terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 17 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Revitalisasi Pasar Bona Batal
Investor Caplok Tanah Negara
Pimpinan Dewan Belum Ditetapkan
Revitalisasi Pasar Bona, Gianyar yang sejak lama ditunggu para pedagang, ternyata batal. Padahal rencananya revitalisasi dilakukan tahun ini. Apa penyebabnya?
Pariwisata di Nusa Penida berkembang pesat. Banyak fasilitas penunjang dibangun investor. Tak terkecuali akomodasi dan restoran. Namun sayang banyak investor memanfaatkan tanah negara tanpa izin.
Pimpinan DPRD Bangli definitif hingga saat ini tak kunjung ditetapkan. Pasalnya, Partai Demokrat sebagai salah satu parpol yang berhak menduduki kursi wakil ketua sampai sekarang belum mengirim nama kadernya.
KLUNGKUNG | HAL. 12
GIANYAR | HAL. 9
BANGLI | HAL. 14
Setahun Kepemimpinan Koster-Ace (1)
MERANCANG REGULASI MENGAWAL BALI
BALI bergerak menuju keharmonisan. Keseimbangan niskala dan sekala dibangun dengan komitmen ngayah untuk menuju Bali yang jagadhita. Bali Era Baru yang dipayungi visimisi ‘’Nangun Sat Kerthi Lola Bali’’ bergulir cepat setelah krama Bali memberikan mandat politik kepada pasangan Wayan Koster dan Cok Ace untuk memimpin Bali. Paket yang resmi dilantik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di IstanaNnegara 5 September 2018 ini pun mengelola kepercayaan krama Bali dengan bekerja serius, jujur dan tulus. Apresisi banyak pihak dari berbagai elemen terhadap kinerja pasangan ini pun sangat tinggi. Harapan Bali menuju keharmonisan juga menjadi optimisme penduduk Bali. Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pasangan ini, Bali Post mulai hari Selasa (3/9)
menurunkan secara berseri tulisan terkait gebrakan Bali Era Baru di bawah Gubernur Wayan Koster. Tidak hanya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan jati diri krama Bali yang dibangun, Wayan Koster juga menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan alam secara sekala dan niskala. Penguatan regulasi kini memasuki tahapan final. Regulasi yang menjadi fondasi dan landasan kinerja digarap secara meraton. Hal. 15 Bali Era Baru
’’Dari aspek manusia Bali, pengembangan jati diri, integritas, dan kualitasnya yang menjadi titik perhatian. Tentunya sesuai dengan nilai-nilai adat istiadat, agama, tradisi, seni, dan budaya serta kearifan lokal masyarakat Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Kecelakaan Maut di Tol Cipularang
Libatkan 21 Kendaraan Delapan Orang Tewas
Purwakarta (Bali Post) – Kecelakaan maut terjadi di Tol Cipularang, Senin (2/9) kemarin. Puluhan kendaraan terlibat kecelakaan beruntun yang juga menelan korban jiwa hingga mengakibatkan kemacetan panjang. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan maut di Jalan Tol Cipularang kilometer 91 dari arah Bandung ke Jakarta sebanyak 21 kendaraan. ‘’Ada 21 kendaraan yang terlibat kecelakaan. Beberapa kendaraan hangus terbakar,’’ katanya, di Purwakarta. Sebanyak enam kendaraan dilaporkan hangus terbakar. Akibat peristiwa itu, delapan orang meninggal dunia yang enam orang di antaranya akibat mengalami luka bakar, dan delapan orang dibawa ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta. ‘’Untuk penyebab kecelakaan masih diselidiki secara khusus,’’ katanya. Tetapi dugaan sementara, kecelakaan beruntun terjadi akibat mobil dump truck yang terguling di ruas tol tersebut sehingga kendaraan lain yang berada di jalur yang sama berhenti mendadak hingga terjadi tabrakan beruntun. ‘’Penyebab kecelakaan ini sedang kita selidiki (secara) khusus. Tapi (dilihat di lokasi) di depan kita lihat ada dump truc terguling, dan terguling karena apa, sehingga kendaraan yang di belakang mengerem mendadak,’’ katanya.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil meminta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menganalisis kecelakaan beruntun tersebut. “Saya meminta Dishub Jabar untuk menganalisis ini apakah faktor gelombang jalan nanjak atau mudun sambil berbelok atau faktor human error,” ujar Gubernur Emil di Gedung Negara Pakuan Bandung.
Sementara itu, kemacetan terjadi akibat terjadinya kecelakaan maut Cipularang. Petugas melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan sistem contraflow mulai kilometer 93 sampai kilometer 90. Sedangkan pengguna jalan dari arah Bandung menuju arah Jakarta diarahkan untuk keluar melalui Gerbang Tol Cikamuning kilometer 116 dan masuk kembali ke Jalan Tol Cipularang melalui Gerbang Tol Jatiluhur kilometer 81. (ant)
Masa Depan KPK di Tangan Jokowi Jakarta (Bali Post) – Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023, Senin (2/9) kemarin telah menyerahkan hasil kerja kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di tengah derasnya kritik atas kinerja Pansel yang tetap meloloskan nama-nama yang bermasalah, kini masa depan lembaga antirasuah tersebut berada di tangan Presiden Jokowi. Presidenlah yang nantinya akan memastikan apakah 10 nama capim yang telah disodorkan pansel tetap dikirim kepada DPR untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Presiden Jokowi mengaku tak akan tegesa-gesa memutuskan. ‘’Ini eranya era keterbukaan. Saya juga minta agar masukanmasukan baik dari masyarakat, dari tokoh-tokoh yang telah memberi masukan, juga bisa dijadikan catatan-catatan dalam rangka mengoreksi apa yang telah dikerjakan oleh pansel,’’ kata Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/9) kemarin. Presiden menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan sembilan orang Pansel Capim KPK yaitu Yenti Garnasih, Indriyanto Senoadji, Harkristuti Harkrisnowo, Marcus
Priyo Gunarto, Diani Sadia Wati, Mualimin Abdi, Hendardi, Hamdi Moeloek dan Al Araf. Presiden juga mengaku tidak tergesa-gesa menyerahkan nama-nama capim kepada Komisi III DPR. ‘’Saya kira juga kan tidak tergesagesa, yang paling penting menurut saya, apa yang nanti saya sampaikan ke DPR itu betul-betul nama-nama yang memang layak untuk dipilih oleh DPR,’’ tambah Presiden. Hal. 15 Banjir Penolakan
Nama Hasil Seleksi Pansel
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.
Alexander Marwata Firli Bahuri I Nyoman Wara Johanis Tanak Lili Pintauli Siregar Luthfi Jayadi Kurnaiwan Nawawi Pomolango Nurul Ghufron Roby Arya B Sigit Danang Joyo
Komisioner KPK Anggota Polri Auditor BPK Jaksa Advokat Dosen Hakim Dosen PNS Sekretariat Kabinet PNS Kementerian Keuangan
TERIMA PANSEL - Presiden Joko Widodo (kanan) menerima Pansel Capim KPK di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/9) kemarin. Kedatangan pansel yang dipimpin oleh Ketua Pansel Yenti Garnasih tersebut untuk menyerahkan 10 nama capim KPK kepada Presiden Joko Widodo.
Pelantikan 55 Anggota DPRD Bali Terpilih
Tambah ’’Kecepatan’’ untuk Imbangi Gubernur EVAKUASI - Petugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Km 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9) kemarin.
Harian Bisnis Bali Diminta Tak Instan Pemungutan kontribusi dari wisatawan akan mengerucut melalui hotel atau akomodasi tempat wisatawan menginap. Kenapa pemungutan ini diminta tidak instan?
www.bisnisbali.com
DILANTIK - Anggota DPRD Bali periode 2019-2024 dilantik, Senin (2/9) kemarin, di Ruang Sidang Utama Gedung dewan. Ke-55 orang anggota dewan diangkat sebagai anggota DPRD Bali berdasarkan Keputusan Mendagri No.161.51-3837 Tahun 2019.
Denpasar (Bali Post) Pelantikan 55 anggota DPRD Bali periode 20192024 digelar dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama, gedung Dewan, Senin (2/9) kemarin. Dewan terpilih mengucapkan sumpah/janji dipandu Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar Ida Bagus Djagra. Mereka diangkat sebagai anggota DPRD Bali berdasarkan Keputusan Mendagri No.161.51-3837 Tahun 2019. Dalam rapat paripurna tersebut, Sekretaris DPRD Bali Gede Suralaga mengumumkan pimpinan sementara yang terdiri dari ketua dan wakil ketua. Dikatakan bila partai dengan perolehan kursi terbanyak pertama dan kedua yakni PDI-P (33 kursi) dan Golkar (8 kursi) sebelumnya telah diminta memilih pimpinan sementara. Dari PDI-P menunjuk I Nyoman Adi Wiryatama sebagai ketua,
dan dari Golkar menunjuk I Nyoman Sugawa Korry sebagai wakil ketua. Dikonfirmasi usai pelantikan, Ketua DPRD Bali Sementara I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, tugas pimpinan sementara antara lain mempersiapkan pembentukan fraksi-fraksi dan alat kelengkapan dewan, penyusunan tata tertib (tatib), serta mempersiapkan pimpinan dewan definitif. Walaupun perolehan kursi didominasi oleh PDIP, namun alat kelengkapan dewan dipastikan tidak disapu bersih oleh partai moncong putih. ‘’Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita juga share dengan teman di beberapa kelengkapan dewan, sehingga kita bentuk kebersamaan di DPRD Bali. Entah ketua komisi atau alat kelengkapan lain pasti ada dari partai lain,’’ ujarnya. Hal. 15 Bisa Menyesuaikan
Selasa Umanis, 3 September 2019
Geria Tegaljinga akan Gelar ”Padiksan”
Denpasar (Bali Post) – Geria Tegaljinga, Denpasar akan menggelar Karya Manusa Yadnya dan Rsi Yadnya dalam waktu dekat ini. Pelaksanaan karya ini, terutama pada kegiatan-kegiatan tertentu, seperti Mendak Nabe akan mengganggu sebagian arus lalu lintas di Jalan WR Supratman, dari simpang Jalan Sedap Malam sampai simpang WR Supratman-Jalan Kecubung, karena ribuan krama sisia akan mengikuti prosesi ini. Pangrajeg Karya Ida Pedanda Gede Putra Bajing didampingi Prawartaka Karya Ida Bagus Made Perbawa, S.H., M.AP. menegaskan hal itu, Senin (2/9) kemarin. Perbawa mengatakan, Geria Tegaljinga akan melaksanakan Karya Manusa Yadnya berupa Mapandes dan Rsi Yadnya berupa Padiksan. Pelaksanaan Mapandes akan diikuti oleh 160 orang. Sedangkan untuk Padiksan, pihaknya akan melaksanakan karya ini untuk Ida Bagus Mantra, adik dari Ida Pedanda Gede Putra Bajing. Serangkaian dengan karya ini, akan berlangsung Mendak Nabe dari Geria Timbul, Kesiman, Jumat (13/9) mendatang. Prosesi ini diikuti oleh ribuan krama berjalan kaki dari Kesiman sampai di Geria Tegaljinga. “Sebenarnya Nabe ini dari Geria Aan Klungkung, namun prosesi magayot-nya dari Geria Timbul, Kesiman. Saat itu kemungkinan jalan akan ditutup, terutama dari simpang tiga Jalan Sedap Malam sampai simpang WR Supratman-Jalan Kecubung,” ujar Perbawa. Perbawa mengatakan, prosesi karya ini sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Bahkan, pada 2 Juni lalu telah dilakukan Matur Nuur Nabe ke Geria Aan Klungkung. Kemudian pada 15 Agustus dilakukan Matur Piuning Karya, disusul pada 31 Agustus digelar upacara Diksa Pariksa. Kemudian Selasa (10/9) digelar Mapandes, dan Sabtu (14/9) sekaligus puncak karya digelar Padiksan. (kmb12)
Menikmati Kemacetan di Bali
INI jelas bercanda dan diutarakannya pun sambil tertawa. Tetapi seperti yang sudah-sudah, ini merupakan sebuah pesan serius bagi pemangku kebijakan di Bali. Kapan mau berubah dan mengadakan perubahan? Kantong kemacetan serta jam-jamnya sudah terdata, tinggal action saja. Empat mahasiswa Universitas Tottori, Jepang, Senin (2/9) kemarin berkunjung ke Redaksi Bali Travel News. Mereka adalah Ikuta Watari dari Fakultas Teknik Kimia, Kawata Mao dari Ilmu Regional, Kusumoto Kokoro dan Nukata Kotone dari Fakultas Pertanian. Mereka diantar oleh pembimbingnya, Sugimoto Joji, dan Pimpinan Mataken Gakko I Gusti Kompyang Pujawan. Ini sudah kesekian kalinya mahasiswa dari universitas ini berkunjung ke Bali Travel News, salah satu anggota Kelompok Media Bali Post. Pada stiap kunjungan selalu ada penekanan khusus yang menjadi topik diskusi. Misalnya masalah sampah, penduduk, transportasi dan pariwisata. Tidak heran karena masalah-masalah ini menjadi masalah umum yang dihadapi masyarakat dunia saat ini. Terutama masalah pengelolaan sampah serta sistem transportasi publik. Misalnya, Ikuta Watari yang menyoroti pengelolaan masalah sampah plastik. Pimpinan Bali Travel News Gde Palgunadi yang menerima mereka mengatakan, masyarakat Bali kini tengah berupaya membatasi penggunaan kantong plastik. Hal ini diperkuat pula oleh Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018. Ikuta Watari mengharapkan agar semua pihak bertanggung jawab atas masalah ini. Memang diakuinya, perlu waktu lama untuk mengubah mindset serta budaya seseorang soal sampah, terutama plastik. Namun, dengan keseriusan serta penegakan hukum yang tepat hal itu bisa cepat dicapai. Secara keseluruhan, empat anak muda yang mengaku baru pertama kali datang ke Bali ini mengaku terkesan dengan budaya setempat. Di satu sisi, mereka juga cukup objektif dalam menyoroti kondisi yang ada. Seperti di satu sisi, ada semacam dilema antara menjaga serta melestarikan alam dengan segala isinya, namun di sisi lain pembangunan juga mesti berjalan. Mestinya ada titik singgung harmoni di antara keduanya, singgung Kusumoto Kokoro. Juga masalah kemacetan yang tetap menjadi titik perhatian serius para wisatawan mancanegara serta yang lainnya. Terlepas dari semua itu, diakuinya ada persamaan antarkeduanya, Bali dan Jepang. Tinggal bagaimana sekarang generasi mudanya mendapatkan pencerahan secara kontinu soal kekayaan yang mereka miliki. Ini akan berjalan mulus apabila ada sinergi serta komitmen di antara stakeholder. (pal)
Bali Post/ist
GRANAT - Tim Gegana Satbrimoda Bali saat mengamankan granat di Kantor DPRD Bali. Inset : granat yang ditemukan di belakang pos sekuriti.
Sebelum Pelantikan Anggota DPRD Bali
Tim Gegana Temukan Granat di Belakang Pos Sekuriti Denpasar (Bali Post) Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sebelum pelantikan anggota DPRD Bali, Senin (2/9) kemarin, Tim Gegana Satbrimobda Bali melakukan sterilisasi. Sterilisasi dilakukan di ruang pelantikan dan areal Gedung DPR Bali di Jalan Kusuma Atmaja, Denpasar. Saat melakukan pengecekan di belakang pos sekuriti pintu keluar, polisi menemukan granat nanas. Informasi di lapangan, pukul 05.30 Wita, Tim Gegana yang dipimpin Iptu Nuryadi selaku Kepala Tim Jibom melaksanakan sterilisasi. Saat anggota Gegana Dewa Gede Anom melakukan sterilisasi di TKP, ditemukan granat nanas di
pintu keluar Kantor DPRD Provinsi Bali, tepatnya di belakang pos sekuriti. Setelah dilakukan pengecekan oleh Tim Gegana, benda tersebut tidak berfungsi lagi. Iptu Nuryadi menerangkan, barang tersebut sudah dijinakkan melalui penjinakan manual dan merupakan granat latihan. Selanjutnya barang bukti itu diserahkan ke Pospol Renon, Denpasar Timur. Anggota Polsek Denpasar Timur langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa saksisaksi. Menurut Manuyasa, tukang sapu Kantor DPRD Provinsi Bali, granat tersebut ditemukan, Rabu (28/8) lalu sekitar pukul 06.00 Wita.
Kemendagri Setujui Pembentukan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat
Denpasar (Bali Post) Rencana pembentukan OPD baru di lingkungan Pemprov Bali mendapat lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Khususnya terkait pembentukan dinas khusus yang menangani desa adat. Kendati ada sedikit perubahan nama, dari sebelumnya direncanakan Dinas Pemajuan Desa Adat menjadi Dinas Pemajuan Masyarakat Adat.
Bali Post/kmb
DISKUSI - Suasana diskusi informal dengan melibatkan empat mahasiswa Universitas Tottori, Jepang di Gedung Bali Post, Senin (2/9) kemarin.
Penetapan Fraksi dan Pimpinan Ditargetkan Pertengahan September
Denpasar (Bali Post) – Anggota DPRD Denpasar periode 2019-2024 telah dilantik, Senin (19/8) lalu, kini mulai melakukan kegiatan rapat-rapat. Rapat perdana untuk membahas penetapan fraksi-fraksi serta pimpinan definitif mulai dilakukan, Senin (2/9) kemarin. Namun, penetapan ini belum bisa diputuskan secara final, karena DPP Partai Demokrat belum mengirimkan surat kepada DPRD Denpasar terkait penunjukan terhadap kadernya yang akan ditempatkan di pimpinan dewan dan fraksi. Rapat perdana ini dipimpin Ketua Sementara DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede didampingi Wakil Ketua Sementara Wayan Mariyana Wandhira. Menurut Ngurah Gede, untuk pembentukan pimpinan dewan, pihaknya sudah bersurat kepada empat partai politik. Di antaranya DPI-P, Demokrat, Golkar, serta Gerindra. Surat tertanggal 19 Agustus 2019 tersebut sudah dibalas oleh tiga parpol, yakni PDI-P, Golkar, dan Gerindra. Hanya Demokrat yang belum masuk suratnya. “Kami sudah bersurat ke empat partai, namun satu partai belum menyampaikan surat lagi ke dewan,” ujarnya. Terhadap hal ini, anggota dewan dari Partai Demokrat A.A. Gede Putra Ariewangsa menyampaikan permohonan maaf, karena belum turunnya surat dari DPP. Pihaknya beralasan, saat ini Ketua Partai Demokrat sedang dalam kondisi berduka. Karena itu, pihaknya menjanjikan dalam waktu seminggu ini surat DPP dipastikan sudah turun. Setelah mendapat penjelasan seperti itu, Ngurah Gede kembali menyampaikan penetapan fraksi. Namun, karena masih kurang satu surat dari Demokrat, penetapan fraksi ini belum bisa dilakukan. “Kami berharap minimal dalam pertengahan September bulan ini sudah selesai semua. Karena kami selalu pimpinan sementara diberikan mandat dalam satu bulan ini sudah semua bisa terbentuk,” katanya. (kmb12)
Topik : Kemendagri Setujui Pembentukan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat
Waktu itu ia sedang menyapu di seputaran pintu keluar, tepatnya belakang pos sekuriti. Namun, penemuan itu tidak dilaporkan ke kepolisian. Dari hasil pemeriksaan, granat itu merupakan granat tangan fragmentasi, kondisinya berkarat, tanpa pemicu, dan tidak aktif. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan menjelaskan, granat tersebut tidak ada bahan peledaknya. “Kalau hasil pemeriksaan yang paham barang seperti itu diperkirakan produksi di bawah tahun 1980. Usai pelantikan anggota dewan, kami masuk lagi ke sana untuk melakukan penyisiran dan hasilnya nihil,” tegasnya. (kmb36)
“Peraturan daerah yang berkaitan dengan Organisasi Perangkat Daerah ini sedang diproses oleh Kemendagri. Pada prinsipnya Kemendagri telah menyetujui terbentuknya Dinas Pemajuan Masyarakat Adat,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (2/9) kemarin. Saat niat dan upaya ini berhasil, lanjut Koster, maka untuk pertama kali dalam sejarah pemerintahan daerah di Bali dibentuk dinas yang secara khusus mengurus desa adat. Lembaga inilah yang akan mengarahkan dan mengoptimalkan
perencanaan dan pelaksanaan program desa adat. Sebelumnya, mantan anggota DPR RI ini telah mengeluarkan kebijakan strategis untuk memperkuat kedudukan, fungsi, dan kewenangan desa adat. Yakni lewat keberadaan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. “Perda ini telah diumumkan dan diberlakukan secara resmi pada tanggal 4 Juni 2019 di Wantilan Pura Samuhan Tiga, Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Perda ini mengatur secara menyeluruh mengenai keberadaan desa adat dengan memberi kewenangan yang kuat kepada desa
adat,” jelasnya. Koster menambahkan, desa adat kini berkedudukan di wilayah Provinsi. Untuk pertama kali dalam sejarah, desa adat berstatus sebagai subjek hukum dalam sistem pemerintahan Provinsi Bali. Selain itu, telah terbit pula Peraturan Gubernur tentang Pengelolaan Dana Desa Adat. Pergub ini sedang diproses oleh Kemendagri. “Dengan peraturan ini, maka dana desa adat dari APBD Provinsi Bali dan APBD kabupaten/kota langsung ditransfer ke rekening desa adat. Pergub juga akan mengatur tata kelola keuangan desa adat,” imbuh Ketua DPD PDI-P Bali ini. Menurut Koster, selanjutnya akan dibangun Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan Kantor Majelis Desa Adat Kabupaten/ Kota Se-Bali. Pendanaan Pembangunan Kantor Majelis Desa Adat Provinsi bersumber dari APBD Provinsi dan CSR. Sedangkan
pendanaan Pembangunan Kantor Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota bersumber dari APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, dan CSR. Kantor Majelis Desa Adat akan dilengkapi dengan tenaga administrasi, perlengkapan kantor, dan dana operasional. Kemudian, di semua desa adat akan dibentuk tim pendamping yang berasal dari Perguruan tinggi Se-Bali dan masyarakat. “Tim bertugas mendampingi Prajuru desa adat dalam melaksanakan program dan kewenangan sesuai dengan perda. Tim ini akan mendampingi pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan desa adat,” tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Wajah Baru di DPRD Bali
Dari Mantan Birokrat hingga Partai Baru
Denpasar (Bali Post)DPRD Bali kini diwarnai dengan wajah-wajah baru atau new comer setelah digelar Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Provinsi Bali Masa Jabatan 2019-2024, Senin (2/9) kemarin. Dari 55 anggota dewan terpilih, sebanyak 24 orang merupakan wajah baru. Masing-masing 16 wajah baru dari PDI-P, empat dari Gerindra, serta masing-masing satu dari Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Hanura, dan NasDem. Tak hanya dari sisi anggota dewan, PSI khususnya juga merupakan partai baru yang berhasil menembus DPRD Bali. Satu-satunya anggota DPRD Bali dari PSI, Grace Anastasia Surya Widjaja, memberikan pernyataan mengejutkan yakni akan mengembalikan insignia emas yang dipasang pada saat pelantikan kemarin. Ini sesuai dengan instruksi di internal PSI. Harapan dari partai, biaya pengadaan insignia tersebut dapat dikembalikan ke kas negara dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. “Saya menghormati mekanisme lembaga DPRD yang membagikan pin (insignia - red). Untuk itu saya setia kawan, hari ini saya menerima pin. Tetapi karena saya di lain pihak sebagai kader partai, otomatis saya menaati,” ujarnya. Grace mengaku akan mengembalikan insignia emas setelah melakukan pembicaraan dengan induk partai terkait mekanisme pengem-
balian. Selanjutnya, perempuan yang berharap bisa duduk di Komisi IV ini akan memakai insignia berbahan kuningan dalam melaksanakan tugas sebagai anggota dewan. Selain Grace, wajah baru lainnya yang menyita perhatian adalah peraih suara terbanyak di DPRD Bali, I Bagus Alit Sucipta. Pria yang akrab disapa Gus Bota ini mengaku siap mengikuti instruksi partai terkait posisi di alat kelengkapan dewan. Terkait janji-janji saat kampanye, Gus Bota akan lebih memfasilitasi hibah-hibah untuk masyarakat. Selain itu, bersinergi dengan Gubernur Bali dalam merumuskan perda dan
kebijakan lain, serta mengawal visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Saya berkeinginan duduk di Komisi IV yang membidangi kesra, pendidikan, kebudayaan, karena lebih menyentuh ke masyarakat,” ujarnya. Satu lagi wajah baru yang sebetulnya sudah familiar yakni I Ketut Rochineng. Mantan Kepala BKD Provinsi Bali ini lolos sebagai anggota DPRD Bali dari PDI-P pada Dapil Buleleng. “Secara prinsip ini kan wadah pengabdian. Dulu mengabdi di birokrasi, sekarang mengabdinya sebagai legislator,” ujarnya. Rochineng berkomitmen setelah menjadi legislator akan mengabdi
sepenuhnya untuk masyarakat, terutama di Buleleng. Mengingat, Buleleng yang dikenal sebagai daerah kering masih memiliki kantongkantong kemiskinan. Pihaknya akan memperjuangkan agar masyarakat setempat bisa meningkatkan kesejahteraannya dalam payung visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Jadi tidak di Bali Selatan saja pembangunan ini marak, tapi harus ke utara dengan berbagai fasilitasnya yaitu infrastruktur termasuk bandara, shortcut,” ujar mantan birokrat yang berharap bisa duduk di Komisi I bidang hukum dan pemerintahan ini. (kmb32)
Selasa Umanis, 3 September 2019
Per Bulan, Rata-rata Ditemukan Bupati Giri Prasta Gotong Royong 40 Kasus HIV/AIDS Bersama Masyarakat Nungnung
Mangupura (Bali Post) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung mendata penyandang HIV/AIDS di Kabupaten Badung. Hasil pendataan Januari hingga Juli tahun ini, ditemukan 258 kasus atau rata-rata 40 kasus setiap bulannya. Melihat kondisi tersebut, Koordinator Sekretariat KPA Badung Ni Putu Ayu Cempaka Rani Putri mengatakan, pihaknya gencar melaksanakan sosialisasi dan pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS. Diharapkan, upaya-upaya tersebut dapat menekan penularan virus mematikan tersebut. ‘’Kasus komulatif dari tahun 1987 sampai bulan Juli 2019 adalah 2.457. Ini terus mengalami peningkatan, karena di tahun 2018 lalu KPA Badung mencatat terdapat 2.199 kasus. Setiap
bulan kami temukan puluhan kasus HIV/AIDS,’’ ujarnya, Senin (2/9) kemarin. Menurut Ayu Cempaka, ruang lingkup informasi yang diberikan ke masyarakat meliputi pengetahuan dasar HIV/AIDS, pencegahan, dan layanan test HIV. Pihaknya akan menyasar seluruh sekolah khususnya SMP dan SMA/ SMK yang ada di Kabupaten Badung. Adapun jumlah yang disasar sebanyak 94 sekolah dengan jumlah kelas 1.384 kelas dengan rata-rata sasaran sekitar 45.000 siswa SMP dan SMA/SMK. ‘’Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga bulan di mulai dari bulan September hingga November 2019. Nanti kami juga akan berikan informasi ini diberikan selama 30 menit terkait HIV tersebut,’’ ungkapnya. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa tak menampik data temuan kasus HIV/AIDS
tersebut. Guna menekan penyebaran virus HIV, Pemkab Badung telah melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui sosialisasi. ‘’Sosialisasi bahaya HIV/ AIDS adalah wujud pencegahan yang nyata. Setelah kita tahu informasinya, kita patut mencegahnya pada diri sendiri. Kemudian, informasi yang didapat agar digetoktularkan pada teman terdekat, keluarga, masyarakat di sekitar kita, dan informasi ini bisa diterima lebih meluas lagi dalam upaya ending AIDS 2030,’’ terangnya. Menurutnya, sosialisasi yang menyasar siswa untuk mempersiapkan generasi penerus Kabupaten Badung, sangatlah tepat. Sebab, perjalanan virus HIV berlangsung lima sampai sepuluh tahun tanpa gejala. Sedangkan, usia tertinggi yang terinfeksi HIV/AIDS adalah merupakan usia produktif. (kmb27)
Sekaligus Serahkan Hibah Rp 2 M untuk Pembangunan Pura Dalem
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, Minggu (1/9) lalu berbaur dengan masyarakat Desa Adat Nungnung, Kecamatan Petang melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan di areal jalan Subak Nungnung. Pada kegiatan gotong royong ini Bupati sekaligus menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp 2 miliar untuk pembangunan Pura Dalem Nungnung. Ditemui di sela-sela gotong royong, Bupati asal Pelaga ini menerangkan, kegiatan yang melibatkan unsur masyarakat, prajuru desa adat, klian banjar adat dan dinas serta tokoh masyarakat Desa Nungnung tersebut merupakan bagian dari program Pemkab Badung, yaitu Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih yang rutin dilakukan pada Minggu pertama setiap bulannya. ‘’Kegiatan di Nungnung ini juga bertalian dengan program kegiatan salah satunya pembangunan jalan usaha tani (JUT) yang nantinya dapat meningkatkan pendapatan per kapita petani. JUT ini fungsinya untuk jalan menuju ke beji milik desa adat. Jalan ini memiliki
fungsi sangat penting,’’ kata Giri Prasta. Pembangunan JUT telah dikaji dengan baik oleh Dinas PUPR Badung. Bupati Giri Prasta tak lupa berterima kasih kepada masyarakat yang telah membuka jalan ini dan yang tak kalah pentingnya terima kasih kepada masyarakat pemilik lahan. ‘’Bagi saya ini merupakan kegiatan yang amat sangat mulia. Dan pemerintah akan menuntaskan JUT ini,’’ jelasnya. Selain gotong royong, Bupati Giri Prasta juga melihat terowongan air dengan anggaran Rp 3,6 miliar. Diharapkan, masyarakat tidak membuang sampah di terowongan tersebut. ‘’Nanti kita akan buatkan tempat sampah sementara di atas dari terowongan sebelum desa membuat TPST,’’ tambahnya. Untuk Subak Amerta Sari Manik di Desa Nungnung, juga dibantu untuk terowongan dan jaringan irigasi usaha tani. Sementara bantuan hibah Rp 2 miliar diarahkan untuk pembangunan Pura Dalem Nungnung. ‘’Ini salah satu motivasi yang diberikan kepada masyarakat, agar
GOTONG ROYONG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama masyarakat Desa Adat Nungnung bergotong royong membersihkan areal jalan Subak Nungnung, Kecamatan Petang, Minggu (1/9). terus bersatu membangun wilayah desanya,’’ ujarnya. Sementara itu, Bendesa Adat Nungnung I Wayan Joni menyampaikan terima kasih atas bantuan dana hibah yang diberikan Bupati Badung kepada krama Desa Adat Nungnung. Bantuan senilai Rp 2 miliar tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan palinggih di Pura Dalem.
Diungkapkannya, renovasi Pura Dalem meliputi bangunan padmasana, gedong dalem, paruman, bale lantang, bale penganteg, apit lawang, bale kulkul, panyengker di jaba sisi dan sisi barat serta candi bentar. Pembangunan juga mencakup penataan areal pura. ‘’Pembangunan akan mulai dilakukan tanggal 3 September ini selama 3,5 bulan,’’ jelasnya. (ad79)
Seragam Gratis untuk Siswa Tak Kunjung Dibagikan
Mangupura (Bali Post) -
Bali Post/edi
PERSIAPAN - Penanggung jawab salah satu perusahaan bursa saham di Tiongkok Li Jin (kanan) saat mengecek persiapan tempat pertemuan di Bali.
Perusahaan Bursa Saham Tiongkok akan Gelar Pertemuan di Bali
Mangupura (Bali Post) Bali tidak hanya menjadi tujuan berlibur wisatawan, namun juga menjadi destinasi MICE bagi perusahaanperusahaan Tiongkok. Seperti pada Oktober mendatang, sebanyak 1.000 orang dari perusahaan bursa saham di Tiongkok akan melakukan pertemuan di Bali selama beberapa hari. Menurut Li Jin, penanggung jawab salah satu perusahaan bursa saham di Tiongkok, dipilihnya Bali sebagai lokasi pertemuan karena infrastruktur di pulau ini dinilai sangat memadai. Cuacanya juga mendukung. ‘’Kami merencanakan program pelatihan internasional
terkait produk bursa saham di salah satu hotel di Nusa Dua, Badung. Dengan peserta seribu orang dari Tiongkok yang merupakan member perusahaan,’’ ucapnya, di Kuta, Senin (2/9) kemarin. Dijelaskannya, selama di Bali, peserta pelatihan dari bursa saham tersebut akan diajak berkunjung ke beberapa destinasi wisata favorit di Bali. Di antaranya Tanah Lot, Tanjung Benoa, Lembongan, Uluwatu dan Ubud. ‘’Kegiatan meeting atau pelatihan hanya sehari, sisanya berkunjung ke objek-objek wisata,’’ jelasnya. Program seperti ini ke depannya akan dilakukan setiap tahun dengan kuota peserta
1.000 orang sekali datang. ‘’Setahun sekali direncanakan dengan peserta yang berbedabeda. Selama saya inspeksi lokasi, menurut saya Bali itu memiliki pemandangan yang sangat indah, cuaca bagus,’’ ucapnya. Bali Shanti Tour akan menangani kedatangan seribu turis MICE dari Tiongkok tersebut. Owner Bali Shanti Tour Rohana mengaku telah menyiapkan berbagai hal yang diperlukan. ‘’Kami menerima berbagai permintaan seperti objek wisata yang akan dikunjungi, makanan dan hotel tempat menginap. Seribu orang ini akan datang dengan charter flight,’’ jelasnya. (kmb23)
Tahun ajaran baru sudah dua bulan berjalan, namun seragam gratis yang dijanjikan Pemkab Badung kepada siswa SD dan SMP, belum juga dibagikan. Orangtua siswa pun mempertanyakan sikap Pemkab, lantaran tahun sebelumnya seragam gratis telah didistribusikan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Berdasarkan informasi, Senin (2/9) kemarin, seragam gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut, masih dalam proses tender. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung tak menampik perihal tersebut. Kepala Bidang (Kabid) Gedung dan Sarana Disdikpora Badung Putu Roby Widya Harsana mengungkapkan, beberapa pengadaan seragam masih proses tender. Pihaknya pun meminta masyarakat sabar menunggu. ‘’Kami inginnya cepat, tapi tentu harus mengacu pada aturan. Kami masih proses tender. Seperti, sepatu, tas,
dan seragam pramuka. Jadi kami mohon para orangtua siswa bersabar,’’ ujarnya. Menurutnya, pihaknya telah berupaya secepat mungkin, sehingga seragam gratis segera dimanfaatkan para siswa akhir September. ‘’Akhir September ini kami upayakan sudah action,’’ ucap Roby. Berdasarkan data tender yang tertera di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung, terdapat kegiatan tender pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SD negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah - belanja sepatu sekolah dan kaos kaki dengan nilai pagu
Rp 1.701.700.000. Sementara, nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 1.698.895.000. Kemudian, pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SD negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah - belanja tas sekolah dengan nilai pagu Rp 1.542.750.000 dan nilai HPS Rp 1.530.034.000. Demikian juga, pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SD negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus dan hari-hari tertentu - belanja pakaian olah raga dengan nilai pagu Rp 1.028.500.000 dan nilai HPS Rp 1.023.825.000. Sementara untuk seragam siswa SMP, nama kegiatan-
nya yaitu pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SMP negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah belanja sepatu sekolah dan kaos kaki dengan nilai pagu Rp 1.956.086.000 dan HPS senilai Rp 1.754.013.424. Kemudian, pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SMP negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah belanja tas sekolah dengan nilai pagu Rp 1.956.086.000 dan HPS Rp 1.911.629.500. Demikian pula, pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SMP negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah - belanja bahan seragam Pramuka beserta kelengkapannya dengan nilai pagu Rp 2.000.542.500 dan HPS senilai Rp 1.992.459.490. (kmb27)
Berkas Sudikerta Dilimpahkan ke Pengadilan Setelah melalui proses perpanjangan penahanan pascadilakukan tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti, berkas tersangka yang juga mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dengan dua tersangka lainnya yakni I Wayan Wakil dan A.A. Ngurah Agung, Senin (2/9) kemarin, dilimpahkan ke PN Denpasar. ‘’Sudah dilimpahkan ke pengadilan. Sekarang tinggal menunggu jadwal persidangan,’’ ujar Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta. Dikonfirmasi terpisah, Humas PN Denpasar Dewa Budiwatsara juga membenarkan telah menerima berkas pelimpahan dari kejaksaan. ‘’Ya sudah terima. Besok ya lengkapnya,’’ ucap salah satu hakim senior di PN Denpasar itu. Sudikerta bersama Wakil dan Gung Ngurah dijebloskan ke Lapas Kerobokan karena diduga tersangkut kasus penipuan, penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kerugian korban dalam kasus ini mencapai Rp 149 miliar lebih. Sudikerta didakwa melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 ayat 2 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dan atau Pasal 3 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan TPPU. Memperkuat sangkaan itu, kejaksaan dalam penerimaan pelimpahan tahap II juga menyita barang bukti uang tunai hingga Rp 1,322 miliar beserta dokumen pendukung. Menurut Kasiintel Kejari Denpasar Agung Ary Kesuma beberapa waktu lalu, uang itu disita dari sejumlah orang. Dalam berkas pelimpahan disebutkan bahwa kasus ini bermula dari pertengahan tahun 2013. Saat itu Sudikerta menawarkan dua bidang tanah di Jimbaran yang diklaim miliknya seharga Rp 272.675.000.000. Selain itu Sudikerta juga
mengajak mendirikan PT untuk membangun vila dan hotel di atas tanah tersebut, dengan disepakati kepemilikan saham 55% untuk PT Marindo Investama (Ali Markus) dan 45% milik PT Pecatu Bangun Gemilang atas nama istri terdakwa, Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini, sebagai Komisaris Utama. Pada 20 Desember 2013, notaris Ketut Neli Asih melakukan pelepasan hak atas tanah SHM No.5048 seluas 38.650 m2 dan tanah SHM No.16249 seluas 3.300 m2 kepada Alim Markus. Pada pelepasan kedua bidang tanah itu, PT Marindo Investama (Ali Markus - red) telah mentransfer uang Rp 149.971.250.000 ke PT Pecatu Bangun Gemilang atas nama istri terdakwa, Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini. SHM itu kemudian dimohonkan HGB hingga terbit HGB untuk PT Marindo Gemilang. Sedangkan tanah SHM No.16249 seluas 3.300 m2 disepakati diserahkan ke pura sebagai pengganti. Namun, seiring perjalanan waktu, PT Marindo Gemilang tidak dapat menguasai tanah SHGB No.5074 mengingat SHM No.5048 seluas 38.650 m2 yang dilepaskan haknya oleh Anak Agung Ngurah Agung kepada Alim Markus adalah palsu. Karena, sebagaimana berkas pelimpahan kemarin, SHM No.5048 seluas 38.650 m2 yang asli tetap berada di Notaris Sudjarni. Sedangkan SHM No.1649 seluas 3.300 m2 dijual ke pihak ketiga. Atas dasar itulah Sudikerta dinyatakan telah melakukan dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, menggunakan surat atau dokumen yang diduga palsu, dan atau pencucian uang. Sebagai jaksa yang akan membuktikan sangkaan yang kemudian dakwaan, Kasipidum Eka Widanta menunjuk tiga jaksa. Ketiga jaksa dimaksud, yaitu I Ketut Sujaya, Eddy Harta Wijaya dan Martinus Tondu Suluh. (kmb37)
BABY LOBSTER - Pelaku beserta barang bukti baby lobster yang hendak diekspor secara ilegal.
Bali Post/rah
Oknum Pegawai Bandara Terlibat Sindikat Ekspor Ilegal Mangupura (Bali Post) Ekspor ilegal baby lobster berhasil digagalkan petugas Bea Cukai Ngurah Rai bersinergi dengan instansi terkait, Senin (2/9) kemarin. Pelakunya tak lain pegawai groundhandling (gudang) Bandara Ngurah Rai berinisial AP (25) asal Wonogiri, Jawa Tengah. Petugas mengamankan baby lobster jenis pasir sebanyak 16.663 ekor dan jenis mutiara 529 ekor. Nilai jual atas keseluruhan barang bukti tersebut sebesar Rp 2.605.250.000.
Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Himawan Indarjono mengatakan, terungkapnya kasus ini berkat sinergi petugas Bea Cukai Ngurah Rai, Bea Cukai Kanwil Bali Nusra dan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar. ‘’Penindakan upaya eksportasi ilegal ini dilakukan berawal adanya informasi dari masyarakat pukul 03.00 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, pemantauan bersama di-
lakukan oleh petugas gabungan,’’ ujarnya. Saat dilakukan pemantauan, AP tertangkap tangan saat mengambil barang ekspor tersebut dari truk ke troli. Barang itu akan dinaikkan ke pesawat pukul 06.00 Wita. Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas mengamankan barang bukti 19 kantong plastik berisi baby lobster jenis pasir sebanyak 16.663 ekor dan satu kantong plastik berisi baby lobster jenis mutiara sebanyak 529
ekor. ‘’Total jumlah baby lobsternya 17.192 ekor. Barang bukti tersebut disembunyikan AP dalam tas yang disamarkan dengan wadah karton bertuliskan Paper Cup,’’ kata Himawan. Barang bukti telah diserahterimakan ke penyidik Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar untuk ditindaklanjuti. Rencananya, baby lobster tersebut langsung dilepas di Pantai Serangan, Denpasar. (kmb36)
Selasa Umanis, 3 September 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Mahasiswa WIP FS Unwar ’’Batch 6’’ Meningkat
Bukti Unwar Semakin Berkibar di Kancah Pendidikan Internasional WARMADEWA Internastional Program (WIP) yang diselenggarakan Fakultas Sastra Universitas Warmadewa (FS Unwar) kembali menerima mahasiswa baru kelas internasional. Mahasiswa baru kelas internasional angkatan ke-6 ini diterima secara resmi dalam acara ‘’Orientation Day’’ WIP Bacth 6 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Warmadewa, Senin (2/9) kemarin. Kali ini jumlah mahasiswa baru internasional sebanyak 60 orang yang berasal dari 25 universitas di Eropa dari 6 negara berbeda. Di antaranya Finlandia 7 orang, Prancis 4 orang, Jerman 44 orang, Belanda 2 orang, Swiss 2 orang, dan Taiwan 1 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan WIP batch 5 yang jumlahnya 51 orang. Dekan FS Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. mengatakan jumlah mahasiswa baru internasional dalam program WIP yang diselenggarakan dua kali dalam tahun sekali terus mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan bahwa Unwar semakin diminati mahasiswa asing untuk belajar pendidikan, kebudayaan, dan kesenian yang ada di Indonesia, dan Bali pada khususnya. Sesuai kurikulum, mahasiswa kelas internasional ini akan mengikuti pembelajaran selama satu semester dengan menempuh 5-7 mata kuliah sesuai dengan pilihan masing-masing mahasiswa. Nilai yang diperoleh selama pendidikan enam bulan di Unwar akan ditransfer ke universitas masing-masing yang akan diisi di negaranya. Sejak dikembangkan pada tahun 2017, WIP sangat bermanfaat dalam pengembangan atmosfer akademik di Unwar. Sebab, melalui kelas internasional ini mahasiswa Unwar dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa kelas internasional. Interaksi ini tentu dapat mening-
MAHASISWA BARU - Sebanyak 60 orang mahasiswa baru kelas internasional diterima Dekan FS Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum., Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. pada Orientation Day Batch 6, Senin (2/9) kemarin. katkan pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa, baik dari segi peningkatan berbahasa Inggris maupun mengetahui budaya negara-negara Eropa. ‘’Bagi dosen-dosen program ini dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan diri untuk mengajar pada level internasional dan meningkatkan kompetensinya mengajar dengan bahasa Inggris. Sehingga diharapkan semakin banyak dosen yang bisa mengajar di kelas internasional,ujar Prof. Kardana. Rektor Unwar yang diwakili Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. mengatakan selain diberikan pendidikan ilmu pengetahuan, mahasiswa asing juga akan dikenalkan tentang budaya, seni dan kuliner yang ada di Bali. Sehingga setelah selesai mengikuti WIP, mereka memiliki wawasan dan pengetahuan yang dapat disumbangsihkan di kampus masingmasing. Selain mengembangkan kegiatan-kegiatan internasional, ke depan kita juga mengirim ma-
hasiswa Unwar untuk mengikuti pendidikan di luar negeri sebagai implementasi dari visi-misi Unwar untuk go global tahun 2034,’’ tandas Parwata. Sementara itu, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan, peningkatan jumlah mahasiswa baru kelas internasional merupakan prestasi luar biasa untuk mewujudkan visi Unwar menuju world class university di tahun 2034. Apalagi, WIP telah menunjukkan bahwa Unwar telah go international. Di samping juga sebagai upaya untuk mendukung pariwisata Bali di kancah dunia melalui dunia pendidikan. ‘’Kolaborasi Warmadewa dengan pemerintah dalam membangun jaringan-jaringan internasional ini akan berdampak positif bagi kampus Warmadewa menuju go global 2034, tetapi juga bermanfaat bagi Bali yang semakin kenal sebagai destinasi wisata dunia,’’ pungkasnya. (ad69)
Aksos Bali Dence 2019
Puluhan Siswa TK Saraswati 1 Denpasar Tambal Gigi Tanpa Pengeboran PULUHAN siswa TK Saraswati 1 Denpasar, Senin (2/9) kemarin mendapat pelayanan pemeriksaan dan penambalan gigi berlubang tanpa pengeboran dari dokter gigi FKG Unmas, FKG Moestopo dan FKG Maranatha. Puluhan siswa TK A dan TK B Saraswati 1 Denpasar mendapat treatment baru dari 23 dokter gigi ketiga FKG tersebut. Dekan FKG Unmas Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. mengungkapkan pelayanan kesehatan ini sebagai bentuk aksi sosial (aksos) serangkaian Bali Dental Sience and Exhibition (Bali Dence) 2019. Yang menarik, pada penanganan gigi berlubang pada anak ini tidak menggunakan alat kesehatan gigi dan tanpa pengeboran. Hal ini juga merupakan praktik dari teori baru yang ditemukan Prof. Prathip Phantumvanit, DDS., M.Sc., D.Sc. dari Thailand. Bahkan, Prof. Prathip langsung mengedukasi para dokter gigi yang terlibat melayani penambalan gigi berlubang tanpa bor, melainkan hanya dengan tangan. Acara ini juga disaksikan Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. dan WR I Unmas Dr. I Wayan Gede Wiyawan, S.H., M.H., WD I Dr. drg. Michammad Taha Ma’ruf, M.Erg., WD II drg. I Gusti Agung Ayu Hartini, M.Biomed. dan WD III drg. Ni Putu Widani Astuti, M.Kes. Dewa Made Wedagama mengungkapkan, dewasa ini banyak anak-anak dengan kasus gigi berlubang tak mau memeriksakan giginya karena takut dengan alkes seperti bor dan suaranya. Sementara teknik tanpa bor sudah dilakukan di Padang dan Semarang. Bali merupakan daerah ketiga yang dipercaya menerapkan cara tersebut. Bahkan teknik ini, katanya, menuntut pengetahuan yag cerdas
Komisi I Kunjungi Mal Pelayanan Publik Badung KOMISI I DPRD Badung mengunjungi Mal Pelayanan Publik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung, Senin (2/9) kemarin. Dalam lawatannya, komisi yang membidangi kepegawaian dan perizinan tersebut sempat memuji megahnya mal pelayana publik Badung yang kini menjadi percontohan nasional. Meski demikian, Komisi I tetap mengimbau DPMPTSP Badung terus menggencarkan sosialisasi agar keberadaan mal pelayanan publik yang sudah bagus ini diketahui semua masyarakat Badung. Kunjungan ini dipimpin Ketua Komisi I Wayan Regep. Hadir mendampingi sejumlah anggota Komisi I, seperti Yayuk Agustin Lessy, IGN Sudiarsa, Made Ponda Wirawan, Wayan Sugita Putra, Edy Sanjaya dan Nyoman Loka Antara. Para wakil rakyat ini diterima Kepala DPMPTSP Badung I Made Agus Aryawan dan jajarannya. Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi I sempat mengunjungi satu per satu loket pelayanan di mal pelayanan publik yang terletak di lantai satu. Agus Aryawan juga secara rinci membeberkan terkait keberadaan dan pelayanan yang disajikan di loket tersebut. Wayan Regep menegaskan kunjungan ke Mal Pelayanan Publik Badung ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus perkenalan anggota baru anggota Komisi I periode 2019-2024. Menurutnya, DPMPTSP merupakan salah satu OPD yang menjadi mitra kerja Komisi I. Melalui kunjungan ini, pihaknya berharap antara legislatif dan OPD pimpinan Agus Aryawan ini bisa bersinergi dalam memberikan pelayanan yang mudah kepada seluruh masyarakat Badung, terutama di bidang perizinan. ‘’DPMPTSP adalah mitra kerja dari Komisi I. Jadi kunjungan ini penting agar Komisi I mengetahui keberadaan dan permasalahanpermasalahan yang ada di sini,’’ ujarnya. Sepintas dari pantauan Komisi I, Mal Pelayanan Publik Badung sudah sangat baik. Loket pelayanan juga tidak hanya berkutat melayani dokumen perizinan, namun hampir semua bidang pelayanan publik yang menjadi kebutuhan masyarakat.
BERKUNJUNG - Jajaran Komisi I DPRD Badung mengunjungi Mal Pelayanan Publik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung, Senin (2/9) kemarin. Para pegawai di loket-loket tersebut juga dinilai sudah sigap dan ramah dalam memberikan pelayanan. Hanya, ia meminta agar keberadaan mal pelayanan publik ini lebih disosialisasikan lagi kepada masyarakat Badung. ‘’Mal Pelayanan Publik Badung sudah sangat baik, bahkan jadi percontohan nasional. Cuma saran kami agar disosialisasikan terus ke masyarakat, sehingga masyarakat semua tahu,’’ kata Regep. Dengan diketahui mal pelayanan ini, politikus PDI Perjuangan asal Kuwum, Mengwi ini berharap praktik percaloan bisa diminimalisir. Pasalnya, untuk mengurus izin dan dokumen lainnya tidak begitu sulit kalau sudah datang ke Mal Pelayanan Publik Badung. ‘’Sepintas dari pengamatan kami, pelayanan di sini sudah bagus. Fasilitas dan tempatnya juga bagus,’’ tegasnya. Hal senada juga disampaikan Yayuk Agustin Lessy. Menurut srikandi PDI-P Dapil Kuta Utara ini, pelayanan yang disiapkan cukup komplit. Fasilitas yang tersedia juga megah. Ia berharap masyarakat yang membutuhkan pelayanan terutama di bidang perizinan dan lainnya bisa lebih mudah. ‘’Kami berharap dengan fasilitas yang lengkap akan lebih mudah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan masyarakat lebih terbantu,’’ katanya. Sementara itu, Kepala DPMPTSP Badung Made Agus Aryawan mengaku sangat senang dan
berterima kasih karena Komisi I sudah berkunjung ke Mal Pelayanan Publik Badung. Menurutnya, kunjungan ini sebagai bentuk sinergi eksekutif dan legislatif dalam memberikan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya di DPMPTSP sebagai mitra kerja Komisi I mengaku akan terus menjalin komunikasi dan sinergitas demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat Badung. Dijelaskan, Mal Pelayanan Publik Badung memberikan layanan, baik yang menjadi kewenangan kabupaten maupun instansi vertikal dalam satu tempat seperti Pertanahan, Imigrasi, Perbankan, BPJS, BNNK, dan pelayanan PLN. DPMPTSP Badung juga memberikan pelayanan perizinan melalui Layanan Perizinan Online (Laperon) dan Online Single Submission (OSS). ‘’Khusus untuk Laperon merupakan aplikasi berbasis website dan mobile android melayani 122 jenis perizinan dan nonperizinan online yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Badung dan ditetapkan dengan Peraturan Bupati Badung No. 11 Tahun 2019. Melalui aplikasi Laperon, Dinas PMPTSP berusaha memberikan kemudahan, kecepatan dan transparansi dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan, sehingga terwujud tata kelola pelayanan publik yang baik, berkualitas serta memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan,’’ kata Agus Aryawan. (ad71)
IHDN Membangun SDM Hindu Nusantara Melalui ’’Mahasisya Upanayana’’
AKSOS - Prof. Prathip bersama Bagus Ketut Lodji, Wayan Gede Wiryawan dan Dewa Made Wedagama saat aksos penambalan gigi di TK Saraswati 1 Denpasar. dari dokter gigi dalam posisi duduk dan menggunakan tangan. Hanya campuran bahan tambal gigi menggunakan mesin agar lebih merata dan pas campurannya. Selain itu, teknik ini sangat pas dilakukan di lapangan, atau daerah yang jauh dari rumah sakit dan klinik gigi. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Lodji mengaku bersyukur memiliki SDM dokter gigi dengan teknik baru tepat guna dan sederhana dalam mengatasi gigi berlubang pada anak. Dengan menerapkan temuan Prof. Prathip, SDM dokter gigi di Bali bisa menjalankan tugas profesi di mana saja, baik di lapangan maupun di klinik praktik. Agar anak-anak nyaman memeriksakan kesehatan pada kasus gigi berlubang teknik tanpa alat bor ini, kata Bagus Lodji, bisa diterapkan di pusat klinik gigi dan rumah sakit. Apalagi di puskesmas di desa yang sering menghadapi anak-anak yang duluan menangis dan lari ketika diajak memeriksakan kesehatan giginya. Hal itu juga menjadi penekanan WR I Unmas Wiryawan
bahwa teknik baru ini segera ditularkan kepada semua dokter gigi, sehingga mereka siap mengabdi di mana saja dan kapan saja. Aksos kali ini selain menjalankan Tri Dharma PT, juga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Anak-anak TK Saraswati 1 Denpasar pun tampak bergembira mengikuti aksos ini. Lingga, salah satunya mengaku selama ini takut ke dokter gigi lantaran melihat alat yang serba canggih dan bunyi mesin bor. Kini setelah dilayani dengan tangan, lubang di giginya kini tertutup. ‘’Tak ada sakit,’’ ujarnya. Demikian juga Mekita dan Gita, dari TK B, tak merasa takut dengan dokter gigi. Dia cukup rebahan dan membuka mulut, semuanya berakhir dengan baik. Seperti diketahui Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unmas Denpasar sejak Sabtu lalu mengadakan seminar dan pameran Bali Dence 2019 melibatkan 848 dokter gigi dari Thailand, Korea, Jepang dan RI. Di acara itu juga diteken MoU FKG Unmas dengan Thamassat University dan Universitas Airlangga. (ad75)
MAHASISWA baru IHDN Denpasar melaksanakan kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) yang berlangsung selama tiga hari ke depan di Gedung Kasiarnawa, Art Center, Denpasar, Senin (2/9) kemarin. Masih dalam rangkaian ospek, dilanjutkan dengan upacara majaya-jaya di Pura Uluwatu, Badung, Sabtu (7/9) lalu. Kegiatan ospek, dalam ajaran agama Hindu disebut mahasisya upanayana ini dibuka Asisten Administrasi Umum I Wayan Suarjana, S.E., M.T. mewakili Gubernur Bali Wayan Koster dan dihadiri segenap civitas akademika IHDN serta sebanyak 651 mahasiswa baru. Ketua Panitia Ospek IHDN Denpasar Drs. I Made Wiradnyana, M.Hum. mengatakan dari 651 mahasiswa baru di IHDN Denpasar, sebanyak 30 orang lebih berasal dari luar Bali, tersebar dari Kalimantan, Sulawesi, NTT, Sumatera dan Jawa. Kegiatan ospek akan diisi dari berbagai narasumber seperti Polda Bali, BNN Provinsi Bali, PTP Kementerian dan Pertahanan Provinsi Bali, Bupati Badung, DPD-RI, PHDI, Rektor IHDN Denpasar, PTIPD dan Perpustakaan IHDN Denpasar. Adapun tujuan dari kegiatan ini guna memberikan pengenalan dan pemahaman lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksi-
OSPEK - Kegiatan ospek mahasisya upanayana dibuka Asisten Administrasi Umum I Wayan Suarjana, S.E., M.T. mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, dihadiri segenap civitas akademika IHDN Denpasar. mal. Memberikan pemahaman awal tentang wacana kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. Sementara untuk tema kegiatan ospek kali ini adalah mensinergiskan dengan misi dari Pemerintah Provinsi Bali. Di mana misi pemerintah Bali yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, sedangkan IHDN melalui mahasisya upanayana ‘’Nangun Sat Jana Kerti Loka Samgraha Nusantara’’ atau membangun SDM Hindu Nusantara. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan mahasisya upanayana IHDN Denpasar mempunyai harapan yang sangat besar karena SDM yang diterima saat ini adalah betul-betul sudah terjaring dengan kualitas yang sangat luar biasa dan mahasiswa yang lulus pada IHDN ini berasal dari seluruh Indonesia.
‘’Kita sangat berharap dengan mahasisya upanayana ini, seiring banyaknya sekarang anakanak yang kuliah pada IHDN Denpasar, harapan sekembalinya mereka ke masyarakat, nantinya bisa membawa misi ke-Hindu-an pada masyarakat,’’ katanya. Mereka diharapkan bisa menyampaikan semua apa yang baik dan berguna yang didapatkan pada IHDN ke masyarakat, sehingga IHDN melalui SDM yang ada tidak hanya berkualitas saat menempuh kuliahnya tetapi juga berkualitas saat berada di masyarakat. ‘’Ini yang kita harapkan kepada anak-anak yang ikut ospek sekarang, dan seluruh masyarakat supaya mendapatkan informasi yang benar tentang ajaran Hindu dan IHDN Denpasar menjadi terdepan dalam Dharma, Widya dan Budaya,’’ imbuhnya. (ad72)
Anemia Kekurangan Besi: Apa Dampaknya bagi Kesehatan? ANEMIA kekurangan besi adalah anemia (berkurangnya jumlah darah merah atau eritrosit) yang disebabkan karena kekurangan besi. Sel darah merah atau eritrosit, di dalamnya mengandung hemoglobin. Hemoglobin sangat diperlukan oleh tubuh untuk mengangkut oksigen dari paruparu ke seluruh jaringan dalam tubuh yang dipakai membakar karbohidrat untuk menghasilkan energi. Apabila jumlah sel darah merah dan hemoglobin yang terkandung di dalamnya kurang, disebut sebagai anemia. Anemia menyebabkan jaringan dalam tubuh tidak mendapat oksigen yang cukup, disebut hipoksia. Hipoksia menyebabkan gangguan fungsi organ tubuh, terutama adalah jantung dan otak.
Sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang, termasuk di dalamnya pembentukan hemoglobin. Untuk membentuk hemoglobin diperlukan zat besi. Apabila zat besi kurang tersedia maka pembentukan eritrosit dan hemoglobin di dalamnya akan terganggu, terjadilah anemia kekurangan besi (anemia defisiensi besi). Kekurangan zat besi disebabkan oleh dua faktor utama yakni berkurangnya zat besi dalam makanan dan kehilangan zat besi bersama dengan hilangnya darah secara perlahan-lahan dari dalam tubuh. Berkurangnya zat besi dalam makanan disebabkan karena rendahnya kandungan zat besi dalam makanan. Makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati) men-
gandung besi yang rendah dan juga mengandung zat-zat yang menghambat penyerapan besi dalam usus. Sedangkan makanan yang berasal dari hewani mengandung zat besi lebih tinggi dan lebih mudah diserap. Sehingga seseorang yang mengonumsi makanan yang tidak seimbang sering disertai anemia defisiensi besi. Kekurangan besi menyebabkan berkurangnya penyediaan besi untuk pembentukan haemoglobin sehingga menimbulkan anemia. Kemudian pembentukan myoglobin dalam otot sehingga menurunkan fungsi otot dan menurunnya kesegaran jasmani. Begitu juga pembentukan ensim untuk membentuk energi berkurang. Selain itu, juga pembentukan ensim dalam otak sehingga mengganggu perkembangan kognitif anak.
Terakhir pembentukan ensim dalam limfosit (sel darah putih) sehingga memudahkan terjadinya infeksi. Dengan demikian dapat dilihat bahwa dampak kekurangan besi pada tubuh sangat luas. Tidak hanya menimbulkan anemia (kurang darah), tetapi dapat menyebabkan penurunan kesegaran jasmani, penurunan produktivitas kerja, memudahkan terjadinya infeksi dan menurunkan kemampuan berpikir (kognitif), terutama jika terjadi pada masa bayi dan anak-anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya. Jelas bahwa kekurangan besi menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia yang harus dicegah untuk menunjang pembangunan yang baik. Pada anemia kekurangan besi gejala yang
dirasakan adalah badan lemah, cepat lelah dan telinga mendenging dan berdebar-debar dan pada pemeriksaan penderita tampak pucat. Jika diperiksa maka kadar haemoglobin dalam darah menurun, kadar besi dalam serum turun. Penyakit ini dapat dipastikan jika diperiksa apa yang disebut ferritin serum, jika ferritin serum rendah berarti penderita memang menderita anemia kekurangan besi. Untuk pengobatan anemia kekurangan besi adalah dengan pemberian tablet besi yang disebut sulfas ferosus. Sulfas ferosus diberikan 3 kali 1 tablet sehari. Obat ini diberikan sampai kadar haemoglobin normal, kemudian dilanjutkan dengan terapi pemeliharaan selama tiga bulan.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Untuk pencegahan dilakukan dengan pemberian makanan yang bergizi, mengandung besi yang cukup disertai daging yang dapat membantu penyerapan besi. Untuk kelompok yang sangat rentan dapat diberikan tablet besi. Untuk Indonesia pada ibu hamil diberikan tablet besi dan asam folat untuk mencegah anemia kekurangan besi pada ibu dan juga pada bayi yang dikandungnya. Pencegahan dapat juga dilakukan dengan mencampurkan besi dalam tepung gandum. Marilah memberikan perhatian yang lebih besar sehingga dapat mencegah anemia kekurangan besi yang berarti menyelamatkan generasi penerus. l dr. Dewi Purwita Agustini, S.Ked.
Selasa Umanis, 3 September 2019
Tata Kelola Perbankan
Bank BPD Bali Sabet Beberapa Penghargaan DI TAHUN 2019, Bank BPD Bali meraih beberapa penghargaan dalam hal manajemen perbankan. Yaitu Top GRC 2010 #4 Stars, Indonesia Good Corporate Governance (GCG) Award 2019 (IGCGA 2019), Diamond Trophy dalam Infobank Award dengan predikat Sangat Bagus, dan Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma juga memperoleh penghargaan sebagai The Most Commited GRC Leader 2019 oleh TopBusiness. I Nyoman Sudharma dinilai memiliki komitmen yang tinggi dalam mendukung kelengkapan sistem dan infrastuktur serta keberhasilan implementasi GRC di perusahaan. Sementara Top GRC Award diraih karena Bank BPD Bali menorehkan prestasi pada bidang tata kelola, manajemen risiko dan manajemen kepatuhan dalam pelaksanaan Top GRC. Bank BPD Bali dinilai sebagai sebagai Top GRC 2019 #4 Stars. Penghargaan diberikan pada Top GRC Award yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis (22/8) lalu. Penghargaan tersebut diberikan karena Bank BPD Bali dinilai berhasil dalam penerapan sistem, infrastruktur dan impelemntasi tata kelola perusahaan (GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di perusahaan dalam tingkat yang Sangat Baik. Sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan. Top GRC Award adalah kegiatan corporate rating (award) tahunan, di bidang tata kelola perusahaan (GCG), manajemen risiko, dan manajemen kepatuhan yang dilaksanakan oleh TopBusiness. Pelaksanaan award ini bertujuan untuk mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan
TERIMA PENGHARGAAN - Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma (kanan) menerima penghargaan dalam Infobank Award 2019. kepatuhan terhadap regulasi secara terintegrasi. BPD Bali memperoleh penghargaan Indonesia Good Corporate Governance (GCG) Award 2019 (IGCGA 2019). Penghargaan itu diberikan oleh majalah Economic Review. ‘’Penghargaan ini diberikan dengan menilai tata kelola perusahaan (GCG) yang baik oleh Bank BPD Bali sepanjang tahun 2018 sebagai The Big 9 Indonesia GCG Implementation 2019 untuk kategori Bank Pembangunan Daerah BUKU II,’’ ujar pria asal Ungasan, Badung ini. Bank BPD Bali juga menyabet Diamond Trophy dalam Infobank
Award dengan predikat Sangat Bagus selama 20 tahun berturut–turut. Sudharma mengatakan, pada triwulan II 2019, Bank BPD Bali berhasil membukukan total aset sebesar Rp 25,05 triliun atau tumbuh 8,84 persen (yoy). Total laba bersih mencapai Rp 311 miliar, yang didorong dari hasil ekspansi kredit yang tumbuh sebesar 6,91 persen (yoy). Total kredit yang disalurkan sebesar Rp 17,5 triliun, dan diimbangi dengan kenaikan fee based income 24,41 persen (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 20,8 triliun atau tumbuh 11,07 persen. (ad844)
Beri Kuliah Umum
Jelang ’’Karya Agung Ngenteg Linggih’’ di Pura Petitenget
Krama Desa Adat Kerobokan Gelar Upacara ’’Pamelaspasan Agung’’
SERANGKAIAN Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah lan Segara Kertih di Pura Dang Khayangan Petitenget yang puncaknya akan dilaksanakan pada 11 September 2019, pangempon pura dan krama Desa Adat Kerobokan, Senin (2/9) kemarin menggelar upacara melaspas bagia pulakerti lan melaspas agung. Dalam prosesi upacara tersebut ada tiga sulinggih yang muput yakni Ida Pedanda Oka Karang dari Geria Lumintang, Ida Pedanda Putra Bajing dari Geria Tegal Jingga dan Ida Pedanda Buda Gede Jelantik. Hadir dalam upacara tersebut, Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja, anggota DPRD Badung Dapil Kuta Utara AAN Ketut Agus Nadi Putra, Camat Kuta Utara A.A. Arimbawa, Biro Kesra Provinsi Bali, PHDI Bali dan Badung, Majelis Desa Adat, kelian banjar adat se-Desa Adat Kerobokan, dan lainnya. Mangku Gde Pura Dang Khayangan Petitenget Jro Mangku I Made Windra mengungkapkan, persiapan untuk kegiatan karya agung ini sudah dimulai sejak 15 Agustus 2019 lalu dengan diawali kegiatan matur piuning ke sejumlah pura dan dilanjutkan dengan kegiatan nyukat genah pada 16 Agustus 2019 lalu. ‘’Untuk saat ini, ada dua kegiatan yakni pamelaspasan bagia pulakerti dengan sarana pacaruan manca sata. Setelah itu ada juga upacara pamelaspasan agung dengan sarana tawur dengan binatang kambing,’’ paparnya. Pamucuk Karya I Gusti Ngurah Putra mengungkapkan, upacara agung ini dilakukan karena telah
KARYA - Prosesi Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Utama lan Segara Kertih di Pura Dang Kahyangan Petitenget, Badung, Senin (2/9) kemarin. rampungnya palinggih yang sudah direhab dan sarana bangunan lain di Pura Petitenget. ‘’Kegiatan ini juga dilaksankan selama 30 tahun sekali. Perbaikan sarana yang ada di pura ini sebagian besar dibantu pemerintah mulai dari penataan di luar area pura, dilanjutkan di madya mandala hingga utamaning mandala,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, dalam prosesi upacara agung ini, tidak saja melakukan matur piuning ke sejumlah pura yang ada di Bali, tetapi juga hingga ke Lombok dan Jawa Timur. ‘’Karena pura ini ada kaitannya dengan wilayah Jawa Timur dan wilayah Lombok. Kita juga nuur tirta ke sana,’’ paparnya. Sementara itu, Bendesa Adat Kerobokan Putu Sutarja mengatakan pura ini adalah jejak dari keberadaan dari Dhang Hyang Nirata
ke Bali dan moksa di Uluwatu. ‘’Pura ini dinamakan Pura Petitenget karena dulunya pecanagan Ida Dang Hyang Dwijendra ditaruh di pura ini dan dijaga makhluk sakti Buto Ijo. Pecanagan ini bernama Petitenget. Kami dari Desa Adat Kerobokan telah melakukan sejumlah perbaikan dari tahun 1994 dan pada tahun 1996 dilanjutkan kegiatan upacara,’’ terangnya. Sutarja juga mengatakan pura ini disungsung 50 bajar adat. Untuk biaya upacara menghabiskan dana sebesar Rp 6 miliar lebih. ‘’Untuk terlaksananya upacara ini kami dibantu pemerintah dan sejumlah donatur. Terkait jalannya upacara ini, karena kawasan ini cukup krodit, kami memohon permaklumannya kepada masyarakat yang melintasi jalur Petitenget dan mengganggu kenyamanan pengendara,’’ ungkapnya. (ad74)
Honda Genio Resmi Diluncurkan di Bali
Target 1.500 Unit Terjual Setiap Bulan Wagub Bali Apresiasi Langkah PNB di Bidang Studi Pariwisata UNTUK pertama kali, Program Magister (S-2) Terapan Program Studi Perencanaan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) menggelar Studium Generale atau kuliah umum dan matrikulasi, Senin (2/9) kemarin di Gedung MICE PNB. Kuliah umum ini menghadirkan pembicara dari praktisi pariwisata yang juga Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dengan membawakan materi Bali di era bisnis global, perkembangan wisatawan, produk dan industri pariwisata. Turut hadir pada kesempatan tersebut direktur dan seluruh wakil direktur PNB dan seluruh ketua jurusan di lingkungan PNB. Ditemui di sela kegiatan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan PNB terutama bidang studi pariwisata. Ke depan, masalah SDM memang menjadi target, bukan hanya Pemprov Bali, namun juga pemerintah pusat. ‘’Dengan upaya yang dilakukna oleh PNB, saya kira sudah nyambung. Bagaimana dukungan pemerintah dalam hal ini melalui kebijakan, dalam bentuk pembangunan infrastruktur,’’ pungkasnya. Pihaknya berharap ke depan PNB bisa lebih banyak mengambil porsi, apabila Bali berkembang lebih luas di sektor pariwisata. Tentunya dalam hal ini kebutuhan SDM juga akan bertambah. Oleh karena itu, ini harus diproyeksikan dari sekarang. ‘’Karena perguruan tinggi merupaka pusat menggali ilmu, saya harapkan baik dari pengajar bisa memahami sekali karakteristik
KULIAH UMUM - Wakil Gubernur Bali saat memberikan kuliah umum mahasiswa baru Program Magister (S-2) Terapan Program Studi Perencanaan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali (PNB), Senin (2/9) kemarin. pengembangan pariwisata Bali. Ke depan bagaimana perguruan tinggi bisa bekerja sama dengan pemerintah dan bergandengan tangan dalam pembagunan pariwisata Bali,’’ harapnya. Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. menyampaikan dengan hadirnya program magister, PNB akan menjadi pusat referensi Politeknik di Indonesia. Mengingat, banyak direktur dari sejumlah Politeknik di Indonesia tertarik untuk menunggu kelulusan dari Prodi Magister. ‘’Kami berharap PNB ikut berkontribusi dalam pengembangan SDM. Dengan konsep green tourism mudah-mudahan PNB bisa berkontribusi terhadap pariwisata di Bali,’’ pungkasnya.
Kaprodi Program Magister Terapan Perencanaan Pariwisata PNB Dr. I Gede Mudana, M.Si. memaparkan untuk kuliah umum ini diikuti sebanyak 33 mahasiswa baru. Dari seluruh mahasiswa magister ini, tidak hanya dari Bali. Namun ada juga dari luar Bali seperti Sumatera, Sulawesi, kalimantan, Jawa, Lombok. Diungkapkan mereka akan dibina guru besar dan doktor di PNB. Setiap mata kuliah utama diisi satu dosen dari industri pariwisata. ‘’Untuk matrikulasi ini, akan berlangsung selama lima hari dari 2-6 September,’’ pungkasnya. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Pariwisata PNB periode 2019-2024 oleh Direktur PNB. (ad80)
HONDA Genio yang merupakan skuter matik (skutik) casual fashionable kini hadir di Bali. Astra Motor Bali, Minggu (1/9) lalu meluncurkan produk ini untuk masyarakat Bali di GOR Ngurah Rai, Denpasar. Menurut Marketing Manager Astra Motor Bali Thomas Pradu, di Bali kehadiran skutik ini sangat disambut baik. Hal ini dibuktikan dengan jumlah SPK pada Agustus lalu mencapai 800 unit. Sementara untuk ke depannya, pihaknya menargetkan penjualan per bulan mencapai angka 1.500 unit. ‘’Kita yakin ini akan diterima masyarakat Bali. Per bulan kami targetkan sebanyak 1.500 unit terjual,’’ pungkasnya di sela peluncuran. Menurut Region Head Astra Motor Bali Wahyudi Saputra, Honda Genio dikembangkan sebagai produk skutik fashionable yang memiliki best value secara menyeluruh dari sisi desain, performa, fitur maupun konsumsi bahan bakar yang irit, cocok untuk pemakaian harian. Menurutnya, ada tiga konsep yang membuat Honda Genio berbeda, yakni desain yang casual dan fashionable sesuai tren generasi muda saat ini. Ukuran bodi yang compact, cocok untuk pria maupun wanita serta kondisi jalan yang padat serta. Performa serta ragam fiturnya lengkap sesuai yang diharapkan konsumen. ‘’Semua itu dibungkus dengan harga yang terjangkau,’’ kata Wahyudi. Perkembangan tren skutik semakin beragam. Salah satunya peningkatan kebutuhan akan skutik yang mendukung gaya hidup penggunanya sebagai teman berkendara terbaik dengan performa dan kenyamanan berkendara yang sesuai. ‘’Honda Genio diharapkan dapat menjadi pilihan generasi muda yang ingin tampil beda dalam mendukung
HONDA GENIO - Jajaran Manajemen Astra Motor Bali saat peluncuran Honda Genio, Minggu (1/9) lalu di GOR Ngurah Rai, Denpasar. aktivitas sehari-harinya, baik ke sekolah, bekerja maupun berkumpul bersama teman-temannya. Kami optimis kehadiran skutik terbaru Honda ini akan menjadi identitas dan tren baru yang disenangi masyarakat,’’ pungkasnya. Skutik ini juga dibekali generasi terbaru mesin eSP 110cc yang hemat bahan bakar, sekaligus sanggup menyuguhkan performa optimal. Hal tersebut didukung oleh penggunaan frame (rangka) baru eSAF (enhanced Smart Architecture Frame). Teknologi frame baru Honda yang diimplementasikan pertama di Indonesia ini membuat Honda Genio lebih ringan, lincah, dan nyaman dikendarai. Honda Genio dibekali fitur-fitur penunjang, menyesuaikan kebutuhan pengguna seperti ruang penyimpanan besar berkapasitas 14 liter untuk menyimpan barang kebutuhan harian dalam berkendara. Di dalam bagasi juga disiapkan power charger untuk mengisi ulang baterai gadget
bagi generasi muda masa kini yang sering menggunakan gadget. Faktor keamanan ditunjang dengan fitur secure key shutter, dilengkapi tombol pembuka jok yang praktis. Brake lock, sistem pengereman combi brake, dan side stand switch menjadi fitur standar Honda Genio yang memastikan keamanan pengguna. Honda Genio dipasarkan dengan dua tipe, CBS dan CBS-ISS dengan total 11 varian warna yang stylish serta casual sesuai dengan tren generasi muda saat ini. Tipe CBS yang dipasarkan Rp 18.250.000 (On The Road Bali) ini tersedia dalam lima warna, yakni Smart White Blue, Smart Red, Smart Black, Smart Black Red, dan Smart Silver. Sementara itu tipe CBS-ISS yang dipasarkan seharga Rp 18.650.000 (On The Road Bali) dengan enam pilihan warna, yakni Trendy Black Red, Trendy White Blue, Trendy White Red, Trendy White, Trendy Black, dan Fabulous Matte Black sebagai varian spesial. (bns1)
Beachwalk Shopping Center, I Am Fashion BEACHWALK Shopping Center dengan tema ‘’I Am Fashion’’ menghadirkan kembali fashion sebagai tema utama pada Agustus 2019. Beachwalk selalu memberikan atmosfer dan suasana baru melalui berbagai kejutan promo menarik bagi pengunjung. Dalam rangka melengkapi Fashion Seasons pada September, Beachwalk Shopping Center memberikan lebih banyak instant rewards dari biasanya dan diikuti dengan lebih banyak programprogram serta promosi untuk pengunjung tercinta. Pertama-tama, Beachwalk memberikan September Treat with Grab! Khusus untuk member Corner’s Card, di mana mereka bisa mendapatkan voucher Grab senilai Rp 250.000 untuk semua transaksi Corner’s Card tanpa minimum pembelanjaan. Transaksi tersebut meliputi transaksi registrasi pendaftaran member Corner’s Card baru, atau transaksi mengumpulkan/menukarkan poin. Special treat ini berlaku selama September 2019. Jadi tunggu apa lagi? Berkunjunglah ke Beachwalk selama September karena Grab siap untuk mengantarkan. Setiap Rabu di sepanjang September, pengunjung akan mendapatkan voucher Sour Sally dengan berbelanja minimum Rp 1.000.000, maksimal 2 struk. Spesial bagi pengunjung lakilaki, Beachwalk kembali memberikan kejutan lewat program Gentleman’s Day Out yang melakukan pembelanjaan minimum Rp 500.000 (di dalam
satu struk) pada Senin-Kamis. Pada 6 September 2019, multi brand make up store #BaliBeautyDestination dari Estee Lauder Companies yang pertama di Bali akan hadir di Beachwalk Shopping Center dan akan menampilkan 6 brand make up ternamanya antara lain Bobbi Brown, Clinique, Estee Lauder, Jo Malone dan La Mer and M.A.C. Akan hadir memberikan pengalaman unik dan menawan bagi pengunjung lewat fitur instalasi yang istimewa serta personalized engraving service pada acara grand opening yang akan diadakan di Beachwalk Shopping Center level 1, area The Gallery dekat dengan Bath and Body Works. Nikmati berbagai macam promo menarik dengan hadirnya multi brand make up store #BaliBeautyDestination dari Estee Lauder Companies di Beachwalk Shopping Center. Berita baik hadir belum lama ini, Beachwalk baru saja meluncurkan area baru yang bernama ‘’Sunset Deck’’ di level 3 untuk memberikan pengalaman dan suasana baru bagi pengunjung. Sunset Deck merupakan tempat terbaik untuk menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam Pantai Kuta lengkap dengan hembusan angin pantai dan nyiur melambainya bersama keluarga dan kerabat tercinta. Anak-anak juga dapat menghabiskan waktu di Sunset Deck dengan bermain ular tangga yang tersedia di area Sunset Deck atau sekadar duduk-duduk santai selagi menikma-
ti pemandangan matahari terbenam. Dikelilingi oleh varian tenant-tenant makanan dan minuman dan ditemani oleh berbagai hiburan menarik pilihan seperti Bali Cultural Experience, pertunjukan Band Terfavorit, Sunset Yoga dan lainnya yang tersusun dalam program ‘’Beachwalk Sunsetion’’ setiap hari mulai pukul 17.30 – 18.00 Wita, Sunset Deck Beachwalk Shopping Center menjanjikan pengalaman menikmati matahari terbenam yang paling unik dan tidak terlupakan. Bali Starts Here. Setiap hari Selasa dan Rabu di Sunset Deck level 3 pukul 17.30 - 18.00 Wita, berbagai kegiatan budaya yang autentik diadakan secara reguler untuk dinikmati oleh pengunjung, seperti belajar tari Bali tradisional atau hanya menikmati berbagai pertunjukan menarik lainnya seperti pertunjukan tari kontenporer, tari Kecak, tari Barong, dan masih banyak lagi lainnya. Beachwalk juga menampilkan pertunjukan reguler ‘’Acoustic Eve’’ setiap Rabu - Senin pukul 18.00 – 20.00 Wita di area Fountain Stage Level 1 untuk menghidupkan suasana. Pengunjung juga dapat melakukan selfie dengan Costume Play yang tersebar di beberapa area fotogenik sepanjang hari, sungguh suatu pengalaman yang tidak bisa dilewatkan begitu saja di Beachwalk Shopping Center. Beachwalk Shopping Center sangat menghargai pengunjung setianya, terbukti sejak Oktober 2017 dengan diluncurkannya program kartu ‘’Corner’s Card’’ khusus untuk pelanggan
setia Bbeachwalk Shopping Center. Melalui program loyalitas ini pengunjung dapat mengumpulkan dan menukarkan poin dengan berbagai macam hadiah serta voucher menarik. Cara mendapatkan ‘’Corner’s Card’’ sangatlah mudah, hanya dengan melakukan minimum transaksi senilai Rp 50.000 dalam satu struk di hari yang sama di seluruh Tenant Beachwalk Shopping Center dan menukarkannya ke Customer Service di lantai 1. Pemegang ‘’Corner’s Card’’ ini akan mendapatkan benefit keanggotaan tidak hanya di Beachwalk Shopping Center namun di semua mall dalam naungan Management Cornerstone lainnya yakni FX Sudirman Jakarta dan 23Paskal Bandung. Keistimewaan lainnya, Pemegang kartu ‘’Corner’s Card’’ juga berkesempatan untuk memenangkan lucky draw voucher menginap semalam di The Stones – Legian, Bali (*S&K berlaku). Spesial selama periode program Beachwalk “Fashion Starts Here” pada Juli – September 2019, Beachwalk Shopping Center memanjakan hasrat belanja fashionista pemegang kartu “Corner’s Card” dengan memberikan Weekdays Special “Fashion Additional Points” khusus untuk pembelanjaan pada hari kerja di hari Senin s.d. Kamis. Pada program istimewa ini tambahan 20 point berlaku bagi pemegang kartu “Corner’s Card” yang berbelanja minimal Rp 1.000.000 dalam 1 Struk pada tenant-
tenat Fashion, Apparel & Accessories yang ada di beachwalk Shopping Center. Beachwalk juga baru saja meluncurkan program “Tourist Wallet“, yang hanya bisa dinikmati oleh Wisatawan Mancanegara yang menawarkan 2 hak istimewa sebagai member program ini di beachwalk Shopping Center. Instant Reward akan diberikan dengan pembelanjaan minimal IDR 300.000 dan Jasa Penitipan Koper Gratis akan diberikan dengan pembelanjaan minimal IDR 500.000 di tenant-tenant Beachwalk Shopping Center. Pendaftaran untuk menjadi member program Tourist Wallet ini bisa dilakukan di meja Customer Service, lantai 1 hanya dengan menunjukkan passport yang masih berlaku.
Kunjungilah website Beachwalk Shopping Center yang baru pada tautan www.beachwalkbali.com dengan desain dan konsep baru, dan menambahkan beberapa fitur tambahan seperti tampilan baru supaya lebih user-friendly dan fitur floor map interaktif untuk memudahkan akses pengunjung dalam mengetahui lokasi dan tenant-tenant apa saja yang ada di Beachwalk Shopping Center. Beachwalk Shopping Center selalu berusaha menghadirkan pengalaman menarik dan tidak terlupakan bagi pengunjungnya. Beragam program bulanan yang diberikan telah menambah daya tarik tersendiri bagi Kuta dan sekitarnya dan ini mengukuhkan tagline Beachwalk Shopping Center, ‘’Bali Starts Here’’. (ad028)
Selasa Umanis, 3 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mengentaskan ”Pengangguran Intelektual’’ TINGKAT pengangguran dan angka kemiskinan yang masih tinggi, demikian latah dibicarakan. Bahkan masalah ini terus menjadi wacana dan dibicarakan sejak era Presiden Soeharto hingga beberapa kali ganti presiden sampai sekarang. Belakangan, kondisi ini diimingi lagi dengan masalah kesenjangan. Baik kesenjangan antarkelompok masyarakat maupun antardaerah. Dan, sejauh ini sudah begitu banyak solusi telah ditawarkan mengatasi masalah klasik ini. Salah satunya, pembangunan infrastrutur yang padat karya. Program padat karya yang ditawarkan pemerintah, ternyata lebih banyak menyerap tenaga tamatan Sekolah Menengah Atas ke bawah. Sementara untuk lulusan sarjana, sangat sedikit bahkan boleh dikatakan tidak ada yang tertarik meliriknya. Jangankan sebagai pekerja kelas buruh, sekelas mandor pun sangat jarang. Posisi ini lebih banyak diisi lulusan kejuruan atau keterampilan khusus. Sementara para lulusan sarjana lebih banyak melirik untuk bisa menduduki posisi sebagai perencana, pengawas, konsultan atau bahkan pimpinan proyek. Tentu saja ini kuotanya sangat-sangat terbatas. Maklumlah, untuk ini memang diperlukan keahlian khusus, bukan lagi sekadar keterampilan khusus. Sekian juta lulusan Sekolah Menengah Umum (baik menengah pertama maupun menengah atas) dan perguruan tinggi pun tercatat sebagai ‘’pengangguran intelektual’’. Munculnya pengangguran intelektual ini, tidak bisa dilepaskan dari mental individunya. Mengingat, pemerintah di era dulu telah membuat program Sarjana Masuk Desa, yang mengarahkan lulusan sarjana jangan sampai menganggur. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan di perdesaan, sehingga mampu menggerakkan perekonomian di perdesaan. Dengan terserapnya banyak tenaga kerja di desa, multiplier effect yang diharapkan mencegah tingginya arus urbanisasi yang membuat perkotaan penuh sesak. Sekaligus, mengurangi kesenjangan antarkelompok maupun daerah. Hanya entah karena pergulatan masalah politik, program ini seperti tenggelam ditelan bumi. Siklus mental pun kembali dari awal. Melihat kondisi ini, pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pun menghidupkan kembali program Sarjana Masuk Desa ini. Menristekdikti Mohamad Nasir menyebutkan saat ini desa telah mendapatkan dana desa untuk membangun infrastruktur. Namun, mereka tidak mempunyai ahli di bidang tersebut. Keahlian para sarjana sangat dibutuhkan untuk membantu memberikan inovasi-inovasi seuasi bidangnya masing-masing. Tetapi seperti catatan di awal, yang dikembangkan proyek infrastruktur dengan sasaran menyerap banyak tenaga kerja. Pertanyaannya, ketika proyek infrastruktur selesai, apakah proses kembali ke mental awal tidak akan terulang? Mengubah mental apalagi revolusi mental seperti diwacanakan Presiden Joko Widodo, memang tidaklah mudah. Tetapi justru di situlah kuci permasalahan pengentasan pengangguran intelektual untuk menekan angka kemiskinan dan mempersempit jurang kesenjangan antardaerah. Membangun mental-mental startup justru lebih mengena untuk mengentaskan pengangguran intelektual ini. Karena terbukti, startup-startup yang kini berkembang pesat dan menyerap jutaan tenaga kerja di seluruh wilayah Indonesia, digeluti kaum muda milenial. Beberapa startup yang sudah membuktikan revolusi mental sebagai kunci keberhasilan tersebut, di antaranya Gojek, Bukalapak, Traveloka, Tokopedia dan lain-lain. Kuncinya, mengubah mental pekerja atau karyawan entah itu sebagai aparatur sipil negara, karyawan swasta menjadi mental inovator dan wirausaha yang menyerap tenaga kerja tanpa batas.
WARUNG GLOBAL
Bantu Usaha Warga Lokal Kawasan Ubud memang ramai dikunjungi wisatawan sehingga banyak investor membangun akomodasi pariwisata di kampung turis itu. Bahkan kini berkembang budget hotel yang bertarif sangat murah. Sementara warga lokal sejak lama berbisnis dengan menyewakan rumah mereka sebagai home stay. Tak pelak, perang harga pun terjadi. Untuk itu izin pembangunan hotel diminta dihentikan dan pemerintah diminta mengutamakan warga lokal yang menyewakan home stay mereka. Demikian salah satu usulan yang mengemuka dalam acara interaktif di Radio Global 96,5 FM. Menurut Ketut Mursi di Denpasar, tidak masalah bersaing dalam bisnis, tapi sebaiknya pemerintah menata yang sudah ada. Sebab, ia melihat banyak akomodasi pariwisata seperti hotel yang terbengkalai. Tidak usah membangun yang baru. Ia yang juga mengais rezeki di kawasan Ubud ini menyarankan agar pembangunan hotel distop saja. Saat ini turis tertarik belajar yoga dan meditasi, sebaiknya dibangun fasilitasnya. Ayu di Petang berpendapat, Dewan mestinya bisa mencegah pembangunan hotel di kawasan Ubud, jika warga lokal banyak menyewakan home stay untuk wisatawan. Bila perlu pemerintah membantu fasilitas home stay milik masyarakat setempat agar bisa setara dengan hotel atau akomodasi wisata lainnya. ‘’Dewan mestinya menata, sehingga kue pariwisata di kawasan Ubud bisa merata,’’ demikian Budiada di Tabanan. Dalam dunia bisnis, wajar terjadi persaingan, asal bersaing secara sehat, demikian Werdha, salah seorang warga Tegallalang. Ia juga menanyakan berapa sih tingkat hunian hotel di Ubud? Jika masih dibutuhkan, tak usah dihentikan izinnya, begitu sebaliknya. Meskipun sedikit jumlahnya, tetapi berkualitas, demikian Bratayasa di Sangeh. Sebagai masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata berharap agar Ubud mempertahankan keunikannya, budaya dan usaha masyarakat lokal. (sikha)
Mentalitas Sarjana Hadapi Tantangan Zaman Tantangan Pembangunan meliputi tiga hal yakni pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan. Ketiga hal tersebut telah menjadi masalah yang kompleks dan kronis baik di tingkat nasional maupun regional, sehingga penanggulangannya memerlukan strategi yang tepat dan berkelanjutan. Program pemerintah yang dilaksanakan selama ini telah memberikan perhatian besar terhadap masalah tersebut. Meskipun demikian, masalah tersebut sampai saat ini masih menjadi masalah yang berkepanjangan.
Oleh
Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si. rovinsi Bali yang dikenal sebagai daerah pariwisata, sampai saat ini juga belum bisa luput dari permasalahan kemiskinan. Menurut data BPS Bali, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) pada bulan Maret 2019 di Bali mencapai 163,85 ribu jiwa. Angka ini cukup menggembirakan dikarenakan mengalami penurunan dari periode sebelumnya September 2018 sebesar 168,34 ribu jiwa. Selama periode September 2018 – Maret 2019, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan mengalami penurunan. Sebenarnya, potret kemiskinan di Bali semakin hari kian membaik. Artinya, jumlah penduduk miskin terus mengalami penurunan. Pencapaian ini tidak terlepas dari keberhasilan program kepala daerah baik di tingkat kabupaten, provinsi dan program nawa cita pemerintah pusat yakni, membangun Indonesia dari desa. Dana desa yang mengalir deras membawa harapan baru bagi masyarakat perdesaan. Harapannya tentu
meningkatnya kualitas hidup dan kesejahteraan bersama. Tapi, jika dilihat lebih dalam lagi terkait angka kemiskinan di Bali, ada yang patut dicermati dengan saksama. Topik ini pernah menjadi headline news di salah satu surat kabar terbesar di Pulau Bali. Surat kabar lokal pernah memuat berita tentang “kontribusi” sarjana sebagai penyumbang angka kemiskinan di Bali. Berita tersebut menyebutkan bahwa 4,03 persen orang miskin adalah lulusan diploma dan 4,58 persen adalah sarjana. Angka ini memberi makna bahwa sarjana atau orang yang pernah duduk di bangku kuliah masih belum bisa melepaskan diri dari “penjara’’ kemiskinan. Ini adalah fakta, susah diterima akal sehat tetapi kenyataannya seperti itu. Pendidikan tinggi seyogianya sebagai pencetak intelektual dan pencetak lapangan kerja malah jatuh ke lubang kemiskinan. Haruskah kita pesimis melihat kenyataan ini? Padahal, Bapak Presiden Joko Widodo selalu mengajak masyarakat untuk optimis memandang hari esok. Ironis, ya. Begitulah kenyataan
yang terjadi di sekitar kita. Gengsi Gengsi masih menjadi penyebab utama tingginya pengangguran (sarjana zaman now). Lulusan sarjana rela menganggur tinimbang mengambil pekerjaan yang dianggap kurang bergengsi. Lulusan sarjana merasa lebih bangga menjadi pegawai kontrak di pemda daripada menjadi karyawan swasta atau buka usaha sendiri. Padahal, jika dilihat dari segi income maka income pegawai kontrak jauh lebih kecil. Nilai yang dianut dan berkembang di masyarakat adalah ASN merupakan profesi bergengsi yang membuat status sosial melambung tinggi. ini pula yang diduga menjadi alasan kuat memilih profesi ASN. Memilih pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saat kuliah tentu sangat ideal. Tetapi, terkadang situasi dan kondisi acap kali memaksa orang untuk mengambil atau memilih pekerjaan di luar bidang yang ditekuni sebelumnya. Zaman now, kemampuan adaptasi terhadap perubahanlah yang bisa mengantarkan seseorang untuk meraih pencapa-
SURAT PEMBACA Jangan Bangga dan Terlena Melalui tulisan ini, saya sampaikan imbauan kepada para bendesa/pangempon pura kahyangan jagat di Bali yang merupakan DTW (daya tarik wisata), pengelola DTW, dinas pariwisata kabupaten/kota terkait hal ini telah terjadi tiga kali di Bali, tempat suci kita dilecehkan wisatawan asing, karena kita terlalu bangga dan terlena dengan pujian Bali Island of God, dan lain-lainnya serta silau dengan kemilaunya dolar, sehingga kita tidak fanatik dengan wisatawan asing yang masuk ke areal tempat suci kita berswafoto dan ada pula yang pre-wedding. Mari kita saat ini ikuti seruan dari Gubernur Bali di media cetak, wisatawan asing yang mencemarkan tempat suci agar dipulangkan paksa ke negaranya, agar setiap kejadian pelecehan tidak seolah-olah jadi pembiaran oleh aparat terkait. Juga saya mohon kepada pecalang, para ASN Bali, pemangku pura kahyangan jagat yang merupakan ujung tombak pemerhati tempat suci (pura), mari kita dukung imbauan Bapak Gubernur Bali (sumber harian Bali Post tanggal 14 Agustus 2019). I Wayan Murna Jl.Pucuk Arjuna No.24 Baler Bale Agung, Kebon, Negara, Jembrana
ian yang optimal. Let’s change. Melihat kenyataan bahwa sarjana juga sebagai penyumbang angka kemiskinan, maka harus ada yang bertanggung jawab. Paling tidak ada dua pihak yang harus menjawab permasalahan ini. Pertama, kampus tempat seorang sarjana berproses hingga meraih gelar kesarjanaan, dan kedua, yang paling penting adalah si sarjana itu sendiri. Pihak kampus tentu sudah menyediakan sarana dan prasarana penunjang seperti tempat kuliah yang nyaman, pakai AC, kurikulum yang terbaru, peralatan wifi, dosen yang profesional bahkan banyak kampus yang mengklaim sudah menerapkan standar internasional dalam proses belajar mengajarnya. Sebenarnya, para sarjana paling bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Sudah lama terpatri bahwa pendidikan formal adalah masalah legitimasi, sedangkan masalah isi dan kesiapan diri menghadapi persaingan global adalah urusan masing-masing individu. Sarjana yang sudah bekerja dan yang belum bekerja bisa jadi memberikan pendapat yang berbeda. Bagi yang sudah bekerja apalagi yang sudah bekerja mapan, maka akan berterima kasih atas proses yang pernah dialami di kampus sehingga mengantarkan ke posisi yang sekarang. Jawaban dan tanggapan yang berbeda tentu akan keluar dari mulut sarjana yang masih menganggur. Apalagi sarjana yang menganggur karena belum pernah diterima bekerja di mana pun. Sarjana
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mendukung Penyetopan Reklamasi
Gerakan Peduli Sampah Plastik
Setelah saya membaca tulisan surat pembaca yang berjudul ‘’Mengapresiasi Penyetopan Reklamasi’’ pada harian Bali Post, Rabu (28/8) oleh I Wayan Arsana, Gianyar, Bali yang menguraikan tentang segi negatifnya dari berbagai hal seperti merusak pantai, matinya hutan bakau, rusaknya lingkungan pura sekitar wilayah Teluk Benoa dan lain-lain, sepertinya tidak mendukung ajeg Bali. Oleh karena itu, saya sangat mendukung agar reklamasi Pelabuhan Benoa benar-benar disetop. Pada intinya, kita ingin hal-hal tersebut di atas tetap lestari untuk mendukung ajeg Bali. Saya juga minta dukungan kepada TNI, Polri, PNS/ASN dan seluruh masyarakat Bali. Astungkara.
Gerakan peduli sampah plastik kini bergulir di mana-mana. Keberanian Pemerintah Provinsi Bali membuat regulasi pembatasan sampah plastik ini telah menjadi inspirasi baru bagi gerakan sejenis di tingkat nasional. Saya sebagai krama Bali tentu sangat mendukung gerakan ini. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, gerakan ini benar-benar menjadi budaya. Saya juga sangat yakin jika gerakan peduli sampah plastik ini didukung penuh oleh masyarakat Bali. Mestinya, para pengusaha juga diedukasi untuk mendukung gerakan ini. Jangan sampai gerakan menjaga Bali hanya menjadi beban orang Bali, sementara banyak pihak hanya mengejar keuntungan di Bali.
I Made Widanayasa, B.A. Batubulan Kangin Sukawati, Gianyar
tipe ini bisa jadi akan merasa tidak mendapatkan apa-apa selama proses perkuliahan. Menyalahkan dan protes pada sistem pendidikan adalah teman karibnya saat ini. Daripada terus-menerus sibuk debat kusir atas siapa yang paling bertanggung jawab, akan lebih elok jika para pihak yang terkait saling introspeksi. Pihak kampus tentu sudah melakukan ini, bukan karena semata-mata ingin membela diri tapi karena sudah terstandar atau harus tunduk dengan aturan kemenristekdikti, salah satunya tentang akreditasi kampus. Untuk para calon sarjana dan sarjana, penting untuk merenung dan membekali diri dengan keahlian tambahan. Selain knowledge yang mumpuni yang sudah didapat di kampus, penting memerhatikan attitude serta memperdalam communication skill dan akan lebih baik lagi jika mampu menguasai life skill. Dengan tambahan keahlian serta sikap optimis seperti yang dianjurkan Presiden, maka hari esok dipastikan akan lebih cerah dibandingkan hari ini. Penulis, Korprodi S-1 Manajemen, FE Undiksha-Singaraja
POJOK Seragam gratis untuk siswa di Badung tak kunjung dibagikan. - Sabar. *** Dua puskesmas rawat inap di Tabanan kekurangan dokter. - Bagaimana ini Bu Eka? *** Kemendagri setujui pembentukan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. - Bali Era Baru.
I Nyoman Parwata Denpasar, Bali
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Umanis, 3 September 2019
Pra-TMMD Ke-106
Sekda Meninjau Pembangunan Jembatan
Tabanan (Bali Post) Jembatan penghubung Desa Bongan dengan Desa Gubug di Kecamatan Tabanan akan segera terwujud berkat program TMMD ke106 di Kabupaten Tabanan. Proses pembangunan jembatan penghubung tersebut, sampai Senin (2/9) kemarin, masih pada tahap pengecoran tiang pancang. Guna mengecek secara langsung pelaksanaan kegiatan Program Pra-TMMD yang merupakan kerja sama antara Pemkab Tabanan dengan TNI, Sekda Tabanan Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si. bersama Asisten II Setda Tabanan meninjau lokasi Pra-TMMD di Banjar Tonja Desa Gubug. Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto menyatakan, saat ini kegiatan masih pada masa Pra-TMMD yang sudah berlangsung dua bulan lebih. Sejak lebih dari dua bulan itu pula, TNI dari Kodim 1619/Tabanan bersama masyarakat di dua desa yaitu Gubug dan Bongan, bergotong royong mengerjakan jembatan tersebut. Diharapkan saat mema-
suki pembukaan TMMD ke106 pada Oktober mendatang, pengerjaan jembatan sepanjang 17 meter, lebar 5,5 meter serta tinggi 5 meter tersebut sudah mencapai 90 persen. Sisanya akan dikerjakan pada pelaksanaan TMMD yang nantinya melibatkan semua unsur baik pemerintah, nonpemerintah, maupun masyarakat. ‘’Selain pengerjaan jembatan, sasaran fisik juga ada pembukaan dan pengerasan jalan serta membuat senderan. Sedangkan sasaran lain yaitu sasaran nonfisik berupa penyuluhan, pengobatan gratis, hiburan, dan lainnya,’’ kata Dandim Selain Dandim 1619/Tabanan, hadir di lokasi praTMMD yaitu Kasdim 1619/ Tabanan Mayor Inf. Dewa Putu Oka, Danramil 161905/Kerambitan Kapten Inf. Wongso, S.H. yang juga merangkap sebagai Pasiterdim 1619/Tabanan, Perbekel Bongan I Ketut Sukerta, S.E., Sekdes Gubug Drs. I Kt Budiarsa, Sekdes Bongan I Wayan Adi Krisnanta dan anggota TNI bersama masyarakat. (kmb28)
Bali Post/ist
OPERASI PATUH - Operasi Patuh di wilayah setwilkum Polres Tabanan.
Empat Hari Operasi Patuh, Terjaring 407 Pelanggar Tabanan (Bali Post) Operasi Patuh 2019 pada Senin (2/9) kemarin telah memasuki hari keempat. Selama kurun waktu tersebut, polisi berhasil menjaring 407 pengendara roda dua maupun roda empat yang melanggar. Pelanggar didominasi pengendara motor tidak menggunakan helm, menggunakan headset, dan melawan arus lalu lintas. Kaur Bin Ops (KBO) Lantas Polres Tabanan Iptu I Made Sukiarta seizin Kasat Lantas AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari menjelaskan, dalam Operasi Patuh 2019, jajarannya masih menekankan
Bali Post/ist
MENINJAU - Sekda Tabanan I Gede Susila bersama Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto meninjau kegiatan pra-TMMD di Desa Bongan, Senin (2/9) kemarin.
Gudang Bekas Perusahaan ’’Handycraft’’ Terbakar Tabanan (Bali Post) Warga Banjar Tanah Pegat Desa Gubug Kecamatan Tabanan, Senin (2/9) kemarin, digegerkan dengan kebakaran yang melanda gudang kosong bekas perusahaan handycraft. Tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Tabanan dikerahkan untuk memadamkan api di bagian belakang gudang. Diduga kebakaran dipicu percikan api saat pemotongan blower di perusahaan setempat. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa. Kebakaran terjadi pukul 11.15 Wita. Saat kejadian, gudang milik suami dari Wakil Ketua DPRD Tabanan Nengah Sri Labantari tersebut dalam kondisi kosong. Kabid IV Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Tabanan I Ketut Suardi menjelaskan, petugas berhasil men-
jinakkan api dalam waktu 20 menit. Peristiwa tersebut mulanya diketahui petugas keamanan setempat, Wayan Murjana. Dijelaskannya, saat itu seorang pekerja sedang memotong bekas blower yang terletak di areal belakang gudang. Awalnya hanya timbul kepulan asap, namun kemudian timbul api. ‘’Selain itu juga ada bekas tinner. Saat memotong bekas blower itu ada percikan api, kemudian mengenai sisa dari tinner, sehingga terjadi kebakaran,’’ ungkapnya. Beruntung tidak ada barang berharga yang ikut terbakar. Semua barang dari perusahaan sudah dipindahkan sehingga dalam gudang tidak ada lagi barang yang tersisa. ‘’Untuk penanganan ada 3 damkar dikerahkan, dengan jumlah 4 tangki air,’’ sebutnya. (kmb28)
pada delapan pelanggaran prioritas road safety yakni tidak menggunakan helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, melebihi batas kecepatan berkendara, pengemudi melawan arus, mabuk saat berkendara, berkendara di bawah umur, menggunakan HP/headset saat berkendara dan penyalahgunaan lampu rotator dan sirene. ‘’Begitu pun untuk surat seperti STNK dan SIM juga harus lengkap saat berkendara,’’ terangnya. Untuk pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm saat menggunakan pakaian adat mau-
pun peci, kata Sukiarta, pihaknya menindaklanjutinya dengan memberikan teguran, layaknya kegiatan Operasi Simpatik. ‘’Meski demikian, kami tetap berharap para pengendara tetap menjaga keselamatan dengan tetap menggunakan helm saat berkendara,’’ jelasnya. Operasi Patuh digelar selama 14 hari, mulai Kamis (29/8) hingga 11 September mendatang. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa mengimbau masyarakat mendukung kegiatan tersebut dan tetap memerhatikan keselamatan saat berkendara
dengan melengkapi diri baik helm maupun surat-surat berkendara. Dari Data Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, jumlah kecelakaan lalu lintas pada kurun waktu penyelenggaraan Operasi Patuh 2018 sebanyak 76 kejadian atau meningkat 41 kejadian dibandingkan pada Operasi Patuh 2017 yang hanya 35 kejadian. Selain itu, jumlah korban meninggal dunia pada Operasi Patuh 2018 sebanyak 9 orang atau menurun dari tahun 2017 sebanyak 12 orang. Korban luka berat tahun 2018 sebanyak 9 orang meningkat dari tahun sebel-
umnya yang hanya 4 orang. Sementara jumlah pelanggaran lalu lintas pada Operasi Patuh 2018 sebanyak 10.502 pelanggaran dengan jumlah tilang 9.631 lembar dan 871 teguran. Sedangkan untuk Polres Tabanan, disampaikan Kapolres Sinar Subawa, memiliki angka kasus kecelakaan yang cukup tinggi mengingat panjangnya jalur Denpasar-Gilimanuk. ‘’Dengan didukung sumber daya manusianya yang tertib berlalu lintas diharapkan bisa menekan angka kasus lakalantas di wilayah Tabanan,’’ tegasnya. (kmb28)
Dua Puskesmas Rawat Inap Kekurangan Dokter
Tabanan (Bali Post) -
Sejumlah puskesmas di Kabupaten Tabanan hingga saat ini masih kekurangan dokter, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan ideal. Sejauh ini masih banyak ditemukan dokter yang merangkap sebagai kepala puskesmas sekaligus menjadi tenaga pelayanan kesehatan utama di wilayahnya bertugas. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan dr. Suratmika mengatakan, pihaknya memang masih membutuhkan tambahan dokter untuk ditempatkan di ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat tersebut. Seperti untuk Puskesmas Selemadeg Barat, dengan telah berstatus puskesmas rawat inap tahun ini. Di puskesmas tersebut, dibutuhkan setidaknya dua dokter umum lagi. ‘’Dokter umum di Selemadeg Barat saat ini ada 4 orang, 2 status PNS dan 2 lagi kontrak. Agar rawat jalan dan pelayanan puskesmas dapat berjalan optimal, setidaknya dibutuhkan lagi 2 orang dokter umum,’’ terangnya, Senin (2/9) kemarin. Begitu pula untuk Puskesmas Pupuan 1. Kata Suratmika, dengan status rawat inap, saat ini sudah
ada 5 dokter termasuk Kepala Puskesmas. Namun jika dilihat dari kebutuhan ideal, masih diperlukan tambahan dokter. ‘’Idealnya memang kurang lagi satu dokter,’’ ucapnya. Menurutnya, tahun ini terdapat persoalan yakni tidak diperbolehkan mengangkat tenaga kontrak. Hal inilah yang membuat pemerintah kesulitan melakukan perekrutan. Tidak hanya kebutuhan akan dokter di sejumlah puskesmas, keberadaan dokter spesialis juga masih sangat kurang di Kabupaten Tabanan, terutama untuk ditugaskan di RS Nyitdah. ‘’Untuk dokter spesialis di RSU Nyitdah saat ini dokter tetap yang kita punya baru 2 yaitu spesialis penyakit dalam dan spesialis obgyn. Kami masih membutuhkan dokter spesialis anak, bedah, anasthesi, radiologi
dan pathologi klinik. Kalau bisa masing-masing jumlahnya dua orang,’’ jelasnya. Harapan penambahan dokter di puskesmas khususnya di wilayah pelosok banyak bermunculan dari warga. Seperti di Kecamatan Pupuan, masyarakat berharap dokter umum di Puskesmas Pupuan 1 bisa segera ditambah. ‘’Semoga apa yang diharapkan oleh masyarakat perdesaan khususnya di Kecamatan Pupuan bisa terkabulkan untuk pelayanan kesehatan,’’ ucap salah seorang warga Pupuan. Ia pun meminta Pemkab Tabanan melalui dinas terkait bisa melakukan pemerataan dokter puskesmas. Salah satu solusi, dengan mengikat ASN dengan surat pernyataan siap ditempatkan di mana saja, untuk menghindari dokter terkonsentrasi di wilayah kota. (kmb28)
dr. Suratmika
Bali Post/bit
Bakal Calon Perbekel di Dua Desa Lampaui Jumlah Maksimal
Bali Post/bit
KEBAKARAN - Kebakaran yang melanda gudang eks perusahaan handycraft di Banjar Tanah Pegat Desa Gubug.
Tabanan (Bali Post) Pendaftaran bakal calon perbekel pada pilkel serentak yang akan digelar Oktober mendatang di Kabupaten Tabanan terus berproses di masing-masing desa pelaksana. Pilkel serentak akan digelar di 98 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Meski belum seluruhnya berita acara penetapan calon perbekel dari panitia pilkel diserahkan ke Dinas Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat (DPMD) Tabanan, namun setidaknya ada dua desa penyelenggara yang memiliki lebih dari lima bakal calon perbekel. ‘’Dari informasi semen-
tara, ada di dua desa yakni Antapan dan Luwus, Kecamatan Baturiti, masingmasing 6 orang calon. Sampai hari ini untuk data masih terus kami review, karena belum semua panitia di desa menyetorkan berkas acara,’’ ujar Kabid Pemerintahan Desa I Wayan Carma, Senin (2/9) kemarin. Untuk desa yang memiliki calon lebih dari lima tersebut, kata Carma, panitia pilkel di desa akan melakukan tahapan seleksi untuk menetapkan maksimal hanya lima calon. Seleksi akan dilakukan dengan melihat sejumlah indikator sebagai bahan pertimbangan sistem
gugur pada calon. Indikator dimaksud seperti latar belakang pendidikan, usia dan pengalaman kerja di instansi pemerintah. ‘’Kalau hasilnya berimbang barulah dilakukan uji kompetisi di tingkat kabupaten melalui tes tulis. Artinya, panitia desa harus bersurat ke kabupaten,’’ terangnya. Dari data DPMD Tabanan, sudah ada 205 bakal calon perbekel yang mendaftar. Dari jumlah itu, ada yang mantan perbekel atau incumbent, perangkat desa, dan masyarakat umum. Ada pula yang sebelumnya menjabat klian banjar dinas serta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain ada desa yang memiliki bakal calon perbekel lebih dari batas maksimal, juga ada desa yang diberikan masa perpanjangan pendaftaran penjaringan selama 20 hari ke depan yakni Desa Riang Gede Kecamatan Penebel. ‘’Untuk di Riang Gede, itu karena miskomunikasi saja dan itu sudah ada calon yang mendaftar,’’ ucapnya. Terkait tingginya minat masyarakat menduduki posisi perbekel, Kepala DPMD Roemi Listyowati mengatakan, hal itu membuktikan bahwa masyarakat sekarang bersemangat ingin membangun desanya masing-masing. Apalagi
sekarang pemerintah sudah punya program Dana Desa. ‘’Tentu semua punya citacita masyarakat sejahtera, sehingga mereka berlombalomba ingin mencalonkan diri,’’ ucapnya. Roemi menambahkan, saat ini masyarakat sudah mulai cerdas memilih yang pantas, karena dalam membangun desa tidak membutuhkan energi melainkan pola pikir, jadi harus ada basic dalam mengelola keuangan. ‘’Apalagi regulasi hampir tiap tahun berkembang, diperketat. Mau tidak mau calon kepala desa harus berkualitas,’’ tegasnya. (kmb28)
Selasa Umanis, 3 September 2019
Tunggu Revisi Izin Penlok Kelebihan 14 Hektar Lahan Bendungan Tamblang
Singaraja (Bali Post) – Rencana pembangunan Bendungan Tamblang di Kecamatan Kubutambahan sejauh ini belum bisa direalisasikan. Pasalnya, sampai sekarang ini masih tahap persiapan pembebasan lahan warga yang terkena jalur proyek di sana. Pembahasan lahan ini terganjal hasil pengukuran yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng. Dalam simpulannya, ada kelebihan lahan 14 hektar dari total luas lahan 58,79 hektar yang sudah ditetapkan pada Izin Penetapan Lokasi (Penlok) dari Gubernur Bali Wayan Koster. Atas hasil pengukuran ini, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida memproses revisi izin penlok tersebut. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Bendungan BWS Bali – Penida I Gusti Putu Wandira yang dihubungi Senin (2/9) kemarin, membenarkan pihaknya sekarang melakukan persiapan pengajuan kemungkinan revisi izin penlok itu. Menurutnya, dari perencanaan itu agar ditindaklanjuti izin penlok dari Gubernur. Rencananya, bendungan itu dibangun di atas tanah seluas 58,79 hektar. Tanah itu milik warga Desa Sawan dan Desa Bebetin (Kecamatan Sawan) dan juga warga Desa Bila dan Desa Bontihing (Kecamatan Kubutambahan). Setelah izin penlok itu terbit, BPN Buleleng ditugas-
kan untuk memverifikasi dan melakukan pengukuran ulang lahan yang menjadi lokasi inti proyek itu. Dari proses ini, BWS kemudian telah menerima hasil di mana muncul kelebihan luas tanah yang masuk lokasi proyek itu. “Kita sudah terima hasil pengukuran dan identifikasi dari BPN. Benar ada kelebihan luas dari yang sudah diterbitkan pada penlok oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali,” katanya. Sesuai hasil inventarisasi BPN kata Putu Wandira, kelebihan tanah itu sebagian besar lantaran adanya tawaran pemilik tanah agar pemerintah membeli sisa luas tanah yang tanggung itu. Pertimbangan
pemilik, tanah sisa itu tidak menguntungkan dipergunakan untuk buka usaha. Ada juga tanah yang posisi awal berbentuk segitiga. Pemiliknya kemudian minta agar pada pembebasan lahannya menjadi rata persegi empat. Sehingga hal itu membuat luas tanah bertambah dari perencanaan yang sudah disusun BWS. Tidak itu saja, dari rancangan desain yang sudah dituangkan dalam dokumen perencanaan itu, ada pemilik tanah yang belum masuk dalam dokumen tersebut. Kemudian saat diukur BPN, lahan itu masuk dalam areal proyek. “Saat pengukuran oleh BPN, warga memohon sisa lahan
yang sedikit itu agar dibeli. Ada juga nama pemilik tanah yang belum masuk di perencanaan, sehingga saat diukur baru muncul. Hal itu membuat ada tambahan luas tanah yang terkena jalur proyek,” jelasnya. Atas hasil pengukuran itu, saat ini BWS masih mengkaji sebelum memutuskan mengajukan revisi izin penlok kepada Gubernur Bali. Hal ini karena menyangkut kesiapan alokasi anggaran. Apakah dananya bisa meng-cover untuk membeli kelebihan lahan itu. Atau opsi lainnya hanya cukup membebaskan lahan itu sesuai perencanaan, proyek itu riilnya perlu tanah seluas 58,79 hektar. “Masih dipelajari, nanti kalau memang diputuskan lahannya bertambah, ya akan diajukan revisi izin penlok ke pemprov,” jelasnya. Lebih 14 Hektar Kepala BPN Buleleng Made Sudarma mengatakan, dari hasil pengukuran dan inventarisasi fakta yuridis, maka
ditemukan ada kelebihan luas tanah lagi 14 hektar dari lahan yang sudah ditetapkan pada izin penlok itu. Setelah kelebihannya itu ditemukan, maka pihaknya telah berkoordinasi ke atasannya. Melalui koordinasi itu, BWS sebagai pembeli tanah itu agar merevisi izin penlok yang sudah terbit itu. Kalau ini tidak direvisi kemudian BPN tetap memproses pembebasannya, maka pihaknya khawatir apakah sudah cukup alokasi anggaran dari pemerintah untuk membayar kelebihan tanah itu. Selain koordinasi ke atasannya, Sudarma menyebut sudah menyampaikan kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Intinya, Gubernur bersedia merevisi izin penlok itu. Akan tetapi, hasil koordinasi dengan BWS belum diketahui apakah sudah diputuskan izin penlok itu direvisi atau ada kemungkinan lain. “Memang masih ada kelebihan lahan lagi 14 hektar. Kalau ini tetap dibebaskan, maka saat pembayaran berapa kelebihan lahannya dari tar-
get anggaran yang dialokasikan. Kami sudah sampaikan kepada Pak Gubernur, akan merevisi izin penlok itu. Demikain juga BWS kami sudah
sampaikan merevisi hal itu. Namun, apa keputusan pastinya, kami belum tahu dan dapat perintah lebih lanjut,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
BENDUNGAN TAMBLANG – Pemprov Bali menetapkan lokasi proyek Bendungan Tamblang, di Kecamatan Kubutambahan. Setelah penlok terbit, hasil pengukuran ulang BPN Buleleng menemukan kelebihan tanah 14 hektar dari lahan yang ditetapkan seluas 58,79 hektar.
SOSOK Pendekatan Humanis
MEMBANGKITKAN kesadaran masyarakat agar serius menaati tata tertib berlalu lintas tidak cukup dengan menegakkan sanksi tilang saja. Akan tetapi, perlu juga pendekatan lain yang lebih efektif dan harus diupayakan, sehingga pengendara di jalan raya sadar dengan keselamatan dirinya sendiri dan juga orang lain. Salah satu pendekatan yang gencar dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng belakangan ini adalah melancarkan aksi kampanye simpatik. Aksi simpatik itu dilakukan puluhan anggota Polisi Wanita (Polwan) di jajaran Polres Buleleng, Minggu (1/9) lalu. Bertepatan dengan session Operasi Patuh Agung 2019 dan hari jadi Polwan yang ke-71, mereka turun ke jalan membagi-bagikan mawar kepada pengendara sepeda motor. Aksi simpatik ini dipimpin Kasatlantas Polres Buleleng AKP Putu Diah Kurniawandari. Selain membagikan mawar kepada pengguna jalan yang didominasi perempuan dan anak-anak, anggota Polwan itu juga membagibagikan brosur yang berisi informasi terkait pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2019. Pada brosur itu tertuang informasi seputaran pelaksanaan Operasi Patuh Agung. Harapannya, warga bisa benar-benar sadar menaati tata tertib berlalu lintas dengan baik. “Itu wujud kepedulian kami sebagai Polwan. Dengan cara ini, kami ingin melakukan pendekatan secara humanis kepada masyarakat. Sejatinya tidak saja sebagai seorang istri, ibu dari anak-anak, tetapi srikandi Polri yang juga melakukan peran fungsi melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” katanya. Anggota Polri asal Jembrana itu, menambahkan memang tidak cukup dengan aksi simpatik, namun, dirinya bersama anggota Polwan lain dengan sukarela membagikan helm SNI gratis kepada anak-anak yang dibonceng, namun saat itu tidak menggunakan helm. Setelah memberikan helm, dirinya tetap memberi edukasi kepada pengendara tentang pentingnya menggunaan helm itu untuk melindungi kepala dari benturan saat terjadi kecelakaan. “Aksi simpatik ini sasarannya menyadarkan pengguna jalan agar warga itu tertib, sehingga saat berkendara dirinya selamat sekaligus juga tidak membahayakan orang lain,” tegasnya. (mud)
Bali Post/kmb38
KIRIM 525 ATLET – Buleleng mengirim 525 atlet terbaiknya ke medan laga Porprov Bali yang dilangsungkan di Tabanan 9 September 2019 ini.
Kirim 525 Atlet Tampil di Porprov
Buleleng Targetkan Naik ke Posisi Tiga Besar Singaraja (Bali Post) – Kabupaten Buleleng memberangkatkan 525 atlet terbaiknya untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) Bali. Porprov 2019 itu akan dihelat di Kabupaten Tabanan mulai 9 September 2019 mendatang. Ratusan atlet dari Bumi Den Bukit itu ditargetkan mengumpulkan 60 medali. Ekspektasi medali itu sejalan dengan target Buleleng ingin naik kelas dari prestasi sebelumnya yakni dari ranking keempat naik ke posisi ketiga di antara sembilan kontestan, 8 kabupaten dan kota di Bali. Untuk melecut semangat kontingan berjuluk Pasukan Goak Ki Anglurah Panji Sakti itu, pemkab menjanjikan bonus dengan nilai fantastis kepada atlet peraih medali pada Porprov itu. Kontingan dari Bali Utara
dilepas Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana di lapangan Taman Kota Singaraja, Minggu (1/9) lalu. Pelepasan itu dihadiri Ketua DPRD sementara Gede Supriatna, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Ketua Umum KONI Buleleng Nyoman Artha Widnyana. Bupati mengatakan citacita naik ranking di Porprov itu sudah dipersiapkan dengan matang oleh segenap jajaran KONI Buleleng. Melihat persiapan yang sudah dilakukan dan dukungan anggaran untuk mengikuti Porprov, pihaknya optimis pejuang olahraga dari daerahnya itu akan menyumbangkan prestasi terbaik demi nama baik Buleleng di provinsi. Bila cita-cita naik peringkat itu dipersembahkan para atlet dan ofisial, Bupati berjanji memberikan
bonus. Rinciannya, atlet peraih medali emas dipatok Rp 45 juta untuk cabang olahraga (cabor) perorangan. Sedangkan untuk cabor beregu sampai enam orang disiapkan bonus senilai Rp 55 juta, dan Rp 60 juta disiapkan peraih medali emas pada cabor beregu di atas enam orang. “Kalau (menempati) posisi ketiga saya yakin bisa, karena dari sisi persiapan kita sangat matang. Serta dari analisis dan kajian plus latihan-latihan intensif, saya yakin atlet terbaik Buleleng ini bisa mewujudkan impian itu,” ujar Bupati. KONI Buleleng kata Bupati sudah sejak awal dan sangat baik mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2019 di Tabanan. Mulai dari perekrutan atlet, tes fisik, latihan, sampai pe-
meriksaan kesehatan atlet. Di samping itu, pihaknya memuji transparansi yang dibangun pengurus KONI Buleleng. Hal ini dinilai dapat menumbuhkan kepercayaan dan motivasi dari seluruh atlet. Untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga dalam jangka panjang, ke depan pemerintah segera memperbaiki sarana dan prasarana olahraga yang saat ini mengalami kerusakan. “Berbagai persiapan sudah matang dilakukan. Tampil dengan percaya diri dan manajemen kepengurusan yang baik, maka saya yakin akan membuahan hasil maksimal,” tegasnya. Ketua Umum KONI Buleleng Nyoman Arta Widnyana mengatakan, selain sejumlah 525 orang atlet, Buleleng juga mengirimkan 145 orang
ofisial, pelatih, dan manajer. Sehingga secara keseluruhan kontingen Buleleng berjumlah 670 orang. Para atlet itu bertanding pada seluruh cabor yang dipertandingkan. Rinciannya, 39 cabor dengan 438 nomor pertandingan. Buleleng juga berpartisipasi dalam 2 cabor ekshibisi. Terkait persiapan, pria yang menjabat Direktur PT Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng) ini menyebut, selain melakukan pelatihan secara desentralisasi di masing-masing cabor. Pelatihan juga dilaksanakan secara tersentralisasi. Selain itu, tiga kali dilakukan tes kondisi fisik bekerja sama dengan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha. “Dengan persiapan itu atlet sudah siap tanding meraih medali dan bukan melali,” jelasnya. (kmb38)
Blangko E-KTP Terbatas
Permohonan Baru Diprioritaskan, Perubahan Diganti Suket Stok blangko e-KTP (KTP elektronik - red) dari pemerintah pusat sekarang persediannya terbatas. Akibatnya, hanya permohonan baru yang bisa dicetakkan e-KTP-nya. Atas kondisi itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng sangat selektif menerbitkan e-KTP. Lalu, bagaimanakah solusinya jika belum bisa diperoleh e-KTP itu, media apakah yang dipergunakan sebagai pengganti e-KTP? JIKA terjadi perubahan elemen data kependudukan atau e-KTP itu misalnya hilang, maka penduduk bersangkutan diberikan surat keterangan (suket). Suket itu sudah sah sebagai pengganti e-KTP sementara. Kepala Disdukcapil Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, Senin (2/9) kemarin, mengakui ada keterbatasan terkait stok blangko e-KTP. Menurut-
nya, keterbatasan blangko e-KTP itu bukan saja terjadi di daerahnya, namun juga terjadi di kabupaten dan kota di Indonesia. Menyusul kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan surat kepada Disdukcapil se-Indonesia. Dari surat No. 47113/6153/ Dukcapil tertanggal 26 Agus-
tus 2019 itu diinstruksikan kepada Dukcapil di Indonesia agar melayani pencetakan e-KTP diprioritaskan hanya untuk permohonan baru. Artinya, hanya bagi penduduk yang baru melakukan perekaman data kependudukan, yang langsung dicetakkan e-KTP. Surat itu juga memerintahkan perubahan elemen data e-KTP atau karena hilang dan sebab lainnya, untuk sementara Dukcapil di daerah dapat menerbitkan suket sebagai pengganti e-KTP. “Sejak kami terima surat dari Dirjen, kmai permaklumkan kepada masyarakat bahwa stok blangko e-KTP kita terbatas. Situasi ini terjadi di Indonesia, sehingga kita berharap masyarakat maklum dengan kondisi itu,” katanya. Kebijakan pembatasan pemakaian blangko e-KTP
kata Nurhaeni, sifatnya sementara. Alasannya, pemerintah masih mengupayakan pengadaan tambahan stok blangko keping e-KTP itu. Dari pantauan pelayanan untuk permohonan baru itu, rata-rata antara 20 sampai 25 pemohon setiap hari kerja. Dengan rata-rata angka itu maka pihaknya memastikan kalau permohonan e-KTP baru tetap terlayani seperti biasa. “Kami tetap merujuk surat Dirjen. Sesuai data pelayanan di lapangan, dengan stok yang ada sekarang masih mencukupi. Hanya untuk yang rekam cetak (permohonan baru - red),” jelasnya. Sementara bagi masyarakat yang melakukan perubahan elemen data atau karena e-KTP hilang, maka penduduk yang bersangkutan diminta tidak usah
khawatir. Dengan penerbitan suket itu, maka dipastikan penduduk bersangkutan tetap bisa menggunakan dokumen itu untuk urusan administrasi kependudukan termasuk surat-menyurat penting lainnya. Ini karena, elemen data suket sendiri 100 persen sama dengan yang tertera pada e-KTP. Demikian juga fungsi suket itu adalah legal, sehingga pihaknya menjamin penduduk yang mengantongi suket itu tidak akan ada kesulitan. Suket juga digunakan sebagai identitas resmi untuk kepentingan baik mencari pekerjaan, sekolah, mengurus jaminan kesehatan, dan urusan administrasi lainnya. “Untuk perubahan elemen data seperti karena kawin, cerai, status sosial, untuk sementara kami terbitkan
suket. Fungsi suket itu sama dengan e-KTP. Sehinggaa tidak usah khawatir meskipun diberi suket, tetapi kami jamin fungsinya masih sama dan diakui seperti e-KTP umumnya,” jelasnya. (mud)
Putu Ayu Reika Nurhaeni
Bali Post/kmb38
Selasa Umanis, 3 September 2019
Program Puspa Aman Bentuk Kawasan Desa Lestari
Gianyar (Bali Post) Program Hatinya PKK sudah cukup lama digalakkan untuk rumah-rumah di Kabupaten Gianyar. Melalui program ini diharapkan halaman rumah warga bisa diisi dengan tanaman yang bermanfaat. Upaya ini sedang diperkuat dengan Program Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman (Puspa Aman) yang diperuntukkan membentuk kawasan lestari pada seluruh desa di Bumi Seni tersebut. Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menerangkan, program Hatinya PKK memang tentang pola menata halaman dengan konsep taman yang bertujuan mengembalikan keindahan taman dengan tanaman yang bermanfaat bagi keluarga. Layaknya tanaman obat keluarga (toga) seperti kunyit, kencur, sere, sirih, jahe dan lain-lainnya. Tanaman pelengkap kebutuhan dapur lainnya juga seperti sayur-sayuran sawi, pokcay, kangkung, singkong dan umbi-umbi lainnya. “Dengan menanam tanaman ini di halaman rumah, minimal kebutuhan dapur sehari-hari dapat ditanggulangi,” katanya. Surya Adnyani menambahkan, program Hatinya
PKK di Kabupaten Gianyar juga disertai baberapa inovasi dari desa. Seperti di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan bekerja sama dengan Harmoni Parahyangan membuat inovasi menukar sampah dengan bibit tanaman bunga. Sedangkan di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, program ini berimbas pada kelompok-kelompok toga yang ada. “Setiap pertemuan di desa, saya selalu mengingatkan ibu-ibu PKK bahwa program Hatinya PKK tidak hanya berhenti di rumah percontohan. Namun, harus dapat ditularkan ke tetangga dan lingkungan sekitarnya,” tegasnya. Guna memperkuat program Hatinya PKK, kata Surya Adnyani, Pemkab Gianyar juga mengembangkan Program Puspa Aman yang telah di-launching Bupati Gianyar I Made Mahayastra di Desa Taro, Tegallalang beberapa waktu lalu. Program Puspa Aman ini digerakkan dengan dana desa. Surya Adnyani menerangkan, program Puspa Aman dimaksudkan untuk membentuk kawasan pangan lestari pada seluruh desa di Kabupaten Gianyar. Program ini fokus pada pekarangan sebagai pusat pangan yang alami
tanpa zat kimia serta mandiri karena masyarakat tidak membeli bibit dan pangan. “Program ini meliputi pembuatan demplot, rumah bibit, pemeliharaan perikanan atau ternak, hingga pengolahan hasil serta menyalurkan hasil tanaman yang diproduksi. Pengolahan hasil dimaksud, seperti jahe bisa dijadikan permen, sirup, bubuk jahe instan, tomat bisa dibuat permen, saos dan sebagainya,” jelasnya. Surya Adnyani menambahkan, program Puspa Aman merupakan pemberdayaan rumah tangga dalam penyediaan sumber pangan dan gizi melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan lahan sekitar tempat tinggal. Langkah ini untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergisi seimbang dan aman. Selain itu pada 2020 mendatang, TP PKK Kabupaten Gianyar juga berkoordinasi dengan DKPKP serta bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar untuk memberikan bantuan benih tanaman yang meliputi jenis tanaman cabe rawit merah, terong ungu, terong hijau, tomat, seledri dan bunga gemitir. (kmb35)
Bali Post/kmb35
TERBAKAR - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melakukan pengecekan Pasar Bona yang terbakar pada akhir 2018 lalu.
Lama Ditunggu Pedagang
Revitalisasi Pasar Bona Tahun Ini Batal
Gianyar (Bali Post) -
Revitalisasi Pasar Bona yang sejak lama ditunggu para pedagang, ternyata tidak bisa direalisasikan tahun ini. Pasalnya, anggaran dari pemerintah pusat untuk revitalisasi bangunan yang terbakar pada akhir 2018 itu telah dicoret. Kini, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menjanjikan revitalisasi pasar tersebut menggunakan anggaran APBD Gianyar pada tahun anggaran 2020 mendatang.
Bali Post/kmb35
MOTOR - Ketut Jata mengendarai motor bututnya di halaman parkir Gedung DPRD Gianyar, Senin (2/9) kemarin.
Lengser dari Posisi Wakil Ketua
Bupati Mahayastra mengakui sebelumnya diyakini anggaran dari pemerintah pusat akan bisa diperoleh untuk revitalisasi pasar tersebut. “Dulu yakin dapat bantuan dari pusat karena munculnya di pos dana TP di pusat untuk Gianyar. Bahkan, ada tulisannya dan angkanya, sehingga tahapan selanjutnya ada pengecekan lapangan, kemudian ada klarifikasi saat cek lapangan, dianggap tidak memenuhi syarat,” katanya Senin (2/9) kemarin.
Mahayastra menjelaskan, salah satu alasan tidak memenuhi syarat tersebut, lantaran di Kabupaten Gianyar sudah digelontorkan bantuan pusat dengan nilai ratusan miliar rupiah untuk revitalisasi Pasar Seni Sukawati. “Mengingat di Gianyar sudah dapat bantuan yang sangat besar untuk Pasar Sukawati, sehingga agar bantuan tidak numplek di Gianyar,” katanya. Melihat kondisi ini, Mahayastra berharap agar ped-
Gianyar (Bali Post) Kemacetan lalu lintas (lalin) di seputaran objek wisata Ubud memang sudah kronis. Kondisi ini sulit ditanggulangi mengingat padatnya kunjungan wisatawan, dengan akses mobilitas di kawasan tersebut yang tidak bisa diperlebar. Sementara itu, petugas terkait kembali melakukan penindakan terhadap para pelanggar lalin khususnya mereka yang parkir sembarangan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba mengatakan hal itu, Senin (2/9) kemarin. Menurut Suamba, kemacetan di Ubud merupakan akumulasi dari berbagai hal, seperti kunjungan wisatawan yang makin padat, tingginya palanggaran parkir, hingga akses jalan yang tidak bisa diperlebar. Menurutnya, arus lalu lintas bisa lancar bila ada sejumlah akses jalan. Ke depan, perlu dibuatkan jalan baru yang menuju Ubud. “Jangka panjang nanti, perlu bikin aksesibilitas berupa jalan baru,” katanya. Menurut Suamba, dengan banyaknya jalur alternatif
menuju satu kawasan seperti Ubud, maka kemacetan bisa diminimalisasi. “Jalurnya ditambah sehingga alternatif banyak, sehingga ada pilihan, tidak terfokus hanya beberapa jalur seperti sekarang. Misalnya membeludak di Pengosekan saja, bisa macet panjang ke selatan,” ujarnya. Suamba kembali menggugah kesadaran seluruh komponen masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, khusus terkait larangan parkir. “Sekarang bagaimana supaya semua komponen berperan. Tidak bisa hanya pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku usaha dan lainnya wajib ikut turun tangan menjaga Ubud,” tegasnya. Suamba menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk gencar melakukan penindakan di Ubud. “Penertiban tidak bisa sendiri, tapi harus menggandeng kepolisian,” ujarnya. (kmb35)
agang bersabar. Diakuinya, eksekutif sebelumnya memang meyakini akan mendapat dana tersebut, meski nyatanya tidak demikian. “Kemarin, kita sudah sangat yakin dengan dana TP. Kalau tidak, memang harus bersabar, karena kita akan bangun pada tahun 2020 mendatang,” ujarnya. Mahayastra mengaku optimis revitalisasi Pasar Bona bisa teralisasi pada tahun 2020. Perkiraan sementara anggaran yang diperlukan
untuk pembangunan tersebut sekitar Rp 6 miliar. “Kita akan kerjakan pada APBD 2020, kecil itu untuk pembangunan Pasar Bona. Apalagi untuk ukuran APBD Gianyar yang sebesar Rp 2,6 triliun,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, insiden kebakaran terjadi di Pasar Bona, Selasa (18/12) tahun lalu. Akibat kejadian ini, puluhan kios milik pedagang ludes terbakar, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Pascakebakaran itu, para pedagang Pasar Bona berjualan di tempat relokasi yakni di Wantilan Pura Desa yang berada di sebelah timur pasar yang terbakar tersebut. (kmb35)
Jata Pakai Motor Butut Hadiri Pelantikan Pimpinan Dewan Petugas Tertibkan Pelanggar Parkir di Ubud Gianyar (Bali Post) Lengser dari posisi Wakil Ketua DPRD Gianyar tidak membuat Ketut Jata berkecil hati. Politisi Partai Demokrat ini tetap berjiwa besar saat menghadiri sidang pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan DPRD Gianyar, Senin (2/9) kemarin. Uniknya, jika mayoritas anggota dewan Gianyar mengendarai mobil, Jata justru ngantor dengan motor butut yang dulu kerap dikendarainya saat kampanye. Kedatangan Ketut Jata dengan motor butut warna hitam itu menarik banyak perhatian kalangan anggota dewan dan pegawai di Gedung DPRD Gianyar. Saat didatangi awak media, politisi asal Desa Keramas ini mengaku sudah biasa ngantor dengan mengendarai motor. Hanya, saat menjabat wakil ketua, ia mendapat fasilitas mobil dan sopir. “Ini bukan pencitraan. Saya memang lebih suka mengendarai motor. Dari rumah cuma beberapa menit, lagian parkir di kantor DPRD sangat terbatas,” ujarnya. Jata membantah jika mengendarai motor itu disebut bentuk protesnya setelah tidak lagi ditunjuk partai
sebagai Wakil Ketua DPRD Gianyar. Sebagai kader senior Partai Demokrat, ia mengaku sangat paham dengan aturan partai. Jadi, dirinya tidak akan melanggar aturan partai. Buktinya, saat penetapan hingga pelantikan pimpinan dewan dirinya hadir. “Saya paham, taat dan tunduk pada aturan partai. Buktinya, saya hadir saat penetapan dan pelantikan, karena saya tahu konsekuensinya yakni dipecat. Untuk itu, saya taat supaya tidak dipecat,” tegasnya. Meskipun tidak membangkang, Jata tetap menyayangkan keputusan DPP Partai Demokrat tentang penunjukan posisi Wakil Ketua DPRD Gianyar. Karena dari juklak/ juknis, dirinya memenuhi semuanya. Baik dari segi senioritas, suara terbanyak, pengalaman jabatan, hingga pengabdian mengawal Demokrat. “Ya, tetap disayangkan karena DPP buat aturan sendiri,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gianyar I.B. Gaga Adi Saputra mengatakan, kekecewaan yang kini disuarakan Ketut Jata merupakan hal yang manusiawi. Menurutnya, hal itu hanya emosi sesaat. “Kita pun dalam
posisi beliau mungkin juga merasakan hal yang sama, yakni kecewa. Saya kira itu sangat manusiawi. Tadi saya komunikasi bagus dan saya yakin Demokrat tetap solid. Keyakinan saya karena beliau ikut membesarkan Demokrat, tidak mungkin beliau merusak apa yang telah dibangun,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Tjokorda Gde Asmara Putra mengaku sempat kaget dengan keputusan yang dikeluarkan DPP Demokrat terkait keluarnya nama I.B. Gaga Adi Saputra sebagai Wakil Ketua DPRD Gianyar. “Tapi, kita semua tahu DPP punya hitungan tersendiri mengenai siapa yang ditunjuk sebagai pimpinan di daerah. Saya sebagai Ketua DPC menghormati apa keputusan DPP,” kata anggota DPRD Provinsi Bali yang juga Ketua DPC Demokrat Gianyar itu. Disinggung terkait kekecewaan Ketut Jata, politisi asal Puri Ubud ini mengajak Ketut Jata kembali untuk bahu-membahu membesarkan Demokrat Gianyar. “Mari bahu-membahu membesarkan partai dan bekerja sebaik mungkin untuk masyarakat,” tegasnya. (kmb35)
MENGAMANKAN Petugas Satpol PP Gianyar saat mengamankan Ni Ketut Lasia, Senin (2/9) kemarin.
MENERTIBKAN - Petugas menertibkan kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas di Ubud.
ODGJ Berusia 73 Tahun Diamankan Satpol PP Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar mengamankan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Ni Ketut Lasia, Senin (2/9) kemarin. Nenek berusia 73 tahun asal Kelurahan Ubud itu dinilai meresahkan karena masuk ke hotel-hotel di seputaran Ubud. Anggota Satpol PP Gianyar I Wayan Nasta mengatakan, ODGJ lanjut usia (lansia) ini sudah mengganggu ketertiban di seputaran Ubud, khususnya meresahkan kalangan pemilik akomodasi pariwisata.
“Ia mengganggu lingkungan. Masuk ke hotel-hotel, padahal tidak ada keperluan apa-apa. Pihak hotel resah,” ujarnya. Meski tidak mencuri atau mengamuk di hotel, kata Nasta, namun kedatangan nenek tersebut dianggap mengganggu. Sebab, ia berkeliaran di seputaran hotel tanpa maksud dan tujuan yang jelas. “Ia ngelindeng (keliling - red) di hotelhotel. Karena mengganggu, akhirnya dilaporkan oleh warga,” katanya. Petugas mengamankan
nenek tersebut sekitar pukul 11.00 wita di wilayah Campuhan Ubud. Saat diamankan, ia tidak melakukan perlawanan dan langsung dimasukkan ke dalam mobil patroli Satpol PP. “Kami langsung ajak ke RS Jiwa Bangli,” jelas Nasta. Menurut Nasta, nenek tersebut menunjukkan gelagat gangguan jiwa sejak ditinggal suaminya meninggal dunia. “Sejak ditinggal suaminya, dia stres. Nenek itu punya sejumlah anak yang semuanya sudah dewasa,” katanya. (kmb35)
Selasa Umanis, 3 September 2019
Kenakan Pakaian Adat Bali, 349 Anggota BPD Dilantik
LANTIK BPD – Bupati Artha membacakan SK Pelantikan ratusan BPD se-Jembrana di GOR Kresna Jvara kemarin. Sebanyak 349 anggota BPD dilantik.
Sebanyak 349 Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 41 desa Se-Kabupaten Jembrana diambil sumpah dan janjinya, di GOR Krisna Jvara, Selasa (2/9) kemarin. Pelantikan anggota BPD masa bakti 2019-2025 itu disaksikan Bupati Jembrana I Putu Artha. Hadir pula Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, Camat serta Pj. Perbekel se-Kabupaten Jembrana. Prosesi pelantikan juga kompak diikuti seluruh peserta mengenakan pakaian adat madya. Usai dilantik, Bupati Artha mengajak anggota BPD terpilih berkerja sama dan berkomunikasi dengan perangkat desa dalam berinovasi dalam membangun desa. BPD harus mampu menjadi jembatan utama yang meng-
hubungkan pemerintah desa dengan masyarakat. “Jangan sampai anggota BPD tidak mampu memahami agenda-agenda yang telah dirumuskan serta diharapkan mampu mendukung pembaharuan di desa,” cetus Artha. Ia juga menambahkan anggota BPD harus mampu menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakatnya sekaligus mengukur semua potensi dan permasalahan yang dihadapi. Artha juga meminta BPD mampu mendorong transparansi, akuntabilitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Karena itu sudah seharusnya BPD berpartner bersama perbekel, menjaga harmonisasi dalam membangun desa,” cetus Artha. Sementara Wabup Kembang Hartawan menambahkan, kepada anggota BPD terpilih dan telah dilantik agar segera melakukan
langkah rekonsiliasi. ”Perbedaan tidak untuk dipelihara tapi segera konsolidasi merangkul calon tidak terpilih. Jangan sampai terjadi konflik horizontal karena Jembrana butuh persatuan untuk membangun,” tegas Kembang. Kembang juga menegaskan anggota BPD ini sudah sah secara sekala maupun niskala. Karena itu ia meminta BPD segera bekerja, melakukan tugas dan wewenang mengontrol pembangunan di desa. “Bantu kepala desa memastikan berbagai mimpi besar pembangunan di desa agar segera terwujud. Pastikan juga APBDes nanti lebih banyak untuk program pemberdayaan masyarakat. Harus bersama-sama, desa yang maju tidak cukup dengan kepala desa yang kuat, tapi didukung pengawasan optimal dari BPD,” ungkap Kembang Hartawan. (ad70)
SOSOK Tegakkan Perda Peraturan Daerah (Perda) Jembrana Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah di dalamnya turut mengatur sanksi terhadap warga yang membuang sampah sembarangan. Adanya pasal ini rencananya akan diintensifkan oleh Satpol PP Jembrana untuk menekan dan menyadarkan warga agar membuang sampah pada tempatnya. Akan tetapi untuk menerapkan sepenuhnya sanksi itu, Satpol PP Jembrana bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana menggenjot sosialiasi ke masyarakat. Salah satunya melalui lomba kebersihan dan kegiatan lainnya. “Terkait lomba, lingkungan yang dinilai paling bersih akan diberikan reward berupa trofi, piagam, dan bendara putih tanda wilayah terbersih. Sementara lingkungan terkotor, akan diberikan bendara hitam,” terang Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Jembrana I Made Tarma. Selain sosialisasi, petugas juga saat ini melakukan pemetaan lokasi pembuangan sampah liar dan akan diatensi Satpol PP. Pejabat asal Mendoyo ini menyebutkan sanksi mengenai pelanggaran membuang sampah sembarangan pada Pasal 49, yakni pidana maksimal 3 bulan kurungan atau denda maksimal Rp 500.000. Selain larangan buang sampah sembarangan, dalam Perda juga diatur larangan membakar sampah plastik, membakar sampah di tempat yang dapat menimbulkan polusi atau mengganggu lingkungan dan larangan menggunakan lahan untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan akhir. Selain sosialisasi, pencegahan yang dilakukan lainnya di antaranya dengan pemasangan pengumuman di titik-titik rawan pembuangan sampah terkait sanksi membuang sampah. (olo)
Belasan Kendaraan Barang Ditilang Negara (Bali Post) Belasan pelanggar terkait angkutan barang ditindak saat operasi gabungan di UPPKB Cekik, Senin (2/9) pagi. Operasi gabungan yang melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Polres Jembrana, BPTD, Polda Bali, UPPKB Cekik dan Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Pemkab Jembrana ini menyasar kendaraan barang yang keluar ataupun masuk ke Bali di Gilimanuk. Semua kendaraan angkutan barang diperiksa berdasarkan ketentuan. Seperti surat-surat kelengkapan, KIR hingga berat muatan. Selain itu petugas juga memastikan dimensi kendaraan barang sudah sesuai dengan ketentuan. Dari belasan pelanggaran, sebagian besar mengangkut muatan melebihi tonase. Tetapi oleh petugas, kendaraan boleh melanjutkan perjalanan lantaran membawa surat tilang dari Jawa. Sedikitnya ada 15 pelanggaran yang ditemukan, selain tonase ter-
kait kelengkapan surat-surat kendaraan seperti tanpa SIM dan STNK. Untuk pelanggaran itu, delapan pengemudi ditilang polisi. Petugas juga mendapati 4 pelanggaran PPKB dan 3 pelanggaran lain dengan tindakan teguran. Korwas PPNS BPTD BaliNTB Arya mengatakan beberapa yang diketahui melanggar, juga membawa surat tilang dari Jawa. Karena itu petugas tidak bisa menilang lagi. Arya didampingi Kasi Keselamatan Lalulintas Jalan Kadek Dwi Ratna terkait pelanggaran dimensi kendaraan, tidak ditemukan. Tetapi didominasi pelanggaran tonase atau berat muatan. Pihaknya berharap ke depan pengemudi melengkapi buku KIR kendaraan model BLU sehingga lebih mudah dalam melakukan pengawasan serta untuk keteriban kendaraan. Arya juga meminta agar pengemudi kendaraan barang selain tertib adminitrasi dan tertib muatan, juga tertib dalam berlalu lintas. (kmb26)
Bali Post/olo
PADAMKAN API - Sejumlah petugas damkar dibantu warga berupaya memadamkan api yang membakar Pura Puseh Banyubiru, Senin kemarin.
Terbakar, Lima ’’Palinggih’’ di Pura Puseh Banyubiru
Negara (Bali Post) Pura Puseh Desa Pakraman Banyubiru, Senin (2/9) sore terbakar. Sedikitnya lima palinggih beratap ijuk di utama mandala pura ludes. Kebakaran di pura yang ngenteg linggih lima tahun lalu (2014) ini diduga dipicu pembakaran sampah di lahan sebelah timur pura. Saat itu warga di sebelah sedang membakar sampah dan tak disadari karena angin yang cukup kencang bara api dan abu terbang hingga ke areal pura. Pertama api membakar bagian atap Gedong Brahma. Kepulan asap muncul dari
Utama Mandala dan dengan cepat api merembet ke palinggih lainnya. “Sekitar
jam empat sudah banyak asap. Anginnya kencang sehingga api cepat merembet. Sampai dua palinggih di madya juga kena,” ujar Wayan Astawa, saksi mata. Warga pun berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun tak berhasil. Api semakin membesar. Sejumlah mobil pemadam ikut memadamkan api. Total ada lima palinggih yang terbakar dan kesemuanya beratapkan ijuk.
Baga Parahiyangan Wayan Polen mengungkapkan palinggih yang terbakar di Utama Mandala di antaranya Gedong Brahma, Taksu, Meru Tumpang Pitu, Meru Tumpang Telu dan Pepelik. Sedangkan di Madya Mandala yang terbakar adalah Palinggih Rambut Sedana. Selain palinggih, juga ada satu dari tiga pratima yang ikut terbakar. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 1,3 miliar. Kebakaran ini mem-
buat sedih para pangempon, apalagi pada Purnama Ketiga tanggal 14 September mendatang merupakan puncak pujawali di pura tersebut. Selain dari damkar, petugas dari forensik Polres Jembrana kemarin juga turun ke lokasi. Kendatipun api sudah padam, petugas damkar memastikan api sudah benar-benar padam. Tidak ada korban dalam musibah ini. (kmb26)
Akhirnya, Tiga Pimpinan DPRD Ditetapkan Negara (Bali Post) – Setelah sebulan tersendat, akhirnya tiga orang pimpinan DPRD Jembrana ditetapkan, Senin (2/9) kemarin. Penetapan pimpinan DPRD definitif ini dilakukan setelah ketiga partai politik (parpol) menelurkan rekomendasi. Sejatinya sejak pelantikan lalu, sudah ada dua nama pimpinan yang keluar, yakni dari PDI Perjuangan Ni Made Sri Sutharmi dan Partai Golkar Wayan Suardika. Namun, masih menunggu satu nama pimpinan dari Partai Gerindra. Dari dua nama yang diajukan partai, yakni I Putu Yudha Baskara dan I
Bali Post/olo
Paripurna – Rapat Paripurna terkait penetapan pimpinan DPRD Jembrana dan Ketua fraksi.
Ketut Sadwi Darmawan, akhirnya turun nama I Putu Yudha Baskara. Kepastian nama pimpinan DPRD dari Gerindra itu melalui surat DPP Gerindra tertanggal 31 Agustus 2019. Dalam surat tersebut, selain menetapkan I Putu Yudha Baskara sebagai pimpinan DPRD Jembrana (Wakil Ketua), juga menunjuk I Ketut Sadwi Darmawan menjadi Ketua Fraksi. Ditemui kemarin, Sadwi Darmawan membenarkan turunnya surat rekomendasi tersebut. Dirinya memang sempat kecewa, melihat dari jumlah suara dan senioritas. Tetapi, pihaknya menegaskan legowo dan mengikuti instruksi induk partai ini. “Kalau kecewa tentu ada. Namun untuk kepentingan partai dan masyarakat, tentu ini harus saya
kesampingkan. Sekarang kita fokus di DPRD,” ujar Dewan asal Asah Duren, Kecamatan Pekutatan ini. Ia pun menyatakan tunduk dengan keputusan partai dan fokus untuk pelayanan kepada masyarakat khususnya konstituen yang telah mempercayakan suaranya ke partai. “Kita sudah tutup ini (persaingan kursi pimpinan) dan fokus pada kelembagaan di DPRD. Ke depan masih banyak yang perlu kita kawal. Khususnya pembentukan alat kelengkapan,” tandas Sadwi. Terkait alat kelengkapan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin menempatkan sesuai dengan posisi Gerindra yang berada di urutan ketiga. Dari informasi selain terbentuk lima fraksi di DPRD, tiga komisi juga terbentuk dan masing-masing
parpol akan menempatkan anggota di komisi. Setelah penetapan pimpinan DPRD definitif ini, maka Dewan akan menggenjot pembentukan alat kelengkapan DPRD. Dalam rapat paripurna Senin kemarin juga ditetapkan ketua masing-masing fraksi. Sekwan Jembrana I Made Sudantra membacakan nama-nama dalam struktur lima fraksi itu, baik Ketua hingga anggota. Mereka di antaranya, Ketua Fraksi PDI-P Ketut Su diasa, Ketua Fraksi Golkar Made Sabda, Ketua Fraksi Gerindra Ketut Sadwi Darmawan. Dua fraksi lainnya merupakan gabungan parpol. Yakni fraksi gabungan Demokrat dan Hanura dijabat Ketut Catur dan fraksi gabungan PKB dan PPP diketuai Muhammad Yunus. (kmb26)
Selasa Umanis, 3 September 2019
Meningkat, Kunjungan Wisatawan ke Tirtagangga
Bali Post/kmb41
TIRTAGANGGA - Wisatawan saat berkunjung ke objek Wisata Taman Tirtagangga Karangasem.
Pohon Tumbang Timpa Emperan Kios Warga
Digelar ’’Outbound’’
Tingkatkan Kekompakan Padus Gita Swara
Lalu Lintas Sempat Macet Amlapura (Bali Post) Bencana pohon tumbang terjadi di wilayah Banjar Dinas Tengah, Dusun Kuta Bali, Desa Sibetan, Bebandem, Minggu (1/9) malam. Akibatnya, pohon tumbang yang menimpa emperan kios milik warga itu membuat jalan macet cukup lama. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan, bencana pohon tumbang itu terjadi malam hari pukul 21.25 wita. Begitu ada laporan, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk mengevakuasi pohon yang melintang di tengah jalan itu. “Pohon tumbang itu selain mengenai emperen kios milik Wayan Gede, juga menimpa kabel listrik milik PLN,’’ ujarnya. Diameter pohon itu cukup besar mencapai 30 centimeter. Pohon itu tumbang diduga disebabkan akar pohon itu sudah tidak kuat menahan
beban alias rapuh. Arimbawa menambahan, akibat pohon tumbang yang menutupi badan jalan itu sempat membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintasi jalur tersebut. Para pengendara pun harus dialihkan dari jalur utama. “Sempat relatif lama kendaraan tidak bisa melintas karena badan jalan itu semuanya ditutupi pohon tumbang itu. Sekarang akses lalu lintas sudah kembali normal,” tegas Arimbawa. Kepada seluruh masyarakat yang bermukim di bawah pohon itu harap Arimbawa supaya selalu berhati-hati dan waspada terjadinya bencana pohon tumbang. Pasalnya, tiupan angin saat ini cukup kencang. “Kita minta semua warga waspada bencana pohon tumbang itu. Termasuk bencana lainnya, seperti kebakaran,” harap Arimbawa. (kmb41)
Bali Post/kmb41
POHON TUMBANG - Pohon yang sudah lapuk akhirnya tumbang di Dusun Kuta Bali, Desa Sibetan, Bebandem, Minggu malam lalu. Tumbangnya pohon itu sempat membuat lalu lintas macet beberapa jam.
Amlapura (Bali Post) Pascabencana erupsi Gunung Agung, jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Karangasem terus mengalami peningkatan. Salah satunya ke objek wisata Taman Tirtagangga. Kepala Dinas Pariwisata Karangasem I Ketut Sedana Merta mengatakan hal itu, Senin (2/9) kemarin. Menurutnya, kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Karangasem memanng ada peningkatan cukup signifikan. Wisatawan mancanegara maupun domestik yang berkunjung ke Tirtagangga itu sejatinya ingin melihat keindahan alam di sana selain situs peninggalan Kerajaan Karangasem. Objek wisata itu memang memiliki daya tarik tersendiri. “Pengunjung yang datang biasanya lebih banyak turis mancanegara seperti Jerman, Belanda, Inggris, dan Rusia, Australia, Cina, India, dan Malaysia,” ujarnya. Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Tirtagangga itu mengalami peningkatan hampir setiap bulan. Hal itu bisa disimak selama Januari 2019 sekitar 15.260, kemudian Februari 13.664 orang, Maret 15.118 orang. Sedangkan April 21.349, Mei 25.184. ‘’Lebih banyak wisatawan asing yang berkunjung daripada domestik,’’ ujarnya. Kunjungan wisatawan domestik bulan Januari sekitar 5.079, Februari 3.968, Maret 3.886, April 3.878, dan Mei 3.333. “Kami harap kunjungan wisatawan ke objek wisata lainnya juga terus mengalami peningkatan,” harapnya. Mantan Kadis PUPR itu menambahkan, untuk lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatan ke Bumi Lahar itu, pihaknya terus melakukan promosi pariwisata. Seperti menggelar Tirtaganga Festival, Tulamben Festival, dan Tenganan Pegeringsingan Festival. Selain itu, juga Soekasada Festival. (kmb41)
TES URINE - Pegawai PN Amlapura saat menjalani tes urine.
Bali Post/kmb41
Pegawai PN Amlapura Dites Urine
Satu Positif Gunakan Benzo
Amlapura (Bali Post) Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem kembali melaksanakan tes urine, Senin (2/9) kamarin. Kali ini, tes urine itu dilakukan di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Amlapura. Dari puluhan pegawai yang mengikuti tes urine itu, ternyata seorang pegawai positif menggunakan benzo. Hal itu disebabkan yang bersangkutan sakit, sehingga diwajibkan mengonsumsi obat. Kepala BNN Karangasem AKBP I Ketut Arta mengungkapkan, kegiatan tes urine itu merupakan aktivitas rutin yang sudah dilangsungkan untuk kesekian kalinya. Selain menyasar instansi pemerintahan, pihaknya juga menyasar instansi swasta. Kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka membersihkan masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dari penyalahgunaan narkotika. “Tes ini diikuti 41 pegawai,” ucapnya. Merta menambahkan, dari puluhan pegawai yang telah mengikuti tes urine itu, satu di antaranya positif mengonsumsi benzo. Korban positif mengonsumsi benzo karena yang bersangkutan sakit, seh-
ingga mengonsumsi obat itu. “Obat yang dikonsumsi itu merupakan jenis obat penahan rasa sakit. Obat tersebut memang mengandung diazepam. Tetapi, ini bukan narkotika,” tegasnya. Kepala PN Amlapura I Gede Putra Astawa mengakui pihaknya sangat mengapresiasi adanya tes urine yang dilakukan kepada pegawai PN Amlapura itu. Kegiatan itu sangat positif sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkotika yang dilakukan ASN. Sebab, banyak masyarakat yang terjebak penyalahgunaan narkotika itu. Mulai dari pergaulan bebas, dan lainnya. “Semua pegawai negatif menggunakan narkotika. Hanya satu positif terpengaruh
benzo. Sebetulnya yang bersangkutan itu mengonsumsi obat karena sakit. Obat itu mengandung diazepam,” katanya. Untuk pelaksanaan tes urine itu, pihaknya tidak memiliki anggaran pengadaan alat yang dipergunakan melakukan tes urine itu. Sebab, tahun ini tidak ada aggaran pengadaan tersebut. Maka dari itu, untuk melaksanakan tes urine itu, BNN Kabupaten harus menjalin kerja sama dengan pihak atau instansi yang ingin menjalani tes urine itu. “Kita di BNN hanya menyiapkan tenaga untuk pelaksanaan tes urine itu. Sementara alatnya disiapan pihak atau instansi pemohon,” jelasnya. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Anggota Paduan Suara (Padus) Gita Swara, Pemkab Karangasem menyelenggarakan kegiatan outbound, di Museum Lontar Dukuh, Penaban, Minggu (1/9). Di bawah instruktur Kadek Budiarta dan Koordinator I Made Subena Putra, mereka melakukan refreshing untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakan tim. Perlu diketahui, grup paduan suara itu selalu mendukung berbagai event penting yang diselenggarakan Pemkab Karangasem. Kepala Bagian Humas Protokol Kabupaten Karangasem Edi Setiadi Dwijantoro menjelaskan Padus Gita Swara Pemkab Karangasem itu merupakan anggota pilihan. Anggota grup padus itu berasal dari PNS termasuk juga dari non-PNS di lingkungan Pemkab. ‘’Penanggung jawab kegiatan itu adalah Bagian Humas dan Protokol. Sedangkan penasihatnya tiada lain Ibu Bupati IGA Mas Sumatri,’’ ujarnya. Outbound itu dilakukan semata-mata untuk mem-
perkuat tali silaturahmi. ‘’Melalui momen outbound ini kita dapat menjalin keakraban dan kekompakan antaranggota padus lebih baik. Sudah pasti ketika komunikasi terjalin lebih baik, maka berkorelasi juga dengan penampilan setiap anggotanya bisa lebih optimal,” ujar Edi Setiadi. Dari kegiatan penyegaran para anggota padus yang berjumlah 40 orang itu dipercaya mereka memperoleh refresh dengan baik. ‘’Acara outbound itu disambut dengan senang hati. Banyak momen spesial dan berkesan mereka dapatkan,” jelasnya. Ketua Panitia Acara I Made Subena Putra berharap kegiatan ini mampu meningkatkan semangat anggota padus itu. “Kegiatan ini mampu memberikan semangat baru kepada anggota padus. Ke depannya, kami berharap mereka dapat mempersembahkan penampilan yang lebih optimal, apalagi tahun ini banyak kegiatan penting akan diselenggarakan Pemkab Karangasem,” jelas Edi Setiadi Dwijantoro. (kmb41)
Bali Post/kmb41
OUTBOUND - Anggota Paduan Suara Gita Swara, Pemkab Karangasem menyelenggarakan kegiatan outbound, di Museum Lontar Dukuh, Penaban, Minggu (1/9).
Mengacu Aturan
Kertiana Jabat Wakil Ketua Dewan Lima Tahun
Surat Keputusan (SK) DPP Partai NasDem rencananya menugaskan I Made Agus Kertiana duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Karangasem hanya setahun. Kemudian empat tahun berikutnya, rencananya digantikan I Gusti Ngurah Gede Subagiartha. Hanya, di dalam tata tertib mengacu regulasi dewan yang sudah diundangkan itu, masa jabatan pimpinan DPRD berlaku sejak ditetapkan periode masa baktinya selama lima tahun. Lalu, apakah bisa menyiasati regulasi itu sehingga setingan partainya itu bisa diwujudkan? REGULASI selaku wakil ketua dewan itu memang berlaku selama lima tahun. Otomatis I Made Agus Kertiana yang dipercayakan sebagai Wakil Ketua DPRD Karangasem dari Partai NasDem nanti masa tugasnya bersamaan dengan pimpinan dewan lainnya, yakni selama lima tahun. Sudah tentu,
posisinya tidak dapat digantikan sesuai keinginan partainya di tengah jalan. Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan tata tertib yang dipimpin langsung Ketua DPRD Karangasem sementara I Gede Dana. Rapat itu juga dihadiri Wakil Ketua sementara dari Partai Golkar I Nengah Sumardi.
Gede Dana menambahkan, aturan itu memang merupakan perintah undang-undang. Terkait peralihan pimpinan dewan, semuanya ada mekanismenya. Jadi, tidak bisa asal ganti begitu saja. Alasannya, apa yang tertuang dalam undang-undang itu sudah jelas dan kuat secara hukum. Disebutkan bahwa masa jabatan pimpinan dewan itu berlaku sejak ditetapkan hingga masa baktinya selama lima tahun. Jadi, periode berakhirnya bersamaan dengan anggota dewan lainnya. “Dalam undang-undang pimpinan dewan bisa saja diganti. Namun, bila yang bersangkutan ada masalah. Misalnya, tersangkut kasus hukum. Selain itu mengundurkan diri termasuk juga bila meninggal dunia,’’ tegas Gede Dana. SK yang dikeluarkan Partai NasDem itu sifatnya pribadi.
Hal itu, kata Gede Dana, tidak bisa mengikat tata tertib dewan. Sebab, aturan itu sudah sangat kuat, karena aturan itu turunan dari undang-undang. Pimpinan dewan sementara asal Datah itu menambahkan, sepanjang Agus Kertiana tidak tersangkut kasus hukum, tidak mengundurkan diri, dan juga meninggal dunia, maka yang bersangkutan akan tetap menjadi pimpinan dewan satu periode. Kendati dipaksakan harus diganti, dewan harus menggelar rapat paripurna istimewa. Proses keputusannya relatif panjang. Karena prosedurnya harus kembali seperti proses awal. “Rapat paripurna istimewa itu memang bisa saja diagendakan. Tetapi kalau nanti rapat tidak kuorum, maka sama saja usulan pergantian itu tidak bisa dilakukan,” tegas Gede Dana. (nan)
RAPAT - Rapat pembahasan tata tertib di DPRD Karangasem.
Bali Post/kmb41
Selasa Umanis, 3 September 2019
Banyak Akomodasi Pariwisata di Nusa Penida Caplok Tanah Negara Semarapura (Bali Post) -
Akomodasi pariwisata terus menjamur tak terkendali di Nusa Penida. Setiap sudut wilayah kepulauan tersebut berdiri akomodasi. Bahkan, menjamurnya akomodasi pariwisata sudah tak memandang tempat. Sebab, akomodasi pariwisata terang-terangan berani dibangun di atas tanah negara. Kondisi demikian ditemukan saat rombongan eksekutif melakukan pendataan aset tanah negara, tanah pemkab dan tanah pribadi, di sepanjang tepi pantai dari Banjar Nyuh sampai Banjar Sental, Desa Ped. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, Senin (2/9) kemarin, mengakui ada beberapa bangunan akomodasi pariwisata berdiri di atas tanah negara. Rombongan eksekutif menerima informasi itu langsung dari Perbekel Ped, saat mendampingi rombongan melakukan pendataan langsung di lapangan. Namun, pihaknya belum berani menyampaikan berapa unit bangunan yang berdiri di atas tanah negara, siapa saja pemiliknya dan kenapa sampai itu bisa terjadi. Winastra menyampaikan pihaknya bersama BPN (Badan
Pertanahan Nasional) sedang melakukan pendataan. Setelah adanya temuan di lapangan, eksekutif sedang melakukan langkah-langkah internal, kemudian menyandingkan data dengan pihak BPN. “Dulu di sepanjang pantai yang kami sisir itu cuma ada bangunan gubuk rumput laut. Tetapi, setelah kami turun, sudah ada beberapa akomodasi pariwisata. Kami sedang menyandingkan data dengan BPN, untuk bisa ditindaklanjuti lebih jauh. Karena soal tanah negara menjadi tanggung jawab BPN,” katanya. Saat itu, Winastra menyampaikan rombongan eksekutif yang dipimpin Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, sempat berdiskusi langsung dengan beberapa pemilik akomodasi pariwisatanya. Mereka dikatakan mengakui, membangun di atas tanah negara.
Namun, karena agenda saat itu baru sebatas pendataan dan sanding data dengan BPN, pihaknya belum melakukan proses apapun lebih jauh. Sebab, setiap informasi mesti harus didalami lebih dulu. Kemudian setelah eksekutif memegang data valid bersama BPN, baru pihaknya melakukan tindakan lebih jauh. “Kalau pemerintah daerah bertindak, tentu harus ada dasar yang jelas. Ada data yang harus jadi dasar. Di sana tata ruangnya bagaimana. Apakah sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Kalau sudah tidak sesuai dengan itu, baru disusun perencanaan untuk diambil tindakan tegas,” jelasnya. Dia menambahkan, tanah negara sesungguhnya bisa dimohonkan oleh pemerintah daerah, menjadi aset pemkab.
Tetapi, dasar permohonan itu tentu harus jelas, sesuai dengan Perda Tata Ruang dan RPJMD. Dia mencontohkan, saat memohon tanah negara menjadi pelabuhan dan stage di Bias Munjul, Nusa Ceningan, proses itu bisa dilakukan apabila sejalan dengan rencana pembangunan daerah. Apakah solusi ini akan ditempuh, agar di lapangan tidak lagi melakukan upaya penertiban atau pembongkaran, Sekda Winastra belum berani memberikan penjelasan. Sebab, setelah mendapat temuan ini, eksekutif masih berupaya menyusun langkah-langkah, sebagaimana instruksi Bupati Suwirta. Tidak hanya di sepanjang pesisir pantai ini, pelanggaran serupa diduga juga terjadi di sekitar objek wisata di tempat lain. Eksekutif sudah banyak menerima informasi tanah negara banyak dicaplok untuk pembangunan akomodasi pariwisata. Ini akan terus didalami, agar tidak semakin liar dan semakin susah dikendalikan. (kmb31)
Bali Post/gik
ASET - Bupati Suwirta bersama Sekda Winastra bersama rombongan eksekutif lainnya saat meninjau asset pemerintah di Nusa Penida.
Rendah, Serapan Anggaran Triwulan III
SOSOK
Semarapura (Bali Post) Serapan anggaran pada triwulan III oleh OPD dinilai masih rendah. Sebab, memasuki awal September ini, serapan anggaran hanya 40 persen. Situasi ini amat disayangkan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Senin (2/9) kemarin. Sebab, memasuki akhir triwulan III, semestinya serapan anggarannya jauh lebih besar dari saat ini. Untuk itu dirinya mengingatkan semua OPD untuk mempercepat kegiatan yang
sudah direncanakan. Sehingga pada saat mendekati akhir tahun nanti, tenaga dan pikiran ASN tidak dihabiskan hanya untuk begadang menyelesaikan laporan keuangan, sebagaimana pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Bupati Suwirta juga menyayangkan lambatnya OPD dalam membuat regulasi seperti Keputusan Bupati dan Peraturan Bupati. Padahal, dalam pekerjan birokrasi, sangat diperlukan regulasi tersebut dan seharusnya bisa
diselesaikan dengan cepat. Untuk itu, Bupati Suwirta mengingatkan untuk tidak berlama-lama dalam menyusun produk-produk hukum seperti itu. Jika terjadi masalah prinsip, pihaknya meminta agar pimpinan OPD terkait supaya segera melaporkannya untuk dicarikan solusinya bersamasama. Proses komunikasi yang efektif harus dilakukan agar seluruh pekerjaan fisik dan program tidak diselesaikan seperti sistem kebut
semalam. Tidak hanya serapan anggaran OPD, Perusda seperti PDAM Tirta Tohlangkir Klungkung, juga tidak luput jadi sorotan bupati. Perusahaan penyedia air bersih ini, diminta supaya berani berinovasi, membuat terobosan, perencanaan bisnis dan berani menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Sehingga tidak hanya menunggu dana penyertaan dari pemerintah pusat. Selain itu bila ada laporan keuangan minus,
supaya segera dilaporkan secara langsung kepada bupati, sehingga bisa dicarikan solusi. Bupati Suwirta juga mengajak seluruh OPD bersyukur, karena indeks inovasi Klungkung ditetapkan sebagai kabupaten terbaik di Bali, dan nomor 8 di seluruh Indonesia. Meskipun Klungkung sebagai daerah yang kecil. Menurutnya, hal ini berkat komitmen kuat bersama dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. (kmb31)
Musim Ikan, Nelayan Kusamba Kesulitan BBM
Kuatkan Kebinekaan Kisruh karena isu rasis yang berkembang akhir-akhir ini telah menimbulkan berbagai dampak. Di Papua misalnya. Selain sejumlah gedung terbakar, juga menimbulkan korban meninggal. Syukur hal itu telah mampu diatasi oleh pemerintah. Bahkan konflik yang terjadi di bagian timur Indonesia itu menyadarkan masyarakat di daerah, betapa pentingnya menghargai keberagaman dalam spirit kebinekaan. Sehingga, semangat kebinekaan ini harus tetap dijaga dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis antarumat beragama. Pesan kebinekaan untuk terus merawat tali persaudaraan di tengah masyarakat ini, disampaikan Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, saat hadir dalam kegiatan Gelar Budaya Ikawangi Dewata, di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura, Minggu (1/9) lalu. Wabup asal Desa Akah ini, menegaskan, spirit kebinekaan ini harus dirawat dan dijaga sebagai langkah dan sikap paling tepat saat ini, di tengah sensitivitas masyarakat karena isu agama dan rasial yang semakin meninggi. “Semangat kebinekaan dalam bingkai NKRI ini harus terus dijaga, sebagai cerminan untuk terus menjaga keharmonisan dan mempererat tali persaudaraan,” kata Wabup Kasta. Ia juga menambahkan, masyarakat jangan mudah terpancing dengan informasi yang bertujuan memprovokasi, memecah belah kehidupan bermasyarakat. Setiap permasalahan, agar sedapat mungkin diselesaikan dengan musyawarah, saling menahan diri dan tidak main hakim sendiri. Dia berharap situasi tenang dan damai yang terjadi saat ini di Klungkung dapat dipertahankan. (gik)
Semarapura (Bali Post) Para nelayan kembali disibukkan dengan aktivitas melaut, setelah memasuki musim panen ikan tongkol. Setiap melaut, jaring setiap nelayan berhasil menangkap ikan tongkol ukuran besar dari perairan Kusamba yang berbatasan dengan Nusa Penida. Namun di saat ikan melimpah, nelayan Kusamba justru kesulitan memperoleh bahan bakar untuk perahu mereka. Nelayan setempat, Wayan Surasta, Senin (2/9) kemarin mengatakan, perairan setempat memang memasuki masa panen. Jumlah tangkapan cukup meningkat. Sejak dua hari terakhir, tangkapan nelayan mencapai rata-rata 100 ekor dalam sekali melaut. Satu ekor ikan tongkol besar bisa dijual seharga Rp 20 ribu. Hasil tangkapannya langsung dijual kepada pengepul di lokasi Pemindangan Kusamba. “Hasil tangkapan memang cukup banyak, tetapi tidak sebanyak hasil tangkapan nelayan dari Karangasem (Desa Seraya). Sekarang lokasi pemindangan dibanjiri ikan tongkol dari Karangasem,” katanya.
Porprov Bali
Judo Sumbang Emas Pertama
Kontingen Klungkung langsung tancap gas, dalam ajang Porprov Bali XIV di Tabanan. Medali emas pertama didapat dari cabang olahraga Judo. Medali itu disumbangkan Made Aryanta, atlet judo yang turun di kelas 60 kg. Ini menjadi pemantik bagi atlet lain untuk mendulang mendali sebanyak-banyaknya. Walaupun Porprov Bali belum dibuka secara resmi, beberapa cabor sudah dipertandingkan lebih awal. Untuk cabor Judo yang dipertandingkan di Lapangan Bitdec, Nyanyi, Tabanan, sudah digelar Minggu (1/9) sampai Kamis (5/9) nanti. Kontingen Klungkung di bawah komando Ketua KONI Klungkung, Wayan Subamia, terus memotivasi atletnya untuk bertanding maksimal. Perjuangan atlet Judo Klungkung pun tidak sia-sia. Aryanta yang digadang-gadang memperoleh emas ternyata berhasil memenuhi target, dengan mempersembahkan medali emas pertama untuk Klungkung. Menurut Ketua Cabor Judo Klungkung Nyoman Gde Arya, Senin (2/9) kemarin, selama dua hari bertanding, Kontingen Klungkung sementara berhasil mendulang satu men-
dali emas dan tiga mendali perunggu. Saat pertandingan final memperebutkan medali emas kelas 60 kg, Pejudo Made Aryanta berhasil menggasak Pejudo Kabupaten Badung atas nama I Made Kelvin Andikayana Putra. “Capaian Aryanta, memotivasi atlet yang lain. Semoga bisa menambah mendali lagi. Sebab, melihat materi atlet, peluang itu masih
terbuka lebar,” katanya. Gde Arya menambahkan, untuk mendali perunggu diraih oleh Pejudo Komang Sugiarta yang turun di Kelas 55 kg putra. Dia menang melawan Pejudo Buleleng Putu Dipa Aditya Pratama. Sedangkan Pejudo Klungkung lainnya, Kadek Dyah Candra Berliantika Purnamasari, yang turun di Kelas 52 kg Putri, menang melawan Pejudo Buleleng Ni Kadek Febi Damayanti dan Pejudo Peraih Perunggu lainnya, Made Aryanta, yang turun Nageno Kata Putra, menang melawan Pejudo Gede Agus Darmayasa. Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia, meminta atlet lainnya tetap fokus dengan target dan menjaga kondisi. Karena persaingan atlet antardaerah saat ini semakin ketat. Subamia berharap akan terjadi peningkatan perolehan medali emas dari Porprov sebelumnya pada 2017 di Gianyar, dimana saat itu total mampu merebut 20 emas dan mengunci peringkat lima. Upaya ini tentu diharapkan membawa hasil peningkatan pada peringkat di klasemen akhir Porprov 2019 nanti. (gik)
Banyak ikan membuat dia dua kali melaut dalam sehari. Setelah pagi melaut seperti biasa, jika saat siang didengar kabar ada ikan dari kawan nelayan lainnya, maka dirinya juga ikut melaut siang hari sampai sore. Sekali melaut, dia menghabiskan biaya sebesar Rp 100 ribu. Dengan
meningkatnya frekuensi melaut, maka kebutuhan bahan bakar juga meningkat. Namun, stok BBM di SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di sekitar Kusamba, cepat habis. Kalau sudah begini, nelayan kesulitan memperoleh BBM dari SPBU (Stasiun Pengisian Bahan
Bakar Umum). Sebab, di lokasi SPBU, petugas setempat tidak melayani nelayan yang membeli BBM dengan jeriken. Meski sudah mengantongi kartu nelayan, mereka tetap tidak dilayani pembelian BBM. “Tetapi, SPBN malah melayani pembelian masyarakat yang mengendarai sepeda
Bali Post/gik
PERBAIKI JARING - Nelayan Kusamba saat memperbaiki jaringnya usai melaut.
motor,” katanya. Akibatnya, nelayan kerap membeli BBM jenis pertalite eceran di warung-warung warga, yang jelas harganya lebih mahal. Meski demikian, ia mengaku tidak ada pilihan lain, agar musim ikan ini mereka bisa manfaatkan untuk menangkap ikan sebanyakbanyaknya. Terkait keluhan nelayan yang kesulitan memperoleh BBM, Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Klungkung Wayan Durma, meminta para nelayan bersabar. Sebab, kartu nelayan yang dikeluarkan Dinas Perikanan, salah satu ruang lingkupnya hanya dapat membeli BBM di SPBN. Jadi, kartu nelayan itu memang tidak berlaku jika dipakai membeli BBM di SPBU. Ditanya mengenai solusinya, ketika nelayan menghadapi kesulitan memperoleh BBM saat musim panen ikan, dia mengaku sulit memberikan solusi. “Tapi kan habisnya hanya beberapa saat saja, setelah itu kan pasti BBM di SPBN datang lagi,” tegasnya. (kmb31)
Selasa Umanis, 3 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Cr: Waiter/ss u RM di Legian. Bisa Inggris. Hub:081236109808
Job Vacancy Looking for Waitress,Bartender. Send CV to Adrenalin Sport Bar Seminyak Square WA:081280599057
Dicari Kepala Bagian Kredit,AO Adm Dana.Lamaran kirim ke:PT. BPR Picu Manunggal Sejahtera. Jln.Prof .IB. Mantra 88X Dps. Hubungi:467745, 085931238388
B.BP.001.09.19.0000067
Dcr Sales&Sopir kanvas L300 Gaji,UM+Instv Hub:081338085868
B.BP.001.09.19.0000062
Villa Seminyak Housekeeping pengalaman SMS 081999882123 B.BP.004.08.19.0000898
Dcr Admin & Sopir SIM A/B1.Gj Pkk + Bns, Jln.Raya Moding Gg. Delima NO.1.Hub:085100811446 B.BP.001.09.19.0000035
Dcr Butler & Engineering utk Exclusive villa di Canggu, ber pglmn krj dihotel/villa, lancar Inggris Hub.081337775758 B.BP.001.09.19.0000068
RUPA-RUPA
SERVICE
BIRO JASA
B.BP.004.09.19.0000015
B.BP.001.09.19.0000046
Dcr PRT Wnt tgl dlm area Kuta Gj .1,9 Jt Hub/WA 087862389529
B.BP.154.09.19.0000064
Dcr sgra Sopir Laundry di Kuta Jl.Kerobokan78XWA081236015546
B.BP.001.08.19.0000941
Dibthkn Scptnya Krywan u/k ditmptkn di Bandara sbb: -Driver 22 org(Laki2 Max 50th) -Airport Rep(Laki2 Max 35thn) -Sales Counter(Max 35 thn) Tlp:087761617929 (Pkl 10.0017.00) WA:081933053296
B.BP.004.09.19.0000037
Dbthkn Tenaga Pengajar Sirkus, Pria/Wnt, bs B.Inggris,Dom.Bali Krm CV: rizqi@balicircus.com
B.BP.031.09.19.0000045
Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.09.19.0000042
DIJUAL MOBIL MITSUBISHI
Pajero Hitam 2010 minat Hub. Pemilik Langsung 081236143030 B.BP.004.09.19.0000066 TOYOTA
Dibutuhkan SPG/SPB Untuk Handicraft Min SMA/SMK Hub:0361-8475290/8475294
Innova Diesel’10 As DK Hitam + Panther Ls’05.087862547783/TT
Dicari:Waitress, Penampilan Menarik, Kirim CV ke : loungeinvestor@gmail.com
PROPERTY
B.BP.001.09.19.0000036
B.BP.001.09.19.0000033
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Dicari Karyawati Salon Hair Stylist Batubulan 081999947349 B.BP.001.09.19.0000041
B.BP.001.09.19.0000052
DIJUAL TANAH
Dijual Tnh 38A Banjar Tamblingan Ds Munduk SHM No.1200 hr 500Jt Hub.082146772286 (Suji) B.BP.004.09.19.0000038
Tanah SHM luas 225 m di Teuku Umar Barat Jl.Pura Demak Gg.1 Hub.Lala 081213282323 B.BP.031.08.19.0000969
DIJUAL TANAH
T 12A SHM dkt Pantai Kelecung Tabanan 150jt/A,085257539923
B.BP.167.09.19.0000057
PROPERTY DIJUAL RUKO
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
RUPA-RUPA B.BP.004.09.19.0000058
KEHILANGAN
Ruko Gatsu Tmr LT 2,1A*Agya AT 14 *Terios’09 Hub.081807779807
Hilang BPKB NO.I09590200-O DK 8644 QL AN.Hairil Anwar
PROPERTY
Hilang BPKB NO.J03262756-O DK 1648 DP AN.Chandra K Panjaitan
B.BP.001.09.19.0000043
KONTRAKTOR
Servis vila/rmh, borng bangunan design, ijin IMB, 081239902757 B.BP.004.09.19.0000060
PROPERTY
PENGUMUMAN
Dibuka garasisale.com, lihat aja di: garasisale.com
B.BP.001.09.19.0000049
B.BP.001.09.19.0000050
Hlg BPKB DK 9203 GI No A4714830.O AN I Putu Paryana B.BP.167.09.19.0000056
DISEWAKAN GUDANG
Hlg BPKB No.D0655394-O DK 4719 ID An.Junaedi Budi Winarko
DikontrakanGudang+Toko+Kantor LT 13 Are, PLN 3500 Murah. Jl.Ayani Utara.Hp:085238063577
HlgBPKBNo.K05407211-ODK3041 ABB An.Tri Susanti, Denpasar
B.BP.001.09.19.0000044
B.BP.001.09.19.0000051
B.BP.001.09.19.0000047
KEHILANGAN Hlg BPKB No.M08169020-O DK2100QF An.Erna Hendrawati
B.BP.001.09.19.0000032
Selasa Umanis, 3 September 2019
Pedagang Buah Pasar Kidul Datangi Gedung Dewan Bangli (Bali Post) –
Sejumlah pedagang buah di Pasar Kidul, Bangli mendatangi gedung DPRD Bangli, Senin (2/9) kemarin. Mereka menyampaikan keluhan soal pemindahan pedagang buah dari bawah selasar ke lantai dua pasar. Pemindahan tersebut dinilai tidak adil lantaran pedagang yang dipindah hanya sebagian. Perwakilan pedagang buah Komang Yoni mengaku kecewa dengan adanya pemindahan pedagang buah. Sebab dari seluruh pedagang buah yang berjualan di bawah selasar, hanya sebagian yang dipindah ke lantai dua. Sementara sebagian lainnya masih dibiarkan berjualan di bawah selasar. Yoni mengaku sejatinya tidak memasalahkan adanya pemindahan, asalkan seluruh pedagang dipindah bersamaan. Kalau hanya sebagian yang dipindahkan, menyebabkan pedagang buah di lantai dua menjadi merugi karena sepi pembeli. Sebab, dengan kondisi itu, pembeli lebih banyak yang memilih berbelanja ke pedagang di bawah. “Kami yang di bawah tidak masalah kalau dipindah naik bersamasama,” ujarnya dalam perte-
muan yang diterima Ketua DPRD Bangli Sementara I Wayan Diar. Menanggapi keluhan itu, kalangan dewan meminta Kepala Disperindag yang hadir dalam pertemuan itu untuk tegas. Penataan pedagang harus dilakukan per komoditi secara bersamaan. Disperindag diminta membuat deadline dalam proses penataan. Anggota DPRD Bangli Ketut Suastika mengatakan, selama ini konsep penataan Disperindag sudah bagus namun lebih banyak wacana. Sementara praktik di lapangan masih zero. Suastika mengatakan dalam rapat kerja sebelumnya, pihaknya sudah secara tegas meminta Disperindah untuk melakukan action, tidak lagi memaparkan konsep dan teori. “Mengenai
keluhan pedagang ini hari ini harus sudah ada jalan keluar. Karena ini bisnis, ada efek dominonya,” terangnya. Menurutnya, kalau pedagang buah akan dipindah ke atas, harus dilakukan semuanya bersamaan. Satu pun tidak ada boleh ada pedagang yang dibiarkan jualan di bawah. Kalau penataan tidak jelas, ia menyarankan agar dikembalikan saja seperti semula. Dalam penataan pedagang, Suastika meminta Disperindag tak ragu-ragu melibatkan Satpol PP. Anggota dewan lainnya Jro Gede Tindih mempertanyakan soal ketidakhadiran kepala pasar Kidul dalam pertemuan kemarin. Sebagai penghasil PAD, wakil rakyat asal Desa Songan ini meminta agar pedagang diperlakukan secara baik. Dinas terkait
harus membangun pelayanan yang baik. “Semua penghasil PAD harus diberlakukan secara baik. Kita harus bangun rasa memiliki dan tanggung jawab. Bangli ini PAD-nya kecil, mari rawat agar dapat banyak pendapatan,” ujarnya. Di sisi lain pihaknya juga mengharapkan pedagang mau mengikuti aturan yang dibuat pemerintah. Sementara itu, Kadisperindag Nengah Sudibia mengatakan, selama ini terus melakukan pendekatan ke pedagang dalam proses penataan. Ia mengatakan sesuai saran dewan, pedagang buah yang sudah naik akan dikembalikan lagi ke tempatnya sambil menunggu kesiapan pengelola pasar dalam menyiapkan tempat. Pihaknya tidak bisa menyebutkan secara tegas target untuk bisa menuntaskan masalah penataan pedagang tersebut. “Kita masih siapkan tempat di lantai dua. Kita ingin naik bersama-sama,” imbuhnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
PEDAGANG - Pertemuan pedagang dengan anggota dewan dan Disperindag di DPRD Bangli.
Pimpinan Dewan Belum Ditetapkan Bangli (Bali Post) Pimpinan DPRD Bangli definitif hingga saat ini tak kunjung ditetapkan. Pasalnya, Partai Demokrat sebagai salah satu parpol yang berhak menduduki kursi wakil ketua sampai sekarang belum mengirim nama kadernya. Sementara itu, Partai Golkar sebagai partai yang juga mendapat jatah kursi wakil ketua kabarnya telah menunjuk Nyoman Budiada. Ketua DPRD Bangli Sementara Wayan Diar, Senin (2/9) kemarin mengatakan, pihaknya sudah dua kali bersurat ke Partai Demokrat agar segera menyetorkan nama kadernya untuk duduk di kursi wakil ketua. Namun, sampai siang kemarin, belum juga ada tindak lanjut. “Sekarang saya tunggu sampai dua hari. Kalau dalam dua hari belum juga ada, kita akan mengambil jalan lain yang tentunya akan didiskusikan sesuai dengan aturan. Masak 30 anggota Dewan, harus lagi menunggu satu fraksi yang hanya tiga anggota dan belum kelar-kelar. Sedangkan partai Golkar dengan 6 anggota saja informasinya sudah selesai,” kata Diar. Bali Post/ist
PAPAN - Papan informasi di sejumlah geosite kaldera Batur kini kondisinya banyak yang rusak.
Jelang Revalidasi Papan Informasi Geopark Diperbaiki Bangli (Bali Post) – Geopark Batur bakal direvalidasi kembali oleh UNESCO pada September 2020 mendatang. Sejumlah persiapan segera dilakukan Pemkab Bangli jelang revalidasi. Salah satunya melakukan perbaikan terhadap beberapa papan informasi geopark yang selama ini terpasang di sejumlah titik geosite. Kabid Bina Objek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Bona menyebutkan, ada sekitar 21 papan informasi yang terpasang di sejumlah titik geosite. Papan informasi tersebut sudah terpasang sejak kaldera Batur ditetapkan sebagai jaringan global geopark oleh UNESCO. Saat ini hampir semua papan informasi itu kondisinya sudah lapuk dan rusak lantaran termakan usia. “Papan yang di Penelokan kondisinya sudah rusak dan sudah dibongkar saat pembangunan view point. Kalau yang di Terunyan rusaknya karena tenggelam luapan air danau,” ungkapnya, Senin (2/9) kemarin. Rencananya, beberapa papan akan diperbaiki tahun ini untuk persiapan menyongsong revalidasi. “Ada sekitar 3 atau 4 papan yang rencananya akan kami perbaiki tahun ini. Selain yang di Penelokan dan Terunyan, kita juga akan perbaiki yang di jalur menuju Toya Bungkah,” ujarnya. Untuk perbaikan beberapa papan informasi tersebut, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 juta. Perbaikan satu unit papan informasi dirancang menelan biaya puluhan juta rupiah. Menurut Bona, keberadaan papan informasi tersebut dibutuhkan sebagai sarana untuk memberikan informasi kegeologian bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di kaldera Batur, Kintamani. Keberadaan papan informasi
tersebut juga penting karena menjadi salah satu point yang akan dinilai oleh tim saat pelaksanaan revalidasi. “Itu menjadi penilaian utama. Kalau tidak ada itu, geopark kita bisa di-delete,” kata Bona. Sementara itu disinggung mengenai rekomendasi UNESCO saat revalidasi beberapa waktu lalu, agar objek wisata Kuburan Terunyan ditata dengan dibuatkan pagar pembatas di areal setra, pejabat asal Terunyan ini mengatakan hal itu tidak bisa dilakukan. Beberapa tetua di desa setempat tak mengizinkan setra dibuatkan pagar pembatas. Karenanya pihaknya berencana hanya akan memasang papan imbauan agar wisatawan yang berkunjung tidak terlalu dekat dengan jenazah yang dimakamkan atau mengambil barang-barang di areal kuburan. (kmb40)
Dijelaskannya, jalan lain yang dimaksudnya tersebut yakni apabila Demokrat belum juga menyetorkan SK penunjukan kadernya, maka pelantikannya akan ditinggalkan. Sesuai aturan yang berlaku, 30 hari pascapelantikan pimpinan dewan definitif harus sudah terbentuk. Dengan belum adanya kepastian dari Demokrat terkait siapa kadernya yang akan ditugaskan duduk di kursi pimpinan, diakuinya sangat mengganggu kinerja dewan. Karena belum adanya pimpinan definitif, pembentukan AKD belum bisa dilakukan. RAPBD 2019 juga belum bisa dibahas. Sementara sesuai jadwal, RAPBD 2019 harus sudah ketok palu paling lambat 30 September. “Kalau RAPBD perubahan tidak bisa ditetapkan, maka akan menghambat pembangunan,” katanya. Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat I Komang Carles saat dikonfirmasi terpisah tak menampik bahwa sampai saat ini SK penunjukkan dari induk partainya belum turun. Pihaknya juga mengakui bahwa pimpinan DPRD Bangli sementara sudah dua kali mengirimkan surat ke
Demokrat agar segera mengirim SK penunjukkan kader Demokrat sebagai wakil ketua. “Sekarang saya masih di DPD. DPD masih koordinasi dengan DPP,” kata Carles. Sebagaimana yang diketahui untuk kursi pimpinan DPRD Bangli, PDI-P Bangli telah menunjuk nama I Wayan Diar. SK dari PDI-P sudah diserahkan ke Sekretariat Dewan belum lama ini. (kmb40)
Lahan Warga di Seked Terbakar Bangli (Bali Post) Lahan warga di wilayah Seked, Desa Batur Tengah, Kintamani, terbakar, Senin (2/9) siang kemarin. Kebakaran yang lokasinya ratusan meter dari kawasan hutan taman wisata alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang itu
diduga dipicu adanya aktivitas pembakaran yang dilakukan warga di sebuah kebun. Hingga sore kemarin, upaya pemadaman api masih terus dilakukan petugas gabungan dibantu masyarakat. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa ke-
bakaran terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Titik api awalnya terlihat dari bawah lahan tersebut. Tak lama kemudian, api dengan cepat meluas. Pihak kepolisian yang mendapat laporan tersebut langsung berkoordinasi dengan pemadam kebakaran
Bali Post/ist
KEBAKARAN - Petugas bersama masyarakat memadamkan api yang membakar lahan milik warga di wilayah Seked, Desa Batur Tengah, Kintamani, Senin (2/9) kemarin.
Pemkab Bangli. Upaya pemadaman dilakukan bersamasama melibatkan TNI, pihak kehutanan dan warga. “Saat ini api masih belum padam mengingat angin kencang dan kondisi medan berbukit yang sulit dijangkau oleh pemadam kebakaran sehingga memadamkan api dengan alat seadanya,” kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi sore kemarin. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Kintamani Made Budi Adnyana Putra dihubungi terpisah mengatakan, lahan yang terbakar itu milik warga bernama Naris. Lahan yang terbakar berupa semak-
semak. Lokasi kebakaran berada sekitar 600 meter dari kawasan TWA Gunung Batur Bukit Payang. Dikatakan Budi, luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 1 hektar. Penyebab kebakaran diduga adanya aktivitas pembakaran yang dilakukan warga di kebun. Api dengan cepat meluas karena cuaca kering ditambah tiupan angin kencang. Upaya pemadaman dilakukan petugas dan masyarakat dengan menggunakan jet suter. Pemadaman tidak bisa dilakukan menggunakan damkar lantaran terkendala medan yang sulit dijangkau. (kmb40)
OLAHRAGA
Selasa Umanis, 3 September 2019
Komunitas Honda Big Bike Bali
Ikuti Pelatihan ’’Course’’ dan ’’Coaching Safety Riding’’
KESELAMATAN berkendara di jalan raya selalu menjadi perhatian utama Astra Motor Bali. Berbagai pelatihan dan edukasi safety riding telah digencarkan di semua kalangan. Untuk itu, sebagai bentuk mendukung gerakan dan campaign kampanye #Cari_aman, kali ini giliran komunitas Honda Big Bike Bali, bertepatan dengan semangat Kemerdekaan Republik Indonesia mengadakan pelatihan course dan coaching safety riding yang mengambil lokasi di Gudang Astra Motor Megati Tabanan pada 31 Agustus 2019. Pelatihan ini diberikan tim safety riding dari Astra Motor Bali. Acara yang diikuti 40 peserta komunitas Honda Bigbike Bali (Hobi Bali)
ini begitu semangat dengan tunggangan dari berbagai jenis tipe moge. Di antaranya Honda Africa Twin, Honda XADV, Honda Rebel, Honda CB650 R, Honda CB500 X, Honda CBR1000RR, Honda CB500F dan HondaCB650F berkumpul mengikuti sederetan pelatihan safety riding. Agenda dimulai dari city touring dengan tikum di Astra Cokroaminoto menuju rute Megati Tabanan. Setibanya di lokasi, seluruh peserta diberikan materi yang dikemas dengan sangat menarik dan penuh suasana keakraban. Dalam pelatihan ini materi dibagi menjadi dua yaitu teori dan praktik. Pada sesi teori, peserta diajak untuk mengenal persiapan, sikap, perilaku, risiko
di jalan raya, hingga teori keterampilan berkendara. Sedangkan untuk sesi praktik dibagi menjadi tiga materi yang meliputi braking, narrow plank, slalom course, dan lowspeed skill untuk menjaga keseimbangan pengendara dan moge-nya. Seluruh peserta secara bergantian melakukan materi praktik skill dengan semangat dan antusias. Region Head Astra Motor Bali Wahyudi Saputra mengatakan, keselamatan menjadi tanggung jawab setiap individu di jalan raya. Ancaman keselamatan berkendara bisa datang dari diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar pengendara. ‘’Pelatihan ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan kampanye keselamatan berkendara #Cari_aman di jalan. Apalagi anggota komunitas Honda Big Bike sudah sering melakukan touring ke berbagai daerah. Melalui pelatihan ini diharapkan setiap peserta bisa memiliki skill, wawasan, dan kesadaran mengenai perilaku aman saat berkendara,’’ ungkap Wahyudi. Sebagai tambahan, peserta yang sebagian merupakan pengguna Big Bike juga mendapatkan materi mengenai teknik mendirikan Big Bike yang roboh. Materi ini cukup menarik mengingat mendirikan Big Bike dengan bobot yang relatif berat, akan sangat sulit jika tidak dibarengi dengan teknik yang benar. Pada akhir kegiatan, Management Astra Motor Bali menyerahkan sertifikat sebagai ungkapan terima kasih dan partisipasi terhadap kepedulian komunitas Big Bike dalam kampanye #Cari_aman melalui pelatihan safety riding. Acara ditutup dengan games low speed yang menarik dan doorprize bagi pemenang games. (bns2)
Banjir Penolakan Di laman change.org muncul petisi yang meminta Presiden Jokowi memerintahkan pansel KPK tidak meloloskan orang yang tidak berintegritas. Hingga 2 September 2019 pukul 14.30, petisi itu sudah ditandatangani lebih dari 77.500 orang. Senin kemarin sekitar 1.000 pegawai KPK menandatangani petisi untuk menolak capim KPK yang bermasalah. Capim bermasalah itu
diduga melakukan beberapa pelanggaran etik berat selama bekerja di KPK, memiliki rekam jejak pernah menghambat penanganan kasus KPK baik melalui teror maupun hal lainnya dan tidak patuh menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari pun mengancam akan mundur bila ada orang yang cacat etik terpilih sebagai pimpinan KPK 20192023. Sebelumnya Indonesia Cor-
Bisa Menyesuaikan Di sisi lain, Wiryatama optimis dengan formasi baru dewan yang terdiri dari 31 incumbent dan 24 new comer. Kendati ada wajah baru, namun mereka dinilai tidak kosong pengalaman. Sebagai contoh, ada yang pernah menjabat sebagai ketua DPRD di kabupaten. Justru dengan kehadiran tenaga baru yang cerdas dan kuat akan menopang kinerja dewan lebih cepat dan lebih baik ke depan. ‘’PR-nya tidak ada yang signifikan sebenarnya, landai saja. Pembangunan itu kan sustainable, berkelanjutan. Tapi dengan gubernur baru,
semangatnya baru, kita tidak boleh kalah cepat untuk mengimbangi perencanaanperencanaan bisa berjalan dengan baik. Jadi speed-nya harus ditambah lagi,’’ jelas mantan Bupati Tabanan ini. Wakil Ketua DPRD Bali Sementara I Nyoman Sugawa Korry juga meyakini para new comer di DPRD Bali dapat segera menyesuaikan diri. Termasuk mendukung agenda prioritas pimpinan sementara. Pihaknya berharap sudah bisa digelar rapat paripurna untuk menetapkan pimpinan DPRD Bali definitif, Kamis (5/9) nanti, sehingga dapat segera diusulkan SK ke Mendagri. ‘’Saya yakin teman-teman new comer segera bisa menye-
Selasa, 3 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dewa Pitara Nara Puja (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Halo Kamtibmas 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Lejel Homeshopping 12:05 Wita Dharma Wacana Dewa Pitara Nara Puja (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Ocydia Home Shopping 17:30 Wita Kartun
Uttara Kanda (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Pesiraman Ki Gusti Pangeran Sukahet 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita DW TV 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
ruption Watch (ICW) dan sejumlah guru besar meminta agar nama yang diajukan harus mendukung gerakan pemberantasan korupsi, termasuk Guru Besar Universitas Islam Indonesia Prof. Mahfud MD yang menyatakan KPK adalah anak kandung reformasi yang telah berhasil membangun optimisme masyarakat tentang masa depan perang melawan korupsi di Indonesia. Oleh sebab itu jangan bunuh asa masyarakat karena salah menempatkan komisioner. (ant) suaikan, karena beliau-beliau adalah tokoh yang sudah banyak pengalaman di organisasi, dan tokoh-tokoh masyarakat yang sudah banyak pengalaman di masyarakat,’’ jelasnya. Pelantikan DPRD Bali kemarin juga dihadiri sejumlah anggota dewan periode 2014-2019 yang purnatugas. Di antaranya IGB Alit Putra (Demokrat), I Gede Suamba (PDI-P), dan Wayan Tagel Arjana (Gerindra). Mantan anggota Komisi IV I Gede Suamba mengucapkan selamat bertugas kepada dewan yang dilantik. Dalam mengemban amanah rakyat agar lebih sukses dari periode sebelumnya. (ad73)
15
Anak Pedagang Buah Sabet Dua Emas Tabanan (Bali Post) Pejudo Kota Denpasar Tiwi Anjelina berhasil mengawinkan dua medali emas di nomor laga kelas -45 kg pada ajang Porprov Bali XIV, di Jalan Pantai Nyanyi, Kecamatan Kediri, Tabanan, Senin (2/9) kemarin. Sebelumnya, Tiwi bersama pasangannya, Kadek Ayu Intan Lestari, juga mendulang emas di nomor kata putri (ju no kata) pada Minggu (1/9) lalu. Ditemui usai menyabet emas, Tiwi menjelaskan uang bonus dua medali emas ini akan diserahkan semuanya kepada dua orangtuanya. Maklum, selama ini yang menjadi tumpuan keluarga adalah sang ayah yang bekerja sebagai pedagang buah keliling. ‘’Sebagai wujud bakti kepada orangtua, seluruh bonus saya serahkan kepada ayah dan ibu,’’ tutur pejudo kelahiran Denpasar, 28 Agustus 2000 ini. Mahasiswi semester III Stikom ini juga mendapatkan beasiswa di kampusnya atas prestasinya.
Putri pasangan N. Hartono dan Eko Lilik S. ini bertekad menggeluti olahraga judo sampai ke tingkat nasional. Pejudo Denpasar lainnya yang mendulang emas adalah I Komang Wibawa Kusuma di kelas -55 kg. Pejudo lain yang menyabet emas I Made Aryanta (dari Klungkung) di kelas -60 kg. Pejudo Tabanan I Gusti Ayu Made Arina Kakihara merebut emas di kelas -48 kg. Pejudo Gianyar Ni Made Aprianingsih merebut emas di kelas -52 kg. Pejudo Denpasar I Putu Evin
Prayoga dan Made Andika Saputra juga meraih emas di nomor kata putra. Pelatih judo kata Denpasar Zulvicar Azzam mengakui awalnya hanya mematok target satu emas, namun dirinya bersyukur pejudo asuhannya sukses menyabet dua emas. Ia mengakui, nomor kata ini baru dipertandingkan pada Porprov ini, dan dirinya baru memoles atlet asuhannya tiga bulan. Technical Delegate (TG) cabor judo Agus Putra Adyana menjelaskan cabor judo diikuti 130 pejudo dari delapan kabupaten dan kota Denpasar. Dijelaskannya, judo mempertandingkan 18 nomor. Sementara itu pada Kamis (5/9) lusa dipertandingkan nomor beregu campuran putra dan putri. Tiap kontingen menerjunkan tiga pejudo putra, plus dua pejudo putri. (022)
Tiwi Anjelina
Bali Era Baru Tak hanya itu, sejumlah infrastruktur untuk membangun keseimbangan ekonomi dan mendukung bangkitnya ekonomi kerakyatan juga dibangun. Mencermati hal ini, optimisme terhadap pasangan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati tampaknya tak berlebihan. Dalam setahun ke belakang, pemimpin Bali ini fokus menyusun regulasi untuk membangun era baru yakni kondisi Bali dengan tatanan kehidupan baru yang holistik mencakup tiga dimensi. Salah satunya yang paling prinsip dan menjadi harga mati adalah terpeliharanya keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali (genuine Bali). ‘’Dalam satu tahun ini, saya fokus pada penyusunan regulasi baik dalam bentuk perda maupun pergub untuk menjadikan dasar hukum dalam mengelola suatu kebijakan, program ke depan agar bisa dijalankan secara permanen dan berkelanjutan, serta mengikat,’’ ujar Koster. Ketua DPD PDI-P Bali ini menegaskan bila kesucian dan taksu alam Bali akan dijaga secara sekala dalam bentuk konservasi alam dan niskala melalui upakara pakertih yadnya secara periodik. Bali hendak dikembalikan sebagai pusat peradaban dunia yang selama ini membuatnya terkenal dan menjadi destinasi wisata dunia. Dari aspek manusia Bali, pengembangan jati diri, integritas, dan kualitasnya yang menjadi titik perhatian. Tentunya sesuai dengan nilai-nilai adat istiadat, agama, tradisi, seni, dan budaya serta kearifan lokal masyarakat Bali. Sementara terkait kebudayaan, Koster siap
menjadikannya sebagai ‘’hulu’’ yang menjiwai segala aspek pembangunan Bali. ‘’Menjadikan kebudayaan sebagai basis dan pilar utama pembangunan perekonomian masyarakat Bali,’’ jelasnya. Guna mewujudkan keharmonisan alam, kesejahteraan krama, dan kelestarian kebudayaan Bali, berbagai regulasi dan program telah diselesaikan dan dilaksanakan. Dalam bentuk perda telah diselesaikan dan diundangkan Perda Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali 2005-2025; serta Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023; dan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Sementara dalam bentuk peraturan gubernur, antara lain Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali, dan Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Kedua peraturan gubernur ini dilahirkan dalam upaya untuk melestarikan seni dan budaya Bali yang adiluhung, serta memperkuat identitas, karakter, dan jati diri krama Bali. ‘’Saya melakukannya ini dengan sepenuh hati, dengan tim yang kuat. Sejauh yang saya amati, program ini sudah berjalan walaupun tidak sempurna sekali tapi paling tidak tahapan-tahapan menuju ke arah yang sesuai dengan visi sudah bisa dilaksanakan,’’ ucapnya.
Selanjutnya, telah dikeluarkan pula Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai sebagai implementasi dari kebijakan pemerintah daerah dalam mewujudkan alam yang hijau, indah, dan bersih. Peraturan ini juga mendapat apresiasi dari banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. ‘’Saya melihat respondnya tidak saja di Bali, tapi juga di luar Bali bahkan di luar negeri untuk pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai mendapat respons luar biasa. Begitu juga ketika saya me-launching Bali akan menerapkan kebijakan energi bersih, itu juga responsnya sangat bagus,’’ katanya. Koster juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali yang mewajibkan restoran, hotel dan pasar swalayan memanfaatkan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Utamanya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan perajin di Pulau Dewata. Selanjutnya, ada Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) yang merupakan perpaduan program pelayanan kesehatan pusat dan daerah Bali. Regulasi ini diharapkan dapat meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Di bidang pendidikan juga sedang dirumuskan regulasi tentang wajib belajar 12 tahun. Kemudian, telah dikeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2019 tentang Integrasi Sistem dan Data Pajak Hotel dan Restoran Kabupaten/Kota se-
Bali secara online. Peraturan yang dibuat atas arahan KPK RI guna mencegah kebocoran pajak hotel dan restoran di seluruh kabupaten/kota juga sudah ditindaklanjuti dengan peraturan bupati/wali kota se-Bali. Koster juga telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Bali, yang juga telah ditindaklanjuti dengan peraturan bupati/wali kota se-Bali. Peraturan ini bertujuan untuk memperkokoh semangat kebangsaan, nasionalisme, dan prinsip Trisakti Bung Karno sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila 1 Juni 1945 bagi seluruh krama Bali. Di Indonesia, hanya Bali yang memiliki Pergub tentang Bulan Bung Karno. ‘’Mudahmudahan krama Bali itu bisa merasakan dalam satu tahun masa pemerintahan saya ini dengan kebijakan yang sudah saya jalankan, mudah-mudahan sesuai dengan harapan dan aspirasi masyarakat Bali,’’ harapnya. Koster yang dikenal sebagai sosok yang aspiratif dan mau mendengar ini mengajak jika memang ada yang belum memuaskan atau masih kurang, ia meminta agar disampaikan secara langsung melalui tatap muka ataupun menggunakan media yang ada. Ia mengaku sangat terbuka menerima masukan dari masyarakat. Selain itu, masyarakat di seluruh Bali sampai di tingkat desa adat juga diharapkan mendukung sepenuhnya pelaksanaan program sebagai penjabaran dari visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Pasalnya, prinsip dasar daripada visi ini adalah mengembalikan jiwa dan kekuatan alam Bali. (rin)
SeLASA UMANIS, 3 September 2019
BPR Lestari Bali Sabet Infobank Awards Sepuluh Tahun Berturut-turut
Bali Post/Edi
UNDANGAN - Sejumlah tokoh menghadiri acara Hiburan Rakyat serangkaian HUT Ke-71 Bali Post, Sabtu (31/8) di Ardha Candra. Hadir Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha, anggota DPR-RI Rai Wirajaya, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunarta, Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho, dan lain-lain.
FAMI Gelar Pertemuan di Bali
JUMLAH sepeda motor di Indonesia terus meningkat. Seiring dengan itu angka kecelakaan lalu lintas juga cukup banyak. ‘’Menurunkan angka kecelakaan ini harus terus diupayakan. Industri sepeda motor memiliki tanggung jawab, melakukan pendekatan
untuk menurunkan angka kecelakaan,’’ kata Sekjen Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Hari Budianto di sela-sela pertemuan Federation of Asian Motorcycle Industries (FAMI) di Kuta, Senin (2/9) kemarin yang membahas tentang road safety.
Bali Post/edi
FAMI - Hari Budianto (kanan) didampingi Victor Assani di sela-sela pertemuan FAMI di Kuta, Senin (2/9) kemarin.
Diungkapkan Hari, tentu yang paling penting adalah bagaimana bisa menurunkan angka kecelakaan. ‘’Kalau bisa, angka kecelakaannya diturunkan. Fatalitasnya juga jangan sampai terjadi korban cacat tetap dan menimbulkan kematian,’’ harapnya didampingi Victor Assani, Kepala Bidang Road Safety dan Motor Sport Aisi. Dikatakan, sebagai bagian dari industri sepeda motor, pihaknya mempunyai tanggung jawab untuk menurunkan angka kecelakaan bersama stakeholder terkait. ‘’Bagaimana membantu memberikan pencerahan dimulai dari safety, sehingga bisa menurunkan angka kecelakaan,’’ ucapnya. Dari pertemuan tersebut, yang menarik adalah bagaimana penanganan terhadap pengurangan angka kecelakaan yang selama ini dilakukan,
lebih banyak pada penanganan secara teknikal. Sebab, fakta yang ada, angka kecelakaan sebagian besar didominasi oleh behavior atau tingkah laku pengendara di jalan. Dari segi psikologis, kata Hari, seperti yang sudah dilakukan di Jawa Barat, pendekatan bukan hanya dengan tilang biasa, tetapi juga dengan pendekatan lain yang lebih humanis. Seperti memanfaatkan teknologi CCTV dengan assist speaker di persimpangan jalan untuk mengingatkan pengendara yang melanggar bisa mematuhi peraturan yang ada. Diungkapkan Hari, pertemuan ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing anggota FAMI dari 7 negara. Seperti Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina dan Vietnam. Total sebanyak 50 orang peserta. (edi)
SETELAH sebelumnya mendapatkan gelar The Best Digital Brand, kali ini BPR Lestari Bali kembali berhasil mempertahankan nilai rapor yang memuaskan dari sisi kinerja bisnisnya. Dalam ajang 10th Infobank BPR Awards di Merilynn Park Hotel Jakarta, Jumat (30/8) lalu, BPR Lestari Bali berhasil menorehkan predikat ‘’Sangat Bagus’’ dalam kategori BPR dengan asset Rp 1 triliun ke atas. BPR Lestari Bali berhasil mempertahankan predikat ini selama 10 tahun berturut-turut, terhitung sejak tahun 2010. Luh Ketut Citarasmini, Direktur Kepatuhan BPR Lestari Bali, saat hadir menerima penghargaan mengungkapkan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada BPR Lestari Bali seb-
agai salah satu pelaku bisnis di dunia perbankan, khususnya BPR. ‘’Penghargaan ini semakin memacu kami untuk terus memberikan yang terbaik,’’ kata Cita. Kinerja sangat bagus ini tercermin dari pertumbuhan bisnis BPR Lestari Bali di triwulan II tahun 2019. Tercatat, pertumbuhan aset BPR Lestari Bali berada di angka Rp 1,1 triliun atau tumbuh 24% secara year on year (YoY) di triwulan kedua tahun ini. Tidak hanya itu, prestasi menggembirakan juga ditunjukkan dari semakin menurunnya risiko kredit (NPL) yang saat ini tercatat di angka 2,41% lebih kecil dari rata-rata NPL perbankan nasional yang tercatat di angka 2,57% di bulan April 2019. ‘’Apa yang kami raih hing-
ga saat ini tentu tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan nasabah dan publik. Ini menjadi bekal dan tanggung jawab kami untuk terus mempertahankan, bahkan terusmeningkatkan kualitas layanan kami,’’ tambahnya. Sebagai informasi tambahan, pada ajang ini beberapa BPR yang berada di bawah naungan Lestari Group juga mendapatkan penghargaan kinerja ‘’Sangat Bagus’’ dari Infobank Awards dalam kategori masing-masing. Dalam penghargaan ini BPR Lestari Jatim dan BPR Lestari Banten mendapatkan predikat dalam kategori BPR dengan aset Rp 100 miliar hingga Rp 250 miliar. Sedangkan BPR Lestari Jateng dan BPR Lestari Jabar mendapatkan predikat dalam kategori aset Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar. (ad76)
AWARDS - BPR Lestari Bali kembali berhasil mempertahankan nilai rapor yang memuaskan dari sisi kinerja bisnisnya dalam ajang 10th Infobank BPR Awards di Merilynn Park Hotel Jakarta, Jumat (30/8).
Sumantasuama dan Gung Mas Tokoh Sentral ’’Gajah Mada Reborn’’ DRAMA kolosal ‘’Gajah Mada Reborn’’ persembahan Sanggar Pancer Langiit serangkaian HUT ke-71 Bali Post, sukses dipentaskan di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (31/8). Melibatkan sebanyak 200 seniman, ada dua sosok seniman muda yang menjadi sentral dalam pementasan yang berdurasi kurang lebih 1,5 jam ini. Mereka adalah Wayan Gde Sumantasuama, pemeran Patih Gajah Mada, dan Anak Agung Mas Sudarningsih, S.Sn., M.Pd., pemeran Tribhuwanatunggadewi, Ratu Kerajaan Majapahit. Wayan Gde Sumantasuama merupakan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Saat ini, remaja kelahiran Klungkung, 27 Maret 1997 ini sedang menempuh pendidikan Prodi Penciptaan Tari di ISI Denpasar. Meskipun bukan lahir dan tumbuh di keluarga seniman, namun bakat menari telah dimilikinya sejak berumur 7 tahun. Bahkan, untuk mengasah dan memperluas bakatnya tersebut, anak pertama dari dua bersaudara pasangan dari I Gede Suarjana dan Ni Luh Komang Sumanisasih ini masuk sanggar tari hingga berumur
12 tahun. Ia memperdalam hobi seninya di SMKN 3 Sukawati kemudian melanjutkan di ISI Denpasar. Selama menekuni seni tari, berbagai tokoh pernah diperankan seperti Pasung Gigis, Rahwana, Bisma dan Nitya. Peran ini bahkan sering dipentaskan berulang-ulang di berbagai event, seperti Pentas di Pesta Kesenian Bali (PKB), di GWK, dan di hotel-hotel di Bali. Tidak hanya pentas di Bali, Gde Sumantasuama juga pernah pentas ke luar daerah. Ia pernah tampil di kesenian Yogyakarta pada tahun 2017 dan pernah menari tarian Jauk Manis di Festival Kesenian Muda Indonesia di Solo tahun 2018. Bahkan, Januari lalu ia mengirim karya kontemporernya di Rain Festival di Solo. Dengan berbagai pengalaman menari dimilikinya, tidak butuh waktu lama bagi Gde Sumantasuama berlatih memerankan tokoh Patih Gajah Mada. Ia mengaku hanya latihan selama empat hari. Tidak ada kendala begitu serius baginya. Kendalanya hanya memadukan antara tarian satu dengan yang lainnya. Sehingga ia harus fokus dan mengetahui semua plot tarian yang ada. Sebab, dalam drama kolosal ‘’Gajah Mada Reborn’’ banyak tarian rampak (kelompok) yang mendukung cerita keberhasilan Patih Gajah Mada mempersatuan Nusantara di bawah panji-panji Kerajaan
Anak Agung Mas Sudarningsih
Majapahit. Sementara Anak Agung Mas Sudarningsih, S.Sn., M.Pd. atau akrab disapa Gung Mas ini dalam memerankan Ratu Tribhuwanatunggadewi hanya butuh waktu tiga hari latihan. Itu pun tidak full diikuti- nya. Pasalnya, wanita kelahiran Denpasar, 14 Juni 1993 ini lahir dari keluarga seniman. Ayahnya, A.A. Bagus Sudarma, S.Pd., dan ibunya, I Gusti Agung Ayu Rahayu Ningsih, S.Pd., merupakan pencetus Sanggar Pancer Langiit yang saat ini dikembangkan oleh kakak kandungnya, A.A. Gede Agung Rahma Putra, S.Sn.,M.Sn. ‘’Saya senang menari sejak kecil, bahkan mungkin sudah sejak dalam kandungan, karena ibu seorang seniman tari yang punya Sanggar Pancer Langiit,’’ ujar Gung Mas. Menjadi salah satu seniman muda di Bali, Gung Mas telah malang-melintang menarikan tarian Bali hingga ke mancanegara. Ia pernah tampil di Berlin menarikan tari Oleg dan di Australia manerikan tari Balingkang untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Badung. (win) Gde Sumantasuama
Huangling Desa Terindah di Tiongkok Pertahankan Bangunan Tradisional
Rumah tradisional Huangling.
JIKA Bali memiliki Desa Penglipuran Bangli yang bertahan dengan bangunan tradisionalnya, Tiongkok punya Huangling. Jika Bali memiliki sawah bertingkat di Jatiluwih Tabanan dan Ceking Gianyar, pemandangan serupa juga tersedia di kawasan Huangling. Huangling merupakan sebuah desa di wilayah Wuyuan, Provinsi Jiangxi, Tiongkok. Kampung ini berada di atas bukit. Mencapai lokasi, pengunjung disediakan kereta gantung. Waktu tempuhnya sekitar 10 menit. Dari kereta gantung, pengunjung dapat melihat hamparan terasering dan hijaunya pepohonan. Pada musim semi, petak-petak sawah berundak itu ditanami bunga. Ketika berbunga hamparan itu akan tampak
menguning seperti padi. Indah, sedap dipandang mata. Desa yang terkenal dengan bangunan rumah tradisional yang sarat dengan kebudayaannya ini, dijadikan salah satu ikon Tiongkok. Desa ini termasuk salah satu dari 22 ikon Tiongkok dan salah satu dari sepuluh desa terindah atau tercantik di dunia. Tiba di lokasi, pengunjung dapat melihat rumpun bambu dan pohon besar. Bahkan, ada beberapa pohon yang sudah berusia ratusan tahun. Dulu sekitar 500 tahun lalu di atas bukit inilah penduduk setempat membangun rumah. Di situ, ada bangunan tempat peribadatan, sekolah, dan sebagainya. Kini, rumah-rumah yang jumlahnya sekitar 200 unit itu dijadikan kawasan
heritage. Disulap menjadi tempat memajang karya seni, restoran dan penginapan bagi turis. Bangunan tempat peribadatannya dijadikan museum. Bangunan sekolah tetap dipertahankan dengan fasilitas belajar mengajar zaman dulu. Di sekolah itu, pengunjung bisa duduk di bangku, berperan menjadi murid belajar membaca. Sedangkan pemandu wisatanya berperan sebagai guru. Sedangkan penduduk setempat yang berjumlah sekitar 700 jiwa, kini menghuni rumah di kawasan bawah bukit. Tapi sebagian besar mereka mengelola usaha pariwisata di rumah kunonya di atas bukit. Selebihnya menjadi petani yang produksinya dipasok untuk kebutuhan pariwisata di kawasan ini.
Sepuluh jurnalis Bali, NTB, dan NTT sempat berkunjung ke Huangling, Kamis (29/8), didampingi Deputy Secretary General Shangrao Municipal People Government Dong Liua dan Wakil Bupati Wuyuan County Lujun dan sejumlah staf. Dong Liua dan Lujun mengatakan, untuk menata kampung itu sebagai objek wisata, pemerintah membantu fasilitas seperti kereta gantung, biaya rekonstruksi bangunan, penataan jalan, toilet dan sebagainya. Kini tiap tahunnya, Huangling dikunjungi sekitar 1 juta wisatawan dengan pemasukan sekitar 1,8 miliar yuan. Tahun 2018, pajak yang disetor ke pemerintah dari pengelolaan objek wisata ini mencapai 40 juta yuan. (subrata)