Skip to main content

Edisi Jumat 3 Januari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 137 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

jumat pon, 3 januari 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Warga Datangi Kantor PDAM

Pemancing Tewas

Produk Pangan Kedaluwarsa

Warga Desa Luwus, Baturiti, mendatangi kantor unit PDAM Kecamatan Baturiti. Mereka mempertanyakan kenapa air PDAM kerap mati. Apalagi kondisi ini sudah berlangsung sejak sebulan lebih.

Pemancing yang sempat dinyatakan hilang akhirnya ditemukan, Kamis (2/1) sore. Korban Made Sulendra (42) tewas setelah diterjang gelombang saat memancing di sekitar tebing di Pantai Lumangan, Nusa Penida.

Loka POM Buleleng menggelar sidak peredaran produk pangan pascaperayaan Natal dan Tahun Baru 2020 di Lovina dan Seririt, Kamis (2/1) kemarin. Hasilnya, ditemukan produk pangan dengan label edar yang sudah kedaluwarsa.

KLUNGKUNG | HAL. 7

TABANAN | HAL. 5

BULELENG | HAL. 10

2020, Gubernur Koster Optimalisasi Penerapan Pergub dan Perda

Gubernur Bali Wayan Koster mengevaluasi terhadap sejumlah regulasi berupa peraturan gubernur (pergub) maupun peraturan daerah (perda) yang belum optimal diterapkan. Untuk itu, pada tahun 2020 ini, ia berkomitmen akan lebih mengoptimalkan dalam menegakkan pergub dan perda. Penegasan itu disampaikan Gubernur Koster saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji/Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di lingkungan Pemprov Bali, Kamis (2/1) kemarin di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya.

G

LANTIK - Gubernur Bali Wayan Koster memberi ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik, Kamis (2/1) kemarin.

ubernur menyampaikan, hingga saat ini telah dikeluarkan 14 pergub dan 5 perda yang sudah diundangkan. Ia menyebut Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai sebagai regulasi yang paling keren dan mendapat apresiasi dari dunia internasional. ‘’Sejumlah duta besar yang bertemu dengan saya mengatakan ini terobosan yang luar biasa dan berani. Bahkan, Dubes Belanda mengundang saya ke negara mereka,’’ ucapnya. Bahkan sejumlah pimpinan daerah di Indonesia menyebut terobosan Gubernur Koster sebagai langkah yang sangat berani. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini berprinsip, tak ada istilah takut membuat sesuatu yang baik untuk alam Bali. Karena

dirinya merasa mempunyai tanggung jawab pada alam, manusia dan budaya Bali. Oleh sebab itu, di era pemerintahannya, ia sangat selektif terhadap investor yang operasi usahanya berpotensi merusak lingkungan alam Bali. ‘’Jangan coba-coba, mereka dapat untung nanti kita yang menuai masalah,’’ tegasnya. Pergub lainnya yang sudah berjalan cukup baik adalah Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Selain dimaksudkan untuk penguatan budaya, penggunaan busana adat Bali terbukti mampu mendorong tumbuhnya industri kreatif di bidang fashion. Ia berpesan kepada jajaran birokrasi untuk mengawal pelaksanaan Pergub 79 Tahun 2018 dengan menggunakan kain tenun tradisional Bali. Hal. 11 Luar Biasa

Desa Adat Boleh Lakukan Pungutan

BMKG Diminta Beri Informasi Lebih Dini dan Akurat

Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster telah melantik dua pejabat eselon IIa untuk mengisi dua perangkat daerah baru di lingkungan Pemprov Bali. Mereka adalah I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra sebagai Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat dan I Made Gunaja yang dipercaya menjabat Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah. ‘’Kita akan menjalankan misi penguatan kedudukan, tugas dan fungsi desa adat di Bali dari sisi perekonomiannya, kelembagaannya, termasuk awig-awig dan pararem,’’ ujar Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra usai pelantikan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (2/1) kemarin. Sebagai langkah awal, lanjut Kartika, akan dilakukan konsolidasi dengan desa adat. Kemudian mensinergikan desa dan desa adat untuk membangun Bali sesuai visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Tahun ini, desa adat menerima bantuan masing-masing Rp300 juta. Pihaknya sudah membuat petunjuk teknis untuk mengelola anggaran tersebut. Mencakup biaya rutin, biaya program, dan biaya operasional. Hal. 11 Lakukan Pembinaan

I Made Gunaja

Harian Bisnis Bali Garap Wisman Berkualitas Presiden Jokowi sudah memberikan arah pengembangan pariwisata Indonesia tidak lagi fokus pada target kuantitas melainkan fokus menggarap wisman berkualitas. Caranya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Bunuh Anjing Diadili Gara-gara menganiaya dan membunuh seekor anjing, terdakwa MW diadili di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Kamis (2/1) kemarin. www.denpostnews.com

Wayan Koster Gubernur Bali

Antisipasi Bencana

Asalkan Ada ’’Pararem’’ dan Surat Tugas

Kartika Jaya Seputra

’’Sejumlah duta besar yang bertemu dengan saya mengatakan ini (Pergub 97/2018) terobosan yang luar biasa dan berani. Bahkan, Dubes Belanda mengundang saya ke negara mereka.’’

Bali Post/ant

TERBAWA BANJIR - Sejumlah warga berjalan di dekat mobil yang terbawa arus banjir di Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/1) kemarin. Bencana banjir di kawasan Jabodetabek mengakibatkan ratusan rumah rusak dan 21 orang meninggal dunia.

Jakarta (Bali Post) – Kementerian Sosial mendata sebanyak 21 orang warga meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Jabodetabek sejak hujan mengguyur pada Rabu (1/1). ‘’Laporan terakhir 21 orang, 19 korban sudah teridentifikasi dan dua lagi dalam proses pendataan,’’ kata Menteri Sosial Juliari P. Batubara di sela peninjauan lokasi banjir di Jakarta Timur, Kamis (2/1) kemarin. Mensos berharap agar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dapat memberikan informasi lebih dini untuk mengantisipasi terjadi korban akibat banjir. Menurutnya, informasi pencegahan lebih dini yang dikeluarkan BMKG sangat berguna bagi masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan banjir. ‘’Tentunya kita harapkan juga dari BMKG memberikan informasi yang lebih akurat, lebih dini dan masif. Sehingga saudara kita yang membutuhkan info di daerah rawan banjir bisa segera mengevaluasi diri sehingga tidak terjadi korban,’’ kata Mensos saat meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Bidara Cina, Jakarta, Kamis kemarin. Dia mengatakan, Kementerian Sosial akan memberikan santunan masing-masing sebesar Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia. ‘’Kita harapkan jumlah korban tidak bertambah, mudah-mudahan banjir surut sehingga tidak ada korban jiwa lagi,’’ kata Juliari. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra mengatakan, personel Polri yang dikerahkan ada 25 ribu orang untuk membantu menangani bencana banjir di sejumlah wilayah di Indonesia. ‘’Personel Polri yang dikerahkan ada 25 ribu orang dari Satgas Bencana, ditambah dari jajaran Polres dan Polsek,’’ kata Kombes Asep di Mabes Polri, Jakarta, Kamis kemarin. Empat wilayah yang menjadi fokus penanganan banjir adalah wilayah yang terkena dampak banjir terparah yakni Jabodetabek, Lebak, Banten, Sumatera Utara dan Jawa Barat yakni Kabupaten Bandung. Untuk menangani banjir di wilayah Jakarta, Polri mengerahkan personelnya beserta prasarana pendukung. ‘’Mengerahkan personel dan prasarana seperti perahu karet, tenda untuk pengungsi,’’ kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono. Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan makanan dan minuman serta bantuan kesehatan berupa layanan kesehatan oleh dokter dan obat-obatan. Polri juga menerjunkan polwan dan psikolog untuk memberikan layanan trauma healing kepada anak-anak. Khusus untuk bencana longsor yang terjadi di Bandung, pihaknya telah mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban. (ant)


Jumat Pon, 3 Januari 2020

Evaluasi Denfest

Pilkada

Penempatan Stan Hindari Penggunaan Lapangan Denpasar (Bali Post) – Gelaran Denpasar Festival (Denfest) XII sudah berakhir, Selasa (31/12) lalu. Sejumlah kegiatan dalam rangkaian hajatan akhir tahun milik Pemkot Denpasar ini telah berlangsung dengan baik. Meski demikian, tetap harus dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Denfest demi kebaikan pelaksanaan di tahun depan. Ketua Komisi III DPRD Denpasar Ir. Eko Supriadi, Kamis (2/1) kemarin mengapresiasi penyelenggaraan Denfest yang digarap Bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar bersama jajaran instansi terkait lainnya. Dalam catatannya, terdapat beberapa hal yang mesti dievaluasi ke depannya. Misalnya saja penempatan stan UKM tidak lagi menggunakan lapangan. Karena hasil pengamatan selama ini, para peserta pameran dari peserta UKM, banyak yang merugi akibat stannya sempat terendam air. Politisi PDI-P ini melihat masih ada ruang yang cukup representatif untuk menjadi lokasi stan UKM Denfest. Seperti di depan Pura Jagatnata dan depan Museum Bali. “Kondisi kemarin mengakibatkan banyak peserta pameran yang rugi. Banyak di antara mereka yang produknya terendam. “Ini kan membuat

peserta rugi,” ujar Eko Supriadi. Selain itu, pihaknya melihat pemanfaatan central parkir di kawasan Pasar Badung belum dimanfaatkan maksimal oleh panitia. Akibatnya, areal di sekitar lokasi terjadi krodit. “Kita sudah punya central parkir, kenapa tidak itu yang dimanfaatkan. Biarkan masyarakat menikmati kawasan heritage Jalan Gajah Mada saat menuju lokasi Denfest,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia Denfest XII Made Saryawan yang juga Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar ini mengakui adanya persoalan dalam pemanfaatan parkir di Pasar Badung. Padahal pihaknya sudah merancang dalam zonasi parkir pengunjung sampai di central parkir Pasar Badung. “Masyarakat yang inginnya parkir dekat-dekat lokasi kegiatan, sehingga tidak mau memilih Pasar Badung,” katanya. Demikian pula untuk tempat UKM di Lapangan Puputan Badung, sudah sejak awal diimbau untuk mengisi floring agar pengunjung dapat berjalan di depan stan. Namun, karena tingginya volume air saat hujan, beberapa stan di bagian timur terendam. Waktunya tidak lama, karena malamnya bisa aktivitas lagi,” jelasnya. (kmb12)

FIGUR ”Bali Smart Island” PERKEMBANGAN zaman menuntut segala sesuatu menjadi serba digital. Tidak terkecuali dalam sistem pemerintahan. Terlebih dalam visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, juga telah dicanangkan Bali Smart Island atau Bali yang cerdas. “Jadi kita ke depannya harus memanfaatkan teknologi yang terkait dengan informasi dan komunikasi. Itu akan kita tingkatkan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana usai dilantik mengisi jabatan tersebut di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (2/1) kemarin. Pramana menganalogikan smart sebagai semat dalam bahasa Bali yang bisa menyatukan. Salah satunya telah diimplementasikan lewat program penyediaan layanan wifi gratis untuk semua desa adat, puskesmas, objek wisata, dan SMA/ SMK/SLB se-Bali. “Namanya semat itu menyatukan yang tercerai berai menjadi satu kesatuan dalam satu arah sehingga benar-benar menjadi Bali Smart Island yang menuju Bali era baru,” jelas mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali ini. Pramana juga mengharapkan peran media massa untuk bisa memberikan informasi yang benar. Utamanya terkait kebijakan dan program-program pembangunan yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menggandeng media massa untuk menangkal hoax atau berita bohong. “Masyarakat jangan cepat percaya dengan berita hoax dan dengan mudah meneruskan berita-berita itu tanpa membaca supaya kelihatan update. Cari tahu dulu kebenarannya, ada tidak linknya yang benar. Itu perlu kita edukasi ke masyarakat,” pungkasnya. (rin)

Diamankan, Tiga Pelaku Penebasan Karyawan Hotel Denpasar (Bali Post) Saat perayaan tahun baru, Selasa (31/12) lalu juga terjadi kasus penebasan di Jalan Taman Pancing, depan Gang Melati II, Pemogan, Denpasar Selatan. Karyawan hotel, Saiful Abu Bakar alias Foler (28) asal Ende, NTT, dikeroyok dan ditebas sejumlah orang. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka, bahkan jempol tangan kanannya putus. Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya, Kamis (2/1) kemarin membenarkan adanya kejadian tersebut. “Tiga orang diduga pelaku sudah kami amankan. Tinggal mencari beberapa orang lagi,” tegasnya. Hasil pemeriksaan saksisaksi, lanjut Kompol Wirajaya, kejadiannya pukul

22.30 Wita. Waktu itu korban beralamat di Jalan Taman Pancing Gang Melati II No. 8X Pemogan, berangkat ke tempat kerjanya di salah satu hotel di Nusa Dua. Setibanya di TKP, sejumlah orang menyerang dan mengeroyok korban. Korban diserang menggunakan parang, celurit, dan batang kayu. Setelah korban tergeletak bersimbah darah, para pelaku langsung kabur. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian leher kanan, bahu kanan, punggung kanan, jempol kanan putus, dan mukanya bengkak. “Korban ditolong warga sekitar TKP dan langsung dibawa ke Rumah Sakit BIMC Kuta Badung. Motifnya masih kami selidiki,” ucap mantan Kapolsek Kuta ini. (kmb36)

Calon Perseorangan Nihil Konsultasi ke KPU

Bali Post/eka

BONGKAR - Beberapa warga tengah membongkar stan-stan Denpasar Festival 2019 di Jalan Veteran, Denpasar, Kamis (2/1) kemarin.

Denpasar (Balipost) Tahapan pilkada serentak bagi calon perseorangan akan dimulai pada 19-23 Februari 2020. Saat ini KPU di masing-masing daerah telah membuka helpdesk untuk tempat konsultasi bagi masyarakat yang ingin maju sebagai calon perseorangan dalam pilkada mendatang. Akan tetapi, hingga Kamis (2/1) kemarin nihil konsultasi. Seperti terlihat di KPU Denpasar, helpdesk yang disediakan untuk memberikan konsultasi masih nihil kedatangan pihak berkonsultasi. Hal itu diakui Ketua KPU Bali, Dewa Agung Lidartawan. Dikatakan, untuk maju sebagai calon perseorangan dalam pilkada serentak 23 September 2020, dibutuhkan sejumlah syarat dukungan yang tersebar di tiga kecamatan. Untuk Kabupaten Jembrana minimal dukungan sebanyak 23.529 dukungan, Kabupaten Tabanan 31.123 dukungan, Kabupaten Badung 32.692 dukungan, Kota Denpasar 39.452 dukungan, Kabupaten Karangasem 32.317 dukungan, dan Kabupaten Bangli 18.738 dukungan. Dikonfirmasi terpisah, KPU Kota Denpasar Made Arsajaya mengatakan untuk penyerahan syarat dukungan pasangan calon independen ada perubahan jadwal dari sebelumnya 11 Desember 2019 – 5 Maret 2020, menjadi 19 – 23 Februari 2020. Hal ini sesuai dengan PKPU Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota tahun 2020. “Sampai saat ini belum ada pihak yang berkonsultasi ke helpdesk yang sudah disiapkan oleh KPU Denpasar,” katanya. Arsa menambahkan, untuk tahapan pilkada sebagaimana PKPU terbaru, KPU Denpasar sedang menyiapkan proses tahapan rekrutmen badan penyelenggara adhoc PPK yang dimulai 15 Januari – 29 Februari 2020. (kmb16)

Iuran BPJS Naik Pemprov Seleksi PBI

Denpasar (Bali Post) -

Iuran BPJS Kesehatan naik per Januari 2020. Hal ini membuat Pemerintah Provinsi Bali melakukan langkah selektif bagi penerima bantuan iuran (PBI). Hasilnya, dari 1,4 juta penduduk penerima PBI, berkurang menjadi 680 ribu atau sekitar 45 persen. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Kamis (2/1) kemarin mengatakan, kenaikan iuran premi BPJS Kesehatan menyebabkan anggaran untuk membayar premi masyarakat yang belum tertanggung BPJS Kesehatan menjadi membengkak. “Dulu langkah memberikan bantuan premi BPJS ini dalam rangka memenuhi target Universal Health Coverage (UHC) sebesar 95 persen. Dari perhitungan untuk mencapai UHC ini ada sekitar 1,4 juta penduduk yang harus dibantu,” ujar Suarjaya. Anggaran UHC ini ditanggung sebanyak 51 persen dari provinsi dan 49 persen dari

pemerintah kabupaten/kota. Dengan adanya kenaikan premi BPJS Kesehatan tahun 2020, dilihat dari dana sharing yang mampu diberikan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota hanya bisa menanggung sebanyak 680 ribu penduduk. ‘’Jumlah ini di luar Kabupaten Badung dan Gianyar,’’ ujarnya. Untuk itu, menurut Suarjaya, pihak kabupaten/kota melakukan screening atau pemilahan, mana saja masyarakat yang berhak untuk mendapatkan bantuan premi ini sehingga bisa memenuhi kuota sebanyak 680 ribu tersebut. Dengan berkurangnya

tanggungan PBI ini menjadi hampir setengahnya, menyebabkan pencapaian UHC di Bali tidak lagi 95 persen. Tetapi, menurut Suarjaya, pihaknya telah mengambil langkah agar masyarakat yang tidak masuk dalam bantuan premi pemerintah provinsi maupun kabupaten bisa ditanggung lewat peserta penerima upah. “Dari laporan, di Bali ini ada 2.300 dunia usaha yang belum mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ini yang akan didorong sehingga mereka bisa tertanggung,” ujarnya. Langkah lainnya adalah

pada saat pemilahan peserta dari pemerintah kabupaten/ kota, apakah ada masyarakatnya yang bisa dimasukkan ke dalam bantuan PBI pusat. Sehingga diharapkan masyarakat yang tersisa atau tidak mendapatkan bantuan premi dari pemerintah maupun dunia usaha nanti adalah masyarakat yang benar-benar

mampu untuk membayar premi secara mandiri. Dengan langkah ini diharapkan target UHC 95 persen di Bali bisa kembali tercapai. (kmb24) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Topik : Desa adat boleh lakukan pungutan

Dua Warga Kenya Dibui Tujuh Bulan Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan Konny Hartanto dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (2/1) kemarin, akhirnya menjatuhkan pidana penjara selama tujuh bulan pada dua wanita asal Kenya, terdakwa Ruth Berly A Tieno (22) dan Lorine Namelok Sale (22). Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan pengeroyokan

terhadap turis asal Timor Leste, Joaninha Maria Graciet Verdial Vieira. Vonis itu lebih rendah tiga bulan dari tuntutan jaksa. JPU Nyoman Triarta sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum selama 10 bulan penjara. Dalam kasus ini, terdakwa disebut terbukti bersalah melakukan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP.

Sebelumnya jaksa Triarta dari Kejari Bandung menyatakan kasus pengeroyokan ini terjadi pada Senin, 5 Agustus 2019 sekitar pukul 02.30 Wita, bertempat di depan Bar Seven Jalan Popies II, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Saat itu korban Vieira bersama adiknya, Maria Cristina Lemos, menikmati hiburan malam di Engine Room, Kuta. Dua jam kemudian mereka bergegas meninggalkan tem-

pat hiburan malam menuju hotel. Di tengah perjalanan, saat melewati Jalan Popies II mereka dicegat oleh kedua terdakwa. Pada saat itu adik korban hendak pergi ke Portugal keesokan harinya, tetap melanjutkan perjalanannya menuju hotel. Sempat cekcok sebentar hingga akhirnya Ruth Berly menganiaya korban dengan cara memegang tangan Vieira lalu membenturkan kepalanya. Tak puas, dia kembali

memukul wajah korban dan menjambak rambut korban hingga terjatuh. Saat korban sudah tak berdaya, Lorine yang datang belakangan langsung memegang rambut korban menggunakan kedua tangannya lalu membenturkan kepala korban ke aspal. Dua orang pegawai Bar Seven melerai aksi yang dilakukan Ruth dan Lorine. Malah tangan salah satu pegawai klub malam ini digigit Lorine. (kmb37)

Bali Jadi ”Pilot Project” Pengembangan Kendaraan Listrik Denpasar (Bali Post) Indonesia berambisi menjadi pusat pengembangan electric vehicle (kendaraan listrik) di kawasan Asia Tenggara pada 2030. Bali menjadi salah satu pilot project pengembangan kendaraan listrik tersebut. “Bali sudah kita tetapkan sebagai daerah pilot project,” kata Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau Gedung Balai Creative Industry Center (BCIC), Tohpati, Kamis (2/1) kemarin. Sejauh ini koordinasi pemerintah pusat dengan Pemprov Bali telah berjalan baik untuk pengembangan kendaraan listrik. Selain karena memiliki Pergub No. 48 Tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, Bali juga merupakan daerah pariwisata sehingga perlu dibuatkan ekosistem energi bersih. Kendaraan listrik menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan lingkungan bersih. “Bali sebagai daerah yang pemasukannya sangat tergantung dari turis maka pen-

ciptaan lingkungan yang sehat dan bersih sangat penting. Pemerintah pusat mendorong dan mendukung itu,” imbuhnya. Dari sisi lingkungan, meski volume pembelian kendaraan di Bali cukup tinggi, namun tidak menjadi soal jika kendaraan tersebut merupakan kendaraan listrik yang ramah lingkungan. “Tumbuhnya industri yang tidak merusak lingkungan itu juga kan suatu hal yang bagus. Kita tidak perlu dikotomi antara peningkatan pembelian kendaraan. Itu justru hal yang harus menjadi challenge, mendorong kita agar proyek electric vehicle yang ada di Bali harus secepatnya bisa berhasil,” pungkasnya. Menurutnya, dengan tingginya volume pembelian kendaraan menunjukkan bahwa daya beli masyarakat di Bali di atas rata-rata masyarakat di Indonesia. Dari sisi ekonomi, industri juga akan tumbuh. Saat ini rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia masih kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Rasio kepemilikan mobil di Indonesia 88 dari 1.000 orang. Sementara di Singapura 123 dari 1.000 orang. “Indonesia masih sangat kecil padahal penduduk Indonesia begitu besarnya,” tandasnya. Dengan demikian, ma-

sih sangat besar potensi pengembangan industri otomotif di Indonesia. Industri otomotif menjadi salah satu dari lima industri yang menjadi prioritas Kemenperin. Kepentingan pusat ini sejalan dengan kepentingan

Bali. “Karena kita yakin kalau nanti daya beli dan GDP (gross domestic product) naik, demand untuk memiliki kendaraan juga pasti naik, sehingga rasio kepemilikan ini akan semakin baik,” jelasnya. (kmb42)

Bali Post/ist

BCIC - Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau gedung BCIC Tohpati, Kamis (2/1) kemarin.


Jumat Pon, 3 Januari 2020

Bupati Giri Prasta Ingatkan FK2D Dituntut Peka dengan Dinamika di Wilayah BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta mengingatkan Forum Komunikasi Klian Dinas (FK2D) untuk selalu berbesar hati dalam menjalankan tupoksi sebagai Klian Dinas. Mengingat memimpin masyarakat dengan beragam kepentingan dan keinginan, bukanlah perkara gampang. FK2D dituntut untuk selalu peka dengan dinamika yang berkembang di wilayah masing-masing, serta meningkatkan fungsi koordinasi dengan pihak terkait sehingga segala AUDIENSI - Bupati Giri Prasta didampingi Camat Abiansemal, I.B Mas Arimbawa, saat menerima audiensi Forum Komunikasi Klian Dinas Kecamatan Abiansemal, bertempat di ruang rapat rumah jabatan Bupati Badung, Kamis (2/1) kemarin.

macam keluhan dan permasalahan yang muncul di masyarakat bisa dicarikan solusi dengan cepat. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Giri Prasta didampingi Camat Abiansemal I.B Mas Arimbawa saat menerima audiensi Forum Komunikasi Klian Dinas Kecamatan Abiansemal, bertempat di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati Badung, Kamis (2/1) kemarin. Bupati Giri Prasta mengatakan, Pemkab Badung konsisten dan punya konsen besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan personal dan komunal masyarakat Badung. Dengan jalan meningkatkan kualitas SDM yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, adat dan budaya. Serta meningkatkan usaha ekonomi produktif dengan jalan memberikan pelatihan kewirausahaan. “Untuk itu, saya perintah-

kan kepada FK2D Kecamatan Abiansemal untuk bersungguhsungguh melakukan pemetaan potensi di wilayah masingmasing. Agar ke depannya kita mampu menggali dan menggerakkan roda perekonomian di tataran masyarakat bawah. Sesuai dengan amanat presiden membangun wilayah dari pinggiran, maka saatnya perangkat desa terbawah berperan aktif dalam membangun wilayah masing-masing,” ujar Bupati Giri Prasta. Sementara itu, I Gusti Ngurah Suwindra selaku Ketua Forum Komunikasi Klian Dinas (FK2D) Kecamatan Abiansemal melaporkan, acara audiensi dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan pengurus baru FK2D yang dirangkaikan acara temu kenal dengan Camat Abiansemal yang baru. Pihaknya juga menambahkan, selaku ujung tombak perangkat pemerintah ter-

bawah ingin meminta petunjuk dan arahan dari Bupati Badung agar FK2D mampu mengawal serta melaksanakan kebijakan dan program-program yang dicanangkan Pemda Badung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa terlaksana dengan baik. “Kami juga menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada bupati atas segala perhatian beliau selama ini kepada FK2D Kecamatan Abiansemal, sekaligus mohon petunjuk berkaitan dengan tugas-tugas kami selaku pelayan masyarakat,” imbuhnya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta juga memberikan dana Rp 50 juta untuk mensupport kegiatan operasional FK2D Abiansemal, guna memaksimalkan fungsi komunikasi dan koordinasi anggotanya dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat desa. (ad34)

Neraca Perdagangan Bali Surplus, Ekspor Tak Membaik NERACA perdagangan Bali pada November 2019 surplus USD 27,51 juta. Karena ekspor Bali USD 51,02 juta, sedangkan impor Bali USD USD 23,51 juta. Meski demikian, berdasarkan histori, ekspor Bali tidak menunjukkan perbaikan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Adi Nugroho mengatakan, impor Bali menurun 70 persen dibandingkan November 2018. Sementara ekspor Bali juga menurun 16 persen dibandingkan November 2018. “Dua-duanya turun pada posisi terakhir, capaiannya adalah ekspor USD 51,02 juta, impornya USD 23,51 juta dan membandingkan dua angka terakhir itu ada surplus USD 27,51 juta,” bebernya, Kamis (2/1) kemarin. Penyebab neraca perdagangan Bali surplus karena nilai ekspor lebih tinggi dari nilai impornya. “Keduanya mengalami dinamika naik dan turun. Tapi yang jelas sampai dengan November 2019 Bali menyumbang surplus karena dalam perhitungan ekonomi tidak dihitung perdagangan antara wilayah dengan negara,” jelasnya. Jika melihat grafik ekspor Bali, kinerja ekspor Bali menunjukkan stagnan. Pada November, ekspor Bali turun namun penurunan ekspor juga pernah dialami pada November tahun 2017. Namum penurunan yang dihadapi pada tahun 2019 tidak seburuk yang dialami pada tahun 2017. Pada 2017, ekspor turun sampai USD 44, 21 juta. (kmb42)

Gedung Baru RSD Mangusada Ditarget Rampung Akhir 2020

Mangupura (Bali Post) Proyek pembangunan gedung baru di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, rampung Desember 2020. Namun demikian, rampungnya gedung D, F, dan G ini tidak serta merta dapat dimanfaatkan. Pihak RSD membutuhkan waktu setahun untuk melengkapi fasilitas kesehatan yang dibutuhkan. Direktur RSD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta mengatakan, gedung baru RSD Mangusada ini bisa difungsikan pada 2021. “Perlu persiapan untuk pindah. Termasuk instalasi, alat-alat, dan lainnya. Setelah semuanya siap, baru bisa dioperasikan, khususnya ruang pasien. Sebab diserahkan pada Desember 2020. Jadi tidak mungkin running, paling cepat pada Februari 2021 baru bisa difungsikan,” ungkap dr. Gunarta, Kamis (2/1) kemarin. Dengan rampungnya tiga gedung tersebut, pihaknya memastikan tidak ada pasien yang tercecer di lorong akibat tidak kebagian kamar. “Cukup signifikan membantu karena akan ada 440 kamar, dari 213 kamar. Harapan kami, tidak kekurangan kamar lagi untuk pasien,” ujarnya. Proyek di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung tersebut digarap PT Tunas Jaya Sanur. Sebelumnya anggaran yang disiapkan sekitar Rp262 miliar. Setelah tender menjadi Rp 255 miliar. “Pengerjaan awalnya ditarget selesai November. Namun karena ada perubahan desain, mundur menjadi Desember,” ucap Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Badung, I.G.A. Arinda Trisnawati. (kmb27)

Bali Post/par

GEDUNG BARU - Proyek pembangunan gedung baru RSD Mangusada ditargetkan rampung Desember 2020.

Bali Post/edi

TUMBANG - Sejumlah petugas saat melakukan pemotongan batang pohon tumbang yang menimpa dua mobil di Jalan By-Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (2/1) kemarin.

Pohon Tumbang di Kuta Timpa Dua Mobil Setahun Tangani 477 Bencana

Mangupura (Bali Post) Pohon tumbang terjadi di Jalan By-Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (2/1) kemarin. Pohon jenis Ketapang dengan ukuran diameter 1 meter dan tinggi 15 meter, tumbang dan menimpa dua mobil. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kuat dugaan pohon ini tumbang lantaran akarnya sudah lapuk. Menurut Plt. Kepala BPBD Badung Wayan Wirya, pohon yang tumbang tersebut sempat menutupi badan jalan dan menimpa dua unit mobil di bawahnya, yakni pick-up milik I Putu Pastika (35) asal Cau Belayu, Marga Tabanan dan minibus milik Komang Ariana asal Dalung Permai. “Dari keterangan masyarakat, kejadian ini terjadi sekitar pukul 11.20 Wita,” kata Wirya. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di TKP sempat tersendat. Namun petugas cepat ke lokasi sehingga ti-

dak menimbulkan kemacetan lebih lama. Untuk membersihkan batang pohon yang menghalangi jalan, pihaknya menurunkan jajaran TRC PB BPBD Badung Pos Kunti sebanyak empat personel. “Pemotongan pohon di TKP kurang lebih 1 jam,” jelasnya. Masih Rendah Di Bagian lain, Kabupaten Badung sempat dilanda sejumlah bencana selama 2019. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat ada 477 kejadian selama ku-

Terkait Kasus Pembunuhan di Canggu

Polisi Amankan Dua Pemuda Diduga Pelaku Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Polres Badung memburu orang-orang yang terlibat kasus pembunuhan buruh Moh. Noval Zuhri (23), di dekat bedeng proyek vila di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung. Hingga Kamis (2/1) kemarin polisi mengamankan dua pemuda diduga pelaku, yakni berinisial AF alias Fauzi dan YW alias Yeko. Kasatreskrim Polres Badung, AKP Laorens M. Heselo, saat dikonfirmasi kemarin mengatakan, Fauzi dan Yeko sama-sama berasal dari Jember, Jawa Timur. Hasil penyelidikan dan penyidikan, pada Selasa (31/12) pukul 19.30 Wita korban bersama Asrul, Adi Setiawan, Muhammad Mifta-

hudin, dan Hamsyah Rahariansyah, berangkat dari koskosan di Jalan Gunung Lebah III Gang III, Monang-Maning, Denpasar Barat, menuju TKP. Tujuannya merayakan malam Tahun Baru 2020 di sana. Setibanya di bedeng tersebut, mereka bertemu dengan Restu dan Eko. “Selanjutnya mereka minum-minuman beralkohol jenis arak. Miras tersebut dibawa dari MonangManing sebanyak dua botol. Arak tersebut lalu dicampur dengan anggur merah,” katanya. Begitu pertengahan pesta miras berlangsung, datang Yeko, Fauzi, dan Habibi. Selanjutnya mereka ikut gabung pesta miras. Situasi mulai memanas saat Yeko mendengar

korban bisa pencak silat dan terjadi perang mulut. Yeko sempat melontarkan katakata, “Saudara tetap saudara, tapi saudara bisa jadi musuh”. Saat pertengkaran terjadi, Asrul langsung memegang Yeko, sedangkan korban dipegang Adi Setiawan. Setelah itu, dalam keadaan mabuk, korban mengamuk di jalan. Fauzi dan Yeko langsung mendatangi korban. Awalnya korban memukul Yeko. Pukulan korban dibalas Yeko sebanyak dua kali. Fauzi juga memukul korban sebanyak lima kali. Korban lari dan sembunyi di semak-semak. Petugas keamanan desa setempat sempat melakukan pengecekan. Setelah petugas keamanan pergi, Fauzi men-

cari korban di tempat persembunyiannya. Fauzi langsung memukul korban bertubi-tubi ke bagian wajah. Dia juga menginjak wajah korban sebanyak 10 kali. Setelah korban tidak bergerak dan bersimbah darah, Fauzi balik ke bedeng dan memberitahu Yeko, kalau dia habis menganiaya korban. “Beberapa buruh yang ada di sana, termasuk Yeko langsung mengangkat korban dari selokan. Lantas korban dibawa ke Puskemas Canggu. Karena lukanya cukup parah, korban dirujuk ke RS Tabanan. Sempat dirawat hampir 3 jam, korban meninggal dunia pukul 07.00 Wita. Kasus ini masih kami dalami,” tegasnya. (kmb36)

run waktu setahun. Namun, dari ratusan kejadian yang ditangani BPBD, partisipasi masyarakat dalam membantu menangani bencana masih rendah. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung dr. Ni Nyoman Ermy Setiari saat dikonfirmasi Kamis (2/1) kemarin tak menampik jika kesadaran masyarakat membantu tangani bencana masih rendah. Padahal desa tangguh bencana telah terbentuk di sejumlah desa.”Betul, masih ada masyarakat yang belum

tanggap bencana. Banyak kejadian yang harusnya bisa ditanggulangi secara mandiri, misalnya pohon kecil yang tumbang dan melintang di jalan. Kasus seperti ini kan bisa ditangani bersama-sama oleh masyarakat,” ungkapnya. Menurut Ermi Setiari, pihaknya cukup dibuat pusing oleh laporan masyarakat yang masuk. Sedangkan jumlah personel terbatas. Alhasil pihaknya harus mengatur pergerakan tim rescue saat terjadi bencana, terlebih saat musim hujan seperti sekarang ini. “Kami berharap masyarakat mampu menolong dirinya sendiri dulu. Itu istilahnya budaya sadar bencana ini harus ditingkatkan,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang masuk terkait kedaruratan bencana. “Saya selaku kedaruratan harus jawab siap setiap ada laporan. Namun sebenarnya kalau masyarakat bisa berperan serta, bencana akan lebih cepat tertanggulangi,” ucapnya. Ditambahkan dari ratusan kasus yang ditangani BPBD, kasus kebakaran masih mendominasi yakni mencapai 184 kejadian. Disusul pohon tumbang sebanyak 173 kasus. “Total kerugian yang tercatat selama setahun itu diperkirakan mencapai Rp 46.677.000.000,” pungkasnya. (kmb23/kmb27)


Jumat Pon, 3 Januari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menguatkan Kesadaran Mengawal Kearifan Lokal JARGON atau ajakan melestarikan local genius atau kearifan lokal sudah sangat populer di kalangan publik. Bahkan, banyak orang sudah terlalu biasa bicara soal kearifan lokal. Namun, mengimplementasikannya dalam bentuk rencana aksi dan tindakan yang terukur masih banyak pihak yang gagap. Untuk itulah, menjaga kearifan lokal agar tetap menjadi identitas diri di era teknologi digital saat ini memerlukan dukungan berbagai pihak dan kajian secara keilmuan. Langkah nyata menjabarkan kearifan lokal menjadi hal yang mutlak. Tentu, kita tak bisa hanya mengatakan bahwa kearifan lokal adalah roh dari peradaban. Untuk masuk dan melogikakan kearifan lokal agar bisa dimaknai secara nalar rasional perlu kajian-kajian yang jelas. Dengan pertimbangan kajian dan logika pikir yang jelas maka komitmen yang beruwujud pada langkah nyata mengawal kearifan lokal akan lebih mudah. Bagi masyarakat Bali, kearifan lokal tentu bukan sekadar istilah. Kearifan lokal bahkan telah menjadi identitas yang membuat krama Bali menyatu dengan budayanya. Kearifan lokal juga sudah menjadi identitas krama Bali. Ke depan, kearifan lokal juga harus mulai diperkenalkan sebagai sebuah spirit kehidupan di tengah modernisasi. Generasi muda tentu harus paham ini, sehingga mereka tak larut dalam jebakan mordernisasi. Masalahnya, dengan hanya menyandarkan diri pada modernisasi maka ada banyak peradaban yang selama ini menjadi cermin kehidupan akan memudar. Untuk itu di saat Bali bergerak mewujudkan Bali Era Baru ada baiknya kearifan lokal diposisikan lebih strategis. Bahkan, jika memungkinkan kajian dan pengajaran terhadap halhal yang menunjang dan menjadi identitas kearifan lokal layak menjadi sebuah studi keilmuan. Makanya, ketika ada pemikiran agar kearifan lolak menjadi sebuah studi keilmuan, kita layak mendukung dan mengapresiasinya. Terlebih di banyak negara kearifan lokal sudah diajarkan sejak lama sebagai disiplin ilmu. Sebut saja Jepang. Meskipun negara ini berkembang dan maju secara teknologi namun tradisinya masih tetap kuat. Di Bali, peluang kerja sama penelitian dan pengajaran tentunya akan mudah dikembangkan. Selain sudah ada sejumlah universitas yang concern mengurusi hal ini, kepedulian banyak pihak soal kearifan lokal juga masih kuat. Ini tentu akan mempermudah merawat kearifan lokal. Jika studi ini bisa berkembang maka berbagai bidang dapat dikembangkan di dalamnya, mulai dari bidang obat-obatan tradisional Bali, sejarah Bali, arkeologi Bali, sistem pertanian tradisional Bali seperti sistem subak, arsitektur Bali, landscape Bali, sesuatu dari ilmu liak tersebut seperti kajian pengobatan, kajian metafisika, dan lain-lain, yang semuanya harus dikaji secara ilmiah dengan parameter pengukuran yang sesuai dengan nilainilai akademis.

Mencermati Program Studi Pengembangan ’’Local Genius’’ Bali Belakangan ini ramai dibicarakan tentang Program Studi (PS) Leak (Liak) Bali yang akan dikembangkan di suatu perguruan tinggi. Masyarakat menangkapnya sebagai suatu usaha untuk membawa ke ranah akademis pengetahuan tentang pengeliakan, di mana pengeliakan dikenal di masyarakat sebagai ilmu supranatural yang akan sulit dibawa ke ranah akademis. Ranah akademis menuntut adanya pembuktian dan pembuktian tersebut dapat dilakukan berulangkali oleh siapa pun yang melakukan pembuktian dengan metode yang sama dan hasilnya harus sama.

Oleh I Gede Putu Wirawan al inilah yang banyak diragukan atau dipertanyakan orang apakah dalam ilmu pengeliakan itu bisa dilakukan pembuktian secara akademis. Liak telanjur dipersepsikan di masyarakat sebagai sesuatu yang seram, pengetahuan yang digunakan untuk hal-hal negatif, dan sebagainya. Sesungguhnya jika diambil sisi-sisi positifnya pengetahuan tentang liak ini sangat mungkin untuk dibawa ke ranah akademik, apalagi jika dipadukan dengan pengetahuan lokal Bali lainnya. Perkembangan perbicangan tentang hal ini muncul wacana pembentukan satu program studi pengembangan ilmu pengetahuan tradisional Bali atau bisa kita sebut sebagai local genius Bali atau kearifan lokal Bali, untuk menghindari jebakan akademis tersebut. Jadi dalam program studi ini akan dikembangkan berbagai studi tentang Bali yang dulu sering

disebut sebagai Baliologi. Secara akademis pengembangan ilmu pengetahuan lokal Bali ini mempunyai potensi yang sangat strategis dan akan menjadi satu-satunya di dunia. Publikasi ilmiah mestinya dapat menjadi sangat original dan persaingan dalam publikasi tentu belum seketat ilmu pengetahuan lainnya. Orang-orang asing yang belajar atau peneliti asing akan banyak mengacu pada apa yang dihasilkan di program studi ini. Kerja sama penelitian dan pengajaran juga akan dengan mudah dilakukan, terutama karena Bali menjadi branding yang menjadi core program studi. Berbagai bidang dapat dikembangan di dalamnya, mulai dari bidang obat-obatan tradisional Bali, sejarah Bali, arkeologi Bali, sistem pertanian tradisional Bali seperti sistem subak, arsitektur Bali, landscape Bali, sesuatu dari ilmu liak tersebut seperti kajian pengobatan, kajian metafisika, dan lain-lain, yang semuanya harus dikaji secara ilmiah dengan

S URAT PEMBACA Problematika Sampah Plastik Perkembangan-perkembangan yang ada di Bali selalu menarik untuk diikuti, mulai dari perkembangan yang berkenaan dengan pariwisata hingga kebijakan-kebijakan politik Pemerintah Daerah Bali yang disajikan di dalam media massa. Bali saat ini sedang menyuara-

parameter pengukuran yang sesuai dengan nilai-nilai akademis. Kajian-kajian yang dilakukan dapat berupa kajian sosial humaniora, saintek, dan berbagai kajian dalam ranah akademik lainnya. Pendeknya bagaimana mengangkat kearifan lokal Bali itu ke ranah akademik yang terukur dengan parameter ilmiah. Banyak dipertanyakan bagaimana dengan referensi? Dikatakan referensi sangat-sangat kurang, terutama karena belum banyak yang melakukan penelitian atau kajian di bidang ini. Sesungguhnya soal referensi ada banyak, bukankah pengetahuan tradisional Bali banyak yang tertulis berupa lontar? Lontar-lontar itulah kekuatan ilmu pengetahuan tentang Bali dan yang justru belum banyak diungkapkan, karena banyak lontar yang cenderung menjadi sesuatu yang angker tidak boleh dibaca sembarang orang dan sembarang hari. Tetapi jika lontarlontar itu dikaji secara akademis dan oleh mereka yang mempunyai

kapasitas akademis yang telah diakui mestinya menjadi sangat bisa dilakukan. Di samping itu, banyak juga lontar yang sekadar berupa catatan pribadi atau pendapat pribadi penulisnya. Karena tidak dibaca itulah menjadi angker karena semakin tidak diketahui apa isinya. Lontar-lontar Bali justru terpelihara dan diterjemahkan dengan baik di Belanda dan dipelajari secara akademis, sehingga sejumlah publikasi ilmiah banyak ditulis oleh peneliti-peneliti Belanda. Sudah saatnya kita menjadikan lontar-lontar yang kita punya itu sebagai referensi untuk kajian-kajian akademis tentang Bali dan dilakukan oleh orang Bali, sehingga meminimalisir kesalahan dalam mengartikan/ menafsirkan sebuah pengetahuan. Di samping itu ada sejumlah referensi yang telah ditulis selama ini oleh para ilmuwan, baik itu ilmuwan asing maupun ilmuwan Indonesia atau ilmuwan lokal Bali. Jika kemudian program studi ini bisa mengelola jurnal ilmiah internasional pasti dalam waktu singkat dapat terindeks Scopus atau indeks bereputasi lainnya. Negara-negara lain seperti Jepang, Korea dan China yang telah banyak mengangkat pengetahuan tradisionalnya menjadi pengetahuan akademis yang tinggi dan bahkan telah digunakan sebagai strategi pengembangan ekonominya. Sementara kita masih jauh tertinggal soal ini. Jadi membawa pengetahuan tradisional Bali yang

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

kan antisampah plastik melalui peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Bali beberapa waktu lalu. Tentu terobosan ini sangat bagus, mengingat bahwa sampah plastik merupakan sebuah ancaman nyata bagi kesehatan lingkungan. Sayangnya, peraturan tersebut baru dirasakan hanya pada toko-toko atau minimarket, sehingga timbullah pertanyaan; kenapa di pasar-pasar tradis-

ional masih marak penggunaan kantong plastik yang kemudian akan menjadi sampah plastik? Saya sebagai warga pendatang memandang bahwa hal ini menunjukkan ketidakseriusan Pemerintah Daerah Bali dalam merealisasikan kebijakannya. Apabila Pemda Bali serius menyatakan perang terhadap sampah plastik, maka peraturan tersebut harus diberlakukan di pasar-pasar tradi-

sional dan warung-warung kecil, karena sesungguhnya penyebaran sampah plastik berakar dari tempat-tempat tersebut. Langkah ini harus diperhatikan dengan baik oleh Pemda Bali guna mewujudkan Bali yang benar-benar bebas dari sampah plastik.

banyak termuat dalam lontar ke dalam ranah akademis bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, bukanlah sesuatu yang tabu, dan bukanlah sesuatu yang tidak boleh. Tetapi bagaimana kita mulai mengkajinya dari bidang-bidang unggulan yang ‘’menjual’’ dan bisa dibawa ke ranah akademis dengan parameter/pengukuran ilmiah yang pada saatnya nanti bisa kita gunakan sebagai strategi pengembangan ekonomi Bali. Penulis adalah Profesor di Universitas Udayana

POJOK

2020, Gubernur Wayan Koster akan optimalisasi pelaksanaan pergub. - Rakyat Bali akan ikut mengawal. ***

Desa adat di Bali sudah bisa melakukan pungutan asalkan ada ‘’pararem’’. - Jangan sampai asal pungut. *** Selama dua hari sebanyak 6.483 mobil luar daerah tinggalkan Bali. - Kemacetan akan berkurang.

Pandu Hidayat Kalampa RT 006/RW 002 Woha, Bima

Pendidikan Terobosan Baru Tahun 2020

SMK TI Bali Global Denpasar Teken Nota Datangkan Sutradara Dunia Julie Taymor Kesepahaman dengan Wufeng University ISI Denpasar Menuju Akreditasi Internasional MENGAWALI tahun 2020, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mendatangkan sutradara teater internasional dan film kenamaan dari New York, Amerika Serikat, Julie Taymor, untuk memberikan kuliah umum kepada para dosen dan mahasiswa, Kamis (2/1) kemarin. Selain sebagai sarana sharing knowledge, kegiatan ini juga upaya mempersiapkan akreditasi internasional institusi. Pengalaman Julie Taymor sebagai seniman kelas dunia diharapkan memacu kreativitas dan inovasi civitas ISI Denpasar dalam berkarya, sehingga atmosfer akademik bernuansa internasional tumbuh di kampus seni ‘’pelat merah’’ tersebut. ‘’Kami mengawali tahun 2020 dengan kegiatan internasional. Poin pentingnya, sebagai langkah kami menuju akreditasi internasional. Apalagi yang datang adalah Julie yang juga pernah berkunjung ke ISI Denpasar 20 tahun yang lalu, ketika itu masih bernama ASTI. Tak ada yang meragukan kemampuannya,’’ ungkap Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. di sela-sela kuliah umum. Menurut Guru Besar Seni Tari ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.T., M.A., berbeda dengan kuliah-kuliah umum yang telah dilakukan selama ini yang materinya hanya terfokus kepada satu bidang ilmu. Kuliah umum Julie ini menyentuh semua bidang seni yang ada di ISI Denpasar. Sebab, Julie memiliki berbagai kecerdasan seni, selain sebagai seorang sutradara teater dan film, dia juga pembuat topeng dan wayang, pematung, perancang

kostum, seniman animator, dan sebagainya. ‘’Hal ini bisa terjadi karena Julie adalah seorang seniman multitalenta. Seniman yang sudah menghasilkan sederetan karya monumental, seperti ‘Lion King’, ‘Tempest’, ‘Midnight Summer Dream’ dan masih banyak lainnya,’’ ucap Prof. Dibia. Dibia mengungkapkan, terkait Julie yang berbagi pengalaman bagaimana dia kreatif menggunakan unsur budaya Indonesia, tampaknya ingin mengingatkan warga kampus ISI Denpasar akan betapa pentingnya para kreator seni untuk membekali diri dengan unsur-unsur budaya tradisional yang ada di sekitarnya. Dengan keberanian kreatif serta

kecerdasan estetik yang tinggi, dikatakan, Julie Taymor telah mampu mengolah unsur-unsur budaya tradisional, dari manapun asalnya, untuk melahirkan karya-karya baru berkelas dunia. ‘’Kedatangan Julie ke ISI Denpasar kali ini, sejak meninggalkan Bali pada tahun 1979, sekaligus untuk napak tilas perjalanan hidupnya selama empat tahun melakukan pengembaraan budaya di Bali pada masa lampau,’’ katanya. Pada kesempatan yang sama, Julie menolak jika kegiatannya disebut kuliah umum. Menurutnya, kedatangannya hanya berbagi pengalaman dengan seluruh civitas ISI Denpasar. Wanita yang namanya melejit lewat karya

‘’Lion King’’ ini menilai Bali masih sangat menarik dijadikan inspirasi menciptakan karya seni. Seluruh elemen kehidupan di Pulau Dewata masih berjalan seimbang. Sebagai pelaku seni yang puluhan tahun mengenal Bali, ia berharap kultur Bali tidak berubah dari segala sisi. ‘’Kemarin saya sempat ke Ubud. Awalnya saya takut, khawatir melihat perubahan sentuhan modern yang terjadi setelah lama tidak ke Bali. Tapi syukurnya kekhawatiran saya tidak terbukti. Bali masih seimbang, masyarakatnya tetap ramah, kulturnya terjaga di tengah gempuran modernisasi,’’ pungkas Julie. (ad29)

SUTRADARA INTERNASIONAL - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. (tiga kanan) bersama jajaran berfoto bersama sutradara internasional Julie Taymor (empat kanan).

HUBUNGAN baik dengan berbagai perguruan tinggi selalu dibangun apik oleh SMK TI Bali Global Denpasar. Tak hanya tingkat regional maupun nasional, SMK TI Bali Global Denpasar juga memiliki hubungan baik dengan perguruan tinggi kancah internasional. Salah satunya Wufeng University, Taiwan. Pada Kamis (2/1) kemarin, Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd. bersama kepala SMK TI Bali Global se-Bali menyambut hangat Wakil Rektor Wufeng University Jack Lee, Ph.D. di SMK TI Bali Global Denpasar. Ini menjadi terbosan baru mengawali lembaran baru tahun 2020, SMK TI Bali Global Denpasar melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Wufeng University. Sebelum penandatanganan nota kesepahaman Wufeng Univeristy memperlihatkan video profil. Pihak Wufeng University juga menceritakan secara garis besar mengenai Taiwan. Wakil Rektor Wufeng University Jack Lee mengatakan, Wufeng University merupakan sebuah universitas kelas dunia yang berada di Taiwan dengan jumlah lebih dari 5.000 mahasiswa dari berbagai negara. Wufeng University juga mempromosikan skill testing yang berbasis internasional bagi lulusan Wufeng University, sehingga lulusan lebih banyak terserap untuk bekerja di pemerintahan maupun industri. Kasek I Gusti Made Murjana mengatakan, ini merupakan start awal atau terobosan baru di awal tahun 2020 untuk membangun kerja sama yang

NOTA KESEPAHAMAN - Kepala SMK TI Bali Global Denpasar I Gusti Made Murjana usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Wakil Rektor Wufeng University Jack Lee, Ph.D. baik antara SMK TI Bali Global Denpasar dan SMK TI Bali Global se-Bali dengan Wufeng University. Selain kerja sama internship program (program magang) bagi lulusan SMK TI Bali Global yang menempuh studi di Wufeng University, kerja sama ini sekaligus upaya membangun serta mengunggulkan pasar tenaga kerja sumber daya manusia utamanya generasi muda lebih sukses dan lebih maju untuk produktivitas 4.0 dan Indonesia 4.0. Murjana bangga saat ini ada tujuh lulusan SMK TI Bali Global Denpasar dan dua tamatan SMK TI Bali Global Karangasem yang melanjutkan studi di Wufeng University. Ia berharap setelah penandatanganan nota kesepahaman ini semakin banyak lulusan SMK TI Bali Global Denpasar yang melanjutkan studi ke Wufeng University. Pada lembaran baru 2020, SMK TI Bali Global Denpasar di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti diharapkan semakin

cemerlang dan semakin diminati oleh masyarakat. Murjana berharap SMK TI Bali Global Denpasar dengan motto ‘’Wiyata Prapti Waratmaja’’ atau tempat seorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, etika dan kehidupan sosial, memiliki kekuatan untuk menghasilkan anak yang unggul di bidang IT dan budaya, tetap menjadi pilihan pertama masyarakat melanjutkan pendidikan putraputrinya. Sampai saat ini student body SMK TI Bali Global Denpasar mencapai 1.401 siswa yang selalu dikuatkan dengan penanaman disiplin, penerapan nilai-nilai 18 karakter bangsa, serta 5 S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun). Dan, tetap eksis dalam 5 jurusan yaitu, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia (MM), Animasi dan Desain Komunikasi Visual (DKV) terfokus pada bidang teknologi informasi dan komunikasi serta komputer. (ad30)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Pon, 3 Januari 2020

Jangan Tiap Tahun Minta ”Disusui” Perumda Wajib ”Support” PAD Badung WAKIL Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa, S.H. mengkritisi perusahaan umum daerah (Perumda) di Badung yang selalu minta disusui lewat dana penyertaan. “Perumda yang ada seharusnya berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan malah menggerogoti APBD Badung,” ujarnya saat ditemui di kantornya DPRD Badung, Kamis (2/1) kemarin. Menurut Ketua DPD II Golkar Badung ini, pemerintah berhak menyalurkan dana penyertaan kepada Perumda. “Walau dasar hukumnya ada, penyertaan tak harus diberikan setiap tahun. Jangan senantiasa meminta dana penyertaan dengan berlindung di balik aturan,” tegasnya. Ketua Federasi Serikat Pekerja Bali (FSB) Kabupaten Badung tersebut menegaskan, saat ini Badung masih defisit. Karena itu, Perumda harus mampu men-support PAD Badung, jangan justru minta disusui terus. Untuk bisa berkontribusi kepada pendapatan daerah, katanya Perumda harus memiliki inovasi dan kreativitas yang tinggi. “Ini yang harus dilakukan pengelola atau direksi perumda,” ungkapnya. Politisi Partai Golkar asal Penarungan tersebut melihat dua Perumda yang ada di Badung saat ini, yakni Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung memiliki prospek besar untuk memperoleh keuntungan. “Prospeknya sangat besar karena melayani air untuk golongan bisnis seperti hotel dan restoran,” katanya. Pada saat apa penyertaan ini layak diberikan oleh pemerintah kepada Perumda? Menurut Suyasa, penyertaan layak diberikan pada saat pembentukan

Perumda tersebut. Pemerintah lewat APBD sudah pasti menggelontorkan dana untuk menyiapkan fasilitas maupun sarana dan prasarana. Setelah itu, tegasnya, tugas Direksilah untuk mengembangkan Perumda tersebut, sehingga mampu berkembang. Selanjutnya mampu berkontribusi besar terhadap PAD Badung. Saat pengembangan usaha atau diversifikasi usaha, apakah layak memperoleh penyertaan? Menjawab pertanyaan ini, Suyasa menyatakan, pengembangan atau diversifikasi usaha wajib dilakukan Perumda. Namun sumber dananya tentu harus diambil dari persentase keuntungan yang berhasil dikumpulkan. “Artinya, pengembangan usaha baik layanan maupun pembentukan unit usaha baru sebagai anak perusahaan harus dimodali sendiri. Jangan sedikit-sedikit minta penyertaan,” tegasnya lagi. Sekali lagi, Suyasa sangat tidak setuju Perumda setiap tahun minta penyertaan dari pemerintah. Jika ini tetap dilakukan Perumda di Kabupaten Badung tidak membawa dampak positif untuk kemajuan daerah. Bagaimana dengan misi sosial yang diemban Perumda sehingga ada kemungkinan Perumda m e m peroleh sedikit keuntun-

gan atau bahkan merugi? Menurut Suyasa, semua harus dihitung ulang. Yang mana misi sosial dan yang mana misi mencari margin atau keuntungan. “Jangan belum apa-apa bilang merugi karena mengemban misi sosial,” katanya. Menurutnya, Direksi jangan menunggu dana penyertaan saja. Jadi harus punya manajerial yang bagus. Di samping mementingkan pelayanan kepada masyarakat, juga harus mencari pendapatan. Jadi pimpinan PD harus profesional,” ucap Suyasa. Solusi terbaik agar PD ini menguntungkan, hendaknya induk perusahaannya harus dikembangkan secara maksimal. Apabila sudah mendapat benefit, budget itu bisa dikembangkan lagi untuk usaha lainnya. “Ini kan kebalik, setiap tahun Perumda malah meminta dana penyertaan dari APBD,” katanya. (ad31)

Wayan Suyasa, S.H.

DITEMUKAN - Korban pascaditemukan selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Nekat Mandi di Sungai Pelajar Tewas Tenggelam

Tabanan (Bali Post) -

korban. Saat itu kebetulan didekat sungai sudah ada teman-teman korban lainnya sebanyak 6 orang. Namun mereka tengah duduk ngobrol di pinggir sungai. Tiba-tiba korban berlari menuju pinggir sungai, melepas pakaian, kemudian diletakkan di atas batu. Selanjutnya Dimas tanpa berpikir panjang langsung melompat ke sungai. Karena korban terlihat seperti orang tenggelam, temannya, Dani Aditya Ramadhani, Muhamad Choirulzat, Dwi Andika Wardani, dan Aditya Putra Mandala, berusaha menolong. Akan

tetapi tidak berhasil dan korban kemudian benar-benar tenggelam. Menyadari temannya sudah tenggelam, teman-teman korban berlari ke sekolah untuk melaporkan kepada salah seorang guru bernama Dedi Kusnadi. Selanjutnya diteruskan ke SPKT Polres Tabanan. “Awalnya proses pencarian dilakukan secara manual oleh warga. Kemudian dibantu tim Basarnas dan pihak kepolisian, dalam waktu singkat tubuh korban ditemukan. Namun sudah dalam keadaan meninggal,” terangnya.

Korban, kata Sukanada, meninggal lantaran tidak bisa berenang. Setelah berhasil dievakuasi atas permintaan orangtuanya, korban langsung disemayamkan di rumah duka. “Korban tiba-tiba memutuskan mandi di sungai. Padahal korban tidak bisa berenang. Sebelum tenggelam Dimas sempat mengacungkan tangan. Namun temantemannya tidak ada yang berhasil menyelamatkan korban,” terangnya. Dimas ditemukan di dasar sungai sekitar 10 meter dari lokasi awal ia tenggelam. Untuk diketahui, kasus korban tenggelam di sungai Yeh Panahan, Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebab setahun silam tak jauh dari lokasi kejadian Kamis kemarin, juga pernah terjadi hal serupa. Korbannya juga ditemukan tewas di sungai. (kmb28)

Beratan, sungai, dan beberapa sumber air lainnya. “Karena air itu berasal dari beberapa sumber, maka faktor yang mengganggu layanan kemungkinan karena sebelumnya musim kemarau selain permasalahan teknis. Seperti pengerjaan shortcut. Rata-rata masyarakat sudah menerima penjelasan PDAM,” terangnya. Kepala Unit PDAM Kecamatan Baturiti, Ida Bagus Marjaya, mengatakan terkait kendala layanan air di desa Luwus Baturiti sudah ditangani. Layanan di desa itu terganggu lantaran pipa tiga di Banjar Abianluang Kecamatan Baturiti terkena longsor Selasa (31/12), akibat hujan lebat yang menyebabkan pipa pecah dan putus. “Hari itu juga sudah kami tangani sampai malam. Untuk mengalihkan air harus melalui Desa Mekarsari ke Desa Lu-

wus yang memerlukan proses. Nah hal itu yang menyebabkan perlu ada optimalisasi pendistribusian,” tegasnya. Kebetulan juga dikatakannya hari Rabu (1/1) libur ta-

hun baru. Pihaknya sudah menyampaikan ada gangguan pipa longsor. “Sekarang di Kecamatan Baturiti hujan, jadi pipa rentan kena longsor,” terangnya. (kmb28)

Tangis orangtua Dimas Sihabudin (13), pelajar kelas VII MTs. Al Amin Tabanan, mendadak pecah ketika menyaksikan tubuh anaknya tenggelam di Sungai Yeh Panahan, Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan. Dimas ditemukan tim SAR tenggelam, Kamis (2/1) sore pukul 17.09 Wita. Proses pencariannya pun mengalami sedikit kendala. Pasalnya, kondisi sungai itu memiliki palungan relatif dalam sekitar lima meter. Karena itu, petugas harus menggunakan bambu untuk mencari tubuh korban. Proses pencarian korban bahkan mendapatkan atensi langsung Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo dan juga Kapolsek Tabanan Kompol I Nyoman Sukanada. Dari keterangan Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Nyoman Sukanada, sebelum kejadian korban berniat mandi di sungai menunggu jam sekolah dimulai jam 13.00 Wita. Korban sekitar pukul 12.45 Wita awalnya bermaksud jalan-jalan mengajak dua temannya mandi ke sungai. Kedua temannya awalnya tidak mau dan menyarankan jalan-jalan di sekitar TMP Pancaka Tirta Tabanan saja. Namun korban menolak dan berjalan menuju sungai Yeh Panahan. Melihat hal itu, kedua temannya itupun mengikuti

Kesal Air Kerap Mati, Warga Luwus Datangi PDAM Baturiti Tabanan (Bali Post) Kesal karena aliran air kerap mati, bahkan sampai tiga hari, sejumlah warga Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, mendatangi kantor unit PDAM Kecamatan Baturiti, Kamis (2/1) kemarin. Mereka mempertanyakan kenapa aliran air bersih PDAM kerap mati, apalagi kondisi ini sudah berlangsung sejak sebulan lebih. Aksi warga mendatangi kantor unit PDAM Baturiti pun dibenarkan Perbekel Desa Luwus, Nyoman Gede Giriantara. Bahkan ia mengaku mendengar aksi warga itu dari Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas. “Ya benar, ada sekitar 15 warga dari dua banjar yakni Banjar Belah dan Banjar Luwus datang, mereka mempertanyakan perihal layanan air di kantor unit PDAM Baturiti, pagi tadi (Kamis kemarin - red) sekitar pukul

08.00 Wita,” terangnya. Warga, lanjut kata Giriantara, menanyakan pelayanan PDAM. Kenapa aliran air PDAM sering mati ke Desa Luwus. “Matinya bahkan pernah sampai tiga hari, kondisi ini sudah terjadi sebulan lebih,” ungkapnya. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga harus membeli air. Tidak sedikit terpaksa mandi ke sungai. “Bahkan ada yang tidak mandi. Seperti saya kemarin tidak mandi karena airnya mati,” sergahnya. Warga pun akhirnya mendapatkan penjelasan dari pihak PDAM, dimana kondisi air mati selama ini lantaran terjadi penyumbatan di pipa sampah berupa gelas. Penyumbatan ini terjadi di depan Pura Panti masuk Banjar Luwus. Penyumbatan itu sudah diatasi langsung petugas PDAM. Sehingga air sudah mulai

DATANGI - Kesal air kerap mati, warga Desa Luwus mendatangi Kantor PDAM unit Kecamatan Baturiti, Kamis (2/1). mengalir tetapi belum menyeluruh. “Sampah gelas itu sudah berbulan-bulan dicari, tetapi baru ketemu. Ini yang dikatakan menjadi penyebab gangguan pelayanan PDAM,” beber Giriantara. Pihaknya pun meminta ke depan layanan ditingkatkan. Terlebih pelanggan di Desa Luwus terdiri dari

enam banjar. Mereka tidak pernah nunggak membayar tagihan. “Mewakili warga, saya meminta agar pelayanan ditingkatkan. Warga berhak menuntut PDAM memberikan pelayanan prima,” ucapnya. Dia menambahkan, sumber air yang mengalir ke Desa Luwus sesuai penjelasan petugas ada dari Danau

23 Subak Kantongi Sertifikat Organik Petani Berharap Harga Produk Lebih Tinggi

SEJAK tahun 2009 hingga 2019, baru 23 subak dari 236 total subak di Kabupaten Tabanan yang telah memiliki sertifikat organik. Artinya, dalam kurun waktu sepuluh tahun, baru sebagian kecil subak yang konsisten menerapkan pertanian organik. Lalu apa kira-kira kendalanya sehingga peningkatan pola pertanian organik tidak meningkat signifikan? Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana, Kamis (2/1) kemarin mengatakan, sertifikat organik diberikan kepada kelompok tani yang sudah menerapkan pertanian organik minimal selama dua tahun. Sertifikat organik dikeluarkan oleh lembaga sertifikat organik (LSO). Persyaratan mendapatkan sertifikat tersebut cukup sulit dipenuhi. Alasannya, hal itu memerlukan komitmen kuat petani. Sejauh ini para petani di Tabanan belum banyak yang konsisten menerapkan pertanian organik. Pertanian organik idealnya berkelanjutan, alias tidak boleh instan. ‘’Kendalanya karena petani masih minim yang menerapkan pertanian organik. Memang sejauh ini harga produk organik belum menjanjikan. Selama ini harga beras organik dan non organik masih dipukul rata. Sama saja dengan produk pertanian lain yang menggunakan bahan kimia,’’ ujarnya.

Tak hanya harga produk, kendala tingginya biaya uji juga menjadi persoalan. Bagi Budana, program sertifikat organik ini sebenarnya mengarah untuk tujuan kesehatan. Karena logikanya di sana ada pembatasan penggunaan pupuk kimia. Selain itu menjaga lingkungan tetap sehat. “Harapan kita setelah memegang sertifikat organic, harga produk organik paling tidak lebih tinggi. Kami juga sudah coba berkoordinasi dengan Perusda untuk bekerja sama dengan kelompok tani yang memegang sertifikat organik. Hal itu sebagai upaya motivasi petani organik,” ucapnya. Dan untuk kelompok tani yang telah memegang sertifikat organik, tetap akan dilakukan pemantauan, evaluasi, dan diuji kembali. Tujuannya agar tetap berkelanjutan dan mereka tidak kembali beralih ke sistem tanam lama. “Kalau dilanggar, maka sertifikat akan dicabut. Karena tiap

LAHAN ORGANIK - Salah satu lahan pertanian di wilayah Kabupaten Tabanan yang tengah dirancang untuk pertanian organik. tahun akan dievaluasi dan diuji kembali kandungan tanahnya,” terangnya. Meski jumlah pemegang sertifikat organik masih rendah di Tabanan, namun jika dibandingkan kabupaten lain, Tabanan justru yang paling banyak. “Dan tiap tahun akan

terus kami coba usulkan, apalagi Tabanan akan mengarah ke sistem pertanian organik melalui gerbang pangan serasi,” pungkasnya. Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, untuk tahun 2019 setidaknya ada dua subak yang diusulkan

untuk sertifikat organik, yakni Subak Timbul Desa Gadung Sari, Kecamatan Selemadeg Timur komoditas padi organik dengan luas lahan 11,3 hektar, serta Subak Jaka Tempek Gede di Desa Kukuh, Kecamatan Marga seluas 10 hektar. (bit)


Jumat Pon, 3 Januari 2020

Pembunuh Anjing Jalani Sidang Perdana Gianyar (Bali Post) Kasus pembunuhan anjing memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Kamis (2/1) kemarin. Persidangan yang dihadiri terdakwa I Nyoman MW ini dipimpin hakim ketua Ni Luh Putu Pratiwi dengan hakim anggota Agus Hermawan dan Kalit Soroinda. Saksi Ni Ketut Kesni menuturkan, bersama terdakwa sama-sama pedagang di Pasar Medahan. Sementara peliharaannya itu dulunya merupakan anjing liar yang terbuang di areal Pasar Medahan. Lantaran sering ada di areal pasar, Kesni akhirnya memberi makan anjing tersebut. Hingga akhirnya ia pun memeliharanya. Pada November 2019 lalu, ia pun terkejut sudah mendapati anjing tersebut tergeletak lemas dengan sejumlah luka. ‘’Kemudian saya melihat anjing sudah sekarat dibawa oleh teman saya. Saya tanya

siapa yang memukul? Dijawab itu pelakunya (terdakwa - red),’’ tuturnya di persidangan. Dengan luka yang cukup parah, Kesni membawa anjing yang berumur tiga bulan itu ke salah satu dokter hewan untuk diperiksa. Namun anjing tersebut tetap tidak tertolong. Saksi kedua I Nyoman Kisid yang juga selaku pedagang di Pasar Medahan mengaku melihat kejadian tersebut. Aksi itu dilakukan terdakwa karena anjing tersebut masuk ke warungnya. Terdakwa pun sempat mengusir anjing itu, namun tidak mau keluar. Karena lama tak mau keluar, akhirnya terdakwa mengambil paksa anjing tersebut, kemudian dibanting hingga anjing tersebut pingsan. ‘’Kejadiannya pagi karena pas buka warung. Anjing itu masuk ke warungnya Pak MW. Saat diambil langsung dibanting dan juga dipukul pakai besi pembuka rolling dor. Waktu

itu langsung anjingnya pingsan,’’ bebernya. Sementara itu, dokter hewan I Made Pujiatmaja menjelaskan anjing yang dibawa Kesni tersebut mengalami patah tulang di bagian dada dan hidungnya mengeluarkan darah. Selain itu, ditemukan juga pada hatinya mengalami luka robek sehingga menyebabkan kematian. Diduga akibat benturan. Di pihak lain, Bendesa Adat Desa Medahan Wayan Putra Jaya saat ditemui di PN Gianyar menjelaskan, kasus pembunuhan anjing ini sesungguhnya sudah ada kesepakatan damai antara terdakwa dan Kesni. Namun pihaknya tidak mengetahui kalau kasus ini terus berlanjut sampai di pengadilan. ‘’Kalau di desa sudah damai. Sudah menandatangani surat pernyataan. Saya kira sudah selesai, ternyata sampai di pengadilan,’’ ucapnya. (kmb35)

Bali Post/nik

EVAKUASI - Petugas BPBD Gianyar ketika melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa tembok Pura Paungan, Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, Kamis (2/1) kemarin.

Tembok ”Panyengker” Pura Paungan Tertimpa Pohon

Gianyar (Bali Post) Warga diimbau waspada terhadap potensi bencana karena kini telah memasuki musim hujan. Terutama di kawasan Gianyar Utara yang kerap rawan terjadinya pohon tumbang hingga tanah longsor. Sementara pada Kamis (2/1) kemarin terjadi pohon tumbang menimpa tembok panyengker Pura Paungan, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar. Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan bencana pohon tumbang di Desa Pejeng Kaja terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Diduga pohon yang tingginya mencapai 10 meter itu tumbang karena akarnya sudah lapuk, sampai akhirnya menimpa tembok panyengker pura setempat. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian pohon tumbang ini, hanya kerugian material,” ucapnya. Dikatakan, usai menerima laporan petugas TRC BPBD Gianyar beserta armada langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Nah karena besarnya pohon, proses

evakuasi berlangsung sekitar 2 jam. “Pagi tadi pohon tumbang sudah dievakuasi,” katanya. Pejabat asal Kecamatan Sukawati ini, mengimbau masyarakat untuk waspada karena saat ini sudah memasuki musim penghujan. Ditambahkan, untuk bencana pohon tumbang bisa terjadi di seluruh wilayah seni ini. “Kalau pohon tumbang bisa terjadi di seluruh Gianyar. Maka dari itu, harus waspada saat memasuki musim hujan. Apalagi disertai angin kencang,” katanya. Berdasarkan rekapitulasi data kejadian bencana alam yang diterima BPBD Kabupaten Gianyar, sepan-

jang 2018 sudah terjadi 246 bencana di kawasan seni ini. Rinciannya, dari laporan bencana alam paling banyak laporan pohon tumbang yaitu sebanyak 113 kali kejadian. Ratusan kali bencana pohon tumbang ini terjadi hampir di tujuh kecamatan. Seperti untuk bencana tanah longsor paling banyak terjadi di kawasan utara, yakni Kecamatan Payangan 12 kali tanah longsor, Tegallalang 17 kali tanah longsor, dan Tampaksiring sebanyak 15 kali kejadian tanah longsor. Sementara kejadian pohon tumbang paling tinggi terjadi di Kota Gianyar, mencapai 23 ke-

jadian. Sedangkan luapan banjir dominan terjadi di kecamatan Sukawati, sebanyak 17 titik dan Blahbatuh sebanyak 15 titik. Sementara bencana tanah longsor sebanyak 70 kejadian, diikuti bencana banjir sebanyak 48 titik, termasuk bencana lain-lain tercatat 13 bencana. Khusus bencana tanah longsor kerap terjadi di wilayah Utara meliputi Kecamatan Payangan, Tegallalang, Ubud dan Tampaksiring. Hal ini terjadi karena kontur tanah yang berbukit. Sementara untuk bencana banjir kerap terjadi di kawasan Gianyar selatan meliputi Kecamatan Sukawati, Blahbatuh dan Gianyar. “Makanya untuk Gianyar selatan kami imbau untuk menjaga kebersihan gorong-gorong agar tidak ada sampah yang menyumbat apalagi memicu banjir, “ tandasnya. (kmb35)

Agama Senator Hadiri Anugerah Dana Punia BDPHN di Wantilan DPRD Bali

Hadiri Mahasabha Mahagotra Pasek, Wedakarna Minta Menteri Agama Bantu Kenaikan Anggaran Masyarakat Hindu

SENATOR DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir di acara Anugerah Dana Punia Hindu Nasional III Tahun 2019 yang dihelat Badan Dana Punia Hindu Nasional (BDPHN), bertempat di Wantilan DPRD Provinsi Bali. Dihadiri Kementerian Agama RI serta puluhan pimpinan lembaga, baik negeri dan swasta yang menjadi donatur tetap BDPHN serta ratusan undangan. Dalam acara Anugerah Dana Punia yang merupakan kali ketiga dilaksanakan ini, Senator Arya Wedakarna (AWK) meminta kepada umat Hindu untuk lebih menyeimbangkan punia ke umat manusia, khususnya membantu yang tidak punya. Sebab, hal ini lebih mulia dibandingkan hanya dengan beryadnya untuk kegiatan ritual di pura semata. ‘’Di zaman kaliyuga ini, umat Hindu diminta untuk lebih banyak menolong umat manusia dibanding sekadar berupacara di pura. Membantu pendidikan anak-anak di desa, membantu anak yatim piatu, memberikan beasiswa pendidikan, dan membantu memberi makan dan minum kaum fakir miskin. Itu memiliki pahala yang lebih banyak dibanding dengan Bhakti Yoga. Jangan sampai di Bali Pura-pura kita megah dan upacara adat bermiliar-miliar, tapi di sekeliling masih banyak anak yang putus sekolah, masih banyak anak yatim piatu yang tidak memiliki akses pendidikan dan kesehatan, serta banyak orang tua yang telantar. Ini sebuah tantangan bagaimana paradigma yadnya diubah. Ingatlah pesan Sri

Krisna kepada Arjuna dalam Itihasa Weda, Mahabharata bahwa yadnya yang paling utama di zaman kali adalah Jnana Yadnya, bukan yang lain dan ngiring manut dengan sastra. Apa yang ada di Bali sudah bagus, hanya komposisinya diseimbangkan dan itu perlu figur pemimpin Bali memberikan teladan,’’ kata Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center of Indonesia ini. Untuk itu, ia merasa bangga dengan segala usaha BDPHD sebagai lembaga dana punia terbesar di Indonesia untuk bisa menyalurkan bantuan fokus pada Jnana Yadnya. ‘’BDPHN yang didirikan sejak tahun 2002, memiliki tanggung jawab membantu pemerintah untuk mengurangi kemiskinan. Saya bangga BDPHN sejak awal hingga kini telah menyalurkan punia sebesar Rp127 miliar. Ini sangat fantastis. Perbanyaklah kerja sama dana punia, punia komitmen dengan lembaga pendidikan dan fokus pada Jnana Yadnya. Untuk pembangunan pura, harusnya lebih fokus pada pura di luar Bali. Karena umat Hindu di luar Bali butuh dibantu cepat,’’ ungkap Wedakarna yang juga pendiri dari BDPHN ini. Hal senada juga diungkapkan Senator AWK di sela-sela hadir di acara Mahasabha Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) di Cekomaria. Dalam acara yang dihadiri Menteri Agama RI serta Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI ini, Senator AWK menyampaikan rasa salutnya kepada organisasi MGPSSR yang telah menjadi teladan dalam organisasi tradisional di Indonesia.

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS saat hadir di Wantilan DPRD Bali dan saat menyapa Menteri Agama RI Fachrul Razi di acara Semeton Pasek di Denpasar. Ia berharap agar momentum kedatangan Menteri Agama RI mampu membawa semangat bahwa negara mendukung perkembangan organisasi Hindu. ‘’Saya berharap dalam kabinet Presiden Joko Widodo ini, termasuk Menteri Agama RI agar lebih banyak memperhatikan umat minoritas, termasuk Hindu. Kehadiran Menteri di acara Semeton Pasek ini sudah membahagiakan, tapi itu belum cukup jika belum dilengkapi dengan bantuan infrastruktur terhadap organisasi Hindu. Sebagai anggota DPD-RI, saya mendorong agar dana pembinaan Hindu di Kemenag dinaikkan

menjadi minimal Rp1 triliun. Jika selama ini di bawah Rp1 triliun ya... jelas kurang. Apalagi Bali sudah memberikan kemenangan 92 persen untuk Joko Widodo di Pilpres 2019. Saatnya sekarang hingga 2024, umat Hindu menagih janji dan komitmen Presiden. Intinya harus Satya Wacana karena Hindu butuh dibantu. Saya harap bantuan asram, pasraman, sekolah Hindu dan beasiswa ditingkatkan. Semoga negara hadir dan pro-minoritas,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang juga peraih suara tertinggi di Pemilu DPD-RI tahun 2019 di Bali. (ad33)

Bali Post/nik

KABEL LISTRIK - Salah satu lokasi yang kondisi kabel listriknya terlihat semrawut di kawasan Ubud, Gianyar. Pemkab Gianyar akan menata kabel listrik tersebut dengan cara ditanam.

Proyek Tanam Kabel Bawah Tanah Dianggarkan Rp12 Miliar

Gianyar (Bali Post) Ubud sebagai kawasan objek wisata tidak hanya menghadapi permasalahan parkir liar. Akan tetapi, ada juga persoalan lain, salah satunya masalah kabel listrik yang melintang dan terlihat semrawut. Tidak hanya mengganggu pemandangan, kabel itu juga kerap menjadi penghambat bila ada hajatan budaya seperti palebon. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar akan berencana melaksanakan proyek tanam kabel di bawah tanah. Anggarannya telah disediakan sebanyak Rp12 miliar. Hal itu dibenarkan Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat ditemui belum lama ini. Ia mengatakan proyek tanam kabel di bawah tanah ini akan dilakukan dari Catus Pata Ubud ke timur. Penanaman kabel ini akan dilakukan dengan kedalaman 1,5 meter dan lebar satu meter. ‘’Kami sudah menganggarkannya Rp 12 miliar pada APBD 2020. Proyek ini akan dimulai dari Catus Pata atau depan puri ke timur sampai patung,’’ katanya. Bupati Mahayastra menjelaskan, pengerjaan proyek akan dilakukan pada malam hari supaya tidak mengganggu arus lalu lintas dan wisatawan yang

lalu-lalang. Sementara bila sudah menjelang pagi, maka pengerjaan distop. Diakui, penanaman kabel di sepanjang jalur tersebut sudah menjadi cita-cita sejak lama. Sebab, jalur tersebut menjadi akses hajatan budaya (palebon puri - red) yang selalu menjadi perhatian wisatawan yang datang ke Ubud. Ketika ada acara palebon, kabel yang melintas dari Catus Pata Ubud ke timur terpaksa diputus dalam kurun waktu cukup lama. Hal ini kerap menimbulkan problem, terutama bagi sejumlah pemilik akomodasi di kawasan itu. ‘’Ya... kalau hotel besar tidak masalah jika listrik dimatikan. Kalau usaha kecil dan tidak punya genset,

pastinya akan menimbulkan masalah. Misalnya daging dan sayuran yang tidak didinginkan bisa rusak,’’ ucapnya. Tak hanya itu, pihaknya juga mempertimbangkan tingginya anggaran memutus kabel untuk satu kali hajatan budaya. ‘’Jadi ini penting untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran setiap hajatan budaya yang berlangsung di Ubud,’’ imbuhnya. Selain itu, khusus untuk wilayah Kelurahan Ubud dan Desa Peliatan, pihaknya akan melakukan penataan pedestrian. Meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berlibur, pedestrian tersebut akan menggunakan batu alam. (kmb35)


Jumat Pon, 3 Januari 2020

Membandel, Pedagang Pasar Galiran Ditertibkan Semarapura (Bali Post) Memasuki awal tahun 2020, pemerintah daerah mulai menindak tegas para pedagang di Pasar Umum Galiran, Kamis (2/1) pagi. Sebab, para pedagang setempat mulai membandel, melanggar aturan yang sudah disepakati sebelumnya, khususnya dalam menempatkan barang di setiap blok di pasar terbesar di Bali Timur itu. Barang-barang pedagang yang menghalangi akses jalan itu, langsung ditertibkan, lewat sidak yang dipimpin langsung Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kepala UPT Pasar Semarapura, I Komang Sugianta, mengatakan Blok A Pasar Galiran dijadikan contoh sebagai blok pasar yang sudah tertata rapi. Pihaknya memberikan tenggang waktu hingga 6 Januari 2020, agar seluruh blok di Pasar Galiran itu supaya sudah tertata rapi, seperti Blok A yang ditempati para pedagang buah. Salah satu pedagang buah

di Pasar Galiran, Wayan Murtini, mengaku dia dengan sesama pedagang buah di sana, tengah berusaha menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung pasar. Barang dagangan pun telah diletakkan secara tertib dan rapi tidak melewati los masing-masing, serta menjaga kebersihan sekitar blok, seperti arahan Bupati Suwirta. Sehingga terlihat rapi dan patut dicontoh oleh pedagang blok lain. Kalau semua pedagang mau berpikir untuk kepentingan bersama, dia yakin tidak sulit menata barang agar tidak melanggar aturan. Bupati Suwirta menegaskan, sesuai kesepakatan dalam pertemuan beberapa hari lalu di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, sejumlah blok Pasar Galiran sudah tampak bersih dan juga tertata rapi, seperti yang tampak di Blok A. Namun, pada sejumlah titik di Blok B, C dan D masih ada beberapa pedagang yang menempatkan dagangannya di lorong. Bupati Suwirta langsung menegur para pedagang yang

kedapatan menempatkan dagangannya di lorong. Lantai pasar yang tampak kotor juga diminta segera dibersihkan. ‘’Begitu juga atap dilaporkan bocor. Karena itu perlu segera diperbaiki,’’ katanya didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa. Selain Pasar Galiran, Bupati Suwirta juga mengunjungi Blok A Pasar Seni Semarapura. Di tempat ini beberapa pedagang juga tampak memajang dagangannya hingga keluar batas kios yang telah ditentukan. Mendapati kondisi seperti itu, Bupati Suwirta pun mengingatkan pedagang untuk memindahkan dan menata dagangannya. Penting supaya dagangan itu tertata lebih rapi, sehingga pengunjung merasa nyaman ke pasar. Bupati Suwirta juga mengingatkan, sampah-sampah yang masih ada tercecer supaya dipilah sesuai Pergub 47 Tahun 2019 dan Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah. (kmb31)

DIEVAKUASI - Jenazah korban saat dievakuasi dan dimasukkan ke mobil ambulans

Jatuh Saat Mancing Sulendra Tewas

Semarapura (Bali Post) -

Seorang pemancing yang sempat dinyatakan hilang setelah jatuh dari tebing, akhirnya berhasil ditemukan, Kamis (2/1) sore. Korban Made Sulendra (42), tewas setelah diterjang gelombang saat memancing di sekitar tebing di Pantai Lumangan, Dusun Penangkidan, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida. Warga asli Nusa Penida itu ditemukan dalam kondisi mengambang persis di laut lepas di sekitar tebing itu.

SIDAK - Bupati Suwirta saat memimpin sidak ke Pasar Umum Galiran.

Cuaca Buruk, Penyeberangan ”Boat” Masih Normal CUACA buruk selama sepekan terakhir ini, membuat BMKG Wilayah Bali mengeluarkan peringatan dini berupa prediksi alam, khususnya reaksi di laut. Hal itu membuat warga yang hendak melakukan penyeberangan antarpulau, seperti rute speed boat Kusamba-Nusa Penida, sedikit waswas. Namun, melihat realitas di lapangan, aktivitas penyeberangan speed boat ternyata masih bisa berjalan normal-normal saja. Langkahlangkah antisipasi seperti apakah yang harus dilakukan masyarakat mengatasi kondisi alam yang relatif tidak bersahabat? Pengawas Pelabuhan Rakyat Tri Buana, Desa Kusamba, Made Suardika, Kamis (2/1) kemarin mengatakan, situasi di sekitar perairan setempat dikatakan masih normal-normal saja. Memang terjadi hujan dan sedikit angin kencang. Tetapi hal itu tidak menimbulkan reaksi yang dapat membahayakan aktivitas penyeberangan. Gelombangnya tidak tinggi. Hujan juga tidak terlalu deras. Karena itu, seluruh aktivitas penyeberangan dapat berjalan lancar. Tercatat, tujuh sampai delapan trip penyeberangan per hari. “Terkait adanya peringatan dini. Kami belum menerima surat resmi dari BMKG. Kami tetap pantau situasi terkini. Kalau berba-

haya, tentu akan kami tindak lanjuti,” kata Suardika. Bahkan, menurutnya kalaupun tidak ada surat atau imbauan, pihaknya tetap melihat setiap perubahan situasi di lapangan. Kalau saat pemantauan dirasakan situasi membahayakan, maka untuk penyeberangan tentu bisa dihentikan sementara. Tetapi, sejauh ini langkah tersebut belum dilakukan. Termasuk, koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida. Aktivitas penyeberangan sejak akhir tahun 2019 sampai awal tahun 2020 dikatakan tidak terlalu terjadi lonjakan penumpang. Hanya terjadi sedikit peningkatan saat menjelang Natal, karena

berbarengan dengan libur sekolah. Pihaknya memastikan, setiap perkembangan situasi di lapangan, terus dipantau. Hal itu penting, agar setiap penyeberangan speed boat, benar-benar aman. Termasuk kapasitas speed boatnya dipantau, agar tidak overload. Karena sangat berisiko ketika berada di tengah laut. Melihat realitas itu, bagi masyarakat yang hendak melakukan penyeberangan, pihaknya menegaskan masih aman, meski sementara BMKG wilayah Bali mengeluarkan peringatan dini. Dalam prakiraan cuaca yang dirilis pada laman resminya, disampaikan agar masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat. Khususnya di wilayah Bali bagian barat dan utara. Diperkirakan, tinggi gelombang laut dapat mencapai dua meter atau lebih di sekitar Laut Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan dan Samudera Hindia Selatan Bali. Ini sebagai bahan bagi masyarakat agar selalu memperhatikan aspek cuaca, sebelum memutuskan pebergian. Terlebih kalau itu lintas pulau. (gik)

OMBAK TINGGI - Deburan Ombak cukup tinggi di Pelabuhan Rakyat Tribuana, dilihat dari ponton penyeberangan Speed Boat Gangga.

Perbekel Desa Bunga Mekar, Wayan Yasa, mengatakan Basarnas berusaha keras mengevakuasi korban. Sebab, cuaca buruk di sekitar lokasi membuat Basarnas cukup kesulitan melakukan evakuasi. “Korban masih terombangambing digulung ombak. Lagi muncul, lagi tenggelam. Basarnas cukup kesulitan mengevakuasinya,” kata Yasa. Kepala Kantor Basarnas Bali, Hari Adi Purnomo, mengatakan proses pencarian korban itu cukup sulit. Selain upaya penyisiran, Kantor Basarnas Bali juga terus berkoordinasi dengan Polsek Nusa

Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, dan Kadus Penangkidan serta masyarakat setempat. Operasi SAR hari pertama yang dilakukan hingga pukul 18.20 Wita belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan Sulendra. “Pagi hari tadi tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran. Ada juga tim rescue dari Benoa yang bergerak ke lokasi menggunakan Rigid Inflatanle Boat (RIB),” jelasnya. Sebanyak 15 personel Basarnas, Dit Samapta Polda Bali, Polair Polres Klungkung dan dibantu warga

setempat melakukan penyisiran. Area pencarian itu dibagi menjadi 2 SRU, dimana luas area penyisiran menggunakan RIB sekitar 3.14 NM². Sementara beberapa boat warga melakukan pencarian di area seluas 2.17 NM². Akhirnya pada pukul 15.15 Wita korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Posisi ditemukannya korban berada di sebelah utara lokasi ia terjatuh, tepatnya koordinat 08°44’ 16.63” S - 115° 27’ 10.76” E, dan selanjutnya jenazah dibawa menuju ke Cristal Bay.

Seperti diberitakan sebelumnya, awalnya korban memancing ikan bersama anaknya, Kadek Gangga Asmara Putra (16). Tiba-tiba datang gelombang tinggi dan menghantam tubuh korban hingga mengakibatkan korban terjatuh ke laut. Setelah terseret ke laut lepas, korban sempat kelihatan berenang. Namun, karena gelombang besar korban terus terhempas terbawa arus. Sehingga mengakibatkan korban hilang dan tenggelam. Kasubag Humas Polres Klungkung, AKP Gede Putu Ardana, mengimbau agar warga senantiasa meningkatkan kewaspadaan agar tidak membahayakan diri sendiri. Terlebih ketika sedang beraktivitas di sekitar pantai dan tebing curam, di tengah cuaca buruk awal tahun 2020 ini. (kmb31)


Jumat Pon, 3 Januari 2020

Diguyur Hujan Lebat

Tebing di Dusun Sega Longsor Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem, Rabu (1/1) lalu menimbulkan bencana di Dusun Sega, Desa Bunutan, Karangasem. Tebing di dusun tersebut longsor hingga sempat mengganggu aktivias warga setempat. Badan jalan tertimbun material longsor, sehingga warga sempat tidak bisa lewat.

BERSIHKAN - Warga Dusun Sega, Desa Bunutan, Kabupaten Karangasem saat membersihkan material longsoran.

Bali Post/kmb41

Kadus Sega I Komang Kariana, Kamis (2/1) kemarin mengungkapkan, bencana longsor tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Sebelumnya, di desa setempat diguyur hujan lebat sekitar tiga jam. ‘’Akibat longsoran tersebut, kendaraan sempat tidak bisa lewat,’’ ujarnya. Kariana menambahkan, agar kendaraan bisa lewat, maka warga setempat membersihkan material longsoran itu secara swadaya. Hanya saja, pembersihan material tidak bisa diselesaikan hari itu mengingat hari semakin sore. ‘’Sekarang (kemarin - red) kendaran bisa lewat karena material di badan jalan sudah dibersihkan. Hanya saja, material yang ada di got masih tersisa sampai saat ini,’’ jelas Kariana. Sementara itu, Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan warga setempat untuk melakukan pembersihan material secara gotong royong, tanpa harus menunggu petugas BPBD. ‘’Kami sangat apresiasi warga langsung melakukan pembersihan pascalongsor. Tak hanya laki-laki, perempuan juga ikut mengevakuasi material,’’ katanya. Arimbawa menambahkan, potensi bencana tanah longsor hampir terjadi di semua kecamatan di Karangasem. Desa-desa yang berpotensi terjadi longsor tersebar di delapan kecamatan, di antaranya Kecamatan Rendang, Abang, Selat, dan Sidemen, Manggis dan Kecamatan Karangasem. ‘’Untuk di Kecamatan Selat, ada 8 desa. Sementara, Abang dan Bebandem masing-masing 7 desa, Karangasem 6 desa, Kubu 4 desa, Rendang 5 desa, dan Manggis 5 desa. Jadi, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada bencana tanah longsor. Terlebih, sekarang sudah sering turun hujan,’’ imbuhnya. Selain longsor, bencana pohon tumbang juga menghantui Karangasem. Untuk itu, pihaknya juga mengimbau warga yang memiliki pemukiman di bawah pohon supaya bisa memangkas pohonnya untuk mengurangi risiko bahaya. ‘’Kalau yang batangnya sudah lapuk bisa dipotong. Kalau untuk rantingnya bisa dipangkas agar tidak membahayakan,’’ tegas Arimbawa. (kmb41)

Golkar Tunggu Pengembalian Formulir Pendaftaran Amlapura (Bali Post) Tim penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari internal Partai Golkar sampai saat ini masih menunggu pengembalian formulir pendaftaran yang diambil tokoh masyarakat. Dari enam

yang mengambil, baru dua orang yang mengembalikan formulir pendaftaran tersebut. Ketua Tim Penjaringan Pilkada, I Wayan Sekep Ariana Manusabat, Kamis (2/1) kemarin mengatakan, hingga saat ini, baru dua orang yang telah mengemba-

likan formulir pendaftaran. Kata dia, dua orang tersebut, yakni I Wayan Artha Dipa dan I Gusti Ngurah Setiawan. ‘’Baru dua yang mengembalikan, sisanya belum. Kami kurang tahu kapan akan dikembalikan. Kami masih menunggu

sampai batas akhir waktu, yakni 9 Januari,’’ ucapnya. Sekep menambahkan, kalau nanti tidak mengembalikannya, maka pihaknya tidak akan memprosesnya lebih lanjut ke DPD I Golkar Bali dan DPP Partai. Pasalnya, bila tidak mengem-

balikan formulir, maka secara otomatis tidak akan diikutkan dalam survei oleh DPP. ‘’Sesuai juklak, bagi yang tidak mengembalikan tidak akan diproses. Artinya, mereka tidak disurvei tim dari DPP,’’ tegasnya. Untuk diketahui, enam orang

yang sebelumnya telah mengambil formulir pendaftaran di DPD Partai Golkar adalah IGA Mas Sumatri, I Wayan Artha Dipa, I Made Sukerana, I Nengah Sumardi, I Gusti Ngurah Setiawan, dan I Wayan Tama. (kmb41)

Kontainer dan Musim Hujan, Petani Kesulitan Produksi Garam Tempat Sampah Banyak Rusak Amlapura (Bali Post) Kontainer sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem banyak mengalami kerusakan. Kerusakan itu karena sudah termakan usia, sehingga dindingnya keropos dan berlubang. Tak hanya itu, sejumlah tempat pembuangan sampah yang ada di pinggir jalan juga banyak yang rusak. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem, I Gede Ngurah Yudiantara, mengungkapkan pihaknya memiliki 14 kontainer sampah. Dari jumlah itu, sebagian besar sekarang ini kondisinya sudah mengalami kerusakan. ‘’Bisa dibilang semua sudah mengalami kerusakan,’’ ujarnya belum lama ini. Yudiantara menjelaskan, tidak hanya itu yang

sudah mulai rusak akibat termakan usia, akan tetapi keberadaan tempat sampah yang ada di pinggir-pinggir jalan juga banyak yang mengalami hal serupa. Tempat sampah itu ada yang berlubang, sehingga ketika warga membuang sampah akan jatuh ke pinggir jalan. ‘’Kita memiliki sekitar 50 tempat sampah yang ditempatkan di pinggir jalan raya. Dari jumlah itu, sebagian besar juga sudah rusak. Tapi, sebelumnya kami sudah ganti sejumlah tempat sampah yang rusak dan diganti dengan yang baru dengan bantuan dari CSR,’’ katanya. Dia menerangkan, pihaknya terpaksa tidak melakukan pemeliharaan terhadap kontainer dan tempat sampah yang rusak. Sebab, tidak ada anggaran yang diplot untuk pemeliharaan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PETANI GARAM - Sejumlah petani garam di Amed, Karangasem saat memproduksi garam. Kini mereka kesulitan memproduksi garam akibat musim penghujan.

2019, Angka Kecelakaan Meningkat Signifikan

Bali Post/kmb41

TEMPAT SAMPAH - Salah satu tempat sampah yang sebelumnya rusak, kini sudah diganti dengan yang baru.

Amlapura (Bali Post) Jumlah angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatanan yang cukup signifikan. Peningkatan lakalantas tersebut, disebabkan beberapa faktor, salah satunya kelalaian pengendara. Hal ini dibenarkan Kasat Lantas Polres Karangasem AKP Ida Ayu Kalpika, Kamis (2/1) kemarin. AKP Kalpika mengatakan, dibandingkan tahun 2018, jumlah angka kecelakaan mengalami peningkatan di tahun 2019. Pada 2018, terjadi kasus kecelakaan 279 kejadian. Namun, di tahun 2019, meningkat menjadi 410 kasus. “Untuk luka ringan sebanyak 433 orang, naik men-

jadi 586 orang di tahun 2019. Kemudian luka berat dari 18, turun menjadi 11 orang. Selanjutnya korban meninggal dunia, dari 29 orang, naik menjadi 35 orang,” bebernya. Banyak faktor yang memicu terjadinya lakalantas tersebut. Mulai dari out of control, kecepatan tinggi, ruas jalan yang tidak rata, kurangnya lampu penerangan jalan, termasuk tumpukan material yang ditaruh masyarakat di pinggir jalan raya. “Faktor jalan rusak memang bukan menjadi faktor utama. Tapi, lebih kepada kecepatan pengendara di jalan raya,” katanya. Untuk tahun 2020, pihaknya ingin kasus lakalantas di Karangasem bisa

ditekan. Guna dapat merealisasikan target itu, pihaknya bakal gencar melakukan sosialisasi secara humanis untuk selalu mengedukasi masyarakat agar senantiasa mau tertib berlalu lintas di jalan raya. “Korban yang meninggal akibat laka lantas juga bertambah dari tahun lalu. Kami harap, upaya yang dilakukan mampu menekan angka kecelakaan tahun ini. Karena kami tak ingin banyak nyawa melayang siasia di jalan raya,” tegas AKP Kalpika. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Petani garam Amed di Banjar Dinas Lebah, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem belakangan ini mulai kesulitan untuk memproduksi garam. Penyebabnya, saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga petani kesulitan mendapatkan sinar matahari dalam memproduksi garam. Ketua kelompok petani garam Banjar Lebah, I Nengah Suanda, Kamis (2/1) kemarin mengungkapkan, belakangan ini petani mulai kesulitan untuk memproduksi garam secara maksimal. Sebab, saat ini sudah mulai turun hujan, sehingga kesulitan untuk mendapatkan sinar matahari. ‘’Pembuatan garam masih memakai cara tradisional, yakni mengandalkan terik matahari. Kalau tidak ada matahari, maka sulit memproduksi garam,’’ ucapnya. Suanda menambahkan, hal seperti ini hampir dirasakan setiap tahun oleh petani ketika memasuki musim penghujan. Untuk itu, petani telah menyiasati dengan mengkebut produksi di tahun 2019 lalu, sehingga stok di tahun 2020 aman. ‘’Hasil produksi garam tahun lalu mencapai 40 ton. Jadi aman untuk memenuhi sampai akhir tahun,’’ jelasnya. Dia menjelaskan, stok garam yang tersedia nantinya diprioritaskan untuk pemesan rutin seperti hotel dan restoran, termasuk ritel. ‘’Kami utamakan untuk lang ganan. Sejauh ini, permintaan garam Amed masih stabil,’’ jelas Suanda. (kmb41)


Jumat Pon, 3 Januari 2020

Dana Desa untuk Bangli Naik Rp2 Miliar Bangli (Bali Post) Dana Desa (DD) yang akan dikucurkan Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Bangli tahun 2020 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Masing-masing desa mendapat alokasi DD dengan nilai berbeda-beda. Paling besar diterima Desa Songan B, Kintamani dengan nilai di atas Rp2 miliar. Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menyebutkan besaran DD yang akan diterima Bangli tahun 2020 mendatang, yakni mencapai Rp63,4 miliar lebih. Jumlah tersebut naik Rp2 miliar dibandingkan tahun 2019 yang hanya Rp61,3 miliar. Dana desa akan dibagikan untuk 68 desa di Bangli. Dari 68 desa itu, Desa Songan B, Kintamani menjadi desa yang paling besar menerima dana desa, yakni mencapai Rp2,1 miliar. Sedangkan desa yang dialokasikan menerima DD terkecil, yakni Desa Batukaang dengan nilai Rp754,7 juta. Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli, Dewa Bagus Riana Putra, mengatakan pengalokasian DD untuk masing-masing desa, sudah ada ketentuannya. Besarannya ditentukan alokasi dasar, seluruh desa di Indonesia mendapatkan besaran DD yang sama. Kemudian besar kecilnya DD ditentukan berdasarkan alokasi formula. Indikatornya meliputi jumlah penduduk, penduduk miskin, luas wilayah dan lainnya. Selain itu besar kecil DD yang diterima desa itu, ditentukan juga dengan alokasi kinerja. Sebelumnya kata Bagus Riana Putra, semakin besar penduduk miskin suatu daerah, hal itu menjadi ukuran semakin besar desa tersebut mendapatkan DD. Sekarang pemberiannya juga diukur dengan kinerja. “Salah satu indikatornya adalah upaya desa menurunkan angka kemiskinan hingga peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) itu menjadi indikator sebuah kinerja,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, sesuai ketentuan DD yang dikucurkan ke desa-desa, maka DD itu hanya boleh dimanfaatkan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Memang dibolehkan untuk program pembangunan fisik dan infrastruktur. Namun diharapkan pembangunan fisik itu bisa menunjang dan juga menjadi sumber peningkatan PAD. (kmb40)

Soal Paket Calon, Golkar Berharap Rekomendasi Turun Secepatnya Bangli (Bali Post) DPD II Partai Golkar Bangli telah mengirim dua nama paket pasangan calon yang telah memenuhi persyaratan ke DPP melalui DPD I Partai Golkar Bali. Dua nama paket itu, yakni I Made Subrata-Ngakan Kutha Parwata dan Ida Bagus Gde Giri Putra-Sang Putra Erawan. Golkar Bangli berharap, rekomendasi dari DPP itu bisa turun secepatnya. Supaya kandidat lebih bisa bekerja keras dan mereka punya ruang waktu lebih banyak melakukan konsolidasi dan sosialisasi ke masyarakat. Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Partai Golkar Bangli, Nyoman Budiada, Kamis (2/1) kemarin mengatakan, pascaditutupnya tahap penjaringan, pihaknya telah menggelar rapat pleno 28 Desember 2019 lalu. Kemudian tanggal 30 Desember, nama-nama paket yang sudah ditetapkan memenuhi persyaratan, dikirim ke DPD I untuk dilanjutkan ke DPP guna mendapatkan rekomendasi. Sebelum mengeluarkan rekomendasi, rencananya DPP akan mengadakan survei untuk mengukur elektabilitas masing-masing paket pasangan bakal calon di Bangli. Jika hasil survei itu nantinya menunjukan kedua pasangan bakal calon itu sama-sama kuat, maka kemungkinan rekomendasi akan diprioritaskan untuk kader. Sebaliknya jika hasil survei itu menunjukkan kekuatan kader itu kecil sekali, maka akan dipilih calon lain. Budiada mengaku tidak tahu secara pasti kapan rekomendasi dari DPP itu turun. Kemungkinan rekomendasi paslon di Bangli akan lebih cepat keluar dari kabupaten lain yang juga menyelenggarakan pilkada. Sebab, Partai Golkar Bangli, menjadi atensi nasional dalam pelaksanaan pilkada kali ini. Pihaknya sangat berharap rekomendasi dari DPP itu bisa secepatnya turun. “Intinya saya sebagai ketua tim penjaringan di Bangli, memohon agar prosesnya dipercepat. Supaya kandidat lebih awal bisa bekerja keras. Mereka punya ruang waktu lebih banyak untuk konsolidasi dan sosialisasi kepada masyarakat seluruh Bangli,” ujar politisi Golkar yang menjabat Wakil Ketua DPRD Bangli ini. Disinggung rencana membangun koalisi, Budiada mengatakan pihaknya akan sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan pimpinan parpol lain di Bangli. Baik itu Partai NasDem, Demokrat, dan Hanura yang selama ini sudah pernah diajak koordinasi. “Secepatnya, proses pencalonan kan sudah selesai. Nah, sekarang tinggal proses koalisi saja. Paket calonnya sudah kelihatan. Sekarang kita tinggal menentukan konsepnya. Atas keinginan kita bersamalah membangun Bangli lebih baik dan maju,” imbuhnya. (kmb40)

PENELOKAN - Wisatawan menikmati pemandangan di Penelokan, Kintamani.

Asita Sayangkan Kenaikan Tiket Wisata Tak Disosialisasikan

Bangli (Bali Post) –

Association of Indonesian Travel Agency (Asita) Bali kecewa dengan kenaikan tiket masuk ke sejumlah objek daya tarik wisata (DTW) yang mulai diberlakukan Pemkab Bangli per 1 Januari. Masalahnya, Asita mengaku tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya terkait hal itu. Apalagi kenaikan harga tiket itu justru membuat kaget wisatawan yang berkunjung ke DTW Penelokan saat libur tahun baru, Rabu (1/1) lalu. Sekretaris Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia/Asita Bali, Putu Winastra, Kamis (2/1) kemarin mengungkapkan, sebelumnya tidak ada pemberitahuan apapun dari Pemkab Bangli terkait kenaikan tiket wisata. Pihaknya pun telah mencoba menghubungi pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli untuk konfirmasi perihal kenaikan tiket. “Katanya surat sosialisasinya sudah dikirim lewat pos, faksimile, tetapi kenyataannya kami di DPD Asita sampai hari ini tidak

ada menerima apa-apa. Kemudian katanya besok akan dikirimkan SK soal kenaikan tarifnya, lalu buat apa? Sedangkan kenaikannya kan sudah berjalan per 1 Januari,” ungkap Putu Winastra tidak habis pikir. Winastra benar-benar kecewa dengan sikap Disparbud. Dia menilai Disparbud seolah-olah tidak membutuhkan keberadaan Asita. Winastra menegaskan, pihaknya di Asita sejatinya tidak pernah alergi terhadap kenaikan tarif retribusi wisata. Kalaupun ada kenaikan tiap tahun, baginya hal

Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng, mengatakan pening-

katan jumlah kunjungan itu terus terjadi setiap tahunnya. Sebelumnya jumlah kunjun-

juga ada yang kaget dengan adanya kenaikan harga tiket itu. “Mungkin karena sosialisasinya yang masih kurang,” jelasnya. Dikatakan, sebelum diberlakukan kenaikan tiket, sudah sempat disosialisasikan Disparbud melalui selebaran. Namun menurutnya, sosialisasi itu tidak menjangkau semua wisatawan. “Makanya ada beberapa wisatawan kaget dengan kenaikan tiket itu,” imbuhnya. Diungkapkannya, pada libur tahun baru kemarin total jumlah wisatawan asing yang berkunjung mencapai 1.250 orang, sedangkan wisatawan domestik 1.054 orang. Angka itu meningkat dibandingkan libur tahun baru 2019 lalu yang hanya 515 orang wisatawan asing dan 335 wisatawan domestik. (kmb40)

Rendah, Kesadaran Masyarakat Urus Akta Kematian

Kadus Diminta Intens Data Warga yang Meninggal Bangli (Bali Post) – Kesadaran masyarakat Bangli mengurus akta kematian cukup rendah. Terlebih sejak dihapuskannya pemberian dana duka oleh pemerintah. Agar data kependudukan valid, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli terus mendorong perbekel/kepala dusun agar aktif mendata warga yang sudah meninggal. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bangli, Nyoman Sumantra, Kamis (2/1) ke-

marin mengatakan, saat ini masih banyak warga yang enggan mengurus akta kematian anggota keluarganya yang telah meninggal dunia. Warga biasanya mau mengurus akta kematian kalau pelayanannya dibantu/difasilitasi petugas di desa seperti perbekel dan kadus. Diungkapkannya, dulu pemerintah Kabupaten Bangli pernah menyediakan dana duka dengan besaran sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk warga yang memiliki anggota keluar-

Kunjungan Wisatawan ke Penglipuran Tembus Dua Ratus Ribu Lebih KUNJUNGAN wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran tak pernah sepi. Sepanjang 2019, jumlah kunjungan wisatawan ke Penglipuran tercatat menembus angka 262.401 orang. Jumlah itu meningkat hingga dua puluh ribu lebih dari tahun sebelumnya. Aktivitas apa dilaksanakan sebagai bagian strategi efektif, sehingga menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan meningkat ke Penglipuran?

itu tidak masalah. Asalkan kenaikan tarif itu disosialisasikan dan diinformasikan jauh-jauh hari. “Sebenarnya kami selalu siap kalau diajak diskusi termasuk perihal kenaikan tiket. Tetapi selama ini pengelola pariwisata (Disparbud) menaikan retribusi itu seenak udelnya. Itu yang sangat kami sayangkan,” tambahnya serius. Kini ia pun mengaku tak bisa bicara dan berbuat banyak dengan adanya pemberlakuan kenaikan tiket tersebut. Mau tak mau, pihaknya harus menerima risiko meru-

gi. Sebab sebelum adanya kenaikan tiket tersebut, Asita sudah membuat kontrak/ menjual paket perjalanan wisata di tahun 2020 dengan tarif retribusi lama. Untuk menekan kerugian, pihaknya semaksimal mungkin berupaya mengalihkan tempat kunjungan wisatawan. “Semaksimal mungkin kita alihkan. Tapi karena sudah masuk program, karena itu agak susah kami alihkan. Terkecuali perjanjian yang belum lama, maka bisa kami alihkan ke objek yang lain,” imbuhnya. Sekretaris Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) Dewa Ketut Setia Darma mengungkapkan, pemberlakuan kenaikan tiket pada hari pertama 1 Januari lalu menuai sedikit keluhan dari wisatawan utamanya domestik. Beberapa wisatawan

gan berada di angka puluhan ribu. Namun, dalam lima tahun terakhir ini, meningkat hingga ratusan ribu. ‘’Tahun 2018, angka kunjungan 240.718 orang. Tahun ini sampai tanggal 28 Desember sudah mencapai 262.401 orang,’’ ungkapnya belum lama ini. Sesuai data yang ada, tingkat kunjungan ke Pengli-

PENGLIPURAN - Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran.

puran dari tahun ke tahun selalu didominasi wisatawan domestik. Pada tahun ini, misalnya, jumlah kunjungan wisatawan domestik sebanyak 204.039 orang, sementara wisatawan asing 58.362 orang. Peningkatan kunjungan wisatawan itu, kata Moneng, tidak terlepas dari kegiatan yang dilaksanakan untuk menarik minat wisatawan datang ke Penglipuran. Salah satunya Penglipuran Village Festival (PVF). Selama pelaksanaan PVF VII yang dibuka sejak 9 Desember lalu, ratarata kunjungan wisatawan per harinya mencapai 1.5002.000 orang. Meningkat dari hari biasanya yang hanya 700 orang per satu hari. Pada pelaksanaan PVF VII ini pihaknya menargetkan tingkat kunjungan 13.500, naik 10 persen dari target pelaksanaan PVF tahun sebelumnya. Alasan peningkatan target kunjungan lantaran PVF VII digelar lebih lama dari tahun sebelumnya. PVF VII rencananya ditutup tanggal 30 Desember. ‘’Kami perkirakan jumlah kunjungan saat hari tahun baru mencapai 4 ribu orang,’’ imbuh Moneng. (ina)

ga telah meninggal dunia. Diakuinya dana duka itu mampu meningkatkan partisipasi masyaraka mengurus akta kematian. “Tapi sejak beberapa tahun terakhir ini dana duka itu sudah tidak ada lagi,” ujarnya. Masih banyaknya warga yang enggan mengurus akta kematian itu, katanya, berdampak pada tidak validnya database kependudukan di Kabupaten Bangli. Sebab sepanjang akta kematian itu belum diurus, maka warga yang meninggal itu masih tercatat sebagai penduduk.

Data kependudukan di Bangli agar bisa valid, pihaknya selama ini telah meminta seluruh perangkat desa di Bangli untuk terus menyadarkan warganya dan memfasilitasi kepengurusan akta kematian terhadap warga yang sudah meninggal. Sesuai UU 24 Tahun 2013 tentang Adminduk, kata Sumantra kewajiban mengurus akta kematian ada di RT/RW. Kalau di Bali sepadan dengan kepala dusun. “Kaduslah sesungguhnya yang harus mendata dan

melaporkan kalau ada penduduk meninggal,” ujarnya. Laporan dapat disampaikan secara kolektif. Tidak perlu satu per satu. Mantan Kadisdikpora itu mengatakan, sejauh ini sudah cukup banyak perbekel/kadus yang menyikapi permintaannya itu. “Kami berharap seluruh kadus untuk intens melakukan validasi kependudukan. Sehingga data kependudukan bisa valid. Apalagi sekarang ada dua event besar, pilkada dan juga sensus penduduk,” pungkasnya. (kmb40)


Jumat Pon, 3 Januari 2020

Drainase di Lovina Diduga Tercemar Limbah Singaraja (Bali Post) Drainase di kawasan wisata Lovina, Buleleng belakangan ini dikeluhkan wisatawan. Pasalnya, genangan air di darinase itu diduga tercemar limbah restoran dan hotel. Tidak ingin masalah itu makin parah, pemerintah daerah melakukan penanganan. Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng, Gede Suyasa, belum lama ini mengatakan, untuk mengatasi dugaan pencemaran itu, pemkab akan melakukan penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek, Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) diinstruksikan menyedot limbah cair tersebut agar tidak menggenang. Penyedotan dilakukan rutin jika ada genangan limbah yang terjadi di saluran drainase tersebut. ‘’Penyedotan ini dilakukan simultan. Begitu ada air tergenang akan di-

lakukan penyedotan dengan cepat agar tidak mencemari lingkungan dan juga tidak menggangu pemandangan di kawasan Lovina itu,’’ katanya. Sementara jangka panjangnya, Suyasa menyebut akan memantau langsung izin lingkungan yang dimiliki pengusaha di kawasan tersebut. Pihaknya juga akan memantau pengusaha yang memiliki izin apakah sudah menerapkan ketentuan izin UKL-UPL. Jika terjadi pelanggaran, pemerintah akan menurunkan tim yustisi untuk melakukan tindakan tegas. ‘’Setelah dilakukan pendataan, dan pendekatan kita akan lihat responsnya. Kalau masih membandel akan diberikan peringatan, namun kalau masih tidak mengindahkan aturan tentunya akan dilakukan evaluasi terhadap izin usaha tersebut,’’ jelasnya. Kepala Dinas Lingkun-

pala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng Ketut Suparto. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, dalam waktu dekat ini akan menandatangani surat keputusan (SK) untuk menunjuk pelaksana tugas (Plt). Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng, Gede Wisnawa, Kamis (2/1) kemarin mengatakan, tiga pejabat eselon II itu tidak aktif menjabat tepat mulai 1 Januari 2020. Sebelum mengakhiri masa tugasnya itu, ketiganya sudah dipanggil Bupati. Pada intinya, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih terhadap kinerja ketiga “pembantunya”

Bali Post/kmb38

TERCEMAR - Drainase di kawasan Wisata Lovina tercemar. gan Hidup (DLH) Putu Ariadi Pribadi mengatakan, ada 23 usaha restoran, hotel dan artshop yang didiga membuang limbah di drainase tersebut. Dari 23 usaha tersebut, 6 usaha yang memiliki izin ling-

itu. Tidak lupa pemerintah daerah masih mengharapkan partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah purnatugas untuk menyukseskan program pembangunan di daerah. “Per 1 Januari ketiganya sudah tidak aktif dan sesuai arahan pimpinan siapapun ASN yang sudah pensiun masih diperlukan partisipasinya untuk menyukseskan program pembangunan di daerah,” katanya. Di sisi lain, Wisnawa menyebutkan, menghindari kekosongan jabatan yang terlalu lama, pihaknya sudah menyusun draf SK yang mengatur penunjukan Plt. Dalam waktu dekat ini Bupati resmi menunjuk Plt. sampai nantinya akan dilakukan mutasi dan pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Buleleng. Dari draf itu, Bupati dipastikan menunjuk Sekretaris Di-

Karyawati u/Gdg pakaian Jl.Gatsu Brt 99X. 08123927619/413291

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

B.BP.001.01.20.0000027

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dicari Admin & Desainer Grafis Hub: 087 861 340 445 B.BP.001.12.19.0000709

Dcr PRT wnt tgl.dlm Gj. 2 Jt serius kerja,Telp.087734684240

Dicr:Sarjana Akuntansi berpglm min 3th H.085100636609

Dcr karywn/ti Lssan SMP/Sdrjt P.menarik Usia 25-30th.Lamaran segera bw langsung Jl.Trompong No.25 Dps Timur Hub.0818797504

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.004.01.20.0000024

B.BP.001.01.20.0000021

G.01

B.BP.001.01.20.0000009

Ditemukan Produk Pangan Kedaluwarsa

Singaraja (Bali Post) -

kungan berupa UKL-UPL, yakni Dokumen Lingkungan Hidup. Dokumen ini akan menjabarkan proses pembangunan infrastruktur usaha baik bangunan, instalasi pabrik, dan usaha lain. (kmb38)

Tiga Pejabat Eselon II Pensiun Singaraja (Bali Post) Mengawali tahun 2020, tiga pejabat eselon II setingkat kepala dinas memasuki masa pensiun. Tiga pejabat itu masing-masing Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Gede Komang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Drh. Nyoman Surya Temaja, dan Ke-

Sidak Loka POM

Dijual Tnh 5are Sukasada Bllg Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.082236881191/081805374433 B.BP.004.11.19.0000744

Djl Swh Ls.30are 50jt/are nego Lok.Penebel Tbn,081387899056 B.BP.001.01.20.0000016

Tanah 2,5are Sesetan DukuhSari 850jt global Hub.082144442900 B.BP.001.01.20.0000032

Tnh 2A Tk.Unda Gg.III/10A Renon H.1M/A,0811387484,08123928624 B.BP.001.01.20.0000022

LOKER

RUPA-RUPA

BIRO JASA

RUPA-RUPA

DIJUAL RUMAH

nas (Sekdis) di tiga lembaga tersebut untuk diberikan tugas tambahan sebagai Plt. Terkait kemungkinan akan dilakukan lelang jabatan, mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng ini menyebut, hal itu bisa saja dan itu tergantung kebijakan pimpinan daerah. Kalau tidak ada halangan, lelang jabatan ini akan dilakukan setelah digulirkan mutasi dan pengisian jabatan yang selama ini lowong. Selain tiga pejabat eselon II, sejumlah pejabat eselon III atau setara dengan Kepala Bagian (Kabag), Sekretaris Dinas, dan Camat juga telah menginjak masa pensiun. Beberapa pejabat tersebut seperti Desak Putu Rupadi (Kabag Ekonomi dan Pembangunan, Setda Buleleng), dan Camat Banjar Gede Darmawan. (kmb38)

Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Buleleng menggelar inpeksi mendadak (sidak) peredaran produk pangan pascaperayaan Natal dan Tahun Baru 2020 di Lovina dan Seririt, Kamis (2/1) kemarin. Hasilnya, ditemukan produk pangan dengan label edar yang sudah kedaluwarsa. Selain itu, beberapa produk pangan beku yang dikemas kembali tanpa dilengkapi dengan izin edar. Atas temuan tersebut, Loka POM belum memberikan sanksi hukum, namun hanya memberikan edukasi kepada pihak penjual produk pangan tersebut. Kepala Loka POM Buleleng, Made Ery Bahari Hantana, mengatakan, sidak kemarin dilancarkan serentak di seluruh jajaran Loka POM di Indonesia. Ini untuk mengantisipasi peredaran produk pangan ilegal yang membahayakan kesehatan manusia. Tim Loka POM menyasar salah satu supermarket di kawasan wisata Lovina, Kecamatan Buleleng. Di lokasi ini, sejumlah produk pangan berupa daging beku dan buah Jaitun yang sudah diawetkan dilakukan pengemasan (repacking - red) oleh pengelolanya. Sayangnya, produk pangan yang di-repacking itu tanpa dilengkapi dengan label edar. Umumnya produk pangan yang sudah diawetkan kalau di-repacking berisiko terkontaminasi penyakit akibat perlakuan yang kurang tepat. “Di supermarket itu pengelolanya mendatangkan produk pangan dalam jumlah besar, kemudian diecer, sehingga dilakukan repacking. Regulasi sudah mengatur kalau produk pangan yang dikemas kembali wajib ada label edarnya,” katanya. Ery menyebut perilaku tersebut kebanyakan karena ketidaktahuan pengelola supermarket atau pihak suplayer. Terhadap hal itu pihaknya belum memberikan sanksi hukum. Sebaliknya, POM memberikan pemahaman agar aturan repacking produk pangan wajib mengurus izin label edar dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Selain itu, pengelola tidak diizinkan melakukan repacking produk

tanpa melalui uji dari BBPOM. Sementara produk yang telanjur di-repacking itu diperintahkan ditarik dan dikembalikan kepada pihak suplayer. Sementara itu, hasil sidak di Seririt, Ery mengaku, timnya menemukan produk pangan yang dipasok oleh suplayer label izin edarnya kedaluwarsa. Ini ditemukan pada bahan pangan untuk campuran pembuatan kue, cokelat bubuk, dan kentang beku. Menariknya, setelah ditelusuri, masa berlaku label edar pada kemasan produk pangan itu telah melewati batas

yang ditentukan. Tak hanya itu, Ery menyebut di lokasi yang sama timnya juga menemukan produk pangan dengan label edar yang ditulis sendiri. Padahal, produk pangan ketika akan mendapatkan izin label edar ditulis oleh BBPOM sebagai lembaga yang menyatakan produk pangan layak dikonsumsi. “Di Seririt juga kami temukan produk pangan dalam jumlah banyak, setelah kita cek izin edarnya kedaluwarsa. Ada juga izin edar fiktif,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

SIDAK - Loka POM Buleleng menggelar sidak produk pangan pasca-Natal dan Tahun Baru di Lovina dan Seririt, Kamis (2/1) kemarin.


Jumat Pon, 3 Januari 2020

Kendaraan Keluar Bali Padat Dua Hari Mobil Capai 6.483 Unit

Negara (Bali Post) Arus kendaraan yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (1/1) hingga Kamis (2/1) dini hari padat. Kendaraan pribadi khususnya roda empat sejak Rabu sore berdatangan hampir bersamaan dari arah Denpasar. Puncaknya terjadi menjelang malam hari, sehingga arus kendaraan mobil pribadi dialihkan ke gang-gang di Gilimanuk. Selama dua hari itu sebanyak 6.483 mobil keluar Bali.

Bali Post/olo

PADAT - Situasi di Gilimanuk pada Rabu (1/1) petang sehari setelah perayaan malam pergantian tahun dipadati kendaraan wisatawan yang keluar Bali.

Tiga Pejabat Segera Pensiun

Bupati Artha akan Bentuk Tim Seleksi Negara (Bali Post) Memasuki awal tahun 2020 sejumlah kursi jabatan eselon II di Pemkab Jembrana kosong. Sekurangnya ada tiga jabatan setingkat kepala dinas yang pensiun di awal tahun ini. Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan untuk pengisian akan segera dilakukan. Tetapi, dalam pengisian jabatan itu nantinya melalui seleksi seperti sebelum-sebelumnya. ‘’Segera kita isi, terutama yang terkait pelayanan. Tim seleksi segera dibentuk,’’ terang Bupati Artha. Menurutnya, pengisian ini melibatkan tim yang nantinya juga melibatkan Sekda Jembrana dan Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dari informasi sedikitnya ada tiga kursi jabatan yang ditinggalkan karena masuk masa pensiun pada awal tahun 2020 ini. Di antaranya Dinas Dafdukcapil, Satpol PP dan Staf Ahli Bupati. Sehingga minimal pada bulan Maret nanti sudah ada pengganti untuk mengisi kursi jabatan yang ditinggalkan tersebut. Beberapa di antaranya yang nantinya akan mengisi kursi jabatan itu merupakan promosi, namun tak menutup kemungkinan mutasi. Untuk di Dinas Dafdukcapil, yang sudah pensiun untuk sementara digantikan pelaksana tugas (PLT) yakni Sekretaris Dinas I Made Cindrayasa. Sementara untuk Staf Bupati masih kosong. Dari informasi perekrutan eselon II ini nantinya selain tes seleksi juga akan berujung persetujuan dari Bupati Jembrana selaku pimpinan daerah. (kmb26)

I Putu Artha

‘’Kita sudah atur di dalam juknis itu, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh. Untuk mengoptimalkan ini, kita akan melakukan pembinaan dan pengawasan,’’ imbuh mantan Kadisdukcapil dan KB Provinsi Bali ini. Menurut Kartika, desa adat boleh saja melakukan pungutan terkait bagian dari desa adat itu yang memang dimanfaatkan masyarakat umum. Namun, harus memi-

Kejaksaan dan Polres Nunggak Satu Kasus Negara (Bali Post) Penanganan kasus korupsi, baik penyelidikan yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana maupun Tipidkor Polres Jembrana selama setahun ini masih nunggak satu kasus yang belum rampung. Di Polres Jembrana, bila dibandingkan tahun 2018, ada peningkatan. Dari empat perkara yang diselidiki tahun 2019 ini, sudah tiga perkara masuk persidangan yakni santunan kematian. Sebelumnya di tahun 2018 dari dua laporan, satu yang sudah selesai hingga persidangan. Sedangkan di Kejari Jembrana, dari satu perkara yang diselidiki saat ini belum

lanjut ke Pengadilan yakni terkait LPD di Tuwed. Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa didampingi Kasat Resksim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita mengatakan, tahun 2019 dari empat laporan kasus tindak pidana korupsi sudah selesai tiga kasus yakni Santunan Kematian. Satu kasus saat ini masih dilakukan penyelidikan dan menjadi tunggakan. Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra mengatakan saat ini kasus dugaan korupsi terkait Lembaga Perkreditan Desa (LPD) masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara. ‘’Kita masih

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Nincapang Srada Bakti Krama Desa (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Hanoman (1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop

Punggung 09:30 Wita Bali TV Shop Kalung Ongkara 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali TV Shop Lutut 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Nincapang Srada Bakti Krama Desa (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali

menunggu audit dari lembaga independen,’’ ujarnya, Kamis (2/1) kemarin. Kasus dugaan korupsi ini sudah diselidiki sejak tahun 2018 oleh Kejari Jembrana. Dan saat ini terkait audit dilakukan guna menentukan nilai kerugian negara. Diakui memang perlu waktu karena laporan keuangan yang diperiksa hingga beberapa tahun. Dugaan penyimpangan di LPD Tuwed diawali adanya nasabah yang tidak bisa mengambil uang tabungan mereka di LPD. Diduga ada oknum yang menjadikan kondisi LPD tersebut bermasalah dengan adanya penyimpangan dana LPD. (kmb26)

Ketut Gede Adi Wibawa

Ivan Praditya Putra

Sebagai kado awal tahun, Gubernur Wayan Koster juga menaikkan tunjangan bagi jajaran birokrasi Pemprov Bali dengan besaran bervariasi. Peningkatan tunjangan cukup signifikan diberikan kepada guru yang belum tersertifikasi, dari yang sebelumnya hanya memperoleh Rp250 ribu dinaikkan bervariasi sesuai tingkat menjadi Rp3,6 juta hingga Rp4,7 juta. Namun pada kesempatan itu juga Gubernur Koster secara terbuka menyampaikan raport kinerja OPD Pemprov Bali. Dari penilaian kinerja yang dinilai kurang bagus hingga luar biasa. Bahkan, Gubernur Koster langsung memberikan teguran terhadap sejumlah kepala OPD Pemprov Bali yang kinerjanya kurang optimal. Kemudian memberikan apresiasi kepada kepala OPD

yang kinerjanya berprestasi. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji/Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas kali ini serangkaian dengan perampingan dan perubahan nomenklatur sejumlah OPD Pemprov Bali. OPD yang sebelumnya berjumlah 49 menjadi 41. Pejabat yang dilantik terdiri dari 24 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 140 orang Pejabat Administrator dan 407 orang Pejabat Pengawas. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wakil Ketua DPRD Bali Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. (kmb)

Luar Biasa

Sementara untuk regulasi berupa peraturan daerah, Gubernur Koster menyebut Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat Bali juga mendapat sambutan luar biasa dan menjadi pemantik bagi sejumlah daerah untuk merancang produk hukum serupa. Regulasi lainnya yang mendapat atensi Gubernur Koster adalah Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali dan Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS). Menurutnya, kedua aturan ini sangat bagus tetapi belum berjalan dengan optimal.

Untuk itu, tahun ini dia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak lebih masif dalam mengawal pelaksanaan regulasi yang sudah diundangkan, baik itu berupa perda maupun pergub. Selain mengawal pelaksanaan regulasi, dalam arahannya Gubernur juga menguraikan fokus pembangunan setahun ke depan. Di bidang energi, ia ingin segera mewujudkan Bali mandiri energi melalui penggunaan energi terbarukan dan pengoptimalan penggunaan kendaraan listrik. Pada sektor ekonomi, ia fokus pada upaya membangkitkan produk lokal Bali, seperti minuman khas Bali yaitu arak. Sedangkan dalam bidang kesehatan, ia akan fokus pada upaya pengembangan pengobatan tradisional. ‘’Kita

Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali I Made Gunaja menegaskan akan membuat roadmap rencana riset lima tahun ke depan sesuai visi-misi gubernur. Ini tidak lepas dari tugas Badan Riset dan Inovasi Daerah untuk melakukan riset, penelitian dan pengkajian terhadap kegiatankegiatan yang menimbulkan inovasi. ‘’Sebagai contoh, kajian analisis input-output berapa sih kita harus menyiapkan produk pertanian yang ada di Bali, kapasitas lahan kita untuk mem-

produksi seperti apa, berapa yang keluar Bali, berapa yang masuk ke Bali,’’ ujar mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali ini. Menurut Gunaja, penyiapan roadmap nantinya melibatkan perguruan tinggi di Bali untuk melahirkan data yang valid dan terukur melalui riset. Hasilnya diharapkan bisa memunculkan inovasi serta berdampak secara masif dan bermanfaat untuk masyarakat, sehingga hasil riset atau kajian tidak terbatas menjadi dokumen saja. (kmb32)

Jumat, 3 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

antrean hingga keluar Pelabuhan Gilimanuk juga berkurang. ‘’Kita alihkan di gang-gang. Tapi tidak sampai menumpuk di Terminal Kargo. Hanya di tiga gang itu saja padat,’’ ujar Kapolsek Gilimanuk Kompol Gusti Nyoman Sudarsana. Sementara itu dari data yang dihimpun di ASDP Cabang Ketapang, jumlah kendaraan yang melintas melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai enam ribu unit mobil dan tiga ribu unit sepeda motor. Untuk penumpang jumlah yang menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk sejak Rabu (1/1) hingga Kamis (2/1) mencapai 53.926 orang, jumlah itu naik 28 persen dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama yakni 42.056 orang. Untuk persentase, jumlah kendaraan roda dua naik 2 persen dari sebelumnya tahun 2018, 3.560 unit, tahun ini 3.630 unit. Untuk roda 4 atau mobil naik 44 persen dari sebelumnya 4.497 unit, saat ini mencapai 6.483 unit. Begitu halnya dengan bus naik 17 persen dari sebelumnya tahun 2018 472 unit, kini tahun 2019 ada 552 unit yang menyeberang ke Jawa dari Bali. (kmb26)

Soal Korupsi

Lakukan Pembinaan liki dasar hukum yang jelas seperti pararem. Kemudian, petugas yang memungut juga harus dilengkapi dengan surat keputusan dan surat tugas yang jelas. ‘’Kalau itu sudah ada, apa pun yang dilakukan oleh desa adat itu sah, boleh,’’ jelasnya. Kartika menambahkan, pihaknya juga akan bermitra dengan Majelis Desa Adat untuk melihat satu per satu awig-awig dan pararem agar jangan sampai ada yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, Kepala

Kapolsek Kawasan Gilimanuk Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana, Kamis pagi, membenarkan adanya peningkatan kendaraan yang menyeberang ke Ketapang. Kendaraan yang sebagian besar dengan nomor polisi luar Bali ini sudah terlihat padat sejak pukul 17.00 Wita dan terus bertambah sehingga jalur utama ke Pelabuhan Gilimanuk padat. Guna mengurangi itu, petugas yang dipimpin langsung Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa melakukan pengalihan arus lalu lintas sesuai rekayasa lalu lintas yang dirancang sebelumnya. Untuk mobil pribadi diarahkan masuk ke Terminal Kargo di Gelung Kori. Kemudian berlanjut diarahkan oleh petugas ke ganggang permukiman yang mengarah pelabuhan. Sedangkan kendaraan jenis lainnya seperti sepeda motor, truk, bus dan kendaraan umum lainnya diarahkan di jalan utama seperti biasa. Dari pemantauan pengalihan arus ini hingga memadati tiga gang yang ada di permukiman belakang Pasar Gilimanuk itu. Sekitar pukul 04.00 Wita arus kendaraan berangsur menyusut, sehingga

13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Kartini (1) 17:00 Wita DW TV 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Ongkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Bali TV Shop Kalung Ongkara 19:30 Wita Orti Bali

20:00 Wita Bali Now Tukang Pijat Disabilitas 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Ajeg Bali Tradisi Melabuh Geni Tampaksiring 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Bali TV Shop Kalung Ongkara 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel 00:00 Wita Bali TV Shop Kalung Ongkara

punya rujukan pengobatan tradisional berupa lontar dan kaya dengan tumbuhan obat. Seharusnya kita tak kalah dengan China yang berhasil mengembangkan sistem pengobatan berbasis kearifan tradisional,’’ tuturnya. Fokus pembangunan lainnya, Gubernur Wayan Koster menargetkan infrastruktur tuntas dalam lima tahun dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Bali dapat dioptimalkan. Menyukseskan program yang menjadi fokus di tahun 2020, ia berharap seluruh jajaran birokrasi untuk bekerja lebih optimal dan jangan asal-asalan. Selain itu, seluruh pejabat diminta betul-betul memahami visi ‘’Nangun Sad Kerthi Loka Bali’’ agar bisa menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas.


JUMAT PON, 3 JANUARI 2020

Reza Artamevia

Merasa Akrab dengan Bali

Bali Post/ian

REKONSTRUKSI - Fragmentari Baris Mapag Yeh yang merupakan hasil rekonstruksi saat dipentaskan di arena Pesta Kesenian Bali.

Referensi Terbatas

Kendala Utama Rekonstruksi Kesenian Langka

BARISAN kesenian tradisional Bali yang terancam punah lantaran sudah sangat jarang dipentaskan, teramat panjang. Bahkan, beberapa di antaranya sudah lenyap tanpa bekas. ‘’Kematian’’ massal yang menghantui kesenian-kesenian langka itu disebabkan kegagalan melahirkan generasi penerus kesenian tersebut. Realita inilah yang menggerakkan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar secara intensif menggulirkan Program Rekonstruksi Seni Langka sejak 2013 lalu. ‘’Banyak sekali kesenian tradisional di Bali yang terancam punah karena kegagalan proses regenerasi. Sebagai lembaga pendidikan tinggi seni, kami punya tanggung jawab moral untuk membangkitkan kembali kesenian langka tersebut lewat proses rekonstruksi,’’ ujar Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., Kamis (2/1) kemarin. Menurut Arya Sugiartha, pihaknya menargetkan merekonstruksi dua jenis kesenian langka setiap tahun yang sepenuhnya dibiayai ISI Denpasar. Yakni, satu jenis seni pertunjukan dan satu jenis seni rupa. Tahun 2019 lalu, misalnya, pihaknya merekonstruksi tari Legong Dedari yang merupakan tetamian salah satu pura di Desa Adat Peguyangan, Denpasar dan payung khas Kerajaan Mengwi, Badung. Ditegaskan,

penyebab utama keseniankesenian tradisional Bali itu tidak mampu mempertahankan eksistensinya lantaran kegagalan proses regenerasi. Karena gagal mencetak generasi pewaris, usia kesenian itu pun hanya sebatas usia pelaku kesenian itu. Begitu senimannya meninggal dunia, maka lenyap pula kesenian itu. ‘’Seringkali, kita memang melupakan pentingnya kaderisasi itu. Ketika pelaku aktif kesenian itu sudah tidak ada dan keseniannya tidak pernah dipentaskan lagi barulah kita merasa sangat kehilangan,’’ katanya dan menambahkan, pihaknya juga pernah merekonstruksi Joged Bumbung Desa Pujungan pada tahun 2017 lalu. Arya Sugiartha menegaskan, proses rekonstruksi itu tidak selamanya berjalan mulus. Seringkali, senimanseniman yang pernah jadi

pelaku aktif kesenian itu seluruhnya sudah meninggal dunia, sehingga pihak-pihak yang melaksanakan aktivitas rekonstruksi itu kehilangan pijakan. Kehilangan sumber referensi utama sebagai titik awal untuk memulai pekerjaan. Sementara di pihak lain, seniman-seniman Bali di masa lampau sangat jarang mendokumentasikan karya-karyanya. ‘’Keterbatasan referensi ini seringkali menjadi kendala utama setiap kali kami melakukan upaya rekonstruksi terhadap kesenian-kesenian langka. Lain persoalan jika senimannya masih ada, kita bisa merekonstruksi karya itu berdasarkan ingatan dari seniman tersebut,’’ ujarnya. Arya Sugiartha menambahkan, esensi dari aktivitas rekonstruksi adalah membangkitkan kembali kesenian yang berada di ambang kepunahan maupun sudah punah.

Dengan kata lain, kegiatan ini mengusung misi pelestarian di mana nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kesenian itu harus tetap terjaga dan tumbuh berkembang di masyarakat. Karenanya, kesenian hasil rekonstruksi itu wajib dikembalikan kepada masyarakat selaku pemilik kesenian itu. Selanjutnya, masyarakat sendiri yang akan menjaga dan mengembangkan kesenian tersebut. Jika tidak demikian, rekonstruksi itu akan menjadi kegiatan yang sia-sia karena akan kembali mati dengan sendirinya. ‘’Kami juga sangat mengapresiasi semangat sejumlah desa adat untuk merekonstruksi kesenian langka yang pernah tumbuh dan berkembang di wilayahnya. Sebagai contoh, rekonstruksi Fragmentari Baris Mapag Yeh yang dilakukan Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung dan rekonstruksi kesenian Gambuh Singapadu yang dilakukan oleh masyarakat Desa Singapadu. Kedua seni rekonstruksi ini sempat dipentaskan di Pesta Kesenian Bali,’’ ujarnya. (ian)

Mulai Diperkenalkan

Keripik Bawang Merah Kelompok Tani Sari Pertiwi

Bali Post/may

KERIPIK - Ketua Kelompok Tani Sari Pertiwi Komang Sukarsana menunjukkan bawang merah dan olahan keripik bawang.

PETANI bawang merah di Kintamani selalu berpoduksi. Bawang berukuran besar umumnya lebih laku terjual di pasaran. Sementara yang berukuran kecil biasanya dibuang. Kelompok Tani Sari Pertiwi, Kintamani berupaya mengolah bawang yang berukuran kecil menjadi keripik bawang. Ketua Kelompok Tani Sari Pertiwi, Komang Sukarsana, mengatakan keripik ini merupakan pengembangan produk klaster bawang merah yang dibina Bank Indonesia (BI). Setelah ada hasil, mengarah ke perlakuan organik, karena produk yang ada di Kintamani sudah memiliki sertifikat prima. Artinya produk bawang itu aman dikonsumsi. Di Kintamani, menanam bawang tanpa musim. Musim tanam yang bagus sebanyak dua kali dalam setahun, sisanya memiliki risiko gagal yang besar. Namun menanam bawang di luar musim, kecenderungan harganya tinggi. ‘’Tapi ketika risikonya gagal, kita bisa olah menjadi keripik ini untuk menanggulangi kerugian,’’ jelasnya. Nilai terbesar dari sebuah produk komoditi pertanian adalah di hilir dalam

bentuk produk jadi, sehingga BI mensupport Kelompok Tani Sari Pertiwi menciptakan produk hilirisasi. ‘’Jadi kita membuat beberapa produk yaitu bawang goreng dan keripik,’’ ujarnya saat ditemui di Denpasar Festival, Selasa (31/12) lalu. Keripik terbuat dari bawang yang berukuran kecil, berisi seledri, garam. Setelah semuanya dihaluskan, dicampur dengan tepung terigu dan sedikit tepung tapioka. Keripik yang terdiri dari dua varian, yaitu original dan pedas ini baru mulai diperkenalkan saat Denfest 2019. Dikatakan, saat ini ia sedang mengurus perizinan untuk mendapatkan nomor PIRT. Sebelumnya, bawang merah diolah menjadi bawang goreng. Padahal bawang goreng agak susah dipakai camilan, harus ada makanan utama karena sifatnya merupakan pelengkap. Sedangkan dengan mengolahnya menjadi keripik bawang, dapat dijadikan camilan. Setelah mendapat nomor PIRT, ia mengaku akan menyasar pasar oleh-oleh selain juga minimartminimart. (may)

LAMA tak pernah terdengar, diva era tahun 90-an, Reza Artamevia, sangat senang bisa tampil kembali di Bali. Ia membawakan lagu-lagu hits di masanya saat malam pergantian tahun. Pada momen itu, Reza tampil dengan membawakan belasan lagu hits miliknya. Bahkan, untuk memberikan kesan baru, pihaknya juga membawa lagu baru. Lagu baru ini sudah dirilis dua tahun lalu. ‘’Untuk kali ini lagu baru tersebut ditampilkan. Termasuk juga lagu tahun 1997 yang berjudul ‘Keajaiban’. Itu tentu menjadi andalan di gelaran semarak keajaiban ini,’’ pungkasnya. Menurut Reza, dirinya sangat terkesan dengan Bali. Apalagi, Bali itu bagi dia memiliki kekuatan magis. Pada momen itu dirinya ingin memberikan kenangan indah bersama teman-teman lain di atas panggung. ‘’Saya sangat akrab dengan Bali. Dulu saya sering diajak ke Bali sama ayah saya. Justru sejak beberapa tahun sudah tidak tampil lagi di Bali. Senang banget bisa tampil lagi di Bali,’’ katanya. (edi)

Arin Bintang

Tenang Menghanyutkan TENANG menghanyutkan. Ungkapan tersebut sepertinya tepat diberikan kepada Komang Arin Bintang Maharani (13). Pasalnya, penyanyi cilik yang tergabung dalam Bali Kumara generasi 7 ini diam-diam mampu tampil maksimal saat launching album Bali Kumara 7, beberapa waktu lalu. Padahal persiapan yang dilakukannya terbilang singkat. Hal ini karena Arin Bintang -- sapaan akrabnya -- memiliki bakat seni yang tinggi dan sering dilatihnya dengan mengikuti kelas vokal di Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’. Gadis cilik kelahiran Gianyar, 6 April 2006 ini begitu intens berlatih teknik vokal setiap hari Minggu yang dilatih 4 orang coach vokal, yakni Bu Erna, Pak Dama, Pak Gus Saka, dan Kak Wahyu Prasetya. ‘’Dengan gemblengan para coach tersebut olah vokal Arin terasah dan terbentuk dengan baik. Banyak teknik yang diberikan, meliputi pernapasan, intonasi, artikulasi, vokalisi, ambitus meliputi low voice, middle voice dan head voice. Dengan rasa suka dan teratur mengikuti, Arin semakin

Sp

percaya diri dalam menyanyi sehingga masuk ke Bali Kumara 7,’’ ungkap I Komang Darmayuda, pencetus Bali Kumara yang juga pendiri Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’. Sesuai dengan sifatnya yang pendiam namun menghanyutkan, putri pasangan Wayan Mustika dan Komang Yatik ini dipercaya membawakan lagu berjudul ‘’Tirta’’. Lagu ‘’Tirta’’ yang diciptakan Komang Raka ini mengandung sarat makna. Sebab, tirta adalah air yang sudah disucikan melalui upacara dan mantra suci, sehingga digunakan oleh umat Hindu sehabis muspa. Apalagi, tirta biasa di-pendak dari sumber air suci, seperti di pancoran beji, kelebutan sumber air, dan sebagainya yang merupakan sumber air suci. Selain memiliki hobi menyanyi, siswi kelas VII SMPN 1 Gianyar ini juga hobi renang, modeling dan menari. Beberapa prestasi pernah diraihnya. Di antaranya Juara I Lipsing Kabupaten Gianyar, juara II Modeling Baju Adat Kabupaten Gianyar, juara I Modeling Santa Maria, dan pernah mewakili drama sendratari Kabupaten Gianyar di Ardha Candra Taman Budaya Bali. (win)

Empat Pecatur Bali Lolos PON

Mangupura (Bali Post) Tercatat empat pecatur Bali terdiri atas tiga putri dan seorang putra berhasil mengantongi tiket ke PON Papua 2020 mendatang. Mereka adalah WFM Kadek Iin Dwijayanti, MNW Gracelia ‘’Gecy’’ P. dan Alit Puspayanti, sedangkan di sektor putra yang lolos MN Octo Dami. Para pecatur yang lolos ini mulai memasuki pemusatan latihan pada awal 2020 ini. Sekum Pengprov Percasi Bali Handoko Budi Samekto, di Badung, Kamis (2/1) kemarin menuturkan, Kadek Iin, Gecy dan Alit Puspayanti turun di nomor beregu putri. Mereka ini lolos pada Pra-PON di Brastagi, Kabupaten Karo, Sumut. ‘’Saat itu Bali mengirimkan empat pecatur putri dan seorang pecatur lagi Nonia Andik yang turun di nomor perorangan dan tidak lolos,’’ ucap Handoko. Sementara Pra-PON putra digelar di Palangkaraya, Kalteng, dan yang lolos hanya Octo Dami di nomor perorangan. Ia menceritakan, saat Pra-

PON putra tim Bali berkekuatan MI Sebastian Simanjuntak, Putu Luhur Apngal Kusuma, FM Pasek Budarsa dan A.A. Gede Agung. ‘’Tim putra Bali tidak lolos di nomor beregu,’’ jelasnya. Yang membanggakan, tim catur beregu putri Bali menduduki peringkat lima nasional, sedangkan Octo Dami juara catur standar untuk wilayah Kalimantan dan Bali.

Handoko menambahkan, pihaknya mempunyai program menambah jam terbang para pecatur PON dengan mengikuti berbagai kejuaraan nasional, baik di Bali maupun di luar Bali. Rencananya, dalam waktu dekat ini para pecatur PON akan diterjunkan pada kejuaraan terbuka GPIB Maratha. ‘’Kami harapkan mereka mampu berprestasi,’’ ucapnya. (022)

Pecatur Bali Gracelia ‘’Gecy’’ P. (kiri).

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook