terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 243 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
sabtu pon, 2 mei 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Dua Pelajar Bobol Minimarket
Bayi Ditemukan di Semak-semak
Angkut Pemudik, Bus Diminta Balik
Tim Resmob Polresta Denpasar menangkap kakak-adik berinisial KP (16) dan ADP (14) berstatus pelajar, Kamis (30/4) lalu. Kedua pelaku yang berstatus pelajar ini membobol Circle K di Jalan Sunset Road, Kuta.
Seorang warga negara asing (WNA) jalan-jalan bersama anjingnya di Jalan Kutilang, Lingkungan Buana Gubuk Puri Gading, Jimbaran, Jumat (1/5) kemarin. Anjing tersebut kemudian mengendus ke TKP dan menemukan bayi perempuan di semak-semak. BADUNG | HAL. 3
Personel Satgas Operasi Ketupat Agung 2020 Polres Tabanan di pos penyekatan kendaraan bermotor tujuan Jawa mendapati kendaraan yang mengangkut penumpang yang hendak mudik. Mereka langsung diminta putar balik.
DENPASAR | HAL. 2
TABANAN | HAL. 4
GUBERNUR KOSTER MINTA DESA ABUAN DIISOLASI KETAT
Denpasar (Bali Post) – Gubernur Bali Wayan Koster menggelar rapat teleconference dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha dari Gedung Gajah, Jayasabha Denpasar, Jumat (1/5) kemarin. Ada dua hal yang dibahas dalam rapat tersebut, yakni hasil rapid test di Desa Abuan, Kabupaten Bangli dan tindak lanjut kedatangan PMI.
T
erkait hasil rapid test di Desa Abuan, Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar isolasi ketat dilaksanakan di wilayah tersebut. ‘’Dalam konteks isolasi, saya mohon Pangdam dan jajaran, Kapolda dan jajaran dapat menugaskan tim di lapangan selama 24 jam dengan bergiliran untuk secara ketat mengawasi pergerakan masyarakat di sana agar bisa dikontrol,
agar betul-betul disiplin,’’ katanya. Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini tidak ingin menyalahkan siapa pun dalam persoalan ini. Justru, ia ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyelesaikannya. Mantan anggota DPR-RI itu mengingatkan agar kebutuhan logistik di wilayah isolasi harus dipenuhi. ‘’Koordinasi den-
gan Bulog agar disiapkan beras untuk bisa segera didistribusikan ke warga. Ini kewajiban kita untuk menyiapkan kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya selama mereka diisolasi,’’ ujarnya seraya mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menyelesaikan persoalan ini. Selain Bangli, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Karangasem dan Buleleng juga menjadi perhatian Guber-
TELECONFERENCE - Gubernur Bali Wayan Koster saat rapat teleconference dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, Jumat (1/5) kemarin.
nur Koster. ‘’Jika ada masyarakat yang tidak disiplin, maka ambil tindakan tegas agar jangan sampai mereka menyebarkan virus ke yang lainnya,’’ katanya. Terkait kedatangan PMI, meski pengelolaannya ada di Gugus Tugas Nasional, Gubernur Koster meminta agar penerimaannya di Provinsi Bali tetap dilakukan dengan baik. ‘’Prinsipnya kita harus siapkan dengan baik,’’ tegasnya. Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengatakan, kebijakan karantina wilayah di Desa Abuan sudah tepat. Ia menyebutkan, pihaknya sudah menggelar dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah yang kini diisolasi. ‘’Sistem distribusi sudah dilakukan dengan baik oleh Dandim (1626/Bangli - red),’’ ujarnya seraya menegaskan, pihaknya akan lebih tegas menekankan kebijakan social distancing. Terkait social distancing, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha mengatakan, perlu lebih diintensifkan pemberian pemahaman kepada masyarakat agar bisa diam di rumah dan tidak melakukan banyak kegiatan di luar rumah. ‘’Kita memberikan layanan psikologis kepada masyarakat di sana,’’ katanya. Terhadap ide ini, Gubernur Koster minta agar Polda menggandeng perguruan tinggi di Bali untuk memberikan layanan psikologi kepada masyarakat. (kmb32)
’’Dalam konteks isolasi, saya mohon Pangdam dan jajaran, Kapolda dan jajaran dapat menugaskan tim di lapangan selama 24 jam dengan bergiliran untuk secara ketat mengawasi pergerakan masyarakat di sana agar bisa dikontrol, agar betul-betul disiplin.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Pengujian Spesimen Swab Warga Banjar Serokadan Desa Abuan
Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang GUBERNUR Bali Wayan Koster mengeluarkan Keputusan Nomor: 303/04-G/HK/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Provinsi Bali. Surat keputusan yang ditetapkan 30 April 2020 itu utamanya menetapkan perpanjangan status tanggap darurat sejak 30 April hingga 30 Mei. Masa status tanggap darurat bencana ini dapat diperpanjang ataupun diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana. Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan kepada APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, APBN, serta sumber pendapatan lain yang sah dan tidak mengikat. Dalam Surat Keputusan Gubernur ini juga disebutkan pertimbangan melakukan perpanjangan status tanggap darurat bencana Covid-19. Yakni untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran virus Corona. Penyebaran virus yang semakin meluas menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda, dampak psikologis pada masyarakat, yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat sehingga perlu memperpanjang status tanggap darurat. (kmb32)
OPINI
Mewaspadai Penyebaran Antarbanjar Oleh: GPB Suka Arjawa
MASIH belum dapat diprediksi kapan wabah Covid-19 ini akan berakhir. Konon di Jakarta setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mampu ditekan peningkatan jumlah kasus. Tetapi di Bali ada model perkembangan baru di mana satu banjar terjangkit sampai delapan kasus yang konon terpapar oleh pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari ‘’luas’’ di luar negeri. Bisa dibayangkan, bagaimana khawatirnya penduduk banjar setempat yang demikian dalam satu kampung terpapar delapan orang. Tidak terlalu jelas, bagaimana interaksi dari masyarakat setempat kepada PMI tersebut, sampai kemudian delapan orang terpapar. Apakah karena gejala tidak nampak pada dirinya, atau karena sang PMI ‘’berjalan-jalan’’ di kampung karena kangen dengan rekan-rekan atau karena dikunjungi oleh teman-temannya dan kemudian akhirnya terkena virus Corona tipe baru tersebut. Akhir-akhir ini PMI asal Bali banyak mendapat stigma buruk karena dipandang dapat menyebarkan virus Corona di tempatnya. Stigma yang sangat disesalkan karena sesungguhnya tidak semua PMI mempunyai potensi untuk menyebarkan virus tersebut. Hal. 7 Belajar dari Kasus Covid-19
126 Negatif, 183 Tunggu Hasil Lab Denpasar (Bali Post) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali melaporkan perkembangan rapid test di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli. Rapid test dilakukan menyusul adanya delapan orang warga banjar tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena
’’Swab-nya sudah kita ambil dan hasil swab-nya tadi sudah keluar dinyatakan negatif. Sementara 11 orang lagi hasil swab-nya belum keluar.’’ Dewa Made Indra Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Bali
transmisi lokal. Sebelumnya disebutkan oleh Gugus Tugas Provinsi bahwa total warga yang disasar untuk rapid test mencapai 2.300-an orang. ‘’Kemarin (Kamis, 30 April 2020 - red) telah dilakukan rapid test terhadap 1.210 orang. Hasilnya, reaktif 443 orang atau positif menurut hasil rapid test,’’ ujar Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan pers di Kantor Diskominfos Bali, Jumat (1/5) kemarin. Menurut Dewa Indra, warga yang hasil rapid test-nya reaktif langsung diambil spesimen swab-nya secara bertahap. Pertama, spesimen swab telah diambil sebanyak 126 orang yang diuji di Laboratorium Kesehatan RSUP Sanglah dengan menggunakan metode PCR, Jumat pagi. Hasil uji swab telah keluar Jumat sore dan seluruhnya negatif. Pengambilan spesimen swab masih dilanjutkan kemarin sebanyak 183 orang. Demikian juga rapid test masih dilanjutkan menyasar 669 orang warga Banjar Serokadan. Hasilnya, empat orang dinyatakan reaktif dan sudah diambil spesimen swab-nya untuk diuji di lab, Sabtu (2/5) ini. ‘’Tadi Tim Gugus Tugas Provinsi Bali mengambil swab di sana sebanyak 183 orang. Besok kita upayakan bisa diuji
laboratorium meskipun tidak semuanya,’’ jelasnya. Ini lantaran, kata Dewa Indra, kapasitas laboratorium
yang terbatas untuk melakukan pengujian sehingga dilakukan bertahap. Selain di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Sekda
Provinsi Bali ini menyebut rapid test juga dilakukan di Desa Padangkerta, Karangasem. Tepatnya di Banjar Kaleran dengan menyasar 181 warga. Hasilnya, sebanyak 12 orang reaktif atau positif menurut rapid test. Satu di antaranya merupakan seorang balita berusia 4 tahun. Hal. 7 Pasien Sembuh Bertambah
Anggarkan Stimulus Ekonomi Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas
SEJUMLAH kebijakan strategis telah diambil para pemimpin daerah di Bali dalam upaya penanganan Covid-19. Mulai dari merealokasi anggaran yang akan dipergunakan untuk kepentingan tersebut sampai dengan kebijakan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pemkab Jembrana, misalnya, selain mengalokasikan anggaran untuk penanganan
Covid-19, juga merancang anggaran stimulus ekonomi. Dari penyisiran anggaran yang dilakukan, pemerintah menganggarkan Rp 1 miliar untuk stimulus ekonomi. Bantuan ini nantinya akan dianggarkan salah satunya dalam bentuk permodalan. Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, stimulus ekonomi ini nantinya menyasar pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19 ini. Dinas Koperasi dan UMKM, Perdagangan dan Industri (Koperindag) Jembrana juga saat ini sudah mulai mendata UMKM yang layak mendapatkan bantuan. ‘’Stimulus ini kami arahkan untuk usaha kecil. Tujuannya menggeliatkan ekonomi skala kecil, usaha
masyarakat yang perlu kita bantu. Kita siapkan anggaran Rp 1 miliar,’’ ujar Bupati Artha, Jumat (1/5) kemarin. Secara teknis, kata Artha, anggaran stimulus ekonomi akan disalurkan di Dinas Perindagkop dan Pertanian. Anggaran itu bisa dinaikkan menurut kondisi. Hal ini, menurutnya, perlu untuk memulihkan perekonomian khususnya sektor usaha kecil. Sedangkan bantuan untuk masyarakat secara umum khususnya warga yang membutuhkan bantuan sembako akan terdata dalam satu data, sehingga tidak ada tumpang tindih karena bantuan ini bukan hanya dari kabupuaten, tetapi juga ada yang dari desa adat, desa dinas, pemerintah
pusat melalui Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja. ‘’Sisanya, warga yang belum ter-cover, pemerintah daerah berkewajiban membantu. Mereka semua akan mendapatkan. Tidak hanya yang ter-cover dan terdaftar saja, yang belum juga
akan kita berikan,’’ tegasnya. Menurut Artha, strategi yang dilakukan untuk pembagian akan dijadwalkan secara serentak. Hal. 7 Membantu Warga Terdampak
Sabtu Pon, 2 Mei 2020
FIGUR
Mestinya Tak Serempak Secara nasional, pengumuman kelulusan siswa kelas XII baik SMA maupun SMK akan dilakukan bertepatan dengan puncak Hardiknas, hari ini, Sabtu (2/5). Pengumuman secara serentak SMA dan SMK ini juga kali pertama dilakukan Kemendikbud. Istimewanya dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Namun kebijakan ini dikomentari oleh pengamat pendidikan, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., bahwa langkah itu tak tepat. Pasalnya pengumuman kelulusan secara serentak justru memotivasi siswa ingin melihat pengumuman kelulusan secara langsung dan bersama-sama. Ini artinya, memungkinkan tumbuhnya kerumunan yang justru dihindari di tengah pandemi Covid-19. Bagi Madiadnyana, sebaiknya pengumuman kelulusan selain dilakukan secara online, juga diberikan jarak waktu kepada sekolah. Seperti pengumuman SMA antara tanggal 2 - 10 Mei, dan SMK mulai 11 - 17 Mei. Artinya, pemerintah memberikan kebebasan bagi sekolah untuk melakukan pengumuman mandiri namun tetap dalam koridor diatur sesuai ketentuan Kemendikbud. Dengan demikian, siswa tak ada peluang untuk berkumpul dan merayakan kelulusan dengan aksi konvoi. Kedua, memberi kontribusi kepada pemerintah bahwa dunia pendidikan berperan memutus penyebaran Covid-19. ‘’Sebab pengalaman tahun lalu, sekalipun pengumuman dilakukan lewat website sekolah, tetap ada konvoi,’’ tegas Kepala SMK PGRI 3 Denpasar ini, Jumat (1/5) kemarin. Pengumuman kelulusan kali ini dikatakanya sedikit istmewa karena siswa kelas XII yang sukses menjalankan UKK namun batal menjalankan UNBK karena dilanda pandemi Covid-19. Dia sendiri berani meluluskan 100 persen siswanya karena dinilai sudah mampu menguasai keilmuan dan praktik kerja secara baik. Soal peluang kerja lulusan SMK berbasis pariwisata, kata dia, tetap terbuka lebar setelah situasi normal. Apalagi banyak karyawan yang di-PHK memungkinkan masuknya SDM baru. (sue)
10.551 1.591 800 235 121 4
Bali Tambah 13 Kasus Baru
Denpasar ( Bali Post) Bali kembali mengalami kasus baru terkonfirmasi positif. Pada Jumat (1/5), Bali kembali mencatatkan penambahan kasus dengan jumlah belasan. Dari data yang ada, akumulatif kasus positif Covid-19 di Bali sebanyak 235 kasus. Artinya ada penambahan kasus baru sebanyak 13 pasien dari sebelumnya 222 kasus. Sementara yang sembuh, kembali bertambah 8 orang. Akumulatifnya mencapai 121 orang, dari sebelumnya 113 orang. Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang. Sementara itu, untuk Indonesia, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streaming-nya mengatakan, penambahan kasus positif sebanyak 433 kasus sehingga kumulatif menjadi 10.551 kasus. Untuk yang sehat ada penambahan 69 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 1.591 sembuh. Kasus meninggal bertambah 8 orang sehingga total kasus menjadi 800 orang. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 233.120 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 22.123 orang. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak di 318 kabupaten/kota. (diah)
Topik : Status darurat covid-19 di bali diperpanjang.
Empat OTG di Sanur Kauh Dijemput Paksa Denpasar (Bali Post) – Kasus penyebaran Covid-19 di Denpasar semakin meluas. Seperti yang terjadi di Sanur Kauh, Desa Adat Intaran. Empat warga yang diminta untuk melakukan karantina mandiri namun tidak disiplin, akhirnya dijemput paksa untuk dikarantina di rumah singgah. Permintaan karantina mandiri ini dilakukan karena setelah hasil tes swab, salah satu pangayah di salah satu geria dinyatakan positif. Setelah ditelusuri ke geria, ada 16 orang yang sempat kontak dengan pangayah tersebut. Melihat kondisi ini, prajuru Desa Adat Intaran meminta kepada seluruh pangayah dengan status orang tanpa gejala (OTG) dan pemilik geria untuk melakukan karantina mandiri. Sayangnya, tidak mendapat respons yang baik. Satgas Gotong Royong Covid-19 Intaran melaporkan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Denpasar. Rapat pun digelar Kamis (30/4) untuk menindaklanjuti kasus ini. Jumat (1/5) kemarin, hasil rapat tersebut ditindaklanjuti tim dari Kecamatan Denpasar Selatan. Setelah melakukan negosiasi selama dua jam lebih, 4 OTG yang ada di geria dikarantina di rumah singgah. Sementara 2 orang lainnya berada di rumah masing-masing dan akan dilakukan penjemputan. ‘’Yang kami ajak ke rumah sing-
Bali Post/ist
JEMPUT - Suasana penjemputan empat orang OTG di Sanur Kauh untuk dikarantina di rumah singgah Denpasar. gah itu ada 4 orang -- 2 orang pemilik geria dan 2 orang lagi pangayah-nya,’’ ujar Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha. Juru Bicara Gugus Tugas
Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi mejelaskan bahwa penjemputan paksa ini dilaksanakan lantaran yang bersangkutan masih berakti-
vitas seperti biasa. ‘’Ya, karena membandel. Sebelumnya sudah diminta untuk melaksanakan isolasi mandiri, namun masih membandel, dan untuk memberikan rasa
aman serta wujud antisipasi agar tidak terjadi penyebaran maka kami putuskan untuk diisolasi di rumah singgah Kota Denpasar,’’ kata Dewa Rai. (kmb12)
Separuh Pasien Covid-19 RSUP Sanglah Sembuh
Denpasar (Bali Post) Sejak merawat pasien pertama PDP (pasien dalam pengawasan) pada 22 Januari 2020 hingga kini RSUP Sanglah telah merawat PDP sebanyak 163 orang. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. Wayan Sudana, M.Kes. mengatakan, dari 163 orang tersebut, 40 orang positif Covid-19. Dari 40 orang tersebut, 22 orang dinyatakan telah sembuh dan telah diperbolehkan pulang
dari rumah sakit. ‘’Kita masih merawat pasien 20 orang. Dari 20 orang tersebut, 15 yang positif,’’ ujarnya, Rabu lalu. Melihat perkembangan kasus Covid-19 di Bali, RSUP Sanglah mempersiapkan pengembangan penambahan jumlah ruangan dan tempat tidur yang akan digunakan untuk merawat pasien-pasien Covid-19. Saat ini, RSUP Sanglah memiliki 18 tempat tidur yang letaknya di
Ruang Nusa Indah. Kemudian pihaknya melakukan pengembangan ruang isolasi, sehingga total jumlah tempat tidur yang dimiliki jumlahnya 71 tempat tidur. Dari 71 tempat tidur tersebut, 18 di antaranya adalah di ruang isolasi Nusa Indah, 16 tempat tidur di ruang isolasi Mawar, 12 tempat tidur di ruang isolasi Kamboja, 25 tempat tidur di ruang isolasi Lely. (kmb42)
Perampok Berpistol Beraksi Dua Pelajar Bobol Minimarket
Denpasar (Bali Post) -
Pandemi Covid-19 mulai berdampak pada peningkatan tindak kriminalitas di Bali. Perampok berpistol beraksi di Circle K (CK) di Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta, Rabu (29/4) lalu. Pelaku menodong penjaga minimarket, Kadek Arif Sudiarsa (22), menggunakan pistol. Uang tunai Rp 1.193.000 dibawa kabur pelaku. Yang terbaru, Tim Resmob Polresta Denpasar menangkap kakak-adik berinisial KP (16) dan ADP (14) berstatus pelajar, Kamis (30/4) lalu. Pasalnya mereka membobol Circle K (CK) di Jalan Sunset Road, Kuta. Uang hasil curian tersebut dipakai beli sepeda motor.
Terkait kasus ini, Polresta Denpasar telah mapping zona rawan kriminalitas. Pelaku perampok berpistol belum tertangkap. Ciri-ciri pelaku, perawakan tinggi besar, mengenakan switer warna abu-abu, celana jeans biru, dan helm merek Honda warna hitam kaca diturunk-
an. Pelaku menodongkan senjata api ujung berwarna putih dan mengendarai sepeda motor. Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, pihaknya akan meningkatkan patroli, terutama ke daerah rawan. Dari keterangan sejumlah
saksi, pelaku pernah beraksi di beberapa TKP lainnya.
Masih Pelajar Sementara itu, pembobol minimarket adalah kakakadik berinisial KP (16) dan ADP (14) berstatus pelajar, Kamis (30/4) lalu. Penangkapan tersebut berdasarkan laporan karyawan minimarket, Antonius Riano Baru (19). Kronologinya, pada Kamis (16/4) pukul 06.20 Wita, dia tiba di TKP dan melihat kondisi di bawah lantai
berantakan. “Barang yang hilang dua HP, beberapa slop rokok dan uang tunai Rp 5.680.600,” kata sumber, Jumat (1/5) kemarin. Saat diinterogasi, KP mengakui melakukan pencurian itu bersama adik kandungnya, ADP, pukul 04.00 Wita (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Sertijab Kasdam dan Danrem Taati ’’Physical Distancing’’
Bali Post/ist
SERTIJAB - Acara sertijab Kasdam IX/Udayana dan Danrem 163/Wira Satya.
Denpasar (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. memimpin sertijab Kasdam IX/ Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya dan Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. Husein Sagaf, Jumat (1/5) kemarin. Acara sertijab tersebut dilaksanakan tetap menaati physical distancing cegah Covid-19. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengatakan rangkaian kegiatan dimulai dengan acara penerimaan tugas dan tanggung jawab jabatan Kasdam IX/Udayana yaitu Brigjen TNI Candra Wijaya dari Pangdam, diawali acara tradisi penciuman Pataka Kodam IX/Udayana. Selanjutnya penyematan tanda jabatan serta diakhiri penandatanganan berita
acara sertijab Kasdam. ‘’Bapak Brigjen TNI Candra Wijaya sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat di Mabesad, Jakarta,’’ jelas Kapendam. Setelah itu, dilanjutkan dengan sertijab Danrem 163/Wira Satya dari Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi, S.IP., M.Si. kepada Kolonel Inf. Husein Sagaf, S.H. Kolonel Husein sebelumnya menjabat sebagai Paban Utama A1 Dit A Bais Tentara Nasional Indonesia. ‘’Acara sertijab tetap berpedoman protokol kesehatan physical distancing terkait penanggulangan penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini menjadi perhatian utama pemerintah dan juga menjadi keprihatinan kita bersama,’’ ungkap Kolonel Jonny. (kmb36)
Hari Ini Pengumuman Kelulusan SMA/SMK, SKL Diambil Via ’’Online’’
Denpasar (Bali Post) Untuk kali pertama, kelulusan siswa SMA/SMK dan SLB di Bali akan diumumkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5) ini. Kelulusan siswa ditentukan oleh nilai rapor selama lima semester dan ujian sekolah yang dilaksanakan secara daring/online. Sebab, Ujian Nasional (UN) dibatalkan akibat
pandemi Covid-19. ‘’Jadi pengumuman besok harus secara online supaya tidak ada siswa ke sekolah,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, Jumat (1/5) kemarin. Selain itu, lanjut Boy, pengambilan Surat Keterangan Lulus (SKL) juga cukup melalui email atau pesan WhatsApp.
Hal ini untuk menghindari adanya kerumunan di sekolah. Sementara ijazah baru bisa diterima siswa beberapa bulan ke depan. ‘’Karena ijazah itu dari pusat. Kalau SKL kita di daerah. SKL ini sudah bisa dipakai untuk melamar ke universitas atau melamar kerja,’’ jelasnya. Menurut Boy, jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus baru
bisa diketahui setelah pengumuman. Demikian juga dengan persentase kelulusan tahun ini. Sementara itu, sekolah sudah menyiapkan berbagai cara memasang pengumuman kelulusan guna menghindari kerumunan siswa maupun orangtua siswa datang ke sekolah. Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung, Dr. Drs. I Made Gde Putra Wijaya, S.H., M.Si.,
mengatakan bahwa pengumuman kelulusan nanti bersifat online. Teknisnya pun sudah disampaikan ke masing-masing sekolah melalui WA grup sekolah maupun siswa. Selain itu, pengumuman nanti tidak sama seperti yang biasa dilakukan sebelumnya. Dengan meniadakan persembahyangan bersama selama masa pandemi Covid-19. (kmb32/win)
Hardiknas di Tengah Pandemi Covid-19
Jadikan Momentum Memperkuat Pembelajaran Masa Depan Sabtu (2/5) ini jajaran pendidikan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Peringatan Hardiknas kali ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19, tak ada aksi sosial dan jalan sehat. Puncak Hardiknas kali ini diisi dengan pengumuman kelulusan SMA dan SMK dan seminar virtual bagi guru. Bagaimana memaknai Hardiknas di tengah pandemi Covid-19? HARDIKNAS kali ini sarat dengan misi penguatan mutu pendidikan dan mutu guru. Ketua PGRI Provinsi Bali, Drs. I Komang Artha Saputra, M.Pd., Jumat (1/5) kemarin mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 para guru lebih awal melaksanakan PBM berbasis IT alias daring/ online karena diberlakukannya belajar dan bekerja di
rumah. Momentum Hardiknas ini, katanya, hendaknya dijadikan guru untuk mengevaluasi dan memperkuat diri menjalankan e-learning yang disebut dengan pembelajaran masa depan. Jangan sampai ketika situasi normal, guru kembali ke pembelajaran konvensional melainkan terus menjalankan PBM berbasis IT dimodifikasi dengan pembela-
jaran kontekstual. Dia membenarkan kegiatan Hardiknas tak ada pengerahan massa. Para guru diberikan pelatihan secara virtual pada 10-24 April kerja sama Kemendikbud dan PB PGRI. Saat Hardiknas guru diajak mengikuti seminar virtual lewat event link bit.ly/vicompgri-2mei2020, menampilkan narasumber Menteri PPPARI, Bintang Puspayoga. ‘’ Ini bagian dari momentum meningkatkan mutu guru,’’ ujar Kepala Regrisma ini. Hal ini dibenarkan Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madianyana, M.M. Di SMK, katanya, saat ini masih kekurangan guru
program keahlian. Bahkan ketika pandemi Covid-19 ini fungsinya mandek karena tutupnya dunia industri. Dia mengatakan, tantangan ini harus mampu dijawab oleh guru SMK program keahlian untuk tetap menanamkan kompetensi siswa di tengah pandemi Covid-19 agar jangan sampai SMK terkesan banyak teori. Ketua IGTKI Bali Dra. Tjok. Istri Mas Mingguwati, M.M. mengakui masih banyak guru TK dan PAUD di Bali perlu diperkuat lagi dalam PBM berbasiskan IT alias daring. Makanya guru TK sangat terbantu dengan adanya pelatihan virtual yang
Komang Artha Saputra
Tjok. Istri Mas Mingguwati
Gede Wenten Aryasuda
diadakan Kemendikbud dan PGRI. Diakuinya, selama ini mereka mengalami kendala tak adanya signal saat menjalankan pembelajaran daring. Alasannya kebanyakan TK ada di desa dengan kendala signal internet. Dari 1.700 TK/PAUD di Bali, hanya 200 buah ada di
perkotaan. Dia mengakui sejak kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Putri Suastini Koster sebagai Bunda PAUD, memberi harapan baru bagi perkembangan TK. Di antaranya pemkab mulai menegerikan TK swasta/ desa, gaji gurunya masuk APBD. Sekum PGRI Bali Dr. Gede
Wenten Arysudda, M.Pd. menambahkan, momentum Hardiknas harus dijadikan kalangan pendidikan untuk terus memacu diri pada pembelajaran masa depan. Makanya pelatihan virtual bagi guru bisa dilakukan secara berkelanjutan jika pandemi Covid-19 sudah berakhir. (sue)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Pon, 2 Mei 2020
Berdayakan IKM dan Cegah Covid-19
Badung Bagikan Masker Serentak untuk Masyarakat PEMERINTAH Kabupaten Badung secara serentak membagikan masker kepada masyarakat di Kabupaten Badung. Kegiatan ini mengandung makna strategis. Selain sebagai implementasi dari salah satu kebijakan Bupati Badung dalam upaya memutus rantai penyebaran wabah Covid-19, juga dalam rangka memberdayakan keberadaan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Badung, karena masker yang dibagikan merupakan produksi IKM dan penjahit kecil di pedesaan. Pada tahap awal sebanyak 463.583 langsung didistribusikan ke enam kecamatan di Badung. Penyerahan masker dilakukan langsung oleh Bupati I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 secara simbolis di Kantor Camat Kuta Selatan, Jumat (1/5) kemarin. Pada hari yang sama, Wabup I Ketut Suiasa membagikan masker di Kantor Camat Petang dan di Kantor Camat Abiansemal, sedangkan Sekda Adi Arnawa menyerahkan masker di
Kantor Camat Mengwi. Giri Prasta menyatakan, masker yang dibagikan Pemkab Badung sudah pasti dapat memenuhi kebutuhan masker seluruh masyarakat secara merata setelah sebelumnya membagikan masker kepada pedagang di pasar. “Saya minta agar camat, perbekel dan lurah bisa membagikan masker ini secara tepat dan bijak karena pembagian masker ini diharapkan bisa mendorong kesadaran warga untuk menggunakan pelindung diri. Ingatkan masyarakat agar terus menggunakan masker sebagai bagian protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” katanya seraya menyatakan, seandainya ada warga yang beraktivitas di luar rumah tidak memakai masker akan dikenakan denda atau dipulangkan. Bupati Badung juga berpesan agar perbekel dan lurah mengajak warganya gotong royong gerak cepat tanggap darurat dan tepat sasaran dalam menanggulangi Covid-19. Bersama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan wilayahnya, dimulai
dari keluarga masing-masing, karena eksekutif dan legislatif sudah sangat solid bekerja dalam menerbitkan kebijakan strategis guna melindungi masyarakat Badung dari pandemi Covid-19. Lebih lanjut Giri Prasta minta para camat, lurah dan perbekel segera mendata masyarakat perantau yang ada di Kabupaten Badung mengingat pada kondisi saat ini mereka sudah tidak memiliki penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup. Segera konsultasikan dengan pemerintah pusat tentang penanganan selanjutnya. Pihaknya juga berpesan agar dalam menghadapi pandemi Covid-19 jangan ada rasa takut berlebihan. “Kita tidak boleh takut berlebihan, tetapi harus tetap waspada karena pencegahan lebih baik daripada mengobati. Selain memakai masker, ingatkan warga untuk tetap rajin mencuci tangan dengan sabun. Fokus kita saat ini mengobati yang sakit agar menjadi sehat dan menjaga yang sehat agar tidak sakit.
Kami juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Badung yang sudah sadar melaksanakan protokol pencegahan,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Forum Perbekel se-Badung I Kadek Sukarma menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah mewujudkan salah satu kebijakan dengan memberikan bantuan masker kepada masyarakat. Ia mengharapkan dengan pembagian masker ini, masyarakat disiplin dan mematuhi imbauan pemerintah. Pihaknya juga berharap melalui koordinasi dan sinergi yang baik semua pihak, kasus Covid-19 di Badung tidak lagi bertambah, sehingga kondisi segera kondusif dan situasi kembali normal. Di Kuta Selatan diserahkan masker 100.101 pieces, di Kecamatan Petang 29.481 pieces, di Kecamatan Abiansemal 89.019 pieces, di Kecamatan Kuta 50.677 pieces, di Kecamatan Kuta Utara 76.781 pieces dan di Kecamatan Mengwi 117.526 masker. (ad010)
SERAHKAN MASKER - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta secara simbolis menyerahkan masker di Kantor Camat Kuta Selatan, Jumat (1/5) kemarin.
Polisi Telusuri Keluarga PMI Ditolak Warga
Mangupura (Bali Post) -
Tim Polres Badung dan Polsek Mengwi langsung menelusuri ke lapangan terkait informasi ditolaknya keluarga seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Mengwi oleh warga. Hasilnya, keluarga PMI yang terdiri atas ibu dan dua anak tersebut dikarantina di hotel sambil menunggu hasil tes berikutnya. ‘’Bukan penolakan. Ibu dan anak itu sebagai ODP karena suaminya positif (Covid-19). Oleh karena itu, ibu dan anak tersebut dikarantina di hotel di Kuta sambil menunggu
hasil tes berikutnya,’’ tegas Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, Jumat (1/5) kemarin. Penolakan terhadap PMI ber-KTP Badung usai karantina dan hasil tesnya nega-
tif, menurut Kapolres Roby, lokasinya bukan di wilayah Badung. ‘’Itu kejadiannya bukan di wilkum Polres Badung, tapi informasinya di Tabanan. Hanya KTP-nya saja beral-
Anjing Endus Bayi di Semak-semak
Mangupura (Bali Post) Warga negara asing (WNA) jalan-jalan bersama anjingnya di Jalan Kutilang, Lingkungan Buana Gubuk Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Jumat (1/5) kemarin pukul 06.00 Wita. Anjing tersebut kemudian mengendus ke TKP dan menemukan bayi perempuan di semaksemak. Dari keterangan pedagang, Nanang (48), awalnya dia mendapat informasi dari seorang WNA yang jalanjalan membawa anjing. Anjing tersebut lalu mengendus keberadaan bayi. WNA itu lalu memberi tahu Nanang
bahwa ada bayi di semak-semak belakang rumah kosong. ‘’Mendengar ada bayi, Bapak Nanang langsung mencari dan mengambilnya. Ia selanjutnya melaporkan kepada Kaling Lingkungan Buana Gubuk,’’ kata sumber. Penemuan bayi tersebut lalu dilaporkan ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Selanjutnya sang bayi dibawa ke rumah sakit. ‘’Kondisi bayi mulai membaik,’’ ungkapnya. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Laporan lengkapnya belum saya terima,’’ tegasnya. (kmb36)
Bali Post/ist
BAYI - Bayi perempuan yang ditemukan di wilayah Jimbaran.
Ratusan Peserta SNMPN PNB Tak Bisa Daftar Ulang
Mangupura (Bali Post) – Menjelang memasuki tahun ajaran baru, sejumlah perguruan tinggi termasuk Politeknik mulai melakukan seleksi masuk mahasiswa. Khusus Politeknik Negeri Bali (PNB), seleksi untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN) sudah selesai dilakukan. Namun, banyak calon mahasiswa yang belum bisa mendaftar ulang akibat terkendala wabah Covid-19. Menurut Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom., Jumat (1/5) kemarin, seleksi jalur SNMPN sudah selesai dilakukan. Bahkan, saat ini sudah menunggu jalur seleksi kedua. Untuk seleksi SNMPN, dari 1.000 calon ma-
hasiswa yang dialokasikan, 73 persen atau sekitar 730 orang sudah mendaftar ulang. Sementara 270 orang sisanya belum bisa mendaftar kembali akibat banyak pendaftar yang berada di luar kota. Solusinya, akan dilanjutkan pada seleksi jalur ketiga. ‘’Mudah-mudahan wabah Covid-19 segera berlalu, sehingga pada jalur ketiga bisa dilakukan seleksi dan diterima lebih banyak lagi calon mahasiswa,’’ ujarnya. Pada tahun ajaran 2020/2021 ini, sistem penerimaan mahasiswa baru di PNB tetap seperti dulu, yakni dilakukan melalui tiga jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN),
Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) dan jalur mandiri. Jalur SNMPN dan SBMPN menggunakan sistem porto folio yaitu memakai nilai rapor. Sedikit berbeda dibandingkan tahun lalu yang menggunakan seleksi berupa tes masuk. Daya tampung PNB sekitar 2.000 mahasiswa. Nyoman Abdi berharap ini bisa tercapai apalagi di PNB sudah ada tambahan prodi baru, termasuk prodi kerja sama dengan Kementerian SDM. Tambahan beberapa prodi tentu juga menambah jumlah kelas yang akan diterima tahun 2020. Seleksi SBMPN tahun ini dimulai 12 Mei sampai Juni mendatang. (kmb23)
Koperasi dan Anggota Wajib Saling Jaga
Mangupura (Bali Post) – Dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh semua pihak termasuk lembaga keuangan seperti koperasi. Diperlukan kerja sama antara koperasi dan anggotanya untuk saling menjaga agar koperasi bisa tetap menjadi penggerak ekonomi lapisan bawah. Salah satu strategi saling menjaga adalah dengan membantu anggota dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Pentingnya komitmen saling menjaga antara anggota dan koperasi saat dampak Covid-19 melanda ekonomi rakyat disampaikan Dewa Made Suyana, Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Satya Bhakti, Banjar Adat Mambal Kajanan, Jumat (1/5) kemarin. Ditemui saat pembagian sembako bagi 522 anggotanya, Suyana mengakui Covid-19 yang menghantam pariwisata telah membuat banyak anggotanya menjadi pengangguran. ‘’Hampir 200 orang anggota koperasi kami bekerja di
Bali Post/ata
Dewa Made Suyana sektor pariwisata. Mereka kini menjadi pengangguran. Kalau ada yang masih punya sawah, ya jadi petani,’’ katanya. Menurutnya, sejak Maret lalu ketika pertama kali dampak Covid-19 menghantam pariwisata, banyak nasabah koperasi yang menarik simpanan. ‘’Mereka membutuhkan dana untuk membeli kebutuhan pokoknya,’’ ujarnya. Meski masih memiliki likuiditas yang kuat, penarikan simpanan terus-menerus akan memengaruhi kekuatan kop-
erasi dalam jangka panjang. Untuk itu, strategi yang dilakukan koperasi adalah dengan menyediakan bantuan sembako bagi anggota. Cara ini akan membuat anggota tidak perlu menarik simpanannya. Strategi lainnya adalah dengan membeli bahan pokok yang dibagikan kepada anggota dari sesama anggota koperasi yang memiliki usaha penjualan bahan pokok. ‘’Beras, telur dan barang lainnya untuk membantu anggota kami beli dari anggota juga. Jadi, saling membantu dan saling menghidupi,’’ jelasnya. Konsep saling menjaga antara koperasi dan anggota sangat penting dalam kondisi pandemi Covid-19 yang sangat memukul ekonomi rakyat. ‘’Koperasi menjaga anggota dengan membantu menyediakan kebutuhan pokok. Anggota menjaga koperasi dengan menahan diri menggunakan simpanan hanya untuk kepentingan mendesak,’’ imbuh Suyana. (ata)
Kurir Tempel Sabu Dituntut 13 Tahun Jaksa penuntut umum (JPU), Edy Arta Wijaya, dalam sidang secara virtual, Kamis (30/4) lalu menuntut kurir tempel sabu, terdakwa Fendi Abdul Azis (22), dengan pidana penjara selama 13 tahun. Jaksa di hadapan majelis
hakim pimpinan Kimiarsa menjelaskan, terdakwa asal Pujut, Lombok Tengah, NTB, itu terbukti bersalah menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman. Dalam kasus tersebut, pria yang hanya berpendidikan
SMA itu dijerat Pasal 114 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dituntut 13 tahun, jaksa dari Kejati Bali itu juga menuntut supaya terdakwa membayar denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan. (kmb37)
amat Badung,’’ ujar mantan Kasubbdit Gakkum Ditlantas Polda Bali ini. Di sisi lain, walau sudah berulang kali diimbau agar tidak melakukan penolakan terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri, kasusnya masih saja terjadi. Seperti yang dialami keluarga seorang tenaga kerja (naker) migran asal Mengwi.
Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung terpaksa menempatkan satu keluarga di rumah singgah, Kamis (30/4). Pasalnya, menurut dr. I Nyoman Gunarta selaku Koordinator Satuan Tugas Operasi dalam Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung, keluarga PMI asal Mengwi ini
ditolak oleh warga setempat. ‘’Hari ini ada dinamika di lapangan. Kami terpaksa mengarantina satu keluarga (1 istri dengan 2 anak kecil) dari seorang PMI swab positif, walaupun keluarga bersangkutan hasil rapid-nya negatif. Ini karena penolakan warga sekitar di Kecamatan Mengwi. Kami tempatkan satu keluarga tersebut di rumah sing-
gah,’’ jelasnya. Menurutnya, penolakan juga terjadi pada PMI yang merupakan warga ber-KTP Badung. Padahal PMI ini telah selesai masa karantina dengan hasil swab negatif. ‘’Tapi ditolak di kampung halamannya oleh warga, sehingga kami tempatkan lagi di rumah singgah,’’ tandas Gunarta. (kmb36/kmb27)
Wabup Suiasa Hadiri Penyerahan Bantuan di Pecatu
Desa Adat Pecatu Bantu Krama Rp 1,286 Miliar WAKIL Bupati Badung, I Ketut Suiasa, dan Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri acara penyerahan bantuan yang diselenggarakan Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, di halaman parkir Pasar Adat Pecatu, Kamis (30/4). Suiasa dan Adi Arnawa hadir di kegiatan sosial tersebut selaku krama utama desa adat setempat. Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa kembali mengingatkan masyarakat pentingnya mengikuti imbauan pemerintah dalam pencegahan Covid-19. Desa Adat Pecatu menyerahkan bantuan bahan pokok kepada seluruh KK di wilayah desa adat tersebut. Jenis bantuan berupa beras, telur dan minyak goreng. Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diserahkan saat itu senilai total Rp 1,286 miliar. Dana yang digunakan berasal dari kas desa adat. Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, mengungkapkan bantuan sembako diserahkan kepada 19 tempekan (kelompok) se-Desa Adat Pecatu. Paket 1 diberikan kepada masyarakat, pangarep, KK mandiri dan pensiunan sejumlah 2.283 paket dengan rincian masing-masing paket berisi 25 kg beras, 2 liter minyak goreng dan 2 kerat telur ayam. Paket 2
diserahkan kepada janda/ duda/yatim piatu sejumlah 553 paket berisi 10 kg beras, 1 litter minyak goreng dan 1 kerat telur ayam. Pada acara pembagian sembako itu juga diserahkan masker sumbangsih dari Jro Kuta sebanyak 3.000 masker dan dari Desa Adat sejumlah 8.500 masker. Dengan demikian, seluruh krama desa adat dan pendatang di Desa Adat Pecatu yang berjumlah sekitar 8.200 orang wajib mengenakan masker terutama saat berada di luar rumah. ‘’Selama ini kami sudah terus berupaya membantu kebutuhan warga karena kami sadar semua warga terdampak pandemi Covid-19. Ini dikarenakan sebagian besar warga mata pencahariannya di sektor pariwisata,’’ kata Sumerta yang juga Ketua Komisi IV DPRD Badung. Ditambahkannya, pemberian bantuan tidak hanya sekali. Pihaknya akan kembali mengevaluasi dan menyiapkan bantuan untuk tahap berikutnya menyesuaikan kondisi. ‘’Kita tentu berharap Covid-19 segera berakhir. Namun, jika nantinya wabah ini berkepanjangan, kami akan kembali menyalurkan bantuan untuk warga,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketut Suiasa baik selaku Wabup maupun
PAKET SEMBAKO - Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta (dua kanan) menyerahkan paket sembako senilai Rp 1,286 miliar kepada warga. krama utama Desa Adat Pecatu menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian prajuru Desa Adat Pecatu kepada nasib krama-nya. Pihaknya berharap kegiatan semacam ini bisa ditiru di daerah lainnya. Lebih lanjut Suiasa menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Pihaknya minta masyarakat tidak meremehkan imbauan pemerintah. Sebab, jika masyarakat bandel atau bengkung, penyebaran virus Corona akan sangat sulit dihentikan. ‘’Kalau kita bengkung, ini akan lama.
Sampai kapan Covid-19 ini berlangsung, itu tergantung sampai kapan kita bisa disiplin. Jadi, pakai selalu masker, tinggal di rumah kecuali kalau ada keperluan mendesak. Jangan lupa selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,’’ ujarnya. Turut hadir Camat Kuta Selatan I Gede Artha, Plt. Perbekel Wayan Sujaka, Pangelingsir Jro Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, Klian Adat dan Kepala Lingkungan, tokoh masyarakat Pecatu serta masyarakat penerima sembako. (ad007)
Program Peningkatan Produksi Ikan Terancam Tak Tercapai Mangupura (Bali Post) Program Dinas Perikanan Kabupaten Badung dalam meningkatkan produksi ikan terancam tak tercapai. Sebab, anggaran untuk mendukung program tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19. Kepala Dinas Perikanan Nyoman Suardana mengakui adanya realokasi anggaran hingga 60 persen. ‘’Ya, memang ada realokasi anggaran sampai 60 persen untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung. Jadi, kami belum bisa menentukan target benih ikan tahun ini,’’ ujarnya saat dimintai konfirmasinya, Jumat (1/5) kemarin. Menurutnya, kelompok petani ikan di Badung sebanyak 232. Hanya,
hingga Desember 2019 lalu hanya 55 kelompok petani ikan yang memohon benih. Jika dikalkulasikan, 1,4 juta benih ikan yang diberikan untuk kelompok petani budidaya ikan air tawar tahun lalu. Sebelum ada realokasi anggaran, ia menargetkan 2 juta benih ikan tahun ini. Pasalnya, pada 2019 lalu benih ikan yang ditarget awalnya 1,3 juta meningkat menjadi 1,6 juta. Akan tetapi jumlah 1,6 juta ini belum mampu membantu semua kelompok petani ikan di Badung. Berdasarkan kajian yang dilakukan sebelumnya, Dinas Perikanan Badung ingin meningkatkan target menjadi 2 juta benih pada tahun 2020. Peningkatan target itu lantaran semakin
banyaknya kebutuhan benih ikan di masyarakat khususnya bagi kelompok petani ikan. ‘’Tahun 2020 ini ada 2 juta benih ikan yang kami target, yaitu 1,8 juta benih ikan nila, 100 ribu benih ikan lele dan 100 ribu benih ikan kaper. Namun, kami pesimis karena ada realokasi ini,’’ bebernya. Pihaknya memanfaatkan tiga Balai Benih Ikan (BBI) yang sudah beroperasi, yakni di Kelurahan Kapal seluas 60 are dan di Desa Petang seluas 20 are. Hanya BBI di Desa Baha seluas 3 hektar belum rampung. ‘’Sementara ini kami manfaatkan BBI yang ada saja dulu. Setelah kondisi pulih baru kami lanjutkan program yang sudah dirancang,’’ kata Suardana. (kmb27)
Pelanggan Bisnis dan Industri Dapat Listrik Gratis Sebulan lalu pelanggan rumah dengan daya 450 VA mendapat listrik gratis dan pelanggan 900 VA mendapat potongan 50 persen. Kini, pelanggan bisnis dan industri skala kecil dengan daya 450 VA juga kebagian listrik gratis. Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, Jumat (1/5) kemarin, mengatakan PLN telah menyiapkan mekanisme teknis penggratisan tagihan listrik bagi pelanggan bisnis skala kecil (B1) dan industri skala kecil (I1) yang memiliki sambungan
daya 450 VA. Pembebasan tarif tagihan listrik dan pemberian token gratis bagi pelanggan golongan tersebut diputuskan oleh pemerintah melalui rapat terbatas pada 29 April lalu. Saat ini tim PLN sedang menyiapkan sistem untuk memasukkan sekitar 500 ribu pelanggan listrik golongan bisnis kecil dan industri kecil berbasis token. Proses tersebut memakan waktu sekitar 12 jam sampai seluruh pelanggan yang berhak mendapatkan token gratis. “Estimasi kami sudah se-
lesai satu hari. Yang sudah tersedia langsung bisa digunakan. Kami memastikan bahwa pada Minggu (3/1), seluruh token sudah di-generate, sehingga program ini langsung dirasakan manfaatnya, sejalan dengan semangat berpihak dan peduli yang disampaikan Bapak Presiden,” pungkasnya. Ia menambahkan, pembebasan dan pemberian diskon bagi pelanggan listrik pada tahap pertama menyasar rumah tangga dan berlaku selama tiga bulan. Dalam kebijakan kedua ini, pemerintah memberlaku-
kan pembebasan tagihan bagi pelaku bisnis kecil dan industri kecil dengan durasi hingga enam bulan. “PLN sangat antusias dan bertanggung jawab penuh untuk menjalankan komitmen dan menerjemahkan kepedulian pemerintah dalam melindungi dan membantu pelaku bisnis dan industri kecil. Kami juga akan menempuh berbagai jalur sehingga pembebasan tagihan dapat secepatnya dinikmati oleh pelanggan yang berhak,” papar Zulkifli. (kmb42)
Sabtu Pon, 2 Mei 2020
Angkut Pemudik, Bus Diminta Putar Balik Tabanan (Bali Post) Pemerintah pusat sudah melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik selama mewabahnya Covid-19, namun masih ada yang mengabaikan imbauan tersebut. Personel Satgas Operasi Ketupat Agung 2020 Polres Tabanan di pos penyekatan ranmor tujuan Jawa, mendapati kendaraan yang mengangkut penumpang yang hendak mudik. Mereka langsung diminta putar balik. Dari data yang dihimpun, hingga memasuki hari ketujuh pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2020, sejumlah personel masih terus siaga melakukan pengawasan dan pendataan di pos penyekatan wilayah Kabupaten Tabanan. Dua pos penyekatan dibangun yakni di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Timur, dan di wilayah Kecamatan Baturiti. Penyekatan di titik rawan ini dimaksudkan untuk mencegah kendaraan dari arah Denpasar tidak sampai lolos ke Gilimanuk. Ini terkait upaya mendukung pemer-
intah memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Kasat Lantas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wila Indrayani, S.IK., M.H. seizin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy Paca Sakti Siregar, S.IK,. M.H. menjelaskan, pemeriksaan dan sekat kendaran yang melintas tujuan Jawa terus dilakukan. Hingga Jumat (1/5) kemarin, kendaraan yang diharuskan putar balik dari Pos Selabih terdiri atas roda dua sebanyak 6 unit, roda empat 7 unit dan roda delapan atau bus 3 unit serta penumpang 130 orang.
Sementara di Pos Sekat Baturiti dan Pos Strobery Hills, Satgas membalikkan 1 unit mini bus travel mengangkut 10 penumpang tujuan Jawa, kendaraan roda empat 2 unit dan pemudik sebanyak 54 orang. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Subagia mengatakan, jajaran Polres Tabanan telah melakukan penebalan pergelaran personel di Pos Pam Sekat Selabih dan di Pos Simpang Antosari. Sub Satgas Deteksi memonitor perkembangan harga sembako di Pasar Tabanan. Sub Satgas
Hanya Truk dan Mobil Barang Dilayani Menyeberang di Gilimanuk Negara (Bali Post) – Mulai Kamis (30/4) malam, semua kendaraan pribadi baik sepeda motor, mobil, bus maupun travel serta pejalan kaki tidak dilayani menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Hal ini menyusul turunnya surat Gubernur Bali Wayan Koster terkait pengendalian pintu masuk Bali melalui pelabuhan penyeberangan. Pihak ASDP Pelabuhan Gilimanuk memasang portal di pintu masuk loket khusus kendaraan roda dua. Dari pengamatan, Jumat (1/5) siang kemarin, portal penutup jalur masuk loket masih dipasang. Beberapa pengendara motor dan mobil pribadi putar balik. Begitu pula bus-bus antarprovinsi yang sudah sampai di loket tiket. Loket tiket hanya melayani kendaraan barang dan logistik. Beberapa loket roda dua tak beroperasi. Seorang pengendara motor asal Madura yang hendak menyeberang ke Jawa juga ditolak. ‘’Saya mau ke Madura, tapi ini loket tutup. Saya dari Denpasar,’’ ujar Hadirin yang hendak menyeberang
Bali Post/kmb26
DITUTUP - Salah satu pintu masuk loket tiket di Pelabuhan Gilimanuk ditutup dengan portal. bersama dua anak kecilnya. TNI, kendaraan untuk penD a l a m s u r a t N o m o r anganan Covid-19, kendaraan 551/3222/Dishub dijelaskan PMI dan penumpang pejalan larangan kendaraan bermotor kaki yang kembali ke daerah umum, baik bus, kendaraan asal dengan menyertakan bermotor perseorangan, mo- surat dari Kepolisian Resort bil pribadi maupun sepeda tempat berangkat. motor keluar-masuk Bali Humas ASDP Cabang Ketmelalui seluruh pelabuhan. apang Sandi ketika dimintai Larangan ini tidak berlaku konfirmasinya membenarkan untuk kendaraan barang/ tidak dibukanya layanan pelogistik, pemadam kebakaran, nyeberangan kecuali kendaambulans, mobil jenazah, raan barang dan logistik. kendaraan dinas polisi dan (kmb26)
Binmas melakukan penerangan keliling agar kendaraan tujuan Jawa balik karena pelabuhan tidak melayani penyeberangan. Satgas Preventif dan Kamtibcar Lantas melaksanakan patroli serta pengamanan dan pengaturan di sepanjang jalur utama Denpasar–Gilimanuk. (kmb28) DATA PENUMPANG Personel Operasi Ketupat Agung 2020 mendata penumpang dan kendaraan yang melintas menuju Gilimanuk.
Sosial
Peduli Covid-19, DPD IKATEMI Bali Beri Bantuan APD dan Tempat Cuci Tangan PENANGANAN pandemi Covid-19 memerlukan dukungan dan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah maupun pihak-pihak lainnya. Sejalan dengan itu, DPD Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) Bali turut mendukung upaya penanganan wabah Covid-19 di Bali melalui pemberian bantuan alat pelindung diri (APD) dan tempat cuci tangan yang diserahkan secara serentak dan menyebar di sembilan kabupaten/kota, Kamis (30/4). Di Kabupaten Tabanan, bantuan diserahkan di Dinas Kesehatan Tabanan. Ketua DPD IKATEMI Bali, I Nyoman Yudiyana, S.T., M.T., di sela penyerahan bantuan mengatakan, melalui Program Bakti Sosial IKATEMI Bali, para anggotanya ingin ikut andil memberikan dukungan untuk bersamasama melakukan percepatan penanganan penyebaran virus Corona. Diharapkan bantuan APD dan tempat cuci tangan yang diberikan bisa membantu mempercepat penanganan wabah. ‘’Pemberian bantuan
ini adalah bentuk sosial kami dalam situasi pandemi Covid-19, rasa prihatin semua anggota organisasi terhadap situasi global pandemi serta rasa keprihatinan terhadap petugas di rumah sakit dan puskesmas, semoga bisa membantu mempercepat penanganan virus Corona,’’ terangnya. Yudiyana melanjutkan, IKATEMI adalah salah satu organisasi profesi tenaga kesehatan yang bertugas memelihara perbaikan alat-alat kesehatan yang ada pada fasilitas layanan kesehatan. Di Bali, keberadaan organisasi ini telah beranggotakan 60 orang. Program atau kegiatan yang dijalankan organisasi seperti peningkatan SDM untuk elektromedis melalui seminar dan workshop. Selain itu, ada pengabdian pada masyarakat yakni dengan datang ke fasilitas layanan kesehatan puskesmas untuk membantu melakukan pengecekan alat kesehatan dan kegiatan bakti sosial. ‘’Jadi, tidak hanya saat pandemi Covid-19 saat ini. Sebelumnya, saat erupsi Gu-
PENYERAHAN BANTUAN - Penyerahan bantuan oleh Ketua DPD IKATEMI Bali, I Nyoman Yudiyana, S.T., M.T., kepada Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika. nung Agung, kita juga sudah bergerak di bidang sosial,’’ ucapnya. Bantuan yang diserahkan kali ini di antaranya 440 masker, hazmat 80, termometer infrared 2, tempat cuci tangan 6 unit dan disinfektan 9 liter. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, usai menerima bantuan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian semua pihak yang bisa ikut
bersama-sama melakukan penanganan wabah Covid-19. ‘’Apa pun bantuannya, besar kecil, ini adalah gotong royong menghadapi pandemi. Bantuan ini akan digunakan di mana nantinya diperlukan. Sementara alat cuci tangan sebagai salah satu alat yang digunakan untuk pencegahan serta masker kemungkinan digunakan di tempat umum seperti pasar. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait,’’ terangnya. (ad008)
Turut Serta Dalam ’’PUPR Peduli Covid-19’’
Ribuan Paket Sembako Dibagikan Balai di Provinsi Bali Napi Asimilasi Bantu Bagi Nasi Bungkus
Negara (Bali Post) – Sebanyak 27 narapidana (napi) asimilasi Rutan Kelas II B Negara ikut membagikan nasi bungkus dan minuman bagi warga di Pasar Umum Negara, Kamis (30/4) siang lalu. Napi yang menjalani asimilasi di rumah ini sebelumnya dikumpulkan di Polres Jembrana serta mendapatkan pembinaan dari Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gedean Adi Wibawa dan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefry M. Hanok. Kepala Rutan Kelas II B
Negara Bambang Hendra Setiawan mengatakan, total 40 napi yang mendapatkan asimilasi dalam tiga tahap di Rutan Negara. Lima di antaranya bebas murni dan lima orang lagi program integrasi (bebas masih dalam pengawasan Balai Pemasyarakatan). ‘’Tiga orang yang menjalani asimilasi dari luar Jembrana,’’ ujarnya. Kapolres Jembrana Gede Adi Wibawa saat pengarahan menyatakan, para napi asimilasi ini sengaja dikumpulkan untuk diberikan pembinaan
dan sosialisasi Covid-19. Mereka juga diingatkan untuk tidak melakukan tindakan yang berdampak menjalani hukuman lagi di rutan. ‘’Manfaatkan waktu di rumah untuk hal yang positif,’’ ungkapnya. Pembagian nasi bungkus diakomodasi jajaran TNI yang merupakan posko dapur umum untuk PMI. ‘’Kami bagikan 300 nasi bungkus kepada warga di pasar yang terdampak Covid-19,’’ jelas Dandim 1617/Jembrana Djefry M. Hanok. (kmb26)
Tabanan (Bali Post) Jalan By-pass Soekarno, Kecamatan Kediri, Jumat (1/5) siang kemarin mendadak dipadati warga dan pengendara yang melintas. Pasalnya, sebuah ruko tepatnya di Banjar Sanggulan, Desa Banjar
Anyar, terbakar. Diduga api berasal dari arus pendek listrik (korsleting). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir Rp 300 juta. Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar
pukul 12.00 Wita. Ruko yang terbakar adalah milik I Wayan Karta (55), namun dikontrak oleh Nyoman Nuri Adiyasa (40) warga Mengwi, Badung. Saat kejadian korban tengah berada di rumah dan melihat di media sosial terkait kasus kebakaran yang terjadi tersebut. Setelah diamatinya, ia kaget ternyata ruko yang terbakar adalah miliknya. Korban pun kemudian menghubungi rekannya yang dekat dengan lokasi kejadian untuk menanyakan kebenaran peristiwa tersebut. Selanjutnya korban mendatangi rukonya dan melihat api di lantai dua. Korban memastikan sumber api berasal dari lantai dua yang selama ini merupakan gudang dan hanya ada tiga buah stop kontak. Korban menduga kebakaran terjadi karena korsleting listrik dan barang-barang yang terbakar diasuransikan berupa alatalat elektronik seperti laptop, komputer, printer, aksesories dan handpone. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia saat dimintai konfirmasinya membenarkan adanya kasus kebakaran di ruko yang menjual alat-alat elektronik tersebut. Diduga kebakaran terjadi karena korsleting. “Beruntung tidak sampai ada korban jiwa. Kerugian sampai ratusan juta rupiah, karena banyak alat elektronik yang terbakar,” terangnya. (kmb28)
Korsleting, Ruko Elektronik Terbakar
Bali Post/kmb28
TERBAKAR – Sejumlah warga melihat ruko elektronik yang terbakar di Jalan By-pass Soekarno, Kecamatan Kediri.
BALAI Prasarana Permukiman Wilayah Bali memberikan bantuan sosial kepada enam kabupaten di Bali yaitu Kabupaten Gianyar, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Klungkung serta BPBD Provisi Bali. Penyaluran bantuan sosial PUPR Peduli Covid-19 dilaksanakan serentak pada Kamis (30/4). Kegiatan tersebut juga dilakukan oleh balai lainnya yang ada di Wilayah Bali seperti Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Balai Besar Jalan Nasional Wilayah VIII, Balai Litbang Pantai, Balai Pemilihan Jasa Konstruksi Provinsi Bali, Balai Litbang Perumahan Wilayah II Denpasar dan SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Bali. Balai–balai itu menyalurkan sembako yang jumlahnya total 1.175 paket. Sebanyak 200 paket sembako dibagikan di Kabupaten Gianyar, 150 paket sembako di Kabupaten Tabanan, 675 paket sembako disebar di empat kabupaten yaitu Kabupaten Klungkung, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Karangasem serta 150 sembako diserahkan kepada BPBD Provinsi Bali.
Kepala (H1) Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali I Nyoman Sutresna, S.T. mengatakan, sembako yang diserahkan kepada BPBD Provinsi Bali, sebanyak 150 paket akan dibagikan pada keluarga yang membutuhkan. Ia berharap bantuan sembako yang diberikan bermanfaat dan bisa mengurangi beban masyarakat dalam situasi Covid-19. Selain itu, ada pembagian sembako di lokasi kegiatan SNVT Perumahan termasuk di lokasi-lokasi para pemulung. ‘’Bantuan tersebut bersifat sukarela dari seluruh pimpinan dan staf Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di seluruh Indonesia,’’ imbuhnya. Sutresna menjelaskan, bantuan yang disalurkan berdasarkan arahan Menteri PUPR dan berdasarkan surat Sekretariat Jenderal PUPR nomor UM.0704-Sj/322 tanggal 23 April 2020 tentang Panduan Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial dalam rangka ‘’PUPR Peduli Covid-19’’. Pelaksanaan penyaluran bantuan sosial guna menumbuhkan kepedulian, solidaritas dan gotong royong keluarga besar Kementerian PUPR bersama unsur Dharma Wanita
SERAHKAN SEMBAKO - Kepala Balai Sarana Permukinan Wilayah Bali menyerahkan paket sembako kepada Bupati Gianyar untuk dibagikan ke masyarakat. dan unsur Korpri Kementerian PUPR bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Bupati Gianyar I Made Mahayastra, SST.Par., M.AP. mengungkapkan, kasus Covid-19 telah nyata berada di masyarakat Bali khususnya Gianyar. Pasien positif di Gianyar sebanyak 22 orang, PDP 8 orang serta ratusan ODP dan kelompok lainnya. Menurutnya, untuk menangani Covid-19 ini kuncinya adalah disiplin sesuai protokol kesehatan. Tidak hanya penyakitnya yang dilawan, tapi juga dampak yang ditimbulkan seperti dampak ekonomi
dan sosial. Perlu kegotongroyongan semua pihak untuk menangani dampak–dampak itu. Bupati Mahayastra berterima kasih kepada PUPR dan Balai yang ada di Bali karena turut serta meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19. ‘’Ini sangat berarti. Di samping berbagi, mereka juga memberikan dorongan moril, bahwa masyarakat tidak sendirian dalam melawan Covid-19. Mudah-mudahan komponen lain juga bisa membantu Gianyar sehingga cepat melewati ini,’’ ujarnya. (ad005)
Sabtu Pon, 2 Mei 2020
Bupati Mahayastra Serahkan Bantuan Sembako kepada Penyandang Disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati BUPATI Gianyar Made Mahayastra didampingi anggota DPR-RI IGN Kesuma Kelakan dan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, menyerahkan bantuan 83 paket sembako. Bantuan itu dibagikan kepada penyandang disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati Desa Siangan Gianyar, Kamis (30/4) lalu. Bupati Mahayastra mengatakan, bantuan yang dibagikan ini untuk menguatkan moril warga. Tidak terkecuali para penyandang disabilitas ini. Walau dalam kondisi terbatas, diharapkan mereka mampu bertahan. Bantuan 83 paket sembako yang diserahkan ini, kata Bupati, merupakan CSR Bank BPD Bali. Dirinya berterima kasih, karena banyak pihak yang ikut peduli kepada warga Gianyar yang terdampak Covid-19. ‘’Semoga niat baik ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi selu-
ruh penyandang disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati,’’ kata Bupati Mahayastra. Ke depannya, Bupati Mahayastra berjanji memberikan fasilitas kepada penghuni yayasan, membuka kantin di Kantor Bupati Gianyar. Ini dalam taraf penjajakan. Tujuannya agar mereka bisa lebih berdaya dari segi ekonomi. Pendiri Yayasan Bhakti Senang Hati, Putu Suryati, mengatakan tidak dimungkiri dampak Covid-19 ini sangat berpengaruh pada keberlangsungan hidup di Yayasan Bhakti Senang Hati. Jalannya roda kehidupan di sini sangat bergantung pada kunjungan tamu domestik maupun luar negeri. Mereka hidup dari usaha membuat kerajinan. Kemudian kerajinan itu dijual pada tamu yang berkunjung dan juga dari hidangan prasmanan kepada tamu. ‘’Hampir dua bulan terakhir ini tidak ada tamu yang berkunjung. Kami tidak bisa
1.166 Paket Sembako untuk Warga Pejeng
Gianyar (Bali Post) Desa Adat Jero Kuta Pejeng bertindak cepat mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 (Coronavirus Diseases 19) yang berkepanjangan ini. Selain gencar sosialisasi tentang bahaya serta upaya pencegahan dari Coivid-19, juga mengambil langkah-langkah strategis, menyalurkan bantuan paket sembako kepada 1.166 KK di empat banjar yang ada (Banjar Intaran, Banjar Guliang, Banjar Puseh serta Banjar Pande). Bantuan sembako ini diserahkan Bendesa Adat Jero Kuta Pejeng Cokorda Gede Putra Pemayun, S.H. di Jaba Puri Agung Somanegara Pejeng kepada masing-masing klian adat di empat banjar yang ada, kemudian didistribusikan ke seluruh warganya. Hadir Perbekel Desa Pejeng Cokorda Agung Kusuma Yuda P. serta sejumlah tokoh masyarakat. ‘’Kami siapkan 1.166 paket sembako untuk didistribusikan ke seluruh krama banjar,’’ ungkap Bendesa Cokorda Gede Putra Pemayun ditemui usai acara. Ditambahkan, bantuan itu bersumber dari LPD Desa Adat Jero Kuta sebesar Rp 180 juta. Bendesa Desa Adat Jero Kuta Pejeng mengharapkan bantuan paket sembako yang terdiri dari beras, telur, mi instan, serta minyak goreng ini dapat meringankan beban warga masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhirnya ini. Bantuan paket sembako ini juga diserahkan kepada petugas kebersihan desa. ‘’Kami harapkan bantuan ini benar-benar tepat sasaran, dinikmati warga pada saat membutuhkan,’’ ujar Cokorda Gede Putra Pemayun didampingi Ketua Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Desa Pejeng Ida Bagus Gede Suryawan. Sosialisasi Wajib Masker Prajuru Desa Adat Jero Kuta bersama-sama Pemerintah Desa Pejeng bergerak cepat mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 ini, dengan membentuk Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Desa Pejeng. Begitu terbentuk, Satgas itu langsung melakukan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 hingga upaya pencegahannya lewat pengeras suara menggunakan mobil keliling setiap pagi maupun sore. Pasar Umum Desa Pejeng yang menjadi salah satu pusat perekonomian juga diatur waktu bukanya, yakni pukul 07.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita (kmb35)
berbuat apa-apa lagi. Saya harap semoga pemerintah selalu perhatian kepada kami, penyandang disabilitas ini,’’ harap Ni Putu Suryati. Atas bantuan paket sembako ini, dirinya mewakili seluruh penghuni Yayasan Bhakti Senang Hati sangat berterima kasih. Semoga ke depannya selama Covid-19 ini, perhatian yang diberikan dapat secara berkesinambungan. Turut hadir pada penyerahan paket sembako, Ketua Komisi IV DPRD Gianyar Made Ratnadi, Ketua Fraksi I Ketut Sudarsana, Kadis Sosial AA Putri Ari dan berapa Kepala OPD di lingkungan Pemkab Gianyar. Sebelumnya Bupati Mahaystra menerima bantuan paket sembako bagi warga terdampak, dalam program PUPR Peduli Covid-19. Didahului teleconference pengarahan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono tentang
kegiatan penyaluran bantuan sosial dalam rangka PUPR Peduli Covid-19. Bantuan 200 paket sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 ini diserahkan secara simbolis Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali, I Nyoman Sutresna, kepada Bupati Gianyar Made Mahayastra di Kantor Camat Sukawati, Kamis (30/4). Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali I Nyoman Sutresna mengatakan, sesuai arahan Menteri PUPR, hari ini (30/4) ada gerakan bersama membantu warga dalam program PUPR Peduli Covid-19. Tujuan kegiatan ini, ingin memberikan sesuatu yang bisa meringankan beban warga terdampak, yang ada di Desa Sukawati. ‘’Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Gianyar atas dukungannya. Saya berharap semoga kondisi seperti ini cepat berlalu. Masyarakat bisa beraktivitas normal kembali,’’
harap I Nyoman Sutresna. Bupati Gianyar Made Mahayastra menyampaikan banyak terima kasih kepada PUPR maupun Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali yang telah membantu warga Gianyar. ‘’Ini sangat berarti, kita saling berbagi tidak hanya di sektor ekonomi saja. Kita juga memberikan dukungan moril bahwa kita tidak sendirian menghadapi Covid-19 ini. Selanjutnya semoga bantuan ini juga bisa menginspirasi pihak-pihak lainnya agar juga mau membantu warga di Kabupaten Gianyar. Semoga kita semua bisa cepat melewati ini. Dan semua program serta proyek pembangunan bisa berjalan dengan baik, termasuk program-program di tahun 2020,’’ kata Bupati Mahayastra. Bupati Mahayastra juga berpesan pada seluruh masyarakat di Kabupaten Gianyar, bahwa Covid-19 itu sudah berada di tengah ma-
SERAHKAN SEMBAKO - Bupati Gianyar Made Mahayastra didampingi anggota DPR-RI IGN Kesuma Kelakan dan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyerahkan bantuan 83 paket sembako kepada penyandang disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati Desa Siangan Gianyar, Kamis (30/4). syarakat, sehingga harus secara bersama-sama menjaga diri. ‘’Patuhi semua aturan tentang protap penanganan Covid-19. Kita tidak mela-
wan Covid saja, namun juga dampak ekonomi secara luas. Karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak,’’ tandasnya. (ad006)
pemerintah sempat berwacana menggratiskan biaya rapid test kepada PMI dan orang yang kontak erat. Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Gianyar Dr. Nyoman Wawan Tirta Yasa mengatakan, pihaknya akan menelusuri warga dari keluarga positif Covid-19 yang dikenai biaya rapid test itu. ‘’Segera kami telusuri agar clear,’’ tegasnya dikonfirmasi, Jumat (1/5) kemarin. Wawan mengatakan, sesuai ketentuan rapid test untuk PMI dan yang kontak erat itu memang digratiskan. Bahkan
hal ini sudah disampaikan lewat surat edaran nomor 800/8770/RSU, tertanggal 22 April 2020. Nah bila benar ada petugas yang memungut biaya kepada warga tersebut maka akan diberikan sanksi Ketua Satgas Covid Gianyar, yang tidak lain merupakan Bupati Gianyar I Made Mahayastra. ‘’Semua rapid test yang dari OTG dan PMI tidak bayar atau gratis, dan mohon kalau dipungut biaya, saya minta tanda buktinya. Saya akan lapor pimpinan untuk diberikan sanksi,’’ tandasnya. (kmb35)
Keluarga PMI Positif Covid-19 Dikenai Biaya Ratusan Ribu Saat ’’Rapid Test’’
Gianyar (Bali Post) Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) dengan pamannya asal Desa Petulu, Kecamatan Ubud sudah dinyatakan sembuh Covid-19 beberapa waktu lalu. Namun pascamereka dipulangkan ke Desa Petulu, justru kini anggota keluarga yang lain mengalami gejala Covid-19. Ironisnya selama menjalani pemeriksaan rapid test pada salah satu rumah sakit umum di Gianyar, mereka dikenai biaya ratusan ribu rupiah per orang. Informasi dihimpun keluarga dari PMI asal Desa Petulu yang sebelumnya positif Covid-19, memang mulai mengalami gejala demam dan batuk. Usai dilakukan tes swab, hasilnya pun menunjukkan positif Covid-19. Tidak hanya itu ada lagi dua orang keluarga lainnya
yang masih satu pekarangan dengan PMI asal Desa Petulu tersebut. Dua orang itu mengalami gejala badan panas. Mereka sempat kebingungan, karena selama menjalani karantina tidak memiliki penghasilan. Ironisnya beberapa kali melakukan rapid test di rumah
sakit umum di Gianyar, mereka dikenai biaya ratusan ribu rupiah per orang. Padahal mereka tidak meminta di-rapid test, namun karena di keluarga itu sudah ada yang positif, sehingga anggota keluarga yang lain diarahkan melakukan rapid test, dengan membayar biaya secara mandiri. Padahal
Seluruh Akses Pelabuhan Rakyat Ditutup
Tiga PMI Bingung Pulang ke Nusa Penida Semarapura (Bali Post) Pemulangan ketiga kalinya bagi PMI yang sudah menjalani karantina rapid test negatif, kembali dilakukan Jumat (1/5) kemarin di Lapangan Swecapura, Gelgel. Sebanyak 37 PMI sudah berkumpul kembali dengan keluarganya. Saat pemulangan, ada 3 PMI asal Nusa Penida, mereka sempat kebingungan untuk pulang. Pasalnya, seluruh akses pelabuhan rakyat menuju Nusa Penida sementara ditutup. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, Nyoman Suwirta, kemudian mengambil opsi cepat. Dia segera memerintahkan Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada mengantar ketiga PMI itu pulang ke Nusa Penida
melalui Pelabuhan Padangbai, menaiki Kapal Roro Nusa Jaya Abadi. Pendampingan BPBD harus dilakukan agar dapat dikomunikasikan dengan baik kepada pihak pelabuhan, sehingga tidak terjadi kendala teknis di lapangan yang memicu pertentangan. Ketiga PMI itu pun tetap diminta mengikuti seluruh anjuran pemerintah. Jaga Nusa Penida agar tetap steril dari wabah Covid-19. Suwirta bersyukur hasil rapid test seluruh PMI itu menunjukkan negatif. Hal ini menandakan proses karantina di hotel sudah dijalani dengan baik dan disiplin. Walaupun telah melakukan karantina dan lolos rapid test, Bupati Suwirta tidak henti-henti menyarankan agar tetap melakukan
karantina mandiri di rumah minimal 14 hari. Berkaca pada kejadian di lapangan, di mana Covid-19 mengalami evolusi dan berkembang pada hari ke-18. Bahkan pada hari ke-20 dan hari ke-30. ‘’Setelah sampai di keluarga dan di lingkungan, jadilah contoh yang baik dalam memutus penyebaran Covid-19 kepada masyarakat. Jangan ngumpul-ngumpul dan berpesta di tengah pandemi Covid-19 ini. Lebih baik uang yang dimiliki disimpan untuk bertahan hidup selama pandemi,’’ harap Suwirta. Salah satu PMI, Gusti Ngurah Alit, asal Desa Manduang menyampaikan upaya pemerintah memfasilitasi PMI sudah cukup baik. Mulai dari memfasilitasi kepulangan para PMI, dari penjem-
putan di bandara hingga sampai tempat karantina. Demikian pula kebutuhan selama karantina. Dia mengaku bersyukur karena telah mendapatkan tempat yang
baik untuk menjalani karantina. Gusti Ngurah Alit mengaku berupaya mengikuti semua arahan dan anjuran pemerintah setelah sampai di rumah. (kmb31)
BINCANG-BINCANG - Bupati Nyoman Suwirta saat berbicang-bincang dengan para PMI.
Telat Sampaikan Laporan Harus Jalani ’’Rapid Test’’ Desa Gelgel Data Ulang PMI Pusat Tunda Penyaluran DAU untuk Bangli Tiap desa adat harus memperbarui data PMI (pekerja migran Indonesia) di desanya. Ini karena adanya imbauan pemerintah agar mendata ulang PMI yang pulang lebih dulu tanpa menjalani rapid test. Seperti yang dilakukan Desa Adat Gelgel, Satgas Gotong Royong desa setempat harus turun kembali mendata ulang, agar seluruh PMI dapat dipastikan terpapar Covid-19 atau tidak. Bagaimanakah apresiasi PMI ketika harus didata ulang itu? BENDESA Gelgel Putu Arimbawa, Jumat (1/5) kemarin mengatakan, pihaknya harus kembali mengingat ke masa awal dampak pandemi Covid-19 ini terjadi. Saat itu, ketika PMI datang ke Bali, tidak langsung menjalani rapid test, sebagaimana dilakukan sekarang. Kalau upaya saat ini sudah tertata dengan baik. Ketika hasil rapid test saat baru tiba di Bali hasilnya positif, mereka langsung ditangani provinsi. Sedangkan jika negatif baru ditangani kabupaten. ‘’Langkah ini memang agak terlambat,’’ kata Arimbawa. Meski demikian, sebagai unsur adat yang begitu diandalkan pemerintah daerah, pihaknya tetap turun mendata seluruh PMI yang sudah pulang sejak awal. Petugas turun ke setiap rumah melakukan pendataan itu. Data Satgas Gotong Royong menunjukkan baru terdata sebanyak 201 PMI. Arimbawa mengaku belum tahu pasti berapa jumlah total PMI khususnya dari Gelgel. Ketika mereka bekerja ke luar negeri, tidak ada kewajiban melapor ke desa adat. ‘’Nanti yang belum menjalani rapid test, wajib mengikutinya. Kalau di awal dampak pandemi itu kan cukup banyak PMI yang lebih dulu
pulang tanpa rapid test. Mungkin sasaran pendataan ulang ini. Tidak seperti sekarang, PMI saat pulang sudah di-rapid test di bandara,’’ tegasnya. Pendataan ulang PMI ini cukup merepotkan. Sebab, petugas harus mencermati ulang setiap warga yang punya riwayat kerja ke luar negeri. Di tengah banyak tugas yang dibebankan kepada desa adat oleh pemerintah di luar urusan adat, Arimbawa mengaku warganya di dalam satgas tidak merasa terbebani. Masyarakat adat ikut tergerak demi misi kemanusiaan yang membawa kepentingan lebih besar bagi seluruh warga desa adapt agar seluruh warga dapat diselamatkan. Di sisi lain, sebanyak 30 PMI dari berbagai wilayah sudah dilepas Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, Nyoman Suwirta, di GOR Swecapura Gelgel, Kamis (30/4). Mereka diperbolehkan pulang setelah menjalani karantina dan sudah dinyatakan sehat. Ini merupakan pelepasan kedua, setelah sehari sebelumnya Suwirta melepas 25 orang PMI usai menjalani karantina di tempat yang ditunjuk Pemkab Klungk u n g . (gik)
Putu Arimbawa
Bangli (Bali Post) – Pemerintah pusat kabarnya menunda penyaluran dana alokasi umum (DAU) untuk Kabupaten Bangli. Penyebabnya karena Pemkab Bangli tidak tepat waktu menyampaikan laporan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 ke pusat. Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli, I Ketut Riang, dikonfirmasi Jumat (1/5) kemarin membenarkan hal
itu. Menurutnya, sesuai instruksi pusat daerah harus sudah menyampaikan laporan penyesuaian APBD 2020 karena Covid-19 paling lambat tanggal 23 April 2020 pukul 24.00. Namun Bangli baru bisa menyampaikan laporan itu Senin, 27 April 2020. ‘’Daerah-daerah yang telat melaporkan, kena penundaan sebesar 35 persen dari DAU yang bulan sekarang,’’ kata Riang. Penyebab keterlambatan Bangli menyampaikan laporan penyesuaian APBD itu, diungkapkannya, karena data
dari OPD yang akan dilaporkan saat itu belum lengkap. Diakuinya, daerah diberikan waktu dua minggu untuk menyiapkan sekaligus menyampaikan laporan tersebut. Selain Bangli, kata Riang, ada ratusan daerah lainnya yang juga ditunda penyaluran DAU-nya. Pemerintah pusat akan mentransfer sisa DAU yang tertunda itu setelah laporan disampaikan. ‘’Bangli kan sudah menyampaikan laporan. Satu minggu lagi bisa jadi ditransfer lagi kekurangannya,’’ pungkasnya. (kmb40)
Di Gianyar, Transmisi Lokal Tingkat Keluarga Gianyar (Bali Post) Sejak beberapa minggu terakhir, peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Gianyar masih didominasi pekerja migran Indonesia (PMI). Sementara penyebaran lewat transmisi lokal itu kini juga mulai terjadi, terutama di Desa Petulu, Kecamatan Ubud. Kondisi ini diakui Ketua Satgas Covid-19 Gianyar, I Made Mahayastra, Jumat (1/5) kemarin. Ketua Satgas Covid Kabupaten Gianyar, Made Mahayastra, menyebut ada transmisi lokal di Gianyar masih lingkup keluarga, belum terjadi seperti pada salah satu desa di Kabupaten Bangli. ‘’Di Gianyar, transmisi
lokal sebenarnya belum, tetapi sudah mengkhawatirkan. Di Petulu itu PMI mentransmisi ke keluarga. Syukurnya belum ke masyarakat,’’ jelas Bupati Gianyar ini. Bupati Mahayastra kembali mengingatkan PMI yang saat ini sedang menjalani karantina harus kuat dan sabar. Ditekankan setelah pulang dari karantina, agar dilanjutkan dengan isolasi 10 hari. ‘’Setelah itu rapid test lagi. Jika reaktif lanjutkan ke swab, hindari kerumunan, harus makan makanan bergizi dan jaga imun,’’ pesannya. Secara terpisah, Jubir Covid-19 Kabupaten Gianyar dr. I Nyoman Wawan Tirta Yasa
mengatakan sudah terjadi di dua lokasi. Yakni pertama di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati dan kedua di Desa Petulu Kecamatan Ubud. Senada dengan Bupati, transmisi lokal ini masih dalam klaster. ‘’Di Gianyar ini masih dalam klaster. Belum menunjukkan adanya sub klaster seperti yang terjadi di kabupaten lain,’’ jelasnya. Jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gianyar melalui situs covid19gianyarkab.go.id per Jumat (1/5) sebanyak 24 orang. Sebelas di antaranya sembuh, sehingga kini masih ada 13 pasien yang menjalani perawatan. (kmb35)
Sabtu Pon, 2 Mei 2020
Sosial
Made Urip Dorong Kementerian Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan Di Tengah Wabah Covid-19, Komisi IV DPR-RI Gelar RDP Melalui Vidcon
DI TENGAH pandemi wabah Covid-19 atau Corona, Komisi IV DPR-RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (29/4) lalu secara online melalui video conference (Vidcon) bersama mitra kerja terkait penguatan pangan nasional. Saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis (30/4) lalu, salah satu anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. yang akrab dikenal MU itu membenarkan RDP tersebut digelar secara jarak jauh alias melalui vidcon. Itu dilakukan untuk tetap menjaga social distancing dan physical distancing sesuai protokol pencegahan Covid-19. ‘’Kita RDP dengan Dirjen Tanaman Pangan dan Dirjen Sarana-Prasarana Kementerian Pertanian RI. Dirjen Tanaman Pangan harus menjaga produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan domestik kita. Baik itu padi, jagung, kedelai dan produk pangan lainnya,’’
ungkap anggota DPR-RI yang sudah lima periode menjabat Dewan Pusat itu. Anggota parlemen yang dijuluki Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu menegaskan, melalui RDP tersebut, DPR-RI mendorong Kementerian Pertanian melalui Dirjen terkait segera merancang program kerja yang realistis untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Menurut Made Urip, pemerintah harus terus menjaga stabilitas, sekaligus peningkatan produksi pertanian untuk mendorong penyediaan pembiayaan yang mudah, murah, dan efisien bagi petani saat diterjang situasi dan kondisi pandemi wabah Corona ini. ‘’Stabilitas dan ketahanan pangan rakyat harus terus dijaga. Apalagi sekarang kondisi yang kita hadapi pandemi Covid-19 yang memberi dampak signifikan terhadap sosial ekonomi masyarakat. Maka
Dirjen Tanaman Pangan harus membuat program yang realistis memenuhi kebutuhan pangan rakyat,’’ tegasnya. Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup itu menjelaskan, untuk mempermudah petani agar meningkatkan produksi, Kementan harus berusaha membantu menyediakan sarana dan prasarana, termasuk bantuan benih, pupuk, dan alat mesin pertanian atau alsintan. Harapannya, kontinuitas dan kualitas produksi petani meningkat berbasis klasterisasi dan industrialisasi pertanian. Demikian juga Dirjen SaranaPrasarana harus membuat program padat karya yang bisa melibatkan para petani, termasuk memperbaiki jaringan irigasi tersier, membuat jalan usaha tani dan jalan produksi. ‘’Kementan juga harus bisa menjaga kualitas produksi pangan.
Cegah Kasus Transmisi Lokal
Pengawasan Pintu Keluar-Masuk Desa Diperketat Singaraja (Bali Post) Munculnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 lewat transmisi lokal di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, membuat Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana sangat prihatin. Mencegah meluasnya penularan Covid-19 melalui transmisi lokal, pihak pemerintah desa diinstruksikan meningkatkan pengawasan di pintu masuk dan keluar di desa. Dengan cara ini, diharapkan situasi di desa itu tetap kondusif. Kalau ada warga keluar desa agar tidak berpotensi menularkan virus kepada orang lain. Bupati Putu Agus Suradnyana menyampaikan instruksi itu saat rapat koordinasi bersama para perbekel, prajuru desa adat, dan Pemerintah Kecamatan Tejakula di lobi Kantor Bupati, Jumat (1/5) kemarin. Dalam rapat itu, Bupati didampingi Ketua DPRD Gede Supriatna dan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. Terjadinya kasus transmisi lokal di daerah itu, kata Bupati, menunjukkan anca-
man penularan virus dan membutuhkan disiplin tinggi dalam mengikuti instruksi pemerintah ‘’melawan’’ penularan yang terjadi. Untuk itu, dalam 14 hari ke depan ini, warga diinstruksikan disiplin mengurangi aktivitas di luar rumah kalau tidak karena urusan penting, dan tidak bisa ditinggalkan. Kalau masyarakat tetap melakukan aktivitas perekonomian maka diingatkan sementara dialihkan hanya di dalam desa saja. ‘’Saya minta keluar-masuk desa ini diawasi ketat. Kalau tetap beraktivitas berjualan atau mencari ikan, ya... silakan di dalam desa saja. Jangan dulu keluar rumah kalau tidak sangat penting. Kita harus disiplin menghadapi pandemi ini, namun agar perekonomian tetap berjalan meskipun sedikit terhambat,’’ katanya. Bupati telah menginstruksikan Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng agar melakukan penghitungan terkait kebutuhan logistik bagi warga di Desa Bondalem khususnya di lokasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu. Ini dilakukan karena gugus tugas akan membatasi aktivitas
warga di wilayah itu untuk mencegah terjadinya penularan kasus yang sama. Dari data perkembangan Covid-19 hingga Jumat (1/5) kemarin, hasil tes swab PCR pertama setelah gugus tugas melakukan rapid test dengan metode antibodi di Desa Bondalem secara berturut-turut Rabu (29/4) dan Kamis (30/4) lalu. Jadi, ada 16 orang rapid test-nya reaktif telah mengikuti tes swab PCR. Setelah diuji di Laboratorium Kesehatan Rumah Sakit Sanglah Denpasar, ada 14 sampel swab sudah diterima tim gugus tugas kabupaten. Hasilnya, tiga sampel swabnya terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Rinciannya, seorang keluarga dari pasien yang sebelumnya sudah terkonfirmasi positif yaitu kode 19, dan seorang lagi adalah iparnya. Selain itu, satu sampel swab dari hasil rapid test di Kecamatan Tejakula juga sudah keluar. Hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Riwayat pasien itu sebelumnya pernah melakukan perjalanan ke luar negeri dengan alasan bekerja. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali melakukukan aksi ‘’PWI Bali Peduli’’ di Buleleng, Jumat (1/5) kemarin. Aksi ini ditunjukkan dengan membagikan sekitar 1.000 pcs masker gratis. PWI juga mengedukasi warga terkait disiplin memakai masker kalau keluar rumah dan tetap melakukan jaga jarak sosial dalam mencegah penularan pandemi Covid-19. Aksi ‘’PWI Bali Peduli’’
ini dipimpin Ketua PWI Bali Dwikora Putra didampingi Koordinator Pembagian Masker Dewa Made Sastra, Edo Dewata Oja, dan Ketua PWI Buleleng Ngurah Aswibawan. Aksi pertama dilakukan di kawasan Pelabuhan Buleleng. Meskipun daerah ini sudah ditutup sejak pandemi Covid-19, namun beberapa warga masih ada yang sekadar berkunjung ke tempat ini. Warga yang kebanyakan tidak memakai masker itu kemudian diberi masker kain. Mereka pun
diingatkan agar disiplin menggunakan masker kalau keluar rumah. Ketua PWI Bali Dwikora Putra mengatakan, aksi ‘’PWI Peduli’’ ini digagas setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan para pengurus PWI Bali. Selain disepakati dilakukan aksi peduli di tengah wabah pandemi Covid-19 ini, pihaknya sepakat menggalang dana guna membantu pemerintah memberantas mata rantai penularan Covid-19. (kmb38)
Selain itu juga selalu mendorong penggunaan pupuk organik dalam rangka perbaikan kualitas tanah untuk meningkatkan produksi pertanian kita,’’ papar Made Urip. Politisi asal Desa Tua Kecamatan Marga, Tabanan ini menegaskan saat RDP dengan Sekjen, Dirjen Tanaman Pangan dan Dirjen Sarana-Prasarana Kementerian Pertanian RI tersebut, selaku anggota DPRRI yang membidangi pertanian, perkebunan, kelautan, kehutanan dan mitra Bulog tersebut, meminta pemerintah segera menggelontorkan alsintan untuk membantu mempermudah para petani menggarap lahan di tengah ancaman wabah Covid-19. ‘’Alsintan harus segera diberikan kepada para petani kita untuk menggarap lahannya. Karena banyak teman kehilangan pekerjaan, dirumahkan bahkan terkena PHK. Maka mereka banyak harus pulang
kampung bertani,’’ beber Made Urip seraya melihat kondisi saat ini, Bali perlu melakukan reorientasi dan revitalisasi pembangunan. Karena itu, sektor pertanian perlu mendapat penguatan, pemberdayaan dan priority. Apalagi sektor pertanian sudah menjadi peradaban dan budaya masyarakat Bali. Bahkan bila perlu dikatakan, Kementan juga bisa menyediakan asuransi bagi petani untuk menjamin keberhasilan produksi pangan. Bukan hanya itu, Kementan menyiapkan sistem pengelolaan pertanian yang terintegrasi berbasis teknologi informasi era 4.0 dan agrobisnis dari hulu ke hilir. ‘’Kementerian Pertanian saat ini harus meringankan beban para petani bisa melalui bantuan KUR dengan bunga rendah hanya 6%. Termasuk, di dalamnya bisa menyediakan pasar bagi produk pertanian,’’ pinta Made Urip. (ad009)
RDP KOMISI IV DPR - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. saat mengikuti RDP Komisi IV DPR-RI melalui vidcon dengan jajaran Kementerian Pertanian.
Ratusan Warga Padangkerta Di-’’rapid Test’’ 4 Positif Covid-19, 12 Orang Reaktif
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Dinas Kesehatan Karangasem melakukan rapid test terhadap 181 warga di Kelurahan Padangkerta. Rapid test itu dilakukan karena warga sempat kontak dengan empat warga yang dinyatakan positif Covid-19. Dari hasil rapid test itu ada sebanyak 12 warga yang dinyatakan reaktif Covid-19. Salah seorang warga Kelurahan Padangkerta mengatakan, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Karangasem dari pagi telah
melakukan rapid test terhadap ratusan warga yang diduga sempat melakukan kontak dengan empat warga Padangkerta yang sudah dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya. ‘’Dari jumlah warga yang telah di-rapid test itu, tercatat 12 orang dinyatakan reaktif Covid-19. Warga yang dinyatakan reaktif positif ini sudah dievakuasi petugas medis memakai mobil ambulans dan APD. Infonya mereka akan dirujuk ke Bapelkes untuk melaksanakan tes lebih lanjut,’’ ujar sumber.
Koordinator Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, membenarkan dari 181 OTG yang di-rapid test, 12 orang di antara-nya menunjukkan reaktif Covid-19. Saat ini semuanya sudah dirujuk ke Bapelkes Gianyar untuk melaksanakan tes lebih lanjut,’’ katanya. Bupati Karangasem I Gust i A y u Ma s Sum a t ri mengatakan, untuk mengurangi penyebaran suatu wabah Covid-19, maka diputuskan di sebagian wilayah
Lingkungan Padangkerta Kaler dilakukan karantina rumah. Pelaksanaan karantina rumah itu di bawah pengawasan Satgas Kelurahan Padangkerta, Satgas Gotong Royong Lingkungan Padangkerta Kaler dan aparat TNI/Polri, anggota masyarakat di sebagian wilayah Lingkungan Padangkerta Kaler itu diharapkan disiplin melaksanakan karantina rumah itu. ‘’Pemerintah menjamin semua kebutuhan pokok selama warga melaksanakan karantina rumah di sebagian wilayah Lingkungan Padangkerta Kaler. Akan dilakukan disinfeksi secara serentak di seluruh lingkungan sekitar Lingkungan Padangkerta Kaler,’’ jelas Mas Sumatri. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Semakin bertambahnya kasus warga positif Covid-19, akhirnya sebanyak 72 KK warga Padangkerta Kaler melaksanakan karantina rumah selamam 14 hari. Karantina itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus semakin meluas di wilayah tersebut. Koordinator Bidang Kesehatan GTPP Covid-19 Ka-
rangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, dilakukannya karantina rumah untuk mengantisipasi semakin banyaknya transmisi lokal positif Covid-19 pascaditemukannya tambahan empat warga Padangkerta Kaler positif Covid-19. ‘’Ini sebagai upaya mencegah semakin tingginya kasus transmisi lokal. Mengingat sudah terjadi transmisi lokal yang
mengakibatkan penambahan empat kasus positif Covid-19. Maka diputuskan di sebagian wilayah Lingkungan Padangkerta Kaler dikarantina di rumah sebagai upaya memutus potensi penyebaran virus ini semakin banyak lagi,’’ ucapnya. Ketua Satgas Gotong Royong Padangkerta Gusti Gede Lanang mengatakan, selama menjalani karantina rumah,
warga ditanggung kebutuhannya selama 14 hari. Jumlah warga yang menjalani karantina rumah sebanyak 72 KK. ‘’Sembako sudah kita distribusikan sejak Kamis sore,’’ katanya. Pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan menyasar balai banjar, jalan protokol, jalan setapak, hingga gang menuju permukiman warga. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem bertindak cepat melakukan rapid test terhadap ratusan warga di Kelurahan Padangkerta yang sempat kontak langsung sebelumnya dengan empat warga yang dinyatakan positif Covid-19. Dari hasil rapid test yang dilakukan, tercatat 12 warga dinyatakan reaktif Covid-19.
72 KK Warga Padangkerta Kaler PWI Bali Bagikan 1.000 Masker Dikarantina di Rumah
Nominal Iuran Peserta Segmen PBPU dan BP Dikembalikan
Amlapura (Bali Post) BPJS Kesehatan telah menyesuaikan iuaran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) per 1 Mei 2020. Penyesuaiakn iuran itu menindaklanjuti Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020 yang menyatakan membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019. Kepala BPJS Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak mengatakan, mengacu Perpres 75 Tahun 2019 yaitu sebesar Rp 160.000 untuk kelas 1, Rp 110.000 untuk kelas 2 dan Rp 42.000 untuk kelas 3. Dan kalau kembali mengacu Peraturan Presiden 82 Tahun 2018, yaitu sebesar Rp 80.000 untuk kelas 1, Rp 51.000 untuk kelas 2 dan Rp 25.500 untuk kelas 3. ‘’Jadi, iuran Januari sampai Maret 2020 tidak ada pengembalian atau dikompensasi di bulan berikutnya. Terhadap kelebihan iuran peserta JKNKIS yang telah dibayarkan April 2020 itu, akan dikompensasikan ke iuran bulan berikutnya. Penyesuaian iuran ini hanya berlaku bagi segmen peserta PBPU dan BP. Segmen peserta lain, seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Pekerja Penerima Upah (PPU) masih mengacu Perpres 75
Tahun 2019,’’ katanya. Simanjuntak menambahkan, pihaknya berharap dengan dikembalikannya nominal iuran segmen PBPU sesuai Putusan MA per 1 Mei 2020, diharapkan dapat membantu masyarakat. Jadi tidak lagi terlalu membebani masyarakat. Sehingga peserta BPJS itu dapat terus berkontribusi,
menjaga status kepesertaannya tetap aktif dengan rajin membayar iuran rutin setiap bulannya. ‘’Pada prinsipnya kami ingin pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS tidak terhambat. Terutama memperhatikan kondisi sosial ekonomi saat ini di tengah pandemi Covid-19,’’ jelasnya. (kmb41)
Usai Jalani Karantina, Puluhan PMI Dipulangkan Amlapura (Bali Post) Sebelumnya Pemkab Karangasem telah memulangkan puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina selama 14 hari di Hotel Ramayana, Candidasa, Jumat (30/4). Kemudian, giliran puluhan PMI yang menjalani karantina di Hotel Puri Bagus Candidasa, Desa Bugbug, Dusun Samuh, Kecamatan Karangasem dipulangkan ke rumah masing-mas-
ing. Mereka dipulangkan setelah dinyatakan hasil rapid test-nya negatif pascadua kali diperiksa. Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, ada 34 PMI yang dipulangkan pada gelombang kedua ini. Sebelum dipulangkan, mereka telah mengikuti rapid test dan hasilnya negatif Covid-19. ‘’Mereka telah menjalani masa karantina selama 14 hari. Mereka juga telah menjalani rapid test.
Semua hasilnya negatif, sehingga mereka semua dinyatakan sehat,’’ ujarnya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menjelaskan, setelah pulang ke rumah masingmasing, PMI itu diminta tetap menerapkan prosedur pencegahan Corona, yakni tetap melapor kepada satgas desa masing-masing. Mereka juga diharapkan melaksanakan karantina mandiri dengan penuh disiplin, menerapkan physical
distancing, memakai masker apabila keluar rumah, serta rutin mencuci tangan usai beraktivitas. ‘’Kita juga minta, ketika sudah kembali ke masyarakat membantu pemerintah daerah mengedukasi masyarakat sekaligus menyosialisasikan langkah-langkah pencegahan Covid-19 ini, sehingga warga tahu apa yang harus dilakukan agar bisa terhindar dari virus ini,’’ harap Sumatri. (kmb41)
Sabtu Pon, 2 Mei 2020
Dapur Umum untuk Warga Serokadan
Bangli (Bali Post) Banjar Serokadan, Desa Abuan, Susut diisolasi setelah diketahui adanya penambahan delapan orang warga setempat yang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab. Sejak isolasi diberlakukan, Kodim 1626/ Bangli memutuskan untuk membuat dapur umum guna membantu pasokan pangan warga. Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Himawan Teddy Laksono mengatakan, dalam pemberlakuan isolasi ini, warga di Banjar Serokadan tidak di-
perkenankan keluar rumah sama sekali. Oleh karena itu, pihaknya berkewajiban memenuhi kebutuhan warga setempat melalui dapur umum yang didirikan di SMPN 2 Abuan. Pihaknya mengerahkan satu peleton anggotannya untuk bertugas di dapur umum sejak Kamis. ‘’Anggota kami selain satu peleton bertugas di dapur umum juga membantu pengamanan wilayah,’’ ungkap Letkol Teddy, Jumat (1/5) kemarin. Menurut Letkol Teddy, pendistribusian makanan di-
antarkan menggunakan mobil bak terbuka dan ditaruh di depan pintu angkul-angkul. Ada 2.640 warga Serokadan yang harus dipenuhi kebutuhan pangannya tiga kali dalam sehari. Dikatakan, hal yang menjadi pertimbangan kenapa warga tidak diberikan logistik mentah berupa beras dan lauk selama warga menjalani isolasi adalah untuk menghindari warga keluar rumah. ‘’Kami putuskan menyiapkan masakan jadi. Kalau logistik mentah, kami khawatir ada keperluan seperti bumbu dapur yang tidak
dimiliki warga akhirnya membuat warga keluar rumah. Itu berisiko terhadap penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut,’’ jelasnya. Upaya pembuatan dapur umum ini juga untuk membantu psikologi warga agar mereka tetap tenang dan tidak perlu memikirkan kebutuhan pangan karena sudah dipenuhi pemerintah. Letkol Teddy menambahkan, dapur umum ini juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemenuhan pangan dan gizi warga. (kmb40)
‘’Swab-nya sudah kita ambil dan hasil swab-nya tadi sudah keluar dinyatakan negatif. Sementara 11 orang lagi, hasil swab-nya belum keluar,’’ jelasnya.
Menurut Dewa Indra, ke-11 warga yang masih menunggu hasil uji swab kini sudah berada di tempat karantina yang dikelola Pemprov Bali. Sama halnya dengan di Banjar Serokadan, Pemkab Karangasem juga telah menetapkan kebijakan mengisolasi Banjar
Kaleran, Desa Padangkerta. Mengingat sebelumnya ada empat orang warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena transmisi lokal. Secara umum, kasus positif Covid-19 di Bali mengalami pertambahan sebanyak 13 orang, sehingga jumlah aku-
mulatifnya kini menjadi 235 orang. Tambahan 13 orang terdiri dari 4 kasus imported case dan 9 kasus transmisi lokal. Pasien yang sembuh juga bertambah 8 orang, sehingga jumlah akumulatifnya menjadi 121 orang atau 51,48 persen. (kmb32)
Harapannya agar tidak ada tumpang tindih, bilamana bantuan dibagikan bertahap bisa berpotensi dobel bantuan. Selain itu, pemerintah juga berencana memasang stiker ataupun papan di rumah atau tempat tinggal warga yang mendapat bantuan itu untuk menandai mereka penerima bantuan. ‘’Ada keinginan, pemerintah nanti setelah warga miskin dibantu, akan ditandai plang atau stiker tanda mereka sudah dibantu,’’ katanya dan menambahkan, PDAM Jembrana juga diinstruksikan untuk melakukan penghapusan denda keterlambatan pembayaran untuk pelanggan karena dampak Covid-19. Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai
langkah dan upaya dalam penanggulangan Covid-19 di Bumi Lahar. Mulai dari penyisiran anggaran yang nantinya dialokasikan untuk dana penanggulangan ini, hingga kebijakan untuk membantu warga terdampak pandemi Covid-19 ini. ‘’Kita telah melakukan penyisiran anggaran melalui TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah - red) untuk penanganan Covid-19 ini, mulai dari menghentikan semua kegiatankegiatan fisik berskala besar sekaligus menerapkan social dan physical distancing secara ketat termasuk pemotongan semua pokir DPRD dikarenakan pemotongan DAU infrastruktur dari pusat sebesar Rp 66 miliar. Untuk perjalanan dinas eksekutif (50 OPD - red) yang semula Rp 14 miliar, kini hanya disisakan Rp 1 miliar, sedangkan untuk DPRD yang semula Rp 28,2 miliar kini hanya disisakan Rp 3 miliar
saja,’’ ujarnya. Mas Sumatri menambahkan, hasil penyisiran anggaran yang telah dilakukan akan digunakan untuk menutup defisit sebagai akibat penurunan pendapatan sebesar Rp 282 miliar, sehingga total anggaran yang bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 kurang lebih mencapai Rp 30 miliar. Ia menjelaskan, terkait stimulus ekonomi di Karangasem terhadap warga yang terdampak, Mas Sumatri menjelaskan, untuk saat ini pihaknya telah menjalankan sejumlah kebijakan. Salah satunya, warga yang menjadi pelanggan PDAM yang penggunaan airnya 0-10 meter kubik pembayaran telah digratiskan selama tiga bulan. Sebab, Karangasem sendiri masih terkendala APBD. Untuk saat ini, pihaknya masih memokuskan anggaran yang ada untuk menekan merebaknya Covid-19 ini. ‘’Kami masih bertumpu penuh pada
dana bantuan pemerintah pusat. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dana disabilitas, ibu hamil dan Bantuan Tak Terduga (BTT) yang akan dialokasikan dalam bentuk sembako. Kalau untuk bantuan permodalan pada usaha warga yang terdampak, sampai saat ini belum ada anggaran yang dialokasikan untuk mengarah ke sana,’’ jelasnya. Mas Sumatri menjelaskan, untuk bantuan yang diberikan ke masyarakat, berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang rutin diberikan itu tetap diberikan ke desa adat masingmasih sebesar Rp 30 juta, ke banjar adat masing-sebesar Rp 13 juta dan subak serta subak abian masing-masing Rp 6 juta. ‘’Kalau dana untuk desa adat dan banjar adat sebagian, dana sebagian digunakan untuk operasional dan sebagian untuk penanganan Covid-19,’’ tegasnya. (olo/nan)
Pasien Sembuh Bertambah
Membantu Warga Terdampak Pandemi Covid-19
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Belajar dari Kasus Covid-19 Tetapi, sebagai sebuah komunitas (kelompok sosial yang mempunyai identitas yang sama), maka sesama PMI harus mampu menghilangkan stigma tersebut melalui ‘’perjuangan’’ yang dilakukan oleh mereka. ‘’Perjuangan’’ ini tidak lain berupa upaya membuktikan diri bahwa tidak semua PMI membawa virus saat pulang kampung, dengan cara sukarela mengarantina dan memeriksakan diri. Pemerintah memang membuat kebijakan untuk mengarantina, tetapi selalu saja ada yang lolos. Memang ada data yang menyebutkan bahwa peningkatan pesat dari jumlah anggota masyarakat yang positif terkena virus Corona terjadi setelah gelombang PMI ini datang dari luar negeri. Dan itu kemudian diduga yang memicu terjadinya penyebaran secara lokal. Apa pun latar yang menyebabkan, apakah para PMI ini telah dikarantina, menyelinap, atau memang sengaja menghindari karantina dan pemeriksaan, tetapi faktanya kini telah terjadi fenomena baru terhadap menyebaran virus ini, yaitu penyebaran di banjar. Inilah yang harus diwaspadai oleh masyarakat Bali. Secara sosiologis, penyebaran di banjar mempunyai efek yang paling membahayakan frekuensi penyebarannya. Yang pertama harus dilihat bahwa ranah yang terkena ini adalah sektor paling dasar dari sistem sosial di Bali, yaitu banjar. Sektor ini bukan sekadar komunitas desa yang menjadi basis dari sistem sosial di Bali tetapi mempunyai ciri dan karakter yang harus diperhatikan terkait dengan penyebaran virus Corona tersebut. Dari sisi hubungan sosial, interaksi paling ketat, frekuentif dan intensif antaranggota terjadi di wilayah yang namanya banjar ini. Sudah menjadi nilai di dalam banjar itu bahwa keintiman menjadi identitas utamanya. Di Bali, faktor penyebabnya adalah banyaknya ritual. Dan itulah yang kemudian orang harus dapat memelihara hubungan sosialnya secara intim di ban-
jar karena ritual memerlukan banyak pertolongan, ritual menentukan status. Tanpa adanya keintiman, ritual menjadi hambar. Jika matulungan identik dengan ritual, maka saling tengok merupakan bagian dari hubungan sosial tingkat kedua. Itulah yang melekat ketika salah satu anggota banjar pergi jauh merantau, meninggalkan waktu yang lama. Dan sebaliknya pada anggota banjar yang baru datang dari perantauan jauh, akan berkunjung ke rumah-rumah tetangga. Dekade tujuh puluhan sampai delapan puluhan, fenomena ini masih sangat kelihatan dan kentara. Pemuda yang bersekolah di Jawa akan diantarkan oleh sanak banjarnya beramai-ramai untuk berangkat. Dan manakala datang saat liburan, giliran sang perantau inilah yang datang menuju rumah rekan-rekannya sebanjar. Inilah karakter guyub masyarakat Bali (mungkin juga Indonesia) yang paling dasar. Tidak mudah karakter ini berubah, dan masih berlangsung sampai saat ini. Jika kemudian di sebuah desa sampai ada delapan orang yang terpapar virus Corona dan kemudian secara mengejutkan bertambah banyak seperti yang diberitakan di media massa dan media sosial, bukan tidak mungkin penyebab awalnya adalah karakter intim atau guyub ini. Bukan tidak mungkin ada rekan yang menjenguk epeh terhadap PMI yang bersangkutan atau PMI bersangkutan yang epeh mendatangi rekan-rekan intimnya di banjar. Tidak salah epeh tetapi menjadi masalah manakala ada penyakit gering gede yang melanda dunia, apalagi kemudian telah ada arah-arah agar mengarantina diri dulu. Hal lain yang harus diperhatikan, secara organisasi banjar itu ada di bawah desa adat. Artinya, persahabatan antarbanjar tersebut masih intim dan berlanjut sampai ke tingkat desa adat. Dalam sistem sosial Bali tradisional, hampir seluruh anggota banjar akan saling mengenal anggota banjar yang lain di satu desa adat, apalagi yang berbatasan langsung. Lembaga sekolah
dasar yang berada di satu desa adat itu semakin mengakrabkan antaranggota masyarakat di desa adat. Bukti keintiman itu adalah adanya saling pernikahan antaranggota banjar di desa adat tersebut, dan di masa lalu adalah ngejot punjung pada pasangan yang baru menikah dalam satu lingkungan desa adat. Jadi, keintiman ini berlanjut pada desa adat. Maka, dalam kasus Covid-19 ini, keintiman yang mengandung bahaya tersebut dapat berlanjut kepada desa adat. Artinya meluas ke banjar lain di desa adat tersebut jika anggota masyarakat yang terjangkit virus Corona berinteraksi dengan anggota banjar yang lain. Maka jika ada satu banjar yang sudah terpapar sebanyak delapan orang, adalah benar seluruh warga banjar tersebut diperiksa keterpaparannya. Karena keintiman itu meluas sampai desa adat, tidak bisa lain seluruh anggota desa adat harus diperiksa keterpaparannya juga. Memang akhirnya merepotkan, tetapi apa boleh buat, itulah harga yang harus dibayar kalau memang lengah terhadap virus yang katanya sangat kenal ‘’pola hidup manusia modern’’. Solusinya, kurangi keintiman secara sosial tersebut. Ini tidak salah di zaman sekarang. Sekali lagi, Bali telah memiliki kearifan lokal desa, kala, patra. Tidak intim belum tentu tidak bersahabat. Masyarakat harus belajar banyak dari kasus Covid-19 ini bahwa kehadiran fisik tidak harus dipandang sebagai tanda persahabatan sejati. Kehadiran fisik dalam sebuah persahabatan juga bisa membikin fatal apabila waktunya tidak tepat. Pasti ada waktu yang akan memungkinkan kita dapat melakukan kehadiran fisik di masa mendatang. Tetapi harus dengan formulasi perbaikan berdasarkan pengalaman yang sangat berharga di zaman Covid-19 ini. Mudah-mudahan wabah ini segera berlalu dan masyarakat Bali dapat belajar banyak dari malapetaka ini. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
SERVICE
Dist Prodk Fumakilla Cr: Admin, Sopir SIM A/B1, u/Dps, Singaraja Kirim Jl.Raya Sempidi 2 Dps
B.BP.001.04.20.0000280
Distributor 1.Supervisor Sales; 2.Salesman/girl dibid.retail. Email:herryy.hr@gmail.com
B.BP.001.05.20.0000004
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh 3.5A Hrg 750/A Tk.Badung Renon+35A Harga 125jt/A Ubud Tegalalang Hp.0811394712
B.BP.004.04.20.0000149
PROPERTY DICARI TANAH
!!!Dicari tanah di Kuta Selatan Strtegis/view super, hrg. miring Total Rp.5-10M.Ph 081238951150
B.BP.004.05.20.0000002
Dicari!! Tnh Strategis di ring luar Denpasar u/dijual kembali Budget Rp.5-10Mil.082146112554
B.BP.004.05.20.0000001
POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com @balipostcom www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
sabtu pon, 2 mei 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
’’Nangluk Merana’’ Virus Corona KITA terperanjat mendengar berita bahwa di sebuah banjar di Bangli ada delapan orang terpapar virus Corona. Bahkan, ada berita yang menyebutkan kalau ratusan orang dari banjar tersebut juga terkena. Mudah-mudahan saja yang terakhir ini berita bohong. Akan tetapi, tingkat keterpaparan di satu banjar seperti yang diungkapkan di atas, termasuk tinggi. Banyaknya orang yang kena itu merupakan satu hal, tetapi hal lain harus menjadi perhatian. Apakah hal lain tersebut? Yang pertama adalah kesadaran terhadap bahaya dari penyebaran virus ini. Setiap orang harus mempunyai kesadaran bahwa virus ini sangat mudah menyebar. Inilah yang paling dikhawatirkan di seluruh dunia, termasuk di negara-negara maju. Karena itulah negara memberlakukan karantina atau lockdown. Benar jika tingkat kematian akibat dari virus ini lebih rendah dari SARS, bahkan demam berdarah (DB). Namun, jika penyebarannya begitu cepat, tingkat kematian yang ditimbulkan akan dapat melebihi SARS dan demam berdarah. Itulah yang terbukti di seluruh dunia. Kiranya kesadaran inilah yang kurang kita miliki. Kedua, adalah disiplin. Barangkali berangkat dari ketidakpunyaan kesadaran diri tersebut, kita menjadi tidak disiplin. Cenderung menggampangkan masalah dan menjatuhkannya kepada kuasa Tuhan. Inilah merupakan nilai negatif kita. Jujur harus diakui, kita tidak mampu mendisiplinkan diri sendiri. Lihat saja di jalan raya, entah tua atau muda, masih saja suka berseliweran. Padahal sudah ada larangan untuk keluar rumah dan dalam konteks pemerintahan, sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Banyak masyarakat yang menuntut diberlakukannya PSBB. Tetapi apa gunanya kebijakan ini dilakukan kalau kita sendiri tidak mampu menaatinya. Yang ketiga adalah tekad bersama. Mungkin kita sesungguhnya lemah dalam kebersamaan. Gotong royong merupakan salah satu cara dalam hal menyelesaikan pekerjaan bersama. Tetapi jika ada wabah yang memerlukan kerja bersama untuk menyelesaikannya, apa yang harus dilakukan. Tidak lain adalah tekad. Tekad ini upaya untuk menahan diri tidak melakukan pergerakan atau untuk berdisiplin bersama. Kita lemah dalam hal berdisiplin bersama ini. Banjar yang kemudian terpapar virus Corona tersebut harus menjadi cerminan bagi kita semua. Memang banyak pemuda Bali yang memilih menjadi anak buah kapal pesiar yang kini kembali pulang. Ada di antara mereka yang mungkin terpapar virus ini. Maka, tidak ada cara lain kecuali harus mengarantina diri dengan baik. Di sini yang dituntut adalah disiplin dan kesadaran diri agar tidak merugikan orang banyak. Kita berharap agar kedisiplinan, kesadaran dan tekad untuk mengenyahkan virus ini dapat dilakukan bersama-sama. Marilah kita belajar dari kearifan pada hari Pangerupukan ketika secara bersama-sama kita melakukan pemukulan kentongan atau benda yang dapat menimbulkan suara, agar bhuta kala terusir dari tempat tinggal kita. Juga masyarakat Hindu Bali mempunyai ritual nangluk merana yang dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan agar hama terusir keluar. Ini adalah tekad bersama sesungguhnya. Untuk apa ritual itu sekadar dilaksanakan saja tanpa dapat kita wujudkan secara sosial. Mari bertekad untuk mengusir bhuta kala yang namanya virus Corona ini.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Efektivitas Karantina Mandiri Pengawasan karantina mandiri tampaknya perlu ditingkatkan. Ini untuk memastikan kita di Bali bisa menekan transmisi lokal. Saya berharap kita semua turut berpartisipasi melakukan pengawasan terhadap proses karantina mandiri. Kasus di Banjar Srokadan, Abuan, Bangli hendaknya kita jadikan cermin bahwa kita sangat berisiko terpapar. Saya juga berharap pemerintah lebih tegas dalam mengawasi mobilitas orang. Pelibatan desa adat dengan sanksi adatnya tampaknya jauh lebih efektif ketika pemerintah baru hanya mengeluarkan imbauan dan instruksi. Ini memang sulit dilakukan sanksi bagi pihak yang tak mematuhi imbauan. Mudah-mudahan ke depan kita memiliki sistem yang lebih jelas dalam mengatasi penularan Covid-19. Harus ada protap yang lebih tegas dan bisa dipatuhi oleh semua pihak. Kepada rekan-rekan pekerja migran yang baru datang saya mohon patuhi protokol kesehatan dan pengamanan yang dilakukan pemerintah. Ketimbang kita semua terdampak ada baiknya kita korbankan waktu 14 hari untuk memastikan diri benar-benar sehat dan aman berada di tengah-tengah masyarakat. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
POJOK
Gubernur Koster minta Desa Abuan diisolasi ketat. - Bukan saatnya kompromi dan toleran. *** Dua pelajar bobol minimarket. - Apa perlu ’’dikarantina’’. *** Empat OTG di Sanur Kauh dijemput paksa. - Bukti rendahnya kesadaran.
Grafis : Putu Suarsana/Bali Post
Disiplin Demi Kebaikan Bersama
LAGI-LAGI kedisiplinan dalam pencegahan virus Corona jadi sorotan. Ini tak terlepas dari ulah segelintir oknum masyarakat yang belum sepenuhnya sadar bahaya virus tersebut. Contohnya pada rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan para pekerja migran Indonesia (PMI) dan orang dalam pemantauan (ODP) di Klungkung belum lama ini di GOR Swecapura yang tak berjalan mulus. Sebanyak 22 orang dari 113 orang yang sudah masuk data rapid test di GOR Swecapura malah tidak hadir tanpa alasan jelas. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung yang juga Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengaku kecewa atas sikap tak kooperatif tersebut. Apalagi dari hasil tes cepat itu, terdapat sebanyak 9 orang dengan hasil reaktif, terdiri dari 4 PMI dan 5 non-PMI. Suwirta pun me-warning akan menjemput paksa orang-orang yang membandel. Netizen melalui akun Facebook @balipost juga menyampaikan kekecewaan dan sangat menyayangkan masih adanya sejumlah masyarakat yang belum sadar pentingnya gerakan bersama mencegah Covid-19. Rapid test merupakan langkah awal yang sangat penting dalam menjaga keselamatan Bali. Semua komponen harus memahami betapa besar manfaat rapid test guna memastikan kondisi kesehatan sekaligus merumuskan kebijakan pemerintah. Jangan sampai ada yang positif tetapi justru masih berkeliaran dan membahayakan masyarakat luas. Netizen pun mendukung sikap tegas pemerintah bagi oknum-oknum yang masih membandel. Berikut komentar sejumlah netizen. Yasa Sudah banyak tertular dari saudara PMI, tolong ikuti aturan. Kalau tidak, saudara bisa dituduh membahayakan orang lain. Momo Kalau ingin PMI nurut, jangan menyudutkan mereka. Mereka begitu, mungkin merasa dikucilkan. Dukunglah mereka dan beri semangat. Kalau sama-sama maklum dengan situasi, pasti ada jalan keluar. Bukan hanya PMI saja yang membawa virus. Walaupun mereka tidak datang, virus ini sudah ada karena Bali daerah pariwisata dan kebanyakan juga wisatawan dari Tiongkok, virus ini kan asalnya dari Tiongkok. Jadi, harus saling memberi semangat. Jangan juga jadikan PMI kambing hitam dari pandemi ini. Made Okayasa Harusnya mereka sadar, apalagi sudah dikasih pulang. Harusnya bersyukur dan tetap mengikuti aturan. Kan
sudah berhari-hari diimbau. Tolonglah sadar agar keluarga dan masyarakat Bali selamat. Faustin W. Sudi Teganya menularkan kepada orang yang tak berdosa. Jika memang benar ada PMI yang mangkir, itu sungguh terlalu. Ole Seiyan Jangan menyalahkan masyarakat kalau sampai menolak PMI. Karena alasan dan oknum seperti inilah citra PMI jadi jelek… bengkung. Utama Made Kebanyakan wacana, mending langsung ditangkap supaya jangan sampai seperti di Bangli. Kasihan keluarga dan banjar, jangan kebanyakan teori demi memutus Corona. Rudi Ana Kalau yang ngeyel, bukan orang lain yang bermasalah tapi keluargamu
sendiri yang kemungkinan mungkin kena.
paling
Made Gede Bila benar sampai ada orang yang tidak mau diperiksa berarti orang tersebut sudah berkhianat terhadap sameton Bali. Syarif Tjateng Sebaiknya disiplin yuk. Sayanglah sama saudara-saudara Bali kita. Kadek Smiley Bagi sameton migran yang bengkung, tolong disiplin supaya risikonya di Bali kecil. Ni Gusti Ayu Buat kalian PMI, ikutilah aturan pemerintah kita sendiri. Sayangi keluarga, kerabat dan negara sendiri. Sudah punya pengalaman di luar negeri secara profesional, jangan sombong di tanah sendiri. Bali pulau kecil, kasihan
kalau semua masyarakat jadi korban keegoisan kalian. Kalau begini terus, kapan selesai masalah Covid-19 ini? Pakai akal sehatnya. N Rusmini Dengan kesadaran diri, ikuti anjuran pemerintah supaya keluarga tidak jadi korban. Yulie Udayantara Pernah baca komen di salah satu berita tentang PMI yang baru datang akan diisolasi selama 14 hari. Ratarata komennya ngatain si ibu yang mengeluarkan pernyataan itu dibilang cuma gelarnya saja yang banyak, tapi enggak tahu apa-apa, bahkan ada yang agak sombong bilang kalau kualitas kesehatan mereka di kapal lebih baik dari di Indonesia karena di kapal mereka terjamin kesehatan dan makannya dan mereka berbekal surat sehat. Kenyataannya sekarang apa?
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Guliang Kangin Kembangkan Desa Wisata Bunga DESA Adat Guliang Kangin, Bangli berkeinginan menjadikan pertanian sebagai destinasi wisata dengan konsep desa wisata bunga. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya krama di desa adat setempat yang melakoni pekerjaan sebagai petani bunga. Selama ini bunga yang dihasilkan para petani di desa setempat dipasok ke sejumlah pasar seperti Pasar Gianyar. Bendesa Adat Guliang Kangin, Ngakan Putu Suarsana, mengungkapkan sebagai daerah agraris potensi yang dimiliki Desa Adat Guliang Kangin adalah pertanian meliputi perkebunan dan peternakan. Potensi pertanian di Desa Adat Guliang Kangin didukung oleh luas lahan pertanian yang masih mencukupi. Belum banyak lahan di sana yang beralih fungsi. Di samping itu masih banyak krama yang menggeluti pekerjaan sebagai petani termasuk sebagian petani usia muda. Adapun potensi pertanian yang menjadi andalan masyarakat adalah tanaman bunga seperti pacar (pacah) dan gumitir. ‘’Sembilan puluh persen petani di Guliang Kangin sebagai petani bunga, sehingga Guliang Kangin menjadi pemasok bunga pacah yang diperhitungkan di Pasar Gianyar. Sampai-sampai bunga yang dihasilkan disebut dengan bunga Guliang,’’ ungkap Suarsana, Selasa (28/4) lalu. Karena banyaknya krama yang menggeluti pekerjaan sebagai petani bunga dan ad-
anya beberapa krama yang juga terjun di bidang pariwisata, pihaknya pun berkeinginan menjadikan pertanian sebagai destinasi wisata dengan konsep menjadi desa wisata bunga. Suarsana lebih lanjut mengatakan, sejak 2014 lalu, Desa Adat Guliang Kangin telah ditetapkan Pemkab Bangli sebagai desa wisata. Status ini tidak terlepas atas dukungan krama yang terjun di bisnis pariwisata. Desa Adat Guliang Kangin banyak kedatangan wisatawan mancanegara dengan aktivitas trekking keliling desa dan membajak sawah (matekap). Kegiatan ini terus mampu menarik minat wisatawan yang kebanyakan dari kapal pesiar. Di samping wisata berbasis alam dan atraksi pertanian, Desa Adat Guliang Kangin juga telah merevitalisasi Pasiraman Pancoran Solas untuk menjadi tempat malukat. Pamedek biasanya banyak berdatangan pada saat hari raya atau purnama tilem. ‘’Namun mulai tanggal 20 Maret 2020 destinasi wisata yang ada kami tutup untuk sementara sampai masa pandemi Covid-19 dinyatakan berhenti,’’ terangnya. Ke depan Desa Adat Guliang
Guliang Kangin - Suasana bersih dan indah di Desa Adat Guliang Kangin. Kangin akan terus berupaya menggali potensi yang dimiliki. Suarsana mengatakan, pihaknya akan merevitalisasi kawasan Pancoran Solas menjadi hutan tropikal untuk habitat kera dan menjaga abrasi Tukad Melangit. Menanam berbagai macam bunga dalam zona-zona yang terintegrasi dengan tanaman bunga pacah dalam usaha mewujudkan desa wisata bunga. Dalam bidang kesenian, Desa Adat Guliangn Kangin akan merevitalisasi kesenian tradisional Joged Pingit yang disebut Joged Gandangan. Sesuai keyakinan, tarian itu dijadikan sebagai penolak bala di desa adat setempat. Selama ini Desa Adat Guliang Kangin telah melakukan
’’Sembilan puluh persen petani di Guliang Kangin sebagai petani bunga, sehingga Guliang Kangin menjadi pemasok bunga pacah yang diperhitungkan di Pasar Gianyar. Sampai-sampai bunga yang dihasilkan disebut dengan bunga Guliang.’’ Ngakan Putu Suarsana Bendesa Adat Guliang Kangin
berbagai program yang sejalan dengan visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’. Di bidang lingkungan, misalnya, dengan terus mengaktifkan bank sampah, melakukan gerakan resik sampah plastik sebagaimana program unggulan Gubernur Bali. Selain itu, kegiatan pasraman untuk pendidikan budi pekerti, kegiatan aksara, bahasa dan sastra Bali dengan kegiatan Bulan Bahasa Bali juga dilaksanakan. Desa Adat Guliang Kangin juga merevitalisasi sekaa sebunan sebagai kekayaan budaya di desa adat serta mengadakan pelatihan sekaa gong istri, tari wali, pesantian dan kesenian lainnya untuk melestarikan kesenian tradisional warisan leluhur. Di tengah wabah Covid-19, Desa Adat Guliang Kangin terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus Corona dengan selalu mengikuti instruksi Gubernur Bali lewat Dinas PMA, Edaran Majelis Desa Adat, serta sinergi dengan satgas desa dinas. Kegiatan dilaksanakan oleh Satgas Gotong Royong Desa
Adat dengan anggaran dana desa adat pos penanggulangan Covid-19. Sebagai desa adat yang wilayahnya berada di daerah perbatasan, pihaknya lebih menekankan pada antisipasi dini berupa edukasi kepada seluruh masyarakat lewat selebaran, kunjungan ke rumahrumah, membatasi pergerakan masyarakat, membatasi pergerakan orang luar masuk desa dengan sekali-sekali berjaga di ruas jalan masuk perumahan untuk mengidentifikasi tujuan masyarakat masuk. Di samping itu pendataan terhadap krama yang menjadi PMI (pekerja migran Indonesia) juga dilakukan termasuk mengedukasi PMI dan keluarga untuk mengikuti protokol pemerintah terkait kepulangan PMI. ‘’Kami juga membatasi pergerakan warga dengan memberlakukan jam malam. Mulai pukul 20.00 Wita masyarakat tidak ada yang boleh keluar kecuali ada tujuan yang sangat penting. Warung-warung juga tutup pukul 20.00 Wita,’’ pungkasnya. (ina)