Skip to main content

Edisi Kamis 5 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 18 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Sindikat Narkoba India Incar Bali

Pelanggaran Kependudukan Menurun

Pantai Devil’s Tears Ditata

Sindikat narkoba asal India juga menyasar Bali. Bahkan dua kurir asal India, Manjet Singh (23) dan Harvinder Singh (26), sudah tiga kali menyelundupkan sabu-sabu (SS) masing-masing 3 kilogram ke Bali, sehingga total SS diselundupkan ke Bali 9 kilogram.

Guna menciptakan ketertiban kependudukan sekaligus menjaga keamanan, Satpol PP Tabanan bekerja sama dengan TNI, Polri dan Kejaksaan Negeri Tabanan menggelar sidak. Hasilnya, ditemukan lima pelanggar. TABANAN | HAL. 7

Dalam beberapa pekan terakhir, Pantai Devil’s Tears berulang kali memakan korban. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menginstruksikan agar menata pantai ini guna mencegah agar tak jatuh korban jiwa lagi.

DENPASAR | HAL. 2

KLUNGKUNG | HAL. 12

Setahun Kepemimpinan Koster-Ace (3-Habis)

BERGERAK MEMPERKOKOH DESA ADAT

BALI bergerak menata kearifan lokal. Desa adat sebagai pilar peradaban Bali ditata dan dikuatkan dengan regulasi komprehensif. Ditetapkannya Peraturan Daerah No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali pada era pemerintahan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menjadikan desa adat memiliki rujukan yang dinamis dan kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Perda ini pun direspons positif krama Bali dan diharapkan menjadi roh dalam menuju Bali Era Baru dengan visi misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Untuk memperkuat desa adat ini, saya telah merancang kebijakan strategis berkenaan dengan desa adat. Pertama, membuat Perda No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Perda ini telah diumumkan dan diberlakukan secara resmi pada tanggal 4 Juni 2019 di Wantilan Pura Samuhan Tiga, Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster. Menurut Koster, perda ini mengatur secara menyeluruh mengenai keberadaan desa adat di Bali. Yakni dengan memberikan ke wenangan yang kuat kepada

desa adat. Desa adat kini berkedudukan di wilayah provinsi dan untuk pertama kali dalam sejarah, desa adat berstatus sebagai subjek hukum dalam sistem pemerintahan di Provinsi Bali. ‘’Ini perjuangan yang tidak gampang, jadi kita harus bersyukur sekarang desa adat kita sudah mempunyai legitimasi hukum yang cukup kuat,’’ ucapnya. Untuk mendukung pelaksanaan perda, lanjut Koster, pihaknya telah menerbitkan Peraturan Gubernur tentang Pengelolaan Dana Desa Adat. Hal. 15 Pertama Dalam Sejarah

’’Ini perjuangan yang tidak gampang, jadi kita harus bersyukur sekarang desa adat kita sudah mempunyai legitimasi hukum yang cukup kuat.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Inovatif dan Visioner Terobosan-terobosan yang dilakukan setahun kepemimpinan Koster-Ace, dinilai Ketua DPRD Bali sementara I Nyoman Adi Wiryatama, inovatif dan visioner. Terlebih dengan adanya kebijakan penguatan desa adat. Terobosan-terobosan baru ini entu akan disertai dengan munculnya tantangantantangan baru. Pelaksana di eksekutif diharapkan bisa mengimbangi agar implementasinya menjadi baik. Sementara dewan sendiri akan berusaha membantu dalam mewujudkan legalitasnya agar lebih cepat. Hal. 15 Sejajar Desa Dinas

Mewujudkan Bali Bersih dengan Produk Inovatif ’’Saya mendukung hadirnya produkproduk yang ramah bagi lingkungan dan berpihak pada terjaganya kualitas udara. Untuk itulah saya berharap para pengusaha untuk mendukung gerakan Bali Bersih yang kini menjadi salah satu concern Pemerintah Provinsi Bali.’’

Jadi Angin Segar Di tengah makin tergerusnya adat dan budaya Bali saat ini, kehadiran beberapa kebijakan dari Gubernur Bali Wayan Koster, menurut Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Alit Asmara, menjadi angin segar bagi masyarakat desa adat di Bali untuk tetap melestarikan adat dan budayanya. Apa yang dilakukan Gubernur Koster selama satu tahun ini sudah jelas dan sangat concern sekali dengan masalah adat dan budaya Bali. Terutama dalam rangka memperkuat unsur parhyangan, palemahan dan pawongan. Alit Asmara mengatakan, memperkuat ketiga aspek penting yang ada di tengah masyarakat adat ini dengan jelas telah diakomodir dalam visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Implementasinya juga sangat jelas sehingga perlu didukung bersama di dalam meningkatkan kapasitas krama adat dalam pelestarian adat yang ada di Bali. Hal. 15 Tantangan Globalisasi

Harian Bisnis Bali Alih Fungsi Marak, Produksi Beras Buleleng Tetap Surplus Walau terjadi alih fungsi lahan pertanian, produksi beras di Kabupaten Buleleng masih tetap surplus. Terobosan apa saja yang dilakukan? www.bisnisbali.com

Wayan Koster Gubernur Bali

MENJAGA keharmonisan sekala dan niskala alam Bali -– Nangun Sat Kerthi Loka Bali -– kini menjadi program strategis Pemerintah Provinsi Bali. Gerakan ini tak sebatas slogan, namun telah dijabarkan dengan rencana aksi yang matang. Edukasi dan sosialisasi juga dilakukan secara terencana. Gerakan Bali Bersih yang dilakukan dengan memberi ruang pada pemanfaatan produk ramah lingkungan menjadi komitmen Gubernur Bali Wayan Koster. Kepada Bali Post saat audiensi di rumah jabatan Gubernur di Jayasabha barubaru ini, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa dalam urusan energi, pihaknya memastikan hanya investasi yang menggunakan bahan bakar gas dan energi

alternatif terbarukan yang dijadikan rujukan. ‘’Saya telah meminta semua pihak yang bergerak di bidang energi untuk melakukan pengelolaan investasinya dengan bahan energi terbarukan. Semua pihak harus bergerak menyelamatkan alam Bali dan menjaga keseimbangan ekosistemnya,’’ tegasnya. Bahkan, di sela-sela pidatonya saat malam puncak HUT ke-71 Bali Post, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengatakan secara khusus pihaknya telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan PLN untuk mewujudkan Bali Bersih. Tujuan dari penjabaran komitmen ini adalah kesamaan visi dan misi untuk menjaga Bali. Hal. 15 Menjaga Bali

Jokowi Ingatkan akan Terjadi Resesi Ekonomi

Jakarta (Bali Post) – Investasi yang tidak kunjung menggeliat di Indonesia membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur para menterinya. Terlebih lagi saat ini ekonomi dunia sedang memasuki masa resesi. Para anggota kabinetnya diminta jangan bersikap seperti pejabat yang minta dilayani. Merekalah yang diminta melayani, agar investasi yang masuk ke Indonesia meningkat. Selain itu berbagai aturan yang menghambat diminta agar segera ditinjau ulang. Masuknya investasi ini, disebutkan Jokowi, sebagai payung untuk menghadapi resesi ekonomi. ‘’Kalau hujannya besar, kita enggak kehujanan. Ka-

lau gerimis kita ya… enggak kehujanan, syukur enggak ada hujan dan enggak ada gerimis, tapi angkaangka menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global sudah mengalami perlambatan dan kemungkinan resesi akan semakin besar,’’ kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas (ratas) membahas antisipasi perkembangan perekonomian dunia, di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (4/9) kemarin. Presiden Jokowi mengatakan jalan yang paling cepat menghadapi perlambatan ekonomi global adalah investasi. ‘’Kuncinya hanya ada di situ enggak ada yang lain,’’ katanya. Hal. 15 Sederhanakan Peraturan

Bali Post/ant

PIMPIN RAPAT - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/9) kemarin. Ratas itu membahas antisipasi perkembangan perekonomian dunia.


Kamis Pon, 5 September 2019

FIGUR Tak Sesuai Roh Bali BUDAYA, adat istiadat, dan tradisi di Bali diberi spirit oleh agama Hindu. Sepanjang agama Hindu eksis di Bali, diyakini budaya Bali akan tetap bertahan walaupun harus berhadapan dengan derasnya arus budaya global. Pariwisata yang begitu pesat pertumbuhan dan perkembangannya di pulau kecil ini, tidak terlepas dari peran budaya sebagai daya tariknya. Betapa pentingnya keberadaan budaya lokal hingga membuat Bali berbeda dan unik di mata masyarakat dunia. “Artinya, nilai-nilai kearifan lokal budaya dan agama Hindu sudah sepatutnya untuk digali, dikembangkan, dibina, dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat lokal. Baik untuk memenuhi kebutuhan spiritual maupun kebutuhan material,” ujar budayawan Dr. Drs. Anak Agung Gede Raka, M.Si., Rabu (4/9) kemarin. Kaprodi Magister Administrasi Publik Pascasarjana Unwar ini mengatakan, apabila ingin keberadaan budaya tetap terjaga, terpelihara, dan berkelanjutan, segenap komponen masyarakat Bali terutama para pengambil kebijakan hendaknya jangan terlena dengan iming-iming menjanjikan hidup mewah dan sejahtera. Sehingga harus mengorbankan warisan harta karun yang tak ternilai harganya. Salah satunya muncul wacana rumah susun. Pihaknya mempertanyakan layakkah rumah susun di Bali? Bila ingin Bali tetap menjadi idola wisatawan dunia, tentu jawabannya adalah Bali tidak layak dengan budaya rumah susun. Dikatakan, dari aspek bentuk dan fungsinya, jelas berbeda dengan rumah tingkat dan yang sejenisnya. Apalagi penghuninya belum tentu masyarakat lokal Bali. Sebab, budaya rumah susun sangat bertolak belakang bahkan bertentangan dengan roh arsitektur tradisional Bali. “Artinya, rumah susun tidak layak di Bali. Sadarilah bahwa Bali tidak memiliki kekayaan apa lagi selain budaya. Bali yang sudah menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung sumber daya ekonomi pembangunan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakatnya dengan menjadikan budaya sebagai daya tariknya, hendaknya jangan dimainkan ke arah yang lain,” tegasnya. (win)

Uang Jasa Pengabdian Ditransfer ke Rekening Dewan Purnatugas Denpasar (Bali Post) Sekretaris DPRD Bali I Gede Suralaga mengatakan, uang jasa pengabdian untuk anggota DPRD Bali sudah cair, Rabu (4/9) kemarin. Uang tersebut ditransfer ke rekening masing-masing dewan yang purnatugas sebagai wakil rakyat periode 2014-2019. “Kemarin tidak langsung cair saat pelantikan anggota DPRD baru karena masih pengajuan ke BPKAD,” ujar Suralaga. Selain itu, lanjut Suralaga, masih dilakukan penghitungan besaran setiap anggota dewan karena berbedabeda sesuai dengan masa baktinya. Mengingat, ada pula anggota dewan yang sebelumnya merupakan Pengganti Antar Waktu (PAW) sehingga masa baktinya tidak penuh selama lima tahun. Dikatakan, uang jasa pengabdian merupakan hak setiap anggota dewan yang purna tugas. Besarannya sudah diatur dalam Pergub Nomor 50 Tahun 2017. Lantaran merupakan hak, tidak ada persyaratan ataupun dokumen yang harus diserahkan untuk bisa mendapatkan uang tersebut. Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD Bali yang mengakhiri

masa tugas, baik terpilih kembali maupun tidak, akan menerima uang jasa pengabdian. “Kalau masa baktinya 0-1 tahun, berarti dapat satu bulan uang representasi. Kalau dua tahun, berarti dua bulan uang representasi dan seterusnya. Untuk masa bakti lima tahun, maksimal enam bulan uang representasi. Jadi, bedabeda,” ujar Kabag Keuangan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Bali Nyoman Edy Subagiartha. Menurut Edy Subagiartha, besaran uang jasa pengabdian sudah diatur dalam Pergub Nomor 50 Tahun 2017. Selain masa bakti, besaran uang representasi juga berbeda antara ketua DPRD, wakil ketua DPRD, dan anggota DPRD. Ketua DPRD selama ini mendapatkan uang representasi sebesar Rp 3 juta, wakil ketua sebesar Rp 2,4 juta, dan anggota sebesar Rp 2,25 juta. Dengan demikian, Ketua DPRD Bali maksimal akan menerima uang jasa pengabdian sebesar Rp 18 juta untuk masa bakti lima tahun. Sementara wakil ketua sebesar Rp 14,4 juta dan anggota Rp 13,5 juta. Jika masa bakti kurang dari lima tahun, tentu besarannya lebih rendah dari itu. (kmb32)

PDAM Targetkan Tambah 2.600 Pelanggan

Denpasar (Bali Post) – Meskipun masih kekurangan air baku, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sewakadarma Kota Denpasar kembali menargetkan menambah sebanyak 2.600 pelanggan di tahun 2020 mendatang. Target penambahan pelanggan tersebut seiring dengan rencana peningkatan kapasitas air yang akan dilakukan perusahaan milik Pemkot Denpasar ini. Dengan rencana ini, diharapkan pelanggan tidak lagi terkendala dengan suplay air bersih. Upaya ini juga dilakukan untuk memperluas cakupan layanan. Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sewaka Dharma Kota Denpasar I.B. Gede Arsana mengatakan, untuk mencapai target penambahan pelanggan tersebut harus juga diiringi dengan peningkatan kuantitas maupun kualitas pelayanan. Untuk itu, pihaknya sudah merancang dan telah melaksanakan sejumlah program untuk peningkatan pelayanan. Salah satu yang sedang dilaksanakan yakni pemasangan pipa yang dilakukan hampir di seluruh wilayah Kota Denpasar. “Dengan pemasangan pipa baru tersebut, sehingga masyarakat yang selama ini belum terlayani, sudah bisa mendapatkan pelayanan air bersih

melalui pipa PDAM,” ujar Arsana, Rabu (4/9) kemarin. Selain peningkatan pelayanan, lanjut Arsana, guna meningkatkan jumlah langganan, pihaknya juga memberikan potongan harga 50 persen kepada pelanggan baru PDAM Denpasar. Potongan harga berlaku setiap hari kerja dari tanggal 2 hingga 30 September 2019. “Potongan harga sebesar 50 persen dari biaya standar Sambungan Rumah (SR) bagi calon pelanggan rumah tangga (D1 sampai dengan D5 - red). Potongan harga juga diberikan kepada Penyambungan Kembali (PK) bagi pelanggan yang belum melunasi rekening air dan denda yang melampaui jangka waktu tiga bulan,” ujarnya. Direktur Teknik PDAM Tirta Sewakadarma Kota Denpasar Putu Yasa menambahkan, selain pemasangan pipa, guna meningkatkan jumlah langganan, pihaknya juga telah merencanakan untuk melakukan penambahan kapasitas produksi. Untuk tahun 2020 mendatang, pembelian air dari SPAM Tukad Petanu dan SPAM Tukad Penet ditingkatkan. Pembelian air dari SPAM Tukad Petanu ditambah menjadi 130 liter per detik. Sementara di SPAM Tukad Penet akan ditambah dari 80 liter per detik menjadi 100 liter per detik. (kmb12)

Bali Post/eka

PUING-PUING - Seorang pedagang menjinjing barang dagangannya di depan puing-puing los di Pasar Anyar Sari, Denpasar.

Pembangunan Kios di Pasar Anyar Sari Digarap Pekan Depan pengerjaan,” ujarnya. Menurut Yuliarta, rehab kios dan los yang terbakar tersebut dananya bersumber dari Dana Tugas Perbantuan (TP) 2019. Sesuai dengan hasil review oleh Itjen Kemendag RI tercantum nilai Rp 4 miliar. Jumlah ini terdiri dari kontsruksi fisik Rp 3,7 miliar lebih, pengawasan Rp 117 juta, dan administrasi Rp 135 juta lebih. Sedangkan sesuai rencana, pembangunan kios mencapai 48 unit dengan ukuran 3 x 2 meter, los sebanyak 60 unit dengan ukuran 2 x 1,5 meter. Jadi, totalnya 108 unit. Pembangunan kios kali ini juga dilengkapi dengan ATM dua unit, ruang cold storage dua unit dengan ukuran 3 x 2 meter, ruang tera ulang satu unit dengan ukuran

1,5 x 2 meter. Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Anyar Sari mengalami musibah kebakaran, Sabtu (11/8) tahun lalu. Akibat bencana tersebut, sedikitnya 108 kios dan los hangus dilalap si jago merah. Kebakaran tersebut melanda blok 1 dan blok 2 di pasar tersebut. Kemudian pada 22 Maret 2019, kasus kebakaran kembali menimpa kios di blok bawah pasar tersebut. Sedikitnya 12 kios milik pedagang hangus terbakar. Kios yang terbakar tersebut menjual alat-alat upakara. Renovasi 12 kios tersebut tidak bisa digabungkan dengan rehab kios dan los di blok 1 dan 2. Karena itu, perbaikan kios di bawah akan menggunakan sistem swadaya.

“Rehab di bawah akan dilakukan secara swadaya,” ujar Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranatha, beberapa waktu lalu. Menurut Kompyang Wiranata, pada prinsipnya pedagang sudah siap untuk merehab pasar yang terbakar itu. Perbaikan kios yang diakibatkan kebakaran kedua tak bisa dijadikan satu dengan perbaikan kios yang terbakar pertama, karena letaknya berbeda. Ada yang di bawah dan ada yang di atas. Proyek tidak boleh pada tanah yang bertingkat, harus satu bidang tanah yang kedatarannya sama. Sementara jumlah total pedagang di Pasar Anyar Sari sebanyak 580 pedagang dengan luas areal 2.09 hektar. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Sindikat narkoba asal India juga menyasar Bali. Bahkan dua kurir asal India, Manjet Singh (23) dan Harvinder Singh (26), sudah tiga kali menyelundupkan sabu-sabu (SS) masingmasing 3 kilogram ke Bali. Sehingga total SS diselundupkan ke Bali 9 kilogram. Namun penyelundupan terakhir, Selasa (3/9) lalu, berhasil digagalkan Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali dipimpin Kanit I Iptu Putu Budi Artama.

10 juta Rupee setiap kali kirim narkotika. Tapi saat ditangkap, mereka belum menerima upah. Kalau pengiriman lancar, mereka rencananya balik ke Jakarta dan di sana (Jakarta) baru dibayar,” ujarnya. Terkait penerima barang terlarang tersebut, Ruddi Setiawan enggan menjawab. “Masih kami selidiki. Bandarnya di Jakarta juga masih

kami selidiki. Sejak saya menjabat Kapolresta, ini tangkapan terbesar,” ujarnya. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) – Ratusan kios di Pasar Anyar Sari yang terbakar tahun lalu, kini segera ditangani. Pemkot Denpasar sudah mendapat dana bantuan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI untuk pembangunan kios dan los yang baru. Pembangunan kios dan los tersebut rencananya akan digarap mulai pekan depan. Dikonfirmasi, Rabu (4/9) kemarin, Direktur Umum PD Pasar Denpasar A.A. Ngurah Yuliarta mengatakan, pembangunan kios dan los yang terbakar segera ditangani. Paling tidak, mulai 12 September mendatang, pembangunan fisiknya mulai digarap. “Proyek pembangunanan mulai dikerjakan 12 September sampai 20 Desember 2019 atau 100 hari masa

Kurir Asal India Selundupkan Sembilan Kilogram Narkoba

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat mengatakan, selama dua minggu Iptu Budi Artama bersama anggotanya melakukan penyelidikan. Selanjutnya setelah pesawat ditumpangi pelaku mendarat di Bandara Ngurah Rai, petugas langsung membuntutinya. “Pelaku naik pesawat dari Jakarta ke Bali. Barang buktinya disembunyikan di koper dibungkus kain putih dan plastik. Yang jelas, narkotika tersebut dan pelaku bisa keluar dari bandara,” tegas Kombes Ruddi Setiawan, Rabu (4/9) kemarin. Selanjutnya kedua pelaku menumpang taksi menuju salah satu hotel di Jalan Pratama Gang Bidadari, Kuta Selatan. Saat kedua pelaku masuk kamar hotel, Selasa pukul 10.30 Wita, polisi langsung menggerebeknya. Saat menggeledah badan kedua pelaku, petugas nihil

mengamankan barang bukti. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamarnya dan ditemukan barang bukti satu paket besar SS seberat 3 kilogram. Saat diinterogasi, pelaku mengaku barang tersebut diberikan oleh seseorang yang tidak dikenal di Jakarta. “Rencananya narkotika ini dibawa ke Buleleng dan di sana baru dipecah (dibagi menjadi paket kecil red). Setelah itu rencananya dibawa ke Denpasar dan diedarkan,” tegas mantan Kapolres Badung ini. Menurut mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini, kedua pelaku masuk Indonesia sejak tahun 2016. Empat kali ke Jakarta dan tiga kali ke Bali. Sebelum ditangkap, kedua pelaku ini terbang dari India menuju Jakarta. Setibanya di Jakarta mereka menerima paket SS tersebut. Selanjutnya mereka terbang ke Bali. “Mereka masing-masing dapat upah

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Bali Post/eka

NARKOBA - Kapolresta Denpasar menunjukkan barang bukti dan tersangka penyelundup narkoba di Mako Polresta Denpasar, Rabu (4/9) kemarin.

Bali Diharapkan Jual Produk Olahan Daging Sapi Denpasar (Bali Post) Masyarakat Bali diharapkan menjual produk olahan daging sapi. Pasalnya, selama ini mindset masyarakat dengan peternakan sapi Bali adalah menjual sapi hidup. Seiring populasi sapi Bali yang terus meningkat dengan adanya upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab), maka ke depan perlu juga dipikirkan rumah produksi untuk mengolah daging

sapi menjadi produk olahan lain. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, populasi sapi Bali mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Populasinya sampai hari ini sekitar 18.120.000. Populasi ini mengalami peningkatan dari sebelumnya 14 juta. “Upsus siwab di Bali nilainya sudah bagus. Saya lihat serapannya sampai

Agustus 2019 sudah 79 persen. Kita berharap sampai akhir tahun nanti bisa mencapai 100 persen,” ujar Diarmita saat Musyawarah Wilayah (Muswil) Paravetindo DPW Bali, belum lama ini. Ke depan, peternak di Bali diharapkan tidak hanya menjual sapinya ke luar Bali, tapi menjual daging. “Jadi, dalam bentuk produk olahan. Agar mampu memproduksi produk olahan sapi maka rumah

Topik : SATU TAHUN KEPEMIMPINAN KOSTER - ACE

SAPI - I Ketut Diarmita saat mengunjungi peternakan sapi di daerah Papua.

Bali Post/ist

potong hewan perlu dikuatkan. Sehingga bahan kulit, tulang, dan bagian lain bisa dikerjakan di Bali sendiri,” katanya. Menurut Diarmita, usaha ini tentunya juga akan menyerap tenaga kerja. Jika hanya menjual sapi hidup, nilai tambah dari peternakan sapi tidak akan didapatkan. Ia berharap ada industri atau usaha pengolahan di Bali. Misalnya, membuat ikon sapi Bali yang bisa minimal memasok daging untuk Bali. Ke depan juga diharapkan bisa memasok daging sapi ke seluruh Indonesia. Ia mengakui sapi Bali memiliki ciri khas tersendiri baik warna maupun teksturnya, dibandingkan dengan sapi impor. “Sekarang untuk memuaskan para tamu yang ingin masuk ke Bali, ini kan dia harus punya pilihan yang dia inginkan dan di Bali juga tersedia pilihan itu. Ada yang suka dengan daging yang agak merah, kemudian teksturnya bagus. Ada yang suka pucat tapi empuk, silakan saja pilih. Itu bukan berarti kita melarang produk luar masuk untuk kebutuhan mereka itu, silakan,” bebernya. Dengan demikian, kata Diarmita, turis yang datang, baik domestik maupun mancanegara akan memiliki pilihan untuk memenuhi kebutuhan seleranya sendiri. “Saya sebagai Dirjen Produksi, semakin banyak produksi yang saya hasilkan dengan kualitas yang lebih baik, saya anggap berhasil. Kalau sapi Bali tambah mengecil, tambah memendek, berarti saya gagal dan ini harus saya perbaiki,” tegasnya. (kmb42)


Kamis Pon, 5 September 2019

Resmikan 89 Bank Sampah Mandiri PKK Mangu Srikandi Se-Kuta Utara

Bupati Giri Prasta Inginkan 2021 Badung Mandiri Sampah

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa meresmikan 89 Bank Sampah Mandiri (BSM) PKK Mangu Srikandi se-Kecamatan Kuta Utara, Rabu (4/9) kemarin, di Wantilan Pura Dalem Kahyangan, Pipitan Canggu. Dengan program yang telah dilaksanakan Pemkab Badung, Bupati Giri prasta optimis Badung makin baik dalam pengelolaan sampah dan menginginkan tahun 2021 Badung Mandiri Sampah. Bupati menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kuta Utara yang telah membentuk 89 BSM. Program ini akan menjadi role model implementasi dari Badung Bersih. Dijelaskannya, selain membentuk BSM melalui PKK di setiap banjar dan lingkungan di Badung, Pemkab juga

telah mencanangkan Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih. Gerakan ini dilakukan setiap bulan pada minggu pertama. ‘’Kami memiliki 38 OPD dimana satu OPD mewilayahi dua desa dan kelurahan, dan kita bergerak bersama-sama. Sementara saat PurnamaTilem, akan dilakukan resik di areal pura yang dilakukan sekaa teruna dan masyarakat dikoordinir Bendesa Adat dan Klian Banjar,’’ kata Giri Prasta. Bupati juga mewajibkan semua desa memiliki TPST, untuk penyacah sampah. Hasil cacahan akan dibawa ke Pengolahan Sampah Organik di Sobangan untuk dijadikan pupuk organik. Sedangkan sampah basah akan diolah untuk menghasilkan magot untuk pakan burung dan ikan serta sampah plastik akan

diambil oleh bank sampah. ‘’Mari kita perangi sampah dan menyulap sampah menjadi berkah dan rupiah. Astungkara tahun 2021 saya nyatakan Kabupaten Badung Mandiri Sampah,’’ tegasnya. Camat Kuta Utara AAN Arimbawa mengatakan, peresmian 89 BSM Kuta Utara ini dilandasi rasa jengah dan termotivasi dari program Gertak Badung Bersih yang dilakukan langsung Bupati dan Wabup pada pekan lalu di Dalung. Sehingga pihak Kecamatan Kuta Utara bersama perbekel, lurah dan bendesa adat merapatkan barisan untuk mewujudkan desa/kelurahan di Kuta Utara bersih, tanpa sampah dengan membangun bank sampah di setiap banjar dan lingkungan, dengan tagline ‘’Gertaku Bernyali’’ atau Gerakan Serentak Kuta Utara Bersih Nyaman

Lestari. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Putu Eka Merthawan menjelaskan, dasar pembentukan bank sampah yaitu Perbup Badung No. 48 Tahun 2018 tentang Reduce, Reuce dan Recyle Melalui Bank Sampah. Kolaborasi DLHK dengan TP PKK menghasilkan konsep NASA SIBER (Nabung Sampah Sistem Berjaringan) multi level berbasis startup non-digital. Bank sampah di Badung ditargetkan mampu terwujud 1.000 unit tahun ini. Sehingga menjadikan Badung sebagai kabupaten pertama di Indonesia menjadi kabupaten bank sampah dengan konsep modern dengan sistem berjaringan. Menurutnya, bank sampah salah satu indikator penting

PERESMIAN - Bupati Badung Giri Prasta bersama Wabup Suiasa meresmikan 89 BSM PKK Mangu Srikandi se-Kecamatan Kuta Utara, Rabu (4/9) di Wantilan Pura Dalem Kahyangan, Pipitan, Canggu. dalam merealisasikan Gertak Badung Bersih. Selain itu inovasi pengurangan sampah plastik melalui inovasi Badung Anti Sampah Plastik (Batik) menjadi role model nasional dan berhak menyandang predikat top 45 kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2019 oleh Kemen-PAN RB.

34 Desa Ikuti Pilkel Serentak 2020

Pada kesempatan tersebut Bupati menyerahkan penghargaan kepada Camat Kuta Utara sebagai Kecamatan Mandiri mewujudkan 89 BSM. Desa Dalung sebagai Desa Mandiri dengan 23 BSM. Bank Sampah Sentral Badung Mangu Kertih, Bank Sampah Pembina 09 Mangu Resik dan Bank Sampah Mandiri Utama

Mangupura (Bali Post) -

Puluhan desa di Kabupaten Badung akan mengikuti pemilihan perbekel (pilkel) serentak pada tahun 2020. Perebutan kursi perbekel ini akan digelar di 34 desa dari 46 desa di Gumi Keris.

Bali Post/ist

EVAKUASI - Mayat Dwi Krisna Erfansyah saat dievakuasi petugas.

Buruh Tewas Tersetrum Listrik

Mangupura (Bali Post) Warga Banjar Pempatan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Rabu (4/9) kemarin dihebohkan dengan tewasnya buruh proyek, Dwi Krisna Erfansyah (19). Buruh asal Jember, Jawa Timur ini meregang nyawa karena tersetrum listrik. Kapolsek Mengwi AKP I Gede Eka Putra Astawa mengatakan, terkait kejadian tersebut pihaknya memeriksa dua saksi yang merupakan rekan kerja korban, yaitu Anggi Firmansyah (21) dan Muhamad Risky (15). ‘’Sekitar pukul 13.00 Wita saksi menemukan korban meninggal dunia kesetrum listrik,’’ tegasnya. Dijelaskan, pada pukul 09.00 Wita, korban mulai bekerja bersama Anggi dan Risky di rumah Ni Wayan Karwati. Sekitar pukul 12.00 Wita, korban bersama dua temannya itu istirahat

makan siang. ‘’Saksi Anggo keluar beli minuman dan balik pukul 12.10 Wita ke tempat kerja, lalu makan,’’ ucap Kapolsek. Sekitar 15 menit selesai makan. Anggi dan Risky memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban. Risky lalu mendekati korban. Saat itulah tangan korban dilihat memegang kabel listrik. Risky langsung memberi tahu bosnya, Wahyu Ajis. Wahyu langsung mendatangi TKP dan dilihat tubuh korban sudah kaku. Selanjutnya Wahyu dibantu Anggi dan Risky mengangkat mayat korban dan memindahkannya dari TKP. Mayat korban sempat dibawa ke puskesmas di Munggu. ‘’Setelah itu, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Mengwi. Anggota kami langsung ke TKP,’’ ungkap AKP Astawa. (kmb36)

Guna mendukung pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), kepolisian menggelar Operasi Bina Waspada Agung 2019, dimulai pada Rabu (4/9) hingga 14 hari ke depan. Salah satu sasarannya melakukan pembinaan terhadap kelompok masyarakat yang menganut paham radikal. Apel gelar pasukan Operasi Bina Waspada di Polresta Denpasar dipimpin Kapolresta Kombes Pol. Ruddi Setiawan. Dalam sambutannya, Kombes Ruddi menyampaikan apel gelar pasukan ini merupakan wujud kesiapan Polri khususnya Polresta Denpasar dalam pelaksanaan operasi. Sasaran operasi ini di antaranya melakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap kelompok masyarakat yang menganut paham radikal, intoleransi serta potensi masyarakat lain-

nya. Selain itu mendukung atau membantu menciptakan harkamtibmas yang kondusif di wilayah Polresta Denpasar. Hal serupa juga dilakukan Polres Badung. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengungkapkan, operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bangsa dan negara, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan kesadaran toleransi antarumat beragama. Selain itu, juga upaya terus menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berbhinneka Tunggal Ika dan berdasarkan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945. ‘’Operasi ini menitikberatkan fungsi pencegahan,’’ ujarnya. Ia berharap personel yang terlibat operasi ini mampu memberikan pemahaman

Berdasarkan data yang diperoleh Rabu (4/9) kemarin, di Kecamatan Kuta terdapat satu desa yang akan menyelenggarakan pilkel, disusul Kecamatan Kuta Selatan sebanyak dua desa. Di Kecamatan Mengwi, yang akan menyelenggarakan pilkel sebanyak 10 desa. Kemudian di Kecamatan Petang enam desa dan Kecamatan Abiansemal 15 desa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Badung I Putu Gede Sridana mengungkapkan, jadwal pilkel masih belum ditentukan. ‘’Untuk tanggal pastinya, masih di-

lakukan kajian dan menunggu petunjuk dari Bapak Bupati. Yang pasti pilkel serentak akan dilaksanakan pada bulan Maret 2020,’’ ujarnya. Pejabat asal Denpasar ini juga membenarkan total desa ikut pilkel di Badung sebanyak 34 desa. Masa jabatan perbekel di desa-desa tersebut telah berakhir sebelum Maret 2020. ‘’Ada pula beberapa desa yang perbekelnya masih aktif, namun sisa jabatannya menjelang berakhir,’’ kata Sridana. Menurutnya, sebanyak 21 perbekel masa jabatannya berakhir tahun ini. Kemudian, tujuh perbekel berakhir masa

jabatannya awal tahun 2020, dan enam perbekel lainnya berakhir pada September hingga Desember 2020. Disebutkan, untuk mengisi kekosongan jabatan sebelum dilakukannya pilkel, akan langsung diisi dengan penjabat (Pj.) perbekel sampai perbekel terpilih dilantik. ‘’Sesuai masa jabatan 34 perbekel, kursi Perbekel Mengwi akan menjadi perbekel pertama yang lowong. Mengenai pengisian Pj. perbekel, akan diusulkan dari camat. Namun keputusannya tetap atas persetujuan Bapak Bupati,’’ tegasnya. (kmb27)

Eco Bali Desa Tibuneneng. Acara tersebut dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung I Made Suryananda Pramana, Kajari Badung Sunarko, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta beserta organisasi wanita serta perbekel dan lurah se-Kuta Utara. (ad188)

Desa Penyelenggara Pilkel 2020 Kecamatan Desa

Masa Berakhir Jabatan Perbekel

Kuta Utara

Tibu Beneng

4 Desember 2019

Kutuh Pecatu

13 September 2019 3 Desember 2019

Mengwi

Gulingan Werdhi Buana Kekeran Buduk Cemagi Pererenan Penarungan Mengwi Sembung Kuwum

22 April 2020 17 September 2020 22 April 2020 22 April 2020 12 Desember 2020 12 Desember 2020 5 Desember 2019 30 Agustus 2019 13 September 2019 13 September 2019

Petang

Carangsari Getasan Pangsan Belok Sidan Pelaga Sulangai

4 Desember 2019 13 September 2019 12 Desember 2019 13 September 2019 12 Desember 2019 22 April 2020

Ayunan Dauh Yeh Cani Jagapati Punggul Selat Taman Angantaka Blahkiuh Darma Saba Mambal Mekar Bhuana Sangeh Sedang Sibang Gede Sibang Kaja

22 April 2020 17 Desember 2020 22 April 2020 17 September 2020 12 Desember 2020 22 April 2020 13 September 2019 5 Desember 2019 23 Desember 2019 23 Desember 2019 13 September 2019 13 September 2019 5 Desember 2019 23 Desember 2019 5 Desember 2019

Kuta Selatan

Abiansemal

KK Miskin di Abiansemal Harapkan Bantuan Bedah Rumah

Bali Post/par

HARAPKAN BANTUAN - Wayan Dana berharap kembali mendapatkan bantuan bedah rumah lantaran bantuan rumah yang diperoleh 2006 silam telah rusak dan tak layak huni.

Operasi Bina Waspada Sasar Paham Radikal

Bali Post/ist

PASANG PITA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan memasang pita sebagai tanda dimulainya Operasi Bina Waspada Agung. tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui pembinaan dan penyuluhan terhadap para pelajar, mahasiswa, masyarakat dan berkoordinasi dengan para tokoh yang ada di wilayah Polres Badung.

‘’Bila tidak diantisipasi sejak awal, paham radikal akan berdampak pada saling hujat dan bisa berkembang ke arah terusiknya toleransi beragama, lalu berujung pada perselisihan,’’ ungkapnya. (kmb36)

Mangupura (Bali Post) I Wayan Dana adalah salah seorang warga Kabupaten Badung yang kurang beruntung. Warga kurang mampu di Desa Taman, Abiansemal, yang tinggal di rumah tak layak huni ini berharap uluran tangan pemerintah. Terlebih, rumah yang dulunya juga merupakan bantuan bedah rumah dari Pemkab Badung kini atapnya sudah jebol. ‘’Ini dulu bantuan bedah rumah dari Pemda, sekitar tahun 2006,’’ ujar Wayan Dana, Rabu (4/9) kemarin. Dengan postur tubuh yang bungkuk, Wayan Dana yang tinggal bersama istrinya, Ni Made Darni, hanya bisa beternak sapi, babi, dan ayam. Uang yang dihasilkan dari beternak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ‘’Karena keadaan saya begini (sakit - red), saya hanya bisa memberi pakan ayam. Sedangkan, sapi sama babi dikasih pakan oleh istri saya,’’ tuturnya. Dia mengakui, perhatian dari Pemerintah Desa terus mengalir. Bahkan aparat desa terus mengupayakan bantuan bedah rumah

ke Dinas Sosial Badung. ‘’Bapak klian dan perbekelnya sering ke sini dan dari desa sudah terus mengupayakan bantuan bedah rumah,’’ ucapnya. Kepala Desa Taman Abiansemal I Gusti Made Sudarpa membenarkan jika Wayan Dana telah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Desa dan bantuan bedah rumah pada tahun 2006. Tak hanya bantuan bedah rumah, Wayan Dana diberikan bantuan ekonomi produktif berupa anak sapi. ‘’Bantuan yang didapat berupa bedah rumah lengkap dengan WC dan dapur. Bantuan godel (anak sapi) juga dapat. Adiknya yang satu pekarangan juga dapat bantuan. Jadi kami tidak ada membiarkan masyarakat dalam kesusahan,’’ tuturnya. Disebutkan, adik kandung Dana juga diberikan bantuan rehab rumah lantaran tinggal satu pekarangan. Pihaknya pun sudah mengusulkan agar mereka kembali mendapatkan bantuan bedah rumah. Hanya saja, saat ini masih dalam proses pencairan. (kmb27)


Kamis Pon, 5 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Road to 60th Diamond Years Jubileum Mahendradatta University 2023

Unmar Kembali Dikunjungi KPK dalam Kegiatan ’’Roadshow’’ Sekaligus Berikan Kuliah Umum

UNIVERSITAS Mahendradatta (Unmar) sebagai PTS tertua di Bali dan Nusa Tenggara patut merasa bangga dengan kiprahnya saat ini. Sebagai kampus yang lahir atas cetusan ide Presiden pertama Indonesia Dr. Ir. Soekarno dan Shri Wedastera Suyasa, Unmar mendapatkan suatu kehormatan kembali mendapat kunjungan dari tim KPK sekaligus mengadakan kuliah umum dengan tema ‘’Jelajah Negeri, Bangun Antikorupsi’’. Dalam kunjungannya, tim KPK juga memberikan kuliah umum di gedung Auditorium Shri Wedastera Suyasa. Dalam kunjungan ini, tim KPK disambut Rektor Unmar dan didampingi Dekan Fakultas Hukum serta seluruh pejabat Unmar. Dalam kesempatan yang baik itu, Rektor Unmar Dr. Putri Anggreni, S.E., MBA., M.Pd. mengucapkan terima kasih kepada tim KPK yang telah mempercayai Unmar mengadakan kuliah umum dalam agenda kerja KPK. Mengingat begitu sibuknya aktivitas KPK dalam agendanya. Putri Anggreni juga menegaskan kunjungan tim KPK di Unmar ini tidak terlepas dari adanya MoU/kerja sama Unmar dan KPK. Ke depannya diharapkan Unmar selalu diberikan kepercayaan untuk ikut serta dalam agendaagenda kegiatan KPK yang dapat memajukan Unmar dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi nantinya. Tim KPK yang diwakili Penasihat KPK Budi Santoso yang juga sebagai pemateri dan memberikan sambutan bahwa KPK sangat mengapresiasikan Unmar karena telah menerima serta

KULIAH UMUM - Pejabat struktural dan dosen Unmar bersama tim KPK saat memberikan kuliah umum di Universitas Mahendradatta (Unmar). menyediakan fasilitas yang baik dalam kunjungan serta kuliah umum yang dilaksanakan. Pelaksanaan kuliah umum dari KPK tersebut juga dihadiri kurang lebih 150 peserta. Poin penting yang dapat diperoleh dalam kuliah umum itu yakni perlunya elemen masyarakat serta mahasiswa memberikan contoh bahwa melakukan korupsi merupakan tindak pidana

berat. Hal tersebut dikarenakan banyak kerugian yang dialami negara, terutama perkembangan perekonomian itu sendiri. Pada akhir acara Unmar memberikan sebuah kenang-kenangan yang langsung diserahkan Rektor Unmar kepada tim KPK sebagai bentuk terima kasih atas kunjungan sekaligus memberikan kuliah umum di kampus Unmar. (ad184)

Sambut Hari Pelanggan 2019

Dealer Honda Motor Bali Berikan Layanan Istimewa T U R U T m e r a y a ka n H a r i Pelanggan Nasional 2019, Astra Motor Bali bersama dengan seluruh dealer jaringan resmi sepeda motor Honda wilayah Bali tepat 4 September 2019, menyelenggarakan berbagai aktivitas spesial bagi konsumen sepeda motor Honda. Dengan mengangkat tema ‘’Meraih Mimpi Bersama Honda, SatuHATI Indonesia’’, sebanyak 65 dealer Honda menggelar beragam kegiatan yang berfokus pada apresiasi untuk konsumen. Misalnya kejutan dari Manajemen Astra Motor Bali dan PIC Dealer Honda yang langsung memberikan layanan istimewa dengan berkunjung ke rumah konsumen terpilih dan melakukan transaksi pembelian sepeda motor Honda di Hari Pelanggan yakni M. Kiromul Fatah, S.Pd. Kiromul Fatah ini berprofesi sebagai guru dan memiliki hobi modifikasi dan sangat tertarik memilih Honda ADV. Kunjungan selanjutnya yaitu ke rumah konsumen loyal Honda dengan pembelian motor lebih dari delapan kali selama 20182019 di dealer Heronusa, Tuban yakni W. Darma Kertiyasa. Darma Lertiyasa ini memiliki rentbike dan sekaligus dilakukan pengiriman sepeda motor Honda Genio. Aktivitas lainnya yang dilakukan adalah ‘’Exclusive Day With Lolayal Honda Family’’. Acara yang dipersembahkan Astra Motor Bali untuk Konsumen Loyal Honda Bali dengan konten seminar ‘’Hypno Parenting’’, sosialisasi program Honda (Semeton Honda Bali Card, MotorKU Express, Edukasi Safety Riding, #Cari Aman dan HondaCARE). Bertempat di Astra Motor Maindealer Bali dengan melibatkan 30 konsumen loyal. Selain agenda seminar dan sosialisasi, konsumen dimanjakan dengan kuliner, doorprize dan servia gratis sepeda motor

Honda-nya. Suasana spesial juga dapat dirasakan konsumen yang datang ke seluruh dealer Honda Bali dalam aktivitas ‘’Dealer Activitties on Harpelnas 2019’’, di mana seluruh jaringan Honda Bali turut mengapresiasi konsumennya masing-masing di Bali dengan konsep yang berbeda. Di antaranya pengantaran unit oleh pimpinan/pemilik dealer Honda, penampilan showroom dan frontline people yang berbeda dengan hari biasanya, lomba-lomba untuk konsumen, kejutan ulang tahun, gathering konsumen, program CSR dan lain-lain. Selain itu, promo-promo penjualan dan servis & suku cadang, di antaranya diskon jasa servis 25%, spare part 5%, voucher servis, diskon apparel Honda sampai dengan 49%. Seluruh frontline people Honda pun dapat mengabadikan momen engagement dan mengapresiasi kan kejutan dan keseruan rangkaian Hari Pelanggan Nasional

yang diberikan ke konsumen dan aktivitas lomba yang dapat diposting di sosial media dalam rangkaian Harpelnas 2019. Region Head Astra Motor Bali Wahyudi Saputra mengatakan, konsumen setia Honda merupakan bagian terpenting dan banyak memberikan inspirasi bagi perusahaan dalam upaya memberikan produk serta layanan purnajual terbaik. ‘’Peringatan Hari Pelanggan Nasional ini secara konsisten kami lakukan setiap tahun dengan berbagai aktivitas istimewa. Hal ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih kami atas kepercayaan konsumen yang telah memilih sepeda motor Honda,’’ ungkap Wahyudi. Di area Dealer Singaraja, kegiatan kampanye keselamatan berkendara dengan mengusung tagline #Cari_Aman dilakukan dengan cara edukasi secara langsung pada saat pengiriman motor dengan spanduk yang sangat terlihat oleh konsumen. (bns1)

Pengamanan Kedatangan Wapres Libatkan Ratusan Personel

Mangupura (Bali Post) Personel gabungan yang berjumlah 860 orang, Rabu (4/9) kemarin berkumpul di Lapangan Kipan A Yonif Raider 900/SBW, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Badung. Mereka dikumpulkan dalam rangka Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP Kunjungan Kerja Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. dalam amanatnya yang dibacakan Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. AM Suharyadi mengatakan sebagai Satgaspam VVIP tidak boleh lengah dan menganggap tugas pengamanan ini merupakan suatu hal yang biasa. Tetapi harus tetap siap siaga dengan penuh kekuatan melaksanakan tugas yang mulia. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengatakan usai gelar pasukan, ratusan personel tersebut menyebar sesuai tugasnya masing-masing. Sekitar pukul 09.25 Wita, Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Pangdam Mayjen Benny Susianto, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, serta Danlanud I Gusti Ngurah Rai dan Danlanal Denpasar, menyambut kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta rombongan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Selanjutnya Jusuf Kalla meng-

Bali Post/ist

SAMBUT - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menyambut kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta rombongan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. hadiri pembukaan sidang International The Third World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) di The Patra Bali Resort & Villas, Tuban, Kecamatan Kuta. ‘’Pukul 10.30 Wita acara pembukaan

pertemuan tingkat dunia tersebut selesai. Bapak Wakil Presiden beserta rombongan meninggalkan tempat acara menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk bertolak kembali ke Jakarta,” ujarnya. (kmb36)

Tambah Pasokan Daya

PLN Pindahkan MPP dari Lombok ke Bali Denpasar (Bali Post) PLN memindahkan mobile power plant (MPP) ata marine vessel power plant dari Lombok ke Bali. Pemindahan ini bertujuan untuk menambah pasokan daya listrik di Bali sebelum Jawa Bali Crossing (JBC) selesai dikerjakan. ‘’Untuk memenuhi kebutuhan listrik, PLN akan memindahkan mobile power plant Lombok ke Bali atau Marine Vessel Power Plant dari Kupang,’’ kata Nyoman Suwarjoni Astawa, General Manager PLN Unit Distribusi (UID) Bali. Pemindahan MPP ini untuk mencegah pemadaman jika salah satu pemasok tenaga listrik yaitu pembangkit di Celukan Bawang keluar dari sistem jaringan. ‘’MPP bukan untuk Bali mandiri energi tapi untuk menambah daya sebelum JBC jadi,’’ tandasnya saat kunjungan kerja Komisi VII DPR-RI ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali, beberapa waktu lalu. MPP ini menggunakan bahan bakar gas. Rencananya pemindahan dilakukan menunggu PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Lombok selesai. PLTU ini diestimasikan selesai pada Juni

2020. Untuk memperkuat sistem kelistrikan di Bali selanjutnya, pembangunan transmisi Jawa Bali Connection (JBC) dapat menjadi solusi. Dengan adanya JBC, Bali akan mendapatkan pasokan daya hingga 2.000 MW. ‘’Kami targetkan tahun 2024 sudah dapat beroperasi,’’ jelas Astawa. Dari sisi pembangkit, Direktur Operasi II PT Indonesia Power Bambang Anggono menyampaikan bahwa ketersediaan energi primer untuk kebutuhan pembangkit listrik di Bali saat ini sudah terpenuhi. Selain itu, Bambang juga telah menyiapkan skema operasional pembangkit jika beban listrik di Bali meningkat agar listrik di Bali tetap aman. Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JBTBN) PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso menjelaskan, PLN bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan rencana yaitu ke depan Bali akan dipasok dengan energi bersih. ‘’Kami akan optimalkan energi gas dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),’’ ucap Iwan. Hal tersebut sesuai dengan isi perjanjian kerja sama antara PLN dan Gubernur Bali Wayan

Koster mengenai penguatan ketenagalistrikan dengan pemanfaatan energi bersih di Provinsi Bali yang telah ditandatangani pada 20 Agustus lalu. Tak hanya memiliki pasokan listrik yang andal dengan memanfaatkan energi ramah lingkungan, Bali juga diharapkan dapat mandiri energi seperti yang diungkapkan oleh Sekertaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Gubernur Koster. ‘’Meskipun saat ini listrik di Bali dipasok dari Jawa, kami juga mengarah pada Bali mandiri energi,’’ ucap Indra. Pimpinan Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR-RI Ir. H.M. Ridwan Hisjam menyampaikan, sampai saat ini ketersediaan listrik di Bali cukup aman, namun jaminan ketersediaan listrik yang andal ke depan menjadi perhatiannya. ‘’Seiring dengan pesatnya industri pariwisata, kebutuhan listrik di Bali juga meningkat pesat. Hal tersebut pasti akan berpengaruh pada peningkatan beban listrik, ini yang harus dipikirkan dan diantisipasi. Terlebih sebagai destinasi wisata, Bali diharapkan dapat memanfaatkan potensi energi lokal untuk memenuhi kebutuhan listrik,’’ imbuhnya. (kmb42)

KUNKER - Kunjungan kerja Komisi VII DPR-RI ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali.

Pentingnya Pemeriksaan Mata Berkala pada Diabetes

(Kiri) apa yang dilihat mata normal, (kanan) yang dilihat retinopatik diabetic.

DIABETES melitus (DM) atau yang lebih dikenal dengan kencing manis, menyebabkan penurunan kualitas hidup penyandangnya. Retinopati diabetik adalah salah satu komplikasi jangka panjang dari penyakit diabetes yang menyebabkan seseorang kehilangan tajam penglihatan, bahkan kebutaan. Pada tahap awal, retinopati diabetik seringkali tidak menimbulkan gejala dan kerap kali terlupakan sebagai bagian dari penanganan penyakit diabetes. Pada stadium lanjut, usaha pengembalian tajam penglihatan ke kondisi normal menjadi sulit, menghabiskan biaya, juga waktu yang tidak sedikit. Ancaman kebutaan permanen pada retinopati diabetik menjadi hal

penting, mengingat penyandang DM membutuhkan tajam penglihatan yang baik untuk dapat membaca dosis obat, beraktivitas fisik, produktif, serta mengatur diet yang tepat agar pengelolaan penyakit DM-nya tercapai. Retina merupakan lapisan dalam yang jernih pada bola mata, berfungsi seperti film pada kamera. Pada retina terdapat banyak sel penangkap cahaya serta saraf mata yang penting untuk penglihatan normal. DM menyebabkan gangguan pembuluh darah mikro di retina yang akhirnya mengganggu fungsi retina, keadaan inilah yang disebut retinopati diabetik. S e l u ru h p e n y a n d a ng DM berisiko untuk mengalami retinopati diabetik. Pada suatu studi

dikatakan, dalam 20 tahun sejak seseorang didiagnosis DM, hampir seluruh penyandang DM tipe 1 dan hampir duapertiga bagian dari penyandang DM tipe 2 akan mengalami retinopati diabetik dengan beragam tipe. Halhal yang berpengaruh terhadap perburukan retinopati diabetik adalah: durasi DM yang lama, adanya penyakit penyerta DM (hipertensi, gagal ginjal, serangan jantung, hiperlidemia, serta anemia), glukosa darah yang tidak terkontrol, obesitas, kurangnya aktivitas, merokok, kehamilan dengan diabetes, juga penurunan HBA1C yang drastis. Pemeriksaan mata berkala pada seluruh penyandang DM sangatlah penting untuk deteksi serta terapi dini retinopati

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

diabetik. Menurut International Council of Ophthalmology tahun 2017, direkomendasikan bahwa penyandang DM tanpa retinopati diabetik, sebaiknya memeriksakan matanya secara berkala tiap satu tahun sekali ke dokter spesialis mata. Pemeriksaan lebih sering pada retinopati diabetik tahap lanjut, tiap enam bulan, tiga bulan atau satu bulan sekali tergantung progresivitas gangguan retina. Dokter spesialis mata akan menilai keadaan retina penyandang DM dengan alat berupa funduskopi atau yang lebih baik lagi kamera fundus digital-non midriasis. l dr. Ni Made Tyas Dwi Arshanti


Kamis Pon, 5 September 2019

Hasil Pencarian Dua Pemancing Terseret Arus Masih Nihil Tabanan (Bali Post) -

Pencarian dua pemancing yang terseret ombak tinggi, Selasa (3/9) lalu, masih berlangsung. Namun, hingga kini hasilnya masih nihil. Tim penyelamat yang mencari korban menyatakan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. I Nyoman Suyasa

Kamis Ini, Pimpinan DPRD Bali Definitif Ditetapkan Denpasar (Bali Post) Seluruh partai peraih kursi terbanyak pertama hingga keempat di DPRD Bali tercatat sudah mengirim surat usulan nama pimpinan dewan definitif, Rabu (4/9) kemarin. Yakni PDI-P, Golkar, Gerindra, dan Demokrat. Beberapa bahkan telah melengkapi dengan susunan fraksi, bahkan alat kelengkapan dewan. Sesuai rencana, pengumuman dan penetapan pimpinan definitif DPRD Bali periode 2019-2024 dilaksanakan Kamis (5/9) ini. Di antara empat partai, Partai Gerindra bisa dikatakan yang paling detail menyerahkan nama-nama pimpinan dewan, susunan fraksi, dan alat kelengkapan dewan. Khusus untuk alat kelengkapan dewan, berupa pembagian anggota pada komisi, Badan Anggaran, Badan Musyawarah, dan Badan Kehormatan. Untuk posisi Wakil Ketua II, Partai Gerindra menunjuk I Nyoman Suyasa. Politisi asal Karangasem ini merupakan incumbent yang pada periode sebelumnya duduk di Komisi III DPRD Bali. Namun 1,5 tahun terakhir kemudian menggantikan posisi Jro Gede Komang Swastika (alm) sebagai Wakil Ketua DPRD Bali periode 20142019. Seperti diketahui, rekan yang digantikannya kala itu terjerat kasus narkoba. ‘’Kemarin kan saya menggantikan. Kalau sekarang, artinya lebih baik dari tahun kemarin, semoga bisa lebih mewarnai DPRD Bali,’’ ujar Suyasa. Ia mengaku akan bekerja lebih maksimal atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh DPD dan DPP partai untuk menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bali. Segala tugas sebagai pimpinan dewan akan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Pengalaman sebelumnya dijadikan sebagai proses pembelajaran yang sekarang harus dimaksimalkan. ‘’Tanggung jawab ke konstituen, partai, dan utamanya kepada negara itu besar. Wajib dilakukan,’’ imbuhnya. Menurut Suyasa, Gerindra saat ini meraih 6 kursi di DPRD Bali. Dua di antaranya diisi incumbent, yakni dirinya dan I Gde Ketut Nugrahita

Pendit. Walaupun menurun satu kursi bila dibandingkan pemilu sebelumnya, namun peringkat Gerindra naik dari posisi ke-4 menjadi posisi ke-3 perolehan kursi di DPRD Bali. Untuk Ketua Fraksi dipercayakan kepada I Ketut Juliarta, Sekretaris Fraksi I Wayan Disel Astawa, dan Bendahara I Gde Ketut Nugrahita Pendit. ‘’Walaupun Juliarta baru lolos ke DPRD Bali, sudah lama dia ikut di Gerindra dan kader militan. DPP itu kan juga melihat track record, prestasi, loyalitas, dan kepengurusan dalam menentukan,’’ jelasnya. Dari empat komisi yang ada, Partai Gerindra menugaskan I Ketut Juliarta masuk di Komisi I, I Kade Darma Susila di Komisi II, Nyoman Ray Yusha di Komisi III, serta I Gde Ketut Nugrahita Pendit dan I Wayan Disel Astawa di Komisi IV. Juliarta, Darma Susila, dan Disel Astawa juga diplot masuk ke Badan Anggaran, Nugrahita Pendit dan Ray Yusha di Badan Musyawarah, serta Ray Yusha di Badan Kehormatan. Partai lainnya seperti Demokrat baru mengirim surat terkait nama Wakil Ketua DPRD dan Ketua Fraksi. Yakni Tjok Gde Asmara Putra Sukawati untuk Wakil Ketua, dan I Komang Nova Sewi Putra untuk Ketua Fraksi. PDI-P juga baru mengirim nama Ketua DPRD yakni I Nyoman Adi Wiryatama, serta susunan dan personalia Fraksi PDI-P. Antara lain Ketua Fraksi dipercayakan kepada Dewa Made Mahayadnya, Sekretaris Tjokorda Gede Agung, dan Bendahara IGA Diah Werdhi Srikandi. Sementara Golkar sudah mengirim nama Wakil Ketua DPRD yakni I Nyoman Sugawa Korry, susunan pengurus fraksi dengan Ketua Fraksi I Wayan Rawan Atmaja, serta susunan dan personalia untuk komisi. Masing-masing, Wayan Gunawan di Komisi I, IGK Kresna Budi dan I Ketut Suwandi di Komisi II, I Made Suardana dan Ni Putu Yuli Artini di Komisi III, serta I Nyoman Wirya dan I Wayan Rawan Atmaja di Komisi IV. Di sisi lain juga akan ada satu fraksi gabungan Partai NasDem, Hanura, dan PSI. (kmb32)

Pilkel Denpasar, 60 Calon Telah Mendaftar

Denpasar (Bali Post) Gelaran pemilihan perbekal (pilkel) serentak yang akan dihelat 27 Oktober mendatang dipastikan berlangsung seru. Pasalnya, pilkel yang dilaksanakan serentak di 23 desa ini hingga kini telah terdaftar 60 calon. Uniknya lagi, terdapat tiga calon Srikandi yang ikut tarung memperebutkan kursi perbekel. Ketiganya yakni RR Ayu Nawangwulan di Desa Pemecutan Klod, Ni Ketut Anggreni Wati di Desa Dauh Puri Kangin dan Luh Made Suci di Desa Kesiman Petilan. Ketua Panitia Pilkel Serentak Kota Denpasar yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya didampingi Kabid Penataan Desa DPMD Kota Denpasar I Made Sumarsana saat dikonfirmasi, Rabu (4/9) kemarin, menjelaskan tahapan pilkel di Kota Denpasar telah berjalan sesuai dengan jadwal. Hal ini menunjukkan partisipasi masyarakat untuk mengikuti pilkel sangat antusias. ‘’Saat ini sudah tidak ada lagi yang calon tunggal. Semuanya sudah lebih dari satu calon untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya,’’ jelasnya. Adapun gelaran pilkel serentak di Kota Denpasar dilaksanakan di 23 desa. Untuk Kecamatan Denpasar Utara yakni Desa Pemecutan Kaja diikuti 2 calon, Desa Dauh Puri Kaja diikuti 2 calon, Desa Ubung Kaja diikuti 3 calon, Desa Dangin Puri Kauh diikuti 2 calon, Desa Dangin Puri Kangin diikuti 2 calon, Desa Dangin Puri Kaja diikuti oleh 2 calon dan Desa Peguyangan Kangin dii-

kuti 5 calon. Untuk Kecamatan Denpasar Barat yakni Desa Padangsambian Klod diikuti 3 calon, Desa Pemecutan Klod diikuti 2 calon, Desa Dauh Puri Kangin diikuti 2 calon, Desa Dauh Puri Kauh diikuti 2 calon, Desa Dauh Puri Klod diikuti 4 calon, Desa Padangsambian Kaja diikuti 3 calon, Desa Tegal Harum diikuti 3 calon. Sementara untuk Kecamatan Denpasar Timur yani Desa Kesiman Petilan diikuti 3 calon, Desa Penatih Dangin Puri diikuti 3 calon, Desa Sumera Kaja diikuti 4 calon, Desa Sumerta Kauh diikuti 2 calon, Desa Sumerta Klod diikuti 2 calon. Untuk Kecamatan Denpasar Selatan yakni Desa Sanur Kaja diikuti 2 calon, Desa Sanur Kauh diikuti 2 calon, Desa Sidakarya diikuti oleh 4 calon dan Desa Pamogan diikuti 3 calon. ‘’Tentunya kami berharap seluruh rangkaian pilkel ini dapat berjalan lancar sesuai dengan pedoman aturan perundang-undangan yang berlaku sebagai bagian dari proses demokrasi menuju kesejahteraan rakyat,’’ terangnya. Perlu diketahui sebanyak 18 perbekel kembali tarung (incumbent) pada perhelatan pilkel tahun 2019 ini dan akan memasuki masa cuti per 5 September (hari ini). Dengan demikian pemerintahan desa akan dilaksanakan oleh pelaksana tugas (plt) yang diisi sekretaris desa (sekdes). Selain itu sebanyak tiga perbekel tidak mencalonkan kembali, sedangkan dua perbekel telah diisi sekretaris desa lantaran sebelumnya maju sebagai calon legislatif. (kmb12)

Guna mencari korban yang dilaporkan hilang di bagian selatan Pura Enjung Galuh, Kawasan Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, tim penyelamat sudah menyusuri pantai dengan mengunakan dua unit jet ski dari Pos Balawista Munggu, Badung sejak pukul 07.30 Wita. Petugas juga berencana mengoperasikan dua rubber boat yang sebelumnya sempat gagal lantaran terhalang ombak yang besar. Selain itu, satu unit helikopter juga akan dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari udara. Kasatpol Air Polres Tabanan Iptu Ngurah Bagus Astawa, Rabu (4/9) kemarin, mengatakan tim penyelamat terdiri atas 65 orang personel gabungan. Rinciannya, dari Basarnas 10 orang, BPBD Tabanan 10

orang, Ditpol Air Polda Bali 10 orang, Satpol Air Polres Tabanan 8 orang, RAPI 12 orang, dan lifeguard dari DTW Tanah Lot 12 orang. Kemudian untuk rubber boat berjumlah tiga unit. Astawa menambahkan, setelah hampir 40 jam sejak korban dilaporkan hilang, pihaknya belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Pihaknya sejak pagi sudah mengerahkan dua unit jet ski menyusuri pantai ke arah barat hingga Pantai Yeh Gangga. Selain itu, tim juga terus melakukan pemantauan setiap satu atau dua jam di laut. ‘’Menyusuri pantai dengan menggunakan dua unit jet ski paling memungkinkan dilakukan dari Pos Balawista Munggu, Badung, karena wilayah

Bali Post/san

ISTIRAHAT - Tim penyelamat beristirahat sebelum melanjutkan pencarian dua pemancing yang hilang terseret ombak pada Selasa (3/9) lalu. tersebut kawasan pasir. Jika tim naik dari Nyanyi atau wilayah Tanah Lot, sekiranya akan kesulitan karena medannya karang,’’ jelasnya. Dia menyatakan segala upaya sudah dicoba agar dua pemancing ini segera ditemu-

kan. Dia berharap agar dengan cara ini dua pemancing bisa ditemukan. Seperti diberitakan sebelumnya, dua warga Tabanan hilang setelah dihantam ombak besar di bagian selatan Pura Enjung Galuh, kawasan Tanah

Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Dua korban atas nama I Gede Ketut Artika dari Banjar Batan Poh, Desa Pandak Gede dan I Wayan Sumiarta, warga asal Banjar Batan Buah, Desa Beraban, Kecamatan Kediri. (kmb24)

Di Forum WPFSD

Bali Tawarkan Konsep Harmoni dalam Pembangunan Berkelanjutan Mangupura (Bali Post) Pemerintah Bali memaparkan visi pembangunan berkelanjutan dalam Forum Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan/ World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) yang berlangsung di Hotel Patra Bali 4-5 September 2019 bertema ‘’Memerangi Ketimpangan melalui Inklusi Sosial dan Keuangan’’. Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo yang membuka forum parlemen dunia ini, Rabu (4/9) kemarin, menyatakan tema ini sejalan dengan isu strategis yakni mengenai masalah kesenjangan yang terjadi di

berbagai belahan dunia. Acara dihadiri Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) selaku keynote speaker dan Gubernur Bali I Wayan Koster yang menjadi salah satu panelis. Juga hadir Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Gabriella Cuevas Barron, Ketua Parlemen dan perwakilan organisasi internasional dari berbagai negara di dunia, antara lain Ketua Parlemen Portugal, Gambia, Timor Leste, Arab Saudi dan negara sahabat lainnya. Dalam paparannya, Jusuf Kalla mengatakan tugas dan peran parlemen yang mempunyai kewenangan legislasi,

anggaran dan pengawasan sangat penting sebagai faktor penyeimbang atas jalannya pemerintahan. ‘’Saya mendorong semua delegasi parlemen negara sahabat untuk aktif berpartisipasi dalam konfernsi ini,’’ ucap JK. Harmoni Bali Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta mewakili Gubernur Bali I Wayan Koster sebagai panelis diskusi memaparkan visi pemerintah Bali. ‘’Kita sekarang sangat menekankan bagaimana membangun harmoni dalam pembangunan. Selama ini kan

Bali merasa aman-aman saja tapi sebetulnya kita sedang berpikir bagaimana memacu diri tentang mengelola alam. Kalau dengan Tuhan sudah toplah kami. Juga antarmanusia. Tapi bagaimana mendorong kekuatan kita agar bisa membangun kesucian alam ini bisa kita siapkan,’’ ujar Gunarta. Oleh karena itu, hal penting yang harus dilakukan adalah bagaimana mengubah paradigma masyarakat sehingga output-nya adalah perilaku masyarakat yang berkepribadian baik. ‘’Dan itu mëmang harus dibangun dengan infrastruktur,’’ ucap Gunarta.

Sementara itu, di selasela acara anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR-RI Putu Supadma Rudana menjelaskan, keputusan tetap menggelar forum parlemen dunia di Bali karena Bali telah memberikan inspirasi kepada dunia dalam semangatnya mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Terdapat 17 goals atau tujuan dalam SDGs yang ingin dicapai. Ia berharap pertemuan kali ini dapat merumuskan Bali Action yang menjadi tujuan implementasi TPB. (kmb4)

Sebulan, KPK Lakukan Enam OTT Jerat Jaksa hingga Bupati

Bali Post/ant

OTT KPK - Direktur Pemasaran PTPN III (Persero) sekaligus merangkap Komisaris Utama PT KPBN I Kadek Kertha Laksana terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap distribusi gula yang juga melibatkan Direktur Utama PTPN III (Persero) Dolly Pulungan dan pemilik PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi. Dalam sebulan KPK tercatat melakukan enam OTT.

DALAM jangka waktu sebulan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan enam kali operasi tangkap tangan (OTT). Pelaku tindak korupsi yang diOTT pun beragam, mulai wakil rakyat, jaksa, pimpinan BUMN dan kepala daerah. Bahkan untuk kepala daerah ada dua orang kena OTT. Terbaru, KPK menangkap tangan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot bersama enam orang lainnya dalam kasus gratifikasi proyek. Kepala daerah ini pun ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat tahun 2019. ‘’Setelah melakukan pemeriksaan awal dilanjutkan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam, maka disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara dan atau yang

mewakilinya terkait pembagian proyek pekerjaan di lingkungan Pemkab Bengkayang tahun 2019,’’ kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/9) kemarin. Sebelum Bupati Bengkayang Kalimantan Barat Suryadman Gidot, Bupati Muara Enim Sumatera Selatan Ahmad Yani pada Selasa (3/9) juga kena operasi senyap KPK. Untuk Ahmad Yani, KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus suap 16 proyek peningkatan pembangunan jalan di Kabupaten Muara Enim. Selain Ahmad Yani, KPK juga menetapkan pejabat Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin Muhtar dan pihak swasta Robi Okta Fahlefi sebagai tersangka. Dalam waktu tak berselang lama, KPK juga melakukan OTT terhadap direksi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Perkebunan Negara (PTPN) terkait dengan distribusi gula yang

menjadi kewenangan salah satu perusahaan pelat merah tersebut. KPK menetapkan tersangka kepada Direktur Utama PTPN III Dolly Pulungan dan Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana. Sekitar pertengahan Agustus, dua jaksa di Yogjakarta terjaring OTT KPK yakni Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka suap lelang proyek Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019. Sepekan sebelumnya, KPK juga melakukan OTT. Kali ini pihak yang dijerat berasal dari anggota Komisi IV DPR-RI I Nyoman Dhamantara. Politikus PDI-P itu ditangkap di Bandara SoekarnoHatta, Cengkareng, usai mengikuti Kongres PDI-P di Bali. Suap itu diduga terkait pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019. (ant)

Terlibat Narkoba, Pria Asal Sumbar Divonis 10 Tahun Denpasar (Bali Post) Pria asal Desa Tanjung Pangkal Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar), terdakwa Wid Yanto alias Widi (41), Rabu (4/9) kemarin divonis 10 tahun penjara. Majelis hakim pimpinan Wayan Kawisada menyatakan terdakwa telah

secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Yakni tanpa hak atau melawan hukum menyimpan atau menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Selain dibui selama 10 tahun, terdakwa juga dihukum

membayar denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar, maka diganti pidana penjara empat bulan. Putusan hakim itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU sebelumnya menuntut terdakwa dihukum 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar sub-

sider enam bulan penjara. Dalam perkara ini, terdakwa yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga pengaman itu dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa dinyatakan bersalah lantaran terlibat dalam kasus narkoba jenis

sabu-sabu sebanyak 12,69 gram netto. Atas putusan ini, baik jaksa yang diwakili jaksa Anom Rai maupun terdakwa yang didampingi penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar kompak menyatakan menerima. (kmb37)

Anemia pada Kehamilan, Berbahayakah? ANEMIA adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah lebih rendah dari pada batas normalnya. Kehamilan akan membuat banyak perubahan dalam tubuh seorang perempuan. Saat hamil, kebutuhan pasokan darah dalam tubuh meningkat dari sebelumnya. Apabila kebutuhan darah ini tidak tercukupi, ibu hamil akan rentan anemia. Badan Kesehatan Dunia dan CDC di Amerika Serikat menyatakan ibu hamil tergolong memiliki anemia jika pada trimester pertama dan ketiga, kadar hemoglobinnya (Hb) kurang dari 11 gr/ dL atau hematokritnya (Hct) kurang dari 33%. Sementara anemia pada trimester kedua terjadi ketika kadar

Hb kurang dari 10,5 g/dL atau Hct kurang 32%. Adapun beberapa jenis anemia yang sering terjadi pada ibu hamil antara lain anemia defisiensi zat besi, anemia defisiensi folat, anemia defisiensi vitamin B12. Mengenali dan mewaspadai gejala umum anemia seperti lemah, letih, lesu, pusing, detak jantung cepat, serta warna kulit, bibir, dan kuku memucat perlu menjadi perhatian khusus bagi ibu hamil dan juga keluarga. Apabila jumlah sel darah merah dalam tubuh terlalu sedikit, ibu dan janin dapat mengalami kondisi kekurangan gizi dan oksigen yang akan membahayakan keselamatan ibu dan janin. Anemia berat di trimes-

ter pertama dilaporkan dapat meningkatkan risiko bayi lambat/gagal berkembang dalam kandungan, lahir prematur, hingga memiliki berat badan rendah saat lahir. Ibu hamil dengan anemia juga memiliki risiko atonia uteri, yaitu kurang baiknya kontraksi rahim saat persalinan atau operasi sesar, di mana berakibat pada perdarahan pascapersalinan. Jika perdarahan terjadi dan tidak dapat dihentikan dapat menyebabkan kerusakan organ vital seperti otak dan jantung, dan bahkan kematian. Asupan Nutrisi Mencukupi asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 sejak sebelum berencana hamil dapat menghin-

darkan ibu hamil jatuh ke kondisi anemia. Mengoptimalkan makanan yang tinggi zat besi seperti daging rendah lemak, makanan laut seperti ikan, cumi, kerang, dan udang, telur, sayuran hijau, misalnya bayam dan kangkung sangat baik untuk mencukupi kebutuhan zat besi selama kehamilan. Sementara itu, makanan tinggi folat meliputi sayuran daun hijau, seperti bayam, brokoli, buncis, atau selada, alpukat, pepaya, pisang, kacang-kacangan. Berikut ini deretan makanan yang mengandung vitamin B12: kerang, ikan, daging sapi, susu, yoghurt dan telur. Selain dari makanan konsumsi suplemen vitamin dan mineral selama kehamilan juga

tidak kalah penting. Anemia pada saat hamil yang terdeteksi dini sebelum memasuki usia kehamilan trimester pertama akan membantu perkembangan kehamilan agar berjalan dengan baik. Ketahui potensi risiko ibu akan mengalami anemia, dengan melakukan pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas maupun rumah sakit, dan konsultasikan hasilnya dengan tenaga kesehatan seperti bidan, dokter umum dan dokter spesisialis kandungan untuk mendapatkan cara terbaik untuk menangani anemia selama kehamilan. l dr. I Wayan Angga Wiadnya


Kamis Pon, 5 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menunggu Dewan Menjabarkan Janji SUMPAH sudah diucapkan. Sebelum diangkat secara resmi menjadi wakil rakyat. Kini sudah sah. Sebelumnya, jutaan janji sudah ditebar saat kampanye. Menjanjikan ini dan itu. Berupaya memikat hati rakyat dengan segala bentuk cara, jurus, upaya dan sebagainya. Tujuannya jelas, melenggang ke rumah rakyat. Tentu saja dengan tujuan idealis sewaktu kampanye, menjalankan amanat rakyat. Membawanya ke ranah yang lebih baik di segala bidang. Kini masa janji sudah berlalu. Masa sumpah pun sudah dilaksanakan. Kini tinggal memenuhi janji. Membayar utang kalau memegang janji itu utang. Tinggal menjalankan amanat rakyat. Membawa mereka ke era yang lebih baik. Membantu mereka untuk hidup jauh lebih layak dibandingkan sekarang. Cukup kesejahteraannya, bagus jaminan pendidikannya, bagus juga pelayanan kesehatannya dan sebagainya. Bersama komponen masyarakat lainnya, terutama dari eksekutif, wakil rakyat dituntut untuk melahirkan produk hukum yang inovatif serta kreatif. Tidak melulu mesti inisiatif sendiri dan juga bukan hanya tukang stempel dan tukang ketok palu. Dewan hendaknya melahirkan produk yang mampu menjadi penawar dahaga yang ditebarkan saat menuju rumah rakyat. Bagaimana implementasinya sekarang? Jangan hanya gamang menikmati kedudukan, tetapi legislator harus energik dan juga peka aspirasi publik. Jangan lagi melakukan langkah-langkah destruktif yang orientasinya hanya untuk kepentingan personal sang wakil rakyat. Kini, inovasi harus dilakukan, tak boleh mengekor atas kinerja sebelumnya. Tidak hanya garang di permukaan tetapi juga mesti cerdas. Jangan ikut arus yang menenggelamkan. Membawa daerah ini justru ke arah yang lebih buruk. Legislator harus paham dan mencari solusi karena sudah sangat jelas tantangan ke depan jauh lebih kompleks. Di satu sisi, ada tanggung jawab kepada rakyat, di sisi lain juga ada tanggung jawab kepada diri sendiri serta lembaga. Jangan menjadi sosok wakil rakyat yang hanya tebar pesona di medsos serta menjelang ada hari-hari penting. Jangan hanya bekerja untuk kepentingan diri sendiri serta partai politik. Mesti terus diingat serta ditekankan, ketika berada di rumah rakyat, Anda itu wakil rakyat bukan wakil dari partai politik. Inilah yang sampai saat ini masih belum bisa dihilangkan. Mereka ini tetap menganggap diri sebagai wakil parpol di rumah legislatif. Makanya “peperangan” justru lebih banyak terjadi di dalam rumah, antar-parpol sendiri. Bukan adu argumentasi kepentingan rakyat yang diwakili. Representasi absolut rakyat membuat mereka sering lupa diri. Apalagi wakil rakyat di Bali. Keunikan Bali sebagai sebuah etos kerja membuat tugas wakil rakyat menjadi lebih kompleks. Mereka ini mesti punya komitmen serta integritas kuat untuk menjadikan Bali sebagai satu-kesatuan yang utuh. Tidak hanya dari dalam tetapi juga dari luar. Para wakil rakyat kita setidaknya mampu sebagai benteng hukum. Tidak kita mungkiri, masih banyak politisi yang duduk di legislatif ingin melakukan manuver politik untuk kepentingan sendiri serta kelompok. Legislator harus sadar bahwa pada era ini tugas makin berat. Makin diperlukan mental baja untuk tetap berada di jalur yang telah digariskan. Jalur pengabdian sebagai wakil rakyat. Jalur yang melayani bukan dilayani. Saatnya untuk menepati janji, bukan mengingkarinya. Bukan pula untuk membuat janji-janji baru ketika sumpah sudah diucapkan. Ada saksi yang akan mencatat. Akan ada sanksi kalau berusaha ingkar. Mari para wakil rakyat yang baru, dengan semangat serta tekad baru, menuju Bali Era Baru.

Menunggu Sikap Amanah Wakil Rakyat Dua hari lalu, Senin, 2 September 2019, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali terpilih resmi diambil sumpahnya oleh Wakil Kepala Pengadilan Tinggi Bali. Kelima puluh lima (55) anggota DPRD Bali tersebut akan mengemban amanah lima tahun ke depan sebagai wakil rakyat Bali. Tugas utama mereka adalah melakukan pengawasan terhadap pemerintahan provinsi (pemprov), membuat peraturan daerah, dan membahas serta mengesahkan anggaran belanja yang akan digunakan oleh pemprov. Kita memberikan apresiasi atas posisi mereka dan mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka mendapatkan kepercayaan dari publik untuk bisa duduk di lembaga yang terhormat tersebut. Kita berharap mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh amanah.

D

Oleh Umar Ibnu Alkhatab

alam demokrasi, keberadaan lembaga perwakilan rakyat menjadi sentral. Lewat lembaga inilah, para wakil rakyat itu bisa mengkritisi jalannya pemerintahan. Tidak hanya mengkritisi, tugas mereka yang juga penting adalah bagaimana mengubah aspirasi publik menjadi kebijakan pemerintah yang kemudian mampu memajukan kesejahteraan umum. Dalam mengemban tugas yang terakhir itu, anggota dewan diharapkan tidak hanya mengedepankan kepentingan kelompok atau konstituennya an sich, tetapi juga mendahulukan kemaslahatan masyarakat secara keseluruhan. Sudah barang tentu, untuk mendahulukan kemaslahatan masyarakat, prasyarat yang dibutuhkan oleh anggota dewan adalah kesediaannya untuk menanggalkan kesempitan cara pandang di dalam melihat posisi politiknya sebagai alat yang hanya dipakai untuk mencapai tujuan jangka pendeknya, yakni mencari cara

untuk mengganti ongkos kampanye yang telah mereka keluarkan. Kita tidak ingin mereka terjebak dalam tujuan jangka pendek itu. Dalam konteks itulah kita mengingatkan agar para anggota DPRD Bali yang baru ini mampu meraup trust publik melalui optimalisasi peran mereka sebagai anggota dewan sembari membangun hubungan yang populis dan konstruktif antara dirinya dengan publik. Kita percaya bahwa semua anggota dewan terlantik adalah anggota dewan yang telah selesai dengan urusan dirinya sendiri sehingga mereka betul-betul ingin mendedikasikan dirinya secara total untuk masyarakat. Semua waktu dan tenaganya akan dicurahkan untuk memperjuangkan aspirasi publik, baik yang mereka wakili maupun tidak. Mereka tidak akan mencari proyek dengan menjual pengaruh mereka ke pemerintah bahkan tidak akan berusaha menekan pemerintah untuk mendapatkan akses ke sejumlah proyek yang ada. Mereka betul-

betul menjadi wakil rakyat yang menjunjung tinggi harkat dan martabat sebagai pejabat negara yang terhormat. Itulah tipe ideal dari wakil rakyat yang kita inginkan. Karena itulah, kita berharap agar mereka bersikap profesional dengan melepaskan egonya dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai wakil rakyat. Jangan sampai terbetik dalam benak mereka bahwa menjadi wakil rakyat berarti bisa menjadi kaya, punya jabatan prestisius, status sosialnya tinggi, dan punya banyak fasilitas. Jika itu terjadi, maka kita tidak akan melihat sosoksosok wakil rakyat yang amanah yang setia mewujudkan semua janji kampanyenya. Tentu saja masyarakat Bali ingin memperoleh hadiah yang terbaik dari wakil rakyatnya dalam lima tahun ke depan. Mereka ingin agar suara yang mereka berikan tidak sia-sia, dan suara itu bukanlah cek kosong yang seenaknya diisi oleh mereka. Oleh karena itu, kita mengingatkan agar wakil rakyat

itu bisa memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Janganlah mereka mencederai kepercayaan publik yang didapatkan dengan susah payah itu dengan bertingkah pongah dan masa bodoh terhadap kesulitankesulitan yang dihadapi oleh publik. Publik akan bersikap skeptis jika kemudian mendapati wakil rakyat yang pongah dan masa bodoh, dan sikap skeptis itu akan berdampak pada munculnya apatisme bahwa ada atau tidaknya wakil rakyat tidaklah berpengaruh terhadap kehidupan mereka. Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi karena biaya yang begitu besar telah dikeluarkan untuk mencari dan mendapatkan wakil rakyat. Dengan demikian, loyalitas wakil rakyat tentu harus ditujukan kepada rakyat dengan tanpa mengurangi loyalitasnya kepada partai. Partai, pada posisi ini, patut memberi apresiasi kepada wakilnya di gedung dewan yang vokal memperjuangkan kepentingan rakyat meski kadang bertentangan dengan keinginan partai. Di sisi lain, kita mendorong agar wakil rakyat ini mampu membangun sinergi dengan sejawat mereka di lembaga eksekutif dan yudikatif guna menciptakan pemerintahan yang bersih. Kita juga mendorong agar wakil rakyat bertandem dengan Ombudsman RI Provinsi Bali guna mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik demi mewujudkan pemerintahan yang melayani dan bebas dari maladministrasi. Jika sinergi antarlembaga ini bisa dibangun, maka rakyat akan melihat bahwa pajak yang mereka kelu-

Warung Global

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Buat PDAM Badung Saya pelanggan PDAM Badung dengan alamat rumah di Perum Tropic Residensce, Jalan Taman Griya, Jimbaran menerima tagihan bulan Juni 2019 sebesar Rp 2.150.553. Bulan-bulan sebelumnya, kami membayar tidak lebih dari Rp 75.000. Keluhan kami layangkan tanggal 3 Juli dan dicek water meter tanggal 16 Juli dengan keterangan maju 8% dan kondisi rusak. Tagihan Juni dipotong 8% dan Juli yang sudah muncul sekitar Rp 759.353. Tanggal 1 Agustus water meter diganti dan tagihan bulan Agustus dari PDAM

sebesar Rp 38.357. Kami mengirim surat ke PDAM agar kami sebagai pelanggan membayar sesuai pemakaian dan tidak pada saat kondisi water meter rusak. Namun, surat yang kami kirim dua kali belum dibalas oleh PDAM. Saya berharap PDAM Badung menindaklanjutinya.

Wujudkan Program Sawah Abadi

Mengimbangi Kinerja Gubernur

Setahun pemerintahan Koster-Ace di Bali memang telah menetapkan banyak perda dan pergub. Sekarang tentu tinggal melakukan penjabaran dari perda dan pergub ini untuk kepentingan Bali. Saya berharap terkait dengan menjaga keseimbangan alam dan ekosistem Bali ada baik-nya Bali juga mewujudkan pertanian abadi. Setidaknya setiap kabupaten/kota memiliki lahan pertanian abadi. Aturannya juga harus jelas. Warga yang lahannya masuk kawasan lahan pertanian abadi agar diberikan kontribusi. Saya berpikir, dengan langkah ini setidaknya Bali bisa menahan alih fungsi lahan. Jika tak dilakukan proteksi, saya yakin Bali akan kehilangan hamparan sawahnya dan akan menjadi provinsi yang mendatangkan bahan pangan dari provinsi lain termasuk juga dibanjiri beras impor. Saya yakin Gubernur Bali tanggap dan peka terhadap masalah ini. Karena itu, solusinya tentu harus dipikirkan. Mudah-mudahan kita segera memiliki rujukan yang jelas untuk menyelamatkan tata ruang Bali dan terbangunnya keseimbangan.

Saya senang membaca komitmen DPRD Bali yang baru dilantik yang mengaku akan mengimbangi kinerja Gubernur Bali Wayan Koster. Jika langkah ini dilakukan, saya yakin gebrakan dan penjabaran program Bali Era Baru akan lebih cepat dan terarah. Saya berharap DPRD juga fokus mendukung programprogram membangun Bali, sehingga pengelolaan anggaran lebih efektif. Jika memungkinkan informasi tentang kinerja legislatif juga mesti disampaikan ke publik. Saya berkeyakinan jika DPRD Bali dan jajaran eksekutif bersinergi untuk kebaikan membangun Bali, dukungan publik akan terbangun. Saat ini jangan lagi mengedepankan kekuasaan politik untuk menghambat program pemerintah. Lakukan komunikasi secara sehat jika ada hal-hal yang perlu dikoreksi dari kebijakan Gubernur Bali. Artinya, sebagai wakil rakyat kecerdasan berkomunikasi juga harus dibangun, sehingga dukungan politik bisa optimal dijabarkan dalam lima tahun ke depan.

I Dewa Sutama Klungkung, Bali

Komang Putra Gianyar, Bali

Rocky Iskandar Perum Puri Dewata, Sidakarya, Denpasar Selatan

Bukti Mahalnya Ongkos Politik UNTUK meningkatkan aset, sejumlah anggota DPRD Jembrana yang baru dilantik mengajukan kredit ke bank dengan menyertakan SK pengangkatan menjadi wakil rakyat. Tentu itu sah-sah saja. Namun ada juga yang mengingatkan jangan sampai hal ini menimbulkan tindakan korupsi ke depannya. Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (4/9) kemarin. Mangku Ireng di Bajera menyatakan sah-sah saja selama arahnya positif. Dewan harus selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memperhatikan kepentingan dan aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat. Febri di Denpasar mengingatkan, anggota DPRD yang mengajukan kredit perlu diwaspadai dan diawasi agar tidak mencari lahan untuk korupsi. Adanya pengajuan kredit dengan SK sebagai agunan yang dilakukan anggota DPRD makin menguatkan opini tentang mahalnya ongkos politik untuk menjadi legislator. Werda di Tegallalang mengatakan, tak masalah yang penting tidak melanggar aturan. Jangan sampai pemberian kredit melebihi batas. Ia menyebut dalam lima tahun menjabat, dua tahun pertama untuk pengembalian modal. Ia menginginkan yang bisa menjabat politik, sekali menjabat saja selama 10 tahun agar orangnya tidak ituitu saja sehingga ada regenerasi. Lilis di Tabanan juga me-

nyatakan hal itu sah selama tidak melanggar aturan. Sebagai masyarakat kecil, posisi Dewan sudah terhormat, dengan berbagai tunjangan yang diperoleh. Sebagai Dewan harus bisa menjadi panutan bagi masyarakat. Budiada di Tabanan menegaskan, kalau dari aturan sah namun kalau dari etika tidak baik. Bagaimana bisa bekerja dengan tenang dan maksimal kalau punya utang dan gajinya dipotong. Ia mengatakan DPRD tersebut amatiran. Gubar di Klungkung juga mengatakan dewan harus berlaku jujur dan tidak korupsi. Dewan harus memikirkan keinginan dan kebutuhan masyarakat, bukan memikirkan untuk pengembalian dana yang telah dikeluarkan dalam kampaye saat menjadi calon dewan. Ardana di Gianyar menyebutkan, sulit rasanya mengharapkan kinerja legislator yang optimal kalau mereka memiliki kekurangan ekonomi akibat mahalnya ongkos politik. Mereka mungkin akan mencari pekerjaan sampingan untuk mengembalikan modal. (dika)

arkan tidaklah disia-siakan oleh wakilnya. Sinergi antarlembaga merupakan bagian dari usaha menaati prinsip denokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana amanat UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Kita mengapresiasi bahwa komposisi keanggotaan DPRD Bali 2019-2014 didominasi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yakni 33 orang dari 55 anggota. Ini merupakan capaian bersejarah. Tetapi dominasi tersebut jangan sampai melahirkan kepongahan mayoritas atas minoritas anggota dewan dari partai-partai lain, termasuk di dalamnya jangan sampai memaksakan kehendaknya demi mencapai tujuan tertentu. Kita berharap, dominasi yang ada tidak membuat lemahnya kontrol mayoritas terhadap kepala pemerintahan Provinsi Bali yang kali ini berasal dari partai yang sama. Dominasi seyogianya dipakai untuk menunjukkan keberpihakan kepada kepentingan umum dan mempertegas fungsi pengawasan agar jalannya pemerintahan sesuai dengan prinsip umum good governance sekaligus mengembangkan check and balance agar pemerintahan tetap pada jalurnya, yakni mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Akhirnya, kita mengucapkan selamat bertugas kepada para wakil rakyat Bali 2019-2024. Semoga mampu menjalankan amanah rakyat ini dengan baik, fokus, tulus, dan lurus. Penulis, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali

POJOK KK miskin di Abiansemal, Badung harapkan bantuan bedah rumah. - Masih tersisa KK miskin Pak Giri Prasta? ***

Warga Gianyar keluhkan salah data e-KTP. - Salah manusia pasti. ***

Pelanggaran administrasi kependudukan di Tabanan menurun. - Demografis penduduk sudah berubah.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Pon, 5 September 2019

Pelanggaran Administrasi Kependudukan Menurun Tabanan (Bali Post) -

Tingkatkan PAD

Bali Post/san

BARU saja diambil sumpahnya menjadi Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga sudah memiliki banyak rencana yang hendak diwujudkan untuk lima tahun ke depan. Salah satu yang utama adalah meningkatkan PAD Tabanan. ‘’Lima tahun ke depan ini rencananya adalah bagaimana menggali sumber pendapatan yang baru dan memaksimalkan sumber yang sudah ada sehingga bisa meningkatkan PAD,’’ ujarnya, Rabu (4/9) kemarin. Untuk bisa melakukan ini tentu memerlukan kerja sama dengan eksekutif sebagai pelaksana pemerintahan. Menurutnya, untuk bisa menemukan sumber-sumber pendapatan baru dan memaksimalkan sumber pendapatan yang sudah ada, memerlukan tim khusus yang ahli di bidangnya. Ia juga mendorong Bakeuda untuk memiliki perpanjangan tangan di masing-masing kecamatan yang ada di Tabanan untuk menggali potensi pendapatan daerah. ‘’Jika sudah ada potensi yang jelas, kami dari DPRD Tabanan tentu akan membuat peraturan daerah yang bisa mendukung potensi tersebut menjadi sumber pendapatan daerah,’’ ujarnya. Aset-aset pemerintah yang terbengkalai juga menjadi perhatian untuk diselesaikan pada masa jabatannya. Namun, untuk menyelesaikan permasalahan ini, terlebih dahulu diperlukan peningkatan pendapatan daerah. ‘’Akan susah menangani permasalahan aset terbengkalai ini jika anggaran terbatas. Jadi, kita tingkatkan PAD dulu barulah menangani aset-aset terbengkalai ini,’’ ujarnya. (san)

Guna menciptakan ketertiban kependudukan sekaligus menjaga keamanan, Satpol PP Tabanan bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri Tabanan menggelar sidak, Selasa (3/9) malam. Sasaran sidak adalah kos-kosan dan tempat hiburan di seputaran Jalan Ir. Soekarno, Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan. Hasilnya, ditemukan lima pelanggar. Jumlah ini menggambarkan penurunan tren pelanggaran KTP. Kepala Satpol PP Tabanan Wayan Sarba, Rabu (4/9) kemarin, mengatakan sidak berlangsung empat jam, mulai pukul 19.00 Wita. Ada lima orang yang tidak memiliki KTP, masing-masing karyawan kafe sebanyak dua orang dan tiga orang pelanggar tanpa KTP ditemukan di kos-kosan. ‘’Pelanggar ini adalah masyarakat pendatang luar Bali. Saat dilakukan sidak, tidak mempunyai identitas. Sanksinya, pelanggar kami minta untuk mengikuti sidang tipiring pada Selasa minggu depan di Pengadilan Negeri Tabanan. Sudah kita berikan surat,’’ tegasnya. Sedikitnya pelanggaran yang ditemukan, kata Sarba, menunjukkan tren pelanggaran penduduk tanpa KTP sudah menurun drastis. Ini menandakan operasi yang dilakukan sebelumnya sangat efektif. ‘’Sebelumnya, bisa ditemukan puluhan bahkan ratusan pelanggaran tanpa KTP. Sekarang hanya ada lima,’’ ujarnya.

Meskipun pelanggar ditemukan sedikit, menurut Sarba, operasi kependudukan tetap gencar dilakukan dalam rangka mewujudkan Tabanan yang Serasi. Sebab, tujuan operasi tidak sekadar menjaring pelanggaran penduduk tanpa KTP, sekaligus menciptakan suasana aman dan mencegah adanya hal yang tidak diinginkan. Mengenai target sasaran sidak, tidak hanya menyasar seputaran Jalan Ir. Soekarno. Sebelumnya, juga telah digelar sidak di seputaran kota termasuk wilayah Kecamatan Kediri. ‘’Sidak sudah dilakukan di seputaran Terminal Pesiapan dan seputaran Pasar Kodok,’’ ujar Sarba. (kmb24) SIDAK - Petugas memeriksa identitas warga dalam sidak gabungan Satpol PP Tabanan, TNI, Polri, dan Kejaksaan, Selasa (3/9) malam.

MELASTI - Prosesi melasti Ida Batara Natar Sari di Segara Batu Bolong, Rabu (4/9) kemarin.

Pengambilan Sumpah Pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan

Bali Post/lun

Ida Batara Natar Sari ’’Melasti’’ di Segara Batu Bolong USAI sudah prosesi melancaran pawayangan Ida Batara Kahyangan Jagat Luhur (KJL) Natar Sari Apuan, Baturiti, Tabanan, ke jabakuta sisi kangin selama 42 hari sejak Galungan lalu. Prosesi dalam rangka ngrastiti jagat beserta isinya itu diakhiri dengan upacara melasti di Segara Batu Bolong, Canggu, Badung, Rabu (4/9) kemarin. Selanjutnya, digelar pujawali pada Sabtu (7/9) mendatang, ngerawuhin seki-

tar 50 Tapakan Ratu Gede (Barong) sungsungan umat di Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, dan Jembrana. Selama melancaran atau ngunya, pawayangan Ida Batara kairing dengan berjalan kaki menuju 108 pura di sejumlah wilayah desa adat di Kabupaten Tabanan, Badung, dan Gianyar. Selama prosesi itu, Pemangku KJL Natar Sari Jro Mangku Mastrum bersama Penyarikan Pura, panitia dan krama pa-

nyungsung serta umat Hindu memargi ngiring Ida Batara. Pada prosesi melasti kali ini, pawayangan Ida Batara kairing memargi dari pura di Banjar Cepaka, Selingsing, Tabanan, dengan menempuh waktu sekitar dua jam. Pada Selasa (3/9), Ida Batara kesah saking Pura Dalem Kediri, Desa Adat Sading, Badung, menuju Pura Puseh Desa Adat Tangeb dengan menempuh perjalanan dua jam juga. Dari Tangeb, Ida Batara kairing ke Pura

Bali Post/ist

Cepaka, Selingsing. Dalam prosesi melasti, kata Ketua Panitia Karya Ketut Cakra didampingi Sekretaris Made Cendoarsa dan Klian Pura Wayan Subandi, Ida Batara masucian di Segara Batu Bolong, Canggu, kasarengin sejumlah Tapakan Ratu Gede Banjar Kukub, Ratu Gede Baru, Ratu Gede Bunyuh, Ratu Gede Anyar-anyar, Ratu Gde Punjuan, Kuwum, Cepaka Selingsing, Pemanis, Raden dan Katik Lantang. (lun)

Tabanan (Bali Post) Pimpinan DPRD Tabanan disahkan melalui acara pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan masa jabatan 2019-2024, Rabu (4/9) kemarin, di ruang sidang DPRD Tabanan. Posisi Ketua DPRD Tabanan dimandatkan kepada I Made Dirga dari PDIP. Sementara untuk dua Wakil Ketua DPRD dimandatkan kepada dua perempuan yakni Ni Made Meliani dari Golkar serta Ni Nengah Sri Labantari dari Gerindra. Usai pengucapan sumpah, Made Dirga mengatakan, jabatan yang saat ini dimandatkan kepadanya merupakan tugas suci dan harus dipertanggungjawabkan secara nyata kepada masyarakat, NKRI, dan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan pengucapan sumpah ini pula artinya tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab sudah ia terima secara lengkap dan utuh sehingga dapat menjalankan tugas tersebut bersama-sama Bupati membangun Kabupaten

Tabanan. ‘’Diharapkan komunikasi dan koordinasi semakin meningkat antara legislatif dan eksekutif sehingga fungsi pemerintah bisa berjalan dengan maksimal,’’ ujarnya. Dirga melanjutkan, tugas, fungsi, dan tanggung jawab sebagai dewan harus dijadikan landasan dalam menyusun alat kelengkapan DPRD. Ia mengajak segenap jajaran DPRD Tabanan senantiasa meningkatkan kinerja agar bisa menyejahterakan masyarakat dan tidak sekadar melahirkan retorika. ‘’Yang harus ditanamkan adalah bahwa fasilitas yang tersedia dan akan disediakan bukan menjadi tujuan tetapi sarana yang harus dimanfaatkan dalam mengoptimalkan kinerja lembaga,’’ ujarnya. Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berharap pimpinan DPRD yang baru saja diambil sumpahnya ini ke depan akan penuh motivasi, penuh gagasan, dedikasi, kreatif, dan inovatif. Ia juga berharap segenap anggota

dewan memberikan dukungan dan kerja sama yang baik sehingga apa yang harus dilakukan penuh tanggung jawab, tulus, ikhlas sebagai wujud pengabdian kepada daerah dan masyarakat. Eka menambahkan, pada hakikatnya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah menurut asas ekonomi daerah, diarahkan untuk mempercepat tercapainya kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah dengan memerhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, dan keadilan. Diharapkan hal tersebut menjadi pedoman dalam pengelolaan pemerintah dan pembangunan di Kabupaten Tabanan. ‘’Peran DPRD strategis dalam mewujudkan kedaulatan rakyat dan menciptakan kehidupan yang demokratis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,’’ tegasnya. (kmb24)

Bali Post/san

SUMPAH - Pengambilan sumpah pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan, yang digelar Rabu (4/9) kemarin.


Kamis Pon, 5 September 2019

Bayi Kembar Siam

Jantung Saling Berhubungan, Lever Jadi Satu RSUP Sanglah menghadapi tantangan cukup berat dalam menuntaskan kasus bayi kembar siam. Baru pertama kali, RSUP Sanglah menangani bayi kembar siam dengan kondisi jantung menempel saling berhubungan. Organ jantung itu sejatinya merupakan alat vital di tubuh manusia. Karena itu, kasus yang cukup berat itu akan dikonsultasikan dengan tim medis dari Surabaya. “Kami harus menentukan apakah bayi kembar siam ini bisa dipisahkan atau tidak. Karena dari pemeriksaan penunjang

yang kami lakukan, sepertinya jantungnya saling berhubungan,” ujar Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.BKBD., Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah, Rabu (4/9) kemarin. Selain jantung, lever bayi itu juga jadi satu. Namun, masing-masing memiliki saluran pencernaan sendiri. “Jadi problem kami ke depan adalah masalah jantung itu yang paling berat. Ini yang perlu kami lakukan konsultasi dengan tim crisis center yang lebih berpengalaman menangani bayi kembar siam. Kami akan konsultasi dengan tim crisis

Bali Post/ist

KEMBAR SIAM - Perawat RSUP Sanglah sedang merawat bayi kembar siam asal Singaraja.

center di Surabaya maupun di Jakarta,” tandasnya. Selama ini, RSUP Sanglah bekerja sama dengan Surabaya ketika menangani kasus-kasus sangat spesifik itu. Laporan sudah dikirim ke tim medis yang biasa menangani bayi kembar siam di Surabaya. Ia berharap dalam waktu 2 -3 hari ada jawaban dari Surabaya. Apakah nantinya dilakukan pemisahan atau tidak. “Kalau mereka ragu, kami akan undang diskusi ke RSUP Sanglah dengan tim medis kami,” ujarnya. Berdasarkan pengalaman, RSUP Sanglah tak banyak menangani kasus bayi kembar siam dengan kondisi jantung yang terhubung seperti itu. Sedangkan kasus hati yang menempel sudah banyak ditemui. Sehingga penanganannya lebih mudah. Menurutnya, jantung berhubungan dengan oksigen dan suplai darah. Karena itu, organ jantung perannya menjadi sangat vital. Kondisi umum bayi dikatakan stabil. Nafsu makannya bagus begitu juga minumnya. Kini, bayi itu sudah tidak lagi memerlukan oksigen bantuan. Suhu tubuhnya sudah normal, pernapasan membaik, gerak dan tangisnya normal. Infusnya pun sudah dilepas. Namun, perawatan masih dilakukan di ruang isolasi dengan radian warmer. Berat badan kedua bayi itu 5.190 gram, panjang bayi 43 cm, lingkar kepala 33 cm. Sementara bayi II panjangnya 44,5 cm dan lingkar kepalanya 34 cm. Saat ini, bayi itu masih memerlukan chest fisioterapi, stimulasi, fisioterapi untuk membenahi postur tubuh bayi karena kepala bayi itu terlalu mendongak. Tahap selanjutnya optimalisasi perawatan, persiapan diagnostik lanjutan bila hal itu diperlukan. (kmb42)

Jaga Kelestarian Biota Laut

Transplantasi Terumbu Karang Digalakkan

Singaraja (Bali Post) –

Buleleng dikenal sebagai kabupaten yang memiliki garis pantai terpanjang di Bali. Daerah pesisir yang elok itu pastinya memberikan peluang besar perikanan baik ikan yang ditangkap maupun dibudidayakan. Garis pantai terpanjang itu juga tidak bisa dilepaskan dari keindahan alam bawah lautnya terutama taman terumbu karang yang potensial. Dengan potensi alam bawah laut yang indah itu dipercaya dapat mendukung pengembangan pariwisata bahari. Tidak pelak, hal itu membuat Pemkab Buleleng bersama kelompok nelayan, pelaku pariwisata, penggiat lingkungan, dan jajaran TNI/Polri bersamasama mengalakkan gerakan menjaga alam bawah laut dengan baik. Salah satu gerakan strategis itu adalah transplantasi bibit terumbu karang. Selain itu, juga dilakukan penebaran benih (restocking) benih bandeng yang bisa dimanfaatkan untuk kelompok nelayan (KN) di Bali Utara. Gerakan ini dilakukan menyasar KN Sari Indah, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Rabu (4/9) kemarin. Bersama nelayan, Bupati Putu Agus Suradnyana, Dandim 1609 Buleleng Letkol Inf. Verdy De Irawan, S.H., M.Tr.(Han) dan General Manager PT Pelindo III Rio Dwi Santoso menenggelamkan 1.200 bibit transplantasi terumbu karang. Dari ribuan bibit terumbu karang itu, nantinya dipercaya dapat menjaga kelestarian biota laut. Di samping itu, juga menambah spot taman terumbu karang untuk wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik (wisdom). Bupati Buleleng menambahkan upaya menjaga kelestarian lingkungan itu

sejatinya memerlukan dukungan semua stakeholders yang ada. Cara ini jauh lebih efektif dibandingkan hanya menunggu program dan kebijakan pemerintah. Gerakan bersama ini diperlukan karena faktanya menunjukkan, kalau taman terumbu karang di daerahnya itu dalam kondisi rusak. Untuk itu, gerakan penanaman transplantasi terumbu karang bersama TNI, PT Pelindo III, dan komponen masyarakat penting dilakukan secara berkelanjutan. “Kami mendukung dan juga mengapresiasi inisiatif pelestarian lingkungan dengan melalukan transplantasi terumbu karang itu,” kata Bupati asal Banyuatis itu. Kawasan taman terumbu karang di daerahnya kata bupati terbanyak dibandingkan di kabupaten lain di Bali. Itu tidak lepas dari ketelatenan pelaku pariwisata bersama nelayan di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Mereka berhasil mengembangkan taman terumbu karang buatan dengan teknik biorock. Bahkan, keberhasilan itu membawa Buleleng mendapat prestasi bergengsi di dunia. Dengan sukses itu kini pariwisata bahari di Desa Pemuteran semakin menggeliat. Perhatian dan kesadaran semua pihak menjaga kelestarian biota laut itu harus dilakukan secara masif. “Harus dijaga agar bisa

Bali Post/kmb38

TERUMBU KARANG – Bupati Putu Agus Suradnyana penyerahkan bantuan benih bandeng dan bibit transplantasi terumbu karang kepada Kelompok Nelayan (KN) Sari Indah, Desa Patas, Gerokgak. tumbuh normal. Seperti di Pemuteran. Penanaman ini harus dijaga dengan baik. Itu penting agar tumbuh normal dan memberikan hasil positif demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. Dandim 1609 Buleleng Letkol Inf. Verdy De Irawan, S.H., M.Tr.(Han) mengajak warga berperan aktif menjaga lingkungan. Dengan cara memberikan edukasi serta melakukan bersihbersih sampah di pantai akan menjaga biota laut tetap lestari. Masyarakat

harus menjaga laut dari bahaya sampah plastik. Ketika berada di kedalaman laut justru masih banyak terdapat sampah plastik yang tidak bisa hancur. Karena itu, pihaknya khawatir, terumbu karang itu rusak karena dampak pencemaran sampah di bawah laut. “Mari bersama menjaga keasrian alam bawah laut. Terutama jangan membuang sampah sembarangan. Karena sampah plastik itu dapat merusak terumbu karang,’’ ujarnya. (kmb38)

Pimpinan DPRD Buleleng Ditetapkan

Dewan Setuju Gunakan Tatib Produk Terdahulu

Empat orang pimpinan DPRD Buleleng periode 2019-2024 ditetapkan melalui rapat paripurna DPRD Buleleng, Rabu (4/9) kemarin. Sesuai surat penugasan dari partai politik (parpol) empat orang pimpinan definitif adalah Gede Supriatna (PDI Perjuangan) sebagai Ketua DPRD Buleleng, wakil ketuanya masing masing Ketut Susila Umbara (Partai Golkar), Gede Suradnya (Gerindra), dan Ni Made Putri Nareni (NasDem). Setelah penetapan Pimpinan Dewan itu, apa agenda selanjutkan yang menjadi skala prioritas? RAPAT paripurna dengan agenda pengumuman nama pimpinan definitif dan fraksi itu dipimpin Ketua DPRD Sementara Gede Supriatna. Hadir dalam rapat itu Wakil Ketua DPRD sementara Ketut Susila Umbara, termasuk Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Dewa Ketut Manuaba bersama tim pakar DPRD Buleleng. Dari 45 anggota DPRD anyar itu, satu di antaranya tidak hadir setelah dewan itu resmi dilantik 5 Agustus 2019 lalu. Setelah mengumumkan nama-nama pimpinan defini-

tif, wakil rakyat kemudian mengagendakan membahas penyusunan Tata Tertib (Tatib) DPRD. Hanya, aturan internal yang akan berlaku lima tahun itu dibahas instan. Dewan menyatakan setuju tetap menggunakan tatib terdahulu. Jadi, hanya menyempurnakan klausul pasal tentang peraturan penggunaan busana adat Bali, dan pemakaian bahasa Bali dalam agenda sidang dewan itu. Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna usai sidang menjelaskan, pertimbangan mengapa tata tertib terdahulu 100 persen

dipakai di periode 2019-2024 ini. Pasalnya, tidak ada perubahan regulasi mendasar yang dijadikan acuan penyusunan tatib itu. Selain itu, dari hasil konsultasi ke Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (KemendagriRI) beberapa waktu lalu, kalau tidak ada permasalahan yang sifatnya prinsip, maka diizinkan tetap memakai tatib terdahulu. Dengan hasil itu setelah dibahas dengan peserta rapat, sehingga disepakati mengesahkan tatib yang mengacu UU No. 23 dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 12. “Kita sempurnakan dengan memasukkan pasal tentang pemakaian busana adat Bali dan pemakaian bahasa Bali pada sidang paripurna. Khusus busana adat itu sudah mulai diterapkan. Demikian juga pada sidang dan rapat dewan memakai bahasa Bali sebagai pengantar. Sedangkan saat membedah materi teknis tetap

menggunakan bahasa Indonesia,” katanya. Terkait disiplin dan etika DPRD, Supriatna menyebut hal itu tetap mengacu klausul pasal pada tatib dewan lama. Ketentuan menyangkut perilaku wakil rakyat yang terhormat itu 100 persen tidak ada penyempurnaannya. Contohnya, terkait pemberian sanksi bagi anggota dewan yang malas bersidang. Sesuai yang diatur tatib, anggota dewan yang berturut-turut enam kali tidak hadir pada sidang itu, maka baru ia dinyatakan melanggar disiplin. Faktanya, setiap masa persidangan ada lima kali forum paripurna. “Tetap mengacu klausul pasal lama. Kalau sudah terbukti tidak hadir berturut-turut enam kali, maka sesuai tatib, anggota dewan itu dapat dikenakan sanksi,” jelasnya. Supriatna menambahkan, setelah pimpinan definitif itu, dewan akan mengusulkan Su-

rat Keputusan (SK) ke Gubernur Bali melalui Bupati Buleleng. Setelah SK terbit, maka akan diagendakan pelantikan dari Ketua Pengadilan Negeri (PN), sehingga unsur pimpinan ini menjadi sah nantinya mengawal lembaga dalam lima tahun masa jabatannya. Setelah pelantikan unsur pimpinan itu, dewan belum juga bisa fokus melaksanakan tugas-tugasnya. Alasannya, karena harus membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang meliputi, Komisi, Badan Legislasi (Baleg), Badan Musyawarah (Bamus), Badan Anggaran (Banggar), dan Badan Kehormatan (BK). “Kita tidak bisa menargetkan kapan waktu pimpinan definitif itu dilantik. Karena sudah melibatkan lembaga lain. Kalau sudah dilantik, kita akan langsung bentuk AKD. Setelah itu, baru fokus melaksanakan tugas dewan selaku penyelenggara pemerintahan,” jelasnya. (mud)

Bali Post/kmb38

DITETAPKAN – Empat unsur pimpinan DPRD Buleleng periode 2019-2024 ditetapkan melalui rapat paripurna di ruang gabungan komisi, Rabu (4/9) kemarin.


Kamis Pon, 5 September 2019

Warga Keluhkan Kesalahan Data E-KTP

Gianyar (Bali Post) -

Kesalahan data pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar beberapa kali dikeluhkan oleh warga. Sebagai contoh, nama salah satu warga Desa Temesi, I Nyoman Suyana, tidak sesuai antara yang tertera di e-KTP dengan Kartu Keluarga (KK) yang dimilikinya. Menyikapi keluhan warga tersebut, Kepala Disdukcapil Gianyar I Gede Bhayangkara mengakui kesalahan data di e-KTP yang sudah diterbitkan memang sering terjadi. “Ini biasa dan memang cukup sering terjadi. Namun, kekeliruan tersebut bisa direvisi,” ujar Bhayangkara, Rabu (4/9) kemarin. Bhayangkara menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang

dialami masyarakat tersebut. Disinggung terkait penyebab kesalahan tersebut, Bhayangkara memperkirakan ada dua hal. Yakni, kesalahan pemohon dalam mengisi data di formulir dasar pemuatan pendaftaran kependudukan (F1), atau operator yang keliru memasukkan data. “Itu bisa dua kemungkinan, kekeliruan si pemohon maupun operator kami yang tidak menan-

yakan kembali apakah data itu sudah benar atau belum sehingga tinggal dikerjakan,” katanya. Bhayangkara meminta pemilik e-KTP yang salah nama tersebut datang lagsung ke Disdukcapil Gianyar. Tentunya, dengan membawa bukti ataupun data yang valid agar bisa langsung diperbaiki, yaitu berupa ijazah maupun KK. “Kami selaku pelayan ma-

syarakat tentunya tidak luput dari kekeliruan. Justru dengan adanya protes ini, kami bisa membersihkan data yang tidak valid menjadi valid,” imbuhnya. Bhayangkara menyampaikan terima kasih atas koreksi dari warga tersebut. Dengan koreksi itu, kata dia, sudah membantu pihaknya dalam membersihkan database yang salah. “Sebenarnya itu tidak fatal sekali kesalahannya. Masyarakat lainnya yang mengalami hal sama, bisa langsung ke Disdukcapil untuk memperbaikinya dengan data yang benar. Tinggal datang saja,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PELAYANAN - Suasana pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Disdukcapil Gianyar, belum lama ini.

Percepat Penegakan Perda

Satpol PP Gelar Rapat Koordinasi

Bali Post/kmb35

GRATIS - Masyarakat Desa Buahan berkoordinasi dengan jajaran Dishub Gianyar terkait pelayanan angkutan gratis untuk siswa di Kantor Dishub Gianyar, Rabu (4/9) kemarin.

Dishub Perluas Armada Angkutan Gratis di Payangan

Gianyar (Bali Post) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar kini memperluas pelayanan armada angkutan gratis untuk siswa di Kecamatan Payangan. Guna mendukung layanan ini, Dishub sudah menambah armada. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi masyarakat Desa Buahan di Kantor Dishub Gianyar, Rabu (4/9) kemarin. Terkait perluasan jangkauan pelayanan tersebut pada akhir tahun 2019 ini, Kepala Dishub Gianyar I Wayan Suamba mengaku pihaknya sudah menyiapkan penambahan armada. Tujuannya untuk meningkat-

kan pelayanan di seputaran Kecamatan Payangan. “Untuk Kecamatan Payangan, kami baru bisa menambah delapan armada angkutan gratis. Ini sudah dihitung sesuai kebutuhan,” ujarnya. Untuk layanan angkutan gratis di Desa Kerta, kata Suamba, sudah ada dua bus yang beroperasi. Dikatakan, untuk wilayah Payangan, banyak siswa SMP putus sekolah akibat kesulitan angkutan. Terlebih untuk kendaraan sendiri juga tidak diberikan oleh orangtuanya. “Dengan adanya pelayanan angkutan gratis ini, tidak ada lagi alasan anak usia sekolah yang sampai pu-

tus sekolah. Kita sudah sediakan layanan angkutan gratis,” tegasnya. Menurut Suamba, Di shub sudah melakukan sosialisasi di Desa Buahan terkait pelayanan angkutan siswa gratis tersebut. Dengan begitu, orangtua siswa tidak perlu lagi memikirkan masalah transportasi putraputrinya ke sekolah. Para orangtua siswa tentunya sangat diringankan karena tidak perlu lagi menjatahkan biaya transportasi pergipulang sekolah bagi putraputrinya,” katanya. Suamba menambahkan, pada tahun anggaran 2020 mendatang dirancang ada

penambahan armada. Pada jalur Gianyar-Tampaksiring-Blahbatuh yang awalnya terdapat 116 armada akan ditambah menjadi 120 armada. Sedangkan, jalur Tegallalang yang semula 32 armada akan menjadi 40 armada. “Sedangkan penambahan di zona Payangan direncanakan delapan armada,” katanya. Menurut Suamba, di seluruh Kabupaten Gianyar terdapat 188 armada angkot/angdes yang memberi layanan angkutan siswa. Sedangkan Dishub juga memiliki 12 bus yang memberikan layanan yang sama. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Mempercepat upaya penegakan peraturan daerah (perda) di wilayah Kabupaten Gianyar, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar menggelar rapat koordinasi lintas instansi dengan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Bedulu, Rabu (4/9) kemarin. Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mensinergikan penegakan perda, utamanya Perda nomor 15 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. “Sesuai kebijakan Bapak Bupati, kita memberikan pelayanan 1 x 24 jam. Dengan begitu, kita bisa meminimalisasi permasalahan yang ada di desa,” ujar Kepala Dinas Satpol PP Gianyar I Made Watha. Menurut Watha, perda tersebut mengatur upaya

Pematung Fleksibel Terima Pesanan

Bali Post/kmb35

PESANAN - Seniman di museum milik I Made Ada sedang mengerjakan meja antik pesanan konsumen.

museum miliknya di Desa Kedisan. Namun, mereka sebagian besar hanya membeli patung berukuran kecil. “Setiap minggu, biasanya ada yang datang antara empat sampai tiga pembeli. Mereka cenderung membeli patung berukuran kecil,” katanya. Sementara pesanan patung ukuran besar lewat kargo, kata Made Ada, hanya berkisar satu hingga dua kali setahun. “Jadi, bisa dikatakan kondisinya sangat lesu,” keluhnya. Made Ada memperkirakan kondisi ini terjadi lantaran lesunya perekonomian global saat ini. Dikatakan, kebanyakan wisatawan yang datang ke Bali sebatas mencari tempat istirahat, tempat makan, dan mengunjungi objek wisata. Sangat jarang wisatawan yang datang untuk berbelanja atau membeli produk kerajinan. “Menyikapi

Sebelumnya, mereka akan diberikan pelatihan, karena saat ini Linmas sudah berada di bawah Dinas Satpol PP. “Nanti, petugas tersebut bisa bersinergi dengan pecalang, Babinkamtibmas, dan Bimas untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayahnya,” ujarnya. Selama ini, kata Watha, aparat Satpol PP yang disiagakan untuk fungsi Bantuan Kendali Operasi (BKO) sebanyak 10 orang di kecamatan. Nantinya, di setiap desa juga akan ditempatkan satu orang aparat Satpol PP. Mereka akan bertugas merekam, mencatat, melaporkan dan menindaklanjuti halhal krusial yang terjadi di wilayah tempatnya bertugas. “Selanjutnya, mereka wajib mengoordinasikan dengan OPD terkait hal-hal yang menyangkut ketertiban dan kententeraman masyarakat,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

KOORDINASI - Suasana rapat koordinasi yang membahas penegakan perda di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Bedulu, Rabu (4/9) kemarin.

Penjualan Patung Garuda Lesu

Gianyar (Bali Post) Penjualan hasil kerajinan para seniman di Kabupaten Gianyar, saat ini lesu. Kondisi ini paling dirasakan para pematung garuda di Desa Pakraman Pakuduai, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang. Melihat kondisi ini, para perajin harus fleksibel menerima pesanan. Maestro pematung garuda I Made Ada mengatakan hal itu, Rabu (4/9) kemarin. Menurut Made Ada, penjualan patung tradisional di Desa Pakraman Pakudui saat ini memang lesu. Kondisi ini sangat berbeda dengan pada tahun 1985 hingga 1990-an. Saat itu, para perajin patung garuda tak pernah sepi orderan. “Sekarang memang sedang lesu. Kalaupun ada pesanan, hanya untuk bisa hidup,” ujarnya. Made Ada mengakui, ada sejumlah wisatawan yang datang ke

yang berkenaan dengan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Meliputi, tertib lalu lintas, tertib tempat umum/fasilitas umum, tertib tempat usaha, tertib sungai, saluran air dan kolam, tertib lingkungan, tertib sosial, tertib bangunan dan penghuni bangunan, tertib kesehatan, serta tertib tempat hiburan dan keramaian. “Berdasarkan temuan di lapangan, banyak warga yang membuat usaha namun belum memiliki izin, seperti usaha rumah kos maupun vila. Dengan adanya rapat koordinasi ini, pihak desa atau kelurahan bisa dengan cepat melaporkan jika ada pelanggaran di wilayahnya masing-masing,” katanya. Watha menambahkan, pada tahun 2020 mendatang juga dirancang pelantikan massal anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di seluruh Kabupaten Gianyar.

kondisi ini, para perajin harus fleksibel menerima pesanan. Sejumlah kerajinan yang dikerjakan pun harus mengikuti permintaan pemesan. Sekarang, saya punya teman asal Prancis meminta barang antik tiga. Dia memberikan desain, artinya saya menyesuaikan. Apa yang dipesan, itu yang kita buat. Kalau kita kaku bikin patung garuda saja, tidak akan bisa hidup,” tegasnya. Kendati demikian, Made Ada juga tetap membuat karya yang sesuai naluri seninya sebagai pematung. Sejumlah karya itu kini terpajang di museum miliknya. Diakuinya, karya seni tersebut tidak diobral. “Kalau karya saya yang ukuran besar dijual sampai jatuh harga, kan kasihan. Saya mempertimbangkan nilai seninya, makanya masih saya tahan beberapa barang saya,” ujarnya. (kmb35)


Kamis Pon, 5 September 2019

Pembangunan Enam Gedung Lantai Tiga Kera Masuk Kantor Pemkab RSUD Desak Rekanan agar Rampung Akhir Desember

Negara (Bali Post) – Sejak dua hari belakangan ini, petugas dari Bidang Keswan pada Dinas Pertanian dan Pangan menyisir sekitar kantor Pemkab Jembrana. Petugas mencari keberadaan seekor kera yang diketahui berkeliaran di atap kantor Pemkab. Selain menyisir, petugas juga menelusuri apakah kera ini merupakan peliharaan yang lepas atau kera liar. Dari keterangan petugas, keberadaan seekor kera ini diketahui pada Senin (3/9) pagi memanjat pohon dan gedung bertingkat. Petugas berupaya menangkap kera yang meresahkan tersebut, namun tidak berhasil. Untuk memastikan kera tersebut, Selasa (4/9) kemarin petugas melanjutkan penyisiran di seputaran kantor Pemkab Jembrana. “Belum diketahui asal muasal kera ini. Yang jelas sudah terlihat sejak kemarin pagi,” terang salah seorang pegawai. Karyawan Pemkab Nyoman Mayun melihat langsung dari ruangannya di lantai tiga. Ia juga sempat mengabadikan kera tersebut dengan kamera ponsel. Kasi Keswan pada Dinas Pertanian dan Pangan IGN Rai Muliawan mengungkapkan, petugas sengaja diturunkan menyisir sekitar gedung perkantoran Pemkab Jembrana untuk menangkap kera liar ini. Hingga sore kemarin, petugas belum berhasil menemukan keberadaan kera liar ini. (kmb26)

Negara (Bali Post) Menjelang akhir sisa waktu kurang dari empat bulan, proyek pembangunan RSU Negara baru selesai 80 persen. Dari enam gedung berlantai tiga yang dibangun, masih tersisa tiga bangunan bertingkat yang belum selesai. Tiga bangunan itu di antaranya instalasi bedah sentral (IBS), poliklinik dan lab hemodialisa. Dengan kondisi waktu yang mepet ini, RSU Negara mendesak agar pembangunan ini bisa terkejar waktu di akhir tahun ini.

Progres – Progres pembangunan RSUD Negara hingga saat ini memasuki 80 persen pengerjaan. Proyek yang mulai dikerjakan sejak 2018 lalu itu diakui sempat terjadi kendala dan diharapkan bisa rampung pada akhir tahun ini.

Direktur RSU Negara I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, Rabu (4/9) kemarin mengungkapkan, pembangunan yang menelan anggaran hingga Rp 179.333.889.000, sampai awal September ini sudah mencapai 80 persen. Dengan target waktu akhir tahun ini, pihak RSU meminta kepada rekanan merampungkan sisa pekerjaan 20 persen tersebut. Selama dirinya menjabat sempat ada kendala dalam pelaksanaan proyek. Tetapi hal tersebut bisa diselesaikan, dan sejak Juli lalu sudah ada kesepakatan

dengan pihak rekanan guna mempercepat pembangunan. Dari enam gedung yang harus dibangun yakni gedung rawat inap, VIP, IGD, instalasi bedah sentral (IBS), poliklinik dan lab hemodialisa, masih kurang tiga bangunan yang belum rampung. Progres saat ini baru pondasi dan dengan pola tiga shift yang diterapkan rekanan diharapkan bisa terkejar. “Memang waktunya mepet dan kami optimis bisa terkejar. Sejak Juli lalu juga sudah ada pergantian PM (project manager),” terang dr

Oka. RSU juga berkoordinasi dengan rekanan agar menambah tenaga dan menambah shift kerja. Dari pengamatan kemarin, sejumlah bangunan lama sudah mulai dibongkar. Seperti gedung Politeknik yang berada di depan RSU dan paviliun (ruang VIP). Pasien juga mulai menempati gedung ruang inap baru baik kelas 1, 2, dan 3. Bangunan ini juga dilengkapi dengan lift dan selasar sehingga terhubung dengan ruang pelayanan di areal depan RSU. (kmb26)


Kamis Pon, 5 September 2019

Tujuh Hari Dicari Tim Gabungan

Merta, si Nelayan Hilang Belum Ditemukan Amlapura (Bali Post) Tim Gabungan Basarnas, Bakamla, Polair Polres Karangasem, dan Balawista BPBD Karangasem terus melakukan pencarian nelayan I Wayan Merta (40) yang berasal dari Banjar Kangin, Desa Seraya Timur itu hilang tujuh hari lalu. Pada Rabu (4/9) kemarin, tim gabungan menyisir wilayah laut di Selat Lombok, tetapi hasilnya kembali nihil. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka mengungkapkan, nelayan yang hilang itu terus dicari dengan cara menyisir laut Selat Lombok. Bukan saja melalui udara juga menggunakan rubber boat. Bahkan, bencarian

juga dilakukan di perairan Seraya. Namun, hasilnya sama seperti hari-hari sebelumnya, belum ada jejak korban ditemukan. “Pencarian masih nihil,” ujarnya. Eka menambahkan, ini merupakan pencarian hari ketujuh pascahilangnya I Wayan Merta tanggal 28 Agustus lalu. Jika hari ini, pencarian tetap tidak membuahkan hasil, maka pihaknya hanya melakukan pemantaun. Namun, jika ada indikasi penemuan tubuh korban dan butuh proses evakuasi, maka pihaknya siap turun membantu. “Sesuai SOP, pencarian hanya dilakukan selama tujuh hari. Setelah itu akan dilakukan pemantauan,” tegasnya. (kmb41)

PERAWATAN - Satu korban saat mendapatkan perawatan di RS BaliMed Karangasem.

Bali Post/kmb41

Mobil Terjun ke Jurang 10 Meter

Tergencet, Roni Meninggal Dunia Amlapura (Bali Post) -

Lakalantas melibatkan mobil yang tidak kuat menanjak terjadi di Banjar Dinas Perangsari, Selat, Karangasem, Rabu (4/9) kemarin. Mobil pick-up DK 9653 MF yang mengangkut penumpang terjun ke jurang sedalam sepuluh meter di Desa Duda Utara. Dalam kejadian ini, seorang penumpang Ni Ketut Roni meninggal dunia dan enam penumpang lainnya mengalami luka-luka. Mereka sudah dilarikan ke rumah sakit di Amlapura.

Bali Post/kmb41

PROSES PENCARIAN - Basarnas saat melakukan proses pencarian terhadap nelayan yang hilang saat melaut. Hingga hari ketujuh, pencarian belum membuahkan hasil alias nihil.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan menyatakan, peristiwa itu terjadi pukul 02.00 Wita. Mobil pick-up yang dikemudikan I Wayan Suteja itu mengangkut enam penumpang dan juga puluhan kilogram salak yang hendak dijual ke Pasar Kalanganyar, Bebandem. Setibanya di TKP kebetulan jalan tanjakan, mobil tidak kuat naik diduga kelebihan

muatan. Di pertengahan jalan, mobil mati mesin, sehingga membuat sopir tidak dapat mengendalikan mobilnya. Akibatnya, mobil itu mundur dan tidak bisa dikendalikan. Mobil terperosok ke jurang sedalam sepuluh meter. Saksi I Wayan Rinih mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, dirinya hen-

dak ke Pasar Kalanganyar. Di tanjakan, mobil itu terlihat mundur akibat tidak kuat menanjak. “Mobil mengangkut tujuh orang berikut sopirnya. Dari enam penumpang seorang meninggal dunia. Lima penumpang lainnya hanya mengalami luka-luka. Mereka sudah dilarikan ke RS BaliMed Karangasem,” ujarnya. Suami korban Nengah

Srianing menuturkan kalau istrinya, Ni Ketut Roni , berangkat ke pasar pukul 01.15. Istrinya ke pasar untuk menjual hasil kebun salak ke Pasar Kalanganyar. “Saya tahu istri kecelakaan lewat saudara. Dari info itu, saya langsung ke lokasi kejadian. Sampai di lokasi istri sudah meninggal dunia terjepit badan mobil dan tertimpa salak,” katanya. Kasat Lantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti,mengungkapkan, akibat kejadian itu satu penumpang Ni Ketut Roni meninggal dunia. Semen-

tara enam penumpang lainnya mengalami luka-luka. Mereka sudah dilarikan ke rumah sakit. “Kasus lakalantas masih dalam proses penyelidikan,” ujar Anne Parwisti. Humas RS BaliMed Karangasem, Kristin, mengungkapkan, pihak rumah sakit memang menerima empat pasian akibat lakalantas di Selat itu. “Dari empat yang kita terima dua di antaranya dirujuk ke RS lain. Satu sudah diperbolehkan pulang dan satu penumpang atas nama Ni Ketut Sumiastri akibat luka patah pada bagian tulang rusuk,” kata Kristin. (kmb41)

Terkait Mutasi Sekda

Adnya Mulyadi Layangkan Gugatan ke PTUN Mantan Sekda Karangasem, Gede Adnya Mulyadi, melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait SK mutasi yang dinilai tidak wajar diterima dari Bupati Karangasem beberapa waktu lalu. Sidang pertama telah dilakukan Selasa (3/9) lalu. Agenda sidang itu adalah pemeriksaan pokok permohonan dan juga tanggapan dari termohon. Lalu, apakah dasar dan pertimbangan Gede Adnya Mulyadi melancarkan gugatan ke PTUN itu?

MANTAN Sekretaris Pemkab Karangasem, I Gede Adnya Mulyadi, melakukan gugatan ke PTUN. Adnya mengatakan Rabu (4/9) kemarin, gugatan ke PTUN itu dilakukan dengan dasar atau pertimbangan karena tidak ada tanggapan dari pimpinan terhadap surat keberatan yang disampaikan dirinya per 6 Agustus 2019. Sesuai Pasal 53 ayat 2 UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, batas waktu tanggapan pimpinan itu terkait surat keberatan itu hanya terhitung sepuluh hari. “Kalau tidak ada balasan, maka saya diangkat lagi menjadi sekda. Karena tidak ada jawaban, makanya kami mengajukan permohonan sekaligus gugatan ke PTUN,” tegas Adnya Mulyadi. Mantan pejabat hierarki

tertinggi di Pemkab Karangasem itu menambahkan, dasar hukum pihaknya mengajukan surat permohonan ke PTUN Denpasar, yakni Peraturan Mahkamah Agung (MA) No. 8 Tahun 2017. Pada peraturan itu dimuat tentang pedoman cara memperoleh putusan atau penerima permohonan guna mendapatkan keputusan serta tindakan dari badan atau pejabat pemerintah. “Dalam gugatan itu, saya mengajukan tujuh petitum ke hakim,” katanya. Ketujuh petitum yang diajukan ke PTUN itu yakni pertama mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya. Kedua menyatakan batal atau tak sah SK Bupati Karangasem No.821.4/1484/ BKPSDM/SETDA terkait pengangkatn PNS dalam jabatan pimpinan tinggi

pratama di Karangasem per 19 Juli 2019. Ketiga, mewajibkan termohon menerbitkan serta menetapkan keputusan pencabutan SK Bupati Karangasem. Keempat, mewajibkan termohon menerbitkan Surat Keputusan TUN sesuai, dengan upaya keberatan pemohon tertanggal 6 Agustus 2019. Kelima, menghukum termohon memberikan ganti rugi ke pemohon sebesar Rp 32.039.747. Keenam, mewajibkan termohon menerbitkan SK yang berisi tentang rehabilitasi pada pemohon. Sedangkan ketujuh, menghukum termohon membayar biaya perkara. “Dari tujuh petitum yang kami ajukan ke PTUN, hanya mengabulkan poin 1, 4, serta 7. Sementara petitum yang lain tidak dikabulkan sesuai putusaan MA,” jelasnya. (nan)

Bali Post/kmb41

SURAT GUGATAN - Adnya Mulyadi saat menunjukkan surat gugatan ke PTUN.


Kamis Pon, 5 September 2019

SOSOK Operasi Bina Waspada Agung Jajaran kepolisian melakukan Operasi Bina Waspada Agung 2019. Operasi mulai Rabu (4/9) kemarin hingga 14 hari ke depan. Dalam operasi ini, Polres Klungkung mengerahkan 45 personel. Demikian disampaikan Wakapolres Klungkung, Kompol Ida Bagus Dedi Januartha, Rabu (4/9) kemarin. Operasi Bina Waspada Agung ini mengedepankan satuan fungsi Binmas, dibantu satuan fungsi lainnya yang tergabung dalam Satgas Operasi Bina Waspada. Mereka melakukan upaya dan langkah pembinaan melalui kegiatan penyuluhan, kunjungan dan tatap muka. Ada juga dalam bentuk sambang masyarakat serta kegiatan lainnya terhadap kelompok organisasi, pemuka agama/tokoh masyarakat, pemuda dan remaja guna terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, serta terpeliharanya keutuhan NKRI. Sehingga masyarakat semakin teredukasi dan memiliki kebangsaan yang luas. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran seluruh komponen masyarakat, terkait berkembangnya paham radikalisme dan terorisme yang cenderung mengancam stabilitas keamanan dan kerukunan antar umat beragama di tanah air. Masyarakat harus paham ini, agar tidak mudah tersulut,” tegasnya. Seluruh personel yang terlibat dalam Satgas Operasi Bina Waspada Agung, diminta mampu melaksanakan tugas sesuai dengan bidang fungsinya, baik itu Satgas Deteksi, Satgas Binluh dan Satgas Banops, agar mampu bekerja secara tim dan terpadu. Harapannya, agar operasi ini dapat mencapai hasil yang maksimal, dan berdampak positif bagi masyarakat. (gik)

Pencarian Widra Belum Berhasil

Semarapura (Bali Post) Upaya pencarian terus dilakukan terhadap warga Banjar Sompang, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, I Made Widra (30), Rabu (4/9) kemarin. Jajaran kepolisian dibantu warga setempat melakukan pencarian di sekitar TKP. Sementara, petugas lainnya seperti Basarnas Bali dan BPBD, melakukan penyisiran di sekitar perairan setempat. Pihak keluarga juga menempuh upaya niskala, dengan bertanya kepada Tapakan, untuk mencari keberadaannya. Perbekel Bunga Mekar Wayan Yasa, Rabu (4/9) kemarin, mengatakan, proses pencarian hari kedua masih belum membuahkan hasil. Upaya pencarian terus dilakukan seperti biasa, baik di lokasi awal diperkirakan hilang maupun di sekitar perairan setempat. Di darat, pencarian dilakukan jajaran kepolisian dari Polsek Nusa Penida. Sedangkan dari Basarnas Bali melakukan penyisiran di tengah laut. Namun, dari proses pencarian di tengah laut juga belum membuahkan hasil. Made Widra memiliki dua anak. Bahkan, istrinya saat ini sedang hamil tua. “Istrinya nampak masih shock dengan kejadian ini. Semua pihak sedang melakukan upaya pencarian. Keluarganya terus berupaya menenangkannya,” kata Yasa. Seperti diberitakan sebelumnya, Widra dilaporkan hilang, Selasa (3/9) lalu, setelah pamit dari rumah, hendak mencari pakan untuk ternak sapinya. Korban pergi dengan menggunakan sepeda motor. Namun, ditunggu hingga siang, korban tak kunjung pulang hingga pukul 11.00 wita. Dia diduga terpeleset dari tebing di sekitar Tanjung Naup dan tercebur ke laut. (kmb31)

PENGARAHAN - Bupati Suwirta saat memberikan pengarahan kepada Dispar.

Bali Post/gik

Cegah Korban Bertambah Pantai Devil’s Tears Ditata Semarapura (Bali Post) -

Dalam beberapa pekan terakhir, Pantai Devil’s Tears berulang kali memakan korban. Mayoritas dari mereka adalah turis asing. Situasi demikian membuat Pemkab Klungkung harus segera melakukan penataan. Dinas Pariwisata terus mematangkan penataan pantai itu, sebagaimana instruksi dari Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, guna mencegah agar tak jatuh korban jiwa lagi. Bupati Suwirta langsung memanggil sejumlah pihak terkait dari Dispar Klungkung ke ruangannya, Rabu (4/9) kemarin. Menyikapi permasalahan tersebut, Dispar diminta melakukan penataan, terutama fasilitas keamanan agar nantinya kecelakaan di saat wisatawan berkunjung tidak pernah ter-

jadi lagi. Pertama, di sekitar lokasi akan dipasang tali pengamanan, sebagai pembatas turis dan bibir tebing. Kemudian membuat titik foto dan membuat pengumuman baik itu kepada para pengunjung maupun para guide, yang harus dipatuhi saat berkunjung. “Kunjungannya pesat, keamanan dan kenyamanan-

nya harus diwujudkan,” tegas Bupati Suwirta. Selain itu, Bupati Suwirta juga menegaskan, segera memasang rambu-rambu tanda bahaya, terutama ketika wisatawan berfoto di areal Pantai Devil’s Tears. Sebab, di sana ombak kelihatan tenang dan mendadak sangat besar. Langkah ini dilakukan agar

nantinya wisatawan maupun guide bisa lebih berhati-hati dan selalu menjaga keselamatan dengan baik. “Setelah dipasang rambu-rambu tanda bahaya, para guide bisa ikut lebih mengawasi tamunya sendiri, terutama saat berfoto di areal Pantai Devil’s Tears. Kalau membahayakan, tolong segera ditegur,” tegas Bupati Suwirta. Secara keseluruhan, Dispar juga membuat perencanaan menyeluruh untuk segera menata tanah milik pemerintah daerah di pinggir pantai dari ujung ke ujung. Lang-

kah-langkah ini dilakukan agar nantinya tempat-tempat lainnya yang masih layak, bisa dipakai tempat rekreasi, sehingga bisa lebih berfungsi ketika tamu berkunjung. Kasus terakhir, turis yang tewas setelah jatuh dari tebing ini adalah Li Huiling (38) asal Tiongkok, pada Sabtu 17 Agustus lalu. Dia jatuh dari atas tebing setelah tersambar ombak ganas saat selfie. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban WNA yang terseret arus di objek wisata Nusa Penida. (kmb31)

Kirim 20 Naker, Usulkan Anggaran Rp 326 Juta

Semarapura (Bali Post) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klungkung, telah memperoleh 20 orang tenaga kerja untuk dikirim bekerja ke Kapal Pesiar. Sebelum diberangkatkan tahun depan, mereka kini mengikuti serangkaian pelatihan dengan sejumlah lembaga dan perusahaan yang diajak kerja sama oleh pemerintah daerah. Disperinaker telah mengusulkan anggaran Rp 326 juta pada

tahun 2020. Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Disperinaker Wayan Darmanaba, Rabu (4/9) kemarin mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran Rp 326 juta. Di antaranya digunakan untuk biaya transportasi, seperti transportasi untuk interviu, buku pelaut, pasport, dua jenis visa, kepengurusan BPJS hingga medical chek-up. Selain itu, juga untuk pelatihan pemanta-

pan, seperti Pelatihan CCM (Crowd and Crisis Manajement), SSAT (Shifp Security Awarnes) dan BST (Basic Savety Traine). “Saat ini baru satu agen yang siap bekerja sama,” katanya. Darmanaba menambahkan, kompetensi 20 orang tersebut, dikatakan, memiliki kemampuan rata-rata cukup bagus. Sehingga Disperinaker sangat berharap nanti semuanya bisa berangkat. Saat proses pelatihan ini,

juga bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja, yang berwenang mengeluarkan sertifikat. Sehingga tatkala melamar di agen nanti, sertifikatnya yang nanti dilihat, sebagai bahan pertimbangan. “Walaupun kompotensinya bagus, tapi kalau sertifikatnya bukan dari LPK, ini bisa jadi masalah,” tegasnya. Sebagaimana saran Bupati Suwirta, setelah tamat dari pelatihan tahap awal, agar diupayakan dititipkan

di hotel-hotel Klungkung daratan. Agar ilmunya berfungsi dan teraplikasikan. Saat ini, yang masih menjadi pertanyaan, adalah ketika tidak semua bisa berangkat, seperti apa langkah selanjutnya, masih belum terpikirkan seperti apa tindak lanjutnya. “Tetapi dari pembicaraan dengan beberapa agen, peluangnya cukup banyak. Kecuali kalau kemampuan mereka sama sekali tidak memenuhi,” tegasnya. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Pon, 5 September 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Sales&Sopir kanvas L300 Gaji,UM+Instv Hub:081338085868 B.BP.001.09.19.0000062

Cr Accounting wanita berpengalaman Hub.0811392894 B.BP.154.09.19.0000178

Cr Admin Wnt Bs Komputer&Sopir Lam:Kopebalanusa.087754434981 B.BP.001.09.19.0000160

Dcr Peg.S1 Hukum u/Yayasan Bs WA/HP:081238900234/08123907431 B.BP.001.09.19.0000089

RUPA-RUPA

SERVICE

Cr Krywn suami istri Serabutan bisa Sopir diutmkn jujur n Tanggung Jwb Hub.081999555821

Dicari: Waitress,Penampilan Menarik, Kirim CV ke : loungeinvestor@gmail.com

Dcr Sopir + Staff yg bs Bhs Korea Hub. 087863076025

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.004.09.19.0000167

B.BP.004.09.19.0000132

Dcr Sopir Kantor SIM A/B di PelabuhanBenoaHub.081999660972

B.BP.001.09.19.0000083

Dcr Sopir Prbd bujangan SIM A Tdr dlam ada BPJS,081999660972 B.BP.001.09.19.0000085

B.BP.001.09.19.0000033

G.01

Dicr Tenaga Admin Bs Komputer Lok.Gianyar.Hub:081999846117 B.BP.001.09.19.0000161

Dicari Sopir Truck Loading alat berat Hub.08123989926

Loker Pegawai jaga Kos Renon Hub. 081353002869

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

B.BP.001.09.19.0000171

B.BP.001.09.19.0000170

Sopir & Karywti u/Prodksi Kue dan PRT(tdr luar) 08123836575

PROPERTY

DIJUAL MOBIL

Servis vila/rmh, borng bangunan design,ijin IMB, 081239902757

B.BP.004.09.19.0000168

TOYOTA

Avanza G 04,Hijau,Orcat,VR,Jl. P.Adi I/10 WA:081232715398 BUC

B.BP.001.09.19.0000153

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tnh Depan Puri Gading Dkt GWK L10,90X13,50MNego.08123907431

B.BP.001.09.19.0000088

KONTRAKTOR

B.BP.004.09.19.0000060

PEMBERITAHUAN Saya A.N Suryani mohon maaf kepada Perusahaan Arta Sedana Amlapura karena melakukan tindakan pengambilan barang & tidak akan mengulanginya lagi. B.BP.004.09.19.0000131

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

KESEHATAN

KEHILANGAN

Terapi Tulang Belakang untuk rehabilitasi stroke, scoliosis, sakit pinggang&punggung,saraf terjepit, cedera, sport injury WA / telepon 081238548188 Instagram: puteratham

Hlg BPKB DK 3512 GAG No.M 0906 2486 0 an I Nyoman Sukeradana

B.BP.004.09.19.0000055

KEHILANGAN

B.BP.167.09.19.0000169

Hlg SHM No.M.350 Ls650M2,NO.M. 646 Ls485M2,NO M.647 Ls260M2. NO.M.366 Ls 2.500M2 AN.I Wayan Selamet,SobanganMengwi-Badung B.BP.001.09.19.0000164

Hilang SHMNo.971/Ds.Pemecutan Denpasar, Luas 361m2 An.Anak Agung Sagung Oka

Hilang BPKB DK 1303 IR a.n. Gusti Ag Ayu Manik Widawati N.Rangka MHFXW43G3B4059783,082144224830

B.BP.001.09.19.0000162

B.BP.001.09.19.0000183


Kamis Pon, 5 September 2019

SOSOK

Bercita-cita Jadi Guru Matematika

Siswa SD Seberangi Danau ke Sekolah

Serius Laksanakan Tugas FENOMENA aksi kekerasan yang bernuansa radikalisme, agama, suku, dan ras (SARA) dari kelompok tertentu masih mewarnai kehidupan masyarakat di Indonesia. Aksi itu dilakukan oleh kelompok atau pelaku yang punyai kepentingan tertentu dan sangat memberikan pengaruh negatif terhadap masyarakat. Hal itu diakui Kapolres Bangli, AKBP Agus Tri Waluyo, saat memimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Bina Waspada Agung 2019 di Lapangan Apel Mapolres, Rabu (4/9) kemarin. Karenanya melalui Operasi Bina Waspada Agung ini pihaknya ingin mencegah paham radikal dan intoleransi di masyarakat. Sesuai dengan tema Operasi Bina Waspada Agung, yakni meningkatkan kembali ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan dan kebinekaan dalam bingkai NKRI. Dalam apel kemarin, AKBP Agus menekankan kepada anggota yang terlibat dalam pelaksanaan operasi agar benar-benar serius dalam melaksanakan tugas sehingga memperoleh hasil yang maksimal. alam pelaksanaan Operasi Bina Waspada Agung 2019 ini Polres Bangli melibatkan 53 personel dengan mengedepankan fungsi binmas untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan. Operasi dilaksanakan mulai tanggal 4 hingga 17 September. “Melalui operasi ini kami berupaya untuk menekan paham radikal, rasisme menanamkan empat pilar kebangsaan yaitu, ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945 dan NKRI,” kata Agus. (ina)

Bali Post/ina

NGABEN - Prosesi ngaben massal 84 sawa di Desa Adat Pinggan, Kintamani, Bangli, Rabu (4/9) kemarin.

Harga Murah, Petani Simpan Bawang Merah

Bangli (Bali Post) -

Harga jual bawang merah pada musim panen kali ini tidak menggembirakan bagi petani di kawasan Kaldera Batur. Bawang merah yang biasanya bisa dijual petani dengan kisaran harga Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogramnya, kini hanya laku Rp 10 ribu per kilogram. Lantaran harganya yang kurang menguntungkan, beberapa petani memilih menyimpan hasil panennya di rumah sambil menunggu harga membaik. Ketut Sujendra, salah seorang petani bawang merah ditemui di Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani, Rabu (4/9) mengatakan, harga jual bawang merah saat ini tergolong murah. Keuntungan yang didapat petani sangat tipis.

Agar petani bisa dapat untung, idealnya harga bawang merah berkisar di atas Rp 18 ribuan. “Kalau harga murah saat musim panen raya memang biasa. Beberapa waktu lalu bahkan pernah harganya Rp 7-8 ribu per kilogramnya,” ujarnya.

Menurut Sujendra, murahnya harga bawang saat ini disebabkan masa panen yang bersamaan dengan daerah lainnya. Sehingga menyebabkan stok bawang merah melimpah. “Banyak bawang dari luar Bali yang masuk ke pasaran saat ini seperti

Bali Post/kmb40

BAWANG - Petani di Banjar Dukung, Desa Abang Batudinding, Kintamani sedang memanen bawang merah, Rabu (4/9) kemarin.

bawang bima,” ujarnya. Lanjut dikatakannya, biasanya masa panen raya bawang bima berlangsung pada bulan September-Oktober. Namun saat ini masa panennya hampir bersamaan dengan petani di kaldera Batur. Kondisi cuaca saat ini yang kemarau, kata Sujendra sejatinya sangat cocok dan mendukung produksi pertanian bawang. Hasil panen yang didapat lebih maksimal dibandingkan saat musim hujan. “Pertumbuhannya lebih bagus kalau cuaca panas

seperti sekarang,” ucapnya. Di tengah murahnya harga bawang saat ini, ia berencana akan menyimpan hasil panennya di rumah sekitar 2-3 minggu ke depan sambil menunggu harga membaik. Karena disimpan, tentu bawang merah hasil panennya lama-kelamaan akan mengalami penyusutan dari segi berat. “Tapi walaupun menyusut, penyusutannya hanya sedikit. Ketimbang dijual dengan harga sekarang, keuntungannya sedikit sekali,” imbuhnya. (kmb40)

KETIADAAN akses jalan tak pernah menyurutkan semangat I Gede Agus Wardika, bocah yang tinggal di Pondokan Waru, Desa Terunyan, Kintamani, untuk bersekolah. Setiap hari, siswa kelas IV SDN 1 Terunyan itu harus menyeberangi danau menggunakan pedau (sampan) seorang diri untuk menuju ke sekolahnya yang berlokasi di pusat desa. Jarak antara rumah Agus dengan sekolahnya cukup jauh sekitar 1,5 kilometer lebih. Tidak ada satupun akses jalan darat yang bisa dilalui dari Pondokan Waru ke pusat Desa Terunyan, selain menyeberangi danau. Karenanya, Agus yang bercita-cita jadi guru matematika itu harus mengayuh sampannya hingga setengah jam lebih setiap hari untuk pergi ke sekolah. Terkadang bocah 10 tahun itu diantar oleh ayahnya. Namun lebih sering, ia harus menyeberangi danau seorang diri. Ditemui Rabu (4/9) kemarin, Kepala SDN 1 Terunyan Nyoman Siyem membenarkan bahwa siswanya tersebut setiap hari harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan mendayung sampan ke sekolah. Saat masih duduk di bangku kelas I, Agus sering diantar jemput ayahnya. Namun sejak naik kelas II, Agus lebih sering pergi ke sekolah seorang diri. “Tadi karena kebetulan bapaknya datang ke desa untuk urusan bawa KK (kartu keluarga), sehingga dia diantar bapaknya. Kalau biasanya dia sendiri ke sekolah,” ungkapnya.

Karena jaraknya yang cukup jauh, tak jarang Agus datang terlambat di sekolah. Agus kadang-kadang tiba di sekolah pukul 7.30 Wita lebih, saat siswa lainnya sudah mulai masuk kelas. Meski demikian, pihak sekolah memakluminya. Walau sering terlambat, lanjut Siyem, Agus tergolong anak yang pintar. Anak pasangan Putu Wardana dan Nengah Sudiani itu sering mendapat rangking di kelas. Saat pembagian raport terakhir, ia mendapat rangking I, mengalahkan teman-temannya. “Sebelumnya waktu kelas II dia dapat rangking dua,” ujarnya. Selain Agus, ada beberapa siswa lainnya yang juga punya semangat sekolah yang sama. I Kadek Ervan Sugiarto, salah satunya yang merupakan adik kandung Agus. Bocah yang duduk di bangku kelas I itu setiap harinya berangkat ke sekolah menyeberangi danau diantar jemput ayahnya. Selain Ervan, ada juga lima orang siswa lainnya dari Banjar Madia yang harus berjalan kaki melewati bukit hingga hampir sejam dari rumah ke sekolah. Kelima anak tersebut memilih bersekolah ke SDN 1 Terunyan ketimbang SDN 3 Terunyan di Banjar Bunut, karena jaraknya lebih dekat. “Melihat tekad mereka yang sangat semangat menempuh pendidikan, kami berharap ke depannya agar dibantu fasilitas demi kesuksesan anak-anak tersebut,” harapnya didampingi beberapa guru dan Babinsa Terunyan, Wayan Asli. (ina)

Bali Post/ina

Agus Wardika menyeberangi Danau Batur.


OLAHRAGA

Kamis Pon, 5 September 2019

15

Indonesia Vs Malaysia

Laga Pembuka Jalan

Jakarta (Bali Post) – Duel Timnas Indonesia dengan Malaysia di babak Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 menjadi pembuka langkah kedua tim. Pelatih timnas Simon McMenemy menyadari betul betapa krusialnya laga itu. Indonesia menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), hari ini. Laga itu menjadi pertandingan perdana Simon bersama skuad Merah Putih dalam laga resmi. Sebelumnya, Simon mendampingi timnas dalam beberapa laga uji coba. Simon pun menganggap pertandingan itu bakal menjadi laga spesial. Apalagi, duel Timnas dengan Malaysia tersebut bukan sekadar mencari kemenangan atau poin, namun menjadi adu gengsi. ‘’Kami mengantisipasi ini sebagai pertarungan yang sebenarnya, lebih dari sekadar pertandingan pembuka untuk kualifikasi, penuh historis

Hary Bima Sumbang Emas Pertama Badung Tabanan (Bali Post) Kontingen Badung yang juara umum tujuh kali di ajang Porprov Bali, mengalami paceklik medali emas pada hari-hari pertama. Pejudo Ida Bagus Gede Hary Bima Pradnyana seakan memecah kebuntuan. Dia mampu menyumbang emas pertama untuk Badung di kelas -100 kg, setelah di final menaklukkan Dewa Kadek Wahyu S (Buleleng ), di Jalan Pantai Nyanyi, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (4/9) kemarin. Usai mendulang emas, Hary Bima mengakui dirinya bangga menjadi penyumbang emas pertama Bali Post/022 buat Badung. ‘’Astungkara Ida Bagus Gede saya memang menargetkan Hary Bima Pradnyana emas. Apalagi, KONI Badung memotivasi pejudonya agar mampu menyabet emas,’’ tutur siswa kelas III SMAN 1 Abiansemal ini. Dikemukakan, dirinya belajar judo sejak kelas II SD, dan mulai berlatih di Desa Sedang. Hary Bima menyiapkan dirinya selama tiga bulan, ditangani pelatih Nyoman Sudarmayasa. ‘’Padahal, pada Porprov dua tahun lalu saya tersingkir di babak penyisihan, dan bonus Porprov ini saya serahkan kepada orangtua,’’ ujar putra pertama pasangan Ida Bagus Ngurah Adnyana dan Ida Ayu Ketut Ariasih. Medali emas lainnya direbut dua pejudo Bangli yakni I Kadek Rakyanda Adyatama di kelas -90 kg dan I Made Adhi Putra Suardana di kelas +100 kg. Di sektor putri, pejudo Denpasar Fania Farid menyabet emas di kelas +78 kg, sedangkan di kelas -70 kg terjadi all Tabanan final dan hasilnya I Gusti Ayu Putu Guna Kakihara mengalahkan Ni Made Uttari Ivani Ardianthi. Laga menarik ini disaksikan Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya. Di sisi lain, Manajer Tim Denpasar Agus Putra Adnyana menjelaskan, Denpasar memastikan juara umum judo dengan merebut 8 emas, bahkan bertekad merebut sekeping emas lagi di nomor beregu pada Kamis (5/9) ini. (022)

Tantangan Globalisasi Peran itu pun sudah mampu diwujudkan dalam Perda tentang Desa Adat. Ditambah lagi akan segera dibentuk Dinas Pemajuan Masyarakat

Adat dalam susunan organisasi pemerintahan di Bali, sehingga di tengah tantangan globalisasi saat ini, peningkatan kapasitas dan SDM bagi masyarakat adat Bali dapat dilakukan secara maksimal. (dar)

Untuk itu, Presiden Jokowi minta seluruh kementerian yang berkaitan dengan ekonomi menginventarisir regulasi-regulasi yang menghambat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. ‘’Regulasi-regulasi yang membuat kita lamban itu betul-betul mulai diinventarisir dan nanti seminggu lagi kita akan bicara mengenai masalah bagaimana segera menyederhanakan peraturan-peraturan yang menghambat dan memperlambat itu,’’ katanya. Presiden mencontohkan pada dua bulan yang lalu ada 33 perusahaan di China

Pergub ini sedang diproses oleh Kementerian Dalam Negeri. Dengan peraturan ini maka dana desa adat dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/ Kota langsung ditransfer ke rekening desa adat. ‘’Kalau selama ini dana desa adat harus dikirim ke desa dinas melalui Bantuan Keuangan Khusus. Padahal yang menggunakan adalah desa adat, ini sistem administrasi yang salah karena itu harus kita tata kembali dengan peraturan ini,’’ jelas mantan anggota DPR-RI ini. Koster menambahkan, pergub juga akan mengatur tata kelola keuangan desa adat agar jngan sampai bermasalah secara hukum. Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri saat ini dikatakan tengah memproses rencana pembentukan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Pada prinsipnya Kemendagri telah menyetujui terbentuknya OPD baru tersebut. Saat niat dan upaya ini berhasil, maka untuk pertama kali dalam sejarah pemerintahan daerah di Bali dibentuk dinas yang secara

11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah Padudusan Agung, Menawa Ratna Tawur Mesapuh Agung (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Dunia Kita

khusus mengurus desa adat. Lembaga inilah yang akan mengarahkan dan mengoptimalkan perencanaan dan pelaksanaan program desa adat. ‘’Clear ini sekarang desa adat kita, ada yang ngurusin. Desa dinasnya 636, kelurahannya 80, desa adatnya 1.493. Masak enggak ada OPD yang ngurus, kebangetan ini. Teledor kita selama ini,’’ imbuhnya. Menurut Koster, selanjutnya akan dibangun Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan Kantor Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota se-Bali. Pendanaan pembangunan kantor Majelis Desa Adat Provinsi bersumber dari APBD Provinsi dan CSR. Sedangkan pendanaan pembangunan Kantor Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota bersumber dari APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, dan CSR. Kantor Majelis Desa Adat akan dilengkapi dengan tenaga administrasi, perlengkapan kantor, serta mobil dan dana operasional. Kemudian, di semua desa adat akan dibentuk Tim Pendamping yang berasal dari perguruan tinggi se-Bali dan masyarakat. Walaupun diberikan kewenangan lebih,

‘’Ke depan desa adat itu akan sejajar dengan desa dinas. Hanya, permasalahannya bagaimana kita sekarang memacu para bendesa adat ini juga mempunyai pengetahuan untuk manajemen, pengelolaan dana, dan sebagainya,’’ ujarnya. Mengingat, lanjut Wiryatama, desa adat selama ini lebih banyak mengurus upakara. Sedangkan untuk urusan administrasi masih lemah karena memang dominan ditangani oleh desa dinas. Secara konseptual, upaya penguatan desa adat yang dilakukan Gubernur dinilai sangat bagus. Bali bahkan bisa mendapatkan perlakuan khusus karena hal itu. (rin)

kini dinilai belum ada realisasinya. ‘’Kan semua ada, tidak hanya BKPM saja, pertanian ada, industri ada, di BUMN ada, dan kementerian yang lain. Saya minta perusahaan sudah masuk, sudah buka pintu ke kita, tapi belum terealisasi tolong dalam seminggu ini juga diinventarisir,’’ pinta Presiden Jokowi. Presiden meminta untuk menginventarisir perusahaan, termasuk permasalahan mereka, sehingga belum merealisasikan investasinya. ‘’Misalnya kayak kemarin petrochemical yang dari Taiwan ada masalah tanah dengan Pertamina. Padahal investasinya gede banget,’’ kata Presiden Jokowi. (ant)

17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Ball Hanoman (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Lipsus Pidato Gubernur Tahun Pertama Pencapaian Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Ketika Wisatawan Asing Jadi Pelaku Kejahatan 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

desa adat tidak boleh arogan dan harus tertib. ‘’Tim bertugas mendampingi prajuru desa adat dalam melaksanakan program dan kewenangan sesuai dengan perda. Tim ini akan mendampingi pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan desa adat,’’ pungkasnya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, langkah-langkah penguatan desa adat sebetulnya telah menjadi komitmen Koster-Ace sejak sebelum terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur. Di samping membuat Perda tentang Desa Adat di Bali, langkah-langkah real juga sudah dilakukan. Misalnya dengan meningkatkan gelontoran anggaran untuk desa adat dari Rp 225 juta menjadi Rp 250 juta pada APBD 2019, dan akan ditingkatkan lagi tahun depan. Kemudian melengkapi fasilitas WiFi di setiap desa adat. ‘’Dengan demikian diharapkan akses-akses, baik informasi maupun pasar dan akses-akses lainnya bagi masyarakat desa itu lebih terbuka,’’ ujarnya. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menambahkan, eksis-

tensi desa adat sangat penting dalam menjaga adat istiadat dan budaya Bali. Selain itu, desa adat juga turut berperan dalam konteks ekonomi. Mengingat, produk-produk yang kini dipasarkan seluruhnya merupakan produk-produk budaya dengan pelakunya adalah desa adat. Oleh karena itu, seluruh stakeholder yang ada di Bali wajib secara bersama-sama menjaga eksistensi desa adat. ‘’Mereka-lah sesungguhnya yang menjadi daya tarik, sebagai pelaku-pelaku utama di dalam panggung yang kita sebut Pulau Bali ini,’’ jelasnya. Menurut Cok Ace, desa adat ke depan memiliki tugas berat. Terlebih dalam persaingan era global, ada hal-hal yang harus dilestarikan oleh desa adat. Tetapi ada juga hal-hal yang membuat desa adat harus membuka diri terhadap perkembangan zaman ke depan. Di sinilah desa adat harus bisa mengolaborasikan antara nilai-nilai kearifan lokal dengan konteks-konteks kekinian, sehingga desa adat selalu eksis sepanjang masa. ‘’Memang kita mempunyai prinsip-prinsip, konsep-kon-

sep dalam pergaulan baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Kita mempunyai identitas diri. Oleh sebab itu, kita tidak bisa juga menutup diri hanya sebatas pada tingkat lokal atau nasional saja,’’ ucapnya. Cok Ace mencontohkan di dunia usaha, orang Bali yang bekerja di perusahaan di satu sisi juga diwajibkan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban adat. Hal ini ke depan perlu dibicarakan agar tidak menjadi sebuah pertentangan antara pekerjaan dengan urusan adat. Kemudian menyangkut masalah batas-batas wilayah desa adat. Hal ini bisa menjadi sensitif ketika desa adat di Bali makin hari nilai ekonominya makin meningkat. ‘’Jangan sampai nanti akibat dari pembangunan khususnya di industri pariwisata membuat kita akhirnya lupa, bahkan membuat konflik sama saudara atau tetangga sendiri. Coba kita susun formulasi sebab ini adalah suatu keniscayaan, mau tidak mau kita akan hadapi di masa yang akan datang,” pungkasnya. (kmb32)

Menjaga Bali

Sejajar Desa Dinas

Kamis, 5 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dewa Pitara Nara Puja(4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Hanoman (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Tawon Dan Trigona 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV

pernah menjadi hal yang tidak menyenangkan untuk saya ketika melatih Filipina, akan banyak suporter di sini, saya harapkan stadion penuh, berisik dan memberikan dukungan untuk kami. Saya sangat berharap kami bisa mengunci tiga poin,’’ Simon menambahkan. Sementara itu, gelandang Evan Dimas meminta rekanrekannya untuk mewaspadai ancaman bola mati dari Timnas Malaysia. ‘’Mereka bagus di bola-bola mati. Saya merasa kami harus mewaspadainya,’’ kata pemain yang sempat merumput di negeri Jiran tersebut. Persiapan maksimal dilakukan pasukan Simon Mc-

dukungan masyarakat Indonesia. Rekan-rekan sudah tidak sabar untuk melawan Malaysia dan insya Allah kami mendapatkan hasil terbaik,’’ jelas Evan Dimas. (kmb33)

Pertama Dalam Sejarah

Sederhanakan Peraturan keluar dan 23 memilih di Vietnam dan 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja. ‘’Enggak ada yang ke kita, tolong ini digarisbawahi. Ini berarti kita memiliki persoalan yang harus kita selesaikan,’’ katanya. Untuk menjadikan Indonesia menarik bagi investor selain regulasi yang perlu dibenahi, sikap para menteri juga diingatkan ikut berubah. ‘’Kita ini jangan kayak pejabat, minta dilayani. Kita harus melayani,’’ kata Presiden Jokowi. Jokowi telah meminta para menterinya untuk menginventarisir para investor yang masuk ke Indonesia. Tetapi hingga

dan juga persaingan kedua tim. Kedua tim bertarung satu sama lain tak hanya untuk poin, tapi untuk negara mereka,’’ ujar Simon, Rabu (4/9) kemarin. ‘’Pelatih mempunyai pekerjaan ekstra, yakni melatih bagaimana mental pemain menghadapi laga ini. Laga ini akan sangat menarik dengan segala latar belakangnya,’’ katanya. Simon juga tak sabar merasakan atmosfer di Stadion GBK dengan dukungan dari suporter Timnas. Dia berharap suporter bisa menjadi energi tambahan bagi timnya. ‘’Saya antusias menantikan banyak suporter supaya bisa hadir di sini. Hal itu

Menemy jelang lawan tim berjulukan Harimau Malaya ini. Evan Dimas percaya, Timnas Indonesia memiliki kemampuan untuk menundukkan Malaysia. ‘’Apalagi kami bermain di kandang dengan

Koster juga memaparkan kalau programnya kini menjadi atensi banyak pihak. Gerakan menjaga kualitas alam, udara, hingga pembatasan penggunaan plastik sekali pakai kini diapresiasi oleh pemerintah pusat. ‘’Di Bali, gerakan menjaga bumi dan keharmonisan ekosistemnya telah bergulir. Apresiasi dan dukungan juga sudah terbangun,’’ ujarnya. Untuk itu, dalam konteks pola pembangunan satu jalur -– yang berorientasi pada ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’

melalui pola pembangunan semesta berencana untuk menuju Bali Era Baru -– pihaknya berharap ada dukungan dari berbagai komponen, termasuk kalangan pengusaha. Pola pembangunan terintegrasi ini menjadi strategi menjaga Bali yang dilakukan dengan menciptakan koordinasi dan kolaborasi setara antarkabupaten/kota. Sinergi dilakukan dalam berbagai bidang, mulai dari penanganan infrastruktur, kebudayaan, ekonomi, kesehatan publik hingga inovasi dan teknologi. Upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis inovasi dan teknologi menjadi salah

satu masa depan perekonomian Bali. Dalam upayanya mendukung sektor industri tersebut, pihaknya berharap para pengusaha menggunakan produk yang ramah lingkungan dan para produsen melakukan pendekatan yang adaptif dengan lingkungan. ‘’Saya mendukung adanya produk-produk ramah lingkungan yang berdampak pada terjaganya kualitas udara dan sanitasi lingkungan. Untuk itulah inovasi berbasis teknologi harus dilakukan,’’ jelas Koster. Koster melanjutkan, produk-produk inovatif itu bisa dilakukan oleh semua pihak, seperti industri perta-

nian, kerajinan tangan, hingga produk tembakau alternatif yang kini sedang berkembang pesat di Bali. ‘’Dilihat dari potensinya, produk tembakau alternatif diharapkan mampu menjadi salah satu solusi bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,’’ ucapnya. ‘’Saya mendukung hadirnya produk-produk yang ramah bagi lingkungan dan berpihak pada terjaganya kualitas udara. Untuk itulah saya berharap para pengusaha untuk mendukung gerakan Bali Bersih yang kini menjadi salah satu concern Pemerintah Provinsi Bali,’’ tutup Koster. (kmb)


KAMIS PON, 5 September 2019

Sang Nyoman Gede Adhi Santika

Olah Vokal Modal Utama Seniman Dalang BERPROFESI sebagai seniman dalang bukanlah perkara mudah. Butuh olah vokal yang konsisten agar bisa membedakan suara besar atau kecil. Bahkan, olah vokal merupakan modal utama yang harus dimiliki seorang seniman dalang. Apalagi, di Bali dikenal suara ‘’Ngelur’’, yaitu suara yang bergetar seperti halnya penyanyi rock. Selain itu, seniman dalang juga harus bisa matembang atau bernyanyi, minimal macepat dan harus bisa menari untuk menggerakkan wayang atau tetikesan, serta mampu menguasai gamelan terutama gender wayang agar mengetahui nada suara ketika nandak atau bernyanyi seirama dengan nada dasar gamelannya. ‘’Jangan heran apabila seorang dalang bisa dikatakan sebagai seniman serba bisa,’’ ujar seniman dalang muda Bali Sang Nyoman Gede Adhi Santika, S.Sn., Selasa (3/9). Meskipun harus dituntut menjadi seniman serba bisa, bagi Sang Oman (sapaan akrabnya) tidak menjadi kendala. Pria kelahiran Denpasar, 2 Maret 1995 ini telah menekuni seni dalang sejak baru sekolah di SMKN 3 Sukawati, Gianyar, kemudian melanjutkan pendidikan ke ISI Denpasar. Ia lahir dan tumbuh dari keluarga seniman dalang. Ayahnya, Sang Ketut Pesan Sandiyasa, B.A., atau yang dikenal Pak Gede Tomat merupakan salah satu seniman pedalangan ternama di Bali. ‘’Keinginan menjadi dalang memang dari hati nurani dan tidak ada paksaan dari siapa pun, maka dalam proses saya menekuni bidang pedalangan ini sangat menikmati segala prosesnya, baik suka maupun dukanya,’’ tandas Sang Oman yang saat ini sedang menempuh pendidikan Magister (S-2) Seni di Pascasarjana ISI Denpasar. Selama menekuni seni pedalangan, banyak pengalaman yang dirasakannya. Selain pentas di berbagai rangkaian upacara yadnya dan komunitas seni, ia pernah tampil dua kali menjadi dalang fragmentari dalam ajang Gong Kebyar Dewasa Duta Kabupaten Bangli tahun 2016 dan 2018. Bahkan, beberapa waktu lalu Sang Oman dipilih dan sukses mendalangi pementasan d ra m a ko l o sa l ‘ ’ Ga ja h Mada Reborn’’ persembahan Sanggar Pancer Langiit serangkaian HUT

ke-71 Bali Post yang di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar. ‘’Walaupun proses latihan yang lumayan singkat tetapi karena kesiapan yang sangat matang maka proses penggarapannya pun rampung di waktu yang tepat. Sebelumnya saya mempersiapkan naskah sebagai alur pikir saya, dan itu harus saya hafalkan terutama yang berbahasa Kawi dan bahasa Bali. Kemudian saya mencoba untuk mengisi narasi Indonesianya sendiri dengan menulis naskah yang berbahasa Indonesia,’’ tukasnya. Sementara itu, di ajang internasional ia pernah menjadi dalang/narator di acara Musik Internasional (Soundrenaline) yang bekerja sama dengan BXD (Bali eXtreme Drummer) dan BDK (Brahma Dipa Kencana). Bahkan, pada pertengahan September ini, anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Sang Ketut Pesan Sandiyasa dan Ni wayan Murni Adiasih ini kembali tampil di acara Soundrenaline. (win)

KANAN-KIRI jalan menuju Mu Tian Yu Great Wall ditumbuhi pepohonan. Menghijau, sedap dipandang mata. Perlu waktu tempuh sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan dari pusat Kota Beijing menuju lokasi tembok besar China tersebut. Bali Post bersama sembilan jurnalis Bali, NTB dan NTT sempat berkunjung ke tembok ini, Minggu (25/9) lalu, difasilitasi pemerintah Tiongkok melalui Konjen RRT di Denpasar. Berdiri di atas gunung, panjang tembok ini mencapai 8.851,8 km. Bahan fondasinya batu pegunun-

Indonesian Flavours di Belanda

Bali Post/lun

Tembok China Kokoh Simpan Sejarah Jurnalis Bali, NTB dan NTT saat berkunjung ke Tembok China Minggu (25/8) lalu.

gan, sedangkan temboknya dari batu bata berukuran besar. Lebar tembok sekitar tiga jengkal tangan dewasa. Masih kokoh berdiri menyimpan sejarah, tembok ini dibangun sebagai benteng pertahanan dari serangan musuh pada zaman dulu. Menuju kawasan ini, pengunjung menaiki jalan menanjak dari lokasi parkir kendaraan. Ada dua jalur yang disediakan. Bisa melalui jalan kaki, bisa juga dengan menggunakan kereta gantung. Tapi sepertinya banyak yang memilih menggunakan kereta gantung, selain lebih cepat tiba di

lokasi, juga dapat melihat alam pegunungan dari atas kereta. Pohon-pohon tampak menghijau, tumbuh di manamana. Tiba di lokasi, tembok tampak memanjang, berkelok di atas punggung gunung. Tampak kokoh memesona. Dibangun pada masa kerajaan Dinasti Ming, tembok ini berdiri dari kawasan Provinsi Leoning di barat hingga Provinsi Gansu di timur. Bisa dibayangkan, jika ditempuh berjalan kaki dari ujung ke ujung, tentu memerlukan waktu yang sangat lama. Berdasarkan informasi, yang pernah melakukan per-

jalanan itu hanya seorang yaitu peneliti. Mu Tian Yu Great Wall telah ditetapkan oleh Unesco sebagai salah satu keajaiban dunia tahun 1987 dan dibuka untuk umum tahun 1988. Tembok ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Tetap menjadi objek wisata favorit. Sore hari Minggu (25/8) lalu, tampak ada sejumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung. Mereka lebih banyak menggunakan kereta gantung agar segera tiba di lokasi, maupun kembali ke tempat parkir kendaraan. (subrata)

HUBUNGAN persahabatan Indonesia khususnya Bali dengan Tiongkok sudah terjalin ribuan tahun. Itu dibuktikan dari catatan sejarah dan akulturasi seni budaya. Hubungan persahabatan itu perlu dipererat dan ditingkatkan. ‘’Kita punya sejarah persahabatan yang begitu panjang. Karena itu kami butuh kerja sama atau kolaborasi seni budaya yang lebih intens ke depannya,’’ ujar Konjen RRT di Denpasar Guo Haodong saat jamuan makan malam dengan jurnalis Bali, di Sanur, Selasa (3/9) malam. Sebelumnya, sepuluh jurnalis Bali, NTB dan NTT diundang berkunjung ke Tiongkok, 2431 Agustus 2019. Dalam konteks catatan sejarah, Unud sempat mengundang pakar atau peneliti Tiongkok berbicara tentang akulturasi budaya Indonesia, khususnya Bali dengan Tiongkok. Sebelumnya, pihaknya sempat mengundang pelukis Bali untuk pameran dan kolaborasi di Tiongkok. Sebaliknya, pihaknya sempat

mengundang pelukis Tiongkok untuk pameran di Bali. ‘’Setiap tahun saat perayaan Imlek, kami undang seniman Tiongkok berkunjung ke Bali untuk menggelar budaya di Bali,’’ ujarnya. Konjen RRT Guo Haodong sangat mengapresiasi kinerja jurnalis Bali, NTB dan NTT yang telah menulis banyak tentang Tiongkok saat berkunjung ke negeri Tirai Bambu itu. Karena itu program kunjungan jurnalis ke Tiongkok akan dilanjutkan di masa-masa mendatang. Diakui, peran media begitu strategis dalam menjaga hubungan persahabatan kedua negara. Karena itu pihaknya juga berencana mengundang wartawan Tiongkok berkunjung ke Indonesia untuk memberitakan tentang Indonesia kepada warga Tiongkok. Di sisi lain Konjen mengatakan pada 1 Oktober mendatang RRT merayakan HUT ke-70. Kaitan momen ini pihaknya memberi peluang kepada awak media untuk wawancara tentang Tiongkok dan perkembangannya. (lun)

Rindik Bali Sambut Para Pengunjung Konjen Tertarik Kolaborasi Budaya Bali-Tiongkok INDONESIAN Flavours yang merupakan event untuk mempromosikan kekayaan kuliner di Belanda, diselenggarakan kembali oleh KBRI Den Haag di Hotel Crown Plaza Den Haag-Promenade selama tiga hari dari tanggal 29-31 Agustus 2019. Alunan musik Rindik Bali terdengar mengalun merdu menyambut kedatangan Duta Besar RI dan para tamu undangan. Para pemain Rindik dengan gerakan lincah menggoyangkan panggul ke arah rindik yang terbuat dari bambu sehingga tercipta melodi indah yang terdengar mengalun lembut di seluruh lantai dasar hotel dan membawa para pengunjung serasa memasuki hotel di Pulau Dewata, Bali. Made Werdana, salah seorang pemain Rindik, mengungkapkan bahwa dirinya begitu senang dan beruntung dapat bepartisipasi dalam event ini. ‘’Ini adalah salah satu event besar di Belanda dan juga mempromosikan budaya Indonesia jadi saya merasa sangat senang bisa ikut di dalamnya,’’ ujarnya. Made sebelumnya pernah tinggal selama 22 tahun di

Belgia dan aktif dalam mempromosikan budaya Bali. Selama dua bulan ke depan, timnya akan berada di Eropa untuk mempromosikan musik khas Bali di Belanda, Belgia dan Jerman. Event Indonesian Flavours dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja pada Kamis (29/8) pukul 18.00 dan dihadiri puluhan tamu undangan yang terdiri dari kalangan diplomatik, mitra kerja Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda, food bloggers, friends of Indonesia, dan juga pers Belanda. Dalam sambutannya, Dubes Puja menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kerja sama dan kolaborasi yang baik dengan KBRI Den Haag dengan Hotel Crown Plaza Den Haag selama beberapa tahun terakhir dalam penyelenggaraan event ini. Diharapkan melalui event ini kekayaan kuliner nusantara semakin dikenal dan keakraban di antara kedua negara semakin erat. ‘’Malam ini merupakan malam spesial bagi kita semua, karena malam ini akan dis-

ungguhkan menu spesial dari seorang chef berkelas internasional Indonesia yang datang dari Italia. Saya begitu bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara ini. Sama seperti anda semua, saya sudah tidak sabar untuk segera mencicipi masakan yang akan dihidangkan. Selamat menikmati dan enjoy the night,’’ katanya. Dalam kegiatan ini, Chef Theodora Hurustiati (Indonesia) berkolaborasi dengan Chef Sido de Brabander (Belanda) untuk memanjakan lidah para tamu dengan kuliner eksotis nusantara. Sebagai hidangan pembuka disungguhkan soto ayam (Madura), gohu tuna (Maluku), balado terong puyuh (Padang), dan asinan (Jawa Barat). Sementara hidangan utama dihidangkan nasi kuning (Jawa dan Bali), rendang (Padang), sayur lodeh (Jawa), opor ayam (Jawa), urap (Jawa), sate lilit (Bali), dan sambal matah (Bali). Sebagai penutup, para undangan menikmati es teler (Jawa), pisang rai (Bali), dan dadar gulung kelapa (Jawa dan Bali) yang sudah terkenal dengan kelezatannya. (kmb33)

Guo Haodong

Bali Post/kmb

Ospek IKIP PGRI Bali

Perkuat Pendidikan Karakter Berbasis Tri Kaya Parisudha

MASYARAKAT Bali berbangga memiliki IKIP PGRI Bali sebagai LPTK swasta yang berkontribusi meningkatkan kualitas human capital Bali. IKIP PGRI Bali mencetak guru yang profesional, kemudian membetuk SDM Bali yang kuat secara akademis dan berkarakter. Pendidikan karakter berbasiskan Tri Kaya Parisudha inilah yang diperkuat bagi 336 mahasiswa baru melalui Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) di IKIP PGRI Bali mulai Rabu (4/9) kemarin. Ospek selama tiga hari itu dibuka Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. didampingi Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., I Nyoman Dudi Gunarta,

S.T., Ketua PGRI Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. dan wakil rektor. Ketua Panitia yang juga WR III Dr. I Wayan Citrawan, M.Pd. melaporkan Ospek IKIP PGRI Bali 2019 bertemakan ‘’Melalui Ospek IKIP PGRI Bali kita tingkatkan pendidikan karakter melalui Tri Kaya Parisudha’’. Ospek diisi dengan informasi perguruan tinggi, perkenalan SDM dan dosen, wawasan kebangsaan. Juga soal pendidikan karakater oleh Rektor IKIP PGRI Bali, sejarah dan perkembangan IKIP PGRI Bali oleh Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. menekankan ospek di kampus oranye ini menekankan

pada pembentukan generasi muda yang berkarakter dan calon guru yang profesional. Pendidikan karakter berbasiskan Tri Kaya Parisudha menjadi ikon mahasiswa baru kali ini untuk mencetak guru yang baik dan inovatif dalam berpikir, berbuat dan berkata karena mereka menjadi insan penting membentuk kader bangsa. Kata dia, jika dokter salah memberi obat, nyawa seseorang taruhannya, namun jika guru salah mendidik, nasib bangsa ini dipertaruhkan. Itulah sebabnya IKIP PGRI Bali memberlakukan mahasiswa yang belum lulus pendidikan karakter tidak diperkenankan mengikuti pendidikan selanjutnya dan diwisuda. Rektor menilai mahasiswa sangat pas memilih IKIP PGRI

Bali sebagai kampus berkualitas. Ditegaskannya, mahasiswa IKIP PGRI Bali adalah generasi pemilik masa depan. Alasannya profesi guru diperlukan sepanjang zaman. Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB Arthanegara bersyukur minat generasi muda dan lulusan SLTA di Bali untuk menjadi guru masih tinggi. Ini menunjukkan IKIP PGRI Bali dikejar karena kualitasnya, padahal secara nasional terjadi penurunan jumlah mahasiswa untuk pendidikan dan keguruan. Ini berkat dukungan masyarakat karena IKIP PGRI Bali mengemban amanah PGRI untuk membantu guru dan keluarganya dalam pendidikan studi lanjut dan memenuhi keperluan guru di Bali. Hal itu diperkuat oleh per-

nyataan Ketua PGRI Bali Gede Wenten Aryasuda bahwa IKIP PGRI Bali banyak membantu guru di Bali meraih S-1. Semua guru di kaki gunung sambil mengajar mereka bisa meraih S-1 berkat melanjutkan di IKIP PGRI Bali. Kiprah ini dirasakan manfaatnya karena guru-guru di luar Bali kini banyak dipecat pemerintah karena belum S-1, sedangkan di Bali tak sampai demikian. Selain itu IKIP PGRI Bali dikenal berkualitas apalagi Kemenristekdikti menempatkan sebagai PTS terbaik II di Bali, NTB dan NTT pada 2019. Ini didukung SDM dosen berkualitas, dua prodinya terakreditasi A. Berkat budaya mutu ini, input, process dan output serta outcome IKIP PGRI Bali teruji di dunia kerja. (ad187)

OSPEK - Rektor I Made Suarta bersama IGB Arthanegara, Dudi Gunarta, Gede Wenten Aryasuda dan wakil rektor saat membuka Ospek IKIP PGRI Bali.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook