Skip to main content

Edisi Selasa 5 Mei 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

8 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 245 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa umanis, 5 mei 2020

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Layanan Tilang ‘’Drive Thru’’

Beraktivitas di Pantai, Wisatawan Dihalau

PPDB Dirancang Sistem ’’Online’’

Di saat pemerintah sedang gencar menyosialisasikan SOP pencegahan Covid-19, Kejari Denpasar menelurkan inovasi kreatif guna mencegah bergerombolnya massa. Yakni membuka layanan tilang dengan model drive thru.

Petugas Satpol PP BKO Kuta Selatan bersama unsur TNI dan Polri masih mendapati wisatawan yang mendatangi kawasan pantai di wilayah Kuta Selatan, Senin (4/5) kemarin. Padahal, selama ini objek daya tarik wisata di Kabupaten Badung masih ditutup sementara untuk umum. BADUNG | HAL. 3

Di tengah masih mewabahnya Covid-19, Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan merancang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem online. Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus.

DENPASAR | HAL. 2

TABANAN | HAL. 4

Tingkat Kesembuhan Capai 59 Persen

Gubernur Apresiasi Tim Medis Tangani Pasien Covid-19

Denpasar (Bali Post) Tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 di Bali terbilang cukup tinggi yakni mencapai 59 persen. Berdasarkan data hingga Senin (4/5) kemarin, akumulatif pasien yang sembuh berjumlah 159 orang dari total 271 kasus positif. Selain itu, angka pasien yang meninggal dunia juga relatif kecil yakni 4 orang dan diharapkan tidak bertambah lagi. Sebab, ini artinya laju penularan Covid-19 di Bali sudah bisa dikendalikan dengan baik. ‘’Paling penting adalah pasien sembuhnya meningkat. Itu artinya, penanganan kesehatan di RS oleh para

tenaga medis kita itu baik,’’ kata Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers di Jayasabha, Denpasar, Senin kemarin. Secara khusus, Koster sangat mengapresiasi dan memberi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tenaga medis, dokter dan perawat di semua rumah sakit (RS) rujukan. Pasalnya, mereka telah bekerja tanpa lelah dengan semangat pengabdian tinggi demi tugas kemanusiaan. Pihaknya sudah menyiapkan insentif tambahan yang kini sedang dirumuskan kebijakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ‘’Ini perlu saya menekankan dan sudah saatnya saya mengapresiasi dan memberi penghargaan karena memang penanganan kesehatan di RS rujukan sangat baik yang dibuktikan dengan tingginya angka kesembuhan dan rendahnya angka kematian pasien Co-

Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

DI TENGAH pandemi Covid-19, sektor ekonomi sangat terdampak. Meskipun kondisi sulit seperti sekarang ini, Dirut UD Mitraco Utama I Gusti Putu Ismawan, S.E. mengharapkan semua pihak harus tetap optimis. Semua pihak terutama pengusaha harus selalu optimis dan kerja keras. ‘’Kita harus tetap yakin. Ini juga sebagai bagian pelajaran alam pada manusia. Dari kondisi yang paling terpuruk sekalipun pasti ada hikmah positif yang bisa diambil,’’ katanya. Dalam konteks bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini, Ismawan menyarankan kepada para pebisnis untuk melakukan evaluasi ke dalam. Terutama meningkatkan kualitas produk. Dalam kondisi seperti sekarang ini, pihaknya yakin masih ada peluang usaha yang sangat terbuka. Untuk pekerja di dunia pariwisata terutama pekerja hotel, bisa melakukan bisnis secara online, dengan berjualan makanan maupun minuman. ‘’Kondisi ini bukan merupakan akhir dari segalanya,’’ ujarnya. Saat ini, katanya, UD Mitraco masih tetap bisa menjalankan usaha meski dengan omzet yang sangat anjlok. Untuk bisa tetap bertahan, pihaknya berusaha menjalankan atau membuat sejumlah terobosan agar bisa tetap mempekerjakan karyawan. Yang perlu dilakukan saat ini adalah melakukan sejumlah inovasi, seperti mengadakan perubahan di internal perusahaan, kontrol kualitas, koreksi internal seperti pelayanan ke depan supaya lebih baik lagi. Itu yang harus dilakukan saat ini. ‘’Yang pasti kita berusaha sebaik mungkin supaya karyawan tetap ada penghasilan,’’ katanya. Selama masa pandemi ini, pihaknya juga rutin ikut melakukan aksi sosial guna membantu masyarakat. Seperti melakukan donasi ke sejumlah banjar, berupa disinfektan. ‘’Mudahmudahan dengan ini bisa membantu masyarakat untuk bisa mendapatkan disinfektan,’’ ujarnya. (kmb23)

OPINI

’’Sense of Crisis’’ LPD Oleh: I Wayan Suartana

WACANA untuk memaksimalkan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dalam masa pandemi Covid-19 seperti dilontarkan oleh Sekda Badung, barubaru ini, harus direspons positif disertai dengan sikap hati-hati. Seperti yang diberitakan, opsi ini salah satu upaya untuk membantu kemampuan fiskal pemerintah daerah yang kelihatannya akan terkuras untuk penanganan pandemi ini beserta dampak ekonomi dan sosialnya. Opsi lainnya misalnya dengan menerbitkan surat utang atau obligasi daerah akan memakan waktu lama dan belum tentu laku di pasaran (non marketable). Intinya, LPD dilirik karena secara kelembagaan sudah berakar kuat di masyarakat. Hal. 7 Memaksimalkan Peran LPD

vid-19,’’ paparnya. Di sisi lain, Koster kembali mengimbau agar para PMI/ABK yang sedang dikarantina di hotel atau di tempat lain harus mengikuti dengan disiplin, tidak boleh keluar, dan tidak boleh menerima tamu, termasuk keluarga. Kalau ada yang melanggar agar ditindak dengan tegas oleh aparat keamanan. Selain itu, bupati/wali kota se-Bali diminta membatasi beroperasinya pasar tradisional dan pasar modern, dengan tetap menjaga jarak (tidak boleh berkerumun), harus menggunakan masker, dan mengikuti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dikatakan, semua pihak

harus bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam penanganan Covid-19 atas kesadaran yang tinggi bahwa pandemi Covid-19 merupakan tugas semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. ‘’Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, penambahan pasien positif Covid-19 paling banyak terjadi di Kabupaten Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Denpasar. Oleh karena itu, bupati/wali kota di wilayah tersebut agar berani bertindak tegas untuk memperketat pergerakan masyarakat dan mencegah penyebaran Covid-19,’’ tegasnya. Menurut Koster, pemerintah pusat melalui Menko Maritim dan Investasi telah

memonitor penanganan Covid-19 di Bali. Bahkan, sudah dibahas dalam rapat kabinet dan dilaporkan kepada Presiden RI. Pemerintah pusat menyampaikan bahwa penanganan Covid-19 di Bali sudah berjalan dengan baik dan terus ditingkatkan, sehingga diharapkan Bali akan menjadi provinsi pertama yang pandemi Covid-19 bisa berakhir. ‘’Dalam upaya tersebut, Beliau (Menko Maritim dan Investasi - red) sangat mengapresiasi peran desa adat di Bali yang mampu menjaga wilayahnya dengan sangat ketat, sehingga bisa mencegah penyebaran Covid-19,’’ tegasnya. (kmb32)

’’Paling penting adalah pasien sembuhnya meningkat. Itu artinya, penanganan kesehatan di RS oleh para tenaga medis kita itu baik.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Gubernur Koster Minta Masyarakat Abuan Disiplin dan Sabar Bangli (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh masyarakat di Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli agar menjalani masa karantina dengan tertib dan disiplin. Kasus positif Covid-19 yang banyak terjadi di Desa Abuan harus dijadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat, terutama pekerja migran Indonesia (PMI).

‘’Saya minta ke Bupati beserta jajaran, Bapak Dandim dan Kapolres, supaya isolasi di Desa Abuan selama dua minggu ini tetap dijalankan. Supaya masyarakat di sini tertib dan disiplin,’’ kata Gubernur Koster saat mengunjungi Desa Abuan dalam rangka penyerahan bantuan, Senin (4/5) kemarin. Menurutnya, kasus positif

Covid-19 yang banyak terjadi di Desa Abuan disebabkan karena adanya PMI yang tidak disiplin dan tertib dalam mematuhi arahan pemerintah, sehingga menularkan virus ke keluarganya dan warga sekitar. ‘’Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua PMI dan ABK yang ada di sini dan di seluruh Bali agar tertib dan disiplin.

Bantuan Sembako Diserahkan

Jangan sombong mentangmentang bawa uang dari luar,’’ katanya. Koster menambahkan, saat ini pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota bersama kepolisian dan TNI tengah bekerja keras menanggulangi Covid-19. Hal. 7 Menjalankan Kebijakan

Bali Post/ist

BANTUAN - Gubernur Bali Wayan Koster mengunjungi Desa Abuan dalam rangka penyerahan bantuan, Senin (4/5) kemarin.

DESA Abuan, Kecamatan Susut, Bangli dikarantina selama 14 hari sejak Sabtu (2/5) lalu. Karantina dilakukan lantaran adanya sejumlah warga setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena transmisi lokal. Selama masa karantina, Gubernur Bali Wayan Koster memastikan pemerintah akan membantu warga yang ada di Desa Abuan. Gubernur Koster meminta Bupati Bangli I Made Gianyar agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penganangan Covid-19 Provinsi Bali jika menemui kendala dalam memenuhi masalah sembako warga. ‘’Supaya jangan sampai ada kekurangan suplai makanan di Desa Abuan,’’ kata Gubernur Koster, Senin (4/5) kemarin. Pada kesempatan itu, Gubernur Koster mengajak Direktur Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali me-

Sosialisasi ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’

Kembangkan Potensi Desa Adat Wujudkan SDM Bali Berkualitas DESA Adat Pedungan yang berlokasi di Denpasar Selatan terus berupaya melakukan pengembangan potensi desa. Bahkan, seluruh potensi produk lokal itu akan dikelola supaya bisa diserap di pasar. Hal itu ditegaskan Bendesa Adat Pedungan Gusti Putu Budiarta pada kegiatan ‘’Sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kota Denpasar’’ yang merupakan kerja sama Yayasan Dharma Naradha (YDN), Bali Post, Bali TV, Pemprov Bali dan Sampoerna Untuk Indonesia. Menurut Budiarta, pihaknya di Desa Adat Pedungan akan mulai mengembangkan toko

tradisional. Nantinya, toko tradisional ini akan menampung dan memasarkan lebih banyak potensi produk lokal yang dihasilkan di sana, mengingat saat ini banyak muncul toko modern. Namun, ia menegaskan, hal ini bukan berarti untuk menyaingi. Menurutnya, ini akan menjadi unggulan dari Desa Adat Pedungan selain keberadaan LPD. ‘’Kami di Desa Adat Pedungan akan mengembangkan toko tradisional, sehingga potensi produk lokal bisa dijual di sana,’’ katanya. Terkait keberadaan LPD Pedungan, katanya, saat ini yang paling kuat. Ditegaskan,

pihaknya akan terus mengembangkan LPD tersebut karena LPD ini merupakan satelit ekonominya masyarakat. ‘’LPD merupakan satelit ekonomi masyarakat,’’ tegasnya. Budiarta menambahkan, LPD Pedungan sudah berdiri hampir 30 tahun. Dikatakan, 20 persen keuntungan LPD bisa digunakan untuk membangun desa. Tentunya, manfaatnya sangat luar biasa. ‘’Kami setiap saat menyosialisasikan bahwa LPD ini sangat penting keberadaannya,’’ ujarnya. Hal. 7 Menjaga Keharmonisan

’’Kami di Desa Adat Pedungan akan mengembangkan toko tradisional, sehingga potensi produk lokal bisa dijual di sana.’’ Gusti Putu Budiarta Bendesa Adat Pedungan

’’Inilah yang digalakkan sekarang supaya pemberdayaan komunitas adat betul-betul jitu untuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM di seluruh Bali.’’ I Wayan Wiasthana Ika Putra Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali

nyalurkan CSR-nya dalam bentuk paket sembako yang akan dibagikan kepada warga Desa Abuan. Selain sembako, bantuan yang diberikan juga berupa alat pelindung diri dan wastafel. Gubernur Koster meminta masyarakat Abuan untuk memahami dan mendukung, serta tertib dan disiplin menjalankan kebijakan yang sudah diputuskan pemerintah. Dengan tertib dan disiplin maka pandemi Covid-19 diharapkan bisa segera berakhir dan aktivitas perekonomian di Bali bisa kembali normal. Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengajak semua pihak, warga dan tokoh masyarakat jangan cepat saling menyalahkan satu sama lain di tengah upaya penanganan Covid-19. Semuanya harus bersinergi. Kerja sama dan sama-sama bekerja. Hal. 7 Meringankan Beban


Selasa Umanis, 5 Mei 2020

Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar Digelar Secara Virtual

Wali Kota Denpasar Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2019 11.587 1.954 864 271 159 4

Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bali Capai 58,67 Persen

Denpasar (Bali Post) Bali kembali mencatatkan penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah sehari sebelumnya Bali kembali mencetak rekor baru kasus harian, yakni sebanyak 25 kasus, pada Senin (4/5) kemarin, penambahan kasusnya mulai mengalami penurunan. Dari data yang ada, akumulatif kasus positif Covid-19 di Bali sebanyak 271 kasus. Artinya ada penambahan kasus baru sebanyak 9 pasien dari sebelumnya 262 kasus. Jumlah kasus sembuh juga bertambah. Total sebanyak 8 orang dinyatakan sembuh. Sehingga kumulatif pasien sembuh di Bali mencapai 159 orang dari sebelumnya 151 orang. “Bali jumlah pasien sembuhnya mencapai 159 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. Artinya jika dipersentasekan, tingkat kesembuhan di Bali mencapai 58,67 persen. Makin meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai angka 57,63 persen. Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang. Sementara itu, untuk Indonesia terjadi penambahan kasus positif sebanyak 395 orang sehingga kumulatif menjadi 11.587 kasus. Total spesimen yang sudah diperiksa mencapai 116 ribuan dari 86.061 orang pasien. Ia melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 78 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 1.954 orang. Kasus meninggal bertambah 19 orang sehingga total kasus menjadi 864 orang. Yurianto mengatakan, pemerintah sudah ada 89 laboratorium aktif bekerja, di antaranya 48 lab di berbagai RS rujukan, 15 Lab di perguruan tinggi, jejaring Kemenkes ada 18, laboratorium daerah sebanyak 5 unit, dan 3 lab yang ada di Direktorat Veteriner. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 238.178 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 24.020 orang. “Ini keseluruhan masih menunggu konfirmasi dari lab,” katanya. (iah)

Ratusan PMI Tiba di Pelabuhan Benoa

Denpasar (Bali Post) Ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) kembali tiba di Bali melalui Pelabuhan Benoa, Senin (4/5) kemarin. Para PMI tersebut menumpangi Kapal Quantum of The Seas dan lego jangkar di pelabuhan sekitar pukul 07.00 Wita. Selanjutnya tim medis datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekitar pukul 09.00 Wita. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewa Made Indra membenarkan kedatangan PMI ini. Ia mengatakan, jumlah PMI sebanyak 159 orang. Dari angka itu, 120 orang di antaranya adalah warga Bali dan sisanya dari NTB dan Jawa Timur. “Sesuai keputusan dan perintah Gugus Tugas Nasional, cruise harus diterima dengan baik di Bali,” ujarnya. Pihaknya ditugaskan untuk mengambil swab terhadap PMI tersebut dan dilanjutkan uji PCR di lab yang dikelola Pemerintah Provinsi Bali. Hasil swab diperkirakan keluar 2-3 hari, mengingat banyaknya PMI yang diperiksa. Sambil menunggu uji PCR, seluruh PMI diakomodasi dan diinapkan di Hotel Inna Kuta. Jika negatif maka PMI tersebut dipulangkan ke daerah masingmasing. Warga luar Bali juga difasilitasi pulang. Jika hasilnya reaktif atau positif dilanjutkan dengan perawatan, baik karantina yang dikelola Pemprov Bali atau di RS, tergantung kondisi PMI. “Kalau PMI positif, namun kondisinya sehat atau tanpa gejala dikarantina. Sedangkan PMI yang positif menunjukkan gejala kemudian dibawa ke rumah sakit rujukan sampai benar-benar sembuh,” jelasnya. Untuk itu, ia menjamin PMI tertangani dengan baik agar tidak ada yang lepas ke masyarakat, sehingga tidak menginfeksi yang lain. “Ini sudah menjadi tugas bersama antara Pemprov Bali, Kodam IX/Udayana dan Korem 163/Wirasatya, Lanal dan unsur lain-lain,” ujarnya. (kmb42)

SIDANG Paripurna DPRD Kota Denpasar VIII masa persidangan II dengan agenda pembacaan pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Denpasar Tahun Anggaran 2019 digelar, Senin (4/5) kemarin. Suasana tak biasa nampak pada pelaksanaan sidang paripurna kali ini, di mana sebagian besar peserta sidang termasuk undangan mengikuti seluruh rangkaian secara virtual. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, tersebut dihadiri sebanyak 44 anggota dan pimpinan dewan. Beberapa anggota DPRD Kota Denpasar mengikuti sidang secara langsung di ruang rapat paripurna, ada pula di ruang fraksi serta ruang komisi. Tak jarang ada yang dari kediaman masing-masing. Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara serta Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengikuti sidang secara virtual di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar. Wali Kota Rai Mantra dalam pidato pengantarnya mengatakan LKPJ merupakan progres report pelaksanaan tugas atau laporan pencapaian kinerja dalam satu tahun anggaran. Karenanya, mekanisme LKPJ meru-

pakan wahana untuk saling berbagi peran dalam menganalisis kondisi kinerja pemerintah daerah yang telah dilakukan sepanjang tahun anggaran 2019. Pada kesempatan tersebut, Rai Mantra menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya capaian pelaksanaan program dan kegiatan serta permasalahan dan upaya penyelesaian. Kebijakan strategis yang ditetapkan pemerintah, serta tindak lanjut rekomendasi dari dewan. Rai Mantra mengatakan, secara umum laju pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 lalu tercatat 5,84 persen. Terkait upaya menjaga daya beli masyarakat, inflasi di Kota Denpasar pada tahun 2019 turun menjadi 2,37 % dari 3,40 % pada tahun 2018. Sementara perkembangan penduduk miskin mengalami penurunan dari tahun 2018 yang sebesar 2,24% turun menjadi 2,10 % di tahun 2019. Pada sektor pembangunan, pendidikan, kesehatan dan perekonomian rata-rata mengalami kenaikan sehingga memberi kontribusi terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Denpasar dari 83,30 ditahun 2018 menjadi 83,68 ditahun 2019. Lebih lanjut dijelaskan, secara umum realisasi pendapatan daerah

Topik : kesembuhan pasien covid-19 di Bali

yang direncanakan sebesar Rp 2.120 triliun lebih ini sampai berakhirnya Tahun Anggaran 2019 telah terealisasi sebesar Rp 2.193 triliun lebih atau 103,45 persen. Sedangkan untuk belanja daerah yang direncanakan Rp 2,185 triliun lebih ini telah terealisasi Rp 2.055 triliun lebih atau

94,03 persen yang terdiri atas belanja langsung dan belanja tidak langsung. Sementara untuk pembiayaan daerah dengan penerimaan direncanakan Rp 259 miliar lebih dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan Rp 323 miliar yang keduanya telah terealisasi 124,85 persen. (ad033)

Polisi Telusuri Alamat Dua Warga Terpapar Covid-19

Denpasar (Bali Post) -

Pascadijemput paksa empat warga tanpa gejala (OTG) di wilayah Desa Adat Intaran, Sanur, Denpasar Selatan, untuk dilakukan isolasi di Rumah Singgah, pihak terkait masih melakukan pelacakan terhadap dua orang lagi. Pasalnya kedua warga itu sempat berinteraksi dan memesan banten di sana. “Awalnya tiga orang, tapi satu telah terlacak alamatnya di wilayah Denpasar Timur. Tinggal dua lagi yang masih dicari alamatnya,” kata Kapolsek Denpasar Selatan (Densel), Kompol Nyoman Wirajaya, Senin (4/5) kemarin. Terkait alur dua karyawan penjual banten itu bisa terpapar virus Corona, awalnya mereka melayani pemesan banten di Karangasem. Di lokasi upacara tersebut ada satu orang PMI. “Salah satu karyawan penjual banten itu diduga terpapar di sana. Setelah di-rapid test hasilnya reaktif. Ditunggu satu minggu muncul gejala terpapar virus ini dan langsung dibawa RSUD Wangaya. Hasil swab di sana ternyata positif,” tegas mantan Kapolsek Kuta ini. Karena aktivitas jual banten tetap berlangsung membuat warga sekitarnya

khawatir. Menindaklanjuti keluhan warga tersebut, Bendesa Adat Intaran, Camat Densel dan Danramil Densel menyarankan supaya penjual banten dan karyawannya ikut karantina di Rumah Singgah, tapi ditolak. “Setelah Jro Bendesa, Camat dan Danramil koordinasi ke Polsek Densel, saya langsung membawa pasukan ke sana dan akhirnya mereka bersedia dikarantina di Rumah Singgah. Kondisi seperti sekarang kita tidak boleh ego. Patuhi imbauan pemerintah guna memutus penyebaran Covid-19,” ungkap mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini.

Denpasar (Bali Post) Data tilang yang masuk Kejari Denpasar lumayan tinggi. Bahkan jika polisi men-

gadakan Operasi Antik Agung, layanan tilang mencapai ribuan. Bahkan pelanggar pun mengambil surat-suratnya

Aktivitas Mancing Di sisi lain, banyak warga di-PHK dan dirumahkan yang membuat warga mencari aktivitas lain, salah sa-

Bali Post/eka

MANCING - Empat orang warga memancing ikan di alur Tukad Badung di Taman Pancing, Denpasar. tunya mancing. Akhir-akhir ini banyak warga mancing di Tukad Badung, Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan (Densel). Oleh karena itu, petugas Polsek Densel meminta supaya mematuhi imbauan pemerintah, terutama jaga jarak. “Mereka tidak ada kesibukan, akhirnya memancing. Selain itu, ada juga mancing dijadikan pekerjaan agar bisa menyambung hidup,” tegasnya.

Menurut Wirajaya, pihaknya juga berkoordinasi dengan warga setempat agar terus mengingatkan pemancing itu mematuhi anjuran pemerintah yaitu jaga jarak. “Paling tidak jaga jarak tiga meter. Kadang-kadang mereka berkumpul di tempat teduh, di bawah baliho,” ucapnya. Bagaimana dengan pengawasan wilayah Zona Merah? “Kami tetap berkoordinasi dengan pecalang dan linmas, bagikan masker juga. Patroli

kami tingkatkan terutama ke Rumah Singgah,” ucapnya. Ia menjelaskan dampak virus ini sangat parah. Semua lini kena imbas. Untuk itu, ia berharap virus Corona ini cepat hilang di bumi dan aktivitas di masyarakat kembali berjalan normal. (kmb36)

hingga meluber ke jalan. Di saat pemerintah sedang gencar menyosialisasikan SOP pencegahan Covid-19, Kejari Denpasar meneluorkan inovasi kreatif guna mencegah bergerombolnya massa. Yakni membuka layanan tilang dengan model drive thru. Layanan tilang milenial ini dibuka langsung Kajari Denpasar bersama Aspidum Kejati Bali Subroto didampingi Kasipidum Wayan Eka Widanta, Senin (4/5) pagi. Pascadibuka, pelanggar yang mengambil tilang mulai dari menyerahkan surat tilang hingga diserahkan bukti surat yang disita (SIM atau STNK) hanya membutuhkan waktu 35 - 50 detik. “Di tengah wabah Covid-19, dan diberlakukannya social dan physical distancing, per

hari ini (Senin) kita buka layanan prima pada masyarakat Kota Denpasar yakni tilang drive thru,” jelas Kajari Luhur Istighfar. Layanan tilang drive thru tidak dibuka setiap hari. Sementara dibuka pada Senin, Selasa dan Kamis. Sebab, sidang tilang biasanya berlangsung Rabu dan Jumat. Yang menarik, Kajari Luhur bersama Kasipidum Eka Widanta dalam memberikan pelayanan guna mencegah Covid-19, tidak hanya memikirkan warga Kota Denpasar. Ia mengatakan Denpasar memang sebagai kota metropolitannya Bali. Masyarakat luar, namun kena tilang di Denpasar tidak mesti datang ke Denpasar untuk mengambil surat-suratnya. Nantinya akan dibawa ke

alamat masing-masing pelanggar. “Nanti yang akan membawakan kantor pos. Akan dibawakan sesuai alamat,” jelas Luhur. Itu bisa dilakukan karena Kejari Denpasar akan mengadakan MoU dengan Kantor Pos. Di samping dua pelayanan tadi, Kejari Denpasar juga menyediakan aplikasi Wayan Adyaksa yakni pembayaran tilang melalui aplikasi. “Setelah membayar, pelanggar tinggal mengambil barang bukti tilang. Tujuan kami memecah masyarakat berkumpul,” tegasnya. Sementara Aspidum Subroto mengapresiaai inovasi yang dilakukan Kejari Denpasar. “Nanti selain kendaraan roda dua, drive thru bisa ditingkatkan ke roda empat (mobil),” harap Subroto. (kmb37)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Kejari Buka Layanan Tilang ”Drive Thru”

Semua Sektor Diyakini Terdampak Covid-19

Denpasar (Bali Post) Di awal wabah Covid-19 masuk Indonesia, yang paling pertama terkena dampak adalah bidang pariwisata. Namun ke depan, semua sektor diyakini akan terdampak. “Hanya masalah waktu. Dari sisi jenis usaha, ini hanya masalah duluan dan belakangan. Usaha pariwisata memang duluan kena imbas, tapi lambat laun yang lain juga kena,” kata Ketua Hipmi Bali Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK., Senin (4/5) kemarin. Kategori pengusaha kecil, sedang, dan menengah semua terdampak. “Usaha kecil saat ini sudah mati, bahkan diperkirakan hanya sampai bulan depan. Para pengusaha kecil ini mengeluh berat sekali,” ungkapnya. Usaha kategori sedang, dalam waktu dua sampai tiga bulan dinilai masih mampu bertahan. Sebab pengusaha golongan sedang dan besar masih memiliki tabungan dan aset. Namun, Juni diperkirakan sudah mulai berat. (kmb42)

SIDANG - Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar VIII masa persidangan II dengan agenda pembacaan pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Denpasar Tahun Anggaran 2019 digelar, Senin (4/5) kemarin.

Bali Post/asa

TILANG - Pelanggar tilang saat memakai fasilitas drive thru Kejari Denpasar.

Ungkap Kasus Narkoba, 42 Tersangka Ditahan Denpasar (Bali Post) Kasatresnarkoba Polresta Denpasar, AKP Mikael Hutabarat, Senin (4/5) kemarin, merilis pengungkapan kasus narkoba pada April lalu. Selama April 2020, Tim Satresnarkoba bersama Satgas CTOC Polda Bali mengungkap 33 kasus dan menahan 42 orang. Salah satunya, Ni Putu Sunita Wijayani (32), pekerjaan ibu rumah tangga (IRT). Tersangka Sunita ditangkap awal April lalu oleh tim dipimpin Kanit I Iptu Putu Budiartama. Dia dibekuk di tempat kosnya di Jalan Gunung Salak, Denpasar Barat. Barang bukti

plastik klip berisi sabu-sabu (SS) berat bersih 7,79 gram. Informasi diperoleh, suami Sunita lebih dulu ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta dengan kasus serupa. Sang suami divonis 7 tahun penjara. Menurut AKP Mikael, dari puluhan tersangka tersebut, rincianya 17 orang berperan sebagai bandar dan kurir. Sedangkan 25 orang berperan sebagai pemakai barang terlarang tersebut. Pelaku bandar dan kurir, di antaranya Hendrawan (18) yang ditangkap di Jalan Gatot Subroto, Denpasar dan Julius (41) dibekuk di Jalan Muding, Kuta Utara,

Badung. “Berdasarkan daerah asal tersangka sebagai bandar dan kurir, dari Jawa, Bali, Sumba dan Manado. Untuk pemakai dari Jawa, Bali dan Minahasa,” ujarnya. Jumlah barang bukti disita, yakni SS seberat 116,65 gram, ekstasi sebanyak 782 butir dan ganja seberat 671,21 gram. Modusnya sistem tempel dan para pelaku berdalih melakoni pekerjaan terlarang ini karena faktor ekonomi. “Vincent berstatus residivis dan dia ditangkap di Jalan Gunung Sanghyang, Denbar,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Buleleng ini. (kmb36)

Bali Post/rah

DITANGKAP - Tersangka kasus narkoba ditangkap selama April 2020.

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Umanis, 5 Mei 2020

Wabup Suiasa Serahkan Bantuan Kebutuhan Dasar kepada Korban Kebakaran di Canggu SAAT situasi pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Kabupaten Badung tidak hanya fokus menangani masyarakat terdampak, akan tetapi tetap memberi perhatian kepada masyarakat yang tertimpa musibah dan berkomitmen selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan bebannya. Seperti tampak pada Senin (4/5) kemarin, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi anggota DPRD I Made Suryananda Pramana, Kepala BPBD Badung Bagus Nyoman Wiranata, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana beserta Kapolsek Kuta Utara mengunjungi sekaligus langsung menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran Nengah Pasek di Banjar Pipitan, Desa Canggu. Bantuan yang diserahkan berupa sem-

bako, kompor gas, kasur, bantal, selimut, paket rekreasi anak dan kebutuhan dasar lainnya. Wabup Suiasa menyadari kejadian bencana kebakaran ini dapat menimbulkan risiko kerawanan buat masyarakat. Untuk itu, pihaknya ikut prihatin atas bencana yang menimpa masyarakat serta merupakan kewajiban pemerintah mengambil langkah mempercepat pemulihan penanganan masalah sosial ini, sehingga cepat tertangani. ‘’Kita lakukan langkah-langkah riil penanganan bencana ini, salah satunya dengan menyerahkan bantuan logistik untuk kebutuhan sehari-hari,’’ katanya. Lebih lanjut Wabup Suiasa mengatakan, apa yang dilakukan ini sebagai wujud perhatian untuk meringankan beban ma-

syarakat yang terkena musibah sekaligus memberi motivasi agar masyarakat tabah menghadapi musibah ini. ‘’Kami dari Pemerintah Kabupaten Badung selalu komitmen melakukan percepatan penanganan kerawanan sosial terlebih masyarakat yang terkena bencana. Kami harap masyarakat tabah menghadapi cobaan ini dan berharap bantuan yang diserahkan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan keluarga pascaditimpa musibah,’’ ujarnya. Sementara itu, korban kebakaran Nengah Pasek menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung serta masyarakat yang telah membantu keluarganya. ‘’Di saat saya sekeluarga jatuh dan terpuruk karena

Aktivitas Masyarakat Dibatasi Volume Sampah Turun Mangupura (Bali Post) – Pembatasan aktivitas masyarakat saat pandemi Covid-19 ini berdampak terhadap penurunan volume sampah di Kabupaten Badung. Dinas Lingkungan Hidup dan Kerbersihan (DLHK) setempat mencatat terjadi penurunan dari rata-rata 281 ton menjadi 138 ton per hari. Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung A.A. Gede Agung Dalem membenarkan adanya penurunan tersebut. Hal ini merupakan dampak pandemi Covid-19. Sebab, banyak ak-

tivitas yang menghasilkan sampah dihentikan. ‘’Selain aktivitas usaha pariwisata seperti restoran, hotel dan akomodasi wisata lainnya operasionalnya ditutup sementara. Makanya volume sampah menurun dari biasanya. Sekarang rata-rata per hari kami catat 138 ton,’’ ujar Agung Dalem, Senin (4/5) kemarin. Menurutnya, petugas DLHK Badung masih tetap melakukan tugas-tugasnya. Namun, pekerja tetap memperhatikan imbauan pemerintah menggunakan alat pelindung diri dalam bekerja seperti

masker dan sarung tangan. ‘’Menjaga jarak ketika bekerja dan petugas hanya 10 orang, sesuai mekanisme yang dipersyaratkan pada situasi seperti ini. Semua petugas digerakkan untuk menangani sampah,’’ ungkapnya. Selain itu, pihaknya tetap memaksimalkan TPTS Mengwitani yang berlokasi di barat Terminal Mengwi, seperti optimalisasi pencacahan sampah, pencacahan residu dan pemusnahannya. ‘’Pemilahan, composting dan optimalisasi bisa tangani sampai 5 truk per hari,’’ pungkas Agung Dalem. (kmb27)

mengalami musibah kebakaran, Pemerintah Kabupaten Badung dalam hal ini Bapak Wakil Bupati datang langsung ke rumah kami dengan memberikan dukungan moral serta menyerahkan bantuan kebutuhan dasar untuk kami manfaatkan memenuhui kebutuhan sehari-hari. Selaku masyarakat Badung, saya sangat bahagia sekaligus bangga memiliki pemimpin yang selalu ada untuk masyarakat dalam suka dan duka,’’ terangnya. Berdasarkan laporan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, dr. Ni Nyoman Ermy Setiari, musibah kebakaran yang menimpa Nengah Pasek terjadi pada Minggu (3/5) pukul 08.00 Wita. Akibatnya, bangunan berupa kamar tidur, dapur, warung, sanggah surya dan bale daja mengalami kerusakan parah. (ad031)

SERAHKAN BANTUAN - Wabup Badung I Ketut Suiasa menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kuta Utara, Senin (4/5) kemarin.

Insentif bagi Pekerja PHK Dirancang Rp 600.000 Sebulan Mangupura (Bali Post) -

Insentif yang dirancang bagi pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19 mulai ada titik terang. Kabarnya, skema penerima insentif sudah mengerucut kepada pekerja yang memiliki KTP Badung dengan besaran nilai Rp 600 ribu per orang sebulan. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka Dirga, saat dimintai konfirmasinya mengakui hal itu. ‘’Ya, bantuan ini untuk pekerja yang berKTP Badung. Untuk sementara dari data yang masuk, pekerja asli Badung yang terkena PHK sebanyak 84 orang dan 7.603 yang dirumahkan,’’ ujarnya, Senin (4/5) kemarin. Besaran insentif yang akan diberikan kepada pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan belum diputus-

kan. Namun, besarannya di kisaran Rp 600 ribu per orang. ‘’Lebih pastinya akan disampaikan oleh pimpinan. Mohon nanti dibantu menyosialisasikan kepada masyarakat,’’ jelasnya. Di sisi lain, Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali mengusulkan pemberian insentif tidak hanya diberlakukan untuk pegawai yang di-PHK ber-KTP Badung. Sebab, pekerja pariwisata non-KTP Badung juga mempunyai andil besar dalam menjalankan roda perekonomian

pariwisata di Kabupaten Badung. Ketua Federasi Serikat Pekerja Bali Wayan Suyasa berharap pemerintah daerah juga memperhatikan nasib pekerja non-KTP Badung yang saat ini terkena PHK dan dirumahkan akibat wabah Covid-19. ‘’Bila para pekerja diberi insentif tidak harus yang ber-KTP Badung. Sebab, sektor pariwisata pekerjanya bukan dari Badung saja, melainkan juga ada dari luar,’’ tegasnya. Sepanjang pekerja pari-

wisata dan mereka pekerja tetap di masing-masing perusahaan, pihaknya berharap mendapatkan perhatian berupa insentif dari pemerintah. ‘’Apa dasar hukum dan kajian Pemerintah Kabupaten Badung hanya pegawai ber-KTP Badung saja yang diberikan,’’ kilahnya. Suyasa juga mengusulkan nominal pemberian insentif dinaikkan dari Rp 600 ribu menjadi Rp 1 juta per bulan, karena mengacu pada pengeluaran dalam sebulan. ‘’Kasihan mereka karena banyak yang sudah mengabdi puluhan tahun. Kepada Pemerintah Kabupaten Badung khususnya mohon atensi apa yang kami harapkan,’’ tandasnya. (kmb27)

Beraktivitas di Pantai, Wisatawan Dihalau EVAKUASI - Jasad Stefano Lorenzi dievakuasi petugas BPBD Badung.

Bali Post/ist

Jatuh dari Lantai Dua, WNA Tewas

Mangupura (Bali Post) Warga negara asing (WNA) asal Italia, Stefano Lorenzi (47), ditemukan tewas di Villa Milou, Perum Puri Gading Gang Persada No.5F, Jimbaran, Kuta Selatan, Senin (4/5) kemarin. Pemegang paspor Tiongkok ini diduga jatuh dari lantai dua saat memperbaiki mesin pompa air. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengatakan, sejumlah saksi sudah diperiksa. Keterangan Ni Luh Adiani (50), pukul 10.40 Wita dirinya mabanten di bale depan rumah. Tibatiba dia mendengar suara gaduh sangat keras di tanah kosong. Saat dilihatnya ke sumber suara, ternyata

korban tergeletak di bawah dengan posisi tengkurap. “Saksi (Adiani-red) langsung teriak minta tolong. Anak saksi bernama Kade Swastika menelepon polisi,” ujarnya. Keterangan pembantu korban, Maria Juniati (29), pukul 09.00 dirinya tiba di rumah korban, selanjutnya bersihbersih sampai di lantai dua. Saat itu dia melihat korban naik dan sempat menunjukkan HP-nya dengan translate bahasa Italia. Korban menyampaikan akan memperbaiki mesin pompa air yang berada di atas dan naik lewat kamarnya. Maria kemudian membersihkan kamar mandi. Pukul 10.35, ia mengambil vacum

cleaner di lantai bawah. Saat itulah dia mendengar suara teriakan minta tolong. Maria segera naik ke lantai dua untuk mengecek apa yang terjadi, ternyata sudah banyak warga yang berkumpul. Ia melihat korban tergeletak mengeluarkan darah. Hasil olah TKP, korban meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai dua saat memperbaiki pompa air. Kepala korban diduga membentur beton yang berada di bawah. Darah mengalir dari hidung dan mulutnya. Setelah disemprot disinfektan, jasad korban dievakuasi tim petugas berAPD dan dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans BPBD Badung. (kmb36)

Mahasiswa Teknik Otomasi PNB Buat Alat ’’Hand Sanitizer’’ Otomatis

Mangupura (Bali Post) – Mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB) membuat terobosan baru, yakni menciptakan alat hand sanitizer otomatis. Terobosan ini sekaligus untuk menerapkan bagaimana caranya agar mata kuliah teknik otomasi mendapatkan ide untuk tetap berkreasi. Inovasi yang dikerjakan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Teknik Otomasi di bawah Jurusan Teknik Elektro PNB ini, diharapkan bisa menjadi solusi di tengah wabah Covid-19. ‘’Dikarenakan pembelajaran mikrokontroler dan kontrol nyambung di situ. Jadi, salah satu aplikasi dari beberapa mata kuliah digabungkan untuk mewujudkan alat ini,’’ kata Sekretaris Jurusan Teknik Elektro PNB, I Gusti Putu Mastawan Eka Putra, S.T. M.T., belum lama ini. Dijelaskannya, pada prinsipnya penggunaan alat hand sanitizer ini tanpa harus menyentuh. Saat meletakkan tangan di alat tersebut, hand sanitizer otomatis keluar. Sensor inframerah akan mendeteksi tangan kita, setelah itu hand sanitizer keluar dalam waktu 1 detik. ‘’Sensor infra m era h d ikont ro l oleh

Bali Post/kmb23

OTOMATIS - Alat hand sanitizer otomatis yang dibuat mahasiswa PNB. microcontroller dan terdapat pompa sebagai penggerak untuk mengeluarkan cairan hand sanitizer,’’ bebernya. Saat ini alat otomatis itu baru dirancang untuk bahan hand sanitizer cair. Sementara jenis hand sanitizer yang gel juga bisa dibuat dengan menyesuaikan durasi speed pompanya. Menurut Eka Putra, pembuatan hand sanitizer otomatis ini didukung oleh Bank BPD Bali. Biaya satu

alat hand sanitizer kurang lebih Rp 500 ribu. Desainnya disesuaikan agar tetap mendukung go green. Pembuatan 20 hand sanitizer otomatis menghabiskan waktu dua minggu yang dikerjakan oleh empat mahasiswa Jurusan Teknik Elektro. Sebelum digunakan, alat hand sanitizer otomatis ini sudah diuji coba ketahanan serta keandalannya agar dapat digunakan dalam rentang waktu lama. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Petugas Satpol PP BKO Kuta Selatan bersama unsur TNI dan Polri masih mendapati wisatawan yang mendatangi kawasan pantai di wilayah Kuta Selatan, Senin (4/5) kemarin. Padahal, selama ini objek daya tarik wisata (ODTW) di Kabupaten Badung masih ditutup sementara untuk umum. Saat dilakukan pengecekan, dua orang wisatawan asing ditemukan beraktivitas di Pantai Balangan, Jimbaran. Menurut keterangan Komandan Regu Satpol PP BKO Kutsel Wayan Suharyana, kejadian tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemantauan keliling dan singgah ke Pantai Balangan. Pantai tersebut menjadi salah satu atensi petugas, karena masyarakat melaporkan masih ditemukan adanya aktivitas wisatawan, baik untuk bermain surfing

maupun berenang. ‘’Indikasi kejadian semacam itu sebenarnya banyak terjadi, utamanya dilakukan oleh wisatawan asing. Selain di Balangan, kejadian serupa juga sempat terjadi di Pantai Suluban, Pecatu,’’ jelas Suharyana. Akses masuk ke Pantai Balangan telah ditutup dan dipasangi pagar. Namun, wisatawan yang masih tinggal di Bali diketahui sering melanggar, baik dengan melompat, pura-pura tidak tahu maupun mendobrak plang penutup pantai. Hal tersebut bisa dilakukannya dengan leluasa karena petugas keamanan yang biasanya berada di sana kini tidak lagi berjaga. ‘’Mungkin wisatawan tersebut ingin mandi, tapi langsung dihalau. Kami suruh mereka pulang dan berikan imbauan agar tidak mengulangi perbuatannya,’’ ujarnya. (kmb23)

PANTAI BALANGAN - Sejumlah wisatawan diminta pulang saat melakukan aktivitas di kawasan Pantai Balangan, Jimbaran.

IMPOR barang dari Tiongkok pada Maret 2020 secara month-to-month (MTM/bulanan) naik ratusan persen tepatnya 326,21 persen. Impor ini tidak sebanding dengan ekspor Bali yang justru turun sedalam -13,01 persen. Kepala BPS Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, Senin (4/5) kemarin mengatakan, nilai impor pada Maret 2020 tercatat USD 13 juta atau naik 13,25 persen dibanding-

kan Februari 2020. Namun, dibandingkan dengan Maret 2019, impor Bali pada Maret 2020 justru menurun -39,88 persen. Impor yang tinggi disebabkan oleh naiknya impor produk mesin, peralatan listrik dan produk barang dari kulit. Dari sisi komoditas, impor produk tembakau tercatat naik hingga ribuan persen (2.191 persen). Sementara nilai ekspor Bali

ke luar negeri tercatat USD 44 juta, turun sedalam -13,01 persen dibandingkan dengan ekspor Februari 2020 (mtm) yang tercatat USD 50 juta. Secara year-on-year (YOY), ekspor pada Maret 2020 turun sedalam –22,94 persen. Dari 10 negara utama pangsa ekspor Provinsi Bali ke luar negeri pada Maret 2020, ekspor ketujuh negara tujuan menurun dibandingkan catatan Februari 2020 (MTM).

Bali Post/ist

Impor Bali dari Tiongkok Naik 326,21 Persen

Penurunan terdalam tercatat tujuan Prancis (-39,91 persen) yang didominasi turunnya ekspor produk pakaian jadi bukan rajutan. Jika dibandingkan Maret 2019 (YOY), ekspor Bali keenam negara tujuan juga tercatat menurun. Penurunan terdalam tercatat pada tujuan Australia (-40,80 persen) yang didominasi oleh turunnya ekspor produk perhiasan atau permata. (kmb42)


Selasa Umanis, 5 Mei 2020

Portal di Loket Kendaraan Keluar Bali Dibuka

Bali Post/kmb26

DIIZINKAN - Pendatang non-KTP Bali dan tidak punya pekerjaan diizinkan menyeberang ke Jawa. Negara (Bali Post) – Portal yang dipasang di pintu masuk loket kendaraan roda dua di Pelabuhan Gilimanuk akhirnya dibuka. Hal tersebut dilakukan lantaran banyaknya warga dan kendaraan roda dua yang hendak keluar Bali. Penumpang dan kendaraan dimungkinkan menyeberang, namun dengan persyaratan

khusus. Informasi yang dihimpun Senin (4/5) kemarin, dibukanya kembali loket tiket ini dikarenakan desakan masyarakat dan turunnya kebijakan membuka kembali penumpang kendaraan umum. Hanya, yang keluar Bali dikhususkan bagi warga pendatang yang memiliki kepentingan pulang kampung

sangat mendesak dan pekerja luar Bali yang menganggur atau terkena PHK. Di luar itu, kendaraan yang boleh keluar Pulau Dewata hanya pengangkut logistik. Selama beberapa hari diberlakukan pelarangan keluar Bali berdampak pada menumpuknnya warga di pelabuhan. Kendaraan roda dua juga berjubel di Gilimanuk. Mulai kemarin, kebijakan baru dari provinsi diberlakukan. Pendatang non-KTP Bali dan sudah tidak punya pekerjaan diizinkan menyeberang guna kembali ke kampungnya. Kapolsek Gilimanuk, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, saat dimintai konfirmasinya membenarkan sudah dibolehkannya kendaraan umum menyeberang khusus yang pulang kampung, sedangkan pemudik tetap dilarang lewat. “Apabila mudik tetap kami minta putar balik. Untuk yang pulang kampung di samping melengkapi surat kendaraan juga diminta menunjukkan surat PHK atau surat keterangan dari kepolisian setempat,” terangnya. (kmb26)

’’Rapid Test’’ II Dua PMI Reaktif

Tabanan (Bali Post) Sebanyak 40 orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Tabanan yang menjalani masa karantina di hotel/penginapan yang disiapkan Gugus Harian Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan menjalani rapid test II, Senin (4/5) kemarin. Hasilnya, 37 orang negatif dan dua reaktif. Kedua PMI reaktif dirujuk ke UPTD Rumah Sakit Nyitdah, Kediri, guna menjalani perawatan lebih lanjut. Menurut laporan Gugus Harian, hingga kemarin lima pasien dalam pengawasan (PDP) juga masih menjalani perawatan di ruang isolasi di UPTD RS Nyitdah. Sementara satu pasien positif menjalani perawatan di ruang isolasi RS PTN Universitas Udayana. Juru Bicara Gugus Harian Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan I Putu Dian Setiawan mengatakan, PMI yang telah menjalani masa karantina 14 hari dan hasil rapid test II hasilnya nonreaktif sudah dibolehkan pulang. ‘’Untuk yang hasil-

nya reaktif langsung dirujuk ke rumah sakit untuk selanjutnya dilakukan tes swab,’’ terangnya. Hingga Minggu (3/5), sebanyak 79 PMI selesai menjalani karantina di luar dan di dalam wilayah Tabanan. Sementara PMI yang masih menjalani karantina, tiap hari selalu dicek kesehatannya. Selama menjalani karantina, PMI diwajibkan berjemur dan berolahraga. Hal itu dilakukan untuk menjaga imunitas tubuh agar tetap bugar. Kegiatan olahraga senam ini melibatkan guru olahraga. Peny-

emprotan disinfektan juga dilakukan. ‘’Jadi, sudah ada protap kegiatan bagi mereka (pekerja migran) saat menjalani masa karantina,’’ jelasnya. Begitupun penerapan social distancing, penggunaan masker jika keluar kamar dan rutin mencuci tangan berlaku bagi mereka selama di hotel dan di penginapan. Selama menjalani karantina 14 hari, pekerja migran ini juga dilarang menerima tamu/keluarga. Jika membutuhkan sesuatu yang tidak disediakan oleh pihak hotel, yang bersangkutan

bisa melapor kepada petugas jaga posko. ‘’Keluarga bisa memberikan makanan tetapi tidak bertemu dalam artian gunakan protokol kesehatan cuci tangan dan jaga jarak,’’ ucapnya. Dian Setiawan minta kerja sama pekerja migran dengan mematuhi aturan protokol isolasi mandiri, sehingga semua proses berjalan dengan baik, segera selesai, bisa berkumpul dengan keluarga dan sehat. ‘’Ini semua upaya menjaga warga Tabanan tetap sehat dan terhindar dari Covid-19,’’ tegasnya. (kmb28)

Nihil Kasus Positif, Masyarakat Dampak Covid-19, PPDB Dirancang ’’Online’’ Diminta Tetap Waspada

Negara (Bali Post) – Selama hampir dua pekan di Kabupaten Jembrana tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. Tren positif ini juga dibarengi dengan bertambah banyaknya pasien yang dinyatakan sembuh. Kasus positif terakhir tercatat pada 23 April 2020 yaitu seorang PMI asal Kecamatan Melaya. Saat ini yang bersangkutan masih ditangani oleh tim Covid-19 Jembrana di ruang isolasi. Kendati tren penularan kasus positif terbilang stagnan, masyarakat dan semua pihak diminta tidak lengah dan tetap waspada. Termasuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yaitu menjaga jarak, rajin cuci tangan serta selalu menggunakan masker saat

keluar rumah. “Kita syukuri hasil ini karena tren penambahan positif stagnan. Mudah-mudahan bisa terus dipertahankan hingga pandemi dinyatakan selesai,’’ ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, Senin (4/5) kemarin. Ia tetap mengingatkan kewaspadaan semua pihak akan bahaya penyebaran Covid-19, mengingat Jembrana dan Provinsi Bali pada umumnya belum sepenuhnya terbebas. “Harus tetap waspada dan jangan dipandang remeh. Yang kita hadapi saat ini adalah situasi pandemi yang juga melanda seluruh dunia. Masyarakat bisa terinfeksi kapan dan di mana pun. Karena itu, sebisa mungkin

Lima Persen Tunjangan ASN untuk Beli Hasil Pertanian Tabanan (Bali Post) Selama pandemi Covid-19, 5 persen tunjangan kinerja (tambahan penghasilan pegawai/ TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tabanan akan diganti dalam bentuk hasil pertanian. Pola ini sebagai bagian program Pangan Serasi untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat Tabanan sekaligus bentuk charity, empati, kepedulian dan memutar siklus rantai produksi dan pemasaran hasil pertanian Tabanan. Kepala Bapelitbang Tabanan, I.B. Wiratmaja, Minggu (3/5) menjelaskan, dalam menjaga situasi psikologis masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 adalah bagaimana bisa meningkatkan ketahanan ekonominya. Di Kabupaten Tabanan, sektor yang selalu ditekankan adalah pertanian dalam arti luas, selain karena masyarakatnya 45 persen bergelut di sektor ini. Tunjangan kinerja sebesar 5 persen nilainya kurang lebih Rp 600 juta sebulan atau setara Rp 20 juta sehari untuk membeli produksi pertanian

masyarakat Tabanan terutama yang terdampak sangat besar. Sistem ini akan menghasilkan subsidi silang. Jika ada pejabat yang TPP-nya Rp 10 juta bakal dipotong Rp 500 ribu dan TPP Rp 1 juta akan dipotong Rp 50 ribu. Semua ASN tetap mendapatkan paket produksi pertanian masyarakat Tabanan setara Rp 100 ribu. Menurutnya, penanganan sektor pertanian dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat dapat dilakukan dengan Family Farming, yaitu gerakan pertanian yang memanfaatkan pekarangan untuk melakukan kegiatan pertanian sederhana seperti tabulapot, hidroponik dan tumpang sari. Selanjutnya Integrated Farming melalui kegiatan Pangan Serasi dengan melaksanakan kegiatan pertanian dari hulu (seperti benih, pupuk, saprodi, sampai pendampingan penyuluh), tengah (melalui pemetaan kantong-kantong produksi), sampai hilir (penjaminan hasil produksi, pemasaran dan sebagainya).(kmb28)

Satu Siswa SMA Tak Lulus

Negara (Bali Post) – Persentase kelulusan siswa tingkat sekolah menengah di Kabupaten Jembrana hampir 100 persen. Siswa SMK lulus 100 persen dengan jumlah kelulusan 1.677 orang. Sementara untuk SMA dari total 1.750 siswa, satu tidak lulus karena mengundurkan diri. Siswa yang mundur ini tercatat sebagai murid SMA swasta. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Jembrana I Putu Prapta Arya mengatakan, tahun ini pengumuman kelulusan siswa dilakukan secara daring

melalui website sekolah. ‘’Pengumuman dilakukan di website pada 2 Mei, tidak ada pemasangan di sekolah,’’ ujarnya, Minggu (3/5). Kelulusan siswa pada enam SMA negeri di Jembrana 100 persen dengan jumlah murid 1.509 orang. Sementara SMA swasta, dari tujuh sekolah swasta, satu siswa tidak lulus. Jadi, persentase kelulusan siswa SMA di Jembrana tahun ini 99 persen. Jumlah siswa di SMA swasta total 241 orang. Sementara kelulusan SMK tercatat 100 persen. Ketua MKKS SMK Kabupaten Jembrana yang juga Kepala SMKN 1 Negara, I Putu Wardana, mengungkapkan secara umum tingkat kelulusan siswa SMK dari total 10 sekolah baik negeri maupun swasta 100 persen. Hasil pengamatan saat pengumuman kelulusan Sabtu lalu, tidak ada siswa yang datang ke sekolah. Hampir seluruh sekolah mengumumkan kelulusan secara online, sehingga siswa langsung dapat mengakses dan mengetahui kelulusan dari rumah. (kmb26)

kegiatan dilakukan lebih banyak dari rumah,“ kata pejabat asal Ketugtug, Kelurahan Lolan Timur ini. Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, kasus positif hingga kemarin sebanyak 11 kasus, pasien yang dinyatakan sembuh 8 orang dan PDP tercatat 29 orang. “Dua pasien positif dan tiga PDP masih dirawat di ruang isolasi RSU Negara. Hari ini sudah diambil tes swabnya. Kami masih menunggu hasilnya untuk menentukan status lanjutan,“ jelasnya.(kmb26)

Tabanan (Bali Post) Di tengah masih mewabahnya Covid-19, Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan merancang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem online. Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus, lantaran masa pendaftaran siswa baru tidak memungkinkan diterapkan. Disdik Tabanan masih melakukan penjajakan sistem dengan salah satu provider. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Nyoman Putra mengatakan, rancangan sistem online masih terus berproses. Sistem ini

akan diterapkan jika kondisi darurat pandemi masih berlangsung saat jadwal proses PPDB tahun ajaran 2020/2021. “Sistemnya masih dirancang,” ungkapnya, Senin (4/5) kemarin. Pendaftaran sistem online kemungkinan hanya diterapkan pada sekolah yang dikatakannya favorit. Namun, semua itu masih berproses dan dirancang. “Kami berharap pandemi ini segera berakhir, sehingga PPDB bisa dilaksanakan normal seperti biasanya,” ujarnya seraya minta siswa terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mengikuti imbauan

pemerintah terkait wajib menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. Disinggung mengenai program belajar dari rumah, Putra menilai sudah berjalan normal. Hanya di sejumlah wilayah agak terganggu karena signalnya kurang kuat. “Semua guru telah aktif melaksanakan pembelajaran di tengah situasi pandemi ini. Meskipun tak bisa optimal, yang jelas sudah berjalan normal,” terangnya. (kmb28)

Sosial

Made Urip Berbagi Satu Ton Beras

Bantuan Waspada Pekerja Terdampak Corona di Bali

BAGIKAN BERAS - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. yang akrab dikenal MU (kiri) membagikan beras bagi pekerja terdampak Covid-19 di Bali. DOKTORANDUS (Drs.) I Made Urip, M.Si. selaku anggota Komisi IV DPR-RI yang akrab dipanggil MU berbagi dengan pekerja yang terdampak wabah virus Corona di Bali. Anggota parlemen lima periode yang dijuluki petani sebagai ‘’Wakil Rakyat Sejuta Traktor’’ ini secara spontanitas menyalurkan bantuan sembako berupa 1 ton beras. Bantuan menyasar pekerja

dan karyawan hotel yang di-PHK (pemutusan hubungan kerja), dirumahkan dan warga yang penghasilan hariannya terdampak pandemi Covid-19. ‘’Bantuan waspada 1 ton beras ini untuk karyawan hotel dan pekerja harian yang kena PHK dan dirumahkan,’’ ungkap Made Urip yang juga anggota DPR-RI dari Fraksi PDI

Perjuangan saat dihubungi di Denpasar, Minggu (3/5). Kegiatan dan aksi sosial ‘’MU Peduli’’ ini menyalurkan berbagai bantuan. Selain beras untuk pekerja yang menjadi korban PHK atau dirumahkan akibat pandemi virus Corona, sebelumnya disalurkan paket sembako lainnya, termasuk APD seperti masker dan hand sanitizer. Sebab, menurut

politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu, wabah Covid-19 betulbetul memberikan dampak dan menghantam sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi dan semua sektor kehidupan masyarakat. Untuk itu, saat masa pandemi virus Corona ini, masyarakat dan semua elemen harus selalu bergotong royong dan saling membantu. Ia mengharapkan pemberian bantuan beras tersebut dapat meringankan beban pekerja yang terkena PHK atau dirumahkan, termasuk yang mengandalkan penghasilan harian, akibat terguncangnya sektor pariwisata di Bali. ‘’Utamanya kita di Bali yang tergantung dari dunia pariwisata, nyaris tingkat hunian hotel zero, sehingga sebagian karyawan dirumahkan. Demikian juga pekerja harian yang mengandalkan dari upah harian, nyaris tidak bisa berbuat apa-apa,’’ beber Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup tersebut. Made Urip juga berharap pemerintah bersama seluruh komponen masyarakat ikut membantu dan peduli kepada buruh dan pekerja yang kehilangan penghasilan akibat terimbas virus Corona. Menurutnya, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak luar biasa pada ma-

syarakat. Sektor pariwisata yang paling banyak terdampak, sehingga melakukan PHK dan merumahkan karyawan. ‘’Kita berharap pemerintah membuat program agar pekerja yang terkena PHK bisa kembali bekerja dan mendapatkan pendapatan untuk menghidupi keluarganya. Karyawan hotel dan pekerja harian yang berasal dari desa pasti pulang kampung. Di kampung dia bisa bertani, tapi yang dari kota pasti agak kesulitan. Untuk itu, kita berbagi, bergotong royong, kebersamaan dan saling membantu,’’ tandasnya. Dari data Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Naker ESDM) Provinsi Bali, sedikitnya 34.716 pekerja atau karyawan formal di Bali telah dirumahkan karena dampak pandemi Covid-19. Dari jumlah tersebut, 733 orang telah di-PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Oleh karena itu, Made Urip mendesak mereka segera diberikan bantuan dan Kartu Pra-Kerja dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). ‘’Kartu Pra-Kerja tersebut nantinya sebagai syarat bantuan insentif dari pemerintah kepada pekerja yang terdampak langsung wabah Covid-19. Bantuan akan diajukan kepada Menko Perekonomian agar mereka bisa menghidupi keluarganya,’’ pungkas Made Urip. (ad032)


Selasa Umanis, 5 Mei 2020

Pemilihan Klian Dinas Banjar Bayad ’’Door to Door’’ Gianyar (Bali Post) Di tengah wabah Covid-19, pemilihan Klian Dinas di Banjar Bayad, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang dilakukan dengan jemput bola, Senin

(4/5) kemarin. Proses door to door itu diupayakan pihak panitia pemilihan setempat, dengan membawa peralatan lengkap, seperti kotak suara, bilik, hingga surat suara.

PEMILIHAN - Proses pemilihan Klian Dinas di Banjar Bayad, Desa Kedisan, Tegallalang, dilakukan dengan cara door to door, Senin (4/5) kemarin.

Perbekel Desa Kedisan Dewa Ketut Raka dikonfirmasi membenarkan dilakukan pemilihan Klian Dinas Banjar Bayad secara door to door. Menurutnya, metode door to door itu dipilih guna menghindari adanya kerumunan masa di tengah pandemi Covid-19 ini. ‘’Kami lakukan pemilihan ke rumah-rumah warga karena situasi Covid-19 ini, terpaksa panitia ke rumah setiap warga yang ada di Banjar Bayad dari tempek yang jumlahnya 408 kepala keluarga (KK). Calonnya ada empat orang,’’ paparnya. Klian Dinas itu, termasuk perangkat desa. Mengacu Perda, kepala wilayahnya harus berumur minimal 20 tahun dan maksimal 42 tahun. Pemilihan itu dilakukan karena klian sebelumnya mengundurkan diri. ‘’Selaku perbekel saya mengadakan pemilihan klian ulang lagi,’’ jelas Dewa Ketut Raka. (kmb35)

Tertib Jam Operasional Toko Modern dan Pasar Senggol Disidak Gianyar (Bali Post) Jam operasional buka toko dan pasar diharapkan dipatuhi dengan tertib sesuai SK Bupati. Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, Polri, TNI, Kejaksaan melakukan sidak sejumlah toko modern dan pasar senggol di Gianyar, Minggu (3/5) malam. Tim gabungan menyasar toko modern yang masih buka lewat dari pukul 19.00 Wita. Anggota tim gabungan dibagi menjadi enam kelompok untuk mengefektifkan jalannya sidak. Khusus di kota Gianyar tim dipimpin Wakapolres Gianyar Pius X. Febri Aceng Loda bersama Kasat Pol PP Gianyar I Made Watha menyasar seluruh toko modern yang masih buka lewat dari jam yang telah ditentukan. ‘’Giat kali ini kita menyasar toko modern yang masih buka lewat dari jam yang telah ditentukan. Sesuai SK Bupati toko modern buka mulai pukul 10.00 hingga

19.00. Sedangkan pasar senggol dari jam 16.00 hingga 20.00,’’ ujar Kasat Pol PP, I Made Watha. Wakapolres Gianyar Kompol Pius X Febri Aceng Loda, S.IK., M.H. dalam apel persiapan menekankan agar sidak itu dilakukan dengan humanis.

‘’Nanti dalam sidak kita mengimbau, mengingatkan kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. Sampaikan secara persuasif tidak ada arogan, tidak ada kata-kata kasar. Jangan sampai masyarakat tersakiti,’’ pinta Kompol Pius Loda. (kmb35)

DATANGI - Tim gabungan saat mendatangi sejumlah toko modern dan pasar senggol Minggu malam.

Seorang Pegawai RSU Bangli Positif Covid-19

Bangli (Bali Post) Seorang pegawai RSU Bangli positif Covid-19. Pegawai tersebut kini telah dirawat di Balai Latihan BPK Provinsi Bali di Pering, Gianyar. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa, Senin (4/5) kemarin mengungkapkan, sebelum diketahui positif Covid-19, pegawai rumah sakit berusia 46 tahun itu awalnya masuk IGD, Kamis lalu dengan keluhan sakit. Namun tidak ada gejala terinfeksi Covid-19, seperti sesak napas. Meski demikian pihak rumah sakit tetap menangani yang bersangkutan dengan melaku-

kan rapid test. Hasilnya teryata reaktif. Selanjutnya dua hari kemudian perawat itu di-swab. Hasil tes menunjukkan pegawai itu positif Covid-19. “Minggu langsung dibawa ke Balai Latihan BPK Provinsi Bali untuk dirawat,” terangnya. Pascadiketahui positif Covid-19, pihak RSU Bangli kemudian melakukan tracing atau penelusuran terhadap pegawai lainnya yang sempat kontak dengan pegawai tersebut. Sedikitnya ada 25 orang pegawai di RSU di instalasi tempat dia bertugas di-rapid test, Senin (4/5). Hasilnya enam orang di antaranya reaktif. “Sekarang mereka

sudah dikarantina di RSU Bangli,” jelasnya. Sementara pelayanan di RSU Bangli khususnya di instalasi tempat pegawai itu bertugas kata Dirgayusa, ditutup selama 14 hari. Pihak RSU kini bekerja sama dengan pihak ketiga. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Dirgayusa Senin sore, terdapat dua tambahan kasus positif. Selain pegawai RSU asal Kelurahan Kawan, satu warga lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari Banjar Serokadan, Desa Abuan, Susut. “Yang sembuh bertambah satu orang dari Banjar Uma Anyar, Desa Tamanbali, Bangli,” imbuh Dirgayusa. (kmb40)

PN Semarapura Siap Tuntaskan Tunggakan Perkara Semarapura (Bali Post) Pengadilan Negeri (PN) Semarapura melantik empat hakim pratama baru, Senin (4/5) kemarin. Proses pelantikan mengikuti langkah protokol kesehatan Covid-19, seperti menjaga jarak dan tetap mengenakan masker. Usai pengambilan sumpah dan jalani proses pelantikan sebagai hakim, mereka menandatangani pakta integritas sebagai seorang hakim profesional. Mereka di-

harapkan mampu mendukung penuntasan tunggakan perkara yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ini dipimpin langsung Ketua PN Semarapura Putu Endru Sonata, S.H. di Ruang Sidang PN Negeri Semarapura. Empat hakim pratama itu yakni Dwi Asri Mukaromah, S.H., Kadek Iwi Krisna Ananda, S.H., Hanifa Feri Kurnia, S.H., Valeria

Flossie Avila Santi, S.H. Usai pelantikan, Ketua PN Semarapura Putu Endru Sonata menyatakan, mereka telah ditempatkan langsung di PN Negeri Semarapura. Mereka akan mendukung PN Semarapura untuk mempercepat penyelesaian perkara di PN Semarapura. ‘’Mereka akan menjadi ujung tombak pengamanan dan penegakan supremasi hukum,’’ ujar Putu Endru Sonata. (kmb31)

SPANDUK - Spanduk penundaan revitalisasi terpasang di depan Pasar Umum Gianyar.

Muncul Spanduk Tunda Revitalisasi Pasar Umum Gianyar

Bupati Mahayastra Persilakan Gugat ke Pengadilan Gianyar (Bali Post) Di tengah rasionalisasi anggaran akibat Covid-19, revitalisasi Pasar Umum Gianyar dipastikan tetap berlanjut tahun ini. Namun dalam tahapan tersebut, muncul spanduk ‘’Tunda Pasar Umum Gianyar’’ di areal pasar tersebut, Senin (4/5) kemarin. Dalam spanduk tersebut juga tergambar bahwa areal pasar umum itu belum memiliki sertifikat hak milik. Sementara Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, mempersilakan siapa pun untuk menggugat ke pengadilan, terkait kepemilikan lahan Pasar Umum Gianyar. Pantauan Bali Post ada tiga spanduk yang terpasang di sebelah utara pasar umum yang beralamat di Jalan Raya Ngurah Rai, Gianyar itu. Dalam spanduknya itu tertulis ada lima poin alasan menunda revitalisasi Pasar Umum Gianyar itu. Pertama, penyelesaian MoU dengan pedagang Pasar Gianyar. Penundaan relokasi pada massa pandemik Covid-19. Instruksi Presiden menjaga social distancing. Situasi ekonomi yang tidak kondusif, dan terakhir dapat menimbulkan PHK karena pendapatan semakin merosot. Spanduk itu juga tertulis ‘’Pendapatan kami merosot drastis semenjak masa pandemik Covid-19. Karena itu, jangan bebani kami lagi perihal relokasi Pasar Gianyar. Tunda relokasi Pasar Gianyar, Corona membuat kami terpuruk. Jangan ditambah menjadi bangkrut dengan ancaman relokasi dan revitalisasi Pasar Umum Gianyar’’. Spanduk itu juga mencatum-

kan gambar peta bidang tanah, yang menggambar areal Pasar Umum Gianyar berwarna abuabu, tanpa ada keterangan. Termasuk gambar di sekitar areal pasar berwarna kuning dengan keterangan hak milik dan warna hijau hak guna pakai. Aliansi Pedagang Pasar Gianyar Abdul Malik menjelaskan, pemasangan spanduk ini untuk menyuarakan aspirasi kepada pemerintah agar proses revitalisasi ditunda sementara, di tengah wabah Covid-19 ini. ‘’Dasarnya kami pasang spanduk ini karena kita dalam kondisi bertahan hidup saja sudah susah. Harapan kami agar pemerintah meninjau ulang lagi. Kami tidak menolak, tetapi berharap pemkab menunda sampai wabah Covid-19 ini mereda,’’ pintanya. Tahap Eksekusi Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, mengungkapkan Bapeda sudah berulangkali bertemu seluruh pedagang,

Tersisa 86 Orang, PMI Bangli yang Dikarantina di Hotel Bangli (Bali Post) Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangli yang selesai menjalani masa karantina di hotel sudah dipulangkan secara bertahap sejak akhir April lalu. Saat ini jumlah PMI asal Bangli yang masih menjalani karantina di hotel tersisa 86 orang. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengatakan, Senin (4/5) kemarin, Bangli kembali memu-

langkan PMI yang sudah selesai menjalani karantina di hotel. Jumlahnya ada 40 orang. Sebelumnya, ke-40 PMI itu menjalani karantina selama 14 hari di Best Western Kuta Villa Bali. ‘’Jadi total PMI Bangli yang sudah selesai menjalani masa karantina dan dipulangkan ada 138 orang. PMI yang dikarantina di Best Westren sekarang sudah habis,’’ ungkap Dirgayusa, Senin siang kemarin. Sementara PMI yang ma-

sih menjalani karantina di Hotel JW Mariot Kuta ada 86 orang. Puluhan PMI itu akan dipulangkan secara bertahap mulai 6 Mei mendatang. Dirgayusa mengatakan, meski sudah dipulangkan, para PMI itu tetap diharuskan menjalani karantina kembali secara mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari. Pengawasan dilaksanakan secara aktif Satgas Desa dan Satgas Gotong Royong yang dibentuk desa adat. Sejauh ini, penga-

wasan sudah berjalan baik. ‘’Sampai saat ini belum ada laporan. Kalau ada masalah pasti dilaporkan Satgas desa melalui Satgas kecamatan,’’ terangnya. Pihaknya mengimbau para PMI yang sudah pulang ke kampung halaman masing-masing untuk tetap mengikuti SOP Dinas Kesehatan dengan melaksanakan karantina dengan baik dan disiplin. Apabila ada gejala segera lapor ke Satgas Desa. (kmb40)

Cegah Transmisi Lokal

Pedagang di Terminal Pasar Galiran Ditertibkan Pencegahan transmisi lokal menjadi fokus agenda penanganan Covid-19 di Klungkung yang kian meluas. Pengawasan itu dibebankan kepada petugas Satpol PP Klungkung. Petugas turun dan berjibaku dengan para pedagang bermobil di sekitar Terminal Galiran, Klungkung. Mau tidak mau petugas kembali harus berhadapan langsung dengan pedagang dari luar daerah itu, Senin (4/5) pagi. Bagaimana kiat-kiat efektif petugas meminimalisir transmisi lokal secara efektif?

MELANTIK - Ketua PN Semarapura saat melantik 4 hakim pratama baru.

hingga sekarang memasuki tahapan eksekusi bangunan Pasar Umum Gianyar. Bahkan proses lelang sudah dimulai. ‘’MK sudah kontrak kerja, sudah segera akan lelang fisik. Perhitungan Badan Lelang Denpasar untuk meratakan bangunan Pasar Gianyar ini butuh waktu sekitar dua bulan lebih. Itu berarti sesegera mungkin bangunan ini harus kita kosongkan dan bongkar,’’ katanya. Proses pengosongan akan berlangsung selama 10 hari. Pengosongan dimulai 14 hingga 24 Mei ini. Nah memasuki tahap ini Bupati Gianyar menegaskan tidak ada lagi negosiasi dengan pedagang. ‘’Saya sampaikan ke staf tidak lagi ada negosiasi. Sudah dua tahun semuanya kita bicarakan. Mereka juga sudah tanda tangan,’’ tegas politisi asal Kecamatan Payangan ini. Bupati yang juga Ketua DPC PDI-P Gianyar ini menegaskan dalam revitalisasi ini ia tidak memikirkan retribusi

yang didapat dari pedagang. Pihaknya hanya komit membangun kota Gianyar lebih baik dan bersih. ‘’Yang saya pikirkan kota ini harus dibangun. Kota harus bersih, tertata, pedagang senang dan nyaman. Pasti nanti keuntungan mereka naik berlipat-lipat,’’ katanya. Bupati Gianyar menegaskan proses pengosongan akan tetap berjalan. Nah bila 24 Mei nanti tidak kosong, Pemkab Gianyar tetap melakukan pembongkaran. ‘’24 Mei tidak kosong, saya buldoser. Saya yang pertama akan memimpin pembuldoseran toko-toko itu,’’ tegasnya. Kepala Bappeda Gianyar I Gede Widarma Suharta mengatakan, pihaknya yang melakukan pengukuran mendapati areal Pasar Umum Gianyar seluas 1.060 meter persegi. ‘’Tanah itu di BPN tidak terdaftar atas nama siapa pun. Nah itu berarti tanah negara, kemudian tanah negara yang dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar,’’ katanya. Sertifikat tanah itu sedang diproses di BPN. ‘’Proses sudah sejak tahun lalu, dan sudah ada surat pernyataan sporadik tanah itu dikuasai Pemda Gianyar. Para pedagang itu mendirikan bangunan menyewa tanah yang dikuasai pemda,’’ tandasnya. (kmb35)

APA yang dilakukan Satpol PP Klungkung turun ke Pasar Galiran itu semata-mata sebagai tanggung jawab mengawal perintah Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Instruksi kepala daerah itu agar areal terminal Pasar Galiran steril dari aktivitas transaksi jual beli barang dagangan. Karena itu, harus ada upaya sistematis membatasi akses pedagang dari luar. Apalagi dari daerah zona merah. Itu dilakukan semata untuk mencegah terjadinya transmisi lokal Covid-19. Kasat Pol PP Pemkab Klungkung Putu Suarta mengatakan, petugasnya langsung turun pagi-pagi

di sekitar areal terminal Galiran agar seluruh areal itu steril dari pedagang bermobil luar daerah. Petugas juga harus memastikan fungsi terminal menjadi tempat parkir dan drop barang ataupun penumpang yang menggunakan jasa angkutan umum. Bukan untuk tempat langsung berjualan. Selain itu, petugas juga langsung menyusuri sejumlah akses lain atau jalur tikus menuju terminal. Akses mereka masuk ke dalam terminal langsung ditutup. “Saat pagi, areal terminal sudah sepi dari kendaraan. Kami juga tetap memantau pedagang yang kerap mem-

bandel berjualan di luar pasar,” katanya. Khusus para pedagang di luar pasar, petugasnya sudah melakukan patroli dalam enam hari terakhir. Jumlahnya sudah semakin berkurang. Walaupun sempat terjadi kucing-kucingan, hingga terpaksa mengangkut barang dagangan mereka, karena kerap membandel. Agar pelanggaran ini tidak kambuhan, sejumlah petugas tetap disiagakan di terminal dan di sekitar pasar. Selain patroli juga sekaligus melakukan edukasi kepada para pedagang. Ini sesuai petunjuk Bupati Suwirta saat sidak agar

setiap pedagang yang berjualan di sekitar Pasar Galiran tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam menghadapi Covid-19. Hal itu bila tetap tidak ingin Pasar Galiran mewabah Covid-19. Sebab, di daerah lain sudah terjadi beberapa dampak fatal. Ketika satu saja pedagang terpapar Covid-19, maka pasar itu langsung tutup selama 14 hari. “Jangan sampai kita kecolongan dan terjadi transmisi lokal. Tetap tertibkan para pedagang dari luar daerah, khususnya dari zona merah juga agar selalu menjaga kondisi kesehatannya,” harap Putu Suarta. (gik)

TURUNKAN BARANG - Salah satu kendaraan di terminal Pasar Galiran saat menurunkan barang dagangannya.


