Skip to main content

Edisi Senin 2 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 16 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Senin Kliwon, 2 September 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

Kembangkan Pariwisata Badung Utara Pariwisata Badung Utara mendesak untuk segera dikembangkan.

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

‘’Regrouping’’ SD

Teluk Gilimanuk Terancam

Pemkab Tabanan melalui Dinas Pendidikan melakukan regrouping atau penggabungan sejumlah Sekolah Dasar (SD) tahun ini. Mengapa hal ini dilakukan?

Teluk Gilimanuk di Gilimanuk menjadi andalan wisata Jembrana saat ini. Akan tetapi, pantai ini sedang terancam. Apa yang menjadi ancaman?

Tabanan | HAL. 7

badung | HAL. 3

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Jembrana | HAL. 10

’’Ajeg Bali’’ Jadi Inspirasi Denpasar (Bali Post) Gebrakan program-program Gubernur Bali Wayan Koster ternyata juga terinspirasi dari Bali Post. Watak nasionalis dan idealisme menjaga kebudayaan Bali melalui “Ajeg Bali”, menginspirasi dalam menyusun kebijakan fundamental pada tahun awal pemerintahannya. Terlebih lagi disadari bahwa budaya dan alam Bali yang terus mengalami kemerosotan.

“Saya mengikuti perkembangan Bali Post sejak lama dalam kesejarahannya serta kontribusinya dalam rangka ikut serta berpartisipasi membangun Bali,” ujar mantan anggota DPR RI ini saat mengawali sambutannya membuka Hiburan Rakyat HUT ke-71 Bali Post

di Ardha Candra, Sabtu (31/8). Koster menyebut Bali Post sangat kental dengan jiwa nasionalisme, kebangsaan, dan “merah putih” untuk Indonesia. Hal. 15 Sangat Nyata

Bali Post/eka

WAWANCARA GUBERNUR BALI - Wartawan Utama Indonesia Bali Post Satria Naradha sedang mewawancarai Gubernur Bali Wayan Koster di dekat mobil lipsus (liputan khusus) Bali Post dan Bali TV. Bali Post dan Bali TV siap menyajikan program baru dari desa ke desa di Bali untuk menganalisis respons masyarakat atas gebrakan Gubernur Bali Wayan Koster.

Program Baru Datangi Desa-desa

Cek Respons Gebrakan Gubernur Koster

Bali Post/eka

Ni Putu Putri Suastini membaca puisi ciptaannya yang berjudul “Merah Putih”. Puisi yang digarap selama dua hari ini menceritakan kisah kejayaan Patih Gajah Mada yang mampu mempersatukan Nusantara.

Denpasar (Bali Post) Pimpinan Bali Post, Satria Naradha, menjelang acara puncak HUT Bali Post ke-71 di Ardha Candra, Art Center melakukan wawancara perdana langsung dengan Gubernur Bali, Wayan koster, di depan mobil liputan khusus Bali Post dan Bali TV, Sabtu (31/8) malam, untuk program baru Bali Post dan Bali TV. Program “Ajeg Bali dari Desa ke Desa di Bali” guna mendukung Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang tayang di Bali TV, Bali Post, serta Portal Bali Post ini, merupakan agenda redaksi

untuk liputan di seluruh desa adat di Bali. Sebelumnya, pada edisi perdana Bali Post memasuki usia ke-71 tahun pada 16 Agustus 2019, Satria Naradha, wartawan utama Indonesia ini menjadi “loper” pengantar koran langsung ke rumah jabatan Gubernur Bali Wayan Koster. Pukul 06.00 pagi, koran edisi khusus ke-71 tahun Bali Post diserahkan ke Gubernur Koster dan dilanjutkan dengan menyerahkan ke pembaca setia Bali Post di Pasar Badung. Satria Naradha mengatakan, Bali Post sebagai

media pers perjuangan masyarakat Bali terus memiliki komitmen sebagai pers Pengemban dan Pengamal Pancasila. “Tetap ngajegang Bali dan Nusantara dari Bali. Dari semua aspek. Kehidupan alamnya, manusia, budayanya, dan ekonominya. Kita bersinergi dengan berbagai pihak,’’ ucapnya. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali telah bergerak cepat mewujudkan Bali Era Baru dengan tetap berpihak kepada Bali, dengan apa yang disebut “Nangun Sat Kerti Loka

Bali’’. Visi yang dijabarkan dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala. Ia mengatakan, krama Bali dan seluruh komponen masyarakat agar bersatu bersamasama mewujudkan itu. Ia juga berharap pemerintahan kabupaten dan kota se-Bali bersatu. “Terima kasih kepada krama Bali dan seluruh komponen

lembaga swasta dan pemerintah kabupaten dan kota yang selama ini telah bersinergi bersama Bali Post,” ucap Wartawan Utama Indonesia yang pernah delapan tahun menjabat sebagai anggota Dewan Pers ini. Jelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Koster bersama Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, kebijakan-kebijakan pemprov sebetulnya telah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal. 15 Penyusunan Regulasi

Kobarkan Kembali Semangat Persatuan Di tengah kondisi bangsa yang mulai dikoyakkoyak kepentingan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), drama kolosal “Gajah Mada Reborn” serangkain HUT ke-71 Bali Post di Ardha Candra Sabtu (31/8), seakan-akan menemukan konteksnya. Garapan yang melibatkan 200 orang seniman dari sanggar Pancer Langiit ini benar-benar mengobarkan kembali semangat persatuan dengan mengingat Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada yang bertekad menyatukan nusantara. Gubernur Bali, Wayan Koster, beserta pejabat kabupaten/kota se-Bali dan tamu undangan VVIP lainnya pun dibuat antusias menyaksikan pergelaran hingga akhir. PERGELARAN yang memadukan keindahan gerak tari, puisi, komedi dan musik, serta mengeksplorasi keindahan kostum karnaval ini diawali penampilan energik seniman teater yang juga

dikenal sebagai penyair mantra, Ni Putu Putri Suastini. Istri Gubernur Bali ini membaca puisi ciptaannya sendiri yang berjudul “Merah Putih”. Hal. 15 Persatukan Nusantara

Kuota Pupuk Turun

Mulai Oktober hingga Maret tahun depan, Bali memasuki musim tanam padi tertinggi. Namun sayang, kuota pupuk justru mengalami penurunan. Apa dampaknya?

www.bisnisbali.com

Bali Post/eka

SISWA DAN GURU AJEG BALI - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha foto bersama dengan penerima penghargaan guru dan siswa pemenang pemilihan Siswa Ajeg Bali dan Guru Ajeg Bali 2019.

Selalu Tampil Terdepan

RANGKAIAN perayaan HUT ke-71 Bali Post mempersembahkan Drama Kolosal “Gajah Mada Reborn” di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Sabtu (31/8) lalu. Sejumlah pejabat penting di Bali hadir, di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha didampingi Direktur Samapta Kombes Pol. Drs. I Wayan Pinatih, M.M., dan Direktur Binmas Kombes Pol. Komang Suartana, S.H., S.I.K. Mantan Kapolresta Denpasar ini mengucapkan selamat kepada Bali Post yang sudah berusia 71 tahun. Ia

berharap apa yang menjadi misi dan tujuan didirikannya Bali Post sebagai satu media perintis pertama di Bali ini. Termasuk betulbetul mengemban amanah masyarakat dan tentu saja bersinergi dengan Polri, khususnya jajaran Polda Bali. “Semoga Bali Post selalu tampil terdepan, memberikan informasi yang tepat, akurat dan berimbang serta turut serta berkiprah dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat,” tegasnya. Mantan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Bali ini berharap Bali Post mampu mengikuti perkembangan

media saat ini. Bali Post juga diharapkan ikut berperan aktif meminimalisasi adanya berita hoax atau firehouse of falsehood yang beredar di media sosial demi keutuhan NKRI. Tari Amertha Sri Bhumi dari Sanggar Seni Pancer Langiit membuka acara hiburan rakyat yang tak hanya dipadati ribuan penonton, namun juga undangan VIP. Selain Gubernur Bali dan Wakapolda Bali, hadir pula Wakil Bupati Buleleng, Anggota DPR RI Rai Wirajaya, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Suyasa, Ketua DPRD Buleleng, Ketua DPRD

Klungkung, Kepala BI Perwakilan Bali, dan undangan lainnya. Didampingi Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha, Gubernur Koster menyerahkan penghargaan untuk guru dan siswa yang menjadi pemenang dalam pemilihan Siswa Ajeg Bali dan Guru Ajeg Bali 2019 atas inisiasi Kelompok Media Bali Post. Selain itu, Gubernur Koster juga menandatangani prasasti “Dirgayusa 71 Tahun Bali Post NanBali Post/rah gun Sat Kerthi Loka Brigjen Pol. Drs. I Wayan Bali Mewujudkan Bali Era Sunartha Baru”. (rah)


Senin Kliwon, 2 September 2019

55 Anggota DPRD Bali Terpilih Dilantik Hari Ini Denpasar (Bali Post) Kesibukan mempersiapkan pelantikan 55 anggota DPRD Bali terpilih tampak di Gedung DPRD Bali, Minggu (1/9) kemarin. Rapat Paripurna DPRD Bali dengan agenda pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Bali masa jabatan 2019-2024 ini akan digelar, Senin (2/9) hari ini. Untuk pertama kalinya pelantikan DPRD Bali akan diisi dengan pembacaan sloka dan anggota dewan terpilih mengenakan busana adat Bali. “Ini baru, kita kreasikan agar tampak suasana nilai-nilai luhur Bali dan membuat suasana khidmat,” ujar Kabag Persidangan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Bali I Gusti Agung Alit Wikrama, Minggu kemarin. Menurut Alit Wikrama, sloka diiringi gender akan dibacakan oleh peraih juara I lomba sloka tingkat anak-anak yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi. Sloka tersebut mengandung petuah tentang pengabdian kepada daerah, bangsa dan negara. Hal ini diharapkan menyentuh anggota dewan yang baru untuk berkomitmen, bersinergi, dan berdedikasi sebagai wakil rakyat. Utamanya dalam memperjuangkan aspirasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. “Penggunaan busana adat Bali juga baru pertama kali dalam pelantikan DPRD Bali untuk mengedepankan nilai-nilai lokal,” imbuhnya. Untuk mengedepankan nilai-nilai lokal, lanjut Alit Wikrama, Gubernur Bali juga didaulat memberikan sambutan. Ini sesuai edaran terbaru, karena sebelumnya Gubernur hanya membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri. Sekretaris DPRD Bali Gede Suralaga mengatakan, sebelum dilantik oleh Pengadilan Tinggi Denpasar, terlebih dulu dibacakan Keputusan Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden tentang Peresmian Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota DPRD Provinsi Bali. Setelah mengucap sumpah/janji dan menandatangani berita acara, anggota dewan terpilih lantas dipasangi insigne. Khusus penandatanganan berita acara akan disaksikan dua rohaniwan, yakni Hindu dan Katolik. Penandatanganan diwakili oleh I Nyoman Adi Wiryatama (PDI-P) dan Grace Anastasia Surya Widjaja (PSI). Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pimpinan sementara DPRD Provinsi Bali. Pimpinan dewan sebelumnya akan menyerahkan palu pimpinan kepada pimpinan sementara. “Pimpinan sementara besok Pak Adi (I Nyoman Adi Wiryatama, red) dan Pak Sugawa (I Nyoman Sugawa Korry, red),” ujarnya. Sebelumnya, lanjut Suralaga, pihaknya mengirim surat kepada dua DPD partai dengan perolehan kursi terbanyak, yakni PDI-P dan Golkar untuk memilih pimpinan sementara. Ada empat tugas pimpinan sementara, yakni memimpin rapat-rapat di DPRD Bali, memfasilitasi pembentukan tata tertib (tatib), memfasilitasi pembentukan fraksi, serta memfasilitasi hingga terbentuk pimpinan definitif. Pimpinan sementara nantinya yang akan bersurat ke empat DPD partai dengan perolehan kursi terbanyak untuk menentukan pimpinan dewan. Kursi terbanyak pertama yakni PDI-P untuk posisi ketua dewan, selanjutnya berturut-turut Golkar, Gerindra, dan Demokrat untuk posisi Wakil Ketua I, II, dan III. Mengingat, PDI-P meraih 33 kursi, Golkar delapan kursi, Gerindra enam kursi, dan Demokrat empat kursi. Sisanya, PSI satu kursi, Partai NasDem dua kursi, dan Hanura satu kursi. (kmb32)

Pembobol Data Nasabah Bank Asal Bulgaria Diringkus Denpasar (Bali Post) Polda Bali kembali mengungkap kasus pembobolan data nasabah bank lewat ATM yang melibatkan warga asal Bulgaria, Sabtu (31/8) lalu. Pelakunya Stoyanov Georgi Ivanov (43), diringkus saat beraksi di areal restoran di Jalan Hanan, Ubud, Gianyar. Saat ini pelaku sedang menjalani proses penyidikan di Ditreskrimsus Polda Bali. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja menyampaikan, pengungkapan kasus ini dilakukan Tim Opsnal Subdit 5 Direskrimsus dipimpin Kanit Kompol I Wayan Wisnawa Adiputra. Pelaku dibekuk karena terlibat kasus ilegal akses, sekitar pukul 03.30 Wita. Hengky menjelaskan, penangkapan pelaku berdasarkan adanya laporan dengan nomor LI/96/VIII/2019/ Ditreskrimsus tanggal 29 Agustus 2019. “Berdasarkan laporan terseBali Post/kmb36 but, Tim Ditreskrimsus Polda Bali Stoyanov Georgi Ivanov melakukan penyelidikan di TKP,” tegasnya. Pelaku tepergok saat melakukan aksinya di TKP. Saat itu pelaku hendak memasang kamera tersembunyi di mesin ATM. Selanjutnya dilakukan penggeledahan, petugas mengamankan kamera tersembunyi yang akan dipasang di mesin ATM. Selanjutnya polisi melakukan penggeledahan di vila tempat pelaku menginap di Jalan Kresna Ulun Tanjung, Seminyak, Badung. Di vila tersebut polisi mengamankan barang bukti satu buah HP, paspor milik tersangka, empat buah hidden kamera dan satu buah router. Atas perbuatannya tersebut, menurut Hengky pelaku disangkakan Pasal 1 angka 17 dan 18, Pasal 5 ayat (1) huruf b angka 1, Pasal 7 ayat (1) huruf d, Pasal 11, Pasal 32, 33, 34, 36 KUHP, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Pelaku dan barang bukti diamankan di Direktorat Reskrimsus Polda Bali untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” tandas mantan Kasatreskrim Polres Gianyar ini. (kmb36)

Kuasai 93,5 Gram SS

Sutresno Dihukum 10 Tahun

Denpasar (Bali Post) Terdakwa Sutresno (39) yang diadili atas penguasaan narkotika jenis sabu-sabu (SS) seberat 93,5 gram neto, dihukum pidana selama 10 tahun penjara. Selain itu, majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa juga menghukum pria yang mengaku tinggal di Lingkungan Grenceng, Kelurahan Pemecutan Kaja, Denpasar Utara dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar, subsider empat bulan kurungan. Putusan itu lebih rendah empat tahun dari tuntutan jaksa. JPU I Kadek Topan Adhi Putra sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum selama 14 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. Dalam kasus ini, terdakwa dinyatakan telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I melebihi 5 gram sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 112 ayat (2) UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Terhadap putusan ini, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, Oktora Fitriah menyatakan menerima. Sedangkan JPU belum menentukan sikap apakah menerima atau melakukan langkah hukum banding atas putusan tersebut. Terdakwa ditangkap di kamar kosnya di Jalan Himalaya II, Pamecutan Kaja, Denpasar Barat, Sabtu (19/3) lalu. Saat polisi dari Polda Bali melakukan penggeledahan, ditemukan empat plastik klip masing-masing berisi SS dengan total berat 93,50 gram neto. Diakui barang tersebut diterimanya dari seseorang yang mengaku temannya bernama Sudiman alias Mail yang beralamat di Jember, Jawa Timur. (kmb37)

Topik : DEWAN SOROTI PEMBANGUNAN ”BUDGET HOTEL”

Pameran dan ”Talkshow” gara-gara Sampah

Apresiasi Perwali 36 Bergerak Bersama Kurangi Plastik PAMERAN kebersihan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar bertajuk “Gara-gara Sampah” melibatkan masyarakat, komunitas dan LSM peduli lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di timur Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Jumat (30/8). Agenda pameran pengelolaan sampah hingga talkshow dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Robi Navicula, akademisi Universitas Udayana I Gede Hendrawan, tokoh agama dan Warung Kecil, Sri Novi. Tantangan penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Kantong Plastik menjadi pembahasan dalam talkshow. Wali Kota Rai Mantra menyampaikan bahwa tantangan perilaku masyarakat serta kebiasaan yang juga berkaitan dengan rentang umur masyarakat sehingga harapannya perwali ini dapat memberikan perubahan-perubahan baik lingkungan dan tingkat kesehatan masyarakat. “Perwali dalam penerapannya Pemkot Denpasar tidak sendiri, namun didukung oleh komunitas dan LSM,” ujar Rai Mantra. Lebih lanjut dikatakan, saat ini Pemkot Denpasar telah meluncurkan program Sadar dan Peduli Lingkungan (Si Darling) yang memusatkan kepada masyarakat mengelola sampah di rumah tangga. Sistem reward di Si Darling berdasarkan jumlah poin yang dikumpulkan yakni silver

dengan pengumpulan poin 0-24 mendapatkan layanan bus sekolah gratis, gold dengan pengumpulan poin 25-75 dengan layanan yang didapatkan, yaitu bus sekolah gratis, diskon belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK, KTP, perizinan, BD, pembayaran air/listrik), pelayanan rumah sakit dan puskesmas, dan platinum dengan pengumpulan 75 poin ke atas dengan layanan yang diperoleh bus sekolah gratis, diskon belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK, KTP, perizinan, BPD, pembayaran air/listrik), pelayanan rumah sakit dan puskesmas, serta beasiswa bagi siswa sekolah. “Si Darling berbasis nomor induk kependudukan dengan penerapan di keluarga, serta mendapatkan rewad dari Pemkot Denpasar,” ujar Rai Mantra. Akademisi Udayana I Gede Hendrawan menyampaikan hasil penelitian 80 persen sampah di laut berasal dari aktivitas di darat dan 20 persen berasal dari aktivitas di laut. Di samping itu, hasil survei yang dilakukan Kota Denpasar menjadi daerah terbaik di Bali dalam pengelolaan sampah, terbukti dengan keberadaan bankbank sampah serta juga didukung dengan perwali pengelolaan sampah saat ini. Robi Navicula mengatakan, data terkini bahwa Indonesia setiap menit membocorkan sampah ke laut sebanyak e ton sampah, sehingga ini harus menjadi gerakan bersama dalam pengurangan sampah plastik. Di Denpasar terdapat Tukad Bindu Kesiman

TALKSHOW - Talkshow dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Robi Navicula, akademisi Universitas Udayana I Gede Hendrawan, tokoh agama dan Warung Kecil, Sri Novi di timur Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Jumat (30/8) kemarin. yang bersih dari sampah dan telah menjadi destinasi wisata baru di Kota Denpasar. “Mari dukung regulasi perwali pengurangan sampah plastik dan regulasi untuk lingkungan karena Bali telah menjadi gerakan yang berdampak hingga nasional dan internasional. Kita harus bergerak bersama dari pemerintah, tokoh masyarakat, LSM, dan gerakan individu dalam pengurangan plastik,” ujarnya. Sri Novi pemilik Warung Kecil di Sanur mengaku berkomitmen tidak memberikan sedotan

plastik dan kantong lastik kepada konsumen. Awal memulai mendapatkan banyak keluhan dari konsumen dan mencemooh gerakannya di warung. “Namun semenjak ada Perwali yang diterbitkan Wali Kota Rai Mantra memberikan dampak dan kemudahan serta pemahaman bagi kami serta konsumen dalam gerakan pengurangan sampah plastik. Wali kota telah menggampangkan pekerjaan kita dalam pengurangan sampah plastik, sehingga sekarang kita dukung regulasi Perwali 36 ini,” ujarnya. (ad019)

lingkungan desa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Masyarakat memiliki fungsi sebagai aktor utama memahami masalah narkoba di lingkungan, melibatkan semua tokoh serta dapat melibatkan pemerintah dan swasta. Peran serta masyarakat dan stakeholder dalam P4GN termasuk dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 pasal 104,106,108, dan 109. Suastawa juga mengajak bendesa adat membangun kekuatan bersama masyarakat untuk memerangi narkoba di lingkungan desa adat,

memberi kekuatan pencegahan kepada masyarakat. Tugas desa adat memelihara keamanan desa, mengajak generasi muda untuk melakukan kegiatan positif. Pada kesempatan itu, Kabid Berantas AKBP Nyoman Sebudi menegaskan, Bali menjadi daerah peredaran narkoba paling banyak. Dalam enam bulan terakhir sudah 5,5 kilogram sabu-sabu berhasil diungkap. Dengan pengungkapan kasus ini, BNNP Bali menyelamatkan banyak generasi muda. (kmb36)

Bendesa Adat Punya Peran Vital Memerangi Narkoba Denpasar (Bali Post) Peran perangkat desa khususnya bendesa adat dalam pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaraan Gelap Narkotika (P4GN) sangat vital. Bendesa adat sebagai garda terdepan dalam menjadi pelopor dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, deteksi dini penyalahgunaan narkoba, menjadi tokoh dan panutan serta menjadi orang pertama menerima laporan terkait dengan kegiatan P4GN di desanya. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. mengatakan hal itu saat menjadi narasumber pada Workshop Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Antinarkoba di Lingkungan Masyarakat Kamis (29/8) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar Timur dan diikuti 30 bendesa adat se-Kota Denpasar. “Bendesa adat dapat menggunakan balai banjar sebagai tempat penyebaran informasi bukan hanya P4GN, namun juga merangkul anggota masyarakat,” ujarnya. Suastawa menegaskan, bendBerita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

esa adat memiliki dua peran besar yaitu prosperity (kesejahteraan) dan security (keamanan). Fungsi keamanan itu meliputi mengamankan

Bali Post/ist

WORKSHOP - Puluhan bendesa adat mengikuti workshop dan mengikuti sesi foto bersama Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, S.H.

Humas Denpasar Raih Penghargaan AHI Tahun 2019 Terpopuler di Media ”Online” Nasional Kategori Pemerintah Kota PRESTASI gemilang kembali ditorehkan Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar. Dengan terus berkomitmen membangun reputasi dan memberikan informasi pemerintah kepada masyarakat Kota Denpasar, Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar dianugerahi Penghargaan Anugerah Humas Indonesia (AHI) Tahun 2019 kategori Terpopuler di Media Online. Penghargaan yang diserahkan CEO PR Indonesia Asmono Wikan ini diterima langsung Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya di Balaikota Tangerang, Jumat (30/8) malam. Kota Denpasar mendapat anugerah bersama puluhan pemerintah daerah, pemerintah kota, kementerian, BUMN, dan Bank Pembangunan Daerah. Di antaranya Kota Surabaya, Kota Semarang, Kota Tangerang, dan Kota Balikpapan. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Tangerang Arif Rachadiono Wismansyah beserta jajaran Pemkot Tangerang dan bupati/wali kota, pimpinan BUMN, kementerian dan Lembaga penerima penghargaan. Dalam sambutannya, CEO PR Indonesia Asmono Wikan mengatakan, adapun tema AHI Tahun 2019 ini adalah “Sinergitas Membangun Reputasi”, tentunya hal ini menekankan bahwa di era revolusi industri 4.0 ini, Humas memiliki peranan yang strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Hal ini dilaksanakan dengan penerapan

HUMAS - Penganugerahan Humas Indonesia oleh CEO PR Indonesia Asmono Wikan kepada Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar yang diterima Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar Made Toya di Balaikota Tangerang, Jumat (30/8). manajemen isu serta membangun reputasi dan tata kelola informasi yang baik. Sehingga, pembangunan daerah dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Begitu pula dalam mendukung maksimalnya tata kelola informasi ini diperlukan sinergitas antarlini seluruh OPD. Sehingga informasi yang disajikan dapat diterima dengan baik dan mendapatkan umpan balik yang positif dari masyarakat. Lahirnya Anugerah Humas Indonesia (AHI), lanjut Asmono,

berawal dari dorongan agar humas pemerintah terus berkembang. Hingga akhirnya humas menjadi fungsi strategis manajemen bagi instansinya masing-masing. “Dalam pembangunan di era revolusi industri 4.0 ini, humas mempunyai peran strategis dalam manajemen isu dan tata kelola informasi dalam mendukung pembangunan daerah, dimana bukan hanya elemen yang remeh-remeh, tapi think tank-nya organisasi. Humas mengkreasi reputasi or-

ganisasi, cita-cita masa depan, bukan hanya dokumentasi. Humas menjalankan kerja strategis,” terangnya. Menurut Asmono, praktisi humas memiliki tanggung jawab besar dalam tujuan membangun kebesaran sebuah bangsa. Humas membangun reputasi dengan optimal. Saat ini di Indonesia sendiri terdapat 34.000 orang praktisi humas aktif. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Made Toya didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I Dewa Gede Rai dan Kasubag Pengumpulan Informasi dan Dokumentasi A.A. Ngurah Mahendra mengaku bersyukur atas terpilihnya Kota Denpasar, khususnya Bagian Humas dan Protokol sebagai yang terpopuler di media online kategori Pemerintah Kota. Hal ini tentu menjadi capaian positif dalam tata kelola pemerintahan daerah. Tentunya ke depan jajaran humas wajib terus berinovasi serta pro aktif dalam memberikan informasi dan manajemen isu sehingga mampu membangun reputasi positif pemerintah Kota Denpasar. Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai menambahkan, pihaknya sangat bersyukur dan tentunya penghargaan ini akan kami jadikan cambuk untuk terus berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan informasi publik bagi masyarakat Kota Denpasar, khususnya bidang informasi dan publikasi,” katanya. (ad018)


Senin Kliwon, 2 September 2019

Kembangkan Potensi Wisata Badung Utara

Pemerintah Diminta Gandeng Investor Lokal PARIWISATA Bali selama ini hanya terfokus di Badung selatan, sehingga tak heran PAD Kabupaten Badung sangat besar sumbangannya dari pajak hotel dan restoran (PHR) di Badung Selatan. Namun, bergema suara agar pariwisata dapat dirasakan secara merata khususnya di Badung Utara. Maka dari itu diharapkan pengembangan pariwisata di Badung Utara dilakukan secara berkesinambungan dengan lebih mengutamakan investor lokal. Ketua Perhimpungan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali Inda Trimafo Yudha, yang juga salah satu pemilik True Bali Experience mengatakan, selama berpuluh-puluh tahun lamanya kue pariwisata lebih banyak dinikmati Badung Selatan, Gianyar dan Ubud. Maka dari itu, dia menilai pentingnya pengembangan pariwisata di Badung Utara, agar Badung Utara kebagian kue pariwisata. ‘’Ini bagian dari konsep Pemkab Badung, utamanya Bapak Giri Prasta untuk mengangkat Badung Utara agar mulai menyeimbangkan dari sisi pariwisata,’’ ungkapnya saat gathering Asita Bali di True Bali Experience, Desa Carangsari, Jumat (30/8). Untuk itu, ketika rombongan anggota Asita berkunjung ke tempatnya, ia menyambut antusias. Karena dengan kedatangan travel agent yang jumlahnya sekitar 400 orang, ia dapat memberikan informasi pada travel agent tentang potensi wisata di Badung utara. Apalagi Desa Carangsari, Desa Pangsan dan Pelaga telah ditetapkan sebagai

desa wisata. Ia berharap investor lokal turut berkontribusi mengembangkan pariwisata di Badung utara yang berbasis alam, konservasi dan agrowisata. ‘’Namun kami mohon pemerintah mengawal dan membimbing agar izin usaha bisa ke luar dengan cepat,’’ ungkapnya. Menurutnya, potensi investor lokal sangat banyak. Investor lokal bisa mengembangkan Badung Utara seperti akomodasi yang ramah lingkungan, non permanen dan tidak begitu masif. ‘’Dengan memanfaatkan Sungai Ayung, kita dapat makan dari sungai dan kita pun akan merawat sungai itu misalnya untuk rafting,’’ ujar anggota DPRD Badung ini. Sementara di daerah Pelaga, investor dapat membuat atraksi wisata seperti hiking, camping dan wisata permandian air panas mengingat di sana ada sumber air panas. Di ujung Badung Utara ini juga dibangun Bendungan Belok Sidan oleh Presiden Jokowi. Nilai investasinya mencapai Rp 4 triliun. Di Desa Belok Sidan juga ada air terjun. Sehingga potensi wisata di

Badung Utara sangat besar untuk dikembangkan. Ketua Asita Bali Ketut Ardhana didampingi Waka Lingkungan dan Budaya Asita Bali Tjok Bagus Wira Pemayun mengatakan, pihaknya mendorong anggotanya untuk membuat paketpaket wisata yang lebih kreatif lagi. Maka dari itu, ia mengajak anggotanya ke Badung utara untuk menginventori destinasi wisata yang bisa dijadikan paket wisata. ‘’Misalnya jurusan ke utara apa saja yang dimasukkan ke dalamnya, sehingga paket wisata itu bisa menjadi menarik dan tentu dari sisi harga juga menarik,’’ ungkapnya. Banyak paket wisata yang bisa ditawarkan seperti elephant riding, rafting dan swing. Dengan demikian, ia berharap selain tetap melakukan promosi pariwisata sesuai dengan segmen marketnya, travel agent juga diharapkan membuat produk-produk inovatif. Karena produk-produk monoton akan susah dijual, mengingat wisatawan yang datang ke Bali juga banyak wisatawan repeater. (kmb42)

50 Tahun ’’Anniversary’’ Made’s Warung

Perintis Berharap Generasi Berikutnya Bisa Meneruskan Mangupura (Bali Post) Hanya ucapan terima kasih yang terlontar dari Made Masih, perintis Made’s Warung pada malam perayaan anniversary ke-50 Made’s Warung, yang digelar Jumat (30/8) lalu, di Made’s Warung Seminyak. Rasa syukur dan bahagianya tidak bisa diungkapkan karena semua keluarganya berkumpul baik anak dan cucunya, untuk merayakan kerja kerasnya. Ditemui di sela-sela acara, Peter Steenberger, suami Made Masih berharap di usia ke-50 tahun ini Made’s Warung dapat diteruskan oleh generasi berikutnya agar kuliner Bali khususnya dapat dilestarikan. ‘’Harapannya, Warung Made’s sampai usia 100. Tapi itu harapan, apa bisa jadi, saya tidak tahu,’’ ungkapnya.

Bersama istri, ia pun akan terus berupaya meningkatkan kualitas masakan. Sebab, zaman terus berubah, generasi berubah dan selera orang Indonesia pun juga berubah. ‘’Sebab kita punya banyak langganan orang Indonesia,’’ ujarnya sambil menunjukkan miniatur warung, tempat pertama kali istrinya berjualan. Made’s Warung dimulai sejak nenek Made Masih membuka warung di Jalan Pantai Kuta. Belum banyak turis ke Bali sekitar tahun 60-an. Pantai Kuta masih sepi. Banyak orang mencari ikan dan banyak tukang emas di kawasan itu. ‘’Sebab kita anggota dari Pande Mas, dulu banyak Pande Mas di sini,’’ tuturnya. Seusai Made Masih menyelesaikan sekolahnya,

Bali Post/may

ANNIVERSARY - Made Masih bersama sanak keluarganya merayakan anniversary Made’s Warung pada Jumat (30/8).

ia meneruskan usaha neneknya. Sehingga Made’s Warung ditetapkan berdiri sejak tahun 1969, meskipun sebelum itu nenek Made Masih sudah merintisnya dengan berjualan di warung kecil. Warung pertama berdiri di Jalan Pantai Kuta. Sementara Made’s Warung Seminyak baru berdiri tahun 1997. Sampai saat ini jumlah cabang Made’s Warung ada lima di Bali dan di Belanda ada satu cabang. Rencananya Made’s Warung buka cabang di Jakarta. Cabang Made’s Warung di Bali, yaitu di Kuta, Seminyak, Canggu, dan Bandara Ngurah Rai. Menu pertama yang dijual yaitu tipat cantok, rujak, jaja injin, kopi tubruk dan jaja Bali. Semakin berkembangnya zaman, menu Made’s Warung juga berkembang hingga menjual nasi campur. Diakui yang paling banyak dicari saat ini nasi campur, nasi goreng, mi goreng dan sate. Selama ini ia melihat rating di Google dan Facebook tentang warungnya, semua mengatakan bagus. Tapi ia sadar tidak bisa 100 persen orang menyukai warungnya ataupun menunya. ‘’Pasti kadang-kadang ada orang tidak suka, sebab tidak semua orang mengerti masakan Indonesia, terutama orang barat. Umpamanya kita sajikan gado-gado (tipat cantok), banyak orang barat komplain, karena makanannya dingin. Padahal memang disajikan dingin,’’ tuturnya. (kmb42)

Bupati Giri Prasta Terbitkan Dua Peraturan Perizinan ”Online” PEMERINTAH Kabupaten Badung kembali membuat kebijakan strategis dalam bidang pelayanan publik, khususnya terkait layanan perizinan berbasis elektronik dengan menerbitkan dua Peraturan Bupati. Dua peraturan tersebut yakni Peraturan Bupati Badung Nomor 49 tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perizinan Terpadu Satu Pintu secara Online dan Peraturan Bupati Badung Nomor 19 Tahun 2019 tentang Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (Online Single Submission). Hal ini diungkapkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Minggu (1/9) kemarin, menyikapi legalitas penerapan perizinan online di Kabupaten Badung. Lebih lanjut Giri Prasta mengatakan, ditetapkannya kedua Peraturan Bupati Badung tersebut sebagai wujud kongkrit penerapan E-Gover-

ment dan program Smart City yang telah dicanangkan pemerintah melalui modernisasi layanan perizinan menggunakan sistem elektronik yang terintegrasi dengan bank, perpajakan, serta Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk kepentingan pengendalian. ‘’Langkah ini akan mengubah pola dan paradigma pelayanan publik dari manual menuju online yang dapat diakses melalui website atau Android smartphone. Ini juga sangat membantu masyarakat dan pelaku usaha yang akan berinvestasi di Kabupaten Badung karena bisa diakses dari manapun,’’ ujar Giri Prasta. Bupati dari Desa Pelaga, Petang ini juga mengungkapkan, kecepatan, ketepatan, mudah, murah dan transparansi dalam pelayanan publik menjadi tujuan ditetapkannya kedua Peraturan Bupati tersebut. ‘’Jadi, dengan

aturan ini kita harapkan kualitas, kinerja dan kepuasan masyarakat terhadap

penyelenggaraan pelayanan publik di Badung meningkat,’’ paparnya. (ad025)

I Nyoman Giri Prasta

Perpustakaan Digital Atasi Kekurangan Buku di Sekolah Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan terus menggencarkan penerapan aplikasi perpustakaan digital atau iBadung ke sekolah-sekolah. Pemerintah setempat menargetkan 10 sekolah di tiap kecamatan terinstal iBadung dalam sebulan ini guna menjawab kekurangan buku di sekolah. Kadiskerpus Badung Ni Wayan Kristiani mengatakan, aplikasi iBadung telah dilaunching mulai September 2018. ‘’Targetkan dalam jangka waktu satu bulan ini ada 10 sekolah di tiap kecamatan yang terinstal,’’ ujar Kristiani belum lama ini. Menurutnya, Perpustakaan Badung mempunyai 726 judul

buku dengan 2.177 eksemplar. Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Buku Sekolah elektronik (BSE). ‘’Kita mempunyai Buku Sekolah Elektronik tingkat SD, SMP dan SMA,’’ katanya. BSE fungsinya sama dengan buku dan dapat di-download gratis melalui aplikasi iBadung yang telah masuk atau ditanamkan ke laptop siswa. Dengan demikian, anak-anak bebas meminjam BSE tersebut dari laptop. ‘’Perpustakan digital adalah perpustakan yang ada di dunia maya, seperti FB, IG dan sebagainya. Perpustakan Digital Kabupaten Badung sejak 18 Agustus 2019 sudah memiliki anggota/member sebanyak 959 member untuk mengikuti perpustakaan Digital yang ada

di Badung,’’ terangnya. Menurutnya, upaya itu juga guna mengajak kepala sekolah mengetahui bahwa Badung mempunyai perpustakaan yang bagus dengan isi buku yang banyak hampir 41 ribu lebih. ‘’Ke depan kami harapkan para siswa dapat memanfaatkan perpustakaan Kabupaten Badung iBadung sekaligus menjadi anggota dan meminjam buku secara gratis selama tiga hari,’’ ujarnya. Disebutkan, belum semua kabupaten/kota yang ada di Indonesia memiliki program perpustakaan digital, termasuk pemberian laptop kepada siswa kelas 5 dan 6 SD. Penambahan dan penanaman program perpustakaan digital iBadung ke laptop siswa akan

dilakukan secara bertahap. ‘’Untuk jangka pendek dilakukan secara bertahap untuk 10 sekolah per kecamatan, mengacu kesiapan sekolah untuk memasukkan program iBadung ke dalam laptop siswa. Untuk tahap pertama dari bulan Agustus hingga September tahun 2019,’’ jelasnya. Seperti diketahui, Pemkab Badung memberikan bantuan laptop untuk siswa kelas VI SD Negeri yang diadakan tahun 2016 sebanyak 8.986 unit. Kemudian kelas IV pengadaan hanya dilakukan tahun 2017 dengan 8.950 unit. Selanjutnya untuk siswa kelas VII SMP negeri pengadaan laptop dilakukan tahun 2018 sebanyak 7.749 unit. (kmb27)


Senin Kliwon, 2 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senator Minta Bangun Tembok agar Kesucian Pura Dalem Pengastulan Terjaga

Sukses Jadi ’’Host’’ Pimnas Ke-32

Unud Raih 1 Perak, 1 Perunggu, dan Favorit di Kelas Wedakarna Ingatkan Pengurukan Sempadan Danau Buyan Berpotensi Pidana

SWNATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Arya Wedakarna MWS III mendukung keputusan dari Desa Adat Pancasari, Sukasada Buleleng untuk menghentikan sementara proses pengurukan tanah di sekitar sempada Danau Buyan yang sempat diprotes sebagian masyarakat adat Pancasari. Senator Arya Wedakarna (AWK) hadir langsung di lokasi didampingi Kementerian LH, Dinas Terkait Kabupaten Buleleng, Balai, BKSDA, Perbekel, Bendesa Adat dan juga masyarakat adat. Di lapangan ditemukan fakta bahwa proyek pengurukan tanahnya berasal dari eks shortcut. “Saya tadi dapat penjelasan, ternyata wilayah penimbunan ini tidak termasuk dari 16 titik yang diizinkan. DPD bertanya kepada pejabat yang hadir di sini bahwa proses penimbunan ini belum mengantongi izin. Dari hal itu saja kita sudah bisa melihat bahwa penimbunan tanah ini ilegal. Lalu, walau diklaim bahwa tanah dimaksud adalah lahan pribadi, tapi kenyataannya belum ada batas wilayah yang jelas kan. Seharusnya ikut aturan dan perundang-undangan. Salah satunya batas sempadan danau. Lagi pula kawasan Danau Buyan ini masuk ke wilayah konservasi yang dilindungi negara. Kasus Danau Buyan ini adalah wujud dari bagaimana pemerintah di Bali, khususnya Pemkab Buleleng konsisten dalam melaksanakan peraturan dan perundang-undangan. Saya setuju jika danau harus ditata, tapi tetap harus tertib administrasi. Ini kan tidak tertib, surat izin belum diproses tapi pengurukan sudah berjalan. Apalagi permintaan pengurukan tanah ini adalah sepihak dari warga pemilik tanah. Lalu ke depan, bagaimana dengan warga terdampak yang menurut pengakuan mereka, tanpa diuruk saja setiap danau naik debit airnya pasti rumah mereka tenggelam. Apalagi ini pengurukan berhektar-hektar. Secara sekala tidak bisa dilepas biasa begitu saja dan secara niskala ya akan ada konsekuensi nantinya terhadap mereka pelanggar aturan. Yang penting saya sudah mengingatkan, berikutnya urusan karma phala,“ kata AWK. Ia menyampaikan masalah ini

MEMBELA – Senator Dr. Arya Wedakarna saat hadir di Pengastulan, Seririt dan di Pancasari, Sukasada, Buleleng dalam membela tanah air Bali. bisa perpotensi hukum jika tidak dibenahi. “Silakan saja jika ada pejabat di Bali atau Buleleng yang meminta proyek ini jalan terus. Tapi ingat ya, sanksi, hukuman dan juga jerat pidana bisa mengintai di masa depan. Kita tunggu saja saat mereka pensiun, pasti akan kena. Tentu pelanggaran ini harus dibuktikan dulu di depan hukum. Tapi melihat proses sepertinya banyak yang bisa kena. Saya berpesan agar bupati, kadis, kepala proyek dari kementerian, balai, perbekel dan klian hati-hati saja. Mungkin sekarang Anda aman, tapi ketika kekuasaan tidak ada di tangan Saudara, di sana saatnya jerat hukum mengintai. Hati-hati saja,“ jelas AWK. Selain itu, dari Pancasari, AWK mengunjungi Desa Pengastulan Buleleng untuk meninjau lahan perumahan yang dimasalahkan tokoh adat setempat. Khususnya perumahan yang lokasinya tidak jauh dari Pura Dalem Pengastulan. Dalam kunjungan itu, AWK mendapat penjelasan tentang proyek dan juga memberi solusi terkait masalah itu. “Rekomendasi dari saya yakni

tutup segera jalan milik subak yang dipinjam pengembang. Tutup dengan tembok permanen, jangan kotori pura kami. Kemudian saya meminta agar lahan/tanah kosong dan kapling di dekat pura, agar dikuasai lagi oleh desa dan prioritas dibeli masyarakat lokal. Lali, jika pengembang membandel, DPD siap mengeluarkan rekomendasi untuk mem-blacklist agar tidak bisa beroperasi di Bali. Ada unsur pelanggaran pidana jika terjadi halhal wan prestasi. Selanjutnya, saya juga meminta kepada desa adat di Bali terus mensosialisasikan jangan jual tanah untuk dikuasai pengembang. Gaya hidup hedonis turut membentuk karakter titik nadir yakni menjual tanah. Terakhir, jaga pura-pura di Bali. Jangan gadaikan tempat suci hanya karena kejar setoran PAD. Pemimpin yang mengizinkan penjualan tanah adalah pemimpin yang hina dalam Hindu karena menjual pertiwi. Segera bereskan hal ini, saya periksa lagi nanti,” uangkap Gusti Wedakarna peraih suara tertinggi di Bali dalam Pemilu DPD-RI 2019 yakni 742.781 suara. (ad030)

Konferensi Internasional Fakultas MIPA Undiksha Wujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan

SETIAP dua tahun sekali, Fakultas MIPA Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar acara konferensi Internasional atau International Conference on Mathematics and Natural Sciences (IconMNS). Acara yang melibatkan dosen dan mahasiswa tidak hanya dari seluruh Indonesia tetapi dari luar negeri ini, kembali digelar pada Jumat (30/8) dan Sabtu (31/8) di Kuta. Adapun tema yang diangkat adalah keterlibatan ilmu matematika, IPA, kelautan dan penelitian pendidikan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan atau Developing Mathematics, Natural Sciences, Marine and Educational Researches Oriented to Sustainable Development Goals. Dekan Fakultas MIPA Undiksha Prof. Dr. I Nengah Suparta, M.Si., mengatakan adapun kegiatan IconMNS ini dilaksanakan dalam rangka memberikan wadah bagi para dosen khususnya dosen di Fakultas MIPA untuk memiliki kesempatan berkomunikasi secara ilmiah dengan sejawat dari seluruh Indonesia dan juga kolega di luar negeri. Dengan demikian akan menambah wawasan dari para dosen dan tentu juga membuka kesempatan dalam hal kerja sama penelitian baik di dalam maupun luar negeri. ‘’Penambahan wawasan ini akan meningkatkan kualitas dosen yang berefek pada peningkatan kualitas pendidikan di Fakultas MIPA pada khususnya dan Undiksha pada umumnya,’’ ujarnya. Suparta melanjutkan untuk IconMNS tahun 2019 ini diundang tujuh keynote speaker yang berasal dari Jepang, Jerman, Italia, dan Indonesia. Untuk hari pertama, diikuti oleh 215 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia dan ada peserta dari Jerman. ‘’Dalam IconMNS ini dipaparkan penelitianpenelitian yang telah dilakukan. Isu

BUKA - Dekan Fakultas MIPA Undiksha Prof. Dr. I Nengah Suparta, M.Si., saat membuka acara IconMNS yang berlangsung selama dua hari yaitu Jumat (30/8) hingga Sabtu (31/8) di Kuta. yang diangkat sesuai dengan tema,’’ ujarnya. Ia berharap dengan dilaksanakannya IconMNS ini selain menambah wawasan, juga akan terjalin kerja sama antara Undiksha dengan Universitas lain baik dalam maupun luar negeri dalam hal bidang penelitian, join publikasi dan lebih memperkenalkan Undiksha khususnya Fakultas MIPA kepada khalayak. Diharapkan pula dengan ilmu yang didapat lewat IconMNS ini, bisa diterapkan kembali dalam proses pembelajaran di fakultas dan mungkin bisa menjadi main idea untuk penelitian berikutnya sehingga bisa meningkatkan proses pembejaran di fakultas. Sementara untuk tema IconMNS tahun 2019, Suparta menjelaskan tema dipilih mengingat SDGs (Sustainable Development Goals) sudah dicanangkan sejak tahun 2015 dan sudah berjalan empat tahun. Karenanya perhatian masyarakat dunia terhadap keberlangsungan alam dianggap perlu diperkuat kembali dengan impuls-impuls baru. Untuk Fakultas MIPA Undiksha sendiri dalam memberikan

kontribusi kepada lingkungan telah dilaksanakan penelitianpenelitian yang berpihak kepada lingkungan, menggali permasalahan lingkungan dan mencari pemecahannya. Tindakan langsung yang dilakukan seperti penanaman pohon, pelepasan tukik hingga merehabilitasi karang laut. ‘’Tindakan ini sederhana. Tetapi jika dilakukan konstan dan mengajak masyarakat, maka lingkungan lestari yang berkelanjutan bisa tercapai,’’ ujarnya. Ketua Panitia IconMNS 2019 Dr. I Gede Aris Gunadi, S.Kom., M.Kom. menambahkan selain acara konferensi internasional, Fakultas MIPA Undiksa juga menggelar konferensi nasional. Pelaksanaannya juga dua tahun sekali. ‘’Jadi selangseling. Tahun ini internasional dan tahun depan nasionalnya,’’ ujarnya. Ia berharap lewat IconMNS 2019 ini, akan semakin banyak yang mengetahui jika Fakultas MIPA Undiksha adalah fakultas dengan suasana akademik yang hidup dan berharap konferensi internasional dua tahun lagi akan menjadi lebih baik. (ad016)

UNIVERSITAS Udayana (Unud) menuntaskan tugas sebagai host Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 yang resmi ditutup di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Jumat (30/8) malam. Tahun ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) masih mempertahankan posisinya sebagai juara umum Pimnas. Sementara untuk peringkat 2 hingga 15, berturut-turut diraih Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Indonesia, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Syiah Kuala, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Negeri Medan. Kendati tak masuk dalam 15 besar, Unud sejatinya berhasil mengantongi 1 perak, 1 perunggu, dan menjadi favorit di kelas. Medali perak disumbangkan Muhammad Dedi Irawan dkk. untuk kategori presentasi kelas PKM-KC 4 dengan judul CIRRUPTIS (Kincir Sekrup Otomatis) Penangkap Sampah Daerah Aliran Sungai (DAS). Presentasi ini pula yang mengantarkan wakil Unud menjadi favorit di kelas. Sedangkan medali perunggu diraih Lentar Aditya Djinu pada kategori poster di kelas PKM-M 3 dengan judul GENOMS (Genjek Promosi Kesehatan) Untuk Mencegah Resitensi Mikroba. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S. (K) mengatakan Pimnas ke-32 terlaksana dengan baik dan penuh persahabatan sejak 27 Agustus lalu. Peserta disebut telah menampilkan karya-karya ilmiah yang sangat inovatif. Hasil karya yang begitu bagus tidak lepas dari proses seleksi ketat. Dari 51.000 peserta yang mengikuti lomba proposal, hanya 1.614 yang berhasil diterima. “Tentu saja hasil karya itu tidak cukup sampai di Pimnas ini saja, tetapi juga harus kita tindak lanjuti,” ujarnya. Di Unud khususnya, lanjut Raka Sudewi sejak tahun 2018 pihaknya telah menambah

PIMNAS - Rektor Unud A.A. Raka Sudewi (dua dari kanan) menerima penghargaan dari Dirjen Belmawa, Ismunandar setelah sukses menjadi host Pimnas ke-32 tahun 2019 yang berlangsung 27-30 Agustus lalu. jumlah dosen untuk mengikuti tutorial. Yakni sebanyak 600 orang agar bisa membimbing mahasiswa di dalam pembuatan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Hasilnya, pada tahun 2018 saja, jumlah proposal yang dihasilkan mahasiswa Unud meningkat drastis dari sebelumnya. Inilah yang kemudian diseleksi untuk mengikuti Pimnas ke-32, meskipun yang akhirnya lolos hanya 4 proposal saja. Masing-masing 2 tim dari Fakultas Teknik, serta masing-masing 1 tim dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran. “Tentu saja untuk 2019 ini juga kita harapkan banyak proposal. Memang dari segi kualitas harus ditingkatkan karena pesaing-pesaingnya juga begitu gigih untuk membuat proposalnya, bagus-bagus,” jelasnya. Menurut Raka Sudewi, kendala yang dihadapi utamanya menyangkut keseriusan dan fokus anak didik serta dosen yang perlu lebih ditingkatkan lagi untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Di sisi lain, pihaknya kini sedang membuat Pusat Inovasi di Unud di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Termasuk membuat kebijakan 20 persen dari dana riset diberikan untuk produk atau proposal yang sifatnya inovatif. Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristek Dikti RI Prof. Dr. Ismunandar mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Pimnas

di Bali oleh Unud. Ia berpesan agar passion peserta di bidang sains, teknologi, dan humanitas hendaknya diteruskan karena bangsa ini sangat membutuhkan kreativitas, inovasi, dan berbagai penelitian yang dilakukan mahasiswa. “Ke depan, kita butuh lebih banyak lagi. Bangsa ini membutuhkan SDM yang mau dan terus mendalami di bidang sains, teknologi, dan humanity,” ujarnya. Ismunandar menambahkan, hasil karya terbaik sering kali diikutkan lagi dalam perlombaan di tingkat internasional. Dari masingmasing kampus juga memberikan apresiasi atas karya tersebut dengan memberikan hadiah menarik hingga membebaskan tugas akhir karena karya itu dianggap sudah setara dengan skripsi. Termasuk diupayakan agar hasil karya tersebut bisa terhubung dengan industri. “Sebetulnya, kita sedang berusaha ke depan, juri maupun ketika presentasi itu bisa ada investorinvestor atau orang-orang yang berpengalaman di industri sehingga bisa melihat, o..ini potensi untuk dikomersialkan dan sebagainya. Terutama di kelas-kelas teknologi tepat guna,” jelasnya. Pasalnya, lanjut Ismunandar, ada pula kelaskelas penelitian atau masih berupa penemuan. Selama ini, karya-karya terbaik dari Pimnas sudah ada yang dikomersialkan. “Tapi banyak juga yang mereka sendiri kemudian mendirikan startup-startup,” ujarnya. (ad020)

PKKMB Reguler B Unwar

Tekankan Nilai-nilai Sapta Bayu sebagai Spirit Sri Ksari Warmadewa SEBANYAK 666 orang mahasiswa baru Universitas Warmadewa (Unwar) mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) reguler B di tingkat universitas, Minggu (1/9) kemarin. Kegiatan yang dipusatkan di areal kampus ini hanya berlangsung selama sehari. Sama seperti kegiatan PKKMB reguler A yang telah dilaksanakan selama dua hari, mahasiswa baru reguler B juga diberikan materi ceramah tentang sistem pendidikan tinggi di Indonesia dan dikenalkan dengan sistem pendidikan yang diberlakukan di Unwar. Peserta PKKMB reguler B juga diberikan pemahaman tentang visi misi Unwar yang berlandaskan nilai-nilai Sapta Bayu sebagai spirit Sri Ksari Warmadewa. Selain itu, peserta juga diberikan materi bagaimana Unwar menyongsong era revolusi industri 4.0 dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa yang telah berbasis online. Kegiatan PKKMB reguler B ini dibuka Wakil Rektor I Unwar, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., yang ditandai dengan penyematan tanda peserta PKKMB kepada perwakilan mahasiswa baru. Sementara itu, penutupan ditandai dengan penanggalan tanda peserta dan penyerahan mahasiswa baru ke masing-masing fakultas yang ada di Unwar. Ketua Panitia PKKMB 2019 I Made Artawan, S.E., M.M. mengatakan, pelaksanaan PKKMB reguler B tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan PKKMB reguler A. Hanya, waktu pelaksanaannya lebih singkat dibandingkan PKKMB reguler A tingkat universitas. Namun,

TANDA PESERTA - Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. menyematkan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai tanda dibukanya kegiatan PKKMB reguler B Tahun Akademik 2019/2020, Minggu (1/9) kemarin. tidak mengurangi makna dan tujuan yang dicapai, yaitu memperkenalkan kehidupan kampus Unwar kepada mahasiswa baru sebelum mengikuti perkuliahan. Sebab, materi yang diberikan tidak jauh berbeda dengan materi pada kegiatan PKKMB reguler A yang sudah berlangsung. “Pada setiap materi yang diberikan peserta PKKMB reguler B ditekannya tentang ekowisata yang menjadi visi Unwar. Apalagi, jumlah mahasiswa reguler B saat ini meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya yaitu 666 orang mahasiswa,” ujar Made Artawan yang juga Kepala BAPPSIK Unwar. Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. mengatakan, kegiatan PKKMB merupakan momentum untuk membuka wawasan mahasiswa baru, bahwa nuansa kehidupan

di SMA berbeda dengan nuansa kehidupan di perguruan tinggi. Pada waktu mereka masih duduk di SMA, tuntunan guru lebih mendominasi, sedangkan di perguruan tinggi mahasiswa dituntut lebih mandiri. Oleh karena itu, ada tiga prinsip yang ditekankan pada PKKMB reguler B ini. Di antaranya, keterbukaan, humanis, dan demokratis. Untuk itu, mahasiswa baru khususnya reguler B senang dan tidak mengalami tekanan selama mengikuti kegiatan PKKMB. Sebab, apabila mereka tertekan, maka dapat memengaruhi psikis mereka dalam mengikuti perkuliahan ke depannya. “Kita harapkan PKKMB ini dapat membentuk kedewasaan berpikir dan pematangan bertindak dalam rangka memasuki era baru dalam bidang pendidikan,” tandas Nyoman Kaca. (ad021)

Kenali Glaukoma, Si ”Pencuri Penglihatan” TAHUKAH Anda bahwa menurut American Academy of Ophthalmology glaukoma adalah penyebab utama kebutaan permanen di dunia. Begitu berbahayakah glaukoma ini? Mari kita simak. Glaukoma adalah penyakit yang merusak saraf mata akibat meningkatnya tekanan bola mata karena terganggunya sistem pembuangan cairan bola mata yang menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga mata kita yang kecil menjadi penuh dan sesak. Apabila keadaan ini terus berlanjut maka saraf mata akan rusak kemudian mati. Saraf mata terbentuk dari

jutaan serabut saraf kecil, jika serabut-serabut saraf ini mati maka akan terbentuk titik buta pada pandangan. Titik buta ini baru disadari saat serabutserabut saraf telah mengalami kerusakan yang berat. Terdapat dua tipe utama glaukoma, yaitu glaukoma sudut terbuka primer dan glaukoma sudut tertutup. Tipe yang paling umum adalah glaukoma sudut terbuka primer, di mana tekanan meningkat secara bertahap dan tanpa ditandai rasa nyeri atau gangguan penglihatan pada tahap awal. Penyakit ini sering kali terdiagnosis setelah tahap lanjut,

inilah mengapa ia dijuluki si “pencuri penglihatan”. Namun terdapat juga orang-orang dengan saraf mata yang sensitif terhadap tekanan mata normal, artinya mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita glaukoma. Inilah pentingnya dilakukan pemeriksaan mata untuk mencari tanda-tanda awal kerusakan saraf mata. Tipe kedua yaitu glaukoma sudut tertutup, di mana sudut drainase pada mata sangat sempit sehingga dapat terjadi sumbatan. Jika sudut drainase tersumbat sepenuhnya, maka tekanan bola mata akan meningkat

sangat cepat dan menyebabkan serangan akut. Hal ini merupakan kegawatdaruratan yang perlu ditangani dengan cepat untuk menghindari kebutaan. Berikut tanda dan gejala serangan akut glaukoma sudut tertutup yakni pandangan kabur mendadak, mata merah, nyeri mata berat, nyeri kepala berat, mual dan atau muntah, dan saat melihat cahaya tampak lingkaran berwarna pelangi atau halo. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami hal ini, segeralah ke unit gawat darurat terdekat. Banyak orang dengan glaukoma sudut tertutup yang penya-

kitnya berkembang perlahan dan disebut glaukoma sudut tertutup kronik. Tidak adanya gejala pada tahap awal membuat mereka tidak menyadari hal ini sampai kerusakannya berat atau mendapat serangan akut. Perlu dikenali sejak dini apakah Anda berisiko terkena glaukoma. Berikut orang-orang yang berisiko mengalami glaukoma yakni berusia di atas 40 tahun, riwayat keluarga dengan glaukoma, orang Afrika, Hispanik, atau Asia, memiliki tekanan bola mata tinggi, menderita rabun jauh atau rabun dekat, mengalami cedera mata, menggunakan obat-obatan

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

antiradang, menderita kencing manis, migraine, tekanan darah tinggi, gangguan sirkulasi darah, atau penyakit sistemik lain. Sayangnya belum ada obatobatan atau metode operasi yang dapat mengembalikan fungsi penglihatan kembali normal, tetapi dapat mencegah kerusakan lebih lanjut sehingga fungsi penglihatan yang masih ada dapat dipertahankan. Nah, jika Anda memiliki faktor risiko di atas ada baiknya memeriksakan matasebelum si “pencuri penglihatan” mendahului. l dr. Intan Cendana Sari


Senin Kliwon, 2 September 2019

848 Dokter Gigi Terlibat di Bali Dence

Persiapkan Hadapi Revolusi Industri 4.0 FAKULTAS Kedokteran Gigi (FKG) Unmas Denpasar tiap dua tahun mengadakan seminar dan pameran yang bertajuk ‘’Bali Dental Sience and Exhibition (Bali Dence)’’. Pada Bali Dence 2019 melibatkan 848 dokter gigi seluruh Indonesia, Thailand, Korea dan negara tetangga lainnya. Bali Dence 2019 dibuka Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., Jumat (30/8). Acara juga dihadiri Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., dan Pembina IGB Yudhara sekaligus membuka pameran alat kesehatan. Dekan FKG Unmas Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG., menjelaskan, Bali Dence 2019 menampilkan 126 poster dan 60 pembicara dokter gigi seluruh Indonesia dan 10 pembicara utama dari Korsel, Jepang, Thailand, Indonesia, dan India. Acara juga diikuti mahasiswa dan alumni FKG Unmas. Pada acara itu juga diteken MoU FKG Unmas dengan Thamassat University dan Universitas Airlangga. Acara ini diisi dengan ceramah ilmiah, wokshop, presentasi ceramah singkat, presentasi poster, pameran alat dan bahan kedok-

teran gigi terkini. Senin ini diisi dengan bakti sosial oleh ahli gigi dari Thailand yakni menambal gigi berlubang tanpa mengebor pada anak-anak. Dewa Made Wedagama didampingi Ketua Panitia Bali Dence 2019 drg. Raziv Ganesha, Sp.PM., mengungkapkan, para dokter gigi harus siap bersaing dalam menghadapi tantangan global, khususnya menghadapi revolusi industri 4.0. Forum ini adalah salah satu strategi untuk saling share pengetahuan dan pengalaman teman sejawat guna memberi pelayanan yang terbaik. Hal ini juga penting bagi lulusan FKG agar menghasilkan output profesional. Bahkan, panitia juga memilih juara untuk pembicara utama terbaik dan poster terbaik. Wedagama memaparkan materi ‘’Manajemen praktik mandiri di era digital’’. Seperti membuat gigi palsu tak lagi berhari-hari, melainkan sekali datang langsung jadi. ‘’One visit sudah menjadi bentuk pelayanan digital,’’ tegasnya. Namun, dia tegaskan jangan sampai kelebihan digital ini disalagunakan di medsos dalam bentuk promosi yang menyalahi etika profesi. Rektor Unmas Dr. Sukamerta saat membuka Bali Dence memberi

apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai media bertukar pengetahuan dan keterampilan masalah kedokteran gigi. Ajang ini sekaligus dipakai untuk membangun networking antardokter gigi. Bagi FKG, merupakan tantangan untuk meningkatkan status RSGM Unmas menjadi RS paripurna. Kegiatan ilmiah ini, kata dia, mampu meningkatkan kualitas output FKG Unmas serta bentuk inti dari ciri PT yang padat dengan kegiatan ilmiah dan penelitian. Dia juga berharap semua hasil penelitian dosen Unmas dipublikasikan agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Ketua Yayasan PR Saraswati Ir. Bagus Lodji mengakui kemajuan luar biasa yang dilakukan FKG Unmas yang terakreditasi A karena mampu mendatangkan ahli gigi dari Jepang, Korsel, India, dan Thailand. Dengan demikian, FKG Unmas dan RSGM Unmas akan tetap menjadi lembaga pendidikan dan pelayanan kesehatan yang dicintai dan dibanggakan masyarakat Bali. Bahkan, yayasan berharap kegiatan ilmiah semacam ini terus ditingkatkan untuk memberi peran PT kepada masyarakat. (ad026)

BALI DENCE - Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji bersama IGB Yudjara, Rektor Made Sukamerta, Dekan Dewa Made Wedagama saat meninjau pameran alat kesehatan di Bali Dence 2019 FKG Unmas.

SAMPAH OBAT - Wakil Ketua I TP PKK Bali bersama Plh. Kepala BBPOM di Denpasar dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali membuang sampah obat ke boks khusus.

Waspada Obat Ilegal

BBPOM Denpasar Luncurkan Program ”Ayo Buang Sampah Obat” BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar meluncurkan program “Ayo Buang Sampah Obat” saat car free day (CFD) di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (1/9) kemarin. Program ini juga melibatkan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali. Peluncuran program ini ditandai dengan pembuangan sampah obat ke dalam boks khusus oleh Plh. Kepala BBPOM di Denpasar, Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Tjok Putri Hariyani Ardhana Sukawati mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena sampah obat atau obat expired mengandung banyak zat kimia. Jika salah membuang dikhawatirkan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mengingat PKK bergerak dalam segala lini, maka ia pun akan menerapkan program ini pada anggotanya. Selain itu, PKK akan turun ke desa-desa untuk mensosialisasikan program ini. “Itu pasti kita turun, selalu kita berikan sosialisasi apa pun masalah yang bisa kami bantu untuk pembangunan Provinsi Bali, akan kita lakukan,” ujarnya.

Plh. Kepala BBPOM di Denpasar I Wayan Eka Ratnata mengatakan, semakin maraknya penyalahgunaan obat ilegal (kedaluwarsa) belakangan ini, membuat pihaknya mengambil langkah penting pencegahan melalui Program Ayo Buang Sampah Obat, sebuah Gerakan Waspada Obat Ilegal. Kegiatan ini serentak dilakukan di 15 provinsi di Indonesia, termasuk Bali. “Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang sudah dicanangkan oleh Presiden pada Oktober 2017,” ungkapnya. Program ini tujuannya untuk mengumpulkan sampah–sampah obat yang sudah rusak, kedaluwarsa yang ada di masyarakat, agar pembuangannya tidak sembarangan. Karena pembuangan yang sembarangan memungkinkan obat–obat tersebut kembali ke peredaran. “Untuk menghindari ini makanya kita kumpulkan dalam bentuk aksi ini,” tandasnya. Aksi ini akan berlangsung selama satu bulan sampai 30 September 2019. Setelah sampah-sampah obat itu terkumpul di apotek–apotek yang sudah ditunjuk, akan dikumpulkan di BBPOM untuk dilakukan pemusnahan secara bersama-sama. Secara

nasional dilakukan di 15 provinsi dengan 1.000 apotek. Sedangkan di Bali ada sekitar 82 apotek sebagai tempat pembuangan sampah obat tersebut. Membuang obat yang benar kata Eka pada prinsipnya tidak mencemari lingkungan dan berupaya agar obat tersebut tidak kembali ke jalur peredaran. Sehingga untuk membuang obat, kemasannya harus dirusak, bentuk sediaannya juga dirusak. Misalnya jangan membuang obat dalam bentuk tablet, tapi tablet tersebut harus dirusak. Selain itu, sampah obat diharapkan juga tidak dibuang ke saluran air yang di hilir dari saluran air digunakan kembali. Ketua Bidang Apotek Gabungan Perusahaan Farmasi Suwandi berterima kasih dengan program BBPOM, karena program tersebut menyadarkan masyarakat agar obat–obat yang sudah tidak digunakan dapat dikumpulkan pada tempat yang benar. Program ini juga nantinya dapat membentuk perilaku masyarakat untuk memusnahkan sendiri. “Perilaku membuang obat yang sudah kedaluwarsa, sudah tidak layak digunakan ini, bahwa obat ini adalah racun,” ungkapnya. (ad027)


Senin Kliwon, 2 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Jakarta akan Tetap Memiliki Daya Tarik PRESIDEN Joko Widodo telah mengumumkan hasil kajian pemerintah mengenai lokasi ideal bagi pembangunan ibu kota baru Republik Indonesia. Melalui serangkaian kajian selama tiga tahun, Presiden pun menetapkan dua wilayah di Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi pembangunan ibu kota baru. Sebagian ibu kota berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian lagi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Ada sejumlah alasan yang mendasari pemerintah untuk memutuskan Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia. Selain minim risiko bencana, lokasi Kalimantan Timur yang berada di tengahtengah Indonesia juga menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah. Hal itu menjadi alasan kedua pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi pembangunan ibu kota baru yang memang bertujuan untuk pemerataan ekonomi ke Indonesia Timur. Selain itu, di dua tempat itu, infrastrukturnya relatif telah tersedia dan kepemilikan lahan pemerintah seluas kurang lebih 180 ribu hektar juga menjadi pertimbangan dipilihnya provinsi tersebut. Jadi, kalau kita melihat kebelakang, sebenarnya rencana pemindahan ibu kota merupakan sebuah gagasan yang telah lahir sejak lama, bahkan sejak era Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Jadi bukan seperti penilaian orang bahwa pemindahan ini sekadar pencitraan. Bukan. Sebab pemindahan ibu kota negara saat dipandang sebagai sesuatu yang sudah sangat mendesak. Sebab DKI Jakarta sudah menanggung banyak beban yang teramat berat. Tak hanya sebagai pusat pemerintahan juga sebagai pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa. Selain itu, kita tentu sepakat bahwa ibu kota harus dipindahkan ke luar Jawa. Sebab separuh penduduk Indonesia terpusat di Pulau Jawa. Ini juga beban berat bagi Pulau Jawa. Pemerintah berargumen bahwa memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan akan mengurangi berbagai masalah yang membebani Jakarta, seperti: konsumsi sumber daya alam (terutama air), populasi penduduk, demografi, kemacetan, hingga polusi. Pemindahan juga ditujukan untuk merangsang pembangunan infrastruktur dan ekonomi di lokasi ibu kota baru hingga mengurangi kesenjangan pertumbuhan antara Kalimantan dengan Pulau Jawa. Kendati demikian, rencana pemindahan ibu kota meninggalkan jejak pro-kontra di antara analis dan publik. Sebagian mendukung. Yang lainnya tidak. Kelompok kontra menilai bahwa pemindahan ibu kota sejatinya bukan langkah yang efisien dalam mengatasi persoalanpersoalan di atas. Sementara banyak pula yang setuju. Sebab Indonesia membutuhkan adanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah Indonesia timur. Dengan begitu, pembangunan yang tengah diupayakan oleh pemerintah akan lebih merata. Dengan demikian pelaku usaha juga akan membuka kantor-kantor perwakilan yang dekat dengan pusat birokrasi. Memang secara formal yang berpindah ibu kota dan pusat pemerintahan, tapi logikanya pelaku usaha juga pasti akan mendekat ke pusat pemerintahan karena mereka butuh lobi dengan pemerintah. Maka mereka juga akan buka kantor-kantor di ibu kota yang baru. Dengan demikian, daerah tersebut akan tumbuh, lapangan kerja juga akan tercipta. Lalu bagaiman dengan Jakarta. Dia akan tetap sebagai pusat bisnis. Namun bebanya akan berkurang, karena banyak ‘’penghuni’’ kantor yang berpindah. Jadi jumlah pendududk Jakarta akan berkurang secara drastis. Namun Jakarta tetap menjadi incaran pengusaha dan kaum preofesional. Sama seperti saat ini, Jakarta akan tetap menjadi daya tarik para pengusaha sebagai pusat bisnis dan kunjungan wisatawan sebagi kota metropolitan.

S URAT PEMBACA

Pindah Ibu Kota, Revolusi Standar Waktu Rencana pemindahan ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang selama ini masih selalu berada dalam batas wacana, akhirnya menunjukkan ujung akhir. Presiden Joko Widodo mengajukan akan memindahkan ibu kota NKRI dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur. Lokasi ibu kota baru yang ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Pase r Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara. Ide pemindahan ibu kota Jakarta sebenarnya sudah digulirkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1955. Dalam perjalanannya ide itu juga sudah beberapa kali dibahas ulang oleh beberapa presiden sebelum Joko Widodo.

Oleh Agung Kresnal

B

enang merah utama yang menjadi dasar pemindahan ibu kota Jakarta adalah upaya membangun azas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Provinsi Kalimantan Timur yang secara geografis berada di tengah-tengah wilayah Indonesia, dianggap dapat menyamaratakan jarak ibu kota Negara dengan seluruh wilayah Indonesia. Selama ini ada kecenderungan bahwa pembangunan Indonesia masih lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa dan wilayah Indonesia bagian barat pada umumnya, karena faktor kedekatan dengan ibu kota Negara. Wilayah Indonesia bagian timur seakan menjadi kawasan yang sedikit terabaikan. Sejak era presiden Joko Widodo, kondisi ketimpangan itu secara perlahan memang mulai diperbaiki. Berbagai infrastruktur dibangun secara masif di kawasan Indonesia bagian timur. Ketimpangan ekonomi di wilayah yang terpencil pun mulai dibenahi. Bahan bakar minyak Pertamina yang selama ini di daerah terpencil bisa berharga hingga lima kali lipat harga jual resmi dari Pertamina, mulai bisa dijual dengan harga yang sama di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dalam rangka membangun azas keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga Negara benar-benar hadir di seluruh pelosok wilayah nusantara. Posisi Jakarta sebagai ibu kota Indonesia, secara geografis memang berada di wilayah barat Indonesia. Sementara kawasan Indonesia Timur me-

Revolusi Standar Waktu Narasi pemindahan ibu kota Negara selama ini lebih banyak didominasi oleh wacana kemampuan daya dukung sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan dari ibu kota baru nantinya, jika dibandingkan dengan Jakarta sebagai ibu kota yang lama. Lokasi ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur memang disebut memiliki keunggulan dalam hal risiko bencana alam (utamanya gempa) yang kecil. Hampir tidak ada wacana. Letak Jakarta sebagai ibu kota Negara di pulau Jawa yang berada dalam daerah Waktu

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Peduli Seniman Muda Saya sempat membaca di harian Bali Post ada ajakan dari Ny. Suastini Koster yang juga seniman Bali mengajak para pengusaha yang ada di Bali peduli seniman muda. Ajakan atau imbauan ini saya rasa sangat tepat di tengah upaya kita bersama menjaga budaya Bali. Para pengusaha yang selama ini memasarkan produk atau memiliki usaha jasa di Bali hendaknya berbagi untuk bisa menjadi bapak asuh bagi para seniman. Langkah ini setidaknya bias membangun keharmonisan komunikasi antara pengusaha dengan penduduk atau krama Bali. Saya juga sependapat dan setuju jika nanatinya, Bali membangun pusat

mang terasa sangat jauh dari ibu kota Indonesia. Sehingga warga bangsa di sana sering merasa jauh dari jangkauan kebijakan pemerintah Indonesia. Situasi ini seringkali menimbulkan adanya rasa ketidak adilan sebagai sesama warga negara Indonesia. Masyarakat yang berada sangat jauh dari ibu kota negara merasa tidak memperoleh perhatian yang setara dengan warga yang berada dekat ibu kota. Luas wilayah Indonesia yang membentang dari Sabang hingga Merauke serta dari Miangas hingga Pulau Rote, memang bukan wilayah yang kecil. Tebaran sekitar 17.504 pulau yang ada di Indonesia menunjukkan betapa luasnya wilayah negeri Indonesia. Bentang astronomis Indonesia yang berada di antara 95o BT (Bujur Timur) hingga 141o BT, memaksa wilayah Indonesia harus berada dalam tiga daerah/zona waktu yang berbeda. Sehingga memang tidak mudah menebarkan azas keadilan bagi seluruh warga bangsa ini.

kebudayaan yang mengakomodasi seni tradisi dan modern. Bali mestinya bisa mewadahi berbagai kegiatan teater yang selama ini juga membutuhkan tata panggung yang lebih dekata dengan teknologi. Selain itu, kawasan budaya ini hendaknya juga mengakomodasi kepentingan berbagai kegiatan ritual. Artinya, dalam kawasan ini ada sejenis kawasan untuk menanam pohon-pohon upakara yang diperlukan untuk keperluan yadnya. Mudah-mudahan pada Bali era baru ini kita memang menemukan strategi untuk menjaga jati diri kita kembali. I Made Suma Gianyar-Bali

Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah) Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swahloka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan kehadapan para umat untuk ikut medanapunia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan

agama, adat istiadat dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan srada bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan kehadapan bapak dan atas bantuannya kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin

Indonesia Barat (WIB), telah menjadikan WIB sebagai standar utama waktu di Indonesia. Sementara jika nanti ibu kota NKRI berada di Provinsi Kalimantan Timur yang masuk daerah Waktu Indonesia Tengah (WITA), dengan sendirinya WITA akan menjadi standar utama waktu di Indonesia. Kondisi ini akan mengubah paradigma (mindset) waktu bagi seluruh kegiatan di Indonesia, utamanya kegiatan perekonomian. Dengan selisih durasi waktu selama satu jam antarsetiap zona waktu di Indonesia, selama ini kawasan Indonesia Timur memiliki keterlambatan durasi waktu selama dua jam dari standar utama waktu Indonesia (WIB). Sementara jika nanti ibu kota Negara berada di Provinsi Kalimantan Timur, maka WITA akan menjadi acuan utama untuk segala jenis kegiatan di Indonesia. Dengan sendirinya akan terjadi azas keadilan waktu bagi seluruh wilayah Indonesia. Kawasan Indonesia Timur dan Barat, masing-masing hanya akan memiliki selisih waktu satu jam dengan standar utama waktu di Indonesia. Perubahan paradigma ini akan mengubah konstelasi ekonomi dan sosial-budaya masyarakat di seluruh wilayah NKRI. Tidak ada lagi kesenjangan waktu yang lebih dari satu jam, karena seluruh wilayah Indonesia akan menggunakan WITA sebagai acuan waktu utamanya. Kesenjangan atas waktu yang sudah terjadi selama ini (utamanya dengan Indonesia Timur), dengan sendirinya akan terpangkas dan tentu akan memberi dampak ekonomi yang

positif bagi seluruh kawasan Indonesia. Lepas dari revolusi standar utama waktu di Indonesia yang nantinya akan terjadi membangun sebuah ibu kota yang baru memang memerlukan keberadaan berbagai daya dukung terhadap eksistensi sebuah kota masa depan. Tidak cukup hanya dengan kesiapan teknis perencanaan dan pendanaan semata. Namun pertimbangan daya dukung lingkungan harus menjadi rujukan utama bagi sebuah kota yang baru. Beberapa hal yang harus dicermati dalam membangun sebuah kota baru antara lain sebagaimana berikut ini. Pertama, harus ada konsep filosofi kotanya. Filosofi kota menjadi jiwa sebuah kota. Sebuah kota tanpa memiliki filosofi, bagaikan kota yang tidak memiliki soul (jiwa). Filosofi kota akan tampil secara fisik sebagai berbagai landmark kota, beserta segala elemen kota seperti jenis vegetasi/tanaman, taman, tatanan jalan, signage/penanda/ petunjuk, serta asesoris kota lainnya. Kedua, kota baru yang dibangun harus memiliki sustainability secara jangka panjang. Di sinilah perlunya daya dukung lingkungan yang memadai. Lingkungan kota yang baru tersebut harus memiliki kapasitas dalam mendukung keberlangsungan kehidupan kota tersebut secara sehat. Karena kota disiapkan dari awal, maka lokasi terpilih harus benar-benar bebas dari kemungkinan terpaan bencana alam. Kebanyakan kota yang ada sekarang karena tumbuh secara alami, maka risiko bencana alam biasanya belum disiapkan. Segenap warga bangsa Indonesia tentu berharap dapat memiliki ibu kota Negara yang representatif dan layak dibanggakan sebagai kota berkelas dunia, sebagai wajah bangsa Indonesia. Ibu kota Negara Indonesia harus mencerminkan sebuah kota masa depan yang mampu mendukung kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya warganya secara sehat fisik maupun mental. Utamanya dalam antisipasi terhadap

perkembangan teknologi global yang berlangsung sangat cepat. Namun kota baru tersebut juga harus mendatangkan burung tetap berkicau pada pohon di halaman rumah kita, sebagai tanda kota yang ramah lingkungan. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar.

POJOK Ajeg Bali jadi inspirasi. -Wujudkan Bali Era Baru. *** Dewan Gianyar soroti pembangunan budget hotel di Ubud. -Ayo Selamatkan Ubud. *** Teluk Gilimanuk diserbu sampah plastik kiriman. -Ayo kurangi sampah plastik.

Warung Global

Tingkatkan Pelayanan Dulu, Iuran BPJS Jangan Dinaikkan IURAN BPJS rencanya dinaikkan. Banyak yang tidak setuju. Termasuk kalangan kesehatan. Mereka menilai tujuan awal BPJS akan menyimpang bila iuran dinaikkan tanpa terlebih dahulu diawali dengan kenaikan pelayanan. Sebab mereka menilai, seberepa pun besaran iuran yang dikenakan tiadk akan berjalan lurus dengan pelayanan. Intinya mereka pesimis pelayanan pasien BPJS akan tetap sama. Walaupun iuran dinaikkan. Berikut pendapat pengopini dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM., Sabtu lalu.

Febri di Denpasar merasa keberatan terhadap kenaikan iuran BPJS. Kalau memang akan terjadi kenaikan, pelayanan BPJS pada fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun rumah sakit harus lebih baik dan bertanggungjawab. Bila iuran dinaikkan, masyarakat kemungkinan akan beralih ke asuransi kesehatan swasta karena lebih murah dengan pelayanan yang maksimal. Untuk itu, ia pun meminta pemimpin agar bisa lebih bijaksana. Gusti di Renon mengatakan, mestinya manajemen pengelolaan anggaran di internal BPJS Kesehatan agar tidak dikorupsi. Sebab keberadaan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat. Apabila tugasnya sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka akan mengecewakan masyarakat. Ia pun berharap ada anggaran dari BPJS untuk mengedukasi masyarakat terkait kesehatan agar masyarakat yang sakit berkurang. Sugi di Mambal mengharapkan program BPJS Kesehatan dapat ter-

laksana dengan baik tanpa membebani masyarakat. Pemerintah harus selalu berbenah dalam memberikan pelayan kepada masyarakat. Jangan sampai mengorbankan mutu pelayanan dan membahayakan keselamatan pasien. Fera di Tabanan menilai pemerintah sebaiknya tidak menaikkan iuran BPJS dimasa perekonomian yang sulit ini. Mestinya kalau pengelolanya baik, BPJS tak sampai defisit anggarannya. Banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan BPJS yang belum maksimal. Berata Yasa di Sangeh juga menyoroti hal yang sama. Kata dia, saat ini saja masih banyak yang mengeluhkan iuran dan pelayanan BPJS yang amburadul dan tidak maksimal. Apalagi ada rencana kenaikan iuran lagi, tentu akan sangat memberatkan. Kalau bisa jangan dinaikkan, usahakan pelayanan dulu yang dioptimalkan. Anggaran pemerintah bisa digelontorkan untuk membantu BPJS Kesehatan daripada dialokasikan untuk anggaran Politik. (dika)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Kliwon, 2 September 2019

Kodim Ajak Komunitas Musisi Bali Cegah Radikalisme Tabanan (Bali Post) Kodim 1619/Tabanan terus gencar memberikan edukasi penanggulangan radikalisme pada setiap komponen masyarakat. Salah satunya menyasar komunitas Musik Bali Community (MBC) belum lama ini di Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan. Edukasi tersebut bertujuan agar para musisi muda berbakat dapat memahami pentingnya cegah tangkal radikalisme yang dapat mengancam rusaknya keutuhan bangsa. Edukasi tersebut mendapat perhatian langsung Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto dan Pasi Intel Kodim 1619/Tabanan Lettu CHB I Gede Resmanto. Hadir pula Manager Restaurant DADI I Ketut Tanju, group band Rockustic, Troff, Reality, Bearnat, Pandhawa dan Natural. Kegiatan dimulai pukul 19.45 Wita, diawali dengan penampilan dua lagu dari Rockustic Band dan dilanjutkan penampilan dua lagu Bali dari Troff Band kemudian penampilan dua lagu dari Reality Band dan penampilan dua lagu dari Bearnat Band. Barulah dilanjutkan dengan penyampaian edukasi tentang pentingnya cegah tangkal radikalisme yang disampaikan Danramil 1619-05/Tabanan Kapten Inf. Wongso, S.H. Kapten Inf. Wongso memaparkan, radikalisme merupakan paham yang tidak akan pernah mati dan merupakan ancaman suatu negara. Contoh paham radikal seperti ISIS yang mau mendirikan negara Islam di dunia, dengan cara mencari dana sebanyakbanyaknya dengan cara merampok dan merampas hakhak orang lain. ‘’Jadi, jangan mau diadu domba. Ciri-ciri radikalisme seperti intoleransi, tidak mau menghargai perbedaan, fanatik menganggap pendapatnya saja yang benar, eksklusif menutup diri dari pergaulan masyarakat dan anarkis

menghalalkan segala cara,’’ papar Kapten Inf. Wongso. Pada kegiatan malam itu, ia sangat bangga karena generasi bangsa sudah menyalurkan bakat-bakatnya melalui musik. Generasi bangsa sangat penting mengetahui radikalisme, sehingga radikalisme dapat dicegah dan ditanggulangi. Dijelaskannya, faktor penyebab radikalisme yaitu faktor internasional seperti perdagangan dikuasai oleh China dan Amerika. Untuk skala nasional disebabkan ketidakadilan dalam suatu wilayah sehingga mengakibatkan kesenjangan sosial. Faktor lain seperti sosial budaya. ‘’Bagaimana cara penyebaran radikalisme, yaitu dengan cara face to face, serta mencari pokok-pokok sasaran seperti tokoh-tokoh agama dan adat, sehingga dampaknya dari radikalisme adalah dengan cara jadi pahlawan kesiangan, melakukan bom bunuh diri terhadap agama lain dan orang-orang yang dianggap menjadi penghalangnya,’’ kata Kapten Inf. Wongso. Pada kesempatan tersebut, Dandim 1619/Tabanan menyampaikan bahwa semua segenap bangsa bukan hanya TNI dan Polri, tetapi semua harus bela negara. Melalui musik pun generasi muda bisa melakukan bela negara. ‘’Tunjukkan merah putih dengan musik. Tunjukkan bela negara dengan musik. Dengan lagu kita bisa bela negara. Jauhi narkoba. Dengan musik kita harus bela negara, tumbuhkan sifat positif dengan musik,’’ kata Dandim Letkol Inf. Toni Sri Hartanto. Ke g i atan MBC Musik Peduli Bangsa dengan tema ‘’Berkarya Bersama Tanggulangi Radikalisme’’ ini bertujuan agar para musisi muda berbakat dapat memahami pentingnya cegah tangkal radikalisme yang dapat mengancam suatu bangsa. (kmb28)

Bali Post/ist

TANGKAL RADIKALISME - Edukasi tangkal radikalisme menyasar komunitas musisi di Tabanan.

Lelang Jabatan

Pansel akan Umumkan Tiga Terbaik

Tabanan (Bali Post) Proses lelang jabatan pengisian jabatan empat Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Tabanan telah selesai. 18 peserta telah berjibaku mengikuti tahapan demi tahapan mulai dari tes assesemnt, membuat makalah, rekam jejak, presentasi dan wawancara. Semua hasil tes nantinya akan digabung oleh Tim Pansel dalam rapat pleno. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tabanan I Wayan Sugatra mengatakan, Pansel akan menggelar rapat pleno untuk mengumpulkan semua nilai dari seluruh proses tes yang telah dilalui peserta. Pleno untuk seleksi wawancara telah dilakukan Minggu (1/9) kemarin. ‘’Baru rapat pleno untuk penentukan hasil tes wawancara. Kalau untuk keseluruhan Senin (hari ini-red),’’ ungkap Sugatra. Setelah seluruh hasil tes

digabung, maka akan diketahui tiga besar di masing-masing posisi jabatan yang dilelang. ‘’Kalau tidak ada halangan, nilai gabungan akan kami umumkan Selasa,’’ kata Sugatra. Menurutnya, tiga besar tersebut akan diserahkan ke Bupati untuk selanjutnya dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk dicek proses seleksinya guna memastikan semua sesuai aturan. ‘’Kalau semuanya sudah dianggap telah sesuai, KASN akan mengirim ke Bupati untuk menentukan salah satu yang ditunjuk mengisi jabatan yang lowong sesuai visi misi Bupati,’’ ujar Sekretaris Pansel ini. Seperti diketahui, sebanyak 18 pejabat eselon IIIA mengikuti lelang jabatan eselon IIB yang lowong. Masing-masing empat orang merebut posisi Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Dinas Pariwisata. Sementara enam pejabat berebut jabatan Kepala Dinas Pendidikan. (kmb28)

I Wayan Sugatra

Bali Post/bit

KKN Angkatan XVI IHDN di Tabanan Ditutup INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar mengakhiri pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan XVI di Kabupaten Tabanan, Minggu (1/9) kemarin. Sebanyak 296 mahasiswa semester VI telah melakukan pengabdian masyarakat. Mereka tersebar di 22 desa yang ada di Kabupaten Tabanan. Penutupan KKN IHDN yang berlangsung di gedung kesenian I Ketut Maria ditandai penyerahan mahasiswa oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan

yang diwakili Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana yang juga Plt. Dinas Pendidikan Tabanan kepada Rektor IHDN Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Acara dilanjutkan penyerahan bantuan barang fisik sosial keagamaan atau uparengga kepada 22 Kepala Desa lokasi KKN. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) IHDN Denpasar Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd. didampingi Ketua Panitia Dr. I Dewa

SERAHKAN BANTUAN - Rektor IHDN Denpasar saat menyerahkan bantuan barang fisik sosial keagamaan atau uparengga secara simbolis kepada salah satu Kepala Desa.

Ayu Hendrawathy Putri, S.Sos., M.Si., menyampaikan kegiatan KKN di Kabupaten Tabanan telah dimulai 29 Juni dan berlangsung sampai 31 Agustus. Selaku penanggung jawab kegiatan, Srie Kusuma Wardhani mengungkapkan, banyak program kerja yang telah dilakukan para mahasiswa selama KKN. Seperti di bidang pendidikan dalam bentuk kegiatan pasraman baik formal dan non-formal, kegiatan sosial kemasyarakatan yang dalam hal ini mahasiswa berbaur dengan masyarakat mengadakan kegiatan pembangunan fisik dan spiritual. Selain itu, digelar pula kegiatan seni dan budaya yang bertujuan membangunkan kreativitas masyarakat desa. ‘’Selama dua bulan para mahasiswa mengkolaborasikan program kampus dengan program di desa,’’ ucapnya. Sementara itu, Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, KKN XVI tahun ini tidak mengalami kendala berarti dan dapat diterima dengan baik di masyarakat. Hal ini lantaran mahasiswa aktif dan mampu mensinergikan program KKN dengan program desa, maupun program adat, banjar, PKK, bahkan subak. Apalagi banyak kegiatan yang mendapat apresiasi

khusus dari masyarakat salah satunya penanaman pohon kelapa. ‘’Banyak yang berkeinginan kegiatan IHDN tidak hanya saat KKN saja, namun terus dipertahankan dan diperluas. Ini artinya KKN tahun ini membawa citra tersendiri di masyarakat,’’ ucap Sudiana. Bahkan sejumlah kegiatan yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh masyarakat di desa, seperti penataran pemangku dan serati, memperbaiki lontar yang hampir rusak, serta pembelajaran tentang Wariga juga menjadi kegiatan dalam KKN kali ini. ‘’Masyarakat juga diajari bagaimana membuat jejaitan dan metanding banten dengan ditambah filosofi banten yang mereka buat,’’ ucapnya. Sementara itu, Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana menyampaikan, KKN merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Pihaknya pun mengapresiasi kegiatan ini karena telah memilih Kabupaten Tabanan sebagai lokasi kegiatan KKN. ‘’Paling tidak apa yang telah dilakukan adik-adik mahasiswa ini dapat membantu pembangunan di desa khususnya mendorong masyarakat mempelajari budaya Bali,’’ ucapnya. (ad024)

Sejumlah SD Diusulkan Di-”regrouping” Tabanan (Bali Post) -

Pemkab Tabanan melalui Dinas Pendidikan telah melakukan regrouping atau penggabungan terhadap sejumlah sekolah dasar (SD). Regrouping bertujuan mengatasi masalah kekurangan guru serta efisiensi biaya perawatan gedung sekolah. Regrouping tentu saja diharapkan bermuara pada peningkatan mutu dan memenuhi standar nasional pendidikan dasar di Tabanan. Dari data yang dihimpun, sekolah-sekolah yang telah di-regrouping tahun ini yaitu SD 1 dengan SD 2 Desa Buahan, SD 1 dengan SD 2 Desa Sandan Wanasari, serta SD 1 dengan SD 2 Tibubiu. Menurut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana didampingi Kabid SD Made Sukanitera, tahun ini, ada sejumlah SD lagi yang rencananya di-regrouping. Permohonannya sudah masuk ke Dinas Pendidikan. Sekolah dimaksud yakni SD 1 dengan SD 2 Desa Jegu di Kecamatan Penebel dan SD 1 dengan 2 Desa Kukuh di Kecamatan Marga. “Alasannya jumlah siswa minim. Begitu juga guru, serta jarak antara dua sekolah yang akan di-regroup tidak terlalu jauh, maksimal 2 km,’’ terangnya belum lama ini. Untuk regrouping di Desa Jegu, lanjut Miarsana, minimal Oktober sudah rampung. Menurutnya, minimnya jumlah siswa berakibat membengkaknya kebutuhan operasional sekolah. Pendapatan dan pengeluaran sekolah tak seimbang. Dengan begitu, regrouping sebagai satu-satunya solusi sepanjang memungkinkan, seperti potensi peserta didik pertumbuhan tidak signifikan besarnya, sementara isian rombel yang ada saat ini belum sampai pada ketentuan SPM. ‘’Masyarakat masih harus diberikan penjelasan. Jangan mentabukan regrouping. Sepanjang masih terjangkau anak-anaknya mengapa tidak, sehingga sekolah lebih efektif,’’ terangnya. Efek positif dengan adanya penggabungan sekolah yakni semangat mengajar para guru lebih meningkat. Sebab, siswa yang diajarnya kini lebih banyak sehingga ruangan lebih ramai. ‘’Guru-guru pada senang. Siswanya lebih banyak jadi makin semangat mengajar,’’ tuturnya. Orangtua siswa juga jadi tidak bingung dalam menyekolahkan anaknya. ‘’Sebenarnya banyak yang berpotensi untuk dilakukan regrouping, hanya saja masih perlu penjelasan lagi pada masyarakat terkait,’’ terangnya. Meski demikian, untuk program regrouping memang harus ada persetujuan terlebih dahulu dari warga sekitar agar tidak ada gejolak. ‘’Banyak masalah pendidikan yang bisa diselesaikan dengan cara regroup. Hanya saja bagaimana sekarang seminim mungkin menekan agar tidak ada gejolak, karena tujuan kita baik tentu perlu pengertian dari masyarakat,’’ ungkapnya. (kmb28)

REGROUPING - SD 1 dan 2 Desa Kukuh yang diusulkan di-regrouping.

Bali Post/bit


Senin Kliwon, 2 September 2019

Tinjau Proyek ”Shortcut” Menteri PUPR-RI Minta Dilengkapi Tempat Peristirahatan Singaraja (Bali Post) – Realisasi pelaksanaan proyek pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja - Menguwitani atau dikenal dengan shortcut di lokasi 5 dan 6 (Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada) terus saja meningkat. Pelaksanaan paket pembangunan jembatan dan jalan baru di lokasi itu sudah tercapai 74 persen. Dengan hasil ini, proyek yang menghabiskan dana APBN senilai Rp 140 miliar itu diperkirakan tuntas November 2019.

MENTERI TINJAU SHORTCUT – Menteri PUPR-RI Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. meninjau lokasi proyek jalan baru batas Kota Singaraja – Menguwitani titik 5 dan 6 di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Minggu (1/9) kemarin.

Sepeda Motor Terjun ke Jurang, Pelajar Meninggal Dunia Singaraja (Bali Post) Anak remaja, Gede Rino Radika (15), yang berasal dari Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu mengalami nasib nahas saat mengendarai sepeda motor. Pelajar itu kecelakaan lalu lintas di Desa Ularan, tepatnya di Banjar Dinas Buana Kerti, Jumat (30/8) kemarin. Tragisnya, sepeda motor korban terjun ke dalam jurang hingga korban mengalami cedera kepala berat kemudian meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Kapolsek Seririt Kompol Made Uder seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (30/8) kemarin mengatakan, sebelum kejadian itu korban mengendarai sepeda motor metik DK 6036 DX datang dari Desa Telaga menuju Seririt. Di lokasi kejadian yang masuk areal Bendungan Titab itu, korban tiba-tiba kehilangan kendali. Penyebabnya, jalan menurun dan curam ditambah tikungan tajam. Akibatnya, sepeda motor dan korban terjun ke dalam jurang yang cukup dalam dan kemudian meninggal dunia. Saat itu warga yang kebetulan lewat di sana, langsung menolong korban dengan membawa ke rumah sakit terdekat. Dalam perjalanan, nyawa korban

tidak dapat diselamatkan setelah mengalami cedera kepala berat. Bukan saja dari telinganya mengeluarkan darah, juga dari bagian hidungnya. Kecelakaan yang merenggut nyawa itu, diduga akibat benturan keras saat lakalantas itu. “Benar ada lakalantas tunggal dengan satu korban. Korban meningggal dunia ketika akan dibawa ke rumah sakit. Pelajar yang tewas itu mengalami CKB akibat benturan keras saat kejadian,” katanya. Terkait penyebab lakalantas itu, Made Uder mengatakan, dari pemeriksaan saksi dan juga dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), lakalantas itu murni out of control (OC). Selain itu, pihaknya menduga, saat korban melintas, tiba-tiba rem sepeda motor korban itu tidak berfungsi dengan baik. Sehingga korban tidak bisa mengendalikan sepeda motornya. Kemudian keluar jalur dan terjun ke dalam jurang. “Sejauh ini memang masih diselidiki. Besar kemungkinannya kejadian itu murni out of control (OC) akibat medan ekstrem,’’ tegasnya Diduga sepeda motor korban mengalami rem blong. Untuk memastikan hal itu, unit lantas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (kmb38)

Untuk bisa melihat dari dekat, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc.,Ph.D. mengunjungi lokasi proyek itu, Minggu (1/9) kemarin. Hadir mendampingi Menteri PUPR, PLH Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Nusakti Yasa Weda, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, PPK Proyek Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Menguwitani Ketut Payus Astapa, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Ketut Suparta Wijaya. Basoeki Hadimoeljono mengatakan, khusus shortcut di titik lima dan enam pengerjaanya sudah berjalan sesuai perencanaan. Bahkan, setelah diamati secara langsung dan mendengarkan penjelasan PPK, pemerintah optimis shortcut di Buleleng itu, dibangun tuntas dalam tiga bulan ke depan. Eksisting medan jalan baru di lokasi sejauh 1,9 kilometer ekstrem dengan jumlah 15 tikungan tajam. Setelah dibangun jalan baru ini, hanya masih tersisa lima lokasi tikungan. Bahkan dengan elevasi dan geometri secara teliti, maka jalan itu nantinya akan nyaman dilintasi baik itu kendaraan truk, bus

apalagi kendaraan kecil. Selain itu, konstruksi jalan baru ini sudah diantisipasi kemungkinan terjadinya longsor yang disebabkan kontur tanah. Setelah mengamati dari dekat, Menteri Basoeki Hadimoeljono mengingatkan pelaksana proyek itu agar tetap menjaga kualitas pekerjaan dengan baik. ‘’Hal itu penting agar hasilnya nanti sesuai dokumen perencanaan yang ada. Selain itu, untuk mengakomodir arsitektur Bali, jembatan sepanjang 200 meter dan badan jalan baru itu akan dilengkapi ornamen khas Bali,’’ ujarnya. Tidak hanya itu kata Menteri juga diusulkan agar jalan baru ini dilengkapi tempat peristirahatan yang memadai. Fasilitas tambahan itu bukan saja untuk istirahat, tetapi juga dapat digunakan sebagai tempat berwisata. Apalagi, di jalur shortcut itu sendiri memiliki view alam indah dan asri. “Sama seperti di provinsi lain, infrastruktur yang kita bangun selalu mengakomodir local genius. Seperti di Bali ini bisa ditambahkan ornamen Bali. Saya minta dilengkapi tempat peristirahatan. Di sini view-nya bagus. Fungsinya tidak saja untuk istirahat berkendara yang lelah, tetapi juga sengaja dimanfaatkan untuk berwisata,”

jelasnya. Ditekan Jadi Rp 377 Miliar Setelah enam lokasi shortcut itu dikerjakan tuntas, PUPR kemudian akan mengerjakan titik shortcut 7, 8, 9 dan titik 10. Pengerjaan keempat titik shortcut itu sedang dipersiapkan desainnya, metodologi pekerjaannya, dan penghitungan anggaran perlu dipersiapkan. Dari perhitungan anggaran sementara, total anggaran yang diperlukan mencapai Rp 550 miliar. Setelah dilakukan veleu engenering, maka anggaran yang diperlukan itu berhasil ditekan menjadi Rp 377 miliar. Penghematan ini tidak lepas karena dalam metodologi pengerjaanya bisa dihemat. Paket pekerjaan shortcut selanjutnya akan dibangun terowongan bawah tanah. Metodologi pekerjaan ini bisa menghemat anggaran mencapai 40 persen. “Tahun 2020 mulai dibangun dan sedang di-veleu engenering dan hasil sementara akan ada terowongan. Metodologi kerja ini menghemat 40 persen. Sekarang aspek gangguan lingkungan itu sedang dipelajari. Komitmennya tetap memperkecil kerusakan lingkungan dalam pembangunan shortcut selanjutnya,” jelasnya. Sementara PPK proyek jalan

baru batas Kota Singaraja Menguwitani Ketut Payun Astapa mengatakan, paket jalan pekerjaanya telah direalisasikan sebesar 65 persen. Sedangkan pembangunan jembatannya telah direalisasikan sebesar 92 persen. Kendati secara keseluruhan pelaksanaan menunjukan kemajuan dari perencanaan, tetapi pada pekerjaan jalan itu realisasinya minus dua dari perencanaan. Karena situasi di lokasi proyek ketika malam hari terhalang cuaca berkabut. Untuk mengejar kekurangan target itu, pihaknya sudah menambah penerangan dan metodologi pekerjaan, sehingga kekurangan target itu dapat dikejar. Terkait tempat peristirahatan, Payun menyebut hal itu masih dipersiapkan agar bentuk dan lokasi tempat peristirahatan yang dibangun nantinya sesuai infrastruktur yang baru dibangun. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, jalan baru batas kota di wilayahnya ini sudah menjadi impian masyarakatnya sejak bertahuntahun. Dengan dibangun shortcut titik 5 dan 6 dan berlanjut di tahun depan, dirinya semakin optimis tidak akan ada lagi kesenjangan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara. Bupati juga yakin dengan jarak tempuh yang lebih pendek dari selatan ke utara tersebut akan memotivasi dan dapat mempengaruhi bangkitnya perekonomian sekaligus pengembangan industri wisata Bali Utara. (kmb38)

Cegah Banjir, Pemkab Bangun Drainase di Kawasan Danau Buyan KEKHAWATIRAN warga di kawasan Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada terjadi banjir saat musim hujan mulai ditangani serius Pemkab Buleleng. Untuk mencegah banjir pertengahan tahun ini, pemkab akan membangun drainase guna mengalirkan air hujan dari lereng hutan. Upaya tersebut sengaja dilakukan dalam kaitan menekan luapan air danau di Dusun Dasong, Desa Pancasari. Lalu berapa budget dana dialokasikan dari APBD untuk proyek itu? kesepakatan mengenai upaya efektif yang harus dilakukan untuk pencegahan banjir ternyata sudah ada. Kesepakatan itu dilangsungkan antara perangkat desa, tokoh masyarakat bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng akhir pekan lalu. Pertemuan ini digelar terkait surat para klian banjar dan klian pelopor di Desa Pancasari yang khawatir dampak maraknya terjadi penimbunan lahan pribadi menggunakan tanah bekas galian proyek shortcut di Desa Pegayaman. Pertemuan dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dari pertemuan tersebut, pemilik tanah diberikan izin menimbun lahan miliknya sendiri. Namun, dengan cara mengikuti aturan yang ditentukan pelaksana proyek shortcut itu. Hal ini untuk memberikan kesempatan warga bisa mengu-

sahakan tanah miliknya yang selama ini tidak dapat menghasilkan optimal. Pasalnya, posisi lahan itu lebih rendah dari jalan. Bahkan sering terendam luapan air danau. Strategi mencegah banjir itu, caranya pemkab akan melakukan penataan, salah satunya dengan menyiapkan drainase permanen. Dengan dibangunnya infrastruktur itu, kekhawatiran terjadinya banjir dapat ditangani, sehingga tidak menggenangi rumah atau perkebunan warga. Selain itu, drainase yang dibangun juga untuk mencegah gangguan lingkungan di kawasan danau. Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya mengatakan, setelah dilakukan kajian awal, pembangunan drainase diperlukan di kawasan Dusun Dasong, Desa Pancasari. Selain untuk mengendalikan aliran air dari lereng hutan, dan perkebunan, juga dapat mengontrol masuknya air ke areal Danau Buyan.

Hanya saja, berapa volume drainase yang akan dibangun itu. Sejauh ini belum difinalisasi. Namun, untuk penataan itu diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 1 miliar. Dengan perencanaan anggaran yang begitu besar, sehingga alokasi anggarannya dilakukan secara bertahap. Pertama pada APBD Perubahan 2019, dialokasikan anggaran Rp 200 sampai 500 juta. Sedangkan sisanya sebesar Rp 500 juta lagi dilanjutkan pada APBD 2020 mendatang. “Penataan akan kami lakukan mulai pertengahan 2019 ini. Kemudian berlanjut tahun depan. Sementara, masih dibuatkan desainnya. Jika anggarannya belum cukup, maka kita kerjakan di lokasi yang paling urgen lebih dulu,’’ ujarnya. Dengan penataan seperti itu kawasan Danau Buyan terjaga dan bisa memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Bupati Agus Suradnyana mengatakan, lahan warga yang sudah ditimbun dengan tanah galian shortcut dan tanah lain, diharapkan areal yang sudah ditimbun dipelihara dengan baik. Itu penting guna mencegah jangan sampai memicu gangguan pada danau. Selain itu, lahan yang sudah ditimbun agar ditanami tanaman keras, sehingga bisa menambah cakupan vegetasi. Selain itu menjadi daerah resapan untuk kelestarian kawasan danau itu sendiri. Perbekel Desa Pancasari, Sukasada, Wayan Darsana,

menyambut positif upaya pemkab dalam mencegah banjir dan kemungkinan air danau meluap saat musim hujan. Dengan dibuatnya drainase permanen, maka kekhawatiran warganya yang dituangkan dalam surat beberapa waktu lalu pasti dapat dicegah. Penimbunan tanah warganya dari tanah galian shortcut itu dapat dilakukan. Pihaknya juga meminta agar tanah yang sudah ditimbun dipelihara dengan baik. Caranya harus ditanamai tanaman yang berfungsi menambah resapan air. Strategi itu harus dilakukan agar bermanfaat untuk kelestarian danau. Pejabat Pembuat Komit-

men (PPK) proyek Jalan Baru Batas Kota Singaraja – Menguwitani Ketut Payun Astapa mengatakan, tanah galian pembangunan jalan baru itu, menghasilkn satu juta kubik tanah galian yang harus dibuang. Sejauh ini 880 ribu volume kubik tanah galian itu telah dimanfaatkan warga di sekitar Danau Buyan dan juga daerah lain yang dekat lokasi proyek. Sisa tanah galian yang belum dimanfaatkan itu diharapkan senantiasa mengikuti kebijakan pemkab. Pemkab sendiri telah memberikan tanah galian itu dipergunakan untuk menimbun tanah milik warga di sekitar Danau Buyan. (mud)

DITIMBUN – Lahan warga di kawasan Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada ditimbun dengan cara memanfaatkan tanah bekas galian proyek jalan baru batas Kota Singaraja – Menguwitani alias shortcut.


Senin Kliwon, 2 September 2019

Revitalisasi Pasar Umum Gianyar

Tempat Relokasi Pedagang Mulai Dikerjakan

Bali Post/kmb35

RELOKASI - Alat berat sedang meratakan lahan yang akan dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Umum Gianyar.

Gianyar (Bali Post)Pemkab Gianyar mulai memantapkan rencana revitalisasi Pasar Umum Gianyat, yakni dengan menyiapkan lokasi untuk relokasi pedagang. Bahkan, Pemkab Gianyar sudah menganggarkan Rp 2,4 miliar untuk pembangunan pasar relokasi di wilayah Bukit Jati, Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar. Sesuai kontrak kerja pembangunan itu dimulai akhir Agustus 2019. Pantauan Bali Post, Minggu (1/9) kemarin, di areal pasar relokasi yang memiliki luas 1,8 hektar itu sudah terdapat

alat berat berupa buldoser. Lahan di kawasan itu sedang diratakan menggunakan alat berat tersebut. Lahan yang posisinya di bawah itu dimiliki oleh sepuluh pemilik lahan. Para pemilik lahan telah sepakat dengan kerja sama penempatan pasar relokasi. Di lokasi itu juga sudah terpampang papan proyek di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar. Pada papan tersebut tertera proyek dengan nomor kontrak 027/233/RPG/Disperindag dimulai 22 Agustus 2019. Proyek dengan kontraktor CV Sri Ganesa Putra akan

dikerjakan selama 110 hari. Kepala Pasar Umum Gianyar Nengah Artawa mengatakan, lahan relokasi itu kini sedang disiapkan untuk pembangunan tempat relokasi. Sebanyak 1.102 pedagang Pasar Umum Gianyar akan direlokasi ke tempat tersebut. Dikatakan, tempat yang disediakan itu semipermanen. Kendati demikian, ia menjamin tempat relokasi akan aman dari keluhan yang sempat dikhawatirkan pedagang. Di antaranya bocor, pencurian dan sebagainya. “Itu sudah kami siapkan. Untuk

pedagang ruko juga sudah,” jelasnya. Artawa menambahkan, tempat relokasi itu akan menampung seluruh pedagang di Pasar Gianyar. Terdiri dari 65 pedagang ruko, 94 pedagang kios dan 943 pedagang los. Setelah pemindahan para pedagang, maka gedung Pasar Gianyar akan diratakan untuk selanjutnya dibangun baru. “Para pedagang telah sepakat dengan pemindahan itu. Sebelumnya kami sudah sosialisasi. Kami akan adakan lagi sosialisasi kedua. Mayoritas mereka (pedagang-red) setuju,” tandasnya. (kmb35)

Srikandi PDI-P Kawal Penguatan Akui Bekap Bayi Hingga Meninggal Program Pemberdayaan Perempuan Gianyar (Bali Post)Masyarakat Gianyar kini memiliki empat keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Gianyar. Empat srikandi politik ini diharapkan mampu menyuarakan aspirasi perempuan dalam hal pemberdayaan melalui program-program Pemkab Gianyar lima tahun ke depan. Empat srikandi DPRD Kabupaten Gianyar ini berasal dari Partai PDI-P yang merupakan partai peraih kursi terbanyak di DPRD Gianyar. Dari 40 kursi, 26 orang dari PDI-P, empat di antaranya perempuan. Mereka adalah Ni Made Ratnadi, S.E., Luh Suciningsih, S.E., Desa Putu Tirta, S.H., dan Ni Nyoman Etty Yuliastini, S.S. Ni Made Ratnadi yang

merupakan anggota dewan peraih suara terbanyak pada Pemilu 2019 lalu mengaku siap mengawal programprogram yang memperkuat pemberdayaan perempuan. Dengan empat orang anggota dewan perempuan yang duduk sekarang di DPRD Gianyar, dipastikan sangat siap dalam memperjuangkan hak-hak dari perempuan. “Tentunya kami akan dukung program kesetaraan gender, khususnya dalam melindungi perempuan dan perlindungan terhadap anak,” katanya. Menurut perempuan asal Desa Buruan, Blahbatuh ini, program pemberdayaan perempuan seperti dalam penguatan perempuan dalam bidang pelestarian seni dan budaya. Pemberdayaan

perempuan di setiap banjar melalui sekaha-sekaha gong wanita, dukungan program pelatihan ketrampilan masanggul sehingga dapat mengurangi biaya ke salon setiap akan ke pura, terlebih saat ini sedang trend ibu-ibu PKK menari rejang. Memberikan keterampilan di bidang banten, kesehatan termasuk dalam bidang ekonomi kreatif dan usaha kecil menengah. “Hal ini sejalan dengan program Bupati Gianyar saat ini yaitu mendorong perempuan untuk bisa bergerak dalam bidang usaha kecil menengah (UMK). Dengan memberikan keterampilan berwirausaha, tentunya akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (kmb16)

Gianyar (Bali Post) Kawasan Ubud memang ramai dikunjungi wisatawan setiap tahunnya. Melihat peluang itu, banyak investor berbondong-bondong membangun akomodasi pariwisata di wilayah kampung turis itu. Anggota DPRD Gianyar I Ketut Karda yang menyoroti kondisi itu meminta eksekutif agar tidak lagi menerbitkan izin sejumlah akomodasi pariwisata, khususnya budget hotel yang kini marak didirikan di Ubud. Menurut Karda, saat ini di wilayah Ubud banyak dibangun budget hotel. Di beberapa lokasi, budget hotel ini terlihat sangat mencolok, karena desainnya yang kontra dengan lingkungan sekitar. “Berbeda dengan hotel berbintang yang desain selaras dengan lingkungan sekitar, budget hotel ini memang dibuat khusus untuk memperbanyak

kamar saja,” katanya, belum lama ini. Karda mengatakan, saat ini sudah ada beberapa budget hotel yang beroperasi di Ubud dan sekitarnya. Bahkan, ada sejumlah budget hotel yang sedang dalam proses pengerjaan. “Kami meminta eksekutif menyetop penerbitan izin budget hotel karena akomodasi di Ubud sudah terlalu padat,” kata politisi Partai Demokrat ini menyarankan. Dampak paling signifikan dari keberadaan budget hotel, kata Karda, adalah perang harga di antara pemilik akomodasi pariwisata sejenis. Namun, yang paling menjadi korban dari kondisi ini adalah masyarakat lokal yang selama ini menyewakan rumah sebagai homestay untuk wisatawan. “Warga yang mengelola homestay yang pal-

ing merasakan dampaknya. Tidak jarang mereka harus banting harga di saat low season, karena tidak seimbang antara tingkat kunjungan dan banyaknya hotel,” katanya. Melihat kondisi tersebut, Karda mendesak eksekutif untuk menghentikan penerbitan izin budget hotel di seputaran Ubud. Dikatakan, pembangunan akomodasi pariwisata saat ini bisa diarahkan ke kawasan Gianyar Timur. Hal ini juga penting dilakukan demi menciptakan keseimbangaan perekonomian. “Alangkah jika pembangunan akomodasi mulai diarahkan ke Gianyar Timur,” tegasnya. Salah satu budget hotel kini sedang dibangun di seputaran Desa Lodtunduh, Ubud. Pembangunan hotel ini memang dibuat sedemikian rupa untuk memperbanyak jumlah kamar. (kmb35)

Dewan Soroti Pembangunan “Budget” Hotel

Bali Post/kmb35

AKOMODASI - Salah satu akomodasi pariwisata menyerupai budget hotel yang sedang dibangun di Desa Lodtunduh, Ubud.

Ibu Kandung Jadi Tersangka Gianyar (Bali Post)-

Ibu muda berinisial Luh GW akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus pembunuhan terhadap bayi kandung yang baru dilahirkan di sebuah rumah kos di Desa Sukawati, beberapa hari lalu. Hasil pemeriksaan sementara, tersangka berusia 19 tahun ini diketahui membekap mulut anak kandungnya itu dengan celana dalam, hingga meninggal. Saat ini kasus dengan tersangka perempuan asal Buleleng itu ditangani jajaran Polres Gianyar.

Dikatakan, pihaknya masih mendalami keterangan tersangka dan mantan pacarnya. “Pacarnya kita coba cek dulu, apa pembunuhan ini murni dilakukan ibu bayi sendirian atau ada bantuan pacarnya,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga di Desa Sukawati dikejutkan dengan gegerkan penemuan jasad bayi terbungkus kain hitam dalam ember di kamar mandi sebuah rumah kos di Desa Sukawati, Jumat (30/8). Bayi berjenis kelamin lakilaki dengan berat sekitar 3 kilogram itu dibunuh oleh ibunya sendiri, Luh GW asal Buleleng. Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi keji tersebut dilakukan ibu bayi, Kamis (29/8) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Namun baru diketahui, Jumat (30/8) sekitar pukul 12.00 Wita, setelah pelaku didesak untuk mengakui perbuatannya. Luh GW menyebut bayinya telah meninggal dan jasadnya ditaruh dalam ember dalam kondisi terbungkus kain hitam. (kmb35)

Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun menerangkan, usai keluar dari rumah sakit, pihaknya sempat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Luh GW ini mengakui perbuatan kejinya saat membunuh bayi yang baru dilahirkannya. “Sudah mengaku. Ia dengan sengaja membekap mulut anaknya,” ujar Jaya Winangun, Minggu (1/9) kemarin. Berdasarkan pemeriksaan, kata Jaya Winangun, aksi keji tersebut dilakukan tersangka agar tidak diketahui orang lain, bahwa ia sudah melahirkan bayi di TKP di Desa Sukawati itu. Bayi yang baru lahir itu langsung dibekap dengan celana dalam. Usai memastikan bayi laki-laki itu tidak bergerak, lantas disembun-

yikan di dalam ember. “Pengakuannya dibekap pakai celana dalam, lalu anaknya disembunyikan di ember,” katanya. Menurut Jaya Winangun, orangtua pelaku hanya menaruh curiga bila anaknya hamil. Namun, mereka belum sempat memastikan lantaran sebelumnya tersangka terus mengelak. “Orangtua sudah curiga, kok tubuh tersangka melar. Tapi, tersangka tetap tidak mengaku kepada orangtuanya, hingga kemarin itu mau diperiksakan ke dokter untuk memastikan,” jelasnya. Tidak hanya itu, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap laki-laki asal Gianyar yang diduga menjadi bapak bayi tersebut. Namun, menurut hasil pemeriksaan sementara, tersangka Luh

GW sudah hampir delapan bulan putus hubungan dengan laki-laki itu. “Ia pacaran tapi sudah putus sekitar delapan bulan lalu, jadi lama dia putus. Selama itu juga mantan pacarnya ini tidak diberi tahu kalau tersangka hamil. Tapi, keterangan ini masih perlu didalami lagi,” ujar Jaya Winangun. Usai ditetapkan tersangka, kasus ini lantas dilimpahkan ke Mapolres Gianyar untuk penanganan lebih lanjut. Jajaran Polres Gianyar pun langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka. “Sudah dilimpahkan ke Polres. Tersangka masih diperiksa. Motifnya juga tunggu hasil pemeriksaan, kalau sudah fix nanti dikabari,” tegas Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan.

Gianyar (Bali Post)Komunitas peduli lingkungan menggelar aksi bersih-bersih di Jalan Raya Payangan, Kecamatan Payangan, Minggu (1/9) kemarin. Pada kegiatan itu ditemukan cukup banyak sampah. Diduga sampah tersebut kerap dibuang sembarangan oleh pengguna jalan. Anggota Trash Hero Bali Cabang Payangan I Ketut Artana menjelaskan, kegiatan memungut sampah ini rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu. Bahkan, kegiatan ini sudah menyebar ke sejumlah desa di Kabupaten Gianyar. “Di sepanjang jalan kita mengumpulkan banyak sampah. Bahkan, banyak sampah dibuang di pinggir jalan maupun di selokan,” katanya menyesalkan.

Artana mengatakan, mereka yang membuang sampah sembarangan biasanya dari mobil atau kendaraan. Diharapkan, para pengguna jalan yang memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan tersebut tidak melakukan hal serupa lagi,” ujarnya. Artana menegaskan, kegiatan menjaga kebersihan penting dilakukan oleh semua komponen. Terlebih, Kabupaten Gianyar sebagai daerah wisata yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya, sehingga lingkungan harus bersih dari sampah. “Dengan demikian, pengunjung atau wisatawan bisa nyaman menikmati alam yang ada di Payangan ini,” tegasnya. (kmb35)

SAMPAH - Seorang warga Payangan sedang memungut sampah plastik di sepanjang Jalan Raya Payangan, Minggu (1/9) kemarin.

Pemilik Kendaraan Diingatkan Tak Buang Sampah Sembarangan

Bali Post/kmb35


Senin Kliwon, 2 September 2019

Tutup HUT Ke-124 Kota Negara

Pawai Budaya Libatkan Ribuan Seniman Pawai budaya sebagai puncak perayaan HUT ke-124 Kota Negara melibatkan ribuan seniman dengan berbagai karya dan atraksi. Pawai melibatkan seniman baik dari Jembrana maupun luar Jembrana itu sekaligus menutup rangkaian pelaksanaan HUT Kota Negara yang perayaannya sebulan penuh. Sekitar 3.000 seniman menampilkan karyanya di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Negara, Jumat (1/9), yang berakhir di panggung kehormatan dengan disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster, Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata RI Prof. I Gede Pitana, Bupati Jembrana I Putu Artha serta Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan. Keterlibatan seniman tidak hanya dari Jembrana, perwakilan dari beberapa kabupaten di luar Bali juga ikut serta, termasuk adat dan budaya dari Papua sebagai cermin dari keragaman Nusantara. Pawai budaya diawali dengan tari Cempaka Putih yang merupakan tari penyambutan khas Jembrana yang menggambarkan keindahan dan keharuman bunga cempaka putih. Pembukaan pawai ditandai dengan pemukulan Kendang Mebarung oleh Gubernur Koster, bersama Bupati Artha, Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata RI Prof. Gede Pitana, Wabup Kembang Hartawan serta Ketua DPRD Jembrana Sri Sutharmi. Turut diserahkan saat pembukaan pawai, sertifikat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menetapkan kesenian jegog sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Atraksi pertama dibuka dengan penampilan fragmentari Purwa Nirartha yang menggambarkan kisah awal perjalanan pertama kali Dang Hyang Nirarta dalam menyebarkan agama Hindu di Bali. Dikisahkan, perjalanan Dang Hyang Nirarta di Bali diwarnai berbagai halangan. Fragmentari ini kolaborasi dari tiga sanggar, yakni Sanggar Seni Sana Sini, Sanggar Sangita Merdangga, serta Sanggar Seni Gayatri. Berturut-turut, diiringi gamelan baleganjur, ditampilkan prosesi kirab lambang daerah yang berisi barisan pengasep, cane, tebu, kober, bandrang, tedung agung, lambang

daerah serta penampilan Duta Endek dan Jegeg Bagus Jembrana menggunakan pakaian adat Bali serta busana karnaval. Yang menarik juga ditampilkan barisan menggunakan pakaian Bhineka Tunggal Ika dari 34 provinsi, simbol keragaman serta kekayaan budaya nusantara. Penghargaan atas keragaman nusantara makin terlihat saat parade siswa Papua yang saat ini sekolah di Jembrana, turut memeriahkan pawai, menampilkan tarian khas Papua. Berpakaian adat Papua dan pakaian adat Bali tak ketinggalan dengan ikat kepala merah putih, atraksi mereka sukses mendapat sambutan hangat warga Jembrana. Bahkan Gubernur Wayan Koster, Bupati Artha, Wabup Kembang Hartawan serta Dandim 1617 Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok turun dari panggung memberikan selamat dan berfoto bersama. Tak ketinggalan duta kesenian dari luar Bali. Turut berpartisipasi kesenian dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jember serta Kabupaten Banyuwangi. Ribuan warga Jembrana tampak antusias menghadiri pawai budaya yang merupakan penutup dari peringatan HUT ke-124 Kota Negara ini yang dipusatkan di perempatan simpang Surapati. Bupati Jembrana dalam sambutannya mengatakan, Kota Negara sebagai ibu kota Kabupaten Jembrana, memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang dengan dinamika

kehidupan masyarakatnya yang semakin berkembang secara berkesinambungan. Di usianya yang ke-124 Tahun 2019 ini, Kota Negara terus berbenah diri untuk menunjukkan eksistensinya baik sebagai pusat pemerintahan maupun sebagai pusat perkembangan ekonomi, politik dan sosial budaya. Hal ini menurut Artha, tentu tidak terlepas dari perjuangan dan kerja keras selama ini serta dukungan partisipasi dari segenap masyarakat dilandasi semangat perjuangan, persatuan dan kesatuan serta rasa kebersamaan di tengah-tengah kebhinekaan ini. Kondisi itu menjadikan suasana kehidupan kota dan masyarakat Kabupaten Jembrana semakin nyaman, rukun dan damai. Salah satu bentuk kegiatan seni budaya yang ditampilkan dalam peringatan HUT ke-124 Kota Negara adalah parade budaya. Berbagai kesenian daerah, baik dari Jembrana maupun kesenian dari Bali dan luar Provinsi Bali, bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya Bali serta menjaga semangat perjuangan dan persatuan dalam mengisi pembangunan. Hal ini sejalan dengan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo yaitu, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan Kebhinekaan dan menciptakan ruang - ruang dialog antar warga. “Melalui parade budaya kita bisa memanfaatkan kebhinekaan kita dengan ciri khas budayanya masing-masing dan dengan kearifan lokalnya untuk menjadi sumber energi kemajuan bangsa sekaligus sumber inspirasi bagi seluruh anak bangsa,” jelasnya Artha juga mengajak segenap elemen masyarakat ikut memelihara dan mempertahankan persatuan dan kerukunan dalam kebhinekaan yang telah terpelihara dengan baik selama ini. “Saya berharap kita

budaya - Gubernur Bali bersama Bupati Jembrana saat membuka parade budaya Jembrana kemarin. tidak mudah terhasut dan terprovokasi oleh berita-berita bohong alias hoax yang marak beredar di media sosial, yang dapat memecah belah dan menghancurkan persaudaraan kita. Mari bersama-sama bulatkan tekad untuk selalu menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI demi terwujudnya ketertiban, keamanan dan kesejahteraan kita semua,” tegasnya Sementara Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, kebudayaan Bali harus dibangun dengan sunggug-sungguh, karena Bali hanya bermodal budaya. “Bali tidak punya tambang atau kekayaan alam seperti daerah lain. Karena itu budaya Bali ini harus dirawat dengan baik, dengan seri-

us, sangat serius malahan. Kalau lalai membangun Bali maka pulau Bali ini tidak ada keistimewaannya sama sekali, sama saja dengan yang lainnya,” terang Koster. Ditambahkan Koster, karena kekayaan Budaya itulah nama Bali menjadi harum dikunjungi wisatawan. Bukan semata karena keindahan alamnya, tapi tradisi, budaya serta kearifan lokal yang menjiwai masyrakatnya selama ini.” Karena itu Pemkab dan Masyarakatnya harus mempunyai arah dan kebijakan dalam membangun budaya Bali. UU juga menegaskan bahwa kebudayaan itu investasi bukan harga atau biaya, jadi jangan dihitung,” tegasnya. Sesuai dengan visi Provinsi Bali

Nangun Sad Kerthi Loka Bali, pembangunan kebudayaan tentunya akan menjadi prioritas di masa kepemimpinannya. Secara khusus ia juga menyambut baik pelaksanaan Pawai Budaya Jembrana, yang memiliki tujuan yang sangat mulia untuk memberikan ruang kepada para seniman dan masyarakat yang ada di Jembrana untuk mempertontonkan hasil karya budayanya. “Pawai Budaya harus mampu merepresentasikan kekayaan khasanah budaya Kabupaten Jembrana khususnya di bidang Kesenian . Agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat bukan saja Jembrana sendiri, tetapi juga oleh seluruh masyarakat dunia,” pungkas Koster. (ad029)

Papua Tampilkan Tari Yospan Teluk Gilimanuk Terancam Sampah Kiriman

Pawai Budaya Jembrana serangkaian penutupan HUT Kota Negara, Minggu (1/9) kemarin, diwarnai atraksi dan pementasan budaya. Tidak hanya dari Jembrana, juga kabupaten se-Bali serta kabupaten luar Bali. Istimewanya, pelaksanaan pawai tahun ini juga melibatkan atraksi budaya anak- anak Papua yang sedang menuntut ilmu sekolah menengah di Jembrana. Sekitar 29 orang anak Papua dari 4 sekolah antusias mengikuti pawai budaya. Dengan pakaian adat Papua serta sebagian lagi menggunakan busana adat Bali menampilkan Tari Yospan, asli Papua di panggung kehormatan. Tidak ketinggalan ikat kepala merah putih sebagai simbol nasionalisme melengkapi penampilannya. Atraksi mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat Jembrana yang tumpah ruah di sepanjang Jalan Sudirman. Bahkan apresiasi serupa diberikan Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati I Putu Artha serta Wabup Kembang Hartawan yang turun dari atas panggung memberikan selamat sekaligus berfoto bersama. Sebelum tampil di Pawai Budaya, mereka tampak ceria berlatih bersama latihan tari simbolisasi persahabatan Papua ini, di SMAN 2 Negara. Didampingi penanggung jawab mereka, Komandan Kodim (Dandim) 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok. ’’Dengan ikut Pawai Budaya dengan menggunakan baju adat Papua, menunjukkan keragaman adat budaya Indonesia,’’ pungkas Dandim. Yohana Maria Natalia, siswa

Bali Post/olo

Tari Yospan - Belasan siswa Papua menampilkan tari Yospan dalam parade budaya, Minggu kemarin. Papua kelas 11 Jurusan Bahasa dan Budaya, SMAN 1 Melaya mengaku senang dan bangga bisa tampil saat pawai budaya. Meskipun persiapannya cukup singkat, ia dan rekanrekannya bangga bisa membawakan tari Yospan di hadapan pimpinan daerah serta masyarakat Jembrana. “Terus terang saya bangga bisa tampil saat pawai budaya, yang juga HUT Kota Negara. Terlebih masyarakat yang menyaksikan ribuan orang. Terima kasih juga kepada pimpinan daerah serta Pak Dandim yang memfasilitasi kami,” papar Maria. Di tengah maraknya isu mengganggu persatuan bangsa, khususnya yang beredar di media sosial, ternyata hal itu tidak berlaku di Jembrana. Terbukti anak-anak Papua itu dapat

bersekolah dengan baik, diterima dan bergaul seperti biasa. Sebelumnya Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan sempat mengundang anak-anak Papua itu santap malam bersama. Dari obrolan sederhana penuh keakraban itu, Kembang ingin memastikan anak-anak asal Papua dan Papua Barat itu belajar dengan tenang dan tidak ada yang terusik selama di Jembrana. “Kita menyampaikan Jembrana adalah rumah yang aman untuk anak-anak Papua yang tinggal menuntut ilmu. Bali sejak lama dikenal akan sikap toleransi serta semangat manyama braya-nya yang kental. Saya ingin adik-adik happy dan nyaman selama belajar di sini,” tegas Wabup Kembang Hartawan. (kmb26)

Negara (Bali Post) Teluk Gilimanuk di Gilimanuk menjadi andalan wisata Jembrana saat ini. Akan tetapi, sama dengan pesisir pantai selatan lainnya di Jembrana, pantai ini rawan dikotori dengan sampah kiriman. Karena itu pihak pengelola fokus untuk pembersihan areal pantai dari sampah, khususnya sampah plastik. Dari pengamatan, Minggu (1/9) kemarin, kawasan ini ramai dengan pengunjung. Kendatipun masih ada penataan bangunan fisik di beberapa titik, namun suasana di objek Daerah Tujuan Wisata (DTW) ini tetap ramai pengunjung. Tak sedikit pengunjung yang datang merupakan warga dari luar Bali yang singgah. Bahkan ada yang khusus datang dari Jawa Timur untuk menikmati suasana Gilimanuk. Selain menikmati suasana pantai yang sudah ditata, sejumlah pengunjung juga memanfaatkan jasa perahu yang disediakan dari kelompok masyarakat. “Rutenya seputaran teluk, hingga Pulau Kalong dan Karangsewu. Sekarang diatur giliran sesuai antrean,” ujar Siburian, penyedia jasa perahu. Untuk sekali keliling rute, pengunjung dikenai Rp 150 ribu. Dan satu perahu bisa dinaiki hingga 8 orang. Kondisi pantai ini memang jauh dibandingkan lima tahun lalu. Selain tertata, sejumlah kendala seperti sampah kiriman sudah diantisipasi oleh pengelola. Sampah-sampah kiri-

man hampir setiap saat menyelimuti areal pantai. Namun, secara berkala dilakukan pembersihan baik oleh kelompok maupun pengelola. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana I Nengah Alit belum lama ini mengatakan, untuk mengantisipasi sampah kiriman dan sampah di areal wisata Teluk Gilimanuk pengelola menyediakan tenaga kebersihan. Selain itu juga kelompok dan masyarakat diharapkan juga ikut berkontribusi untuk menjaga kawasan yang sudah ditata tetap

bersih. “Di sana ada banyak kelompok masyarakat, kita koordinasikan agar menjaga kebersihan bersama,” terang Alit. Mantan Kepala SMKN 1 Negara ini mengungkapkan Teluk Gilimanuk menjadi salah satu ikon pariwisata di Jembrana. Posisinya yang strategis di pintu masuk Bali, juga memiliki potensi alam yang menunjang pariwisata. Selain penataan dan pengelolaan, secara rutin tiap akhir tahun digelar Festival Gilimanuk. Upaya ini untuk menunjang wisata Jembrana. (kmb26)

Teluk Gilimanuk – Teluk Gilimanuk yang menjadi salah satu objek wisata andalan Jembrana mulai ramai dikunjungi wisatawan.


Senin Kliwon, 2 September 2019

Pilkada 2020

PDI-P Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati Amlapura (Bali Post) Hajatan politik lima tahunan paling bergengsi, yakni pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem akan dilangsungkan September 2020. Kendati masih setahun, namun Partai PDI Perjuangan sudah mulai menyiapkan diri serius menyongsong hajatan tersebut. Upaya awal dilakukan adalah membuka pendaftaran bakal calon Bupati. Ketua DPC PDI-P Karangasem I Gede Dana, Minggu (1/9) kemarin mengungkapkan, Partai PDI-P Karangasem mulai membuka penjaringan calon yang nantinya akan diusung pada Pilkada 2020. Penjaringan itu dimulai sejak Sabtu 31 Agustus. Penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati itu merujuk S u r a t Keputusan (SK) DPP PDI-P nomor 24 tahun 2017. “Pendaftaran sampai 23 September mendatang. Sampai saat ini belum ada yang mendaftar. Mungkin karena pendaf-

tarannya baru dibuka kemarin (Sabtu Red),” ujar Gede Dana. Kepada para pendaftar, kata Dana mereka nantinya harus siap mengikuti sekolah partai sesuai amanat yang digariskan partai PDI-P. Kemungkinannya sekolah partai itu akan digelar diluar Provinsi Bali. Sebab akan digabung dengan para pendaftar dari daerah lainnya. “Lama sekolah partai itu dilakukan selama sebulan. Jadi, mau tidak mau semua pendaftar harus siap mengikuti sekolah partai,” jelasnya. Dari informasi yang diperoleh di intern Partai PDI Perjuangan, Gede Dana menambahakan, muncul nama dirinya sendiri untuk diajukan sebagai calon bupati mendatang. Hal tersebut tak lepas dari menguatnya dukungan masyarakat Bumi Lahar kepada Ketua PDI-P Karangasem itu. Lebihlebih dirinya kini berhasil merebut kursi pimpinan DPRD Karangasem dengan total meraih 12 kursi dewan. (kmb41)

Bali Post/ist

KEPULAN ASAP - Masih terlihat kepulan asap di lereng Gunung Agung akibat kebakaran lahan hutan yang diperkirakan sudah mencapai 10 hektar.

Sudah Capai 10 Hektar Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Agung

Amlapura (Bali Post) Kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Agung cukup luas. Berdasarkan data yang diterima, lahan hutan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 10 hektar. Untuk mencegah kebakaran semakin meluas, sebelumnya tim gabungan membuat sekat bakar atau parit pembatas area terbakar. Usaha warga lainnya naik ke lereng Sabtu (31/8) malam berusaha all out memadamkan kobaran api di sekitaran Pura Madya.

I Gede Dana

Bali Post/kmb41

Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Minggu (1/9) kemarin mengungkapkan, kebakaran lahan hutan di lerang Gunung Agung terjadi di wilayah Hutan Lindung Belong, Pucang, Kubu dan juga kom-

plek Gunung Abang-Agung. Kebakaran hutan berada di zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB). “Lahan yang terbakar jenis pohon cemara, seming, nangi dan semak belukar yang sudah kering,” ujarnya.

Asap kebakaran jika dipantau dari Dusun Pucang, kata Arimbawa sudah tidak terlihat lagi dari sekitar Pura Madia Pucang. Namun api masih tampak dititik lokasi sebelah barat sungai Jabah. Saat ini hembusan asapnya

mengarah ke Barat. “Di wilayah hutan di Belong juga masih terlihat dua titik api. Semua posisi titik api berada di atas. Karena itu, untuk mengjangkaunya masih sulit. Untungnya api masih jauh dari pemukiman penduduk,” katanya. Dikatakan pada Sabtu (31/8) malam lalu puluhan warga Banjar Pucang naik ke lereng Gunung Agung. Mereka berusaha memadamkan kobaran api yang sempat mendekati areal Pura

Madya Ban. Tidak tanggungtanggung, sebanyak 50 orang warga naik ke lereng sekitar pukul 19.00 Wita. “Warga naik karena kobaran api sempat mendekati areal pura. Kemudian warga memadamkan kobaran api itu menggunakan alat seadanya, seperti cangkul, sekrup. Warga membuat sekat di sekitar Pura Madya. Karena sudah relatif aman, sekitar pukul 22.00 Wita warga kembali turun dari lereng Gunung Agung,” tegas Arimbawa. (kmb41)

Lima Embung di Karangasem Tercemar ”E-Coli” Diduga Akibat Terpapar Abu Vulkanik Lima embung yang ada di Karangasem diduga tercemar coliform tjinja alias E-coli. Kelima embung yang dimaksud adalah Embung Yeh Kori di Desa Jungutan, embung Nangka di Desa Buana Giri Kecamatan Bebandem. Selain itu, embung Batudawa I & II Desa Kubu, Kecamatan Kubu ,termasuk embung Temukus di Desa Besakih. Bagaimanakah upaya Dinas Kesehatan Karangasem untuk menanggulangi pencemaran E-Coli itu? KEPALA Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan instansinya sejauh ini sudah melakukan pengecekan terhadap air yang ada di sejumlah embung di Bumi Lahar itu. Hasilnya, dari lima embung yang diambil sampelnya semuanya positif tercemar E-Coli. Kelima embung itu adalah embung Yeh Kori, Desa Jungutan dan embung Nangka di Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem. Selain itu adalah embung Batuda-

wa I & II, Desa Kubu, Kecamatan Kubu, termasuk juga embung Temukus, Desa Besakih. “Hasil pemeriksaan laboratorium dari kelima embung yang dijadikan sampel pemeriksaan sudah keluar. Secara bakteriologis kelima embung itu diperiksa di laboratorium Surabaya, Jawa Timur, termasuk tidak memenuhi syarat kesehatan. Alasannya, karena positif mengandung coliform tjinja (E -Coli),’’ ujarnya Namun secara kimia

semua memenuhi syarat. Sedangkan secara fisika hanya embung Batudawa I dan II yang tidak memenuhi syarat. Embung Batudawa I dan II, lanjut Pertama, warna airnya sudah tidak memenuhi standar. Warna airnya keruh dan juga kecoklatan. “Tercemarnya kelima embung di Karangasem kemungkinan disebabkan kotoran burung. Bisa juga abu vulkanik saat erupsi Gunung Agung. Faktanya semua embung terpapar abu vulkanik,” jelasnya. Menindaklanjuti hasil laboratoriun, Dinas Kesehatan Karangasem rencananya akan melakukan langkah dan upaya–upaya efektif mengatasi masalah ini. Di antaranya melakukan desinfektan. Pemberian bahan kimia. Tindakan itu semata-mata untuk cegah terjadi infeksi atau pencemaran. Bisa juga diberikan obat membasmi

kuman penyakit di embung itu. “Desinfektan yang kita lakukan yang berupa pemberian kaporit pada sumber air tersebut. Kelima embung itu dinyatakan mengandung E-Coli,” tandasnya. Pihaknya sejauh berencana melakukan komunikasi intensif, sosialisasi melalui informasi termasuk edukasi kepada warga. Penting warga itu memasak air terlebih dulu sebelum mengkonsumsi. Alasannya, kondisi air di sana sudah tidak sehat,’’ ujarnya. Bisa saja hal itu, kata Pertama mengakibatkan terjadi keracunan. Karena itu, masyarakat diminta berperilaku hidup bersih serta sehat. Seperti tidak melakukan tindakan BAB secara sembarangan. Dengan cara itu, diharapkan tidak terjadi pencemaran air, sehingga kualitas air yang dinikmati bukan saja bersih namun juga sehat. (nan)

TERCEMAR - Kondisi embung Batudawa diduga tercemar E-Coli.

Bali Post/kmb41


Senin Kliwon, 2 September 2019

Bupati Suwirta Pimpin Kegiatan Penataan Aset Negara di Nusa Penida Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memimpin langsung penataan aset tanah negara yang berada di sepanjang pantai di Desa Ped, Minggu (1/9) kemarin. Penataan aset tanah negara ini, bertujuan untuk menginventarisir tanah milik negara yang terdapat di Nusa Penida yang nantinya akan digunakan untuk membuat jalan lingkar dan jalur trecking. Proses penataan aset ini didampingi langsung Sekretaris Daerah Klungkung I Gede Putu Winastra dan Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra. Rombongan ini mengawali pendataan dari pesisir Banjar Nyuh Desa Ped sampai ke Banjar Sental Kangin dengan berjalan kaki, dengan menempuh jarak yang diperkirakan jaraknya kurang lebih 4 kilometer.

Dalam penataan dan pendataan tanah negara tersebut, dirinya merasa terkejut ternyata cukup banyak tanah milik negara di wilayah setempat. Melihat hal tersebut pemerintah akan segera memproses tanah-tanah tersebut. Sebab, di atasnya sudah ada beberapa pengusaha pariwisata yang terlanjur membangun usahanya di sekitar wilayah ini. “Pemkab akan berusaha mencarikan solusi untuk hal ini. Kami akan segera sikapi,” ujar Bupati Suwirta, seraya berharap kepada pelaku usaha agar lebih teliti sebelum mendirikan usaha. Selain itu, terkait akses

publik menuju pantai, ia berharap kepada pelaku pariwisata, khususnya pemilik restoran, beach club dan penginapan yang ada di wilayah pantai, agar memikirkan hal-hal tersebut. Agar tidak kesannya privat atau milik restoran atau milik penginapan itu sendiri. Bupati Suwirta menegaskan, jika membangun atau mendirikan usaha harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Setiap kelengkapan izinnya, tentu juga harus dipenuhi. “Jangan hanya ucapan saja mau ikut mengembangkan pariwisata di Nusa Penida, tetapi faktanya ternyata hanya mencari keuntungan saja,” sorot Bupati Suwirta. Ia juga menegaskan, siap menindak tegas oknum pengusaha yang nakal. Agar,

situasi saat ini tidak semakin meraut. Sebelumnya, pada hari yang sama, rombongan Bupati Suwirta melaksanakan kegiatan peninjauan rusun yang digunakan oleh para petugas kesehatan yang bekerja di RS Pratama Nusa Penida. Dalam peninjauan tersebut, Bupati Suwirta merasa kecewa dengan keadaan rusun yang kotor dan di beberapa kamar di lantai satu mengalami kebocoran pada bagian septick tank. Melihat kondisi tersebut, Bupati Suwirta berpesan kepada perawat yang menempati rusun supaya ikut menjaga kebersihan di rusun dan sekitarnya. Ia juga meminta agar menanam beberapa tanaman untuk memperindah halaman rusun. (ad031)

ASET - Bupati Suwirta melakukan penataan aset negara di Nusa Penida.

Bali Post/gik

Pemkab Fokus Tata Objek Wisata di Nusa Penida

Bali Post/gik

BERSIH-Masyarakat saat melakukan aksi bersihbersih di Pantai Broken Beach.

Buang Sampah Sembarangan Suwirta Peringatkan Pengusaha Semarapura (Bali Post)Di tengah upaya pemerintah daerah mengurangi sampah plastik dan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, rupanya masih ditemukan di banyak akomodasi pariwisata. Seperti vila dan bungalo belum melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dengan baik. Ini menjadi sorotan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, ketika memimpin aksi bersih-bersih objek wisata Broken Beach, Nusa Penida, Sabtu (31/8) lalu. Ia mengaku sengaja turun ke wilayah kepulauan Nusa Penida ini, dalam beberapa hari, untuk menyelesaikan banyak persoalan. Di antaranya penataan objek wisata dan persoalan sampah. Dia melihat sejumlah vila masih membuang sampah justru di sekitar bangunannya sendiri. Ini menjadi kebiasaan buruk dan tentu akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya. Setidaknya dibuang ke TPA atau lakukan pengolahan sampah yang dihasilkan sendiri dari aktivitas akomodasi pariwisata. “Ini kebiasaan buruk yang harus dihilangkan,” kata Bupati Suwirta. Tidak hanya akomodasi pariwisata yang menjadi sorotan, warung yang kini menjamur di sekitar objek wisata juga tak luput dari sorotan orang nomor satu di Klungkung ini. Pelaku pariwisata dan masyarakat Nusa Penida diminta untuk belajar memaknai upaya pengelolaan sampah ramah lingkungan. Tindakan paling sederhana, dengan memperbanyak tempat-tempat sampah, yang bisa dibuat dari bambu atau bahan ramah lingkungan lainnya. Bahkan, kalau bisa melakukan pengolahan sendiri, maka inilah yang patut dicontoh bagi pengelola akomodasi pariwisata lainnya. Guna menjaga kelestarian lingkungan, Bupati Suwirta juga meminta pengelola akomodasi pariwisata berkontribusi menanam pohon perindang di pinggir jalan. Atau tanaman hias lainnya, seperti parigata, untuk memperindah akses jalan menuju objek wisata. Sebab, ketika wisatawan betah dan nyaman di Nusa Penida, imbasnya juga akan dirasakan oleh pengelola akomodasi pariwisata itu sendiri. Aksi bersih-bersih sampah di objek wisata Broken Beach ini, disambut antusias warga setempat. Selain ASN dari sejumlah OPD, camat dan masyarakat setempat, siswa SMA/ SMK maupun siswa SMP di Nusa Penida juga ikut turun tangan dalam aksi tersebut. Mereka menyadari pulau kecil yang sedang berkembang ini harus dijaga kelestariannya. Pelibatan pelajar dalam aksi ini, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan sekitar dari ancaman sampah, khususnya sampah plastik. (kmb31)

Semarapura (Bali Post)Setelah menjadi salah satu destinasi pariwisata di Bali, objek wisata baru terus bermunculan di Nusa Penida. Namun, kemunculannya menimbulkan beragam persoalan di lapangan. Mulai dari masalah status lahan, akses jalan, dan fasilitas umum lainnya sebagai sarana pendukung keindahan objek wisata. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta turun langsung ke sejumlah lokasi di wilayah kepulauan tersebut, bersama sejumlah instansi terkait. Upaya ini dilakukan selama tiga hari, sejak Jumat (30/8) hingga Minggu (1/9) kemarin. Sejumlah evaluasi besar, sebagai bentuk penataan wilayah atau objek wisata, langsung dieksekusi di lapangan. Seperti meminta kepada BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk melakukan inventarisasi tanah negara. Ini sebagai dasar, agar pengembangan objek tak mencaplok tanah negara. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, di-

minta melakukan pendekatan kepada pemilik tanah di sekitar objek wisata, untuk memudahkan ke depan dalam melakukan negosiasi upaya penataan selanjutnya. Setelah jelas, mana tanah negara dan tanah pribadi, Bupati Suwirta meminta Dinas PUPR-PKP (Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman) untuk merencanakan perbaikan akses jalan yang dilalui wisatawan untuk ke lokasi objek wisata. Ini juga sekaligus agar menyiapkan areal parkir yang memadai. Kalau itu tanah warga, diupayakan agar disiapkan proses ganti rugi. Terkait tanah yang dimiliki investor yang berada di kawasan objek wisata, pemkab akan berkoordinasi untuk memberikan hak akses bagi publik. “Promosi kita sudah mendatangkan investasi. Wisatawan juga datang. Sekarang kita harus terus berbenah. Membuat semua objek terlihat semakin layak,” tegasnya. Sekda I Gede Putu Win-

astra menambahkan, Badan Pendapatan atau Sedahan Agung Klungkung memperlihatkan peta blok yang ada di desa tempat objek wisata berada. Sehingga, nanti data milik Badan Pendapatan bisa disinkronisasikan dengan data dari BPN. Sekda Winastra menyarankan agar dalam melaksanakan penataan objek wisata ini dengan membentuk kelompok kerja (pokja), agar pola kerjanya terkontrol dan hasilnya jelas. Pada tiga hari kunjungan, paling pertama disasar Pantai Atuh dan Bukit Teletubbies. Selanjutnya, destinasi wisata Tembeling, Klingking, Pasih Baneh dan Crystal Bay. Bupati Suwirta menargetkan tahun 2020, akan membuatkan gambar penataan baru. Setelah itu, baru membuat konsep dan mulai bekerja menyempurnakan proses penataan. Seperti pada destinasi pariwisata Broken Beach dan Angel Billabong, fasilitas sudah cukup lengkap, hanya kurang tanaman hias di areal pariwisata. Bupati Suwirta

meminta fasilitas yang sudah ada di destinasi pariwisata tersebut dapat dirawat dengan baik. Terkait parkir dan jalan padat karya yang belum tuntas seratus persen, ia berharap masyarakat bisa

melengkapi administrasi dan lebih sering berkoordinasi dengan pemerintah daerah. “Kami mendesain objek menjadi yang terbaik. Tetapi, semua ini tentu perlu waktu untuk berproses,” tegasnya. (kmb31)

Bali Post/gik

OBJEK WISATA - Bupati bersama OPD meninjau sejumlah objek wisata di Nusa Penida. Peninjauan ini dalam kaitan penataan objek di kawasan yang kini mulai berkembang.

Lomba Layang-layang Jadi ”Event” Tahunan Semarapura (Bali Post)Masyarakat Nusa Penida melakukan berbagai cara untuk menarik kunjungan wisatawan. Selain dengan pendekatan alam dan budaya, masyarakat setempat juga melakukan pendekatan lainnya dengan atraksi layang-layang. Rupanya, semangat masyarakat Nusa Penida disambut positif pemerintah daerah. Pada penyelenggaraan tahun berikutnya, panitia diminta menyertakan atraksi ini agar masuk dalam kalender event tahunan pemerintah. Lomba layang-layang tahun ini, dipusatkan di Panorama Point, Banjar Sayor, Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, pada Jumat (30/8) lalu. Ketua Panitia Putu Suka Wedana mengatakan, warga Nusa Penida sangat antusias mengikuti maupun

menyaksikan lomba yang baru pertama kali digelar ini. Ratusan pecinta layang-layang mulai dari anak-anak dan dewasa memenuhi lokasi lomba. Tercatat, ada 60 layang-layang ikut dalam lomba ini. Mereka terbagi dalam tiga jenis kategori, yakni Layang-layang Bebean, Janggan dan Kreasi. Karena lokasi lomba berupa perbukitan, sejumlah peserta sempat mengalami kesulitan menerbangkan layangannya. Namun, acara tetap berlangsung semarak. Wedana menegaskan, dalam pelaksanaan berikutnya tentu akan disempurnakan lagi, sesuai dengan hasil evaluasi pada penyelenggaraan

perdana ini. “Event ini sedapat mungkin agar mampu menarik kunjungan wisatawan ke Nusa Penida,” katanya. Sebagaimana respons Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, bersama Camat Nusa Penida Komang Widyasa Putra dan sejumlah pimpinan OPD lainnya, setelah hadir langsung dalam event tersebut, Wedana menyampaikan agar ke depan panitia lomba melakukan koordinasi lebih awal dengan

pemerintah daerah. Sehingga, event menarik ini masuk dalam kalender event pemerintah daerah. Dengan demikian, maka pemerintah daerah lebih mudah melakukan promosi kepada wisatawan, agar mau datang langsung saat event ini digelar. Dengan demikian, sasaran dari event ini memiliki sasaran yang lebih besar dan efektif, untuk menjadi daya dukung atraksi pariwisata Nusa Penida. (kmb31)

LOMBA - Salah satu layang-layang saat dinaikkan oleh peserta lomba.


Senin Kliwon, 2 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dicari Administrasi,Bawa Surat Lamaran Ke Jl.Pulau Kawe No.77

Dcr PRT tidur dalam Gj .1,7 Jt Denpasar Timur 08129229286

Dibutuhkan Tenaga Mekanik Hub.Pak Surono Hp:081237384100

PROPERTY DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

Villa Seminyak Housekeeping pengalaman SMS 081999882123

Cari Krywti u/Toko di Seminyak WA:081239995037/081238869961

Dcr SPG,Barista,Driver,untuk Kopi Luwak Hub.085100619419

Dicari:Salesman/Girl, Pengalman Gaji 3Jt,Transport, Komisi, Bonus Hub:0877 6139 1444

Jual Cpt Rumah/Nego/Jl.Pulau Galang-Perum Amerta Wisata//LB =220m2-LT=107m2//081.138.62300

Tnh 1,5A&1,85A Lok.Jl P.Belitung Gg.Babakansari III. Lbr Jln Depan 4M. Hub:081338542300

B.BP.004.08.19.0000898

Dcr Krywti Utk RM.Babi Guling Nusa2(DptMes+Mkn)085339909202

B.BP.001.08.19.0000921

Sgr, Bth Apoteker syrt Pnglman penanggung jwb,punya STRA, lam. lgsg ke PT.Surya Kemenangan Sejahtera, Jl.Mahendradata 19 (info lokasi Tlp 03618454013)

B.BP.004.09.19.0000010

*Dcr SpaTherapist,SecuritySIMA REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744

B.BP.001.09.19.0000014

Adm Penagihan,Welder Las Pipa, Sales Marketing : 085103167222

B.BP.001.08.19.0000931

B.BP.001.08.19.0000955

Dcr u/Staff (Semua Posisi) bawa Lam.Ke Rustica Restrn Jl.Batu Belig No.1 Krbkn (0361) 4737812

Cr: Waiter/ss u RM di Legian. Bisa Inggris. Hub:081236109808

Dicari Diploma II Akuntansi 2org(L/P),Diploma II Management 2 Org, Sgr hub.081339344442

B.BP.014.08.19.0000972

B.BP.004.09.19.0000015

Dcr 3 Tk Kbn,3 PRT,2 Stpm.Hub Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Kerobokan, Phn.4731979

B.BP.154.09.19.0000002

Dcr PRT Sopir Staf Kuliner WA 081337613731 Sukawati

B.BP.004.08.19.0000851

Dcr Sopir sgr utk PT.Sarana Dayuh Sini.Tlp ke 081939084292 WR.Supratman dpn SPBU Tohpati

B.BP.004.09.19.0000011

B.BP.001.08.19.0000855

SERVICE

B.BP.001.08.19.0000975

Cr Cleaning Service & Pengajar S1 Bhs Inggris dan Matematika WA/Telp:08179752136

Bth Sopir Serabutan min.SIM A, biasa bw muatan H.081908070892

B.BP.001.08.19.0000815

B.BP.154.09.19.0000009

BIRO JASA

B.BP.004.08.19.0000903

B.BP.004.08.19.0000977

Dicari Manager kerja full time area Kuta, sayang anjing, Bhs Inggris aktif. WA 089517608000 B.BP.004.08.19.0000971

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.08.19.0000961

B.BP.001.08.19.0000623

B.BP.001.08.19.0000883

Dicr:Karyawati u/SPG Min SMA/K Lmrn: Balifine Jl .Bypass Ngurah Rai No.149.Hub:0812 3831 1096

Dijual Rmh Mnmalis.Lengkap.300 Jt Nego. Gyr. WA:081338560869.

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

B.BP.001.08.19.0000993

HONDA

CRV 16 Matic 2,0 As.Bali Putih Km 18 Ribu Hp.085100424865

GIANYAR

B.BP.004.09.19.0000006

DISEWAKAN RUMAH

Dikontrakan Rumah Padang Asri V/2, Dps.Hubungi:081236435444

B.BP.001.08.19.0000992

B.BP.001.09.19.0000013

PROPERTY

TOYOTA

Dijual Fortuner VRZ th 2017 warna Phantom Brown. Keadaan mulus. Tangan pertama. Hub.081916418111

DIJUAL TANAH

Jual Cepat Nego Full//SHM// Jl.Dewi Sri 2-Legian//LT=640m2 -L.Depan=14m//081.138.62300

B.BP.001.08.19.0000882

B.BP.004.09.19.0000004

RUPA-RUPA

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

SERVICE

SERVICE

PROPERTY

B.BP.001.08.19.0000996

Tnh L 4A Lok u.RS.K Ibu Tbn, Lb.Jl .Dpn 6M,Tnh L 7A Lok.Cupel Negara,Jl Hotmix .081338542300 B.BP.001.08.19.0000997

KEHILANGAN

KEHILANGAN Hilang BPKB No.G0467830-O DK 1767 AV. An.Luh Dyah Sawitri R B.BP.001.08.19.0000995

Hilang BPKB No.I06270901-O DK 5261 FAU.An. I Putu Adi Wijaya B.BP.001.08.19.0000994

Hlg BPKB No:R26872112014GR, AN: Ni Putu Oka Sri Lestari Hub:087860063858 B.BP.014.09.19.0000003

Hilang SHM No.M.497-Ungasan Luas:8.650m2 An.I Made Jedog, I Ketut Kunda,Ni Kundi dan SHM No.M.3852-Kutuh Luas:100m2 An.Ni Wayan Sarji(31/12/1935), I Nyoman Suwena(31/12/1957), I Made Suwendra(15/12/1960), IMdMadra(24/12/1966).H08123696407

Dijual Genzet Body Silent Caterpilar 80Kva Kondisi Prima & Bersih Minat Hp.081338528811

B.BP.001.08.19.0000954

B.BP.001.08.19.0000659

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.09.19.0000007


Senin Kliwon, 2 September 2019

Dukung Penguatan Pancasila

Bupati Made Gianyar Segera Terbitkan Perbup GUNA mendukung dan menguatkan nilai-nilai dan ideologi Pancasila di Kabupaten Bangli, Bupati Made Gianyar berkomitmen segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Hal itu disampaikan Bupati Made Gianyar saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 Tahun 2019 di Kabupaten Bangli yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bangli, Sabtu (31/8). Menurut Bupati Made Gianyar, penguatan aktualisasi nilai-nilai Pancasila sangat penting, karena saat ini Bangsa Indonesia sedang mengalami berbagai cobaan, khususnya rongrongan terhadap ideologi Pancasila oleh paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila. Oleh karenanya, ia berpendapat, penguatan aktualiasi Pancasila baik melalui Peraturan Bupati (Perbup) ataupun Peraturan Daerah (Perda) sangat perlu dilakukan. “Kemarin setelah menerima kujungan kerja anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (Oneng), saya dan Pak Wakil Bupati sudah bersepakat dan berkomitmen untuk menguatkan ideologi

Pancasila di Kabupaten Bangli. Sebelum dalam bentuk Perda, revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila akan kita tuangkan dulu dalam bentuk Perbup. Saya sudah perintahkan Kabag Hukum untuk tindak lanjuti ini,” terangnya. Pada kesempatan itu Bupati Made Gianyar juga mengatakan, pada pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) beberapa waktu lalu, suhu politik di Indonesia cukup panas. Namun ia menegaskan, bahwa adanya perbedaan pendapat dan pilihan pada era reformasi adalah hal yang biasa, namun tidak boleh sampai memecah belah bangsa. Ia mengatakan, apapun pilihannya, NKRI adalah harga mati dan Pancasila sebagai dasar negara, harus tetap menjadi puncak dari segala puncak. “Saya senang, di era Presiden Bapak Jokowi, keberadaan Pancasila semakin dikuatkan melalui pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Indonesia. Mudah-mudahan lembaga ini juga akan ada di provinsi dan kabupaten untuk Indonesia yang lebih baik,’’ harapnya. Terkait dengan peringatan

Kurangi Sampah Plastik

Siswa SMAN 1 Bangli Bawa Botol Minum Isi Ulang Bangli (Bali Post) Gerakan pengurangan sampah plastik saat ini sudah mulai masif dilakukan masyarakat. Selain mengganti penggunaan kantong plastik dengan kantong kain saat berbelanja, cara lain yang juga banyak dilakukan adalah dengan menggunakan tempat minuman atau makanan isi ulang. Seperti yang akhir-akhir ini dilakukan siswa SMAN 1 Bangli. Untuk mengurangi sampah plastik, sebagian besar siswa di sekolah setempat setiap harinya membawa botol minum isi ulang ke sekolah. Koordinator Pokja Sampah dan Kompos SMAN 1 Bangli Dewa Ketut Alit Mahardika mengungkapkan, gerakan penggunaan botol minum isi ulang ke sekolah sudah mulai dilakukan siswanya sejak dua tahun terakhir. Sebelum Pemprov Bali mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Awalnya gerakan tersebut hanya dilakukan siswa kelas XII, setelah digugah kesadarannya soal keuntungan penggunaan botol minum isi ulang. “Saya kasi ilustrasi bahwa keuntungannya banyak. Secara ekonomi, menghemat uang. Secara ekologi, penggunaan botol minum isi ulang dapat mengurangi jumlah plastik. Dari segi kesehatan, dapat menghindari mengonsumsi minuman yang ada pemanisnya,” ungkapnya, Minggu (1/9) kemarin. Lama kelamaan, gerakan penggunaan botol minum isi ulang semakin banyak diikuti siswa lainnya. Tidak saja siswa kelas XII, namun juga siswa kelas X dan XI. “Sebenarnya gerakan ini belum jadi kebijakan sekolah. Tapi siswa sudah banyak yang sadar tentang manfaatnya. Sekarang ini hampir semua siswa sudah membawa botol reffil ke sekolah,” ujarnya. Bagi siswa yang membawa botol minum isi ulang ke sekolah, diberikan nilai plus pada sikap. Wali Kelas XII MIPA 2 ini mengatakan, gerakan penggunaan botol minum isi ulang yang dilakukan siswanya telah berhasil mengurangi jumlah sampah plastik di sekolah. Sebelum adanya gerakan tersebut, dalam sehari tong sampah di masing-masing kelas selalu penuh dengan sampah plastik bahkan tak jarang sampai meluap. “Sekarang sampahnya yang ada cuma kertas, dan kemasan snack,” katanya. Selain gerakan penggunaan botol minum isi ulang, di sekolah tersebut pihaknya saat ini sedang menerapkan gerakan memilah sampah per kelas. Di masing-masing kelas disediakan beberapa kampil untuk pemilahan jenis sampah. Penanggung jawab Pokja I Wayan Suarya menambahkan, tak hanya siswa, gerakan penggunaan botol minum isi ulang juga dilakukan hampir seluruh guru di SMAN 1 Bangli. Bahkan para guru sudah lebih dahulu melakukan gerakan dalam upaya pengurangan sampah plastik tersebut. (kmb40)

HUT ke-74 RI, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, sesuai dengan edaran Menteri Sekretaris Negara RI, kegiatan HUT RI ke-74 di Kabupaten Bangli sudah dilaksanakan selama satu bulan penuh, baik melalui lomba-lomba maupun kegiatan lainnya. Ia mengatakan, tujuan dari perayaan HUT Proklamasi kemerdekaan setiap tahunnya adalah untuk mengucap rasa syukur atas kemerdekaan dan mengobarkan kembali semangat juang pahlawan, agar generasi penerus tidak keluar dari cita-cita kemerdekaan. Oleh karenanya, melalui momentum peringatan HUT RI ke-74, ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk meneruskan perjuangan para pahlawan, untuk menjadikan Bangsa Indonesia, bangsa yang besar dan maju. “Melalui momentum peringatan HUT RI ke-74 saya mengajak seluruh masyarakat Bangli untuk terus bekerja keras dan selalu meningkatkan diri. Karena dengan SDM yang unggul, Indonesia maju,” serunya. Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli Ir. I B. Gde Giri Putra yang

sekaligus ketua permanen HUT RI, dalam laporannya menyampaikan, rangkaian peringatan HUT RI ke-74 di Kabupaten Bangli berlangsung dari tanggal 31 Juli sampai dengan 31 Agustus 2019. Adapun berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan, di antarannya persembahyangan bersama di Pura Kehen (31/7), lomba menghias gapura desa/gang (31/7), kegiatan bakti sosial donor darah di Lapangan Kapten Mudita, Bangli (5/8), gerak jalan ketepatan waktu tingkat SD (5/8), gerak jalan ketepatan waktu tingkat SMP (6/8), gerak jalan ketepatan waktu tingkat SMA/K (7/8), lomba penjor merah putih (9/8), napak tilas (12/8), kunjungan ke venteran yang sakit (14/8), karnaval sepeda hias anak (14/8), pawai obor (16/8), gerak jalan kreasi STT (22/8), workshop tari maskot dan tari kebesaran Kabupaten Bangli (22/8), gerak jalan kreasi PKK (23/8) dan hari ini resepsi HUT sebagai puncak acara. Pada kesempatan itu, Sekda Giri Putra juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah men-

HUT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-74 RI di Kabupaten Bangli di halaman Kantor Bupati Bangli, Sabtu (31/8). dukung dan mensukseskan pelaksanaan HUT ke-74 RI di Kabupaten Bangli. Resepsi puncak peringatan HUT ke-74 RI di lapangan Kantor Bupati Bangli, ditandai dengan penyerahan potongan

tumpeng oleh Bupati Bangli I Made Gianyar kepada Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta dan Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra. Acara ini juga disaksikan oleh Kapolres Bangli AKBP Agus Tri

Waluyo, Kajari Bangli Nur Handayani, Ketua DPRD Kabupaten Bangli Sementara Wayan Diar, perwakilan Dandim 1626/Bangli dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli. (ad023)

Pemkab Tak Kirim Transmigran Bangli (Bali Post) –

Kabupaten Bangli tidak ikut ambil bagian dalam program transmigrasi tahun ini. Sebab lokasi transmigrasi yang telah ditentukan pusat, yakni di Sumba Timur, NTT kurang diminati warga, lantaran kondisi wilayahnya yang kering dan berbatu kapur.

LOKASI - Kondisi lokasi tujuan transmigrasi di Sumba Timur, NTT.

Bali Post/ist

Plt. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli Cok Gede Agung Panji, Minggu (1/9) kemarin menjelaskan, pada tahun 2019 ini, Provinsi Bali mendapat jatah atau kuota untuk memberangkatkan transmigran sebanyak 10 KK. Lokasinya di UPT Kota Kwaw, Kawasan Malolo, Kabupaten Sumba Timur. Sejak kuota transmigrasi dibuka, tidak ada satupun warga Bangli yang mendaftar. Padahal pihaknya sudah mensosialisasikan dan melakukan pendekatan ke masyarakat serta klian dusun terutama di beberapa desa yang menjadi kantong transmigran. “Kita sudah lakukan pendekatan. Tapi tidak ada yang minat bertransmigrasi. Karena lokasi tujuan di NTT kurang cocok, kering dan berbatu kapur. Jadi kalau mau menanam apa, susah,” ungkapnya. Beberapa warga berminat ikut transmigrasi kalau lokasinya ada di wilayah Sulawesi Selatan. Alasannya karena wilayah di sana lebih basah. Sudah terbukti juga banyak transmigran asal Bangli yang

sukses dan berhasil bertani dan beternak di Sulawesi Selatan. “Jadi karena tidak ada yang daftar, untuk tahun ini Bangli tidak mengirim transmigran. Info sementara kuota 10 KK untuk Bali, calon transmigrasi ke Sumba Timur diisi oleh Buleleng 4 KK, Gianyar 4 KK dan Karangasem 1 KK,” jelasnya. Keputusan Bangli untuk tidak mengirim transmigran tahun ini, kata Cok Panji, telah disampaikan saat rapat di Provinsi Bali beberapa waktu lalu. Rapat dilaksanakan setelah pihaknya sempat meninjau lokasi transmigrasi bersama-sama. Disinggung mengenai daftar tunggu transmigrasi di Bangli, Cok Panji mengatakan semuanya sudah diputihkan. Sebab setelah dicek dan dijajaki langsung orangnya ke lapangan, ternyata sudah banyak orangnya yang bekerja, usianya tidak layak untuk ikut transmigrasi, dan sudah tidak minat menjadi transmigran. Kata Cok Panji, daftar tunggu yang diputihakn tersebut, merupakan daftar tunggu yang sudah lama alias kedaluwarsa. Mereka yang masuk dalam daftar tunggu itu ada yang mendaftar pada tahun 90-an. (kmb40)

KPU Usulkan Anggaran Pilkada Rp 21,4 Miliar Belum Termasuk Kenaikan Honor Petugas ”Adhock”

Bali Post/kmb49

PLASTIK - Siswa SMAN 1 Bangli menggunakan botol minuman isi ulang untuk kurangi sampah plastik.

Banyak Pelanggar Lalin Enggan Bayar Denda Bangli (Bali Post)Cukup banyak pelanggar lalu lintas di Bangli yang belum memiliki kesadaran untuk membayar denda tilang sekaligus mengambil barang bukti SIM dan STNK-nya. Hal ini mengakibatkan banyak barang bukti menumpuk di Kejaksaan Negeri Bangli. Hal itu diakui Kasi Pidum Kejari Bangli, Gunawan Hari Prasetyo, Minggu (1/9). Karenanya, pihaknya pun kembali mengimbau kesadaran masyarakat yang menjadi pelanggar lalu lintas untuk segera membayar denda dan biaya perkara pelanggaran lalu lintas sesuai dengan putusan pengadilan. Jika denda dan biaya perkara tidak dibayar maka akan diganti dengan kurungan. Gunawan mengatakan, agar para pelanggar segera memenuhi kewajibannya, pihaknya sudah menyurati Satlantas Polres Bangli dan Samsat Kabupaten Bangli untuk memblokir SIM atau STNK yang dijadikan barang bukti. Dengan hal ini, maka nantinya pelanggar tidak akan bisa mengurus atau meminta pembuatan SIM atau STNK baru dengan alasan kehilangan. Dikatakan juga bahwa tidak ada biaya tambahan yang dikenakan bagi para pelanggar saat pengambilan barang bukti tilang, selain denda dan biaya perkara sesuai putusan pengadilan. Karenanya sekali lagi pihaknya mengimbau kepada pelanggar untuk segera memenuhi kewajibannnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli telah mengusulkan anggaran Rp 21,4 miliar untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bangli 2020 mendatang. Hanya usulan yang diajukan ke Pemkab Bangli tersebut belum termasuk kenaikan honor bagi petugas adhock yang saat ini sedang diusulkan KPU RI ke Kementerian Keuangan. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan mengatakan, pihaknya sudah mengajukan usulan anggaran penyelenggaran Pilkada ke Pemkab Bangli beberapa waktu lalu. Pihaknya juga sudah sempat diajak

rapat oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk membahas anggaran yang diajukan. “Rapat pertama sudah kita laksanakan awal bulan kemarin. TAPD saat ini masih melakukan koreksi terhadap RAB yang kami ajukan,” ungkapnya ditemui di Kantor KPU Bangli Jumat lalu. Lanjut dikatakan Pujawan, saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi intens dengan Pemkab Bangli agar pendandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk Pilkada 2020 bisa dilaksanakan tepat waktu sesuai tahapan, 1 Oktober 2019. Dari total anggaran 21,4 miliar yang diajukan, Pujawan mengatakan itu belum termasuk kenaikan honor

petugas adhock yang saat ini sedang diusulkan KPU RI ke Kementerian Keuangan. Adapun petugas adhock yang diusulkan mendapat kenaikan honor, yakni panitia pemilihan kecamatan (PPK) bersama sekretariat, panitia pemungutan suara (PPS) dan sekretariat, kelompok panitia pemungutan suara (KPPS), Linmas dan petugas Pemutakhiran data pemilih (PPDP). Pengusulan kenaikan honor dilakukan melihat realita banyaknya penyelenggara adhock yang jadi korban saat Pemilu lalu lantaran kelelahan. Disebutkan Pujawan, kenaikan honor yang diajukan sebesar Rp 1 miliar dari honor saat ini. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) saat ini, ketua KPPS misalnya saat ini hanya mendapat honor Rp 1.850.000. Angka tersebut kini diusulkan naik menjadi Rp 2.850.000. “Kalau usulan KPU RI itu disetujui Menteri Keuangan, maka untuk Bangli dibutuhkan lagi anggaran Rp 6,9 miliar,” jelasnya. Saat ini, kata Pujawan, pihaknya masih menunggu kepastian dan arahan lebih lanjut dari KPU RI. Pihaknya berharap anggaran yang telah diusulkan senilai Rp 21,4 miliar tersebut bisa segera disepakati Pemkab

Bangli dan diberikan sesuai usulan. Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Agung Lidartawan yang juga ditemui di KPU Bangli Jumat lalu mengatakan anggaran Pemilu menjadi kewajiban pemerintah daerah. Penyelenggaraan Pilkada merupakan prioritas nasional. Dalam Permendagri 33 dinyatakan bahwa pemerintah daerah bisa menyisihkan anggaran untuk persiapan penyelenggaraan pemilu. “ Jadi kalau sebelumnya sudah tahu tahun 2020 ada pilkada, 2018 bisa simpan misalnya Rp 2 Miliar, dicicil,” katanya. Dikatakan Lidartawan sesuai tahapan, NPHD harus sudah ditandatangani per 1 Oktober bulan depan. Kalau lewat dari batas waktu itu maka akan menyalahi tahapan. “Jika memang NPHDnya tidak bisa terselesaikan dalam batas waktu itu, maka pemerintah pusat akan turun tangan. Kalau masih mentok, maka tentu Pilkada tidak akan bisa diselenggarakan,” jelas Lidartawan. Pihaknya mengaku sudah mengintruksikan seluruh jajarannya di KPU kabupaten/ kota untuk betul-betul memfix-kan anggaran bersama pemerintah daerah. Kalau tidak ada anggaran, lebih baik jangan menyelenggarakan Pilkada. Jangan sampai

pemberian anggaran macet di tengah jalan. Jika itu sampai terjadi maka yang rugi adalah rakyat. “Kalau memang tidak komit, dari awal saja. Tidak usah menyelenggarakan Pilkada. Biarkan Gubernur nanti menunjuk Pj (penjabat) untuk menjabat Bupati hingga pemilu berikutnya bisa dilaksanakan,” terangnya. Disampaikan juga oleh mantan Ketua KPU Bangli tersebut bahwa usulan anggaran yang sudah diajukan KPU untuk penyelenggaraan Pilkada disesuaikan dengan standar nasional. Bukan daerah. Usulan sudah dibuat secara terperinci untuk memudahkan menentukan mana pos yang boleh dipangkas. Yang boleh dipangkas sedikit misalnya pada pos anggaran sosialisasi. Sementara yang tidak boleh dipangkas seperti pos honor penyelenggara adhock. “KPU tidak akan pernah minta banyakbanyak. Tapi biaya penganggaran untuk pilkada di KPU pasti maksimal. Contohnya angaran untuk calon pasti dibuat maksimal. Siapa tahu nanti bener begitu. missal prediksinya setelah partai diformasikan ada 4 calon dari partai ya harus 4 dianggarkan walaupun nantinya hanya ada satu calon dari partai. Prinsipnya KPU selalu pakai prinsip efektif dan efisien” pungkasnya. (kmb40)


Senin Kliwon, 2 September 2019

HardysCorp Gelar CSR HardysPeduli

Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik di Monumen Bajra Sandhi dan Menghargai Hasil Pejuang Pelestari Budaya dengan Nonton Bareng Film Bali: Beats of Paradise CSR HardysPeduli adalah kegiatan sosial yang dilaksanakan melalui Hardys Foundation yang fokus pada tiga bidang yaitu bidang lingkungan hidup, bidang kemanusiaan, serta bidang kebudayaan dan spiritual. CSR HardysPeduli akan semakin sering dilaksanakan oleh HardysCorp khususnya di bidang lingkungan hidup. Sabtu(31/8), HardysCorp melaksanakan CSR HardysPeduBALI RESIK - Pelaksanaan acara Kegiatan CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana Menuju Bali Resik Sampah Plastik, Lapangan Niti Mandala Renon, Sabtu (31/8).

li Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik di Monumen Bajra Sandhi, Renon. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara konsisten setiap minggunya di berbagai tempat di Bali untuk mendukung Pergub No.97 tahun 2018 yang melibatkan karyawan dan keluarga, rekan bisnis, generasi muda HardysCorp, Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy serta masyarakat sekitar dengan mengajak anak-anak. Bukan hanya untuk mendukung program dari Gubernur Bali, namun juga menumbuhkan rasa kekeluargaan dan memberikan edukasi kepada keluarga besar HardysCorp. Seperti yang sering digaungkan oleh Founder

HardysCorp yaitu Bapak Gede Hardy dan Ibu Ketut Rukmini Hardy bahwa Konsep CSR Hardys Peduli lebih mengutamakan pemberian bantuan dalam bentuk Jnana Yadnya melalui proses edukasi untuk generasi muda dan masyarakat melalui kegiatan sosial di lingkungan Masyarakat. Tidak hanya melalui kegiatan CSR HardysPeduli Bidang Lingkungan Hidup, HardysCorp juga melaksanakan CSR HardysPeduli Bidang Kebudayaan dengan menghargai hasil pejuang pelestari seniman gamelan Bali dengan menggelar acara nonton bareng film Bali: Beats of Paradise di Bioskop Cinemaxx Plaza Renon. Tujuan kegiatan ini untuk memberi edukasi

para generasi muda HardysCorp untuk menumbuhkan rasa cinta Budaya Indonesia karena film ini memberi gambaran kepada seluruh generasi muda Indonesia bahwa di mana pun berada tidak boleh kita meninggalkan budaya, tradisi, ajaran leluhur. Bali : Beats of Paradise merupakan film layar lebar karya sutradara asal Indonesia Livi Zheng. Film ini diangkat berdasarkan kisah nyata perjalanan hidup dan perjuangan dari I Nyoman Wenten dan istrinya (Naniek Wenten), seorang penari sekaligus seniman gamelan Bali yang mengajar di Amerika Serikat untuk memperkenalkan budaya gamelan dan tarian Bali di kancah dunia internasional. (ad017)

Sukses Bangun Sistem Layanan Perizinan ”Online” Badung ITB Stikom Bali Raih Penghargaan INSTITUT Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali meraih penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung atas prestasi spektakuler membangun aplikasi Layanan Perizinan Online (Laperon) untuk mendukung sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS) bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Badung. Aplikasi Laperon dan OSS ini, Rabu (28/8) lalu resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, S.H., sekaligus menyerahkan penghargaan kepada ITB Stikom Bali di ruang pertemuan Kantor DPM PTSP, Mangupura, Badung, dan disaksikan staf Kementerian Bappenas Jakarta dan Kepala Ombudsman Bali Umar Ibnu Alkhatab, S.H. Penghargaan itu diterima Direktur KSPI Made Sarjana, S.E., M.M., mewakili Rektor ITB Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan dan tim developer Laperon ITB Stikom Bali yang dikoordinir dosen senior I

Ketut Dedy Suryawan, S.Kom., M.Kom. Mereka adalah Pande Putu Widya Oktapratama, S.Kom., I Wayan Adi Kusuma Putra, S.Kom., Risky Ananda Dwi Saputra, S.Kom., Ida Bagus Surya Dwipayana, S.Kom., dan I Komang Oka Nuantara, S.Kom. Kepala DPM PTSP Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan, S.T., M.T. mengatakan, pembangunan aplikasi Laperon ini bekerja sama dengan ITB Stikom Bali dengan mengembangkan sebuah sistem aplikasi berbasis website dan mobile android untuk melayani 122 jenis perizinan dan non-perizinan online yang menjadi kewenangan Pemkab Badung serta ditetapkan dengan Peraturan Bupati nomor 11 tahun 2019. “Jadi, mari kita beri aplaus untuk ITB Stikom Bali. Juga kepada lima alumninya yang dikirim ke sini untuk menjadi motor pengembangan aplikasi ini,” kata Agus Aryawan. Agus Aryawan menjelaskan, pengembangan aplikasi Laperon ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden

Penyusunan Regulasi

Dari Hal. 1 Koster mengaku memang melakukan upaya keras untuk melaksanakan visi yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala. Dalam setahun terakhir, gubernur yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini fokus pada penyusunan regulasi. Khususnya yang berkaitan dengan

perlindungan alam, manusia, dan budaya Bali. Untuk membuat alam Bali bersih, telah lahir Pergub No.97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Sementara untuk melestarikan seni dan budaya Bali, serta memperkuat identitas, karakter, dan jati diri krama Bali telah ada Pergub No.79 tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub No.80 tahun 2018 tentang Per-

lindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. “Tentu saja saya berharap desa adat agar mendukung sepenuhnya pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Prinsip dasar dari visi tersebut adalah membangkitkan kekuatan alam Bali, karena saya lihat Bali mengalami degradasi, penurunan kualitas dalam berbagai bidang,” ujarnya. (kmb32)

Sangat Nyata

Dari Hal. 1 Spirit itu terus disuarakan oleh Bali Post, apalagi kemudian, Bali Post juga dilengkapi dengan kehadiran Bali TV. “Kontribusi dan keberpihakannya sangat nyata terhadap keberadaan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya Bali, yang sangat kental dengan tagline-nya Ajeg Bali,” imbuh pria yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini. Menurut Koster, Ajeg Bali yang digaungkan oleh Bali Post sekarang sudah menjadi suara masyarakat Bali. Bahkan turut menginspirasinya dalam membangun fundamental kebudayaan Bali. Terlebih dari penilaiannya, Pulau Dewata sebetulnya sudah mengalami kemerosotan, degradasi, dan penurunan kualitas dalam berbagai bidang termasuk budaya. “Ajeg Bali menjadi salah satu inspirasi saya di dalam membangun adat istiadat, tradisi, seni, dan budaya Bali,” jelasnya. Koster menambahkan, masyarakat tanpa disadari terlalu asyik dan nyaman sehingga menjadi tidak kritis terhadap persoalan dasar dan tantangan yang dihadapi di Bali. Itu sebabnya, ia lantas

nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, terpadu dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Digambarkan, aplikasi Laperon ini menyediakan empat layanan utama, yakni layanan mandiri yang dilakukan sendiri oleh masyarakat pada laman www.laperon.badungkab.go.id, layanan berbantuan dengan bantuan petugas pada lounge mall pelayanan publik Kabupaten Badung, layanan prioritas bagi pelaku usaha yang investasi langsung dengan pengawalan khusus dari awal hingga akhir proses dan layanan jemput bola dengan menerjunkan petugas langsung ke banjar atau desa guna membantu masyarakat yang memerlukan perizinan online. Aplikasi Laperon ini memiliki 11 keunggulan. Yakni pendaftaran online, antrean online, pemantauan proses (tracking system), pembayaran online atau non-tunai ataum-banking,

menyusun visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi itu dijabarkan dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala. Mewujudkan Bali Era Baru yakni menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno (Berdaulat secara politik, Berdikari secara ekonomi, dan Berkepribadian dalam kebudayaan) melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945. Pada tahun pertama kepemimpinannya, Koster fokus membuat regulasi baik dalam bentuk Perda maupun Pergub sebagai fondasi untuk menata pelaksanaan pembangunan Bali. Salah satu regulasi yang cukup populer dan diikuti masyarakat, bahkan sampai mendapat respons positif dari

luar Bali dan dunia internasional adalah Pergub No.97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Pergub ini bahkan satu-satunya ada di Indonesia. Namun, bukan berarti implementasinya tidak ada kendala karena ada industri yang mengajukan uji materi Pergub 97 ke Mahkamah Agung. Kendati tuntutan uji materi itu ditolak, sehingga keberadaan Pergub kuat secara hukum. “Saya tidak takut, karena saya ingin alam Bali ini bersih. Saya tidak peduli dengan siapa pun yang akan merusak alam Bali,” katanya. Jelang satu tahun kepemimpinannya pada 5 September mendatang, kepemimpinan Koster tercatat sudah menerbitkan 12 perda, 13 pergub, dan sebagian lagi sedang dirancang dengan target rampung Desember mendatang. “Kalau ini sudah selesai, astungkara Desember selesai, 2020 saya akan mulai turun ke masyarakat karena fondasi pembangunan Bali sudah selesai,” tandasnya. (kmb32)

Senin, 02 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Dewa Pitara Nara Puja (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Uttara Kanda (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Yowana Magz Tim Jurnalistik SMAN 8 Denpasar, Raih Juara International Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping

10:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita

Siaran Langsung Pengucapan Sumpah/ Janji Anggota DPRD Prov. Bali Dharma Wacana Dewa Pitara Nara Puja (2) Berita Siang Klip Bali Bali TV Shop Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Gemilang Prestasi SMAN 2 Semarapura Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping DW TV Ocydia Home Shopping

17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Sansekerta Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Diabemed Taksu Nyoman Nikayana, Lestarikan Seni Lewat Sanggar Seni Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Empu Ender Tengkulak Kelod (3) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV

tanda tangan elektronik (TTE). “Mohon izin Pak Wabup, saat masih sistem konvensional, setiap hari saya tanda tangan tumpukan berkas setinggi meja ini,” kata Agus Aryawan memberi contoh. “Dengan sistem Laperon, setiap hari saya bisa tanda tangan 200 surat di mana saja dan kapan saja,” lanjut Agus Aryawan. Keunggulan sistem Laperon lainnya adalah ada fiture SMS notifikasi (SMS Gateway), koresponden online, delivery izin real time, layanan mobile system dengan android smartphone, terintegrasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan fiture survey kepuasan masyarakat. Sementara itu, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan salut kepada DPM PTSP Kabupaten Badung dan ITB Stikom Bali yang telah berhasil membangun aplikasi Laperon dan OSS, sehingga kini menjadi rujukan nasional. Sejak soft opening tahun lalu, banyak pemerintah daerah dan DPRD dari seluruh Indonesia melakukan studi banding di

Dari Hal. 1 Puisi yang digarap selama dua hari ini menceritakan kisah kejayaan Patih Gajah Mada yang mampu mempersatukan Nusantara. Dalam drama kolosal ini, Patih Gajah Mada diperankan oleh seniman muda asal Klungkung, Wayan Gde Sumantasuama, yang merupakan mahasiswa ISI Denpasar. Sedangkan Ratu Tribhuwanatunggadewi diperankan oleh Anak Agung Mas Sudarningsih, S.Sn., M.Pd. Drama kolosal yang dikoordinatori oleh I.B. Eka Harista, S.Pd. ini mengisahkan tentang semangat dan tekad Gajah Mada yang meru-

PENGHARGAAN - Direktur KSP ITB Stikom Bali I Made Sarjana, S.E., M.M. (tiga dari kiri) bersama tim developer Laperon ITB Stikom Bali menerima penghargaan dari Pemkab Badung karena berhasil mengembangkan aplikasi Laperon. Penghargaan diberikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, S.H., (empat dari kiri) disaksikan Kepala DPM PTSP Kabupaten Badung I Made Agus Ayawan, S.T., M.T. (lima dari kiri), di Puspem Badung, Mangupura, Rabu (28/8) lalu. Kabupaten Badung. “Sampai hari ini sudah ada 94 pemerintah kabupaten/ kota dan provinsi dari seluruh Indonesia datang studi banding di sini. Kami sampai kewala-

han menerima para kepala daerah, terpaksa kami limpahkan ke instansi teknis untuk menemani mereka. Kadang kami sekadar say hello lewat telepon,” ungkap Ketut Suiasa

sambil berharap aplikasi Laperon ini menjadi penggerak petumbuhan investasi di Kabupaten Badung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ad022)

Persatukan Nusantara

pakan Patih Amengkubhumi di Kerajaan Majapahit untuk mempersatukan Nusantara. Meskipuan berbagai ancaman, tantangan, dan gangguan senantiasa menyertai perjuangannya dalam mewujudkan cita-citanya mempersatukan Bumi Nusantara di bawah panji-panji kebesaran Majapahit. Lewat pergelaran ini, diharapkan segenap komponen anak bangsa terinspirasi dan meneladani spirit Patih Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapanya agar tetap mampu menjaga tegaknya Nusantara. “Kisah heroisme Gajah Mada ini

akan selalu kontekstual sampai kapan pun, karena di dalamnya terkandung semangat persatuan yang kental,” tandas Eka Harista seusai pergelaran. Sebagai pemeran Patih Gajah Mada, Wayan Gde Sumantasuama mengaku senang dan bangga bisa diberikan kesempatan tampil di hadapan Gubernur Bali dan pejabat daerah lainnya. Apalagi, memerankan tokoh Patih Gajah Mada yang merupakan tokoh penting dalam mempersatukan Nusantara. Hal sama juga dirasakan Anak Agung Mas Sudarningsih yang memerankan Ratu

Tribhuwanatunggadewi. “Ini merupakan kesempatan emas bagi kami bisa menghibur masyarakat Bali yang disaksikan langsung Gubernur Bali,” ujar Wayan Gde Sumantasuama. Dalam pergelaran ini, Pancer Langiit juga berkolaborasi dengan Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana (BDK) yang tampil di sesi parade Tari Nusantara, sekaligus merupakan babak penutup. Selain itu, juga tampil sejumlah penyanyi pop Bali pendukung, seperti Raka Sidan feat. Ocha, Ayu Saraswati, Lebri Partami, Bayu KW dan ditutup grup band ternama Navicula. (win)


Senin KLIWON, 2 September 2019

Bali Post/edi

Hiburan Rakyat HUT Ke-71 ‘’Bali Post’’

Raka Sidan ’’Saling Gisi’’ Navicula Persembahkan ’’Busur Hujan’’

Bali Post/eka

PRASASTI - Gubernur Koster didampingi Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha menandatangani prasasti “Dirgayusa 71 Tahun Bali Post Nangun Sat Kerthi Loka Bali Mewujudkan Bali Era Baru”.

Celekontong Mas dan Cedil Imbau Masyarakat Jaga Alam Bali

PE N A MP I L A N t r i o pelawak Bali, Celekontong Mas, selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Pada Hiburan Rakyat HUT ke-71 Bali Post Sabtu (31/8), Celekontong Mas tampil menghibur di panggung Ardha Candra Denpasar. Grup lawak yang beranggotakan Sengap, Tompel, dan Sokir, berkolaborasi dengan pelawak Cedil. Celekontong Mas yang bertindak sebagai parekan Patih Gajah Mada, mampu mengeksplorasikan kebanyolannya. Mereka tak hentihentinya membuat penonton terpingkal-pingkal. Aksi-aksi

banyolan mulai dari masalah kehidupan sosial hingga kepedulian pemerintah Bali terhadap pelestarian alam dan manusia Bali. Celekontong Mas mengimbau masyarakat Bali menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya yang sesuai dengan visi pemerintah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Salah satu caranya adalah menjaga Bali bersih dari sampah plastik dengan mendukung gerakan Bali Bersih. Apalagi, umat Hindu mengajarkan kepada kita mengenai konsep Tri

Hita Karana yang artinya tiga penyebab kesejahteraan, yaitu parahyangan, pawongan, palemahan. Cedil menjelaskan, parahyangan artinya manusia hendaknya menjaga keharmonisan dengan Tuhan dapat dimplementasikan melalui upacara-upacara keagamaan, sembahyang, ber-yajna, dan lain-lain. Pawongan artinya manusia hendaknya menjaga keharmonisan antarsesama manusia. Sedangkan, palemahan artinya bahwa manusia hendaknya menjaga keharmonisan kepada alam atau lingkungan hidup. (win)

RIBUAN penonton memenuhi panggung terbuka Ardha Candra sejak pukul 19.30 wita, Sabtu (31/8). Mereka bahkan berdesak-desakan mencari tempat yang nyaman menyaksikan penyanyi idola yang tampil memeriahkan Hiburan Rakyat serangkaian HUT ke-71 Bali Post. A.A. Raka Sidan hadir dengan pasangan duetnya Ocha Putri. Pasangan suami istri ini menghadirkan “Saling Gisi”. Selain lagu duet, ia menghadirkan lagu andalannya Sing Man Susuk, Song Bererong, dan Ubad Tatu yang dipopulerkan Margi. Ayu Saraswati juga mampu memukau para penonton. Menggunakan pakaian “Dewi Tara”, spesial didesain oleh Sanggar Pancer Langiit. Dengan karakter suaranya yang khas, wanita kelahiran Denpasar, 27 Mei 1979 yang telah memulai karier di industri musik Bali sejak 1999 ini tampil dengan lagu andalannya “Mekita Mati” P e nyanyi wanita milenial

juga tak kalah menghibur penonton, terutama kawula muda. Lebri Partami tampil akustik membawakan lagu bertemakan percintaan Tresna Emosi” dan “Tresna Terlarang”. Penyanyi “veteran”, Bayu KW tampil membius seluruh penonton yang semakin malam semakin membeludak. Para penonton bahkan larut dan ikut bernyanyi dan berjoget bersama setiap lagu yang dinyanyikannya. Penampilan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Suasana Panggung Terbuka Ardha Candra semakin semarak setelah Navicula Band tampil. Sebagai guest star, Navicula Band mempersembahkan 5 lagu yang sarat dengan kritik sosial dan lingkungan. Di hadapan Gubernur Koster yang tak beranjak dari awal hingga akhir pergelaran, Robi vokalis Navicula mempersembahkan lagu andalannya “Busur Hujan”. Lagu yang diciptakan pada tahun 2013, terinspirasi dari keanek-

aragaman (plurality) dalam Bhinneka Tunggal Ika. Lewat lagu ini, Robi mengajak masyarakat untuk turut menjada pelestarian keanekaragaman hayati hutan dan laut. “Lautan harus kita jaga, air harus kita jaga, agama tirta harus kita lestarikan, karena itu sumber kemakmuran. Selain laut tidak boleh cemari dengan sampah plastik sekali pakai, udara juga harus kita jaga, sehingga ekosistem hidup sehat. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 2 September 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu