Skip to main content

Edisi Jumat 3 April 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

8 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 220 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

jumat wage, 3 april 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Kodim Antisipasi Stok Darah

Realisasikan Dana Penanganan Covid-19

Belum Jalani ‘’Rapid Test’’

Kegiatan donor darah secara berkelompok banyak yang dibatalkan sehingga stok darah PMI kian menipis karena wabah virus Corona. Menyikapi kondisi ini, Kodim 1611/Badung melaksanakan donor darah dan targetnya terkumpul 105 kantong darah, Ka mis (2/4) kemarin.

Upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung mendapat apresiasi wakil rakyat di DPRD setempat. Bahkan, legislator mendorong pemerintah mempercepat realisasi dana penanggulangan virus Corona, sehingga penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan maksimal.

Sebanyak 32 orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Jembrana. Hingga pukul 13.00 Wita, Kamis (2/4) siang kemarin, baru 23 orang mengikuti rapid test. Berarti sembilan orang lagi yang belum menjalani tahapan tersebut.

BADUNG | HAL. 3

DENPASAR | HAL. 2

JEMBRANA | HAL. 4

GUBERNUR KOSTER KELUARKAN INSTRUKSI KEPADA BUPATI/WALI KOTA ’’Perjalanan keluar dan/atau masuk ke Bali hanya dapat dilakukan apabila terdapat keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya.’’

Tiga Desa Zona Merah DENPASAR, kota dengan migrasi penduduk tinggi di Bali, melakukan upaya serius menekan penyebaran Covid-19. Pendekatan sosialisasi dan digitalisasi penyebaran virus pun dilakukan. Hingga saat ini, di Denpasar telah tercatat tiga desa masuk kategori zona merah, yakni Desa Panjer, Padangsambian Kaja, dan Ubung. Meskipun zona merah, belum ada perlakuan khusus terhadap ketiga desa ini. Data yang dilansir dari Safecity Kota Denpasar menyebutkan, saat ini terdapat orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 125, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 2 orang, serta tiga orang dinyatakan positif Covid-19. Total kejadian per kecamatan terbesar di Denpasar Selatan sebanyak 50 kasus, Denpasar Barat 39 kasus, Denpasar Utara 27 kasus dan Denpasar Timur hanya 14 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, Kamis (2/4) kemarin mengatakan, sampai saat ini tiga desa yang terdapat pasien Covid-19 tidak ada perlakuan khusus. Hanya, pihaknya meminta agar warga tetap waspada. Demikian pula dengan penetapan zona merah atau yang lainnya, bukan dari Dinas Kesehatan. ‘’Itu hanya untuk menunjukkan bahwa warna merah ada pasien positif, dibuat Diskominfo,’’ ujarnya. Dikatakannya, untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 ini, warga diharapkan tetap memperhatikan imbauan pemerintah serta protokol kesehatan. Misalnya, tetap menjaga jarak, menghindari keramaian, serta kegiatan lain yang rawan tertular virus Corona. Hal. 7 Meminimalisasi Penyebaran

OPINI

Covid-19, Pembelajaran Kehidupan Oleh: Prof. Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A. HARI Raya Nyepi Çaka 1942 jatuh pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2020. Sebelum perayaan hari tersebut, semua krama Bali (baca : masyarakat Bali) tanpa kecuali tua muda, besar kecil dengan penuh euforia melakukan berbagai persiapan sejak sebulanan yaitu membuat ogohogoh, sebuah patung raksasa yang melambangkan bhuta kala (kekuatan jahat) yang diarak pada hari Pangerupukan, pada sore hari sebelum hari raya Nyepi. Makna simbolis dari pengarakan ogohogoh tersebut adalah mengusir kekuatan jahat yang dapat mengganggu bumi dan makhluk hidup di alam semesta ini. Hal. 7 ”Social Distancing”

GUBERNUR Bali Wayan Koster mengeluarkan kebijakan baru berupa Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali, tanggal 1 April 2020. Dibandingkan ajakan atau imbauan yang dikeluarkan Gubernur sebelumnya, instruksi ini lebih tinggi tingkatan dan tekanannya. Ketika ada masyarakat yang tidak mengikuti dengan baik, maka aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan-tindakan tegas. ‘’Keluarnya Instruksi Gubernur Bali ini sejalan dengan kebijakan baru dari Bapak P r e s -

iden RI, juga setelah mempertimbangkan kondisi di Bali,’’ ujar Koster, di Jayasabha, Denpasar, Kamis (2/4) kemarin. Menurut Koster, instruksi ini disampaikan kepada bupati/wali kota seBali, Parisada Hindu Dharma Indonesia se-Bali, Majelis Desa Adat se-Bali, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII, Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Kepala KSOP

batasi kegiatan adat dan agama, serta memperkuat pembatasan masyarakat melakukan perjalanan keluar dan/atau masuk ke Bali. ‘’Perjalanan keluar dan/atau masuk ke Bali hanya dapat dilakukan apabila terdapat keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya,’’ tegasnya. Meski demikian, lanjut Koster, pembatasan ini tidak berlaku bagi angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas

Benoa, Kepala KSOP Gilimanuk, Kepala KSOP Padangbai, Kepala KSOP Celukan Bawang, Kepala Balai Penyelenggaraan Transportasi Darat Wilayah XII. Utamanya memperkuat pembatasan warga beraktivitas di luar rumah dengan belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah, menutup objek wisata, hiburan malam, kegiatan keramaian dan atau hiburan termasuk tajen dan kegiatan lain yang melibatkan banyak orang, mem-

resmi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ditekankan pula kepada Otoritas Bandara dan Otoritas Pelabuhan agar meningkatkan pengawasan dan seleksi secara ketat terhadap perlintasan orang dan/atau penumpang sesuai protokol pintu masuk. Kemudian bupati/wali kota se-Bali agar melakukan koordinasi dan sinergi dengan aparat keamanan setempat agar instruksi ini berjalan secara efektif. Masyarakat Bali dimohon untuk melaksanakan instruksi ini dengan tertib dan disiplin serta penuh rasa tanggung jawab. Hal. 7 Mengikuti Arahan

Mengeliminir Lonjakan Angka Kemiskinan

LONJAKAN angka kemiskinan kini diprediksi menjadi beban baru bagi banyak negara. Lonjakan angka kemiskinan ini pun perlu diantisipasi sedini mungkin mengingat dampaknya juga akan meluas. Kesehatan publik, pendidikan dan sanitisai lingkungan berpotensi terdegradasi akibat kemiskinan. Mencermati hal ini, Pemerintah Provinsi Bali didesak segera menyiapkan rencana aksi mengeliminir lonjakan angka kemiskinan. Pendekatan ekonomi dan psikologi harus dilakukan.

P

andangan itu dikemukakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Suartana, Kamis (2/4) kemarin. Kepada Bali Post, ia mengatakan kondisi abnormal saat ini membutuhkan sinergi yang utuh dan solid. Pemerintah harus tampil power full mengingat swasta kehilangan kekuatan. ‘’Bali harus segera memetakan rencana aksi lanjutan mengantisipasi dampak Corona ini. Hal. 7 Kedepankan Urusan

BI Optimis Indonesia Tidak Krisis

Denpasar (Bali Post) Ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan meskipun perlambatan ekonomi dunia menekan ekspor Indonesia. Karena neraca pembayaran Indonesia surplus USD 4,7 miliar, inflasi terkendali sebesar 2,7 persen, dan stabilitas sistem keuangan (SSK) terkendali. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya menyebutkan kinerja ekonomi Indonesia yang terjaga merupakan buah dari bauran kebijakan yang kuat. Bank Indonesia (BI) menempuh bauran kebijakan akomodatif pada 2019 untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas kebijakan moneter dan sistem keuangan. Kebijakan makroprudensial akomodatif juga

ditempuh dengan didukung oleh kebijakan pengembangan ekonomi syariah dan UMKM. Menurut Perry Warjiyo, kebijakan sistem pembayaran juga terus diperkuat. Pada 2019, BI meluncurkan blue print sistem pembayaran Indonesia 2025 untuk mendukung integrasi ekonomi keuangan digital nasional. Ke depan, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diperkirakan tertahan di 4,2 – 4,6 persen, karena terdampak oleh merebaknya Covid-19. Prospek ekonomi 2020 yang lebih rendah berpengaruh pada indikator perekonomian lain. Ia menambahkan, ketahanan eksternal akan tetap baik dengan cadangan devisa tetap kuat, inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3,0 plus

minus 1 persen. Pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat berisiko menurunkan prospek pertumbuhan kredit 2020 yaitu sebesar 6,0 – 8,0 persen. Perekonomian Indonesia pada 2021 diperkirakan akan kembali meningkat didukung prospek indikator makro-ekonomi 2021. Inflasi terkendali pada sasaran 3,0 plus minus 1 persen, nilai tukar stabil, defisit transaksi berjalan terkendali 2,5 – 3,0 persen dari PDB serta pertumbuhan kredit meningkat menjadi 9,00 – 11,00 persen. Pertumbuhan ekonomi diprediksi meningkat menjadi 5,2-5,6 persen antara lain dipengaruhi upaya pemerintah memperbaiki iklim investasi melalui RUU Cipta Kerja dan Perpajakan. Hal. 7 Penguatan Ekonomi

’’Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota harus bersatu saat ini. Abaikan kepentingan politis dan kedepankan urusan publik. Daya tahan krama Bali menghadapi situasi saat ini harus menjadi prioritas utama. Ini bisa menjadi momentum pengelolaan Bali secara one management one island.’’ Prof. Wayan Suartana

Cegah Bali Jadi Episentrum Covid-19 Denpasar (Bali Post) tardaerah maupun dari luar Bali dikhawatirkan ber- negeri, pengawasan pelabupotensi menjadi episentrum han dan bandara diperketat Covid-19 setelah Jakarta. serta lakukan rapid test Kondisi ini dimungkinkan lebih masif. mengingat migrasi orang, Hal. 7 banyaknya pekerja migran Jangan Ada yang kembali, dan masih adanya pelintasan orang yang tak terdeteksi di wilayah Bali. Potensi ini harus segera dikendalikan dengan pendekatan protokol pengendalian Covid-19. Ahli Virologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengingatkan, Bali harus segera melakukan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya melakukan pembatasan lalu lintas orang, baik an- I Gusti Ngurah Kade Mahardika


Jumat Wage, 3 April 2020

Antisipasi Dampak Sosial Selama Penanganan Covid-19

Pemkot Denpasar Rancang Lumbung Pangan dan Strategi Perlindungan Sosial dan Ekonomi

PEMKOT Denpasar mempersiapkan beragam langkah untuk menghadapi kemungkinan terburuk selama penanganan virus Corona (Covid-19). Beragam upaya turut dirancang dan siap untuk diterapkan, mulai dari penerapan lumbung pangan dan strategi perlindungan sosial. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I Dewa Gede Rai selaku Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar saat dikonfirmasi, Kamis (2/4) kemarin, menjelaskan secara umum kebijakan yang ditempuh Pemkot Denpasar telah maksimal dan sesuai dengan kondisi Kota Denpasar saat

ini, dan merupakan langkah yang paling maksimal. ‘’Pemkot Denpasar sebagai upaya menjamin keberlangsungan serta memberikan kepastian ketersediaan pangan telah merancang kebijakan khusus seandainya nanti terjadi keputusan karantina wilayah atau pembatasan sosial berskala besar, dan kebijakan lainnya yang mewajibkan pemerintah memberikan jaminan akan sandang, pangan, dan papan, Pemerintah Kota Denpasar sudah siap,’’ ujar Dewa Rai. Dewa Rai menjelaskan, lumbung pangan ini merupakan wujud sinergitas beberapa OPD Pemkot Denpasar ikut langsung dalam menciptakan ketersediaan pangan

PDP Bertambah Sembilan Orang Denpasar (Bali Post) Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Bali secara akumulatif per Kamis (2/4) mencapai 166 kasus. Dari sebelumnya sebanyak 157 kasus PDP. Jadi ada penambahan lagi sebanyak 9 orang. Menurut Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Bali Dewa Made Indra, terjadi penambahan kasus PDP sebanyak 9 orang per 24 jam terakhir. Ia memerinci, penambahan PDP itu terdiri dari 1 WNA dan 8 WNI. Sementara kasus positif tidak ada penambahan atau tetap 25, sesuai data kumulatif terakhir. “Kemudian untuk hasil uji labnya, dapat saya laporkan hari ini tidak ada penambahan kasus yang positif. Sedang-

kan untuk yang negatif ada penambahan sebanyak 15 orang,” ujarnya. Walaupun PDP bertambah, lanjut Dewa Indra, masih ada kabar baik dengan adanya tambahan satu pasien positif yang sembuh. Pasien tersebut adalah WNI asal Bali. Saat ini, dengan adanya penambahan hasil tes sampel sebanyak 15 yang keluar dan seluruhnya negatif, terdapat 141 sampel telah keluar hasilnya. Yaitu 126 negatif dan 25 positif. Sisanya sebanyak 15 masih menunggu hasil tes. Sementara itu, untuk 25 pasien positif, sudah dinyatakan sembuh mencapai 11 orang. Sedangkan yang meninggal tetap 2 orang. (kmb32)

Data Covid-19 di Bali 1. Positif

(25 orang)

2. Negatif

(126 orang)

3. Meninggal

(2 orang)

4. Sembuh

(11 orang)

5. Masih Dirawat

(23 orang)

6. Tunggu Hasil Lab

(15 orang)

7. Pasien Dalam Pengawasan

(166 orang)

yang mumpuni bagi masyarakat terdampak yang kurang mampu. Di mana nantinya OPD terkait memiliki tugas masing-masing untuk mendukung ketersediaan pangan sampai pada distribusinya, sehingga sampai kepada masyarakat di Kota Denpasar yang terdampak. Mulai dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan yang bertugas menjaga stabilitas dan alternatif pangan, Dinas Perhubungan memastikan kelancaran distribusi dan jalur distribusi, Dinas Pertanian memacu peningkatan produksi pertanian lokal, Satpol PP, Kesbangpol dan aparat memastikan keamanan dan ketertiban selama proses dis-

tribusi, serta keamanan dan ketertiban di masyarakat. Selanjutnya bagian kerja sama menggalang kemitraan dan tanggung jawab sosial (CSR) dengan pihak perusahaan swasta, Dinas Perindag mengawal perekonomian dan pangan, Dinas Sosial dan DMPD melaksanakan validasi data, merancang kebutuhan anggaran, dan kecamatan, serta pemerintah desa/lurah memvalidasi data masyarakat terdampak dan mendistribusikan bantuan. Selain itu, juga turut dirancang strategi perlindungan sosial dengan melibatkan beberapa OPD terkait. Seperti Dinas Ketenagakerjaan dengan program Bursa Kerja,

terhadap pasien yang terjangkit Covid-19. Kesehatan mereka tidak bisa diabaikan begitu saja. “Bila sekarang sudah ada alatnya, rapid test harus mengutamakan tenaga medis,” ujar Eko Supriadi. Eko Supriadi juga mengusulkan agar pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten/kota serta provinsi untuk lebih fokus dalam pengadaan alat pelindung diri (APD) di semua rumah sakit. Karena selama ini banyak yang kurang dengan APD, sehingga ada yang menggunakan jas hujan untuk pelindung diri. “Ini sangat ironis, tenaga medis harus menggunakan jas hujan untuk pelindung diri. Pemerintah harus berusaha untuk bisa memenuhi APD di masing-masing rumah sakit,” katanya. Pemerintah, lanjutnya, bisa mengalokasikan beberapa dana yang ada untuk lebih fokus dalam penanganan Covid-19 ini. Beberapa dana yang belum terpakai bisa dialokasikan untuk penanganan Covid ini. “Kami siap untuk duduk bersama dalam merancang anggaran bagi penanganan Covid-19,” ujar Eko Supriadi. (kmb12)

Topik : MENGELIMINIR LONJAKAN ANGKA KEMISKINAN

COVID-19 – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara serta Sekda Kota Denpasar saat memberikan keterangan pers terkait penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, beberapa waktu lalu. perekonomian. ‘’Tentunya upaya ini merupakan komitmen besar Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar guna menjamin kebutuhan dasar masyarakat jika nantinya kemungkinan terburuk harus

kita hadapi bersama. Namun demikian kami berharap seluruh masyarakat selalu mengikuti arahan pemerintah dan meningkatkan kewaspadaan, dan semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu,’’ kata Dewa Rai. (ad035)

Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Kesenjangan Sosial

Denpasar (Bali Post) -

Pemprov Bali telah mengeluarkan surat edaran (SE) memperpanjang tinggal, kerja dan belajar dari rumah, serta penutupan objek wisata guna memutus rantai penyebaran Covid-19 yang semakin masif. Dengan adanya perpanjangan itu, tentu banyak warga yang ekonominya menengah ke bawah, seperti pedagang kaki lima, pedagang asongan, warung-warung kecil, tidak bisa berjualan. Karena perpanjangan ini, mereka tidak ada pemasukan lagi. Hal ini dikhawatirkan menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial, pangan, dan ekonomi warga menurun. Dampak itu dikhawatirkan akan meluas menjadi tindakan kriminalitas. Sementara pemerintah belum pernah membahas dampak dari perpanjangan itu. Pemerintah selama ini terus memikirkan cara pencegahan Covid-19. Padahal, pusat disebut-sebut akan memberikan bantuan dana untuk Bali. Guru Besar FEB Unud Prof. Dr. Made Kembar Sri Budhi, M.P., Kamis (2/4) ke-

marin, menilai SE yang dikeluarkan Pemprov Bali tentang memperpanjang tinggal, kerja, dan belajar dari rumah, serta penutupan objek wisata sudah dirasakan dampaknya bagi kelompok-kelompok tertentu. Pertama, bagi pekerja yang pendapatannya harian, seperti sektor informal akan merasakan pengaruhnya. Hilangnya sumber pemasukan mereka berdampak pada menurunnya daya beli. Secara makro, konsumsi masyarakat yang menurun implikasi pada terganggunya pertumbuhan ekonomi.

Daya beli yang menurun diimbangi dengan distribusi barang dan jasa mengalami hambatan, maka praktis harga-harga akan naik. Di satu pihak, daya beli menurun, di pihak lain harga-harga naik. Maka dari itu, akan terjadi penurunan kesejahteraan sekaligus diikuti penurunan penghasilan akibat turunnya jam kerja dan mobilitas tenaga kerja yang dibatasi. Dampak langsung juga dirasakan mereka yang aktivitasnya sebagai pendukung aktivitas pariwisata, seperti sektor pertanian yang menyuplai kebutuhan ho-

tel dan restoran, sektor industri sebagai penghasil produk yang dibutuhkan wisatawan. Sebelum para pelaku usaha ini rontok sebagai pelaku ekonomi, harus ada terobosanterobosan yang mampu menyelamatkan usaha mereka. Tidak cukup hanya dengan membebaskan biaya listrik atau menunda biaya cicilan, namun ada beberapa periode yang lebih konkret yang harus dilakukan pemerintah. Di antaranya memberikan bantuan tunai langsung yang bersifat mendesak, memutihkan pinjaman-pinjaman jangka pendek yang mestinya di-back up pemerintah, membebaskan pembayaran untuk utilitas umum, seperti air, listrik, gas dan mempermudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang rendah. Di samping itu, juga

memperbanyak kuantitas dan kualitas subsidi, serta menghapuskan pajak yang dikenakan kepada masyarakat dalam periode yang signifikan. “Yang terakhir mungkin mengadakan perubahan terhadap realokasi anggaran dengan memproporsikan pada hal-hal yang benar-benar dianggap urgen. Dan sebagai wujud kebersamaan, memindahkan penghasilan dari kelompok penghasilan tinggi kepada kelompok masyarakat yang penghasilannya terancam. Sudah pasti semua dalam tatanan transparansi dan akuntabilas nyata,” jelasnya. (win) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Sesak Napas di Pinggir Jalan, Tim Medis Evakuasi Korban Gunakan APD

Denpasar (Bali Post) Video seorang wanita tergeletak di pinggir Jalan

Kebo Iwa Selatan, Denpasar Barat (Denbar) dan ditunggui anaknya yang masih

Dewan Sarankan ”Rapid Test” Utamakan Tenaga Medis

Denpasar (Bali Post) – Kebijakan pemerintah pusat yang telah menyalurkan bantuan alat rapid test ke masingmasing daerah mendapat apresiasi jajaran Dewan Denpasar. Hanya untuk penggunaan alat tersebut agar tepat guna dan tepat sasaran. Karena itu, rapid test tersebut harus mengutamakan untuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19. Hal ini ditegaskan Ketua Komisi III DPRD Denpasar Ir. Eko Supriadi, Kamis (2/4) kemarin. Dikatakan, kasus Covid-19 masih menjadi perhatian bersama. Terlebih penyebarannya sudah sampai ke beberapa wilayah, termasuk Denpasar. Karena itu, upaya penanganan juga harus dilakukan dengan tepat, agar apa yang telah dikerjakan tidak mubazir. Terkait dengan pelaksanaan rapid test, politisi PDI-P ini berharap agar mengutamakan tenaga medis yang secara terusmenerus menangani pasien Covid-19, baik itu ODP, PDP maupun yang telah dinyatakan positif. Karena tenaga medis ini secara berkelanjutan bekerja untuk memberikan pertolongan

Kartu Prakerja, Wirausaha Muda Denpasar, Pelatihan dan Sertifikasi Profesi, dan Pelatihan Online. Dinas Sosial dengan bantuan sosial berupa sembako kepada 3.058 kelompok penerima manfaat, termasuk ODP dan PDP yang kurang mampu dengan metode jemput bola menggunakan e-warong. Rencana juga diterapkan bantuan sosial sebesar Rp 150 ribu/hari bagi masyarakat kurang mampu yang terjangkit Covid-19. Selain itu, perlindungan anak dengan keringanan SPP serta kebijakan tanpa drop out (DO), pengendalian inflasi, keringanan kredit, serta menjaga daya beli dan stabilitas

Bali Post/ist

APD - Tim medis mengenakan APD mengecek kondisi YE.

kecil, Rabu (1/4) malam, sempat viral di media sosial. Kondisi wanita tersebut tersengal-sengal seperti sesak napas, sehingga membuat warga setempat yang melintas di lokasi gempar. Apalagi di tengah merebaknya Covid-19, sehingga tak ada yang berani mendekat. Akhirnya kejadian itu dilaporkan ke pihak berwenang dan korban dievakuasi tim medis dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). Menurut informasi, wanita itu berinisial YE (24) asal Jawa Timur (Jatim). Awalnya korban mengenda-

HKTI Bali Disinfeksi Fasilitas Umum di Dentim

Denpasar (Bali Post) – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan Covid-19. Seperti pada Kamis (2/4) kemarin, HKTI Bali bersama HKTI Denpasar bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait, menggelar penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum di

Kecamatan Denpasar Timur (Dentim). Ketua HKTI Bali Ir. Putu Arya Sedhana mengatakan, kegiatan ini juga sesuai instruksi HKTI Pusat yakni HKTI turut mendukung upaya pemerintah dalam menangani Covid-19. Pada kegiatan pagi tadi pihaknya menyemprotkan disinfektan, di antaranya di Bali Banjar

Bali Post/eka

PENYEMPROTAN - HKTI Bali melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat umum di Denpasar Timur, Kamis (2/4) kemarin.

Babakan Sari, sekolah dan Puskesmas Dentim. Diungkapkan Arya Sedhana, pihaknya juga telah menginstruksikan DPK HKTI se-Bali untuk melaksanakan kegiatan serupa. Pihaknya juga akan melibatkan para petani agar penyemprotan bisa lebih banyak menjangkau wilayah permukiman. ‘’Ini kami lakukan karena kami sadar untuk ikut berpartisipasi melaksanakan penyemprotan disinfektan, agar Covid-19 segera sirna. Agar kehidupan kembali normal dan petani bisa kembali bekerja seperti kondisi normal,’’ jelasnya. Pihaknya juga tidak sekadar melakukan penyemprotan disinfektan, melainkan juga mendengarkan keluh kesah dan masukan dari tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Dentim. ‘’Mereka memberikan masukan agar ketersediaan alat pelindung diri khususnya masker bisa mencukupi, terutama untuk tenaga medis. Hal ini akan kami ajukan ke pusat agar bisa dibantu penyediaan masker bagi petugas medis,’’ kata Arya Sedhana. (kmb19)

rai sepeda motor dengan membonceng anaknya masih bocah. Setibanya di TKP, korban berhenti dan langsung tergeletak di TKP. Warga yang melihat kejadian tersebut tidak berani mendekat. ‘’Warga langsung minta bantuan ke BPBD Denpasar,’’ ujarnya. Setibanya di TKP, tim medis mengenakan APD dan melihat korban masih keadaan sadar dan mengeluh sesak napas. Dari keterangan keluarga korban mengatakan ada gejala demam tifus sejak seminggu lalu. ‘’Informasinya, korban tidak ada riwayat kontak

dengan pasien Covid-19. Tidak pernah ke daerah terjangkit virus Corona dan di TKP korban didampingi suami serta anaknya,’’ tegas sumber. Korban akhirnya dilarikan ke RSUD Wangaya. Berhubung di sana penuh, korban dibawa ke ruang isolasi RSUP Sanglah bersama suami dan anaknya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Informasinya korban sakit asma,’’ tegasnya. (kmb36)

Bali Post/rah

DONOR DARAH - Anggota Kodim 1611/Badung melaksanakan donor darah.

Kodim Antisipasi Stok Darah Menipis Selama Covid-19

Denpasar (Bali Post) Kegiatan donor darah secara berkelompok banyak yang dibatalkan, sehingga stok darah PMI kian menipis karena wabah virus Corona. PMI juga melakukan pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat terhadap pendonornya. Menyikapi kondisi ini, Kodim 1611/Badung melaksanakan donor darah dan targetnya terkumpul 105 kantong darah, Kamis (2/4) kemarin. Pasiter Kodim 1611/Badung Mayor Inf. Made Mustika seizin

Dandim Kolonel Inf. Puguh Binawanto menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan PMI Provinsi Bali. “Donor darah ini dilaksanakan dalam rangka mengatasi kekurangan persediaan akibat social distancing untuk hadapi pandemi Covid-19,” tegas Mayor Mustika. Menurut Mustika, kegiatan donor darah dilaksanakan beberapa tahap. Tiap tahap dihadirkan 15 pendonor. Pada Kamis kemarin dilakukan donor darah 12 orang. (kmb36)

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Wage, 3 April 2020

Wabup Suiasa Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Ungasan Harapkan Kesadaran, Kesabaran, dan Kebersamaan Masyarakat Badung

DI UNGASAN - Wabup Badung I Ketut Suiasa bersama Satgas Covid-19 Badung kembali melakukan penyemprotan di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (2/4) kemarin.

Satu Pasien Positif Covid-19 Bukan Warga Lokal Mangupura (Bali Post) Seorang pasien positif Covid-19 ditemukan di Kabupaten Badung. Hasil penelurusan Satgas Covid-19 Badung, pasien yang dinyatakan positif virus Corona ini telah menyandang status orang dalam pemantauan (ODP) sejak dari daerah asalnya dan melakukan isolasi mandiri. Setelah perjalanan ke Bali, ada gejala terjangkit Covid-19. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 memastikan kasus pertama positif Covid-19 di Kabupaten Badung bukan transmisi lokal atau penularan antarmanusia yang terjadi dalam satu wilayah. Pasiennya WNI, namun bukan penduduk asli Bali. Seluruh keluarganya juga tidak di Bali. ‘’Pasien memakai alamat di Badung, tapi bukan warga

lokal,’’ ungkap Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. Nyoman Gunarta seizin Ketua Satgas Covid-19 Badung I Wayan Adi Arnawa, Kamis (2/4) kemarin. Dijelaskannya, pasien yang terjangkit Covid-19 itu memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta. Dari hasil tracking, pasien tidak banyak bertemu dengan orang, meski sering bolak-balik Jakarta-Bali dan memiliki rumah di Kerobokan Klod. Pihaknya sudah mengisolasi orang yang sempat kontak dengan pasien. Mantan Dirut RSD Mangusada tersebut enggan menyebutkan di rumah sakit mana pasien Covid-19 ini dirawat. ‘’Dia masih di rumah sakit, yang jelas kasus ini bukan tranmisi lokal,’’ pungkasnya. (kmb27)

Tim Satgas Covid-19 Evakuasi Jasad Tukang Las Mangupura (Bali Post) Tukang las asal Kediri, Jawa Timur, ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya di Jalan Raya Kwanji, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Rabu (1/4) lalu. Selanjutnya jasad korban dievakuasi Tim Satgas Covid-19 Badung. Sebelum meninggal, korban Hendro (40) mengeluh sesak napas. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa menyampaikan, menurut keterangan tetangga korban, Mutahar (50), pada Selasa (31/3) pukul 18.00 Wita dirinya dimintai tolong oleh korban untuk membeli dua botol air mineral dan satu botol larutan. Keesokan harinya pukul 07.00 Wita, Mutahar menawari korban air hangat. Pasalnya, setiap hari korban minta air hangat untuk membuat kopi. ‘’Namun tidak ada jawaban dari korban dan dikiranya tidur,’’ ujar sumber, Kamis (2/4) kemarin.

Pukul 10.00 Wita Mutahar menawari korban sarapan, lagi-lagi tidak ada respons. Akhirnya pukul 14.00 Wita, saat melintas di depan kamar korban dilihatnya posisi Hendro tidak berubah dan pintu kamarnya sedikit terbuka. Karena curiga, Mutahar memberi tahu tetangga kosnya, Kadek Subrata (51). Setelah dicek ternyata korban sudah meninggal. ‘’Mutahar menyampaikan, tiga hari lalu korban bilang sakit dan mengeluh sesak napas,’’ ungkapnya. Kejadian ini lalu dilaporkan ke kepolisian dan klian banjar setempat. Aparat tidak mau gegabah menangani jasad korban terkait wabah virus Corona. Petugas minta bantuan Satgas Covid-19 Kabupaten Badung. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Saya masih menunggu laporannya,’’ jelasnya. (kmb36)

SETELAH melaksanakan penyemprotan di beberapa wilayah, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Badung kembali melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (2/4) kemarin. Turut hadir pada kegiatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali yang juga Bendesa Adat Ungasan Wayan Disel Astawa, anggota DPRD Kabupaten Badung Wayan Sugita Putra, Kadis Damkar Wayan Wirya, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Artha, tripika kecamatan, Perbekel Ungasan I Made Kari dan masyarakat setempat. Wabup Suiasa di sela-sela kegiatan mengatakan, keg-

iatan penyemprotan ini merupakan wujud nyata bersamasama membangun kesadaran dalam menghadapi bahaya virus Corona yang sudah menyebar di seluruh dunia. Wabup berharap masyarakat Kabupaten Badung memiliki kesadaran dan ketaatan dalam mencegah virus ini, karena Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa melakukan tindakan pencegahan di wilayahnya sehingga meminimalkan dampak Covid-19. Menurut Wabup Suiasa, ada tiga hal yang harus dilakukan untuk pencegahan secara keseluruhan bersama-sama masyarakat. Pertama, harus ada kesadaran yang sungguhsungguh dari masyarakat, baik secara personal maupun ko-

munitas. Kesadaran masyarakat merupakan kunci pokok dan modal utama untuk meminimalkan pencegahan ini. ‘’Apa pun yang kita perbuat, bermacam-macam aturan yang kita buat, kalau kesadaran masyarakat secara individu dan komunal tidak ada, semuanya menjadi sia-sia. Untuk itu, mari bersama-sama membangun kesadaran masyarakat agar mau tidak melakukan pergerakan dan aktivitas di luar lingkungan rumahnya karena isolasi mandiri dan mengurangi aktivitas menjadi kunci sukses pertama,’’ tegasnya. Kedua, masyarakat agar bersabar, karena ini adalah tantangan bersama, gangguan yang mengancam keselamatan

bersama, sehingga dalam penanganannya membutuhkan waktu dan proses. Di samping itu, butuh waktu untuk mengendalikan diri secara emosional dan kepentingankepentingan. ‘’Kalau emosional kita muncul keadaan di masyarakat juga menjadi tidak terkendali,’’ ujar Wabup Suiasa. Terakhir, harus dibangun kebersamaan, karena tidak bisa dilakukan sendiri. Tidak bisa dilakukan secara kelompok saja, tetapi harus menyeluruh. ‘’Jadi, mari kita selalu melakukan kegiatan-kegiatan ini secara bersama dan bekerja sama. Kita integrasikan semua kegiatan dalam hal ini. Kalau satu wilayah melaksanakan kegiatan tapi kelompok wilayah lain tidak

melakukan yang serupa, kegiatan tersebut akan sia-sia,’’ ungkapnya seraya berharap kegiatan yang dilaksanakan ini memberi manfaat positif dan masyarakat Badung bisa terhindar dari bahaya virus Corona. Sementara itu, Perbekel Ungasan I Made Kari melaporkan, penyemprotan dilaksanakan mulai dari perbatasan Puri Gading menuju perbatasan Pecatu, kemudian balik menuju Nirmala ke timur langsung ke pusat desa kemudian ke Melasti. Mobil kecil digunakan untuk menjangkau gang-gang kecil di sekitar desa seperti di Anggasari kemudian ke selatan Jimbaran Hill masuk Jalan Kendedes dan lanjut ke SMP Negeri. (ad039)

DPRD Badung Dorong Pemerintah Segera Realisasikan Dana Penanganan Covid-19 UPAYA penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung mendapat apresiasi wakil rakyat di DPRD setempat. Bahkan, legislator mendorong pemerintah mempercepat realisasi dana penanggulangan virus Corona, sehingga penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan maksimal. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta usai mengikuti teleconference pembahasan LKPJ Bupati 2019, Kamis (2/4) kemarin. Politisi asal Abianbase ini menyadari di tengah situasi sulit saat ini banyak hal yang perlu dipikirkan oleh pemerintah. Namun, pemerintah juga tidak bisa hanya fokus pada penanggulangan Covid-19, melainkan turut memikirkan dampak sosial yang muncul akibat masalah tersebut. ‘’Kami mengapresiasi pemerintah Badung tanggap dengan kondisi yang terjadi dengan segera membentuk tim penanggulangan Covid-19 hingga ke tingkat desa. Cara

ini kami yakini akan mempercepat masyarakat terbebas dari penyebaran virus yang berbahaya ini. Namun, jangan lupa ada warga kita yang bukan ODP atau PDP Covid-19 juga merasakan dampak dari virus ini,’’ ujarnya. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat di Kabupaten Badung yang berprofesi sebagai pekerja harian yang kini harus tinggal di rumah. Mereka membutuhkan uluran tangan pemerintah agar dapat menyambung hidup. ‘’Masyarakat yang hanya mengandalkan pendapatan harian ini perlu kita pikirkan. Seperti kata Bapak Bupati Badung, jangan sampai penanggulangan Covid-19 di Badung menimbulkan masalah baru,’’ kata Made Sunarta. Politisi Demokrat ini berharap pemerintah segera merealisasikan dana penanggulangan Covid-19 yang dialokasikan mencapai Rp 14 miliar. Dana ini dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat

yang kehilangan mata pencaharian akibat virus Corona, sehingga tidak menimbulkan dampak sosial berkepanjangan. ‘’Minimal masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat Covid-19 tidak bisa bekerja dan hanya mengandalkan pendapatan harian bisa makan. Jadi, dari dana yang telah dianggarkan bisa dibelikan sembako untuk membantu masyarakat,’’ ungkapnya. Selain itu, Bendesa Adat Abianbase ini berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pendanaan Satgas Covid-19 yang dibentuk di tingkat desa. Sebab, selama ini mereka hanya mengandalkan dana mandiri atau swadaya yang dikumpulkan dari donasi masyarakat. ‘’Satgas tidak ada anggarannya apalagi di kelurahan tidak ada anggaran, sehingga harus swadaya mengumpulkan dana dari masyarakat. Dana ini untuk penyemprotan disinfektan,

I Made Sunarta (kanan) mengedukasi masyarakat dan sebagainya,’’ jelasnya. Meski demikian, Made Sunarta juga berharap Satgas Covid-19 yang dibentuk di tingkat desa tidak menganggap penanggulangan virus Corona sebagai tugas, melainkan panggilan jiwa membantu sesama. ‘’Satgas yang sekarang ini bukan semata-mata penugasan

tapi panggilan kemanusiaan, prajuru atau satgas ngayah sebagai yadnya,’’ ucapnya seraya menambahkan, tim yang ditugaskan di garda depan penanggulangan Covid-19 juga mendapat perhatian, terutama alat pelindung diri (APD). Jangan sampai mereka dikerahkan tanpa adanya persiapan. (ad036)

prosedur lanjutan yakni mengisolasi diri di rumah masingmasing selama 14 hari. ‘’Masa inkubasi selama dua minggu. Apabila ada keanehan atau sakit, santri diminta langsung menghubungi petugas medis supaya bisa segera diambil tindakan,’’ ucapnya. Kepala Terminal Mengwi Cok Agung Suarmaya juga membenarkan kedatangan para santri tersebut. Pihaknya telah mendapatkan info sebelumnya terkait mereka. Para santri diangkut menggunakan tujuh bus.

Empat bus untuk rombongan santri laki-laki dan tiga bus untuk rombongan santri perempuan. Santri perempuan dijadwalkan tiba 3 April. Sementara itu, H. Wartha D. Sandi selaku Pengawas Satgas Covid-19 LPBI NU Provinsi Bali mengatakan, pemeriksaan suhu tubuh serta penyemprotan disinfektan kepada santri merupakan langkah pencegahan atas Covid-19, seperti instruksi Pemprov Bali. ‘’Santri perempuan yang terkonfirmasi sebanyak 152 orang,’’ jelasnya. (kmb27)

Ratusan Santri yang Tiba di Terminal Mengwi Berdomisili di Badung dan Denpasar

Mangupura (Bali Post) –

Kedatangan ratusan santri dari pondok pesantren di Jawa Timur ke Bali mengudang tanda tanya. Pasalnya, di tengah adanya imbauan untuk tidak bepergian, Bali justru kedatangan ratusan orang dari luar Pulau Dewata. Para santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, tiba di Bali melalui Terminal Tipe A Mengwi, Rabu (1/4) lalu. Berdasarkan informasi, santri yang datang sebanyak 163 orang. Mereka tiba sekitar pukul 17.30 Wita dan langsung menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mencegah

virus Corona yang saat ini mewabah. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung IGAK Suryanegara membenarkan perihal tersebut. Ditegaskannya, para santri yang datang mengantongi identitas yang jelas. ‘’Mereka semua berdomisili di Bali. Ada yang dari Badung, ada juga dari Denpasar. Kami sudah

kantongi identitas seluruh santri yang datang,’’ ujarnya, Kamis (2/4) kemarin. Berdasarkan laporan yang diterimanya, bus yang tiba pertama sekitar pukul 17.30 Wita mengangkut 62 santri. Bus terakhir sesuai konfirmasi dari pihak terkait tiba sekitar pukul 23.00 Wita. Kendati sudah diperiksa, para santri tetap wajib mengikuti

DPRD ”All Out” Dukung Pemerintah Tanggulangi Covid-19

Bali Post/ist

EVAKUASI - Satgas Covid-19 Kabupaten Badung mengevakuasi jasad korban.

Mangupura (Bali Post) DPRD Kabupaten Badung tak berpangku tangan melihat pemerintah setempat menangani penyebaran Covid-19. Sebagai bagian dari pemerintah, legislator di Gumi Keris pun turut all out membantu pemerintah. Ketua DPRD Badung Putu Parwata dalam program Bali Post Talk, Kamis (2/4) kemarin, mengatakan sebagai lembaga kebijakan, dewan telah melakukan sejumlah langkah konkret guna membantu pemerintah dalam

menangani Covid-19. “Kami sebagai lembaga kebijakan mendorong setiap program pemerintah untuk segera diwujudkan. Seperti dana desa yang dialokasikan dari Kementerian Desa sebesar Rp 500 juta dimanfaatkan sebagai dana penanganan Covid-19. Kami mendorong perbup pemanfaatan dana itu, sehingga tidak menimbulkan masalah baru,” ujarnya. Pihaknya juga mendorong tersedianya tenaga medis, ruang medis dan tempat

karantina di desa-desa melalui puskesmas. Dengan adanya penanganan di tingkat desa, penanganan Covid-19 akan lebih komprehensif dan terukur. “Semua itu telah diatur termasuk yang kami sarankan kepada bupati memberikan sembako kepada warga jika terjadi karantina. Dananya sudah ada Rp 14 miliar lebih dan Rp 500 juta di setiap desa sudah diizinkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya. Jika anggaran yang terse-

dia belum mencukupi, politisi asal Dalung, Kuta Utara ini menegaskan telah berupaya menyisihkan dana-dana yang selama ini telah dialokasikan, baik dari anggaran bangunan fisik, efisiensi dana program dan lainnya. “Kami akan upayakan dari dana efisiensi program. Dalam kondisi seperti ini kami akan gunakan skala prioritas, bahkan dana perjalanan dewan juga disisir. Kira-kira lagi Rp 160 miliar bisa dialokasikan untuk penanganan Covid-19,” terangnya.

Oleh karena kondisi pariwisata terpuruk akibat musibah virus Corona, Parwata mengakui kondisi keuangan Badung sedikit mengalami hambatan. Terlebih 80 persen lebih pendapatan Badung bergantung pada sektor tersebut. “Semoga dengan keputusan bersama-sama tidak keluar dari rumah kita bisa menyelamatkan orang lain. Kita juga bisa mengatur strategi upaya-upaya dalam mengatur pendapatan Kabupaten Badung,” sebutnya. (kmb27)


Jumat Wage, 3 April 2020

PKB 2020 Ditiadakan

Persiapan Sudah 60 Persen Seniman Tak Jadi Tampil

Bali Post/kmb28

I Gusti Ngurah Supanji

Tabanan (Bali Post) Wabah virus Corona yang penyebarannya kian meluas membuat Gubernur Bali mengambil kebijakan meniadakan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLII tahun 2020. Seniman di Kabupaten Tabanan harus menerima keputusan tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, meskipun persiapan untuk bisa tampil di ajang kesenian tahunan ini sudah 60 persen. Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji mengatakan, Kabupaten Tabanan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk PKB 2020. Sebagian anggaran sudah dimanfaatkan untuk persiapan sejak triwulan I. ‘’Tahun ini Tabanan rencananya mengirim perwakilan untuk semua materi. Terkait pembatalan, kami akan melaku-

kan penyesuaian anggaran karena proses persiapan PKB sudah berjalan sejak triwulan I,’’ ujarnya, Kamis (4/2) kemarin. Sejak merebaknya wabah Covid-19 dan pemberlakuan social distancing, sejak awal Maret sekaa (kelompok pemuda) dan penggiat seni tidak lagi berkumpul untuk latihan. Mereka diminta menunda latihan sampai pandemi berakhir. ‘’Melihat situasi saat ini, memang ada baiknya PKB Kabupaten dan Provinsi ditiadakan,’’ ungkapnya. Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan Wayan Munder mengakui sejumlah peserta merasa kecewa, karena sudah melakukan persiapan sejak awal Maret lalu. Namun, melihat kondisi saat ini semua pihak harus bisa memahami dan mengikuti anjuran pemerintah untuk bisa mencegah penyebaran virus kian meluas. ‘’Rasa kecewa pasti ada, karena mereka sudah berproses dengan tenaga, pikiran dan materi. Namun, kembali lagi karena situasi yang memang tidak memungkinkan, mau tidak mau kami harus mengikuti kebijakan pemerintah. Semoga wabah ini cepat berakhir,’’ kata Munder seraya berharap sekaa yang mestinya tampil tahun ini diberikan kesempatan mewakili Tabanan dengan tema yang sama pada PKB 2021. (kmb28)

ODP Turun, Hasil ’’Rapid Test’’ Negatif Tabanan (Bali Post) -

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Tabanan menurun dua orang dari sebelumnya sebanyak 39 orang. Sementara orang tanpa gejala (OTG) masih tetap sama, yakni 111 orang hingga Kamis (2/4) kemarin. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan selaku Juru Bicara Satgas menjelaskan, berdasarkan rilis dari Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan, dua orang ODP tersebut telah melewati masa isolasi diri selama 14 hari. Sementara dua orang pasien pasutri WNA yang sampai saat ini masih dirawat di ruang isolasi BRSU Tabanan karena terjangkit Covid-19, kondisinya stabil. “Meski hasil tes kedua sudah keluar Rabu dan salah satunya negatif, kedua pasien ini masih tetap dirawat di rumah sakit,” terangnya.

Di sisi lain, Satgas Pencegahan telah melakukan rapid test pada 36 OTG dengan pasien Covid-19 di Banjar Tuakilang, Desa Denbantas, Tabanan pada 1 April lalu. Kegiatan rapid test juga dilakukan pada 16 OTG Covid-19 di Banjar Kukuh, Kerambitan. “Hasilnya semua negatif,” jelasnya. Sementara itu, 25 orang anak pesantren asal Tabanan yang datang dari Sidoarjo telah dicek kesehatannya dan didata oleh petugas kesehatan. Pengecekan identitas diri oleh Satpol PP. Mereka diinstruksikan menjalani karantina diri di rumah selama 14 hari dan mendapat penyuluhan PHBS.

Terkait persiapan Rumah Sakit Nyitdah, Kediri, sebagai rumah sakit alternatif penanganan Covid-19, saat ini sudah siap 20 kamar tidur pasien. Perbedaan regulator oksigen, penggunaan nurse call dan belum tersedianya telepon semuanya bisa diatasi menggunakan HP atau tablet perawat yang bertugas. Hanya, sistem informasi masih dicatat secara manual. “Perekrutan tenaga medis guna melengkapi kekurangan tenaga sudah mulai dilaksanakan. Satgas juga menyediakan bilik disinfektan yang dipasang di tiap pasar tradisional,’’ papar Dian Setiawan. (kmb28)

KARANTINA – Anak-anak pesantren asal Tabanan yang datang dari Sidoarjo sudah dicek kesehatannya dan diinstruksikan dikarantina selama 14 hari di rumah.

Negara (Bali Post) – Sebanyak 32 orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Jembrana. Hingga pukul 13.00 Wita, Kamis (2/4) siang kemarin baru 23 orang mengikuti rapid test. Berarti tinggal sembilan orang lagi yang belum menjalani tahapan tersebut. Sementara pada rapid test yang digelar Senin (1/4) lalu, dua ODP positif Covid-19. Jubir Satgas Penanggu-

langan Covid-19 Kabupaten Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha menyatakan rapid test merupakan skrining awal. Untuk memastikan seseorang positif terinfeksi virus Corona, orang yang rapid testnya positif harus menjalani tes PCR atau swab tes. Saat ini tes PCR sudah dapat dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Sanglah, Denpasar. Menurutnya, dua ODP yang rapid test-nya positif telah

diambil swab-nya dan sampel tersebut dikirim ke Lab Mikrobiologi RSUP Sanglah. Pemkab Jembrana melalui Satgas Covid-19 telah melakukan contacts tracing terhadap orangorang yang sempat kontak dengan ODP positif ini. Orang yang tercatat contact tracing akan diisolasi di rumah sambil menunggu hasil tes PCR ODP yang positif rapid test. Jika hasil PCR-nya positif berarti orang yang kontak setelah dite-

mukan dalam contact tracing akan dilakukan rapid test. Kalau hasil PCR negatif berarti tidak dilakukan rapid test. Secara umum hingga Kamis siang di Kabupaten Jembrana terdapat 60 ODP. Sebanyak 32 masih dalam pemantauan dan 28 sudah selesai pemantauan (dinyatakan sembuh setelah 14 hari). Untuk tahap awal rapid test hanya diselenggarakan di Rumah Sakit Umum Negara. Selanjutnya pengam-

Bali Post/ist

Sembilan ODP Belum Jalani ’’Rapid Test’’

Kesehatan

bilan rapid test direncanakan disebar di 10 puskesmas seKabupaten Jembrana. Arisantha menambahkan, kebijakan lainnya juga diambil Pemkab Jembrana untuk mengisolasi mandiri keluarga inti warga ODP positif hasil rapid test. Selain diberlakukan isolasi mandiri diawasi pihak desa/ kelurahan, diberikan bantuan makanan/sembako bagi keluarganya selama proses isolasi berlangsung (14 hari). (kmb26)

Ekonomi

Pengwil PDGI Bali Keluarkan SE dan Protap Pelayanan Pandemi Covid-19

Senator Kunjungi Kantor Finance FIF dan Adira Terkait Relaksasi

PENGURUS Wilayah (Pengwil) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Bali sangat berkepentingan agar anggotanya dan masyarakat terhindar dari Covid-19. Untuk itu, Pengwil PDGI Bali mengeluarkan surat edaran (SE) dan protap pelayanan dokter gigi selama pandemi Covid-19 di Bali. SE No.127/PDGI Pengwil Bali/K/III/2020 diteken langsung Ketua Pengwil PDGI Bali Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. tertanggal 20 Maret 2020 berisi 11 seruan. Dewa Wedagama yang juga Dekan FKG Unmas, Kamis (2/4) kemarin menjelaskan, SE ini mengacu pada SE Pemerintah dan SE Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Nomor: 2776 serta proses penyebaran Covid-19 terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang sangat rentan tertular serta menularkan. Ditegaskannya, Pengwil PDGI Bali memberi dukungan penuh kepada tenaga medis dan paramedis yang sedang berjuang menangani pasien positif Covid-19. Sebab, praktik dokter gigi sangat riskan dokterya tertular dan menularkan virus ke pasien. Untuk itu, dia mohon masyarakat memahami kondisi saat ini. Yang jelas, bila dalam keadaan emergency, pasien akan ditangani dengan memperhatikan protap yang ditentukan secara ketat.

SEBAGAI wakil rakyat teladan dari Bali, Dr. Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III selalu memberikan contoh terkait kinerja seharusnya sebagai wakil rakyat. Arya Wedakarna (AWK) tidak berdiam diri, tetapi di saat pandemi Covid-19 justru pejabat publik dituntut bekerja terdepan dalam ikut menyelesaikan masalah rakyat. Setelah kunjungan kerja ke Pengurus LP-LPD serta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali untuk memberikan dukungan pada keringanan cicilan rakyat, kini Senator terpopuler di Bali ini kembali hadir meyakinkan dua lembaga keuangan nonbank di Bali, yakni FIF dan Adira Finance guna membantu kredit rakyat sesuai Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-9/D.05/ 2020 Tanggal 30 Maret 2020. Kehadiran Senator RI dianggap penting mengingat jumlah konsumen/kreditur di lembaga multifinance ini mencapai ratusan ribu konsumen. Jika tidak dimaintenance dengan baik, efek pandemi Covid-19 di bidang ekonomi bisa mengganggu kelangsungan ekonomi Bali dan stabilitas keamanan. Demikian diungkapkan AWK ditemui usai rapat kerja Komite I Bidang Hukum DPD-RI B65 di Denpasar. “Banyak rakyat Bali yang masih mencicil kendaraan di finance dan mereka perlu ditolong. Pidato Presiden Joko Widodo menjadi acuan bahwa selama krisis ini belum pulih, lembaga keuangan yang diizinkan beroperasi di Indonesia harus memberikan kemudahan atau relaksasi demi kesejahteraan masyarakat. Harapan DPD-RI tentu jangan sampai ada penarikan kendaraan karena gagal bayar. Selain akan merusak reputasi perusahaan juga merugikan perekonomian kita. Bayangkan saja, kalau pihak finance menarik banyak kendaraan bermotor yang gagal bayar, tentu perlu dipikirkan di mana mau ditempatkan, bagaimana sistem parenthood-nya, gudangnya bagaimana dan purnajualnya seperti ini. Jadi, menurut DPD lebih baik pelihara kreditur dengan baik, dan tolonglah rakyat Bali yang sedang kesusahan. Perusahaan apa pun yang ada di Bali jangan hanya menikmati keuntungan saat Bali berjaya, tapi juga hadir saat rakyat kesusahan,’’ ujar Gusti Wedakarna. Ia minta agar 70 lembaga keuangan nonbank di Bali mengikuti arahan pemerintah. “Saya minta agar patuhi aturan pemerintah. Nanti akan dievaluasi semua. Bagi perusahaan yang mengabaikan program

Buat Alat Pengaman Wajah bagi Dokter Gigi

Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG.

Poin pertama SE ini mengimbau sejawat dokter gigi yang praktik mandiri dan di lembaga pelayanan kesehatan lainnya dapat melayani secara parsial hingga kondisi aman. Pelayanan parsial dimaksud dapat memberikan pelayanan hanya untuk tindakan terbatas yang sifatnya emergency. Menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan sekali pakai untuk setiap pasien. Pasien diminta berkumur dengan Hidrogen Peroksida 0,5 persen – 1 persen selama 60 detik dan Providon lodine 1 persen selama 15-60 detik sebelum dilakukan perawatan. Dokter gigi wajib melakukan skrining terhadap pasien sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Juga boleh menunda tindakan tanpa keluhan simtomatik, bersifat efektif, perawatan estetik, tindakan menggunakan bur/scaler/section. Selain itu, membersihkan alat kedokteran gigi memakai sodium hipoklorit 5 persen dengan perbandingan 1:100 (0,05) selama satu menit. Untuk semua benda dan alat kedokteran gigi dapat dibersihkan menggunakan etanol 70 persen sebelum proses sterilisasi dengan autoclave. Bersihkan lingkungan kerja, ruang penunggu pasien, pegangan pintu, meja, kursi dan dental unit dengan disinfektan. Lantai dapat dibersihkan dengan benzalkonium klorida 2 persen. Pakaian yang dipakai selama praktik harus segera diganti di tempat praktik bila sudah selesai bertugas. Pengwil PDGI Bali juga menyosialisasikan prosedur tata kelola pasien Covid-19. Di antaranya dokter gigi menerapkan pengenalan dini gejala dan kontrol status kesehatan. Menerapkan tindakan pencegahan tambahan dan menerapkan pelaporan administratif yang baik serta kontrol lingkungan. Prosedur yang dilakukan pada pasien yang dicurigai Covid-19 ditempatkan pada ruangan terpisah dan menggunakan alat pelindung diri (APD). Kebersihan tangan dilakukan berdasarkan 5 standar cuci tangan dari WHO. Batasi kontak dengan pasien. Semua orang yang datang bersama pasien wajib dilakukan pengukuran suhu tubuh. Selain itu, ada protap tata laksana pencegahan transmisi Covid-19 di ruang praktik, seperti pembersihan lingkungan kerja dengan melakukan disinfektan. Dewa Wedagama menambahkan, kini anggota Pengwil PDGI Bali membuat alat pengaman wajah untuk bisa digunakan dokter gigi saat praktik dan melayani pasien Covid-19. Sekitar 300 alat pengaman wajah ini juga akan disebar ke puskesmas dan RS rujukan yang merawat pasien Covid-19. (ad037)

Wedakarna Minta 70 Lembaga Keuangan Nonbank Patuhi Aturan OJK dan Tiadakan Penarikan Kendaraan

Tak Mau Dimadu, Seorang Perempuan Coba Bunuh Diri Tabanan (Bali Post) Percobaan bunuh diri dilakukan Yuliatin di jembatan Sungai Yeh Empas sebelah utara Pasar Dauh Pala, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kamis (2/4) kemarin. Beruntung aksi perempuan 20 tahun ini dilihat oleh warga yang tengah melintas. Yang bersangkutan selanjutnya diamankan dan dibawa ke pihak kepolisian. Informasi yang dihimpun, aksi percobaan bunuh diri ini terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Wanita asal Jember (Jatim) yang tinggal di wilayah Banjar Dauh Pala itu nekat lantaran sakit hati karena tidak mau dimadu. Dia mengetahui pacarnya rupanya telah berumah tangga dan memiliki dua orang anak. Menurut keterangannya di kantor polisi, Yuliatin baru datang ke Bali delapan bulan lalu bersama bibinya untuk mencari kerja. Ia akhirnya bekerja di salah satu warung. Di sanalah dirinya kenal degan Safari (27) dan tumbuh benih cinta di antara keduanya. Namun pacar yang dicintainya telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Korban pun frustrasi.

Korban sempat minum arak di tempat kos bersama tiga rekannya. Setelah selesai minum datanglah sang pacar menghampiri korban. Korban yang marah langsung keluar kos jalan kaki hingga di jembatan

Yeh Empas. Dia naik pagar pembatas jembatan sebelah utara. Warga lewat mengendarai kendaraan langsung berhenti dan menyelamatkan korban dengan cara menarik tangan kanannya, selanjutnya diamankan

ke Polsek Kota Tabanan. Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Nyoman Sukanada membenarkan adanya percobaan bunuh diri tersebut. Hasil pemeriksaan, korban menuntut pacarnya agar

mengawininya dan tidak mau dimadu, sedangkan Safari tidak memenuhi keinginannya. ‘’Pacarnya sudah punya istri sah yang dinikahinya tahun 2010 dan punya dua anak,’’ terangnya. (kmb28)

relaksasi ini terancam sanksi jika dianggap abai. Saya selaku pengawas UU dan turunannya, tentu akan bersikap. Masyarakat tinggal menilai dan jika ada yang tidak patuh cukup laporkan ke pengawas dan DPD. Kita urus usai krisis ini,’’ jelas AWK. AWK juga memberi nasihat agar masyarakat secara proaktif mendatangi kantor finance terkait relaksasi ini. “Agar tidak fitnah dan dapat informasi sepotong-sepotong, saya minta masyarakat datang ke kantor finance. Tanya seperti apa pilihan yang diberikan. Silakan restructuring, rescheduling dan reconditioning sesuai kebutuhan. Pemerintah sudah memberikan waktu hingga Maret 2020 untuk relaksasi ini. Pemerintah jelas tidak bisa menghapus utang masyarakat, tapi bisa memberi payung hukum agar diringankan. Ini salah satu bentuk ekonomi Satyagraha,’’ pungkas Senator Arya Wedakarna yang meraih suara tertinggi dalam sejarah pemilu raya di Bali. (ad040)

BERSAMA - Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna (AWK) bersama Manajemen Adira Finance dan FIF di Denpasar.


Jumat Wage, 3 April 2020

Hasil ”Rapid Test” 15 ODP Satu Orang Mengarah Positif Covid-19 Semarapura (Bali Post) -

Hasil rapid test terhadap 15 ODP (orang dalam pemantauan) di GOR Swecapura Gelgel, Rabu (1/4) lalu, dibuka Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Klungkung, Gede Putu Winastra. Dari 15 ODP itu, satu di antaranya sudah mengarah positif Covid-19. Dengan hasil itu, pihaknya meminta agar ODP yang mengarah positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri. Sebab, sejauh ini tidak ada gejala sakit. Rapid test ini dilakukan setelah delapan hari sejak mereka ditetapkan sebagai ODP. Dari 17 ODP, hanya 15 ODP yang mengikuti rapid test, karena dua ODP lagi belum memasuki delapan hari masa isolasi mandiri. Kedua ODP ini juga mengikuti rapid test yang sama pada hari ke delapan. Sementara ODP yang mengarah positif Covid-19 ini tidak mendapat perlakuan khusus. Alasannya, tanpa ada gejala sakit. Dia hanya diarahkan melakukan isolasi mandiri dengan pantuan rutin Tim Kesehatan.

“Meski sudah mengarah positif, itu baru dari rapid test. Jadi, tidak otomatis dinaikkan menjadi PDP (pasien dengan pemantauan). Apalagi saat ini belum ada gejala sakit. Karena itu masih terus dipantau,” kata Winastra, Kamis (2/4) pagi. Pemantauan terus dilakukan, khususnya sampai masa puncak pengaruh virus dalam tubuh pada hari ke sepuluh. Winastra menegaskan pada hari ke sepuluh, akan semakin kelihatan bagaimana pengaruh virus tersebut di dalam tubuh. Seperti adanya reaksi batuk, pilek, panas tinggi. Kemudian,

bagaimana sistem imunitasnya menghadapi reaksi itu. Antibodinya bekerja mengatasi berbagai virus yang masuk. Jadi, rapid test itu hanyalah langkah pemeriksaan awal. Bukan langsung memvonis positif atau negatif Corona. Untuk memastikan itu, maka ada tahap lanjutan pemeriksaan swab lokal dan pusat. Rapid test dengan sampel darah itu dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh. Jika ada, maka hasil rapid test itu dinyatakan positif ada infeksi. Namun, hasil itu bukanlah diagnosis

yang menggambarkan infeksi Covid-19. Maka orang dengan hasil rapid test positif, perlu menjalani pemeriksaan lanjutan. Seperti pemeriksaan swab tenggorok atau hidung. Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus Corona itu akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, saat ia masuk ke tubuh. Sampel lendir yang diambil dengan metode swab itu nantinya diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasilnya akan terlihat apabila ada virus SARSCOV2 (penyebab Covid-19) di tubuh seseorang. “Dari mana ODP yang mengarah positif ini, pada laporan awal belum masuk data detailnya. Nanti kami info lebih lanjut,” katanya. (kmb31)

RAPID TEST - Tim Kesehatan saat melakukan rapid test di GOR Swecapura.

RSUD Sanjiwani Terima Sumbangan

BEROPERASI - Armada Damri yang beroperasi di Kabupaten Bangli.

Damri Tetap Beroperasi

ARMADA Damri di Kabupaten Bangli masih tetap beroperasi di tengah wabah virus Corona. Untuk mencegah adanya penyebaran virus Corona di dalam angkutan umum tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli menerapkan pembatasan jumlah penump-

ang. “Kapasitasnya kita jaga. Misalnya kapasitas busnya 30 seat, maksimal bawa 10-12 orang penumpang. Biar ada jarak antarpenumpang,” kata Kepala Dishub Kabupaten Bangli I Gede Redika, Kamis (2/4). Menurut Redika, pembatasan penumpang agar ada

jarak antarpenumpang. Itu sesuai imbauan pemerintah tentang social distancing di tengah merebaknya wabah Corona saat ini. Selain menjaga jarak penumpang, sebelum beroperasi armada damri juga akan rutin disemprotkan disinfektan. (kmb40)

Diskes Bangli Kehabisan Stok APD Lengkap

Bangli (Bali Post) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bangli kehabisan stok alat pelindung diri (APD) lengkap. Saat melakukan rapid test terhadap satu keluarga di Desa Selulung, Kintamani, Rabu (1/4) lalu, tim Diskes Bangli menggunakan sisa stok APD penanganan wabah flu burung beberapa tahun lalu. Kepala Dinas Kesehatan Bangli dr. Nengah Nadi dikonfirmasi Kamis (2/4) kemarin mengakui hal itu. Menurutnya, ada empat buah sisa stok baju APD penanganan wabah flu burung dipakai petugasnya melakukan rapid test di Selulung, Rabu lalu. Setelah selesai dipakai, APD itu langsung disemprot dan dibakar. ‘’APD itu untuk sekali pakai saja. Jadi setelah dipakai langsung dibakar,’’ ujarnya. Nadi mengakui ketersediaan APD lengkap di Dinas Kesehatan sudah habis. Kalau nanti butuh, pihaknya akan meminjam ke RSU Bangli atau minta ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Belum lama ini, kata Nadi, RSU Bangli mendapat droping bantuan APD dari Pemprov Bali sekitar 100 buah. Dokter asal Karangasem itu mengatakan pihaknya di Diskes Bangli telah mengusulkan pengadaan APD ke Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli melalui Badan Penanggulangan Bencana (BPBD).

Bali Post/ist

APD - Petugas Dinas Kesehatan Bangli menggunakan APD lengkap saat ke Desa Selulung. Terkait berapa banyak jumlah APD yang diusulkan, ia mengaku tak hafal. Menurutnya, APD sangat penting dan dibutuhkan sebagai pelindung diri bagi petugas saat menangani pasien yang diduga atau sudah positif terpapar virus. Di tengah kosongnya ketersediaan APD lengkap di Dinas Kesehatan Bangli, petugas kesehatan di puskesmaspuskesmas hanya memakai sarung tangan, masker dan penutup kepala saja. ‘’Saat ini sedang proses pengadaan APD baik di BPBD Kabupaten dan usulan ke Dinas Kesehatan Provinsi,’’ terangnya. Semestinya semua petugas di puskesmas yang kontak langsung dengan pasien harus memakai APD lengkap.

‘’Kalau persediaan APD lengkap cukup, semua petugas di puskesmas yang kontak langsung dengan pasien harus memakainya,’’ imbuhnya. Direktur RSU Bangli dr. Nyoman Arsana melalui Wadir Umum Keuangan dan SDM RSU Bangli Ketut Darmaja mengakui pihaknya telah mendapat bantuan APD lengkap dari Pemprov berupa baju pelindung sebanyak 20 buah, handscon, shoes cover, masker tali dan kacamata google. Sebelumnya telah diberi 60 boks masker bedah. Selain dari provinsi, RSU Bangli juga diberi bantuan masker bedah dari BPBD Bangli sebanyak 58 kotak dengan cara dikucurkan tiga tahap. (kmb40)

Gianyar (Bali Post) Sejumlah donator telah memberikan bantuan ke RSUD Sanjiwani sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19, Kamis (2/4) kemarin. Jenis bantuan yang diterima mulai dari bahan makanan hingga bantuan Alat Pelindung Diri (APD). Humas RSUD Sanjiwani Gianyar Anak Agung Gde Parwata mengatakan hal itu, Kamis kemarin. Menurutnya, sejumlah bantuan khususnya APD dari para donatur mulai berdatangan. Selain dari pemerintah, ada juga donatur dari kalangan perusahaan, yayasan, perorangan hingga perkumpulan alumni sekolah. “Wujud sumbangannya ada berupa uang, tenda, vitamin, hingga APD,” jelasnya. Bantuan diharapkan dapat dipergunakan selama menangani wabah ini. Bantuan itu pun dirasakan sebagai dukungan moril dari masyarakat kepada tenaga medis yang berada di garda terdepan menangani pasien. “Kedatangan para donatur sebagai dukungan moril, agar para tenaga medis tetap berjuang penuh semangat melayani masyarakat yang sakit,“ katanya. Anak Agung Parwata menambahkan, pihaknya akan mempergunakan bantuan para donatur semaksimal mungkin selama adanya wabah Corona. Selain dari Gianyar, para donatur juga ada dari luar kabupaten. (kmb35)

TENDA KESEHATAN - Terlihat tenda kesehatan yang didirikan di depan RSUD Sanjiwani Gianyar, Kamis (2/4) kemarin.

Membandel, Pemkab Bisa Terapkan Maklumat Kapolri di Sekitar Pasar KEPUTUSAN Pemkab Klungkung membatasi jam operasional pasar, sedikit menimbulkan kekacauan. Terjadi antrean panjang di pintu masuk pasar, hingga kemacetan di sekitarnya. Dampak seperti itu dianggap sebagai wujud ketidakpahaman warga. Demi keselamatan masyarakat, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Rabu (1/4) lalu menegaskan pembatasan jam operasional itu sudah final. Jika warga tetap membandel, tindakan apa yang dilakukan Bupati Klungkung demi mengamankan warganya dari Covid-19? Walau ada masukan malah desakan agar jam operasional pasar itu diubah lagi. Apalagi dikembalikan ke jam buka normal. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyatakan secara tegas bahwa usulan perubahan itu tidak akan pernah disikapi pemerintah daerah. Semua aspek, kata Bupati, sudah dipikirkan matangmatang. Karena itu, Suwirta meminta bersama-sama menyadarkan warga yang tidak paham misi pemerintah itu semata-mata demi menyelamatkan warga dari wabah Covid-19 ini. ‘’Jam buka pasar tradisional selama delapan jam itu, sebetulnya jam buka maksimal. Di daerah lain malah ada yang buka tiga jam sampai

empat jam. Agar tidak terjadi kemacetan, mohon pedagang bisa menyesuaikan diri. Kalau dari jauh berangkat dari awal, sehingga ada jeda waktu mempersiapkan diri sebelum masuk ke dalam pasar,’’ tegasnya. Jangan sampai ada antrean panjang dan berkerumun lagi. Setiap personal masyarakat harus paham betul, apa tujuan pemerintah daerah mengeluarkan sikap pembatasan jam operasional pasar itu. Sebab, dalam situasi warga berkerumun seperti itu, jika ada satu saja yang terjangkit wabah Covid-19, maka sulit dibayangkan akan dampak yang akan terjadi bagi masyarakat banyak itu. Apabila aturan ini tidak diindahkan

warga, maka pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI, untuk menjalankan maklumat Kapolri. ‘’Saya sendiri yang akan meminta polisi menerapkan maklumat Kapolri itu,’’ jelas Suwirta. Pihaknya tidak akan mentolelir lagi. Dalam situasi darurat seperti ini semua komponen wajib mengikuti anjuran pemerintah. Kepada setiap koperasi dan BUMDes juga harus ikut memikirkan solusi bagaimana warga ketika harus menghadapi situasi ini. Khususnya untuk mengurangi kerumunan masyarakat. Lakukan

sistem transaksi secara online, baik melalui WA group atau aplikasi yang bisa berguna bagi masyarakat untuk mengurangi keramaian masyarakat. Sehingga warga bisa mengurangi keluar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui transaksi online. Sebagai antisipasi, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengeluarkan SE (surat edaran) membatasi jam operasional pasar, baik pasar rakyat, toko swalayan maupun rumah makan. SE itu mulai diterapkan per 30 Maret sampai batas waktu yang tidak ditentukan. (gik)

AKSES DITUTUP - Akses pintu masuk Pasar Umum Galiran dari barat langsung ditutup, ketika jam tutup pasar yang baru sudah berlaku.


Jumat Wage, 3 April 2020

Empat PDP Positif Covid-19

Singaraja (Bali Post) -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengonfirmasi empat orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang saat ini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Sawan positif Covid-19. Sesuai hasil uji sampel swab menunjukkan PDP dengan kode 03, 06, 07 dan PDP kode 08 telah positif terinfeksi Covid-19.

Bali Post/kmb38

ASIMILASI - Lapas Kelas II-B Singaraja menyerahkan SK Pengeluaran Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi kepada tiga warga binaan Kamis (2/4) kemarin.

Tiga Warga Binaan Terima Asimilasi dan Integrasi

Singaraja (Bali Post) Tiga warga binaan mendapatkan SK asimilasi dan integrasi. Kebijakan itu membuat para napi itu bebas bersyarat alias keluar lapas lebih awal dari masa menjalani hukuman secara normal. Kepala Lapas Kelas II-B Singaraja Mut Zaini mengatakan, kebijakan ini sesuai Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) RI No. M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi untuk Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Di samping tiga warga binaan yang dinyatakan bebas bersyarat itu juga ada tiga warga binaan dapat cuti ber-

syarat. Rencananya 23 orang warga binaan lainnya akan mendapatkan bebas bersyarat dan juga cuti bersyarat. Hanya, puluhan warga binaan itu masih menunggu verifikasi berkas dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar. Keputusan bebas bersyarat itu diberikan kepada tiga warga binaan itu karena telah memenuhi syarat menjalani dua pertiga masa pidananya. Mereka berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman dan telah mengikuti program pembinaan dengan baik. Sedangkan tiga napi lainnya yang mendapatkan cuti bersyarat itu karena hukumannya di bawah satu tahun enam bulan. Selama menjalani keputusan bebas bersyarat itu, para warga binaan

itu tidak diperkenankan keluar rumah. Sebaliknya, mereka harus melakukan karantina mandiri di rumah sampai tanggal keputusan integrasi yang bersangkutan keluar. ‘’Nanti dari pihak Bapas yang mengawasi mereka di rumahnya,’’ katanya. Seorang warga binaan, Wayan Darmadi (52), mengaku senang mendapatkan bebas bersyarat ini. Pria yang menjalani hukuman karena kasus illegal logging itu mulanya dihukum delapan bulan penjara. Rencananya akan bebas Mei 2020. Setelah ada Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI itu, Darmadi akhirnya bebas lebih cepat dari waktu seharusnya. (kmb38)

Warga Besakih Tak Buka Lapak Dagangan

SEMAKIN merebaknya virus Corona atau Covid-19 di Bali, membuat pelaksanaan Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih dipersingkat menjadi tujuh hari dari rencana 21 nyejer sebelumnya. Tidak pelak, kondisi itu membuat warga Besakih yang biasa mengadu peruntungan mencari penghasilan musiman lewat berjualan kepada pamedek, terpaksa memilih tidak membuka lapak dagangan. Alasannya, tidak ada pamedek yang tangkil sembahyang di tengah kondisi seperti ini. Dari pantauan di lapangan, memang tidak ada bangunan lapak warga di areal terminal Setra Adat Besakih. Tampak terlihat hanya ada dua sampai tiga lapak saja. Itu pun merupakan lapak lama yang dipakai berjualan saat karya tahun lalu. Sepanjang jalan di dekat setra juga tidak nampak lapak pedagang. Hanya ada satu dua warung milik warga yang memang kios permanen.

Bali Post/kmb41

SEPI LAPAK PEDAGANG - Areal parkir di dekat Setra Adat Besakih saat ini sepi dari lapak-lapak pedagang warga asal Besakih. Soalnya pelaksanaan Karya IBTK dipersingkat hanya tujuh hari akibat Covid-19. Kondisi seperti itu jauh berbeda dengan karya tahun lalu. Saat itu banyak berjejer lapaklapak dagangan milik warga Besakih, bahkan pedagang dari luar Besakih. Salah satu warga, Jro Ganti, mengatakan dirinya rutin mengais rezeki setiap karya. Tetapi tahun

ini terpaksa tidak berjualan. Pasalnya, pelaksanaan karya yang rencananya 21 hari disingkat 7 hari saja. ‘’Sekarang saya tidak buat lapak jualan karena durasi karyanya sebentar. Apalagi puncak karya tinggal lima hari lagi,’’ ujar Jero Ganti. (eka)

Tiga dari Empat PDP Dipulangkan Karangasem dr. I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, keempat pasien PDP itu sebelumnya dirawat di RSUD Karangasem. Setelah hasil swab keluar dari lab RSUP Sanglah, tiga dari empat PDP itu sudah dipulangkan. ‘’Astungkara semua hasil swab-nya negatif dari Covid-19,’’ ucapnya. Dengan demikian, kata Per-

tama, satu PDP saja yang masih menjalani proses pemulihan. Dia masih dalam pengawasan tim medis. ‘’Tiga dipulangkan dan satu PDP masih proses pemulihan. Nah, setelah benarbenar kesehatannya normal, maka satu PDP itu juga akan dipulangkan. Kondisi mereka saat ini sudah cukup bagus,’’ katanya. (kmb41)

BERBAGAI upaya efektif terus dilakukan Pemkab Karangasem khususnya guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Untuk mencegah kerumunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bekerja sama dengan Karangasem Ojek Online (KJEK) yang memfasilitasi masyarakat memesan barang belanjanya tanpa harus datang ke pasar. Lalu bagaimanakah mekanisme memesan via online itu?

gatakan, setelah adanya kerja sama dengan Disperindang, pihaknya telah melakukan pendataan para pedagang yang berjualan di tiga pasar yakni Pasar Amlapura Barat, Amlapura Timur, dan Pasar Subagan (Karangsokong). Semua barang dimasukkan ke data pemesanan. ‘’Jika data sudah masuk, maka masyarakat mudah memilih pedagang yang telah terdaftar di sistem itu,’’ katanya. Barang apa saja yang akan dipesan warga melalui aflikasi, kata Budiantara, tinggal diunduh diikon menu pemesanan makanan. Di sana sudah tercantum pilihan menu termasuk pasar tradisional yang dimaksud. ‘’Masyarakat bisa memilih barang apa saja yang mau dipesan. Setelah dicatat otomatis pesanan itu nantinya diterima pedagang melalui aplikasi. Setelah barang diberikan pihak penjual, kemudian pengemudi tinggal mengantarnya ke rumah konsumen yang memesan barang itu,’’ jelasnya. (nan)

Amlapura (Bali Post) Pihak RSUD Karangasem sebelumnya merawat empat pasien dalam pengawasan (PDP). Keempat pasien itu sudah diambil swab-nya untuk dicek di laboratorium. Tiga dari empat PDP itu kini sudah dipulangkan karena dinyatakan negatif Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan

Cegah Kerumunan di Pasar Tradisional Masyarakat Difasilitasi Belanja ’’Online’’

Kepala Disperindag I Wayan Sutrisna mengatakan, Kamis (2/4) kemarin, pihaknya telah menjalin kemitraan dengan Karangasem Ojek Online (KJEK). Upaya itu dilakukan sebagai langkah mencegah terjadinya kerumunan. Tujuan utamanya guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. ‘’Kita ingin mengurangi kerumuman di pasar tradisional. Dengan kerja sama ini, para ibu rumah tangga tidak perlu lagi langsung datang belanja ke pasar. Warga bisa memesan barang yang diinginkan melalui aplikasi ojek online via telepon,’’ ucapnya.

Kerja sama dengan Karangasem Ojek Online, kata Sutrisna, melibatkan tiga pasar tradisional yakni Pasar Amlapura Barat, Amlapura Timur, dan Pasar Subagan (Karangsokong). Selain bekerja sama dengan beberapa pasar rakyat, masyarakat juga bisa memesan makanan di beberapa gerai dan toko modern yang ada di Karangasem. ‘’Jadi masyarakat difasilitasi belanja via online. Jadi tidak perlu pergi ke pasar lagi. Jadi konsumen tinggal menerima barang apa saja yang dipesan dari rumah,’’ katanya. Pendiri KJEK Ida Bagus Putu Budiantara men-

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menyampaikan update kasus Covid-19, Kamis (2/4) kemarin mengatakan, kasus positif Covid-19 yang telah terkonfirmasi itu bisa dibilang satu kluster. Ini diawali terungkapnya PDP kode 03 yang memiliki riwayat bekerja di luar negeri. Sejak dirawat, pasien ini sudah empat kali dites dan dua kali tes swab hasilnya positif. Sekarang menunggu hasil tes yang kedua. Dari kasus itu kemudian muncul PDP kode 06. PDP kode 06 ini pernah berinteraksi dengan PDP kode 03. Tim dokter sudah melakukan tiga kali tes dan sekali tes swab hasilnya positif. Saat ini menuggu hasil tes kedua dan ketiga. Kasusnya berkembang sejak dirawat di Ruang Isolasi Lely I RSUD Buleleng terungkap PDP dengan kode 07. Pasien ini sudah dua kali tes dan sekali tes swab. Hasilnya positif

dan sekarang menunggu hasil kedua. Sedangkan PDP kode 08 telah dilakukan dua kali tes dan sekali tes swab hasil positif. Saat ini juga menunggu hasil kedua. ‘’Sudah terkonfirmasi empat PDP positif terinfeksi Covid-19. Kondisi klinisnya untuk pasien 03 tidak ada gejala. Pasien 06 dan pasien 08 masih sakit tenggorokan. Sedangkan pasien 07 masih menunjukkan gejala mual,’’ katanya. Menyusul kasus positif itu, di Buleleng saat ini ada 130 orang dengan status orang tanpa gejala (OTG). Mereka ini terdiri dari 109 orang yang sesuai hasil tracking dari PDP kode 06. Satu OTG dari PDP kode 08 yang sudah dilakukan rapid test itu menunjukkan hasil negatif. OTG dari PDP kode 03, 05, dan PDP kode 07 sebanyak 16 orang dan masih dilakukan karantina mandiri di rumahnya masingmasing. Selain itu, ada empat orang dalam pemantauan (ODP) dari PDP kode 06 yang sudah terkonfirmasi berubah

Putu Agus Suradnyana status menjadi OTG. Tim gugus tugas masih memantau kepada warga yang memiliki riwayat berkunjung ke daerah terjangkit dan trasmisi lokal sebanyak 386. Dari jumlah ini sebanyak 307 orang sudah melewati masa pemantauan 14 hari, dan sisanya sebanyak 529 orang masih dipantau tim surveillance di puskesmas. Menyusul empat PDP telah terkonfirmasi positif tertular virus Corona itu, kemudian Bupati menginstruksikan tim medis tetap melakukan pen-

Bali Post/kmb38

gobatan sesuai prosedur tetap (protap) penanganan pasien Covid-19 yang telah diterbitkan Kemenkes-RI. Keempat pasien positif itu dirawat mengikuti protap yang ada di Ruang Isolasi RSP Giri Emas. Kepada warga masyarakat, Bupati mengingatkan agar tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, Bupati mengajak semua warga Buleleng tetap mengikuti kebijakan pemerintah dalam menghadapi penyebaran wabah Covid-19. (kmb38)

Gedung SKB Dijadikan Karantina ODP

Amlapura (Bali Post) Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang ada di Lingkungan Jasri, Kelurahan Subagan akan dijadikan sebagai tempat karantina ODP. Tempat itu untuk warga yang masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, gedung ini nantinya diperuntukkan sebagai tempat karantina atau observasi warga yang masuk daftar ODP. Sejauh ini ada sebanyak 52 ODP di Karangasem. ‘’Warga yang masuk ODP ini merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri,’’ ucapnya. Mas Sumatri mengatakan, gedung SKB itu rencananya dijadikan sepuluh ruangan mes. Satu kelas dirancang berkapasitas 58 bed. Nantinya SKB itu dilengkapi tenaga medis dan tempat olahraga. Termasuk petugas security dari satgas yang sudah dibentuk. ‘’Gedung SKB itu kami siapkan untuk ODP, untuk memberikan rasa nyaman bagi desa adat dan keluarga PMI yang baru datang dari luar negeri,’’ tukas Bupati Mas Sumatri. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TEMPAT KARANTINA - Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang ada di Lingkungan Jasri, Kelurahan Subagan sebagai tempat karantina warga yang masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.


Jumat Wage, 3 April 2020

Penguatan Ekonomi Global Dalam jangka menengah panjang, katanya, prospek ekonomi Indonesia diperkirakan akan membaik didukung dengan penguatan ekonomi global dan peningkatan produktivitas. Prospek jangka

menengah panjang tersebut didukung oleh tiga unsur penting, yaitu sinergi, transformasi dan inovasi. Sinergi kebijakan untuk menjaga ketahanan dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi. Transformasi ekonomi melalui penguatan sektor-sektor unggulan dan pengembangan sumber-

sumber ekonomi baru. Inovasi ekonomi keuangan digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif. Dengan dukungan ketiga unsur tersebut, Indonesia pada 2045 diperkirakan mampu menjadi negara maju, berpendapatan tinggi dan sejahtera. (kmb42)

‘’Saya memohon dengan hormat kepada warga Bali yang tinggal di luar Bali, selama masih ada pandemi Covid-19 agar tidak pulang ke Bali. Sebaiknya bersabar dengan tetap berada di wilayah domisili masing-masing, secara maksimal mencegah penyebaran Covid-19 demi keselamatan kita bersama,’’ imbuh mantan anggota DPRRI ini. Koster juga memohon agar masyarakat selalu mengikuti arahan Presiden dan pemerintah daerah setempat dengan tertib dan disiplin. Terma-

suk mengajak semua pihak terus berdoa dengan cara dan keyakinan masing-masing, memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar pandemi ini segera berakhir. Di tempat terpisah, Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, instruksi Gubernur Bali yang terbaru ini sekaligus merespons kebijakan baru Presiden terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Pemprov dalam hal ini mengambil tindakan yang lebih tegas lagi. ‘’Dalam instruksi itu, Gubernur sekaligus memohon kepada Pan-

gdam dan Kapolda untuk melakukan pengawasan di lapangan. Artinya, ketika warga masyarakat tidak mengikuti dengan baik instruksi ini, maka aparat penegak hukum dari Polda Bali dan Kodam IX/ Udayana dapat melakukan tindakan-tindakan tegas,’’ ujarnya. Oleh karena itu, Dewa Indra memohon kepada masyarakat untuk mengikuti dengan baik serta penuh ketaatan, disiplin, dan bertanggung jawab. Karena sesungguhnya Covid-19 bisa dikendalikan dengan disiplin menjaga jarak (social distancing) serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. (kmb32)

‘’Masing-masing daerah di Bali juga harus menerapkan protokol penanganan Covid-19 yang sama. Jangan lagi ada kebijakan parsial, harus terkoordinasi dan terukur. Jika memang dipandang mendesak dan memang wajib, Bali bisa menerapkan total lockdown di provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa,’’ ujar Mahardika, Kamis (2/4) kemarin. Untuk mengantisipasi rencana tersebut, kata Mahardika, perlu segera disiapkan skenarionya. Seperti penyiapan rumah

sakit atau memfungsikan hotel sebagai RS khusus, penyiapan tenaga dokter dan perawatnya, pengangkutan helikopter dari desa ke rumah sakit. Sementara untuk kebutuhan masyarakat juga perlu disiapkan logistik untuk mereka yang kurang mampu. Bahkan, juga perlu disiapkan tempat isolasi pasien di desa. ‘’Yang paling penting, transparansi data. Transparansi informasi diharapkan membangun kewaspadaan publik. Jangan lagi terjebak pada takut panik. Saat ini masyarakat sudah harus diajak waspada, siaga dan tanggap,’’ ujarnya.

Mahardika mengingatkan, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 memang karantina mandiri harus dilakukan. Terkait hal ini, posisi Bali memang sangat sulit sekali. Ia menyarankan harus tetap dilakukan karantina mandiri selama 14 hari. Selain itu, setiap hari mereka yang menjalani masa karantina harus terus melaporkan kondisinya kepada Satgas Penanganan Covid-19 di masing-masing desa. ‘’Terkait ketegasan, pemerintah Bali harus menerapkan aturan yang tegas,’’ harapnya. (kmb23)

Terlebih, masyarakat Bali yang sering mengadakan kegiatan adat dengan banyak orang, kini harus diperhatikan jaraknya. Bila perlu harus ada pengurangan jumlah orang dalam satu kegiatan, sehingga

mampu meminimalisasi penyebaran Covid-19 ini. Karena salah satu yang bisa memutus rantai penyebaran Covid-19 ini hanya disiplin dalam menjaga diri. Sri Armini juga mengimbau masyarakat agar pakaian yang digunakan keluar, tidak lagi dipakai keesokan harinya.

BENGKEL LAS

Bebannya akan sangat berat dan pemerintah Bali harus bisa menjadi penyelamat,’’ sarannya. Hal pertama yang harus diantisipasi adalah potensi meningkatnya angka penduduk miskin di Bali. Lonjakannya bisa fantastis, jika pemetaan tak dilakukan sejak dini. ‘’Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota harus bersatu saat ini. Abaikan kepentingan politis dan kedepankan urusan publik. Daya tahan krama Bali menghadapi situasi saat ini harus menjadi prioritas utama,’’ sarannya. Ia juga mengingatkan situasi sulit saat ini mestinya bisa menjadi momentum bagi Bali untuk bergerak dalam konteks one management one island. Guru besar yang intens mengamati pengelolaan dana

desa ini berharap harus ada pemetaan rencana aksi yang jelas. Ada tiga hal strategis yang bisa dilakukan, yakni pendekatan jejaring pengaman sosial, pengalokasian dana kesehatan dan insentif fiskal yang jelas. ‘’Ini harus dirumuskan secara jelas. Prioritaskan pengalokasian anggaran APBD untuk menjaga kesehatan publik dan daya tahan ekonominya. Subsidi juga layak dirancang dan tunda proyek-proyek infrastrutur yang sarat kepentingan politis. Jika memungkikan lembaga keuangan desa seperti Lembaga Perkreditas Desa (LPD) harus berinisiatif juga dalam hal ini. LPD bisa memberikan subsidi kepada warganya. Sementara itu, jika merujuk data yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, persentase penduduk miskin Bali September 2019 tercatat

sebesar 3,61 persen. Persentase penduduk miskin di Bali pada September 2019 tercatat sebesar 3,61 persen, turun sedalam -0,18 poin persen dibandingkan dengan posisi Maret 2019. Jumlah penduduk miskin di Bali pada bulan September 2019 tercatat sekitar 156,91 ribu orang. Jumlah ini mengindikasikan penurunan sekitar 6,9 ribu orang dibandingkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 yang tercatat sekitar 163,85 ribu orang. Selama periode Maret September 2019, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan, bersamaan tercatat mengalami penurunan. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun dari 3,29 persen pada Maret 2019 menjadi 3,04 persen pada September 2019. Persentase penduduk miskin di daerah

perdesaan juga mengalami penurunan dari 4,88 persen pada Maret 2019 menjadi 4,86 persen pada September 2019. Garis Kemiskinan tercacat naik sekitar 3,07 persen, yaitu dari Rp 400.624 per kapita per bulan pada Maret 2019 menjadi Rp 412.906 per kapita per bulan pada September 2019. Kedalaman Kemiskinan (P1) tercatat mengalami penurunan sedalam -0,031 poin persen, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan sedalam -0,011 poin persen. Ketimpangan pendapatan di Bali yang digambarkan dengan gini ratio sedikit mengalami kenaikan dari 0.366 pada Maret 2019 menjadi 0.370 pada September 2019. Kenaikan gini ratio pada periode September 2019 sekitar 0,004 poin persen dari periode Maret 2019. (044)

Setelah keluar dan pulang harus ganti pakaian. Ini untuk menghindari adanya virus yang menempel di baju. Karena itu, diusahakan untuk sekali pakai, langsung cuci. ‘’Dalam kondisi sekarang, setelah pulang langsung ganti baju dan baju yang sudah dipakai untuk dicuci segera,’’ ujarnya. (kmb12)

Sementara itu, Covid-19 dapat diumpamakan sebagai ogoh-ogoh milenial, kekuatan jahat yang justru tidak kelihatan (virtual), bersifat pandemik yang membahayakan siapa saja tanpa terkecuali dalam waktu yang begitu cepat. Virus ini tidak perlu diarak seperti mengarak ogoh-ogoh riil. Jadi manusia diibaratkan perang, tetapi dengan musuh yang tidak kelihatan, sehingga sangat sulit untuk menang apalagi kalau kita ceroboh. China dan Italia, dua negara maju di Asia dan Eropa yang notabene punya fasilitas canggih dan memadai serta obat-obatan yang berkualitas sangat bagus keteteran menghadapi kehadirannya. Bagaimana dengan kita di Indonesia atau Bali khususnya? Sudahkah siap menghadapi serangannya? Karya seni kreatif yang dibuat para generasi muda dalam bentuk ogoh-ogoh (patung berukuran besar) menjelang Nyepi tersebut pastinya memiliki nilai seni yang tinggi, sehingga penghargaan yang diberikan dari pemerintah patut diberikan. Tidak mesti penghargaan tersebut dilakukan dengan mengizinkan pengarakan, tetapi bisa berupa

hadiah. Bilapun mesti harus diarak, maka perlu dipikirkan timing kapan diaraknya. Tentu menyesuaikan dengan hari besar baik sifatnya keagamaan atau hari besar nasional dalam kurun waktu yang terbilang sudah aman. Saat Nyepi itu, umat Hindu diwajibkan untuk melaksanakan Tapa Brata Panyepian, yang terdiri atas empat larangan yaitu Amati Geni, Amati Lelungan, Amati Lelanguan, dan Amati Karya. Amati Geni adalah tidak menggunakan api, Amati Lelungan bermakna tidak melakukan perjalanan ke mana pun. Amati Lelanguan dimaksudkan tidak melakukan kesenangan-kesenangan tertentu, seperti main game/ gadget, judi, nonton TV dan lainnya. Terakhir adalah Amati Karya merupakan larangan untuk tidak bekerja hanya dalam satu hari saja. Inti sari dari keempat brata tersebut adalah umat Hindu diwajibkan untuk lebih reflektif dalam setiap perilaku dan tindakan yang telah dilakukan, sehingga pada tahun baru dapat menjadikan dirinya manusia yang lebih baik. Bagaimana hubungannya Nyepi dengan Covid-19? Pada masa pandemik ini, Presiden RI Bapak Jokowi telah menegaskan tiga hal penting yaitu

Kerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, dan Ibadah dari Rumah. Kebijakan tersebut memiliki benang merah dengan hari raya Nyepi dalam hal Amati Lelungan agar semua penduduk tidak melakukan perjalanan ke mana pun, apalagi harus berkerumun dalam keramaian, sehingga social distancing wajib dilakukan melalui bekerja dan belajar dari rumah melalui online. Amati Lelungan zaman Covid-19 kali ini tidak hanya dilakukan satu hari, namun sampai dengan akhir April 2020. Tidak bepergian keluar rumah jika tidak terlalu penting merupakan cara untuk menghentikan penyebaran virus ‘’jahat’’ tersebut. Amati Lelanguan ini diperuntukkan untuk bekerja dan belajar dari rumah, bukan dimanfaatkan untuk liburan dan bersenang-senang (amati lelanguan). Kesenangan sesaat ini justru dapat berakibat fatal. Masyarakat mestinya mawas diri (kontrol diri) untuk tidak melanggar aturan tersebut, bila tidak ingin membahayakan diri, keluarga atau orang lain di sekelilingnya. Jadi, masyarakat hendaknya sadar bahwa waktu yang ditentukan oleh pemerintah berdiam diri di rumah merupakan masa ‘’kritis’’ yang mesti kita taati bersama agar kita

selamat dari marabahaya. Tentu kita juga tidak lupa ibadah atau bersembahyang dari rumah, tidak perlu bepergian ke tempat-tempat ibadah yang penuh keramaian, agar virus juga tidak menyebar dan berdampak buruk kepada kita. Wyapi Wyapaka Nirwikara, yang bermakna Tuhan Yang Maha Kekal dan Abadi meresap dan berada di mana-mana menjadi pembelajaran yang berharga untuk kita semua pada situasi pandemik ini, agar kita lebih memusatkan aktivitas di rumah. Jadi, bersembahyang dari rumah pun sama signifikannya dengan di tempat ibadah publik. Bila itu dilakukan dengan tulus, hati bersih, dan berserah diri sepenuh hati kepada-Nya pasti akan berdampak sama dengan sembahyang di tempat ibadah publik dan dengan demikian kita bisa mencegah penularannya dan terbebas dari Covid-19. Ini adalah pembelajaran baru dalam mengelola kehidupan. Semoga umat manusia dari semua belahan bumi manapun segera terbebas dan terselamatkan dari ogoh-ogoh virtual mahasakti ini dan bumi beserta isinya selamat dari kehancuran.

SERVICE

SERVICE

BIRO JASA

Mengikuti Arahan Presiden dan Pemerintah Daerah

Jangan Ada Kebijakan Parsial

Meminimalisasi Penyebaran Covid-19

KEHILANGAN Hilang BPKB No.L09819888-O DK 6071 EW AN.Kadek Suwendra

Kedepankan Urusan Publik

”Social Distancing” Wajib Dilakukan

Penulis, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja, Bali

B.BP.001.04.20.0000028

HlgBPKBNo.H0892912-ODK3630 AT, an.Ni Luh Ayu Manik sari

B.BP.001.04.20.0000033

Hlg Srtipikat Hak Milik No.962 Ds.Sanur Kauh An.I Made Pugeg

B.BP.001.04.20.0000025

KURSUS LesPrivatPG,TK,SD,SMP,SBMPTN SMA,Baca Iqro’ 081.246.211.379

B.BP.001.04.20.0000027

BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant, Toko NPWP,SIUP. Hp:081.338.344.155

B.BP.001.03.20.0000204

RUPA-RUPA

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI

gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


Jumat Wage, 3 April 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bersama Menuju Harapan Baru COVID-19 kini menghancurkan semua fondasi kehidupan yang ditata sejak bertahun-tahun. Nyaris baru empat bulan setelah menginfeksi orang pertama di Wuhan, Tiongkok, kini Covid-19 telah menghancurkan tata kelola ratusan negara. Bahkan, beberapa di antaranya nyaris ‘’gagal’’ melakukan perlawanan. Dari 202 negara yang terpapar, beberapa negara di antaranya kini memasuki masa kekhawatiran yang amat kelam. Bahkan, IMF juga memprediksi resesi global akan mengantarkan manusia menuju situasi baru dalam mengelola dunia. Sebagai sebuah ancaman, Covid-19 sampai saat ini tergolong mendominasi. Virus ini membuat semua sektor kehidupan kolaps. Pariwisata dengan sedemikian hebatnya membuat migrasi manusia juga tumbang. Perbankan mengalami ancaman yang sama. Bahkan sektor-sektor lain yang juga tergantung dari dua sektor utama ini nyaris tak berdaya. Kalaupun masih bertahan itu pun dengan sisa kekuatan yang masih sangat terbatas. Yang jelas, kini dunia menghadapi dinamika baru. Respons manusia tentu harus sejalan dengan pergerakan alamnya. Manusia tentu tak boleh lagi terlalu egois mengeksploitasi bumi dan udaranya. Saatnya kita melakukan perenungan dan tetap melakukan upaya-upaya terukur yang memastikan kita bisa bertahan hidup. Alam dengan segala kekuatan dan fenomenanya tentulah amat sulit sebenarnya kita tundukkan. Kita tak bisa hanya berdasarkan pada kepintaran manusia, apalagi hanya dengan berbekal kecanggihan teknologi. Alam ternyata punya cara lain untuk melakukan perlawanan terhadap cara dan gaya menusia hidup. Kini ketika wabah itu menjadi pandemi global, kita tak punya pilihan lain. Patuh pada anjuran pemerintah dan mendukung semua gerakan pemerintah dalam mengatasi ancaman ini harus dilakukan. Semua harus mendedikasikan diri untuk optimalisasi gerakan mengatasi ancaman Covid-19. Kita harus juga tetap optimis bahwa kita mampu lepas dari jeratan ini. Optimisme akan membuat kita lebih tenang melakukan rekayasa dan pemetaan perjuangan mengatasi ancaman ini. Kita juga tak perlu terlalu panik berlebihan. Namun, waspada adalah keharusan. Kita jangan abai dengan situasi di sekitar kita. Pahami informasi sebaik mungkin dan lakukan penyikapan atas informasi itu. Kini dengan berbekal informasi kita bisa membangun ketahanan bersama menghadapi pandemi. Kita juga harus tetap bergerak dan bekerja untuk menuju era baru dalam kehidupan. Memang perlu waktu lama untuk mewujudkan kembali dunia tanpa batas. Dalam kondisi social distancing menjaga jarak semacam ini, kita jangan sampai menjadi tak acuh pada sesama. Kepedulian harus dibangun. Untuk itu, toleransi dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan dunia, untuk menuju peradaban baru harus kita lakukan bersama-sama. Jangan merasa paling hebat lalu menyalahkan semua hal yang sudah dilakukan. Pikirkanlah solusi terbaik untuk melengkapi kinerja pemerintah dalam mengatasi masalah ini.

Grafis : Tomik Cahya

Ketegasan Penanganan Covid-19

BALI dikhawatirkan menjadi episentrum Covid-19 tahap dua di Indonesia jika pemerintah tidak menerapkan pola penanganan yang lebih agresif. Pengamat kesehatan publik I Ketut Swarjana, S.KM., M.Ph., Dr.PH. menyatakan, penanganan yang tepat untuk kondisi Bali saat ini adalah memberlakukan karantina wilayah secara total. Langkah ini perlu segera dilakukan mengingat status darurat kesehatan masyarakat sudah ditetapkan. Di akun Facebook @balipost, pandangan tersebut menjadi pembicaraan hangat netizen. Sebagian besar netizen sepakat, pemerintah segera mengubah pola penanganan Covid-19. Dalam hal ini pemerintah diminta lebih tegas membatasi akses masuk Bali dengan memberikan sanksi kepada pelanggar. Tak hanya itu, opsi karantina wilayah atau lockdown dinilai sudah sangat wajar diambil guna menyikapi kondisi saat ini yang penuh ketidakpastian. Daripada menunggu Covid-19 mewabah, lebih baik Bali segera diisolasi. Tetapi netizen juga mengingatkan agar sebelum lockdown, Bali sudah siap dengan logistik dan konsekuensi lainnya. Di sisi lain, netizen juga kembali menggalang peran serta masyarakat dalam penanganan virus Corona. Mereka mengingatkan bahwa tingkat kepatuhan warga terhadap imbauan pemerintah adalah kunci keselamatan Bali. Wayan Sudiastawan Dengan diubahnya dari status darurat menjadi tanggap darurat, seharusnya pemerintah juga mengubah pola strategi dalam menghadapi Covid-19 ini. Pemerintah harus lebih tegas dan terarah lagi. Oka Suparta Itu yang kita khawatirkan, karena walaupun orang Bali taat dengan imbauan pemerintah, tetapi pendatang masuk Bali seenaknya dan enggak bisa diam, ya… terjadilah. Coba lihat di Gilimanuk. Shoffan Art Karantina wilayah atau istilah kerennya lockdown, baik parsial maupun total. Harusnya itu bisa diterapkan tegas, tetapi konsekuensinya, pemerintah harus mencukupi kebutuhan pokok pangan. Yang bandel tetap ke

luar, dihukum.

Dokter Hewan Eli Supartika Mari bantu Pemda Bali. Ikuti anjuran-anjuran agar terhindar dari virus Corona yang begitu gencar di media sosial. Selalu gunakan masker. Jaga jarak. Semoga kita terhindar dari virus Corona. Raisa Belis Pokoknya kesadaran diri berusaha dan jangan penuhi diri kedengkian. Capek sendiri stress, depresi, diisolasi di Bangli. Sang Tarka Bali pulau kecil tutup 3 pintu masuk, Gilimanuk, Padangbai dan Airport Ngurah Rai, sudah aman dari pendatang. Goestam Bagoes Ketegasan dan tidak plinplan yang diperlukan untuk bisa mewujudkan semua.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Nope Nope Wan Chitoz Mohon kepada Gubernur dan Kapolda bersikap tegas. Batasi yang masuk ke Bali. Jangan cuma imbauan, tapi peringatan dan sanksi. Indrawan Agus Sebaiknya pelabuhan dan bandara ditutup total. Apalagi orang asing dan pekerja migran yg keliling benua, bahkan ada yang bekerja di negara pandemi Corona. Dewa Ambara Ingat, Bali masih tergantung dari Jakarta. Jakarta bilang jangan, Bali harus patuh. Pelabuhan itu aset nasional juga. Serba sulit buat Bali mengambil keputusan penutupan. Tya Kade Pemimpin di Bali harus benarbenar tegas. Jangan hanya im-

Desa Adat Sayan Andalkan Potensi Pasar Tradisional

HAMPIR setiap desa adat memiliki aset, baik berupa lahan atau bangunan seperti pasar. Aset ini tentu harus dijaga dengan baik, seperti yang dilakukan Desa Adat Sayan, Kecamatan Ubud. Di tengah kekhawatiran penyebaran Covid-19, Desa Adat Sayan rutin melakukan penyemprotan hingga penutupan sementara pasar senggol di desa adat setempat. Bendesa Adat Sayan dr. Tjokorda Gde Ardjana menerangkan, Desa Adat Sayan terdiri dari enam banjar adat, meliputi Banjar Kutuh, Pande, Baung, Mas, Sindu, dan Banjar Ambengan. Desa Adat Sayan juga memiliki seribu lebih krama yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari pertanian, UMKM, swasta, PNS hingga kerajinan. ‘’Di Sayan kami ada enam banjar adat,’’ katanya. Sampai saat ini, lanjutnya, desa adat setempat mengandalkan potensi pasar tradisional. Nah, menjaga potensi tersebut, krama desa adat setempat rutin melakukan penyemprotan desinfektan guna mence-

gah penyebaran Covid-19. ‘’Penyemprotan rutin kita lakukan, karena pasar itu tempat berkumpulnya banyak orang untuk memenuhi kebutuhan,’’ ujarnya. Di kawasan tersebut tidak hanya terdapat pasar pagi, namun juga pasar senggol saat malam hari. Namun kini pasar senggol ditutup sementara waktu hingga 3 April 2020. ‘’Langkah itu diamblil guna mengantisipasi pencegahan penyebaran Covid-19. Sementara untuk pasar pagi dipastikan beroperasi seperti biasa,’’ katanya. Selain di Pasar Sayan, pedagang di lingkungan Desa Adat Sayan juga telah diberikan surat instruksi. Surat tersebut tertulis bagi

pedagang makanan siap saji boleh buka dari pukul 06.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita. ‘’Kalau bisa makanan siap saji dalam bentuk bungkusan guna mengurangi kerumuman pembeli,’’ ungkapnya. Selain menjaga aset, pihak Desa Adat Sayan tahun ini juga tengah fokus melakukan perbaikan pada bangunan Pura Desa dan Puseh Desa Adat Sayan. Dikatakan, perbaikan menggunakan dana desa adat yang digelontorkan Pemprov Bali. ‘’Perbaikan ini kita menggunakan dana desa adat. Dengan dana ini masyarakat tidak lagi terbebani,’’ terangnya. Sampai saat ini perbaikan pura tersebut masih

PASAR - Suasana di kawasan pasar tradisional Desa Adat Sayan.

Bali Post/nik

Bendesa Adat Sayan dr. Tjokorda Gde Ardjana

berlangsung. Dikatakan, perbaikan ini dilakukan sebagai persiapan upacara yang diagendakan terselenggara pada 2021 mendatang. ‘’Tahun depan kami di Desa Adat Sayan akan menggelar karya,’’ tandasnya. (nik)

Bali Post/nik

bauan, tapi harus ada tindakan juga. Tutup sementara pintu perbatasan seperti Gilimanuk dan Padangbai atau Pelabuhan Benoa. Polisi dan tenaga medis harus siaga 24 jam di setiap perbatasan. Polisi harus patroli 24 jam di jalan dan bila perlu stop setiap kendaraan, tanya tujuannya ke mana. Yang boleh ke luar rumah hanya mereka yang pergi membeli sembako, pergi ke dokter dan pergi bekerja. Itu pun orang

yang bekerja sudah memegang surat izin kerja dari perusahaan. Jika ada yang melanggar, kasih tindakan tegas. Ini tujuannya meminimalisir penyebaran virus. Lalu Akhwan Yasin Kalau bisa, Bali di-lockdown dulu. Banyak negara yang melakukannya. Coba stop bangun fisik jalan, gedung, dll. Dana, anggaran itu dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

POJOK Cegah Bali jadi episentrum Covid-19. - Saatnya ‘’one island one management’’. *** BI optimis Indonesia tidak krisis. - Optimisme di tengah keprihatinan. *** Sembilan ODP belum jalani ‘’rapid test’’. - Biasa terlalu banyak kompromi.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 3 April 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu