Jumlah Puskesmas di Bali Bali Post
SEJAK 1948
Buleleng
jumat wage, 4 januari 2019
Pemprov Bali Tawarkan JKN-KBS ERA
BARU
BALI
BIDANG kesehatan, salah satu prioritas Gubernur Bali Wayan Koster. Pemprov Bali telah membuat format baru Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Utamanya dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) minimum 95 persen paling lambat 2019 sesuai amanat undang-undang. ‘’Saya kira baru Bali yang begitu, bisa melaksanakan amanah undang-undang paling lambat 2019. Artinya dari sisi anggaran, sharing antara
pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten itu sudah terpenuhi kebutuhannya,’’ ujar Koster usai acara Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pembangunan Daerah dan Perjanjian Kerja Sama tentang Pembiayaan Peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah Program JKNKBS, di Denpasar, belum lama ini. Menurut Koster, kebutuhan anggaran 95 persen UHC mencapai Rp 343,626 miliar. Pemprov Bali menanggung Rp 170,468 miliar dan kabupaten se-Bali di luar Denpasar dan Badung Rp 173,159 miliar. Besaran sharing adalah 51 persen provinsi dan 49 persen kabupaten, kecuali Gianyar dengan persentase 40 persen provinsi dan 60 persen Kabupaten Gianyar. Hal. 15 Lebih Prioritas
6
Tabanan
14
4
Puskesmas Rawat Inap Puskesmas Non Rawat Inap
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Terdakwa Korupsi Tahura Dipenjara Satu Tahun
Terdakwa kasus dugaan korupsi pensertifikatan lahan tanah Hutan Rakyat (Tahura) Wayan Sumadi (58), Kamis (3/1) kemarin dihukum pidana penjara selama satu tahun. Selain itu, majelis hakim juga menghukum terdakwa dengan pidana denda Rp 50 juta.
mun jumlah desa tersebut bertambah sebanyak 76 desa atau sebesar 75 persen bila dibandingkan tahun 2014. Sementara desa berkembang berkurang sebanyak 70 desa atau sebesar 15,22 persen dan semua desa tertinggal di Bali yang tercatat pada hasil pendataan Podes 2014 sebanyak enam desa berubah menjadi desa berkembang pada hasil pendataan Podes 2018. Di antara desa berkembang itu masih ada polusi, narkoba, perkelahian. Dengan sedikit upaya lagi, maka pemerintah bisa mengangkat desa tersebut lebih baik. Hal. 15 Tidak Sulit
Buang Sampah ke Got, Bupati Suwirta Geram
Bupati Suwirta sempat dibuat geram gara-gara ulah pedagang bawang yang membuang sampah ke got hingga membuat got tersumbat. Bupati asal Nusa Penida ini pun langsung memberi pengarahan kepada para pedagang bawang di kios timur Pasar Galiran.
Bali Perlu Lebih Banyak Puskesmas Rawat Inap 5
Gianyar
Badung
9
3
10
Karangasem
6 6
Bangli
5 7
6 4 Denpasar 2 8 Keberadaan puskesmas di Bali sangat vital. Sebab, sebaran rumah sakit di Bali belum merata. Dari 120 puskesmas, Klungkung 45 baru 41 puskesmas yang bisa melayani rawat inap. Untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal, idealnya setiap kecamatan di Bali memiliki puskesmas rawat inap. 41 Jumlah 79 Jembrana
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Diskes Bali dr. Kadek Iwan Darmawan menegaskan, tidak semua puskesmas harus rawat inap. Namun, diharapkan di masing-masing kecamatan mempunyai puskesmas rawat inap. Adapun yang ditangani di puskesmas rawat inap hanya kasus level 1, seperti ibu bersalin normal. Hal. 15 Tergantung Pemimpin
Jumlah Tenaga Medis di Provinsi Bali Tahun 2017 Tenaga Medis Dokter Doklter Gigi Dokter Spesialis Dokter Gigi Spesialis
Jumlah
L 728 144 695 14 1581
Jumlah
P 726 328 311 22 1387
6
Tabanan Buleleng
4 5
Gianyar Badung
14
Puskesmas Rawat Inap Puskesmas Non Rawat Inap
16 9
3
10
Karangasem
6 6
Bangli
5 7
Jembrana Denpasar
6 4 2 8
Klungkung
4 5
41
Jumlah
79
Jumlah Tenaga Medis di Provinsi Bali Tahun 2017 Dokter Doklter Gigi Dokter Spesialis Dokter Gigi Spesialis
Jumlah
L 728 144 695 14 1581
Jumlah
P 726 328 311 22 1387
Bali Post/dok
BANYAK DIKUNJUNGI - Salah satu desa wisata di Tabanan yang banyak dikunjungi wisatawan. Menurut BPS, keberadaan desa wisata akan mengangkat ekonomi masyarakat sekitar.
Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan, Korban Penipuan
Siswi SMP Pulang, Mengaku ke Buleleng
Siswi kelas VIII SMP yang dilaporkan menghilang, akhirnya kembali ke rumahnya, Rabu (2/1) malam. Dari penuturan orangtua WAS, putrinya pergi pelesiran ke Buleleng tepatnya di daerah Busungbiu. Ia membantah anaknya telah diculik atau dilarikan seseorang.
Halaman 9
Kapolres Gendong Anggotanya
Halaman 14
Jumlah Puskesmas di Bali
Tenaga Medis
Halaman 12
Halaman 2
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
16
Di Bali, Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal Denpasar (Bali Post) Berdasarkan pendataan Potensi Desa (Podes) tahun 2018, tidak ada lagi desa tertinggal di Bali. Sebanyak enam desa tertinggal yang tercatat pada 2014 kini sudah menjadi desa berkembang. Pendataan Podes 2014 sebanyak 6 desa berubah menjadi desa berkembang pada hasil pendataan Podes 2018. Kepala BPS Bali Adi Nugroho, Rabu (2/1), menjelaskan di Bali kini tercatat 176 desa (27,67 persen) berkategori mandiri, 72,33 persen atau 460 desa berkategori berkembang. Meskipun sebagian kecil desa terkategori sebagai desa mandiri, na-
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
M. Nasir
Semarang (Bali Post) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menyebutkan ratusan mahasiswa Indonesia yang diduga menjadi korban kerja paksa di Taiwan adalah korban penipuan. ‘’Mahasiswa kerja paksa yang terjadi di Taiwan itu, saya lagi komunikasi mulai kemarin. Mereka mahasiswa yang tidak melalui jalur Kemenristek Dikti,’’ katanya, Kamis (3/1) kemarin. Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro Semarang ini usai membuka Rapat Kerja Nasional Kemenristek Dikti 2019. Nasir menjelaskan, para mahasiswa itu berangkat sendiri ke Taiwan melalui calo dengan imingiming bisa diterima di perguruan tinggi di negara tersebut, namun ternyata tidak diterima. ‘’Akhirnya dia bekerja di perusahaan. Akhirnya penipuan kan
itu. Ini bukan kewenangan Kemenristek Dikti. Namun, kasus ini jadi rujukan, ini urusan tenaga kerja,’’ katanya. Menurutnya, para mahasiswa tersebut tidak berangkat secara resmi dari kampus di Indonesia, melainkan lulusan-lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berangkat dari agensi-agensi. ‘’Mereka ini tidak ada yang dari kampus. Mereka lulusan sekolah, kemudian di agensi-agensi itu. Ini saya lagi lacak. Kalau ada kampus yang terjadi semacam itu,’’ katanya. Kemenristek Dikti terus berkoordinasi dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO), yakni kamar dagang dan industri Taiwan, baik yang ada di Taiwan maupun Jakarta. Dari jajaran duta besar, katanya, juga diminta untuk melakukan pendataan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang sedang menempuh studi lanjut di luar negeri, termasuk Taiwan.
Sebelumnya (BP, 3/1), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyebut sekitar 300 mahasiswa Indonesia menjadi korban kerja paksa yang diduga dilakukan oknum yayasan, lembaga pendidikan, hingga individu. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ismunandar mengatakan ratusan mahasiswa itu dijebak oknum pelaksana program dengan iming-iming akan memperoleh beasiswa kuliah di Taiwan. Para mahasiswa yang mayoritas perempuan itu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, di antaranya dipaksa bekerja 10 jam dalam sehari dengan bayaran yang murah. Padahal, pemerintah Taiwan memiliki aturan bahwa mahasiswa yang kuliah pada tahun pertama tidak mendapat izin bekerja. (ant)
Kabar Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos di Tanjung Priok
KPU dan Bawaslu Lapor Polisi Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu melaporkan perkara hoax soal surat suara Pemilu 2019 sebanyak tujuh kontainer sudah tercoblos dan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke Badan Reserse Kriminal Polri. Ketua KPU Arief Budiman datang ke Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (3/1) kemarin, bersama dengan Komisioner KPU Ilham Saputra, Komisioner KPU Viryan serta anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Fritz Edward Siregar. ‘’Kami ke Bareskrim bersama Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu. Kami punya kewajiban untuk membuat pemilu ini berjalan aman, damai, luber, jurdil. Kalau ada ancaman, tindakan-tindakan yang mengganggu jalannya
pemilu, maka KPU melawan,’’ kata Arief. Setelah mendapat informasi tentang kontainer berisi surat suara pemilu yang sudah dicoblos, Arief menuturkan, KPU langsung ke lokasi kontainer dan menemukan informasi tersebut hoax semata. Ia berharap laporan itu segera ditindaklanjuti dan pelaku yang menyebarkan berita bohong juga ditindaklanjuti. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang datang ke Bareskrim lebih dulu meminta Badan Reserse Kriminal Polri mengusut tuntas hoax soal surat suara Pemilu 2019 sebanyak tujuh kontainer sudah tercoblos. Hoax tersebut dinilainya meresahkan dan membangun opini masyarakat yang dikhawatirkan akan mengganggu proses konsolidasi demokrasi.
Sementara itu, petugas Polda Metro Jaya memburu penyebar hoax terkait penemuan tujuh kontainer berisi surat suara pilpres di Tanjung Priok, Jakarta Utara. ‘’Ya tentunya ini kita akan melakukan penyelidikan oleh tim siber, nanti kita akan cari siapa yang pertama kali meng-upload,’’ kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta, Kamis kemarin. Argo mengatakan, tim Cyber Crime Mabes Polri dan Polda Metro Jaya akan mencari pelaku yang menyebarkan termasuk lokasi penyebaran isu bohong tersebut. Argo menuturkan, polisi telah menerima laporan dan informasi terkait pemberitaan tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos. (ant)
Hasto Nilai Provokatif, Andi Akui Mengingatkan
Bali Post/ant
LAPOR - Ketua KPU Arief Budiman bersama Komisioner Bawaslu seusai melapor ke Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta, Kamis (3/1) kemarin.
Jakarta (Bali Post) – Cuitan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief soal surat suara tercoblos, mendapat reaksi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Ia menilai pernyataan Andi Arief soal adanya surat suara sebanyak tujuh kontainer dan telah dicoblos sangat provokatif dan berbahaya. ‘’Pernyataan Saudara Andi Arief itu sangat provokatif yang mencerminkan kekerdilan jiwa. Pernyataan ini sangat berbahaya. Pernyataan yang tanpa dasar itu sudah memenuhi delik hukum untuk dipersoalkan,’’ kata Hasto Kristiyanto melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (3/1)
kemarin. Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Andi Arif melalui akun twitter-nya @ AndiArief_ pada Rabu (2/1) pukul 20.05 WIB, yang menyebutkan ‘’kabarnya ada tujuh kontainer surat suara di Tanjung Priok. Mohon dicek’’. ‘’Pernyataan Saudara Andi Arief itu sangat provokatif, yang mencerminkan kekerdilan jiwa. Pernyataan ini sangat berbahaya. Pernyataan yang tanpa dasar itu sudah memenuhi delik hukum untuk dipersoalkan,’’ tutur Hasto Kristiyanto. Hal. 15 Cepat Bertindak
DENPASAR
2
Jumat Wage, 4 Januari 2019
FIGUR
Pemimpin Harus Berjiwa Bisnis PEMIMPIN harus berjiwa bisnis. Karena ke depan dalam pengelolaan pemerintahan, baik pemerintah daerah tingkat I maupun II sumber pendanaan pembangunan tidak hanya bisa melalui APBN dan APBD, tapi pemda kini juga bisa mencari pendanaan dengan menerbitkan obligasi. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, adanya kebijakan dari pemerintah pusat terkait pemda bisa menerbitkan obligasi belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemda. “Pemimpin juga harus berjiwa bisnis. Jika pemimpin tidak berjiwa bisnis dan punya leadership yang baik, tentu tidak akan bisa mengaplikasikan semua kepentingannya,” ujarnya, Kamis (3/1) kemarin. Caleg DPR-RI Dapil Bali ini menambahkan, konsep dari penerbitan obligasi daerah ini juga harus disikapi dengan baik dan bijaksana oleh pemimpin daerah. Ini adalah peluang bagi kabupaten yang lain untuk mengangkat potensi daerahnya, dan mengangkat PAD-nya. “Ini penting sekali. Kalau memang ini bisa diterapkan oleh daerah-daerah, maka ke depannya daerahnya tidak akan kesulitan lagi dalam pendanaan lain-lain seperti infrastruktur dan sebagainya,” bebernya. Namun, katanya, kendalanya SDM. Maka dari itu, pemimpinnya harus berjiwa entrepreneur. Dinas bidang pembangunan dan perekonomian juga harus memiliki wawasan tentang pasar modal. Pemimpin daerah diharapkan jangan hanya berwawasan menghabiskan anggaran. “Tapi bagaimana dia mengelola daerah-
nya untuk mendapatkan pendanaan. Pendanaan ini kalau dikelola dengan baik, tentu potensi daerahnya akan meningkat, masyarakatnya juga akan lebih gampang sejahtera,” ujarnya. Caleg DPR-RI dari Partai Gerindra ini menegaskan, pemimpin daerah harus mulai belajar dan meningkatkan skill entrepreneur seorang pemimpin. Namun, pemimpinnya tidak boleh ikut berbisnis. Dengan begitu, keterbatasan kepemimpinan ini, pemimpin harus berwawasan entrepreneur, namun pemimpin tidak boleh berbisnis di sana. Dengan pendanaan obligasi tentu ada risiko. “Dalam setiap usaha pasti ada risiko,” tandasnya. Namun pendanaan dari penerbitan obligasi yang didanai investor luar negeri, dan masyarakat lokal risikonya kecil. Jika pemerintah ingin membangun jalan, masyarakat juga bisa ikut mendanai, sehingga lebih nasionalisme. Di Bali, kata dia ada beberapa pembangunan infrastruktur yang berpotensi untuk diterbitkan obligasi. Seperti pembangunan jalan berbayar Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja, hotel pemerintah, penataan objek wisata, pondok wisata, bandara. “Agar bandara tidak dikuasai oleh asing, pemerintah daerah diharapkan menerbitkan obligasi yang bisa dibeli oleh masyarakat,” tandasnya. (may)
Besok, Banjar Tampakgangsul Pentaskan Arja Lawak ”Balian Batur” Denpasar (Bali Post) Dalam rangka menyambut hari raya Kuningan, Sabtu (5/1) besok, Banjar Tampakgangsul, Desa Dangin Puri Kauh, Denpasar Timur akan mementaskan dramatari Arja Lawak. Arja Lawak yang mengambil lakon “Balian Batur” ini mulai dipentaskan pukul 20.00 Wita di Wantilan Banjar Tampakgangsul. Arja Lawak ini berasal dari Paguyuban Jibo Bondres Bali Bon Gianyar, Denpasar, dan Bangli yang akan diiringi tabuh dari Payuk Prungpung, Luwus-Badung di bawah Koordinator I Gusti Putu Yasa. Pementasan dramatari Arja ini merupakan suatu tradisi yang harus dipentaskan di Banjar Tampakgangsul yang bertepatan pada hari raya Kuningan. Selain itu, juga untuk melestarikan dramatari yang dialognya ditembangkan secara macepat, di era globalisasi seperti saat ini. “Dramatari Arja harus kami pentaskan setiap hari raya Kuningan, karena ini merupakan tradisi leluhur yang harus dijalankan. Ini merupakan komitmen kami dalam melestarikan seni dan budaya, khususnya Arja di wilayah kami di tengah arus globalisasi seperti saat ini,” ujar Ketua Panitia Gede Kutak didampingi Ketua Panitia Kesenian Cakil, Kamis (3/1) kemarin. Di era globalisasi ini, kata Kutak, dramatari Arja mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Bahkan saat dipentaskan minat orang menonton juga sangat sedikit. Namun berbeda halnya di Banjar Tampakgangsul. Saat pementasan Arja, antusiasme masyarakatnya sangat tinggi menyaksikan kisah yang diperankan para pemainnya. Hal ini dikarenakan masyarakat Banjar Tampakgangsul masih meyakini taksu di dalam arja tersebut masih ada, baik secara sekala maupun niskala. Meskipun generasi muda di Banjar Tampakgangsul belum berani mengambil peran untuk menjadi bagian dari pementasan arja, namun dalam hal menjaga kesenian kontemporer, seperti tari kreasi dengan lakon Mahabarata dan Ramayana sering dipentaskan, bahkan dikembangkan. “Memerankan arja sedikit lebih sulit dibandingkan tari kreasi laninya, karena menggunakan bahasa yang sulit di dalam dialognya,” katanya. Menurut Kutak, ke depan pihaknya akan memberikan kesempatan kepada para generasi muda untuk belajar dan berlatih memerankan arja. Sehingga apa yang menjadi tradisi di Banjar Tampakgangsul tetap ajeg dan lestari. “Kami tidak tahu sejak kapan tradisi ini ada. Yang pasti leluhur kami sudah mentradisikan ini dan harus dipentaskan pada malam Kuningan,” tegasnya. (win)
Bali Post/win
ARJA - Ketua Panitia Gede Kutak (tiga dari kanan) bersama panitia lainnya seusai pemasangan baliho pementasan dramatari arja lawak “Balian Batur”.
Topik :
Bali Post/kmb12
SOSIALISASI - Suasana sosialisasi penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 di sektor usaha pariwisata yang ada di Denpasar.
Sosialisasi Perwali Pengurangan Sampah Plastik
Dinas Pariwisata Sasar Hotel dan Restoran Denpasar (Bali Post) Penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik yang dicanangkan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra terus dimaksimalkan di berbagai sektor. Tidak hanya di kawasan pasar tradisional, supermarket, dan pasar modern saja, penerapan perwali ini juga turut dilaksanakan di dunia pariwisata. Kamis (3/1) kemarin, Dinas Pariwisata Kota Denpasar melaksanakan sosialisasi dan sidak bagi usaha di sektor pariwisata dengan menyasar hotel dan restoran di Kota Denpasar. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani
didampingi Kabid Industri Pariwisata I Ketut Arya menjelaskan, pihaknya secara berkesinambungan terus mendukung upaya pengurangan plastik ini. Di mana sosialisasi gencar dilaksanakan sehingga mampu memaksimalkan pengurangan sampah plastik. “Besar harapan kami pengurangan sampah plastik ini agar menjadi perhatian kita bersama, termasuk dunia pariwisata,” jelasnya. Dezire Mulyani mengatakan, sampah plastik tidak hanya mengganggu kesehatan, melainkan menjadi tantangan bersama lantaran Bali hingga saat ini masih bertumpu pada sektor pariwisata. Seperi diketahui, salah satu objek wisata terkenal di
Asia terpaksa tutup lantaran banyaknya sampah plastik di daerah tersebut. “Hal inilah yang tidak kami inginkan terjadi di Bali, karena sektor perekonomian hingga saat ini masih bertumpu pada pariwisata. Kalau sektor pariwisata goyah, maka segala lini ekonomi Bali juga berpeluang goyah,” katanya mengingatkan. Kabid Industri Pariwisata I Ketut Arya menambahkan, sosialisasi penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 yang mengatur pengurangan sampah plastik di Kota Denpasar ini telah dilaksanakan dengan menyasar 47 lokasi usaha. Jumlah tersebut terdiri atas 11 usaha hiburan, 25 usaha restoran dan 11
usaha hotel. Khusus di bidang usaha pariwisata, pihaknya menekankan bahwa pengusaha pariwisata agar mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, seperti halnya kantong plastik, sedotan plastik, dan styrofoam. Sosialisasi ini akan dilaksanakan satu minggu ke depan dan selanjutnya akan dilakukan tindakan tegas. “Yang sudah melaksanakan, kami sangat mengapresiasi. Kami harapkan seluruh pelaku usaha pariwisata senantiasa menggunakan bahan ramah lingkungan dan memasang imbauan di depan toko, restoran atau hotel sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat yang datang,” tegasnya. (kmb12)
Komplotan ”Cyber Crime” Bulgaria Diperkirakan Sudah Beraksi Dua Tahun Denpasar (Bali Post) Tim Tindak Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali masih mengembangkan pengungkapan kasus pembobolan data nasabah bank di ATM yang dilakukan komplotan pelaku asal Bulgaria. Diperkirakan mereka beraksi sejak dua tahun lalu dan menyasar beberapa wilayah di Bali. Kanit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali Kompol Wayan Wisnawa Adiputra mengatakan hal itu, Kamis (3/1) kemarin. Wisnawa Adiputra menambahkan, komplotan asal Bulgaria ini ada kaitannya dengan pelaku yang ditangkap di Lovina, Buleleng. Dikatakan, aksi KDY, VRG, VKN dan VVC berkaitan dengan MRN dan BRS yang ditangkap duluan di Lovina. “Jaringan mereka ini jumlahnya 15 orang. Sebagian sudah ke luar negeri untuk merayakan Natal dan tahun baru,” ujarnya. Menurut mantan Kapolsek Sukawati, Gianyar ini, keempat pelaku dikenakan Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
kasus tindak pidana cyber crime dan belum sampai ke tindak pidana skimming. Namun mereka termasuk dalam suatu transnational crime. Sebelumnya Tim Penindakan Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali menggagalkan aksi komplotan cyber crime asal Bulgaria yang hendak membobol data nasabah bank, Jumat (21/12) lalu. Pelakunya berinisial KDY, VRG, VKN dan VVC, dibekuk di tempat berbeda. Tersangka KDY ditangkap saat beraksi di ATM Bank BNI di area Restoran Shinning Jewel di Jalan Danau Tamblingan Sanur, Denpasar Selatan. Pada Jumat lalu Tim Unit Cyber Crime di-back-
up satgas CTOC Polda Bali dipimpin Kanit Kompol Wisnawa melaksanakan penyelidikan berupa pemantauan di area mesin ATM tersebut. Sekitar pukul 21.15 Wita datang mobil Toyota Agya H 8877 EY dikemudikan pria berwargakenegaraan Bulgaria. Salah satu pelaku terpantau masuk ke dalam bilik mesin ATM dan berusaha mengganti kanopi berisi hidden camera (kamera tersembunyi) dengan yang aslinya. Selanjutnya polisi menangkap KDY saat membawa tas berisi kanopi. Sedangkan VRG ditangkap tak jauh dari TKP. Penggeledahan dilanjutkan di tempat tinggal pelaku di Jalan Pengayasan
Bali Post/ist
MENGGELEDAH - Polisi saat menggeledah tempat tinggal pelaku asal Bulgaria. III, Sanur, Denpasar dan di sana dibekuk VKN. Di rumah tersebut diamankan beberapa barang bukti HP dan laptop yang diduga terkait dengan kejahatan cyber crime. Berdasarkan hasil
pengembangan kasus ini, Sabtu (22/12) lalu, pukul 14.00 Wita ditangkap VVC di rumah kontrakannya di Jalan Kutat Lestari Gang 6 Sanur. Selain itu juga disita HP dan laptop. (kmb36)
Berbekal Komitmen dan Kerja Keras
Agung Roy Dekorasi Raih Penghargaan Bali Brand
TAHUN ini Agung Roy Dekorasi memperoleh penghargaan Bali Brand dari Kelompok Media Bali Post. Agung Roy Dekorasi merupakan bidang usaha yang bergerak di bidang dekorasi. Meski bidang usaha ini termarginalkan, namun A.A. Made Rai Arnata selaku pemilik Agung Roy Dekorasi mampu membawa bidang usaha ini memiliki brand tersendiri. A.A. Made Rai Arnata mengatakan, usaha dekorasi cukup menjanjikan. Per hari ia bisa menerima jasa dekorasi minimal 15 permintaan, mengingat di era modernitas kebutuhan masyarakat semakin berkembang. “Setiap hari ada saja yang butuh dekorasi, saya paling minim 15 permintaan,” ujarnya. Masyarakat modern yang membutuhkan kepraktisan juga menjadi alasan usaha ini berkembang. Tak hanya itu, penawaran diskon yang diberikan semakin membuat masyarakat tertarik menggunakan jasa dekorasi. Mulai dari dekorasi pintu masuk, tenda, dekorasi ruangan, kursi, panggung, booth, pelaminan, dekorasi adat Bali, dan
lain-lain. Sempat jatuh-bangun dalam dunia bisnis, A.A. Made Rai Arnata memulai usahanya dari berjualan buah, bengkel, berjualan wastra (hiasan/ kain untuk palinggih), berjualan pakaian dengan bekerja sama dengan orang asing, hingga warung kelontong. Pria berusia 54 tahun ini mulai menemukan titik terang perekonomiannya di usia 40. Sebelumnya, selama 20 tahun lebih ia bekerja di hotel dan pernah sebagai guide. Namun, ia memutuskan resign dari pekerjaannya dan membuka usaha sendiri. Usaha yang pernah dilakoninya pun jatuh-bangun. Namun dari semua jenis usaha yang pernah dijalankan, diakui usaha dekorasi merupakan usaha yang tersukses ia jalankan. Dari awalnya hanya memiliki empat tenda dekorasi, kini dalam perjalanan usahanya selama 14 tahun, ia telah memiliki 270 unit tenda sarnavil dari berbagai jenis ukuran termasuk ukuran terbesar yaitu 1 are. Padahal modal awalnya untuk memulai usaha tersebut hanya Rp 5.000.000. Namun kini usahanya berkembang pesat. Segala kebutuhan
Bali Post/par
BALI BRAND – Pemilik Agung Roy Dekorasi A.A. Made Rai Arnata saat menerima penghargaan Bali Brand dari Kelompok Media Bali Post. dekorasi ia layani, karena ia berprinsip, jika konsumen membutuhkan sesuatu untuk melengkapi acara/event-nya, namun kita tidak menyang-
gupi maka konsumen itu akan beralih ke penyedia jasa lain. Usaha di bidang dekorasi yang dilakoninya dengan komitmen dan kerja keras,
membawa brand-nya populer. Hingga akhirnya ia memprakarsai terbentuknya Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali atau APDB. (may)
BADUNG
Jumat Wage, 4 Januari 2019
Anggaran Menipis, Pembangunan Taman Bung Karno Bertahap
3
Mangupura (Bali Post) -
Rasionalisasi anggaran akibat pendapatan tidak tercapai, berimbas pada sejumlah proyek di Kabupaten Badung. Pembangunan Taman Bung Karno, misalnya. Proyek yang sedianya dibangun 2019 terpaksa diwujudkan bertahap alias dicicil. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba mengatakan kelanjutan pembangunan Taman Bung Karno tahun 2019 ini hanya bisa dilakukan pematangan lahan.
TAMAN BUNG KARNO - PUPR Badung akan melakukan pematangan lahan pembangunan Taman Bung Karno di Desa Penarungan Kecamatan Mengwi.
Bali Post/kmb27
’’Itu pun hanya sebagian. Jadi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi anggaran,’’ ujar I.B. Surya saat dikonfirmasi, Kamis (3/1) kemarin. Selain pematangan lahan, terang I.B. Surya, ada sejumlah kegiatan lainnya yang akan digarap. Seperti pembangunan gapura gate in-out senilai Rp 322 juta lebih, pekerjaan penataan senilai Rp 22,7 miliar, pembangunan toilet (2 unit) senilai Rp 1,4 miliar, pembangunan bale bengong sebanyak tiga unit senilai Rp 320 juta, pembangunan taman diorama senilai Rp 3,8 miliar. ‘’Tahun 2019 kami pasang anggaran Rp 3 miliar, dari total anggaran pematangan lahan sebesar Rp 6,3 miliar lebih,’’ ucapnya. Di samping pembangunan Pilar Bangsa Indonesia sebanyak empat unit senilai Rp 3,1 miliar, pembangunan Patung Bung Karno senilai Rp 11,8 miliar, pembangunan area kuliner dan suvenir senilai Rp 2 miliar, pembangunan rest area senilai Rp 580 juta, pembangunan pura sebesar Rp 475 juta, pembangunan
gedung tiketing Rp 516 juta, bangunan ME dua unit Rp 264 juta serta pembangunan mekanikal, elektrikal serta plimping senilai Rp 8,6 miliar. ‘’Kebutuhan anggaran untuk pembangunan Taman Bung Karno termasuk pajak sebesar Rp 68,7 miliar lebih,’’ sebutnya. Seperti diketahui, luas lahan Taman Bung Karno mencapai total 5 hektar. Taman ini dibangun di Desa Penarungan Kecamatan Mengwi. Terkait pembebasan lahan Pemkab Badung sudah membayar lunas pada tahun anggaran 2018 lalu. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Badung I Gusti Agung Made Wardika menjelaskan, untuk tahapan proses pembebasan lahan semuanya sudah tuntas pada tahun anggaran 2018. ‘’Pembebasan lahan untuk Taman Bung Karno seluas 5 hektar sudah tuntas, termasuk masalah pembayarannya semuanya sudah lunas,’’ ungkapnya seraya menyebutkan total anggaran untuk pembebasan tanah sebesar Rp 101 miliar lebih. (kmb27)
Terdakwa Korupsi Tahura DPRD Badung Dukung Penuh Perbup 47 dan 48 Divonis Satu Tahun Penjara Tangkal Limbah Plastik
DPRD Badung mendukung penuh keluarnya Perbup No.47 dan No.48 Tahun 2018. Keduanya mengatur soal pengurangan penggunaan kantong plastik dan pedoman pelaksanaan reduce, reuse dan recycle melalui bank sampah. Saat dihubungi di ruang kerjanya, Kamis (3/1) kemarin, Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. menyatakan dukungan penuh terhadap kedua perbup ini dalam rangka mengendalikan sampah atau limbah plastik di wilayah Badung. ‘’Bayangkan kalau 550.000 penduduk Badung menggunakan kantong plastik setiap hari, berapa volume sampah yang ada,’’ tegas politisi PDI Perjuangan asal Kuta Utara ini. Dia menyatakan sampah atau limbah plastik sangat merugikan dari sisi lingkungan. ‘’Karena itu, kami sangat mendukung terbitnya dua perbup di atas,’’ tegas Parwata yang juga menjabat Sekretaris DPC PDI-P Badung ini. Karenanya, perbup ini harus dijalankan perangkat daerah. Perangkat daerah yang terkait harus mampu memastikan tak ada lagi warung, toserba, dagang-dagang di pasar bahkan mall menggunakan kantong plastik dalam membawa barang belanjaan. Dalam hal sanksi, Parwata menegaskan, perbup ini akan
ditingkatkan lagi menjadi peraturan daerah (perda). Di dalamnya akan bisa diatur secara lebih rinci sanksi bagi masyarakat yang memberi sampah plastik, pengguna, pembuang. Ini akan bisa diatur secara lebih rinci lagi. Parwata juga memastikan, ada kepekaan masyarakat, pengguna dan penyedia kantong plastik harus fokus. ‘’Bagaimana menangani limbah plastik. Ini perlu jadi perhatian pemerintah,’’ tegasnya. Terkait dengan reduce, reuse dan recycle, katanya, harus dijabarkan lewat program kerja OPD dalam hal ini LH dan kebersihan, bagaimana mengambil sampah dan bagaimana mengolah. Selain itu, pemerintah perlu menyiapkan tiga tong sampah untuk sampah plastik, sampah kering dan sampah kotor. Ini harus dianggarkan dalam rangka menindaklanjuti kedua perbup ini. Untuk hasil optimal, tegasnya, tiap banjar harus ada kelompok-kelompok dan tiap desa harus ada pengolah sampah seperti rencana di Desa Punggul dan Desa Dalung, sehingga sampah tak diangkut keluar. Semua ini juga muaranya untuk meningkatkan kebersihan lingkungan terkait Badung sebagai destinasi wisata internasional. Pariwisata memerlukan dukungan dari sisi kebersihan. Soal pengawasan, Parwata
PLASTIK - Dewan Badung mendukung penuh gebrakan Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengurangi penggunaan plastik dengan menerbitkan dua perbup. menyatakan menjadi tanggung jawab semua mulai dari masyarakat, OPD terkait termasuk DPRD Badung. Terkait sanksi, dia memastikan akan diatur lebih rinci lagi dalam perda yang menjadi tindak lanjut perbup ini. ‘’Di perda nanti bisa diatur lebih rinci lagi mengenai sanksisanksi yang akan dijatuhkan bagi pelanggar,’’ katanya. Hal sama dikemukakan Wakil Ketua DPRD Badung
Nyoman Karyana, S.T. Menurut politisi Partai Golkar ini, pengolahan sampah di Badung belum efektif. Karena itu, dia mendukung penuh keluarnya kedua perbup oleh Bupati Badung. Menurutnya, Badung perlu teknologi pengolahan sampah. Walaupun mahal, mungkin tak ada masalah. Yang penting sampah bisa diolah kemudian bisa memberikan nilai tambah. ‘’Dengan begitu sampah tak semata limbah,’’ tegasnya. (ad112)
SOSOK Hunian yang Layak MENDUKUNG program pemerintah untuk mewujudkan perumahan rakyat, yang paling utama harus diperhatikan adalah komitmen. Terutama komitmen kepada masyarakat yang akan menjadi calon konsumen, sehingga nilai jual atau hasil produksi bisa memuaskan masyarakat. Wakil Ketua I DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Bali Made Artawa, Kamis (3/1) kemarin mengatakan, komitmen tersebut harus sesuai dengan tujuan awal yaitu untuk memberikan hunian yang layak. Apalagi pemerintah saat ini sudah membuat regulasi, yaitu mewajibkan
para pengembang untuk menerbitkan sertifikasi laik fungsi. “Itu jaminan dari developer yang diatur oleh pemerintah supaya masyarakat betulbetul terjamin secara spesifikasi teknis,” kata Artawa yang juga Komisaris PT Wilwatikta Graha Nusantara. Dikatakannya, tidak hanya komitmen kepada konsumen, dalam membangun perumahan rakyat ini, tentu juga harus mematuhi aturan yang ada. Dalam membangun perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau rumah bersubsidi, tentu harus mengikuti regulasi yang ada. Tidak hanya itu, komitmen dengan perbankan juga perlu dijaga. “Yang terpenting bagaimana menjamin calon konsumen secara legalitas, bahkan spesifikasi teknis juga terjamin,” ujarnya. (edi)
DPMPTSP Kembangkan Tanda Tangan Berbasis Digital Mangupura(Bali Post) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung mengembangkan tanda tangan berbasis digital. Teknologi ini berlaku dalam hal perizinan atau administrasi lainnya. Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung Made Agus Aryawan mengklaim sistem tanda tangan digital merupakan inovasi kali pertama di Badung. Upaya ini untuk meningkatkan pelayanan dan kemudahan masyarakat dalam mengurus perizinan dan nonperizinan di Kabupaten Badung. ‘’Kami telah memanfaatkan teknologi informasi khusus dalam penerbitan perizinan melalui aplikasi Layanan
Perizinan Online (Laperon). Aplikasi ini dibangun secara mandiri untuk semua proses pelayanan perizinan mulai pendaftaran verifikasi sampai penerbitan izin,’’ ungkap Agus Aryawan saat dikonfirmasi, Kamis (3/1) kemarin. Menurutnya, sistem online tersebut telah mendapat persetujuan dari Balai Sertifikasi Elektronik, Badan Siber dan Sandi Negara. Sistem ini telah diberlakukan sejak 17 September 2018 lalu. ‘’Penggunaan tanda tangan elektronik ini dilengkapi QR Code dan nomor ID,’’ ujarnya. Hal tersebut, jelas birokrat asal Tabanan ini, dimaksudkan untuk menghindari terjadinya pemalsuan izin, sehingga masyarakat dapat
melakukan validasi terhadap izin yang terbit dengan menggunakan aplikasi yang dapat diuduh dari telepon genggam android-nya. ‘’Dalam proses pelayanan, masyarakat dapat mengecek progress tahapan perizinan melalui aplikasi Laperon, sehingga diharapkan dapat memberikan kepastian waktu penyelesaian setiap tahapan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan,’’ terangnya. Dikatakan, masyarakat yang belum memahami aplikasi Laperon, pihaknya menyediakan pelayanan berbantuan dengan petugas pendamping mulai tahap konsultasi sampai tahap unggah permohonan, sehingga tidak perlu memanfaatkan pihak
ketiga atau calo. ‘’Saat ini sudah 75 persen perizinan yang menjadi kewenangan kami melaksanakan sistem ini. Kami berharap ke depan masyarakat tidak harus datang ke kantor kami untuk mendaftarkan perizinan karena dapat diakses langsung lewat online,’’ paparnya. Kendati sistem tanda tangan elektronik telah berjalan, namun pihaknya baru akan meluncurkan pada bulan Februari 2019 mendatang. Selain itu, untuk memberikan kenyamanan pembayaran retribusi dan pajak dapat dilakukan melalui m-banking mengingat aplikasi Laperon sudah terintegrasi dengan BPD Bali. (kmb27)
SEHARI pascadituntut pidana selama satu tahun enam bulan (1,5 tahun), terdakwa kasus dugaan korupsi pensertifikatan lahan Tanah Hutan Rakyat (Tahura) di Lingkungan Perarudan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Wayan Sumadi (58), Kamis (3/1) kemarin dihukum pidana penjara selama satu tahun penjara. Selain itu, majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day juga menghukum terdakwa dengan pidana denda Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan. Sebelum masuk pada amar putusan, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk soal pembuktian. Sebelumnya terdakwa kasus tanah tahura itu dijerat lima pasal sekaligus. Namun majelis hakim menyatakan Pasal 2, 3 dan 5 UU Tipikor, baik subsider maupun primer tidak terbukti. Majelis hakim Angeliky Handajani Day dengan hakim anggota Esthar Oktavi dan Nurbaya Lumban Gaol menyatakan terdakwa terbukti bersalah dalam dakwaan lebih subsider, yakni terdakwa Wayan Sumadi terbukti bersalah melanggar Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Mendengar putusan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya Gusti Agung Ngurah Agung langsung menyatakan menerina. Begitu juga dengan pihak JPU. Namun sebelum ketok palu, Gusti Agung Ngurah Agung dalam pledoinya sempat meminta supaya Sumadi dibebaskan dari segala tuntutan jaksa, karena dia tidak tahu bahwa tanah yang disertifikatkan adalah tanah tahura milik Dinas Kehutanan. Namun demikian, pledoi itu juga ditolak JPU Agus Suraharta
Bali Post/kmb37
DIVONIS - Terdakwa I Wayan Sumadi (duduk berkacamata) berbincang dengan kuasa hukumnya usai divonis di Pengadilan Tipikor Denpasar. mendampingi Wayan Suardi dan menyatakan tetap pada tuntutan. Dalam perkara ini terdakwa Sumadi dinyatakan korupsi Tahura secara bersamasama dengan Wayan Rubah dan I Gede Putu Wibawajaya (alm). Yakni dengan telah turut serta memberikan hadiah atau janji pada pegawai negeri, mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan, atau kedudukan, atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya. Terdakwa kemudian oleh jaksa dituntut selama 1,5 tahun penjara, terdakwa juga didenda Rp 50 juta, subsider enam bulan kurungan. Sebelumnya dalam dakwaan Sumadi adalah orang yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan baik secara sendiri, maupun bersama-sama dengan Wayan Rubah (terdakwa dalam berkas dan penuntutan terpisah), I Gede Putu Wibawajaya (alm) dan Drs.
Nyoman Artana selaku Kasi Pengaturan dan Penataan Pertanahan Kantor Pertanahan Kabupaten Badung. Perbuatan tersebut dilakukan sekitar 16 Juni 2014 sampai tahun 2016. Dalam dakwaan jaksa, disebut bahwa terdakwa secara melawan hukum melakukan pensertifikatan tanah terhadap tanah Tahura di lingkungan Perarudan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. “Terdakwa memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara melalui hasil penjualan tanah Tahura seharga Rp 4.860.000.000, baik dari pembeli pertama Nengah Yarta maupun pembeli kedua Wayan Luntra,” tandas jaksa kala itu. Masih kata jaksa, modus yang dilakukan terdakwa adalah ingin memiliki sebagian dari tanah Tahura dengan menggunakan jasa pengurusan tanah almarhum Gede Wibawajaya. (asa)
dAERAH
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Wage, 4 Januari 2019
Jelang Kuningan, Pemkot Kembali Gelar Pasar Murah Denpasar (Bali Post) Menjaga stabilitas harga menjelang hari raya Kuningan, Pemkot Denpasar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali mengelar pasar murah. Untuk kali ini pasar murah dilaksanakan di Desa Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (3/1) kemarin. Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar I.B. Suniem didampingi Kabid Metrologi dan Tertib Niaga Disperindag Kota Denpasar Jarot Agung Iswayudi mengatakan, pelaksanaan kali ini merupakan lanjutan pasar murah di tahun 2018 pada Desember. Kegiatan pasar murah ini rutin digelar menjelang hari besar keagamaan. ‘’Pasar murah ini akan dilaksanakan di setiap kecamatan agar masyarakat bisa berbelanja murah dengan barang yang berkualitas. Kami berharap masyarakat memanfaatkan pasar murah yang telah dilaksanakan Pemkot Denpasar melalui TPID Kota Denpasar, sehingga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan dapat tetap terjaga,’’ ungkapnya.
Keberadaan pasar murah diharapkan menjadi solusi masyarakat mendapatkan harga yang lebih murah dari harga di pasar. Di samping juga melalui pasar murah ini dapat membantu pemerintah dalam menstabilkan harga-harga bahan pokok menjelang peringatan hari raya. Kabid Metrologi dan Tertib Niaga Disperindag Kota Denpasar Jarot Agung Iswayudi menambahkan, pasar murah yang dilasanakan sudah dipastikan lebih murah dari harga pasaran. Karena dalam melaksanakan pasar murah ini pihaknya menggandeng beberapa distributor. Menurut Jarot, produk-produk yang ditawarkan di pasar murah dipastikan lebih murah dari harga di pasaran. Misalnya harga bawang merah 1 kg di pasar murah dijual dengan harga Rp 25 ribu, sedangkan harga di pasaran Rp 29 ribu. Gula pasir di pasar murah harganya Rp 10 ribu dan harga pasaran Rp 12.500. ‘’Kami harapkan masyarakat benar-benar memanfaatkan pelaksanaan pasar murah ini,’’ ujarnya. Setelah pelaksanaan pasar murah di Pemogan akan dilanjutkan di Pasar Pidada, Kelurahan Ubung pada Jumat (4/1) hari ini. (kmb12)
PASAR MURAH – Suasana pasar murah yang digelar Pemkot Denpasar menjelang Kuningan.
Bantu Perlancar Arus Finansial Faskes
BPD Bali Jadi Mitra SCF BPJS Kesehatan
BANK BPD Bali melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan pada Kamis (3/1) kemarin. Penandatanganan dilakukan Plt. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma dan Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso. Penandatanganan kerja sama itu dihadiri Dewan Komisaris BPD Bali, Direksi BPJS Kesehatan, Direktur Utama RSUP Sanglah, Direktur Utama RSUD Wangaya, Denpasar, Debitur Rumah Sakit. Plt. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, demi memperlancar arus finansial fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, Bank BPD Bali siap menjalin sinergi dengan BPJS Kesehatan dalam hal untuk fasilitas pembiayaan kredit program supply chain financing (SCF). Program SCF bagi mitra faskes BPJS Kesehatan merupakan program pembiayaan kredit oleh bank yang khusus diberikan kepada faskes mitra BPJS Kesehatan. Tujuannya, untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran. Selain membantu likuiditas faskes tetap terjaga, SCF juga diharapkan dapat mendorong faskes untuk tetap memberikan pelayanan seoptimal mungkin kepada para peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). ‘’Kerja sama ini selain untuk berfungsi komersial tapi juga fungsi sosial BPD Bali. Bagi faskes di rumah sakit yang mempunyai tagihan ke BPJS Kesehatan, kita jamin likuiditasnya. Kita siapkan kredit modal kerja dengan jaminan tagihan kepada BPJS itu,’’ jelasnya. Momentum penandatanga-
Satu Calon Anggota DPD Belum Serahkan LPSDK Denpasar (Bali Post) Jadwal penyerahan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) secara serentak di semua kantor KPU sejatinya pada 2 Januari lalu. Namun ternyata masih ada satu calon anggota DPD-RI yang belum menyerahkan LPSDK ke Kantor KPU Provinsi Bali. ‘’Untuk LADK, itu kan sudah semua di Bali. LPSDK ini saya belum mendapatkan kabar dari yang satu orang itu, apakah dia akan menyetor. Kami akan tunggu saja sampai proses pemilu ini berakhir,’’ ujar Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, Kamis (3/1) kemarin.
KERJA SAMA - Bank BPD Bali saat melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan pada Kamis (3/1) kemarin. nan ini merupakan pengukuhan komitmen Bank BPD Bali untuk mendukung program pemerintah. Ini merupakan bentuk pelayanan dalam memperluas jangkauan terhadap masyarakat. Bank BPD Bali berkomitmen menerapkan SCF bagi faskes mitra BPJS Kesehatan yang bisa dimanfaatkan oleh faskes agar likuiditas rumah sakit berjalan baik. Ke depannya, kerja sama ini antara BPJS Kesehatan dan Bank BPD Bali diharapkan dapat berlanjut seiring dengan upaya BPJS Kesehatan untuk mewujudkan jaminan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan bagi seluruh penduduk Indonesia. Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, BPJS Kesehatan wajib membayar klaim atas pelayanan yang telah diberikan oleh faskes kepada peserta, paling lambat 15
hari sejak dokumen klaim diterima lengkap. Hal ini merupakan peluang bagi Bank BPD Bali untuk memberikan fasilitas pembiayaan modal kerja berupa talangan tagihan kepada pihak faskes selaku mitra BPJS Kesehatan. Sesuai dengan visinya, BPJS Kesehatan diharapkan dapat mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas dan berkesinambungan bagi seluruh penduduk Indonesia paling lambat Januari 2019, dengan berlandaskan pada prinsip gotong royong yang berkeadilan. Kerja sama ini dilakukan tidak hanya di Bali tetapi juga seluruh Indonesia. Bank yang datang menawarkan ingin bekerja sama diterima. Komisaris BPD Bali Drs. I Ketut Nurcahya mengatakan, kerja sama ini akan saling menguntungkan. Karena BPD Bali tidak hanya untuk dari sisi komersial tetapi juga fungsi sosial dapat membantu masyarakat. (ad113)
Bali Post/ara
Satu calon anggota DPD-RI yang belum menyerahkan LPSDK adalah Ngurah Sugiarta. Sedangkan 21 calon lainnya telah menyerahkan, kendati mayoritas masih nihil sumbangan. Hanya tujuh calon yang sudah menerima sumbangan dana kampanye. Berdasarkan rekapitulasi LPSDK yang dihimpun KPU Bali, sumbangan dana kampanye paling besar diterima Gede Ngurah Ambara Putra, sebesar Rp 163,298 juta, disusul Anak Agung Gede Agung Rp 130 juta, Ni Made Suastini Rp 55 juta, Gede Lanang Darma Wiweka Rp 30 juta, Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati Rp 16 juta, I Nyoman Sukrayasa Rp 10 juta, dan Bambang Santoso Rp 8,746 juta. ‘’Bisa jadi hari ini dia (satu calon DPD yang belum - red) serahkan. Tapi kami akan klarifikasi kenapa terlambat dan lain sebagainya. Jadi, bagi kami di KPU provinsi hanya menerima. Nanti selebihnya kita menunggu LPPDK,’’ imbuh Lidartawan. Lidartawan menambahkan, peserta pemilu yang belum menyerahkan LPSDK saat ini memang tidak dikenai sanksi diskualifikasi.
Oleh karena itu, pihaknya mempersilakan untuk menyerahkan kapan saja. Dengan catatan, peserta pemilu harus menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Sebab kalau tidak, akan ada sanksi yang dikenakan kepada mereka. ‘’Kalau pada saat penyerahan LPPDK dia tidak menyerahkan LPSDK, nanti itu kita serahkan kepada akunting publik dan KPURI untuk memutuskan sanksinya. Kalau LPPDK tidak menyerahkan, berarti tidak akan dilantik jika terpilih karena LPPDK itu wajib,’’ katanya mengingatkan. Selain untuk calon anggota DPD-RI, kata Lidartawan, aturan ini juga berlaku untuk partai politik dan calon legislatif (caleg). Rekapitulasi LPSDK partai politik yang dihimpun KPU Bali tercatat dua partai yang belum menerima sumbangan yakni Partai Garuda dan PAN. Sementara sumbangan terbesar diterima PDI-P sebesar Rp 1,294,372,050. Terkait Pilpres, LPSDK di Bali untuk capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar Rp 45,5 juta. Sementara capres nomor urut 02
Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno masih nihil.
Masalah Hukum Mengenai peserta pemilu yang tersangkut masalah hukum, Lidartawan mengaku belum bisa berkomentar banyak. Seperti yang dialami calon anggota DPD-RI I Ketut Putra Ismaya Jaya, harus dipastikan terlebih dulu apakah keputusan pengadilan sudah inkracht. Seperti diberitakan, Ismaya dijatuhi pidana penjara lima bulan karena dinyatakan terbukti bersalah dan melanggar Pasal 214 ayat 1 KUHP jo Pasal 211 KUHP. ‘’Bisa jadi nanti ada banding, ada kasasi. Kalau sudah inkracht, saya harus lihat, baca putusannya. Apakah ancaman dari pasal yang disangkakan itu lebih dari lima tahun tuntutan hukumannya. Jadi, bukan tuntutan jaksa atau putusan. Kalau tidak sampai lima tahun, begitu selesai dia boleh sebagai calon lagi,’’ jelasnya. Tetapi kalau ancaman hukumannya lima tahun, lanjut Lidartawan, berarti tidak memenuhi syarat lagi menjadi calon, dan akan dicoret dalam DCT. Untuk peserta pemilu yang proses hukumnya masih berjalan seperti yang dialami calon anggota DPRRI I Ketut Sudikerta, dikatakan, tidak masalah sepanjang belum inkracht. Artinya, peserta pemilu masih dipersilakan untuk melakukan kampanye. ‘’Kita harus selalu ingat praduga tak bersalah tetap dikedepankan. Sampai inkracht baru ada langkah yang harus dilakukan,’’ tandasnya. (kmb32)
Transaksi di Denfest 2018 Tembus Rp 7 Miliar Denpasar (Bali Post) Gelaran Denpasar Festival (Denfest) tahun 2018 telah berlangsung dengan sukses. Kegiatan rutin tahunan di jantung Kota Denpasar ini mampu memberikan geliat terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar. Khusus tahun 2018 ini, tercatat jumlah transaksi pada gelaran Denfest 2018 mencapai Rp 7 miliar, jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yakni Rp 5,1 miliar. Bahkan jumlah tersebut pun melampaui target transaksi Denfest tahun 2018 yang ditarget Rp 5,6 miliar. Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar I Made Saryawan saat dikonfirmasi, Kamis (3/1) kemarin, menjelaskan Denfest tahun 2018 yang bertemakan ‘’Urban Playground’’ ini memberikan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar. Adapun transaksi yang tercatat merupakan aktivitas jual-beli yang dilaksanakan di beberapa zona yakni zona kuliner, UMKM Disperindag, WMD, BI, dan zona Dinas Pertanian Kota Denpasar. ‘’Astungkara jumlah transaksi tahun 2018 lalu mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,’’ jelasnya. Lebih lanjut Saryawan mengatakan, peningkatan transaksi ini tak lepas dari meningkatnya jumlah pengunjung yang mencapai kurang lebih 50 ribu selama empat hari. Hal ini lantaran pelaksanaan Denfest tahun
2018 bertepatan dengan libur sekolah dan masih berada dalam rangkaian suasana Hari Natal, Galungan dan Kuningan. ‘’Momentumnya kebetulan berdekatan dengan hari suci Galungan dan Kuningan sehingga animo masyarakat untuk berbelanja menjadi meningkat, baik untuk oleh-oleh ataupun akan digunakan sendiri untuk hari raya,’’ paparnya. Saryawan mengatakan tenun endek dan kuliner menjadi produk yang paling diminati di Denfest tahun 2018. Hal ini lantaran endek merupakan kerajinan khas Bali yang menjadi ikon Kota Denpasar. Sementara stan kuliner menjadi primadona lantaran menyediakan produk olahan tradisional yang beragam dan memiliki citarasa yang khas. Di samping itu, kampanye festival bebas plastik, penerapan transaksi elektronik dan pemberian ruang bagi anakanak untuk bermain menjadikan Denfest memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga beragam kalangan mulai dari anak-anak, dewasa, remaja, lansia, lakilaki dan perempuan memiliki ruang tersendiri di Denfest 2018 dan tertarik untuk berkunjung. ‘’Kami berterima kasih kepada semua pihak yang senantiasa mendukung pelaksanaan Denfest yang dapat memberikan ruang promosi dan edukasi serta wahana rekreasi akhir tahun bagi masyarakat Kota Denpasar,’’ pungkasnya. (kmb12)
Bali Post/dok
TAK MELAUT - Akibat cuaca buruk, sejumlah nelayan di Kabupaten Tabanan terpaksa tak melaut. Mereka lebih memilih menambatkan perahunya di bibir pantai.
Cuaca Buruk, Nelayan Tak Melaut
Tabanan (Bali Post) Meski sedang musim lobster, nelayan Tabanan terpaksa tidak melaut. Hal ini lantaran masih dalam kondisi cuaca buruk. Angin kencang disertai gelombang tinggi masih terjadi. Kondisi yang berlangsung selama sepekan terakhir ini membuat nelayan hanya bisa pasrah dan terpaksa menambatkan perahunya di bibir pantai. Salah seorang nelayan Yeh Gangga, Kabupaten Tabanan, Ketut Nadia, Kamis (3/1) kemarin, mengungkapkan cuaca buruk ini
sudah terjadi hampir sepekan terakhir. ‘’Padahal bulan-bulan ini nelayan di seputaran Yeh Gangga biasanya menangkap lobster. Sebab, sejak Desember hingga Maret mendatang merupakan musim lobster,’’ ujarnya. Karena cuaca buruk, akhirnya musim tersebut disikapi dengan tidak melaut karena berisiko tinggi. Untuk sementara waktu, ia lebih memilih menambatkan perahunya dibandingkan melaut. ‘’Ada nelayan yang nekat melaut, perahunya terbalik. Untungnya selamat dan tidak ada korban jiwa,’’ tutur Nadia.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Sucipta menerangkan pihaknya telah memberikan peringatan kepada sejumlah nelayan di Kabupaten Tabanan menyusul kondisi angin kencang dan gelombang tinggi yang terus menerjang kawasan pesisir pantai. ‘’Kami telah memberikan peringatan mengenai cuaca buruk ini. Untuk sementara jangan melaut dulu,’’ ujarnya. Selain memberi peringatan, pihaknya juga rutin melakukan patroli di kawasan pantai. (kmb24)
Jumat Wage, 4 Januari 2019
daerah
5
Piodalan di Pura Campuhan Diisi Pentas Calonarang
HARI raya Kuningan, Sabtu (5/1) besok, bertepatan dengan Hari Suci Siwaratri. Saat itu bertepatan dengan puncak piodalan di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak, Kesiman. Aedan piodalan diawali dengan ngiasin pada Sabtu pukul 14.00 Wita dilanjutkan dengan melasti dan puncak piodalan sekitar pukul 16.00 Wita. Puncak piodalan akan di-puput Ida Pedanda Siwa dan Budha. Sementara Sabtu malam dipentaskan dramatari calonarang. Mahaguru Aitriya Narayana, Kamis (3/1) kemarin, mengungkapkan saat piodalan dilakukan pelepasan satwa ke alam berupa tukik, burung dan satwa lainnya. Termasuk menanam sejumlah tanaman langka. Piodalan bertajuk ‘’Pelepasan’’ ini mengajak umat untuk mencintai lingkungan dan alam di tengah seringnya bencana alam melanda Indonesia. ‘’Dari Pura Campuhan, dan Bali kita firbrasikan cinta alam Indonesia,’’ tegasnya. Mahaguru Aitryia Narayana juga mensyukuri piodalan kali ini bertepatan dengan hari raya Kuningan. Dia mengibaratkan puncak pertapaan Budha di Sakenan dan
Siwa di Pura Campuhan. Hal ini sangat tepat dipakai umat Hindu di Bali melaksanakan brata Siwaratri di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak. Umat yang didominsi kalangan anak muda biasanya melakukan jagra sambil menonton pentas calonarang. Saat itu, Ratu Ayu Manik Segara, Ratu Ayu Linggsir, Ratu Ayu Durga, Barong Macan dan Barong Bangkal yang di-sungsung di Pura Campuhan napak caru. Sementara umat yang lain juga menggelar meditasi serta ritual Rudra Puja Bhiseka dan Siwa Puja Bhiseka. Saat ini pura yang dikenal untuk palukatan sudamala tersebut dilengkapi dengan Pura Beji, Palinggih Dewa Baruna, Gedong Siwa-Budha, Pusering Jagat, Hyang Brahma, Kanjeng Ratu, dua Tajuk, Palinggih Ratu Gede Mas Mecaling, Padmasana dan Pura Prajapati. Kini sedang dibangun Bale Saraswati untuk pendidikan agama, pasraman bagi umat dari luar Denpasar. (sue)
MELASTI - Barong, rangda dan pratima di Pura Campuhan saat melasti di Pantai Padanggalak.
Pendidikan Mitigasi Bencana Diharapkan Segera Masuk Kurikulum
Bali Post/udi
TABRAK - Mobil pick-up terguling ke sawah setelah ditabrak Toyota Avanza di Jalan Raya Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (3/1) kemarin.
Ditabrak Avanza, Mobil ”Pick-up’’ Terguling ke Sawah
Banyuwangi (Bali Post) Jalur Banyuwangi-Jember nyaris memakan korban lagi. Diduga mengantuk, seorang pensiunan guru menabrak mobil pick-up di Jalan Raya Rogojampi, tepatnya Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Kamis (3/1) kemarin. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerasnya tabrakan membuat mobil pick-up terjun dan terguling ke sawah. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Kala itu mobil Toyota Avanza bernopol P 1230 VI yang dikemudikan Sunarto (60) datang dari arah selatan. Pensiunan guru asal Kebalenan, Banyuwangi tersebut melaju cukup kencang. Diduga mengantuk, saat melintas di lokasi, jalannya menikung, Avanza silver yang dikemudikannya nyelonong memakan jalur lawan. Saat bersamaan, dari arah depan melaju mobil pick-up bernopol P 8479 VA. Mobil yang dikemudikan Gatot (40), warga Desa Kumendung Kecamatan Muncar ini berisi dua penumpang wanita. Masing-masing Tika dan Laili, keduanya staf Desa Kumendung. Tabrakan tak terhindarkan. Moncong Avanza menghantam bagian bak belakang pick-up. Mobil warna hitam tersebut tak sempat menghindar. Akibatnya, mobil nyelonong ke persawahan, lalu terguling. Sedangkan mobil Avanza baru berhenti setelah menghatam pembatas jalan. Untungnya, jalan di lokasi diberikan pembatas. Jika tidak, mobil Avanza dipastikan ikut terjun ke persawahan. ‘’Mobil pick-up dari utara, sedangkan Avanza dari selatan. Keduanya sama-sama melaju kencang. Sepertinya sopir Avanza mengantuk,’’ kata Hadi, saksi mata di lokasi. Pria ini melihat mobil Avanza nyelonong memakan jalur lawan, lalu menubruk bagian belakang pikap. Untungnya, sopir dan dua penumpang pick-up berhasil selamat. Hanya luka lecet akibat benturan. Kondisi pick-up juga utuh, meski terguling di sawah. Sedangkan sopir Avanza juga selamat. Moncong mobil ini hanya rusak ringan akibat menghantam pembatas. Kerabat penumpang pick-up, Sahatun Zair mengaku dua penumpang baru saja pulang dari mengurus BPJS di Banyuwangi. Pria yang juga Kepala Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung ini tak mengetahui kronologi pasti kejadian. ‘’Saya dikabari kedua korban, katanya kecelakaan. Akhirnya saya ke lokasi. Yang jelas, mereka dalam rangka tugas ke BPJS,’’ katanya. Sementara itu, pengendara Avanza Sunarto berdalih tak mengantuk. Namun, menghindari motor yang menyalip kencang dari samping kanan. Karena kaget, dia banting stir ke kanan, lalu menabrak pick-up. ‘’Saya dari arah Genteng, jalannya biasa saja. Karena menghindari motor yang nyalip dan ngebut. Akhirnya, banting stir dan tak terkendali,’’ ujarnya saat ditemui di Pos Lantas Polsek Rogojampi. Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setya Budi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil olah TKP di lokasi. ‘’Petugas Lantas masih fokus evakuasi kendaraan yang terlibat laka. Kronologi pasti kita tunggu hasil olah TKP,’’ kata Agung. (udi)
Bali Post/sue
Denpasar (Bali Post) Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mewacanakan akan memasukkan pendidikan tentang mitigasi kebencanaan ke kurikulum pada tahun 2019. Pendidikan mitigasi kebencanaan ini tidak akan menjadi mata pelajaran khusus, melainkan akan dilebur ke dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah. Wacana ini disambut baik Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung Dr. Drs. I Made Putra Wijaya, S.H., M.Si. Putra Wijaya mengatakan korban bencana alam yang terjadi di Indonesia telah melebihi korban perang. Oleh karena itu, antisipasi terhadap kemungkinan yang disebabkan bencana alam harus diketahui sejak dini oleh setiap warga negara Indonesia. Terutama bagi anak-anak sekolah yang nantinya akan bisa disampaikan kepada orangtua dan masyarakat di sekitarnya. ‘’Saya sambut baik apa yang akan dilakukan pemerintah pusat dalam upaya memasukkan mitigasi kebencanaan di dalam kurikulum lembaga pendidikan. Langkah ini sangat baik untuk mengantisipasi sebelum terjadinya bencana di mana-mana,’’ tandasnya. Putra Wijaya menerangkan, jika melihat aspek geografi negara Indonesia yang berada pada ring of fire sangat mutlak mitigasi kebencanaan
dimasukkan dalam kurikulum. Apalagi, belakangan ini fenomena alam dengan bencana yang terjadi di manamana, baik tsunami, tanah longsor maupun gempa bumi telah memakan korban hingga ribuan jiwa. Berbicara soal mitigasi kebencanaan, lanjutnya, tidak cukup masuk dalam kurikulum pendidikan di perguruan tinggi dan sekolah menengah saja. Namun, sebaiknya juga melibatkan kelembagaan kemasyarakatan maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk meningkatkan kepekaan dan responsibiliti atau tanggung jawab terhadap lingkungannya. Di sisi lain, Putra Wijaya juga mengkritisi aparatur pemerintah yang tidak maksimal dalam pencegahan bencana. Hal ini disebabkan minimnya sarana dan prasarana serta kepekaan aparatur pemerintah terhadap bencana. ‘’Fenomena bencana alam
yang terjadi di bulan November hingga Desember semestinya sudah dapat diidentifikasi oleh aparatur pemerintah, utamanya yang bergerak dalam mitigasi. Karena pada bulan-bulan ini sudah diketahui hujan lebat pasti terjadi yang biasanya menyebabkan tanah longsor, sehingga tidak menimbulkan banyak korban,’’ ujarnya. Pihaknya juga berharap agar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Search d a n Rescue
Nasional (Basarnas), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menjadi bagian dari mitigasi benar-benar mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Mengingat rawannya bencana yang terjadi saat ini terus meningkat. Sebelum pendidikan mitigasi bencana diterapkan, Putra Wijaya mengimbau kepada seluruh satuan lembaga pendidikan di Bali untuk gencar memberikan pelatihan kegiatan Pramuka dan Palang Merah R e m a j a (PMR) di sekolahsekolah. (win)
Ratusan Anggota Polda Bali Naik Pangkat
Bali Post/ist
SELAMAT - Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose mengucapkan selamat kepada Kapolresta Denpasar Ruddi Setiawan atas kenaikan pangkat dari AKBP ke Kombes.
Denpasar (Bali Post) Upacara kenaikan pangkat digelar di Mapolda Bali, Kamis (3/1) kemarin. Tercatat 988 orang naik pangkat, terdiri dari perwira menengah (pamen) 33 orang, perwira pertama (pama) 203 orang, bintara 730 orang dan PNS 22 orang. Salah satu perwira yang naik pangkat tersebut yakni Kapolresta Denpasar Ruddi Setiawan dari pangkat AKBP ke Kombes. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan kenaikan pangkat ini pada hakikatnya reward yang diberikan organisasi atas prestasi kinerja yang ditunjukkan selama ini. Kenaikan pangkat bukanlah hal yang pasti diterima setiap personel Polri dan rutin. Melainkan merupakan akumulasi dari penilaian beberapa aspek kinerja yaitu dedikasi, loyalitas, disiplin, tanggung jawab serta sikap dan perilaku yang baik. Semakin tinggi status dan pangkat diharapkan dapat menunjukkan sikap keteladanan yang lebih baik, profesional dan terpercaya. ‘’Saya mengajak seluruh anggota jajaran Poda Bali senantiasa siap menghadapi tugas yang diberikan negara, terlebih ke depannya akan menghadapi pesta demokrasi 2019. Pemilu ini akan membutuhkan pengamanan maksimal dari personel Polri agar tercapai pemilu yang aman, damai dan sejuk. Khususnya di wilayah hukum Polda Bali,’’ ujarnya. Jenderal bintang dua di pundak ini berharap momentum ini menjadi pendorong bagi seluruh anggota untuk lebih semangat dalam melaksanakan tugas pokok sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat. Selain itu juga sebagai penegak hukum yang adil, sehingga benar-benar terasa dan dinikmati masyarakat. Dengan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi ini, secara tidak langsung berkorelasi dengan peningkatan gaji. Namun tetaplah bersahaja, support istri atau suami dengan baik. ‘’Selalu bersyukur atas penghasilan yang didapat sehingga mampu menghindari terjadinya abuse of power (penyalahgunaan wewenang),’’ tegas Irjen Golose. (kmb36)
46 Desa di Banyuwangi Rawan Tsunami
RAWAN - Wilayah perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran yang rawan tsunami.
Bali Post/udi
Banyuwangi (Bali Post) Berbatasan dengan Samudera Hindia, Banyuwangi menjadi daerah rawan terdampak tsunami. Sedikitnya 46 desa di kabupaten ini masuk daerah rawan dihantam gelombang tsunami. Puluhan desa tersebut tersebar di pantai selatan hingga bagian barat Selat Bali. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Fajar Suasana mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan terkait kerawanan tsunami di Banyuwangi. Dari daftar yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Banyuwangi terdapat 46 desa rawan tsunami. Dari jumlah ini, hanya satu desa masuk kerawanan sedang. Sisanya masuk zona merah. ‘’Kami di lapangan, sudah memetakan potensi dan kerawanan dampak tsunami. Ada kerawanan tinggi, sedang dan rendah. Yang tinggi, rata-rata di wilayah selatan, berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia,’’ kata Fajar, Kamis (3/1) kemarin. Daerah yang kategori sedang, katanya, masuk daerah perairan Grajagan, lalu ke arah utara. Sedangkan wilayah Selat Bali ke utara masuk kategori rendah. Menurutnya, hasil pemetaan BPBD Banyuwangi tidak sama dengan BNPB. Sebab, pihaknya melakukan pemetaan kerawanan berdasarkan kondisi riil di lapangan. ‘’Jadi, kalau di lapangan seperti itu, tidak semuanya
kerawanan yang tinggi,’’ ungkapnya. Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau waspada. Salah satunya, melakukan berbagai langkah persiapan penanggulangan bencana. Mulai melakukan pelatihan siaga tsunami kepada masyarakat dan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Khususnya di wilayah kategori tinggi kerawanan bencana tsunami. Saat ini, lanjutnya, Banyuwangi memiliki 9 alat Early Warning System (EWS) atau alat peringatan dini tsunami. Dua di antaranya berfungsi dengan baik. Sisanya kurang maksimal. Sebab, katanya, ada beberapa EWS yang harus dioperasikan secara manual. Data dari BNPB, wilayah rawan tsunami kategori sedang dan tinggi tersebar di wilayah selatan Banyuwangi. Rata-rata di wilayah Kecamatan Bangorejo dan Pesanggaran. Seperti Desa Sambimulyo, Temurejo, Kandangan, Srongan dan Sumberagung. Sedangkan di sekitar Selat Bali membentang di Kecamatan Tegaldlimo, Purwoharjo, Muncar, Kabat dan Kota Banyuwangi. Musibah tsunami pernah menghantam Banyuwangi, khususnya wilayah Pesanggaran, tahun 1994. Kala itu sekitar 300 orang tewas dan hilang. Wilayah ini bersinggungan dengan Samudera Indonesia. Hingga kini di lokasi berdiri monumen tsunami sebagai penanda peristiwa kelabu tersebut. (udi)
OPINI
6
Jumat Wage, 4 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Bijak Mengelola Tata Ruang
BENCANA merupakan siklus alam. Pergerakan, pergeseran alam merupakan cara alam untuk menuju keseimbangan baru. Itulah sebabnya manusia juga harus paham dengan fenomena alam dan cara-cara bersahabat dengan alam. Ini tentu terdengar elementer dan biasa-biasa saja. Ketika kita tak merasakan dampak bencana, kita terkadang tak merasa perlu merawat alam. Padahal, merawat alam adalah kewajiban kita, karena kita sepanjang hidup berada di alam. Menjadi hal wajar dan sangat strategis bagi kita untuk menjaga alam. Namun, kepentingan manusia terkadang berbeda dengan kepentingan alam menjaga keseimbangannya. Sering kali ambisi dan nafsu manusia memosisikan alam sebagai pihak yang mesti berkorban. Alam direkayasa dan dikelola semau gue, tanpa melihat risikonya. Teknologi mungkin memang mampu mengalihkan dampak dari gejolak alam, namun itu terkadang tak ada artinya bagi alam. Alam dengan kekuatan energi potensialnya bisa meluluhlantakkan kehidupan manusia dalam hitungan detik. Padahal, fondasi kehidupan manusia di alam telah dibangun bertahun-tahun bahkan berabad-abad. Namun ketika alam melakukan perlawanan dan menuntut haknya, manusia tak berdaya atas itu. Manusia cenderung menjadi korban. Di sinilah manusia patut melakukan perenungan dan mengevaluasi kebijakannya mengelola alam. Dalam konteks bencana alam, maka ada baiknya manusia melakukan perenungan dan evaluasi terhadap bentangan alam ini. Peta geologi dan peta rawan bencana menjadi hal penting untuk diketahui manusia, terutama pengambil kebijakan di negeri ini. Tujuannya adalah mengarahkan penduduk untuk tidak mengambil risiko bermukim di kawasan bencana. Peta rawan bencana bagi Indonesia tentu menjadi hal penting untuk disosialisasikan. Setidaknya, mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan usaha dan bermukim di daerah bencana. Pemerintah juga harus tegas dalam hal ini. Jangan pernah merekomendasikan pengembangan wilayah dan pengembangan kawasan di daerah yang nyata-nyata berpotensi bencana. Kasus likuifaksi di Donggala, Sulawesi Tengah mungkin bisa menjadi pelajaran. Kawasan ini sudah masuk kawasan rawan bencana. Namun, karena kepentingan ekonomi dan kependudukan, kawasan ini juga dibiarkan tumbuh menjadi permukiman. Dampaknya ketika bencana datang, kita tak bisa berbuat banyak. Kita gagal menghindar dan mengantisipasinya. Hal lainnya adalah jangan memberikan toleransi membangun permukiman di kawasan zona merah daerah aliran lahan Gunung Agung. Pengambil kebijakan harus belajar dari peta geologi dan peta kawasan bencana. Mengabaikan kawasan zona merah dengan asumsi kawasan itu sudah aman, merupakan langkah keliru. Harus ada ketegasan untuk melarang pembangunan permukiman di kawasan zona merah. Masalahnya, ketika larangan ini dilanggar maka risiko fatal jika terjadi bencana akan sangat sulit dihindarkan. Manusia haruslah tetap bijak mengelola alamnya. Jangan serakah. Terlepas dari bencana, maka hal penting yang juga harus dibangun adalah kesetiakawanan sosial. Ini menjadi penting bagi penduduk yang ada di kawasan bencana. Saling peduli dan membantu sahabat atau sesama yang terdampak bencana adalah mentalitas positif yang harus dibudayakan. Menjadi sangat strategis untuk dijadikan pemahaman publik bahwa kesetiakawanan sosial hendaknya menjadi indetitas kekinian warga negeri ini. Ketika bencana datang silih berganti bahkan jaraknya relatif berdekatan maka sangat penting bagi kita untuk membantu sahabat kita yang tertimpa musibah. Di sini perlu keikhlasan dan kesadaran. Pemerintah harus bisa mewadahi gerakan sosial ini untuk kepentingan bersama. Jangan sampai pemerintah abai dalam mengondisikan hal ini. Jangan larut dalam kepentingan politik dan kekuasaan. Pemerintah harus tetap hadir dan menjadi inspirator terbudayakannya gerakan kesetiakawanan sosial. Ini untuk meringankan beban warga kita yang tertimpa bencana. Mari kita bangun dan budayakan sikap gotong royong tanggap bencana.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Gerakan Menjaga Keseimbangan Alam
Bencana alam di pengujung tahun 2018 begiti banyak. Ini hendaknya menjadi pelajaran buruk bagi negeri ini. Bencana alam walaupun itu merupakan fenomena alam, namun kita sebagai pemanfaat alam tentu bisa melakukan upaya nyata untuk menjaga keseimbangan alam. Artinya, untuk menekan potensi terjadinya bencana maka manusia sebaiknya bersahabat dengan alam. Kita jangan terlalu rakus terhadap alam ini. Di Bali, bencana alam juga saya sering baca di koran potensinya juga sangat terbuka. Selain letusan gunung berapi, sumber bencana alam di Bali adalah tanah longsor, termasuk gelombang pasang. Itu artinya, identifikasi terhadap potensi bencana sudah dilakukan. Tugas kita sekarang adalah menjaga agar potensi tanah longsor bisa ditekan dan gelombang pasang bisa diminimalkan dampaknya. Untuk itu, jangan lagi melakukan pembangunan di kawasan hulu, daerah aliran sungai termasuk jangan lagi merekomendasikan izin–izin pembangunan fasilitas pariwisata di kawasan lereng sungai atau perbukitan. Ini tentu sangat berbahaya dan peluang terjadinya tanah longsor sangat terbuka. Sedangkan untuk menekan gelombang pasang ada baiknya kita tanam bakau di daerah pesisir. Jangan malah hutan bakau direkayasa atau sengaja dibuat mati hanya untuk bisa mendapatkan lahan untuk investasi. Mari kita budayakan gerakan menjaga keseimbangan alam, jangan hanya mengejar keuntungan di pesisir Bali. Mudah-mudahan pejabat yang selama ini gelap mata dan tak peduli alam Bali segera sadar dan menolak perizinan investasi yang menyasar kawasan bakau. I Gede Sudirga Buleleng, Bali
Bencana Alam dan Kesetiakawanan Sosial Kini, orang-orang tidak hanya mengenal Sinabung, Mentawai, Merapi dan lain-lain sebagai basis bencana alam, tetapi juga sudah meluas ke daerah-daerah lain. Bencana alam gempa yang sempat menyedot perhatian publik terjadi di Lombok, dan berikutnya terjadi gempa plus tsunami yang memorakporandakan Donggala, Sulawesi Tengah beberapa bulan lalu. Bali juga termasuk daerah yang tak luput dari bencana alam. Informasi yang pernah kita dengar dan alami yaitu terjadinya bencana longsor/banjir bandang di beberapa desa di Buleleng, dan juga terjadinya puting beliung di beberapa desa pada kabupaten/kota di Bali.
Oleh
Romi Sudhita erakhir, terjadi di Gianyar berupa tanah longsor yang menelan beberapa korban jiwa. Tahun lalu, Gunung Agung mengalami aktivitas kegempaan disertai beberapa kali erupsi. Semuanya itu membuat kesedihan teramat sangat bagi para korban dan keluarga korban yang tentu saja perlu mendapat pertolongan/bantuan segera dari kita semua, selain dari pemerintah sebagai leading sector-nya. Setia kawan, bahumembahu, dan merapatkan barisan di antara kita sungguh merupakan sesuatu yang sangat tepat guna mengatasi bencana alam tersebut. Persoalan bencana alam seperti halnya letusan (erupsi) gunung berapi, longsor, dan banjir bandang, sesungguhnya amat dekat dengan yang namanya perubahan sosial. Meski bencana alam secara an-sich bukan merupakan perubahan sosial (social change), namun lantaran akibat yang ditimbulkannya bisa merusak tatanan kehidupan sosial maka ia pun (bencana alam) dapat dikategorikan sebagai perubahan sosial. Sebagaimana
yang sering kita temui dalam ilmu sosiologi, bahwa perubahan sosial itu merupakan bagian yang tak terpisahkan, malah ia sendiri terkadang dikaji secara eksklusif sebagai sebuah keniscayaan. Perubahan sosial dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tidak direncanakan. Perubahan yang direncanakan itu acap disebut pembangunan (progress), sedangkan yang tidak direncanakan sering diidentikkan dengan kemunduran (regress). Setia Kawan Disebut progress lantaran arahnya menaik atau bergerak maju, dan disebut regress karena pada umumnya memiliki gerak mundur dari yang semestinya. Contoh, seorang pengungsi yang dievakuasi ke tempat pengungsian tidak akan bisa berbuat apa-apa, padahal dia sendiri sudah punya rencana pada hari tertentu akan menjual sapi miliknya. Dengan adanya bencana alam, semisal aktivitas gunung yang lagi erupsi, semua perencanaan
dalam sekejap buyar dan yang mendapat prioritas tentu saja keselamatan nyawa bersangkutan. Jadi, dengan adanya bencana alam tersebut, pasti terjadi perubahan sosial dan perubahan itu cenderung ke hal-hal yang bersifat destruktif (kehancuran). Kondisi pendidikan putra-putri mereka kurang terurus, ternak yang menjadi andalan atau sumber mata pencaharian menjadi terbengkalai, belum lagi kesehatan anggota keluarga yang dirawat seadanya. Menengok masa silam pada kasus pengungsian Gunung Agung, sempat dilaporkan ke media massa bahwa selama 15 hari di pengungsian, terjadi 13 peristiwa kematian bagi pengungsi tersebut. Perubahan sosial (dampak bencana) itu tidak bersifat linier melainkan selalu bersinggungan dengan aspekaspek lain seperti masalah ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan tidak menutup kemungkinan berkaitan erat dengan persoalan politik. Sebagaimana dimaklumi bersama, bahwa kita ini adalah makhluk sosial, dan
orang-orang sering mengatakan bahwa manusia itu homosocius tanpa diketahui siapa mula pertama yang mencetuskan istilah tersebut. Homosocius acap diartikan bahwa manusia adalah makhluk yang suka berkawan dan mencari kawan. Berbagi di kala mengalami kebencanaan merupakan wujud konkret dari gagasan tercetusnya program kesetiakawanan sosial. Dalam pustaka keilmuan sosial, secara kodrati manusia dikatakan memiliki kesanggupan untuk menghimpun diri ke dalam sebuah ikatan yang disebut masyarakat. Tegasnya, manusia merupakan bagian
Sekecil apa pun eksistensi masyarakat itu niscaya memiliki arah dan tujuan agar kondisi yang ada sekarang lebih baik dari sebelumnya, serta terwujudnya kesejahteraan dan kebahagiaan yang mereka cita-citakan. integral atau bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Sekecil apa pun eksistensi masyarakat itu niscaya memiliki arah dan tujuan agar kondisi yang ada sekarang lebih baik dari sebelumnya, serta terwujudnya kesejahteraan dan kebahagiaan yang mereka cita-citakan. Dalam pencapaian tujuan selalu berhadapan pada dua kemungkinan, yakni; tujuan tercapai dengan mulus
Pemberdayaan Perpustakaan dan Tantangan Literasi
PERPUSTAKAAN begitu penting dalam merangsang otak anak bangsa semakin lebih cerdas dan berwawasan luas. Jadi, sangat layak didorong semua sekolah dan universitas wajib memiliki perpustakaan. Sudah saatnya, budaya membaca di negeri ini semakin digiatkan. Indonesia sudah terlalu lama terlelap dalam budaya literasi yaitu membaca dan menulis yang rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, cuma satu orang yang rajin membaca. Riset berbeda bertajuk ‘’Most Littered Nation In The World’’ yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Dari data tersebut mengisyaratkan bahwa Indonesia rendah dalam hal literasi terutama membaca buku. Ini sebuah keprihatinan bagi kita. Padahal, kita sudah memiliki perpustakaan di sekolah maupun di universitas, tetapi bukan untuk membaca buku, namun hanya sebagai pajangan, bahkan untuk menumpang wifi. Hal pertama yang harus dilakukan untuk menggelorakan semangat membaca buku adalah mengajak anak sejak dini untuk membaca buku. Hal itu merupakan suatu harapan untuk membentuk karakter anak bangsa yang cerdas, berwawasan luas, dan mampu bersaing dengan bangsa lainnya. Dengan membaca buku akan mampu meredam segala bentuk berita bohong atau hoax yang selalu membelenggu kita. Dengan banyak membaca buku akan membuat pikiran seseorang menjadi lebih kritis dalam membaca berita yang beredar di media sosial.
Oleh
Juandi Manullang Tidak akan mudah untuk terpengaruh terhadap berita yang tidak benar tersebut. Bimbingan kepada anak bangsa pun harus terus diberikan bukan hanya di sekolah, namun di rumah juga bimbingan harus terus dilakukan. Orangtua khususnya wajib mengajak anak-anak untuk membaca buku setiap harinya. Bermula dari orangtua itu sendirilah yang giat membaca buku agar ditiru oleh anaknya. Seorang anak masih sangat mudah untuk diajari, dinasihati, maupun ditempa karakternya. Jadi, apa yang dilakukan orangtuanya, hal itulah yang diikuti. Jika orangtuanya berbuat keburukan, si anak juga akan mengikutinya. Ketika orangtua membaca buku, maka anak juga akan membaca buku. Ketika orangtua selalu berkelahi ataupun tidak akur di rumah, maka si anak pun semakin takut kepada orangtuanya dan mentalnya menjadi kacau. Hal kedua yang harus dilakukan untuk menggelorakan budaya membaca buku adalah membeli buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anak. Anak yang masih tergolong usia 5-10 tahun sangat suka buku-buku yang ada gambar berwarnanya, sehingga sangat unik. Buku seperti itu akan merangsang mereka untuk suka membacanya dan bersemangat pula. Dengan begitu, waktunya tidak habis hanya untuk bermain maupun menonton, namun diberi ruang untuk membaca buku. Hal ketiga yang harus digelorakan adalah perpustakaan diharapkan tidak hanya berada
tanpa hambatan, dan kemungkinan kedua, dihambat oleh berbagai faktor seperti terjadinya bencana alam. Dalam merespons bencana alam yang terjadi di luar Bali, masyarakat Bali memiliki kepedulian yang begitu tinggi (ingat kasus Lombok dan Sulawesi Tengah). Apalagi jika bencana alam itu terjadi di Bali. Masyarakat Bali tanpa dikomando seyogianya bergandengan tangan meringankan beban yang dirasakan para korban. Dompet bencana yang dibuka agar diupayakan tepat sasaran, dan pertanggungjawaban penggunaannya juga transparan
di sekolah maupun di universitas. Namun, di rumah pun perlu dibuatkan perpustakaan yang ramah untuk anak buat membaca buku. Perpustakaan keluarga itulah nantinya digunakan untuk menyimpan buku milik anak maupun keluarga. Sekaligus, di perpustakaan itulah ruangan untuk membaca bagi keluarga. Hal keempat yang dapat dilakukan selanjutnya adalah, tidak membiarkan anak untuk bermain gadget ataupun smartphone. Terkadang, bila anak dibelikan gadget atau smartphone, seringkali digunakan untuk membuka facebook, instagram, bermain game bahkan membuka konten berunsur pornografi. Hal itu sangat sering terjadi, jika tidak ada pengawasan yang ketat bagi anak oleh orangtua. Gadget maupun smartphone sebenarnya digunakan untuk hal-hal yang positif seperti membaca media online terpercaya, epaper koran maupun membuka wikipedia untuk mencari jikalau ada soal maupun pertanyaan di sekolah yang sulit untuk dijawab. Jadi, langkah baik yang harus dilakukan adalah anak Indonesia sejak dini disusupi budaya membaca buku, menulis, berhitung dan sebagainya. Pengembangan literasi sangat penting dibawa oleh orangtua, guru, dan masyarakat. Untuk memudahkan pengembangan literasi itu solusinya adalah dengan memperbanyak buku di perpustakaan dan meratanya perpustakaan di setiap daerah di Indonesia di sekolah maupun di rumah agar kecerdasan, wawasan anak semakin luas.
dan akuntabel. Intinya, bahwa kita memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial, 20 Desember, bukan hanya di bibir dan bukan hanya slogan. Penulis, pemerhati pendidikan dan pengamat perilaku
POJOK Data BPS, tahun 2018 Bali sudah tidak lagi memiliki desa tertinggal. - Gubernur Bali perlu cek lapangan. *** Setiap kecamatan di Bali ditargetkan punya puskesmas rawat inap. - Pasti bermanfaat. *** Pemprov Bali buat format baru tentang sistem pelayanan kesehatan. - Sehat rohani dan jasmani.
Penulis adalah alumnus Universitas Katolik St. Thomas Sumut dan penulis lepas tinggal di Medan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Jumat Wage, 4 Januari 2019
Pusat Kucurkan Dana Perbaikan Saluran Irigasi Seluas 950 Hektar Tabanan (Bali Post) Ketersediaan air yang cukup menentukan keberlangsungan musim tanam di suatu areal pertanian. Karenanya setiap tahun pemerintah baik pusat maupun daerah mengucurkan bantuan untuk perbaikan saluran irigasi, pembuatan embung, perbaikan pintu air dan hal yang berkaitan dengan ketersediaan air. Tahun I Gusti Putu Wiadnyana
2019 Tabanan lewat dana pusat mendapatkan bantuan perbaikan saluran irigasi seluas 950 hektar. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Kamis (3/1) kemarin mengatakan, dana APBN untuk perbaikan saluran irigasi untuk Tabanan di tahun 2019 mencapai 950 hektar atau setara dengan Rp 1 miliar. ‘’Satu hektar itu dananya sekitar Rp 1,1 juta. Jadi totalnya kurang lebih satu miliar,’’ ujarnya. Bantuan perbaikan saluran irigasi ini nantinya akan disebar secara merata di 10 kecamatan. Prioritas adalah
saluran irigasi yang urgent untuk mendapatkan perbaikan. ‘’Sebelumnya setiap subak sudah mengajukan proposal ke Dinas Pertanian. Dari proposal ini akan ditelusuri subak mana yang saluran irigasinya benar-benar memerlukan perbaikan. Itu dilihat dari tingkat kerusakannya,’’ jelas Wiadnyana. Selain bantuan pusat, perbaikan dan penyediaan fasilitas air untuk pertanian juga dialokasikan pada APBD 2019 lewat dana DAK sebanyak Rp 2,947 miliar. Dana ini dialokasikan untuk perbaikan pintu air, perbaikan parit, pembuatan embung dan jalan usaha tani. Tahun 2019 rencananya dana ini
akan dialokasikan untuk pembuatan delapan embung, enam parit, dua pintu air dan jalan usaha tani sepanjang satu kilometer. Pentingnya dana-dana ini digunakan untuk memperbaiki fasilitas maupun menyediakan fasilitas air kata Wiadnyana, karena ketersediaan air bagi pertanian adalah vital. Adanya perbaikan saluran irigasi ini menekan kebocoran air yang terjadi di sepanjang saluran irigasi, sehingga air yang terbuang percuma bisa ditekan. Di sisi lain, adanya pembuatan embung sangat penting untuk ketersediaan air di musim kemarau. Rata-rata embung yang dibuat bisa menam-
pung sebanyak 500 meter kubik air. ‘’Memang embung ini airnya tidak bisa dilakukan untuk proses penggenangan lahan saat penanaman padi. Tetapi embung ini sangat membantu saat musim kemarau terutama untuk ketersediaan air bagi tanaman hortikultura,’’ jelas Wiadnyana. Pembangunan embung ini biasanya dipusatkan pada lahan pertanian yang rentan kekurangan air saat musim kemarau. Selain untuk penyiraman tanaman, embung juga berfungsi menyediakan air yang digunakan petani untuk penyemprotan pestisida maupun pemupukan. (kmb24)
Dikaji Ulang, Tunjangan Perumahan Dewan Turun Tabanan (Bali Post) -
Hasil kaji ulang menindaklanjuti temuan audit BPK yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 2018 terkait tunjangan perumahan dan kendaraan bagi pimpinan dan anggota DPRD Tabanan 2019 oleh tim appraisal, dibeberkan dalam rapat Kamis (3/1) kemarin, di gedung Dewan Tabanan. Meski tahun ini besaran tunjangan perumahan turun, jumlahnya masih fantastis. Tim apprisial yang ditunjuk dari KJPP Tjandra Kasih telah melakukan penghitungan ulang tunjangan perumahan untuk wakil rakyat. Angka yang layak untuk biaya perumahan dewan sesuai kemampuan dan kondisi daerah telah didapatkan. Metode pemberian tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi dewan berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun sebel-
umnya pihaknya mengambil sampel harga sewa rumah di wilayah Canggu, Kuta Utara. Namun hal tersebut menjadi temuan BPK dan masuk dalam laporan akhir pemeriksaan (LAP) BPK. “Sesuai aturan baru, tidak boleh lagi memakai sampel di luar daerah, tetapi harus di daerah sendiri,” katanya. Atas dasar aturan tersebut, pihaknya melakukan survei terkait lokasi yang
bisa dipakai sampel penentuan besaran sewa rumah untuk tunjangan perumahan dewan. Dari sejumlah lokasi yang disurvei, daerah jalan Ir. Sukarno menjadi yang paling mendekati. “Ada tiga lokasi di Tabanan dan kawasan jalan Ir. Soekarno yang paling mendekati dan itu yang kami pakai dasar penentuan besaran tunjangan,” jelasnya. Dari perhitungan tersebut, maka besaran tunjangan
perumahan Ketua DPRD Tabanan sebesar Rp 36 juta, Wakil Ketua Rp 29 juta dan anggota Rp 25 juta per bulannya. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun lalu, yakni Ketua Dewan Rp 38 juta, turun Rp 2 juta. Wakil ketua dewan Rp 24 juta, turun Rp 5 juta dan tunjangan untuk anggota dewan Rp 29 juta atau turun Rp 4 juta. Sementara untuk tunjangan transportasi juga telah ditentukan sesuai besaran CC kendaraan. Untuk ketua dewan besaran CC kendaraan maksimal 2.200 sehingga mendapat tunjangan tranportasi Rp 15 Juta, Wakil ketua
PELAYANAN - Suasana pelayanan kependudukan di Kantor Disdukcapil Tabanan.
Bali Post/ist
Blangko E-KTP Habis, Perekaman Jalan Terus Tabanan (Bali Post) Ketersediaan blangko eKTP di Disdukcapil Tabanan habis. Meski demikian, layanan perekaman tetap jalan. Sembari menunggu datangnya jatah blangko e-KTP dari pusat, masyarakat yang telah melakukan perekaman sementara diberikan surat keterangan (suket). Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tabanan I Gusti Agung Rai Dwipayana, Kamis (3/1) menjelaskan blangko KTP elektronik memang habis sebelum hari raya
Galungan. Namun demikian, pihak Provinsi ke pusat untuk meminta kembali blangko. “Blanko masih tersedia di pusat, memang di Tabanan saja habis, karena memang banyak masyarakat yang melakukan perekaman,” ungkapnya. Dikatakan Rai, habisnya blangko e-KTP selain dikarenakan tingginya antusias masyarakat membuat KTP elektronik, juga karena gencarnya Disdukcapil Tabanan menerbitkan data yang sudah direkam. Disinggung tentang
kapan datangnya blangko, Rai mengatakan belum dapat dipastikan. “Saat ini dari provinsi sedang persiapan untuk mengambil blangko, diusahakan datang secepatnya,” tegas Rai Dwipayana. Sementara disinggung terkait dengan pemblokiran data bagi masyarakat yang tidak melakukan perekaman per tanggal 31 Desember 2018, di Tabanan sendiri dikatakan tidak ada pemblokiran tersebut. “Kami masih bijaksanai, jika kami blokir, yang repot
kami juga nantinya untuk kembali buka ke pusat,” katanya. Untuk saat ini diakui Rai Dwipayana persentase yang sudah melakukan perekaman e-KTP di Tabanan sebesar 98 persen dari data penduduk wajib KTP elektronik yang dicek sekitar dua minggu lalu, mencapai 468 ribu. “Data begini sifatnya dinamis, bisa dipastikan saat ini bertambah, tetapi saya tidak hafal data pasti saat ini supaya tidak salah,” tegasnya. (kmb28)
Bali Post/kmb28
TUNJANGAN - Tim appraisal saat menyampaikan hasil kajian ulang terkait tunjangan perumahan dan tunjangan kendaraan DPRD Tabanan. maksimal 2000 CC dengan tunjangan Rp 13 Juta, dan anggota maksimal 1800 CC dengan tunjangan sebesar Rp 12 Juta. Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi usai rapat
menyatakan tidak mempermasalahkan penurunan tunjangan tersebut. Pasalnya itu sudah sesuai dengan aturan yang ada dengan kategori anggaran Tabanan termasuk di posisi sedang atau menen-
gah. “Kalau hitungan tahun lalu memakai sampel di luar daerah dan itu jadi temuan BPK. Tahun ini memakai sampel di daerah sehingga nilainya turun, tapi itu tidak masalah,” katanya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Dinas Perpustakaan dan Arsip (Persip) Tabanan mendapat gelontoran dana alokasi khusus (DAK) dari pusat Rp 400 juta tahun 2019. Dana tersebut rencananya digunakan untuk menambah koleksi buku serta laptop untuk layanan online/IT. Setidaknya akan ada penambahan sekitar 5.000 judul buku untuk menambah koleksi yang ada. Kepala Dinas Persip Tabanan I Wayan Kotio, Kamis (3/1) kemarin mengatakan, bantuan DAK dari pemerintah pusat ini baru pertama kali didapatkan. Ini tentu saja sangat melegakan, mengingat masih minimnya sejumlah koleksi buku seperti novel, komik, dan sejarah. Padahal untuk tiga jenis koleksi itu sangat banyak peminat dari 27 ribu lebih koleksi yang dimiliki sampai saat ini. Di satu sisi anggaran daerah juga masih terbatas untuk skala prioritas. “Jadi tahun 2019 ada
angin segar bagi kami karena bisa menambah koleksi buku di perpustakaan daerah dengan anggaran DAK, disamping juga untuk menambah sarana prasarana layanan IT,” ucapnya. Meski telah mendapatkan anggaran pusat untuk penambahan koleksi buku, namun anggaran untuk pemeliharaan buku-buku yang rusak hampir tidak ada selama dua tahun Persip berstatus dari kantor menjadi dinas. Seperti disampaikan Kasi Pelestarian I Gusti Agung Supatali Negara didampingi Kasi Pelayanan Perpustakaan Gusti Srihati. Sejak status berubah menjadi dinas, anggaran pelestarian/pemeliharaan untuk koleksi buku dengan kondisi rusak kerap diajukan atau diusulkan. Namun memang belum disetujui. Alhasil koleksi buku yang semestinya bisa diperbaiki menumpuk di sudut ruangan perpustakaan. “Kondisinya ada yang rusak sedikit,
ada pula yang sudah berwarna kecoklatan. Jika saja ada anggaran untuk proses lem atau pemeliharaan lainnya, koleksi ini masih bisa difungsikan,” ucap Agung Supatali. Pegawai yang akan memasuki masa pensiun di pertengahan tahun 2019 ini hanya bisa berharap ke depan ada anggaran pelestarian atau pemeliharaan buku-buku yang mengalami kerusakan. Sementara terkait terobosan program perpustakaan digital yang digagas Kepala Dinas Persip I Wayan Kotio, meski tidak bisa melakukan pembelian buku digital atau ebooks, Dinas Perpustakaan pun terpaksa memperpanjang kembali masa pinjaman kepada pihak rekanan agar program e-perpustakaan Tabanan tersebut tetap bisa jalan. “Masih tetap jalan, karena belum bisa melakukan pembelian buku, kami perpanjang peminjaman ke rekanan,” ucap Kotio. (kmb28)
Digelontor DAK Rp 400 Juta, Persip Tambah Koleksi Buku
Bali Post/kmb28
BUKU - Perpustakaan dan Arsip Tabanan sampai saat ini memiliki lebih dari 27 ribu koleksi buku.
Cegah Kasus Gagal Ginjal, Periksa Kesehatan Secara Dini
Bali Post/kmb24
CUCI DARAH - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat meninjau layanan Hemodialysis atau cuci darah di BRSU Tabanan, beberapa waktu lalu.
PEMICU gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah, sebagian besar karena adanya batu ginjal, baik yang timbul di ginjal itu sendiri, saluran kemih maupun ureter. Sayangnya tidak banyak yang sadar dan mendeteksi dini adanya batu ini, sehingga akhirnya diketahui pada saat ginjal mengalami kerusakan dan akhirnya membutuhkan layanan cuci darah. Dokter Konsultan Ginjal dan Hipertensi BRSU Tabanan dr. Nyoman Sutarka, Sp.D.KGH. beberapa waktu lalu mengatakan kasus gagal ginjal terjadi karena bawaan genetik dan karena komplikasi penyakit seperti adanya batu, hipertensi hingga diabetes. ‘’Tetapi kebanyakan penyebabnya karena adanya batu. Biasanya penderita tidak menyadari timbulnya batu ini. Saat ukuran sudah besar dan sudah lama baru sadar dan akhirnya dilakukan operasi.
Meski sudah dilakukan operasi, ginjal sudah semakin tipis dan satu dua tahun kemudian mengalami gagal ginjal,’’ jelas Sutarka. Kasus gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah sebenarnya bisa dicegah jika pemicunya dideteksi sejak dini. Sayangnya tidak banyak masyarakat yang melakukan pemeriksaan dini kesehatan. Misalkan untuk penyakit gagal ginjal karena genetik. Sejak bayi penderita memiliki gelembung cairan pada ginjalnya. Biasanya penyakit ini diketahui saat kondisi ginjal sudah parah dan membutuhkan cuci darah. ‘’Seharusnya jika dilakukan deteksi dini, kita bisa menghambat kerusakan ginjal ini lebih lama. Memang tidak bisa dicegah karena genetik tetapi setidaknya bisa dihambat,’’ jelas Sutarka. Hal yang sama berlaku bagi penyakit infeksi lainnya.
Misalkan penderita yang pernah terinfeksi bakteri Streptococcus dan menyebabkan kebocoran pada ginjal. Karena tidak melakukan pengobatan yang baik, kebocoran ini akan terus berlangsung secara silent dan berakhir pada gagal ginjal. Begitu juga karena penyebab hipertensi, diabetes maupun batu. ‘’Jarang ada yang memeriksakan deteksi kesehatan secara rutin. Kebanyakan setelah sakit baru periksa. Padahal deteksi dini itu penting,’’ jelas Sutarka. Selain deteksi dini, menerapkan hidup sehat sejak dini sangat penting, mulai menjaga asupan makanan dan minuman, olahraga teratur hingga istirahat yang cukup. Menurutnya, dari penelitian kasus gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah adalah 1/1.000 penduduk. Jadi hitungan kasarnya di Tabanan dengan jumlah penduduk kurang lebih 400 ribu orang maka ada sebanyak 400 orang yang mem-
’’Tetapi kebanyakan penyebabnya karena adanya batu. Biasanya penderita tidak menyadari timbulnya batu ini. Saat ukuran sudah besar dan sudah lama baru sadar dan akhirnya dilakukan operasi. Meski sudah dilakukan operasi, ginjal sudah semakin tipis dan satu dua tahun kemudian mengalami gagal ginjal.’’ dr. Nyoman Sutarka, Sp.D.KGH. butuhkan cuci darah. Fasilitas cuci darah di Tabanan, lanjut Sutarka, sudah ada di tiga RS salah satunya BRSU Tabanan. Untuk di BRSU sendiri sudah ada 40 mesin cuci darah yang bisa bekerja dua shift sehari. Jika ditotal, maka pasien yang bisa dilayani oleh 40 mesin cuci darah ini ada sebanyak 240 pasien. ‘’Jika dari hitungan kasar 400 pasien tadi sebenarnya alat cuci darah di Tabanan sudah mencukupi. Sebagian besar ditangani di BRSU Tabanan yang memiliki 40 unit mesin cuci darah,’’ jelasnya. Sutarka mengimbau, meski
layanan cuci darah di Tabanan memadai dan saat ini ditanggung oleh BPJS, ia berharap agar masyarakat melakukan pencegahan sejak dini. Diharapkan masyarakat rutin melakukan deteksi dini, paling tidak melakukan pemeriksaan darah dasar seperti kadar gula, kolesterol maupun asam urat serta pemeriksaan tensi yang sudah tersedia di fasilitas primer, baik itu Puskesmas maupun dokter keluarga. Dengan kesadaran deteksi dini ini diyakini kasus gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah bisa ditekan. (san)
BULELENG
8
Jumat Wage, 4 Januari 2019
Terbelit Utang
Kadek DP Nekat Ancam Karyawan JFC Gunakan Pisau
Singaraja (Bali Post) – Terbelit utang yang harus dilunasi, memaksa Kadek DP (23) asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu melakukan aksi kejahatan. Pemuda yang belum berkeluarga ini nekat mengancam karyawan Jaya Fried Chicken (JFC) di Desa Busungbiu Sabtu (29/12) silam, menggunakan sebilah pisau. Pelaku berhasil membawa kabur uang penjualan Rp 4,6 juta untuk melunasi utang dan mengembalikan uang sewa tempat biliar milik bos di tempatnya bekerja. Kapolsek Busungbiu AKP Made Agus Dwi Wirawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (3/1) kemarin, mengatakan sebelum mengamankan terduga pelaku, pihaknya melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Keterangan saksi menunjukkan ada kemiripan pada identitas tersangka Kadek DP. Dia kemudian diamankan Sabtu (29/12) yang lalu di sekitar tempatnya bekerja. Dari pemeriksaan intensif dan pra-rekonstruksi di lokasi kejadian, terungkap tersangka beraksi seorang diri. Diawali pukul 23.00 wita, tersangka datang ke TKP mengendarai sepeda motor DK 4675 UAK. Tersangka menggunakan helm kemudian masuk ke dalam counter JFC
yang saat itu dalam kondisi sepi. Saat itu, tersangka mengeluarkan sebilah pisau dan langsung mengancam korban karyawan JFC, Kadek Budi Saputra. Aksi itu diketahui oleh rekan korban, Putu Risma Dewi. Kedua korban ini ketakutan, sehingga menyerahkan uang hasil penjualan Rp 4,6 juta. Setelah menerima uang itu, korban pergi dengan kendaraan ke arah Seririt. Aksi pelaku sepertinya terencana, karena nomor pelat kendaraannya ditutup, sehingga tidak mudah dikenali. “Kasus ini kami tangani, bermula ada laporan korban. Kami lakukan penyelidikan. Walau keterangan saksi minim, bersyukur kami akhirnya berhasil mengungkap tersangka tungal itu,” katanya.
Kendati sudah mengantongi satu tersangka, AKP Dwi Wirawan belum puas. Kasus itu masih dikembangkan, karena dicurigai tersangka beraksi dengan rekannya. Apalagi ada keterangan kalau tersangka mengancam korban setelah diberikan pisau seorang temannya asal Seririt. Namun setelah rekannya diperiksa, yang bersangkutan tidak mengakui, sehingga sementara baru menahan seorang tersangka saja. Selain itu, pihaknya masih mengejar barang bukti (BB) pisau yang disebut-sebut telah dibuang tersangka ke sebuah jurang di Seririt. Terkait ancaman hukuman, tersangka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. “Awalnya, ada keteran-
gan dikasi pisau. Kita kembangkan, itu dibantah oleh rekannya. Kami masih kembangkan karena ini termasuk kejahatan dengan ancaman tinggi. Kami masih mencari pisau itu yang dibuang ke jurang,” katanya. Sementara itu, tersangka Kadek DP mengakui perbuatannya mengancam karyawan JFC dan juga membawa kabur uang Rp 4,6 juta. Dia terpaksa mengancam karena terbelit utang kepada temannya di Seririt dan mengembalikan uang penyewaan biliar milik bos di tempatnya bekerja. Ia mengaku tidak bisa mengandalkan gaji menyewakan biliar di Busungbiu Rp 1 juta per bulan. “Sebagian saya pakai bayar utang dan sisanya untuk biaya hidup dan sedikit taruhan judi,” katanya. Kadek DP juga mengaku setiap bepergian pada malam hari selalu membekali dirinya dengan pisau. Pisau kecil itu sudah lama dibuat di salah satu pande di Seririt. Sebelum kejadian, dia melihat kalau
Bali Post/kmb38
DIGIRING – Tersangka pengancaman karyawan JFC Busungbiu Kadek DP (23), asal Desa Kekeran digiring polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. counter JFC itu sepi. Situasi itu kemudian membuatnya nekat melakukan perbuatan melanggar hukum. “Pas le-
wat di depan JFC, situasinya sepi, sehingga saya masuk dan menodong karyawan itu. Perbuatan nekat ini pertama
kali saya lakukan. Benar saya menyesal telah melakukan perbuatan melawan hukum ini,” tegasnya. (kmb38)
19 Formasi CPNS di Buleleng Lowong
MENGGALI - TP4D Buleleng menggali planter box di proyek RTH rumah dinas Bupati Buleleng, Kamis (3/1) kemarin.
Bali Post/kmb38
Di Proyek RTH Bupati
TP4D Temukan ’’Planter Box’’ Diisi Batu, Kayu, dan Plastik
Singaraja (Bali Post) – Proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) rumah dinas Bupati Buleleng Jalan Ngurah Rai, Singaraja kembali mendapat perhatian serius. Kali ini, Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) mengawasi pelaksanaan proyek yang sudah memasuki masa perpanjangan pelaksanaan itu. Hasilnya, ditemukan pekerjaan dengan menimbun planter box (tempat vegetasi beberapa taman - red) dengan tanah yang dicampur potongan kayu, plastik, hingga bongkahan batu kali. Item pekerjaan ini dinilai tidak sesuai kontrak. Karena itu, rekanan diperintahkan membersihkan campuran yang akan mengganggu perkembangan vegetasi tanaman tersebut. Temuan ini terungkap saat TP4D Buleleng melakukan pengawasan ke lokasi proyek Kamis (3/1) kemarin. Pengawasan itu dipimpin Ketuanya M. Nur Eka Perdaus bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Putu Setyawati, dan Komisaris CV Arya Dewata Utama Ketut Yasa.
TP4D melakukan pengawasan serius terhadap proyek itu. Tim kemudian meminta pekerja menggali kembali planter box yang sudah ditimbun tanah dan ditanam pohon palem pinang. Saat digali, ditemukan batu kali, potongan kayu, plastik, dan bekas kantong semen ikut juga ditimbun. Ada indikasi temuan itu mengarah pada pelanggaran kontrak pelaksanaan proyek. Menghindari terjadi pelanggaran hukum, TP4D dan PPK meminta pelaksana proyek itu membersihkan batu, potongan kayu, plastik, dan bekas kantong semen tersebut. Selain material yang tidak sesuai dengan perencanaan ditimbun, juga ditemukan sisa pelaksanaan proyek berada pada masa perpanjangan pelaksanaan tinggal 10 hari yakni tanggal 14 Januari 2019. Realisasi pelaksanaan proyek itu sesuai laporan konsultan pengawas lebih dari 60 persen. Ketua TP4D Buleleng yang juga Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng M. Nur Eka Perdaus mengatakan, sebelum pengawasan ini, pihaknya telah
menerima pengaduan pihak PPK proyek yang meminta agar mengawasi pelaksanaan proyek itu. Pasalnya, PPK menemukan penimbunan planter box tersebut menggunakan material yang tidak sesuai kontrak pelaksanaan. Saat itu, TP4D sempat melihat dan memang ditemukan adanya campuran material yang tidak sesuai kontrak. Seharusnya, material penimbunan dengan tanah bercampur kompos. Campuran material yang tidak sesuai kontrak itu kalau dibiarkan selain terindikasi melanggar kontrak, juga memengaruhi perkembangan tanaman setelah proyek selesai.
Tambah Mandor Pihaknya bersama PPK menyarankan agar pelaksana proyek membersihkan material yang tidak sesuai itu. Selain itu, pelaksana proyek diingatkan menambah pekerja dan juga mandor, sehingga sisa pekerjaan yang belum tuntas dapat diselesaikan sampai perpanjangan kontrak berakhir 14 Januari 2019 mendatang. “Kalau dibiarkan ada batu,
kayu, plastik, dan bekas kantong semen. Pasti mengganggu perkembangan tanaman. Hal itu sudah mengarah ada indikasi pelanggaran, sehingga kita turun mengecek ke lapangan. Ternyata, masih ditemukan. Kemudian, kita suruh material itu diganti dengan menimbun tanah kompos,” katanya. Komisaris CV Arya Dewata Utama Ketut Yasa mengatakan, temuan batu kali, kayu, atau plastik itu tidak disengaja tertimbun di planter box. Pihaknya sudah melakukan pembersihan. ‘’Kami yakin tidak ditemukan lagi material yang dianggap tidak sesuai kontrak,’’ ujarnya. Pihaknya menjamin pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Sebab, di atas planter box itu tetap ditimbun tanah subur bercampur kompos. Terkait sisa pelaksanaan proyek, Yasa menjamin dengan sisa waktu yang ada, pekerjaannya dapat dituntaskan. Saat ini tinggal melanjutkan memasang batu padas pada dinding planter box dan batu sikat dan finishing pos jaga di pintu barat rumah dinas itu.
Bahkan, pihaknya sudah menambah tiga mandor dan menginstruksikan pekerja lembur setiap hari, sehingga sisa waktu pelaksanaan proyek ini tuntas sesuai kontrak. “Kalau batu itu sisa bekas pemasangan batu paras saat penimbunan bercampur, sehingga ikut tertimbun,” katanya. Proyek RTH rumah dinas Bupati ini dibiayai dari APBD Perubahan tahun 2018 senilai Rp 1,3 miliar lebih. Proyek ini seharusnya berakhir 25 November 2018 lalu, namun pelaksana proyek tidak mampu menuntaskan pekerjaannya sampai kontrak berakhir. Dinas Perumahan Permukiman Pertanahan (Perkimta) memberikan perpanjangan pelaksaaan 50 hari sampai 14 Januari 2019. Penataan RTH ini tahapan awal, sebelum nantinya dikembangkan lokasi parkir kendaraan bus pariwisata, sehingga mendukung city tour objek andalan Sukarno Heritage. Objek itu mulai RTH Taman Bung Karno sampai di kediaman nenek Bung Karno di Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Singaraja. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Tahapan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Buleleng sudah memasuki final. Rabu (2/1) lalu, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) mengumumkan hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Hasilnya, dari 332 formasi yang sudah disetujui, hanya 313 orang pelamar dinyatakan lolos. Itu artinya, 19 formasi abatan di daerah ini lowong. Dari data yang dikumpulkan di lapangan Kamis (3/1) kemarin, 19 formasi jabatan yang lowong itu dua di antaranya karena tidak ada pelamar. Formasi itu adalah dokter spesialis anastesi dan dokter spesialis radiologi. Lima pelamar dari Honorer Kategori 2 (K-2) tidak lolos nilai passing grade. Mereka tidak memenuhi syarat administrasi antara lain melebihi ketentuan umur. Untuk Honorer K-2 yang tidak lolos kebanyakan melamar sebagai tenaga pendidik (guru). Selain itu, 12 pelamar tidak lulus passing grade dan perankingan. Pelamar ini sebelumnya melamar formasi jabatan tenaga kesehatan yang menyebar di beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Karena dinyataan tidak lolos, maka belasan formasi jabatan itu dibiarkan lowong tanpa diisi penggantinya. Ini karena tidak ada regulasi yang mengizinan pengisian formasi lowong tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa mengatakan, setelah pengumuman hasil SKD dan SKB, sekarang pemerintah daerah menunggu petunjuk lebih lanjut Panselnas perekrutan CPNS. Menunggu pengumuman tahapan pemberkasan. Sebanyak 313 pelamar yang lolos, Senin (7/1) pekan depan, dipanggil mengikuti sosialisasi terkait pemberkasan CPNS. Tahapan ini penting, karena setiap CPNS yang sudah lolos wajib melengkapi sejumlah dokumen penting, sebelum nantinya mereka dinyatakan mendapat Nomor Induk Pegawai (NIP). Dari ratusan CPNS ini dipastikan ada dari luar Bali, sehingga diharapkan ada kebijakan terkait batas waktu pemberkasan. “Kita berikan pengarahan apa saja yang dipersiapkan, sehingga begitu ada pengumuman tahapan pemberkasan dari Panselnas, CPNS ini sudah bisa melengkapi. Kita tidak ingin ada CPNS yang tidak hadir. Tahapan itu penting sehingga semua CPNS ini wajib hadir,” ujarnya. (kmb38)
Satpol PP Segel Kafe ”Tuak” Singaraja (Bali Post) – Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyegel sebuah kafe “tuak” Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. Kafe ini disegel Kamis (3/1) kemarin, karena memanipulasi izin usaha yang sempat dikeluarkan Camat Buleleng. Izin untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak sesuai fakta karena izin itu hanya dijadikan kedok operasional kafe. Camat Buleleng Dewa Made Ardika mengatakan, pihaknya berhak mengeluarkan izin usaha mikro. Saat itu, pihak pengelola mengajukan permohonan izin untuk membuka usaha warung serba-ada (waserda). Mendapat usulan itu, pihak kecamatan pun otomatis menerbitkan izin tersebut. Sayangnya, begitu izin terbit, ternyata digunakan mengelola kafe “tuak”, sehingga dinilai ada dugaan memanipulasi izin yang sebenarnya. “Waktu itu, mengajukan izin mikro, ternyata di lapangan berbeda. Biar tidak jadi masalah, ya sudah kami cabut saja izinnya,” katanya. Setelah melakukan pendekatan di lapangan, kata Ardika, kafe tersebut terbukti menjual tuak dan minuman keras lainnya. Operasional usaha itu pun dianggap menyalahi ketentuan. Ardika menyebut, usaha kafe semestinya mengantongi izin keramaian dan Surat Izin Usaha Penjualan Minuman Beralkohol (SIUP-MB). “Paling tidak ada izin keramaian dari kepolisian. Kalau mau beroperasi sebagai kafe, ya silakan cari izin yang cocok,” ujarnya. (kmb38)
Targetkan 80 Persen UNBK Mandiri
Disdikpora Siapkan Komputer 10 SMP
Gede Suyasa
Bali Post/kmb38
Tahun ajaran 2018/2019, 80 persen SMP di Buleleng ditargetkan menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Mengerjar target itu, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng mulai tahun ini menambah komputer untuk UNBK. Jumlah anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 6,5 miliar. Meskipun sudah dianggarkan sejumlah itu, masih ada beberapa sekolah sementara ini tidak diberi bantuan komputer untuk UNBK. Apa kira-kira alasannya masih ada sekolah yang tidak diberikan bantuan komputer untuk menggelar UNBK itu?
KEPALA Disdikpora Buleleng Gede Suyasa mengatakan, di dermaga eks Pelabuhan Buleleng, Rabu (2/1), beberapa sekolah sementara tidak diberikan bantuan komputer, untuk menggelar UNBK karena sekolah itu berada pada area blank spot dari jaringan provider internet. ‘’Karena itu, tidak ada akses penggunaan internet di sekolah itu. Jadi, masih belum masuk skala prioritas,’’ ujarnya. Awalnya, kata Suyasa, anggaran dialokasikan untuk membeli komputer UNBK untuk 17 sekolah. Perangkat komputer ini dibeli lengkap dengan jaringan internet dan total anggaran yang diusulkan Rp 9,5 miliar lebih. Setelah dilakuan kajian teknis, sekolah
yang siap menerima bantuan komputer UNBK berkurang, akhirnya jadi 10 SMP. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan kemudian diturunkan menjadi Rp 6,5 miliar lebih. Masing-masing sekolah dijatah dapat sekitar 35 unit perangkat komputer yang sudah terhubung jaringan internet. “Kami memasang target 80 persen bisa menggelar UNBK mandiri. Untuk mengejar target itu, tahun ini, kami mempersiapkan tender pengadaan komuter UNBK dengan sistem pengadaan e-katalog,” katanya. Sekolah yang terpaksa tidak mendapat jatah komputer UNBK itu kata Suyasa, karena beberapa pertimbangan teknis
yakni, kesiapan sekolah menyiapkan lab komputer, mebel, dan jangkauan akses internet. Mengacu kajian teknis, tiga sekolah di antaranya SMPN 5 Pucak Sari, SMPN 2 Tista, dan SMPN 3 Sepang, Kecamatan Busungbiu tidak mendapat jatah komputer UNBK. Selain sekolah tidak mampu menyiapkan ruang dan mebelnya, yang paling penting syarat tidak dipenuhi karena lokasi ketiga sekolah itu masih blank spot dari jangkauan internet. “Tiga sekolah itu dan beberapa sekolah yang memiliki permasalahan sama tidak dapat bantuan komputer UNBK tahun ini,” jelasnya. Suyasa menambahkan, sekolah yang tidak mendapat jatah
komputer, bukan berarti sekolah bersangkutan, tidak bisa menggelar UNBK. Kesulitan itu akan ditangani dengan menginstruksikan sekolah itu tetap menggelar UNBK. Caranya, meminjam perangkat komputer ke sekolah terdekat. Tidak harus meminjam ke jenjang SMP, tetapi perangkat komputer UNBK yang dimiliki jenjang SMA atau SMK terdekat boleh minjam di sana. “Kita persilakan sekolah pinjam komputer ke sekolah yang memiliki perangkat komputer yang ada sinyal internetnya, sehingga UNBK tetap jalan, cuma sekolah yang meminjam komputer ini belum masuk sekolah kategori menggelar UNBK mandiri,” tegasnya. (mud)
GIANYAR
Jumat Wage, 4 Januari 2019
9
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan berjalan kaki di kawasan pariwisata Ubud.
2019, Dinas Pariwisata Targetkan Tiga Juta Wisatawan Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar melalui Dinas Pariwisata Gianyar menetapkan target kunjun-
gan wisatawan tahun ini mencapai tiga juta orang. Angka ini meningkat 13,3 persen dibandingkan target tahun
2018 yang sebanyak 2,6 juta orang. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Ari Brahmanta mengatakan
hal itu, Kamis (3/1) kemarin. Ari Brahmanta mengungkapkan, pada tahun 2018 realisasi kunjungan wisatawan ke Gianyar melebihi target. Angkanya mencapai 2,7 juta orang. Kunjungan didominasi wisatawan Australia. Pihaknya optimis target tahun ini bisa tercapai. Hal ini mengingat kegiatan wisata sudah menjadi kebutu-
Belasan Ribu Warga Belum Perekaman E-KTP Gianyar (Bali Post) Jumlah penduduk Kabupaten Gianyar yang belum melakukan perekaman e-KTP masih cukup banyak. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gianyar, per November 2018 jumlahnya mencapai belasan ribu orang. Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Gianyar Ni Ketut Wirati mengatakan hal itu, Kamis (3/1) kemarin. Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB), kata Wirati jumlah penduduk Gianyar sebanyak 498.357 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 384.596 di antaranya wajib memiliki KTP. Namun tidak semua penduduk wajib KTP telah memiliki e-KTP. Bahkan belum semua melakukan perekaman data e-KTP. Jumlah penduduk yang telah merekam e-KTP sebanyak 372.185 orang. Sedangkan yang belum perekaman sebanyak 12.411
orang. “Itu data per akhir November. Mungkin jumlah yang merekam sudah naik sekarang karena stelsel aktif, jalan terus. Nanti akan saya sampaikan data terbarunya,” ujarnya. Terkait jumlah penduduk, Wirati mengatakan angka tersebut tidak berubah hingga Desember 2018. Data sama karena adanya Data Konsolidasi Bersih (DKB) dari Kementerian Dalam Negeri. Lebih lanjut, Wirati berharap masyarakat yang
belum agar segera melakukan perekaman data eKTP. Kepemilikan e-KTP sangatlah penting sebab menyangkut hak-hak penduduk seperti di bidang kesehatan hingga pemilu. Guna mempercepat perekaman, Disdukcapil juga gencar melakukan pelayanan jemput bola ke desa-desa. Bahkan khusus penduduk yang sakit, didatangi hingga ke rumah-rumah. Meski sudah ada pelayanan di tingkat desa, Wirati mengakui tidak semua
orang antusias mengakses pelayanan ini. Ia menyebutkan, di beberapa desa justru pelayanan perekaman e-KTP tidak disambut antusias. “Yang datang hanya beberapa orang. Tapi di desa-desa lain jumlahnya ada yang banyak,” katanya. Soal wacana penonaktifan data kependudukan bagi yang belum perekaman e-KTP, Wirati mengatakan data kependudukan yang bersangkutan sudah ditandai nonaktif secara otomatis dari sistem pusat. Namun mengenai jumlahnya, masih belum direkapitulasi. “Penonaktifan sebenarnya bukan sanksi, karena pada dasarnya KTP lama sudah tidak berlaku,” katanya. (kmb25)
han yang cukup penting bagi sebagian besar kalangan masyarakat. Selain itu, akomodasi pariwisata terus tumbuh, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, sehingga dapat menarik minat lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Gianyar. Ari Brahmanta menegaskan, Pemkab Gianyar juga tidak tinggal diam. Sejumlah
Perekaman E-KTP di Gianyar Kecamatan Sukawati: Wajib KTP: 79.376 Perekaman: 77.505 Belum perekaman: 1.871 Kecamatan Blahbatuh: Wajib KTP: 55.789 Perekaman: 53.185 Belum perekaman: 2.604 Kecamatan Gianyar: Wajib KTP: 76.120 Perekaman: 73.941 Belum perekaman: 2.179 Kecamatan Tampaksiring: Wajib KTP: 39.909 Perekaman: 38.496 Belum perekaman: 1.413 Kecamatan Ubud: Wajib KTP: 55.861 Perekaman: 53.601 Belum perekaman: 2.260 Kecamatan Tegallalang: Wajib KTP: 40.600 Perekaman: 39.987 Belum perekaman: 613 Kecamatan Payangan: Wajib KTP: 36.941 Perekaman: 35.470 Belum perekaman: 1.471 Total: Penduduk wajib KTP: 384.596 Perekaman: 372.185 Belum perekaman: 12.411 Sumber data: Disdcukcapil Gianyar
program baik yang sudah rutin maupun terobosan baru akan dilaksanakan. Salah satu fokus promosi pariwisata yaitu melalui pemanfaatan teknologi informasi. Dengan berbagai platform di era digital, informasi mengenai atraksi dan objek wisata di Gianyar dapat tersebar luas di seluruh dunia. Pemanfaatan sarana inilah yang
akan dimaksimalkan tahun ini. Kendati demikian, Ari Brahmanta tetap berharap tidak ada peristiwa luar biasa yang dapat mengancam sektor pariwisata Gianyar khususnya dan Bali pada umumnya. Sebab sebagaimana diketahui, pariwisata sangat rentan terhadap berbagai isu. (kmb25)
Pergi Tanpa Kabar, Siswi SMP Mengaku Pelesiran ke Buleleng Gianyar (Bali Post) Siswi kelas VIII SMP berinisial WAS yang dilaporkan menghilang, akhirnya kembali ke rumahnya di Kecamatan Sukawati, Rabu (2/1) malam. Dari penuturan orangtua WAS, putrinya pergi pelesiran ke Buleleng, tepatnya di daerah Busungbiu. Ia membantah anaknya telah diculik atau dilarikan seseorang. Dikatakan, WAS diantarkan pulang oleh temannya. Siswi 14 tahun ini pulang dalam kondisi baik-baik saja. Dia menegaskan, anaknya pergi ke Buleleng hanya untuk pelesiran, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. “Anak saya tidak diculik,” katanya, Kamis (3/1) kemarin. Dengan pulangnya WAS, orangtua WAS mengaku merasa lega. Ia tak ingin putrinya diganggu karena sedang beristirahat. Ia tidak ingin WAS terganggu psikologinya. “Saya berharap sekolahnya tidak ter-
ganggu karena hal ini,” ujarnya. Soal laporan ke kepolisian, ia mengakui ketika itu merasa panik lantaran sang anak tak kunjung pulang dan tidak ada kabar. Saat panik itulah dia memberitahukan masalah tersebut ke klian banjar. Informasi itu langsung diteruskan ke polisi. Setelah sang anak kembali, ia baru mengetahui bahwa WAS saat di rumah temannya di Busungbiu sedang kehabisan bekal dan tidak punya pulsa sehingga tidak bisa memberitahukan keluarga. Sementara itu, Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Made Ariasa berharap kasus semacam ini tidak terulang. Ia meminta instansi yang membidangi perlindungan anak agar menyikapi persoalan ini, minimal dengan mengunjungi siswi bersangkutan. Tujuannya, memastikan kondisi psikologi anak tersebut. (kmb25)
Pemerintah Diminta Lebih Gencar Bina Perajin Resahkan Warga, ODGJ Diamankan
Gianyar (Bali Post) Potensi pengembangan kerajinan Kabupaten Gianyar sangatlah besar. Namun, justru tidak sedikit perajin yang harus berjuang ekstra keras untuk sekadar mempertahankan usahanya. Bahkan beberapa pengusaha sudah gulung tikar. Terkait persoalan tersebut, kalangan DPRD Gianyar kembali mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian khusus bagi perajin. Pemerintah diharapkan memfasilitasi perajin agar mampu keluar dari persoalan klasik yang selama ini menghambat pengembangan usaha mereka. Anggota DPRD Gianyar Ni Made Ratnadi, Kamis (3/1) kemarin mengungkapkan, karakteristik sebenarnya merupakan keunggulan dari kerajinan Gianyar. Karya perajin Gianyar berbeda dibandingkan produk luar. Inilah potensi yang harus dikelola dengan baik agar pangsa pasar kerajinan Gianyar bisa lebih luas. Menurut Ratnadi, peran pemerintah khususnya Pemkab Gianyar dalam mengangkat kerajinan sudah cukup baik. Namun ia berharap pemerintah bisa lebih gencar lagi memberdayakan perajin. Misalnya dengan lebih sering memfasilitasi perajin untuk mengikuti pameran dan pembinaan, membantu promosi hingga memfasilitasi permodalan. “Tantangan ke depan akan semakin berat. Persaingan makin kuat. Jan-
Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar mengamankan I Wayan Sukarma (33). Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang beralamat di Banjar Tubuh, Blahbatuh ini terpaksa diamankan lantaran yang bersangkutan telah meresahkan warga. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa mengatakan, Sukarma menolak saat hendak diborgol. Bahkan Sukarma sempat melarikan diri ke sungai. Petugas melakukan pengejaran. Dengan sigap petugas menggunakan tumbuhan menjalar yang ada di sungai untuk mengikat Sukarma untuk kemudian dibawa ke RSJ Bangli. “Kami kerahkan delapan orang petugas untuk mengamankannya. Memang sempat ada perlawanan, tapi beruntung petugas kita tidak ada yang sampai celaka,” katanya. Menurut Agusnawa, ODGJ ini telah meresahkan keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Sukarma yang gangguan kejiwaannya kambuh, kerap berteriak-teriak dan merusak barang-barang di sekitarnya. Akhirnya pihak keluarga memutuskan melaporkan hal ini ke Satpol PP. “Akhirnya ibu dan adiknya melapor ke kantor. Saya langsung memerintahkan anggota untuk ke lapangan,” ujarnya. (kmb25)
Bali Post/wan
PERAJIN – Seorang perajin di wilayah Gianyar sedang menyelesaikan patung pesanan konsumennya. gan sampai perajin kita kalah dengan perajin luar, padahal karya perajin kita lebih unggul,” kata politisi PDI-P asal Buruan, Blahbatuh ini. Ratnadi menambahkan, inovasi dan kreativitas sangat diperlukan. Tidak hanya oleh
perajin dalam menghasilkan suatu karya, tetapi juga perlu dukungan inovasi program pemberdayaan dari pemerintah. Sebab tanpa campur tangan pemerintah, perajin akan sangat sulit menembus pasar. Ratnadi mengingatkan
agar potensi kerajinan yang besar ini dikelola sebaik-baiknya. Ia tidak ingin pengalaman beberapa perajin yang gulung tikar atau sekarang terseok-seok, juga dialami perajin-perajin lainnya. “Contohlah kerajinan pa-
tung di Buruan. Perajinnya sampai ngutang demi menggaji karyawan. Hal semacam ini janganlah sampai berlarut-larut. Mari kita bersama-sama angkat harkat dan martabat perajin,” tegasnya. (kmb25)
Bali Post/ist
ODGJ - Petugas Satpol PP Gianyar saat mengamankan ODGJ di Blahbatuh.
JEMBRANA
10
Jumat Wage, 4 Januari 2019
Proses Dugaan Pelanggaran Administratif, Bawaslu Panggil Dek Ulik Negara (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana, Kamis (3/1) kemarin melayangkan surat pemanggilan kepada salah satu peserta pemilu terkait dugaan pelanggaran administratif. Dalam surat pemanggilan perihal sidang pendahuluan yang ditujukan untuk Calon DPD Ni Made Suastini (Dek Ulik) ini dijadwalkan pada Selasa (8/1) depan. Pemanggilan ini merupakan tahapan awal sebelum Bawaslu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan dikonfirmasi kemarin membenarkan telah melayangkan surat pemanggilan tersebut kepada Ni Made Suastini. Pemanggilan ini, menurutnya, untuk pembacaan putusan pendahuluan. ‘’Nanti di sana kita putuskan apakah kasus ini lanjut untuk pemeriksaan atau tidak. Baik pelapor maupun terlapor kita panggil,’’ tandasnya. Dari sidang putusan pendahuluan itu nantinya ditentukan apakah pelanggaran itu sudah memenuhi syarat formil ataupun materiil, layak atau tidak layak dilakukan sidang pemeriksaan selanjutnya. ‘’Kalau
layak dilanjutkan, kalau tidak ya… harus dihentikan,’’ tambahnya. Bilamana yang bersangkutan tidak hadir, secara formal Bawaslu akan mengulang kembali mengirim surat pemanggilan. Tetapi bila setelah surat kedua juga tidak hadir, maka pemeriksaan akan jalan terus. Dalam dugaan pelanggaran ini, menurutnya, selaku pelapor adalah Panwascam Kecamatan Mendoyo. Tindak lanjut Bawaslu ini terkait dugaan pelanggaran administratif yang dilakukan beberapa waktu lalu di Yehembang. Laporan dugaan Pelanggaran Administratif Pemilu Nomor 001/ADM/BWSL /17.05/ PEMILU/XII/2018 ini ditindaklanjuti secara berjenjang di Bawaslu Jembrana. Sebelumnya, Bawaslu juga melakukan sidang terkait dugaan pelanggaran pidana melibatkan penyidik dari Polres Jembrana dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana atau Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Disimpulkan, apa yang dilakukan Ni Made Suastini itu tidak memenuhi unsur melanggar sesuai ketentuan Pasal 280 ayat 1 huruf h Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Awalnya Dek Ulik diduga melakukan pelanggaran kampanye di tempat ibadah. Namun terkait dugaan pelanggaran administrasi, menurutnya, Bawaslu akan melakukan sidang lagi. Kasus dugaan berkampanye di tempat ibadah ini merupakan hasil pengawasan Panwalih Kecamatan Mendoyo. Pada Rabu (12/12) malam di Munduk Anggrek, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Ni Made Suastini atau Dek Ulik yang merupakan calon anggota DPD diduga melakukan kampanye. (kmb26)
CEK KANDANG – Petugas dari Satpol PP Jembrana bersama aparat Desa Yehembang mengecek kandang ayam di Banjar Wali, Desa Yehembang. Dari pengecekan ternyata peternak ayam belum mengantongi izin.
Jadi Sumber Lalat dan Bau Busuk
Satpol PP Sidak Peternakan Ayam di Yehembang Negara (Bali Post) Sebuah peternakan ayam petelur di Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kamis (3/1) kemarin disidak Satpol PP Jembrana. Sidak dilakukan terkait adanya keluhan warga banyaknya lalat dan bau busuk yang diduga bersumber dari peternakan tersebut. Sidak yang dipimpin Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Made Tarma selain mengecek kondisi kandang, juga memastikan usaha peternakan tersebut sudah berizin. Namun dari pengecekan ber-
sama perbekel desa setempat, usaha peternakan ayam petelur hingga 1.000 ekor itu diketahui belum mengantongi izin. Oleh petugas, pemilik kandang diminta agar melengkapi izin. Saat petugas mendatan-
gi lokasi kandang bertemu langsung dengan pemilik. Dan ketika mengecek kondisi kandang, petugas mendapati di bagian bawah kotor serta dipenuhi lalat. Kotoran ayam berserakan dan sedang dibersihkan oleh salah se-
orang pekerja. Saat dimintai menunjukkan izin, pemilik hanya menunjukkan surat persetujuan penyanding tahun 2016 saat mendirikan kandang. Made Tarma mengungkapkan, dari pengecekan memang diketahui usaha yang sudah berjalan ini belum memiliki izin apa pun. Karena itu pihaknya meminta kepada pemilik kandang agar mengurus izin sesuai ketentuan.
Apalagi ada dampak dari usaha ini ke masyarakat sekitar. Pihaknya juga mengimbau agar pemilik kandang melakukan pembersihan kandang rutin. Termasuk dengan memperbaiki kandang agar mudah dibersihkan, sehingga mengurangi dampak lalat yang timbul. Mengenai peringatan tersebut pemilik kandang mengaku akan segera mengurus izin yang ditentukan. (kmb26)
Tanpa Dilengkapi Instalasi Pengolahan
Pande Made Muliawan
Curi Tas Cewek Kafe, Supradiasa Ditahan Polisi Negara, (Bali Post) Kasus pencurian terjadi Selasa (1/1) pagi lalu di mes Kafe Raja di Banjar Dauh Marga Desa Delodberawah Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana. Pelakunya I Made Supradiasa alias Pa’i asal Banjar Yehbuah Desa Penyaringan. Dari informasi Selasa dini hari sekitar pukul 03.30 Wita, warung wisata tutup. Kemudian korban bernama Santi Pulani (25) yang berprofesi sebagai cewek kafe asal Jakarta dan beralamat sementara di Banjar Dauh Marga Desa Delod Berawah keluar untuk membeli makanan bersama temannya bernama Putti Puspita. Saat itu korban meletakkan tas pinggang beserta isinya di dalam lemari plastik. Kemudian pelaku mengambil tas pinggang warna hitam merek Fila milik korban. Adapun barang-barang berharga yang tersimpan di dalam tas pinggang tersebut di antaranya satu unit handphone merek Lenovo warna putih, satu lembar Kartu Tanda Kependudukan (KTP) dan berbagai macam kosme-
tik milik korban. Supradiasa alias Paii masuk ke dalam kamar mes Kafe Raja dengan cara membuka pintu kamar mes korban yang saat itu dalam keadaan tidak terkunci. Kemudian pelaku mengambil tas pinggang warna hitam merek Fila milik korban. Sebelumnya pelaku mengambil handphone Samsung milik teman korban atas nama Sarah, namun karena tepergok pemiliknya kemudian handphone tersebut dikembalikan. Setelah korban melapor ke Polsek Mendoyo, Supradiasa lantas diamankan. Atas kejadian tersebut pelaku diduga melakukan pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP dan korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 2.700.000. Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara seizin Kapolsek Mendoyo Kompol Agung Sukasana dikonfirmasi Kamis (3/1) kemarin, membenarkan pencurian tersebut. Kini pelaku ditahan di Polsek Mendoyo. (kmb)
PENCURIAN - Supradiasa, pelaku pencurian tas, ditahan di Polsek Mendoyo.
Pembuangan Limbah Tambak di Cupel Melanggar Negara (Bali Post) – Selain untuk menyedot air laut, pipa yang menjulur ke laut dari tambak di Pantai Cupel juga untuk membuang
limbah. Hal ini menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Jembrana. Pembuangan air sisa dari tambak itu dinilai meny-
MELANGGAR – Pipa yang menjulur ke Pantai Cupel untuk kepentingan salah satu tambak di Dusun Kembang, Desa Cupel. Pembuangan langsung limbah tanpa instalasi pengolahan disebut sebagai pelanggaran.
alahi aturan karena langsung ke laut tanpa diolah terlebih dahulu. Dinas mengaku telah meminta kepada pengelola tambak untuk menindaklanjuti dengan pembuatan semacam instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kepala Dinas LH Jembrana I Ketut Kariadi Erawan dikonfirmasi, Kamis (3/1) kemarin, mengatakan dari hasil pengecekaan petugas LH, sistem pembuangan limbah yang dilakukan tambak tersebut menyalahi aturan. Sebab, pipa pembuangan langsung menjulur ke pantai tanpa diolah atau tersaring terlebih dulu. ‘’Itu (pembuangan) yang melanggar, kita sudah peringatkan segera dibuat supaya pembuangan itu ramah lingkungan. Artinya jangan sampai mencemari pantai. Kalau
izin (usaha tambak) sudah ada,’’ terang mantan Camat Negara ini. Kemarin, menurutnya, pihak pemilik juga telah bertemu dengan Dinas Perizinan Terpadu Kabupaten Jembrana, termasuk Dinas LH juga terkait pembuangan limbah air tambak yang harus dibenahi. Dinas melakukan pengawasan dan pada Senin mendatang akan kembali mengecek. Sementara terkait adanya pembongkaran bagian struktur senderan saat pemasangan pipa pembuangan itu, pihaknya enggan berkomentar. Menurutnya, itu merupakan ranah dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali. ‘’Kami sarankan saja, kalau merusak atau apa, ranahnya beda,’’ ujarnya. Menurutnya, dari
dua tambak yang ada Pantai Cupel, tepatnya Dusun Kembang itu baru satu tambak yang sudah memenuhi panggilan. Diberitakan sebelumnya, Satpol PP Jembrana dan Dinas LH mengecek adanya tambak yang beroperasi di pinggir Pantai Cupel. Pipa pembuangan dari lokasi tambak menuju pantai menggunakan pipa yang dimasukkan di sela-sela senderan batu amor. Dari informasi pipa itu selain untuk pembuangan air limbah, juga untuk menyedot air laut guna kepentingan tambak. Pipa pembuangan itu langsung ke pantai melalui sela-sela batu-batu senderan. Sementara pipa penyedotan terpasang menjulur panjang hingga masuk ke dalam permukaan pantai. (kmb26)
Naik Pangkat, 73 Personel Polres Diguyur Air Kembang
Negara (Bali Post) Sebanyak 73 personel Polres Jembrana mendapatkan kenaikan pangkat dalam Korp Rapor Perwira dan Kenaikan Pangkat Bintara yang digelar di Mapolres Jembrana, Kamis (3/1) kemarin. Apel kenaikan pangkat di awal tahun ini dipimpin langsung Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih. Selain pelantikan naik pangkat, juga dilakukan pelepasan personel baik perwira maupun bintara dan PNS Polres yang telah memasuki masa purnabakti. Uniknya, selain memberikan selamat, para personel yang mendapatkan kenaikan pangkat itu juga menjalani prosesi siram air bunga. Upacara Korp Rapor Perwira dan Pelantikan Bintara diawali dengan pemasangan tanda pangkat yang baru oleh masing-masing istri anggota. Dilanjutkan oleh Kapolres Jembrana dan pejabat utama menyiramkan air kembang kepada anggota yang dilantik. Dari 73 personel tesebut, yang mendapat kenaikan pangkat di antaranya dari Ipda ke Iptu 14 orang, Aipda ke Aiptu satu orang, Bripka ke Aipda 15 orang, Brigadir ke Bripka enam orang dan Bripda ke Briptu 37 orang. Sementara personel yang dilepas sebanyak 13 orang baik perwira mau-
pun bintara serta satu orang PNS Polres Jembrana. Dalam pelepasan personel yang telah memasuki purnabakti, Kapolres Jembrana melepas dengan upacara ‘’Pedang Pora’’. Kapolres didampingi Ketua Cabang Bhayangkari mengantarkan anggota yang purnabakti itu hingga keluar Mapolres Jembrana. Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih menyampaikan kenaikan pangkat bagi anggota Polres Jembrana merupakan prestasi melalui penilaian atau wanjak oleh pimpinan sehingga anggota mendapat kenaikan pangkat. Menurutnya, ini bukan hadiah melainkan prestasi. ‘’Dengan naik pangkatnya setingkat lebih tinggi berarti tanggung jawab anggota tersebut akan lebih besar. Maka para istri anggota yang memasang tanda pangkat baru agar tahu bahwa naiknya pangkat suami tugas dan tanggung jawab suami akan lebih berat,’’ ucap Kapolres. Sementara itu, kepada anggota yang sudah purnabakti Kapolres mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama ini dan bergabung kembali bersama masyarakat. ‘’Polres Jembrana tetap membutuhkan bantuan dan partisipasi, sehingga Polres Jembrana semakin dicintai masyarakat dan situasi tetap aman dan kondusif,’’ tandasnya. (kmb26)
SIRAM KEMBANG – Sejumlah personel Polres yang mendapatkan kenaikan pangkat mengikuti prosesi siram kembang oleh Kapolres.
Karangasem
Jumat Wage, 4 Januari 2019
11
Diguyur Hujan Lebat
Hektaran Tanaman Cabai Rusak di Sinduwati
Amlapura (Bali Post) Hektaran tanaman cabai milik petani rusak di Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen. Tanaman cabai itu tidak bisa tumbuh baik akibat diguyur hujan lebat belakangan ini. Kondisi itu membuat petani harus gigit jari. Pasalnya, menjelang Kuningan, harga cabai mulai naik secara signifikan. Perbekel Desa Sinduwati Nengah Rumana, Kamis (3/1) kemarin, mengungkapkan hektaran tanaman cabai milik petani rusak akibat terus diguyur hujan lebat. Tanaman cabai yang rusak, tidak berada di satu areal luasan. Namun dalam satu petak, ada yang rusak belasan batang saja. Kerusakan tanaman cabai umumnya akibat busuk karena terus-menerus diguyur hujan. Di samping itu, bunga cabai dan buahnya banyak yang membusuk kemudian gugur. ‘’Pada musim hujan saat ini, sinar matahari jarang ada. Bila cabai itu terus diguyur hujan, sudah pasti buahnya rusak bahkan mem-
busuk. Cabai bagus hasilnya ketika musim panas,’’ terangnya. Petani cabai tidak bisa berbuat banyak. Mereka pasrah harus menghadapi kondisi buruk seperti itu. Guna mengurangi kerugian, petani lebih awal memanen cabainya. Petani cabai sudah sejak awal melakukan tumpang sari tanaman. Karena itu, ada yang sudah beralih membudidayakan jenis tanaman lainnya. Seperti sayuran, palawija, kacang panjang bahkan sayur hijau. ‘’Kondisi seperti itu jelas membuat petani merugi. Saya berharap ada upaya pemerintah utamanya Dinas Pertanian memberikan jalan ke luarnya. Hal itu penting
untuk mengurangi kerugian petani cabai itu. Petani perlu diberi solusi, jenis tanaman apa yang pemasarannya mudah namun banyak diserap pasar,’’ harapnya. Syarat lainnya, sudah pasti tanaman yang bisa dikembangkan pada musim penghujan. Pantauan di pasar tradisional Karangasem, harga cabai sekitar Rp 30 ribu per kilogram. Jenis cabai campuran merah dengan hijau. Sedangkan, cabai kelas satu, merah, harganya sudah di atas Rp 30 ribu per kg. ‘’Kami perkirakan Jumat ini, harga cabai naik lagi. Karena memasuki penampahan Kuningan atau sehari jelang hari raya Kuningan,’’ ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
HEKTARAN CABAI RUSAK - Hektaran tanaman cabai milik petani rusak akibat diguyur hujan lebat.
2018, Lakalantas Meningkat Tajam
Bali Post/kmb41
LONGSOR - Hujan lebat yang terus mengguyur mengakibatkan bencana tanah longsor.
Hujan Lebat Picu Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang terus mengguyur Karangasem, bukan saja mengakibatkan longsor, juga banjir, serta pohon tumbang. Kondisi tersebut, memaksa petugas BPBD bekerja ekstra untuk menangani bencanabencana tersebut. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem I.B. Ketut Arimbawa mengatakan, sejak awal tahun 2019, terjadi 3 kasus pohon tumbang, longsor 2 kasus, dan banjir baru 1 kasus. Kasus pohon tumbang itu terjadi di Susuan, Kelurahan Karangasem. Tumbangnya pohon itu malah menutup jalan raya. Pohon yang tumbang itu termasuk jenis melinjo berdiameter 30 cm. Pohon
lamtoro tumbang di sekitar Jalan Amlapura – Denpasar, tepatnya Lingkungan Jasri Kelod, Subagan. Pohon tumbang ini menutup badan jalan raya. Pohon lamtoro diameter 30 cm, dan panjang 6 meter. Pohon itu sudah dievakuasi kemarin. “Pohon perindang di Jalan Menanga, Desa Menanga, Rendang tumbang menimpa akses jalan raya. Tapi semua sudah ditangani petugas,” ujarnya. Kasus tanah longsor kata Arimbawa, terjadi di jalan raya yang menghubungkan Banjar Dinas Sega menuju Banjar Dinas Bunutan, Desa Bunutan, Abang. Sejumlah material menutupi setengah badan jalan, dan tanah di pinggir jalan juga tergerus longsor itu. Hari ini (Kamis
- red) longsor juga terjadi di Banjar Dinas Bangle, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Akibatnya, senderan dan bahu jalan jebol. Penanganannya dilakukan menggunakan alat berat milik Dinas PUPR Karangasem. “Aliran air hujan meluap ke badan jalan hingga mengakibatkan banjir. Lokasinya di Bungaya Kangin, Bebandem,” paparnya. Pejabat asal Singaraja itu mengatakan, saat musim hujan, kita harus tetap waspada terhadap kasus pohon tumbang. BPBD sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Karangasem. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) – Jumlah kasus lakalantas di Karangasem sepanjang tahun 2018 mengalami peningkatan cukup tajam dibanding tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya akibat human error atau dipicu kesalahan manusianya. Realitas itu menunjukkan kalau disiplin berkendara masyarakat masih rendah. Berdasarkan data yang diperoleh dari Satlantas Polres Karangasem, pada tahun 2017, terjadi kecelakaan out of control atau OC 120 kasus. Meninggal dunia 36 orang dan luka berat 21 orang. Sedangkan yang luka ringan 168 orang. Kerugian material mencapai Rp 239 juta lebih. Tahun 2018 laka OC meningkat signifikan menjadi 297 kasus. Ini juga karena sebelumnya laka OC hanya dibuat surat keterangan. Pada tahun 2018, OC dibuat Laporan Kejadian (LK). “Kenaikan kasusnya mencapai 148 persen. Kasusnya meningkat disebabkan adanya peningkatan laporan. Kalau dulu banyak kejadian tidak dilaporkan. Hanya diberikan surat keterangan. Ini karena kejadian laka sekarang banyak dilaporkan. Salah satu pertimbangannya agar masyarakat dapat BPJS. Karena itu, jumlah kasus-
nya jadi naik relatif tajam,” ujar Kasat Lantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti, Kamis (3/1) kemarin. Hanya, kata Anne Parwisti, sekalipun kasus meningkat, namun jumlah korban meninggal dunia menurun. Tahun 2017, meninggal dunia 36 orang tahun 2018 menjadi 32 orang. Begitu juga korban luka berat turun dari 21 orang tahun 2017 menjadi 18 orang tahun 2018. Sedangkan jumlah korban yang menderita luka ringan meningkat dari 168 orang tahun 2017 menjadi 430 orang tahun 2018. Total kerugian material tahun 2018 ini mencapai Rp 645 juta lebih. “Pemicu terbesar lakalantas di Karangasem karena kelalaian si pengendara itu sendiri. Masih banyak pengendara yang abai dengan keselamatan dirinya sendiri termasuk orang lain,’’ ujarnya. Salah satunya akibat pengendara yang sudah mengantuk bukannya istirahat justru nekat memaksakan mengemudi sekalipun ngantuk. “Kalau mengantuk sebaiknya istirahat sebentar. Nah begitu segar, baru kembali melanjutkan perjalanan,” pintanya. (kmb41)
AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti
Bali Post/kmb41
Gunakan Sistem Baru, Gaji ASN Belum Cair (BPKAD) Kabupaten Karangasem I Nengah Mindra membenarkan gaji pejabat dan ASN yang biasanya cair awal bulan, saat ini belum bisa dicairkan. Hal itu kata Mindra, karena adanya perubahan sistem dari manual ke Simda. Dengan mempergunakan sistem baru Simda itu tentunya tidak boleh main-main. “Sekarang kan sistemnya baru, bukan manual lagi seperti tahun sebelumnya,” ujar Mindra. Keterlambatan pencairan gaji itu juga disebabkan APBD Karangasem kata Mindra, baru ditetapkan per 31 Desember lalu. Faktor
lainnya yang juga membuat sedikit terlambat, karena disusul libur nasional. “Memang belum cair termasuk gaji bupati, juga anggota DPRD Karangasem,” ujar Mindra saat ditemui di ruang kerjanya. Karena mempergunakan sistem baru, pihaknya saat ini masih melakukan verifikasi Daftar Perencanaan Anggaran (DPA) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karangasem. Dari verifikasi itu, barulah dilakukan penyediaan Surat Penyediaan Dana (SPD). “Dari verifikasi kita posting di Simda, baru disiapkan
SPD-nya,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, yang menjadi persoalan tanggal 5 dan 6 Januari itu terkendala libur Kuningan. Kemungkinannya gaji baru bisa dicairkan tanggal 7 Januari mendatang,’’ katanya . Sejauh ini, pihaknya sebut Mindra, berupaya bekerja secepatnya. Bahkan, harus lembur agar prosesnya cepat selesai. “Dari sejak penetapan APBD, kita juga sudah lembur. Lembur itu dilakukan agar secepatnya selesai. Namun kan perlu waktu, karena prosesnya tidak gampang,” jelas Mindra. (kmb41)
Sesuai instruksi pemerintah pusat, secara serentak warga di seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang belum melakukan perekaman, maka datanya dinonaktifkan. Khusus Kabupaten Karangasem, tercatat 20 ribu warga yang dinonaktifkan. Hal itu semata karena warga itu belum melakukan perekaman e-KTP tersebut. Lalu, apa yang harus dilakukan warga agar mereka bisa teregistrasi kembali sehingga nantinya bisa mengurus e-KTP-nya?
dalam mengurus sesuatu harus menggunakan e-KTP. Seperti pelayanan kesehatan, urusan bank, paspor, SIM dan lainnya. Data itu baru akan diaktifkan kembali setelah mereka melakukan perekaman e-KTP. Warga yang belum melakukan perekaman e-KTP itu tambah Sumidia, ada yang sudah pindah tinggal, statusnya sudah berubah dan lainnya. “Jika warga yang sebelumnya dinonaktifkan sudah melakukan perekaman eKTP, maka datanya nanti langsung bisa diaktifkan. Data bisa diaktifkan di masing-masing kecamatan usai melakukan perekaman. Tidak usah lagi ke Disdukcapil. Karena sudah ada aplikasi otomastis untuk mengaktifkan data itu,” ujarnya. Melihat banyaknya warga yang dinonaktifkan, Sumidia meminta warga yang belum melakukan perekaman supaya bisa segera melaku-
kan perekaman data. Dalam membantu meringankan masyarakat, pihaknya tetap menjalankan pelayanan jemput bola ke desa-desa. Bahkan, sebelumnya telah memberitahukan petugas di masing-masing desa untuk mensosialisasikan kebijakan ini. Itu sudah dilakukan, supaya warga yang belum melakukan perekaman itu, bisa melakukan perekaman. Namun, kenyataannya cukup banyak warga yang dinonaktifkan. “Kita imbau, warga yang sampai saat ini belum melakukan perekaman supaya melakukan perekaman e-KTP. Kita sudah siapkan pelayanan di masingmasing kecamatan. Di Mal Pelayanan Publik itu juga ada pelayanan perekamn e-KTP. Jadi, kami minta warga segera melakukan perekaman, agar datanya bisa diaktifkan kembali,” pinta Sumidia. (eka)
Amlapura (Bali Post) Pembayaran gaji pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karangasem tertunda. Pasalnya, hingga Rabu (2/1), gaji pejabat dan ASN itu belum bisa dicairkan. Hal itu lantaran adanya regulasi penggunaan sistem terbaru. Sebelumnya mempergunakan sistem manual. Namun sekarang, memakai Sistem Informasi Keuangan Daerah (Simda). Namun, BPKAD memastikan pencairan gaji itu sudah bisa ditangani paling lambat terbayarkan tanggal 7 Januari. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
Dinonaktifkan, 20 Ribu Warga Belum Lakukan Perekaman E-KTP
PEREKAMAN - Warga saat melakukan perekaman e-KTP.
Bali Post/kmb41
KADIS Dukcapil Karangasem I Wayan Sumidia didampingi ahli database Gusti Bagus Agung Arta Wikrama mengatakan hal itu, Kamis (3/1) kemarin. Menurutnya, penonaktifan 20 ribu warga, sesungguhnya sudah sesuai instruksi pemerintah pusat. Demikianlah regulasi yang harus dijalankan. Jadi, semua warga yang ada di kabupaten/kota di seluruh Indonesia khususnya mereka yang belum melakukan perekaman e-KTP, maka
wajib datanya dinonaktifkan sementara. “Warga yang dinonaktifkan itu tersebar di semua kecamatan di Karangasem. Warga yang dinonaktifkan ini umurnya di atas 23 tahun. Upaya instansi kami melakukan penonaktifan itu sudah dimulai sejak dua hari lalu,” ujarnya. Sudah pasti bagi warga yang sudah dinonaktifkan untuk sementara kata Sumidia, mereka tidak bisa mendapatkan pelayanan bila
KLUNGKUNG
12
Jumat Wage, 4 Januari 2019
SOSOK Perluas ”Bima Juara”
PEMKAB Klungkung menunjukkan keberpihakannya kepada petani melalui program Bima Juara (Beli Mahal Jual Murah). Program yang dimandatkan di Dinas Pertanian Klungkung ini, tahun lalu bahkan berhasil merebut penghargaan nasional sebagai salah satu program inovatif. Untuk menambah pengaruh program tersebut kepada mayoritas petani, program ini mesti diperluas dengan menambah KUD (Koperasi Unit Desa) yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menggarap hasil pertanian para petani di Klungkung. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida, belum lama ini. Saat ini, mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Klungkung ini mengatakan pemerintah daerah baru menjalin kerja sama dalam program ini, dengan tiga KUD di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dawan, Klungkung, dan Banjarangkan. Sehingga, dengah perluasan program Bima Juara, dia yakin program ini akan memberi dampak lebih besar kepada mayoritas petani, sebagai sasaran utama mewujudkan kesejahteraan mereka. “Sejauh ini, baru ada tiga KUD yang melakukan kerja sama di setiap kecamatan. Sehingga, yang tergarap dengan program ini baru 6-10 persen dari total hasil produksi petani,” katanya. Harapan ke depan, Dinas Pertanian Klungkung ingin semua hasil pertanian di Kabupaten Klungkung bisa digarap semuanya oleh KUD. Akan tetapi, dia menyadari ini harus dilakukan secara bertahap, sejalan dengan langkah Bupati Klungkung dalam kebijakan pemerintah daerah. Inovasi harus terus dilakukan untuk menjawab tuntutan masyarakat, khususnya kalangan petani. “Kalau setiap desa ada KUD-nya, kan sangat bagus,” katanya. (gik)
Dorong Minat Baca
Perpustakaan Daerah Tambah 2.000 Koleksi Buku
Semarapura (Bali Post) Meningkatkan minat baca di tengah perkembangan teknologi informasi dirasakan cukup sulit. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Klungkung terus berupaya mengatasi itu dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menambah koleksi buku dan memberdayakan perpustakaan keliling. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Klungkung I Nengah Sudiartha, Kamis (3/1) kemarin, mengatakan pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk menambah koleksi buku bacaan. Dengan anggaran sebesar itu akan menambah koleksi buku sekitar 2.000 buku. Total anggaran Rp 200 juta itu berasal dari DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp 130 juta dan APBD sebesar Rp 70 juta. Dengan penambahan koleksi berbagai jenis buku akan membuat Perpustakaan Daerah menjadi lebih menarik dan m e nu nj a ng p e n i n g ka t a n kunjungan ke Perpustakaan Daerah. Saat ini kunjungan masyarakat, dikatakan, belum terlalu menggembirakan, hanya sekitar 25 orang sampai 50 orang setiap hari. ‘’Dengan ditambahnya koleksi buku itu, tujuannya mampu menarik minat masyarakat khususnya siswa untuk berkunjung ke Perpustakaan,’’ katanya. Disinggung mengenai per-
pustakaan keliling, saat ini ada tiga armada perpustakaan keliling untuk membangun budaya membaca di tengah masyarakat Klungkung. Sejauh ini, menurutnya, armada perpustakaan keliling ini bisa berjalan efektif. Terlihat saat berada di sekitar Monumen Puputan Klungkung, banyak siswa memanfaatkannya untuk menggali berbagai informasi dan pengetahuan. Tiga armada perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah saat ini baru melayani tiga kecamatan, yakni Kecamatan Klungkung, Dawan dan Banjarangkan. Sementara untuk di Kecamatan Nusa Penida, Sudiartha menegaskan, pihaknya masih memohonkan ke Perpusnas, agar mendapatkan bantuan sepeda motor pintar. Total ada lima unit sepeda motor pintar yang diusulkan ke Perpusnas. Dia berharap usulan sepeda motor pintar ini dapat segera direalisasikan, untuk melebarkan peran dan fungsi perpustakaan keliling dalam membangun budaya membaca masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan lima unit sepeda motor pintar ini, diyakini mampu melayani Kecamatan Nusa Penida dengan tiga gugusan pulau, yakni Kepulauan Nusa Gede, Ceningan dan Lembongan. (kmb31)
PEMBACA - Mobil perpustakaan keliling saat melayani pembaca di depan Monumen Puputan Klungkung.
Bali Post/kmb31
GERAM - Bupati Suwirta sempat dibuat geram gara-gara ulah pedagang bawang yang membuang sampahnya ke got hingga membuat tersumbat. Bupati asal Nusa Penida ini pun langsung memberi pengarahan kepada para pedagang bawang di kios timur Pasar Galiran.
Buang Sampah ke Got
Pedagang Bawang Buat Bupati Suwirta Geram Semarapura (Bali Post) Musim hujan membuat sejumlah titik di Pasar Umum Galiran terlihat jorok. Setelah ditelusuri, rupanya ada pedagang yang gemar membuang sampah sembarangan sehingga membuat got di sekitarnya tersumbat. Paling parah adalah para pedagang bawang yang tidak melengkapi dirinya dengan tempat sampah. Para pedagang bawang ini berada di sejumlah deretan ruko timur Pasar Umum Galiran. Ketika membersihkan bawang, para pedagang setempat langsung membuang sampah di sekitarnya, hingga terlihat jorok. Kondisi ini membuat Bupati Klungkung Nyoman Suwirta geram. ‘’Kenapa sampah kulit bawangnya dibuang begitu saja ke jalan? Masak usaha besar ini tidak menyediakan tempat sampah? Cepat bersihkan akan saya tunggu sampai jalan ini bersih,’’ ujar Bupati Suwirta, Kamis (3/1) kemarin. Bupati Suwirta menaiki kendaraan Satgas Kebersihan di seputar kota Semarapura hingga Pasar Galiran bersama
Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup dalam rangka monitoring penegakan Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Sampah, KTR dan Ketertiban Umum. Perda Nomor 7 Tahun 2014 sudah diselesaikan pada 2014 lalu. Namun, pelaksanaan dilakukan tidak sepenuhnya, karena masih dalam proses sosialisasi. Memasuki tahun 2019, Bupati Suwirta menegaskan perda tersebut akan diberlakukan secara penuh. Salah satu
poin penting isinya, sampah rumah tangga pada pagi hari ditempatkan di luar rumah pukul 06.00 Wita sampai pukul 07.00 Wita. Sedangkan saat sore pukul 15.00 sampai pukul 16.00 Wita. Hari Senin hanya untuk sampah non-organik seperti plastik, kertas, kaca dan lainlain. Sedangkan hari Selasa sampai Minggu hanya sampah organik seperti daun, sisa banten, bunga, sisa makanan, dan
Semarapura (Bali Post) Sebanyak 40 personel Polres Klungkung menerima kenaikan pangkat dari Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana. Sepuluh di antaranya mendapat kenaikan pangkat pengabdian Perwira. Sisanya, 30 personel, kenaikan pangkat Brigadir Polri. Kenaikan pangkat pengabdian Perwira dan kenaikan pangkat Brigadir Polri ini ditandai dengan pemasangan tanda pangkat oleh Kapolres Klungkung saat memimpin pelaksanaan upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat periode Januari 2019 di halaman depan Mapolres Klungkung, Kamis (3/1) kemarin. Seusai pemasangan tanda pangkat, dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air kembang kepada personel yang dinaikkan pangkatnya, diawali Kapolres Klungkung, Waka Polres Klungkung, dan Ketua Bhayangkari Ca-
bang Klungkung serta para pejabat utama lainnya. Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana mengatakan, kenaikan pangkat pada hakikatnya merupakan sebuah penghargaan yang diberikan organisasi atas prestasi kin-
erja yang telah ditunjukkan selama ini. Menurutnya, kenaikan pangkat bukanlah hal yang pasti diterima oleh setiap personel Polri. ‘’Ini merupakan komulatif dari penilaian beberapa aspek, seperti dedikasi, loyalitas, disiplin, dan tanggung
lain-lain. ‘’Saya tidak menggertak, tetapi tegas ini diberlakukan sepenuhnya demi kebaikan kita bersama,’’ tegasnya. Hasil monitoring lingkungan sekitarnya, akibat ulah para pengusaha ini, beberapa titik jalan nampak kotor, jorok dan sejumlah got tersumbat akibat tumpukan sampah kulit bawang dan sampah plastik. Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan A.A. Kirana serta Kasatpol PP Putu Suarta mewanti-wanti para pemilik usaha yang sebagian besar dari Bima, NTB ini untuk senantiasa menjaga kebersihan. Suarta menegaskan, pemerintah daerah sedang menegakkan Perda tentang Kebersihan. Jika para pedagang tidak menaati perda tersebut, maka akan
dikenakan sanksi tegas yaitu denda Rp 50 juta. ‘’Besok akan kami cek lagi. Jika masih kotor seperti ini maka akan kami tindak tegas. Langsung dikenakan sanksi,’’ ujar Kasatpol PP Putu Suarta. Selain mengingatkan para pedagang dan pengusaha bawang tentang kebersihan, Bupati Suwirta juga melarang sejumlah kendaraan yang kedapatan parkir di atas trotoar. Selain itu, juga melarang para pedagang menempatkan dagangannya di atas trotoar, serta membuka beberapa spanduk iklan rokok yang terpasang di warung-warung. Ini sebagai bentuk implementasi dari penegakan Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Sampah, KTR dan Ketertiban Umum. (kmb31)
40 Personel Polres Naik Pangkat
Bali Post/kmb31
NAIK PANGKAT - Kapolres Klungkung saat memasangkan tanda pangkat kepada personelnya dalam upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat periode Januari 2019.
jawab,’’ katanya. Kenaikan pangkat dapat menjadi cerminan kompetensi personel. Ini yang harus diimbangi dengan meningkatkan profesionalisme kinerja yang lebih utama, dan rasa tanggung jawab tinggi sebagai marwah disiplin anggota Polri. Kapolres berharap agar momentum kenaikan pangkat ini menjadi pendorong bagi seluruh anggota untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas pada tahun yang baru. Serah Terima Selain kenaikan pangkat, Kapolres AKBP Komang Sudana juga memimpin jalannya upacara serah terima jabatan Kabag Ren Polres Klungkung. Pejabat sebelumnya Kompol D. Diaz Gonzales selanjutnya menjabat sebagai Kasubag Polgar Biro Rena Polda Bali. Dia digantikan oleh pejabat
yang baru, Kompol I Made Giri Suryasa. Menurut Kapolres, mutasi jabatan merupakan salah satu kebijakan pimpinan dalam proses pengembangan karier setiap anggota Polri. Jabatan baru, tidak terlepas dari kerja keras dan prestasi kerja yang bersangkutan dalam pelaksanaan tugas serta pengabdian yang telah diberikannya. Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan Kompol D. Diaz Gonzales telah berperan penting untuk Polres Klungkung. Selama menjabat sebagai Kabag Ren sudah sangat banyak membantu dalam kelancaran pelaksanaan tugas, khususnya dalam bidang perencanaan dan penganggaran. Sementara untuk pejabat yang baru, diminta segera menyesuaikan dengan lingkungan terutama dengan para anggota Bag Ren. (kmb31)
Hadapi Cuaca Buruk
Nelayan Pantai Kusamba Hanya Bisa Pasrah
Cuaca buruk dan gelombang tinggi disertai angin kencang masih terjadi di perairan Klungkung. Akibatnya, para nelayan tidak bisa beraktivitas sama sekali. Memaksakan diri untuk melaut justru membuat mereka merugi. Akhirnya hampir semua nelayan hanya bisa pasrah. Guna mengantisipasi gelombang tinggi, para nelayan menjauhkan perahu mereka dari pantai agar tidak rusak diterjang gelombang pasang. Seperti para nelayan di Pantai Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, para nelayan sementara hanya duduk-duduk di tepi pantai, Kamis (3/1) kemarin. Ada yang pasrah menunggu cuaca membaik. Ada pula yang mengisi waktu dengan memperbaiki perahunya, sehingga ketika cuaca
mulai normal mereka kembali bisa beraktivitas seperti biasa. Kerusakan perahu disebabkan karena beberapa nelayan sempat memaksakan mengais rezeki di tengah laut di tengah situasi cuaca buruk. Akibatnya, gelombang tinggi merusak beberapa bagian perahunya. Salah satu nelayan, Wayan Regeg, mengatakan situasi ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir. Tinggi gelombang ratarata bisa mencapai dua sampai tiga meter, sehingga nelayan
memilih memarkir perahunya. ‘’Kalau pagi cuaca masih buruk, kami perbaiki perahu. Malamnya, kami harus menjauhkan perahu dari garis pantai. Karena biasanya gelombang pasang saat malam hari,’’ katanya. Dia mengaku memilih menunggu cuaca membaik. Sebab, laut adalah satu-satunya tempatnya mengais rezeki, karena tidak ada keahlian lain. ‘’Kalau cuacanya begini, ikan memang tidak ada. Jadi, kalau dipaksakan pun tidak ada gunanya,’’ tegasnya. Meski cuaca buruk dalam pandangan mayoritas nelayan setempat, ada pula nelayan lain yang ambil risiko. Walaupun perahunya bermesin kecil, hanya 15 PK. Kapal dengan mesil kecil seperti ini sangat
berisiko menerjang gelombang tinggi dan angin kencang. Namun, salah satu nelayan, Nyoman Karnawan, mencoba peruntungannya, karena sudah tidak ada opsi lain guna memenuhi kebutuhan seharihari. Hasilnya, perburuannya di tengah laut hingga ke selatan kepulauan Nusa Penida hanya mendapat 15 ekor ikan segar saja. Sementara di tengah perjalanan melaut sejauh itu habis bahan bakar sebanyak 25 liter. Hasilnya jelas tidak sebanding alias merugi. Dengan hasil tersebut, dia pun akhirnya memilih opsi yang sama dengan nelayan lainnya, yakni menunggu cuaca membaik dan terus memonitor perkembangan cuaca dari BMKG. Sementara BMKG
sendiri memprediksi cuaca buruk gelombang tinggi disertai angin kencang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Para nelayan diminta tidak memaksakan diri, agar tidak menjadi korban. Di sisi lain, aktivitas penyeberangan pada sejumlah pelabuhan tradisional masih berjalan normal. Seperti di Pelabuhan Tradisional Banjar Bias Kusamba, aktivitas penyeberangan sampan cepat masih berjalan normal. Hanya dengan memperhatikan cuaca seperti itu, para penumpang diminta selalu mengenakan pelampung, guna mengantisipasi kondisi cuaca di tengah perairan Klungkung menuju Pelabuhan Sampalan, Kecamatan Nusa Penida. (kmb31)
JAUHKAN PERAHU - Para nelayan Kusamba sementara menjauhkan perahunya dari bibir pantai, agar tidak rusak diterjang gelombang tinggi. Nampak di bibir pantai hanya sampan penyeberangan.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Wage, 4 Januari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Butuh sgr Marketing Gaji+Transport+Bonus +THR Lamaran LangsungH:081337181972-088219209214
B.BP.001.01.19.0000102
Cari waitress utk Rest di Sanur Hub.08123614559 Dharsana
B.BP.001.01.19.0000024
Cleaning Srvice & Produksi,L/P Rajin,Jujur Lamran Ke:Jl .Mertasari No. 21,Dps Hp:082144509849 E:hrd@kevalaceramics.com
B.BP.001.01.19.0000090
Cr Sopir,Pembantu rumah tangga max.25th/SMA. Hub.Karya Subur Gj .2,5-3Jt H.08123881899, 087862359168
B.BP.004.01.19.0000104
Dcr Babysitter Tinggal Dalam Gaji 1,7Jt Hub.087862433316
Dcr Krywati Admin,Min SMK,Bisa Komp Hub.CV.Agro Tani Lestari HayamWuruk42A,Hp.081999301360
B.BP.001.01.19.0000077
Dcr Pelaksana Proyek S1/STM.CV ke:jatama_contractor@yahoo.com Hub:081246006744 B.BP.001.01.19.0000060
Dcri Krywn/Kryti Utk Toko, Jln Sunset Road Kuta.081239995037
B.BP.001.01.19.0000076
Dibthkn Acct Min D3,Admin,Cust Service,Driver,Ops Support & Office Boy Max 28Th.Lmrn ke Jl Gn.Soputan I/107 DPS.T:8466317
B.BP.001.12.18.0000609
Dcr Sales Khusus Pasar Traditional(Bumbu)P/W,SMA,SIM C + Kend & 1 tenaga bersih2 (Serabutan).Lam Jl.Gn.Himalaya Slt 6 Dps. Telp.418531,08124646409
Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799
Dcr Sopir Laundry secepatnya Jl.Kerobokan 78X 081933110424
Perusahaan Konstruksi Mmrlukan 1 Pelaksana Bangunan,STM Bangunan/Dip/S1 Teknik Sipil astina28@yahoo.com081936256259 Jl.Muding Mundeh II No.1
B.BP.001.01.19.0000093
B.BP.001.01.19.0000067
Dcr sgr Tk. Lobang Kancing & Ceking Gaji Bagus 5 hari kerja Hub.CV Yogi and Boo T.08123823758
B.BP.001.01.19.0000091
Dicari Sales,Admin Penjualan CV:hrdpersonalia788@gmail.com B.BP.001.01.19.0000032
B.BP.001.01.19.0000078
Dicari Waitress/Cook Restaurant di Seminyak Rajin dan Murah Senyum SMS/WA : 081338384364
Manager required for Restaurant Kuta excellent English Ph.081337253869
B.BP.154.01.19.0000094
B.BP.004.12.18.0000837
Dicr Sgr Therapis Pria&Wanita Bersedia Ditempatkan di Canggu Atau Denpasar Kota,Pengalaman diutamakan,Gaji&Bonus Menarik Hub:081239621123(Massaji SPA)
B.BP.001.01.19.0000039
Drafter AutoCad,Sales Mrkting, Surveyor Lapangan:085103167222
B.BP.001.12.18.0000807
Kary Gudang Farmasi,Pria,25th Tidak Merokok,Rajin,Lamaran ke PT.BKS Jl.Bung Tomo V/14 Dps
B.BP.001.01.19.0000020
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
Segera Kasir Toko Roti & Asisten RT Hub.081338136144 B.BP.001.01.19.0000017
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.01
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
Dicr Adm.Wanita Bag.Kasir Max Umur.40Th(Gaji,UM,THR).BawaCV Anda ke Jln.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung.Hub:085921213232
Perusahaan Minuman Ternama Bth Sales, sopir, Adm,Satpam,Gaji + Fasilitas Bagus.Hub.0361-46751 8/Jl.Tunjung Kuning No.1 Dps
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
RUPA-RUPA
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.01.19.0000109
Dcr Drever, Whaser, Security Hub:082236182035/0361-722222 B.BP.001.01.19.0000033
B.BP.154.01.19.0000095
B.BP.001.01.19.0000097
B.BP.001.12.18.0000697
G.04
B.BP.001.01.19.0000092
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06
DIJUAL MOBIL TOYOTA
AvanzaG’14 Putih asli Bali mls prbd.082341251453/081933610070 B.BP.004.01.19.0000111
G.02
Dicari:Karyawati Utk Admin max 28 thn,Minimal SMA/SMK untuk bekerja di perusahaan corrugated carton box. Jl.Sekar Sari No.23 Kesiman Kertalangu Hub .Segera:081337070443
B.BP.001.01.19.0000021
Dcr Dokter unt Praktek Ozone di Sanur Hub .081999555821
Informasi pasang iklan Telepon
G.03
G.05
DIJUAL TANAH Djl Tnh 3A Jl Induk Pengilian, 7Are Buduk.Hub:082147454248 B.BP.001.01.19.0000087 SINGARAJA
Djl Tnh L.5000M2 lok.lingk.Br. Segati Ds.Depehe Kec. Kubutambahan Sertifikat Hak Milik Hub. 081936662830 I Gede Sukraca B.BP.004.01.19.0000108
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.12.18.0000878
PENGUMUMAN Panggilan Kedua:1.Herry Robert /Nathanael.Jl.Moh.Yamin 7 Renon Dps. 2,Tien Yuliani, Jl.Setiaki 32 Dps.Sdh dicari ke alamat tdk dikenal. Mhn kedatangannya utk Mnylsaikan Cek&Giro yg tdk ada dananya / Kosong.Dlm Wkt 14 hr Tdk Mnylsaikn akn Sy Serhkn pd Penegak Hukum Polisi/Kejaksaan Harap Maklum.Dari V.Haryanto. B.BP.031.01.19.0000110
KEHILANGAN Hlg BPKB No.1095857610 DK 8056 SA An.I Nyoman Nipa ST B.BP.001.01.19.0000086
Hlg BPKB no M01516577-0 a/n Wati DK 7913 OU/081936343814 B.BP.154.01.19.0000096
DIJUAL RUMAH
BANGLI
14
Jumat Wage, 4 Januari 2019
Jelang Kuningan, Harga Janur Meroket Bangli (Bali Post) – Menjelang hari raya Kuningan, berbagai kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga. Salah satunya cabai merah. Selain bumbu dapur, harga janur yang banyak dipakai umat Hindu untuk perlengkapan upacara juga mengalami kenaikan sangat signifikan. Berdasarkan hasil pantauan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan yakni daging ayam ras dari Rp 42 ribu naik menjadi Rp 43 ribu per kilogram. Untuk bumbu dapur, yang mengalami kenaikan yakni cabai rawit merah dari Rp 45 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram dan cabai rawit hijau mengalami kenaikan Rp 15 ribu dari Rp 20 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Selain itu, harga sayur sawi putih mengalami kenaikan dari Rp 6 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilogram. Di sisi lain, beberapa harga bumbu dapur mengalami penurunan. Seperti bawang merah Songan kw, turun Rp 3 ribu
dari harga Rp 26 ribu menjadi Rp 23 ribu per kilogram. Sayur buncis mengalami penurunan harga dari Rp 7 ribu menjadi Rp 6 ribu per kilogram. Harga perlengkapan upacara seperti janur juga mengalami kenaikan harga menjelang Kuningan ini. Salah seorang pedagang janur di Pasar Kidul, Nengah Kerti, mengungkapkan permintaan janur jelang hari raya melonjak hingga 200-300 ikat per hari. Karena tingginya permintaan, pasokan janur banyak didatangkan dari Pulau Jawa. Meski kualitasnya di bawah janur lokal, janur dari Jawa lebih banyak diburu konsumen karena harganya lebih murah. Janur dari luar Bali rata-rata dijual pedagang dengan harga Rp 28 ribu per ikat, naik dari sebelumnya yang hanya Rp 20 ribu per ikat. Sementara janur lokal naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu per ikat. ‘’Yang lokal lebih bagus, tapi karena pasokan terbatas dan hujan, harganya jadi lebih mahal. Kalau hujan, sulit mencarinya,’’ kata Kerti. (kmb40)
Seluruh SMP akan Laksanakan UNBK
berhati-hati saat melintas di jalur itu,’’ katanya. Sebagaimana diketahui, wilayah Kabupaten Bangli selama ini rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Bencana itu berpotensi terjadi di hampir semua kecamatan. Berdasarkan pemetaan BPBD Bangli, wilayah yang rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang adalah Kintamani, Susut, Tembuku dan sebagian wilayah Bangli. Kepala BPBD Bangli Wayan Karmawan belum lama ini mengungkapkan, curah hujan yang mulai meningkat sejak November lalu, telah menyebabkan terjadinya bencana longsor dan pohon tumbang di
beberapa titik. Sebagian besar bencana longsor dan pohon tumbang beberapa waktu lalu terjadi di wilayah Kecamatan Susut. Terkait kejadian bencana itu, Karmawan mengaku kembali memberikan imbauan kepada masyarakat. Pihaknya minta masyarakat terutama yang berada di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. ‘’Warga yang rumah atau pondokannya berada di lereng-lereng tebing agar saat hujan mengamankan diri ke tempat yang aman untuk menghindari terjadinya halhal yang tidak diinginkan,’’ ungkapnya saat diwawancarai di kantornya, baru-baru ini. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dijadwalkan berlangsung secara serentak pada April mendatang. Di Kabupaten Bangli, UN akan diikuti seluruh SMP yang ada dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Meski baru akan diadakan beberapa bulan lagi, sejauh ini berbagai persiapan sudah dilaksanakan. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Kamis (3/1) kemarin, mengatakan SMP di Bangli yang akan mengikuti UNBK sebanyak 29 sekolah. Sama seperti jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun lalu. ‘’Tahun lalu seratus persen sekolah ikut UNBK,’’ ujarnya. Menjelang UNBK, beberapa persiapan sudah dilaksanakan. Di antaranya pelatihan proctor, simulasi tahap I serta sarana-prasarana. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UNBK, Pemkab Bangli sudah berupaya memberikan bantuan komputer ke sekolah-sekolah. Tahun 2018 lalu, untuk pengadaan bantuan komputer dianggarkan dana Rp 1 miliar. Demikian juga tahun 2019 ini sudah dianggarkan kurang lebih
Bangli (Bali Post) Belum semua desa di Kabupaten Bangli membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dari total 68 desa yang ada, baru 50 desa yang telah memiliki BUMDes. Hal itu diakui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra, Kamis (3/1) kemarin. Menurut Riana, saat ini 18 desa di Bangli yang belum membentuk BUMDes. Desadesa tersebut kebanyakan berada di Kecamatan Susut dan Kintamani. Pihaknya selama ini sudah terus mendorong ke-18 desa ini untuk segera membentuk BUMDes guna mengembangkan usaha
ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki. ‘’Kenapa 18 desa belum bentuk BUMDes, karena masingmasing desa punya perencanaan matang yang tertuang di RPJMDes. Tahun pertama akan melaksanakan apa, tahun kedua apa, dalam kepemimpinan perbekelnya. Desa sudah punya tahapan. Mungkin perencanaan pembentukan BUMDes-nya sekarang belum, tapi saya yakin nanti semua desa akan membentuk BUMDes,’’ terangnya. Tahun 2019 ini pihaknya menargetkan delapan desa membetuk BUMDes. Hingga akhir masa kepemimpinan Bupati Made Gianyar pada
2021 mendatang diharapkan seluruh desa di Bangli sudah memiliki BUMDes. Dijelaskannya, dari seluruh BUMDes yang ada, sebagian besar unit usahanya bergerak pada simpan-pinjam. Namun, tak sedikit juga BUMDes yang sudah berhasil mengembangkan jenis usaha lainnya hingga memiliki lebih dari tiga unit usaha. Dia mencontohkan beberapa BUMDes yang sukses mengelola unit usaha di selain simpan-pinjam yakni BUMDes Desa Tembuku. Selama ini BUMDes Desa Tembuku telah mengembangkan usaha pariwisata dengan mengelola air terjun Tukad Cepung. Dalam pengelolaannya bekerja sama dengan pihak desa adat.
Bali Post/ist
BERSIHKAN - Petugas bersama warga membersihkan material longsor di wilayah Desa Buahan, Kintamani, Kamis (3/1) kemarin.
Hujan Deras, Tebing Bukit Abang Kembali Longsor Bangli (Bali Post) –
Tebing Bukit Abang yang ada di wilayah Desa Buahan, Kintamani, kembali longsor. Tidak ada korban saat peristiwa itu terjadi. Longsor hanya mengakibatkan akses jalan satu-satunya menuju Desa Abang Batudinding dan Terunyan tertimbun banyak material pasir dan bebatuan, sehingga harus disingkirkan dengan alat berat. Berdasarkan informasi Kamis (3/1) kemarin, longsor diketahui terjadi pada Rabu (2/1) sore. Longsor dipicu akibat guyuran hujan deras yang berlangsung sejak siang hari. Perbekel Desa Abang Batudinding Made Diksa saat dikonfirmasi mengatakan, longsor disebabkan oleh kondisi tebing tanah yang labil. Sebelumnya, tebing setinggi ratusan meter tersebut sudah beberapa kali mengalami longsor. Meski material long-
sor sampai menutup badan jalan, jalur itu masih bisa dilalui kendaraan, namun harus hati-hati. ‘’Jalan sudah dibersihkan dan bisa dilalui kendaraan dengan normal,’’ ujarnya. Terpisah, Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, pada Kamis pagi material longsor yang sempat menutup sebagian badan jalan dibersihkan dengan alat berat milik Dinas PU oleh petugas Bhabinkamtimbas, Babinsa bersama
warga. ‘’Saat ini batu yang menghalangi jalan sudah dapat dibersihkan dengan alat berat. Jalur sudah kembali lancar,’’ jelasnya. Mengingat jalur tersebut rawan longsor, Sulhadi kembali mengimbau warga sekitar agar berhati-hati saat melintas di lokasi. Menurutnya, dilihat dari kondisinya, tebing Bukit Abang masih berpotensi mengalami longsor susulan. ‘’Di dekat lokasi sudah dipasangi papan imbauan. Kami imbau warga untuk selalu
Bali Post/kmb40
GENDONG - Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo menggendong anggotanya yang sudah purnatugas.
Kapolres Gendong Anggota yang Purnatugas
Bangli (Bali Post) – Polres Bangli mempunyai cara unik dalam melepas anggotanya yang memasuki masa purnatugas. Seperti yang dilaksanakan di halaman Mapolres Bangli, Kamis (3/1) kemarin, Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo dan sejumlah pejabat utama Polres Bangli lainnya melepas para anggotanya yang sudah purnatugas dengan menggendongnya. Pemandangan menarik itu berlangsung setelah pelaksanaan upacara Korps Raport 51 anggota yang diberikan kenaikan pangkat dan pelepasan 17 anggota yang purnatugas pada pagi hari. Upacara Korps Raport dan Pelepasan anggota purnatugas tersebut dihadiri para pejabat utama, para perwira, anggota dan Bhayangkari Cabang Bangli.
Dari 51 anggota yang diberikan kenaikan pangkat, satu mendapat kenaikan pangkat dari AKP ke Kompol, 12 anggota lainnya naik pangkat dari Ipda ke Iptu, 12 anggota dari Bripka ke Aipda, 9 anggota naik pangkat dari Brigadir ke Bripka, satu anggota dari Briptu ke Brigadir dan 17 anggota naik pangkat dari Bripda ke Briptu. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengatakan, kenaikan pangkat yang diberikan merupakan anugerah yang harus diimbangi dengan peningkatan sikap dan perilaku sesuai pangkat yang disandang. ‘’Saya mengucapkan selamat bagi anggota yang diberikan kenaikan pangkat. Dengan pangkat setingkat lebih tinggi, saya berharap diimbangi dengan pelaksanaan tugas yang lebih
maksimal,’’ ujarnya. Dalam kesempatan itu Kapolres juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota yang telah purnatugas. Agus Tri Waluyo meminta anggota yang sudah purnatugas untuk tetap menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga. ‘’Tetap jalin silaturahmi dengan Polres Bangli,’’ katanya. Ditambahkannya, aksi menggendong anggota yang purnatugas merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada anggota. ‘’Apa yang kami lakukan adalah bentuk penghargaan kepada anggota yang pensiun atas dedikasinya selama bertugas di Polres Bangli,’’ jelasnya. Sebagai kenang-kenangan, Kapolres memberikan bingkisan kepada anggota yang telah pensiun. (kmb40)
Rp 1 miliar. Untuk menyiasati sekolah yang kebutuhan komputernya belum terpenuhi, pihaknya akan menggunakan strategi seperti tahun lalu yakni bekerja sama dengan sekolah lainnya. ‘’Kebetulan SMA/SMK pelaksanaan UN-nya tidak bersamaan dengan SMP. Jadi, fasilitas komputer yang dimiliki akan kami manfaatkan bersama,’’ terangnya. Antisipasi akan adanya kendala teknis saat berlangsungnya UNBK dalam hal ini soal listrik juga sudah dipersiapkan. Selain menyiapkan genset, pihaknya sudah mengomunikasikannya dengan PLN. ‘’Kalau pengalaman tahun lalu listrik tidak masalah. Yang sedikit masalah soal jaringan internet karena topografi wilayah kita seperti ini. Tapi masalah itu sudah kami koordinasikan dengan pusat saat rakor, supaya tidak seperti itu lagi,’’ kata Suteja. Ditambahkannya, secara umum tidak ada yang berbeda antara pelaksanaan UNBK yang akan datang dan tahun lalu. Sistemnya tetap sama. Pihaknya berharap pelaksanaan UNBK April mendatang dapat berjalan sukses dan lancar. (kmb40)
BUMDes lainnya yang juga berhasil mengelola usaha di luar simpan-pinjam adalah BUMDes Desa Catur, Kintamani. BUMDes ini kini mengembangkan usahanya di bidang jasa penyewaan tenda, bahkan sukses menguasai pasar di wilayah Kintamani Barat. ‘’Sekarang BUMDes di Desa Awan juga mengembangkan usaha pam desa,’’ ujarnya. Agar keberadaan BUMDes yang ada terus berkembang, pihaknya selama ini rutin melaksanakan pembinaan, terutama terhadap BUMDes yang baru terbentuk. BUMDes didorong mengembangkan unit usaha lainnya sesuai potensi desa yang dimiliki. (kmb40)
Tahun Ini, Delapan Desa Ditarget Bentuk BUMDes
15
Jumat Wage, 4 Januari 2019
Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau
Warga Diminta Waspada Bencana Bandarlampung (Bali Post) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi potensi bencana terkait tsunami, baik di Banten maupun Lampung, akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Pernyataan tersebut terkait dengan ditemukan retakan baru pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, dan terkait terjadinya potensi tsunami, dalam rilis diterima di Bandarlampung, Selasa (1/1). Namun, BMKG meminta masyarakat untuk waspada saat berada di zona 500 meter di sekitar pantai kawasan pesisir Selat Sunda. BMKG mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi potensi bencana terkait tsunami, baik di Banten dan juga Lampung, akibat aktivitas gempa tektonik maupun vulkanik.
BMKG menegaskan agar jangan sampai penurunan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan hilang tubuh Gunung Anak Krakatau menyebabkan masyarakat menjadi lengah, mengingat potensinya tetap ada. BMKG dapat mendeteksi kenaikan gelombang lebih awal dengan memasang Sensor Water Level di Pulau Sebesi, Selat
Sunda (Lampung Selatan) dan PLTU Labuan (Banten). Untuk itu, BMKG minta masyarakat terus memonitor perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami, melalui website, aplikasi mobile dan media sosial InfoBMKG, serta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA
INDONESIA Badan GeologiESDM, agar tidak terpancing dengan informasi/isu yang menyesatkan. BMKG beserta Badan Geologi dengan dukungan TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman masih tetap terus memantau, dan akan terus menyampaikan informasi perkembangannya. (ant)
Lebih Prioritas Di tahun 2019 ini, Pemprov Bali lebih memprioritaskan Karangasem, Bule-
leng, Jembrana, dan Bangli. Namun di tahun 2020 akan dibuat skema untuk Bali, sehingga ada sharing juga di Denpasar dan Badung. ‘’Kemarin karena waktunya
mepet perhitungan teknisnya dan juga kemampuan fiskalnya, ya… Denpasar sama Badung kita anggap fiskalnya memadai. Sebenarnya gubernur tidak boleh
begitu, harus memberikan pelayanan semuanya. Tapi maaf, tahun ini tidak bisa, 2020 bisa. Nanti gantinya pakai yang lain,’’ jelasnya. (kmb32)
Tidak Sulit
‘’Kami bisa menunjukkan di mana masing–masing desa itu, dengan demikian tidak terlalu sulit mencari program untuk mengatasinya,’’ tandasnya. Pengkategorian desa itu didasarkan pada Indeks
Pembangunan Desa (IPD) yang disusun dari lima dimensi yang terdiri dari 42 indikator. Secara umum, semua dimensi penyusun IPD pada 2018 di Bali tercatat mengalami kenaikan. Dimensi dengan kenaikan tertinggi adalah kondisi infrastruktur dengan kenaikan sebesar 8,54 poin.
Sementara dimensi pelayanan dasar tercatat mengalami penurunan sebesar 1,67 poin. Dimensi transportasi mengalami peningkatan sebesar 2,55 poin, pelayanan umum meningkat 4,34 poin, pemerintahan desa meningkat 5,43 poin. BPS juga mengumpulkan informasi terkait potensi
wisata di desa/kelurahan. Pendataan Podes 2018 mencatat bahwa ada 110 desa wisata dan 162 desa dengan objek wisata di Provinsi Bali. ‘’Pengembangan wisata di desa/kelurahan dapat menjadi sumber perekonomian baru dengan tetap memegang teguh warisan budaya,’’ ujarnya. (kmb42)
Cepat Bertindak Sementara itu, Wakil sekjen Partai Demokrat Andi Arief menegaskan cuitannya di twitter, yang meminta pihak terkait mengecek informasi adanya tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos di Tanjung Priok, merupakan upaya mengingatkan aparat terkait agar cepat bertindak. ‘’Kalau saya mengingatkan aparat supaya
cepat bertindak malah dipolisikan, lucu bener negeri ini,’’ tulis Andi, Kamis kemarin. Dia mengatakan bahwa KPU telah menerima informasi serupa sejak Rabu (2/1) sore namun baru tergerak mengecek setelah dirinya mencuitkan informasi itu d i t w i t t er . I a m e ng a kui meneruskan informasi penemuan tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos melalui twitter. Namun, dia
mengatakan cuitannya itu terhapus. ‘’Tuit saya terhapus, saya memang mentuit,’’ tulisnya. Sebelumnya, informasi penemuan tujuh kontainer surat suara disebut-sebut beredar di grup WhatsApp. Andi Arief yang juga mendapat info itu kemudian mencuitkan informasi tersebut melalui akun twitter-nya. ‘’Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang
telah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar,’’ tulis Andi, Rabu (2/1) malam. Cuitan itu sempat diberitakan sejumlah media daring (online) sebelum menghilang dari akun twitter Andi Arief. Tidak lama setelahnya jajaran komisioner KPU RI bergegas ke Tanjung Priok untuk memastikan informasi tersebut yang ternyata merupakan hoax. (ant)
Tergantung Pemimpin Kata dia, pembangunan fasilitas rawat inap khususnya puskesmas perlu memikirkan ketersediaan SDM dan saranaprasarana. ‘’Puskesmas rawat inap itu tergantung kabupaten, kepala daerah. Kita di provinsi buat standar,’’ ungkapnya. Dengan puskesmas rawat inap maka secara otomatis diperlukan tambahan SDM. Puskesmas nonrawat inap yang rata-rata memilki dua dokter tak akan cukup melayani puskesmas rawat inap. Minimal empat dokter untuk melayani di puskesmas rawat inap. Namun idealnya 5 - 6 dokter umum di puskesmas rawat inap, karena operasionalnya 24 jam. Selain dokter juga diperlukan tambahan perawat, bidan, tenaga laundry, gizi makanan dan
sarana-prasarana, gedung yang representatif baik ruang rawat inap maupun poliklinik. Puskesmas yang menjadi prioritas penguatan ke depan adalah Buleleng, Abang Karangasem. ‘’Kalau di Nusa Penida sudah ada puskesmas rawat inapnya di Nusa Lembongan dan Nusa Gede. Kalau di Bangli, kemungkinan di Bangli Utara, dan Badung di Petang,’’ bebernya. Roadmap pengembangan puskesmas yaitu rencana peningkatan status puskesmas dari puskesmas nonrawat inap menjadi puskesmas rawat inap. Tahun 2020 pembangunan 9 puskesmas rawat inap. Sementara 2021 dibangun lima puskesmas rawat inap. Tahun 2020 yang akan dibangun puskesmas rawat inap yaitu Karangasem di Abang I, Tabanan (Ker-
ambitan I, Kediri I, Marga I), Buleleng (Sukasada II, Sawan II Kubutambahan II), dan Buleleng III. Sementara tahun 2021 puskesmas yang akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap adalah Klungkung II, Buleleng Seririt II, Gianyar Blahbatuh I, Sukawati II, dan Gianyar II. Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Dinas Kesehatan Tabanan I Wayan Triana, Kamis kemarin, mengatakan saat ini puskesmas rawat inap sudah ada di lima kecamatan yaitu Kecamatan Tabanan, Selemadeg, Pupuan, Baturiti dan Kecamatan Penebel. ‘’Tahun ini menyusul diresmikan Puskesmas Selemadeg Barat di Kecamatan Selbar,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Ny-
oman Suratmika mengatakan untuk Puskesmas Selemadeg Barat yang mana akan siap menjadi puskesmas rawat inap di tahun 2019 ini masih kekurangan SDM. ‘’Gedung serta sarana-prasarana sudah siap. Hanya dokter yang belum cukup dan masih kekurangan,’’ ujarnya. Idealnya, puskesmas rawat inap memiliki 5-6 dokter. Sementara di Puskesmas rawat inap Selemadeg Barat saat ini hanya memiliki tiga orang dokter. Karenanya Pemkab Tabanan melalui Dinas Kesehatan Tabanan membuka lowongan tenaga dokter kontrak yang akan ditempatkan di Puskesmas rawat inap Selemadeg Barat. Menurut Suratmika, dana untuk penggajian dokter kontrak ini sudah tersedia dan pihaknya sedang menunggu lamaran yang masuk. (kmb24)
Warung Global
Harus Ada Solusi Pengganti Kantong Plastik SEBAGAI daerah tujuan wisata, Provinsi Bali memiliki tanggung jawab besar dalam penanggulangan sampah plastik. Pemerintah tingkat I telah mengeluarkan regulasi yang mengatur soal penggunaan plastik. Pemkot Denpasar juga telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 30 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar yang secara resmi telah berlaku sejak 1 Januari 2019. Namun dalam sidak tim Pemkot Denpasar menemukan ada sejumlah toko modern yang menggunakan kantong plastik. Untuk itu peraturan yang baik ini sepatutnya didukung oleh semua pihak karena mengurangi sampah plastik bertujuan sangat baik bagi lingkungan, alam dan kesehatan manusia. Demikian terungkap dalam dialog interaktif Warung Global di Radio Global 96,5 FM, Kamis (3/1) kemarin. Wayan Beratayasa di Sangeh menyampaikan, sebuah peraturan akan dapat berjalan baik jika mendapat dukungan alias dijalankan dengan baik pula. Mulai dari diri sendiri sebaiknya memuali dengan mengurangi penggunaan plastik, jika pergi berbelanja, harus bawa tas dari rumah. Selain itu pentingnya edukasi dan sosialisasi ke masyarakat terkait peraturan ini. Jika terjadi pelanggaran, sanksi juga dijalankan. Ia berharap aturan
ini berjalan dengan baik. Mubazir, kata Arya yang warga Denpasar. Ia menyatakan bahwa peraturan soal penggunaan plastik ini percuma saja, akan tidak berjalan, sulit diterapkan. Mestinya solusi yang diberikan, misalnya apa bahan pengganti plastik. Mestinya dibuat plastik yang ramah lingkungan. Jika tak disertai dengan solusi, peraturan akan sulit dijalankan. Werdha di Gianyar juga sepakat dengan opini Arya.
Jika tak boleh pakai bahan dasar plastik, lalu apa bahan penggantinya? Ini yang harus dicari. Misalnya dibuat plastik ramah lingkungan atau menyikapi sampah plastik, dibuat pabrik pengolahan plastik agar bisa didaur ulang. Jika tak ada sanksi tegas dan solusi, maka aturan akan sangat sulit berjalan. Ia juga melihat tujuan dari peraturan ini sangat bagus, namun yang belum bagus adalah tahap pelaksanaannya. (sikha)
Kupang (Bali Post) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo dengan kekuatan 5,0 skala Richter (SR) menguncang barat daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut terjadi pada pukul 11.49.15 WIB dengan episentrum terletak pada 11.48 Lintang Selatan dan 118.23 Bujur Timur, pada 238 km barat daya Sumba Barat Daya dengan kedalaman 10 km. Pada pukul 16.57.16 WIB, BMKG juga mencatat ter-
jadi gempa susulan dengan magnitudo 4.0 SR. Gempa tersebut berlokasi pada 11.09 Lintang Selatan dan 118.17 Bujur Timur, terjadi pada 203 km barat daya Sumba Barat Daya pada kedalaman 10 km. Dengan adanya dua gempa terakhir ini, maka sejak Rabu (2/1) pagi, BMKG telah mencatat enam kali gempa terjadi di wilayah itu. Gempa magnitudo pertama berkekuatan 3.0 SR, terjadi pada 06:14:39 Wita. Gempa tersebut berlokasi pada 9.65 Lintang Selatan, 118.02 Bujur Timur pada 124 km barat daya
Sumba Barat Daya di kedalaman 10 km. Gempa kedua dengan magnitudo 3.0 skala Richter, terjadi pada pukul 07:02:41 WIB, dengan lokasi 9.98 LS, 119.31 BT, 37 km barat daya Sumba Barat Daya pada kedalaman 43 km. Gempa ketiga dengan magnitudo 3.3 SR, terjadi pada pukul 11:39:57 WIB. Lokasi gempa 10.63 Lintang Selatan, 118.39 Bujur Timur, pada 147 km barat daya Sumba Barat Daya, kedalaman 13 km. Gempa keempat dengan magnitudo 3.3 SR, terjadi pada pukul 13:48:02 WIB. (ant)
Gempa Guncang NTT
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Wage, 4 Januari 2019
profil
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Solskjaer Samai Prestasi Busby Newcsatle – Pelatih sementara Ole Gunnar Solskjaer membawa Manchester United (MU) memetik empat kemenangan beruntun di Liga Utama Inggris setelah mengalahkan tuan rumah Newcastle United 2-0 di St James’s Park, Kamis (3/1) dini hari kemarin. Hasil ini makin mendekatkan posisi MU dengan peringkat keempat Chelsea yang ditahan 0-0 oleh Southampton di kandang sendiri.
I Gede Putu Krisna Atmaja Karang
Sulit Rebut Emas di PON
MEREBUT medali emas di ajang PON sangat sulit. Penyebabnya, wasit dan juri asal Bali yang bertugas memimpin pertandingan di PON sangat minim. Ini pengalaman mantan karateka Bali I Gede Putu Krisna Atmaja Karang. Menurutnya, wasit dan juri yang dominam berasal dari DKI, Sulsel dan Jatim membuat karateka ketiga provinsi inilah yang sering keluar sebagai juara di ajang nasional. Terlebih lagi dirinya sering masuk grup neraka bersama atlet Jatim dan Sulsel terutama saat Pra-PON. ‘‘Saya akui untuk mendulang emas di PON sangat susah,’’ tutur Krisna Karang yang meraih perak kumite kelas -76 kg pada PON XIV/1996 di Jakarta. Prestasi lainnya, juara Kejurnas Mahasiswa 1993 di Yogyakarta, merebut 3 emas pada Piala Pangdam (kumite perorangan, kelas bebas dan beregu), menyabet perak jujitsu dan dinobatkan sebagai best of the best pada 1995. Krisna tampil terakhir pada Porprov Bali 2007 di Karangasem pada usia 35 dan menjadi pelatih sejak 2003 di Dojo Graha Sewaka Dharma. Ia berpesan kepada anak-anak muda yang berlatih karate supaya mencari kesehatan tubuh, menambah pergaulan dan teman dan meningkatkan kepercayaan diri, bukan semata-mata mengejar prestasi. ‘’Kecenderungan karateka sekarang adalah ingin mengejar prestasi menjelang kejuaraan,’’ jelas alumnus S-1 Akuntansi Undiknas dan S-2 Ekonomi Pembangunan UGM ini. Pria kelahiran Karangasem, 25 Desember 1972 ini menekuni karate sejak duduk di bangku kelas II SMPN 9 Denpasar dan berlatih di Dojo Nusa Indah. Bakat olahragawan mengalir dari orangtuanya. Sang ibu Ni Made Budiani adalah atlet bola voli tim PON Bali pada PON V di Surabaya, sedangkan ayahnya Komang Suryasa (alm) menekuni judo dan silat Perisai Diri. ‘’Ayah yang mengajak saya belajar karate,’’ kenang suami Ni Komang Mariani ini. Pemegang DAN III karate ini kini menjabat Ketua Umum Pengkot Kushn Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) Denpasar dan Sekum FORKI Denpasar. Saat menjadi pengurus Binpres FORKI Bali, ia mengantarkan tim karateka Bali menempati peringkat III nasional pada Piala Mendagri 2013 di Bali dengan mendulang 4 emas. Yang paling menyakitkan, Krisna Karang gagal total membawa tim karate Denpasar pada Porprov Bali IX/2099 di Badung. Denpasar hanya kebagian 1 perak gara-gara sejumlah karateka eksodus ke beberapa kabupaten. Karyawan Kominfo dan Statistika Pemkot Denpasar ini berangsur-angsur berhasil membenahi prestasi asuhannya. Pada Porpov Bali X/2011 di Jembrana merebut 4 emas, Porprov Bali XI/2013 di Denpasar menyabet 6 emas, menjadi juara umum dengan mendulang 5 emas pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng dan meraih 4 emas pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. ‘’Denpasar sudah punya kerangka tim untuk Porprov Bali XIV di Tabanan, September nanti,’’ terangnya. (nel)
MU masih bercokol di urutan keenam klasemen dengan 38 poin, namun tinggal terpaut 3 poin di belakang Arsenal dan 6 angka di belakang Chelsea. Romelu Lukaku memecah kebuntuan MU hanya 38 detik setelah turun di pertengahan babak kedua. Marcus Rashford memastikan gol kedua pada menit ke-80. ‘’Akhirnya kami menyimpan kertas bersih. Performa sangat profesional. Kami memegang kendali, terus berusaha keras dan mendapatkan gol,’’ kata Solskjaer kepada Sky Sports. S o l s k jaer adalah manajer kedua dalam sejarah MU yang m e menangk a n e m p a t pertanding a n liga pertamanya untuk klub, setelah Matt Busby pada 1946. ‘’Itu akan ada di buku tetapi tidak ada yang saya pikirkan. Saya hanya memikirkan pertandingan berikutnya. Jika Anda menang empat kali, Anda bisa memenangkan empat lainnya dengan klub ini. Itulah tantangannya, itulah standar yang biasa kami gunakan,’’ ungkapnya. Ia perlu satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor lima kemenangan Busby pada musim pertamanya menangani MU tahun 1946-47. Satu-satunya kekhawatiran Solskjaer adalah cedera yang diderita Paul Pogba yang dilanggar oleh pemain pengganti Newcastle Jonjo Shelvey, namun tidak dihukum oleh wasit Andre Marriner. Ia juga cemas di babak pertama akibat pertahanan buruk MU meskipun akhirnya mencetak clean sheet ketiga musim ini dan yang pertama di bawah manajer sementara.
Dalam laga lainnya, Chelsea yang mendominasi penguasaan bola gagal mencetak gol untuk ketiga kalinya dalam lima pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge setelah ditahan Southampton 0-0. Hasil yang
mengecewakan pelatih Maurizio Sarri ini menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang perlunya Chelsea akan striker baru di bursa transfer Januari. Olivier Giroud absen setelah mengalami cedera pergelangan kaki dalam kemenangan di Crystal Palace. Sarri memilih Alvaro Morata sebagai ujung tombak. Tetapi sekali lagi mantan bintang Real Madrid ini benar-benar kehilangan sentuhan dan kepercayaan diri. ‘’Jika Anda dapat mencetak gol pertama, Anda dapat menemukan ruang sehingga lebih mudah. Kami harus menyelesaikan masalah di 20 meter terakhir. Dalam pertandingan terakhir, kami berada dalam kontrol penuh tetapi tidak mencetak gol,’’ ungkap Sarri yang frustrasi. Chelsea sebelumnya telah menyetujui persyaratan dengan Borussia Dortmund untuk mendatangkan pemain sayap AS Christian Pulisic menjelang musim 2019/20. Pada pertandingan di Bournemouth, tim tuan rumah berbagi skor 3-3 dengan Watford, Huddersfield kalah 1-2 dari tamunya Burnley dan Crystal Palace
KEDUA – Marcus Rashford mencetak gol kedua Manchester United ke gawang Newcastle dalam pertandingan Liga Utama Inggris, Kamis (3/1) kemarin.
TSC Klungkung Sabet 13 Emas
Bali Post/ist
Bali Post/afp
George Pimpin Thunder Atasi Lakers Los Angeles Paul George mencetak 37 memimpin Oklahoma City meraih kemenangan 107-100 les Lakers yang tampil bintang LeBron lanjutan
poin dan T h u n d e r atas Los Angetanpa sang James dalam pertandingan kompetisi NBA di Staples Center, Kamis (3/1) kemarin. George adalah salah satu dari enam pemain Thunder yang membuat angka brook menambah 14 poin,
ganda. Russell West16 rebound dan 10 assist, Steven Adams memiliki 14 poin dan starter Jerami Grant menyumbang 13 poin. Kentavious Caldwell-Pope menghasilkan 25 poin untuk Lakers dari bangku cadangan, sedangkan Brandon Ingram mempersembahkan 17 poin. Kemenangan itu meningkatkan rekor menang-kalah Thunder menjadi 24-13 untuk tetap berada di peringkat ketiga klasemen Wilayah Barat, sedangkan Lakers di tempat kedelapan dengan rekor 21-17. Di Phoenix, pemain Kamerun Joel Embiid memimpin Philadelphia 76ers dengan perolehan 42 poin untuk mengatasi tuan rumah Suns 132-127. Embiid membuat 30 poin di babak pertama serta menyumbang 18 rebound dan 2 assist. Ben Simmons membantu dengan 29 poin dan J.J. Redick mencetak 27 poin. Devin Booker memimpin Suns dengan 37 poin. Anthony Davis mempersembahkan 34 poin dan 26 rebound tetapi tidak mampu mencegah New Orleans Pelican terhindar dari kekalahan 121-126 oleh Brooklyn Nets. ‘’Tidak masalah soal angka. Saya hanya khawatir tentang kemenangan. Kami tidak mendapatkannya malam ini. Kami harus melakukan pekerjaan yang lebih baik di lini pertahanan,’’ kata Davis. Sementara itu, Gordon Hayward mencetak 35-poin dari bangku cadangan untuk memberi Boston Celtics kemenangan 115-102 atas Minnesota Timberwolves di TD Garden. Hayward yang kembali setelah kehilangan sebagian besar laga pada 2017-2018 setelah mengalami cedera kaki yang mengerikan, menyiksa Timberwolves dengan tampilan menembak yang luar biasa pada kuarter kedua. Terry Rozier memberi kontribusi 16 poin, Al Horford 15 dan Marcus Morris 12 untuk Celtics. (afp/kmb)
Percaya Diri, Osaka Menang Indonesia Open
Ni Putu Pande Lisa Primasari
menundukkan Wolves 2-0. (afp/kmb)
Paul George
Semarapura (Bali Post) Klub Takahidde Swimming Centre (TSC) Klungkung yang menurunkan tujuh perenang berhasil menyabet 13 medali emas, 9 perak dan 2 perunggu pada Indonesia Open Aquatic Championship 2018 di Kolam Renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Desember tahun lalu. Lima emas dipersembahkan Ni Putu Pande Lisa Primasari (KU-4) dari nomor gaya dada 50 meter dan 100 meter, gaya bebas 400 meter, kupu-kupu 100 meter dan gaya ganti 200 meter. Lisa juga meraih empat perak di nomor gaya bebas 100 meter dan 200 meter serta punggung 50 meter dan 100 meter. I Made Ananda Raditya (KU-2) mendulang dua emas di nomor gaya bebas 100 meter dan 200 meter, ditambah 1 perak dari gaya bebas 400 meter dan perunggu dari gaya punggung 100 meter. Luh Putu Satya Mariantini Bandem (KU-2) menyabet 2 emas di nomor gaya punggung 100 meter dan 200 meter, 2 perak di punggung 50 meter dan gaya ganti 200 meter. Luh Made Budiartini Bandem (KU-4) merebut 4 emas di nomor gaya bebas 50 meter, 100 meter, 200 meter, serta kupu-kupu 50 meter, ditambah 2 perak dari gaya bebas 400 meter dan kupu-kupu 100 meter dan 1 perunggu di gaya ganti 200 meter. Ketua Umum TSC Putu Sudana, Kamis (3/1) kemarin menjelaskan, klubnya menduduki peringkat ke-11, mengingat kejuaraan ini menggunakan sistem poin. Klub yang menerjunkan banyak atlet berpeluang menyodok, sebab peringkat I sampai XVI mendapat nilai. Perenang TSC selanjutnya bersiap menghadapi kejurnas pada April mendatang. ‘’Lokasi kejurnas belum diputuskan, masih menunggu hasil Rakernas PRSI,’’ katanya. Lisa dipastikan absen di kejurnas karena mengikuti ujian. Ia saat ini duduk di bangku kelas VI SD Home Scholing Primagama Denpasar. Kendati demikian, masih banyak kejuaraan yang bisa diikutinya seperti Kejurnas Siswa dan Perguruan Tinggi di Yogyakarta (2-3 Februari), Petrokimia Gresik (awal Maret), Singapore National Age Group (15-17 Maret) dan Festival Aquatic Indonesia (21-28 April). (022)
Brisbane – Bintang tenis Jepang Naomi Osaka bangkit dari kehilangan set pertama untuk menyingkirkan Anastasija Sevastova (Latvia) pada babak perempatfinal turnamen Brisbane International, Kamis (3/1) kemarin. Petenis nomor lima dunia ini menang 3-6, 6-0, 6-4 guna mencapai semifinal. Osaka mengatakan kemenangannya di AS Terbuka pada September tahun lalu telah memberinya kepercayaan diri untuk memenangkan pertandingan yang ketat. ‘’Saya benar-benar percaya diri. Pelatihan di luar musim yang saya lakukan benar-benar membuahkan hasil. Saya tidak yakin
apakah akan memiliki perasaan yang sama enam bulan lalu saat belum memenangkan AS Terbuka,’’ katanya usai pertandingan. Osaka akan bertanding melawan Lesia Tsurenko atau Anett Kontaveit di semifinal. Kekalahan mengejutkan juara bertahan Elina Svitolina pada Rabu lalu membuat Osaka sekarang menjadi favorit kuat untuk meraih gelar tunggal putri. ‘’Tujuan utama saya adalah menunjukkan konsistensi dan saya sangat senang dengan turnamen ini. Saya (membuat) semifinal atau lebih tinggi dalam empat turnamen terakhir, jadi saya pikir itu adalah sesuatu yang akan saya
coba terus lakukan,’’ paparnya. Di bagian putra, Jo-Wilfried Tsonga (Prancis) menyisihkan Taro Daniel (Jepang) dengan skor 7-6 (7/5), 6-3 dan Jeremy Chardy (Prancis) mengatasi petenis Jepang lainnya Yasutaka Uchiyama 6-4, 3-6, 7-6 (7/4). Sementara dalam turna men WTA Auckland Classic, Viktoria Kuzmova mengalahkan Sofia Kenin (AS) 7-5, 5-7, 6-3, Amanda Anisimova (AS) menundukkan Barbora Strycova (Ceko) 6-3, 6-3, Venus Williams (AS) mengatasi Lauren Davis (AS) 6-4, 6-3 dan Bianca Andreescu (Kanada) menyingkirkan Caroline Wozniacki (Denmark) 6-4, 6-4. (afp/kmb)
Naomi Osaka