Skip to main content

Edisi Senin 4 Mei 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

8 HALAMAN

NOMOR 244 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

senin kliwon, 4 mei 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

PDP Bertambah Dua Orang

15 Pasien Covid-19 Sembuh

Tiga Warga Padangkerta Positif Covid-19

Pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSU Negara bertambah dua orang, Minggu (3/5) kemarin. Satu orang merupakan pekerja migran Indonesia asal Jembrana yang tengah menjalani karantina, sedangkan satu lagi warga lokal.

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Kabupaten Gianyar terus meningkat. Data terakhir tercatat 15 pasien sembuh dari total 24 pasien positif Covid-19.

Kasus warga Karangasem positif terjangkit virus Corona atau Covid-19 terus bertambah. Minggu (3/5) kemarin, tiga warga Kelurahan Padangkerta kembali terjangkit Covid-19.

GIANYAR | HAL. 5

JEMBRANA | HAL. 4

KARANGASEM | HAL. 6

Kebijakan Penanganan Covid-19 di Bali Tunjukkan Hasil Nyata SEJAK munculnya wabah Covid-19 di Bali, Gubernur Bali Wayan Koster telah mengambil sejumlah kebijakan dan berbagai upaya penanganan Covid-19. Setidaknya ada 10 kebijakan yang sudah digulirkan orang nomor satu di Bali ini. Berdasarkan analisis Bali Post, berbagai kebijakan dan upaya dalam penanganan

Covid-19 tersebut sampai saat ini telah menunjukkan hasil yang nyata dengan memakai tiga indikator penting. Pertama, rata-rata penambahan pasien positif Covid-19. Kedua, persentase kesembuhan. Ketiga, persentase meninggal. Indikator ini sebagai perbandingan perkembangan Covid-19 di Bali dibandingkan dengan 9 provinsi lain dalam 10 kelompok terbesar Covid-19, nasional dan global/ dunia. Pertama, rata-rata penambahan pasien positif Covid-19 per hari, Bali sebanyak 7 orang (peringkat terendah ketiga), lebih rendah daripada DKI Jakarta, Jawa Timur,

Segera Aktualisasi Data Masyarakat PERKEMBANGAN Covid-19 bukan tidak mungkin membuat masyarakat kehilangan pekerjaan. Tidak hanya masyarakat Bali, tetapi juga masyarakat non-Bali namun tinggal di Bali dengan alasan mencari pekerjaan. Hal inilah yang perlu dipikirkan oleh pemerintah dan diharapkan segera melakukan aktualisasi data. Hal itu ditegaskan Panglingsir Puri Peguyangan A.A. Ngurah Gede Widiada yang juga Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Denpasar saat pembagian sembako kepada sejumlah komunitas, Minggu (3/5) kemarin. Menurut Widiada, aktualisasi data masyarakat di Kota Denpasar perlu dilakukan, baik pendatang maupun masyarakat Bali yang tinggal di Bali. Aktualisasi data perlu lebih akurat mengingat mobilitas penduduk di Kota Denpasar sangat tinggi agar tidak terjadi diskriminasi dalam pembagian bantuan. ‘’Jangan sampai yang dapat bantuan hanya mereka yang dekat dengan prajuru desa atau pemerintah. Hal-hal ini harus dihindari sehingga kita bisa membangun kepercayaan masyarakat dan urusan perut ini betul-betul menjadi keamanan bagi semua orang. Jangan sampai masyarakat ini tidak makan,’’ imbuhnya. Hal. 7 Antarpemimpin Perlu

OPINI

Momentum Berbagi Cahaya di Masa Covid-19 Oleh : Nengah Dasi Astawa

SETIAP peristiwa acapkali membawa berkat dan berkah. Tidak selalu berupa rezeki finansial. Tetapi bisa saja datang dalam berbagai wujud. Bisa peluang, tantangan, kesempatan dan momentum untuk berbagi dalam berbagai hal berbasis energi positif dan ketulusan. Kata berbagi itu hampir setiap orang paham betul maknanya. Apalagi bagi sebagian orang yang memiliki harta atau kecerdasan berlebih. Mungkin sebagian dari kita belum sempat berbagi harta, karena keterbatasan materi. Tetapi itu bukan halangan, kita masih dapat melakukan berbagi kecerdasan. Ada kecerdasan emosional, intelektual dan kecerdasan spiritual. Berbagi kecerdasan berlebih bisa kita wujudkan berupa solusi, mencerahkan, membangkitkan, memotivasi, mengedukasi dan mencari alternatif tatkala ada teman, kawan dan sahabat kita punya masalah dan terhalang jalan buntu. Hal. 7 Pastikan Donasi

Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan Nusa Tenggara Barat. Data menunjukkan bahwa pasien positif Covid-19 sebagian besar bersumber dari PMI/ABK sebanyak 55%, transmisi lokal Bali sebanyak 34%, daerah luar Bali sebanyak 8%, dan WNA sebanyak 3%. Sedangkan kasus di provinsi lain, pasien positif sebagian besar merupakan transmisi lokal. Kedua, persentase kesembuhan pasien positif Covid-19, Bali mencapai sekitar 57,63% yang paling tinggi di Indonesia dan berbeda jauh daripada 9 provinsi lainnya, bahkan jauh di atas rata-rata nasional (16,76%) dan global/

dunia (31,91%). Di Bali, ratarata lama perawatan pasien positif Covid-19 sampai sembuh adalah selama 13 hari, masa perawatan paling cepat selama 3 hari, dan paling lama 39 hari (untuk kasus berat). Ketiga, persentase pasien positif Covid-19 yang meninggal, Bali mencapai 1,53% paling rendah kedua dari 9 provinsi lainnya, bahkan jauh di bawah rata-rata nasional (7,55%) dan global/ dunia (7,09%). Patut dicatat bahwa dari 4 orang pasien positif yang meninggal di Bali, 2 orang merupakan WNA, 1 orang dari daerah luar Bali, dan 1 orang PMI/ABK warga Bali. Meskipun Bali tidak menerapkan PSBB, tetapi sejauh ini penanganan Covid-19 menunjukkan hasil yang lebih baik/ terkendali. Padahal, sebelumnya berbagai pihak sangat mengkhawatirkan Bali akan terancam Covid-19 karena sebagai destinasi wisata dunia terbesar di Indonesia. Tetapi sejauh ini, fakta menunjukkan hal yang kontras berbeda. Dari data perkembangan Covid-19 tersebut, menunjukkan bahwa sejumlah kebijakan dan berbagai upaya yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Bali bersama Kapolda, Pangdam IX/Udayana, Bupati/Wali Kota se-Bali, para tenaga medis dan para pihak

disertai dengan manajemen pelaksanaan dalam penanganan Covid-19 di Bali telah menunjukkan suatu output/ hasil yang positif dan terukur. Kebijakan merupakan produk dari suatu kepemimpinan yang pada akhirnya terlihat dari hasilnya secara terukur. Gaya kepemimpinan seorang gubernur memang berbedabeda, ternyata hasilnya pun memang beda. Sejauh ini, di Bali hasilnya terlihat nyata. Sampai saat ini, ada 10 kebijakan yang sudah digulirkan Gubernur Bali Wayan Koster terkait penanganan Covid-19. Pertama, pembentukan Satuan Tugas Covid-19, yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 236/03-B/HK/2020 pada tanggal 10 Maret 2020. Bali merupakan provinsi pertama membentuk Satgas di Indonesia, bahkan mendahului pemerintah pusat yang baru membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada tanggal 13 Maret 2020. Kedua, mengeluarkan kebijakan Bali dalam Status Siaga Covid-19, dengan Surat Pernyataan Nomor 360/3054/ SET/BPBD pada tanggal 16 Maret 2020. Selanjutnya, Status Siaga Covid-19 di Provinsi Bali ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Nomor 258/04-G/ HK/2020,

tanggal 16 Maret 2020. Ketiga, mengeluarkan kebijakan tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7194 Tahun 2020, pada tanggal 16 Maret 2020 yang berisi kegiatan belajar mengajar bagi siswa di rumah dengan menggunakan media online, pelaksanaan tugas-tugas penyelenggaraan administrasi pemerintahan diupayakan dari rumah, penundaan kegiatan perjalanan dinas ke luar daerah, kecuali untuk urusan yang sangat mendesak dan pembatasan kegiatan keramaian/ hiburan yang melibatkan massa. Keempat, kebijakan menetapkan 11 Rumah Sakit Rujukan Penanganan Covid-19 dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 259/03-B/ HK/2020, pada tanggal 16 Maret 2020. Kelima, mengeluarkan kebijakan penutupan objek wisata dengan Surat Edaran Nomor 730/8080/Sekret, pada tanggal 20 Maret 2020. Keenam, mengeluarkan kebijakan tentang Pem batasan Kegiatan Keramaian Termasuk Sabung Ayam (Tajen) dengan Surat Edaran Nomor 730/8125/Sekret, tanggal 20 Maret 2020. Hal. 7 Menggerakkan Desa Adat

’’Persentase kesembuhan pasien positif Covid-19, Bali mencapai sekitar 57,63% yang paling tinggi di Indonesia dan berbeda jauh daripada 9 provinsi lainnya, bahkan jauh di atas rata-rata nasional (16,76%) dan global/dunia (31,91%).’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Desa Abuan Diisolasi Selama 14 Hari

Bangli (Bali Post) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli memutuskan mengisolasi Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli mulai Sabtu (2/5). Isolasi dilakukan menyusul banyaknya warga di desa setempat yang positif Covid-19. Sebelumnya, Gugus Tugas Kabupaten hanya mengisolasi satu banjar di desa tersebut yakni Banjar Serokadan.

H

Bali Post/ist

ISOLASI - Suasana Desa Abuan, Susut, Bangli yang mulai Sabtu (2/5) diisolasi tampak lengang.

umas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengatakan, Desa Abuan yang terdiri dari tiga banjar yakni Serokadan, Abuan dan Sala diisolasi selama 14 hari ke depan. Hal yang menjadi pertimbangan Gugus Tugas mengisolasi satu desa itu dikarenakan jumlah kasus positif Covid-19 di desa itu tergolong tinggi dan terdapat kasus posiitif di masing-masing banjar. ‘’Sebelumnya hanya Banjar Serokadan saja, tapi mulai Sabtu Desa Abuan yang diisolasi,’’ terangnya. Hal. 7 80 Persen Warga

Hasil Swab 276 Warga Serokadan Negatif Bangli (Bali Post) – Hasil pemeriksaan swab tenggorokan dari 276 warga Banjar Serokadan, Desa Abuan, Susut, Bangli dilaporkan negatif. Pemeriksaan ini tindak lanjut hasil rapid test yang menunjukkan 447 orang reaktif atau mengarah positif. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengatakan, dari 447 yang reaktif, 308 orang di antaranya sudah menjalani pengambilan swab. ‘’Hasilnya baru keluar 276 orang, sisanya masih menunggu,’’ kata Dirgayusa, Minggu (3/5) kemarin. Menurut Dirgayusa, 139 orang lainnya baru Minggu kemarin dilakukan pengambilan swab. ‘’Ini masih berlangsung hari ini (Minggu - red) pengambilan swab bagi yang rapid test kemarin reaktif,’’ ujarnya. Ia berharap semua hasilnya negatif. Sementara dari 47 orang warga Bangli yang positif Covid-19, 16 orang di antaranya dinyatakan sudah sembuh dan kembali menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing. Hal. 7 Dua Warga Serokadan

Protokol Penanganan Wabah Dalam Lontar-lontar Bali

DI MASA lalu ketika terjadi wabah, pemegang pemerintahan mengundang pandhita, mpu, bendesa, balian usada, untuk mengadakan rapat terbatas dalam rangka merumuskan pararem atau pacingkreman sebagai protokol penanganan wabah. Isinya berupa pembatasan upakara, pengobatan, karantina, penguburan, dan upakara penyucian. Jejak tertulis pokok-pokok protokol dari masa lalu tersebut terdapat dalam lontar jenis usada dan Widhi Sastra. Lontar usada yang mengandung protokol karatina dan pengendalian sosial terkait wabah, di antaranya Anda Kacacar, Usada Gede, Usada Ila, Usada Cukil Daki. Lontar jenis Widhi Sastra yang terkait penanganan wabah, di antaranya Widhi Sastra Swamandala dan Widhi Sastra Roga Sanghara Gumi. Protokol Pelarangan Pujawali Desa Bugbug, Karangasem,

misalnya, memiliki lontar protokol penanganan wabah cacar, berjudul ‘’Anda Kacacar’’. Disebutkan pembatasan untuk tidak menyelenggarakan salwirning walikrama (segala jenis perayaan pura atau pujawali). Berikut kutipannya (hal. 1b): ‘’Ini pedoman sastra untuk diketahui umum, pedoman bagi pelayan dharma, memuat ajaran kebajikan buddhi (nalar), hendaknya dipahami oleh pemegang pemerintahan, pada saat berjangkit wabah penyakit cacar, ingatlah begini aturannya dunia: Jangan melaksanakan salwirning walikrama (segala macam pujawali), tidak juga melakukan pemujaan dengan wedamantra di Pura-pura, sampai kemudian pulih datang wuku Dungulan (perayaan Galungan)…’’ Lontar ini melarang penyelenggaraan pujawali ketika wabah. Setelah wabah reda dan situasi pulih dan datang wuku Dungulan (hari raya

Oleh: Sugi Lanus Galungan), penduduk baru diperbolehkan ke pura. Ini sejalan dengan nasihat lisan yang kita terima secara turuntemurun: ‘’Masang gering ten dados mesu. Meneng jumah’’ — Musim wabah tidak boleh keluar. Diam tenanglah di rumah. Protokol Karantina Untuk mengarantina dan

mengisolasi penderita penyakit menular di masa lalu, disiapkan pondok-pondok sederhana di pantai, atau di luar desa yang jauh. Penderita penyakit menular dipersilakan meninggalkan desa, berpisah dengan keluarganya, dan tidak kembali ke desa sampai dinyatakan benar-benar sembuh. Lontar Usada Gede, menyebutkan (hal. 77a, 81a): ‘’…jika ada orang yang ditimpa penyakit menular itu, harus diusir oleh penguasa (raja), ditempatkan di pinggir pantai, jauh dari desa, tidak boleh dilihat oleh masyarakat desa, jangan dibiarkan lamalama di desa, jika dibiarkan lama orang itu di desa, akibatnya semua dewa meninggalkan desa itu…’’ ‘’…jika ada orang sakit demikian, patut diusir, ditempatkan di tepi laut, jangan diizinkan pulang ke desa, karena berakibat hilang kemakmuran negara, demikian menurut cerita dari Buana Keling.’’ Cerita lisan tentang wabah

di masa lalu sama dengan dengan isi lontar ini, dikatakan bahwa karantina di masa lalu berbentuk ‘’pengucilan’’. Ditempatkan di kawasan sepi jauh dari desa, dilarang berkunjung ke desa, dilarang bertemu keluarganya. Protokol Pengobatan Seorang balian (dukun) dituntut sangat berhati-hati dan harus punya kualifikasi atau kemampuan yang mumpuni dalam menangani penyakit menular. Lontar Usada Ila menyebutkan: ‘’Janganlah balian sembarang memvonis dan mengatakan sakit itu gering agung, jika belum mendalami keputusan Sang Hyang Saraswati dan upacara pawitenan (pembersihan diri) dengan aksara suci dan ilmu pengetahuan tentang tubuh, demikian hendaknya syarat orang yang melaksanakan pengobatan.’’ Hal. 7 Protokol Sanksi Denda


Senin Kliwon, 4 Mei 2020

Manfaatkan Lahan Kosong Saat Pandemi Covid-19

Cegah Covid-19

Ny. Selly Mantra Ikut Turun Langsung Memberikan Imbauan Melalui Mobil ’’Calling’’

UNTUK membantu Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar dalam mencegah penyebaran virus Corona, Ketua Tim Penggerak Kota Denpasar I.A. Selly Mantra ikut turun langsung mengedukasi masyarakat agar melakukan protokol kesehatan melalui mobil calling. Kegiatan ini menggandeng anggota K3S Kota Denpasar yang dilakukan Sabtu (2/5) lalu. Ny. Selly Mantra ikut turun langsung dan keliling memberikan imbauan kepada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah dan melakukan protokol kesehatan serta membagikan masker kepada masyarakat di jalan. Dengan menggunakan mobil Konseling Ceria PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Mantra melalui pengeras suara nampak semangat saat memberikan imbauan kepada masyarakat. Imbauan yang diberikan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Selalu menggunakan masker saat beraktivitas keluar rumah, selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, menjaga jarak (social distancing) dan jika tidak ada kepentingan mendesak agar masyarakat tetap di rumah saja. Dalam kesempatan itu, Ny. Selly Mantra juga menginformasikan perihal social dan physical distancing adalah sebuah strategi kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk mencegah atau memperlambat penyebaran patogen infeksius seperti virus. Social distancing sangat penting untuk memerangi pandemi Covid-19. Mengingat banyak kasus positif tanpa gejala, kasus positif Covid-19 dengan gejala yang minimal sehingga secara subjektif dirasakan, tidak ada gejala yang ma-

sih berada di tengah-tengah masyarakat. ‘’Maka kami mengajak masyarakat agar lebih disiplin lagi mengikuti anjuran pemerintah sehingga penyebaran Covid-19 segera bisa diputus,’’ kata Ny. Selly Mantra melalui pengeras suara. Kegiatan dilakukan dengan cara berkeliling ke tempat-tempat keramaian dan juga banjar-banjar di Kota Denpasar. Dengan ikut turun langsung ke jalan, Ny. Selly Mantra berharap agar masyarakat lebih sadar dan paham bahwa Covid-19 sangat

berbahaya bagi manusia. Selain itu, penyebaran Covid-19 sangatlah cepat sehingga harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Tidak hanya itu, Ny. Selly Mantra juga membagikan masker kepada masyarakat. ‘’Pemerintah Kota Denpasar sudah mewajibkan bagi masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Untuk itu masyarakat harus selalu menggunakan masker, di samping melindungi diri sendiri juga orang lain,’’ ucap Selly Mantra. (ad17)

IMBAU - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra, ikut turun langsung dan keliling memberikan imbauan kepada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah dan membagikan masker kepada masyarakat di jalan, Sabtu (2/5) lalu.

Pemerintah Mesti Ciptakan Kedisiplinan Denpasar (Bali Post) Transmisi lokal yang terjadi di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli tentu mengundang keprihatinan. Terlebih, penularan Covid-19 disebabkan oleh satu orang pekerja migran yang tidak disiplin. Namun kesalahan tetap tidak bisa ditumpukan kepada pekerja migran itu saja. ‘’Ada ketidakdisiplinan dan kelengahan dalam pengawasan. Oleh karena itu, saya berharap untuk PMI yang akan datang ini harus diterapkan dengan menciptakan disiplin,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Kory, Minggu (3/5) kemarin. Menurutnya, pemerintah berperan penting

dalam menciptakan disiplin itu. Artinya, bukan sekadar membiarkan masyarakat agar berdisiplin. Sebab, masyarakat disebut belum terbiasa. Menciptakan disiplin bisa dilakukan dengan menyiapkan tempat karantina yang layak bagi para pekerja migran. ‘’Perlakukan dengan layak, karantina di hotel yang dibiayai pemerintah dan dijaga polisi sehingga timbul kedisiplinan,’’ tegas Ketua DPD Golkar Bali ini. Terkait karantina wilayah di Desa Abuan, Bangli, Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Adnyana, meminta masyarakat setempat agar disiplin dan mengikuti anjuran pemerintah. Bagi aparat yang menga-

wasi proses karantina harus tegas agar jangan sampai ada masyarakat yang main-main. ‘’Kalau ada yang membandel harus ditindak,’’ ujar politisi PDI-P asal Bangli ini. Di sisi lain, Adnyana mengaku sudah menggelar rapat dengan Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi. Dikatakan, bila ketersediaan alat pelindung diri dan alat rapid test sebetulnya cukup. Hanya, prosesnya harus melalui Dinas Kesehatan dan RSUD. Ada mekanisme pengamprahan agar sesuai dengan syarat yang ditentukan. Menyikapi adanya dugaan alat rapid test rusak lantaran ditemukan ratusan hasil reaktif, menurutnya, perlu diselidiki. (kmb32)

Pemkot Bersama Surfing Gagas ’’Urban Farming’’ PEMKOT Denpasar selalu mendukung semua pihak yang menciptakan inovasi dalam pembangunan kota. Kali ini, komunitas Smansa Urban Farming (Surfing) yang dibentuk alumni Smansa Angkatan Tahun 85 ini, menjalin kerja sama dengan Pemkot Denpasar untuk mendorong adanya urban farming atau (pertanian perkotaan) di Kota Denpasar. Ini diresmikan langsung Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dengan ditandai penanaman dan penyerahan bibit sayuran serta media tanam di Pekarangan Pangan Lestari, Kelurahan Sesetan, Densel, Sabtu (2/5) lalu. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi yang mengajak masyarakat untuk bercocok tanam di rumah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Mengingat saat ini dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga dapat mendorong masyarakat untuk mandiri dalam pengadaan bahan pangan sehari-hari dan dapat memanfaatkan pekarangan yang ada di rumah dengan maksimal. Jaya Negara yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai mengaku Pemkot Denpasar sangat mendukung dan mendorong adanya peran pihak swasta dalam memberikan inovasi di bidang pertanian di Kota Denpasar. Hal ini lantaran lahan pertanian yang berada di Kota Denpasar jum-

Sementara Koordinator Pekarangan Pangan Lestari Smansa Urban Farming (Surfing), I Gede Dedi Kusuma Antara, mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang sebelumnya dalam rangka membantu penanganan dampak ekonomi Covid-19 ini juga ada pembagian sembako dan pembagian alat pelindung diri (APD). ‘’Urban farming ini merupakan konsep pemindahan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan, mengingat saat ini berkurangnya lahan pertanian di perkotaan, khususnya di Kota Denpasar,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, adapun tanaman yang ditanam dalam pekarangan ini seperti cabai, terong, tomat, bayam, kangkung dan pare. Tidak hanya tanaman, di sini

Denpasar (Bali Post) -

Guna memastikan listrik gratis untuk pelanggan bisnis skala kecil dan industri kecil tepat sasaran, PLN mendistribusikan token untuk menjangkau pelanggan yang kesulitan mengakses jaringan internet. Pendistribusian token ini bekerja sama dengan perangkat desa. Executive Vice President Communication & CSR PLN, Made Suprateka, Sabtu (2/5) lalu mengatakan, mekanisme penggratisan listrik untuk pelanggan bisnis kecil B1/450 VA dan industri kecil I1/450 VA akan menggunakan cara yang sama dengan pendistribusian pembebasan listrik untuk golongan rumah tangga. Selain bekerja sama dengan pemerintah, untuk pelanggan bisnis dan industri 450 VA pascabayar, secara otomatis tagihan pemakaian pada rekening pada Mei sampai dengan Oktober adalah nol rupiah. Sedangkan untuk pelanggan yang menggunakan token listrik, token gratis tersebut dapat diperoleh, baik melalui web yakni www.pln.co.id maupun aplikasi WhatsApp ke nomor 0812-2-123-123.

juga terdapat beberapa kolam pembudidayaan ikan lele. Kegiatan seperti ini yang ingin ditularkan kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas untuk bisa ditanami beberapa komoditi pertanian dengan harapan bisa membantu meringankan ekonomi keluarga. Ke depan bisa diharmoniskan antara pembangunan sektor pariwisata dengan pembangunan sektor pertanian. Seperti dialami bersama saat ini sangat mengganggu jalannya perekonomian masyarakat. ‘’Untuk itu, kami komunitas Surfing membuat percontohan perkebunan yang nantinya bisa ditiru masyarakat yang hasilnya bisa mengurangi pengeluaran sehari-hari,’’ ujar Dedi Kusuma. (ad18)

tikan sudah dapat mengakses token yang diterima ke dalam meterannya dan menikmati listrik gratis. Ia berharap, program listrik gratis selama 6 bulan dapat membantu para pelaku bisnis skala kecil ini, tetap bertahan di masa pandemi Covid-19 ini. Tarif Listrik Sementara itu, PLN juga memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tidak mengalami kenaikan, termasuk tarif rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) dan di atasnya. Mengingat penyesuaian tarif dilakukan tiga bulan sekali oleh pemerintah. Untuk tarif April hingga saat ini, dinyatakan tetap yakni sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. “Kami pastikan saat ini tidak

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

TNI/Polri Tetap Jaga Ketat Sekolah

Bali Post/rah

Topik : desa abuan diisolasi selama 14 hari

Pelanggan dapat mengirimkan nomor ID pelanggannya ke nomor tersebut melalui aplikasi WhatsApp. Apabila pelanggan tersebut datanya cocok sesuai dengan kriteria penerima program gratis listrik, maka pelanggan akan mendapatkan token yang dapat diisikan ke meteran prabayarnya Mekanisme menggunakan WhatsApp akan memerlukan waktu beberapa hari karena PLN harus memasukkan database penerima yang berhak ke dalam sistem, sehingga tepat sasaran. Jumlah database pelanggan yang harus dimasukkan ke sistem kurang lebih sekitar 500 ribu ID pelanggan. Dalam 12 jam, semua pelanggan dengan token listrik sudah mendapat token gratisnya. Paling lambat Minggu 3 Mei 2020, seluruh pelanggan yang berhak dipas-

ada kenaikan listrik. Harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan,” tutur Suprateka. Adapun besaran tarif yang berlaku saat ini yaitu untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh, untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh, tegangan menengah sebesar Rp 1.115/kWh dan tegangan tinggi sebesar Rp 997/kWh. Penegasan tidak adanya kenaikan tarif listrik karena adanya peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga. Hal itu disebabkan meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah. (kmb42)

Pengumuman Kelulusan Lewat ’’Website’’

PANTAU MUDIK - Polisi memantau warga yang hendak mudik dan tidak mengenakan masker di depan Pos Pengamanan dan Penyekatan Biaung, Denpasar Timur. yakan apakah tujuan mudik? Ada surat pengantar dari kepolisian atau tidak?’’ kata Adi saat ditemui di Pos Pengamanan dan Penyekatan Biaung, Denpasar Timur. Tujuannya agar tidak kecewa jika sudah sampai pelabuhan karena ada pembatasan penyeberangan. Jika tidak ada yang urgent di kampung, lebih baik mengurungkan niat mudik agar tidak tertular atau menularkan virus Corona. (kmb36)

lahnya terbatas. Maka dari itu, sangat diperlukan inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam bidang pertanian seperti halnya urban farming. ‘’Adanya inovasi dari semua pihak seperti swasta atau stakeholder lainnya ini, tentu sangat membantu Pemkot Denpasar. Sehingga dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang berada di pekarangan secara maksimal,’’ ujarnya. Ia menambahkan, dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, semua sektor usaha mengalami guncangan hebat. Dengan adanya sistem urban farming saat ini, tentu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan minimal dapat mengurangi pengeluaran belanja untuk kebutuhan dapur.

PLN Pastikan Pendistribusian Token Listrik Tepat Sasaran

Menurun, Arus Mudik Jelang Lebaran

Denpasar (Bali Post) Imbauan menunda mudik terus digaungkan pihak kepolisian, bahkan dibuat Pos Pengamanan dan Penyekatan. Tujuannya menjaring warga yang nekat ingin mudik. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, arus mudik saat ini menurun. ‘’Arus mudik dibandingkan tahun lalu menurun karena ada penyekatan. Biasanya menjelang H-7 pasti ramai, tapi sekarang sedikit lengang,’’ kata Kasatlantas Polresta Denpasar, AKP Adi Sulistyo, Minggu (3/5) kemarin. Sedangkan situasi lalu lintas, wilayah Denpasar Timur dan Kuta serta Kuta Selatan tidak macet seperti dulu. Namun wilayah Denpasar Barat dan Utara, aktivitas masyarakat normal sehingga kendaraan padat. ‘’Yang menjadi atensi pihak kepolisian sekarang ini adalah warga yang menganggur, tapi tidak bisa pulang kampung. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kriminalitas di Bali,’’ ujarnya. Oleh karena itu, kata Adi, keberadaan Pos Pengamanan dan Penyekatan ini sangat penting. Selain menjaga keamanan, juga memantau warga yang ingin mudik. Hal ini selaras dengan imbauan Presiden Joko Widodo dan pemerintah daerah berkaitan dengan pencegahan penyebaran Covid-19. ‘’Jika dari pantauan ada yang mudik, kami hentikan dan bawa ke pos. Kami tan-

SAYURAN - Smansa Urban Farming (Surfing) diresmikan Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dengan ditandai penanaman dan penyerahan bibit sayuran serta media tanam di Pekarangan Pangan Lestari, Kelurahan Sesetan, Densel, Sabtu (2/5) lalu.

Denpasar (Bali Post) Pengumuman kelulusan siswa kelas XII SMA dan SMK, Sabtu (2/5) lalu lain dari biasanya. Suasana pengumuman pelulusan tampak sepi tanpa diwarnai konvoi dan aksi coratcoret seragam sekolah oleh siswa di jalan raya. Sekolah pun tak lagi memasang alias menempel pengumuman di papan sekolah karena larangan berkumpul saat pandemi Covid-19. Sekolah tampak sepi karena mengumumkan kelulusan lewat website masing-masing serta melarang siswa datang ke sekolah. Kasek dan para guru sekolah negeri banyak yang tak masuk sekolah. Namun demikian setiap sekolah tetap dijaga ketat aparat keamanan yakni Polri dan TNI. ‘’Semua sekolah sepi, tak ada siswa yang melihat pengumuman,’’ kata Made Oka, aparat Polri di SMAN 1 Denpasar. Secara nasional, pengumuman kelulusan siswa kelas XII, baik SMA dan SMK dilakukan bertepatan dengan puncak Hardiknas. Secara umum sekolah meluluskan 100 persen siswanya dengan acuan baru kelulusan. Seperti yang

terjadi di SMK PGRI 3 Denpasar sekolah yang terbanyak memiliki siswa ini meluluskan 665 siswanya. Pengamat pendidikan Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. mengatakan, langkah itu dinilai cukup sukses menekan siswa melihat pengumuman kelulusan secara langsung dan bersama-sama. Jika sampai ada aksi konvoi, itu namanya mencederai makna penting Hardiknas. Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar ini menyarankan tahun depan sebaiknya pengumuman kelulusan, selain

dilakukan secara online, juga dibedakan waktunya antara SMA dan SMK. Seperti pengumuman SMA antara 2-10 Mei, dan SMK mulai 11-17 Mei. Artinya, pemerintah memberikan kebebasan bagi sekolah untuk melakukan pengumuman mandiri, namun tetap dalam jadwal sesuai ketentuan Kemendikbud. Kemudian, sekolah meniadakan acara sembahyang bersama karena sering disalahgunakan. Usai sembahyang, para siswa mengganti baju untuk konvoi dan aksi corat-coret. (025)

Bali Post/sue

SEPI - Suasana sepi di sekolah saat pengumuman kelulusan SMA dan SMK.

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Kliwon, 4 Mei 2020

Berdayakan Petani di Tengah Covid-19

Badung Manfaatkan Produk Pertanian Lokal untuk Paket Sembako

Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana

SAAT pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mendorong supaya aktivitas pertanian tidak berhenti. Agar petani tetap bisa mengolah lahannya, masyarakat diminta ikut membantu memberdayakan petani dengan cara membeli dan mengonsumsi produk pertanian lokal. Bahkan, ketika gencarnya pembagian paket sembako saat ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Badung telah mengakomodasi produk petani lokal dalam paket sembako yang

dibagikan. Hal tersebut disampaikan Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, Minggu (3/5) kemarin. Lebih lanjut pihaknya juga mengimbau komponen masyarakat yang akan membagikan paket sembako agar menyertakan hasil petani lokal seperti beras, sayuran, telur dan produk olahan daging lokal sebagai bentuk kepedulian kepada petani dan peternak yang juga terdampak Covid-19. Sebab, pihaknya yakin kualitas hasil petani

lokal seperti beras tidak kalah dibandingkan beras dari luar Bali dan yang terpenting aman dikonsumsi karena diolah tanpa bahan pengawet. ‘’Kepada komponen masyarakat yang akan membagikan paket sembako aga r m enyerta kan ha sil petani lokal seperti beras, sayuran, telur dan produk olahan daging lokal sebagai bentuk kepedulian kepada petani dan peternak yang juga terdampak Covid-19,’’ ujarnya. Menurutnya, meskipun ada kebijakan pembatasan

penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. Uang hasil kejahatan Rp 6,9 juta dipakai foya-foya, judi dan membeli pakaian untuk istrinya. Selain melakukan penipuan di Mengwi, pelaku menggelapkan motor Honda Vario di Monang Maning, Denpasar. Dia menggelapkan Yamaha Jupiter dan 17 krat telur ayam di Jalan Pidada, Ubung, serta menggelapkan 70 ekor bebek dan 60 ekor ayam di wilayah Serongga, Tabanan. Pelaku juga mengaku menggelapkan motor Yamaha Nmax dan dua HP di wilayah Sesetan, Denpasar Selatan. (kmb36)

DITAHAN - Residivis curanmor, Wayan Sugiana alias Qiu, ditahan di Polsek Mengwi.

Terlibat Sejumlah Kasus Residivis Ditangkap

Mangupura (Bali Post) -

Ditahan selama 8 bulan tidak membuat residivis curanmor, Wayan Sugiana alias Qiu (41), jera. Setelah bebas dia terlibat kasus penggelapan telur, bebek, ayam dan sepeda motor. Pemicunya pelaku suka judi dan ditangkap di wilayah Kapal, Badung, Jumat (1/5) lalu. Penangkapan pelaku, menurut Kapolsek Mengwi Kompol I Gede Eka Putra Astawa didampingi Kasubag Humas Polres Badung Iptu Oka Bawa, Minggu (3/5) kemarin, berdasarkan laporan Syahril Amri (41) asal Lombok Timur. Kronologinya, pada Juli 2019 pukul 19.00 Wita, korban mentransfer uang Rp 6,9 juta ke anaknya, Irwan Edy Saputra, yang bekerja di Indomart Kapal.

Uang tersebut untuk membeli Honda Beat milik pelaku. ‘’Uang tersebut sudah diserahkan kepada pelaku, tapi motornya tidak diberikan kepada anak korban,’’ tegasnya. Saat diajak pelaku mengambil motor tersebut, korban diturunkan di depan masjid di Kediri, Tabanan. Alasannya, mau mengambil motor lain dan sejak saat itu pelaku tidak bisa dihubungi. Atas kejadian tersebut,

korban melapor ke Polsek Mengwi. Setelah menerima laporan itu, Kanitreskrim Polsek Mengwi Iptu Ketut Wiwin Wirahadi didampingi Panit Opsnal Iptu I Made Mangku Buciana melakukan penyelidikan. Pada Jumat (1/5) polisi mendapat informasi keberadaan pelaku di wilayah Gadon, Kapal. Petugas langsung ke sana dan menangkap pelaku. Saat diperiksa

E-Learning Edukasi Satu Hati Cara AHM Dukung Siswa SMK Belajar di Rumah PT Astra Honda Motor (AHM) mendukung aktivitas belajar mengajar di rumah melalui kehadiran portal E-learning Edukasi Satu Hati untuk 683 SMK binaan Astra Honda yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. E-Learning Edukasi Satu Hati dibuat untuk menjembatani kebutuhan link & match dunia usaha dan dunia industri agar tetap mampu menciptakan SDM unggul di bidang vokasi dalam berbagai kondisi. Portal online yang dapat diakses melalui alamat https://edukasi.satuhati.id ini memuat seluruh materi Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda, database online, database teknologi motor Honda terbaru dan artikelartikel terkait SMK. Paket lengkap kurikulum TBSM ini selalu diperbarui seiring perubahan teknologi sepeda motor Honda, sehingga seluruh siswa SMK binaan Astra Honda dapat memiliki kompetensi yang selaras dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha. Seluruh materi dalam ELearning Edukasi Satu Hati dapat diakses oleh tenaga pengajar, mulai dari silabus untuk memastikan standar pengajaran di seluruh SMK binaan Astra Honda. Materi ajar yang dapat digunakan sebagai panduan dan acuan tenaga pengajar memberikan materi kepada siswa, lembar kerja siswa untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi ajar yang diberikan, petunjuk pelaksanaan praktik kerja industri hingga petunjuk pelaksanaan

DI RUMAH - PT AHM mendukung aktivitas belajar mengajar di rumah melalui kehadiran portal E-learning Edukasi Satu Hati. melakukan sertifikasi buat tenaga pengajar dan siswa. General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan portal E-Learning Edukasi Satu Hati untuk SMK ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh tenaga ajar di SMK binaan Astra Honda di mana pun, sehingga tidak menghalangi proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh, salah satunya dalam kondisi seperti saat ini. ‘’Kami memiliki komitmen penuh untuk terus mendukung pemerintah menghadirkan sumber daya manusia unggul di bidang vokasi dalam kondisi apa pun. Oleh karena itu, sejak 2017 kami menginisiasi inovasi dalam penerapan kurikulum TBSM Astra Honda di seluruh SMK binaan melalui portal E-Learning Edukasi Satu Hati. Portal Elearning ini akan terus kami

kembangkan agar dapat terus menyesuaikan kebutuhan vokasi dan industri,’’ ujarnya. Program pengembangan pendidikan vokasi telah dilakukan AHM sejak tahun 2010 dengan mengembangkan dan mengimplentasikan kurikulum TBSM Astra Honda. Siswa SMK mitra binaan AHM juga mendapatkan materi pembelajaran dalam bentuk teori, praktik dan praktik kerja industri (Prakerin) langsung di jaringan bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Pada 2018, AHM telah memiliki SMK binaan Astra Honda yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu, terdapat 60 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang dapat dimanfaatkan oleh siswa SMK binaan Astra Honda yang ingin melakukan sertifikasi kompetensi yang dimilikinya. (bns)

Puluhan PMI Pulang Diimbau Tak Ada Penolakan

Mangupura (Bali Post) Setelah menjalani karantina di Hotel Rofa, Jalan Nakula Timur, Legian, Kuta, 20 PMI asal Kabupaten Badung dibolehkan pulang, Minggu (3/5) kemarin. Sebab, mereka disiplin selama karantina dan hasil rapid test-nya negatif. Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, mengimbau tidak ada penolakan PMI dari warga setempat. Selain itu, Kapolres Roby mengharapkan PMI tersebut tetap melakukan isolasi mandiri, menaati anjuran pemerintah terutama menggunakan APD. Selain itu, tidak keluar rumah

untuk batas waktu yang telah ditentukan, guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal PMI, Kapolres berharap bisa menerima mereka dengan baik tanpa ada pengucilan, apalagi penolakan. Namun, imbauan pemerintah tetap dilakukan terutama terkait physical distancing (menjaga jarak). ‘’Jaga kesehatan dengan rajin berolahraga. Pakai masker, rajin cuci tangan dan tetap tinggal di rumah. Mari kita berdoa semoga wabah Covid-19 cepat berlalu,’’ ujar Kapolres Roby saat anev di Command Center Polres Badung. (kmb36)

sosial (social distancing) dan bekerja dari rumah, para petani tetap bekerja di sawah atau kebun untuk memproduksi kebutuhan pangan masyarakat. Untuk itu, sebagai bentuk apresiasi atas jerih payah para petani, Pemkab Badung mendorong membantu memberdayakan petani dengan cara membeli produk mereka. Mantan Kabag Organisasi ini mengatakan, meskipun saat ini sedang dilakukan realokasi anggaran dan refocusing program untuk

penanganan Covid-19, program/kegiatan yang menyentuh kepentingan petani tetap dilanjutkan sebagai bentuk dukungan Pemkab Badung kepada petani yang meliputi pemberian subsidi pupuk dan benih unggul, asuransi pertanian, peningkatan produksi peternakan, sistem perpompaan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier. ‘’Begitu pun penanggulangan hama dan pendampingan oleh penyuluh diupayakan tetap bisa berjalan,’’ kata Wayan Wijana. (ad22)

Bali Post/ist

Pandemi Covid-19 UD Mitraco Utama Berbagi Kasih di Panti Asuhan Sosial

PANDEMI Covid-19 mempertegas komitmen UD Mitraco Utama membangun komunikasi dan berbagai kasih dengan anak-anak panti asuhan. Kegiatan sosial dalam rangkain HUT ke-21 diisi acara berbagi dengan anak-anak Panti Asuhan Tat Twam Asi di Jalan Jayagiri, Denpasar. Direktur Utama UD Mitraco Utama I Gusti Putu Ismawan, S.E. kepada Bali Post menjelaskan, serangkaian HUT-21 ini pihaknya tetap berharap kebersamaan dan rasa kemanusiaan tetap menjadi identitas kehidupan. Pihaknya pun berharap dengan berbagi dan berada di antara anak-anak panti, kepedulian terus terbangun. ‘’Walaupun dalam suasana pandemi Covid-19, kami tetap ingin bersama dan berbagai dengan anak-anak panti asuhan. Tentunya aturan pemerintah dengan menjaga jarak dan mengedukasi anakanak agar patuh aturan dan menjaga kesehatan juga kami kedepankan,’’ ujarnya, Jumat (1/5). UD Mitraco Utama yang berdiri 1 Mei, menurutnya, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Rhyde Chemical. Pada kunjungan kali ini pihaknya memberikan sanitasi ruangan, sanitasi tangan, sanitasi di luar ruangan, sembako dan sejumlah uang kepada anak-anak panti. Dalam situasi seperti sekarang ini, Gusti Putu Ismawan sebagai owner tetap mengarahkan karyawannya memakai masker, sering cuci tangan dan tetap di rumah untuk mencegah penularan Covid-19. Kegiatan lain yang dilakukan adalah mengadakan penyemprotan disinfektan di areal kantor dan perumahan serta memberikan sumbangan dalam bentuk disinfektan untuk di luar ruangan di beberapa banjar. ‘’Harapan kami, semoga Covid-19 cepat berlalu sehingga semua masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Kita harus tetap bersatu dan bergerak

PANTI ASUHAN - Direktur Utama UD Mitraco Utama, I Gusti Putu Ismawan, S.E., dan karyawan UD Mitraco Utama berfoto bersama di Panti Asuhan Yayasan Tat Twan Asi, Denpasar. mengatasi pandemi ini. Solidaritas haruslah menjadi identitas kita ke depan,’’ katanya. Gusti Putu Ismawan berharap ke depan pascapandemi, putra Bali tetap mengembangkan jiwa wirausahanya. Kreativitas dan inovatif harus menjadi ciri generasi muda Bali ke depan. Pria kelahiran Desa Kukuh, Marga, Tabanan ini merintis usaha UD Mitraco Utama sudah 21 tahun lalu sejak didirikan pada 1 Mei 1999. Bergerak di bidang distributor rhyde chemical, laundry, house keeping, engineering, pool, kithcen, spa dan chemical supply, kini telah mengembangkan usahanya ke Bandung (Jawa Barat), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah daerah lainnya kini sedang dijajaki untuk pengembangan usahanya. Suami Desak Putu Ana Umardani, Amd.Kep., S.E. ini mengaku menjalankan usaha bersama karyawannya

dengan prinsip kerja keras, cerdas, konsisten, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Maju bersama Mitraco Utama kini menjadi tagline usahanya. ‘’Selama ini usaha berjalan lancar berkat dukungan dan kerja sama tim yang solid,’’ jelasnya. Ia mengatakan, UD Mitraco Utama kini menjadi pilihan utama bagi sejumlah relasinya untuk layanan di bidang rhyde chemical. Mencermati peluang usaha yang terbuka di Bali, Gusti Putu Ismawan mengajak generasi muda Bali tampil menjadi sumber daya manusia yang profesional dan cerdas menangkap peluang pasar. ‘’Generasi muda Bali jangan takut terjun menjadi pengusaha. Bekali diri dengan keterampilan dan kegigihan. Cermati peluang yang ada lalu gelutilah dengan tekun, ulet dan kerja keras. Saya juga merintis usaha ini awalnya bermodal keberanian setelah lama bekerja di Jakarta dan sempat menekuni sejumlah profesi,’’ jelasnya. (ad15)

Kesulitan Beri Makanan Satwa

Pengelola Taman Rekreasi Berharap Bantuan Pemerintah PERHIMPUNAN Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali khususnya pengelola taman satwa berharap bantuan makanan untuk satwa-satwa di taman rekreasi dari pemerintah. Sebab, taman rekreasi saat ini tidak beroperasi karena adanya imbauan pemerintah untuk menjaga jarak dan tidak berkerumun. Hal ini menyebabkan pengelola taman rekreasi kesulitan dalam perawatan dan pengelolaan satwa. Ketua PUTRI Bali Inda Trimafo Yudha menyatakan, di Bali ada beberapa taman rekreasi satwa, seperti Mason Adventure yang memiliki 32 gajah, Bali Elephant Camp memelihara 15 gajah, Bali Safari dan Marine Park,

Bird Park, Uluwatu, Monkey Forest Ubud dan Monkey Forest Sangeh. ‘’Kami pemilik taman satwa tetap berkomitmen menjaga dengan baik satwa-satwa termasuk medical support dan kebutuhan makanannya,’’ ujarnya, Kamis (30/4)lalu. Bantuan dan stimulus dari pemerintah sangat diharapkan pengelola taman rekreasi. Apalagi Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan memberikan stimulus bagi pelaku usaha. Menurutnya, stimulus tersebut sangat berarti setidaknya dalam hal bantuan makanan untuk satwa yang dilindungi. ‘’Kami bergerak dan menyampaikan keberadaan kami dari wacana Presiden memberikan stimulus pada

pengusaha. Kami memiliki satwa yang juga butuh perawatan ditambah satwa tersebut milik pemerintah. Kami diberi amanah untuk menjaga dengan baik, tapi kami juga harus menyampaikan keadaan kami. Kalaupun tidak penuh, ada bentuk subsidi atau perhatian dari pemerintah, kami bersyukur,’’ ungkap Inda Trimafo Yudha. Hal ini ia sampaikan dalam bentuk tertulis kepada Gubernur Bali melalui Wakil Gubernur Bali Cok Ace. Surat tersebut juga akan dikirim kepada Kementerian Pariwisata serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dalam surat itu PUTRI Bali juga menyampaikan

agar taman rekreasi atau DTW diizinkan mulai beroperasi secara berkala, namun dengan protap kesehatan yang sangat disiplin. Contohnya, pengunjung tidak boleh melebihi 70 persen. Meski ada pembatasan, ia yakin jumlah kunjungan tidak akan banyak karena tidak ada tamu. Selain itu, banyak taman rekreasi yang infrastrukturnya outdoor dan kawasannya sangat luas. Keinginan untuk mulai beroperasi kembali juga menghindari PHK karyawan taman rekreasi. ‘’Kami menyampaikan pada Wagub mohon apabila berkenan dan tidak melanggar, mungkin bulan depan kami mulai bisa beroperasi,’’ tandasnya. (kmb42)


Senin Kliwon, 4 Mei 2020

Satu Pasien Covid-19 Sembuh Tabanan (Bali Post) Satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yakni PMI asal Tabanan yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di UPTD Bapelkesmas telah dinyatakan sembuh. Artinya, kini tinggal satu pasien positif yang masih menjalani perawatan di RS PTN Universitas Udayana. Di sisi lain, Gugus Harian Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan melaporkan adanya penambahan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 5 orang yang sekarang semuanya menjalani perawatan di UPTD RS Nyitdah, Kediri. Ketua Gugus Harian

Penanganan Covid-19 yang juga Setda Tabanan, I Gede Susila, Minggu (3/5) kemarin, menyampaikan lima orang pasien masuk indikator PDP dan tengah dirawat di ruang isolasi RS Nyitdah. Seorang PMI yang rapid test keduanya dinyatakan reaktif juga menjalani perawatan di RS Nyitdah dan masih menunggu hasil swab. “Yang PDP ini semuanya PMI yang sudah menjalani masa karantina mandiri. Saat ini kami masih menunggu hasil swab mereka, semoga hasilnya negatif,” terangnya. Sementara itu, sejumlah PMI yang telah rampung masa karantinanya dan

hasil rapid test II menunjukkan hasil nonreaktif, secara bertahap dipulangkan. Di sisi lain, sejumlah PMI yang baru tiba di Bali berdatangan ke Tabanan. Sebanyak 27 orang PMI telah dijemput oleh Gugus Tabanan untuk selanjutnya menjalani masa isolasi 14 hari di hotel. PMI yang telah diperbolehkan pulang diwajibkan tetap mengecek kondisi tubuh serta melakukan PHBS, menjaga jarak dan memakai masker. Selain itu, aktif memperhatikan perubahan pada kondisi kesehatan. Jika ada sedikit gejala agar segera konsultasi/berobat ke faskes terdekat. (kmb28)

Ekonomi

Perkuat Likuiditas, BPR Lestari Bali Terima Kucuran Dana Rp 250 Miliar dari Bank BJB HARI Jumat (30/4) lalu BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) menerima pinjaman dari Bank BJB senilai Rp 250 miliar. Dana ini akan digunakan BPR Lestari Bali untuk memperkuat likuiditasnya. Dengan kucuran dana ini tercatat angka LDR perusahaan ini menjadi 66% dengan reserve fund sebesar Rp 1,8 triliun. “Likuidity reserves-nya akan kami terus tingkatkan, demi kenyamanan nasabah menempatkan dananya di BPR Lestari Bali, terutama saat pandemi ini,” demikian kata Pribadi Budiono, CEO BPR Lestari Bali, ditemui saat penandatanganan. Data bulan April 2020, BPR Lestari Bali membukukan aset Rp 6 triliun dengan laba mencapai Rp 53 miliar, sedangkan tercatat NPL di angka 2,3% menunjukkan kualitas penyaluran kredit yang terkontrol. “Pada bulan Januari kami sudah menandatangani kerja sama senilai Rp 100 miliar. BPR Lestari Bali dalam kondisi yang baik, sehingga kami tingkatkan lagi,” ungkap Dian Kurniawan, Kepala Cabang Bank BJB

PDP Bertambah Dua

Negara (Bali Post) – Pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSU Negara bertambah dua orang, Minggu (3/5) kemarin. Satu orang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jembrana yang tengah menjalani karantina, sedangkan satu lagi warga lokal yang sempat mengalami gejala panas dan dirawat di salah satu RSU swasta di Negara. Hasil rapid test keduanya diketahui reaktif. Jadi, sesuai protap, mereka dirujuk ke RSU Negara dan mendapatkan perawatan di ruang isolasi guna diambil sampel swab-nya. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana, dr. I Gusti Agung Arisantha, membenarkan adanya dua pasien baru yang dirawat di RSU Negara dengan status PDP. Terkait satu warga lokal yang hasil rapid test-nya reaktif, pihaknya belum mendapatkan informasi jelas. Tim pengawas sudah turun untuk melacak warga lokal tersebut. Informasi yang dihimpun, warga lokal ini sempat dirawat di salah satu RSU swasta dengan gejala panas tinggi dan hasil rapid test-nya reaktif. Petugas masih melakukan penelusuran, apakah yang bersangkutan ada kontak fisik dengan PDP lainnya atau

tidak. Warga lokal itu sudah dirawat di ruang isolasi untuk tindak lanjut pengambilan swab. Selama ini yang bersangkutan tidak ada riwayat ke luar daerah. Sementara PMI yang rapid test-nya reaktif sedang menjalani karantina di salah satu hotel. Dari total 167 orang PMI yang dikarantina, hampir semua sudah menjalani rapid test. Satu orang hasilnya reaktif, sedangkan 116 PMI lainnya sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Menurut Arisantha, Minggu sore kemarin Jembrana kedatangan lagi sekitar 15 orang PMI yang nantinya menjalani karantina di salah satu hotel di Desa Baluk. Saat ini jumlah ODP sebanyak 181 orang, PDP 29 orang dengan rincian 11 positif Covid-19 dan PDP 18 orang. Jumlah pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh delapan orang. (kmb26)

Bali Post/kmb26

KETERANGAN – Humas Gugus Tugas Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Arisantha, didampingi Asisten Humas I Putu Wiswa Abhijana memberikan keterangan terkait perkembangan virus Corona.

Pendidikan

Penmaru FKIK Unwar 2020 Meningkat 17,9 Persen

TANDATANGANI - CEO BPR Lestari Bali, Pribadi Budiono (tengah), saat menandatangani kucuran dana Rp 250 miliar dari Bank BJB. Denpasar. Sebagai catatan, Lestari Group kini mengoperasikan enam BPR di enam provinsi di Pulau Jawa dan Bali, yaitu BPR Lestari Bali (Denpasar), BPR Lestari Jatim (Malang), BPR Lestari Jateng (Solo), BPR Lestari Banten (Tangerang), BPR Lestari Jabar (Bekasi) dan BPR Lestari Jakarta (Jakarta

Barat). Posisi LDR terjaga konservatif di 66% saja. Berarti cadangan likuiditas BPR Lestari Bali mencapai 35% dibandingkan seluruh Dana Pihak Ketiga. “Saat ini cadangan likuiditas kita di atas rata-rata industri. Namun, kita akan coba untuk tingkatkan lagi,” tambah Pribadi. (ad21)

SITUASI pandemi Covid-19 yang melanda Bali tidak menyurutkan animo masyarakat untuk mempercayakan putra-putri mereka menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar). Pasalnya, Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) Tahun Akademik 2020/2021 gelombang pertama meningkat sebesar 17,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari prestasi FKIK Unwar yang telah berhasil meluluskan Ujian Kompetensi Program Profesi Dokter sebesar 93,67%. Prestasi ini sangat membanggakan. Sebab, ini membuktikan bahwa rekrutmen calon mahasiswa baru dan proses pembelajaran telah berjalan dengan baik. Apalagi dalam upaya mendukung proses pembelajaran tahun 2020 ini, FKIK Unwar telah memiliki fasilitas gedung baru yang dilengkapi dengan peralatan laboratorium kekinian. Kecanggihan laboratorium yang dimiliki lebih dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan sesuai kebutuhan masyarakat. Fasilitas yang sangat memadai ini akan memberikan kenyamanan kepada mahasiswa dan dosen dalam melakukan kegiatan-kegiatan akademik dan nonakademik. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan, dalam Penmaru pihaknya tetap mendukung dan menaati anjuran pemerintah berkaitan dengan

pencegahan penyebaran Covid-19. Berbagai aturan dalam keberlangsungan tes Penmaru kali ini sudah dilakukan. Salah satunya adalah tes berbasis IT dan online. Bahkan, berkaitan dengan adanya beberapa calon mahasiswa baru yang berasal dari luar Bali atau dari daerah yang tidak mengizinkan warganya beraktivitas keluar daerah, dapat mengikuti tes ini dari rumah masing-masing. ‘’Tes Penmaru berbasis IT dan online ini tetap mengikuti dan menjalankan skema dan aturan yang berlaku, sehingga lulusan yang kami terima tetap berkualitas,’’ ujarnya. Hal senada diungkapkan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Dikatakannya, di tengah kondisi pandemi Covid-19, Unwar sudah melaksanakan pembelajaran berbasis online (e-learning) dengan memanfaatkan fasilitas teknologi dan informasi yang ada. Bahkan, beberapa kegiatan lain seperti pendaftaran mahasiswa baru telah dilakukan secara online. Kendati aktivitas akademik dilakukan secara online, pihaknya menegaskan segala aktivitas harus melalui metode dan aturan dengan tetap memperhatikan output yang dihasilkan, sehingga hasilnya tetap berkualitas. ‘’Melaksanakan proses akademik secara daring, saya kira akan memudahkan mahasiswa. Akan tetapi dalam prosesnya tentu harus tetap memperhatikan metode

