Skip to main content

Edisi Selasa 3 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 194 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Selasa Pon, 3 Maret 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

107 Wisman Ditolak Masuk Bali

Kakek Jatuh ke Sumur

Banjir, Jalan Putus

Hingga akhir Februari sebanyak 107 orang wisatawan asing ditolak masuk Bali. Mereka yang ditolak masuk Bali adalah warga asing dari berbagai negara yang mempunyai riwayat bepergian ke Tiongkok. Selain menolak orang asing, imigrasi juga melakukan perpanjangan izin tinggal 1.051 wisatawan Tiongkok.

Ramuk (80) terjatuh ke dalam sumur di Banjar Batanbuah, Abiansemal, Minggu (1/3). Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Jalan menuju Pura Tirta Mas Mampeh di Desa Batur Selatan, Kintamani putus akibat diterjang banjir, Minggu (1/3) sore. Kondisi itu menyebabkan aktivitas pertanian warga terganggu. Selain akses menuju pura, jalan itu juga merupakan jalan usaha tani masyarakat.

BADUNG | HAL. 3

DENPASAR | HAL. 2

BANGLI | HAL. 9

SEGERA PROTEKSI BALI

AKHIRNYA, Coronavirus Disease atau dikenal dengan Covid-19 menginfeksi dua warga Indonesia. Hal tersebut disampaikan secara langsung Presiden Jokowi, Senin (2/3) kemarin. Ini menunjukkan wabah virus Corona semakin mengkhawatirkan. Mobilitas manusia antarnegara mestinya dikurangi sementara waktu. Ini berarti perlu segera dipikirkan langkah memproteksi Bali yang menjadi pintu gerbang kehadiran warga dari berbagai negara untuk berwisata. Kesehatan krama Bali lebih penting daripada pariwisata.

P

Di Ngurah Rai

enanggulangan yang paling efektif agar wabah tidak menyebar adalah melakukan pembatasan ruang gerak manusia. Dalam bahasa yang sederhana, masing-masing wilayah harus melakukan isolasi membatasi

Penumpang Transit Positif Corona

Salah satu penumpang yang sempat transit di Bandara Ngurah Rai dinyatakan positif Corona. Perempuan itu sebelumnya datang dari Iran. Hal itu baru diketahui setelah dia tiba di Melbourne, Australia. Penumpang itu perempuan berusia sekitar 30 tahun dan naik pesawat Malindo Air rute Denpasar-Melbourne pada penerbangan Jumat, 28 Februari lalu. Kini pihak KKP Kelas I Denpasar menelusuri identitas penumpang tersebut. Terkait laporan itu, Kepala KKP Kelas I Denpasar dr. H. Lucky Thahjono membenarkan. Pihaknya bersama instansi terkait masih terus

mencari data yang bersangkutan. ‘’Masih proses cek data,’’ jawabnya singkat, Senin (2/3) kemarin. Perlu diketahui, penumpang yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona itu baru kembali dari Iran melalui Bali dan pulang ke Melbourne menggunakan Malindo Air dengan nomor penerbangan OD 177 yang mendarat di Melbourne, pukul 06.00. Setibanya di Melbourne, perempuan ini ke rumahnya dengan menggunakan mobil pribadi. Belakangan dia didiagnosis terinfeksi Covid-19 dan saat ini sedang dalam pemulihan dengan gejala ringan. (jay)

OPINI

Menghadapi Ancaman Krisis Sistemik Oleh : Viraguna Bagoes Oka DI TENGAH tekanan politik, ekonomi, bisnis multidimensi global, regional dan lokal yang semakin tidak menentu yang telah berlangsung sejak 2018 serta ancaman susulan terkini pendemi Covid-19 telah menimbulkan ancaman turbulence, unpredictable dan ambigue (TUA) yang berkepanjangan serta memerlukan perhatian dan tindakan ekstra yang nyata dari pemerintah Indonesia guna menjamin kelangsungan bisnis dan ekonomi masyarakat menengah ke bawah tetap bisa berjalan normal (business as usual). Hal. 11 Turunkan Defisit

orang yang datang maupun keluar. Hampir semua negara akan melakukan isolasi wilayah atau paling tidak membatasi kedatangan warga asing ke negaranya, terutama warga di mana virus Corona telah terdeteksi. Hal. 11 Jangan Bicara

’’…lebih dari 100 rumah sakit yang siap dengan isolasi mengenai virus Corona dengan standar isolasi yang baik. Kita memiliki tim gabungan yang ini tidak pernah saya sampaikan, tim gabungan TNI/Polri dan sipil, dalam penanganan ini. Kita juga memiliki anggaran, anggarannya ada dan ini juga diprioritaskan untuk menangani ini.’’

Penanganan Terbuka

EKONOMI Bali sudah dipastikan turun akibat wabah virus Corona yang menjangkiti 62 negara di dunia. Karenanya, Pemprov Bali mengupayakan perekonomian Bali yang utamanya ditopang sektor pariwisata tidak jatuh terlalu dalam. Namun, dengan tetap menjaga kondisi psikologis dan kesehatan masyarakat. ‘’Tidak bisa kita terlalu mengangkat bagaimana menjaga pariwisata, di sisi lain kita mengabaikan kesehatan masyarakat,’’ ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai memimpin rapat tertutup membahas penanganan dampak virus Corona di Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Senin (2/3) kemarin. Menurut pria yang akrab disapa Cok Ace ini, Pemprov

Bali akan menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kesehatan masyarakat. Salah satunya dengan mengubah pola yang dilakukan selama ini. Dari awalnya tertutup tentang kesiapan pemerintah terkait penanganan virus Corona di Bali dengan harapan masyarakat tidak panik. Hal. 11 Objek Wisata

Jokowi Presiden

Kondisi Pasien Membaik Jakarta (Bali Post) – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan dua pasien yang dinyatakan positif terkena Covid-19 dalam keadaan baik. ‘’Kondisinya baik,’’ katanya dalam konferensi pers di Kemenkes Jakarta, Senin (2/3) kemarin. Ia mengatakan kondisi baik yang dimaksud adalah pasien tidak sedang mengalami demam, tidak sesak napas, dan tidak mengalami gangguan saat makan. Ia pun berjanji memantau keadaan pasien setiap hari dan menyampaikannya kepada masyarakat jika pasien menghendakinya. Ia menjelaskan, Kemenkes

telah melakukan surveilans tracking. Berdasarkan penelusuran, ia menyebutkan bahwa pada 14 Februari 2020 Kemenkes mencatat ada kontak erat antara warga negara (WN) Jepang yang dinyatakan positif Covid-19 dengan pasien warga Indonesia yang akhirnya dinyatakan positif. ‘’Karena mereka adalah teman dekat,’’ katanya. Selanjutnya, pada 16 Februari 2020, perempuan Indonesia yang menjalin kontak dekat dengan WN Jepang itu batuk-batuk setelah WN Jepang tersebut meninggalkan Indonesia. Hal. 11 Sudah Miliki

Gede Suyasa Resmi Jabat Sekda Buleleng

Bupati Minta Kedepankan Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintahan

DILANTIK - Drs. Gede Suyasa dilantik menjadi Sekda Buleleng menggantikan Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P.

BUPATI Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), Senin (2/3) kemarin melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng pengganti Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. Pejabat baru yang dilantik Drs. Gede Suyasa, M.Pd. Birokrat asal Desa Tejakula Kecamatan Tejakula ini dilantik menjadi sekda setelah ‘’memenangkan’’ lelang jabatan yang digulirkan beberapa waktu lalu. Bupati mengatakan, pelantikan ini dilakukan sebagai tindak lanjut ha-

sil seleksi dan penilaian yang dilakukan oleh panitia seleksi (pansel) lelang jabatan. Gede Suyasa dipilih dan dilantik karena menempati ranking teratas dalam seleksi. ‘’Saya memiliki kewajiban untuk melantiknya sebagai Sekda karena memang Gede Suyasa menempati posisi teratas dan mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),’’ katanya. Dengan dilantiknya Gede Suyasa sebagai Sekda Bule-

leng yang baru, diharapkan bekerja sesuai dengan tugasnya. Sekda merupakan orang yang menerjemahkan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disusun Bupati di pemerintahan. Tentunya, prinsipprinsip transparansi, akuntabilitas, kinerja dan inovasi harus dikedepankan dalam membangun Buleleng ini. Untuk mencapai target itu, Bupati minta agar pejabat baru mengedepankan koordinasi dan leadership

yang baik dan menghindari kesan terkotak-kotak dalam menjalankan roda birokrasi. Sementara kepada pajabat yang telah pensiun, Bupati berharap agar tetap dalam bingkai kebersamaan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Ini karena pengalaman dalam mengelola birokrasi yang dimiliki Dewa Ketut Puspaka sudah sangat mumpuni, sehingga idenya masih diperlukan. Hal. 11 Bantu Kepala


Selasa Pon, 3 Maret 2020

Pemkot Jalin Kerja Sama dengan UGM Gelar Bimtek

Ciptakan SDM Profesional di Bidang Perencanaan

SEBAGAI upaya menciptakan SDM perencanaan yang profesional di berbagai bidang, Pemkot Denpasar menjalin kerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Kerja sama yang secara khusus menyasar Prodi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gajah Mada ini dikemas dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemahaman Teknis Perencanaan bagi OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Acara itu dibuka Kaprodi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gajah Mada Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D. bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Senin (2/3) ke-

marin. Dalam sambutannya, Kaprodi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gajah Mada Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D. mengatakan sangat bangga atas kedatangan Pemkot Denpasar yang bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam bidang perencanaan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk realisasi komitmen UGM membantu pusat-pusat pertumbuhan masyarakat di seluruh kawasan Indonesia. ‘’Kami merasa bangga atas kedatangan Pemkot Denpasar yang senantiasa terus berupaya meningkatkan SDM yang profesional, khususnya di bidang perencanaan,’’ ujarnya. Prof. Bakti mengaku akan

FIGUR Banyak Pesanan DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar tidak hanya menangani sampah. Banyak tugas lain yang harus diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Bahkan, pada saat musim hujan seperti sekarang, pesanan untuk menangani pemotongan pohon cukup banyak. ‘’Kami kewalahan menerima order dari perseorangan untuk pemotongan pohon yang dinilai membahayakan saat hujan turun,’’ ujar Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada, S.E., M.M., Senin (2/3) kemarin. Wisada mengaku penataan pohon perindang juga menjadi agenda rutin yang harus digarap setiap hari. Mengingat kebijakan Pemkot Denpasar dalam menjaga keberadaan pohon perindang sangat jelas. Pohon harus menutup lahan, sehingga mampu mengurangi pencemaran udara. ‘’Kota harus terlihat hijau, sehingga pohon perindang wajib ada,’’ katanya. Kini, pada saat musim hujan pihaknya bukan hanya menata pohon perindang yang menjadi kewajibannya. Lebih dari itu, masyarakat juga banyak yang meminta agar DLHK membantu menebang pohon yang sesungguhnya milik pribadi. ‘’Sebagai ASN, kami wajib melayani masyarakat. Namun, karena permintaan terlalu banyak, akhirnya kami menggunakan skala prioritas,’’ ujarnya. Ada beberapa program yang telah dilakukan DLHK Denpasar, di antaranya menggencarkan penanaman pohon di berbagai sudut kota, serta telajakan yang masih kosong. Penanaman pohon ini bukan saja di lahan pemerintah, namun juga dilakukan di lahan pribadi yang belum dimanfaatkan. ‘’Kita berharap dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya, kualitas udara akan semakin baik,’’ kata pejabat asal Jembrana ini. Selain itu, pihaknya juga melakukan kebijakan yang melarang penebangan pohon tanpa izin DLHK. Terutama pohon perindang yang ada di pinggir jalan. Tidak ada yang boleh menebang tanpa seizin DLHK. Karena penebangan pohon secara sembarangan akan merugikan banyak pihak dan juga lingkungan. Karena itu, sejak lama DLHK memiliki program tebang satu tanam 25 pohon. Artinya, setiap orang yang akan menebang satu pohon, dia harus menggantinya dengan menanam 25 pohon. ‘’Ini dilakukan untuk menjaga agar Denpasar tetap asri dan bisa meminimalisasi pencemaran udara,’’ ujarnya. (ara)

Denpasar Alami Inflasi 0,39 Persen

Denpasar (Bali Post) – Selama Februari 2020, ada dua kabupaten/kota yang mengalami inflasi yakni Denpasar dan Singaraja. Kota Denpasar tercatat mengalami inflasi sebesar 0,39 persen, sedangkan kota Singaraja 0,70 persen. Beberapa komoditas yang memberikan andil atau sumbangan inflasi yakni cabai merah, pisang, bawang putih, dan lainnya. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Probvinsi Bali Adi Nugroho, Senin (2/3) kemarin mengatakan, untuk Kota Denpasar, dari sebelas kelompok pengeluaran, delapan tercatat mengalami inflasi. Kelompok I (makanan, minuman dan tembakau) setinggi 1,18 persen, kelompol VIII (rekreasi, olahraga dan budaya) setinggi 0,71 persen, kelompok X (penyediaan makanan dan minuman/restoran) setinggi 0,67 persen. Selanjutnya kelompok XI (perawatan pribadi dan jasa lain) setinggi 0,49 persen, kelompok IV (perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga) setinggi 0,43 persen, kelompok II (pakaian dan alas kaki) setinggi 0,41 persen, kelompok V (kesehatan) setinggi 0,10 persen dan kelompok VII (informasi, komunikasi dan jasa keuangan) setinggi 0,01 persen. Sementara satu kelompok pengeluaran lainnya yakni kelompok VI tercatat mengalami deflasi sedalam -0,45 persen. ‘’Sedangkan kelompok III (perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar lainnya) dan kelompok IX (pendidikan) tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, delapan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu kelompok I setinggi 2,02 persen, kelompok V setinggi 0,60 persen, kelompok II setinggi 0,34 persen, kelompok XI setinggi 0,29 persen, kelompok IV setinggi 0,20 persen, kelompok X setinggi 0,13 persen, kelompok VIII setinggi 0,10 persen, dan kelompok III setinggi 0,04 persen. Sementara itu, dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi, yakni kelompok VI sedalam -0,68 persen dan kelompok VII sedalam 0,05 persen. Untuk kelompok IX tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan. (jay)

senantiasa bekerja sama dengan Pemkot Denpasar. Dengan kerja sama ini pihaknya mengajak bersamasama meningkatkan kinerja di dalam menjadikan Denpasar menjadi Kota Budaya berkaliber internasional. ‘’Walaupun kami tahu berbagai prestasi telah diraih Pemkot Denpasar, di sini kami ingin memaksimalkan kemampuan SDM yang sudah baik menjadi profesional di bidangnya,’’ ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra menyambut baik kerja sama yang telah terjalin. Pihaknya berharap dari pelatihan ini ke depan perencanaan di Kota Denpasar lebih efisien dan efektif serta tepat guna. ‘’Dengan pelatihan ini ke depan perencanaan di Denpasar dapat tepat

guna dan strategis dalam menjawab apa yang menjadi tuntutan masyarakat serta kemanfaatannya dapat dirasakan masyarakat secara langsung,’’ ujarnya. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, kegiatan ini pula untuk mengembangkan keahlian dan pengetahuan SDM guna memecahkan permasalahan serta mencari solusi dalam meningkatkan pembangunan di Kota Denpasar. ‘’Dengan ini, tentunya dapat menjadi wadah pembelajaran serta mencari solusi dalam perencanaan dan kebijakan strategis yang dapat meningkatkan kemampuan SDM dan menjadi SDM yang profesional dalam bidang perencanaan pembangunan daerah,’’ harap Rai Mantra. (ad037)

BIMTEK – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Kaprodi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gajah Mada Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D. saat Bimtek Pemahaman Teknis Perencanaan bagi OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Senin (2/3) kemarin.

Hingga Akhir Februari, Imigrasi Tolak 107 Wisatawan ke Bali Izin Tinggal 1.051 Warga Tiongkok Diperpanjang

Denpasar (Bali Post) -

Presiden RI Joko Widodo sudah mengumumkan dua orang warga Indonesia yakni ibu dan anak terjangkit virus Corona. Di sisi lain, pemerintah tak terkecuali petugas Imigrasi yang mengatur lalu lintas perlintasan orang asing, berupaya keras melakukan penangkalan, khususnya terhadap wisatawan yang mampir ke Bali. Berdasarkan data dari Kanwil Depkum HAM Bali yang mewilayahi tiga kantor Imigrasi, pihaknya sudah menolak 107 orang wisatawan hingga akhir Februari kemarin. ‘’Hingga akhir Februari ada 107 orang wisatawan yang kami tolak masuk Bali,’’ ucap Humas Kanwil Depkumham Bali I Putu Surya Dharma, Senin (2/3) kemarin. Mereka yang ditolak masuk Bali adalah warga asing dari berbagai negara yang

mempunyai riwayat bepergian ke Tiongkok. Itu juga sesuai Permenkumham No. 3 Tahun 2020, yakni pada pokoknya akan menolak bila wisatawan sempat singgah atau masuk Tiongkok dalam waktu 14 hari. Selain menolak orang asing ke Bali, tiga Imigrasi yakni Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Imigrasi Kelas 1 TPI Denpasar, dan Imigrasi Singaraja, sudah melakukan perpanjangan izin tinggal pada

wisatawan Tiongkok sebanyak 1.051 orang. Kata Surya, rinciannya perpanjangan izin tinggal yang dikeluarkan Imigrasi Denpasar sebanyak 293 orang, Imigrasi Ngurah Rai sebanyak 682 orang dan Imigrasi Singaraja ada 76 orang. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Hingga akhir Februari ada 107 orang wisatawan yang kami tolak masuk Bali. Mereka adalah warga asing dari berbagai negara yang mempunyai riwayat bepergian ke Tiongkok. I Putu Surya Dharma

KKP Perketat Pemeriksaan Penumpang di Bandara Ngurah Rai

Bali Post/jay

CEK PENUMPANG - Petugas KKP Kelas I Denpasar di Bandara Ngurah Rai, Bali mengecek para penumpang yang baru tiba di bandara.

Denpasar (Bali Post) Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua warga Indonesia asal Depok terjangkit virus Corona. Atas hal itu, seluruh instansi, termasuk petugas di bandara siaga untuk memperketat pemeriksaan penumpang yang tiba. Salah satunya petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar di Bandara Ngurah Rai, Bali. Pascapengumuman resmi dari Presiden itu, petugas mengecek para penumpang yang baru tiba di bandara. ‘’Kami melakukan mekanisme pengecekan terhadap para penumpang yang datang dengan alat thermal scenner atau pendeteksi suhu tubuh. Setiap penumpang yang datang, kami juga beri-

kan HAC,’’ kata Kepala KKP Kelas I Denpasar dr. H. Lucky Thah Jono, Senin (2/3) kemarin. Ia menerangkan, selain itu pihaknya juga memberikan edukasi kepada setiap penumpang untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dengan cara hidup bersih. Tak hanya itu, guna meningkatkan kewaspadaan pihaknya mengerahkan belasan petugas untuk melakukan pengecekan dan pengawasan. ‘’Setiap shift ada 12 petugas. Mereka mengecek semua penumpang dan juga memberikan edukasi. Jika nantinya ada penumpang yang suhu tubuhnya terdeteksi melebihi ketentuan, maka akan segera ditindaklanjuti,’’ imbuhnya. (jay)

Pascakebakaran

Hotel Inna Grand Bali Beach Kembali Beroperasi Normal Denpasar (Bali Post) Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur kembali beroperasi normal Senin (2/3) pukul 12.00 Wita, pascakebakaran ruang laundry. Bahkan tamu dari 44 kamar yang sebelumnya dievakuasi ke Ina Bali Beach Garden, sudah kembali menempati kamar sebelumnya. Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Iswandi Said, menyampaikan pascaberoperasinya kembali hotel, tamu yang sebelumnya dievakuasi sudah ditawarkan kembali menempati kamar yang sebelumnya. Disinggung mengenai kerugian akibat kebakaran itu, pihaknya masih melakukan investigasi. ‘’Sedang dihitung dan belum bisa dipastikan berapa kerugiannya. Namun kamar tidak ada yang terganggu atau terdampak,’’

ujarnya didampingi GM Grand Inna Bali Beach, IGK Ayu Ariani, saat memberikan keterangan Senin kemarin. Dijelaskannya, awal kejadian pada Minggu (1/3) pukul 17.45 Wita, terjadi petir cukup hebat. ‘’Di lantai 10 sempat terjadi getaran cukup keras dan terjadi kebakaran plafon koridor. Api bisa dipadamkan dengan alat pemadam yang ada,’’ ujarnya. Kemudian pada pukul 18.15 Wita, petugas laundry di lantai dasar melaporkan ada percikan api. Karena kobaran api cukup besar, pihaknya kemudian meminta bantuan ke BPBD. Pukul 20.00 Wita api sudah bisa dikuasai petugas. ‘’Kejadian kebakaran yang diduga korsleting akibat petir saat ini sedang dilakukan uji laboratorium forensik,’’ ujarnya. (kmb23)

Topik : Segera proteksi bali Bali Post/kmb23

MORMAL - Hotel Inna Grand Bali Beach kembali berope-rasi normal pascakebakaran ruang laundry.

Balli Post/eka

NARKOBA - Kapolresta Denpasar menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus narkoba di Mako Polresta Denpasar, Senin (2/3) kemarin.

Ratusan Gram Narkoba Disita

Denpasar (Bali Post) Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali kembali mengungkap kasus besar, Kamis (27/2) lalu. Dua kasus yang diungkap yaitu tersangka M. Toriq (31) dengan barang bukti 690 gram (6,90 ons) sabu-sabu (SS) dan Andrew Ivan Dolan (53) asal New Zealand dengan barang bukti 0,51 gram SS. Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Senin (2/3) kemarin mengatakan tersangka Toriq dibekuk di Jalan Karangsari, Kedonganan, Kuta, Badung. Sedangkan Andrew dibekuk di Jalan Patih Jelantik, Legian, Kuta. Kasus ini diungkap tim dipimpin Kanit I Satresnarkoba Iptu Putu Budirtama. Terkait penangkapan tersangka Andrew, berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa yang bersangkutan kerap membeli narkoba. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di kamar kos-kosan pelaku dan petugas menemukan barang bukti satu paket SS berat bersih 0,51 gram dalam kamar tempat menginap. Saat diinterogasi, pelaku barang

bukti tersebut adalah miliknya yang dibeli dari seseorang yang namanya tidak dikenal. ‘’Pelaku berperan sebagai pemakai. Dia menerangkan alasanya mengonsumsi sabu untuk menghilangkan stres,’’ tegas Kombes Ruddi didampingi Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat. Sementara tersangka Toriq dibekuk pukul 16.30 Wita di depan kos di Jalan Karangsari, Kedonganan, Kuta. Saat dilakukan penggeledahan badan pelaku, petugas tidak menemukan barang bukti. Selanjutnya polisi menyisir kamar kosnya dan ditemukan 11 paket SS dengan berat bersih 690 gram dalam dompet, tas kompek dan toples. Menurut pelaku, dia disuruh seseorang biasa dipanggil Jaky tidak mengetahui keberadaannya. ‘’Tersangka berperan sebagai kurir dan mendapat upah sekali pengambilan tempelan sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Pelaku menerangkan alasannya mau menjadi kurir karena faktor ekonomi,’’ kata mantan Kapolres Badung ini. (kmb36)


Selasa Pon, 3 Maret 2020

Dewan Badung Putuskan Hibah Rp 5 Miliar di Tahun 2021

HIBAH - Rapat dengan agenda pembahasan e-hibah dan pokok pikiran (pokir) dipimpin langsung oleh Ketua Dewan I Putu Parwata. DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung menggelar rapat bersama pihak eksekutif, Senin (2/3) kemarin. Rapat dengan agenda pembahasan e-hibah

dan pokok pikiran (pokir) dipimpin langsung oleh Ketua Dewan I Putu Parwata. Pada rapat tersebut, Putu Parwata memutuskan hibah yang difasilitasi oleh anggota

Dewan sebesar Rp 5 miliar per anggota plus pokir Rp 1 miliar. Keputusan tersebut disambut baik oleh anggota dewan yang hadir dalam rapat. Akan tetapi, pihak ekskutif yang

hadir yakni Kepala bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Badung I Nyoman Sujendra dan Kadis Kominfo IGN Gede Jaya Saputra tak bisa bekomentar banyak. ‘’Yang jelas kami akan laporkan dulu kepada pimpinan hasil rapat hari ini,’’ kata Sujendra dikonfirmasi usai menghadiri rapat. Selain memutuskan pagu hibah, rapat dewan yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua I Wayan Suyasa dan I Made Sunarta itu juga meminta agar masing-masing anggota dewan diberikan akses untuk meng-input secara langsung daftar hibah yang difasilitsi dalam aplikasi ehibah. Menurut Parwata, hal itu untuk memudahkan kerja pihak eksekutif. ‘’Mohon berikan akun kepada masingmasing anggota dewan untuk mengakses e-hibah,’’ katanya.

Parwata juga mempertegas, agar akun diamankan oleh pihak Kominfo untuk menghindari kesalahan. ‘’Misalnya kalau pagunya Rp 5 miliar. Jika dipasang hibah melibihi dari itu, sistem secara otomatis error. Jadi, tidak bisa lebih dari pagu anggaran,’’ katanya. Selain itu, rapat itu juga membahas terkait mekanisme pemberian hibah di tahun 2021. Di mana hibah akan diberikan berupa barang. Misalnya untuk pembangunan pura maupun upacara yang dilakukan, semuanya akan diberikan berupa barang, tidak lagi secara gelondongan yang bisa swakelola oleh penerima hibah. Penerima hibah akan menerima berupa barang yang prosesnya dilakukan oleh pemerintah melalui proses tender. Masalah baru muncul akan

hal itu. Wakil Ketua Dewan, I Made Sunarta, tak sependapat akan hal itu. Ketua DPC Demokrat Badung itu khawatir, penyaluran hibah tidak dapat dilakukan seratus persen. Mengingat dalam proses tender, harga yang ditenderkan sebesar 80 persen. Jumlah tersebut pun akan dipotong pajak. ‘’Itu artinya penerima hibah tidak akan menerima hibah seratus persen,’’ kata Sunarta. Mekanisme lainnya adalah pura wajib memiliki domisili. Terkait hal itu, anggota Dewan Wayan Sandra pun angkat bicara. ‘’Bagaimana bisa pura wajib memiliki domisili, lagian domisili hanya berlaku enam bulan. Kenapa pura harus ada surat domisili. Pura itu tidak akan pindahpindah,’’ kata Sandra. Kabag Kesra I Nyoman Sujendra mengatakan, su-

rat domisili diperlukan atas saran dari BPK. Itu untuk mencegah terjadi kesalahan. Berkaca dari masalah pemberian hibah kepada kelompok tententu, di mana saat pengajuan hibah berbeda dengan alamat saat menerima hibah. ‘’Makanya penting surat domisili itu. Untuk pura, kami akan koordinasikan apakah mungkin dapat pengecualian,’’ katanya. Berkenaan dengan pemberian hibah berupa barang, Sujendra mengakui hal itu untuk mempermudah masyarakat penerima hibah. ‘’Menurut BPK, ada ketidakberdayaan penerima hibah mengelola uang. Makanya disarankan kenapa tidak diberikan hibah berupa barang saja. Makanya itu kami akomodasikan,’’ kata mantan Kabag Humas Badung itu. (ad051)

Soal Penghentian Sementara Pungutan PHR

DPRD Bersurat ke Kemenkeu

Mangupura (Bali Post) – Wakil rakyat di DPRD Badung akhirnya bersurat ke pemerintah pusat, Senin (2/3) kemarin. Surat yang ditandatangani Ketua DPRD Badung Putu Parwata itu ditujukan kepada Menteri Keuangan RI. Dalam surat bernomor 170/848/DPRD tersebut, DPRD Badung memohon waktu untuk berkoordinasi atau konsultasi mengenai rencana pemberhentian sementara pungutan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dan bantuan insentif untuk Bali. Ketua DPRD Badung Putu Parwata membenarkan telah mengirim surat ke Kemenkeu terkait adanya penghentian sementara pungutan PHR. “Ya, kami sudah bersurat ke Kemenkeu. Hari ini (kemarinred) saya ke Jakarta untuk konsultasi masalah itu. Selain itu juga membicarakan masalah jalan lingkar,” katanya singkat. Menurutnya, rencana pemerintah pusat tersebut turut memberikan dampak langsung dan signifikan terhadap industri pariwisata, khususnya di Kabupaten Badung. Tak hanya itu, pemerintah pusat juga berencana melaksanakan kebijakan pemberian insintif Rp 3,3 triliun kepada 30 provinsi, salah satunya Bali. “Berkenaan dengan hal itu, kami memohon kepada Ibu Menteri menerima kami untuk mendiskusikan hal-hal tersebut,” jelasnya. Di tempat terpisah, Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta mengatakan, pada prinsipnya Dewan Badung kurang sependapat dengan rencana tersebut. Terlebih rencana subsidi yang diberikan oleh pusat tidak sebanding dengan pendapatan dari PHR yang bisa diperoleh selama enam bulan. “Surat sudah kita kirim tadi (ke-

marin - red), kami mohon waktu kepada Ibu Menteri Keuangan untuk berkoordinasi dan berkonsultasi mengenai rencana penghentian sementara pemungutan PHR, serta insentif atau subsidi bagi Bali,” katanya. Dikatakan, jika pusat tetap menghentikan pemungutan PHR dan memberikan insentif sebesar Rp 3,3 triliun untuk 10 destinasi, tentu akan sangat merugikan Kabupaten Badung. Pasalnya, target pemungutan PHR dalam enam bulan yang bisa diperoleh Kabupaten Badung paling kecil Rp 1,6 triliun. “Kami memungut pajak berdasarkan UU 23 tentang Pemerintahan Daerah, dan UU 28 Tahun 2009 tentang pajak dan restribusi daerah. Sekarang kalau dilarang, harus ada timbal balik yang seimbang,” ujarnya. Dijelaskan, timbal balik yang dimaksud adalah subsidi yang besarannya sesuai dengan target pendapatan PHR selama enam bulan. “Kalau subsidi y a n g d ib e rika n p usa t l e b ih kecil akan sangat merugikan kami. Harapan kami subsidi yang diberikan pusat menutupi kekurangan target pendapatan dari pemungutan PHR akibat menurunnya kunjungan wisatawan,” tegasnya. Selain itu, Sunarta berpendapat, menurunnya kunjungan wisatawan bukan karena ketidakmampuan wisatawan atau pengusaha dalam membayar pajak, melainkan karena isu global virus Corona. (kmb27)

TAMAN AYUN - Sejumlah wisatawan berkunjung ke Objek Wisata Pura Taman Ayun, Mengwi.

Bali Post/eka

Jatuh ke Sumur, Kakek 80 Tahun Meninggal Lakalantas, Satu Tewas

Mangupura (Bali Post) Seorang kakek berusia 80 tahun, Ramuk, terjatuh ke dalam sumur di Banjar Batanbuah, Abiansemal, Minggu (1/3). Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Dikonfirmasi Senin (2/3) kemarin, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada, S.E., M.AP. mengatakan, Basarnas Bali menerima laporan pada pukul 23.55 Wita dari BPBD Badung. Setelah menerima laporan, pihaknya segera menindaklanjuti dan memberangkatkan tujuh orang rescuer ke lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, mereka langsung berkoordinasi dengan warga dan instansi setempat guna mengecek kondisi sumur. Langkah tersebut guna mengetahui risiko-risiko adanya gas beracun yang berbahaya ataupun tingkat kandungan oksigen di dalam sumur. Satu orang personel diturunkan ke

dalam sumur menggunakan peralatan SCBA, sementara seorang lainnya mengawasi dari atas. Pada penanganan kejadian di kedalaman tertentu, kata Darmada, tim dilengkapi dengan peralatan mountaineering, dua set SCBA dan alat pelindung diri lengkap. “Satu orang diturunkan dan harus ada yang mengawasi dari atas untuk safety sekaligus memberikan komando pergerakan tim lainnya. Begitu gambaran sistem kerjanya,” ungkapnya. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban pada pukul 01.35 Wita, Senin (2/3), dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya jenazah Ramuk dibawa ke rumah duka. Selain Basarnas Bali, unsur SAR lainnya yang terlibat di antaranya Polsek Abiansemal, BPBD Badung, Damkar Badung, Bhabinkamtibmas serta masyarakat setempat dan keluarga korban. (kmb23)

dan Dua Luka-luka

Bali Post/ist

EVAKUASI - Tim SAR mengevakuasi korban yang terjatuh ke dalam sumur, Senin (2/3) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Peristiwa lakalantas terjadi sekitar pukul 20.00 Wita, Minggu (1/3) lalu. Lokasinya di Jalan Raya Anggungan, tepatnya di depan Gang Intaran Banjar Gede. Akibat kejadian tersebut, I Putu Candra Susila Wirana Putra (33) asal Timor Timur mengalami dislokasi pergelangan tangan kanan dan meninggal dunia di RSD Mangusada, Kapal, Badung. Sementara I Nyoman Jasa (30) asal Petang dengan membonceng Ni Luh Mirna Wati (23) luka parah. Dikonfirmasi, Senin (2/3) kemarin, Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa mengatakan, kecelakaan ini terjadi antara sepeda motor DK 5320 FAW dengan sepeda motor lain yang tidak diketahui nopol-nya. Kejadiannya pukul 20.00 Wita. Pengendara sepeda motor DK 5320 FAW, Jasa, membonceng Mirna Wati. Sementara pengendara sepeda motor yang

tidak diketahui nopol-nya, Candra Susila. Kecelakaan tersebut terjadi saat hujan sehingga kondisi jalanan basah. Dari olah TKP yang dilakukan Tim Unit Laka Satlantas Polres Badung, motor yang dikendarai Jasa bergerak dari arah utara menuju ke arah selatan. Sedangkan Candra Susila bergerak dari arah selatan menuju ke arah utara. Saat mendekati TKP, lanjutnya, motor yang dikendarai Jasa mendahului sebuah kendaraan sehingga terjadi tabrakan. ‘’Akibat kecelakaan itu, Jasa mengalami luka-luka, hidung mengeluarkan darah. Penumpangnya juga mengalami dislokasi pada kaki kanan,’’ jelasnya. Sementara Candra Susila mengalami dislokasi pergelangan tangan, sempat dirawat di RSD Mangusada namun meninggal dunia. Dugaan semantara, kata Oka Bawa, Jasa kurang hati-hati saat berkendara. (kmb36)

Bunuh Istri, Suami Dituntut 12 Tahun Penjara NEKAT menghabisi nyawa istrinya, I Ketut Gede Ariasta (23) dituntut pidana penjara selama 12 tahun, Senin (2/3) kemarin. Sebagai korban dalam kasus ini adalah istrinya, Ni Gusti Ayu Seriasih. Jaksa penuntut umum (JPU) Cokorda Intan Merlany Dewie di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day menyatakan terdakwa terbukti melakukan perbuatan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga

hingga menyebabkan korban meninggal. Terdakwa dijerat Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Peristiwa itu terjadi 17 Oktober 2019 pukul 01.30 Wita di kamar kos di Jalan Gunung Sanghyang, Padangsambian, Denpasar Barat. Pemicunya diduga sang suami tersinggung dengan status facebook (FB) korban. Saat itu terdakwa datang mendobrak kamar

kosnya untuk menanyakan maksud status FB korban yang berbunyi, “Di manamana jadi janda pasti bening lagi, doi bisa mengurus badan karena tidak ngurus anak lagi. Pas jadi istri dibilang dekil kusut, karena suami gak kasih uang dan waktu lebih mengurus diri.” Menurut JPU, terdakwa juga menanyakan alasan korban memblokir akun FB dan WhatsApp milik terdakwa. Menurut terdakwa, korban memberikan

jawaban ketus dengan mengatakan, “Aku tidak ada sangkut-pautnya dengan kamu lagi.” Jawaban itu membuat Atiasta kalap. Terdakwa mengambil sebilah pisau dan menusuk punggung korban sebanyak dua kali. Setelah itu, terdakwa mengunci pintu dari luar dan meninggalkan korban di dalam kamar. Korban sempat dilarikan dan dirawat di RS Sanglah selama 13 hari, hingga nyawa korban akhirnya tak tertolong. (asa)

Bali Post/asa

TUNTUTAN - Terdakwa I Ketut Gede Ariasta saat menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar, Senin (2/3) kemarin.


Selasa Pon, 3 Maret 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menjamin Keberlangsungan Ekonomi VIRUS Corona (Covid-19) benar-benar mematikan. Mematikan secara penyakitnya, juga secara ekonomi. Dampak virus tersebut telah ‘’mematikan’’ perekonomian global yang memang sedang krisis. Termasuk di dalamnya Indonesia, terlebih lagi Bali yang sedang getol-getolnya mendambakan kunjungan wisatawan berbahasa Mandarin. Para pekerja pariwisata di Bali paling merasakan dampak wabah virus Corona ini. Menghadapi kondisi ini, pemerintah telah menempuh berbagai langkah strategis. Salah satunya memberikan diskon hingga 50 persen tiket pesawat untuk 10 tujuan wisata. Sayangnya, saat ini sebagian besar masyarakat dunia waswas untuk bepergian ke luar negeri. Begitu juga membebaskan pajak hotel dan restoran (PHR) selama enam bulan. Sementara PHR dipungut dari wisatawan yang menginap di hotel atau berbelanja di restoran. Tanpa kebijakan itu pun pengusaha susah menyetor PHR, karena tidak ada wisatawan yang datang. Kebijakan-kebijakan ini mirip dengan ramairamai makan babi guling saat babi di Bali banyak yang mati diduga akibat virus flu babi Afrika (African Swine Fever). Para peternak justru mendesak agar penanggulangan penyakit itu tuntas, tidak menyebar luas. Juga bantuan finansial bagi mereka agar perekonomiannya tetap bisa bertahan. Syukur bisa bangkit memulai usaha lagi. Hal seperti inilah yang juga diperlukan para pelaku ekonomi di sektor pariwisata saat ini. Penanganan virus Corona di Tanah Air dengan tuntas agar Indonesia dinyatakan benarbenar bebas dari penyakit menular tersebut. Ini sebagai jaminan bagi orang asing yang ingin datang ke Indonesia, entah untuk berinvestasi atau pelesir. Berikutnya, ada semacam kebijakan finansial bagi para pelaku usaha. Misalnya kebijakan menyangkut gagal bayar (cicilan perbankan) sebagai dampak ekonomi wabah Corona, insentif bagi pekerja yang untuk sementara terpaksa kehilangan mata pencahariannya, dan sejenisnya. Langkah kebijakan ini demi menjamin tetap berlangsungnya perekonomian. Ini penting sembari memikirkan strategi jangka panjang. Apakah Bali masih harus sangat bergantung pada sektor pariwisata yang sangat ringkih diterpa berbagai isu? Atau, mulai memikirkan sektor penyanding lainnya? Bali tidak memiliki kekayaan alam, maka sektor jasa bisa tetap menjadi andalan. Singapura yang kecil dan tidak memiliki sumber daya alam, bisa berjaya dari sektor jasa.

Prioritaskan Nyawa Manusia

WABAH virus Corona telah menimbulkan keresahan dunia. Beberapa negara bahkan telah memberlakukan pembatasan mobilitas manusia antarnegara. Tujuannya tiada lain demi melindungi warga negaranya dari infeksi virus yang telah memakan ribuan korban jiwa tersebut. Kebijakan pembatasan ini sepertinya perlu dipikirkan pemerintah Indonesia. Memang akan ada plus-minusnya. Tetapi, jika merujuk WHO yang telah meningkatkan kesiagaan level risiko penularan dan risiko dampak dari virus Covid-19 untuk skala global menjadi sangat tinggi, persoalan ini sudah tidak bisa dianggap enteng. Taruhannya nyawa manusia. Namun, pembatasan mobilitas warga antarnegara akan berimbas pada anjloknya kunjungan wisatawan. Industri pariwisata yang akan pertama menjerit. Sekarang saja dampaknya sudah sangat mencekik, apalagi diberlakukan pembatasan lebih luas. Netizen melalui akun Facebook @balipost menyampaikan pendapatnya mengenai pemberitaan penyebaran virus Corona yang kian mengkhawatirkan. Sebagian besar menyatakan sepakat Bali harus segera diproteksi salah satunya dengan membatasi WNA masuk Bali. Dasar pertimbangannya sederhana: nyawa jauh lebih penting dibandingkan pariwisata. Tentu saja pembatasan atau bahkan penutupan akses pintu masuk Bali ini tidak berlaku selamanya. Kebijakan hanya berlaku hingga virus Corona mampu dikendalikan. Intinya, demi keselamatan penduduk, mungkin sudah saatnya Bali bilang ‘’Sorry, we are temporarily closed’’. Berikut komentar sejumlah netizen. Dex Tonk Ini dilema di mana pemerintah melakukan diskon besar-besaran demi kunjungan wisatawan, tapi di sisi lain akan mengakibatkan meningkatnya risiko masuknya virus Corona ke daerah wisata.

Putu Leongsire Niky Kita tidak mungkin kelaparan kalau kita berusaha, yang penting bisa hidup sudah bersyukur. Daripada kita Bali adopsi virus mematikan tersebut.

Sri Lestari Tetap positif dulu. Toh ini tidak hanya terjadi di Bali dan Indonesia. Ini krisis yang terjadi di dunia. Berdoa saja virus ini cepat berakhir dan semua kembali seperti semula. Astungkara.

Nyoman Kamiana Tidak apa-apa tamu sepi. Bertahan, yang penting bisa makan saja sudah syukur. Yang jadi beban pikiran, kredit di bank bagaimana? Apa bisa tidak dibayar dulu selama tidak ada tamu? Kalau boleh, baguslah.

Achek Achenk Dalam kondisi seperti saat ini, jangan hitung untung-ruginya dulu dengan sepinya kunjungan wisatawan. Kesehatan dan keselamatan rakyat harus lebih diutamakan. Kalau kita sehat, duit gampang dicari dan makan apa pun juga nikmat.

Putu Susila Kosaguna Stop dulu turis masuk Bali. Kalaupun kita tak punya uang pasti ada alternatif lain, tak mungkin kita mati kelaparan. Tapi kalau sampai virus Corona merebak di Bali, kemungkinan besar kita akan mati.

Sujarsono Semoga Baliku tetap bebas dari virus Corona, amin. Jan Harbi Sandat Kayaknya keselamatan jiwa kita dan keluarga lebih berharga. Coba pakai akal sehat. Jambeng Ne Fucx Itu sudah siklus jangan risaukan kehidupan ini. Yang datang pasti akan pergi, kita harus siap untuk ditinggalkan dan kesabaran jalan utama! Putu Tetep’ok Dampak dari sepinya wisatawan itu dari diri kita sendiri yang menyebarluaskan berita yang belum tentu benar. Putu Desi Yang penting kita semua yang

ada di Indonesia ini aman dan bebas dari virus apa pun itu. Ngeri. Ary Putra Bukan hanya karena virus, pantai kotor, macet, kriminalitas tinggi juga jadi penyebabnya. Miki Ngapain nunggu 1 sampai 2 bulan, sekarang virus sudah semakin parah. TKW Indonesia di Korea saja mau pulang tidak dikasih, takut kebawa ke Indonesia. Lha wisatawan dari luar negeri seharusnya tidak boleh masuk sementara. Kok malah dikasih masuk, diadain promo lagi tiketnya. Putu Desi Mendingan distop dulu turis-turis datang ke Indonesia. Biarkan hidup susah dulu dan terima saja makan nasi ubi, jagung, ikan tongkol dan sayuran.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Siaga Ancaman Corona Kini semua negara melakukan penyelamatan terhadap warganya dari ancaman virus Corona. Langkah ini saya apresiasi, karena saya yakin semua negara lebih mementingkan keselamatan warganya daripada kepentingan ekonomi. Saya berharap kebijakan serupa juga dilakukan di Bali. Saat virus Corona menjadi ancaman serius alangkah baiknya kita juga siaga dan melakukan langkah-langkah nyata agar Bali tak terpapar virus mematikan ini. Terlebih saya baca di koran ada sejumlah warga negara asing yang setelah pulang dari Bali positif Corona. Harapan saya, mudah-mudahan Bali memang aman dan jauh dari virus ini. Selebihnya, saya berharap Bali juga melakukan pembatasan serius bagi wisatawan dari negara-negara yang kini terjangkit wabah Corona. Kita jangan dulu mengundang mereka datang ke Bali, sementara negara lain sudah membatasi kunjungan ke negerinya. Bayangkan Arab Saudi saja berani menunda sementara umat Islam untuk umroh. Itu artinya, ada kepentingan yang lebih strategis dalam menjaga keselamatan warganya. Saya juga berharap Bali bisa mengambil kebijakan yang jelas terkait hal ini. Jangan kita berharap uang terlalu banyak ketika ancaman Corona di depan mata. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

POJOK

Tepikan sejenak pariwisata, Bali harus diproteksi. - Selamatkan krama Bali. *** Jokowi akui dua warga Indonesia positif Corona. - Jangan ditutup-tutupi. *** Lesu, ekspor peralatan dapur berbahan kayu ke Jepang. - Perlu inovasi rupanya.

Yanik Yanik Sabar sameton, Bali tidak akan dikasih kesusahan sama Tuhan karena yadnya tulus suci kitalah yang jadi penyelamat. Pan Nanda Bila perlu, negara-negara yang sudah terinfeksi dilarang warganya memasuki Indonesia. Karena satu terkena akan sangat mudah menjadi ribuan. I Nyoman Aryawan Bali memang sebaiknya ditutup dulu aksesnya mengingat risiko sangat besar sebagai daerah wisata dan transit. Maaf, bukannya panik atau lebay, ini menyangkut nyawa banyak orang. Lindungi generasi penerus kita terutama anakanak yang mungkin lebih rentan. Rahayu, semoga kita masih dilindungi Tuhan.

Pendidikan

Siswa SMA Dwijendra Raih Emas di Malaysia Hasil Penelitiannya Dukung ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’

LUAR biasa. Acungan jempol tersebut patut diberikan kepada siswa SMA Dwijendra Denpasar. Mereka langsung mengimplementasikan visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ karena hasil penelitian Tim LKTI SMA Dwijendra Denpasar menghasilkan produk scrub organik. Atas prestasi itu, Tim LKTI SMA Dwijendra Denpasar meraih medali emas di ajang lomba LKTI tingkat Nasional MTE (Malaysia Tecnhology Expo), 19 - 24 Februari lalu. Mereka menjadi satu-satunya duta sekolah swasta dari 29 tim asal Indonesia yang lolos ke MTE. Di ajang MTE yang dikuti 87 tim internasional, anak-anak SMA Dwijendra meraih

medali emas untuk kategori Asian Youth Innovation Awards (AYIA). Bahkan tim yang diperkuat oleh Komang Widya Kartika Sari (XI-MIAU-1), Ni Luh Putu Erika Tangkas Sugiantari (X-IPSU-1), Dewa Agung Bintang Iswara Isaka Putri (X-IPSU-1) dan I Kadek Gangga Mahendra Putra (X-IPSU-1) mengukir sejarah untuk kali pertama mengantarkan SMA Dwijendra menembus prestasi internasional di bidang akademik. Sementara di olahraga sekolah swasta ini sudah go international sejak lama. Selama di Malaysia, tim ini dibimbing pembina Ir. I Putu Iriantono, M.Pd. dan Sukma Tatarani, S.S. Tim memaparkan soal ‘’Berska

Scrub and Sakanil Oil sebagai Lulur organik’’. Hebatnya, tim diuji oleh para profesor dan mampu dijawab dengan lugas. Mereka mampu tampil penuh percaya diri karena menjalani latihan secara disiplin. Di samping itu, berkat perjuangan keras dan kebanggaan membawa bendera Dwijendra, mereka mengaku bisa berprestasi. Kartika Sari menjelaskan, scrub organik ini diambil dari daun nangka kuning yang biasanya menjadi sampah diolah menjadi lulur ditambah beras merah dan kemiri. Dengan demikian bahan ini murni tanpa mengandung zat kimia. ‘’Kami ingin mempatenkan produk ini,’’ ujarnya. Pembinanya, Iriantono,

berharap produk siswa SMA Dwiendra ini bisa masuk home industry, apalagi pasar scrub di Bali sangat menjanjikan karena banyaknya spa dan salon kencantikan. Tim ini sedang dipersiapkan lomba di Singapura. Kepala SMA Dwijendra Denpasar Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. menegaskan, prestasi ini lahir berkat disiplin dan perjuangan keras siswa dan guru. Dia yakin ke depan akan lahir lagi juara internasional yang baru di SMA Dwijendra Denpasar, baik di akademik maupun nonakademik. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Ketut Wirawan, S.H., M.Hum. memberi apresiasi atas prestasi yang diukir anak-

Senator RI Gandeng Balai Sungai Tinjau Longsor di Sd 6 Ubung Kaja

EMAS - Tim LKTI SMA Dwijendra yang meraih emas di Malaysia foto bersama dengan Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan, Kasek Oka Antara dan guru pembinanya. anak SMA Dwijendra Denpasar. Prestasi luar biasa ini sekaligus juga kado HUT ke-67 Yayasan Dwijendra. Menurutnya, prestasi ini lahir berkat semua insan Dwijendra menjalankan tugas/swadharma-nya dengan tulus ikhlas dan serius. Insan Dwijendra juga sarat dengan pendidikan karakter

seperti disiplin dan spiritual, sehingga perjuangannya lengkap secara sekala dan niskala. Dengan dedikasi dan kerja yang tulus dan baik ditambah dengan rasa wirang tanpa pamrih mengibarkan nama Dwijendra, dia yakin makin banyak anak-anak Dwijendra mengukir prestasi. (ad038)

Wedakarna Turun ke Tukad Penet Tabanan Bersama Kementerian Pupr Terkait Bendungan Karet

MENINDAKLANJUTI masukan dari masyarakat terkait dengan terganggunya distribusi air PDAM di sejumlah wilayah Denpasar dan sekitarnya, Senator DPDRI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya turun ke lapangan. Wedakarna turun ke Tukad Penet, Tabanan untuk langsung meninjau bendungan karet yang sempat bocor sehingga mengganggu aliran distribusi air bagi warga. Wedakarna didampingi oleh Airlangga Marjono, Kepala Balai Wilayah Sungai BaliPenida Kementerian PUPR, juga sejumlah pejabat dari UPT, PDAM Badung, dan dari instansi vertikal. Selama meninjau, SenaSATYAGRAHA – Dr. Arya Wedakarna (AWK) tor Arya Wedakarna (AWK) didampingi Airlangga Marjono saat menin- mendapat penjelasan terkait jau longsor di Ubung Kaja dan bendungan dengan bocornya bendunkaret di Tukad Penet Tabanan. gan karet dan solusi perbai-

kan serta penggantian juga sudah dimasukkan dalam rencana kerja. ‘’Dari aspirasi dan penjelasan Kepala Balai, ternyata penyebab terganggunya distribusi air di sejumlah wilayah disebabkan karena berkali-kali bendungan karet bocor di Tukad Penet ini. Bocornya juga disebabkan karena kiriman sampah dan di samping usia bendungan karet sudah saatnya diganti. Kalau hanya diperbaiki itu hanya solusi jangka pendek,’’ ungkap AWK. Selain meninjau bendungan karet, AWK juga meninjau mesin pompa dan ruang jaga petugas yang dirasa perlu dibuatkan pengaman dan gedung permanen agar keamanan lebih terjamin. ‘’Terkait teknis agar bendungan ini berjalan lancar adalah tanggung jawab Balai Sungai dan terima kasih su-

dah dianggarkan Rp 7 miliar untuk pengerjaan yang akan dimulai pada April 2020 ini. Semoga dalam enam bulan bisa selesai termasuk penggantian bendungan karet yang diimpor dari China. Ke depan saya harap sudah harus ada bendungan permanen. Untuk Bali sudah harus kelas A, dan jika tidak ada anggaran kan bisa minta DPR dan DPD yang mengawal di pusat. Selain itu, saya minta PDAM agar introspeksi diri, agar bisa melayani pelanggan dengan baik. Jangan sampai pelanggan hanya dimintakan pembayaran air tepat waktu, tapi pelayanan tidak maksimal. Hal senada juga diungkapkan AWK saat meninjau longsor di SDN 6 Denpasar, Ubung Kaja. Dalam kunjungan Senator Bali termuda ini, AWK mendapatkan penjelasan bahwa Balai Sungai akan

mulai mengerjakan senderan sungai pada April 2020 dengan anggaran kurang lebih sekitar Rp 4 miliar. AWK juga mendapatkan penjelasan dari Dinas Pendidikan Kota Denpasar terkait rencana pembongkaran gedung SD dengan dana APBD yang dinilai melanggar sempadan dan telah dihapus dalam data sekolah. ‘’Dari penjelasan Balai, anggaran Balai Sungai di Bali ini lebih kecil dari Provinsi NTB. Saat ini anggaran per tahun baru sekitar Rp 1,2 triliun dan belanja infrastruktur sekitar Rp 800 miliar. Seharusnya bisa lebih dari itu. Nggih, nanti saya sampaikan rekomendasi resmi agar ada peningkatan anggaran pemeliharaan dan pembangunan di APBN,’’ ungkap AWK yang bagian dari Komite I Bidang Hukum DPD-RI. (ad039)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Pon, 3 Maret 2020

PHR Distop, Hilang Pendapatan Rp 38 Miliar Tabanan (Bali Post) – Keputusan Kementerian Keuangan menghentikan pemungutan pajak hotel dan restoran (PHR) selama enam bulan mulai bulan Maret, memberikan implikasi luar biasa. Meski ada rencana pemberian insentif dari pusat dalam bentuk hibah. Tentunya daerah tidak boleh hanya berharap dari kompensasi pusat itu saja. Karena itu, daerah perlu melakukan inovasi menggali potensi dari pendapatan lainnya. Kepala Bapelitbang Tabanan, I.B. Wiratmaja, mengatakan porsi PHR dalam PAD Tabanan tahun 2020 ini sekitar 8 persen atau sebesar Rp 38 miliar. Dampaknya sangat besar terhadap pembangunan di Tabanan. Dengan adanya penghentian pemungutan PHR, potensi pendapatan hilang sebesar Rp 38 miliar. Di sisi lain target PAD harus tercapai. Terkait hal itu, tentu harus dilakukan upaya peningkatan potensi pendapatan dari sektor lainnya. ‘’Insentif hibah pusat segera turun. Kalau besarannya sama dengan potensi pendapatan yang hilang itu, ya… tidak masalah. Tetapi kalau nilainya jauh lebih kecil, tentu harus dicarikan sumber lainnya. Kita tidak bisa berdiam diri. Kita harus berinovasi menggali potensi pendapatan lainnya,’’ sergahnya. Dengan dana insentif hibah pusat yang hanya Rp 3,3 triliun untuk Bali, jatah Tabanan diperkirakan paling banyak sekitar Rp 5 miliar. Yang banyak Badung dan Denpasar. Sebab, asumsinya memang dibagi secara proporsional. Untuk itu pihaknya bersama tim optimalisasi PAD akan melakukan rapat membahas hal tersebut. ‘’Ada beberapa opsi yang bisa ditempuh terkait penghentian pemungutan PHR ini,’’ sebutnya. Akibat penghentian ini, beberapa program mungkin harus ditunda terutama program internal yang tidak berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat. Seperti perbaikan gedung kantor. ‘’Terakhir terjadi penundaan pembayaran proyek yang dikerjakan di tahun 2020. Nanti akan dibayarkan di tahun 2021. Itu opsi yang mungkin bisa dilakukan,’’ pungkasnya. Ketua komisi III DPRD Tabanan, A.A. Nyoman Dharma Putra, juga mengakui keputusan pemerintah pusat memang menjadi pukulan berat bagi Bali, termasuk Tabanan yang sangat mengandalkan dana PHR untuk membiayai pembangunan. Namun, katanya, daerah itu mau tidak mau harus mengikuti instruksi tersebut. ‘’Ya… memang berpengaruh, tapi belum signifikan untuk Tabanan,’’ terangnya. Potensi pendapatan dari sektor PHR belum terlalu signifikan bila dibandingkan potensi pendapatan sektor lainnya. Tabanan sendiri baru mulai menggarap secara serius PHR. Karena itu, perangkat lunak maupun kerasnya akan segera disiapkan termasuk SDM. Target PAD dari PHR juga masih relatif kecil dengan total Rp 38 miliar. ‘’Selama ini Tabanan belum tergantung dari PHR sendiri. Targetnya pun masih kecil,’’ sebutnya. Untuk itu, dia mengajak semua stakeholder yang ada menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan dari sektor lain. Seperti BPHTB, PBB, serta lainnya, tanpa mengesampingkan kontribusi PHR itu sendiri. Sejauh ini potensi pendapatan lainnya masih belum sepenuhnya tergarap dengan baik. Dan Tabanan sedang memulai menggarap seluruh potensi pendapatan, agar target pencapaian PAD sebesar Rp 450,405 miliar itu dapat tercapai. ‘’Harus berani berinovasi, menggali potensi pendapatan dari sektor lainnya. Banyak potensi memang yang belum tergarap secara optimal yang justru masih bisa dimaksimalkan,’’ jelasnya. (kmb28)

Jadi Rumah Sakit Rujukan

BRSU Tabanan Siap Tangani Pasien Corona

Tabanan (Bali Post) Pascadua warga Indonesia diumumkan telah terpapar Corona, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika menegaskan Rumah Sakit Tabanan pada prinsipnya siap menangani Corona maupun penyakit menular lainnya. Sejauh ini SDM yang bertangung jawab sudah melakukan pembelajaran atau update ilmu kesehatan terbaru. Terkait hal ini, pihaknya mengimbau masyarakat tidak khawatir dan tetap menjaga kesehatan dengan baik. Rumah Sakit Tabanan sejatinya sudah siap mengobati dan merawat korban virus Corona. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika mengatakan BRSU Tabanan sudah menyiapkan ruang isolasi. Selain itu juga SDM yang sudah terlatih. ‘’Jadi masyarakat jangan terlalu khawatir,’’ ucap dr. Nyoman Suratmika, Senin (2/3) kemarin. Menurutnya, ada dua ruangan isolasi di Rumah Sakit Tabanan. Ruang itu dilengkapi 7 bed. Khusus antisipasi virus Corona, semua fasilitas sudah terus disempurnakan. Saat ini sudah memenuhi syarat. Agar lebih lengkap lagi maka akan dipasang alat tekanan negatif untuk menyedot udara di ruangan tersebut atau memfilter udara di ruangan termasuk kuman-kuman. ‘’Alat sudah ada, tinggal dipasang sekitar tiga hari lagi sudah berfungsi,’’ terangnya. Kekurangan lain yang masih diperlukan adalah penambahan alat pelindung diri. Diperlukan 750 set alat pelindung diri dalam upaya antisipasi virus Corona. Saat ini baru ada 65 set saja. ‘’Sebab, alat pelindung diri itu penggunaannya sekali pakai saja. Alat ini sudah dimohonkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali maupun ke Kementerian

Kesehatan,’’ ucapnya. Untuk dokter, kata Suratmika, juga sudah siap dengan dokter ahli yang membidangi. ‘’Tergantung kasus dan keluhan pasien. R uang isola si ini unt uk berbagai jenis penyakit menular. Bukan saja virus Corona, bisa juga untuk flu burung ataupun pasien rabies. Perbedaannya hanya di dokter penanggung jawab. Tergantung kasus pasiennya, namun semua sudah ada tim dokter pendukungnya,’’ terangnya. Hal senada disampaikan Direktur BRSU Tabanan, dr. Nyoman Susila. Dikatakannya, ruang isolasi di Rumah Sakit Tabanan sudah ada sejak tahun 2008. Saat itu menangani merebaknya kasus flu burung. ‘’Awalnya ruang isolasi hanya ada dua tempat tidur, setelah direnovasi, sekarang sudah ada tujuh tempat tidur dengan dua ruangan,’’ terangnya. Selain tujuh tempat tidur, peralatan lainnya seperti ventilator, pasien monitor, oksigen murni dan alat rontgen mobile juga sudah siap. Untuk perlindungan petugas medis, saat ini RSUD Tabanan memiliki 65 set APD lengkap yang terdiri dari baju dalam, baju pelindung luar, sepatu bot, kacamata gogle, sarung tangan, helm, penutup rambut, dan masker N95. ‘’Kami

jadi disebabkan (selang gas) bocor,” ungkap Kapolsek. Dari keterangan saksi, Kapolsek mengatakan, suara ledakan terjadi di dalam dapur korban. Ida Bagus Kade Mahagotra yang jadi korban spontans menjerit minta tolong. Sembari ke luar dapur, korban memohon pertolongan kepada tetangganya. Setelah peristiwa itu warga melihat korban mengalami luka bakar. Namun korban masih dalam keadaan sadar. Selanjutnya korban diantar saksi ke Puskesmas Selemadeg dengan cara dibonceng. Karena lukanya cukup serius, korban kemudian dirujuk ke BRSU Tabanan guna mendapatkan perawatan intensif lebih lanjut. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Penanganan longsor yang menutupi akses jalan di Banjar Peumahan Desa Biaung, Kecamatan Penebel yang terjadi Minggu (1/3), dilanjutkan Senin (2/3) pagi oleh petugas TRC BPBD Tabanan. Proses pembersihan material longsor pun harus menggunakan alat berat yang disewa dari rekanan. Dari pantauan di lapangan, penanganan material longsor dipantau Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, Gusti Ngurah Sucita. Selain kegiatan penanganan material longsor menggunakan alat berat, juga dilakukan pemotongan beberapa pohon tumbang jenis pohon kelapa. “Ada enam petugas TRC yang turun menangani meterial longsor itu penuh semangat karena diawasi Kepala BPBD,” PENANGANAN - TRC BPBD Tabanan dibantu sejumlah warga saat melakukan penanganan longsor di Desa Biaung, Penebel.

Gas Meledak, Bagus Kade Luka Bakar 20 Persen Tabanan (Bali Post) Hati-hati menggunakan kompor gas bila memang tidak benar cara pemasang alat seperti regulator, maka bukan tidak mungkin fatal akibatnya. Sebagaimana kejadian Senin (2/3) kemarin di Desa Bajera Kecamatan Selemadeg, Ida Bagus Kade Mahagotra, salah seorang warga setempat, harus dilarikan ke puskesmas sebelum ke rumah sakit lantaran mengalami luka bakar 20 persen. Luka bakar itu diderita korban akibat terkena ledakan tabung gas 3 kilogram. Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 05.00 Wita korban bangun tidur. Kemudian korban dengan inisiatif sendiri memasak di dapur. Seten-

gah jam kemudian tiba-tiba terdengar ledakan. Korban pun keluar dan minta tolong kepada tetangga akibat mengalami luka bakar relatif serius. Tidak hanya itu, akibat ledakan gas itu atap plafon dapur korban pun jebol. Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Budi Astawa, mengatakan ledakan tersebut diduga karena selang regulator gas bocor. Saat akan menghidupkan kompor, kemudian api keluar langsung menyambar dan membakar sekujur tubuh korban sekitar 20 persen. Begitu korban menyalakan kompor, ledakan pun terjadi. Diduga akibat selang regulator elpiji bocor. “Ledakan kompor itu ter-

SIAP - Ruang isolasi di BRSU Tabanan dinyatakan siap jika kemungkinan ada penanganan pasien virus Corona ataupun penyakit menular lainnya. juga punya APD cadangan. Tetapi bukan set lengkap, karena tidak dilengkapi masker N95. Saat ini yang ada hanya 65 masker N95,’’ terangnya.

Tak hanya itu, ruang isolasi dijaga dua orang perawat per shift sehingga total perawat yang bertugas sehari ada enam orang ditambah dua cadangan.

Kesiapan dokter spesialis, kata dr. Susila, sudah disiapkan dokter spesialis paru, dibantu dokter umum dan dokter spesialis lain jika dibutuhkan. (kmb28)

Penanganan Longsor di Biaung Gunakan Alat Berat beber Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Putu Trisna Widiatmika, Senin (2/3) kemarin. Karena material relatif tebal, walau penanganan menggunakan alat berat, kata Trisna, perlu waktu seharian penuh. ‘’Saat ini jalan sudah bisa dilintasi kendaraan kembali,” terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Tabanan, Minggu (1/3), menyebabkan tebing longsor di Banjar Peumahan, Desa Biaung, Penebel. Akibatnya, material longsor menutup seluruh badan jalan dengan ketebalan dua meter. Meski ada jalan alternatif, namun letaknya terlalu jauh. Perbekel Desa Biaung, I Gede Putu Sutha Suyadnya, mengatakan longsor tebing menutup akses jalan ke Banjar Peumahan, Desa Biuang, ketinggiananya 10 meter. Selain material tanah, jalan juga ditutup ranting pohon sehingga penanganan harus menggunakan mesin gergaji. “Memang penyelesaiannya secara manual relatif sangat sulit,” katanya. (kmb28)

Data Aset Amburadul, Dewan Tuding Disperindag Hanya Duduk Manis KALANGAN Dewan Tabanan yang tergabung dalam Pokja Aset Pansus VI, Senin (2/3) kemarin turun melakukan kunjungan kerja ke Disperindag Tabanan. Kunker itu untuk mengumpulkan data aset yang dikelola OPD untuk menggali potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal. Sayangnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan I Gusti Arya Wardana yang seharusnya bisa memberikan penjelasan konkret terkait data aset yang diperlukan justru tidak ada di tempat. Bagaimanakah ekspektasi dewan terkait meningkatkan PAD itu?

KUNJUNGAN KERJA - Pokja Aset Pansus VI, Senin (2/3) kemarin turun melakukan kunjungan kerja ke Disperindag Tabanan dengan maksud mengumpulkan data aset yang dikelola OPD terkait untuk menggali potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal.

Dewan geram kepada Disperindag Tabanan. Apalagi untuk kunker Pokja Aset Pansus VI sudah bersurat terkait rencana kunjungannya saat itu. Rombongan Pokja Aset Pansus VI terdiri dari Gusti Nyoman Omardani, Gusti Komang Wastana, Wayan Eddy Nugraha Giri, Gusti Ngurah Mayun dan Putu Yuni Widyadnyani. Kunjungan itu hanya diterima Sekdis Disperindag I Ketut Suarsana bersama sejumlah pegawai terkait. Kekesalan anggota Pokja pun bertambah ketika data aset yang diminta baik dari Sekdis maupun pegawai yang membidangi tidak bisa memberikan data yang lengkap, akurat, malah justru terkesan kebingungan. ‘’Masalah print out itu gampang. Di sini kami minta penjelasan terkait data pasti dan riil, di mana saja potensi yang sudah digarap. Berapa ada aset pasar dan kondisinya, sistem pengelolaannya seperti apa. Kontribusi atau sistem retribusinya harus simpel. Karena kami di sini hanya ingin mengoptimalkan potensi aset di masing-masing OPD,’’ papar Koordinator Pokja Aset Gusti Omardani di sela-sela kunjungan. Turunnya Pokja Aset itu tujuannya mengecek kepemilikan aset yang dikelola OPD. Pihaknya, kata Omardani, me-

nindaklanjuti hasil rapat kerja sebelumnya. Temuan Pansus ada aset milik OPD lain, tetapi dikelola Disperindag. Misalnya saja di Terminal Kediri, ada aset milik Dinas Perhubungan namun kios atau dagang yang ada di lokasi retribusinya dikelola Disperindag. Selain itu, dewan juga menuding selama ini Disperindag Tabanan terkesan masih ‘’duduk manis’’. Maksudnya, tanpa melakukan inovasi agar bisa mengoptimalkan pendapatan dari potensi aset yang masih ada. Misalnya saja dari data yang disodorkan, selama ini Disperindag Tabanan hanya berfokus pada 12 pasar tradisional dan 1 pasar senggol yang berlokasi di Jalan Gajah Mada sebagai potensi pendapatan. Padahal di sejumlah tempat ditemukan, karena itu masih ada kemungkinan potensi pendapatan yang belum digarap. ‘’Senggol yang di Pasar Bajera dan di Baturiti itu siapa yang mengelola. Dua senggol itu belum terdata padahal itu aset daerah. Artinya, dinas memang tidak berinovasi. Semestinya punya tanggung jawab, kenapa aset itu sampai bisa dikelola orang lain,’’ tegasnya. Ironisnya lagi, aset sebagai bagian yang sangat krusial justru dibebankan pada tenaga kontrak. ‘’Bagaimana mengop-

timalkan yang pegang data tenaga kontrak. Mestinya ASN, karena ini masalah tanggung jawab organisasi maupun lembaga, tenaga kontrak sifatnya hanya membantu,’’ ucapnya. Rasa kecewa juga disampaikan anggota Pokja lainnya, Gusti Komang Wastana. Politisi asal Dauh Peken ini pun menilai kinerja Disperindag amburadul. Ia pun menyayangkan kinerja Disperindag yang tidak memiliki inovasi atau gereget bersama-sama berupaya menggali potensi yang dimiliki untuk peningkatan pendapatan daerah. ‘’Saya lihat di sini (Disperindag) masih duduk manis, bagaimana bisa meningkatkan PAD dan tidak pernah turun ke lapangan. Coba data kembali berapa pasar yang ada. Jangan sampai toko yang seharusnya tempat berdagang justru jadi tempat ternak walet. Misalnya di Gajah Mada sudah salah fungsi. Tempat transit atau terminal dijadikan pasar. Apa sudah ada perjanjian. Lalu ke mana pendapatan itu,’’ ucapnya. Eddy Nugraha Giri juga menilai data yang disiapkan tidak valid. Dan, ia menuding kinerja Disperindag asal-asalan. Terkesan tidak pernah dicek oleh pimpinan. ‘’Pola kerja saja tidak bagus, bagaimana meningkatkan target pendapatan,’’

ucapnya. Minimnya data yang dibutuhkan, Pokja Aset pun memberikan deadline seminggu ke depan. Diharapkan data aset yang dikelola Disperindag sudah lengkap dan valid. Dan selanjutnya dikaji bagaimana potensinya dan caranya meningkatkan pendapatan. Terkait keluhan anggota Pokja Aset, Sekretaris Disperindag I Ketut Suarsana mengakui memang data yang diminta Pokja masih kurang. ‘’Terkait pasar senggol yang dikelola adat memang betul tidak kami lakukan. Yang berkontribusi dengan kita hanya itu saja yang dicatat,’’ terangnya. Terkait saran dari pansus, pasar yang menggunakan aset pemda akan segera diupayakan secepatnya. Temuan lainnya dari hasil Pokja Aset turun ke Terminal Kediri dan Pesiapan, didapatkan los atau kios dagang di lokasi itu ternyata tidak terdaftar dalam kepemilikan aset yang pendapatannya potensial. Yang ada hanya pungutan mobil yang rentan dimanipulasi. ‘’Kios di Terminal Pesiapan juga tidak ada perjanjian antara pemda dengan masyarakat. Ada satu yang sudah, tetapi itu sewa tanah tahun 1982. Bagaimana kita pungut retribusinya kalau tidak ada perjanjian,’’ beber Omardani. (kmb28)


Selasa Pon, 3 Maret 2020

Diguyur Hujan, Jalan di Desa Saba Putus

PUTUS - Warga mengecek jalan putus di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Senin (2/3) kemarin.

Bali Post/kmb35

Gianyar (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Gianyar, Minggu (1/3) lalu, menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas publik. Salah satunya jalan jebol di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh. Akibat kejadian itu, akses lalu lintas warga pun terputus. Padahal, jalan itu merupakan penghubung Pura Dalem Kauh, Pura Prajapati, dan Kuburan Tempekan Kelod Kauh, Desa Adat Saba. Dikonfirmasi Senin (2/3) kemarin, Bendesa Adat Saba I Gusti Ngurah Mahendradinata, S.H. mengatakan, Minggu malam sekitar pukul 22.00 Wita, ia sempat melewati jalur tersebut untuk mengecek perkiraan bencana. ‘’Saat itu saya melihat air sudah meluap di sisi utara sampai ke jalan. Padahal, di areal jurang itu dalamnya 10 meter,’’ ujarnya. Malam itu, ia menduga goronggorong di bawah jalan itu tersumbat, sehingga pihaknya berencana mengerahkan buldoser untuk mengeruk sumbatan, Senin. Tanpa diduga, Senin pagi ia manerima telepon bahwa jalan itu sudah jebol. ‘’Senin pagi saya ditelepon, katanya jalan jebol. Saat saya cek, ternyata benar. Sekarang jalur itu sudah putus,’’ katanya. Menurut Mahendradinata, jalan desa tersebut dibuat sekitar 20 tahun lalu. Jalan itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat. ‘’Dulu itu

merupakan jurang, warga di sini sering menyebut dengan aliran Pangkung Adegan Desa Adat Saba. Untuk menyeberang harus turun dulu, perlahan kami uruk menggunakan sampah dan tanah sehingga selama lima tahun itu proses pembuatan oleh masyarakat,’’ paparnya. Mantan Kepala Desa Saba ini menambahkan, jalan tersebut sebagai penghubung menuju Pura Dalem Kauh, Setra Adegan, dan Pura Prajapati. Jalan itu juga sering dipergunakan sebagai jalur alternatif oleh warga yang memiliki rumah di Tempek Kelod Kauh Desa Adat Saba dan para petani yang hendak menuju sawah. Saat ini jalan itu jebol akibat dari tanah yang tidak bisa menahan beban air tergenang. Kejadian itu juga membuat warganya harus memutar arah kembali dengan jarak tempuh mencapai satu kilometer. ‘’Akibat jalan itu putus, warga yang memiliki rumah di sana dan para petani harus memutar arah yang jaraknya sekitar satu kilometer,’’ imbuhnya. Mahendradinata berharap pihaknya mendapatkan bantuan dalam perbaikan jalan atau diganti dengan sebuah jembatan. Dengan demikian, warga tidak terlalu jauh untuk memutar arah. Guna menindaklanjuti kejadian itu, pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan prajuru desa setempat. (kmb35)

Tukang Kayu Tewas Tertimbun Tanah Longsor Gianyar (Bali Post) Warga Desa Kerta, Kecamatan Payangan dikejutkan dengan bencana longsor yang terjadi Senin (2/3) kemarin. Pasalnya, akibat bencana tersebut, seorang buruh, I Made Suardana alias Rombak, tewas tertimbun tanah longsor. Saat kejadian korban sedang memotong kayu bersama dua orang rekannya yang juga asal Desa Kerta. Upacara pemakaman untuk korban langsung diselenggarakan Senin sore kemarin. Ditemui di rumah duka, I Made Januarta menuturkan, ia bersama Rombak sudah berkerja di lokasi tersebut sejak beberapa hari lalu. Saat hari raya Kuningan mereka sempat tidak bekerja. Kemudian baru dilanjutkan bekerja pada Senin pagi kemarin. Saat kejadian, ia sedang memotong kayu bersama Rombak, tepat di bawah tebing dengan tinggi sekitar 15 meter. ‘’Saat itu, paling selatan ada Bapak Ani, saya dan Bapak Rombak, kami sedang membersihkan kayu di bawah,’’ katanya. Saat mereka bekerja, tiba-tiba saja tanah tebing itu amblas, dengan ketebalan sekitar 3 meter, lebar 15 meter dan tinggi 15 meter. Tebing itu amblas sekitar pukul 08.45 Wita. ‘’Saya berteriak mengabari rekan-rekan saya bahwa

tebing itu longsor. Kemudian Pak Ani lari ke selatan, sementara saya masuk ke aungan (lubangred) yang ada di bawah tebing. Sementara Pak Rombak saya tidak tahu menyelamatkan diri ke mana,’’ jelasnya. Januarta yang lari ke aungan, sempat terjebak timbunan longsor. Namun, ia tidak menderita luka sedikit pun. Januarta lantas berupaya menggali timbunan longsor itu sampai akhirnya berhasil keluar. ‘’Saat di luar, saya menemukan Pak Ani saja, dia selamat. Namun,saya tidak menemukan Bapak Rombak,’’ katanya menuturkan. Januarta dan Pak Ani lantas berupaya melakukan pencarian di seputaran lokasi longsor yang panjangnya sekitar 15 meter itu.

Indonesia Positif Corona

RSUD Sanjiwani Matangkan Ruang Isolasi Gianyar (Bali Post) Pascadiumumkannya ada dua warga Indonesia yang positif Corona, kini seluruh rumah sakit bersiap melakukan penanganan. Tidak terkecuali RSUD Sanjiwani Gianyar. Pengelola rumah sakit yang beralamat di Jalan Ciung Wanara Gianyar ini sudah mempersiapkan ruang isolasi, jika ada pasien positif Corona. Dirut RSUD Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa mengatakan hal itu, Senin (2/3) kemarin. Upeksa mengatakan, sesuai hasil rapat dengan Dinas Kesehatan Gianyar dan Pemerintah Provinsi Bali, seluruh rumah sakit diwajibkan siaga. Dikatakan, pihaknya sudah menyiapkan penanganan jangka pendek dan jangka panjang apabila ada pasien positif Corona datang. Termasuk di RSUD Sanjiwani Gianyar sudah siap dengan ruang isolasi. ‘’Sesuai hasil koordinasi, memang seluruh rumah sakti daerah harus siap. Kami sudah siap dengan ruang

isolasi,’’ katanya. Menurut Upeksa, RSUD Sanjiwani sudah sempat disupervisi oleh Pemprov Bali. Salah satunya terkait mengubah alur pasien. Sampai saat ini pihaknya sudah menyiapkan sejumlah tempat tidur untuk isolasi. ‘’Jadi, kami sudah punya dua sampai tiga tempat tidur untuk isolasi,’’ katanya. Apabila terjadi peningkatan kasus sebagai kejadian luar biasa, kata Upeksa, pihaknya segera menyiapkan satu ruangan untuk isolasi pasien. ‘’Kalau terjadi peningkatan kasus, kami setting satu ruangan. Tapi itu hanya untuk kejadian luar biasa, nanti pasti negara juga turun tangan,’’ ujarnya. Terkait ketersedian SDM, Upeksa menyebutkan RSUD Sanjiwani sudah memiliki dokter konsultan spesialis paru. Sebab, virus Corona diketahui bisa menyebar lewat udara. ‘’Kami ada dokter konsultan untuk ini, namun internis rumah sakit semua harus siap,’’ tegasnya. (kmb35)

Mereka cukup lama melakukan pencarian sembari meminta tolong, namun Rombak tidak kunjung ketemu. Berselang 30 menit, akhirnya Pak Ani melihat tangan Rombak yang tertimbun tanah. ‘’Yang terlihat hanya tangan Pak Rombak. Pak Ani yang melihat hal itu terkejut dan langsung pingsan,’’ katanya. Januarta lantas berupaya menggali tanah yang menimbun tubuh Rombak yang sudah tidak sadarkan diri itu. Saat wajahnya sudah terlihat, ia mengecek nadi di leher korban yang berusia 50 tahun itu. Namun sudah tidak ada. Sampai akhirnya penggalian sampai sedada korban, warga sekitar berdatangan untuk memberikan pertolongan. ‘’Waktu itu saya sudah tidak kuat, beruntung warga

datang memberikan pertolongan. Setelah itu saya tidak sadarkan diri. Sudah tidak ingat apa-apa lagi,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Payangan AKP Gede Sudyatmaja membenarkan korban meninggal karena tertimbun tanah longsor. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Payangan, namun nyawanya sudah tidak tertolong. ‘’Korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor,’’ katanya. Sudyatmaja mengaku sudah mendatangi TKP dan rumah duka di Desa Kerta. Dikatakan, warga di Desa Kerta langsung menyiapkan upacara pemakaman untuk korban, Senin sore kemarin. ‘’Senin sore korban langsung diupacarai,’’ ujarnya. Pantauan Bali Post di rumah duka, Senin sore kemarin nampak sejumlah warga sedang menyiapkan prosesi upacara pemakaman. Korban meninggalkan seorang istri Ni Wayan Wiyadni (41) dan seorang putra I Wayan Doni Suriyawan (21). (kmb35)

Bali Post/kmb35

KORBAN - Suasana persiapan upacara pemakaman korban di rumah duka di Desa Kerta, Senin (2/3) sore kemarin.

Belasan Warga Medahan Digigit Anjing Rabies

Bali Post/ist

MENGECEK - Kepala UPT Puskeswan Wilayah III Gianyar, drh. Arya Dharma, saat mengecek salah satu warga yang tergigit anjing positif rabies, Senin (2/3) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Warga di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh dikejutkan dengan kasus warga yang digigit anjing. Anjing yang dipastikan positif rabies itu menggigit belasan warga sejak Kamis (27/2) hingga Sabtu (29/2) lalu. Kasus gigitan tertinggi terjadi saat Hari Raya Kuningan. Total sudah ada 12 warga Desa Medahan yang digigit anjing tersebut. Dikonfirmasi Senin (2/3) kemarin, Kepala UPT Puskeswan Wilayah III Gianyar drh. Arya Dharma membenarkan adanya kasus warga yang digigit anjing positif rabies di Desa Medahan. Rinciannya, anjing itu menggigit satu orang warga, Kamis (27/2). Kemudian berturut-turut terus menggigit warga di Medahan. “Jumat, satu warga kembali tergigit. Yang paling banyak digigit saat Kuningan atau Sabtu. Ada 10 orang yang tergigit sekaligus,” ujarnya. Kejadian itu lantas dilaporkan kepada petugas terkait. Petugas Puskeswan III langsung turun ke lokasi terdampak gigitan untuk menangkap dan mengambil sampel anjing tersebut. “Sudah diambil sampelnya. Anjing itu positif rabies,” tegasnya. Usai memastikan hal itu, kata Arya Dharma, petugas

lantas mencari warga yang digigit anjing ke rumahnya masing-masing. Kebanyakan korban digigit di bagian kaki. Belasan warga yang tergigit ini lantas diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). “Mereka yang tergigit sudah diberikan VAR,” jelasnya. Berdasarkan prosedur, VAR diberikan kepada korban sampai tiga kali secara berjenjang. Sampai saat ini korban yang tergigit anjing baru sekali dapat VAR. “Mereka akan dapat VAR lagi, dua kali lagi,” jelasnya. Terkait kasus gigitan anjing dan kasus rabies yang masih terjadi, Arya Dharma mengimbau masyarakat untuk memelihara anjing sesuai aturan. Ditegaskan, anjing peliharaan sebaiknya diikat atau dikandangkan. Anjing peliharaan juga harus divaksin secara teratur ke Dinas Pertanian atau dinas yang membidangi Bidang Kesehatan Hewan. “Bisa juga mencari dokter hewan praktek. Apabila anjing diajak jalanjalan, agar diikat memakai rantai dan memakai berangus di mulutnya,” terangnya. Arya Dharma menambahkan, anjing liar atau anjing yang terbuang diminta untuk dielimisinasi. “Sebaiknya eliminasi secara selektif,” tegasnya. (kmb35)

Setahun Pemerintahan Bupati Mahayastra

Gianyar Raih IPKM Tertinggi Kabupaten/Kota Se-Indonesia

Bupati Gianyar I Made Mahayastra

SETAHUN Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun memimpin Gianyar, satu per satu prestasi tingkat nasional diraih. Salah satunya, Gianyar meraih Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) tertinggi kabupaten/kota se-Indonesia dengan nilai 0,7470. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi mengeluarkan IPKM 2018 pada 15 Juli 2019 lalu. Untuk diketahui, IPKM dihasilkan dari penilaian 30 in-

dikator yang masuk dalam tujuh subindeks penilaian, yaitu kesehatan balita, kesehatan reproduksi, perilaku kesehatan, pelayanan kesehatan, penyakit tidak menular, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan. Peraihan IPKM tertinggi menunjukkan pembangunan kesehatan di Gianyar sangat baik. IPKM dikeluarkan Kementerian Kesehatan untuk melihat perkembangan status kesehatan masyarakat kabupaten dan kota di Indonesia. IPKM juga berfungsi mengetahui pencapaian ke-

sehatan di suatu wilayah. IPKM menjadi satu indikator kunci yang menggambarkan sampai pada tingkat kabupaten/kota. IPKM dapat dimanfaatkan oleh pemerintah pusat untuk memberikan advokasi masalah spesifik ke pemerintah daerah. Sedangkan untuk pemerintah daerah bisa digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja program di masing-masing daerah. Bupati Gianyar Made Mahayastra mengapresiasi capaian ini. Menurutnya, ini membuktikan keberhasilan

kepemimpinannya di bidang kesehatan. ‘’Astungkara, masyarakat Gianyar bisa tetap hidup sehat dan menjaga lingkungan yang sehat. Dengan kesehatan yang baik, masyarakat bisa melakukan semua aktivitas, yang mana semua bisa berujung pada peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan,’’ ujarnya. Seperti diketahui, pasangan Bupati-Wabup yang dikenal dengan paket AMAN ini memang memfokuskan pada pembangunan fisik pada tahun pertama pemerintahannya. Di antaran-

ya di bidang kesehatan, di mana realisasi anggarannya mencapai Rp 41,32 miliar untuk pembangunan dan revitalisasi fasilitas-fasilitas kesehatan. ‘’Kami meneruskan pembangunan RSUD Sanjiwani yang akan dijadikan sebagai rujukan rumah sakit terbaik di Bali Timur, juga pembangunan rumah sakit tipe C di Payangan,’’ jelas Mahayastra seraya menambahkan, tidak hanya fisik, pembangunan bidang kesehatan juga dibarengi dengan pembangunan SDMnya. (ad45)


Selasa Pon, 3 Maret 2020

’’Mupuk Karya Agung’’ di Pura Dasar Buana Gelgel ’’Masineb’’

PEDEK TANGKIL - Umat Hindu saat pendek tangkil menuju Utama Mandala Pura Dasar Buana Desa Gelgel.

SETELAH nyejer selama satu minggu, Mupuk Karya Agung di Pura Dasar Buana Desa Gelgel masineb, Senin (2/3) kemarin. Karya ini sekaligus mengakhiri rangkaian panjang Karya Agung Tawur Panca Wali Krama, Panyejeg Gumi lan Padanan, Pangebek, Panegteg Jagat, Piodalan dan Mapeselang di Pura Dasar Buana, yang sudah berjalan dengan baik setahun lalu. Upacara panyineban dilangsungkan secara serentak di enam pura setempat sekitar pukul 14.00 wita. Pangenter Acara Mupuk Karya Agung, Dewa Ketut Soma, Minggu (1/3), me-

ngatakan upacara panyineban digelar serentak di enam pura setempat, antara lain di Pura Dasar Buana, Bale Agung, Pusering Jagat, Melanting, Yasa dan Taman Suci. Persembahyangannya dilakukan serentak dipandu dari Pura Dasar Buana. Upacara panyineban di-puput enam sulinggih di setiap pura. Antara lain di Pura Dasar Buana oleh Ida Pedanda Gede Putra Jumpung Keniten dari Geria Jumpung Kamasan. Di Pura Bale Agung oleh Ida Dalem Surya Darma Sogata dari Puri Klungkung. Di Pura Melanting oleh Ida Pedanda Gde Rai Pidada dari Geria Sengguan Klungkung.

Di Pura Taman Suci oleh Ida Pedanda Gde Agra Kemenuh dari Geria Kemenuh. Di Pura Puseh oleh Ida Pedanda Gde Kediri Putra Keniten dari Geria Kediri Kamasan dan di Pura Yasa oleh Ida Pedanda Istri Alit Patni dari Geria Satria Kawan. Sebelum panyineban, selama sepekan pelaksanaan bhakti panganyar, setelah Ida Batara Dasar Buana nyejer di Pura Dasar Buana, umat Hindu begitu antusias pedek tangkil melakukan persembahyangan. Begitu juga rombongan perwakilan dari setiap pemerintah daerah di Bali, juga berkesempatan hadir mendoakan alam Bali dan nusantara pada

umumnya agar senantiasa dijauhkan dari segala bahaya maupun bencana alam serangkaian karya ini. Demikian juga pada upacara panyineban Senin kemarin, umat Hindu juga antusias memadati Pura Dasar Buana. ‘’Matur suksma kepada umat Hindu yang ikut muspayang puncak Mupuk Karya Agung ini maupun umat yang terus berdatangan selama bhakti panganyar ini. Harapan kami, sesungguhnya karya ini bukan sekadar untuk masyarakat Gelgel. Tetapi lebih dari itu karya agung ini secara universal juga untuk Bali dan nusantara secara umum, agar tetap

ajeg, santi dan sukerta,’’ kata Bendesa Adat Gelgel, Putu Gde Arimbawa. Respons umat sangat antusias. Ini terlihat dengan gelombang kedatangan umat yang terus mengalir hingga memenuhi seluruh areal parkir yang disediakan panitia di GOR Swecapura maupun sepanjang jalan menuju Pura Dasar Buana. Ini menandakan meningkatnya kesadaran warga sujud bakti kepada leluhur, utamanya kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dia berharap ini menjadi proses yang semakin baik dalam mempersatukan umat dari segala perbedaan di Pura Dasar Buana Gelgel. (gik)

Mulai Merebak di Dalam Negeri

Bupati Suwirta Minta ASN Waspada Virus Corona Semarapura (Bali Post) Setelah diumumkan merebak di dalam negeri, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta langsung meminta masyarakat Klungkung, khususnya ASN, mewaspadai penyebaran virus Corona. Bupati Suwirta meminta agar ASN mampu melihat tanda-tanda kemunculannya dan segera melakukan langkah antisipasi. Dia berharap penyebaran virus Corona itu segera berakhir, sehingga masyarakat kembali hidup normal. Harapan itu disampaikan Bupati Suwirta di tengah apel paripurna, di Lapangan Puputan Klungkung, Senin (2/3) pagi kemarin. Setelah Presiden RI mengumumkan dua orang di Indonesia positif terpapar virus Corona, dia mulai memperingatkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain fokus memproteksi diri dan keluarga, ia juga meminta kepada seluruh OPD agar fokus bersama menyikapi dampak yang ditimbulkan pada pariwisata. Seluruh OPD supaya melakukan langkah-langkah guna memberikan daya dukung kepada sektor pariwisata. ‘’Meski keadaan pariwisata lesu seperti sekarang, pembangunan sektor pariwisata terus dilakukan. Seluruh OPD supaya melakukan langkah-langkah guna memberikan daya dukung kepada sektor pariwisata,’’ ucapnya. Bupati menambahkan, di saat situasi seperti itu, supaya tidak mengendurkan kegiatan pekerjaan. Tetapi, malah penataan infrastruktur dan pemberdayaan harus ditingkatkan. Dengan demikian jika situasi

APEL PARIPURNA - Bupati Suwirta saat memimpin apel paripurna di Lapangan Puputan Klungkung.

sudah kembali normal, maka sudah siap dengan infrastuktur dan pelayanan. Terkait dampaknya pada Pajak Hotel dan Restoran (PHR), meskipun ada kebijakan insentif dari pusat, namun pihaknya mengaku akan tetap melakukan antisipasi. Kegiatan disusun dengan skala prioritas, sehingga kepentingan masyarakat dan prioritas lainnya tidak tertunda. Terkait disiplin dan penampilan para ASN, Bupati Suwirta juga mengingatkan agar berpenampilan rapi dan sopan, sesuai aturan Permendagri Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pakaian Dinas ASN-PNS. ASN dilarang mewarnai rambut menggunakan warna tidak alami layaknya artis. Tim Gerakan Disiplin Nasional itu diperintahkan bergerak menindak para ASN yang melanggar aturan itu. ‘’Jangan gunakan pernak-pernik berlebihan dan mewarnai rambut dengan warna tidak alami, seperti layaknya seorang selebritis,’’ ujar Bupati Suwirta. Dalam apel tersebut juga diserahkan penghargaan dan kenang-kenangan kepada anggota Korpri yang akan menjalani masa pensiun per 1 Maret 2020. Di antaranya kepada Ir. Ida Kade Arga, M.M., Drs. Ida Bagus Kade Sweden, M.Ag., I Wayan Sudiarta dan N.N. Dewa Ayu Oka Ariani A.Md.Keb. (kmb31)

Disorot, Perilaku ASN Bergaya Selebritas Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, kembali menyoroti disiplin dan penampilan para ASN di lingkungan Kantor Pemkab Klungkung. Kali ini, Bupati asal Ceningan ini menyoroti perilaku ASN yang bergaya bak selebriti yang menyemir atau mewarnai rambutnya dengan warna tidak alami. Sorotan ini disampaikan Bupati Suwirta ketika memimpin apel paripurna di Lapangan Puputan Klungkung, Senin (2/3) kemarin. Selaku pembina apel, Bupati Suwirta mengingatkan ASN agar berpakaian dan berpenampilan rapi dan sopan sesuai aturan Permendagri Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pakaian Dinas ASN-PNS. Selain itu, ASN juga dilarang mewarnai rambut dengan warna tidak alami. Untuk sanksinya, Bupati mengaku telah meminta Tim Gerakan Disiplin Nasional bergerak menindak para ASN yang melanggar aturan itu. ‘’Demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat penampilan aparatur hendaknya jangan sampai berlebihan. Hanya demi kepuasan pribadi, namun akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Jangan gunakan pernak-pernik berlebihan dan mewarnai rambut dengan warna ti-

dak alami. Seperti layaknya seorang selebritas tampil dalam pertunjukan,’’ ujar Bupati Suwirta. Selain menyoroti kinerja ASN, Bupati Suwirta juga mengingatkan kepada seluruh ASN dan masyarakat agar waspada terhadap virus Corona yang sedang merebak di seluruh penjuru dunia serta dampak yang ditimbulkan. ‘’Mari Kita berdoa semoga keadaan ini segera berlalu dan kehidupan masyarakat normal kembali,’’ pintanya. Untuk menyikapi situasi ini, Organisasi Perangkat

Semarapura (Bali Post) Usaha pembuatan peralatan dapur berbahan kayu di Dusun Beneng, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, mulai khawatir merebaknya virus Corona. Usaha peralatan dapur yang mengandalkan penjualan ke negara Jepang ini mulai sepi pesanan sejak dua bulan lalu. Akibatnya, puluhan tenaga yang sebelumnya aktif selama seminggu penuh, kini jam kerjanya terpaksa dipangkas. Ditemui di tempat usahanya, Ketut Marwati mengaku sangat khawatir dengan dampak virus Corona itu. Apalagi sebelumnya, produk-produk alat dapur buatannya itu ramai dipesan konsumen dari negara Jepang. Hampir setiap tiga bulan sekali, alat-alat seperti sendok, talenan, alas botol, piring, hingga tempat tisu, semuanya terbuat dari kayu yang dikirim ke negeri ma-

tahari terbit itu. Jumlahnya pun bisa mencapai satu kontainer. Tetapi kini kondisinya berubah drastis. Pesanan sepi, kalaupun beralih ke konsumen dari negara lain, seperti Inggris dan Australia, namun jumlah pesanannya tak sebanyak Jepang. Dia pun tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan pesanan di Jepang itu turun. Dia hanya mengatakan pembeli asal Jepang tidak lagi memesan sendok yang dibuat usahanya, melainkan meminta produk lain seperti peralatan interior. “Biasanya tiap tiga bulan sekali kami kirim alat-alat ini ke Jepang sebanyak satu kontainer. Sejak dua bulan agak sepi. Pemesanan alatalat dapur seperti sendok sedikit. Kami juga tidak tahu kenapa sedikit,” ujarnya. Menyikapi kondisi ini, Ketut Marwati yang merintis usaha bersama sua-

Daerah (OPD) juga dingatkan fokus pada sektor pariwisata. Seluruh OPD supaya melakukan langkah-langkah efektif guna memberikan daya dukung kepada sektor pariwisata. Terkait Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di masa sekarang ini, meskipun ada kebijakan insentif dari pusat, namun pihaknya mengaku tetap melakukan antisipasi. Kegiatan disusun dengan skala prioritas sehingga kepentingan masyarakat dan prioritas lainnya tidak tertunda. (kmb)

PENGHARGAAN - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, memberikan penghargaan dan kenang-kenangan terhadap anggota Korpri yang pensiun di sela-sela apel paripurna di Lapangan Umum Puputan, Senin (2/3) kemarin.

Lesu, Ekspor Peralatan Dapur Kayu ke Jepang

minya, Nyoman Subawa, mulai memutar otak. Untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK), dirinya terpaksa memangkas jam kerja 50 karyawannya. Di hari-hari normal biasanya mereka bekerja selama seminggu penuh. Namun, saat ini hanya bekerja selama lima hari saja. “Biasanya tiap hari kerja, sekarang seminggu lima hari kerja atau sampai Kamis saja. Belum juga dipangkas kalau ada hari raya,” ungkapnya. Lantaran pesanan peralatan dapur menyusut, Marwati berlahan mulai berinovasi ke pembuatan interior rumah. Seperti tempat lampu atau apa pun kebutuhan interior vila. Beruntung, inovasinya tersebut cukup diminati di pasaran. Utamanya, vila-vila di Bali yang ingin mempercantik ruangannya dengan interior berbahan kayu. (kmb)

Wisatawan turun dari kapal boat di Nusa Penida.

Nusa Penida Bidik India sebagai ’’Market’’ Baru

Pengelola Wisata Ramai-ramai Beri Diskon

Semarapura (Bali Post) -

Wabah virus Corona betul-betul menimbulkan dampak terhadap aktivitas pariwisata di Klungkung utamanya di Nusa Penida. Selain membuat jumlah kunjungan wisatawan menurun, wabah virus Corona juga berimbas pada anjloknya tingkat hunian (okupansi) hotel di wilayah kepulauan tersebut. Untuk menggairahkan kembali denyut pariwisata di Nusa Penida, sejumlah pengelola fasilitas pariwisata ramai-ramai memberikan diskon 20 sampai 30 persen. Kondisi ini pun tidak ditampik Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung, Wayan Kariana, kondisi sekarang membuat pelaku pariwisata di Nusa Penida terpaksa membidik market (pasar) baru. Sejak dua bulan lalu, negara India jadi market baru Nusa Penida di tengah menurunnya aktivitas pariwisata. ‘’Pasca-ada virus Corona, kunjungan wisatawan asal Eropa masih stabil. Tapi Januari-Februari, India menjadi market baru di Nusa Penida walaupun masih one day trip,’’ ujar Wayan Kariana, Senin (2/3) kemarin.

Kariana berharap mulai ramainya kehadiran wisatawan asal India di Nusa Penida itu bisa menggairahkan kembali aktivitas pariwisata di daerah kepulauan tersebut. Dia mengajak pelaku pariwisata khususnya di Nusa Penida itu agar terus bersemangat mempromosikan destinasi di Nusa Penida. Terlebih situasi saat ini pariwisata Bali secara umum dinilainya mengalami penurunan drastis. Turunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, kata Kariana, berimbas pada tingkat hunin (okupansi) hotel di Nusa Penida. Awal Maret ini tingkat hu-

nian hotel di Nusa Penida hanya menembus angka 20 persen. Turun drastis jika dibandingkan kondisi normal periode yang sama, tingkat hunian mencapai 50 persen lebih. ‘’Tahun ini yang paling buruk akibat dampak virus Corona,’’ katanya. Turunnya tingkat hunian hotel di Nusa Penida, kata Kariana, sangat dirasakan para pelaku pariwisata. Seperti pengelola restoran dan pengelola transportasi wisata. Namun, meski kondisi pariwisata di Nusa Penida sedang lesu, kata Kariana, belum sampai ada pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun merumahkan pegawai

restoran dan pengawai hotel. ‘’Saya belum mendengar ada yang dirumahkan. Di Lembongan masih berjalan normal, mungkin karena mereka di-cover one day trip,’’ ungkapnya. Kariana menambahkan, saat ini PHRI masih menunggu arahan Pemprov Bali guna memadukan langkah apa yang mesti diambil dalam situasi seperti sekarang ini. Tetapi sebelum itu, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya promosi dengan menebeng kegiatan Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi Bali. ‘’Rencananya tanggal 6 Maret ini ada pertemuan melibatkan semua stakeholder dan PHRI. Gubernur juga diundang. Mudah-mudahan setelah mendapat arahan Pemprov Bali lahir titik temu, langkah efektif apa yang kita lakukan,’’ imbuh Kariana. (kmb)


Selasa Pon, 3 Maret 2020

Lindungi Petani dan Nelayan, DPRD Karangasem Ajukan Dua Ranperda DPRD Karangasem melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) mengajukan dua materi rancangan peraturan daerah (ranperda) kepada Bupati Karangasem, Senin (2/3) kemarin. Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, I Nengah Sumardi, dua ranperda yang diajukan yakni Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan sebagai jawaban atas keberpihakan Pemerintah Kabupaten Karangasem kepada petani dan nelayan, mengingat kedua sektor tersebut memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan Karangasem. Ranperda itu diajukan dalam upaya untuk melindungi keberadaan para petani dan nelayan di Karangasem.

Anggota Bapemperda DPRD Karangasem, I Wayan Pura Arnawa, dalam laporannya menyatakan memang sangat perlu perlindungan dan pemberdayaan petani dan nelayan berangkat dari permasalahan yang dihadapi oleh petani dan nelayan. Sebab, selama ini petani dan nelayan memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan pertanian dan pembangunan ekonomi perdesaan. ‘’Petani dan nelayan merupakan pelaku pembangunan perlu diberi perlindungan dan pemberdayaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan yang merupakan hak dasar setiap orang guna mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan secara berkelanjutan,’’ ucapnya.

Arnawa menambahkan, di dalam menyelenggarakan pembangunan, petani dan nelayan mempunyai peran yang sangat penting dan memberikan kontribusi yang sangat besar kepada daerah. Dari persoalan itulah diperlukan instrumen hukum untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada petani dan nelayan khususnya yang ada di Kabupaten Karangasem. ‘’Instrumen hukum itu berupa sebuah perda yang diharapkan nanti akan menjadi payung hukum dalam mengatasi persoalan dan kendala yang dihadapi petani dan nelayan di Kabupaten Karangasem. Karena nelayan menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut yang tidak menentu setiap harinya,’’ jelasnya.

Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri menyambut baik kedua ranperda yang diprakarsai DPRD Karangasem tersebut. Komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem, katanya, untuk bersama-sama memberikan perlindungan kepada petani maupun nelayan. ‘’Tentu bagus itu, apalagi sebagian besar masyarakat Karangasem berada di dua sektor itu,’’ ujarnya. Selain mengajukan dua ranperda kepada bupati, rapat paripurna juga mengesahkan tiga ranperda yang sudah selesai dibahas. Ketiga ranperda yang disepakati menjadi perda meliputi Perda Penyelenggaraan Cadangan Pangan Daerah, Perda Pengangkatan dan Pemberhentian Kaling, serta Perda Susunan Tata Kerja BPBD Karangasem. (ad050)

RAPAT PARIPURNA - DPRD Karangasem melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) mengajukan dua materi rancangan peraturan daerah kepada Bupati Karangasem dalam rapat paripurna, Senin (2/3) kemarin.

Senderan Jalan Desa di Bunutan Jebol

Amlapura (Bali Post)Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem, Minggu (1/3) lalu, mengakibatkan senderan akses jalan desa di alur Sungai Ketes yang ada di Banjar Dinas Bunutan, Desa Bunutan, Abang, Karangasem jebol puluhan meter. Kondisi itu mengakibatkan jalan ditutup untuk kendaraan roda empat karena jalan terancam putus.

Bali Post/kmb41

JEBOL - Senderan jalan desa di Banjar Dinas Bunutan, Desa Bunutan, Abang, Karangasem jebol saat diguyur hujan lebat, Minggu (1/3) lalu.

Salah seorang warga, Ni Kadek Sujati, mengatakan senderan jalan jebol, Minggu (1/3) lalu. Senderan itu jebol saat hujan lebat mengguyur wilayah Abang selama beberapa jam. ‘’Senderan jalan yang jebol cukup panjang, yakni mencapai 35 meter,’’ ujar Sujati, Senin (2/3) kemarin. Akibat jebolnya jalan itu, kata Sujati, kini jalan itu ditutup untuk kendaraan roda empat. Sedangkan untuk roda dua masih memungkinkan untuk melintasi jalan tersebut. Ditegaskan, jalan itu sangat rawan putus jika dilintasi mobil karena di bawahnya sudah hilang tanahnya akibat tergerus air sungai. ‘’Untuk mobil sama sekali tidak bisa melintas, karena di bawah jalan berlubang akibat tanah yang ada di bawahnya tergerus. Kalau sepeda motor masih bisa lewat, itupun harus hati-hati. Apabila turun hujan lebat lagi, tidak menutup kemungkinan jalan akan putus,’’ katanya. Perbekel Desa Bunutan, I Made Suparwata, mengatakan senderan jalan itu jebol saat hujan lebat. Selain itu, senderan di beberapa titik yang lainnya juga ikut jebol akibat tergerus saat hujan lebat. Jalan yang jebol merupakan jalan desa yang dibangun pada 2017 memakai dana desa (DD). Sementara untuk senderannya sudah lama dibangun, yakni di atas 10 tahun. ‘’Senderan jalan di samping jembatan jalan raya yang jebol pan-

jangnya mencapai 35 meter. Ada lima titik senderan di Sungai Ketes yang jebol,’’ katanya dan menambahkan, senderan yang jebol merupakan jalan desa. Suparwata menjelaskan, pascajebolnya senderan itu, pihaknya menutup jalan untuk kendaraan roda empat. Sementara untuk roda dua masih bisa melintas. Sebab, jalan sangat berbahaya untuk dilintasi roda empat mengingat tanah di bawah badan jalan sudah hilang. Jika itu dilintasi mobil, jalan sangat riskan terputus. ‘’Mobil memang sama sekali tidak kami izinkan melintas. Di jalan juga sudah kami isi batu agar warga tahu bahwa senderan jalan jebol tidak bolah dilintasi,’’ jelasnya. Ia menambahkan, khusus untuk warga yang memiliki mobil jika ingin beraktivitas harus melewati jalur pelintas sungai di utara. Tetapi, ketika hujan lebat mobil juga tidak bisa melintas karena air sungai sangat besar. ‘’Kalau hujan, jelas mobil juga tak bisa lewat karena air sungai yang sangat deras,’’ tegasnya. Suparwata berharap pemerintah secepatnya memperbaiki senderan jebol tersebut, mengingat senderan ada di pinggir aliran sungai. ‘’Kami berharap supaya segera bisa diatensi oleh pemerintah. Terlebih, ini akses utama warga. Jika tidak segera diperbaiki maka jalan akan putus,’’ ujarnya. (kmb41)

Resahkan Warga, Satpol PP Amankan ODGJ Partisipasi Masyarakat Terkendala Jaringan Internet

Amlapura (Bali Post) Warga Subagan, Kelurahan Karangasem, I Made Genep, diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karangasem, Senin (2/3) kemarin. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ini diamankan petugas karena meresahkan warga sekitar karena keliling membawa batu akibat sakit jiwanya kambuh. Kerabat korban, Ni Wayan Sucita, mengatakan sakit jiwa yang diidap Genep kambuh sekitar dua hari lalu. Dikatakan, yang bersangkutan belakangan ini meresahkan warga lantaran membawa

batu berkeliling di jalan raya. Sebelum dua hari ini, Genep melakukan aktivitas seharihari di rumah. ‘’Sebelumnya memang sempat dirawat di RSJP Bangli karena sebelumnya sempat membunuh istrinya. Makanya dibawa ke Bangli. Tapi karena sudah dua tahun menjalani perawatan di Bangli, dia sudah diizinkan pulang karena kejiwaaannya sudah mulai normal. Tapi sejak dua hari ini tiba-tiba kembali teriakteriak dan keliling membawa batu,’’ ujarnya. Keponakan I Made Genep, I Made Suartika, menjelaskan pascapulang dari RSJP

Bangli pada tahun 2011 lalu, yang bersangkutan tidak pernah kambuh kejiwaaannya. Tetapi yang bersangkutan kembali teriak-teriak sekitar empat hari yang lalu. Ditegaskan, yang bersangkutan diperbolehkan pulang karena dinilai kejiwaannya sudah membaik. Kalau terus berada di sana dengan lingkungan seperti itu, maka kembali terpengaruh kejiwaaannya. ‘’Sebelum itu tidak ada masalah karena tidak pernah seperti ini. Tapi, empat hari lalu mulai jerit-jetit tanpa sebab dan keliling membawa batu. Itu yang membuat warga takut.

Makanya dipanggil petugas Satpol PP supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena warga berkaca pada kasus sebelumnya saat dia membunuh istrinya, makanya warga waswas,’’ katanya. Suastika menambahkan, sejak tiga tahun terakhir yang bersangkutan memang tidak pernah minum obat lagi. Sedangkan untuk kontrol diebetesnya tetap rutin dilakukan. ‘’Kalau cek diebetesnya rutin dilaksanakan, karena dia menderita diabetes. Biar tidak meresahkan warga dan keluarga, rencananya dia kembali akan

dibawa ke RSJP Bangli untuk mendapatkan perawatan,’’ jelasnya. Kanit PTI I Made Merta didampingi Wadanton Satpol PP Karangasem I Gede Wana menambahkan, untuk membujuk yang bersangkutan agar mau dibawa ke UGD RSUD Karangasem, pihaknya dibantu delapan petugas bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. ‘’Saat duduk di dalam mobil di bagian depan dalam perjalan menuju rumah sakit, dia sempat berontak. Karena berontak, terpaksa diborgol dan dipindah ke belakang,’’ katanya. (kmb41)

Pemerintahan

BPOM Denpasar Sosialisasikan Pergub Nomor 1 Tahun 2020 kepada Perajin Arak di Desa Talibeng BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar memberikan sosialisasi Pergub Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi atau Destilasi Khas Bali, khususnya tentang bagaimana cara membuat olahan yang baik kepada para perajin arak yang ada di Desa Talibeng, Sidemen, Karangasem, Senin (2/3) kemarin. Dalam sosialisasi itu, BPOM meminta para perajin arak membuat proses arak secara higienis dan tidak menggunakan bahan baku gula pasir untuk pembuatan arak tersebut. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi BPOM Denpasar, Luh Putu Witatiathi, mengatakan sosialisasi ini merupakan tindak lajut dari Pergub Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi atau Destilasi Khas Bali. Dikatakan, sosialisasi yang diberikan kepada para perajin arak ini terkait higienitas, sanitasi atau cara pembuatan dan pengolahan pangan yang baik. Sebab, arak itu merupakan pangan olahan. ‘’Jadi, bagaimana perajin arak ini membuat arak yang berkualitas, aman, bermutu dan layak untuk dikonsumsi,’’ ujarnya. Witatiathi mengungkapkan, untuk menghasilkan arak agar memiliki kualitas yang baik, para perajin harus memperhatikan alat yang dipergunakan untuk membuat arak tersebut. Mulai dari kebersihan yang membuat arak, dan lingkungan sekitar biar tidak ada

terkontaminasi dari hal tersebut. Dikatakan, ada 16 aspek yang mesti diikuti oleh perajin dalam memproduksi arak. ‘’Kadang-kadang warga di desa kalau selesai membuat apapun, mereka langsung bekerja dan tidak mencuci tangan. Dari sana sudah tidak memperhatikan kebersihan. Ini yang harus diperhatikan. Terlebih lagi arak akan di-launching ke international, jadi kebersihan dinilai dalam proses memproduksi arak yang dihasilkan perajin ini. Itu yang kita khawatirkan, makanya kita lakukan sosialisasi ini,’’ katanya. Terkait pemasaran arak produksi perajin nanti, kata Witatiathi, jika perajin belum bisa mengajukan edar sendiri. Makanya, harus dikelola koperasi, sehingga nantinya diproduksi oleh industri yang sudah ada izin mikolnya. Sementara ini, belum ada penambahan industri mikol. ‘’Jadi, petani menjadi suplayer bahan baku yang dikoordinir oleh koperasi. Koperasi itu yang didaftarkan izin edarnya,’’ tegasnya. Perbekel Desa Talibeng, I Ketut Mudiasa, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi Pergub Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi atau Destilasi Khas Bali tentang cara pembuatan pangan olahan yang baik kepada para perajin arak. Dengan adanya Perub ini, artinya pemerintah telah melindungi arak yang dihasilkan perajin. ‘’Kami berharap, dengan pergub ini petani arak

SOSIALISASI - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar memberikan sosialisasi Pergub Nomor 1 Tahun 2020 kepada para perajin arak di Desa Talibeng, Sidemen, Karangasem, Senin (2/3) kemarin. benar-benar terlindungi. Dengan begitu, perajin arak di Desa Talibeng benar-benar lebih sejahtera ke depannya. Karena dari jumlah penduduk sebanyak 1.037 KK, sebanyak 190 orang yang berkecimpung menjadi perajin arak,’’ katanya. Mudiasa menambahkan, pihaknya meminta para perajin arak supaya dapat memperbaiki hasil

penyulingan arak. Ia meminta perajin tetap mempergunakan cara tradisional dalam proses pembuatan arak. Jika nantinya ada yang ingin melihat cara atau proses pembuatan arak, maka mereka merasa terkesan dengan proses pembuatan arak tersebut. ‘’Kami harap banyak wisatawan yang ingin melihat proses pembuatan arak ini,’’ tegasnya. (ad136)

Ikuti SP Online Rendah Amlapura (Bali Post)Tingkat partisipasi masyarakat Karangasem untuk mengikuti Sensus Penduduk (SP) online masih rendah. Penyebabnya, masyarakat Karangasem khususnya yang tinggal di pedesaan terkendala jaringan internet. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Cabang Karangasem, I Komang Bagus Pawastra, mengatakan, sampai awal Maret 2020 ini, masyarakat Karangasem yang sudah melakukan SP online sebanyak 9.000 KK. Warga yang paling banyak berasal dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Karangasem dan Bebandem. “Banyak kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam melakukan SP online. Salah satunya, terkendala jaringan internet

terutama masyarakat di pedesaan. Karena kendala mereka adalah jaringan internet, terutama masyarakat yang tinggal di pedesaan,” ujar Pawastra, Senin (2/3) kemarin. Pawastra menambahkan, tak hanya terkendala jaringan internet saja, kendala lainnya yang dihadapi warga yakni kemampuan literasi digital. Sebab, cukup banyak orangtua yang tidak bisa mengoperasikan handphone berbasis android. “Banyak kendala, tetapi kini sudah ada kemajuan,” jelasnya. Menyikapi banyaknya masyarakat yang belum melaksanakan SP online, kata Pawastra, pihaknya akan melaksanakan sensus secara manual setelah 31 Maret 2020 mendatang. (kmb41)


Selasa Pon, 3 Maret 2020

Hadiri Rapat Dengar Pendapat di DPRD Bangli

Ketua PHRI Ketut Mardjana Minta Pemkab Tunda Kenaikan Tarif Retribusi Wisata

DENGAR PENDAPAT - Ketua BPC PHRI Kabupaten Bangli, Dr. Ketut Mardjana, menghadiri rapat dengar pendapat yang diadakan DPRD Bangli, di ruang sidang setempat, Senin (2/3) kemarin. KETUA BPC PHRI Bangli, Dr. Ketut Mardjana, menghadiri rapat dengar pendapat yang diadakan di Ruang Sidang DPRD Bangli, Senin (2/3) kemarin. Dalam rapat itu, ASITA (Association of Indonesia Travel Agency) turut

diundang bersama pelaku pariwisata Kabupaten Bangli. Pada kesempatan itu Ketua BPD PHRI Bangli, Mardjana, meminta Pemkab Bangli menunda kenaikan tarif retribusi. Penundaan itu diharapkan sampai kondisi pariwisata

Bangli yang kini lesu akibat dampak virus Corona itu kembali kondusif. Mardjana mengatakan, sejak diumumkan terjadinya wabah virus Corona akhir Januari 2020 itu, juga diperkuat WHO bahwa terjadi

krisis kesehatan dunia. Hal itu, dikatakannya, telah menimbulkan dampak sangat negatif terhadap pariwisata dunia termasuk Indonesia. Khusus di Bali, setidaknya 15.000 wisatawan asal Tiongkok membatalkan rencana wisatanya ke Bali. Diperkirakan Bali akan kehilangan potensi pendapatan pariwisata sekitar Rp 140 miliar per bulan. Di tengah gencarnya upaya pemerintah pusat dan Provinsi Bali mengatasi pengaruh negatif virus Corona terhadap pariwisata, Owner Toya Devasya itu sangat menyayangkan sikap Pemkab Bangli yang sampai saat ini belum mengeluarkan suatu kebijakan untuk menyelamatkan pariwisata Bangli. Bahkan sebaliknya justru melaksanakan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perbup Nomor 47 Tahun 2014 tentang peninjauan tarif retribusi tempat rekreasi dan olahraga Kabupaten Bangli tanggal 7 November 2019 yang

berlaku mulai 1 Januari 2020. Yang intinya terjadi kenaikan biaya retribusi sebagaimana daftar terlampir. ‘’Atas kenaikan tarif retribusi itu telah menimbulkan berbagai reaksi penolakan dari berbagai pihak. Seperti dari para pelaku pariwisata dalam naungan PHRI, PHI dan ASITA termasuk masyarakat luas,’’ kata pria yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Kabupaten Bangli tersebut. Selain keluhan dan penolakan dari pelaku pariwisata, asosiasi dan masyarakat umum, beberapa media, kata Mardjana, juga pernah memberikan catatan bahwa biaya berpariwisata ke Kintamai relatif sangat mahal. Ini karena adanya berbagai pungutan seperti pungutan di jalan umum Denpasar-Singaraja melalui Kintamani yang dilakukan Pemkab Bangli dalam bentuk retribusi. Pungutan itu sangat tidak dimengerti khalayak ramai. Mereka pun memper-

tanyakan dasar diadakannya pungutan di jalan raya itu. ‘’Semua penolakan itu merupakan suatu cerminan, bahwa kebijakan yang diambil Pemkab Bangli sebagaimana yang terurai di atas belum menggambarkan keberpihakan kepada kepentingan ekonomi rakyat dan pertumbuhan pariwisata Bangli,’’ jelas mantan Dirut PT Pos Indonesia itu. Berdasarkan hal itu, maka PHRI Bangli bersama ASITA dan PHI memohon kebijakan Pemkab melalui DPRD Bangli. Pertama, meminta Pemkab Bangli menunda pelaksanaan Perbup Nomor 37 Tahun 2019 tanggal 7 November 2019 sampai kondisi pariwisata Bangli kembali kondusif. Kedua, meminta Pemkab Bangli melakukan koordinasi dan konsolidasi terhadap pelaksanaan retribusi dan berbagai pungutan di kawasan pariwisata Bangli, agar dapat mengurangi biaya kunjungan untuk menghilangkan citra tingginya biaya

berpariwisata ke Bangli. Ketiga, meminta Pemkab Bangli mengkaji secara hukum penerapan tiket masuk (retribusi) yang dilaksanakan di jalan raya Denpasar-Singaraja melalui Kintamani. Keempat, meminta Pemkab Bangli agar setiap kebijakan yang diambil lebih berpihak kepda pertumbuhan ekonomi rakyat. Menanggapi permohonan tersebut, Ketua DPRD Bangli, I Wayan Diar, bersama anggota dewan lainnya menyambut apa yang disampaikan Mardjana. Diar mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi menunda kenaikan retribusi tersebut. Pihaknya juga merekomendasikan kepada bupati agar mengevaluasi pariwisata di Kintamani. ‘’Kami akan segera merekomendasikan kepada Bupati. Kami berharap dari fakta yang disampaikan PHRI dan ASITA itu bisa dibuat kebijakan. Fungsi DPRD memberikan rekomendasi, eksekusinya dari Bupati,’’ kata Wayan Diar. (ad040)

Akses Jalan Menuju Pura Tirta Mas Mampeh Putus

Bangli (Bali Post) Akses jalan menuju Pura Tirta Mas Mampeh di Desa Batur Selatan, Kintamani putus akibat diterjang banjir saat hujan deras melanda wilayah setempat, Minggu (1/3) sore. Kondisi itu menyebabkan aktivitas pertanian warga terganggu. Sebab selain merupakan akses menuju Pura, jalan itu juga merupakan jalan usaha tani masyarakat. Perbekel Desa Batur Selatan, Gede Sarjana, Senin (2/3) kemarin mengatakan, peristiwa putusnya jalan menuju Pura Tirta Mas Mampeh terjadi sekitar pukul 16.00 Wita, saat hujan deras. Air yang menerjang akses jalan itu bersumber dari pembuangan air dari Pucak Penulisan dan Pasar Kintamani. Dijelaskan, sebelumnya tahun 2017 lalu, jalan itu sudah pernah tergerus akibat bencana banjir. Warga dengan cara swadaya kemudian menguruk jalan itu. Pengurukan dilakukan menggunakan tanah hingga ratusan truk. Lantaran tidak ada anggaran, saat itu tidak dilengkapi pembuatan gorong-gorong di bawahnya. ‘’Kalau tahun lalu, saat hujan airnya hanya meluap

saja. Tapi kemarin, karena besarnya volume air hujan sehingga jalan itu kembali tergerus sepanjang 50 meteran,’’ ungkapnya. Lanjut dikatakan Sarjana, pascabencana 2017 lalu, pihaknya sejatinya sudah mengusulkan ke Pemkab Bangli agar dibangunkan waduk/ bendungan di dua titik di jalur sungai. Satu titik berjarak satu kilometer dan satu titik lainnya berjarak dua kilometer. Dengan dibuatkan bendungan, nantinya air kiriman dari hulu akan terarah dan tidak menyebar. Sementara jalan menuju Pura Tirta Mas Mampeh itu dibuatkan jembatan. ‘’Kalau itu bisa terealisasi kan aman,’’ terangnya. Meski demikian, Sarjana mengatakan sampai sekarang usulannya tersebut tak kun-

jung mendapat tindak lanjut. Padahal pihaknya sudah berkali-kali menanyakannya ke BPBD, Dinas Sosial dan Dinas PU. Dengan kondisi akses jalan sekarang yang putus lagi, pihaknya pun kembali berharap Pemkab Bangli agar menindaklanjuti usulan proposal pembangunan bendungan tahun 2017 tersebut. Pascaputusnya jalan tersebut, Sarjana mengatakan, aktivitas usaha warga kini terganggu. Untuk menuju Pura Tirta Mas Mampeh dan ke lahan pertanian, warga harus menggunakan jalur alternatif. ‘’Jalan atlernatifnya melalui rumah saya. Jaraknya satu kilometer dari jalan yang putus itu,’’ pungkasnya. (kmb40)

JALAN PUTUS - Kondisi akses jalan menuju Pura Tirta Mas Mampeh putus.

Pukul Keluarga, ODGJ Diamankan

Bangli (Bali Post) – Lantaran berulah memukul salah seorang anggota keluarganya, seorang pria pengidap gangguan jiwa (ODGJ - red) di Banjar Dinas Gaga, Desa Tamanbali diamankan petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama kelian banjar dinas setempat. Oleh petugas pria itu langsung dibawa ke RSJ. Dari Informasi yang dihimpun Senin (2/3) kemarin, diperoleh pria pengidap gangguan jiwa itu diamankan bernama I Nengah Widiana (35), warga setempat. Dia diamankan sekitar pukul 10.00 Wita setelah memukul salah satu keluarganya yang sedang sibuk bekerja di rumahnya. ‘’Melihat situasi seperti itu, pihak keluarga meminta pertolongan ke kelian dinas dan petugas Babinsa serta Bhabinkamtibmas untuk segera membawa yang bersangkutan ke RSJ Bangli untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’ kata Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi. Dikatakan Sulhadi, saat diamankan Widiana tidak melakukan perlawanan. Yang bersangkutan diam saja saat hendak dibawa ke RSJ. Widiana diantar ke RSJ menggunakan mobil dinas Polsek Bangli. Widiana diketahui memiliki tingkah laku berbeda, seperti kelainan jiwa. Diduga Widiana memukul keluarganya lantaran sakit jiwanya kambuh. (kmb40)

Bali Post/ist

Banyak Desa Wisata Seumur Jagung Perlu Parameter Pemberian Sertifikat

Bali Post/ist

GANGGUAN JIWA - Petugas mengamankan pria pengidap gangguan jiwa di Banjar Dinas Gaga, Desa Tamanbali.

Bangli (Bali Post) – Bangli memiliki banyak desa wisata. Namun dari semua desa wisata yang ada, hanya beberapa yang eksis dan berkembang. Itu diungkapkan Kepala Bidang Budaya dan Lingkungan ASITA Bali, Kadek Darmayasa, saat rapat dengar pendapat di DPRD Bangli, Senin (2/3) kemarin. Dia menyebutkan di Kabupaten Bangli setidaknya ada 31 desa wisata. Namun tidak semuanya hidup. Banyak di antaranya justru seumur jagung. Tidak lebih dari satu tahun berdiri, kemudian redup dan selesai. Sebagai pelaku wisata pihaknya sejatinya berharap Bangli bisa jadi tujuan wisata dari sektor desa wisata. Pria asal Undisan, Tembuku itu pun mengharapkan Pemkab Bangli membuat syarat dan parameter pemberian

sertifikat desa wisata itu. Sebelum diberikan sertifikat sebagai desa wisata, sebuah desa harus bisa memenuhi syarat atau parameter. Seperti adanya fasilitas penunjang yang lengkap, terdapat homestay dan syarat lainnya yang harus dipenuhi. ‘’Seperti kita ketahui di Kabupaten Bangli ujugujug ada satu objek wisata. Contoh waterfall (air terjun). Itu sudah bisa diklaim jadi desa wisata. Harusnya ada parameternya yang jelas,’’ terangnya. Selain membuat syarat dan parameter, pemerintah Kabupaten Bangli juga harus melakukan pembinaan secara rutin dan juga berkelanjutan. Sehingga keberadaan sebuah desa wisata itu, tetap eksis dan tidak seumur jagung. ‘’Walaupun jika bicara Bangli dananya kurang, tetapi paling tidak tetap harus ada pembinaan dan

sosialisasi. Supaya arahnya benar, bahwa kita ingin memajukan desa. Pemerintah harus proaktif memberikan pembinaan. Tidak sekadar memberikan sertifikat,’’ kata Darmayasa. Dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar itu, sejumlah masukan disampaikan pelaku pariwisata di Bangli. Sekretaris ASITA Bali, Putu Winastra, yang hadir dalam rapat kemarin itu sempat menyoroti soal jalan Culali di Kintamani yang kondisinya curam dan membahayakan. Ia meminta pemerintah memperhatikan hal tersebut, sehingga nantinya truk pengangkut material tidak lagi lewat jalan Penelokan. ‘’Kalau tidak dicarikan jalan keluar, otomatis jalan yang biasa untuk wisatawan itu akan dimanfaatkan oleh truk itu,’’ katanya. (kmb40)

Juni, Geopark Batur Direvalidasi UNESCO Atas Nama Indonesia, Bukan Lagi Bangli

GEOPARK Batur kembali direvalidasi UNESCO. Rencananya, kegiatan revalidasi berlangsung sekitar Juni tahun ini. Jelang pelaksanaan revalidasi, Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark (BUGG) kini semakin mematangkan persiapan dengan melakukan pembenahan-pembenahan. Beberapa catatan dan rekomendasi yang diberikan UNESCO saat revalidasi pertama juga ditindaklanjuti. Bagaimanakah rencana revalidasi Geopark Batur selanjutnya, apakah masih membawa nama Bangli saja? Revalidasi Geopark Batur itu dilaksanakan setiap empat tahun sekali. Tahun 2020 ini, merupakan fase revalidasi Geopark Batur yang kedua. Pada revalidasi tahun pertama, ada 11 rekomendasi yang diberikan UNESCO untuk Geopark Batur. Di antaranya rekomendasi melanjutkan upaya mempekerjakan pemandu lokal yang sudah baik, membubuhkan merek yang jelas pada produk-produk geopark sehingga diperoleh nilai tambah, meningkatkan produk trekking yang ditawarkan

Geopark, termasuk promosi dan pengkriteriaan yang jelas atas mutu, keamanan dan pelatihan kepada pemandu. Menciptakan keragaman produk Geopark yang ditawarkan. Seperti mengembangkan rute danau dengan perahu wisata termasuk pemahaman panorama di beberapa situs kunci, melakukan kajian pengaruh pariwisata di situs pemakaman Terunyan termasuk perlunya pengunjung menghormati situs tersebut, dan beberapa rekomendasi lainnya. Sekretaris Badan Pengelola

Pariwisata BUGG, Dewa Ketut Setia Darma, ditemui di Kintamani belum lama ini mengatakan, dari 11 rekomendasi yang diberikan UNESCO tersebut, sekitar 70 persennya sudah ditindaklanjuti. Diungkapkan, salah satu rekomendasi yang masih belum ditindaklanjuti, yakni menciptakan keragaman produk geopark yang ditawarkan. Seperti mengembangkan rute danau dengan perahu pariwisata. Saat ini, rute danau yang ada hanya dari Kedisan ke Terunyan. Di sisi lain, kondisi dermaga Kedisan dikatakan masih memprihatinkan. Dermaga penyeberangan itu rusak dan terendam air danau. Dalam upaya mempertahankan status Geopark Kaldera Batur dipertahankan sebagai bagian Global Geopark Network (GGN), Setia Darma mengatakan pihaknya di Badan Pengelola Pariwisata BUGG selama ini juga berupaya men-

jaga kelestarian danau. Dengan mengangkat sejumlah tenaga outsourcing khusus membersihkan danau. Ke depan pembersihan itu akan terus berlanjut. Diungkapkan, dalam melakukan pembenahan pihaknya sering terkendala status aset. Seperti pembenahan trotoar di jalan yang ada di depan anjungan objek wisata Penelokan yang kini kondisinya rusak. Status jalan itu merupakan jalan nasional. Sehingga untuk perbaikannya, tidak mugkin dilakukan Badan Pengelola Pariwisata BUGG. Agar nantinya tidak jadi penilaian buruk dari outsourcing, pihaknya pun berharap pemerintah pusat sebagai pihak berwenang agar segera melakukan perbaikan. Jelang revalidasi ini, ia juga meminta perhatian dan keterlibatan Pemerintah Provinsi Bali dalam melakukan pembenahan guna mempertahankan status Geopark Kaldera Batur sebagai

Geopark Batur akan direvalidasi UNESCO. bagian dari GGN. Setia Darma menyebut selama ini perhatian pemerintah provinsi terkait Geopark Batur masih sangat minim. Menurutnya, Geopark Batur saat revalidasi nanti bukan membawa nama Ban-

gli melainkan nama Indonesia. ‘’Geopark Batur ini bukan milik Bangli saja. Geopark Batur itu membawa nama merah putih. Jadi pembenahannya harus dilakukan bersinergi,’’ harap Dewa Setia Darma. Sebagaimana diketahui,

Bali Post/ina

Geopark Batur itu ditetapkan UNESCO pada 2012 lalu. Geopark Batur pertamakali direvalidasi 2016 lalu. Dalam kegiatan revalidasi lalu, tim asesor meninjau langsung kondisi Geopark Batur dari berbagai aspek. (ina)


Selasa Pon, 3 Maret 2020

Kucuran PHR Distop

APBD Terkoreksi, Program Fisik Terancam Tertunda Singaraja (Bali Post) -

Kebijakan penghentian kucuran dana bagi hasil (DBH) dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dari Kabupaten Badung, membuat waswas jajaran Pemkab Buleleng. Pasalnya, kucuran PHR itu sudah dirancang dalam struktur APBD. Jika memang kucuran PHR distop selama enam bulan pada tahun ini maka APBD Buleleng terkoreksi. Dipastikan program fisik yang sudah dirancang pelaksanaannya ditunda.

Bali Post/kmb38

KOORDINASI - Komisi II DPRD memanggil Distan Buleleng untuk mendapatkan penjelasan penanganan kematian babi secara massal, Senin (2/3) kemarin.

Sikapi Kematian Babi Secara Massal

Komisi II DPRD Panggil Distan Singaraja (Bali Post) Komisi II DPRD Buleleng tak berdiam diri atas kematian babi secara massal di beberapa desa di Buleleng. Dewan memanggil Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, Senin (2/3) kemarin. Dari pertemuan itu, Komisi II prihatin dengan kematian ratusan ekor babi sejak Januari 2020. Terutama dampak kematian babi yang diternakan oleh PT Anugrah Bersama Sukses (ABS) di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan yang dikeluhkan warga di sekitar peternakan. Atas kejadian itu, perusahaan dinilai kurang tanggap menangani bangkai babi hingga menyebarkan aroma busuk yang membuat belasan kepala keluarga (KK) mengungsi karena tidak tahan menghirup bau busuk bangkai babi. Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa mengatakan, peternakan skala perusahaan harusnya tidak sampai kewalahan menghadapi kematian babi secara massal. Jika perusahaan tanggap, harusnya ketika ada kematian babi tidak ada yang sampai dibiarkan

berhari-hari, namun saat itu juga ditangani dengan baik, sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Namun sebaliknya, karena memicu keluhan warga, Distan turun tangan untuk membantu mengubur ratusan bangkai babi. Atas kejadian ini, politisi PDI-P ini mendesak agar instansi terkait agar memberikan peringatan keras kepada manajemen perusahaan. Ini penting karena dewan tidak ingin pengalaman ini terulang, apalagi dilakukan oleh perusahaan. Bahkan, Mangku Budiasa tegas mendesak kalau nantinya teguran tidak diikuti dan masih terjadi sebaran bau busuk yang mengganggu kenyamanan warga, maka izin yang sudah dikantongi perusahaan agar dievaluasi. Untuk itu, pihaknya masih menunggu perkembangan dan tidak menutup kemungkinan manajemen perusahaan akan turut dipanggil agar dampak lingkungan ini ditangani dengan serius. Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Distan Buleleng Nyoman Suparma mengatakan, pascakema-

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Admin for Garment, female, Comp. English, sari.oktora25@gmail.com

Dibutuhkan Admin Wanita Hubungi : 087 861 340 445

Dicr utk Pelaksana Min. Lulusan SMK.Hub:083114600207/4712630

B.BP.001.02.20.0000806

Dicari Analis Kesehatan D3/S1 Laki2 yg sdh Memiliki STR u/di tempatkn di RS Swasta terbesar di Bali.Hub.085737359866(WA)

B.BP.001.03.20.0000018

Dicari Marketing Min SLTA Bhn Bangunan, Energik & Jujur. Hub:CV.Adrian Pratama Jl.Gunung Agung 144 B Denpasar

B.BP.001.03.20.0000028

Dicari Tng Admin Wnt Max 30Th Bs Komputer ,Min SLTA/D3.Email: hendrikusherryanto@gmail.com CV.Adrian Pratama+Pasfoto B.BP.001.03.20.0000027

Dcr Kepala Cabang/Supervisor Wilayah Bali & NTB Email:herryy.hr@gmail.com B.BP.004.03.20.0000020

B.BP.001.03.20.0000054

B.BP.001.03.20.0000019

Sekretaris Wanita Max .25th lancar Komunikasi & Komputer min SLTA Hub. 08158215075 B.BP.031.03.20.0000043

"Dcr Cleaning Service & PRT tinggal di luar.Tmp Kerja di Jalan Cargo Hub :Ibu Ang WA 08123886672.Jam Kerja Pagi jam 6&pulang jam 6 sore" B.BP.004.03.20.0000053

DIJUAL MOBIL MITSUBISHI

tian ratusan ekor babi di PT ABS, seluruh bangkai babi sudah dikubur dengan bantuan alat berat. Bangkai babi dikubur dengan menambahkan kapur, sehingga dipastikan tidak kembali menebar bau busuk. Selain itu, Minggu (1/3) lalu pihaknya sudah menegur perusahaan agar kalau kembali terjadi kematian susulan, maka bangkai babi harus dimusnahkan dengan cara dikubur. Di sisi lain, Nyoman Suparma mengatakan, dari sembilan kecamatan di Buleleng, hanya dua kecamatan yaitu Sukasada dan Busungbiu yang belum ada laporan kematian babi. Saat ini tercatat total babi mati lebih dari 294 ekor. Sementara terkait penyakit yang menyerang, Distan Buleleng masih menunggu hasil penelitian sampel darah dan organ babi di BBVet. Meski demikian, dari investigasi di lapangan bersama BBVet dan Dinas Peternakan Provinsi Bali, dicurigai kalau penyakit babi ini menyebar dari adanya pemotongan babi luar daerah yang diduga sudah terjangkit penyakit. (kmb38)

Hal itu diungkapkan Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) usai melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Senin (2/3) kemarin. Bupati

Singaraja (Bali Post) Keinginan Buleleng membangun tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, tampaknya segera terwujud. Ini menyusul disetujuinya permohonan pemanfaatan tanah milik Pemprov Bali di Buleleng Barat tersebut. Namun, Pemprov baru menyetujui pemanfaatan lahan seluas 5 hektar. Sedangkan, pembangunan TPA memerlukan lahan seluas 10 hektar. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Gede Sugiartha Widiada, di lobi Kantor Bupati, Senin (2/3) kemarin. Gede Sugiartha Widiada mengatakan, mengacu perencanaan pembangunan TPA baru, idealnya memerlukan tanah seluas 10 hektar. Dari kajian itu, sesuai instruksi pimpinan, pihaknya kemudian mengusulkan permohonan tanah Pemprov sesuai kebutuhan. Pemprov telah menerbitkan persetujuan pemanfaatan tanah tersebut. Namun, dari usulan 10 hektar, baru bisa disetujui seluas 5 hektar. Menyusul persetujuan itu, BPKAD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah melaporkan kepada Bupati Putu Agus Suradnyana. Dari koordinasi lisan, Bupati masih melakukan lobi dengan Pemprov, sehingga kekurangan lahan lagi 5 hektar

PROPERTY

KEHILANGAN

DIJUAL TANAH

Djl Tnh Kav aspek Perum.Dentim dkt dr Jl.Induk 081337141817 B.BP.001.03.20.0000021

Jual Tanah 3,14 Are Jl.Kerta Dalem Sidakarya H.082236284773 B.BP.001.03.20.0000026 SINGARAJA

Tnh 1,5Are Jl.Lingga,Banyuasri Jl.3Mtr HP.0811398154

B.BP.001.03.20.0000049

Print & On Line Radio

B.BP.158.03.20.0000035

Hlg BPKB No.L.12149617-O Nopol DK9384UN th2015 an.Ngh Wiari

BIRO JASA Siap PRT 5 Orang cari Majikan langsung No.Hp.081935192349

KEHILANGAN

B.BP.001.03.20.0000044

HlgBPKBNo.E8435880-ODK1202A Fakultas Sastra Univ.Udayana B.BP.001.03.20.0000029

Hlg BPKB No.I.06616731-O Nopol DK7443UQ th 2011 an.Pt.Dian S

Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP, SIUP. Hp:081.338.344.155

B.BP.001.01.20.0000815

B.BP.158.03.20.0000033

B.BP.159.03.20.0000041

RUMAH MAKAN

B.BP.159.03.20.0000042

Hlg BPKB No.P.07316663-O Nopol DK2510UBth2009an.MadeSucaya

B.BP.158.03.20.0000036

B.BP.001.03.20.0000055

BIRO JASA

itu bisa dipenuhi. Menurut Sugiartha Widiada, aset pemprov sekarang luas keseluruhannya mencapai 17 hektar. Saat ini di atas tanah tersebut ditanami kelapa dan sebagian lagi berisi mangga. Tanah tersebut sepertinya kurang produktif, sehingga mendorong pemerintah daerah untuk memohon untuk diberikan memanfaatkan lahan itu untuk menunjang infrastruktur di daerah. Di sisi lain Kepala DLH Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mengatakan menyusul persetujuan pemanfaatan tanah milik Pemprov itu, pihaknya semakin optimis kalau program pembangunan TPA baru akan terwujud. Akan tetapi, kalau pemanfaatan lahan disetujui setengah dari total kebutuhan lahan seluas 10 hektar, maka masih perlu dilakukan kajian dan perencanaan matang. Pasalnya, kalau TPA dibangun dengan luas 5 hektar, maka tidak jauh beda dengan TPA di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan yang sekarang memasuki fase overload. (kmb38)

Hilang SHM No.155 Luas 4982 M2 a/n Halid Ali Likup Almt Pengambengan Negara.

Hlg SHM No.2407 L.10000M2 a/n Ni Wayan Nagining Sidianthi SH Almt Pergung Mendoyo Jembrana

SERVICE

ini sudah diprogram maka kalau di tengah perjalanan realisasinya dihentikan, maka dipastikan berdampak sistemik terhadap realsiasi program atau kegiatan di daerah. ‘’Kami masih menunggu. Pemkab Badung bersama Pemprov Bali masih lobi ke pusat. Mudahmudahan ada kabar baik. Tapi kalau tetap distop untuk enam bulan, maka dampaknya APBD terkoreksi dan program atau kegiatan fisik kita tertunda,’’ katanya. Menurut Bupati, menunggu

Pemprov Setuju Pemanfaatan Lahan di Gerokgak untuk TPA

Expander Tp.Exeed th’18 MT,pth, plat AsDK,Km19rb,081337453333

BIRO JASA

mengatakan, Buleleng mengandalkan kucuran PHR untuk membiayai beberapa program dan kegiatan fisik. Dalam setiap tahun, daerahnya mendapatkan kucuran PHR dengan nilai bervariasi antara Rp 15 miliar sampai Rp 20 miliar. Dana tersebut dimasukkan dalam struktur APBD yang kemudian dialokasikan untuk merealisasikan program atau kegiatan fisik sesuai Rencana Pemerintah Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Karena dana

KURSUS Les Privat:TK,SD,SMP, Inggris Hub.087861844003 B.BP.001.03.20.0000022

RUPA-RUPA

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

GENTA BALI gentabalifm

genta bali

kepastian itu pihkanya dalam waktu dekat ini akan menyusun langkah untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melakukan rasionalisasi anggaran dengan besar-besaran. Untuk itu, rasionalisasi ini segera dibahas bersama DPRD Buleleng. Bupati mencontohkan, kalau opsi rasionalisasi harus diambil, maka kebijakan itu akan menyentuh semua lini. Tidak terkecuali dana perjalanan dinas di setiap OPD termasuk di DPRD Buleleng akan disasar. ‘’Ya… terpaksa rasionalisasi besar-besaran karena estimasi saya APBD kita akan terkoreksi sekitar Rp 70 miliar. Ini akan kita bahas dengan dewan dan opsi kita lakukan adalah mengurangi perjalanan dinas dan efisiensi anggaran,’’ tegasnya. (kmb38)

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

-

OTOMOTIF FASHION TRAVEL AGEN PROPERTY SALON/SPA FURNITURE HOTEL ASESORIS LIFE STYLE KULINER LOWONGAN


Selasa Pon, 3 Maret 2020

Kasus Dana Santunan Kematian

Mantan Kaling Asri Ditahan Negara (Bali Post) – Mantan Kaling Asri di Kelurahan Gilimanuk, Ni Luh Sridani (45), Senin (2/3) kemarin, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Dia merupakan salah satu tersangka kasus korupsi Dana Santunan Kematian. Tim penyidik dari unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Jembrana selain menyerahkan berkas juga menyerahkan tersangka. Oleh Kejari Jembrana, tersangka langsung ditahan dan dititipkan di Rutan Kelas II Negara. Dari pengamatan kemarin, tim penyidik membawa berkas dari tersangka tersebut berikut dengan tersangka dan langsung diperiksa oleh tim jaksa dari Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jembrana. Dalam berkas tersebut juga disertakan berita acara 18 saksi serta laporan audit dari BPKP Perwakilan Provinsi Bali. NLS merupakan salah satu dari tiga tersangka oknum kaling di Kelurahan Gilimanuk yang terjerat kasus dana santunan kematian. Sebelumya, tersangka mantan Kaling

Jineng Agung, I Komang Budiarta, sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar dan divonis satu tahun. Selanjutnya NLS dan Tm yang juga merupakan mantan kaling masih proses di Kejari Jembrana. Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra mengatakan, berkas untuk tersangka NLS ini dinyatakan sudah lengkap atau P21. Saat tahap II dari penyidik unit Tipidkor Polres Jembrana kemarin, jaksa langsung menahan tersangka. Seperti diketahui, sejak Januari hingga Desember 2015 lalu, NLS bekerja sama dengan Indah Suryaningsih, PNS Dinas Sosial Jembrana, melakukan kerja sama untuk mengajukan berkas permohonan santunan kematian fiktif. Khusus di Lingkungan

Asri, Gilimanuk ada 48 berkas. Dari hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Bali, kerugian yang ditimbulkan akibat tindakan tersebut mencapai Rp 72 juta. Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 Subsider Pasal 4 subsider Pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Kasus ini berkaitan dengan dana santunan kematian yang dibuat fiktif oleh oknum klian dinas dan kaling. Proses atas kerja sama antara oknum PNS di Dinas Sosial dan para kepala kewilayahan tingkat banjar atau lingkungan itu, sehingga dana bisa keluar. Dari hasil pencairan Rp 1,5 juta per berkas itu dibagi dengan oknum PNS. Dari hasil perhitungan kerugian negara oleh BPKP perwakilan Bali, total kerugian negara dari korupsi dari terpidana dan tersangka tersebut mencapai Rp 452.500.000. (kmb26)

Pascabanjir di Sekar Kejula

Bantu Kepala Daerah Susun Kebijakan ‘’Saya sebagai kepala daerah akan terus menjaga dan mengevaluasi kinerja bersama antara saya dengan Pak Sekda yang baru, sehingga capaiancapaian kinerja bisa terukur dan bisa dikerjakan seluruh SKPD. Kepemimpinan juga harus dimiliki selain kapabilitas dalam bekerja,’’ jelasnya. Sementara itu, Gede Suyasa mengatakan, tugas Sekda sesuai dengan aturan adalah membantu kepala daerah menyusun kebijakan. Selain itu, Sekda bertugas untuk mengoordinasikan seluruh perangkat daerah secara administratif. Sehingga tugas yang diembannya adalah membantu Bupati mewujudkan visi-misinya yang tertuang dalam RPJMD. ‘’Apalagi Pak Bupati juga sudah menegaskan tidak ada visi Sekda. Yang ada adalah daerah mempunya visi dan misi yang tertuang

Bali Post/olo

DITAHAN – Tersangka kasus korupsi dana santunan kematian yang merupakan mantan kaling di Gilimanuk ditahan Kejari Jembrana saat tahap II, kemarin.

Aliran Listrik Masih Terganggu Negara (Bali Post) Pascabanjir di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Minggu (1/3) sore, aliran listrik di banjar tersebut padam. Petugas dari PLN Negara sejak Minggu malam telah berupaya memperbaiki aliran listrik tetapi harus ada penggantian tiang listrik. Hingga Senin (2/3) siang kemarin penanganan masih dilakukan, terutama untuk

dalam RPJMD. Tugas saya adalah membantu bagaimana target visi-misi itu tercapai,’’ kata mantan Kepala Bappeda Buleleng ini. Untuk menjabarkan RPJMD tersebut, pria yang dikenal sebagai guru ini berjanji dalam waktu dekat akan mengoordinasikan beberapa pimpinan OPD. Ini penting untuk menghadapi situasi fenomenal belakangan ini. Situasi yang nyata terjadi adalah penurunan pariwisata akibat wabah virus Corona. Tentunya ini akan berakibat pada perekonomian dan sosial di daerah. Selain itu, bidang kesehatan di mana merebak seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) memerlukan penanganan serius jajaran pemerintah daerah. ‘’Saya akan lakukan koordinasi untuk menjawab persoalan publik yang berkembang belakangan ini seperti yang diinstruksi pimpinan,’’ jelasnya. (ad052)

TIANG LISTRIK – Petugas dari PLN Negara kemarin melakukan pemasangan tiang listrik baru yang roboh akibat hujan deras di Yehembang Kauh.

penggantian tiang listrik. Perbekel Yehembang Kauh Komang Darmawan, Senin siang, mengatakan pascabanjir bandang, sejumlah upaya telah dilakukan warga. Pembersihan kayu-kayu yang terseret arus air sungai sudah dilakukan sebelumnya. Dampak yang terlihat langsung pada tanah di dekat Setra Desa Adat Yehembang Kauh yang semakin tergerus. Selain itu, hingga kemarin beberapa rumah warga juga masih mengalami listrik padam karena dampak tiang listrik ambruk. Sehingga pada Senin kemarin dilakukan penggantian tiang dari pihak PLN. ‘’Ada tiga banjar yang terdampak,

Sekar Kejula Kelod, Kedisan dan Banjar Yehbuah,’’ ujar Perbekel. Sejatinya pihak PLN sudah turun ke lokasi memperbaiki pada Minggu malam, namun penanganan lebih lanjut harus dilakukan penggantian tiang listrik. Kemarin PLN juga sudah turun untuk memperbaiki dan masih berlangsung. Manajer PLN Negara I Dewa Gd Gina Sanjaya mengatakan, proses perbaikan aliran listrik di wilayah tiang listrik yang roboh kemarin siang masih dilakukan. ‘’Saat ini masih on progress. Sudah sejak pagi tadi petugas memperbaiki,’’ ujar Sanjaya. (kmb26)

Jangan Bicara Ekonomi Dulu Tiongkok telah melakukan upaya mengisolasi wilayahnya, demikian juga dengan Kerajaan Arab Saudi yang mencegah warga sejumlah negara masuk sekalipun untuk kepentingan ibadah. Langkah segera memproteksi Bali disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dr. I Gede Putra Suteja. Menurutnya, virus Corona sudah mewabah hingga telah menjangkiti penduduk Indonesia. Untuk itu kewaspadaan harus ditingkatkan dengan memproteksi semua pintu masuk, baik darat, laut maupun udara. Masyarakat juga harus menjaga kesehatannya dengan mencuci tangan dengan sabun secara rutin, cukup tidur dan istirahat. ‘’Jangan bicara ekonomi dulu, karena ini sudah ada kasus, definisinya berarti ini kan KLB, wabah sehingga mekanisme penanganan wabah harus diutamakan untuk menangkal wabah ini masuk,’’ tegasnya, Senin (2/3) kemarin. Bali memiliki risiko cukup besar menjadi pintu masuk wabah Covid-19, karena ribuan warga dari berbagai neg-

Selasa, 3 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Melalui Pujawali Kita Tingkan Pelembagaan Ajaran Agama Hindu (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Hanoman (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Gatra Praja Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Lutut Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Bali TV Shop

ara masuk untuk kepentingan berwisata. Pemerintah pusat selama ini hanya mencegah kedatangan pesawat dari Tiongkok, sementara dari negara lainnya masih tetap seperti biasa. Justru kini ada kebijakan untuk terus membuka diri bagi kedatangan wisatawan asing. Dengan mengatakan bahwa Indonesia khususnya Bali belum terinfeksi virus Corona, maka sangat aman untuk datang berwisata. Ini berarti mengundang kehadiran sebanyak-banyaknya orang asing. Padahal, kehadiran orang asing dari negara yang telah terinfeksi akan sangat berbahaya bagi masyarakat lokal. Sangat mungkin wisatawan asing yang datang membawa virus masuk ke Bali. Memang kebijakan memproteksi Bali akan sangat mematikan bagi ekonomi Bali, karena pariwisata akan lumpuh. Namun kepentingan kesehatan yang sangat rentan dan mengancam nyawa manusia harus di atas segala-galanya. Ekonomi yang melemah bahkan runtuh sekalipun, tetap menyimpan harapan selama manusianya sehat. Namun jika nyawa sudah tidak ada, maka itu berarti matinya pula harapan. (may/ata) Kalung Omkara 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Ista Dewata Pura Sari Abangan Bungkulan Buleleng 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:00 Wita Folk Song 22:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam

Bali Post/olo

KOLAM JENTIK - Kolam di bawah panggung terbuka Gedung Kesenian Ir. Soekarno kini jadi ‘’kolam jentik’’ nyamuk. Pada air kolam yang bening itu terlihat banyak jentik nyamuk di kolam yang mengelilingi areal panggung itu. Panggung ini sering dipergunakan untuk sejumlah kegiatan hiburan seperti pentas musik, olahraga senam dan kegiatan lainnya, termasuk gerakan masyarakat hidup sehat. Salah satu gerakan sehat adalah menjaga lingkungan dari jentik nyamuk.

Sudah Miliki Tim Gabungan ‘’Wanita ini merasa tidak nyaman, batuk-batuk, sehingga dia berobat ke rawat jalan,’’ katanya. Selama rawat jalan, pasien Indonesia terus batuk-batuk sampai 26 Februari, sehingga dia minta untuk dievaluasi secara lebih ketat. Setelah memberi tahu tentang ri-

wayat kontaknya dengan warga negara asing, petugas medis melakukan pengawasan dan pasien tersebut diperlakukan sebagai pasien dalam pengamatan (PDP). Sekitar 28-29 Februari, pasien mengaku ditelepon dan diberi tahu bahwa temannya dari Jepang itu dinyatakan positif Covid-19. Setelah mendapat informasi tersebut, pasien langsung dip-

indahkan ke Rumah Sakit Sulianti Saroso untuk diperiksa lebih lanjut. ‘’Hasilnya tadi pagi dinyatakan positif,’’ katanya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus Corona pertama di Indonesia yang dilakukan di beranda Istana Merdeka Jakarta, Senin kemarin. Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sudah

memiliki peralatan untuk penanganan sesuai dengan standar internasional. ‘’Kita juga memiliki persiapan untuk reagen yang cukup. Kita memiliki tim gabungan yang ini tidak pernah saya sampaikan, tim gabungan TNI/Polri dan sipil, dalam penanganan ini,’’ kata Presiden. Tak hanya itu, pemerintah juga telah memiliki prosedur standar operasi yang telah

diharmonisasi dan sama dengan standar internasional. ‘’Kita juga memiliki anggaran, anggarannya ada dan ini juga diprioritaskan untuk menangani ini. Karena kalau kita tidak serius untuk menangani ini, kalau dianggap tidak serius, ini sangat berbahaya, karena memang penyakit ini perlu kita waspadai dan perlu kita hati-hati,’’ kata Presiden. (ant)

‘’Tapi sekarang suasana sudah berubah, kita harus buka sekarang bagaimana di airport penanganannya dan sebagainya, kita buka. Dulu masih sembunyi petugas kita masih di belakang layar,’’ jelasnya. Sebelumnya, lanjut Cok Ace, hanya ada CCTV dan itu

pun tersembunyi proses monitoringnya. Sekarang upaya deteksi akan ditunjukkan dari airport hingga kesiapan penanganan di rumah sakit. Misalnya dengan menunjukkan ada petugas seperti perawat. Sama halnya ketika ada kasus bom Bali. Sebelum ada bom, wisatawan merasa tidak nyaman bila melihat polisi berjaga. ‘’Tapi setelah bom, ada polisi justru merasa mereka aman,’’

jelasnya. Menurut Cok Ace, upaya promosi pariwisata yang dilakukan Bali kini tidak lagi membicarakan keindahan alam dan budaya. Namun, bagaimana kesiapan Pemprov Bali mengantisipasi wabah virus Corona agar jangan sampai masuk ke Pulau Dewata. Jika wabah sudah mereda di dunia, barulah dilakukan upaya promosi yang sifatnya recovery

untuk menarik lagi wisatawan datang ke Bali. Saat ini beberapa objek di Bali yang ramai dikunjungi wisatawan akan diminta untuk menyiapkan desinfektan dan tempat-tempat untuk mencuci tangan. ‘’Masker, selop tangan, itu harus tetap dipakai,’’ imbuhnya. Cok Ace mengaku khawatir dengan penyebaran virus yang begitu cepat, sehingga

membuat negara-negara lain juga mengambil langkah seperti Timur Tengah. Yakni menutup penerbangan dari beberapa negara yang positif virus Corona, termasuk Indonesia, meskipun saat itu masih nihil kasus. Pihaknya berharap negara-negara pemasok wisatawan ke Bali seperti Australia tidak sampai melarang warganya bepergian ke luar negeri. (kmb32)

Objek Wisata Diminta Siapkan Desinfektan

Turunkan Defisit Neraca Transaksi Berjalan Beberapa kebijakan strategis yang telah ditempuh pemerintah tidaklah cukup sebatas acara seremonial dengan instruksi, pernyataan, imbauan dan wacana semata. Walaupun pemerintah saat ini telah berinisiatif keras dengan langkah terkini antara lain berupa kebijakan discount 50% tiket pesawat untuk 10 tujuan destinasi pariwisata, pengurangan PHR dan peningkatan penyelenggaraan MICE di dalam negeri, namun inisiatif tersebut masih dirasa belum banyak bisa membantu memulihkan keadaan. Dalam rangka dan upaya

untuk dapat mengatasi TUA (turbulence, unpredictable, ambigue) dan virus Covid-19 yang penuh ketidakpastian tersebut (bahkan sampai terjadi penghentian umroh ke Arab Saudi sebagai suatu kejadian luar biasa yang baru pertama kali terjadi akibat virus Covid-19), maka kelangsungan ekonomi bisnis dunia usaha sebagai pilar utama ekonomi nasional (terkait dengan kecukupan likuiditas masyarakat yang saat ini pada stadium ‘’macet’’/loss), maka sudah sangat mendesak untuk diberikan ‘’pembebasan tanpa syarat’’ yang terkait langsung dengan industri keuangan bank dan nonbank yang sedang menghadapi ancaman besar

gagal bayar dalam satu tahun terakhir. Mengantisipasi situasi ekonomi dan dunia usaha Indonesia dalam ancaman krisis multidimensi terkini, maka Presiden RI telah mengeluarkan arahan antara lain: Pertama, siapkan seluruh instrumen, baik moneter maupun fiskal, untuk digunakan dalam rangka memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi negara kita. Kedua, maksimalkan konferensi dalam negeri, MICE (Meeting, Inventive, Convention and Exhibition), serta tingkatkan promosi untuk menyasar ceruk pasar wisman yang mencari alternatif destinasi wisata karena batal mengunjungi RRT,

Korea dan Jepang. Ketiga, percepat belanja kementerian dan lembaga serta realisasikan belanja APBD di daerah masing-masing. Keempat, prioritaskan langkah-langkah untuk turunkan defisit neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan secara efektif, serta lakukan kontrol di lapangan sehingga bisa menekan impor. Namun, arahan Presiden tersebut sayangnya tanpa dibarengi dengan kebijakan nyata berupa kepastian jaminan pemerintah bagi industri keuangan bank dan nonbank. Jaminan pemerintah dimaksud adalah dalam rangka perlindungan terhadap existing

portfolio kredit dan likuiditasnya yang terdampak langsung oleh akibat virus Covid-19. Perlindungan dan jaminan tersebut dalam dunia usaha sebagai akibat keadaan memaksa (force majeur) lazim dikenal dengan integrated blanket guarantee. Blanket guarantee terpadu ini sangat vital dan menjadi pilar utama (buffer) untuk terjaminnya dunia usaha masyarakat menengah ke bawah tetap bisa berjalan normal dan ekonomi Indonesia akan bisa tetap berlangsung secara kondusif. Svaha Penulis, Dosen Magister Kajian Stratejik Universitas Indonesia


SElasa Pon, 3 MARET 2020

Alien Child Dijuluki Billie Eilish-nya Indonesia

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Bali Post/ina

KERAJINAN - Kerajinan sokasi khas krama Desa Adat Tegalasah Kelod.

Desa Adat Tegalasah Kelod Kembangkan Usaha Kerajinan PROGRAM Pemerintah Provinsi Bali melalui visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ mewujudkan Bali Era Baru, mendorong desa adat untuk lebih memperkuat eksistensinya, di samping melestarikan seni budaya dan meningkatkan kesejahteraan krama desa melalui Baga Ustaha Padruwen Desa Adat (BUPDA). Desa Adat Tegalasah Kelod Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli berupaya mengimplementasikan program Pemprov Bali tersebut dengan mendorong krama desa untuk meningkatkan perekonomian, melalui usaha kerajinan. Apa saja usaha kerajinan khas yang dikembangkan krama di desa adat ini? Desa Adat Tegalasah Kelod selama ini dikenal dengan kerajinan dulang dan sokasi. Hampir sebagian besar warganya bergerak dalam usaha kerajinan tersebut. Untuk mengembangkan potensi kerajinan yang dimiliki, desa adat yang terletak di Kecamatan Tembuku itu berencana mendirikan Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) yang nantinya membantu memasarkan produk buatan krama. Bendesa Adat Tegalasah Kelod Sang Nyoman Wijaya mengungapkan, dari 115 KK krama yang ada di Desa Adat Tegalasah Kelod, lebih dari 50 persennya berkecimpung dalam usaha kerajinan dulang dan sokasi. Kerajinan ini sudah berkembang sejak lama. Bahkan pihaknya mengklaim produksi dulang

di Bangli pertamakali ada di Tegalasah dan hingga kini diwariskan turun-temurun. Produk kerajinan dulang maupun sokasi buatan krama selama ini dijual sendirisendiri oleh perajin. Baik dengan cara dijual langsung ke pasar maupun menerima orderan langsung. Dia tak menampik terjadi perang harga di pasaran. Namun, ia menilai perang harga di pasaran masih sehat. Melihat potensi yang ada, pihaknya pun berencana mendirikan BUPDA. Nantinya BUPDA akan berperan untuk memasarkan produkproduk kerajinan krama. ‘’Nanti produk kerajinan dulang maupun sokasi buatan krama akan dibantu pemasarannya oleh BUPDA. Sehingga nantinya produk kerajinan krama bisa tetap

terjaga kualitasnya dan mengantisipasi persaingan harga yang tidak sehat,’’ kata pria yang juga anggota DPRD Bangli itu. Selain dalam bidang ekonomi, Desa Adat Tegalasah Kelod juga berencana melakukan pengelolaan sampah. Pihaknya berkeinginan ke depan sampah yang dihasilkan krama bisa mendatangkan keuntungan. ‘’Kita ingin mengubah mis (sampah) jadi pis (uang),’’ ujarnya. Desa Adat Tegalasah Kelod dalam bidang pelestarian seni dan budaya sudah cukup aktif. Melalui pasraman yang dimiliki, Desa Adat Tegalasah Kelod terus berupaya menjaga kelestarian seni dan budaya dengan pelatihan dan pembinaan kepada generasi muda. Contohnya dalam seni tabuh, membuat sarana

Denpasar (Bali Post) Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, Citilink, mulai Minggu (1/3) telah memberlakukan potongan harga pada sejumlah rute yaitu dari dan ke Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang. Pemberlakuan potongan harga ini merupakan tindak lanjut kebijakan pemberian insentif dari pemerintah untuk menurunkan tarif penerbangan ke 10 destinasi wisata. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra

menyatakan bahwa Garuda Indonesia Group menyambut baik dan mendukung penuh program kebijakan insentif yang dicanangkan pemerintah sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak wabah Covid-19 terhadap sektor pariwisata nasional khususnya untuk 10 destinasi wisata Indonesia tersebut. ‘’Dukungan Garuda Indonesia Group terhadap program pariwisata di 10 destinasi wisata yang ditetapkan pemerintah ini juga disertai dengan komitmen untuk berperan aktif mempromosikan program terkait melalui channel yang Garuda Indonesia Group mi-

liki guna mendorong pemulihan sektor pariwisata yang terimbas wabah Covid-19,’’ lanjut Irfan. Sesuai keputusan pemerintah, skema pemberian potongan (discount) harga tiket ke 10 destinasi wisata dilaksanakan selama tiga bulan ke depan dimulai tanggal 1 Maret hingga 31 Mei 2020. Pemerintah menetapkan besaran insentif untuk maskapai adalah dengan potongan harga tiket hingga 50 persen. Saat ini Garuda Indonesia Group melayani penerbangan dari dan ke 10 destinasi wisata pilihan yang ditetapkan pemerintah. Terkait imple-

Nanti produk kerajinan dulang maupun sokasi buatan krama akan dibantu pemasarannya oleh BUPDA, sehingga nantinya produk kerajinan krama bisa tetap terjaga kualitasnya dan mengantisipasi persaingan harga yang tidak sehat. Sang Nyoman Wijaya untuk upakara dan lainnya. ‘’Kegiatan pasraman ini terus berjalan,’’ katanya. Sang Nyoman Wijaya sangat mengapresiasi kebijakankebijakan dan program Gubernur Bali Wayan Koster. Salah satunya dengan mengeluarkan Pergub tentang Pelestarian Aksara dan Bahasa Bali. Itu dinilainya sangat bagus bagi generasi muda ke depan. Bantuan berupa

dana yang diberikan kepada desa adat juga dirasakan sangat bermanfaat. ‘’Gubernur Bali yang sekarang sangat mendukung programprogram kami di adat. Kami merasa sangat diperhatikan,’’ kata Sang Nyoman Wijaya. (ina)

Maskapai Penerbangan Dukung Program Kebijakan Insentif mentasi kebijakan insentif tiket pesawat, Garuda Indonesia Group akan memberikan potongan harga 25 persen dari total jumlah penumpang dalam penerbangan dari dan ke destinasi tersebut. Untuk penerbangan dengan Garuda Indonesia, terdapat sekitar 65.000 kursi per bulan yang dialokasikan untuk diberikan potongan harga. Sementara itu, Humas Garuda Indonesia Kantor Cabang Denpasar dikonfirmasi terkait kebijakan penerbangan dari dan ke luar negeri untuk mengantisipasi wabah virus Corona belum memberikan keterangan. (kmb42)

Lawan Persita, Bali United Dipaksa Bermain Tanpa Gol Gianyar (Bali Post) Tim tuan rumah Bali United belum mampu mencetak gol ke gawang Persita Tangerang yang dikawal kiper Annas Fitranto dalam laga perdana Kompetisi Liga 1, di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Minggu (1/3) malam. Akibatnya Bali United selaku juara Kompetisi Liga 1 Tahun 2019 ini dipaksa bermain tanpa gol saat menjamu tim yang baru promosi, Persita Tangerang. Dalam laga yang dipimpin Wasit Asep Yandis (Jabar) ini sejak kick off tim Serdadu Tridatu spontan melancarkan serangan sporadis. Serangan yang dimotori Lerby, yang ditandemkan dengan Rahmat, serta disokong Platje mampu diredam lini belakang Pendekar Cisadane yang diperkuat Kapten Hamka Hamzah dan

Tarmilan Kozubaev. Pelatih Bali United Stevano ‘’Teco’’ Cugurra mengakui babak pertama asuhannya menggempur dari segala lini namun benteng pertahanan Persita sangat kokoh. Ia menilai kesebelas pemain yang diturunkan kondisinya fit dan siap tempur, sedangkan trio asuhannya Ilija Spasojevic, Paulo Sergio, dan Stevano Lilipaly tidak bisa merumput karena didera cedera. Sementara bomber Bali United Lerby Eliandry mengakui dirinya bersama rekan setim sudah berjuang maksimal, tetapi belum mampu mencetak gol. Di sisi lain, Pelatih Persita Widodo Cahyono Putro justru bersyukur timnya bisa membawa pulang satu

koni laga tandang. Sedangkan jika bertanding di kandang, timnya dituntut memetik kemenangan. Salah seorang pemain Persita Samsul Arif Munip menjelaskan hasil seri ini membuat dirinya puas. Apalagi, meladeni juara bertahan di kandangnya. (022) Bali Post/ist

poin saat m e ladeni tim juara Liga 1. Widodo mematok target timnya mengincar poin saat mela-

TEMPEL Pesepak bola Bali United memburu bola ditempel ketat lawannya dari Persita Tangerang.

ALIEN CHILD, duo sekaligus music producers yang terdiri atas kakak-beradik Aya Maranda dan Lala Maranda, tidak pernah berhenti memberikan karya terbaru. Terus belajar dan bereksperimen, mereka pun merilis album bertajuk ‘’Euphoria’’ dengan genre electro-pop. Album ini diisi dengan banyak warna baru yang tidak menghilangkan ciri khas mereka, namun menunjukkan development mereka dalam bermusik yang kini lebih matang. Bahkan, dengan album ini, Alien Child pun dijuluki Billie Eilish-nya Indonesia. Hal ini karena Alien Child seolah-olah berkembang dari kepompong dan kini siap terbang secantik kupukupu dengan karya mereka. Terdapat enam lagu di dalam EP ini yang akan banyak membicarakan perihal young love yang jika digambarkan adalah tema yang sangat pas dengan keadaan yang pernah dan sedang dialami oleh setiap orang dalam percintaan. Di dalamnya, kita akan merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta, jatuh cinta pada pandangan pertama, hingga perasaan cinta yang menggebu yang memabukkan yang tidak ingin dilepas sedikit pun. Menjadikan Billie Eilish dan Finneas O’Connell Eilish sumber panutan, dalam proses penggarapan EP ini, Alien Child menghabiskan waktu di kamar saja untuk merombak ide-ide yang ada di kepala mereka berdua. Termasuk semua proses produksi dari arrangement hingga mixing-mastering mereka selesaikan di kamar tidur dengan peralatan seadanya. Jauh dari kesan heboh, kedua kakak-beradik asal Nusa Penida ini pun sanggup menciptakan sesuatu yang luar biasa dengan peralatan yang sederhana. Mereka pun percaya dan merasa lebih independen dalam bermusik. Sebab, hal ini memang mendewasakan serta memberikan pengaruh ke musik mereka. EP dengan genre electro-pop ini disebut sebagai penemuan jati diri Alien Child dalam bermusik, karena ‘’Euphoria’’ juga dirasa banyak memberikan pelajaran baru. Apalagi, dalam ‘’Euphoria’’ Alien Child memilih lirik yang cenderung lebih mudah dimengerti dengan masih menggunakan bahasa Inggris di dalamnya. Musik yang dipilih setiap ketukannya pun siap membuat telinga pendengar menjadi ‘’candu’’ ketika mendengarkannya. ‘’Hal ini membuat enam lagu di dalamnya menjadi lebih romantis dan mampu diterjemahkan bebas untuk menggambarkan perasaan jatuh cinta masing-masing orang,’’ ujar I Ketut Suarma, ayah Alien Child, Senin (2/3) kemarin. Enam lagu dalam album EP barunya ini adalah ‘’Side Effects’’, ‘’All The Bright Places’’, ‘’Euphoria’’, ‘’Moonlight’’, ‘’Avec Toi (With You)’’ dan ‘’Insane’’. Nah, masuk ke hal yang menarik dari EP ‘’Euphoria’’, aransemennya mungkin terdengar seperti selayaknya musik Alien Child, namun masih bisa mendengar unsur yang sangat berbeda dari sebelumnya, karena warna musik electro-pop menjadi menu utama lagu-lagu yang ada di dalamnya. Apalagi digabungkan dengan karakter suara khas mereka yang kuat dengan dinamika yang sangat baik, akhirnya mengemas lagulagunya menjadi sajian brilian dari karya Alien Child,’’ ungkapnya. Melalui EP ini Alien Child membuktikan bahwa mereka bukan hanya grup biasa yang hanya bisa dan nyaman dalam satu style musik tertentu, namun jauh dari itu mereka adalah musisi luar biasa dengan kemampuan men-develop dan berinovasi yang patut diacungi jempol. Alien Child pun memberikan pembuktian di EP ‘’Euphoria’’. (win)

PSSI Pusat Tinjau Lapangan Pendamping Piala Dunia Denpasar (Bali Post) Delegasi PSSI Pusat yang diwakili Head of Football Infrastructure Safety Security Nugroho Setiawan bersama utusan Kementerian PUPR dan jajaran KONI Bali serta Denpasar meninjau enam lapangan pendamping Piala Dunia U-20, Senin (2/3) kemarin. Wakil Ketua KONI Denpasar Mardika usai meninjau lapangan menyebutkan, keenam lapangan yang disurvei adalah Stadion Ngurah Rai, Lapangan Kompyang Sujana, Lapangan Kapten Japa, Lapangan Pica Sanur, Arga Coka Pegok, serta Sidakarya. Mardika menerangkan, keenam lapangan ini akan dimanfaatkan bagi pemain yang melakukan latihan sekaligus pemanasan. ‘’Stadion utama yang dipakai pertandingan Piala Dunia U-20 yakni Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar,’’ ungkap Mardika. Dijelaskannya, PSSI Pusat memerlukan empat lapangan pendamping di Denpasar, yang lokasinya relatif dekat dengan Gianyar. ‘’Kami masih menunggu jawaban, kira-kira

Bali Post/ist

PENDAMPING - Tim PSSI Pusat dan Kementerian PUPR meninjau lapangan pendamping Piala Dunia U-20, di Denpasar, Senin (2/3) kemarin. empat lapangan mana yang layak dipakai sebagai lapangan pendamping,’’ tuturnya. Yang jelas, kata Mardika, Piala Dunia U-20 dihelat pada 2021 mendatang. Oleh sebab itu, jika PSSI Pusat merekomendasi maka secepatnya renovasi lapangan akan dikebut. ‘’Saya kira lapangan di Denpasar layak dipakai latihan. Apalagi ditunjang sarana akomodasi di Sanur dan Kota

Denpasar yang representatif,’’ paparnya. Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi menambahkan, tim survei meninjau lapangan sepak bola mulai kondisi rumput, sistem pengairan, sarana lampu, dan kamar ganti. ‘’Mereka mencari data primer dan sekunder tentang kondisi lapangan yang sebenarnya,’’ jelasnya. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 3 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu