terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
minggu wage, 1 oktober 2017
u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila
BPM/sos
SUMBANGAN - Presiden Direktur Kusemas Group, Ir. Anak Agung Made Sukadhana Wendha, menyerahkan sumbangan diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala BPBD Putu Widiada.
Peduli Pengungsi
Kusemas Group dan Brotherhood Club Indonesia Sumbang Rp 250 Juta BANTUAN untuk warga Karangasem yang mengungsi ke Kabupaten Klungkung sejalan dengan Gunung Agung tak kondusif terus mengalir. Tidak hanya dari individu maupun lembaga, tetapi juga perusahaan dan komunitas. Kusemas Group yang bergerak di beberapa bidang dan komunitas pencinta mobil Brotherhood Club Indonesia menyerahkan bantuan Rp 250 juta. Penyerahannya berlangsung di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung, Sabtu (30/9) kemarin, oleh Presiden Direktur Kusemas Group, Ir. Anak Agung Made Sukadhana Wendha yang akrab dipanggil Gung Indra, diterima Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Klungkung, Putu Widiada. Gung Indra mengungkapkan, Kusemas Group menyumbang Rp 50 juta dan berbagai keperluan pengungsi dan Brotherhood Club Indonesia menyerahkan Rp 200 juta. Dikatakannya, kehadirannya di tengah-tengah pengungsi ini telah dipersiapkan sejak beberapa hari lalu. Bersama karyawannya dari berbagai anak perusahaan, seperti perbankan, SPBU, hotel, dan property memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Seperti logistik dan perlengkapan istirahat. Selain itu juga diserahkan uang Rp 50 juta. “Bantuan ini sudah dipersiapkan sejak awal ada informasi warga mengungsi karena situasi Gunung Agung. Hari ini (kemarin -red) tersalurkan,” ujarnya.
Di sela-sela penyerahan bantuan, pria asal Denpasar ini juga menyambangi pengungsi dalam GOR untuk mengetahui keluh kesah. Ia yang didampingi istri Jro Ni Made Sutini Wendha juga bemberikan support untuk tetap kuat menghadapi keadaan, di samping memastikan pendidikan anak-anak tetap berlanjut. “Setelah dilihat, pengungsi, terutama lansia kondisinya sehat. Anak-anak juga masih tetap bersekolah. Ini sangat bagus. Pendidikan jangan sampai putus,” katanya. Terhadap hal itu, pengusaha asal Denpasar ini sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Klungkung. “Kami sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan pemkab. Semuanya sudah tertangani,” imbuhnya. (*)
Brotherhood Club Indonesia Ingin Ringankan Beban Pengungsi
SELAIN dari Perusahaan Kusemas Group, Anak Agung Made Sukadhana Wendha juga menyerahkan bantuan dari Komunitas Brotherhood Club Indonesia berupa uang Rp 200 juta. Saat itu, Gung Indra bertindak sebagai Ketua Brotherhood Club Indonesia Bali mewakili teman-teman komunitas se- Indonesia. Yang menarik, penggalangan dana ini hanya berlangsung dua hari. Pada hari pertama sudah terkumpul Rp 198 juta, karena anggota komunitas ini merespons cepat bantuan untuk pengungsi Gunung Agung. Seluruh bantuan tersebut diakui belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan pengungsi. Meski demikian, diharapkan mampu meringankan beban hidupnya. “Kami ingin meringankan beban mereka,” terangnya. Dikatakannya, aksi sosial ini sudah sering dilakukan komunitasnya sambil touring di Bali. Diharapkan, hal serupa juga bisa dilakukan perusahaan maupun komunitas yang ada di Indonesia. “Kami juga berharap ada gerakan dari perusahaan lain. Kita berbagi, baik dalam bentuk moril maupun materi,” tandasnya. Respons Positif Aksi Kusemas Group dan Brotherhood Club Indonesia untuk pengungsi ke GOR Swecapura mendapat respons positif dari pengungsi. Salah satunya dari keluarga Nyoman Prodong, warga Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem. Uang tunai yang diterimanya dinilai mampu meringankan beban hidupnya yang kini cukup sulit. “Kami bersyukur ada yang memberi bantuan. Beberapa hari ini tidak bisa bekerja. Tidak ada penghasilan,” ucapnya. Respons positif juga datang dari Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Bantuan, terlebih berupa uang sangat diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Penggunaannya pun akan dipertanggungjawabkan sesuai aturan. “Kami akan gunakan bantuan ini sebaik-baiknya,” ujarnya. (ad)
BPM/sos
BERSIMPATI - Gung Indra yang juga Ketua Brotherhood Club Indonesia Cabang Bali tampak bersimpati dengan para pengungsi.
20 HALAMAN
NOMOR 43 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
2
Sisi Lain
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
DIHIBUR - Pengungsi di Kabupaten Klungkung dihibur dengan musik, Sabtu (30/9) kemarin.
BPM/kmb45
Klungkung Antisipasi Pengungsi Tukad Unda
Semarapura (Bali Post) -
Jumlah pengungsi di Kabupaten Klungkung sejak dua hari lalu cenderung stagnan. Gelombang kedatangan seperti hari-hari sebelumnya tak lagi terjadi. Namun, pendataan tetap dilakukan secara berkelanjutan supaya lebih akurat. Sesuai informasi yang terhimpun sampai Sabtu (30/9) siang kemarin, jumlah pengungsi di bumi serombotan masih kisaran 24 ribu jiwa yang tersebar di 118 titik. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, jumlahnya sejak dua hari lalu cenderung stagnan. Arus kedatangan pengungsi dengan berbagai usia tak lagi seperti sebelumnya. “Jumlah pengungsi sudah mulai stagnan,” ujarnya. Informasi adanya pengungsi su-
sulan juga belum didapatkan dari Pemkab Karangasem. Jika pun itu terjadi, tetap akan diterima dan ditampung pada tempat-tempat tersedia. “Kalau misalnya ada datang lagi, kami tetap terima,” sebutnya. Selain memikirkan warga Karangasem, pemkab juga tengah mempersiapkan tempat guna mengantispasi pengungsian untuk warga Klungkung yang bermukim di bantaran Tukad Unda untuk menghadapi jika Gunung Agung erupsi.
“Ini sudah dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan camat. Mana tempat-tempat yang masih bisa dipakai,” ungkap Widiada. Sesuai pendataan, wilayah di sekitar Tukad Unda yang berpotensi terdampak lahar dingin mencapai 13 desa, dengan total penduduk sekitar 52 ribu jiwa. “Untuk yang harus diungsikan jika terjadi erupsi belum dipastikan. Yang jelas seluruh desa itu masuk pemetaan,” tandasnya. (kmb45)
Gaya Hidup Sehat Pengungsi
Mi Instan Harus Dikombinasikan dengan Bahan Lain Selain masalah logistik, kesehatan di pengungsian juga harus terjaga. Baik asupan nutrisi maupun kebersihannya. Banyaknya bantuan mi instan yang diberikan kepada pengungsi dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah baru bagi warga pengungsi. HINGGA saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan mi instan berbahaya. Hanya, perlu diseimbangkan dengan bahan makanan lain. Demikian disampaikan Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUP Sanglah, dr. Syuma Adhy Awan, M. Kes., Sp.GK., belum lama ini. Dilihat dari kandungan nutrisi mi instan adalah mengandung karbohidrat pada mi, kandungan minyak, MSG dan kandungan natrium pada bumbunya. “Kalau ada rasa asinnya pasti ada kandungan natriumnya,” ujarnya. Karbohidrat merupakan sumber pembentuk energi. Berbicara makanan dengan nutrisi yang bagus, harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan air. Sementara mi instan ada kandungan karbohidrat. Selain itu, dalam pembuatan mi pasti menggunakan telur sehingga telah ada kandungan protein. Juga ada minyak sehingga mengandung lemak. “Cuma mi instan itu komposisinya tidak sesuai dengan gizi yang seimbang. Bayangkan pada satu mi dengan 325425 kalori itu sama dengan kita makan satu piring. Terutama yang paling tinggi kandungannya adalah karbohidrat dan
BPM/dok
MI - Makan mi instan di posko pengungsian harus dikombinasikan dengan bahan lain.
natrium,” bebernya. Penggunaan natrium biasanya adalah 2.000 mg-2.500 mg. Sedangkan kandungan natrium pada mi instan sekitar 1.000 mg. Sehingga sekali makan mi instan sudah setengah dari penggunaan biasa. Apalagi jika makan mi instan lebih dari satu kali. Karena kandungan gizi mi instan tidak seimbang, maka perlu disiasati. Bisa dengan cara menambahkan sayur, daging ayam atau bahan makanan lainnya, agar komposisi gizinya bagus. Konsumsi mi dalam jangka panjang masih menuai pro kontra. Ada yang mengatakan konsumsi mi dalam jangka panjang membuat kanker lambung. Namun, kanker lambung sejatinya disebabkan banyak faktor. “Kita juga tidak berani menyatakan mengonsumsi mi dalam jangka panjang dapat menyebabkan suatu penyakit, karena belum ada bukti yang konklusif,” ungkapnya. Sehingga boleh saja makan mi instan, hanya tidak dijadikan menu sehari-hari. Karena makanan yang fresh lebih baik. Selain itu, jenis makanan yang beragam juga sangat dianjurkan. Proses pemanasan mi kering juga menyebabkan kandungan
airnya hanya 3-5 persen. Sehingga pori-porinya kecil yang menyebabkan mi tampak mengkilat. “Itu salah satu isu yang viral, mengatakan bahwa mi menggunakan zat lilin, padahal tidak,” tandasnya. Salah satu budaya orang Indonesia adalah makan karbohidrat, salah satunya bersumber dari mi. “Tapi bukan itu yang utama, bukan itu saja sumbernya. Silakan mau makan jagung, kentang, mi, harus beragam dan nutrisinya seimbang,” ujarnya. Mengingat mi instan memiliki expire date, berarti mi mengandung pengawet. Namun meski demikian, ada batas maksimal dosis zat yang boleh digunakan. Hal itu telah diatur Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pada prinsipnya, apabila BPOM sudah mengeluarkan nomor registrasi BPOM, berarti produk tersebut telah sesuai dengan standar keamanan pangan Indonesia. Kandungan natrium dalam mi juga telah tertera pada kemasan. Bahkan, kandungan natrium pada MSG lebih banyak dibandingkan dengan garam. Sehingga penggunaan MSG lebih sedikit dibandingkan penggunaan garam dapur. (may)
Tetap Gunakan Masker SEBELUM dan sesudah erupsi sebaiknya warga di pengungsian tetap menggunakan masker. Hal ini dilakukan mengantisipasi terjadinya gangguan kesehatan. Salah satu bahan yang keluar dari erupsi gunung adalah debu vulkanik. Debu vulkanik selain berdampak pada pernapasan juga berdampak pada mata berupa mata merah, iritasi mata hingga konjungtivitis. Demikian disampaikan dokter spesialis paru, dr. Erwin Winaya, Sp. P., belum lama ini. BPM/eka Debu vulkanik terMASKER-Pengungsi har- diri dari berbagai ukuus menggunakan masker. ran. Sehingga dampa-
knya pada pernapasan pun tergantung partikel yang terhirup. Mulai dari ukuran 10-100mikroM akan terdeposisi di hidung dan tenggorokan. Debu berukuran 4-10mikroM akan terdeposisi di trakea dan bronkus, ukuran lebih kecil dari 4mikroM akan terdeposisi di alveolus. Dampaknya bisa iritasi di hidung, iritasi di tenggorokan, iritasi di trakea, bronkitis, sampai alveolitis. Gejalanya mulai dari pilek, nyeri menelan, batuk hingga sesak napas. “Namun, kandungan debu vulkanik yang berbahaya adalah yang berupa partikel besar seperti silika
dan karbon sisa pembakaran,” ungkapnya. Selain debu vulkanik, zat yang berbahaya bagi pernapasan adalah karbon dioksida, sulfur dioksida, asam hidroklorida, asam hidroflorida. Oleh karena itu, penting melindungi diri sedini mungkin dari debu vulkanik maupun zat hasil erupsi gunung. Cara melindungi diri dari debu vulkanik dikatakan dengan menghindari kontak dengan debu vulkanik, tinggal di dalam rumah, bila keluar rumah gunakan pakaian tertutup, masker dan kacamata antidebu. (may)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
20 HALAMAN
terbit sejak 16 agustus 1948
u g g n Mi
perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
minggu wage, 1 oktober 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
NOMOR 43 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Jaga Kesucian Gunung Agung
Kedepankan Bakti
GUNUNG Agung bagi umat Hindu di Bali bukan sekadar unsur alam, tetapi sekaligus juga bagian hyperstructure, baik secara teologis, filosofis, mitologis, maupun media kontemplatis. Oleh karena itu, Gunung Agung dan Pura Besakih serta pura-pura yang ada di kawasan ini mesti dijaga kesuciannya. Itu sebagai salah satu wujud bakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam berbagai manifestasinya. Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Dr. Ketut Widnya menyampaikan, manusia adalah bagian dari alam semesta, seperti halnya binatang dan tumbuh-tumbuhan. Karena itu, manusia hendaknya melestarikan alam. Dengan lestarinya alam, maka kehidupan antara manusia, binatang, dan tumbuhtumbuhan akan harmonis. Tetapi kalau kita merusak alam, maka
alam akan menghancurkan kita. Ini hukum alam. Di dalam Weda Smerti, ada sloka yang mengatakan ‘’Dharma raksati raksitah’’ artinya, jika kita melindungi dharma, maka dharma itu, juga melindungi kita”. Di sini pengertiannya sama, jika kita melestarikan alam, maka alam akan melindungi kita. Ini hukum sebab akibat. Dikatakannya, alam sangat ber-
murah hati kepada manusia. Alam memberi kemakmuran yang berlimpah kepada manusia. Itulah sebabnya, umat Hindu ber-yadnya kepada alam sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada alam. Tetapi tentu tidak cukup hanya dengan beryadnya. Kita harus aktif dan kreatif dalam melestarikan alam. Hal. 19 Lestarikan Alam
Cara Alam Ingatkan Umat, Bali Sudah ’’Leteh’’
LEBIH dari sepekan terakhir, masyarakat Bali khususnya Karangasem dan sekitarnya dilanda keresahan dengan meningkatnya aktivitas Gunung Agung. Ribuan masyarakat pun terpaksa mengungsi ke sejumlah daerah untuk menghindari dampak bencana yang ditimbulkan dari peningkatan aktivitas Gunung Agung yang kini telah berstatus awas. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bangli, Nyoman Sukra, mengatakan meningkatnya aktivitas Gunung Agung merupakan siklus alami dari sebuah gunung api yang masih aktif. Di sisi lain, dia juga memandang peningkatan aktivitas Gunung Agung merupakan salah satu cara alam untuk memberitahukan kepada umat tentang kondisi alam Bali saat ini yang ko-
tor (leteh). Sukra menjelaskan, bercermin dari pengalaman selama ini, peningkatan aktivitas Gunung Agung selalu terjadi menjelang diselenggarakannya karya Panca Wali Krama di Pura Besakih yang dilaksanakan rutin setiap 10 tahun sekali. Hanya, jika dilihat dari intensitasnya, peningkatan aktivitas Gunung Agung menjelang karya Panca Wali Krama di Besakih tidak selalu besar seperti yang terjadi belakangan ini. Dia mengatakan terakhir kali karya Panca Wali Krama digelar di Pura Besakih sekitar tahun 2009 lalu. Sesuai jadwal, maka karya Panca Wali Krama nantinya akan berlangsung kembali pada tahun 2019 mendatang. “Secara niskala, peningkatan aktivitas Gunung Agung ini adalah pertanda untuk mengingatkan umat manusia
membersihkan dan menyeimbangkan alam yang sudah kotor ini. Caranya, yaitu dengan meningkatkan sradha bakti kepada Ida Sang Hyang Widihi Wasa,” jelasnya. Terkait meningkatnya aktivitas Gunung Agung saat ini, mantan Kepala Disdikpora Bangli ini mengaku sudah mengimbau umat Hindu di Bangli untuk terus meningkatkan sradha bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Salah satu caranya dengan berdoa agar Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu memberikan keselamatan kepada seluruh ciptaannya. “Kita tidak bisa memohon agar Gunung Agung tidak meletus. Kita hanya bisa berdoa, kalaupun memang harus meletus, agar jangan sampai ada korban,” terangnya. Hal. 19 Tidak Panik
BPM/dok
BAKTI - Umat Hindu menunjukkan rasa bakti yang luar biasa setiap ada karya di Besakih.
Karya Eka Dasa Ludra 1963
Gunung Agung Meletus, Umat Tetap ’’Ngayah’’
KARYA - Suasana karya Eka Dasa Rudra di Besakih 1963.
Peduli Pengungsi Gunung Agung Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. SD Saraswati 4 Denpasar Palm Beach Hotel Siswa & Guru SDN 11 Padangsambian Toko Palapa Elektronik, Jl. Raya Krobokan Engine Room Club Bali, Legian Kuta Advokat I Made Suryawan, S.H., M.H. (AMS Associate) Harapan, Denpasar Staf WAKA Sailing, Imam Bonjol Ketut Kerti Ocean Pump Tehnik Dani Suara I Wayan Ebuh, Mandala Sari Gg. VII/8 Dps Dwi Artha Ketut Sudiasa Ocean Pump Teknik Alumni SLUA 1 Saraswati Denpasar
Rp 5.413.100 Rp 5.000.000 Rp 4.054.000 Rp 2.000.000 Rp 2.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 510.000 Rp 500.000 Rp 400.000 Rp 100.000
BPM/ist
GUNUNG Agung terakhir meletus tahun 1963. Banyak warga kala itu merasakan bagaimana Gunung Agung mengalami erupsi. Kini, mereka kembali dihadapkan dengan situasi yang hampir sama dan kini desa yang berada di KRB III, KRB II, dan KRB I sudah mengungsi. Hanya sekarang, Gunung Agung masih level awas dan menunggu terjadinya erupsi. Warga yang menjadi korban letusan gunung tertinggi di Bali itu mencapai ratusan jiwa. Saat itu juga di Pura Besakih sedang berlangsung Karya Eka Dasa R____udra.
Gempa Menurun, Status Tetap Awas Amlapura (Bali Post) Meski sampai saat ini, Gunung Agung belum mengalami erupsi pascadinaikkannya status dari siaga ke awas, namun belum ada sinyal dari PVMBG akan menurunkan status. Karena sampai detik ini, kondisi Gunung Agung masih kritis. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM I Gede Suartika, Sabtu (30/9) kemarin, mengungkapkan,
Sabtu pagi secara visual masih terlihat kepulan asap solfatara di puncak Gunung Agung dengan ketinggian mencapai 50 meter. Sementara untuk kegempaan seminggu ini gempa vulkanik menurun dari 700 menjadi 500 kali lebih, Sabtu kemarin dan vulkanik dangkal mencapai 300 lebih. Sedangkan tektonik lokal mencapai 70-an gempa. Menurut Suartika, dengan kondisi yang terjadi sampai saat ini, belum ada
indikasi mengarah ke penurunan status dari awas ke siaga. Karena pihaknya masih melihat perkembangan dari gunung itu sendiri serta harus melakukan evaluasi untuk penurunan status itu. “Sampai detik ini, belum ada rencana penurunan status. Kita lihat dulu perkembangan gunung seperti apa. Sampai sekarang status masih awas,” katanya. Untuk menurunkan status Gunung
Agung, kata Suartika, pihaknya bakal melihat perkembangan gempa-gempa yang terjadi. Selain itu, kondisi kawah juga harus turun dan dingin. “Jika gempa menurun, panas menurun kemungkinan akan dilakukan penurunan status. Kalau sekarang ini mengingat gunung masih kritis dan menuju ke erupsi tetap awas,” tegas Suartika. Hal. 19 Dinilai Aman
Berada di KRB 1
Siswa SD 6 Datah Belajar di Halaman Sekolah
Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 50.000 10 tas baju, 1 dus perlengkapan bayi Pasokan air siap minum isi ulang
Jumlah diterima hari ini Rp 22.227.100 Jumlah sebelumnya Rp 169.832.400 Jumlah seluruhnya Rp 192.059.500
Saksi hidup akibat bencana erupsi Gunung Agung tahun 1963 Jro Mangku Sueca (75) menuturkan, kala itu warga Besakih saat gunung sudah meletus masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Dia mengatakan, saat itu tidak alat secanggih sekarang dan diinstruksikan untuk mengungsi lebih awal untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa. “Kalau itu warga tidak sepanik sekarang. Makanya mereka tidak tahu kalau Gunung Agung akan meletus,” ungkapnya. Hal. 19 Pagi Hari
BELAJAR - Siswa SD 6 Datah belajar di halaman sekolah.
BPM/edi
Amlapura (Bali Post) Tidak seperti biasanya, siswa SD Negeri 6 Datah, Karangasem terpaksa harus belajar di halaman sekolah, Sabtu (30/9) kemarin. Hal ini dilakukan, karena guru setempat tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, menyusul kondisi aktivitas Gunung Agung yang masih belum stabil. “Kami takut mengajar di dalam kelas, karena kondisi bangunan yang sudah lama. Di sini, setiap hari terasa gempa akibat aktivitas Gunung Agung yang masih belum stabil,” tutur Ida Ketut Rai Jendra, Kepala Sekolah SDN 6 Datah, Karangasem saat ditemui di sekolahnya. Dengan kondisi tersebut,
pihaknya mengaku waswas, dan sempat ingin meliburkan sekolah. Namun karena permintaan siswa dan orangtua siswa yang menginginkam sekolah tetap dibuka, pihaknya terpaksa melayani siswa dengan catatan harus didampingi orangtua. Makanya, dia tetap memerhatikan keselamatan siswa dan juga pengajar, diputuskan untuk melakukan belajar mengajar di halaman sekolah. “Memang sekolah diminta untuk diliburkan sementara, namun karena mereka sebagian orangtua tidak mengungsi dan meminta sekokah dibuka lagi, akhirnya sekolah kami buka kembali,” ujarnya. Hal. 19 Sebagian Mengungsi
4
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
SAAT ini Indonesia sedang meningkatkan perhatian untuk melakukan eliminasi campak dan rubella, dengan memberikan vaksin measles dan rubella (MR) dalam program Imunisasi Nasional. Campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Efek samping imunisasi MR sampai sejauh ini dilaporkan tidak ada efek samping dalam imunisasi tersebut. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pascaimunisasi yang serius sangat jarang terjadi. Campak merupakan penyakit infeksi virus akut yang sangat menular yang ditandai dengan 3 stadium yaitu : stadium inkubasi, prodormal, dan erupsi. Komplikasi berat : radang paru, radang otak, diare, radang telinga, dehidrasi, kematian Penyakit rubella atau campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella yang sangat menular (Very High Infectious). Relatif berupa penyakit ringan pada anak. Rubella ketika menyerang anak sering hanya menimbulkan gejala demam ringan atau bahkan tanpa gejala sehingga sering tidak terlaporkan. Penyakit ini sangat mirip dengan campak yang juga ditularkan melalui saluran napas saat batuk atau bersin (droplet). Infeksi rubella pada wanita hamil terutama pada kehamilan trimester pertama dapat mengakibatkan : aborsi spontan, atau berbagai kelainan kongenital , seperti retardasi mental, kelainan jantung, tuli dan/atau, gangguan penglihatan seperti katarak congenital. Sindrom Rubela Kongenital (SRK) adalah suatu kumpulan gejala penyakit terdiri dari katarak (kekeruhan lensa mata), penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, dan keterlambatan perkembangan, termasuk
keterlambatan bicara dan disabilitas intelektual. Seorang anak dapat menunjukkan satu atau lebih gejala SRK dengan gejala tersering adalah gangguan pendengaran. Vaksin MR Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk kekebalan tubuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Vaksin yang digunakan telah mendapat persetujuan WHO dan mendapatkan izin edar dari BPOM. Presentase keberhasilan vaksin ini dalam membentuk kekebalan sebesar 95%. Imunisasi MR sangat efktif diberikan pada anak usia 9 bulan s.d 15 tahun. Selanjutnya imunisasi ini dimasukkan dalam imunisasi rutin. Setiap anak sebaiknya mendapat imunisasi MR ini sebanyak 3x selama hidup untuk memperoleh kekebalan maksimal. Saat bayi usianya 9 bulan, saat usia 18 bulan atau 1,5 tahun, saat usia 7 tahun atau kelas 1 SD/Sederajat Orang dewasa dapat pula diberikan vaksin ini, terutama sebelum hamil. Untuk info lebih lanjut konsultasikan dengan dokter rumah sakit, puskesmas, atau pusat kesehatan lainnya. Imunisasi MR Program Pemerintah Apabila anak telah diimunisasi Campak, perlu mendapat imunisasi MR karena untuk mendapat kekebalan terhadap rubella. Apakah anak yang sudah mendapatkan vaksinasi MMR masih perlu mendapat vaksinasi MR? Jawabannya adalah ya. Hal ini harus dilakukan agar anak mendapatkan kekebalan optimal terhadap penyakit campak dan rubella. Jadi Imunisasi aman diberikan kepada anak yang sudah mendapatkan imunisasi MMR. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi campak. Serta pemberian vaksin MR ditunda pada keadaan seperti: demam, batuk pilek, diare Meski bermanfaat, vaksin MR tidak boleh
Dampak dan Efek Samping Imunisasi Measles dan Rubela diberikan pada keadaan berikut: individu yang sedang menerima terapi kortikosteroid, imunosupresan, dan radioterapi, wanita hamil, leukemia, anemia berat, kelainan darah lainnya, kelainan fungsi ginjal berat, dekompensasi jantung, setelah pemberian gamma globulin atau transfusi darah, riwayat alergi terhadap komponen vaksin (neomisin).
Perbedaan Vaksin MR dan MMR Perbedaan vaksin MMR dengan MR yaitu terletak pada kombinasi antigennya. Jika MMR maka terdapat 3 antigen yaitu Measles, Mumps, Rubella. Sedangkan Vaksin MR hanya Measles dan Rubella saja. Namun, sepertinya vaksin MMR ini sudah mulai mengalami kelangkaan. Pemerintah saat ini fokus terhadap MR karena dinilai bahwa masalah MR lebih prioritas untuk dikendalikan karena penyakit campak dan rubella efeknya lebih berbahaya dan mematikan. Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) KIPI merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan dengan imunisasi.Kejadian ini dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan. Adapun KIPI yang dapat terjadi pasca pemberian vaksin MR dapat terkait dengan reaksi simpang (adverse reaction) seperti: Reaksi lokal (nyeri, bengkak, kemerahan di lokasi suntikan; sembuh dengan sendirinya).Reaksi sistemik (ruam, demam, malaise; dapat sembuh dengan sendirinya) Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis; dapat terjadi pada setiap orang terhadap setiap obat, dapat diatasi dengan penanganan yang tepat dan cepat) l Dr. I Wayan Ardita, S.Ked.
SRK - Sindrom Rubela Kongenital (SRK) adalah kumpulan gejala penyakit terdiri dari katarak (kekeruhan lensa mata), penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, dan keterlambatan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara dan disabilitas intelektual. Seorang anak dapat menunjukkan satu atau lebih gejala SRK dengan gejala tersering adalah gangguan pendengaran.
Mengenal MP Asi Lebih Dekat
BAGI orangtua, kesehatan anak adalah yang utama. Itu sebabnya, orangtua sangat memperhatikan asupan gizi pada makanan anak. Bayi sebaiknya hanya mengonsumsi ASI pada enam bulan pertama hidupnya.
TEKANAN - Penyebab utama FA yang sering ditemukan antara lain adalah tekanan darah tinggi, cacat pada katup jantung, penyakit jantung rematik, dan diabetes. Faktor makanan dan gaya hidup seperti tekanan emosi dan fisik, serta konsumsi kafein, alkohol, atau obat-obatan yang dilarang secara berlebihan juga berkontribusi terhadap terbentuknya FA.
Denyut Jantung Tidak Teratur
Menyebabkan Stroke, Kenali Fibrilasi Atrium FIBRILASI Atrium atau yang lebih dikenal dengan FA merupakan kelainan irama jantung yang ditandai dengan denyut yang sangat tidak beraturan. Kelainan ini merupakan kelainan irama jantung yang paling umum ditemui di dunia. FA terjadi akibat gangguan pada pembentukan impuls listrik jantung. Ketidakteraturan denyut jantung yang berbahaya ini menyebabkan ruang atas jantung (atrium), bergetar dan tidak berdenyut sebagaimana mestinya, sehingga darah tidak terpompa sepenuhnya, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pengumpulan dan penggumpalan darah. Gumpalan ini dapat terbawa sampai ke otak, menyumbat pembuluh arteri, dan mengganggu pasokan darah ke otak. Situasi ini seringkali menjadi awal dari serangan stroke yang gawat dan mematikan. Fibrilasi Atrium menyebabkan peningkatan angka kematian dan kesakitan, termasuk stroke, gagal jantung serta penurunan kualitas
hidup. Pasien dengan FA memiliki resiko stroke 5 kali lebih tinggi dan resiko gagal jantung 3 kali lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa FA. Stroke merupakan salah satu komplikasi yang paling dikhawatirkan, karena stroke yang diakibatkan FA mempunyai risiko kekambuhan yang lebih tinggi.
Penyebab Penyebab utama FA yang sering ditemukan antara lain adalah tekanan darah tinggi, cacat pada katup jantung, penyakit jantung rematik, dan diabetes. Faktor makanan dan gaya hidup seperti tekanan emosi dan fisik, serta konsumsi kafein, alkohol, atau obat-obatan yang dilarang secara berlebihan juga berkontribusi terhadap terbentuknya FA. Gejala fibrilasi atrium yang paling sering adalah berdebar. Hal yang khas dari keluhan berdebar tersebut adalah denyut jantung atau perabaan nadi yang tidak teratur baik frekuensi maupun kekuatannya. Bila mencoba mera-
Setelah enam bulan, kebutuhan nutrisi bayi baik makronutrien maupun mikronutrien tidak dapat terpenuhi hanya oleh ASI. Selain itu, keterampilan makan (oromotor skills) terus berkembang dan bayi mulai memperlihatkan minat akan makanan lain. Maka usia 6 bulan ada saat yang tepat pengenalan makanan pendamping ASI atau disebut MPASI. Namun pemberian MPASI harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Kepadatan makanan yang diberikan sebaiknya ditingkatkan seiring bertambahnya usia. Mula-mula diberikan makanan padat berupa bubur halus pada usia 6 bulan. Makanan keluarga dengan tekstur yang lebih lunak (modified family food) dapat diperkenalkan sebelum usia 12 bulan. Pada usia 12 bulan anak dapat diberikan makanan yang sama dengan
makanan yang dimakan anggota keluarga lain (family food) Mengingat kapasitas lambung bayi masih relatif kecil maka frekuensi pemberian MPASI ditingkatkan secara bertahap Pada usia 6-8 bulan diberikan 2-3 kali per hari, ditingkatkan menjadi 3-4 kali per hari pada usia 9-24 bulan. Di antara waktu makan apabila diperlukan bisa diberikan tambahan makanan selingan 1-2 kali sesuai dengan kemampuan si anak
Ciri-ciri Bayi Siap Dapat MPASI ü Reflex ekstrusi (menjulurkan lidah) telah sangat berkurang atau sudah menghilang. ü Mampu menahan kepala tetap tegak. ü Duduk tanpa/hanya dengan sedikit bantuan dan mampu menjaga keseimbangan badan ketika tangannya meraih benda di dekatnya. ü Anak lebih mandiri dan eksploratif. ü Membuka mulutnya dan memajukan tubuhnya ke depan/ ke arah makanan. ü Bila sudah kenyang dengan
ba denyut nadi sendiri, pasien FA sering mengatakan ada denyut yang hilang dan tidak teratur. Denyut jantung yang dirasakan akan mudah meningkat pada aktifitas yang ringan sekalipun. Selain itu pasien juga umumnya mudah lelah atau toleransi rendah terhadap aktivitas fisik. Gejala lainnya yang umum ditemukan seperti mudah pingsan, sesak, kelemahan umum, maupun pusing Gejala Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala fibrilasi atrium. Semakin tinggi denyut nadi semakin besar risiko stroke dan gagal jantung. Pada pemeriksaan dokter akan menanyakan riwayat dan gejala yang dirasakan serta melakukan pemeriksaan rekam listrik jantung. Pada pemeriksaan rekam jantung akan terlihat gelombang listrik jantung yang tidak beraturan sesuai dengan gambaran fibrilasi atrium. l dr. Citra Gading, S.Ked.
BAYI -- Setelah enam bulan, kebutuhan nutrisi bayi baik makronutrien maupun mikronutrien tidak dapat terpenuhi hanya oleh ASI. Selain itu, keterampilan makan (oromotor skills) terus berkembang dan bayi mulai memperlihatkan minat akan makanan lain. Maka usia 6 bulan ada saat yang tepat pengenalan makanan pendamping ASI atau disebut MPASI.
menarik tubuh ke belakang/ menjauh. Apa tips pemberian MPASI pada anak? ü Buat jadwal makan teratur. ü Pengenalan makanan membutuhkan setidaknya 10-15 kali mencoba. ü Jangan memaksa anak makan ü Perhatikan tanda lapar dan kenyang. ü Kebersihan dalam mengolah, menyiapkan dan memberikan MPASI sangat penting. Mitos seputar pemberian makan pada bayi? Mitos : Berikan sumber karbohidrat saja, tunda pemberian daging sampai usia 8-10 bulan. Tunda pemberian ikan, telur sampai usia 1 tahun. Fakta : Tidak ada urutan tertentu dalam pemberian MPASI. Karbohidrat, protein (daging, ayam, telur, dan ikan), sayuran, dan buahbuahan dapat diberikan sejak usia 6 bulan. Penundaan pemberian ikan dan telur sampai usia satu tahun tidak berguna untuk mencegah alergi. Mitos : Hati merupakan organ yang penuh racun, jangan diberikan pada bayi. Fakta : Hati aman diberikan pada bayi, bahkan mengandung zat besi yang dibutuhkan oleh bayi. Mitos : Kenalkan sayur dahulu baru buah Fakta : Sayur dan buah dapat dikenalkan secara bersamaan. Tidak terbukti pengenalan buah lebih dahulu mempersulit penerimaan sayur. Mitos : Belum tumbuh gigi jangan memberikan makanan bertekstur Fakta : Anak memiliki periode emas untuk belajar makan seperti belajar mengunyah dan menelan. Jika periode ini terlewatkan dikhawatirkan anak akan mengalami gangguan kemampuan makan. Anak dapat mengolah makanan lunak tanpa gigi. Mitos : Jangan menambahkan gula dan garam Fakta : Di bawah usia 1 tahun, anak sebaiknya diberikan gula dan garam sesdikit mungkin. Anak boleh diberikan gula dan garam jika dengan pemberian gula dan garam dapat membuat anak mau makan.
Senam Orhiba Ceria (5)
SEHAT jasmani sehat rohani dapat diperoleh dengan tekun berlatih setiap hari. Senam Orhiba Ceria cocok untuk segala usia karena gerakannya yang sederhana dan mudah dilakukan. Ikuti contoh berikut ini bersama Maria Yeni dari Lala Studio.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I & Gb. II : Kaki kanan melangkah serong kanan depan, sambil menggerakkan kedua bahu, dan lakukan arah ke kiri, lalu mundur
Gb. III & Gb. IV : 2 x langkah kanan sambil memutar lengan kanan dan 2 x langkah kiri sambil memutar lengan kiri lanjutkan dengan melangkah ke kanan 2 x sambil memutar lengan kanan dan ke arah kiri 2 x dan hitungan 5 – 8 melangkah 1 x kanan / kiri dengan memutar kedua lengan bersamaan.
Dengan rutin berolahraga Senam Orhiba Ceria, kebugaran dan kesehatan jadi milik kita dan salam bugar dari Lalal Studio.
Kupon
l dr. Kadek Diah Febriyanti, S.Ked Dikutip dari berbagai sumber
5
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
CERPEN
Sepasang Penderita Oleh Tjak S. Parlan
erita diabetes. Menurutku, itu sangat dalam. Aku jadi lebih bersemangat,” kata Onuris, disusul tawa kecilnya. Sembari menikmati makan malamnya, mereka terus mengobrol
soal rencana pernikahan—mereka akan menikah satu bulan berikutnya. *** Apa saja bisa terjadi dalam waktu satu bulan. Onuris kembali ke kan-
pulang dari restoran langganannya, Seteba merasa perutnya mulas dan nyeri. Bukan itu saja, ia bahkan muntah-muntah. Bukan muntah biasa, tapi muntah darah. Seteba memang memiliki riwayat infeksi lambung, tapi itu bisa diselesaikan dengan beberapa kali pemeriksaan dan menebus resep dokter. Seteba berusaha tetap tenang dan pergi ke seorang internis. Lalu begitulah, ia harus menerima sebuah kabar buruk. Rupanya kanker telah menggerogoti lambungnya untuk waktu yang be-
perihal apa saja. Mereka meninggalkan restoran itu ketika malam sudah benar-benar larut. Sudah tiga hari mereka berada di kota itu. Itu akhir pekan yang panjang dan mereka telah menikmati pantai, mencicipi makanan yang mereka pesan dengan hati-hati, mengunjungi museum juga makam keramat. Seteba-lah yang memiliki gagasan melakukan perjalanan itu. Ia ingin melihat Onuris bergembira sekaligus menghancurkan stigma bahwa seseorang yang mengidap penyakit tertentu tidak bisa bersenang-senang di tempat yang jauh. Pada kesempatan itu, mereka juga telah membicarakan
tornya beberapa hari sekali—ia adalah seorang editor pada sebuah penerbit yang telah menerbitkan banyak buku cerita anak-anak. Sejak divonis oleh dokter lima tahun lalu, manajemen membolehkan dirinya lebih banyak bekerja di rumah, kecuali ada hal-hal tertentu yang membuatnya harus berada di kantor. Ia semakin bersemangat meski terkadang melanggar diet kalori yang harus dijalaninya. Ia juga sempat beberapa kali makan di luar bersama Seteba dan membicarakan segala pernik hari pernikahan yang tinggal sejengkal. Namun pada suatu hari, setelah
gitu lama. Dokter itu menyebutnya dengan sebuah nama yang aneh: adenocarcinoma—jenis kanker lambung yang menakutkan. Dokter bahkan memberikan vonis bahwa usia Seteba tinggal lima bulan lagi. Seteba tidak ingin merahasiakan apa yang menimpanya itu dari Onuris. Bagaimana pun ia harus mengatakannya. Ia tidak mau memberi harapan samar-samar kepada Onuris. Onuris sangat terpukul ketika mendengar kabar itu. “Tolong, apa tidak ada kemungkinan yang lain?” “Cuma satu, operasi secepatnya. Tapi itu seperti berjudi, tidak ada gunannya.”
Sudah dua kali mereka menyusuri jalan itu dan merasa beruntung ketika menemukan sebuah restoran yang pernah mereka kutip alamatnya dari sebuah brosur. Setelah bertanya ini-itu, mereka memesan ayam saus inggris—dengan saus secukupnya—dan teh hangat tanpa gula. “Kamu seharusnya bisa memesan yang lain.” “Kalau aku memesan yang lain, kamu bisa tergiur nanti.” “Tenang saja. Aku sudah terbiasa soal ini.” “Oh, begitu? Baiklah, aku akan berusaha tenang,” kata Seteba seraya tersenyum. Onuris menyandarkan kepalanya ke pundak Seteba. Ia merasa sedikit lelah setelah berjalan cukup jauh. Onuris berkenalan dengan Seteba dua tahun sebelumnya di sebuah ruang tunggu praktek seorang dokter spesialis penyakit dalam. Mereka beberapa kali bertemu karena jadwal pemeriksaan gula darah yang bersamaan. Onuris telah menjalani pengobatan selama beberapa waktu untuk penyakit gula yang dideritanya. Sementara, Seteba selalu datang bersama seorang ayah yang akhirnya harus takluk oleh gula jahat yang telah menggerogotinya selama bertahun-tahun. “Maaf, aku hanya tidak yakin kamu suka menu yang ini,” kata Onuris. “Oh, aku memang suka daging ayam, dimakan dengan sedikit nasi tentunya.” “Nah, kamu bisa pesan nasi kalau begitu.” “Tidak. Kali ini tidak,” jawab Seteba. Ketika mereka memiliki kesempatan untuk makan di luar, Seteba selalu memesan menu yang sama dengan pesanan Onuris. Seteba teringat, dulu ia sering melakukan hal semacam itu bersama ayahnya. “Jadi, sebenarnya aku juga sudah terbiasa. Iya, kan?” Onuris mengangguk. Bukan anggukan semata. Tapi karena dirinya memang percaya sepenuhnya dengan apa yang dikatakan Seteba. Betapapun begitu, Onuris sering bertanya dalam hati, apa bedanya para penderita dengan Seteba yang baik-baik saja? Bahkan dirinya sendiri kadangkadang masih memberontak, lantas dengan sembarangan melepaskan nafsu kulinernya di gerai-gerai cepat saji. “Belakangan aku sering melihat ayahmu dalam mimpi.” “Oh, begitu. Terus, bagaimana ceritanya?” “Ya, begitu saja. Ayahmu sedang duduk di kursi roda dan tersenyum kepadaku. Lalu, aku seperti melihatmu, melintas.” “Hanya begitu? Aku sepertinya jarang bermimpi.” Seketika kening Seteba berkerutkerut dan tampak sedih. Sejak ayahnya berpisah dengan ibunya, Seteba harus mengurus ayahnya sendirian. Setelah ayahnya meninggal, ibunya memintanya untuk tinggal bersamanya di rumahnya yang baru. Namun ia menolak. Seteba tidak yakin dirinya bisa menerima suami baru ibunya. “Menurutmu, apa aku bisa sembuh?” Seteba tercenung. Dulu, ia sering mendengar pertanyaan yang sama dari ayahnya. “Kenapa tidak?” “Aku membaca beberapa artikel soal ini. Tidak ada penderita yang bisa sembuh.” “Sayang, kamu jangan menyerah,” kata Seteba. “Dulu, sewaktu aku masih gemar menimbun gula dan lemak di gerai-gerai cepat saji sembarangan, aku selalu berpikir bahwa setiap orang adalah penderita diabetes. Hanya mereka yang bisa menjaga keseimbanganlah yang akan bertahan. Kamu tahu maksudku, kan?” “Kamu tidak pernah mengatakan bagian yang menarik itu kepadaku.” “Bagian yang mana?” “Bahwa setiap orang adalah pend-
Resensi Buku
Memahami Sejarah Hindu
“Jangan bilang begitu. Berapa persen kemungkinannya?” Seteba hanya menggeleng. Tibatiba ia merasa dirinya semakin dekat dengan ayahnya. “Begini,” katanya kemudian, “apa benar kamu ingin menikahiku?” Onuris bergeming. Tenggorakannya terasa tercekat sehingga sulit mengeluarkan sepatah kata pun. Dalam hati, ia tidak ingin Seteba menanyakan hal itu lagi kepadanya. Ia sudah bertekad sejak semula bahwa ia akan menikahi Seteba.
“Semuanya sudah disiapkan, kita akan menikah dua hari sebelum operasi itu,” kata Seteba tiba-tiba. “Kurasa semakin cepat akan lebih baik.” Onuris tidak mampu mengatakan apa-apa lagi. Dan itu lebih baik. Ia tahu, dirinya tidak perlu mengatakan apa-apa selain menyetujui keinginan Seteba. Hari-hari berikutnya menjelang pernikahan itu, Seteba dan Onuris tetap berusaha menjalani aktivitas seperti biasanya. Seteba pergi setiap hari ke toko sepeda yang dikelolanya sejak ayahnya meninggal. Onuris masih menyelesaikan tugas-tugasnya di kantor.
*** Di usianya yang tidak lagi muda, mereka telah melangsungkan pernikahan dengan sederhana dan bahagia. Hari itu—tepat dua hari setelah pernikahan—mereka pergi ke sebuah rumah sakit. Jadwal operasi telah ditentukan. Seteba telah menjalani beberapa prosedur pemeriksaan kesehatan dengan baik dan lancar. Ketika menggandeng tangan Seteba menyusuri lorong-lorong panjang di rumah sakit itu, Onuris terngiang kembali apa yang pernah dikatakan Seteba. “Aku selalu ingat apa yang kamu katakan sewaktu di restoran itu,” kata Onuris nyaris berbisik, “bahwa setiap orang adalah penderita diabetes.” “Dan, hanya yang bisa menjaga keseimbanganlah yang mampu bertahan,” sambung Seteba. Entah kenapa, tiba-tiba mereka tertawa. Namun sebentar kemudian kembali hening. Onuris merapatkan dirinya pada tubuh Seteba. Seteba menerimanya dengan baik, begitu akrab, dan tidak ingin terpisahkan. “Sekarang, kamu mungkin harus menambahkan kata lainnya.” “Bahwa setiap orang adalah penderita diabetes dan kanker lambung,” kata Onuris. Mereka pun tertawa pendek, lirih. Lalu hening kembali. Hening itulah yang menyertai mereka hingga di depan deretan ruang operasi khusus penyakit dalam. Sesaat sebelum Seteba memasuki ruang operasi yang sesungguhnya, Onuris memeluk Seteba. “Aku menunggumu untuk memesan menu sehat lainnya,” kata Onuris mencoba tersenyum. “Kamu akan berhasil.” *** Selama menunggu, Onuris tidak bisa menutupi rasa cemasnya. Tubuhnya berkeringat dingin dan detak jantungnya lebih kencang dari biasanya. Saat seorang dokter memanggilnya, detak itu semakin cepat. Dokter itu mengatakan bahwa Seteba akan tersadar pada waktunya. Oleh karenanya, Onuris sudah diperbolehkan masuk untuk menemui Seteba. Onuris menatap wajah Seteba dengan saksama. Mata itu masih terpejam, tidak bergerak sedikit pun. Satu menit, dua menit, tiga menit, sekian menit, mata itu bergerakgerak. Jantung Onuris seolah-olah tidak mau bersabar, terus menerus berdetak kencang. Ketika mata itu benar-benar terbuka dan mulai memancarkan daya hidup, ia tidak bisa lagi membendung perasaannya. Onuris begitu takjub dan gembira. Ingin rasanya ia segera menghambur dan memeluk Seteba. Namun tiba-tiba ia merasa ada sebuah benda yang begitu berat dan kasar menindih dan menyesaki jantungnya hingga berhenti sama sekali. Saat terbangun dengan perasaan yang begitu asing, Onuris mendengar suara orang-orang yang sedang menangis. Lalu ia melihat Seteba sedang duduk di sebuah kursi dan meratapi sebentuk tubuh yang membujur kaku di depannya. “Jangan pergi, mohon jangan pergi…” ratap Seteba berkali-kali. Tjak S. Parlan lahir di Banyuwangi, 10 November 1975. Cerpen dan puisinya sudah disiarkan di sejumlah media, antara lain Media Indonesia, Koran Tempo, Republika, Solopos, Kedaulatan Rakyat, Lampung Post, Radar Surabaya, Sinar Harapan, Jurnal Nasional, Femina, Padang Ekspres, Pikiran Rakyat, Suara NTB, Lombok Post, Bali Post dan lain-lain. Saat ini sedang menantikan buku kumpulan cerpen pertamanya Kota yang Berumur Panjang. Mukim di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Judul Buku : Peradaban Hindu-Buddha Nusantara Penulis : Gede Agus Budi Adnyana, dkk Penerbit: Pustaka Bali Post
K. Ngurah
Tahun Terbit : 2016 Jumlah hal. : 103 hal.
KEGAIRAHAN umat Hindu dalam kehidupan beragama semakin hari tampak semakin meningkat. Kegairahan ini tentu menggembirakan, namun perlu diingat, Hindu bukan agama hanya dengan berbagai ritualnya yang dapat dilihat dari kasat mata. Hindu bukan sekadar agama yang identik dengan keberadaan Pura, banten, palinggih,dan lain sebagainya. Serta tidak hanya berpakaian putih dan madestar kenjir ke Pura menunjukkan sebagai orang Hindu. Sesungguhnya agama Hindu memiliki Tri Kerangka Dasar sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan terdiri atas: tattwa, susila, serta upacara. Ketiga bagian itu berjalan seimbang untuk memaknai sebuah ritual sebagai wujud pengorbanan yang tulus. Buku ini mengajak umat Hindu untuk memahami agama lebih dalam dan detail lagi. Makna keberagaman dan sejarah umat Hindu. Menarik untuk dikoleksi. (osi)
Wied. N
W.G. Sumarta
Refleksi
6
Wanita-wanita Suci dan Maha Mantra Gayatri mam hi partha vyapasritya ye’pi syuh papa-yonayah striyo vaisyas tatha sudras te’pi yanti param gatim
Redaktur Khusus weda
(Bhagavad-gita 9.32) “Wahai Putra Prtha, walaupun orang sangat berdosa, pekerja kasar, petani dan pedagang, wanita, tetapi dengan berlindung sepenuhnya pada-Ku maka mereka pasti sampai pada tujuan tertinggi.” Sangat sering terjadi diskriminasi terhadap wanita, tidak hanya di dalam kehidupan dunia material melainkan juga di dalam praktik-praktik keagamaan. Sloka di atas dikutipkan dengan tujuan memahami bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan makhluk-Nya. Para wanita juga mempunyai hak yang sama dalam mencapai moksa (striyah… te’pi yanti param gatim). Wanita dan lelaki dibedakan oleh alam sendiri. Secara susunan badani terdapat perbedaan jelas, perbedaan alami yang harus diakui dan diterima. Beberapa pelaksanaan praktik agama, memang terdapat perbedaan yang harus dipatuhi oleh semua. Misalnya, ketika datang bulan, ada hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan oleh wanita. Tuhan tidak membeda-bedakan, manusia juga tidak membeda-bedakan wanita dan lelaki melainkan alamlah yang membedakannya (humans are divided as men and women by nature – not by humans). Mantra Gayatri sebagai Maha Mantra dikenal mempunyai kekuatan sangat dahsyat. Gayatri memberikan segala kepada mereka yang mempraktikkannya dengan tulus dan terus menerus disertai pengetahuan mendasar tentang Gayatri. Sementara, ada pendapat yang mengatakan wanita tidak boleh mengucapkan mantra Gayatri. Pendapat tersebut tentu saja mengundang berbagai prokontra pendapat di kalangan umat khususnya, dan semua mempunyai alasan atas pro dan kontra mereka. Kitab-kitab suci Sruti, Smrti, Purana, Itihasa, Upanisad dan lainlain cabang-ranting kitab suci Veda tidak pernah membeda-bedakan antara lelaki dan perempuan dan/ atau yang lainnya. Semua makhluk sama dan memiliki hak yang sama dalam segala hal. Perbedaan akan terjadi hanyalah dalam mempraktikkan ajaran-ajaran sesuai dengan keberadaan yang bersangkutan dalam desa (tempat, daerah), kala (waktu, zaman), dan patra (orang, individu, masyarakat). Diskrimi-
WAKYA Darmayasa nasi ajaran dan tujuan hidup sama sekali tidak dibenarkan dalam segala bentuk. Itulah salah satu keistimewaan dari ajaran-ajaran suci Veda; melihat, menerima, dan memperlakukan semua dengan cara yang sama serta bijaksana. Pengakuan perbedaan hanya sebatas perbedaan fisik, yang tentu saja mempengaruhi tugas kewajiban yang secara alami juga berbeda. Selainnya, semua adalah sama; dalam hak, tugas, dan kewajibannya. “Striyo vaisyas tatha sudras” - para wanita, petani maupun para pengusaha, dan juga para pelayan, kuli, buruh, pelayan rumah tangga dan lain-lain, mereka semua bisa mencapai tujuan hidup tertinggi manusia, yaitu Moksha (te’pi yanti param gatim). Dalam ajaran suci Veda, ada disebutkan lima Dewata yang hendaknya “dipuja” oleh semua. Empat bisa dilihat langsung di alam ini dengan mata kepala sendiri dan satunya tidak bisa dilihat karena memerlukan indria lain untuk melihat dan berdekatan dengannya. Pertama adalah Tuhan YME, sedangkan empat lagi adalah Mata (ibu), Pita (Bapak), Acarya (Guru), dan Atithi (tamu). Mantra Gayatri adalah Mata atau Ibu bagi kita semua. Secara alami dengan sendirinya, adalah hak semua untuk datang kepada Ibunya. Hak datang kepada ibu Gayatri tidak hanya pada lelaki melainkan juga oleh perempuan. Dalam sejarah Veda, ternyata kita mempunyai banyak resi-resi wanita. Ada namanya Lopamudra, Indrani, Sarparajñi, Ghosa, Surya Savitri, Visvavara, Sarama Devasuni, Sikta, Maitreyi, Gargi, Aditi, Urvasi, Yami Vaivasvati, dan lain-lain. Selain itu, sangat banyak wanita hebat pada zaman Veda belakangan. Dengan demikian, pendapat perihal wanita tidak boleh mengucapkan mantra Gayatri tidak perlu dirisaukan. Sangat banyak para wanita suci yang hebat-hebat, dan bahkan dipilih sebagai penerima wahyu Veda. Dalam kitab Satapatha Brahmana, Maitreyi dikatakan sebagai seorang Brahmavadini. Dalam Taittiriya Brahmana putri Manu yang bernama Ila disebut
sebagai “yajnat kasini”. Dalam kamus oleh Acarya Sayana, yajnat kasini disebutkan sebagai dia yang memiliki kemampuan, juga sebagai yajna, tattva, dan penerbitan. Sehubungan dengan yajna, Ila menyampaikan kepada bapaknya, Manu, bahwa dengan kemampuan spirituallnya Ila akan melengkapi yajna bapaknya dengan hasil sempurna berupa ternak, kesejahteraan hidup, kedudukan di masyarakat dan juga pada akhirnya pencapaian surga. Dalam Taittiriya Brahmana juga terdapat penjelasan perihal Soma memberikan tiga jenis Veda kepada seorang resi perempuan yang sangat suci bernama Sati Savitri. Di dalam Mahabharata, bagian Salya Parva, ada disebutkan perihal seorang perempuan yang sangat suci. Beliau sejak kecil sudah menjadi seorang tapasvini (pertapa wanita) dan tekun belajar Veda. Pada akhirnya, perempuan suci yang bernama Tapasvini Siddha tersebut dapat mencapai pembebasan kekal abadi, moksha. Juga di dalam Mahabharata disebutkan Srimati, putri Maharesi Sandilya sangat tekun mempelajari kitab suci Veda. Dewi Draupadi, yang lahir dari api suci yajna Agnihotra, disebutkan sangat tekun pula belajar Veda. Itulah sebabnya, Draupadi mampu memberikan pertimbangan-pertimbangan mulia kepada suaminya, Maharaja Yudhisthira, dan juga bisa mengadakan dialog sangat indah dengan Resi Bhisma di Kuruksetra ketika Bhisma berbaring di atas tumpukan anak panah menunggu matahari “nguttarayana”. Ada pula seorang perempuan suci bernama Siva, dikenal sempurna dalam ajaran suci Veda. Sangat terkenal pula adalah debat sastra Veda antara Adi Sankaracarya dengan Bharati Devi. Sankaracarya mengakui bahwa Bharati Devi sangat hebat dan sudah mempelajari serta menguasai seluruh ajaran suci Veda beserta cabang dan rantingnya. Siapa yang tidak mengenal Dewi Sita? Beliau terkenal sangat ketat dalam melaksanakan sembahyang tiga waktu (Tri Sandhya). Hanuman mencari Dewi Sita ke mana-mana di kerajaan Ravana, Lanka tetapi tidak menjumpainya. Sampai menjelang senja hari Hanuman tetap tidak berhasil menemukan keberadaan Dewi Sita. Akhirnya, ia teringat bahwa Dewi Sita terkenal sangat tepat waktu melakukan sembahyang tiga waktunya (Tri Sandhya). Hanuman melihat ada sungai yang airnya sangat jernih. Ia memastikan bahwa jika Dewi Sita masih hidup maka pasti akan datang ke sungai
ini untuk melakukan sembahyang senja hari (sayankala sandhya). Hanuman selain ahli bahasa Sanskerta ia juga terkenal sebagai abdi Sri Rama yang sangat cerdas. Ia memastikan Dewi Sita akan datang (dhruvamesyati janaki) ke sungai yang airnya sangat jernih ini (Nadim cemam subha-jalam) dengan tujuan melakukan persembahyangan senja hari (Sandyartham varavarnini). Pro-kontra masalah wanita boleh mengucapkan Mantra Gayatri atau tidak, rasanya tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Yang penting diperhatikan adalah bagaimana memahami mantra Gayatri sebagai Maha Mantra yang sangat suci dan keramat. Orang perlu memperhatikan kebersihan dan kesucian, serta mempelajari tata cara mempraktikkan Mantra Gayatri dengan lebih baik, khususnya cara mengucapkan Mantra Gayatri yang lebih baik demi mendapatkan hasil maksimal dari praktik Mantra Gayatri. Pengucapan mantra-mantra Veda tertentu khususnya Mantra Gayatri mempengaruhi sistem kerja tubuh dan organ-organnya. Getaran spiritual Mantra Gayatri dengan 24 suku kata penuh energi spiritual mempengaruhi cakra Muladhara, Svadisthana dan cakra Manipura, serta mempengaruhi kelenjar hipofisis (pituitary yang terletak dekat otak dan dihubunghubungkan dengan mata ketiga di ajna-cakra) dan prostat (dekat organ reproduksi). Kedua ini dapat mempengaruhi tubuh dan tingkah laku manusia ke maskulin. Bahkan dalam kurun waktu lama dapat menumbuhkan bulu-bulu dalam badan, mengganggu keteraturan menstruasi, mengurangi produksi susu pada wanita menyusui, dan sifat dan tingkah laku maskulin. Bagi wanita yang sedang berkeluarga dan sangat sibuk dengan urusan-urusan keluarga serta di masyarakat sebaiknya tidak mempraktikkan Mantra Gayatri secara khusus dan bersungguh-sungguh. Sebab, praktik tersebut memerlukan tersedianya banyak waktu, ketenangan dan kedamaian batin, dan juga perlu memperhatikan serta mematuhi banyak aturanperaturan praktik Mantra Gayatri. Para wanita yang sangat sibuk dengan urusan dunia di masyarakat tentu saja tidak dapat menyediakan waktu yang sesuai dan diperlukan untuk itu, lebih jauh juga akan mengalami kesulitan untuk mematuhi aturan-peraturan yang cukup ketat spiritual. Para wanita seperti itu dianjurkan mengucapkan Mantra Gayatri sesuai praktik Tri Sandhya setiap harinya.
MIMBAR AGAMA Redaktur Khusus MIMBAR
HINDU I Gusti Ketut Widana KATA Mahatma Gandhi, “kebenaran itu sama dengan sebatang pohon subur menghasilkan buah yang makin lama semakin banyak jika kita terus memupuknya”. Ahli pikir Jerman, Lessing beranalogi, “kalau misalnya di tangan kanan Tuhan menggenggam segala pengetahuan tentang kebenaran dan di dalam tangan kiri-Nya ada semangat mencari kebenaran, lalu Tuhan bersabda: “Pilihlah mana yang engkau suka”. Maka saya akan berseru: “Tuhanku, berilah hamba isi tangan kiri-Mu, sebab kebenaran asli adalah buat Tuhan sendiri”. Kaitannya dengan umat, tampaknya lebih penting menumbuhkan semangat mencari dan kemudian terus menegakkan kebenaran, dari pada merasa diri (sudah) benar. Karena jika hal itu terjadi, manusia akan cepat puas diri yang justru akan melemahkan kebenaraan di tengah ketidak-benaran yang kian eksis di zaman Kali seperti sekarang ini. Ibarat sebuah kursi, kaki dharma (kebenaran) itu tinggal tersisa satu, sementara tiga kaki lainnya adalah kaki ad-
Antara Benar dan Merasa Benar harma (ketidakbenaran). Jangan heran pada situasi demikian, perilaku manusia yang tampak semakin menggejala adalah semakin banyaknya orang berpihak bahkan menjadi bagian dari ketidakbenaran. Sikap dan perilakunya selalu merasa diri paling benar, dan ketika dinyatakan benar-benar salah sekalipun, akan selalu mencari pembenaran. Menjadi benar itu penting, namun merasa benar itu tidaklah arif. Kearifan akan membuat seseorang menjadi benar, tetapi bukan merasa benar. Ada beberapa perbedaan perihal ‘orang benar’ dan ‘orang yang merasa benar’, di antaranya: Pertama, orang benar tidak akan berpikir, bahwa ia adalah yang paling benar. Sebaliknya orang merasa benar, di dalam pikirannya hanya dirinyalah yang paling benar; Kedua, orang benar bisa menyadari kesalahannya, sedangkan orang yang merasa benar merasa tidak perlu untuk mengaku salah; Ketiga, orang benar setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap rendah hati, tetapi orang yang merasa benar, merasa tidak perlu introspeksi, karena merasa paling benar mereka cenderung tinggi hati; Keempat, orang benar memiliki kerendahan hati, ia dapat menerima masukan dan kritikan dari siapa saja. Sedangkan orang yang merasa benar tinggi hatinya, ia sulit untuk menerima nasihat
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
dan masukan apalagi kritikan; Kelima, orang benar akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta berucap penuh kehati-hatian, Sementara orang yang merasa benar, berpikir, berkata dan berbuat sekehendak hatinya tanpa pertimbangan atau mempedulikan perasaan orang lain; Keenam, pada akhirnya orang benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang. Tetapi orang yang merasa benar sendiri, hanya akan disanjung oleh mereka yang berpikir sempit, dan orang yang sepemikiran dengannya, atau mereka yang hanya sekedar ingin memanfaatkan dirinya. Intinya, mari terus memperbaiki diri untuk bisa menjadi orang benar, agar tidak selalu merasa benar, dan suka mencari pembenaran . Bila kita sudah termasuk tipe orang benar tetaplah dalam kebenaran dan selalu rendah hati. Karena hanya dengan kerendahan hati, kebenaran bisa dibangun lalu membentuk sikap atau karakter dan merealisasikannya dalam perilaku berdasar pada kebenaran. Di dalam kitab Slokantara – 4 (9) dinyatakan: Keremajaan dan kecantikan rupa itu tidak langgeng. Timbunan kekayaan pun tidak langgeng. Hubungan dengan yang dicintai pun tidak langgeng. Oleh karena itu kita harus selalu mengejar dharma (kebenaran) karena hanya itu lah yang langgeng.
Hal senada juga dijelaskan di dalam kitab Sarasamuscaya, 136: “Jika diantara sesama manusia, brahmana yang tertinggi, kalau dalam sumber cahaya, matahari yang utama. Jika pada badan sendiri, kepala itulah yang tertinggi. Demikianlah dalam hal Dharma, kebenaranlah yang tertinggi”. Suratan kakawin Nitisastra VI.2 menambahkan: “Tidak ada kewajiban suci, yang lebih tinggi dari Kebenaran, yang setiap orang wajib mencapainya. Tidak ada neraka yang lebih menyeramkan dari kawah tempat menyiksa orang-orang bohong, jauhilah kebohongan. Dewa Agni, Surya. Candra, Yama dan Bayu dengan setia menjaga alam semesta dan menuntun manusia menyembah Tuhan; mereka tetap memegang sumpah setia (kebenaran) itu walau ajal menantang”. Akhirnya amanat pustaka Slokantara —5 (36) menekankan: Bagi seekor kijang yang berbahagia dengan rumput dan buluh muda, perhiasan emas itu tidak berani, bagi kera yang berbahagia dengan buah-buahan pada pohonpohon kayu, mutiara itu tidak ada artinya bagi babi yang gembira dengan makanan yang sudah busuk. Bau bunga harum itu tidak berani apa-apa. Tetapi bagi manusia, dharmalah (kebenaran) yang harus diutamakan dan dilakukan walaupun kadang-kadang tidak menggembirakan.
Tepat 20 September 2017, Gde Bagus Anera Artha Utama, atau yang kerap dipanggil Degus Anera genap berusia 3 tahun. Di ulang tahunnya kali ini ia ditemani bibi-bibi cantik yang juga berulang tahun pada bulan September, yaitu Diah Kumala Dewi dan Nadin Ramania Putri (9 Tahun) yang juga dirayakan bersamaan dengan ultah Degus Anera. Doanya semoga di umur kali ini Degus, Nadin dan Mang Ayu panjang umur, sehat selalu, semakin pintar, rajin sekolah dan pastinya kelak bisa menjadi kebanggaan keluarga, bangsa dan Tanah Air.
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
Capricorn Peruntungan: Di minggu ini suasana semakin panas karena banyak orang yang mempunyai iktikad tidak baik sehingga mau tidak mau Anda harus lebih waspada lagi. Jangan mudah percaya dengan omongan orang apalagi kalau hanya sebatas ucapan saja. Karier: Hilangkan segala kesombongan hati kalau akhirnya hanya akan menuntun Anda kearah kehancuran saja. Kesehatan: Karena kondisi badan kurang begitu prima sehingga Anda harus dengan sabar menjaganya. Keuangan: Pemborosan tetap harus dihindari sekalipun pemasukan ada peningkatan. Asmara: Tampak bertambah mesra dan harmonis, untuk itu pertahankan suasana yang sudah baik ini. Aquarius Peruntungan; Jangan berpuas diri dulu karena gelombang besar masih belum mereda untuk itu Anda harus lebih tenang dan sabar menghadapi situasi ini. Jangan berpikiran pendek apalagi sampai membuat keputusan yang kontroversial. Karier: Pandai-pandailah melobi rekanrekan Anda, agar bisa lebih dekat lagi dengan diri Anda. Kesehatan: Kondisi badan kurang sehat wajar saja jika Anda kurang bergairah bekerja minggu ini. Keuangan: Perbanyaklah berhemat walaupun keinginan terkadang sudah berada di ubun-ubun. Asmara: Perselisihan segera dituntaskan, jangan sampai terdengar oleh pihak ketiga karena akan memperumit permasalahan saja. Pisces Peruntungan: Posisi minggu ini kurang bagus, sehingga sangatlah riskan jika harus menerjang ombak yang ganas tersebut, karena bukan tidak mungkin akan terguling sebelum tiba di pantai tujuan, untuk itu bersabarlah saja dan terus lakukan observasi. Karier: Pandai-pandailah memanfaatkan segala kesempatan yagn ada dengan tidak melupakan rasa waspada dan hati-hati agar kredibilitas Anda tetap terjamin. Kesehatan: Kondisi badan mudah sekali terkena masalah terutama yang berhubungan dengan pencernaan Anda. Hindari jajan makanan di luar yang kurang terjamin kebersihannya. Keuangan: Meski pengeluaran tampak tiada habis-habisnya, tetapi pemasukan masih bisa membikin hati Anda tenang. Asmara:Tampak tenang bila ada masalah hanyalah cekcok mulut seperti biasanya. Aries Peruntungan: Kehidupan itu bagaikan roda berputar yang terkadang bergerak di atas dan terkadang malah berada di bawah. Untuk itu jika berada di atas sebaiknya jangan lupa diri begitu juga bila berada di bawah sebaiknya tak perlu terlalu meratapinya. Karier: Hati-hati dalam bergaul sebaiknya Anda tetap selalu menjaga jarak dan jangan terlalu rapat agar tak timbul kekecewaan yang terlalu mendalam. Kesehatan: Tenangkan hati dan pikiran Anda, agar kondisi dan kesehatan Anda tidak sampai terganggu oleh semua itu. Keuangan: Pemasukan mulai lancar kembali dan usaha juga mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Asmara: Jadikan ini semua pelajaran sehingga untuk masa ke depannya nanti bisa bertindak lebih hati-hati lagi dan tidak sembrono. Taurus Peruntungan: Tak perlu ragu untuk mencoba memulai hal baru, walaupun semua itu memang berat untuk di awalnya, tetapi yang terpenting jalani dulu semua itu, mengenai risiko dan hambatan di kemudian minggu sebaiknya dipikir sambil jalan. Karier: Jangan suka menyimpan ide terlalu lama dalam otak karena akan bisa hilang tergeser waktu. Kesehatan: Kondisi badan cukup bagus dan tidak ada masalah. Kebiasaan bangun pagi cobalah dipertahankan, karena bisa untuk menghindar dari hawa malas yang sangat mengganggu karier Anda. Keuangan: Biar pun kebutuhan selangit tetapi pemasukan masih dapat mencukupi semua kebutuhan itu. Asmara: Suasana kembali mesra dan romantis karena cekcok mulut mulai mereda di minggu ini. Gemini Peruntungan: Teruslah berupaya meraih hasil yang terbaik, tidak perlu menyerah dengan keadaan, karena ibarat orang berjalan pasti tidak akan selalu mulus jalannya, maka dari itu tetaplah optimis dan yakin. Karier: Kesempatan untuk naik ke posisi puncak masih ada harapan tak perlu berpikiran pendek dulu, yang terpenting prestasi kerjanya harus ditingkatkan lagi. Kesehatan: Hindari makan yang terlalu pedas dan terlalu masam, karena akan mengganggu lambung Anda. Keuangan: Order cukup banyak tinggal tergantung bagaimana motivasi Anda untuk meraih semua itu. Asmara: Suasana yang mesra ini sebaiknya dijaga dengan sebaik mungkin, jangan biarkan omongan orang lain mengganggu kekompakan yagn mulai terjalin ini. Cancer Peruntungan: Waspadalah, omongan yang berhembus itu anggaplah angin lalu, tak perlu ditanggapi toh nantinya akan hilang dengan sendirinya ditiup angin. Cobalah lebih konsentrasi pada apa yang sedang Anda hadapi, tak perlu memikirkan yang bukan-bukan. Karier: Kesempatan untuk mendapatkan posisi yang lebih bagus cukup terbuka lebar, walau begitu sebaiknya Anda tak perlu terlalu menonjolkan diri. Kesehatan: Jagalah jiwa dan nurani Anda dari segala dendam dan amarah, jangan sampai pikiran Anda tersebut mempengaruhi kesehatan Anda yagn sudah semakin menurun ini. Keuangan: Pemasukan masih terbilang lancar walaupun jebakan tampak di sana-sini. Asmara: Si dia lagi membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang lebih besar dari biasanya. Leo Peruntungan: Peluang yang tinggi sebaiknya bisa diimbangi juga dengan kerja keras jangan sampai loyo ataupun tidak ada peningkatan dalam prestasi kerjanya. Di minggu ini peruntungan cukup mujur, sehingga selalu ada saja jalan setiap menemui suatu permasalahan. Karier: Suasana hati atasan lagi happy, sehingga cukup baik untuk bertukar pikiran dengannya. Kesehatan: Teruslah beraktivitas dengan setenang mungkin, tak perlu mencemaskan kondisi badan Anda walaupun istirahat tampak berkurang. Keuangan: Pemasukan tampak lancar dan ada dana besar untuk melakukan semua rencana besar itu. Asmara: Pertemuan dengannya di minggu ini akan menimbulkan kesan yang mendalam baginya, untuk itu jangan lupa dengan penampilan Anda minggu ini harus lebih beda dari biasanya. Virgo Peruntungan: Tak ada gunanya mengobral janji kalau akhirnya hanya akan membuat beban Anda saja di kemudian minggu. Bicaralah terus terang dan tak perlu menutup-tutupi kesulitan yang lagi Anda hadapi saat ini. Karier: Janji akan bisa merusak kredibilitas Anda yang selama ini sudah tampak baik di depan mereka, untuk itu berhatihatilah. Kesehatan: Hilangkan segala pikiran buruk mengenai kondisi badan Anda, jika merasa ada yang aneh, daripada bertanya-tanya terus dalam hati lebih baik segera saja bawa ke dokter. Keuangan: Hindari membuat keputusan yang hanya berlandaskan hati panas saja, karena itu akan semakin memperburuk keuangan saja. Asmara: Pengalaman merupakan guru yang paling baik dalam hidup ini, untuk itu jangan sampai Anda mengalami untuk kedua kalinya. Libra Peruntungan: Cukup mujur, sehingga sangat baik untuk digunakan menyelesaikan masalah yang terkatung-katung itu. Hanya saja jangan mudah percaya dengan orang lain sebelum Anda melihat sendiri buktinya. Karier: Jangan ragu untuk melakukan tindakan yang lebih konkret sehingga mereka tidak begitu saja mempermainkan diri Anda. Kesehatan: Rasa pusing sering mengganggu dan akan hilang dengan minum obat seperti yang biasa Anda minum, tak perlu khawatir. Keuangan: Pengeluaran masih cukup terkendali dan tidak membikin pusing. Bila ada tawaran yang bagus sebaiknya segera ditindaklanjuti, jangan dibiarkan begitu saja. Asmara: Bila ada ganjalan jangan disimpan di hati, utarakan saja daripada membikin sulit tidur nantinya. Scorpio Peruntungan: Optimis memang perlu tetapi untuk saat ini sebaiknya jangan terlalu berambisi, karena situasi di sekitar Anda sulit untuk diprediksi. Lebih baik Anda melangkah dengan sabar tetapi sangat terencana agar kesuksesan tetap dapat diraih . Karier: Bersikaplah lebih profesional, terutama dalam menerima kritikan-kritikan walaupun pedas sekalipun. Kesehatan: Masalah timbul hanya karena ulah Anda sendiri yang kurang bisa menjaga kebersihan terutama jika sudah jajan makanan di luar terkadang sering mengabaikan faktor kebersihannya. Keuangan: Pertahankan saja apa yang sudah ada, bila ada tawaran sebaiknya jangan cepatcepat Anda terima, pelajari dulu dengan seteliti mungkin. Asmara: Sebisa mungkin jauhi segala bentuk perbuatan yang dapat menimbulkan konflik. Sagitarius Peruntungan: Apapun risiko yagn akan muncul sebaiknya keyakinan tetap tidak boleh bergeser, untuk itu hindari membicarakan persoalan pada orang lain agar pikiran dan visi Anda tidak sampai terganggu. Karier: Semua itu tak semudah yang Anda pikir, karena berbagai kepentingan tampak ingin mendapat untung sendiri-sendiri. Kesehatan: Jangan cemas, pencernaan Anda semakin membaik. Hindari makanan pedas untuk sementara waktu. Keuangan: Bila ada yang ajak kerja sama sebaiknya bisa ditindaklanjuti dengan serius. Asmara: Tak semuanya akan berjalan Diasuh Oleh dengan mulus dan indah, Putri Wong Kam Fu yang namanya asmara itu : 1 - 7 Oktober 2017 pasti akan mengalami pasang Berlaku surut.
Redité Wagé, 1 Oktober 2017
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah Jero Mangku Made Suweda
Pateh Kawigunannyané PINAKA krama Bali sané magama Hindu, sampun kapatutan nyagra kawéntenan sekancan sima utawi tetamian saking para panglingsir. Wénten sané marupa parikrama-parikrama miwah piranti-piranti sané katengetang, sinalih tunggilnyané marupa arca sané kalinggihang taler kasungsung olih krama pangempon ring soang-soang pura. Jero Mangku Made Suweda, pamangku ring Pura Ganda Natar Sari, Banjar Adat Nyelati maosang, arca utawi pretima sujatiné marupa sarana sakral tur tenget sané kawigunayang krama nincapang panguleng manah tatkala ngaturang sembah pangubakti majeng Ida Bharata-bhatari. Sangkaning mabuat, tatkala kamargiang piodalan-piodalan, majanten arcaarca inucap kaias ngawigunayang sekar sané miik tur becik, wastra, miwah sané siosan. “Nglinggihang arca sujatiné kadasarin antuk pikayunan sané sujati saking makasami krama pangemong pura inucap, pikayunan sakadi punika sané katami saking panglingsir sané kamargiang kantos mangkin,” baos dané. Kawewehin, arca-arca wiadin pretima punika wantah kajantenang pinaka patapakan Ida Bhatara-bhatari sané malingga-malinggih ring pura inucap, minakadi arca bhatari ring Pura Pangulun Carik, sinah kajantenang wantah patapakan Ida Bhatari Sri. Sangkaning punika prasida kabaosang yéning arca miwah pretima wantah pateh kawigunan taler pabuatipun sareng barong wiadin rangda. “Parikrama makarya taler nglinggihang arca utawi pretima inucap pateh sareng parikrama makarya utawi ngodak patapakan barong wiadin rangda,” asapunika Jero Mangku Suweda nartayang. (was)
I Gusti Made Ngurah
Panglimbak Lingga YADIASTUN pinaka piranti seni, togog taler kawigunayang pinaka sarana ngamargiang puja utawi nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Manut Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., Ketua Umum Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali, sadurung krama Bali ngawigunayang togog sajeroning ngamargiang puja, krama sampun ngawigunayang lingga sané tegesipun wantah linggih, kirang langkung daweg abad kaping 9 rauh ring kaping 13. Sakéwanten risampuné akéh kamargiang parikrama panegara kerajaan utawi keraton, lingga punika kagentosin antuk togog bhatarabhatari. Punika wantah mabuat pisan duaning krama prasida uning ring sapunapi palawatan Ida Bhatara sané kasungsung tur majanten ngawinang panguleng manah prasida sayan becik. “Sios punika, togog inucap ngawinang kramané sayan ngwiaktinin yéning Ida Bhatarabhatari wantah jakti katedunang sajeroning pamargi upacara yadnya sané kamargiang. Punika satmaka cihna yéning togog sané kapasupati utawi katengetang wantah panglimbak saking lingga,” baos dané. Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali puniki malih maosang, lingga utawi lingga-yoni punika sujatiné nénten nyihnayang purusa-pradana kémanten, nanging taler nyinahang tigang cihna utawi prabawa utama Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané kabaos antuk Tri Murti. Yéning lingga sané jangkep becik kauratiang sinah kapanggihin kahanan inucap. Siwa pinih ba duur antuk muncuk sané wangunipun buleh-bunter, ring tengah-tengah wantah segi kutus sané nyinahang Wisnu, pinih sor wantah mrepat pinaka cihna Brahma. “Punika nyinahang yéning lingga sujatiné nénten wantah nyinggihang Ida Bhatara Siwa kémanten, nanging taler Ida Bhatara Brahma miwah Ida Bhatara Wisnu,” asapunika Dr. Gusti Made Ngurah nartayang. (was)
(96)
BPM/was
TOGOG – Ring Bali, ketah kapanggihin togog ageng antuk wangun sané mabina-binayan. Wénten sané dados pepayasan ring sisin margi, wénten taler togog ring sisin margi sané ketah katurin banten olih krama.
Togog, Pepayasan taler Katengetang
KRAMANÉ majanten sampun makasami uning togog, sinalih tunggil wangun seni sané setata kawigunayang tatkala nincapang kahanan nilai estétik ring genah wiadin wewidangan. Wangun taler agengipun mabina-binayan, wénten sané alit sané ketah kawigunayang pinaka souvenir, wénten taler sané ageng sakadi sané ketah kapanggihin ring pempatan margi utawi ring genah-genah siosan. Ring Bali taler ketah kapanggihin makudang-kudang wangun miwah soroh togog sané ngawinang akéh tamiu rauh ka Bali jagi metetumbasan togog-togog inucap. Sakéwanten ring kahuripan krama Hindu Bali, togog kabinayang dados kalih soroh. Tatkala maosang indik togog ring Bali, togog kapah dados kalih soroh, luiré dados pepayasan wiadin “dekorasi” utawi “monumént” miwah dados sarana nyinggihang miwah ngaci Ida Sang
Hyang Widhi Wasa ring genahgenah sané kasuciang krama. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., Ketua Umum Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali maosang, togog ketah kawigunayang dados cihna utawi monumént, minakadi togog utawi Patung Pembebasan ring Bundaran Hilton Indonesia (HI) Jakarta miwah togog tokoh sakadi Soekarno-Hatta utawi sané wénten ring Bali marupa patung I Gst. Ngurah Rai pinaka cihna bakti majeng ring pahlawan bangsa. Sios punika, ring krama Hindu Bali, togog taler ketah kawigunayang pinaka cihna prabawan Ida Sang Hyang Widhi Wasa duaning krama nénten prasida becik mikayunin Ida sané maraga Acintya. Dadosné kawéntenan togog inucap satmaka conto sané prasida kawigunayang pinaka sarana ngulengang manah mapuja wiadin ngaturang sembah pangubhakti ring Ida.
“Minakadi krama nénten prasida mikayunin sapunapi prabawan Ida Bhatara Wisnu tatkala jagi nyinggihang Ida, antuk kawéntenan togog sané sampun kawangun madasar antuk sastra agama sinah krama prasida dados uleng tatkala ngaturang pamuspan,” dané maosang. Ketah taler kapanggihin togog ageng minakadi marupa pawayangan utawi parindikan mitologi Hindu Bali sané kawangun utawi kagenahang ring pateluan, pempatan miwah genah-genah sios, krama taler ketah maturan banten irika. Dané maosang, indiké punika wantah sangkaning krama inucap marasa togog mawiguna becik. Minakadi prasida dados tetenger mangda krama alon-alon mamargi ring wewidangan irika, sangkaning punika krama nyuksmayang kahanan inucap ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa malarapan antuk maturan banten utawi
canang irika, boya cihna yéning krama inucap wantah nyumbah togog. Sakéwanten ketah taler krama nunas makudang-kudang pangapti ring wewidangan togog punika kawangun, minakadi nunas mangda setata rahayu ring margi. Yadiastun krama sampun uning yéning togog inucap boya togog sané kawangun antuk tetujon nglinggihang Ida Bhatara Sesuhunan sakadi ring pura. Ngeninin indik lakar sané kawigunayang makarya togog, kabaosang akéhan ngawigunayang batu utawi paras sané kaukir. Wénten taler ngawigunayang beton ring togog sané ageng. Manut I Made Wira Atmaja, sangging togog saking Br. Tegaltamu, Singapadu, Gianyar, akéhan sangging ngawigunayang lakaran marupa paras cor-coran utawi paras dedek miwah semen lan toya duaning pangargan paras bungkulan sampun sayan ngamaelang.
Adonan punika sané kajangka ring panyangkan sané sampun marupa togog manut pangaptin krama minakadi marupa Dewi Saraswati, raksasa miwah sané siosan. Dané malih maosang, kahanan sané pinih méweh ri kala makarya togog paras cor-coran inggih punika makarya ukiran utawi pepayasanipun. Duaning soang-soang soroh togog nénten patuh rimit pepayasannyané, dadosné patut taler uning ring makudang-kudang pabinayan saking soang-soang wangun togog utamanipun sané marupa bhatara-bhatari, raksasa miwah parindikan mitologi Hindu Bali. “Yadiastun makarya togog paras cor-coran gelisan puput, nanging majanten togog sané kakaryanin antuk ngukir utamanipun indik ukir-ukiran wantah becikan saihang ring togog sané kakaryanin ngawigunayang panyangkaan,” asapunika dané maosang. (was)
Togog Kayu
Matuuh Langkungan ring Séket Warsa SAKADI sané sampun kauningayang ring krama Hindu Bali, togog wantah parindikan seni tetamian panglingsir sané kantun becik kalestariang kantos mangkin. Yadiastun pinaka wewangunan seni, nanging nénten akidik sané kawigunayang ring parikrama upacara yadnya. Parindikan punika ngamedalang pikayunan kaon, minakadi krama Hindu wantah krama sané nyumbah togog utawi “berhala” saking krama tios sané nénten uning. Sujatiné punika wantah sarana nincapang panguleng manah krama mangda sayan becik tatkala ngacep utawi nyumbah Ida Sang Hyang Widhi Wasa miwah sekancan prabawan Ida sané maraga Acintya. Asapunika sujatiné kawigunan togog utamanipun sané kakaryanin antuk kayu. Yéning kaselehin saking wangunipun, I Ketut Puja, krama pangadol togog miwah kerajinan kayu saking Banjar Tarukan, Mas, Ubud, Gianyar maosang, togog kayu wantah kayu glondongan sané kaukir tur kakaryanin dados makudang-kudang wangun minakadi bhatara-bhatari, beburonan,
miwah sané siosan. Sangkaning togog kayu kasenengin tur madué “nilai ekonomis”, togog-togog kayu kadol ring para tamiu dados souvenir, minakadi togog pawayangan marupa Rama-Sita, Bhagawan Drona miwah sané siosan. Nanging wénten taler togog sané katengetang olih krama Hindu Bali, minakadi togog kayu sané sampun kasuciang miwah kapasupati sané ketah kabaos arca wiadin pretima. “Sujatiné sekancan wangun togog kayu sané kadol nénten mabinayan sareng sané kadadosang arca utawi pretima sajabaning wantah wénten utawi nénten parikrama upacara miwah pasupati ring togog inucap,” baos dané. Ngeninin indik wangun taler ageng togog sané kawigunayang pinaka arca utawi pretima ring pura, nénten wénten sikut sané patut katinut olih sangging tatkala ngaryanin sajabaning nganutin saking sapunapi pangaptin krama sané jagi ngaturang utawi nglinggihang arca inucap. Sakéwanten akéhan wantah arca alit marupa bhatarabhatari taler marupa beburon sakadi singa, macan, garuda,
naga, sampi miwah sané siosan. Nénten akidik taler sané ngaryanin arca marupa tokoh pawayangan sakadi Anoman utawi Bima manut saking sapunapi pangaptin krama. Wénten taler kapanggih arca sané kakaryanin saking jinah bolong sané mategul. Nénten mabinayan saking bebaosan indik wangun arca, Jero Mangku Made Suweda, pamangku ring Pura Ganda Natar Sari, Banjar Nyelati maosang, togog kayu sané katengetang utawi kabaos arca akéhan marupa bhatara-bhatari sané kajantenang malinggih ring pura genah arca inucap kal inggihang. Wénten taler sané marupa beburon mitologis Hindu Bali minakadi naga, singa makampid, macan miwah sané siosan sané kalinggihang pinaka arca Ida Bhatara. Yadiastun akéhan marupa sakadi sané kabaosang ring ajeng, dané taler maosang yéning wénten arca sané wangunipun wantah beburon kémanten, nénten madaging antuk patapakan utawi arca Ida Bhatarannyané. Ngeninin indik tuuh arca miwah pretima, Jero Mangku maosang, minab wénten arca sané
“KÉNKÉN pajalan nganténé orahang Beli démokratis cara Hindu?” Luh Méga nyelag. “Ooh kéné Luh. Yén cara kuna dong liu, uli ané pada tresna kayang mlagandang. Nanging jani ané kapara tuah dadua. Kapertama Mapadik, yéning daha lan trunané pada tresna saha kalugrain olih reramanné. Pamarginé ngawit uli masedek, mapadik, ngambil saha sekalian mapamit di mrajan kapuputang baan upakara pawiwahan. Ané kaping dua, Ngarorod utawi selarian, yéning daha trunané pada tresna nanging tan kalugra olih i rerama. Pamarginé ngawit uli daha trunané rarud/malaib uli umahné soang-soang mengkeb di umah kulawarga lénan, mapejati, ngluku utawi malaku pelih. Yéning sangsaya i rerama dadi negdeg nakonin pianakné indik ngrorodé pada tresna. Masayut/mabéakala, mapag nganténé mulih kaumah lanangé, lantas majauman saha mapamit di mrajan istriné, kapuput baan upakara pawiwahan. Dadiné daha lan trunané dadi ngantén yén sampun pada tresna, sang rerama patut lascarya. Dadi
gedeg, nanging pawiwahané tetep patut kalaksanayang yadiapin tan kalugra mapamit ka mrajan,” baosné Gedé Arya sané sedeng nyusun sekripi SH-né. “Dadinné yén anaké ngrorod, dadi bébas tan ngitung wangsa lan treh? Pokokné pada demen utawi tresna jeg oké?” pitakén misanné Ngurah Widiana nyelag. “Nanging tetep manut sulurné ngantén, mapejatiang, ngluku saha masayut/béakala pawiwahané kasaksinin Manusa Saksi, Praja Saksi, lan Déwa Saksi.” “Nanging Beli Dé, nguda liu anaké kawin lari mlaibang anak luh katangkep polisi lantas kabelasang saha kena hukuman penjara?” pitakén Luh Méga nyujutang. “Ento sinah ada sulurné tuara beneh. Upami tusing mapejati kaaranin penculikan, tusing pada tresna kaaranin pemerkosaan, tondén cukup umur kadanin melanggar Hukum Perlindungan Anak. Dadinné ngrorod masih merluang perhitungan mateng,” baosné Gedé Arya nlatarang. Saking jaban sagét magerung
wénten motor ngrajing. Gusti Ngurah Jelada sagét rauh macelengus. Luh Méga lintang garjita ngelisang nyagjagin ngambilin tasné. “Om Swastyastu, Bapak, Ibu, ééh Beli Gedé Arya ja masih pulang kampung?” “Nggih iseng nelokin Luh Méga mangkin sampuin dados bintang kelas. Selamet lan matur suksma Gusti Ngurah dados pionir ngurip suasana malajah lan Pramukané driki.” “Aah Beli Gedé, sira ngorang kénten. Yén Beli Gedé jumah pasti luihan tekén nika.” “Samian siswa SMA lan SMPné driki ngomongang kénten. Yén jumah driki Luh Méga muah Widiana mangkin nyak jemet, kliah umahé seger bungané di natahé makenyah, napi malih sebengné Luh Méga ten kari mendung kadi ipidan,” baosné Gedé Arya ngajum. “Nika kan sawiréh Beli Gedé tumbén nyak mulih. Makejang ngarepang ada sponsor uli kota. Maklum di Désa kéweh ngalih dana peralatan olah raga,” baosné
BPM/was
ARCA- Pinaka tetamian budaya saking nguni, krama Bali majanten nyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan ring pura marupa arca wiadin pretima. Ri kala wénten karya yadnya, sinah arca inucap jagi ngrangsuk busana minakadi wastra tur kapundut olih krama. sampun matuuh akéhan saking séket warsa, punika prasida kaselehin saking wangun taler pepayasanipun sané kapanggihin sampun kuna pisan. Napi malih yéning arca tenget sané akéhan kakaryanin saking kayu cenana becik kalinggihang taler kaupapira sekala-niskala, sinah tuuhnyané prasida kantos suénan malih.
“Naen tiang nyingakin arca utawi pretima ring pura sané kuna pisan tur kocap sampun kalinggihang sué sadurung tiang embas. Minab kayu sané kawigunayang wantah kayu sané sampun wayah pisan sané nyansan wayah nyansan becik kahanannyané kantos mangkin,” baos Jero Mangku Suweda nyumekenang. (was)
Ngurah Jelada. “Mimiih Tungurah sampunang anaké kénten jeg nodong Beli Gedé Arya mara dadi pengusaha suksés, nyanan lek mulih,” baosné Luh Méga saha nandan ngajak malinggih. “Sing kéto Luh, jiwa muda ané bani berjuang blak-blakan buka kéné mula perlu lakar ngwangun désané. Nggih tiang jaga nyumbang bola sépak lan bola poli sakasidan,” pasaurné Gedé Arya matadah kimud ningalin Luh Mégantari manying ring Ngurah Jelada. Lengut bebaosan truna-truniné ngantos soré wawu Gedé Arya lan Widiana mantuk kumahné. “Napi gatran ajiné sareng ibuné Tungurah, kénak?” pitakénné Gedé Dauh alon. “Nggih kénak. Nika awanan tiang ten maan kija, pragat jumah ngudik pakarangané ngentebin buah-buahané bas ngrembun,” baosné Nguah Jelada saha ka kamar masalinan. Wenginé nika bebaosan sang kacatur lengut pisan saking ngajeng ngraris ka nonton TV.
Bénjangné semengan sesampuné reramanné makekalih lunga makarya, Luh Méga ngambil pakéan kotor raris ngumbah ring jaban kamar mandiné. Sebengné kuyu nrudu. “Kénkén Luh dadi suntru?Apa leleh kerja bakti, apa liunan malali aminggu jumah?” “Nggih leleh nyangkutin galeng ten dadi ajak lacur ngrumpi jumah padidi?” “Kadén liu ngelah timpal Pramuka. Kayang Beli Gedé Arya uli Denpasar teka mulih nglalinin. Yén kasepian kadén ada Luh Mawar, Kadék Pucuk, Jro Seruni lan Kong Blacki kayang mémé Poh Arum manis dadi ajak curhat ngrumpi?” baosné Ngurah Jelada nesekin. “Nggih, apang kadénanga buduh. Napi seneng Tungurah nyingakin tiang di RSJ?” “Oh, yén kéto dadiné dong uli pidan tiang suba buduh? Nah, né buku resep masakan praktékang jani jumah ajak dadua apang tusing nglamun,” baosné Ngurah Jelada kenyem. (Masambung)
8 Parahyangan
Dura Désa
Redité Wagé, 1 Oktober 2017
Gerebek Tumpeng Kamargiang Nyabran 1 Suro Banyuwangi (Bali Post)- Warsa anyar Jawi sané kapakélingin antuk 1 Suro pinaka raina sané katengetang ring Jawi, rumasuk Banyuwangi. Mapag raina 1 Suro, makudang-kudang désa ring Banyuwangi ngamargiang tradisi sané tawah wiadin unik. Sinalih tunggilnyané, Gerebek Tumpeng. Tradisi inucap kamargiang minakadi ring Desa Kepundungan, Kecamatan Srono miwah Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Anggara (20/9) lintang.
Bali Post/aldilla
PURA - Pura Sono Panca Giri .
Pura Sono Panca Giri
Kaiterin Gunung, Kasungsung 88 KK
NYABRAN umat pastika madué genah suci pinaka genah ngamargiang upacara yadnya. Sakadi umat Hindu sané wénten ring Surabaya taler madué genah suci sané kawastanin pura. Sakadi pura sané magenah ring Sunokwijenan, Sukomanunggal, Surabaya. Pura Sono Panca Giri magenah ring tengahing wewidangan desa, ring Jalan Kupang Baru III, Sunokwijenan, Sukomanunggal, Surabaya. Daweg dumun, wewidangan inucap wantah sinunggil desa sané asri. Para krama sané meneng irika makéhan magama Hindu. Antuk dasar inucap, krama satinut ngwangun pura irika. Aran Pura sané kawangun inucap madué teges. Panca kaambil saking keyakinan krama Hindu yéning manusa madué lelima kekuatan. Giri artosnyané gunung. Manut para lelingsir, sadurung wewidangan irika dados desa, genah inucap wantah alas sané kaiterin gunung. Antuk punika, pura irika kawastanin Pura Sono Panca Giri. “Pura iriki wantah pengesahan saking desa. Pawangunannyané kamargiang olih krama Bali sané meneng iriki,” baos Jero Mangku Sumarji. Pura inucap sampun kabecikang ping kalih. Kapertama daweg warsa 1994 miwah sané kaping kalih daweg warsa 2010 lintang. Krama panyungsung pura mawit saking wewidangan Banyurip rauh ring Sidomulyo. Wénten 80 KK pinaka panyungsung pura inucap. Akéhan mahasiswa sané magama Hindu sané rauh ka pura puniki ngamargiang pamuspaan. Pura inucap taler madué susunan pengurus sané kamanggalain Heru Susilo. Makéh parindikan sané kamargiang ring pura inucap. Mawit saking piodalan sané kamargiang awarsa apisan, pamuspaan Purnama miwah Tilem, sané kamargiang nyabran kalih bulan apisan, pamuspaan raina Nyepi sané kamargiang nyabran warsa pinaka pakéling Warsa Saka, rainan Galungan, Kuningan, miwah rainan-rainan Hindu tiosan. Wangunan sané wenten ring wewidangan pura inucap, minakadi Padmasana (Tradisional Bali) antuk simbol teratai sané nyinahang kagungan Ida Hyang Widhi, Donglurah, miwah Bejo. Pula-pali mauspaan irika, patut kakawitin antuk ngamargiang pabersihan antuk tirta panglukatan, miwah patut ngawigunayang sanistané anteng/ selendang. Wus ngamargiang pamuspaan, krama pacang molihang wangsuhpada miwah bija. Ring raina Redité, ring pura inucap kamargiang parikrama pendidikan agama hindu miwah kasenian Jawi. Ring wewidangan pura taler wénten balé antuk iasan sané becik pinaka genah ngamargiang parum. (dewi/febe/ aldilla/uma)
RING Desa Kepundungan, krama ngarak kirang-langkung 20 tumpeng sané maukuran ageng. Dagingnyané masorohan pisan. Mawit nasi kantos asil gumi. Samian punika kaarak ngiterin wewidangan désa. Wus kaarak, para krama marebut gunungan asil gumi inucap. Kangken, gunungan sané kaarak ngiterin désa prasida ngwetuang pikolih marupa karahayuan saha kasukertan. Rumasuk panulak bala salami ngamargiang bulan Suro sajeroning pananggalan Jawi. “Tradisi puniki turun-tumurun kamargiang saha kalestariang iriki. Tetujonnyané pinaka panulak bala miwah nunas karahayuan salami bulan Suro,” baos Andre Subandrio, sinalih tunggil krama Desa Kepundungan. Andre nyatuayang, daweg dumun para panglingsir désa irika akéhan makarya pinaka petani. Para petani ketah pisan kausik antuk hama ula. Pamuput, para panglingsir irika molihang pawisik mangda ngamargiang gerebek tumpeng. Pikolihnyané, wus ngamargiang parikrama gerebek tumpeng, hama ula punika ical. “Aran désa iriki, Pekulo, ar-
tosnyané kebek ula (akéh wénten ula/lelipu-red). Wus ngamargiang pawisik inucap, hama ula inucap nénten wénten malih,” baos dané. Mawit punika, tradisi gerebek tumpeng setata kamargiang nyabran warsa. Pungkuran, pamargin gerebek tumpeng sayan becik tur ramia. Galahnyané, setata nepet araina sadurung 1 Suro sajeroning pananggalan Jawi. Tetujonnyané, sadurung ngranjing ring bulan Suro, krama ngamolihang kaselametan saha karahayuan. Tradisi sané pateh taler kamargiang ring Dusun Kedawung, Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Krama irika ngamargiang arak-arakan tumpeng miwah ancak (tumpeng ring duur pelepah pisang). Akéhnyané kantos panyiuan ancak. Tradisi puniki taler matetujon nunas merta miwah karahayuan. Binannyané, krama nagingin ritual antuk nyekar ka makam Prabu Tawangalun miwah Mbah Gitik sané kangken pinaka patih saking Prabu Tawangalun. Manut krama Banyuwangi, Prabu Tawangalun kasub pinaka sentana pinih ungkur Kerajaan Blambangan. Dané sané wirang mayudha
Bali Post/udi
TUMPENG - Krama Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi ngarak tumpeng sajeroning ritual 1 Suro, Anggara (20/9) lintang. nglawan para Welanda. “Iriki wénten makam Prabu Tawangalun. Ngranjing ring bulan Suro, krama iriki nunas kaselametan miwah kara-
Pura Candi Cemara Agung
Patung Ganesha Pinaka Panulak Bala AGAMA Hindu rumasuk agama pinih ageng kaping tiga ring Indonesia wus Agama Islam miwah Kristen. Makéh sékta sané wénten sajeroning Agama Hindu, minakadi Saiwa, Waisnawa, miwah sané tiosan rumasuk drestadresa sané kamargiang olih karma sané magama Hindu. Umat Hindu majanten wénten ring sajebag Indonesia, minakadi ring Surabaya. Ring genahé puniki taler wénten palinggih pura sané mawasta Pura Candi Cemara Agung. Genah pura puniki wénten ring wewidangan Sambi Arum, Surabaya. Krama panyungsung akéhan mawit saking Tandes, Benowo, miwah Sambikerep. Sakadi pura-pura sané wénten ring Bali, Pura Candi Cemara Agung taler
kapah dados tigang mandala, luiré Utama Mandala, Madya Mandala, miwah Nista Mandala. Ring palemahan Pura sané magenah ring wewidangan Jalan Sambi Arum, Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Lakar Santri Kota Surabaya, Jawa Timur puniki wénten makudang-kudang wangunan pura minakadi palinggih Padmasana. Satios punika, ring wewidangan pura taler wénten patung Ganésha. Krama irika nguningayang, kawéntenan patung Ganésha kangken pinaka panulak bala saha ngemit karma pamekas sané magama Hindu. Sakadi pura-pura tiosan minakadi ring Bali, wénten taler awig-awig sané patut kauratiang
hayuan antuk nyekar,” baos Kades Sraten, H. Rahman. Manut H. Rahman, tradisi puniki nénten naen lali kamargiang salami ngranjing ring bulan
Suro. Pangaptinnyané, krama ngamolihang kaselamatan salami ngranjing ring tahun baru Hijriah utawi pananggalan Jawi. (kmb30/uma)
Satua
karma pamedek sané rauh ka pura inucap. Minakadi, sané kantun keni kacuntakan nénten kadadosang ngranjing wewidangan pura. Sané keni kacuntakan kalayusekaran patut lintangan dumun ring tiga kantos roras raina wawu dados ngamargiang pamuspan ring pura inucap. Nyabran raina Redité, pastika wénten parikrama malajahin agama Hindu ring pura sané kasungsung olih 75 KK puniki. Sinalih tunggil guru sané ngajahin mapeséngan Kompyang. Lanang sané meneng ring wewidangan nampek genah pura puniki kajudi pinaka guru saraswati. Parikrama malajah kamargiang mawit jam kutus kantos jam dasa semeng. (aldilla/dewi/febe/uma)
Bali Post/aldilla
CANDI Wangunan Candi ring Pura Candi Cemara Agung sané magenah ring Surabaya. ring wewidangan pura wénten patung Ganésha sané kangken krama pinaka panulak bala.
Desa Jimbaran Olih : Madé Taro RING tengahing alas sané bet, Sang Patih nglepas istri miwah kalih putran Sang Raja antuk rasa sané sebet pisan. Siang-wengi kulawarga sané kakutang inucap kalintang sedih. Minab napi kaiwanganidané mawinan sengsara sakadi puniki sané karasayang. Siang antuk panes sané ngentak-entak, kluén miwah kasatan, Sang Ibu ngiringang kalih putranidané mararian ring sor taruné ngrembun sané tis. Nampek ring taru inucap, wénten wangunan pura, pura inucap mawasta Pura Dalem Klotok. Ring ajeng pura inucap, Ida mapinunas mangda kaicén kasegeran miwah karahayuan ngamargiang kahuripan sané kalunta-lunta. Makudang-kudang raina kulawarga inucap nandang sengsara. Dané magingsir-gingsiran genah, ngruruh sekancan woh-wohan sané prasida kaajeng. Sang Ibu setata nyangkol Dalem Ireng miwah nandan tangan Dalem Putih. Utawi sawaliknyané, ngawinang Sang Ibu marasa kaleson. Napi malih dané patut ngruruh woh-wohan kaicén kekalih putranidané punika. Santukan marasa kalintang sebet, nepet endag ai, dané nilarin sinunggil putranidané ring genahé merem. “Dumogi Dalem Putih setata seger, prasida ngamargiang kahuriapan antuk lewih becik,” baos Sang Ibu sinambi nangis sigsigan saha nilarin putranidané sané kelihan sané ri kala punika kantun leplep merem. Semengané punika, Dalem Putih matangi. Dané makesiab santukan Ibu miwah sametonidané, Dalem Ireng nénten wénten ring genahé punika. Sangkaning marasa takut, Dalem putih ngaukin ibu miwah arindané. Dané ngruruh Sang Ibu sinambi nangis masesambatan. “Ada apa Cening?” nadaksara wénten suara anak lingsir. Dalem Putih sayan rumasa takut, sinambi nangis dané malaib paling. “Sampunang takut, Cening! Bapa Dukuh Sakti. Bapa sedekan mayoga di alasé ené,” baos anaké lingsir ri sampuné manggihin Dalem Putih. Dalem Putih raris sangkola baktana ka pondoknyané. Kalintang seneng pisan Dukuh Sakti kadampingin anak alit sané ngangken mapeséngan Dalem Putih. Anak alit punika katresnain pisan olih Dukuh Sakti. Dané rumasa aget kacunduk sareng anak alit wikan, jemet, tur tabah. Dalem Putih kapercaya nerima samian ilmu sané kaduénang. Minakadi silat, meditasi, ngwacén mantra miwah makudang-kudang ilmu pangusadhaan, gelis pisan karesepang olih Dalem Putih. Ri sampuné anom, Dalem Putih yukti-yukti samun nyantep miwah jangkep ngamolihang aji kaweruhan saking Dukuh Sakti. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
9
SPORT Informasi Pribadi Tanggal lahir 10 Juni 1959 (umur 58) Tempat lahir Reggiolo, Italia Tinggi 180 m (590 ft 6 1/2 in) Posisi bermain Gelandang Informasi klub Klub saat ini Karier Senior* Tahun Tim Tampil (Gol) 1976-1979 Parma 55 (13) 1979-1987 Roma 171 (12) 1987-1992 Milan 112 (10) Total 338 (35) Tim Nasional 1980 Italia U–21 3 (0) 1981-1991 Italia 26 (1) Kepelatihan 1995–1996 Reggiana 1996–1998 Parma 1999–2001 Juventus 2001–2009 Milan 2009–2011 Chelsea 2011–2013 Paris Saint-Germain 2013-2015 Real Madrid 2016-2017 FC Bayern München
Carlo Ancelotti dipecat Bayern Munchen pada Kamis (28/9) kemarin. Hal itu karena petinggi Die Roten tidak puas dengan penampilan inkonsisten The Bavarians dalam beberapa laga terakhir. Scolari menyambut gembira ide Ancelotti merapat ke tim Tiongkok Guangzhou Evergrande. “Andai Ancelotti mendapat tawaran dari Guangzhou, dia harus benarbenar mempertimbangkan untuk mendapatkannya,” ujar Scolari, Sabtu (30/9) kemarin. “Evergrande klub fantastis, suasana kerja di sini bagus. Bukan hanya bagus untuk Ancelotti, tetapi bagus untuk semua pelatih yang dikaitkan dengan klub ini. Kontrak saya bersama Evergrande akan habis 30 November nanti dan tentu saja saya ingin menuntaskannya hingga selesai,” imbuhnya. Sebelumnya Mario Basler mengklaim mendapat informasi dari sumber yang terpercaya yang menyebutkan Ancelotti sudah memiliki kesepakatan prakontrak dengan klub CSL. Akan tetapi, tidak lama berselang Ancelotti menyebut rumor tersebut sebagai sebuah lelucon. (kmb33/ rtr)
BPM/rtr
Carlo Ancelotti
Luiz Felipe Scolari
HAL 12
Penyebab Dipecatnya Ancelotti
Munich – Pelatih kawakan Carlo Ancelotti akhirnya dipecat oleh Bayern Munich pascakekalahan telak 0-3 dari Paris Saint Germain di ajang Liga Champions. Pemecatan Ancelotti bukannya terjadi secara tiba-tiba. Segalanya bermula ketika sejumlah pemain seperti Robert Lewandowski, Thomas Muller dan Robben melemparkan kritik kepada klub. Robben bahkan secara terbuka enggan menyatakan dukungannya kepada Ancelotti selepas kekalahan di Paris. Di sini muncul gejala bahwa Ancelotti telah kehilangan kontrol di ruang ganti.
Scolari Dukung Ancelotti Latih Evergrande Beijing – Mantan pelatih Bayern Munchen, Carlo Ancelotti mendapat tawaran melatih dari klub Liga China, Guangzhou Evergrande. Tawaran yang diberikan Guangzhou menyentuh angka yang fantastis. Nantinya Ancelotti akan menerima gaji 15 juta euro (Rp 238,85 miliar) per musim dan durasi kontrak selama tiga tahun. Keinginan Guangzhou Evergrande mendapatkan tanda tangan Ancelotti tak lepas dari kurang memuaskannya kinerja Luiz Felipe Scolari sebagai pelatih. Scolari gagal membawa Southern China Tigers lolos ke semifinal Liga Champions Asia, setelah disingkirkan sesama klub China, Shanghai SIPG. Selain Guangzhou Evergrande, Ancelotti juga sempat dikaitkan dengan AC Milan. I Rossoneri menilai Carlo Ancelotti merupakan sosok yang tepat untuk mengembalikan kejayaan klub. Akan tetapi, kabar itu langsung dibantah Direktur AC Milan, Massimiliano Mirabelli. Mirabelli memastikan jika timnya masih percaya dengan kemampuan Vincenzo Montella.
Hamilton ”Pole” di Malaysia
BPM/rtr
Hal ini dikonfirmasi oleh presiden Bayern Uli Hoeness yang mengungkapkan bahwa posisi Ancelotti menjadi sulit dipertahankan karena ada sekelompok pemain yang tak lagi mendukung pelatih asal Italia tersebut. “Ada lima pemain yang melawan Ancelotti. Mustahil bisa keluar dari situasi seperti itu,” ujar Hoeness, Sabtu (30/9) kemarin tanpa menyebut siapa kelima pemain tersebut. Ancelotti memang kurang memiliki ambisi dan konsistensi prestasi yang dibutuhkan di sebuah klub besar. Sekalipun bergelimang trofi, ia punya sejumlah dosa-dosa kecil, hanya sekali meraih Scudetto dalam karier panjangnya di AC Milan gagal membawa PSG mencegah Montpellier menjadi kampiun Prancis dan hanya sanggup mengantar Real Madrid finis di belakang Atletico Madrid Tak heran hingga kini Ancelotti terhitung sebagai pelatih dengan label spesialis tidak pernah menyelesaikan kontrak di klub yang diasuhnya. Dimulai sejak menangani Parma, Juventus, Milan, Chelsea, PSG dan Madrid. Sekarang di Bayern Ancelotti lagi-lagi melanjutkan kebiasaan buruknya itu, di mana ia dikontrak tiga tahun tetapi sudah kehilangan pekerjaan di awal musim keduanya. Barangkali hal itu tidak bisa lepas dari karakternya. Selama puluhan tahun berkarier sebagai pelatih, Ancelotti dikenal sebagai pribadi yang kalem, santai dan jauh dari kontroversi. Di Bayern hanya saat ia mengacungkan jari tengah kontra Hertha Berlin pada Februari lalu menjadi satusatunya momen yang bukan Ancelotti. Namun reaksi tersebut terbilang wajar, karena Ancelotti diludahi suporter Hertha. Sayangnya sikap Ancelotti ini kurang cocok dengan atmosfer di Sabener Strasse. Terlebih para pemain Bayern sudah terbiasa bermain dengan intensitas tinggi warisan Pep Guardiola yang memiliki karakter kontras dengan Ancelotti. Dalam hal ini, sang Italiano
gagal mendorong para pemainnya untuk mengerahkan 100 persen di setiap pekan, setiap laga. Pemecatan Ancelotti mungkin saja merupakan langkah gegabah, namun di satu sisi bisa menjadi batu loncatan bagi Bayern untuk memodifikasi atmosfer di dalam klub yang tengah digerogoti mental cepat puas. Hal itu begitu tampak ketika Bayern menyianyiakan keunggulan dua gol dalam laga kandang melawan Wolfsburg pada akhir pekan lalu. Memiliki kekuatan finansial, tempat berkumpulnya para pemain terbaik di Jerman, selalu mendominasi liga Bayern memiliki segala aspek sebagai klub sukses yang sayangnya bersifat semu. Model ekonomi dan olahraga yang diterapkan Bayern ini tidak hanya merugikan diri sendiri, namun juga berpotensi mengancam Bundesliga. Hal tersebut sudah mulai tampak dengan kiprah buruk tim-tim Jerman di kompetisi Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Lantas diikuti dengan turunnya peringkat Jerman di keefisien UEFA dari urutan kedua ke keempat. Lengsernya Ancelotti pada akhirnya mengirimkan pesan bahwa Bayern ingin menurunkan standar kepuasan mereka demi terciptanya atmosfer yang lebih kompetitif. Bukankah treble 2013 diraih setelah Bayern bersakit-sakit dahulu dengan treble runnerup di tahun sebelumnya? Namun pemecatan Ancelotti terjadi di waktu yang kurang tepat, karena Bayern bakal kesulitan untuk menunjuk pengganti ideal. Sang pelatih interim Willy Sagnol, dinilai masih minim pengalaman. Kandidat seperti Thomas Tuchel punya sejarah kerap bentrok dengan direksi klub. Sementara Julian Nagelsmann, meski ingin melatih Bayern bakal sulit ditarik dari Hoffenheim di tengah musim. Pemecatan tersebut membuat karier Ancelotti pada musim ini hanya bertahan 41 hari. Ancelotti pun menjadi pelatih pertama di Bayern yang paling cepat dipecat terhitung sejak awal musim. Catatan negatif itu me-
matahkan rekor pemecatan tercepat yang dialami oleh Jupp Heynckes pada musim 1991-1992. Pelatih asal Jerman tersebut dipecat pada 4 Oktober 1991 atau bertahan hanya 66 hari. Selain itu, pemecatan Ancelotti juga menjadi periode kerja terpendeknya dalam 20 tahun berkarier sebagai pelatih. Dia hanya membawa timnya berlaga dalam 60 pertandingan. Sebelumnya, periode melatih terpendek Ancelotti adalah saat menangani PSG. Kala itu pria berusia 58 tahun ini bertahan selama 77 laga, sebelum akhirnya mengundurkan diri dan melatih Real Madrid. Klopp Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengaku tak terkejut dengan pemecatan Carlo Ancelotti oleh Bayern Munchen. Ia juga berharap Don Carletto bisa segera mendapatkan pekerjaan baru. “Tidak banyak hal dalam bisnis ini yang bisa mengejutkan saya lagi. Jujur saja! Saya melihat pertandingan melawan PSG. Begitulah sepak bola, kualitas individu bisa menentukan permainan,” kata Klopp. “Pada akhirnya meskipun itu bukan karena satu pertandingan, itu adalah perkembangan yang tidak disukai oleh bos-bos Munchen. Saya kira itulah mengapa mereka membuat keputusan. Tapi saya sama sekali tidak tahu mengapa mereka melakukan itu. Ancelotti adalah manajer yang sangat berpengalaman, saya yakin dia tidak kehilangan pengetahuan sepak bolanya dalam semalam. Kadang kedua belah pihak tidak cocok bersama. Jika Munchen yakin mereka memiliki masa depan yang lebih baik dengan manajer lain, maka selamat untuk mereka,” Klopp menambahkan. Ancelotti melatih Munchen sejak tahun lalu. Ia memimpin Robert Lewandowski dan kawan-kawan dalam 60 pertandingan dengan torehan 42 kemenangan, sembilan kali imbang, dan sembilan kekalahan. Bersama Munchen, Ancelotti memenangi tiga gelar yakni Bundesliga dan Piala Super Jerman (dua kali). (kmb33/rtr)
Bola
10
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
Madrid Vs Espanyol
Kemenangan untuk Naikkan Posisi
Madrid Real Madrid bertekad memangkas jarak dengan pemuncak klasemen sementara La Liga, Barcelona. Untuk itu mereka menargetkan kemenangan saat menjamu tim asal Catalan, Espanyol di Santiago Bernabeu pada hari Senin (2/10) dini hari nanti. Sebagai juara bertahan La Liga, Real Madrid mengawali kompetisi elit Spanyol ini dengan kurang baik. Dua hasil seri dan satu kekalahan di enam jornada terakhir membuat mereka terlempar ke peringkat enam klasemen sementara La Liga dengan raihan sebelas poin. Kubu Los Blancos sendiri saat ini tertinggal cukup jauh dari pesaing utama sekaligus rival abadi mereka di La Liga, Barcelona. Tim asal Catalan itu saat ini memuncaki klasemen dengan raihan 18 poin, sehingga mereka harus mulai memenangkan jarak tujuh poin dengan Las Azulgrana dengan memenangkan setiap pertandingan yang ada. Pada Jornada ketujuh ini mereka dijadwalkan akan berhadapan dengan Espanyol. Tetangga Barcelona ini saat ini menempati peringkat 12 klasemen, setelah mengoleksi dua kemenangan, dua hasil seri dan dua hasil imbang di enam Jornada terakhir. Meraih poin penuh atas Espanyol seharusnya bukan tugas yang berat bagi Real Madrid. Kubu Los Blancos tercatat memenangkan enam pertandingan terakhir mereka kontra Espanyol di La Liga. Selain itu, Espanyol juga tidak pernah menang di enam lawatan terakhir mereka ke Santiago Bernabeu, sehingga mereka harusnya bisa
memetik kemenangan pada laga ini. Satu-satunya hal yang harus dipersiapkan Zinedine Zidane pada timnya jelang laga ini adalah kondisi fisik. Pada tengah pekan lalu Madrid harus melakoni partai berat dengan bertandang ke markas Borussia Dortmund di ajang Liga Champions. Pertandingan itu cukup menguras tenaga, sehingga Espanyol lebih unggul dalam faktor kebugaran pemain jelang laga ini. Zidane sendiri dikabarkan masih tidak bisa sejumlah pilar intinya pada laga ini. Marcelo, Theo Hernandez, Mateo Kovacic dan Karim Benzema harus absen pada laga ini karena mengalami cedera. Selain mereka, Madrid terancam tak diperkuat Gareth Bale. Bale dikabarkan mengalami masalah otot ketika Real Madrid menekuk Borussia Dortmund 1-3 pada matchday ke-2 Grup H Liga Champions di Signal Iduna Park, 26 September 2017. Eks pemain Tottenham Hotspur tersebut
digantikan Lucas Vazquez pada menit ke-85. Cedera itu membuat Gareth Bale tidak mengikuti latihan terakhir Real Madrid jelang laga kontra Espanyol. Dia diragukan bisa tampil pada pertandingan melawan Espanyol. Bale belum memperlihatkan performa terbaiknya pada musim ini. Dia baru mencetak tiga gol dan empat assist dari sembilan pertandingan yang sudah dijalani bersama Real Madrid. Penampilan Bale tersebut membuatnya kerap mendapatkan kritikan dari pendukung El Real. Bahkan tak jarang dia menerima cemoohan dari suporter Real Madrid saat bermain di Santiago Bernabeu. Zidane kemungkinan akan memainkan skema 4-3-1-2 di mana Isco akan bertugas sebagai playmaker. Laga ini menjadi laga perdana bagi Cristiano Ronaldo. Ronaldo baru dua kali membela El Real di Liga Spanyol lantaran dia menerima sanksi tidak boleh bertanding lima laga, empat
di antaranya di La Liga saat menghadapi Barcelona di Piala Super Spanyol. “Saya akan tampil sangat baik di laga nanti dan mungkin mencetak banyak gol. Saya merasa sangat fit,” ujar Ronaldo Sabtu (30/9) kemarin. Di lini pertahanan Sergio Ramos akan kembali berduet dengan Raphael Varane untuk mengawal Keylor Navas selaku penjaga gawang mereka pada laga ini. Di kubu tim tamu, Quique Sanchez Flores datang ke Ibu Kota Spanyol dengan membawa sejumlah masalah cedera. Javi Lopez dipastikan absen karena cedera, sementara Oscar Duarte dan Alvaro Vasquez diragukan tampil pada laga ini karena kondisi mereka yang belum pulih benar dari cedera. Flores sendiri kemungkinan masih akan memainkan skema 4-4-2, di mana Leo Baptistao masih akan diduetkan dengan Gerard Moreno di lini serang Espanyol, sementara Sergi Darder dan Pablo Piatti akan membantu serangan dari sektor sayap. Duo Jose Manuel Jurado dan Pape Diop akan bertugas mengatur aliran bola Espanyol, sementara Pau Lopez akan bertugas sebagai penjaga gawang sekaligus kapten mereka pada kunjungan ini. (kmb33/rtr)
Spurs Cukur Huddersfield
BPM/rtr
BERMAIN - Cristiano Ronaldo akan kembali bermain dalam laga kontra Espanyol, Senin (2/10) nanti.
Guardiola Bela Aguero
Manchester – Keputusan liburan Sergio Aguero justru membuatnya cedera akibat kecelakaan. Pemain asal Argentina itu dibela manajer Manchester City, Josep Guardiola. Aguero mengalami kecelakaan saat menuju Bandara Schipol, Belanda, Kamis (28/9/) lalu. Ketika itu ia hendak kembali ke Inggris setelah berlibur. Imbasnya, Aguero mengalami patah tulang rusuk. Ia berpotensi absen hingga delapan pekan dengan laga pertama dilewatkan adalah melawan Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu (30/9) kemarin Mengingat perannya yang krusial sudah bikin enam gol. Keputusan Aguero berlibur hingga berujung kecelakaan menjadi sorotan. Ini respons
manajer Pep Guardiola terkait hal itu. “Dia punya jatah libur. Dia baik-baik saja. Itu hal terpenting,” ujar Guardiola. “Saya pikir saat libur digunakan untuk bersenang-senang. Saya ingin para pemain bahagia. Begitu pun saya sebagai manajer yang tidak suka berlatih setiap hari,”imbuhnya. Aguero sedang dalam perjalanan menuju bandara Amsterdam untuk kembali ke Manchester ketika taksi yang dia tumpangi menabrak tiang lampu di pinggir jalan. Akibat kecelakaan itu, Aguero mengalami patah tulang rusuk. Setelah mendapat penanganan awal, Aguero memberikan penjelasan soal kecelakaan yang dialaminya dan kondisinya saat ini. Taksi
yang saya tumpangi salah belok dan menabrak tiang. Terjadi benturan keras tetapi sabuk pengaman membuat saya terhindar dari kemungkinan lebih buruk.” Aguero juga mengucapkan terima kasih kepada tim medis dari VU University Medical Amsterdam untuk perawatan dan dukungan mereka. Dia telah kembali ke Manchester, Jumat (29/9) waktu setempat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. “Saya sudah sampai di Manchester setelah menjalani pemeriksaan tim medis klub. Ada tulang rusuk yang patah. Sakit, tetapi saya baik-baik saja, fokus sepenuhnya untuk pemulihan. Terima kasih semuanya,” tulis Aguero. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
HANCUR - Taksi yang ditumpangi Sergio Ageuro ketika bertabrakan di Amsterdam, Belanda.
Huddersfield – Striker Harry Kane terus mencetak gol untuk Tottenham Hotspur. Malam ini dia membuat dua ke gawang Huddersfield Town untuk mengantar The Lilywhites menang telak 4-0. Kane jadi bintang Tottenham dengan dua gol yang dia buat. Itu artinya, dalam seminggu terakhir dia membuat tujuh gol. Pekan lalu dia melesakkan dua gol ke gawang West Ham United, lalu dilanjutkan dengan hattrick saat menghadapi APOEL Nicosia di Liga Champions. Tottenhan sudah menciptakan peluang saat laga belum genap satu menit. Di dalam kotak penalti dia berputar-putar dikeliling empat pemain lawan, tembakan yang dia lepaskan membentur bek lawan. Namun setelah itu, Huddersfiled merepotkan Spurs dengan permainan cepat yang mereka peragakan. Peluang emas berhasil diciptakan saat Tom Smith melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang dihalau Hugo Lloris sambil menjatuhkan diri pada menit kelima. Namun, justru Spurs yang mencetak gol terlebih dulu. Memanfaatkan kegagalan pemain Huddersfield menghalau bola di tengah lapangan, Keane berlari sendirian hingga berhadapan dengan kiper di kotak penalti. Sepakannya ke tiang dekat mengubah kedudukan jadi 1-0 di menit 10. Tak butuh lama buat tim tamu untuk menggandakan keunggulan. Dari serangan yang dibangun rapi dari kaki ke kaki, tendangan terakhir Kane sebenarnya tidak berakhir baik karena bola mengenai kaki lawan. Tapi itu malah membuat si kulit bundar mengarah ke Ben Davies yang datang dari sisi kiri. Sontekan Davies memperdaya kiper Huddersfield dan
BPM/rtr
GOL - Striker Hary Kane mencetak dua gol ketika Tottenham Hotspur berhadapan dengan Huddersfield Town, Sabtu (30/9) kemarin. mengubah skor jadi 2-0. Di menit 20 Kane nyaris mencetak gol kedua saat kiper Jonas Loesll membuat kesalahan karena gagal menendang bola. Memutuskan melepaskan tembakan dan bukan mengoper ke Eriksen yang datang dari belakang, upaya Kane masih bisa dihalau Loesll. Kane akhirnya mencetak gol kedua dalam laga ini di menit 24. Tendangan voli yang dia lepaskan dari luar kotak penalti melesak masuk untuk mengubah kedudukan jadi 3-0. Peluang terbaik tuan rumah memperkecil kedudukan datang di menit 43. Tembakan keras Laurent Depoitre membentur mistar gawang. Tidak ada pergantian pemain dilakukan kedua tim di babak awal babak kedua. Huddersfield
berusaha menekan di menitmenit awal, namun tidak ada yang membahayakan gawang Lloris. Sebaliknya, Spurs malah nyaris memperbesar keunggulan di menit 49. Kane nyaris membuat hattrick andai saja sontekannya menyambar umpan Ericksen tidak terhadang pemain lawan. Dari tendangan sudut yang lahir akibat momen tersebut, Kane kembali gagal memanfaatkan peluang yang dia punya. Wasit mengeluarkan kartu kuning pertamanya di laga ini pada Delle Ali di menit 59. Gelandang muda Inggris itu dapat peringatan akibat melakukan diving. Sama seperti babak pertama, Lossl membuat kesalahan yang nyaris bikin gawangnya kebobolan. Dia beruntung masih bisa mengha-
lau bola sepakan Ali, setelah dapat umpan dari Ericksen. Spurs pada akhirnya bisa menambah satu gol di babak kedua ini, gol tersebut datang di menit pertama injury time. Spurs membangun serangan balik cepat dengan dimotori Ali. Sang gelandang mengalirkan bola ke sisi kiri tempat Davies berada. Davies lantas mengirim bola ke Sissoko, tendangan Sissoko masuk ke gawang setelah lebih dulu membentur pemain bertahan Huddersfield. Poin penuh dari pekan ketujuh ini membuat Tottenham naik ke posisi tiga klasemen dengan mengumpulkan 14 poin (W4 D2 L1). Untuk Huddersfield, kekalahan ini membuat mereka duduk di posisi 10 klasemen dengan poin sembilan. (kmb33/rtr)
kemarin. “Jadi sampai Zlatan kembali, kami tidak bisa berpikir soal memberi istirahat yang sama untuk pemain nomor sembilan kami seperti yang kami berikan ke pemain di posisi lain,” imbuhnya. Lukaku langsung menunjukkan performa impresif dengan mengemas sepuluh gol, termasuk dua gol ke gawang CSKA Moskow di Liga Champions tengah pekan lalu. Meski demikian, Mourinho enggan terlalu membesar-besarkan pencapaian Lukaku sejauh ini. “Saya tidak ingin bicara soal kemajuannya. Jika saya melakukannya, akan terlihat seperti kami melakukan sesuatu yang luar biasa dalam tiga bulan seolah-olah kariernya tidak panjang,” Mourinho melanjutkan. Lukaku masuk dalam skuat Belgia untuk lanjutan kualifikasi Piala Dunia lawan Bosnia-Herzegovina dan Siprus, meski skuat Roberto Martinez sudah dipastikan lolos ke Rusia. Tapi Mourinho menolak ikut campur mendesak eks pelatih Wigan dan Everton tersebut
untuk tidak memainkan Lukaku. “Belgia adalah tanggung jawab Roberto, dan ini keputusan dia memainkannya atau tidak. Ini tanggung jawab Roberto. Secara profesional saya tidak dapat mengatakan “lakukan ini atau lakukan itu”. Ini tanggung jawab Roberto,” imbuhnya. Sosok 24 tahun itu bergabung ke Old Trafford pada musim panas ini. Ia dibeli dari Everton dengan nilai transfer mencapai 75 Juta Pounds. Namun nilai 75 Juta Pounds itu terlihat murah jika melihat kontribusinya belakangan ini. Ia tercatat sudah mencetak sepuluh gol bagi setan merah hanya dalam sembilan penampilan bagi tim asal kota Manchester. Namun Mourinho menilai performa impresif Lukaku itu buah kerja keras sang pemain selama beberapa tahun terakhir. “Saya tidak ingin bicara mengenai perkembangannya. Jika saya berbicara hal itu, maka apa yang kami lakukan tiga bulan terakhir terlihat luar biasa dan seperti ia tidak
memiliki hal-hal itu di beberapa tahun terakhir kariernya dan saya rasa itu tidak adil,” ujar Mourinho. (kmb33/rtr)
Lukaku Belum Boleh Istirahat
Manchester – Jose Mourinho belum punya rencana untuk mengistirahatkan Romelu Lukaku. Mourinho tak bisa melakukan rotasi sampai Zlatan Ibrahimovic kembali main lagi. Sejak direkrut dari Everton di bursa transfer musim panas lalu, Lukaku menjadi andalan Manchester United di lini depan. Sampai saat ini dia sudah dimainkan sembilan kali di semua kompetisi. Dari sembilan kali penampilan, Lukaku selalu main penuh selama 90 menit. Striker internasional Belgia itu belum pernah diganti selama tampil di Piala Super Eropa, Premier League dan Liga Champions. Meski demikian, Mourinho belum akan mengistirahatkan Lukaku dalam waktu dekat. Sebelum Ibrahimovic pulih dari cedera, Lukaku akan terus dimainkan. Ibrahimovic diperkirakan akan comeback pada Januari mendatang. “Tanpa Zlatan kami tidak bisa merotasi striker, khususnya karena Marcus Rashford juga bermain di posisi lain,” kata Mourinho, Sabtu (30/9)
Romelu Lukaku
BPM/rtr
Juara
11
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
PROFIL
Atlet Jabar Berjaya di Kejurnas Petanque
BPM/ist
Ni Made Pranita Sulistya Devi
Bangli Sabet Emas Bulu Tangkis SELAMA pelaksanaan Porprov sampai hajatan yang ke XIII, atau jika dihitung berarti usia hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali ini sudah mencapai 26 tahun. Sepanjang usia Porprov 26 tahun itu, kontingen Bangli sama sekali belum pernah mendulang emas dari cabor bulu tangkis. Pebulu tangkis Ni Made Pranita Sulistya Devi mampu mengukit prestasi gemilang dengan menyabet emas di nomor tunggal, pasca di final menundukkan Komang Ayu Cahya Dewi (Buleleng) dengan skor 21-19 dan 21-16. ‘’Saya terkesan sekali baru kali ini menyabet emas di Porprov,’’ sebut pebulu tangkis kelahiran Bangli 11 Maret 1998 ini. Bahkan suasana juara di Porprov cabor bulu tangkis yang digelar di GOR Kampung Sehat, Singakerta, nuansanya sangat berbeda dibandingkan juara di Sirkuit Nasional (Sirnas). ‘’Saya pernah juara taruna pada Sirnas di NTB (2015), serta runner-up kategori dewasa pada Sirnas di Balikpapan, Kaltim (2017), rasa kebanggaannya sangat berbeda, sebab Porprov ini mengusung bendera kabupaten,’’ jelas mahasiswi semester III Jurusan Bisnis Manajemen, Bina Nusantara (Binus) University, Jakarta ini. Pebulu tangkis yang akrab disapa Ade ini, mengakui dirinya bisa menjuarai Porprov yang utama dukungan orangtua. ‘’Padahal saya sebenarnya tak mematok target di ajang Porprov ini,’’ sebut putri kedua pasangan Wayan Winurjaya dengan Nyoman Sari Artini. Apalagi pada event sebelumnya Porprov Bali XII di Buleleng 2015 silam Ade hanya meraih perunggu, setelah di semifinal harus mengakui ketangguhan Dinda Sayu Murni (Badung). ‘’Nanun, saya mengakui persiapan saya lebih matang, mulai teknik, fisik, sampai taktik dan strategi pada ajang Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar ini,’’ sebut atlet asal Banjar Dinas Batur Tengah, Desa Batur, Kintamani, Bangli ini. Ade kini tengah serius berlatih bersama klub PB Exist Jakarta. Bahkan Ade menyiapkan diri berlaga pada International Challenge di Semarang 21-26 Oktober mendatang. ‘’Lawan cukup tanguh, dan saya memasang target tak muluk-muluk, hanya tembus sampai babak delapan besar. Apalagi event internasional ini mengibarkan bendera timnas Merah-Putih, dan seluruh atlet pelatnas dipastikan turun semua,’’ terang Ade. Ia mengakui, berlatih di PB Exist lebih fokus, ditunjang sarana dan fasilitas yang memadai. (nel)
BPM/ist
Wayan Gede Bayu Yusa (kanan) bersama istri Widyasari Octavia, serta almarhum putranya Putu Malvin Lingga Yusa.
Wayan Gede Bayu Yusa
Sang Buah Hati Meninggal
KAPTEN PS Badung Wayan Gede Bayu Yusa baru saja berduka. Rumah tangga yang dibina Bayu Yusa bersama sang istri, Widyasari Octavia selama bertahu-tahun makin lengkap dengan hadirnya sang buah hati Putu Malvin Lingga Yusa (5 tahun). Sayangnya, putra semata wayangnya meninggal dunia pada Jumat (25/8) lalu, pukul 19.45 Wita, bertepatan Bayu Yusa sedang melawat ke kandang Persigo Semeru Lumajang, guna melakoni lanjutan Kompetisi Liga 2 Grup VII pada Sabtu (26/8) lalu. ‘’Malam naas itu kami baru saja mencoba lapangan. Saya langsung pulang ke Bali diantar naik mobil ke Pelabuhan Ketapang,’’ kata pemain kelahiran Denpasar, 19 Januari 1987 ini. Bayu Yusa mengisahkan, putranya digerogoti leukemia sejak berusia 3,5 tahun. ‘’Awalnya pilek lama dan tidak sembuh-sembuh, hingga di hidungnya mengalami penyumbatan. Tak cuma itu, setelah di-scan ternyata terdapat benjolan dekat ginjalnya. ‘’Operasi pengangkatan benjolan sudah dilakukan pada November 2016 lalu,’’ kenangnya. Akan tetapi, penyakit yang menggerogoti tubuh Lingga tak kunjung sembuh. Justru penyakitnya merembet dan giliran menyerang matanya. ‘’Kami kasihan sekali, sampai tak tega menyaksikan putra kami terus-menerus diserang penyakit,’’ ucap Bayu lirih. Namun dirinya tak putus asa, bahkan membawa Lingga berobat ke RS kanker Dharmais Jakarta. Bayu mengenang, putranya sosok yang hobi travelling dan jenis penyakit yang dideritanya tergolong langka. ‘’Sampai ada dokter dari Italia yang mau membawa Lingga ke negaranya untuk diteliti jenis penyakitnya,’’ kata Bayu. Kendati demikian, Bayu ikhlas melepaskan sang buah hati untuk pergi selama-lamanya. Upacara pengabenan almarhum Lingga dilakukan di Setra Badung pada Kamis (31/8) lalu. ‘’Lingga selalu berpesan kepada kedua orangtuanya agar papa dan mamanya tak boleh bersedih,’’ tuturnya. Benar juga, kini Widyasari Octavia tengah mengandung lima bulan, yang siap menggantikan Lingga di tengah keluarga. ‘’Doakan saja mudahmudahan bayinya sehat,’’ jelas Bayu. (nel)
BPM/ist
BERAKHIR — Kejurnas Petanque 2017 di lapangan Petanque, Kompleks Stadion Debes, Tabanan, berakhir Jumat (29/9) larut malam.
Tabanan (Bali Post)Tim Jabar keluar sebagai juara umum dalam Kejurnas Petanque 2017 di Lapangan Petanque, Kompleks Stadion Debes, Tabanan, yang berakhir Jumat (29/9) malam lalu. Jabar mendulang empat emas, sat perak dan satu perunggu. Disusul Jambi dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Kemudian Jateng dua emas dan satu perak, Aceh dua emas, Aceh dua emas dan dua perunggu DKI satu emas, dua perak, empat perunggu, Kaltim satu emas dan Papua satu emas. Untuk nomor double putri
juaranya Osita NT/Soimah (Jateng), disusul Rizki Maharani/Aidilla Quratul Ain DKI), dan juara III bersama Yuyun /Cintani (Sumut) dan Novi idya Isdarianto/Kurnia Elly Anti (Aceh). Di nomor double putra, juaranya Fajar Kurniawan/Oya Malik (DKI), kemudian Anom Ripki Irfansyah/Prkash Mallik (Jabar), dan juara III bersama Gusek Arya Cyuta/Gede Wira Buana (Bali), dan Ahmad/Mario Alif Utama (Sulsel). Di nomor triple mix (1 putri 2 putra), juaranya Agus Maulizar/Erman/Novi Lidya Isdarianto (Aceh), Ramlah/
Ahmad Zakaria/Udar/Mario Alif Utama (Sulsel), juara III bersama Nanang Aji Prabowo/Fajar Agung Nugraha/ Reza Octaviani (Banten), dan Pumarek Tarigan/Rudy Irwanto/Nosanta Br Ginting (Sumut). Nomor triple mix (2 putri 1 putra) juaranya Papua, disusul Sulut, dan juara III bersama Sulbar dan Sultra. Untuk beregu putra, juaranya Jateng, kemudian Sulsel, dan juara III bersama Jatim serta Banten. Sedangkan juara beregu putrid Kaltim, kemudian NTB, dan juara III bersama Sulsel dan Bali. (022)
International ”Tour de” Banyuwangi Ijen 2017
Pembalap Italia Juara Umum Banyuwangi (Bali Post) -
International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) tahun ini, menjadi milik pembalap Italia, Davide Rebellin. Pembalap yang tergabung di tim Kuwait-Cartucho.es itu, berhasil menjadi yang tercepat pada balap sepeda tahun ini. Di peringkat kedua diraih Amir Kolahdouzhagh, dari Pishgaman Cycling Team, dan Victor Nino Corredor dari Team Sapura Cycling di peringkat ketiga. Pada etape keempat atau terakhir, Sabtu (30/9) kemarin, meski finis di peringkat empat, Rebellin, mampu mempertahankan gelar juara umum (yellow jersey). “Di etape terakhir, saya hanya berusaha untuk menjaga stamina, agar tetap berada dalam rombongan,” kata Rebellin. Di etape keempat, pembalap asal Pishgaman Cycling Team, Iran, Arvin Modazamigodarzi, merebut peringkat pertama dengan catatan waktu, 2 jam 8 menit 17? detik. Di peringkat kedua ditempati Marcelo Felipe (7Eleven Road Bike, Filipina), dan Selamat Juangga (KFC Cycling Team) di peringkat ketiga. Sedangkan Rebellin berada di peringkat keempat. Meski demikian, hasil etape keempat telah membuat Rebellin menjadi yang terbaik di ITdBI 2017. Rebellin mengatakan, ITdBI sangat sulit ditaklukan. Terutama di etape ketiga, yang merupakan rute neraka di
ITdBI. “Etape ketiga sangat sulit. Banyak tanjakan yang menyulitkan. Yang terpenting, dalam kejuaraan ini adalah mengatur stamina,” kata Rebellin. Sejak etape pertama, Rebellin langsung menguasai klasemen individu. Tidak hanya meraih yellow jersey, pada etape pertama tersebut pembalap gaek berusia 46 tahun itu, juga menyandang jersey polkadot sebagai tanda raja tanjakan, dan green jersey sebagai simbol raja sprinter. Hasil di etape pertama itulah yang memuluskan jalan Rebellin menjuarai ITdBI tahun ini. “Saya senang bisa juara di Banyuwangi. Tahun berikutnya saya ingin mencobanya lagi,” kata Rebellin. ITdBI merupakan kejuaraan balap sepeda yang telah digelar enam kali oleh Pemkab Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan, ini merupakan cara Banyuwangi untuk menggugah partisipasi rakyat. (kmb30)
BPM/kmb30
JUARA - Pembalap asal Italia, Davide Rebellin (tengah) menjadi juara ITdBI 2017 setelah menyelesaikan empat etape, Sabtu (30/9) kemarin.
Madura United Didenda Rp 101 Juta
Petembak Sudiana Sumbang Emas di Kejurnas
Madura United U-19, di Liga U-19 2017, Minggu (24/9) lalu. Komdis PSSI juga menjatuhkan hukuman pada pemain Persegres Gresik United M. Nico yang dianggap bersalah terlibat pada peristiwa saling pukul dengan pemain lawan saat bertanding melawan Madura United U-19 Minggu (24/9) lalu. Selain tiga sanksi di atas, ada delapan hukuman lain yang dijatuhkan Komdis PSSI yaitu, pertama sanksi denda Rp 10 juta dan larangan bermain dua kali kepada pemain Cilegon United (Rafif) karena protes berlebihan terhadap wasit di laga Liga 2 PSS Sleman versus Cilegon United yang digelar Selasa (19/9). Kedua, pemain PSIS Semarang Hary didenda Rp 10 juta dan dihukum larangan tiga kali bertanding karena terlibat dalam pemukulan kepada lawan dalam laga Liga 2 PSIS Semarang melawan PSMS Medan, Kamis (21/9). Ketiga, Derry pemain PSMS Medan disanksi denda Rp 10 juta dan larangan satu kali bertanding
karena terlibat pemukulan pemain saat laga Liga 2 2017 PSIS Semarang kontra PSMS Medan, Kamis (21/9). Selanjutnya, pelatih Pusamania Borneo FC Iwan Setiawan dihukum larangan memasuki ruang ganti dan bangku cadangan sebanyak dua kali disertai denda sebesar Rp 10 juta, karena dianggap mengeluarkan kalimat yang menyinggung PT Liga Indonesia Baru (LIB) di laga Liga 1 2017 Bhayangkara FC versus Pusamania Borneo FC, Rabu (20/9). Pelatih Semen Padang Nil Maizar didenda Rp 20 juta karena menunjukkan gestur tangan mengarah ke kepala yang dianggap Komdis PSSI melambangkan umpatan “gila” saat pertandingan Liga 1 2017 Persiba Balikpapan melawan Semen Padang. Kemudian hukuman dijatuhkan pada panpel Persita Tangerang berupa denda Rp 22,5 juta karena ada penonton yang masuk ke area sentel ban saat laga Liga 2 Persita Tangerang versus Persibat Batang, Kamis (21/7). (ant)
Denpasar (Bali Post)Petembak Bali Ketut Sudiana merebut medali di nomor air pistol pada Kejurnas Anniversary Cup, di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. Selain itu, petembak Bali Sudiana juga menyumbang medali perak di nomor free pistol dan perak juga dipersembahkan Put Rivan Agusdinatha di nomor air pistol junior 10 meter. Petembak Bali juga merebut medali perunggu melalui atletnya Kadek Rico Vergian Dinathadi nomor free pistol dan lily Sulistyadewi di nomor air pistol junior. ‘’Kejurnas Anniversary Cup di Jakarta ini bakal berakhir Minggu (1/10),’’ kata ofisial tim tembak Bali Made Sugiantara, Sabtu (30/9) kemarin. (022)
Mitra Devata Ungguli Solas FC
end Mitra Devata unggul atas lawannya Putra Pecayut FC, dengan skor 4-2, dalam latih-tanding, di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran, Badung, Jumat (29/9) lalu. Dalam laga yang menggunakan sistem 3 X 30 menit, pada 30 menit perama, kedua tim belum mampu mencetak gol. Putra Pecatu bermaterikan pemain muda usia sekitar 20 tahun, serta kombinasi senior Wayan Sutama, mencoba memberikan perlawanan sengit pada 30 menit kedua. Akan tetapi, justru Mitra
Devata yang unggul jam terbang, mampu unggul melalui gocekan Wayan Kartadnya menuntaskan umpan terukur yang disodorkan Nyoman Rafik Armawan. Namun Putra Pecatu mampu membalikkan keadaan hingga unggul 2-1, sebab sukses menjebol dua gol ke gawang Mitra Devata. Mitra Devata mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2, melalui penalti yang dieksekusi Komang Mariawan. Penalti diberikan wasit kepada Mitra Devata pascapemainnya Ida Bagus
Jakarta (Bali Post) Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Madura United di Liga 1 mendapatkan sanksi denda Rp 101,250 juta dari Komisi Disipilin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) yang dituangkan dalam surat bernomor 096/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta Sabtu (30/9) kemarin, berdasarkan keputusan sidang pada Kamis (28/9) lalu, Komdis PSSI menganggap pihak panpel Madua United lalai atas terjadinya pelemparan botol oleh penonton saat laga Madura United versus Sriwijaya FC pada Jumat (22/9) lalu. Selain tim senior, tim U-19 Madura United juga menjadi sorotan, setelah Komdis PSSI menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 10 juta kepada salah satu pemainnya, yaitu Bramanta yang dianggap bersalah dalam insiden saling pukul dengan pemain lawan dalam pertandingan Persegres Gresik United U-19, kontra
Mangupura (Bali Post)Tim Mitra Devata menekuk lawannya, Solas FC dengan skor 3-1, dalam uji coba, di Lapangan Penataran Agung, Kedonganan, Sabtu (30/9) kemarin. Tiga gol kemenangan Mitra Devata diborong Komang Mariawan dua gol serta satu gol bunuh diri. Gol balasan Solas FC yang bermaterikan pemain futsal Badung dan
juara Porprov Bali XIII, dicetak gelandangnya yang menjebol gawang Johan Charles. Selanjutnya Mitra Devata kembali menekuk Putra Kedinganan dengan skor 2-0, yang diborong Nyoman Rafik Armawan lewat sundulan dan aksi sol run. Laga berikutnya, Solas FC menang tipis 1-0 atas Putra Kedonganan. Sebelumnya, kesebelasan Leg-
Ketut Sudiana
BPM/ist
Nyoman Mahayasa dijatuhkan pemain belakang Putra Pecatu di petak keramat. Babak 30 menit ketiga perlawanan anak-anak Putra Pecatu mulai kendor. Hal ini dimanfaatkan Mitra Devata yang kembali menjebol gawang Putra Pecatu melalui sepakan Wayan Kartadnya, menuntaskan umpan terobosan Komang Mariawan serta sebiji gol lagi kemenangan Mita Devata juga dilesakkan Kartadnya, dan skor totalnya Mitra Devata menang 4-2. (022)
Indonesia Jamu Malaysia dan Thailand
BPM/ant
LATIHAN - Pesepak bola Timnas U-19 Indonesia mengikuti latihan perdana di Lapangan Legenda Football Arena, kawasan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/9) lalu.
Jakarta (Bali Post)Tim nasional sepak bola U-16 dan U-19 Indonesia masing-masing akan menghadapi timnas U-16 Malaysia dan timnas U-19 Thailand di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/10) nanti. Dikutip dari keterangan resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diterima di Jakarta Sabtu (30/9) kemarin, pertandingan timnas U-16 Indonesia versus U-16 Malaysia digelar pukul 15.30 WIB, dan dilanjutkan dengan laga timnas U-19 Indonesia kontra U-19 Thailand pada 18.30 WIB. “Kedua pertandingan terse-
but digelar demi mematangkan tim nasional Indonesia di masing-masing kelompok usia,” tulis PSSI. Bagi tim nasional U-16 Indonesia asuhan pelatih Fakhri Husaini, laga melawan Malaysia menjadi kesempatan untuk meraba kekuatan lawan, karena kedua tim berpotensi bertemu di putaran final Piala Asia U-16 pada 20 September 7 Oktober 2018, di mana Malaysia akan menjadi tuan rumah. Timnas U-16 Indonesia sendiri lolos ke Piala Asia U-16, setelah menjadi juara Grup G dengan hasil sempurna dari empat pertandingan. Mereka sukses menaklukkan Kepulauan Mariana Utara (dengan skor 18-0), Timor Leste (3-1),
Thailand (1-0) dan Laos (3-0). Sementara bagi timnas U-19 asuhan Indra Sjafri, pertandingan melawan timnas U-19 Thailand merupakan ulangan dari pertemuan di semifinal Piala AFF U-18 di Myanmar, beberapa waktu lalu. Di kesempatan tersebut Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand yang melaju ke final, setelah unggul di adu tendangan penalti yang diadakan karena pertandingan 2 x 45 menit berakhir imbang 0-0. “Bisa jadi laga persahabatan kali ini menjadi ajang tim nasional Indonesia U-19 mengakhiri rasa penasaran menaklukkan tim U-19 Gajah Putih,” tulis PSSI. (ant)
12
Arena
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
Hamilton ”Pole” di Malaysia
Profil
Sepang – Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton bakal start dari posisi terdepan di F1 GP Malaysia. Hamilton merebut pole di Sirkuit Sepang setelah menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi yang digelar Sabtu (30/9) kemarin. Hamilton membukukan catatan waktu putaran terbaik dengan 1 menit 30,076 detik. Dia mengalahkan pebalap Ferrari Kimi Raikkonen dengan selisih hanya 0,045 detik. Hasil ini menandai pole kelima Hamilton atau yang keempat secara beruntun di Malaysia. Sepanjang karier di F1 Hamilton sudah mengoleksi 70 pole position.
Russell Westbrook
BPM/rtr
Perpanjang Kontrak
Pemegang gelar MVP NBA saat ini, Russell Westbrook telah meneken perpanjangan kontrak untuk bertahan di Oklahoma City Thunder, kata Wakil Presiden Eksekutif tim Sam Presti, Sabtu (30/9) kemarin. Tidak ada detail kontrak yang diumumkan, namun laporan sejumlah media mengatakan perpanjangan itu bernilai 205 juta dolar. Kontrak itu dimulai pada 2018/2019, berlangsung sampai musim 2022/2023 dan memberi jaminan kontrak terbesar di NBA kepada Westbrook. Sempat muncul spekulasi mengenai masa depan Westbrook di Thunder, melihat pergerakan para pemain di seantero liga.Bagaimanapun Oklahoma City menikmati pramusim yang cukup baik, di mana mereka sukses mendatangkan dua pemain All-Star Paul George dan Carmelo Anthony. Westbrook mengungkapkan kegembiraannya terkait kontrak baru dengan mengunggah foto dirinya di halaman Instagram, mengenakan kaus jingga Thunder dengan mengangkat tangannya dan keterangan bertuliskan, “Mengapa tidak??” “Komitmen Russell terhadap organisasi Thunder sejak didirikan pada 2008 telah membantu mendongkrak kami ke tahapan-tahapan hebat dan menatap tantangan-tantangan besar sepanjang dekade pertama kami,” kata Presti dalam pernyataannya. “Kami sangat beruntung memiliki atlet, kompetitor, dan orang seperti Russell yang mengenakan seragam Thunder.” Westbrook mencatatkan rata-rata 31,6 poin, 10,7 rebound, dan 10,4 assist, dan mengukir rekor NBA dengan 42 triple-double pada musim lalu. Ia bergabung dengan pemain Hall of Fame” Oscar Robertson (1962), sebagai pemain-pemain dengan catatan rata-rata triple-doube terbanyak sepanjang musim. (ant)
Lewis Hamilton
BPM/rtr
Duo Red Bull, Max Verstappen dan Daniel Ricciardo menempati posisi ketiga dan keempat. Rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas melengkapi kebangkitan Mercedes yang tampil kurang kompetitif sepanjang sesi latihan bebas dengan berada di posisi kelima. Sementara itu, pebalap Ferrari Sebastian Vettel mengalami nasib apes. Dia secara mengejutkan menjadi salah satu dari lima pebalap yang tereliminasi pada kualifikasi pertama (Q1). Padahal Vettel dijagokan merebut pole setelah tampil kompetitif sepanjang sesi latihan bebas dan sempat menguasai sesi latihan bebas kedua (FP2) pada Jumat (29/9) lalu. Vettel mesti mengakhiri sesi kualifikasi lebih awal karena masalah teknis, sehingga gagal membuat catatan waktu. Dia sebelumnya juga sempat mengalami problem elektrik pada sesi latihan bebas terakhir yang memaksa Ferrari mengganti power unit mobilnya. Karena gagal membuat catatan waktu, Vettel bakal start dari posisi terakhir dengan catatan tak ada pebalap di depannya yang mendapat hukuman penalti. “Ini bagian dari balapan. Tentu hasil ini tak ideal, terutama pada hari ketika Anda merasa mobil punya potensi tapi tak punya kesempatan untuk menunjukkannya. Namun balapan baru digelar besok. Jadi kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti,” kata Vettel. Hasil buruk pada sesi kualifikasi jelas mer-
ugikan Sebastian Vettel dalam pertarungan perebutan titel F1 2017. Menjelang balapan F1 GP Malaysia, Vettel sedang tertinggal 28 poin dari Hamilton yang memuncaki klasemen sementara. SEDIH Balapan di Sirkuit Sepang akhir pekan nanti akan menjadi kali terakhir bagi Malaysia menyelenggarakan ajang Formula 1. Sudah menggelar perlombaan F1 sejak 1999, kerja sama antara Pemerintah Malaysia dan pihak F1 akan berakhir di tahun 2017. Kabar ini sudah dikonfirmasi oleh Pemerintah Malaysia pada April lalu. Sebenarnya pihak Malaysia dan F1 masih menyisakan kontrak kerja sama hingga tahun depan. Langkah ini terpaksa diambil, karena penjualan tiket GP Malaysia dan tingkat kunjungan wisata yang menurun. Mundurnya Malaysia dari ajang F1 mendapatkan komentar dari Lewis Hamilton. “Sungguh sedih melihat tahun ini menjadi lomba terakhir di Malaysia,” kata Hamilton. Pebalap tim Mercedes itu baru sekali memenangi F1 GP Malaysia yang terjadi pada tahun 2014. “Sirkuit Sepang sangat menantang bagi semua tim. Kita akan kehilangan salah satu Grand Prix terberat di F1,” ujar pebalap Inggris itu. Hamilton juga menganggap GP Malaysia akan sulit untuk digantikan. (kmb33/rtr)
Belum Ingin Pensiun Mantan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic, masih ingin lama mengayun raket. Djokovic berharap bisa terus bermain sampai sepuluh tahun ke depan. Petenis Serbia itu kini sudah berusia 30 tahun. Selama kariernya, Djokovic telah meraih 68 titel juara, termasuk 12 titel Grand Slam.Namun tahun ini Djokovic sedang dijauhi keberuntungan. Ia hanya meraih dua titel minor di Doha dan Eastbourne dan terpaksa menyudahi musim lebih cepat akibat cedera siku yang dideritanya di Wimbledon. Djokovic diproyeksi akan kembali di awal 2018. Dia bertekad memperbaiki performanya agar kembali ke dalam persaingan petenis-petenis elite dunia. “Aku ingin bilang sepuluh tahun. Jadi kita lihat saja berapa lama aku bisa bertahan di tenis profesional. Aku benar-benar tidak memiliki rencana yang pasti, belum bisa diketahui,” ungkap Djokovic Sabtu (30/9) kemarin.“Aku masih ingin bermain, membuktikan diri dan hal-hal lainnya, dan menyempurnakan diri. Aku percaya bahwa sejauh yang kucapai di dalam tenis, sejauh ini aku masih punya banyak yang harus kulakukan dan kusempurnakan.”“Aku melihat elemen dari permainan itu, di mana aku melihat banyak hal untuk diperbaiki. Mungkin orang-orang lainnya tidak melihatnya, tapi aku bisa melihatnya,” tutupnya. (kmb33/rtr)
Novak Djokovic
BPM/rtr
LARI - Berlari adalah olahraga yang bisa dilakukan oleh anak-anak.
BPM/ist
Life Sport
Olahraga yang Cocok untuk Anak-anak London Aktivitas fisik dan olahraga bagi anak-anak memang sangat dianjurkan. Dengan mereka aktif secara fisik, pertumbuhannya jadi lebih optimal. Kondisi psikologis pun jadi lebih sehat, anak bisa belajar bersaing secara sehat dan merasakan kalah atau menang. Dalam memilih olahraga untuk anak, pastikan olahraga tersebut aman. Dokter Bennet Omalu, seorang pathologi forensik mengungkap kalau membiarkan anak melakukan olaharga keras yang penuh dengan kontak fisik intensif lebih parah dari memberi mereka rokok. “Anak sudah pakai helm, tapi kepala mereka akan terbentur berkali-kali. Apapun bisa terjadi, termasuk kehilangan kesadaran akibat benturan yang membuat otaknya cedera. Jadi lebih bahaya mana? Aku malah berpendapat menyertakan anak dalam olahraga kerasa termasuk kekerasan pada anak,” ujar Omalu. Ia pun menganjurkan agar orangtua tahu detail olaharga yang dikuti anak, apalagi jika termasuk olahraga keras. Ada jenis olahraga yang tak direkomendasikan untuk anak berusia di bawah 18 tahun. Jenis olahraga tersebut yaitu american football, hoki es, bela diri, boxing, gulat dan rugby. Omalu juga memperingatkan kalau sepak bola
juga menyimpan bahaya bagi anak. Untuk itu, ia merekomendasikan usia tertentu. “Sepak bola harusnya hanya boleh dimainkan oleh anak-anak yang berusia di atas 12 tahun. Anak di bawah usia tersebut mungkin bisa memilih jenis olahraga bola lain yang kontak fisiknya lebih sedikit,” ungkap Omalu. Menurut situs katalog ibu, olahraga yang tepat untuk
anak-anak di antaranya berjalan dan berlari, melompat, berenang dan senam untuk Anak. Kini telah banyak dihadirkan senam khusus anak. Dengan senam anak bisa melatih kelenturan tubuh, kekuatan fisik dan stamina tubuh pun juga bisa terbentuk dengan baik. Gerakan-gerakan senam juga dapat melatih keseimbangan anak supaya anak mempunyai tubuh yang
kokoh dan kuat. Olahraga lain yang cocok untuk anak-anak adalah menari. Menari bisa jadi salah satu latihan atau olahraga untuk anak Anda. Anda bisa mendaftarkannya di kelas menari, baik itu kelas tari modern ataupun tradisional. Aktivitas menari menuntut
anggota tubuh anak untuk aktif bergerak plus melatih kelenturan tubuh anak. Atau, bila anak masih terlalu kecil untuk diikutkan kelas menari, bisa dilakukan dengan mengunakan musik di rumah dan melakukan gerakangerakan yang menyenangkan. (kmb33/rtr)
Redité Wagé, 1 Oktober 2017
I Kaki Dengkil
Sastra
Sang Wijayasastra 25
RING bisé I Kaki Dengkil mingmang mamanah. Sapunapi jagi tedun ring Pura Candi Sanggulan, Luhur Tanah Lot, Pura Pakendungan, Pura Srijong, ring Pura Rambut Siwi, sapunapi ring Pura Perancak, Ipun mingmang. Wawu rauh ring Kapal, abosbos I Kaki Dengkil kanten semringah. Ipun éling ring baos sastrané indik I Goto sané ngangken Ida Bhatara Sakti Dwijendra. Mapuja terus nénten wénten iwang. Tatas pujané, patut sinamian. “Lamun kéto, uli imaluan kamula makejang dadi madiksa? Dadi nguyeng genta? Dadi muput upakara?” I Kaki Dengkil kemak-kemik padéwékan ngemasin Masé saking Madura kesiab tur majadengan. Minab pitananga Ipun jatma ngaséng kauh. Kawanten santukan maudeng kenjir tur masaput poléng Masé punika nénten purun makuisan. Wantah ngataraang minab jagi sengkala pitananga nyelék-nyelékang wang Bali. Midep dados SARA pikamkamé. Anrawang-anruwung manah I Kaki Dengkilé, ngamanahang wantah sampun saking dumun makasami dados madiksa, ngudiang kantun kamanten wénten sulinggih ngrikrik indiké punika? Ngudiang kantun kémanten sané maosang warginé mina-minaang sulinggih? Kantos wénten sulinggih maosang nénten wénten binané sulinggihé jabat embas saking garba sudra tur sané siosan. Nénten wénten brahmana ulian palekadané. Sinah bebaosané sakadi punika ngawinang byuta. Ngudiang sulinggih ngwicaraang sulinggihé sané siosan? Ngudiang sulinggih maosang pangrasan warginé? Nénten ké warginé bébas nganggén sulinggih sané cén kamanten? “Sajan té? To kamula ngenénin tata-titi, indik pamargi ané suba kasungkemin. Lamun bani madiksa, apa anggona sasanané? Siwa Sasana, Wrati Sasana, Rajapati Gindala? Apa bantené? Kénkén pujané? Da ngaé-ngaé puja padidian! Lamun bani durusang, nyanan pastika ada ané ngetaraang. Lamun tusing anak lén, Icang I Kaki Dengkil lakar ngetaraang!” I Kaki Dengkil ngupet-upet asapunika naler sakadi matantangan. Samaliha indik kasulinggihan punika kocap ngenénin indik pangrasa. Madaging rasa bhakti, rasa las, rasa cumumpu, tur rasa sané siosan. Naler sané mabuat indik rasa pangega. Anaké sané nuur sang sulinggih, sinah sampun ngega sulinggihé punika. Malih wénten sané mabuat, inggih punika indik aguron-guron. Indik surya kalawan sisya sané sampun katami saking rihin. Nanging wantah punika tilas naler nénten wénten sangsya sekala. Minab sané kajerihin sangsya sekala. “Kéto nyen anaké magama! Da tuah nyalanang keneh ulian basang pedih. Sulinggih ngojah sulinggih ané lénan. Apa ulian udu tusing ada anak nuur? Apa dadi sulinggih apang liu anaké ngaturang santun? Madiksa ané mautama ento tuah nincapang bhaktiné tekén Ida Sang Hyang Parama Kawi. Lamun nyidaang, nyuciang awak padidian ulian ngeret sekadan ané madan kasenengan sekala! Bani ngeret smara? Bani ngeret masukan-sukan? To iwasin nyansan ngliunang sekaa sulinggihé buka jani! Sekaa muput, sekaa makan-makan! Sekaa ngawak indria! Marebut muput odalan kantor! Apa buin lakar teka?” Sayan jenget I Kaki Dengkil ngupet-upet. Santukan iteh mamarna sulinggihé asapunika, nénten rasaanga bisé sampun nglintangin Désa Kapal. Sambilanga uyuk-uyuk berber angin, I Kaki Dengkil kantun kamanten mingmang ring dija jagi tedun. Minab asriyetan, I Kaki Dengkil lipya. Nénten éling makudang jambatan kalintangin. Makudang désa sampun kaentasin. Sagét piragina, dagang pisang malablab maampin-ampin, nangka mabungkus plastik, kacang malablab maiket-iket, rujak colek mabungkus plastik nanjaang dagangan. Makleteg I Kaki Dengkil wantah sampun rauh ring Pura Rambut Siwi sané mangkin. Lasya Ipun makecog tedun. Nyrengseng ngelodang mamargi, nénten kanggéanga mabhakti ring panyawangan Pura Rambut Siwiné. Rauh ring Pura Rambut Siwi, I Kaki Dengkil klingkang-klingkung irika. Minab ngantosang mangda nikaina mabhakti antuk pamangkuné. Wantah nikaina mabhakti, manahné jagi ngantenang napi mapaksa mangda mabhakti? Béh... agemné sakadi Ida Bhatara Sakti Dwijéndra sané paksana mabhakti rihiné. Sang Wijayasastra paksana mabhakti? Santukan sampun sué nénten wénten sané nganikain I Kaki Dengkil mangda mabhakti, misa-misaang déwék raris Ipun mabhakti. Nénten wénten palinggihé punggel sesampuné Ipun mabhakti. Sukil pisan anaké maraga Sang Wijayasastra. Sang Angawaraté kamanten durung janten kabaos Sang Wijayasastra, napi malih I Kaki Dengkil. (Jelantik)
Tetep Makenyem Made Suar – Timuhun SEMENGAN satondén matan ainé endag, Putu Kariada suba negak di penggakné Mén Déwi. Batisné gejir-gejir, lima tengébotné ngisi tékor don biu, lima tengawané ngisi sidu, bibihné ciplak-ciplak naar masak. Di Klungkung, masak ento bubuh ané misi basa srundéng, misi jukut urab, kacang, muah gerang. Rasané mula jaén, cocok anggo panyemeng. Suba telah bubuh di tékoré, Putu Kariada lantas ngerosang kopi ané suba sayaga di mejané. “Bubuh masak Mboké mula jaen sajan, sing ada nyamén pada dini di Gumi Serombotané. Apa buin kopi susuné, jeg mantap sajan Mbok.” “Béh Putu, jeg ngaé-ngaé, ada dogén orahang Putu. Né tuah masak, bubuh bali biasa. Yén unduk kopi susuné, mula saja seken Mbok ngelah resép spésial. Kopi susu ané masasétan pagaén pabriké, sing nyidaang nandingin kopi susu pagaén Mboké,” lega kenehné Mén Déwi, semengan suba ada anak truna ngajum. “Nanging sayang, ada masih kuangné buin bedik Mbok!” “Kuangné apa Tu? Kuang manis? Apa kuang kentel susunné?” “Tusing ja unduk ento Mbok. Yén nduk rasa jeg suba pas, maknyos pesan. Ento makada tiang katagihan sabilang semeng meli kopi mai.” Sesukat Mén Déwi ngaé penggak lan madagang di telajakan malun
umahné, Putu Kariada setata paling simalu mablanja kemu. Satondén murid-muridé majalan ka sekolah, satondén pisaganné luas ka carik, Putu Kariada suba negak di penggakné Mén Déwi. “Men unduk apa Tu? Tegarang jujur sambatang tekén Mbok, apang Mbok nyidaang menahin apa kuangné!” Putu Kariada madekesan. “Kéné Mbok, sesukat Mbok madagang uli a bulan ané suba liwat, tiang tondén taén nepukin Mbok makenyem. Sebeng Mboké begbeg kéto dogén. Mirib yén Mbok makenyem ngayahin anaké mablanja, sinah anaké ané teka mablanja marasa demen. Ento masih lakar bisa ngaé kramané ngraméang teka mablanja. Sinah Mbok lakar liu ngelah langganan. Turisé uli pidan demen malali mai ka Bali kadén ulian kenyem krama Baliné. Krama Baliné suba kaloktah ajér-ajér. Apa buin yén Mbok nyak makenyem, pasti manis kenyem Mboké cara gula madu.” Mén Déwi makenyem, ngajengit ngenah giginné gingsul. Sing ada akijepan makenyem, semunné Mén Déwi buin cara busan. “Dot sujatinné Mbok nyidaang setata makenyem buka ané orahang Putu.” Mén Déwi nguntul, yéh paningalanné ngembeng. “Mbok tondén nyidaang ngilangang rasa sakit atin Mboké kélan-
gan Pan Déwi ané suba malunan luas ka sétra. Duang bulan suba ia magedi ngalahin Mbok lan pianak Mboké Luh, Déwi. Duang bulan masih Mbok dadi janda. Sebet pesan keneh Mboké, Tu. Liu dingeh pakrimik kramané ngorta kénékéto unduk paukudan Mboké dadi janda. Padalem Luh Déwi nu cerik suba kalahina tekén bapanné. Ento makada Mbok mautsaha mukak penggaké ené, apang ada anggon nyekolahang I Déwi. Bungut paoné apang nyidaang masih makudus sabilang semeng. Kéto nyén apang Putu nawang kénkén sujatinné keneh Mboké jani.” Mén Déwi sing nyidaang nanggehang sebetné, yéh paningalanné saka bedik ulung melusin pipinné, sépanan limanné ngusapin baan bajunné. “Ampura Mbok, sing ada keneh tiangé lakar ngaé Mbok sebet, ngingetang unduk matinné Beli Wayan. Lascaryaang dogén Mbok, mirib tuah amonto tuuhné Beli Wayan. Padalém masih uli nu truna suba naanang sakit kankerné. Jani panak Mboké dogén yasaang apang nyidaang masekolah. Sing padidi anaké ngelah nasib cara Mbok. Ané suba liwat eda bas selselanga, luungan jalanin dogén idupé ané jani. Nyén nawang mani puan idup iraga nyak ngluungang. Yén unduk pakrimik kramané, eda ento kenehanga. Jaman jani liu anak demen ngaé gosip, demen nuturang kajelékan anak lén.” “Sing kenapa Tu. Sujatinné Mbok meled cara Putu. Yadiastun reraman Putuné suba ngalahin kanti ngemasin Putu suud kuliah, Putu nu nyidaang tetep makenyem. Mbok sing taén nepukin sebeng Putuné sebet cara Mbok.” “Dugas reraman tiangé mati ulian tabrakan, pas raina Kajeng Kliwon, yén sing pelih dugas dinané ento Mbok mlaspasin penggaké ené, mula saja sebet pesan keneh tiangé Mbok, dot milu mati. Sing ada pirasat apa-apa, i bapa ajak i mémé magedi ngalahin tiang Mbok. Aget masih nu ada i dadong ajak tiang jumah. Sebet pesan kélangan rerama, sebet masih kuliahé sing nyidaang nugtugang. Ipidan i bapa nundén tiang kuliah apang nyidaang dadi guru. Jani kudiang tiang ngisinin keneh bapan tiangé ento Mbok? Kuliah dogén sing nyidang mragatang.” “Men Putu adi nyidaang tegar buka jani nyalanin idup, nyidaang tetep makenyem?” “Tiang inget tekén pabesen dosénné di kampus apang iraga lascarya nyalanin idup. Apa ané ada di guminé makejang pakardin Widhi. Nasib iraga ulian karman iraga padidi. Kéto masih unduk matiné masih ulian karman iraga padidi. Makejang ané taén lekad, ané taén idup, pasti lakar mati. Malunan tekén durinan dogén. Iraga sing nawang buin pidan giliran iraga mati. Jani mungpung nu idup, nu ngelah galah menahin déwék, mautsaha apang karman iraga nyak ngluungang. Eda bas kaliwat sebet, eda bas pepes ngeling, eda nyelselin déwék, eda nyelselin unduk ané suba liwat. Buka tuak labuh, iraga sing nyidaang buin ngalih galahé ané suba liwat. Baang ipidan dogén ngeling dugasé mara lekad. Jani mautsaha apang setata bagia, setata
Mén Déwi masih milu kedék. Demen kenehné Putu Kariada ningalin kenyemné Mén Déwi. Ada rasa tresné ané mentik di atinné Putu Kariada, rasa tresna tekén Mén Déwi, janda jegég ané ngelah panak adiri. Ortané pegat teked ditu krana Luh Déwi ajaka timpal-timpalné di sekolah teka pagrunyung ngojog penggak méménné, mirib lakar ngalih bubuh. Putu Kariada mula demen nuturin anak lén ané tepukina sebet apang mautsaha tetep makenyem. Amongkén ja gedén pikobet muah kadukan ané teka nibénin, iraga apang tetep mautsaha lascarya. Makenyem mula tusing aluh. Yén nyak makejang kramané pada-pada makenyem kala mapapasan, kala matemu, sinah nyidaang bagia idup manyama braya, idup santih sutrepti. Kenyemé ento macihna ajér, kenyemé ento kasugihan iraga dadi manusa, nanging sing ja ada anak lén ané nyidaang mamaling kenyem. Sabilang wai tuah kéto geginanné Putu Kariada, ngajakin anaké makenyem. Semengan mara bangun sing taén absén ia ngojog penggakné Mén Déwi meli masak muah kopi susu. Suba nyumunin ada ané malénan cara biasanné. Mén Déwi suba nyak makenyem, ngenyemin anaké ané teka mablanja. Semengan penggakné Mén Déwi suba ramé grenyeng anak mablanja. Liu truna-trunané mablanja meli masak wiadin kopi susu. Biasanné semengan tuah Putu Kariada padidi ané paling si malu ngojog penggakné. Sakéwala sasukat Mén Déwi demen makenyem, ngancan ngraméang anaké teka mablanja, Putu Kariada bisa kasépan teka, suba ada anak lénan ané ngamalunin teka. Bisa-bisa ia kanti sing maan tongos negak. Mabukti mula munyinné Putu Kariada, makenyem sujatinné penting. Kenyemé dadi anggon panglaris madagang. Ngancan makelo, dagangané Mén Déwi ngancan lais. Ngancan ramé anaké teka mablanja. Ané mablanja liunan truna-truna, sing abedik masih anggota déwan ngaba mobil méwah teka, dot nyicipin masak lan kopi susunné Mén Déwi. Uli semeng kanti peteng penggakné sing taén sepi. Masak lan kopi susunné ngancan terkenal, uli dura désa kanti uli dura kota ramé anaké teka mablanja sig penggakné Mén Déwi. Putu Kariada makelo-kelo ngancan kuciwa krana suba tusing nyidaang buin ngorta padaduanan nganjak Mén Déwi. Suba sing nyidaang buin saling kenyemin, krana Mén Déwi suba ngancan ijek ngayahin lan ngenyemin langgananné ané lénan. Ulian makenyem, Mén Déwi suksés madagang. Bunga ané kembang ento jani suba garang kumbang uli dura désa, uli dura kota. Yadiastun Putu Kariada marasa cemburu, nanging ia mautsaha tetep makenyem. Suba nyumunin ngancan ngapahang ia ka penggakné Mén Déwi, ia pepesan makenyem di gegumuk reramanné di sétra, pepesan ngenyemin anaké ané liwat di jalané. Si duri dingeh, ia pepesan kenyemkenyem padidina di RSJ Bangli. ***
makenyem, yén nyidaang di nuju galahé mati apang mati makenyem.” Putu Kariada makuah bibihné nutur cara dosén nuturin mahasiswané, cara Ida Padanda ngicénin dharma wacané tekén kramané. “Oh saja beneh to Tu. Mbok bas makelo nyepel rasa sebet lan sedih di kenehé. Mbok taén makeneh Widhiné bakat orahang tusing adil tekén Mbok. Yén keneh-kenehang buin, sujatiné liu anaké lénan ané nasibné jelékan tekén iraga. Ada ané idup pérot, buta, uli mara lekad suba kena HIV/AIDS, ada ané ubuh idihidih di lampu merahé, ada masih ané taun-taunan naanang sakit sing nyidaang kija-kija. Iraga pepesan engsap ngaturang suksma majeng Widhiné. Suba liu sajan panugrahan Widhiné uli mara lekad. Icéna seger dogén sujatiné suba aget. Tusing ada artinné iraga sugih arta brana yén iraga tusing seger, tusing nyidaang kija-kija, tusing nyidaang nyalanang isin keneh.” “Ento bisa ja Mbok ngomong kéto. Jalan uli jani iraga setata lascarya nyalanang sisan idupé Mbok. Tetep makenyem buka lagunné Leeyong Sinatra. Ada masih anak ané ngaé puisi majudul tetep makenyem, mirib makenyem ento mula penting. Makenyem nyidaang nguangin rasa sakit lan ngilangang rasa sebet. Truna-trunané di sisi masih sing ja lakar kanti majaguran yén nyak saling kenyemin, boya saling curengin.” “Yén tetep makenyem lagunné Leeyong Sinatra Mbok nawang, pepes dingeh di radioné. Yén puisi tetep makenyem, Mbok sing nawang Tu.” Putu Kariada nyemak HP, ia ngalihin puisiné ento di HP-né. Disubané bakatanga, Putu Kariada mamaca puisi Bali ané majudul tetep makenyem. “Tetep Makenyem Tetep makenyem diastun sebet Sebet ulian liu ngelah pikobet Pikobet ané ngancan tumbuh bet Bet samah ngaé sirahé kebet-kebet Tetep makenyem diastun sedih Sedih ulian sing guan sugih Sugihé mula kéweh pesan ngalih Ngalih sugih kadharman ané luih Tetep makenyem nyihnayang bagia Bagia antuk sekancan panugrahan Ida Ida Hyang Widhi sané mapica Micayang amerta nganutin karma” “Luung masih puisiné ento Tu. Beneh saja, yadiastun sebet patut mautsaha makenyem. Yén suba makenyem sinah rasa sebeté enggal ilang maganti dadi bagia. Ida Sang Hyang Widhi pastika mapica waranugraha nganutin karman iraga. Dingeh-dingeh karma palané jani suba cicih. Uli jani Mbok lakar mautsaha tetep makenyem, Tu, lakar kutang joh-joh rasa sebeté,” Mén Déwi makenyem, kenyemné manis cara bungané nedeng kembang, ngaé kadaut keneh i kumbang. “Aa kéto naé Mbok, kan nyak nyegégang buin limang sénti. Nanging eda bas terus-terusan makenyem, eda masih kenyem-kenyem padidi, nyanan kadéna buduh! Héhéhé,” Putu Kariada kedék,
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Jagat Dwaraka
Gumi Wayah
Olih : I K. Satria, S.Ag
SAKEMAON ring tengahing ratri, tatkala sami Pandawané wénten ring pamereman, Ida Sang Aswatama sané pinaka putran Ida Bhagawan Drona, rauh saha mautsaha naur sapaninggal ajinidané, Ida Bhagawan Drona. Ida rauh saha mademang makasami putran Panca Pandawa saha prajurit sané wénten majaga irika. Sakémaon nénten samian putran Pandawa sané prasida kapademang. Wénten sané nénten padem inggih punika Ida Sang Yuyudhana sané prasida lempas saking kala mrtyu ring tengahing ratri punika. Risampuné wusan payudané punika, ring Korawa, sané kantum maurip wantah Ida Bhagawan Kripa, Sang Kritawarman sané pinaka ratu ring jagat Bhoja, miwah putran Ida Bhagawan Drona, Sang Aswatama. Putran Ida Sang Prabhu Dhrestarastra, Sang Yuyutsu taler prasida kantun maurip sangkaning mabéla ring Panca Pandawa. Sesampuné parindikan punika sami puput, Sang Widura miwah Ida Sang Sanjaya raris rauh saha matur majeng ring Ida Sang Yudhistira sané sampun jaya ring payudan ageng punika. “Sakadi asapunika pamargin payudané, nawegang ajin titiang sané banget bhaktinin titiang! Payudané punika mamargi plekutus raina. Wénten panyiuan ratu sané pejah ring payudané punika. Sané mangkin sampun sami wénten ring genah suargan, sangkaning sampun puput ngamargiang swadharmannyané ring Kuruksetra!” sakadi asapunika Ida Sang Prabhu Krishna miterangang. Ida Sang Prabhu Krishna ngutamayang pisan nénten nyatuayang indik payudané ri kala Sang Abhimanyu kapademang olih ksatria Korawané. Tetujonnyané dahat mautama, inggih punika mangda ajinidané nénten sungsut ring pikayunan dwaning tatkala punika sedek rumasa bagia kawéntenan dané. Ring galahé punika, wantah galah sané mautama sajeroning ngamargiang sané kabaosang kasenengan. Ida Sang Prabhu Krishna nénten ngayunin tatkala punika ajinidané sungsut sangkaning mikayunin kawéntenan putun dané sané pejah ring payudan. Sakémaon, Ida Dewi Subadra nénten sakadi asapunika pikayunandané. Sesampuné Ida Sang Prabhu Krishna nénten nyatuayang indik kawéntenan Ida Sang Abhimanyu sané kapademang ring Kuruksetra, raris dané mapitakén. “Uduh Belin titiang, satuayang taler parindikan kawéntenan putran titiangé, Sang Abhimanyu sané taler kapademang irika.” Sesampuné matur sakadi asapunika, Ida Dewi Subadra dahat sungsut
13
ring pikayuna saha kantu (pingsan) ring genahé punika! Manggihin parindikan sakadi asapunika, Ida Sang Wasudewa, ajin Ida Sang Prabhu Krishna taler sareng kantu tatkala punika. Genahé punika kadagingin antuk toya panon olih makasami para prajurité sané wénten irika sané sami sungsut, nangis! Nénten sué, Ida Sang Wasudewa sampun éling ring raga saking kantu. Sesampuné becik, raris Ida ngandika katuju majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna. “Uduh Cening sané kalintang pradnyan, putran bapané I Dewa, Cening sampun kasub ring jagaté sangkaning kautaman miwah kawicaksana I Dewané. Sakémaon Cening, napi mawinan ring rainané mangkin Cening nénten nyatuayang sakadi sapatutnyané? Asapunapi pamarginé ri kala putun ajiné pejah ring payudan? Uduh Cening, banget aji nunasang mangda prasida Cening nyatuayang asapunapi pamargin payudan sané ngawinang putun ajiné pejah. Uduh Cening, kawéntenan putun ajiné punika dahat becik, rupané bagus, sunar panyingakané sakadi pateh ring sunar pangaksian I Dewané. Asapunapi mawinan yowanané punika kasor, duaning kantun dahat anom. Sujatiné durung pisan patut pejah ring payudan! Sujatiné angga sariran ajine nénten pacang pariselsel yéning sampun sangkaning sareng pejah majeng ring anak anom sakadi putun ajiné, napiké wénten pinunasnyané majeng ring biang miwah aji, sadurung dané ninggal payudané pejah? Dumadak pejahnyané nénten sangkaning mundur saking payudan miwah kapademang saking uri antuk senjata! Dumadak dané kantun wirang mabéla pati nandingin mesehé. Titiang sampun uning indik kautaman anak alité punika, uduh Cening Sang Prabhu Krishna. Ngawit saking alit, ngantos sampun yowana wantah kantun kawéntenan Sang Abhimanyu sakadi anak alit, risedek ngamargiang papindaan nganggé senjata sané mautama punika. Sering dané nyumbungang raga ring ajeng ajiné, sané ngawinang banget rumasa bagia pikayunan ajiné. Dumogi ksatria sané alit punika pejah nénten sangkaning daya winaya saking Bhagawan Drona, Sang Prabhu Karna, Bhagawan Kripa utawi ksatria tiosan. Sané mangkin banget aji nunas mangda I Dewa nyatuayang asapunapi sané ngawinang putun ajiné punika pejah ring payudan!” Sesampuné ngamanggihin kawéntenan sané sakadi asapunika, Ida Sang Prabhu Krishna malih nyatuayang indik pademnyané Sang Abhimanyu. (Masambung)
Durus sampun mangayah Miasa di guminé wayah Depang suba janjiné kalah Yadiastun tangkahé benyah Manis, lalah, pengah Tusing sida ngrasayang ya i layah Kéto masih ya i manah Kadi rasa katebek panah Minab sampun sangkaning titah Beli musti majalan ngayah Mogi pamarginé melah Tur becik-becik irika magenah Gusti Ayu Era Aryanti
Jayanti
14
Mirah Prayoga
Cerakén
Seneng Polih Selah ”Pentas”
Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 25.r&hj%ey;ezomæmu\Ð;,
Ring ajeng yéh Nyom pamungkah, en\ruwk/,
GENDING antuk murda “Bali Tiang Mepamit” wantah gending sané katembangang Mirah Prayoga daweg péntas antuk téma ‘Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja’ ring Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Saniscara (9/9) lintang. Gending sané karipta I Komang Dharmayuda, S.Sn., M.Si., puniki nyinahang indik satua sedih kahuripan krama Bali sayan sué ‘keni gusur’ saking tanah palekadannyané. Minakadi antuk ngamargiang transmigrasi. Yowana antuk aran panjang Agung Mirah Prayoga nuturang, anggané rumasa angen ring gending
né ngaruak, g)tiehstßksunÑi;,
getihé satmaka sundih, lmessenm\put/,
lamasé sané mangaput, m\ÑtnÐ)en*wisê,
mangda tan kenéng wisia, hri-hri, ari-ari,
gumnÓi\iecninuæ\u,
gumanti ngicénin sangu, sk&bnehkpus$,
saking banahé ka puser, dw)guæj)eron&rhim/.
daweg sajeroning rahim. 26.ssomæunÉerenm)dl/,
Sesampun raréné medal, ctu(snk/,
Catur Sanak, sm)etoenmksmi,
sametoné makasami, ptutÐp)nÑ)mæhyu,
patut kapendem pahayu, hturinãnÓ)nÑp)tn/,
aturin banten dapetan, mkciri,
maka ciri,
inucap. Mawit seneng magending, makéh parindikan anyar sané kapolihang, utamanipun ngrasayang ngranjing ring studio rekaman kantos makarya video klip. “Titiang rumasa angayubagia prasida madué gending preragan. Ramé-ramé sinarengan alit-alit Bali Kumara Generasi -2, ring album Bhuana Santhi,” baos Mirah. Kacunduk daweg anggané sibuk latihan, pelajar kelas IX C SMPN 3 Denpasar puniki nénten pisan naen mikayunin pacang berkiprah ring seni vokal. Rumasuk madué lagu. Sadurungnyané, Gek Mirah – sapunika dané ketah kasambat puniki wantah pinaka pamiarsa sané jemet pisan miarsayang pacentokan tembang-tembang Bali. Dané ketah nyarengin bapaknyané mabalih pacentokan magending Bali. Aget bapaknyané ketah dados juri. Yadiastun ketah kaajak ri kala dados juri magending, Gek Mirah nénten naen kapaksa mangda dados penyanyi. Yadiastun asapunika, dané setata polih piteket, yéning pradé wénten kayun, nénten wénten iwangné malajah. Piteket punika setata ngebekin pikayunan Gek Mirah. Satios punika, bapaknyané setata maosang, akéh anak sukses sangkaning waged magending. Mawit punika, Gek Mirah nyarengin timpalnyané ka Sanggar Cressendo duén Komang Darmayuda ring Sukawati. Sangkaning punika, kasuén-suén Gek Mirah marasa kadaut tur sareng magabung ring sanggar inucap. Sayan sué, Gek miwah sayan jemet latihan. Dané latihan nyabran Redité, seringan magandeng sareng Jik De miwah Gek Ana. Gek Mirah sané lulusan SD Cipta Dharma Denpasar puniki matur suksma pisan ring Jik De, sané setata ngicén sokongan. “Satios kulawarga, Tiang taler mautang ring Jik De. Tiang ketah magandéng latihan taler ketah kaatehang mulih,” baos Gek Mirah makenyem. Mawit irika kawagedan Gék mirah sayan becik kasinahang. Dané naen dados penyanyi anak-anak putri pinih becik ring pacentokan gending Bungan Jepun sané kamargiang Dinas Kebudayaan Badung sané ngawinang Gek Mirah dados duta seni Badung sajeroning Parade Lagu pop Bali Pesta Kesenian Bali (PKB) salami kalih warsa. Daweg PKB 2016 lintang, Gek Mirah taler tampil pinaka penyanyi anak-anak putri majalaran gending “Yening Tiang Kelih”.(ast/uma)
mtu(suk×ßn&khê±n/,
matur suksmaning kahyun,
Isin Gumi
hidsenm\)mæuw*, Ida sané mangempuang
”Ancaman” ring Tengah Bencana
AKEH krama ring wewidangan Karangasem sakadi mangkin ngungsi antuk tetujon ngejohin baya letusan Gunung Agung. Yadiastun kantun ring status awas, makudang-kudang genah ring tanggu Kangin Pulo Bali puniki sampun sepi santukan katilarin krama ka genah pengungsian. Wantah akidik krama sané kantun meneng ring umahnyané ngemit kahanan désa miwah paumahan saking duratmaka. Wénten taler krama sané ngungsi nilarin kulawarga ring genahé ngungsi mawali ka umahnyané nyelamatang ubuh-ubuhan miwah arta brana sané prasida kabak-
ta ngungsi. Indiké punika akéh kalaksanayang olih para lanangné mangda ipun marasa sayan tenang ring genahé ngungsi. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 26 Septémber 2017 lintang.
Komang Suparta, Kerobokan Majanten pisan krama pacang marasa takut kélangan ubuh-ubuhan miwah arta brana sané kaduénang. Santukan antuk kawéntenan sakadi mangkin, napi malih sampun wénten pakéling saking petugas, pastika wénten kémanten jadma
sané malaksana nénten patut, minakadi mamaling ka umah-umah krama sané katilarin ngungsi. Mawinan saking aparat kepolisian mangda becik ngemit saha ngamargiang tugasnyané ring genah-genah rawan bencana. Gung Surya, Lovina Sampun pastika kahanan sakadi mangkin kawigunayang olih para duratmaka nglaksanayang aksiné. Ancaman pastika wénten minakadi penjarahan utawi pencurian. Parindikan punika patut gelis kadabdabin aparat terkait, utamanipun polisi. Pradé wénten genah
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
padah
1.
pd;,
1. tumpul
2.
padem
2.
pd)m/,
2. meninggal
3.
padgata
3.
pdát,
3. perlu, penting
4.
padik
4.
pdik/,
4. pinang, lamar
5.
paled
5.
p2d/,
5. pukul
6.
palwa
6.
plÙ,
6. perahu
7.
pantun
7.
pnÓ¡n/,
7. padi
8.
penuda
8.
p)nud,
8. penawar
9.
pulo
9.
puelo,
9. pulau
10.
pupu,
10. paha
10. pupu
Redité Wagé, 1 Oktober 2017
Bahasa Indonésia
sané karasayang rawan pencurian mangda kajaga petugas. Napi malih sakadi mangkin, gunung durung meletus, para krama kantun ring genahné ngungsi. Aji Bima, Banjar Titiang marasa gargita santukan Bapak Presiden sampun tedun langsung ka genah pangungsian nyelehin krama. Punika artiné pemerintah sampun urati saha rauh ring tengah-tengah krama sané katibén bencana. Tiosan punika pemerintah sampun taler ngicén wantuan kantos Rp. 7,1 milyar. Mologan, Mayong Indik pengaman majeng arta brana druén para pangungsi mangda kaserahang nyaga kawéntenannyané salami katinggal mengunsi ring pihak polisi miwah TNI. Para krama mangda setata patuh ring pakéling saking pemerintah miwah petugas BNPB sinambi ngastiti ring Ida Hyang Widi Wasa. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Patroli sané kamargiang para petugas mangda katincapang malih ka makudangkudang genah sané katilarin krama ka genah ngungsi. Indiké puniki kalaksanayang nénten wantah ri kala lemah kémanten, sakémahon kantos wengi. Biasané para duratmaka ngrereh selah ri kala wengi mangda tan wénten krama sané uning. Lianan punika, petugas mangda lewih celang santukan bisa kémanten wénten duratmaka sané mapi-mapi nyaruang raga pinaka rélawan. (ama)
I Ketut ”Cedil” Suanda
Mabanyolan Sinambi Mapiteket ARAN Cedil sinah sampun kasub majeng krama sané seneng nyaksiang sesolahan Bali. Ring parikrama sesolahan kolosal “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” sané kasinahang ring Bali TV wawu lintang puniki, dané sané ring KTP madué aran I Ketut Suanda kajudi dados Ida Sang Prabu. Kacunduk ri kala ngamargiang gladi resik, Cedil sada banyol maosang yéning dané sampun misadia dados Prabu. Lanang sané embas daweg warsa 1986 puniki maosang, anggané nyuksmayang pisan santukan sampun kasub ring sajebag krama pinaka pelawak Bali. Sané kautamayang dané wantah ri kala mabanyolan ring kalangan sinah dané taler prasida mapitutur ring pamiarsa sareng sami. Cedil wantah pelawak senior sané kasinahang aub pisan sareng makasami agga sané jagi nagingin acarané punika. Seniman tamatan ISI Denpasar sané sampun sué pisan dados pelawak puniki angob tur “mengapresiasi” pisan parikrama sesolahan sané mamurda “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” punika. Duaning ring sesolahan inucap nénten wantah jagi ngicén kramané hiburan kémanten, nanging taler madaging antuk tetuek sané becik indik “keberagaman” ring jagaté puniki asapunika taler sakadi sané wénten ring Indonesia. Manut baos kurenan saking Ni Nyoman Cipta Wiliati puniki, malarapan antuk sesolahan inucap dané ngaptiang mangda krama pamekasné ring Bali setata nyiagayang manah nyagra keragaman inucap saha ngawigunayang keberagaman punika dados parindikan utama sané patut kabecikang kahanannyané. Sakadi sané kalampahang ring lakon “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja”, Cedil wantah prabu ring jagat sané sampun biuta utawi sané ketah kabaosang grubug. Akéh pisan pikobet miwah biyuta sané medal sané ngawinang panjaknyané gelis krodha tatkala ngamanggihin kahanan sané nénten becik. Punika sané kawigunayang olih para dursila mangda kahanan jagaté irika sayan benyut. Prabu Cedil masabda, parindikan punika metu wantah sangkaning krama buta huruf sané ngawinang ipun belog. Sangkaning belog sinah ipun dangan kabongbong tur kaicén tutur kaon sané nénten adung ring kahuripannyané. “Makasami majanten sampun cumpu yéning krama sané belog wantah dangan pisan kabongbongin olih i dursila. Mabinayan sareng jadma sané wikan sané nénten dangan kauluk-uluk miwah setata matetimbang antuk pikayunan rahayu,” baos bapa saking I Wayan Gede Maystana Setianda miwah Ni Made Cantika Okta-
via Andani. Suanda taler ngaptiang krama sané nonton sesolahan puniki ring kalangan Ardha Candra utawi ring Bali TV mangda ngélingang yéning sesolahan inucap boya wantah pinaka hiburan kémanten, nanging taler sesuluh miwah pitutur indik kautaman pikayunan utawi inteléktualitas tatkala nepasin pikobet. Duaning sujatiné kahanan punika sané ketah kapanggihin mangkin, napi malih antuk kawéntenan media sosial sané ngawinang sekancan parindikan taler sané kaon tur iwang gelis tur dangan kapanggihin. Dané malih miteketin utamanipun ring krama Bali mangda setata becik taler wicaksana ngawigunayang téknologi. Mangda nénten sangkaning gatra utawi berita sané durung majanten patut, ngawinang krama saling cureng, majugjag utawi maiyegan sareng nyama pedidi napi malih kantos saling pademang. Yéning punika sampun kapanggihin sinah makasami sampun rugi, utamanipun pianak miwah cucu sané jakti nénten uning punapa-punapi. Cedil sané sampun kaloktah antuk tetuek sané kamedalang ring bebanyolanipuné nyantenang, krama jakti pacang gelis ngresepang pitutur yéning kaaturang malarapan antuk hiburan saihang ring krama inucap malinggih sinambi miragiang dharma wacana. Tan bina sakadi rerama ring paumahan tatkala nuturin okannyané asapunika taler guru ring muridnyané, patut akéh madué parikrama mangda prasida becik ngicénin tutur luwih sané patut. (ast/was)
Mabalih Igelan Kunang-kunang NADAKSARA rumasa wénten sané nundunin rasa sané mengkeb nengsil ring tunggtunging ati. Lami sampun rasa lan raga punika turu, lami sampun raga tanpa satma ring jiwa. Pisarat titiang pacang malalung nglalungin déwék éling ring dados jatma matah ring guminé wayah. Ngwacén sewala patra pangawi IDK Raka Kusuma, “Mirengang Suling Gus Téja” sakadi polih titi pangancan tiang pacang nundunin rasa puniki. Sakadi polih damuh ening ring muncuk ambengané. Minab sué rasa lan jiwa puniki turu manados titiang makita malih nundunin. Kadundunin sesolahan igel-igelan tawah. Igeligelan tanpa gong, igel-igelan tanpa suara, tanpa kupah lascarya ilén-ilén ring guminé. Méweh ngaksi igel-igelan sakadi punika, nanging rasa puniki tan dados tambakin. Maideran pamarginé. Sané ketah papas igelan jogéd jaruh. Ring wana ukir segara tan kacunduk. Lautang pajalané Cening marep Kaja Kangin. Sapunika wénten sané kisi-kisi piragi titiang. Lanturang titiang malih pamarginé Kaja Kangin, piragi titiang toya ening ring selagan batuné, wénten tukad matoya ening. Pamargin toya ring selagan batuné ngarad titiang. Ring yéh tukadé sané ening punika titiang ngaksi padéwékan sané kaliput maya. Jantosang Cening, dini lakar ada igel-igelan ané alih Cening. Malih wénten sané kisi-kisi! Sué matatakan batu titiang nyantos sesolahan igel-igelan ngantos sandikala mapagin.
Sagét wénten pakenyitnyit duur tukadé. Apacek kunang-kunang ngélog duur batuné. Boya ja apacek kémanten, raris rauh malih makudangkudang kunang-kunangé ngélog duur batuné. Elogané macandetan tekén munyin yéh tukadé. Elogané ngaé lawat-lawat duur yéhé, lawat-lawat aksara lawat-lawat sané sida kaksi santukan toyané ening. Pakenyinyit sundih kunang-kunangé nanging ngalahang kenyem i bulané. Pakenyitnyit kunang-kunangé galang nglalungin déwék titiangé, nglalungin rasa sané lami turu. Igelan kunang-kunang masesimbing tekén manah sané tuara taén lascaraya setata ngarepang pala karma ring guminé wayah. Sué igelan kunang-kunangé nglimurang manah titiangé, minab ipun uning pisarat titiang tekén igelan kunang-kunang. Minab ipun sampun uning titiang sampun malalung nglalungin manah. Minab ipun sampun uning titiang sampun pacang matangi wirasa lan wiraga titiang pacang satma tunggal nyalanin paayah dados jatma matah. Ngraris puput igelan kunangkunangé budal tanpa pamit, tanpa kupah. Suksma kunang-kunang, malih pidan titiang pacang ngaksi malih igelané ngélog masundih pakenyitnyit. Titiang pacang nulad sesolahan élogané pakenyitnyit anggén titi pangancan ngaturang ayah manados jatma matah ring guminé wayah linggah. (I Ketut Sandiyasa)
Atur Piuning
Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat ring Pura Bukit Mentik PARA prawartaka karya nguningayang atur majeng ring I Ratu Ida Dané krama umat sa-Dharma indik pamargi Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat Kapat Icaka 1939 Warsa 2017 ring Pura Bukit Mentik, Gunung Lebah Batur sané kamargiang ngawit raina Wraspati Pon Wariga, 5 Oktober 2017 rauh ring raina Soma Paing Warigadian, 9 Oktober 2017 pinaka raina panyineban. Nganinin indik éédan pujawali sané kamargiang katlatarang ring sor puniki. Eed parikramanyané inggih punika, ring raina Sanisaca Pon Gumbreg, 30 September 2017 kamargiang
parikrama makarya sanganan suci. Kalanturang ring raina Anggara Umanis Wariga, 3 Oktober 2017 antuk upacara macaru, maisu-isu miwah nunas tirta pujawali. Ring raina Wraspati Pon Wariga, 5 Oktober 2017 pacang kamargiang parikrama pujawali ring Merajan Bukitan, sinarengan katuran bhakti pangodal miwah puncak karya pujawali Purnama Sasih Kapat. Ring raina Sukra Wagé Wariga, 6 Oktober 2017 kamargiang pujawali ring Pura Pandan/Pakeling, ring Pura Batunyaak/ Pakeling, ring Parahyangan Taru Alit, miwah sapisanan Ida Bhatara katuran bhakti panganyar. Ring raina Saniscara Kliwon Wariga, 7 Okto-
ber 2017 kamargiang pujawali ring Parahyangan Konco miwah Ida Bhatara katuran bhakti panganyar. Ring raina Redité Umanis Warigadian, 8 Oktober 2017, Ida katuran bhakti panebeng. Pinih untat ring raina Soma Paing Warigadian, 9 Oktober 2017 kamargiang bhakti pepranian miwah bhakti panyineb ngeluhur Ida Bhatara. Wantah asapunika paungu sané prasida katurang, mogi-mogi maduluran antuk pangubhakti sané prasida katur majanten karya inucap prasida jangkep mamargi saha prasida mangguh rahayu sida sidhaning don dirgayusa. ***
15
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
Guru Agung Gunung Agung
l Era Baru Sinkretisasi Pangrasa-Sain Tekonologi GUNUNG AGUNG itu Guru yang Agung bagi manusia Bali, bahkan juga Nusantara Raya. Sejak dijadikan sebagai pusat orientasi sosio-religius semasa Negara Kerajaan Gelgel pada abad ke-15, gunung tertinggi di Bali yang dalam teksteks susastra Bali Tradisi dinamakan Giri Tohlangkir itu tak henti-henti menebarkan pelajaran-pelajaran agung kehidupan. Letusan-letusan beruntunnya yang sempat tercatat pada abad ke-19 kelak membawa perubahan-perubahan tatanan baru yang mendasar dalam kehidupana manusia Bali secara menyeluruh. Kerap kali bahkan menjadi penanda dimulainya era baru kehidupan manusia Bali. Tidak berselang lama setelah letusan besar Gunung Agung pada tahun 1843, Pulau Bali lantas mulai mengalami langsung rasanya diduduki oleh bangsa asing menyusul takluknya Kerajaan Buleleng atas invasi militer kolonial Belanda. Meskipun Belanda memerlukan waktu sampai seabad buat menguasai seluruh Bali yang kecil secara geografis ini, toh jebolnya pertahanan di sisi utura Bali itu tak terelakkan menjadi pintu masuk tatanan era baru bagi Bali secara menyeluruh. Lewat momentum itulah Bali mengalami modernisasi yang semakin dalam merasuk ke relung-relung Bali, bahkan hingga paruh awal abad ke-21 ini. Begitu pula letusan dahsyat Gunung Agung pada tahun 1963, abad ke20, segera diikui dengan peristiwa tragedi politik dahsyat di Bali yang berskala nasional: terbunuhnya orang-orang Bali yang secara politik dikategorikan Partai Komunis Indonesia (PKI). Tapi, setelah bencana letusan Gunung Agung 1963 yang dikuti dengan tragedi politik 1965 itu pula Bali mengalami era baru kehidupan ekonomi pariwisata yang massif berbasis ego-kapitalistik-material, sekaligus meny-
urutkan dan menyudutkan ekonomi agraris berbasis eko-sosio-religius. Kini, di abad ke-21, tercatat sejak diketahui oleh para pendaki mulai memberi tanda-tanda berdenyut membangun tatanan era baru peradaban pada Buda Umanis Kulantir, 12 September 2017, hingga kemudian secara saintifik-teknologis resmi dinyatakan berada dalam status awas, Sukra Kliwon Gumbreg, 22 September 2017, Gunung Agung terus saja menebarkan pelajaran-pelajaran kehidupan yang agung kepada manusia Bali. Di tengah kian canggihnya pendekatan sain dan teknologi informasi yang mengunggulkan analisa dan logika, Bali masih saja menyisakan sisi lain berupa pendekatan pangrasa berbasis sipta, kleteg, tetenger. Lebih daripada itu bahkan tetap saja ada laku-laku bakti dilakonkan oleh cendekiawan-cendekiawan pedesaan Bali, seakan tak bergeming dengan paparan kategori awas yang di-gresiuh-kan oleh rekaman teknologi pemantau gunung berapi yang dioperasikan oleh orang sekolahan yang bahkan sudah berkategori ahli di bidang kegunungapian. Di sisi ini lantas Bali seakan menampilkan “kelianan”nya dengan aksi bakti, welas asih, solidaritas dan empati kepada para pengungsi akibat gresiuh dengan pengumuman kategori awas pantauan sain dan teknologi. Belum jelas benar, memang, di hadapan Gunung Agung yang sedang berdinamika mengisyaratkan akan datangnya era baru ini, entah siapa akhirnya yang akan benar-benar memahami pelajaran yang ditebarkan sang Guru Agung ini: apakah laku pangrasa berbasis welas asih bakti itu ataukah logika sain dan tekonologi. Atau justru keduanya akan menemukan titik sinergi-sinkretisasi dalam memahami misteri sang Guru Agung Gunung Agung. l deprabas
Mempelajari Hukum Rimba…. l Keteguhan, Kesetiaan, Kesungguhan Perjuangan
TEMA maiyahan Padhangmbulan di Jombang semalam adalah ‘’Binatang dalam Al-Qur’an: Posisi dan Fungsinya’’. Ternyata majelis ilmu tentang hewan sangat menarik bagi ribuan komunitas ‘’Sinau Bareng’’ atawa ‘’Belajar Bersama’’ yang hadir. YANG TIDAK KEBAGIAN TEMPAT, berkerumun di jalanan menatap layar. Yang tak bisa menatap layar, asal duduk di pinggir pagar atau di bawah pohon, yang penting bisa mendengar dan menyimak. Banyak yang sengaja memilih tempat jagongan di warung-warung, tertawatawa. Yang paling rajin duluan dating adalah keluarga-keluarga, bawa bontot sendiri, siap tikar, bersama istri dan anakanaknya, termasuk yang bayi. TIDAK SEDIKIT juga yang pulang kerja, datang ke Padhangmbulan, untuk menggelar tikar dan tidur. Hadir saja, sudah cukup. Ketika tidur, jantungnya tetap berdetak, darahnya tetap mengalir, napasnya tetap keluar masuk, sejumlah alat pendengar jasmani dan rohaninya tetap bekerja. Dapat dua tiga kalimat saja sudah cukup. Nanti makna kalimat itu akan loading sendiri, menjadi file ilmu baru, bekerja di akal dan hatinya, mewujud menjadi pertimbangan dan kebijaksanaan ketika mereka meneruskan perjuangan hidup. WAKTU LOADING-nya terserah rute dan mekanisme alamiah dan gelombang hidup mereka masing-masing. Ada yang paginya langsung Loading, ada yang seminggu atau sebulan kemudian. Mungkin juga loading setelah tahun kesekian tatkala ia mengalami suatu benturan dalam hidupnya. ORANG-ORANG maiyah ini bukan kelompok, bukan korps, bukan golongan. Mereka berkumpul bukan untuk rapat program, rundingan proyek atau persiapan 2019. Mereka macam-macam, ada yang Muslim ada yang tidak. Ada yang Muhammadiyah, ada yang NU. Prinsip majelis ilmu Maiyah mereka adalah dengan ‘’Sinau Bareng’’ makan yang Muhammadiyah menjadi lebih Muhammadiyah, yang NU menjadi lebih NU. Yang ahlussunnah menjadi lebih ahlussunnah. Yang manusia menjadi lebih sungguh-sungguh manusia, yang butuh dimanusiakan, sehingga selalu setia memanusiakan sesame manusia. MAJELIS ILMU MAIYAH bisa dihadiri tiga ribu orang, bisa tiga puluh ribu orang, bisa juga hanya lima puluh orang, atau bahkan bisa sepuluh orang saja. Tidak ada pengaruhnya secara substansi. Hidup bukan jumlah . Hidup adalah keteguhan iman, kesungguhan perjuangan dan abadinya kesetiaan. MAIYAH PADHANGMBULAN yang sudah berlangsung 24 tahun tiap bulan ini adalah ruang pembelajaran tanpa dinding, tanpa syarat identitas atau latar belakang. Setiap yang hadir boleh meninggalkan majelis kapan saja, meskipun itu tidak pernah terjadi, karena selalu duduk tertib dan khusyu’ menyimak bagia 608 jam hingga menjelang Subuh. Yang belum dating boleh masuk kapan saja. Maiyah boleh ada, dan
l Anggur
boleh tidak ada. Ada Maiyah Tuhan tidak laba, tidak ada Maiyah Tuhan tidak rugi. MAIYAHAN DI MANA-MANA di berbagai titik di Nusantara, dengan atau tanpa saya. Tidak ada panitia resminya. Tidak ada anggaran biaya resmi. Tidak ada tim keamanan. Tidak ada sponsor. Semua yang datang bersedekah untuk saling-silang kebersamaan. Mereka belajar mempraktikkan hokum rimba. Mempelajari Organisme karya Allah untuk menata Organisasi kebersamaan mereka. Hukum rimba adalah contoh organisme ciptaan Tuhan, sehingga pasti baik dan sempurna. YANG TIDAK BAIK adalah kalau manusia berlaku seperti komponen-komponen rimba. Manusia bertindak seperti harimau memakan kijang. Manusia tidak berpikir dan pasir seperti pepohonan yang bergantung penuh pada kehendak Tuhan. Manusia mau diinjak-injak seperti tanah. Hukum rimbanya manusia bukan hukum rimbanya pepohonan dan hewan. Organisasi sosial manusia bukan organisme alam, meskipun di dalam dzat dan wujud manusia terkandung komponen alam. KALAU MANUSIA memaki sesama manusia; ‘’Anjing kamu!’’. Jangan lantas menyimpulkan anjing itu buruk. Yang buruk adalah manusia yang berlaku seperti anjing. ‘’Dasar rakyat cacing, klugat-kluget klelar –kleler!’’ – jangan pikir cacing itu lemah. Yang lemah adalah ketika manusia men-cacing dalam pengelolaan sosial kehidupan dengan sesama manusia. Anjing cacing pohon tanah dan semua warga alam tidak ada yang masuk neraka, bahkan mereka sudah menjadi penghuni surga sejak awal penciptaan. Yang masuk neraka adalah manusia yang berlaku hewan yang tanpa akal dan rasio. Atau manusia yang memosisikan dirinya seperti batu, tak punya nurani, dan mau diperalat oleh manusia lain untuk melempat kepala sesame manusia. DI PADHANGMBULAN MALAM ITU terbukti binatang sangat menarik hati manusia. Setelah ngaji nderes dan wiridwirid, pukul 21.00 sudah mulai dialog, lebih dini dari biasanya. Hanya diselingi satu shalawat kurang dari 5 menit, dialog berlangsung segar hingga tepat pukul 03.00. Bapak Fuad Effendy dari Majelis Umana’ Kerajaan Saudi, satu dari Sembilan pengelola Bahasa Arab Dunia, serta Kiai Madura NU KH Ahmad Muzammil menjadi marja’atau rujukan alias narasumber hal-hal mengenai binatang dalam AlQur’an. CAK FUAD bercerita tentang 28 binatang yang disebut dalam AlQur’an dengan berbagai posisi, konteks dan pemaknaannya. Misalnya, bagaimana untuk melacak pembunuh di suatu kalangan masyarakat Yahudi, Allah member jalan keluar dengan menyuruh mencari sapi untuk disembelih. Ini metode penyidikan yang tidak masuk akal, tetapi kemudian mampu membuktikan siapa pembunuhnya. YAI MUZAMMIL menginterupsi dengan mengutip firman ‘’baqorotin shafra’un faqi’un launuha tasurrun nadlirin’’, Sesungguhnya Allah berfirman bahwa ‘’sapi
DARI BESAKIH
Tak Bisa Benar Tanpa Menyalahkan... l Deso Mowo Coro, Negoro Mowo Toto…
KITA SEMAKIN KEHILANGAN kemampuan untuk benar tanpa menyalahkan. Kita semakin tidak sanggup untuk benar, kecuali harus dengan menyalahkan. Yang benar kita, orang lain salah. Semua dan setiap pihak, berdiri pada posisi itu. gunung dari semua gunung DI WILAYAH HUKUM, harus jelas benar dan salahnya. Tetapi bersidekap agung di wilayah budaya, ada faktor kebijaksanaan. Di wilayah politik, ada ketika di langit hanya biru kewajiban untuk mempersatukan. Agama menuntun kita dengan hanya sunyi yang satu menghamparkan betapa kayanya dialektikan antara Sabil (arah perjalanan), Syari’ (pilihan jalan), Thariq (cara menempuh jalan) dan Shirath (presisi keselamatan bersama di ujung jalan). jauh di bawah lambaian kelapa ITULAH ‘’kemanusiaan yang adil dan beradab’’, ‘’persatuan Indodan jauh laut tertawa nesia’’, ‘’hikmat kebijaksanaan’’ serta ‘’keadilan sosial bagi seluruh’’, dan dekat hanya hati kita bukan ‘’bagi sebagian’’. Tetapi kita muter-muter di dalam lingkaran mendegap degupkan duka setan, di mana kita harus selalu menyalahkan, demi supaya kita ketika harum rumput mengalun benar. Supaya kita benar, diperlukan orang dan pihak lain yang salah. Kita tidak bisa benar dengan kebenaran itu sendiri secara ketika bumi mengigau otentik dan mandiri. dengan beribu hijau RAKYAT KECIL sanggup melaksanakan ‘’organisme kebenaran’’nya secara natural dan cultural, tetapi kaum menengah dan elite ketika burung burung gugur pemimpin belum pernah berhasil menyelenggarakan ‘’organisasi dari kepaknya kebenaran’’ negara dan pemerintahannya untuk menciptakan zona dan masih mengepak ke langit nyaman bagi rakyatnya. Istilah Jawanya: di bawah sudah berlangsung ‘’deso mowo coro’’, tapi atas belum berlangsung ‘’Negoro mowo toto’’. ketika bunga bunga luruh APAKAH ITU disebabkan oleh ketidakyakinan atas kebenaran dari wanginya yang kita pilih. Atau ketidakjelasan pengetahuan dan ilmu tentang dan masih semerbak ke langit kebenaran. Ataukah semacam kelemahan mental, di mana kita selalu ketika semua memerlukan orang untuk kita salahkan, sebagai syarat psikologis yang cerai berai di bumi agar kita merasa benar. disatukan oleh langit ATAU MEMANG INI HAKIKAT HIDUP : ada benar dan salah, oleh biru yang satu baik dan buruk, indah dan jelek. Saya mengkritik keras diri saya sendiri dan memeriksa ulang seluruh pengetahuan dan sikap hidup saya. oleh rindu Seberapa kadar keterlibatan saya dalam kelemahan ilmu dan penyakit mental jenis ini. Saya tidak pernah mengemukakan kebenaran kalau betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang saya maksudkan adalah kebatilan. konstruksinya serta proporsi struktur yang kuning tua warnanya, lagi meny- Saya tidak pernah meluluskan keburukan badannya. Lebih dengki lagi kepada jaenangkan orang-orang yang memandang- sebagai kebaikan, dengan akibat-akibat batan Adam yang diserahi Tuhan untuk nya’’, Yai Muzammil yakin sapi berwarna sosial yang sebenarnya luar biasa besar kemimpinan kehidupan di dunia. kuning adalah ciri khas sapi Madura. dan berbahaya. MAKA IBLIS BERSUMPAH akan Maka dia menyarankan pembenahan fakta SAYA BERBICARA DAN MENULIS mempelesetkan langkah Adam, mengabursejarah sebenarnya apa hubungan nasab APA ADANYA. Tetapi saya kasih tahu kan ilmunya, membalik pengetahuannya, antara Yahudi dengan Madura. diri saya, bahwa yang dimaksud apa menggoda hatinya dan menggerogoti iman TAPI HIPOTESIS ITU saya potong: adanya itu tidak berarti pasti benar dan dalam jiwanya. Lancang dan gagah berani ‘’Ungkapan Yai Muzammil barusan dikon- baik. Saya apa adanya adalah saya dengan Smarabhumi Idajil ini. Maka terjadilah firmasikan ke langit oleh malaikat Mikail ketemahan mental, ketidakcukupan ilmu, polarisasi. pPememtaan protagonist dan kepada Baginda Jibril kemudian diter- kesempitan pengetahuan. Mungkin juga antagonis. Densitas positif dan kerapatan uskan kepada Allah. Dan Allah memberi ketidakterbimbingan oleh kebijaksanaan. negative dan kerapatan negative. Perkeputusan: ‘’Karena yang bertanya adalah KALAU SAYA MENENGOK KELU- gantian siang dan malam. Pertentangan orang Madura, yang tidak bisa membeda- AR JENDELA hidup saya, menatap In- cahaya dengan kegelapan. Kesucian dan kan antara warna hijau dengan biru, maka donesia dan dunia, rasanya beberapa tahun kemaksiatan. Ketundukan dan keingsegala pengajuan dari orang Madura yang belakangan ini sangat digaduhkan oleh karan. Efisiensi dan pemborosan. Bahkan menyangkut warna, tidak bisa dipertang- situasi-situasi ‘’benar ialah menyalahkan’’, kesabaran dan ketergesaan. gungjawabkan…’’ ‘’baik ialah menjelek-jelekkan’’, sebagaimaT U H A N MEMPERKE N A N K A N CAK FUAD kemudian menguraikan na ‘’menang ialah mengalahkan’’. Nenek tantangan Iblis. Mereka bikin kontrak. pemaknaan hewan-hewan di Al-qur’an itu: moyang jadul saja punya ‘’menang tanpo Berlaku sampai Hari Kiamat. Iblis diberi tawon, bagal, keledai, kuda dan seterusnya. ngasorake’’. Apalagi kalau tak diperjelas peluang dan ‘’tenggang waktu sejenak’’, Misalnya bagaimana pembunuh pertama peta nilainya, kita bisa terpeleset: karena ‘’amhihum ruwaida’’. Untuk mencelakakan dalam sejarah, Qabil atas habil, belajar menang maka kita merasa benar dan baik. manusia. Menyesatkan jalannya. Menipu kepada burung gagak cara memperlakuYANG SAYA PANDANG di luar jen- pengetahuannya dan memecah ilmunya. kan jenazah. Bagaimana semua teknologi dela itu ternyata bukan tidak ada saya Visi misi Iblis adalah membuat manusia manusia meniru formula dan system yang di hemparannya. Saya tidak steril dari merusak dirinya, menganiaya sesamanya, dihamparkan oleh Allah dalam organisme merasa benar dan merasa baik. Saya tidak menipu dan mencuri, membikin bumi luka alam. merdeka dari keterpelesetan ilmu, kesem- parah, juga memprovokasi untuk konflik JUGA CAK FUAD menjelaskan toler- bronoan mental dan ketidakwaspadaan permanen, perang dan penumpahan daansi dan kebijaksanaan masyarakat semut sikap sosial. Saya merasa tidak terikat rah. Dan Tuhan menadahi output-nya kepada pasukan Nabi Sulaiman, yang ke- oleh kepentingan keduniaan apapun, tetapi dengan menyediakan surga dan neraka. tika berbaris, tidak merasa bahwa mereka tidak berkepentingan itu sendiri adalah TUHAN MENYIAGAKAN para Malaimenginjak dan membunuh semut-semut. suatu jenis kepentingan. Sebagaimana kon- kat untuk membantu manusia mengantisi‘’La yasy‘uruun’’. Mereka tidak merasa sistensi untuk tidak berpamrih sebenarnya pasi intervensi Iblis. Sayangnya manusia menginjak, jadi tidak bisa didakwa ber- adalah perjuangan pamrih juga, meskipun tidak menyelenggarkaan pendidikan salah sepenuhnya. Andaikan salah pun ti- pamrihnya adalah tidak berpamrih. budaya, Sekolah atau Universitas, dalam dak lantas ia boleh dibakar beramai-ramai. J A N G A N - J A N G A N M A N U SI A keluarga dan rumah-rumah ibadah – untuk Hanya Paduka Khidlir yang memperoleh memang ‘’dipermainkan’’ oleh hakikat mendidik generasi barunya bagaimana privilese dari Allah un tuk ‘’membocorkan hidupnya sendiri. Cahaya disadari dan mengaktivasi Malaikat di dalam dirinya. kapal’’. ‘’membunuh anak kecil’’ dan ‘’men- dirindukan dari area kegelapan. Malam Bahkan tidak ada pendidikan dan pemegakkan pagar’’ yang berisi masa silam menerbitkan kebutuhan terhadap siang. biasaan yang membuat anak-anak rajin untuk tujuan masa depan. Penderitaan menyeretkan dambaan menyapa para Malaikat. Baik Malaikat YANG TAK KALAH DAHSYAT untuk memperoleh kebahagiaan. Tuhan yang tugas ronda di alam semesta di adalah burung Hud-hud Direktur Lembaga sendiri adalah ‘’muqallibul qulub’’, yang bawah Koordinasi Jibril, Mikail, Isrofil dan Riset Kerajaan Sulaiman. Sekaligus Ke- membolak-balik hati manusia. Tuhan Izroil, sampai kelak Ridwan, Zabaniyah pala Intelijen. Semua bangunan teknologi penyelenggara ‘’Ikhtilafil laili wannahar’’, dan Malik. Juga yang mengiringi manusupercanggih, melebihi supra-teknologi arsitek pergantian siang malam. Meskipun sia, Muaqqibat, Muhafadlah, Syakhlatus ‘’Iroma dzatil ‘Imad’’ di era Nabi Hud Tuhan menolong kita di tengah pusaran ke- Syams, Mutalaqqiyan, Raqib, Atid, dan yang kemudian dihancurkan oleh badai es- bingungan: ‘’muhawwilul hal wal ahwal’’, banyak lagi. Kalau tidak sempat disapa sampai level piring terbangnya Sulaiman mengurus segala urusan. ‘’Balighul amr’’, satu per satu, mestinya boleh dijamak: yang diarsiteki oleh Tim Jin, mengacu pada mengantarkan kita menuju keberesan ‘’Assalamu Alaikum y a Malaikatallah’’. hasil penelitian burung Hud-hud. sesuatu yang kita perjuangkan. KITA BERHARAP para Malaikat SEDEMIKIAN PRIMERNYA fungsi SAYA PERNAH MENDENGAR dari memaklumi bahwa manusia sibuk dengan Hud-hud, sehingga ketika suatu hari nenek moyang bahwa gagasan orisinalnya globalisasi. Rakyat Indonesia tidak punya datang terlambat dalam Sidang Kabinet Tuhan ketika menciptakan Adam adalah waktu karena suntuk memikirkan impor Kerajaan, Baginda Sulaiman mengancam positivism. Ia menciptakan makhluk- garam, tariffdasar listrik naik, dan uang akan menyembelihnya. Untung Pak Hud- makhluk untuk diajak bermesraan. Men- tabungan untuk haji mereka akan dipakai hud segera datang dan membawa berita A1 ciptakan hamba-hamba untuk mematuhi untuk membangun infrastruktur. Sebagian tentang negeri Saba dan ratu Balqis, yang kehendak-Nya, karena Ia memenuhi mereka bahkan bingung mencari tahu sekarang diasumsikan itu ada di Gunug segala kebutuhan kesejahteraan dan infrastruktur itu apa. Masih familinya Dieng, Wanasaba, Jawa Tengah. Ditambah kebahagiaannya. Sampai kemudian Iblis Fakhur ataukah keponakan Gus Dur. perkiraan bahwa Candi Borobudur adalah mengacaukannya. RAKYAT INDONESIA tidak sempat peninggalan Sulaiman, Karena wilayahMAKHLUK SENIOR yang dulunya menoleh dan melambaikan tangannya wilayah di sekitar itu bernama Sleman, paling dekat dengan Tuhan ini memang kepada Malaikat. Jangankan MuqorSalam, Salaman. Nama yang pakai ‘’an’’ usil dan iseng punya. Tujuh ribu tahun ia robin, ke Jibril pun tak sempat. Maafdiduga ciri khas Jawa, sebagaimana Sugi- paling rajin mengabdi, paling khusyu’, pal- maaf ada urusan reklamasi pantai utara man, Suparman atau Sudarman. ing ruku’ dan paling sujud. Tapi ternyata sepanjang Pulau Jajwa. Belum lagi tol TETAPI KEHEBATAN Jin yang sang diam-tiam menyimpan kelelahan dan laut, kereta cepat dan Meikartapolitan. Ifrith hanya mampu memindahkan Istana dendam di dalam jiwanya. Ketika Tuhan Persoalan rakyat Indonesia bukan hanya Ratu Balqis dan tiba di Istana Sulaiman memberinya waktu untuk istirahat, diir- bertumpuk-tumpuk, bahkan tumpukan sebelum Baginda berdiri, tetap kalah oleh ingi ribuah Malaikat lainnya berkeliling- masalah itu menimbun dan menindih kezuhudan makhluk manusia Asif bin keliling jagat raya, sesampainya di bumi, mereka. Terakhir ini bahkan ada benda Barkhiyah yang sebelum Baginda Sulai- ia tak mau kembali ke kampungnya di yang sangat besar dan berat menimpa man selesai berkedip: Istana sudah terong- langit tujuh. punggung mereka. Ada patung raksasa gok di hadapannya. TERNYATA Kanjeng Idajil ini hedonis di kampong halaman Sunan Kalijaga dan BEGITU ASYIKNYA dialog pembela- materialistik. Makhluk ‘’hubbudunya’’, Sunan Bonang. Di tengah merasakan jaran tentang tadabbur pemaknaan bina- pecinta dunia, pengemar benda dan segala punggung serasa patah-patah, mereka tang-binatang dalam Al-Qur’an, sehingga sesuatu yang kasat mata dan bisa dinik- berdebat apakah itu patung Malaikat kah ketika ayat’’. . tetapi mereka cenderung mati dengan pancaindera. Ia cemburu pada atau patung iblis. kepada dunia dan menurutkan hawa nafsu- gagah dan atletisnya tubuh Sang Adam, l Emha Ainun Nadjib nya yang rendah. Maka perumpamaannya wajah handsome-nya, kesempurnaan Yogya, 5 Agustus 2017 seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga…’’ hendak dipelajari bersama, pukul 03.00 datang berkunjung. PR bagi semua. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 6 Agustus 2017 l Sanento Yuliman
Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l
Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan
October-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27
Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!
Hari Ulang Tahun Seniman September : Frans Nadjira, Budi Sarjono, IGPB Samar Gantang, Ida Bagus Dharmadiaksa, Abu Bakar, Lek Dah, Yanusa Nugroho, Asa Jatmiko, Satmoko Budi Santosa, Muda Wijaya, Dewi Pradewi, Ngurah Dibia, Made Supena, Lany Koroh, Sri Jayantini, Marhalim Zaini, Kiki Sulistyo, Agung Brawida, Ahmadun Yosi Herfanda, Fakhrunas Ma Jabbar, Ibw Keniten, Made Kaek, Kadek Surya Kencana, Dhenok Kristianti, Koniherawati, Wayan Westa, Ni Luh Putu Putri Suastini, Didit Alamsyah, Ib Putra Adnyana, Hasta Indriyana. SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam September, Sampai-jumpa di Taman Kriya sore ini
Daerah
16
Rektor Lantik Pejabat di Lingkungan Unud
Ada Jabatan Baru untuk Kelola Aset Kampus
PEJABAT Dekan, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), LP3M (Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu), SPI (Satuan Pengawas Internal) dan Badan Pengelola Usaha Universitas Udayana resmi dilantik oleh Rektor di Kampus Unud Sudirman, Denpasar, Sabtu (30/9). Pelantikan pejabat struktural dan non struktural ini juga diisi dengan serah terima jabatan antara pejabat baru dengan pejabat lama. Tercatat ada satu jabatan baru, yakni Direktur Badan Pengelola Usaha yang disesuaikan dengan OTK 2016 dan Statuta Unud 2017. “Parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan melalui pertimbangan kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas, moralitas, serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada institusi,” ujar Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K). Raka Sudewi meminta para pejabat baru segera beradaptasi dengan tugas-tugasnya. Mengingat pelantikan ini digelar jelang berakhirnya tahun anggaran 2017, sehingga program-program yang sudah direncanakan harus segera dilaksanakan. Kalau tidak, akan berimbas pada pemberian anggaran tahun berikutnya. Peran para pejabat baru, juga sangat dibutuhkan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Itu sebabnya
BARU - Rektor Unud A.A. Raka Sudewi memberikan ucapan selamat kepada para pejabat baru, sekaligus ucapan terima kasih bagi pejabat lama di lingkungan Universitas Udayana. mereka harus menjaga kemampuan dan kemauan untuk selalu memiliki wawasan luas, data dan informasi yang sahih, serta semangat yang tinggi. “Para pejabat yang baru ini diharapkan menjadi roda penggerak organisasi untuk bergulirnya fungsi-fungsi manajemen dan administrasi. Baik yang dilakukan secara sinergis, paralel, maupun parsial oleh unit-unit kerja,” jelasnya. Raka Sudewi menambahkan, ada empat pilar permasalahan yang perlu diselesaikan secara terfokus. Yakni menyangkut tata kelola, sumber daya (SDM, Informasi dan Aset), Tri Dharma Perguruan Tinggi dan sarana prasarana kelembagaan. Empat pilar tersebut
telah dirinci ke dalam beberapa prioritas program kerja. Institusi Unud secara paralel telah menetapkan rencana strategis 2014-2019 dengan visi unggul, mandiri dan berbudaya. Itu sebabnya para pejabat dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi agar tetap satu arah dengan kebijakan strategis. “Sesuai dengan OTK, ada jabatan baru yang disebut Badan Pengelola Usaha terkait dengan status Unud sebagai Badan Layanan Umum. Penghasilan Unud tidak cukup dari uang kuliah tunggal. Tapi diharapkan ada dana-dana dari sumber lain untuk mendukung kegiatan di Unud dalam mewujudkan visi misi,” imbuhnya. Direktur Badan Pengelola
Usaha, Sayu Ketut Sutrisna Dewi, SE., MM.,AK., mengatakan pemberdayaan aset-aset milik Unud akan dimulai dengan inventarisasi. Setelah itu akan dibuatkan skala prioritas, terkait aset mana yang lebih cepat menghasilkan pendapatan bagi Unud. Aset-aset yang dimaksud mencakup pula kemampuan SDM civitas akademika Unud. “Katakanlah untuk training consulting yang seperti itu. Kemudian yang terkait dengan aset tetap, di mana aset tetap itu kan ada tanah, kendaraan, laboratorium dan unit-unit yang lain,” jelasnya. Dikatakan, aset-aset itu akan diberdayakan dengan berbagai macam cara sesuai dengan karakteristik masingmasing aset. Misalnya laboratorium, pelayanannya tidak hanya untuk internal Unud tapi juga pihak eksternal dengan tarif tertentu sesuai aturan yang ada. Selain Direktur Badan Pengelola Usaha, pejabat baru yang dilantik di antaranya Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT(K)., dan Dekan FISIP, Dr. Drs. GPB Suka Arjawa, M.Si., bersama para wakil dekan masing-masing, serta Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP., Ketua LP3M Prof. Dr. Ni Wayan Sri Suprapti, SE., M.Si., dan Ketua SPI Dr. Ketut Muliartha RM, SE., MM., AK.CA. CPA., bersama para sekretaris masing-masing. (ad1985)
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
Rangkaian Dies Natalis Ke-54
Unhi Laksanakan Jalan Sehat Hingga Donor Darah
DALAM rangkaian Dies Natalis ke-54 Universitas Hindu Indonesia (UNHI) berbagai kegiatan digelar. Pada Sabtu (30/9) UNHI melaksanakan kegiatan olahraga berupa jalan sehat, senam, lomba-lomba antar fakultas dan kegiatan donor darah. Olahraga ini mengawali kegiatan Dies Natalis Unhi. Dies Natalis Unhi nantinya juga akan dirangkaikan dengan odalan di Pura Maha Widya Mandira, Utsawa Bali Sani (UBS) dan wisuda yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober mendatang. Rektor Unhi Dr. I.B. Dharmika, MA., mengatakan pada awalnya setiap fakultas merayakan HUT dengan kegiatan seperti ini. “Di bulan Oktober nanti kita menyatukan semua fakultas itu menjadi satu. Sehingga dengan demikian, pada hari ini adalah rangkaian kegiatan-kegiatan itu,” ujarnya. Olahraga merupakan bagian dari kehidupan. Sehingga olahraga yang menjadi kegiatan utama pada hari itu juga merupakan bagian dari aktivitas yang dilakukan Unhi di kampus. “Karena setiap Jumat dan setiap moment kita ikut juga dalam kegiatan olahraga,” ungkapnya. Beberapa hari lalu Unhi juga melaksanakan kegiatan Temu Karya Ilmiah (TKI) di Lam-
Kecamatan Tejakula. Tadi saya sudah meninjau langsung dan kantor BPP representatif untuk dijadikan posko induk,” katanya. Seluruh bantuan maupun logistik akan diterima di posko induk ini. Dari sini pula bantuan akan disebarkan ke masing-masing pos pengungsian melalui koordinator wilayah, yaitu camat, koordinator desa yaitu kepala desa dan koordinator lapangan yaitu para klian banjar dinas. Nanti permintaan logistik juga datang dari desa. “Kita verifikasi dulu jumlah pengungsi, kita validasi dan kita akan distribusikan logistik melalui posko induk ini, sehingga kita bekerja sesuai mekanisme yang kita bentuk dengan baik,” jelasnya. Terkait instruksi Gubernur Bali Made Mangku Pastika memindahkan pengungsi dari tenda-tenda pengungsian ke fasilitas umum (fasum), mantan Kepala Dinas Perhubungan ini mengungkapkan hal tersebut merupakan prioritas saat ini dan mengungsi di tenda merupakan pilihan terakhir manakala benar-benar gawat darurat. Saat ini menurutnya kondisi sudah semakin stabil
RAKOR – Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Buleleng Made Arya Sukerta, SH., MH., usia memimpin rapat kordinasi (rakor) terbatas penanganan pengungsi Gunung Agung, Sabtu (30/9) kemarin. dan para pengungsi akan di redistribusi dari tenda-tenda ke fasum yang ada. Kemudian desa yang overload, pengungsinya juga akan diredistribuskan. “Redistribusi ini sudah kita bahas dalam rakor terbatas. Kita akan rencanakan dan mapping kemampuan desa yang lain,” tegasnya. Arya Sukerta menambahkan, titik-titik penampungan baru terutama di fasum yang
tersedia sampai saat ini ada di delapan desa yang masuk wilayah kecamatan Tejakula dan Kecamatan Kubutambahan. Manakala fasum tersebut tidak cukup menampung, pihaknya akan membawa sampai ke Kecamatan Sawan. “Sekali lagi kita akan mapping terlebih dahulu, dan pengungsi ini akan redistribusikan hingga ke Kecamatan Sawan,” tambahnya. (ad1987)
Masyarakat Mulai Tenang
Pastika Imbau Warga di 51 Desa Aman Kembali ke Asal SEHARI setelah dilaksanakan evaluasi terhadap jumlah pengungsi dan rencana aksinya Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali bertatap muka secara langsung dengan pengungsi di Posko Banjar Tembok, Posko Desa Sambirenteng, Posko Desa Les dan Desa Bukti Kabupaten Buleleng, Sabtu (30/9). Kunjungannya kali ini untuk memantau kondisi pengungsi, sekaligus mensosialisasikan beberapa himbauan hasil rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana Gunung Agung. Sebelumnya jumlah pengungsi yang mencapai 144 ribu lebih, dua kali lipat lebih dari hasil pemetaan penduduk di Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang dilakukan BNPB. Kondisi ini terjadi dikarenakan masyarakat panik pascaditetapkannya Gunung Agung dalam status Awas. Sehingga warga yang berada di kawasan aman ikut mengungsi padahal seharusnya tidak mengungsi. Untuk itu Pastika menegaskan hanya warga di 27 desa yang masuk KRB saja yang harus mengungsi, dan menghimbau agar warga di 51 desa aman untuk kembali ke asalnya. “Sekarang kan sudah empat hari sudah mulai tenang mulai kita pikirkan namanya tahapan konsolidasi dan rekonsolidasi. Daerah rawan satu, dua, tiga itu jumlahnya 70 ribu, kalau pengungsi 144 ribu dari mana yang lain ini, berarti daerah aman dia ikut ngungsi. Wajar
POSKO - Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali bertatap muka secara langsung dengan pengungsi di sejumlah poskodi Kabupaten Buleleng, Sabtu (30/9). saya tidak menyalahkan karena panik. Sekarang sudah selesai paniknya jadi harus kembali, bukan diusir,” jelas Pastika. Lebih lanjut Pastika juga memerintahkan aparat desa untuk melakukan pendataan tempat-tempat yang strategis guna memindahkan pengungsi ke tempat yang lebih layak. Menurutnya, pengungsi akan lebih layak apabila tinggal di balai banjar, wantilan atau pun GOR dibanding harus tinggal di tenda-tenda. Selain kesehatannya lebih terjamin, juga memudahkan dalam distribusi logistik dan pelayanan kesehatan serta pengelolaan dapur umum secara mandiri. “Sekarang sudah bisa memikirkan jangka panjang. Berapa disitu punya Balai Banjar, Balai Serbaguna, GOR kalau ada,
termasuk wantilan pura. Yang dalam tenda berangsur-angsur kita pindahkan ke gedung biar lebih nyaman, lebih sehat, lebih gampang dan biarkan mereka masak masing-masing, kita tinggal drop bahan-bahannya,” ujar Pastika. Untuk memudahkan distribusi bantuan, aparat di masing-masing desa lokasi posko pengungsi juga diminta membuatkan kartu identitas pengungsi. Kartu identitas ini berisi informasi nama, alamat, dan nama keluarga yang menjadi tanggungannya. Hal ini merupakan langkah antisipasi dalam penyaluran bantuan agar tepat sasaran, termasuk untuk mengambil logistik, maupun pelayanan kesehatan. Dibagian lain Pastika juga mengunjungi warga yang mengungsi di Desa Bukti, Kecama-
tan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Seperti diberitakan sebelumnya, lokasi pengungsian ini merupakan hutan jati yang jauh dari pemukiman. Sehingga dikhawatirkan akan mengalami kesulitan terutama masalah kesehatan, pendidikan anak, akses air, dan sanitasi. Terdapat sebanyak 68 orang memiliki keyakinan untuk bertahan mengungsi di hutan jati tersebut. Padahal akses ke lokasi sangat terpencil, tidak layak menjadi tempat pengungsian. Untuk itu Pastika menghimbau agar warga tersebut bisa pindah ke tempat yang lebih layak atau ke posko pengungsian yang telah ditetapkan. “Ini masalah kepercayaan. Bali ini memang tidak gampang, tidak sekadar memindahkan manusia, dia punya kepercayaan dan saya menghargai itu. Tetapi tolong pikirkan anak-anak ini, jangan biarkan anak-anak ini menderita begini. Sudah dikasi tempat yang lebih baik, bawa pretimanya ke sana,” kata Pastika untuk meyakinkan agar warga mau pindah ke tempat yang lebih layak yang disediakan pemerintah. Menanggapi himbauan tersebut, Ketut Piji, salah satu penglingsir, mengatakan akan menuruti nasehat Gubernur Pastika. “Mudah-mudahan saya bersama masyarakat mau pindah karena sudah dicarikan tempat yang aman seperti kata Bapak Gubernur tadi. Malu saya sama masyarakat,” kata Ketut Piji. (ad1984)
pung. Dalam event itu Unhi juga meraih beberapa penghargaan. Dengan demikian, moment ini juga sekaligus proses seleksi. Karena dua tahun lagi Unhi akan melakukan TKI di Palu. Berarti Unhi secara rutin telah menyiapkan bibit-bibit untuk melaksanakan kegiatan akademik dan juga kegiatan yang bersifat ekstrakurikuler. Kegiatan olahraga ini juga dalam rangka meningkatkan kedisiplinan Unhi. Dengan olahraga daya tahan tubuh menjadi bagus. “Kalau fisik bagus, kita akan bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan akademik yang sifatnya eksak. Sehingga otak kanan dan kiri kita seimbang. Sehingga hidup kita menjadi seimbang. Sebenarnya itu tu-
juan kita,” jelasnya. Dengan menyeimbangkan otak kiri dan kanan melalui olahraga, maka kegiatan akademik dapat berjalan dengan optimal. Hal itu akan menyebabkan masyarakat kampus, baik mahasiswa, dosen, alumni maupun staf akan seimbang hidupnya dan siap melaksanakan kegiatan apapun, serta menghadapi tantangan yang dialami dalam proses akademik. Melalui kegiatan ini juga integrasi dan solidaritas antar masyarakat kampus dapat terjalin. “Keempat komponen kampus itu selalu kita hubungkan antara satu dan lainnya. Sehingga masing-masing komponen itu saling mengenal fungsinya olahraga ini, “ tutupnya. (ad1986)
tahui masyarakat luas, tidak sedikit dari mereka begadang hingga larut malam membantu di bidang komunikasi. Mereka paham dan intim dengan pejabat dari berbagai instansi, guna menginformasikan kebutuhan masyarakat yang perlu difasilitasi pihak pemerintah. Gaung dari bencana sampai menyeruyak ke pelosok dunia, bila mau jujur, berkat jasa para insan pers. Karena itulah, sebelum bantuan pemerintah yang biasanya turun lewat birokrasi dan formalitas yang ketat, para pengungsi lebih dulu dibantu anggota masyarakat, karena dorongan rasa kemanusiaan, khususnya ajaran agama dan budi pekerti. Mengamati perilaku masyarakat selama hampir tiga minggu, aku jadi bangga menjadi orang Bali yang lahir dan besar di Bali. Para seniman pun ikut terjun ke tempat-tempat pengungsian. Yang piawai bermusik, menghibur para pengungsi dengan seni suara. Sulinggih malah ada yang melakukan upacara secara gratis buat bayi-bayi yang berusia 105 hari atau sambutan. Ini upacara sangat penting, karena di usia itu bayi dinyatakan menapaki langkah awal sebagai manusia, sehingga saat acara itu pula bayi diberi nama oleh pendeta. Agaknya seluruh komponen di Bali melakukan upaya buat meringankan beban psikologis, selain menyisihkan sedikit miliknya buat saudaranya yang harus meninggalkan kampung halamannya,’’ ujar Made Surjanegara. ‘’Aku terharu membaca berita dan juga melihat sekilas di youtube yang diperlihatkan anakku. Ada anggota polisi lalu lintas ikut ngamen dengan nyanyi dan main gitar mengumpulkan sumbangan dari para pengendara mobil dan sepeda motor. Juga anak-anak muda, baik siswa SMA dan Mahasiswa membawa kotak sumbangan di simpang empat jalan dan traffic light. Ada beberapa SMP menawarkan anak-anak kelas IX yang ikut mengungsi untuk ikut pelajaran di sekolah mereka, agar tidak jauh ketinggalan saat menghadapi ujian akhir nanti. Wah, ini keren dan harus diapresiasi! Para penutur dan pelukis juga aktif berperan sesuai keahlian mereka. Anak-anak PAUD dan TK dituturkan dongeng dan diajar mewarnai lukisan, sehingga anak-anak jadi ceria dan sejenak melupakan status mereka sebagai pengungsi. Malah ada pengungsi wanita yang tidak ingin berdiam diri di pengungsian, namun berinisiatif membuat ceper, tangkih, dan porosan buat mengisi waktu dan menghibur diri. Memang kudengar ada pengungsi yang meninggal dunia, karena usia uzur dan sakit. Agar keluarga tidak terbeban secara batiniah, ada pengelola krematorium memberi jasa upacara makingsan di geni secara gratis dan warga banjar serta klian almarhum ikut hadir menyaksikan. Jiwa gotong royong yang diduga lenyap dimakan modernisasi, hadir dengan wajah sumringah gara-gara didesak Sang Hyang Tohlangkir alias
Gunung Agung,’’ komentar Wayan Wijaya. ‘’Ternyata imbauan Presiden Joko Widodo agar anakanak tetap belajar ketika berkunjung ke lokasi pengungsian Selasa (26/9), sudah dilaksanakan sebelumnya. Ini membuktikan bahwa filsafat, agama, dan ilmu pengetahuan dipelajari di Bali, bukan untuk diteorikan dan diperdebatkan, namun dipraktikkan. Saling asah, asih dan asuh, sagalak sagilik salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya, bukan hanya hiasan bibir, namun diwujudkan dalam tindakan nyata. Kalau boleh kuminta, masyarakat yang sudah pontang-panting melakukan segala hal untuk para pengungsi, tidak menghujat dan mengejek mereka yang kelihatan masih adem ayem. Atau menuduh pencitraan bagi yang tampak tumben berderma, yang dikaitkan dengan pemilu. Juga tidak perlu apriori terhadap orangorang yang mengumpulkan sumbangan, lantaran pernah melihat kecurangan yang dilakukan orang di tempat lain. Bila percaya dan yakin dengan kebesaran Tuhan, agaknya Sang Hyang Widi Wasa mahatahu! Kelancungan akan cepat kentara di Bali, karena orang Bali rajin menghaturkan sesaji, bukan hanya untuk Tuhan, juga para roh dan alam. Asalkan tulus dan ikhlas kerjakanlah apa yang mau dilakukan tanpa harus memikirkan hal-hal yang dilakukan orang lain, apalagi mengejeknya,’’ imbau Nyoman Muka. ‘’Benar dan setuju! Jangan ikuti perilaku para politisi yang mabuk kekuasaan, yang memilih ribut daripada melakukan hal-hal yang berguna bagi masyarakat. Aku bangga melihat dan mendengar cara masyarakat Bali dalam berempati. Tidak tampak sikap egois dan ambisius, namun gotong royong dalam membantu saudara-saudara yang terkena musibah. Mudah-mudahan, andaipun Gunung Agung meletus, durasi letusan tidak berlangsung lama dan dampaknya tidak begitu luas. Soal penampungan pengungsi, kukira, kita tidak begitu banyak kekurangan. Masih banyak wantilan dan balai banjar yang siap mengakomodasi mereka. Malah, warga Karangasem yang sudah lama berdomisili di Denpasar atau kota lain di Bali, cukup banyak. Mereka tergabung dalam organisasi kemasyarakatan bernama “Semeton Karangasem” yang disingkat SEKAR. Anggotanya, untuk di Denpasar saja konon berjumlah 30 ribu orang. Hebatnya, jumlah profesor, doktor, dan magister dalam SEKAR membeludak, di samping pengusaha kelas menengah ke atas. Bila benar Gunung Agung meletus, bagiku dampaknya tidak separah letusan tahun 1963, yang sampai makan korban nyawa 1.500 orang. Namun, sebagai orang beragama kita tidak boleh jumawa, semoga Sang Hyang Giri Pati menyayangi seluruh umat-Nya dan mengurangi penderitaan mereka, Swaha,’’ doa Dewa Wisia di akhir paparannya. (aridus)
Jiwa Gotong Royong
Buleleng Bentuk Posko Induk Pengungsi Gunung Agung
BERBAGAI upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng secara maksimal, untuk membantu ribuan pengungsi dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung. Koordinasi terus dilakukan untuk membantu para pengungsi ini. Salah satunya adalah membentuk posko induk penanganan pengungsi Gunung Agung. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Penanganan Pengungsi Gunung Agung yang juga Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Buleleng Made Arya Sukerta, SH., MH., saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terbatas penanganan pengungsi Gunung Agung di Kantor Camat Tejakula, Sabtu (30/9) kemarin. Arya Sukerta menjelaskan, pengungsian ini akan memakan waktu yang lama. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen untuk mengatur pengungsi dan juga bantuan yang diterima dari para donatur maupun dari pemerintah. Pemkab Buleleng membuka posko induk yang berlokasi di Kantor BPP Kecamatan Tejakula. “Kita bentuk posko induk di Kantor BPP
FAKULTAS -Lomba memasukkan paku antar fakultas.
GUNUNG Agung akan meletus! Isu tersebut tidak mengada-ada meski letusan belum terjadi, namun peringatan telah disebarkan pihak berkompeten, sejak aktivitas gunung berapi itu memperlihatkan tanda-tanda erupsi pada minggu kedua September 2017. Wanti-wanti dilontarkan agar hati-hati bagi para pendaki dan segenap masyarakat yang melakukan ritual keagamaan di sekitar gunung. Intensitas gempa mulai sering terasa oleh penduduk yang bermukim dekat, selanjutnya status ‘’waspada’’ dikeluarkan dan pendakian dilarang. Akhirnya gunung dinyatakan pada level ‘’awas’’, sehingga semua penduduk yang bermukim dalam radius 7,5 km - 12 km dari lokasi diinstruksikan mengungsi. Maka memasuki minggu ketiga, berduyun-duyunlah para pengungsi yang ditampung tersebar di seluruh kawasan di Bali. ‘’Bila di Jakarta dan sekitarnya masyarakat, khususnya kaum elite sibuk meributkan masalah komunisme, di Bali nyaris seluruh masyarakat disibukkan upaya menyelamatkan saudara-saudaranya yang tertimpa bencana. Bukan hanya permukiman dan logistik, juga kandang bagi ternak yang dimiliki para pengungsi. Sebab, sebelum mereka meninggalkan desanya, ada gejala memancing di air keruh oleh oknum-oknum yang ingin mencari kesempatan dalam kesempitan. Beberapa makelar hewan datang ke desa-desa yang diduga penduduknya akan mengungsi dan menawar harga ternak mereka jauh di bawah harga semestinya. Memahami situasi dan kondisi yang mendera psikologi para pengungsi, masyarakat yang berempati dan bersimpati atas nasib saudara-saudaranya yang akan mengungsi, secara ikhlas tanpa imbalan menawarkan lahan untuk dijadikan kandangkandang ternak. Bahkan, ada masyarakat yang suka rela menampung pengungsi untuk tinggal di rumahnya, lantaran orangtua dan leluhur mereka punya ikatan kekariban masa lampau. Tanpa sadar orang Bali yang diwariskan kearifan lokal bernama Tat twam asi dan Vasudeva kutum bakham oleh para leluhur, mempraktikkannya dalam situasi yang tepat. Hebatnya, bukan hanya orang Bali beragama Hindu, malah warga Bali asal luar daerah beragama beda pun secara antusias turun tangan ikut membantu dalam segala hal. Ini luar biasa dan membanggakan!’’ tutur Rubag. ‘’Para wartawan dari berbagai media, selain mewartakan apa yang perlu dike-
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Driver PT.QRG Resort 8480383
B.BP.001.09.17.0001527
Le Pirate Beach Club,Looking for Hotel Operational Manager, Exp Min 5 years(F&B, HK, FO, Operation).Bartender & Waiter Staff, Engineering Staff, Sous Chef , Good Salary, Accommodations &Transport,BPJS Ready to Work.Age Max 35 years, Min Exp 2 year.Sent CV to: hrd@lepirate.com, 0361487240
B.BP.004.09.17.0001958
Dcr:FO,BellBoy,HK,Driver, Scurity,Enginering,Laundry,u/Htl. E:newarenahotelkutabali@gmail..com /Hub.PO Box 2005 Kuta Bali B.BP.164.09.17.0001649
*Dicari Guru Playgroup & TK u/ Sekolah di Dalung 085100861502 B.BP.166.09.17.0001969
Dcr Karyawan/i bs Bhs.Inggris Lamaran ke:Jl.Kerobokan 96, Br.Taman (Toko Kenny Furniture) B.BP.001.09.17.0001654
Bth sgr! PT Mitra Duta Expo Kar Pss:Adm,SPG,Csir,MD,Gdg,OB,SPV Gj2,6-3jt (Traing 1Mggu/lngs kerja Hb.082229397978 B.BP.001.09.17.0001979
BIRO JASA
ATASI:
AHLI SUMBAT Atasi WC Mampet,
WC
GARANSI
Saluran Air, Wastavel Dll. Tanpa Bongkar Melayani Nguras
081337666135 082359392760 C.0001457-BRJ
Coco Group looking for : Asst. Accounting Manager Asst. Internal Audit Manager Asst. HR Manager Corporate Secretary Send CV: hrm@cocogroupbali.com
Dcr tenaga pelaksana bangunan Dibutuhkan Dokter Umum & 2 org DIJUAL MOBIL STM/Diploma Hub:081353461179 therapis u/klinik kecantikan HONDA kirim CV:razankarya@yahoo.com (pengalaman tdk diutamakan) B.BP.001.09.17.0001900 Hub.0361-255445/081338322060 Jazz Matic’2005 H.87jt Dcr:Pembantu Masak,Waiter/ss, B.BP.001.09.17.0001678 B.BP.001.09.17.0001943 X Over’10 TT/Krd,085100856999 B.BP.141.09.17.0001980 Lancar Inggris,ada Gaji,Tip, Dcr Sales Toyota Tbn min SMA Urgent! Dicari Segera Cook dan CRV’05 tgn1 hitam jok kulit Bakery Berpengalaman Hub: B.BP.803.09.17.0001895 Krm CV Agung Toyota Tbn 810888 u/RM Legian Hub.081236109808 B.BP.167.09.17.0001816 B.BP.001.09.17.0001959 istimewa Hub:081337678968 Goddes Bakery Bali 0361-288223 Dc Admin & Akunting(wnt) u/garB.BP.001.09.17.0001879 Dcr Sopir 2org,Sales 3org di Dcr:Receptionist/FO,HK,Puri /087-861390193/081-999254781 men di Canggu Hp.082237777767 B.BP.001.09.17.0001906 MAZDA bwh u.35Th,Dokter utk Praktek Asih Htl.Jl.Pantai Kuta 40 Kuta B.BP.001.09.17.0001935 B.BP.001.09.17.0001901 CX7 GT’10 Putih,Inova’07 H.118 Sp.Anak,Sp.THT,Dokter Umum, Dcari Sushi staff Rest Kokoya Dibthkn Teknisi IT Baru Lulus Bs Kredit Dp20Jt, 085100871119 Ap.Asia.F Jl.Diponogoro 210A Dps Jl.Danau Tamblingan 178 Sanur Networking,Hardware,Sistem. B.BP.141.09.17.0001956 T.227995-081338667100 Hub.0361 289252 Email CV : info@glsolusi.com B.BP.001.09.17.0001745 B.BP.001.09.17.0001971 TOYOTA B.BP.001.09.17.0001876 Dcr Cook,Waiter/s Brpglmn, Dcr Sopir&Sales Counter bs Bhs Avanza E’09 115Jt; Atoz AT’00 Dicari Pembantu Rmh tangga tdr Domisili Dps.Hub Sand Beach, Jl. Inggris.MerrysTour.0361-238041 55Jt, 085337887779,08123631676 dlm/luar.Gaji sesuai kemampuan B.BP.001.09.17.0001849 B.BP.001.09.17.0001973 D.Tamblingan 27, 282908,282909 HUB.0816572315 B.BP.001.09.17.0001964 Dcr Staff Kitchen SMK Boga,Max35, Avanza G 13 DK istmw 08133-723 B.BP.001.09.17.0001941 Dcr OB utk kantor dan pengawas pny SIM A Diutamakan, pernah -5100 & 0818-0561-3699 Ng 146 Dicari PRT tinggal dalam/luar B.BP.001.09.17.0001974 lapangan.Lmran langsung dibawa Kerja Resto,Gj 2-2,5Jt+U.Makan di Kenyeri III Hub:0817550863 Camry 2.4V Hitam Th’2010+Pickke Jl.Tangkuban Perahu Gang SD Hub. Kiwami Resto Jimbaran B.BP.001.09.17.0001889 Up,Hub.0811510588/0361-499289 11-13 No.17 Banjar Teges Padang 081353052535-082339399639 Dicari segera Tkg Kebun untuk B.BP.164.09.17.0001648 B.BP.001.09.17.0001840 Sambian Denpasar,087861816907 Vila DesaMas Ubud,087861358071 B.BP.004.09.17.0001983 DIJUAL MOTOR Dcr driver umur max 35th bawa B.BP.154.09.17.0001981 Dcr Pegawai & supir u/Catering lamaran ke Banoli Motor FO Female,25-35Yrs, Fluent HONDA Hub.0818550811/087861838922 Jl.Buluh Indah 75 Dps English, Hotel/Villa Exp.Skills in Vario Fuel Injection’14 Pgm Fi B.BP.001.09.17.0001898 Hub.(0361-418624/413964) MS Excel&Word,a team player to LowonganpekerjaanTeamlapangan, Mulus dan bagus 081338701512 Bth Admin,Guru/MhsJur,B.Ing & B.BP.001.09.17.0001896 B.BP.001.09.17.0001677 bagian quality control.Syrt: Report to the DOSM. Send full Math/Mipa u/Bimbel. 08179791223 Dcr staff accounting minS1akunPria, pnya spda motor, pnya Lap B.BP.001.09.17.0001957 CV to: demi@sienna-villas.com tansi umur max30 bawa lamaran top CV dikrm ke:hellen@barang Dcr staff notaris,lamaran krm Sienna Villas Jl.Raya Seminyak DIJUAL RUMAH ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah bagusindonesia.com ditnggu ke Jl.Tangkuban Perahu No.2X Gg.Keraton No.5 Bandung 80361 Dijual Ruko Baru @1,7M 75 Dps Hub(0361) 418624/413964 Kerobokan Tlp:0361-9348949 plng lmbt Senin Tgl 2-10-17 Tel:0361734698 di Jl.Akasia Dps, 08123861163 B.BP.001.09.17.0001950
BIRO JASA
Dcr Sales Otomotif umur max 30 bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps Hub (0361-418624 / 413964)
B.BP.001.09.17.0001676
BIRO JASA
B.BP.004.09.17.0001421
SERVICE
B.BP.031.09.17.0001830
SERVICE
B.BP.001.09.17.0001977
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH Djl Rumah + Tanah 1A di Buana Raya H.1,4M Nego, H.08786826487
Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809
B.BP.001.09.17.0000185
B.BP.001.09.17.0001970
BU.jual tnh kav 1A lok.blkg gd Aqua Latu Hub: 081999445029
B.BP.001.09.17.0001976
Batubulan 325Jt ng Jl.Mobil Viw Ketwl 200ng+230ng 087761245398
Dijual Prmhan Br Cluster @1,5M di Jl.Akasia Dps, 08123861163
Jual Rmh Canggu Permai Hook Lt 2 LT105LB160 KT3 Ruang Tamu, Grs,SHM 1,5M Ng.BU 08113999705
B.BP.004.09.17.0001915
Rmh BUC LT300M2 LB400m2 Jl.Tkd Badung VIII,H.3,4M,08123953313
B.BP.001.09.17.0001699
Rmh Kediri Tabanan LT.108m2 Tipe 54M.harga BU.400jt sampai deal,081236522166
DISEWAKAN GEDUNG Disewakan ktr Baru Bgs sekali 2lt di Jl.MH.Yamin Renon, @220Jt/thn, 08123861163
B.BP.001.09.17.0001877
B.BP.001.09.17.0001975
B.BP.001.09.17.0000991
KEHILANGAN Hilang BPKB F4998887-O Th’2009 Dk 793 AO Hub.085333682799
Djl Tanah 20A (Kerambitan) & Tnh 31,6A(Canggu)081558097478
B.BP.001.09.17.0001938
Jl Mrh BUC Jl.Jepun Pipil Gatsu, Jl.Dewi Sri 2-Legian Hub.HP :081 138 99 108
B.BP.001.09.17.0001619
Jual Murah-SHGB Jl.Trengguli Penatih LT 41,9A H.08113899108
B.BP.001.09.17.0001949
KARTU KREDIT Buat Kartu Krdt/KPR SIUP BI cheking Rek dbntu 087822321027
B.BP.001.09.17.0001911
PEMBERITAHUAN Dgn diketahui o/konsulat AusTanah 1a Jl.Utma Sulatri Masuk Rumah Bagus di Tangtu Ling. tralia menyatakan permohonan 200M Gatsu Timur 081237148880 Villa. LT250m2, LB150m2 @2,2M maaf Kpd PT.Arta Sedana Retail B.BP.001.09.17.0001743 08123861163 -indo atas perbuatan pencurian B.BP.001.09.17.0001978 DISEWAKAN RUMAH sy lakukan tgl 28/9/17 di Dijual Rumah Jln.P.Moyo X/2 DisewakanRumahMls3kmr,3kmnd Hardys Sanur shg merugikan Hub HP .082 144 717 912 Jl.Ayani Utara H.087862308833 PT.Arta Sedana Ratailindo (Hardys B.BP.001.09.17.0001865 B.BP.001.09.17.0001871 Rumah Luas 4KT,Garasi 2Kmd,RT Sanur.Demikian Permohonan maaf DISEWAKAN RUKO dr Saya Ken Linsmore. Dikont Ruko 2Lt 5x10 di Patih Lok Jimbaran Ns.2,081338701512 B.BP.001.09.17.0001820 B.BP.001.09.17.0001894 Jelantik 9 Kuta 082339158558 Exotic leather,Telah di buka B.BP.001.09.17.0001878 DIJUAL TOKO toko kulit reptil bisa menyediakan DIJUAL TANAH Jual Murah-SHGB Jl.By Pass I.B cites jl.Gn Soputan Ruko Sedana Mantra-Ktwl LT.29A/LB.8000M2 Djl Tanah Kavling 1,30A 1,5A Teras Dewata No.11 4Lt Hub:081-138-99108 2A diBuduk,082147454248 BU Cpt Hp. 081236666746 B.BP.004.09.17.0001982
B.BP.001.09.17.0001767
B.BP.164.09.17.0001972
B.BP.001.09.17.0001765
SERVICE
SERVICE
B.BP.031.09.17.0001945
BAJA RINGAN
Asah
18
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
TTS Bali Post
Pertanyaan Pertanyaan TTS No. 315 Mendatar: 1. Bulan ini 4. Usul ; saran ; nasihat 8. Meninggalkan tempat asal secara besar-besaran 10. Uniform 11. Sediaan obat berbentuk pasta 12. Berhasrat 14. Satu jenis kain terbuat dari rami halus kuat dan berkilat 16. Rumah penginapan (Inggris) 17. Satu jenis musik berirama cepat 18. Pembesaran buah dada pada laki-laki 22. Pemilih (Inggris) 27. Seperseratus hektar 28. Satu 29. Terhormat ; Luhur budi ; bermutu tinggi 31. Asosiasi negara-negara Asia Tenggara 33. Kayangan 34. Satu istilah dalam permainan catur 35. Memondok 36. Ibu Kota Kabupaten Belu NTT 37. Hewan yang bisa berubah warna Menurun: 1. Serangan 2. Pengujian untuk mengetahui kemampuan 3. Lewatnya gas atau cairan antar ruang melalui pori-pori 5. Salah satu hari raya hindu 6. Pemerintahan dibawah kendali pejabat setingkat gubernur 7. Hanya namanya ; Menurut yang tercatat/tertulis saja 9. Hubungan ; Pertalian 10. Salam sapaan di pagi hari 13. Sejenis minuman beralkohol 15. Binatang laut yang berumbai-umbai pada kepalanya untuk menangkap mangsanya 19. Organisasi buruh internasional 20. Bentuk terikat untuk kata “Tidak” 21. Orang 22. Nama bunga berbau wangi 23. Bilangan dengan lambang bulatan 24. Ini (Bali) 25. Nama ikan bernilai ekonomi tinggi 26. Minyak tanah 30. Berani ; Bersemangat (Jepang) 32. Bekal berupa uang
Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 315 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 7 Oktober 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 15 Oktober 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 313 Mendatar: 1. Maroko 5. Sangit 8. Kledi 9. Namake 11. Nektar 12. Nausea 14. Inap 15. Krayon 18. Lang 19. Kafilah 20. Periang 24. PHPA 26.UciUci 30. Duri
31. Karate 32. Sembab 33. Kagaku 34. Runut 35. Konvoi 36. Pangus Menurun: 1. Mandek 2. Romusa 3. Oke 4. Kerosin 5. Sintal 6. Gotong 7. Teripang
10. Kano 13. Anoa 14. Insisi 16. Ria 17. Yoichi 19. Kuldesak 21. Emut 22. NIC 23. Beruang 24. Preman 25. AKABRI 27. Cela 28. Undang 29. Impuls 33. KTP
Pemenang TTS No. 313 1. Ni Luh Lopina Dewi Br. Dinas Kayuaya, Desa Sukadana, Kec. Kubu, Kab. Karangasem 2. I Kadek Sudarma Dusun Delod Rurung, Desa Banjarasem, Seririt, Buleleng 81153 3. Ni Luh Made Dwipayani Br. Dlod Pangkung, Desa/ Kec. Sukawati, Kab. Gianyar (HP: 085 237 463 579) 4. I Made Wijana Jl. Sultan Agung No. 43, Br. Pendem, Kel./Kec./Kab. Karangasem (HP: 0877 6285 7385) 5. Ni Luh Wati Jl. Kenyeri, Br./Lingk. Sima, Kel. Sumerta Kaja, Denpasar (HP: 085 338 296 096) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama Alamat
: Ni Wayan Yuniari : Jalan Tukad Citarum Gg.VII.F/3, Br. Kertasari, Panjer, Denpasar Selatan
Ubur-ubur Tetap Bisa Tidur Meski Tanpa Otak
BPM/kmb
KERA - Kawanan kera di kawasan TNBB kini kelaparan akibat kekeringan sehingga mengganggu pamedek.
Kawanan Kera di TNBB Kelaparan Mulai Ganggu “Pamedek”
KONDISI kemarau panjang dan kekeringan yang kini terjadi, menyebabkan kawanan kera penghuni TNBB mulai kelaparan. Akibatnya tanaman atau buah yang menjadi sumber makanan di dalam hutan kebanyakan mengering, sehingga kawanan kera mulai menyerbu sejumlah pura yang berada di kawasan TNBB. Seperti yang terjadi di pura Segara Rupek dan Prapat Agung. Pemangku dan petugas pura harus ekstra keras agar para pamedek tidak merusak banten maupun pembekalan yang dibawa pamedek. “Jika tidak dijaga mereka memburu banten,” kata penjaga pura IB Sutika, Sabtu (30/9). Sejak kemarau sebagian kera termasuk babi hutan mencari makan ke areal pura karena tidak ada makanan. Jika ada pamedek katanya pihaknya membagi tugas menghalau
kera maupun satwa lainnya. Untuk di dalam pura, pihaknya juga menyiapkan kerangkeng besi untuk tempat banten pamedek. Namun, karena banyaknya kera ada saja banten pamedek dibawa. Bahkan kalau pamedek membawa mobil dan lupa menutup jendela, bawaan di dalam mobil akan diobrak- abrik. Aji Surya, pamedek dari Sumber Kelampok juga mengaku kehilangan lap kanebonya sehingga tidak ada lap untuk mengelap mobil kijangnya. Menghadapi pujawali di Pura Prapat Agung yang datang pada purnama kalima, agar sarana dan prasarana banten dan lainnya aman, pihaknya selain menugaskan petugas penghalau kera juga meminta panyengker secara niskala di pendeta, sehingga pujawali tidak diganggu kera. (kmb)
P E N E L I T I baru-baru ini menemukan bahwa ubur-ubur primitif ternyata dapat tidur seperti manusia. Temuan itu menantang gagasan umum yang menyebutkan bahwa tidur membutuhkan otak, sebagaimana yang dilaporkan media Amerika Serikat. Peneliti dari Institut Teknologi California melihat perilaku Cassiopea, uburubur primitif bahwa mereka menunjukkan penurunan aktivitas, respons lebih lambat dan membutuhkan tidur. Penelitian telah membuktikan bahwa keberadaan otak tidak dibutuhkan untuk aktivitas tidur. Cassiopea hidup terbalik di dasar laut dan tidak memiliki sistem saraf pusat. Temuan itu juga menun-
jukkan bahwa tidur adalah perilaku kuno yang tidak berubah setelah bertahuntahun evolusi. Penelitian itu diterbitkan pada Current Biology minggu lalu, ditulis bersama tiga kandidat Ph.D dalam biologi di institut tersebut. Demikian diberitakan Kantor Berita Xinhua. (ant)
Sakit Kulit Akibat Tomcat, Jangan Digaruk
Denpasar (Bali Post) Selain mie instan, yang perlu diperhatikan di pengungsian adalah kebersihan. Beberapa warga mulai terserang serangga tomcat yang menyebabkan pengungsi terutama anak-anak mengalami gatal dan rasa panas pada kulit. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Laksmi Duarsa, Sp. KK., mengatakan, serangan tomcat dapat menyebabkan penyakit kulit dermatitis paederus. Penyakit akibat serangga kecil ini menurutnya dapat diobati. “Penyakit ini tidak terlalu gawat, tapi karena menimbulkan lesi seperti orang Herpes, makanya membuat orang khawatir biasanya,” ujarnya. Serangga ini mengeluarkan racun yang dapat menyebar ke area tubuh lain apabila digaruk. Racun tersebut keluar apabila serangga tersebut hancur, bukan karena gigitan. Dengan digaruk, racun tersebut akan dapat berpindah ke area lain. Dari garukan tersebut akan menghasilkan garis seperti lesi. Apabila kulit yang tidak terpapar racun tomcat dan area lesinya sedikit, maka penyakit ini bisa sembuh dalam waktu 3-5 hari dengan obat yang diberikan di lokal area tubuh yang terpapar. Namun, jika area terpaparnya luas, maka selain pemberian obat lokal
di area tubuh yang terpapar, juga diberikan obat minum. Lanjutnya, terjadinya kasus serangan tomcat ini lantaran kebersihan pengungsian yang kurang terjaga. Karena
seperti serangga umumnya, tomcat bisa bersarang di tempat yang kotor seperti karpet, sofa, lantai. Maka dari itu ia menganjurkan agar tempat tidur atau karpet dijemur saat tidak digunakan. (kmb42)
19
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
Siswa Pengungsi Membeludak
Bupati Suwirta Upayakan Kenyamanan Belajar SUASANA Sekolah Dasar Negeri 2 Gelgel, Klungkung tampak berbeda dari biasanya. Ratusan anak-anak pengungsi Gunung Agung dengan menggunakan pakaian seadanya berbaur melakukan aktivitas belajar di halaman sekolah. Jumlahnya pun tidak main-main, hingga mencapai 156 orang. Jauh lebih banyak daripada siswa setempat yang hanya 84 orang. Kondisi itu terungkap saat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengunjungi sejumlah sekolah yang berada di dekat Posko Induk GOR Swecapura, Sabtu (30/9) kemarin. “Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan maka proses belajar anak tidak akan berjalan dengan benar. Solusinya, kita akan tambahkan kelas baru, namun siswa pengungsi tidak akan dipisahkan melainkan tetap dicampur dengan siswa setempat sehingga terjadi interaksi,” ujar Suwirta. Selain ruangan, kegiatan belajar juga terkendala kurangnya jumlah guru pengajar. Mengatasi itu, Pemkab Klungkung akan berkoordinasi dengan Karangasem. Dinas Pendidikan sebagai leading sector juga telah diinstruksikan. “Tidak perlu memikirkan administrasi dan sebagainya karena semua di sini demi kemanusiaan dan masa depan anak-anak para pengungsi,” ujar bupati asal Nusa Ceningan ini. Terlepas dari kendala itu, Bupati Suwirta berupaya untuk tetap memberikan kenyaman kepada para peserta didik dalam mengikuti proses belajarmengajar. “Kami tetap berupaya anakanak mendapatkan pendidikan layak,” tandasnya. Guna memaksimalkan pelayanan pendidikan kepada siswa tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Klungkung, Dewa Gde
SISWA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, meninjau siswa di SDN 2 Gelgel, Sabtu (30/9) kemarin. Darmawan, menyampaikan Kabupaten Klungkung mendata guru-guru yang mengungsi di posko-posko. Setelah itu, mereka dijadikan relawan untuk mengajar. Sebab, kemungkinan terjadinya double shift di sekolah-sekolah tertentu akan diberlakukan. “Kemungkinan double shift akan kami berlakukan, sehingga tenaga pengajar kami akan kekurangan. Namun, kami sudah mendata guruguru yang mengungsi yang akan kami tugaskan untuk memberikan pelajaran,” ungkapnya. Pendapatan dan hak-hak para guru relawan ini akan dikoordinasikan den-
gan Disdik Kabupaten Karangasem. Sementara untuk segala tugasnya akan sepenuhnya diarahkan Disdik Kabupaten Klungkung. “Untuk tahap awal, kita nyatakan anak didik ini sebagai siswa titipan dan kalau bencana ini lama statusnya pindah sementara, sehingga kita antispasi sampai ujian. Dan laporan nilainya akan kami koordinasikan dan sinkronkan dengan sekolah sebelumnya,” tandasnya. Sejauh ini, dikatakan proses pembelajaran kepada siswa pengungsi berjalan sesuai dengan harapan dengan menggunakan sistem brother school. (ad1984)
Dinilai Aman
Dari Hal. 1
Disinggung adanya rencana 51 desa yang sebelumnya mengungsi akan dikembalikan ke desanya
masing-masing karena dinilai aman, Suartika mengungkapkan warga yang mengungsi seharusnya desa yang ada di tiga zona yakni Kawasan Rawan
Lestarikan Alam Dari Hal. 1
Manusia adalah makhluk yang paling utama di antara seluruh makhluk hidup ciptaan Tuhan. Sebagai makhluk utama, apa tanggung jawab manusia? Ya salah satu tanggung jawab yang sangat penting adalah melestarikan alam, termasuk gunung. Dikatakannya, gunung meletus itu proses alam. Kita tidak bisa menghentikaan gunung meletus. Ketika Gunung Agung berstatus awas, umat Hindu berdoa dan menghaturkan upacara. Berdoa di sini bukan untuk menghentikan proses alam, tetapi untuk memohon keselamatan, agar dalam proses alam tersebut manusia tetap selamat, sejahtera, dan makmur. Sementara itu, dosen Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Drs. Gusti Ketut Widana, M.Si. mengatakan, Gunung Agung bagi umat Hindu bukan sekadar unsur alam, tetapi sekaligus juga bagian hyperstructure, baik secara teologis (simbol Siwa sebagai linggacala), filosofis (hulu/ kepala), mitologis (area magis, mistis), juga sebagai media kontemplatis (Rsi Markendeya menjadi perintis diterima dan diterapkannya medium ritual sebagai centrum keselamatan/ basukihan jagat) yang kemudian menjadi Pura/Desa Besakih. Oleh karenanya, Gunung Agung dan rentang kawasannya adalah area suci (sacred) sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab umat
Hindu untuk menjaga kesuciannya. Antara lain dengan tidak membiarkan Gunung Agung, Pura Besakih dan kawasan Besakih didekonstruksi hyperstructure-nya untuk dijadikan sekadar bagian dari infrastruktur pariwisata. Jika sampai sejauh itu, seperti membebaskan terutama Pura Besakih sebagai media komodifikasi maka akan tampil sebagai komoditas, bisa dijual bebas demi mendapatkan bati (keuntungan, red) meski harus meminggirkan kepentingan bakti. ‘’Yang terbaik kedepankan bhakti, bukan mencari bati (keuntungan),’’ tegasnya. Langkah sekala lainnya adalah kembalikan Gunung Agung, Pura dan Desa Besakih sebagai sacred village, bukan object tourism. Gusti Ketut Widana menegaskan, gunung secara teo-agraris adalah simbol lingga (purus/ purusa) yang apabila dipertemukan dengan danau (simbol yoni/pradana) dipercaya sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kemakmuran. Secara sekala gunung sebagai hulu menjadi sumber mata air yang kemudian ditampung danau lalu dialirkan lewat sungai/tukad hingga akhirnya menyuburkan lahan pertanian dan menyejahtrakan kehidupan. Jadi, gunung bagi umat Hindu tidak sekadar elemen geologis tetapi juga mengandung unsur teologis filosofis mitologis hingga agraris, bukan semata dijadikan objek materialis. (lun)
Sebagian Mengungsi Dari Hal. 1
Dijelaskannya, sampai saat ini, jumlah siswa di sekolah tersebut sebanyak 130 siswa. Akibat status Gunung Agung yang sudah level 4 (awas), sebagian siswa sudah mengungsi bersama keluarganya. Di kawasan Datah, dikatakannya memang ditetapkan menjadi Kawasan Rawan Bencana (KRB) 1. Sehingga, untuk aktivitas belajar siswa memang seluruhnya diarahkan ke SD Negeri 1 Labasari, tapi orangtua siswa tidak
mau dan tetap ingin di sekolah semula. Hal senada disampaikan salah seorang guru bernama Nyoman Sulatri. Dikatakannya, bangunan sekolah yang banyak mengalami retak, memang rentan terhadap gempa. Karena siswa sudah mulai sekolah, terpaksa siswa diarahkan belajar di halaman sekolah. “Kami juga sudah melaporkan kondisi ini kepada pihak UPT Dinas pendidikan, supaya kondisi ini diketahui oleh Dinas sendiri,” ucapnya. (kmb23)
Bencana (KRB III) yang radisunya 6 kilometar dari puncak, KRB II radiusnya 9 kilomer dan KRB I 12 kilometer. Yang kembali itu 9 kilometer ditambah per-
luasan sektoral 12 kilogram ke arah barat daya, selatan, tenggara, timur laut, dan utara. “Jadi, desa-desa di luar itu aman,” tegas Suartika. (kmb41)
Tidak Panik Dari Hal. 1
Sukra juga mengaku PHDI Bangli telah mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, tidak panik apalagi membuat orang lain panik dengan kondisi Gunung Agung saat ini. Sementara itu, Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si., mengatakan selain sebagai tempat bersemayamnya para dewa dan leluhur, Gunung Agung juga merupakan sumber kehidupan dan kebangkitan Umat Hindu di Bali. Gunung Agung juga merupakan hulu yang melambangkan kesucian wilayah Bali. Sehingga, kawasan Gunung Agung harus selalu dijaga kesuciannya, baik secara sekala maupun niskala. Sudiana menegaskan bahwa Gunung Agung yang merupakan stananya para dewa juga dapat dilambangkan dalam kehidupan ini. Seperti halnya di tempat suci (pura), Gunung dilambangkan sebagai meru, dalam
sarana upakara (banten), tumpeng sebagai lambang gunung dan dalam tubuh manusia, hati melambangkan gunung tersebut. Sehingga, kesucian pura harus benarbenar terpelihara dengan baik, meskipun wisatawan masuk ke Gunung Agung dan Pura Besakih. “Jangan sampai karena kita butuh uang tetapi mengabaikan kesucian pura yang menyebabkan efek yang tidak bagus bagi kehidupan kita bersama,” tegasnya. Ritual itu juga bermakna menyampaikan permohonan maaf (guru piduka) atas kesalahan masyarakat yang dilakukan, tidak hanya yang bermukim di sekitar Gunung Agung, tapi seluruh masyarakat Bali dan Indonesia umumnya. Selain itu, dikatakan, masyarakat dan seluruh desa pakraman di Bali juga telah melakukan hal yang sama di pura atau di tempat suci masing-masing, agar Gunung Agung kembali normal seperti sediakala. (ina/win)
Pagi Hari Dari Hal. 1
Jro Mangku Penataran Agung itu menambahkan, saat Gunung Agung erupsi pada tahun 1963 di Pura Penataran Agung masih sedang berlangsung Karya Eka Dasa Rudra. Letusan terjadi pagi hari. Saat itu, warga Besakih masih sedang sibuk-sibuknya ngaturang ayah di Pura Penataran Agung. Hanya, meski gunung sudah meletus, masyarakat khususnya Besakih tetap ngayah. Menurut Jro Mangku Sueca, saat itu di Besakih memang sudah terjadi hujan abu, pasir, dan hujan batu berapi. Bagi para pamedek yang saat itu melakukan persembahyangan, pakain adat yang mereka gunakan juga kena hujan abu. Baju yang kena abu hitam itu meskipun dicuci tetap tidak mau hilang. Sedangkan kalau kena kulit maka akan panas dan gatal-gatal. Karena abunya masih panas. Sementara
meru pura semuanya telah ditutup abu sampai tidak kelihatan. Meski begitu tidak ada pura maupun meru sampai rusak. “Usai Ida Batara masineb, barulah warga Besakih berbondong-bondong untuk mengungsi. Sebelum nyineb warga tetap ngaturang ngayah dan ngaturang bakti,” jelas Jro Mangku Sueca. Sementara itu, warga lainnya Ni Wayan Rapet (80) mengungkapkan, saat terjadinya hujan abu, hujan pasir dan hujan batu dia belum mengungsi. Hari-hari berikutnya, letusan terus terjadi. Dia mengungsi setelah adanya lahar panas yang keluar dari Gunung Agung. “Ketika suara gemuruh disertai dengan lahar panas terlihat meleleh, saya baru mengungsi. Sebelum ada lahar, saya tetap berada di rumah. Saya mengungsi dengan jalan kaki ke Desa Menanga. Saya mengungsi hampir dua bulanan,” ucap lansia 80 itu. (nan)
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
Fenomena
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
20
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Bangli Siapkan 33 Truk Bangli (Bali Post) Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung di Bangli akan segera melakukan pendataan ulang terhadap para pengungsi di Bangli. Rencananya pengungsi yang berasal dari desa-desa di luar kawasan rawan bencana (KRB) 12 kilometer akan dipulangkan ke rumah mereka masing-masing. Untuk memulangkan pengungsi tersebut, Pos Komando Penanganan Darurat di Bangli sudah menyiapkan 33 truk. Komandan Pos Komando Penanganan Keadaan Darurat Bencana Gunung Agung di Bangli, Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung, saat jumpa pers Sabtu (30/9) kemarin, mengatakan, pendataan ulang terhadap pengungsi di Bangli dilakukan sebagai tindak lanjut dari perintah Gubernur Bali saat rapat koordinasi dan evaluasi di Tanah Ampo, Jumat (29/9). Dalam rapat tersebut terungkap bahwa jumlah pengungsi Gunung Agung saat ini tidak sesuai dengan perhitungan yang seharusnya. Sesuai hasil assessment jumlah warga di wilayah KRB 1, 2, dan 3 yang seharusnya mengungsi sebanyak 70 ribu orang dari 27 desa. Sementara kenyataannya saat ini jumlah pengungsi mencapai 144.635 orang. “Sehingga ada kelebihan pengungsi hingga dua kali lipat,” terangnya. Atas dasar itulah setiap kabupaten kini diperintahkan untuk mendata ulang pengungsi. Susanto mengatakan, sesuai data yang ditetapkan, warga Karangasem yang dianggap pengungsi hanya warga yang berasal dari 27 desa di KRB. Sementara pengungsi yang berasal dari luar 27 desa tersebut kini diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing. Lebih lanjut dikatakan Letkol Susanto, untuk mengetahui berapa jumlah pasti pengungsi di Bangli yang ber-
asal dari luar 27 desa maka pihaknya pun kini akan melakukan pendataan ulang hingga sepekan ke depan. Pihaknya juga akan memberikan kartu identitas kepada setiap kepala keluarga (KK) pengungsi yang ditandatangani perbekel. “Kartu identitas itu nanti akan berisi nama, desa asal dan daftar anggota keluarga yang diajak mengungsi. Jadi, semua pengungsi nanti harus punya itu,” terangnya. Sementara itu, untuk memulangkan pengungsi yang berasal dari luar desa tersebut ke rumah asalnya di Karangasem, Letkol Susanto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 33 unit kendaraan truk. “Untuk saat ini, pengungsi di Bangli totalnya 11.799 orng yang tersebar di 56 titik pengungsian. Nanti setelah dipulangkan tentunya akan terjadi pengurangan jumlah pengungsi,” katanya. Dalam jumpa persnya kemarin, Letkol Susanto juga memaparkan rencana pihaknya untuk memfokuskan pengungsi Gunung Agung yang tersebar di 56 titik pengungsian di Bangli ke lima titik pengungsian. Lima titik pengungsian yang akan disiapkannya itu di antaranya di gedung SD/TK Internasional di Kelurahan Kubu, gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kayuambua, Wantilan Kembang Merta di Desa Penglumbaran, wantilan di Desa Tamanbali dan eks gudang jahe gajah di Desa Tiga Susut. Pemokusan pengungsi dilakukan untuk memudahkan penyaluran bantuan logistik. “Mengingat bencana Gunung Agung ini tidak bisa dipastikan akan berlangsung berapa lama, maka untuk pemberian bantuan logistiknya ritmenya perlu diatur. Jangan sampai jor-joran di depan tapi dibelakangnya justru tidak ada bantuan,” imbuhnya. (kmb40)
LOGISTIK - Sejumlah relawan saat membantu pendistribusian logistik dari Pos Komando Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung ke lokasi pengungsian.
143.840 Pengungsi Bertahan
Amlapura (Bali Post) -
Tim penaggulangan bencana sudah menetapkan hanya penduduk di 27 desa rawan bencana yang wajib mengungsi. Namun faktanya, sampai Sabtu (30/9) kemarin, jumlah pengungsi bertahan di angka semula. Bahkan, data terakhir sampai pukul 12.00 wita, terjadi sedikit peningkatan. Jumat (29/9) atau sebelum ada penetapan menyangkut 27 desa itu, pengungsi yang terdata di pusat data Posko Induk Tanah Ampo sebanyak 143.167 orang. Namun kemarin ada peningkatan menjadi 143.840 orang. Peningkatan tersebut dimungkinkan terjadi karena saat Gubernur Made Mangku Pastika mengumumkan keputusan tim, proses pendataan sedang berlangsung. “Data yang terhimpun sampai pukul 12.00 wita, masih ada kemungkinan bertambah,” ungkap petugas input data, I Wayan Bebas. Seperti diberitakan, Gubernur usai mengikuti rapat koordinasi kesiapsiagaan di Posko Induk Tanah Ampo, menegaskan, pengungsian hanya wajib untuk penduduk di desa radius 12 kilometer dari puncak gunung. Dari 27 desa yang masuk radius tersebut, jumlah warga yang mesti diungsikan sseharusnya di kisaran 70 ribu orang. Pengungsi dari desa-
Soal Penetapan KRB dan Pengungsian
Masyarakat Karangasem Masih Bingung HASIL rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Bali Made Mangku Pastika, di Pos Komando Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung Tanah Ampo, Jumat (29/9) lalu, membuat masyarakat tambah bingung. Penyebabnya, adalah daftar 27 desa/kelurahan yang warganya harus segera mengungsi, sedangkan di luar wilayah itu masuk zona aman yang diminta balik ke rumahnya. Warga bingung, karena informasi awal sejak aktivitas vulkanik Gunung Agung meningkat, KRB (Kawasan Rawan Bencana) ditentukan berdasarkan radius. Tetapi, daftar 27 desa ini sebagai daerah rawan bencana kini ditentukan berdasarkan warna merah, merah muda, dan kuning di dalam peta. Ini membuat masyarakat bingung menentukan langkah, mau mengungsi atau tidak. Daftar 27 desa/kelurahan masih menjadi perdebatan. Sebab, isinya berbeda jauh dengan wilayah KRB III, KRB II, dan KRB I yang sudah disosialisasikan lebih dulu kepada masyarakat. Warga
masih mencatat daerah mana saja KRB masing-masing, yang disosialisasikan lembaga terkait, maupun TNI/Polri, yang sudah diperbarui berkalikali ini. “Saat ada arahan BNBP bahwa warga Kota Amlapura sebaiknya pulang, karena awalnya masuk zona aman, kami sempat lega. Tetapi, sekarang kami ragu lagi mau balik ke rumah dari lokasi pengungsian karena berdasarkan draf 27 desa yang dirilis pemerintah ini, sebagian Kota Amlapura masuk KRB I (warna kuning) dan harus segera dikosongkan. Ini mana yang benar?’’ ujar salah satu pengungsi Komang Supriana, Jumat (29/9). Beberapa hal yang paling menjadi sorotan adalah tidak masuknya Desa Selat, Kecamatan Selat, padahal desa ini lokasinya sangat berdekatan dengan Desa Sebudi dan Amerta Bhuana. Apalagi, dalam dokumendokumen resmi pemerintah daerah lainnya, Desa Selat masuk sebagai daerah KRB II. Keanehan lainnya menu-
rut warga, adalah daerah rawan Kelurahan Subagan yang mengecualikan Desa Jasri, padahal lokasinya sangat berdekatan dan belajar dari peristiwa 1963, Jasri menjadi wilayah terdampak. “Saya meragukan isi draf ini, karena tidak ditandatangani pihak berwenang. Kalau nanti terjadi sesuatu, siapa yang bertanggung jawab?’’ kata pengungsi lainnya Agung Dewi warga Kota Amlapura yang memilih mengungsi ke Kota Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika sendiri saat ditanya wartawan, memberi jaminan bahwa warga yang tinggal di zona aman pasti aman kalau sekarang mau pulang dari lokasi pengungsian ke rumah masing-masing. Asalkan, dalam perkembangan selanjutnya tetap ikuti arahan pemerintah daerah. Dia ingin warga zona aman yang sebelumnya mengungsi, agar segera kembali, untuk mengurangi beban penanganan pengungsi di lapangan yang sudah jauh membengkak. (gik)
BPM/gik
RAPAT - Suasana rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
desa di luar radius itu diharapkan pulang karena pemerintah tidak akan memberikan tanggungan apa pun. Belun adanya penurunan jumlah pengungsi karena keputusan rapat koordinasi itu masih dalam tahap sosialisasi. Kemarin, Sekda Karangasem Gede Adnya Mulyadi sudah memulai proses tersebut dengan mengumpulkan para pejabat di lingkungan Pemkab Karangasem, para camat dan perbekel. Gubernur memberi tenggat waktu satu minggu mulai kemarin, agar proses sosialisasi dan pendataan pengungsi sudah tuntas. Sejalan dengan masih tingginya aktivitas vulkanik Gunung Agung, aktivitas di Posko Induk Tanah Ampo kemarin, juga tinggi. Satgas dan relawan disibukkan kegiatan bongkar-muat bantuan logistik yang terus mengalir. “Dalam suasana prihatin seperti sekarang ini, kita juga ingin berkontribusi. Setidaknya
kehadiran kami bisa membantu meringankan beban kerja satgas di sini,” ujar Gusti Putu Parwata saat memimpin jajaran pengurus KNPI Karangasem membantu pendistribusian logistik dari Posko Tanah Ampo ke posko-posko pengungsian di wilayah Karangasem. Sementara itu, hasil rapat soal pengungsian 27 desa rawan dampak erupsi mendapat penyikapan beragam dari masyarakat. Masyarakat di KRB 1 sebagian besar bahkan masih kebingungan. Meski Gubernur telah memberi jaminan keamanan, mereka masih ragu untuk pulang. Pegawai pemerintah juga siap dan sudah bertugas di pos masing-masing, tapi masih ragu memulangkan putra-putri mereka ke Karangasem. “Anak-anak tak biarin sama mertua dulu,” ungkap salah seorang pegawai yang sejak status awas mengaku kerja pulang-pergi Tanah AmpoDenpasar. (kmb)
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Minggu Wage, 1 Oktober 2017
Siswa Pengungsi di Jembrana Mulai Sekolah Negara (Bali Post) Sejumlah siswa pengungsi dari Karangasem kini mulai ditampung di sejumlah sekolah di Jembrana. Salah satu sekolah yang menerima siswa dari anak-anak pengungsi yakni SDN 9 Penyaringan Mendoyo. Di sekolah tersebut menerima empat orang siswa. Meski mengalami keterbatasan sarana dan pakaian, pelajar yang menjadi korban bencana Gunung Agung mengikuti pelajaran dengan semangat. Mereka juga cepat bergaul di sekolah penampungan. Para pelajar sekolah dasar yang ditampung di sekolah ini sudah bisa menyesuaikan diri dengan teman-teman baru mereka. Meski dengan keterbatasan sarana, mereka tetap semangat mengikuti pelajaran. Bahkan, ada anak sekolah yang tidak membawa tas sekolah. Hanya membawa buku tulis seadanya. Demikian juga pakaian mereka harus pinjam
dari keluarganya di Jembrana. Sebagian mereka menyempatkan diri membawa pakaian sekolah. Salah satu siswa I Kadek Budi Januarta (7) siswa kelas II SDN 9 Penyaringan, Mendoyo mengaku senang bisa bersekolah. Meski harus berpisah dari teman-teman sekelas di sekolah asalnya di Selat, sejak tiga hari bersekolah Kadek Budi mengaku sudah mengenal temantemannya di sekolah baru. Ni Made Astini Kepala Sekolah SDN 9 Penyaringan, Mendoyo, Sabtu (30/9) kemarin, mengatakan pihaknya tidak menemukan kendala berarti. Para siswa ini mendapatkan pelajaran yang sama dengan siswa lainnya sesuai dengan kelas mereka di sekolah asal. Perhatian besar terhadap warga dan anak-anak sekolah pengungsi di Desa Penyaringan juga diberikan aparat desa. Mulai dari klian dusun serta Perbekel Penyaringan. (kmb)
BPM/kmb
SISWA - Sejumlah siswa pengungsi dari Karangasem di Jembrana kini sudah bersekolah.