BERSAMA - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. (kanan) bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan aturan yang berlaku, sehingga hasilnya tetap berkualitas,’’ pungkasnya. Pelaksanaan Tes Penmaru gelombang pertama ini dilakukan secara online berbasis IT selama tiga hari mulai 29 April hingga 1 Mei 2020. Tes meliputi akademik dengan metode Computer Based Test (CBT), psikologi dan tes wawancara. (ad16)


Senin Kliwon, 4 Mei 2020

Hukum 177 Pengaduan Tahap I Dilaporkan ke Kantor DPD-RI Provinsi Bali

Senator Wedakarna Minta OJK Proses Finance yang Tidak Komit pada Peraturan OJK Terkait Cicilan Rakyat KOMITE I Bidang Hukum DPD-RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mengumpulkan sejumlah pimpinan bank dan non-bank yang dilaporkan oleh masyarakat Bali ke Posko Pengaduan Cicilan Kredit Rakyat di Kantor DPD-RI Provinsi Bali Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar. Rapat yang dihadiri Pejabat Terkait dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wil VIII ini langsung dipimpin Senator Arya Wedakarna (AWK) dengan sejumlah agenda pembahasan. Di antaranya memproses pengaduan masyarakat dengan memberikan laporan tertulis kepada OJK, untuk selanjutnya bisa diproses, termasuk ada salah satu finance yang dianggap tidak kooperatif terhadap POJK yang merupakan implementasi pidato Presiden

RI. ‘’Selama dua minggu sejak Posko Pengaduan dibuka. Ada 177 pengaduan yang masuk ke DPD-RI. Bermacam masalah disampaikan. Dari masalah tidak maksimalnya program relaksasi, ancaman penyitaan motor, kendaraan dan aset, sampai ada lembaga non-bank yang menolak masyarakat datang ke kantornya. Dari 14 bank dan 31 finance yang dilaporkan, ada satu finance yakni HCI yang dilaporkan resmi ke OJK untuk disidang oleh OJK Bali. Jika sampai mengganggu stabilitas, kita akan rekomendasikan pencabutan izin minimal di Provinsi Bali. Angka 14 dan 31 tadi masih minoritas, artinya per April 2020 masih banyak bank dan finance yang mau diajak kerja sama dan kooperatif. Kita urus yang ada dugaan tidak maksimal pelayanannya,’’ ungkap Gusti

SATYAGRAHA – Senator RI, Dr. Arya Wedakarna, melaporkan bank/non-bank yang tidak kooperatif kepada OJK dalam rapat Komite I Bidang Hukum DPD-RI Bali.

Wedakarna yang juga Panitia Perancang Undang–undang (PPUU). Lalu bagaimana langkah DPD selanjutnya? ‘’Ya selama pendemi ini kami terus buka Posko Pengaduan. Setiap pengadu akan mendapatkan langsung surat rekomendasi DPD-RI B65 Bali. Minimal mereka kita bantu. DPD-RI tidak masuk ke ranah teknis, tetapi DPD-RI Bali berharap agar finance membantu program relaksasi pemerintahan Jokowi. Bahkan kita sudah paham, lembaga keuangan non-bank juga membutuhkan likuiditas untuk bisa beroperasi. Hal itu nanti urusan DPD-RI dengan pusat. Jangan lupa, menciptakan ketenangan dan stabilitas ekonomi itu penting, sebab bagian dari stabilitas bangsa. Kita bantu Jokowi dan saatnya Bali yang sudah memenangkan Jokowi sebanyak 92% untuk bisa diperhatikan lebih,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Berikut sejumlah bank dan finance leasing yang diadukan oleh masyarakat, yakni Bank (BRI, Mandiri, Mandiri Taspen, CIMB Niaga, BTN, BPD Bali, BNI, BNI Syariah, OCBC NISP, BCA, BANK Mega, BPR Sinar Kuta Mulia, BPR Aruna Nirmaladuta, BPR Naga) dan NonBank/Leasing Finance (BCA Finance, Otto Finance, Home Credit, Clipan Finance, Mandiri Utama Finance, Mandiri Tunas Finance, ACC Finance, BAF Finance, Batavia Prosperindo, Adira, MPM Finance, BFI Finance, Schihan Indo Finance, TAF, Pratama Finance, Maybank Finance, Summit Oto, CSUL Finance, Sinar Mas, WOM Finance, FIF, CIMB Finance, MNC Finance, Mega Finance, Trihamas Finance, NSC, SMS Finance, Indomobil Finance, Indosurya Finance, Multindo Auto Finance, Kredit Plus. (ad20)

Seorang Perawat Positif Covid-19 Pelayanan Puskesmas Susut I Dialihkan Bangli (Bali Post) – Seorang perawat Puskesmas Susut I terkonfirmasi positif Covid-19. Atas kondisi itu, pelayanan Puskesmas Susut I untuk sementara ini dialihkan ke puskesmas pembantu (pustu). Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Minggu (3/5) kemarin mengatakan, perawat perempuan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut berasal dari Desa Demulih, Kecamatan Susut. Dia diduga tertular virus Corona dari seorang temannya yang merupakan seorang PMI. ‘’Jadi kasus ini merupakan hasil tracking (penelusuran) dari kasus di Desa Tiga,’’ ungkapnya. Saat ini perawat puskesmas itu sudah dirawat di Bapelkes Denpasar. Kondisi perawat tersebut sehat dan tanpa gejala.

Menyikapi adanya perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, kata Dirgayusa, Tim Kesehatan dari Gugus

Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli telah melakukan tracking di Demulih. Seluruh pegawai di

Puskesmas Susut I juga telah di-rapid test. Terkait hasilnya, Dirgayusa mengaku belum mendapat informasi akurat. ‘’Sementara ini pelayanan di Puskesmas Susut I diarahkan ke pustu. Alasannya, semua pegawai di puskesmas itu sedang dikarantina usai mereka menjalani rapid test,’’ terangnya. Disebutkannya, sesuai data total jumlah warga Bangli yang positif Covid-19 sebanyak 48 orang. (kmb40)

15 Pasien Covid-19 Sembuh 64 PMI Tidak Reaktif Dipulangkan

Gianyar (Bali Post) Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Kabupaten Gianyar terus meningkat. Bahkan data terakhir tercatat 15 pasien sembuh dari total 24 pasien positif Covid-19 yang bertahan sejak Kamis (30/4) hingga Minggu (3/5) kemarin. Jubir Satgas Covid-19

Gianyar, dr. I Nyoman Wawan Tirtha Yasa, membenarkan pasien sembuh Covid-19 di Gianyar terus bertambah. Peningkatannya bahkan signifikan selama sepekan terakhir ini. Namun saat ini masih ada sembilan pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan. ‘’Mudahmudahan ada tambahan pasien

RAPID TEST - Terlihat PMI di Swan Villa saat mengikuti rapid test pada Minggu kemarin.

sembuh lagi,’’ harapnya. Terakhir pasien yang sembuh berasal dari Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring. Pasien itu dinyatakan sembuh Sabtu (2/3) lalu. Hasil itu dipastikan setelah menjalani dua kali tes swab. Diketahui, pasien asal Desa Pejeng Kaja itu merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang sebelumnya bekerja di kapal pesiar. Ia tiba di Bali 31 Maret dan langsung melakukan isolasi diri selama 14 hari di rumahnya di Desa Pejeng Kaja. Setelah melakukan isolasi, PMI ini lantas mencari surat keterangan selesai masa pemantauan ke Puskesmas Tampaksiring II pada 15 April. Selanjutnya dia diberikan surat itu tanpa melalui rapid test oleh pihak RSUD Sanjiwani. Karena masih merasa khawatir, 18 April atas inisiatif sendiri bersama keluarga, lantas mereka datang ke RS PTN Unud menjalani rapid test mandiri. Kemudian 21 April 2020 hasil PCR positif, sehingga langsung menjalani perawatan di RS PTN Unud. Kemudian, PMI ini lantas dinyatakan sembuh, Sabtu (2/3).

Minggu siang kemarin petugas Satgas Covid Gianyar yang berseragam lengkap kembali melakukan rapid test kepada PMI asal Gianyar yang sebelumnya tinggal di Swan Villa Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh. Hasilnya ada 64 PMI menjalani rapid test dan hasilnya tidak reaktif. ‘’Tidak ada hasilnya reaktif,’’ imbuh Dewa Alit Mudiarta selaku tim Satgas Covid-19 yang menangani karantina PMI. Selanjutnya 64 PMI itu dibolehkan pulang ke rumah masing-masing. Namun mereka diingatkan agar tetap melakukan stay at home (diam di rumah – red). Sisanya masih ada 11 PMI yang menunggu giliran rapid test. Pria yang juga Kepala Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Gianyar ini mengatakan, sembilan pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan masing-masing tiga orang berasal dari Kecamatan Ubud dan Sukawati. Selain itu seorang pasien berasal dari Kecamatan Tagallalang, Gianyar dan juga Kecamatan Blahbatuh. (kmb35)

113 PMI Dipulangkan, Tinggal 82 Dikarantina Wajah Klian Ditebas Sabit Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung melakukan pemulangan PMI (pekerja migran Indonesia) secara bertahap. Khususnya para PMI yang sudah menjalani masa karantina selama 14 hari di tempat-tempat yang sudah ditunjuk pemerintah. Hingga Minggu (3/5) kemarin sudah ada 113 PMI yang dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Namun saat ini tinggal 82 orang PMI menunggu dipulangkah dari tempat karantina. Kapankah 82 orang PMI itu akan dipulangkan? SEJATINYA pemulangan PMI itu sudah dilakukan sejak Rabu sepekan terakhir. Hari Rabu sebanyak 25 orang, Kamis 30 orang, Jumat 37 orang, Sabtu 7 orang dan Minggu (3/5)

14 orang. Sehingga total 113 orang PMI sudah dipulangkan. Setiap akan dipulangkan, mereka selalu diberikan pengarahan di Lapangan Swecapura, untuk selalu berperilaku disiplin

melakukan tindakan-tindakan pencegahan di tengah pandemi ini. ‘’Sekarang yang masih ada di tempat karantina tinggal 82 orang,’’ kata Sekretaris Gugus Tugas, Putu Widiada.

Sebanyak 14 PMI yang dipulangkan terakhir juga sempat dikumpulkan dan menerima pengarahan dari Ketua Gugus Tugas Nyoman Suwirta. Sebab, meski sudah diperbolehkan pulang dan hasil rapid test terakhir, menunjukkan negatif, mereka tetap diminta selalu mengikuti anjuran pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, agar mereka yang sudah dipulangkan itu tidak lagi bersentuhan dengan virus Corona. ‘’Jadilah contoh di tengah masyarakat

memerangi Covid-19,’’ harap Suwirta. Salah satu PMI yang dipulangkan pada kesempatan itu, Kadek Putra asal Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Putra mengatakan proses penanganan PMI yang dia rasakan sejauh ini berjalan cukup baik. Dari datang di Bali, diantar ke tempat karantina kemudian difasilitasi selama 14 hari hingga akhirnya dipulangkan. Dia berharap penyebaran Covid-19 ini segera berakhir, agar bisa kembali bekerja seperti sediakala. (gik)

Bangli (Bali Post) Kasus penganiayaan terjadi di Desa Penglumbaran, Desa Susut, Minggu (3/5). Korbannya, I Wayan Arta, klian adat setempat. Korban dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka di wajahnya akibat terkena tebasan sabit. Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, Minggu (3/5) menyebutkan, kasus penganiayaan terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Pelaku penganiayaan, I Wayan Merdana (57), warga Dusun Penglumbaran. Berdasarkan keterangan pelaku, kronologis kasus penganiayaan bermula saat pelaku yang sedang berada di rumah didatangi korban bersama 20 warga lainnya. Pelaku ditanyai soal masalah pembayaran air. Pelaku kemudian tersulut emosinya lantaran setelah menjawab soal pembayaran air disinggung mengenai pembayaran patus. Pelaku yang telanjur tersinggung, kemudian mengejar korban sambil menanyakan masalah air dan patus. Lagi-lagi pelaku tak mendapatkan jawaban. Karena emosi, pelaku akhirnya menebas satu kali korban menggunakan sabit yang mengenai wajah korban. (kmb40)


Senin Kliwon, 4 Mei 2020

Ketua DPRD Gede Dana Sumbang APD di Puskesmas Karangasem

SERAHKAN BANTUAN APD - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana saat menyerahkan bantuan APD di Puskesmas Karangasem.

KETUA DPRD Karangasem Gede Dana terus memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada puskesmas yang ada di Karangasem. Kali ini giliran Puskesmas Karangasem diberikan bantuan APD. Dalam penyerahan bantuan itu, Gede Dana didampingi anggota Dewan I Nengah Suparta dan I Nyoman Winata. I Gede Dana dalam kesempatan itu mengatakan, petugas medis wajib memakai APD ketika melayani ma-

syarakat di tengah pandemi Covid-19 ini. Penggunaan APD itu sebagai upaya memberikan perlindungan kepada diri agar terhindar dari virus tersebut. Sebab, petugas medis itu bertugas di garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. ‘’Dalam memberikan pelayanan, petugas medis langsung kontak dengan pasien yang berobat. Jadi, mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, mereka wajib

memakai APD ini. Sehingga dalam menjalankan tugastugasnya selalu aman dan dalam kondisi sehat,’’ ujar Gede Dana. Gede Dana menambahkan, pihaknya menyadari persediaan APD di masing-masing puskesmas cukup terbatas. Di samping itu, pengadaan APD ini relatif ribet, karena harus melalui mekanisme alias aturan sehingga proses pengadaan memakan waktu. ‘’Kami berharap sumbangan APD ini dapat membantu

para petugas medis dalam penanganan pasien. Terutama ada pasien yang terpapar Covid-19, sehingga mereka tidak waswas dan khawatir lagi saat memberikan pelayanan,’’ harap Gede Dana. Kepala Puskesmas Karangasem Ni Luh Sri Panca Parwita Sari mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada Dewan atas bantuan APD ini. Sebab, di tengah pandemi Covid-19 ini, pihaknya memang sangat membutuhkan APD ini,

apalagi ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Karangasem. ‘’Bantuan APD ini memang sangat kami perlukan. Bila tanpa memakai APD ketika bertugas, pastinya akan menimbulkan rasa khawatir. Kalau sudah menggunakan APD, maka petugas medis pasti akan merasa aman, lebih percaya diri dan juga lebih nyaman melayani masyarakat terkait penanganan Covid-19,’’ ujar Parwita Sari. (ad19)

Tertular dari Neneknya

Bayi 4,5 Tahun Asal Kubu Positif Covid-19

Amlapura (Bali Post) Kasus warga Karangasem positif terjangkit virus Corona atau Covid-19 terus bertambah secara masif. Hingga Minggu (3/5) kemarin, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya mencapai 15 orang. Kasus terbaru adalah bayi usia 4,5 tahun asal Kecamatan Kubu positif. Diduga bayi itu tertular dari neneknya. Sebab, sewaktu bayi itu diajak ke Padangkerta Keler, sang cucu sempat digendong neneknya yang positif Covid-19. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karangasem I Gede Darmawa membenarkan kalau ada tambahan kasus warga asal Kecamatan Kubu, Karangasem positif Covid-19. Menurutnya, yang bersangkutan sempat melakukan tes swab pertama. Hasilnya negatif, namun setelah dilakukan swab kedua, balita usia 4,5 tahun itu dinyatakan positif terjangkit Covid-19. ‘’Kasus positif di Kubu itu merupakan kasus transmisi lokal hasil tracking dengan pasien positif pertama yang ada di Lingkungan Padangkerta Kaler, Kelurahan Padangkerta. Kini yang bersangkutan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Denpasar,’’ ucapnya. Darmawa menambahkan, balita positif Corona asal Banjar Dinas Kubu Kauh itu merupakan keluarga PMI. Sebelum balita itu terkonfirmasi positif, dia bersama kedua

orangtuanya sempat menginap di rumah neneknya di Lingkungan Padangkerta Kaler, yang merupakan kasus pertama positif Covid-19 di Karangasem. ‘’Hasil tracking yang telah dilakukan oleh tim, nenek yang positif ini sempat menggendong cucunya,’’ katanya. Ketika rapid test terhadap 13 warga yang ada di lingkungan rumah keluarga PMI, anaknya terkonfirmasi positif Covid-19. Dari 13 orang yang telah menjalani rapid test, satu di antaranya reaktif positif Covid-19. ‘’Kita sudah perintahkan ke-13 orang itu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,’’ katanya. Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama menjelaskan, mengingat semakin bertambahnya warga positif Covid-19 dan juga ditemukan banyak kasus orang tanpa gejala, maka untuk memutus rantai penyebaran virus Corona itu, semua pihak

harus disiplin menggunakan masker di tempat-tempat terbuka. ‘’Warga juga harus rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun,’’ tambahnya. Sebab, penyebaran virus itu bisa lewat benda tertentu, jika benda yang ada virusnya itu disentuh, maka akan menempel ke tangan. Nah untuk melepaskan virus itu yang ada di tangan, perlu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda-benda tertentu bila sebelum mencuci tangan. Melalui tiga indra itu memudahkan virus Corona itu masuk ke tubuh,’’ pesan Putrana. Camat Kubu I Nyoman Suratika saat dikonfirmasi juga membenarkan salah seorang warganya positif terjangkit Covid-19. ‘’Ya benar ada balita yang positif. Dia sudah dirujuk ke Denpasar,’’ katanya.

Dari hasil tracking yang dilakukan, ada sebanyak 13 orang sempat diajak kontak. Rencananya ke-13 orang itu Senin (4/5) ini, kata Suratika, akan dilakukan tes swab. ‘’Bila nanti dari 13 orang ini ada yang positif maka kembali dilakukan tracking. Siapa saja yang sempat diajak kontak. Semoga tidak ada yang positif,’’ jelasnya. Saat ini ke-13 orang itu akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumahnya masing-masing. Terkait masalah kebutuhan logistik selama warganya menjalani karantina mandiri, masih dibicarakan. ‘’Mereka ekonominya biasa. Jadi, mereka butuh bantuan logistik selama menjalani karantina. Kita akan bicarakan dengan Satgas Gotong Royong,’’ tegasnya. Berdasarkan data resmi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karangasem per Sabtu (2/5) lalu, sebarannya positif Covid-19 di Kecamatan Karangasem 7 orang, Bebandem 6 orang, dan Kubu dan Abang masing-masing 1 orang. Jumlah PDP sebanyak 15 orang, ODP 72 orang dan OTG 362 orang. (kmb41)

Bali Post/ist

KARANTINA - Situasi di wilayah Padangkerta Kaler sepi karena warga menjalani karantina rumah.

Lagi, Tiga Warga Padangkerta Positif Covid-19

Amlapura (Bali Post) Kasus warga Karangasem positif terjangkit virus Corona atau Covid-19 terus bertambah. Minggu (3/5) kemarin, tiga warga Kelurahan Padangkerta kembali terjangkit Covid-19. Dengan tambahan ini, Kecamatan Karangasem mendominasi penyumbang kasus warga positif Covid-19 menjadi 10 orang. Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, tiga warga Padangkerta yang terpapar Covid-19 ini merupakan transmisi lokal. Kasus itu adalah pengembangan

kasus yang di Padangkerta. ‘’Ketiga warga positif Covid-19 itu sempat kontak erat dengan warga yang telah diisolasi di BLK Pering, Gianyar dan telah diisolasi di Bapelkes Denpasar,’’ ucapnya. IGBP Pertama menambahkan, dengan tambahan tiga kasus baru ini, maka jumlah warga yang positif Covid-19 saat ini menjadi 18 orang. Sebarannya, 10 warga dari Kecamatan Karangasem, Bebandem 6 orang, Kubu dan Abang masing-masing seorang. ‘’Dengan adanya tambahan kasus baru ini, kami minta warga lebih me-

ningkatkan semangat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini agar tidak kian bertambah. Caranya, selalu pakai masker saat beraktivitas, terapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS),’’ jelasnya. Dengan tambahan tiga orang kasus baru positif itu, jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 di Karangasem saat ini berjumlah 18 orang. Dari jumlah itu enam di antaranya sudah dinyatakan sembuh. ‘’Jadi kasus warga positif Covid-19 masih 12 orang,’’ tegasnya. (kmb41)

Desa Di-’’deadline’’ Bulan Ini Wajib Tuntaskan Pembahasan APBDes Perubahan

MENYUSUL darurat pandemi Covid-19, pemerintahan desa diwajibkan mengalokasikan anggaran percepatan penanganan Covid-19 di wilayahnya masingmasing. Anggaran yang di-cover untuk desa itu, diharapkan bisa direalisasikan masuk program Jaring Pengaman Sosial (JPS) warga yang terdampak pandemi Covid-19. Karena mendesak, setiap desa dituntut harus menyelesaikan penyusunan anggaran penanganan Covid-19 itu melalui pembahasan APBDes Perubahan Tahun 2020. Lalu dari 129 desa yang ada di Buleleng, berapakah jumlah dana desa yang disiapkan untuk penanganan covid-19 itu? Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng Made Subur mengatakan, untuk membantu pemerintahan desa merampungkan penyusunan APBDes Perubahan Tahun 2020 itu, PMD menginstruksikan pemerintahan desa memakai aplikasi Sistem Keuangan Desa (Seiskeudes). Dengan bantuan

aplikasi ini, pihaknya optimis kalau setiap pemerintahan desa di Bali Utara ini akan tuntas menyusun APBDes Perubahan Tahun 2020 bulan ini. Sejak masa darurat pandemi Covid-19 terjadi, pemerintahan desa sudah merealisasikan pemanfaatan anggaran dana desa melalui APBDes Perubahan mendahului. Dikaitkan regulasi maka cara ini dapat dilakukan. Salah satunya peman-

faatan dana desa yang jumlahnya beragam di setiap desa itu untuk penanganan Covid-19. Selain itu, pembiayaan satgas di desa juga memungkinkan dibiayai dari dana desa itu sendiri. ‘’Perubahan mendahului ini boleh dilakukan, namun sesuai aturan yang ada,’’ kata mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng ini, akhir pekan lalu.

Birokrat asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini menambahkan, dari 129 desa di Buleleng, dana desa untuk penanganan Covid-19 seluruhnya Rp 38 miliar. Sesuai instruksi pemerintah pusat, dana desa bisa dialokasikan untuk membiayai program Padat Karya Tunai (PKT) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). PKT diprioritaskan untuk korban pemutusan hubungan kerja

(PHK) akibat anjloknya perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Sementara BLT dengan alokasi dana desa, skemanya sesuai instruksi pemerintah pusat, dirancang dalam bentuk tunai dan non-tunai. Untuk non-tunai akan melibatkan PT Pos dan perbankan nirlaba. Sedangkan kalau skema tunai, nanti diberikan kepada perangkat desa yang menangani. Dari perangkat desa yang membagi-

kan Rp 600.000 tiap warga, sehingga model realisasi ini akan mengurangi kerumunan warga. ‘’Orang yang berhak menerima akan diantar langsung, disaksikan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Ini penting, sehingga hak-hak masyarakat segera terpenuhi,’’ jelasnya. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng Nur Chusniah mengatakan, sebagai lembaga penegak hukum, maka pi-

haknya fokus melakukan pengawasan pemanfaatan dana desa itu agar terhindar dari masalah hukum. Pihaknya mencontohkan, realisasi BLT, data penerimanya ini harus akurat dan sesuai kondisi di lapangan. Jangan BLT itu salah sasaran, apalagi ada penerima ganda. Hal itu pastinya akan memicu masalah serius, hingga bersinggungan dengan hukum. (mud)


Senin Kliwon, 4 Mei 2020

Protokol Sanksi Denda

80 Persen Warga Sudah Di-”rapid Test” Secara rinci disebutkan, kata Dirgayusa, di Banjar Serokadan kasus positif Covid-19 tercatat paling tinggi yakni sebanyak 19 kasus. Sedangkan di Banjar Abuan terdapat empat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan di Banjar Sala ada satu kasus. Selama masa isolasi, warga di Desa Abuan

tidak dibolehkan keluar rumah. Apalagi keluar wilayah desa. Kebutuhan makan seluruh warga dipenuhi Gugus Tugas Kabupaten. Untuk warga di Banjar Serokadan, kebutuhan makannya disuplai melalui dapur umum. Sedangkan untuk warga di Banjar Abuan dan Sala dibagikan sembako. ‘’Itu sudah ditetapkan Kasatgas. Kenapa berbeda, pertimbangannya karena Banjar

Serokadan pemantauannya lebih diperketat dari dua banjar lainnya,’’ terangnya. Disinggung mengenai pelaksanaan rapid test, Dirgayusa mengatakan, untuk Sabtu (2/5) tidak ada jadwal rapid test. Khusus di Banjar Serokadan, disebutkan, sudah 80 persen warga di-rapid test. ‘’Untuk dua banjar lainnya yakni Abuan dan Sala belum ada jadwal rapid test,’’ imbuhnya. (kmb40)

‘’Untuk update datanya sampai siang ini belum ada penambahan, mudah-mudahan tidak ada. Nanti sore baru dari provinsi yang update,’’ ujarnya. Bersamaan dengan rapid test massal, pemerintah juga menerapkan isolasi wilayah dan rumah terhadap seluruh warga Serokadan. Isolasi wilayah diperluas hingga Desa Abuan.

Sementara itu, dua orang warga Banjar Serokadan, Minggu (5/3) kemarin diamankan petugas lantaran ketahuan keluyuran di tengah pemberlakuan karantina di wilayah desa setempat. Kepada petugas, dua pria yang masing-masing berinisial MS dan KA tersebut mengaku keluar rumah karena bosan. Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan mengatakan, pihaknya men-

gamankan kedua warga tersebut lantaran bengkung. Sebelum diamankan petugas kepolisian, kedua warga yang keluyuran di luar rumahnya itu sudah sempat diingatkan oleh pecalang agar kembali pulang ke rumahnya masing-masing. ‘’Karena bengkung, akhirnya tim dari Polres yang memang khusus melakukan pencegahan, menjemput keduanya dan kemudian dibawa ke balai banjar,’’ katanya.(kmb/kmb40)

Ketujuh, mengeluarkan kebijakan tanggal 27 Maret 2020 berupa imbauan kepada masyarakat agar masyarakat tidak berkumpul, mengurangi interaksi, pengumpulan massa, dan menjaga jarak sosial dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah. Meniadakan kegiatan adat dan agama yang mengumpulkan banyak massa. Mengimbau masyarakat untuk mengurangi/ menunda perjalanan ke Bali atau keluar Bali, kecuali karena ada keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya. Kepada penyelenggara pintu masuk Pulau Bali (bandara, pelabuhan penyeberangan, dan pelabuhan laut) agar meningkatkan pengawasan terhadap perlintasan penumpang sesuai protokol pintu masuk dan protokol kesehatan Covid-19. Kedelapan, mengeluarkan Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali yang berisi memperkuat pembatasan warga beraktivitas di luar rumah dengan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah. Memperkuat pembatasan

kegiatan keramaian dan objek wisata, menutup operasional objek wisata, menutup operasional hiburan malam, meniadakan kegiatan keramaian dan/atau hiburan, termasuk tajen, dan meniadakan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang. Memperkuat pembatasan kegiatan adat dan agama. Memperkuat pembatasan masyarakat melakukan perjalanan keluar dan/atau masuk ke Bali. Kesembilan, mengeluarkan kebijakan berupa penunjukan RS PTN Unud sebagai RS Khusus Isolasi Covid-19, dengan Surat Gubernur Bali Nomor: 800/3521/ DisKes pada tanggal 27 Maret 2020. Kesepuluh, mengeluarkan kebijakan berupa Keputusan Bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali tentang Pembentukan Satuan Tugas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Berbasis Desa Adat di Bali, pada tanggal 28 Maret 2020. Terkait upaya-upaya pencegahan dan penanganan Covid-19, Gubernur Bali menggerakkan dan mengorganisir desa adat seBali dengan membentuk Satgas Gotong Royong untuk melakukan kegiatan secara niskala dan sekala dalam rangka pencegahan Covid-19. Menyediakan peralatan penanganan Covid-19 dalam jumlah yang memadai seperti alat pelindung diri (APD), rapid test

Dua Warga Serokadan Diamankan

Menggerakkan Desa Adat kit, ventilator, masker, dan lainlain. Melengkapi RSUP Sanglah dengan fasilitas laboratorium Covid-19, sehingga Bali mampu melakukan uji swab berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) secara cepat dan mandiri, yang sebelumnya dilakukan di Jakarta dan Surabaya. Untuk meningkatkan kualitas dan percepatan layanan, selain di RSUP Sanglah, juga sedang disiapkan perlengkapan laboratorium untuk uji swab berbasis PCR di RS PTN Unud dan Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa, yang akan mulai berfungsi tanggal 6 Mei 2020, yang masing-masing akan bisa menguji sebanyak 100 sampel pasien Covid-19 per hari. Menyediakan hotel dan transportasi bagi para tenaga medis yang menangani Covid-19. Menyiapkan tempat karantina bagi PMI/ABK warga Bali dengan kapasitas dan kualitas layanan yang memadai. Melakukan rapid test terhadap semua PMI/ABK di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, dan Pelabuhan Gilimanuk. Membagi tugas penanganan PMI/ABK; bagi PMI/ ABK yang positif ditangani oleh Pemerintah Provinsi, sedangkan bagi yang negatif ditangani oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dengan mengarantina di hotel atau di fasilitas milik pemerintah daerah, sehingga bisa mencegah meluasnya Covid-19.*

Lontar Usada Cukil Daki menyebutkan: ‘’…sangat sulit mengobati penyakit lepra, bila tidak paham dengan jenis penyakit yang sebenarnya, jangan diteruskan untuk menangani, kemungkinan bisa menular penyakit-penyakit itu kepada yang mengobati… Lagi pula bila tidak tahu dengan katklaning gentha pinara pitu, buddha kcapi, dan sastra sanga, tidak akan bisa mengobati semua jenis penyakit lepra, sudah diputuskan oleh Sang Hyang Cukil Daki, di dalam alam tubuh beliau, jangan mengobati semua jenis penyakit lepra, besar bahayanya. Bagi yang mengobati, harus paham pengetahuan tubuh dan aksara suci dalam diri secara lahir-batin, menguasai pasukwtu…’’ Lontar-lontar usada banyak menyebutkan resep obat untuk wabah, tetapi sangat tergantung pada balian yang akan menjalankan terapinya. Sang balian dituntun menguasai ilmu pengobatan dan cara terapi yang tepat, agar tidak salah mendiagnosis, agar tidak tertular. Lontar-lontar tersebut juga menyebutkan kode etik balian agar tidak salah tuduh, salah diagnosis, dan tidak mengambil keuntungan dari orang yang terkena wabah. Protokol wabah di masa lalu lengkap dengan sanksi berupa denda. Lontar Usada Gede (hal. 76b-77a) menyebutkan: ‘’Penguasa (raja) hendaknya memperhatikan sastra Kalimosada, untuk menangani orang

yang disebut kena gering kuta marana. Selanjutnya, jika ada orang yang berani menyembunyikan orang yang kena penyakit menular, dikenai denda oleh raja, besarnya denda berupa uang 100.060 kepeng, demikian ajaran (ketentuan) Sang Hyang Kuta Marana.’’ Tidak main-main, sanksi denda 100.060 kepeng terhadap yang menyembunyikan penderita penyakit menular. Gering kuta marana sama dengan ‘’sakit/ wabah besar’’. ‘’Kuta’’ artinya ‘’besar’’, juga berarti ‘’kota’’. Di samping berarti ‘’wabah besar’’, istilah ‘’gering kuta marana’’ juga mengandung arti ‘’penyakit kota’’. Wabah umumnya menyerang kawasan padat penduduk. Pasar menjadi titik simpul penularan penyakit. Di masa lalu pasar ditutup serempak ketika ada wabah. Protokol Penguburan Lontar Widhi Sastra Sang Hyang Swamandala berisi protokol penguburan korban wabah. Disebutkan, jika wabah menimbulkan korban banyak, maka warga desa diminta langsung menguburkan mayat tanpa perlu upakara yang serupa dengan situasi normal. Tidak boleh ada pengabenan (aywa wineh anyekeh sawa). Apa pun golongannya (nistha madya uttama wangsa), semua dikubur (pendemen juga swang-swang, aywa mreteka wangke). Hanya sulinggih yang tidak boleh dikubur, ngaben sangat sederhana, tidak boleh lama ditempatkan di rumah (aywa suwe ring greha). ‘’Mwah tekaning gering kameranan, rebah sang agering mati

makuweh sadesa-desa, aywa mreteka wangke, pendem juga, sawangsa nista madya utama, yadyan pamongmong widhi, yan nora masurudayu, kapatak siwadwara nya de sang pandhita brahmana, dudu amangku widhi uttama, wenang pendem juga, ne tan wenang pendem sang brahmana pandhita, mangkana ling Bhatara Putrajaya jumeneng ring Basukih,… mangkana kajaring sastra, pakarya sira Mpu Kuturan, jumeneng ring Maospahit.’’ Lontar Yama Purwana Tattwa menyebutkan masyarakat boleh melakukan penguburan langsung tanpa upakara jika terjadi situasi: ‘’… diserang musuh, musibah penyakit, dan yang lainnya yang menyebabkan masyarakat kacau. Pelaksanaan penguburan tidak menghaturkan upakara pejati sebagaimana situasi normal… Orang yang mati tersebut sama dengan orang yang mati tidak wajar, antara lain mati salah mati; mati di sawah, mati tenggelam di sungai, serta mati karena penyakit lepra, semuanya masing-masing terikat oleh batas waktunya. Bila belum cukup batas waktunya untuk orang yang mati tidak wajar, itu tidak boleh diupacarai. Apabila diupacarai akan menimbulkan kekeringan di muka bumi, para dewa akan meninggalkan tempat suci...’’. Lontar ini selanjutnya menyebutkan orang yang meninggal karena lepra harus langsung dikubur dan baru boleh diupakarai setelah 25 tahun.

sampai kini masih memakai pedoman protokol doa dan mantra dari masa lalu. Jika ada wabah, masyarakat dituntun untuk menghaturkan segehan, sangu, tawur, dll. dengan panduan puja ditujukan ke Sang Hyang Ganapati untuk memohon perlindungan keluarga dan krama. Hal tersebut disebutkan dalam Lontar Widhi Sastra Roga Sanghara Bumi dan Widhi Sastra Sang Hyang Swamandala. Para pendeta direkomendasikan untuk melakukan puja dengan mantra A¯ka¯s´a-Stava, Va¯yu-Stava, dan Tejo-Stava. Berbagai lontar di atas menjadi bukti bagaimana leluhur sangat tanggap dan nalar dalam penanganan wabah di masa lalu. Dalam keterbatasan teknologi kesehatan, leluhur sangat berserius membentengi diri lahir batin, berdasar wiweka (nalar) dan bakti. Bahkan semua perayaan pujawali (salwirning walikrama) dilarang di masa wabah. Berbagai pedoman penanganan penyakit dalam lontar-lontar warisan leluhur tersebut sudah sepatutnya menjadi sesuluh kita dalam menghadapi Covid-19. Leluhur telah teruji melewati berbagai wabah. Para tetua desa selalu mengingatkan: Leluhur kita sangat serius mapaiketan antardesa, menutup batas-batas desa bahkan sampai berbulanbulan, bersepakat menjalankan brata isolasi diri. Jika saja mereka tidak serius, mungkin kita tidak pernah terlahir.

Protokol Doa dan Mantra Pendeta dan masyarakat Bali

Penulis adalah budayawan pembaca manuskrip lontar

berbagi di momen ini. Mari kita pertimbangkan langkah-langkah seperti berikut ini. Pertama, pastikan donasi tepat sasaran dan penerima adalah sameton kita yang patut dan berhak. Kedua, pastikan donasi melalui jalur yang benar dan akuntabel. Ketiga, pastikan donasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Keempat, pastikan sekecil apa pun sumbangan kita berasal dari ketulusan dan keikhlasan serta dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara sekala dan niskala. Kelima,

silakan bergabung dengan orang, organisasi atau media-media lain sesuai keinginan saudara-saudara tercinta. Akhirnya, sekali lagi kami mengajak kepada sahabatku yang berlebih memanfaatkan momen ini untuk berbagi, terutama kepada sahabat kita karena terkena dampak dari Covid-19 ini. Ayo bergabung, kalau mau pasti bisa. ‘’Gerakan masker bersama tat twam asi’’.

Pastikan Donasi Tepat Sasaran

Keberpihakan kepada sahabat kita saat ini yang ‘’masih belum beruntung’’ patut kita lakukan secara bersama, berkolaborasi, mengajak dan mengundang para donatur dan cerdik pandai yang barangkali belum menemukan saluran. Mari kita gunakan momen ini untuk berbagi terutama kepada sameton kita yang kebetulan belum punya kesempatan untuk menjadi orang seperti kita dengan langkah nyata di momen

Widiada menambahkan, antarpemimpin wilayah juga perlu menjalin komunikasi untuk mendata warganya yang

Covid-19 ini. Matahari selalu berbagi cahaya tanpa memandang siapa dan apa dan kita walaupun tidak atau tidak mungkin seperti matahari mari kita lakukan berbagi agar bisa menjadi cahaya seperti sinar atau lampu kecil di tengah kegelapan. Bagi para sahabat kita yang telah melakukan salam salut, hangat dan hormat lanjutkan aksi dan langkahmu. Sebagai insan beragama yakinlah Tuhan pasti mengetahui semua perbuatan kita. Bagaimana langkah yang dapat kita lakukan

Antarpemimpin Perlu Jalin Komunikasi

berada di wilayah lainnya. Ia melihat banyak warga pendatang yang tidak punya KTP mengadu nasib di Denpasar. Tetapi realitasnya karena Co-

vid-19 ini, banyak perusahaan yang menutup peluang bekerja maupun pekerja harian, sehingga mereka tidak memiliki penghasilan. Orang-orang

Penulis, Kepala LLDikti Wilayah VIII tersebut yang tentunya tinggal di Denpasar tidak memiliki biaya dan tidak terdaftar dalam penduduk kota. Maka, kepala lingkungan, satgas gotong royong yang ada di desa dengan banjar yang ada harus mengaktualisasi data. (may)

PENGUMUMAN Saya, Ari Misda J.S 30Th Dari Susut Menyatakan Permohonan Maaf kepada PT.Artha Sedana Gianyar atas Perbuatan Pencurian yg tlh sy lakukan 28/4/20, sehingga merugikan PT.Artha Sedana Gianyar.Demikian Permohonan maaf ini saya sampaikan.

B.BP.001.04.20.0000328

RUPA-RUPA

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI

gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


senin kliwon, 4 mei 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Saling Menjaga dan Menguatkan PANDEMI Covid-19 akan menjadi salah satu cobaan terberat yang harus dihadapi umat manusia di abad ke-21. Terutama bagi negara-negara dengan tingkat perkembangan ekonomi yang tidak terlalu kuat, salah satunya Indonesia. Dampak yang paling mengkhawatirkan tidak hanya gangguan kesehatan yang mengancam jiwa manusia, melainkan dampak ekonomi yang akan merembet kepada keseimbangan sosial dan budaya bahkan politik. Pembatasan sosial dan fisik telah membuat ekonomi nyaris lumpuh. Hampir semua jenis usaha terdampak hebat karena pendapatan terus menurun akibat anjloknya daya beli masyarakat. Banyak usaha yang harus merumahkan bahkan mem-PHK karyawan. Sementara sektor keuangan terutama perbankan juga menghadapi dilema. Di satu sisi harus menjaga likuiditas, sementara di sisi lain harus melaksanakan kebijakan relaksasi di sektor kredit. Lumpuhnya ekonomi akan menimbulkan berbagai kesulitan bagi masyarakat. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah ketidakmampuan masyarakat memenuhi kebutuhan primernya yakni dalam hal pangan. Ini berarti ancaman terjadinya kelaparan akan menjelma menjadi kenyataan, apabila masyarakat tidak lagi memiliki alat tukar berupa uang dan absennya negara dalam kewajiban memenuhi hak dasar rakyat. Dalam kondisi rakyat penuh kesulitan, pemenuhan kebutuhan pokok berupa pangan harus menjadi perhatian pemerintah. Harus ada skema yang jelas bagaimana pemerintah dapat menjamin tersedianya kebutuhan pokok bagi setiap warga negara. Tidak ada satu pun warga negara di republik ini yang akan mengalami kelaparan dalam pandemi Covid-19 ini. Pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dalam hal pangan, menjadi fokus kedua pemerintah di samping menghentikan pandemi. Sementara bagi masyarakat, masa-masa pandemi seperti sekarang ini adalah saat yang tepat untuk saling menjaga satu dengan lainnya. Saat seperti ini, tidak ada hal yang lebih penting dari menjaga kebersamaan untuk bersama-sama dapat keluar dari badai. Wujud saling menjaga salah satunya dengan memberi perhatian kepada sesama yang ada di sekitar yang sekiranya membutuhkan bantuan terutama dalam hal pangan atau kesulitan lainnya akibat pandemi Covid-19. Pandemi nampaknya memberi dampak kepada hampir semua pihak. Untuk itu selain saling menjaga, yang harus dilakukan juga adalah saling menguatkan satu dengan lainnya. Terlebih lagi bagi mereka yang terpapar langsung oleh virus Corona. Selama ini mereka yang positif Covid-19 misalnya justru mengalami stigmatisasi. Tidak sedikit yang dikucilkan diperlakukan seolah-olah adalah pesakitan. Sikap yang justru akan melahirkan trauma sehingga merasa ketakutan. Sikap saling menjaga dan menguatkan akan menjadi kunci untuk keluar dari masa-masa sulit dengan lebih cepat. Sikap ego yang hanya mementingkan keselamatan dan kenyamanan diri sendiri akan menjadi bumerang yang merugikan kita semua.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Perlu Sebutan Standar Dua bulan lebih virus Corona atau Covid-19 menggoyang bumi Indonesia dan sudah sekian banyak info yang diterima masyarat perihal virus dan penyakit yang amat ditakuti itu, masih saja terjadi kesimpangsiuran mengenai beberapa hal. Contoh yang bisa dikemukakan di sini, seperti; (1) Masker, dalam pemakaiannya ada yang menganggap selalu dipakai entah di rumah maupun di luar rumah, kemudian pendapat lain menyebut hanya dipakai di luar rumah saja. (2) Jaga jarak, sumber satu menyatakan minimal di antara kita berjarak satu meter, sementara yang lain mengatakan minimal tiga sampai empat meter. (3) Begitu pula soal berjemur, ada yang mengatakan cocok dilakukan antara jam 08.00 – 09.00 dan pihak lain menganggap berjemur tepat dilakukan antara jam 10.00 - 11.00, dan sebagainya. Kita, lebih-lebih orang awam, sangat bingung menyikapi informasi simpang-siur yang beredar tersebut. Malah perbedaan pendapat itu tak jarang diendus oleh dokterdokter spesialis. Oleh karena itu, dan agar ada pegangan yang tepat untuk diikuti oleh masyarakat, kiranya pihak berkompeten (pemerintah) perlu membuat semacam buku saku yang memuat sebutan standar atau baku terkait virus Corona atau Covid-19, lalu dibagikan secara gratis kepada masyarakat luas. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

POJOK Desa Abuan diisolasi selama 14 hari. - Diperlukan pengertian dan kesabaran. *** Hasil swab 276 warga Serokadan negatif. - Kabar baik di tengah kekhawatiran. *** Pemerintah mesti ciptakan kedisiplinan. - Mari gotong royong.

Grafis : Putu Suarsana/Bali Post

Rakyat Darurat Bantuan GUBERNUR Bali Wayan Koster menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona (Covid-19) di Provinsi Bali. Berdasarkan surat nomor: 303/04-G/HK/2020 tertanggal 30 April tersebut, masa tanggap darurat berlaku hingga 30 Mei 2020. Status ini dapat diperpanjang ataupun diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana. Segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya keputusan ini pun dibebankan ke APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, APBN, serta sumber pendapatan lain yang sah dan tidak mengikat. Terkait perpanjangan status tanggap darurat, netizen yang berkomentar di akun Facebook @balipost mempertanyakan kebijakan pemerintah untuk menangani kesulitan masyarakat. Sebab, sebagaimana diketahui, dampak pandemi Covid-19 telah melumpuhkan perekonomian sebagian besar warga. Beban hidup terutama warga kurang mampu dan yang kehilangan mata pencaharian semakin berat. Maka dari itu, bantuan dari pemerintah terutama bahan pangan sangat diharapkan. Banyak masyarakat yang sekarang sudah berstatus darurat bantuan. Sebagian besar masyarakat Bali sejatinya taat aturan dan imbauan, meskipun mereka hanya mendapatkan informasi dari media sosial. Tetapi jika tidak ada solusi atas masalah perut, dikhawatirkan masyarakat malah apatis terhadap kebijakan pemerintah. Diam di rumah memang efektif mengantisipasi penyebaran Covid-19. Namun, perlu pula pemerintah mengambil kebijakan untuk mempercepat penyaluran bantuan ke masyarakat. Made Sudiarsana Biar gak terus buat imbauan, sekalian Nyepi sebulan dengan di-back up kebutuhan pokok untuk makan saja, gak perlu dikasih BLT. Toh penggunaannya masih diragukan. Masyarakat sudah jenuh. Gak kerja, bisa dibatasi aturan. Mohon cross check ke bawah. Ketut Ayu Pak Gubernur, mohon kebijakannya sedikit saja. Saya mau ada upacara ngenteg linggih awal Juni, bagaimana saya tidak galau jika terus keadaan seperti ini. Dhana Dhevatha Kalau saya jadi PNS, tidak masalah sampai setahun diminta di rumah, pasti mau. Gaji bulanan pasti dapat. Coba tengok kondisi tukang yang mengandalkan gaji harian. Tidak kerja, tidak dapat uang untuk makan. Belum lagi bayar cicilan. Anix Nyhownya’e Lovyo Sekarang tanggap darurat bencana

setelah nyipeng gagal total, besok istilah apa lagi pak? Yang penting gak perlu ngucurin dana bansos gitu lah. Tolong sameton dibantu mikir istilah yang lain. Eka Udayana Kita tunggu apa lagi imbauannya. Imbauan terus, kapan tindakan nyatanya? I Gede Agus Diputra Gak masalah dua tahun diperpanjang. Enak dapat gaji tetap tiap bulan tetapi bekerja dari rumah. Coba pikir yang cari kerja harian dan anaknya bersekolah di swasta kalau tetap bayar SPP. Belum lagi tak punya uang untuk upload video untuk tugas sekolah. Adi Kusuma Bagus Masyarakat sudah disiplin. Dulu Pelabuhan Gilimanuk tidak ketat. Sekarang mudik mereka, setelah hari raya balik dan berpotensi bawa virus.

DeVank SatuLavanz Semakin kritis rakyat, semakin tebal juga kuping pemimpin. Dewa Neneng Coba selama pandemi setengah gaji bapak dan anggota lain dikumpulin lalu beli sembako buat warga. Dhe Gus Kawan PDP (Payu Dadi Pengangguran). Putu Gede Wirawan Tanggap darurat? Tanggapnya di mana? Budhi Yasa Apa sih yang jadi ukuran panjangpendek tanggap darurat? Tidak jelas. Orang-orang kalau perutnya lapar, pasti keluar. Kalau banyak punya sembako, tinggal di rumah. They Shu Lockdown total aja sekalian.

I Dewa Gede Wiadnyana Terus masyarakat yang kena PHK, tidak berpenghasilan sekarang dapat imbauan dan diajak ngunggahang pejati ya? Daniel Rakyat sudah bosan dengan imbauan. Rakyat di rumah saja. Kalau sudah di rumah, siapa yang akan kasih makan anak-anak? Anak perlu makan. Kalau pejabat beruntung bisa hidup terjamin. Muliastra Djelantik Demikian besar pendapatan Bali, ke manakah uangnya? Di musim wabah seperti ini keluarkanlah dananya untuk rakyat. Masyarakat Bali sebenarnya sangat taat dengan aturan pemerintah. Sekarang diminta diam di rumah tapi tidak ada tunjangan apa pun dari pemerintah, lalu untuk makan sehari-hari pakai apa? Pikirkan dong rakyat kecil bisa makan atau tidak. Pak Gubernur, Pak Wali Kota, Pak Bupati, sekarang inilah waktunya membela rakyat.

Kebijakan di Tengah Himpitan Ekonomi Masyarakat

Desa Adat Bersama LPD Pecatu Siapkan Relaksasi Pinjaman Nasabah

Mangupura (Bali Post) Di tengah himpitan ekonomi masyarakat akibat dampak wabah Covid-19, LPD Pecatu sebagai salah satu usaha milik Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, memberikan kemudahan berupa relaksasi kepada masyarakat. Terutama bagi nasabah LPD Pecatu yang masih memiliki pinjaman. Klian Desa Adat Pecatu I Made Sumerta mengatakan, kemudahan yang diberikan, pertama untuk keberlangsungan LPD, maka tabungan dan deposito milik desa adat atau yang berafiliasi dengan desa Adat yaitu bajar, objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu dan lainnya itu, tidak membebankan bunga tabungan atau deposito kepada LPD. Artinya, sementara ini LPD tidak memberikan bunga terhadap tabungan maupun deposito yang dimaksud. Sumerta yang juga Ketua Komisi IV DPRD Badung menambahkan, LPD juga memberikan kebijakan penerapan bunga sebesar 1,17 persen per bulan dihitung dari sisa pokok atau sama dengan 14 persen per tahun kepada masyarakat yaitu krama Desa Adat Pecatu yang memiliki pinjaman. Bagi

yang sebelumnya mendapat suku bunga di atas 1,17 persen akan disesuaikan secara otomatis tanpa dikenakan beban administrasi atau restrukturisasi. Bagi dana nasabah yang sudah cair sebelum adanya wabah Covid-19 ini, bunga pinjamannya juga diturunkan menjadi 1,17 persen. ‘’Apabila ada yang masih di atas itu, juga disesuaikan menjadi 1,17 persen. Bagi yang suku bunganya disesuaikan, harus memenuhi persyaratan kewajiban bunga yang tertunggak diselesaikan terlebih dahulu,’’ katanya, Minggu (3/5) kemarin. Bagi nasabah yang masih mampu membayar, baik pokok maupun bunga, akan diberikan reward kepada nasabah itu. Dikatakan, nasabah akan diberikan potongan sebesar 15 persen untuk setoran bunganya. LPD, katanya, juga sementara tidak mengenakan denda. Pihak nasabah diberikan kelonggaran menunda pembayaran bunga dan pokok pinjaman. Khusus bunga, katanya, tidak diakumulasikan menjadi pokok. Namun hanya yang ditunda saja yang dibayarkan. ‘’Kebijakan ini berlaku dari tanggal 1 April 2020 sampai tiga bulan ke

depan. Kemudian dievaluasi kembali sampai kondisi wabah Covid-19 benar-benar selesai,’’ tegasnya. Itu merupakan kebijakan Desa Adat Pecatu yang berkoordinasi dengan pihak LPD Pecatu. Sampai saat ini jumlah nasabah atau peminjam di LPD Pecatu sebanyak 1.896 nasabah. Kepala LPD Desa Adat Pecatu I Ketut Giriarta menegaskan, kebijakan pemberian relaksasi itu didasarkan atas Keputusan bersama Klian Desa Adat Pecatu dan Kepala LPD Desa Adat Pecatu nomor 05/DAP-PCT/IV/2020. Ini, katanya, tentu didasari atas hasil rapat Pengurus LPD dengan Badan Pengawas internal. Dan hasil rapat dengan Prajuru Desa Adat Pecatu pada 2 April 2020 lalu. Yang mana pada prinsipnya pemberian relaksasi yang dimaksud, bagi para peminjam juga diharapkan agar mampu membayar pinjaman sesuai kemampuan atau agar tetap bisa mengangsur ke LPD. Tentu, katanya, agar LPD tetap bisa menjaga likuiditas atau pembayaran simpanan terhadap masyarakat tetap bisa dibayarkan. Yang paling penting menghadapi

KLIAN & KEPALA LPD - Klian Desa Adat Pecatu I Made Sumerta (kiri) dan Kepala LPD Desa Adat Pecatu I Ketut Giriarta. wabah ini, krama Desa Adat Pecatu harus fokus menjaga kesehatan dan mengikuti imbaun pemerintah. ‘’Kepada krama Desa Adat Pecatu kami harapkan terus melakukan komunikasi dengan pihak pengurus dan karyawan LPD serta Badan Pengawas dan Klian Banjar Adat serta Prajuru Desa Adat. Sehingga kita selalu bersamasama bisa menghadapi situasi ini, dengan prinsip saling Asah

Asih Asuh Sagilik Saguluk Paras Paros Sarpanaya, Salunglung Sabayantaka di Desa Adat Pecatu,’’ harapnya. Pihaknya menambahkan, jika kondisi wabah Convid-19 ini berlangsung lama, pemerintah diharapkan bisa memberikan bantuan dana penyangga likuiditas untuk LPD Pecatu ini. Supaya keberlangsungan dan kelestarian LPD di Provinsi Bali dan Badung khususnya dapat terjaga. (kmb/k150)

Positif Covid-19 di Bali Bertambah 25, Sembuh 22 Orang Denpasar (Bali Post) Bali kembali mencatatkan rekor baru penambahan harian kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Pada Minggu (3/5) kemarin, Bali melaporkan adanya penambahan kasus lebih dari 22 kasus, yang merupakan rekor jumlah harian tertinggi sejak Covid-19 merebak di Bali. Dari data yang ada, akumulatif kasus positif Covid-19 di Bali sebanyak 262 kasus. Artinya ada penambahan kasus baru sebanyak 25 pasien dari sebelumnya 237 kasus. Untungnya, ada kabar gembira karena jumlah kasus sembuh juga bertambah puluhan orang. Total sebanyak 22 orang dinyatakan sembuh. Sehingga kumulatif pasien sembuh di Bali mencapai 151 orang dari sebelumnya 129 orang. Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang,

terdiri dari 2 WNI dan 2 WNA. Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam video conference streaming-nya, mengatakan penambahan kasus positif di Indonesia sebanyak 349 orang sehingga kumulatif menjadi 11.192 kasus. Untuk yang sehat ada penambahan 211 pasien sembuh, sehingga totalnya menjadi 1.876 sembuh. Kasus meninggal bertambah 14 orang, sehingga total kasus menjadi 845 orang. Yurianto mengatakan, pemerintah sudah ada 89 laboratorium aktif bekerja, di antaranya 48 lab di berbagai RS rujukan, 15 Lab di perguruan tinggi, jejaring Kemenkes ada 18, laboratorium daerah sebanyak 5 unit, dan 3 lab yang ada di Direktorat Veteriner. Jumlah orang dalam pemantauan

(ODP) sebanyak 236.369 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 23.130 orang. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Untuk kabupaten/kota sebanyak 326 sudah terdampak. ‘’Gotong royong dan bersatu tanpa putus dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,’’ ujarnya. Ia mengatakan, para pakar dengan menggunakan hitung-hitungan matematika sudah memprediksi pandemi akan berakhir pada Juni 2020. Ia pun mengajak seluruh pihak bersama-sama untuk melakukan segala upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga pada Agustus 2020, yang merupakan bulan peringatan kemerdekaan RI bisa disongsong dengan merdeka dari Covid-19. (iah)

11.192 1.876 845

262 151 4


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 4 Mei 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu