terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 48 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
kamis umanis, 3 OKTOBER 2019
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
Banyak Jalan Belum Di-‘’hotmix’’
Biaya Pemasangan Baru PDAM ‘’Cekik Leher’’ Rencana Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma (PDAM) Denpasar menambah 2.600 pelanggan sulit terwujud. Mengingat, biaya pemasangan baru bagi calon pelanggan air bersih ini mencekik leher.
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Godel Putih Diteliti Anak sapi berwarna putih mulus di Banjar Kemuning, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Induk sapi tersebut menjadi oyek penelitian. Tim penelitian melakukan pengambilan sampel darah, Rabu (2/10) kemarin.
Dari data Dinas PUPRPKP Tabanan, sampai saat ini luas jalan di Kabupaten Tabanan yang belum dihotmix sepanjang 200,108 kilometer. Terbanyak di Kecamatan Selemadeg Timur. TABANAN | HAL. 7
DENPASAR | HAL. 2
JEMBRANA | HAL. 10
Gubernur Hormati Pergerakan Mahasiswa GUBERNUR Bali Wayan Koster untuk pertama kali bertemu dengan mahasiswa, dosen, dan rektor perguruan tinggi di Bali dalam wadah simakrama di Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/10) kemarin. Koster utamanya menyampaikan tentang arah Bali ke depan, bagaimana semestinya menempatkan Pulau Dewata dalam skala lokal, nasional, dan global. ‘’Secara lokal, kita menghadapi berbagai masalah dan tantangan dalam berbagai bidang. Lebih-lebih kalau kita kaitkan dengan posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia, sangat sensitif,’’ ujar mantan anggota DPR-RI ini. Menurut Koster, pendapa-
FOTO BERSAMA Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama usai pertemuan dengan mahasiswa, dosen, dan rektor perguruan tinggi di Bali dalam wadah simakrama di Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/10) kemarin.
Anggaran DPR Naik Jadi Rp 5,11 Triliun Jakarta (Bali Post) – Anggota dan unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah dilantik. Banyak pihak menyampaikan penilaian kinerja DPR periode 2019-2024 tidak akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pasalnya yang terpilih saat ini banyak yang merupakan anggota petahana. Di tengah pesimisme, anggaran DPR untuk tahun 2020 ternyata dinaikkan dari pagu awal. Total DPR di tahun 2020 mendapatkan anggaran sebesar Rp 5,11 triliun yang akan dimanfaatkan untuk belanja operasional maupun nonoperasional. Berdasarkan hasil laporan Panitia Kerja Belanja Pemerintah Pusat Badan Anggaran DPR yang diterima di Jakarta, Rabu (2/10) kemarin, jumlah tersebut mengalami kenaikan Rp 833 miliar dari pagu awal RAPBN Rp 4,28 triliun. Hal. 15 Belanja Operasional
tan masyarakat 68 persen bergantung dari penyelenggaraan kepariwisataan. Baik yang bersentuhan langsung maupun ikutannya. Kemudian 14 persen lebih dari pertanian, dan sisanya dari sektor sekunder. Dari total 20 juta target wisatawan mancanegara di tingkat nasional, sebanyak 35-40 persen ditarget ke Bali atau sekitar 7-8 juta. Sedangkan kunjungan wisatawan domestik ditarget sekitar 9-10 juta tahun ini. Melihat betapa besarnya ketergantungan Bali terhadap sektor pariwisata, begitu ‘’goyang’’ maka akan langsung berpengaruh ke masyarakat termasuk petani. ‘’Karena pedagang buah, pedagang sayur-sayuran, pedagang daging, beras dan sebagainya langsung bisa drop jualannya kalau wisatawan menurun yang berkunjung ke Bali,’’ jelasnya. Koster menambahkan, Bali sekarang tidak dalam kondisi yang amat baik. Namun sudah dalam kondisi lampu kuning, karena ada hal-hal yang sangat riskan dan sangat berbahaya. Kalau terlambat menata, Bali
akan menghadapi masalah besar. Belum lagi, sebagai bagian dari NKRI, bangsa ini tengah menghadapi masalah terkait ideologi Pancasila. ‘’Jangan sampai ada ruang sedikit pun yang menembus kehidupan kita di Bali, yang membuka ruang munculnya ideologi lain di luar Pancasila. Kita harus kokoh menjaga ideologi Pancasila,’’ tegasnya. Oleh karena itu, Koster mengajak para rektor di perguruan tinggi negeri dan swasta serta mahasiswa untuk bersama-sama menjalankan spirit ini demi Bali dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk keberlanjutan eksistensi tata kehidupan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya Bali. Di sisi lain, Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini mengaku sangat menghormati dinamika pergerakan kemahasiswaan di Bali. Apalagi, ia dulu pernah menjadi mahasiswa bahkan aktivis dan ikut dalam pergerakan saat berkuliah di ITB. Hal. 15 Berterima Kasih
Wamena Segera Dibangun Kembali
Jakarta (Bali Post) – Kerusuhan di Wamena Provinsi Papua mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan materi. Puluhan orang meninggal dunia dan luka-luka. Ratusan rumah dan fasilitas umum rusak akibat dibakar massa yang diidentifikasi bukan warga lokal. Hampir 10 ribu orang juga harus mengungsi dan eksodus keluar dari Wamena. Pemerintah pusat mengatakan akan segera membangun kembali bangunan yang rusak dan mengembalikan kondisi Wamena kondusif. ‘’Hal-hal yang perlu dilakukan perbaikan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meminta izin Presiden melalui Sekretaris Kabinet untuk melakukan itu,’’ kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Sekretariat Kabinet Jakarta, Rabu (2/10) kemarin. Menurut Pramono, pen-
anganan pascakonflik di Wamena akan dilakukan secara tegas dan terukur oleh aparat. Kerusuhan di kawasan itu telah memicu gelombang eksodus warga dari Wamena. Hal. 15 Ingin Mengacaukan
Bali Post/ant
SERING SEPI - Suasana salah satu sidang paripurna DPR periode 2014-2019 yang sepi. Anggaran DPR di tahun 2020 dinaikkan menjadi Rp 5,11 triliun, meski kinerja masih ditanggapi dengan pesimisme oleh sejumlah pihak.
KEMBALI NORMAL - Sejumlah pedagang berjualan di Pasar Sinakma, Wamena, Papua, Rabu (2/10) kemarin. Pascaaksi unjuk rasa yang berujung anarkis, aktivitas perdagangan di sejumlah pasar di Wamena mulai kembali normal.
Masa Penahanan Dhamantra Diperpanjang
Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan terhadap politikus PDI-P I Nyoman Dhamantra (IYD), tersangka kasus korupsi pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. ‘’Penahanan tersangka IYD diperpanjang selama 30 hari terhitung sejak 7 Oktober sampai 5 November 2019 terkait kasus suap kuota impor bawang putih,’’ ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (2/9) kemarin. Selain Nyoman Dhamantra, KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung yang merupakan pemilik PT Cahaya Sakti Agro (CSA). Hal. 15 Pihak Swasta
Harian Bisnis Bali Dana Mengendap LPD Dana mengendap yang belum tersalurkan dalam bentuk kredit di LPD mencapai Rp 4 triliun. Apa yang harus dilakukan?
www.bisnisbali.com
Rencana Ibu Kota Baru
Bukan Membangun Jakarta di Kaltim Balikpapan (Bali Post) Pemindahan ibu kota negara di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini sedang dalam proses realisasi. Setelah lokasi dipastikan, aspek legalitas dan pembiayaan terus dibicarakan di tingkat pemerintah bersama parlemen. Sosialisasi kepada publik mengenai bagaimana wujud ibu kota baru juga gencar disampaikan. Yang pasti, membangun ibu kota di Penajam Paser Utara (PPU) bukanlah membangun Jakarta di Kaltim. ‘’Kota ini diharapkan menjadi rujukan dan standar pengembangan kota-kota lainnya di Indonesia. Konsepnya juga jelas dan yang pasti bukan membangun Jakarta baru di Kaltim,’’ jelas Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat Dialog Nasional ‘’Rancang Bangun dan Kesiapan Kaltim Jadi Ibu Kota Negara’’ yang difasilitasi Forum Jurnalistik Profesional untuk Bangsa, di Balikpapan, Selasa (1/10).
Target waktu, menurut Bambang Brodjonegoro, juga pasti yakni tahun 2024. Mulai tahun tersebut pemerintahan Indonesia akan mulai dikendalikan dari Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur. Sementara pengerjaan fisik akan mulai bergulir semester kedua 2020. ‘’Ibu kota negara yang baru diharapkan tumbuh menjadi kota yang nyaman dan dipastikan tetap komit dengan lingkungan. Kota akan dibangun di tengah kawasan hutan yang futuristik,’’ papar Bambang Brodjonegoro. Pada dialog yang dihadiri pimpinan redaksi dan tokoh pers nasional ini, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan dukungan penuh atas rencana ini. Rakyat Kaltim yang multietnis bahkan sangat berharap pemindahan ibu kota ini bisa menjadi penggerak pemerataan ekonomi. Hal. 15 Akses Jalan
SEDANG DIBANGUN - Tiang penyangga badan jembatan Pulau Balang II. Saat ini pembangunan sedang berlangsung. Jembatan Pulau Balang II yang nantinya terkoneksi dengan Kabupaten PPU, lokasi ibu kota negara yang baru.
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
FIGUR Lakukan ”Personal Approach” SEKTOR usaha kini sedang lesu, tidak hanya properti, tapi juga perdagangan, jasa, manufaktur dan lain-lain. Kelesuan sektor usaha ini dinilai karena terpengaruh kondisi ekonomi nasional dan global. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan khususnya BPR. Direktur BPR Kanti I Made Arya Amitaba mengaku pihaknya selalu optimis bisnis perbankan mampu bertahan bahkan bisa tumbuh. Seperti BPR Kanti, di usia ke-30 tahun, tetap mampu tumbuh. Memang, kondisi ekonomi nasional dan global ini paling terasa pengaruhnya di Bali. Tahun 2012-2014, lembaga jasa keuangan (LJK) termasuk BPR memang sedang booming. Karena memang salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan BPR tidak terlepas dari kredit properti. “Kondisi saat ini yaitu properti sedang lesu dan lesunya properti tidak berdiri sendiri. Lesunya properti ini dikaitkan dengan sektor perekonomian lainnya, kemampuan berusaha orang sudah menurun, termasuk juga kemampuan belinya,” ujar peraih Lifetime Achievement dalam ajang Indonesia Leaders Awards (ILA) 2018/2019 ini, Rabu (2/10) kemarin. Kondisi ini memengaruhi kinerja perbankan seperti NPL yang tinggi, pengetatan likuiditas, kesulitan menjual agunan, ditambah dengan tumbuhnya financial technologi (fintech) yang digadang-gadang menjadi saingan BPR. NPL ini disikapi BPR dengan melakukan penyelamatan-penyelamatan seperti mencarikan pembeli untuk agunan yang diagunkan nasabah. Hanya konsekuensinya dalam kondisi ini adalah terjadi penurunan nilai agunan. “Ini yang perlu kita lakukan personal approach dengan nasabah agar nasabah ini selalu berpatokan pada hasil appraisal-nya. Hasil appraisal ini yang digunakan nasabah untuk menentukan bahwa dia tidak mau menjual di bawah hasil appraisal,” ungkapnya. Saat kondisi normal, katanya, nilai appraisal memang menjadi patokan untuk melakukan jual beli, pencairan kredit. Namun kondisi yang terjadi sekarang, ketika melakukan eksekusi terhadap jaminan nasabah misalnya lelang, maka perbankan perlu mencari appraisal terlebih dulu untuk menilai dari agunan tersebut. “Ketika muncul appraisal, nasabah tetap ngotot agar laku sekian, padahal kondisi yang sekarang ini jelas-jelas sudah sangat turun nilainya,” jelasnya. Oleh karena itu, personal approach ini hal yang penting dilakukan BPR Kanti. NPL yang tinggi ini menyebabkan berpindahnya pos laba untuk pembentukan penyusutan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP). Sehingga laba bank menjadi turun, di sisi lain cadangan penghapusan kredit bermasalah menjadi meningkat. Maka dalam tiga bulan ke depan, strategi BPR Kanti menyelesaikan menurunkan NPL. Kualitas kredit yang baik nantinya a k a n mengembal i k a n laba BPR Kanti ke posisi semula. (may)
Kedutaan Kanada Tanyakan Kesiapan Bali Hadapi Bencana
Denpasar (Bali Post) Kenyamanan wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Bali tidak saja dalam aspek kriminalitas. Namun, kesiapan Bali dalam mengantisipasi dan penanggulangan bancana alam juga tak luput dari perhatian wisman yang datang berkunjung ke Bali. Rabu (2/10) kemarin, pihak Kedutaaan Kanada Ms. Annamaria Scotti mendatangi BPBD Bali guna meminta kejelasan tentang kesiapan BPBD Bali bersama semua stakeholder dalam menghadapi bencana. Menurutnya, ada sekitar 50 ribu warga negara Kanada yang setiap tahunnya datang ke Bali. Informasi terhadap kesiapan dalam menangani bencana alam ini akan diteruskan ke warga negaranya sehingga tidak ragu-ragu lagi untuk datang ke Bali. Ms. Annamaria Scotti yang didampingi Mr. Mark-Andrew De Sanctis sebagai Counsellor Manager Program Cepat Tanggap mengatakan, Kanada juga ingin berperan dalam upaya pembangunan beberapa kebutuhan logistik dan peralatan. Jika ada kesempatan, kata dia, pelatihan bagi tenaga atau SDM BPBD akan diprioritas untuk Bali. Sementara itu, Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin secara umum menjelaskan fungsi dari BPBD serta UPTD PBD, beliau juga menjelaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada saat terjadi suatu bencana, BPBD selalu berkoordinasi dengan instansi/stakeholder yang merupakan salah satu fungsi pihaknya sebagai fungsi komando. ‘’Sebagai contoh pada saat terjadi gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (Lombok) banyak pihak (salah satunya pihak Konsulat) menghubungi BPBD Provinsi Bali untuk mengetahui perkembangan situasi gempa bumi serta kondisi warganegara mereka yang berada di lokasi tersebut,’’ katanya. Menurut Rentin, BPBD Bali telah bekerja sama dengan dunia usaha khususnya perhotelan, untuk dilakukan Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesiapsiagaan pihak hotel dalam hal evakuasi dan menanggulangi suatu bencana. ‘’Sertifikasi diberikan kepada pihak hotel dan akan dilakukan evaluasi setiap tiga tahun,’’ jelasnya. Rentin menambahkan, BPBD Provinsi Bali juga telah melaksanakan beberapa inovasi pencegahan. Sebagai contoh, menetapkan tanggal 26 tiap bulannya untuk melaksanakan simulasi bencana di masing-masing instansi dan hotel sesuai arahan Gubernur Bali. Ia juga menjelaskan tantangan kesiapan BPBD Bali di tengah kurangnya jumlah peralatan, serta jumlah personel yang sangat terbatas. (kmb16)
Topik : Biaya Pemasangan Baru PDAM ”Cekik Leher’’
Dukung Layanan Kesehatan Tradisional Gubernur Koster Kembangkan P4TO di Tiga Kabupaten BALI banyak memiliki kearifan lokal khususnya sastra maupun lontar yang khusus mengulas pengobatan tradisional, namun dari segi teknik belum dikembangkan sesuai kebutuhan masa kini di bidang kesehatan, serta terdapat berbagai tanaman obat yang belum diberdayakan untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Melalui visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang salah satunya mendukung pengembangan sistem pengobatan tradisional, maka Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster mulai mengembangkan Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) di tiga kabupaten di Bali yakni Bangli, Karangasem dan Tabanan. Hal tersebut diungkapkannya saat membuka secara resmi Layanan Unggulan Kesehatan Tradisional Integrasi (Yankestrad) di RS Umum Bangli, Rabu (2/10) kemarin. “Selain pengobatan konvensional, kami mendukung sistem pengobatan tradisional Bali secara menyeluruh. Karena Bali memiliki banyak kearifan lokal yang diciptakan para leluhur kami berupa usadha Bali yang saat ini sedang kami gali untuk dikembangkan. Begitu pula untuk bahan bakunya yang bisa diolah untuk bahan obat tradisional yang banyak tersedia di sekitar kita. Saat ini sudah dibangun pengembangan kawasan tanaman obat tradisional dan P4TO yakni di Kabupaten Bangli di Pengootan, Tabanan di Baturiti, dan Karangasem di Nongan, dan sudah jalan. Di sana akan dikembangkan industri obat herbal,” terang Gubernur Koster. Dukungan terhadap sistem pengobatan tradisional tak lepas dari pengalaman pribadinya yang dituturkan secara terbuka di hadapan para peserta, dan berhasil sembuh berkat
bantuan pengobatan tradisional berupa loloh yang resepnya diperoleh dari seorang sulinggih praktisi pengobatan tradisional. “Bukan menampik khasiat pengobatan konvensional, tapi dari pengalaman saya sendiri, pengobatan tradisional sangat mujarab. Seminggu saya menggunakan pengobatan konvensional belum ada tanda-tanda sembuh, tapi setelah saya minum loloh yang resepnya diberi seorang Jero Mangku, malamnya langsung ada reaksi, benar-benar terbukti. Diciptakan para leluhur, tentu sudah terbukti. Jika ini dikembangkan tentu akan berguna bagi dunia pengobatan, lama-lama orang akan beralih ke teknik pengobatan tradisional. Karena pengobatan tradisional itu umumnya lebih murah, alami, berkhasiat dan tanpa efek samping,” tutur Gubernur Koster. Pengembangan pengobatan tradisional saat ini di Bali, lanjut Gubernur Koster, juga melibatkan Universitas Udayana dan Unhi untuk melakukan riset dan pengembangn bahan obatobatan tradisional. “Kami akan terus kembangkan ini, kami menggandeng Unud dan Unhi untuk melakukan riset, bahkan saat ini sudah didaftarkan agar mendapatkan HaKI,” imbuh Gubernur Koster seraya memaparkan usaha-usaha lainnya yang dilaksanakan Pemprov Bali guna mendukung layanan kesehatan di Bali utamanya melalui integrasi JKN-KBS. Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Ina Rosalina menyampaikan kecenderungan masyarakat memanfaatkan pengobatan tradisional dari tahun 2018 terus meningkat hampir 50 persen. Untuk itu pengembangan layanan kesehatan masyarakat cara tradisional harus didukung, namun harus tetap dintegrasikan dengan layanan kesehatan
MEMBUKA - Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka secara resmi Layanan Unggulan Kesehatan Tradisional Integrasi (Yankestrad) di RS Umum Bangli, Rabu (2/10) kemarin. konvensional. “Cara pengobatan tradisional yang sudah berlangsung turun-temurun di lingkungan masyarakat adalah inovasi yang bisa dibangun di Indonesia, karena masingmasing daerah tentu memiliki potensi yang berbeda-beda sesuai sistem pengobatan tradisional yang dimiliki. Namun, harus tetap mengikuti aturan yang ada, harus berbasis bukti yang menyembuhkan,” ujarnya seraya menyatakan para tenaga medisnya harus memenuhi kriteria seperti pendidikan yang khusus, SOP, rekam medik khasiat obatnya, maupun dosis yang sudah ditetapkan. Sementara itu, Bupati Bangli Made Gianyar menyampaikan dibukanya Yankestrad di RSU Bangli tak lepas dari potensi yang dimiliki Kabupaten Bangli yang memiliki kondisi geografis pegunungan dan tentu saja terdapat berbagai tanaman obat herbal. Dengan dibangunnya layanan ini diharapkan dapat
membantu peningkatan derajat kesehatan masyarakat Bangli. Sebelum memastikan layanan ini diresmikan, ia mengaku sudah melaksanakan studi banding secara langsung ke Solo untuk melihat pengolahan bahan, pembuatan jamu herbal dan sebagainya untuk dijadikan acuan pengembangan layanan tersebut. Bahkan para tenaga medis dan apoteker pun sudah mendapatkan pelatihan khusus untuk memberikan pelayanan kesehatan tradisional. Seusai meresmikan Yankestrad yang ditandai pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, Gubernur Koster yang turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali A.A. Ngurah Oka Sutha Diana juga berkesempatan meninjau unit Yankestrad RSU Bangli yang sudah tampak beberapa pasien sedang menjalani terapi. (kmb)
Dewan Sayangkan Biaya Pemasangan Baru PDAM ”Cekik Leher’’ Denpasar (Bali Post) – Rencana Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma (PDAM) Denpasar menargetkan menambah sebanyak 2.600 pelanggan di tahun 2020 mendatang, dinilai akan sulit terwujud. Mengingat, biaya pemasangan baru bagi calon pelanggan air bersih ini cukup tinggi, terutama bagi warga yang belum dilalui jaringan pipa distribusi. Kondisi ini menjadi perhatian jajaran DPRD Denpasar. Dewan berharap salah satu perusahaan daerah milik Pemkot Denpasar ini mampu membangun jaringan pipa distribusi secara mandiri tanpa mengikutkan calon pelanggan untuk pembiayaannya. Hal ini diungkapkan anggota DPRD Denpasar I Made Sukarmana dan A.A. Susruta Ngurah Putra seusai mendapat pengaduan dari calon pelanggan, Rabu (2/10) kemarin. Salah seorang calon pelanggan dikatakan dikenai biaya Rp 11 juta untuk pemasangan baru. Padahal, jarak rumah dengan pipa distribusi induk tidak lebih dari 30 meter. Kedua wakil rakyat ini menilai biaya pasang baru yang ditentukan Perumda Air Minum milik Denpasar ini mencekik leher, karena cukup tinggi. Dikhawatirkan biaya yang tinggi itu tidak akan terjangkau masyarakat berpenghasilan kecil. Akibatnya, cakupan layanan yang diharapkan bisa mencapai 80 persen dari jumlah penduduk tidak akan bisa terwujud. Menurut Susruta, untuk membangun pipa jaringan distribusi, baik yang utama (induk) maupun sekunder menjadi tanggung jawab Perumda. Terlebih, selama ini pemerintah setiap tahun selalu memberikan belanja modal dengan jumlah yang cukup besar. Dana tersebut bisa digunakan untuk mensubsidi biaya pemasangan jaringan distribusi ke masyarakat. ‘’Jangan libatkan masyarakat dalam membangun investasi milik Perumda. Kewajiban warga membiayai jaringan, yakni setelah meteran air. Artinya, di luar me-
teran itu masih menjadi tanggung jawab Perumda,’’ kata politisi Demokrat ini. Sukarmana berharap Perumda Air Minum Denpasar melakukan terobosan dalam memberikan pelayanan kepada warga. Seperti yang dilakukan perusahaan daerah di daerah lain, seperti di Kalimantan Timur. PDAM di kota itu memberikan layanan gratis untuk pemasangan baru. Akibatnya, masyarakat akan beralih untuk menggunakan air PDAM. Di sisi lain, Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Denpasar Putu Yasa mengatakan, biaya tinggi tersebut akibat belum adanya jaringan distribusi sekunder di depan rumah calon pelanggan. Bila sudah ada jaringan sekunder di depan rumah calon pelanggan, hanya akan kena biaya standar.(kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Bali Post/eka
PDAM - Seorang petugas tengah melakukan perawatan di IPA PDAM Waribang, Denpasar.
Senator AWK Komit Kawal Program Presiden Joko Widodo dari Senayan Menang Mutlak dengan 742.781, Wedakarna Capai Rekor Suara Parlemen Tertinggi dalam Sejarah Politik Modern Bali MUNCULNYA Arya Wedakarna (AWK) dalam kancah politik Bali pada tahun 2014 telah menjadi satu fenomena baru dalam dunia politik di Bali. Bagaimana mungkin, seorang tokoh muda dengan latar belakang sederhana dan dosen, mampu memenangkan perhelatan pemilu sebanyak dua kali berturut-turut tanpa ada embel-embel partai politik, tanpa bansos, minim kampanye dan minim baliho. Seperti yang terekam dalam hasil Pemilu 2019 lalu, bagaimana sosok Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa dapat meraup 742.781 dan menjadikan dirinya sebagai pemenang Pemilu DPD dari Bali dan juga tercatat dalam sejarah politik Bali. Sebagaimana diungkap oleh Gede Eka Setia Dharma, S.E. dari Gerakan Pemuda Marhaen (GPM Bali) yang menyatakan bahwa fenomena AWK ini akan mengubah peta politik di Bali sekaligus cara pandang masyarakat tentang pemimpin ke depan. ‘’Raihan 742.781 suara AWK sudah menjadi bukti, bahwa politik dharma, politik kebaikan menujukkan jati dirinya. Angka ini tidak muncul tiba-tiba, tapi merupakan amanat masyarakat yang berasal dari lintas agama, lintas suku, lintas warna politik dan lintas soroh. AWK menjelma menjadi pemimpin yang dilahirkan oleh masyarakat. Ini wujud dari ketidakpuasan masyarakat terhadap elite-elite politik yang dirasa kurang respon-
sif. Dan publik Bali merasakan sejak tahun 2014, baru kali ini Bali merasakan memiliki wakil rakyat yang kritis, berani dan selalu responsif terhadap persoalan di masyarakat. AWK adalah aset bagi Bali dan keberaniannya menginspirasi pergerakan umat Hindu di seluruh Nusantara,’’ ungkap Gede Eka asal Pedawa, Buleleng ini. Hal senada juga disampaikan oleh I Wayan Supiartha, S.H., M.H. (Ketua Tim Kampanye AWK 42) yang menyatakan bahwa perolehan suara AWK adalah suara tertinggi dalam sejarah politik modern Bali bahwa mampu mengalahkan nama-nama besar lainnya. ‘’Secara matematika, suara AWK yang mencapai 742.781 suara ini belum bisa dikalahkan oleh gabungan dari tiga anggota DPD lainnya. Ini fakta yang mencengangkan, bagaimana perolehan suara AWK bisa mengalahkan perolehan suara mantan gubernur, mantan bupati. Bahkan jika dibandingkan dengan perolehan suara anggota DPR-RI sejak pemilu-pemilu sebelumnya, suara AWK tetap jauh tertinggi. Bahkan dari data kami, suara AWK kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan perolehan suara Gubernur Bali Wayan Koster sekalipun saat beliau menjadi anggota DPRRI pada tahun 2014 silam. Ini yang sangat membanggakan dan kini kita berharap agar AWK menjadi figur pemersatu di antara perbedaan warna dan latar belakang politik pada elite Bali,’’ ungkap Wayan Supiartha
asal Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar ini. Secara terpisah, ditanya tentang kesan terhadap pelantikan dirinya, Senator AWK menjawab tegas bahwa kehadirannya di DPD-RI adalah untuk membentengi Bali dari kepentingan pusat yang dinilai tidak pro-Bali, termasuk sebagai wujud kesetiaan dirinya terhadap Presiden Joko Widodo. ‘’Dicatat ya, bahwa Arya Wedakarna ini adalah loyalis Joko Widodo dan pengalaman saya lima tahun di DPD-RI lalu saya merasakan gelombang politik yang penuh intrik dan kemunafikan yang selalu mendiskreditkan Joko Widodo. Beliau adalah orang baik dan jujur dan saya harus melindungi pemimpin saya Joko Widodo dari Senayan, Jakarta. Termasuk melindungi Pancasila dari gerakan politik beraliran taliban dan radikal sebagaimana yang dilakukan oleh Pahlawan Nasional Mr. Gusti Ketut Pudja yang tegas menolak Piagam Jakarta pada 1945. Dan sudah saatnya Provinsi Bali menjadi Berdaulat Trisakti Bung Karno. Bali selama ini selalu terdiskriminasi baik dari segi aturan perundang-undangan dan politik anggaran, politik infrastuktur harus jengah, matangi lan mulat sarira. Begitu juga keberadaan saya di DPD harus membantu Gubernur, Bupati dan Wali Kota agar apa yang dibutuhkan sembilan kabupaten/kota bisa dieksekusi dengan baik. Nike tugas DPD-RI agar bisa menjadi jembatan, pemersatu dan
PELANTIKAN – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Presiden RI Joko Widodo dan Shri IGN Bhisma Vedanta Wiswakarma Suliwa W Suyasa IV usai pelantikan DPD-RI di Gedung Nusantara MPR-RI. problem solver bagi daerah. Tiang akan jaga kepercayaan baik seluruh rakyat Bali dan astungkara tiang akan berikan kerja yang terbaik,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang putra dari Shri Wedastera Suyasa–I Gusti Ayu Suwitry ini. Ia pun mengaku prioritas agenda DPD Bali adalah mengawal pengajuan RUU Provinsi Bali yang akan segera diajukan oleh Gubernur Bali dan DPRD Bali. ‘’Prinsip saya setuju
konsep One Island Management bagi Bali. Jika UU ini berhasil digolkan, maka setengah masalah Bali sudah tertangani. Kita memiliki kemandirian adat, budaya Hindu, anggaran dan juga sumber daya lainnya. Kami siap bersinergi dengan sembilan orang anggota DPR-RI dari Bali. Kita harus kompak demi Satyagraha Bali,’’ ungkap Senator AWK yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. (ad72)
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
DLHK Badung ”Hattrick” Penghargaan Nasional Lingkungan 2019 JANJI Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung untuk mempersembahkan tiga trofi penghargaan nasional di bidang lingkungan hidup sebelum HUT Mangupura, terbukti. Trofi yang berhasil dipersembahkan adalah penghargaan Sinopik (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Top 99 dan Top 45 dengan inovasi Batik (Badung Anti Kantong Plastik). Penghargaan akan diserahkan oleh Wakil Presiden RI kepada Bupati Badung pada 15 Oktober mendatang di Istana Wakil Presiden Jakarta. Inovasi Batik juga ikut dalam inovasi
dunia yang dilaksanakan oleh PBB, yaitu United Nations Public Service Awards (UNPSA). Penghargaan kedua yang berhasil diraih Badung adalah trofi Kalpataru di bidang penyelamat lingkungan khususnya hutan mangrove. Penghargaan ini diraih Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari atas pelestarian hutan mangrove yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI di JCC pada Juli 2019. Sedangkan penghargaan ketiga adalah trofi utama Proklim diterima oleh Desa Sangeh dalam Festival Iklim 2019 di Gedung Mang-
gala Wanabakti dengan tema Emisi Menurun Indonesia Maju Berketahanan Iklim dengan indikator, pengelolaan sampah, pelaksanaan 3 M, resapan air, perlindungan mata air, dan pemanfaatan lahan pekarangan. Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, Desa Sangeh memenuhi syarat kelima indikator tersebut dan menjadi satu-satunya desa di Bali yang meraih trofi Proklim tahun 2019. Penyerahan trofi tersebut dilakukan oleh Menteri LHK, Sitinurbaya. ‘’Saya amat bersyukur trofi Proklim dapat diraih melengkapi
tiga trofi nasional sebagai kado terindah HUT ke-10 Mangupura pada November 2019. Semoga Badung selalu menjadi rollmodel nasional dalam tata kelola lingkungan,’’ jelasnya. (kmb) PROKLIM - Kepala DLHK Badung Putu Eka Marthawan (kanan) bersama Perbekel Sangeh I Made Werdiana menerima trofi utama Proklim yang diterima Desa Sangeh. Penghargaan diserahkan Menteri LHK di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (2/10).
Bapenda Bali Optimis Capai Target PAD
Bali Post/eka
WISATAWAN - Dua wisatawan mancanegara memilih papan surfing di Pantai Batu Bolong, Badung. Selain Pantai Kuta, Pantai Batu Bolong menjadi objek wisata diminati wisatawan mancanegara.
Pengadaan CCTV di Puspem Dianggarkan Rp 1,5 Miliar
Mangupura (Bali Post) -
Kawasan perkantoran di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung akan dilengkapi dengan closed circuit television (CCTV). Pengadaan alat ini menelan dana Rp 1,5 miliar yang bersumber dari APBD Badung. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Badung I Wayan Weda Dharmaja mengatakan, pengadaan CCTV sedang proses tender. Pemasangannya nanti difokuskan di kawasan strategis. ‘’Saat ini telah masuk dalam proses tender di Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE). Nanti pemenang tender yang akan menyiapkan peralatan dan pemasangannya,’’ ujar Weda Dharmaja, Selasa (2/10) kemarin. Birokrat asal Sembung, Mengwi ini menyebutkan, sejauh ini sudah ada tujuh rekanan yang menyatakan
Mangupura (Bali Post) Polres Badung, Rabu (2/10) kemarin merilis pengungkapan kasus narkoba selama Operasi Antinarkotik (Antik) 2019 dan hasil penangkapan selama September lalu. Total tangkapan sebanyak 9 pelaku. 5 pelaku dibekuk saat Operasi Antik, salah satunya mahasiswa bernama Made Billy Briantama Putra (21) dengan barang bukti satu paket sabu-sabu (SS). Pelaku dengan barang bukti paling banyak yaitu Moch. Koirudi (26) sebanyak 6.510 pil koplo yang dipasok dari Jawa Timur. Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga menyampaikan, ada dua wanita yang berprofesi sebagai karyawan salon dan kargo yang diringkus polisi. Pegawai salon, Ni Nengah Sunerti (27) diringkus pada Senin (2/9) pukul 23.45 Wita di sebelah ATM Bukopin di Jalan Raya Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara. Barang bukti yang diamankan berupa 2 paket SS seberat 0,61 gram bruto. Pelaku mengaku mengkonsumsi narkoba untuk menghilangkan kenangan dengan mantan pacar. Sedangkan mantan pacarnya lebih dahulu ditangkap kasus narkoba dan ditangani Polda Bali. ‘’Hasil penggeledahan kamar kosnya di wilayah Banjar Anyar, Padangsambian, Denpasar Barat, ditemukan alat hisap sabu-sabu, satu potong pipet ujungnya lancip dan satu buah pipa kaca di atas kasur,’’
kata Wakapolres didampingi Kasatresnarkoba AKP I Komang Ngurah Sujahayadi. Sementara, Gusti Ayu Komang Ari Kusuma (38) yang merupakan karyawan kargo, dibekuk pada Selasa (3/9) di Jalan Padang Udayana Gang IV C, Denpasar. Satu paket SS seberat 0,93 gram brutto atau 0,75 gram netto berhasil disita polisi. ‘’Kalau tersangka ini (Ari red) mengaku mengkonsumai narkoba supaya bersemangat saat kerja. Padahal itu keliru. Pelaku memiliki tiga anak,’’ ungkap Kompol Sindar Sinaga. Sementara, pengedar pil koplo, Moch Koirudi dibekuk di depan rumah di Perum Graha Gang Melati 2, Jimbaran, Badung. Pelaku merupakan pengedar pil koplo untuk kalangan buruh proyek. Saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah yang ditempati pelaku, polisi menemukan pil sebanyak 6 bungkus plastik masing-masing berisi 1.000 butir pil koplo. Kemudian saat penggeledahan lanjutan, ditemukan kaleng kue yang di dalamnya berisikan 51 paket berupa plastik klip yang masing-masing klip berisi 10 butir pil koplo. ‘’Satu paket isi tiga butir dijual Rp 5.000. Kalau lancar, satu sampai dua bulan habis terjual,’’ tegas Sujahayadi. Pelaku lain yang diringkus yakni Agus Tiyono (29). Ia diringkus di Jalan By-pass Ngurah Rai, Banjar Mumbul,
berminat terhadap tender tersebut. Pengadaan CCTV dianggarkan sebesar Rp 1,5 miliar yang bersumber dari APBD perubahan tahun 2019. ‘’Untuk tahun ini kami fokus di tempat strategis seperti kantor perizinan, kantor Disdukcapil dan yang lain. Saya tidak hapal berapa unit pengadaan
kali ini. Yang jelas untuk anggaran bersumber dari APBD Perubahan,’’ terangnya. Seperti diketahui, pemasangan CCTV yang dilakukan Pemkab Badung di tempattempat strategis telah dilakukan sejak tahun 2016. Secara bertahap pemasangan CCTV diawali dari kampung turis Kuta. Namun, pada tahun 2019 ini pemasangan CCTV difokuskan di kawasan perkantoran khususnya yang ada di Puspem Badung. (kmb27)
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali optimis mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini. Per 27 September lalu, PAD sudah terealisasi hampir 78 persen atau sekitar Rp 2,5 triliun dari target yang dipasang sebesar Rp 3,5 triliun lebih. ‘’Melihat komposisi PAD yang bersumber dari pajak daerah, pengelolaan kekayaan daerah, pendapatan lain-lain termasuk retribusi dengan asumsi rata-rata per harinya sama seperti asumsi sekarang, kami memproyeksikan untuk 100 persen akan ketemu di pengujung tahun,’’ ujar Kepala Bapenda Provinsi Bali I Made Santha, Rabu (2/10) kemarin. Menurut Santha, PAD utamanya bersumber dari pajak daerah yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Jika dulu pihaknya tertatih-tatih mencapai target BBNKB, sekarang sudah berbalik. Justru realisasi BBNKB kini lebih tinggi yakni mencapai 83,95 persen dari target Rp 1,1 triliun lebih per 27 September lalu. Sedangkan
PKB terealisasi 81,81 persen dari target Rp 1,35 triliun lebih. ‘’Saya melihat fenomena untuk Bali karena saya sudah mengumpulkan teman-teman dealer. Sekarang banyak sekali produksi kendaraan yang kasual dan modern sehingga diminati masyarakat,’’ jelasnya. Hal inilah yang membuat pertumbuhan kendaraan untuk penjualan tahun ini lebih baik bila dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. BBNKB utamanya ditopang oleh BBNKB-1 yang tahun lalu realisasinya terbilang merangkak atau tidak bagus. Meskipun BBNKB-2 juga bergerak dengan adanya kebijakan pemutihan karena masyarakat menghindari pajak progresif. ‘’Bukan menghindari pajak progresif saja, tapi juga untuk perbaikan database atas kepemilikan kendaraan,’’ imbuhnya. Santha pun optimis realisasi PKB dan BBNKB termasuk PAD secara keseluruhan bisa mencapai 100 persen. Bahkan ia optimis mampu melampaui target yang telah ditetapkan. (kmb32)
SOSIALISASI PERBUP - Bupati Giri Prasta menghadiri sosialisasi Perbup Penundaan Sementara Izin Reklame dan Penyesuaian Izin Rumah Kos yang digelar di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Rabu (2/10) kemarin.
Optimalkan Data Reklame dan Rumah Kos
Badung Sosialisasikan Perbup Mahasiswa Ditangkap Saat Operasi Antik Penundaan Sementara Izin Reklame dan Penyesuaian Izin Rumah Kos
Bali Post/rah
OPERASI ANTIK - Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga merilis pengungkapan kasus narkoba selama Operasi Antik. Jimbaran, Badung. Barang bukti yang disita berupa dua paket SS seberat 0,64 gram brutto atau 0,28 gram netto. Sedangkan tersangka kasus narkoba yang dibekuk selama Operasi Antik Agung 2019 yaitu Budiono Prasetyo (42). Dia dibekuk di Jalan Mertanadi Gang Limanam, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Polisi menyita satu paket SS seberat 0,49 gram brutto atau 0,31 gram netto. Kemudian, mahasiswa bernama Made Billy Briantama Putra alias Jeki dibekuk polisi di Jalan I Gusti Ngurah Gentuh Gang Merpati, Badung, pada Minggu (15/9) lalu. Satu paket SS seberat 0,46 gram brutto disita dari pelaku. Saat diinterogasi, pelaku mngakui narkoba itu miliknya. Barang terlarang itu dibeli dari
Agung seharga Rp 350.000. Sementara, Totok Hendarto (42) ditangkap di Jalan Mulawarman dan I Kadek Ari Indrayuda (25) dibekuk di Jalan Gunung Salak, Denpasar. Seorang pengedar narkoba, I Wayan Budiana Giri (49) diciduk di Jalan Gunung Salak Gang Tegal AbadI, Denpasar. Dari pelaku disita enam butir ekstasi dan empat paket SS seberat 1,49 gram brutto. Selain itu di kamarnya ditemukan dua timbangan elektrik, sembilan buah pipet warna hijau, satu gulung isolasi bening beserta alat potongnya dan barang bukti lainnya. Pelaku mengaku mendapat barang terlarang itu dari temannya di Lapas Kerobokan. Dia mengaku terpaksa jadi pengedar narkoba karena masalah ekonomi. (kmb36)
PEMKAB Badung saat ini sedang mengoptimalkan data reklame dan rumah kos. Hal ini dilakukan guna mendapatkan data yang akurat sekaligus mewujudkan estetika perwajahan Badung serta dalam upaya mengoptimalkan pendapatan daerah. Dua peraturan bupati (perbup) juga telah diterbitkan, yaitu Perbup No. 27 Tahun 2019 tentang penundaan sementara penerbitan izin penyelenggaraan reklame dan Perbup No. 35 Tahun 2019 tentang tata cara permohonan pendaftaran kembali dan penyesuaian izin pengelolaan rumah kos. Kedua perbup ini disosialisasikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung di ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Rabu (2/10) kemarin. Sosialisasi diikuti Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Ketua Komisi I DPRD Badung I Wayan Regep, Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Perbekel/Lurah, Bendesa Adat, dan Asosiasi Periklanan Bali. Bupati Giri Prasta menekankan, penataan reklame dan rumah kos sudah menjadi keharusan dalam rangka menjaga estetika dan perwajahan Badung
ke depan. Selain itu, untuk memperoleh database yang betul-betul akurat mengenai reklame dan rumah kos. Dengan data riil, akan dapat diketahui secara riil pula pendapatan asli daerah dari retribusi pajak reklame dan rumah kos. Untuk itu Bupati meminta di desa/kelurahan agar dibentuk satgas pendataan usaha yang melibatkan lurah, perbekel, bendesa adat, karang taruna yang dikoordinir oleh camat. Bupati juga meminta Satpol PP bertindak tegas bila ada reklame tidak berizin. Terkait terbitnya Perbup Izin Rumah Kos, Bupati tidak ingin adanya rumah kos berimplikasi keras dengan hunian hotel. Kepala DPMPTSP Badung I Made Ariawan menjelaskan, penetapan perbup ini dalam rangka mengoptimalkan dan mendata usaha-usaha yang ada di desa/kelurahan. Hal ini bertujuan semua usaha yang ada di Badung dapat terdata dengan baik dan tentunya diharapkan usaha itu legal melalui mekanisme pengurusan perizinan dan akhirnya nanti adalah taat dalam membayar pajak. Dijelaskannya, perbup penundaan sementara penerbitan izin reklame bertujuan mewujudkan keindahan dan
kelestarian wilayah daerah sebagai destinasi pariwisata dunia. Selain itu sebagai upaya penataan, pengawasan, pengendalian dan penertiban penyelenggaraan reklame di daerah, pendataan ulang keberadaan reklame guna mengoptimalkan potensi pajak daerah dan meningkatkan kualitas dalam penyelenggaraan reklame di daerah. Moratorium reklame dilakukan di beberapa ruas jalan protokol meliputi kawasan Bandara Ngurah Rai, Satria Gatot Gaca, Sunset Road, By-pass Ngurah Rai, Uluwatu, Tuban-Kuta, Pantai Kuta, Legian-Seminyak, Kerobokan-Canggu-Dalung, Sempidi-Kapal-Mengwi dan Mambal-Abiansemal-PetangPlaga. Terkait perbup rumah kos, dia menyebutkan, pengelolaan rumah kos adalah kegiatan atau usaha dengan jumlah kamar paling sedikit 5 kamar dan paling banyak 15 kamar untuk disewakan kepada penghuni untuk jangka waktu minimal 1 bulan. Sementara permohonan izin rumah kos dengan melampirkan fotokopi KTP, NPWPD, Nomor Induk Berusaha, informasi tata ruang, UKL/UPL, IMB, surat keterangan lunas PBB dan surat pernyataan kebenaran dokumen. (ad73)
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Rayakan HUT Ke-3
Finns Bali Beri Penghargaan kepada Karyawan yang Sudah Bekerja 5 Tahun FINNS Bali yang menaungi dua perusahaan yakni Finns Beach Club (FBC) dan Finns Recreation Club (FRC) memperingati HUT ke-3 dengan memberikan penghargaan pin dan perhiasan emas kepada karyawan yang sudah bekerja 5 hingga 10 tahun dipusatkan di lapangan Finns Recreation Club, Selasa (1/10) malam. Owner Finns Bali I Ketut Subina didampingi Business Partner Tony Smith, Direktur Operasional Finns Bali Wayan Wirawan dan CEO Finns Bali Dewa Deny juga memberikan hadiah sepeda motor Vespa kepada empat karyawan yang setia mengabdi bekerja selama 10 tahun yakni I Nyoman Sutama, Ketut Bawa, Edy Wahyudi dan Gusti Ayu. Selain itu, Finns Bali juga membagikan doorprize mulai dari 100 dolar sampai 10.000 dolar kepada karyawan yang sudah mengabdikan diri dari 5-10 tahun. Pada Senin (30/9) malam lalu juga membagikan doorprize dua sepeda motor kepada kayawan tetap dan karyawan daily worker (DW) yang bekerja di bawah 5 tahun. Owner Finns Bali I Ketut Subina mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada karyawan dan karyawati yang loyal dan mensuport perusahaan sehingga menjadi berkembang dan maju. Tanpa dukungan seluruh karyawan-karyawati yang jumlahnya 1.200 orang maka perusahaan yang dijalankan tidak ada apaapanya. ‘’Ini merupakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami untuk memberikan pengharaan kepada staf yang selama ini loyal menemani perusahaan Finns Bali,’’ kata Subina. Subina berharap seluruh karyawan-karyawati tetap loyal dan berbagi rasa guna memajukan Finns Bali sampai dikenal di dunia internasional. Dia yakin dengan kebersamaan ini, Finns Bali menjadi perusahaan yang bergerak di bidang pub dan restoran yang terbaik di Bali khususnya dan Indonesia, bahkan dunia. ‘’Apa yang kami berikan kepada karyawan-karyawati merupakan
FOTO BERSAMA – Owner Finns Bali I Ketut Subina (kiri) didampingi Business Partner Finns Bali Tony Smith foto bersama karyawan-karyawati yang bekerja 10 tahun usai menerima hadiah sepeda motor Vespa saat HUT ke-3 Finns Bali di Lapangan Finns Recreation Club, Selasa (1/10) lalu. penghormatan dan penghargaan sehingga mereka menjadi keluarga besar Finns Bali untuk memajukan perusahaan ke depan,’’ ujar Subina. Subina mengakui Finns Bali baru menginjak usia 3 tahun ini akan terus melakukan inovasi dan terobosan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Asia, Eropa dan Amerika ke Bali. Dibukanya Finns VIP Beach Club ini untuk menjaring pangsa pasar baru yakni wisatawan kelas menengah sampai kelas atas. Karena restoran yang dibangun ini sangat memanjakan wisatawan yang berkunjung sehingga mereka merasa puas atas fasilitas yang tersedia dan pelayanan yang diberikan. ‘’Fasilitas yang ada di Finns VIP Beach Beach jauh lebih mewah dan elegan dengan Finns Beach Club sehingga wisatawan yang bersantai sambil menikmati sunset di Pantai Berawa akan merasa puas dan senang,’’ ucapnya. Finns Bali, lanjut Subina, bukan semata-mata bisnis, melainkan berkolaborasi dengan masyarakat, Desa Adat Berawa dan Perbekel Desa Tibubeneng serta menjalin kerja sama dengan Yayasan Solemen memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan membantu panti asuhan. ‘’Kami bukan
hanya membantu anak kurang mampu, namun orangtua tidak punya sanak keluarga juga kami perhatikan. Selain itu, menjaga kebersihan pantai dari sampah sehingga Pantai Berawa betulbetul bersih sehingga wisatawan yang berkunjung merasa nyaman,’’ terangnya. Sementara itu, Tony Smith mengaku penghargaan yang diberikan kepada karyawan-karyawati Finns Bali yang setia bekerja 5-10 tahun menjadi suatu kebanggaan. Bukan hanya bergabung 5-10 tahun dan kalau bisa mengabdikan diri sampai tua. ‘’Kami bersyukur memiliki staf yang loyal untuk bersama-sama membesarkan Finns Bali. Ke depan kami akan memberikan penghargaan lebih besar kepada staf yang masih bekerja dan loyal dengan perusahaan,’’ kata Tony Smith. Salah satu karyawan, I Nyoman Sutama, mengucapkan banyak terima kasih kepada Owner Finns Bali Ketut Subina dan Tony Smith serta manajamen Finns Bali yang telah memberikan hadiah sepeda motor Vespa atas pengabdiannya menjadi karyawan Finns Bali. ‘’Saya senang dan bangga karena perusahaan memberikan penghargaan berupa pin emas dan sepeda motor atas pengabdiannya selama ini,’’ kata Sutama. (ad65)
Dies Natalis Ke-4 IIK Medika Persada Bali
Bersiap Menjadi Universitas Bali Internasional INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali merayakan Dies Natalisnya yang ke-4, Rabu (2/10) kemarin. Dalam usianya yang ke-4, IIK Medika Persada Bali hendak melangkah dan bersiap menjadi universitas yang nanti dinamakan Universitas Bali Internasional. Rektor IIK Medika Persada Bali Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM) mengatakan, untuk Dies Natalias ke-4 diambil tema ‘’IIK Medika Persada Bali dalam Menyongsong Industri 4.0’’. Sesuai tema ini, pihaknya saat ini sedang bersiap untuk meningkatkan status menjadi universitas. ‘’Kita saat ini sedang menjalani proses untuk menjadi universitas. Jika SK keluar, nama IIK Medika Persada Bali akan menjadi Universitas Bali Internasional (UNBI) dengan penambahan satu Program Studi Bisnis Digital. Harapannya dengan peningkatan status ini, kiprah kami di bidang pendidikan menjadi lebih luas sehingga bisa memberikan pilihan terbaik bagi masyarakat di bidang pendidikan,’’ ujar Bakta. Sementara untuk menyiapkan diri dalam menyongsong era industri 4.0, IIK Medika Persada Bali saat ini sudah menerapkan one gate system untuk bidang akademik di mana sistem pendaftaran sudah dilakukan online, begitu juga sudah mulai melaksanakan e-learning. Ke depan akan dikembangkan sistem e-registrasi, SIM Kemahasiswaan, Akun Terintegrasi dan pembayaran SPP secara online dengan akun virtual bekerja sama dengan BPD Bali.
DIES NATALIS - Perayaan Dies Natalias ke-4 IIK Medika Persada Bali, Rabu (2/10) kemarin. Mengenai kesiapan IIK Medika Persada Bali menjadi universitas, Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHA., CHT. Menambahkan, dalam mendukung IIK Medika Persada Bali menjadi universitas tentunya harus didukung oleh sarana-prasarana dan SDM yang memenuhi syarat. ‘’Saat ini semua fasilitas maupun SDM sudah terpenuhi dan memenuhi syarat, sehingga ke depan siap menjadi universitas,’’ ujarnya. Untuk memenuhi ruangan kelas, saat ini sedang dalam proses pembangunan. Sementara untuk tenaga dosen telah memenuhi syarat minimal. Jika nanti menjadi univer-
sitas, menurut Astina, tentu nanti ruang dalam mengabdikan diri kepada pendidikan menjadi lebih luas dan tidak hanya satu rumpun pendidikan saja namun lebih banyak sehingga masyarakat bisa memilih. Saat ini IIK Medika Persada Bali memiliki delapan program studi (PS) yaitu PS Administrasi Rumah Sakit, PS Farmasi Klinis, PS Fisioterapi, PS Psikologi, Diploma 4 (D-4) Teknik Elektro Medik, PS Kesehatan dan Keselamatan Kerja, PS Teknologi Laboratorium Medik, dan PS Manajemen Informasi. Ke depan selain memiliki Fakultas Ilmu Kesehatan juga akan dikembangkan fakultas lain nonkesehatan. (ad70)
Lepas 182 Calon Wisudawan, FT Unud Terus Berupaya Tingkatkan Kualitas Lulusan FAKULTAS Teknik Universitas Udayana (FT Unud), Rabu (2/10) kemarin kembali melepas sebanyak 182 orang calon wisudawan pada yudisium periode Oktober 2019. Dari 182 calon wisudawan ini, terdiri dari Pprogram Doktor Ilmu Teknik 1 orang, Program Magister Arsitektur 2 orang, Program Magister Teknik Sipil 13 orang, Program Magister Teknik Elektro 11 orang, Program Sarjana Arsitektur 42 orang, Program Sarjana Teknik Sipil 46 orang, Program Sarjana Teknik Elektro 20 orang, Program Sarjana Teknik Mesin 22 orang, Program Sarjana Teknologi lnformasi 25 orang. Menurut Dekan FT Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T., Ph.D., kegiatan pelepasan calon wisudawan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan meningkatkan jiwa kewirausahaan dengan menghadirkan salah seorang alumni sebagai pembicara. Dikatakannya, lulusan dari Fakultas Teknik Unud selama ini memang masih kurang. Mengingat target yang dicanangkan Dekan dan Rektor mimimal 50 persen dari input dan output harus tepat waktu. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan jumlah lulusan, pihaknya terus melakukan upaya peningkatan kualitas lulusan, yakni dengan cara meningkatkan sarana dan prasarana maupun metode pembelajaran. Diakuinya, di Indonesia saat ini masih kekurangan sarjana teknik. Oleh karena itu, Unud berusaha agar bisa memenuhi itu. ‘’Selain meningkatkan jumlah lulusan, tentunya kualitas lulusan juga harus ditingkatkan. Dengan cara peningkatan sarana dan prasarana. Peningkaan kualitas lulusan juga dilakukan dengan perbaikan kurikulum,’’ ujarnya. Diungkapkannya, untuk tahun ini, FT Unud mengajukan tiga prodi yang akan diakreditasi oleh Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Dengan target capaian pembelajaran yakni Outcome Based Educa-
WISUDAWAN - Dekan FT Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T., Ph.D. berfoto bersama dengan lulusan predikat ‘’Cumlaude’’ pada pelepasan wisudawan FT Unud, Rabu (2/10) kemarin. tion (OBE). Jadi, katanya, di sana kualitas bagus yang diharapkan dan bagaimana memperbaiki kualitas lulusan. ‘’Setelah outcome didapatkan, ke depan lulusan FT Unud benar-benar qualified di pasar kerja,’’ harapnya. Melalui yudisium ini, mereka diharapkan bisa menyesuaikan dan memanfaatkan potensi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dari prodi-prodi yang ada, selain dibekali hard skill, mereka juga mendapatkan soft skill. Selain itu, para lulusan ini juga dibekali sertifikat kompetensi. ‘’Hal ini tentunya agar di dalam era revolusi industri 4.0 ini, mereka bisa bersaing di tingkat regional dan global,’’ katanya saat ditemui di sela pelepasan calon wisudawan. Nantinya dari alumni ini, pihaknya menegaskan, tidak menciptakan pengangguran tetapi harus menciptakan sarjana yang benarbenar bisa mendapatkan pekerjaan atau membuka peluang kerja. Karena, menurutnya, saat ini di Indonesia sarjana teknik masih sangat kurang dalam rangka menunjang
perbaikan atau pengembangan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah. ‘’Jadi mudah-mudahan kita ikut berperan untuk memasok sarjana teknik untuk mengatasi kekurangan tenaga di Indonesia,’’ harapnya. Sementara itu, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Teknik Unud I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. mengatakan, jumlah lulusan FT Unud yang ikut pelepasan sepanjang tahun 2019 sebanyak 621 orang. Sedangkan jumlah alumni dari tahun 1987 sampai dengan periode Oktober 2019 sebanyak 11.756 orang. Pada pelepasan periode Oktober 2019 ini, lulusan terbaik tingkat fakultas yakni dari S-3 Ilmu Teknik atas nama Dr. I Made Sukarsa, S.T., M.T., IPK 3,9 predikat dengan pujian. Dari S-2 Teknik Elektro atas nama Anak Agung Made Dian Krisnandari, S.TI., M.T., IPK 3,84 predikat dengan pujian. Dari S-1 Teknik Sipil atas nama Ni Made Dwi Paramita Utari S.T., IPK 3,88 predikat dengan pujian. (ad67)
Lahir Saat Krisis Ekonomi
Bank Mandiri Rayakan Ulang Tahun Ke-21 BANK Mandiri ingin berbagi kebahagiaan dengan nasabah sebagai bagian perayaan HUT ke21 yang jatuh pada hari Rabu, 2 Oktober 2019. Kali ini, perseroan mempersembahkan serangkaian program diskon belanja dengan menggunakan alat pembayaran nontunai di sejumlah platform belanja dan di outlet-outlet pilihan. Dalam rangkaian perayaan hari ulang tahunnya ke–21, Bank Mandiri juga memberikan penawaran istimewa di Café Resto berupa diskon 21% hingga 6 Oktober 2019 antara lain di X.O Suki, The Hub, Bebek Timbungan, KOU Dimsum, Two Fat Monks, Warung Blaster, Livingstone, Secret Garden, Crispy Duck, Sushi Hana, Colony, Bendega, Subur Meatballs, Vi Ai Pi, Warung Pepe, Bakso Boedjangan, The Mill, Voltvet, Simply Brew , Warunk Upnormal, Wah Republik, Juice Time, dan Roosterfish Beach Club. Ada juga harga special Rp 21 ribu di White Canny dan Barometer Coffee serta Rp 21 di 70 Fahrenheit Coffee. RCEO Regional XI Bali dan Nusa Tenggara Rully Setiawan menuturkan, berawal dari krisis ekonomi tahun 1998, empat bank negara bergabung yaitu Bapindo (Bank Pembangunan Indonesia), BDN (Bank Dagang Negara), BBD (Bank Bumi Daya), Exim (Bank Ekspor Impor Indonesia) menjadi Bank Mandiri yang saat ini berusia 21 tahun. Peringatan HUT tahun ini mengambil tema yang bernuansa 21. ‘’Hal ini karena kami berulang tahun ke-21 dan kebetulan juga ada lokasi belanja bernama Denpasar Mall Level 21. Jadi lokasi ini kami manfaatkan sebagai pusat peringatan HUT kami di Denpasar. Silakan Bapak/Ibu nasabah tercinta dan masyarakat memanfaatkan kesempatan ini karena program diskon ini hanya berlaku hari ini saja,’’ ungkap Rully di Denpasar, Rabu (2/10) kemarin. Rully menambahkan, program
POTONG TUMPENG - RCEO Regional XI Bali dan Nusa Tenggara Rully Setiawan melakukan pemotongan tumpeng simbol perayaan HUT Bank Mandiri yang ke-21. diskon yang diberikan antara lain untuk memenuhi segala kebutuhan penukaran 21 fiestapoin dengan perbankan nasabah. produk kopi di outlet Voltvet, Mitos Saat ini Bank Mandiri Regional Kopi, Bapak Bakery, Penawaran XI Bali dan Nusa Tenggara memiKPR bunga spesial bersama PT. liki 4 area yaitu Denpasar, Badung ilars Nusantara, PT Nuansa Bali Kuta, Mataram, Kupang dan 1 Utama, dan PT Pesona Dewata, Kantor Luar Negri yaitu KLN Dili. program cicilan 0% hingga 36 bulan Total jaringan kantor sebanyak untuk pembelian produk berlian di 121 kantor meliputi 63 cabang dan outlet Aryuna dan Kayana Djewel- 58 jaringan mikro. Layanan Distrilery dengan Mandiri kartu kredit, busi Bank Mandiri Bali Nusra juga serta diskon 21% paket tour dengan dilengkapi dengan 728 unit ATM operator Dwidaya Tour. yang terhubung dalam jaringan ‘’Di mall ini, kami juga memiliki ATM Link, ATM Bersama, ATM program khusus shopping race Rp Prima, dan Visa/Plus, 15.758 unit 210.000 dengan kartu pembayaran Electronis Data Capture (EDC) serta dan EDC Mandiri, serta tarif khusus jaringan e-banking yang meliputi parkir Rp 21 untuk 1 jam pertama Mandiri Online, SMS Banking dan dan diskon 21% valet parkir. Semua Call Center 14000. periode program tersebut berlaku Secara pertumbuhan bisnis, hanya untuk tanggal 1-2 Oktober Bank Mandiri membukukan kinerja 2019,’’ beber Rully. yang baik, dengan pertumbuhan Selain pameran dengan mer- kredit Q2 2019 sebesar 12,1% (YoY) chant, Bank Mandiri juga meng- secara Bankwide, sedangkan Region gelar acara perayaan dengan XI Bali dan Nusa Tenggara tumbuh mengundang nasabah prioritas, 19,1%. Rasio NPL terjaga dengan Kepala Satuan Kerja, REI Bali, baik di 1,32%. Dana pihak ketiga serta merchant owner. Dalam pidato Bank Mandiri tumbuh 5,0%, dengan pembukaan acara, Rully Setiawan rasio dana murah Bank Mandiri menuturkan bahwa Bank Mandiri di kisaran 80% dan Region XI Bali sangat mengapresiasi hubungan dan Nusra di kisaran yang sama. baik yang telah terjalin antara na- ‘’Atas capaian tersebut, kami juga sabah dengan Bank Mandiri selama ingin mempersembahkan program ini. Rully Setiawan juga berharap belanja ini sebagai apresiasi atas agar ke depannya Bank Mandiri dukungan dan kepercayaan yang dapat meningkatkan kinerjanya telah diberikan,’’ katanya. (ad66)
SMA Darma Praja Denpasar
Duta Denpasar di LSS, Siswanya Juara Nasional LKTI SMA Darma Praja selain dikenal sebagai sekolah bermutu serta berbasis budaya Bali, juga sekolah yang nyaman, aman, sejuk dan asri. Sekolah ini ada di bawah Yayasan Darma Praja milik Pemkab Badung. Tahun ini SMA Darma Praja Denpasar menjadi duta Denpasar dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2019. Sekolah ini wajar menjadi nominasi juara LSS tingkat Bali karena sukses menerapkan pola hidup sehat. Di antaranya menata halaman sekolah, kreasi kebun, penataan toilet dan tak ada keluarga warga sekolah yang merokok di rumah, termasuk menerapkan 8 gol LSS dan Trias UKS. Bahkan sekolah ini memiliki senam untuk mencegah obesitas. Untuk kesehatan mental dilakukan meditasi dan yoga.
Kepala SMA Darma Praja Denpasar I Gede Bagus Arsawikanta, S.Pd. bersyukur dipercaya menjadi duta Denpasar dalam LSS dan siap membela Bali jika dipilih menjadi duta ke tingkat nasional. Kasek yang juga pecinta tanaman ini menyadari warga sekolahnya banyak mendapat manfaat dari LSS yakni menerapkan pola hidup sehat bagi warga sekolah. Termasuk menjaga lingkungan sekolah yang asri. SMA Darma Praja Denpasar juga dikenal gudangnya peneliti muda. Siswa ekstra KIR sekolah ini langganan juara LKTI tingkat nasional. Belum lama ini Ni Luh Putu Rita Primayuni (XI-IPA-2) meraih juara I Nasional LKTI di Universitas Muhammadyah Malang (UMM). Dia mengalahkan 200 peserta lainnya
dengan temuan membuat aplikasi untuk lowongan pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Dia juga juara II LKTI di UGM soal mencegah stunting dengan cara membuat program emotional demontration, menyasar calon pengantin. Mereka diberi ceramah stunting dan cara pengolahan makanan dan konseling. Rita juga juara III LKTI Nasional di Fakultas Pertanian Unud dengan penelitian pencegahan lahan kritis dengan membuat pupuk Smazer dari bahan cangkang telur, kulit udang dan bakteri. Sementara tim KIR lain diperkuat Firmansyah Krisna Maulana (XI-IPA-1) dan A.A. Gede Krisna Murti (XII-IPA-1) meraih juara I Nasional LKTI di Universitas Negeri Surabaya. Mereka mem-
buat aplikasi kewirausahaan bagi kalangan siswa. Sasarannya adalah siswa SMA Darma Praja. Aplikasi ini bisa dipakai berjualan oleh siswa seperti untuk produk kerajinan tangan dan lainnya. Aplikasi ini, kata Firmansyah, mendapat respons positif dari kalangan siswa, selain diberi materi kewirausahan juga bisa mendapatkan uang. Ke depan aplikasi ini akan dikembangkan menjadi e-commerce. Tim ini juga meraih juara III Nasional LKTI di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Saat itu mereka meneliti soal ‘’Manajemen Produk Pangan’’. Gede Bagus Arsawikanta didampingi Waka Drs. I Wayan Pageh, M.Pd., Drs. I Wayan Murja, Drs. I Made Yasa dan I Gst. Made
JUARA - Kepala SMA Dharma Praja I Gede Bagus Arsawikanta bersama siswa peraih juara nasional LKTI. Widiarta, B.A. bersyukur tahun ini SMA Darma Praja Denpasar menerima siswa sesuai target. Sekolah di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) ini memiliki 19 ruang belajar, semua siswanya bisa masuk pagi. Selain itu semua kelas ada LCD, miliki dua lab komputer, IPA dan lab pariwisata karena sekolah ini SMA plus pariwisata. Sekolah ini juga dikenal mem-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
persiapkan lulusannya untuk bekerja. Semua siswa diberi kompetensi tambahan bidang pariwisata seperti front office, housekeeping, bartender dan akomodasi perhotelan. Juga ditambah dengan penguatan lima bahasa asing yakni bahasa Inggris, Jepang, Prancis, Jerman dan Mandarin. Hebatnya, semua program ini tanpa ada tambahan biaya. (ad69)
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
FIGUR Tunda Pelaksanaan UNBK DALAM kondisi krisis ekonomi global, daya beli masyarakat Bali dipastikan terkena dampaknya. Termasuk daya beli masyarakat membayar biaya pendidikan. Atas alasan itu pula SMP PGRI 9 Denpasar yang menargetkan tahun ini bisa menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menunda pelaksanaannya. Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. mengaku tidak mau memaksakan kehendak mewajibkan siswanya menjalani UNBK karena tak mau memberatkan orangtua siswa yang sudah susah. Ia juga mengaku tak mau melakukan pungutan di tengah jalan agar tak terkesan aji mumpung. Kendati demikian, mulai tahun ini sekolah sudah membeli komputer lagi 20 unit dari dana BOS, sehingga genap memiliki 38 unit. Namun untuk bisa melaksanakan UNBK, pihaknya memerlukan paling tidak 90 unit komputer termasuk cadangan. Panglingsir Puri Padangluwih, Dalung ini juga tak mau meminjam laptop dan komputer orangtua siswa dan guru karena juga memberatkan warga. Apalagi memungut dana tambahan hanya untuk membeli komputer atau menyewa komputer. ‘’Prinsipnya, kami memaklumi kondisi ekonomi saat ini agar tak membebani orangtua siswa,’’ ujarnya, Selasa (1/10). Ia menegaskan, sekolah yang dipimpinnya sudah mulai menggunakan tes tengah semester berbasis e-learning. Sekolah memiliki program les tambahan. Siswa yang kurang mampu ditangani tim khusus guna meraih nilai yang terbaik. ‘’Semua program ini sudah masuk biaya di SPP sehingga tak perlu lagi memungut biaya tambahan,’’ tegasnya. Mulai tahun ini, pihaknya juga mengeluarkan kebijakan baru dalam penggunaan handphone (HP) bagi siswa. HP hanya boleh dilakukan saat proses belajar mengajar guna menunjang materi tambahan, siswa dilarang melakukan selfie selama berada di sekolah. Termasuk tidak boleh berada di luar halaman sekolah sebelum dijemput keluarganya. Hal ini membuat anak didiknya disiplin belajar dan memperkuat pendidikan karakternya. (sue)
Balipost/ist
BIMTEK- Suasana Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill yang di gelar BNN Gianyar, Rabu (2/10) kemarin.
BNN Gianyar Gelar Bimtek ’’Life Skill’’
Gianyar (Bali Post) – Kepala BNN Kabupaten Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. hadir di Saba, Blahbatuh membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi masyarakat kawasan rawan narkoba pada wilayah pedesaan dan perkotaan, Rabu (2/10) kemarin. Kegiatan dilaksanakan dengan mengambil tempat di Padi Buffet & Ala’carte, Saba, Blahabtuh dengan peserta dari kelompok ibu-ibu dan remaja putri sebanyak 15 orang. Acara pembukaan juga dihadiri stakeholder terkait yaitu Kepala Badan Kesbang Pol. Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Amarta, M.Si. dan undangan lainya. Dalam sambutannya, Kepala BNNK Gianyar menyampaikan bahwa di Indonesia peredaran gelap narkoba semakim banyak, tidak mengenal tempat, umur, profesi mapun jenis kelamin. ‘’Dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis ini, diharapkan nantinya akan menjadi salah satu alternatif development program yang mampu menghindarkan diri para peserta dari kegiatan yang merugikan yaitu narkoba,’’ ujarnya. Para peserta diharapkan ke depannya memiliki keahlian sesuai dengan materi pada saat bimtek dan mereka diharapkan mempunyai kegiatan positif agar tidak terjebak dalam peredaran gelap narkoba. Acara bimtek ini bekerja sama dengan instruktur yang didatangkan dari BLK Agrobisnis & Industri Kabupaten Gianyar Ni Luh Dewi Martina Rahayu, A.Md. dan Retno Tri Susilawati, S.Sos. dengan materi hari pertama berupa pembuatan Caramel cake dan Marble cake. (r)
FIMHD Gelar Festival Anak Hindu Indonesia Ke-18 di Wihara Buddha Maitreya Sejumlah Lomba Bernuansa Hindu Sasar Generasi Milenial
FORUM Intelektual Muda Hindu (FIMHD) kembali mengadakan acara Festival Anak Hindu Indonesia untuk ke18 kalinya. Acara ini selalu mendapat dukungan penuh dari Senator DPD-RI Arya Wedakarna dan Badan Dana Punia Hindu Nasional. Acara ini bertujuan untuk mengajak generasi muda untuk lebih berwawasan dan berkreativitas secara luas melalui bakat yang mereka punya. Acara ini juga dapat membuat generasi muda untuk lebih mencintai budayanya sendiri, dan mampu memberikan inovasi untuk berkarya melalui bakat/hobi yang mereka miliki. Kali ini Festival Anak Hindu Indonesia (FAHI) digelar di Maha Vihara dan Pusdiklat Buddha Maitreya Bali yang beralamat di Jalan Gunung Soputan No. 88X, Denpasar, Bali. Selain acara FAHI akan dirangkaikan pula dengan acara Hindu Book Reader
FAHI - Senator Arya Wedakarna saat hadir di FAHI 2018. Community (HBRC) yang ke-14 kalinya di mana acara ini bertujuan untuk mengapresiasi dan memberikan penghargaan untuk para penulis buku Hindu yang
telah mendedikasikan hidup mereka untuk kebangkitan Nusantara. Acara ini akan dilaksanakan pada 3 - 6 Oktober 2019. Lomba yang diselengga-
rakan yakni pada Kamis, 3 Oktober 2019 Lomba Canang Sari, Lomba Membuat Kwangen, Lomba Ngulat Tipat (untuk tingkat SD kelas IV-VI), Lomba Mewarnai Gambar (tingkat TK, SD kelas I-III), Lomba Melukis (tingkat SD kelas IV-VI & tingkat SMP), Lomba Melukis Hindu (tingkat SMA/SMK). Jumat, 4 Oktober 2019, Lomba Peragaan Busana Adat ke Pura (tingkat TK, SD, SMP, SMA/ SMK), dan lomba yang baru pertama kali di tahun ini kita mulai yakni Lomba Menulis Aksara Bali (tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK). Sabtu, 5 Oktober 2019, Lomba Membaca Puisi Bali (tingkat SD dengan tema ‘’Aku Bangga Menjadi Generasi Muda Hindu Nusantara’’), (tingkat SMP dengan tema ‘’Melestarikan Budaya Bali’’), (tingkat SMA/ SMK dengan tema ‘‘Mengapa Bali Disebut Pulau Seni & Budaya’’). Lomba Pidato Ba-
hasa Bali (tingkat SMP dengan tema ‘’Tri Hita Karana’’), (tingkat SMA/SMK dengan tema ‘’Swadharmaning Marep Ring Guru Rupaka’’). Di hari terakhir yakni Minggu, 6 Oktober 2019, peneriamaan hadiah seluruh lomba yang dirangkaikan dengan penganugerahan Hindu Book Reader Community Award 2019 yang akan dihadiri dan diserahkan langsung oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS, M.Tru., M.Si. Untuk para siswa/siswi dari tingkat TK-SMA/SMK yang ingin mendaftarkan diri bisa langsung datang ke Sekretariat Forum Intelektual Muda Hindu Indonesia (FIMHD) yang beralamat Jalan Beliton No. 4 Denpasar (Lingkungan Gedung The Hindu Center). Atau bisa menghubungi Panitia Lomba melalui Cp : 085858789564 (Rista), 083114804686 (Sri Wahyuni). (ad75)
Kuliah Umum Prodi MAP Unwar
Inovasi Pelayanan Publik: Pengalaman Kabupaten Klungkung dan Luar Negeri PROGRAM Studi Magister Administrasi Publik (Prodi MAP) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unwar menggelar Kuliah Umum bertajuk ‘’Inovasi Pelayanan Publik: Pengalaman Kabupaten Klungkung dan Luar Negeri’’ di Ruang Sri Kesari Warmadewa Mandapa, Rabu (2/10) malam. Kuliah umum yang diikuti mahasiswa baru MAP dan mahasiswa FISIP Unwar ini menghadirkan dua narasumber yakni Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, S.Pd., M.M. dengan materi ‘’Best Practice Inovasi Pelayanan Publik di Kabupaten Klungkung’’ dan I Ketut Putra Erawan, Ph.D. (Direktur Eksekutif Institute Peace & Democracy) dengan materi ‘’Kebijakan Publik di Negara-negara Maju: Srategi, Praktik, dan Evaluasi’’, yang dimoderatori Kaprodi MAP Unwar Dr. Drs. A.A. Gede Raka, M.Si.
Kaprodi MAP Unwar Dr. Gede Raka mengatakan antara kebijakan publik dan pelayanan publik tidak dapat dipisahkan, karena saling memengaruhi. Oleh karena itu keduanya sangat penting untuk diketahui dan dipahami oleh mahasiswa Magister Administrasi Publik agar dalam menentukan kebijakan maupun memberikan layanan publik harus inovatif dan kreatif. Selain itu, mahasiswa juga harus mampu membedakan kebijakan yang bersifat politik dan kebijakan publik. Sebab, dikatakan, bahwa apabila kebijakan diambil berdasarkan keputusan politik maka cenderung berpihak kepada individu/kelompok tertentu. Namun, apabila kebijakan diambil berdasarkan kepentingan publik maka kebijakan tersebut akan bermanfaat untuk menyejahterakan masyarakatnya. ‘’Oleh karena itulah kami berusaha mempertemukan dua tokoh sebagai narasumber, yaitu Bupati Klungkung
Bapak I Nyoman Suwirta yang merupakan bupati pertama yang dapat melakukan inovasi daerah dari awal dengan kebijakan daerah yang inovatif dan kreatif. Kemudian yang satu lagi Bapak Erawan yang betul-betul memahami tentang kebijakan publik internasional, bagaimana mengeksekusinya, mengawasi dan mengontrol, serta evaluasi kebijakan publik yang dibuat, sehingga dapat mengubah suatu kondisi masyarakat dari yang kurang baik menjadi lebih baik, dan itu sangat penting karena berhubungan dengan masyarakat,’’ ujar Agung Raka. Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. mengatakan kuliah umum merupakan materi tambahan di luar kurikulum yang harus diberikan kepada mahasiswa MAP Unwar. Apalagi menyangkut masalah administrasi dan kebijakan publik yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kemajuan suatu
Denpasar (Bali Post) Berubahnya sistem pembagian Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dari sebelumnya lewat Pemprov Bali, menjadi langsung oleh Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar kepada kabupaten penerima membawa konsekuensi tersendiri. Pemberian secara langsung itu memunculkan kesan bahwa pembagian PHR tidak lebih sebagai bantuan belas kasihan. Dasar pemberiannya pun juga sangat subjektif. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Selasa (1/10) lalu, menyikapi ribut-ribut masalah PHR antara Pemkab Bangli dan Pemkot Denpasar. ‘’Saya ingin mengingatkan kembali bahwa sejak awal kebijakan pembangunan dan pengembangan pariwisata Bali adalah berwawasan budaya dan lingkungan,’’ ujarnya. Artinya, lanjut Sugawa Korry, pembangunan pariwisata Bali harus didukung oleh
seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah kabupaten/kota se-Bali. Selama ini, pariwisata berpusat di Bali Selatan khususnya Badung, Denpasar dan Gianyar. Investasi dan pembangunan infrastruktur termasuk hotel dan restoran sebagian besar ada di tiga daerah tersebut. Sedangkan kabupaten lainnya diarahkan sebagai daerah penunjang pariwisata dengan basis sektor pertanian. ‘’Melalui Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, PHR dipungut di mana kedudukan hotel dan restoran tersebut berada. Tentunya Badung, Denpasar, dan Gianyar memperoleh pungutan PHR yang sangat besar. Terutama Badung,’’ jelas politisi Golkar ini. Padahal, menurut Sugawa Korry, wisatawan yang datang ke Bali bukan karena tertarik dengan ketiga kabupaten/ kota tersebut. Melainkan tertarik dengan Bali secara keseluruhan yang didukung
enam kabupaten lainnya. Di sinilah ketidakadilan itu muncul, karena yang berbuat seluruh Bali tetapi yang menikmati mayoritas hanya Badung, Denpasar, dan Gianyar. ‘’Apa yang disuarakan Bupati Bangli adalah cetusan rasa ketidakadilan sebagai daerah yang punya andil besar ikut mendukung dan membangun pariwisata di Bali ini. Saya berkeyakinan hal yang sama dirasakan juga oleh pemkab lainnya walaupun belum menyuarakan secara langsung,’’ terangnya. Sugawa Korry menambahkan, kesepakatan terdahulu yakni PHR didistribusikan melalui Pemprov Bali secara proporsional untuk kabupaten lain sebetulnya bukan tanpa alasan. Sebab, Pemprov Bali dalam kapasitas sebagai pemerintah atasan juga berwenang mengawasi penggunaan anggaran tersebut oleh pemkab di seluruh Bali. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar PHR kembali disalurkan melalui Pemprov
Denpasar (Bali Post) Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali menyebut inflasi pada September 2019 terkendali. Padahal Bali mengalami beberapa tantangan yang bisa menyebabkan inflasi di antaranya fenomena El Nino, kenaikan harga emas dunia, hingga kenaikan biaya sekolah. BI bersama Pemda Bali berhasil mengendalikan inflasi Bali sehingga mencapai level yang rendah dan terkendali. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, fenomena El Nino mengakibatkan berkurangnya curah hujan dan kekeringan yang meluas di sebagian wilayah Indonesia. Menurut BMKG, curah hujan normal baru terjadi pada Oktober 2019. ‘’Artinya, terjadi gangguan tanaman pangan yang produksinya sangat tergantung kepada air yaitu padi dan sayur–sayuran,’’ ujarnya, Selasa (1/10). Dengan adanya fenomena itu, dikhawatirkan terjadi keterbatasan produksi yang dapat memicu kenaikan harga khususnya beras di Bali. ‘’Untunglah keadaan ini cepat diantisipasi oleh Disperindag
Provinsi Bali dengan menjaga ketersediaan bahan pokok beberapa bulan ke depan. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan distributor yang memiliki jaringan ke Jawa Timur maupun Nusa Tenggara Barat,’’ ungkapnya. Berdasarkan data Disperindag Bali pada September 2019, Bali memiliki stok beras 269.490 ton, cukup untuk 7,8 bulan ke depan. Stok gula pasir 17.535 ton, cukup untuk 3,5 bulan ke depan. Stok minyak goreng 13.600 ton, cukup untuk 3,7 bulan ke depan. Stok tepung terigu 5.200 ton, cukup untunk 3,5 bulan. Stok daging sapi 1.383 ton cukup untuk 8,1 bulan ke depan. Stok daging ayam ras 34.392 cukup untuk 10 bulan ke depan. Stok telur 27.564 ton cukup untuk 8,2 bulan ke depan. Stok kacang kedelai 6.042 ton, cukup untuk 4 bulan ke depan. Stok bawang merah 6.897 ton cukup untuk 4,4 bulan ke depan. Stok bawang putih 3.823 ton, cukup untuk 3,6 bulan ke depan. ‘’Cukupnya ketersediaan komoditi lain ini menyebabkan terjadinya penurunan harga,’’ ungkapnya. Berdasarkan data yang di-
KULIAH UMUM - Narasumber dan peserta kuliah umum bertajuk ‘’Inovasi Pelayanan Publik: Pengalaman Kabupaten Klungkung dan Luar Negeri’’ yang digelar di Universitas Warmadewa, Rabu (2/10) malam. daerah. Kabupaten Klungkung di bawah kepemimpinan I Nyoman Suwirta, dikatakan, telah melahirkan kebijakan dan layanan publik yang inovatif, sehingga pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat Klungkung sangat
memuaskan. Melalui kuliah umum ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada mahasiswa MAP maupun mahasiswa FISIP Unwar terkait dengan kebijakan dan layanan publik. (ad78)
agar rasa ketidakadilan tidak berkembang semakin luas. Seperti halnya yang dikeluhkan Pemkab Bangli yang sudah memasang dana bagi hasil PHR dalam APBD-nya, namun secara sepihak justru diubah. Padahal, programprogram kegiatan sudah dalam proses tender dan kontrak sehingga sangat menyulitkan posisi anggaran di daerah tersebut. Apabila kembali terwujud kesepakatan penyisihan PHR melalui provinsi, maka provinsi harus melaksanakan secara transparan dan proporsional melalui mekanisme anggaran yang benar. ‘’Apabila dikembalikan melalui provinsi, Pemprov wajib mengkaji, mengawasi dengan profesional serta wajib memberikan kepastian ketersediaan anggaran tersebut,’’ tandasnya. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster telah menegaskan bila pembagian PHR tidak perlu dikembalikan ke provinsi. Sebab, PHR merupakan hak kabupaten/kota seh-
ingga tidak perlu ‘’diganggu’’. Pembagian PHR merupakan kewenangan kabupaten/kota, dan secara regulasi juga tidak wajib menuntut Badung atau Denpasar untuk berkontribusi kepada kabupaten lain. ‘’Tidak ada aturan yang menyuruh, mewajibkan kabupaten membagi pendapatan asli daerahnya ke kabupaten lain. Apalagi itu (mengembalikan pembagian PHR lewat provinsi - red), lebih tidak ada aturannya lagi,’’ ujarnya. Kendati demikian, Koster mengaku tetap akan menyikapi masalah ini. Salah satunya akan menghitung kemampuan anggaran Pemprov Bali untuk memberikan insentif bagi Bangli sebagai daerah konservasi. Mengenai ancaman Bupati Bangli disebutnya sebagai ungkapan rasa kekecewaan saja. ‘’Saya sempat bicara sama beliau kenapa marahmarah. Dia bilang, PHR dipotong tanpa pemberitahuan, besarnya Rp 2,9 miliar,’’ imbuhnya. (kmb32)
Pembagian PHR Terkesan sebagai Bantuan Belas Kasihan
Terlibat Pencurian Harga Bahan Pangan Terkendali, Bali Alami Deflasi September 2019 Wanita Muda Ditangkap Denpasar (Bali Post) Kasus pencurian terjadi di Planet Gadget di Jalan Teuku Umar No. 84, Denpasar. Setelah diselidiki Tim Resmob Polresta Denpasar, ternyata pelakunya wanita asal NTT, Lidia Anur (23), dan ditangkap saat berada di Mall Bali Galeria (MBG), Kuta, beberapa waktu lalu. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Rabu (2/10) kemarin mengatakan, kasus tersebut dilaporkan ke Polresta pada Rabu (25/9) lalu. ‘’Hasil olah TKP dan pemeriksan saksi-saksi dicurigai Lidia pelakunya. Waktu kejadian, dia kerja di TKP. Dalam waktu singkat kami berhasil menangkap pelaku di MBG Kuta,’’ ujarnya. Saat diperiksa, pelaku beralamat di Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar ini bekerja di TKP sebagai SPG. Pada Selasa (13/8) pukul 14.00 Wita, datang seorang pelanggan memesan Iphone 7+ dan dilayani oleh pelaku. Iphone tersebut lalu di-charge agar bisa dihidupkan. Tiba-tiba pelanggan tersebut mengurungkan niatnya membeli Iphone 7+ tersebut. Setelah pelanggan itu pergi, pelaku mengambil Iphone itu dan dimasukkan ke loker miliknya. Saat pulang kerja, pelaku mengambil Iphone tersebut dan dibawa pergi tanpa sepengetahuan HRD Planet Gadget. Selanjutnya Iphone curian itu dipakai pelalu. ‘’Beberapa hari setelah kejadian, ada laporan hasil audit Planet Gadget. Setelah dilakukan pengecekan ternyata terjadi kehilangan satu Iphone 7+,’’ ungkap mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. Karena tidak ada kejelasan terkait kejadian itu, pemilik usaha I Kadek Ngurah Dody Andika ke Polresta Denpasar. Dody mengaku rugi Rp 5,5 juta. ‘’Kami mengimbau kepada pemilik usaha supaya benar-benar mengawasi karyawannya. Begitu juga karyawan supaya turut menjaga keamanan tempat kerja dan lingkungannya. Jangan justru sebaliknya,’’ kata mantan Kasatreskrim Polres Badung ini. (kmb36)
Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho rilis BPS September 2019, terjadi penurunan harga atau deflasi terutama disebabkan oleh menurunnya harga kelompok bahan makanan. Di sisi lain, pada September 2019, tidak terjadi lonjakan permintaan terhadap bahan makanan sehubungan dengan tidak adanya hari besar keagamaan di bulan ini. Pada September 2019, Bali mengalami deflasi sebesar -0,58 persen (mtm), membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,44 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 2,54 persen
(yoy), lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 3,39 persen (yoy). Deflasi terjadi pada kedua kota sampel Bali yaitu Denpasar dan Singaraja. Denpasar mengalami deflasi sebesar 0,52 persen (mtm) dan Singaraja mengalami deflasi sebesar 0,87 persen (mtm). Di Denpasar, deflasi bersumber dari penurunan harga pada kelompok bahan makanan sebesar -2,49 persen, kelompok sandang – 1,77 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar – 0,12 persen. Sedangkan deflasi di Singaraja
bersumber dari penurunan harga pada kelompok bahan makanan yang cukup dalam sebesar -3,28 persen. Meski demikian, Trisno mengatakan, pencapaian ini perlu diwaspadai seiring dengan adanya sejumlah risiko yaitu masih tingginya ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar Bali untuk memenuhi kebutuhan Provinsi Bali, faktor musim hujan yang masih akan meningkatkan harga seiring dengan menurunnya pasokan komoditas yang tidak memerlukan air seperti bawang, cabai dan sebagainya serta meningkatnya permintaan seiring dengan datangnya peak season pariwisata pada Desember. Tim Pengendalai Inflasi Daerah (TPID) Bali meletakkan fokus utama pada komoditas penyumbang inflasi pada akhir tahun ini antara lain komoditas pertanian yaitu bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan beras. Selain itu pada sektor peternakan seperti daging ayam ras dan telur ayam ras, pada sektor perdagangan yaitu pada komoditas rokok dan bahan bakar rumah tangga. (kmb42)
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Perlunya Komitmen yang Kuat POLEMIK tentang keterlibatan yang mengarah kepada eksploitasi anak-anak sempat menjadi perbincangan beberapa pekan lalu. Dimulai dari keterlibatan mereka dalam event pencarian bakat calon atlet bulu tangkis yang disorot KPAI. Sebelum munculnya masalah ini, problematika soal anak-anak Indonesia masih sangat kompleks. Masalah anak-anak cenderung menjadi komoditas politik. Menjadi sumber pencitraan oknum dan menjadi panggung untuk menjaga image. Masalah anak-anak, selalu muncul dan mendapat perhatian. Namun, solusinya tidak pernah tuntas. Sama sekali tidak pernah. Mereka ini selalu saja menjadi objek yang ramai diperbincangkan. Menjadi semacam retorika para oknum pejabat, wakil rakyat, pegiat kemanusiaan dan sebagainya. Mereka inilah yang mencari panggung, mencari nama serta pengakuan dan bahkan ketenaran, tetapi juga patut digarisbawahi, banyak juga yang memang tulus untuk bekerja. Secara sukarela mengeluarkan niat, tenaga, serta uang untuk memperbaiki nasib anak Indonesia. Tetapi ya itu tadi, jumlah mereka terlalu sedikit dibandingkan dengan mereka yang berusaha mengambil manfaat. Tidak berlebihan tudingan semacam ini karena masalah eksploitasi anak ini memang sudah mengakar. Tidak pernah selesai. Pemerintah juga rupanya kurang bersungguh-sungguh. Memang ini masalah yang berarti sebagai negara yang dengan penduduk yang banyak serta rentang wilayah yang begitu luas. Kesenjangan antarsektor, antarwilayah membuat kesenjangan kualitas pendidikan, ekonomi, kesejahteraan maupun kesehatan. Pemerintah tentu sulit untuk mengatasi hal ini sendirian. Tetapi, pemerintah mesti jadi panglimanya dengan menggandeng kalangan swasta, LSM, pemerhati serta masyarakat lainnya. Peranan keluarga juga sangatlah penting. Di dalam keluargalah anak-anak itu merasa aman dan nyaman. Tentu keluarga yang harmonis. Juga lingkungannya. Di sanalah juga tempat dia belajar. Lingkungan juga mesti aman dan nyaman. Juga di sekolah, sebagian hidupnya dihabiskan untuk belajar, bermain serta bersosialisasi dengan para guru dan temannya. Lingkungan mereka ini mesti nyaman dan aman. Untuk memperoleh kondisi seperti ini mesti lagi-lagi pemerintah yang punya tanggung jawab. Lagi-lagi pula pemerintah tidak bisa sendiri. Partisipasi aktif sektor lainnya juga mesti optimal. Sinergi dalam bermasyarakat memunculkan kondisi yang dinamis. Rasa saling memiliki, bertanggung jawab serta berkontribusi secara positif akan menghasilkan sebuah komitmen yang baik bagi pertumbuhan, perkembagan anak-anak. Anak-anak sehat, generasi kuat maka bangsa serta negara pun akan kuat. Apakah nanti itu muncul ide tentang anakanak apa pun, apakah rumah sakit ramah anak, sekolah ramah anak, kota ramah anak, mall ramah anak dan segala macamnya bukan persoalan, sepanjang fondasinya dikuatkan dulu. Komitmen serta tekad yang sungguh-sungguh untuk bersinergi menempatkan anak-anak pada porsinya yang proporsional. Sehingga nantinya tercipta sebuah kondisi yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Permohonan Bantuan Pembangunan Pura Agung Blambangan
Dalam rangka melengkapi bangunan tempat suci kami, maka dengan ini kami sampaikan permohonan bantuan dana pembangunan pura. Perlu dimaklumi terlebih dahulu bahwa unit-unit bangunan sebelumnya yang kami rintis bangunan suci pokok seperti: 1) Candi, yang kami beri nama Candi Luhur Moksajati Dalem Puri Blambangan. 2) Pura, yang kami beri nama Pura Sendang Nusantara. 3 Patirtan, yang kami beri nama Patirtan Gajahmina. Yang ketiganya merupakan satu kelompok kesatuan dalam suatu areal. Di samping bangunan pokok tersebut, kami juga telah sempat benah-benah membangun lingkungan dan yang terakhir pada tahun 2018 yang lalu, kami telah sempat pula membangun bale gede sebagai kelengkapan pura. Sebagai tradisi bangunan suci Hindu semacam itu diperlukan gapura masuk ke lokasi areal suci yang dinamai candi kurung. Inilah yang kami rencanakan untuk dibangun pada periode tahun 2019 sekarang ini. Mengingat keterbatasan kami dalam hal finansial maka mohon perkenaannya untuk memberikan bantuan. Demikianlah permohonan kami dan atas perhatian serta kemurahannya, kami sampaikan terima kasih. Dana punia bisa disalurkan ke Rekening 0680-01-004852-53-8 bank BRI KCP Muncar Banyuwangi atas nama Yayasan Pura Agung Blambangan. Atas bantuan dan dukungan para umat, kami panitia menyampaikan terima kasih. Achmad Riyadi, S.Pd. Ketua Panitia Pembangunan
Perbanyak Rumah Sakit Ramah Anak Rumah sakit khususnya milik pemerintah yang ramah anak masih jarang. Di beberapa daerah fasilitas di rumah sakit yang layak anak masih jauh dari harapan. Padahal, optimalisasi pelayanan dan fasilitas kesehatan anak merupakan bukti komitmen memuliakan generasi penerus bangsa. Sudah seharusnya ini jadi PR pemerintah.
B
Oleh Kurniawan Adi Santoso
eberapa rumah sakit yang sempat saya kunjungi karena keponakan saya yang masih balita harus rawat inap untuk penyembuhan sakit hepatitis, desain ruangannya belum mencerminkan ruangan untuk anak. Padahal, ini ruangan khusus anak. Apa mungkin karena ini dihuni oleh pasien BPJS yang notabene kelas menengah ke bawah sehingga desain ruangannya seadanya? Entahlah. Ruangan yang ditempati pasien anak didesain seperti ruangan pasien dewasa. Dinding dengan cat hijau tanpa hiasan, plafon, tempat tidur dan seprainya putih. Warna yang cenderung monoton membuat suasana kurang menarik bagi pasien anak. Kondisi suhu ruangan juga tak diperhatikan. Suhu ruangan melewati batas nyaman (16-27°C) membuat badan keluar keringat. Ketidaknyamanan ini mengakibatkan pasien jadi rewel, menangis, dan anak sulit tidur. Sementara pada kamar mandi, tembok bercat putih dilengkapi kloset, shower (pancuran air), keran, dan bak kecil. Kondisi desain yang sederhana ini dikeluhkan orangtua di ruangan ini. Anak-anak balita jadi malas buang air kecil di situ. Mereka pakai pampers seperti juga keponakan saya. Hal ini semestinya mendapat perhatian dari pihak rumah sakit dan pemerintah. Selain pelayanan yang optimal, seharusnya desain fisik rumah
sakit penting diperhatikan guna mendukung proses penyembuhan pasien. Apalagi sudah diamanatkan di UU No. 44 tentang Rumah Sakit pasal 29 ayat 1 (i), bahwasannya rumah sakit berkewajiban menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak antara lain sarana ibadah, parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang cacat, wanita menyusui, anak-anak, lanjut usia. Ruang rawat inap anak sudah selayaknya dibuat sesuai karakter tumbuh kembang anak. Ru-
rumah sakit umum milik pemerintah sudah seharusnya didesain bersifat kekanak-kanakan. Ruangan dibuat sedemikian rupa sesuai karakter tumbuh kembang anak layaknya ruangan tempat bermain. Anak-anak cenderung lebih nyaman dengan lingkungan yang hampir sama dengan tempat mereka bermain. Ini bisa memberikan keberanian dan membangkitkan imajinasi anak selama berada di ruangan. Sehingga anak-anak memiliki keberanian untuk dapat mela-
Ruang rawat inap anak di rumah sakit umum milik pemerintah sudah seharusnya didesain bersifat kekanak-kanakan. Ruangan dibuat sedemikian rupa sesuai karakter tumbuh kembang anak layaknya ruangan tempat bermain. Anak-anak cenderung lebih nyaman dengan lingkungan yang hampir sama dengan tempat mereka bermain. Ini bisa memberikan keberanian dan membangkitkan imajinasi anak selama berada di ruangan. Sehingga anak-anak memiliki keberanian untuk dapat melawan rasa sakit yang dialami oleh anak-anak selama berada dalam fasilitas kesehatan ini. angan yang kekanak-kanakan akan memberikan kenyamanan dan sumbangan proses kesembuhan pasien anak. Penelitian yang dilakukan CABE (Commission for Architecture and Built Environment) pada Agustus 2003 di London menyatakan, desain yang baik dari rumah sakit dan lingkungannya berdampak langsung terhadap kecepatan kesembuhan pasien (Haripradianto, 2009). Ruang rawat inap anak di
wan rasa sakit yang dialami oleh anak-anak selama berada dalam fasilitas kesehatan ini. Penerapan desain tersebut, misalnya dinding dihiasi dengan gambar kartun, hewan, atau bunga-bunga yang indah. Cat dinding pun dipilihkan warna beragam. Penggunaan warna yang beragam ditujukan untuk menstimulasi anak agar percaya diri, aktif, dan tidak takut saat dilakukan pemeriksaan. Seperti mengombinasikan warna hijau,
biru, dan oranye. Ketiga warna ini termasuk warna healing (penyembuhan) yang dapat menenangkan pasien serta memberikan dampak psikologis yang baik. Tempat tidur atau seprai bermotif tokoh kartun, tokoh game, gambar boneka, bunga, hewan, dan lain sebagainya. Ini membuat si anak yang dirawat di ruangan tersebut merasa nyaman dan senang. Kenyamanan di ruang rawat inap akan membuat si sakit menikmati hariharinya dengan ceria dan fun. Kebahagiaan si anak selama sakit berpengaruh terhadap kesembuhannya. Sehingga, ruangan yang bersifat kekanakkanakan tersebut sesungguhnya bisa mendorong kecepatan proses penyembuhan. Lalu, di kamar mandi diciptakan kesan yang semangat dan gembira. Sisi-sisi tertentu kamar mandi, seperti wastafel dan kloset dipasangi keramik dengan motif ceria bertema kebun binatang dan peternakan yang merupakan tema favorit anak-anak. Tentu akan membuat anak tidak ogah-ogahan (malas) melakukan aktivitas seperti cuci tangan atau muka, mandi, buang air kecil ataupun air besar. Tak lupa juga, desain tamannya dibuat dengan maksud dapat meningkatkan interaksi pasien dengan alam. Taman ditumbuhi tanaman hijau, bunga, dan elemen air. Elemen air seperti air mancur juga memberikan ketenangan dari suara gemericik air yang ditimbulkan. Menciptakan sensory garden interaktif dapat menurunkan tekanan darah, memberikan kontribusi bagi keadaan emosi yang positif, menurunkan kadar stres, dan meningkatkan energi. Taman dilengkapi dengan wahana permainan anak. Penyediaan area bermain akan membantu pasien anak untuk mengasimilasi dan menyerap
Warung Global
Dana Hibah Jangan Lewat Anggota Dewan GUBERNUR Bali berencana memotong dana hibah anggota DPRD Bali demi pembangunan infrastruktur. Salah satunya untuk penataan Kawasan Pura Besakih. Dana hibah yang besarnya sekitar Rp 4 miliar per anggota dipangkas menjadi sekitar Rp 3 miliar. Penelepon di Warung Global menyetujui pemangkasan demi kepentingan rakyat. Selain itu, penggunaannya juga harus diawasi karena rawan penyelewengan. Sebaiknya dana hibah tidak lagi disampaikan lewat anggota Dewan, melainkan pemerintah. Alita di Tabanan setuju alokasi dana hibah yang biasanya disalurkan oleh para anggota dewan dipangkas untuk pembangunan agar dapat dirasakan dan bermanfaat untuk masyarakat Bali secara keseluruhan. Para anggota dewan harus mengutamakan kepentingan masyarakat dengan memperhatikan program prioritas dalam penggunaan anggaran.
Budiada di Tabanan mengatakan dana hibah agar dikelola dengan sebaik-baiknya, pemanfaatannya harus sesuai dengan apa yang diperlukan masyarakat dan tidak diselewengkan. Anggota Dewan dan pemimpin harus berbuat baik, jujur dan tidak mementingkan diri sendiri untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Selama ini, dana hibah dini-
lai bernuansa politis. Karena itulah, menurut Bhaskara di Denpasar, dana hibah tak usah lewat dewan tetapi pemerintah bisa menyalurkan langsung ke masyarakat. Selama ini DPR mendompleng tenar dengan membawa bantuan dana hibah ke masyarakat demi keuntungan politis. Tidak jarang dana hibah juga diselewengkan oleh oknum tertentu. Untuk itu,
menurut Murtika di Tabanan, penegak hukum dan KPK serta masyarakat harus mengawasi dan berpartisipasi aktif dalam proses pengelolaan dana hibah. Pengelolaannya harus transparan dan tepat sasaran sehingga memberikan dampak bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini akan sangat berpengaruh kepada efektivitas penggunaannya. Soal pengawasan dana hibah juga disampaikan Suparta di Denpasar. Menurutnya, diperlukan pengawasan untuk menanggulangi penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan dana hibah. Dana hibah ada kaitannya dengan politik. Mudah-mudahan dewan betulbetul berjuang untuk rakyat, tidak hanya pencitraan. (dika)
situasi rumah sakit menjadi pengalaman yang lebih mudah diterima secara positif. Selain untuk memenuhi kebutuhan bermain anak, juga sebagai wahana berinteraksi dengan teman-teman di sana agar tidak jenuh di ruangan. Jenis permainan yang disediakan hendaknya merupakan media terapi anak yang menjalani perawatan. Permainan yang santai, tidak menguras tenaga, dan aman. Seperti permainan kreatif (puzzle, menyusun balok), permainan imajinasi (boneka, mobil-mobilan, menggambar dan mewarnai), permainan motorik (ayunan, prosotan, dan kursi goyang bentuk hewan). Tentunya, hal-hal di atas sudah dipahami dengan baik oleh pihak rumah sakit dan pemerintah. Tinggal keasadaran pihak terkait untuk mau berbenah, memberikan desain ruangan yang mencerminkan usia anak. Dengan begitu, harapannya bisa membantu anak-anak yang sakit segera sembuh dengan cepat. Akhir kata, rumah sakit yang memberikan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang ramah anak. Ini berarti menjamin berlangsungnya hak kesehatan generasi penerus bangsa. Terlebih anak-anak yang dirawat di ruangan rawat inap tersebut merupakan generasi emas 2045. Penulis adalah guru SDN Sidorejo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim
POJOK Bapenda Bali optimis target PAD Rp 3,5 triliun tercapai. - Astungkara bermanfaat untuk rakyat Bali. ***
Jalan di Tabanan banyak belum dihotmix. - Perlu ada festival hotmix. ***
Bantuan PHR terkesan bantuan belas kasihan. - Rasa kasih beda dengan belas kasihan.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
Areal Taman Kota akan Dikelola UPT Taman Budaya
Bali Post/bit
GEDUNG MARIA - Gedung Kesenian I Ketut Maria, Panggung Garuda Wisnu Serasi, dan Museum Sagung Wah akan dikelola UPT Taman Budaya.
NIK Ganda Masih Banyak Ditemukan
Tabanan (Bali Post) Gedung Kesenian I Ketut Maria, panggung terbuka Garuda Wisnu Serasi, dan Museum Sagung Wah di Taman Kota Tabanan akan dikelola dalam satu wadah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya di bawah Dinas Kebudayaan Tabanan. Sejauh ini, pembentukan UPT tersebut masih dalam proses perancangan peraturan bupati (perbup). Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji, Rabu (2/10) kemarin mengatakan, usulan pembentukan UPT Taman Budaya sudah diajukan ke Pemprov Bali sejak Juni lalu. Usulan itu mendapatkan persetujuan, tinggal saat ini masih diproses penyusunan Peraturan Bupati Tabanan tentang pembentukan UPT yang masih dikawal Bagian Organisasi Tata Laksana. Terkait hal ini, pihaknya juga sudah mengajukan telahaan ke Bupati untuk areal taman kota menjadi UPT Taman Budaya. Sehingga nantinya pengelolaannya berada di bawah kewenangan Dinas Kebudayaan. Dengan adanya UPT, areal yang meliputi Panggung Garuda Wisnu Serasi, Gedung I Ketut Maria, dan Museum Sagung Wah bisa digunakan secara rutin untuk kegiatan kesenian. Tidak hanya saat ada event tertentu, melainkan akan ada agenda rutin setiap bulannya
sesuai konsep yang dirancang. ‘’Minimal bisa mengobati dahaga para pegiat seni dan kawasan tersebut dijadikan napas budaya. Nantinya akan melibatkan berbagai komunitas sehingga bisa saling menjaga keasrian kawasan tersebut,’’ terangnya. Supanji menambahkan, tidak tetutup kemungkinan adanya kerja sama dengan berbagai pihak termasuk desa pakraman dalam pengelolaan kawasan tersebut. ‘’Sekarang hanya untuk memperjelas di kawasan ini segala bentuk kegiatan akan menjadi wewenang UPT. Terkait juga apakah nanti ada kerja sama dengan pihak ketiga, yang jelas kita bentuk UPT dulu,’’ jelasnya. Terkait kewenangan, Supanji menyebutkan, saat ini masih di bawah naungan DLH dan Dinas PUPRPKP. Namun nanti setelah menjadi UPT, semua aset akan diserahkan ke Dinas Kebudayaan. Pihaknya juga merencanakan pementasan budaya yang rutin sehingga terus ada geliat kesenian di kawasan tersebut. Misalnya, pada Januari digelar kegiatan dengan konsep seni rupa. Selama bulan itu akan ada kegiatan seni rupa baik lomba, workshop, seminar, maupun pameran. ‘’Artinya, tidak sporadis. Baru ada PKB atau festival baru digunakan. Ini akan terus berkelanjutan,’’ tegasnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) -
Persoalan terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda masih kerap terjadi. Contohnya, ketika masyarakat hendak mengurus BPJS. Selain NIK ganda, banyak juga penduduk yang belum memiliki NIK sehingga harus diusulkan ke pusat untuk pembuatan NIK bagi yang bersangkutan. Keluhan terkait tidak bisanya warga mengurus BPJS lantaran NIK-nya ganda, NIK sudah dipakai orang lain dan NIK tidak ada di data kependudukan, kerap diterima anggota DPRD Tabanan asal Pupuan, I Gusti Nyoman Omardani. ‘’Ini ternyata banyak dialami masyarakat dan harus dicarikan solusinya,’’ ungkap Omardani. Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan I Gusti Rai Dwipayana mengakui banyak mendapatkan pengaduan terkait NIK ganda maupun penduduk yang belum dapat NIK. Diterangkannya, persoalan itu terjadi saat pendataan dan perekaman tahun 2012 dan sebelumnya. Ketika ada peralihan sistem dengan SIAK versi 7.0, banyak penduduk yang tidak terdata. ‘’Karena mengejar target untuk perekaman dan pencetakan, tidak diikuti dengan ketelitian dan administrasi ke pusat sehingga banyak yang ganda dan ada yang tidak dapat NIK,’’ jelasnya saat
ditemui Rabu (2/10) kemarin. Pihaknya harus menyelesaikan persoalan tersebut sejak tahun 2014. NIK ganda ini akan diusulkan untuk dihapus. Usulan diajukan ke pemerintah pusat karena hanya pusat yang berwenang menghapus dan mengganti NIK. Sementara yang tidak ada NIK-nya akan diusulkan untuk dibuatkan NIK. ‘’Proses penggantian ini yang butuh waktu bisa berbulan-bulan karena pusat tidak hanya melayani Tabanan tetapi seluruh Indonesia,’’ jelasnya. Lamanya proses mengurus NIK membuat warga kerap komplain karena mereka sampai tidak bisa mengurus BPJS. Namun, dia mengakui tidak mengetahui dengan jelas hubungan antara NIK dengan pendaftaran BPJS, ini yang membuat dirinya tidak mengerti. Pasalnya antara BPJS dan pemerintah pusat sudah ada MoU, sehingga data masyarakat termasuk NIK-nya seharusnya sudah ada.
Dia mengakui kenyataan di lapangan banyak warga yang NIK-nya tidak terdaftar di BPJS. Padahal, data warga tersebut ada di Disdukcapil. Demikian halnya NIK yang sudah digunakan orang lain yang menghambat warga mengurus BPJS, ia menegaskan, persoalan ini harus segera dicarikan solusinya. ‘’Semua pihak harus duduk bersama,’’ sarannya. Lebih lanjut, Dwipayana mengimbau jika ada warga mendapatkan persoalan terkait NIK agar datang langsung ke Disdukcapil. Dengan demikian, Disdukcapil bisa segera menindaklanjutinya sehingga warga bersangkutan tidak menemui hambatan ketika mengurus administrasi yang menggunakan NIK. ‘’Kami selalu terbuka menerima keluhan masyarakat. Kalau ditemukan hal seperti itu segera datang dan laporkan. Kami segera tindaklanjuti dengan mengusulkan ke pusat,’’ tegas. (kmb28)
Bali Post/bit
DISDUKCAPIL - Suasana pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Tabanan.
Jalan Belum Di-’’hotmix’’
Terbanyak di Selemadeg Timur Tabanan (Bali Post) Persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Tabanan khususnya yang dalam kondisi rusak kerap mendapat sorotan bahkan viral di media sosial. Sayangnya, perbaikan jalan tidak bisa serta merta dilakukan mengingat keterbatasan anggaran. Dari data Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan, sampai saat ini luas jalan di Kabupaten Tabanan yang belum mendapatkan perbaikan hotmix yakni sepanjang 200,108 kilometer. Dari jumlah tersebut, terbanyak di Kecamatan Selemadeg Timur. Sementara untuk jalan yang sudah di-hotmix, Kabid Bina Marga Dinas PUPRPKP Tabanan I Gede Partana seizin Kepala Dinas PUPRPKP mengatakan, panjangnya mencapai 663,110 kilometer.
‘’Itu data sampai dengan akhir tahun 2018. Kalau data untuk tahun 2019, akhir tahun baru dilakukan rekapan,’’ ucapnya, Rabu (2/10) kemarin. Jalan yang belum di-hotmix paling banyak di wilayah Kecamatan Selemadeg Timur. Panjangnya 42,960 kilometer. Disusul kemudian Selemadeg Barat sepanjang 29,7 kilometer, Kecamatan Kediri 23,705 kilometer dan Kecamatan Penebel seluas 23,350 kilometer. ‘’Paling kecil di Kecamatan Baturiti hanya kurang 3,3 kilometer,’’ imbuh Partana. Jalan yang belum mendapat perbaikan hotmix, kata Partana, memiliki tingkat kerusakan yang beragam. Mulai dari ringan, sedang dan rusak berat. Pihaknya pun menerapkan skala prioritas untuk perbaikannya. Tingkat kerusakan yang cukup berat akan dida-
hulukan, sementara sisanya bertahap. Untuk program ini, pihaknya juga terus mengajukan usulan bantuan baik melalui DAK, anggaran di Pemprov Bali maupun BKK Kabupaten Badung. ‘’Kami selalu mencari celah bantuan anggaran untuk bisa segera menuntaskan program hotmix ini,’’ terangnya. Lebih lanjut Partana menyebutkan, ada empat ruas jalan yang sedang mendapatkan perbaikan dengan menggunakan dana DAK. Ruas jalan dimaksud yakni di Selemadeg Barat dan Selemadeg Timur. ‘’Kami memang perioritaskan di bagian barat Tabanan karena memang kondisi jalan sudah rusak dan perlu segera mendapat perbaikan. Namun semua pasti akan diperbaiki secara bertahap. Tahun 2020 pertengahan Oktober baru ada pembahasan,’’ ucapnya. (kmb28)
Bali Post/bit
TMMD - Usai apel pembukaan TMMD ke-106, Danrem dan Ketua DPRD Tabanan meninjau pembangunan jembatan TMMD.
TMMD Ke-106
Kodim Mantapkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat Tabanan (Bali Post) Dalam waktu dekat, impian warga Desa Gubug dan Desa Bongan, Kecamatan Tabanan memiliki jalan penghubung, akan terwujud. Jembatan sepanjang 17 meter dengan lebar 5,5 meter dan tinggi 5 meter yang mulai digarap Juni lalu, hingga pembukaan program TMMD ke-106, Rabu (2/10) kemarin, sudah rampung pada tahap pengecoran. Usai apel pembukaan TMMD ke-106 Kodim 1619/Tabanan yang digelar di lapangan Desa Gubug, Danrem 163/Wirasatya Kolonel Arh. AM Suharyadi, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga dan Setda Tabanan I Gede Susila turun langsung ke lokasi pembangunan jembatan program TMMD tersebut. Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto me-
maparkan, selain jembatan, dalam TMMD kali ini juga akan dilakukan pembuatan senderan dengan panjang 65 meter dan tinggi 7 meter. Sasaran tambahan TMMD yakni bedah rumah sebanyak dua unit. Selama pembangunan pada masa pra-TMMD, antusiasme warga setempat sangat tinggi. Bahkan, komponen masyarakat lainnya seperti Polres, pramuka binaan Kodim serta warga binaan Lapas Tabanan sangat mendukung kegiatan tersebut. Antusiasme dan dukungan dari berbagai pihak inilah yang menambah semangat jajaran TNI untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kegiatan TMMD, kata Dandim, adalah upaya TNI membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan
sasaran pelaksanaan pembangunan fisik dan nonfisik untuk kepentingan bersama. Tentunya diharapkan TMMD akan menjadi solusi permasalahan di desa bersangkutan. Danrem 163/Wirasatya Kolonel Arh. AM Suharyadi di sela-sela peninjauan jembatan mengatakan, jembatan penghubung dua desa ini diharapkan bisa mempercepat perputaran ekonomi masyarakat. Ia pun mengapresiasi kerja sama berbagai komponen dalam pembangunan jembatan tersebut. ‘’Saya lihat partisipasi masyarakat, jajaran Polri dan komponen lainnya cukup bagus, karena hampir tiap hari pengerjaan dilakukan lebih dari 100 orang,’’ imbuhnya. Sementara itu, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga men-
gapresiasi kegiatan TMMD. Selain membantu pemerintah daerah, program pembangunan nonfisik yang telah dilakukan jajaran TNI telah memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di perdesaan. ‘’Sudah banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat akan beragam kegiatan yang dilakukan oleh TNI salah satunya seperti jembatan penghubung ini,’’ jelasnya. Keterlibatan TNI, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat dalam TMMD juga merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan dan meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah serta untuk memantapkan wawasan kebangsaan di masyarakat. (kmb28)
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
Gelar Aksi Belasungkawa
IMM Kecam Penembakan Mahasiswa di Kendari
Singaraja (Bali Post) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Buleleng, Selasa (2/10) kemarin, menggelar aksi belasungkawa di Mapolres Buleleng. Aksi itu sebagai reaksi Muhammadiyah di Buleleng atas kekerasan yang dialami dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendasri, Sulawesi Utara (Sultra) saat demonstrasi beberapa waktu lalu. Mereka mengajukan dua tuntutan penting yaitu, mendesak Polri mengusut dugaan kasus kekerasan itu. IMM juga menuntut agar dilibatkan dalam proses investigasi kasus tersebut. Aksi IMM ini diawali menggelar doa bersama di Musola Polres Buleleng. Setelah itu, mereka kemudian diterima Wakapolres Buleleng Kompol Luduwyk Tapilaha. Dalam pertemuan
ini, IMM menyerahkan surat yang berisi tuntutan mereka agar diteruskan ke Mabespolri di Jakarta. Ketua IMM Buleleng Damurrosysyi Mujahidain mengatakan, dari diskusi yang dilakukan bersama anggotanya, maka disepakati melakukan aksi belasungkawa atas dugaan aksi kekerasan yang dialami dua mahasiswa Universitas Halu Oelo Kendari. Pihaknya mengecam keras kekerasan yang dialami dua rekannya yang menjadi pejuang demokrasi tersebut. Untuk itu, sebagai reaksi, IMM Buleleng menyampaikan dua tuntutan penting diajukan kepada pimpinan kepolisian di Tanah Air. Pertama, IMM meminta agar kepolisian tidak diam melainkan mengusut tuntas siapa dalang kasus penembakan kedua mahasiswa tersebut. Poin kedua, IMM dan Muhammadiyah meminta agar dilibatkan
dalam tim investigasi yang sekarang sudah dibentuk Kapolri. Hal ini bukan karena tidak percaya dengan penanganan kasus kepolisian, namun pihaknya ingin pelaku yang bertangung jawab dalam kekerasan yang dialami mahasiswa itu agar secepatnya terungkap. “Mengapa kami IMM dan Muhammadiyah ingin dilibatkan dalam tim bukan tidak percaya kepolisian. Tetapi ingin membantu agar secepatnya pelaku itu terungkap. Saat ini, pihak eksternal yang dilibatkan dalam tim itu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Ombudsman Republik Indonesia,” katanya. Menanggapi tuntutan IMM Buleleng itu, Wakapolres Kompol Luduwyk Tapilaha berjanji segera melaporkan kepada Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. Pihaknya memastikan dalam waktu dekat ini, aspirasi IMM Buleleng akan diteruskan secara berjenjang dari Polres ke Polda Bali dan ke Kapolri. “Kami apresiasi positif penyampaian tuntutan IMM Buleleng atas kasus itu. Secara kelembagaan, kami akan teruskan tuntutan ini ke Kapolres dan berlanjut ke Kapolda dan terakhir ke Kapolri,” jelasnya. Setelah menyerahkan poin tuntutan itu, aksi belasungkawa pun berakhir. Belasan anggota IMM, Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Buleleng dan organisasi lain yang bernaung di bawah Muhammadiyah bubar dengan tertib. Aksi mereka dikawal ketat personel Polres Buleleng. (kmb38)
SURAT TUNTUTAN – Ketua IMM Buleleng Damurrosysyi Mujahidain (kiri) menyerahkan surat tuntutan untuk mengusut kasus kekerasan dua mahasiswa Universitas Halu Oelo Kendari, Selasa (2/10) kemarin.
Bali Post/kmb38
PERDA INISIATIF – Bapemperda Buleleng mengusulkan pembahasan perda hak inisiatif tentang kawasan permukiman dan perumahan.
Tekan Alih Fungsi Lahan
DPRD Usulkan Perda Hak Inisiatif Kawasan Permukiman dan Perumahan Singaraja (Bali Post) –
Alih fungsi lahan pertanian di Buleleng mulai mendapat perhatian serius DPRD. Mencegah semakin menyempitnya lahan pertanian utamanya sawah yang tergolong masih produktif, dewan di daerah ini akan mengusulkan pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang kawasan permukiman dan perumahan. Rencana ini diusulkan melalui hak inisiatif dewan. Keputusan itu terungkap ketika Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) menggelar rapat membahas rencana kerja tahun 2020 di ruang Komisi II DPRD Buleleng, Selasa (2/10) kemarin. Rapat ini dipimpin Ketua Bapemperda Nyoman Gede Wandira Adi bersama anggotanya. Selain itu, anggota Tim Pakar DPRD Wayan Rideng menghadiri rapat perda setelah dewan bentukan baru itu dilantik beberapa waktu lalu. Nyoman Gede Wandira Adi menyebut, satu-satunya alasan rancangan perda hak inisiatif tentang kawasan permukiman dan perumahan ini karena fakta di lapangan sekarang alih fungsi lahan
pertanian itu masih marak terjadi. Sawah yang masih produktif berganti menjadi kawasan perumahan atau dijadikan bangunan lain. Bahkan, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, akan membuka sejuta rumah, maka hal ini kalau tidak diantisipasi sejak dini, dikhawatirkan lahan pertanian yang ada di Den Bukit itu akan semakin menyempit. “Sekarang saja, para pengembang terus menyasar lahan pertanian, sehingga dengan regulasi yang akan dibuat itu, maka bisa menata lebih baik permukiman baru di daerah kita, tanpa menghilangkan lahan pertanian yang menjadi andalan di
daerah ini,” katanya. Politisi Partai Golkar Buleleng itu menambahkan regulasi yang lebih tinggi sudah dibentuk. Selain itu, naskah akademik (NA) yang mendasari pembahasan suatu produk hukum itu juga sudah disusun. Dengan persiapan itu, pihaknya bersama anggotanya dan tim pakar DPRD optimis dalam masa sidang pertama dan menginjak program kerja dewan 2020, rancangan perda ini dapat dibentuk. “Ketentuan yang lebih tinggi itu sudah ada termasuk kajian akademisnya juga sudah ada. Jadi, kami optimis rancangan ini dapat dibahas dalam masa sidang pertama ini,” jelasnya.
Di sisi lain, pria yang juga menjabat Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Buleleng ini mengatakan, tidak cukup dengan rancangan perda hak inisiatif dari dewan, namun pihaknya mengusulkan agar regulasi terkait Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) segera dibahas pemerintah bersama dewan. Hal ini penting karena ketentuan itu berkaitan erat dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang menjadi turunan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) Buleleng. “Kami mendorong baik itu RDTR termasuk penyempurnaan RTRWK diajukan ke dewan untuk segera dibahas, sehingga hal ini tidak lagi menjadi pekerjaan tertunda,” jelasnya sembari disetujui Tim Pakar DPRD Buleleng Wayan Rideng. (kmb38)
Megaproyek Revitalisasi Pasar Banyuasri
Delapan Perusahaan Lolos Kualifikasi Penawaran Lelang Setelah proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng itu membuka pengumuman, tercatat 41 perusahaan tertarik ikut lelang megaproyek itu. Hasilnya, dari puluhan perusahaan itu, 12 perusahaan yang mengikuti kualifikasi. Namun yang tersaring dari tahapan itu hanya delapan perusahaan, lolos kualifikasi. Perusahaan itu sekarang mulai mempersiapkan pengajuan penawaran harga untuk paket megaproyek revitalisasi Pasar Banyuasri itu. Lalu, kapankah diharapkan penawaran lelang itu harus dirampungkan?
KEPALA Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Pemkab Buleleng Putu Adiptha Eka Putra melalui telepon Rabu (2/10) kemarin mengatakan, sesuai mekanisme yang ada, tahapan tender proyek revitalisasi Pasar Banyuasri itu telah melalui beberapa tahapan teknis. Pertama, masa pengumuman harus men-download dokumen lelang. Dalam tahapan ini awalnya 41 perusahaan tercatat telah men-download dokumen lelang melalui sistem komputerisasi. Tahapan berikutnya merupakan masa
kualifikasi. Pada periode ini, 12 perusahaan yang ambil bagian. Setelah Kelompok Kerja (Pokja) yang dibentuk BLP itu melakukan kajiannya, ditetapkan delapan perusahaan saja yang lolos kualifikasi. Pada kualifikasi ini, pokja telah mempelajari beragam indikator. Seperti perizinan perusahaan, legal formal, sampai menyangkut teknis perpajakan. “Dengan dasar itu, pokja telah menetapkan perusahan yang lolos kualifikasi itu. Perusahaan yang lolos itu ada BUMN dan swasta nasional. Namun, satu di antaranya rekanan dari
daerah sendiri,” katanya. Sesuai tahapan kata Adiptha, selanjutnya, BLP telah menetapkan tahapan penawaran dan tenis paket pekerjaan dilakukan 8 Oktober 2019 ini. Saat ini, perusahaan tersebut mulai mendownload dokumen teknis paket pekerjaan itu. Setelah pengajuan penawaran, sesuai jadwal, BLP menargetkan pertengahan November 2019 mendatang, pihak perusahaan pemenang tender itu ditetapkan. Itu artinya, megaproyek revitalisasi Pasar Banyuasri itu sudah memasuki tanda tangan kontrak dan juga akan dimulainya pelaksanaan di lapangan. “Saat ini, pokja masih bekerja. Pihak perusahaan itu mempelajri teknis lelang sebelum mengajukan penawaran. Astungkara, semua dilancarkan, targetnya pertengahan November ini penyedia pemenang lelang itu akan diumumkan,” tegasnya. (mud)
Bali Post/mud
REVITALISASI – Delapan perusahaan dinyatakan lolos kualifikasi tahapan tender konstruksi megaproyek revitalisasi Pasar Banyuasri. BLP menargetkan pertengahan November 2019 sudah diumumkan pemenang lelang megaproyek senilai Rp 180 miliar ini.
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
Tawur Masapuh Agung
’’Panglukatan’’ Tirta Empul Ditutup
Bali Post/kmb35
UPACARA - Suasana prosesi upacara yang berlangsung di utama mandala Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Rabu (2/10) kemarin.
Kerajinan Gamelan Dilakoni Lintas Generasi
KERAJINAN gamelan di Bali menjadi industri yang tak lekang oleh waktu. Seperti industri gamelan “Sidha Karya” yang ada di Desa Blahbatuh menjadi industri yang sudah dilakoni lintas generasi. Terlebih, kini pesanan berbagai perangkat gamelan meningkat, karena beriringan dengan program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah untuk masyarakat. Pemilik Kerajinan Gamelan Sidha Karya Jro Mangku Ibu PSSA Kubon Tubuh Ir. Wayan Pager menerangkan, kerajinan gamelan Sidha Karya sudah diwarisi secara turun-temurun, bahkan sejak 170 tahun yang lalu. Kini, Sidha Karya dijalankan oleh keturunan pande gamelan yang ke-7. Berawal dari hanya sebuah industri rumah tangga yang berkembang terus hingga menjadi besar seperti saat ini. “Kami awalnya berasal dari Desa Tihingan, Klungkung, kemudian hijrah ke Blahbatuh. Memang tujuan awalnya untuk merawat gamelan,” jelas Pager yang merupakan generasi ketujuh ini. Suami dari Jro Mangku Ibu Ni Ketut Rai Artini ini mengungkapkan, hingga kini sudah ada ratusan barung gamelan yang dihasilkan. Semua karya itu sudah didistribusikan tidak hanya di Bali, namun hingga seluruh pelosok nusantara seperti Kalimantan, Sulawesi, Lampung dan kota-kota besar lainnya
di Indonesia. Tidak hanya didistribusikan di Indonesia, kata Pager, gamelan Sidha Karya juga berhasil merambah pasar internasional seperti negara Prancis, Amerika Serikat, Jepang, dan Swiss. Kini, industri kerajinan ini telah mempunyai sekitar 30 orang karyawan. Jenis gamelan yang dihasilkan seperti gong kebyar, semara dahana, angklung, dan gong gede, dengan kisaran harga Rp 200.000.000 – Rp 300.000.000 per satu set gamelan. Menurut Pager, gamelan produksi Sidha Karya selalu mempertahankan kualitas demi menjaga keunikan gamelan yang dihasilkan. Banyak wisatawan asing yang menjadikan industri kerajinan gamelan Sidha Karya menjadi salah satu destinasi wisata yang mereka kunjungi. Kegiatan yang dilakukan di Sidha Karya adalah perkenalan jenis-jenis alat musik tradisional Bali yang dihasilkan seperti gong besi, gong luwang, gamelan, saron, selonding kayu dan lain-lain. Wisatawan juga diperlihatkan bagaimana pembuatan gong dan gamelan. “Mereka bebas mengambil foto asal tidak mengganggu proses pembuatan gong dan gamelan. Kegiatan ini tidak dipungut biaya sehingga wisatawan dapat bebas berkunjung kapan pun untuk mempelajari alat musik tradisional Bali,” tegasnya. (nik)
untuk membersihkan isi alam semesta dari sifat buruk dan mengembalikan pada alamnya masing-masing. Terutama di kawasan Pura Tirta Empul dan sekitarnya, ini menjadi kewajiban umat untuk menjadikan pura sebagai kawasan tempat suci. ‘’Upacara mengembalikan taksu pura ini pun akhirnya digelar, setelah sebelumnya 51 tahun lalu juga pernah digelar upacara serupa,’’ katanya. Mawi Arnata mengatakan, upacara ini juga digelar karena sebelumnya sempat dilakukan renovasi di beberapa bagian
palinggih pura setempat. ‘’Ada beberapa palinggih direnovasi,’’ katanya. Penyarikan Desa Adat Manukaya Let I Made Kuntung menambahkan, pihaknya memang sengaja menutup kawasan utama mandala dan madya mandala pura, mengingat areal itu sebagai tempat berlangsungnya prosesi karya tersebut. ‘’Khusus ke patirtan atau tempat malukat itu ditutup sementara. Penutupan dilakukan sampai upacara selesai, kemungkinan pukul 15.00 Wita upacara sudah selesai dan kunjungan dibuka
normal,’’ paparnya. Lima hari sebelum Karya Masapuh Agung dilangsungkan, kata Kuntung, pihaknya telah membuat surat permakluman dalam rangka Karya Tawur Masapuh Agung, Mupuk Padagingan, Panyengjeg Jagat, Karya Pujawali Ngusaba Kapat di Pura Tirta Empul dilaksanakan pada 2 Oktober sampai 23 Oktober 2019. Selain bertujuan untuk mensterilkan kawasan suci itu selama upacara, pihaknya juga bermaksud agar prosesi upacara berjalan lancar. Mengingat jumlah krama yang mengikuti karya men-
capai ribuan dari semua desa adat yang ada di desa setempat, dipastikan areal madya mandala hingga utama mandala dipadati oleh krama. Usai prosesi tersebut, rangkaian upacara akan dilanjutkan dengan melasti ke Pantai Keramas, Senin (7/10) mendatang. Selanjutnya, upacara puncak akan digelar pada Redite Umanis Wara Menail atau Minggu (13/10) berlangsung di Pura Pucak Tirta Empul dan Soma Paing Wara Menail atau Senin (14/10) berlangsung di Pura Tirta Empul. (kmb35)
Eksekusi sejumlah bangunan liar yang berdiri di atas tanah negara di sepanjang By-pass I.B. Mantra sempat diagendakan akhir September 2019 lalu. Ternyata, rencana itu belum terealisasi hingga awal Oktober ini. Bahkan, sejumlah warga masih memanfaatkan lahan di atas pelang tanah negara itu untuk berbagai tempat usaha hingga Rabu (2/10) kemarin. Sementara itu, Satpol PP Gianyar mengaku masih menunggu koordinasi Satpol PP Provinsi Bali.
kan SP III. Pascadiberikan SP II, sejumlah pemilik bangunan di atas tanah tersebut ternyata masih membandel. Lima orang pemilik bangunan akhirnya dipanggil ke Kantor Satpol PP Gianyar, Rabu
(25/9) lalu. Mereka memanfaatkan tanah negara itu untuk kepentingan pribadi, seperti bisnis rumah makan, bisnis pembuatan sanggah menggunakan batu padas dan bisnis lainnya. (kmb35)
Pantauan Bali Post Rabu kemarin, ada sekitar lima lokasi dengan pelang tanah negara yang dijadikan tempat usaha di seputaran By-pass I.B. Mantra, Blahbatuh. Mereka sempat dikatakan bersedia pindah dari lokasi tersebut, sebelum akhir September lalu. Namun hingga Rabu kemarin, sejumlah buruh masih nampak bekerja di tempat usaha yang ada di atas tanah negara tersebut. Dikonfirmasi terkait rencana eksekusi tersebut, Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengaku pihaknya masih menunggu koordinasi dengan Satpol
TANAH NEGARA - Tempat usaha yang masih beroperasi di atas tanah negara di seputaran By-pass I.B. Mantra, Rabu (2/10) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Ribuan krama antusias melaksanakan Karya Tawur Masapuh Agung, Mupuk Padagingan, Panyegjeg Jagat di Pura Tirta Empul, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Rabu (2/10) kemarin. Serangkaian upacara tersebut, areal madya mandala hingga utama mandala ditutup untuk umum. Kendati demikian, wisatawan tetap boleh datang ke sana hanya sampai jaba sisi pura. Bendesa Adat Manukaya Let I Made Mawi Arnata menerangkan, upacara ini bertujuan
Eksekusi Bangunan di Tanah Negara Molor
Gianyar (Bali Post) -
PP Provinsi Bali. Sebab, dipastikan untuk proses eksekusi akan menggunakan alat berat dari Pemprov Bali. ‘’Ini sifatnya tim gabungan antara kabupaten dan provinsi. Maka dari itu, masih kami tunggu info lebih lanjut karena alat pihak provinsi yang menyiapkan. Kami hanya siapkan anggota untuk ikut proses eksekusi,’’ katanya. Meskipun proses eksekusi molor dari yang diagendakan akhir September, Watha menegaskan proses eksekusi untuk bangunan di atas tanah negara itu pasti akan berjalan. ‘’Sudah pasti itu (eksekusi -
red) untuk lima titik tanah negara,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, petugas gabungan yang berintikan Satpol PP Gianyar dan Satpol PP Provinsi Bali sudah beberapa kali melakukan sidak terhadap warga yang mencaplok tanah negara di sepanjang By-pass I.B. Mantra. Tanah negara itu diperuntukkan sebagai warung nasi hingga bisnis pembuatan sanggah. Mereka yang mencaplok tanah negara sudah diberikan pembinaan berupa Surat Peringatan (SP) I, SP II untuk selanjutnya bila masih membandel diberi-
Bali Post/kmb35
Tahapan Pilkel Serentak
Bali Post/nik
GAMELAN - Sentra kerajinan gamelan Sidha Karya di Desa Blahbatuh.
Gianyar (Bali Post) Tahun 2020 mendatang, Kabupaten Gianyar akan menggelar pemilihan perbekel (pilkel) serentak. Memasuki Oktober 2019 ini, tahapan untuk pilkel di 29 desa itu sudah dimulai oleh Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Gianyar. Tahapan ini dimulai dengan persiapan pembentukan panitia pilkel. Kepala DPMD Dewa Ngakan Ngurah Adi menerangkan, total ada 29 pilkel yang terselenggara pada awal 2020 mendatang. Namun, tahapannya dimulai akhir 2019 ini. “Memasuki Oktober ini, kami sudah mulai tahapan pilkel. Dari tanggal 1 sampai 4 Oktober, DPMD menyelenggarakan pembekalan kepada BPD, persiapan pembentukan panitia,” kata Ngurah Adi
Panitia Mulai Dibentuk
didampingi Kabid Bina Pemerintahan Desa I Wayan Gede Subayasa, Rabu (2/10) kemarin. Setelah terbentuk panitia, kata Ngurah Adi, mulai awal November mendatang akan diumumkan pembukaan lowongan jabatan perbekel dan persyaratan bakal calon perbekel. Selanjutnya, penerimaan bakal calon perbekel akan dimulai 10 hingga 20 November. “Apabila bakal calon perbekel yang mendaftar kurang dari dua, maka akan ada perpanjangan waktu selama tujuh hari, dari 20 hingga 27 November,” ujarnya. Menurut Ngurah Adi, bakal calon perbekel boleh diajukan atas penunjukan satu banjar. Namun bila dalam satu banjar itu ada calon kedua, maka calon tersebut harus menempuh jalur independen. “Calon
independen ini wajib menyertakan 15 persen KTP dari total jumlah DPT (daftar pemilih tetap -red) di satu desa yang menyelenggarakan pilkel,” katanya. Sesuai agenda pemungutan suara, kata Ngurah Adi, pilkel serentak akan diselenggarakan pada 19 Januari 2020. Hari itu juga akan dilakukan penghitungan suara. Sementara pelantikan perbekel terpilih diagendakan antara Februari hingga Maret 2020. “Nanti pelantikannya atas SK Bapak Bupati,” jelasnya. Sementara untuk data DPT, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gianyar. Selanjutnya, data DPT tersebut digunakan untuk menentukan anggaran pilkel. “Untuk satu DPT itu dianggarkan Rp 20 ribu.
Berarti anggaran pilkel dalam satu desa, tinggal mengalikan jumlah DPT dengan anggran Rp 20 ribu,” kata Ngurah Adi. Untuk sejumlah perbekel yang sudah berakhir masa jabatannya, kata Ngurah Adi, DPMD sudah menyelenggarakan penunjukan penjabat (Pj) perbekel. Seperti 30 September 2019 lalu, dilakukan pelantikan delapan
Pj Perbekel. Meliputi Pj Perbekel Desa Ketewel, Batuan Kaler, Singapadu, Bresela, Melinggih, Pering, Lodtunduh, dan PJ Perbekel Desa Keliki. “Bertepatan pada 31 Desember itu juga berakhir masa jabatan tiga perbekel, yakni Bulian, Petulu, dan Tampaksiring. Ketiga perbekel ini juga akan disiapkan Pj,” ujarnya. (kmb35)
Dewa Ngakan Ngurah Adi
Bali Post/kmb35
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
Masuk Patung Siwa Harus Bayar Pengembang Sebut karena Sewa
Negara (Bali Post) Belakangan ini warga yang datang ke Gilimanuk mengeluhkan tak bisa masuk ke Patung Siwa Maha Dewa. Setiap warga yang datang dari parkir di Teluk Gilimanuk, diarahkan masuk ke pintu masuk wisata air oleh petugas di sana. Warga lokal (KTP Jembrana) diwajibkan membayar Rp 25 ribu per orang dan orang luar Jembrana Rp 50 ribu. Hal tersebut berlaku bagi semua orang yang hendak masuk ke areal Patung Siwa. Sebab, pintu masuk hanya ada satu, melalui loket tiket wisata air Wibit itu. Sementara pintu yang biasa terbuka lewat kori ditutup. Saat wartawan mencoba masuk ke Patung Siwa, Rabu (2/10) siang kemarin, hal serupa juga terjadi. Jurnalis yang mengaku hendak ke Patung Siwa diarahkan ke loket tiket membayar senilai Rp 25 ribu. Di dalam areal Taman Siwa dipasang belasan meja dan kursi yang bisa diduduki pengunjung. Sementara di sekitar areal Taman Siwa masih berlangsung pengerjaan proyek oleh pihak pengembang. Pemilik PT Ecomarine Indo Palago, Yudiansyah Yosal, saat dimintai konfirmasinya, membenarkan areal ini memang hanya satu pintu masuk melalui loket. Hal ini dikarenakan yang dikontrak oleh pengembang termasuk areal Taman Siwa. “Saya justru bersyukur bila areal Patung Siwa tidak masuk (kontrak). Sudah sejak Januari lalu kami harapkan. Saya terus terang beban karena diminta mengelola Patung Siwa ini,” terangnya. Menurutnya, adanya pembayaran merupakan kesepakatan antara Pemkab Jembrana dan pihak pengembang. Taman ini akan dirawat oleh pengembang, dan kalau nantinya tidak dibolehkan, pihaknya akan melepas. “Kalau ini dilepas beban saya berkurang, karena mahal juga sewanya (Patung Siwa),” ujarnya. Ketika ditanya berapa nilai sewa areal termasuk Patung Siwa, ia tidak bisa menyebutkan dan akan dibeberkan ketika bertemu DPRD Jembrana. Tetapi yang jelas sudah dihitung hingga tanaman yang ada. Solusinya, di sekitar areal Patung Siwa akan dipasang pagar pembatas yang tidak bisa langsung dibangun. “Ada banyak pertimbangan sebelum dibangun. Ini (pagar) hanya sementara, satu hari bisa dibongkar. Karena ada proyek dan kami pelihara pohon yang rusak (bougenville),” terang Yosal. Terkait keluhan warga, menurutnya hal yang wajar. Hanya segelintir yang tidak suka dengan keberadaan Aqua Dream Land. Yosal juga mengatakan dirinya di sini bukan sebagai investor tetapi pelaku wisata. Ia menginginkan di Jembrana khususnya DTWK (daerah tujuan wisata khusus) Gilimanuk bisa berkembang melalui wisata air ini. Dengan dikelolanya kawasan Patung Siwa maka lebih terjaga keamanannya. ‘’Daripada dulu tiap malam digunakan untuk tempat mesum dan mabuk-mabukan. Bahkan, tiap pagi ditemukan kondom dan pembalut. Secara tidak langsung kami ikut menjaga patung ini tetap steril,” pungkasnya. Yosal menambahkan, pembayaran tiket bukan untuk masuk ke Patung Siwa, tetapi untuk wahana. Tiket pun sudah didiskon banyak. Harga aslinya Rp 120 ribu untuk sekali masuk bisa bermain seharian penuh. Tetapi pihaknya memberikan promo sampai waktu tertentu dan diskon bagi warga lokal. (kmb26)
Tim Provinsi Cek Sapi Putih di Manistutu
Negara (Bali Post) – Seekor indukan (betina) sapi Bali melahirkan anak (godel) berwarna putih mulus di Banjar Kemuning, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Induk sapi tersebut merupakan hewan peliharaan Made Wartawa, warga Manistutu. Kasi Keswan-Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I GN B. Rai Mulyawan mengatakan, anak sapi lahir dengan warna putih, berbeda dengan indukan jenis sapi Bali termasuk sapi yang mengalami kelainan genetis. Sapi putih mulus ini lahir sekitar dua bulan lalu dan pertumbuhannya berkembang normal. Anak sapi yang belum disapih ini kini tengah menjadi objek penelitian Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana. Respons juga datang dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, FKH Unud Prof. I Ketut Puja, dan BPTP Bali drh. Lodra dan Bidang Keswan & Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana. Tim melakukan
wawancara dan pengambilan sampel darah, Rabu (2/10) kemarin. Rai Mulyawan mengatakan, tujuan kedatangan tim itu untuk memeriksa genetik/DNA sapi. Selain itu melakukan pelayanan keswan gratis. Sebelumnya, ia mengatakan anak sapi tersebut tidak layak dikembangbiakkan. “Tidak lazim karena induknya sapi Bali,” ujarnya. Menurutnya, pejantan dari anak sapi berwarna putih itu juga anak sapi dari induk yang melahirkan anak sapi berwarna putih. Sementara Prof. Puja menyatakan, sudah melakukan pengecekan ke lapangan dan wawancara dengan pemilik sapi. Sapi tersebut hasil inbreeding (perkawinan sekerabat). “Kalau dilihat dari iris mata mendekati elbino. Namun, untuk memastikan kami ambil sampel darah untuk tes DNA. Kalau penampilan luar sangat sulit kami mengatakan bukan elbino. Kami coba tes dibandingkan dengan sapi biasa,” jelasnya. (kmb)
Bali Post/kmb26
PATOK - Patok di tanah lapang yang biasa digunakan warga di Sumbersari untuk olahraga dan sepak bola. Warga mempertanyakan pematokan tersebut meskipun masuk kawasan TNBB.
Warga Pertanyakan Pemasangan Patok di Sumbersari Negara (Bali Post) – Sejumlah warga di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, belakangan terkejut dengan adanya pemasangan patok batas tanah di tanah lapang yang biasa digunakan untuk sepak bola. Tiang patok berwarna biru dan merah itu dipasang sejajar hingga di tanah milik Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Pemasangan patok itu mengundang tanya warga. Apalagi di lahan lapang di belakang Pura Dalem Sumbersari tersebut diketahui merupakan lapangan umum untuk warga bermain sepak bola. Selama ini belum ada sosialisasi terkait penggunaan lahan tersebut. “Lahan itu setahu kami merupakan lapangan untuk warga Sumbersari, walau memang masuk lahan TNBB. Kalau dipatok berarti nanti lapangan tidak ada lagi,” terang salah seorang warga.
Sementara itu, Kepala Dusun Sumbersari Kadek Samiartha mengakui sebelumnya belum ada sosialisasi terkait pemasangan patok ini. Pihaknya baru diinformasikan oleh Balai TNBB bahwa lokasi itu akan digunakan pengembangan objek wisata, namun tidak terlalu jauh. Padahal sejatinya dusun akan memohon untuk pemanfaatan lapangan olahraga bagi warga melalui Desa Melaya. Sebab, selama ini tidak ada lahan lagi untuk lapangan.
PLN UPT Bali ”Mulang Pakelem’’ di Selat Bali PLN UPT Bali menggelar upacara mapakelem atau mulang pakelem di tengah Selat Bali yang merupakan jalur beroperasinya kabel laut Jawa-Bali, Rabu (2/10) kemarin. Upacara butha yadnya yang diselenggarakan setiap tahun ini dimaksudkan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi agar terjadi keseimbangan alam mikrokosmos dan makrokosmos. Upacara dipusatkan di area Cable Head Gilimanuk, di-puput Ida Pandita Mpu Raka Kusuma Ananda dari Geria Buana Gili Segara Arum, Gilimanuk. Upacara diikuti jajaran PLN Bali dari UPT PLN, Unit Induk Distribusi Bali, UP2B Bali, perwakilan Indonesia Power, Bendesa Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, KP3 Gilimanuk, dan masyarakat sekitar. Kepala UPT PLN Bali Suparman mengatakan, upacara butha yadnya ini dilakukan setiap tahun oleh PLN UPT Bali sebagai media permohonan kepada Tuhan agar sumber-
sumber air dapat berfungsi dengan baik. Area Cable Head Gilimanuk yang sekaligus tempat beroperasinya kabel laut Jawa Bali merupakan objek vital PLN. Ngelarung merupakan prosesi untuk penghormatan dan penyucian di atas landasan keyakinan. Laut merupakan tempat melebur atau mengembalikan ke unsur aslinya atau unsur yang seharusnya menurut hukum alam. Mulang pakelem atau larung laut di Cable Head Gilimanuk dimaksudkan sebagai ucapan rasa syukur ke hadapan Dewa Baruna karena instalasi PLN berupa SKLT 150 kV dapat beroperasi dengan baik. Melalui upacara ini juga dimohonkan agar tetap selalu dalam kondisi baik serta terhindar dari ancaman gangguan yang disebabkan oleh hal-hal yang di luar batas-batas operasional. Sesaji mulang pakelem ini adalah bentuk caru yang tujuannya untuk membangun kehar-
monisan dengan alam sesuai konsep Tri Hita Karana. Sesaji dimaksudkan sebagai bentuk komunikasi manusia dengan alam (persembahan kepada Butha Kala). Kali ini sesaji yang dihaturkan adalah caru panca sato di Cable Head dan hewan kambing hitam, itik hitam, dan ayam hitam sebagai pakelem di Selat Bali. “Secara filosofi dasar tujuan larung adalah memohon agar keseimbangan alam tetap terjaga dan dijauhkan dari bencana. Dalam hal ini memohon agar terjadi keselamatan pada manusia dan tidak terganggunya instalasi PLN berupa Saluran Kabel Laut Tegangan 150 kV yang menghubungkan daerah Jawa dan Bali,” ujar Suparman. Hadir dalam upacara tersebut, Penjabat Laksda perwakilan UITJBTB Bali Made Suantara, Humas PLN Distribusi Bali I Made Arya, serta Manajer Bagian Keuangan dan Administrasi Made Duanta. (olo)
Menurutnya, warga juga setuju apabila lokasi itu nantinya untuk kepentingan wisata dan diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal. Hanya, belum ada sosialisasi terkait hal itu. Dusun setahunya akan dimohonkan untuk lapangan. Terkait hal itu, Kasubag TU Balai TNBB Gebyar Adnyono saat dimintai konfirmasinya, Rabu (2/10) kemarin, membenarkan adanya pemasangan patok tersebut. Lahan itu masuk kawasan TNBB dan rencananya digunakan untuk wisata alam. Izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sudah turun. Izin dan proposal saat ini langsung diurus ke (pemerintah) pusat. TNBB hanya memberikan pertimbangan-pertimbangan teknis semacam amdal
(analisis dampak lingkungan). Dikatakannya, sebelum izin turun, sudah ada survei termasuk kepada lingkungan dan penduduk sekitar. “Kami sudah melakukan survei kepada penduduk sekitar, bahwa mereka tidak keberatan atas pembangunan tersebut,” terang Adnyono. Soal luas lahan dan bentuk usaha wisata yang dimaksud, pihaknya belum mengetahui karena belum melihat dokumen perencanaannya. Namun, dipastikan lahan yang dipatok itu merupakan lahan di dalam kawasaan TNBB. Sementara pura batasnya sekitar 20 meter dari batas wilayah kawasan. Pura masuk dalam kawasan religi dan dibiarkan karena istilahnya wilayah suci. (kmb26)
Bali Post/olo
MULANG PAKELEM – Sejumlah karyawan UPT PLN Bali mulang pakelem di Selat Bali yang merupakan jalur saluran kabel laut Jawa-Bali. Upacara dipusatkan di area Cable Head Gilimanuk, Lingkungan Jineng Agung.
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
Dana Operasional DLH Dirasionalisasi Petugas Menyiram Pakai Ember dari Air Got
Amlapura (Bali Post) -
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terpaksa harus menyiram tamantaman di wilayah Kota Amlapura itu menggunakan ember. Parahnya, petugas menyiram menggunakan air yang dicari dari got. Kondisi yang tidak kondusif itu terjadi, akibat adanya rasionalisasi anggaran operasional mobil tangki. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Karangasem I Wayan Tahun saat dimintai konfirmasi Rabu (2/10) kemarin mengungkapkan, pihak DLH tidak menampik hal tersebut. Tanaman yang di tamantaman yang ada di perkotaan itu, harus disiram oleh petugas menggunakan ember. Namun, air yang digunakan untuk menyiram itu diambil dari got yang ada. “Itu terjadi akibat anggaran operasional
mobil tangki dirasionalisasi. Anggaran BBM truk tangki itu bahkan sudah habis. Itu kendala besar yang kami harus hadapi. Dananya baru akan diusulkan di anggaran APBD Perubahan,” ujarnya. Wayan Tahun menambahkan, meski tidak ada anggaran operasional, pihaknya tidak harus diam. Sebab, tidak berbuat apaapa adalah suatu yang konyol. Karena itu, pihaknya tetap meminta petugas melakukan penyiraman
Dianiaya Pakai Gagang Cangkul, Pica Luka-luka
Amlapura (Bali Post) Kasus penganiayaan kembali terjadi di Karangasem. I Wayan Pica (42) asal Banjar Dinas Muncan, Desa Muncan, Selat dianiaya Putu Jati (32) menggunakan gagang cangkul, Selasa (1/10). Atas aksi kekerasan itu, korban mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kasus penganiayaan itu terjadi Selasa (1/10) sekitar pukul 21.00 wita di rumah milik Sueca. Kasus itu dilaporkan istri korban, Ni Wayan Armini, yang sebelumnya diberi tahu mertuanya Ni Mangku Yasa, bahwa suaminya dianiaya pelaku Putu Jati di rumah I Ketut Sueca. Menerima informasi itu, istri korban, Armini, bergegas menuju TKP. Sampai di lokasi, Armini sudah melihat suaminya tergeletak tidak berdaya di halaman rumah dengan sejumlah luka di bagian tubuh. Selain itu, korban juga tidak sadarkan diri. Kapolsek Selat AKP I Gede Sunjaya Wirya, Rabu (2/10) kemarin mengungkapkan, akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka-luka di sejumlah tubuhnya. Luka-luka itu disebabkan pukulan benda tumpul berupa gagang cangkul sepanjang 1,20 meter yang dipergunakan pelaku Putu Jati untuk memukul korban. Bahkan, gagang cangkul itu sampai patah. “Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka di bibir atas, pipi kiri dan kanan bengkak, telinga kiri robek, serta punggung dan telapak tangan kanan bengkak akibat pukulan yang dilakukan pelaku itu,” ujarnya. Sunjaya Wirya menambahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, motif pelaku Putu Jati menganiaya korban karena sebelum kejadian itu, pelaku dan korban sempat minum-minuman keras. “Sebelum penganiayaan antara pelaku dan korban sempat cekcok. Itulah sebagai sumber pemicu penganiayaan itu. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh petugas kepolisian,” kata Sunjaya Wirya. (kmb41)
taman memakai ember. Airnya diambil di goronggorong alias got itu. Aksi di luar dugaan itu harus dilakukan agar tanaman di taman-taman itu tidak sampai mati. Terlebih, pada musim kemarau saat ini, tanaman tersebut sangat memerlukan air, agar tidak layu kemudian mengering dan mati. “Semoga dari APBD perubahan itu, DLH dapat tambahan anggaran yang lebih memadai. Selama ini, anggarannya sangat ter-
batas,’’ ujar Wayan Tahun. Dengan kondisi serbasusah seperti saat ini, pihaknya mengelola anggaran yang tidak memadai. Maka, mau tidak mau harus memikirkan bagaimana caranya agar supaya bisa menyiram tanaman yang memang memerlukan air itu, agar tidak mati. ‘’Khusus Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, per hari ini (Rabu kemarin - red) sudah kembali perintahkan petugas pertamanan menyiram taman menggunakan mobil tangki,” tegas Wayan Tahun, terkait solusi yang harus dilakukan ketika kondisi tidak kondusif. (kmb41)
Lahan Kering
Warga Seraya Tak Bisa Menanam Jagung
Bali Post/kmb41
LAHAN KERING - Lahan warga yang kering akibat musim kemarau, menyebabkan mereka tidak bisa bercocok tanam.
Bali Post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Musim kemarau yang masih berlangsung saat ini membuat lahan milik warga di Desa Seraya Timur mengalami kekeringan. Kondisi itu membuat warga tidak bisa bercocok tanam lantaran kesulitan mendapatkan air. Warga Desa Seraya Timur I Made Putra, Rabu (2/10) kemarin mengungkapkan, untuk saat ini, warga tidak bisa bercocok tanam akibat lahan kering. Menurutnya, sebelum musim kemarau warga menanam jagung. Sebab, sebagian warga di Seraya Timur itu berprofesi sebagai petani jagung. “Para petani tidak bisa becocok tanam sejak Juni lalu. Tidak bisa bercocok tanam disebabkan sulit mencari air,” ujarnya. Putra menambahkan,
akibat tidak bisa bercocok tanam, kini sebagian petani nganggur. Mereka otomatis tidak ada pekerjaan. Namun, ada juga sebagian warga beralih profesi sebagai buruh bangunan. Hal itu dilakukan agar mereka bisa menyambung napas kehidupannya sehari-hari. “Jika itu tidak dilakukan, keluarga mereka bisa tidak makan,” katanya. Dia menambahkan, atas kondisi ini, warga tidak bisa berbuat apa-apa. Satu permintaan mereka adalah berharap segera turun hujan. Sehingga, petani yang menganggur itu bisa kembali bercocok tanam. Sebab, diprediksi hujan itu baru turun Desember atau Januari 2020. “Semoga hujan cepat turun, sehingga petani bisa berkebun lagi,” harapnya. (kmb41)
Rejang Lilit, Tarian Sakral dari Desa Purwayu Larangan mementaskan tarian sakral hanya mengejar predikat Muri dari Gubernur Bali Wayan Koster, dapat dukungan Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa. Sebab, tarian sakral itu hanya dapat ditarikan saat upacara-upacara tertentu sesuai pakemnya. Seperti tari Rejang Lilit, yang merupakan tarian sakral dari Desa Purwayu, Kecamatan Abang. Bagaimanakah cara efektif untuk melindungi tarian sakral di Karangasem itu?
TIDAK BERDAYA - Korban penganiayaan I Wayan Pica terbaring tidak berdaya akibat luka-luka yang dialami setelah dianiaya.
Bali Post/kmb41
SIRAM TAMAN - Petugas pertamanan saat menyiram taman menggunakan ember dengan air yang diambil dari gorong-gorong.
KADIS Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa mengungkapkan, Pemkab Karangasem memiliki cukup banyak tarian sakral. Bahkan, tarian sakral itu hampir ada di masing-masing desa. Sebab, di Karangasem ada banyak desa tua dengan khazanah tarian sakralnya. Dari 190 desa adat itu, memang sudah ada sekitar 30 tarian sakral berasal dari desa tua. “Di desa tua itu tersimpan kesenian penunjang untuk upacara yang jenis tariannya bersifat sakral,” ujarnya. Arnawa menambahkan, ada sejumlah tarian sakral seperti tari Rejang Lilit, tari Baris, dan tari Sanghyang. Bahkan, tari Sanghyang itu sedang direvitalisasi. Terdapat
cukup banyak tari Sanghyang. Seperti di Kecamatan Selat, Kecamatan Karangasem dan Manggis serta kecamatan lainnya. Tahun ini, tari Sanghyang itu mendapatkan prioritas revitalisasi yakni tari Sanghyang Dedari yang ada di Desa Griana Kauh. Termasuk tarian sakral yang baru. Seperti Rejang Renteng, Rejang Giri Kusuma yang dikembalikan ke pakem sakral. Sehingga tarian itu tidak dipermainkan untuk ditarikan secara sembarangan di luar upacara. “Tarian Sanghyang ini sudah dikonversi. Artinya, dari dulu tarian ini tidak boleh menampilkan tari sanghyang itu di luar pakem yang ada. Sehingga tidak ada tarian sakral di Karangasem yang dipentaskan di luar pak-
emnya,” katanya. Karena itu, adanya imbauan Pemerintah Provinsi Bali yakni melarang menarikan tari sakral untuk mencari penghargaan Muri itu? Pihaknya, kata Arnawa, sangat mendukung imbauan Gubernur itu. Upaya itu dilakukan agar tari-tarian yang sifatnya sakral itu agar tidak dipentaskan secara sembarangan. Tarian sakral itu hanya dapat dipentaskan saat upacara-upacara keagamaan sesuai pakemnya. “Kita di Karangasem sudah melakukan komunikasi dengan Listibia, bahwa kami sepakat tarian yang bersifat sakral itu baik tari wali, wewalen jangan sesekali ditampilkan untuk tujuan mewujudkan Muri,’’ ujarnya. Di Karangasem, selama ini tidak pernah melakukan hal itu. Sebetulnya, larangan terhadap tarian sakral itu sudah lebih dulu dilakukan. ‘’Kami memang sudah sepakat agar tarian sakral itu tidak dipentaskan secara sembarangan,’’ ujar Arnawa mendukung imbauan Gubernur Bali itu. (nan)
Bali Post/kmb41
TARIAN SAKRAL - Tarian Rejang Lilit dari Desa Adat Purwayu Abang yang merupakan salah satu tarian sakral di Karangasem.
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
SOSOK ’’Entrepreneur’’ Masuk Desa KEHADIRAN Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memantik industri kreatif untuk terus berkembang dan maju. Badan ini menjadi penggerak salah satu sektor riil yang sangat layak menjadi prioritas, yakni ekonomi kreatif. Berbeda dengan sektor lain yang sangat tergantung pada eksploitasi sumber daya alam, kekuatan ekonomi kreatif lebih bertumpu kepada keunggulan sumber daya manusia. Karya seni, arsitektur, buku, inovasi teknologi, dan animasi, berasal dari ide-ide kreatif. Model produk pun menjadi semakin beragam, karena masyarakat semakin giat dalam berinovasi, khususnya dalam menggali kreativitas daerah. Ada banyak model industri kreatif di Klungkung yang bisa diajukan pemerintah daerah ke Bekraf, baik dalam dunia film, fashion, desain, kuliner maupun kreavitas seni yang sudah membudaya. “Bekraf menggali kreativitas di daerah. Link-nya cukup banyak ke pusat-pusat pemberdayaan masyarakat, karena langsung sinergi dengan Bappenas. Peluang ini harus bisa direbut dengan mendorong kreativitas semakin terbangun di daerah,” kata Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, belum lama ini. Salah satu idenya yaitu menciptakan one village one commodity (satu desa satu komoditas). Misalnya yang paling terlihat adalah Desa Kamasan dengan potensi khas lukisan klasik Kamasannya, Desa Tihingan dengan kerajinan gongnya, dan masih banyak lagi hal lain yang bisa dikembangkan, sinergi dengan Bekraf. Pihaknya saat ini sedang melakukan proses inventarisir. Setelah itu, baru mengundang deputi di Bekraf untuk turun langsung ke Klungkung. “Saya ingin sekali mendorong program ini terwujud, karena sangat berkaitan dengan misi kami dalam program entrepreneur masuk desa. Kalau ini bisa nge-link, tentu akan selaras antara program pusat dan kami di Klungkung,” tegasnya. (gik)
Cegah Kebocoran Inspektorat Turun Tangan Semarapura (Bali Post) -
Pemerintah daerah mengakui masih terjadi kebocoran terhadap potensi pendapatan dari retribusi, mengingat banyaknya pintu masuk ke kepulauan Nusa Penida. Menyikapi persoalan itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menginstruksikan Inspektorat Daerah turun tangan untuk memantau titik-titik kebocoran dan melakukan evaluasi. Potensi pendapatan baru di Nusa Penida cukup tinggi, sehingga ke depan bisa dimaksimalkan. Dengan mulai beroperasinya Pelabuhan Segitiga Emas nanti, maka kebocoran retribusi dapat ditutup dan berpotensi meningkatkan PAD. Bupati Suwirta menyampaikan itu saat menerima kedatangan Tim Pemeriksaan Reguler Inspektorat Provinsi Bali di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (2/10) kemarin. Tim dipimpin Kepala Inspektorat Provinsi Bali Wayan Sugiada. Sugiada menyampaikan, timnya melakukan pemeriksaan selama 20 hari mulai 2 Oktober hingga 29 Oktober mendatang. Kehadiran timnya di Pemkab Klungkung guna melakukan pemeriksaan dan pengawasan serta pencegahan pada beberapa OPD sebagai sampling. Pemeriksaan mencakup empat aspek yaitu keuangan, kebijakan daerah, kepegawaian,
Polisi Minta Cegah Kekerasan Fisik pada Anak Semarapura (Bali Post) Kasus kekerasan fisik pada anak-anak belakangan kian mengkhawatirkan. Situasi demikian membuat pihak kepolisian terus berupaya melakukan upaya preventif untuk menekan peristiwa serupa terjadi Bumi Serombotan. Dalam sejumlah kesempatan, pihak kepolisian kembali menekankan, khususnya tenaga pendidik seperti guru, agar mengurangi bahkan menahan diri untuk melakukan kekerasan fisik kepada anak-anak. Hal itu disampaikan Kasat Binmas Polres Klungkung AKP I Nyoman Suastana saat berbicara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘’Mencegah Kekerasan pada Anak’’ di Aula Dinas Pendidikan Klungkung, Rabu (2/10) kemarin. FGD melibatkan pembicara lintas lembaga. Selain dari pihak kepolisian, hadir pula Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Klungkung, dengan peserta puluhan kepala sekolah TK, SD, SMP se-Kecamatan Dawan dan Nusa Penida. Suastana menegaskan, cukup banyak regulasi yang mengatur tentang anak-anak. Ini harus dicermati bersama, agar tenaga pendidik bisa memahami lebih dalam bagaimana menempatkan sudut pandang terhadap anak-anak dengan risiko hukum pidananya. Tahu cara terbaik untuk memperlakukannya agar menjadi generasi yang semakin baik. Regulasi tersebut seperti
UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Convention On The Rights Of Child (1989) yang telah diratifikasi Pemerintah Indonesia melalui Keppres Nomor 39 Tahun 1990, demikian pula lembaga dunia seperti Unicef. Menurut Kasat Binmas, ada sejumlah cara untuk mencegah kekerasan fisik terjadi pada anak-anak. Pertama, menjadi orangtua yang terdidik. Artinya, orangtua harus terus belajar agar menjadi orangtua yang baik dan cerdas dalam mengasuh. Setelah terdidik, orangtua tidak boleh melepaskan perhatiannya terhadap anaknya. Perhatikan dengan teliti orang-orang yang berada
di sekeliling anak. Jangan sampai anak-anak salah pergaulan dan terjerumus pada hal-hal negatif. Selanjutnya, jangan meninggalkan anak sendirian tanpa ada satu pun orang terdekat yang mengawasinya. Tujuannya, agar setiap tindakan anak selalu dalam pengamatan orangtua. Khusus kepada kepala sekolah agar menekankan kepada guru-gurunya untuk mengedepankan proses pendidikan. Jangan mudah tersulut emosi, lantas melakukan kekerasan di sekolah. Namun, sekolah juga harus tegas dengan segala aturannya. Tanamkan seluruh peraturan sekolah dengan baik kepada anak. Mengisi papan pengumuman tentang aturan di sekolah dan tentang larangan anak-anak untuk melakukan kekerasan terhadap teman sendiri di sekolah. (kmb31)
Bali Post/kmb31
FGD – Kasat Binmas Polres AKP Nyoman Suastana (berdiri) saat berbicara dalam FGD di Aula Dinas Pendidikan Klungkung.
dan barang daerah. Terkait berbagai regulasi yang telah dibuat oleh Pemprov dan Pemkab, menurut Bupati Suwirta, semua sudah dilaksanakan dengan komitmen yang baik. Ia minta dalam pelaksanaannya seluruh OPD tidak terlalu kaku dalam menyikapi regulasi. Selama ini sering terjadi saling bantah sehingga mengakibatkan OPD tidak berani melangkah dan bekerja. Menyikapi kebocoran ini, semua OPD mesti saling dukung untuk mencapai tujuan besarnya, menutup setiap celah kebocoran. Mengingat sistem pungut yang belum maksimal, pihaknya minta Inspektorat melakukan evaluasi, sebelum Pemkab Klungkung mampu membuat sistem pungutan retribusi yang lebih baik. Diakuinya, dengan cara sekarang pungutan retribusi memang tidak maksimal. Apalagi proses ini baru diinisiasi, sehingga wajar membutuhkan langkah-langkah
Bali Post/kmb31
PENJELASAN - Bupati Klungkung Nyoman Suwirta (dua dari kiri) memberikan penjelasan kepada sejumlah pimpinan OPD saat kedatangan Tim Inspektorat Provinsi Bali. penyempurnaan. “Sistemnya harus diperbaiki terlebih dahulu, sebelum mencapai hasil maksimal. Ini suatu proses yang wajar. Kami selalu melakukan langkahlangkah penyempurnaan,” tegas Suwirta. Penerapan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga di sejumlah pelabuhan di Nusa
Penida saat ini, tidak semua pintu masuk bisa diatasi karena kekurangan tenaga pungut retribusi. Berdasarkan perda ini, setiap wisatawan mancanegara dikenakan retribusi Rp 25 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak. Dari 11 pelabuhan di Nusa Penida, enam dimanfaatkan sebagai tempat lokasi pemungutan retribusi. Soal kebocoran ini juga
sempat menjadi sorotan Fraksi PDI-P. Politisi PDI-P I Wayan Misna mengatakan, dalam proses pemungutan retribusi wisatawan di Nusa Penida agar menugaskan petugas pungut yang relevan di dalamnya. Selain itu, perlu dipikirkan untuk menambah jumlah petugas pungut retribusi agar kebocoran semakin dapat ditekan. (kmb31)
Dispar Mulai Pasang Pagar Pembatas di Devil Tears Semarapura (Bali Post) Setelah terus-menerus mendapat sorotan, objek wisata Devil Tears di Desa Lembongan, Nusa Penida, akhirnya berbenah. Dinas Pariwisata (Dispar) Klungkung mulai memasang pagar pembatas di atas tebing untuk memberi batas jarak aman antara pengunjung dan laut. Namun, anggaran yang minim yaitu Rp 70 juta membuat penanganan belum bisa maksimal tahun ini. Anggaran itu hanya cukup untuk membangun pagar pembatas sepanjang 180 meter. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta mengatakan, proses pemasangan pagar pembatas sudah dilakukan sejak Selasa (1/10) lalu. Pagar pengaman yang dipasang dari bahan tali tambang dan kayu ulin. Proses pengerjaannya diharapkan bisa selesai dalam waktu sebulan. Ini sebagai jawaban jangka pendek atas sorotan tajam terhadap peran pemerintah daerah dalam menyikapi persoalan kecelakaan turis di sana dalam tiga bulan terakhir. “Kami kebut proses pemasangannya agar dapat berfungsi dan tidak menimbulkan korban jiwa lagi,” katanya, Rabu (2/10) kemarin. Dia membantah dianggap tak bertindak setelah terjadinya serangkaian peristiwa nahas di objek wisata Devil Tears. Sejak awal pihaknya menegaskan Dinas Pariwisata sudah bersikap, tetapi tentu segala tindakan di lapangan membutuhkan proses. Meskipun sempat ada sorotan dari Asita Bali dan HPI Bali terkait kecelakaan di Devil Tears, menurut Sukasta, kunjungan
wisatawan tetap normal. Ia tetap minta pemandu wisata mengingatkan wisatawan untuk mengutamakan keamanan dan keselamatan saat berwisata ke Devil Tears. Objek wisata Devil Tears di Lembongan menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Namun, lokasi ini juga menjadi destinasi di Nusa Penida yang paling rawan bagi wisatawan. Ketika berwisata di destinasi ini, wisatawan kerap berdiri di pinggir tebing karang curam. Situasi demikian sangat membahayakan, bahkan beberapa kali memakan korban. Devil Tears memang cukup menarik. Banyak wisatawan ke sana lalu berfoto dengan latar belakang cipratan gelombang Samudera Hindia. Kecelakaan fatal yang sering menyebabkan korban jiwa karena wisatawan kerap berfoto tanpa mengindahkan keselamatan. Dispar juga membuat perencanaan menyeluruh untuk segera menata tanah milik pemerintah daerah dari pinggir pantai dari ujung ke ujung. Langkah ini dilakukan agar nantinya tempat-tempat lainnya yang masih layak, bisa dipakai tempat rekreasi, sehingga lebih berfungsi ketika tamu berkunjung. “Tahun 2020 destinasi wisata di Nusa Penida seperti Pantai Atuh, Pantai Crystal Bay, Pantai Billabong, Pasih Uwug, Klingking Beach, Pantai Devil Tears, dan objek wisata yang lainnya harus segera dibuatkan perencanaan menyeluruh, baik itu fasilitasnya, infrastrukturnya maupun keamanannya,” tandas Bupati Suwirta. (kmb31)
Bali Post/kmb31
BUAT LUBANG - Salah satu petugas membuat lubang di atas tebing Devil Tears untuk memasang pagar pembatas.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Sekolah di Jimbaran cari: Kepala Sekolah (S2), Receptionist (bisa Bhs.Inggris) Sent:schoolhrdbali@hotmail.com B.BP.004.10.19.0000019
Dcr Sales&Sopir kanvas L300 Gaji,UM+Instv Hub:081338085868 B.BP.001.09.19.0000963
Job Vacancy, Santai hotel in Amed. Look for operation Mgr. Send CV:info@santaibali.com B.BP.012.09.19.0000920
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
SERVICE
SERVICE
SERVICE
Dcr Sales,Admin,Sopir, Helper Hub:081337011495 B.BP.004.10.19.0000058
!!!Dicari PRT Max30Th Cew Tdr Dlm,Gaji 2,5 Jt H:081237850879 B.BP.001.09.19.0000985
Cr Admin Wanita Pnglmn MinSLTA Jl.Sentanu 20.Hub:087863178771 B.BP.001.10.19.0000046
Dicari Adm Bisa Computer email ke: adi.soemarnie@gmail.com B.BP.001.10.19.0000048
Dicari Sopir Pribadi Hubungi: 082147944989 B.BP.001.10.19.0000047
BIRO JASA
Dcr PRT Wnt Tgl dlm Gj. 2 jt serius kerja,Telp.087734684240 B.BP.004.10.19.0000050
Dibutuhkan 3 Guru Paud(PG&TK) Syarat:S1 Sastra Inggris/PGTK, Bisa Bhs Inggris.Wanita&Senang Anak.Denpasar Children Centre Tlp.0361-725725 B.BP.001.10.19.0000039
Dicari: 1.Administrasi Proyek D3/SMA/sederajat. 2.Bag.Umum. 3.Pelaksana Sipil pengalaman dlm Pengawasan dan Pelaksanaan Villa D3/S1 utk ditempatkan di proyek villa di Gianyar. Domisili di Bali,umur max 45th CV disampaikan melalui WA 081236853232
Dcr Tenaga bersih2, Gj 1,7Jt Jl.Jayagiri III/22. 089682828229 B.BP.001.10.19.0000054
Job Vacancy,The Griya villas & Spa in Amed, look for rest Spv send CV to : info@thegriya.com B.BP.012.09.19.0000917
Kontraktor Butuh tukang batu / Sipil, pengalaman, Tabanan WA ke : 08129096538 B.BP.004.10.19.0000071
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Urgent HKeeping male for villa 8476626 info@thebuahbali.com B.BP.001.10.19.0000062
DIJUAL MOBIL
B.BP.166.10.19.0000063
KEHILANGAN
Taft GTS 91 Putih,Cat Ori,Siap Pakai Hub.087861225255
Hlg BPKB No.N02901233-O DK 542 AP AN.CV SWB Transportasi
B.BP.001.10.19.0000009
Dcr Kary Pria toko Kaca&Almnum Setiabudi 65 Dps 0361-435879
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
PT.Artha Asia Finance Lelang Unit Isuzu-Nmr-71 HD 6.1 Dump Truck Thn 2019 Hub.03614781601
B.BP.001.09.19.0000969
B.BP.001.10.19.0000036
G.01
B.BP.004.10.19.0000055
BIRO JASA
KONTRAKTOR
AdityaDesign Bngn/Renov R.Tinggal Vila Ruko IMB 081237911954
DAIHATSU
Dcr Pelaksana Lapangan min.SMK pglmn 4th Bw.Lam.ke Jl.Akasia XVI/130X Dps(dpn Gg.Leci Ruko Lt.2.Gaymal Mart)0361-4743672
B.BP.004.10.19.0000053
PROPERTY
ISUZU
B.BP.001.10.19.0000037
Hlg Buku Induk Keur DK8256BQ An.Pande Gd Ode Dirgantara
B.BP.001.10.19.0000042
Hlg Buku Kir DK9643BN Nosin.E 172866 An.I Wayan Sueca, Dps
B.BP.001.10.19.0000043
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
Adik Bupati Bangli Mundur dari Penjaringan Bacawabup Bangli (Bali Post) I Made Subrata, adik kandung Bupati Bangli I Made Gianyar, mendadak mundur d a ri p roses p enja ringa n bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang digelar DPC PDI-P Bangli. Subrata memutuskan mundur dengan alasan tidak ingin sesama warga Kintamani dan kader PDI-P bersaing menjadi calon wakil bupati. Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati PDI-P Bangli Nengah Sujiwa dikonfirmasi, Rabu (2/10) kemarin mengatakan, I Made Subrata mengajukan surat pernyataan pengunduran diri dari penjaringan bakal calon wakil Bupati Bangli, Selasa (1/10). Subrata datang langsung membawa surat pernyataan pengunduran diri ke rumahnya sekitar pukul 17.45 Wita. Sesuai surat pernyata-
an itu, Made Subrata menyatakan dua alasan dirinya mundur dalam proses penjaringan di PDI-P. Pertama, Subrata menghormati keputusan DPC PDI-P Kabupaten Bangli yang akan mengusung bakal calon wakil bupati Bangli dari kader PDI-P Kabupaten Bangli. Alasan kedua, Subrata tidak ingin ada persaingan sesama masyarakat Kintamani dan kader PDI-P untuk bersaing di posisi bakal calon wakil Bupati Bangli. “Saya sudah sampaikan surat pernyataan pengunduran diri Made Subrata ke DPC. DPC telah menerima dan membuatkan berita acara sekaligus surat pengantar untuk selanjutnya diserahkan ke DPD,” ungkap Sujiwa. Sujiwa mengakui dirinya cukup terkejut dengan keputusan Subrata yang tiba-tiba mundur saat proses penjaringan sedang berjalan.
Dikatakannya ini baru pertamakalinya terjadi dalam proses penjaringan yang digelar DPC PDI-P Bangli. Sementara itu, dihubungi terpisah, I Made Subrata membenarkan dirinya telah mengajukan surat penguduran diri dari proses penjaringan cabup/cawabup yang dilaksanakan DPC PDI-P Bangli. Mengenai alasan dirinya mundur, Subrata awalnya enggan membeberkannya. Dia mengatakan semuanya sudah d itulis dalam surat pernyataan pengunduran diri yang diajukannya ke Ketua Tim Penjaringan. Namun, ketika didesak alasannya mundur, Subrata mengungkapkan secara etika dirinya menghormati keputusan PDI-P Bangli yang sepakat akan mengusung kader-kader dalam Pilkada 2020 mendatang. “Walaupun mundur, komunikasi politik tetap
saya lakukan. Alasan mundur karena menghormati dan menghargai keputusan DPC yang sepakat mengusung kadernya,” kata mantan Perbekel Bunutin Kintamani itu. Ditanya terkait rencana ke depan yang akan dilakukan selanjutnya pascamundur dari penjaringan di PDI-
P Bangli, Subrata belum memastikan. Ia mengaku masih menunggu aspirasi masyarakat. Disinggung apakah dirinya ada niat maju menjadi Bangli satu dengan kendaraan partai lain, ia tidak mau menjawab. Dia menegaskan dirinya saat ini masih menunggu aspirasi masyarakat. (kmb40)
Walaupun mundur, komunikasi politik tetap saya lakukan. Alasan mundur karena menghormati dan menghargai keputusan DPC yang sepakat mengusung kadernya. I Made Subrata
Kamis Umanis, 3 Oktober 2019
OLAHRAGA
Spurs Dipermalukan Bayern London – Tottenham Hotspur mengalami kekalahan memalukan dari Bayern Munchen di ajang Liga Champions. The Lilywhites tumbang dengan skor 2-7 dalam laga Grup B Liga Champions di Stadion Tottenham Hotspur, Rabu (2/10) dini hari kemarin. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Son Heung-min di babak pertama, Tottenham kemudian kemasukan empat gol. Penalti Harry Kane di babak kedua sempat membawa Tottenham memperkecil ketertinggalan. Namun, mulai menit ke-83, Tottenham kemudian justru dibombardir tiga gol sekaligus dalam rentang waktu lima menit. Pada momen itulah pelatih Mauricio Pochettino merasa timnya sudah me-
nyerah. ‘’Rasanya di akhir, ketika kami kebobolan tiga gol, sepertinya tim lelah dan sedikit menyerah,’’ ujar Pochettino. ‘’Mungkin itu sedikit menunjukkan rasa frustrasi kami di pertandingan karena sampai menit ke-83 tim masih penuh energi, kami bertarung, mencoba menciptakan peluang untuk mencetak gol ketiga dan kami masih dalam permainan. Tapi mereka sangat tajam,’’ imbuhnya.
Bek Spurs, Jan Vertonghen, mengungkapkan rasa kecewanya karena kekalahan tersebut. Saya merasa terluka dan saya merasa malu berdiri di depan Anda semua,’’ tutur Vertonghen. Berkat kemenangan atas Tottenham, Munchen memimpin klasemen sementara Grup B dengan enam poin. Sementara The Lilywhites terkubur di urutan buncit dengan satu poin. (kmb33)
Putra Tresna Susul ke Semifinal Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Putra Tresna Bali keluar sebagai juara grup A usai menekuk lawannya Tunas Muda Ubud dengan skor 2-0 (1-0) dalam lanjutan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali, di Lapangan Kompyang Sujana, Rabu (2/10) kemarin. Kendati demikian, baik Putra Tresna Bali maupun Tunas Muda Ubud sama-sama melaju ke babak semifinal. Hanya, Putra Tresna Bali keluar sebagai juara grup, dengan meraup 10 poin, sedangkan Tunas Muda Ubud menduduki runner-up grup yang meraih 9 poin. Sementara tiga kontestan grup A lainnya, PS Badung yang meraih poin 7, Sportivo Buleleng meraup 1 poin dan Bali FC juga meraih 1 poin dipastikan tersingkir. Gol pembuka kemenangan Putra Tresna Bali akibat kesalahan pemain Tunas Muda Ubud Hendrayana yang membuat gol bunuh diri di menit ke34. Selanjutnya, pada paruh kedua, pemain Putra Tresna Bali Andri Yulianto menggandakan kemenangan di menit ke-62. Sepakan Andri yang mengarah ke gawang, tak
Berterima Kasih
‘’Saya berterima kasih mahasiswa sudah menyampaikan aspirasi ke DPRD, kemudian Bajra Sandhi yang saya ikuti berjalan dengan baik. Ramairamai sedikit tidak apa-apa, namanya mahasiswa,’’ imbuhnya. Koster juga menyampaikan maaf lantaran tidak sempat hadir menerima mahasiswa. Akan tetapi, pihaknya sudah menangkap dan menerima pesan yang disampaikan. Apa yang disampaikan mahasiswa tersebut bahkan diharapkan bisa menjadi panduan dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Bali maupun nasional. Ia sendiri membutuhkan adanya masukan. Tetapi sekaligus mengingatkan agar cerdas dan cermat berkaitan dengan empat pilar kebangsaan. Mulai dari NKRI yang jangan sampai ditawar lagi, kemudian ideologi tetap harus sama yakni
Pancasila, serta harus dalam UUD 1945 dengan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar ini harus dijalankan dengan komitmen dan semangat tegak lurus kepada Indonesia. Kalau perlu, aksi turun ke jalan agar menjadi pilihan terakhir. Lebih baik disampaikan melalui dialog dengan ilmu pengetahuan dan tata krama yang dimiliki. Kalaupun tetap harus turun ke jalan, agar dilakukan dengan tertib dan tidak sampai memaki-maki orang. ‘’Saya tidak alergi, karena saya pernah bergelut di dunia kemahasiswaan. Saya senang, tapi agar mematuhi koridor hukum, kesantunan, dan kepentingan publik. Astungkara kemarin tidak ada yang terlalu parah seperti di daerah lainnya,’’ terangnya. Presiden BEM PM Universitas Udayana Javents Lumbantobing mengatakan, Gubernur tidak perlu meragukan BEM se-Bali karena semuanya nasionalis dan memegang teguh
NKRI. Selain itu, tidak ada paham-paham di luar Pancasila yang masuk ke dalam BEM. ‘’Saya menjamin hal itu dan saya berani bertanggung jawab atas apa yang saya ucapkan tersebut,’’ ujarnya. Simakrama juga diisi dengan pembacaan Deklarasi Bali oleh Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Rektor Universitas Udayana A.A. Raka Sudewi, Ketua Aptisi Bali I Made Sukamerta, serta perwakilan BEM. Salah satu poin deklarasi menyangkut penyampaian aspirasi, kehendak dan atau kritik kepada pemerintah tetap berpegang teguh kepada konstitusi, nilainilai kesantunan bersama, serta menghormati ketertiban umum. Selain itu, pemerintah supaya sungguh-sungguh mempertimbangkan dan menyikapi aspirasi masyarakat yang sesuai dengan konstitusi NKRI. (kmb32)
Kamis, 3 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Atma Wedana (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Aranyaka Parwa (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Atma Wedana (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:30 Wita Kidung Interaktif 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Nangun Yadnya Karya Agung Mamungkah Pedudusan Agung, Ngenteg Linggih, Tawur Agung Pedanan Ngusaba Desa, Desa Pakraman Bentuyung Sakti-Ubud 17:00 Wita Diabemed
17:30 Wita Kartun Wirata Parwa (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Lipsus Loper KMB Bagikan Koran Edisi Khusus Di Buleleng 19:30 Wita Orti Bali
20:00 Wita Dialog Makaroni King 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Calon Kepsek Wajib Kantongi Sertifikat LPPKS 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
mampu diselamatkan kiper Tunas Muda Ubud Kadek Suryantara. Hasil grup A lainnya, Sportivo Buleleng bermain imbang tanpa gol melawan Bali FC, bahkan kedua tim baru meraup poin dari hasil seri ini, hingga keduanya hanya meraih 1 poin. Untuk laga Kamis (3/10) ini, digelar laga krusial yang sangat me-
nentukan. Untuk itu, panpel memutuskan Perseden meladeni Undiksha Singaraja di Lapangan Kompyang Sujana. Sedangkan PSAD Udayana melawan Sulut Bali FC di Stadion Ngurah Rai. ‘’Kedua partai ini saling menentukan dan digelar secara bersamaan dengan kick off pukul 15.00,’’ sebut Ketua Panpel Gede Made Anom Prenatha. (022)
Belanja Operasional Salah satu alasan pemberian tambahan pagu adalah untuk pelaksanaan fungsi legislasi, penguatan kelembagaan, dukungan manajemen dan dukungan keahlian fungsi dewan. Berdasarkan hasil rapat Panja tersebut, tambahan dana itu berasal dari realokasi berbagai belanja kementerian/lembaga lainnya. Meski mendapatkan kenaikan pagu, anggaran DPR tersebut tidak setinggi pagu anggaran DPR untuk belanja pada 2019 sebesar Rp 5,7 triliun. Sebelumnya, Dokumen Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2020 sebelum hasil pembahasan Panja menyatakan DPR mendapatkan anggaran Rp 4,28 triliun. Pagu anggaran yang sepenuhnya berasal dari rupiah murni itu akan dimanfaatkan
untuk mendukung pelaksanaan dan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Dari jumlah Rp 4,28 triliun tersebut sebanyak 44,4 persen akan dimanfaatkan untuk belanja operasional dan 55,6 persen untuk belanja non-operasional. Selama periode 2015 hingga 2019, anggaran DPR cenderung fluktuatif namun secara rata-rata tumbuh sebesar 19 persen. Pertumbuhan anggaran tersebut antara lain untuk menampung rencana kegiatan pembangunan gedung DPR-RI serta penambahan kegiatan penyerapan aspirasi untuk anggota dewan. Pada 2020, DPR masih melanjutkan penguatan kelembagaan untuk mendukung pembangunan nasional dalam kerangka representasi rakyat dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan yang mendukung pembangunan. (ant)
Pihak Swasta Selain itu Doddy Wahyudi (DDW) dari pihak swasta, dan Zulfikar (ZFK) juga dari pihak swasta. Selanjutnya, Mirawati Basri (MBS), orang kepercayaan Nyoman Dhamantra, dan Elviyanto (ELV) dari pihak swasta. Dalam konstruksi perkara disebutkan bahwa permintaan fee dari Nyoman Dhamantra dilakukan melalui Mirawati. Angka yang disepakati pada awalnya adalah Rp 3,6 miliar dan komitmen fee Rp 1.700 sampai Rp 1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Adapun komitmen fee tersebut akan digunakan untuk mengurus perizinan kuota
impor 20 ribu ton bawang putih untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh Chandry alias Afung. Dari permintaan fee Rp 3,6 miliar tersebut sudah terealisasi Rp 2,1 miliar. Setelah menyepakati metode penyerahan, Zulfikar mentransfer Rp 2,1 miliar ke Doddy. Kemudian Doddy mentransfer Rp 2 miliar ke rekening kasir money changer milik Nyoman Dhamantra. Uang Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih tersebut. Sedangkan Rp 100 juta masih berada di rekening Doddy yang akan digunakan untuk operasional pengurusan izin. (ant)
15 Kelurahan Sesetan Juara Umum Porkot
Denpasar (Bali Post) Kontingen Kelurahan Sesetan berhasil keluar sebagai juara umum di ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) 2019, di Lapangan Kompyang Sujana, mulai pertengahan sampai dengan akhir September lalu. Kelurahan Sesetan mendulang 5 keping emas, 3 perak dan 3 perunggu. Juara II diraih Desa Pemogan yang menyabet 4 emas dan 1 perak, sedangkan juara III direbut Kelurahan Pedungan yang meraih 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Kelima medali emas Kelurahan Sesetan direbut melalui cabor tarik tambang putri, metajog putra yang dipersembahkan I Made Adi Astina, metajog estafet (Putu Gede Igar Brahmanditha/I Wayan Pasek Anggadi Kumara/I Made Adi Astina), deduplak beregu putri dan pencak silat seni putri. Peringkat kedua Kontingen Desa Pemogan merebut 4 emas
di cabor hadang PKK, hadang STT putri, dagongan putri dan metajog putri. Khusus hadang PKK, panitia memutuskan juara I bersama Desa Pemogan dan Desa Ubung Kaja, dan keduanya berhak membawa pulang medali emas, sedangkan medali perunggu diraih Kelurahan Sesetan. Untuk peringkat III diraih Kelurahan Pedungan yang merebut 1 emas di cabor dagongan putra. Desa Sanur Kauh juga merebut emas pada cabor tarik tambang putra. Desa Pemecutan Kelod menyumbangkan emas pada cabor terompah beregu putra. Sementara emas terompah beregu putri direbut Desa Kesiman Petilan. Desa Kesiman Kertalangu merebut emas pada cabor deduplak beregu putra dan Desa Padangsambian Kaja meraih emas pada cabor pencak silat seni putra. Porkot diikuti 43 kelurahan dan desa se-Kota Denpasar. (022)
Ingin Mengacaukan Seskab menegaskan kembali bahwa kerusuhan di Wamena bukanlah konflik sosial antaretnis, melainkan kelompok kriminal bersenjata yang ingin mengacaukan Papua untuk mendapatkan perhatian dunia saat momentum Sidang Umum PBB. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mulai melakukan pendataan fasilitas publik serta rumah warga yang rusak di Kabupaten Jayawijaya akibat kerusuhan, untuk selanjutnya dilakukan pemulihan. Kepala Pusat Direktorat Jenderal Cipta Karya di PUPR Iwan Suprianto di Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu kemarin, mengatakan telah bertemu Bupati Jayawijaya terkait data fasilitas publik apa saja yang dirusak. ‘’Setelah identifikasi,
kami bekerja sama dengan TNI untuk melakukan pembersihan puing-puing kerusuhan agar mengurangi trauma,’’ katanya. PUPR menyebutkan dari kunjungan ke beberapa lokasi ada sejumlah fasilitas perekonomian seperti pasar, ruko, tempat kos serta ratusan rumah dan bangunan pemerintah yang perlu perbaikan. ‘’Penanganan pemulihan fasilitas publik terutama kantor pemerintah akan kita prioritaskan, yang kedua kegiatan perekonomian, jadi pasar, kios, itu segera kita pulihkan,’’ katanya. Ia memastikan rumah warga yang menjadi korban kerusuhan akan mendapat perhatian dari pemerintah. PUPR akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait fasilitas mana saja yang menjadi penanganan pemerintah pusat dan mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. (ant)
Akses Jalan ‘’Ini adalah kontribusi masyarakat Kaltim untuk bangsa. Semangat inilah yang membuat kami tetap bangga sebagai bagian NKRI walaupun selama ini kontribusi finansial yang kami terima kecil. Kami tak pernah mengeluh,’’ ujarnya. Selain dialog, para pemred dan tokoh pers nasional juga meninjau pembangunan jembatan Pulau Balang II yang nantinya terkoneksi dengan Kabupaten PPU. Saat rombongan pemred dan tokoh pers nasional mengunjungi lokasi ini, Rabu (2/10) kemarin, proses pembuatan jembatan masih berlangsung. Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu program pembangunan jalan dan jembatan pengembangan jaringan lintas provinsi di Kaltim. Selain menjadi penghubung jalur darat menuju Kabupaten PPU, jalur ini juga diharapkan mendukung pengembangan
kawasan industri Kariangau. Jembatan ini ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran Rp 1,3 triliun dengan masa pengerjaan empat tahun sejak 2015. Jalur darat menuju PPU dari ujung jembatan Pulau Balang II membelah perbukitan. Jalur ini sedang dalam proses pengerjaan. Kadis PUPR/Pera Kaltim M.Taufik Fauzi mengatakan akses jalan menuju PPU sekitar 22,4 km dari Pulau Balang kini sedang dalam pembukaan lahan. Sedangkan estimasi selesainya jalur ini masih terkendala anggaran. ‘’Gubernur sedang mengusulkan agar jalur ini bisa ditangani PUPR karena akan menjadi jalan nasional,’’ ujarnya. Saat ini untuk menuju PPU masih lewat Pelabuhan Semayang yang jarak tempuhnya sekitar 15 menit sampai 20 menit dari kota Balikpapan. Sedangkan dari Pelabuhan Semayang ke Dermaga Teluk Balang sekitar 45 menit. (044)
KULINER KAMIS UMANIS, 3 OKTOber 2019
BI Programkan Bali Bersih Uang Lusuh KESEHATAN SELAMA 2018, uang lusuh yang beredar di Bali sebanyak 129.658.780 lembar dengan total nilai mencapai Rp 4,38 triliun. Sedangkan dari Januari hingga Agustus 2019 mencapai 98.416.604 lembar dengan total nilai Rp 3,58 triliun. Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali menerima penukaran uang lusuh. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, sebagai pihak yang bertanggung jawab mengelola uang rupiah, BI KPw Bali sangat memperhatikan ketersediaan rupiah dan sisi nominal dan kualitas uang yang beredar di masyarakat. Maka bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober, BI KPw Bali meluncurkan program Bali Bersih Uang Lusuh (Bali Bersiul). ‘’Hal ini sangat penting karena sebagai wilayah destinasi wisata yang banyak didatangi wisatawan mancanegara, kita ingin menjaga citra baik Indonesia melalui rupiah. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, banyak wisatawan yang menyimpan rupiah sebagai kenang–kenangan ketika mereka kembali ke negara asal,’’ ujarnya, Selasa (1/10). BI memiliki peran yang besar dalam memfasilitasi penggunaan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dalam perekonomian nasional. Ibarat sirkulasi darah dalam tubuh manusia, peran BI dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran sangat vital untuk mencegah terjadinya sumbatan pada urat nadi perekonomian. Fasilitas yang dilakukan BI untuk memperlancar kegiatan perekonomian antara lain dengan menyediakan rupiah dalam jumlah yang cukup dengan pecahan yang sesuai kebutuhan perekonomian
termasuk di wilayah Provinsi Bali. Berbagai program yang telah dikembangkan oleh KPw BI Provinsi Bali dalam meluaskan jangkauan layanan kas antara lain pembukaan kantor kas titipan BI di Singaraja, kerja sama dengan perbankan untuk membuka loket penukaran dan layanan kas keliling di berbagai kabupaten. Lebih lanjut Trisno menyampaikan beberapa catatan penting mengenai kondisi uang rupiah yang ada di Bali saat ini seperti masyarakat banyak yang menyimpan uang logam di rumahrumah dan tidak meresirkulasi dalam transaksi sehari–hari. Kemudian banyak terdapat uang rusak akibat kekurangpahaman dalam cara memperlakukan uang. Selain itu masyarakat belum mengetahui bahwa uang rupiah dengan kondisi tidak layak edar bisa ditukarkan ke BI atau ke kantor–kantor bank umum terdekat tanpa dipungut biaya dan diganti sebesar nominal apabila kondisi uang memenuhi syarat sebagaimana ditetapkan BI. Trisno juga mengimbau masyarakat yang memiliki uang lusuh untuk tidak menggunakan uang tersebut dalam transaksi sehari–hari dan selanjutnya ditukarkan ke BI dan bank umum terdekat. Uang– uang lusuh yang diterima oleh BI melalui masyarakat dan bank umum akan dimusnahkan dan digantikan dengan uang layak edar. (may)
UANG - Uang lusuh yang beredar di Bali sebanyak 129.658.780 lembar dengan total nilai mencapai Rp 4,38 triliun. Sedangkan dari Januari hingga Agustus 2019 mencapai 98.416.604 lembar dengan total nilai Rp 3,58 triliun. Dalam gambar tampak Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho menunjukkan uang rupiah baru.
TOP IN VASI
WONDERFUL BALI
BUDAYA
PENDIDIKAN
Gung Krishna Bersolo Karier
Mencintai Alam Melalui ’’Bumiku Untukmu’’
SENIMAN BERKARYA di belantika musik Bali telah dilakoni Gung Krisna sejak 2005 silam. Kala itu, guru olahraga di SDN 1 Mengwi ini bergabung bersama Vegasus Band dan sering mengikuti festival band bersama. Namun, pria kelahiran Badung, 6 Juni 1983 ini memutuskan untuk bersolo karier. Hal ini dilakukan agar ia tetap bisa berkarya dan menghibur masyarakat pencinta lagu-lagu pop Bali. Menurutnya, perkembangan musik di Bali di era digital saat ini sangat signifikan. Promosi karya musik para musisi dipermudah dengan adanya media sosial (medsos), seperti facebook, instagram, youtube, dan media massa. Semua itu patut dimanfaatkan untuk kemajuan musik Bali. ‘’Mari kita dukung musisi Bali agar lebih maju,’’ ujar Gung Krishna, Rabu (2/10) kemarin. Sejak memutuskan bersolo karier pada Januari 2019, pemilik nama lengkap I Gusti Ngurah Agung Cahya Krishna, S.Pd. ini sudah memiliki tiga single lengkap dengan video klipnya. Di antaranya, ‘’Ku Tau’’, ‘’Kangen Jak Mantan’’, dan single teranyarnya berjudul ‘’Getaran Hati’’. Bahkan, lagu-lagu Gung Krishna sudah dapat direquest di seluruh stasiun radio di Bali dan lombok yang menyiarkan lagu Bali. Single ‘’Getaran Hati’’ ini menceritakan seorang pria yang degdegan saat bertemu dengan seorang wanita yang diidolakan. Ternyata ada respons dari sang wanita dan juga mencintai pria tersebut. Hal ini terjadi karena mereka sering ketemu. (win)
Wani Ngumpen Bali
Buah Lokal Bercita Rasa Khas
SELAIN salak, Bali memiliki tanaman buah varietas lokal yaitu wani. Daging buah ini berwarna putih, rasanya manis berair dan mengandung sedikit alkohol. Pengembangan tanaman buah ini masih terbatas. Padahal buah ini memiliki potensi besar karena cita rasanya yang khas. Guna makin meluaskan pengembangan tanaman wani, varietas buah ini kemudian dilepas dengan nama buah wani ngumpen Bali. Petani yang mengembangkan buah wani ngumpen Bali adalah Ketut Arsana dari Desa Sudaji, Sawan, Kabupaten Buleleng. Baru-baru ini Arsana mengatakan, buah wani ngumpen Bali memiliki keunggulan dari jenis wani lain yang tumbuh di Bali. Selain rasanya manis, buah wani jenis ini memiliki biji yang kecil. Sebagai pemegang varietas buah wani ngumpen Bali, Arsana memiliki pohon
Bali Post/san
Bibit pohon wani ngumpen Bali.
induk tunggal (PIT) yang nantinya dikembangkan menjadi bibit. Ia melanjutkan, varietas buah wani ngumpen Bali ini dilepas pada tahun 2011. Artinya bisa diperbanyak dalam bentuk bibit untuk disebarkan ke masyarakat yang hendak mengembangkan. Biasanya setelah membuat bibit, pihaknya akan mendaftarkan dulu ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) untuk mendapatkan sertifikat benih. Hingga tahun 2019 pihaknya sudah membuat 1.500 bibit wani ngumpen Bali. Diakui Arsana, jumlah tersebut memang masih sedikit. Ini karena belum banyak masyarakat yang tahu mengenai adanya pengembangan bibit buah wani ngumpen Bali. Di sisi lain untuk bisa menjadi bibit siap tanam membutuhkan waktu cukup lama. Biasanya Arsana menjual bibit yang sudah berbunga seharga Rp 2,5 juta. Buah wani ngumpen Bali mulai belajar berbuah di tahun ketiga atau keempat. Jika sudah produktif tanaman ini bisa menghasilkan hingga 500 kilogram buah wani. Menurut Arsana, potensi buah wani ngumpen Bali selain memenuhi kebutuhan buah, juga bisa dijadikan produk lain seperti minuman buah. ‘’Karena buah ini ada kandungan alkoholnya, ke depan bisa dikembangkan menjadi produk minuman,’’ ujar Arsana. (san) Ketut Arsana
SELAMA ini ada pihak yang tidak cukup puas hanya dengan menyumbangkan waktu atau dana untuk amal lingkungan. Tetapi, mereka menginginkan terlibat langsung sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan, misalnya menyangkut gagasan penghijauan. Seperti yang dilakukan Delia von Rueti, seorang filantropis, desainer perhiasan, dan pemberi advokasi di bidang pertanian. Melalui sebuah gagasan yang dinamakan ‘’Bumiku Untukmu’’ pihaknya ingin mengajak agar kita bisa lebih mencintai diri kita, juga alam kita. Kata ‘’Mu’’ bermakna kita, dan ‘’Ku’’ bermakna anak-anak kita, masa depan kita dan generasi kita berikutnya. ‘’Saya tidak terhubung dengan LSM atau organisasi amal mana pun. Ini hanyalah sumbangan saya bagi negara yang saya cintai ini,’’ kata Delia, Rabu (2/10) kemarin. Melalui gagasan ini, Delia ingin menginspirasi setiap orang agar dapat berpartisipasi melalui setiap cara kecil yang dapat diperbuat, misalnya mulai dari menambahkan tanaman atau pohon di setiap kebun mereka. Dia berharap kampanye ini akan tumbuh dan menjangkau setiap sudut masyarakat Indonesia, bahkan di seluruh dunia, karena masih banyak hal yang harus dilakukan. Jika semua orang dapat berpartisipasi, maka kita dapat menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik bagi kita dan anak cucu kita kelak. (edi) Bali Post/edi
Delia von Rueti
SMK PGRI 3 Denpasar Dinilai Tim LSS
Miliki Program ’’Cerdik’’ Camat Dentim Pasang Badan Raih Juara
TAHUN 2018 dan 2019 adalah milik sekolah PGRI di bawah YPLP Kota PGRI Denpasar karena sejumlah sekolah dipercaya menjadi duta sekolah sehat, PKTP dan Wiyata Mandala, baik di tingkat kota maupun Provinsi Bali. Rabu (2/10) kemarin, SMK PGRI 3 Denpasar dipercaya mewakili Kecamatan Denpasar Timur (Dentim) dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS). Tim penilai yang dipimpin Sridati langsung disambut Camat Dentim Wayan Rahman, S.Sos., Plt. Perbekel Sumerta Kelod, Kadus Bengkel, Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, Ketua PGRI Kota Denpasar Nyoman Winata bersama dewan guru dan siswa. Termasuk semua kasek di lingkungan YPLP Kota PGRI Denpasar. Kasek Madiadnyana memang tak pernah main-main mempersiapkan diri kalau mengikuti lomba. Warga sekolah tampak allout mempersiapkan diri secara matang sekalipun berlomba di tingkat kota. Begitu tim tiba di sekolah di Jalan Drupadi langsung disambut baleganjur dan yel-yel Trias UKS dan yel-yel Kota Denpasar. SMK PGRI 3 Denpasar termasuk sekolah swasta yang sedang naik daun tahun ini.
Jumlah siswanya mencapai 2.226 siswa. Madiadnyana bersyukur bisa mewakili Dentim di LSS guna memberi motivasi kepada warga sekolah guna menerapkan Germas (gerakan masyarakat hidup sehat). Dia mengatakan sesungguhnya kondisi hidup sehat sekolah yang ditampilkan adalah sesuai kondisi sehari-hari karena perilaku dan berpartisipasi lingkungan sudah menjadi budaya oleh warga sekolah. Dia mengakui perilaku hidup sehat relevan dengan peningkatan mutu pendidikan. Makanya dia menyebut sukses membuat sekolah sebagai rumah keduanya bagi semua warga sekolah. Dalam urusan kesehatan dan kebersihan, sekolah ini memiliki program kampanye unik yang disebut ‘’Cerdik’’ yakni cek kesehatan secara rutin, enyahkan api rokok, rajin beraktivitas, diet sehat seimbang, istirahat yang cukup dan terakhir kelola stres dengan bijak. Sekolah ini sejak lama bersinergi dengan Desa Sumerta Kelod mengubah sampah menjadi pupuk organik. Sekolah memiliki program aksi kebersihan tiap hari, dan Jumat Bersih. PSN dilakukan tiap saat sehingga sekolah nol dari jentik nyamuk. Pemeliharaan kebun sekolah untuk konservasi air dan oksigen dan membuat obat herbal
bagi warga sekolah. Kantinnya diformat modern dengan produk menu bergizi dan kemasannya ramah lingkungan. Menyiapkan air bersih layak minum dan membuat hydroponik tanpa pestisida. Sekolah juga menyiapkan toilet tambahan di gedung baru agar satu kelas memiliki satu toilet. Termasuk menata drainase guna menghindari banjir menuju SMK PGRI 3 Denpasar sekolah yang sehat, bersih, disiplin dan berprestasi. Camat Dentim Wayan Herman, S.Sos. memuji SMK PGRI 3 Denpasar adalah sekolah unggulan di Dentim. Dia berharap SMK PGRI 3 Denpasar bisa menjadi duta Denpasar di Bali dan sejak lama berpartisipasi untuk warga desa
dan kecamatan baik dalam lingkungan, seni dan olahraga. Bahkan, Camat Dentim berani pasang badan SMK PGRI 3 Denpasar akan tampil luar biasa lagi jika meraih juara dan menjadi duta Denpasar. Ketua Tim LSS Sridati menegaskan bahwa SMK PGRI 3 Denpasar adalah sekolah lengkap. Selain unggul dalam fasilitas, suasana sekolah yang hijau, sejuk dan aman. Penataan sekolah ini mulai dari parahyangan, palemahan dan pawongan sudah baik serta didukung juga kreativitas siswanya. Bahkan, dia memuji semangat kasek dan warga sekolah mengikuti LSS kali ini. ‘’Ini modal bagus untuk membuat sekolah semakin maju,’’ tegasnya. (ad68)
LSS - Tim Penilai LSS dipimpin Sridati diterima Kasek Nengah Madiadnyana dan Camat Dentim Wayan Herman saat menilai SMK PGRI 3 Denpasar.