Selasa Umanis, 5 Mei 2020

Kubu Tambah Dua Kasus

Karangasem Total Catat 20 Positif Covid-19 Senin kemarin, membenarkan kalau satu warga Bantas yang tinggal di Baturinggit positif Covid-19. Warga positif itu merupakan warga PMI. Warga ini telah menjalani tes swab dan hasilnya positif terjangkit Covid-19. Dari Kecamatan Kubu otomatis ada dua kasus positif covid-19. Dan hingga Senin kemarin seluruh Karangasem tercatat ada 20 kasus positif Covid-19. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Kasus warga Karangasem positif Covid-19 terus mengalami penambahan. Selama dua hari berturut-turun, Bumi Lahar menambah lima kasus baru positif covid-19. Kasus teranyar, Senin (4/5) kemarin, datang dari Kecamatan Kubu yang menambah dua kasus baru warga positif Covid-19. Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, hari ini ada tambahan dua warga positif Covid-19. Dengan tambahan dua kasus baru itu, kini Karangasem terkonfirmasi ada sebanyak 20 warga positif terjangkit Covid-19 ini. ‘’Dua warga baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Kecamatan Kubu,’’ ucapnya. Bagus Putra Pertama menambahkan, kedua warga yang positif ini merupakan pelaku perjalanan dan melakukan karantina mandiri. Kedua kasus PMI itu telah diisolasi di Bapelkes Denpasar. Pascadua warga Kubu positif, pihaknya langsung melakukan rapid test terhadap warga yang sempat diajak kontak oleh dua orang warga yang positif tersebut. ‘’Ada sebanyak 32 orang yang sempat kontak erat dengan mereka. Dari hasil rapid test, hasilnya 31 orang nonreaktif dan seorang reaktif,’’ jelasnya. Mengingat semakin bertambahnya ditemukan kasus orang tanpa gejala, untuk memutus rantai penyebaran virus Corona ini maka semua pihak perlu disiplin penggunakan masker di tempattempat terbuka. Pasalnya, penggunaan masker itu harus disiplin, selain mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun dan jaga jarak.

JEMPUT - Ketua Satgas Gotong Royong Penanganan Covid-19 Desa Baturinggit I Gede Putu Telantik mendampingi tim medis memakai APD lengkap saat menjemput PMI positif Covid-19.

Singaraja (Bali Post) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng merujuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Keputusan ini karena kapasitas ruang isolasi di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan tidak cukup menampung pasien positif Covid-19 sesuai hasil uji spesimen swab berbasis PCR. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan hal itu saat update

kasus virus Corona, Senin (4/5) kemarin. Menurutnya, dari laporan tim medis di RSP Giri Emas disebutkan empat orang pasien itu dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah mulai kemarin. Pasien itu adalah kode 30, 35, 36 dan pasien kode 37. Sebelumnya pasien ini menjalani rapid test berbasis antibodi dengan hasil reaktif. Kemudian dilanjutkan melakukan uji spesimen swab berbasis PCR. Dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Seharusnya empat orang pasien ini dirawat di ruang isolasi RSP Giri Emas. Namun menyusul penambahan pasien

Desa Bantas Satu dari dua kasus warga positif asal Kubu berasal dari Desa Bantas. Warga positif Covid-19 ini merupakan pekerja migran Indonesia (PMI). Dari informasi yang dihimpun di lapangan, warga yang positif itu berasal dari Desa Adat Bantas. Yang bersangkutan merupakan PMI. Camat Kubu I Nyoman Suratika saat dikonfirmasi,

Bali Post/ist

Empat Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Dirujuk ke RS Sanglah

terkonfirmasi positif terus terjadi, sehingga kapasitas ruang isolasi di RSP kewalahan menampung. Atas kondisi itu, tim medis kemudian mengusulkan merujuk empat pasien terkonfirmasi positif itu ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. ‘’Kita rujuk empat orang pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil uji spesimen swab PCR untuk dirawat di RS Sanglah. Alasannya, karena kapasitas isolasi untuk pasien terkonfirmasi positif di RSP sudah tidak mampu menampung karena memang ada tren penambahan pasien positif,’’ katanya. (kmb38)

Krama Desa Adat Bungaya Keluar 7 Hari Wajib Jalani Karantina Mandiri 14 Hari

Amlapura (Bali Post) di dua desa adat, yakni Desa Adat Bungaya dan Berbagai langkah dan upaya terus dilakukan Desa Adat Gumung,’’ harap I Gede Krisna Adi. desa adat di Kabupaten Karangasem untuk Dikatakannya, pasar tradisional Desa Adat menekan penyebaran virus Corona atau Co- Bungaya akan dibuka mulai pukul 07.00 Wita vid-19 di wilayahnya. Seperti Desa Adat Bun- sampai 13.00 Wita. Transaksi jual-beli melibatgaya akan menerapkan pembatasan kegiatan kan krama dari Desa Adat Bungaya, krama Desa pasar tradisional guna mencegah Bungaya Kangin dan krama Desa Adat Gumung. menyebaran virus semakin merebak ‘’Bagi warga yang akan bertransaksi di di desa itu. Ada krama yang keluar pasar, mereka wajib memakai masker, wilayah selama tujuh hari, wajib mencuci tangan dan selalu menerapkan dikarantina selama 14 hari. social distancing (jaga jarak) antara penKetua Sabha Desa Adat Bunjual dan pembeli. Serta selalu menggugaya I Gede Krisna Adi Widana nakan hand sanitizer hingga diadakan mengatakan hal itu, Senin (4/5) pengecekan suhu tubuh memakai alat kemarin. Menurutnya, pemberthermorgun,’’ katanya. lakuan pembatasan kegiatan pasar Dijelaskan, pihak krama juga tradisional itu mulai diberlakukan diminta mengadakan pembatasan pada 7 hingga 30 Mei mendatang. semua kegiatan dan tetap tinggal Pembatasan kegiatan pasar tradisdi rumah, jika tidak ada keperluan ional itu sebagai bentuk antisipasi, sangat mendesak. ‘’Warga juga agar penyebaran Covid-19 tidak kian tidak diperkenankan memeluas. Terlebih, kasus warga nerima tamu menginap yang positif Covid-19 di Kadi rumahnya,’’ harap rangasem terus bertamKrisna sembari mebah. Karena itu, perlu nyatakan, bagi krapenyebarannya dianma yang keluar tisipasi. desa adat selama ‘’Kebijakan itu bertujuh hari, sudasarkan keputusan paya melakuDesa Adat Bungaya. kan isolasi Surat keputusan mandiri seBali Post/kmb41 lama 14 hari. ini, difokuskan unGede Krisna tuk krama yang ada (kmb41)

Dispustaka Buka, Layani Pengunjung MPP Amlapura (Bali Post) Di tengah pandemi Covid-19 yang masih saja belum mereda, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Karangasem tetap melaksanakan kegiatan pembinaan dan layanan kepada masyarakat. Kepala Dispustaka I Wayan Astika mengatakan, selama pandemi Covid-19, Dispustaka Karangasem tetap terbuka melayani pemustaka dan masyarakat di bidang kepustakawanan dan kearsipan dengan tetap memperhatikan aturan pencegahan pandemi Covid-19 itu. Termasuk layanan pojok baca di Mall Pelayanan Publik (MPP) tetap dibuka melayani pengunjung di MPP. ‘’Pengunjung diminta selalu memakai masker, cuci tangan sebelum dan sesudah memasuki ruangan layanan dan menerap-

kan social distancing. Dan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pengunjung Dispustaka kita telah menyiapkan tempat cuci tangan di sejumlah titik. Di samping itu, kita siapkan hand sanitizer,’’ ujarnya. Astika menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, jumlah pengunjung ke perpustakaan memang menurun. Sejak tiga bulan terakhir, pengunjung dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum hanya 87 orang. ‘’Kendati begitu, kita berharap di tengah pandemi Covid-19 ini, bisa menjadi momentum meningkatkan minat budaya baca masyarakat. Sebab, masyarakat lebih banyak punya waktu luang, karena stay at home alias diam di rumah,’’ harap Astika. (kmb41)

16 Warga Terkonfirmasi Positif Pascates Swab

Gugus Tugas Putuskan Karantina Desa Bondalem

Singaraja (Bali Post) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng menetapkan keputusan karantina untuk Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. Kebijakan ini diputuskan, Minggu (3/5) dan efektif berjalan Senin (4/5) kemarin. Penutupan akses keluar-masuk ke Desa Bondalem ini setelah Gugus Tugas menerima konfirmasi hasil uji sampel spesimen swab berbasis PCR. Hasilnya, 16 warga hasil uji sampel swab-nya terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. menyampaikan hal itu saat update penanganan virus Corona hingga pukul 15.00 Wita. Menurutnya, keputusan itu setelah Bupati Putu Agus Suradnyana bersama perangkat pemerintah Desa Bondalem, unsur Kecamatan Tejakula, dan Gugus Tugas desa melakukan evaluasi terkait perkembangan kasus transmisi lokal Covid-19 di desa itu. Dalam evaluasi itu, Gugus Tugas menyampaikan uji sampel spesimen swab berbasis PCR itu diterima Gugus Tugas, Sabtu (2/4) malam lalu. Uji spesimen swab PCR ini tindak lanjut setelah para pedagang mengikuti rapid test berbasis antibodi, Jumat (1/5) lalu. Hasilnya dinyatakan reaktif mengarah Covid-19. Setelah dicermati, ada 16 orang sampel swab-nya terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. 14 orang adalah pedagang di Pasar Desa Bondalem, seorang keluarga pasien kode 18 (pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sekarang dirawat di RSP Giri Emas - red), dan seorang lagi warga yang memiliki riwayat bepergian ke luar negeri, karena urusan pekerjaan. Mencegah penularannya, keputusan karantina lingkup Desa Bondalem ini dijalankan. Masa karantina ini mengikuti protokol kesehatan berlangsung selama 15 hari ke depan. ‘’Bapak Bupati menginstruksikan tadi pukul 14.00 Wita karantina di Desa Bondalem. Perbekel ditugaskan

menyosialisasikan kepada masyarakat dan besok (Senin 4/5 - red) karantina ini berjalan sampai 15 hari ke depan,’’ katanya. Sebelum keputusan karantina desa itu, kata Gede Suyasa, Gugus Tugas sudah menetapkan 28 kepala keluarga (KK) dengan 94 jiwa warga sudah diinstruksikan melakukan karantina. Mereka tidak diizinkan keluar rumah. Warga yang sudah lebih dahulu dikarantina itu di antaranya pasien dengan kode 18 bersama keluarganya dan tetangga pasien bersangkutan. Sedangkan keputusan karantina desa di luar 28 KK itu, kata Suyasa, perlakuannya berbeda. Warga selama karantina itu akan dipantau gugus tugas, relawan, anggota polisi, TNI, dan Satpol PP terkait disiplin diri melakukan pembatasan jarak sosial. Untuk aktivitas ekonomi seperti berkebun dan peternakan sepanjang di satu desa, warga tetap diizinkan keluar rumah, sehingga usaha tani mereka atau pe-

ternakan tetap berjalan. Terkait pelaksanaan kedukaan (ada warga meninggal - red), Gugus Tugas mengizinkan. Dengan catatan upacara itu dapat dilaksanakan dengan peserta maksimal 25 orang. ‘’Berbeda untuk 28 KK yang sudah lebih awal dikarantina itu tidak diberikan keluar rumah. Warga lainnya masih bisa keluar rumah, tetapi tidak diizinkan keluar desa. Ini untuk memberi kesempatan warga mengurus ternak atau bercocok tanam di lahan pertaniannya,’’ tegasnya. Di sisi lain, birokrat asal Desa Tejakula Kecamatan Tejakula ini mengatakan, setelah memutuskan karantina, konsekuensinya pemerintah daerahlah yang menanggung kebutuhan pokok warga. Untuk itu, Gugus Tugas sudah membuat skema penyiapan logistik kebutuhan bahan pokok (beras, minyak goreng, mi instan, sayur, dan telur). Dari skema itu, Gugus Tugas menyiapkan stok bahan pokok untuk semua warg a

Drs. Gede Suyasa, M.Pd

Bali Post/ist

yaitu sebanyak 18.372 jiwa. Logistik ini didistribusikan setiap satu minggu selama masa karantina oleh Gugus Tugas, relawan, dan perangkat desa. Khusus beras, Gugus Tugas sudah memesan ke Bulog. Sedangkan pasokan telur, mi instan, sayur dan bahan pokok lain pengadaannya dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa setempat. ‘’Kenapa satu minggu sekali dikirim karena skema yang kita ambil adalah menanggung semua warga di sana, sehingga membutuhkan waktu cukup mendistribusikan dan pertimbangan biar bahan pokok itu tidak rusak,’’ jelasnya.

Transmisi Lokal Penularan Covid-19 transmisi lokal ini berawal Gugus Tugas menemukan seorang warga di desa tersebut dicurigai terinfeksi Covid-19. Orang itu lantas dimasukkan sebagai pasien kode PDP 13, dengan uji sampel swab-nya terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien tadi berinteraksi dengan pasien kode 13 saat akan menyalurkan barang dagangan ke Pasar Desa Bondalem, sehingga terjadi transmisi dan menyebabkan pasien kode 18 yang merupakan pedagang di Pasar Desa Bondalem itu ikut terkonfirmasi positif Covid-19. Menyusul kasus itu, Gugus Tugas melakukan tracking dan rapid test berbasis antibodi kepada seluruh pedagang dan keluarga yang berinteraksi dengan pasien kode 18. Hasilnya, 18 warga hasil uji spesimen swab-nya terkonfirmasi positif Covid-19. Rinciannya, pasien kode 18, dua orang keluarga kandung pasien kode 18, seorang iparnya, dan 14 orang pedagang. Saat ini Gugus Tugas masih menunggu hasil uji spesimen sawab 11 orang yang belum keluar. (kmb38)

Satgas Gotong Royong Edukasi Pemakaian Masker SATGAS Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng melaksanakan edukasi terkait pencegahan virus Corona, akhir pekan lalu. Edukasi menyasar Pasar Anyar di Banjar Adat Banjar Bali dan Pasar Kebonsari di Banjar Adat Kampung Baru. Lalu bagaimanakah upaya efektif dilakukan terhadap pedagang yang tidak mengindahkan jam operasional berjualan maupun masyarakat yang tidak disiplin dan terbit tersebut? Dalam melakukan edukasi secara efektif, Satgas dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menyasar Pasar Anyar, yang melibatkan Satgas dari Banjar Adat Banjar Jawa, Banjar Bali, dan Kampung Anyar. Sedangkan tim kedua beranggotakan Satgas Banjar Adat Kaliuntu dan Kampung Baru. Edukasi ini juga melibatkan anggota dari Polsek Kota Singaraja, Kormail, Camat Buleleng dan PD Pasar. Para anggota Satgas ini memakai masker kain dan sarung tangan. Klian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan, dari pengamatan di lapangan masih ditemukan ada yang belum menaati aturan jam buka berjualan dari pukul 08.00 dan tutup 16.00 Wita. Selain itu, pemakaian masker oleh pedagang dan pengunjung masih ditemukan kurang disiplin. Sejatinya

pedagang atau pengunjung sudah memakai masker, tetapi cara pemakaiannya kurang tepat. Seperti masker bukannya menutup mulut dan hidung, tetapi ditarik ke bawah dan menutup dagu. ‘’Masih ada pedagang yang belum mengikuti aturan jam berjualan yang sudah diatur pemerintah. Ada juga tidak menggunakan masker dan menggunakan masker dengan tidak benar,’’ katanya. Atas temuan itu, sebagai langkah edukasi, Satgas Gotong royong telah dikerahkan untuk terus mengedukasi agar instruksi pemerintah dalam mencegah penularan virus Corona bisa diikuti dengan tertib. ‘’Terhadap mereka yang belum menggunakan masker, masih dilakukan teguran simpatik,’’ jelasnya. Direktur Utama (Dirut) PD

Pasar Buleleng Made Agus Yudiarsana mengatakan, selama ini pihaknya telah mengimbau kepada pedagang agar disiplin menggunakan masker. Selain itu, beberapa tempat untuk cuci tangan sudah disiapkan di areal pasar. Sementara menindaklanjuti pelanggaran jam berjualan, Agus Yudi Arsana berjanji akan melakukan pendekatan kepada pedagang itu, agar selama darurat virus Corona ini aturan itu bisa diikuti dengan baik. ‘’Kami telah melakukan penyemprotan disinfektan pada malam hari, serta menyediakan

alat cuci tangan. Kami juga bertindak lebih tegas kepada pedagang yang tidak mengindahkan jam buka pedagang,’’ katanya. Camat Buleleng Nyoman Riang Pustaka menyambut baik edukasi oleh Satgas Gotong Royong Desa Adat Buleleng. Dirinya mengajak kerja sama penanganan virus Corona baik instansi pemerintahan, desa adat dan komponen lain digemakan lagi, sehingga penanganan wabah ini berjalan maksimal dan menghindari jatuhnya korban manusia. (mud)

Bali Post/mud

EDUKASI - Satgas Gotong Royong Penanganan Covid-19 Desa Adat Buleleng melakukan edukasi di Pasar Anyar dan Pasar Kebonsari, akhir pekan lalu.


Selasa Umanis, 5 Mei 2020

Menjalankan Kebijakan dengan Baik Kalau masyarakat tidak tertib dan disiplin mematuhi arahan pemerintah, maka upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan berhasil secara optimal. Ia menekankan bahwa pemerintah bertugas membuatkan kebijakan, sementara masyarakat tugas dan kewa-

jibannya adalah menjalankan kebijakan dengan baik tertib dan disiplin. ‘’Supaya semua yang telah dilakukan ini membuahkan hasil yang baik dan cepat. Sekali lagi, saya ajak masyarakat agar tertib dan disiplin. Jangan melangar,’’ tegasnya. Saat ini, katanya, penanggulangan Covid-19 yang dilakukan di Bali telah menunjukkan hasil yang

baik. Angka kesembuhan mencapai 59 persen. Tertinggi di Indonesia. Ratarata pasien sembuh dalam 13 hari perawatan. ‘’Kita akan perkuat terus penanganan Covid-19 ini. Sehingga penambahan positif makin kecil, yang sembuh makin banyak dan kita harapkan tidak ada penambahan pasien yang meninggal,’’ ujarnya. (kmb40)

Menjaga Keharmonisan dan Kesucian Alam Bali Terkait Program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sebagai visi-misi Pemerintah Provinsi Bali berdasarkan Pola Pembangunan Semesta Berencana Nasional, kata Budiarta, hal itu sudah dijabarkan dalam bentuk Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Menurutnya, perda ini adalah penjabaran dari program visi dan misi Gubernur Bali untuk penguatan desa adat. Di APBD, desa adat sudah digelontor anggaran sebesar Rp 300 juta. Sehingga desa adat sudah menjabarkan program-program seperti untuk palemahan, pawongan dan parahyangan. ‘’Ketiga konsep Tri Hita Karana itu memang dijabarkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 34 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Adat di Bali,’’ katanya. Seperti contoh, katanya, untuk program pawongan pihaknya membentuk paiketan pemangku, ditingkatkan kualitas SDM-nya, bagaimana mereka berperan sebagai pelayan masyarakat di bidang keagamaan. Contoh kedua, bidang ketertiban keamanan dibentuk paiketan parum pecalang desa adat bersama parum

pecalang banjar. ‘’Itu dijabarkan supaya bagaimana desa adat mendapatkan keamanan dan ketertiban,’’ tegasnya. Sementara untuk krama tamiu, kata Budiarta, dilakukan pendataan secara intensif supaya jelas berapa krama tamiu dan krama pangarep. Bahkan, krama tamiu yang cukup banyak perbandingannya sampai 40 : 60 persen dibandingkan krama pangarep. ‘’Berbicara palemahan, kami senantiasa berupaya bagaimana supaya kesucian dan keseimbangan alam bisa dijaga di Desa Pedungan,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra menyampaikan, realisasi Program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ secara hukum baru berjalan satu setengah tahun. Namun dengan komitmen yang tinggi dan didukung seluruh stakeholder di Bali, sudah bisa dilihat capaiannya. Berdasarkan data BPS dan Bappenas, perlu berbangga karena tingkat kemiskinan di Bali saat ini mencapai a ng ka 3,61 persen pada tahun 2019. Dikatakan, angka ini terendah sepanjang sejarah. Untuk tingkat nasional masih nomor dua dibandingkan DKI Jakarta. Namun dari jumlah pen-

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

duduk miskin, Bali masih paling rendah. ‘’Artinya dalam 1,5 tahun, dengan program strategis, pencapaian untuk penurunan angka kemiskinan bisa diwujudkan,’’ katanya. Untuk pengangguran, kata Wiasthana Ika Putra, akhir 2019 angkanya mencapai 1,57 persen atau paling rendah di Indonesia. Artinya, lapangan kerja di Bali mampu menampung angkatan kerja atau kompetensi yang dimiliki angkatan kerja mampu diserap dunia kerja. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat di angka 75,41 atau nomor 4 tingkat nasional. ‘’Artinya, secara kualitas yang diwujudkan oleh indikator pembangunan Bali, selama 1,5 tahun meningkat terus,’’ ujarnya. Wiasthana Ika Putra mengatakan, makna ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yakni menjaga keharmonisan dan kesucian alam Bali beserta segala isinya. Inilah yang perlu digali melalui produk strategis Perda Desa Adat di Bali. ‘’Inilah yang digalakkan sekarang supaya pemberdayaan komunitas adat betul-betul jitu untuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM di seluruh Bali,’’ tegasnya. (edi)

Memaksimalkan Peran LPD Skemanya sebetulnya hampir mirip dengan surat utang yaitu LPD seperti membeli ‘’surat utang’’ yang diterbitkan pemerintah atau pemerintah daerah menggunakan LPD sebagai intermediasi dalam menyalurkan bantuan atau entitas bertujuan khusus ‘’lumbung pangan’’ kepada masyarakat dengan kontrak atau underlying pinjaman. Ada grace period yaitu pembayaran bunga dan pokoknya akan dibayarkan sesuai dengan kesepakatan. Pada masa krisis di mana semua pihak berjuang untuk kemanusiaan, adanya ide dan kebijakan mestinya kita telaah dengan sense of crisis, objektif dan terukur. Di depan mata kita besar kemungkinan telah terjadi degradasi kesejahteraan. Angka pengangguran dan kemiskinan diperkirakan melesat naik dan sampai kapan ini akan berakhir tidak ada yang tahu. Terobosan dan inovasi kebijakan pada hakikatnya merupakan esensi gotong royong harus dipandang dalam perspektif menyelamatkan kemanusiaan dalam jangka pendek yang hitung-hitungannya bukan lagi bulanan atau tahunan tetapi harian. Dengan demikian, memak-

simalkan peran LPD dapat ditelaah dari berbagai sisi. Pertama, peran dan fungsi LPD sesuai dengan tujuan awal pendiriannya untuk saling bahu-membahu bergotong royong membantu masyarakat (krama) harus diperkuat terus dan ujian terberatnya pada masa pandemi ini. Di satu sisi LPD harus tetap memperhatikan kesehatan keuangannya dan di sisi lain harus juga empati dengan keadaan krama-nya. Pengelola harus paham bagaimana cara menyelamatkan krama dan sekaligus menyelamatkan LPD. Meski penuh ketidakpastian, tidak boleh berpasrah diri tanpa ada upaya secuil apa pun. Persoalan yang terjadi sekarang adalah menurunnya kemampuan debitur untuk membayar angsuran atau mungkin kehilangan kekuatannya. LPD harus bersikap dengan memberikan kelonggaran atau keringanan dari sisi persentase bunga, tenggat waktu dan penundaan sampai keadaan benar-benar pulih. Penyehatan kredit atau penjadwalan kembali berbasis arus kas debitur besar kemungkinan tidak bisa diterapkan. Bukan waktunya memikirkan laba tetapi terpenting bagaimana likuiditas LPD tidak terganggu (minimal biaya pegawai dan dana

pihak ketiga/masyarakat terbayarkan). LPD hadir untuk membuat tenang krama, bukan sebaliknya membuat cemas. Diperlukan kearifan dalam mengelola LPD. LPD unik dari sisi kepemilikan dan pengambilan keputusan. Ada nuansa fleksibilitas di situ. Pada momen inilah modal fleksibilitas itu digunakan untuk membantu siapa pun termasuk pemerintah daerah. Inovasi berbasis kearifan lokal memitigasi krisis akan diapresiasi oleh siapa pun. Siapakah pemilik LPD? Ya krama adat. Nah, di sinilah poin kritisnya, jangan alergi dengan masukan dan saran krama sebaliknya jangan juga menerima saran krama yang tidak masuk akal dan di luar konteks sense of crisis. Kedua, ide untuk melibatkan LPD mestinya disertai dengan analisis fundamental keuangan LPD. LPD yang sustainable tentu mempunyai cadangan modal kuat. Atau barangkali desa adat yang sumber daya ekonominya besar memberikan modal penyertaan khusus dalam masa pandemi ini. Desa adat menginjeksi permodalan. Ini adalah kondisi ideal tetapi belum tentu semua LPD bisa melakukannya. Bila berdasarkan hasil analisis fundamental kondisi LPD sehat dan tidak berisiko, ide

untuk melibatkan LPD bersinergi dengan pemerintah daerah layak untuk dipertimbangkan. Ketiga, krisis memberikan banyak pelajaran bagi lembaga keuangan termasuk LPD bahwa hanya mengandalkan sumber pendapatan bunga memiliki risiko lebih tinggi dari nonpendapatan bunga pada zaman virtual ini. Semoga kondisi secepatnya normal dan kondusif, pada saat itulah harus terjadi perubahan paradigma dari interest based income menjadi fee based income artinya pendapatan LPD tidak didominasi oleh pendapatan bunga tetapi dari fee. Dari mana fee itu berasal? Salah satunya dari transaksi nontunai yang sekarang justru menjadi ‘’dewa penolong’’ bank-bank besar. Apakah peraturan dan bentuk hukum LPD harus diubah? Apakah terjadi perubahan infrastruktur teknologi LPD? Kenapa tidak, kalau itu yang membuat survive maka LPD harus beradaptasi dengan perubahan dan ketidakpastian lingkungan. Kita tidak ingin LPD itu ambruk karena kemampuan adaptasinya yang rendah. LPD sebagai lembaga adat kebanggaan masyarakat Bali harus tetap hidup.

masyarakatnya, serta meringankan beban ekonomi masyarakat selama masa isolasi. Ia pun berharap hal serupa agar musibah cepat berlalu dan warga di Desa Abuan bisa segera kembali beraktivitas normal kembali. Untuk itu, masyarakat diimbau tetap mengikuti prosedur yang dilaksanakan selama masa isolasi. Di sisi lain, Bendesa Adat Serokadan Dewa Gede Oka turut menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Bali bersama jajaran, unsur TNI/ Polri, para donatur penyalur CSR guna menyalurkan bantuan untuk meringankan beban ekonomi warganya. Terpenting lagi memulihkan beban mental

warganya yang sebelumnya sempat digemparkan oleh pemberitaan hasil rapid test. Ia pun mengapresiasi berbagai langkah pencegahan yang dilaksanakan jauh-jauh hari sebelumnya oleh pemerintah. ‘’Pembentukan Satgas di masing-masing desa adat itu sebenarnya sangat bagus, kami pun sudah mengikuti. Para Satgas kami pun sudah memberikan imbauan-imbauan kepada warga dan para pemuda. Semoga dengan keterlibatan pemerintah, musibah ini cepat berlalu,’’ harapnya. Turut hadir pada kesempatan itu di antaranya Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Wakapolda

Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma. Adapun berbagai paket bantuan yang diserahkan Gubernur Bali bersumber dari CSR Bank BPD Bali senilai total Rp 172.675.000 dengan rincian 1.000 paket sembako senilai Rp 100 juta, 18 unit wastafel senilai Rp 25 juta, APD terdiri dari kacamata Goggles, masker N-95, sarung tangan, sepatu boots dan baju cover all senilai Rp 47.675.000. Bantuan lain juga berasal dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Bali berupa 200 paket sembako. (ina)

Penulis, Profesor FEB Unud dan Klian Sabha Desa, Desa Adat Pecatu

Meringankan Beban Masyarakat ‘’Jangan ada yang bekerja, ada yang sukanya marah-marahin orang kerja. Tidak boleh begitu. Harus bekerja sama dan sama-sama bekerja. Kerja konkret agar masalah ini cepat selesai,’’ tegasnya. Sementara itu, Bupati Bangli Made Gianyar yang ikut mendampingi kunjungan Gubernur Bali menyatakan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran orang nomor satu di Bali itu di tengah-tengah musibah yang dialami warga Desa Abuan. Hal ini sebagai satu bentuk dukungan untuk meringankan beban psikologis

SERVICE

Dcr Supir berpengalaman,Laki2, SIM A/B,Ijasah SMA,Lam.bawa ke Kampus II ITEKES Bali Jl.Tukad Balian 180 Renon.T.0361-895620

B.BP.001.01.20.0000144

KEHILANGAN Hilang Sertifikat Tanah LT325 Hak Milik No:1771 Pemegang Hak Ahmad Sahid RT 4 Gang Utari Ketapang Muara Pengambengan Kec.Negara Kab.Jembrana Bali

B.BP.004.05.20.0000030

Hlg BPKB No.6487258-O DK 543 A AN.Ni Wayan Sutengsu Meriati.

B.BP.001.05.20.0000024

PENGUMUMAN Saya, Ari Misda J.S 30Th Dari Susut Menyatakan Permohonan Maaf kepada PT.Artha Sedana Gianyar atas Perbuatan Pencurian yg tlh sy lakukan 28/4/20, sehingga merugikan PT.Artha Sedana Gianyar.Demikian Permohonan maaf ini saya sampaikan.

B.BP.001.04.20.0000328

POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com @balipostcom www.balipost.com balipost Global 96,5 FM

www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL

}

PAKET

1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE


selasa umanis, 5 mei 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana LPD Bersinergi dengan Pemerintah MASYARAKAT Bali patut bersyukur memiliki Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di hampir 1.493 desa adat di Bali. Sejak berdiri hingga sekarang secara kuantitas dan kinerja keuangan terus berkembang, tetapi kondisi tersebut tidak lantas membuat pengelola LPD terlena. Banyak ada pesaing dengan berbagai kemudahan, juga terus adaptif dengan kemajuan zaman. Jika tidak demikian LPD suatu saat bisa rontok satu per satu. Keinginan Sekda Badung untuk mensinergikan LPD dengan pemerintah patut diapresiasi. Pasalnya, LPD dewasa ini lebih lincah bergerak karena mendapat kepercayaan masyarakat adat di wilayahnya. Selain itu, LPD mampu menjangkau pinjaman dana kecil hingga menengah. Ketika krisis ekonomi bahkan resesi terjadi, LPD masih tetap eksis karena sudah terbangun kepercayaan yang tinggi dari masyarakat bahwa LPD adalah milik warga dengan asas gotong royong. Pendeknya, LPD memiliki daya tahan tinggi jika terjadi krisis. Mungkin ada LPD yang sulit berkembang, itu semata-mata karena konflik internal dan kesalahan manajemen berimbas pada kepercayaan masyarakat. Pemerintah dan LPD mesti bersinegi. Pemerintah kita akui memiliki dana besar untuk program segala jenis pembangunan, bisa memarkirkan dananya di LPD. Apalagi, kalau bisa dana pembangunan yang menyasar daerah X ditempatkan di LPD daerah X juga. Pemerintah juga bisa bertindak sebagai debitur meminjam dana LPD untuk kegiatan pembangunan, tentu dengan sistem hitungan bunga yang bisa didialogkan. Dengan demikian pemberdayaan LPD tak hanya menganut ‘’padma kuncup’’ yakni mengintensifkan peluang usaha juga menganut ‘’pandma kembang’’ yakni ekspansi dengan berbagai jenis kerja sama dengan pihak lain guna melipatgandakan keuntungan. Nah, bicara soal keuntungan LPD, di saat pandemik Covid-19 ini saat yang tepat dan momentum yang bagus bagi LPD guna menyumbangkan SHU untuk membantu warga desa adat dalam bentuk sembako. Ini sudah dilakukan Desa Adat Ketewel, Ubung Kaja, Renon, dan lain-lain. Namun masih banyak LPD di Bali --padahal sudah diinstruksikan Gubernur Bali Wayan Koster untuk segera menggunakan bantuan dana desa adat Rp 150 juta guna menyalurkan bantuan bagi warganya yang terdampak --belum menjalankan tugas tersebut. Hal ini mendesak dilakukan LPD dan desa adat karena umat lain sudah memiliki lembaga zakat bagi umatnya saat pandemik Covid-19. Nah, siapa yang menyasar krama desa adat kalau tidak kita sendiri bersama desa adat dan LPD-nya. LPD di Bali yang telah memiliki modal sosial yakni kepercayaan, kelembagaan, norma dan jejaring sosial, sebagai identitas perilaku masyarakat harus dijaga dan diperkuat. Modal sosial ini bisa berubah secara signifikan, di masa yang akan datang jika masyarakat tak pernah menikmati bantuan dan peran LPD selama ini. Makanya pas dikatakan LPD jangan dikelola seperti bank, keuntungan dipakai modal demi keuntungan berikutnya. LPD harus dikelola seperti koperasi dari rakyat oleh dan untuk rakyat. Sebuah penelitian soal LPD menunjukkan bahwa kepercayaan, kelembagaan, norma dan jejaring sosial masih perlu ditingkatkan. LPD disarankan lebih selektif merealisasikan kredit sebagai upaya menciptakan pelayanan kredit yang sehat dan rendah risiko, sehingga LPD lebih mampu menyejahterakan perekonomian masyarakat desa adat ke depan. Keunggulan LPD adalah terletak pada lingkungan pengendaliannya yang mengadopsi kearifan lokal, terutama dalam mengikat warga desa adat dan nasabah dengan awig-awig desa adat. Yang terakhir ini perlu diperkuat lagi.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Berharap Bantuan Sembako Memasuki bulan Mei 2020, daya tahan kami mulai menurun. Kami para pekerja yang dirumahkan perusahaan nyaris sudah kehabisan stok uang tunai termasuk sembako. Jika hal ini berlanjut dan belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir, saya mohon pemerintah bergerak membantu kami dalam hal pengadaan sembako. Kami juga tak tahu, apakah kondisi di Bali akan terus landai seperti ini atau ada pergerakan lebih cepat dalam pertambahan pasien Covid-19. Mohonlah pertimbangkan dana-dana stimulus ke bentuk yang lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat. Saya juga berharap Gubernur Bali Wayan Koster terus melakukan langkah-langkah terukur dalam penanganan Covid-19. Mohon juga semua jajarannya digerakkan agar membantu masyarakat. Saat ini masker dan sanitizer sudah mudah ditemukan. Yang kami harapkan adalah bantuan sembako yang bisa kami jadikan bekal nyata menghadapi dampak wabah ini. Para bupati dan wakil rakyat juga hendaknya peduli dengan nasib kami yang selama ini menjadi pekerja informal.

Grafis : Putu Suarsana/Bali Post

Bersyukur dengan Tetap Disiplin MASYARAKAT Bali patut bersyukur, sebab sejauh ini angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Bali di atas 50 persen, bahkan mendekati 60 persen. Kesembuhan ini tak terlepas dari kerja keras tim medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 serta kedisiplinan pasien dalam menjalani fase perawatan. Tentu saja, campur tangan instansi terkait dalam rangka percepatan penanganan, serta dukungan moril masyarakat tidak boleh dilupakan. Pemberitaan mengenai kesembuhan pasien Covid-19 selalu dinanti dan disambut antusiasme masyarakat. Demikian halnya netizen. Di akun Facebook @balipost, netizen memanjatkan puji syukur atas kabar baik kesembuhan pasien Covid-19. Ini menambah amunisi optimisme masyarakat dalam perang melawan virus Corona. Netizen pun berharap persentase kesembuhan terus meningkat dan tidak ada lagi penambahan kasus agar Bali segera pulih. Tetapi perlu diingat, kasus positif Covid-19 juga terus bertambah dan kian mengkhawatirkan, menyusul angka kasus akibat transmisi lokal terus merangkak naik. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Sebelum kasus nihil, masyarakat tak boleh lengah. Jadi, cara bersyukur atas persentase kesembuhan pasien Covid-19 adalah dengan selalu berdoa sekaligus tetap disiplin menjalankan imbauan pemerintah tentang pencegahan penyebaran virus Corona. Jangan pernah meremehkan virus ini jika ingin Bali segera pulih. Berikut komentar sejumlah netizen. Piron Ginting Semoga cepat berlalu, kita sudah lelah. Willy Kadek Astungkara jumlah persentase yang sembuh semakin naik, sehingga wabah ini bisa segera berakhir. Danu Manik Dalem Cepatlah sembuh semuanya dan cepatlah ada kabar tidak terjadi penambahan lagi.

Luh Zekar Semoga membaik dan membaik, astungkara semua akan berlalu. I Gede Agus Diputra Ayo Bali, tunjukkan taksu-mu. Tetap berpikir positif. Astungkara akan indah pada waktunya.

Rah Dex Zona merah cukup luas.

Dewa Kenji Bali Intinya, kalau masyarakat mau disiplin maka kondisi ini akan cepat normal. Kalau bengkung ditambah belog ajum, maka akan lama.

Putra Maulana RM LK Teruslah membaik kondisi Bali dan Indonesiaku. Saya kangen dengan kondisi normal.

Gung Kode Ayo terus berjuang supaya tidak ada yang bertambah, akan lebih keren.

Rita Puspita Semoga saja wabah ini cepat berlalu, biar bisa bebas ke mana-mana. Elphira Cohen Semoga segera bebas dari pandemi. Nonox Pariana Drama Covid-19 semoga cepat berakhir. Candra Gunawan Astungkara, semoga cepat pulih Baliku.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Pagan Bersinergi Tangani Covid-19 Pandemi Covid-19 membuat semua komponen masyarakat bergerak memeranginya. Tidak terkecuali desa adat. Bahkan, peran desa adat di Bali menjadi sangat stratgis dalam memerangi penyebaran virus Corona ini. Berbagai langkah telah ditempuh desa adat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masing-masing wilayahnya. Seperti yang dilakukan Desa Adat Pagan, Denpasar Timur. Apa yang dilakukan desa adat ini dalam memutus penyebaran Covid-19 ini di wilayahnya?

D

alam kondisi pandemi Covid-19, tidak ada komponen masyarakat yang berdiam diri. Semua bersatu-padu melakukan berbagai langkah untuk mengurangi laju penyebaran virus yang menakutkan ini. Desa Adat Pagan salah satunya. Desa adat dengan enam banjar ini memiliki strategi khusus untuk melakukan penanggulangan Covid-19. Bendesa Adat Pagan

Dr. I Wayan Subawa, S.H., M.H. yang ditemui di kediamannya belum lama ini mengungkapkan, banyak kegiatan yang telah dilakukan desa adat dalam upaya meminimalisasi penyebaran Covid-19. Sama seperti desa adat lainnya yakni penyemprotan disinfektan, membangun tempat mencuci tangan, kampanye penggunaan masker, telah dilakukan sejak lama. Pihaknya melakukan itu semua bukan hanya melibat-

kan prajuru desa adat. Melainkan bersinergi dengan desa dinas (Sumerta Kauh) melakukan berbagai kegiatan tersebut. ‘’Kami juga sudah bangun posko terpadu penanganan Covid-19 bersama desa dinas,’’ ujar mantan Sekda Badung ini. Subawa sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam penanganan Covid-19 ini. Meski diakui di antara banyak cara tersebut, belum tentu semuanya tepat. Melihat peningkatan kasus Co-

I Wayan Arsana Gianyar, Bali

POJOK

Wisnu Saputra Astungkara semoga Bali segera normal kembali.

Gubernur Koster minta masyarakat Abuan tertib dan disiplin jalani karantina. - Permintaan yang wajib dipenuhi. *** Semua sektor diyakini terdampak Covid-19. - Pelajaran berharga dari alam. *** Lima persen tunjangan ASN untuk beli hasil pertanian.

- Mestinya ikhlas bantu petani. Bali Post/ara

TERPADU - Suasana Posko Terpadu Penanganan Covid-19 di Desa Adat Pagan yang bersinergi dengan Desa Dinas Sumerta Kauh.

vid-19 di Denpasar, katanya, perlu tindakan strategis yang diambil Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/ Kota. Pemprov perlu mengusulkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Ber skala Besar (PSBB) sebagian wilayah Bali ke Kemenkes, sesuai Permenkes No. 9 Tahun 2020 Pasal 3 (2). Bila Pemprov tidak mengusulkan maka Pemkot Denpasar bisa mengajukan PSBB ke Kemenkes tanpa persetujuan Pemprov (Pasal 3 ayat 3, Permenkes 9/2020). Bila PSBB diberlakukan maka kewajiban Pemkot memberikan bantuan sembako senilai Rp 250 ribu per orang selama PSBB bagi yang membutuhkan. Dia memperkirakan bila 25 persen dari jumlah penduduk Denpasar yang harus diberikan bantuan, maka jumlah nominalnya hanya Rp 60 miliar. ‘’Memang PSBB bukanlah obat atau cara yang mujarab, tetapi ini merupakan upaya maksimal yang diberikan kewenangan oleh pemerintah pusat melalui PP 21 Tahun 2020. Bila ini tidak mampu secara maksimal maka akan mengarah kepada karantina wilayah sesuai UU No. 6 Tahun 2018. ‘’Saya ingatkan untuk sedia payung sebelum hujan, jangan terlambat mengambil kebijakan. Imbauan yang selama ini sudah disampaikan, perlu dipertimbangkan efektivitasnya, karena sangat tergantung dengan karakter masyarakat, budaya, serta ling kungan. Serta jangan lupa berdoa agar Covid-19 cepat berlalu,’’ imbuhnya. (ara)

’’Saya ingatkan untuk sedia payung sebelum hujan, jangan terlambat mengambil kebijakan. Imbauan yang selama ini sudah disampaikan, perlu dipertimbangkan efektivitasnya, karena sangat tergantung dengan karakter masyarakat, budaya, serta lingkungan. Serta jangan lupa berdoa agar Covid-19 cepat berlalu.’’

Dr. I Wayan Subawa, S.H., M.H. Bendesa Adat Pagan


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 5 Mei 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu