terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
8 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 219 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
kamis pon, 2 april 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Arus Lalin di Panjer Dibatasi
Penyemprotan Disinfektan di Pecatu
‘’Rapid Test’’ untuk Deteksi Dini Corona
Kasus positif Covid-19 sudah merambah Kelurahan Panjer. Kondisi ini disikapi dengan serius jajaran lurah dan bendesa adat setempat. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni membatasi arus lalu lintas di jalur-jalur yang ada di Panjer. Pembatasan ini dilakukan mulai pukul 19.00 hingga 24.00 Wita.
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Satgas Covid-19 Badung melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Rabu (1/4) kemarin. Kegiatan ini bersinergi dengan aparat desa, masyarakat desa serta keamanan dari Babinsa dan Kepolisian serta Pecalang Desa Adat Pecatu. BADUNG | HAL. 3
Menanggulangi penyebaran Covid-19, Pemkab Jembrana mulai melakukan rapid test untuk memeriksa orang yang terinfeksi. Pemeriksaan ini akan diprioritaskan untuk tenaga medis yang sering bersentuhan dengan pasien gejala Corona.
DENPASAR | HAL. 2
JEMBRANA | HAL. 4
SEGERA ATUR MIGRASI PENDUDUK
Denpasar (Bali Post) Langkah kompromi dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan kesehatan publik mestinya segera diakhiri. Pemerintah harus mengedepankan pertimbangan kesehatan publik. Langkah cepat dan tegas segera dijabarkan. Pengaturan migrasi penduduk dan karantina wilayah mendesak dilakukan. ‘’Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan ditetapkannya status Darurat Kesehatan Masyarakat harus direspons cepat dan tegas,’’ saran pengamat kesehatan publik I Ketut Swarjana, S.KM., M.Ph., Dr.PH., Rabu (1/4) kemarin.
S
warjana mendesak pemerintah daerah termasuk pusat segera mengatur migrasi penduduk. Jangan sampai lambat dan pandemi memakan korban lebih banyak. Ia menilai dua status ini yakni darurat kesehatan masyarakat dan PSBB dinilai masih lemah. Sebab, penyebaran virus semakin kencang, sementara upaya yang dilakukan pemerintah terkesan lembut. Makanya, ia tidak menyalahkan sejumlah bupati dan gubernur menerapkan karantina wilayah secara parsial, termasuk sejumlah banjar/desa adat di Bali yang menutup wilayahnya untuk mengamankan warga. Dalam kondisi darurat kesehatan masyarakat, kata Swarjana, negara lebih banyak berperan untuk mengatasi masalah tersebut. Misalnya mengatur migrasi penduduk, menyiapkan tenaga medis dan paramedis. Termasuk dalam menyiapkan hotel bagi SDM kesehatan agar nyaman bekerja dengan cara menggunakan hotel milik perusda atau pengusaha swasta lainnya. Dalam UU No. 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan disebutkan
Kedaruratan Kesehatan Masyarakat adalah kejadian kesehatan masyarakat yang bersifat luar biasa dengan ditandai penyebaran penyakit menular/kejadian yang disebabkan oleh radiasi, penceraran biologi, bioterorisme dan lain-lain yang menimbulkan kesehatan berpotensi menyebar lintas wilayah/negara. Dari definisi ini, ia mengatakan status darurat ksehatan masyarakat termasuk kebijakan lemah jika dibandingkan kondisi riil di masyarakat. Sebab, setelah Jakarta menjadi episentrum bersama Jabar, Banten dan sekitarnya, jika tak segera diatasi, Bali bisa menjadi episentrum Covid-19 tahap dua. ‘’Ini patut dihindari, makanya perlu gerakan cepat dan tegas,’’ tegasnya. Sementara soal PSBB sesuai UU ini hanya mengatur pembatasan kegiatan penduduk dalam suatu wilayah yang terjangkit penyakit agar tak menyebar kepada orang lain. Kebijakan ini, juga dinilai Swarjana, sebagai langkah kurang tegas. Yang tepat untuk kondisi saat ini yakni memberlakukan karantina wilayah secara total atau secara parsial. Ia juga kasihan dengan rakyat Bali, mereka diimbau untuk tinggal, belajar dan bekerja di rumah, sementara pintu masuk Bali tetap dibuka. Hal. 7 Menutup Pintu
’’Status darurat kesehatan masyarakat termasuk kebijakan lemah jika dibadingkan kondisi riil di masyarakat. Sebab, setelah Jakarta menjadi episentrum bersama Jabar, Banten dan sekitarnya, jika tak segera diatasi, Bali bisa menjadi episentrum Covid-19 tahap dua. Ini patut dihindari, makanya perlu gerakan cepat dan tegas.’ I Ketut Swarjana, S.KM., M.Ph., Dr.PH.
Perhatikan Pintu Masuk Darat
Wayan Koster
Terkait Pekerja Migran
Gubernur Koster Surati Kemenlu
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster bersurat kepada Menteri Luar Negeri RI terkait kebijakan memperkecil risiko penyebaran Covid-19 dari luar Bali. Surat Nomor : 61/ SatgasCovid19/III/2020 itu khususnya memuat tentang kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air. Sebelum tiba di Indonesia dan pulang ke daerah
masing-masing, agar difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Republik Indonesia untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan, karantina, tes PCR Swab Covid-19 dan lain-lain. ‘’Bagi yang sehat dapat diizinkan pulang, bagi yang terindikasi Covid-19 dapat dikarantina dan dirawat di negara tempat bekerja dengan pengawasan Kantor
OPINI
Simalakama Dunia Perbankan
Oleh : Prof. Dr. I.B. Raka Suardana, S.E., M.M. DAMPAK penyebaran virus Corona atau Covid-19 sangat luar biasa, banyak mengubah tatanan kehidupan manusia dalam dunia modern, terutama tatanan sosial dan ekonomi. Tatanan sosial sudah pasti kita ketahui, seperti diperlakukannya social distancing, yakni pengaturan jarak disertai tidak diperbolehkannya mengadakan keramaian dan menghadiri keramaian, yang sebenarnya itu adalah bagian dari ciri kehidupan orang modern. Dari sisi ekonomi, dampak Covid-19 memupus berbagai prediksi optimis di awal tahun, seperti pertumbuhan ekonomi nasional berkisar 5,3 persen dan pertumbuhan Bali yang bisa lebih dari 6 persen. Hal.7 Stimulus Perekonomian
Perwakilan RI di luar negeri,’’ ujar Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan pers, Selasa (31/3). Bagi PMI yang telah memiliki sertifikat kesehatan, lanjut Dewa Indra, sesampainya di Bandara Ngurah Rai akan menjalani rapid test. Hal. 7 Laksanakan Karantina
Negara (Bali Post) – Guna memutus penyebaran Covid-19 di Bali, pintu masuk Bali khususnya di jalur darat (pelabuhan) diharapkan juga disamakan dengan standar pemeriksaan seperti di bandara. Selama ini orang atau barang yang berasal dari daerahdaerah di luar Bali dan sudah zona merah bisa lalu-lalang masuk dan keluar Bali. ‘’Perlu diberikan semacam perhatian khusus. Tamu yang datang ke Bali ini bukan lewat bandara saja, tapi juga dari darat (pelabuhan - red). Kami selaku pimpinan daerah di Jembrana berharap pusat memperhatikan kami,’’ ujar Bupati Jembrana I Putu Artha, kemarin. Khusus untuk penanggulangan Covid-19, kata Artha, perlu perhatian khusus untuk pemeriksaan kesehatan. Sebab, Covid-19 ini bukan hanya dari tamu asing saja, tetapi penyebarannya juga sangat memungkinkan dari orang dari lokasi yang terjangkit. ‘’Kami berharap ini menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat. Bila perlu, tim dari
provinsi atau pusat ikut di sini. Selama ini di sini dianggap pelabuhan tradisional. Semestinya masuk ke Bali dari darat perlu diantisipasi seperti kesehatannya terutama,’’ ujarnya. Selain personel, tentunya peralatan pendukung juga diperlukan dan seleksi yang lebih ketat. Apalagi sesuai instruksi Gubernur Bali Wayan Koster, lebih selektif untuk pemeriksaan warga yang masuk ke Bali melalui pelabuhan-pelabuhan. Karena itu, saat mengecek pemeriksaan di Pos Terpadu di Pintu Masuk Bali, Selasa (31/3) lalu, Bupati Artha menginstruksikan kepada petugas agar pemeriksaan lebih selektif untuk mengizinkan warga yang masuk antarpulau. Terutama warga yang berasal dari daerah zona merah, agar disarankan untuk kembali. Artha meminta agar ada pembatasan warga terutama yang berasal dari zona merah di daerah luar Bali untuk tidak masuk ke Bali. Baik itu untuk kepentingan bekerja maupun berwisata masuk Bali. ‘’Bukan melarang orang masuk Bali. Tapi ini bentuk kewaspadaan
kami di daerah. Warga yang tidak memiliki KTP Bali agar tidak masuk Bali jika tidak ada kepentingan mendesak. Apalagi dari daerah zona merah di luar Bali,’’ katanya mengingatkan. Menurut Artha, hal ini dilakukan untuk mengantisi-
pasi orang yang sudah terpapar virus menyebarkan virus di Bali. Sepanjang orang yang datang dipastikan sehat dan tidak terjangkit virus, dipersilakan. Oleh karena itu, selain pengecekan kesehatan, juga perlu ditanyakan tujuan mereka datang ke Bali. (kmb26)
Pastikan Cadangan Pangan LANGKAH pemerintah untuk menerapkan status kesehatan publik dengan berbagai bentuk penjabarannya harus diimbangi dengan langkah antisipasi. Pemerintah harus segera memetakan kebutuhan publik dan memastikan cadangan pangan. Hal ini harus mendapat perhatian serius jika migrasi penduduk dibatasi dan karantina harus ditempuh. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, S.E., M.Si. menegaskan hal itu, Rabu (1/4) kemarin. Murjana Yasa mengatakan, langkah ini untuk mengatasi kekhawatiran publik. Menurutnya, kekhawatiran terhadap mobilitas penduduk sebagai salah satu sumber penularan harus direspons dengan cepat. ‘’Migrasi penduduk memang harus dibatasi. Lakukan langkah
cepat dan pola antisipasinya,’’ sarannya. Terkait hal itu, katanya, maka kebijakan dari pemerintah sangat penting untuk mencegah pergerakan penduduk. Dalam hal ini, ada dua aspek penting yaitu mobilitas penduduk antarwilayah di daerah dan dari luar negeri. ‘’Semua ini harus memiliki kewaspadaan terkait aspek tadi. Bahkan, kebijakan untuk tidak pulang kampung juga sangat bagus,’’ ujarnya. Kemudian, lanjutnya, yang perlu diwaspadai tanpa mengecilkan arti penting dari mereka yang bekerja di luar negeri yang saat ini mulai berdatangan pulang maupun yang masih di luar negeri. Ini juga menjadi kesadaran penting ketika mereka pulang. Hal. 7 Jangan Dipandang
Denpasar Siapkan Skenario Terburuk Denpasar (Bali Post) – Kasus virus Corona atau Covid-19 telah menyebar hingga sejumlah desa di Denpasar. Kondisi ini menjadi perhatian Pemkot Denpasar agar kasus ini tidak menyebar lagi. Berbagai upaya telah dirancang untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat ini Pemkot telah merancang berbagai langkah simulasi dalam berbagai kondisi yang terjadi. Bahkan, sampai skenario terburuk yang harus diantisipasi seperti karantina selektif. Dikonfirmasi Rabu (1/4) kemarin, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengungkapkan, berbagai kebijakan telah dilakukan dalam upaya mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19 yang semakin meluas. Dikatakan, saat ini sudah ada tiga kasus positif di Denpasar. Rai Mantra mengatakan, disiplin serta sikap jujur dari masyarakat dalam menyikapi
masalah ini sangat diperlukan. Apabila sikap disiplin dan jujur tersebut tidak muncul di masyarakat, maka apa pun yang dilakukan pemerintah tidak akan berhasil. Apalagi, Denpasar merupakan wilayah yang heterogen dan mobilitas penduduk yang cukup tinggi, sehingga perlu ada sikap jujur dari masyarakat. Selama ini, kata Rai Mantra, pihaknya telah melakukan sosialisasi agar masyarakat disiplin dalam menjaga jarak, tidak keluar rumah, tidak berkumpul, serta tetap menjaga kesehatan sendiri. Upaya lain yang sudah dilakukan, yakni telah membentuk satgas di tingkat desa, sehingga partisipasi masyarakat tumbuh dari bawah. Seperti yang dilakukan Kelurahan Panjer dalam menjaga wilayah dan warganya. ‘’Apa yang dilakukan Panjer merupakan local wisdom yang merupakan bentuk partisipasi warga setempat
dalam menjaga wilayahnya,’’ ujarnya. Rai Mantra menilai partisipasi masyarakat merupakan modal besar dalam memutus tali rantai penyebaran Covid-19. Intinya, semua pihak harus memiliki satu komitmen dalam menjaga warganya. Terkait dengan semakin banyaknya kasus Covid-19 di Denpasar, Pemkot telah mengambil langkah strategis dalam upaya penanggulangan kasus ini. Saat ini sedang dimatangkan berbagai simulasi dalam menghadapi kasus yang terjadi. Bahkan, sampai skenario terburuk juga sedang dibahas. Termasuk penyediaan pangan yang memadai, terutama bagi warga yang rentan seperti lansia, warga miskin, dan disabilitas. ‘’Semua ini harus kita pikirkan dampak-dampaknya bila kita mengambil keputusan,’’ ujarnya. Rai Mantra menambah-
kan, pihaknya kini semakin memfokuskan agar data yang ada benar-benar valid. Misalnya, berapa keberadaan ODP, PDP, serta OTG (orang tanpa gejala) di masing-masing desa. Karena dengan data yang valid, kebijakan yang akan dilakukan bisa lebih maksimal. ‘’Memang beberapa dari skema itu sudah jalan, tetapi ada yang memang perlu dimatangkan lagi.
’’Apa yang dilakukan Panjer merupakan local wisdom yang merupakan bentuk partisipasi warga setempat dalam menjaga wilayahnya.’’ Rai Mantra Wali Kota Denpasar
Mudah-mudahan minggu depan sudah selesai,’’ katanya. Terkait anggaran yang disiapkan, katanya, Pemkot juga sudah memiliki beberapa alternatif. Saat ini sudah disiapkan sekitar Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar. Apabila nanti diperlukan langkah lain, bisa ditambah hingga Rp 100 miliar. (kmb12)
Kamis Pon, 2 April 2020
Positif Covid-19 Bertambah Enam Orang Denpasar (Bali Post) Kasus positif Covid-19 di Bali kembali bertambah. Rabu (1/4) kemarin diumumkan ada penambahan sebanyak 6 orang. Jumlah totalnya kini menjadi 25 kasus, yang sebelumnya hanya 19 orang. Sedangkan kabar baiknya, ada 6 orang pula yang sebelumnya positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh. Menurut Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam teleconference-nya kemarin, jumlah akumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini sebanyak 157 orang. Ada penambahan 2 orang, yang sebelumnya 155
orang. Dari 157 orang PDP tersebut telah keluar hasil swabnya sebanyak 136 orang. Di mana sebanyak 111 orang dinyatakan negatif. ‘‘Sampai dengan hari ini (kemarin - red), jumlah kumulatif PDP yang sembuh sebanyak 10 orang. Terdiri dari 2 WNA dan 8 WNI,” ungkapnya. Kesembuhan pasien PDP ini membuktikan bahwa Covid-19 ini bisa disembuhkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan kedisiplinan dalam menjaga kesehatan dan karantina madiri. Sebab, kedisiplinan adalah kunci utama untuk memutus rantai penyebaran Covid ini. (win)
Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Hati Gembira Denpasar (Bali Post) Wabah virus Corona atau Covid-19 yang kini semakin meluas, membuat semua orang cemas dan panik. Dengan kondisi tersebut tentu mengakibatkan imunitas atau daya tahan tubuh menurun. Untuk itu, harus dilawan dengan hati yang gembira. Hal ini disampaikan Psikolog RSUP Sanglah Dra. Retno IG Kusuma, M.Kes., Rabu (1/4) kemarin Ia mengatakan, untuk melawan kecemasan tersebut harus melakukan hal-hal yang membuat semua orang bersyukur. Buatlah agar diri merasa lebih bahagia dan mensyukuri hidup. Selain itu, lakukan aktivitas positif seperti hal-hal yang membuat tubuh sehat, bahagia dan gembira. Tidak hanya itu, untuk menenangkan pikiran harus menyeleksi berita-berita yang bisa membuat optimis. ‘’Ingat bahwa hati yang gembira adalah obat. Sebab, bisa menurunkan stres kita, rasa sakit kita dan meningkatkan imunitas tubuh, serta bisa memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik,’’ ujarnya. (kmb23)
Hentikan Wabah Covid-19
Bersatu dan Berjuang Melalui Gerakan Indonesia Berjapa WABAH Covid-19 memang tidak bisa dianggap enteng. Wabah ini telah memakan korban di seluruh dunia. Per 1 April 2020, terdapat 854.608 kasus di 201 negara, dengan angka kematian mencapai 42.043 orang dan pasien sembuh sebanyak 176.908 orang. Angka ini sangat menyesakkan dada kita. Serangan masif Covid-19 membuat rakyat di seluruh dunia hidup menjadi serba sulit, tertekan, kehidupan menjadi berat dan ekonomi anjlok. Hampir seluruh aktivitas manusia di dunia menjadi terhenti. Pertanyaannya, sampai kapankah begini? Covid-19 telah membuat pemerintah menjadi tegang dan harus bekerja keras. Sementara tenaga medis bekerja ibarat tentara yang sedang berperang, dengan risiko nyawa melayang. Sementara masyarakat pekerja kehilangan pekerjaan karena dirumahkan, buruh menganggur, tokotoko sepi, jalanan lengang karena masyarakat dilarang keluar rumah. Pemerintah terus menggaungkan social distancing kemudian phisycal distancing. Presiden Jokowi per 31 Maret telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penularan Covid-19. Presiden Jokowi juga telah menggulirkan kebijakan penanggulangan yang menyentuh berbagai sektor untuk mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat. Untuk mengatasi wabah ini, Paiketan Krama Bali bekerja sama dengan PHDI Pusat, Prajaniti, Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI), Puskor Hindunesia, Perkumpulan Pasra-
man Indonesia (PPI), Veda Poshana Ashram (VPA) dan sejumlah ormas Hindu di Indonesia menggelar Gerakan Indonesia Berjapa (GIB). Pembina Umum Paiketan Krama Bali Ida Rsi Wisesanatha, Ketua Umum Paiketan Krama Bali Ir. A.A. Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D. dan Ketua Prajaniti yang juga tokoh Paiketan Krama Bali Komisariat Jakarta Ks. Arsana, S.Psi. secara terpisah mengatakan, GIB digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Menurut Ida Rsi Wisesanatha, GIB adalah satu langkah yang bisa dilakukan. ‘’Mengeluh atau bersantai saja sangat tidak fair...! Kita harus ikut berjuang...! Selain mengikuti protokol, mari gunakan daya kita. Kita melakukan japa doa kita. Energi suci yang ditimbulkan oleh japa, semoga dapat mengharmoniskan alam semesta. Mari kita panjatkan permohonan kita kepada Tuhan dengan memanggil nama-Nya melalui japa. Tuhan pasti mendengar,’’ seru Ida Rsi yang juga Steering Committee Gema Perdamaian ini. Ia menyerukan kepada seluruh umat Hindu di Indonesia, ‘’Mari satukan hati, pikiran dan gerakan lewat GIB. Kita getarkan kosmik bersama. Inilah bentuk perjuangan kita. Kita berjapa bersama di rumah masingmasing antara pukul 19.00 - 21.00 Wita atau pukul 18.00 - 20.00 WIB atau pukul 20.00 - 22.00 WIT mulai 5 April 2020 sampai wabah Covid-19 sirna di muka bumi ini. Kita pasti bisa. GIB adalah sebuah perjuangan spiritual yang nyata.’’ Mari Bersatu dan Berjuang dalam Japa. (ram)
Bali Post/ist
Masuk Zona Merah
LALU LINTAS - Suasana arus lalu lintas di Jalan Waturenggong, Panjer, Denpasar Selatan, Rabu (1/4) kemarin.
Arus Lalu Lintas di Kelurahan Panjer Dibatasi Denpasar (Bali Post) -
Kasus positif Covid-19 sudah merambah Kelurahan Panjer. Kondisi ini disikapi dengan serius jajaran lurah dan bendesa adat setempat. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni membatasi mobilisasi warga di jalur-jalur yang ada di Panjer. Pembatasan ini dilakukan mulai pukul 19.00 Wita hingga 24.00 Wita. Jalur-jalur yang dilarang untuk dilintasi pada jam-jam tersebut, yakni Jalan Waturenggong, Jalan Tukad Pakerisan, serta jalur-jalur yang ada di wilayah tersebut. Pemberlakuan pembatasan ini sudah diterapkan sejak Selasa (31/3). Lurah Panjer I Made Suryanata, Rabu (1/4) kemarin, mengatakan kebijakan ini dilakukan bersinergi dengan desa adat. Karena di Panjer sudah ada Satgas Covid-19 yang terdiri dari beberapa komponen masyarakat. Dikatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti lokasi warga yang
positif Covid-19. Karena itu, pihaknya melakukan langkah antisipasi dengan kebijakan pembatasan lalu lintas di Panjer pada malam hari. Langkah ini diambil untuk menghindari adanya penyebaran yang lebih banyak. Pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di wilayahnya
yang ditangani langsung masing-masing kepala lingkungan. Sementara itu, Bendesa Adat Panjer A.A. Oka Adnyana membenarkan adanya penutupan wilayah sementara di Panjer. Hal ini, lanjutnya, guna mengantisipasi penyebaran virus Corona, apalagi Panjer masuk zona
merah di Kota Denpasar. ‘’Bagi warga wed (asli - red) Panjer, kami persilakan masuk. Sedangkan warga pendatang kami seleksi jika ingin masuk wilayah Panjer,’’ ujar Oka Adnyana. Hingga saat ini di Kelurahan Panjer tercatat ada 8 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan satu orang positif Covid-19. Langkah yang diambil Kelurahan Panjer ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Wali Kota menilai apa yang dilakukan tersebut merupakan partisipasi
masyarakat dalam memutus rantai penyebaran virus Corona. Pihaknya menilai apa yang dilakukan ini juga dijadikan simulasi karantina selektif. Karena dalam kondisi sekarang semua harus disimulasikan, bahkan sampai kondisi terburuk sekalipun. ‘’Peran serta masyarakat akan menjadi modal besar dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,’’ ujar Rai Mantra. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Dana Desa Bisa Digunakan Penanganan Covid-19
Denpasar (Bali Post) APBDesa dapat direlokasi untuk penanganan Covid-19. Khususnya dana desa yang boleh digunakan dalam peningkatan pelayanan publik bidang kesehatan. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Desa, PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 dan Surat Edaran Menteri Desa, PDTT Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa. Ada dua hal yang diprioritaskan terkait pemanfaatan dana desa di ten-
gah kondisi pandemi Covid-19. ‘’Prioritas pertama adalah pembangunan infrastruktur secara swakelola dengan sistem Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk memperkuat daya tahan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat,’’ ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina di Denpasar, Rabu (1/4) kemarin. Menurut Anom, PKTD dialokasikan terbanyak untuk pemberian upah yang diberikan secara harian. Se-
lanjutnya, prioritas kedua adalah penguatan kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Hal ini dilakukan dengan membentuk dan membiayai biaya operasional relawan desa lawan Covid-19, menginventarisasi lokasi untuk isolasi kalau terpaksa, menyosialisasikan pencegahan Covid-19, dan mengawasi pergerakan warga. ‘’Terlebih lagi sudah terdapat desa di Provinsi Bali yang melaksanakan langkahlangkah penanganan Covid-19 dengan dana bersumber
dari APBDesa,’’ imbuhnya. Anom meminta desa-desa di Bali yang belum melakukan perubahan APBDesa dalam rangka penanganan Covid-19 agar segera menyesuaikan dan mempedomani Surat Edaran (SE) Menteri Desa PDTT Nomor 8 Tahun 2020 tersebut di atas. Lebih lanjut dikatakan, desa dapat melakukan perubahan APBDesa bila terjadi Keadaan Luar Biasa (KLB) dan perubahan dapat dilakukan lebih dari satu kali dalam satu tahun anggaran. Terkait hal itu, desa dapat berkoordinasi
dengan BPD untuk melakukan pergeseran pembelanjaan bidang dan subbidang lain menjadi bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak desa, dan bidang pelaksanaan pembangunan desa untuk kegiatan PKTD. ‘’Pada desa-desa yang masuk dalam wilayah KLB Covid-19, maka APBDesa dapat langsung diubah untuk memenuhi kebutuhan tanggap Covid-19 di desa. Kriteria KLB diatur dalam Peraturan Bupati atau Wali Kota mengenai pengelolaan keuangan desa,’’ pungkasnya. (kmb32)
Diduga Serangan Jantung
Abu Bakar Meninggal di Minimarket
Denpasar (Bali Post) Karyawan salah satu minimarket berjaringan di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (31/3) lalu dikejutkan kejadian tak terduga. Satu pelanggan minimarket, Abu Bakar (51), tiba-tiba jatuh dan langsung kejang-kejang saat mengantre di kasir. Kuat dugaan korban ini mengalami serangan jatung dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Kapolsek Densel Kompol
Nyoman Wirajaya, Rabu (1/4) kemarin mengatakan, dugaan korban kena serangan jantung dikuatkan dengan hasil keterangan istrinya, Rantija (57). Sang istri mengaku mengetahui suaminya jatuh dan kejang-kejang di TKP sekitar pukul 19.15 Wita. Rantija langsung menuju TKP dan diakui suaminya memiliki riwayat sakit jantung. Sementara karyawan minimarket, Retno Dewi Lusiani (20), mengatakan sekitar pu-
kul 19.00 Wita korban dilihat sedang antre di depan kasir. Tidak lama kemudian korban jatuh dan mengalami kejangkejang, lalu pingsan. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke aparat desa setempat. Terkait kejadian tersebut, korban diperkirakan meninggal karena serangan jantung. Selanjutnya jasad korban dibawa ke RSUP Sanglah. ‘’Korban memang ada riwayat sakit jantung,’’ tegasnya. (kmb36)
Bali Post/ist
JASAD - Tim medis mengevakuasi jasad Abu Bakar dan dibawa ke RSUP Sanglah.
Unwar Siap Bantu Pemerintah Ikut Lakukan ’’Rapid Test’’ Denpasar (Bali Post) Meningkatnya jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan kasus positif Covid-19, memiliki makna dan ancaman serius bagi Bali. Hal ini menandakan penanganan dan pencegahan masih belum maksimal. Masih banyak masyarakat Bali yang tidak disiplin menjalankan imbauan pemerintah agar tidak keluar rumah, melakukan social distancing dan menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk itu, diperlukan kesatuan kerja sama, baik pemerintah, swasta, stakeholders, maupun masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona ini. Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK. mengaku prihatin atas peningkatan jumlah ODP, PDP, dan kasus positif Covid-19 di Bali. Pihaknya menilai imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran agar tetap di rumah, physical
distancing, dan menerapkan pola PHBS kurang berhasil. Padahal ini langkah pencegahan paling efektif dilakukan. Sebagai institusi pendidikan yang membidangi kesehatan, FKIK Unwar telah mengirim dua orang tenaga medis sebagai relawan di laboratorium RSUP Sanglah untuk pemeriksaan Covid-19. Bahkan dalam waktu dekat akan dilakukan pe-
nyuluhan kepada masyarakat tentang cara pencegahannya. ‘’Kami juga membentuk Satgas Penanggulangan Covid-19,’’ katanya, Rabu (1/3) kemarin. Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Unwar Dr. dr. Dewa Ayu Putri Sri Masyeni menambahkan, penyuluhan yang dilakukan tidak harus bertatap muka yang mengumpulkan banyak orang. Namun
bisa dilakukan melalui media sosial maupun grup WA. Bahkan pihaknya siap membantu pemerintah untuk melakukan rapid test maupun melalui pemeriksaan bio-molekuler kepada ODP. Sehingga diketahui jelas, apakah ODP tersebut terinfeksi atau tidak. Sementara itu, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti mengatakan, dibentuknya Satgas Covid-19 melalui SK Yayasan dengan
melibatkan perwakilan UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) yang dimotori FKIK Unwar. Berfungsi untuk membantu pemerintah dalam hal sosialisasi dan kaji tindak yang diawali dengan gerakan bersama di lingkungan UPK masing-masing. Selain itu, pembuatan disinfektan dan hand sanitizer, alat pelindung secara mandiri, penggalangan dana bantuan dari seluruh karyawan, alumni dan civitas akademika telah dilakukan. (win)
Topik : Segera atur migrasi penduduk Bali Post/win
CEK - Karyawan Unwar dicek suhu tubuhnya guna memastikan tidak terinfeksi Covid-19.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Pon, 2 April 2020
Satgas Covid-19 Badung Lakukan Penyemprotan di Pecatu
Terapkan Filosofi Tat Twam Asi untuk Cegah Penyebaran Corona
PENYEMPROTAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Satgas Covid-19 Badung melakukan penyemprotan di Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Rabu (1/4) kemarin.
WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Satgas Covid-19 Badung melakukan penyemprotan di Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Rabu (1/4) kemarin. Penyemprotan disinfektan dilaksanakan bersinergi dengan aparat desa, masyarakat Desa Pecatu serta keamanan dari Babinsa, Kepolisian dan Pecalang Desa Adat Pecatu. Penyemprotan dimulai dari Lapangan Kuru Setra Pecatu dilanjutkan di sepanjang Jalan Raya Uluwatu, Jalan Mangiat menuju Dreamland, sepanjang Jalan Bulgari hingga ke pelosok gang-gang di perumahan penduduk. Dalam penyemprotan juga dikerahkan empat kendaraan Dinas Kebakaran Water Cannon dan satu kendaraan berukuran sedang yang diperuntukkan memasuki gang-gang kecil perumahan
Senator Minta Kemenkop Terbitkan Pedoman Relaksasi Kredit
Temui LP-LPD, Wedakarna Minta 1.465 LPD di Bali Beri Kemudahan Kredit untuk Krama Adat
BERTEMU - Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna (AWK) saat bertemu Kepala Dinas Koperasi UMKM Bali dan pengurus LP-LPD terkait stimulus ekonomi. seterusnya, rakyat sudah tidak punya uang dan tabungan. Jelas ini yang ditunggu-tunggu oleh pihak pendompleng antiJokowi untuk membuat skenario rusuh. Kita tidak ingin itu terjadi. Makanya DPD Bali akan membantu mengurai simpul-simpul masalah ke depan termasuk beban kaum Marhaen alias rakyat kecil khususnya di bidang ekonomi. Di Bali, jumlah rakyat yang berutang dan kredit di LPD dan koperasi cukup signifikan. Ini harus diseriusi,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia akan mendorong Kementerian Koperasi RI agar segera menerbitkan keputusan relaksasi ini. ‘’Kita akui, gerak Kementerian Koperasi RI sangat lambat, bahkan kalah jauh dengan OJK yang sudah bersikap sejak 13 Maret 2020. Sampai kemarin kami tanyakan ke Kadis Koperasi belum ada keputusan dari pusat. Kita dari Bali akan berkirim surat ke menteri. Sambil menunggu itu, Pemprov Bali bisa membuat
surat edaran kepada koperasi, UMKM dan LPD,’’ jelas AWK. Terkait LPD, pihaknya juga minta agar LP-LPD dan BKS LPD sebagai lembaga pemberdayaan dan pengayom memberi arahan kepada LPD se-Bali agar bisa membantu anggotanya. ‘’Saya kira LPD akan lebih mudah koordinasinya karena setiap LPD adalah milik desa adat dan anggotanya pasti umat Hindu yang krama adat. Sistem gotong royong dan empati sudah lama dijalankan LPD. Tapi masalahnya sekarang, perlu ada keputusan tertulis dari LPD untuk relaksasi ini dan itu memungkinkan secara UU No.1/2013, Perda No.3/2017 dan Pergub 44/2017. Kemarin kita terima LPD Peliatan Ubud sudah sangat baik memberikan pedoman tertulis. Semoga diteladani dan ini selaras dengan arahan Joko Widodo,’’ tambah Senator AWK yang juga Duta Besar Ekonomi Dunia (WUSME) yang berbasis di Italia. (ad022)
RPD ADYC Semprotkan Disinfektan Mangupura (Bali Post) Relawan Peduli Desa (RPD) Abiansemal Dauh Yeh Cani melakukan penyemprotan disinfektan bagi pengguna lalu lintas yang memasuki wilayah Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani (ADYC), Rabu (1/4) kemarin. Koordinator Kegiatan I Putu Wira Mahendra menyatakan program ini dilaksanakan rutin selama 14 hari ke depan bersinergi dengan masyarakat untuk memutus penyebaran virus Corona. Atas nama RPD ADYC, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Perbekel melalui Posko Terpadu Covid-19 Desa ADYC, Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa ADYC, FKD ADYC, KBS ADYC, pecalang dan rekan-rekan RPD ADYC yang ikut berpartisipasi menyukseskan program ini. Mahendra juga mengucapkan terima kasih kepada donatur yang secara spontanitas membantu dan memfasilitasi kegiatan penyemprotan. (kmb)
Pemerintah Kabupaten Badung bersama Satgas Covid-19 akan terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat Badung, mengingat dampak dari penyebaran virus Corona sudah tidak bisa ditoleransi. ‘’Saya berharap dengan penyemprotan disinfektan yang dibantu masyarakat secara bersama-sama dengan bergotong royong dapat menghambat dan memutus rantai penyebaran virus Corona. Apa yang kami lakukan yang terpenting bagaimana virus Corona bisa dicegah dan diputus supaya tidak menyebar di masyarakat,’’ jelasnya. Menurut Wabup Badung, ada filosopi Hindu yang kental serta sering digaungkan dan dikumandangkan yaitu Tat Twam Asi. Hal ini penuh makna yaitu keselamatan mu adalah keselamatku dan
keselamatanku adalah keselamatanmu. Filosopi inilah yang bisa diterapkan dan dijaga seutuhnya untuk keselamatan bersama. Dikatakannya, kegiatan penyemprotan bersama Satgas Covid-19 Badung di Desa Adat Pecatu juga untuk memberikan motivasi kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga kesehatan. ‘’Saya tegaskan kepada masyarakat agar terus menjaga kesehatan, kurangi keluar rumah kalau tidak mendesak dan penting sekali, kurangi interaksi serta kumpul-kumpul yang melibatkan banyak orang. Mari jaga kesehatan untuk kita semua. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung yang telah melakukan yang terbaik dalam pencegahan virus Corona,’’ tutup Ketut Suiasa. (ad015)
Cegah Penyebaran Wabah Virus Corona
Ekonomi
DI MASA krisis akibat pandemi Covid-19, Bali sebagai wilayah yang tergantung dari pariwisata adalah daerah yang paling terkena dampak langsung akibat sejumlah kebijakan isolasi, karantina dan physical distancing yang diimbau pemerintah. Salah satu dampak dari pandemi ini bukan hanya terkait dengan dunia kesehatan semata, tapi juga ketahanan ekonomi masyarakat. Aspirasi yang paling banyak masuk ke DPD-RI adalah terkait cicilan kredit rakyat khususnya di LPD dan Koperasi. Lain halnya dengan lembaga keuangan perbankan dan nonperbankan yang sudah mendapatkan arahan dari Peraturan OJK No.11/2020 sebagai payung hukum dalam keringanan kredit yang dijamin oleh negara, Koperasi dan LPD adalah dua lembaga keuangan yang dikecualikan pengawasannya oleh OJK karena perbedaan UU. Maka dari itu diperlukan payung hukum, minimal keputusan setingkat provinsi yang menjadi acuan Koperasi dan LPD untuk mengayomi anggotanya. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat bertemu pengurus Lembaga Pemberdayaan Labda Pancikreman Desa (LP-LPD) dan Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bali. Dalam pertemuan tersebut, Senator Arya Wedakarna (AWK) minta Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan surat edaran atau instruksi kepada 5.026 koperasi dan 1.465 LPD se-Bali agar bisa membantu cicilan kredit rakyat di LPD dan Koperasi. ‘’Salah satu dampak yang mengerikan saat Indonesia Darurat Covid-19 hingga 29 Mei 2020 adalah potensi kemarahan masyarakat akibat tekanan ekonomi dan kesulitan ekonomi. Bulan Maret dan April ini belum terasa karena rakyat masih ada sisa tabungan sedikit. Bulan Mei diperkirakan puncak Corona. Pada Mei–Juni dan
penduduk. Bendesa Adat Desa Adat Pecatu I Made Sumerta yang juga anggota DPRD Badung Dapil Pecatu Kuta Selatan atas nama masyarakat Desa A d a t P e c a t u m e ng u ca p ka n terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang dalam kesempatan ini Wakil Bupati Badung bersama Satgas Covid-19 melaksanakan penyemprotan disinfektan di Desa Adat Pecatu. ‘’Ini tiada lain untuk keselamatan kita semua. Saya mohon kepada masyarakat Pecatu baik pendatang dinas maupun adat agar tetap menjaga kesehatan dan kurangi berinteraksi di luar, berkumpul di keramaian atau keluar rumah. Lebih baik tetap tinggal di rumah,’’ ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam sambutannya mengatakan
Bali Post/ist
Badung Atur Operasional Pasar Tradisional dan Toko Modern DALAM rangka mengantisipasi dan memutus penyebaran virus Corona (Covid-19) agar tidak menimbulkan dampak yang semakin meluas demi penyelamatan manusia, Pemerintah Kabupaten Badung mengatur operasional pasar tradisional dan toko modern. Pengaturan tersebut dituangkan dalam bentuk Instruksi No.510/1957/Diskop.UKMP/Sekret yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa tertanggal 30 Maret 2020. Instruksi ini ditujukan kepada Kepala Asperindo Kabupaten Badung, kepala pasar tradisional/pasar adat se-Badung, pengusaha mall dan usaha lainnya se-Badung, serta pelaku usaha toko swalayan seBadung. Instruksi berisi enam poin. Pertama, terkait pengelolaan pasar rakyat/ pasar tradisional agar mengatur kegiatan/jam buka
di masing-masing pasar. Kedua, pasar senggol agar ditutup sementara untuk mengurangi kerumunan dan penyebaran Covid-19 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Ketiga, toko swalayan yang terdiri atas minimarket, supermarket, hypermarket, department store, perkulakan/grosir, pusat perbelanjaan, Starbucks, Chatime dan usaha lainnya jam operasionalnya mulai pukul 09.00 Wita sampai pukul 21.00 Wita. Keempat, setiap toko swalayan yang terdiri atas minimarket, supermarket, hypermarket, department store, perkulakan/grosir, pusat perbelanjaan, Starbucks, Chatime dan usaha lainnya supaya memberikan nomor kontak person kepada perbekel/lurah untuk mempercepat koordinasi. Kelima, para pelaku usaha dan masyarakat (konsumen) diharapkan memanfaatkan perdagangan secara online/
I Wayan Adi Arnawa daring dan wajib menyediakan spayer disinfektan yang aman untuk tubuh serta hand sanitizer di depan pintu masuk pasar dan toko yang akan digunakan untuk penyemprotan pembeli ketika masuk/keluar toko modern serta membuat tanda batasan jarak antre
lantai toko dan mengacu pada pedoman pencegahan penyebaran Covid-19. Terakhir atau keenam, instruksi ini berlaku mulai 1 April sampai 21 April 2020 dan akan selalu menyesuaikan dengan perkembangan situasi di pusat dan daerah. (ad024)
Kamis Pon, 2 April 2020
Siapkan Anggaran Rp 22 Miliar untuk Penanganan Covid-19
Pemkab Jembrana Mulai ’’Rapid Test’’ untuk Deteksi Dini Corona
RAPID TEST - Rapid test untuk paramedis di Jembrana dilakukan Rabu (1/4) kemarin.
MENANGGULANGI penyebaran Covid-19, Pemkab Jembrana mulai melakukan rapid test untuk memeriksa orang yang terinfeksi. Pemeriksaan ini akan diprioritaskan untuk tenaga medis yang sering bersentuhan dengan pasien gejala virus Corona. Tes juga diutamakan kepada warga yang memiliki gejala klinis seperti demam tinggi, batuk, pilek, sesak dan mempunyai riwayat bepergian ke daerah terjangkit dan mereka yang dianggap rentan terpapar Covid-19. “Kita utamakan tenaga medis karena mereka paling berisiko tertular. Rapid test juga sebagai screening awal untuk memutuskan tindakan bagi orang yang memi-
liki gejala klinis. Termasuk untuk memperluas cakupan orang dalam pemantauan,“ ujar Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Direktur RSU Negara dr. IGB Oka Parwata, Selasa (31/3). Kembang menambahkan, pelaksanaan rapid diagnostic test tersebut akan dibiayai APBD. Ke depan pelaksanaan rapid test juga akan diperbanyak untuk menjaring kasus dan orang berisiko. Dengan cara ini bisa diambil langkah dalam penanggulangan cepat Covid-19 di Jembrana. “Ini baru tahap awal. Kita siapkan 100 alat rapid test bantuan dari pemerintah pusat. Secepatnya alat rapid test dalam jumlah besar akan dipenuhi.
Sumbernya dari dana alokasi pergeseran pos-pos di APBD Jembrana untuk penanggulangan Covid-19,” katanya. Menurutnya, selain untuk pelaksanaan rapid test, anggaran tersebut juga buat pembelian peralatan medis, cairan disinfektan, alat pelindung diri, serta biaya insentif petugas yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Secara teknis tes tahap awal akan dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Negara yang memang sudah disiapkan menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali serta di sejumlah puskesmas di bawah Dinas Kesehatan Jembrana. Sementara itu, Direktur RSU Negara dr. IGB Oka Parwata mengatakan, rapid
test merupakan langkah awal cepat untuk mengidentifikasi penularan virus Corona. “Jadi, lebih cepat karena hasilnya cukup 15 menit. Tapi untuk memastikan hasil yang lebih akurat tetap butuh hasil pemeriksaan laboratorium,“ jelasnya. Pihak RSU Negara juga telah melaksanakan rapid test pada Rabu (1/4) pagi kemarin bagi petugas medis yang selama ini terlibat dalam penanganan virus Corona. Termasuk dilakukan kepada mereka yang masuk dalam kategori pemantauan untuk mengetahui lebih cepat sekaligus melaksanakan tindakan lanjutan. Rapid test tahap pertama juga dikuti Bupati Jembra-
na, Wakil Bupati Jembrana, Sekda I Made Sudiada serta pejabat penanganan Covid-19 Jembrana karena rentan terpapar selama melaksanakan tugas-tugas penanganan virus Corona. Hasil tes bupati, wakil dan seluruhnya negatif. Selain itu, Pemkab Jembrana akan membeli lagi alat rapid test 5.000 buah guna memperluas screening orang-orang yang masuk dalam pemantauan. Dananya dari anggaran perubahan mendahului hasil penyisiran sejumlah kegiatan di seluruh OPD. Anggaran untuk penanganan Covid-19 disiapkan Rp 22 miliar. Angka ini masih memungkinkan ditambah lagi disesuaikan dengan perkembangan Covid-19 di Jembrana. (ad016)
Kamis Pon, 2 April 2020
Klungkung Pastikan Tiga PDP, Satu Mengarah Positif Covid-19
Semarapura (Bali Post) Kekhawatiran terhadap merebaknya wabah Covid-19 di Bumi Serombotan, mulai meningkat. Ini membuat pemerintah daerah terus meningkatkan upaya pencegahan dan menekan warga untuk serius mengikuti arahan. Sebab, Klungkung sudah memastikan ada tiga PDP. Satu pasien di antaranya dari hasil rapid test dan swab lokal, sudah mengarah positif. Tetapi, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Klungkung belum bisa menetapkan positif Covid-19, karena harus menunggu hasil lab swab pusat. Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Gede Putu Winastra, Rabu (1/4) siang, mengatakan satu orang yang mengarah hasil swab positif Covid-19 ini berasal dari Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung. Sementara dua lainnya dari Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung dan satu lagi dari Bendul, Kelurahan Semarapura Tengah. Keduanya sudah dilakukan
rapid test dan swab, tetapi sementara hasilnya negatif. Meski demikian, kondisinya tetap dalam pantauan. “Pasien yang positif dari Jumpai sempat melakukan kontak dengan 38 orang. Semuanya sudah didata dan cek kondisi kesehatannya. Nanti ada laporan lanjutan hasil perkembangannya,” tegas Winastra. Pasien yang mengarah positif itu, punya riwayat kerja sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia). Sementara dua pasien lainnya, seperti yang dari Bendul, kata Winastra, adalah mahasiswa yang punya riwayat perjalanan dari Bogor. Sedangkan pasien dari Selisihan itu punya riwayat diduga tertular dari anaknya yang bekerja di Bandara Ngurah Rai. “Pasien dari Selisihan ini gejala awalnya pneumonia. Kami belum mendata siapa saja pasien dari Selisihan dan Bendul itu melakukan kontak, karena hasil rapid test sementara menunjukkan negatif,” katanya. (kmb31)
Gianyar (Bali Post) Nekat melakukan aksi pencurian, dua pemuda kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Gianyar sejak Rabu (1/4) kemarin. Hasil curian digunakan oleh kedua pelaku, I Putu Adi Surya Pratama (20) dan I PGK (17), untuk berfoya-foya. Parahnya kedua pemuda itu ternyata telah mencuri di 8 TKP seputaran Kabupaten Gianyar. Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika dikonfirmasi Rabu kemarin mengatakan, penangkapan kedua pemuda itu bermula dari laporan korban yang isi warungnya di Desa Petak, Kecamatan Gianyar dibongkar Rabu (11/3) lalu. Korban bukan saja kehilangan uang tunai Rp 400 ribu juga minuman serta lima bungkus rokok. “Menyikapi laporan itu polisi langsung terjun melakukan olah TKP,” katanya. Kemudian, polisi memeriksa sejumlah saksi. Hasil penyelidikan secara intensif didapat informasi pelaku itu diduga berada di sebuah rumah kos-kosan di seputaran jalan Kaliasem Gianyar. Polisi pun langsung ke lokasi tempat pelaku PGK yang tinggal di kos-kosan tersebut. “Tim bergerak mengarah ke lokasi dan dilakukan penangkapan terhadap pelaku
yang masih di bawah umur itu,” katanya. Nah hasil interogasi PGK mengakui melakukan pencurian di warung yang ada di Desa Petak itu. Remaja di bawah umur asal Kecamatan Sukawati itu mengaku melakukan pencurian bersama seorang temannya, I Putu Adi Surya Pratama. “Ternyata ada temannya asal Blahbatuh diajak melakukan pencurian itu,” katanya. Polis kemudian menangkap Putu Adi di rumahnya tanpa perlawanan berarti. Mereka lantas digiring ke Mapolsek Gianyar. Kedua pelaku itu memang memiliki sudah merencanakan pencurian itu. Barang hasil curiannya itu selanjutnya dijual bukan saja untuk kebutuhan hidup sehari-hari juga berfoya-foya. “Dominan hasil mencuri ini digunakan berfoya-foya,” bebernya. Dari hasil pendalaman yang dilakukan polisi, ternyata pelaku tidak hanya mencuri barang-barang di warung di Desa Patak itu, namun juga sejumlah warung di seputaran Kelurahan Gianyar dan Kecamatan Blahbatuh. “Bahkan hingga menyasar 8 TKP,” katanya. Pelaku dikenakan Pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5, KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (kmb35)
Mencuri di Delapan TKP Dua Pemuda Ditangkap
Satu Keluarga di Selulung Dikarantina Pemkab Bantu Kebutuhan Logistik
Bangli (Bali Post) –
Satu keluarga di Desa Selulung, Kintamani kini dikarantina selama 14 hari setelah menjalani rapid test, Rabu (1/4) kemarin. Selama menjalani karantina itu, mereka tidak dibolehkan beraktivitas di luar rumah. Kebutuhan logistiknya akan ditanggung Pemkab Bangli. Bupati Bangli I Made Gianyar selaku Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli, Rabu sore kemarin mengatakan, satu keluarga yang dikarantina itu terdiri dari tiga orang. Mereka kini harus menjalani karantina lantaran sempat kontak dengan salah satu anggota keluarganya yang datang dari Denpasar. Anggota keluarganya itu kini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan sedang dirawat di RSUP Sanglah. Made Gianyar menambahkan, kondisi keluarga itu saat ini terpantau sehat. Dari hasil rapid test yang dilakukan dinyatakan negatif. Karena itu, keluarga itu kini berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Selama menjalani karantina di rumahnya, kebutuhan logistik keluarga tersebut ditanggung Pemkab. Komunikasi akan dilakukan via telepon. “Saya sudah perintahkan Dinas Sosial membantu logistiknya. Bahkan dia punya sapi, kita tugaskan klian banjar dinas dan adat mengurus sapinya bersama. Karena keluarga itu
selama 14 hari tidak boleh keluar dari rumahnya,” kata Gianyar. Berdasarkan SOP pada hari ketujuh nanti keluarga itu kembali di-rapid test. Kalau hasil tes negatif, maka di hari ke-14 mereka tidak lagi menjalani karantina. Sedangkan kalau hasil tes positif, maka akan dirawat dan diisolasi di RSUP Sanglah atau rumah sakit lain yang menjadi rujukan pemerintah. Di tengah wabah virus Corona yang merebak saat ini, Made Gianyar meminta masyarakat tetap tenang dan jangan panik. Yang harus dilakukan adalah
meningkatkan perilaku hidup bersih dan menerapkan social distancing (jaga jarak). “Pikiran harus sehat dan tenang. Jaga diri dengan mengonsumsi makanan bergizi,” terangnya. Terkait kebijakan Pemerintah Desa Selulung yang sempat mengisolasi wilayah lantaran adanya warga yang jadi PDP, Made Gianyar memaklumi itu karena ada kepanikan. Namun pihaknya sudah menjelaskan ke pihak desa, jika ada kasus seperti itu yang diisolasi bukan desa atau banjarnya. Melainkan satu rumah itu saja. Untuk memberikan ketenangan di
BUPATI Klungkung, I Nyoman Suwirta, melakukan presentasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melalui Video Conference terkait penilaian tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD), Rabu (1/4) kemarin. Penghargaan Pembangunan Daerah merupakan evaluasi pembangunan daerah secara kreatif dan komprehensif yang dilaksanakan melalui tiga tahap, yakni penilaian dokumen, presentasi, wawancara serta verifikasi dan kunjungan ke lapangan. Dalam tahap presentasi dan wawancara ini bertujuan memperoleh informasi dan konfirmasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah melalui proses penyusunan dokumen RKPD, pencapaian, dan inovasi pembangunan yang sudah dilaksanakan. Pada sesi ini akan dinilai oleh Tim Penilai yang berasal dari Tim Penilai Independen (TPI), yakni Misbah Hasan, Hayati Sari, Ridwan Sutriadi dan Hermanto Siregar dan Tim Penilai Utama (TPU)
Dading Gunadi dan Suprayoga Hadi. Aspek dan indikator penilaian, antara lain pencapaian pembangunan, kualitas Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Proses Penyusunan Dokumen RKPD dan Inovasi yang dimiliki. Dalam Video Conference itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, keberhasilan pembangunan ditentukan oleh perencanaan yang baik, pembangunan dapat dikelola dengan baik, dengan mengetahui potensi dan permasalahan yang ada. Dalam menyusun visi, misi dan program kerja, Pemkab Klungkung melakukan sebuah inovasi, yakni Bedah Desa yang sudah dilakukan sejak tahun 2016 dengan mengajak semua OPD di lingkungan Pemkab untuk mencatat dan menginventarisir permasalahan yang ada di suatu desa. Nantinya akan ditangani oleh OPD terkait, baik itu melalui jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang serta potensi yang dimiliki desa
itu dicatat. Bupati Suwirta menyatakan pada tahun 2016 Pemkab Klungkung membuat sebuah spirit yang bertujuan memperkuat kinerja OPD. Spirit tersebut adalah Gema Santi (Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif). “Ada juga Inovasi Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara) dan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) berhasil masuk 40 besar Inovasi Pelayanan Publik (IPP) tahun 2018 yang digagas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB),” katanya. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Klungkung, I Wayan Wasta, menambahkan Pemkab Klungkung terus berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Di antaranya melalui UHC (Universal Health Coverage), Angkutan Siswa Gratis, Dorkesmas, Kring Sehat 118, Klungkung Mesadu dan berbagai inovasi lainnya. Selama 4 tahun terakhir angka potensi
tengah masyarakat, Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu mengaku sengaja turun langsung ke Desa Selulung bersama tim kesehatan kemarin. Seorang Warga Berstatus PDP Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangli melakukan rapid test terhadap beberapa warga di Desa Selulung, Kintamani, Rabu (1/4). Hal itu menyusul adanya seorang warga setempat yang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Pasien tersebut saat ini dirawat di RSUP Sanglah. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangli, dr. I Nengah Nadi, Rabu siang mengatakan ada tiga orang warga di Selulung yang di-rapid test. Mereka adalah keluarga pasien yakni ibu kandung, kakak kandung dan ipar dari pasien itu. Hasil rapid test, ketiganya dinyatakan negatif namun harus menjalani karantina selama 14 hari.
Dilarang Masuk Selasa lalu sempat beredar informasi di media sosial ada seorang warga Selulung yang dinyatakan positif Corona. Informasi itu membuat sejumlah warga waswas. Terkait hal itu, Perbekel Desa Selulung kabarnya menerbitkan surat perintah tugas per 31 Maret 2020. Isinya memerintahkan dan menugaskan seluruh anggota Satgas Penanggulangan Covid-19 Selulung beserta seluruh anggota Linmas Desa Selulung menjaga pintu masuk dan keluar yang ada di Desa Selulung. Khususnya penduduk dari luar desa tidak diizinkan keluar-masuk Desa Selulung. Dikonfirmasi Rabu (1/4) siang, Perbekel Desa Selulung, I Putu Jaya Menala, tidak menampik dirinya sempat mengeluarkan surat perintah tersebut. Namun, dia mengatakan surat itu kini sudah tidak berlaku. ‘’Surat itu sudah tiang cabut per hari ini (Rabu),” ujarnya. (kmb40)
Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah Bupati Suwirta Presentasi Melalui ’’Video Conference’’
Bupati Suwirta saat melakukan video conference. konflik di Kabupaten Klungkung mengalami penurunan. Penurunan itu dikarenakan adanya kerja sama yang baik antara Tim Penanggulangan Konflik Sosial dengan FKUB yang ada di Kabupaten Klungkung. Selain itu, menurunnya angka pelanggaran lalu lintas dengan diberlakukannya angkutan siswa gratis bagi siswa SMP di Klungkung. Pada akhir presentasi itu,
Bupati Suwirta mengatakan mendorong OPD memberikan yang terbaik. Namun jangan menjadi yang terbaik. Turunkan harga dirimu, biarkan orang lain yang menaikkannya. Kata-kata tersebut dipuji salah satu Tim Juri Utama Suprayoga Hadi. “Kata-kata barusan itu mudah-mudahan dapat memberikan kesejukan dan dapat menjadi energi yang positif,” katanya. (ad023)
Kamis Pon, 2 April 2020
Pujawali di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir ”Nyejer” Tujuh Hari
Bali Post/IST
NYEJER - Pujawali Purnama Kadasa/Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Kahyangan Jagat Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir nyejer selama tujuh hari. Amlapura (Bali Post) Desa Adat Sebudi, Selat, Karangasem tetap melaksanakan upacara Pujawali Purnama Kadasa, Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Kahyangan Jagat Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir. Hanya, di tengah kondisi sebaran virus Corona atau Covid-19 yang gencar ini, Ida Batara hanya nyejer tujuh hari. Panglingsir Pura Pasar Agung Besakih Giri
Tohlangkir, Jro Mangku Gede Umbara, Rabu (1/4) kemarin mengungkapkan, pelaksanaan pujawali Purnama Kadasa dipersingkat dari tahun sebelumnya. Seharusnya pujawali berlangsung selama 11 hari, kemudian dipersingkat menjadi tujuh hari saja. ‘’Itu sesuai imbauan PHDI Provinsi Bali. Pujawali jadi diperpendek dengan nyejer tujuh hari saja. Sedangkan puncak pujawali dilangsungkan 7 April
dan masineb 14 April,” ucapnya. Karena itu, ada beberapa upacara tidak dilakukan tahun ini. Salah satunya nunas tirta ke puncak Gunung Agung, termasuk melasti tidak dilaksanakan. ‘’Kami tidak ingin melibatkan banyak orang. Seperti itu imbauan pemerintah. Seluruh bhakti ngadegang pralingga Ida Batara, pasucian, puncak upacara, bhakti panganyar, pangelemek, sampai bhakti panyineban disepakati dilakukan prajuru desa adat pangemong dan panyangra Pura Pasar Agung,’’ ujarnya. Karena tidak ada melasti, maka Ida Batara hanya masucian di palinggih saja. Upacara juga tidak di-puput sulinggih, melainkan hanya pemangku. Kepada seluruh krama Bali cukup ngayat atau ngayeng dari merajannya masing-masing, jika ingin ngaturang bhakti kepada Ida Batara. Tetapi, apabila toh ada krama yang tangkil melakukan persembahyangan, pihaknya meminta supaya tidak melibatkan banyak orang. (kmb41)
Astra Motor Bali Siapkan Wastafel Sekaligus Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat
SEBAGAI bentuk kepedulian terhadap pencegahan penyebaran pandemik Covid-19, Astra Motor Bali bersinergi dengan Pemkot Denpasar menyediakan lima unit wastafel (tempat cuci tangan) portable di ruang publik yang masih sangat banyak dikunjungi masyarakat. Pemasangan wastafel itu difokuskan pada lokasi strategis, di antaranya Pasar Kumbasari, Pasar Badung depan Pura Desa, Pasar Kreneng, Pasar Sanglah, Jalan Hasanudin depan masjid. Penyediaan wastafel itu sebagai tempat mencuci tangan dilengkapi sabun cair dan tisu. Selain itu juga papan informasi yang tujuannya
mengedukasi masyarakat terkait tata cara membersihkan tangan. Itu merupakan persembahan dari semeton Honda Bali Card. Region Astra Motor Bali Wahyudi Saputra mengatakan, sesuai semangat Satu Hati, pihaknya berkomitmen menjadi partner hidup yang mendukung masyarakat dalam meraih setiap mimpi dan cita-cita. Itu adalah salah satu wujud nyata Astra Motor Bali memberikan pelayanan terbaik melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) Honda untuk Bali dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan bersama berupa penyediaan wastafel
portable, guna memfasilitasi masyarakat untuk bisa cuci tangan di manapun berada. Dengan demikian, dapat meminimalisir penyebaran virus itu. “Kontribusi yang kami lakukan ini selaras dengan anjuran pemerintah. Komitmen kami melalui campaign “Satu Hati bersama Indonesia Sehat”. Dengan penyediaan wastafel ini, kami harap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini, sekaligus mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Caranya harus rajin mencuci tangan, dengan baik dan benar pada air mengalir sebelum dan sesudah berinteraksi,” ungkap Wahyudi. Beragam upaya tindakan preventif telah dilakukan Astra Motor Bali bersama seluruh jaringan resminya. Mulai menggunakan masker dan sarung tangan pada petugas frontline people saat melayani konsumen, jaga jarak dengan pengaturan tempat duduk di ruang tunggu dealer, menjaga kebersihan dealer dengan melakukan penyemprotan disinfektan, pengecekan suhu tubuh dan penyediaan hand sanitizer. “Bersama Honda, mari kita waspada dan bersama-sama menerapkan pencegahan dini. Merupakan wujud antisipasi nyata agar sebaran virus itu dapat diblokir,“ tutup Wahyudi. (bns)
Jika Ditunda, KPU Siap Kembalikan Anggaran Pilkada Amlapura (Bali Post) -
KPU Karangasem siap mengembalikan anggaran pemilihan kepala daerah itu jika memang pelaksanaan pilkada serentak 2020 akan ditunda. Ketua KPU Karangasem, Gede Krisna Adi Widana, Rabu (1/4) kemarin mengungkapkan, sejauh ini anggaran pilkada yang telah dicairkan sebesar Rp 1.250.000.000. Sedangkan sisanya masih Rp 29.775.000.000. Anggaran itu diperuntukkan membiayai tahapan-tahapan pemilu yang dilaksanakan selama ini. Mulai sosialisasi kelembagaan, pembayaran honor tenaga pendukung, pengadaan ATK, maupun perjalanan perencanaan dan lainnya. ‘’Kami siap mengembalikan anggaran pilkada jika dilakukan penundaan akibat pandemi virus Corona (Co-
vid-19) yang masih belum mereda,’’ ujar Krisna Adi Widana. Namun, hingga saat ini, pihaknya masih menung-
gu petunjuk teknis (juknis) dari KPU RI. “Kalau pilkada sudah pasti ditunda, maka anggaran pasti
kita kembalikan. Kita masih menunggu surat edaran termasuk Juknis anggarannya seperti apa,” tambah Krisna Adi Widana. Pihaknya sendiri masih belum mengetahui secara pasti kapan pilkada itu digelar. Informasinya 6 April 2020 nanti, akan ada rapat membahas hal itu. “Intinya kita semua masih menunggu keputusan KPU RI,” jelasnya. (kmb41)
Curi Motor Teman, Karyawan THM Ditangkap
Singaraja (Bali Post) Seorang karyawan tempat hiburan malam (THM) ditangkap polisi karena nekat mencuri sepeda motor (curanmor). Tersangka Putu Ariawan alias Gede Ay alias Baragan (39) itu mencuri sepeda motor milik temannya, Komang Sumberjaya, yang merupakan warga sekampungnya. Kaposlek Seririt Kompol Made Uder seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, Rabu (1/4) kemarin mengatakan, terungkapknya kasus curanmor ini berawal dari laporan korban pada 15 Februari 2020 yang lalu. Korban melaporkan sepeda motor Yamaha Vega R DK 4838 VT telah hilang pada 14 Februari 2020 yang lalu. Dari penyelidikan, polisi berhasil menangkap tersangka yang berasal dari Desa Mayong, Kecamatan Seririt itu di sebuah THM terkenal di Denpasar. Ia memang seharihari bekerja di THM itu. Penangkapan yang dilakukan polisi 27 Maret itu tanpa perlawanan berarti lantaran saat itu tersangka sedang berisitirahat di tempat kerjanya itu. Dari pemeriksaan oleh tim penyidik, tersangka mengaku telah mencuri sepeda motor korban. Saat itu, sepeda motor parkir di halaman rumah dan karena situasi sepi, tersangka langsung membawa sepeda motor korban. Sepeda motor itu rencananya dijual, tetapi sebelum laku terjual, tersangka lebih dahulu memodifikasi sepeda motor itu agar tidak mudah dikenali. Tersangka
Bali Post/
DIGIRING - Polsek Seririt menangkap tersangka curanmor yang sehari-hari menjadi karyawan di sebuah THM di kawasan Denpasar, Rabu (1/4) kemarin. Putu Ariawan menceritakan, awalnya tidak ada niat mencuri sepeda motor temannya itu. Namun saat berkunjung ke rumah korban menawarkan pekerjaan, dirinya melihat sepeda di halaman rumah yang tidak terkunci. Karena situasi sedang sepi dan tidak diketahui korban, dia dengan leluasa membawa kabur motor tersebut. Tersangka khawatir korban dapat mengenali sepeda motornya, sehingga dia kemudian memodifikasi sepeda motor di bengkel di Desa Celukan Bawang. Atas perbuatan itu, saat ini tersangka harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Buleleng.
Tersangka melanggar Pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Dua Pemuda Curi HP Buser Satreksrim Polsek Seririt menangkap dua orang pemuda asal Desa Pangkung Paruk, Seririt. Keduanya menyatroni rumah korban dan berhasil mengambil dua buah HP milik korban Made Sadia. Kaposlek Seririt Kompol Made Uder didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres AKBP Made Sinar Subawa, Rabu kemarin mengatakan, korban melaporkan kehilangan dua buah HP miliknya pada 13
Maret 2020 dini hari. Polisi berhasil melacak keberadaan HP korban yang sudah dijual. Dari penyelidikan itu, pihak pembeli mengaku mendapat HP dari tersangka Ketut Sukamara Jaya alias Tut Nik (24). Mendapat keterangan itu polisi kemudian menangkap tersangka di rumahnya pada 14 Maret 2020. Dari pemeriksaan awal, tersangka mengaku mengambil HP korban bersama temannya, I Kadek Arya Dana. Dari keterangan itu, pada 16 Maret 2020 yang lalu, tersangka kedua berhasil ditangkap saat kabur ke Mendoyo, Jembrana. (kmb38)
Kamis Pon, 2 April 2020
Sosial
BPR Lestari Bali Beri Bantuan 420 APD Lengkap Lewat Rotary Club Bali PANDEMI virus Corona atau Covid-19 menjadi isu internasional yang saat ini sudah mewabah di Indonesia. Di tengah pandemi ini, BPR Lestari Bali ikut ambil bagian untuk membantu menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi para tenaga medis yang berada di garis terdepan dalam penanganan pandemi virus ini. Selasa (31/3), bertempat di Kantor BPR Lestari Bali di bilangan Teuku Umar Denpasar, secara simbolis diserahkan bantuan senilai Rp 52,5 juta dari BPR Lestari Bali kepada pihak Rotary Club Bali. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan 420 APD lengkap yang akan didistribusikan secara meluas kepada para tim medis. ‘’Sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19, tim medis butuh APD yang memadai untuk melindungi diri. Kami ingin membantu, namun tidak mampu mengadakannya sendiri. Rotary Club Bali ternyata mempunyai jaringan untuk mengadakan dan mendistribusikannya,’’ ujar Pribadi Budiono, Direktur
Jika hasil rapid test negatif maka PMI bisa pulang ke rumah masing-masing untuk melaksanakan karantina mandiri/isolasi diri sendiri. Minimal dilakukan 14 hari, menerapkan protokol isolasi diri sendiri dengan penuh disip-
lin dan tanggung jawab untuk keselamatan masyarakat. Menurut Dewa Indra, Satgas Covid-19 juga telah bersurat kepada perbekel dan lurah se-Bali lewat surat Nomor : 66/ SatgasCovid19/III/2020 untuk melaksanakan pengawasan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa kepada warga masyarakat pekerja di wilayah
masing-masing yang baru pulang dari luar negeri dan luar daerah agar melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari sesuai protokol kesehatan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab. ‘’Pemprov Bali juga memperketat pengawasan dan memfilter masyarakat yang akan masuk ke Bali, baik melalui Pelabuhan Gilimanuk dan
Padangbai,’’ imbuhnya. Dewa Indra menambahkan, PMI yang telah dikarantina di Bapelkesmas dan BPSDM telah melaksanakan rapid test dan dinyatakan negatif hingga Selasa (31/3) berjumlah 199 orang. Rinciannya, di UPT Bapelkesmas sebanyak 92 orang, dan di BPSDM sebanyak 107 orang. (kmb32)
Oleh karena itu, pihaknya berharap aspek karantina jangan dipandang sebagai penghukuman, namun sebagai upaya kesadaran untuk mencegah percepatan penularan dari Covid-19. ‘’Jadi, terkait mobilitas ini harus
terkendali. Benar-benar harus dikendalikan dan harus dipatuhi kebijakan pemerintah,’’ bebernya. Menjelang Idul Fitri, katanya, biasanya arus mudik dan balik cukup tinggi. Ini harus diperhatikan secara ketat agar penyebaran Covid-19 ini bisa dilakukan secara bersama. Oleh karena
itu, kegotongroyongan harus diartikan sebagai upaya untuk menekan dan mencegah percepatan penularan dari Covid-19 ini. Terkait pemenuhan kebutuhan logistik, lanjut Murjana Yasa, pemerintah daerah sekarang sudah melakukan pemetaan terkait kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar
lainnya. Untuk itu perlu juga dipetakan terkait sumber dan distribusi logistik itu. Apalagi, berbagai kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat untuk Bali banyak yang bersumber dari luar. Hal ini harus diamankan agar masyarakat yakin dan tidak panik bahwa kebutuhan mereka pasti dipenui. (kmb23)
Semua prediksi itu berantakan akibat Covid-19, yang sama sekali tidak diprediksikan akan terjadi. Sektor ekonomi yang paling merasakan salah satunya adalah dunia perbankan, selain sektor pariwisata. Dunia perbankan seperti memakan buah simalakama, di satu sisi pendapatannya turun drastis akibat kebijakan pemerintah dan OJK tentang relaksasi kredit untuk para nasabah yang terpapar Covid-19, di sisi lainnya tetap menanggung beban tetap (fixed expenses) seperti gaji karyawan, meskipun karyawannya work from home, serta menanggung beban variabel seperti membayar bunga dana pihak ketiga (giro, tabungan dan deposito). Dalam ketentuan yang mengatur secara umum pelaksanaan restrukturisasi kredit atau pembiayaan sebagai akibat dampak dari persebaran wabah Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kelonggaran/relaksasi kredit usaha mikro dan usaha kecil untuk nilai di bawah Rp 10 miliar, baik kredit/pembiayaan yang diberikan oleh bank maupun industri keuangan non-bank kepada debitur dengan masa penundaan sampai dengan 1 (satu) tahun dan
penurunan bunga. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 11/ POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical, yang mengatur bahwa debitur yang memperoleh perlakuan khusus adalah debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban karena debitur atau usaha debitur terdampak penyebaran Covid-19, dalam hal ini termasuk debitur UMKM. Sektor ekonomi yang paling terpapar langsung maupun tidak langsung, seperti pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan. Dalam POJK itu diatur bahwa pada prinsipnya bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit atau pembiayaan kepada seluruh debitur, termasuk debitur UMKM, sepanjang debiturdebitur tersebut teridentifikasi terdampak Covid-19. Pemberian perlakuan khusus tersebut tanpa melihat batasan plafon kredit atau pembiayaan. Kebijakan kelonggaran cicilan kredit 1 tahun untuk rakyat kecil sampai dengan 1 (satu) tahun mengacu pada jangka waktu restrukturisasi sebagaimana diatur dalam POJK Stimulus. Kelonggaran cicilan yang dimaksud lebih ditujukan ke-
pada debitur kecil seperti sektor informal, usaha mikro, dan pekerja berpenghasilan harian yang memiliki kewajiban pembayaran kredit untuk menjalankan usaha produktif mereka. Misalkan pekerja informal yang memiliki tagihan kepemilikan rumah dengan tipe tertentu atau program rumah sederhana, pengusaha warung makan yang terpaksa tutup karena ada kebijakan work from home (WFH). Relaksasi dengan penundaan pembayaran pokok sampai dengan 1 (satu) tahun boleh diberikan kepada debitur yang diprioritaskan. Dalam periode 1 tahun tersebut debitur dapat diberikan penundaan atau penjadwalan pokok dan/ atau bunga dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan ataupun asesmen bank/leasing misalnya 3, 6, 9, atau 12 bulan. Kebijakan jangka waktu penundaan yang diberikan sangat erat kaitannya dengan dampak Covid-19 terhadap debitur, termasuk masa pemulihan usaha dan kemajuan penanganan atau penurunan wabah Covid-19.
(neraca). Jika dibandingkan sektor usaha yang lain, seperti manufaktur dan perdagangan, kesulitan yang dialami hanya dari sisi laba-rugi, yakni pendapatan yang mengalami penurunan. Kesulitan bisnis bank dari posisi laba-rugi, disebabkan pendapatan utama (main income) bisnis perbankan dari pendapatan bunga yang mengalami penurunan tajam, sementara beban tetapnya tidak mengalami perubahan signifikan, serta beban bunga giro, deposito dan tabungan yang tidak boleh direlaksasi. Hal itu jelas akan berdampak pada laba (profit) yang akan diperoleh. Di sisi yang lain, perbankan juga harus membentuk cadangan penghapusan piutang ragu-ragu yang menjadi beban. Tunggakan kredit (nonperforming loan/NPL) juga menghantui akibat merosotnya ekonomi. Dalam situasi seperti ini perbankan jelas akan mencadangkan likuiditas yang lebih besar agar aman, sementara cost of fund tetap menjadi beban yang harus diperhitungkan.
Kesulitan Dua Sisi Kebijakan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 menjadikan bisnis perbankan mengalami kesulitan dari dua sisi, yaitu dari sisi laba-rugi dan dari sisi laporan posisi keuangan
Penulis adalah Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Undiknas Denpasar, Tim Kelitbangan Pemkab Badung dan Pembina Divisi Pawongan Paiketan Krama Bali (PKB)
Jangan Dipandang sebagai Penghukuman
BANTUAN - BPR Lestari Bali menyerahkan bantuan Rp 52,5 juta kepada pihak Rotary Club Bali. Dana itu akan digunakan untuk penyediaan 420 APD lengkap yang didistribusikan kepada para tim medis. Utama BPR Lestari Bali, saat penyerahan bantuan. Rotary Club Bali adalah bagian dari Rotary Internasional, sebuah organisasi nonprofit yang fokus terhadap aktivitas sosial dan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang m e m b utuhkan. ‘’Sangat berterima kasih pada BPR Lestari atas kerja sama dan bantuannya, sangat membantu bagi kami garda terdepan untuk kemanusiaan, semoga wabah ini cepat selesai dan kita semua bisa beraktivitas kembali seper-
ti biasa,’’ ujar Anak Agung Purnamawati, perwakilan dari Rotary Club Bali. Bantuan ini merupakan bentuk program Lestari Peduli dari BPR Lestari Bali. ‘’Semoga bantuan ini bermanfaat dan terima kasih kepada seluruh tim medis di Indonesia yang saat ini tengah berjuang melawan penyebaran Covid-19. Kami berharap semoga masyarakat tetap melakukan social distancing dan semoga kondisi ini segera membaik,’’ ujar Pribadi. (ad020)
Menutup Pintu Masuk Bali Orang mudik dari luar Bali ke Bali juga dibebaskan atau sebaliknya. Langkah ini, kata peraih doktor public health di Mahidol University, Bangkok ini, tak akan ada artinya bagi warga Bali yang sudah mau disiplin tinggal di rumah. Sebab, bolong-bolong warga yang diduga pembawa virus masih bebas masuk Bali. Gubernur Bali, katanya, juga tak cukup hanya mengimbau dan bersurat ke Menhub guna selektif dan memperhatikan migrasi pintu masuk Bali, melainkan mendesak pemerintah pusat
Laksanakan Karantina Mandiri
untuk menutup pintu masuk Bali bagi warga yang tak ada hubungannya dengan sirkulasi pangan, barang dan kesehatan. Semasih ini diberlakukan, langkah ini bertentangan dengan status Darurat Kesehatan Masyarakat. Sebab, dalam kondisi darurat, semua komponen mengutamakan keselamatan kesehatan rakyat. Jika terjadi gangguan kestabilan ekonomi, menurutnya, wajar terjadi karena semua negara mengalami hal itu. Buktinya negara lain yang sudah pandemi langsung melakukan lockdown atau dalam UU No. 6 disebut dengan Karantina Wilayah.
Risikonya, pemerintah harus berani menanggung semua biaya hidup rakyat tak mampu. Sedangkan sektor ekonomi bisa digarap setelah rakyat diselamatkan alias kondisi pulih. Swarjana setuju penanganan Covid-19 di Bali disinergikan dengan desa adat. Hal ini justru su dah proaktif dilakukan di tingkat bawah, tinggal mensinergikan dengan program pemerintah. Sekali lagi, ia mendesak pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat. Jangan membuat kebijakan lemah, melainkan gerak cepat, bersama dan sekali tuntas. (025)
Stimulus Perekonomian Nasional
SERVICE DbthkanPRT1Cewek,1Cowok,u/ Rumah di Sanur SMS : 08123877799
B.BP.001.04.20.0000009
PROPERTY DIJUAL TANAH
BUC !!! Tanah Luas 3970 M2 Lok Cepaka Kediri Hrg Miring,Strgis Hub.081239332525/087860030403
B.BP.001.04.20.0000013
BIRO JASA
Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155
B.BP.001.03.20.0000203
KEHILANGAN
Hlg Buku KIR Nosin.B004618 DK 9539 AT AN.I Nengah Sunganti
B.BP.001.04.20.0000003
RUPA-RUPA
POst.cOm - RADIO GLOBAL 96,5 fm Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com @balipostcom www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalradiobali globalfm bali
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat - SALON/SPA - FURNITURE Jenis Paket Harian BaLi Post radio GLoBaL Paket 1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali - HOTEL Adlib 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Spot 1 menit 1.000.000,- / 20 kali - ASESORIS - KULINER 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali - BIRO JASA BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764 - SERVIcE
}
Kamis Pon, 2 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Relaksasi Menjaga Ketahanan Ekonomi DALAM kondisi ini, dicekam wabah Covid-19, perekonomian dunia memang sedang krisis. Mungkin kalau berlangsung lama akan terjerembab ke dalam resesi berkepanjangan. Hampir semua negara mengalaminya, karena hampir semua pula terjangkit wabah ini. Masingmasing negara kini tengah fokus bagaimana membendung serta mengobati warganya yang sakit. Sementara secara simultan, beberapa kebijakan yang sifatnya stimulus untuk merelaksasi dunia usaha dilakukan. Hal ini tentu saja untuk mencegah agar kondisi tak semakin memprihatinkan. Cuma ada kesan kurang serta lambatnya bagaimana petunjuk teknis di lapangan. Hal ini mungkin bisa dimaklumi karena kabinet tengah fokus di Corona, namun sayangnya pula koordinasi antaranggota kabinet juga tidak berjalan mulus. Para pembantu presiden masih sering mengeluarkan statemen kontraproduktif. Masih banyak menteri yang justru ‘’menghilang’’ ketika stakeholder-nya memerlukannya untuk diajak diskusi serta berbicara secara mendalam soal krisis ini. Bali yang mengandalkan pariwisata, tentu memerlukan sentuhan stimulus lintas sektoral untuk menguatkan fondasi ekonomi biar tidak hancur. Bagaimana koordinasi departemen terkait agar membantu kondisi ini. Lintas sektoral mesti dilakukan komunikasi yang intens. Sektor perbankan, transportasi, tenaga kerja dan sebagainya mesti seringsering mengadakan dialog yang ada realisasinya. Bukan dialog omong kosong yang menonjolkan pencitraan seperti yang sudah-sudah. Mesti real berbasis data statistik yang objektif. Kini dalam suasana sulit dan ancaman resesi semua berhitung ulang. Fondasi yang disusun lama mungkin tak lagi relevan dengan struktur bangun yang akan diwujudkan ke depan. Dunia mengalami peralihan yang sangat pasti, namun sayangnya finisnya belum terdeteksi. Kebijakan temporer yang kini diambil mungkin hanya bisa menjadi pelepas dahaga. Masalahnya, tahun-tahun sulit mendatang semua elemen akan ‘’kehausan’’ sehingga tak cukup hanya dengan stimulus. Harus ada gerakan terukur dan melakukan pemetaan yang terencana atas masalah yang kini dihadapi. Tantangan ekonomi sebagai dampak virus Corona telah mengantarkan semua komponen tersungkur. Pendekatan teknologi dan logika nyaris tak membantu kita meyakinkan diri, kapan dunia akan terbebas dari penyanderaan. Mari tetap berjuang dan terus berbuat untuk memastikan kita bisa tampil sebagai pemenang, jika kini situasi kita ibaratkan semacam perang melawan virus Corona.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mendukung Langkah Gubernur Tangani Covid-19 Saya sebenarnya agak kaget membaca judul berita Bali Post, Rabu kemarin. Gubernur Bali Wayan Koster memutuskan meniadakan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2020. Tetapi setelah saya baca secara tuntas saya jadi paham bahwa keputusan cepat dan akurat serta efektif untuk kepentingan yang lebih mendesak memang harus diambil. Saya sebenarnya bukan seniman, tetapi sering mengantar tamu ketika ajang PKB digelar. Sejumlah teman dari Jakarta dan relasi juga meminta diantar ke PKB jika kebetulan ada di Bali pada bulan Juni-Juli tersebut. Kini ketika negeri dan daerah memerlukan dana besar untuk mengatasi dampak Covid-19, saya sangat mendukung jika PKB tahun ini ditiadakan. Anggarannya tentu bisa dialihkan. Saya mendukung langkah ini. Mudah-mudahan para seniman Bali juga berpikir yang sama. Situasi menuntut semua orang berkorban dan ikhlas. Kita harus melakukan langkah yang sama untuk bisa bebas dari ancaman Covid-19. Mudah-mudahan Bali bisa mengatasi masalah ini, dan kami berdoa semoga pemimpin Bali dan semua elemen di Bali diberikan kekuatan dan keselamatan. Jika ada pihak-pihak yang punya dana cadangan berlebih, mohonlah ikut mendukung programprogram mengatasi ancaman Covid-19. Ni Kadek P. Sutarmiasih Denpasar, Bali
POJOK Terkait pekerja migran, Gubernur Koster surati Kemenlu. - Rakyat menunggu aksi, bukan diplomasi. *** Segera atur migrasi penduduk. - Imbauan tak efektif lagi. *** Kelurahan Panjer masuk zona merah Covid-19. - Status yang bikin resah.
Grafis : Putu Suarsana
Berharap Subsidi Listrik Diperluas
PRESIDEN Joko Widodo mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk meringankan beban masyarakat, salah satunya di bidang kelistrikan. Sebanyak 24 juta pelanggan listrik PLN dengan daya 450 VA tidak perlu membayar listrik selama tiga bulan, terhitung mulai April. Sedangkan pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar 7 juta mendapat diskon 50 persen. Kebijakan ini bertujuan membantu mengurangi beban masyarakat kurang mampu dalam menghadapi dampak pandemi virus Corona. Meski positif, namun tetap saja kebijakan ini menuai kritikan. Di akun Facebook @balipost, netizen mempertanyakan mekanisme penerapan kebijakan tersebut. Sebab, sebagian pelanggan dua kategori tersebut menggunakan metode prabayar. Jika tidak beli pulsa listrik, sama saja bohong. Di sisi lain, netizen menyampaikan, dampak Covid-19 sejatinya melumpuhkan hampir seluruh sektor sehingga dampaknya dirasakan nyaris semua lapisan masyarakat. Beban masyarakat saat ini dan dalam kurun waktu ke depan yang belum jelas, akan sangat berat. Maka, subdisi biaya listrik sangat diharapkan semua komponen. Masalahnya, listrik merupakan salah satu kebutuhan vital mulai dari rumah tangga hingga kelompok usaha. Pemerintah diharapkan tidak saja peduli nasib warga miskin, tetapi juga mereka yang bersiap miskin akibat pandemi Covid-19. Setidaknya berikan diskon dengan menyesuaikan strata pelanggan.
Nang Liong Nyoman Kita semua kesulitan uang pada saat ini, kenapa pembebasannya tidak ditinjau kembali? Yang listriknya 1.300 VA bukan berarti banyak uang, pak. Kalau mau bebas atau bayar separuh, ya… disamakan saja pak biar adil. Nengah Pariasa Ketut Dirga, mungkin dengan pertimbangan pengguna 400-900 VA adalah masyarakat kurang mampu.
Rita Ayu Yunandari Baca judul: happy. Baca isi berita: langsung patah hati. Ketut Kantun Masyarakat sudah resah hadapi Covid-19, jangan beri harapan palsu lagi. Aisyah Putri Yang pakai pulsa tetap beli pulsa.
Jaya Santosa Keadilan sosial bagi selu-
ruh rakyat Indonesia harus ditegakkan dong. Gusti Putu Agus Heri Yang pulsa, ya nasib.
Arya Sumarsika Itu yang 450 dan 900, yang 1.300 tetap bayar pakai pulsa. Bagus Paksi Bali Setelah bank, muncul lagi yang seperti ini. Tidak ada apanya.
Abdurrohman Hidayat Yang pulsa bagaimana caranya gratis? Enggak beli ya enggak hidup.
Pekak Max Kalau bisa, PLN harus melihat ke bawah. Orang pakai pulsa merasa dirugikan. Apa PLN tidak merasa dirugikan? Kalau bisa, lebih baik jangan pakai pulsa. Kembalikan meteran lama. Konsumen bayar pajak pulsa jadinya.
Ketut Dirga Kok enggak sampai ke 1.300 VA ya?
Komang Sugiana Saya pakai listrik pulsa pak. Pulsa habis, listrik mati! Putu Mare Komang Sugiana, nah itulah maksud PLN, diminta tidak menggunakan listrik selama tiga bulan.
Nyeri Sendi, Apakah Selalu karena Asam Urat? Oleh : dr. Brigitta Melasti Elitahayu
NYERI sendi merupakan keluhan yang sering dirasakan masyarakat luas. Mulai dari kalangan dewasa muda berumur di atas 30 tahun sampai orangorang lanjut usia. Berdasarkan Riskesdas 2018, angka kejadian nyeri sendi di Indonesia sekitar 7,3 persen. Nyeri sendi juga bisa menjadi penghambat seseorang untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari dan itulah yang menjadi salah satu alasan seseorang untuk segera mencari penyebab dan pengobatan untuk nyeri sendinya. Pada kalangan masyarakat saat ini, sudah beredar anggapan bahwa nyeri sendi yang kerap dialami tersebut disebabkan kadar asam urat yang tinggi. Begitu mereka memeriksakan diri ke dokter, kalimat yang sering disampaikan adalah ‘’Dok, asam urat saya pasti tinggi soalnya kaki saya nyeri sekali’’. Lalu, bagaimana fakta sebernarnya secara medis? Apakah memang kadar asam urat yang tinggi selalu didapatkan pada setiap pasien dengan keluhan nyeri sendi? Secara medis, keluhan nyeri sendi tidak selalu berkaitan dengan naiknya kadar asam
urat dalam darah. Banyak faktor lain yang berkaitan dengan kondisi nyeri sendi itu sendiri. Diagnosis nyeri sendi pun bergantung pada beberapa kondisi seperti tipe nyeri, lokasi nyeri sendi, jumlah sendi yang terlibat pada saat nyeri berlangsung. Bahkan bisa juga dilihat dari jenis kelamin dan keluhan lain yang menyertai. Dari data Riskesdas 2018 didapatkan hasil bahwa osteoartritis merupakan jumlah terbanyak penyakit yang didapatkan dari keluhan nyeri sendi bukan nyeri sendi yang disebabkan oleh kenaikan kadar asam urat. Lalu, kondisi nyeri sendi yang bagaimana yang berkaitan dengan kadar asam urat yang tinggi? Nyeri sendi yang berkaitan dengan naiknya kadar asam urat dalam darah dalam medis disebut dengan gout artritis. Gout artritis merupakan nyeri sendi yang sebagian besar mengenai ibu jari kaki yang disertai bengkak dan kemerahan, pada kondisi yang sudah lama bisa tampak benjolan pada ibu jari kaki. Pada kondisi awal, gout artritis ini bisa muncul secara mendadak dan dalam waktu yang singkat. Biasanya pada
saat bangun pagi pasien akan merasakan sakit yang hebat sampai tidak bisa berjalan, bengkak dan terasa hangat serta tampak kemerahan. Jika proses tersebut berlanjut lalu dapat mengenai sendi yang lainnya seperti pergelangan kaki/tangan, lutut dan siku. Faktor pencetus gout artritis biasanya karena trauma lokal, diet tinggi purin seperti jeroan, daging baik daging sapi, babi, kambing atau makanan dari hasil laut, kacang-kacangan, bayam, jamur, kembang kol, sarden, kerang, minuman berakohol, kelelahan fisik, dan stres. Saat ini masyarakat dapat dengan mudah melakukan pemeriksaan kadar asam urat
secara mandiri dan membeli obat penurun asam urat sendiri pula. Padahal sebenarnya penggunaan obat penurun kadar asam urat yang tidak tepat sasaran justru dapat menimbulkan kekambuhan. Oleh karena itu, jika kita mengalami gejala nyeri sendi maka lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Konsultasi tersebut penting agar diagnosis yang tepat bisa ditegakkan dan pengobatannya pun bisa lebih tepat sasaran, karena pada nyeri sendi terapi obat dan edukasi yang tepat penting untuk penyembuhan dan menghindari kekambuhan. Edukasi yang perlu diketahui yaitu tentang pola hidup sehat
seperti olahraga ringan untuk nyeri sendi dan penurunan berat badan yang juga bisa membantu mengurangi resiko kekambuhan nyeri sendi. (ad012)