Skip to main content

Edisi Senin 2 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 193 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Paing, 2 MARET 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Cegah Aksi Geng Motor

Bobol Toko untuk Bayar Utang

Banjir di Yehembang

Aksi kejahatan jalanan dan pengeroyokan akhir-akhir ini marak terjadi. Menekan kejadian tersebut polisi pun menerjunkan tim untuk patroli. Patroli tersebut merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Bahkan dilipatgandakan jumlahnya bila malam Minggu.

Tim gabungan Polres Bangli dan Polsek Susut menangkap I Wayan Sumerta alias Apel. Warga asal Manggis, Karangasem itu diduga membobol toko di Desa Tanggahan Peken, Desa Sulahan, Susut. Kepada polisi, Apel mengaku nekat mencuri di toko itu untuk membayar utang. BANGLI | HAL. 9

Hujan deras mengguyur Jembrana, Minggu (1/3) kemarin. Akibatnya sejumlah alur sungai meluap. Salah satunya di Sungai Yehembang, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Air sampai meluber ke jalan.

DENPASAR | HAL. 2

JEMBRANA | HAL. 11

Putri Suastini Koster Warnai Apresiasi Puisi ’’Seni Vs Korupsi’’ ’’Idealisme kita, kesetiaan kita terhadap negeri bisa dari mana saja. Mulainya dari mana? Mulai dari anakanak kita. Tanamkan itu sebagai karakter dirinya, budi pekertinya, apa yang harus dia lakukan untuk negeri ini.’’ Ni Putu Putri Suastini Koster

OPINI

Mesti Saling Mendukung dan Berkembang Oleh : I Made Sara WABAH Corona di sejumlah negara, khususnya Tiongkok, menjadi tekanan pada sektor pariwisata Bali. Sebab, jumlah wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali yang merupakan jumlah terbesar kedua setelah Australia. Dampak ini sangat dirasakan oleh pelaku usaha pariwisata. Penurunan jumlah kunjungan wisatawan ini sudah pasti berdampak langsung pada penerimaan pajak hotel dan restoran (PHR) yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota se-Bali. Penurunan jumlah wisatawan tentu juga akan berdampak pada petumbuhan ekonomi Bali karena sektor pariwisata merupakan leading sector pembangunan Bali. Karena sektor pariwisata Bali memberikan kontribusi lebih dari 50% terhadap PDRB Provinsi Bali. Kebijakan meniadakan pungutan pajak hotel dan restoran merupakan kebijakan yang sangat penting dan bijaksana dari pemerintah pusat dalam membantu pemulihan pariwisata dan perekonomian daerah. Pemerintah dan seluruh pelaku pariwisata hendaknya betul-betul memanfaatkan kebijakan ini dengan sebaik-baiknya karena ini akan berlaku selama enam bulan. Kita menyadari bahwa Bali sementara ini sangat tergantung dengan pariwisata, dan dapat dipastikan akan terjadi tekanan bagi ekonomi Bali jika pariwisata melemah. Untuk itulah, ke depan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tetap berupaya mendorong upaya-upaya antisipasi untuk tetap menggairahkan pariwisata dan Bali sudah saatnya benar-benar mempersiapkan diri membebaskan diri dari ketergantungan terhadap pariwisata. Hal. 11 Mencari Alternatif

Harian Bisnis Bali ’’Recovery’’ Pariwisata Virus Corona yang awalnya berkembang di Tiongkok kini meluas ke beberapa negara lainnya. Bali pun terkena dampaknya, sehingga perlu menggelar recovery. Bagaimana langkah Bali? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Sampah di Pantai 30 Ton Per Hari Angin barat menyebabkan menumpuknya sampah di pantai kawasan Badung. Bahkan setiap hari sampah mencapai 30 ton.

www.denpost.id

SENIMAN - Ni Putu Putri Suastini Koster foto bersama dengan para seniman dan tokoh masyarakat pada Malam Apresiasi Puisi bertajuk ‘’Seni VS Korupsi’’ di Jakarta, Sabtu (29/2). MALAM Apresiasi Puisi bertajuk ‘’Seni VS Korupsi’’ berlangsung dengan apik dan menawan di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Sabtu (29/2). Di deretan nama penyair nasional yang memeriahkan acara tersebut, ada pula istri Gubernur Bali, Ni

Putu Putri Suastini Koster. Seniman multitalenta berjuluk ‘’Penyair Mantra’’ ini membacakan puisi ‘’Sumpah Kumbakarna’’ karya Dhenok Kristianti, yang nampak hadir pula menyaksikan pagelaran tersebut. Malam apresiasi puisi yang menyoroti pencega-

han korupsi tersebut, antara lain diisi dengan gelar aksi dan karya dari para seniman. Seperti Ine Febriyanti, Joshua Suherman, Septian Dwi Cahyo, Mustapa, Nabila Gomez, beserta penampilan Sosiawan Leak. Hal. 11 Perlu Ditanamkan

Nyalakan Kembali Pijar Pertanian KISAH manusia Bali mulai tertarik mengejar dolar dari pariwisata disinggung dalam novel Diana Darling ‘’A Painted Alphabet’’. Adrian Vickers yang menukil cerita Diana Darling menyangkut pariwisata tersebut memberi judul ‘’Pijar Pariwisata’’ dan menjadi salah satu tulisan dalam buku ‘’Bali Tempo Doeloe’’. Pijar Pariwisata memang kemudian menerangi ekonomi Bali bahkan begitu menyilaukan, namun rapuh. Menyalakan kembali pijar lain yakni pertanian dan indusri kecil menengah harusnya serius dilakukan demi tercapainya keseimbangan baru.

B

eberapa kali pijar pariwisata pernah meredup, membuat ekonomi Bali berada dalam keremangan. Kini pijar pariwisata Bali kembali meredup akibat wabah virus Corona. Dalam jangka pendek, nampak segala upaya akan dikerahkan untuk menjaga nyala terang pijar pariwisata. Salah satunya dengan menggelontorkan dana hampir Rp 10 triliun. Tujuannya adalah menarik minat wisatawan asing berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali. Namun, setelah berkalikali pijar pariwisata meredup, harusnya Bali segera berani mengambil sikap tegas, menepikan pariwisata. Atau lakukan upaya serius mencari keseimbangan antara pariwisata dan sektor lainnya agar jangan pariwisata seakanakan segala-galanya. Menurut Guru Besar FEB Unud Prof. I Wayan Ramantha, dalam jangka pendek memang sulit melepas langsung ketergantungan terhadap pariwisata. ‘’Untuk jangka pendek, tidak bisa Bali hidup tanpa pariwisata. Tapi dalam jangka panjang, kita tidak boleh menggantungkan perekonomian pada satu sektor saja. IKM, kerajinan, pertanian, perikanan, pelan-pelan kontribusinya pada PDRB harus ditingkatkan melalui kebi-

jakan pemerintah,’’ kata Ramantha. Menggantungkan penggerak ekonomi hanya dari pariwisata bukan pilihan bijak karena sangat rapuh. Terbukti ekonomi rentan mengalami guncangan. Selain itu, bergantung pada hanya satu sektor tidaklah sehat. ‘’Mayoritas dalam artian sangat-sangat mayoritas. Sekarang kontribusinya 70 persen, tapi kalau 51 persen silakan, tapi 49 persennya itu UKM dan pertanian,’’ tandasnya. Hal. 11 Australia Mulai

’’Untuk jangka pendek, tidak bisa Bali hidup tanpa pariwisata. Tapi dalam jangka panjang, kita tidak boleh menggantungkan perekonomian pada satu sektor saja. IKM, kerajinan, pertanian, perikanan, pelan-pelan kontribusinya pada PDRB harus ditingkatkan melalui kebijakan pemerintah.’’ Prof. Ramantha

’’Harus diurai dulu apa sebenarnya persoalan kita. Kita selalu bicara pariwisata berkualitas, selalu gitu, namun tidak ada tindakan.’’ Dr. Wayan Mertha

Sudah 53 Negara Terjangkit Corona Dipulangkan, WNI Kematian Pertama di Australia dan Thailand di Diamond Princess

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan kesiagaan level risiko penularan dan risiko dampak dari virus Corona, Covid-19, untuk skala global menjadi sangat tinggi atau setara dengan Tiongkok. Terdapat lebih dari 85.000 kasus terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia, sebagian besar di Tiongkok, menurut WHO. Sementara itu, di luar Tiongkok virus Corona telah menjangkit ke 53 negara dengan lebih dari 6.000 kasus dan 86 kematian.

Sebanyak lima negara melaporkan kasus Covid-19 pertamanya dalam 24 jam terakhir, yaitu Belarusia, Lithuania, Belanda, Selandia Baru, dan Nigeria. Di kawasan Pasifik Barat kasus terbanyak terjadi di Korea Selatan (2.337), Jepang (210), Singapura (96), Malaysia (24), Australia (23), Vietnam (16), Filipina (3), Kamboja (1), Thailand (40), India (3), Nepal (1), Sri Lanka (1). Bali Post/ant Hal. 11 ABK - WNI ABK Diamond Princess, turun dari Kapal Pesiar kapal, Minggu (1/3) kemarin.

SEBANYAK 69 warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan anak buah kapal pesiar Diamond Princess yang tertambat di Yokohama, Jepang, semalam dipulangkan ke Tanah Air. Pada Minggu (1/3) siang waktu Tokyo, para WNI ABK yang telah dikarantina selama lebih dari dua pekan di kapal tersebut memulai proses pemulangan ke Indonesia. Setelah makan siang yang dikirim oleh KBRI Tokyo, para WNI turun satu per satu dari kapal untuk diukur suhu tubuhnya. Hal. 11 Observasi di Pulau


Senin Paing, 2 Maret 2020

Kargo Peti Kemas Sulit Berkembang Denpasar (Bali Post)Kargo peti kemas di Pelabuhan Benoa sulit berkembang, karena bersaing dengan angkutan darat. Untuk memperkuat kargo angkutan laut, kerja sama dan kolaborasi dibangun, baik antara Pelabuhan Benoa, forwarding, bea cukai dan pelayaran. “Kita tidak bisa bekerja sendiri–sendiri. Kita harus bersama– sama berkolaborasi untuk meningkatkan angkutan logistik laut,” kata Direktur Operasional dan Komersial Pelindo III, Putut Sri Mulidjanto, belum lama ini. Maka dari itu, pihaknya memberikan insentif. Namun, insentif tidak hanya diberikan di Pelabuhan Benoa tapi juga di Surabaya. Totalnya 31 persen, termasuk biaya bongkar muat di Surabaya dan di Pelabuhan Benoa. “Di terminal peti kemas Surabaya kita berikan insentif, di Benoa juga kita berikan insentif,” jelasnya. Sementara Ketua DPW ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) Bali A.A. Bgs. Bayu Joni Saputra dalam kesempatan yang sama mengungkapkan sulitnya mendorong produksi produk ekspor karena dalam 10 tahun terakhir, ekspor mengalami penurunan 30 persen. Apalagi saat ini wabah virus Corona merebak. “Saya pikir semua negara pertumbuhannya terkoreksi,” ungkapnya. Dengan adanya pemberian insentif dan tambah call kapal pengangkut logistik, ia belum berani memprediksi dampak ekspor ke depannya. Bayu akan melihat dan mengevaluasi dalam 2 bulan pertama kemudian tiga bulan selanjutanya. “Target 2020 belum bisa kita prediksi karena virus Corona ini belum bisa juga diprediksi sampai kapan. Bahan baku dari Tiongkok dan negara tujuan ekspor kita juga ke Tiongkok, sehingga mengalami gangguan,” ungkapnya. Meski negara terdampak paling dominan Tiongkok, namun dikatakan negara lain juga terdampak termasuk Eropa. Barang–barang ekspor tersebut berupa furniture dan handicraft. (kmb42)

Bali Post/eka

EKSPOR - Sebuah kendaraan tengah menarik peti kemas untuk ekspor di pelabuhan Benoa, Denpasar.

Besok, Sidang Dana Silpa APBDes

Saksi Pelapor Siap Buka-bukaan Denpasar (Bali Post) Sidang dugaan korupsi dana Silpa APBDes Dauh Puri Kelod dengan terdakwa Ni Putu Ariyaningsih, Selasa (25/2) tertunda karena ketua majelis hakim sakit. Atas kondisi itu, para saksi kembali dipanggil ulang, termasuk saksi pelapor Nyoman Mardika. ‘’Ya, sidangnya ditunda Selasa lalu. Saya kembali mendapatkan panggilan Selasa, 3 Maret, untuk bersaksi di Pengadilan Tipikor Denpasar,’’ ujar Mardika, Minggu (1/3) kemarin. Atas pemanggilan itu, Nyoman Mardika yang selalu aktif memantau kasus tersebut mengaku akan siap bongkar-bongkaran dalam persidangan besok. Dia siap buka-bukaan apalagi dia mengaku tahu persis peristiwa yang menyeret bendahara Desa Dauh Puri Kelod sebagai terdakwa. ‘’Siap,’’ kata Mardika semangat. Di sisi lain, Kasi Intel Kejari Denpasar, Agung Ary Kesuma, memastikan bahwa perkara ini tidak berdiri sendiri. Artinya ada keterlibatan orang lain. Sehingga dia memastikan dalam waktu dekat akan ada tersangka lain, di samping terdakwa Ni Putu Ariyaningsih. Namun demikian, dia kembali mengatakan bahwa pihaknya juga akan melihat proses persidangan, sehingga akan lebih gamblang dan terbuka siapa yang terlibat dalam kasus yang merugikan keuangan negara hingga ratusan juta itu. Sebelumnya, mantan Kepala Desa Dauh Puri Kelod, I Gusti Made Wira Namiarta, disebut dalam dakwaan kasus korupsi dana Silpa APBDes Dauh Puri Kelod dengan terdakwa Ni Putu Ariyaningsih, Selasa (28/1). Bahkan, JPU I Kadek Wahyudi Ardika dkk., di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Gede Rumega, secara gamblang menjelaskan bahwa terdakwa Ni Putu Ariyaningsih yang merupakan bendahara Desa Dauh Puri Kelod, bersama-sama dengan I Gusti Made Wira Namiarta selaku Kades berdasarkan SK Wali Kota Denpasar, dan saksi Luh Made Cihna Kembar Dewi selaku Sekdes Desa Dauh Puri Kelod dan saksi Putu Wirawan, Kaur Keuangan, diduga melakukan tindak pidana korupsi. Yakni, kata jaksa, tahun 2013 hingga 2017 di Kantor Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat, diduga telah melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan, dengan sengaja menggelapkan uang atau surat berharga yang disimpan karena jabatannya, atau membiarkan uang atau surat berharga tersebut diambil atau digelapkan orang lain, dan atau membantu melakukan perbuatan tersebut. Meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut. Dalam perkara ini, terdakwa disebut merugikan keuangan negara hingga Rp 988.457.708,85, yang diketahui berdasarkan audit BPKP RI Perwakilan Bali. Masih dalam dakwaan jaksa, disebut terdakwa Ni Putu Ariyaningsih dan I Gusti Made Wira Namiarta, bersama Sekdes dan Kaur Keuangan mengelola sisa keuangan desa secara tidak benar dan tidak berpedoman pada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 37 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Desa dam Perwali Denpasar No. 10 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa yang telah diganti dengan Perwali Denpasar No. 17 Tahun 2017, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa. (kmb37)

Topik : Cegah Gesekan SAAT Pangerupukan

Bali Post/ist

Disambar Petir, Hotel Bali Beach Terbakar KEBAKARAN - Wagub Cok Ace meninjau kondisi kebakaran di Inna Grand Bali Beach, kemarin.

Denpasar (Bali Post) -

Hotel Inna Grand Bali Beach terbakar, Minggu (1/3) kemarin. Penyebabnya diduga sambaran petir yang menimpa antena seluler di lantai 10 gedung tersebut. Api yang awalnya hanya di lantai 10 merembet ke laundry room yang berada di lantai satu. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, kerusakan hanya terjadi di laundry room. ‘’Mungkin ada loncatan api yang awalnya ada di plafon lantai 10. Tapi sebenarnya kebakaran sudah diselesaikan di internal Bali Beach ketika masih di lantai 10,’’ ujarnya. Tamu yang sedang menginap saat itu dikatakan hanya mengisi 40 kamar. Semua tamu pun dievakuasi ke kamar bagian selatan dari gedung. ‘’Cuma kita tidak mau berisiko. Kebetulan tamu

hanya memakai 40 kamar itu sudah pindah. Penanganan sudah bagus dan tamu-tamu sudah dipindahkan dari tower,’’ ungkapnya. Tamu tersebut dipindahkan ke bagian selatan karena adanya kekhawatriran korslet atau yang lain. Rencananya pagi ini akan dicek instalasi listrik di tower. Kepala BPBD Denpasar I.B. Jony Ariwibawa mengatakan, BPBD mengerahkan semua armada dari empat pos dengan empat armada untuk memadamkan api di Bali Beach. Penyebab kebakaran, kata Jony, berawal dari lantai 10 yang diduga sambaran petir

yang mengenai antena seluler. ‘’Mungkin berhubungan ke bawah sampai apinya ke lantai dasar. Itu yang menyebabkan api ada di laundry,’’ jelasnya sambil menyebut api berhasil dipadamkan 30 menit setelah pihaknya menerima laporan. PLN, BPBD dan teknisi hotel sudah mengecek kondisi kamar untuk memastikan tidak ada api lagi. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Pernah Terbakar 20 Januari 1993

GRAND Bali Beach terbakar hebat pada 20 Januari 1993. Kebakaran terjadi sejak pukul 12.45. Kebakaran merembet hingga ke keseluruhan hotel berlantai 10 pada jam 1 siang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diklaim yang terhebat dalam sejarah Bali dan di Indonesia pascakebakaran hebat di Sarinah pada November 1984. Hampir seluruh kamar hotel rusak, kecuali kamar 327 yang disebut-sebut memiliki kekuatan mistis. 300 kamar tersisa, yaitu yang berada di wing selatan dan

cottage, selamat. Hebatnya, hotel tersebut secara struktural tidak mengalami masalah yang sangat serius. Pada 4 Oktober 1993 Inna Grand Bali Beach dibuka kembali setelah direnovasi. Biaya yang dihabiskan dalam renovasi mencapai Rp 82 miliar dan memperkerjakan 1.500 tenaga kerja. Hotel ini mulai beroperasi pada 1 November 1966. Hotel dengan 10 lantai ini memiliki 246 kamar. Bangunan yang memadukan arsitektur Jawa dan Bali ini digagas oleh Presiden Soekarno. (pusat data)

Cegah Gesekan Saat ’’Pangerupukan’’ Denpasar (Bali Post) Usai Galungan dan Kuningan, umat Hindu akan merayakan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1942 yang jatuh pada Rabu (25/3) mendatang. Berbagai persiapan pengamanan dilakukan Polresta Denpasar, termasuk menghilangkan kesan seram saat Pangerupukan, yaitu gesekan antarpengusung ogoh-ogoh. Dari data diperoleh di Polresta, ada sekitar 1.092 ogoh-ogoh yang diarak tahun ini. Rinciannya, di wilayah Denpasar Barat ada 181 ogoh-ogoh, Denpasar Utara 115 ogoh-ogoh, Denpasar Timur 294 ogohogoh, Denpasar Selatan 306 ogoh-ogoh, Kuta Selatan 104 ogoh-ogoh, dan Kuta 92 ogoh-ogoh. ‘’Kalau memang ada parade atau lomba ogoh-ogoh mohon di-setting sebagai atraksi budaya yang ditunjukkan di depan wisatawan,’’ tegas Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol

I Nyoman Gatra, Minggu (1/3) kemarin. Menurut Kompol Gatra, harus dikemas dengan apik supaya tidak ada gesekangesekan yang bisa viral dan menjatuhkan kredibilitas Bali itu sendiri di mata dunia. Lebih-lebih saat ini kita mendorong agar pariwisata tetap bergairah pasca-isu virus Corona. Pihaknya menginginkan pelaksanaan Nyepi dan rangkaiannya tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Alasannya, kegiatan ini rutin tahunan sehingga pelaksanaan tahun lalu dievaluasi dan dibenahi tahun ini. Diharapkan tokoh desa adat lebih tegas lagi dengan aturan mainnya. ‘’Tokoh-tokoh desa adat dan politik harus bekerja maksimal sehingga hajatan Nyepi serta menjelang pilkada serentak di Bali tetap aman dan menjadi ikon yang membanggakan,’’ tegas mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa, Den-

pasar Selatan ini. Perwira melati satu yang fasih bahasa Inggris ini mengimbau agar komunitas yang membuat ogoh-ogoh bergabung dengan desa adat setempat, guna sebelum diarak ogoh-ogoh tersebut bersama-sama di-pelaspas dan rutenya pun sama. Tujuannya adalah untuk mencegah agar pengarakan

Tokoh desa adat dan tokoh politik harus bekerja maksimal, sehingga hajatan Nyepi serta menjelang pilkada serentak di Bali tetap aman dan menjadi ikon yang membanggakan.

ogoh-ogoh tidak melewati batas wilayah desa adat masing-masing. ‘’Di sinilah kami harapkan sinergitas dan peran serta tokoh-tokoh desa adat dan agama untuk mengoordinasikannya. Tujuannya supaya perayaan Nyepi dan rangkaiannya berlangsung aman, tertib, nyaman dan sejuk,’’ ungkap Kompol Gatra. (kmb36)

Meningkat, Pembayaran Klaim JBM

Bali Post/ist

PATROLI - Pasukan Raimas Polresta Denpasar bersiap patroli cegah geng motor beraksi.

Cegah Aksi Geng Motor, Polresta Kerahkan Ratusan Personel

Denpasar (Bali Post) Polresta Denpasar all out menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan. Terlebih aksi kejahatan jalanan dan pengeroyokan terhadap pemotor marak akhir-akhir ini. Mencegah kejadian tersebut, setiap piket malam Polresta dan Polsek jajaran mengerahkan 278 personel. ‘’Kalau malam Minggu atau hari libur, jumlah kekuatan dilipatgandakan. Termasuk pasukan Raimas (pengurai massa),’’ tegas Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra, Minggu (1/3) kemarin. Kompol Gatra menyampaikan, patroli tersebut meru-

pakan kegiatan rutin yang ditingkatkan. ‘’Tapi tadi malam tidak ada yang muncul (geng motor). Tidak ada juga informasi dari masyarakat. Apakah memang mereka sudah habis atau karena suasana hari raya?’’ ungkapnya. Titik yang disasar tim patroli ini, yakni Jalan Mahendradata, Jalan Gatot Subroto (Gatsu) khususnya Gatsu Barat, Jalan Teuku Umar, Jalan Bypass Ngurah Rai khususnya di wilayah Denpasar Selatan, Kuta dan Nusa Dua. Pihaknya juga memperkuat patroli tersebut dengan menurunkan pasukan Raimas terpadu merupakan piket terpadu

dengan bersepeda motor. Tapi dalam setiap operasi penanganan geng motor, pihaknya selalu mengedepankan berpakaian tertutup (preman). Sementara yang pakaian terbuka (dinas) mem-back up setelah diamankan anggota berpakaian preman. ‘’Ini pola penanganan bibitbibit geng motor atau trektrekan yang kami terapkan terbaru di tahun 2020. Kami juga menerapkan sistem penanganan Tintas De Binter (tindak sampai tuntas dengan pembinaan terpadu) melibatkan Polri, orangtua, kepala lingkungan dan kepala sekolah,’’ ucap mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa, Denpasar ini. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Nilai klaim yang dibayarkan PT Jamkrida Bali Mandara (JBM) kepada lembaga jasa keuangan (LJK) tahun 2019 sebesar Rp 18 miliar lebih. Nilai klaim ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 9 miliar. Hal ini menandakan terjadi peningkatan kredit macet yang dialami LJK dalam kurun waktu setahun, menyebabkan penjaminan kredit yang dibayarkan JBM juga meningkat. Direktur Utama JBM, I Ketut Widiana Karya, mengatakan plafon yang dijamin oleh Jamkrida sebesar Rp 4,4 triliun tahun 2019 dan Rp 2,6 triliun 2018. Tahun 2019, penjaminan JBM pada kredit usaha mikro sebesar Rp 244 miliar dan pada kredit usaha non mikro sebesar Rp 1 triliun. Di tengah tan-

tangan dunia asuransi, Widiana tetap optimis bisnis JBM tetap berjalan lancar. Karena Jamkrida adalah perusahaan penjaminan yang memiliki kelebihan dari perusahaan asuransi. ‘’Kita justru punya kelebihan dari perusahaan asuransi, yaitu kita bisa memberikan penjaminan agunan pada debitur bagi debitur yang nilai agunannya tidak mencukupi. Selain itu JBM juga mengcover risiko meninggal dunia dan menjamin kredit bagi debitur yang usahanya macet. Sedangkan perusahaan asuransi hanya meng-cover apabila meninggal dunia,’’ jelasnya, Jumat (28/2). Optimismenya juga tergambar pada pendapatan penjaminan yang diperoleh pada 2019 sebesar Rp 20 miliar, pendapatan investasi Rp 8 miliar dan pendapatan lainnya Rp 684 juta. Sedangkan pada 2020, pendapatan penjaminan Rp 31 miliar, pendapatan investasi Rp 8 miliar. Bisnis perusahaan penjaminan juga diperkuat dengan asumsi mikro, yaitu pertumbuhan penjaminan diasumsikan tumbuh 16,90 persen. (kmb42)


Senin Paing, 2 Maret 2020

Hadiri ’’Karya Melaspas, Mendem Padagingan’’ Pura Puseh dan Desa

Giri Prasta Ingatkan Persatuan ’’Ngawangun Yadnya’’ Krama Adat Pelaga

UPACARA - Bupati Giri Prasta saat menghadiri upacara melaspas dan mendem padagingan di Pura Puseh, Desa Adat Pelaga, Kecamatan Petang dan bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (29/2).

SEIRING telah rampungnya pembangunan dan penataan Palinggih Ida Batara di Pura Puseh, Desa Adat Pelaga, Kecamatan Petang dan bertepatan dengan Hari Suci K un i n g a n, S a b t u ( 2 9 /2 ) lalu, krama Desa Adat Pelaga melaksanakan upacara melaspas dan mendem padagingan. Upacara tersebut juga dihadiri I Nyoman Giri Prasta selaku Bupati Badung sekaligus krama Desa Adat Pelaga. Giri Prasta saat itu diberikan kehormatan ikut melaksanakan prosesi mendem padagingan di salah satu palinggih dan didampingi oleh Mangku Gede Pura Luhur Pucak

Mangu, Camat Petang I Wayan Darma, Pj. Perbekel Desa Pelaga I Dewa Made Widana, serta tokoh masyarakat setempat. Pelaksanaan upacara ini di-puput Ida Pedanda Gede Ngurah Putra Keniten dari Geria Kediri Sangeh. Rampungnya pembangunan dan penataan Pura Puseh dan Desa Adat Pelaga mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung Rp 3,5 miliar. Di selasela sambutannya, Bupati Giri Prasta yang juga tokoh adat masyarakat Pelaga mengajak masyarakat untuk selalu bersatu dalam melaksanakan kegiatan di desa adat agar semua bisa berjalan sesuai dengan

rencana dan harapan. Lebih lanjut Giri Prasta melakukan musyawarah dengan tokoh Desa Adat Pelaga mengenai rencana kerja desa adat, seperti merancang sejumlah agenda, yakni penataan Kantor Desa Adat dan LPD, ngodak tapakan Ratu Gede, nyekah bersama dan ngusaba desa dan ngusaba nini. ‘’Sesuai dengan sastra agama, ngusaba desa lan ngusaba nini seharusnya dilaksanakan setiap 30 tahun sekali oleh desa adat. Namun, kita di Desa Adat Pelaga dalam kurun waktu 50 tahun terakhir belum melaksanakannya. Untuk itu, saya bersama tokoh dan panglingsir desa adat

sudah sepakat akan melaksanakan upacara ngusaba desa lan ngusaba nini di tahun 2021 dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar,’’ ujarnya. Bupati Giri Prasta juga mengatakan, mengingat banyaknya agenda penting desa adat yang akan dilaksanakan, pihaknya meminta agar krama agung Desa Adat Pelaga untuk bersatu. ‘’Bersatu, setengah perjuangan kita sudah berhasil. Semoga dengan yadnya tulus yang kita haturkan kepada Sang Hyang Widhi Wasa, Desa Adat Pelaga beserta isinya memperoleh kedamaian kebahagiaan dan kelimpahan rezeki,’’ paparnya. (ad012)

Kunjungan Wisman Turun

Polisi Tetap Pantau Objek Wisata Mangupura (Bali Post) -

Makin meluasnya penyebaran wabah virus Corona mengakibatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, termasuk Bali, turun drastis. Kendati demikian, Kapolres Badung, AKBP Robi Septiadi, tetap mengerahkan anggotanya untuk memantau dan melakukan pengamanan di objek wisata. Terutama objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik (wisdom) dan warga lokal. ‘’Ratusan personel Polres Badung dan Polsek dikerahkan untuk melakukan pengamanan. Apalagi hari ini (kemarin - red) Umanis Kuningan, biasanya objek wisata padat pengunjung,’’ kata Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Minggu (1/3) kemarin. Menurut Oka Bawa, pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan lalu lintas, parkir dan pengamanan dalam areal objek wisata. Apalagi, di Polres Badung ada sejumlah pantai yang digandrungi wisatawan. ‘’Di Kecamatan Kuta Utara saja ada bebarapa pantai terkenal. Jadi yang dilibatkan pen-

gamanan semua satuan, ada Satlantas, Samapta, Polair dan anggota Polsek,’’ ujarnya. Oka Bawa mencontohkan di Abiansemal. Selain ada sejumlah objek wisata alam, spiritual dan kuliner, juga dilintasi turis menuju Petang atau pengunjung Tukad Bangkung. Di sejumlah titik jalur tersebut terkadang macet terutama saat hari libur. ‘’Bapak Kapolres Badung telah memberi arahan kepada kami supaya pengamanan objek wisata dilakukan secara maksimal. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan wisatawan,’’ tegasnya. (kmb36) Bali Post/ist

MEMANTAU - Kapolsek Abiansemal, Kompol Ida Bagus Putu Mertayasa, memantau situasi di Sangeh.

Sampah Kiriman Capai 30 Ton Per Hari Mangupura (Bali Post) Seiring musim angin barat, sejumlah pantai di wilayah Badung kembali diserbu sampah kiriman. Sejumlah alat berat tampak mondar-mandir untuk mengangkut sampah musiman tersebut. Dari data yang dihimpun pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, tumpukan sampah di kawasan pantai tersebut rata-rata mencapai 30 ton per hari. Intensitas sampah yang

tinggi saat musim angin barat ini membuat DLHK Badung kewalahan menanganinya. Hal ini diakibatkan masih kurangnya alat berat atau loader yang digunakan untuk membersihkan sampah. Dari puluhan kilometer bentangan pantai di Badung, DLHK hanya menggunakan empat loader untuk membersihkannya. Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung, A.A. Gede Agung Dalem, men-

gatakan pembersihan bibir pantai dilakukan secara bergiliran dari zona ke zona yang lainnya. Pihaknya juga tak menampik jika sampah yang dihasilkan untuk sampah kiriman mencapai 30 ton per hari. “Pembersihan kita bagi menjadi 12 zona. Setiap zona minimal panjangnya 1,2 kilometer. Jadi pembersihan untuk sampah berat kita lakukan secara bergiliran dengan sampah yang dihasilkan rata-rata 60 ton per dua hari,” ujar Agung Dalem, Minggu (1/3)

kemarin. Ia menambahkan, pembersihan sampah besar dilakukan bergilir karena di Badung DLHK hanya terdapat empat loader. Semua loader itu pun harus membersihkan 12 zona yang ada. “Jelas kalau memaksimalkan pembersihan, kita kekurangan loader. Minimal 1 zona ada 1 unit alat berat atau loader,” katanya. Agung Dalem mengatakan, dalam membersihkan bibir pantai di Badung, diturunkan 700 tenaga kerja

SAMPAH- Tumpukan sampah di Pantai Kuta sebelum dibersihkan oleh petugas DLHK Badung.

DLHK. Selain dibantu dengan empat loader, pembersihan juga dibantu dua unit barber cleaner untuk finising sampah-sampah yang kecil. “Untuk sementara ini kita bisa membersihkan sampah tersebut. Hanya saja mobilisasi alatnya agak lama dari zona satu ke zona yang lain. Kita bersihkan secara bertahap saja. Sebagian besar sampah yang dihasilkan adalah sampah kayu. Sampah kayu itu ditampung dan dibawa ke TPST di Mengwitani,” ujarnya. (kmb)

Bali Post/edi

REI Minta Biaya Investasi dan Tarif Listrik Diperhitungkan PENGGUNAAN panel surya pada bangunan lama dan baru untuk pelanggan rumah tangga dengan daya lebih kecil dari 10 kVA akan dilakukan paling lambat pada tahun 2024 mendatang. Hal ini tertuang dalam Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019. Asosiasi pengembang rumah, yaitu Real Estate Indonesia (REI) menyambut baik peraturan ini. Namun, perlu diperhitungkan biaya investasi dan tarif listrik ke depannya bagi pelanggan yang menggunakan panel surya ini. ‘’Saya melihat peraturan ini untuk rumah non-subsidi itu cukup bagus, cuma untuk rumah subsidi harus dikaji lagi, karena ada beberapa hal yang harus dipikirkan lagi. Terutama mengenai harga investasi di awal,’’ kata Ketua DPD REI Bali Pande Agus Permana Widura saat ditemui pada kegiatan bersih-bersih pantai di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Minggu (1/3) kemarin. Agus Permana Widura menyadari penggunaan panel surya memberikan manfaat positif bagi masyarakat karena biaya untuk kebutuhan listrik akan bisa dikurangi dengan adanya pembangkit listrik dari tena-

ga surya di rumah mereka. ‘’Artinya, bisa sebagai pengganti listrik yang didapat selama ini dari perusahaan listrik,’’ ujarnya. Ia melihat tarif listrik dari panel surya harganya relatif tinggi. Ia memandang perlunya klasifikasi atau penggolongan tarif listrik berdasarkan luas rumah atau bangunan. Sedangkan untuk rumah subsidi harus dipertimbangkan kembali karena harga rumah sangat murah sehingga investasi panel surya untuk rumah subsidi tidak bisa masuk perhitungan. Menurut Agus Permana Widura, dalam Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih telah disebutkan bangunan komersial, industri, sosial, dan rumah tangga dengan luas lantai lebih dari 500 meter persegi atau 5 are memasang sistem PLTS Atap atau pemanfaatan teknologi surya lainnya minimal 20 persen dari kapasitas listrik terpasang atau luas atap. Meski demikian, ia sependapat jika tujuan dari pemasangan panel surya untuk mendapatkan energi bersih dan pengurangan penggunaan listrik dari pembangkit yang tidak ramah lingkungan. (kmb42)

Inovasi Sistem Peringatan Tsunami Berbasis Radio Denpasar (Bali Post) Kerusakan alat peringatan tsunami yang ada di Tanjung Benoa membuat BPBD Bali berupaya melakukan inovasi sistem peringatan dini berbasis radio. Inovasi ini disampaikan dalam rapat Kamis lalu yang dihadiri sejumlah perwakilan dari BPBD kabupaten/kota dan para manggala BPBD Provinsi Bali. Kepala BPBD Bali, Made Rentin, mengatakan inovasi sistem ini disampaikan oleh

seorang relawan, Didi, yang sebagai inovator menyampaikan alat sistem peringatan dini tsunami dan gunung api dengan sistem radio digital dengan konsep indoor dengan radius 100 meter dan outdoor radius suara 1 kilometer. “Selanjutnya, akan dihibahkan master alat yang ada,” kata Rentin, Minggu (1/3) kemarin. Menurut Rentin, BPBD kabupaten/kota sepakat mendukung inovasi ini dan diharapkan di tingkat provinsi

dapat membantu dalam bentuk surat dukungan terkait CSR dalam kesiapsiagaan bencana. Untuk suara testing sirene nantinya akan ditambahkan Bahasa Bali, selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk public announcement dapat dilakukan dari lokasi pengoperasian bahkan melalui HT. Untuk alat pengendali dengan dia tombol, yaitu model testing dan model evakuasi agar diproteksi sehingga lebih

aman. “Guna memastikan, maka perlu diuji coba terlebih dahulu sehingga dapat diketahui kehandalan dari alat sistem peringatan dini yang telah tersertifikasi. Untuk luasan areal seluruh Bali, perlu dipastikan agar dapat tercover dengan jaringan radio sehingga dapat benarbenar berfungsi di seluruh wilayah Bali,” katanya. Rentin menambahkan, perlu diatur kembali terkait model pengaturan pembu-

nyian sirene terkait radius wilayah yang bisa dicapai. Sehingga ketika terjadi bencana, informasi dari BMKG ataupun PVMBG terkait daerah yang mungkin terlanda, sirene dapat berbunyi di wilayah landasan sesuai dengan pengoperasian. “Perlu juga diperkuat sistem yang memastikan mengetahui kondisi alat dapat berbunyi atau tidak pada saat kejadian atau testing sirene,” tegasnya. (kmb16)

Bali Post/kmb16

RADIO - Alat sistem peringatan dini tsunami berbasis radio.


Senin Paing, 2 Maret 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menghidupkan Pertanian Perlu Bukti, Bukan Janji BALI memang sudah terbiasa dengan pariwisata. Demikian juga Bali sudah terbiasa terhadap daampak anjloknya pariwisata. Sebut saja Bom Bali 1 dan Bom Bali 2. Keduannya membuat lumpuh pariwisata Bali beberapa lama. Demikian pula krisis ekonomi 1998. Dampaknya juga sama. Pariwisata juga terjun bebas. Namun berbagai permasalahan tersebut disikapi secara wajar. Bahkan kondisi tersebut menjadi wahana bagi komponen pariwisata Bali untuk berbenah. Sejumlah kebijakan pusat juga dikeluarkan. Misalnya mendorong kegiatan pemerintah untuk dilaksanakan di Bali. Tidak ada regulasi yang malah merugikan Bali seperti yang dilakukan pemerintah saat ini. Seperti rencana pengehentian sementara pungutan pajak hotel dan restoran (PHR). Sejalan dengan rencana itu memang pemerintah akan menguatkan dana bantuan khusus untuk sejumalh provinsi. Jumlahnya Rp 10 triliun. Bagi daerah lain yang tidak sepenuhnya mengandalkan pendapatan dari pariwisata, dipastikan itu sangat membantu. Namun bagi Bali, tentu hal tersebut sangat memberatkan. Apalagi kalau hitung-hitungannya dari bantuan khusus tersebut Bali hanya dapat sekitar Rp 7 - 8 triliun. Itu pun kalau pemerintah pusat mengizinkan dan tidak ada protes dari pemerintah daerah lainnya. Jumlah itu tentu sangat kecil bagi Bali. Karenanya sejumlah komponen termasuk sejumlah anggota DPRD menolak hal tersebut. Mereka menilai kebaikan tersebut memberatkan dan merugikan Bali. Intinya, mereka ingin menyatakan bahwa kebijakan tersebut sangat berlebihan menyikapi penurunan wisatawan saat ini. Sebab di masa low season saat ini ditambah dengan merebaknya isu Corona, akan sangat sulit menambah wisatawan. Mereka menilai apa yang dilakukan selama ini dengan menurunkan tarif pesawat terbang menuju Bali dan kebijakan diskon kamar hotel sudah lebih dari cukup. Selebihnya berikan masyarakat Bali dan pemerintah di Bali yang mengaturnya. Artinya, berikan mereka mencari formulasinya untuk menekan efek yang ditimbulkan. Sekaligus bisa memberi nilai tambah dalam jangka panjang. Seperti diwacanakan saat ini, untuk kembali menyeimbangkan ekonomi Bali. Selama ini Bali didominasi pariwisata. Hanya bertumpu pada satu sektor. Ketika sektor pariwisata menuai masalah, secara langsung berpengaruh pada ekonomi masyarakatnya. Karenanya Bali harus kembali mereposisi sektor yang nantinya berkontribusi secara sinergi menguatkan ekonomi Bali. Industri kecil dan pertanian adalah dua sektor yang kini terabaikan. Kita kadang terlena bahkan abai terhadap keduanya. Padahal sudah terbukti kedua sektor itulah yang menghidupi Bali ketika pariwisata terpuruk. Nah, ketika pariwisata kembali lesu seperti saat ini maka keduanya diharapkan tampil. Penampilannya saat ini bukan sekadar mengisi kekosongan dampak Corona, tetapi harus menjadi momentum untuk menguatkannya secara berkelanjutan. Gubernur Koster telah meletakkan tonggak untuk itu. Penerbitan pergub pemanfaatan buah lokal salah satunya. Ini merupakan regulasi yang bertujuan menguatkan sendi-sendi ekonomi Bali. Harapannya Bali tidak tergantung pada buah luar dan sekaligus menata kembali sektor pertanian. Namun bukan berarti keluarnya pergub telah menyelesaikan semuanya. Tidak. Perlu langkah selanjutnya untuk mendorong petani berproduksi. Jangan hanya berwacana. Perlu langkah nyata dalam penguatannya. Petani harus diberikan pendampingan. Harus ada insentif kepada krama Bali yang mau mengolah tanahnya. Ini menjadi penting, sebab banyak tanah di Bali dibiarkan terbengkelai. Mereka lebih merasa hidupnya terjamin ketika memilih menjadi buruh proyek. Mereka lebih nyaman menjadi karyawan ketika bekerja di perusahaan, walaupun gajinya sebatas UMR. Inilah faktanya. Banyak generasi muda yang tak tertarik lagi menjadi petani. Makanya pemerintah perlu mendorong, memberi insentif dan memberi kepastian bahwa sektor pertanian memang pekerjaan yang menjanjikan. Bukan sekadar janji. Apabila kepastian itu ada, maka secara perlahan akan mengubah mindset mereka untuk bergelut di sektor pertanian secara modern tanpa meninggalkan kearifan lokal yang selama ini menjadikan sektor pertanian menjadi daya tarik wisatawan.

POJOK Pariwisata dan pertanian di Bali mesti saling mendukung. - Wacana dari dulu. *** Nasionalisme, cara ampuh untuk mencegah korupsi. - Berjuang untuk negeri. *** Kini sudah ada 53 negara yang terjangkit virus Corona. - Pariwisata makin terancam.

Ayo Bangkit Baliku!

WABAH virus Corona telah nyata-nyata menghantam pariwisata Bali. Di beberapa kawasan pariwisata, pengusaha bahkan telah merumahkan karyawannya. Di sisi lain, pemerintah pusat dan daerah mengambil ancang-ancang untuk menghadapi kemungkinan terburuk dari imbas anjloknya kunjungan wisatawan. Perekonomian Bali sudah sejak lama bergantung pada pariwisata. Masyarakat dan pemerintah juga sudah lama terlena, sehingga menganakemaskan sektor ini. Sekarang di tengah kelesuan pariwisata, Bali lagi-lagi tersadar bahwa sektor ini sangat rentan dengan berbagai isu, sehingga perlu dipikirkan skema terburuk Bali harus bersiap hidup tanpa pariwisata. Netizen yang menanggapi pemberitaan tersebut di akun Facebook @balipost, menyampaikan keresahannya atas kondisi Bali saat ini. Sebagian netizen berpendapat, Bali tak bisa hidup tanpa pariwisata mengingat sumber dayanya sangat terbatas. Tidak mungkin ada industri skala besar di luar pariwisata yang bisa berkembang di Bali. Apalagi, pembangunan akomodasi pariwisata sudah banyak menyerobot tata ruang. Tidak sedikit pula netizen yang optimis Bali bisa hidup tanpa pariwisata. Mereka menawarkan gerakan Swadesi seperti yang dipopulerkan Mahatma Gandhi atau dalam bahasa Soekarno disebut berdikari. Dalam hal ini, produk-produk lokal Bali dikonsumsi orang Bali, sehingga terjadi perputaran ekonomi lokal yang dinamis. Terlepas dari dua pandangan berbeda di atas, sejatinya netizen sama-sama berharap Bali bangkit dari keterpurukan. Semua komponen diharapkan bersinergi, memperkuat komitmen dan meneguhkan langkah untuk berbenah demi Bali yang lebih baik di masa mendatang Wayan Ajust Dari dulu pariwisata Bali diuji dengan berbagai macam, entah itu Bom Bali 1 dan 2, bencana alam, sekarang virus. Saya yakin tidak ada tempat selain Bali yang taksu-nya luar biasa. Saya sudah membuktikan ke negaranegara lain di belahan dunia yang lebih luar biasa berasa seperti di planet lain, tapi hanya Bali yang punya taksu yang tidak dimiliki di negara lain. Taksu-nya Bali membuat orang-orang jadi ingin bolak-balik datang ke Bali. Saya seyakin-yakinnya Bali tidak ada habisnya. Suryawan Putra Kesempatan pemerintah untuk menata ulang industri andalan pulau kita, rapikan satu per satu yang amburadul, Bali jangan dijual murah. Dulu kita manusia Bali terkenal ramah tamah, sekarang? Terkenal marah-marah karena macet di mana-mana. Dulu orang Bali terkenal murah senyum, sekarang? Saling pasang muka masam, karena saling berebut. Mari kembalikan Bali

kita seperti dulu lagi. Putu Muliawan Taksu, keramahtamahan, senyum, budaya, alam, semua komplit ada di sini. Tapi perlahan-lahan ambisi, uang, membuat kita tidak peduli lagi. Mari bersama-sama kembalikan semua itu. Gusti Arik Tidak apa-apa telat sadar, lebih baik daripada enggak sama sekali. Risiko nina bobo pariwisata terlalu lama. Bukan cuma virus yang bikin Bali sepi, Bali tidak seperti dulu yang tidak ada saingan. Sekarang pariwisata yang lebih baik dari Bali banyak. Lebih baik maksudnya lebih aman, lebih terjangkau, lebih rapi dan bersih. Jadi kalau ingin ramai lagi, perbaiki diri sendiri. Kita sudah terlalu asal-asalan sekarang menyikapi gelombang pariwisata. Arya Prana Bali astungkara selalu sejalan dengan pariwisata. Hanya, tolong hasil pajaknya dimeratakan.

Jangan dimakan daerah tertentu saja. Jika pariwisata adalah pilar utamanya, dimohon pemda mau membantu sektor lain agar ikut berkembang sejalan pembangunan pariwisata. Sang Tarka butuh waktu panjang jika Bali tidak menggantungkan diri dari pariwisata. Bali tidak punya sumber daya alam. Lahan pertanian juga sangat minim. Kadek KS Waktunya rehab pembaruan rumah, lingkungan, tempat wisata, dan lain-lain. Nanti di saat musibah sudah reda, wajah baru lebih indah berseri. Buda Yasa Sangat setuju, pertanian harus diprioritaskan. Bali harus bisa mandiri, bebas dari ketergantungan. Ketergantungan akan membuat Bali lemah dan pariwisata telah membuat masyarakat dan pemerintah lupa diri. Ibg Surya Peradantha Agrarisnya digarap, subak diperkuat. Aturan tentang sawah,

subak dan ruang terbuka hijau direvisi supaya lebih pro-lingkungan. Igedemade Arta Suyasa Pertanyaan, apa sektor lain selain pariwisata? Hotel, restoran, dll. sudah menjamur, mau dikemanakan? Pariwisata mesti jalan terus, pertanian, kerajinan, dan lainnya sebagai penunjang pariwisata terus dikembangkan. Astungkara bisa ekspor dan membuka lapangan kerja lebih banyak. RahDedy Arjun Pemerataan daerah wisata ke semua kabupaten agar tak jenuh hanya daerah itu-itu saja. Ida Bagus Leny Swaha, Bali tanpa turis biar Bali kembali seperti sediakala, tidak usah ruwet. Wahyudi Abi Faris Bisa dicoba seperti apa yang telah dilakukan Bupati Kulonprogo, Yogyakarta. ‘’Rakyat Bali membeli Bali’’. Mulai dari pan-

gan sampai pakaian dan industri dimaksimalkan milik pribumi, belanja di toko atau warung pribumi maka Bali akan sejahtera rakyatnya. Selama ini di Bali banyak pengusaha dari luar Bali, bahkan luar negeri yang hanya mengambil keuntungan saja di Bali, hasilnya dibawa ke luar Bali. Mari kita budayakan belanja di warung dan toko atau apa pun yang milik tetangga terdekat dan pribumi. Saya yakin Bali, rakyat Bali bisa sejahtera walau tanpa pariwisata. Triasa Poleng Bali terlalu terbuai dengan pariwisata sehingga lahan hijau beralih fungsi, tanah diperjualbelikan, kawasan pura sebagai tempat suci jadi wisata dan sebagainya. Ketika Bali ditinggalkan pariwisata, Bali hanya tinggal nama. Yayuk Eka Rahayu Pramono Krisis dunia, jangan Bali selalu disalahkan terus sekarang Lombok ditawarkan. Bandara dunia banyak ditutup. Mumpung sepi, yuk bersihkan Bali dari sampah. Ayo bangkit Baliku.

Sosial Unhi Denpasar Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

Siap Cetak SDM Bali Unggul

UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar membuka pendaftaran mahasiswa baru Tahun Akademik 2020/2021. Antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda untuk kuliah di Unhi Denpasar sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari penerimaan mahasiswa tahun lalu. Terlebih, saat ini Unhi Denpasar terus berbenah untuk menjadi Universitas Hindu unggulan di Indonesia. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, perhatian masyarakat terhadap Unhi Denpasar sudah mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi

di Unhi Denpasar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Apalagi, biaya pendidikan di Unhi Denpasar sangat terjangkau dengan berbagai jenis beasiswa yang disediakan. Selain itu, Unhi Denpasar sudah melakukan terobosan akademik dengan berbasis pada teknologi informasi. Unhi Denpasar juga sudah me-launching sistem Sruti (Sistem Informasi Universitas Terintegrasi). Hal ini menunjukkan bahwa Unhi Denpasar sudah menjadi kampus yang milenial, sesuai tuntutan zaman. Sementara itu, guna menjaring mahasiswa baru yang berkualitas, proses seleksi yang dilakukan dalam penerimaan nantinya semakin

ketat. Hal ini dilakukan guna menghasilkan output yang berkualitas pula. ‘’Setiap gelombang kita akan sisakan, tujuannya untuk mencari input yang berkualitas. Dengan input yang berkualitas tentu akan menghasilkan output yang berkualitas,’’ tegas Prof. Damriyasa, Minggu (1/3) kemarin. Sebagaimana diketahui, Unhi Denpasar membuka peluang beasiswa bagi ratusan calon mahasiswa. Khusus untuk prodi-prodi langka, Unhi Denpasar juga memberikan beasiswa gratis SPP bagi 15 pendaftar pertama. Total sebanyak 180 calon mahasiswa akan diberikan beasiswa gratis SPP sampai lulus sarjana. Di samping juga menyediakan beasiswa lainnya

kepada calon mahasiswa baru. ‘’Ini merupakan komitmen Unhi Denpasar untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas generasi muda Bali, khususnya yang berhubungan dengan pelestarian adat, agama dan budaya Bali,’’ tandasnya. Unhi Denpasar saat ini memiliki beberapa fakultas dengan 13 prodi pada program sarjana. Adapun fakultas yang ada di Unhi, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Agama, Seni, dan Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan, Fakultas Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata, serta Fakultas Teknologi Informasi dan Sains. Unhi Denpasar juga memiliki beberapa prodi, yakni Prodi Manajemen, Prodi

WIDYA KERTHI - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (kanan) bersama Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. Akuntansi, Prodi Ilmu Filsafat Hindu, Prodi Hukum Agama Hindu, Prodi Hukum Adat, Prodi Teknik Sipil, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Prodi Biologi, Prodi Kesehatan Ayur Weda, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Prodi Pendidikan Seni Karawitan, Prodi Seni Tari Keagamaan Hindu, dan Prodi Pendidikan Seni Rupa dan Or-

Smk Penerbangan Cakra Nusantara

namen Hindu. Selain itu, Unhi Denpasar juga memiliki Program Pascasarjana Magister (S-2) dan Doktor (S-3) Prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan dan Prodi Pendidikan Agama Hindu. Informasi pendaftaran bisa diakses di website www. unhi.ac.id, atau bisa mengisi form online dengan cara buka https://smrti.unhi. ac.id/login. (ad008)

Laksanakan Assessment Kompetensi Minimum dari Kemendikbud RI

TENAGA Pendidik/ Guru SMK Penerbangan Cakra Nusantara melaksanakan Simulasi AKM

atau Assessment Kompetensi Minimum dan Survei Karakter sesuai jadwal dari Kementerian Pendidikan

dan Kebudayaan Republik Indonesia. Assessment kompetensi minimum dan survei karakter diproyeksikan akan menjadi alat uji peserta didik mulai tahun 2021 di mana materinya tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi dan hafalan, juga mencakup analisis literasi dan analisis numerasi. Di era sekarang yang diutamakan adalah analyzing skill. Karena tidak dapat digantikan oleh mesin. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, juga kemampuan menganalisis

suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan ‘’numerasi’’ adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka untuk menganalisis sebuah materi. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ni Luh Gede Dhanayasa, M.Pd. mengatakan, simulasi AKM yang diikuti guru-guru sebagai tenaga pendidik di SMK Penerbangan Cakra Nusantara bertujuan untuk mengetahui bentuk dan tingkat kesukaran (HOTs)

soal AKM tersebut. Sehingga membentuk sumber daya manusia (SDM) bidang pendidikan yang siap menghadapi perubahan sistem assessment tahun 2021. Faktanya, SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah terakreditasi A Unggul, dari angkatan pertama dan kedua menunjukkan peningkatan prestasi. Terbukti dengan nilai UNBK di atas rata-rata yakni dari 84% saat angkatan pertama menjadi 97% saat angkatan kedua dengan kelulusan 100%.

Tersedia empat jurusan di antaranya Otomatisasi dan Tata Kelola Bandara, Airframe and Powerplant, Electrical Avionics dan Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan). Juga telah membuka Penerimaan Siswa Baru TP 2020/2021 untuk dididik menjadi pemenang di era industri 4.0 dan society 5.0, terdapat total beasiswa s.d. Maret 2020 senilai Rp 20,4 juta, hubungi 081237098090 / 0361 4742600 kunjungi website www.smkpenerbangan.sch. id. (ad779)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Paing, 2 Maret 2020

4 Maret, ”Pujawali” di Pura Tanah Lot Tabanan (Bali Post)Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot Tabanan berlangsung Rabu (4/3). Ketua I Panitia Pangemong Pura Luhur Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, S.P., belum

lama ini menyampaikan pujawali berlangsung hingga Sabtu (7/3). Bila air laut pasang, persembahyangan dapat dilaksanakan di Palinggih Pangayatan (madya mandala). (kmb)

Percantik Wajah Kota Patung Ganesa Catur Muka Di-”pelaspas”

Implementasikan Kinerja Pemimpin Membawa Perubahan

Bupati Eka Terima Penghargaan ”Indonesian Best Of The Best Awards”

PAMELASPASAN - Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya saat pamelaspasan patung Ganesa Catur Muka di Desa Dauh Peken, Tabanan, Minggu (1/3) sore. UPAYA menata dan memperindah wajah Kota Tabanan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Salah satunya seperti yang ada di Desa Dauh Peken, Tabanan, tepatnya di perempatan Banjar Manusmrtti Dauh PalaPengabetan. Di tempat itu kini telah berdiri megah patung Ganesa Catur Muka. Dan bersamaan dengan hari Umanis Kuningan, Minggu (1/3) kemarin, telah diadakan upacara pamelaspasan alit yang di-puput Jero Mangku Gede Wayan Tontra, yang juga Ketua PHDI Tabanan. Tampak

hadir saat upacara pamelaspasan itu sejumlah anggota DPRD Tabanan. Wakil Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, mengatakan pembuatan patung Ganesa bermuka empat (Ganesa Catur Muka) ini didasari keinginan menata wajah Kota Tabanan. Sebelumnya di lokasi tersebut memang sudah ada patung kecil. Hanya kondisinya kurang terawat. “Sebelumnya kami juga koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar dilakukan perbaikan dan penataan di beberapa tempat, karena wajah

Kota memang perlu diindahkan,” terangnya di sela-sela upacara pamelaspasan. Dipilihnya patung Ganesa Catur Muka setinggi 7,5 meter itu dengan diameter 3,5 meter di perempatan Banjar Manusmrtti Dauh Pala-Pengabetan itu, karena terinspirasi tepat di dekat lokasi patung ada keberadaan Pura Manik Slaka, merupakan Pura Khayangan yang di-sungsung jagat. Dan di dalam pura ini banyak terdapat patung Ganesa. “Sehingga nyambung, antara patung di dalam pura dengan patung Ganesa yang ada saat ini di

pura itu. Patung Ganesa itu, boleh dikatakan sebagai patung Ganesa terbesar di Kabupaten Tabanan saat ini,” terangnya. Menurutnya, pembuatan patung Ganesa itu menghabiskan anggaran Rp 300 juta. Pembuatan patung itu dipercayakan kepada seniman pembuat patung asal Banjar Teges, Desa Beraban, Selemadeg Timur, I Wayan Budiwiyasa. Seniman ini dipercaya lantaran sudah banyak hasil karyanya yang menghiasi sejumlah wilayah. Seperti Patung Dewi, hasil karyanya di Tabanan yang merupakan icon Kecamatan Selemadeg Timur. Selain itu sejumlah patung kecil yang menghiasi kantor kecamatan maupun di daerah lain, seperti di Kabupaten Gianyar. Wayan Budiwiyasa mengatakan pembuatan patung itu telah dimulai sejak November 2019. Dirinya dibantu 8 orang. Dan dalam pembuatannya, diakui memang sedikit ada kendala lantaran faktor cuaca dan ketinggian patung yang tentunya harus memiliki struktur kuat. “Secara keseluruhan tidak ada kesulitan. Astungkara pengerjaan sudah rampung dan malah sudah diupacarai dengan cara dipelaspas,” terangnya. Pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Tabanan khususnya Wakil Bupati Tabanan yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan ikut membangun Tabanan, dari segi memperindah dan menata wajah kota Tabanan. (ad011)

Dana Desa 2020 Naik

PENGHARGAAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dihadiahi penghargaan ‘‘Best Of The Best’’ yang diterima Sekda Tabanan, Jumat (28/2) malam. DIANGGAP berhasil mengimplementasi kinerja terbaik dalam fungsinya sebagai pelayan masyarakat, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dianugerahi Penghargaan Indonesian Best of The Best Awards 2020. Penghargaan ‘‘Pemimpin Pembawa Perubahan’’ itu diinisiasi Seven Media Asia bekerja sama dengan Mich Edu Malaysia. Penghargaan itu diserahkan langsung Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Prof. Dr. Rully Indrawan kepada Bupati Tabanan yang diwakili Sekretaris Daerah Tabanan I Gede Susila. Ikut mendampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Tabanan I Ketut Ridia, Jumat (28/2) dalam acara malam penganugerahaan awards di Hotel Harris Sunset Road Bali. Pemberian penghargaan itu tentu bukan tanpa alasan. Sebab, agar bisa terpilih dalam Indonesian Best Of The Best Awards 2020 ‘‘Pemimpin Pembawa Perubahan’’ untuk Indonesia Maju, para kepala daerah itu harus sesuai dengan kriteria penilaian Seven Media Asia. Penilaian itu diseleksi melalui berbagai tahapan yang ditetapkan pihak penyelenggara. Tidak main-main, terkait kriteria penilaian ini Seven Media Asia memiliki beberapa indikator sebagai dasar uta-

ma penilaian. Penilaian tidak hanya ditujukan pada sektor tertentu, melainkan apa saja action nyata yang sudah dilakukan oleh pemimpin daerah/ kota dan bagaimana kontribusi positifnya terhadap kebijakan bagi masyarakat. Karena itu, setiap peserta harus melalui tahapan penilaian sebagai berikut. Di antaranya, penilaian website, penilaian implementasi eGovernment, dan penilaian infrastruktur e-Government, track record dari media cetak maupun elektronik, gaya kepemimpinan, tingkat kepuasan pelayanan publik, gagasan dan ide inovatif sebagai proses pembawa perubahan, serta memiliki niat luhur mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentu diterimanya penghargaan itu merupakan anugerah di awal tahun 2020 untuk Pemkab Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Eka. Prestasi itu semakin menambah deretan penghargaan serta prestasi yang menghiasi ruang kerja Bupati Eka. Namun semua itu dengan rendah hati diakui tidak akan pernah terwujud, tanpa dukungan masyarakat Tabanan dan seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Tabanan. Untuk itu, Bupati Eka melalui Sekda I Gede Susila mengucapkan syukur atas

pemberian Penghargaan Indonesian Best of The Best Awards 2020 ‘‘Pemimpin Pembawa Perubahan’’ ini, dikatakan merupakan sebuah bonus kinerja seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Tabanan dan masyarakat Tabanan. “Ini adalah penghargaan masyarakat Tabanan,” tambahnya. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan mampu memberikan dorongan dan semangat Pemkab Tabanan senantiasa dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Tabanan, sehingga Tabanan menjadi Sejahtera, Aman dan Berprestasi (Tabanan Serasi) yang selama ini didengungkan sebagai visi misi Pemkab Tabanan itu, bisa diwujudkan. Terkait penghargaan ini, Prof. Rully mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan itu. Ditegaskannya, acara ini sangatlah bagus sebagai apresiasi kepada para pemimpin yang memberikan inspirasi perubahan melalui pelayanan kepada masyarakat. “Semoga ke depan, dengan disematkannya penghargaan ini bisa memberikan multiplier effect bagi kebijakan-kebijakan selanjutnya di daerah masingmasing,” imbuhnya. (ad003)

PHR Distop, Pusat Wajib Beri Insentif PEMERINTAH pusat melalui Kementerian Keuangan membuat kebijakan yang cukup mengagetkan. Sebab, pemungutan pajak hotel dan restoran (PHR) di sepuluh destinasi wisata utama di Indonesia, termasuk Bali, dihentikan selama enam bulan sejak Maret. Hal itu tentu berdampak pada pendapatan daerah. Ujung-ujungnya pada pembangunan daerah. Pusat pun melalui Kementerian Keuangan ada rencana memberikan insentif untuk mengganti hal tersebut. Bagaimanakah harapan Pemkab Tabanan kepada pihak pusat, terkait dihentikannya pemungutan PHR itu? Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya mengatakan sudah tidak bisa diganggu gugat kebijakan pusat menyetop pemungutan PHR. Harapannya ada wisata biaya murah ke Bali. Dengan biaya akomodasi murah, maka wisatawan dari luar Bali diyakini ada gairah berkunjung ke Bali. ‘’Dengan demikian pariwisata Bali diharapkan bisa lebih bergairah,’’ ucap Wabup Sanjaya. Bagaimanapun penghentian pemungutan PHR itu, kata Komang Gede Sanjaya, memberikan dampak pada penerimaan daerah, terutama dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, PHR itu menjadi salah satu pendapatan utama Bali, termasuk Tabanan sebagai daerah tujuan wisata. Dengan dihentikannya pemungutan PHR itu maka jelas pendapatan daerah berkurang relatif besar. Hal itu juga berdampak pada

pembiayaan pembangunan. Selain itu juga janji politik dan janji program termasuk infrastruktur ke masyarakat dipastikan tersendat. ‘’Pemerintah harus memberi insentif pada daerah sebagai pengganti hilangnya masukan dari pungutan PHR,’’ jelasnya. Terkait hal itu, kata Wabup Sanjaya, informasi yang didapatnya, tim dari provinsi dan kabupaten lain berencana melakukan rapat koordinasi dengan pusat. Saat rapat itu akan dijelaskan mekanisme pemberian insentif untuk daerah, termasuk Tabanan. Diakui, PHR yang ditargetkan Tabanan sebesar Rp 38 miliar dengan rincian Rp 18 miliar dari pajak hotel dan Rp 20 miliar dari pajak restoran. Masukan uang itu sebagai bagian target PAD sebesar Rp 450,405 miliar. ‘’Mudah-mudahan pemerintah pusat memberikan insentif sama dengan target PHR Tabanan,’’ sebutnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat berencana memberikan insentif kepada Bali sebesar Rp 3,3 triliun sebagai pengganti tidak boleh memungut PHR selama enam bulan sejak Maret ini. Kepala Bakeuda Tabanan I Dewa Ayu Sri Budiarti mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan surat terkait hal tersebut. Dikatakan, insetif sebesar Rp 3,3 triliun untuk Bali itu rencananya dibagi secara proporsional sesuai target PHR masing-masing kabupaten/ kota di Bali. ‘’Jadi tidak dibagi sama setiap kabupaten/kota,’’ jelasnya. Terkait hal itu, pihaknya sudah diminta menyerahkan target PHR dan PAD ke pusat sebagai bahan pertimbangan pemberian insentif tersebut. Pihaknya juga sudah menyiapkan data tersebut. ‘’Datanya sudah kami kirimkan sesuai yang diminta,’’ pungkas Wabup Dr. Komang Gede Sanjaya. (bit)

Optimis, Pembangunan Desa Optimal

Tabanan (Bali Post) Kucuran Dana Desa dari pemerintah pusat untuk daerah tahun ini dipastikan meningkat. Kabupaten Tabanan berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) mendapat kucuran Dana Desa Rp 122 miliar lebih. Jumlah itu naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 118 miliar lebih. Dana Desa yang bersumber dari APBD tahun 2020 ini dialokasikan sebesar Rp 108 miliar lebih. Itu artinya menurun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 110 miliar lebih. Kepala Bakeuda Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti mengatakan, Minggu (1/3) kemarin, kenaikan Dana Desa dari pemerintah pusat memang merata hampir di seluruh daerah. Tetapi dirinci kalau per desa kemungkinan nilainya berbeda karena pagunya sudah dikeluarkan dari pusat. Menurutnya, pengurangan maupun penambahan anggaran itu merupakan kebijakan pemerintah pusat. Sebab, pemerintah telah menggunakan beberapa indikator guna menyelaraskan pembangunan desa. ‘’Apa

pun keputusan pusat pemerintah daerah pasti mengikuti,’’ terangnya, belum lama ini. Terkait kenaikan Dana Desa yang dikucurkan pemerintah pusat sangat disambut baik kepala desa. Pasalnya, kenaikan anggaran itu diyakini dapat membantu memperlancar realisasi program pembangunan di desa. Seperti disampaikan Kepala Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, I Nengah Kartika, dengan kenaikan Dana Desa itu, tentunya sangat banyak program di desa yang bisa digarap.

‘’Sangat senang sekali karena banyak program yang direncanakan di desa bisa dilakukan. Seperti memperbaiki jalan desa, untuk keperluan stunting. Dana Desa dari pusat itu luar biasa membantu. Sebab, alokasi Dana Desa dari kabupaten masih kecil,’’ terangnya. Disinggung tentang kekhawatiran mengelola jumlah anggaran yang cukup besar, Kartika mengatakan, itu tidak perlu dicemaskan. Dengan catatan mengikuti koridor atau aturan yang diamanatkan pusat. ‘’Tidak takut, karena sudah ada sistem yang mengatur. Sepanjang mengikuti koridor yang sudah ada maka dipastikan semua berjalan baik dan aman,’’ ucapnya. Kepala Dinas Pemberday-

aan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan, Roemi Listyowati, ketika hendak dimintai pendapatnya sejauh mana realisasi Dana Desa yang bersumber dari pemerintah pusat itu, namun hingga Minggu sore kemarin belum bisa dikonfirmasi. (kmb28)


Senin Paing, 2 Maret 2020

SOSOK Koordinasi ke BI KASUS penipuan oleh dua oknum karyawan money changer bodong di kawasan Ubud memang patut diwaspadai. Sebab, di kampung turis itu terdapat cukup banyak money changer. Satpol PP Gianyar yang melihat kondisi ini akan segera berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia (BI). ‘’Kami segera berkoordinasi dengan pihak BI, karena money changer itu izinnya dari sana,’’ ujar Kepala Satpol PP Gianyar, I Made Watha, belum lama ini. Menurut pejabat bertubuh kekar ini, hasil koordinasi itu akan digunakan untuk menjaring money changer di wilayah Kabupaten Gianyar khususnya Ubud yang diduga bodong. ‘’Kalau sudah ada kepastian terkait mana saja yang berizin, barulah kami bisa melakukan pengecekan ke lapangan,’’ katanya. (nik)

Hujan Lebat Picu Banjir dan Pohon Tumbang

Gianyar (Bali Post) Hujan lebat yang terjadi pada Minggu (1/3) sore kemarin, memicu banjir pada sejumlah wilayah di Gianyar. Salah satunya di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati. Selain karena curah hujan yang tinggi, kondisi ini juga terjadi akibat tersumbatnya drainase. Beruntung, luapan air yang sampai menggenangi halaman rumah warga ini hanya berlangsung sekitar dua jam. Hujan lebat menguyur wilayah Gianyar sekitar pukul 15.00 Wita. Tingginya curah hujan nampak dari genangan air yang memenuhi ruas jalan di seputaran Desa Guwang. Tidak hanya itu, sejumlah jalan di perumahan warga di desa tersebut dialiri air yang cukup deras. Salah soerang warga Desa Guwang, Komang Putra, mengatakan genangan air di ruas jalan di depan rumahnya memang cukup tinggi. Bahkan, luapan air sampai ke areal rumahnya di Desa Guwang. “Ini baru pertama kali sampai seperti ini. Luapan air sampai masuk ke halaman rumah,” ujarnya. Menurut Putra, luapan air itu tidak sampai menghanyutkan barang berharga. Kondisi ini juga tidak berlangsung lama, ia memperkirakan luapan air terjadi kurang lebih selama dua jam dan selanjutnya berangsur surut. “Hujan sudah mereda dan sampai pukul 18.00 sore air sudah mulai surut,” katanya. Di kawasan Jalan Raya Guwang memang sering kali terjadi luapan air saat curah hujan tinggi. Kondisi ini diduga terjadi akibat sumbatan pada drainase. Saat luapan air sedang tinggi, seringkali sampai tidak bisa dilewati kendaraan. “Pernah beberapa kali motor saya sampai mati karena memaksakan lewat,” ujar Putra. Dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala BPBD Gianyar, Ngakan Dharma Jati, mengatakan hujan lebat yang terjadi Minggu sore kemarin memicu sejumlah bencana. Dikatakan, pihaknya sudah menerima empat laporan kejadian pohon tumbang dan satu panyengker roboh. “Laporan sudah ditangani, terutama pohon tumbang yang terjadi di Desa Bonbiyu,” katanya. Dharma Jati menambahkan, jajarannya sudah melakukan pengecekan terkait sejumlah laporan banjir. Khusus untuk banjir, pihaknya mengimbau masyarakat turut serta menjaga kebersihan drainase. Selama ini, luapan air kerap terjadi karena drainase yang tersumbat sampah. “Memasuki musim hujan ini, kami mengimbau masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana, termasuk ikut berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya. (kmb35)

FOGGING - Proses fogging yang dilakukan di seputaran Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, beberapa waktu lalu.

Bali Post/ist

DBD Mewabah

Warga Didesak Intensifkan PSN Gianyar (Bali Post) -

Seratus lebih warga di Kabupaten Gianyar sudah terdeteksi positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Oleh karena itu, segenap komponen masyarakat didesak turut serta melakukan pencegahan dengan mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan sekitar. PSN ini dinilai jauh lebih efektif dalam mencegah penyebaran DBD. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Diskes) Gianyar, A.A. Anom Sukamawa, mengatakan pihaknya masih menerima laporan positif DBD dari sejumlah desa di Gianyar. Laporan tersebut selanjutnya dicek untuk kemudian dilakukan fogging. ‘’Kalau sudah ada laporan, berdasarkan laporan itu kami lakukan fogging. Apabila memenuhi syarat, pasti kami lakukan,’’ ujar

Anom Sukamawa, Minggu (1/3) kemarin. Menurut Anom Sukamawa, pihaknya memiliki anggaran sekitar Rp 400 juta lebih untuk fogging pada kawasan yang positif DBD. Anggaran tersebut untuk operasional petugas dan pembelian bahan bakar fogging. ‘’Rinciannya ada di kantor, kurang lebih anggaran fogging itu Rp 400 juta untuk tahun ini,’’ katanya. Selain fogging, katanya,

upaya paling efektif untuk mencegah DBD adalah melalui gerakan PSN. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk ini diharapkan dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan menyasar jentik nyamuk yang ada di lingkungan sekitar. Anom Sukamawa menegaskan, pihaknya terus mendata warga yang positif DBD. Berdasarkan data dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Gianyar,

sepanjang Januari 2020 sudah tercatat 132 warga positif DBD. ‘’Sementara data untuk Februari 2020 masih direkap,’’ katanya. Salah satu kawasan yang selama sepekan terakhir warganya terjangkit DBD adalah Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh. Menurut Perbekel Keramas Gusti Putu Sarjana, sampai akhir Februari 2020 ada sekitar enam warganya yang positif DBD. Rinciannya, di Banjar Lebah 1 orang, Banjar Gelgel 3 orang dan Banjar Biya 2 orang. ‘’Kami sudah melaporkan hal ini ke puskesmas, terkait wilayah yang warganya positif DBD. Bahkan, sudah dilakukan fogging. Di

Banjar Gelgel sudah dilakukan fogging dua kali, yang lainnya masih menunggu giliran,’’ katanya. Sarjana menambahkan, pihaknya akan mengerahkan petugas desa untuk melakukan fogging pada sejumlah kawasan yang belum tercover. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan, terutama dengan melakukan PSN. ‘’Kami sudah berupaya dengan gencar menjaga kebersihan. Masyarakat juga diminta ikut menjaga lingkungan. Kalau ditemukan ada sarang nyamuk di sekitar rumah, tolong secepatnya dibersihkan,’’ tegasnya. (kmb35)

’’Aci Keburan’’ di Pura Hyang Api Diikuti Ribuan Krama

RIBUAN krama sangat antusias menggelar tradisi Aci Keburan di Pura Hyang Api, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Minggu (1/3) kemarin. Tradisi yang digelar setiap enam bulan sekali ini dilaksanakan untuk melindungi hewan peliharaan agar terhindar dari gerubug (penyakit). Tradisi ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan. Salah satu pemangku pura yang ngayah di sana, Ida Bagus Suragatana, menjelaskan tujuan pelaksanaan aci tersebut sebagai bentuk rasa syukur pamedek ataupun krama. Pamedek yang datang ke sana tidak hanya dari daerah Payangan saja, melainkan dari seluruh Bali yang yakin dengan keberadaan pura tersebut untuk memohon kesuburan pada hewan peliharaannya dan digunakan sebagai pelengkap upacara. ‘’Ketika kena penyakit, krama juga biasanya nunas tirta di sini untuk dipercikkan ke hewan peliharaannya yang terkena penyakit,’’ katanya. Menurut Suragatana, pelaksanaan ritual ini berlangsung mulai pagi hari sekitar pukul 07.30 Wita sampai pukul 10.00 Wita. Dikatakan, upacara ini akan berlangsung selama

satu bulan. ‘’Itu terus berlangsung selama sebulan, dimulai dari patoyan di Pura Hyang Api sejak Kuningan,’’ ujarnya. Pria dari Gria Gede, Desa Kelusa Kecamatan Payangan ini menuturkan, sejarah dari pelaksanaan tradisi Aci Keburan itu bermula dari adanya seorang pengembala berbagai hewan peliharaan. Ia beristirahat di sekitar pura tersebut. Di sanalah hewan peliharaannya tumbuh dengan baik, hingga akhirnya dilaksanakan ritual sebagai wujud syukur. ‘’Ini sebagai simbolisasi peliharaan krama sudah hidup subur, dari peternak babi, ayam, bebek dan lain sebagainya,’’ katanya. Ia mengakui tradisi Aci Keburan memang secara umum terlihat seperti tabuh rah. Kendati demikian, ia mengatakan bukan sebagai tajen pada umumnya. Kalau tajen, orang yang membawa ayam aduan mencari sebuah keuntungan, selain itu juga ada taruhan, sehingga ada yang menang dan kalah. Sedangkan di Pura Hyang Api tidak berlaku menang dan kalah tersebut. Melainkan sistemnya ngayah, dan ngaturang sesari dari ayam yang dihaturkan dalam prosesi aci tersebut. (nik)

Bali Post/nik

ACI - Krama tampak antusias menggelar tradisi Aci Keburan di Pura Hyang Api, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Minggu (1/3) kemarin.

Ngamuk, Warga Rusia Diamankan Pecalang

Bali Post/ist

HUJAN - Genangan air di Desa Guwang akibat curah hujan yang tinggi, Minggu (1/3) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Warga dikejutkan dengan aksi warga negara asing (WNA) asal Rusia, Olga, yang mengamuk di salah satu home stay di seputaran Desa Mas, Kecamatan Ubud, Sabtu (29/2) tengah malam. WNA ini lantas diamankan oleh petugas pecalang Desa Adat Mas,

kemudian digiring ke Kantor Satpol PP Gianyar. Ketua Pecalang Desa Adat Mas Kadek Merta menuturkan, Olga sudah beberapa kali mendatangi home stay di Desa Mas tersebut. Ia datang ke sana untuk menemui pacarnya. “Mereka beberapa kali ribut di home stay di

Desa Mas, sampai akhirnya WNA yang pria ini pindah menginap. Tapi, Olga masih tetap mencarinya ke home stay di Mas, padahal sudah tidak ada,” ungkapnya. Sabtu (29/2) malam, Olga kembali datang ke home stay di Desa Mas itu. Meski orang yang dicari sudah tidak ada,

ia malah membuat onar dengan menggedor pintu sejumlah kamar di home stay tersebut yang ditinggali oleh WNA lain. “Saya menerima laporan dari pemilik home stay, bahwa Olga ini membuat keributan dengan menggedor semua pintu kamar di home stay tersebut,” katanya.

Saat diamankan pecalang, Olga mengaku sudah tidak punya uang. Saat itu Olga tidak mau dibawa ke Mapolsek Ubud. Akhirnya, ia diserahkan ke Satpol PP Gianyar. Olga sempat dicek kesehatannya di RSUD Sanjiwani, sampai akhirnya dibawa ke RSUJ Bangli. (kmb35)


Senin Paing, 2 Maret 2020

Bupati Suwirta Uji Petik TOSS Center Kinerja Menjadi Lebih Terukur KOMITMEN Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dalam penanganan sampah melalui program inovasi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) terus dikembangkan. Bupati Suwirta langsung melakukan uji petik pada semua mesin dan tenaga yang bekerja, Minggu (1/3) kemarin. Bupati Suwirta yang mahir di bidang aplikasi microsoft excel itu langsung merancang sendiri rumus untuk melakukan pengujian itu. Meskipun dalam situasi libur hari Umanis Kuningan, Bupati Suwirta didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra dan seluruh jajaran OPD Pemkab Klungkung tetap bekerja.

Mereka melakukan uji petik peralatan pengolahan sampah di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center yang dipusatkan di Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Dengan uji petik ini maka pihaknya bisa menghitung berapa sampah yang dihasilkan, berapa alat cacah yang dibutuhkan, berapa alat pelet yang diperlukan dan berapa tenaga efektif yang dibutuhkan. Selama ini pemkab membeli alat, tetapi tidak yakin berapa per jam bisa menghasilkan cacahan dan pelet itu. Alasannya, karena memang belum pernah melakukan uji petik, sehingga belum tahu kemampuan alat yang dimiliki.

‘’Hari ini saya siapkan rumus menguji petik itu. Semua alat kita uji coba. Dan hasilnya lumayan bagus,’’ ujar Bupati Suwirta usai menguji semua alat yang ada di TOSS Center. Pihaknya juga menjelaskan, untuk menghabiskan seluruh sampah yang ada di kabupaten ini, sekarang sudah jelas hitung-hitungannya. Setelah inovasi Gerakan Bersama Puputan Sampah Plastik (Gema Tansaplas) di-launching, nantinya masyarakat wajib membuang sampah secara terpilah. Semua desa juga wajib menuntaskan sampahnya di desa masingmasing. ‘’Saya mengajak semua per-

bekel memperkenalkan alat yang dibutuhkan serta yang baik kualitasnya. Hasil uji petik ini agar disampaikan sehingga optimal dilakukan di desa masing-masing dalam upaya menuntaskan penanganan sampah di desa,’’ tandasnya. Di samping itu, ia juga mengarahkan kepada tenaga yang bekerja dalam memilah sampah agar tetap menjaga kesehatannya. Caranya, dengan menggunakan masker, selop tangan, sepatu dan baju kerja yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Bupati Suwirta juga menugaskan tim pengawas untuk memantau kinerja di lapangan. (ad017)

UJI PETIK - Bupati Suwirta saat menjelaskan teknis uji petik di TOSS Center Karangdadi.


Senin Paing, 2 Maret 2020

Warga Diminta Waspadai Bencana Tanah Longsor Amlapura (Bali Post) -

Hujan lebat yang turun belakangan ini mengakibatkan potensi bencana tanah longsor terus menghantui Karangasem. Guna mencegah terjadinya korban jiwa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem meminta warga yang bermukim di wilayah rawan longsor untuk sementara bisa bergeser ke tempat yang lebih aman.

LONGSOR - Petugas BPBD Karangasem saat menangani musibah tanah longsor, belum lama ini.

Desa Tri Eka Buana Bangun Museum Arak Amlapura (Bali Post) Masyarakat Desa Tri Eka Buana Kecamatan Sidemen hampir 90 persen bergelut sebagai perajin arak. Guna melestarikan peninggalan para leluhur tersebut, Desa Tri Eka Buana sudah merancang pembangunan museum arak. Rencananya, pembangunan musesum arak itu dilakukan tahun 2020 ini. Perbekel Desa Tri Eka Buana I Ketut Derka mengatakan, pembangunan museum arak tersebut untuk melestarikan perajin arak di Desa Tri Eka Buana. Sebab, industri arak ini merupakan warisan dari lelulur yang sejak zaman dulu sudah menekuni proses pembuatan arak. Untuk tetap melastarikan budaya itu, perlu dibangun sebuah musesum arak. ‘’Kami tidak ingin, seiring berjalannya waktu para generasi muda yang ada di Desa Tri Eka Buana melupakan sejarah atau kebudayaan perajin arak,’’ ujar Derka, belum lama ini. Selain untuk melestarikan budaya, kata Derka, pembangunan museum arak ini juga untuk membuka lapangan pekerjaan

bagi gerasi muda. Pihaknya tidak ingin anak muda di Desa Tri Eka Buana semuanya mencari pekerjaan di luar desa. Pihaknya ingin mengajak generasi muda ikut membangun dan mengembangkan desa. ‘’Selain itu, juga untuk mem-back up desa adat. Kalau semua anak muda mencari pekerjaan ke luar desa, maka desa akan kosong. Akibatnya, kegiatan-kegiatan adat juga akan terbengkalai. Termasuk, orangtua mereka yang sudah tua tidak tertangani dengan baik, karena tidak ada anaknya di rumah. Terlebih, di sini warga kebanyakan memiliki satu anak laki-laki. Kalau mereka mencari kerja di luar, maka orangtua mereka tidak ada yang mengurus,’’ jelasnya. Menurut Derka, anggaran pembangunan museum arak akan menggunakan Dana Desa (DD) sebesar Rp 300 juta. Lahan yang disiapkan seluas 13,5 are milik warga yang memakai sistem kontrak. ‘’Kalau dilihat anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 1 miliar. Kami berharap nantinya Pemkab Karangasem ataupun Pemprov Bali bisa membantu anggaran untuk pembangunan museum itu,’’ katanya. Untuk mengembangkan museum arak tersebut, katanya, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan travel agent. Dengan kerja sama itu, para travel agent bisa membawa tamunya berkunjung ke museum arak tersebut. Di museum ini, pihaknya akan memperkenalkan atraksi cara perajin membuat arak. Mulai dari mencari tuak ke atas pohon, petani turun membawa tuak hasil produksi, penyulingan sampai proses menjadi arak. ‘’Kami menjual proses pembuatan arak kepada wisatawan. Wisatawan yang berkunjung akan diberikan arak gratis untuk dijadikan kenang-kenangan,’’ jelasnya. Derka menambahkan, pihaknya juga mengembangkan potensi lainnya yang dimiliki Desa Tri Eka Buana. Selain arak, Desa Tri Eka Buana juga banyak memiliki potensi yang bisa ditata seperti panorama Bukit Asah. Dari bukit ini, wisatawan bisa melihat sunset. (kmb41)

Mobil Wisatawan Terperosok, Lalu Lintas Terganggu Amlapura (Bali Post) Sebuah mobil minibus yang dikemudikan seorang wisatawan, Piotr Gasiorowski asal Polandia, terperosok ke kebun kelapa milik warga di jalur utama Amlapura menuju Klungkung, tepatnya di tanjakan Sanghyang Ambu, Desa Bugbug, Karangasem, Minggu (1/3) kemarin. Kejadian itu mengakibatkan arus lalu lintas di jalur tersebut terganggu lantaran kepala mobil berada di badan jalan. Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Korban diketahui hendak melakukan aktivitas diving di Tulamben. Saat melintas di lokasi, pengemudi mencoba mengoper gigi lebih kecil, namun akibat salah oper persneling mobil tak kuat menanjak dan akhirnya terperosok ke kebun kelapa milik warga. Kanit Patroli Satlantas Polres Karangasem Ipda Annas Yoga Wicaksana saat dikonfirmasi membenarkan kejadian

tersebut. Berdasarkan keterangan dari pengemudi, kalau ia hendak berangkat menuju Amed untuk melakukan aktivitas diving. ‘’Korban berangkat dari salah satu hotel di Candidasa seorang diri. Kini mobil telah dievakuasi,’’ ujarnya. Annas menambahkan, mobil terperosok diduga akibat pengemudi salah oper gigi. Akibatnya

mobil tidak kuat menanjak dan akhirnya terperosok ke kebun kelapa milik warga. Kejadian itu mengakibatkan arus lalu lintas di jalur itu sempat terganggu karena sebagian kepala mobil berada di badan jalan. ‘’Petugas sempat mengatur arus lalu lintas di lokasi agar tidak terjadi kemacetan yang panjang,’’ katanya. (kmb41)

Bali Post/ist

TERPEROSOK - Mobil wisatawan yang terperosok di tanjakan Sanghyang Ambu, Desa Bugbug, Karangasem, Minggu (1/3) kemarin.

Bali Post/ist

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, sejak dua hari lalu hujan lebat terus mengguyur wilayah Karangasem dan sekitarnya. Kondisi itu mengakibatkan terjadinya sejumlah bencana tanah longsor di Banjar Dinas Bale Puduk Kaler, Desa Tegalinggah, dan Banjar Tanah Lengis, Desa Ababi. ‘’Apabila turun hujan lebat, potensi terjadinya tanah longsor pasti meningkat,’’ ujar Arimbawa, Minggu (1/3) kemarin. Melihat kondisi itu, kata Arimbawa, pihaknya

mengimbau warga yang bermukim di wilayah yang rawan longsor untuk sementara waktu bisa bergeser ke lokasi yang lebih aman untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa. ‘’Kami juga meminta masyarakat waspada dan berhati-hati menyalakan barang elektronik seperti televisi dan radio saat hujan, karena itu berpotensi disambar petir. Termasuk berhati-hati saat berkendara di jalan raya yang rawan terjadinya pohon tumbang serta waspada melintas di jalur pelintas sungai yang kemungkinan terjadi banjir

bandang,’’ katanya mengingatkan. Bantu Logistik Pascatertimpa musibah tanah longsor yang menggerus sejumlah bangunan milik I Nengah Sumantra di Banjar Dinas Balepunduk Kaler, Desa Tegalinggah, BPBD menyerahkan bantuan berupa sejumlah logistik seperti mi instan, air mineral, terpal, selimut, matras dan tas sekolah kepada keluarga korban. ‘’Kami berharap bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban mereka,’’ kata Arimbawa. (kmb41)

Proyek Pasar Amlapura Barat Rampung Amlapura (Bali Post) Setelah sempat mengalami keterlambatan cukup lama, akhirnya pengerjaan proyek Pasar Amlapura Barat rampung dikerjakan. Kendati pembangunannya sudah rampung, pemindahan para pedangang belum bisa dilakukan oleh Disperindag Karangasem karena masih menunggu pelaksanaan upacara Pamelaspasan dan Rsi Gana. Pedagang di Pasar Amlapura Barat, Ni Nyoman Dimpiani, mengatakan proses pembangunan pasar yang sebelumnya sempat molor ini sudah selesai dilakukan. Hanya, pihaknya tidak tahu kapan pemindahan para pedagang akan dilakukan Disperindag Karangasem. ‘’Masalah kapan para pedagang boleh menempati kios untuk berjualan, saya kurang tahu. Saya berharap pasar segera beroperasi, sehingga para pedagang yang sebelumnya berjualan di sejumlah tempat bisa jualan lagi di sini,’’ ujar Dimpiani, Minggu (1/3) kemarin. Dimpiani mengaku tidak tahu seperti apa mekanisme para pedagang yang akan menempati kios-kios tersebut. Apakah nantinya ditempati pedagang yang berjualan sebelum pasar diperbaiki atau bagaimana. ‘’Saya tidak tahu, siapa saja yang mendapat tempat berjualan di pasar baru ini. Pasar dibangun lantai dua. Untuk lantai satu dan dua, saya juga

tak tahu untuk para pedagang apa saja nanti. Semoga saja bisa menampung semua pedagang yang sebelumnya berjualan di pasar ini,’’ harapnya. Pedagang lain, Muglung, menjelaskan kalau dilihat konsep pembangunan pasar ini, rasanya untuk kios tidak pas untuk berjualan sarana upacara, ikan, daging babi, ayam dan sejenisnya karena tergolong mewah. ‘’Kalau untuk jual seperti itu, saya rasa terlalu mewah dan malah tak bagus karena pasti akan

kumuh. Kalau di lantai satu masih memungkinkan untuk menjual yang basah-basah,’’ katanya. Ia berharap pengoperasian pasar bisa secepatnya dilakukan. Sebab, selama ini para pedagang sangat menantikan pasar ini rampung, dan bisa berjualan di sini. ‘’Selama ini para pedagang berjulan terpisah-pisah. Ada yang di sini, ada juga yang pindah mencari tempat lain ke Subagan. Dengan rampungnya pasar ini, maka mereka bisa kembali berjualan di sini,’’

katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disperindag Karangasem I Wayan Sutrisna mengatakan, pemindahan para pedagang memang belum bisa dilakukan. Pasalnya, pasar belum di-pelaspas. ‘’Kami akan laksanakan upacara Pamelaspasan dan Rsi Gana lebih dulu pada 9 Maret mendatang. Setelah itu, baru akan melakukan rapat dengan para pedagang. Setelah semuanya selesai, baru proses pemindahan para pedagang bisa dilakukan,’’ tegasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

RAMPUNG - Pengerjaan proyek Pasar Amlapura Barat yang sempat molor, akhirnya rampung dikerjakan. Pemindahan pedagang dilakukan usai upacara Pamelaspasan dan Rsi Gana tanggal 9 Maret mendatang.


Senin Paing, 2 Maret 2020

TPID Bangli dan Lombok Barat Teken MoU Pemasaran dan Distribusi Pangan

MOU - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menandatangni kerja sama (MoU) terkait pemasaran dan distribusi pangan, di Kantor Bupati Lombok Barat. TIM Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli dan Lombok Barat menandatangani kerja sama (MoU) terkait pemasaran dan distribusi pangan, di Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (26/2) lalu. Pada kesempatan itu, rombongan TPID Kabupaten Bangli yang dipimpin Bupati Bangli I Made Gianyar sekaligus melakukan kunjungan kerja ke kelompok tani jagung. Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, menyampaikan apresiasi atas kunjungan TPID Bangli ke Lombok Barat. Dalam kunjungan itu banyak hal dapat di-sharing baik strategi dan upaya-upaya untuk tetap menjaga keseimbangan pangan. ‘’Kita ketahui alur distribusi hasil pangan antara Bangli dan Lombok sebenarnya sudah terjalin di masyarakat. Namun memang secara formal belum dilakukan. Karena itu hal ini adalah langkah positif agar kita saling mendukung dan menjaga kestabilan baik kesediaan dan kebutuhan pangan di daerah masing-masing,’’ katanya. Dijelaskan, Lombok Barat telah banyak melakukan terobosan baik itu dalam upaya sosialisasi dan lainnya. Melalui seluruh elemen, salah

satunya tokoh agama senantiasa memberikan pencerahan bahwasanya pangan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara efektif dan tidak boros. ‘’Sehingga tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan kesediaan agar tetap stabil tentu aspek penggunaan juga sangat penting,’’ tambahnya. Bupati Bangli, I Made Gianyar, menyampaikan pemerintah selalu berkeinginan agar masyarakatnya sejahtera dan bahagia. Dalam hal ekonomi disebutkan hal pertama urusan hidup itu adalah urusan produksi/urusan hasil. Apabila hasil produksi sudah dapat dinikmati dan produksi itu berlebih, maka hasil lebih itu harus terdistribusi yang diriilkan oleh pasar. Sehingga terjadilah pertemuan antara konsumen dan produsen yang difasilitasi pasar. Disampaikan apa yang dihasilkan Kabupaten Bangli dan Lombok Barat tentu berbeda. Karenanya perlu dijalin kerja sama sehingga ke depan kerja sama antarmasyarakat itu bisa berjalan semakin baik. Contohnya, produk telur yang dihasilkan di Bangli sudah banyak disalurkan di Lombok. Begitu juga sebaliknya Lombok menghasilkan pakan

ayam yang banyak disalurkan ke Bangli. ‘’Dari jalinan kerja sama yang sudah terjalin itu kita lanjutkan dengan MoU,’’ terangnya. Made Gianyar mengatakan, TPID Lombok Barat dan Kabupaten Bangli sudah menjadi terbaik. Meski demikian harus terus dilakukan terobosan. Diperlukan langkah-langkah strategis, misalnya melibatkan peran pemuka agama PHDI, majelis adat untuk bisa ikut berperan menyampaikan pemanfaatan pangan dan beras secara baik dengan pola konsumsi yang efektif, efisien dalam pemanfaatannya. ‘’Yang tujuannya adalah tetap menjaga keseimbangan antara permintaan dan persediaan,’’ kata Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu. Melalui MoU ini diharapkan nantinya kerja sama yang terjalin itu bisa terus berjalan. Bukan hanya pada dedak, telur dan bisa merambah pada produk-produk lainnya. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho yang turut serta dalam kunjungan itu menegaskan, BI telah mendorong dan berkomitmen membantu atau memfasilitasi Bangli dalam kerja sama perdagangan antardaerah di Bali maupun daerah provinsi lain. Guna menyalurkan komoditas-komoditas, khususnya pangan yang dihasilkan di Bangli yang mengalami over supply. Sebaliknya diperoleh komoditas-komoditas pangan yang pasokannya kurang. Pada kerja sama yang telah terjalin itu produk Bangli yang disalurkan antara lain produk bawang merah dan telur. Sedangkan dari Lombok Barat meliputi produk jagung, pakan ternak, cabai, pisang, kelapa dan janur. Ke depannya, Bank Indonesia Provinsi Bali terus berkomitmen mendorong kerja sama antardaerah TPID Provinsi, Kabupaten/Kota se-Bali, selain Bangli, guna menstabilkan harga-harga komoditas khususnya komoditas pangan di wilayah Bali. (ad009)

Bali Post/kmb41

PELAKU CURAT - Polsek Susut merilis pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), Minggu (1/3) kemarin.

Apel Bobol Toko untuk Bayar Utang Bangli (Bali Post) -

Tim gabungan Polres Bangli dan Polsek Susut menangkap I Wayan Sumerta alias Apel di tempat kosnya di wilayah Susut. Ditangkapnya warga asal Manggis, Karangasem itu lantaran melakukan pembobolan sebuah toko di Desa Tanggahan Peken, Desa Sulahan, Susut. Kepada polisi, Apel mengaku nekat mencuri di toko itu untuk membayar utang. Wakapolsek Susut Iptu I Putu Kariasa didampingi Kasubbag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat merilis kasus itu, Minggu (1/3) kemarin, mengatakan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) itu terungkap berdasarkan laporan korban Komang Sawita Ananda, pemilik Toko Serba Ada (Toserba) Mahagotra. Dalam laporannya, korban mengaku tokonya dibobol maling. Selasa (18/2). Menindaklanjuti laporan itu, anggota Opsnal Polres dan Polsek Susut melakukan

olah TKP. Polisi menemukan adanya jejak kaki manusia. Untuk mengungkap identitas pelakunya, polisi melibatkan Unit K-9 (Anjing Pelacak) Polda Bali. Pada saat Unit K-9 diterjunkan ke TKP, kecurigaan mengarah ke kamar Apel. ‘’Tim juga mendalami latar belakang pelaku dari informasi masyarakat. Ternyata pelaku pernah melakukan pencurian namun korbannya tidak lapor polisi,’’ terangnya. Berdasarkan hasil olah TKP dan beberapa petunjuk tersebut, selanjutnya tim

melakukan penangkapan terhadap Apel di kosnya di belakang TKP, Senin (24/2). Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dengan barang bukti uang Rp 3 juta, satu bungkus arang bekas pembakaran dompet, satu buah botol air mineral berisi bensin, satu kaos, dan satu celana pendek. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian di Toserba Mahagotra. Pelaku membobol toko lewat pintu depan paling utara. Dari dalam toko, pelaku

membawa kabur uang Rp 4,9 juta lebih yang ada di meja kasir. Selain itu, mengambil 10 slop rokok. Total kerugian Rp 6 juta. Uang hasil curiannya itu sudah dipakai pelaku untuk kebutuhan seharihari Rp 1,9 juta. Sisanya rencananya dipergunakan membayar utang di kampungnya. ‘’Pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan membakar dompet di belakang rumahnya,’’ jelas Kariasa. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, saat ini pelaku meringkuk di sel tahanan Polsek Susut. Pelaku disangkakan Pasal 363 KUHP ayat (1) ke-3e tentang pencurian pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun. (kmb40)

Banjir Selutut di Balai Masyarakat Songan A Bali Post/asa

BANJIR SELUTUT - Genangan air tingginya selutut orang dewasa di Balai Masyarakat Songan A pascahujan lebat yang menguyur daerah itu, Minggu (1/3) sore.

Banglai (Bali Post) – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kintamani kembali membuat warga di Songan harus waswas. Betapa tidak, Minggu (1/3) sore, misalnya, air yang tergenang relatif besar akibat hujan deras dan lama. Karena itu banjir pun me-

mang tidak bisa dicegah di Songan. Banjir bukan saja menggenangi Lingkungan Banjar Kayupadi, juga seputaran desa, bahkan tingginya air selutut orang dewasa. Tercatat, kejadian banjir di Balai Masyarakat Songan A itu merupakan ulangan peristiwa sebelumnya.

Akibat banjir itu kendaraan susah melintas. Untung saja ada jalur Kaas - akses jalan di tepi tebing sebelah barat. Walau agak jauh, tetapi sebagian warga memilih jalur Kaas itu. Sudah pasti agar tidak menabrak langsung genangan air persis di Bumdes Desa Songan A.

Dari pantauan di lokasi, ada beberapa kendaraan yang nekat mencoba menerobos genangan air. Namun, akibatnya kendaraan mati di tengah jalan. Karena itu, yang ingin aman harus putar balik arah ke Kaas menghindari genangan air berwarna coklat itu. (asa)


Senin Paing, 2 Maret 2020

Peredaran Narkoba Masih Tinggi Singaraja (Bali Post) Kejahatan narkoba masih tergolong tinggi di Bali. Pasalnya, permintaan terhadap barang haram tersebut tetap tingi, meskipun pihak kepolisian telah berkali-kali menggagalkan masuknya narkoba ke Pulau Dewata. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali terus bekerja keras bersama kepolisian memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Upaya menggandeng para stakeholders terkait terus digenjot, sehingga peredaran narkoba di daerah ini bisa diminimalisir. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa didampingi Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa, belum lama ini mengatakan, dari 36 BNNP yang ditetapkan di Indonesia, Bali menduduki peringkat ke-24. Peringkat ini ditetapkan BNN berdasarkan data internal karena peredaran narkoba di Bali masih tergolong tinggi. Bukan hanya itu, dari pemantauan BNNP menunjukan kalau masuknya narkoba ke Bali dalam jumlah besar. Ini dibuktikan dengan digagalkannya pengiriman 10 gram sabu, 27 kilogram ganja. Bahkan, yang terbesar adalah penggagalan kiriman 51 kilogram ganja.

Dari pengungkapan kasus itu, para bandar narkoba di Indonesia memilih Bali sebagai ladang bisnis narkoba yang menjanjikan. Tingginya peredaran tidak lepas karena permintaan dari konsumen juga tinggi. “Situasi rawan atau tidak ini tetap menjadi tantangan dan memerlukan kerja keras kita. Bagaimana daerah rawan menjadi tidak rawan dan daerah yang tidak rawan tetap menjadi daerah yang kondusif tanpa paparan peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” jelasnya. Putu Gede Suastawa menambahkan, dari sembilan kabupaten dan kota di Bali, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Buleleng juga dikategorikan rawan. Ini karena Bali Utara sendiri daerahnya terluas di Bali. Selain itu, daerah ini juga berbatasan dengan empat kabupaten yaitu, Karangasem, Bangli, Tabanan, dan Jembrana. Tak hanya itu, garis pantai di Buleleng juga terpanjang, sehingga kondisi ini berpotensi memudahan masuknya narkoba ke Buleleng. “Buleleng ini datar semua dan pantainya luas, jadi dari mana pun bisa dimasuki oleh orang, apalagi berbatasan dengan 4 kabupaten di Bali, sehingga peredaran narkoba di daerah ini bisa dikatakan

tinggi,” jelasnya. Putu Gede Suastawa mengajak partisipasi aktif semua stakeholders terkait. Ini karena tidak memungkinkan kejahatan merusak masa depan generasi muda ini bisa ditumpas hanya oleh jajaran kepolisian dan BNN saja. Akan tetapi, kalau ada dukungan semua komponen masyarakat, maka kejahatan narkoba bisa dicegah. Partisipasi ini mulai dari membantu penyebarluasan bahaya penyalahgunaan narkoba, berbagi informasi dengan aparat kalau menemukan adanya indikasi transaksi atau penyalahgunaan narkoba. Partisipasi lain bisa dilakukan dengan membantu memberi pengertian kepada pecandu nerkoba agar mengikuti anjuran pemerintah untuk direhabilitasi. Ini karena setiap penyalah guna narkoba ini adalah korban dan komitmen jajaran BNN tidak akan memproses hukum kalau pecandu mengikuti program rehabilitasi. “Di Buleleng ada 30 perbekel desa dilantik menjadi relawan antinarkoba. Ini adalah partisipasi aparat pemerintah terbawah dan kita harapkan semua pihak berpartsipasi aktif dalam merealsiasikan P4GN yang dicanangkan pemerintah,” jelasnya. (kmb38)

TUTUP – Gelombang tinggi terjadi di Pantai Penimbangan, Minggu (1/3) kemarin. Objek wisata pantai ini pun ditutup dari aktivitas wisata.

Cuaca Buruk, Objek Wisata Pantai Penimbangan Ditutup Singaraja (Bali Post) -

Cuaca buruk melanda Buleleng sejak Minggu (1/3) kemarin. Ombak besar disertai hujan dan angin kencang terjadi sore kemarin. Demi keamanan, objek wisata Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, ditutup dari kunjungan wisatawan. Pantauan Bali Post di lapangan, hujan diikuti angin kencang terjadi mulai sekitar pukul 15.00 Wita. Bersamaan dengan itu, ombak tiba-tiba membesar. Bahkan, hempasan air laut melewati beton pengaman pantai. Atas kejadian itu, warga yang membuka warung atau menyewakan kano dan ban bekas untuk berenang, lang-

sung menutup usaha mereka. Tak pelak, suasana Pantai Penimbangan yang bisanya selalu ramai pengunjung, mendadak sepi tanpa aktivitas wisatawan. Salah seorang penggiat konservasi di Pantai Penimbangan Gede Wiadnyana mengatakan, kalau tidak dilanda cuaca buruk, dipastikan Pantai Penimbangan akan

dijejali pengunjung. Pasalnya, kemarin merupakan hari Umanis Kuningan, di mana libur terakhir pascahari raya ini dimanfaatkan oleh warga untuk berkunjung ke tempat wisata murah di Buleleng. Sampai sore kemarin, ombak masih tampak tinggi diikuti hujan deras dan angin kencang. Dia memperkirakan, ketinggian ombak hingga me-

nyamai ketinggian beton pengaman pantai di daratan dengan ketinggian sekitar 5 meter. Tingginya ombak ini membuat perlengkapan nelayan dan tenda-tenda milik warga yang berjualan terpaksa diungsikan. Jika tidak, dipastikan perlengkapan itu hanyut diseret ombak. “Demi keselamatan dan juga ini proses alam, aktivitas wisata di pantai ditutup sementara. Kalau ombaknya besar dan hujan, pengunjung pasti ramai karena bersamaan Umanis Kuningan,” katanya. (kmb38)

Terkait Kasus Perkelahian

Polisi Tetapkan Satu Terduga Pelaku

Bali Post/kmb38

Iptu Gede Sumarjaya

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA *Dcr Receptionist,SpaTherapist REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744

B.BP.001.02.20.0000818

Singaraja (Bali Post) Penyelidikan kasus perkelahian di Jalan Singaraja – Amlapura, tepatnya di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan ditangani intensif penyidik Polsek Sawan. Pascakejadian itu, Minggu (1/3) kemarin, penyidik menetapkan Kadek Rusdi Agustina (34), asal Desa Giri Emas sebagai terduga pelaku dalam kasus ini. Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, mengatakan penyidik menetapkan terduga pelaku ini setelah melakukan pemeriksaan saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut. Hasil

MITSUBISHI

XPander Ultimate Hitam 2018 As.Bali Tgn 1,samsat pnjng,Jok Lederpro,karpet dasar, service gratis 08123914709

PROPERTY

Staf bersih rmh Kost, tgl. dalam pria, jujur, rajin. 085238203818

Djl Toko Lok.A.Yani Utara 11X Darmasaba Badung LT55m2. Minat Hub.082144662869

B.BP.001.02.20.0000835

KUHP. “Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai terduga pelaku dalam kejadian itu. Ini keterangan saksi dan olah TKP yang dilakukan penyidik di Polsek Sawan,” katanya. Ditanya motif pelaku menganiaya perwira asal Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu ini belum memberi penjelasan. Alasannya karena menunggu hasil pemeriksaan pelaku. Selain itu, korban sendiri juga belum bisa dimintai keterangannya karena masih menjalani pengobatan pascaoperasi luka tusuk pada perutnya. “Tergugat pelaku masih diperiksa, sehingga apa motif belum bisa disampaikan, dan korban juga masih dirawat, jadi menunggu sampai

selesai menjalani perawatan di rumah sakit,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian terjadi di pinggir jalan Singaraja - Amlapura wilayah Dusun Segara, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Jumat (28/2) malam lalu. Kejadian berawal, terduga pelaku Kadek Rusdi Agustina ditelepon oleh temannya, Kadek Mertadana. Saksi menyampaikan bahwa telah dipukul oleh korban Gede Arca di depan SPBU Desa Giri Emas. Atas pengaduan itu, terduga pelaku menemui saksi. Tiba di lokasi kejadian, terduga pelaku langsung memukul sampai korban ketakutan dan lari ke arah timur (depan Rumah Sakit

Pratama Giri Emas-red). Melihat korban lari, terduga pelaku mengambil taji di bawah jok sepeda motornya sembari mengejar korban. Berhasil

mengejar, pelaku ini kembali menganiaya korban. Dia memukul sampai perut korban terluka dan mengeluarkan darah. (kmb38)

SERVICE

B.BP.001.03.20.0000013

Dicari Salesman / Girl Lam: Bedahulu 4 No.12 Dps Email:gemilang_bali@yahoo.com

B.BP.004.02.20.0000829

olah TKP yang dilakukan kemarin mengarah pada terduga pelaku menganiaya korban Gede Arca (30) asal Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan. Selain keterangan saksi dan olah TKP, yang menguatkan terduga pelaku menganiaya korban adalah ditemukannya benda tajam jenis taji tidak jauh dari lokasi kejadian di depan Rumah Sakit Pratama, Desa Giri Emas. Taji yang biasa dipakai dalam sabung ayam itu digunakan terduga pelaku saat kejadian sampai perut korban terluka parah. Saat ini, taji dan barang bukti lain disita untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari kasus ini, terduga pelaku melanggar Pasal 351

DIJUAL TOKO

RUPA-RUPA

B.BP.001.03.20.0000001

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Dijl Granmax th 08 mesin body bagus dijl karena BUC 80 juta negoH.08113980681/08113980682

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.03.20.0000004

BIRO JASA

B.BP.004.02.20.0000834

HYUNDAI

Hyundai th’1996 Asli Bali, Silv Hub.081805523562,081246367747

B.BP.001.03.20.0000006

Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155

B.BP.001.02.20.0000023

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee

BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM

www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL

}

PAKET

1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE


Senin Paing, 2 Maret 2020

Soal Lelang Jabatan Jelang Pilkada

Bawaslu akan Cek ke BKD

Banjir di Yehembang

Air Sungai Genangi Jembatan

Negara (Bali Post) – Terbitnya peraturan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait mutasi ataupun pengisian jabatan kosong dalam pilkada ini berdampak bagi beberapa daerah di Bali yang menyelenggarakan pilkada. Termasuk di Kabupaten Jembrana, yang saat memasuki tahapan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 2020. Saat ini, beberapa kursi eselon II terutama dinas mengalami kekosongan karena pejabat sebelumnya pensiun. Untuk pejabat di dinas tersebut sementara diisi pelaksana tugas (plt) kepala dinas. Seperti di Dinas Dafduk, Dinas Kesehatan dan Kesbangpol masingmasing diisi sementara oleh Sekretaris Dinas. Sedangkan satu OPD yakni Satpol PP, Plt. diisi oleh Staf Ahli Bupati. Proses lelang jabatan untuk eselon II ini sedang berlangsung. Teranyar pada akhir Januari lalu dari hasil seleksi administrasi sudah lolos 18 dari 20 orang lebih yang mendaftar. Mereka kemudian mengikuti tahapan berikutnya yakni tes manajerial pada awal Februari lalu. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Minggu (1/3) kemarin mengatakan, terkait peraturan dari Kemendagri tentang larangan

mutasi di daerah yang menggelar pilkada per 8 Januari lalu itu lebih menekankan pada penggantian. Sementara saat ini di Pemkab Jembrana merupakan tahapan pengisian kekosongan jabatan melalui lelang jabatan. ‘’Mutasi terakhir kemarin di Jembrana tanggal 7 Januari (sebelum tanggal 8). Untuk pengisian jabatan (lelang jabatan) kita akan cek lagi besok ke BKD. Sampai sejauh mana, setahu kami belum dilantik. Nah apakah ada izin dari Mendagri,’’ katanya. Sementara untuk larangan sesuai amanat UU, menurutnya, lebih ditekankan untuk penggantian jabatan. ‘’Apakah untuk pengisian jabatan yang kosong ini termasuk penggantian? Ini perlu diskusi lebih lanjut,’’ tandas Pande. Bawaslu akan mengecek lebih lanjut ke BKD mengenai izin untuk tahapan tersebut. Sebelumya, saat pembukaan rakor bidang politik dan pemerintahan umum dan deteksi dini mendukung sukses pilkada serentak di Nusa Dua pekan lalu, Mendagri Tito Karnavian menyebutkan telah mengeluarkan peraturan sebelum penetapan pasangan calon, dari 8 Januari, tidak boleh ada mutasi. Kalau ada mutasi yang urgen harus dilaporkan ke Mendagri. (kmb26)

Fakta lain menyangkut pariwisata Bali adalah fenomena mulai ditingggalkannya Bali oleh wisatawan asing. Salah satunya wisatawan asal Australia. Hal ini diungkapkan akademisi pariwisata Politeknik Pariwisata Bali, Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si. Ia mengatakan pasar Australia juga mulai beralih ke daerah lain, salah satunya Lombok. ‘’Okupansi di Lombok sekarang mulai bagus,’’ katanya.

Pihaknya berharap agar pemerintah mulai cepat untuk meninjau kembali kebijakan pariwisata. Dulu sering diwacanakan One Island One Management, namun sampai sekarang, dinilai Mertha, tidak ada action-nya. Ia mengutarakan harus ada rundown-nya, yang harus dilakukan. Sekarang dalam kondisi seperti ini, semua kelabakan. ‘’Harus diurai dulu apa sebenarnya persoalan kita. Kita selalu bicara pariwisata berkualitas, selalu gitu, namun tidak ada tindakan,’’ keluhnya. (may/edi/ata)

Sementara itu, Australia pada Minggu (1/3) pagi membenarkan kematian pertama pasien virus Corona di rumah sakit di Kota Perth, menurut pejabat kesehatan Andrew Robertson. Pria berusia 78 tahun itu dikarantina seusai dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess di Jepang. ‘’Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pasien dan menyayangkan dia menjadi korban meninggal pertama akibat virus Corona di Australia,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Negara Bagian Australia Barat Robertson kepada awak media. Istri korban juga tertular virus Corona, namun kini kondisinya stabil, kata otoritas. Selain Australia, Thailand juga melaporkan adanya korban meninggal. Pria Thailand

berusia 35 tahun yang juga mengalami deman berdarah meninggal akibat virus Corona. Ini menjadi kematian pertama di Thailand, menurut Dirjen Departemen Pengendalian Penyakit Suwanchai Wattanayingcharoen pada Minggu kemarin. Thailand mencatat 42 kasus virus Corona sejak Januari, dengan 30 di antaranya dinyatakan sembuh dan 11 pasien lagi masih menjalani perawatan di rumah sakit, seperti dilaporkan departemen tersebut. Pejabat kesehatan Thailand mengatakan, korban bekerja di sektor ritel, di mana banyak melakukan kontak dengan warga asing selama awal kemunculan wabah tersebut. ‘’Ini merupakan kasus penularan lokal, dan dia berisiko lantaran terpapar dengan turis China,’’ kata Suwanchai saat konferensi pers. (ant)

Total 69 WNI ABK Diamond Princess yang secara sukarela mengikuti proses pemulangan ini telah meninggalkan kapal menggunakan bus untuk segera

masuk ke pesawat Garuda Indonesia yang telah menunggu untuk menerbangkan mereka kembali ke Tanah Air. Pesawat sewa tersebut bertolak dari Bandara Haneda, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi

Kebencanaan BNPB Agus Wibowo melalui siaran pers, Minggu kemarin, menjelaskan setibanya di Kertajati, selanjutnya mereka akan dibawa menuju Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu untuk dilakukan observasi. (ant)

Hadir pada kesempatan itu Ketua KPK RI Komjen Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si., Direktur Utama LPP RRI M. Rohanudin dan seniman lainnya. ‘’Puisi yang saya bacakan sarat akan makna ‘benar atau salah sang raja, negeri tetap ku bela’, erat dengan jiwa nasionalisme. Hal itu perlu ditanam sejak dini, menjadi karakter yang baik dan kuat untuk generasi penerus ke depan,’’ ujarnya. Menurut Putri Suastini, jiwa nasionalisme yang dimiliki tiap insan akan membuat mereka

berpikir dua kali untuk merusak negerinya sendiri seperti halnya korupsi. ‘’Idealisme kita, kesetiaan kita terhadap negeri bisa dari mana saja. Mulainya dari mana? Mulai dari anak-anak kita. Tanamkan itu sebagai karakter dirinya, budi pekertinya, apa yang harus dia lakukan untuk negeri ini,’’ jelasnya. Bila nasionalisme itu tetap membara di dada, lanjut Putri Suastini, semua pihak pasti akan berpikir untuk melakukan sesuatu yang merusak kejayaan bangsanya. ‘’Jadi, korupsi juga bisa dikikis bila nasionalisme di dada kita tetap menyala,’’

tandasnya. Dalam gelar karya puisi yang dibawakan masing-masing dengan sangat apik dan mendalam, diiringi dengan denting piano yang manis hasil aransemen sang pianis kebanggaan Indonesia, Dwiki Dharmawan. sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri juga mengajak masyarakat untuk mencintai Indonesia dengan melawan korupsi. Ajakan tersebut disampaikan dalam bentuk puisi. Menurutnya, seni dan sastra termasuk puisi dapat menjadi salah satu sarana membangkitkan kesadaran untuk tidak berkorupsi. (kmb)

Australia Mulai Beralih ke Lombok

Kapal Pesiar Diamond Princess

Negara (Bali Post) – Hujan deras yang mengguyur Jembrana, Minggu (1/3) kemarin, mengakibatkan sejumlah alur sungai meluap. Salah satunya di Sungai Yehembang, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Volume air yang mengalir dari hulu itu kemarin cukup tinggi hingga meluap dan hampir menerjang jembatan penghubung di Banjar Sekar Kejula Kelod. Dari informasi warga, air sungai itu kembali meluap seperti pada akhir 2018 lalu dan menggenangi sejumlah fasilitas umum. Salah satunya di kuburan (setra) Desa Adat Yehembang Kauh. Selain itu air disertai lumpur itu juga menggenangi jalan desa di sekitar jembatan. Sejumlah batang kayu yang terbawa air bah itu juga tersangkut di bawah jembatan. Warga dengan petugas dari kepolisian kemarin turun untuk membersihkan kayukayu yang menyangkut di bawah jembatan. Hal itu dilakukan agar air bisa mengalir lancar dan tidak menerjang jembatan. Perbekel Yehembang Kauh, Komang Darmawan, membenarkan adanya air sungai meluap. Seperti tahun sebelumnya, air sungai meluap hingga menggenangi

Senin, 2 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Mupuk Pedagingan Pedudusan Agung Ngusaba Desa Ngusaba nini Lan Ngusaba Dalem(5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Hnoman (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif

12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita

Ekonomi

ASPI Uji Coba QRIS CPM Pertama Kali

ASOSIASI Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) melakukan uji coba QRIS CPM (QR Code Indonesian Standard Customer Presented Mode) pada Sabtu (29/2). Uji coba itu dilakukan saat Executive Gathering ASPI 2020 yang bertemakan ‘’Membangun Sistem Pembayaran Digital Nasional yang Terpercaya dan Inklusif’’ di Bali. Hadir pada acara tersebut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Filianingsih Hendarta, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Pungki P. Wibowo, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Surveilains Sistem Keuangan Y. Budiatmaka, dan Direksi atau pimpinan dari anggota ASPI. Ketua ASPI yang juga Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan sistem pembayaran nasional

Perlu Ditanamkan Sejak Dini

Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Bali TV Shop Punggung Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Jiwa Entrepreneur Yowana Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Nangun Yadnya Karya Malik Sumpah Agung, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih Lan Nyenuk, Makebat Daun,Nangun Ayu Ring Pura Dalem Taru Putih, Setra Lan Prajapati, Desa Adat Tohpati,

BERSIHKAN JEMBATAN – Warga bersama petugas dari kepolisian berupaya membersihkan batang-batang kayu yang menyumbat di bawah jembatan di Banjar Sekar Kejula Kelod saat banjir, Minggu (1/3) kemarin.

Dukung BSPI 2025

Observasi di Pulau Sebaru Kecil

10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

setra. ‘’Air naik tadi siang. Beberapa ruas jalan juga tergenang,’’ ujar Perbekel. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP dikonfirmasi terpisah membenarkan kejadian itu dan menjadi atensi BPBD. Warga juga telah diimbau untuk tidak mendekati bantaran sungai. Sejumlah aparatur desa, Babinsa dan staf BPBD Jembrana hingga kemarin sore masih melakukan upaya pembersihan di bawah jembatan. (kmb26)

Banjarangkan-Klungkung 17:00 Wita Seputar Bali Terkini 17:05 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Filler Hermed 21:30 Wita Taksu Jero Mangku Gede Wayan Budiana, Tantangan Tarian Sang Hyang Penyalin di Tengah Zaman Modern 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:05 Wita Bali Chanel

yang terpercaya dan inklusif merupakan salah satu tulang punggung utama upaya ke arah akselerasi pencapaian Economic Inclusion bagi 9,3 juta penduduk unbanked serta 62,9 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Sasaran tersebut telah tercatat dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025). Untuk itu, secara proaktif, ASPI telah melakukan kajian dan studi sejak 2018 dengan dukungan penuh industri. Studi yang dilakukan ASPI ini mencakup survei atau interview pelaku industri dan validasi arah strategis. Kajian ini juga mencakup kajian terhadap global payment industry leading practices. Hasil dari kajian ini akan menjadi masukan industri secara independen kepada Bank Indonesia (BI). ‘’Ringkasan hasil studi ASPI yang telah dikonsultasikan dengan pihak DKSP Bank Indonesia dipaparkan dalam Executive Gathering ini agar kolaborasi dan prioritas

sumber daya industri dapat disiapkan dan diselaraskan bagi pencapaian visi SPI 2025,’’ ujar Anggoro. ASPI telah mampu secara proaktif menyelesaikan pendalaman dan implementasi ketentuan mikro atau teknis operasional terkait Kebijakan Sistem Pembayaran. Termasuk di dalamnya adalah penyusunan standar QRIS yang relatif lebih baik dari standar regional sejenis dan implementasi standar QRIS MPM (Merchant Presented Mode). Asosiasi juga telah selesai menyusun Ketentuan ASPI (KASPI), serta memberikan dukungan rutin pelaksanaan kebijakan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) BI. Anggoro juga menegaskan bahwa 149 anggota ASPI telah siap menjadi ujung tombak transformasi pembayaran digital nasional. Studi arah strategis ASPI dan konsultasi dengan regulator merupakan bagian dari tanggung jawab penting ASPI sebagai salah satu upaya untuk memer-

UJI COBA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) dan Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo (kanan) melakukan uji coba QRIS Customer Presented Mode atau CPM di Denpasar, Bali, Sabtu (29/2). atakan tingkat kesiapan dan sumber daya seluruh pelaku industri dalam mendukung sistem pembayaran digital nasional yang terpercaya dan inklusif. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang menjadi keynote speech sekaligus membuka Executive Gathering ASPI ke-6 mengatakan, ada

lima Visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. ‘’Digitalisasi sistem pembayaran melalui BSPI 2025 diarahkan untuk integrasi ekonomi dan keuangan digital secara end-to-end yang searah dengan upaya menjaga stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan,’’ imbuh Perry. (ad002)

Mencari Alternatif Penggerak Ekonomi Kita juga mengetahui bahwa setiap terjadi peristiwa yang mengancam pariwisata, selalu muncul wacana mencari alternatif lain sebagai penggerak ekonomi. Akan tetapi seiring dengan bangkitnya kembali pariwisata pascaanjlok, wacana mencari alternatif lain hilang begitu saja. Bali memiliki sejarah kuat di luar sektor pariwisata, sebelum pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian Bali, sektor pertanian menjadi sektor andalan karena manusia Bali adalah petanipetani tangguh dan ulet. Pertanian tidak saja dijadikan

kehidupannya, tetapi juga jalan hidup, budaya agraris menjadi nilai jual utama pariwisata. Berdasarkan realitas itu, pariwisata idealnya ada di belakang pertanian atau paling tidak bersama saling mendukung dan berkembang. Kelebihan Bali dibandingkan dengan 10 destinasi wisata yang ingin dikembangkan oleh pemerintah pusat yaitu kita punya kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh daerah lain yaitu desa adat. Dengan pemberdayaan desa adat dalam pengembangan kepariwisataan dengan budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu dapat dipakai sebagai potensi yang paling dominan. Desa adat mampu

menghadapi berbagai tantangan yang berkembang bila potensi dan pemberdayaan desa adat diberikan peran dan dijaga keajegannya. Sehingga dalam kondisi apa pun Bali akan tetap mampu selamat dari ancaman yang terjadi. Kepariwisataan yang dalam perkembangan dan pengembangannya menggunakan kebudayaan daerah Bali yang dijiwai oleh agama Hindu yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional sebagai potensi dasar yang paling dominan, yang di dalamnya tersirat satu citacita akan adanya hubungan timbal balik antara pariwisata dengan kebudayaan, sehingga keduanya meningkat secara

serasi, selaras dan seimbang. Desa adat sangat berperanan dalam pengembangan pariwisata budaya di daerah ini bilamana fungsi, peranan dan wewenang desa adat dapat berjalan dengan baik. Pada desa-desa adat yang berkembang seni budaya dan kehidupan masyarakatnya sejahtera, fungsi, peranan dan wewenang desa adat berjalan mantap. Desa adat di Bali mampu menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi ini bila potensi dan pemberdayaan desa adat dapat sepanjang pelestarian kebudayaan Bali dan lingkungannya tetap dijaga keajegannya. Penulis, Dosen FEB Unwar


SENIN PAING, 2 MARET 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Sukawati Lakukan Penguatan Bahasa Bali

Bali Post/nik

MC - Suasana lomba MC berbahasa Bali sebagai upaya melestarikan bahasa Bali di Desa Adat Sukawati. Lomba ini digelar beberapa waktu lalu.

BAHASA, sastra dan aksara Bali mesti dijaga kelestariannya sebagai ikon Bali. Dalam kaitan upaya pelestarian tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menggelar Bulan Bahasa Bali. Melalui program ini Pemprov Bali lewat visi ‘’Sat Kerthi Loka Bali’’ mendorong desa adat untuk lebih menguatkan posisi bahasa Bali. Ini juga telah direspons oleh desa adat di Bali, salah satunya Desa Adat Sukawati, Gianyar. Apa saja kegiatan yang dirancang desa ini dalam pelestaraian bahasa Bali? Penguatan bahasa Bali dipandang urgen, karena kearifan lokal Bali tersebut justru kian melemah di era kemajuan global. Desa Adat Sukawati, Gianyar berupaya melakukan penguatan bahasa Bali dan menggali potensi krama dalam menggunakan bahasa Bali. Bendesa Adat Sukawati I Nyoman Suantha mengungkapkan, program Pemerintah Provinsi Bali melalui visi ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’ bertujuan untuk menguatkan desa adat di Bali, termasuk dalam hal bahasa dan sastra Bali. ‘’Tujuan Gubernur dengan program ini memang menguatkan desa adat. Ada hal yang perlu diperkuat, khususnya yang menyangkut bahasa dan sastra Bali,’’ katanya. Dikatakannya, penguatan ini menjadi hal yang urgen. Terlebih di tengah kemajuan global, generasi milenial lebih banyak berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan Inggris atau bahasa asing lainnya. ‘’Dalam beraktivitas di sekolah dan dalam pergaulannya, generasi muda lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan di rumah juga kerap menggunakan bahasa Indonesia,’’ katanya. Menurut Suantha, penggunaan bahasa nasional tentu bukan hal yang salah, namun alangkah baiknya bahasa lokal lebih dilestarikan lagi. Pihaknya dalam kegiatan di Desa Adat Sukawati terus menekankan krama agar berkomunikasi di rumah dominan menggunakan bahasa Bali. ‘’Di rumah dan dalam kegiatan di adat selalu kami tekankan agar menggunakan bahasa Bali,’’ katanya. Terkait dengan pelestarian bahasa, aksara dan sastra Bali, pada pertengahan Februari lalu, Desa Adat Sukawati menggelar lomba MC berbahasa Bali dan matembang rare di Wantilan Jaba Pura Desa Puseh Desa Adat Sukawati. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi generasi muda dalam berbahasa Bali. ‘’Lomba MC berbahasa Bali penting agar dalam membawakan acara, sekaa teruna fasih berbahasa Bali. Dalam sejumlah kegiatan di desa adat, kami juga akan persiapkan mereka untuk tampil ngayah,’’ ucapnya. Lomba MC dan matembang rare ini salah satu program rutin setiap tahun, menggunakan dana keuangan tahunan Desa Adat Sukawati.

Anggaran Rp 300 juta yang bersumber dari APBD Semesta Berencana ini juga digunakan untuk kegiatan yang meliputi parahyangan, palemahan dan pawongan. ‘’Misalnya untuk parahyangan kami alokasikan Rp 60 juta untuk belanja upakara, masing-masing di Pura Puseh dan Pura Desa serta Pura Dalem Desa Adat Sukawati,’’ katanya. Sementara untuk pawongan, pihaknya mengalokasikan anggaran untuk sejumlah kegiatan mulai dari penyelenggaraan pasraman sampai belanja pembentukan dan pengembangan Baga Utsaha Padruen D e s a Adat Sukawati. Untuk palemahan, dialokasikan anggaran untuk penataan setra, hingga pengelolaan sampah rumah tangga. (nik)

‘’Tujuan Gubernur dengan program ini memang menguatkan desa adat. Ada hal yang perlu diperkuat, khususnya yang menyangkut bahasa dan sastra Bali.’’ Nyoman Suantha

Kembangkan Sains Pertanian

UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali mengembangkan Fakultas Pertanian. Fakultas yang teakreditasi B ini berdiri sejak 17 Juli 1984. Empat Program Studi (Prodi) Sarjana (S-1) dikembangkan, yaitu Agroteknologi, Ilmu dan Teknologi Pangan, Peternakan, dan Manajemen Sumber Daya Perairan. Prodi ini telah terakreditasi dengan nilai B oleh BAN-PT. Bahkan, Prodi Peternakan telah terakreditasi A.

Memberikan kesempatan kepada para lulusannya untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan, kini Fakultas Pertanian membuka Prodi Magister (S-2) Sains Pertanian pada Program Pascasarjana Unwar. Pembukaan prodi ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19/M/2020 tentang Izin Pembukaan Program Studi Sains Pertanian Program Magister di Universitas Warmadewa tertanggal 8 Januari 2020. Dengan dibukanya prodi baru ini, kini Pascasarjana Unwar di

bawah Direktur Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. mengasuh 7 Prodi Magister. Dekan Fakultas Pertanian Unwar Ir. I Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb. mengatakan, branding Prodi Sains Pertanian adalah ekowisata. Sehingga semua lulusannya nanti memiliki kualitas berwawasan ekowisata sesuai dengan visi Unwar yaitu pendidikan bermutu, berwawasan ekowisata dan go global tahun 2034. Sasaran prodi ini adalah para alumni S-1 Fakultas Pertanian Unwar dan lulu-

san dari universitas lainnya. Sebab, sosialisasi pembukaan prodi ini telah dilakukan di seluruh Indonesia. ‘’Keunggulan prodi ini yaitu kita mempunyai kemampuan branding di bidang ekowisata. Karena Bali adalah tujuan pariwisata dunia, jadi paling tidak semua perluasan ilmu pengetahuan dan materinya akan mengarah ke ekowisata,’’ ujar Dewa Nyoman Sadguna. Lebih lanjut dikatakan, Fakultas Pertanian Unwar telah memiliki lima laboratorium untuk mendukung

proses pembelajaran. Di antaranya lab analisis pangan, lab produksi pangan, lab green house, lab lapangan dan lab sumber daya perairan, serta didukung lab peternakan. Selain itu, berbagai kerja sama juga digalang dengan lembaga terkait. Semua fasilitas dan kerja sama yang dilakukan untuk mendukung pencapaian pembelajaran Sains Pertanian. Oleh karena itu, Prodi Sains Pertanian telah siap menerima mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021. (win)

I Dewa Nyoman Sadguna

Nadal Sabet Juara Ketiga Kalinya

Bali Post/ant

UJI COBA - Pelari AS Abdi Abdirahman merayakan keberhasilannya meraih tempat ketiga dalam uji coba tim marathon Olimpiade AS di Atlanta, Georgia, Sabtu (29/2).

Pelari 43 Tahun Raih Tiket Olimpiade

PELARI marathon Amerika Serikat (AS) Abdi Abdirahman yang sudah berusia 43 tahun lolos ke Olimpiade untuk kelima kalinya. Dalam uji coba marathon Olimpiade yang diselenggarakan di Atlanta, AS, Abdirahman meraih tempat ketiga dengan catatan waktu 2:10:03, dan menjadi pria Amerika tertua yang meraih tempat dalam tim marathon Olimpiade AS. ‘’Saya tidak pernah menghitung diri saya,’’ kata Abdirahman seusai lomba seperti dilansir Reuters, Minggu (1/3) kemarin. ‘’Semuanya berjalan seperti yang saya inginkan... memperoleh tempat ketiga

atau pertama, kedua sama saja, kami semua menuju tempat yang sama dan kami semua mencapai tujuan yang sama yang kami inginkan,’’ katanya. Sebelum lomba yang digelar Sabtu, banyak yang berspekulasi apakah pelari berusia 43 tahun, yang sudah empat kali mengikuti Olimpiade itu akan menembus 10 besar. Namun, beberapa memperkirakan ia akan pergi ke Tokyo, mengikuti Olimpiade kelima yang menakjubkan. Ia pertamakali bergabung dengan Tim AS untuk Olimpiade Sydney 2000, tempat ia meraih posisi ke-10 dalam nomor 10.000 meter, dan kemudian berakhir di tempat

ke-15 dan ke-10 pada dua Olimpiade berikutnya. Ia berkompetisi pada marathon Olimpiade London tetapi gagal menyelesaikannya. Bagian dari keberhasilannya berlari di Atlanta adalah 12 pekan tugas di dataran tinggi Ethiopia, tempat Abdirahman mengatakan kepada wartawan bahwa ia ‘’banyak berlatih’’ bersama peraih medali emas Olimpiade empat kali, Mo Farah dari Inggris. ‘’Setelah 20 tahun berlari, saya ingat pertama kali masuk tim Olimpiade,’’ katanya. ‘’Saya kira ini akan menjadi Olimpiade terakhir saya tetapi ini tidak akan menjadi uji coba terakhir saya,’’ tambahnya. (ant)

RAFAEL NADAL tetap bertahan sebagai unggulan pertama di Mexico Open 2020 dan berhasil menyabet gelar juara untuk ketiga kalinya di turnamen tingkat ATP 500 ini setelah mengalahkan Taylor Fritz (Amerika Serikat) di babak final. Pada pertandingan yang berlangsung di Acapulco, Mexico, Minggu (1/3) kemarin, Nadal menuntaskan pertandingan dengan dua set langsung 6-3, 6-2, menurut laporan laman ATP tour. ‘’Aku tak bisa lebih senang dari ini. Aku bermain di turnamen hebat sejak awal hingga akhir. Acapulco merupakan gelar besar yang pertama kuraih dalam karierku, untuk bisa bertahan selama 15 tahun di sini merupakan hal yang luar biasa. Aku tak bisa mengucapkan terima kasih pada banyak orang yang sudah membuatku merasa nyaman seperti di rumah sendiri,’’ kata Nadal dalam sambutannya. Kemenangan petenis asal Spanyol ini menjadi gelar juara tunggal ATP Tournya yang ke-85 dan menjadi yang pertama di musim 2020. Nadal merangsek tanpa kalah satu set pun dan rata-rata hanya kehilangan

lima gim per pertandingan. Secara statistik, ia memimpin dalam klasemen dengan angka pengembalian pukulan mencapai 54 persen dan mengubah 22 dari 35 break point atau sekitar 63 persen. ‘’Setelah tidak bertanding sejak Australia, ini jadi pekan dan momen yang penting untukku. Aku bermain dengan solid, intensitas yang tepat, dan keinginan yang kuat, pukulan forehand-ku juga bekerja dengan mengesankan,’’ katanya menceritakan. Meski kalah, Fritz bisa berpuas diri dengan berhasil

mencapai babak final kelimanya di ATP Tour dan menjadi final perdananya di ajang tingkat ATP 500. ‘’Dia salah satu pemain terbaik yang pernah ada dan dia menunjukkan apa yang dia punya kepadaku hari ini. Ini adalah salah satu turnamen kesukaanku tiap tahunnya, aku bersyukur bisa memiliki pekan yang baik dalam salah satu ajang kesukaanku. Aku begitu menyukainya,’’ kata Fritz menanggapi hasilnya di final Acapulco. Sebagai ganjaran a t a s

kemenangannya, Nadal berhak membawa pulang hadiah sebesar 372.785 dolar AS atau sekitar Rp 5,3 miliar dan 500 poin peringkat ATP. Sedangkan Fritz mendapat hadiah sebanyak 187.110 dolar AS atau sekitar Rp 2,6 miliar dan 300 poin ATP. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 2 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu