Skip to main content

Edisi Sabtu 5 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 50 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

sabtu pon, 5 OKTOBER 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Hanya Punya Satu Mobil Pusling

Sapi Diberi Pakan Rumput Kering

Pemkab Didorong Perbaiki Sasana Budaya

Meningkatkan minat baca khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda menjadi perhatian Pemkab Tabanan. Namun hingga kini hanya punya satu mobil Perpustkaan Keliling (Pusling).

Musim kemarau yang panjang membuat petani di Desa Seraya Timur terpaksa memberikan ternak sapinya rumput kering. Sama sekali tidak ada alternatif lainnya.

Atap Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma Bangli sekitar dua tahun lalu ambruk. Dewan minta pemkab segera melakukan perbaikan sehingga nyaman bagi para seniman berkarya.

KARANGASEM | HAL. 11

TABANAN | HAL. 7

Konsisten Kawal NKRI

BANGLI | HAL. 14

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) memperingati HUT ke-74, Sabtu (5/10) ini. Peringatan tahun ini mengusung tema ‘’TNI Profesional Kebanggaan Rakyat’’. Hal yang perlu diingat adalah jati diri TNI itu sendiri yang lahir dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat dan untuk rakyat, dalam membangun bangsa dan negara Indonesia. Hal tersebut disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. di Makodam, Denpasar, menjelang puncak peringatan HUT ke-74 TNI, Jumat (4/10) kemarin. Proses menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI, lanjut Pangdam, membutuhkan kerja keras, pengabdian dan pengorbanan yang tulus dan ikhlas. TNI manunggal bersama rakyat sejatinya saat ini tidak diposisikan untuk kepentingan politik praktis, tetapi untuk kepentingan politik negara yaitu memperkuat kedaulatan negara dan bangsa di mata negara lain. Politik kebangsaan yang dapat dan perlu dimainkan TNI ialah dengan menjadikan bangsa ini tetap bersatu dan berjuang menghadapi tantangan masa depan sebagai negara yang berbineka dalam kerangka NKRI. Kondisi ini menuntut kemanunggalan TNI dan rakyat yang kokoh serta kuat, sebagai konsekuensi logis dari negara majemuk dan negara kepulauan terbesar di dunia yang rentan terhadap berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat asimetris, proxy dan hibrida. Selanjutnya, terkait dengan nasionalisme anak bangsa, Pangdam menyampaikan, sebagai generasi muda penerus bangsa yang akan melan-

jutkan dan menjadi penentu cita-cita nasib bangsa ini, maka generasi muda harus memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Nasionalisme sangat penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara karena sebagai wujud pengabdian dan kecintaan terhadap bangsa itu sendiri. Hal. 15 Semangat Nasionalisme

Menjaga Sinergitas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) sesuai dengan UU No. 34 Tahun 2014 tentunya mutlak menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Dalam hal ini, semangat nasionalisme menjadi hal yang sangat penting. Menurut Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, dalam rangka meningkatkan jiwa nasionalisme, TNI-AL selalu bersinergi dengan berbagai instansi. Hal. 15 Keamanan Wilayah

Sebagai Garda Terdepan Menjaga dan melindungi wilayah y a n g begitu luas, memang bukan pekerjaan mudah. Di samping butuh keahlian dan kerja keras, dukungan peralatan operasional serta sumber daya manusia yang cakap menjadi persyaratan mutlak. Hal. 15 Pembelaan Negara

Harian Bisnis Bali Penyembuhan Tradisional Mulai Dilirik Kemajuan teknologi tidak serta merta mengubah pola pikir masyarakat untuk urusan kesehatan. Pola-pola penyembuhan dengan metode tradisional masih jadi pilihan. Hasilnya?

www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Wakil Bendesa Dianiaya, Diduga Terkait Pasar Motif penganiayaan Wakil Bendesa Adat Denpasar Made Bagus Kertanegara di Banjar Wangaya Kelon, diduga terkait pengelolaan pasar. www.denpostnews.com

Pertahankan Opini WTP Enam Kali Berturut-turut

Sekda Dewa Indra Dorong Jajarannya Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Keuangan PEMERINTAH Provinsi Bali kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pemeriksaan laporan keuangan tahun 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Raihan WTP kali ini merupakan raihan keenam kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2013. Piagam penghargaan serta plakat raihan opini WTP tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto kepada Gubernur Bali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, di ruang rapat Sekda Provinsi Bali, Jumat (4/10) kemarin. Dalam sesi wawancaranya seusai menerima penghargaan, Sekda Dewa Indra menyampaikan bahwasanya raihan opini WTP merupakan cerminan bahwa tata kelola keuangan Pemprov Bali sudah akuntabel. Seluruh angga-

ran yang merupakan uang rakyat telah dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. ‘’WTP ini bukan sekadar penghargaan tetapi juga sebagai bukti konkret bahwa pemerintah sudah mengelola uang rakyat dengan baik dan dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar pula,’’ imbuhnya. Hal. 15 Terus Meningkat OPINI WTP - Gubernur Bali yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menerima piagam penghargaan serta plakat raihan opini WTP dari Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto di ruang rapat Sekda Provinsi Bali, Jumat (4/10) kemarin.


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Semrawut, Kabel Jaringan Ancam Keselamatan Pemakai Jalan Denpasar (Bali Post) -

Banyaknya kabel jaringan yang terpasang di sejumlah ruas jalan tidak hanya mengganggu pemandangan, tapi juga mengancam keselamatan para pemakai jalan dan warga di sekitarnya. Kabel-kabel jaringan itu bukan hanya milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), namun juga ada kabel lain seperti kabel provider, kabel fiber optik, dan lain-lain. Semrawutnya pemasangan kabel tersebut sangat disayangkan oleh pihak PLN karena masyarakat mengadu bahkan terkesan komplain ke PLN. Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Made Arya mengatakan, lokasi-lokasi tiang PLN banyak juga ditanam tiang yang bukan milik PLN, baik dari Telkom atau provider lain sehingga tampak semrawut. Kondisi ini menyebabkan pihaknya kerap mendapat informasi atau aduan yang masuk ke PLN. Misalnya ada tiang miring, kabel jatuh yang mungkin mengganggu warga sekitar. Namun setelah di-cross check oleh timnya, ternyata bukan tiang dan kabel PLN. “Mereka yang pasang tiang maupun kabel tersebut melakukannya sendiri-sendiri, tanpa sepengetahuan kita. KareTIANG - Kumpulan tiang yang berdiri di satu tempat banyak terlihat di beberapa sudut Kota Denpasar.

FIGUR

Topik : PROMOSI PARIWISATA KE LUAR NEGERI JALAN TERUS

yang membahayakan jaringan PLN. “Ada yang merespons dengan menghentikan proses pembangunan, tapi ada yang tetap nekat. Setelah terjadi kecelakaan, baru mereka menyesal. Tapi kami dari PLN sudah menjalankan prosedur sesuai SOP,” bebernya. Arya menambahkan, kabel fiber juga pernah mengganggu jaringan PLN, karena dipasang melintang di jalan. Kabel tersebut tersenggol atau tertarik oleh truk yang menyebabkan kabel PLN juga ikut tertarik atau putus. Hal ini tentu sangat merugikan PLN. Karena jika terjadi kecelakaan akan menyebabkan gangguan peralatan PLN, sehingga menyebabkan pemadaman dan yang paling disesalkannya yaitu jika sampai ada korban jiwa akibat tersetrum listrik. (kmb42)

Polda Siagakan Pasukan dan Peralatan

Diganggu Bau Tak Sedap KAWASAN Monang-Maning baik di bagian hulu maupun hilir selain padat penduduk juga dipadati industri rumah tangga. Hal ini menyebabkan satu-satunya sungai di kawasan ini, yakni Tukad Teba lebih banyak berfungsi sebagai pembuangan limbah domistik dan industri. Makanya airnya keruh dan mengeluarkan bau menyengat. Anak-anak sekolah di kawasan ini juga sering tutup hidung dan mulut karena diganggu bau tak sedap. Hal ini diakui Kepala SMA PGRI 2 Denpasar I Komang Arta Saputra, S.Pd., M.Pd. Ditegaskan, masalah drainase dan sanitasi yang buruk ini memerlukan pemikiran semua pihak. Ia mengaku sudah sering mempermasalahkan hal ini ke sejumlah pejabat, namun semua angkat tangan. Hanya setiap Jumat dilakukan pendalaman sungai dan aksi kebersihan, namun tak mampu memecahkan masalah gangguan bau tak sedap. Masalah ini kian ruwet karena sebagian limbah dan sumber bau tak sedap ini adalah akibat ulah masyarakat sekitar hulu sungai, mulai dari anak sungai Kerandan. Jadi, warga Monang-Maning bisa dikatakan hanya mendapatkan bau yang sudah mengalir dari hulu sungai. Makanya saat sekolahnya dinilai sebagai duta Denpasar Barat di Lomba Sekolah Sehat (LSS), ia meminta jajaran desa hingga kecamatan mengatasi masalah ini. Termasuk Satpol PP Kota Denpasar bergerak menertibkan limbah industri dan rumah tangga masuk sungai. ‘’Jika hanya dikeruk, saya kira tak akan mampu mengatasi masalah bau tak sedap,’’ tegasnya seraya berharap Tukad Teba yang sering memunculkan bau tak sedap disulap menjadi sungai yang asri dan bersih seperti di Tukad Badung atau sungai-sungai di luar negeri. (sue)

na kalaupun mereka minta izin, itu bukan wewenang kami juga,” ujarnya. Menurut Arya, PLN sudah memiliki standar untuk jarak aman pemasangan tiang dari kabel PLN, yaitu 2,5 meter, baik itu pohon, baliho, dan lain-lain. “Kalau ada yang melanggar dari jarak aman tersebut, kami datangi atau bersurat,” ujarnya. Arya mengakui, pihaknya sudah banyak mengirim surat kepada pemasang-pemasang kabel tersebut. Misalnya bangunan-bangunan yang dekat jaringan PLN secara rutin diimbau dan diingatkan untuk pemasangan kabel atau tiang. “Itu secara rutin dilakukan oleh teman-teman di unit UP3 maupun ULP,” ujarnya. Beberapa kasus yang pernah ditangani, kata Arya, misalnya ada pembangunan

Bali Post/ist

APEL - Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha saat mengecek kemampuan Kompi Kerangka.

Denpasar (Bali Post) Menyimak perkembangan situasi di luar Bali yang marak aksi demo menjelang pelantikan Presidan dan Wakil Presiden RI, Polda Bali menyiagan pasukan dan peralatan. Sebanyak 605 personel Polda tergabung dalam Kompi Kerangka melaksanakan apel di Lapangan Iptu Soetarjo Brimob, Tohpati, Denpasar, Kamis (3/10) lalu. Apel tersebut untuk mengetahui jumlah kekuatan personel, mengecek peralatan sekaligus melaksanakan latihan bersama. Dalam sambutannya, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha menyampaikan, apel kesiapan tersebut digelar untuk mengetahui jumlah riil anggota Polri yang disiagakan apabila terjadi aksi unjuk rasa di Bali. Di samping itu, untuk mengecek kondisi peralatan yang akan digunakan dalam menangani aksi unjuk rasa. Mantan Kepala BIN Daerah Bali ini menegaskan, situasi Pulau Dewata sampai saat ini masih aman

Dewan Minta Jabatan Dirut RS Wangaya Segera Diisi Denpasar (Bali Post) Posisi kursi Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit (RS) Wangaya hingga kini belum terisi secara definitif. Sejak ditinggalka n p u r n a t u g a s p e j a b a t lama, posisi tersebut diisi pejabat pelaksana tugas (plt) hingga sekarang. Oleh karena itu, dewan berharap Pemkot Denpasar segera menetapkan pejabat definitif di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja jajaran Komisi IV DPRD Denpasar ke RS Wangaya, Jumat (4/10) kemarin. Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV Drs. Wayan Duaja tersebut diterima Plt. Dirut RS Wangaya dr. Dewa Putu Alit Parwita, M.Kes. beserta jajarannya. Selain masalah kursi

dirut yang lowong, beberapa rencana yang dimiliki RS Wangaya belum bisa terwujud. Salah satunya yakni pembangunan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kendalanya yakni anggaran yang belum tersedia. Sedangkan untuk DED-nya sudah rampung. Menurut Alit Parwita, dalam upaya meningkatkan pelayanan, RS Wangaya sebagai rumah sakit pendidikan tipe B sudah melakukan berbagai terobosan. Termasuk memperbaiki infrastruktur dan peningkatan Sumber Daya Manusia. Dikatakan, rumah sakit yang berdiri tahun 1921 itu didukung 953 tenaga kerja, dengan 200 tempat tidur dan 18 poliklinik. Terkait dengan pengembangan rumah sakit, kata Alit Purwita, kini RS Wan-

gaya sudah dilengkapi Poli Urologi, Poli Bronkoskopi, yakni untuk pemeriksaan paru-paru dan saluran pencernaan. Mulai tahun ini, RS Wangaya juga dilengkapi Poli Geriatri, yakni pelayanan lansia di suatu lokasi (on stop service). Ketua Komisi IV I Wayan Duaja dan anggotanya AAN Gede Widiada dalam kesempatan tersebut berharap agar segera dilakukan pembangunan IGD. Mengingat selama ini tampilan depan rumah sakit masih belum berubah. Selain mendorong pembangunan IGD untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pihaknya berharap agar segera diusulkan dirut definitif. ‘’Ini penting, sehingga tak mengganggu pelayanan,’’ tegasnya. (kmb12)

dan kondusif. ‘’Kami meningkatkan kegiatan patroli terutama di wilayah Renon. Meskipun situasi aman, saya tetap meminta kepada seluruh anggota Polri selalu siap sedia jika sewaktu-waktu diperlukan,’’ kata jenderal lulusan Akpol tahun 1989 ini. Mantan Kapolresta Denpasar ini mengungkapkan, ratusan personel yang hadir dalam apel ini dibagi menjadi lima Kompi, dimana setiap kompi terdiri dari tiga pleton. Mereka kemudian diarahkan untuk melakukan peragaan dan pengaturan posisi personel mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjutan dan Dalmas Akhir. Tidak hanya itu, Sunartha juga mengawasi sejauh mana kemampuan personel Polri saat berhadapan dengan aksi massa yang damai dan rusuh. ‘’Latihan Dalmas Awal, Dalmas Lanjutan dan Dalmas Akhir harus dilakukan sesuai dengan protap yang ada. Dengan demikian, Polri akan dinilai profesional saat menghadapi unjuk rasa,’’ ujarnya. (kmb36)

Bali Post/kmb12

BERKUNJUNG - Jajaran Komisi IV DPRD Denpasar saat berkunjung ke RS Wangaya, Jumat (4/10) kemarin.

Ikuti Pergub

Pelang Nama Jalan Diperbarui Bertahap

Bali Post/ist

DIPERBAHARUI – Sejumlah pelang nama jalan di wilayah Kota Denpasar telah diperbarui dengan format sesuai Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018.

Denpasar (Bali Post) Pemkot Denpasar sebagai kota berwawasan budaya secara berkelanjutan terus mendukung pemajuan seni, budaya dan bahasa Bali. Hal ini turut diaplikasikan dalam pelang nama jalan di wilayah Kota Denpasar. Pada tahun 2019 ini, pelang nama jalan di beberapa titik telah diperbarui dengan format sesuai dengan amanat Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Denpasar I Wayan Dirgayasa menjelaskan, Pemkot Denpasar menggandeng seluruh stakeholder terus berupaya memaksimalkan penerapan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018. Hal ini salah satunya menyasar pelang nama jalan di Kota Denpasar. “Jika dilihat pada pelang nama jalan sebelumnya, aksara Bali berada di bawah. Namun sesuai Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018, aksara Bali posisinya di atas huruf Latin,”

ujar Dirgayasa, Jumat (4/10) kemarin. Dirgayasa menambahkan, pada tahun 2019 ini terdapat 55 titik yang disasar. Secara bertahap, pihaknya akan melakukan perbaikan dengan format baru sesuai Pergub Bali. “Kami akan lengkapi seluruh ruas jalan di Kota Denpasar dengan penamaan jalan yang sesuai dengan pergub,” paparnya. Dirgayasa mengatakan, perbaikan dan memperbarui 55 pelang nama jalan ini menggunakan anggaran

APBD Kota Denpasar dengan besaran Rp 123 juta lebih. “Tentunya kami berharap secara bertahap dapat melengkapi pelang nama jalan sebagai identitas penting yang menggunakan format sesuai dengan kearifan lokal Bali,” katanya dan menambahkan, beberapa jalan yang telah diperbarui yakni Jalan Kamboja, Jalan Subita, Jalan Mataram, Jalan Kauripan dan jalan lainnya dengan jumlah keseluruhan 55 pelang nama jalan. (kmb12)


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Bupati Giri Prasta Pimpin Gertak Ke-3 di Pantai Timur Tanjung Benoa

GERTAK - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin Gertak Badung Bersih ke-3 di pesisir Pantai Timur Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (4/10) kemarin.

Pantai Jimbaran Dirancang Jadi Empat Zona Mangupura (Bali Post) Pantai Jimbaran yang menjadi salah satu destinasi wisata di Badung akan mulai ditata. Desa Adat Jimbaran sedang menggodok pembentukan Panitia Penataan Pantai Jimbaran. Seperti disampaikan Bendesa Adat Jimbaran Made Budiarta, Jumat (4/10) kemarin, usulan penataan Pantai Jimbaran sudah masuk ke Pemkab Badung. Anggaran yang diusulkan sebesar Rp 15 miliar. Mengenai kepastian anggaran yang akan didapatkan, hal itu tergantung Pemkab Badung. Dia menjelaskan, pihaknya baru menggelar rapat satu kali untuk pembentukan panitia penataan. Pihaknya akan kembali menggelar rapat untuk membahas hal tersebut. Dengan adanya panitia penataan, nantinya akan dibahas cetak biru atau blue print penataan Pantai Jimbaran secara menyeluruh. Hal ini sangat penting mengingat bentangan Pantai Jimbaran cukup panjang yakni dari Bantas atau Kafe 9 hingga ke Balangan. Dia berpendapat, bentang pantai ini kemungkinan akan dibagi dalam 4 zona. Zona pertama adalah untuk kelompok nelayan yang harus dipertahankan. Jumlahnya cukup banyak dan aktif mencari ikan. ‘’Saat pertemuan pertama, ketua-ketua kelompok yang hadir sudah mendukung rencana penataan ini,’’ ujar Budiarta. Dalam penataan ini, keberadaan nelayan ini akan diperkuat. Direncanakannya akan dibangun samacam pasar ikan layaknya yang ada di Kedonganan. Bukan itu saja, nelayan yang selama ini hanya mencari ikan juga akan mendapat peluang tambahan dari sisi pariwisata, seperti mengantarkan wisatawan ke tengah laut dan lainnya.

Zona kedua, ada kawasan upacara yang berlokasi di sebelah Kafe 9 atau yang biasanya dipakai untuk pemelastian baik oleh desa adat maupun paibon. ‘’Mungkin ini akan ditata dengan dibuatkan semacam candi bentar dan lainnya,’’ imbuhnya. Untuk zona tiga adalah kawasan ekonomis yang selama ini sudah berjalan yaitu keberadaan kafe ikan di Jimbaran baik di Kafe 9 maupun Kafe 11. Sedangkan zona keempat yang tidak kalah penting adalah kawasan publik. Lokasinya akan diatur karena masyarakat cukup banyak yang biasa berolahraga atau berjalanjalan di pantai. Ditanya apakah tempatnya di kawasan Pantai Muaya, Budiarta mengatakan nantinya akan ditentukan setelah terbentuknya panitia. Penataan juga akan dilakukan untuk kawasan Pantai Balangan karena berada di wilayah Desa Adat Jimbaran. Namun hal ini akan dikoordinasikan lebih jauh dengan lingkungan setempat maupun komponen terkait. ‘’Kami harapkan rencana ini bisa berjalan lancar dan mendapat dukungan semua pihak demi kelangsungan dan kelestarian Pantai Jimbaran,’’ ungkapnya. Dipaparkannya pula, anggaran penataan direncanakan bersumber dari APBD Badung. Namun untuk pembuatan masterplan, a n g g a r a nny a b e rsum b e r dari kas desa adat. Kepastian akan rencana penataan Pantai Jimbaran juga diungkapkan Lurah Jimbaran Ketut Rimbawan. Hanya saja untuk detailnya dia menyarankan agar meminta penjelasan dari Bendesa Adat Jimbaran. ‘’Ya memang rencana itu sudah masuk dan pihak terkait juga sudah sempat turun,’’ ujarnya. (kmb23)

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih ke-3 di pesisir Pantai Timur Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (4/10) kemarin. Turut juga hadir di acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Kepala DLHK Putu Eka Merthawan, Kabag Humas Made Suardita beserta jajaran, Camat Kuta Selatan I Made Widiana, Lurah Tanjung Benoa I Made Sudiana berserta LPM Nyoman Suryadi, Wakil Bendesa Adat Tanjung Benoa Dr. I Made Sugianta beserta pelajar SD, SMP di lingkungan Tanjung Benoa, karyawan karyawati hotel dan tokoh

masyarakat setempat. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta ikut serta berbaur dengan masyarakat dan pelajar membersihkan sampah-sampah yang ada di pesisir pantai. Ini menunjukkan bahwa Bupati Giri Prasta tidak hanya memberikan contoh tetapi juga menjadi contoh. Usai melaksanakan Gertak dengan masyarakat, Bupati Giri Prasta mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung akan terus melaksanakan Gertak setiap bulan di hari Jumat minggu pertama. ‘’Kami memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran OPD yang sudah mewilayahi desa atau kelurahan sehingga kami inginkan Badung itu

bersih dan Badung itu hijau. Untuk itulah kami sepenuhnya memberikan wewenang kepada DLHK untuk melakukan pengawasan,’’ kata Bupati Giri Prasta. Giri Prasta juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Badung yang sudah merespons gerakan Badung bersih dan hijau, bahkan di seluruh desa adat dan banjar adat yang sudah memiliki Bank Sampah Mangu Srikandi. ‘’Dengan adanya Bank Sampah Mangu Srikandi di setiap desa dan banjar, nantinya sampahsampah yang mempunyai nilai jual akan dikumpulkan sehingga kita melihat sampah itu adalah berkah dan sampah

itu adalah rupiah,’’ ungkap Bupati Giri Prasta seraya memastikan pada tahun 2021 Badung mandiri pengelolaan sampah. Bupati juga memastikan kalau program ini sudah jalan, untuk semua dapur akan diberikan satu buah gentong untuk limbah dapur yang akan dibuka selama tiga hari sehingga menjadi pupuk organik yang nantinya bisa dipakai untuk menyiram bunga. Ke depan, semua desa akan diberikan alat pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Dari 10 kg sampah plastik, akan menghasilkan delapan liter bahan bakar minyak. (ad144)

Rasionalisasi Anggaran

Promosi Pariwisata ke Luar Negeri Jalan Terus Mangupura (Bali Post) -

Dinas Pariwisata (Dispar) Badung masih mengagendakan promosi pariwisata ke luar negeri. Padahal sebelumnya promosi pariwisata ke luar negeri tidak bisa lagi dilakukan karena semua anggaran sudah dipangkas sebagai imbas keuangan Badung kembali bermasalah. Dispar Badung telah mengagendakan promosi pariwisata pada awal November mendatang dengan menyasar London, Inggris. Kadispar Badung I Made Badra mengatakan, pertimbangan memilih London dikarenakan kunjungan wisatawan Ing-

gris ke Bali cukup tinggi. Pihaknya akan mengikuti event World Travel Market (WTM) London 2019. ‘’Kami berharap dengan adanya promosi bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Badung,’’ ujar Made Badra saat dihubungi Jumat (4/10) kemarin.

Plt. Kepala Dinas Perikanan itu juga mengatakan, anggaran yang dirancang untuk promosi kali ini sebesar Rp 903 juta yang bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten Badung. Pihaknya optimis dengan promosi target kunjungan sebesar enam

juta wisman di tahun 2019 tercapai. Seperti diketahui, dengan waktu yang tersisa tiga bulan ini, Dispar Badung harus mampu mendatangkan sebanyak 1,3 juta lebih wisatawan. ‘’Bila melihat trennya, kunjungan akan tercapai. Sebab, di akhir tahun akan terjadi peningkatan kunjungan,’’ katanya. Dijelaskannya, target kunjungan yang ditetapkan enam juta wisman akan tercapai

jika tidak ada force majeure. Sebab, hingga September kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 4,6 juta lebih sehingga Dispar Badung harus mengejar Rp 1,3 juta lebih wisatawan. ‘’Kunjungan wisatawan akan meningkat di bulan November hingga menginjak bulan Desember. Tidak menutup kemungkinan biasanya di bulan Desember akan melonjak kunjungan wisatawannya,’’ tegasnya. (kmb27)

Moratorium Izin Reklame

Kutsel Target Pertama Penertiban

Mangupura (Bali Post) Satpol PP Badung sebagai korps penegak perda di Badung akan mulai turun menyasar reklame yang bertebaran di gumi keris. Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti keputusan Bupati Badung tentang moratorium izin reklame di Badung. Kepala Satpol PP Badung I GAK Suryanegara mengatakan, setelah dilakukan sosialisasi beberapa waktu lalu, dibuat Instruksi Bupati untuk memperkuat penindakan di lapangan. Pihaknya menargetkan, dalam penertiban nanti yang pertama disasar adalah reklame yang ada di luar zona yang telah ditentukan dalam PP No. 80 Tahun 2014. Diakuinya, cukup banyak reklame yang berdiri di luar zona yang ditentukan. Bahkan berdasarkan pengecekannya ada sekitar 100 reklame besar dan kecil yang ditengarai melanggar ketentuan. Mengacu pada PP yang ada, jumlah reklame yang sesuao zona sebanyak sekitar 200 reklame. Sedangkan yang ada saat ini hampir 300-an reklame. Penertiban akan mulai dari kawasan Kuta Selatan (Kutsel). ‘’Pertimbangannya karena kawasan ini paling ban-

yak terdapat reklame dan juga diduga banyak terjadi pelanggaran. Selain itu, kawasan Kuta Selatan adalah daerah pariwisata yang estetikanya menjadi perhatian wisatwan dari berbagai negara,’’ katanya, Jumat (4/10) kemarin. Untuk tahap awal akan dilakukan pembinaan. Pihaknya akan melakukan pemasangan stiker pada reklame yang dipasang di l u a r k e t ent ua n. De ng a n harapan pemilik bisa membongkar atau menurunkan sendiri reklamenya dalam waktu sepekan. Namun, jika dalam sepekan tidak ada niat baik pemilik untuk menurunkan reklamenya, maka Satpol PP akan mengambil tindakan tegas dengan melakukan penurunan paksa. ‘’Kami harapkan pemilik bersedia menurunkan sendiri,’’ tegasnya. Pihaknya mengharapkan pemilik agar menurunkan sendiri reklamenya, karena tentu reklame tersebut kemungkinan bisa dipakai lagi. Dikatakannya, pemilik reklame tentu sangat paham akan teknik memasang dan menurunkan reklame. Sedangkan Satpol PP kurang tahu teknik tersebut, sehingga risiko kerusakan reklame saat diturunkan paksa oleh petugas sangatlah besar. (kmb23)

Bali Post/dok

WISATAWAN - Meski terjadi rasionalisasi anggaran, Dispar Badung tetap mengagendakan promosi pariwisata ke luar negeri. Tujuannya, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Dewan Minta Pajak Rumah Kos Dikaji Ulang Mangupura (Bali Post) – Upaya Pemkab Badung menambah pendapatan daerah melalui pajak rumah rumah kos mendapat sorotan dari wakil rakyat setempat. Kalangan DPRD Badung berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan pengenaan pajak 10 persen untuk rumah kos, seperti yang tertuang dalam Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel. Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa, Jumat (4/10) kemarin berpendapat, banyak potensi pajak yang bisa digarap selain rumah kos. Potensi dimaksud seperti mengoptimalkan pajak vila yang tak berizin. Usaha akomodasi pariwisata ini menjamur di Badung dan jumlahnya sekitar 400 vila. ‘’Meski sudah ada aturan yang mengatur, tapi kebijakan mengambil tarif pajak 10 persen untuk rumah kos ini perlu dikaji lagi,’’ ujarnya. Menurutnya, penghasilan dari menyewakan kamar masih terbilang rendah. Hal

ini kiranya perlu dipikirkan ulang, seperti dengan membuat klasifikasi rumah kos yang layak dikenakan pajak. ‘’Jangan hantam kromo. Misalnya rumah kos yang di atas Rp 500 ribu per bulan dikenakan pajak, masak kos yang hanya harga sewa Rp 250 ribu per bulan dikenakan juga,’’ ungkapnya. Politisi Golkar ini berharap pemerintah memaksimalkan pajak akomodasi wisata berupa vila maupun hotel daripada memungut pajak rumah kos. Sementara itu, Kepala Bapenda Badung Made Sutama mengungkapkan, pengenaan pajak rumah kos telah diatur dalam Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel. Pajak rumah kos baru bisa dikenakan pada rumah yang memiliki lebih dari 10 kamar kos. ‘’Pungutan pajak 10 persen ini berdasarkan aturan. Rumah kos yang dikenakan pun di atas 10 kamar, sama dengan hotel. Hal ini sesuai dengan ketentuan umum

pasal 1 ayat 8 dalam perda tersebut,’’ jelasnya. Tahun ini Pemkab menambah 63 wajib pajak baru, khusus rumah kos. Namun jika dihitung, secara keseluruhan sebanyak 198 rumah kos telah dikenakan pajak. Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan menegaskan, saat ini Pemkab Badung sedang melakukan pendataan ulang terhadap rumah kos sesuai amanat Perbup Nomor 35 Tahun 2019. ‘’Dengan aturan tersebut, rumah kos diharapkan sesuai dengan peraturan,’’ katanya. Diterangkan, sesuai Perda Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Rumah Kos, yang disebut rumah kos adalah rumah yang dimiliki oleh perorangan yang diselenggarakan dengan tujuan komersial yaitu jasa untuk menawarkan kamar untuk tempat hunian. ‘’Tidak ada

klasifikasi. Jika dari awal izinnya adalah pembangunan rumah kos, maka otomatis akan dikenakan pajak. Berbeda dengan rumah tinggal. Intinya, apa dilakukan muaranya nanti supaya rumah kos itu memiliki izin operasional dan dapat dikenakan pajak,’’ tegasnya. Sejatinya sudah dari tahun 2011 Badung telah memiliki Perda tentang pemungutan pajak untuk rumah kos. Namun kini pemungutan pajak rumah kos tersebut terkesan tumpang tindih antara Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel dengan Perbup Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Permohonan, Pendaftaran Kembali Dan Penyesuaian Izin Pengelolaan Rumah Kos. Pada Perda Nomor 15 Tahun 2011, di Pasal (1) poin 8 tersurat bahwa hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya dengan dipungut bayaran yang mencakup juga motel, losmen, gubuk wisata, wis-

ma pariwisata, pesanggrahan rumah penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari sepuluh. Sementara pada Perbup Nomor 35 Tahun 2019, pada pasal 1 ayat 10 disebutkan, pengelolaan rumah kos adalah kegiatan atau usaha menyediakan fasilitas rumah kos dengan jumlah kamar paling sedikit lima kamar paling banyak 15 kamar untuk disewakan kepada penghuni untuk jangka waktu minimal satu bulan. Hal inilah yang masih menuai polemik. Mulai dari para pekerja yang sewa kos, mereka mendapat gaji dikenakan pajak dan sewa kamar kembali dikenakan pajak. Begitu juga mahasiswa yang kos di Badung juga ikut bayar pajak kos. Selain itu, bisa berpotensi terjadi kecurangan. Misalnya, pemilik rumah hanya membangun sembilan kamar kos, jadi yang bersangkutan merasa cukup hanya bayar izin saja. Mereka bisa lepas dari pajak. (kmb27)


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

”Workshop’’ dan Pagelaran Seni ISI Denpasar Bank BRI Tunjukkan Komitmen Dukung Festival Garam Amed Media Promosi Karya Alumni

BANK BRI terus menunjukkan komitmennya di dalam mendukung di sektor UMKM. Hal itu dilihat dari dukungan yang diberikan dalam kegiatan Festival Garam Amed yang dilaksanakan pada Kamis (3/10) lalu. Diharapan lewat kegiatan ini nantinya mampu meningkatkan produksi dan meningkatkan pemasaran garam Amed. Wakil Pimpinan Wilayah Bidang Bisnis Kantor Wilayah BRI Denpasar Suwarya mengatakan, Bank BRI ikut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan Festival Garam Amed ini. Kata dia, pihaknya sangat mendukung sekali kegiatan yang dilakukan ini. Sebab, garam Amed ini memiliki cirri khas yang unik dan cita rasa tersendiri. ‘’Kegiatan festival ini dilakukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai garam Amed sebagai produk lokal yang bernilai tinggi. Ini juga sekaligus bentuk dukungan sahabat cipta dan Bank BRI dalam mendukung eksistensi dan kelestarian pertanian garam di Tanah Air, khususnya garam Amed ini,’’ ujarnya. Suwarya menambahkan, terkait perkembangan ini, pihaknya bakal siap membantu dalam bentuk CSR. Sebab, Bank BRI selama ini sangat konsisten dalam membantu hal-hal seperti ini. Terlebih lagi, bila ini sampai mendunia, maka multiplier effect-nya akan berimbas ke pariwisata. Sebab, di Amed ini merupakan tujuan pariwisata yang banyak dikunjungi

TINJAU - Wakil Pimpinan Wilayah Bidang Bisnis Kantor Wilayah BRI Denpasar Suwarya saat meninjau proses pembuatan garam dalam Festival Garam Amed, Kamis (3/10) lalu. wisatawan. Di samping itu, petani juga akan semakin berkembang dengan kemajuan yang terjadi nantinya. ‘’Kita cenderung mendukung UMKM. Karena Bank BRI selama ini mayoritas untuk mendukung perkembangan UMKM, khususnya di Bali,’’ katanya. Dia menjelaskan, Bank BRI nantinya siap membantu masyarakat atau petani untuk melakukan kredit untuk modal usaha yang bakal dilakukan. Kata dia, modal yang akan dipinjamkan kepada petani akan dilihat sesuai dengan

kebutuhan. Karena, saat memberikan kredit harus disesuaikan yang dibutuhkan. ‘’Peminjaman modal dalam bentuk Kredit Usaha Rakyar (KUR),’’ tegasnya. Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan Bank BRI untuk mendukung kegiatan Festival Garam Amed ini. Pihaknya berharap ke depannya BRI bisa ikut terus berpartisipasi di dalam kegiatan yang dilakukan. (nan)

Sulistyawati, Spiritual Consultation

INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar sudah dikenal sebagai perguruan tinggi seni yang menghasilkan alumni dengan karya yang tidak hanya diterima dan dikenal masyarakat di Indonesia, tetapi juga hingga ke luar negeri. Karya-karya para alumninya, terutama S-2 dan S-3 ISI Denpasar memiliki kualitas yang baik. Karenanya sangat disayangkan jika tidak dikenal dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Untuk itu, ISI Denpasar, khususnya Prodi Seni Program Magister Program Pascasarjana, menggelar workshop dan pagelaran aeni, Jumat (4/10) kemarin. Di mana acara ini menjadi media promosi bagi karya alumni ISI Denpasar. Acara workshop dan pagelaran seni ini diisi narasumber yang merupakan alumni ISI Denpasar, di mana sudah memiliki karya-karya yang berkualitas. Acara diikuti mahasiswa dari ISI maupun perguruan tinggi lain yang ada di Bali dan siswa SMA. Diharapkan pula dengan mengenalkan karya-karya alumni ini kepada khalayak, utamanya pelajar, akan lebih mendekatkan ISI Denpasar kepada mereka sehingga timbul ketertarikan untuk melanjutkan belajar ke ISI Denpasar, baik S-1, S-2 maupun S-3. Ketua Program Studi Seni Program Magister Program Pascasarjana ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. mengatakan tujuan awal menggelar acara workshop dan pergelaran seni adalah untuk mengenalkan karya para alumni kepada masyarakat Bali. ‘’Tidak hanya di Kota

WORKSHOP - Ketua Program Studi Seni Program Magister Program Pascasarjana ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. bersama para narasumber acara workshop dan pagelaran seni ISI Denpasar, Jumat (4/10) kemarin. Denpasar, acara workshop ini nanti akan diluaskan pesertanya hingga kabupaten lain yang ada di Bali. Secara bertahap dan kontinu setiap tahunnya,’’ ujarnya. Menurutnya, para alumni ISI Denpasar memiliki karya yang mereka ajukan saat ujian akhir. Akan sangat disayangkan jika karya ini hanya dikenalkan sebatas ujian saja. Sehingga pihak ISI Denpasar lewat kegiatan workshop dan pagelaran seni yang sudah digelar untuk kedua kalinya ini memfasilitasi karya alumni ini untuk diperkenalkan ke masyarakat luas. ‘’Selain itu pula diharapkan lewat kegiatan ini akan lebih mendekatkan ISI Denpasar kepada masyakat,’’ ujarnya. Sebuah karya, kata Sariada,

di zaman digital seperti saat ini memerlukan promosi sehingga bisa dikenal masyarakat. Karenanya selain memposting karya lulusannya pada TIK ISI Denpasar, pihaknya juga mendorong alumni untuk melakukan promosi di media sosial. Selain itu, juga karya alumni ini didorong untuk memiliki HKI (Hak Kekayanan Intelektual), di mana berfungsi untuk melindungi hasil karya dari plagiarisme atau klaim dari pihak lain. Dalam acara workshop dan pagelaran seni yang digelar ini banyak pemaparan karya dari alumni yang diberikan mulai dari karya animasi 2D, desain baju coktail dan pesta, pembuatan komik hingga musikalisasi meraja kuning. (ad145)

Mulai dari Penyembuhan Penyakit BRI Cabang Ubud Gelar Undian hingga Masalah Ekonomi dan Keluarga Simpedes Periode I Tahun 2019

TIDAK semua orang lahir dengan kelebihan. Kelebihan yang dimiliki hendaknya digunakan untuk menolong sesama manusia. Hal itulah yang dilakukan Sulistyawati, wanita asal Surabaya, ketika mengetahui dirinya memiliki kelebihan. Sejak tahun 2015, dirinya banyak membantu orang–orang untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Tidak hanya kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi, pekerjaan dan keharmonisan rumah tangga. Hal itu dilakukan pertama kali terhadap anak perempuannya ketika mengalami masalah dengan suaminya. Atas doa dan restu dari Tuhan, ia berpuasa dan terus berdoa meminta petunjuk untuk menyelesaikan persoalan yang dialami anaknya. Ada satu bisikan yang ia dengar bahwa dalam waktu tiga bulan, rumah tangga anaknya akan ada jalan keluarnya. Ternyata benar, hubungan anak perempuannya kembali pulih. Setelah mengalami kejadian itu, ia tidak langsung membuka diri menolong orang lain. Suatu hari, suaminya mengalami sakit. Dokter mengatakan tidak terjadi suatu apa pun pada suaminya. Hingga pemeriksaan laboratorium pun dinyatakan normal. Ia berdoa dan memohon petunjuk pada Tuhan. ‘’Suami saya dulu diganggu orang. Saya kasih pengobatan alternatif saya. Namun semua memang kembali pada Tuhan, semua karena kuasa Tuhan. Selang beberapa hari, keluar BAB-nya dan kencingnya darah dan warnanya kehitaman,’’ ungkapnya. Padahal selama suaminya mengalami kesakitan, badannya sakit tidak karuan, sembuh dengan pengobatan alternatifnya. Setelah kejadian itu suaminya kembali normal dan ia pun mulai mempercayakan bahwa ada kekuatan–kekuatan yang tidak terlihat, namun mampu menyakiti orang lain. Maka sejak saat itu, ia mulai membuka diri untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Sarana yang ia gunakan yaitu minyak urapan. Namun tidak menutup kemungkinan, pasien yang datang bisa menggunakan minyak lain. ‘’Saya kasih doa–doanya. Semuanya bersumber pada Tuhan, saya hanya perantara saja,’’ ujarnya ditemui, Kamis (3/10) lalu. Pasien datang berkonsultasi masalahnya, misalnya sakit. Sakit ada yang medis dan nonmedis. Sakit nonmedis bisa karena gangguan dari orang. ‘’Saya doakan, karena setiap orang bisa saja memiliki kesalahan yang tidak sengaja menyakiti hati orang lain. Dan orang tersebut timbul perasaan tidak senang

Sulistyawati sehingga membuat gangguan. Atas pertolongan Tuhan, biasanya yang saya tangani itu berhasil. Pengobatan bisa dilanjutkan di rumah,’’ bebernya. Ada juga pasiennya yang ia berikan tindakan dengan minyak urapan dan dicampur dengan sedikit minuman. Sakit yang diderita keluar, baik dalam bentuk kotoran atau yang lainnya. ‘’Saya dapat karunia dari Tuhan, sekarang saya ingin menolong orang–orang di sekitar saya. Kan tidak semua orang punya kelebihan indera keenam. Jadi semuanya karena kuasa Tuhan,’’ katanya. Saat ini, ia dan suaminya bermukim di Bali dan membuka tempat praktik di Efata Laundry, Jalan Pantai Batu Bolong No.9, Canggu, Badung. Ia buka praktik mulai Senin hingga Minggu dari pukul 09.00 – 20.00 Wita. Masyarakat yang mengalami sakit maupun masalah keluarga, dapat membuat janji terlebih dahulu dengan menghubungi nomor 081259116986. (ad147)

PT BANK Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ubud menggelar undian Simpedes periode I tahun 2019. Bertempat di Wantilan Pura Dalem Kangin, Tegallalang, Jumat (4/10) kemarin, panen hadiah Simpedes kali ini memperebutkan grandprize I mobil Daihatzu Sigra, hadiah utama berupa lima unit sepeda motor, lemari es, speaker aktif, mesin cuci, dan berbagai doorprize bagi nasabah yang hadir. Pengundian ini dilakukan terhadap nasabah BRI di sepuluh kantor BRI Ubud. Di antaranya Kantor Cabang Ubud, Kantor Kas Ari Çanti dan delapan Kantor BRI Unit, yaitu BRI Unit Tegallalang, BRI Unit Payangan, BRI Unit Tampaksiring I, BRI Unit Tampaksiring II, BRI Unit Kedewatan, BRI Unit Mas, BRI Unit Ubud dan BRI Unit Batubulan. Pimpinan Cabang BRI Ubud Ananto Skartiningron mengatakan pengundian Simpedes BRI dilakukan setahun dua kali. Kali ini penarikan panen hadiah Simpedes dilakukan untuk periode I tahun 2019. Undian Simpedes BRI ini merupakan program nasional yang rutin dilaksanakan di seluruh Indonesia, berkaitan dengan pemasaran produk Simpedes. Harapannya, bagi nasabah penabung Simpedes mempunyai kesempatan yang lebih luas dan banyak menyiapkan dana lebih bagus. Dikatakan, sampai saat ini BRI Unit Ubud sudah mampu mengumpulkan dana simpanan masyarakat mencapai Rp 526 miliar. Dari dana yang dihimpun

SERAHKAN KUNCI - Pimpinan Cabang BRI Ubud Ananto Skartiningron menyerahkan kunci pemenang grandprize mobil kepada BRI Unit Tegallalang. itu semua bisa disalurkan mencapai Rp 328 miliar. Sehingga dari jumlah dana yang dihimpun itu masih bisa diekspor ke cabang–cabang yang kekurangan dana. ‘’Ini luar biasa, kami bisa menjalankan fungsi. Terima kasih loyalitas nasabah BRI, terutama Simpedes dan bisa menambah saldonya, sehingga bisa nambah kesempatan,’’ katanya. Selanjutnya, untuk periode berikutnya mari berlomba–lomba untuk meningkatkan saldonya sehingga bisa mendapatkan peluang yang lebih besar. ‘’Kami berkomitmen bisa berikan layanan terbaik di wilayah kerja masing–masing,’’ katanya. Penarikan undian Simpedes periode I tahun 2019 dilakukan

terhadap nasabah dengan tabungan mengendap dari 1 Maret sampai 31 Agustus 2019. Untuk penarikan undian Simpedes ini dilakukan pada kelipatan rekening dengan saldo Rp 100 ribu. Nomor tersebut dilakukan menggunakan komputer dengan software pengacak. Untuk penarikan undian Simpedes BRI Cabang Ubud periode I tahun 2019, hadiah granprize berupa mobil Sigra diraih I Made Narka, nasabah BRI Unit Tegallalang Ubud. Acara penarikan undian dihadiri Muspika Tegallalang, Perwakilan Dinas Sosial, Pj. Kades, Bendesa Tegallalang, dan Notaris, karyawan BRI cabang Ubud, dan para perwakilan nasabah. (ad64)

Diajak ke Vila Malah Dibegal Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Teror Ditreskrimum Polda Bali meringkus seorang begal Fransiskus Xaverius Loko alias Frans (29) asal NTT, Kamis (3/10). Satpam ini ditangkap setelah membegal Purwatining Rahayu (45) di Jalan Pantai Munggu, Mengwi, Badung. Awalnya korban dijanjikan diajak ke vila. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, awal September lalu korban dan pelaku saling mengenal lewat aplikasi Michat. Sejak saat itu terjadi komunikasi intens antara korban dan pelaku. Selanjutnya pada Rabu (11/9) pukul 22.30 Wita, pelaku datang ke warung korban di Jalan Bung Tomo, Denpasar. Pelaku lalu mengajak korban ke luar dengan alasan untuk diajak ke vila di wilayah Munggu. Sesampainya di TKP, pelaku turun dari motornya dengan alasan ingin buang air kecil. Setelah itu pelaku menghampiri korban dan langsung menjambak rambut korban. Wajah korban dipukul sebanyak tiga kali. ‘’Korban sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku. Selanjutnya pelaku langsung mengambil tas jinjing milik korban yang berisi HP, uang dan

surat-surat berharga. Pelaku melarikan diri ke arah selatan,’’ ujarnya. Beberapa saat kemudian datang warga menolong korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lecet pada lutut kanan dan kiri, ibu jari kanan bengkak, bibir bengkak, serta gigi depan tanggal. Setelah menerima laporan kasus ini, Tim Opsnal Teror melakukan penyelidikan dan diperoleh informasi ada yang sering menjual Iphone tanpa kelengkapan kotak maupun chargernya bernama Frans. Pelaku asal NTT ini tinggal di Jalan Raya Dawas, Gang Cleopatra, Kuta Utara, Badung. Selanjutnya pada Kamis pukul 13.00 Wita, polisi menangkap pelaku di tempat tinggalnya. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya tersebut. ‘’Pelaku dan barang bukti diamankan di Ruang Unit Teror Polda Bali untuk dilakukan proses lebih lanjut,’’ kata Andi Fairan. (kmb36) DIAMANKAN - Pelaku pembegalan Fransiskus Xaverius Loko alias Frans diamankan Tim Opsnal Teror Ditreskrimum Polda Bali.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Bali Post/ist


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Pohon Beringin di Banjar Roban Terbakar Gianyar (Bali Post) Warga dikejutkan dengan musibah terbakarnya pohon beringin di Banjar Roban, Desa Siangan, Gianyar, Jumat (4/10) kemarin. Menurut keterangan warga setempat, pohon tersebut mengeluarkan api dan akhirnya hangus terbakar. Klian Dinas Banjar Roban I Wayan Widiastra mengatakan, kobaran api dilihat oleh warga setempat ketika sudah menyelimuti dahan pohon beringin pada Jumat pagi sekitar pukul 06.30 Wita. Berbekal alat seadanya, krama setempat tumpah ruah ke lokasi berupaya memadamkan api. Namun, api telanjur berkobar karena dahan pohon yang mengering. ‘’Wastra yang terpasang di pohon beringin tidak terbakar. Ini anehnya,’’ ujarnya. Widiastra menduga api itu muncul akibat adanya gesekan antardahan yang kering. ‘’Mungkin dahan-dahan kering ini saling bergesekan ketika ada angin. Dari sana muncul api,’’ ujarnya. Pria berusia 44 tahun ini menduga api sudah muncul Kamis (3/10) siang atau sore. Terlebih, saat itu ada warga yang melihat kepulan asap dari seputaran lokasi beringin tersebut. ‘’Rasanya api sudah muncul kemarin sore, karena ada warga kami yang melihat ada asap. Namun, warga mengira itu asap pembakaran sampah biasa. Baru tadi pagi sekitar pukul 07.00 Wita api tiba-tiba sudah besar,’’ katanya. Terkait upacara pascakejadian, Widiastra

mengaku masih berembuk dengan prajuru setempat. ‘’Masih kita koordinasikan dengan Jro Bendesa,’’ jelasnya. Menurut Widiastra, kulkul bulus sempat dibunyikan untuk mempercepat penanganan kebakaran pada pohon itu. Sementara warga lain menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar. Warga khawatir percikan api merembet ke bangunan di areal Pura Desa lan Puseh Desa Adat Siangan yang lokasinya sekitar tiga meter dari pohon beringin itu. Enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, sehingga api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 09.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, percikan api turut membakar atap ijuk Bale Kulkul Pura Masceti Subak Siangan dan atap ijuk Palinggih Rong Telu milik warga I Made Mertayasa. Keduanya berada di sisi barat pohon beringin berjarak sekitar 10 meter. Sedangkan atap ijuk kawasan Pura Desa lan Puseh yang hanya berjarak tiga meter di sebelah selatan pohon sama sekali tidak tersentuh api. Sementara itu, Pemangku Pura Desa lan Puseh Desa Adat Siangan Jro Mangku Made Sudha mengatakan, keberadaan pohon beringin satu-satunya ini sangat penting bagi krama setempat. Terutama terkait upacara pitra yadnya. ‘’Pohon ini memang dikeramatkan oleh desa. Saat digelar upacara Panca Yadnya, warga pasti di sini mencari daun beringin,’’ jelas pemangku berusia 65 tahun itu. (kmb35)

Bali Post/eka

TENAGA KERJA - Seorang pekerja di Badung tengah membuat hiasan logam. Tingkat penggunaan tenaga kerja di Bali pada triwulan III 2019 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, tingkat penggunaan tenaga kerja triwulan III tahun 2019 mencapai 7,02 persen. Peningkatan penggunaan tenaga kerja terutama terjadi pada sektor konstruksi, real estate serta transportasi dan pergudangan.

Rendah, Minat Petani Kembangkan Kedelai Amlapura (Bali Post) Minat petani Karangasem mengembangkan tanaman kedelai tergolong rendah. Hal itu bisa dilihat dari sedikitnya lahan pertanian kedelai di bumi lahar ini. Guna meningkatkan hasil produksi kedelai, Dinas Pertanian mendorong petani agar mau mengembangkan tanaman kedelai. Kadis Pertanian Karangasem Wayan Supandi mengatakan, dilihat dari prospek pertanian kedelai di Karangasem ini sejatinya bagus. Apalagi keperluan kedelai masyarakat tinggi terutama dipergunakan untuk pembuatan tahu dan tempe. Namun, petani kurang berminat membudidayakan

Puguh Binawanto

kedelai karena mereka lebih fokus membudidayakan padi, jagung, tanaman sayuran, dan bunga. Tahun 2017, kata Supandi, tercatat areal penanaman kedelai 31,6 hektar. Sedangkan tahun 2018 menyusut jadi 9,6 hektar tersebar di kecamatan Sidemen, Karangasem dan

Manggis. Supandi menambahkan, untuk menarik minat petani mau mengembangkan tanaman kedelai itu, ke depannya petani di Karangasem perlu didorong bertanam kedelai. Dinas pertanian terus berupaya membuat demplot kedelai. Saat pelaksanaan festival subak di Desa Bugbug sudah dibuatkan demontration plot tanaman kedelai jenis unggul. ‘’Di Kubu juga PPL kami mendampingi petani berupaya mengembangkan kedelai itu. Kedelai lokal juga banyak diserap untuk kopi kedelai.

Kedelai bubuk sebetulnya banyak manfaatnya untuk kesehatan,’’ tambah Supandi. Dia menjelaskan, selama ini pihaknya rutin melaksanakan pembinaan kepada petani melalui PPL yang ada di masing-masing kecamatan. Salah satunya yaitu budi daya kedelai. Hanya, ninat petani membudiyakan kedelai masih rendah. Alasannya, petani lebih suka menanam padi, jagung, sayur-sayuran, serta tanaman bunga. ‘’Umumnya petani yang membudidayakan kedelai itu di Sidemen, Manggis, dan Karangasem,’’ jelasnya. (kmb41)

Kodam Undang Rakyat Bali Saksikan Perayaan HUT TNI Denpasar (Bali Post) Memperingati HUT ke-74 TNI, Kodam IX/Udayana menggelar berbagai acara selain apel di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Sabtu (5/10) ini. Oleh karena itu, Kodam mengundang rakyat Bali menyaksikan kegiatan tersebut. ‘’Dalam kesempatan ini saya mendapat perintah Bapak Pangdam mengundang masyarakat untuk turut memeriahkan dan menyaksikan peringatan HUT ke-74 TNI,’’ kata Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto, Jumat (4/10) kemarin, saat acara simakrama dengan insan pers.

Menurut Dandim, tema HUT yang diusung tahun ini yaitu ‘’TNI Profesional Kebanggaan Rakyat’’. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan memeriahkan HUT TNI. Menurut Kolonel Puguh, peran media massa saat ini sangat penting dalam menyiarkan informasi akurat kepada masyarakat. ‘’Kalau di TNI ada Piket. Piket itu singkatan dari pusat informasi dan keterangan. Tugasnya menyiarkan informasi juga,’’ ungkapnya. Ke depan, Puguh mengharapkan sinergitas insan pers dengan Kodim 1611/Badung dan TNI pada umumnya semakin baik. (kmb36)

Kawanan Rampok Satroni Rumah Mewah di Renon Denpasar (Bali Post) Komplotan rampok bersenjatakan samurai menyatroni tiga rumah mewah di Jalan Drupadi IV, Renon, Denpasar, Jumat (4/10) kemarin. Perampok yang diperkirakan berjumlah empat orang dan mengendarai mobil minibus putih itu akhirnya melarikan diri setelah diteriaki pemilik rumah. Informasi yang dihimpun, kasus perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Dengan membawa senjata tajam, perampok yang memakai penutup wajah itu masuk ke dua rumah mewah berlantai dua yang posisinya berdekatan di Jalan Drupadi IV. ‘’Warga sekitar mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam rumah yang disatroni perampok. Beberapa saat kemudian, dua orang jatuh di pekarangan dari lantai dua. Yang jatuh itu ibu dan anak laki-lakinya. Kedua korban telah dilarikan ke rumah sakit. Keduanya masih shock,’’ beber seorang polisi yang melakukan olah TKP. Jatuhnya kedua korban membuat tetangga dan warga berdatangan. Para perampok lalu bergegas melarikan diri dengan mengendarai mobil. Warga yang sempat masuk ke dalam rumah melihat barangbarang di sana berantakan.

‘’Ada satu samurai panjang dan dua HP di rumah itu (lokasi dua korban terjatuh). Kemungkinan milik perampok,’’ tambah polisi. Menurut polisi, para penjahat hanya berhasil menggasak barang-barang di satu rumah yang ditempati ibu dan anak

yang terjatuh itu. Sedangkan di rumah satunya lagi, perampok tak sempat menggasak barang-barang berharga lantaran mereka diteriaki dan dikejar warga. Saat ditanya bagaimana kedua korban bisa terjatuh, sumber polisi itu mengatakan

bahwa aparat Satreskrim Polresta Denpasar masih melakukan olah TKP. ‘’Masih dilakukan penyelidikan. Kedua korban dirawat karena tidak sadarkan diri. Belum diketahui pasti apakah kedua korban melompat atau dilempar oleh rampok?’’ tegasnya. (kmb)

Bali Post/kmb35

TERBAKAR - Pohon beringin yang terbakar, Jumat (4/10) kemarin, menarik perhatian sejumlah warga.

Pengedar Narkoba Ditangkap di Mobil

Denpasar (Bali Post) Polresta Denpasar di-back up Satgas CTOC Polda Bali selama Operasi Antik Agung 2019 menangkap 28 pelaku penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah tersebut ada satu wanita yaitu Zunefa Putri Indrayani (28) asal Cianjur. Pelaku dibekuk saat di dalam mobil di depan Supermarket Gelael Kuta, beberapa waktu lalu. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhamad Nurul Yaqin, Jumat (4/10) kemarin mengatakan, berawal dari informasi masyarakat ada wanita menjadi pengedar narkoba. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan terlacak pelaku berambut pirang ini menuju Kuta naik mobil. ‘’Akhirnya terlacak mobil ditumpangi pelaku melintas di TKP dan langsung distop oleh anggota,’’ ungkapnya. Di dalam mobil tersebut pelaku bersama dua wanita temannya. Saat dipanggil, pelaku langsung keluar dari mobil lalu menyerahkan tas yang dibawanya. Petugas langsung menyuruh pelaku membukanya dan ditemukan enam paket sabu-sabu, korek gas dan tiga porongan pipet. Pascapenangkapan, pelaku segera dibawa ke Mapolresta Denpasar. (kmb36)

Bali Post/rah

RILIS - Zunefa Putri saat kasusnya dirilis di Mapolresta Denpasar.


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Mengeksplorasi Lagu Perjuangan untuk Bela Negara

MEMBANTU mempertahankan negara, bagi kita sudah ditanamkan sejak Sekolah Dasar, sejak anak-anak didik kita belajar bernyanyi. Jika dilihat dari lagu-lagu perjuangan, entah itu ‘’Dari Sabang Sampai Merauke’’, ‘‘Maju Tak Gentar’’, ‘‘Halo-halo Bandung’’, dan sebagainya merupakan warisan sangat berharga dari pendahulu kita bagi generasi-generasi berikut untuk membela eksistensi dan kekuatan tanah air Indonesia. Tidak ada cara yang lebih baik untuk menanamkan bela negara tersebut kecuali de-ngan lagu-lagu yang diperkenalkan kepada anak didik kita. Dalam sistem formal ketatanegaraan dunia, tentara mempunyai tugas untuk mempertahankan negara jika ada gangguan-gangguan dari negara luar. Karena itulah, setiap negara mempunyai pos penjagaan di perbatasan negara. Sebagian ketat tetapi sebagian juga ada yang longgar. Negara yang hidup berdampingan secara damai bertahun-tahun, mungkin memberikan sedikit kelonggaran dalam urusan pos jaga perbatasan ini. Tetapi tidak untuk negara yang benar-benar tegang dan bermusuhan. India dan Pakistan merupakan dua negara yang perbatasannya sangat tegang sehingga perbatasan kedua negara dijaga sangat ketat. Akan tetapi, pada era kemajuan teknologi sekarang, ancaman terhadap keberadaan negara itu, luar biasa ragamnya. Sekali lagi, luar biasa. Dikatakan demikian karena bukan hanya aneksasi, serangan atau serbuan yang dapat menaklukkan negara tetapi juga hal lain. Negara bisa takluk juga, jika berupaya diganggu dari dalam, melalui gaya dan kebudayaan tertentu. Negara luar secara mudah meme-ngaruhi mental dan perilaku penduduk suatu negara dengan menyebarkannya melalui media sosial. Dulu, internet dipakai untuk menyebarkan serangan kepada negara musuh. Kini dapat dilakukan melalui media sosial, sebuah media yang hanya dalam genggaman tangan. Manusia dapat membaca apa yang dikirim melalui ponsel itu sambil tiduran. Melalui media tersebut, gangguan kepada negara itu dapat dilakukan dengan cara menyebarkan kabar bohong, gambar rekayasa yang memang tidak ada sesungguhnya. Juga dapat dilakukan dengan lagu-lagu, bahkan juga dengan ajaran-ajaran sesat, entah berlatar agama atau gaya hidup. Dalam konteks itulah kemudian kita berpandangan lagu-lagu yang diajarkan di Sekolah Dasar tersebut mampu memberikan pesan yang lebih baik kepada kita karena telah tertanam dan tersosialisasi sejak masa anak-anak. Dengan mengeksplorasi makna dari lagu tersebut, kita tanamkan lagi, reka ulang lagi tentang kewajiban warga untuk membela negara. Bahwa tentara bukan merupakan pihak yang satu-satunya mempertahankan negara, itu sudah jelas. Tetapi dengan mengeksplorasi lagu-lagu tersebut, maka semakin yakinlah warga kita untuk dapat langsung membela negara melalui cara-caranya yang dilakukan sendiri. Eksplorasi makna itu dapat dilakukan sejak Sekolah Dasar dan berlanjut ke tingkat pendidikan pada jenjang berikutnya, semisal SMP dan SMA, bahkan perguruan tinggi. Para guru mesti memberikan tugas mengembangkan pemikiran apa makna dari satu syair lagu tersebut, bagi pertahanan Indonesia dan kemudian menyuruh peserta didik untuk mempresentasikannya. Berbagai cara kini telah dilakukan negara-negara di dunia untuk mempertahankan diri dari ancaman negara lain. Kemakmuran dan prestasi olahraga juga merupakan salah satu cara untuk mempertahankan diri. Bahkan secara politis dengan membuat aliansi atau persekutuan dengan negara-negara lain. Negara yang makmur, akan membuat negara lain ketakutan untuk mengganggu karena rakyatnya cerdas. Prestasi olahraga membuat masyarakat bangga dan meningkatkan rasa nasionalis. Negara yang nasionalisnya tinggi, pasti akan mempunyai daya bela negara yang besar dari rakyat. Dan negaranegara yang mempunyai keterikatan organisasi dengan negara-negara lain, biasanya mencantumkan klausul, satu negara diserang berarti seluruh anggota organisasi juga diserang.

Strategi Mempertahankan Kedaulatan Negara Tentara Nasional Indonesia telah berusia 74 tahun pada tanggal 5 Oktober 2019 ini. Sebagai sebuah lembaga militer, usia ini merupakan bagian dari kematangan yang telah dibangun puluhan tahun. Pengalaman dan berbagai warisan pelajaran dan perjuangan pasti telah dikembangkan oleh para barisan pasukan Indonesia untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentara Indonesia juga pasti menyimak dan mempelajari berbagaai pengalaman tempur yang dilakukan oleh negara-negara lain. Namun, tantangan yang dihadapi pasukan tempur suatu negara pada zaman sekarang tidaklah mudah. Kemajuan teknologi, termasuk juga teknologi akan menjadi tantangan tersendiri untuk membela tanah air. Tidak ketinggalan halnya dengan Indonesia. Strategi yang harus dikuasai oleh tentara sekarang tidak hanya strategi tempur tetapi juga strategi lain. Mungkin juga strategi politik.

Oleh

GPB Suka Arjawa ang pertama harus dilihat adalah strategi politik. Pada masa silam, mencampuradukkan politik dengan pekerjaan ketentaraan, merupakan hal yang coba dihindari. Ini disebabkan karena pasukan tempur mempunyai jiwa yang berbeda dengan politik. Secara sederhana, tentara ingin langsung bertempur, tidak sabar untuk menghadang lawan dan ingin menghabisi lawan sebelum sampai di tanah negaranya sendiri. Sedangkan politik, justru ingin menghindari itu. Ada strategi wacana dan permainan yang harus dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah, dan kemungkinan lebih kecil kerugian ekonomis (perlengkapan militer dinilai mahal). Inilah yang membuat sering terjadi perbedaan pendapat antara kalangan militer dengan politik. Di negara-negara yang kerap terjadi kudeta militer, bisa jadi disebabkan oleh kasus seperti ini. Namun pada zaman sekarang, militer juga telah mampu bermain politik dengan cara-cara

SURAT PEMBACA

militer. Artinya, berpatokan dari sarana militer juga, negara (yang mungkin disesak oleh militer) melakukan strategi gertakan untuk menghadapi ancaman lawan. Pilihan untuk membeli dan mengumumkan perlengkapan militer yang dimiliki oleh negara, merupakan salah satu strategi tersebut. Tujuannya adalah memberikan peringatan kepada negara pesaing agar tidak main-main dengan negara tersebut. Mungkin saja negara pesaing akan memberi peralatan militer, namun ini juga mempunyai tujuan lain, yaitu menguras anggaran belanja dari negara lawan. Dasawarsa kedua dari milenium ke-21 ini, justru melihat strategi politik militer yang sangat jelas dilakukan oleh dua negara, yaitu Korea Utara dan China. Tanpa tedeng aling-aling, Korea Utara melakukan percobaan peluncuran peluru kendalinya mendekati wilayah Jepang dan melakukan latihan dengan menembakkan pelurunya itu ke sebuah pulau kosong. Ini merupakan strategi politik untuk memberikan rasa waswas

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menjaga Sumber Mata Air Saat ini, gerakan menjaga alam bangkit. Hal ini tentu sangat membahagiakan dan sejalan dengan kepentingan umat Hindu. Salah satu yang saya ingin usulkan kepada Gubernur Bali adalah adanya tanggung jawab desa pakraman nantinya menjaga sumber mata air. Saat ini, sejumlah sumber mata air di pedesaan mungkin menjadi tempat pasucian Ida Batara menjelang piodalan. Tempat-tempat suci ini memiliki sumber mata air yang bersih dan

terjaga. Jika nantinya, desa adat benarbenar memiliki sumber pendanaan dan ada hak kelola yang jelas, agar salah satu arahannya adalah menjaga sumber mata air yang selama ini menjadi tempat pasucian. Jika memungkinkan tempattempat seperti ini ditangani oleh pemerintah dengan APBD atau APBN. Masalahnya, jika nanti sumber mata air kering dan banyak yang hilang karena kerusakan lingkungan dan anomali musim,

setidaknya sumber mata air yang diperlukan untuk tempat masucian Ida Batara masih terawat. Saya berharap jika dana desa juga bisa dialokasikan ke pelestarian alam dan lingkungan. Hal ini agar menjadi perhatian. Jika dana desa terus dialokasikan, saya pikir dalam beberapa tahun ke depan pembangunan infrastruktur pedesaan sudah tuntas. I Made Marenta Tabanan, Bali

Permohonan Dana Punia Pura Giri Natha Candi Airlangga Kami Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan kerendahan hati kepada umat momohon untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilai luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebesaran leluhur pada masa lalu. Berkenaan dengan hal tersebut untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah diren-

canakan biaya Rp 1,89 miliar. Berkenaan dengan hal tersebut karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya kami berharap umat turut menyalurkan bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha. Saat ini untuk desain pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneraan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana punia bisa disalur-

kan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha

dan takut kepada Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat yang menjadi musuh negara tersebut. Strategi ini berhasil karena Amerika Serikat bersedia bertemu dengan pemimpin Korea Utara. Pada pihak lain, di tengah situasi selalu dipojokkan oleh Amerika Serikat akibat petrkembangan teknologi tingginya, China justru memamerkan kekuatan militer di Lapangan Tianannmen. Tidak lain, ini ditujukan kepada negara mana pun yang berani bermacam-macam kepada perkembangan ekonomi dan teknologi China. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah pendidikan dan profesionalitas lain dari seorang tentara. Profesionalitas lain dari tentara yang dimaksudkan adalah keahliannya yang lain di luar bertempur. Tentara, dari satu sisi adalah pasukan yang profesional. Dalam arti ahli dalam menggunakan sarana militer demi membela negara. Sarana militer itu juga, dapat dispesifikasi, misalnya senapan, altileri, pengemudi tank, radar, dan lain sebagainya. Tetapi, perkembangan saat ini yang harus

dilihat adalah keahliannya yang lain, seperti memainkan teknologi tinggi, bahkan ahli berpidato. Karena itu, perekrutan seorang calon anggota militer tidak boleh sembarangan. Dia harus cerdas, dan kalau bisa mempunyai keterampilaan lain di luar kemiliterannya itu. Kecerdasan diperlukan karena perkembangan dunia militer sekarang (sarana tempurnya), semakin canggih. Mereka tidak hanya menggunakan intuisi untuk menembak, tetapi melakukan perhitungaan matematis yang tertera di layar komputer. Seorang anggota masukan tempur dari Amerika Serikat misalnya, mempunyai sederet alat komunikasi tinggi di dalam baju tempurnya, dan itu harus dioperasikan secara benar untuk mendapatkan presisi tinggi dalam pertempuran. Hanya, orang cerdas yang dapat mengoperasikan peralatan seperti ini. Pendidikan tentara memang keras, bahkan dilatih untuk dapat hidup di tempat yang paling ekstrem. Ini sudah menjadi kebiasaan bagi pasukan tentara. Namun, tragedi terperangkapnya belasan anak-anak pemain bola Thailand di sebuah gua tahun 2018 lalu, dan berhasil diselamatkan, seharusnya menjadi inspirasi tersendiri bagi dunia militer di seluruh dunia. Mereka anak-anak itu selamat karena ditemani oleh pelatih mereka yang kebetulan mampu melatih yoga, dan memberikan contoh semangat mental tinggi untuk bertahan hidup tanpa makan di dalam gelap selama sepuluh hari. Tentara pasti mempunyai keadaan ekstrem seperti ini. Diperlukan keterampilan pimpinan yang mempunyai kemampuan psikologis tinggi un-

WARUNG GLOBAL Gedung Bioskop Tabanan agar Digunakan untuk Pasar Senggol SEMPAT berjaya di era 1970 hingga 1990-an, Gedung Bioskop Tabanan (dulu namanya Bioskop Krida) kini tak terawat, malah jadi tempat mesum. Aset milik Pemkab Tabanan ini tentu saja menjadi sorotan pendengar setia Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global. Mereka mengusulkan agar eks gedung bioskop ini segera direnovasi, menjadi tempat yang bermanfaat bagi masyarakat Tabanan. Ada pula yang menyarankan agar pasar senggol yang biasanya buka sore hingga malam hari di Jalan Gajah Mada direlokasi ke gedung bioskop ini. Mereka berharap usulan ini direalisasikan oleh Pemkab Tabanan, sehingga Tabanan benar-benar Asri dan Serasi. Sebagai seorang pedagang di areal kantor instansi. Pasar Tabanan, Fera membenarkan Beberapa kali melintas ke Tabanan, bahwa eks gedung Bioskop Tabanan Ketut Dawi, salah seorang warga Abiini sangat jorok, baunya tidak enak dan ansemal, Badung, hanya memberikan sering jadi tempat yang tidak senonoh. saran bagaimana jika pasar senggol Jika ada rencana untuk merenovasi, ia yang biasanya buka sore hingga malam menyarankan agar ditata untuk dijadi- di Jalan Gajah Mada direlokasi saja ke kan kios-kios bagi pedagang. eks gedung bioskop ini. Semua pedaWarga Tabanan lainnya, Budiada, gang dipindahkan, kemudian pasar juga setuju dengan usulan Fera. senggol dijadikan lahan parkir saja. Sementara itu, ia juga menanyakan Ide ini juga disetujui Bagus, warga asal keberadaan Badan Aset Daerah Ta- Tabanan. Dengan dipindahkan ke eks banan, ini sudah bertahun-tahun gedung bisokop, Tabanan serasa punya terbengkalai. Mestinya aset-aset milik tempat wisata kuliner secara khusus, pemerintah didata, ditata dan dikelola pedagang di pasar senggol itu semua dengan baik, sehingga bisa produktif berjualan di sana, parkirnya tidak semdan memberikan manfaat bagi warga rawut lagi di Jalan Gajah Mada, malah Tabanan khususnya. macet tiap hari. Kemudian jalan raya Meskipun bukan warga Tabanan, jadi tidak kumuh dan kotor. Febri di Denpasar sering mendengar Terbengkalai dari tahun 2000-an? bahwa pemerintah baik di provinsi Sudah hampir 20 tahun. Ayu di Petang maupun kabupaten sering lupa punya prihatin dengan kondisi ini. Jika akan aset, malah asetnya banyak terbengka- dibangun kantor instansi, bisa juga. lai. Jika ada niat untuk merenovasi, Atau pasar senggol dipindah bisa juga, sebaiknya segera dilakukan, apalagi yang jelas jangan sampai aset milik ada instansi yang belum punya kantor pemerintah, milik rakyat juga sampai sendiri, sebaiknya difungsikan untuk tidak terurus seperti ini. (sikha)

tuk memelihara semangat anak buahnya dalam kondisi paling ekstrem tersebut. Bagaimana dengan tentara Indonesia? Perkembangan politik dan sosial di Indonesia akhir-akhir ini cukup signifikan diperhatikan oleh TNI. Reformasi yang terjadi tahun 1998, kiranya tidak mampu memberikan stabilitas sosial secara internal. Justru hal inilah yang mengkhawatirkan bagi Indonesia karena dapat saja menjadi ancaman negara secara eksternal. Artinya, mengetahui situasi Indonesia lemah di dalam, pihak-pihak luar memanfaatkan situasi ini untuk menggerogoti kedaulatan Indonesia. Ada yang menduga berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua digerakkan dari luar. Meski ini baru dugaan, tidak salah juga disikapi. Karena itulah sebuah unjuk politis, seperti misalnya melakukan latihan militer besar-besaran juga sebaiknya dilakukan. Demikian juga dengan parade perlengkapan militer. Tanggal 5 Oktober ini merupakan saat yang baik untuk memperlihatkan kemampuan militer Indonesia. Secara intelektual, tanggal 5 Oktober ini juga merupakan momen yang baik untuk mengumumkan kepada masyarakat tentang perekrutan dan beasiswa dari kalangan militer untuk siswa-siswa cerdas di Indonesia. Peran militer di seluruh dunia sekarang sudah mulai multifungsi. Dia tidak harus menghadapi musuh dari luar saja, tetapi juga dapat mengintip sumber stabilitas di dalam negeri. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana

POJOK TNI konsisten kawal NKRI. - Ibu Pertiwi Indonesia. *** Ratusan hektar sawah di Tabanan kekeringan dan gagal panen. - Perlu masuk rekor MURI. *** Pemkab Karangasem diminta bantu petani garam Amed pasarkan produk. - Belum tersentuh.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Kembangkan Desa Wisata Melalui Pangan Lokal Tabanan (Bali Post) – Kabupaten Tabanan memiliki beragam potensi untuk bisa terus dikembangkan. Selain keindahan alam, keanekaragaman kuliner pangan lokal di sepuluh kecamatan di Kabupaten Tabanan diharapkan bisa terus dibangkitkan untuk mendukung pengembangan desa wisata di Kabupaten Tabanan. Apalagi hampir semua desa memiliki kuliner khas. Mendukung hal tersebut, Pemkab Tabanan, Jumat (4/10) kemarin menggelar gerakan kuliner pangan lokal untuk membangkitkan kreativitas masyarakat mengolah pangan lokal unggulan dalam menunjang kegiatan desa wisata. Harapannya, kegiatan tersebut menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Kegiatan ini dilangsungkan di Desa Tista, Kerambitan. ‘’Kita ingin membangkitkan pangan lokal agar semakin mengaktifkan masyarakat membangun dan menyiapkan sisi pertanian serta generasi muda sehingga semakin hari semakin bagus dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Di samping itu, wisata kita wisata berbasis masyarakat,’’ ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila.

Susila menjelaskan, untuk membangkitkan kuliner pangan lokal di Tabanan diperlukan niat tulus dan mau bekerja keras serta peduli akan kesehatan dari seluruh elemen masyarakat. Dengan begitu, kegiatan ini bisa dilakukan secara maksimal dan berkesinambungan. Ia pun mengimbau seluruh masyarakat khususnya masyarakat Desa Tista yang ikut dalam pelatihan gerakan kuliner pangan lokal agar memanfatkan kesempatan ini dengan baik. ‘’Manfaatkan pelatihan ini dengan baik dan sungguhsungguh sehingga mampu menunjang perkembangan desa wisata kita,’’ imbuhnya. Kegiatan gerakan kuliner pangan lokal ini akan dilakukan secara berkesinambungan setiap satu bulan sekali secara bergilir dengan menyasar desa wisata di Tabanan. Desa Tista yang baru-baru ini ditetapkan sebagai desa wisata, dalam kesempatan tersebut melalui Pokdarwis Desa Wisata Tista memperkenalkan olahan kuliner pangan lokal dari ikan lele, daun kelor sambel cakcak, dan kopi Redesta (Rempah Desa Tista) yang nantinya diharapkan bisa menunjang keberlangsungan Desa Wisata Tista. (kmb28)

Pemkab Hanya Punya Satu Mobil Pusling Tabanan (Bali Post) Meningkatkan minat baca khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda menjadi perhatian Pemkab Tabanan. Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, beberapa upaya pun telah dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya melalui Perpustakaan Keliling (Pusling) yang digelar setiap Minggu di areal lapangan Alit Saputra, Tabanan dan pada berbagai event.

Bali Post/bit

KULINER - Gerakan kuliner pangan lokal untuk membangkitkan kreativitas masyarakat mengolah pangan lokal unggulan guna menunjang kegiatan Desa Wisata Tista, Kerambitan.

Anggaran Pilkada Disetujui Rp 25 Miliar

KPU Pangkas Sejumlah Kegiatan

Tabanan (Bali Post) Jelang Pilkada Tabanan 2020, KPU Tabanan sebagai penyelenggara mendapatkan anggaran Rp 25 miliar dari RAB yang diajukan sebesar Rp 40 miliar. Dengan anggaran yang disetujui hanya setengahnya tersebut, KPU Tabanan pun harus melakukan efisiensi. Salah satunya dengan melakukan rasionalisasi sejumlah kegiatan. Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa menerangkan, untuk pengajuan anggaran pelaksanaan Pilkada 2020 dilakukan beberapa kali. Pengajuan awal dianggarkan sebesar Rp 40 miliar. Kemudian dilakukan revisi sampai dengan nilai anggaran Rp 36 miliar. ‘’Revisi yang dilakukan seperti untuk pos anggaran ad hock seperti gaji PPK, PPS dan lainnya,’’ jelas Weda, Jumat (4/10) kemarin. Setelah melalui beberapa proses pengajuan akhirnya disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Bakueda hanya merealisasikan anggaran Pilkada Tabanan 2020 sebesar Rp 25 miliar. Pihaknya kemudian merasionalisasi sejumlah kegiatan. Contohnya, gebyar yang rencananya digelar di setiap kecamatan terpaksa ditiadakan. ‘’Begitu

juga berimbas pada makan dan minum dan honor PPK, PPS masih menggunakan patokan honor pada Pemilu legislatif dan Presiden 2019,’’ terang Weda. Anggaran paling banyak adalah ad hock. Untuk anggaran Rp 25 miliar ini akan turun sebanyak dua termin, yakni tahun ini sebesar Rp 250 juta dan sisanya di tahun 2020. ‘’Untuk dana Rp 25 miliar ini kita estimasikan ada calon hanya tiga paket yakni dari parpol maksimal dua paslon dan independen satu paslon,’’ jelasnya. Ditanya kapan tahapan Pilkada Tabanan 2020 dimulai, Weda mengatakan, untuk sosialisasi baru akan dilakukan pada November mendatang. Namun diakuinya saat ini petugas KPU bertahap terus melakukan pemutakhiran data pemilih dengan acuan DPT pemilihan terakhir. ‘’Data DPT Pileg kemarin yang akan dimutakhirkan terus sampai Pilkada nanti. Seperti DPK katanya tercatat sekian ribu itu sekarang dicek benar tidaknya. Jangan sampai sudah terdaftar nanti malas dia ngecek ataupun tidak bawa surat panggilan. Itu terus kita mutakhirkan,’’ ungkapnya. (kmb28)

I Gede Putu Weda Subawa

Bali Post/bit

Bali Post/bit

PUSLING - Mobil Pusling yang hadir di berbagai acara di Kabupaten Tabanan.

Tujuan Pusling, anakanak maupun masyarakat dapat menyempatkan diri membaca buku. Buku yang dibawa Pusling cukup beragam. Karena tidak hanya pembaca dari anak-anak, remaja maupun dewasa, terkadang para lansia pun ikut melihat-lihat koleksi Pusling. Seperti terlihat belum lama ini di lapangan Desa Gubug, Kecamatan Tabanan saat pembukaan TMMD ke-106. Mobil Pusling menarik minat ban-

yak warga setempat untuk membaca. Sayangnya di tengah gencarnya upaya menggenjot budaya membaca, Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan hanya memiliki satu unit mobil Pusling. Padahal jangkauan wilayah cukup luas sampai 10 kecamatan. Keterbatasan anggaran lagilagi menjadi kendala pengadaan Pusling. Disinggung terkait hal itu, Sekda Tabanan Gede Susila mengatakan, dalam mereal-

isasikan anggaran tentu saja ada skala prioritas. Di tengah keterbatasan dinas terkait dalam mengoptimalkan budaya literasi membaca, ia hanya bisa menyarankan agar pihak sekolah lebih aktif dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah. ‘’Di sekolah sudah ada literasi. Nanti kami efektifkan lewat kepala sekolah untuk bisa menggali buku-buku. Di samping itu daerah sudah punya online buku (e-book),’’ ujarnya, belum lama ini.

Aplikasi tersebut, kata Susila sudah bisa diakses seluruh masyarakat. Masyarakat bisa membaca koleksi buku yang diinginkan hanya lewat handphone. Sementara itu, Ketua DPRD Tabanan Made Dirga mengakui manfaat penting dari keberadaan Pusling. Dia pun sepakat perlu ada tambahan armada Pusling. ‘’Solusinya nanti koordinasikan ke pusat atau ke provinsi agar dibantu,’’ tegasnya. (kmb28)

118 Hektar Sawah Kekeringan Tabanan (Bali Post) -

Akibat kemarau panjang yang terjadi tahun ini, sawah yang ditanami padi dan palawija di sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan mengalami kekeringan. Kemarau juga menyebabkan gagal panen. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana, Jumat (4/10) kemarin menjelaskan, sesuai pendataan di lapangan, turunnya debit air akibat kemarau panjang mengakibatkan 118 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan, baik skala ringan, sedang dan berat. Skala ringan luas totalnya 25 hektar yakni di Kecamatan Selemadeg Timur seluas sembilan hektar, Kecamatan Tabanan enam hektar, Kediri enam hektar, Kerambitan tiga hektar dan Selemadeg Barat satu hektar. Kategori rusak sedang terjadi di

lahan dengan total luas 51 hektar. Rinciannya, di Kecamatan Pupuan 21 hektar, Tabanan dan Selemadeg Timur masing-masing delapan hektar, Kediri enam hektar, Marga dan Kerambitan masing-masing tiga hektar. Sementara kategori rusak berat totalnya seluas 42 hektar, yakni di Kediri seluas 18 hektar, Tabanan 16 hektar, Marga lima hektar, Kerambitan dua hektar dan Pupuan satu hektar. Tak hanya itu, sekitar 621 hektar lahan terancam kekeringan. Ini terjadi di Kecamatan Tabanan seluas 296 hektar, Kediri 259 hektar, Pupuan 48 hektar, Selemadeg

Timur 13 hektar dan Selemadeg Barat seluas lima hektar. ‘’Kalau tidak ada hujan tentu saja bisa berubah menjadi kekeringan skala ringan,’’ terangnya. Dari data Dinas Pertanian Tabanan, gagal panen akibat kekeringan telah terjadi di Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri masing-masing seluas 11 hektar dan sembilan hektar. ‘’Ini data dari bulan Juli sampai dengan September 2019. Yang puso ini jenis tanaman padi cigelis dan ciherang. Mudah-mudahan bisa segera turun hujan agar tidak bertambah luas ancaman,’’ ujarnya. Disinggung terkait bantuan untuk petani yang mengalami gagal panen, Suandra mengatakan, sejauh ini masih dilakukan pendataan. Namun bagi petani yang sudah ikut program AUTP tentu sudah bisa mengajukan klaim

asuransi. ‘’Yang belum ikut AUTP tentu tidak dapat. Sampai saat ini tidak semua subak masuk asuransi meski program AUTP sudah sering disosialisasikan,’’ terangnya. Masih banyaknya petani yang enggan ikut AUTP sangat disayangkan. Sebab jika ditelisik lebih lanjut, petani akan sangat diuntungkan dengan asuransi tersebut, terutama saat musim kemarau panjang seperti sekarang atau saat cuaca ekstrem. ‘’Untuk satu hektar tanaman padi yang puso, mendapat ganti dari klaim asuransi sebesar Rp 6 juta. Jumlah ganti rugi tersebut sebenarnya setara dengan hasil panen petani sehingga sangat disayangkan jika sampai saat ini masih banyak petani yang tidak ikut asuransi,’’ jelasnya. (kmb28)

Dewan Minta Data BPJS Dimutakhirkan Tabanan (Bali Post) Masalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda mendapatkan perhatian khusus jajaran Komisi I dan IV DPRD Tabanan. Dewan menggelar rapat kerja (raker) dengan OPD terkait dan BPJS kesehatan, Jumat (4/10) kemarin. Selain BPJS Kesehatan, perangkat daerah yang mengikuti raker yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, BRSU Tabanan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Pada raker yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Tabanan Ni Made Meliani tersebut, dewan mempertanyakan perihal belum sinkronnya data Disdukcapil dengan BPJS Kesehatan. Dewan menyatakan, seharusnya data kependudukan sudah terintegrasi agar memudahkan pelayanan ke masyarakat. Sejauh ini BPJS masih menggunakan data yang mengacu pada Jamkesmas dan Jamkesda tahun 2015 yang kemungkinan sudah ada perubahan. Dewan pun meminta agar persoalan ini segera dicarikan solusi oleh pihak-pihak terkait agar masyarakat bisa cepat mengurus BPJS Kesehatan. Kalangan dewan pun meminta agar ada pemuktahiran data kepesertaan BPJS. Maka dari itu, BPJS harus terus berkoordinasi dengan Disdukcapil. BPJS juga diminta hanya mengambil data di Disdukcapil guna mengantisipasi terjadinya kepesertaan BPJS ganda. ‘’Peserta BPJS yang dinonaktifkan bisa dibuatkan surat keterangan atau surat rekomendasi dari Disdukcapil untuk dibawa ke kantor BPJS agar bisa diaktifkan kembali,’’ ujar Meliani. Khusus calon peserta BPJS Ke-

sehatan yang kurang mampu, diharapkan segera menghubungi Dinas Sosial melalui Kepala Desa agar mendapatkan rekomendasi dan selanjutnya mendapat bantuan pembayaran iuran dari Pemkab Tabanan yang pos anggarannya sudah tersedia di Dinas Sosial. Terkait permintaan dewan tersebut, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Denpasar Muhamad Ali mengakui adanya peserta JKNKIS yang dinonaktifkan karena memang sudah tidak lagi tergolong sebagai penerima bantuan iuran. Hal itu diakibatkan penduduk bersangkutan berubah status ekonomi atau meninggal dunia. Data itu bersumber dari Kementerian Sosial. ‘ ’ D i Tabanan sebanyak 1.649 PBI yang dinonaktifkan di tahap kedelapan ini. Kemudian yang menggantikan sebanyak 2.600 PBI untuk APBN yang baru. Jadi, mereka harus terdaftar data terpadu kesejahteraan sosial,’’ kata Ali. Terhadap peserta yang dinonaktifkan tersebut, mereka diminta

segera melapor ke Dinas Sosial untuk mengetahui apakah masih layak masuk ke dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos untuk diusulkan kembali mendapatkan PBI. ‘’Nantinya jika pemerintah daerah bersedia mendaftarkan ke PBI daerah, maka masuk ke

PBI daerah. Tapi jika yang nonaktif itu sudah menjadi pegawai negeri atau swasta, diharapkan ke segmen peserta penerima upah. Kemudian untuk pekerja yang tergolong mampu bisa masuk ke mekanisme peserta mandiri,’’ jelasnya sembari menambahkan, terkait NIK ganda pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait. (kmb28)

Bali Post/bit

RAKER Raker dewan yang membahas NIK ganda.


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Rumah Terbakar

Kerugian Ditaksir Rp 500 Juta Singaraja (Bali Post) – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Buleleng. Rumah permanen berukuran sekitar 13,5 x 8 meter milik Wayan Sekar (70), warga Banjar Dinas Tegal Lantang, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, terbakar Kamis (3/10) malam lalu. Api membakar rumah yang sebagian digunaan usaha warung dan bengkel las itu. Akibat kejadian itu, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian materiil Rp 500 juta. Bagian depan rumah permanen itu disekat karena dipergunakan sebagai tempat bengkel las. Sehari-hari bengkel las ini dikelola cucu pemilik rumah, Kadek Agus Suriawan. Selain itu, di lokasi yang sama menantunya Wayan Tarki juga membuka warung kecil-kecilan. Sebelum kejadian itu, bengkel dan warung di depan rumah korban itu telah tutup. Pemilik rumah bersama keluarganya pun sudah beristirahat. Saat itu, saksi Agus Suriawan mendengar suara ledakan kecil mirip suara petasan (mercon - red). Sumber letupan

itu diketahui berasal dari ruang depan, tempat usaha bengkel dan warung tersebut itu dikelola. Setelah didekati, sumber suara itu kemudian muncul kepulan asap hitam. Saksi bertambah panik, sebab setelah kepulan asap hitam itu, justru diikuti kobaran api. Saksi kemudian berteriak “kebakaran, kebakaran” sembari berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang ada di rumah itu. Keluarganya juga ikut panik dan berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Api sangat cepat membesar, akibatnya barang perlengkapan

rumah tangga korban hingga alat-alat bengkel milik korban itu gagal diselamatkan. Kejadian ini kemudian membuat tetangganya juga panik. Mereka khawatir api yang sudah membesar itu merembet ke bangunan lainnya. Beruntung, mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pos Seririt dan Pos Singaraja itu cepat tiba di lokasi kejadian. Saat pemadam sudah tiba di TKP, api bertambah besar, sehingga petugas berusaha melokalisasi api agar tidak merembet lebih luas. Untuk melokalisasi api itu, petugas menghabiskan dua tangki air. Karena lokas-

inya jauh, sehingga pemadaman hanya bisa dibantu satu unit mobil pemadam yang siaga di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTGU) Celukan Bawang. Api baru bisa dipadamkan pukul 22.30 Wita. Kepala Sub-bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Samarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK membenarkan kejadian tersebut. Sumarjaya mengatakan, penyebab sementara kebakaran ini belum bisa disimpulkan. Saat ini, anggota dari Unit Reskrim Polsek Gerokgak itu melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan juga barang bukti. “TKP sudah diamankan. Sementara rekan kita dari Reskrim Polsek Gerokgak masih menyelidiki kasus itu untuk mengetahui penyebab kebakaran itu,” jelasnya. (kmb38)

Aksi Bersih-bersih di Pasar Darurat

Bali Post/ist

RUMAH TERBAKAR – Rumah permanen berukuran 13,5 x 8 meter milik Wayan Sekar (70), warga Banjar Dinas Tegal Lantang, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, terbakar Kamis (3/10) malam.

Singaraja (Bali Post) – Pedagang dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) melaksanakan aksi bersih-bersih di kawasan pasar darurat Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Jumat (4/10) kemarin. Aksi bersihbersih itu untuk mengisi program Jumat Krida. Tidak tanggung-tanggung, aksi itu dipimpin Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Kawasan pasar darurat itu dipilih, selain dalam upaya meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, juga sosialisasi menjelang dimulainya megaproyek revitalisasi Pasar Banyuasri. Wakil Bupati Nyoman Sutjidra mengatakan, kerja sama dengan semua komponen masyarakat itu dilakukan dalam menjaga kebersihan lingkungan ini yang sudah mulai ada peningkatan kesadaran dari warga. Terbukti, dalam aksi kemarin, pedagang bersama warga di sekitar itu antusias mengikuti aksi bersih-bersih sampah plastik tersebut. Untuk itu, kerja sama yang baik ini ke depan agar terus ditingkatkan, sehingga kebersihan lingkungan semakin terjaga. Sinergi itu diyakini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah melalui program “Buleleng Bebas Sampah Plastik”. “Mulai pagi-pagi, warga dan pedagang sudah hadir. Hal itu menunjukkan kalau menjaga lingkungan itu adalah tanggung jawab kita semua. Kesadaran lingkungan itu sejatinya perlu terus

digaungkan, sehingga lingkungan kita menjadi lebih sehat dan asri,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putu Ariyadi mengatakan, setelah pembangunan pasar yang baru pedagang yang menempati tempat jualan itu diharapkan menyediakan tempat penampungan sampah sementara. Selain itu, DLH akan membina pedagang, terkait perlunya memilah sampah, terutama

antara sampah basah dan kering. Hal itu perlu dilakukan selain dalam upaya mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), juga untuk mengajarkan sampah basah ini dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan, sampah yang memungkinkan didaur ulang, akan dikumpulkan. Rencananya, bekerja sama dengan Bank Sampah, sehingga ada tambahan peng-

hasilan bagi pengelola pasar itu sendiri. “Masalah sampah di pasar itu kewenangan pengelola pasar. DLH hanya membantu mengangkut sampah residu untuk dibawa ke TPA Bengkala, dan nanti cara pemilahannnya akan kita ajarkan kepada pedagang, sehingga ada sampah yang diolah menjadi kompos dan yang didaur ulang. Kita akan bekerja sama dengan Bank Sampah,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

AKSI BERSIH-BERSIH – Sejumlah ASN dan pedagang melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di kawasan Pasar Darurat Kelurahan Banyuasri, Jumat (4/10) kemarin.

Realisasi PBB-P2 Dianggap Belum Lunasi Kredit Rp 1,5 M di BPR Triwulan Tiga Capai 92 Persen Rumah Tinggal Dirusak, Widiantara Lapor Polisi

Singaraja (Bali Post) – Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) melampaui target. Memasuki triwulan tiga 30 September 2019 lalu, realisasinya 92 persen. Capaian ini tidak lepas dengan semakin sadarnya para wajib pajak (WP) melunasi kewajibannya sebelum jatuh tempo. Selain itu, gebrakan pungutan PBB-P2 ke desadesa juga menjadi penyebab realisasi pembayaran pajak itu menunjukkan tren positif. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada, Jumat (4/10) kemarin mengatakan, sampai 30 September 2019, pemasukan dari pajak yang ditargetkan Rp 24,131 miliar lebih malah telah tercapai Rp 22,403 miliar lebih. BKD

terus menambah cakupan tempat pembayaran pajak itu bekerja sama dengan LPD, perbankan, dan kantor pos. Dengan demikian, sisa target pajak itu dipastikan akan terealisasi hingga tanggal jatuh tempo PBBP2 tahun ini. “Kesadaran masyarakat membayar pajak sudah cukup tinggi sehingga penerimaan dari PBBP2 ini pada triwulan tiga menunjukkan tren positif,” jelasnya. Menurut Sugiartha, dari 200.000 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 yang dicetak tahun ini, sekitar 5.000 WP mengajukan permohonan pengurangan pajak. Dari permohonan itu ada yang ditolak dan ada juga yang disetujui. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TREN POSITIF – Realisasi PBB-P2 memasuki triwulan tiga mencapai 92 persen. Tren positif ini terjadi karena peningkatan kesadaran wajip pajak (WP) membayar pajak sebelum jatuh tempo.

Seorang warga, Gede Widiantara (43), di Jalan Ahmad Yani No. 177, Banjar Dinas Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng melaporkan dugaan perusakan rumahnya ke Polsek Kota Singaraja Jumat (4/10) kemarin. Bahkan, orang yang tidak dikenal itu sempat mengusir agar meninggalkan rumahnya. Merasa terancam, dia melaporkan peristiwa itu ke polisi. Beberapa orang yang ada di lokasi kejadian itu dimintai keterangan. Lalu, bagaimanakah sebetulnya keberadaan rumah korban yang dianggap belum melunasi kredit pinjaman 100 persen di salah satu BPR itu, sehingga rumahnya sampai dirusak orang-orang yang tidak dikenal? KORBAN Widiantara saat melapor di Polsek Kota Singaraja mengatakan, sebelum kejadian itu, dia berada di dalam rumahnya. Sekitar pukul 08.00 Wita, tiba-tiba ada sekitar sepuluh orang datang menemuinya. Pihak yang menemuinya itu kemudian meminta Widiantara dan keluarganya meninggalkan rumahnya. Saat berusaha memberikan penjelasan, tiba-tiba orang tersebut memasukkan alat berat yang rencananya digunakan membongkar rumah miliknya itu. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba kaca jendela rumahnya dipecahkan. “Saat saya berada di dalam rumah, lalu datang orang itu membawa alat berat, masuk ke rumah. Sudah saya berikan penjelasan agar menunggu kuasa hukum, tetapi saya disuruh ke luar. Saat itu, kaca jendela dipecahkan, sehingga saya lapor ke polisi,” katanya. Sebelum kasus itu terjadi, kata Widiantara, dirinya mencari kredit di salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Denpasar. Dia meminjam uang

Rp 1,5 miliar dengan jaminan sertifikat tanah dan bangunan rumah miliknya itu. Widiantara mengakui kalau sempat terlambat melunasi kreditnya hingga pihak BPR melayangkan dua kali peringatan. Saat mendapat peringatan itu, dia melunasi pinjamannya itu. Entah karena persoalan apa, pembayaran kreditnya itu tidak diproses. Justru, dia sendiri didatangi orang tidak dikenal dan meminta rumahnya dikosongkan, sebab sudah dijual oleh pihak bank tempatnya mencari kredit itu. Bahkan, dia heran kalau sertifikat rumahnya itu sudah dibalik nama. Melalui tim kuasa hukumnya, Widiantara mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Gugatan No. 535/PDT.G/2019/PN Sgr, dia menggugat pihak BPR dan pihak ketiga yang membeli rumahnya tersebut. “Saya akan melunasi, tapi tidak diproses dengan alasan tidak jelas. Lalu, tiba-tiba saya didatangi orang tidak dikenal itu yang menyebut rumah ini sudah dijual oleh bank. Saya tidak tahu berapa harga jual

rumah itu dan kapan? Kok tiba-tiba saja saya disuruh mengosongkan rumah itu,” katanya. Sementara itu, kuasa pihak yang disebut membeli rumah korban, I Gusti Nyoman Ari Darmawan, mengatakan atas surat kuasa itu, dia dibantu beberapa temannya akan melakukan pengosongan rumah tersebut. Terkait mekanisme pelelangan dengan pihak bank, dia mengaku tidak mengetahui hal tersebut. “Intinya, rumah ini sudah kami beli, bahkan sudah ada sertifikatnya. Soal proses le-

langnya saya tidak tahu. Kami dilaporkan telah melakukan perusakan. Sementara ini kan rumah kami. Berbeda kalau sertifikatnya itu tidak jelas, lalu mana berani kami masuk ke rumah orang,” jelasnya. Kapolsek Kota Singaraja Kompol IGN Yudistira didampigi Kanit Reskrim Iptu Ida Bagus Astawa seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK mengatakan, laporan korban itu sudah diterima. Namun saat ini masih diselidiki. Beberapa pihak yang ada di lokasi kejadian itu sudah dimintai keterangan. Bahkan, polisi

masih mempelajari rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian itu. Rumah yang diduga dirusak itu sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Kami masih mendalami dan kronologis awal, rumah korban dirusak pada bagian jendela depannya. Setelah dilaporkan kemudian kita datangi TKP. Pihak yang diduga mengetahui kami sudah periksa. Namun, status kasus perusakan rumah itu masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek Kota Singaraja. (mud)

Bali Post/kmb38

RUMAH DIRUSAK – Rumah milik Gede Widiantara (43), warga Jalan Ahmad Yani No. 177, Banjar Dinas Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng dirusak orang tidak dikenal, Jumat (4/10) kemarin.


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Petugas Lab Forensik Cek Kebakaran di Ceking Kerugian Capai Rp 1,6 Miliar

Gianyar (Bali Post) -

Petugas Lab Forensik Polda Bali langsung turun ke dua bangunan yang terbakar di seputaran Objek Wisata Ceking, Jumat (4/10) kemarin. Pada dua bangunan yang terbakar Kamis (3/10) malam, petugas mengambil sejumlah sampel. Akibat kejadian ini, belasan pedagang yang menyewa artshop di lokasi tersebut diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 1,6 miliar. Tim forensik Polda Bali menyita sejumlah barang bukti yang terbakar, seperti kabel yang hangus hingga abu dari sejumlah material yang terbakar. “Tadi tim labfor datang mengambil sejumlah sampel untuk memastikan penyebab kebakaran,” ujar Kapolsek Tegallalang AKP Gede Sukadana. Lantas apa dugaan penyebab kebakaran tersebut? Perwira asal Tabanan ini mengaku belum bisa menyimpulkan. Dikatakan, pihaknya akan menunggu hasil labfor untuk kepastian penyebab kebakaran. “Kalau pastinya, kita tunggu hasil labfor saja,” tegasnya. Menurut Sukadana, pada lokasi kejadian tersebut terdapat dua bangunan yang terbakar. Masing-masing bangunan itu dibagi dengan beberapa sekat menjadi belasan artshop. Akibat kejadian ini, setiap penyewa artshop yang barangnya ludes terbakar mengalami kerugian sampai Rp 100 juta lebih. “Di sana ada belasan artshop yang total kerugiannya mencapai Rp 1,6 miliar,” katanya. Salah seorang penyewa artshop mengaku mengalami kerugian sampai Rp 100 juta akibat kebakaran pada Kamis malam itu. Sedangkan rekan lainnya yang sama-sama menyewa artshop tersebut ada yang mengalami kerugian hingga Rp 150 juta. “Padahal baru dua hari barang datang, itu yang terbakar rata-rata berupa baju. Beberapa juga ada berupa patung,” jelas perempuan asal Desa Kedisan, Tegallalang.

Disinggung penyebabnya, ia mengaku belum bisa memastikan. Pada waktu kejadian ia tidak ada di lokasi. “Kebetulan kemarin saya pulang lebih awal. Baru sampai rumah dihubungi dibilang artshop kebakaran. Tidak berani ke lokasi, karena saya sempat pingsan di rumah,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Tegallalang Made Jaya Kesuma mengatakan, dua bangunan yang terbakar itu merupakan milik pribadi dan bukan milik dari desa adat. “Yang punya saya tidak tahu. Itu milik pribadi,” katanya. Meskipun bukan milik desa adat setempat, kata Jaya Kesuma, pihaknya dari desa adat tetap membantu melakukan pembersihan di areal tersebut. Tujuannya supaya tidak sampai mengganggu estetika lingkungan untuk wisatawan yang hendak berkunjung ke Objek Wisata Ceking. “Tadi karena ini nampak kotor, petugas kita di Objek Wisata Ceking membantu membersihkan sampah kebakaran,” jelasnya. Jaya Kesuma menambahkan, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan pemilik bangunan, terkait relokasi terhadap belasan pedagang pengontrak artshop yang sebelumnya berjualan di lokasi tersebut. “Kami masih tunggu koordinasi antara pemilik bangunan dan pedagang nanti seperti apa. Tadi kan rencananya Bapak Bupati Gianyar datang meninjau, tapi batal datang. Berharap ada jalan keluarnya,” katanya. (kmb35)

SOSOK

Bali Post/kmb35

PENGECEKAN - Petugas Lab Forensik melakukan pengecekan pada dua bangunan yang terbakar di kawasan Objek Wisata Ceking, Desa Tegallalang, Jumat (4/10) kemarin.

Lahan Diambil Investor

Sejalan Program Bansos INDUSTRI Pembuatan Gamelan Sidha Karya yang dikelola Jro Mangku Wayan Pager secara turun-temurun memang belum pernah redup. Permintaan pesanan seperangkat gamelan seperti baleganjur, gong kebyar, semar pagulingan hingga angklung selalu ada. Terlebih dalam suasana perpolitikan, seperangkat gamelan kerap menjadi satu hal yang dijanjikan para caleg maupun anggota legislatif yang berhasil lolos saat pemilu yang kemudian difasilitasi melalui proposal Bansos. “Tidak dipungkiri, pesanan seperangkat gamelan memang dominan dari Bansos,” katanya, belum lama ini. Namun ia mengaku tidak bersentuhan langsung dengan proposal Bansos. Dikatakan, pemesanan baru akan dilakukan oleh krama banjar atau kelompok dadia bila dana Bansos tersebut sudah cair. “Kalau Bansos secara langsung melalui proses tender, saya tidak ikut,” jelasnya. Dikatakan, pihaknya tidak mau dipusingkan dengan urusan administrasi proposal yang cukup rumit. Selain itu, karya seni tidak bisa dikejar deadline. “Karena Bansos itu kan terikat waktu. Sebaliknya tukang gamelan tidak bisa kejar-kejaran,” ujarnya. Pemesanan gamelan dari dana Bansos ini diakuinya datang dari seluruh Bali. Jenisnya macam-macam, disesuaikan dengan dana yang cair. “Kadang ada yang dapat Rp 100 juta, ngentug atau nambah lagi Rp 25 juta secara swadaya,” jelas bapak tiga anak dan dua cucu ini. Pria kelahiran 10 Desember 1961 menambahkan, pihaknya juga menerima pemesanan secara pribadi swadaya. Selain membuat seperangkat gamelan baru, pihaknya juga menerima jasa perbaikan bagian-bagian dari gamelan, seperti kendang, ceng-ceng, terompong, dan instrument gamelan lainnya. (nik)

Sejumlah Penggarap Ajukan Ganti Rugi Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar menggelar mediasi antara sejumlah warga Banjar Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan dengan PT Ubud Resort, Kamis (3/10) malam. Dalam pertemuan itu, warga meminta ganti rugi atas rumah dan pura yang berada di atas lahan PT tersebut. Belum bisa dipastikan apakah tuntutan itu akan dipenuhi atau tidak. Pertemuan berlangsung di Balai Banjar Selasih, Kamis malam. Sebagai mediator, Kasat Bimas Polres Gianyar AKP Gede Endrawan didampingi Kapolsek Payangan AKP Gede Sudyatmaja. Juga hadir Kasat Intel Polres AKP Ida Bagus Dana. Sedangkan dari pihak investor hadir divisi hukum didampingi kuasa hukum mereka. Wayan Kariasa yang juga penggarap lahan di Banjar Selasih mengungkapkan, sebanyak sembilan warga Selasih awalnya secara turun temurun tinggal di atas lahan kebun seluas kurang lebih sembilan hektar tersebut. Namun ia mengakui tanah itu dulunya merupakan milik pihak Puri Payangan. “Sekitar tahun 1997, pihak puri menjual ke perusahaan (investor - red),” katanya. Kariasa mengakui, seluruh warga sadar selama ini hanya sebagai penggarap dan tidak ada hak atas tanah tersebut. Namun di atas lahan gara-

Lanjutkan Pembangunan SMPN 4 Sukawati

Pemkab Anggarkan Rp 3 Miliar Gianyar (Bali Post) Sejak akhir Agustus 2019, seratus lebih siswa sudah memulai proses belajar di gedung baru SMPN 4 Sukawati. Sekolah yang berlokasi di Desa Ketewel ini sudah menampung siswa dalam lima kelas. Pemkab Gianyar memastikan akan melanjutkan pembangunan gedung untuk lantai II dan III pada tahun depan. Untuk pengerjaan bangunan, Pemkab Gianyar menyiapkan anggaran hingga Rp 3 miliar pada APBD 2020. Dikonfirmasi Jumat (4/10) kemarin, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gianyar I Wayan Sadra mengatakan, Pemkab Gianyar memang berkomitmen merampungkan pembangunan sekolah baru di Desa Ketewel tersebut. “Pasti akan dilanjutkan pengerjaannya pada tahun anggaran 2020,” katanya dan menambahkan, Pemkab Gianyar mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar pada APBD Induk 2020 untuk kepentingan tersebut. Menurut Sadra, proses pengerjaan bangunan ini diperkirakan memakan waktu selama tiga bulan. Selama itu, pihaknya akan menyampaikan permakluman karena peserta didik kemungkinan akan dititipkan kembali di

sekolah lain. “Nanti akan kami atur, mungkin pinjam gedung lagi di sekolah lain untuk beberapa bulan. Nanti kalau tinggal finishing, siswa bisa masuk lagi karena pengerjaannya hanya di atas,” jelasnya. Terkait sarana prasarana seperti bangku dan peralatan belajar lainnya, kata Sadra pengadaannya akan dilakukan pada tahun anggaran 2020. “Untuk sarana prasarana sekolah nanti menyesuaikan, bangku dan lainnya akan dianggarkan lagi,”

ujarnya. Pada APBD perubahan tahun ini, kata Sadra Disdik Gianyar juga menyiapkan anggaran untuk pembuatan pagar dan pemasangan paving di areal sekolah tersebut. Proses tender sudah berjalan, tinggal dilanjutkan dengan pengerjaan. “Untuk pagar dan paving di anggaran perubahan sudah dianggarkan, tapi pengerjaannya belum. Proses anggaran sudah berjalan, tinggal action saja. Sebelum Desember sudah pasti selesai,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

BELAJAR - Suasana belajar mengajar di SMPN 4 Sukawati, belum lama ini.

pan itu, warga sudah lama menetap. “Kami sudah punya rumah. Bahkan ada tiga pura besar. Ada pura Hyang Api, Pura Pucak Alit dan Pura Panti (pura keluarga - red) Pasek Gelgel yang sudah disungsung turun-temurun,” katanya. Lantaran tidak punya tempat tinggal lagi, kata Kariasa warga terpaksa bertahan di atas lahan itu. Sampai kini warga hidup dari menjual daun pisang yang ditanam di areal lahan tersebut. Ditambahkan, dulu warga Selasih rutin menyetor hasil kebun ke Puri Payangan. Namun sejak tanah itu dijual, penyetoran hasil kebun terhenti. Yang disayangkan, pada Mei 2019 investor memasang plang. “Kebun pisang kami dirabas. Padahal kami hidup dari daun pisang,” jelasnya. Kariasa juga prihatin dengan tekanan yang diberikan pihak investor yang tidak lagi membolehkan berkebun di areal tersebut. Yang lebih membuat kaget, ternyata lahan yang dikuasai investor diklaim mencapai 144 hektar. “Jadi banyak tanah warga yang kena. Ada yang sudah punya sertifikat juga kena rabas,” keluhnya. Dikatakan, warga berharap supaya bisa diberikan ganti rugi atas rumah dan pura mereka. Pihaknya juga berharap agar persoalan ini dibantu oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten.

“Kami berharap pemerintah merespons harapan kami, karena kami sudah tinggal sejak lama di lahan itu,” pintanya. Sementara itu, Kasat Bimas Polres Gianyar AKP Endrawan mengatakan, mediasi itu merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya sudah terlaksana di Kantor Camat dan di Polsek Payangan dan sekarang dilaksanakan di balai banjar setempat. “Kami masih berupaya mencari benang merahnya,” jelasnya. Dalam pertemuan sebelumnya, kata Endrawan tuntutan warga selain minta

ganti rugi juga bisa bekerja di perusahaan investor itu. Dikonfirmasi seusai pertemuan, kuasa hukum investor, Rinaldy, mengatakan dalam pertemuan pihaknya hanya menampung aspirasi warga. “Pertemuan hanya menyampaikan kemauan warga sendiri. Kami ini kuasa yang diberi kuasa untuk mendengar dan menyelesaikan permasalahan. Soal keinginan mereka, kami dengar, kami tampung dan kami bicarakan lebih mendalam,” ujarnya. Sementara terkait tuntutan warga mengenai mempekerjakan tenaga dari banjar

akan dilakukan. Menurutnya hal itu mungkin akan dipertimbangkan. “Itu bukan hal baru, setiap investor pasti itu hal biasa di Bali. Setiap resort pasti menampung itu,” katanya. Mengenai rencana pembangunan, kata Rinaldy pihaknya belum bisa membeberkan. Dikatakan, sampai saat ini belum ada kepastian terkait arah pembangunan di lokasi tersebut. “Belumlah. Nanti tanya saja ke kantor. Kalau membangun kan ada perizinan segala macam, ada perencanaan,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

MEDIASI - Jajaran Polres Gianyar melakukan mediasi antara warga dengan PT Ubud Resort di Balai Banjar Selasih, Kamis (3/10) malam.


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Pedagang di Parkir Manuver Bertemu DPRD

Belum Ada Titik Temu, Dewan akan Pertanyakan ke Pusat

Negara (Bali Post) – Belasan pedagang di Parkir Manuver Gilimanuk yang sebelumnya menolak revitalisasi bertemu dengan DPRD Jembrana, Jumat (4/10) kemarin. Mereka menyampaikan aspirasi yang intinya menginginkan agar luas kios sama dengan yang digunakan saat ini. Pertemuan yang dipimpin Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi juga dihadiri Komisi II dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana. Kendati telah dipaparkan sejumlah solusi, namun dalam pertemuan tersebut masih belum menemukan titik temu. Para pedagang yang memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) tetap berharap supaya kios-kios mereka sesuai seperti saat ini. Ukuran kios yakni 3x4 meter. Sementara luas yang akan dibangun saat ini 2x3 meter. ‘’Ini keinginan kami. Kami (pedagang) memiliki HGB dan masih berlaku,’’ terang Ida Bagus Alit, koordinator pedagang, ditemui seusai pertemuan. Sehingga para pedagang tetap menolak apabila apa yang mereka harapkan itu tidak sesuai. Memang diakui dalam HGB itu pemerintah bisa sewaktu-waktu

menggunakan bila diperlukan. Akan tetapi di pasal terakhir, juga disebutkan bila tidak ada kesepakatan secara musyawarah mufakat, maka jalan terakhir adalah melalui Pengadilan Negeri. ‘’Tadi buntu, belum ada titik temu. Kami masih menunggu penyelesaian bagaimana selanjutnya,’’ ujarnya. Sejatinya di areal pertokoan Terminal Manuver itu ada sekitar 38 pedagang. Namun yang aktif sekitar 17 pedagang, itu pun yang berjualan di sisi luar pertokoan. Sementara yang di dalam jarang dipergunakan. Para pedagang ini juga menyayangkan selama ini belum ada sosialisasi dan justru mendekati pembangunan

SOSOK Evaluasi Jasa Konstruksi

baru dikumpulkan. Terkait hal ini, Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika mengatakan akan berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan. Dengan adanya aspirasi dari para pedagang ini apakah ukuran bisa menyesuaikan. Sebab, sesuai prototype pembangunan, selain ada kios juga ada los dan sudah ditentukan ukurannya. Sejatinya Dinas juga sudah memberikan solusi, selain kios pedagang juga bisa memanfaatkan los yang ada. Namun, para pedagang ini tetap berpatokan dengan ukuran yang mereka tempati saat ini. (kmb26)

Bali Post/olo

BERTEMU DEWAN - Belasan pedagang di Terminal Manuver bertemu dengan DPRD Jembrana kemarin terkait revitalisasi pasar. Dalam pertemuan itu belum ada titik temu.

Sosialisasi Pilkada

Ada Usulan Kenaikan Honor KPPS

GUNA memastikan pelaksana pekerjaan konstruksi memenuhi standar kualitas, Pemkab Jembrana mengumpulkan para penyedia jasa konstruksi lokal dari berbagai asosiasi. Para penyedia jasa ditekankan lebih profesional. Mulai dari ketepatan waktu, mutu dan manfaat. ‘’Bagaimana komitmen kontraktor terhadap penyelesaian pekerjaan sesuai dengan kontrak baik teknis maupun standar tenaga kerja,’’ ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman Jembrana I Wayan Darwin. Ia yang juga pembina jasa konstruksi ini mengingatkan setiap tahun para penyedia jasa konstruksi akan memperpanjang izin. Salah satu syarat adalah rekomendasi dari pembina yaitu Dinas PUPRPP. Karena itu, kontraktor diharapkan bekerja secara profesional. Salah satu yang penting adalah SDM yang memadai sehingga administrasi juga tidak ada kendala. Asosiasi jasa konstruksi juga diimbau memberikan pembinaan, mendidik dan melatih anggota. Khususnya terkait SDM sehingga pengerjaan lebih profesional. Selain itu, dalam penawaran juga menjadi sorotan. Masih banyak penawaran yang lebih rendah dari pagu, sehingga dikhawatirkan berdampak pada kualitas pengerjaan. Bila ada rekanan yang menawar di luar batas kewajaran, sudah dipastikan gugur sejak awal penawaran. (olo)

SOSIALISASI – KPU Bali bersama KPU Jembrana menggelar sosialisasi terkait Pilkada 2020. Dalam sosialisasi di Gumbrih itu, warga terutama pemilih pemula aktif melontarkan pertanyaan berkaitan dengan pemilihan.

Negara (Bali Post) – Sejumlah pemilih pemula dan mahasiswa menanyakan teknis pemilihan dan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020 mendatang. Sejumlah pertanyaan seperti belum mendapatkan C6 hingga hak pemilih manula dilontarkan dalam sosialisasi pemilih yang digelar KPU Provinsi Bali, Jumat (4/10) kemarin di Desa Gumbrih Kecamatan Pekutatan. Kegiatan yang difasilitasi KPU Kabupaten Jembrana ini dihadiri Komisioner KPU Divisi Hukum se-Bali, mahasiswa, Bawaslu Jembrana, perwakilan siswa-siswi SMAN dan masyarakat adat di Gumbrih. Selain terkait belum mendapatkan C6, para peserta yang didominasi pemilih pemula ini juga menanyakan terkait penduduk yang berada di luar Jembrana. Begitu halnya dengan peningkatan honor KPPS. Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Agung Lidartawan yang hadir dalam sosialisasi bersama narasumber Divisi

SDM dan Pamas Made Widhiastra dan Divisi Hukum KPU Jembrana I Nengah Suardana mengapresiasi keaktifan warga khusunya para pemilih terkait pemilu ini. Lidartawan mengatakan dengan kehadiran masyarakat yang antusias menandakan demokrasi akan lebih maju. Dari diskusi tersebut terungkap kalau ada yang belum dapat C6. Ada beberapa kasus, di mana saat distribusi yang bersangkutan tidak ada di tempat. Jika ada permasalahan ini diharapkan agar segera menghubungi petugas KPPS. Apalagi jauh sebelumnya KPU sudah mengumumkan DPT (daftar pemilih tetap). Di mana di tempat strategis agar masyarakat mengetahui dirinya belum tercantum atau tidak dalam daftar pemilih. Sementara terkait kenaikan honor, menurut Nengah Suardana, masih diusulkan ke KPU Pusat. Untuk teknis pemilihan warga jompo dapat didampingi oleh keluarga atau orang yang dipercaya. (kmb26)

Sekaa Makepung Buat ’’Awig-awig’’ Negara (Bali Post) – Semakin banyaknya sekaa makepung yang bermunculan merupakan perkembangan baik dalam pelestarian tradisi khas Jembrana ini. Namun di satu sisi sesuai perkembangan zaman, spirit makepung sebagai atraksi dan mengedepankan sikap sportivitas dikhawatirkan tergerus. Guna menjaga pakem makepung ini, sekaa makepung yang terdiri dari blok Barat (Ijogading Barat) dan blok Timur (Ijogading Timur) merancang awigawig. Pelaku yang juga koordinator Makepung Jembrana I Made Mara di sela-sela workshop buku ‘’Atraksi Makepung’’ di Rompyok Kopi, Negara, Jumat (4/10) kemarin mengatakan, awigawig yang telah dibuat ini sebagai dasar dalam pelaksanaan makepung. Dalam awig-awig itu tertuang se-

jumlah pakem dalam pelaksanaan atraksi makepung. Misalnya untuk Ijogading Barat, ornamen yang dikenakan dalam misa (kerbau) dan jokinya ditentukan yakni baju, udeng dan bendera warna barak (merah). Sedangkan Ijogading Timur lebih dominan gadang (warna hijau). Begitu halnya pedoman dalam atraksi, terkait teknis-teknis jarak antara satu pasangan kerbau dengan lainnya, penentuan pemenang, kelas-kelas yang bertanding dan lain-lain. ‘’Ini perlu (awig-awig) untuk ke depannya. Anak-cucu kita yang akan meneruskan agar memiliki pedoman. Sekarang sudah semakin berkembang dan harus ditekankan bahwa atraksi ini mengedepankan spirit sportivitas,’’ ujar Mara yang juga Perbekel Melaya ini. (kmb26)

Bali Post/olo

BEDAH BUKU - Bedah buku terkait Makepung di Rompyok Kopi, Negara. Salah satunya pemaparan terkait ‘’awig-awig’’ makepung dari sekaa makepung.

Sidak Komisi III, Kontraktor Diingatkan Jaga Kualitas

Bali Post/olo

Sidak – Komisi III DPRD Jembrana sidak pembangunan infrastruktur, Jumat kemarin. Salah satunya rehabilitasi jalan hotmix di Desa Baluk.

Negara (Bali Post) – Sejumlah proyek fisik, Jumat (4/10) kemarin diinspeksi mendadak (sidak) oleh Komisi III DPRD Jembrana. Komisi yang membidangi infrastruktur ini mengingatkan terkait ketepatan waktu pengerjaan serta menjaga kualitas proyek. Waktu yang mendekati akhir tahun ini harus diperhatikan agar proyek tepat sesuai waktu pengerjaan. Sidak yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Jembrana Dewa Putu Mertayasa mengunjungi tiga lokasi. Pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik di Jalan Udayana, Terminal Umum Negara dan pengaspalan jalan (keduanya di Baluk). Saat pembangunan Mall Pelayanan Publik, Komisi III menekankan pada waktu pengerjaan yang baru berkisar 35 persen. Agar

pengerjaan tidak melebihi batas waktu sesuai kontrak, Dewan memberikan solusi agar pekerjaan dilakukan lembur. ‘’Kita sarankan agar lembur, mengingat waktu. Tadi kita turun per hari ini masih 35 persen,’’ terang Dewa Mertayasa. Di Mall Pelayanan Publik ini juga pengerjaan tidak mencakup Padmasana, penataan parkir dan penghijauan. Sehingga diharapkan tahun depan bisa dianggarkan kembali untuk menuntaskan pembangunan. Selain itu, Komisi III juga mengingatkan secara umum seluruh pengerjaan baik proyek bangunan maupun pengaspalan agar memperhatikan kualitas pengerjaan. ‘’Jangan hanya di saat ada pengawas kualitas diperbagus. Ketika tidak diawasi, kualitas tidak sesuai. Ini kami ingatkan. Bukan hanya proyek yang kami sidak tadi,

juga secara umum,’’ tambah Dewa Abri didampingi anggota lain, Ida Ayu Mona. Komisi III, menurutnya, akan terus melakukan fungsi pengawasan supaya pembangunan yang berkaitan dengan program pemerintah daerah sesuai rencana. Terutama yang berkaitan dengan program-program unggulan yang selama ini telah disepakati. Pengerjaan pertama Mall Pelayanan Publik ditargetkan bisa rampung akhir tahun ini. Begitu juga pembangunan Terminal Umum Negara diharapkan tuntas. Perbaikan jalan di Baluk merupakan salah satu perbaikan jalan yang dikerjakan akhir tahun ini. Rehabilitasi jalan di Baluk Jati-Banjar Anyar dan Tukadaya-Pebuahan ini dikerjakan CV Sinar Surya Abadi dengan nilai Rp 991 juta dari nilai pagu Rp 1,4 miliar. (kmb26)


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Musim Kemarau Panjang

Sapi Petani Seraya Timur Diberi Pakan Rumput Kering Amlapura (Bali Post) Musim kemarau yang panjang membuat petani di Desa Seraya Timur kesulitan mencari rumput hijau untuk pakan ternak sapi mereka. Karena kondisi lingkungan seperti itu, terpaksa para petani memberikan ternak sapinya rumput kering. Karena rumput-rumput kering itu saja yang ada. Sama sekali tidak ada alternatif lainnya.

Bali Post/kmb41

RUMPUT KERING - Para petani terpaksa memberikan ternaknya rumput kering. Alasannya, para petani itu memang sulit mencari rumput akibat musim kemarau panjang.

Seorang petani di Desa Seraya Timur Ni Ketut Mastri mengatakan, bahkan ternak miliknya itu sudah diberikan pakan rumput kering sejak empat bulan lalu. Hal seperti itu tidak saja dilakukan dirinya saja. Petani lainnya juga melakukan hal yang sama. Rekan-rekannya juga hanya bisa mencarikan rumput kering untuk pakan ternaknya. ‘’Sebab, semua rumput yang ada di desa kami tidak ada yang hijau lagi akibat terus-menerus dipapar terik matahari. Selain itu, sudah beberapa hari tidak tersiram air hujan dari atas sana,’’ tambah Ni Ketut Mastri. Para petani memang terpaksa memberikan makan rumput kering agar sapi–sapi peliharaan mereka itu tidak sampai mati. Maka tidak aneh, kondisi itu membuat ternak-ternak menjadi kurus. Hal itu dipastikan akibat tidak dapat pasokan rumput hijau secara maksimal. ‘’Untuk itu, saya hanya berharap hujan

segera turun, sehingga rumput serta tanaman lainnya bisa tumbuh hijau lagi,” harapnya. Sementara itu, Kadus Tanah Barak, Desa Seraya Timur, Made Putra, tidak menampik hal seperti itu, yakni mencari rumput kering itu diupayakan para petani di daerahnya. Para petani di desanya dikatakan sudah tidak memiliki pilihan, selain memberikan sengauk (rumput kering) ternaknya. Bahkan, untuk mendapatkan rumput kering itu tidak mudah. Para petani perlu berjuang ekstra, karena harus mencari rumput kering itu di lereng–lereng perbukitan yang relatif terjal. “Rumput di lahan pertanian warga semuanya sudah kering kerontang. Rumput-rumput hampir semuanya juga mati akibat terus terpapar panas yang menyengat. Sama sekali belum pernah kena siraman air hujan. Semoga hujan cepat turun. Hanya itu harapan kami dari Seraya Timur ini,” ujar Putra. (kmb41)

Diperkirakan Fondasi Tidak Kuat

Pesandekan di Pura Bangun Sakti Besakih Roboh

Amlapura (Bali Post) Bangunan bale pesandekan Pura Bangun Sakti di Desa Besakih roboh, Jumat (4/10) kemarin. Bangunan itu roboh lantaran fondasinya tidak kuat lagi menahan beban di atasnya. Kerugian material yang diperkirakan akibat jebolnya bale pesandekan itu mencapai ratusan juta rupiah. Salah seorang warga Besakih, Mangku Sujatiyasa, menjelaskan bangunan bale pesandekan Pura Bangun Sakti Besakih itu roboh pukul 13.25 Wita. Bangunan itu roboh akibat tiupam angin dan fondasinya tidak kuat menahan beban di atasnya. “Mungkin akibat fon-

dasi yang sudah tidak kuat lagi, ketika ditiup angin makanya bangunan itu roboh. Saya tahu bale pesandekan itu roboh pas pulang dari kantor,” ujarnya. Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha mengungkapkan, bangunan yang roboh itu adalah bale pesandekan Pura Bagun Sakti Besakih. Bale pesandekan itu berada di sebelah selatan Pura Bangun Sakti Besakih. Bale itu roboh dikarenakan kondisi bangunan sudah sedikit mengalami kemiringan akibat beberapa kali gempa saat erupsi Gunung Agung dua tahun lalu. Bale pesandekan itu dibangun tahun 2011. “Pas kejadian memang tiu-

pan angin relatif kencang. Mungkin karena kondisi bangunan sudah sedikit miring. Ketika fondasinya tidak kuat menahan beban, maka bangunan itu roboh. Beruntung, saat bale pesandekan itu roboh tidak ada pamedek di bawahnya,” ujarnya. Widiarta menambahkan, saat ini puing-puing reruntuhan bale pesandekan itu masih tetap berada di lokasi. Belum bisa dibersihkan. Sebab, untuk membersihkan puing-puing bangunan itu perlu bersurat ke Pemkab Gianyar. Pasalnya, pangempon Pura Bangun Sakti Besakih ini adalah Pemkab Gianyar. “Bangunan bale pesandekan itu roboh murni akibat faktor alam,” ucapnya.

Sebelumnya, kata Bendesa Besakih, pihaknya sudah sempat menyampaikan ke pangempon pura di Gianyar terkait kondisi bangunan tersebut. Namun, bale pesandekan yang sudah kurang baik itu belum ditindaklanjuti dengan melakukan renovasi. Karena itu, saat ini belum bisa dilakukan pembersihan. Sebab, pihaknya lebih dulu harus bersurat ke pangempon puranya. Karena yang ngempon pura itu adalah Pemkab Gianyar. “Kita tidak ingin membersihkan lebih dulu sebelum bersurat ke pangempon pura Pemkab Gianyar, agar kita tidak salah. Kalau sudah bersurat, nantinya baru akan dibersihkan puing-puingnya,” kata Widiartha. (kmb41)

Bali Post/kmb41

STIKER NARKOBA - Petugas BNN Karangasem saat memasang stiker imbauan narkoba di angkot.

Cegah Penggunaan Narkoba

BNN Pasang Stiker di Angkot

Bali Post/kmb41

ROBOH - Bangunan Bale Pesandekan Pura Bangun Sakti Besakih roboh, Jumat (4/10) kemarin.

Amlapura (Bali Post) Kasus penggunaan narkoba di wilayah Karangasem terbilang cukup tinggi. Bahkan, perkembangan dewasa ini, pengguna narkoba itu bukan lagi warga kota, sudah merambah kaum muda yang tinggal di desa-desa di Bumi Lahar ini. Dalam upaya meminimalisasi penggunakan narkoba lebih masif, Bandan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem menempel stiker imbauan di mobil angkot. Kasubag Umum BNN Karangasem I Wayan Suartawa, Jumat (4/10) kemarin mengungkapkan, dipilihnya

angkutan umum untuk dipasangi stiker imbauan itu, lantaran keberadaan angkot itu masih melekat dengan masyarakat pedesaan. Maka dari itulah, pihaknya memilih angkot untuk dipasangi imbauan tersebut. “Mobil angkot itu merupakan fasilitas umum yang sering ditumpangi warga pedesaan. Angkot itu masih ditumpangi warga ketika hendak ke pasar. Termasuk anak-anak sekolah juga banyak memakai angkot itu saat ke sekolah maupun pulang sekolah,” ucapnya. Suartawa menambahkan, pihaknya sangat berharap langkah yang dilakukan itu

membuat warga di desa-desa lebih tahu dan mengenal bahaya penggunaan narkoba itu. Dengan demikian, diharapkan, warga bisa menjauhi yang namanya barang laknat itu. Sebab, narkoba itu dapat merusak semuanya. Termasuk generasi muda, ketika mereka sudah terjerumus, maka masa depan mereka dipastikan akan kelam. “Selain sosialisasi narkoba, langkah ini juga memperkenalkan BNN Karangasem yang keberadaannya relatif baru. Melalui imbauan itu, masyarakat agar lebih mengenal BNN Karangasem,” jelasnya. (kmb41)

Terkait Produksi Garam Petani Amed

Dewan Minta Pemerintah Ikut Bantu Memasarkan Produksi garam Amed yang dihasilkan petani cukup tinggi. Hanya, sejauh ini, mereka masih terkendala penjualan atau pemasaran garam yang mereka hasilkan. Melihat kondisi tersebut, dewan meminta pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem agar memberikan kontribusi terkait proses pemasaran garam tersebut. Lalu, siapakah selama ini yang sudah memanfaatkan produksi garam Amed itu?

KETUA DPRD Karangasem I Gede Dana, Jumat (4/10) kemarin mengatakan, garam Amed yang diproduksi petani garam setempat dengan teknik tradisional memiliki kualitas yang relatif baik. Sejauh ini, produksi garam yang dihasilkan petani Amed itu, sudah wajib dipergunakan hotelhotel yang ada sekitar objek

pariwisata di Karangasem Utara itu. Karena itu, keberadaan petani garam di Amed itu dipercaya dapat menunjang pariwisata yang ada di Amed. “Langkah strategis pemanfaatan garam produksi Amed oleh hotel dan vila-vila di sana, sangat bagus. Karena itu, hotel-hotel itu tidak perlu

lagi membeli garam dari luar karena sudah menggunakan garam hasil produksi petani Amed sendiri,’’ ujarnya. Hal yang sangat konstruktif itu perlu terus disinergikan. Sebab, petani garam itu dipercaya dapat menunjang pariwisata. Artinya, Amed yang menjadi tujuan pariwisata itu bisa terus menjalin kerja sama terkait pemakaian garam Amed itu. Gede Dana menambahkan, kendati produksi garam petani Amed itu sudah dipergunakan oleh hotel-hotel yang ada di Amed, tetapi, selama ini yang menjadi kendala petani adalah masalah penjualan atau pemasaran yang lebih luas. Hasil produksi garam Amed itu cukup tinggi, namun sekitar 50 persen belum mampu dipasarkan. Bahkan,

berdasarkan informasi, Indonesia mengimpor garam dari luar. Ini berbanding terbalik, padahal ada penghasil garam, namun masih impor garam dari luar. Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) supaya ikut membantu pemasaran garam Amed ini. “Kita harap pemerintah daerah bisa ikut membantu mereka memasarkan hasil petani garam. Harga yang dipasarkan pun supaya sesuai harga di pasaran. Kalau harganya murah, maka petani akan merugi. Karena biaya operasional dengan harga tidak sebanding. Dengan harga murah itulah, petani akhirnya lebih memilih bekerja di bidang lainnya dengan penghasilan lebih tinggi,” kata Gede Dana. (nan)

Bali Post/kmb41

GARAM TRADISIONAL - Petani garam Amed saat melakukan proses pembuatan garam secara tradisional.


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Tihingan dan Kamasan, Pusat Pengembangan Desa Wisata

KIPAS - Salah satu produk khas Desa Wisata Kamasan berupa lukisan menggunakan media kipas.

SOSOK Tolak Demo Anarkis PENYAMPAIAN pendapat secara terbuka menjadi salah satu wujud identitas demokrasi. Sejak era reformasi, cara ini menjadi salah satu opsi untuk menyatakan sikap terhadap kebijakan pemerintah. Tetapi, aksi demo ini lantas menjadi tindakan kriminal, ketika demonstrasi itu dilakukan secara anarkis. Terlebih, belakangan aksi seperti ini justru dilakukan kalangan pelajar. Pergeseran pada tujuan demonstrasi ini, membuat jajaran kepolisian berupaya melakukan upaya preventif ke sekolah-sekolah. “Kami mengajak siswa untuk menolak ajakan demonstrasi yang bersifat anarkis. Jangan mudah terprovokasi,” kata Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana, Jumat (4/10) kemarin, saat menyambangi sejumlah sekolah, seperti SMAN 1 Banjarangkan dan SMAN 2 Semarapura. Perkembangan teknologi hingga geliat media sosial saat ini sudah begitu dekat dengan para remaja. Sehingga, sebagai generasi yang terpelajar, pihaknya mengajak para siswa agar bijak dalam menggunakan medsos, tidak mudah terprovokasi dengan berita yang belum tentu kebenarannya (hoax), menolak ajakan demonstrasi anarkis dan mengajak para pelajar untuk bersatu menjaga situasi nasional, agar tidak semakin bergejolak. “Lebih baik jadi generasi yang berprestasi. Sehingga, daerah kita semakin maju,” tegas Kapolres Sudana asal Tulang Nyuh, Selat ini. Selanjutnya, para Kapolsek dan Kasat diminta ikut turun tangan ke sekolah-sekolah memberikan pembinaan dan cara bersikap yang benar dalam menyikapi situasi nasional saat ini. Agar, tidak mudah tersulut ajakan-ajakan yang tidak mencerminkan tindakan seorang terpelajar. Begitu juga dengan peran orangtua, agar bersinergi dengan sekolah, dan pihak kepolisian serta pemerintahan untuk memberikan kegiatan dan pengaruh positif kepada anak-anaknya. (gik)

Bali Post/gik

Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung berencana menggarap dua desa wisata yakni Kamasan dan Tihingan untuk dikembangkan lebih jauh. Untuk tahap awal, Dinas Pariwisata diminta untuk membuat perencanaan total dan menyeluruh, termasuk bagaimana keterlibatan desa-desa penyangga di sekitarnya sebagai daya dukung desa wisata. Hal ini diungkapkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menggelar pertemuan dengan Dinas Pariwisata Klungkung dan pihak terkait dari dua desa tersebut di Ruang Rapat Bupati Klungkung, Kamis (3/10) lalu. Menurut Bupati Suwirta, pemerintah tidak ingin status desa wisata yang disandang Desa Kamasan dan Desa Tihingan tidak berjalan maksimal. Untuk itu, pihaknya menugaskan dinas terkait agar membuat perencanaan total. Karena anggaran yang disiapkan tidak hanya menyentuh fisik, tetapi proyeksi jangka panjang, sampai tindak lanjut seperti kegiatan promosi. Jadi, ada wujud jelas

kesungguhan dalam memberdayakan potensinya sebagai desa wisata, untuk memberikan dampak lebih besar pada kekuatan pariwisata Bumi Serombotan. Setelah itu, baru seluruh potensi yang ada di dua desa tersebut, bisa masuk ke dalam event pemerintah seperti festival yang diadakan setiap tahun maupun pameran-pameran di sejumlah daerah. “Pemerintah daerah berencana membuat desain besar untuk pengembangan dua desa wisata tersebut. Karena anggaran yang disiapkan tidak hanya untuk fisik tetapi juga tindak lanjutnya seperti promosi. Jadi, semua komponen masyarakat di dua desa ini juga harus benar-benar siap,” ujar Bupati Suwirta. Untuk menunjang pengembangan desa wisata itu, Bupati meminta pihak terkait dari dua desa untuk lebih awal menata lingkungan dan menjaga kebersihan. Ini amat penting, karena dasar untuk selanjutnya melakukan pengembangan. Terkait tindak lanjut pertemuan ini, Bupati juga meminta agar

semua tokoh masyarakat di dua desa tersebut dikumpulkan dan membahas khusus tentang rencana pengembangan tersebut. “Selain penataan lingkungan dan penanganan pembangunan, yang terpenting adalah perkuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di masing-masing desa,” harap Bupati Suwirta. Sementara itu, Kadis Pariwisata Klungkung, Nengah Sukasta menyampaikan penataan untuk penajaman desa wisata, khususnya Desa Kamasan, saat ini sudah dibuatkan perencanaan berupa pembuatan relief dan patung, termasuk penataan taman di depan Lapangan Kamasan. Tujuannya, untuk memperindah Desa Kamasan yang dikenal sebagai sentra lukisan klasik Kamasan ini. Sedangkan di Desa Tihingan berupa pembuatan candi bentar, patung orang megambel dan barong. Sebagaimana instruksi Bupati Suwirta, Sukasta siap untuk menyusun perencanaan total terhadap dua desa wisata itu, sebagai pusat pengembangan desa wisata ke depan. (kmb31)

Kapolres Minta Petugas Tingkatkan Kewaspadaan Semarapura (Bali Post) -

Aksi penyerangan terhadap markas polisi belakangan semakin sering terjadi. Di tengah meningkatnya tensi politik tanah air, polisi kerap menjadi objek sasaran kelompok tertentu. Membaca situasi demikian, Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana, Jumat (4/10) kemarin, meminta petugas SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) di Mapolres Klungkung, untuk senantiasa meningkatkan mewaspadaan.

Bali Post/gik

PENGARAHAN - Kapolres AKBP Sudana saat memberikan pengarahan kepada personel SPKT agar selalu menjaga kewaspadaannya.

Kapolres turun langsung ke lokasi SPKT bersama sejumlah Kasat dan Pawas. Kapolres ingin mengetahui secara langsung, seperti apa situasi di SPKT dan bagaimana proses pelayanan yang diberikan kepada setiap pengunjung. Apakah sudah sesuai dengan SOP atau ada yang perlu disempurnakan, sebagai bagian dari implementasi kewaspadaan dini. Selain di dalam negeri, peristiwa yang mengancam keselamatan petugas, kata Kapolres Sudana, belakangan juga terjadi di Paris, Prancis, baru-baru ini. Serangan terhadap markas besar mereka, telah menewaskan empat orang polisi setempat. Kapolres mengecek kelengkapan ruangan, mulai dari tata ruang, perangkat IT yang digunakan maupun

kesiagaan personel yang melaksanakan piket di Ruangan SPKT. Kapolres meminta agar dalam pelayanan kepada masyarakat, standar pelayanan publik harus diutamakan. Anggota harus bersikap lebih baik dan humanis. Ia juga menyampaikan kepada petugas jaga untuk selalu mengecek baik di penjagaan depan dengan melaksanakan kontrol dan selalu tanyakan apabila ada orang yang masuk ke mako, agar menunjukkan kartu identitas maupun barang bawaannya. “Pastikan setiap orang yang datang, benar-benar aman. Kita tidak boleh lengah,” kata kapolres. Demikian juga kepada petugas jaga tahanan, Kapolres juga mengingatkan untuk selalu siaga dan

meningkatkan kewaspadaannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terus lakukan kontrol kepada tahanan khususnya terkait masalah kesehatan dan kebersihan serta keamanan tahanan. “Selalu waspada terhadap yang besuk tahanan, terutama dalam pengiriman makanan sebagai antisipasi dan pencegahan benda tajam dan makanan yang berbahaya. Jangan sampai lolos ke ruang tahanan,” tegas Kapolres kepada petugas jaga. Sejauh ini, situasi di Bumi Serombotan, masih aman dan kondusif. Belum ada gejolak masyarakat. Ia pun menginstruksikan kepada seluruh jajaran, agar suasana ini dapat dijaga dan dipertahankan. Lakukan antisipasi secepatnya, setiap potensi gejolak masyarakat. (kmb31)

MAKN Tegaskan Tetap Tegaknya Pancasila Semarapura (Bali Post) Museum Gunarsa telah lama ditinggal sang maestro, Nyoman Gunarsa. Tetapi karya-karyanya tetap abadi dalam koleksi Museum Gunarsa di Dusun Banda, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan. Museum ini masih dikenal cukup luas di Nusantara. Saat kedatangan MAKN (Majelis Adat Kerajaan Nusantara) datang ke Bali, mereka menyempatkan diri datang langsung ke museum dan melihat dari dekat museum seluas lima hektar tersebut, Kamis (3/10) lalu. Mereka sangat tertarik untuk menyaksikan langsung bendabenda kesenian bersejarah dari berbagai daerah yang menjadi koleksi museum tersebut. Peninggalan seniman Nyoman Gunarsa dinilai sebagai salah satu jati diri kebudayaan bangsa yang masih utuh sampai sekarang. MAKN beranggotakan 59 kerajaan dari seluruh Nusantara. Adat serta tradisinya pun masih tetap lestari sampai sekarang.

Rombongan ini dipimpin langsung Kanjeng Pangeran Edi Wirabumi dari Keraton Solo. Ditemui di Museum Gunarsa, dia mengaku datang ke Bali untuk menghadiri upacara Yadnya di Puri Denpasar. Namun, dia sangat tertarik untuk datang langsung ke Museum Gunarsa. Ternyata yang dia dengar tentang Museum Gunarsa memang benar adanya. Sebab, museum ini masih tetap utuh sampai sekarang, meski telah ditinggal sang maestro. Rombongan ini diterima langsung Indrawati Gunarsa, istri almarhum Sang Maestro Nyoman Gunarsa. Mereka sempat berkeliling di museum ini dan melihatlihat koleksinya dari dekat. Mereka juga memanfaatkan agenda ini, dimana setiap perwakilan kerajaan se-Nusantara berdialog langsung untuk menyikapi kondisi dinamika sosial di Indonesia saat ini. “Tempat ini mengagumkan. Museum ini telah memberi tempat yang tepat bagi warisan kebudayaan bangsa,” tegas Wi-

rabumi. Mereka nampak saling berdialog terkait kondisi Indonesia yang saat ini sedang penuh polemik dan dinamika daerah masingmasing dalam menjaga kebudayaan bangsa. Menurutnya, setiap pribadi boleh berbeda pendapat, tetapi pihaknya menegaskan tetap sepakat dan tidak pernah ragu untuk tetap mengunjungi tinggi Pancasila sebagai tonggak dasar berdirinya bangsa. Pengelola Museum Gunarsa, Indrawati mengatakan pihaknya cukup terkesan dengan kunjungan langsung dari MAKN. Terlebih selain melihat langsung koleksi museum, juga menekankan prinsip bersama untuk selalu menjaga kebudayaan adi luhung nusantara. Ini sejalan dengan cita-cita almarhum Nyoman Gunarsa yang sangat terobsesi dengan keutuhan budaya nusantara. Ini tidak boleh kendor apalagi mundur. Tetapi semangatnya harus terus dikobarkan untuk kelestarian budaya nusantara. (gik)

Bali Post/gik

MAKN - Anggota Mejelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) saat mengunjungi Museum Gunarsa, Kamis (3/10) lalu.

Dorong Pengembangan UMKM, Diskominfo Luncurkan ”Jus Melon”

Semarapura (Bali Post) Pemanfaatan informasi dan teknologi telah menyentuh sebagian besar masyarakat dunia. Tidak terkecuali masyarakat di pedesaan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), juga bergerak ke era digital, sebagai strategi dalam menghadapi era pasar bebas. Namun, minimnya informasi tentang UMKM, di tengah meningkatnya kunjungan wisata, menjadi ancaman bagi produk UMKM itu sendiri di Bumi Serombotan. Memaksimalkan akses informasi dan komunikasi untuk masyarakat dengan pelaku UMKM, maka diperlukan pembuatan portal terintegrasi dengan Smart City. Sehingga, Dinas Komunikasi dan Informasi menjembatani

permasalahan ini, dengan menyediakan portal berbasis website sebagai media bertemunya para pelaku UMKM dan berinteraksi langsung dengan konsumennya. Kepala Diskominfo, Wayan Parna, belum lama ini, mengatakan inovasinya ini dia beri nama Jejaring Usaha Semarapura melalui Online bagi UMKM (Jus Melon-UMKM). Parna menambahkan, website ini menjadi sarana informasi yang dirancang untuk menjadi pusat data UMKM. Tujuannya, untuk memudahkan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat membantu pelaku usaha UMKM. Pemanfaatan teknologi digital tidak terbatas hanya untuk penjualan, tetapi juga untuk pemasaran, informasi produk, layanan konsumen, mencari pengetahuan dan peluang usaha, sampai men-

cari lokasi produsen dengan memanfaatkan layanan Geografic Information System (GIS). “Dengan layanan GIS, akan semakin mendekatkan interaksi antara produsen UMKM dengan masyarakat pembeli. Sehingga masyarakat pembeli akan benar-benar mengenal kualitas produk yang ditawarkan,” tegasnya. Ke depan, pengembangan portal ini diharapkan terus didukung dan dikerjakan bersama-sama antarseluruh stakeholder terkait. Terutama dalam hal pembaruan atau update data. Sehingga dapat menjadi sumber informasi yang lengkap dan aktual untuk UMKM terintegrasi dengan Smart City. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, menyambut baik kehadiran website ini. Sebab, kelemahan dari UMKM adalah pada proses

pemasaran. Sehingga, pemerintah daerah berupaya untuk mencari terobosan pemasaran baik secara konvensional maupun online. Menurutnya, keberadaan website ini tentu akan memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam proses pemasaran. Sehingga produknya lebih cepat dikenal secara online. Selain itu antar pelaku usaha bisa membentuk komunitas, sehingga bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya. “Aplikasi ini untuk memperkenalkan produk UMKM, sebagai sebuah inovasi yang bermanfaat, bagi peningkatan interaksi para pelaku UMKM di Klungkung. Jadi, bagi para pelaku UMKM manfaatkan sarana ini untuk pengembangan produk, agar lebih cepat berkembang,” kata Bupati asal Nusa Ceningan ini. (gik)

Bali Post/gik

BATOK KELAPA - Salah satu sektor UMKM andalan Klungkung, yakni kerajinan batok kelapa saat proses produksi.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Sekolah di Jimbaran cari: Kepala Sekolah (S2), Receptionist (bisa Bhs.Inggris) Sent:schoolhrdbali@hotmail.com

B.BP.004.10.19.0000019

Dibthkan Tkg Jahit brpglmn, bisa cotton & kulit, bisa diajak kerjasama.Info Telp/WA: 081239825728 / 087760040430

B.BP.004.10.19.0000056

Dcr Sales,Admin,Sopir, Helper Hub:081337011495 B.BP.004.10.19.0000058

Dicari therapist laki - laki & perempuan belum/sudah berpengalaman info lebih lanjut silahkan Telp/WA : 081 338 91 3000

B.BP.004.10.19.0000052

Dicari: 1.Administrasi Proyek D3/SMA/sederajat. 2.Bag.Umum. 3.Pelaksana Sipil pengalaman dlm Pengawasan dan Pelaksanaan Villa D3/S1 utk ditempatkan di proyek villa di Gianyar. Domisili di Bali,umur max. 45th CV disampaikan melalui WA 081236853232

B.BP.004.10.19.0000053

Dcr Bebrapa Admin Pglmn ±2th single/bs komp H.087861361079

B.BP.164.10.19.0000123

Bth Sgr Karyawati Salon & SPA Massage,Sanur.Hub:087751043411 B.BP.001.10.19.0000113

Carnival Cruises urgent need 500 culinary :galley stwd,ass cook, CDP, souschef, sushi cook,pastry,bakery,requirement: good English, min 21 yr old, exp 4/5 star htl, pls bring CV’s By Pass Sanur 88,Cruise Career Center.Ph 0361-4491251, 081237723021

B.BP.803.10.19.0000098

Cr Admin,Kasir,Desain Grafis Utk Resto Kuta WA 08179666777 B.BP.004.10.19.0000141

Dcr Sopir SIM B1/A,Pengalaman, SerabutanMinSMALam:CV.PPS,Jl Mahendradata 168A,Telp.8466326 B.BP.001.10.19.0000086

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

BENGKEL LAS

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

Cr Pembantu R.Tangga tdr dlm hub.085222555444, 0361-487706 B.BP.001.10.19.0000140

Dcr Pelaksana Lapangan min.SMK pglmn 4th Bw.Lam. ke Jl.Akasia XVI/130X Dps(dpn Gg.Leci Ruko Lt.2.Gaymal Mart) 0361-4743672 B.BP.001.09.19.0000969

Dcr Sgr 2 Staff Tk Packing + Sopir u/ Cargo. Lam Jl.Pulau Moyo No.100X Pedungan Dps Hub:0361-725162, 0811388884 B.BP.004.10.19.0000018

Dibutuhkan PRT Cewek&Cowok u/ Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.10.19.0000080

Dicari Adm Bisa Computer email ke: adi.soemarnie@gmail.com B.BP.001.10.19.0000048

Dicari Sopir SIM A bs English utk travel Hub.081337211188 B.BP.001.10.19.0000139

SMK Akreditasi A Bth: Staf CS, Adm & Humas. Syarat Team Work, Bisa Komp,Penampilan Menarik Hub:tugasbali@yahoo.com B.BP.001.09.19.0001039

Dicr PRT Segera KTP Bali, Jln Sehati No.9.Hub:0361-723777 B.BP.001.10.19.0000132

Villa in Canggu is looking for maid who know to cook western food and driver who can do little gardening and pool. Good English No calls only write on WhatsApp 08123809593 B.BP.001.10.19.0000100

Welder Las Pipa,Admin Finance, Sales Marketing : 085103167222 B.BP.001.10.19.0000134

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

BMW

DISEWAKAN RUMAH

BMW 523i 2005 Silver,Istw,Spt BaruMewahBU149Jt087789098288

Dikontrakan Rumah 3KT,1KM,Grs Imam Bonjol Residence 10 Dps Hub:081338578088/0361-465439

B.BP.166.10.19.0000143

HONDA

Mobil dijual Honda CRV A/T, abu2 metalik th 2016, 2000cc Hub.0821 47575056 B.BP.004.10.19.0000090 TOYOTA

Tyt Crown Royal Saloon 3000CC matic th 2001,Hub.081357840062 B.BP.001.10.19.0000115

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

Rmh T.60/111M2,Lok.Jl. Mandiri III Jimbaran, Unit Terbatas Hub:08123800352/081999947081

G.01

B.BP.001.10.19.0000119

B.BP.001.10.19.0000114

PROPERTY DISEWAKAN TOKO

Dikont toko Gatsu Tengah, Lok sangat strategis, H.08123804087 B.BP.001.10.19.0000122

KEHILANGAN Reward 4jt.Bagi yg menemukan anjing poodle warna coklat. Hlg tgl 1 Okt Jam 19.00. Area Tumbak Bayuh-Pererenan. Hub.Komang 08123883223 Agus 085829739688 B.BP.031.10.19.0000137


Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

Jelang Karya Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur

Bupati Made Gianyar ’’Ngayah’’ Bersama ASN

NGAYAH - Bupati Bangli I Made Gianyar ngayah bersama ASN di lingkungan Pemkab Bangli di Pura Hulundanu Batur Desa Adat Songan, Kintamani, Jumat (10/4) kemarin.

KARYA Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani akan kembali digelar dalam waktu dekat. Jelang pelaksanaan karya, Bupati Bangli I Made Gianyar ngayah di pura setempat, Jumat (4/10) kemarin. Kegiatan ngayah juga diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Bupati I Made Gianyar mengatakan, ngayah bersama ASN kemarin merupakan salah satu bentuk rasa syukur dan baktinya ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, utamanya Ida Batari yang bersemayam di Pura

Hulundanu Batur. Ngayah merupakan suatu kewajiban dan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab Bangli jelang Karya Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur. ‘’Sudah sewajarnya seluruh masyarakat apalagi Pemerintah Kabupaten Bangli selalu ingat untuk ngayah karena itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian untuk Sang Pencipta,’’ kata Made Gianyar. Melalui kegiatan ngayah secara tulus ikhlas ini, diharapkan Ida Batara yang bersemayam di Pura Hulundanu Batur Desa Adat Songan selalu memberikan sinar suci, serta berkahnya untuk kemakmuran dan

kesejahteraan masyarakat Bangli. Sementara itu, Panitia Karya Jro Temu menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran rombongan Pemkab Bangli yang tangkil ngaturang ayah di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan. Dikatakannya, Pemkab Bangli senantiasa memberikan andil besar dalam pelaksanaan karya setiap tahunnya. Hanya, ucapan terima kasih yang dapat disampaikan. ‘’Semoga Pemerintah Kabupaten Bangli selalu diberkati tanpa halangan apa pun dan dapat melaksanakan tugastugasnya dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat

Bangli,’’ terangnya. Sesuai dudonan karya, puncak Karya Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan dilaksanakan bertepatan dengan Purnamaning Kapat, Minggu Umanis Menail (13/10). Selanjutnya mulai Senin (14/10) hingga Jumat (18/10) dilaksanakan upacara bhakti penganyar yang dimulai dari Provinsi Bali, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Badung, Jembrana, Gianyar, Klungkung, Tabanan, dan Denpasar. Pada Sabtu (19/10), dilanjutkan bhakti prani Kabupaten Karangasem, bhakti panyineb Kabupaten Bangli dan Ida Batara ngeluhur. (ad146)

APPIK Belum Akomodir Pembudi Daya Ikan KJA

Bangli (Bali Post) – Program Asuransi Perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil (APPIK) yang disediakan pemerintah belum mengakomodir pembudi daya ikan keramba jaring apung (KJA). Padahal, ancaman kerugian yang dialami pembidi daya ikan KJA di Bangli setiap tahunnya lumayan tinggi, akibat adanya siklus tahunan semburan belerang di Danau Batur. Kasi Budi Daya Perikanan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Widana, Jumat (4/10) kemarin mengatakan, APPIK merupakan program pemerintah pusat untuk pembudi daya ikan skala kecil. Di Kabupaten Bangli, program ini cukup diminati pembudi daya ikan air tawar di darat. Program APPIK disubsidi penuh oleh Kementerian Kelautan. Dengan premi sebesar Rp 135 ribu per tahun, pembudi daya ikan yang ikut asuransi bisa mendapat klaim Rp 4,5 juta. Klaim dapat diajukan kalau kematian ikan lebih dari 50 persen dari total populasi. Dijelaskan Widana, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pembudi daya ikan untuk ikut Program APPIK. Di antaranya luas kolam tidak boleh melebihi dua hektar. Selain itu, pembudi daya ikan wajib memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) dari Kementerian Kelautan. Syarat untuk dapat kartu Kusuka, harus tergabung dalam kelompok perikanan yang berbadan hukum tetap.

Pembudi daya ikan yang ikut asuransi tidak boleh ASN, anggota TNI/Polri atau penyuluh perikanan. Yang ikut asuransi diutamakan pembudi daya ikan yang unit usahanya telah tersertifikasi cara pembenihan ikan yang baik (CPIB). Widana menyebutkan berdasarkan pendataan, jumlah pembudi daya ikan yang telah diusulkan menjadi peserta APPIK di Bangli mencapai 303 orang. Dari total jumlah itu, 45 orang di antaranya merupakan pembudi daya ikan darat. Sementara 258 orang lainnya merupakan pembudi daya ikan di KJA. Akan tetapi, hanya 45 pembudi daya ikan darat yang sudah dianggap memenuhi syarat dan dapat mengajukan klaim jika terjadi musibah. Sementara 258 pembudi daya ikan KJA belum bisa ditindaklanjuti pemerintah lantaran asuransi ini memang belum mencakup pembudi daya ikan di keramba. “Program pusat khusus untuk pembudi daya ikan KJA belum ada. Tapi nanti dijanjikan akan ada tahun berikutnya. Saat ini masih dikaji kementerian,” ujarnya. Menurut Widana, pembudi daya ikan di KJA wajib terakomodir dalam program APPIK. Mengingat adanya siklus tahunan semburan belerang di Danau Batur yang dapat mengancam kematian ikan secara masal milik petani KJA. Terakhir kali, semburan belerang yang mengakibatkan petani ikan merugi terjadi beberapa bulan lalu. (kmb40)

SASANA BUDAYA - Kondisi Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma, Bangli.

Minim, Tempat Berkarya bagi Seniman

Pemkab Didorong Perbaiki Sasana Budaya Bangli (Bali Post) -

Keberadaan Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma Bangli sejak beberapa tahun terakhir tidak pernah lagi dimanfaatkan untuk menggelar pentas seni. Terlebih pasca-ambruknya atap bangunan gedung utama sekitar dua tahun lalu. Anggota DPRD Bangli Nengah Dwi Madya Yani mendorong Pemkab Bangli segera melakukan perbaikan bahkan membangun ulang fasilitas umum tersebut, sehingga bisa menjadi wadah yang nyaman bagi para seniman untuk berkarya.

Bali Post/kmb40

KERAMBA - Keramba jaring apung di Danau Batur, Kintamani.

Dilarikan ke IGD

Dikira Air Mineral, Pelajar SMP Tenggak Minyak Tanah

Bangli (Bali Post) Seorang siswa SMPN 1 Tembuku dilarikan ke IGD RSU Bangli, Jumat (4/10) kemarin, lantaran mengalami muntah-muntah usai menenggak minyak tanah di sekolahnya. Kadek Alan (13), siswa kelas VII asal Banjar Cepunggung, Desa Bangbang, itu tak sengaja menenggak minyak tanah yang dibawa dari rumah, lantaran dikira air putih. Ditemui di IGD RSU Bangli siang kemarin, Wayan Darmayanti, ibu korban, menuturkan kejadian yang menimpa anaknya itu terjadi di sekolah sekitar pukul 10.00 Wita. Sebelum dilarikan ke IGD, anaknya sempat diberi pertolongan pertama di Puskesmas Tembuku I lantaran mengalami muntah-muntah usai menenggak minyak tanah di sekolah. Dikatakan Darmayanti, minyak tanah yang ditenggak Kadek Alan dibawa sendiri oleh anaknya dari rumah. Menurutnya, anaknya tak sengaja membawa minyak tanah dalam kemasan botol air mineral itu lantaran salah ambil saat hendak mengambil air putih.

Minyak tanah yang rencananya dipakai untuk keperluan upacara tersebut diambil korban di dapur. Tempatnya diakuinya tak jauh dari tempat penyimpanan air mineral kemasan. ‘’Minyak tanahnya di dekat banten. Tadi mungkin karena dia buru-buru ke sekolah, jadi salah ambil,’’ ungkapnya. Lanjut dikatakan Darmayanti, Kadek Alan selama ini memang rutin membawa bekal air putih ke sekolah dengan botol air mineral. Sebagaimana pengakuan anaknya, saat kejadian minyak tanah yang diminum usai makan bakso itu tidak sampai tertelan. ‘’Baru diminum sedikit langsung dimuntahkan. Karena muntahmuntah langsung diajak ke puskesmas oleh gurunya,’’ ujarnya. Sementara itu, Wadir Pelayanan RSU Bangli Ketut Darmaja mengatakan setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi Kadek Alan saat ini sudah membaik. Hingga siang kemarin, siswa 13 tahun itu masih diobservasi beberapa jam sebelum dipulangkan. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Diungkapkan Madya Yani, Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma yang berlokasi di Jalan Sriwijaya dibangun sekitar tahun 1983. Dulunya saat zaman pemerintahan Bupati Ida Bagus Ladip, Gedung Sasana Budaya sering dimanfaatkan Pemkab Bangli untuk melaksanakan berbagai macam acara. Seperti acara pelantikan pejabat, kesenian, lomba hingga pameran. Tak hanya itu, saat dirinya masih remaja dan aktif berkecimpung dalam kesenian drama gong, tempat tersebut juga sering dimanfaatkan masyarakat dan para seniman untuk menggelar latihan. ‘’Kalau dulu aktif sekali. Semua kegiatan dilaksanakan di sana,’’ ungkapnya, Jumat (4/10) kemarin. Sejak beberapa tahun tera-

khir, aktivitas di Sasana Budaya terus menurun dan nyaris tidak pernah ada kegiatan. Apalagi sejak atap bangunan gedung ambruk dan belum mendapat perbaikan sampai sekarang. Sebagai seniman, Madya Yani mengaku cukup miris melihat kondisi Gedung Sasana Budaya saat ini yang sudah lama rusak. Dia pun meminta Pemkab Bangli segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas gedung tersebut. Bahkan jika memungkinkan agar dibangun ulang. Politisi PDI-P ini menyadari saat ini kondisi keuangan Bangli sedang terbatas. Namun, menurutnya, hal itu bukan alasan. Pemkab diharapkan aktif untuk mengupayakan dana perbaikan dengan mengajukan usulan bantuan keuangan khusus ke

Pemkab Badung, pemerintah provinsi atau mengusulkan bantuan dana ke pemerintah pusat. ‘’Sebagai alternatif anggaran pembangunan bisa dicoba diusulkan ke Badung, provinsi atau pusat. Terlebih saat ini Gubernur Bali sangat berkomitmen untuk memajukan seni,’’ kata politisi wanita

yang duduk di Komisi II DPRD Bangli itu. Dengan diperbaiki, nantinya pemerintah serta semua elemen masyarakat bisa memanfaatkan kembali fasilitas tersebut sebagai pusat seni dan tempat untuk menggelar kegiatan lainnya. Saat ini, diakuinya, fasilitas umum di Bangli yang bisa dimanfaatkan masyarakat terutama seniman untuk berkarya masih sangat kurang. Sementara itu, Kabag Umum Setda Bangli Made Mahindra Putra dikonfirmasi kemarin belum bisa mem-

berikan kepastian terkait perencanaan Sasana Budaya ke depannya. Dikatakannya, sesuai keinginan Bupati, Sasana Budaya akan diperbaiki dan tetap dimanfaatkan sebagai pusat kesenian. Sementara dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ingin menggunakan Sasana Budaya untuk pengembangan kantor. ‘’Kelanjutannya mungkin nanti kita akan sampaikan ke Bappeda untuk perencanaan selanjutnya. Kalau mau diperbaiki, harus ada perencanaan, ada DED,’’ kata Mahindra. (kmb40)


OLAHRAGA

Sabtu Pon, 5 Oktober 2019

15

Liga Eropa

Martinelli Bintang Kemenangan Arsenal

London – Gabriel Martinelli menjadi bintang kemenangan Arsenal atas Standard Liege di matchday kedua Liga Eropa. Pemain 18 tahun itu membuat catatan apik. Arsenal menang 4-0 atas Standard Liege di Stadion Emirates, Jumat (4/10) dini hari kemarin, pada matchday kedua Grup F Liga Eropa. Martinelli menceta dua gol pertama The Gunners. Tampil sebagai starter, Martinelli mencetak dua gol masingmasing pada menit ke-14 dan 16. Dua gol itu menginspirasi Meriam London, sehingga Joe Willock dan Dani Ceballos bisa menggenapkan kemenangan menjadi 4-0. Bagi Martinelli, dua golnya cukup bersejarah. Pemain Brazil itu menjadi pemain termuda

Arsenal yang bisa mencetak dua gol langsung di pertandingan di kompetisi Eropa Meriam London. Dua golnya ke gawang Standard Liege juga melanjutkan performa okenya. Sebelumnya Martinelli juga bikin dua gol saat dipercaya menjadi starter menghadapi Nottingham Forest di Piala Liga beberapa waktu lalu. Usai laga, manajer Unai Emery menyoroti penampilan Martinelli. Sang manajer mengatakan bakal sering-sering memainkan Martinelli di sektor sayap ketimbang striker.

‘’Dia lebih memungkinkan bermain sebagai sayap kiri, dia juga bermain di kanan. Saya memainkannya sebagai striker sebab dia memerankannya di Brazil,’’ kata Emery. ‘’Striker bukan posisi terbaik untuknya. Namun, hal utama dalam pikirannya adalah membantu kami. Malam ini, penampilannya dan sikapnya sungguh luar biasa,’’ jelasnya. Siapakah sebenarnya Martinelli? Sebenarnya Martinelli adalah atlet futsal. Ia memulai karier di klub futsal Corinthians pada 2010. Ia menjalani karier sebagai pemain futsal hingga 2014. Setelah itu, ia beralih ke sepak bola dan bergabung ke Ituano setelah menjalani trial di Man-

Kontingen Bali Diprediksi Kesulitan di PON Papua

Cabor dansa terancam dicoret. Denpasar (Bali Post) Kontingen Bali diprediksi bakal megalami kesulitan pada PON XX/2020 di Papua. Pasalnya, sederet cabor andalan Bali terancam dicoret. Bahkan, Bali diperkirakan akan kehilangan 15 keping emas. Hal itu diakui Ketua

Bali Post/ist

Umum KONI Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Kamis (3/10). Suwandi menerangkan, prestasi Bali pada hajatan multi-event empat tahunan antarprovinsi seIndonesia ke-19 di Jabar pada 2016 lalu mendulang 20 emas, dan menduduki peringkat keenam. ‘’Saya

merasa kontingen Bali akan merana pada PON di Bumi Cendrawasih nanti,’’ ungkap Suwandi. Alasannya, dari 40 cabor yang dipertandingkan, 10 cabor terancam dicoret, padahal cabor tersebut merupakan tambang emas bagi kontingen Pulau Seribu Pura ini. Ia menyebutkan cabor andalan Bali seperti gateball, woodball, petanque, cricket, serta dansa adalah tambang emas bagi Bali. ‘’Padahal kami mematok target Bali diprediksi akan menyabet 30 emas pada PON di Papua,’’ tuturnya. Suwandi mengakui, akibat kehilangan belasan emas ini, Bali mengharapkan penggantinya dari cabor tembak, atau kemungkinan balap motor. Ia menegaskan, beberapa cabor telah meloloskan atletnya seperti balap sepeda, judo, atletik, sepak takraw putri, dan voli pantai. Ada juga cabor yang tidak lolos misalnya baseball dan voli indoor, bahkan Bali juga absen di ajang Pra-PON seperti ski air dan anggar. Hanya, Suwandi belum berjanji memberangkatkan kepada atlet yang lolos, mengingat keterbatasan dana, termasuk peringkat atlet yang lolos, apakah berpeluang merebut medali. (022)

Semangat Nasionalisme Lunturnya semangat nasionalisme dan kepedulian generasi muda di masa yang akan datang menjadi tantangan di era globalisasi. Hal ini dapat ditinjau dari gaya hidup yang menimbulkan sikap apatis, konsumtif dan individualis dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Tantangan itu tentu harus disikapi dengan membangun kembali semangat generasi muda dan harus disikapi dengan jiwa yang besar, serta membentuk generasi muda yang bermental baja dan pantang menyerah,’’ ungkapnya. Kedisiplinan dan etika kerja yang kuat harus ditanamkan dan dikembangkan pada setiap generasi muda di Indonesia dalam membangun kembali semangat nasionalisme. Kegiatan HUT Dalam peringatan HUT ke-74 TNI yang dilaksanakan di wilayah Kodam IX/Udayana kali ini, pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti karya bakti pembersihan pantai, donor darah, anjangsana dan juga melaksanakan

ziarah rombongan sebagai wujud rasa syukur dan bakti kita terhadap jasa-jasa para pahlawan yang telah berhasil mewujudkan kemerdekaan bangsa ini. ‘’Selain itu kami juga menggelar kegiatan lari Run For Bali menempuh jarak 374 kilometer yang dilakukan oleh anggota Babinsa yaitu Serka I Dewa Gede Astawa yang secara beranting didampingi para prajurit Kodam IX/Udayana dan masyarakat di sepanjang rute,’’ tegas Mayjen Benny Susianto. Tema dari kegiatan lari ini adalah dalam rangka HUT ke-74 TNI dan ungkapan rasa syukur serta bagian dari bentuk tanggung jawab kepada bangsa Indonesia. Bahwa TNI profesional di mana salah satu profesionalismenya diwujudkan kondisi fisik yang prima, bugar dan sehat melalui olahraga lari, karena itu tuntutan profesi sebagai prajurit TNI. Soal gelar kekuatan, Kodam IX/Udayana membawahi tiga Subkompartemen strategis, meliputi Korem 161/Wira Sakti dengan membawahi 13 Kodim berkedudukan di Kupang, Provinsi NTT yang berbatasan darat langsung dengan

RDTL dan berbatasan laut antara tiga negara (Indonesia, Australia dan Timor Leste). Selanjutnya Korem 162/Wira Bhakti membawahi 7 Kodim, 1 Batalyon berkedudukan di Provinsi NTB dan Korem 163/Wira Satya yang berkedudukan di Denpasar Provinsi Bali membawahi 8 Kodim serta Kodam IX/Udayana juga memiliki satu Brigade Infanteri berkedudukan di Kupang, Provinsi NTT. Selanjutnya, Kodam IX/ Udayana dalam kelancaran tercapainya tugas pokok didukung oleh 15 Satuan Badan Pelaksana Kodam, 4 Satuan Eselon Pelayanan, dan 8 Satuan Eselon Pelaksana lainnya, serta 1 Satuan Pemukul Kodam. Yang terpenting Kodam IX/Udayana harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan profesionalisme agar terampil dan sukses dalam pelaksanaan tugasnya. Memiliki loyalitas yang tinggi sebagai wujud kesetiaan dan ketaatan terhadap perintah komando dan memiliki kebanggaan terhadap profesi pengabdiannya, sehingga senantiasa berbuat yang terbaik serta membangun kebersamaan untuk wujudkan soliditas dan sinergitas. (kmb36)

Sabtu, 5 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Atma Wedana (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Low Aerobik Ceria 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Belajar Menggambar Membuat Burung 10:00 Wita Seputar Bali Terkini

10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Bali TV Shop 12:05 Wita Dharma Wacana Atma Wedana (5) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Ocydia Home Shopping 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Ni Putu Ayu Kesava Deviana Pitri, Peraih Medali Emas Dance Sport Porprov Bali 2019 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter

16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Putra SBA 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Gayatri dkk 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Dalem Sakti Ikatan Keluarga Nusa(2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

chester United dan Barcelona. Arsenal memboyongnya dari Ituano dengan nilai transfer mencapai 6,7 juta euro. Investasi yang dilakukan Arsenal diharapkan dapat membuahkan hasil. (kmb33)

TENDANG - p e m a i n Arsenal Gabriel Martinelli mencoba menendang bola melewati bek Standard Liege di ajang Liga Eropa, Jumat (4/10) kemarin.

Pascakecelakaan

Marquez Tak Alami Luka Serius

Buriram – Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, buka suara soal kondisi Marc Marquez yang baru saja mengalami kecelakaan hebat saat tampil di sesi latihan bebas pertama MotoGP Thailand 2019. Puig memastikan Marquez dalam kondisi yang baik saat ini. Sang pembalap bahkan ikut serta dalam sesi latihan bebas kedua sore harinya. Nasib nahas memang menimpa Marquez kala melakoni sesi latihan bebas satu di Sirkuit Internasional Chang,

Buriram, Thailand, Jumat (4/10) kemarin. Ia tergelincir dan terjatuh di tikungan ketujuh lima menit sebelum waktu sesi latihan bebas satu berakhir. Luka yang diderita Marquez pun tampaknya cukup serius karena langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Tetapi setelah menjalani pemeriksaan tim medis di salah satu rumah sakit di Buriram, Puig memastikan bahwa Marquez dalam kondisi yang baik saat ini. Namun, The Baby Alien mendapat beberapa me-

mar di punggung dan kakinya. Untuk sementara, Puig sendiri memprediksi bahwa ban motor yang menjadi penyebab dari insiden yang dialami pembalap asal Spanyol tersebut. Beruntung, insiden tak membuat Marquez mengalami luka yang serius. ‘’Anda semua melihat bahwa Marc jatuh di tikungan ketujuh. Tapi untungnya dia baik-baik saja. Dia langsung dibawa ke medical center. Kemudian, kami mengantarnya ke rumah sakit di Buriram. MRI telah dilakukan di sana

dan semuanya terlihat baikbaik saja. Ia memiliki beberapa memar yang menyakitkan di punggung dan kakinya. Tapi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,’’ ujar Puig. ‘’Marc mengalami sakit di punggungnya. Sepertinya ban belakang mengalami masalah. Itu bisa membuat pembalap terjatuh. Bisa jadi, kemungkinan jatuh karena ban yang kotor, karena Marc tidak terlalu cepat, atau ban belakang berada tidak di suhu yang diperlukan,’’ tutupnya. (kmb33/afp)

Menurut Komandan Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, S.Sos., sebagai garda terdepan dalam sistem pembelaan negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI)

membagi fokus kerjanya menjadi tiga wilayah besar. Tentara Nasional Indonesia terdapat Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Diungkapknnya, untuk menjaga dan melindungi wilayah udara negeri tercinta ini sudah menjadi tugas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

(TNI-AU). Dalam tugas TNIAU, dikenal adanya Komando Operasi TNI Angakatan Udara, dipimpin seorang Pangkoopsau. Satuan tugas ini, katanya, memiliki wilayah kerja yang cukup luas. ‘’Pangkalan TNI Angkatan Udara I Gusti Ngurah Rai sebagai satuan pelaksana tugas di bawah jajaran Komando Op-

erasi TNI Angkatan Udara II Makassar berlokasi di daerah Tuban, Kabupaten Badung,’’ pungkasnya. Sejak tanggal 9 April 2013 pangkalan TNI-AU I Gusti Ngurah Rai menjadi tipe B yang dikomandani seorang pamen berpangkat kolonel. (edi)

Sekda Dewa Indra yang didampingi Tim Angggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menambahkan, meskipun Pemprov Bali telah meraih opini WTP secara berturut-turut hingga keenam kalinya sejak tahun 2013 bukan berarti bisa berpuas diri. Pemprov Bali akan terus melakukan penyempurnaan serta meningkatkan

kualitas laporan keuangan yang ada, sehingga bukan hanya opini WTP yang dipertahankan tetapi kualitas dari WTP itu sendiri terus meningkat kualitasnya. ‘’WTP berkaitan dengan tata kelola keuangan dan aset, untuk itu kita sempurnakan terus tata kelola keuangan kita. Temuan keuangan dari tahun ke tahun harus bisa kita minimalisir, tidak hanya opini WTP yang harus kita pertahankan

tapi kualitas dari WTP juga harus ditingkatkan,’’ tuturnya. Hal senada juga disampaikan Tri Budhianto, di mana opini WTP yang diberikan BPK-RI merupakan bukti dari pemerintah daerah kepada masyarakatnya bahwa uang sudah dikelola dengan baik dan benar. Ke depan pihaknya akan terus mendorong semua pemerintah daerah untuk bisa meraih opini WTP dan bagi pemerintah daerah yang sudah

meraih WTP agar bisa mempertahankan opini tersebut dan meningkatkan kualitas laporan keuangannya dari tahun ke tahun. ‘’Raihan opini WTP itu sudah seharusnya dan menjadi bukti keuangan sudah terkelola dengan baik dan benar, kami akan terus mendorong dan siap berkolaborasi dalam mewujudkan tata kelola keuangan pemerintahan yang lebih baik,’’ pungkasnya. (kmb)

Tidak hanya untuk menjaga keamanan wilayah, namun juga kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Seperti ikut membangun rumah layak huni bagi warga kurang mampu, kegiatan bersih pantai maupun yang akan dilakukan dalam waktu dekat yakni penanaman mangrove. ‘’Ini sebagai bentuk untuk meningkatkan nasionalisme

untuk menjaga kebersamaan. Karena dengan sinergitas yang kita lakukan, secara tidak langsung tentu bisa menjaga keamanan khususnya di wilayah Bali. Mulai dari yang terkecil di wilayah kita, kemudian yang lebih besar bangsa ini,’’ ucap Danlanal Henricus Prihantoko, Jumat (4/10) kemarin di kantornya. Ke depan, mengingat Bali sebagai pintu gerbang Indonesia yang juga berbatasan dengan negara Australia, pihaknya me-

nilai sudah sepatutnya TNI-AL pangkalan Denpasar naik tingak menjadi Bintang 1. Apalagi di Bali sebagai jalur strategis yang sering dilewati oleh Alki 2. Tentu ini sudah saatnya dikebangkan dan ditingkatkan.

‘’Dengan perkembangan dinamika serta Bali yang menjadi ikon dan pintu gerbang Indonesia, sudah saatnya pangkalan TNI-AL Denpasar ditingkatkan statusnya,’’ harap Danlanal Henricus Prihantoko. (kmb23)

Pembelaan Negara

Terus Meningkat

Keamanan Wilayah


SABTU PON, 5 OKTOBER 2019

’’Mapurwa Daksina’’ Karya Maligia Jangkep Puri Agung Denpasar Rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Jangkep di Puri Agung (Satria) Denpasar telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Jumat (4/10) kemarin merupakan puncak karya dengan tingkatan utamaning utama. Rangkaian upacara berlangsung sejak pagi hari hingga larut malam. Salah satunya mapurwa daksina, yaitu berkeliling tiga kali mulai dari tempat upacara di Puri Agung Denpasar menuju Jalan Veteran, Jalan Patimura, Jalan Blimbing, Jalan Kedondong dan kembali ke Jalan Veteran dengan membawa puspa lingga oleh masing-masing anggota keluarga. Puncak karya kemarin diawali dengan upacara atetangi, kemudian berlangsung ngadegang puspa lingga pada pukul 08.00, yang dilanjutkan dengan melaspas puspa, dan mapurwa daksina. Rangkaian upacara tidak berhenti sampai di sana. Masih ada beberapa kegiatan hingga larut malam. Pamuput karya ini di antaranya Ida Pedanda Gede Putra Tembau, Ida Pedanda Gede Pemaron, Ida Pedanda Gede Bluangan, Ida Pendanda Gede Sari Arimbawa dan Ida Pedanda Budha Jelantik Lila Arsa. Sejumlah panglingsir puri di Bali serta raja-raja se-Nusantara hadir menyaksikan. Karya Maligia Jangkep ini digelar setelah dilakukan upacara palebon Permaisuri Raja Denpasar IX (Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan), Dampati Ida Anak Agung Ayu Oka Pemecutan, pada November 2018

KULINER

KESEHATAN TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

BUDAYA Bali Post/ara

MALIGIA - Salah satu rangkaian puncak karya Maligia Jangkep di Puri Agung Denpasar, kemarin.

Kelompok Tani Hutan Madu Sari Kembangkan Terapi Lebah MUSIM kemarau panjang menyebabkan lebah tidak menghasilkan madu secara maksimal. Hal ini dialami Kelompok Tani Hutan Madu Sari Desa Selabih Selemadeg Barat, Tabanan. Dalam kondisi seperti ini kelompok tani tersebut kemudian mengembangkan terapi lebah untuk kesehatan. Meski belum memiliki izin dan belum dikomersialkan, diharapkan terapi lebah ini bisa mendatangkan pendapatan lain saat lebah tidak berproduksi. Ketua Kelompok Tani Hutan Madu Sari Desa Selabih I Nengah Retiyasa mengatakan tahun ini musim kemarau cukup panjang. Hal ini menyebabkan pepohonan kering dan tidak berbunga yang berimbas pada produksi madu. ‘’Di-

harapkan November depan akan mulai ada madu lagi, karena diramalkan bulan tersebut sudah musim hujan,’’ ujarnya, belum lama ini. Kelompok Tani Hutan Madu Sari terbentuk tahun 2011. Potensi ternak lebah madu ini didukung oleh kondisi geografis Desa Selabih yang memiliki banyak lahan perkebunan dan hutan. Untuk mengembangkan ternak lebah madu ini kelompoknya menyewa tanah milik desa seluas tiga hektar selama 37 tahun. Lahan seluas tiga hektar ini ditanam pepohonan berbunga sebagai makanan dari lebah madu untuk bisa menghasilkan madu. Lanjutnya, untuk mendapatkan koloni lebah, diletakkan stup atau rumah

lebah yang terbuat dari kayu dan berbentuk kotak di pohon-pohon. Pada musim panen, kelompok tani biasanya menghasilkan 40 botol per bulan. Per botol dijual Rp 300 ribu. ‘’Anggota biasanya menyumbang untuk kelompok dan totalnya mencapai 40 botol per bulan. Kalau individu biasanya menghasilkan 12 botol per bulan,’’ ujar Retiyasa. Saat ini karena musim kemarau, kelompok ataupun petani tidak mendapatkan madu, karena lebahnya tidak berproduksi madu. Sebagai langkah antisipasi, saat ini kelompok mengembangkan terapi lebah atau terapi kesehatan dengan media sengatan lebah. Saat ini proses izin dan sertifikat untuk terapi ini sedang dalam proses pengurusan

KULINER

sehingga bisa dikomersialkan. ‘’Terapi lebah ini bisa untuk mengurangi sakit vertigo, asam urat hingga sakit kepala. Belum dikomersialkan karena belum punya izin,’’ ujar Retiyasa. Dalam menjalani usaha ternak lebah madu, kelompok tani Hutan Madu Sari juga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terutama menjaga keberadaan pohon. Sebab, untuk bisa beternak lebah memerlukan lingkungan asri tanpa polusi dan tentu saja pepohonan berbunga. ‘’Tahun ini kami berencana melakukan penanaman pohon seperti pohon durian dan pohon berbunga lainnya. Akan kami tanam di sekeliling areal lahan ternak lebah madu kelompok kami,’’ jelas Retiyasa. (san)

KESEHATAN

Alindra Villa Jimbaran TOP

VASI Arsitektur TradisionalINJadi Andalan WONDERFUL BALI JIMBARAN menjadi salah satu pilihan bagi turis untuk menikmati keindahan Bali. Banyak akomodasi pariwisata berkelas yang bisa menjadi pilihan, salah satunya adalah Alindra Villa Jimbaran. Properti ini diminati karena mengaplikasikan sentuhan tradisional di setiap bangunannya. Selain ornamen khas Bali, terdapat juga sentuhan arsitektur dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Minangkabau dan lainnya. Hal ini tidak hanya menjadi hiasan tetapi juga dapat menjadi daya tarik bagi tamu yang menginap di sana. ‘’Kami biasanya menjelaskan pada tamu bahwa tiap vila memiliki karakteristiknya masing-masing. Tentunya hal ini akan membuat tamu makin betah tingal di vila kami,’’ ujar GM Alindra, Didi Triwahyudi, belum lama ini. Meskipun dipenuhi arsi-

BUDAYA

tektur lokal, namun kesan modern juga bisa didapatkan di vila ini. Terlebih lagi pelayanan prima yang membuat Alindra Villa Jimbaran menjadi salah satu tempat favorit untuk menginap. ‘’Kami memiliki pangsa pasar tersendiri. Untuk vila yang bernuansa tradisional sangat diminati oleh turis dari Eropa dan Tiongkok, sedangkan untuk yang lebih modern biasanya dipesan oleh turis dari Australia dan domestik,’’ imbuhnya. Allindra memiliki 21 unit vila yang terdiri atas 6 etnik, 5 suite, 3 vila dengan 2 kamar tidur dan 7 vila dengan 1 kamar tidur. Terdapat juga fasilitas pendukung untuk memanjakan para tamu seperti kolam renang dan spa. Juga ada shuttle untuk mengunjungi kawasan wisata seperti Kuta dan Nusa dua serta angkutan menuju bandara. Selain lokasinya yang strategis, Alindra Villa Jimbaran juga menawarkan pemandangan yang sangat indah. Kebun-kebun di sekitar vila ditumbuhi tanaman buah lokal yang menarik. (gie)

PENDIDIKAN

SENIMAN

lalu. Panglingsir Puri Agung Denpasar Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan didampingi Dr. A.A. Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, S.T., M.Si. di sela-sela upacara kemarin mengatakan, karya maligia jangkep ini merupakan rangkaian dari upacara palebon yang sebelumnya sudah dilakukan. Hakikat dari upacara maligia itu adalah menyucikan badan halus (suksma sarira) dari berbagai kotoran agar menjadi satu, yakni bersatu kepada Tuhan. Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan menambahkan, peserta atau yang ngiring (ikut) pada upacara Maligia Jangkep ini 200 lebih. Pihaknya memberikan kesempatan kepada semua semeton yang ingin ngiring dalam karya ini untuk bisa bersama-sama menyukseskan karya ini. ‘’Dulu saat kami melangsungkan karya palebon, semua ikut beramai-ramai membantu. Karena itu, sekarang saat ada Karya Maligia Jangkep, kami siap menerima kembali,’’ katanya. Rangkaian Karya Maligia Jangkep ini sudah dimulai pada Selasa (10/9) lalu dengan kegiatan matur piuning karya yang di-puput oleh Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa. Dilanjutkan Kamis (12/9) dengan kegiatan nyukat genah dan marisuda bumi. Setelah beberapa rangkaian kegiatan, kembali digelar pada Sabtu (28/9) yakni melaspas payadnyan dan ngangget don bingin. Kemudian pada hari ini dilangsungkan upacara nganyut ke segara. (ara)

PENDIDIKAN Agung Wiradana

Serukan Persatuan Indonesia Maju SENIMAN MUNCULNYA berbagai polemik kebangsaan belakangan ini menggugah sejumlah pihak untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya persatuan demi keutuhan NKRI. Bahkan seorang penyanyi Bali Agung Wiradana juga tak luput dari dorongan untuk menyerukan persatuan demi keutuhan dan kemajuan bangsa. Apakah penyanyi yang angkat nama lewat ‘’Goyang Linggis Bikin Happy’’ ini mulai terjun ke politik dan bicara lantang soal kebangsaan? Tentu tidak. Ia masih seorang penyanyi yang kesehariannya adalah ASN di Pemkab Badung. Meski demikian kepeduliannya terhadap masalah kebangsaan tak didiamkan begitu saja. Lewat satu lagu berjudul ‘’Indonesia Maju’’ yang diciptakan bersama dr. Sahadewa, ia mencoba mengetuk hati seluruh komponen bangsa. ‘’Lagu ini lahir dari adanya berbagai polemik akhir-akhir ini yang menguji dan merongrong NKRI. Semoga lewat lagu ini bisa men-

gajak rakyat Indonesia untuk bersatu menjaga NKRI di tengah keberagaman agama, suku, etnis dan budaya,’’ ujar Agung, Jumat (4/10) kemarin. Dijelaskan, lagu sekaligus lirik klip ‘’Indonesia Maju’’ telah dirilis Jumat kemarin. Dalam lagu ini, Agung Wiradana kembali berkolaborasi dengan sang putri, Inda Prameswari, yang merupakan siswi SMAN 1 Denpasar. Ditambahkan, proses penciptaan hingga rekaman sesungguhnya tidak lama. Namun untuk proses akhir, termasuk penggarapan musik oleh Dek Artha harus bersabar karena mesti menunggu giliran dan menggali ide-ide musik yang cocok. ‘’Untuk lagu ini sengaja saya menyampaikan lirik lagu yang mudah diingat namun penuh makna, dibarengi dengan musik yang bersemangat. Ya… mudah-mudahan saja lagu ini bisa diterima semua kalangan tak hanya di Bali namun juga di seluruh Indonesia,’’ harap Agung Wiradana. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 5 Oktober 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu