Skip to main content

Edisi Jumat 4 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 49 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Jumat Paing, 4 Oktober 2019 Puluhan Botol Miras Disita Polresta Denpasar selama Operasi Antik 2019 juga menyasar miras ilegal. Alhasil, di Karaoke S2 KTV Club, kompleks Central Parkir Kuta diamankan 90 botol miras tanpa izin.

DENPASAR | HAL. 2

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Kelelahan, Wisatawan Asing Tewas

Pasar Umum Negara Rapuh

Wisatawan asal USA Benjamin Philip Pereira meninggal dunia usai hiking di perbukitan Meringang Desa Culik, Abang, Karangasem, Kamis (3/10) kemarin. Penyebabnya diduga akibat kelelahan.

Pasar Umum Negara sudah rapuh. Namun saat hendak direvitalisasi, terkendala adanya penolakan dari sejumlah pedagang.

JEMBRANA | HAL. 10

KARANGASEM | HAL. 11

NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI JADI INSPIRASI

Bali Post/ant

UCAPKAN TERIMA KASIH - Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10) kemarin. Dalam sidang kabinet paripurna terakhir masa pemerintahan Jokowi-JK tersebut, secara khusus Jokowi menyampaikan terima kasih kepada anggota kabinetnya.

Belum Ada Sinyal Terbitkan Perppu Jakarta (Bali Post) – Pernyataan Presiden Jokowi yang mempertimbangkan terbitnya peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu), nampaknya masih belum ada tanda-tanda akan direalisasikan. Bahkan muncul dugaan perppu tidak akan dikeluarkan karena bisa menjadi penyebab Presiden dimakzulkan. Namun, pihak Istana hingga kini belum berani memberi kepastian mengenai keputusan akhir Presiden.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang ditemui awak media, Kamis (3/9) kemarin, justru menanggapi soal ditemukannya salah ketik pada UU KPK hasil revisi yang telah dikirimkan pihak DPR ke Istana. ‘’(Revisi UU KPK) sudah dikirim, tetapi masih ada ‘typo’, yang itu kita minta klarifikasi. Jadi mereka sudah proses mengirim katanya, sudah di Baleg (Badan Legislasi DPR),’’ kata Pratikno. Hal. 15 Salah Ketik

Bali Post/ist

Visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan berbagai program yang inovatif menjadi topik yang menarik dalam Diskusi Kebijakan Publik yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Golkar Tunjukkan Kelihaian Lobi Politik

Jakarta (Bali Post) Pengalaman Partai Golkar dalam lobi politik ditunjukkan dalam proses pemilihan Ketua MPR periode 2019-2024. Hampir seluruh fraksi, kecuali Gerindra, menyatakan dukungan kepada Bambang Soesatyo yang ditunjuk Golkar sebagai Ketua MPR. Bamsoet, demikian mantan Ketua DPR ini akrab dipanggil, sukses meraih dukungan dari unsur DPD. Bahkan partai-partai yang dulu sebiduk dengan Gerindra karena mendukung Prabowo dalam pilpres juga mendukung Bamsoet. Saingan Bamsoet yang paling kuat adalah Ahmad Muzani yang ngotot hingga akhir ingin menjadi Ketua MPR.

PEMADAMAN - Terlihat proses pemadaman pada kebakaran artshop di seputaran objek wisata Ceking, Kamis (3/10) malam.

Dua Artshop di Objek Wisata Ceking Terbakar

Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan kebakaran pada dua bangunan artshop di seputaran objek wisata Ceking, Desa Tegallalang, Gianyar, Kamis (3/10) malam. Sejumlah mobil pemadam Pemkab Gianyar pun sudah dikerahkan ke lokasi tersebut. Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Kapolsek Tegallalang AKP Gede Sukadana dikonfirmasi membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Kebakaran diketahui mulai terjadi sekitar pukul 19.30 Wita. Saat kejadian artshop tersebut sudah tutup. ‘’Ya, kebakaran pada bangunan artshop yang sama-sama lantai dua,’’ ucapnya. Dikatakan, ada dua bangunan yang terbakar di areal tersebut. Api diketahui dengan cepat merembet, karena dua bangunan itu merupakan artshop penjual pakaian dan berbagai produk kerajinan yang mudah terbakar. Kapolsek Tegallalang memastikan informasi terakhir tidak ada korban jiwa dari kebakaran itu. Hanya kerugiaan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. ‘’Kalau kebakaran seperti ini biasanya diduga akibat korsleting listrik, tapi lebih pastinya saya masih tunggu hasil olah TKP,’’ katanya. Sementara itu, Kasat Pol PP Gianyar I Made Watha yang membawahi petugas pemadam mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 20.15 Wita. Menerima laporan ini 4 mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. ‘’Hingga Kamis malam pukul 21.00 ini proses pemadaman masih berlangsung, kita kerahkan 4 mobil pemadam beserta armada,’’ katanya. (kmb35)

Bali Post/ant

DUKUNG BAMSOET - Anggota DPD Intsiawati Ayus (tengah), Abraham Paul Lianto (kiri) dan Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR Zainuddin Amali (kanan) menunjukkan surat dukungan DPD untuk Bambang Soesatyo saat memberikan keterangan pers di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10) kemarin. Dukungan tersebut diberikan kepada Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR periode 2019-2024.

Dalam rapat gabungan atau konsultasi antara fraksi-fraksi dengan kelompok DPD-RI menyepakati nama Bamsoet sebagai Ketua MPR. Rapat gabungan sekaligus menyepakati nama-nama pimpinan MPR yang diajukan masing-masing fraksi dan pimpinan MPR dari kelompok DPD-RI. Hasil lengkap 10 pimpinan MPR-RI periode 2019-2024 itu adalah Bambang Soesatyo (Fraksi Golkar), Ahmad Basarah (Fraksi PDI-P), Ahmad Muzani (Fraksi Gerindra), Lestari Moerdijat (Fraksi NasDem), Jazilul Fawaid (Fraksi PKB), Syarief Hasan (Fraksi Demokrat), Hidayat Nur Wahid (Fraksi PKS), Zulkifli Hasan (Fraksi PAN), Arsul Sani (Fraksi PPP), dan Fadel Muhammad (Kelompok DPD-RI). Hal. 15 Mayoritas Fraksi

Derita Pengungsi Wamena

Kehilangan Harta Benda, Sakit dan ’’Shock’’

UMKM Didorong ‘’Go Digital’’

Bisnis apa pun tetap membutuhkan inovasi. Selain pengembangan usaha, inovasi juga untuk mendorong brand bisnis lebih cepat dikenal konsumen. Inovasi apa yang harus dilakukan?

Pascakerusuhan di Wamena, Papua, ribuan warga pendatang memilih eksodus. Ada yang mengungsi sementara di daerah lainnya di Papua, ada pula yang memilih kembali ke kampung halaman. Harta benda yang ikut habis terbakar akibat kerusuhan membuat mereka pulang kampung. Kini masih ada sekitar ribuan warga yang menunggu diberangkatkan dari Wamena. Yang sudah bisa pulang dibantu pesawat TNI-AU, ada yang sakit dan dalam kondisi masih shock.

www.bisnisbali.com

Tiga Orang Tersambar Api

Tabung gas di usaha perak KBC Bali Silver Jewellry di Jalan Tegal Harum No.7, Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Dentim, Kamis (3/10) kemarin bocor. Tiga orang tersambar api. www.denpostnews.com

Sebanyak 64 orang warga dari berbagai daerah yang tinggal di Wamena dipulangkan kembali ke kampung halamannya. Puluhan yang diungsikan, Kamis (3/10) kemarin tiba di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 12.00 Wita dengan menumpang pesawat Hercules TNI-AU. Mereka transit di Bali untuk melanjutkan perjalanannya. Sebelumnya mereka menumpang pesawat C130 Hercules Skadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma yang terbang dari bandara di Makassar. Setibanya di Base Ops Lanud Ngurah Rai, puluhan warga ini disambut petugas dan diberi sekadar makan siang sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya. Beberapa anak

yang mengeluh sakit, dilakukan pemeriksaan kemudian diberi obat. Menurut Kapentak Lanud I Gusti Ngurah Rai Kapten Sus Dani Kusdani, sebelumnya 64 orang warga ini diberangkatkan dari Wamena menuju Ambon, Makassar dan transit di Bali. Mereka transit di Bali sekitar 1,5 jam dan diberangkatkan kembali menuju ke daerah asal. Dikatakan Dani, rencana sebelumnya, dari Bali ada sebanyak 14 warga yang akan turun di Bandara Ahmad Yani, Semarang, dan 50 orang sisanya turun di Bandara Halim Perdanakusuma sebelum diberangkatkan ke kota asalnya. Hal. 15 Lima Warga

Bali Post/

TRANSIT - Pengungsi kerusuhan Wamena, Kamis (3/10) kemarin transit di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 12.00 Wita dengan menumpang pesawat Hercules TNIAU. Warga dari berbagai daerah yang tinggal di Wamena dipulangkan kembali ke kampung halamannya.


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

FIGUR Dukung Program Pemerintah BANK Indonesia sedang membangun ekosistem cashless society, meminimalkan penggunaan uang tunai dalam setiap transaksi. Semua pihak pun mendukung program ini, termasuk perbankan dan kegiatan usaha seperti mall. RCEO Bank Mandiri Regional XI Bali dan Nusa Tenggara Rully Setiawan mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan tiga mall di Bali yaitu Level 21, Beachwalk dan Galeria untuk mendukung program pemerintah dalam pembayaran parkir menggunakan e-money. “Kerja sama dengan Level 21 sejak tahun lalu, namun untuk pembayaran parkir dengan e-money sejak dua bulan lalu, dan dari tahun lalu dengan Beachwalk. Kerja sama kita itu ada tiga mall. Mereka adalah mall pilihannya masyarakat Bali, karena kita melihat program-program mereka bagus dan kita ingin hadir di programnya mereka,” katanya usai melakukan potong tumpeng perayaan HUT ke-21 Mandiri, Rabu (2/10). E-money saat ini banyak digunakan di tol. Ia ingin e-money tidak hanya digunakan di tol, tapi juga untuk parkir. “Jadi orang bawa e-money sekalian bisa buat parkir juga dan pembayaran

parkir menggunakan e-money sudah ada di tiga mall itu,” ungkapnya. Tidak hanya program cashless society, ia juga turut mendukung program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro (KUM). Tahun ini KUR yang sudah disalurkan yaitu sebesar Rp 800 miliar, melebih target Rp 600 miliar. Melalui program pemerintah, ia ingin memberikan pembiayaan pada sektor menengah agar mereka lebih bergairah, memiliki modal dan berkembang lebih baik. “Saya yakin Bali itu sektor menengahnya sangat banyak dan Bank Mandiri juga hadir di situ untuk mendukung program pemerintah yaitu KUR dan KUM,” ujarnya. Meski penyaluran KUR melebihi target, namun ia tetap berkomitmen menjaga kualitas kredit yang disalurkan. NPL kredit keseluruhan secara nasional, yaitu 2,3 persen dan Bali sendiri 1,3 persen. Kredit yang disalurkan sampai September 2019 tumbuh 19 persen sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh lima persen. Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari DPK membuat Bank Mandiri melakukan pengetatan likuiditas. “Jadi, semua bank mengalami masalah di likuiditas, tapi Bank Mandiri per posisi September 2019, likuiditasnya sudah mulai longgar. Harapannya, dana-dana itu dipakai untuk usaha,” ujarnya. (may)

Tak Terbukti, ”Police Line” di Platinum Dibuka Denpasar (Bali Post) Hampir dua pekan menyelidiki temuan satu butir ekstasi di Room 821 Platinum Karaoke di Jalan Suwung Batan Kendal, Denpasar Selatan, tidak ditemukan alat bukti jika karyawan karaoke tersebut terlibat. Oleh karena itu, sejak Rabu (2/10) police line yang dipasang di pintu room tersebut dibuka. “Diduga ekstasi itu barang lama. Mungkin ada tamu atau siapa yang menaruhnya di sana. Karena dari hasil pemeriksaan terhadap dua pengguna (narkoba), mereka tidak mengetahui barang tersebut,” kata Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat Kamis (3/10) kemarin. Apabila di kemudian hari ditemukan bukti baru, kata Mikael Hutabarat, maka akan dibuka kembali perkara tersebut. “Kami hentikan (penyelidikan-red) karena tidak ada bukti petunjuk,” tegasnya. Mantan Kasatreskrim Polres Buleleng ini mengungkapkan, dua karyawan Platinum Karaoke berinisial BG dan MD sudah direhabilitasi. Hasil pemeriksaannya, mereka masing-masing mengaku menggunakan narkoba di rumah dan di tempat lain di luar TKP dengan tamu berbeda. Pemilik dan manajer karaoke tersebut juga sudah diperiksa. Termasuk karyawan dan pengunjung di room tersebut dites urine hasilnya negatif. “Pihak manajemen mengatakan tidak menyediakan, menganjurkan dan memperbolehkan menggunakan narkoba di Platinum Karaoke,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Satrenarkoba Polresta Denpasar melakukan razia di Platinum Karaoke di Jalan Suwung Batan Kendal, Denpasar Selatan, Jumat (20/9) lalu. Hasilnya, dua karyawan koraoke tersebut berinisial BG dan MD positif mengonsumsi narkoba. Selanjutnya mereka direhabilitas di BNNP Bali. Selain itu ditemukan satu butir ekstasi tak bertuan di kolong meja room 821. (kmb36)

Warga Rusia Edarkan Setengah Kilogram Hasish

Denpasar (Bali Post) Masuknya jaringan narkoba internasional ke Bali semakin kentara. Pengungkapan teranyar dilakukan Satresnarkoba Polresta Denpasar, Selasa (1/10) lalu. Polisi meringkus warga Rusia, Andrew Ayer (31) di Kuta dengan barang bukti hasish seberat 521,11 gram. Hasish ini jenis narkotika langka dan harganya paling mahal. Menurut sumber, Kamis (3/10) kemarin pelaku berpostur tinggi ini ditangkap di salah satu kafe di Jalan Sunset Road, Legian, Kuta. Pelaku merupakan pengedar narkotika jenis hasish sudah lama tinggal di Bali. Selama di Bali, pelaku menginap di homestay di Jalan Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung. “Awalnya ada informasi jika ada warga Rusia sering menawarkan hasish kepada wisatawan asing,” tegasnya. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kanit 1 Satresnarkoba Polresta Iptu Putu Budi Artama bersama anggotanya melakukan penyelidikan. Pada Selasa (1/10) pukul 22.00 Wita, petugas melihat pelaku masuk ke TKP. Saat hendak ditangkap, pelaku langsung membuang Iphone-nya ke lantai hingga rusak. Hal itu dilakukan pelaku diduga untuk menghilangkan jejak bandarnya. “Kalau HP-nya rusak, pelaku mengira nomor telepon jaringannya langsung hilang. Ini salah satu cara pelaku mengghilangkan jejak dan mengamankan jaringannya,” kata sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Polisi langsung menangkap pelaku dan dilanjutkan penggeledahan terhadap badan serta tas yang dibawanya. Hasilnya, di saku kiri celana panjang warna hitam yang dikenakan pelaku ditemukan satu paket plastik berisi hasish. Selain itu, di tas abu-abu ditemukan satu paket hasish besar dan satu bendel plastik klip kosong. Sedangkan di kotak HP Vivo warna putih ditemukan empat paket hasish dan sebuah timbangan elektrik. Setelah menemukan barang bukti narkoba, tersangka dibawa ke Mapolresta Denpasar untuk dilakukan pengembangan. “Setelah ditimbang barang bukti enam paket hasish beratnya 521,11 gram. Sasaran pelaku adalah wisatawan asing yang liburan di Bali,” tandasnya. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhamad Nurul Yaqin saat dikonfirmasi mengaku belum ada laporan terkait penggungkapan kasus tersebut. “Coba nanti saya cek dulu,” tegasnya. (kmb36)

Topik : ASET PEMKAB TABANAN JADI TEMPAT MESUM

Gubernur Beri Jaminan Keamanan bagi Mahasiswa Papua Denpasar (Bali Post) Konflik yang terjadi di Wamena, Papua dikabarkan membuat sejumlah mahasiswa asal Papua di Bali pulang ke kampung halaman mereka. Terkait hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sudah bersurat kepada Gubernur Papua agar mahasiswa yang pulang kembali lagi ke Bali untuk melanjutkan kuliahnya. “Kami sudah memberikan jaminan beserta dengan Bapak Pangdam mengenai keamanannya di Bali, dan Bali kan baik-baik saja,” ujar Koster di Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/10) malam. Menurut Koster, situasi di Bali sebetulnya sangat kondusif dan aman. Jumlah mahasiswa Papua yang pulang ke kampung halamannya pun sebetulnya tidak banyak. “Hanya sedikit saja dan itu sudah dikomunikasikan dengan pemerintahnya dan segera balik,” jelasnya. Koster menambahkan, surat yang ditandatanganinya langsung untuk Gubernur Papua sudah dikirimkan sejak minggu lalu. Pemprov Bali pun bersedia memfasilitasi kembalinya mahasiswa Papua ke Pulau Dewata. (kmb32)

Wayan Koster

Bali Post/dok

Puluhan Botol Miras Disita di Tempat Karaoke

Denpasar (Bali Post) Selain narkoba, Polresta Denpasar selama Operasi Antik 2019 juga menyasar peredaran miras ilegal. Alhasil, di Karaoke S2 KTV Club, Komplek Central Parkir Kuta diamankan 90 botol miras merk terkenal dan harganya hingga jutaan rupiah. Pasalnya, penjualan miras tersebut tanpa izin. “Kami mengamankan 90 botol miras yang dijual tanpa izin. Miras ini didapat di satu tempat hiburan malam,” kata Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat saat mendampingi Kapolresta Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Kamis (3/10) kemarin.

Kombes Pol. Ruddi Setiawan menyampaikan, selama pelaksanaan Operasi Antik tanggal 13-29 September 2019 Polresta Denpasar di-back up Satgas CTOC Polda Bali. Pihaknya berhasil menangkap 28 pelaku dari 24 kasus. Rinciannya, 10 orang sebagai bandar dan 18

orang pemakai narkoba. Mereka ditangkap di TKP berdeda. “Barang bukti yang kami amankan yaitu sabu-sabu 113,58 gram, ekstasi 310,5 butir, ganja 13,38 gram dan tembakau gorila 4,45 gram, serta 90 botol miras,” ujar mantan Kapolres Badung ini. Terkait asal para pelaku, kata dia, 22 orang berasal dari Jawa dan enam orang dari Bali, serta satu orang residivis yaitu Fery. Dari puluhan tersangka, hanya satu yang berjenis kelamin wanita yaitu Putri (28) sebagai pengguna barang ter-

larang tersebut. “Pengakuan para tersangka, barang ini didapat dari seseorang dan sampai saat ini masih dalam penyelidikan. Sebagian pelaku diamankan di kos-kosan di wilayah Denpasar dan Badung,” tegas mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Bali Post/kmb36

OPERASI ANTIK - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan merilis hasil Operasi Antik 2019, Kamis (3/10) kemarin.

Rai Mantra Jadi Narasumber pada Pertemuan Tingkat Tinggi Kota Inklusif Ke-8 Paparkan Inovasi Berbasis Digitalisasi Permudah Akses Penyandang Disabilitas KEBERHASILAN Pemkot Denpasar melaksanakan program pembangunan yang memberikan perhatian serius bagi penyandang disabilitas diapresiasi beragam kalangan. Bahkan, Denpasar menjadi satu dari 16 Kota Inklusif Indonesia yang dicanangkan UNESCO pada tahun 2016. Hal tersebut tak lepas dari komitmen besar Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, dimana beragam inovasi dan program difokuskan untuk mendukung serta memberdayakan penyandang disabilitas. Atas keberhasilan tersebut, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didaulat menjadi pembicara pada Pertemuan Tingkat Tinggi Wali Kota Inklusif Indonesia yang digagas oleh UNESCO serta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Banjarmasin, Kamis (3/10) kemarin. Dengan membawakan materi berjudul “Penerapan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Penyandang Disabilitas”, Wali Kota Rai Mantra tampil bersama tiga narasumber lainnya. Yakni Perwakilan Kota Banda Aceh, Wakil Wali Kota Bandung dan Wali Kota Salatiga. Dalam paparannya, Rai Mantra menekankan bahwa di Kota Denpasar berbagai inovasi gencar dilaksanakan guna mewujudkan kota inklusif. Beberapa di antaranya yakni Rumah Berdaya, Pusat Pelayanan Disabilitas, penerapan gedung dan bangunan ramah disabilitas dan masih banyak yang lainnya. Rai Mantra menambahkan, setelah dinobatkan sebagai Kota Inklusif tahun 2016, Kota Denpasar terus berinovasi guna memberikan pelayanan maksimal berbasis kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan dengan membentuk ekosistem terintegrasi melalui Difa Link (Disabilitas Portal). Dimana dalam program tersebut berbagai cakupan telah dia-

tur dan terintegrasi. Mulai dari skill, beasiswa, donasi, lokasi wisata, kegiatan, dan bursa kerja. “Saat ini di Kota Denpasar penyandang disabilitas telah memiliki kesetaraan dan diberdayakan sehingga tidak ada lagi yang namanya pasung, dan mereka juga memiliki kesetaraan dengan peluang yang sama, salah satunya di dunia pendidikan, olahraga dan dunia kerja. Jadi tidak ada diskriminasi, bahkan mereka bebas berkreativitas,” ujarnya. Dengan adanya Disabilitas Portal ini, kata

Rai Mantra, seluruh penyandang disabilitas bersama stakeholder dapat berkomunikasi guna meningkatkan quality of life. “Tentunya kami berharap ke depanya disabilitas dapat terus berkreativitas dan menghasilkan karya kreatif dan mampu bersaing di dunia kerja sebagai implementasi Denpasar Kota Inklusif, serta penanganan disabilitas merupakan kerja sama lintas OPD secara holistik yang mampu menghasilkan rumusan inovasi yang terintegrasi,” tegasnya. (ad109)

NARASUMBER - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi narasumber pada Pertemuan Tingkat Tinggi Kota Inklusif Indonesia ke-8 di Kota Banjarmasin, Kamis (3/10) kemarin.


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

Jadi Narasumber Rakor Program Pemberdayaan Masyarakat Antinarkoba

Ny. Seniasih Giri Prasta Ajak Masyarakat Jadikan Badung Bersih dari Narkoba KETUA TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta didaulat menjadi salah satu narasumber pada Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung di Fave Hotel, Seminyak, Kamis (3/10) kemarin. Sebagai narasumber, Ny. Seniasih Giri Prasta menyampaikan materi tentang peran PKK dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Rakor ini diikuti sebanyak 30 peserta perwakilan dari Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Badung. Pada kesempatan tersebut, istri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ini

menyambut baik BNNK Badung yang telah menyelenggarakan Rakor Program Pemberdayaan Masyarakat Antinarkoba bagi ibu-ibu PKK di enam kecamatan di Badung. Melalui kegiatan ini diharapkan ibu-ibu PKK dan para orang tua dapat memahami peranannya dalam mengawasi tingkah laku dan pergaulan anak-anak sehingga terhindar dari pengaruh narkoba. ‘’Kami berharap dengan adanya gerakan dari BNN Badung akan dapat menurunkan angka penyalahgunaan narkoba dari anak-anak generasi muda kita di Badung, serta mampu mewujudkan Badung bersih dari narkoba,’’ jelasnya. Ke depan pihaknya akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan menjabarkan ke banjar-banjar, desa/kelura-

han maupun ke kecamatan untuk mensosialisasikan bagaimana cara mencegah narkoba kepada generasi di Badung. Sementara itu, Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini menyampaikan, seminar ini sebagai salah satu implementasi dan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Tujuannya membangun komunikasi, jejaring kerja dan kepedulian stakeholder dan masyarakat untuk melakukan penanggulangan masalah narkoba. Melalui kegiatan ini diharapkan terwujudnya sinergitas antara masyarakat dengan BNNK Badung dalam upaya P4GN, serta terkumpulnya data calon penggiat antinarkoba di lingkungan

masyarakat, yaitu PKK. ‘’Dengan adanya pencegahan anti narkoba ini bisa memberikan dukungan dan peran aktif kepada masyarakat dalam bentuk program P4GN sesuai dengan kewenangannya,’’ kata Masmini. Selain Ny. Seniasih Giri Prasta, narasumber yang lain yaitu Kasubsi Penutupan Kejaksaan Negeri Badung Nyoman Agus Pradnyana. Ia membawakan materi aspek hukum penanggulangan narkoba di lingkungan masyarakat. Narasumber berikutnya adalah Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini dengan materi kebijakan P4GN. Turut hadir di acara tersebut antara lain, Kabag Humas Setda Badung Made Suardita dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Badung Ny. Nesya Yoga Segara. (ad104)

RAKOR - Ketua TP PKK Ny. Seniasih Giri Prasta menjadi narasumber pada Rakor Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat yang digelar BNNK Badung di Fave Hotel, Seminyak, Kamis (3/10) kemarin.

Rumah Kos Dikenakan Pajak 10 Persen Mangupura (Bali Post) -

Kos-kosan di Kabupaten Badung menjadi objek pajak yang potensial untuk mendongkrak pendapatan daerah. Pemkab Badung pun mempersiapkan payung hukum guna memungut pajak rumah kos. Rencananya, pemilik tempat kos akan dikenakan pajak 10 persen dari sewa kamar.

RAPAT KERJA - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa foto bersama para Kepala BNNK dan Kabid di sela-sela rapat kerja di Kuta.

Keluarga Pengguna Narkoba Cenderung Tertutup

TANTANGAN berat proses rehabilitasi pengguna narkoba di Bali saat ini, yaitu korban atau keluarga masih sedikit yang melapor diri dan cenderung tertutup. Selain itu, fasilitas pelayanan adiksi napza sangat terbatas. Bahkan banyak korban atau keluarganya kebingungan mencari solusi karena belum percaya terhadap program rehabilitasi. Untuk itu, BNN menggencarkan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). IBM merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan masyarakat di bidang rehabilitasi, khususnya pengguna narkoba dengan memanfaatkan fasilitas dan potensi masyarakat sejak perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan kegiatan dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal. Menindaklanjuti program tersebut, digelar rapat kerja melibatkan pejabat dan staf BNNP Bali dan BNNK dengan tema “Optimalisasi Program IBM dan Agen Pemulihan (AP)”, yang berlangsung di Hotel Kuta Central Park, Kuta, Badung. Kegiatan tersebut

berlangsung selama dua hari yakni Kamis (3/10) kemarin dan Jumat (4/10) hari ini. Narasumber yang diundang dalam rapat kerja tersebut yakni Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa dan Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Bali AKBP I Gusti Agung Alit Adnyana. Suastawa menyampaikan, saat ini diperlukan peningkatan kemampuan program intervensi berbasis masyarakat dan AP di Provinsi Bali. ‘’Pelaksanaan kegiatan ini harus dapat mendorong lembaga rehabilitasi melaksanakan program IBM dan memperkuat Agen Pemulihan,’’ ungkapnya. Optimalisasi oleh AP yaitu makin meningkatkan tugas untuk menerima laporan dari masyarakat. Klien-klien yang telah menyelesaikan terapi agar tetap dimonitor untuk mengawal proses pemulihan. AP mempunyai tugas yang terbagi dalam pemantauan, pendampingan serta bimbingan lanjut. Kegiatan tersebut akan dijalankan oleh masing-masing AP yang dilatih dan diberikan pelatihan. Program IBM dan AP dia-

dakan di tahun anggaran 2020 untuk masing-masing BNNK. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi terkait program IBM dan AP, serta dilaksanakannya rapat internal dari BNNP Bali dan BNNK jajaran terkait rencana program tahun 2020. Ke depannya BNNP Bali akan melaksanakan program IBM dan AP di Desa Pemogan. Untuk BNNK Gianyar rencananya dilaksanakan di Desa Blahbatuh, BNNK Denpasar di Desa Renon dan BNNK Badung di daerah Kedonganan. Untuk BNNK Buleleng, Karangasem dan Klungkung direncanakan melakukan pemetaan tahun 2020 sebagai persiapan pelaksanaan program tersebut di tahun 2021. Brigjen Suastawa berharap BNNK yang baru segera mempersiapkan Klinik Pratama. Para Kepala Bidang diminta menyiapkan langkah-langkah strategis dalam usaha mencapai target yang ditetapkan tahun ini dan tahun-tahun mendatang, serta mempersiapkan program IBM dan AP yang akan dilaksanakan di tahun 2020 sebagai program prioritas nasional. (bns1)

Bantu Pemasaran Produk UMKM Pemkab Gandeng Google Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus berupaya mencari solusi guna mengatasi permasalahan pemasaran yang dihadapi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kali ini Pemkab Badung menggandeng Google, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang jasa dan produk internet. Kabag Pembangunan sekaligus Sekretaris TJSP Anak Agung Mas Agung menyampaikan, komitmen untuk membantu UMKM yang ada di Kabupaten Badung adalah dengan mengadakan workshop. Pihak Google akan membantu para pelaku UMKM memasar-

kan produknya lewat Google Bisnisku. ‘’Saat ini Usaha Kecil Menengah perkembangannya sangat pesat dan menjadi tulang punggung bisnis di Kabupaten Badung,” ujar A.A. Mas Agung di ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (3/10) kemarin. Dia mengakui saat ini yang menjadi masalah utama UMKM adalah masih banyaknya UMKM yang belum melek teknologi dan cara pemasaran yang benar. Untuk itu, dasar dilaksanakannya kegiatan workshop guna membantu dan mempermudah UMKM dalam memasarkan produknya melalui pemasaran berbasis digital.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Badung Ida Bagus Yoga Segara mengharapkan workshop ini dapat memberikan banyak ilmu seputar digital marketing yang dapat membantu memperkenalkan bisnis di Kabupaten Badung. Berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung hingga awal 2019, UMKM di Kabupaten Badung berjumlah 18.838 UMKM. Pertumbuhannya diperkirakan dua persen. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana belum lama ini menyatakan, telah memfasilitasi promosi produk UMKM di Badung. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) NPL atau kredit bermasalah masih menjadi momok bagi kalangan perbankan. Terlebih mengingat banyak kredit bermasalah yang terjadi karena kesalahan menganalisa saat pemberian kredit. Untuk itu, pihak bank terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD) diharapkan tidak lagi menggunakan cara konvensional dalam menganalisa kredit. Disampaikan Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama Pefindo Biro Kredit, penguatan pengelolaan risiko kredit

secara efektif, efisien dan terukur, harus melalui pemanfaatan credit scoring. Credit scoring akan mempermudah penentuan kredit. ‘’Pemanfaatan credit scoring ini mendesak. Tentu BPD harus melihat financial technology (fintech) yang sudah sangat maju terkait credit scoring,’’ katanya, Kamis (3/10) kemarin di Kuta. Dia mengimbau BPD jangan sampai tertinggal dengan Fintech yang sudah sangat maju. Dalam persingan dunia digital terutama dengan fintech dan sebagainya, ke-

beradaan BPD jangan sampai tergerus. ‘’Takutnya fintech yang sudah semakin maju, namun BPD tidak bergerak,’’ jelasnya. BPD berpotensi besar mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aset dan penguatan struktur permodalan. Namun, peningkatan volume dan kompleksitas bisnis harus diimbangi dengan penguatan pengelolaan risiko kredit secara efektif, efisien dan terukur melalui pemanfaatan credit scoring. (kmb23)

BPD Diharapkan Gunakan ”Credit Scoring”

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan mengatakan, kebijakan tersebut akan diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) No. 35 Tahun 2019 tentang tata cara permohonan pendaftaran kembali dan penyesuaian izin pengelolaan rumah kos. ‘’Rumah kos akan dikendalikan dan juga melegalkan rumah kos itu sendiri dengan dikenakan pajak 10 persen. Yang namanya rumah kos

itu maksimal 15 kamar dan paling sedikit terdiri dari lima kamar,’’ ungkap Agus Aryawan, Kamis (3/10) kemarin. Dijelaskan, jika rumah kos tidak dilengkapi dengan izin, tentu rumah kos yang akan merugikan sarana akomodasi pariwisata yang sudah ada. Pasalnya, kini banyak ditemukan wisatawan yang kos dan tidak dikenakan pajak sehingga yang dirugikan adalah hotel maupun vila yang telah resmi. ‘’Perbup itu untuk melegalkan rumah kos yang

tujuannya untuk pengendalian pengelolaan rumah kos. Agar dikelola sesuai dengan peraturan sehingga wisatawan memungkinkan untuk tinggal di rumah kos dan bisa meraih potensi pajak yang ada,’’ terangnya. Terkait klasifikasi khusus terkait rumah kos yang akan dikenakan pajak, Agus Aryawan mengatakan tidak ada. Hanya, menurutnya, dalam perbup tersebut, jika dari awal izinnya adalah pembangunan rumah kos, maka otomatis akan dikenakan pajak. Ber-

beda dengan rumah tinggal yang tidak perlu ada izin operasional. ‘’Kalau kos mewah dan mahal, mungkin pajak mereka lebih banyak bayar. Yang jelas pemotongannya 10 persen, sehingga pemilik rumah kos sekarang wajib mengurus izin operasional atau pengelolaan rumah kos,’’ tegasnya. Disebutkannya, telah ada perda yang mengatur rumah kos. Kini Kabupaten Badung hanya mendata dan mengendalikan keberadaan rumah kos, khususnya operasionalnya. ‘’Tujuannya atau muara akhirnya nanti supaya rumah kos itu memiliki izin operasional dan dapat dikenakan pajaknya,’’ tegasnya. (kmb27)


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

LPCW FEB Unud

Lulusan Dibekali Keterampilan dan ’’Soft Skills’’ untuk Jadi ’’Job Creator’’ FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) menggelar acara Lepas Pesan Calon Wisudawan (LPCW) Periode II Tahun Akademik 2019/2020 di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Unud Bukit Jimbaran, Kamis (3/10) kemarin. Sesuai namanya, LPCW tidak sekadar melepas calon wisudawan, tetapi juga memberikan informasi kepada keluarga dan para pendamping calon wisudawan terkait visi FEB Unud dalam memberikan kompetensi yang baik dan optimal untuk lulusannya. ‘’Visi kita menghasilkan SDM di bidang ekonomi dan bisnis yang unggul, mandiri dan berbudaya di Asia Tenggara tahun 2020,’’ ujar Dekan FEB Unud Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si. Selama ini, lanjut Mahaendra, pihaknya sudah memberikan pelayanan yang terbaik bagi para calon wisudawan. Tidak saja dari sisi ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan umum, keterampilan khusus, bahkan soft skill yang tertuang secara eksplisit dalam proses pembelajaran. Hal itu antara lain tampak dari akreditasi program studi (prodi) yang ada di FEB, mayoritas atau 7 dari 11 prodi sudah terakreditasi A dari BAN-PT. Saat ini pun tengah dipersiapkan akreditasi internasional ABEST 21 dan AUN-QA. Dari sisi kelembagaan, akreditasi ini menunjukkan bahwa pihaknya sudah mengantarkan para lulusan dengan role akademik yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan-perkembangan di lingkungannya. ‘’Kemudian dari sisi keterampilan, kita juga bekali mereka dengan kewirausahaan. Setiap tahun minimal kita kompetisikan empat kelompok untuk wirausaha agar muncul startup-startup baru di bidang ekonomi dan bisnis. Tidak hanya barang, tapi juga jasa,’’ jelasnya. Mahaendra mengaku bersinergi dengan Kabupaten Badung agar mahasiswa bisa menggali potensi-potensi yang ada di kabupaten tersebut dalam bisnis mereka. Kompetensi ini men-

PENGHARGAAN - Lulusan terbaik dari Program Sarjana, Magister dan Doktor berfoto bersama Dekan FEB Unud I Nyoman Mahaendra Yasa (2 dari kiri) usai menerima penghargaan dalam LPCW FEB Unud. jadi nilai plus agar nantinya saat lulus, mahasiswa FEB tidak hanya menjadi job seeker. Namun mampu menjadi job creator yang menciptakan lapangan kerja, sehingga bermanfaat bagi pembangunan. Tidak hanya di tataran regional, tetapi juga nasional dan internasional. Di sisi lain, pihaknya juga membekali para lulusan dengan informasi dan kapasitas kompetensi di bidang pasar modal. Sejauh ini sudah ada 223 Wakil Perantara Pedagang Efek di Bursa Efek yang berhasil ‘’diluluskan’’ dari FEB Unud. ‘’Kalau mereka sudah dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan, soft skill dan sebagainya, mereka menjadi siap untuk berkompetisi. Dengan demikian, kita punya kontribusi yang kuat dalam mengatasi pengangguran,’’ imbuhnya. Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan FEB Unud Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, S.E., M.S. mengatakan LPCW dalam setahun dilaksanakan sebanyak lima kali sesuai dengan agenda wisuda Unud. Kali ini diikuti 165 orang, masingmasing 41 orang dari Program S-1 Reguler, 57 orang dari Program S-1 Nonreguler, 62 orang dari Program Magister (S-2), serta 5

orang dari Program Doktor (S-3). Pascadilepas di tingkat fakultas, para calon wisudawan selanjutnya akan mengikuti wisuda di tingkat universitas pada 14 Oktober mendatang. ‘’Dengan jumlah hari ini, total yang kami lepas sudah 1.166 orang. Awal Desember kami juga akan melakukan LPCW lagi, target kami 150 orang sehingga dalam setahun ini ada sebanyak 1.300 orang yang dilepas. Antara input dan output sudah sama,’’ ujarnya. Kerti Yasa menambahkan, pihaknya memang mengupayakan agar mahasiswa bisa lulus tepat waktu. Untuk program S-2 dan S-3 bahkan sudah menunjukkan perkembangan yang bagus terkait masa studi. Selain masa studi, dari sisi IPK dan predikat kelulusan juga cenderung bergeser dari memuaskan ke sangat memuaskan bahkan cumlaude. LPCW juga diisi dengan penyerahan penghargaan bagi lulusan terbaik. Masing-masing untuk lulusan terbaik Program Doktor yang diraih Gede Adi Yuniarta, S.E., M.Si.Ak. (IPK 3,95), lulusan terbaik Program Magister diraih I Gst. Ngr. Putu Adi Suartawan, S.E., M.M. (IPK 3,91), dan lulusan terbaik Program Sarjana diraih I Nyoman Adi Wiyarna (IPK 3,85). (ad986)

FIB Unud Lepas 89 Calon Wisudawan

PEMBANGUNAN pendidikan berkualitas merupakan salah satu pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals yang bertujuan untuk mendorong kesejahteraan semua kalangan. Harapan itu diungkapkan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. kepada calon wisudawan FIB Unud saat melepas 89 calon wisudawan dari tingkatan Sarjana, Megister dan tingkat Doktor, Kamis (3/10) kemarin, di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr IB Mantra. Pelepasan sarjana periode ke133 ini dihadiri segenap civitas akademika FIB Udayana. Calon wisudawan terdiri dari Program Studi S-3 Linguistik sebanyak 6 orang, S-3 Kajian Budaya 4 orang, S-2 Linguistik 9 orang, S-2 Kajian Budaya 3 orang, Sastra Indonesia 5 orang, Sastra Jawa Kuna 7 orang, Sastra Inggris 30 orang, Arkeologi 2 orang, Sejarah 2 orang, Antropologi 10 orang dan Sastra Jepang sebanyak 11 orang. Dalam sambutan Dekan FIB Unud mengatakan, hari yang bersejarah ini tentunya menjadi hari yang penuh kenangan indah dan tak terlupakan oleh para calon wisudawan. Hari yang telah lama dinantikan ini merupakan hari saat impian menjadi kenyataan, dan dukacita perjuangan dan pengorbanan menjadi sukacita keberhasilan. Akan tetapi, harus tetap diingat bahwa keberhasilan saat ini merupakan keberhasilan yang tertunda karena yang lulusan sarjana masih harus berjuang mencari kerja. Sedangkan yang lulus Magister dan Doktor masih

WISUDAWAN - Dekan FIB Unud Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. (kiri) bersama lulusan terbaik Fakultas Ilmu Budaya Unud tingkat Sarjana, Magister dan Doktor. harus terus berkarya untuk mencapai kesuksesan. B e ka l p e n g e t a hu a n y a n g berkualitas, keterampilan, dan pengalaman berorganisasi selama menempuh pendidikan selama di bangku kuliah diyakini akan mampu menjadi pengabdi yang tangguh, baik bagi dirinya, keluarga, lingkungan maupun bangsa. Saat ini kemajuan teknologi menjadi penanda kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan, tetapi tetap harus memartabatkan manusia dan menyejahterakan manusia dan bangsa Indonesia. Untuk itu, seluruh civitas akademika, alumni, dan pihak pengguna lulusan untuk senantiasa ikut memberikan masukan dan berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas lulusan FIB Unud, sehingga harapan kita semua dapat terwujud yaitu menghasilkan lulu-

san yang mampu bersaing di dunia kerja, baik lokal, nasional maupun internasional. Dan sekaligus diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berperan besar dalam perjalanan bangsa ke arah yang positif, sehingga dapat menuju bangsa yang unggul, mandiri, dan berbudaya seperti visi yang dimiliki. Keunggulan dan kemandirian yang dihasilkan adalah berlandaskan etika budaya. Sementara untuk lulusan terbaik tingkat Sarjana dari Prodi Sastra Inggris FIB Udayana diraih Ni Luh Hani Rainna Wati, S.S. dengan IPK 3,81. Lulusan terbaik tingkat Megister FIB dari Prodi S-2 Linguistik diraih Putu Irmayanti Wiyasa, S.Pd., M.Hum. dengan IPK 3,95. Lulusan terbaik tingkat Doktor FIB Unud dari Prodi S-3 Linguistik atas nama Dr. I Wayan Suryasa, S.S., M.Hum. dengan IPK 3,98. (ad1016)

SMA PGRI 2 Denpasar Wakili Denbar di LSS

Miliki Pelopor Pokja Terlengkap, Lulusannya Siap Kerja SMA PGRI 2 Denpasar yang akrab disebut Regrisma banyak mengalami kemajuan. Kini Regrisma dipercaya mewakili Kecamatan Denpasar Barat (Denbar) dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS). Kamis (3/10) kemarin, tim penilai yang dipimpin Sridati mengevaluasi sekolah di kawasan Monang-maning ini. Tim langsung disambut Kepala SMA PGRI 2 Denpasar I Komang Arta Saputra, S.Pd., M.Pd. bersama Perbekel Desa Tegal Kertha I Putu Trisnajaya, Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Pembina Regrisma A.A. Bagus Gede Netra, S.Sos., Ketua PGRI Kota Denpasar Nyoman Winata bersama pengawas, dewan guru dan siswa. Termasuk semua kasek di lingkungan YPLP Kota PGRI Denpasar. Kepala SMA PGRI 2 Denpasar I Komang Arta Saputra, S.Pd., M.Pd. mengaku mempersiapkan diri dengan matang sehingga warga sekolah tampak allout berlomba untuk menjadi yang terbaik LSS di Denpasar. Begitu tim tiba di sekolah disambut yel-yel Trias UKS, Kota Denpasar dan yel-yel SMA PGRI 2 Denpasar. Kasek Komang Artha Saputra memaparkan sejumlah kemajuan besar dalam segala hal. Semua ruangan dan kelas dilengkapi AC, fasilitas sanitasi mencukupi untuk siswa dan guru. Gedung sekolahnya berlantai tiga dengan jumlah siswa 826 orang. Sampah, kata Komang Artha Saputra, sudah dipisah tiap kelas, siswa membuat pupuk kompos, toga dan ketat menerapkan kawasan tanpa rokok. Sekolah ini juga memiliki ruang UKS, memiliki Pelopor Kelompok Pelajar (Pokja) yang lengkap mulai dari Pokja Pendidikan dan Informasi Kesehatan, Kriya Sehat berupa kerajinan tangan, Pokja Olahraga dan Kesehatan

LSS - Tim Penilai LSS dipimpin Sridati diterima Kasek Komang Arta Saputra dan Ketua YPLP Nengah Madiadnyana saat menilai SMA PGRI 2 Denpasar. dan Keamanan Pangan Sekolah. Juga ada Pokja Sanitasi, Jumantik dan Spiritual, Pengolahan Sampah dan Limbah, Pokja Kewirausahaan mengolah sampah menjadi uang serta Pokja Toga dan Tanaman. SMA PGRI 2 Denpasar tiap tahun membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang bermutu sesuai fasilitas. Tahun ini sekolah di Jalan Gunung Rinjani Gang Fatuha V atau Jalan Gunung Karang III Monang-maning ini akan menerima 10 kelas siswa baru karena semua siswanya masuk pagi. Hal ini meniru model pembelajaran di SMAN 4 Denpasar karena memang Regrisma adalah kembarannya SMAN 4 Denpasar, di mana 80 persen gurunya dari sekolah negeri. SMA PGRI 2 Denpasar juga dikenal sekolah pro-rakyat karena sekolah ini memang milik rakyat Bali. Biaya pendidikannya terjangkau serta rutin memberi bonus bagi siswa berprestasi. Kasek Komang Artha Saputra didampingi Waka Kurikulum

I Made Purwa Kusuma, S.Pd., M.Pd., Waka Kesiswaan Drs. I Ketut Mader, M.Pd., Waka Sarpras I Nyoman Suarta, S.Pd., M.Pd. dan Humas A.A. Ayu Seriati, S.P., M.Si. menambahkan, sekolahnya memiliki 23 ruang belajar dan sejumlah lab, lulusannya siap kerja karena masuk sekolah Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) bidang pariwisata. Untuk itu, dia mengajak lulusan SMP di Denpasar dan Badung jika ingin melanjutkan studi atau cepat bekerja segera bergabung dengan SMA PGRI 2 Denpasar. Ketua Tim LSS Sridati menegaskan, SMA PGRI 2 Denpasar adalah sekolah lengkap. Selain unggul dalam fasilitas suasana sekolah yang hijau, sejuk dan aman. LSS bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya hidup sehat, bukan meraih juara. Penilaian meliputi kelengkapan fisik, Trias UKS dan upaya mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). (ad111)

HUT Ke-68 YKP Bali, Stipol Ke-34 dan SMK Teknologi Wira Bakti Denpasar Ke-10

MENGAMBIL tema ‘’Kita Tingkatkan Jiwa Semangat Nilainilai 1945 untuk Membentuk SDM Ungul, Cerdas dan Mandiri’’, keluarga besar Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali merayakan HUT ke-68 YKP Bali, HUT ke-34 Stispol Wira Bakti Denpasar, dan HUT ke-10 SMK Teknologi Wira Bakti Denpasar, di Denpasar, Kamis (3/10) kemarin. Perayaan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersamaan dalam mewujudkan semangat yang kokoh. Itu dikarenakan kerja sama dan kekompakan merupakan satu-kesatuan yang bulat untuk mencapai kemajuan. Meningkatkan rasa kebersamaan tidak hanya dilakukan antarkeluarga besar YKP Bali saja, namun juga dengan pihak lainnya. Ketua YKP Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Yudana menceritakan secara sekilas berdirinya YKP Provensi Bali. Di mana sekitar 68 tahun yang lalu, para pejuang kemerdekaan bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali sepakat membangun sebuah yayasan, dengan nama Yayasan Kebaktian Pejuang (YKP) yang kini disebut Yayasa Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali. Awalnya YKP dibentuk untuk menanamkan rasa patriotisme dan nasionalisme guna menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu, kehadiran YKP juga dimaksudkan untuk membantu kesejahteraan keluarga para pejuang. Tahun pertama kehadiran YKP, titik berat programnya adalah untuk membantu korban perang dan revolusi kemerdekaan. Seperti membuat asrama untuk anak-anak yatim piatu yang ditinggalkan orangtuanya dalam perang kemerdekaan. ‘’Di asrama yatim piatu inilah anakanak korban revolusi digembleng

HUT - Perayaan HUT ke-68 YKP Provinsi Bali, Stispol ke-34, dan SMK Teknologi Wira Bakti Denpasar yang ke-10 di Denpasar, Kamis (3/10) kemarin. dan dididik hingga tamat sekolah,’’ cerita Ketua YKP Provinsi Bali yang didampingi Ketua Stispol dan Kepala SMK Teknologi Wira Bakti Denpasar. Program-program tersebut, ia meneruskan, semua itu dapat dilaksanakan dengan baik karena bantuan yang sangat besar dari Pemprov Bali. Kemudian, sekarang ini YKP Provinsi Bali terus berupaya membangkitkan semangat kebangsaan untuk tetap melanjutkan cita-cita awal didirikannya YKP. Salah satunya dengan menggelar pendidikan dengan biaya murah agar dapat menyentuh rakyat kecil. Di samping pendidikan, YKP Provinsi Bali memiliki program-program kebangsaan. Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Plt. Biro Kesra Provinsi Bali, keberadaan suatu yayasan sangat besar andilnya di dalam upaya meningkatkan SDM. Di mana kualitas SDM yang diharapkan dalam membangun di Indonesia ini tidak hanya berpengetahuan

tinggi saja, tetapi juga mampu memadukan pengetahuan dengan potensi alam dan sosial masyarakat yang berkembang. Potensi seperti ini diharapkan dapat tumbuh menjadi kekuatan dalam melaksanakan pembangunan. Karena tantangan di masa mendatang adalah pengembangan strategi-strategi yang lebih mengintegrasikan belajar dan bekerja, atau bekerja yang diimbangi belajar agar tercipta lingkungan bekerja, di mana belajar akan berupa proses yang berkelanjutan. Karenanya, diharapkan agar nantinya dapat menerapkan ilmunya di masyarakat, serta mampu bersaing dalam menghadapi era globalisasi ini. Dengan menginjak usia ke-68, tentunya telah banyak melahirkan generasi yang memiliki disiplin ilmu berkualitas. Diharapkan YKP Provinsi Bali dapat berperan aktif dan terus mendukung Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. (eka)

Cellular World Ganti Logo

Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 DALAM perayaan HUT ke-12 Cellular World (CW) yang merupakan toko ponsel dan gadget serta aksesoris terlengkap di Bali melakukan pergantian logo. Logo yang diperkenalkan pada Kamis (3/10) kemarin di Cellular World Teuku Umar merupakan simbol kesiapan CW menghadapi era disruptif dalam revolusi industri 4.0. Menurut CEO Cellular World Amir Hamzah, pergantian logo ini menandakan CW yang berupaya untuk menggaet pasar generasi milenial dan mengikuti segala perubahan yang terjadi di era disruptif. Momen perayaan ulang tahun ke-12, dinilainya sangat tepat untuk mengubah strategi marketing CW ke depannya. Strategi itu, lanjutnya, disimbolkan dalam logo itu. ‘’Semoga dengan perubahan logo ini, Cellular World akan menjadi lebih jaya lagi. Bagi saya, Cellular World ini merupakan kebanggaan bagi Bali karena

selalu menggadeng merchant-merchant lokal untuk maju bersama. Tetap berupaya mengajegkan Bali,’’ ungkapnya. Dijelaskan GM Cellular World Malika Jiwaji, logo yang baru menyiratkan upaya Cellular World untuk terus berinovasi dan melakukan perubahan mengikuti era disruptif. ‘’Di era disruptif ini, mengikuti tren yang terjadi merupakan keharusan. Perencanaan dilakukan tidak hanya jangka panjang, satu tahun hingga lima tahun, tapi direncanakan dalam tiga bulan. Intinya, kita siap menghadapi revolusi industri 4.0,’’ katanya didampingi Manager Marketing Cellular World Gede Wirakusuma. Dijelaskan Malika, logo baru ini terdiri dari simbol C yang merupakan representasi dari keinginan Cellular World untuk menjadi center (pusat) dari kebutuhan ponsel dan gadget di Bali dan Nusra dan huruf W yang seperti gelombang sebagai simbol

kesiapan CW dalam menghadapi gelombang ketidakpastian di era disruptif ini. Selama belasan tahun bergerak di bidang penjualan ponsel, sejumlah prestasi sudah ditorehkan CW. Di antaranya Best Performance Dealer Samsung selama lima tahun berturut-turut, VIP Dealer OPPO, dan Best Modern Channel Telkomsel dua tahun berturut-turut. Sebelum membuka CW, Malika mengatakan sudah 20 tahun bergerak di bidang ponsel lewat Rajawali Cellular. Kini, setelah 12 tahun, CW sudah memiliki 9 outlet yang tersebar di Bali Nusra. ‘’Ke depan, kami berencana melakukan ekspansi tidak hanya lewat offline melainkan juga online karena generasi muda sekarang beli HP pasti cek harga di online. Jadi kami berusaha untuk selalu memenuhi kebutuhan pengguna ponsel dengan harga yang bersaing serta layanan yang baik,’’ ujarnya. (ad106)

LOGO - GM Cellular World Malika Jiwaji menjelaskan tentang perubahan logo Cellular World, Kamis (3/10) kemarin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

Puncak Peringatan Dies Natalis Ke-56 Unhi

Terima Delegasi Ekonomi Turki, Senator AWK Minta Libatkan Pengusaha Lokal Bali

Lestarikan Budaya Melalui Baru Sehari Dilantik, Dr. Arya Wedakarna Perlindungan Kekayaan Intelektual Langsung Terpilih Jadi Pimpinan Kelompok DPD di MPR-RI PUNCAK peringatan Dies Natalis ke-56 Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar digelar pada Kamis (3/10) kemarin. Dies Natalis tahun ini mengusung tema ‘’Bersama Unhi Melestarikan Budaya Melalui Perlindungan Kekayaan Intelektual’’ dan diisi pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa dalam pelestarian pengetahuan tradisional Bali. Selain itu, juga di-launching Tari Padmaning Puja. Penghargaan diberikan kepada Made Taro merupakan tokoh yang tidak mengenal lelah dan meneruskan kepada anakanak untuk tetap melestarikan permainan tradisional, cerita tradisional serta lagu-lagu tradisional Bali. Selan itu, penghargaan juga diberikan kepada Drs. I Gede Sura, M.Si. merupakan tokoh dalam pendidikan agama Hindu. Beberapa buku monumental di bidang agama Hindu telah diterbitkannya, termasuk menyusun Kamus Bahasa Bali. ‘’Kita wajib memanjatkan puji syukur karena diberikan kesehatan, kekuatan dan keselamatan sehingga dapat menghadiri Sidang Senat Unhi dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 di Aula Asoka. Peringatan dilaksanakan secara sederhana, namun dengan semangat yang tinggi dalam mencapai visi Unhi yaitu menjadi universitas unggulan di Indonesia,’’ ujar Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. Tema yang diusung tahun ini memberi arti bahwa Unhi sebagai universitas berbasis agama dan budaya Hindu di Bali mempunyai kewajiban moral untuk melestarikan budaya Pulau Dewata yang dibangun dari karya-karya intelektual. Banyak kekayaan intelektual seperti pengetahuan dan teknologi tradisional Bali yang perlu dilestarikan, dilindungi dan dikembangkan. ‘’Untuk mewujudkan visi serta melaksanakan misi Unhi, maka dalam rencana strategis lima tahun ke depan ditetapkan empat arah kebijakan, yaitu meningkatkan kualitas dan reputasi, meningkatkan relevansi dan daya saing, meningkatkan akses pendidikan dan meningkatkan tata kelola,’’ ujarnya. Berbagai program dan capaian, menurut Prof. Damriyasa, telah menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan reputasi Unhi saat ini. Kualitas dan reputasi perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kuantitas

POTONG TUMPENG - Puncak peringatan Dies Natalis ke-56 Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar ditandai pemotongan tumpeng oleh Rektor Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. dan kualitas luaran tri dharma perguruan tinggi. Reputasi Unhi di bidang penelitian telah ditunjukkan dengan terbentuknya media publikasi hasil penelitian, baik jurnal ilmiah internasional maupun nasional yang diterbitkan secara online maupun cetak. Jumlah publikasi ilmiah pada jurnal internasional yang beriputasi di tahun 2019 sebanyak lima artikel, terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun 2018. Reputasi Unhi ke arah entrepreneur universitas telah ditunjukkan dengan pesatnya kemajuan Inkubator Bisnis (Inbis). Tahun 2019 Inbis Unhi berhasil membina tiga tenant untuk mendapatkan pendanaan pengusaha pemula berbasis teknologi dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta dipercaya sebagai pembina startup tingkat nasional. ‘’Upaya Unhi untuk meningkatkan relevansi dan daya saing, tahun ajaran baru 2019/2020 dibuka dua program studi baru yang relevan dengan kebutuhan saat ini yaitu Program Studi Hukum Adat dan Program Studi Sistem Informasi,’’ ucap Damriyasa. Program Studi Hukum Adat, katanya, sangat relevan dengan program pembangunan Provinsi Bali dalam penguatan desa adat. Sedangkan Program Studi Sistem Informasi selain dibutuhkan oleh pasar juga dapat memperkuat pengembangan kearifan lokal Bali berbasis teknologi informasi. Damriyasa juga menjelaskan jumlah mahasiswa keseluruhan sampai tahun akademik 2019/2020 semester ganjil sebanyak 6.316 orang. Rinciannya jenjang Sarjana (S-1) 5.643 orang, program Pascasarjana (S-2) 541 orang dan S-3 sebanyak 132 orang. Jumlah

mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 sebanyak 822 orang yang meliputi jenjang sarjana sebanyak 786 orang, dan program pascasarjana 36 orang. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun suasana akademik yang lebih baik, berbagai program telah dilaksanakan. Program-program tersebut sebagai tindak lanjut dari hasil analisis monitoring dan evaluasi pembelajaran, di antaranya penyempurnaan dan pengembangan panduan akademik, pelatihan/lokakarya penguatan kompetensi sumber daya atau dosen oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPMU) untuk menyempurnakan standar akademik, melakukan evaluasi kinerja dosen dan melakukan penyempurnaan kurikulum. Banyak prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa Unhi, baik dalam tingkat nasional maupun internasional, di antaranya juara Harapan II PKM Dikti tahun 2019, juara II Lomba Tari Kreasi LLDikti Wilayah VIII tahun 2019, juara II Lomba Tari Kreasi dalam Pekan Seni Mahasiswa L2Dikti Wilayah 8 dan juara III/medali perunggu Cabang Pencak Silat Pomnas XVI/2019 di Jakarta atas nama Kadek Suastika Yasa serta Kadek Bagus Primayadi. ‘’Saya menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada mereka yang telah berbakti dan mengabdi kepada Unhi, seluruh dosen dan tenaga kependidikan dan juga para mahasiswa yang telah berjasa dalam membangun, mengembangkan dan mengharumkan universitas tercinta ini. Terima kasih pula kami ucapkan kepada berbagai pihak yang telah mendukung dan melakukan berbagai kerja sama dengan Unhi,’’ tandasnya. (ad103)

PNB Kukuhkan Dua Guru Besar Sekaligus di Momen Dies Natalis Ke-32

P O L I T E K N I K Negeri Bali (PNB), Kamis (3/10) kemarin mengukuhkan dua profesor/guru besar secara bersamaan pada momen Dies Natalis ke-32, bertempat di Gedung Widya Padma kampus setempat. Dua guru besar yang dikukuhkan pada rapat senat terbuka yakni Prof. Dr. I Putu Astawa, S.E. M.M. dan Prof. Dr. Ir. Lilik Sudiajeng, M.Erg. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., Ketua DPRD Badung serta undangan lainnya. Prof. Ali Ghufron Mukti pada kesempatan tersebut menyampaikan selamat kepada PNB karena telah berhasil mengukuhkan dua duru besar sekaligus. Apalagi momen ini berbarengan dengan Dies Natalis ke-32 PNB. ‘’Yang luar biasa, karena ini baru pertama kali dalam sejarah Indonesia, dalam saat yang sama mengukuhkan dua guru besar,’’ pungkasnya. Dengan pengukuhan ini, pihaknya berharap ini bisa menjadi contoh untuk politeknik lain yang ada di Indonesia. Karena dulunya politeknik itu, katanya, tidak boleh dosennya mencapai profesor. ‘’Memang ini tidak begitu mudah, harus melalui berbagai persyaratan. Kami berharap ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas tentunya PNB bisa menjadi contoh,’’ ucapnya. Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur, karena PNB berhasil mencatatkan prestasi yakni dua orang guru besar di Jurusan Manajemen dan Teknik sipil. Ini, katanya, pertama kali dilakukan pengukuhan guru besar untuk dua orang

BARU sehari dilantikan menjadi anggota DPD/MPR-RI periode 2019–2024, Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III didaulat menjadi salah satu Wakil Ketua Kelompok DPD di MPR-RI. Terpilihnya senator termuda dari Bali ini, memiliki makna strategis yakni mampu menyuarakan kepentingan Bali, khususnya dalam menjadikan MPR-RI sebagai lembaga tinggi negara yang konsisten menjadi empat konsensus bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Keberadaan Senator Arya Wedakarna (AWK) sebagai pimpinan di Kelompok DPD di MPR-RI tentu sangat membanggakan, mengingat Bali kembali menempatkan putra terbaiknya di jabatan strategis parlemen di Senayan. ‘’Kita bersyukur bahwa dalam rapat terbatas perwakilan 34 provinsi di Gedung GBHN MPR, tiang bisa mewakili Bali sebagai salah seorang wakil ketua dari zona Barat 2 bersama dengan rekan dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Ini akan menjadikan Bali semakin terdepan untuk bersama-sama menjaga konstitusi negara. Apalagi sebentar lagi ide dan gagasan untuk amandemen ke-5 UUD 1945 akan dijalankan. Tentu Bali memiliki sikap tersendiri dalam hal ini dan itu akan diperjuangkan,’’ ungkap Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Ia pun berpandangan Bali sebagai wilayah yang pernah dibom pada tahun 2002 dan 2005, tentu harus berjuang mati-matian untuk menjaga Pancasila. Sebab, hanya Pan-

casila yang bisa merekatkan semua perbedaan di Nusantara ini. ‘’Kita manut dengan amanat Bung Karno, bahwa Pancasila adalah sumber dari segala sumber. Dan tempat menjaga Pancasila ini ya… di MPR, dan diperlukan kader–kader nasionalis di MPR. Tidak boleh ada negara agama (khilafah) di Indonesia, tidak boleh otak-atik Pancasila dan itu NKRI harga mati. Apalagi rakyat Bali pernah menderita karena dibom oleh teroris. Maka Bali akan terus membawa misi Pancasila ini ke seluruh dunia. Apalagi Bali sebagai minoritas harus terus mempertahankan dirinya dari segala lini, khususnya menghadapi serbuan ideologi aliran taliban yang kini berkedok ekonomi, pariwisata dan juga pendidikan. Kita lawan dengan Pancasila,’’ jelas Gusti Wedakarna. Hal senada ia sampaikan saat Senator AWK menerima delegasi ekonomi Turki bertempat di Ruang Pimpinan DPD-RI lantai 8 yakni Murat Doganay (Chairman of The Board Avrasya Barter) dan Faik Tunay (Former Member of The Parliament, The Spokesperson of ASAM and Member of Board of Directorsof AS Holding). Dalam kesempatan itu, Senator AWK menyampaikan keterbukaannya akan rencana kerja sama dari salah satu perusahaan barter terbesar di kawasan Turki yang memangku dua benua yakni Eropa dan Asia, yang mana kunjungan delegasi tersebut dalam rangka menjajaki kerja sama dengan Indonesia khususnya Bali. ‘’Saat ini pemerintah Indonesia dan Turki sedang berbicara tentang akses ekonomi kedua bangsa.

SATYAGRAHA - Senator Bali Dr. Arya Wedakarna bersama Senator Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu Hemas saat rapat zona Barat 2 dan saat AWK menerima delegasi Turki di Senayan. Semoga pebicaraan komisi tingkat tinggi pada Oktober 2019 ini berhasil dan maka dari itu, Bali siap untuk menjadi Hub dari pergerakan dari sistem ekonomi ini. Saya sendiri sudah mendapat menjelasan dari koneksi negara anggota D-8 yakni Turki, Bangladesh, Egypt, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria dan Pakistan. Dan selama itu baik Indonesia kenapa tidak? Tapi khusus untuk Bali, saya akan proteksi dengan rekomendasi agar seluruh wujud investasi di Bali hanya bisa berjalan jika negara sahabat bisa mengayomi masyarakat lokal Bali. Di Bali banyak ada

pengusaha Satyagraha yang sukses dan hebat. Saya minta libatkan mereka, agar benarbenar bertanggung jawab. Saya yakinkan dengan nama Bali, maka Anda bisa menjangkau dunia internasional. Yang penting kalau ingin berinvestasi di Bali atau membuka kantor di Bali ya… hargai budaya Hindu Bali dan masyarakat adatnya,’’ terang Gusti Wedakarna yang juga Duta Besar WUSME yang berbasis di San Marino, Italia. Senator AWK akan hadir di Turki dalam Bosphorus Conference 2019 yang direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Turki. (ad108)

Pomnas XVI 2019 Jakarta

Unwar Ranking 17 dari 435 Perguruan Tinggi Nasional REKTOR Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. memberikan penghargaan kepada atlet Unwar yang mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVI Jakarta di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Unwar, Kamis (3/10) kemarin. Pada ajang olahraga nasional ini, atlet Unwar berhasil memperoleh 6 medali emas, 3 medali perak dan 5 medali perunggu. Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. mengatakan Pomnas XVI 2019 dilaksanakan 18 - 27 September di Jakarta. Para atlet Unwar yang masuk dalam Bapomi Bali sudah membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Di mana, dari 22 atlet yang dikirim sebanyak 6 atlet memperoleh medali emas, 3 atlet medali perak dan 5 atlet medali perunggu. Atas prestasi tersebut, Unwar berada di peringkat ke-17 dari 435 perguruan tinggi nasional untuk Pomnas XVI 2019. Rektor Unwar Prof. Widjana memberikan selamat dan apre-

siasi kepada seluruh atlet yang membawa nama baik almamater. Dikatakan, prestasi yang diraih merupakan kerja sama yang baik antara pelatih dengan atlet serta dosen pembina dalam memberikan bimbingan. Penghargaan yang diberikan bertujuan untuk memotivasi para atlet agar terus meningkatkan diri, sebab masih banyak kompetisi-kompetisi lain yang masih menunggu. ‘’Ke depannya atlet-atlet Unwar agar bisa lebih berprestasi dan membawa baik nama Unwar. Prestasi ini akan memberikan penguatan kepada institusi dan teruslah menempa diri untuk mengahasilkan prestasi lagi,’’ ujar Prof. Widjana. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengaku bangga terhadap atlet-atlet Unwar atas prestasi yang telah diraihnya. Dikatakan, prestasi yang diraih merupakan impelmentasi dari Sapta Bayu, yaitu unggul dalam berkarya. Yayasan sebagai badan penyelenggara

Denpasar (Bali Post) Hasil tracking kegiatan dunia usaha berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali mengindikasikan perekonomian Bali pada triwulan III 2019 akan tumbuh positif, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II 2019. Hal ini tercermin dari perkiraan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) triwulan III 2019 yang sebesar 38,32 persen atau lebih tinggi dibandingkan SBT triwulan II 2019 yang sebesar 28,94 persen. Demikian disampaikan Deputi Direktur KPw BI Provinsi Bali M. Setyawan Santoso, belum lama ini. Menurutnya, Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia mengindikasikan kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan III 2019 berada pada level ekspansi dengan indeks sebesar 57,34 persen. Peningkatan kinerja industri pengolahan pada triwulan III 2019 terutama didorong peningkatan jumlah karyawan dengan indeks PMI sebesar 10,65 persen. Akselerasi pertumbuhan kegiatan usaha diperkirakan terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, konstruksi serta perdagangan besar dan eceran. Peningkatan kinerja usaha di triwulan laporan terutama disebabkan masuknya periode high season khususnya wisatawan mancanegara yang berdampak pada naiknya kegiatan usaha terkait industri pariwisata di Bali. Pertumbuhan positif kinerja dunia usaha secara umum didukung masih baiknya kon-

disi likuiditas dan rentabilitas pada triwulan II 2019, meski lebih rendah dari periode sebelumnya. Saldo bersih (SB) kondisi likuiditas pada triwulan II 2019 tercatat sebesar 42,61 persen. Selain itu, kemampuan perusahaan untuk mencetak laba (rentabilitas) juga masih cukup baik, meski berada pada tendensi menurun. Saldo bersih rentabilitas pada triwulan II 2019 tercatat sebesar 39,5 persen atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan lalu yang sebesar 44,2 persen. Sementara untuk akses kredit perbankan, responden menilai akses kredit perbankan

PENGHARGAAN - Para atlet kontingen Unwar diberi penghargaan oleh Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. disaksikan Ketua Yayasan Kesehjahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Unwar akan selalu memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi dan menunjukkan kamampuannya untuk hal yang posirif. Selain itu, pihaknya menyarankan agar Unwar harus terus menjaring atlet-atlet agar ada regenerasi yang bisa membawa nama baik Unwar secara nasional, bahkan in-

ternasional ke depannya. Salah satu cara menjaring atlet dapat dilakukan dengan menyebarkan angket kepada mahasiswa untuk mengetahui bakat, minat, hobi, prestasi dan usaha yang dimiliki mahasiswa. Data prestasi ini akan digunakan untuk menjaring siswa yang memiliki prestasi. (ad112)

pada triwulan II 2019 relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin pada SB akses kredit selama tiga bulan terakhir sebesar 4,7 persen. Sejalan dengan kondisi keuangan perusahaan yang relatif terjaga, sebagian besar atau 81,40 persen responden mengonfirmasi bahwa akses kredit perbankan pada triwulan II 2019 berada pada kondisi normal. Sementara 11,63 persen responden menjawab akses kredit perbankan pada triwulan II 2019 lebih mudah dan 6,98 persen responden menilai akses kredit perbankan lebih sulit dibandingkan peri-

ode sebelumnya. Seiring dengan pertumbuhan positif kinerja usaha secara umum, tingkat penggunaan tenaga kerja mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya. SBT tingkat penggunaan tenaga kerja triwulan III 2019 tercatat sebesar 7,02 persen. Investasi di triwulan III diperkirakan tumbuh positif dan meningkat pada level terbatas. Hal ini terindikasi dari SBT perkiraan investasi yang sebesar 7,65 persen. Peningkatan investasi diperkirakan bersumber dari lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan serta real estate. (kmb42)

Manufaktur Diprediksi Lakukan Ekspansi

GURU BESAR - Politeknik Negeri Bali mengukuhkan dua profesor/guru besar, Kamis (3/10) kemarin di Gedung Widia Padma kampus setempat. sekaligus. Tentu dengan dua guru besar ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi PNB. Terutama bagi kandidatkandidat doktor yang sudah siap untuk menjadi guru besar yang di belakang dua guru besar ini, jumlahnya juga masih banyak. Sehingga tahun 2021 pihaknya yakin PNB bisa memiliki minimal 10 guru besar dari berbagai ilmu. ‘’Sehingga ke depan PNB bisa menjadi semakin tinggi level kualitasnya, dan bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional,’’ yakinnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan program unggulan terutama internasionalisasi. Dengan memiliki dua profesor, pihaknya yakin daya saing lembaga akan semakin tinggi. Sehinga nantinya kerja samakerja sama tingkat internasional akan bisa ditingkatkan kualitasnya. Pada kesempatan tersebut, Lilik Sudiajeng membawakan orasi berjudul ‘’Ergonomi untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, sebagai Jawaban terhadap Tantangan

Dinamika Era Industri 4.0’’. Melalui orasi itu, pihaknya ingin memberikan gambaran tentang betapa pentingnya peran ergonomi untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi. Khususnya dalam menjawab tantangan dinamika era industri 4.0 yang mengedepankan konsep teknologi otomasi dan teknologi cyber, yang ternyata dalam penerapannya belum mampu menyentuh semua lini pada industri konstruksi. Terutama dalam pelaksanaan fisik konstruksi yang memerlukan keterlibatan sumber daya manusia dalam jumlah yang besar, dengan latar belakang, minat, dan bakat yang sangat bervariasi. ‘’Di sinilah peran ergonomi diperlukan,’’ pungkasnya. Sementara Prof. Dr. I Putu Astawa, S.E., M.M. membawakan materi tentang ‘’Manajemen Pariwisata Berkelanjutan yang Berbasis Kearifan Lokal’’. Melalui paparan tersebut, pihaknya berharap hal itu bisa bermanfaat bagi dunia pariwisata serta menggugah semua orang terkait menjaga potensi yang ada. (ad105)


Jumat Paing, 4 Oktober 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Belajar Mandiri

MASALAH pembagian Pajak Hotel dan Restoran (PHR) kini menjadi isu hangat di Bali karena dibarengi dengan adanya ancaman serius dari Bangli. Masalah ini bermula ketika Kota Denpasar menghentikan kucuran bantuan PHR-nya kepada Bangli. Sementara pemimpin di Bangli mengancam akan menutup semua sumber air yang bisa dinikmati oleh kabupaten/kota yang memerlukan SDA-nya. Jika terus begini, orang Bali mengatakan sekadi macerik-cerikan atau seperti anak kecil. Toh akhirnya, semua akan dirugikan. Kita mengetahui bahwa kemampuan sebuah daerah tidak merata di Bali. Wajar kalau Badung dan Denpasar membagikan keuntungan PHR-nya ke daerah lain. Namun, ketika saat ini masa panceklik di sektor pariwisata, ada kemudian niat untuk tidak lagi memberi, itu sebenarnya adalah urusan rumah tangga sendiri. Ibarat Bali bersaudara sembilan, ketika yang satu surplus dalam PHR, mereka memiliki hak untuk membagikan. Namun, ketika mengalami kekeringan PAD, juga tak bisa disalahkan jika menghentikan sementara bantuannya. Kata sementara perlu digarisbawahi, sebab yang namanya saudara sembilan, jika kita berlebihan, saatnya juga kita membantu. Konsep itulah yang seharusnya dikedepankan dalam urusan pembagian PHR. Satu sama lain saling memahami posisi. Yang jelas harus dijalankan sesuai dengan fakta. Artinya, kalau memang PAD di PHR menurun drastis ya fakta, jangan dipakai dana yang mestinya dibagikan ke kabupaten lain diperuntukkan bagi keperluan lain. Kedua, sudah saatnya semua kabupaten/kota pada era otonomi daerah harus mandiri. Tidak lagi bermanja-manja menunggu bantuan tetangga, atau malas mencari terobosan penerimaan PAD baru. Ketiga, bantuan yang diterima mestinya dipertanggungjawabkan untuk memperbaiki pelayanan dan fasilitas sektor pariwisata. Maka jangan salahkan PHR dipakai untuk pos yang lain. Toh dengan anggapan tahun depan akan dibantu lagi. Potensi-potensi yang ada di daerah sangat berpeluang dikembangkan pada era otda. Pengembangan pariwisata yang baik akan mengundang banyak investor yang berminat untuk mengembangkan usahanya di daerah yang banyak dikunjungi wisatawan. Kini, begitu banyak daerah yang mempromosikan objek pariwisata di daerahnya bahkan hingga stasiun TV tidak pernah kehabisan bahan ulasan untuk sektor pariwisata saat ini. Di sinilah pentingnya otonomi daerah dalam pengembangan potensi daerah, terutama pada sektor pariwisata. Kebijakan desentralisasi ini memberikan keleluasaan bagi daerah untuk mengoptimalkan potensi pariwisata yang terdapat di masing-masing daerah. Untuk sesuatu yang ada di daerah, dengan keberagaman sifat dan sikap yang dimiliki masyarakat Indonesia, daerah pasti lebih mengetahui sendiri apa yang mereka butuhkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Tinggal bagaimana promosi yang akan diambil oleh pemerintah daerah untuk menjadikannya destinasi wisata. Lahirnya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang direvisi menjadi UU No. 32 Tahun 2004 dan mengalami perubahan kembali menjadi UU No. 25 Tahun 2014 memungkinkan banyak daerah untuk melakukan inovasi meningkatkan penerimaan PAD-nya. Kasus ini mengingatkan kita pada ide Gubernur Bali Wayan Koster soal one islands management. Dengan konsep manajemen di tingkat provinsi, kita akan mendapatkan keadilan dan pemerataan. Tunjukkan otda untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan.

Otonomi Apa Otomoney? Distribusi Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Kota Denpasar dan Kabupaten Badung masih menjadi topik hangat di media massa seminggu belakangan ini. Tujuan substantif dari bantuan kepada enam kabupaten penerima pun menjadi kabur, manakala ego otonomi semakin menonjol. Dulu, otonomi sering dipelesetkan menjadi otomoney. Kini, pelesetan tersebut hampir menjadi kenyataan, karena dengan alasan bantuan uang yang konon terhenti sementara dari Denpasar dan berkurang dari Badung, ada kepala daerah yang dalam forum resmi sampai menebar ancaman.

Oleh I Wayan Ramantha ada tahun 2016, ketika pembagian PHR masih dipayungi oleh Memorandum of Understanding (MoU) Gubernur Bali dengan Bupati/Wali Kota, distribusinya sempat menjadi masalah karena dengan berbagai pertimbangan, pihak pemberi ingin menyalurkan langsung bantuannya ke kabupaten lain. Sejak itu, MoU diakhiri, sehingga tidak lagi ada payung hukum yang mendasarinya. Kondisi itu dipertegas oleh pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster bahwa PHR merupakan kewenangan kabupaten/ kota, tidak ada perintah undangundang yang mengharuskan mereka membagi PHR-nya ke daerah lain (BP, 1 Oktober 2019). Dasar pijakan ‘’budaya’’, sempat disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali yang akrab disapa Cok Ace, bahwa ketika ada kabupaten/ kota sedang berpesta, sangat wajar bila pihak yang berpesta ngejot ke kabupaten lain. Persoalannya kemudian adalah pada tahun anggaran 2019, kedua daerah pemberi bantuan tidak lagi sedang berpesta. Mereka sedang pusing memikirkan capaian PHR yang sangat jauh dari target akibat faktor eksternal, yaitu menurunnya kontribusi sektor pariwisata terha-

P

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Informasi tentang ’’Shortcut’’

Jangan Permalukan Bali

Baru-baru ini saya melintas di jalur Singaraja. Jalur ini sudah bagus dan hotmix juga saya rasakan baru. Kenyamanan menuju Singaraja juga kami rasakan. Memang kemacetan menuju jalur puncak kami rasakan tetapi itu saya rasa tentatif karena ada mobil macet. Mudah-mudahan jalur menuju Singaraja makin nyaman. Saya dan keluarga juga melihat di sejumlah titik sedang dibangun shortcut. Jalurnya di atas bukit. Ini saya rasa satu terobosan yang cerdas untuk menyiapkan infrastruktur. Mudah-mudahan jalur ini cepat selesai sehingga kami bisa merasakan kenyamanan melintas di atas perbukitan menuju Singaraja dan balik menuju Denpasar. Untuk itu, informasi tentang perkembangan pembangunan shortcut sangat diperlukan. Setidaknya ini akan menjadi rujukan bagi keluarga kami jika ingin liburan lagi di Bali. Saya rasa Bali memang memerlukan terobosan dalam penataan infrastruktur jalan.

Legislator asal Bali kini mulai bertugas di Senayan. Wajah-wajah baru dan wajah lama yang bertahan di Senayan hendaknya menyuarakan Bali di forum nasional. Jangan datang ke Senayan sebagai utusan partai saja, tetapi hendaknya bisa menyuarakan aspirasi krama Bali. Saya pribadi menyampaikan selamat atas kepercayaan krama Bali kepada para wakilnya yang telah dilantik. Yang saya ingin titip, tolong perjuangkan dan dukung gebrakan Gubernur Bali Wayan Koster mendapatkan dana kontribusi desa adat dari pemerintah. Gerakan menjaga alam Bali juga harus disuarakan dengan tidak menjadikan Bali sasaran investasi saja tanpa mendapatkan perimbangan dari sisi pemeliharaan budaya dan tradisinya. Besar harapan saya agar para legislator Bali bekerja dan bersuara. Dan yang lebih penting, saya setuju dengan harapan Bali Post agar para wakil rakyat jangan mempermalukan nama Bali. Jangan melakukan korupsi dan melakukan praktik suap atas nama jabatan. Jaga identitas dan kredibilitas. Jika memungkinkan tetap lakukan langkah terbaik untuk menjadikan Bali memberikan manfaat positif bagi NKRI.

Heru Santosa Surabaya, Jatim

I Made Suarmana Gianyar, Bali

dap pendapatan asli daerah (PAD). Di sisi lain, program-program belanja yang pro-rakyatnya sendiri, tidak mungkin bisa dibatalkan atau dikurangi. Pendekatan Dialogis Usulan berbagai pihak, agar Gubernur Bali segera memfasilitasi seluruh bupati/wali kota untuk duduk bersama membahas persoalan ini, merupakan langkah bijak yang memang perlu segera dilaksanakan. Slogan manajemen satu pulau (one island management) yang telah lama dikumandangkan, kini saatnya diimplementasikan. Membicarakan persoalan anggaran pemerintah, di samping harus dilandasi oleh berbagai peraturan, sebetulnya juga didasari oleh berbagai kebijakan. Oleh karena itu, kehadiran kepala daerah secara langsung dalam rapat koordinasi sangat diperlukan. Budaya mewakili pada setiap ada rapat koordinasi antara

provinsi dengan kabupaten/kota yang sudah lazim dilakukan sejak era otonomi, sudah saatnya diubah. Perlunya para pemimpin Bali untuk duduk bersama, bukan semata-mata membahas dum-duman PHR. Tetapi lebih dari itu, mereka perlu membahas keterpaduan dan keberlanjutan pembangunan Bali dari segala aspek. Apakah itu aspek ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan beberapa aspek penting lainnya. Di lain sisi, para kepala daerah perlu menyadari, bahwa kini pemerintah daerah tidak lagi bisa sekadar mengandalkan bantuan pusat atau daerah lain dalam pembiayaan pembangunan wilayahnya. Berlakunya UU Otonomi Daerah No.22 Tahun 1999 yang diperbarui dengan UU No.32 Tahun 2004, memberikan peluang besar kepada daerah untuk lebih mengoptimalkan potensi yang ada, baik menyangkut sumber daya manusia, dana, maupun

‘’Dalam program pemerintah daerah, sinkronisasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, perlu terus ditingkatkan. Ego sektoral yang kerap terjadi, tentu harus dientaskan dalam menghadapi persoalan klasik yang tidak berkesudahan, berupa ketimpangan antarsektor ekonomi yang sangat tajam hingga sekarang ini. Produk-produk hasil pertanian Bali agar bernilai tambah yang lebih tinggi, perlu diolah menjadi bahan baku industri, untuk kemudian diperdagangkan, entah di dalam negeri guna menunjang pariwisata, atau ke luar negeri sebagai komoditas ekspor.’’

sumber daya lain yang dimiliki daerah. Kepala daerah memang dituntut untuk kreatif dalam berinovasi, termasuk untuk menggali sumber-sumber pendapatan asli daerahnya. Seluruh pemimpin Bali perlu duduk bersama membahas sektor-sektor selain pariwisata, untuk menjaga keberlangsungan ekonomi Bali. Dari pengalamanpengalaman terdahulu, Bali seharusnya bisa belajar bahwa sektor pariwisata ada pasang-surutnya. Dia sangat sensitif terhadap krisis ekonomi, bencana alam dan keamanan. Dia penuh persaingan, baik nasional maupun global. Program pariwisata nasional berupa pembangunan sepuluh Bali baru di luar Bali adalah kompetitor dalam bahasa marketing. Perlu disadari bahwa pembagian PHR kepada enam kabupaten penerima selama ini, sesungguhnya merupakan reinvestasi bagi kabupaten pemberi. Kalau pemanfaatannya tepat guna untuk merawat budaya dan memperkuat sektor-sektor lain yang menunjang pariwisata Bali secara keseluruhan, dana itu akan kembali lagi dalam jumlah yang lebih besar ke kabupaten pemberi dalam bentuk PHR yang lebih besar. Kabupaten penerima, perlu menyadari makna reinvestasi secara cerdas dan bijak. Bukan malah menggunakan dana itu untuk membeli mobil dinas mewah yang melebihi mobil dinas dari pemberi bantuan.

Sektor Ekonomi Lain Sektor pertanian dalam arti luas termasuk perkebunan, kehutanan, dan perikanan, pada satu tahun tertentu menyumbang hanya 4,74 persen (yoy) bagi pertumbuhan ekonomi Bali. Padahal, akomodasi dan makan minum yang merupakan kelompok sektor pariwisata, pada periode yang sama menyumbang 10,71 persen. Artinya, ketimpangan kontribusi antara sektor yang terkait pariwisata dengan pertanian pada kondisi normal sangatlah tinggi. Ketidakseimbangan ini, dari dulu belum berhasil untuk mendorong kita ke arah peningkatan nilai tambah ekonomi bagi sektor pertanian. Belajar dari beberapa kali terpuruknya pariwisata akibat beberapa kejadian yang tidak terkontrol, seharusnya dapat me-

Warung Global

Kenaikan Biaya Pasang Baru PDAM Tidak Wajar ’’Terlalu mahal’’, demikian pendapat yang disampaikan Kawan Global menanggapi biaya pemasangan baru PDAM. Biaya Rp 11 juta dinilai oleh pendengar Radio Global 96,5 FM tidak wajar dan tidak rasional. Dalam acara dialog interaktif Warung Global, baik PDAM dan juga pemerintah diminta untuk menekan lagi biaya tersebut, sehingga biaya pemasangan baru terjangkau oleh warga kecil. Berikut rangkuman opini selengkapnya. Tahun 2017 silam, Ayu di Petang melakukan pemasangan baru. Barangkali Denpasar dan Badung berbeda biayanya. Sekitar dua tahun lalu biaya pemasangan di dibawah Rp 2 jutaan. Ia juga menyampaikan bahwa biaya Rp 11 juta ini terlalu mahal. Mestinya Dewan turut menekan biaya pemasangan ini, demikian menurut Budiada di Tabanan. Jika memang su-

dah disubsidi oleh pemerintah, biaya mestinya lebih ringan dan terjangkau. Boleh saja menaikkan biaya tetapi yang wajar dan rasional. Fera di Tabanan juga menyampaikan pendapat yang sama. Pemasangan pipa sekunder memang butuh biaya, wajar jika biaya pemasangan baru kadang dibebankan ke calon pelanggan, di sini mungkin PDAM besar investa-

sinya. Menurut Putu Artha di Padangsambian, tahun 1990-an kena biaya pemasangan baru Rp 1 jutaan, jika pemasangan baru berkelompok, mungkin tidak dikenakan biaya pipa sekunder jika belum ada. Ini yang dibebankan ke calon pelanggan sehingga biaya pemasangan jadi lebih tinggi. Ia juga menyarankan boleh saja biaya pemasangan dinaikkan tetapi yang wajar dan rasional. (sikha)

maksa Bali untuk terus berupaya memajukan sektor pertanian, sampai menghasilkan nilai tambah yang tinggi sebagaimana sektor pariwisata dan jasa lainnya pada kondisi yang normal. Sinergitas antara sektor pariwisata dan pertanian, tidak cukup dibicarakan secara lantang pada saat seminar dan kampanye saja. Tapi secara kreatif dan sungguhsungguh perlu upaya nyata di tingkat lapangan, sebagaimana yang telah lama dilakukan oleh Jepang dan Thailand. Dalam program pemerintah daerah, sinkronisasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, perlu terus ditingkatkan. Ego sektoral yang kerap terjadi, tentu harus dientaskan dalam menghadapi persoalan klasik yang tidak berkesudahan, berupa ketimpangan antarsektor ekonomi yang sangat tajam hingga sekarang ini. Produk-produk hasil pertanian Bali agar bernilai tambah yang lebih tinggi, perlu diolah menjadi bahan baku industri, untuk kemudian diperdagangkan, entah di dalam negeri guna menunjang pariwisata, atau ke luar negeri sebagai komoditas ekspor. Dengan berbagai cara itu, seyogianya ekonomi Bali menjadi lebih baik dan lebih stabil. Kemandirian keuangan daerah di seluruh kabupaten/kota menjadi lebih kuat di era otonomi. Tidak ada lagi pemimpin yang sampai harus menebar ancaman demi uang. Penulis, Guru Besar FEB Unud, warga Desa Batubulan, Gianyar

POJOK Bantu pemasaran produk UMKM, Pemkab Badung gandeng Google. - Masuk bandara dan hotel bagaimana? *** Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali jadi inspirasi. - Inspirasi untuk Indonesia jaya. *** Banyak program baru di Pemkab Bangli diprediksi tak bisa didanai APBD. - Perlu prioritas program.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

Aset Pemkab Kerap Jadi Tempat Mesum Tabanan (Bali Post) -

Sempat berjaya di era tahun 1970-an hingga 1990-an, gedung bioskop yang berlokasi di areal Pasar Tabanan kini kondisinya memprihatinkan. Ironisnya, dari penuturan sejumlah pedagang di sekitar lokasi tersebut, gedung milik Pemkab Tabanan ini kerap dimanfaatkan sebagai tempat mesum. Dari pantauan di lapangan, kondisi gedung bioskop yang berlokasi di lantai tiga areal Pasar Tabanan itu tampak kumuh dan tidak terawat. Gedung tersebut tidak beroperasi sejak tahun 2000an. Selain atap rusak, kumuh serta bau tidak sedap, tempat duduk penonton sudah rusak berat. Hanya tampak beberapa besi lapak pedagang yang disimpan di tempat kosong tersebut. Salah seorang pedagang di dekat gedung tersebut mengatakan, di era kejayaannya, bioskop Tabanan tidak pernah sepi pengunjung. Di sekitarnya juga ada sarana pendukung seperti arena bermain anak, swalayan dan toko pakaian layaknya mall. Namun seiring berjalannya waktu, terutama semenjak munculnya film-film VCD dan DVD, bioskop tersebut ditinggalkan. Akhirnya bioskop itu pun tak beroperasi dan ditutup. Meski terkesan kumuh dan menakutkan, namun

bagi sejumlah oknum tempat ini justru dimanfaatkan untuk berbuat hal-hal yang melanggar etika. ‘’Sebelumnya ramai dipakai pacaran. Tapi semenjak ada petugas keamanan yang keliling, sudah mulai berkurang. Tapi masih ada juga sampai sekarang, bahkan ada yang memakai baju pegawai. Kelihatannya mau belanja dengan bawa tas belanjaan, tapi mereka janjian ketemuan di sudut gedung atas. Apalagi banyak pintu masuk menuju ke sana karena ada bangunan bentuknya seperti kamarkamar,’’ ucap pedagang yang enggan identitasnya diungkapkan. Kepala Bakeuda Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti saat dikonfirmasi terkait kelanjutan penataan aset Pemkab tersebut, tidak mau berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan jika eks bioskop dan areal sekitarnya yang merupakan aset daerah ini dicatat dan dikelola oleh Dinas Perindustrian dan

Perdagangan (Disperindag). ‘’Langsung saja konfirmasi ke Disperindag,’’ ucapnya, Kamis (3/10) kemarin. Sementara itu, Kasi Bina Usaha dan Sarana Perdagangan Disperindag Tabanan Gusti Ngurah Ketut Wirawan seizin Kadisperindag menyebutkan, sebelumnya ada rencana merenovasi gedung eks bioskop tersebut. Hanya saja belum tahu pasti kapan akan dilakukan. ‘’Rencananya segera dan itu perintah dari Sekda Tabanan untuk bisa direnovasi dan dijadikan kantor instansi, khususnya untuk instansi yang belum punya kantor dan terpaksa harus menyewa,’’ ucapnya. Selain renovasi, pertokoan di areal tersebut yang masih merupakan aset Pemkab juga akan diaktifkan kembali. ‘’Pembahasan sudah lima bulan lalu. Dari PU sudah ada gambaran. Hanya saja untuk eks bioskop belakangan, diutamakan mengaktifkan pertokoan dulu,’’ terangnya. (kmb28)

KUMUH - Bekas gedung bioskop Tabanan yang kumuh kerap dijadikan tempat mesum.

Bali Post/bit

Instalasi Gas Metan Tak Berfungsi

Bali Post/bit

RAKER - Raker Komisi I DPRD Tabanan dengan DPMD yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ni Nengah Sri Labantari.

DPMD Diminta Sosialisasikan Aturan Kampanye Pilkel

Tabanan (Bali Post) Hanya tinggal hitungan pekan, 97 desa di Kabupaten Tabanan akan menggelar pemilihan perbekel (pilkel) serentak. Memastikan sejauh mana kesiapan jelang perhelatan tersebut, Komisi I DPRD Tabanan menggelar rapat kerja (raker) dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Inspektorat Tabanan, Kamis (3/10) kemarin. Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi menjelaskan, ada sejumlah catatan yang diberikan dewan kepada dinas terkait persiapan pilkel. Seperti lemahnya pemahaman panitia dalam penerapan aturan baik itu perda maupun tatib, serta tidak adanya ketegasan zona atau sistem pemasangan alat peraga saat masa kampanye. Pesang baliho dan curi start kampanye dapat mengakibatkan situasi di desa memanas. Maka dari itu, rambu-rambu mengenai kampanye calon perbekel yang diatur secara tegas berdasarkan Perda No. 5 Tahun 2016 harus disosialisasikan dengan baik ke ma-

syarakat. DPMD pun diminta bersurat ke desa mengenai hal tersebut. ‘’Kami dari Komisi I juga sudah meminta agar DPMD sebagai panitia kabupaten memanggil atau membuat surat edaran untuk menegaskan alat peraga hanya boleh yang dipasang oleh panitia desa sesuai zona yang sudah ditentukan. Tidak boleh juga ada sosialisasi sebelum masa kampanye,’’ terang Eka. Jajaran Komisi I juga menyoroti mengenai adanya beberapa hal teknis belum diatur dalam perda maupun perbup sebagai pedoman pilkel sehingga perlu dikaji lagi. Dalam hal ini DPMD diminta lebih proaktif berkoordinasi terkait pemerintahan desa. Hal khusus yang juga menjadi perhatian terkait pilkel serentak, yakni di Desa Tajen, Kecamatan Penebel dan Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga. Desa Tajen tidak ikut pilkel serentak meski masa jabatan perbekel akan berakhir Desember 2019. Sementara di Desa Tegal Jadi, terjadi deadlock karena hanya ada satu calon

perbekel. Hal ini ke depannya diharapkan tidak terjadi lagi dan DPMD harus jeli melihat persoalan di lapangan. Terkait hal tersebut, Kepala DPMD Tabanan Roemi Listyowati menjelaskan, desa yang mengikuti pilkel serentak adalah 99 desa. Ada dua desa yang tidak bisa menggelar pilkel yakni Desa Tajen dan Tegal Jadi. Soal masa jabatan Perbekel Tajen, dia menegaskan hal tersebut tidak ada masalah, sebab Perbekel tersebut hak jabatannya sampai 23 Desember 2019. ‘’Setelah kami konsultasikan ke pusat, itu tidak masalah. Akan mengikuti pilkel serentak 2021,’’ jelas Roemi. Ia mengapresiasi langkah dewan yang melakukan koordinasi dengan pihaknya sekaligus terlibat dalam pengawasan pelaksanaan pilkel serentak. ‘’Terkait berbagai isu yang berkembang, semuanya sudah dikomunikasikan dengan tokoh desa maupun BPD sehingga tidak menimbulkan letupan di masyarakat. Untuk kelancaran pelaksanaan pilkel, kami menyiapkan tenaga IT serta sarpras yang memadai,’’ katanya. (kmb28)

Inspektorat Bali Periksa 11 OPD Tabanan

Bali Post/bit

PEMERIKSAAN - Inspektorat Provinsi Bali melakukan pemeriksaan berkaitan dengan permintaan data dan entry pada 11 OPD di Kabupaten Tabanan. Tabanan (Bali Post) Inspektorat Provinsi Bali kembali melakukan pengawasan dan pemeriksaan di Kabupaten Tabanan. Kali ini pemeriksaan berkaitan dengan permintaan data dan entry pada 11 OPD di Kabupaten Tabanan. Pemeriksaan dipimpin Inspektur Provinsi Bali I Wayan Sugiada. Pada pertemuan dengan Sekda Tabanan I Gede Susila, Kamis (3/10) kemarin, I Wayan Sugiada menjelaskan, pemeriksaan akan berlangsung selama 20 hari ke depan dan

lebih menekankan kepada pembinaan kepada para OPD Kabupaten Tabanan. Pemeriksaan dimaksudkan sebagai penilaian terhadap pengelolaan organisasi serta memberikan pembinaan terhadap objek pemeriksaan. ‘’Pemeriksaan lebih kepada pembinaan terhadap kebijakan organisasi, seperti sejauh apa yang sudah dilakukan dan apa kendala yang dihadapi sehingga terwujud tata kelola pemerintahan yang baik,’’ jelasnya. Dia berharap OPD memberikan data yang dibutuhkan agar pemeriksaan

dan pembinaan bisa berjalan sesuai rencana. Sementara itu, Sekda Tabanan I Gede Susila berharap dengan adanya pemeriksaan pembinaan ini pihaknya dapat memperoleh potret sebenarbenarnya mengenai kinerja Pemkab Tabanan, sehingga ke depan kinerja pemerintahan semakin membaik. ‘’Semoga dengan pemeriksaan ini, kami mendapat masukan serta saran yang dapat menjadi bahan masukan untuk melakukan pembenahan ke depan sehingga kinerja kami semakin baik,’’ jelasnya. Dia menambahkan, Pemkab Tabanan akan selalu berbenah untuk dapat meningkatkan program pembangunan. ‘’Setiap saat kami selalu berbenah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program dan kegiatan di Tabanan ini,’’ ungkapnya. Pemeriksaan dari Tim Inspektorat Reguler adalah pemeriksaan yang rutin digelar setiap tahunnya, kali ini terdapat 11 OPD di Tabanan yang akan menjalani pemeriksaan terkait dengan permintaan sample data dan entry. OPD tersebut yaitu Bappelitbang, BPMPPTSP, BKSDM, Bakeuda, Disdikmudora, Dinas PU, DPMD, Dinas Sosial, LPBJ, Kesra dan Umum. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Kecamatan Kerambitan setiap harinya menampung rata-rata 80 ton sampah yang diangkut oleh 50-60 kendaraan. Kapasitas penampungan sampah di TPA ini sebanyak 638 ribu meter kubik. Sementara sampah masuk per tahun diperkirakan mencapai 28.800 ton. Untuk mengelola gas metan yang timbul dari timbunan sampah, instansi terkait sejatinya telah memasang instalasi penangkap gas metan pada tahun 2018. Sayangnya mesin tersebut hanya berfungsi tiga bulan. Instalasi tersebut kini macet dan tidak berfungsi. ‘’Sudah hampir setahun macet. Hanya tiga bulan saja berfungsi dan dimanfaatkan untuk membuat air hangat untuk kopi oleh petugas TPA,’’ kata Plt. Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja I Putu Agus Sumartananda, Kamis (3/10) kemarin. Dikatakan Sumartananda, rusaknya instalasi untuk gas metan ini disebabkan tumpukan sampah yang menggunung dan memengaruhi aliran pipa yang dipasang. ‘’Lokasi pipa ada di bawah sedangkan sampahnya menggunung sudah tinggi. Ini yang membuat macet,’’ tegasnya. Fungsi instalasi penangkap gas metan sangat pent-

Bali Post/bit

TAK BERFUNGSI - Instalasi penangkap gas metan di TPA Mandung yang sudah tak berfungsi. ing. Alat ini bertujuan mengurangi risiko terjadinya kebakaran di TPA Mandung. Apalagi sampah yang paling banyak menyumbang gas metan adalah sampah baru. ‘’Dulu sejak masih berfungsi lama tidak terjadi

kebakaran. Gasnya juga bisa disalurkan sampai ke kompor yang ada di gudang bank sampah TPA, dan bisa digunakan membuat air hangat,’’ terangnya. Terkait macetnya instalasi penangkap gas metan,

dikatakannya, solusinya harus ditambah atau dilakukan penyambungan pipa baru di atas tumpukan sampah. ‘’Karena instalasi penangkap gas metan ini sangat berfungsi terhadap pengurangan gas metan,’’ jelasnya. (kmb28)

disampaikan pada Komisi II, untuk bisa meng-cover areal lebih banyak, masih diperlukan tambahan selang nosel. Saat ini selang sepanjang 200 meter yang dimiliki petugas belum mampu meng-cover area terdampak. ‘’Kalau itu solusi jangka pendeknya, tentu kami akan komunikasikan dengan eksekutif untuk penyiapan anggaran penambahan selang nosel,’’ terangnya. Untuk solusi jangka panjang penanganan sampah, dewan juga berniat melakukan studi banding ke daerah yang sudah berhasil mengelola sampah. Misalnya untuk di Bali, yang sudah bisa mengatasi persoalan sampah adalah Kabupaten Klungkung. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Ta-

banan I Made Edi Wirawan menyoroti kondisi TPA yang overload. Ia pun menyarankan jika memungkinkan ada ketegasan dari TPA untuk mengatur sampah yang masuk. Sampah yang masuk dari pihak ketiga harus sudah dipilah terlebih dahulu. Jika belum, agar ditolak. ‘’Bagaimana sampah bisa menjadi sumber pendapatan daerah, jika perlu Perbup kita buatkan. Sekarang cukup sosialisasi dulu agar pihak ketiga mengambil sampah ke rumah tangga harus sudah terpilah baru dibawa ke TPA. Ini harus terus berproses bertahap,’’ ucapnya. Sekretaris Komisi II Gede Putu Desta Kumara menambahkan, pihaknya akan segera mengundang stakeholder terkait untuk menyelesaikan persoalan

ini secara keseluruhan dan secepatnya. ‘’Karena ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah saja, tetapi bisa juga melibatkan perusahaan baik lewat CSR atau bantuan peralatan yang dibutuhkan. Perlu dikomunikasikan bersama,’’ pungkasnya. Plt. Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja I Putu Agus Sumartananda berharap dengan adanya perhatian langsung jajaran dewan, asap di TPA Mandung bisa segera ditangani. ‘’Harapan kami bisa secepatnya ditangani, terutama asap. Kasihan masyarakat terpapar selama ini. Meski petugas bekerja maksimal siang malam, namun hampir tiap hari titik api muncul dan berpindah-pindah,’’ terangnya. (kmb28)

Komisi II Pantau Penanganan Asap TPA Mandung

Tabanan (Bali Post) Kebakaran hebat melanda TPA Mandung pada 4 September lalu. Bahkan hingga Kamis (3/10) kemarin kepulan asap masih muncul. Padahal petugas TPA setempat maupun pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan sudah setiap hari berkutat menangani asap maupun titik api baru. Untuk melihat lebih dekat persoalan yang dihadapi dalam penanganan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan kebakaran tersebut, jajaran Komisi II DPRD Tabanan turun langsung ke TPA Mandung. Dipimpin Ketuanya, I Wayan Lara, jajaran Komisi II meminta dinas terkait segera mencari solusi jangka pendek untuk menangani kebakaran di TPA Mandung. Dari masukan petugas yang

Bali Post/bit

PENANGANAN - Jajaran Komisi II melihat lebih dekat persoalan yang dihadapi petugas dalam penanganan kebakaran di TPA Mandung.


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

P2M Undiksha Genjot Perkembangan Usaha Jamu Kunyit Desa Bengkala

JAMU KUNYIT – Usaha pembuatan jamu (loloh - red) kunyit banyak diproduksi di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Dalam usaha membantu peningkatan produksi, P2M Undiksha melakukan pembinaan guna meningkatkan pemasaran dan kualitas jamu yang dikenal memiliki ragam manfaat ini.

DESA Bengkala Kecamatan Kubutambahan menjadi salah satu sentra produksi jamu (loloh – red) kunyit. Usaha rumah tangga itu digeluti sejumlah warga, termasuk yang mengalami tunawicara. Usaha itu sejatinya sudah berjalan bertahun-tahun. Namun, produksinya masih dihadapkan pada masalah pelik. Seperti permodalan dan juga pemasarannya. Kondisi itu menjadi perhatian tim Program Pengabdian Masyarakat (P2M) Undiksha untuk memfasilitasi pembuat jamu itu, terutama terkait penyelesaian masalah yang dihadapi. P2M ini dipimpin Dra. Ni Wayan Arini, M.Pd. (Prodi PGSD) bersama anggotanya Dr. Dewa Bagus Sanjaya, M.Si. (PPKn), Drs. Dewa Nyoman Sudan, M.Si. (PGSD),

Ns. Putu Agus Ariana, S.Kep., M.Si. dan Ns. Putu Indah Sintya Dewi, S.Kep., M.Si. (Stikes Buleleng). Wayan Arini, Kamis (3/10) kemarin mengatakan, tim melakukan program pembinaan produksi jamu kunyit untuk kelompok perempuan sekitar 30 orang. Puluhan pembuat jamu ini mengikuti pembinaan selama dua bulan. Produksinya diarahkan agar lebih higienis. Sementara untuk pemasarannya dirancang berbasis digital. Sehingga diharapkan mampu menjangkau masyarakat luas. “Sekarang, pemasarannya masih tradisional. Ini yang disikapi dengan membuat kemasan produk agar lebih menarik,” katanya. Jamu kunyit itu punya efek yang baik terhadap kesehatan. Seperti meredakan

nyeri haid, banyak kandungan antioksidannya, menurunkan berat badan, mengendalikan gula darah dan penyakit lainnya. Dengan adanya ragam manfaat itu, produksi jamu kunyit itu diyakini prospeknya sangat baik. “Jamu kunyit Bengkala ini mempunyai ciri khas bila dibandingkan loloh kunyit produksi lainnya,” jelasnya. Usaha rumah tangga ini, kata Arini, juga telah didukung bahan baku memadai. Sesuai data, dari luas lahan pertanian yang ada, sekitar 80 persen berisikan tanaman kunyit dengan produktivitas per tahunnya pada kisaran 20 sampai 40 ton. Terobosan yang dilakukan itu diharapkan bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat. Dari sisi penghasilan bisa meningkat, sehingga kesejahteraan war-

ga juga diharapkan semakin baik. “Dengan keterampilan masyarakat yang semakin meningkat, kami berharap produksi jamu itu semakin banyak dan mampu meningkatkan perekonomian daerah bahkan nasional,” harapnya. Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari pemerintah desa. Alasannya, produksi jamu kunyit ini dapat membantu penghasilan masyarakat khususnya warga desa perempuan termasuk warga tunawicara. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya pengadaan fasilitas untuk mendukung produksi. “Program ini sangat baik. Komitmen masyarakat desa khususnya dalam pembuatan jamu kunyit ini akan menjadi salah satu modal dan kekuatan masyarakat Desa Bengkala,” tegasnya. (ad107)

Tingkatkan Persaingan Usaha di Dunia Digital Singaraja (Bali Post) – Persaingan bisnis pada era digital dewasa ini semakin ketat. Buktinya, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam upaya efektif menjalankan roda bisnisnya. Jika perkembangan IT itu tidak diikuti, maka UMKM tersebut akan kalah bersaing dalam usaha merebut keuntungan yang lebih besar. Untuk membantu penguatan manajemen UMKM pada era digital ini, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Koperasi-UKM) Buleleng melakukan sosialisasi dan pendampingan melibatkan pelaku UMKM di Buleleng, Rabu (2/10) lalu. Sosialisasi sekaligus pembinaan ini menghadirkan narasumber Kasubdit Koperasi, UKM dan Penanaman Modal Ditjen Bina Pembangunan Daerah

Kementerian Dalam Negeri, Ala Baster. Kepala Dinas KoperasiUKM Dewa Made Sudiarta mengatakan, sosialisasi ini memberikan informasi, memfasilitasi dan pendampingan pelaku UMKM tentang realitas kondisi usaha kecil dalam rangka pemberdayaan peningkatan usaha. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan pemberdayaan UMKM yang sistematis, terstruktur dan mentransformasi bisnis usaha mikro kecil melalui digitalisasi menuju UMKM go digital dan go export. “Kita fasilitasi bagaimana pelaku UMKM ini bisa melek teknologi, sehingga dengan pemanfaatan era digital itu menjadi modal untuk memenangkan persaingan,” katanya. Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng Gede

Suyasa mengatakan, sejauh ini, pemerintah daerah memfasilitasi pelaku UMKM untuk bisa mengakses KUR, modal usaha kecil dengan bunga yang sangat lunak diharapkan itu dapat membantu usaha mikro kecil dapat bersaing di pasar global. Melalui sosialisasi dan pendampingan ini, pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk untuk bersaing di dunia global, dapat meningkatkan kualitas kelembagaan, kemampuan manajemen, kemampuan finance (pembiayaan -red), dan kemampuan aksesibilitas yang merupakan infrastruktur digitalisasi. Sehingga produk yang dihasilkan itu dapat dipasarkan dengan model market place atau e-commerce. “Ecommerce dewasa ini sejatinya sangat penting dalam usaha memajukan usaha kecil, agar mampu bersaing di pasar global,” katanya. (kmb38)

Bali Post/ist

TERBAKAR – Rumah nenek Luh Sara dari Desa Patas Kecamatan Gerokgak terbakar. Akibat kejadian ini, uang tunai, emas, dan sertifikat milik korban juga ikut terbakar.

Bali Post/kmb38

ERA DIGITAL – Pelaku UMKM di Buleleng mengikuti sosialisasi dan pendampingan pengembangan bisnis pada era digital.

Tabrak Pohon, Atlet Rugby Tewas

Singaraja (Bali Post) Atlet rugby yang sempat merebut medali emas di laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali lalu, Gusti Putu Hendra Wahyudi, tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Kamis (3/10) pagi kemarin. Korban yang saat ini tercatat sebagai siswa di SMA Lab Undiksha Singaraja itu menabrak pohon perindang hingga mengalami luka serius dan kemudian tewas. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, kecelakaan terjadi di Jalan Mayor Metra, sekitar pukul 06.30 Wita. Kejadiannya berawal saat korban Hendra Wahyudi melaju dari arah Sukasada menuju Kota Singaraja. Korban asal Desa Sanggalangit Kecamatan Ger-

okgak itu, saat itu mengendarai sepeda motor DK 4694 UAT. Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga hendak mendahului sepeda motor di depannya dari lajur kiri. Diperkirakan korban tidak bisa mengendalikan kendaraannya sehingga menabrak pohon perindang. Petugas Dinas Perhubungan yang tengah mengatur lalu lintas di Catus Pata Buleleng langsung mengevakuasi korban ke RSUD Buleleng. Korban dapat perawatan beberapa lama di RSUD Buleleng. Namun, nyawa korban tak berhasil diselamatkan akibat cedera kepala berat. Kasat Lantas AKP Citra Fatwa Rahmadani seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno

mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. “Ada dugaan korban out of control. Tapi kami akan pastikan lagi. Kami akan investigasi kendaraan korban,” katanya. Pengurus Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Buleleng mengaku sangat terkejut dengan peristiwa kecelakaan itu. Apalagi korban memperkuat tim rugby Buleleng di Porprov Bali 2019 lalu, hingga mengantarkan meraih medali emas. Ketua Umum PRUI Wayan Artanayasa mengatakan, korban sering memperkuat tim inti. Saat Sirkuit Rugby 2019 di Gianyar, ia juga masuk tim inti, tetapi saat itu harus puas meraih posisi runner-up. (kmb38)

Rumah Nenek Luh Sara Terbakar

Uang Rp 37 Juta, Emas, dan Sertifikat Tanah Hangus Singaraja (Bali Post) – Nasib sial dialami seorang lanjut usia (lansia) Nenek Luh Sara (70), yang merupakan warga Banjar Dinas Yeh Pane, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Pasalnya, rumah permanen yang sudah lama ditempati korban ditemukan terbakar. Peristiwa ini terjadi Rabu (2/10) malam lalu, ketika korban menjenguk cucunya yang baru saja pulang dari rumah sakit. Beruntung, rumah berukuran 9 x 6 meter itu dalam kondisi kosong, sehingga tidak terjadi korban jiwa. Namun, akibat kebakaran itu, Nenek Luh Sara menelan kerugian cukup besar. Ini karena uang miliknya Rp 37 juta, emas seharga Rp 27 juta, dan dua sertifikat tanah milik korban hangus. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, korban sehari-hari tinggal berdekatan dengan rumah anaknya. Saat itu, korban keluar rumah menjenguk cucunya yang baru saja pulang dari rumah sakit. Tidak berselang lama, lampu di salah satu ruang kamar

rumahnya itu tiba-tiba padam. Mengetahui lampu itu padam tiba-tiba, cucu korban Putu Darmayasa (35) dan rekannya Gede Kresna (60) kemudian balik ke rumahnya, tujuannya untuk menyalakan lampu yang padam tersebut. Sampai di rumah, kedua saksi ini melihat ada percikan api di ruang kamar. Saat didekati, percikan api itu berasal dari atas plafon. Percikan api itu kemudian terjatuh mengenai kasur di ruang rumah tersebut. Tidak berselang lama, percikan api itu cepat membesar, hingga memicu kebakaran. Situasi itu membuat kedua saksi panik dan berteriak minta tolong. Warga

yang ramai datang ke lokasi kejadian berusaha membantu untuk memadamkan api itu. Namun sayang, gagal, sebab api sangat cepat membesar, hingga bangunan dan barangbarang perlengkapan rumah tangga milik nenek itu hanya meninggalkan puing-puing kebakaran. Tidak berselang lama, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng tiba di lokasi kejadian. Saat tiba di lokasi kejadian, api sudah membesar, sehingga petugas berusaha melokalisasi api agar tidak merembet ke rumah kerabat korban. Pemadaman juga dibantu mobil

pemadam milik PLTGU Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Kepala Sub-bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno membenarkan peristiwa tersebut. Sumarjaya mengatakan, kasus ini masih diselidiki Unit Reskrim Polsek Gerokgak. Barang bukti dan keterangan saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut sudah dikumpulkan. Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran itu diduga dipicu percikan api dari kabel listrik di kamar korban itu. Percikan api itu jatuh di atas kasur, sehingga api dengan cepat membesar. “Benar, ada peristiwa kebakaran dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan Unit Reskrim Polsek Gerokgak, untuk mengetahui apa penyebab kebakaran yang melanda rumah nenek Luh Sara itu,” tegasnya. (kmb38)

Jaga Vegetasi Tanaman dan Kelestarian Hutan

Pemkab Gulirkan Rehabilitasi dan Pembatasan Plastik Pemerintah pusat kembali memberikan penghargaan kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Kali ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI) menghadiahi Bupati dengan penghargaan Pembinaan Program Kampung Iklim (Proklim) 2019. Bupati Buleleng adalah salah satu dari 44 bupati dan wali kota dan 6 gubernur yang menerima penghargaan bergengsi ini. Lalu, dengan payung hukum apakah pemkab menjaga vegetasi tanaman dan kelestarian hutan di Buleleng itu? PENGHARGAAN itu sebagai apresiasi kepada kepala daerah yang menetapkan kebijakan dan menggulirkan pembinaan dan pendampingan mendukung pelaksa-

naan Proklim di daerahnya sendiri. Salah satu kebijakan yang dijalankan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana adalah terbitnya Keputusan Bupati No. 660/137/HK/2019

tentang Tim Sosialisasi Pembinaan Program Kampung Iklim Buleleng 2019. Keputusan Bupati itu kemudian mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam melaksanakan mitigasi perubahan iklim. Akibatnya, dipercaya dapat menurunkan gas rumah kaca secara nasional. Selain itu, mulai 2012, pemerintah daerah mengusulkan 17 lokasi Proklim. Tiga lokasi mendapatkan penghargaan trofi Proklim Utama yaitu Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan tahun 2016, dan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak menerima trofi yang sama pada tahun 2018 lalu. Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka, M.P. mewakili Bupati beberapa waktu lalu mengatakan, iklim itu memang menjadi pemicu

kejadian yang tidak bisa diprediksi. Dia mencontohkan, banjir, kekeringan, dan bencana alam lainnya tidak terlepas dari iklim itu sendiri. Mencegah dampak bencana itu, kebijakan pemerintah daerah dalam bidang proklim itu merupakan kebijakan strategis karena itu sangat diperlukan. “Kita perlu meningkatkan komitmen bersama dan menyamakan persepsi bahwa penanganan tentang iklim ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Masyarakat, kata Dewa Puspaka, diajak melakukan kegiatan yang mendukung iklim lebih baik dan juga mendapatkan lingkungan yang bersih. Dengan iklim yang baik dan lingkungan yang lebih bersih itu maka akan memberikan manfaat kepada masyarakat. “Dengan

lingkungan yang bersih dan iklimnya terjaga dengan baik, maka bencana alam akan bisa dihindari,” jelasnya. Di sisi lain, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buleleng itu menambahkan, kawasan hutan di Buleleng tergolong ideal. Ini dibuktikan dengan persentase luas kawasan hutan di daerah ini mencapai 36 persen. Persentase itu termasuk sudah di atas standar sebagaimana ditetapkan yakni 30 persen. Untuk menjaga vegetasi tanaman dan menjaga kelestarian kawasan hutan itu, pemerintah daerah menggulirkan kebijakan rehabilitasi hutan dan pembatasan penggunan sampah plastik. ‘’Kita juga melakukan penanaman pohon di kawasan-kawasan hutan tertentu,” ujar Sekda Buleleng. (mud)

Bali Post/mud

PROKLIM – Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka, M.P. mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menerima penghargaan Proklim dari KLHK-RI.


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

Ngamuk, ODGJ Diamankan Satpol PP Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar kembali mengamankan Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ), Wayan Sukarma, Kamis (3/10) kemarin. ODGJ berusia 33 tahun itu diamankan petugas di rumahnya di Desa Blahbatuh. Ia diamankan petugas lantaran kerap mengamuk, sehingga meresahkan warga desa setempat. Petugas Satpol PP Gianyar I Wayan Nasta menjelaskan, penangkapan Sukarma tersebut berawal dari laporan pihak keluarga yang resah karena Sukarma setiap malam membuat keributan. “Anaknya ini kerap mengamuk dan menganggu tiga kepala keluarga di rumah itu,” jelas pria yang dikenal sebagai “pawang” ODGJ ini. Saat dicari petugas ke rumahnya, kata Nasta Sukarma sedang berada di dapur. Kala itu ODGJ ini mengaku sedang makan, namun saat itu dia membawa pisau. “Ketika saya masuk ke dapur, ia emosi. Saat itu saya hanya bilang, beh... jangan ngamuk. Sabar ya,” katanya. Tidak berselang lama, Sukarma akhirnya menurut dengan Nasta dan akhirnya dibawa ke RSJ Bangli. Sukarma memang memiliki riwayat gangguan jiwa sama seperti ayahnya. Namun saat ini kondisi ayahnya yang sempat mengalami gangguan jiwa sudah membaik. Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha mengatakan, sebulan terakhir pihaknya telah mengamankan empat ODGJ. Rinciannya, tiga ODGJ merupakan masyarakat lokal Gianyar dan satu ODGJ lagi merupakan warga negara asing. “Untuk minggu pertama Oktober ini kami baru mengamankan satu ODGJ, yaitu orang lokal,” ujarnya. (kmb35)

Pipa PDAM Bocor

Ribuan Pelanggan Paceklik Air Gianyar (Bali Post) -

Bocornya pipa distribusi air dari SPAM Petanu di wilayah By-Pass I.B. Mantra akibat oknum yang membakar sampah sembarangan, ternyata berbuntut panjang. Akibat kebocoran pipa tersebut, ribuan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar hingga Kamis (3/10) kemarin mengalami paceklik air bersih karena distribusinya terganggu. Sementara itu, PDAM Gianyar mengalami kerugian puluhan juga rupiah akibat kondisi tersebut.

Pemilihan Ketua OSIS ”Beraroma” Pemilu

Gianyar (Bali Post) Pendidikan tentang proses pemilu memang sebaiknya ditanamkan sejak dini. Terutama untuk mengedukasi pemilih pemula yang masih duduk di bangku SMA/SMK. Seperti yang dilakukan saat pemilihan Ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMAN 1 Blahbatuh, Kamis (3/10) kemarin. Kepala SMAN 1 Blahbatuh I Ketut Sulatra menjelaskan, sekolah yang dikenal dengan julukan Blasman ini memang melakukan pemilihan Ketua OSIS dengan sistem pemilihan umum (pemilu) yang diikuti seluruh peserta didik. Pemilihan “beraroma” pemilu ini dilaksanakan untuk memberikan pendidikan demokrasi sedari dini, dan mengenalkan tahapan pemilu ke peserta didik. Dalam proses pemilihan tersebut, kata Sulatra sekolah menyiapkan bilik suara, kotak suara, tinta, dan alat pencoblosan. Sebelum mencoblos, ratusan peserta didik harus mengantre untuk mendapatkan surat suara yang berisi foto kandidat. Mereka pun menuju bilik suara untuk melakukan pencoblosan. Setelah mencoblos, surat suara dilipat kembali dan dimasukkan ke dalam kotak suara. “Sebelum meninggalkan lokasi pemungutan suara, mereka juga harus mencelupkan tangan ke dalam tinta, agar tidak ada yang memilih lebih dari satu kali,” imbuhnya. Ketua OSIS Masa Bakti 2018/2019 Kadek Agus Yuda Parmana menerangkan, pemilihan Ketua OSIS ini diawali dengan proses penjaringan, seleksi, wawancara, hingga pelaksanaan kampanye dari para kandidat dengan pemaparan visi dan misi. “Panitia juga memberikan sosialisasi tata cara pencoblosan,” ungkapnya. Menurut Agus Yuda Parmana, ada tiga pasang calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang bersaing merebut hati peserta didik selaku pemegang hak Suara. Paslon 01 atas nama Komang Arjun Mas Prema Mandira dan Gusti Ayu Alfa Artamelia, paslon nomor urut 02 Ni Kadek Diah Arisma dan I Gusti Ayu Ari Saraswati dan pasangan calon 03 Luh Septi Periani dan I Putu Wahyu Mahaputra. Ketiga pasangan calon tersebut telah melewati berbagai tahapan dan mengadu visi misi mereka di hadapan panelis dengan disaksikan oleh seluruh siswa, Selasa (1/10). “Melalui proses ini, kita berharap akan lahir pemimpin-pemimpin yang jujur, tangguh dan berintegritas,” ujarnya. Hasil penghitungan suara yang dilakukan pantitia menunjukkan pasangan nomor urut 01 Arjun dan Alfa memperoleh suara 210 suara, psangan nomor urut 02 Diah dan Ari Saraswati 408 suara dan pasangan nomor urut 03 Septi dan Wahyu memperoleh suara 398 suara. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PEMILIHAN - Seorang siswa menggunakan hak pilih dalam pemilihan Ketua OSIS di SMAN 1 Blahbatuh, Kamis (3/10) kemarin.

Bali Post/ist

ANTRE - Sejumlah warga antre untuk mendapatkan air bersih dari mobil tangki yang dikerahkan oleh PDAM Gianyar, Kamis (3/10) kemarin.

MEMASUKI hari kedua kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Life Skill bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba pada Wilayah Pedesaan/Perkotaan” yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar di Pad Buffet & Ala’carte Saba, Blahbatuh, mengundang narasumber Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary, S.E., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disperindag Kabupaten Gianyar menyampaikan berbagai materi penting yang nantinya bisa diaplikasikan dalam program pemasaran produk. Berbagai strategi diberikan kepada para peserta dan hal-hal yang perlu dilaksanakan, di antaranya strategi marketing, promosi, maupun masalah permodalan. Setelah selesai mengikuti Bimtek, Eka Suary mengharapkan para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang

mereka peroleh dengan baik. Eka Suary juga juga menyampaikan agar para peserta bisa memanfaatkan media online sebagai sarana pemasaran yang sedang gencar-gencarnya dewasa ini. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti Bimtek tersebut karena memperoleh berbagai pengetahuan baru, dengan harapan nantinya bisa diterapkan sebagai kegiatan positif guna menjauhkan diri dari pengaruh narkoba. (bns2) BIMTEK - Kepala Disperindag Kabupaten Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary, S.E., M.Si. saat menjadi narasumber pada hari kedua kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba pada Wilayah Pedesaan/Perkotaan yang digelar BNNK Gianyar.

Pertanggungjawaban BUMDes Sidan Dipertanyakan nya. Penjabat (Pj) Perbekel Desa Sidan I Made Suparna mengaku tidak tahu menahu terkait pertanggungjawaban pupuk tersebut. Namun ia membeberkan jika sebelumnya pupuk tersebut ditaruh oleh BUMDes Sidan. Namun hingga kini pupuk tersebut tidak tersalurkan, sampai akhirnya rusak di areal pasar. “Pupuk itu milik BUMDes. Saya tidak tahu itu asalnya dari mana. Ketua BUMDes

berharap desain pipa pelintasan disesuaikan dengan ketentuan yakni menggunakan pipa besi,” katanya. Sebagai antisipasi munculnya kasus serupa, kata Sastra Kencana PDAM Gianyar tahun depan akan mengusulkan pemisahan jaringan dari pipa Petanu zona Sukawati via perempatan jalan Pantai Purnama. “Kami usulkan pemisahan yang didanai oleh APBN dengan pagu Rp 10 miliar. Proyek ini juga untuk menunjang program stategis Pasar Seni Sukawati dan debit yang akan di-supply untuk pasar dan sekitarnya sekitar 30 liter untuk pelayanan zona Sukawati,” ujarnya. Sastra Kencana juga memohon kepada Bupati Gianyar untuk memanfaatkan lahan di sekitar Lapangan Sutasoma, yang digunakan untuk pembuatan reservoar atau penampungan 500 kubik air. “Dengan memanfaatkan lahan ini, September tahun depan diharapkan sudah bisa dimanfaatkan sehingga pelayanan untuk zona Sukawati, Guwang, Celuk, Candra Asri, Manikan dan sekitarnya jadi lebih baik,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga di wilayah Kecamatan Blahbatuh dan Sukawati mengeluhkan pelayanan PDAM Gianyar. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir, distribusi air bersih terganggu alias kecrat-kecrit. Sementara PDAM Gianyar yang menelusuri keluhan itu mendapati gangguan dari pipa HDPE yang bocor akibat pembakaran sampah di sekitar pipa tersebut. (kmb35)

BNNK Gianyar Gelar Bimtek ”Life Skill” bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba

Pupuk Terbuang Sia-sia

Gianyar (Bali Post) Puluhan karung berisi pupuk tercecer pada salah satu los Pasar Sidan, Desa Sidan, Kecamatan Giannyar, Kamis (3/10) kemarin. Diduga karena terlalu lama didiamkan, tumpukan pupuk tersebut rusak dan kondisi karungnya juga robek. Diketahui, pupuk tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidan, namun hingga kini banyak yang mempertanyakan pertanggungjawaban-

Dirut PDAM Gianyar Made Sastra Kencana mengakui hingga Kamis kemarin distribusi air bersih untuk ribuan pelanggan masih mengalami gangguan. Kondisi ini terjadi karena jaringan pipa distribusi dari SPAM Petanu off cukup lama. Padahal proses perbaikan pada pipa yang terbakar sudah rampung Rabu (2/10). “Karena off sampai lima hari, maka kita masih perlu waktu untuk normalisasi kembali dan mengatur semua valve yang sudah diubah,” katanya. Menyikapi kondisi ini, kata Sastra Kencana pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk pelayanan. Seperti mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada pelanggan, serta mengambil air dari zona lain secara bergilir. “Sampai saat ini (Kamis kemarin-red) sedang mengatur kembali. Semoga bisa segera selesai, karena pelayanan waktu SPM Petanu off sebagian dibantu dengan mengerahkan mobil tangki dan mengambil air dari zona lain untuk digilir sehingga zona yang diambil airnya ikut terganggu,” katanya. Menurut Sastra Kencana, jumlah pelanggan yang mengalami gangguan distribusi air bersih sebanyak 2.947 pelanggan. “Pendapatan yang hilang selama lima hari Rp 70 juta lebih dan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 3 juta,” ujarnya. Sastra Kencana mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di dekat pipa distribusi air bersih milik pemerintah. “Kami juga

tidak pernah menyampaikan apa-apa kepada saya,” ujarnya. Suparna menegaskan, begitu bertugas di Desa Sidan sudah mendapati ratusan karung pupuk itu terbengkalai di areal pasar. Menurut informasi yang diterimanya dari masyarakat, manajemen pasar memang kurang sehat. “Saya menjadi Pj. Perbekel dari September 2018. Di sini memang pasar pengelolaannya oleh BUMDes,” katanya.

Bali Post/kmb35

PUPUK - Ratusan karung berisi pupuk yang berceceran di Pasar Sidan, Kamis (3/10) kemarin.

Suparna yang dijadwalkan menjabat sebagai Pj. Perbekel Sidan hingga Maret 2020 ini mengaku tidak menelusuri lagi pertanggungjawaban pupuk tersebut. “Saya hanya mengikuti alur saja sebagai aparat desa yang kewenangannya sebatas Pj. Perekel Sidan sampai Maret 2020,” kilahnya. Terkait ratusan karung pupuk yang sudah rusak itu, Suparna mengaku tidak bisa berbuat banyak. karena pupuk tersebut sebelumnya dikelola Bumdes Desa Sidan. Ditambahkan, kondisi pupuk yang demikian sudah ada sebelum ia menjadi Pj. di desa tersebut. “Saya juga tidak tahu untuk apa, dan

digunakan apa pupuknya,” katanya. Suparna mengaku sempat merapatkan pengurus BUMDes dan pengelola pasar. Dijelaskannya, laporan dari tahun-tahun sebelumnya tidak ada, mulai dari modal awal, penggunaan dana, hingga pengeluarannya. Karena laporan tidak pernah dibuat, sehingga keadaan pasar desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bangli itu menjadi oleng. Melihat kondisi tersebut, Suparna mengaku sudah menyampaikan ke Pemkab Gianyar agar dilakukan audit. Selanjutnya, ia selaku Pj. di desa tersebut hanya bisa menunggu hasil audit. (kmb35)


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

Pasar Negara Sudah Lapuk Pedagang Menolak Pindah Negara (Bali Post) Revitalisasi pasar di Jembrana sudah menyasar hampir seluruh pasar tradisional. Hanya menyisakan satu pasar yang belum dilakukan yakni Pasar Umum Negara. Pasar tradisional terbesar di Jembrana ini hingga saat ini masih memanfaatkan bangunan lama yang sebagian besar sudah lapuk. Bahkan di beberapa bagian sudah roboh. Revitalisasi pasar ini sejatinya sudah direncanakan beberapa tahun lalu. Tetapi selalu gagal dengan berbagai pertimbangan. Padahal anggaran sudah terpasang hingga miliaran rupiah. Selain itu juga sudah disiapkan Peken Ijogading bilamana terjadi pemindahan sementara saat pengerjaan berlangsung. Salah satu penyebab gagalnya pelaksanaannya adalah penolakan dari para pedagang pasar dengan berbagai alasan. Sehingga pelaksanaan ditunda hingga saat ini. Beberapa bagian bangunan yang usang nampak dari luar Pasar. Seperti yang terlihat Kamis (3/10) kemarin di sisi barat pasar. Di bagian atap dan lantai atas terlihat

ada yang sudah jebol. Hal tersebut juga terjadi pada deretan bangunan tersebut. Termasuk di sisi selatan pasar yang bersebelahan dengan Terminal Umum Negara. Berdasarkan data yang dihimpun, dari 10 pasar tradisional dari Melaya hingga Pekutatan, Pasar Umum Negara satu-satunya pasar tradisional yang belum direvitalisasi. Pernah sekali dilakukan perbaikan, yakni pada kios pedagang daging dan ikan. Kios ini diperbaiki agar lebih higienis dan menjadi satu bagian. Sisanya masih bangunan lama. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata mengatakan, dari

SOSOK

semua pasar tradisional yang ada di Jembrana sebagian besar sudah direvitalisasi. Kendatipun tidak seluruhnya. Diakuinya, hanya satu pasar yakni Pasar Umum Negara yang belum tersentuh. Kondisi pertokoan di depan pasar juga tak bisa ditampik cukup parah. Banyak kerusakan di bagian atas atau lantai dua. Untuk perbaikan itu menurutnya diharapkan swadaya dari pemilik toko. Lalu untuk Pasar Negara kapan dilakukan perbaikan seperti pasarpasar lainnya? Menurut mantan Camat Negara ini belum ada kepastian. Termasuk tahun 2020 nanti. Menurutnya belum memungkinkan dilakukan perbaikan di Pasar Umum Negara. Untuk perbaikan pasar umum negara dari kajian tidak bisa dilakukan pengembangan lagi. Sejatinya akan diperluas lagi agar jual beli lebih nyaman. Namun faktanya, pedagang tidak bisa dipindah lagi. Pemda masih melakukan upaya pendekatan. (kmb26)

Bali Post/olo

LAPUK - Bagian atap atau lantai dua pertokoan di depan Pasar Umum Negara yang sudah lapuk.

Mengaku ”Debt Collector’’, Tarik Motor untuk Dijual

Urusan Pribadi Meskipun secara umum pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) serentak berlangsung lancar tanpa gugatan, namun di beberapa desa masih timbul ketidakpuasan. Seperti yang terjadi di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan masih ada perselisihan. Terkait hal tersebut, Asisten I Setda Jembrana I Nengah Ledang yang juga Ketua Panitia Kabupaten Pilkel mengharapkan kisruh tersebut dihentikan. Pihak yang berselisih diharapkan menyelesaikan secara musyawarah dan kembali berangkulan. Nengah Ledang menyayangkan munculnya kekisruhan, padahal sejatinya proses pilkel sudah berjalan dengan baik. Semua pihak sudah menerima hasil pilkel. Ledang mengimbau kepada masing-masing calon yang sebelumnya berkompetisi agar berkonsolidasi usai pilkel. Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa ini menilai pelaksanaan pilkel di Desa Pulukan telah berjalan dengan baik, akan tetapi bila ada riak-riak terkait janji-janji itu merupakan urusan pribadi. “Kita harapkan agar situasi aman dan kondusif pascapilkel dan masalah tidak berlarut-larut. Kedua belah pihak duduk bareng dan bermusyawarah secara kekeluargaan,” terang pejabat yang pernah menjabat Camat Mendoyo ini. Seharusnya setelah pelaksanaan pilkel, perbekel terpilih harus sudah merangkul seluruh masyarakat, termasuk rivalnya yang kalah. Sehingga bisa saling mendukung bersama-sama berbuat untuk kemajuan desa. Selanjutnya sesuai tahapan, calon perbekel terpilih hasil pemilihan perbekel (pilkel) serentak akan dilantik pada 6 Desember mendatang. Pada pilkel serentak di Jembrana, telah menghasilkan 35 perbekel terpilih masa bakti 2019 – 2025. Dari 35 calon perbekel terpilih, 21 calon perbekel dari petahana dan 14 calon pendatang baru. (olo)

Bali Post/olo

SEPEDA MOTOR - Sepeda motor Honda NSR yang diamankan polisi. Modus pelaku dengan mengaku debt collector menarik motor yang kredit macet.

Negara (Bali Post) – Modus baru pencurian sepeda motor diungkap jajaran Polres Jembrana. Targetnya, kendaraan bermotor kreditan yang sudah lama jatuh tempo. Modusnya, tersangka menarik motor dengan mengaku sebagai debt collector. Aksi warga Banyuwangi yang tinggal di Negara ini akhirnya terbongkar, setelah pihak korban yang ditarik sepedanya melapor ke polisi. Dari informasi yang dihimpun, tersangka HD (32) menarik sepeda motor Honda NSR korban, Solahudin yang kreditnya macet. Dengan berbekal fotokopi surat bukti penarikan sepeda motor, pelaku mendatangi korban dan mengaku sebagai debt collector. Tetapi pelaku tanpa membawa surat tugas dari Finance, tempat korban kredit motor pada Rabu (2/10) lalu. Sepeda motor berwarna merah orange putih itupun langsung dibawa tersangka dengan alasan ditarik. Faktanya, sepeda motor itu justru ditaruh di salah satu rumah dan plat nomornya dilepas. Tidak dilimpahkan ke Finance. Korban yang curiga, lantas menanyakan ini ke pihak Finance atau dealer tempat membeli sepeda motor itu. Ternyata, sepeda motor tidak ada di dealer itu dan tersangka yang dimaksud tidak pernah mendapat kuasa untuk menjadi debt collector dari pihak Finance. Mendapati hal itu, korban melaporkan kejadian ini ke Polres Jembrana. Dalam waktu singkat polisi mengamankan pelaku berikut sepeda motor yang diambil tersebut. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Pramagita dikonfirmasi, Kamis (3/10) kemarin membenarkan tengah menangani kasus tersebut. Pelaku berikut sepeda motor juga sudah diamankan. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (kmb26)

Pascadikeluhan Warga Masuk Taman Siwa Tak Lagi Bayar

Negara (Bali Post) Keluhan adanya pungutan untuk masuk ke areal Taman Siwa Mahadewa di Gilimanuk Kecamatan Melaya langsung disikapi Pemkab Jembrana. Pintu yang sebelumnya tertutup, kini dibuka oleh pihak pengelola wisata air. Selain itu, belum ada kerja sama dengan investor dalam pemanfaatan kawasan tersebut. Kabag Perlengkapan Setda Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra, Kamis (3/10) kemarin mengatakan, pintu masuk ke areal Taman Siwa sudah kembali dibuka bagi masyarakat. Sedangkan bagi warga yang hendak menikmati wahana air baru dipersilakan membayar ke loket. Terkait teknis kerja sama pemanfaatan areal Patung Siwa Mahadewa itu memang belum ada dan masih dipersiapkan Pemkab Jembrana. Saat ini masih menunggu kajian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singaraja. Sebelumnya Pemkab juga menggunakan appraisal dari Surabaya dan sudah diterima hasilnya. “Tinggal menunggu

dari KPKNL, kita perbandingkan nanti,” ujarnya. Untuk hasil kajian dari appresial untuk sewa jatuh angka Rp 354 juta per tahun. Nilai termasuk areal Taman Siwa. Sebenarnya bisa diterapkan mengacu Perda 14 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum. Namun pertimbangan berdasar Perda, nilainya terlalu kecil. Yakni senilai Rp 150 juta per tahun. Karena itu, pihaknya mencari kajian penghitungan dari independen dan KPKNL. Menurutnya, bukan tidak mungkin dalam KSP nanti areal Taman Siwa Mahadewa itu tidak masuk aset yang dimanfaatkan. Saat ini pihak pengelola masih diberikan masa uji coba. “Untuk KSP kita upayakan bisa selesai Oktober ini,” terang Anom. Terkait permasalahan ini, Pemkab Jembrana Kamis (3/10) kemarin juga mengadakan rapat. Diputuskan, pengelola agar tidak melakukan pungutan kepada warga yang hanya datang di areal Taman Siwa. (kmb26)

TAMAN - Patung di areal Taman Siwa.

Bali Post/olo

Belasan Pengacara Datangi Kejari Jembrana Negara (Bali Post) Belasan pengacara yang tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia (KAI) Bali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Kamis (3/10) kemarin. Mereka datang sebagai bentuk solidaritas pada rekan seprofesi (pengacara) di Jembrana yang sedang menjalani proses hukum pidana. BS, pengacara yang terjerat kasus, saat ini ditahan di Rutan Kelas IIB Negara setelah berkasnya dilimpahkan (tahap II) ke Kejari Jembrana. Belasan pengacara dari Denpasar dan Jembrana ini diterima oleh Kasi Pidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan. Sekjen DPD KAI Bali Agus Samijaya mengatakan, kedatangan mereka ini sebagai bentuk solidaritas bagi rekan seprofesi yang mengalami permasalahan. “Kita tidak bicara pokok materi (perkara), namun setiap anggota (kami) yang punya masalah kita dampingi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” terang Samijaya. Terkait dengan pertemuan ini, para advokat DPD KAI – Belasan pengacara yang tergabung dalam DPD KAI Bali mendatangi Kantor Kejari Jembrana guna memohonkan hak tersangka yang merupakan anggota KAI.

ini ingin mengajukan permohonan apa yang menjadi hak tersangka. Yakni permohonan pengalihan jenis tahanan. Dari sebelumnya ditahan menjadi tahanan kota dengan sejumlah alasan-alasan objektif dan subjektif. Sepanjang tersangka tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri dan siap dihadirkan kapan pun, agar bisa ditangguhkan atau dialihkan. Berkaitan dengan putusan nanti, saat ini mereka tetap memegang praduga tak bersalah. Ketika nantinya ada putusan tetap, organisasi akan melihat persoalan ini. Ada unsur pelanggaran atau tidak. “Kami tidak menutup diri, dan tetap menerapkan disiplin organisasi,” ujarnya. Terkait permohonan tersebut, Kasi Pidum menyampaikan bahwa berkas dengan tersangka BS itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Negara, Rabu (2/10) lalu. Tepatnya dua hari pascatahap II dari Polres Jembrana. Jadwal sidang juga sudah ditetapkan akan digelar pekan depan. Terkait hal tersebut, KAI Bali mengapresiasi respons cepat tersebut dan akan berkoordinasi lebih lanjut untuk upaya selanjutnya. BS yang juga salah satu pengacara di Jembrana, terjerat kasus dugaan penipuan. Kasus ini ditangani Polres Jembrana dan pada Senin (30/10) lalu dilimpahkan ke Kejari Jembrana. Tersangka oleh jaksa ditahan. (kmb26)


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

’’Karya Mamungkah lan Ngenteg Linggih’’ di Pura Suci Wanagiri Dalem Tarukan Amlapura (Bali Post) – Bertepatan dengan Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (2/10), berlangsung puncak Karya Agung Mamungkah, Tawur Balik Sumpah, Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Pura Suci Wanagiri Dalem Tarukan di Banjar Dinas Eka Adnyana, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Pelaksanaan prosesi ritual tersebut berlangsung khusyuk di-puput enam sulinggih. Selaku Pengrajeg Karya Ida Pedanda Gede Sogata dari Geria Tianyar. Pura ini merupakan stana Ida Batara Ni Gusti Ayu Wanagiri, putri dari Ida Dalem Tarukan serta merupakan cucu dari raja pertama di Bali setelah ekspedisi Majapahit yaitu Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan yang dikenal dengan sebutan Dalem Wawu Rawuh. Hadir pada puncak karya, Gubernur Bali yang diwakili Kepala Biro Organisasi I Wayan Serinah, S.Sos., M.Si., Bupati Karangasem yang

diwakili Bagian Kesra, Kasubag Agama Ida Bagus Putu Surya Dirgantara, anggota DPRD Bali I Nyoman Oka Antara, S.H., M.AP., Bendesa Adat Tianyar dan Perbekel Tianyar. Puncak karya itu juga diisi dengan peresmian prasasti Pura yang ditandai dengan pengguntingan kain pembungkus prasasti serta pemukulan kempul sebanyak tujuh kali oleh Kepala Biro Organisasi I Wayan Serinah, S.Sos., M.Si. didampingi undangan lainnya dan segenap panitia. Ketua III Bidang Informasi I Gede Yoga Artisma didampingi Panitia Karya lainnya I Putu Mardana mengatakan, upacara ini dilangsungkan setelah 46 tahun Pura Suci Wanagiri Dalem Tarukan di-pendak tuntun dari Pura Bukit Mangun. Upacara ini digelar bertujuan mewujudkan rasa bakti kepada Ida Batara Kawitan (Ida Batara Ni Gusti Wanagiri), karena Beliau sudah di-pendak tuntun sejak lama. ‘’Karena itu

sudah menjadi kewajiban bagi pretisentana Para Gotra Sentana Dalem Tarukan untuk melaksanakan karya agung ini secara tulus ikhlas dilandasi sradha dan bakti kepada Batara Kawitan. Dengan harapan, seluruh pretisentana Ida senantiasa ingat dengan perjalanan suci Ida Dalem Tarukan beserta putra-putri Beliau dalam ngastiti dharma dan seluruh pretisentana Beliau diberikan tuntunan untuk senantiasa hidup rukun, damai dan sejahtera serta mampu menjalankan kewajiban berlandaskan kebenaran, pada liang astiti dharma,’’ ujarnya. Dikatakannya, pada puncak karya, dilangsungkan upacara pangenteg linggih, paselang, pedanan dan pujawali. Kemudian dilanjutkan upacara bhakti panganyar mulai Kamis (3/10). Karya akan kasineb Sabtu tanggal 5 Oktober 2019, diakhiri prosesi maajar-ajar Minggu tanggal 6 Oktober 2019. (kmb/lun)

Kertiana Ambil Formulir Pertama

Amlapura (Bali Post) Partai NasDem membuka pendaftaran bakal calon Wakil Bupati Karangasem mendampingi I Gusti Ayu Mas Sumatri

pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Made Agus Kertiana menjadi calon pertama yang mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal

Bali Post/kmb41

PERTAMA - I Made Agus Kertiana, orang pertama yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon wakil bupati mendampingi I Gusti Ayu Mas Sumatri pada Pilkada 2020 mendatang.

cawabup. Ketua Tim Penjaringan I Kadek Sunjanayasa mengatakan calon bupati Partai NasDem dipastikan tetap mengusung incumbent I Gusti Ayu Mas Sumatri pada Pilkada 2020 mendatang. Partai NasDem masih fokus mencari pendamping atau bakal calon wakil bupati. Karena itu, mulai Kamis (3/10) kemarin, Partai NasDem membuka pendaftaran untuk calon wakil bupati sebagai pendamping I Gusti Ayu Mas Sumatri pada pilkada nanti. “Pendaftaran akan dilakukan sampai 23 Oktober nanti,” ujarnya. Made Agus Kertiana mengakui, dirinya sudah siap dan berkomitmen mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati mendampingi I Gusti Ayu Mas Sumatri. “Saya jalani seperti air mengalir. Kalau nanti dipercaya mendampingi I Gusti Ayu Mas Sumatri saya siap,’’ jelas Kertiana. (kmb41)

Ratusan Siswa Diberikan Pemahaman Nilai-nilai Pancasila

Generasi muda itu sejatinya merupakan pewaris tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini. Karena itu, generasi muda sebagai penerus bangsa Indonesia ini, mau tidak mau perlu diberikan pemahaman nilai-nilai Pancasila sejak dini. Seperti Kamis (3/10) kemarin, Kapolsek Selat AKP Gede Sunjaya Wirya memberikan pemahaman bagaimana menjaga rasa nasionalisme berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kepada ratusan siswa SMAN 1 Selat. Lalu, bagaimanakah ekspektasi Kapolsek kepada generasi muda sebagai pewaris tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini ke depannya? KAPOLSEK Selat AKP I Gede Sunjaya Wirya mengungkapkan, generasi muda itu sejatinya merupakan pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Jadi, sangat baik jika sejak dini generasi muda itu sudah ditanamkan nilai-nilai Pancasila. Dengan memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila itu dengan baik, maka siswa-siswa akan dapat berbuat, berkarya dengan idealisme yang baik dan komprehensif. “Kita tidak ingin adanya aksi rasisme apalagi upaya radikal. Jangan sampai ada usaha-usaha kontra produktif membenturkan satu golongan dengan golongan lainnya,’’ ujar Kapolsek. Fenomena saat ini, paham radikalisme itu marak di Indonesia. Bahkan, hal itu diperburuk informasi yang bernuansa hoax di media sosial. Karena

itu, mari dengan penuh kesadaran kita bersama-sama berlaku bijaksana terutama menggunakan media sosial dengan baik. ‘’Jangan sampai kita terjebak menjadi bagian penyebar berita palsu atau hoax itu,” harapnya. Sunjaya Wirya manambahkan, sebaran media sosial yang bernuansa hoax, dipercaya dapat memicu pertikaian dan kerusuhan antar-anak bangsa. ‘’Perang bersama atas hal eksternal agar menjadi manusia yang bijaksana bermedsos. Ayo, anak-anak siswa semua jangan mudah ikut-ikutan ajakan bermedia sosial yang tidak baik. Sebab, wacana hoax di medsos itu sumbernya tidak jelas. Bahkan, cenderung didesain untuk tujuan tertentu. Dengan alasan toleransi dan fanatisme pada NKRI, maka jangan ikut-ikutan memperkeruh

Bali Post/kmb

PRASASTI - Peresmian prasasti Pura Suci Wanagiri Dalem Tarukan oleh Gubernur Bali yang diwakili Kepala Biro Organisasi I Wayan Serinah, S.Sos., M.Si., Rabu (2/10).

Diduga Kelelahan

Wisatawan Asing Tewas di Perbukitan Meringang

Amlapura (Bali Post) Wisatawan asing Benjamin Philip Pereira meninggal dunia usai melaksanakan aktivitas hiking atau jalan-jalan di perbukitan Meringang di Banjar Dinas Seloni, Desa Culik, Abang, Karangasem, Kamis (3/10) kemarin. WNA asal USA itu meregang nyawa diduga akibat kelelahan. Kapolsek Abang AKP I Nyoman Wiranata di lokasi kejadian mengungkapkan, Kamis (3/10) kemarin pukul 05.30 Wita, saksi I Wayan Tambun menjembut korban di Buluh Bungalow untuk melakukan aktivitas hiking atau jalan-jalan di Perbukitan Meringang. Kemudian Tambun bersama korban langsung berangkat menuju lokasi. Karena akan naik bukit, Tambun dan korban memarkirkan sepeda motornya di areal parkir yang ada di bawah Perbukitan Meringang itu. Selanjutnya, Tambun dan korban menyusuri jalan aspal dan tangga yang ada di perbukitan Meringang itu. Wiranata menambahkan, setelah berjalan sekitar 30 menit, korban sempat berhenti di suatu tempat untuk mengambil foto pemandangan dengan memakai ponsel yang dibawanya. Sedangkan Tambun duduk beristirahat di belakng korban. Berselang beberapa menit, tubuh korban

tiba-tiba rebah ke belakang dan langsung kejang-kejang. Melihat tamunya seperti itu, saksi Tambun tidak bisa berbuat banyak dalam usaha memberikan pertolongan kepada korban. Tambun lalu menghubungi rekannya, I Nyoman Ngetis Artana, agar datang ke lokasi kejadian termasuk petugas medis dari Puskesmas Abang II. “Setelah itu, petugas medis melakukan pemeriksaan kepada korban. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” katanya. Sementara saksi yang juga sebagai pemandu tamu, I Wayan Tambun, mengakatan, kalau dirinya dihubungi I Nyoman Ngetis Artana untuk diminta mengantar tamu itu melakukan aktivitas hiking di Perbukitan Meringang. Kata dia, dirinya lalu mendampingi tamu ini jalan-jalan sekitar pukul 05.30 wita. “Saya baru pertama kali mengantar tamu

suasana,’’ pinta Kapolsek. Semua harus bertindak cerdas dan berpikir bijaksana. Karena itu, jangan mengikuti ajakan berdemonstrasi seperti yang terjadi saat ini. Sejatinya, tugas utama siswa itu belajar dan terus belajar dengan baik demi masa depan lebih cerah. ’’Lakukan perbuatan yang baik sebagai wujud berbakti kepada kedua orangtua,’’ harapnya. Apabila hal-hal kontra produktif hoax itu ditanggapi serius, maka akan berpotensi memberikan ancaman disintegrasi bangsa. ‘’Karena itu, harus cerdas dan bijaksana, selalu amalkan nilai-nilai Pancasila dengan baik demi kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih elegan dengan cara menjaga stabilitas persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI,” ujar Sunjaya Wirya. (nan)

jalan-jalan ke Perbukitan Meringang itu. Saya kebetulan dihubungi Nyoman Ngetis Artana diminta mengantakan tamu ini jalan-jalan. Saya mau antar tamu itu karena kebetulan rumah saya dekat lokasi ini. Saya jemput korban di Buluh Bungalow ,” ucapnya. Tambun menambahkan, selama dalam perjalanan, dirinya mengaku tidak sempat berkomunikasi dengan korban. Karena, kebetulan Tambun tidak bisa berbahasa Inggris. Tambun hanya mengikuti dan menunjukkan arah ke mana korban akan pergi berjalan. “Di jalan, korban tidak pernah mengeluhkan kelelahan. Korban tidak sempat berhenti di tanjakan,’’ ujarnya. Dikatakan, korban baru berhenti di lokasi datar untuk mengambil foto pemandangan memakai handphone yang dibawanya. Usai mengambil foto itu, korban tiba-tiba rebah ke belakang lanjut mengalami kejang-kejang.

‘’Saya tidak berani mendekat. Saya langsung menghubungi teman yang meminta mengatarkan tamu ini yakni I Nyoman Ngetis Artana,” kata Tambun Mayat Kakek Selain penemuan WNA di Abang, pada hari yang sama juga terjadi peristiwa korban meninggal di Dusun Tohpati, Desa Bebandem. Korbannya adalah I Wayan Suartana (70) ditemukan meninggal dunia, diduga setelah terpeleset di selokan. Saksi Wayan Raka menuturkan, kalau korban memang kerap mabuk. Bahkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat ditemukan anaknya di sawah dalam kondisi mabuk. “Dugaan sementara, korban meninggal akibat mabuk, sehingga jalannya tidak terkendali dan membuat korban terpeleset,” ujarnya. Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Sukarita membenarkan, adanya temuan orang yang meninggal dunia. “Hasil pemerikaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

OLAH TKP - Petugas kepolisian dari Polsek Abang bersama petugas medis saat melakukan olah TKP terhadap korban di lokasi kejadian, Kamis (3/10) kemarin.

Kapolres Kobarkan Semangat Nasionalisme Kaum Milenial

Bali Post/kmb41

NILAI-NILAI PANCASILA - Kapolsek Selat AKP I Gede Sunjaya Wirya saat memberikan arahan tentang nilai-nilai Pancasila kepada siswa SMAN 1 Selat, Kamis (3/10) kemarin.

Amlapura (Bali Post) – Kapolres Karangasem tidak henti-hentinya mengobarkan semangat kebangsaan dan nasionalisme kepada kaum milenial. Gerakan itu dilakukan secara serentak dengan menyasar SMP dan SMA/SMK yang ada di Karangasem. Seperti Kamis (3/10) kemarin, digelar program Intensifikasi Bhabinkamtibmas Pendidikan (I BAPE). Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom mengatakan hal itu usai menjadi inspektur upacara di satu sekolah di Karangasem. Menurutnya, pihaknya yang bertang-

gung jawab atas keamanan di wilayah Karangasem, sangat care dengan keamanan di Bumi Lahar ini agar selalu stabil dan kondusif. Karena itu, semua pihak diharapkan peduli menjaga keamanan dengan baik. Kapolres meminta kepada seluruh siswa menumbuhkembangkan cinta tanah air serta meningkatkan kewaspadaan terutama dengan bijaksana merespons berita-berita yang beredar di media sosial. ‘’Utamanya berita yang kontennya hoax. Memang dewasa ini cenderung beredar berita berita hoax. Kebenarannya sangat diragukan. Karena itu, jangan mudah percaya

dengan berita hoax itu,’’ ujar Kapolres IGN Agung Ade Panji Anom. Pihaknya senantiasa berharap, para siswa itu agar menghimpun diri dengan komunitas yang baik. Sekolah salah satunya merupakan tempat belajar bersama dengan mengakomodasi halhal yang baik. ‘’Karena itu, jangan pernah beperilaku menyimpang dari regulasi dan aturan yang sudah ditetapkan di negeri ini,’’ pinta Kapolres. Terlebih melakukan perbuatan kontra produktif sehingga melanggar hukum yang ada. Jangan sampai berbuat buruk dan tidak

baik apalagi anarkis. “Semua harus patuh pada koridor hukum yang ada. Jangan ada anak-anak berusaha berbuat tidak sesuai regulasi negeri lebih-lebih anarkis,’’ tambahnya. Sebagai anak muda yang baik, pastinya jangan pernah berbuat anarkis. ‘’Karena itu, anak-anak harus selalu konstruktif dan positive thinking. Sebagai generasi muda itu harus rajin, disiplin, tangguh, bermoral, dan bermartabat. Dengan mengamalkan hal itu, anak muda itu bukan saja akan menjadi anak baik, tetapi juga berguna demi bangsa dan negara ini,” tegas Panji Anom. (nan)


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

Klungkung Kembali Gelar Festival Nusa Penida 2019

Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menggelar Nusa Penida Festival (NPF) V pada 5-8 Oktober 2019. NPF tahun ini, masih tetap mengkampanyekan potensi keindahan bawah laut dan kebudayaan Kecamatan Nusa Penida. Tujuannya untuk terus mendongkrak pariwisata Nusa Penida sebagai destinasi wisata unggulan Bumi Serombotan. Bertempat di Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida, NPF akan dibuka pada Minggu (6/10) lusa. “TemaNPF 2019 masih seputar keindahan Nusa Penida ‘The Blue Paradise Island’s, karena keindahan kepulauan Nusa Penidalah yang menjadi daya tarik wisata, agar

wisatawan mancanegara hadir dan menikmati keindahannya,” ujar Bupati Suwirta, Kamis (3/10) kemarin. Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, NPF tahun ini juga akan ditampilkan atraksi seni kebudayaan Kabupaten Klungkung. Salah satunya, akan ditampilkan tarian Rejang Renteng yang akan dibawakan 1.000 penari wanita untuk mengiringi ritual pakelem. Salah satu prosesi keagamaan untuk memohon keseimbangan alam dan kelancaran acara ini. Rejang Renteng merupakan tarian asli Nusa Penida yang biasa dibawakan oleh ibu-ibu, ketika pelaksanaan upacara keagamaan.

Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Widana mengatakan, NPF merupakan acara tahunan yang sudah diselenggarakan sejak 2014. Pada tahun 2018 sempat ditiadakan, karena adanya pelaksanaan Pilkada Klungkung. Widana menegaskan, bahwa NPF kali ini akan ada perpaduan antara keindahan alam, kebudayaan, serta musik yang akan menampilkan musisi lokal hingga nasional. Namun, tetap menjunjung tinggi kebudayaan seperti penampilan 1.000 penari Rejang Renteng yang merupakan tarian yang berasal dari Nusa Penida. Selain itu, selama gelaran NPF V ini, juga akan menyajikan kesenian rakyat dan

karnaval serta perlombaan yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan, seperti gotong royong dan kerja sama, yakni lomba tarik tambang, magala– gala dan perahu layar. Untuk menjangkau Nusa Penida, ada beberapa akses yang dapat digunakan, yakni melalui Pelabuhan Sanur menuju Lembongan, lalu menyeberang ke Nusa Penida. Bisa juga melalui Pelabuhan Tribuana atau Pelabuhan Banjar Bias di Kabupaten Klungkung. Namun bagi yang hendak membawa kendaraan sendiri, dapat menyeberang menggunakan Kapal Roro Nusa Jaya Abadi, melalui Pelabuhan Padangbai, Karangasem. (ad110)

Bali Post/gik

UNGGULAN - Pesona Pantai Atuh, salah satu destinasi unggulan Nusa Penida, yang banyak digandrungi wisatawan.

Bedah dan Rehab Rumah

Tawaran Mengalir, Data Belum Lengkap KORBAN - Korban saat dirawat di UGD RSU Klungkung.

Tak Mau Rujuk dengan Suami Darmiasih Coba Bunuh Diri Semarapura (Bali Post) Warga Banjar Ayung, Kelurahan Semarapura Klod, dibuat kaget, Kamis (3/10) kemarin. Seorang warga yang kos di sekitar wilayah itu, Ni Wayan Darmiasih (30), nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak cairan pembasmi rumput. Warga asal Kecamatan Dawan itu keburu tepergok teman lelakinya, dan langsung melarikannya ke UGD RSUD Klungkung dengan kondisi dada sudah sesak. Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta membenarkan adanya upaya percobaan bunuh diri oleh Darmiasih. Peristiwa yang membuat heboh warga Ayung tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Beruntung nyawa korban bergegas diselamatkan oleh teman lelakinya, I Wayan Mardika (47). Mardika saat diintrogasi polisi mengaku tepat saat kejadian sudah ada di kamar kos korban. Dia kaget, tiba-tiba korban sudah meminum cairan pembasmi rumput. Tanpa merinci awal mula korban nekat melakukan itu, Mardika mengatakan korban langsung muntah-muntah dan kondisinya nampak terus memburuk. Sehingga Mardika memutuskan langsung mengantarkannya ke UGD RSUD Klungkung. “Korban mengalami sesak pada dada dan langsung ditangani Tim Medis RSUD Klungkung,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Klungkung ini. Kompol Suparta menegaskan, kondisi korban masih sadarkan diri, tetapi masih lemas. Dia masih menjalani perawatan intensif sambil menunggu hasil laboratorium. Dari pengembangan kasus tersebut, diketahui korban Darmiasih dengan saksi Mardika, rupanya diduga memiliki hubungan dekat. Kompol Suparta menegaskan korban tidak mau disuruh rujuk kembali pada suaminya karena korban masih mencintai Mardika. Diduga, hal inilah yang menjadi pemicu korban berupaya melakukan upaya bunuh diri dengan menenggak racun. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Program bedah rumah dan rehab rumah ditargetkan tuntas tahun 2020. Namun, upaya pemerintah daerah untuk segera menuntaskannya, masih berkutat pada validasi data. Banyak data penerima yang belum terverifikasi dan terdapat lima desa masih belum menyetorkan datanya. Hal ini menjadi temuan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat mengecek data penerima bantuan bedah dan rehab rumah di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rabu (2/10) lalu. “Data kami masih belum valid. Selain itu, lima dari keseluruhan desa/kelurahan juga belum menyetorkan datanya,” ujar Bupati Suwirta. Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ida Bagus

Anom Adnyana didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Pakir Mis-

kin Wayan Wirata mengatakan, berdasarkan data yang telah masuk per 30 April

Bali Post/gik

BEDAH RUMAH - Bupati Suwirta saat mengecek langsung data bedah rumah dan rehab rumah yang sudah masuk ke Dinas Sosial.

2019, tercatat ada usulan sebanyak 1.357 unit bedah rumah dan 3.051 unit rehab rumah. Data tersebut diperoleh dari 52 desa/kelurahan. Data usulan ini belum lengkap, karena beberapa desa terlambat mengirimkan data ke kantor Dinas Sosial. Padahal, surat pemberitahuan sudah dikirim pada akhir Desember 2018. Selain itu, dinas juga telah memberikan kesempatan kedua untuk mengumpulkan data hingga April 2019. Namun, pihak desa juga belum bisa memenuhinya dengan alasan masih menunggu data dari klian banjar dinas. Pada pertengahan tahun 2019, pihak Kementerian Sosial juga meminta sebanyak 160 unit penerima bantuan yang benar-benar memiliki rumah yang tidak layak huni untuk direhab. Selain itu, Kabupaten Badung juga melalui dana BKK yang meminta segera diusulkan sebanyak 250 unit bedah rumah, khususnya di wilayah Kecamatan Nusa Penida. “Ada juga permintaan data penerima bantuan dari Kelompok Usaha Bersama sebanyak 200 orang di Nusa Penida dan di Klungkung daratan, dimana dananya

berasal dari APBN. Banyaknya permintaan inilah, yang menyebabkan kami harus melakukan verifikasi ulang dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga, harus diselesaikan pada awal September tahun ini,” ujar Wirata. Menanggapi persoalan ini, Bupati Suwirta mendorong semua bidang supaya bekerja sama dengan baik antara dinas dan desa. Sehingga kebutuhan data dapat cepat terselesaikan. Menurutnya, Dinas Sosial harus benar-benar menggali data dan melakukan verifikasi ke desa bersama para perangkat desa. Sehingga mendapatkan data yang valid. Bupati Suwirta menegaskan, data yang dipergunakan harus jelas dan valid. Bupati Suwirta mengaku segera turun ke desa bersama dinas terkait melakukan sosialisasi, dengan menemui para prajuru desa adat dan dinas. “Saya tidak ingin terus berkutat pada masalah data, saya ingin masalah bedah dan rehab rumah ini segera tuntas pada 2020. Sehingga program kita selanjutnya fokus pada pemberdayaan masyarakat,” tegasnya. (kmb31)

Pengerjaan Proyek Fisik Molor Bupati Suwirta Langsung Sidak Semarapura (Bali Post) Pengerjaan proyek fisik di Klungkung daratan, ditemukan ada yang molor dari target pengerjaan. Hal tersebut ditemukan langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mengecek pengerjaan proyek rehabilitasi berat bangunan Puskesmas Pembantu di Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (3/10) kemarin. Selain itu, Bupati Suwirta juga menemukan belum maksimalnya pemberdayaan tenaga kerja lokal. Molornya pengerjaan proyek senilai Rp 555 juta ini mencapai 9 persen dari target rampung akhir November mendatang. Bupati Suwirta pun lang-

sung mengecek setiap sudut bangunan yang masih dalam proses pengerjaan tersebut. Dari pengamatannya, beberapa pengerjaan terlihat kurang rapi. Pihaknya pun mencurigai ini imbas dari penawaran oleh pihak rekanan yang jauh turun dari 20 sampai 40 persen saat proses tender. “Ini pemborongnya harus bertanggung jawab. Meski penawaran turun harusnya tetap memperhatikan kualitas dan jangka panjang bangunan. Agar tidak ada kesan proyek pemerintah itu asal-asalan,” ujar Suwirta saat ditemui di lapangan. Banyaknya penggunaan tenaga kerja luar juga menjadi perhatian Bupati Suwirta. Ia

mengingatkan rekanan agar jangan sampai ada tenaga kerja dari luar yang hanya pembantu mengaku menjadi seorang tukang. Ini dikhawatirkan akan berdampak pada hasil pekerjaan proyek tersebut. Bupati pun berharap pihak rekanan bisa menggunakan tenaga kerja lokal dalam proyek pemerintah. Sehingga konsep pemberdayaan masyarakat dapat berjalan. Pemantauan pengerjaan proyek fisik bersama Kadis PU Klungkung A.A Lesmana dan Bagian Administrasi Pembangunan Klungkung ini dilanjutkan Bupati Suwirta ke lokasi lainnya di Kecamatan Banjarangkan. Seperti

rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Timuhun, pembangunan Pasar Desa Bungbungan, pemeliharaan jalan BungbunganJungut, rehabilitasi jalan Tusan Kawan-Tusan, penataan tebing batas kabupaten di Desa Tusan dan pembangunan Puskesmas Banjarangkan II. “Beberapa proyek tersebut juga merupakan tindak lanjut dari program Bedah Desa sebelumnya,” ujar Bupati Suwirta. Selain di Kecamatan Banjarangkan, proyek lainnya yang mendapat perhatian Bupati Suwirta, yakni terkait rehabilitasi Jalan Srikandi, Jalan Jempiring, Menuh dan Melati serta peningkatan Jalan Gunung Merapi di Kecamatan Klung-

kung, pemasangan eskalator dan mekanik elektrikal di blok A Pasar Semarapura dan rehab Blok F Pasar Semarapura. Pemeliharaan berkala jalan Paksebali-Celuk di Kecamatan Dawan, revitalisasi lapangan Dawan, pembangunan Pasar Dawan Kaler, peningkatan Jalan Sente-Dusun Tengkade dan pengadaan gedung bangunan TOSS di Desa Kusamba. Mengakhiri sidak, Bupati Suwirta mengingatkan Dinas PU agar mencatat sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan oleh rekanan. Sehingga bisa dievaluasi dan dibuatkan payung hukum agar ada rambu yang harus dilaksanakan oleh rekanan saat tender. (kmb31)

Bali Post/gik

PUSKESMAS - Salah satu lokasi sidak Bupati Suwirta pada proyek gedung puskesmas di Desa Takmung, Banjarangkan.

Warga Batununggul Pentaskan Tari Rejang Pakuluh

REJANG PAKULUH - Para penari Rejang Pakuluh saat pentas di Pura Dalam Setra Batununggul.

Bali Post/gik

Semarapura (Bali Post)Nuansa berbeda tersaji dalam piodalan di Pura Dalem Batununggul, Nusa Penida, Selasa (2/10) lalu. Di sela-sela piodalan, biasanya masyarakat setempat menyuguhkan Tari Rejang Renteng, sebagai tari wali. Tetapi, tahun ini pada piodalan tersebut diisi dengan tari persembahan yang berbeda, yakni Tari Rejang Pakuluh. Tari Rejang Pakuluh menjadi salah satu kreasi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Pembina Tari I Dewa Gede Rai Sudiarta, mengatakan, Tari Rejang Pakuluh salah satu garapan tari wali yang dipersembahkan kepada Ida Batara saat piodalan tahun ini. Jadi, makna dan tujuannya, tentu sama dengan tari wali pada umumnya. Bedanya, Tari Rejang Pakuluh memiliki gerak tari yang atraktif. Tata busana para penarinya juga terlihat lebih menarik, menggunakan konsep lelamakan. Sehingga, jauh memberi kesan berbeda dan lebih menarik. Guru Seni SMPN 1 Nusa Penida ini menjelaskan, sebelum Tari Rejang Pakuluh dipentaskan serangkaian piodalan,

dilakukan melasti ke segara setempat. Setelah melasti, barulah Ida Batara disambut lebih awal dengan Tari Rejang Sari dengan segala rangkaian upakara, mengitari areal pura sebanyak tiga kali sebelum malinggih di tempat yang sudah disediakan di paruman. Setelah itu, kata Rai Sudiarta, baru Tari Rejang Pakuluh dipentaskan dengan penuh ketulusan. “Konsepnya tetap sakral dan menambah nuansa religius,” kata Rai Sudiarta. Pura Dalem Setra Batununggul diempon lima banjar, yakni Banjar Mentigi sebagai penyelenggara piodalan, selanjutnya Banjar Sampalan, Geria Tengah, Batununggul dan Tain Besi. Setiap enam bulan sekali tepatnya saat Budha Kliwon Wuku Matal, ke lima banjar ini bergilir sebagai penyelenggara piodalan. Para penarinya juga dilatih dari warga setempat, khususnya dari ibu-ibu PKK. Rai Sudiarta mempersiapkan lebih awal para penarinya, sekitar dua bulan lalu. Ini tujuannya agar pakem tarian ini tidak melenceng. Namun, mampu memperkuat kesan sakralnya sebuah ritual keagamaan. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Paing, 4 Oktober 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari: 1.Administrasi Proyek D3/SMA/sederajat. 2.Bag.Umum. 3.Pelaksana Sipil pengalaman dlm Pengawasan dan Pelaksanaan Villa D3/S1 utk ditempatkan di proyek villa di Gianyar. Domisili di Bali, umur max. 45th CV disampaikan melalui WA 081236853232 B.BP.004.10.19.0000053

Accounting Kasir parttime(mahasiswa)4Jam/hari WA 08123887738 Email:subawayasa@gmail.com B.BP.001.10.19.0000102

Admin Wnt Min SMU/K Max 22 Thn Sopan,Rajin,Sehat 085238203818

Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering, Scurity, Garden: newarenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.10.19.0000010

Carnival Cruises urgent need 500 culinary : galley stwd,Ass. cook, CDP, souschef, sushi cook, pastry, bakery, requirement : good english,min 21 yr old,exp 4/5 star htl, pls bring cv’s By Pass Sanur 88, Ph. 0361-4491251, 081237723021

B.BP.803.10.19.0000098

Dcr Pelaksana Lapangan min.SMK pglmn 4th Bw.Lam.ke Jl.Akasia XVI/130X Dps(dpn Gg.Leci Ruko Lt.2.Gaymal Mart)0361-4743672 B.BP.001.09.19.0000969

Dcr Kryawan/ti kerja srabutan, PembungkusanHub.081338085868

Dcr Supervisor Lapangan STM/Poltek bangunan Hub.081916759099 Email:hakersenbali@yahoo.co.id

B.BP.001.09.19.0000964

B.BP.001.10.19.0000095

B.BP.004.10.19.0000013

FOTO COPY

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr Pemborong Bgn u/Pryk Prmhn Hub:081337995188/08123894908

Dcr Peg.Lulusan SMA,D1,S1 Bisa Hp:081238900234/082144605940

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

RUPA-RUPA

HONDA

DIJUAL TANAH

Dcr Sopir pribadi u/di Kesiman Gaji 2,2Jt Hub:08123886888

Job Vacancy, Santai hotel in Amed. Look for operation Mgr. Send CV:info@santaibali.com

Mobil dijual Honda CRV A/T, abu2 metalik th 2016, 2000cc Hub.0821 47575056

1 A SHM aspek Perum.Abianbase 1.31A Satelindo, 085937089333

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.10.19.0000021

B.BP.101.10.19.0000033

Dcr Tng Krim Lele (pke Spd Mtr) H.081246682139 / 081916982311

B.BP.004.10.19.0000091

Dibutuhkan PRT Cewek&Cowok u/ RumahdiSanurSMS:08123877799 B.BP.001.10.19.0000080

Dicari Bag.Account Officer(AO) Teller, Marketing.Kirim lamaran ke email:udarybank@yahoo.co.id /lngsung ke Jl.Prof.I.B. Mantra No.77 X Sukawati, Gianyar B.BP.001.10.19.0000087

Dicari Sopir Pribadi Hubungi:082147944989 B.BP.001.10.19.0000047

Dicari Tukang Panjat pohon kelapa Hub.081999229493

B.BP.001.09.19.0001019

B.BP.012.09.19.0000920

Job Vacancy,The Griya villas & Spa in Amed,look for rest Spv send CV to : info@thegriya.com

B.BP.012.09.19.0000917

Sales Marketing,Admin Finance Welder Las Pipa : 085103167222

B.BP.001.09.19.0000906

Travel Bth Staff Accounting & Reservation Hub:08123803997

B.BP.004.10.19.0000051

Urgent HKeeping male for villa 8476626 info@thebuahbali.com B.BP.001.10.19.0000062

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.10.19.0000099

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA

B.BP.004.10.19.0000090

ISUZU

B.BP.001.10.19.0000096

Tanah 5,15 di Sukawati Cocok Utk Villa.HP/WA:087862813158

B.BP.001.10.19.0000088

PT.Artha Asia Finance Lelang Unit Isuzu-Nmr-71 HD 6.1 Dump Truck Thn 2019 Hub.03614781601

Tnh:26A SS.Road Seminyak, 15A Cargo Indah 4 Dps.085100867168

PROPERTY

PROPERTY

B.BP.004.10.19.0000055

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.10.19.0000060

RUANG USAHA

Ruang Co-working Renon 25rb/hr AC+Wifi gratis Hp.081319900069

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUKO

Ruko Kertha Wijaya A1, Buluh Indah 26C Dps Hub:085100867168

B.BP.004.10.19.0000061

B.BP.001.10.19.0000040

KEHILANGAN Hilang BPKB No.F4202418-O DK 3189 ABO An.Badri B.BP.001.10.19.0000085

Djl Rmh LT178m2 cash-kredit SibangGedeBadungH082340011333

B.BP.001.09.19.0000983

B.BP.001.09.19.0000966

Mau Bgun Rmh,Ruko,Km siap bntu hrg mrh,kwlts bgs 087862972018

B.BP.001.10.19.0000097

ARSITEKTUR

Hlg BPKB No F11560570 an Kd Yudhi Udayana Y th 2008 Merah B.BP.158.10.19.0000093

HlgBPKB No L07091717 an Nyoman Mardika th 2014 Hitam DK8655VX B.BP.158.10.19.0000094

BIRO JASA

Gbr Vila Ruko R.Tggl dll/Kontrk 081348100627 Hrg Menyesuaikan

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.166.10.19.0000101

B.BP.001.09.19.0000334


Program Baru Diprediksi Sulit Didanai APBD 2020 Bangli (Bali Post) –

DPRD Bangli akan segera mengagendakan pembahasan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) Tahun 2020 bersama TAPD. Dewan memperkirakan atau memprediksi program baru yang dirancang dalam APBD 2020 akan sulit mendapatkan pendanaan. Sebab sesuai rencana, dalam APBD tahun mendatang, pemerintah akan memprioritaskan pendanaan terhadap program-program yang gagal terdanai dalam APBD Tahun 2019. Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar, Kamis (3/10) kemarin mengatakan, dalam APBD 2019 ini terdapat sejumlah kegiatan yang gagal terdanai secara penuh. Penyebabnya kondisi keuangan daerah yang terbatas. Salah satu kegiatan yang gagal didanai penuh yakni program Gerbang Gita Santhi (GGS). Dimana dari 82 miliar dana yang telah dirancang untuk program GGS dalam APBD 2019, yang bisa terealisasi hanya Rp 36 miliar. Sementara Rp 49 miliar lebih belum bisa didanai. Rencananya sisa Rp 49

miliar itu akan dijadikan prioritas pada APBD Induk 2020. Selain GGS, dalam APBD 2020 mendatang, Pemkab Bangli juga harus menyiapkan anggaran tambahan untuk mendukung penyelenggaranan Pilkada. Pemkab juga akan memberikan anggaran tambahan untuk KPU, Bawaslu, Polres dan Kodim. Dalam APBD Perubahan 2019, dana yang sudah dihibahkan untuk KPU nilainya baru Rp 1,7 miliar dan Bawaslu Rp 1,7 miliar. “Dana yang dibutuhkan untuk Pilkada keseluruhan

mencapai Rp 37 miliar. Sekarang ini baru bisa terpenuhi Rp 3,4 miliar. Nanti kekuranganya akan dipenuhi dalam APBD Induk tahun 2020,” kata Diar. Dalam APBD 2020, Pemkab juga harus menyiapkan anggaran untuk kenaikan honor pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT). Saat ini para PTT dan GTT di Bangli hanya diberikan honor Rp 1.250.000 per bulan. Sesuai janji Bupati, nilai honor tersebut akan dinaikkan menjadi Rp 2 juta per bulan. Itu artinya dalam APBD mendatang Pemkab harus menyiapkan anggaran Rp 750 ribu per satu PTT per bulannya. Sementara jumlah tenaga PTT dan GTT di Bangli mencapai seribu lebih. “Kalau hitunghitungan, kenaikan honor ini butuh anggaran Rp 9 miliar lebih. Menurut politisi asal Belantih itu, karena itu merupakan janji, maka Pemerintah harus menepatinya. “Jadi

Jumat Paing, 4 Oktober 2019

Jadi, dengan banyaknya rencana yang menjadi prioritas tersebut, kami pesemis program baru yang akan dibuat di APBD 2020 sulit mendapatkan pendanaan. I Wayan Diar dengan banyaknya rencana yang menjadi prioritas tersebut, kita pesemis program baru yang akan dibuat di APBD 2020 sulit mendapatkan pendanaan,” ujarnya. Agar semua kegiatan bisa terdanai, ia pun mendorong ekskeutif meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan menggali potensi-potensi pendapatan baru dan menggarap potensi yang sudah ada secara maksimal. Salah satunya di bidang pariwisata. (kmb40)

Tak Masuk DPT Pilkel, Warga Antugan Tak Bisa Nyoblos

SUARA - Proses pemungutan suara di TPS 7 Desa Tamanbali.

Bali Post/kmb40

Pilkel Serentak, Sejumlah ”Incumbent” Tumbang Bangli (Bali Post) – Pemilihan perbekel (pilkel) serentak di 50 desa di Kabupaten Bangli berlangsung Kamis (3/10) kemarin. Dari 50 desa yang menyelenggarakan pilkel, 10 di antaranya melaksanakan pilkel dengan cara musyawarah mufakat. Sementara itu, berdasarkan hasil perhitungan perolehan suara sementara, sejumlah calon perbekel incumbent tumbang. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli Dewa Riana Putra menyebutkan ada 10 desa yang menyelenggarakan pilkel dengan musyawarah mufakat. Berdasarkan data yang diberikannya, 10 desa itu yakni Desa Tiga di Kecamatan Susut, serta Desa Abang Songan, Desa Belancan, Desa Bunutin, Desa Kutuh, Desa Langgahan. Desa Lembean, Desa Mangguh, Desa Subaya, dan Desa Ulian di Kecamatan Kintamani. Pilkel dengan cara musyawarah mufakat dilakukan karena hanya ada satu calon. Sesuai ketentuan, musyarah mufakat dilaksanakan dengan dihadiri 2/3 masyarakat yang memiliki hak pilih. Paling sedikit ¾ dari masyarakat yang hadir menyatakan setuju untuk melaksanakan musyawarah mufakat. Calon yang terpilih adalah

calon yang disepakati oleh paling sedikit ¾ dari peserta musyawarah yang dibuktikan dengan daftar hadir dan berita acara musyawarah. Sementara itu, berdasarkan data hasil penghitungan suara sementara, sejumlah calon incumbent tumbang dalam Pilkel kemarin. Di Kecamatan Bangli dari empat desa yang menyelenggarakan Pilkel, yakni Tamanbali, Kayubihi, Pengotan dan Landih, semua incumbentnya tumbang. Di Desa Tamanbali, perbekel incumbent I Dewa Gede Ngurah Oka gagal meraih suara terbanyak. Pilkel di Tamanbali dimenangkan I Nyoman Suargita dengan perolehan suara 1.752. Di Desa Kayubihi, pilkel dimenangkan I Wayan Suganda dengan perolehan suara 1.950, mengalahkan incumbent Ketut Widiana yang hanya dapat 1.311 suara. Di Desa Pengotan, pilkel dimenangkan I Kadek Yastawan dengan perolehan suara 1937, mengalahkan incumbent I Wayan Suardana. Di desa Landih, calon yang berhasil meraih suara terbanyak yakni Wayan Suarta dengan perolehan 1.170 suara. Sementara Ketut Sudana yang merupakan incumbent hanya meraih 1.019 suara. Di Kecamatan Tembuku, calon incumbent yang tumbang yakni

Ida Bagus Made Rencana yang kembali maju dalam Pilkel Desa Jehem. Dia dikalahkan I Nengah Tesen dengan perolehan suara 1429. Demikian juga incumbent di Desa Bangbang I Komang Sudianta, yang gagal meraih suara terbanyak. Dia dikalahkan Pande Pandu Winata dengan perolehan 1.368 suara. Di Desa Peninjoan, calon incumbent Dewa Nyoman Tagel dikalahkan I Putu Joantara dengan perolehan 1571 suara. Sementara di Kecamatan Kintamani beberapa incumbent yang tumbang, yakni Made Agus Antara yang maju kembali dalam Pilkel di Desa Catur. Dia dikalahkan I Wayan Sukarata dengan perolehan suara 532. Calon incumbent di Desa Pengejaran Nengah Liarta juga keok. Dia hanya dapat suara 213. Calon incumbent di Desa Abuan, Katung, dan Serai juga gagal meraih suara terbanyak. Sedangkan di Kecamatan Susut, tidak ada calon incumbent yang kalah. Camat Susut Agung Bintang dihubungi sore kemarin mengatakan, untuk di Kecamatan Susut, tidak ada calon incumbent yang tumbang. Berdasarkan data yang diberikannya, 5 incumbent yang ikut tarung semuanya kembali terpilih. (kmb40)

Pemprov Tak Punya Dasar Bagikan Dana PHR Bangli (Bali Post) Keinginan Kabupaten Bangli agar pembagian dana PHR kembali dikelola dan disalurkan melalui Pemprov mendapat tanggapan Gubernur Bali I Wayan Koster. Ditemui di RSU Bangli, Rabu (2/10), Gubernur Koster mengatakan hal itu tidak bisa dilakukan. Kewenangan pembagian dana PHR ada di kabupaten/ k o t a . “Dasar untuk narik ke provinsi tidak

ada. Regulasinya tidak ada,” ujarnya. Dijelaskan Koster, pembagian dana PHR yang selama ini berjalan adalah berdasarkan kesepakatan. Kesepakatan itu menurutnya cukup lemah. Satu saja kabupaten tidak sepakat, maka hal itu tidak akan bisa berjalan. “Saya juga merasa tidak nyaman kalau menjalankan satu kebijakan dengan k e sepakatan tanpa dipayungi regulasi,” kata Koster. Mengenai adanya keinginan agar Bangli bisa memiliki kawasan pariwisata seperti kabupaten lainnya dalam RTRW Provinsi Bali, Koster mengatakan bah-

wa pihaknya mengarahkan agar Bangli tetap menjadi kawasan konservasi. Bangli dapat mengembangkan pariwisata namun dalam jumlah terbatas. Karena Bangli selama ini sudah berupaya menjaga kawasan konservasi, dan air yang dihasilkan dimanfaatkan sejumlah kabupaten/kota di Bali, Gubernur mengaku akan memberikan perhatian khusus untuk Kabupaten Bangli. Pemprov akan memberikan insentif untuk Bangli sebagai bentuk kompensasi. “Saya sudah memikirkan ini sejak maju jadi gubernur. Memang harus ada kebijakan untuk memberi insentif bagi daerah yang menghasilkan air seperti Bangli. Tidak semua wilayah bisa dieksploitasi sebagai hotel dan restoran, nanti sumber airnya bisa hilang. Karenanya Bangli harus dikonservasi alamnya supaya airnya terjaga debit dan kualitasnya,” kata Koster. Pemberian insentif direncanakan mulai tahun 2020 mendatang. Hanya mengenai berapa nilainya, Gubernur Koster belum bisa memastikannya. Pihaknya masih harus melakukan hitunghitungan dulu. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Sebanyak 50 desa di Kabupaten Bangli menggelar pemilihan perbekel (pilkel) secara serentak, Kamis (3/10) kemarin. Di Desa Jehem, Tembuku, pelaksanaan Pilkel serentak diwarnai protes dari seorang warga Banjar Antugan lantaran tidak dibolehkan mencoblos. Warga Banjar Antugan yang protes itu bernama Abidi Rohman. Pria yang sudah sepuluh tahunan menjadi warga Banjar Antugan itu mengaku tidak dibolehkan mencoblos di TPS oleh kadus setempat. Penyebabnya dirinya tidak terdaftar sebagai pemilih. Untuk bisa menyalurkan hak pilihnya, dia telah menunjukkan identitas berupa KTP sebagai warga Jehem kepada panitia pemilihan. “Tapi tetap saja tidak dikasi nyoblos,” ungkapnya, Kamis (3/10) kemarin. Hal itu cukup membuatnya kecewa. Lantaran tak bisa mencoblos, ia mengaku ngomel-ngomel di TPS. Rohman mengatakan, tak hanya dirinya, istrinya juga bernasib sama. Istrinya tidak diberikan hak

nyoblos di TPS lantaran namanya tidak terdaftar sebagai pemilih. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang finishing itu mengaku sejak menjadi warga Jehem, dirinya belum pernah sekalipun mendapat surat panggilan memilih dari panitia desa saat ada hajatan Pilkel. Dia tidak mengerti kenapa bisa seperti itu. Sementara saat Pemilu April lalu, dirinya mengaku sempat nyoblos di TPS. “Waktu Pilpres dapat milih, tapi pakai KTP,” ujarnya. Kadus Antugan Ketut Yastikayasa dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan bahwa ada warganya yang tidak bisa mencoblos di TPS saat Pilkel kemarin karena tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Dijelaskannya, DPT yang dipakai untuk Pilkel, disusun berdasarkan data DPT Pemilu sebelumnya. Sebelum DPT pilkel ditetapkan, pihaknya sempat melakukan pengecekan terhadap data DPT pemilu. Hanya pengecekan tidak dilakukan langsung ke bawah. “Saya cuma ngecek di data sesuai

Pileg kemarin. Kirain kan data pemilih yang pakai KTP (saat Pileg) itu sudah langsung masuk, sehingga tidak ngulang ngecek ke bawah lagi,” terangnya. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra mengatakan, secara umum pelaksanaan Pilkel serentak di 50 desa berjalan lancar. Hanya diakuinya ada sedikit masalah soal warga yang tidak bisa nyoblos karena tidak masuk dalam DPT. Dijelaskannya, sesuai Perda 8 Tahun 2015, diatur bahwa warga punya hak mencoblos kalau namanya masuk dalam DPT. Data DPT yang ditetapkan, bersumber dari data daftar pemilih sementara (DPS) ditambah daftar pemilih tambahan (DPTb). Sebelum DPT ditetapkan, DPS sudah diumumkan dengan cara dipasang di masing-masing banjar. Dalam pengumuman itulah semestinya masyarakat ikut aktif mengecek namanya masing-masing apakah sudah masuk DPT atau belum. (kmb40)

Pilkada

Calon Perseorangan Wajib Kumpulkan Minimal 18.737 Dukungan Bangli (Bali Post) – Calon perseorangan yang berkeinginan ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Bangli 2020 harus bekerja keras untuk mengumpulkan dukungan. Sesuai persyaratan, calon perseorangan wajib mengantongi dukungan minimal 10 persen dari jumlah penduduk yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan, Kamis (3/10) kemarin mengatakan, syarat untuk calon perseorangan itu tertuang dalam UU 10 2016 tentang Pemilu dan PKPU. Dalam aturan tersebut, daerah yang jumlah penduduknya di bawah 250 ribu jiwa, calon perseorangannya wajib mengan-

tongi dukungan minimal 10 persen dari jumlah DPT pemilu terakhir. Pada pemilu 2019 lalu, jumlah penduduk Bangli yang terdaftar dalam DPT saat pemilu terakhir berjumlah 187.371. Jika dihitung 10 persennya, maka calon perseorangan wajib mengumpulkan dukungan minimal sebanyak 18.737. “Kira-kira sebanyak itu. Nanti kami tentu akan menerbitkan persyaratannya secara resmi,” kata Pujawan didampingi empat komisioner KPU Bangli lainnya. Lanjut dikatakannya, penyerahan syarat minimal dukungan dijadwalkan 11 Desember-5 Maret. Selanjutnya dukungan yang dikumpulkan oleh bakal calon akan dilakukan verifikasi faktual ke lapangan. Dalam Pilkada 2020 men-

datang, Pujawan memperkirakan akan ada 5 pasangan calon. Tiga di antaranya dari partai politik (parpol) dan dua di antaranya dari perseorangan. Parpol yang bisa mengusung calon sendiri wajib memiliki minimal 6 kursi di DPRD. Masyarakat yang ingin maju menggunakan jalur perseorangan, pihaknya saat ini memberi kesempatan untuk datang ke KPU melakukan diskusi. “Untuk partaipartai yang punya kursi di DPRD dan akan ikut berkompetisi di Pilkada, silakan mulai sekarang melakukan persiapan penjaringan, siapkan calon. Kami siap memfasilitasi dan melayani seluruh tahapan yang akan kami laksanakan tentunya dengan ketentuan tahapan,” jelasnya. (kmb40)


Jumat Paing, 4 Oktober 2019

Luis Suarez Menangkan Barca

Lala Studio Gelar Penataran Juri Denpasar (Bali Post) LKP Lala Studio menggelar penataran juri senam aerobik, di Lala Studio Veteran, Kamis (3/10) kemarin. Penataran juri senam aerobik diselenggarakan mengingat tingginya permintaan para instruktur senam. Hal ini bertu-

Barcelona –

Barcelona sukses bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan Inter Milan 2-1. Luis Suarez mencetak dua gol balasan setelah Blaugrana tertinggal duluan.

Menjamu Inter di Camp Nou, Kamis (3/10) kemarin pada partai matchday 3 Grup F Liga Champions, Barcelona langsung mendapatkan pukulan selepas kick-off. Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Lautaro Martinez mencetak gol untuk Inter Milan. Secara permainan, Barcelona tampil ceroboh di babak pertama dan kerap kehilangan bola. Tetapi tuan rumah berhasil memperbaiki situasi di paruh kedua. Masuknya Arturo Vidal membuat lini tengah Barcelona lebih tangguh dan luwes. Vidal pula yang membuat assist untuk gol pertama Suarez di menit ke-58. Kemenangan Los Cules ditentukan oleh sebuah se-

rangan cepat yang dipimpin Lionel Messi. Aksinya melewati sejumlah pemain dilanjutkan dengan umpan yang diselesaikan dengan baik oleh Suarez. Pelatih Ernesto Valverde mengakui bahwa anak asuhannya sempat dibuat kesulitan menciptakan peluang oleh Inter. Kondisi ini direspons oleh pelatih asal Spanyol tersebut dengan membuat timnya tampil lebih menyerang selepas jeda. Ia menarik keluar Sergio Busquets untuk digantikan dengan Arturo Vidal. Taktik ini terbilang jitu, Vidal membuat lini tengah Barcelona lebih bertenaga dalam melakukan serangan. ‘’Kami melakukan perubahan di pertandingan ini dengan

Hercules. Mereka masih menunggu untuk dibawa kembali ke daerah asalnya. Sebab, banyak warga yang sudah tak punya harta benda karena habis terbakar akibat kerusuhan di Wamena. S e m e ntara itu, Ketua PIA Ardhya Garini Lanud I Gusti Ngurah Rai, Alida Triana Puspa Indah, mengatakan ada beberapa anak yang mengeluh sakit. Menurutnya, yang sakit ini diduga karena beradaptasi dengan lingkungan baru. Sejumlah orang yang

Menurutnya, kesalahan ketik tersebut perlu diklarifikasi. ‘’Ya ‘typo-typo’ yang perlu klarifikasi, yang nanti bisa menimbulkan interpretasi,’’ ungkap Pratikno. Namun, Pratikno tidak menjelaskan detail kesalahan ketik yang ia temukan tersebut. Pratikno lalu mengatakan setelah dikirimlah ke Baleg DPR, draf revisi UU KPK tersebut seharusnya sudah dikembalikan lagi ke istana. ‘’Mestinya sudah (dikembalikan). Saya cek,’’ tambah Pratikno.

mengungsi dari Wamena terlihat kelelahan. Ada juga yang masih shock. Salah seorang asal Padang, Dani mengatakan, saat kerusuhan di Wamena, banyak warga lokal yang ikut membantu keluarganya untuk menyelamatkan diri. Beruntung pada kerusuhan tersebut, seluruh keluarganya berhasil selamat. ‘’Kami dibantu juga oleh warga lokal sana. Semua keluarga berjumlah 19 orang selamat,’’ tutur Dani yang tinggal di Wamena sejak tahun 2009. (kmb23)

Salah Ketik

Dari Hal. 1

Presiden Jokowi pada 26 September 2019 lalu mengaku sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) UU KPK setelah bertemu dengan sejumlah tokoh nasional. Namun, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada Rabu (2/10) mengatakan bahwa Presiden Jokowi bersama seluruh partai pengusungnya tidak akan mengeluarkan Perppu UU KPK. Keputusan itu, menurut Surya Paloh,

disepakati ketika Presiden Jokowi dan pimpinan parpol pendukung saat bertemu di Istana Kepresidenan Bogor pada Senin (30/9). Salah satu alasan tidak dikeluarkannya perppu adalah revisi UU KPK itu masih diuji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). Terkait pernyataan Surya Paloh tersebut, Pratikno tidak banyak berkomentar. ‘’Tunggu, tunggu, tunggu, kalau Presiden sudah menyatakan sesuatu, nah, itu, sekarang kan belum,’’ kata Pratikno singkat. (ant)

Jumat, 4 Oktober 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Atma Wedana (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Solusi Alternatif Marion Sam Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Dialog Interaktif Dinas Kesehatan

10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita

Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Atma Wedana (4) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Nangun Yadnya Karya Agung Mamungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Menawa Ratna di Pura Dalem lan Prajapati Desa Adat

naik ke posisi kedua dengan empat poin, hanya kalah selisih gol dari Borussia Dortmund. Sementara Inter dan Slavia Praha berturut-turut di posisi 3-4, sama-sama mengumpulkan satu poin. (kmb33)

j u a n agar penilaian tiap lomba senam benarbenar objektif dan bisa dipertanggungjawabkan. Hal itu dilontarkan pemilik LKP Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung, di Denpasar.

Luis Suarez

Lima Warga

Dari Hal. 1 Namun, katanya, ada sebanyak lima warga asal Probolinggo dan Lumajang, Jawa Timur, yang memilih turun di Bali. ‘’Ini ada lima orang turun di Bali. Saat ini kami masih koordinasi sama Kadis Ops karena awalnya enggak ada info turun di sini. Nanti mereka dipulangkan pakai jalan darat, bus mungkin, tapi masih kami koordinasikan,’’ katanya saat ditemui di Base Ops Lanud Ngurah Rai. Diungkapkannya, saat ini di Wamena masih ada 9.000 orang menunggu pesawat

tampil lebih menyerang,’’ ujar Valverde. ‘’Kami mengendalikan pertandingan lewat (Sergio) Busquets, Arthur (Melo), (Frenkie) De Jong. Namun kami tidak memiliki ruang untuk mengembangkan permainan. Kami perlu lebih banyak menciptakan peluang di daerah mereka,’’ imbuhnya. ‘’Mereka sempat membuat kami kesulitan mencetak gol dan kami mampu bangkit dari kondisi tersebut,’’ ungkap pelatih asal Spanyol ini. Dengan hasil ini, Barcelona

17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:05 Wita

Suka Maju Kec. Lunyuk, Kab. Sumbawa Besar, NTB Dialog Putra SBA Puja Trisandya Seputar Bali Malam Giliran Anda Orti Bali Solusi Alternatif Reiki Ling Chi Dialog Interaktif Hypnoteraphy Condesname Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Diah Ratna Kama, Pura Dalem Khayangan, Desa Adat Serangan (4) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel

Mayoritas Fraksi Dari Hal. 1 Dukungan mutlak diberikan mayoritas fraksi-fraksi kecuali Partai Gerindra yang tetap ngotot menginginkan Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menjadi Ketua MPR-RI. Bahkan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) yang selama ini dikenal memiliki kebersamaan dengan Partai Gerindra, kali ini tidak mendukung keinginan partai pimpinan Prabowo Subianto itu. PKS lebih memilih Bamsoet yang diusung Partai Golkar menjadi Ketua MPR-RI. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS yang juga pimpinan MPR dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan pertimbangan partainya memilih Bamsoet. Menurutnya, pilihan PKS yang akhirnya dijatuhkan kepada Partai Golkar karena mereka menghormati proses musyawarah mufakat dalam penentuan Ketua MPR. ‘’PKS bisa menerima usulan untuk mendukung Pak Bambang Soesatyo sebagai calon Ketua MPR,’’ kata Hidayat di sela-sela rapat konsultasi di kompleks parlemen. Kata Hidayat, keputusan PKS mendukung Bamsoet untuk menghindari pemilihan Ketua MPR melalui pemungutan suara (voting). Meskipun pimpinan Fraksi Gerindra dan Ahmad Muzani terus melobi

agar PKS mendukung dari Gerindra. ‘’Kami sangat menghormati musyawarah mufakat. Kan tadi kami bicara di nomor ke7, di nomor 1 sampai ke-6, dimulai PDI-P, Golkar, PKB, NasDem, kemudian Demokrat, PKS, dan Gerindra bicara terakhir. Semuanya menyebutkan mendukung Pak Bambang Soesatyo,’’ ungkap Hidayat Nur Wahid. Dukungan kepada Bamsoet makin kuat tatkala 136 anggota DPD-RI memberikan dukungan penuh kepadanya. ‘’Ini surat yang telah kami keluarkan berupa pernyataan resmi sikap DPD-RI untuk dukungan kami dari DPD-RI kepada Bapak Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR-RI dan untuk Wakil Ketua MPR-RI dari DPDRI, Bapak Fadel Muhammad,’’ ucap Ketua Kelompok DPD-RI di MPR, Insiawati Ayus (Iin) didampingi Sekretaris Kelompok DPD-RI di MPR, Abraham Paul Liyanto usai rapat konsultasi. Ditanya tentang dasar pertimbangan DPD memberikan dukungan kepada Bamsoet, Insiawati menjelaskan, pertimbangannya lebih pada komitmen dan kerja sama antara Golkar dengan DPD. ‘’MPR-RI adalah rumah besar dan kami pertajam dengan kerjasama, kemitraan lembaga dengan fraksifraksi khusnya Partai Golkar,’’ imbuh Insiawati. (kmb4)

Menurut Grace, selama ini tiap penyelenggaraan lomba senam aerobik di Bali menggunakan jurijuri yang tidak bersertifikat. Akibatnya, penilaian bersifat sukjektif. ‘’Penilaian yang subjektif, dipastikan akan merugikan peserta lomba dan para juri bekerja tidak secara professional,’’ ujar Ketua Umum Persatuan Juri Senam se-Bali (Perjusba) ini. Dijelaskannya, Perjusba merupakan wadah juri senam aerobik yang mengantongi sertifikat resmi juri senam aerobik, senam pocopoco, senam baku dan se-

nam kreasi. Ia menegaskan, profesional- i s m e sebuah lomba bukanlah tergantung dari hadiah tunai yang diberikan kepada pemenang, namun tergantung dewan juri yang bertugas saat lomba. Grace sendiri dipercaya menjadi juri lomba senam poco-poco nusantara tingkat nasional memperebutkan Piala Ibu Negara di Jakarta, 19 Oktober mendatang. Selain itu, Grace juga dipercaya menjadi juri pada Fornas di Samarinda, Kaltim pada November mendatang. (022)

Perseden Tantang Putra Tresna di Semifinal Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Perseden Denpasar sebagai runnerup grup B bakal menantang Putra Tresna Bali (juara grup A) pada babak semifinal Kompetisi Liga 3 Rayon Bali, di Stadion Dipta Gianyar, Sabtu (5/10) besok. Semifinalis lainnya mempertemukan PSAD Udayana (juara grup B) meladeni Tunas Muda Ubud (runner-up grup A). Tim Laskar Catur Muka melaju ke babak empat besar usai menaklukkan Undiksha Singaraja dengan skor 3-0 (3-0) di Lapangan Kompyang Sujana, Kamis (3/10) kemarin. Ketiga gol kemenangan Perseden diciptakan I Made Antha Wijaya (2 gol), kemudian sontekan Reza Yulian Hidayat di menit ke-28. Pascalaga, Pelatih Perseden Wayan Sukadana

mengaku awalnya dirinya tak mematok target, hingga dirinya bersyukur Perseden melenggang ke semifinal. ‘’Saya bangga melihat penampilan anak-anak konsisten sepanjang laga,’’ tuturnya. Untuk itu, Sukadana tetap optimis tim asuhannya bakal mampu melewati babak semifinal. ‘’Bagi kami tidak memilih siapa pun lawan di semifinal, yang penting anak-anak bisa mempertahankan pola permainannya,’’ ucap Sukadana. Hasil lainnya, PSAD Udayana menggelontor lawannya Sulut Bali FC dengan skor 11-0 di Stadion Ngurah Rai, kemarin. Kesebelas gol kemenangan PSAD Udayana di borong Ivan Aliandri (3 gol), kemudian Farid Wahyuiono (3 gol), Lodriko (2 gol), M. Fahrizal (2 gol) dan Robertus Melky (1 gol). (022)


BUDAYA PENDIDIKAN

Jumat PAING, 4 OKTOBER 2019

Agus Eri Putra ’’Memuja’’ Cahaya

SENIMAN

KULINER

Bali Post/nik

Mardika saat melayani pelanggan, Kamis kemarin.

Mardika Jual Es Roti Krama Bali

SALAH satu penjual es roti keliling di Gianyar adalah I Made Mardika. Pria 49 tahun asal Kelurahan Bitera, Gianyar ini mengenakan pakaian adat Bali saat berjualan. Boks tempat penyimpanan esnya bertuliskan ‘’Es Roti Krama Bali Zaman Now’’. Pelanggannya kalangan pelajar hingga pegawai di lingkungan Pemkab Gianyar. Mardika mengaku sejak duduk di Sekolah Dasar (SD) sudah biasa berjualan es lilin di sekolah. Namun, kegigihannya dikalahkan oleh rasa ego pada masa SMA. Sehingga

suami dari Ni Made Serti ini berhenti berjualan es lilin saat duduk di bangku SMA. Ia lantas mencoba mewujudkan cita-cita sejak kecil menjadi seorang TNI. Tercatat sudah tiga kali mencoba ikut seleksi, tetapi gagal. Kegagalan itu sempat membuatnya putus asa, hingga akhirnya ia mencoba berbagai macam pekerjaan. Bapak dua anak ini sempat memilih pekerjaan kasar sebagai kuli bangunan, buruh gali sumur, tenaga kontrak di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dan pekerjaan serabu-

tan lain. ‘’Prinsip saya, selagi mampu bekerja, untuk apa berdiam diri,’’ katanya, Kamis (3/10) kemarin. Tidak hanya itu, di sela-sela waktu luangnya, Mardika juga merangkap sebagai saya tajen. Kemudian bermaksud mencari pendapatan tambahan, Mardika pun kembali berjualan es. Kali ini dia menjual es roti krama Bali. Kantor pemerintahan dan sekolah dipilih menjadi tempat berjualan. Es roti krama Bali pun laris manis. ‘’Keliling di sekolah dan kantoran baru sejak dua tahun terakhir,’’ ujarnya.

Dari jualan es, ternyata Mardika merasakan hoki. Apalagi saat musim kemarau panjang seperti saat ini. Siang hari, begitu loncengnya dibunyikan para pegawai silih berganti keluar membeli es. ‘’Kalau cuaca panas seperti sekarang, paling laris,’’ jelasnya. Mardika sendiri baru keluar menjajakan es roti mulai pukul 11.00 Wita. Dia berkeliling di seputaran kota Gianyar. Jika ramai, pukul 14.00 Wita es rotinya sudah ludes terjual. ‘’Kalau agak sepi bisa sampai sore,’’ ujarnya. (nik)

HOTEL Indigo Bali Seminyak Beach Hotel dirancang secara eklektik, terinspirasi dari cita rasa, budaya, dan karakter lingkungan sekitarnya. Serta menjanjikan perpaduan autentik dengan pesona Bali yang memikat, budaya dan kreativitas kontemporer. De-

sain tersebut membuat hotel ini merupakan Hotel Indigo pertama yang meraih predikat bintang 5 di dunia. Hotel Indigo Bali berdiri di atas lahan seluas 4,7 hektar. Resort ini menghadap garis pantai Seminyak dan menawarkan 289 kamar, suite, dan vila dengan kolam renang. Ke-270 kamar dan suite yang luas menghadirkan perpaduan sentuhan desain yang dipengaruhi nuansa lokal. Setiap kamar dilengkapi dengan sofa daybed, tempat tidur mewah, kamar mandi yang terinspirasi spa dan fitur-fitur canggih. Selain itu, ada 19 vila dengan private outdoor swimming pool, whirlpool dan kamar mandi besar dengan dua meja rias yang semuanya terinspirasi filosofi Tri Hita Karana. Jean Hélière, General Manager Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, mengatakan ini benar-benar kesempatan yang luar biasa. Ia senang menjadi bagian dari hotel unggulan Grup Intercontinental Hotel, Hotel Indigo pertama yang meraih predikat bintang 5 di dunia. ‘’Saya sangat menantikan untuk menyambut tamu dengan tim kami untuk memberikan keramahan khas kami #staysurprise,’’ ujarnya. (gie)

KESEHATAN

TOP IN Hotel VASI Indigo Bali Seminyak Indigo Bintang 5 Pertama di Dunia WONDERFUL BALI

BUDAYA PENDIDIKAN Fokus Garap Pasar Lokal SEMAKIN banyak jumlah kedai kopi di Kota Denpasar khususnya, membuat permintaan kopi meningkat. Demikian juga di Umah Lokal Coffee dan Roastery. Dalam sebulan, Umah Lokal menerima permintaan 150 – 200 kg kopi. Kopi tersebut dipasok ke 20 kedai kopi di Bali. ‘’Kapasitas produksi kami 150 – 200 kg. Jadi permintaannya 200 kg setiap bulannya,’’ kata I Putu Agi Pratama, Owner Umah Lokal Coffee dan Roastery, Kamis (3/10) kemarin. Namun setiap kedai kopi atau coffee permintaannya berbeda–beda. Ada yang setiap minggu mengambil di tempatnya 2 kg, 6 kg bahkan lebih, tergantung kapasitas coffee shop-nya. Permintaan yang meningkat ini tidak terlepas dari banyaknya kedai kopi yang tumbuh di Bali, khususnya di Kota Denpasar. ‘’Produksi kita permintaan meningkat di lokal, karena banyak anak muda membuat kedai kopi sehingga permintaan meningkat,’’ ungkapnya. Diakui, ia lebih fokus menggarap pasar lokal khususnya di Bali. Karena permintaan untuk di Bali sendiri cukup tinggi. Ia juga memasok kopi ke Yogyakarta selain juga menerima biji kopi untuk di-roastery di tempatnya. Namun,

dikatakan, itu hanya digunakan untuk sampel. Sementara permintaan ekspor ke luar negeri belum. ‘’Kalau sekarang kita lebih menenkankan pada coffee shop yang ada di daerah perkotaan, masyarakat lokal, karena minuman kopi yang banyak diminati seperti es kopi susu,’’ tuturnya. Kopi yang digunakan di Umah Lokal merupakan kopi hasil pertanian di Desa Pajahan, Pupuan, Tabanan dan Kintamani, Bangli. Kopi itu didapatnya dari kelompok tani dan BUMDes, sehingga ia tidak berhubungan langsung dengan petani. Kopi yang ia terima berbentuk kopi mentah, greenbean, kemudian ia olah di tempatnya. Meski demikian, untuk mengontrol kualitas kopi, ia juga memberi saran–saran kepada BUMDes terkait produksi kopi. (may)

SENIMAN

I Putu Agi Pratama

ALAM mesti selalu dijaga kelestariannya. Alam lestari, kehidupan pun nyaman ‘’berseri’’. Pesan tentang betapa pentingnya merawat alam sering dititipkan perupa lewat karya seninya. Lewat lukisan bertema alam, pelukis secara tidak langsung mengajak masyarakat menjaga dan mencintai alam. Pesan betapa pentingnya menjaga alam kerap dititipkan perupa muda asal Banjar Kelingkung, Lodtunduh, Ubud-Gianyar, Agus Eri Putra. Lewat karya-karya yang bertema alam, Agus secara implisit mengetuk hati masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan alam agar tetap asri lestari. Lingkungan yang bebas dari sampah plastik dan limbah beracun. Juga, tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah, karena akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Selain alam, Agus juga terkenal dengan karyanya bertema Bali tempo dulu dengan konsep ‘’memuja’’ cahaya. Dalam karya rupanya bergaya naturalis, pencahayaan dan sinar matahari menjadi fokus. ‘’Saya tertarik melukis Bali tempo dulu karena dapat dijadikan refleksi kehidupan zaman sekarang yang terlalu fokus mengejar materi dan sebagainya. Zaman dulu sungguh totalitas ketulusan dan kesederhanaan, karena dulu tidak banyak hiburan seperti sekarang,’’ ujarnya, Kamis (3/10) kemarin. Dalam karya-karyanya bertema Bali tempo dulu, cahaya atau sinar menjadi titik fokus. Bagi Agus Eri Putra, sinar juga melambangkan Sang Maha Pencipta yang memberikan sinar sucinya kepada seluruh umat manusia menuju jalan kebaikan dan kebenaran. Dalam karyakaryanya yang bertema Bali tempo dulu, Agus lebih senang menampilkan suasana pagi hari. Ini, menurutnya, sebagai lambang semangat baru atau spirit baru yang membuat kita tidak bosan untuk memulai sesuatu hal. Lalu bagaimana apresiasi masyarakat terhadap seni rupa? Pemilik Agus Eri Putra Studio di Lodtunduh, Ubud ini mengatakan, apresiasi masyarakat sangat baik. Peran galeri dan museum seni juga dinilai sangat bagus untuk mewadahi para perupa memamerkan karyanya. Agus Eri Putra tercatat beberapa kali pameran karya lukis. Tahun 208 ia sempat pam-

eran di Colorado. Setahun kemudian pameran lukisan di San Fransisco (2009). Dua tahun terakhir, Agus Eri Putra tercatat ikut pameran bersama grup exhibition Vanguard di Museum Seni Batuan tahun 2018 dan grup exhibition Sari Lotus di Monkey Forest Gallery pada 11 Januari 2019 dan Taman Budaya Yogyakarta 2019. (lun)

Bali Post/ist

KANADA - Tim konsuler Kedubes Kanada berfoto bersama dengan tim RSUP Sanglah.

Konsuler Dubes Kanada Pastikan Faskes Memadai di RSUP Sanglah WARGA Kanada berkunjung ke Bali setiap tahunnya cukup banyak, mencapai sekitar 50.000 orang, sehingga diperlukan fasilitas kesehatan yang memadai. Terkait dengan itu Konsuler Duta Besar (Dubes) Kanada mengunjungi RSUP Sanglah, salah satu fasilitas kesehatan terbesar di Bali pada Rabu (2/10). Kedutaan Kanada tidak saja mengecek pelayanan kesehatan, tetapi juga mengonfirmasi daya listrik, security dan fasilitas yang dimiliki RSUP Sanglah. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan, khususnya penanganan kegawatdaruratan di RSUP Sanglah memadai. Direktur Konsuler Anna Maria Scottis dan Konsuler Bidang Emergency Kesehatan Kedutaan Kanada Andrew de Sanchs mengatakan, kunjungan ini sangat penting bagi pemerintah Kanada untuk memastikan keselamatan dan keamanan bagi warga Kanada yang berkunjung ke Bali. ‘’Kami sangat berkepentingan melakukan kunjungan ke RSUP Sanglah, melihat secara langsung kesiapsiagaan rumah sakit ini melayani kegawatdaruratan. Setelah melihat langsung, kami yakin dengan kemampuan rumah sakit ini. Kami percayakan 50 ribu warga kami dilayani di sini,’’ ujarnya. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. menyambut hangat kedatangan rombongan dari

Kedutaan Kanada ini. Ia menjelaskan berbagai fasilitas dan pengalaman RSUP Sanglah dalam penanganan berbagai event internasional di Bali dan kemampuan tim kegawatdaruratan RSUP Sanglah. Bahkan, RSUP Sanglah memiliki Tim Barigade Siaga Bencana dan sudah terlibat dalam penanganan berbagai bencana yang pernah ada, baik yang di Bali maupun di luar Bali. ‘’Kemampuan RSUP Sanglah tentu tak diragukan

lagi dalam penanganan emergency. Sudah teruji mulai dari kejadian Bom Bali sampai dengan gempa di Aceh. Pelayanan di sini juga adalah pelayanan terlengkap dan pusat rujukan di Bali dan Nusa Tenggara,’’ tandasnya. Sudana juga menyampaikan, fasilitas yang ada di RSUP Sanglah mulai dari helipad, sistem keamanan, daya listrik dan pengalaman kerja sama dalam penangann pasien asing di RSUP Sanglah. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook