensional guru dalam bentuk mengajar secara temu muka tidak bisa lagi dipertahankan sebagai satusatunya aktivitas mengajar. Karena itu guru harus terbiasa menggunakan berbagai aplikasi ruang kelas atau pembelajaran dalam rangka mengajar mode daring. Guru membaca tugastugas siswa lewat komputer yang terkoneksi secara daring. Guru memberi komentar, memberi tugas, memberi kritik dan pujian, menyunting materi, dll., juga secara daring. Kesadaran ini harus mulai ditumbuhkan jika tidak ingin digilas zaman. Tidak ada pilihan lain, karena arus besar peradaban global mengarah kepada perubahan hidup manusia, terutama yang menyakut pada hubungan sosial horizontal yang merdeka, mandiri, dan individual. Manusia tengah tergiring pada terakomodasinya mereka dalam hubunganhubungan sosial baru, dengan berbagai wujud komunitas digital, seperti aneka grup, yang telah tampak nyata mulai mereduksi hubungan fisik sosial konvensional, yang mana hal ini telah ditegaskan oleh Stillman dan Stillman (2018) melalui perumusan salah satu ciri Gen-Z, yakni figital, generasi yang hidup secara shifting antara dunia fisik dan digital, karena bagi mereka keduanya dunia yang sama.

dapat diolah menjadi hasil produk kerajinan yang mempunyai nilai tambah yang sangat tinggi dan mampu mendapatkan pasar di kalangan masyarakat lokal, bahkan mampu menjangkau pasar lokal dan pasar global. Untuk itu diperlukan orang-orang yang memiliki ide, gagasan, daya kreatif, daya cipta, dan daya inovatif dalam mengelola sampah. 4) Bank Sampah. Perkembangan bank sampah akhirakhir ini cukup semarak, karena ada korelasinya dengan para pengepul sampah non-organik itu sendiri. Dalam pembentukan bank sampah yang pada umumnya diprakarsai oleh para tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mempunyai kepentingan yang sama terhadap sampah sebagai komoditi bisnis, bahkan sampah juga dijadikan harta yang tidak pernah habis. Di samping itu, juga merupakan salah satu solusi mengatasi masalah sampah, khususnya sampah non organik yang paling banyak di kumpulkan oleh masyarakat. 5). Terkait dengan koperasi pemulung. Koperasi pemulung dibangun oleh para pemulung, karena mempunyai kepentin-

gan ekonomi yang sama dalam upaya untuk mewujudkan kesejahteraan pemulung (anggota koperasi pemulung). Dengan demikian, kemandirian ekonomi bagi para pemulung semakin jelas dan menjanjikan untuk masa-masa yang akan datang. Memperhatikan kajian tersebut, bahwa kenyataannya, apabila sampah dikelola dan dikemas dengan manajemen usaha profesional dengan teknologi modern, dipastikan akan menjadi harta yang tidak pernah habis, bahkan bisa menjadi komoditi bisnis yang menjanjikan di masa depan. Artinya, apa pun bentuk atau wujud sampah yang ada di masyarakat, tidak lagi menakutkan dan mengkhawatirkan, karena baik sampah organik maupun sampah non-organik sudah dikelola, mulai dari sampah rumah tangga sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), ini berarti pengelolaan sampah sudah berbasis masyarakat. Maka dari itu, pemerintah semestinya sudah tidak pantas lagi memungut biaya retribusi sampah. Karena sampah sudah dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Justru peran pemerintah ke depan membantu sarana dan prasarana untuk pengelolaan sampah, juga termasuk kebijakan-kebijakan

yang memberikan kemudahan dan perlindungan baik secara institusi maupun konstitusi. Penulis, akademisi, pemerhati ekonomi kerakyatan

POJOK Kebun kopi seluas 40 ha di Tabanan peroleh sertifikat organik. - Dijaga tetap organik. *** Jokowi ajak masyarakat hijrah dari hal tidak baik menjadi baik. - Ayo tinggalkan tidak baik. *** Untuk melayani masyarakat, BPJS jangan tentukan jalan sendiri. - Kesehatan rakyat tanggung jawab negara.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Wage, 5 November 2018

Tembok Kantor Desa Bongan Roboh Tabanan (Bali Post) Hujan yang lebat dan disertai petir, Minggu (4/11) dini hari kemarin menyebabkan tembok Kantor Desa Bongan roboh. Warga perumahan Candra Buana Asri yang lokasinya tepat di belakang tembok roboh ini berhamburan keluar rumah karena mengira ada gempa. Salah satu warga perumahan, Wayan Sanis, Minggu (4/11) kemarin mengatakan robohnya tembok ini terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. “Suaranya keras sekali. Warga banyak yang keluar karena dikira gempa,” tuturnya. Ketika warga mengecek ternyata tembok sepanjang kurang lebih 40 meter ini sudah roboh. Tidak sampai di sana, air hujan yang terhalang tembok tumpah ruah ke arah perumahan dan masuk ke dalan rumah. “Warga langsung bersih-bersih karena air masuk ke dalam rumah,” ujarnya. Lanjut Sanis, robohnya tembok diduga karena aliran air yang menggerus tanah dan membuat pondasi tembok rapuh dan akhirnya roboh. Dari kejadian tersebut tidak ada korban

jiwa, dan tidak ada rumah rusak terkena runtuhan tembok. Perbekel Bongan I Ketut Sukarta membenarkan robohnya tembok kantor desa karena hujan deras yang turun Minggu (4/11) dinihari. Menurutnya, tembok tersebut dibangun tahun 2018 dengan menggunakan ADD. Kerugian akibat robohnya tembok ini ditaksir sebesar Rp 90 juta rupiah. Sukarta mengatakan, meski tembok tersebut baru dibangun tahun ini, namun pondasi tembok ini sudah lama atau sejak tahun 2014. Lahan tempat dibangunnya tembok awalnya berbentuk terasering sehingga dilakukan perataan dengan menambahkan tanah. “Sewaktu diratakan memerlukan 100 truk tanah. Tingginya tanah untuk meratakan lahan ini sampai tiga meter,” ujarnya. Diduga tanah urugnya ini labil dan pondasi tembok yang lama membuatnya tergerus air hujan yang turun lebat sejak pukul 00.00 Wita, Minggu dinihari dan menyebabkan tembok yang belum di-pelaspas ini roboh. (kmb24)

ROBOH - Tembok di Kantor Desa Bongan roboh akibat hujan deras yang turun Minggu (4/11) dini hari kemarin.

Bali Post/kmb24

Hujan Deras Timbulkan Sejumlah Bencana Tabanan (Bali Post) -

Bali Post/kmb

workshop - Peserta workshop Bisnis Bali saat sesi foto bersama.

”Workshop” Tata Kecantikan, Tengkuluk Lelunakan dan Pusung Tagel

Tabanan (Bali Post) – Perempuan Bali cenderung menganggap penggunaan tengkuluk lelunakan dan pusung tagel cukup susah dan ribet. Pemikiran ini harus segera diselesaikan. Salah satunya dengan mengadakan workshop, sehingga ke depannya perempuan Bali bisa membuat pepusungan itu secara praktis. Pakar kecantikan sekaligus Ketua LKP Salon Agung, Dr. Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M., di sela-sela workshop yang digelar Harian Bisnis Bali bekerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, Viva Cosmetics, Iwapi Bali, WHDI Tabanan, dan Pasemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng yang digelar di Puri Agung Tabanan, Minggu (4/11) kemarin mengungkapkan, penggunaan pusung tagel ini sejatinya tidak ribet. Jika mengetahui tekniknya dengan baik, pengerjaannya tidak membutuhkan waktu lama. Penggunaan pusung tagel ini hanya membutuhkan waktu lima menit. Workshop Bisnis Bali yang mengambil tema “Tata Kecantikan, Tengkuluk Lelunakan, Pusung Tagel dan Berwiraswasta” dalam rangka ajeg Bali, dihadiri oleh Ketua WHDI Tabanan yang sekaligus membuka kegiatan workshop Ny. Putriningsih Ariwangsa, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Bali Dr. A.A. Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., Kabid Dikmas PAUD Pemuda dan Olahraga (PDPO) Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan Ketut Suma, S.H. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, pakar kecantikan kulit dr. A.A. Istri Saraswati Dewi, Sp.KK., pemerhati budaya Bali I Gusti Ngurah Agung Jhony Wirawan, S.E. dan pemerhati perempuan Bali Dra. A.A. Sagung Alit Ernawati, M.Si. Ayu Ketut Agung mengatakan, untuk pusung tagel umumnya dipakai oleh wanita Bali yang sudah dewasa. Sayangnya ada kecenderungan masyarakat khususnya perempuan menganggap penggunaan pusung tagel ini susah dan ribet, sehingga banyak perempuan yang enggan menggunakannya. “Penggunaan pusung tagel ini tidak ribet, jika mengetahui tekniknya dengan baik. Sebaliknya, jika diketahui tekniknya dengan baik, penggunaan pusung tagel ini akan terlihat perempuan menjadi sangat cantik,” tuturnya. Hal sama juga berlaku pada pengenaan tengkuluk lelunakan yang juga sangat praktis, namun tetap mampu menampilkan kecantikan bagi perempuan yang mengenakannya. Selain penggunaan pusung tagel, A.A. Ayu Ketut Agung juga memaparkan cara menggunakan make-up serta tata busana yang baik dan benar untuk ke pura. Penggunaan pakaian ke pura diharapkan tertutup dan terkesan sopan. Demikian juga dalam kesempatan ini, dia turut mengajak peserta yang ingin menempuh pendidikan Kejar Paket C, yakni Salon Agung telah membuka kesempatan tersebut melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung. “Melalui semboyan PKBM yakni berkarya, berbakti dan mengabdi. Melalui keterampilan tata rias telah banyak lulusan PKBM ini yang telah sukses di bidang tata rias,” ujarnya. Di sisi lain workshop tata rias kecantikan ini juga bertujuan menggali potensi masyarakat, terutama perempuan untuk mengembangkan bisnis. Sebab, saat ini tata rias kecantikan ini sudah menjadi kebutuhan sebagian besar masyarakat, terutama dalam pelaksanaan upacara ataupun acara penting. Bercermin dari kondisi itu, akan memberikan peluang usaha bagi masyarakat seiring dengan jasa tata rias yang bersifat fleksibel atau tidak terikat waktu. Hal senada juga diungkapkan Putriningsih Ariwangsa. Dia sangat mengapresiasi kegiatan workshop yang digelar oleh Bisnis Bali bersama LPK Agung. Sebab, secara tidak langsung kegiatan ini sudah mendukung program dari WHDI Tabanan. Ada lima bidang, di antaranya kecantikan, pelestarian dari budaya Bali. Selain itu, dikaitkan dengan perempuan Bali, adanya kegiatan workshop membuat para perempuan Bali ini memiliki suatu keterampilan dalam menghadapi tantangan di era globalisasi yang harus disikapi dengan kesiapan skill. “Nantinya itu akan membuat budaya Bali ini tetap ajeg. Di sisi lain sebagai perempuan Bali tidak berkutat hanya pada urusan rumah tangga dan menumbuhkan peningkatan SDM nantinya,” tandasnya. Ida Tjokorda Anglurah Tabanan dalam kesempatan tersebut menyambut baik kegiatan workshop, mengingat tampil cantik pada berbagai kesempatan diidam-idamkan oleh setiap perempuan Bali sekarang ini. Dengan mengetahui teknik yang benar dan baik diperkenalkan dalam ajang workshop ini, diharapkan bisa memberi pengetahuan atau bekal bagi perempuan Bali untuk bisa tampil cantik tanpa harus pergi ke salon. Sekaligus ini bisa menjadi cara untuk mengajegkan Bali nantinya. (kmb)

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Sabtu (3/11) malam, mengakibatkan bencana di sejumlah titik. Mulai dari pohon tumbang, tiang penerangan jalan tumbang, serta adanya tanah longsor. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, ada sejumlah laporan bencana yang masuk terkait dampak hujan deras yang terjadi Sabtu malam. Di antaranya pohon perindang dan tiang penerangan jalan

tumbang pada pukul 03.15 Wita, yang mengakibatkan setengah badan jalan tertutupi di jalan utama Pesiapan Penyalin jurusan DenpasarGilimanuk. Atau tepatnya di Jembatan Yeh Nu. Mengantisipasi kemacetan yang

ditimbulkan, petugas terkait langsung melakukan proses evakuasi. Dampak hujan deras juga menyebabkan senderan rumah yang dimanfaatkan untuk garase dan dapur longsor. Tepatnya rumah milik I Nyoman Alit Sudiarta (35) di

Bali Post/kmb28

CEK - Camat Selemadeg Timur dan jajaran Muspika saat melakukan pengecekan kerusakan di Puskesmas II Seltim.

Perumahan Griya Anyar Asri, Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Akibatnya, satu unit kendaraan roda empat, tiga unit TV dan perabotan rumah tangga tergerus. Pasalnya, bangunan yang rusak berupa emper rumah lepas dari bangunan utama. Diperkirakan saluran got rusak sehingga air masuk ke dalam tanah dan beban berat kendaraan yang diduga membuat senderan jebol. Kerusakan parah juga terjadi di wilayah Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim). Ada dua titik kerusakan yang terjadi akibat hujan deras disertai petir yang terjadi Sabtu malam, tepatnya rumah milik I Ketut Alit Suindra, warga Dusun Pondok Mekar, Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur. Di mana bangunan jineng dan sanggah tugu hancur tergerus longsoran. Begitupun bangunan Puskesmas Selemadeg Timur II di Desa Beraban, Selemadeg Timur, yang tak luput dari sambaran petir hingga mengakibatkan bangunan hancur dan plapon di sejumlah ruangan jebol serta barang-barang inventaris seperti proyektor, laptop, komputer, printer rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta. “Di Selemadeg Timur ada dua

titik kerusakan akibat hujan deras disertai petir Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Kerusakan sudah kami laporkan ke BPBD Tabanan,” tandas Camat Seltim I Gusti Putu Ngurah Darma Utama usai melakukan pengecekan ke lokasi bencana bersama jajaran muspika. Terkait sejumlah kerusakan tersebut, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widyatmika, seizin Kepala BPBD mengatakan petugas masih terus melakukan pengecekan di mana saja terjadi kerusakan. Pihaknya berharap bagi masyarakat yang terkena dampak bisa melaporkan ke BPBD Tabanan untuk selanjutnya didata dan diverifikasi terkait proses bantuan penanganan pascabencana. Dalam kesempatan ini, dia juga kembali menekankan kepada warga masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, apalagi sudah memasuki musim hujan. “Penanggulangan bencana tidak hanya terfokus pada saat kejadian saja, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan kesiap-siagaan masyarakat untuk meminimalisir adanya korban jiwa. Jadi lebih waspada dan berhatihati,” pintanya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Empat puluh hektar lahan perkebunan Kopi Robusta di Desa Munduk Temu, beberapa waktu lalu menjalani inspeksi lapangan oleh Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSos). Inspeksi ini dilakukan dalam rangka penilaian untuk mendapatkan sertifikat organik. Meski ada beberapa rekomendasi yang harus dilengkapi, informasi terakhir didapatkan jika 40 hektar kebun kopi di bawah kelola Kelompok Tani Wana Lestari ini lolos untuk mendapatkan sertifikat organik. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Tabanan Dewa Ketut Budidana Susila, Minggu (4/11) kemarin. Menurutnya, pihak LeSos menyatakan Kelompok Tani Wana Lestari dinyatakan lolos untuk mendapatkan sertifikat organik dengan catatan harus memenuhi beberapa rekomendasi yang diminta dan kelompok tani harus segera mendapatkan pelatihan ICS atau Internal Control System. “Tim dari LeSos saat inspeksi kemarin telah memberikan beberapa rekomendasi dan diminta untuk segera dilengkapi agar sertifikatnya bisa diterbitkan. Selain itu, juga kelompok tani ini harus mengikuti pelatihan ICS. Hal ini akan dikoordinasikan dulu, apakah yang memberikan pihak LeSos atau dari Universitas Udayana,” jelas Dewa Budi. Ia melanjutkan, proses sertifikasi organik untuk Kopi Robusta di Munduk Temu Pupuan ini sudah

berjalan sejak tahun 2017. Namun sebenarnya di Kelompok Tani Wana Lestari sudah mengembangkan kopi organik sejak tahun 2012 seluas 10 hektar. Sehingga luasan ini kemudian dikembangkan menjadi 40 hektar untuk mendapatkan sertifikat organik. Menurut Dewa Budi, untuk bisa menjadi perkebunan organik dan mendapatkan sertifikat memerlukan waktu setidaknya tiga tahun. Sehingga program yang dimulai tahun 2017 ditargetkan mendapatkan hasilnya tahun 2019 mendatang. Untuk pendanaan sendiri, lanjutnya, didapatkan dari dana APBD. Di mana tahun 2017 pendanaan digunakan untuk pengumpulan data dan tahun 2018 untuk proses sertifikasi organik. Program sertifikasi organik ini tidak hanya berhenti di Desa Munduk Temu saja. Tetapi 30 Subak Abian yang ada di Pupuan akan didorong untuk menerapkan pertanian organik dan mendapatkan sertifikat organik. Selain Desa Munduk T e m u , ka t a D e w a B u d i , sebenarnya di Desa Sanda, Pupuan juga ada perkebunan kopi organik. Bahkan ada yang sudah memiliki sertifikat. Tetapi sertifikat ini sudah kedaluwarsa dan memerlukan perpanjangan kembali. “Sehingga ke depan seluruh Subak Abian ini akan didorong untuk menjalani proses sertifikasi, termasuk di Desa Sanda yang sertifikatnya sudah kedaluwarsa dan perlu perpanjangan,” ujar Dewa Budi. (kmb24)

40 Hektar Perkebunan Kopi Pupuan Suastika Ditemukan Tewas di Depan Kantor BPJS Lolos Sertifikasi Organik Diduga Serangan Jantung

Tabanan (Bali Post) Areal parkir gedung Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Tabanan yang berlokasi di Jalan By-pass Ir. Soekarno, masuk wilayah Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Minggu (4/11) kemarin mendadak dipadati pengendara yang melintas. Dari kejauhan mereka ingin melihat tim identifikasi dari pihak kepolisian yang tengah melakukan olah TKP di lokasi tersebut. Pasalnya, dini hari sekitar pukul 07.45 Wita ditemukan mayat dengan posisi tidur terlentang. Saat ditemukan korban memakai baju kaos dengan celana jean’s warna hitam, posisi tidur terlentang dengan kepala menghadap ke timur. di sekitar lokasi juga ditemukan sepeda motor Yamaha NMax DK 6413 QC. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui bernama I Made Suastika (51), warga Banjar Kukuh Kangin, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Korban diduga merupakan anggota TNI. hal itu dilihat dari identitas yang ditemukan.

Di sela-sela petugas identifikasi melakukan pemeriksaan, suara tangis pecah dari istri dan anak korban yang datang setelah mendapat kabar terkait kondisi korban, dan usai olah TKP korban dibawa ke Rumah Sakit Tabanan guna dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Ditemui di kamar jenazah Rumah Sakit Tabanan, kerabat korban yang juga saudara sepupu korban, Wayan Sukana menjelaskan sebelum kejadian korban memang mendapatkan tugas malam untuk memantau adanya kejadian tanah longsor di wilayah Tabanan. Diduga karena kelelahan dan tengah turun hujan, korban berteduh di areal parkir gedung kantor BPJS di Jalan By-pass Ir. Soekarno. Diduga saat itu penyakit korban kambuh hingga korban tak sadarkan diri. Sayangnya tidak ada warga yang melihat kejadian tersebut. Hingga akhirnya sekitar pukul 07.00 Wita diketahui kondisi korban sudah meninggal dunia. “Dia (almarhum) memang punya penyakit sesak nafas dan hipertensi serta

jantung, dan saat kejadian tidak ada warga yang tahu. Sehingga tidak sempat ada pertolongan,” ucap kerabat korban. Terkait kejadian ini pihak keluarga mengaku pasrah dan tidak akan melakukan proses autopsi terhadap korban yang juga berprofesi sebagai pemangku. Dan untuk upacara, pihak keluarga masih akan melakukan rembug dan mencari hari baik. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, dokter jaga UGD dr. Dendra Purana menerangkan, jika dalam tubuh korban memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari enam jam sebelum ditemukan oleh warga. Ini terlihat dari tanda lebam mayat dan kaku. “Hasil pemeriksaan luar memang dari mulut korban keluar busa, namun penyebab kematian harus dilakukan autopsi, namun ini juga harus persetujuan pihak keluarga. Untuk tanda kekerasan tidak ada,” terangnya. (kmb28)

Bali Post/kmb28

IDENTIFIKASI - Petugas saat melakukan identifikasi dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Tabanan.


BULELENG

8 Seleksi CPNS Tuntas

Direkrut Panselnas 332 dan Tereliminasi 3.953 Singaraja (Bali Post) – Seleksi Computer Assisted Test (CAT) bagi pelamar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Buleleng telah tuntas. Ribuan pelamar telah menjalani sejumah materi seleksi yang ditetapkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Rekrutmen CPNS Tahun 2018 yang dipusatkan di Makodam IX/Udayana Denpasar. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan setelah seleksi, pelamar diingatkan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bisa dipertangungjawabkan. Hal itu penting, sebab bisa saja ada oknum mencoba menipu pelamar, guna mendapatkan keuntungan pribadi. Dari data Badan Kepegawaian Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Buleleng, total pelamar yang lolos administrasi 4.417 orang. Pelamar yang tidak hadir 132 orang. Jadi, hanya 4.285 pelamar yang mengikuti semua tahapan seleksi itu bersaing memperebutkan formasi 332 kursi. Otomatis yang tereliminasi sebanyak 3.953 orang. Pelamar yang sudah mengikuti seleksi CAT tinggal menunggu pengumuman kelulusan Panselnas secara terbuka. Jadi, yang tidak hadir dipastikan “gugur”. Kepala BKPSDM Gede Wisnawa, Minggu (4/11) kemarin mengatakan, secara umum seleksi telah berjalan baik dan nyaris tanpa hambatan. Ini tidak lepas dari kerja keras jajaran BKPSDM memfasilitasi semua pelamar yang mengikuti tahapan seleksi. Ada ratusan pelamar tidak hadir mengikuti seleksi. Namun, sejauh ini BKPSDM belum mengetahui pasti apa alasan pelamar itu tidak hadir tepat waktu ketika seleksi digelar. ‘’Jadwal dan tempat seleksi sudah diumumkan secara online, saat kelulusan administrasi,’’ katanya. BKPSDM sebagai instansi yang memfasilitasi pelamar, masih menunggu instruksi Panselnas dan juga Kementerian Pendayagunaan Aparatur Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). Apapun tahapan dari panselnas dan pemerintah pusat, pihaknya tinggal meneruskan informasi tersebut kepada semua pelamar yang sudah mengikuti seleksi CAT. Wisnawa juga mengingatkan pelamar yang sudah ikut seleksi dan mengetahui perolehan nilai passing greed saat seleksi, agar tidak mudah percaya, seandainya ada beredar informasi yang menyesatkan atau informasi “miring” lainnya. ‘’Tidak menutup kemungkinan ada upaya oknum tidak bertangung jawab memanfaatkan kesempatan melancarkan aksi penipuan guna mendapatkan keuntungan sendiri,’’ tegasnya. (kmb38)

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450

Senin Wage, 5 November 2018

Dewan Desak Eksekutif Tiap Tahun Tambah Guru Kontrak Singaraja (Bali Post) –

Krisis guru yang masih terjadi tahun ini kembali menyita perhatian lembaga dewan di Buleleng. Tidak ingin masalah itu terus berlanjut, dewan mendesak pemerintah daerah mengalokasikan anggaran memadai untuk penambahan guru kontrak. Solusi itu diyakini dapat menuntaskan krisis guru yang masih terjadi. Sebaliknya jika mengandalkan penambahan guru baru dari perekrutan CPNS, hal itu diyakini tidak memberikan hasil positif. Pasalnya, sejak bertahun-tahun jatah penambahan guru baru, tidak sesuai kebutuhan yang ada di kabupaten dan kota. Anggota Komisi IV DPRD Nyoman Gede Wandira Adi akhir pekan lalu mengatakan, kekurangan guru di daerahnya, tidak akan tuntas apabila tidak ada upaya serius menambah guru baru via status kontrak sesuai keperluan di lapangan. Selama ini penambahan guru memang sudah dilakukan hasil perekrutan CPNS. Hanya, jumlah formasi yang diberikan tidak

mampu menutupi kekurangan guru yang terjadi sekarang ini. Sebab, penambahan guru baru hasil perekrutan CPNS itu tidak sebanding dengan guru yang pensiun. “Saya contohkan, rekrutmen CPNS tahun ini, pusat memberikan tambahan guru PNS hanya ratusan orang saja. Guru kita yang pensiun lebih dari seratus. Jadi kalau hanya mengandalkan tambahan guru PNS saja, hal itu bukannya menyelesaikan masalah, justru menambah panjang krisis guru di daerah kita,” jelasnya. Karena itu, kata mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Kontruksi (Ganpensi) Buleleng ini, perlunya ada komitmen

pemerintah daerah menyelesaikan krisis guru di Bali Utara. Caranya, pemerintah setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk menambah guru kontrak. Strategi itu memang diakuinya, sebab memerlukan dana tak sedikit. Jika ada, komitmen keperluan anggaran itu pasti bisa diatasi. “Mari sama-sama kita bekerja menyiapkan anggaran, sehingga setiap tahun kita bisa menambah guru kontrak baru. Dengan cara itu, perlahan kekurangan guru itu akan terselesaikan,” imbuhnya. Wandira Adi menambahkan, kinerja guru kontrak sebenarnya tidak kalah dengan guru PNS. Dari pengamatanya

Nyoman Gede Wandira Adi di lapangan, justru sebagian besar guru kontrak memiliki kemampuan mengajar sama. Bahkan ada lebih baik dari guru PNS itu sendiri. “Guru kontrak memiliki kemampuan mengerjakan tugastugas di luar mengajar,’’ tambahnya. Dicontohkan, guru kon-

Bali Post/kmb38

trak juga punya kemampuan mengaplikasikan teknologi informasi (TI). Di era milineal dewasa ini, hal itu sangat mendukung proses belajar mengajar (PBM). Kinerja mereka itu, perlu diberikan apresiasi. Caranya, kesejahteraan mereka harus diperhatikan. (kmb38)

Jadi Syarat Ikut SBMPTN dan Jalur Mandiri

Undiksha Salah Satu Penyelenggara UTBK PENERIMAAN mahasiswa baru melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 desainnya berbeda dari sebelumnya. Tahun depan memang dirancang sebaliknya, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dilakukan lebih dulu, baru kemudian pendaftarannya. Di Bali, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menjadi penyelenggara ujian seperti itu selain Universitas Udayana. Wakil Rektor I Undiksha Prof. Dr. Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si. menjelaskan sesuai yang sudah ditetapkan, pendaftaran ujian tersebut dibuka 12 Januari sampai 27 Maret 2019 secara online, melalui laman https://pendaftaran-utbk. sbmptn.ac.id menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) untuk mendapatkan username dan password. Setelah itu, peserta dianjurkan memilih hari, tanggal, sesi dan lokasi pusat UTBK

PTN untuk mendapatkan slip pembayaran yang dilakukan di bank mitra, kecuali bagi pendaftar bidang Bidikmisi. Pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 1 x 24 jam. Selain itu, sebelum ujian, peserta perlu login kembali ke laman https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id untuk mengisi data dan mencetak kartu. Pelaksanaan ujiannya terbagi dua sesi, pagi dan siang Sabtu dan Minggu yang dijadwalkan 30 Maret - 26 Mei 2019. Metodenya, yakni tes potensi skolastik (TPS) untuk mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang dianggap penting terkait keberhasilan di sekolah formal. Khususnya, pendidikan tinggi mahasiswa berkembang melalui proses belajar mengajar dan transfer dari pengalaman-pengalaman di dalam maupun luar sekolah. Ada pula Tes Kompetensi Akademik, tes itu mengukur pengetahuan/penguasaan materi yang diajarkan di kampus. Soal-soal

untuk mengukur Higher Order Thingking Skill (HOTS), itu memang diperlukan, untuk menentukan tingkat keberhasilan mengikuti pendidikan tinggi. Pengumuman hasil dijadwalkan 10 April - 2 Juni. “Tes memang bisa diikuti sekali. Tetapi kami mengimbau bisa ikut dua kali. Supaya ada pilihan nilai yang digunakan untuk SBMPTN. Kami berharap calon peserta bisa menentukan sejak dini dan juga melakukan persiapan diri dengan baik. Biaya ujian Rp 200 ribu untuk sekali ikut. Kalau calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan lolos, tidak ada membayar persyaratan,” jelasnya, Minggu (4/11) kemarin. Biaya ujian tersebut ditanggung peserta. Agar UTBK itu bisa lancar, Undiksha minta dukungan fasilitas bekerja sama dengan sejumlah sekolah di Kabupaten Buleleng yang memiliki komputer memadai. “Memang UTBK itu memerlukan fasilitas komputer cukup banyak. Jadi dalam pelaksan-

TINJAU UJIAN SBMPTN - Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. meninjau ujian SBMPTN ketika penerimaan mahasiswa 2018 lalu. aannya nanti ada sistem kerja sama,” ungkapnya. Lebih lanjut Rektor Bidang Akademik itu mengatakan, pengumuman hasil tes itu dijadwalkan 10 April sampai 2 Juni 2019. “Pengumuman dijadwalkan sepuluh hari setelah tes,” terang Arnyana. Ditegaskan pula, hasil ujian ini tak hanya digunakan

untuk pendaftaran SBMPTN. Namun juga dalam mengikuti seleksi jalur mandiri maupun mengasah kemampuan diri. “Hasil ujian ini hanya berlaku untuk penerimaan tahun 2019,” imbuhnya. Khusus untuk SBMPTN, pendaftaran online mulai 10 sampai 24 Juni 2019. Hasilnya diumumkan pada 9 Juli. (ad148)


GIANYAR

Senin Wage, 5 November 2018

9

Belasan Ribu Warga Belum Lakukan Perekaman E-KTP Disdukcapil Buka Pelayanan di Pasar Umum

Gianyar (Bali Post) Belasan ribu warga Gianyar belum melakukan perekaman e-KTP hingga awal November ini. Melihat kondisi ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gianyar membuka pelayanan pada sejumlah pasar umum di wilayah Gianyar. Salah satunya dibuka pelayanan di Pasar Umum Gianyar. Pelayanan yang dibuka selama dua hari ini dimanfaatkan oleh puluhan warga untuk melakukan perekaman e-KTP. Kabid PIAK dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kabupaten Gianyar Ir. Ni Ketut Wirati, M.M. menjelaskan, pelayanan perekaman e-KTP di tempat-tempat umum ini merupakaan upaya dari Disdukcapil Gianyar untuk mempercepat validasi data penduduk. “Pelayanan langsung ke tempat-tempat umum ini merupakan program dari Disdukcapil Gianyar yang dikenal dengan sistem jemput bola atau Sijebol,” ujar Wirati saat ditemui di sela-sela perekaman data e-KTP di Pasar Umum Gianyar, Minggu (4/11) kemarin. Menurut Wirati, upaya ini juga untuk merealisasikan kebijakan dari pusat dalam

percepatan validasi data. Apabila sampai akhir Desember tahun ini masyarakat belum merekam, datanya akan dinonaktifkan sementara. “Jika data warga sampai dinonaktifkan, maka yang bersangkutan akan kesulitan melakukan aktivitas yang memerlukan administrasi kependudukan,” katanya mengingatkan. Program perekaman data ke pasar-pasar umum ini dilakukan karena masih banyak warga Gianyar yang belum melakukan perekaman data. Berdasarkan data agregat semester I tahun 2018/DKB, di Disdukcapil Gianyar dari Januari 2017 hingga akhir September 2018 lalu, jumlah penduduk yang wajib KTP sebanyak 384.596 jiwa dari total jumlah penduduk Kabupaten Gianyar sebanyak 498,357 jiwa. Yang sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 368.840 jiwa dan yang belum melakukan perekaman sebanyak 15.756 jiwa. Guna menyasar masyarakat yang belum melakukan perekaman ini, Disdukcapil Gianyar juga terus melakukan sosialisasi ke desa-desa dan membuka perekaman di masing-masing wilayah tersebut. Sedangkan perekaman di pasar-pasar umum

Polisi Dalami Dugaan Kasus Percobaan Penculikan Anak Gianyar (Bali Post) Polisi masih mendalami kasus dugaan percobaan penculikan yang dialami bocah 1,5 tahun, Ni Komang Purwani Puspa Dewi. Namun sampai Minggu (4/11) kemarin, polisi belum menemukan bukti kebenaran dari keterangan ibu korban, Ni Wayan Sukerti (36). “Sampai sekarang ibu korban ini juga tidak ada melapor ke polisi, baik itu di Polsek Sukawati maupun di Polres Gianyar,” ujar Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Setiawan, Minggu (4/11) kemarin. Deni Setiawan mengatakan, meski tidak ada laporan, jajaran kepolisian sudah turun melakukan interogasi terhadap Sukerti. Termasuk juga penyelidikan di lapangan seputaran TKP yakni dekat Pura Subak Umadesa, Banjar Dlodrurung, Desa Batubulan, Sukawati. “Tidak ada saksi mata langsung dari kejadian ini. Keterangan ibu ini juga berubah-ubah,” katanya. Jika benar saat itu Sukerti dan anaknya mengalami kejadian tersebut, Deni Setiawan justru menduga hal itu kasus percobaan pencurian. “Mungkin saja itu percobaan pencurian. Namun seperti apa sebenarnya, belum bisa kami buktikan,” katanya. Lantas, bagaimana jika informasi yang disampaikan Sukerti ternyata bohong? Deni Setiawan menegaskan, penyebar informasi palsu kepada polisi bisa dikenakan pidana hukuman penjara. “Sama seperti kasus Ratna Sarumpaet, penebar informasi palsu bisa dipidana,” tegasnya. Tidak hanya itu, polisi kini juga memburu pemilik akun media sosial yang pertama kali menyebarkan informasi kasus penculikan di wilayah Gianyar. “Pengguna akun Facebook itu juga sedang dicari,” tegas Deni Setiawan. Menurut Deni Setiawan, sampai saat ini belum ada kejadian kasus penculikan yang terbukti terjadi di wilayah Gianyar. “Ada juga info kejadian serupa di wilayah lain, tapi sampai sekarang tidak ada laporan ke polisi,” katanya. (kmb35)

ini dasar pertimbangannya adalah masih banyak pedagang yang belum melakukan perekaman karena kesibukan di pasar, begitu juga ada warga yang enggan datang ke Kantor Disdukcapil karena tidak bisa baca tulis. “Dengan sistem langsung ke lokasi ini, kami bisa membantu warga yang kesulitan melakukan perekaman, sekaligus bisa melakukan sosialisasi kepada pengunjung pasar tentang pentingnya melakukan perekaman e-KTP,” jelas Wirati. Perekaman e-ktp di pasar-pasar umum dijadwalkan pada 3 dan 4 November, dibuka Minggu pagi kemarin sekitar pukul 6.30 Wita. Kegiatan serupa juga akan diselenggarakan di pasar lainnya, seperti Pasar Umum Blahbatuh pada 10-11 November, Pasar Umum Sukawati dibuka pada 17-18 November, Pasar Umum Ubud dibuka pada 24-25 November, Pasar Umum Tegallalang dibuka pada 1-2 Desember, Pasar Umum Tampaksiring pada 8-9 Desember, dan di Pasar Umum Payangan dibuka pelayanan pada 15-16 Desember. Sedangkan di mall Hardys Gianyar, perekaman dilakukan pada 22-23 Desember dan pada 30-31 Desember perekaman dilakukan di terminal

Bali Post/kmb35

PELAYANAN - Suasana pelayanan perekaman e-KTP oleh Disdukcapil di Pasar Umum Gianyar, Minggu (4/11) kemarin. Batubulan dan Car Free Day. Selama dua hari pelayanan di Pasar Umum Gianyar, ada 36 warga yang melakukan perekaman. Hari pertama atau Sabtu (3/11) terdapat 22 orang warga melakukan perekaman dan dua orang yang mencetak KTP karena rusak dan perbaikan data golongan darah. Sedangkan di hari kedua atau Minggu (4/11) kemarin, terdapat 14 warga

melakukan perekaman dan 14 orang warga yang melakukan permohonan cetak karena perubahan data. “Selama dua hari pelayanan ini, banyak warga yang mengaku resah karena masa berlaku KTP mereka tertera tahun 2017. Tapi sudah kami jelaskan meskipun tertera tahun 2017 tapi kalau sudah eKTP itu berlaku seumur hidup,” tegas Wirati.(kmb35)

Pelaku Usaha Siap Kerja Sama dengan BPOW Ceking

Bali Post (Gianyar) – Rencana pengembangan dan pengelolan objek wisata Ceking menjadi kawasan wisata terus dimatangkan. Pertemuan berkelanjutan dengan komponen yang ada di kawasan ini menghasilkan berbagai kesepakatan. Salah satunya, pelaku usaha di kawasan ini telah menyatakan kesanggupannya bekerja sama dan mendukung program Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW) Ceking. Kesanggupan pelaku usaha tersebut dilontarkan saat pertemuan dengan pengelola BPOC Ceking dan pelaku usaha di sisi barat pada pertemuan di Kan-

Bali Post/dir

I Made Dauh Wijana

tor Desa Tegallalang, (Sabtu (3/11). Dari sekitar 15 pelaku usaha yang hadir, lima perwakilannya menyatakan siap berkerja sama dengan BPOW Ceking. ‘’Kami yang hadir di sini sanggup bekerja sama dengan pihak BPOC. Apapun keputusan BPOC Ceking akan kami amankan untuk menjaga keasrian dan kealamian objek ini,’’ ujar Made Sudiarsana asal Desa Mantring, Tampaksiring. Pernyataan ini didukung pelaku usaha lainnya. Pada intinya, pihak pelaku usaha di kawasan ini siap menjaga kenyamanan, parkir, kebersihan dan keasrian kawasan. Di kawasaan wisata Ceking sisi barat, ada sejumlah pelaku usaha yang umumnya membuka artshop, restoran, dan berbagai anjungan. Pelaku usaha ini ada penduduk lokal dan pengusaha dari luar Desa Tegallalang bahkan dari luar Kecamatan Tegallalang. Saat ini sejumlah pemodal juga se-

dang melakukan pengembangna investasinya di kawasan ini. Sesuai agenda, pengelolaan objek wisata Ceking, Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Gianyar akan dievaluasi. BPOW Ceking berencana mengembangkan objek wisata ini menjadi kawasan wisata. Sasarannya agar ke depan BPOW Ceking bisa memiliki otoritas untuk melakukan penataan kawasan dan berkontribusi terhadap daerah. Ketua Badan Pengelola Ceking Dr. Ir. I Made Dauh Wijana, M.M. didampingi Badan Pengawasan I Ketut Sweta, S.E., M.Si., Bendesa Adat Tegallalang Drs. I Made Jaya Kasuma, M.M. dan Perbekel Desa Tegallalang Dewa Rai Sutrisna, S.P. pada rapat tersebut menyatakan dukungan dari pelaku usaha dari sisi barat kawasan ini merupakan komitmen wajib yang mesti dibangun. ‘’Kami merespons positif dukungan ini. Ini sejalan

dengan program BPOC untuk tetap menjaga kawasan wisata Ceking tetap alami. Vibrasi kawasan ini harus dijaga oleh semua elemen, tanpa kecuali,’’ tegasnya dan mengatakan, pertemuan ini akan berlanjut dengan simakrama dengan pemilik lahan di sisi timur objek Ceking. Badan Pengawas Ketut Sweta dan Perbekel Dewa Rai Sutrisna mengatakan, pengelolaan objek wisata berbasis alam pertanian ini mutlak harus dijaga. Sinergi harus dibangun. Kawasan ini tak bisa dieksploitasi secara berlebihan. Niat mendapatkan keuntungan di kawasan ini mesti diimbangi dengan komitmen menjaga objek ini. ‘’Kami berterima kasih atas komitmen para pelaku usaha ini. Ini merupakan bukti kita sejalan dalam menjaga kawasan ini,’’ jelas Sweta. Sementara itu, Bendesa Tegallalang berharap sinergi ini mestinya menjadi perhatian pengurus BPOC Ceking yag dibentuk Desa Pakraman Tegallalang. BPOC diharapkan bisa mengedukasi masyarakat pelaku usaha dan pemilik lahan untuk bersama-sama menjaga keasrian kawasan ini.

Ini mesti dijabarkan dengan spirit ngayah. ‘’Pengurus BPOC waluapun tidak digaji harus siap ngayah demi desa pakraman,’’ ujarnya. Selebihnya, Dauh Wijana yang juga anggota DPRD Bali ini berharap semua pihak yang terkait dengan objek wisata Ceking mau berkontribusi dan bersinergi dalam menjaga kealamian kawasan Ceking. ‘’Koordinasi dengan pemilik lahan dan desa penyanding akan segera kami lakukan. Badan pengelola juga akan menghadap Camat Tegallalang untuk bisa memfasilitasi pertemuan lintas desa. ‘’Kami akan bergerak cepat dan berharap ada komitmen yang sama dalam hal ini,’’ ujarnya. Dauh Wijana menegaskan, BPOC berkomitmen menjadikan warisan leluhur ini terap lestari dengan pendekatan Tri Hita Karana dan Catur Perusha Arta. Dengan pendekatan ini, pihaknya berharap objek wisata Ceking nantinya bisa menjadi penyangga ajegnya budaya Bali. Tak hanya itu, dengan status kawasan wisata, nantinya besar peluang pemerintah daerah mendapatkan pajak dari pengelolaan kawasan ini. (dir)


JEMBRANA Setahun Dibangun, Pasar Tukadaya Sepi 10

Negara (Bali Post) – Pasar Desa Tukadaya yang sudah setahun lebih selesai dibangun, kini justru sepi. Sebab, minimnya pedagang yang mau berjualan di pasar ini. Padahal, pasar yang berlokasi di tikungan jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Tukadaya ini sebelumnya cukup ramai ditempati para pedagang makanan. Namun, setelah dibangun dan para pedagang itu pindah justru enggan kembali. Dengan demikian pasar tersebut kini tak ada aktivitas layaknya pasar. “Sebenarnya, tempatnya memang baru dan bersih, tapi kita diberikan tempat terbatas. Tidak cukup, ya lebih baik di sini saja sekarang jualan,” terang salah seorang pedagang. Sebenarnya pedagang yang enggan disebutkan namanya ini sudah bertahuntahun berjualan di lokasi

pasar ketika belum dibangun. Tetapi, akhirnya ia memutuskan pindah permanen ketika ada pembangunan pasar. Beberapa pedagang lainnya juga mengalami hal yang sama. Lapak yang disediakan lebih sempit dibandingkan saat mereka berjualan. Dari informasi, pasar itu kini menyediakan 48 lapak berupa los. Begitu juga lahan parkir lebih luas dan akses masuk juga lebih lebar, sehingga truk bisa parkir di sana. Tetapi pasar justru sepi karena jarang ada pedagang yang menempati. Setelah selesai dibangun menggunakan anggaran APBD, pasar ini juga telah diserahkan ke desa setempat sejak setahun ini. Beberapa upaya dilakukan untuk menarik minat orang ke pasar ini. Seperti diadakannya hiburan untuk anak-anak, tetapi juga belum berhasil

menarik minat pedagang. Perbekel Desa Tukadaya I Made Budi Utama, Minggu (4/11) kemarin, mengatakan bangunan pasar ini memang telah diserahkan ke desa. Pihaknya juga telah menyosialisasikan kepada warga. Tetapi hingga saat ini minta pedagang untuk berjualan masih minim. Tidak hanya warga Tukadaya, namun juga warga desa terdekat seperti Banyubiru dan Tuwed. Memang untuk siang hari sama sekali tidak ada pedagang. Tetapi saat malam hari ada dua pedagang. Diakuinya untuk mengembangkan pasar ini perlu ada upaya. Terkait hal ini pihaknya akan segera menggelar rapat di desa. Pasar ini memang bukan untuk pedagang makanan seperti sebelumnya, tetapi pedagang kecil seperti sayur dan ikan. (kmb26)

Senin Wage, 5 November 2018

Bali Post/olo

PANEN - Aktivitas pelelangan ikan di Pengambengan saat masa panen. Nelayan masih mengeluhkan harga jual ikan yang anjlok.

Harga Ikan Anjlok, Janji Menteri KP Ditagih

Negara (Bali Post) -

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana menagih janji Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti saat datang ke Pengambengan belum lama ini. Permasalahan yang dialami nelayan sekarang terkait harga ikan yang anjlok. Padahal saat itu Menteri Susi menginstruksikan agar harga jual ikan paling tidak di atas Rp 10 ribu per kilogram.

Bali Post/olo

SEPI – Pasar Desa Tukadaya yang sudah diserahkan ke pihak desa kini sepi karena minimnya pedagang mau berjualan di sana.

Terkait Pembangunan Perumahan

Desa Pakraman Perancak Minta Ketegasan Pemkab Negara (Bali Post) – Desa Pakraman Perancak belum lama ini kembali mengirimkan surat ke Bupati Jembrana terkait penolakan pembangunan perumahan di Banjar Lemodang, Desa Perancak. Warga meminta ketegasan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan adanya pembangunan perumahan yang dinilai melanggar izin yang dimiliki. Di Perancak masuk kawasan desa wisata sehingga tidak cocok untuk perumahan. Di samping itu pembangunan tidak sesuai dengan izin prinsip yang dimiliki. Berdasarkan izin yang dimiliki pengembang disebutkan lingkup usaha, 50 unit vila, 50 unit

pondok wisata dan mes karyawan 52 unit. Tetapi faktanya yang diketahui masyarakat bukan itu yang dibangun. Melainkan perumahan murah yang jumlahnya sudah cukup banyak. Sejak awal desa pakraman juga telah menolak pembangunan perumahan tersebut. Bendesa Perancak Nengah Parna, Minggu (4/11) kemarin, membenarkan pihaknya telah melayangkan surat penolakan dan meminta ketegasan terkait pembangunan perumahan itu. “Ini kan kawasan wisata. Kami meminta ketegasan dari pemerintah. Yang jelas masyarakat menolak pembangunan perumahan di sini,” ujar Parna.

Sejatinya sudah beberapa masyarakat Perancak sempat bertemu dengan Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Jembrana I Nengah Ledang. Namun saat itu belum ada keputusan apapun. Hanya, katanya akan mengecek ke lokasi. Namun faktanya pembangunan masih terus berlangsung. Karena itulah desa pakraman kembali mengirimkan surat meminta ketegasan terkait pembangunan tersebut. Di lokasi, sejumlah bangunan sudah dibangun hingga atap. Beberapa terlihat sudah berderet dan berdempeten dengan luas kurang lebih satu are per bangunan. Sejumlah unit rumah juga sudah rampung dan teraliri listrik. (kmb26)

Bali Post/olo

PERUMAHAN - Pembangunan perumahan di Perancak yang ditolak warga Desa Pakraman Perancak.

Saat itu harga masih berkisar Rp 7.000 - Rp 9.000 per kilogram. Namun seminggu setelah kedatangan Menteri hingga sekarang ini harga ikan terus melorot. Bahkan mencapai Rp 5.000 per kilogram. Meskipun saat ini nelayan merasakan tangkapan yang melimpah, namun tetap saja tak dapat hasil yang diharapkan. Menyikapi permasalahan ini, nelayan yang tergabung di

HNSI mendesak janji itu bisa direalisasikan. Ketua HNSI Jembrana I Made Widanayasa, Minggu (4/11) kemarin, menggelar rapat membahas anjloknya harga ikan. Kesimpulannya HNSI meminta ada campur tangan pemerintah guna mengatasi persoalan yang sering terjadi saat panen ikan. Pria asal Perancak ini juga telah menyampaikan hasil rapat itu ke HNSI Provinsi

untuk nantinya disampaikan ke pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat ini yang paling dirasakan adalah tangkapan ikan jenis tongkol dan layang. “Sebagian besar tangkapan sekarang tongkol dan layang. Untuk lemuru yang menjadi komoditas utama masih minim,” tandasnya. Ikan jenis lemuru sejatinya paling dicari karena harganya relatif sta-

bil. Dan banyak dicari pabrikpabrik ikan. Kebanyakan ikan yang ditangkap nelayan saat ini dijual ke buyer di luar pabrik. Salah satu solusi yang ditawarkan Menteri Susi saat itu adalah melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perindo atau perusahaan daerah provinsi atau kabupaten. Harapannya mereka membeli ikan tangkapan nelayan dengan harga standar. Apalagi di PPN Pengambengan sudah ada infrastruktur yang dibutuhkan seperti kantor dan cool storage. Namun hingga sekarang belum dioperasikan termasuk fasilitas TPI. (kmb26)

Pesona Budaya Bali 2018

Tim Kesenian Jembrana Tampilkan Fragmentari ”Petung Agung” TIM kesenian Pemkab Jembrana membawakan fragmentari “Petung Agung” dalam pagelaran Pesona Budaya Provinsi Bali, bertempat di anjungan Bali TMII Jakarta, Sabtu (3/11). Fragmentari ini menggambarkan sekelompok masyarakat yang mencari bambu untuk kepentingan alat musik, namun tanpa mengindahkan aturan alam yang diyakini masyarakat Bali. Diiringi gamelan Jegog yang merupakan alat musik khas dari Jembrana, pementasan kali ini mampu menghibur penonton yang memadati anjungan Bali TMII. Sebagian dari mereka adalah warga Bali dari Jembrana yang tinggal di Jakarta. Pertunjukan berdurasi sekitar satu jam itu seakan menghapus rasa kerinduan akan kampung halaman. Yang istimewa, turut hadir menyaksikan adalah Menteri Koperasi dan UKM AAN Puspayoga, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Wabup Kembang Hartawan, Forkompinda Jembrana, para duta besar dan perwakilan dari negara sahabat serta masyarakat umum pengunjung TMII. Kegiatan Pesona Budaya Bali sendiri merupakan kegiatan rutin yang digelar pihak TMII untuk memfasilitasi seluruh kabupaten di Indonesia

mempromosikan potensi daerahnya, khususnya seni dan budaya. Pementasan kali ini didukung ratusan seniman yang merupakan kolaborasi dari berbagai sanggar seni di Jembrana. Juga ditampilkan tarian ikon Jembrana sebagai sambutan selamat datang, tari Cempaka Putih. Disusul tari Luwihning Paksi menggambarkan kehidupan satwa langka “Burung Curik Bali” yang hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dengan keindahan bulunya. Berikutnya tari Jejangeran yang menggambarkan dinamisnya pergaulan anak-anak muda, disusul tari kreasi Tuatua Keladi. Tari ini juga banyak mendapatkan apresiasi menghibur serta mengundang tawa penonton, di mana berbagai gerak tarinya secara polos menangkap adanya fenomena sosial di masyarakat. Perilaku orangtua yang terkadang makin tua justru makin “nakal”. Usia tua yang dipandang lemah tak berdaya justru merupakan kekuatan dengan segudang pesona dan kelebihannya. Pertunjukan kali ini juga menghadirkan momen langka yakni kolaborasi Jegog Jembrana dengan Ny. Suastini Koster yang berkolaborasi membawakan musikalisasi puisi berjudul “Sumpah Kumbakarna”. Guber-

Bali Post/ist

PENTAS - Bupati Jembrana I Putu Artha bersama undangan dan seluruh seniman seusai pentas di TMMI. Tim kesenian Jembrana tampilkan fragmentari “Petung Agung”. nur Koster dalam sambutannya sangat mengapresiasi pertunjukan budaya dalam pagelaran Pesona Budaya Bali Kabupaten Jembrana ini. Menurutnya kebudayaan harus dilestarikan sehingga dapat bermanfaat demi kesejahteraan masyarakat. Pertunjukan ini juga disebutnya akan mendekatkan kesenian dengan masyarakat luas, khususnya warga Jakarta. “Berbagai keragaman budaya merupakan kebhinekaan, namun tetap mempersatukan. Mengingatkan kita untuk senantiasa menghargai

kebudayaan Indonesia yang adiluhung,” kata Koster. Sementara itu, Bupati Artha berharap pagelaran Pesona Budaya Bali ini mampu mengenalkan Jembrana sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya. Bahkan, Kabupaten Jembrana sebagai daerah ujung barat juga memiliki seniman kreatif yang senantiasa melestarikan nilai-nilai budaya, alam yang tak kalah indahnya serta didukung pendukung lainnya sehingga potensial sebagai target wisata. (ad151)


KARANGASEM

Senin Wage, 5 November 2018

Yadnya Sekarat, Jatuh Panen Manggis Amlapura (Bali Post) Seorang petani Nyoman Yadnya terjatuh dari ketinggian lima meter ketika memetik manggis. Akibatnya, petani asal Banjar Semseman, Desa Sangkan Gunung, Sidemen itu pun sekarat dan dilarikan ke RSU Klungkung. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pria 60 tahun ini terjatuh saat memetik manggis di kebun. Peristiwa ini terjadi Sabtu (3/11) sekitar pukul 16.00 Wita. Saat ditemukan oleh saksi Ni Wayan Sutini, korban sudah terduduk meringis di bawah pohon manggis. Korban merupakan saudagar yang sering majeg manggis (membeli buah di pohon saat manggis masih muda). Sebelumnya Yadnya sudah sempat memanen dua pohon manggis. Saat naik pohon manggis ketiga itulah korban terpeleset, kemudian terjatuh. Kapolsek Sidemen AKP Gede Sudarmawa membenarkan kejadian itu. Peristiwa itu murni kecelakaan kerja. Korban mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya. Seperti pada tangan kanannya patah, sakit bagian pinggang, luka lecet di kelopak mata dan robek di kelopak mata kanan. (kmb41)

11

Isu Penculikan Anak Mencuat

Warga Diminta Tenang dan Jeli terhadap Informasi yang Beredar Amlapura (Bali Post) Isu penculikan anak terus mencuat. Warga Karangasem pun dibuat resah. Apalagi sebelumnya sudah sempat terjadi kasus dugaan penculikan anak di wilayah Tianyar Timur. Ditambah lagi warga di Seraya Tengah digemparkan gerak-gerik dua orang yang mencurigakan masuk ke salah satu rumah warga.

Nyoman Yadnya

Peristiwa itu tidak pelak membuat masyarakat khawatir. Para orangtua kemudian serius menjaga buah hatinya, guna mengantisipasi aksi penculikan itu. Kapolres AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom menegaskan, jajarannya langsung melakukan langkah-langkap preventif turun ke masyarakat. Kapolres juga memohon warga tetap tenang dan jeli terhadap

informasi yang beredar di masyakarat. Polres juga melakukan pendalaman terhadap isu tersebut. Kesimpulannya, hal itu baru merupakan percobaan penculikan. ‘’Artinya secara hukum perbuatan atau kasus penculikan itu belum terjadi,’’ ujarnya Kendati demikian, warga diharapkan tenang, juga diminta meningkatkan kewasp-

adaannya. Pelaku sebelumnya sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSJP Bangli. ‘’Sebagai upaya preventif kami sudah intruksikan Bhabinkamtibmas dan tim Bimas Polres turun. Warga kami minta tak khawatir berlebihan,’’ harapnya. Pihak reskrim juga telah bekerja sama dengan pemerintah daerah berkaitan dengan perlindungan anak. “Semua pihak memang harus

bisa bersinergi bersama-sama mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, cerdas menanggapi perkembangan informasi yang tak jelas,” katanya. Warga jangan cepat percaya informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya. Info yang masuk harus dipastikan dulu, apakah hal itu benar atau hoax. “Namun, jika ada yang mencurigakan, maka warga bisa lapor kepada aparat desa, kepolisian di wilayah terdekat. Sehingga secepatnya bisa ditindaklanjuti,’’ pinta Panji Anom. (kmb41)


KLUNGKUNG

12

Senin Wage, 5 November 2018

Rusak, Dewan Sarankan Gedung Dinsos Jadikan Lahan Parkir

Semarapura (Bali Post) Kondisi gedung Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak Klungkung yang rusak berat dan memprihatinkan mengundang simpati kalangan dewan. Wakil Ketua DPRD Klungkung Wayan Buda Parwata, Minggu (4/11) kemarin, meminta Bupati Klungkung untuk memikirkan gedung yang lebih layak untuk Dinsos. Sementara gedung yang ada saat ini, menurutnya, dirobohkan saja dan dijadikan lahan parkir. Tujuannya untuk mengurai

kekroditan yang terjadi pada akses jalan setempat. Gedung tua ini ada di Jalan Gajah Mada Klungkung. Sementara perlu diketahui arus lalu lintas di jalan ini tiap harinya cukup krodit karena merupakan akses utama ke Karangasem, khususnya ke Pura Agung Besakih. Apalagi gedung perkantoran lainnya, seperti Dinas Kesehatan, Inspektorat Daerah dan KPU Klungkung tidak memiliki lahan parkir yang memadai. Untuk itu, dengan adanya parkir, dia yakin akan mengurangi tingkat kekroditan di jalur tersebut. “Selain parkir kantor juga bisa difungsikan untuk lahan parkir Pura Dalem Agung setempat,” kata politisi Hanura ini. Tidak hanya gedung perkantoran ini, gedung lainnya di utara seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pengadilan Negeri (PN) Semarapura juga parkirnya kerap meluber hingga ke bahu jalan. Dia meminta eksekutif untuk mengkaji ini agar jajaran pemerintah daerah di Dinas Sosial bekerja dengan nyaman tanpa ada rasa khawatir. “Tidak hanya Dinsos, Kantor Inspektorat Daerah juga layak dipindahkan.

Wayan Buda Parwata

Bali Post/gik

Kalau masih di sana kantornya, tidak layak,” tegasnya. Dia mempersilakan eksekutif melakukan kajian terhadap dua kantor pemerintahan tersebut. Di mana lokasi yang layak dan seperti gedung yang dibutuhkan agar ASN dapat bekerja dengan maksimal. “Secara etika ada Pura Dalem Agung di sebelahnya. Tidak bagus ada bangunan di depannya. Kita ingin juga kesucian pura tetap terjaga. Kita menyadari batas kemampuan keuangan daerah saat ini,” kata politisi asal Desa Timuhun ini. Dari sekian gedung yang ada di pemerintahan Kabupaten Klungkung, ada satu tampaknya belum tersentuh perbaikan. Gedung itu yakni Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hal itu terlihat dari kondisinya yang terbilang memprihatinkan. Plafon jebol, dindingnya keropos dan ruangannya penuh sesak. Padahal gedung dinas ini sudah beberapa kali jadi objek sidak pimpinan eksekutif dan legislatif. Tetapi, hingga kini belum ada rencana perbaikan. Kepala Dinas Sosial Ida Bagus Anom Adnyana, belum lama ini menyampaikan kerusakan seperti itu sudah berlangsung lama. Dia mengakui para bawahannya memang kerap menggerutu, karena khawatir berada di dalam gedung tua ini. Apalagi, dalam situasi kerap terjadi gempa bumi. “Meski gedungnya seperti ini, sejauh ini kami tetap bekerja seperti biasa. Kalau nanti terjadi apa-apa, ya nasib,” kata pejabat senior yang setahun lagi bakal memasuki masa pensiun ini. (kmb31)

Bali Post/gik

TUTUPI JALAN - Material proyek Pasar Semarapura yang ditaruh menutupi akses jalan dikeluhkan para pedagang setempat.

Material Proyek Tutupi Jalan

Pedagang Pasar Semarapura Mengeluh Semarapura (Bali Post) Pasar Semarapura terus berbenah. Tahun ini ada tambahan pembangunan gedung pada blok A. Tetapi, pedagang setempat justru mengeluh. Rupanya keluhan itu muncul lantaran material bangunan seperti besi, pasir hingga paving dan lainnya menutupi akses jalan ke areal blok G. Material proyek itu menutupi akses jalan dari pintu masuk sebelah timur. Akibatnya, kendaraan, baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Dengan demikian konsumen yang datang dari pintu masuk timur langsung menuju ke barat. Sejumlah pedagang di blok G mengeluh lantaran sepi pembeli. “Seharusnya materialnya ini bisa ditempatkan di sebelah utaranya, sehingga tidak menutupi akses jalan,” kata

salah satu pedagang I Ketut Suwastika, Minggu (4/11) kemarin. Pedagang bahan-bahan kebutuhan pokok ini berharap material proyeknya dipindahkan. Agar akses masuk pelanggan tetap terbuka. Dari pengamatan di lapangan, blok F hingga G memang nampak lengang. Hanya ada beberapa kali kendaraan yang masuk dari pintu selatan. Sementara itu, anggota DPRD Klungkung Komang

Suantara juga meminta pekerja memikirkan situasi pasar. Sebab, pada blok G di sana juga ada banyak pedagang. “Tolong segera dipindahkan. Pedagang di sana merugi, bahkan sampai berbulan-bulan,” kata politisi Gerindra ini. Di pihak lain, para bekerja setempat enggan berkomentar perihal itu. Mereka hanya menyampaikan material bangunan tersebut sengaja ditaruh sementara di sana untuk memudahkan aktivitas proyek

di sekitar lokasi gedung baru. Sebab, kalau dipindahkan lagi, dikatakan sudah tidak ada tempat. “Hanya sementara saja ditaruh di sana, ujar salah satu pekerja. Untuk diketahui, pembangunan gedung baru ini sudah dimulai sejak 8 Agustus 2018 dan ditarget tuntas dalam pengerjaan selama 120 hari. Ukuran kiosnya akan sama dengan di blok lainnya dan dipastikan seluruhnya tuntas sesuai jadwal. Pasar ini juga diisi eskalator dan jalan untuk penyandang disabilitas. Di bagian dalam akan disiapkan stage untuk digunakan sebagai tempat pameran produk UMKM. (kmb31)

Pencuri Sasar Rumah Warga Jurang Pahit Cabang Pohon Beringin Tumbang,

Semarapura (Bali Post) Aksi pencurian kembali menyasar warga Nusa Penida. Kali ini, maling menyatroni rumahrumah warga di Banjar Dinas Jurang Pahit, Desa Kutampi Atas, Kecamatan Nusa Penida. Tak tanggung-tanggung maling membawa kabur televisi hingga alat pertukangan, seperti gerinda dan lainnya. Paur Humas Polres Klungkung Iptu Nyoman Sarjana menyampaikan aksi maling ini terungkap, Minggu (4/11) kemarin. Kasusnya terungkap

setelah korbannya, I Gede Ira Gusmika (28) dan I Komang Sulaba (33), melaporkan ulah maling itu ke Polsek Nusa Penida. Kepada polisi, para korban menyampaikan awalnya Sulaba mendapat informasi dari warga lainnya, I Nyoman Sutapa (49), bahwa rumah I Gede Rusmika telah dibobol maling. Rusmika kaget dan langsung mengecek ke rumahnya. Ternyata bagian jendela rumahnya dilihat sudah dalam kondisi tercongkel. Setelah dicek isi rumahnya,

televisi miliknya sudah raib dibawa kabur. Tidak hanya Rusmika, Sulaba juga menjadi korban pencurian di gudangnya. Benda pertukangan seperti gerinda, sebanyak enam unit juga hilang dari lokasi penyimpanannya. Dia mengakui kalau pintu gudangnya selama ini tidak terkunci. Akibat kejadian ini, kedua korban sama-sama mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta. “Saat ini petugas kepolisian Nusa Penida masih lidik,” kata Paur Humas. (kmb31)

OLH TKP - Polisi saat melakukan olah TKP di rumah korban.

Bali Post/ist

Timpa Rumah Warga

Semarapura (Bali Post) Hujan lebat terjadi di wilayah Nusa Penida, Klungkung, Sabtu (3/11) malam. Bahkan hujan ini disertai petir dan angin kencang. Akibatnya sebuah pohon beringin di jaba sisi Pura Bukit Buluh, di Banjar Gelagah, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, cabangnya patah dan menimpa salah satu rumah warga. Beruntung para penghuni rumah selamat dari peristiwa tersebut. Klian Banjar Gelagah Nengah Darmawan, Minggu (4/11) kemarin mengatakan, hujan di daerah ini sudah lama tak pernah turun. Seingatnya, terakhir kali turun hujan pada Agustus lalu. Awalnya hanya terjadi hujan gerimis sekitar pukul 20.00 Wita. Hujan mulai lebat dan disertai petir pukul 12.00 Wita, hingga membuat suasana cukup mencekam. “Saya awalnya kaget entah apa yang jatuh. Ternyata setelah dicek di jaba sisi pura, (cabang) pohon beringin tumbang dan menimpa sebuah rumah warga,” kata Darmawan yang juga sebagai klian pura setempat. Dia menegaskan, beringin tersebut memang sudah tua. Usianya sudah ratusan tahun. Setelah dicek besok paginya, cabang beringin yang patah menimpa rumah warga Wayan Wastra, tepat di sebelah timur pura. Hantaman pohon beringin mengakibatkan atap rumah

Wastra jebol. Darmawan menambahkan, saat itu Wastra kaget dan berupaya menyelamatkan anaknya ke luar rumah. Karena saat itu, Wastra dan anaknya, Komang Widiana (7), sedang tidur di ruangan yang sama. “Penghuni rumah itu sempat kena pecahan plafon. Beruntung tidak ada luka serius,” terang Darmawan. Tidak hanya merusak rumah

di sekitarnya, timpaan pohon beringin ini juga merusak bangunan panyengker pura dan salah satu palinggih di perempatan sekitarnya juga rusak. Pihaknya berharap agar pemerintah daerah, atau lembaga terkait lainnya bisa membantu proses perbaikan puranya. Sementara, untuk penanganan secara niskala, dia mengaku akan meminta petun-

juk kepada sulinggih. Sebab sebelumnya di pura itu sudah pernah makarya tahun 2015. Namun, melihat kerusakan yang ditimbulkan cukup serius, dia mengatakan kemungkinan akan menggelar ritual Rsi Gana. “Rencana belum pasti. Kami memohon petunjuk dulu kepada sulinggih seperti apa sebaiknya kami menyikapi ini,” kata Darmawan. (kmb31)

Bali Post/gik

TIMPA - Batang pohon beringin yang menimpa rumah warga di Banjar Gelagah, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida.


Senin Wage, 5 November 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari Spa Therapis Wanita Daerah Seminyak H:087860139603

B.BP.001.11.18.0000128

Dcr Peg.Mini Market Laki(SMA) MiniMarket 3Tri Jl.D.Tempe Snr

B.BP.001.11.18.0000145

Admin Wanita,Tkang Las Listrik Sales Marketing : 085103167222 B.BP.001.10.18.0001172

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.11.18.0000115

Dbthkn Sgra, Audit Intern unt Bank S1 Akuntansi,Krm Lmrn ke BPR Adiartha, Jl.Raya Sempidi No.45X,Telp.422387,428348

B.BP.001.11.18.0000011

Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655) B.BP.001.10.18.0000900

Dcr House Keeping Min.SMA Indi Hotel Jl.Danau Buyan 33 Sanur B.BP.001.11.18.0000144

Dcr Karyawan SMK Admin & MM Hub: PT MPG / 08113800837(WA) Email: infompgvisa@gmail.com

Dicari Waiter/ss , Kitchen di Santa Fe Seminyak Jl.Camplung TandukTlp.731147/081999418286

Dcr SPG Lam ke Jl.Dewi Sri No.5 E: tatiphotostudio@yahoo.com

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt SMS WA:0816571027

B.BP.001.11.18.0000122

B.BP.001.11.18.0000083

Dcr Spa Trainer Wnt Pglmn Bisa Inggris&Full Treatment Gj.Nego Hub:081933065331/081337027057

B.BP.001.11.18.0000146

Dcr Tk Patrun,Tk Jahit,Tk Checking,Tk Crochet H.082145355199

B.BP.001.11.18.0000142

Dg 13Jt Anda bisa Dpt Job di Aussy,Amerika,8Jt Dpt Job di Jepang,KoreaSMS.081237608015

B.BP.001.11.18.0000139

Dicari 4 Karyawati Salon Hub:081933061387

B.BP.001.11.18.0000109

Dicari Mekanik,Driver,Washer, OB,Hub:082236182035/0361722222 B.BP.001.11.18.0000059

Dicari Tukang Kebun Brpengalaman Gaji UMK,Gallery 101 Kerobokan,085333516555 B.BP.004.10.18.0001238

Dicr Driver,DW HRD u/Villa Jl. Tirta Akasa No.28 Sanur,270260 B.BP.001.11.18.0000110

BIRO JASA

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818

B.BP.154.11.18.0000141

B.BP.004.11.18.0000078

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

G.01

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

G.02

Krywan/ti,SD,SMP,SMA,Adm,Sopir max25th blm nikah:081999251555

B.BP.001.10.18.0001190

Lembaga Kursus Aviasi Bth:Ops Lembaga,Wadir Ksiswaan N Admin Kurikulum,Staf FO,Bendahara. Jujur,Team Work Honor Menarik Email:tugasbali@yahoo.com

G.03

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818

B.BP.001.11.18.0000072

HONDA

Honda CRV’2012 putih mutiara AT,Brng istw,Hub:081239801377 B.BP.001.11.18.0000138 SUZUKI

APV Pick Up’2011/Hitam,Mulus, Harga Rp75Nego H:081916280012 B.BP.001.11.18.0000053 TOYOTA

Avanza G’05 silv,90jtNg, Jl.Tkd Banyusari106A Sstn,08123681775 B.BP.001.11.18.0000137

DIJUAL RUKO Ruko Lt3 Dalung Permai O3 No.30 1,2M Ng Hub.08123949180

B.BP.001.11.18.0000143

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

n

Desig

Money Back Guarantee Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

G.05

B.BP.001.11.18.0000108

ALUMINIUM

PENGUMUMAN

B.BP.004.11.18.0000026

Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns

G.04

�

BIRO JASA

Produksi Manager (Garment Factory).Hub WA:085100050706 buddhawear.hrd@gmail.com

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Free

BIRO JASA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Urgent:4 Bedroom Luxury Villa in Ubud Looking for Senior Butler / Supervisor must be good English & able to serve breakfast pls send CV to sudisugi@yahoo.com/08124629122

BENGKEL LAS

SERVICE

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.11.18.0000126

RUPA-RUPA

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.10.18.0001152

KEHILANGAN Hlg BPKB No. N09013115-O DK 35 45 AAJ a.n.Ni Md Ayu Shinta S. B.BP.001.11.18.0000058

HlgBPKBNo.O04492839-ODK4456 FAK An.I Nyoman Anom Suardana B.BP.001.11.18.0000112

DIJUAL PERUSAHAAN Djl: Biro Perjalanan Wisata PT. Bali Cipta Bahari Tour&Travel Licence No.551.21/362/DIPARDA Jl.Benesari 19 Legian Kuta, Bali 80361 (Sudah Ber IATA) Hub:081337695702/081237070965

B.BP.001.10.18.0001271


BANGLI

14

Senin Wage, 5 November 2018

Pencairan Tunjangan Pegawai di Sejumlah OPD Ngadat Bangli (Bali Post) -

Pencairan tunjangan pegawai di sejumlah OPD di Lingkungan Pemkab Bangli ngadat. Menurut informasi, ngadatnya pencairan tunjangan disebabkan karena belum tuntasnya proses administrasi APBD Perubahan.

Bali Post/ist

KEKERINGAN - Tanaman jeruk yang dilanda kekeringan di Kintamani.

Dampak Kemarau, Hektaran Tanaman Perkebunan Layu

Bangli (Bali Post) – Musim kemarau sejak beberapa bulan terakhir mengakibatkan hektaran lahan perkebunan di wilayah Kintamani mengalami kekeringan. Dampaknya, tanaman holtikultura milik petani, seperti jeruk dan tomat yang kini tengah berbuah kondisinya layu dan terancam mati. Seperti yang terjadi di Desa Sukawana. Salah seorang petani setempat, I Wayan Armada, mengungkapkan dampak kemarau tahun ini telah mengakibatkan tanaman jeruknya layu. Dirinya tidak bisa melakukan penyiraman maksimal, lantaran membutuhkan air yang banyak. Melihat kondisi tanamannya saat ini, dia mengaku hanya bisa pasrah. Dia hanya bisa melakukan penyemprotan dengan obat-obatan sambil menunggu hujan. Menurut Armada, jika dalam sebulan ini hujan tak juga turun, dipastikan tanaman jeruknya akan mati. Sebaliknya, jika hujan turun dalam waktu dekat, maka tanaman jeruknya yang sudah layu akan bisa selamat. “Kalau tak juga turun hujan, ya petani tentu akan menderita kerugian yang tidak sedikit. Sekarang kita hanya bisa pasrah menunggu hujan,” ujarnya, Minggu (4/11) kemarin. Keringnya lahan perkebunan warga akibat dampak kemarau juga diakui Perbekel Desa Sukawana, Ketut Nonog. Dia mengatakan, kemarau yang melanda wilayah desanya sejak empat bulan terakhir telah mengakibatkan banyak tanaman milik petani layu dan mati. Terbatasnya air membuat petani tidak bisa menyiram semua lahan perkebunannya setiap hari. “Sumber air ada. Tapi tidak cukup kalau dimanfaatkan semua warga untuk menyiram lahan perkebunan,” ujarnya. Nonog mengatakan, dengan kondisi kekeringan saat ini, sejumlah petani di desanya kini hanya bisa pasrah. Warga berharap kemarau panjang ini segera berakhir dan segera berganti dengan musim hujan. “Harapan biar cepat hujan. Sekarang cuaca teduh-teduh seperti ini, kemungkinan akan cepat hujan,” kata Nonog. Tak hanya di Sukawana, kekeringan akibat dampak kemarau juga melanda lahan perkebunan warga di Desa Pinggan. Salah seorang petani setempat I Made Darmawan mengatakan, kemarau kali ini telah mengakibatkan banyak tanaman jeruk dan tanaman sayuran lainnya seperti tomat, terong dan cabai menjadi layu. Dirinya mengaku tidak mampu membeli air setiap hari untuk menyiram tanaman, mengingat lahan yang dimiliki cukup luas dan kondisi cuaca yang panas. (kmb40)

Perbekel Diingatkan Tak Ikut Kampanye Bangli (Bali Post) Seluruh aparat desa di Kabupaten Bangli diingatkan untuk tetap bersikap netral dalam Pemilu 2019. Perbekel dilarang ikut berkampanye, jika tidak ingin terkena sanksi. Demikian ditekankan Bawaslu dalam rapat koordinasi pengawasan Pemilu Partisipatif 2019, Jumat (2/11) lalu. Dalam rapat tersebut, sejumlah aparat desa di Bangli mengaku cukup sulit memosisikan diri jelang pemilu, terutama saat masa kampanye. Mereka khawatir, niat baik mereka menyambut calon yang datang untuk mengenalkan diri dan mensosialisasikan program justru dianggap berpihak. Perbekel Jehem Ida Bagus Rencana mempertanyakan sejauh mana ruang gerak aparat desa jika ada calon yang datang mengenalkan diri ke desa. Pertanyaan serupa juga disampaikan Bandesa Adat Bebalang Nengah Mudana. Dia menanyakan kepada Bawaslu menganai apa saja yang boleh dibicarakan dan di mana saja tempat prajuru desa boleh berbicara dengan para calon soal politik. Dirinya juga meminta Bawaslu untuk mensosialisasikan batas-batas yang jelas mengenai hal itu. Menanggapi hal itu, anggota Bawaslu Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi didampingi anggota Bawaslu Bangli Nengah Mudana menegaskan, bahwa seluruh kepala desa dan perangkat desa dilarang ikut berkampanye. Demikian juga dengan aparat di struktur adat diminta netral. Tempat yang jelas tidak boleh digunakan untuk kampanye adalah tempat suci. Kalaupun ada parpol atau caleg yang datang ke desa untuk mengenalkan diri dan mensosialisasikan program, perbekel diminta untuk tetap netral, jangan ikut kampanye atau jadi petugas kampanye. Perbekel juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan pengawas di tingkat desa. (kmb40)

Adapun salah satu OPD yang tunjangan pegawai belum cair untuk bulan November ini yakni Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP). Sebagaimana yang diungkapkan Sekdis PKP Bangli I Wayan Sarma, Minggu (4/11) kemarin, tunjangan pegawai yang belum cair pada bulan ini, yakni tunjangan fungsional umum yang diperutukan bagi 90 stafnya. Besaran nilai tunjangan fungsional

tersebut yakni Rp 180-185 ribu per masing-masing pegawai, dengan total keseluruhan Rp 37.370.000. “Yang pencairannya masih tertunda tunjangan fungsional umumnya saja, kalau gajinya sudah dibayar,” terangnya. Dijelaskan, ngadatnya pencairan tunjangan fungsional umum ini disebabkan karena dianggarkan dalam APBD Perubahan. Sementara hingga saat ini proses admin-

istrasi anggaran perubahan belum kelar. “Sehingga anggaran belum bisa dicairkan,” jelasnya. Nantinya setelah seluruh proses administrasi tuntas, dipastikan tunjangan yang dimaksud bisa segera cair. Selain di Dinas PKP, ngadatnya pencairan tunjangan juga terjadi di RSU Bangli. Wadir Umum, Keuangan dan SDM RSU Bangli I Putu Ganda Wijaya mengatakan, ada tiga tunjangan yang be-

lum bisa dicairkan untuk 400 pegawai ASN di RSU Bangli. Tiga tunjangan tersebut, yakni tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan fungsional. Dia mengatakan, belum cairnya tunjangan tersebut dikarenakan dana yang dialokasikan masih kurang atau belum mencukupi. Kekurangan itu telah dianggarkan dalam APBD Perubahan. Dia menyebutkan total kekurangan pembayaran tunjangan mencapai Rp. 234.798.358, yang terdiri dari tunjangan keluarga Rp 95.803.358, tunjangan jabatan Rp 15.050.000, dan tunjangan fungsional

sebesar Rp 123.945.000. Terpisah, Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan saat dikonfirmasi mengatakan, tertundanya pencairan tunjangan di beberapa OPD disebabkan karena anggarannya ada penambahan pada APBD Perubahan. Saat ini pihaknya masih sedang memproses DPA Perubahan. Setelah prosesnya tuntas, maka pencairan bisa dilakukan. “Tidak semua OPD. Hanya beberapa yang kurang di anggaran induk dan perlu penyesuaian,” pungkasnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

EKS - Kondisi bangunan eks RSU Bangli.

Kumuh, Eks RSU Bangli akan Diusulkan Jadi Taman Kota Bangli (Bali Post) Keberadaan bangunan eks Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli telah lama terbengkalai. Bangunan yang berlokasi di wilayah Banjar Kawan ini, dibiarkan kumuh dan tak terawat. Bupati Bangli I Made Gianyar berencana akan memohonkan pemanfaatan bangunan itu ke pemerintah provinsi untuk dijadikan taman kota. Diwawancara belum lama ini, Gianyar mengaku berkeinginan untuk mengubah

bangunan eks RSU Bangli menjadi taman kota/ruang terbuka publik. Diakuinya, sejak tidak dimanfaatkan sebagai RSU Bangli, bangunan milik pemerintah provinsi itu kondisinya sangat kumuh dan tak terawat. “Kasihan masyarakat di sana. Kalau dijadikan rumah sakit narkoba, kasihan Bangli kok selama ini tidak punya tempat yang bagus-bagus,” terangnya. Karena itulah, pihaknya

berencana akan segera memohonkan ke pemerintah provinsi agar bangunan beserta lahan eks RSU Bangli itu bisa dimanfaatkan sebagai taman kota atau sejenis ruang terbuka publik. Sesuai keinginannya, konsep taman kota yang dibuat di dalamnya berisi tempat bermain anak, taman baca, kolam renang, kuliner dan lainnya. Nantinya tempat itu akan diusulkan dengan nama Taman Pintar Bung Karno. Selain bangunan bekas

rumah sakit itu, Gianyar juga berencana akan memohonkan lahan milik Pemprov yang ada di belakang RSJ, untuk perluasan dan pengembangan RSU Bangli saat ini. Tak hanya itu saja, pihaknya juga akan memohonkan pemanfaatan lahan Pemprov yang ada di sebelah Puskesmas Bangli Utara di Desa Pengotan Bangli. “Dulu pernah disetujui untuk perluasan puskesmas. Tapi kita ingin nanti mohonkan untuk

dibangun pusat percontohan tanaman herbal,” imbuhnya. Sementara itu, berdasarkan pantauan, kondisi bangunan bekas RSU Bangli sangat kumuh dan angker. Karena sudah lama tak pernah dibersihkan, rumput liar yang ada di sekitar bangunan tumbuh meninggi. Sejak bangunan itu dikosongkan, beberapa warga kini ada yang memanfaatkannya sebagai garase, tempat memarkir kendaraan roda empat. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Alat peringatan dini atau early warning system (EWS) yang dipasang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli di Dusun Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani, kini tak bisa berfungsi karena rusak. Padahal keberadaan alat tersebut sangat diperlukan untuk mengurangi risiko bencana terutama saat musim hujan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa saat dikonfirmasi, Minggu (4/11) kemarin, mengatakan total ada empat alat EWS yang dipasang di wilayah Desa Abang Batu Dinding sejak 2016 lalu. Diakuinya, saat ini kondisi keempat alat EWS yang merupakan hibah dari BNPB itu, sudah tak bisa berfungsi

dengan normal lantaran rusak. “Kerusakannya sudah tidak bisa memberikan sinyal informasi ke kantor kita, jika ada getaran/pergerakan tanah,” ujarnya. Agus mengatakan, untuk memperbaiki alat itu BPBD Bangli saat ini masih sedang berupaya mengkoordinasikannya dengan pihak Universitas Gajah Mada (UGM). Koordinasi dilakukan mengingat alat tersebut merupakan buatan UGM. “Pemeliharaan alat memang ada di kita. Kita juga sudah sediakan anggaran

pemeliharannya. Namun untuk perbaikan, kita tidak bisa lakukan sendiri. Kita butuh teknisi dari UGM,” terangnya. Dijelaskan Agus, tujuan pemasangan alat EWS di wilayah Desa Abang Batudinding yakni untuk memberi peringatan secara dini ke masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi pergerakan tanah dan air bah. Dengan adanya peringatan tersebut, nantinya masyarakat di wilayah Desa Abang Batudinding dan sekitarnya bisa dengan sigap mengevakuasi diri dengan

cepat ke titik kumpul yang aman jika bencana terjadi. Agus berharap musim hujan yang akan datang ini tidak sampai menimbulkan adanya pergerakan tanah atau air bah yang dapat mengancam keselamatan warga sekitarnya, seperti yang pernah terjadi 2014 lalu. “Di samping pemasangan EWS, selama ini masyarakat di sana juga telah kita latih kapasitasnya dalam hal penanganan bencana. Dan sebelum dilakukan pemasangan alat, mereka juga sudah mengerti tentang tanda-tanda

alam apabila terjadi pergerakan tanah saat hujan deras. Jadi mereka sudah tahu titik kumpul yang aman untuk evakuasi diri,” jelasnya. Di sisi lain, Agus mengungkapkan rencananya untuk memohon penambahan alat EWS yang akan dipasang di beberapa titik rawan mengalami pergerakan tanah. Hanya saja mengenai berapa total alat EWS yang dibutuhkan, Agus mengaku tidak bisa menyebutkannya karena pemetaannya ada di bidang lain. (kmb40)

Rusak, EWS di Abang Batudinding Tak Berfungsi


15

Senin Wage, 5 November 2018

Menjual Cita Rasa Bali di India

Bali Post/ist

BALINESE FOOD - Para pengisi acara ‘’The Pride and Glory of Bali Yatra’’ dan Balinese Food Festival 2018 di kota Bhubaneswar. INDONESIA dan India sudah punya sejarah interaksi maritim yang kuat sejak zaman leluhur. Sejarah juga mencatat adanya peninggalan interaksi beberapa wilayah di Indonesia khususnya dengan negara bagian Odisha yang terhubung lewat rute perdagangan kuno, jalur sutra. Koneksi tersebut meninggalkan pengaruh terhadap aspek budaya, masyarakat,

kepercayaan, agama hingga khazanah kuliner dan cipta karya kerajinan tangan (khususnya seni ukir patung). Uniknya patung-patung yang ada di ibu kota Odisha, Bhubaneswar, begitu menggambarkan kesamaan dengan yang ada di Bali, baik dari segi motif maupun metode pengukiran yang sangat detail dan rapi. Contohnya saja saat kita masuk

ke Hotel Mayfair Lagoon yang menjadi tempat acara festival, tersebar patung-patung yang mirip sekali dengan yang ada di Bali. Patung-patung tersebut ditempatkan di gerbang utama dan pelataran hotel, dengan nuansa yang alami, membuat suasana seakan berada di sebuah hotel di kawasan Nusa Dua, Bali. Untuk memperingati kedekatan budaya yang kuat dan menapak tilas asal-muasal terjalinnya koneksi maritim kedua bangsa, KBRI New Delhi bersama Kementerian Pariwisata RI menyelenggarakan peluncuran Coffee-table book ‘’The Pride and Glory of Bali Yatra’’ dan Balinese Food Festival 2018 di kota Bhubaneswar yang berjuluk ‘’The City of Temples’’. Festival kuliner khas Bali sengaja diadakan sepekan menjelang dimulainya festival akbar masyarakat Odisha, ‘’Bali Yatra’’. Khusus untuk kuliner khas Bali ternyata sangat diminati para pengunjung Balinese Food Festival 2018. Ragam menu seperti sate lilit, lawar gedang, betutu ayam, jaja batun bedil, udang mesanten

dan udang sambel ulek jadi incaran pencinta kuliner di Bhubaneswar. Untuk menyiapkan ragam kuliner khas Bali ini, dua pakar gastronomi Bali Chef Anak Agung Alit Pujawan dan Chef I Made Rumada didatangkan langsung dari Indonesia untuk menyiapkan menu-menu andalan. Di luar dugaan, meski dibandrol 1.200 rupees (sekitar Rp 240.000) per orang, tak membuat urung pengunjung untuk mencicipi masakan Bali. Mr. K.K. Rao, Executive Secretary Hotel & Restaurant Association of Odisha, memuji cita rasa masakan Bali. ‘’Saya pikir cita rasa ini punya nilai komersial yang tinggi, ayo kita buat restoran khas Indonesia di Odisha!’’ responsnya saat mencicipi sate lilit. Mengambil tempat di Hotel Mayfair Lagoon, acara inagurasi dan penutupan festival kuliner dihadirkan dalam nuansa Bali yang kental dilengkapi dekorasi ornamen-ornamen khas Bali yang mempercantik sudut-sudut ruangan. Ditambah lagi alunan irama musik Bali semakin menghipnotis dan

WARUNG GLOBAL

membuat para pengunjung serasa berada di hotel bintang lima di Bali. Suasana semakin meriah dengan penampilan cantik dan menarik duo srikandi dari Bali dengan tari-tarian seperti Sekar Jagat, Joged Bumbung, Cenderawasih, Oleg Tumulilingan dan Penyembrama yang ditampilkan selama berlangsungnya festival. Acara dibuka secara simbolis oleh Dr. Komang Mahawira, Kepala Bidang Area I (India), Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional 3 Kemenpar RI. ‘’Kita punya momentum sejarah yang kuat, yang dapat dijadikan landasan kerja sama yang kuat di masa depan. Peningkatan konektivitas seyogianya menjadi keharusan dan ambisi bersama. Sudah ada beberapa maskapai Indonesia yang masuk pasar India, namun kita masih perlu direct flight sebagai booster peningkatan people to people contacts. Dalam waktu dekat juga akan ada chartered flight dari Sabang ke Andaman Nikobar,’’ ujar Dubes Arto Suryodipuro saat memberikan sambutan pada closing ceremony. (KBRI India)

Hujan, Jalan Labuan Sait Tertutup Lumpur

Mangupura (Bali Post) -

ingat saat ini mulai memasuki musim hujan,” pintanya. Kondisi ini, kata Sumerta, tentu sangat mengganggu pengguna jalan. Karena jalur tersebut merupakan jalur ramai yang sering dilintasi masyarakat maupun wisatawan. Bahkan aktivitas di sana bisa dikatakan tidak mengenal waktu. “Di sana merupakan jalur wisata, banyak wisatawan yang melintas. Tentu sangat membahayakan, karena jalan menurun dan licin akibat tertutup lumpur dan kerikil,” ucapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Binamarga PUPR Badung Sang Nyoman Oka Permana mengatakan, ke depan untuk mengantisipasi melubernya material bekas kerukan pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaksana proyek. Kalau bisa material yang tidak dipakai agar dipindahkan ke

lokasi lain. Sedangkan bila ada meterial bekas kerukkan yang akan dipakai, agar langsung digelar di sana. Dijelaskan, proyek ini merupakan perbaikan ruas jalan Labuan Sait, Pecatu. Proyek ini dibiayai dari APBD Badung tahun 2018 dengan nilai proyek Rp 1.689.599.079. Jangka waktu pengerjaan selama 105 hari terhitung dari tanggal 29 Agustus 2018. Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung I Wayan Wirya menyampaikan, untuk membersihkan tumpukan lumpur tersebut pihaknya menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran. “Kami tidak hanya membantu untuk penanganan terhadap kebakaran, namun juga membantu masyarakat dalam hal pembersihan jalan seperti ini,” katanya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang sebelumnya dikatakan berangkat dari Bandara Ngurah Rai, pihak Otoritas Bandara (Otban) Ngurah Rai tegaskan hasil evaluasi data Lion Air dari Bandara Ngurah Rai memang tidak ada gangguan. Semua hasil perbandingan data teknis dan data penerbangan sebelumnya semuanya normal. Hal itu ditegaskan Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara Herson, Minggu (4/11) kemarin saat memantau pelaksanaan ramp check di Bandara Ngurah Rai.

Dikatakannya, untuk pemeriksaan Lion Air sebelumnya, kalaupun ada kerusakan saat berada di Bandara Ngurah Rai, pilot pastinya tidak berani terbang. Menurutnya, pesawat Lion Air itu terbang karena memang tidak ada masalah. “Untuk Lion Air yang kemarin, keseluruhannya sudah diperiksa. Dari data yang sudah ada. Untuk di data semuanya normal,” tegasnya kembali. Diungkapkannya, hasil evaluasi dari tim inspektorat Otban memang semuanya normal. Setiap pesawat yang baru datang semua dievaluasi. Menurutnya, untuk evaluasi ada evaluasi harian, ada mingguan ada bulanan dan ada ta-

hunan. “Evaluasi ini merupakan pengecekan keseluruhan untuk keselamatan penerbangan. Dari Otban, pengecekan rutin dilakukan. Bahkan sampai kesehatan dari kru juga dilakukan pengecekan,” terangnya. Ditambahkan, pemeriksaan ramp check untuk penerbangan memang rutin dilakukan. Waktu pemeriksaan untuk satu pesawat, tergantung waktu ground time pesawat itu. Misalkan turunnya diberi waktu 30 menit, maka pemeriksaan dilakukan selama 1520 menit. Pemeriksaan yang dilakukan terutama terkait administrasi. Baik itu administrasi pesawat, terkait pilot maupun kru nya. (kmb23)

Dari Hal. 1

uai dengan Permenkes I/2012, yaitu berdasarkan kompetensi, tidak berdasarkan tipe RS. Ia pun sudah beberapa kali rapat dengan BPJS Kesehatan dan stakeholder terkait ru-

jukan, namun tidak tercapai kesepakatan. Maka dari itu, ia berharap agar BPJS Kesehatan mau bersama-sama membuat sistem rujukan lokal Bali. (kmb42)

Otban Tegaskan Lion Air JT610 Tak Ada Gangguan di Bandara Ngurah Rai

Rujukan Regional

Jadi ini tentu memberatkan masyarakat. Sistem rujukan regional dengan konsep kewilayahan ini, katanya, sudah ses-

Dari Hal. 1 Ia mengatakan, tidak menutup mata bahwa layanan BPJS Kesehatan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Namun tata kelolanya dibenahi agar keberadaan BPJS Kesehatan benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat dan merasa kesehatannya terjamin. Konsep jaminan dan asuransi berbeda. Menurutnya, jaminan harus menjamin layanan kesehatan bagi masyarakat. Ketua Persi Bali dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengatakan, di tengah karutmarut layanan kesehatan di era JKN, RS harus tetap memberikan pelayanan yang baik dan benar. Sehingga diakui kondisi rumah sakit saat ini berbeda dengan sebelum menangani peserta BPJS. Ada regulasi yang membuat

Tata Kelola RS menjadi lebih baik dan ada regulasi yang membuat RS berubah. Misalnya RS harus mengikuti akreditasi untuk bisa menjadi mitra BPJS Kesehatan. ‘’Menariknya adalah kadang ada rumah sakit tipe yang sama, tapi ada perbedaan dalam karakter. Terutama rumah sakit swasta. Karena dipengaruhi juga oleh faktor karakter pemilik,’’ ujarnya. Dengan adanya perubahan kondisi ini, RS yang semula fokus pada mutu dan pasien safety, akhirnya mau tidak mau harus memikirkan tentang perubahan-perubahan yang harus dihadapi. Contoh rujukan online membuat RS kelas A dan B tingkat kunjungan rawat jalannya menurun 30–40 persen. Namun, peserta JKN atau pasien tidak serta merta berpindah ke RS tipe C atau D. ‘’Karena RS tipe D dan C ti-

dak mampu untuk menambah lagi. Misalnya poliklinik buka siang pukul 11.00-13.00. Mau nambah jam lagi tidak bisa karena masalahnya sumber daya RS swasta kebanyakan dari RS pemerintah. Akhirnya pasien diam atau menjadi pasien umum tapi yang menjadi pasien umum sedikit,’’ bebernya. Masalah lain yang dihadapi RS adalah keterlambatan pembayaran. Terutama sangat berdampak pada RS swasta. Pembayaran sangat berpengaruh pada operasional rumah sakit. RS yang berupaya untuk menjaga mutu pelayanan pun menjadi terganggu dengan keterlambatan pembayaran. Meski saat ini belum ada RS yang bangkrut, namun jika sistem ini tidak diperbaiki, ia khawatir bisa saja ada RS yang bangkrut. (kmb42)

BALI merupakan pulau kecil yang sumber daya airnya terbatas, sehingga pembangunan bendungan akan terus digencarkan. Air permukaan di Bali dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi masyarakat. Saat ini air baku bersumber dari danau. Beberapa danau di Bali kini mengalami degradasi. Danau Buyan terdegradasi paling signifikan akibat alih fungsi lahan di Baturiti. Sejumlah pendengar yang bergabung menyampaikan opini dalam acara dialog interaktif Warung Global di Radio Global 96,5 FM. Mereka menyatakan untuk menyikapi hal ini pemerintah harus mengambil langkah secepatnya, sehingga air baku tersedia sesuai dengan kebutuhan. Selain itu masyarakat melakukan penghematan penggunaan air. Berikut rangkuman opini pendengar selengkapnya. Sangging di Gianyar mengatakan, untuk menyikapi keterbatasan ketersediaan air, diperlukan pemimpin Bali yang memiliki inovasi tinggi. Pemimpin Bali harus inovatif, agar air cukup tersedia bagi masyarakatnya. Sebab, air memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan kita. Made Suardana dan Fera di Tabanan mengatakan, di samping alih fungsi lahan, kemarau panjang juga menjadi penyebab air danau menurun. Mereka pun mengajak warga agar danau dijaga dengan baik, reboisasi, izin sumur bor dibatasi dan diperketat. Air danau terdegradasi sebagai bukti bahwa kita sebagai umat Hindu di Bali

belum menjalankan konsep Tri Hita Karana dengan baik. Demikian penegasan Budiada di Tabanan dan Nyoman Mastra di Gianyar. Mestinya kita sadar bahwa kita hidup dari alam. Sementara Ayu di Petang berharap agar setiap desa, jumlah vila dibatasi. Hotel, restoran, vila sebaiknya menggunakan air laut saja. Werdha di Gianyar menawarkan solusi, jika ingin cepat habis atau tidak ingin cepat habis air baku itu, apa yang harus dilakukan. Ibarat kita memakai kendaraan, semakin lama dipakai pasti semakin cepat juga mengalami kerusakan. Jadi solusi jangka panjang dan pendek harus segera dilakukan. (sikha)

Petinggi Negara

Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kuta Selatan, Minggu (4/11) dini hari, mengakibatkan jalan Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan tertutup lumpur dan kerikil yang terbawa air hujan. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, karena kondisi jalan turunan menjadi licin. Untuk membersihkan tumpukan lumpur dan kerikil ini dilakukan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Badung. Terhadap kondisi ini, Bandesa Adat Pecatu Made Sumerta mengatakan di sekitar jalan yang tertutup lumpur tersebut memang sedang ada pengerjaan pelebaran jalan. Namun, menurutnya, material bekas pengerukkan yang tidak terpakai masih diletakkan di sana. Akibatnya, saat hujan lebat bekas kerukkan tersebut terbawa air hujan dan menutupi jalan. Untuk itu pihaknya berharap agar proses pengerjaan pelebaran jalan ini bisa dipercepat. Atau kalau memang memungkinkan, material bekas kerukkan tersebut tidak diletakkan di pinggir jalan. Hal itu untuk mengantisipasi saat hujan, agar tidak terbawa air hujan yang bisa menutupi permukaan jalan. “Minimal material bekas pengerukkan bisa diletakkan agak ke dalam agar tidak tergerus air hujan. Meng-

Mari Jaga Danau dengan Baik

Dari Hal. 1

Bali Post/kmb23

LUMPUR - Ruas Jalan Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan sempat tertutup lumpur dan kerikil usai diguyur hujan, Minggu (4/11) dini hari.

Jadi Andalan Dari Hal. 1 ‘’Saya harap melalui kejuaraan ini akan dapat melahirkan atlet-atlet vovinam yang memiliki prestasi tinggi, sehingga dapat memacu peningkatan prestasi olahraga vovinam melalui pola pembinaan terencana, bertahap, berjenjang dan berkelanjutan,’’ katanya. Wagub Cok Ace juga mengharapkan event ini dapat memberikan vibrasi positif bagi promosi pariwisata Bali. Bahwasanya Bali tidak hanya dikenal sebagai daerah pariwisata tetapi juga sangat baik sebagai tempat penyelenggaraan event olahraga. ‘’Mudahmudahan kesempatan ini akan membawa Bali sebagai

sport tourism destination, sehingga dapat menjadi andalan bagi Bali dalam menambah pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat,’’ ucapnya. Sebelumnya, Ketua Panitia I Dewa Gede Ary Wirawan melaporkan, kejuaraan 4 th Asian Vovinam Championship 2018 diikuti 16 negara, dengan 167 partisipan. Pelaksanaannya juga dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-525 Kota Tabanan dan akan berlangsung hingga 7 November 2018. ‘’Negara itu di antaranya India, Myanmar, Thailand, Filipina, Laos, Iran, Irak, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, Kamboja, Taiwan, Jepang, Cina, Timor Leste dan Indonesia,’’ jelasnya. (ad155)

Hadir juga dalam acara tersebut Ketua DPR Bambang Soesatyo dan sejumlah pengusaha yang juga petinggi negara antara lain Budi Karya Sumadi, Enggartiasto Lukito serta sejumlah politikus seperti Pramono Anung dan Maruarar Sirait. ‘’Hijrah dari yang senang perpecahan jadi yang senang persatuan, hijrah yang dari tadinya seneng monopoli jadi seneng kompetisi, jangan mau mendapat proteksi saja. Dan terakhir hijrah dari individualis menjadi kolaborasi, kerja sama-sama,’’ ungkap Jokowi. Jokowi juga sempat menyinggung divestasi 51 persen saham Freeport yang berhasil dilakukan dalam masa pemerintahannya 2014-2019. ‘’Dipikir 3,5 tahun untuk negosiasi tidak ada tekanan? alotnya negosiasi karena menghadapi tekanan-tekanan, tapi saya sampaikan ke menteri, saya maunya mayoritas, terserah mayoritasnya berapa tapi mayoritas dan setelah 3,5 tahun akhirnya mencapai agreement,’’ tambah Jokowi. Hal yang sama juga ditekankan Jokowi ketika bertemu warga Banten. Ia mengajak warga Banten untuk berhijrah jelang pemilihan pemilu presiden 2019. ‘’Mari bersama kita mulai hijrah dari ujaran kebencian ke ujaran kebenaran. Hijrah dari sering mengeluh kepada mensyukuri nikmat, selalu bersyukur. Hijrah dari yang

suka suudzon atau berprasangka buruk kepada suka khuznuzon berprasangka baik kepada siapa pun, apalagi kepada saudara muslim, sebangsa, se-Tanah Air,’’ kata Jokowi di GOR Maulana Yusuf Serang, Banten, Sabtu (3/11). Jokowi hadir dalam acara ‘’Deklarasi Dukungan Keluarga Besar Tubagus Chasan Sochi’’ yang juga dihadiri calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin. ‘’Hijrah dari kesukaan kegaduhan kepada kerukunan menjalin persaudaraan, mari hijrah pada hal yang menyebabkan perpecahan kepada kesukaan kita yang namanya persatuan,’’ tambah Jokowi. Jokowi juga mengucapkan terima kasih atas dukungan keluarga besar Tubagus Chasan Sochu yang memberikan dukungan kepadanya. ‘’Saya perlu sampaikan, blakblakan saja, tiga minggu lalu survei di Banten kita kalah sembilan persen. Insya Allah silaturahmi sore ini, tadi saya sudah bisik-bisik ke Bu Tatu, Bu Airin, Pak Andhika saya mau cek di pertengahan Desember sudah berubah atau belum,’’ tambah Presiden. Namun karena berpasangan dengan putra daerah, Jokowi pun yakin ia dapat memenangkan Banten pada Pilpres 2019. ‘’Kita tahu Banten memang belum kita gerakkan. Di Desember kita cek lagi. Saya yakin cawapres saya adalah putra terbaik Banten,’’ kata Jokowi usai memberikan sambutan. (ant)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Senin Wage, 5 November 2018

Barca Amankan Posisi Puncak Barcelona Barcelona mengamankan posisi puncak klasemen seusai meraih kemenangan 3-2 dari Rayo Vallecano dalam laga pekan ke-11 Liga Spanyol, Minggu (4/11) dini hari kemarin. Hasil ini membuat Barcelona kini mengoleksi 24 poin dan mantap di puncak klasemen setidaknya hingga sepekan ke depan.

Bali Post/afp

RAYAKAN – Striker Barcelona Luis Suarez merayakan gol yang dibuatnya ke gawang Rayo Vallecano dalam pertandingan Liga Spanyol, Minggu (4/11) dini hari kemarin.

Tim Sepak Takraw Denpasar dan Buleleng Berjaya

Mangupura (Bali Post) Tim sepak takraw putra Kota Denpasar dan putri Kabupaten Buleleng A berjaya dengan keluar sebagai juara nomor regu dalam Kejurprov Sepak Takraw 2018 di GOR Dalung, Badung. Kejuaraan yang dimulai Sabtu (3/11) lalu berakhir Minggu (4/11) kemarin. Regu putra Denpasar mengalahkan Badung dengan skor 2-1 di final. Juara III bersama direbut Jembrana dan Buleleng. Di sektor putri, tim Buleleng A menaklukkan Gianyar A juga dengan skor 2-1 di partai puncak. Juara III kembar diraih Buleleng B dan Gianyar B. Sekum Pengprov Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Bali Nyoman Sukarta menjelaskan, kejuaraan putra diikuti delapan tim dari delapan Pengkab PSTI dan Pengkot PSTI se-Bali. Klungkung absen karena kepengurusan PSTI setempat belum terbentuk. Kontestan tim putri juga delapan tim. Klungkung tidak tampil bersama Bangli, Karangasem dan Tabanan, sehingga Buleleng dan Gianyar bisa mengirim dua tim (A dan B). Kejurprov hanya mempertandingkan regu, sebab nomor ini dianggap paling bergengsi. Dari ajang ini direkrut pesepak takraw yang memperkuat Bali di kancah Pra-PON yang akan diselenggarakan di Kaltim pada 2019 mendatang. Tim sepak takraw Bali menjadi menjadi juara II nomor quadran (empat pemain) pada Kejurnas Sepak Takraw di GOR Cendrawasih, Jakarta, 27 Juli-3 Agustus lalu. (022)

Tim besutan Ernesto Valverde itu sempat dibayangi kekalahan setelah tertinggal 1-2 dari tuan rumah. Ousmane Dembele dan Luis Suarez akhirnya mencetak dua gol dalam kurun waktu tiga menit di pengujung laga demi memastikan kemenangan di Stadion Vallecas, Madrid. Dalam laga lain yang berlangsung lebih awal, Atletico Madrid (20) harus puas dengan skor imbang 1-1 saat melawat ke markas Leganes (9). Walaupun Atletico naik ke peringkat kedua, posisinya terancam melorot hingga ke urutan keempat jika para pesaingnya meraih kemenangan. Sementara itu, debut manis pelatih sementara Real Madrid, Santiago Solari, berlanjut dengan kemenangan 2-0 atas Real Valladolid dalam laga pekan ke-11 Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu. Hasil ini menempatkan Madrid di urutan keenam klasemen dengan raihan 17 poin,

Bali Post/ist

Kejurnas Tembak

Bali Peringkat Lima

Denpasar (Bali Post) Atlet tembak Bali menyabet 3 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu pada Kejurnas Piala Gubernur Kalsel di Lapangan Tembak Batara, Banjarmasin, yang berakhir Sabtu (3/11). Tambahan satu medali perunggu untuk Pulau Dewata dipersembahkan Kadek Diana Putra di nomor 50 meter free pistol. Prestasi ini menempatkan tim Bali di peringkat kelima. Tim tembak Jawa Barat merebut gelar juara umum dengan meraih 5 emas, 3 perak dan 3 perunggu, disusul tuan rumah Kalimantan Selatan (5 emas, 2 perak, 7 perunggu), Jawa Timur (3 emas, 5 perak, 2 perunggu) dan Jawa Tengah (3 emas, 4 perak, 1 perunggu) di urutan keempat. Pelatih tim Bali Made Sugiantara yang dikontak Minggu (4/11) kemarin menyatakan, Kejurnas Piala Gubernur Kalsel sebagai uji coba bagi atlet yang diproyeksikan berlaga pada PON 2020 di Papua. ‘’Ke depannya petembak Bali harus lebih sering lagi mengikuti berbagai ajang nasional,’’ ujarnya. Ia menilai atlet Bali di bidang tembak target seperti free pistol 50 meter prestasinya lumayan, namun masih kurang di bidang tembak api. Terkait amunisi, pihaknya memerlukan bantuan untuk berlatih. (022)

Bali Post/ist

EMAS - Lily Setiawati (kiri) dan Kadek Rico Vergian Dinatha menyumbang medali emas dari nomor campuran.

Liverpool Liverpool kembali ke puncak klasemen sementara Liga Inggris meski hanya bermain imbang 1-1 melawan Arsenal dalam laga pekan ke-11 di Stadion Emirates. Liverpool sempat unggul lewat gol James Milner, namun aksi licin Alexandre Lacazette di dalam kotak penalti membuat skor imbang 1-1. Liverpool meraih 27 poin dan belum terkalahkan di Liga Inggris. Hasil imbang antara Liverpool dan Arsenal (23) memberikan keuntungan bagi

Bima Sakti Tak Hiraukan Nama Besar Eriksson Jakarta (Bali Post) – Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Bima Sakti tidak menghiraukan nama besar Sven-Goran Eriksson yang menjadi pelatih Filipina dalam turnamen Piala AFF 2018. Sven-Goran Eriksson merupakan sosok tenar yang menangani timnas Inggris di Piala Dunia 2002 dan 2006. ‘’Bagi saya, nama besar itu tidak penting,’’ ujar Bima Sakti usai menghadiri acara Tur Trofi Piala AFF 2018 di Jakarta, Minggu (4/11) kemarin. Terkait hal tersebut, Bima pun berkisah tentang pengalamannya menghadiri acara FIFA Football Conference 2018 dan The Best FIFA Football Awards 2018 di London, Inggris. Ketika itu, dirinya sempat berjumpa dan bertukar pikiran dengan pelatih kelas dunia seperti Marco van Basten dan Didier Deschamps yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018. Van Basten dan Deschamps menekankan bahwa sejago apa pun seorang pelatih, tidak akan pernah menjadi penentu hasil pertandingan. ‘’Setiap tim dapat meraih hasil yang bagus hanya dengan latihan yang baik. Oleh karena itulah saya merasa beruntung di tengah orang-orang besar, yaitu

para pemain saya yang mau berusaha maksimal sekuat tenaga demi timnas,’’ tutur pelatih berusia 42 tahun itu. Tim nasional Indonesia akan berlaga di Piala AFF 2018 yang berlangsung 8 November - 15 Desember 2018. Indonesia yang bergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, Filipina dan Timor Leste mulai bertanding pada 9 November menghadapi Singapura di Stadion Nasional, Singapura. PSSI menargetkan Indonesia meraih juara di Piala AFF 2018. Di bagian lain, Bima Sakti meminta maaf karena skuadnya tidak diperkuat pemain asal Papua. ‘’Mohon maaf kali ini tidak ada pemain Papua di tim nasional. Tidak ada tujuan lain dari keputusan itu selain demi tim,’’ tegasnya. Dari 23 pemain timnas untuk Piala AFF 2018, tidak ada satu pun yang berasal dari Papua. Ini tidak seperti di beberapa Piala AFF sebelumnya di mana Indonesia diperkuat beberapa pemain Papua, sebut saja seperti penyerang Boaz Solossa, Imanuel Wanggai, Elie Aiboy dan Vendry Mofu. Selain itu, pada edisi tahun 2016, ada bek Yanto Basna yang lahir di Sorong, Papua Barat. Menurut Bima, sebenarnya dirinya sudah memantau salah seorang pemain

Arab Saudi Rebut Piala Asia U-19 JUARA - Tim putra Denpasar menjuarai nomor regu pada Kejurprov Sepak Takraw di GOR Dalung, Badung.

melewati Valladolid (16) yang harus rela turun ke peringkat kedelapan. Madrid harus menunggu hingga menit ke-83 untuk melakukan selebrasi. Vinicius Junior yang baru masuk pada menit ke-73 menggantikan Marco Asensio melepaskan tembakan melengkung yang sempat membentur punggung bek Kiko Olivas sebelum mengecoh kiper Jordi Masip. Madrid kemudian memperoleh hadiah penalti setelah Karim Benzema dijatuhkan di dalam area terlarang. Sang kapten Sergio Ramos yang menjadi algojo dengan tenang mengarahkan bola ke sisi kanan untuk menggandakan keunggulan Los Blancos pada menit ke-88.

Tottenham Hotspur (24) yang naik ke peringkat keempat usai menang 3-2 melawan Wolverhampton (15). Manchester United (20) naik ke posisi ketujuh berbekal kemenangan dramatis 2-1 atas Bournemouth (20) yang dipastikan lewat gol telat Marcus Rashford di pengujung laga. Borussia Dortmund menjauhi kejaran Bayern Muenchen setelah menang 1-0 di kandang Wolfsburg dalam pertandingan Liga Jerman. Gol semata wayang Dortmund dibukukan oleh Marco Reus pada menit ke-27. Pada saat yang sama sang juara bertahan Muenchen harus puas dengan hasil imbang 1-1 ketika menjamu Freiburg. Muenchen unggul terlebih dahulu melalui gol solo Serge Gnabry pada menit ke-80, namun sembilan menit kemudian Lucas Holer mampu menyamakan kedudukan. Dortmund memuncaki klasemen dengan 24 poin, sedangkan Muenchen di peringkat kedua dengan 20 poin dari 10 pertandingan. Juventus menjaga jarak dari kejaran para pesaing terdekatnya berkat kemenangan 3-1 atas tamunya Cagliari dalam pertandingan Liga Italia di Stadion Allianz. Gol-gol Juve dihasilkan Paulo Dybala saat laga baru berusia 44 detik, bunuh diri Filip Bradaric dan Juan Cuadrado pada menit ke-87. Cagliari membuat satu gol balasan yang dihasilkan Joao Pedro pada menit ke36. Juve sekarang mengantongi 31 poin dari 11 pertandingan, unggul enam poin atas Inter Milan (25) yang berada di peringkat kedua dan Napoli (25) yang berada di posisi ketiga. (ant/rtr)

Cibinong (Bali Post) – Tim nasional sepak bola Arab Saudi mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-1 pada final Piala Asia U-19 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Minggu (4/11) malam kemarin. Arab Saudi sudah unggul ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Turki Al-Ammar membuat gol pembuka tersebut. Arab Saudi memimpin 2-0 pada menit ke-22. Kali ini Khalid Essa Al Ghannan yang mencocor gawang Korea Selatan. Korsel baru mampu mempertipis ketinggalan pada menit ke-64 dari titik penalti yang dihasilkan Young-Wook Cho. Kemenangan ini mengantarkan Arab Saudi menjadi juara Piala Asia U-19 untuk ketiga kalinya. Arab Saudi tercatat sudah lima kali melaju ke final Piala Asia U-19. Meski kalah, Korea Selatan tetap unggul dalam hal gelar karena sudah 12 kali berjaya di ajang ini. Korsel juga mendominasi kejuaraan ini dengan 17 kali menginjakkan kaki di final. Arab Saudi lolos ke final setelah mempermalukan juara bertahan Jepang dengan skor 2-0 di semifinal. Kemenangan Arab Saudi atas Jepang ini menjadi yang pertama dari pertemuan keduanya sepanjang 45 tahun terakhir di Piala U-19 Asia. Sementara Korsel menghentikan langkah Qatar skor 3-1 di semifinal lainnya. (net/kmb)

BaliPost/ant

PIALA AFF - Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti (kiri) didampingi pemain sayap Febri Hariyadi (tengah) dan kiper Andritany memegang Piala AFF di Jakarta, Minggu (4/11) kemarin. Papua yang kini berlaga untuk Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre. Todd memiliki kemampuan yang pantas untuk memperkuat timnas senior. Namun, untuk berlaga di level

senior, Todd dianggapnya masih terlalu muda. ‘’Dia butuh waktu dan proses untuk mencapai tim senior karena usianya baru 19 tahun. Saya ingin menjaga kariernya,’’ tutur Bima. (ant)

PSM dan Persebaya Pesta Gol Makassar (Bali Post) – PSM Makassar mengokohkan posisinya di puncak klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia usai mengalahkan tamunya Persipura Jayapura dengan skor 4-2 pada pekan ke29 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging, Sulawesi Selatan, Minggu (4/11) kemarin. Tim Juku Eja mengumpulkan 53 poin, unggul empat angka dari Persib Bandung (49) yang berada di posisi kedua. Empat gol kemenangan PSM masing-masing diciptakan Wiljam Pluim pada menit ke-12, M. Rahmat menit ke-80, Ferdinand Sinaga menit ke-82 dan Alessandro Ferreira menit ke-89. Persipura membuat dua gol yang dihasilkan kapten tim Boaz Solossa pada menit ke-26 dan bunuh diri pemain PSM Reva Adi Utama menit ke-58.

Pelatih PSM Robert Rene Alberts mengatakan bangga dan bersyukur dengan kemenangan yang diraih. Apalagi timnya sempat tertinggal 1-2 sebelum membalikkan skor menjadi 4-2. ‘’Kami memiliki banyak peluang dan yang paling mengesankan bagaimana kami bereaksi (setelah tertinggal) melalui serangan balik yang cepat,’’ katanya. Pesta gol juga dilakukan Persebaya Surabaya yang sukses menekuk tamunya Persija Jakarta 3-0 di Stadion Gelora Bung Tomo. Tiga gol kemenangan Persebaya masing-masing dicetak Osvaldo Haay pada menit ke-2, Oktafianus Fernando menit ke-30 dan Ferinando Pahabol menit ke-78. Kemenangan ini membuat Persebaya menembus posisi sembilan dengan koleksi 38 poin, sedangkan Persija di peringkat ketiga dengan raihan

48 poin hasil 28 kali laga. Disaksikan 50 ribu lebih suporternya, tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang. Laga baru berjalan dua menit, Persebaya sudah mengubah skor melalui Osvaldo Haay memanfaatkan bola muntah Fandi Eko Utomo usai menerima umpan tendangan bebas Misbakus Solikin. Bajul Ijo sukses menggandakan keunggulan melalui tendangan melengkung Oktafianus Fernando pada menit ke-30. Persebaya memperbesar keunggulan menjadi 3-0 melalui Ferinando Pahabol pada menit ke-78. Dalam pertandingan lainnya, tuan rumah Perseru Serui menundukkan Mitra Kukar dengan skor 3-1, sedangkan PSIS Semarang membekap tamunya Arema FC 2-1. Senin (5/11) ini tampil Barito Putera menjamu PS Tira. (ant/kmb)

Maliki Juara di Kejurnas Supercross Denpasar (Bali Post) Kroser Bali Maliki Somma tampil sebagai juara kelas 85 cc dalam Kejurnas Motocross Seri I yang berlangsung di Sirkuit Rogojampi, Banyuwangi, Sabtu (3/11) malam. Wakil Bali lainnya harus puas bercokol di posisi keempat hingga kesembilan. I Gusti Ngurah Diva Ismayana menduduki urutan keempat di kelas special engiene (SE) 250 cc MX-2 internasional. Begitu pula Saka di MX-2 junior dan M. Dhani di kelas 65 cc. Sementara Ode Surya finis kelima di kelas MX-2 junior dan Radheya peringkat kesembilan di kelas 65 cc. Kabid Roda Dua Pengprov IMI Bali Cok Vicky yang dikontak, Minggu (4/11) kemarin mengemukakan, penampilan kroser Bali pada Kejurnas Supercross Seri I lumayan. Mereka terlibat dalam persaingan sangat ketat melawan kroser nasional yang ambil bagian. Ia berharap kesembilan kroser Bali tetap mengikuti sisa tiga seri tahun ini hingga tuntas dan meraih poin terbaik. Lomba serupa seri II digelar Cianjur, Jabar, dua pekan lagi, selanjutnya seri III di Batu Malang dan seri IV sekaligus final dihelat di Kediri, Jatim. (022)

Bali Post/ant

GOL - Pemain PSM Willem Jan Pluim melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persipura pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 05 November 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu