terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 77 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat kliwon, 1 november 2019
balipost http://facebook.com/balipost
DTIK Festival
Kunjungan Pertama Wapres di Bali
Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (DTIK) Festival Tahun 2019 kembali digelar. Ajang bertemunya penggiat inovasi di bidang teknologi dan digitalisasi ini dihelat pada 31 Oktober hingga 3 November mendatang.
Wapres Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Bali, Kamis (31/10) kemarin. Setelah membuka konferensi terkait minyak sawit di Nusa Dua, Wapres Ma’ruf Amin bersama Ny. Wury Estu Handayani melakukan kunjungan ke Desa Pecatu, Kuta Selatan. BADUNG | HAL. 3
DENPASAR | HAL. 2
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Gemar Makan Ikan Peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi momentum bagi pemerintah kabupaten untuk menanamkan kecintaan terhadap menu berbahan dasar ikan. Pemkab Klungkung pun mulai mengajarkan anakanak untuk gemar makan ikan. KLUNGKUNG | HAL. 12
Tutup TMMD Ke-106 Kodim Tabanan
Kasad Terkesan dengan Semangat Bupati Eka dan Masyarakat Tabanan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa sangat terkesan dengan semangat masyarakat Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dalam membangun Tabanan. Hal itu diungkapkan Kasad Jenderal Andika Perkasa pada acara Penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 1619/Tabanan di Lapangan Desa Gubug, Tabanan, Kamis (31/10) kemarin.
P
ria kelahiran Bandung, 21 Desember 1964 itu sangat terkesan dengan antusiasme masyarakat Tabanan. Sesuai dengan laporan Komandan Kodim, katanya, bahwa semangat kerja masyarakat dalam menyukseskan TMMD 106 Kodim 1619/Tabanan cukup tinggi. ‘’Namun saya menilainya sangat tinggi, bukan cukup tinggi. Karena masyarakat benar-benar bekerja secara sukarela membangun bersama TNI dalam program TMMD ini. Ini jarang terjadi. Saya harus katakan apa adanya. Ini merupakan contoh yang sangat bagus. Inilah kehidupan yang membuat TMMD - Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada acara Penutupan TMMD ke-106 Kodim 1619/Tabanan di Lapangan Desa Gubug, Kamis (31/10) kemarin.
Aparat Hukum Tidak Boleh ’’Dibajak’’ Mafia
Jakarta (Bali Post) – Aparat hukum tidak boleh ‘’dibajak’’ oleh mafia demi kelancaran program-program pemerintah. ‘’Saya ngomong apa adanya, jangan sampai aparat hukum kita dibajak oleh mafia, sehingga program-program yang harusnya bisa kita lihat progresnya, perkembangannya, menjadi tidak jalan karena ada pembajakan tadi,’’ kata Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaan rapat terbatas di Kantor Presiden, Kamis (31/10) kemarin. Hal. 15 Pelaku Usaha
Harian Bisnis Bali ’’Shortcut’’ Dikebut Turis Melonjak? Pemerintah saat ini sangat gencar membangun infrastruktur. Khusus di Bali, infrastruktur ini dinilai mendongkrak angka kunjungan wisatawan. Benarkah? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Pengakuan Model ’’Body Painting’’ Seorang dara, Putu Nawa Nita, mengaku mau jadi model body painting gara-gara sering lihat tubuh teman dilukis. Seperti apa perasaannya? www.denpostnews.com
Kabupaten Tabanan sangat pesat kemajuannya. Ditambah lagi dengan cita-cita dan kerja keras Bupati dengan perangkat daerah yang juga mempunyai semangat untuk memajukan daerah, ini pasti cepat kemajuannya,’’ ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Kasad Andika mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait dalam TMMD ini. Khususnya Pemerintah Kabupaten Tabanan yang memberikan anggaran sejumlah kurang lebih Rp 1,7 miliar yang merupakan anggaran penuh untuk pembangunan dan perbaikan jembatan termasuk perbaikan jalan di Desa Bongan dan Desa Gubug, Tabanan. Karena kepedulian Pemkab Tabanan untuk menyisihkan anggarannya untuk memajukan Tabanan, ia menyatakan sangat terkesan. Dengan terwujudnya jembatan sepanjang 17 meter dan perbaikan jalan sepanjang 65 meter ini, akan membuat Kabupaten
Tabanan lebih maju lagi. Lanjutnya, akses jalan dan jembatan ini akan mempermudah lalu lintas, transportasi dan komoditas dari satu desa ke desa lain dan ujung-ujungnya masyarakat Kabupaten Tabanan sendirilah yang nanti akan merasakan manfaatnya. Ia juga berharap semoga kerja sama gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Tabanan ini menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lainnya. Karena sikap perilaku dan kepedulian yang seperti inilah yang membuat daerah menjadi maju. ‘’Terima kasih semuanya, saya dan istri datang jauh-jauh dari Jakarta untuk melihat Tabanan. Ternyata kami sangat terkesan, kami betul-betul sangat terkesan atas keramahan masyarakat Tabanan. Kita masih akan terus menggelar TMMD untuk terus membangun Kabupaten Tabanan,’’ ungkapnya. Hal. 15 Berjalan Lancar
Solusi Antisipasi Resesi Ekonomi
Tekan Impor dan Konsumsi Domestik Dijaga PRESIDEN Jokowi mengingatkan akan ancaman resesi ekonomi pada 2020. Proyeksi ini pun tidak dibantah oleh pengamat ekonomi. Bahkan, kondisi ekonomi 2020 dikatakan tidak lebih baik dari ekonomi 2019. Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) Prof. Wayan Ramantha mengatakan, proyeksi ekonomi 2020 ini dengan melihat perang dagang Amerika dan China yang tidak kunjung berakhir. ‘’Resesi ekonomi adalah kondisi yang harus diantisipasi,’’ ujarnya, Kamis (31/10) kemarin. Pelemahan ekonomi Indonesia yang tidak terlepas dari kondisi ekonomi global diawali dengan perang dagang dua negara pemimpin ekonomi dunia yaitu Amerika dan China. Akhirnya harga komoditas mengalami penurunan seiring dengan penurunan permintaan dari kedua negara tersebut. Indikator terjadinya resesi ekonomi yaitu pertumbuhan ekonomi mengalami pelambatan dari masing–
masing negara. Indikator lain yaitu neraca perdagangan Indonesia yang dulu selalu surplus karena ekspor lebih besar dari impor, berbalik menjadi impor lebih tinggi dari ekspor. Saat ini Indonesia selalu mengalami negative export, hampir dua tahun belakangan. ‘’Akhirnya memengaruhi neraca keuangan kita, cadangan devisa tergerus. Yang kita khawatirkan nanti karena cadangan devisa menurun, akhirnya nilai mata uang melemah. Jadi apabila terjadi, pertumbuhan negatif, neraca perdagangan tidak seimbang, ekspor negatif, devisa menurun, nilai tukar mata uang menurun, itulah yang bisa kita katakan sebagai resesi ekonomi,’’ jelasnya. Selama ini Indonesia selalu diuntungkan oleh pasar domestik. Dengan jumlah penduduk yang besar, akan mendongkrak konsumsi domestik. Komponen inilah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berkisar di angka 5 persen, tidak sampai di bawah 5 persen. ‘’Itulah sebabnya Presiden mewanti–
Pertahankan Opini WTP Tujuh Kali Berturut-turut
wanti pada 2020, ekonomi Indonesia akan mengalami hal yang sama karena faktor eksternal yang belum berakhir,’’ tandasnya. Menurutnya, dari perang dagang Amerika dan China, Indonesia semestinya dapat mengambil manfaat. Namun selama ini Indonesia belum mampu mengambil peluang itu. Ketika impor Amerika yang dominan dari China dihentikan, seharusnya kebutuhan Amerika akan barang yang sama dapat dipasok dari negara lain seperti Indonesia. Namun nyatanya Indonesia belum mampu mengambil peluang tersebut karena daya saing dan kualitas produk Indonesia belum mampu tembus ekspor ke Amerika. Pengaruh resesi dunia itu kita bisa obati dengan menekan impor. Caranya dengan memproduksi barang yang sama di dalam negeri sendiri. Dengan demikian sektor riil juga akan bergerak, peluang kerja me-
ningkat dan kemampuan konsumsinya juga semakin kuat,’’ imbuhnya. Tambah dia, keputusan Mendag untuk memangkas regulasi guna melancarkan ekspor merupakan langkah tepat. Upaya ini pun telah dilakukan sebelumnya, namun belum optimal. I n -
vestasi yang ingin digenjot pemerintah juga tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur, namun juga kesiapan SDM. (kmb42)
Pemkot Denpasar Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI
TUJUH kali berturut-turut Pemkot Denpasar mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pengelolaan keuangan Pemkot Denpasar dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI Perwakilan Bali diapresiasi Kementerian Keuangan RI. Kamis (31/10) kemarin, Kementerian Keuangan RI melalui Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto menyerahkan penghargaan diterima Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Wali Kota Denpasar. Penghargaan dalam bentuk piagam dan trofi diterima atas keberhasilan Pemkot Denpasar dalam menyusun dan menyajikan pengelolaan keuangan dengan opini WTP. Seperti diketahui bahwa opini WTP untuk ketujuh kalinya dipertahankan Pemkot Denpasar yang diserahkan Ke-
pala BPK-RI Perwakilan Bali pada bulan Mei 2019 di ruang pertemuan kantor BPK-RI Perwakilan Bali, Niti Mandala, Denpasar. Menurut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto, pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada Pemkot Denpasar yang telah mampu mempertahankan opini WTP selama tujuh kali berturutturut. ‘’Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan RI, yang sangat tidak mudah dilakukan dalam mempertahankan opini WTP sampai tujuh kali berturutturut,’’ ujarnya. Hal ini juga menjadi prestasi Pemkot Denpasar dengan kerja keras dan disiplin, karena setiap tahun kriteria maupun penilaian dari BPK semakin meningkat dan semakin detail. Langkah ini juga membutuh-
kan sinergi dan koordinasi dari seluruh unsur pemangku kepentingan yang bisa menyajikan laporan keuangan yang sangat berkualitas dari Pemkot Denpasar. Harapan kami penghargaan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. ‘’Kami dari Dirjen Perbendaharaan siap bersinergi dan koordinasi untuk meningkatkan capaian laporan keuangan yang lebih baik serta dapat dipertahankan Pemkot Denpasar,’’ ujarnya. Di samping itu juga disampaikan bahwa dari repor kinerja Pemkot Denpasar sudah sangat baik. Ke depan agar terus dioptimalkan capaiancapaian tersebut. Ada beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan Pemkot Denpasar agar kinerjanya lebih optimal lagi. ‘’Selamat kepada Pemkot Denpasar yang telah mampu mempertahankan opini WTP dan kami siap bersinergi mengop-
timalkan capaian pengelolaan keuangan Pemkot Denpasar,’’ ujarnya. Wali Kota Denpasar Rai Mantra menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Keuangan RI, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, serta BPK RI Perwakilan Bali yang terus membimbing untuk capaian laporan keuangan yang baik Pemkot Denpasar. Hal. 15 Tingkatkan Kinerja PENGHARGAAN - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto menyerahkan penghargaan kepada Pemkot Denpasar yang diterima Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (31/10) kemarin di Kantor Wali Kota Denpasar.
Jumat Kliwon, 1 November 2019
FIGUR Solusi Realistis KASUS kebakaran yang melanda TPA Suwung belum lama ini mengundang reaksi dari sejumlah kalangan. Tidak terkecuali Gubernur Bali Wayan Koster langsung melakukan langkah-langkah strategis untuk jangka pendek. Upaya ini mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, termasuk jajaran DPRD Denpasar. Namun ke depan diperlukan solusi yang lebih realistis untuk mengatasi sejumlah dampak ikutan dari keberadaan TPA di kawasan tersebut. Hal ini diungkapkan Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada, Kamis (31/10) kemarin. Dikatakan, persoalan yang terjadi di TPA Suwung bukan kali ini saja. Artinya, kasus seperti ini akan terus berulang ketika tidak ada langkah strategis yang bisa memecahkan persoalan pelik tersebut. “Saat kejadian lalu, kami dari fraksi juga sudah melihat langsung kondisi di TPA. Bahkan anggota fraksi, Yogi sudah sempat bertemu prajuru Banjar Adat Pesanggaran,” ujarnya. Langkah yang diambil Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Ketua Fraksi PDI-P Kadek Agus Arya Wibawa berkoordinasi dengan Gubernur Bali, juga dinilai sangat tepat. Karena secara lokasi, TPA tersebut ada di wilayah Denpasar. “Kami dari Fraksi Partai NasDem-PSI memberi apresiasi langkah cepat yang diambil. Tentu kami selalu mendukung langkah cepat dan strategis yang diambil untuk menuntaskan persoalan TPA di Pesanggaran, sehingga kita berharap Gubernur mencari terobosan dengan mengkoordinasikan lebih fokus permasalahan-permasalahan yang ada di TPA,” harapnya. Namun yang lebih penting, pemerintah pusat harus lebih cepat bisa merealisasikan terobosan yang bisa menjawab tantangan di TPA Suwung. Salah satunya yakni dengan mencari terobosan pengolahan sampah dengan teknologi yang lebih canggih. Diakui, ini memang perlu dana yang cukup besar, namun dengan bantuan pusat seperti PUPR, bisa terselesaikan. Karena kalau tanpa solusi yang tepat, pihaknya prihatin dengan kondisi warga di sekitar TPA. Mereka akan lebih lama mendapat dampak-dampak dari TPA yang belum tertangani dengan baik, seperti polusi, bau tak sedap, serta ancaman kebakaran yang masih tinggi. Pangelingsir Puri Peguyangan ini menegaskan, momentum ini wajib dijadikan motivasi untuk menuntaskan persoalan TPA dengan cara melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Apalagi TPA Suwung berada di segitiga emas kawasan pariwisata Bali. Jangan sampai ini menimbulkan dampak buruk citra kepariwisataan Bali ke depan. Selain itu, yang paling utama adalah dampak kesehatan masyarakat Pesanggaran dan sekitarnya. “Ini tugas berat Pemerintah Kota Denpasar dan Gubernur Bali yang harus tuntas ke depan. Partai NasDem dengan akses Fraksi NasDem DPR RI pasti akan terus mendorong kelanjutan penyelesaian TPA Suwung yang ditangani melalui PUPR pusat,” ujarnya. (ara)
Pelantikan Perbekel Dijadwalkan 11 November
Denpasar (Bali Post)Pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) di Denpasar telah berjalan lancar. Bahkan, ke-23 desa yang melaksanakan pilkel telah menetapkan hasilnya. Kini tinggal menunggu pelantikannya saja. Karena setelah pelaksanaan pemungutan suara dan pleno di tingkat desa, seluruh berita acara telah diserahkan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Rabu (30/10) lalu. Sementara itu, pelantikannya dijadwalkan pada 11 November mendatang. Dikonfirmasi Kamis (31/10) kemarin, Kepala DPMD Kota Denpasar I.B. Alit Wiradana menjelaskan, seluruh pelaksanaan pilkel serentak telah dilalui dengan seksama. Tahap demi tahap telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga hasilnya dapat ditetapkan. “Hasilnya sudah ditetapkan, dan saat ini telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Denpasar melalui DPMD untuk dimohonkan pelantikan kepada Wali Kota Denpasar,” ujarnya. Menurut Alit Wiradana, masa bakti perbekel di 23 desa ini sedianya akan berakhir pada 11 November mendatang. Oleh karena itu, pelantikannya akan dilaksanakan pada 11 November. Adapun 23 perbekel yang akan dilantik dan telah ditetapkan sebagai calon terpilih, yakni untuk Kecamatan Denpasar Timur, perbekel petahana Desa Penatih Dangin Puri I Wayan Kamar terpilih kembali setelah mengantongi 1.591 suara, perbekel petahana Desa Kesiman Petilan I Wayan Mariana kembali memimpin dengan perolehan 2.790 suara, perbekel pendatang baru Desa Sumerta Kaja I Gusti Ngurah Mayun (1.512 suara), perbekel petahana Desa Sumerta Kauh I Wayan Sentana (1.683), dan perbekel petahana Desa Sumerta Kelod I Gusti Ketut Anom Suardana (2.988 suara). Untuk perbekel terpilih di Kecamatan Denpasar Utara, perbekel pendatang baru Desa Peguyangan Kangin I Wayan Susila dengan meraih 2.978 suara, perbekel baru Desa Ubung Kaja I Wayan Astika (3.462 suara), perbekel petahana Desa Pemecutan Kaja A.A. Ngurah Arwatha (6.966 suara), perbekel pendatang baru Desa Dauh Puri Kaja I Gusti Ketut Sucipta (3.727 suara), perbekel petahana Desa Dangin Puri Kaja A.A. Ngurah Gede Cahyadi (3.355 suara), perbekel pendatang baru Desa Dangin Puri Kauh I.B. Gede Gana Putra Karang (2.045 suara), dan perbekel pendatang baru Desa Dangin Puri Kangin I Wayan Sulatra (1.605 suara). Perbekel yang terpilih di Kecamatan Denpasar Barat, yakni perbekel petahana Desa Padangsambian Kaja I Made Gede Wijaya dengan perolehan 2.489 suara, perbekel petahana Desa Padangsambian Klod I Gede Wijaya Saputra (7.121 suara), perbekel petahana Desa Pemecutan Kelod I Wayan Tantra (5.159 suara), perbekel petahana Desa Dauh Puri Kauh I Gusti Made Suandhi (3.151 suara), perbekel baru Desa Dauh Puri Kelod Nengah Suartha (1.495 suara), perbekel baru Desa Dauh Puri Kangin Ni Ketut Anggreni Wati (1.066 suara), dan perbekel pendatang baru Desa Tegal Harum Komang Adi Widiantara (3.087 suara). Sementara di Kecamatan Denpasar Selatan, perbekel yang terpilih dari hasil pilkel, yakni perbekel baru Desa Sidakarya I Wayan Rena dengan perolehan 2.195 suara, perbekel petahana Desa Sanur Kaja I Made Sudana (2.055 suara), perbekel petahana Desa Sanur Kauh I Made Ada (3793 suara), dan perbekel baru Desa Pemogan I Made Suwirya (5.260). (kmb12)
Topik : target pad tabanan terlalu rendah
DTIK Festival
Dishub Rancang Rekayasa Lalu Lintas
Denpasar (Bali Post) Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (DTIK) Festival Tahun 2019 kembali digelar. Ajang bertemunya penggiat inovasi di bidang teknologi dan digitalisasi ini dihelat pada 31 Oktober hingga 3 November mendatang. Guna mendukung lancarnya pelaksanaan pameran teknologi tahunan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar merancang rekayasa lalu lintas di kawasan pelaksanaan kegiatan. Kepala Dishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan menjelaskan, DTIK Festival Tahun 2019 digelar di kawasan Taman Kota Lumintang, tepatnya di kawasan Jalan Mulawarman dan parkir timur Lapangan Lumintang. Guna memastikan kelancaran pelaksanaan acara, beberapa arus lalu lintas dilakukan rekayasa. “Kami merancang rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan acara,
sehingga masyarakat lebih awal mengetahui informasi. Dengan begitu, penumpukan kendaraan dapat dihindari,” kata Sriawan, Kamis (31/10) kemarin. Menurut Sriawan, rekayasa lalu lintas dilaksanakan di beberapa ruas jalan, yakni Jalan Mulawarman dari arah Jalan Gatot Subroto, tepatnya di simpang Jalan Mulawarman – Jalan Majapahit ditutup, dan dialihkan menuju Jalan Ahmad Yani melalui Jalan Majapahit. Jalan Kahuripan diberlakukan satu arah dari utara menuju ke selatan, dan ditutup dari arah selatan menuju utara. Selanjutnya, Jalan Mulawarman dari arah Jalan Ahmad Yani akan ditutup tepat di simpang tiga Jalan Mulawarman dan Jalan Kahuripan, di mana kendaraan akan dialihkan menuju Jalan Kahuripan ke arah selatan. Di Jalan Daha, arus lalu lintas diberlakukan satu arah
Bali Post/kmb12
PENGALIHAN - Suasana pengalihan arus lalu lintas di wilayah Lumintang. dari selatan menuju utara, dan ditutup untuk arah sebaliknya. Sedangkan Jalan Majapahit diberlakukan dua arah. “Kami sampaikan ke-
pada masyarakat pengguna jalan di Kota Denpasar memperhatikan rekayasa arus lalu lintas ini guna mendukung kelancaran arus lalu lintas
serta pelaksanaan kegiatan. Untuk itu, kami mohon permakluman atas pelaksanaan rekayasa arus lalu lintas ini,” kata Sriawan. (kmb12)
dian untuk mengurus KTP, dinas tidak mau mengeluarkan kalau tidak ada surat keterangan dari desa adat. “Kita belum mengatakan desa adat bermasalah. Tapi ada beberapa laporan ke kita memperlihatkan kalau ada masalah di desa dinas, pasti awalnya di desa adat,” imbuhnya. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, berbagai persoalan yang ditemukan oleh Ombudsman membutuhkan pengaturan teknis dan harus dibenahi. Desa adat dan desa dinas atau kelurahan harus bisa bersinergi agar pelayanan adminduk bisa berjalan sesuai semangat zaman. Yakni, pelayanannya semakin baik, semakin cepat, tidak berbelit-belit, dan semakin murah atau gratis. “Karena ada dua institusi, jangan sampai masing-masing melaksanakan lalu nanti warga yang harus menemui dua institusi itu untuk mendapatkan haknya dalam administrasi kependudukan. Jangan sampai itu terjadi,” ujarnya. Dari sisi regulasi, lan-
jut Dewa Indra, adminduk memang dilaksanakan oleh pemerintah desa (desa dinas - red). Akan tetapi, desa adat juga memiliki kepentingan untuk mendapatkan informasi tentang data kependudukan itu. Apalagi bila dikaitkan dengan hak dan kewajiban di desa adat. Termasuk memastikan awig-awig bisa ditaati oleh krama-nya. Dengan demikian, desa adat dan desa dinas tidak perlu dipertentangkan karena samasama memiliki kewenangan soal kependudukan. “Karena itu perlu dibuat rumusan pedoman teknis yang memungkinkan kedua insititusi ini bisa berkontribusi dalam pelayanan administrasi kependudukan, dan pada sisi lain tidak menambah birokrasi. Seperti apa rumusannya, nanti akan didiskusikan,” tegasnya. (kmb32)
Desa Dinas dan Adat Wajib Bersinergi Dalam Pelayanan Adminduk
Denpasar (Bali Post) -
Kewajiban masyarakat di desa adat seringkali menjadi sebuah syarat tambahan untuk memperoleh hak administrasi di desa dinas. Sesuai hasil kajian Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali, hal ini menyebabkan pelayanan administrasi khususnya administrasi kependudukan (adminduk) menjadi terhambat. Oleh karena itu, desa adat dan desa dinas harus bersinergi agar pelayanan tidak terganggu ataupun memberatkan masyarakat. “Berdasarkan laporan Ombudsman tahun 2018 tentang administrasi kependudukan, 86 persen sangat terkait dengan permasalahan di desa adat,” ujar Asisten ORI Perwakilan Bali Dewa Ayu Tismayuni saat menyampaikan hasil kajian terkait Kedudukan Desa Adat dan Desa Dinas dalam Perspektif Pelayanan Publik di Kota Denpasar (Studi Kasus: Pelayanan Publik dalam Pengurusan Administrasi Kependudukan) di Denpasar, Kamis (31/10) kemarin. Selain Ombudsman, lanjut Tismayuni, ada juga pengaduan yang masuk ke Tim Saber Pungli Provinsi Bali. Sejak September 2018 hingga Mei 2019, tercatat 55 pengaduan tentang adminduk. Utamanya terkait iuran awal
atau penanjung batu serta pendataan penduduk non permanen. Berdasarkan adanya pengaduan tersebut, pihaknya lantas melakukan kajian dengan mengambil lokus di Kota Denpasar. Yakni delapan desa dan 10 kelurahan di empat kecamatan pada ibu kota Provinsi Bali itu. “Ada beberapa temuan di lapangan berdasarkan hasil pengambilan data serta pengaduan yang masuk kepada Ombudsman,” jelasnya. Tismayuni menambahkan, temuan itu antara lain kurangnya anggaran dan SDM dalam pendataan penduduk, adanya perbedaan alur pelayanan di tiap desa, kurangnya kesadaran lapor diri masyarakat, alur pengaduan tidak jelas untuk adminduk terkait masalah adat, serta belum adanya ke-
bijakan teknis yang mengatur sinergisitas antara desa adat dan desa dinas dalam bidang adminduk. Kepala ORI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab berharap hasil kajian ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki pelayanan publik di Bali. Desa dinas dan desa adat khususnya agar bersinergi supaya pelayanan publik lebih efisien dan murah, bahkan tidak ada biaya dan tidak merepotkan. “Selama ini kan masih merepotkan. Ada masalah di desa adat kemudian dibawa ke ranah dinas, sehingga menghambat warga,” ujarnya. Umar mencontohkan, Kipem yang sudah dilarang ternyata masih diberlakukan dengan nama berbeda. Kemu-
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Tilep Rp 17,7 Juta
Leila Dibui Sembilan Bulan
Denpasar (Bali Post) Wanita asal Gorontalo, Leila Natalia Tumewu (41) dihukum selama sembilan bulan, Kamis (31/10) kemarin. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan. Majelis hakim pimpinan Wayan Kawisada menyatakan, wanita yang akrab disapa Leila itu terbukti bersalah melawan hukum. Yakni melanggar ketentuan Pasal 374 KUHP. Terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana penggelapan yang dilakukan dengan menyalahgunakan jabatan dan kepercayaan yang diberikan perusahaan dalam hal ini PT Makmur Bersama Sejahtera.
Perusahaan ini sebagaimana tuntutan jaksa Ika Lusiana Fatmawati, bahwa PT Makmur Bersama Sejahtera dirugikan hingga Rp 17.725.000. Vonis hakim itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. Pasalnya, jaksa sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum selama setahun dan enam bulan. Atas putusan majelis hakim yang dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum itu, jaksa Ika Lusiana Fatmawati yang diberikan kesempatan memberikan tanggapan masih menyatakan pikir-pikir. Begitu juga terdakwa yang didampingi tim kuasa hukumnya Bernadin dan kawan-kawan juga me-
nyatakan pikir-pikir. Sebelumnya dalam tuntutan, jaksa dari Kejari Denpasar itu menyatakan perbuatan terdakwa bersalah telah melawan hukum sebagaimana tertuang dalam pasal 374 KUHP. Diuraikan pula, kasus ini bermula dari dipekerjakannya terdakwa sebagai supervisor di PT Makmur Bersama Sejahtera. Ia dipercaya memegang wilayah Bali sejak 5 Januari 2105. Dengan didapuknya jabatan supervisor, juga diberikan kepercayaan soal penghitungan penjualan dan pembayaran gaji kepada para sales yang dibawahinya. Sementara terdakwa dibayar sesuai prosentase penjualan yang dilakukan. Atau
terngantung dari besar kecilnya penjualan sales yang bergerak di bidang agency Indohome. Dalam perjalanannya sebagai supervisor, terdakwa disebut menyalahgunakan jabatan yang diberikan oleh perusahaan. Pada 10 Oktober Agustus 2018, terdakwa mengirim email pengajuan total gaji dan bonus untuk 12 orang sales yang dibawahinya. Besarnya pengajuan gaji Rp 81.345.000 kepada saksi Jong Penarti selaku Komisaris PT Makmur Bersama Sejahtera. “Dari total Rp 81.450.000, terdakwa mendapat bagian sebesar Rp 8.600.000,” beber jaksa kala itu. Atas pengajuan itu, masih dalam surat dakwaan, pihak
perusahaan mentransfer secara bertahap ke rekening atas nama terdakwa, yakni pada tanggal 1 Sepetember 2018 sebesar Rp 46.500.000 dan 13 Oktober 2018 sebesar Rp 34.845.000. Seharusnya komisi yang diterima oleh 12 orang sales itu pada Agustus 2018 sesuai dengan data yang diterima terdakwa, yakni Rp 63.620.000. Akibat perbuatan terdakwa tersebut, PT Makmur Bersama Sejahtera mengalami kerugian sekitar Rp 17.725.000. kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi, hingga majelis hakim menyatakan Leila bersalah melanggar Pasal 374 KUHP dan dihukum sembilan bulan. (kmb37)
Wali Kota Rai Mantra Dianugerahi ”Most Popular Leader in Social Media 2019”
PENGHARGAAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang diwakili oleh Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar Dewa Gede Rai saat menerima penghargaan Most Popular Leader in Social Media Tahun 2019 dalam acara Anugerah Jambore PR Indonesia yang digelar di Prime Plaza Hotel Sanur, Kamis (31/10).
WALI Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dianugerahi predikat “Most Popular Leader in Social Media Tahun 2019”. Sebagai kepala daerah, dirinya dinilai sangat mendukung kegiatan Public Relations (PR) dan Kehumasan dalam pemerintahan yang dipimpinnya. Penghargaan tersebut diberikan oleh CEO dan Founder PR Indonesia Group Asmono Wikan kepada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang diwakili oleh Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar Dewa Gede Rai dalam acara Anugerah Jambore PR Indonesia yang digelar di Prime Plaza Hotel Sanur, Kamis (31/10) kemarin. Keberhasilan dalam membuat City Branding Kota Denpasar serta melaksanakan pengelolaan dan penyajian informasi publik terbaik. Sehingga tercipta pemerintahan yang bersih dan transparan.
Melalui Bagian Humas dan Protokol maupun Dinas Kominfo, berbagai program, kegiatan, dan kebijakan yang dilakukan oleh Pemkot Denpasar dapat tersampaikan ke masyarakat dan dapat diakses publik. Selama ini Wali Kota Rai Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara mendukung berbagai kegiatan kehumasan melalui berbagai media, seperti media cetak, elektronik, online dan media social, termasuk di dalamnya membangun hubungan yang baik dengan para wartawan dan media. Menurutnya, media atau pewarta ini memiliki kontribusi besar dalam pembangunan kota. “Bisa dibilang Humas itu ujung tombaknya sebuah instansi. Melalui humas, sebuah instansi dapat membangun sebuah awareness, komunikasi, serta hubungan yang baik dengan masyarakat yang merupakan stakeholder utama pemerintah. Bagaimana masyarakat tahu
mengenai program-program pembangunan kami atau progress pembangunan infrastruktur kami jika bukan melalui pemberitaan. Komunikasi ini terus kami lakukan sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada masyarakat,” kata Dewa Rai. Founder dan CEO PR Indonesia Asmono Wikan mengatakan, Jambore PR Indonesia Tahun 2019 mengangkat tema “Harmoni Komunikasi untuk Negeri”. Ia memiliki cita-cita mulia ingin menjadi bagian dari katalisator bagi humas pemerintah hingga mereka menjadi fungsi strategis manajemen di instansinya masing-masing. “Kami ingin humas pemerintah tidak sekadar menjadi tenaga praktikal yang sangat teknis, namun juga harus menyampaikan pesan dan visi pemerintah dalam membangun negeri sehingga terwujud suatu harmonisasi,” tegasnya. (ad946)
Jumat Kliwon, 1 November 2019
Optimalisasi Pendapatan Daerah di Sektor Pertanahan
KPK Gelar ”Workshop” Koneksi Host to Host PBB dan BPHTB KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan Workshop Koneksi Host to Host Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Tanah Bangunan (BPHTB) Tahapan Pensertifikatan Tanah dan Zona Nilai Tanah (ZNT) di Ruang Rapat Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Kamis (31/10) kemarin. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyambut baik penyelenggaraan workshop sebagai langkah membangun integritas dalam mencegah praktik-praktik korupsi dan mewujudkan transparansi serta akuntabilitas antara Pemerintah Daerah dan Badan Pertanahan
Nasional pada masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten Badung memiliki aset tanah sebanyak 1.150 bidang. Dari jumlah tersebut, 430 bidang sudah bersertifikat dan 720 bidang sedang dalam proses pensertifikatan. Usulan pensertifikatan berkembang menjadi 898 bidang yang diusulkan melalui program Pendaftaran Tahan Sistematis Lengkap (PTSL). Dikatakan Suiasa, pensertifikatan merupakan ujung akhir pelayanan dan diharapkan agar suatu saat tidak terjadi konflik. Jika aset daerah sudah tercatat maka diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Lebih lanjut Suiasa menyampaikan, terkait pensertifikatan Pemerintah Kabupaten Badung mendukung penuh pelaksanaannya dan ikut berpartisipasi dengan menginstruksikan seluruh aparat desa serta memberikan bantuan tenaga relawan pada tiap-tiap desa dalam rangka membantu pengumpulan data-data yuridis dan fisik tentang tanah di lokasi masing-masing desa. ‘’Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sangat serius dan intens dalam melakukan penertiban tata kelola pertanahan serta mengoptimalkan pendapatan asli daerah, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Tanah dan
Bangunan,’’ jelasnya. Sementara itu, Satgas Pencegahan Deputi Pencegahan/Koordinator wilayah VI KPK Arif Nurcahyo mengatakan, workshop bertujuan mengoptimalisasikan pendapatan daerah serta penertiban dan pendataan administrasi pertanahan di Pemerintah Provinsi Bali pada umumnya dan Pemerintah Kabupaten Badung pada khususnya. Dikatakan, sebelumnya Pemerintah Daerah dan BPN sudah menandatangani MoU yang memiliki ruang lingkup sertifikasi aset Pemerintah Daerah, koneksi host to host PBB/BPHTB, update zonasi nilai tanah dan pendaftaran tanah sistematik lengkap.
WORKSHOP - Wabup Badung I Ketut Suiasa menghadiri Workshop Koneksi Host to Host PBB dan BPHTB Tahapan Pensertifikatan Tanah dan ZNT di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (31/10) kemarin. ‘’Saya menegaskan, untuk optimalisasi pendapatan daerah serta penertiban aset daerah, kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Bali yang asetnya dalam hal ini tanah, jika belum disertifikatkan agar segera diproses untuk mendapatkan
sertifikat,’’ ungkapnya. Di antaranya hadir dalam workshop tersebut Deputi pencegahan Koordinator wilayah VI KPK Satgas Pencegahan Arif Nurcahyo, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali Rudi Rubijaya SP. MSc., Kepala Pusda-
tin Kementerian ATR/BPN Firman Ariefiansyah Singagerda, ST. M.Sc., Kepala Bapenda Provinsi Bali, Kepala BPKAD dan Bapenda kabupaten/kota se-Provinsi Bali dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota seProvinsi Bali. (ad947)
Renovasi GOR Mengwi Dianggarkan Rp 105 Miliar Mangupura (Bali Post) -
Pemkab Badung tidak main-main dalam mempersiapkan venues Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2021. Sebagai tuan rumah, Pemkab Badung memastikan merenovasi GOR Mengwi.
Bali Post/ist
GOR MENGWI - GOR Mengwi saat ini kondisinya gersang dan berdebu. Pemkab Badung berencana menyulap GOR ini menjadi venues bertaraf internasional pada 2020.
Dekat Perumahan dan Tak Berizin
TPS di Kutuh Dikeluhkan Warga
Mangupura (Bali Post) Masalah sampah selalu menghantui setiap daerah, tak terkecuali Kabupaten Badung. Kabupaten terkaya di Bali ini bahkan sedang dirundung persoalan penanganan sampah yang cukup pelik. Belum tuntas memikirkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), giliran masyarakat di lingkungan Desa Kutuh yang komplain mengenai masalah sampah di wilayahnya. Warga Desa Kutuh mengadu ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung itu didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali, Kamis (31/10) kemarin. Perwakilan masyarakat diterima Nengah Sukarta yang merupakan Kabid Penanganan dan Penindakan Kapasitas DLHK Badung. Pada pertemuan tersebut terungkap masyarakat memprotes keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang dibangun di wilayah Desa Kutuh. TPS ini dinilai mengganggu kenyamanan warga. Selain itu, keberadaan TPS menimbulkan pencemaran dan perusakan lingkungan karena lokasinya dekat perumahan warga. Bau sampah sangat menyengat dan tidak ada pengelolaan sampah di TPS tersebut. Lokasi TPS yang didanai APBDes Kutuh itu adalah lahan pribadi yang merupakan bekas galian. Menurutnya, pada TPS tersebut dilakukan penggalian tanah dengan luas sekitar 70 meter x 200 meter dengan kedalaman 30 meter. Warga pun mengeluh karena galian tersebut menimbulkan polusi, selain juga tak berizin. Galian C itu kemudian disetop Satpol PP Bali dengan alasan TPS Kutuh tidak layak karena tanpa UPL, UPK, dan penyanding tidak disiapkan. ‘’Hanya pada TPS Kutuh yang sudah
berjalan itu terus dilakukan pembuangan sampah oleh desa setempat sehingga sangat mengganggu kenyamanan warga, terutama di Perumahan Permata Resident Kampial. Selain pengerukannya juga sangat mepet dengan rumah warga, itu bisa membuat rumah longsor dan mengancam keselamatan warga,’’ jelasnya. Warga setempat, Nyoman Sumarata, mengatakan jumlah warga yang tidak terima dengan pengerukan dan TPS tersebut cukup banyak. ‘’Ada sebanyak 40 KK yang merasa terganggu dengan adanya TPS Kutuh tersebut,’’ sebutnya. Diterangkannya, TPS tersebut belum dilengkapi izin dari lingkungan setempat. Bahkan penggalian yang dilakukan untuk TPS tersebut dekat dengan rumah warga sehingga sangat membahayakan. Pihaknya pun berharap TPS tersebut ditutup. Selain itu, sampah-sampah yang sudah terkumpul agar segera diambil sehingga tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. ‘’Kami ingin kejelasan terkait TPS tersebut, karena hingga kini masih banyak sampah yang sangat mengganggu kenyamanan kami,’’ katanya. Sementara itu, Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan mengungkapkan, TPS tersebut sudah ditutup secara resmi sepekan lalu. Sampah-sampah tersebut dibuang BUMDes Kutuh. Ia pun sudah memanggil Plt. Perbekel dan Sekdes Kutuh agar permasalahan tersebut cepat ditangani. ‘’Kami menyarankan agar masyarakat dan Desa Kutuh nantinya membuang sampah di lahan provinsi yang berlokasi di Balangan, Kuta Selatan. Mulai Senin depan kita sudah manfaatkan yang di Balangan,’’ tegasnya. (kmb27)
Saat ditemukan, kata Iptu Oka posisi badan Suparmana sudah tergeletak dan kaki menekuk. Di samping kanan korban ditemukan dua botol air mineral dan obat warna putih. Atas kejadian tersebut, warga melapor ke Polsek Abiansemal untuk proses penyidikan lebih lanjut. ‘’Jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Mangusada, Badung untuk penanganan lebih lanjut. Terkait penyebab meninggalnya korban, masih dalam proses penyelidikan dan masih menunggu pemeriksaan dokter,’’ kata Kompol Mertayasa. (kmb36) EVAKUASI - Warga mengevakuasi jasad I Ketut Suparmana.
Jadi, bisa dipergunakan untuk perhelatan Porprov,’’ tegasnya. Seperti diketahui, GOR Mengwi dengan luas saat ini kurang lebih 5 hektar bakal diperluas menjadi 10 hektar. Tribun penonton akan dibuat melingkar dengan menerapkan single seater sesuai standar internasional. Dengan single seater, stadion ini diperkirakan memiliki kapasitas 10.721 kursi. Sesuai perencanaan, pada bagian atap akan menggunakan membrane yang berbahan ringan sehingga tidak memerlukan banyak rangka. Atap membrane juga membikin hawa sejuk dan yang terpenting tampilannya lebih modern. Tidak main-main, Pemkab Badung mencontoh stadion di daerah lain, salah satunya Stadion Gelora Sriwijaya atau lebih dikenal Stadion Jakabaring di Palembang, Sumatera Selatan. Dinas PUPR juga melakukan studi banding pada Juli lalu. (kmb27)
Wapres Minta ”Stunting” Ditangani Sistematis Mangupura (Bali Post) Untuk pertama kalinya setelah dilantik, Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Bali, Kamis (31/10) kemarin. Setelah membuka konferensi terkait minyak sawit di Nusa Dua, Wapres Ma’ruf Amin bersama Ny. Wury Estu Handayani melakukan kunjungan ke Desa Pecatu, Kuta Selatan. Menurut Wapres Ma’ruf Amin, kunjungannya ke Pecatu ini dalam rangka memperoleh gambaran terkait kesehatan masyarakat, terutama pencegahan dan penanganan stunting. Dia menegaskan, penanganan stunting harus dilakukan secara sistematis. Tidak hanya dengan memberikan pemahaman kesehatan kepada ibu hamil, namun juga harus dimulai dari remaja maupun pranikah. Dari penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Badung, Wapres menyampaikan apresiasinya karena stunting di Badung hanya 16 persen. Dibandingkan nasional, angka ini sangat bagus karena secara nasional sebanyak 27 persen. ‘’Internasional standarnya 20 persen. Jadi di sini di bawah
Mayat Petani Ditemukan di Balai Subak
Mangupura (Bali Post) Mayat petani I Ketut Suparmana (50) ditemukan tergeletak di Balai Timbang Subak Sebali, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Kamis (31/10) kemarin. Di TKP ditemukan dua botol air mineral dan satu plastik obat berwarna putih. Kapolsek Abiansemal Kompol Ida Bagus Putu Mertayasa didampingi Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, menyampaikan kejadian ini baru diketahui pukul 07.30 Wita. Awalnya seorang petani Wayan Jagra menuju ke sawahnya. Setibanya di TKP, dia melihat seseorang tidur di Balai Timbang Subak Sebali. Dia tidak kenal dengan orang tersebut. ‘’Sesuai keterangan saksi, korban sebelumnya ada riwayat penyakit struk,’’ kata Oka.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba, Kamis (31/10) kemarin mengatakan, renovasi GOR Mengwi dilaksanakan tahun 2020. Rencananya proyek dikerjakan pada Februari. ‘’Mudah-mudahan prosesnya bisa cepat dan tidak ada kendala,’’ ungkapnya. Menurutnya, biaya renovasi GOR Mengwi telah dianggarkan senilai Rp 105 miliar. Anggaran bersumber dari APBD Badung. ‘’Seluruh dana yang dibutuhkan Rp 250 miliar sesuai gambar rencana. Namun, karena anggaran yang tersedia Rp 105 miliar, maka kami prioritaskan dulu untuk bisa melaksanakan Porprov 2021,’’ katanya. Birokrat asal Tabanan itu mengungkapkan, proyek renovasi GOR Mengwi harus rampung dalam satu tahun anggaran. ‘’Targetnya akhir Desember 2020 sudah selesai.
standar internasional dan jauh di bawah standar nasional,’’ katanya. Untuk itu, pihaknya ingin mengembangkan penanganan stunting seperti di Bali ke seluruh wilayah Indonesia. Karena menurutnya ini menjadi contoh yang baik. Pihaknya berkeinginan supaya sisa yang 27 persen itu bisa diturunkan menjadi 20 persen, sesuai standar internasional. ‘’Pemeriksaan awal dilakukan untuk pencegahan. Kita ke depan memang arahnya penanganan kesehatan lebih kepada pencegahan, bukan saja pengobatannya,’’ ujarnya. Pihaknya juga berharap masyarakat memanfaatkan Puskesmas sebagai sarana atau wadah pencegahan berbagai macam penyakit. Hal ini sangat penting untuk terus disosialisasikan. ‘’Upaya-upaya sebelum terkena penyakit atau sudah ada gejala penyakit awal, itu kita antisipasi. Agar tidak ketika sudah stadiumnya tinggi baru berobat, sehingga menyebabkan pembiayaannya mahal,’’ jelasnya. Pada kesempatan tersebut Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi
Bali Post/edi
KUNJUNGAN - Wapres Ma’ruf Amin saat melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Pecatu, Kuta Selatan, Kamis (31/10) kemarin. kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Apresiasi tersebut diberikannya karena kasus stunting di Bali bisa tersisa 16 persen. Untuk itu, sebagai langkah ke depan pihaknya akan mengoordinasikan agar dana penanganan stunting yang masih tersebar disatukan agar penanganannya bisa
lebih komprehensif. ‘’Supaya tidak secara sektoral, sendiri-sendiri dan pola-pola penanganannya seragam, sehingga capaiannya jelas, utamanya daerah yang masih tinggi termasuk dengan mempergunakan dana desa dalam penanganan stunting dan dana yang lain,’’ ungkapnya. (kmb23)
Jumat Kliwon, 1 November 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
’’Launching’’ Autobiografi Reinhold Jantzen Bank BPD Bali-Unmar Tanda Tangani MoU dan PKS Membangun Bali Berbekal Hati dari Kota Hamburg BANK BPD Bali dengan Universitas Mahendradatta (Unmar) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di ruangan Wijaya Kusuma, Kantor Pusat Bank BPD Bali, Kamis (31/10) kemarin. Ini merupakan bentuk sinergitas antara lembaga keuangan dan lembaga pendidikan dalam rangka mewujudkan pembangunan sumber daya manusia di Bali. ‘’MoU dan PKS hari ini (kemarin - red) kan dalam rangka kita memberikan layanan di bidang pendidikan, baik itu layanan pembayaran SPP maupun kegiatan lainnya yang bisa kita kerjasamakan dengan Mahendradatta,’’ ujar Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, S.H., M.H. Sudharma menambahkan, kolaborasi dengan Unmar juga untuk memperkuat sistem ekonomi rakyat di Bali. Terlebih, perguruan tinggi swasta yang berdiri sejak 1963 itu memiliki Prodi Kewirausahaan. Dari hal tersebut tentu bisa dikembangkan inkubator bisnis dengan dukungan Bank BPD Bali yang memiliki kredit usaha rakyat. ‘’Startup-startup yang baru berjalan enam bulan sudah bisa menikmati kredit usaha rakyat itu. Beda dengan dulu, karena sekarang sudah difasilitasi oleh pemerintah,’’ terangnya. Universitas dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, lanjut Sudharma, diharapkan bisa ikut menyosialisasikan berbagai macam layanan yang dimiliki Bank BPD Bali. Termasuk di dalamnya ada internet banking dan mobile banking yang bisa mempercepat layanan kepada masyarakat. Artinya, masyarakat kini tidak perlu datang ke bank seperti dulu. ‘’Kita sudah mengembangkan untuk transaksi pembukaan rekening tanpa ke kantor atau online,’’ imbuhnya. Menurut Sudharma, MoU dan kerja sama serupa sudah berjalan pula dengan universitas lain di Bali. Dengan harapan bisa mem-
MOU - Suasana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank BPD Bali dan Universitas Mahendradatta di ruangan Wijaya Kusuma, Kantor Pusat Bank BPD Bali, Kamis (31/10) kemarin. bangun citra positif Bank BPD Bali, sekaligus agar lebih dikenal di masyarakat. Tidak hanya di tingkat universitas, bahkan mulai tingkat SMP dan SMA pun pihaknya telah berupaya membudayakan SPP online. ‘’BPD adalah banknya krama Bali sehingga terus lebih diperkuat brandingnya di masyarakat,’’ jelasnya. Ketua Umum Yayasan Mahendradatta Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry, S.H., S.Sos., M.H. mengaku satu visi dan misi dengan Bank BPD Bali yaitu ingin memberdayakan dan mengangkat kesejahteraan masyarakat Bali. Dalam hal ini, Unmar berjuang pada bidang pendidikan. Sedangkan Bank BPD Bali dari aspek perbankan, baik layanan digital maupun CSR. Oleh karena itu, pihaknya sangat menyambut baik adanya MoU dan kerja sama ini. ‘’Mahendradatta adalah satusatunya PTS yang memiliki Prodi Kewirausahaan di Bali, tentu perlu sinergitas dari BPD untuk membantu mahasiswa kami yang
notabene 85 persen itu adalah beasiswa dari daerah,’’ ujarnya. Menurut Wira Wedawitry, mereka membutuhkan adanya pelatihan kewirausahaan. Apalagi, di Bali masih ada daerah yang masyarakatnya belum tersentuh teknologi ataupun terhubung dengan dunia usaha. ‘’Itu yang kita harapkan untuk bisa dibantu, dibina, dan diberikan jalan dengan kami Tri Dharma Perguruan Tinggi dan BPD dari layanan perbankan,’’ jelasnya. Rektor Unmar Dr. Putri Anggreni, S.E., M.Pd. turut menyambut baik MoU dan kerja sama dengan Bank BPD Bali. Ke depan, kedua belah pihak diharapkan bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam berbagai program. Khususnya terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pendidikan, riset atau penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. ‘’Sehingga nanti kami juga bisa memiliki kontribusi sebagai masyarakat Bali terhadap pembangunan Bali itu sendiri,’’ ujarnya. (ad844)
IHDN Denpasar Kukuhkan Prof. Sumadi sebagai Guru Besar Bidang Pariwisata Budaya
UNTUK pertama kalinya, IHDN (Institut Hindu Dharma Negeri) Denpasar, Bali, memiliki guru besar di bidang Ilmu Pariwisata Budaya dan Agama. Melalui sidang terbuka Senat IHDN Denpasar, Kamis (31/10) kemarin, Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par. dikukuhkan menjadi guru besar ke-10 di kampus tersebut. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, pengukuhan guru besar ini memiliki makna ganda bagi IHDN Denpasar. Secara internal, pengukuhan ini sebagai ukuran kualitas sebuah perguruan tinggi. Semakin banyak dan cepat para dosen meraih guru besar, menandakan kehidupan akademik perguruan tinggi tersebut berlangsung sehat. Secara eksternal, pengukuhan ini sangat strategis karena IHDN Denpasar kini memiliki positioning yang kuat dan setara dengan perguruan tinggi agama dan perguruan tinggi lainnya. ‘’Pengukuhan ini diharapkan dapat memberi inspirasi kepada seluruh civitas akademika, khususnya para dosen untuk mengikuti seluruh jenjang akademik dan secara intersepsi membangun disiplin ilmu dengan penuh totalitas, dedikasi dan tanggung jawab ilmiah,’’ katanya. Lebih lanjut, Prof. Sudiana mengingatkan, jabatan guru besar bukanlah terminal akhir sebuah perjalanan. Dengan regulasi baru yang mengatur tenaga pendidik justru saat
GURU BESAR - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. bersama Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par. saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pariwisata Budaya dan Agama IHDN Denpasar. sekarang beliau dituntut untuk melahirkan dan mempublikasikan gagasan ilmiah yang makin berbobot untuk memenuhi secara langsung kebutuhan umat dan masyarakat pada umumnya. Sementara itu, Prof. Sumadi menyampaikan orasi ilmiahnya saat pengukuhan yang berjudul ‘’Relasi Wacana dan Kuasa Pengelolaan Modal Budaya Desa Wisata di Bali Dalam Perspektif Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Tri Hita Karana’’. Orasi ilmiah yang disajikan memaparkan paradigma relasi wacana dan kuasa pengelolaan modal budaya desa wisata dari pers-
pektif pembangunan berkelanjutan tersebut harus berdasarkan kepada kepribadian bangsa dan nilai-nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang berdaulat mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, kukuh dengan kekuatan moral dan sikapnya. Di bagian akhir, dalam pengelolaan modal budaya desa wisata sangat penting adanya sinergitas kinerja desa adat dengan desa dinas, agar semua program kerjanya berhasil membangun peradaban hidup yang menyejahterakan masyarakat. (ad934)
KREATIF, teguh, dan berani. Prinsip inilah yang mengantarkan Reinhold Jantzen besar bersama perusahaannya, PT Soejasch Bali. Kisah hidup ayahanda Michael, Robert, dan Nicole dikupas Willi Andresen dalam sebuah buku autobiografi berjudul ‘’Hamburger Mit Herz, Mein Leben Zwischen Hamburg und Bali’’. Versi berbahasa Jerman ini diterbikan Books on Demand, Norderstedt tahun 2018. Bertempat di kediamannya, Senin (28/10) malam, Reinhold Jantzen me-launching versi bahasa Inggris dari buku yang sama, ‘’I Did it… My Way, My Life Between Hamburg and Bali’’. Jika diterjemahkan berarti ‘’Saya Lakukan dengan Cara Saya! Hidupku Antara Hamburg dan Bali’’. Buku setebal 303 halaman dan terdiri atas 23 bab itu dibuka dengan judul ‘’Hell in Paradise’’ (Pembunuhan di Surga - red). Bab ini mengulas pikiran dan perasaan Reinhold Jantzen tentang tragedi Bom Bali 1, 12 Oktober 2002. ‘’I Did it… My Way, My Life Between Hamburg and Bali’’ mengulas perjalanan hidup Reinhold Jantzen yang lahir di Hamburg dan bepergian keliling dunia untuk menemukan jati diri dan tujuan hidupnya. Sejatinya, dia tidak pernah ingin meninggalkan Hamburg. Dengan gelar sebagai ahli perikanan, Jantzen mulai bekerja ke luar negeri pada tahun 1972. Di Persia, dia bekerja di pabrik ikan milik Syekh Persia. Program promosi perikanan membawanya dari Sri Lanka menuju Bali. Sebagai seorang pebisnis, nalurinya bekerja. Langkah-langkah kreatif itu dimulai dengan mengasap ikan di garasi dan memproduksi salad ikan. Inilah embrio awal PT Soejasch Bali yang kini beroperasi tak hanya di area Bali, melainkan juga Jakarta, Surabaya, dan kotakota lain di Indonesia.
Bekerja sama dengan sang istri, Endang Suciati, yang ia sebut dengan istilah strong women (bab 12 halaman 175 - red), Reinhold Jantzen mengirim sendiri barang-barang dagangannya dengan sepeda motor ke hotel-hotel internasional. Dirinya menyebut selalu ada batu sandungan serta serangan dari pesaing. Sebagai orang asing hidup di Bali 40 tahun yang lalu, hidup itu sulit. Bahkan pernikahan dengan istrinya yang orang Jawa, Endang, adalah hal yang tidak mudah. Meski demikian, ia menghadapi rintangan dan membangun keberadaannya. Pada tahun 1986, ia diangkat sebagai Konsul Kehormatan Jerman. Selama 30 tahun, ia melakukan pekerjaan sukarela dengan dedikasi tinggi dan sepenuh hati. Dalam periode inilah, usaha yang dirintisnya mulai berkembang. Layar kehidupan diplomatik mempertemukannya dengan orang-orang penting di Indonesia, khususnya Bali. Sejumlah tokoh Pulau Dewata yang terangkum dalam buku autobiografi ini. Reinhold Jantzen juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan mantan Presiden Jerman Richard von Weizsacker. Dalam sebuah bab diceritakan bahwa se-
lama perjalanan berlayar, mantan Presiden Richard von Weizsacker tiba-tiba menghilang di tengah laut. ‘’Presiden sempat hilang, bodyguard bingung hingga satu orang lihat ke atas, ternyata naik ke layar,’’ kenangnya. Mantan Menteri Luar Negeri Jerman Federal Sigmar Gabriel juga dikisahkan Jantzen dalam autobiografinya. Berbekal hati dari Kota Hamburg, Jantzen membantu banyak wisatawan Jerman. ‘’Mulai bisnis di sini (Bali - red). Tahun 1985-an membuka resto pertama Mama’s German Restaurant Kuta,’’ kisahnya sembari berkata mengawali bisnis. Menariknya, Reinhold Jantzen menyebut tak ingin berkompetisi dengan perusahaan lokal. ‘’Jadi saya bikin yang tidak ada di sini,’’ tukasnya. Terkait buku autobiografi yang didedikasikan kepada Endang Suciati, Michael, Robert, Nicole, dan cucu-cucunya, Reinhold Jantzen berkata seluruh hasil keuntungan yang diperoleh akan disumbangkan untuk Yayasan Rotary Club Bali, Nusa Dua. Buku ini dapat dibeli di Periplus, Books & Beyond, Kinokuniya, Alunalun Indonesia, Gunung Agung, AfterhoursBookshop.com, Tokopedia dan Bukalapak. (ad945)
Mahasiswa STPBI Raih Silver Award Culinaire Malaysia 2019 SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) kembali mengukir prestasi dalam ajang internasional. Kali ini, empat orang mahasiswa STPBI berhasil merebut Silver Award dalam ajang Culinaire Malaysia 2019 kategori Class 30 Asian Theme-Junior yang diselenggarakan Food Hotel Managemen (FHM) Malaysia pada 24-27 September 2019 lalu. Culinaire Malaysia 2019 ini diikuti perguruan tinggi pariwisata seluruh dunia. STPBI merupakan satu-satunya kampus yang mewakil Bali dan Indonesia dalam ajang bergengsi dua tahunan tersebut. Mahasiswa STPBI yang berhasil meraih prestasi prestisius itu, di antaranya Ketut Ngurah Laksana Wisnu (mahasiswa semester VI Jurusan D-3 Manajemen Tataboga), I Gede Guntur Putra Perdana (mahasiswa semester VI Jurusan D-3 Manajemen Tataboga), Ni Luh Putu Yayang Rahmanita (mahasiswi semester VIII Jurusan D-4 Manajemen Perhotelen) dan Made Satya Pradnyan (mahasiswa semester III Jurusan D-4 Manajemen Perhotelan). Pembina lomba Firman Sinaga mengaku telah melakukan pesiapan siang-malam selama satu bulan lebih. Tidak hanya latihan di Indonesia, saat tiba di Malaysia mahasiswa juga terus dilatih hingga malam hari agar mahir dalam memberikan pelayanan dalam menyajikan makanan dan minuman kepada tamu. ‘’Apa yang kami lakukan telah berbuah hasil manis, yaitu meraih silver award. Meskipun tidak meraih gold award, namun kami berbangga dapat silver award, karena kami berada di urutan pertama dari beberapa negara yang ikut,’’ ujar Firman Sinaga, Kamis (31/10) kemarin. Dosen Food dan Beverage Manajement STPBI ini mengaku tingkat kesulitan dalam lomba ini sangat tinggi. Sebab, peserta lomba harus membuat konsep dan masak sendiri yang harus match dengan tema per-
SILVER AWARD - Ketua STPBI Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. (kiri) didampingi Pembina Lomba Firman Sinaga (kanan) berfoto bersama mahasiswa berprestasi yang berhasil meraih Silver Award pada ajang Culinaire Malaysia 2019. lombaan. Pada perlombaan tersebut, dikatakan bahwa mahasiswa STPBI mengusung tema ‘’Balinese Restaurant’’. Tidak hanya itu, juri yang menilai berasal dari Amerika, Jerman, Yunani, Malaysia dan Singapura. ‘’Namun berkat kesolidan tim, semua rintangan tersebut bisa dilalui dan kami berhasil meraih peringkat pertama,’’ tandasnya. Salah satu mahasiswi Ni Luh Putu Yayang Rahmanita tidak menyangka timnya bisa meraih Silver Award pada perlombaan tersebut. Sebab, perlombaan yang diikuti memiliki standar dan kualifikasi yang harus diikuti. Apalagi, standar dan kualifikasi tersebut jauh berbeda dari standar dan kualifikasi yang diterapkan di Indonesia. Sehingga mereka harus belajar ulang agar sesuai dengan standar dan kualifikasi yang telah ditentukan panitia penyelenggara. ‘’Awalnya kami nervous karena berhadapan dengan peserta dari
luar negeri, namun kami tetap optimis karena kalah-menang dalam perlombaan sudah biasa. Tetapi bagaimana kita memberikan yang tebaik, apalagi kita membawa nama kampus, Bali, dan Indonesia,’’ ungkap mahasiswi asal Tabanan ini. Ketua STPBI Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. mengaku surprise dan bangga atas prestasi internasional yang diraih anak didiknya. Hal ini membuktikan bahwa komitmen STPBI untuk bisa meraih juara di ajang internasional telah terbukti. Ke depan, pihaknya akan terus mendukung anak didiknya untuk terus mengikuti perlombaan, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional. Sebagai reward, mahasiswa yang berhasil meraih prestasi diberikan beasiswa agar mereka termotivasi lagi untuk mengikuti perlombaan yang lebih tinggi, sehingga terus bisa mengharumkan nama lembaga, Bali dan Indonesia di kancah dunia. (ad936)
BBPOM di Denpasar Gelar FGD Pembentukan Saka POM BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menggelar Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Saka POM Balai Besar POM di Denpasar, Kamis (31/10) kemarin. Hadir kwarcab seluruh Bali dan kwarda. Kepala BBPOM di Denpasar Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. mengatakan, salah satu upaya dalam meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan, BPOM melakukan kerja sama kemitraan dengan berbagai komunitas masyarakat salah satunya yaitu Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka bertujuan untuk membina dan membentuk remaja, pemuda dan orang dewasa yang memiliki kepribadian untuk berperan membantu pemerintah di bidang pengawasan obat dan makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan. Untuk
memberi wadah kegiatan khusus dalam bidang pengawasan obat dan makanan perlu dibentuk Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM). Anggota Saka POM adalah pramuka. Penegak dan Pandega putra dan putri yang menjadi anggota gugus depan di wilayah ranting atau cabang yang mengembangkan bakat, minat, kemampuan dan pengalaman di bidang keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu melalui Saka POM. Tujuan dibentuknya Saka POM adalah memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan dan pengalaman dalam bidang pengawasan obat dan makanan yang dapat menjadi bekal kehidupan dan penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa
dan negara serta membantu Badan POM dalam penyelenggaraan pengawasan berbasis masyarakat. Saka POM terdiri atas tiga Krida dan tiap Krida memiliki dua atau tiga syarat kecakapan khusus (SKK). SKK tersebut sesuai dengan level pramuka baik Pramuka Penegak maupun Pramuka Pandega. Masingmasing SKK Pramuka Penegak dan Pandega memiliki Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Tiga Krida tersebut yaitu Krida pengujian sederhana obat dan makanan, pemantauan obat dan makanan, informasi obat dan makanan. Untuk memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan di bidang Pengawasan Obat dan Makanan sehingga memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan kode kehormatan Gerakan Pramuka, Saka POM melaksanakan kegiatan yang meliputi, pen-
ingkatan wawasan pengawasan obat dan makanan secara umum, mengikuti perkembangan pengawasan obat dan makanan secara khusus sesuai dengan macam krida dan kecakapan–kecakapan khususnya, penyuluhan kepada masyarakat khususnya generasi muda tentang kesadaran akan pentingnya pengawasan obat dan makanan dengan memberikan contoh, menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan di bidang pengawasan obat dan makanan. Pramuka dipilih lantaran pramuka adalah organisasi yang ada dalam segala lini kehidupan masyarakat, dari akar sampai ke dusun-dusun. Predikat pramuka juga disandang seumur hidup. ‘’Di mana pun dia berada, dia tetap pramuka. Jadi kalau kompetensinya ditambahkan dan juga karakternya pramuka beda baik loyalitasnya, nasionalismenya, akan bergerak sendiri. Kita su-
FGD - BBPOM di Denpasar ketika menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Pramuka. dah buktikan dari pembentukan kader-kader pramuka. Setelah membuat kader, kita membuat grup whatsapp, mereka melakukan ilmu-ilmu yang kita beri Bimtek pada saat pembentukan kader, mereka implementasikan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
dan sosialisasikan di lingkungannya masing-masing,’’ jelasnya. Adhi Aryapatni yakin, melalui Pramuka, gerakan dan program BPOM akan lebih masif masuk dan bergema di masyarakat. (ad900)
Jumat Kliwon, 1 November 2019
Sayangkan Pemangkasan Dana Promosi
BPPD Audiensi ke DPRD Badung BADAN Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung sangat menyayangkan adanya pemangkasan dana promosi pariwisata yang mencapai 50 persen dari dana yang dianggarkan. Hal ini dilakukan justru ketika adanya persaingan ketat sektor pariwisata, baik di dunia global maupun di dalam negeri. Hal itu dikemukakan Ketua BPPD Badung Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya saat melakukan audiensi ke DPRD Badung, Kamis (31/10) kemarin. ‘’Kami sangat menyayangkan pemangkasan anggaran promosi di saat persaingan global dan dalam negeri begitu ketatnya,’’ tegasnya. Rai Surya Wijaya yang didampingi sejumlah pengurus lainnya diterima Wakil Ketua II DPRD Badung Made Sunarta didampingi anggota Nyoman Dirgayusa, Made Suardana, dan Made Wijaya. Pertemuan berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD Badung. Menurutnya, promosi pariwisata sangat penting dan harus dilakukan secara masif. Kalau tidak begitu, pariwisata Indonesia, di dalamnya Bali dan Badung akan disalip negara-negara lainnya. ‘’Tak hanya Singapura, Thailand dan Malaysia, pariwisata Indonesia sudah disalip Vietnam, Filipina dan Kamboja,’’ katanya. Dalam promosi, tegasnya, tak hanya melakukan sale atau penjualan. Namun lebih jauh, promosi juga menyampaikan sharing informasi, destinasi dan sebagainya. Sedikitnya ada empat pilar dalam pariwisata harus dilakukan yakni destinasi, industri, promosi dan kelembagaan. Destinasi harus berkualitas, industri berstandar internasional, promosi harus dilakukan baik dengan promosi langsung, menggunakan media online atau digital. Lantas berapa idealnya anggaran promosi? Menurutnya, ideal-
AUDIENSI - Ketua BPPD Badung Rai Surya Wijaya didampingi sejumlah pengurus diterima Wakil Ketua II DPRD Badung Made Sunarta bersama anggota Nyoman Dirgayusa, Made Suardana, dan Made Wijaya. Pertemuan berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD Badung, Kamis (31/10) kemarin. nya 5-10 persen dana pajak hotel dan restoran harus dikembalikan untuk pariwisata. Pada 2019 ini, katanya, promosi pariwisata Badung memperoleh anggaran Rp 8,4 miliar atau setara dengan 0,3 persen. Ini pun dipangkas di tengah jalan. ‘’Pemangkasannya mencapai 50 persennya sehingga promosi ke sejumlah negara seperti Rusia dan Jepang batal dilakukan,’’ katanya menyayangkan. Pada 2020 mendatang, kata Rai Surya Wijaya, BPPD mengajukan anggaran hanya 0,5 persen saja dari PHR. Namun yang sangat baik sebenarnya ada di angka 1 persen. Satu persen, tegasnya, sangat baik dan ideal. Jangan justru berpikirnya antara ayam dan telur, siapa yang duluan. Satu lagi yang disampai-
kannya, dana promosi tak boleh dipotong di tengah jalan. Ini perlu komitmen sehingga proses promosi bisa berjalan dengan baik. Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta sangat sepakat bahwa promosi merupakan bagian dari investasi. Karena itu, dia sepakat promosi harus dilakukan di tengah persaingan ketat saat ini. Tak hanya di dunia global, persaingan ketat juga terjadi di dalam negeri. Misalnya Mandalika sudah bekerja sama dengan Australia, sementara Banyuwangi sudah menggandeng SQ atau Singapura Airlines untuk mendatangkan wisatawan ke Banyuwangi. ‘’Kami sepakat dan akan berupaya mengawal anggaran promosi pariwisata agar tak terpangkas lagi,’’ tegasnya. (ad933)
Warung Galungan dan Panti Asuhan Tat Twam Asi
’’Sharing is Caring’’
DALAM rangka pembukaan pada 23 Oktober 2019, Warung Galungan mengundang anak-anak dari Panti Asuhan Tat Twam Asi dengan tujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan. Acara yang diadakan mulai dari pukul 19.00 sampai pukul 21.00 Wita ini berisi kegiatan silaturahmi dengan suasana yang hangat, baik dari pemilik maupun staf Warung Galungan dengan guru pendamping serta anakanak panti asuhan. Warung Galungan sendiri baru mulai beroperasi pada 23 oktober 2019 dengan menu yang disajikan adalah khas dari Desa Cau di Tabanan yang dikemas sedemikian rupa, sehingga dapat masuk dan menjadi salah satu ikon baru kuliner malam di daerah Legian, Kuta dan sekitarnya. Menu yang ditawarkan mulai dari Rp 25.000 untuk set menu nasi babi kuah dengan beberapa tambahan seperti lawar, sayur nangka, urutan, babi goreng dan kerupuk kulit babi. ‘’Tujuan mengadakan acara dengan mengundang anak-anak Panti Asuhan Tat Twam Asi di Denpasar ini, selain sebagai acara soft opening juga untuk berbagi rezeki. Semoga
semuanya ini bisa bermanfaat dan membantu anak-anak untuk terus belajar hingga mencapai cita-cita yang diinginkan,’’ ujar Chef Warung Galungan I Wayan Sudiartana di hadapan warga panti asuhan. Pimpinan Yayasan Tat Twam Asi Denpasar berterima kasih banyak atas undangan yang diberikan pihak Warung Galungan. Dalam kesempa-
tan itu, ia mengajak kepada seluruh warga panti asuhan mengirimkan doa untuk kelancaran dan kesuksesan pihak Warung Galungan. Panti Asuhan Tat Twam Asi Denpasar sendiri diketahui membina anakanak sekitar 44 orang. Di mana telah berdiri sejak 1987 ini dan lokasi panti asuhan di Jalan Jaya Giri IX No.6, Kota Denpasar, Bali. (ad944)
IIK Medika Persada Bali Berubah Jadi Universitas Bali Internasional
INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali berubah menjadi Universitas Bali Internasional (UNBI). Perubahan bentuk tersebut terjadi setelah keluarnya surat keputusan menteri yang diserahkan LLDikti Wilayah VIII ke Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia (AHBI) dan Rektor UNBI di Kampus UNBI, Denpasar, Kamis (31/10) kemarin. Penyerahan izin tersebut disaksikan Sekda Kota Denpasar, Forum Rektor di Bali, Ikatan Perguruan Tinggi Swasta di Bali, dan lainnya. Menurut Rektor UNBI Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM), perubahan ini terjadi setelah keluarnya surat keputusan menteri tentang perubahan IIK Medika Persada Bali menjadi UNBI. Oleh karena itu, IIK Medika Persada Bali berubah dari institut menjadi universitas, dengan menambah satu program studi (prodi) baru yakni Bisnis Digital (S-1). Dengan menjadi universitas, maka pihaknya dapat mengelola semua rumpun ilmu yang ada, baik sosial, kesehatan, dan lainnya. ‘’Ini semua fungsinya, bagaimana kami bisa mengabdi lebih luas lagi kepada masyarakat Bali khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dalam bidang pendidikan tinggi,’’ papar Prof. Bakta. Ia menjelaskan, pihaknya khusus membuka Prodi Bisnis Digital dalam rangka menyongsong era revolusi industri 4.0. Prodi baru ini diharapkan mendapatkan respons baik dari masyarakat, apabila tidak ingin ketinggalan dalam revolusi industri 4.0. Prodi Bisnis Digital ini merupakan yang pertama di Bali, dan ke-4 di Indonesia. Di mana garis besarnya akan membahas cara marketing secara elektronik, dan memiliki bisnis beserta cara mengelolanya. Untuk prodi baru ini, UNBI telah menyiap-
Solusi dan Aksi Nyata
Nengah Tamba Gandeng PT SES Latih Petani Jembrana Jadi Eksportir Buah BAKAL Calon Bupati Jembrana I Nengah Tamba langsung bergerak menunjukkan aksi nyata dan keseriusannya mempersiapkan petani di Jembrana agar ke depan bisa menjadi eksportir buah. Hanya berselang dua hari pascapertemuan perdana dengan perusahaan eksportir buah-buahan yakni PT Surya Elok Sejahtera (PT SES), Tamba langsung memfasilitasi sejumlah petani asal Jembrana bergabung dalam pelatihan ‘’Grading dan Pembersihan Manggis’’. Pelatihan digelar di packing house PT SES Jalan Cargo Taman II No. 234, Desa Ubung Kaja, Kota Denpasar, selama dua hari yakni Kamis (31/10) hingga Jumat (1/11) ini dan diikuti puluhan tenaga quality control dari PT SES bersama sejumlah petani asal Jembrana. ‘’Yang kita sampaikan saat pertama kali bertemu dengan PT SES seolah-olah tidak ada action nyata, ada yang meragukan keseriusan kami. Hari ini kita buktikan dengan datangkan langsung beberapa petani dari Jembrana ikut pelatihan,’’ kata Tamba, Kamis (31/10) kemarin, saat ditemui di sela-sela meninjau langsung pelatihan ini. Pelatihan ini diharapkan dapat menyiapkan SDM petani Jembrana agar mengerti tentang peluang ekspor buah lokal, packaging, dan kualitas buah. Empat orang petani ini diharapkan bisa mengimplementasikan dan membagikan ilmunya kepada petani lainnya. ‘’Mereka akan jadi kader di Jembrana mengajak petani lainnya kita bersama-sama bangkit. Jangan menyerah dengan kondisi yang ada,’’ ajak tokoh yang dikenal dengan sebutan TMS (Tamba Memberi Solusi) ini. Di sisi lain, mantan anggota
PELATIHAN - Bakal Calon Bupati Jembrana I Nengah Tamba (tengah baju loreng) bersama petani Jembrana dan peserta pelatihan ‘’Grading dan Pembersihan Manggis’’ di PT Surya Elok Sejahtera, Denpasar, Kamis (31/10) kemarin. DPRD Bali dua periode ini juga menjalin kerja sama dengan PT SES dalam hal penyerapan tenaga kerja asal Jembrana untuk bisa bekerja di perusahaan eksportir yang sudah mengekspor buah lokal ke banyak negara seperti Eropa, Asia hingga Amerika ini. ‘’Untuk tahap awal ada 100 orang warga Jembrana yang siap direkrut kerja oleh PT SES,’’ pungkas politisi Partai Demokrat asal Desa Kaliakah Kecamatan Negara ini. Developing Manager PT SES Muhamad Riyansyah Putra mengungkapkan, dalam waktu dekat PT SES bersama Tamba akan menemui para petani di Jembrana memaparkan peluang ekspor komoditas
pertanian dan apa saja yang harus disiapkan para petani ini menyambut peluang ini. Pertemuan ini dijadwalkan setelah manajemen PT SES pulang dari pameran buah di Kazakhstan pada 6-8 November dan di Dubai pada 12-14 November. Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Denpasar Irsan Nuhantoro menambahkan, pelatihan ini untuk menghasilkan tenaga quality control yang mampu memilah kualitas buah manggis sesuai standar persyaratan karantina negara tujuan ekspor salah satunya China. ‘’Manggis harus bebas kutu putih dan semut. Dan secara kualitas harus yang super 1 dan super 2,’’ ungkapnya. (ad949)
Evaluasi Program Sebelumnya
BBPOM di Denpasar Gelar FGD dengan ’’Stakeholder’’ Lintas Sektor BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan lintas sektor terkait seperti Dinas Kesehatan, Disperindag, Ketahanan Pangan, asosiasi profesi, PKK, belum lama ini. Tujuannya untuk membentuk jejaring dalam melancarkan tugas–tugas BBPOM. Kepala BBPOM di Denpasar Dra. IGA Adhi Aryapatni, Apt. mengatakan, FGD dilakukan karena BBPOM menyadari pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, maka dari itu perlu membuat jejaring dengan stakeholder lintas sektor. Dari kerja sama yang sudah dilakukan dalam bentuk MoU BBPOM dengan gubernur, bupati/wali kota seluruh Bali, serta perjanjian kerja sama dengan dinas-dinas terkait, dengan asosiasi bertujuan untuk memperkuat perpanjangan tangan BBPOM dalam mengawal dan mengawasi obat dan makanan. ‘’Dari FGD, kami mendapatkan masukan untuk program berikutnya. Ada juga temuan dari BPK bahwa pengawasan kami belum optimal karena tindak lanjutnya tidak ada, yang ditindaklanjuti lintas sektor,’’ ungkapnya. Sesuai kewenangan peraturan, seharusnya tindak lanjut dari lintas sektor tersebut juga memberi feedback atau tembusan pada BBPOM. Contohnya, dalam IRT pangan,
FGD - FGD BBPOM di Denpasar dengan lintas sektor terkait. BBPOM mengawasi jika ada temuan, ketidaksesuaian, maka BBPOM memberi rekomendasi ke dinas terkait. ‘’Selama ini mereka sudah menindaklanjuti tapi tidak memberi feedback ke kami. Sehingga di kita sudah rekomendasinya 10, kita tidak menerima 10 itu,’’ bebernya. Dengan demikian, dalam FGD itu lebih banyak mengevaluasi program yang sudah dilakukan bersama dan menjadi bahan evaluasi untuk program di tahun yang akan datang. ‘’FGD mengevaluasi program-program yang sudah kita lakukan dan apa kendala-kendala permasalahannya,’’ imbuhnya. Selain evaluasi, dalam FGD itu
juga membahas perencanaan DAK (Dana Alokasi Khusus) nonfisik. BPOM pada 2020 melalui Bapenas telah mengalokasikan anggaran untuk kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali. Dari DAK nonfisik itu yang bisa dilakukan adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat, pengawasan rumah tangga, pengawasan sarana pelayanan kesehatanan lainnya. Menurutnya, selama ini lintas sektor tersebut sering mengalami kendala SDM dan anggaran. ‘’Nah, sekarang sudah ada kucuran dana untuk 2020. Namun sementara baru yang nonfisik, dari APBN bukan APBD,’’ pungkasnya. (ad900)
Wapres Buka Konferensi IPOC di Nusa Dua
PAPAN NAMA - Prosesi pembukaan selubung papan nama Universitas Bali Internasional (UNBI) di Denpasar, Kamis (31/10) kemarin.
kan enam dosen tetap, dan sewaktuwaktu juga akan mengundang dosen tamu untuk menambah wawasan. ‘’Menurut revolusi industri 4.0 itu semua akan, apa yang kita sebut sebagai internet outsing. Jadi semua akan melalui internet,’’ terangnya. Terkait perubahan bentuk ini, Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia yang diketuai Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. sangat men-support. Sebab, ke depan dengan adanya UNBI, tentunya diharapkan universitas yang didirikan ini menjadi universitas yang diperhitungkan di dunia pendidikan. Juga bermanfaat bagi Kota Denpasar khususnya dan Indonesia pada umumnya. Bahkan nanti diharapkan dapat mengembangkan sayap ke dunia internasional, sesuai visi-misi dari yayasan. Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. menerangkan, IIK Medika Persada Bali melakukakn akuisisi salah satu
perguruan tinggi di Bali yang sekaligus melakukan perubahan bentuk dari institut menjadi universitas. Pihaknya melihat ada dua hal yang paling penting. Pertama adalah perguruan-perguruan tinggi yang kurang bergairah kita akuisisi, sehingga akan menjadi lebih kuat. Kedua, dengan bergabungnya itu, maka proses pengajaran dan Tri Dharma Perguruan Tinggi akan menjadi lebih bagus karena tenaga menjadi terkonsentrasi untuk mendukung kualitas. ‘’Saya selalu mendorong perguruan tinggi yang mau mengembangkan diri untuk peningkatan kualitas, karena sekarang jawabannya ada di kualitas. Perguruan tinggi yang tidak berkualitas pasti ditinggal oleh masyarakat,’’ paparnya. Jadi, Prof. Dasi menambahkan, pengembangan ini pun dimaksudkan untuk meningkatkan bagaimana seluruh aktivitas kegiatan tri dharma perguruan tinggi adalah mengacu pada budaya mutu. (ad950)
Mangupura (Bali Post) Wakil Presiden (Wapres) RI K.H. Ma’ruf Amin bersama Ny. Hj. Estu Wury Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja perdana di Bali, Kamis (31/10) kemarin. Wapres menghadiri sekaligus membuka 15th International Palm Oil Conference (IPOC) 2019 and 2020 Price Outlook di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua. Ma’ruf Amin bersama rombongan mendapat pengawalan sesuai prosedur tetap (protap) pengamanan VVIP. Kedatangan Wapres tersebut disambut Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dan pejabat lainnya di Bandara Ngurah Rai, Badung. Konferensi minyak sawit terbesar dunia ini, kata Kapendam IX/ Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.IP., diikuti lebih dari 1.500 peserta yang berasal dari 18 negara dan diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Selama kegiatan berlangsung, pejabat VVIP dalam hal ini rombongan Wapres senantiasa mendapatkan pengamanan sesuai protap pengamanan VVIP yang telah dilatih oleh Kodam IX/Udayana, selaku Koops Pam VVIP di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. ‘’Hal yang selalu menjadi penekanan Pangdam IX/Udayana selaku Pangkoops Pam VVIP wilayah Bali dan Nusa Tenggara, agar seluruh personel
SAMBUT - Wapres RI K.H. Ma’ruf Amin bersama Ny. Hj. Estu Wury Ma’ruf Amin saat tiba di Bandara Ngurah Rai dan disambut Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali dan pejabat lainnya. yang terlibat dalam Satgas Pam VVIP memegang teguh disiplin dengan memahami rantai komando yang efektif dan efisien,’’ tegas Kapendam. Selain itu, personel harus meningkatkan kepekaan dan laksanakan koordinasi secara optimal serta cermati. Mengikuti perkembangan
situasi secara terus-menerus dan laporkan. ‘’Sekitar pukul 12.00 Wita rombongan Wapres RI meninggalkan VVIP Room 1 Bandara Ngurah Rai menuju pesawat dan diantar Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali dan pejabat lainnya, untuk kembali ke Jakarta,’’ ungkapnya. (kmb36)
Jumat Kliwon, 1 November 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menuju Satu Data Kependudukan yang Valid DATA kependudukan sering diperdebatkan. Terlebih menjelang pemilu, pilkada maupun hal-hal lain yang masih terkait dengan politik. Bahkan, sering kali data kependudukan juga dipermasalahkan ketika kebijakan berbasis data kependudukan diluncurkan. Data KK miskin pun sering bergeser tergantung program yang akan diluncurkan. Namun, pada era digital dan terbangunnya komitmen merujuk satu data yang valid, maka Sensus Penduduk 2020 (SP2020) bisa kita harapkan menjadi rujukan yang valid. Setidaknya dalam hal politik, sosial ekonomi, dan pemetaan daya dukung penduduk berdasarkan angkatan kerja, anak sekolah, produktif maupun nonproduktif. Data ini harus menjadi rujukan bersama, sehingga perbedaan data tak terus-menerus mengundang polemik. Untuk itulah sangatlah patut jika sejak dini ada edukasi agar publik lebih terbuka dalam memberikan informasi kependudukan terkait keluarganya. Partisipasi penduduk haruslah dibangun secara terus-menerus. Keterbukaan akan menjadi sangat penting dalam memastikan validitas data yang terkumpul. Dengan rujukan data yang valid asumsi pembangunan bisa dirumuskan secara lebih akurat. Selama ini, kendala dalam melakukan pendataan kependudukan adalah tidak adanya kejujuran informan. Bahkan, patut juga diduga terjadi kebocoran pendataan akibat tidak semua penduduk terdata. Hal ini sangat dimungkinkan pada daerah-daerah dengan tingkat urban dan migrasi kependudukan yang tinggi. Kelemahan ini juga harus diantisipasi sejak dini jika ingin mendapatkan angka yang valid pada SP2020. Penting juga dilakukan sinergi. Dengan demikian, SP2020 tidak hanya petugas sensus yang aktif mengumpulkan informasi kependudukan, semua harus terlibat. Pelibatkan struktur pemerintahan desa mulai dari jajarannya ke dusun/banjar-banjar. Dengan melakukan pendataan dengan pelibatan simpul terkecil, maka potensi terjadi kealpaan pendataan bisa ditekan. Artinya, SP2020 hendaknya benar-benar menghasilkan data yang sahih. Dengan demikian, pendataan untuk kepentingan data pemilih saat pemilu tak menelan dana besar dan waktunya bisa diminimalkan. Kembali pada komitmen untuk mendapatkan data yang valid soal kependudukan, maka dukungan dari semua pihak harus jelas. Kita sadari bersama bahwa perencanaan pembangunan tidak akan tepat sasaran, jika tidak dilandasi data yang akurat dan terkini. Pembangunan juga tidak akan berjalan dengan baik tanpa evaluasi pembangunan yang didasarkan pada data yang akurat dan aktual sebagai bahan pembanding dan evaluasi. Badan Pusat Statistik (BPS), instansi pemerintah yang bertanggung jawab untuk menyediakan data dasar, akan segera melaksanakan SP2020. Sensus penduduk dilakukan setiap 10 tahun sekali dan merupakan sumber data utama kependudukan. Berdasarkan catatan SP2020 merupakan SP ketujuh yang pernah dilaksanakan sejak Indonesia merdeka. Enam SP sebelumnya yaitu SP1961, SP1971, SP1980, SP1990, SP2000, dan SP2010. SP2020 bertujuan menyediakan data jumlah, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia pada tahun 2020, yang sangat diperlukan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan. SP2020 memegang peran strategis dalam mewujudkan Bali baru. Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” bertujuan untuk mewujudkan kehidupan krama Bali sejahtera dan bahagia sekala-niskala yang sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Untuk itu, pemerintah Bali perlu melakukan pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi. Untuk menuju hal ini dukungan atas optimal dan efektifnya SP2020 hendaknya didukung oleh Pemprov Bali. Setidaknya, pemprov bisa meminta kabupaten/kota melakukan komunikasi dengan BPS Bali. Langkah ini tentu kita harapkan bermuara pada lahirnya produk data yang akurat dan efektif untuk memetakan permasalahan Bali dan solusi yang akan diambil.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Apa Itu Patung Kuda? Sebutan patung kuda lebih sering didengungkan oleh media baik elektronik maupun media cetak apabila menyiarkan/menulis suatu berita. Contoh seperti berita ada domonstrasi mahasiswa di patung kuda Jakarta. Atau patung kuda di Tuban Badung dikagumi oleh wisatawan. Menurut saya, jangan biasakan menyebut patung kuda tapi sebutlah judul patung itu yang sebenarnya sambil memperkenalkan arti atau makna patung yang bernilai sejarah yang cukup dikenal di Tanah Air. Sebutan patung kuda ganti dengan sebutan patung Arjuna Wiwaha yang ada di Jakarta yang cukup terkenal itu. Dan patung kuda di Tuban dengan sebutan Patung Satria Gatotkaca. Patung kuda di Mengwi disebut Patung Rama Sita. Mari kita biasakan menyebut nama patung secara benar agar pemahaman terhadap spirit serta makna dari patung terbangun di kalangan masyarakat. W. Beratha Yasa Kapal, Badung
Sensus Penduduk dan Penantian Bonus Demografi Persoalan kependudukan di Indonesia sangatlah kompleks, ditandai dengan jumlah penduduk yang besar, tingginya laju pertumbuhan yang tidak sejalan dengan kualitas hidup dan tidak meratanya penyebaran penduduk. Secara statistik, Indonesia menduduki urutan keempat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak setelah China, India, dan Amerika Serikat. Berbagai masalah tentunya akan timbul dari ledakan jumlah penduduk ini. Masalah kesenjangan, kemiskinan, dan tentunya masalah pangan.
S
Oleh Briliana Wellyanti
elain permasalahan yang kompleks tersebut, dari perspektif lain, jumlah penduduk yang besar merupakan potensi besar bagi penyediaan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi gerak langkah pembangunan. Potensi penduduk yang besar ini akan lebih maksimal jika dibarengi dengan peningkatan kualitasnya misalkan pendidikan dan kesehatan. Salah satu manfaat yang dapat dipetik dari lonjakan jumlah penduduk tersebut adalah bonus demografi. Bonus demografi dapat didefinisikan sebagai kondisi suatu wilayah atau negara memiliki jumlah penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) yang lebih banyak jika dibandingkan dengan penduduk usia non-produktif (usia 65+). Dikatakan sebagai “bonus” karena kondisi ini tidak terjadi secara terus-menerus melainkan hanya terjadi sekali dan tidak bertahan lama. Jepang telah mengalami bonus demografi pada tahun 1950. Kondisi ini membuat Jepang melesat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi tertinggi ke-3 di dunia pada dekade 70-an, setelah Amerika Serikat, dan Uni Soviet. Siapa yang tidak mengenal China dan Korea Se-
latan? Kedua negara adi daya ini berhasil memanfaatkan momen bonus demografi sebagai batu loncatan menjadi negara maju. Jumlah penduduk Indonesia selama beberapa tahun mendatang akan terus meningkat. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2018 lalu, jumlah populasi Indonesia mencapai 265 juta jiwa. Kemudian, pada 2024, angkanya berpotensi meningkat hingga 282 juta dan sekitar 317 juta jiwa pada 2045. Indonesia diperkirakan akan menikmati bonus demografi pada tahun 2020 hingga 2035. Pada masa tersebut, penduduk produktif diproyeksi berada pada grafik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 297 juta jiwa. Bagaimana dengan Bali? Jumlah penduduk Bali hasil Sensus Penduduk tahun 2010 adalah 3,8 juta jiwa. Dari hasil Sensus Penduduk 2010 dapat dilihat bahwa Provinsi Bali telah menikmati bonus demografi, yakni jumlah penduduk produktif lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk nonproduktif. Perbandingan keduanya mencapai 52,83 persen. Kota Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali memiliki bonus
demografi yang cukup signifikan yakni 61,36 persen. Meskipun secara umum, Provinsi Bali telah mencapai masa bonus demografi, namun tercatat beberapa kabupaten/kota tercatat belum dapat meraihnya. Dari hasil Sensus Penduduk 2010 tercatat empat kabupaten yang belum meraih bonus demografi yakni Kabupaten Klungkung, Bangli, Karangasem, dan Buleleng dengan catatan rasio perbandingan penduduk produktif dengan nonproduktif sebesar 45,99 persen, 46,41 persen, 43,32 persen, dan 47,01 persen. Lantas kapan empat kabupaten ini dapat menikmati bonus demografi? Apakah tahun depan atau 10 tahun kemudian? Hal ini dapat sama-sama kita buktikan pada pergelaran pesta demografi Sensus Penduduk 2020. Jika beberapa waktu lalu kita diributkan dengan pergelaran pesta demokrasi, maka tahun depan, kita akan menyongsong pergelaran pesta demografi. Pesta demografi dalam hal ini diartikan sebagai sensus penduduk. Pelaksanaan sensus penduduk ini sangat penting dan bertujuan untuk memperbarui data kependudukan secara menyeluruh tentang jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia.
Info Singaraja FM infosingarajafm
081933004217
Penanganan Sampah agar Mendapat Perhatian KEAMANAN, ketertiban umum dan kebersihan menjadi salah satu topik yang terungkap dalam Suara Buleleng. Putu Gamaartha dari Dusun Pemaroan, Patemon menyatakan, sebagai warga masyarakat sangat berharap sekali Buleleng mendapatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Untuk itu saya berharap kepada seluruh warga masyarakat agar bisa menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan, sehingga mampu kunjungan wisatawan ke Buleleng meningkat. Ia juga berharap warga Buleleng bersikap ramah terhadap wisatawan mengingat Buleleng dengan luas wilayah 1/3 Pulau Bali mmiliki banyak destinasi wisata yang perlu mendapatkan perhatian. Gung De yang berlamat di Ngurah Rai menginformasikan bahwa semakin banyak wisatawan yang mendatangi eks Pelabuhan Buleleng. Karenanya, sudah sepatutnya mndapat perhatian dan juga dibuatkan naskah atau narasi dari wilayah tersebut. Sebab, di tempat tersebut ada bangunan bersejarah yang saat ini dimanfaatkan sebagai Musium Sonda Ketjil. Demikian pula kebersihan ditempat itu tetap dijaga mengingat belum disiapkannya tmpat sampah. Ia juga mengapresiasi terhadap langkah yang dilakukan Komisi III DPRD Buleleng bersama BKD dan Tim Yustisi mendatangi pihak hotel maupun restoran yang menunggak pajak. Semoga hal ini diikuti pula oleh komisi lainnya untuk melakuan sidak atau kunjungan ke masyarakat sesuai dengan bidang yang
menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Sebagai wakil rakyat sudah semestinya mampu memberikan edukasi bagi warga masyarakat itu sendiri. Gung Surya di Lovina mengatakan, Lovina sebagai daerah kunjungan wisata didengungkan oleh pionir pariwisata Buleleng A.A. Panji Tisna. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, agar dibangun infrastruktur jalan yang lebih baik. Bunda Dewi yang beralamat di Jalan Kamboja juga menyoroti soal sampah. Katanya, persoalan sampah sudah menjadi momok di mana saja di wilayah mana saja dan hal ini perlu pemahaman dari warga masyarakat agar mampu menjaga kebersihan wilayahnya. Buleleng juga terus menjaga lingkungan, sehingga tercipta suasana yang rapi di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan. (kmb)
Sensus penduduk di Indonesia dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, pelaksanaannya dilakukan pada tahun yang berakhiran nol. Sensus penduduk dilaksanakan pertama kali tahun 1961. Jadi, Sensus Penduduk 2020 adalah sensus penduduk ke-7 yang dilakukan Indonesia. Yang berbeda dari Sensus Penduduk 2020 dengan Sensus Penduduk 2010 adalah mengenai metode yang digunakan. Jika pada sensus 10 tahun lalu, petugas mendatangi satu per satu rumah penduduk, maka pada tahun depan, sensus penduduk mengajak masyarakat untuk berkontribusi mengisi mandiri data kependudukannya melalui web. Sensus Penduduk 2020 menggunakan metode kombinasi yakni metode sensus yang dilakukan dengan menggunakan data registrasi yang dilengkapi dengan sampel survei. Metode kombinasi ini juga diistilahkan sebagai perpaduan data registrasi penduduk dan pendataan sensus. Metode kombinasi ini merupakan rekomendasi PBB dan sudah banyak negara yang melakukannya, seperti Australia sudah melaksanakan sensus penduduk berdasarkan data registrasi penduduk sejak 2006. Thailand dan Indonesia akan melaksanakan pada 2020. Mengingat betapa pentingnya sensus penduduk, maka sudah sepatutnya kita sebagai warga negara yang baik harus memberikan data dan informasi kependudukan yang akurat. Tidak hanya mencatat data kependudukan, tetapi keakuratannya juga menjadi faktor penting karena secanggih apa pun metode yang kita gunakan dalam sensus penduduk tidak akan ada manfaatnya jika data
yang diperoleh tidak akurat. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran dan partisipasi semua pihak agar pesta demografi ini berjalan lancar dan sukses untuk kemajuan bangsa Indonesia. Penulis, ASN di BPS Kabupaten Karangasem
POJOK
Kata Jokowi, aparat hukum tidak boleh dibajak oleh mafia. - Jangan pula manfaatkan celah hukum. ***
Antisipasi resesi ekonomi, Indonesia mesti tekan impor. - Ada yang cari untung dari impor. ***
Kasad puji semangat gotong royong rakyat Tabanan. - Dari rakyat untuk rakyat.
Warung Global
Apa pun Kondisinya Rakyat Harus Siap ‘’Di tengah situasi perekonomian dunia yang tidak menentu, kita perlu sedia payung sebelum hujan: menggenjot ekspor, substitusi barang-barang impor, dan meningkatkan investasi,’’ kata Jokowi dikutip dari akun resmi media sosial Instagram dan Facebook-nya, Rabu (30/10). Pesan semacam ini, bukan kali pertama diungkap Jokowi. Pada awal September 2019, Jokowi dalam rapwat terbatas kabinet bersama jajaran menteri terdahulu, pernah melontarkan hal yang sama. Ratas kala itu bertema soal antisipasi perkembangan perekonomian dunia. Bagaimana tanggapan Kawan Global atas pernyataan Jokowi ini? Berikut beberapa tips juga yang disampaikan Pendengar setia Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog Warung Global. Presiden mengingatkan itu sahsah saja, menurut Nyoman Mastra di Gianyar, dalam situasi apa pun kita hadapi dengan optimis, tetapi negara tetap harus memikirkan dan mengutamakan rakyatnya. Tetapi kembali ke kita sendiri. Karena yang bertanggung jawab atas kehidupan kita adalah kita sendiri yang berusaha. Sementara untuk menghadapi resesi, motivasi diri sendiri mengisi perut kita masingmasing. ‘Apa pun itu, hadapi saja, sambil berdoa dan berusaha, pasti semua berlalu,’’ demikian Ayu di Petang optimis. Yang perlu dilakukan dalam menghadapi resesi adalah persiapkan mental. Sebagai rakyat yang memilih Jokowi, Febri di Denpasar merasa kecewa. Pernyataan Jokowi ini sangat meresahkan masyarakat. Satu sisi, kalau tahu akan
ada resesi ekonomi, kenapa iuran BPJS dinaikkan? Ini kan sama saja membuat rakyat semakin lemah. Ia menyarankan para menteri di kabinet bekerja lebih keras lagi, sehingga kelesuan ekonomi bisa diatasi. ‘’Harus siap hadapi resesi,’’ kata Kayan di Tabanan. Ia menyampaikan sepertinya keadaan akan sulit karena berbagai sektor sudah lesu termasuk juga kondisi sawah, ladang, sungai-sungai juga kekeringan. Dampak resesi ekonomi salah satunya adalah daya beli masyarakat akan turun, untuk itu Yuli di Tabanan menyikapi apa pun situasinya nanti, siap tidak siap harus kita hadapi. Kita berdoa dan tetap berusaha, berhemat, sehingga efek negatif resesi bisa kita lalui dengan baik. ‘’Yakinlah, badai pasti berlalu,’’ demikian imbuhnya. (sikha)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Kliwon, 1 November 2019
Peringati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia
BPPW Bersih-bersih di Desa Bantas
BALAI Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bali melaksanakan bersih-bersih di Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kamis (31/10) kemarin. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia tahun 2019. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 Wita dan dipusatkan di TPS 3R Desa Bantas. Setelah dibuka oleh Kasubag Tata Usaha BPPW Bali A.A. Ngurah Budi Arnaya, petugas gabungan dari instansi di bawah naungan Kementerian PUPR serta masyarakat setempat, melaksanakan kegiatan pembersihan kawasan yang berada di sekitar lokasi pembangunan infrastruktur bidang PUPR. Pejabat Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan Madya BPPW Bali Ida Ba-
gus Lanang Suardana mengatakan, kegiatan habitat ini diselenggarakan secara nasional. Untuk Provinsi Bali dipilih TPS 3R Bantas Lestari sebagai lokasi penyelenggaraan. Melalui kegiatan ini, pihaknya juga ingin mengumandangkan bahwa sampah tidak hanya kotor tetapi bisa membawa berkah. Dijelaskannya, peringatan Hari Habitat Dunia di Indonesia tahun 2019 diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Kota Dunia pada 29 hingga 31 Oktober dengan tema ‘’Generasi Masa Depan, Generasi Peduli Sampah’’. Kegiatan dipusatkan di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Di Bali kegiatan dilaksanakan di permukiman penduduk di Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur.
Penetapan lokasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menggerakkan kepedulian bersama dalam lingkungan permukiman, khususnya terkait persampahan serta berbagi praktik dan inovasi terkait permasalahan sampah. Melalui peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia tahun 2019 ini, diharapkan dapat mendorong kolaborasi serta keterlibatan aktif dari berbagai stakeholders antara lain pemerintah pusat dan daerah, lembaga/ organisasi masyarakat, akademisi, komunitas peduli lingkungan, sektor swasta dan juga kaum muda milenial untuk melakukan tindakan nyata dalam melakukan pengelolaan dan penanganan persampahan, air limbah domestik dan air minum
melalui kegiatan bersih lingkungan, berbagi praktik terbaik, transfer teknologi serta inovasi-inovasi penanganan dan pengelolaan infrastruktur permukiman yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan di Indonesia. Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Tabanan I Ketut Subrata Suyasa menyampaikan, Pemkab Tabanan sangat mengapresiasi kegiatan ini bisa digelar di Kabupaten Tabanan. Pihaknya berharap kegiatan ini terus berlanjutan agar sampah dari tingkat rumah tangga tidak hanya menumpuk di kabupaten melainkan di tingkat kecamatan sudah bisa dikelola seperti di Desa Bantas. (ad937)
BERSIH-BERSIH - Peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia tahun 2019 diisi aksi bersih-bersih di Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur.
Banggar Sebut Target PAD Terlalu Rendah Tabanan (Bali Post) -
DPRD Tabanan terus mendorong munculnya inovasi guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan dengan OPD penghasil, Kamis (31/10) kemarin dewan menilai banyak potensi pendapatan yang belum tergarap. Sejauh ini eksekutif dianggap belum bekerja maksimal sehingga PAD relatif rendah.
Bali Post/bit
RAPAT KERJA - Rapat kerja Banggar DPRD Tabanan dengan OPD penghasil, Kamis (31/10) kemarin.
Masyarakat Diimbau Waspadai Dokter Gadungan Tabanan (Bali Post) Melalui akun media sosial (medsos), BRSUD Tabanan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar mewaspadai jika ada oknum yang mengaku sebagai dokter dan menawarkan kendaraan dengan harga murah. Imbauan tersebut disampaikan lantaran belum lama ini sejumlah warga menanyakan status oknum yang menamakan dirinya dr. Samran, Sp.B., dan berprofesi sebagai dokter di BRSUD Tabanan. Oknum tersebut sangat meyakinkan karena melengkapi diri nametag berisi foto. Setelah dicek,
ternyata yang bersangkutan sama sekali bukan dokter ataupun karyawan BRSUD Tabanan. Atas hal ini, pihak rumah sakit pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada agar tidak percaya terhadap penipuan dengan modus tersebut. Direktur BRSUD Tabanan dr. I Nyoman Susila saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penipuan tersebut. Menurutnya, oknum itu menghubungi calon korban dan menawarkan kendaraan bermotor, terutama mobil dengan harga miring. Saat korban mulai terperangkap dalam tipuan, pelaku akan me -
minta korban mentransfer uang muka. Kejadian ini, kata dr. Susila tidak hanya terjadi saat ini saja. Beberapa bulan sebelumnya juga terjadi aksi penipuan dengan modus yang sama. Foto yang digunakan sama, hanya saja namanya berbeda. ‘’Jadi ada beberapa masyarakat yang ingin memastikan, apakah dia benar dokter di BRSUD Tabanan. Setelah dilihat foto dan logo nametag saja sudah berbeda dengan logo kami, warna juga berbeda. Yang bersangkutan memang bukan dokter bahkan tidak pernah bekerja di BRSUD
Tabanan,’’ tegas dr. Susila, Kamis (31/10) kemarin. Disinggung, apakah kejadian ini akan dibawa ke ranah hukum, dr. Susila mengatakan sejauh ini belum tahu. Meski demikian, pihaknya sudah meminta seluruh jajarannya untuk terus memberikan imbauan ke masyarakat agar lebih berhati-hati dengan beragam penipuan yang mengatasnamakan rumah sakit baik melalui media sosial ataupun secara lisan. ‘’Jika ada yang demikian, agar di kroscek terlebih dahulu dan masyarakat kami harapkan agar jangan mudah percaya,’’ jelasnya. (kmb28)
Dalam pembahasan RAPBD 2020, dewan meminta eksekutif memaksimalkan rancangan PAD. Tak tanggung-tanggung, dewan menargetkan PAD sebesar Rp 450,405 miliar. Sementara eksekutif hanya memasang angka Rp 388,420 miliar. Ketua DPRD Tabanan yang juga Ketua Banggar I Made Dirga mengatakan, Banggar sebelumnya telah menggelar rapat internal membahas target penerimaan daerah khususnya dari PAD. Dewan menilai target yang dipasang eksekutif terlalu kecil. Dewan menegaskan, banyak potensi pendapatan yang belum digarap maksimal. Potensi yang masih bisa
dimaksimalkan seperti Pajak Hotel dan Restoran (PHR), pajak dan retribusi parkir, PBB P2 dan BPHTB, retribusi pasar dan sampah serta potensi pendapatan lainnya dari Daya Tarik Wisata (DTW). Selain itu, banyak aset daerah yang perlu ditata ulang, seperti DTW Bedugul yang mangkrak, lahan pasar depan Pura Dalem Tabanan, pengelolaan pasar dan Terminal Tuakilang, rumah potong hewan, DTW Yeh Panes dan kebun kopi Pupuan. Berbagai potensi itulah yang menjadi pertimbangan dewan untuk menaikkan PAD pada RAPBD 2020. ‘’Mari kita bahas bersama dan tidak harus selesai seka-
rang. Potensi yang belum tergarap yang seharusnya dioptimalkan, apalagi kini semuanya serba online. Seharusnya pendapatan bisa meningkat. Kalau persoalannya regulasi, kita buat,’’ tegas Dirga. Sementara itu, Sekda Tabanan I Gede Susila memberikan penjelasan target yang ditetapkan dalam RAPBD 2020 yang sebesar Rp 388,420 miliar. Jumlah ini, kata dia turun bila dibandingkan dengan target tahun 2019 yang sebesar Rp 390,046 miliar. Pihaknya telah berusaha mencari dan menggali potensi PAD dan kemungkian bisa ditingkatkan pada angka Rp 11,18 miliar. (kmb28)
Dua ATM Nyaris Dibobol Maling Tabanan (Bali Post) – Dua mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di areal parkir DTW Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti nyaris dibobol maling, Kamis (31/10) kemarin. Pelaku yang belum berhasil melancarkan aksinya sudah terlebih dahulu kabur karena tepergok petugas keamanan setempat. Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 03.30 Wita petugas jaga DTW Ulun Danu Beratan I Made Asih (49) melaksanakan tugas jaga. Ketika itu Pemangku Gunung Kangin yang merupakan pangayah di Pura Ulun Danu Beratan hendak pulang. Asih pun membukakan pintu gapura. Setelah itu ia kembali ke ruang tunggu guide. Sesaat kemudian Asih mengecek ATM. Saat itulah ia melihat ada orang di dalam ATM Bank Mandiri.
Ia merasa takut lalu memanggil temannya, Putu Sukadarma (44), untuk diajak bersamasama mengecek ATM. Namun orang misterius tersebut sudah hilang. Saat mengecek ke dalam ATM, mereka melihat ada linggis di dalam ATM. Selain itu, pintu pengaman brankas terbuka. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Baturiti untuk penanganan lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Kasus tersebut diketahui ketika dua penjaga DTW melakukan patroli di lokasi dan melihat ada orang mencurigakan di dalam ruangan ATM. Pelaku kabur meninggalkan linggis ketika Asih mencari rekannya. ‘’Pelaku mencoba membongkar ATM dengan linggis dan menutup CCTV,’’ katanya. (kmb28)
Krematorium Desa Adat Bedha Segera Rampung Tabanan (Bali Post) Pembangunan krematorium Desa Adat Bedha yang berlokasi di Setra Tamu di Desa Pangkungtibah, Kecamatan Kediri, mendekati rampung. Pembangunan tahap pertama tinggal finishing. Krematorium ini diharapkan bisa membantu meringankan beban krama adat Bedha dan umat Hindu lainnya di Tabanan ataupun masyarakat luar daerah. Bendesa Adat Bedha I Nyoman Surata mengatakan, pengerjaan krematorium dimulai empat bulan lalu. Diharapkan di tahun 2020 sudah rampung dan bisa segera difungsikan. Dana pembangunan krematorium di atas lahan 20 are ini bersumber dari Desa Adat Bedha senilai Rp 1,5 miliar. Rencana pembangunan krematorium ini sudah berdasarkan hasil sangkep atau rapat Desa Adat Bedha. Rencana pembangunan pun sudah disosialisasikan kepada krama desa adat setempat. ‘’Rencana pembangunan ini memang sudah sesuai hasil sangkep dan sudah disosialisasikan kepada krama bahwa di lokasi tersebut akan dibangun krematorium sesuai dengan keputusan desa pakraman,’’ ujarnya, Kamis (31/10) kemarin. Pembangunan krematorium, kata dia juga sudah mendapatkan dukungan
dari berbagai pihak, seperti Pemkab dan DPRD Tabanan serta dari provinsi. Ia menambahkan, ide pembangunan krematorium muncul beberapa tahun lalu. Ide itu kemudian dikembangkan dengan pembentukan tim pengkaji krematorium. Dengan adanya krematorium, masyarakat bisa memilih apakah akan melaksanakan ngaben atau kremasi. ‘’Krematorium ini adalah
tempat kremasi untuk daerah, bukan untuk masyarakat Bedha saja. Sehingga dalam pembangunan serta dalam hal untuk memuput upakara sangat diperhitungkan dengan rinci,’’ terangnya. Bahkan pihaknya memastikan untuk prosesi rangkaian upacara ngaben di krematorium sama dengan pelaksanaan ngaben seperti umumnya. Bedanya
hanya pada manajemen. Keberadaan krematorium ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat saat pelaksanaan upacara ngaben. Nantinya krematorium ini akan dikelola Desa Adat Bedha. Biaya kremasi disesuaikan dengan kemampuan masyarakat serta biaya di krematorium lainnya. ‘’Rp 25-30 juta dari ngaben sampai mamukur,’’ katanya. (kmb28)
Bali Post/ist
KREMATORIUM - Krematorium Desa Adat Bedha segera rampung dan ditargetkan beroperasi tahun 2020.
Jumat Kliwon, 1 November 2019
Hadapi Laga Pilkel Serentak 2019
Muhamad Ashari Ungguli Pesaingnya dari Dalam Penjara Singaraja (Bali Post) – Calon Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Muhamad Ashari, membuktikan dirinya didukung mayoritas masyarakat. Ini terbukti dalam pencoblosan pemilihan perbekel (pilkel) serentak, Kamis (31/10) kemarin, untuk sementara Ashari unggul atas dua calon saingannya. Kemenangan Ashari ini terbilang menarik, karena setelah ditetapkan sebagai calon perbekel, dirinya terseret dugaan kasus tindak pidana korupsi proyek pembangunan gedung kantor Perbekel Desa Celukan Bawang. Situasi ini memaksa dia harus menghadapi lawan politiknya dari dalam penjara karena saat ini sedang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Singaraja. Data yang dihimpun dari panitia pilkel Desa Celukan Bawang menyebutkan, total Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilkel serentak di Desa Celukan Bawang tercatat 3.913 pemilih. Setelah pencoblosan dan penghitungan suara dari tujuh Tempat Pemungutan Suara (TPS), Ashari yang tampil dengan nomor urut 3 sukses meraup 1.187 suara sah. Lawannya, calon nomor urut 2 yang notabene mantan perbekel Muhajir meraih 815 suara sah. Calon pendatang baru dengan nomor urut 1 Irwan mendapat dukungan 701 suara sah. Sedangkan, suara yang tidak sah tercatat 32. Dengan hasil ini, Ashari yang sekarang masih menghadapi proses hukum dipastikan mampu mempertah-
ankan “kursi” kekuasaanya untuk lima tahun ke depan. Namun, nasibnya masih tergantung vonis majelis hakim yang menyidangkan kasusnya. Sebab, sesuai regulasi, jika perbekel terpilih terbukti bersalah secara hukum, maka dapat diberhentikan dari jabatannya. Sebelum menyalurkan hak suaranya, Ashari dijemput oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) di Lapas Kelas II-B Singaraja. Dengan mobil tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja, dia kemudian diantar untuk nyoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07 Dusun Celukan Bawang. Meskipun mendapat izin meninggalkan lapas dari hakim, namun Ashari saat keluar lapas dikawal personel polisi dan JPU. Tiba di TPS 07 sekitar pukul 10.00 wita, Ashari yang mengenakan kemeja kotak-kotak dengan celana jin, langsung menyerahkan surat undangan memilih kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS). Tidak terlalu lama antre, dia kemudian mendapat surat suara untuk menyalurkan hak pilihnya. Setelah nyoblos, Ashari kembali ke lapas dengan pengawalan ketat polisi dan JPU.
Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng Wayan Genip mengatakan, izin meninggalkan lapas ini terbit setelah kuasa hukum Ashari mengajukan surat permohonan izin meninggalkan lapas untuk kepentingan mengikuti pilkel serentak. Selain itu, istrinya sendiri menjadi penjamin atas permohonan izin tersebut. Setelah permohonan itu dikaji, majelis hakim kemudian memberikan izin kepada Ashari mengikuti tahapan pilkel serentak. Sesuai Surat Penetapan Majelis Hakim No. 15 Pid Sus-TPK/2019/PN Dps, tertanggal 22 Oktober 2019, Ketua Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Estar Oktavia memberi izin kepada Ashari meninggalkan lapas pada tanggal 25, 26, dan 31 Otober 2019. Batas waktu meninggalkan lapas terhitung dari pukul 07.00 sampai 13.00 wita. Persetujuan izin itu meliputi mengikuti tahapan penyampaian visi, misi, dan program calon perbekel dan tahapan pemungutan suara. “Kami berdasar pada penetapan majelis hakim. Namun, protap pengawalan oleh polisi dan juga JPU tetap dijalankan,” katanya. (kmb38)
Bali Post/ist
PILKEL - Muhamad Ashari yang tersandung kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung kantor Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, menyalurkan hak suara dalam pilkel serentak Kamis (31/10) kemarin. Ashari yang berlaga dengan nomor urut 3 itu untuk sementara unggul dari dua pesainggnya dengan merebut 1.187 suara sah.
Pilkel Serentak Diwarnai Dugaan ’’Money Politics’’
Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 79 desa di Buleleng melaksanakan pencoblosan pemilihan perbekel (pilkel) serentak, Kamis (31/10) kemarin. Hari H pencoblosan itu diwarnai dugaan adanya politik uang (money politics). Ini terjadi di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Sejumlah pemilih di desa itu mengaku menerima uang sebelum waktu pencoblosan. Dugaan itu kemudian dilaporkan kepada panitia pilkel Desa Bebetin yang dilanjutkan ke tim pengawas pilkel kabupaten. Informasi dikumpulkan di lapangan, dugaan money
politics terjadi pada dini hari kemarin sekitar pukul 02.00 wita. Salah satu pemilih Made Mudita, warga Dusun Tabang Desa Bebetin diberi uang oleh oknum masyarakat berinisial Ketut MN yang diketahui anggota tim sukses dari salah satu calon perbekel. Pemberian uang itu dilakukan saat digelar acara kumpulkumpul di rumah MN sebelum pencoblosan. Kejadian itu kemudian dilaporkankan kepada panitia pilkel di desa. Setelah dugaan ini terungkap, ada pemilih yang mengaku juga telah menerima uang dari
sumber yang sama. Hanya, warga menerima uang dengan jumlah bervariasi antara Rp 100.000 dan ada juga mendapat Rp 200.000 per orang. Ketua Panitia Pilkel Desa Bebetin, Gede Ardana, mengatakan, laporan dugaan money politics itu diterima dini hari kemarin. Dugaan itu sendiri disampaikan oleh Made Mudita yang menyebut telah diberikan uang oleh Ketut MN. Selain mengadukan dugaan kasus itu, pihaknya juga menerima uang Rp 300.000 dari pelapor sebagai barang bukti. Calon perbekel yang dis-
Dua Kepala Dinas Pensiun
Bupati PAS Tunjuk Pelaksana Tugas Singaraja (Bali Post) – Dua kursi jabatan kepala dinas di Buleleng kembali lowong. Ini karena dua pejabat kepala dinas telah memasuki masa pensiun mulai 1 November 2019 ini. Hal ini membuat Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menunjuk pelaksana tugas (Plt). Sementara pengisian dengan pejabat definitif menunggu pembahasan rancangan perda (ranperda) pembentukan dan susunan perangkat daerah yang sedang dibahas di DPRD Buleleng. Dua jabatan kadis yang pensiun itu yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ketut Suparta Wijaya dan Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Ni Made Arnika. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng, Gede Wisnawa, Kamis (31/10) kemarin mengatakan, SK penunjukan plt. sedang dalam proses. Rencananya, SK Plt. kepada masing-masing sekdis akan diserahkan Jumat (1/11) pagi ini. Sekdis PUPR Nengah Budiarta ditunjuk sebagai Plt. Kepala Dinas PUPR, d a n
Sekdis Perikanan, Jon Benni Ariatman sebagai Plt. Kepala Diskan Buleleng. “Besok (hari ini -red), SK sudah bisa kami serahkan ke masing-masing sekdis yang ditunjuk sebagai plt,” kata Wisnawa. Jabatan kepala dinas yang menginjak masa pensiun sebenarnya ada enam orang. Selain Kepala Diskan Ni Made Arnika dan Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya, ada juga Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng Dewa Ketut Manuaba, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Nyoman Surya Temaja, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagprin) Ketut Suparto dan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Gede Komang. Namun, karena akan ada pemangkasan struktur kelembagaan, sehingga lelang jabatan tersebut tidak perlu dilaksanakan. Rencananya, ada tiga lembaga yang akan dirombak, masing-masing Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM), Dinas Statistik dan Dinas Ketahanan Pangan. Dinas Koperasi UKM dikembalikan ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Kemudian Dinas Statistik menjadi bagian pada Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Kominfosandi). Selanjutnya, Dinas Ketahanan Pangan digabung dengan Dinas Perikanan. Saat ini, rancangan perampingan kelembagaan tersebut sudah mulai digodok di DPRD Buleleng. (kmb38)
Gede Wisnawa
ebut-sebut menyuruh MN memberikan uang itu, membantah tuduhan itu. Calon perbekel itu menyebut MN bukan timnya. Untuk itu, penanganan kasus ini dialihkan kepada tim pengawas pilkel kabupaten. Selain itu, pihaknya kemarin, sudah melakukan rapat melibatkan empat calon perbekel, panitia pilkel, Pelaksana Harian (Plh.) Perbekel Bebetin, dan anggota Bhabinkamtibmas. Rapat ini memutuskan tahapan pilkel tetap berjalan. “Dugaan money politics itu benar terjadi, tapi panitia pilkel tidak memiliki kewenangan
menangani dugaan kasus ini, sehingga berkas laporan dan barang bukti kami serahkan ke panitia pengawas kabupaten,” tegasnya. Hal senada diungkapkan, Sekretaris Desa (Sekdes) Bebetin Made Mei Wijaya. Melalui sambungan telepon, pihaknya membenarkan telah terjadi dugaan money politics dalam pilkel di desanya. Mei Wijaya mengatakan, agar dugaan kasus itu tidak menganggu tahapan pilkel, tim pengawas kabupaten, panitia desa dan keempat calon perbekel sepakat melanjutkan tahapan pencoblosan dan
penghitungan suara. Selain itu, kasus ini selanjutnya ditangani tim pengawas kabupaten. “Disepakati kasusnya kami laporkan ke tim pengawas kabupaten. Sementara, tahapan pencoblosan di desa itu tetap berjalan,” jelasnya. Sementara itu, Kapolsek Sawan Iptu Gusti Alit Murdiasa seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, penanganan dugaan kasus money politics ini masih ditangani pihak panitia pilkel dan tim pengawas pilkel kabupaten. Namun, pihaknya telah memerintahkan anggotanya
untuk tetap melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi yang diduga mengetahui dugaan kasus tersebut. Nantinya, kalau dugaan tersebut diadukan sebagai pelanggaran pidana, polisi akan menindaklanjuti pengaduan tersebut. “Untuk sementara penanganan di panitia dan pengawas pilkel termasuk barang bukti uang yang diduga pemberian salah satu calon sudah diamankan. Kalau memang pelanggaran hukum pidananya dilaporkan, maka kami akan menindaklanjuti,” katanya. (kmb38)
Sebelas Napi Wanita Ikuti Pelatihan Teknik Menyulam Singaraja (Bali Post) – Sebelas orang narapidana (napi) wanita di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Singaraja mengikuti pelatihan teknik menyulam, Kamis (31/10) kemarin. Pelatihan ini digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Buleleng.
Pelatihan ini diberikan agar para napi perempuan memiliki aktivitas positif selama berada di dalam lapas. Diharapkan pula akan ada produk dari hasil menyulam. Tujuan lainnya adalah, setelah mereka keluar dari lapas dan kembali ke lingkungan sosial, keahlian menyulam
Bali Post/kmb38
MENYULAM - Belasan warga binaan wanita diajari teknik menyulam kain, Kamis (31/10) kemarin.
yang telah dikuasai itu dapat digunakan untuk menambah penghasilan keluarga. Para napi wanita ini tampak antusias mengikuti penjelasan dan teknik menyulam dari Ketua Dekranasda Buleleng Ny. Aries Suradnyana. Aries mengatakan, ide memberikan pelatihan menyulam untuk napi wanita muncul setelah beberapa waktu lalu, dirinya sempat berkunjung ke dalam lapas. Dari kunjungan itu, warga binaan terutama wanita kegiatannya masih terbatas. Waktu itu, dia mendapat penjelasan dari salah seorang napi bahwa kegiatannya hanya mencuci pakaian. Dari penuturan itu, pihaknya memutuskan kembali datang ke lapas untuk mengajarkan teknik menyulam kain. Selain teknik menyulam, Aries Suradnyana yang sekarang menjabat anggota DPRD Bali Fraksi PDI Perjuangan akan terus memberikan pembinaan keterampilan untuk napi wanita seperti teknik membuat kerajinan dan lainya. Untuk itu, instansi teknis terkait di Buleleng diharapkan
membantu para napi untuk mengasah keterampilan yang mereka miliki. “Menyulam ini selain untuk membuat karya seni, juga untuk mengisi waktu atau bahkan hiburan di tengah kepenatan warga binaan menghabiskan masa hukuman mereka,” katanya. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II-B Singaraja Risman Somantri menyambut positif pelatihan menyulam yang diberikan Dekranasda Buleleng. Ini karena setelah menjalani hukuman di dalam lapas, maka warga binaan ini memiliki keterampilan untuk dikembangkan di daerah asalnya sendiri. Selain akan memberikan penghasilan, harapannya, warga binaan ini tidak kembali mengulangi perbuatan melawan hukum, yang harus dipertanggungjawabkan di dalam lapas. “Kami masih mencari materi pelatihan yang hasilnya itu memang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga begitu warga binaan memproduksi bisa dijual, sehingga ini lebih bersemangat untuk menekuni,” tutupnya. (kmb38)
Nelayan Temukan Ikan Mola-mola Terdampar Singaraja (Bali Post) – Nelayan di Teluk Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak menemukan seekor ikan molamola terdampar di pinggir pantai. Hewan laut ini ditemukan dalam kondisi mati. Nelayan memperkirakan mola-mola itu memiliki bobot sekitar 100 kilogram. Karena itu, nelayan memutuskan untuk mengubur bangkai ikan raksasa itu. Kepala Satuan Polisi Air (Kasat Pol Air) AKP Wayan Parta seizin Kapolres Buleleng ABP Suratno menyebutkan, ikan tersebut ditemukan oleh salah seorang nelayan Heriyanto (35). Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan luka pada tubuh ikan tersebut. Ikan yang berbentuk pipih tersebut bukan tergolong mamalia yang dilindungi, sehingga pihkanya tidak menyelidiki lebih lanjut temuan tersebut.
Sementara itu, Dosen Jurusan Perikanan Kelautan Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja Gede Iwan Setiabudi menjelaskan, pihaknya tidak memiliki data utuh terkait mola-mola, sehingga tidak dapat dipastikan apakah ikan tersebut tergolong langka atau tidak. Bahkan, belakangan ini, mola-mola dikenal sebagai ikan yang dapat dikonsumsi. Terkait habitat, mola-mola berada pada kedalaman sekitar 200 meter hingga 750 meter, dengan kondisi air yang dingin berarus kencang. Tahun 2017 lalu, pihaknya mendapatkan informasi kalau mola-mola pernah ditemukan terdampar di Pantai Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. ‘’Karena hidupnya di kedalaman, sehingga kemunculannya jarang. Saat ini ikan tersebut sedang diusulkan untuk dilindungi,’’ katanya. (kmb38)
Bali Post/ist
MOLA-MOLA – Nelayan menemukan sekor ikan mola-mola terdampar di Teluk Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kamis (31/10) kemarin.
Jumat Kliwon, 1 November 2019
Penambangan Batu Padas Ilegal Marak Gianyar (Bali Post) -
Kegiatan penambangan liar masih marak ditemukan pada sejumlah kawasan di Kabupaten Gianyar. Seperti penambangan batu padas yang beroperasi di perbatasan Desa Sukawati dengan Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. Apabila kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan kembali memicu bencana longsor. Berdasarkan pantauan, Kamis (31/10) pagi kemarin sekitar pukul 08.00 Wita para pekerja galian batu padas tersebut tampak mulai beraktivitas di areal jembatan yang membatasi Desa Kemenuh dengan Sukawati tersebut. Ada yang bertugas memotong padas dan ada juga yang menjadi tukang suun (tukang angkut) dari tempat galian menuju pinggir jalan. Mereka yang bertugas sebagai tukang angkut batu padas sebagian besar wanita. “Saya bekerja dari pagi sampai pukul 16.00 Wita. Kadang-kadang istirahat makan siangnya, kalau batunya tidak banyak,” ujar salah satu tukang angkut batu padas, Ni Nyoman Oka. Lokasi penambangan batu padas itu tepat di bawah jalan yang jebol tersebut. Para pekerja tampaknya tidak memikirkan jika tanah di lokasi itu sangat rentan mengalami longsor yang dapat mengancam nyawa mereka. Kondisi terkait masih maraknya aktivitas penambangan batu padas liar ini mendapat sorotan Wakil Ketua DPRD Gianyar Gusti Anom Masta. Menurutnya, keberadaan penambang batu padas ini memang dilema. Ke depan ia akan memanggil aparat desa adat dan dinas setempat agar turut mengawasi usaha penambangan tersebut, terutama
usaha penambangan ilegal alias tidak berizin. Apalagi, aktivitas penambangan liar sangat rentan menjadi penyebab bencana longsor. “Kami akan panggil kepala desa, aparat desa, termasuk desa adatnya. Supaya diawasi dan tidak ilegal,” katanya mengingatkan. Politisi Partai Golkar ini meminta pengusaha mengurus perizinan terlebih dulu sebelum melakukan aktivitas penambangan. Tujuanya agar kegiatan pembangan atau penggalian yang dilakukan dapat terukur, dan tidak membahayakan lingkungan sekitar, termasuk tidak membahayakan pekerja itu sendiri. “Tentunya kita semua tidak menginginkan kembali terjadi bencana longsor. Makanya jangan melakukan penambangan secara liar,” tegasnya. Ketika kembali terjadi longsor, kata Anom Masta, yang dirugikan adalah masyarakat dan pemerintah. Sehingga ia mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama mengawasi aktivitas penambangan batu padas tersebut. Sementara itu, para pekerja yang saat ini menjadi tukang angkut batu padas disarankan mencari pekerjaan yang lain. Dikatakan, pihaknya siap memfasilitasi hal itu dengan dinas terkait. (kmb35)
Ikut Pilkel
Klian Dinas Cukup Ajukan Cuti Gianyar (Bali Post) Memasuki November 2019, pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Kabupaten Gianyar akan dimulai dengan tahap pendaftaran calon. Para bakal calon diminta untuk mempersiapkan berkas jika ingin maju dalam pilkel yang diagendakan Januari 2020. Sementara itu, klian dinas yang ingin mencalonkan diri diminta mengajukan surat cuti. Demikian pula untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mencantumkan izin dari pimpinan, bahkan izin kepala daerah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi mengatakan hal itu, Kamis (31/10) kemarin. Menurut Ngurah Adi, tahapan pilkel sudah digodok dengan pembentukan panitia di masing-masing desa sejak awal Oktober 2019. Selain itu, Dinas PMD Gianyar sudah melakukan bimbingan teknis bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan panitia masing-masing desa. Bimtek tersebut berlangsung pada 21 Oktober sampai 25 Oktober 2019. Ngurah Adi mengatakan, pada 1 November sampai 9 November mendatang seluruh panitia dijadwalkan sudah bekerja untuk menyusun jadwal kegiatan pemilihan perbekel, serta penyusunan tata tertib. Jika calon perbekel itu berstatus ASN, yang bersangkutan harus mendapatkan izin dari atasan. “Kalau ASN nyalon harus ada izin dari atasannya dan izin Bupati,” ujarnya. Jika ada klian banjar dinas mendaftarkan diri sebagai calon perbekel, kata Ngurah Adi, yang bersangkutan cukup mengajukan cuti dan tidak perlu izin atasan. “Klian banjar dinas yang menjadi calon perbekel cukup cuti saja. Tidak perlu izin dari
atasan,” katanya. Ngurah Adi mempersilakan masyarakat yang ingin mencalonkan diri dalam hajatan pilkel agar melakukan pengurusan administrasi. Yakni dalam pendaftaran calon yang dimulai dari 10 sampai 20 November 2019. “Bakal calon sudah harus melengkapi segala administrasinya sebelum tanggal pendaftaran,” jelasnya. Ngurah Adi menambahkan, sebanyak 29 desa dinas yang tersebar di tujuh kecamatan akan melaksanakan pilkel. Rinciannya, Kecamatan Sukawati ada tujuh desa, Kecamatan Gianyar ada empat desa, Blahbtuh empat desa, Payangan lima desa, Tegallalang empat desa, Ubud tiga desa dan Tampaksiring dua desa. Penyelenggaraan pilkel serentak itu mengacu pada Permendagri Nomor 65 Tahun 2018. Ngurah Adi berharap perbekel yang terpilih adalah perbekel yang inovatif dan kreatif. Karena salah satu indikator keberhasilan perbekel adalah meningkatnya pendapatan asli desa. Dengan kreativitas dan inovasi yang dimilikinya, perbekel tentu akan mampu menggali potensi-potensi yang ada di desanya. Sesuai dengan peraturan Permendagri, sebagian besar dana desa harus dianggarkan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jabatan perbekel saat ini diprediksi akan menjadi rebutan, karena mereka menerima berbagai fasilitas. Selain itu, penghasilan tetap untuk perbekel selalu mengalami kenaikan dan mendapat fasilitas plesiran keluar daerah dengan format studi banding. Sesuai amanat PP 11 Tahun 2019, pada tahun 2020 nanti para perbekel akan menerima penghasilan tetap Rp 5 juta di luar tunjangan. (kmb35)
Dewa Ngakan Ngurah Adi
Bali Post/kmb35
Bali Post/kmb35
MENUMPUK - Batu padas tampak menumpuk di pinggir jalan di wilayah Kecamatan Sukawati, Kamis (31/10) kemarin.
”Body Painting” Semarakkan Festival Payangan Gianyar (Bali Post)Body painting menyemarakkan penutupan Festival Payangan, Kamis (31/10 kemarin. Ada delapan model cantik dan seksi yang tubuhnya dilukisi dalam festival itu oleh 15 orang pelukis. Para pelukis itu merupakan seniman yang tergabung dalam Himpunan Perupa Payangan. Salah satu model, Putu Nawa Nita, mengaku baru pertama kali menjadi model body painting. Berawal dari melihat temannya yang sering dilukis badannya, sehingga ia penasaran dan ingin mencoba. “Ini baru pertama kali ikut. Penasaran saja melihat teman sering dilukis badannya,” katanya. Meski baru pertama kali, siswi kelas XII sebuah SMA swasta di Denpasar ini mengaku tidak ada persiapan khusus mengikuti festival ini. Paling penting, ia hanya menyiapkan mental dan seragam. “Grogi sih tidak, yang penting siap mental dan persiapan seperti pakaian sama sepatu saja,” jelasnya. Salah satu seniman, I Made Dolar Astawa menjelaskan, body painting dilakukan
untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait seni. Body painting di Festival Payangan kali ini berkonsep tentang alam dan isinya. Pria asli Banjar Sema, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan ini menerangkan, melukis tubuh tidak semata negatif, melainkan hal itu sebagai seni murni. Terlebih body painting sebagai seni yang berbeda, antara melukis di tubuh seseorang, dengan melukis pada sebuah kanvas. “Ini langkah kita memberikan pemahaman seni yang benar kepada publik, lewat seni ini bahwa body painting seni murni,” bebernya. Ia menambahkan, waktu melukis diperlukan sekitar satu sampai dua jam. Untuk satu model bisa dilukis oleh dua sampai tiga seniman. Cat yang digunakan adalah cat yang khusus badan dan gampang dihapus. “Melukis di badan tentu berbeda dengan melukis di kanvas yang media diam saja. Nah ini bergerak, jadi agak susah kontrol. Tergoda, tidak kuat lihat model, bisa agak grogi,” pungkasnya. Camat Payangan Anak
Agung Gede Raka Surya Diputra menjelaskan, Festival Payangan telah berlangsung sebanyak tiga kali. Tujuannya untuk membang-
kitkan dan mengembangkan potensi seniman, wirausaha, dan anak muda yang ada di Payangan. “Ini untuk meningkatkan kualitas dan kuan-
titas, serta kreativitas anak muda payangan dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih positif lagi,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
BODY PAINTING - Salah satu model body painting yang sedang dilukis di areal Festival Payangan, Kamis (31/10) kemarin.
Pemkab Siap Tak Kirim Sampah ke TPA Suwung Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar mamastikan kesiapannya menjalankan instruksi Gubernur Bali untuk tidak mengirim sampah ke TPA Suwung. Bahkan hal ini sudah dilakukan Kabupaten Gianyar sejak Jumat (25/10) lalu, pascaterjadinya musibah kebakaran di TPA tersebut. Selain itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra juga sudah melakukan antisipasi dengan cara perluasan TPA Temesi mencapai empat hektar. Bupati Mahayastra yang dihubungi beberapa waktu lalu mengatakan, semenjak dilantik pada akhir 2018, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar dan instansi terkait lainnya langsung melihat kondisi TPA Temesi yang saat itu sudah overload. “Kami sudah dari dulu persiapkan TPA Temesi, sehingga kita melakukan perluasan lagi empat hektar. Jadi kami sudah ansitipasi,” ujarnya didampingi Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra. Sebelumnya ada 19 truk sampah dengan dua shift milik Pemkab Gianyar yang setiap hari mengakut sampah ke TPA Suwung. Sehingga total ada 38 truk dengan 228 meter kubik sampah yang diangkut. “Sekarang 228 meter kubik sampah atau berkisar 68,4 ton sampah yang sebelumnya setiap hari diangkut ke TPA Suwung, kini sudah kembali dibawa ke TPA Temesi,” kata Kujus Pawitra. Menurut Kujus Pawitra, setiap hari TPA Temesi juga menerima sampah dari angkutan lain. Meliputi 111 truk sampah milik desa atau swa-
daya dengan kapasitas 666 meter kubik sampah setiap hari. Ditambah 39 unit kendaraan pick-up yang mengakut 97,5 meter kubik sampah dan Sembilan unit Viar DLH Gianyar yang bergerak dua shift mengakut 27 meter kubik sampah setiap hari ke TPA Temesi. Jika dikalkulasikan sebelumnya sudah ada 790 meter kubik sampah yang diangkut ke TPA Temesi. Jika ditambah dengan 228 meter kubik sampah yang sebelumnya diangkut ke TPA Suwung dan kini dibawa ke TPA Temesi, sehingga total ada 1.018 meter kubik sampah yang diangkut ke TPA Temesi. “Seluruh sampah ini
sekarang siap ditampung di TPA Temesi,” tegasnya. Kujus Pawitra memastikan kesiapan itu. Ditegaskan, tahun ini Pemkab Gianyar sudah menyewa lahan seluas satu hektar untuk perluasan TPA Temesi. Lahan itu sudah ditata sedemikian rupa dengan sistem block landfill, sehingga sudah siap digunakan untuk menampung sampah. Sementara 2020 Pemkab Gianyar akan membeli lahan seluas tiga hektar dan membeli satu hektar lahan yang saat ini disewa untuk perluasan TPA Temesi. “Satu hektar lahan yang disewa ini merupakan langkah cepat pemerintah mengantisipasi overload TPA,
akan dilanjutkan di tahun 2020 dengan membeli lahan seluas empat hektar,” katanya memaparkan. Tidak hanya itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra
juga mempersiapkan TPA Temesi sebagai TPA modern. Bahkan Pemkab Gianyar sudah menjalin MoU kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). (kmb35)
Jumat Kliwon, 1 November 2019
Nelayan Temukan Mayat Perempuan di Pantai Candikusuma Negara (Bali Post) Nelayan yang sedang melaut di Pantai Candikusuma, Melaya, Kamis (31/10) pagi kemarin dikejutkan dengan penemuan mayat di perairan sekitar. Mayat yang diidentifikasi berjenis kelamin perempuan itu didapati mengambang tanpa busana. Kejadian itu bermula dari informasi salah seorang nelayan yang akan memancing ke tengah laut sekitar pukul 06.00 Wita. Bambang bersama Ramli hendak mencari ikan sekitar 1 mil dari bibir pantai. Saat itulah keduanya melihat sesosok mayat mengambang menengadah dengan kondisi telanjang. Mendapati hal tersebut, keduanya menghubungi nelayan lainnya yang saat itu berada di pos terapung budi daya Mutiara. Tidak berselang lama, informasi ini langsung ditindaklanjuti oleh aparat Polsek Melaya dan Unit Forensik Polres Jembrana. Mayat selanjutnya dievakuasi ke pinggir pantai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Guna memudahkan
pemeriksaan dan identifikasi, anggota Polres Jembrana memasang garis polisi di sekitar lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal, mayat tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dengan ciri rambut pendek. Petugas mendapati adanya bekas luka di bagian belakang kepala. Jasad wanita itu selanjutnya dievakuasi ke RSU Negara untuk pemeriksaan forensik lebih lanjut. Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Wijaya mengatakan, mayat memiliki ciri-ciri rambut pendek, tinggi badan sekitar 153 centimeter dan diperkirakan berumur 40 tahun. Dari pemeriksaan fisik, petugas menemukan jaritan bekas luka di bagian belakang kepala. Sementara itu, dari penelusuran tim forensik menggunakan alat identifikasi, wanita ini diduga warga Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Namun, polisi masih melakukan penelusuran lebih lanjut dan hingga siang kemarin mayat masih berada di RSU Negara. (kmb26)
EVAKUASI - Petugas dari Polsek Melaya dan Forensik Polres Jembrana mengevakuasi mayat perempuan yang ditemukan mengambang di perairan Candikusuma, Kamis (31/10) kemarin.
SOSOK Tanggap Layanan LANGKAH sigap jajaran Satpol PP Jembrana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat mendapat apresiasi. Dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, Satpol PP Jembrana dinilai paling tinggi karena merespons cepat laporan masyarakat. Khususnya berkaitan dengan ketertiban dan kenyamanan yang menjadi tupoksi Satpol PP. “Sebenarnya banyak yang kami tangani selain penegakan perda, seperti penanganan orang telantar, gelandangan dan pengemis, penanganan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), ketertiban PKL hingga pemadaman kebakaran. Yang terakhir ini belakangan (kebakaran) cukup banyak terjadi,” ujar Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi. Mantan Lurah Gilimanuk penghobi motor ini mengaku hampir setiap hari mendapat laporan dan masukan dari masyarakat berkaitan dengan ketertiban dan kenyamanan. Semua itu langsung disikapi oleh jajarannya. “Ternyata ini mendapat penilaian yang bagus dari salah satu universitas di Bali. Kami sangat mengapresiasi dan ini berkat kesigapan jajaran di bawah,” tandasnya. Khusus untuk kebakaran, diakuinya jumlahnya meningkat tajam tahun ini. Melebihi anggaran yang ditetapkan. Selain melakukan pemadaman, Satpol PP menggalakkan pembinaan penanganan kebakaran, baik ke instansiinstansi, perkantoran maupun sekolah dan tempat usaha. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir atau mencegah dampak kebakaran. (olo)
DPRD Dorong Pemberlakuan Tukin bagi ASN Negara (Bali Post) –
Tunjangan kinerja (tukin) yang rencananya diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Jembrana hingga saat ini belum terealisasi. Padahal, wacana penerapan tukin ini sudah lama digaungkan guna menunjang kinerja pegawai. Pemberlakuan tukin ini didorong oleh DPRD Jembrana yang disampaikan dalam Rapat Paripurna II di Gedung DPRD Jembrana, Kamis (31/10) kemarin. Masih terkait kesejahteraan, dewan juga mengusulkan perbaikan penghasilan perangkat desa khususnya kepala urusan (kaur). Dalam pemandangan umum Fraksi Golkar terkait Ranperda APBD 2020, salah satu catatan yang disampaikan berkaitan dengan tukin ASN. Pemberlakuan tukin didorong bisa direalisasikan pada 2020 mendatang, mengingat hal tersebut sudah diwacanakan tahun 2019. ‘’Berapa persen kemampuan keuangan daerah bisa membayar tukin dari yang seharusnya,” ujar I Komang Dekritasa dari Fraksi Golkar. Selain terkait tukin, Fraksi PDI Perjuangan melalui pemandangan umumnya juga mengusulkan pada 2020 pemerintah kabupaten memperhatikan nafkah perbekel dan perangkat desa.
“Penghasilan Kaur Desa minimal sebesar UMR Kabupaten,” ungkap Ida Ayu Mona, anggota Fraksi PDI Perjuangan. Di tempat terpisah, Sekda Jembrana I Made Sudiada saat dimintai konfirmasinya terkait tukin mengatakan, pemerintah memang rencananya menerapkan tahun 2020. Saat ini pemerintah sedang menggodoknya, termasuk analisa terkait beban kerja dan nilai tukin. “Kalau naik memang ada kenaikan, tetapi tidak seperti tahun lalu kami pukul rata. Ini yang sedang kami bahas,” jelasnya. Menurutnya, nilai tukin tidak sama antara pegawai satu dan lainnya meskipun jabatannya sama. Seperti kepala seksi (kasi), tidak semua nilainya sama, tetapi akan dikalkulasikan sesuai analisa beban kerja yang sudah ditetapkan dari Kementerian PAN RB. Ia memastikan nilai paling banyak adalah 30 persen dari penggalinya, karena harus mempertimbangkan
Bali Post/kmb26
RAPAT PARIPURNA – Rapat paripurna DPRD Jembrana dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi terkait dua ranperda. Salah satu masukan dari sejumlah fraksi terkait tukin ASN dan kenaikan nafkah perangkat desa. kemampuan daerah. “Paling banyak 30 persen. Kita (kemampuan daerah) hanya bisa sebesar itu,” terang Sudiada. Rapat Paripurna II yang dibuka Ketua DPRD Ni Made Sri Sutharmi dengan agenda pemandangan frak-
si-fraksi atas dua ranperda. Pertama, Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2020 dan kedua Ranperda tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kesatuan Bangsa dan Politik. Terkait Ranperda ten-
tang APBD, Fraksi-fraksi di DPRD pada prinsipnya memberikan apresiasi kepada pihak eksekutif. Pasalnya, Pemkab Jembrana mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut. (kmb26)
Jelang Pilbup, Tak Ada Terlibat Togel dan Mencuri, Dua Oknum ASN Disidang Larangan Lakukan Mutasi Negara (Bali Post)Bawaslu Kabupaten Jembrana memastikan tidak berlakunya aturan terkait larangan mutasi jabatan berkenaan dengan pemilihan bupati (pilbup) atau pemilihan kepala daerah (pilkada). Larangan mutasi jabatan dalam kurun waktu enam bulan sebelum dan enam bulan sesudah penetapan calon hanya berlaku untuk kepala daerah (bupati) y a n g kembali m a j u sebagai calon kepala daerah. Sementara Bupati Jembrana I Putu A r -
tha yang sudah menjabat dua periode, tidak mencalonkan diri. Hal tersebut ditegaskan Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan di Negara, Kamis (31/10) kemarin. Diuraikannya, aturan larangan mutasi itu berlaku bagi kepala daerah atau bupati petahana yang akan maju. Kendati ada wacana Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bakal mencalonkan diri, aturan tersebut tidak berlaku. Dikatakannya, sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, kepala daerah yang hendak maju kembali dilarang melaksanakan mutasi jabatan dalam kurun waktu enam bulan sebel u m dan
enam bulan setelah penetapan calon. Namun, aturan tersebut berlaku bagi kepala daerah incumbent. Sementara itu, Pemkab Jembrana rencananya menggulirkan mutasi pejabat pada awal tahun 2020 mendatangi. Hal ini dipicu kebutuhan karena empat jabatan eselon II akan kosong lantaran yang menduduki saat ini memasuki masa pensiun. Dari perhitungan, empat jabatan itu lowong pada Mei 2020. Sekda Jembrana I Made Sudiada ditemui usai Sidang Paripurna DPRD kemarin mengungkapkan, kebutuhan akan pejabat eselon II dimulai akhir tahun 2019, sebab ada pejabat yang memasuki masa pensiun. Diawali jabatan Staf Ahli Bupati Jembrana Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah kosong sejak Agustus lalu. Disusul pada awal tahun, tiga pejabat eselon II pensiun di waktu berdekatan, yaitu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) (Januari), Kepala Satuan Satpol PP Jembrana (Februari) dan Kepala Dinas Kesehatan (Mei). Jabatan tersebut akan diisi memasuki pertengahan 2020. Tetapi sesuai aturan, pengisian harus berdasarkan proses lelang jabatan. Perubahan jabatan itu akan dibarengi dengan mutasi. (kmb26)
Negara (Bali Post) Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) menjalani sidang pidana di Pengadilan Negeri Negara dengan perkara berbeda, Kamis (31/10) kemarin. Satu PNS menjadi terdakwa kasus pencurian dan satu oknum lagi terkait perjudian (togel). Sidang dengan terdakwa NPA dan WP itu merupakan sidang pertama. Pembacaan dakwaan keduanya dijad-
walkan pekan depan. WP yang terjerat kasus judi togel dan ditahan sejak Senin (28/10) lalu, berdasarkan ketetapan dari hakim PN Negara. Sebelumnya selama proses hukum dari penyelidikan hingga pelimpahan ke Kejari Jembrana, tersangka tidak ditahan dan berstatus tahanan rumah. Oknum yang bertugas di Gilimanuk ini menjalani sidang dengan pemeriksaan identitas
terdakwa. NPA juga tidak ditahan dan hanya menjalani tahanan rumah sejak proses pelimpahan dari penyidik Kejari Jembrana. Sebelumnya, terdakwa disidangkan dengan tindak pidana ringan kasus pencurian BPKB mobil dinas dengan hukuman pidana penjara selama empat bulan. Pidana penjara tersebut tidak perlu dijalani, kecuali jika di kemudian hari
ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama dua bulan berakhir. Terkait persidangan kedua oknum PNS itu, Inspektur pada Inspektorat Jembrana Ni Wayan Koriani menunggu hasil inkrah persidangan. Bila sudah ada putusan, pihaknya akan menentukan sanksi disiplin. (kmb26)
Bali Post/kmb26
BARONG KORAN - Barong yang dibuat dari bahan koran bekas kreasi SMAN 1 Negara dipertunjukkan dalam festival pelajar beberapa waktu lalu.
Jumat Kliwon, 1 November 2019
’’Ngurek’’ Saat ’’Karauhan’’ Suardana Terluka
Amlapura (Bali Post) Warga Seraya Tengah, Karangasem, Rabu (30/10) malam tiba-tiba panik. Penyebabnya, akibat I Gede Suardana (40), warga asal Dusun Ngob Peninggaran, mengalami luka tusuk di dada setelah ngurek saat dirinya karauhan ketika mengikuti upacara Mepik di Pura Segara, sesa setempat. Korban dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar akibat luka serius yang dialami korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, korban memainkan keris saat karauhan. Lalu, korban ngurek dada bagian kanan menggunakan keris. Suardana tiba-tiba ambruk. Dada sebelah kanan tampak bersimbah darah akibat tertusuk ujung keris. Luka tusukan di dada korban dalamnya sekitar 5 cm. Lantaran dada korban terus mengeluarkan darah, maka warga yang saat itu mengikuti kegiatan upacara tersebut langsung melarikan korban ke UGD RSUD Karangasem. Korban pun langsung mendapatkan penanganan secara intensif dari tim medis. Salah seorang warga Seraya, I Wayan Rastin, menjelaskan ritual Mepik
di Pura Segara Batu Telu, emponan Desa Adat Seraya, berlangsung setiap enam bulan sekali. Kebetulan dalam ritual Mepik kemarin, Dusun Ngob Peninggaran, Desa Seraya Tengah yang mendapat giliran ngayah. “Ngayah menjadi daratan setiap ada piodalan (usaba) sudah biasa, tapi kejadian sampai dada tertusuk keris baru pertama kali. Saya tidak tahu kenapa korban sampai tertusuk keris,” katanya. Salah seorang perawat, I Nyoman Sudirga, membenarkan adanya warga yang masuk UGD akibat luka yang dialami di dadanya. Akibat luka yang dialami cukup serius, korban langsung dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar. (kmb41)
Bali Post/ist
KORBAN - Korban saat mendapatkan perawatan di UGD RSUD Karangasem.
DPRD Karangasem Studi Komparasi ke DPRD Kota Makassar
’’Sharing’’ Informasi Terkait Publikasi di Media
TRUK - Truk pengangkut material pasir di Desa Sebudi, Selat.
Bali Post/kmb41
Dishub Kesulitan Tertibkan Truk Kelebihan Muatan
Amlapura (Bali Post) Dinas Perhubungan Karangasem selama ini kesulitan menertibkan truk galian C yang kelebihan mengangkut material pasir. Penyebabnya, sopir pengangkut pasir telah membocorkan kegiatan penertiban kepada sopir yang lainnya. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Ida Bagus Suastika, kemarin. Suastika menambahkan, setiap dilaksanakan penert-
iban, para sopir yang merasa mengangkut muatan melebihi kapasitas, memilih meninggalkan truknya di jalan. “Pernah itu kami lakukan, ada puluhan truk yang ditinggalkan pemiliknya. Kondisi ini membuat lalu lintas macet cukup panjang,” ucapnya. Menurutnya, kondisi itu membuat pihaknya mengalami dilema. Pasalnya, truktruk yang melebihi muatan berdampak pada infrastruktur
Amlapura (Bali Post) DPRD Karangasem bersama bagian Humas dan Protokol yang dipimpin Ketua I Gede Dana melakukan studi komparasi ke DPRD Kota Makassar untuk sharing informasi terkait masalah publikasi ke media, Kamis (31/10) kemarin. Kunjungan dilakukan sebagai upaya untuk penguatan publikasi ke media. I Gede Dana mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan DPRD Karangasem ini adalah untuk saling sharing atau berbagi informasi terkait publikasi atau pemberitaan lembaga
dewan ke media cetak, televise, maupun online. “Dengan pertemuan ini, kita bisa belajar dan bertukar pikiran terkait publikasi di DPRD Kota Makassar dengan DPRD Karangasem. Jadi, kami ingin tahu b a g a i m a na s i s t e m ke rj a sama DPRD Kota Makassar dengan media selama ini,” ucapnya. Ia menambahkan, media cetak, online, maupun televisi memang sangat dibutuhkan dewan di dalam menginformasikan segala kegiatan yang dilakukan lembaga dewan selama ini. Untuk itu, pihaknya perlu
melakukan penguatan media dalam rangka melakukan pengawasan kegiatan dewan di lapangan. “Selama ini, kami banyak memiliki kegiatan tapi kadang tidak semua yang kami lakukan bisa dipublikasikan. Jadi, kami harap lewat kunjungan ini, kami mendapatkan ilmu tambahan untuk lebih meningkatkan hubungan dengan media,” harap Gede Dana. Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Makassar Haji Andi Nurhalid menjelaskan, untuk lebih menjalin silaturahmi dengan media, pihaknya
kerap melaksanakan kegiatan workshop dengan para pimpinan media. Upaya itu dilakukan agar dewan lebih akrab dengan pimpinan media bersangkutan. Kasubag Humas DPRD Kota Makassar Taufik menjelaskan, DPRD memberikan sejumlah fasilitas kepada wartawan yakni berupa ruang pers dan sejumlah komputer agar awak media dapat membuat berita yang diperoleh untuk dikirim ke redaksi masing-masing. “Di sini ada sekitar 25 wartawan mulai dari cetak, televise, maupun online,” katanya. (kmb41)
jalan. Dengan kapasitas muatan pasir yang berlebihan, membuat jalan cepat rusak. “Kita akan terus berupaya untuk mendatangi para pengusaha tempat sopir-sopir itu mengambil pasir. Kita minta, supaya pengusaha tidak memberikan pasir yang tidak melebihi kapasitas. Karena, apabila truk bermuatan lebih, maka itu juga bakal mengancam keselamatan pengendara yang lainnya,” katanya. (kmb41)
Kesedihan Selimuti Pemakaman Husen
Amlapura (Bali Post) Kesedihan menyelimuti proses pemakaman siswa SMKN 1 Abang I Nengah Husen (15), yang meninggal akibat bunuh diri. Pemakaman Husen dilakukan di Setra Desa Adat Bungaya, Kamis (31/10) kemarin. Berdasarkan pantauan di lapangan, kedua orangtua korban beserta sang kakak tidak kuasa menahan air mata ketika mengantar jenazah Husen ke peristirahatan terakhirnya. Bahkan, ibu korban Ni Luh Merta sempat berteriak-teriak
memanggil putranya. Sang ibu berontak dan tak menerima kepergian anaknya untuk selama-lamanya. Tak hanya orangtua korban, kerabat dekat korban juga ikut meneteskan air mata akibat meratapi kepergian korban. Begitu juga dengan ayah korban, I Nengah Sudana, termenung meratapi kepergian putranya. Dia terlihat lemas dan pucat. Air matanya terus menetes membasahi pipinya. Hadir dalam acara itu, puluhan temannya di SMK Negeri 1
Abang beserta guru. Mereka ikut mengantar salah satu sahabat yang dikenal sebagai siswa berprestasi di sekolahnya. Salah satu kerabat korban, Nengah Sadia, mengungkapakan prosesi pemakaman Nengah Husen tak seperti biasa. Jenazah Husen tak diantar atau disemayamkan di rumah duka, melainkan dari RSUP Sanglah langsung dibawa ke setra. “Husen meninggal ulah pati. Maknya Husen hanya bisa dikubur,” ucap Sadia. (kmb41)
Bali Post/kmb41
KUNJUNGAN - DPRD Karangasem bersama bagian Humas dan Protokol serta wartawan yang bertugas di Karangsem dipimpin Ketua I Gede Dana melakukan studi komparasi ke DPRD Kota Makassar untuk sharing informasi terkait masalah publikasi ke media, Kamis (31/10) kemarin.
Napi di Lapas Karangasem Ditemukan Tewas Gantung Diri
Bali Post/kmb41
DIMAKAMKAN - Korban I Nengah Husen (15) saat dimakamkan di Setra Adat Bungaya, Kamis (31/10) kemarin.
Amlapura (Bali Post) Salah seorang narapidana (napi) di Lapas Kelas II B Karangasem atas nama Dedy Mulyadi ditemukan tewas gantung diri di dalam sel, Kamis (31/10) kemarin. Saat ini jenazah korban dibawa ke RSUD Karangasem untuk dilakukan visum untuk memastikan penyebab kematian korban. Kasi Keamanan dan Tata Tertib Lapas Karangasem I Wayan Suastika, Kamis (31/10) kemarin menuturkan, sebelum kejadian ini, pukul 12.45 Wita dilakukan pergantian jaga terhadap salah satu anggota jaga. Setelah itu, pihaknya memerintahkan penjaga untuk melaksanakan pengecekan terhadap narapidana di seluruh blok
termasuk korban. “Saat dilakukan pengecekan, yang bersangkutan atau korban dalam keadaan aman dan masih hidup,” ucapnya. Suastika menambahkan, setelah dilakukan serah terima petugas jaga, petugas jaga kembali ke posisinya masingmasing. Pukul 14.35 Wita, pihaknya kembali memerintahkan salah satu stafnya untuk mengecek situasi tahanan yang ada di sel sekaligus hendak memberi minum supaya narapidana tidak sampai kekurangan air minum. Setelah dilakukan pengecekan, petugas melaporkan kepada dirinya kalau ada salah satu narapidana di sel sudah dalam posisi tergantung. Menerima laporan itu, selanjutnya Suastika melakukan
pengecekan terhadap korban dan memerintahkan petugas untuk mengambil kunci sel agar bisa dibuka. Pada saat sel dibuka, yang bersangkutan sudah dalam posisi tergantung. Kejadian itu segera dilaporkan ke kepala lapas “Saya langsung diperintahkan oleh Pak Kepala Lapas untuk memanggil dokter guna melakukan pengecekan terhadap korban. Setelah dicek oleh dokter dengan cara meraba denyut nadinya dari luar, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, korban menjalani hukuman di Lapas Kelas II B Karangasem lantaran terlibat kasus narkoba. Jelas Suastika, dalam kasusnya ini, korban
menjalani masa hukuman selama lima tahun. “Korban baru menjalani masa hukuman selama satu tahun. Jadi, sisanya masih empat tahun satu bulan sepuluh hari. Tapi, korban keburu meninggal dunia,” jelasnya. Disinggung motif korban sampai nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Suastika menjelaskan, kalau sebelumnya korban tidak menunjukkan tanda-tanda atau gelagat yang mencurigakan. ”Setiap harinya korban baik-baik saja di lapas. Tidak ada menunjukkan tanda-tanda depresi ataupun yang lainya. Saat ini, jenazah korban dibawa ke RSUD Karangasem untuk dilakukan visum,” tegas Suastika. (kmb41)
Jumat Kliwon, 1 November 2019
Wabup Kasta Monev
Pastikan Proyek Tak Dikerjakan Asal-asalan Semarapura (Bali Post) -
Memasuki sisa dua bulan menjelang akhir tahun 2019, Wakil Bupati Made Kasta mulai mengecek langsung progres seluruh proyek fisik di tiga kecamatan di Klungkung Daratan, Kamis (31/10) kemarin. Ia mengecek satu per satu guna memastikan seluruh pekerjaan fisik dari APBD tidak dikerjakan asal-asalan. Wabup Kasta memperingatkan para pelaksana proyek agar mengerjakan seluruh pekerjaan fisik sesuai kesepakatan kontrak kerja.
Bali Post/kmb31
CEK PROYEK – Wakil Bupati Klungkung Made Kasta saat turun mengecek proyek fisik bersama tim monev, Kamis (31/10) kemarin.
Wabup Kasta turun ke sejumlah lokasi proyek fisik bersama Tim Monev (Monitoring dan Evaluasi). Dengan demikian, setiap temuan yang tidak beres di lapangan dapat segera ditangani. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Klungkung I Gusti Ngurah Agung mengatakan, di Kecamatan Klungkung proyek fisik itu meliputi rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Semarapura Klod dengan anggaran Rp 535.034.041 dikerjakan oleh CV Hutama Jaya selama 158 hari. Pembangunan saluran drainase/ trotoar Jalan Menuh, Kemoning Kaja, Kelurahan Semarapura Klod, senilai Rp 149.416.104 dikerjakan oleh CV Sri Ganesa Putra selama 60 hari. Pembangunan jalan setapak ke Palinggih Jro Nyoman di Tukad Cekung, Semarapura, senilai Rp
291.831.000 dikerjakan CV Anugrah Tuhan selama 90 hari. Pengadaan bangunan tempat pendidikan gedung baru dan penataan halaman sekolah TK Negeri Kelurahan Semarapura Tengah senilai Rp 259.961.265 dikerjakan CV Anugrah Tuhan selama 75 hari. Normalisasi Jalan Gunung Batur senilai Rp 199.5000.000 oleh CV Karya Mulya Asih selama 60 hari. Pengecekan langsung juga menyasar proyek fisik lainnya di Kecamatan Banjarangkan. Pembangunan fasilitas pendukung rumah olahan yang menelan anggaran Rp 794.196.022 dikerjakan oleh CV Sumber Mas Rejeki. Penataan Tebing Goa Jepang dengan nilai anggaran Rp 800.155.000 dikerjakan CV Anugrah Tuhan. Rehabilitasi jaringan irigasi Sengkiding senilai Rp 806.356.206 oleh CV Aditya Sari. Sementara
di Kecamatan Dawan, antara lain pengembangan jaringan perpipaan SPAM untuk Desa Pesinggahan senilai Rp 434.502.249 oleh CV Pelita Jaya. Hasil monev pada seluruh proyek fisik itu, tidak ditemukan adanya kemacetan pengerjaan. Seluruh proyek masih dalam tahap dikerjakan dan diharapkan tuntas tepat waktu. Apabila terjadi keterlambatan dalam proses penyelesaiannya, diminta segera mengambil langkahlangkah, sehingga sesuai antara kualitas hasil pembangunan dan anggaran yang dihabiskan. “Monev ini untuk mengetahui seberapa jauh proses pengerjaan proyek, apakah sudah tepat waktu yang sudah disepakati sebelumnya, sehingga kami bisa memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana,” tegas Wabup Kasta. (kmb31)
Rencana Revitalisasi Pasar Semarapura
SOSOK Penyuluhan Hukum
Pemkab Ajukan LO ke Kejaksaan
PERGESERAN peran dominan pada lembaga korps adhyaksa dari penindakan menjadi pencegahan, membuat kejaksaan lebih sering turun memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kejaksaan terlihat bersama kelompok masyarakat hingga ke desa dan sekolah untuk mewujudkan masyarakat yang semakin sadar hukum melalui sejumlah program, seperti penyuluhan hukum. Demikian disampaikan Kasi Intel Kejari Klungkung I Gusti Ngurah Anom, Kamis (31/10) kemarin. Tahun ini, penyuluhan hukum sudah dilakukan ke beberapa desa, seperti Desa Paksebali, Akah, Kusamba dan Gunaksa. Ada sejumlah topik yang paling sering dibahas, seperti tentang kekerasan dalam rumah tangga, perlindungan anak dan bahaya narkotika dalam aspek konsekuensi hukum. Termasuk memberikan pengawasan terhadap penggunaan dana desa agar tidak terjadi silpa terlalu tinggi. Sebab, belakangan banyak desa malah kebingungan membikin program setelah dibebankan anggaran cukup besar. Pihaknya juga memberi perhatian khusus pada kasus narkotika, karena akhir-kahir ini terus meningkat. “Sekarang tren peningkatan ada pada kasus narkotika. Awalnya sembilan perkara, sekarang sudah 20. Ada peningkatan signifikan, sehingga temanya selalu kami singgung soal narkotika,” katanya. Menurutnya, Klungkung menjadi lokasi perlintasan dalam peredaran gelap narkotika. Cukup banyak pelaku yang tertangkap di kabupaten ini ketika melakukan transaksi. Parahnya, sudah masuk lingkungan pelajar. Makanya penyuluhan hukum juga masuk ke sekolah, sehingga tumbuh sikap kritis dari generasi muda guna menghindarkan diri dari ancaman narkotika. (gik)
Semarapura (Bali Post)Rencana Pemkab Klungkung merevitalisasi Pasar Umum Semarapura tampak semakin serius. Salah satu yang masih menjadi kendala adalah adanya kios berstatus hak milik di lahannya adalah aset pemkab. Guna mendapat kepastian hukum, pemkab melalui Bagian Hukum akan mengajukan permintaan LO (Legal Opinion) kepada Kejari Klungkung. Rencana tersebut dibenarkan Kasi Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) Kejari Klungkung Tjokorda Agung Indrasunu saat ditemui, Kamis (31/10) kemarin. Menurutnya, pejabat terkait belum lama ini sudah datang langsung ke kantornya, menyampaikan secara lisan untuk meminta pendapat hukum kejaksaan. Pendapat kejaksaan dibutuhkan pemerintah daerah, karena mengalami kebuntuan ikhwal adanya kepemilikan kios itu, sebab sebelumnya ada perjanjian antara pedagang dan pemkab pada tahun 1995. “Mereka baru menyampaikan secara lisan. Belum secara resmi dengan surat.
Kalau sudah resmi, kami akan sikapi. Intinya, bagaimana harus menyikapi, di atas aset pemkab ada aset hak milik. Bagaimana penyelesaiannya, harus ada kepastian hukum, sehingga rencananya diajukan LO,” kata Indrasunu, seraya menambahkan, LO terakhir yang dikeluarkan Datun, terkait dengan kepastian hukum izin mendirikan bangunan di tengah banyak akomodasi pariwisata di Nusa Penida berdiri di atas tanah negara. Demi adanya kepastian hukum itu, Pemkab Klungkung siap berhadapan dengan ratusan pedagang setempat, yang berstatus pemilik kios. Bahkan, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sebelumnya menegaskan dalam waktu dekat akan segera mengumpulkan para pedagang setelah mengantongi solusi terbaik. Ia mengharapkan seluruh pedagang tertib dan mematuhi aturan pemkab sebagai hasil temuan BPKP. Di Pasar Semarapura ada 18 unit gedung. Seluruhnya sudah masuk daftar aset Dinas Koperasi Klungkung. Blok A telah sesuai dengan hak sewa.
Semarapura (Bali Post) Peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi momentum bagi pemerintah kabupaten untuk menanamkan kecintaan terhadap menu berbahan dasar ikan. Masyarakat harus mau mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, berbasis sumber daya lokal seperti ikan. Untuk itu, pemkab mulai mengajarkan masyarakat, khususnya anak-anak untuk gemar makan ikan melalui program Gebyar Gemari-
kan. Tujuannya, membangun gizi individu dan kolektif dengan gemar mengkonsumsi ikan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma, Kamis (31/10) kemarin mengatakan, peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini dikolaborasikan dengan Gebyar Gemarikan. Sasarannya untuk menumbuhkan tingkat pengetahuan masyarakat Klungkung tentang manfaat mengonsumsi ikan. Momentum ini juga diisi pela-
razia tetap gunakan body system atau ber-partner saling mengawasi dan mengingatkan satu sama lain,” katanya. Target Operasi Zebra Agung 2019 adalah mampu menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Diharapkan, berakumulasi pada penurunan korban laka lantas, baik korban meninggal dunia, luka berat maupun luka ringan. Selain itu, Operasi Zebra Agung menggandeng lembaga Kejaksaan dan Pengadilan Klungkung. Tujuannya, untuk melaksanakan sidang di tempat kepada pelanggar. Dalam menentukan sasaran operasi, polisi fokus pada keluhan masyarakat, karena masih banyak pelanggaran lantas di jalan yang sudah menjadi target. Sat. Lantas Polres Klung-
kung melibatkan 37 personel. Jumlah tilang mencapai 31 pelanggar. Didominasi pelanggar tanpa SIM sebanyak 18, yakni warga yang sehari-hari pergi ke pasar. Jumlah vonis denda mencapai Rp 2,9 juta. Ini menandakan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas perlu ditingkatkan. Kasi Pidum Kejari Klungkung Fatahillah mengatakan, Operasi Zebra Agung nantinya juga bermuara pada kejaksaan dalam proses tipiring. Saat ini pihaknya sudah menerapkan e-tilang. Kejaksaan tak lagi menerima pembayaran tunai sejak pertengahan tahun 2018. Kejaksaan bekerja sama dengan BRI. Kalau tidak dalam Operasi Zebra Agung, tilang ditindaklanjuti se-
tiap Kamis. Kejaksaan juga terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Masyarakat yang mengikuti sidang ditempatkan di aula. Ada fasilitas umum untuk membuat masyarakat dan anak-anak merasa nyaman. “Masyarakat juga kami imbau tidak membayar denda tilang melalui calo atau makelar, agar mereka tidak mengambil keuntungan dari para pelanggar. Sebaiknya silakan urus sendiri, walau antre sebentar,” tegasnya seraya menyampaikan, pihaknya memproses rata-rata 500 pelanggar setiap bulan. (kmb31)
Bali Post/kmb31
TATA DAGANGAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta minta para pedagang di Pasar Umum Semarapura menata barang dagangannya agar rapi dan menarik bagi pembeli. Dari blok B sampai blok F jumlahnya 561 kios, semua statusnya masih hak milik yang terdiri atas 348 orang. Bupati Suwirta mengatakan, dari Blok B sampai Blok F, seluruh kios statusnya memang hak milik. Tetapi yang menjadi persoalan adalah kios hak milik itu
berdiri di atas tanah aset Pemkab Klungkung. Inilah yang harus diselaraskan kembali dengan pedagang, agar dipahami dan dimaklumi. Sebab, jika ini dibiarkan, akan terus menjadi temuan BPKP. Pihaknya juga berencana melibatkan TP4D (Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah
dan Pembangunan Daerah), sehingga permasalahan ini tidak terulang terus-menerus. Setelah persoalan ini selesai, baru pihaknya melakukan proses revitalisasi. “Kalau di blok A sudah tidak masalah, karena asetnya milik pemkab. Pedagangnya statusnya sewa,” tegas Suwirta. (kmb31)
tihan tentang cara mengolah ikan yang baik dan bermutu untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama ibu-ibu yang bergabung dalam wadah PKK. Durma menambahkan, banyak kegiatan yang sudah dilakukan dalam mendukung Gebyar Gemarikan. Misalnya, sosialisasi gemarikan ke sekolah dasar tiap kecamatan, pelatihan atau bimtek olahan hasil perikanan di setiap desa serta promosi produk olahan peri-
kanan pada festival agribisnis. Menurut Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, sasaran utama yang ingin dicapai dalam Gebyar Gemarikan kali ini, yakni pengenalan sejak dini pada anak-anak usia sekolah dan menanamkan kecintaan terhadap makanan atau menu serba ikan. “Ini juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan, pembudidaya, pengolahan dan pemasaran, guna menghasilkan produk-produk
perikanan yang bermutu dan berkualitas,” kata Winastra saat memperingati Hari Pangan Sedunia ke-39 di Balai Masyarakat Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan. Seluruh masyarakat Klungkung diharapkan bersamasama mendukung Gebyar Gemarikan ini guna mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berupaya mengembangkan produk-produk olahan serba ikan yang bermutu. (kmb31)
Gebyar Gemarikan Sasar Anak-anak
Operasi Zebra Agung, 811 Pelanggar Ditindak
Semarapura (Bali Post) Operasi Zebra Agung 2019 telah memasuki hari kedelapan. Hasilnya, 811 pelanggar ditindak tegas oleh petugas kepolisian. Mereka langsung ditilang dan diproses di lapangan untuk membayar denda. Operasi Zebra Agung akan berlangsung sampai 5 November mendatang. Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2019, Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana terjun ke tempat operasi di depan Monumen Puputan Klungkung, Rabu (30/10) lalu. Ia minta personel Sat. Lantas Polres Klungkung selalu waspada saat melaksanakan giat razia, karena ancaman teror terus membayangi tugas-tugas Polri di lapangan. “Dalam melaksanakan tugas, terutama
DITILANG - Warga yang melanggar langsung ditilang dan membayar denda di tempat.
Jumat Kliwon, 1 November 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Cari Staff bersih-bersih resto diBerawaSMS/WA087838225522 B.BP.004.10.19.0000941
Cr PRT Wnt bs naik mtr tgl. dlm +sopir bs matik. 085238127777 B.BP.004.10.19.0000927
Dcr Satpam u/Travel, Min SMA/ Sdrajat Hub.0361-729196/729197
Dicari Accounting wanita berpengalaman ngerti pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email:calculus2050@gmail.com
B.BP.004.10.19.0000943
Dicari PRT Rajin,Tinggal Dalam Gj. 1,4 H:081236389645/Pribadi B.BP.001.10.19.0000910
Dicari Tukang Kirim SIM A, Jln. Soka Gang Kertapura VB/16 Dps. Hub:083114113801
B.BP.001.10.19.0000886
B.BP.001.10.19.0000932
Dcr PRT, Jujur, Rajin bs motor syg binatang.Hub.081238705320
Pembantu untuk Rumah Kerobokan Tinggal Dalam WA:081916468911
B.BP.004.10.19.0000940
B.BP.004.10.19.0000890
PT.Success Bersama Bali.Butuh Tng:Reception,Room Boy,Waiter/ ss,Housekeeping,Cook,Bartender Accounting utk di Hotel Keliki Luxury Lodge.Syrt:Fotocopy KTP Ijazah Terakhir & Surat Pengalaman kerja.Lamaran dibawa lsg jam 14.00-17.00 wita hr Senin-Sabtu Hub.081339414492 B.BP.001.10.19.0000740
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
PROPERTY
HYUNDAI
DISEWAKAN RUMAH
DIJUAL TANAH
DIJUAL RUMAH
Dijual Cepat Matix Ayundai Atos, Mobil Pribadi/Kondisi Bagus Hub.081236074711
Over Kntrk Rmh Kos 20Kmr/25Th 14Kmr/41th-TubanH.08123806363
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712
Rmh Lt2 Perum Teras Ayung Blok D53 LT578m LB350m Telp.413421
B.BP.001.10.19.0000817 TOYOTA
BUC Innova G Th 2006 Tgn1 Silver 108Jt Nego Hub.08123605780 B.BP.001.10.19.0000942
Calya 2018 Asli DK,Hitam Metic All Risk 124Jt.Hub:0811398578 B.BP.001.10.19.0000913
SERVICE
SERVICE
RUPA - RUPA
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
BENGKEL LAS
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.10.19.0000881
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tnh Kav SHM Pamogan,Renon, Jl.Persada,Panjer 082145609297 B.BP.001.10.19.0000935
Tanah 1,8Are di Jln.Goa Gong Jimbaran. Hub:08998967854 B.BP.001.10.19.0000914
B.BP.001.10.19.0000440
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dijual/dikon.Rumah elit LT5,4A LB 2,8A, 2FL, Swimming pool di Sekar Tunjung 6 Gatsu Timur Hub.Mr.Chang Hp.08123830201 B.BP.001.10.19.0000602
PROPERTY
B.BP.004.10.19.0000845
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
B.BP.001.10.19.0000777
KEHILANGAN Hilang BPKB No.I06279080-O DK 4965 AAA An.Dian Sumartini B.BP.001.10.19.0000915
Jumat Kliwon, 1 November 2019
Pengendara Waswas Tertimpa Nangka Bangli (Bali Post) Pengendara yang sering melintas di Jalan Nusantara, tepatnya di pintu masuk Kelurahan Kubu, Bangli merasa waswas dengan keberadaan beberapa pohon nangka yang tumbuh di dekat jalan. Masalahnya pohon nangka yang tumbuh menjorok ke jalan kini sedang berbuah banyak. Warga khawatir buah nangka yang sudah matang atau busuk tiba-tiba jatuh dan melukai pengendara. Salah seorang warga yang merasa khawatir dengan hal itu yakni Putu Dian. Warga Kelurahan Kubu ini mengaku waswas setiap lewat di jalan itu. Sebab beberapa hari yang lalu dia sempat nyaris tertimpa buah nangka saat melintas di sana. “Sekitar dua atau tiga hari lalu, saya nyaris tertimpa nangka yang sudah masak. Itu bahaya sekali,” ungkapnya, Kamis (31/10) kemarin. Tak hanya dirinya, seminggu sebelumnya keponakannya sendiri juga mengalami kejadian serupa. Bahkan keponakannya itu sampai harus dilarikan ke rumah sakit gara-gara tertimpa buah nangka saat melintas menggunakan sepeda motor di jalur tersebut. Tulang pergelangan tangannya mengalami retak
akibat terjatuh dari kendaraan setelah tertimpa buah nangka. “Sampai harus dirawat inap di rumah sakit beberapa hari,” ujarnya. Kekhawatiran tersebut, lanjut Dian, dirasakannya hampir setiap tahun. Setiap musim nangka tiba. Menurutnya kalau warga yang jarang melintas di sana mungkin saja menganggap hal itu sepele. Namun, baginya itu cukup membahayakan dan harus ditangani. Dia berharap dinas terkait dapat melakukan antisipasi dengan memangkas dan memetik buah nangka yang ada di atas jalan sehingga tidak membahayakan pengendara. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli Ida Ayu Gde Yudi Sutha saat dikonfirmasi mengaku akan segera mengecek keberadaan pohon nangka yang dimaksud. Pihaknya belum bisa memastikan pemilik pohon nangka yang disebut membahayakan itu. “Setahu saya itu tanaman milik warga. Kalau kita main pangkas saja nanti dikomplain,” ujarnya. Namun demikian agar pohon nangka itu tak membahayakan pengendara, pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan pemilik pohon bersama tim yustisi. (kmb40)
Bali Post/kmb40
NANGKA - Pohon nangka yang menjorok ke jalan kini sedang banyak berbuah.
Dewan Keluhkan Pelayanan RSU Bangli (Bali Post) –
Pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli dikeluhkan anggota DPRD Bangli I Dewa Gede Suamba Adnyana. Dia mengeluhkan pelayanan di loket pendaftaran yang menurutnya cukup lama. Mendaftar saja, ia dan beberapa pasien lainnya harus mengantre hingga lebih dari setengah jam gara-gara terjadi gangguan listrik. Kepada Bali Post, Kamis (31/10) kemarin, I Dewa Gede Suamba Adnyana mengungkapkan, dirinya datang ke RSU Bangli pagi kemarin untuk imunisasi anaknya.
Setelah menunggu antrean hingga lebih dari setengah jam di loket pendaftaran, ia tak kunjung dipanggil petugas loket. Selain dirinya, beberapa pasien lainnya juga demiki-
Pujawali di Pura Padharman Pusat Ida Batara Dalem Tarukan PUJAWALI di Pura Padharman Pusat Ida Batara Dalem Tarukan lan Ida Batara Putra I Gusti Gede Pulesari di Br. Pulesari, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, berlangsung pada Buda Kliwon Ugu, 6 November 2019 mendatang. Berikut aedan karya: Jumat, (1/11) Upakara : Pukul :
-Ngingsah, Nyangling -Negtegang -Macaru 08.00
Sabtu, (2/11) Upakara : Pukul :
-Nunas Tirta Khayangan Jagat Lan Sane Terkait dengan Sejarah -Mapiuning ring Pura Desa Pulesari -Ngamedalang Ida Batara Kawitan 08.00
Minggu, (3/11) Upakara : Pukul :
-Ngias Ida Batara Kawitan -Ida Batara Kawitan Masucian Ring Pura Pasucian Dadem 08.00
Selasa, (5/11) Upakara : Pukul :
-Makarya Ulam Banten Pujawali -Memben Upacara 07.00
Rabu, (6/11) Upakara : Pukul :
-Puncak karya Pujawali Padudusan Madya Nyanggar Agung 07.30
Kamis, (7/11) dan Jumat, (8/11) Upakara : -Nganyarin Pukul : 10.00 Sabtu, (9/11) Upakara : Pukul :
-Nganyarin -Nyineb 10.00
Minggu, (10/11) Upakara : Pukul :
-Ngelugar Wastra -Mareresik 07.00
Selasa, (12/11) Upakara : Pukul :
-Ngaturang Pangelemek 08.00
an. “Tadi ada sekitar 30-an orang juga yang mengantre di sana tidak dipanggil-panggil,” ujarnya. Karena lama tak dipanggil, dia pun kemudian mencoba
menemui petugas di dalam loket. Dia menanyakan kenapa pelayanan pendaftaran bisa selama itu. “Kata petugasnya ada gangguan dengan sistem. Nah, saya lalu tanya apa solusinya. Kalau sistem down tiga hari, masa tiga hari kita harus menunggu hanya untuk pendaftaran,” terangnya. Setelah sempat menemui petugas, dia dan pasien lainnya akhirnya dipanggil untuk di-
daftarkan secara manual. Politisi asal Desa Abuan, Susut ini, menilai pelayanan di RSU Bangli kemarin cukup mengecewakan. Kalau memang terjadi masalah pada sistem di loket pendaftaran seperti kemarin, menurut Suamba, harusnya disampaikan ke pasien dan kemudian ditangani secara manual. Jangan dibiarkan pasien menunggu lama tanpa ada kejelasan. Sementara itu,
pihak RSU Bangli dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan bahwa sempat terjadi gangguan pada sistem di loket pendaftaran. Gangguan terjadi akibat listrik yang tiba-tiba mati. Hal itu membuat beberapa pasien harus menunggu beberapa saat untuk bisa dilayani pendaftarannya. Terutama yang tidak membawa kartu berobat. “Sehingga tadi kita layani pendaftaran pasien
dengan sistem manual,” kata Wadir Umum, Keuangan dan SDM RSU Bangli I Putu Ganda Wijaya siang kemarin. Terkait gangguan itu, Ganda mengatakan sudah menginformasikan kepada pasien lewat speaker saat itu juga. Pihaknya telah menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan akibat listrik mati. (kmb40)
Imbal Jasa Manfaatkan Air
Pemkab Belum Bersurat ke Kabupaten Lain Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli berkeinginan mendapatkan imbal jasa dari kabupaten lain atas pemanfaatan air bersih sebagaimana yang diatur dalam PP 46 Tahun 2017. Rencananya Pemkab Bangli akan segera bersurat ke kabupaten lain mengenai hal itu. Sebelum bersurat, Pemkab akan belajar terlebih dahulu ke daerah yang sudah menerapkan peraturan pemerintah tersebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli Ida Ayu Gde Yudi Sutha dihubungi, Kamis (31/10) kemarin mengatakan, Pemkab Bangli sejauh ini belum bersurat secara resmi ke kabupaten lain yang memanfaatkan air dari Bangli. Pihaknya mengaku masih akan belajar ke daerah lain mengenai rencana penerapan PP 46 Tahun 2017 tentang
imbal jasa lingkungan. Yudi Sutha menyebut, saat ini sudah ada beberapa daerah di luar Bali yang sudah menerapkan PP 46 Tahun 2017. Daerah yang dimaksud yakni Kuningan dan Cirebon di Jawa Barat. Sama seperti Bangli, Kuningan merupakan daerah yang memiliki banyak mata air. Air yang dihasilkan dimanfaatkan oleh Kuningan. Kedua daerah tersebut selama ini telah melakukan kerja sama atas pemanfaatan air. “Sebagaimana yang direkomendasikan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, kami akan melakukan studi tiru dulu ke Cirebon dan Kuningan. Kami akan belajar kenapa Cirebon bisa membayar jasa lingkungan ke Kuningan. Seperti apa MoU di sana,” terangnya.
Nantinya kerja sama yang sudah dilakukan Kuningan dan Cirebon akan dijadikan contoh untuk diterapkan di Bangli. “Setelah dari sana baru kita tindak lanjuti dengan bersurat resmi ke kabupaten lain,” imbuhnya. Sebagaimana diketahui, Pemkab Bangli berkeinginan serius mengejar pendapatan daerah dari sektor sumber daya air. Pemkab Bangli telah melakukan pendataan terhadap sumber-sumber air yang dimanfaatkan beberapa kabupaten tetangga. Bahkan belum lama ini, Bupati Bangli I Made Gianyar bersama beberapa OPD terkait turun langsung ke tukad (sungai) untuk mengecek sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan kabupaten tetangga. Sumber mata air yang dicek Made Gianyar yakni Tukad Krisik di
Sebagaimana yang direkomendasikan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, kami akan melakukan studi tiru dulu ke Cirebon dan Kuningan. Kami akan belajar kenapa Cirebon bisa membayar jasa lingkungan ke Kuningan. Seperti apa MoU di sana.
Kecamatan Tembuku. Made Gianyar saat itu berkeinginan kabupaten/kota yang selama ini memanfaatkan air yang bersumber dari Kabupaten Bangli, terutama untuk
kebutuhan komersial agar melakukan kerja sama dan memberikan kontribusi untuk Bangli. Bentuk kontribusi yang diharapkan berupa uang imbal jasa lingkungan. (kmb40)
Jumat Kliwon, 1 November 2019
OLAHRAGA
15
Menpora Pesimistis Indonesia Bisa Juara SEA Games Jakarta (Bali Post) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku pesimistis dengan kiprah kontingen Indonesia pada gelaran SEA Games 2019 yang akan digelar di Filipina pada Desember ini. Hal tersebut dikatakan Zainudin dengan berkaca pada capaian Indonesia pada SEA Games 2017 di Malaysia. Saat itu Indonesia hanya mampu memperoleh 38 emas, 62 perak, 89 perunggu, dan finis di peringkat kelima klasemen akhir.
TINJAU - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (kiri) memberi arahan kepada atlet timnas panahan saat mengunjungi pemusatan latihan panahan di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/10). Menpora meninjau kesiapan beberapa cabang olahraga yaitu panahan, atletik, dan karate menjelang SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Manila, Filipina pada November mendatang,serta meminta atlet untuk meningkatkan pretasi pada ajang tersebut.
‘’Kami berusaha untuk menaikkan peringkat dari yang diperoleh di SEA Games yang lalu yakni di peringkat lima. Kami berupaya supaya naik, tapi kalau Pak Menko tanya apakah Indonesia bisa juara umum, saya tidak terlalu yakin, Pak,’’ kata Zainudin dalam Rapat Koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, Kamis (31/10) kemarin. Selain melihat prestasi dua tahun lalu, Zainudin juga pesimistis karena Indonesia akan bermain di negeri orang. Ia menyebut tuan rumah event olahraga selalu lebih unggul karena bermain di tempat sendiri dan punya persiapan lebih baik. Karena itu, Zainudin tak
memasang target juara umum di SEA Games 2019. Kemenpora hanya ingin memperbaiki torehan tim Merah Putih di kancah ASEAN. Politikus Partai Golkar tersebut berkata, SEA Games 2019 akan dijadikan ajang persiapan Indonesia untuk bertarung di Olimpiade Tokyo 2020. ‘’SEA Games ini persiapan Indonesia menuju Olimpiade 2020. Mudah-mudahan ada peningkatan prestasi,’’ Zainudin menjelaskan. Kontingen Indonesia di SEA Games 2019 akan diperkuat 673 atlet dari 45 cabang olahraga. Komite Olahraga Indonesia sebelumnya menargetkan Tim Merah Putih membawa pulang 45 medali emas untuk memperbaiki torehan di gelaran yang sama dua tahun lalu. (kmb33)
terhadap masyarakat,’’ tutup Bupati Eka. Usai upacara penutupan, Kasad didampingi Ibu Hetty Andika Perkasa dan Bupati Tabanan menyerahkan dua buah sertifikat tanah, dua buah kunci hasil bedah rumah, buku perpustakaan bantuan dari Perpustakaan Nasional, penyerahan secara simbolis berupa sembako, alat penetas telur, dan pupuk Bios 44 kepada warga desa setempat. Acara diakhiri dengan kegiatan peninjauan Stan
Pameran/Baksos oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Untuk diketahui dalam TMMD ke-106 Kodim 1619/ Tabanan sasaran utama yakni pembuatan jembatan sepanjang 17 meter dengan lebar 5,5 meter dan tinggi 5 meter yang menghubungkan Desa Bongan dan Desa Gubug. Sementara sasaran lainnya adalah pembuatan senderan, pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang 65 meter, serta kegiatan bedah rumah dua unit. (ad948)
raan Provinsi Bali lebih baik dalam tata kelola keuangan dan pemerintahan. Dalam masalah penyerapan anggaran serta masuk pada halhal yang menjadi hambatan di luar batas kewenangan agar bisa diberikan soluasi dalam tahapan pengang-
garan untuk tahun berikutnya. ‘’Penghargaan ini juga kami jadikan tolok ukur dalam meningkatkan pemahaman dalam penyerapan anggaran maupun tata kelola keuangan dan pemerintahan yang lebih baik,’’ ujar Rai Mantra. (ad938)
memberi penjelasan mengenai sejumlah isu guna mengantisipasi gejolak politik dan keamanan dalam negeri. Ia mengarahkan pembantunya untuk mengajak masyarakat berdialog dalam pembahasan revisi UU Ke-
tenagakerjaan. Selain itu, dia juga meminta menterimenterinya untuk memberi pemahaman yang jelas atas program-program yang akan dilakukan pemerintah, contohnya terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan. (ant)
Berjalan Lancar Sementara itu, Bupati Eka menyambut gembira atas kedatangan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam Penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 tahun 2019 di Tabanan. Pelaksanaan TMMD dengan prinsip dari dan oleh masyarakat yang dilaksanakan selama satu bulan penuh dari 2 Oktober sampai dengan 31 Oktober 2019 pada dua desa
(Desa Bongan dan Gubug) berjalan lancar dan sukses. Tentu, kata Bupati Eka, hal ini adalah berkat teamwork yang solid antara seluruh elemen yang turut serta dalam TMMD ini. Dengan selesainya jembatan penyambung dua desa ini, Bupati Eka berharap dapat memperlancar bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya dan lingkungan dengan sasaran akhir terwujudnya Tabanan Serasi, yakni Sejahtera, Aman dan Berprestasi.
‘’Kita berharap program ini selalu bisa dilanjutkan. Karena manfaatnya sudah kita rasakan betul. Artinya pekerjaan yang kita anggap sulit itu bisa mudah. Karena apa, karena gotong royong, rasa memiliki, kedekatan kita dari rakyat untuk kita, dari TNI untuk kita, pasti bisa berhasil. Contohnya sudah banyak jembatan yang kita bangun bersama-sama dengan TNI. Mudah-mudahan program ini terus bisa dirasakan, terutama untuk pelayanan kita
Tingkatkan Kinerja ‘’Kami bersama telah mampu meraih WTP. Mengemban opini WTP bukan hal ringan, tetapi ini menjadi tantangan dan motivasi untuk meningkatkan akuntabilitas dan
transparansi. Pemeriksaan yang sangat profesional dan humanis. Sebagai peningkatan akuntabilitas ke depan kami selalu minta arahan serta bimbingan dalam meningkatkan profesionalisme kami sebagai aparat pemerintah dalam meningkatkan
kinerja,’’ ujar Rai Mantra. Lebih lanjut disampaikan, penghargaan dari Kementerian Keuangan RI ini menjadi tolok ukur Pemkot Denpasar untuk lebih detail dalam memahami substansi sesuai arahan dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaha-
Pelaku Usaha Menurutnya, hukum harus menjamin keberanian para investor, pelaku usaha dan industri untuk berusaha di Tanah Air. Ia menjelas-
kan, aparat penegak hukum harus mendukung programprogram strategis pembangunan. Ia meminta aparat meninjau permasalahan hukum yang mengaitkan program-program pembangunan. ‘’Jangan sampai
para mafia yang menggigit dan menghadang program pembangunan justru terus berkeliaran, enggak. Ini harus kita balik hal ini,’’ kata Jokowi. Dalam rapat itu, dia juga meminta kabinetnya untuk
Tim Perseden Denpasar
Bali Post/ist
Perseden Siap Ladeni Persebi dan Malaka
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Perseden Denpasar, yang keluar sebagai juara Kompetisi Liga 3 Rayon Bali, untuk babak regional akan meladeni juara Liga 3 Rayon NTB Persebi Bima, serta juara Liga 3 Rayon NTT PS Malaka. Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali Gede Made Anom Prenatha, di Denpasar, Kamis (31/10) kemarin, menuturkan, untuk meraih tiket lolos ke putaran nasional Kompetisi Liga 3, tim asuhan Wayan Sukadana harus mampu bersaing dulu dengan Persebi Bima dan PS Malaka. Hanya, sejauh ini, pihaknya belum mengetahui, apakah babak regional menggunakan sistem home tournament atau home and away. “Kami masih menunggu keputusan dari PSSI Pusat” ungkap Anom Prenatha. Dijelaskannya, PSSI akan menggelar kongres di Jakarta, Sabtu (2/11) besok. Untuk Bali, tercatat hanya memiliki dua hak suara dalam kongres tersebut, yakni Bali United dan Asprov PSSI Bali. “Kemungkinan pascakongres, akan turun jadwal babak regional Kompetisi Liga 3, untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara,” terang Anom. Ia memperkirakan bahwa November ini babak regional digulirkan mengingat putaran nasional Kompetisi Liga 3 akan dihelat pada Desember mendatang. Selain agenda babak regional Kompetisi Liga 3, Anom Prenatha menambahkan, Pra-PON cabor sepak bola untuk wilayah Bali, NTB, dan NTT rencananya juga diselenggarakan pada November ini. “Kami juga belum tahu menggunakan sistem home tournament atau home and away,” ujarnya. Yang jelas, menurut dia Bali dan NTT telah resmi mengajukan diri menjadi tuan rumah Pra-PON. (022)
Jumat, 1 November 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pitra Yadnya (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Yudha Kanda (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Taksu Ketut Wiana, Seniman Jegog 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan (1) 12:30 Wita Berita Siang
13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Solusi Alternatif Reiki Ling Chi 17:00 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Karang Utama, Padangsambian (2) 17:30 Wita Kartun Yudha Kanda (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Petani Bawang Perkotaan 21:00 Wita Dialog Interaktif Dinas Kebudayaan 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:00 Wita Dunia Kita 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
JUMAT KLIWON, 1 NOVEMber 2019
Festival Pasar Rakyat Prosesnya Jauh dari yang Biasa ’’Harmony In Diversity’’ ’’Detik-detik Proklamasi’’ Teater Bumi Bali
TEATER Bumi Bali mementaskan karya bertajuk ‘’Detik-detik Proklamasi’’ pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2019 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Rabu (30/10). Penampilan mereka luar biasa, meskipun prosesnya jauh dari yang biasa. Pasalnya, pendukung dari teater ini bukan dari aktor profesional, melainkan berasal dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ga rap a n ‘’Det ik-d etik Proklamasi’’ didukung sebanyak 49 aktor dari berbagai kalangan. Ada yang berasal pedagang di loak, pegawai asuransi, tukang sulap, presenter, ibu rumah tangga, pembantu, guru, siswa SD, SMP, SMA/SMK dan mahasiswa, serta profesi lainnya. Mereka juga bukan berasal dari satu wilayah di Kota Denpasar. Ada yang dari Jimbaran, Tabanan, Ban-
gli dan daerah lain di Bali. Meski profesinya berbeda, namun dalam garapan ini mereka berhasil membentuk diri dengan gaya tim teater yang solid. Tidak hanya itu, menurut sutradara Abu Bakar, garapan teater ‘’Detik-detik Proklamasi’’ ini juga lahir dari proses teater yang terbalik. Jika naskah dibuat terlebih dahulu, maka dalam teater ini naskah dibuat kemudian atau setelah proses itu dilakukan. Dalam proses itu, sutradara dapat menangkap peristiwa-peristiwa yang tak tampak, sehingga lebih leluasa berekspresi. Tokoh utama yaitu Ir. Soekarno dimainkan oleh seorang lawyer. Demikian pula tokoh-tokoh lain yang dibawakan oleh orang yang bukan ahlinya. Walau demikian, mereka mampu memerankan tokoh itu dengan baik. ‘’Saya berangkat dari potensi
dan ambisi pemain itu lalu mengolahnya. Saya lebih menekankan untuk menikmati proses berteater. Soal hasil akhir, apa yang tersaji di pentas, itu tak lagi terlalu penting,’’ ujarnya. Teater Bumi Bali ini menerapkan konsep pentas yang berbeda dari biasanya yang menggunakan istilan kolatif. Ibarat lukisan kolase dari mosaik yang terserak di pinggiran arus utama sejarah, seperti termuat dalam buku-buku sejarah secara resmi. Ia menerapkan konsep interpretasi dalam konteks dekonstruktif (mempertanyakan/membongkar kembali) tesis atas pemahaman sejarah ini. Hal itu terjadi dalam adegan Soekarno seorang manusia romantik. ‘’Kami menampilkan tokoh yang kontra pada sejarah itu. Sebab, konflik itu menjadi titik bakar dan menarik,’’ ujarnya. Dalam artian, sisi huma-
nis sejarah diyakini sering diabaikan dalam penulisan sejarah resmi. Padahal pelaku sejarah adalah manusia yang multidimensional (sisi romantisme, keraguan, main-main, kegelisahan dan sisi manusiawi lainnya). Abu Bakar memaknai Festival Seni Bali Jani ala dirinya, melalui karya seni teater yang mempunyai warna kekinian. Yakni referensentasi sisi lain kehidupan saat ini. Tentang pilihan naskah, Abu Bakar sudah lama ingin pentaskan teater itu, yaitu sekitar tiga tahun lalu, tetapi belum menemukan momen yang tepat. ‘’Saya pernah berkeinginan untuk menjadikan ‘’Detik-detik Proklamasi’’ ini ditampilkan pada opening sebuah acara dulu, tetapi tiba-tiba muncul kembali ketika ada event Festival Seni Bali Jani, sehingga saya ingin mengangkatnya kembali,’’ pungkasnya. (win)
Bali Post/ist
FSBJ - Teater Bumi Bali pentaskan ‘’Detik-detik Proklamasi’’ serangkaian FSBJ 2019 di Taman Budaya Bali, Rabu (30/10).
Mobil dan Motor Antik untuk Pernikahan
Bali Post/ina
MENGGELAR upacara pernikahan dengan konsep dan gaya klasik kini menjadi pilihan bagi sebagian pasangan. Segala hal yang berbau kuno dan antik pun disiapkan. Salah satunya mobil pengantin. Mobil keluaran lama dan antik untuk keperluan pernikahan bisa didapat dengan cara menyewa. Saat ini sudah banyak usaha jasa penyewaan mobil kuno. Salah satunya Prizel. Usaha yang dimiliki Ketut Purnawan di Banjar Pande Kelurahan Cempaga, Bangli ini awalnya hanya bergerak di kerajinan perak. Namun sejak satu setengah tahun terakhir, mulai berkembang menyewakan mobil dan motor antik. Purnawan mengatakan mobil antik yang disewakannya untuk keperluan pernikahan berjenis Fiat keluaran tahun 1950-an. Mobil itu sangat langka dan hanya ada beberapa di Indonesia. Sementara motor yang disewakannya berjenis BMW R26 keluaran tahun 1958. Selama ini mobil dan motor miliknya tersebut cukup diminati. Banyak yang menyewanya untuk keperluan foto prewedding, sebagai kendaraan pengantin, dan untuk pajangan di pesta pernikahan. ‘’Awalnya hanya untuk koleksi. Tapi ternyata banyak yang meminati, akhirnya saya sewakan,’’ ujarnya, belum lama ini. Dua kendaraan kunonya itu banyak disewa terutama jelang dan saat musim pernikahan seperti sekarang. Tak jarang dirinya juga melakukan kerja sama dengan rekan sesama pemilik mobil dan motor antik lainnya jika orderan membeludak. Purnawan mengatakan peminat mobil dan motor klasiknya tidak saja datang dari warga lokal Bangli, namun juga luar seperti Denpasar, Gianyar dan kabupaten lainnya. Promosi selama ini dilakukannya lewat media sosial seperti Instagram. (ina)
BALI tak terlepas dari kegiatan budaya. Bahkan, pentas budaya biasa terlihat dalam berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Pasalnya, berkesenian adalah bagian hidup orang Bali. Seniman menjadi ujung tombak dari kegiatan berkesenian tersebut. Seperti halnya Festival Pasar Rakyat Denpasar 2019 yang akan digelar pada awal November ini di Pasar Badung. Event ini menyertakan pelaku dan penggiat pariwisata, mengusung tema ‘’Harmony In Diversity’’. Menurut konseptor acara, I Made Gede Surya Darma, event ini lahir berkat diskusi lintas profesi di luar seniman. Ini terinspirasi dari aktivitas ekonomi yang tinggi sejalan citra Denpasar sebagai destinasi pariwisata kota budaya yang ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan saat ini Pasar Badung dengan adanya Tukad Badung sebagai ruang publik bisa menjadi tempat berkumpulnya berbagai macam golongan masyarakat. Mulai dari pedagang, anak-anak, buruh, orang tua, pegawai dan pelajar berbaur dalam berbagai macam etnis, agama, berinteraksi, menyatu dalam keragaman. Pasar Badung, kata Surya Darma, merupakan bagian dari konsep catus patha Kota Denpasar. Catus patha diartikan sebagai simpang empat yang disepadankan dengan perempatan agung yang memiliki nilai dan makna sakral dalam tradisi Bali. Catus patha memiliki empat unsur, yaitu puri atau keraton sebagai pusat pemerintah, pasar tradisional sebagai pusat perekonomian, wantilan sebagai pusat budaya dan ruang publik. Konsep catus patha ini merupakan sistem peninggalan Majapahit dalam menjaga stabilitas dan keamanan kota. ‘’Kami para seniman, pegawai, pelaku pariwisata dan pedagang berkeinginan membuat Festival Pasar Rakyat di kawasan Pasar Badung. Walaupun berbeda disiplin ilmu, dengan cara menampilkan karya seni kontemporer,
modern, tradisional dan karya seni dari seniman penyandang disabilitas, dipadukan dengan kegiatan workshop dan hiburan yang melibatkan komunitas pasar, kami satukan dalam sebuah kegiatan Festival Pasar Rakyat Denpasar 2019,’’ ujar seniman asal Tabanan, belum lama ini. Festival ini akan dibagi dalam dua sisi. Acara pra-event akan dimulai pada 2-3 November dan acara festival digelar 9-10 November mendatang. Berbagai kegiatan seni, seperti seni kontemporer, konser musik dan pertunjukan, workshop dan lomba, pameran lukisan dan fotografi akan digelar. Selain itu, kegiatan lainya juga tak kalah unik dan menarik,
yakni lomba lapak kreatif dan inovatif. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Surya Darma berharap bisa sebagai ajang promosi pasar rakyat dan pengembangan sumber daya manusia di dunia digital. Di samping juga akan dapat menumbuhkan semangat saling memberi dan menerima, saling memahami dan menghormati yang diperlukan untuk memelihara kelestarian alam dan memperkuat kedamaian, keharmonisan, kemakmuran dan sikap welas asih, untuk mendukung tonggak ekonomi yang kreatif dan inovatif. Tentu dengan berlandaskan budaya, sehingga mampu bersaing di era digital saat ini. (win)
Bali Bisa Jadi ’’Trendsetter’’ di Bidang ’’Fashion’’
BALI yang merupakan pintu masuk pariwisata dunia, bukan tidak mungkin menjadi pusat mode internasional. Bahkan Bali bisa menjadi trendsetter di bidang fashion. Hal itu disampaikan Ketua Indonesian Fashion Chamber Denpasar, Weda Githa. Karena itu perlu memperkenalkan produk fashion ke kancah dunia. Salah satunya melalui ajang Bali Fashion Trend (BFT) yang akan digelar 7-9 November di Nusa Dua.
Melalui ajang BFT ini, pihaknya menyebutkan bahwa keanekaragaman budaya ini bisa diperkenalkan ke dunia. Karena, menurutnya, produk fashion Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan produk dari negara lain terutama dari segi kreativitas. Bahkan, dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai, industri kreatif khusus fashion masuk 6 besar yang bisa meningkatkan perekonomian. ‘’Untuk itulah, perlu pengenalan fashion lokal
ini kepada dunia,’’ katanya saat memberikan keterangan, Kamis (31/10) kemarin di Nusa Dua. Ia meyakini, melalui visi BFT pihaknya yakin bisa mengangkat Bali yang terkenal dengan pariwisata melalui fashion. Ia ingin menjadikan Bali sebagai salah satu pusat mode di Indonesia. Tidak hanya secara nasional, kalau bisa sampai ke internasional. ‘’Untuk itu industri fashion ini perlu diperkenalkan dari Bali dulu,’’ ujarnya. (edi)
Bali Post/edi