terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
8 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 218 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu paing, 1 april 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Layanan SIM Tetap Buka
LKPJ Bupati Diapresiasi
Bayi Positif Covid-19
Layanan SIM di kantor kepolisian di Bali masih tetap buka. Mencegah penyebaran virus Corona ini, SOPnya dilakukan secara ketat. Hanya pelayanan di Satpas yang buka. Kalau di gerai-gerai tutup semua.
DPRD Kabupaten Badung untuk pertama kalinya menggelar sidang paripurna secara virtual melalui teleconference. Sidang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata. Dewan pun mengapresiasi kinerja pemkab di tengah penyebaran Covid-19. BADUNG | HAL. 3
Dua warga Kabupaten Gianyar dipastikan positif Covid-19. Salah satunya bayi yang baru berusia sekitar 2 tahun asal Sukawati. Satu lagi dari Ubud. Kini keduanya dirawat di RSUP Sanglah.
DENPASAR | HAL. 2
GIANYAR | HAL. 5
Bali Wajib Karantina ABK dari Negara Pandemi
Denpasar (Bali Post) – Bali harus mematuhi protokol penanganan Covid-19 yang direkomendasikan WHO dalam mengatasi penyebaran virus Corona. Bali yang rencananya kedatangan ratusan warganya yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di luar negeri wajib melakukan pemeriksaan, bahkan wajib juga melakukan karantina khusus. ‘’Bali jangan sampai mengabaikan protokol penanganan Covid-19. Terlebih ABK yang datang dari negara pandemi. Ini wajib dan jangan diabaikan. Segera konsultasikan dengan Kemenkes,’’ saran Wakil Rektor I Universitas Airlangga Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si., Selasa (31/3) kemarin.
D
ijelaskannya, protokol karantina orang yang datang dari negara pandemi Covid-19 mestinya dilakukan. Tempat harus disiapkan dan jangan sampai mereka lepas dari pengawasan. ‘’Kesiapan melakukan karantina terhadap ABK yang datang ini mesti segera dikoordinasikan. Tempatnya juga harus pasti, prosedurnya juga harus jelas dan terukur,’’ sarannya. Langkah ini untuk memastikan bahwa mereka aman dan negatif. Ia mengatakan, bisa saja saat ini kondisi mereka sehat karena daya tahan tubuh mereka bagus. Tetapi mereka juga berpotensi sebagai pengantar atau penular virus terhadap warga yang kondisi tubuhnya lemah. Ini tentu sangat berisiko. Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi Universiatas Airlangga ini mengingatkan, Bali relatif kecil untuk mobilitas orang. Terlebih budaya orang Bali memungkinkan terjadinya kontak secara berkelompok. ‘’Tanpa kontrol dan pengawasan yang jelas risikonya sulit kita prediksi. Harus ada kesadaran dan penyadaran bahwa ketika mereka di-
OPINI
Pariwisata Kolaps Pertanian Pingsan Oleh: Made Antara DALAM sistem perekonomian global yang ditandai oleh saling ketergantungan (interdependency antara satu negara dengan negara lain dan tidak ada satu negara pun terlepas dari negara lain, pandemik Covid-19 tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan kehidupan manusia, juga berdampak terhadap perekonomian global. Menghindari penyebaran Covid-19, pengusaha di dunia menghentikan aktivitas produksinya. Walaupun masih ada beberapa perusahaan melakukan aktivitas. Sementara negara terjangkiti Covid-19 mengurangi impor dan ekspor barang-barang. Ini jelas akan berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian negara-negara di dunia, menyangkut produksi dan konsumsi. Bagi Bali juga ini terpengaruh. Apalagi tiga sokoguru perekonomian Bali yang menyangkut pariwisata, pertanian, dan industri kecil-memengah memiliki keterkaitan (linkages) dan saling membutuhkan. Inilah keunikan perekonominan Bali yang tidak memiliki industri besar dan sumber daya alam (tambang dan hutan). Keterkaitan ini dapat dijelaskan dengan teori ekonomi makro regional, yaitu Model Input-Output (IO), Social Accounting Matix (SAM) atau Computable General Equlibrium (CGE). Keterkaitan antarsektor atau sokoguru perekonomian Bali ini meliputi keterkaitan langsung (direct linkages), keterkaiatan tidak langsung (indirect linkgaes), dan keterkaitan ikutan (induced linkages). Hal. 7 Pariwisata Jadi
karantina mereka bukan diasingkan atau dikucilkan. Semua pihak harus berperan dalam hal ini,’’ tegasnya. Konsultasi dengan pemerintah pusat dan mencontoh yang sudah dilakukan di Natuna dan Kepulauan Seribu layak dilakukan. ‘’Sebaiknya dikoordinasikan dengan Kemenkes Pusat agar sesuai protokoler standar menangani para ABK yang akan mendarat di Denpasar,’’ tegasnya lagi. Karantina di daerah yang aman seperti pemerintah menggunakan Pulau Natuna bisa dilakukan. Ini bisa saja dengan menyiapkan tendatenda atau bangunan yang jauh dari permukiman penduduk. Siapkan juga tenaga medis dan peralatan pendukungnya, sehingga mobilitas selama masa karantina bisa diminimalkan. Perencanaannya harus matang, jika ingin menekan dampak pandemi Covid-19 ini,’’ ujarnya. Pakar biomolekoler ini juga mengingatkan agar pemerintah daerah dan krama Bali tidak menggunakan disinfektan dalam mensterilkan diri. Hal. 7 Jangan Remehkan
Jokowi Putuskan Kedaruratan Kesehatan
Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa penetapan status darurat sipil di Indonesia saat ini belum diperlukan dalam mengatasi pandemi Covid-19. ‘’Darurat sipil itu kita siapkan apabila terjadi keadaan yang abnormal sehingga perangkat itu harus kita siapkan, tapi kalau kondisi sekarang ini tentu saja tidak,’’ kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (31/3) kemarin. Presiden Jokowi menyatakan Indonesia dalam status kedaruratan kesehatan dan memilih melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah juga sudah membuat peraturan pemerintah (PP) dan keputusan presiden (keppres) untuk mendukung penetapan status tersebut. ‘’Semua skenario itu kita siapkan dari yang ringan, dari yang moderat, sedang maupun yang terburuk. Mengenai PSBB, baru saja saya tanda tangani PP-nya dan keppresnya yang berkaitan dengan itu dan kita harapkan dari yang setelah ditandatangani,
PP dan keppres itu mulai efektif berjalan,’’ tambah Presiden. Di tengah pandemi Covid-19, Jokowi telah memutuskan untuk menambah belanja dan pembiayaan di APBN 2020 sebesar Rp 405,1 triliun, guna memenuhi kebutuhan dalam penanganan pandemi virus Corona jenis baru atau Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam Perppu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Perppu yang di-
tandatangani Presiden Jokowi itu juga disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya defisit APBN 2020, karena belanja negara yang bertambah. ‘’Karena yang kita hadapi sekarang ini adalah situasi yang memaksa, bahwa saya baru saja menandatangani Perppu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan,’’ kata Presiden Jokowi. Perppu tersebut, kata Presiden, akan memberikan fondasi bagi pemerintah dan otoritas di industi perbankan dan jasa keuangan dalam menerapkan langkah-langkah menjamin kesehatan masyarakat, menyelamatkan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan. Dari total anggaran untuk Covid-19 itu, Kepala Negara merinci sebanyak Rp 75 triliun untuk anggaran bidang kesehatan, Rp 110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp 75,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat dan Rp 150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional. (ant)
’’Kesiapan melakukan karantina terhadap ABK yang datang ini mesti segera dikoordinasikan. Tempatnya juga harus pasti, prosedurnya juga harus jelas dan terukur.’’ Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si.
’’Secara tegas saya sampaikan pemerintah daerah harus laksanakan karantina (terhadap TKI). Jangan mainmain dengan Covid-19 ini.’’ drg. Nyoman Suarthanu, M.AP.
PKB 2020 Ditiadakan Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster telah memutuskan untuk meniadakan Pesta Kesenian Bali (KPB) tahun 2020. Hal tersebut tertuang dalam Surat Nomor 430/3287/Sekret/DISBUD tentang Pemberitahuan Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLII Tahun 2020 Ditiadakan. Surat yang ditujukan kepada bupati/wali kota se-Bali ini ditandatangani, Selasa (31/3) kemarin. Disebutkan, bila pelaksanaan PKB pada 13 Juni - 11 Juli sangat dekat dari batas waktu Masa Tanggap Darurat Nasional atas penyebaran Covid-19 yakni 29 Mei 2020. Dengan kondisi tersebut, segala persiapan PKB XLII tahun 2020 tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Oleh karena itu, PKB XLII tahun 2020 ditiadakan. ‘’Mohon kepada para seniman dan penggemar Pesta Kesenian Bali serta masyarakat Bali agar memaklumi keputusan Gubernur tersebut,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster, kemarin. Menurut Koster, kebijakan ini diambil sematamata demi keselamatan bersama. ‘’Kita songsong dan persiapkan dengan lebih baik, lebih meriah dan lebih mantap lagi pelaksanaan Pesta Kesenian Bali tahun 2021,’’ imbuhnya. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana mengatakan, seluruh bupati/ wali kota telah menyetujui untuk meniadakan penyelenggaraan PKB XLII tahun 2020. Keputusan sulit ini diambil demi kesehatan dan keselamatan bersama. PKB XLII akan dilaksanakan tahun depan dengan tema sama yakni ‘’Atma Kerthi: Penyucian Jiwa Paripurna’’. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan termasuk PKB, anggarannya direalokasikan untuk penanganan Covid-19. ‘’Tentu untuk Covid-19, karena komitmen Gubernur untuk menangani Covid-19 di Bali,’’ ujarnya. (kmb32)
Era Baru Menyingsing Setelah Covid-19 Oleh: Sugi Lanus BAGAIMANA wajah dunia setelah wabah Covid-19? Setelah wabah berlalu akan datang ‘’sebuah era baru’’. Hal ini disampaikan dalam pustaka Lontar Widhi Sastra Roga Sangara Bumi. Lontar warisan dari Kerajaan Majapahit ini berisi tentang wabah dan datangnya malapetaka penyakit yang menjangkiti dunia. Disebutkan ganti kali bhumi (peralihan gelap jagat): Setelah wabah menyerang dunia, akan terjadi pergantian era kegelapan dunia menuju sebuah era baru. Para ahli matematika perhitungan yuga (siklus bumi-semesta) dan para guru ajaran dharma dunia seperti Guru Swami Sri Yukteswar (1855– 1936) dalam bukunya ‘’The Holy Science’’ dan juga Mahayogi Paramhansa Yogananda (1893–1952) yang sangat berpengaruh di dunia, telah dari lama menunjukkan bahwa selama ini kita
telah salah dalam perhitungan yuga. Kedua guru spiritual asal India itu telah memberikan evaluasi atas kesalah-hitungan yuga yang diwariskan sekarang dan menjelaskan bahwa Kali Yuga telah menemui ujungnya dan akan berbalik menuju fajar era baru Dwapara Yuga. Satu yogi berpengaruh dunia sekarang, Sadhguru, adalah pendukung perhitungan ini. Hal senada disampaikan dalam pustaka Lontar Widhi Sastra Roga Sangara Bumi yang menjelaskan bahwa datangnya pandemik yang memakan korban sejagat adalah ganti kali bhumi (akhir era gelap menuju awal era baru). Secara rinci Lontar Widhi Sastra Roga Sangara Bumi dalam penjelasannya tentang wabah dan ciri kematian tiba-tiba yang dibawa angin, sesuatu yang tak kasat mata. Sedikit kutipan dari pembukaan lontar sebagai berikut: ‘’Nihan Widhi Sastra Roga Sangara Bumi, saking niti Bhagawan Dharmaloka, katama de Sang Aji ring Majapahit, tekaning Bali Madya,
apa lwirnya, ritatkalaning ganti kali bhumi. Dewata matilar ring madhyapada, mantuk maring swargan mahameru, ginantianing Bhuta, sabhumi sami wwang kasusupan Bhuta… gering sasab marana tan pegat, ngendah laraning wwang, gumigil panas uyang, akweh pejah, desa tepi ning tasik tembening agering… mantra usada punah. Pandhita bingung, Weda Mantra tanpa sari.’’ Terjemahannya: ‘’Ini adalah Sastra Widhi Roga Sangara Bumi, dari ajaran warisan Bhagawan Dharmaloka, warisan dari yang dimuliakan-gurupenguasa di Majapahit, ketika datang ke Bali, tatkala pergantian bumi kali. Dewata meninggalkan dunia-tengah, pulang ke Surga Mahameru, diganti oleh Bhuta, manusia di bumi semua dirasuki Bhuta… penyakit menular mewabah tiada terhentikan, tidak terperi derita manusia, menggigil panas, kehilangan kesabaran dilanda cemas, banyak korban meninggal, desa-desa pesisir ketiban penyakit… mantra pengobatan punah. Pandhita bingung,
Weda mantra kehilangan esensi.’’ Masyarakat Bali pewaris pustaka lontar ini diajak untuk optimis bahwa datangnya sebuah wabah (sasab) yang melanda dunia adalah pertanda akhir batas sebuah era. Usai pandemik akan muncul era kemanusiaan — yang sebelumnya dilanda saling benci, penuh hujatan, saling sikut, saling fitnah — menuju ‘’era baru’’ yang lebih baik di mana manusia akan lebih sadar arti kesetiakawanan, lebih sadar arti gotong royong. Usai wabah berlalu akan manusia tersadar bahwa perlu era baru kesejagatan yang paras-paros (saling menjaga dalam kesetaraan). Menuju Era Baru Secara teologi Hindu Bali dan Jawa Kuno disebutkan bahwa Bhuta-Kala dan Dewa diciptakan bersamaan oleh Hyang Widhi. Ada waktu dalam peralihan dunia Bhuta-Kala lewat nyelang margi (meminjam jalan).
Manusia diwajibkan menepi dan mabrata mengurung diri. Artinya juga ketika Sang BhutaKala melakukan proses peralihan, masa pancaroba, umat manusia diminta melakukan brata (menarik diri dari keramaian, puasa dan mawas diri). Kalau sudah selesai pamargin bhuta-kala (putaran waktu dan jalan Sang Bhuta-Kala) kita bisa keluar sebagaimana mestinya. Hal. 7 Bukan Soal
Rabu Paing, 1 April 2020
PDP Bertambah Sembilan Orang Denpasar (Bali Post) Kasus pasien dalam pengawasan (PDP) di Bali terus bertambah. Berdasarkan keterangan Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Selasa (31/3) sore kemarin, kasus PDP bertambah 9 orang. Kini total PDP menjadi 155 orang. Dari 9 orang ini, terdiri dari 2 WNI dan 7 orang WNA. Sementara itu, pihaknya telah dilakukan uji sampel swab sebanyak 116 orang. Hasilnya, 97 orang dinyatakan negatif dan 19 orang dinyatakan positif. “Kemarin (dua hari yang lalu - red) sudah saya sampaikan jumlah kasus positif adalah 19 orang. Hari ini (kemarin - red) tidak ada penambahan yang positif,” kata Dewa Indra. Sementara kabar baiknya, dari 19 orang positif Covid-19
tersebut, 4 orang (3 WNI dan 1 WNA) telah dinyatakan sembuh setelah dilakukan uji test sebanyak dua kali. Pasien sembuh ini sudah diperbolehkan pulang. Kendati demikian, Sekda Provinsi Bali ini berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19 di Bali. Dengan syarat, masyarakat Bali harus tetap disiplin mengikuti arahan kebijakan pemerintah tentang protokol pencegahan Covid-19. Sementara itu, secara nasional penambahan kasus positif Covid-19 per pukul 12.00 WIB, Selasa (31/3) mencapai 114 orang. Sehingga total totalnya menjadi 1.528 positif. Sementara yang sembuh di Indonesia bertambah 6 orang sehingga menjadi 81 orang. Total kasus meninggal bertambah 14 menjadi 156 kasus. (win)
Cegah Penyebaran Covid-19
Pemkot Laksanakan Penyemprotan Disinfektan Massal di Kecamatan Denbar
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Denpasar mengerahkan seluruh kekuatan armada yang dimiliki untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di wilayah Denpasar Barat (Denbar). Untuk mempercepat dalam memutus penyebaran Covid-19, sistem penyemprotan kali ini diubah. Biasanya dilakukan secara parsial, namun kali ini fokus dengan seluruh armada mobil tangki yang dimiliki Pemkot Denpasar. Ada 25 armada yang dikerahkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di desa dan kelurahan seKecamatan Denbar. Kegiatan ini akan terus berlanjut di seluruh kecamatan lainnya, sehingga nantinya semua disemprot disinfektan. Berbagai alat penyemprotan yang di-
modifikasi digunakan untuk melakukan penyemprotan. Mulai dari mobil Damkar, truk tangki DLHK, Dinas Perkim dan Dinas PUPR Kota Denpasar. Cairan disinfektan dilarutkan dengan air dan disemprotkan sekitar 110 ribu liter. Kabag Humas dan Protokol yang juga Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, langkah itu sesuai arahan Wali Kota Denpasar untuk serius mencegah penyebaran Covid-19. “Penyemprotan disinfektan ini kami laksanakan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, sehingga dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat. Semua unit dikerahkan termasuk pemadam kebakaran,” kata Dewa Rai, Selasa (31/3) kemarin.
Se m e nt a ra it u, Ka d is DLHK Kota Denpasar Ketut Wisada menambahkan, pihaknya setiap hari menyiagakan 21 unit mobil tangki, 1 mobil mochi tangki dan swiper, dengan 12 petugas, melakukan penyemprotan di ruas jalan protokol Kota Denpasar. Wisada menyebutkan, kegiatan ini rencananya rutin dilaksanakan selama beberapa hari ke depan. Penyemprotan disinfektan dilaksanakan setidaknya sampai Denpasar dinyatakan bebas virus Corona atau Covid-19. “Tentunya kami yakini kegiatan ini sangat efektif untuk membunuh kuman dan bakteri serta virus Corona untuk memastikan lingkungan yang sehat serta mampu memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” jelas Wisada. (ad700)
DISINFEKTAN - Petugas Pemkot Denpasar mengerahkan seluruh kekuatan armada yang dimiliki untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di wilayah Denpasar Barat (Denbar).
Satgas Covid-19 Berbasis Desa Adat
Bali Post/ist
PENYEMPROTAN - Tim gabungan melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Denpasar.
Penyemprotan Disinfektan Massal Cegah Penyebaran Covid-19
Denpasar (Bali Post) Polda Bali dan jajarannya dibantu TNI dan BPBD melakukan penyemprotan disinfektan secara massal, Selasa (31/3) kemarin. Untuk Polresta Denpasar melakukan penyemprotan mulai dari Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur dengan melibatkan 92 personel. Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan mengatakan pihaknya dibantu TNI dan Pemda melaksanakan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid-19. ‘’Mari kita bersama-sama mencegah virus Corona ini. Kita harus mematuhi apa yang ada di surat edaran pemerintah untuk menghindari kerumunan. Ini menjadi tolok ukur kita bersama untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita siap menanggulangi Covid-19,’’ ujarnya. AKBP Jansen juga menyampaikan, Kapolda Bali
Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bekerja sama dengan Unud membuat disinfektan dan hand sanitizer dengan memanfaatkan arak Bali. ‘’Kami melaksanakan disinfeksi atau penyemprotan bersama-sama. Ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polri dibantu TNI dan pemerintah daerah serius memerangi virus Corona ini. Kita di sini hadir untuk masyarakat,’’ tegasnya. Rute penyemprotan mulai dari Lapangan Puputan Margarana, Renon, lanjut ke Lapangan Puputan Badung, Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, Jalan Raya Kuta, Jalan Kartika Plaza Kuta, kawasan kampus Unud dan berakhir di Kawasan ITDC Nusa Dua. ‘’Juga menyasar fasilitas umum, perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, pertokoan dan objek vital lainnya,’’ ucap mantan Wakapolres Badung ini. (kmb36)
Dilarang Gunakan Dana Desa Adat
Denpasar (Bali Post) -
Desa adat diminta segera membentuk Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19. Dalam pembentukan satgas ini tujuannya membangun gotong royong sesama desa adat, melalui gerakan menghimpun punia dari krama. Menurut Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Kartika Jaya Seputra, Selasa (31/3) kemarin, dalam operasional satgas yang dibentuk desa adat tidak diperkenan-
kan mengambil dana dari alokasi ABPD Semesta Provinsi Bali yang diberikan melalui bantuan khusus senilai Rp 300 juta. ‘’Salah satu tugas Satgas Penanggulangan Covid-19 Berbasis Desa Adat
ini menghimpun dana punia dari krama desa adat, krama tamiu secara sukarela. Tujuannya untuk membantu krama yang memerlukan yang terdampak Covid-19,’’ katanya.
Selain itu, dana punia yang diperoleh itu sekaligus untuk mendukung pelaksanaan tugas operasional satgas. ‘’Jadi, dana desa adat tidak dapat digunakan untuk kegiatan itu,’’ tegasnya. Sementara itu, bersamaan dengan imbauan pembentukan Satgas Penanggulangan Covid-19, setiap desa adat di Bali agar melakukan upacara
guna memohon supaya wabah virus Corona ini cepat berakhir. Desa adat agar menghaturkan pejati di Pura Kahyangan Tiga dan nyejerang hingga wabah ini selesai. (kmb16) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Puluhan Anggota DPRD Bali Jalani Rapid Test Covid-19
Denpasar (Balipost) Aktivitas ke luar daerah yang sering dilakukan anggota DPRD Bali menjadi salah satu alasan bagi puluhan anggota DPRD Bali dilakukan rapid test Covid-19. Sedikitnya 39 wakil rakyat ini, Selasa (31/3) kemarin menjalani rapid test oleh Dinas Kesehatan
Provinsi Bali di Gedung DPRD Bali. Sebelumnya Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali yang juga Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, prioritas rapid test diperuntukkan bagi tenaga medis, paramedis dan petugas screning di bandara,
tim survailens yang melakukan kontak training. Rapid test yang dilakukan para anggota dewan hanya memerlukan waktu 15 menit, sudah bisa mengetahui hasilnya. Dari semua pemeriksaan hasilnya negatif. Menurut Sekwan I Gde Suralaga, selain 39 rang ini ada juga anggota
dewan lainnya melakukan rapid test secara mandiri. Dijelaskan, anggota dewan sering turun ke masyarakat menemui konstituennya, sehingga mereka perlu memastikan dirinya negatif dari Covid-19. “Ini baru tes awal, hasilnya negatif. Tujuh hari ke depan ada tes serupa lagi,” katanya. (kmb16)
Corona Makin Merebak Dampak Corona, Sekolah Swasta Layanan SIM Tetap Buka Kewalahan Bayar Gaji Guru
Denpasar (Bali Post) Diperpanjangnya masa karantina atau belajar di rumah bagi siswa di Denpasar, juga berimbas pada daya dukung keuangan sekolah swasta. Sejumlah sekolah swasta di Denpasar kewalahan membayar gaji guru bulan Maret yang dibayarkan pada April karena minimnya dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang dibayar siswanya. Untuk mengatasi masalah ini, pihak sekolah meminjam dana BOS ke Disdikpora Denpasar. Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, Selasa (31/3) kemarin, mengaku masih berpikir bagaimana caranya bisa membayar gaji guru. Dia memiliki dua opsi, yakni menunda pembayaran gaji guru atau menggunakan dana BOS. ‘’Semoga para guru juga mengerti dengan kondisi sekarang,’’ tegasnya. Dr. I Wayan Wirasa selaku Kepala SMP PGRI 5 Denpasar juga mengaku kewalahan membayar gaji guru yang mencapai Rp 250 juta per bulan. Kondisi saat ini, katanya, sangat delematis. Sekolah swasta mengandalkan biaya operasional
dari SPP siswa. Guru sekolah swasta adalah guru honorer yang juga perlu dijamin keperluan keluarganya. Makanya ia nekat berkirim surat ke Disdikpora Kota Denpasar agar diizinkan meminjam dana BOS. Sementara itu, Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana mengakui banyak sekolah swasta yang mengalami nasib serupa. Sebab, sekolah swasta sudah terbiasa mandiri menanggung semua biaya guru dan operasional lewat dana siswa. Madiadnyana juga setuju pemerintah memahami kondisi darurat ini dengan meminjam dana BOS. Para guru juga diminta memahami kondisi keuangan sekolah, jika lambat dibayarkan honornya. Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi kemarin mengakui problema yang dihadapi sejumlah sekolah swasta. Dia pun mengizinkan dana BOS dipinjam sementara untuk menanggulangi kekurangan anggaran pembayaran gaji guru. Dengan dua syarat yakni berstatus pinjaman dan tak boleh melebihi 50 persen dari dana BOS. (025)
Denpasar (Bali Post) Di tengah merebaknya penyebaran virus Corona atau Covid-19, layanan SIM di kantor kepolisian di Bali rupanya masih tetap buka. Akan tetapi, penerapan SOP (standar operasional prosedur) guna mencegah penyebaran virus Corona ini dilakukan dengan ketat. ‘’Hanya pelayanan di Satpas yang buka. Kalau di gerai-gerai tutup semua,’’ kata Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Wisnu Putra, Selasa (31/3) kemarin. Sementara itu, Kasatlantas Polresta Denpasar AKP
Adi Sulistyo Utomo menyampaikan, selain gerai, layanan SIM keliling juga untuk sementara dihentikan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi titik berkumpulnya warga. ‘’Kalau di lokasi SIM keliling kan sulit diterapkan SOP pencegahan Covid-19. Pelayanan SIM di daerah lain juga buka,’’ ujarnya. Bagaimana dengan di Gedung Satpas? Kasatlantas Adi mengungkapkan, pelayanan tetap buka seperti biasa. Namun pihaknya menerapkan secara ketat SOP pencegahan penyebaran
virus Corona. SOP-nya yakni saat antre tetap jaga jarak minimal 1 meter, cuci tangan di tempat yang telah disiapkan, dan cek suhu tubuh oleh petugas. Sebelum masuk ke Gedung Satpas, pemohon SIM harus melewati bilik Disinfection Chamber dan kursi pun diberi tanda khusus agar ada jarak saat mereka duduk. ‘’Jumlah pemohon SIM memang menurun karena kami batasi. Yang berubah tata cara antrean karena kami menerapkan social distancing,’’ imbuhnya. (kmb36)
Bali Post/ist
SATPAS - Bilik Disinfection Chamber di depan pintu masuk Gedung Satpas Polresta Denpasar.
WNA Tewas Gantung Diri, Tim Medis Evakuasi Gunakan APD
Topik : ABK WAJIB DIKARANTINA
EVAKUASI - Evakuasi mayat Pujisaki Ikuhiro asal Jepang.
Bali Post/ist
Denpasar (Bali Post) Warga negara Jepang, Pujisaki Ikuhiro (46), ditemukan meninggal di Portokoan Sudirman Agung Blok B6 lantai empat di Jalan PB Sudirman, Panjer, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (31/3) kemarin. Saat mengevakuasi jasad korban, tim medis menggunakan alat pelindung diri (APD). ‘’Korban meninggal gantung diri. Kondisi mayatnya sudah membengkak berwarna biru dan membusuk,’’ tegas Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya. Keterangan pacar korban, Ajeng Sapitri (34), saat diperiksa polisi, dia menghubungi korban pada 28 Maret 2020 lewat chat aplikasi Line tetapi tidak dibaca. Kemudian ditelepon juga tidak diangkat. Dia mengira korban berangkat ke Jepang. Pada 31 Maret pukul 11.00 Wita Ajeng datang ke tempat korban bekerja di Pertokoan Sudirman Agung. Saat
dia hendak masuk, pintu kamar korban dalam keadaan tidak terkunci. Begitu pintu dibuka, Ajeng melihat pacarnya gantung diri dengan tali yang diikat pada kayu plafon. ‘’Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Densel. Anggota kami langsung ke sana bersama Polresta Denpasar dan tim medis,’’ ujarnya. Pukul 12.20 Wita Tim Medis Dokkes Polda Bali dan Identifikasi Polresta Denpasar melakukan olah TKP. Saat ditemukan kondisi korban bengkak berwarna biru dan membusuk. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. ‘’Penyebab kematian korban murni gantung diri. Korban sengaja jebol plafon agar bisa mengikat tali dipakai gantung diri,’’ ujar mantan Kapolsek Kuta ini. Usai olah TKP, mayat korban dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. (kmb36)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Paing, 1 April 2020
Sidang Paripurna LKPJ Bupati Badung dengan ’’Teleconference’’
Dewan Rekomendasikan Penggunaan Dana Desa untuk Penanggulangan Covid-19 SIDANG Paripurna DPRD Kabupaten Badung dengan agenda pembukaan sidang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2019, Selasa (31/3) kemarin tidak seperti biasanya. Jumlah anggota yang biasanya penuh di ruang sidang utama gedung DPRD Badung, kali ini hanya dihadiri segelintir orang. Dari pihak eksekutif hanya dihadiri Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wabup Suiasa, Sekda Adi Arnawa, dan Kepala Bappeda Badung Made Wirya Darmajaya. Sementara di pihak lembaga dewan hanya dihadiri oleh Pimpinan Dewan, seperti Ketua Putu Parwata, Wakil Ketua Wayan Suyasa dan Made Sunarta, serta Sekwan Badung I Gusti Agung Made Wardika. Tidak hanya itu, pelaksanaan sidang
dipersingkat tidak seperti sebelumnya yang berjamjam, namun kegiatan sidang hanya 30 menit. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengatakan, sidang kali ini sesuai dengan aturan nomor 13/2019 dan teknisnya pun telah diatur sesuai Permendagri terkait mekanisme pembatasan pertemuan-pertemuan dengan tidak berkumpul dengan banyak orang. ‘’Meski sudah dilakukan pengaturan, di Kabupaten Badung tetap melakukan laporan konstitusi secara tepat waktu kepada dewan sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah pusat. Sehingga proses pemerintahan di Kabupaten Badung berjalan dengan baik dan LKPJ Bupati ini selanjutnya akan kami bahas dan termasuk memberikan rekomendasi terhadap usulan pembangunan anggaran
di tahun 2020 yang sudah berjalan ini,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, tahun ini kondisi keuangan Badung sedikit mengalami hambatan karena musibah virus Corona. ‘’Semoga dengan keputusan bersama-sama tidak keluar dari rumah kita bisa menyelamatkan orang lain, kita juga bisa mengatur strategi upaya-upaya dalam mengatur pendapatan Kabupaten Badung. Ada beberapa sikap yang kita ambil, yakni untuk penanggulangan Covid-19 ini yakni penggunaan dana desa sesuai regulasi dari Kementerian Desa dan akan diatur lebih lanjut melalui perbup. Kemudian langkah-langkah karantina yakni mempersiapkan tenaga medis dan ruang karantina tiap desa melalui puskesmas-puskesmas. Kami juga sarankan
pemberian sembako kepada warga yang terkarantina,’’ paparnya. Sementara itu, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, meski Covid-19 semakin merebak di seluruh dunia, pihaknya selaku bupati tetap menjalankan tugas sesuai konstitusi dan tugas pembahasan LKPJ ini bisa terlaksana dengan baik dengan menggunakan teleconference. ‘’Kegiatan ini tanpa mengurangi makna dan esensi yang ada,’’ paparnya. Terkait penanganan Covid-19 di Badung, belum melakukan lokal lockdown dan pihaknya berteri makasih kepada seluruh tokoh di Badung atas partisipasinya dalam pencegahan Covid-19 ini. ‘’Untuk dana desa ini akan ada imbauan dari Kemendes untuk penaggulangan Covid-19. Kami juga antisipasi dengan dana tak terduga
LKPJ - Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2019 yang diserahkan langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, usai sidang paripurna, Selasa (31/3) kemarin. bilamana nanti karantina yang cukup panjang. Kami juga akan gerakkan desa adat dan tim satgas untuk mem-
bantu bahan pokok serta dibawakan ke rumah-rumah bagi yang terkarantina. Terkait anggaran, kita tidak sebutkan
dulu, bagaimana nanti kita menanggulangi masyarakat di Badung,’’ terangnya. (ad698)
Bangunan di Pantai Berawa Belum Kantongi IMB
DPMPTSP Minta Proyek Dihentikan Mangupura (Bali Post) –
Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung langsung menindaklanjuti pembangunan restoran dan bar di Pantai Berawa, Tibubeneng, Selasa (31/3) kemarin. Alhasil, bangunan yang berdiri tepat di bibir pantai berpasir putih itu belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Bali Post/kmb27
MENGECEK - Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan bersama jajarannya turun ke lapangan mengecek keberadaan bangunan restoran dan bar di Pantai Berawa, Selasa (31/3) kemarin.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan mengatakan, hasil pengecekan dokumen perizinan dan inspeksi lapangan ditemukan bahwa pembangunan di kawasan Pantai Berawa tersebut milik PT Sayap Suci Bali dengan rencana usaha restoran dan bar. Usaha ini belum memiliki perizinan lengkap sesuai ketentuan. ‘’Sampai hari ini baru memiliki Informasi Tata Ruang (ITR), sehingga saya pastikan belum memiliki IMB,’’ tegasnya didampingi Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Sang Nyoman Oka Permana serta Kabid Pengendalian dan Pelaksanaan I Wayan Sudira. Menurut Agus Aryawan, pelaksana lapangan yang juga mewakili pihak owner mengakui belum memiliki IMB. Namun tim menemukan kondisi di lapangan sudah ada aktivitas pe-
Puskesmas Dilibatkan Tangani Covid-19 Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung melibatkan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk penanganan awal pasien terduga Covid-19. Fasilitas Kesehatan (Faskes) ini bertugas melakukan pemeriksaan awal terhadap pasien yang melapor ke call center penanganan Covid-19. Dikonfirmasi Selasa (31/3) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Badung dr. Nyoman Gunarta mengakui keterlibatan puskesmas di Gumi Keris dalam penanggulangan pasien Covid-19. Langkah ini guna memastikan kondisi pasien apakah
masuk dalam ODP (orang dalam pemantauan) atau PDP (pasien dalam pengawasan). ‘’Ini merupakan strategi yang sudah dilakukan di provinsi. Kalau ada masyarakat yang menghubungi call center akan ditelaah dulu (apakah mengarah Covid-19 - red). Jika masih meragukan, pasien kami sarankan ke faskes terdekat dulu untuk diperiksa, yakni puskesmas,’’ ujarnya. Menurutnya, jika hasil diagnose mengarah pada gejala Covid-19, seperti datang dari daerah endemik Covid-19, datang dari luar negeri, menderita batuk, dan terjadi infeksi pneumonia, pihaknya
akan menerjunkan ambulan Covid-19 yang standby 24 jam untuk menjemput ke lokasi tempat pasien tersebut diperiksa. ‘’Apakah ini pasien OPD atau PDP atau bukan termasuk keduanya, ini kami pastikan dulu. Kalau dia pasien yang sudah bisa kita pastikan mengarah Covid-19, yang berangkat langsung ambulan Covid. Tapi kalau masih meragukan, pasien kita sarankan ke faskes terdekat dulu untuk diperiksa,’’ terangnya. Dengan adanya fungsi tersebut, kata Gunarta, Diskes Badung membekali seluruh puskesmas dengan Alat
Pelindung Diri (APD). Alat yang diberikan meliputi baju pengaman, masker N95, dan masker bedah, serta perlengkapan lainnya. ‘’Karena itu, di puskesmas kami sediakan APD. Kalau kurang, puskesmas akan menelepon dan kami sediakan. Jadi, tidak ada kami menarik APD yang ada di puskesmas. Malah setiap puskesmas ditempatkan delapan set APD lengkap, di luar N95, handscoon, dan masker bedah,’’ jelasnya seraya menyebutkan, pihaknya juga telah menyediakan cadangan APD guna mengantisipasi kekurangan. (kmb27)
Sidang Paripurna Virtual Saat Pandemi Covid-19
Dewan Apresiasi LKPJ Bupati Tepat Waktu PEMERINTAH dan DPRD Kabupaten Badung untuk pertama kalinya menggelar sidang paripurna secara virtual melalui teleconference. Hal ini sebagai upaya untuk memutus rantai pandemi virus Corona atau Covid-19. Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata nampak memimpin langsung jalannya sidang paripurna menggunakan fasilitas teleconference didampingi Wakil Ketua I Made Sunarta dan I Wayan Suyasa. Sidang Paripurna dengan agenda Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Badung itu dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gosana DPRD Kabupaten Badung, Selasa (31/3) kemarin. Dalam kesempatan itu, Bupati turut didampingi Wakil Bupati Ketut Suiasa, Sekda Adi Arnawa, Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya dan Kabag Humas Made Suardita. Meskipun sidang paripurna dilaksanakan melalui teleconference, namun semua anggota dewan dan peserta secara serius menyimak dan mengikuti jalannya rapat. Ketua DPRD Badung Putu Parwata menjelaskan, walaupun ada surat dari Kementerian Dalam Negeri Nomor: 700/1723/OTDA, tertanggal 24 Maret 2020, di mana intinya perpanjangan waktu penyerahan LKPJ sampai dengan 31 April 2020. Namun, Kabupaten Badung sudah meram-
pungkan pembahasan LKPJ tersebut. Dengan demikian, pihaknya di lembaga Dewan sangat mengapresiasi kinerja pemkab dalam melaksanakan perintah konstitusi meskipun di tengah situasi yang tidak seperti biasanya karena adanya penyebaran Covid-19. ‘’Hari ini kita melakukan sidang paripurna dengan agenda penyampaian LKPJ Bupati Badung. Sidang ini kita laksanakan secara online sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19. Sehingga kami sangat mengapresiasi agenda penyampaian LKPJ ini tepat waktu sesuai dengan amanat konstitusi,’’ kata Parwata. Sementara itu, dalam sidang selama hampir satu jam itu nampak Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memaparkan LKPJ APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2019. ‘’Puji syukur hari ini kami selaku bupati bersama DPRD bisa melaksanakan amanat konstitusi. Astungkara, sidang paripurna hari ini kita laksanakan melalui teleconference, Badung sebagai smart city senantiasa berusaha menjalankan amanat konstitusi dengan selalu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat tanpa mengurangi esensi yang ada,’’ ucap Giri Prasta seraya menambahkan, sidang paripurna ini sama seperti sidang pada umumnya, yang membedakan hanya sidang dilakukan meng-
SIDANG PARIPURNA - Bupati Giri Prasta saat memimpin sidang paripurna dengan agenda LKPJ Bupati Badung bertempat di Ruang Sidang Utama Gosana DPRD Kabupaten Badung, Selasa (31/3) kemarin. gunakan fasilitas teleconference tidak berada dalam satu ruangan saja. Lebih lanjut Bupati asal Pelaga ini mengatakan sangat mengapresiasi sinergi antara eksekutif dengan legislatif dalam upaya mencegah penyebaran wabah virus Corona karena pencegahan ini memang harus dilakukan secara bersama-sama. ‘’Kami Pemkab dan DPRD sangat mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 ini. Kami sangat mengapresiasi masyarakat Badung karena sudah sangat sadar dalam menyikapi kondisi saat ini. Kami juga sudah mendistribusikan disinfektan ke semua desa yang ada melalui kantor camat di seluruh
wilayah Kabupaten Badung,’’ tambah Giri Prasta. Ditambahkan, Badung sudah membentuk satuan relawan gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 di masing-masing desa dengan mengoptimalkan kinerja desa adat dan desa dinas. Sembari mengingatkan dan mengajak semua pihak untuk bergotong royong dalam memutus rantai pandemi Covid-19, agar kondisi menjadi normal kembali sehingga masyarakat bisa beraktivitas secara aman dan nyaman lagi. Sebelum pelaksanaan sidang paripurna, di pintu masuk semua peserta baik Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD dicek suhu tubuh dan disediakan hand sanitizer. (ad699)
nataan lahan, pembangunan struktur dinding penahan tanah (DPT) serta fondasi kolam renang. ‘’Berdasarkan ketentuan Perda Nomor 26 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Badung, jarak sempadan pantai ditetapkan 100 meter, sehingga tidak kami izinkan terdapat struktur bangunan pada areal sempadan dimaksud,’’ terangnya. Agus Aryawan menambahkan, pembangunan juga harusnya dapat dilaksanakan setelah IMB terbit mengacu pada ITR, Izin Lingkungan dan izin-izin yang diterbitkan melalui OSS. ‘’Guna mengendalikan terjadinya pelanggaran lebih jauh, kami segera keluarkan surat peringatan dan meminta pelaksana lapangan agar menghentikan sementara pembangunannya, karena belum memiliki IMB,’’ tegasnya. Agus Aryawan menegaskan, pi-
haknya juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP agar mengawasi dan mengendalikan kondisi di lapangan supaya pembangunan dihentikan sementara. Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat dikonfirmasi terkait keberadaan bangunan pariwisata itu mengakui sempat mendatangi proyek tersebut. ‘’Kami sudah mengecek ke lokasi proyek. Di situ rencananya dibangun beach club dengan konsep green garden,’’ ujarnya. Menurut birokrat asal Denpasar ini, IMB bangunan tersebut masih dalam proses. ‘’Bangunan hanya beberapa tempat masih dalam proses IMB. Saat ini pun pembangunannya dihentikan, karena antisipasi wabah Corona,’’ pungkasnya. (kmb27)
Sempat Ditutup
Pasar Ikan Kedonganan Dibuka Lagi Mangupura (Bali Post) Kawasan Pasar Ikan Kedonganan sejak 26 Maret lalu sempat ditutup untuk aktivitas perdagangan hingga tanggal 31 Maret. Namun akibat penutupan tersebut, sempat muncul pasar bayangan di lokasi lain. Akibatnya, selain menimbulkan keramaian di tempat lain, munculnya pasar bayangan ini juga berdampak pada limbah yang dihasilkan. Dikonfirmasi terkait hal itu, Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si. mengatakan, pasar ikan akan dibuka lagi. Hal ini dilakukan setelah ada kesepakatan untuk mengurangi kesan kumuh di lokasi lain. ‘’Akhirnya kami putuskan akan dibuka kembali per 1 April. Namun akan dilakukan pembatasan jam operasional,’’ kata Mertha, Selasa (31/3) kemarin. Pertimbangan dibukanya kembali operasional Pasar Ikan Kedonganan, kata Mertha, karena kebutuhan masyarakat harus terus dipenuhi. Kendati demikian, para pedagang maupun pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan baik kebersihan diri maupun lingkungan. Di lokasi pasar, selain disemprot disinfek-
Bali Post/dok
PASAR IKAN - Suasana kawasan Pasar Ikan Kedonganan, Badung. tan, juga disiapkan tempat mencuci tangan. Sedangkan untuk jam operasional akan dibatasi dari pukul 07.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita. ‘’Kebutuhan masyarakat untuk ikan memang masih banyak. Daripada kita tutup namun tumbuh pedagang liar, lebih baik kita buka kembali dengan pembatasan,’’ bebernya. Sementara itu, terkait keberadaan kafe kuliner di Pantai Kedonganan, sesuai
dengan keputusan desa akan dilakukan penutupan sampai dengan akhir April 2020 untuk kemudian dievaluasi kembali. ‘’Rencananya setiap bulan akan dievaluasi. Kemudian untuk kawasan pantai juga dilakukan pembatasan pengunjung. Bagi krama luar yang bertujuan rekreasi sementara waktu diminta untuk kembali. Sementara untuk nelayan masih bisa diberikan akses,’’ terangnya. (kmb23)
Rabu Paing, 1 April 2020
Petugas di Gilimanuk Diinstruksikan Lebih Selektif
Negara (Bali Post) – Pola pemeriksaan warga yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk diperketat. Petugas diinstruksikan untuk lebih selektif mengizinkan warga yang masuk antarpulau, terutama warga yang berasal dari daerah zona merah. Hal itu ditegaskan Bupati Jembrana I Putu Artha saat sidak di Pos Pemeriksaan Terpadu yang merupakan pintu masuk Bali di Terminal Gilimanuk, Selasa (31/3) kemarin.
Bali Post/kmb26
PEMERIKSAAN - Bupati Artha saat mengecek langsung kondisi di Pos Pemeriksaan Terpadu di Gilimanuk.
Bupati Artha yang juga didampingi Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefry M Hanok serta Sekda Jembrana Made Sudiada sempat mengecek warga pendatang yang diperiksa identitasnya oleh petugas. Pada kesempatan itu, Artha meminta agar ada pembatasan warga terutama yang berasal dari zona merah di daerah luar Bali untuk tidak masuk ke Bali. Baik itu terkait bekerja maupun berwisata masuk Bali. “Bukan melarang orang masuk Bali, tetapi ini bentuk kewaspadaan kami di daerah. Warga yang tidak memiliki KTP Bali agar tidak masuk Bali jika tidak ada kepentingan mendesak. Apalagi, dari daerah zona merah di luar Bali,” katanya. Menurut Artha, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi orang yang sudah terpapar virus, menyebarkan virus di Bali.
Sepanjang orang yang datang dipastikan sehat dan tidak terjangkit virus dipersilakan. Oleh karena itu, selain pengecekan kesehatan, juga perlu ditanyakan tujuan datang ke Bali. Petugas diminta untuk lebih selektif terutama orang yang datang dari zona merah agar diimbau untuk kembali. Petugas selanjutnya mengantar warga yang dipulangkan ke daerah asal hingga kembali masuk ke dalam kapal. Beberapa orang sempat protes karena di Pelabuhan Ketapang tidak ada larangan menyeberang. Bahkan, tanpa pemeriksaan KTP maupun kesehatan seperti di Gilimanuk saat ini. Permasalahan lain yang didapati, personel di pos terpadu kewalahan lantaran banyaknya orang yang masuk Bali baik kendaraan pribadi motor maupun mobil. Terkait hal tersebut, akan ditambah petugas di posko terpadu.
Petugas juga akan diberikan insentif lebih selama proses pemantauan Covid-19 di pintu masuk ini. Di sisi lain, Satuan Pelayanan Pelabuhan Gilimanuk BPTD Bali I Nyoman Sastrawan mengungkapkan terkait pembatasan lalu lintas masuk Bali memang belum ada dasar hukum. Tetapi, Satpel juga telah menyiapkan sejumlah opsi antisipasi penyebaran virus masuk ke Bali. Langkah saat ini dengan menyaring orang yang masuk Bali di Pelabuhan Katapang. Apabila memang ada keperluan mendesak diperbolehkan menyeberang. Namun, apabila hanya berlibur dan mencari kerja diimbau untuk tidak melanjutkan. Selain itu juga akan ada pengurangan jadwal kapal di penyeberangan Selat Bali. Tapi, saat ini belum ada dasar hukum untuk menerapkan langkah tersebut. (kmb26)
Babi Mati di Jembrana Terus Bertambah
Negara (Bali Post) – Kasus kematian ternak babi di Kabupaten Jembrana pada Maret ini terus meningkat. Dari data yang dihimpun dari Tim Reaksi Cepat (TRC) di lima kecamatan di Jembrana, jumlah babi yang mati hingga Senin (30/3) lalu, tercatat mencapai 272 ekor. Jumlah kematian terbanyak terjadi pada Maret yang jumlahnya mencapai 207 ekor. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Wayan Widarsa mengatakan, dari total 272 ekor yang dilaporkan mati itu, yang terpantau atau dilihat langsung 14 ekor. “Sisanya
yang ratusan ekor dilaporkan oleh warga beberapa hari setelahnya ataupun sudah dikubur. Kami tidak bisa pantau itu. Yang 14 ekor itu, ada indikasi mengarah ke ASF,” ujar Widarsa, Selasa (31/3) kemarin. Menurut Widarsa, sebagian besar ternak babi yang mati itu merupakan ternak warga rumahan. Dari pengecekan kandang, sebagian besar memang kurang representatif dari faktor kebersihan kandang (kubangan) dan tak beratap. Dari grafik tiap bulan, mulai Desember 2019 lalu, Februari baru ada kasus kematian babi dan puncaknya pada Maret 2020. Widarsa menambahkan, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana secara aktif melakukan sosialisasi baik ke
desa-desa maupun ke usaha pemotongan ternak terkait pencegahan ASF. “Sejak Desember lalu, kami rangkul desa adat dan komponen di desa. Tapi, pada Maret ini memang mulai banyak ada laporan kematian babi. Belum bisa dipastikan ASF, di akhir Februari ke Maret lalu kemungkinan juga dampak perubahan iklim dari panas ke penghujan,” ujarnya. Menskipun ada kasus kematian babi, kata dia, namun kasusnya masih lebih rendah dibandingkan kabupaten/ kota lainnya di Bali. Dari lima kecamatan di Jembrana, Kecamatan Pekutatan dan Kecamatan Melaya masih kecil tingkat kematian babinya. Widarsa menegaskan, pihaknya melalui desa dan Tim
Reaksi Cepat (TRC) yang tersebar di lima kecamatan secara intensif melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat untuk pencegahan kematian babi. Yang paling utama dengan menjaga kebersihan kandang. Selain itu juga ditekankan agar tidak sembarang orang, barang dan hewan (OBH) masuk ke kandang, karena virus bisa menempel melalui sarana OBH itu. “Termasuk para peternak, kami harapkan dalam kondisi bersih (sudah mandi-red) ketika masuk ke kandang,” tambahnya. Widarsa juga mengharapkan para peternak tidak sembarangan memberikan makanan kepada ternak babinya. Sebab ada beberapa kasus, setelah ditelusuri diberikan makanan
Kesehatan
Dari Pemberian Subsidi hingga Rancang Belanja ’’Online’’
Oleh : dr. Zakaria J.P.
adaan berikut: 1) Biomaterial kartilago sendi dan subkondral normal, tetapi beban sendi berlebih dan merusak sendi; 2) Beban sendi normal, namun sifat bahan kartilago atau tulang kurang baik. OA menonjol pada sendi yang mendapat beban kompresi tinggi (tulang belakang, panggul, lutut, kaki, dan tangan). Dominannya jejas mekanis atas keseimbangan proses penghancuran dan pertumbuhan kartilago sendi yang melibatkan berbagai sitokin, enzim dan hormon (seperti IL-1, PG, TIMP, PAI-1, IGF-1, TGF-β, dan FGF), berakibat remodelling kartilago dan tulang yang tidak sekuat jaringan asli sehingga menimbulkan nyeri dan gangguan gerak sendi; serta pembentukan molekul abnormal dan produk degradasi kartilago dalam cairan sendi yang menyebabkan keradangan sendi. Pasien menyampaikan keluhan yang kronis dan berkembang pelan, dengan temuan berikut: 1) Nyeri dalam pada sendi yang terkena, bertambah dengan gerakan (dapat men-
jalar) dan sedikit dikurangi istirahat; 2) Bengkak sendi umumnya asimetris; 3) Hambatan gerak memberat seiring peningkatan nyeri; 4) Kaku sendi akibat imobilisasi lama/ pagi hari; 5) Gemeretak sendi yang sakit; 6) Pembesaran perlahan salah satu sendi (sering pada lutut/tangan); 7) Nyeri tekan, kemerahan dan raba hangat; 8) Perubahan bentuk sendi dan gaya berjalan; 9) Kelainan radiologis (penyempitan celah sendi asimetris, osteofit, atau perubahan struktur sendi lainnya). Pemberian asetaminofen, NSAID, dan atau kapkaisin topikal dapat mengurangi
nyeri. Penggunaan chondroprotective agent (di antaranya asam hialuronat, glikosaminoglikan, kondroitin sulfat, vitamin C, dan injeksi glukokortikoid, hyaluronin pada sendi) bertujuan mengurangi nyeri dan menjaga atau merangsang perbaikan kartilago. Penghangatan sendi, pengaturan postur dan latih gerak isometrik; penurunan berat badan pada obesitas; serta penggunaan alat bantu jalan/sokong sendi dapat mengurangi nyeri dan beban jaringan sendi. Pembedahan dapat dipertimbangkan untuk pasien OA fase lanjut yang gagal dengan tata laksana medis agresif. (ad696)
Cemburui Suami Istri Minum Disinfektan Tabanan (Bali Post) Cairan desinfektan yang semestinya digunakan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 justru dimanfaatkan untuk hal yang tidak baik oleh Putu DTS (26), ibu muda yang tinggal di wilayah Desa Dauh Peken, Tabanan. Diduga cemburu lantaran suaminya memiliki wanita idaman lain, dia justru nekat meminum cairan pembunuh kuman tersebut, Selasa (31/3) kemarin. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, sekitar pukul 09.60 Wita sebelum ditemukan pingsan di kamar, korban sempat mengirim pesan via WhatsApp (WA) kepada tetangga di belakang rumahnya bernama Ibu Mosa. Isi pesan itu ‘’lemes badanku sdh tdk ada cara lain lg aku minum disinfectant tadi, keluarlah busa putih sekarang lemes aku muntah terus, aku trs muntah busa sdh
Bali Post/kmb26
ANTISIPASI - Penyemprotan disinfektan oleh petugas TRC untuk mengantisipasi kematian babi.
Desa Adat Bedha Cegah Covid-19
Osteoartritis OSTEOARTRITIS (OA) merupakan kelainan sendi yang bersifat kronik dan progresif, terjadi pada usia pertengahan hingga usia lanjut, ditandai kerusakan tulang rawan (kartilago)persendian. WHO menunjuk 24 juta jiwa penderita OA ada di Asia Tenggara tahun 2011.Tercatat peningkatan 44,2% OA di Indonesia dari pengukuran DALY (Disability Adjust Lost Years) periode 1990-2010. Faktor risiko osteoartritis di antaranya ras (lebih rentan kulit putih), pertambahan usia, jenis kelamin (dominan wanita), riwayat keluarga, trauma atau stres sendi berulang (kerja/gerak monoton), obesitas, cacat kongenital, radang sendi sebelumnya, dan gangguan endokrin-metabolik (diabetes, gangguan tiroid, dll.). Dari patogenesisnya, dikenal OA primer (kausa tidak diketahui) dan OA sekunder (akibat kelainan herediter, gangguan endokrin-metabolik, keradangan, gangguan pertumbuhan, cedera sendi makro dan mikro, serta imobilisasi lama). OA terjadi pada dua ke-
limbah dari pasar. Yang paling aman, makanan yang hendak diberikan ke ternak babi agar direbus atau direndam air panas. Setelah dingin, baru diberikan untuk ternak. Hal ini berfungsi untuk mematikan virus yang menempel di makanan. Widarsa menambahkan, penanganan babi mati juga harus dilakukan secara steril. Tidak dibuang sembarangan agar virus tidak menular ke hewan ternak lainnya. Sebelum dikubur, disarankan bangkai babi dibakar di dalam lubang baru ditanam. “Yang paling utama yakni pelaksanaan biosecurity yang sehat, menjaga kebersihan kandang dan melakukan penyemprotan disinfektan,” tegasnya. (kmb26)
sesak tdk bisa nafas’’. Melihat pesan tersebut, saksi langsung mencari bantuan tetangga lainnya untuk ikut melihat kondisi korban di rumahnya. Saat itu dilihat korban sudah pingsan dan ada bekas muntahan. Saksi lalu melaporkan hal ini kepada Bhabinkamtibmas Dauh Peken, Aiptu I Gusti Murjana. Bersama aparat setempat, kemudian kembali memeriksa ke rumah korban dan menemukan korban pingsan tergeletak di kamar dengan mulut keluar busa putih. Di sampingnya ada sebuah botol air minuman kemasan yang sudah kosong. Diduga korban telah meminum cairan disinfektan seperti yang disebutkan dalam WA yang dikirim kepada saksi. Korban selanjutnya dibawa ke UGD RS Dharma Kerthi untuk mendapatkan penanganan serius. Tersiar kabar, korban diduga
nekat lantaran mencurigai suaminya memiliki wanita idaman lain. Bahkan sebelun ditemukan pingsan, korban dan suaminya terlibat pertengkaran. ‘’Saya sempat denger ada keributan, tapi itu kan biasa untuk pasangan suami-istri. Tadi juga sempat lihat mata Putu seperti habis nangis, terus tiba-tiba ada WA seperti itu. Saya kaget langsung pulang minta tolong tetangga untuk melihat kondisinya. Saya takut kalau sendirian,’’ terang saksi. Kapolsek Kota Tabanan, Kompol I Nyoman Sukanada, membenarkan hal tersebut. Dijelaskan, Bhabinkamtibmas yang menerima informasi telah bertindak sigap menyelamatkan korban dan membawa ke rumah sakit, sehingga segera mendapatkan penanganan. Akhirnya, korban dapat disembuhkan sebelum terjadi hal-hal yang lebih parah. (kmb28)
UPAYA pencegahan penyebaran Covid-19 yang mewabah di seluruh Indonesia, termasuk di Bali harus dilakukan oleh semua stakeholder, begitupun di tingkat desa adat. Diharapkan dengan cara ini, tidak ada lagi penambahan warga yang sampai terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Seperti yang dilakukan Desa Adat Bedha, Kecamatan Tabanan yang merupakan desa adat terluas dengan 38 banjar adat. Menurut Bendesa Adat Bedha I Nyoman Surata, upaya desa adat membentengi krama-nya di tengah mewabahnya Covid-19 telah dilakukan sebelum hari raya Nyepi. Imbauan pemerintah terus dilakukan, baik kegiatan spraying disinfektan, social distancing, dan mencegah adanya kerumunan warga. Dalam upaya menaati imbauan pemerintah, saat piodalan yang berlangsung sebelum Nyepi lalu yang biasanya ribuan krama pamedek ramai nangkil, sementara diminta untuk melakukan persembahyangan di rumah masing-masing. Bahkan, nyejer selama tiga hari ditiadakan. ‘’Astungkara, krama memahami dan mau menaati dan tidak ada gejolak sampai saat ini,’’ ujar Surata, Selasa (31/3) kemarin.
Begitupun upaya penanggulangan lainnya yang dilakukan oleh desa adat yakni memberikan subsidi dari dana sosial LPD sekitar Rp 76 juta, di mana masing-masing banjar mendapatkan Rp 2 juta untuk subsidi makan dan kegiatan penyemprotan disinfektan. ‘’Bantuan subsidi ini agar social distancing tidak menimbulkan masalah dan krama Bedha tetap tidak keluar rumah jika tidak perlu sekali,’’ ujarnya. Begitu pula pengetatan bagi krama yang keluar masuk wilayah desa, melalui kegiatan spraying desinfektan. Kegiatan spraying ke rumah-rumah juga rutin digelar setiap tiga hari sekali dikoordinir oleh pecalang dan klian banjar. Selain itu, kata Surata, pihaknya juga tengah merancang sistem belanja online. Hal ini untuk mengurangi aktivitas krama pergi ke pasar induk. Yakni dengan memggandeng warung sembako atau kelompok yang ada di desa untuk diberikan tambahan permodalan untuk menambah barang dagangan untuk memenuhi kebutuhan krama. ‘’Kami sedang merancang belanja online dan digalakkan di banjar-banjar. Mau pesan komoditi apa, kebutuhan pokok apa akan disiapkan agar krama tidak sampai keluar rumah,’’ katanya. (bit)
Dukung Tim Satgas Covid-19
Dewan Jembrana Sisihkan Anggaran Rp 3 Miliar Lebih DAMPAK virus Corona atau Covid-19 sangat besar dan berpengaruh ke segala lini terutama di masyarakat. Berpijak pada derita masyarakat itu, DPRD Jembrana juga bergerak peduli dengan menyisihkan anggaran unuk pencegahan Covid-19. Guna mendukung kinerja Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jembrana, DPRD Jembrana sepakat menyisihkan anggaran Rp 3 miliar lebih. Ketua DPRD Jembrana Ni Ni Made Sri Sutharmi
Made Sri Sutharmi didampingi anggota Banggar H. Sajidin dan Ketut Catur, Selasa (31/3) kemarin mengatakan, upaya pencegahan dan penanggulangan harus segera dilakukan. Sembari menunggu anggaran perubahan, pihaknya melalui google meeting sepakat untuk menyisihkan anggaran baik di Sekretariat dan anggota dewan. ‘’Sejak virus Corona mewabah kami sudah rapatkan semua instansi untuk melakukan respons cepat. Kami baru bisa menyisihkan Rp 3 miliar dan tidak menutup kemungkinan nanti akan ditambah,’’ jelasnya. (ad695)
Rabu Paing, 1 April 2020
Satgas Gotong Royong Desa Adat Waspadai Duktang Semarapura (Bali Post) Pemprov Bali dan MDA Bali telah mengeluarkan keputusan bersama tentang Pembentukan Satgas Gotong Royong Covid-19. MDA Klungkung langsung menindaklanjutinya ke MDA di setiap kecamatan dan diteruskan ke setiap desa adat. Satgas ini akan mengambil peran lebih banyak dalam melakukan pencegahan di tengah masyarakat. Khususnya, untuk mewaspadai penduduk pendatang (duktang) yang masuk ke masing-masing desa adat. Bendesa Madya MDA (Majelis Desa Adat) Klungkung Dewa Made Tirta, Selasa (31/3) kemarin mengatakan, setiap desa adat sudah diarahkan menindaklanjuti arahan MDA Provinsi Bali untuk membentuk Satgas Gotong Royong Covid-19. Inilah yang akan berperan aktif dari elemen adat dalam melakukan upaya pencegahan di tingkat desa adat. Seperti mendata setiap pendatang, baik berstatus anggota keluarga maupun di luar anggota keluarga. Proses ini agar terus dilakukan desa adat. Apakah duktang itu termasuk OTG, ODP atau PDP agar segera dapat dipastikan dan dapat ditangani selanjutnya sesuai prosedur. ‘’Bagi warga sekitar yang tidak mengindahkan arahan Satgas Gotong Royong ini, nanti desa adat yang akan memberikan
Dewa Made Tirta sanksi. Apa sanksinya, sesuai kesepakatan di setiap desa adat,’’ tegas Dewa Tirta. Satgas Gotong Royong ini melibatkan warga setempat. Boleh dari kalangan prajuru, pecalang bahkan kalangan generasi muda atau yowana demi keamanan desa dari wabah Covid-19 ini. Sebagai bentuk kewajiban hidup dalam masyarakat adat maupun amanat negara. Selain menyikapi duktang, satgas ini juga memiliki peran strategis. Sebab, kegiatan tradisi budaya di setiap desa adat cukup banyak dan mayoritas melibatkan banyak orang. Sehingga di tengah kondisi pandemi seperti ini, Dewa Tirta meminta agar Satgas Gotong Royong benar-benar bisa men-
gambil peran. Kalau bisa ditunda, sebaiknya ditunda dulu. Tetapi kalau tidak bisa, sebaiknya dibatasi pelaksanaannya agar tidak menghadirkan banyak orang. Ini juga sesuai dengan maklumat Kapolri, yakni jaga jarak dan jangan melibatkan banyak orang. Ini untuk mencegah kejadian agar kegiatan adat jangan sampai dibubarkan paksa oleh polisi. Maka, seluruh arahan, imbauan dan instruksi pemerintah tetap harus dipatuhi dan dijalankan. Menurutnya, peran desa adat dalam menghadapi pandemi ini sudah cukup banyak. Puncaknya sudah mulai terlihat saat Pangerupukan, Nyepi dan ditambah karantina mandiri di setiap desa saat Ngembak Geni. Seluruh pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. Demikian juga penyemprotan disinfektan. Mana tempat-tempat yang sering bersentuhan langsung dengan banyak masyarakat, itulah yang disasar desa adat. Garis koordinasi dengan desa dinas juga dilakukan melalui Pos Lapangan. Dalam Satgas Gotong Royong diminta jangan mencatumkan jabatan di desa adat, agar semuanya membaur dalam kesatuan satgas. Karena gerakan ini merupakan gerakan solidaritas dan soliditas untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat umum. (kmb31)
Jam Operasional Pasar di Bangli Dibatasi
JAM operasional pasar rakyat, pasar senggol dan toko swalayan di Kabupaten Bangli akan dibatasi mulai Rabu (1/4) ini. Pembatasan jam operasional itu dilakukan dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di kabupaten berhawa sejuk itu. Sesuai surat edaran (SE) yang diterbitkan Bupati Bangli I Made Gianyar, jam operasional pasar rakyat dibatasi hanya tujuh jam, mulai pukul 07.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita. Sementara jam operasional pasar swalayan dimulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita. Sedangkan untuk pasar senggol jam operasionalnya dibatasi hanya lima jam mulai pukul 15.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita. Di dalam surat edarannya, Bupati juga meminta pasar rakyat
PASAR - Suasana Pasar Kidul, Bangli. dan toko swalayan memperhatikan kebersihan tempat, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, memasang papan informasi/
spanduk tentang bahaya dan/atau pencegahan virus Corona, serta menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan. (kmb40)
DI TENGAH wabah virus Corona, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Bangli Tahun 2021 dilaksanakan secara online dengan Electronic Meeting System, Selasa (31/3) kemarin. Dalam musrenbang tersebut, terungkap jumlah usulan masyarakat melalui Musrenbang RKPD di masing-masing kecamatan mencapai 1.279 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp 907.080.157.036. Apakah yang menjadi prioritas pembangunan di Bangli?
RKPD merupakan amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Dalam situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, pihaknya menyelenggarakan kegiatan musrenbang melalui media elektronik (e-meeting), sehingga semua pemangku kepentingan bisa terlibat dalam proses Musrenbang RKPD Tahun 2021. Temanya dalam RPJMD adalah ‘’Optimalisasi Hasil Pembangunan untuk Masyarakat Bangli yang Gita Santi melalui Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM yang Didasari Kearifan Lokal Budaya Bali’’. Prioritas pembangunan di antaranya peningkatan pendidikan, kesehatan dan layanan sosial; Pembenahan tata kelola objek pariwisata; Peningkatan penanganan panen dan pascapanen produk pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Usulan masyarakat melalui Musrenbang RKPD di masing-masing kecamatan berjumlah 1.279 kegiatan. Total anggaran sebesar Rp 907.080.157.036. Rinciannya Kecamatan Bangli 94 kegiatan dengan anggaran Rp 66.054.155.000, Susut 237 kegiatan dengan anggaran Rp 78.467.560.000, Tembuku 460 kegaitan dengan anggaran Rp 372.622.788.500, dan Kecamanatan Kintamani 488 kegiatan anggarannya Rp 389.935.653.536. (ina)
Musrenbang RKPD Digelar Secara ”Online”
Musrenbang dengan teleconference itu dibuka Bupati Bangli I Made Gianyar di ruang Media Center Kantor Bupati Bangli. Sedangkan peserta musrenbang dari unsur OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli mengikuti musyawarah melalui kantor/tempat tugasnya masing-masing yang terhubung secara online. Meskipun dalam kondisi wabah virus Corona, kata Made Gianyar, musrenbang tetap harus dilaksanakan. Sangat tepat musrenbang kali ini dilaksanakan melalui sistem e-meeting. ‘’Meski tidak dalam suatu tempat, proses musyawarah dilaksanakan sesuai tujuan yang diinginkan,’’ kata Made Gianyar. Prinsip dan asas manajemen harus menjadi pijakan dalam menatakelola pemerintahan. Intisari dari pembangunan itu adalah manusia. Sehingga apa pun bentuk
pembangunan itu, sasaran atau tujuan akhirnya adalah indeks pembangunan manusia (IPM). Namun problem yang terjadi saat ini adalah belum sesuainya antara keinginan dengan kemampuan. Bupati Made Gianyar juga menyampaikan arah kebijakan di Kabupaten Bangli. Kebijakan itu tentunya harus mengacu pada kelestarian alam dan sektor pertanian. Menurutnya, inti sebenarnya dari pembangunan itu sumbernya adalah alam. Kalau alam dikelola dengan baik maka kerusakan tidak akan terjadi. ‘’Karena itu yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Bangli tentunya harus di sektor pertanian. Pariwisata dan industri harus berorientasi pada pertanian,’’ katanya. Kepala Bapedda Litbang Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya, menyampaikan pelaksanaan Musrenbang
MUSRENBANG ONLINE - Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Bangli Tahun 2021 dilaksanakan secara online dengan Electronic Meeting System, Selasa (31/3) kemarin.
Dua Warga Sukawati dan Ubud Positif Covid-19 Salah Satunya Bayi Dua Tahun
Gianyar (Bali Post) -
Dua warga Kabupaten Gianyar yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dipastikan positif Covid-19. Ironisnya salah satu dari kedua warga itu merupakan seorang bayi yang baru berusia sekitar 2 tahun asal Sukawati. Satu lagi dari Ubud. Kini dua warga yang positif Covid-19 itu sudah mendapat penanganan di ruang isolasi RSUP Sanglah. Ketua Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, membenarkan ada dua warga asal Gianyar positif Covid-19. Dikatakan, saat ini kedua warga itu sudah ditangani di ruang isolasi RSUP Sanglah. ‘’Karena sudah positif dia sudah di ruang isolasi RSUP Sanglah,’’ ucapnya ditemui di sela proses penyemprotan disinfektan, Selasa (31/3) kemarin. Terkait informasi dua pasien positif yang sempat dirawat pada salah satu UPT Kesmas di Kabupaten Gianyar, Wisnus Wijaya hanya membenarkan dua pasien itu sebelumnya dirawat di Kabupaten Gianyar. Pihaknya mengakui saat ini penambahan ruang isolasi di
RSUD Sanjiwani masih dalam pengerjaan. ‘’Perawatan kita di rumah sakit umum, rumah sakit swasta dan yang lainnya,’’ katanya. Bayi usia 2 tahun positif Covid-19 itu disebutkan berasal dari Kecamatan Sukawati. Konon bayi itu beberapa kali melakukan pengobatan ke Jakarta. Nah diduga bayi itu terinfeksi Covid-19 di Jakarta. Namun, Wisnu Wijaya enggan menjabarkan secara detail terkait pasien yang positif Covid-19 itu. ‘’Yang pasti penyebarannya sudah lewat orang ke orang. Kalau dulu kita khawatir dengan warga luar. Tetapi sekarang sudah ada di dalam. Karena itu, kita harus disiplin berjemur, olahraga, makan vitamin, dan makan
sehat,’’ pesannya. Pihaknya berupaya melakukan penelusuran terkait interaksi dua pasien positif Covid-19 itu. Selain asal Kecamatan Sukawati, warga positif lainnya disebutkan dari Kecamatan Ubud. ‘’Kita sudah berupaya mengorek informasi siapa saja yang pernah berinteraksi dengan mereka, termasuk keluarga dari dua warga itu (positif Covid-19 red),’’ katanya. Masing-masing keluarga dari dua orang yang positif ini, dikatakan, masih dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP). Wisnu Wijaya mengatakan hal ini dikarenakan belum ada di antara mereka yang mengeluhkan sakit. ‘’Kalau kelu-
arga masing-masing warga yang positif statusnya masih ODP karena mereka belum ada keluhan sakit. Kalau ada keluhan, sesuai protokol barulah kita bawa ke rumah sakit dan statusnya PDP (Pasien Dalam Perawatan red),’’ katanya. Di Kabupaten Gianyar tetap terjadi penambahan PDP yakni menjadi 15 PDP. ‘’Ya, sebelumnya (dua pasien positif Covid-19 - red) jelas berstatus PDP, sekarang PDPnya bertambah lagi. Kalau positif pasti kita tangani serius, sekarang PDP juga bertambah,’’ tegasnya. Sedangkan ODP menjadi 576 orang dan Orang Tanpa Gejala (OTG) 54 orang. Bupati Gianyar Made Mahayastra membenarkan bayi 2 tahun asal Sukawati positif Covid-19. Bayi itu sudah ditangani di ruang isolasi RSUP Sanglah. ‘’Ya, benar bayi positif Covid-19 itu asal Sukawati,’’ tegas Bupati. (kmb35)
Tim Gabungan Gelar Penyemprotan Serentak
Gianyar (Bali Post) Tim gabungan di Kabupaten Gianyar melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di kawasan kota seni, Selasa (31/3) kemarin. Penyemprotan tidak hanya dilakukan pada ruas jalan, namun lebih spesifik pada fasilitas umum yang kerap dikunjungi masyarakat ramai. Hal ini diungkapkan Kapolres Gianyar, AKBP I Made Adnyana, ditemui di sela persiapan penyemprotan di areal Lapangan Astina Gianyar, Selasa kemarin. Menurutnya, penyemprotan disinfektan di wilayah Gianyar ini, menindaklanjuti perintah Mabes Polri agar tanggal 31 Maret 2020 dilakukan penyemprotan disinfektan serentak. Agenda itu dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. ‘’Khususnya di Gianyar kami lakukan penyemprotan secara masif dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Pemda dan unsur komponen masyarakat lainya,’’ jelasnya. Kapolres Gianyar mengajak seluruh komponen masyarakat mendukung imbauan pemerintah itu. Nah Terkait ritual adat yang masih berlangsung di beberapa tempat, pihaknya hanya mengimbau untuk tidak menyertakan orang banyak. ‘’Ritual adat yang sifatnya melakukan aktivitas mendatangkan orang banyak sementara dilarang, hingga ada imbauan lebih lanjut. Jadi, maksimal diperbolehkan hanya 20 orang saja,’’ pintanya. (kmb35)
PENYEMPROTAN - Terlihat petugas gabungan mengerahkan armada melakukan penyemprotan serentak di Gianyar, Selasa kemarin.
Rabu Paing, 1 April 2020
Gunakan ’’Water Cannon’’ Polres Semprotkan 24 Ribu Liter Disinfektan Amlapura (Bali Post) -
Jumlah warga Bali yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona atau Covid-19 semakin bertambah. Guna memutus rantai penyebaran virus tersebut, Polres Karangasem bersinergi dengan Pemkab Karangasem melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara massal, Selasa (31/3) kemarin. Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini mengungkapkan, penyemprotan itu dilakukan secara massal di wilayah kota Amlapura. Agar jangkauan program penyemprotan itu cepat, pihaknya menerjunkan water cannon serta sejumlah armada milik Pemkab Karangasem, seperti Damkar, Dinas Sosial, BPBD Karangasem. ‘’Jumlah cairan yang disemprotkan sebanyak 24 ribu liter. Mobil water cannon mulai turun dari Tanah Aron menuju Jalan Ngurah Rai, Kartini, Sultan Agung, Gajah Mada, Kesantrian, Ponegoro, Sudirman, dan Jalan A Yani. Armada lainnya bertugas di Jalan Untung Surapati,
Veteran, Nanas, Sudirman, Ngurah Rai, Kartini, Simpang Baskra Ponegoro, Gatot Subroto dan Tanah Aron,’’ ucapnya. Penyemprotan itu tidak hanya dilakukan di wilayah kota Amlapura, kata AKBP Suartini, juga secara serentak dilangsungkan di semua kecamatan di Karangasem. Untuk kegiatan itu, masing-masing Polsek di kecamatan bekerja sama dengan pemerintah di kecamatan. Upaya itu dilakukan sebagai langkah penyelamatan masyarakat atas sebaran Covid-19 itu yang semakin bertambah. Alasannya, kasus warga positif Covid-19 di Bali terus meningkat secara signifikan. ‘’Dengan penyemprotan disin-
fektan kami berharap dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini khususnya di wilayah Karangasem. Kepada seluruh masyarakat kami imbau supaya tetap mengutamakan keselamatan diri. Caranya wajib selalu mematuhi imbauan yang dikeluarkan pemerintah maupun polisi,’’ pinta Suartini. Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri menjelaskan, dalam penanganan Covid-19 ini, Pemkab telah membuat satgas dari tingkat kabupaten hingga desa adat. Pihaknya melakukan antisipasi baik secara sekala maupun niskala untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19 ini yang skalanya semakin meluas itu. (kmb41)
Revitalisasi Pasar Banyuasri Baru Jalan 30 Persen
Singaraja (Bali Post) Meskipun muncul wabah Covid-19, namun pelaksanaan proyek infrastruktur Pasar Banyuasri di Buleleng tetap berlangsung. Proses pengerjaannya baru jalan 30 persen oleh pihak pemborong mega proyek revitalisasi pasar di Kecamatan Buleleng. Disebutkan, pelaksanaan itu lebih cepat dari target yang ditetapkan sebesar 27 persen. Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng, Putu Adipta Ekaputra, Selasa (31/3) kemarin mengatakan, saat ini proyek di lapangan itu sedang memasang struktur pondasi bagian bawah. Selain itu juga pembuatan kolom bangunan. Khusus gedung induk, pihak pelaksana telah mengerjakan tahapan pembangunan lantai dua. “Sampai saat ini, pelaksanaan on progres dan tetap sesuai schedule. Rekanan juga sudah membangun rumah toko (ruko) yang di sebelah barat gedung induk
Bali post/ist
Putu Adipta Ekaputra.
itu,” katanya. Imbas Covid-19, membuat pelaksanaan proyek di lapangan terpengaruh harga material. Dia mencontohkan, beberapa bahan bangunan seperti besi dan semen sekarang mulai merangkak naik, karena mengikuti pergerakan mata uang dolar Amerika. Meski terjadi kenaikan eskalasi harga, hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. Artinya, pemerintah tetap saja
menuntut rekanan melaksanakan mega proyek senilai Rp 180 miliar itu. Untuk pengerjaan proyek itu dikerahkan lebih dari 250 orang tenaga kerja. “Proses pengerjaannya terus dipantau, sehingga kualitasnya tetap terjaga,” jelasnya. Revitalisasi Pasar Banyuasri yang dilakukan Pemkab Buleleng itu, disebutkan menjadi pasar semi modern pertama di Bali Utara. Pasar terbesar kedua di Buleleng itu dibangun tiga lantai. Di lantai satu terdapat 200 los untuk pedagang komuditas basah dan 252 los pedagang yang menjual komuditas dagangan kering. Di lantai dua, dibangun 244 los dan 184 unit kios. Sedangkan di lantai tiga dijadikan pusat kuliner Buleleng dengan membuat 8 unit kios dan areal parkir yang berkapasitas 136 mobil. Pasar ini nantinya bisa menampung 1.448 pedagang dan akan dilengkapi lift barang dan lift pengunjung. (kmb38)
Cegah Penyebaran Covid-19
Jagabaya Dulang Mangap Buleleng Semprot Geria dan Pura MENCEGAH penyebaran virus Corona atau Covid-19, Jagabaya Dulang Mangap (JDM) Kabupaten Buleleng melakukan penyemprotan disinfektan ke geria-geria para sulinggih, mpu dan juga tempat suci pura. Kegiatan itu sebagai wujud kepedulian kepada umat di tengah meluasnya wabah Covid-19 di Bali, dan Buleleng khususnya. Selain aksi penyemprotan seperti itu, bagaimana aksi dan kontribusi nyata yang diharapkan dapat diberikan oleh masyarakat secara mandiri? Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu melibatkan 30 orang terbagi dalam 5 tim. Masing-masing tim membawa 2 unit alat spraying. Pembagian tim itu dilakukan selain agar mempercepat pelaksanaan juga memperluas jangkauan. “Disasarnya geria dan pura karena kedua tempat tersebut berpotensi menjadi tempat berkumpulnya umat melaksanakan ritual keagamaan,” ujar Ketua JDM Buleleng Putu Pasek Agung Dibia Atmaja, S.E. dikonfirmasi, Selasa (31/3) kemarin. Dikatakan, geria menjadi salah satu tempat berkumpulnya umat, mulai dari para serati (tukang banten) dan umat yang melaksanakan upacaranya di geria. “Upaya ini juga sebagai wujud bakti kepada para sulinggih dan bakti kepada umat sebagai bentuk pelayanan yang
tulus ikhlas dari segenap anggota Jagabaya Dulang Mangap Kabupaten Buleleng,” ungkap pria yang akrab disapa Gung Paul ini. Hal itu sesuai slogan Jaga Baya Dulang Mangap yang selalu menjadi semangat mempersatukan umat, yaitu Satya Ring Sesana lan Wirang Ring Semeton. Selain melakukan penyemprotan, Jaga Baya Dulang Mangap juga melakukan sosialisasi cara-cara pencegahan meluasnya wabah Covid-19. Antara lain mengimbau agar selalu menjaga jarak dalam berkegiatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan sesering mungkin mencuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung mulut dan makanan. Pihaknya juga menyerukan agar umat yang tidak bisa menunda kegiatan upacara agamanya itu, baik di geria
maupun di pura agar membatasi orang yang terlibat dalam upacara itu. Selain itu selalu menjaga jarak serta memperhatikan sanitasi kebersihan diri dan lingkungan. “Hal ini perlu menjadi perhatian kita semua, agar di geria dan pura serta sulinggih dan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan upacara adat dan agama itu bisa terhindar dari penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) ini,” jelas alumni Smansa 92 ini. Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya umat Hindu agar selalu mematuhi imbauan pemerintah tentang cara-cara menangani meluasnya wabah Covid-19 itu. “Mari lindungi diri dan lindungi sesama, karena yang perlu diwaspadai pada wabah virus Corona itu pola penularannya yang sangat cepat dan masif,” tegas aktivis mahasiswa Hindu ini. Sebanyak 13 geria disemprot disinfektan, yaitu 4 geria di Kecamatan Gerokgak, 1 griya di Kecamatan Banjar, 3 geria di Kecamatan Seririt, 2 geria di Kecamatan Busungbiu dan 1 geria di Kecamatan Sawan, serta 5 geria di Kecamatan Sukasada. Sementara pura yang disasar adalah Pura Asem Kembar di Desa Tukadmungga Kecamatan Buleleng. (win)
DISINFEKTAN - JDM Buleleng menyemprotkan disinfektan di geria dan pura di Buleleng.
Bali Post/kmb41
PENYEMPROTAN - Polres Karangasem bersinergi dengan Pemkab Karangasem saat melakukan penyemperotan cairan disinfektan memakai mobil water cannon di Kota Amlapura, Selasa (31/3) kemarin.
Jumlah OPD di Karangasem Meningkat Signifikan Amlapura (Bali Post) Jumlah warga yang masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Karangasem terus mengalami lonjakan cukup signifikan. Dalam kurun waktu dua hari, peningkatan ODP di bumi lahar mencapai puluhan orang. Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, Selasa (31/3) kemarin mengatakan, dalam kurun waktu dua hari, jumlah ODP itu memang mengalami peningkatan sangat berarti. Sejak 28 Maret jumlah ODP hanya 22 orang kemudian per 30 Maret jumlah ODP mengalami lonjakan drastis menjadi 52 orang. “Lonjakannya mencapai 30 orang,” ucapnya. Pertama menambahkan, orang yang masuk daftar ODP ini, merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurut Pertama, mereka yang masuk ODP itu tengah menjalani isolasi secara mandiri di rumah mereka masing-masing. “Kondisi mereka sehat. Perkembangan kesehatannya terus dipantau petugas survelans puskesmas masingmasing,” katanya.
Memang tidak menutup kemungkinan jumlah ODP di Karangasem akan terus bertambah. “Bila ada warga yang datang dari wilayah yang terjangkit Covid-19. Makanya, petugas surveilans terus dilakukan untuk mengetahui hal itu,” terangnya. Khusus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jelas Pertama, sampai saat ini jumlahnya meningkat dari sebelumnya. Per 28 Maret terdata 4 orang, dan saat ini menjadi 5 orang. “Kini empat PDP menjalani perawatan di RSUD Karangasem. Satu pasien sudah dirujuk ke RS Sanglah,” tegas Pertama. Diimbau warga masyarakat yang baru pulang dari luar negeri dan dari luar daerah, supaya melaksanakan karantina mandiri atau isolasi diri sendiri di rumah masing-masing minimal 14 hari. Caranya menerapkan protokol isolasi diri sendiri. Wajib hal itu dilakukan dengan disiplin dan tanggung jawab demi keselamatan masyarakat. Sebelumnya diberitakan, keempat orang PMI Karangasem yang terdaftar sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, RSUD Karangasem mulai diambil bahan lab Sswab di bagian tenggorokan. Hal itu untuk memastikan apakah PMI itu positif Covid-19 atau tidak. “Pengambilan bahan lab Swab tenggorokan baru untuk 4 PDP itu, mudah-mudahan kondisinya baikbaik saja. Bahkan lab Swab itu hari ini juga dikirim RSUP Sanglah, Denpasar untuk mendapatkan uji klinis,” ucap sumber di RSUD Karangasem. (kmb41)
Akibat Lakalantas, Pegawai TU SMPN 2 Seririt Meregang Nyawa Singaraja (Bali Post) Nasib nahas dialami seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Ketut Darmawan (55), asal Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt. Korban yang sehari-hari menjadi pegawai Tata Usaha (TU) di SMPN 2 Seririt di Desa Banjar Asem itu meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas), Senin (30/3) lalu. Informasi yang dikumpulkan di lapangan, sebelum kejadian, korban bersama Wayan Sudiastini (56) asal yang sama mengendari sepeda motor DK 2934 UC melintas di Jalan Seririt – Gilimanuk. Persis di kilometer 25.500 tepatnya di Banjar Dinas Tegal Lamben, Desa Banjar Asem korban mengalami lakalantas. Saat itu sekitar pukul 13.00 Wita korban melintas dari arah Gerokgak menuju ke Seririt. Dari arah berlawanan melintas truk boks dengan nomor polisi (nopol) P 9311 UV yang dikemudikan Alek Widarsono (39) asal Banyuwangi. Diduga truk boks itu saat melintas di TKP mengambil haluan terlalu ke kanan, sehingga tabrakan dengan sepeda motor tidak bisa dihindarkan.
Akibat benturan itu, pengendara sepeda motor dan rekan yang diboncengnya itu terjatuh. Saking kerasnya benturan korban mengalami luka-luka parah dan harus meregang nyawa. Sedangkan sepeda motor korban ringsek dan nyaris tak berbentuk. Bagian depan truk boks juga mengalami kerusakan karena benturan keras itu. Yang dibonceng korban mengalami luka berat dan saat ini dirawat di rumah sakit. Namun pengemudi truk boks itu dalam kondisi sehat. Kabag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, kasus lakalantas itu masih diselidiki Unit Lalulintas Polsek Seririt. Pemeriksaan awal di TKP dan keterangan saksi, kasus ini diduga karena pengemudi truk boks itu kurang berhati-hati setelah melintasi tikungan di TKP. Saat itu, pengemudi truk boks itu mengambil haluan terlalu ke kanan, sehingga terjadi laka lantas tersebut. “Kasus itu sementara ditangani Polsek Seririt. Barang bukti sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. (kmb38)
Cadangan Pangan Karangasem Aman Amlapura (Bali Post) Di tengah pandemi Covid-19 ini, semua kebutuhan masyarakat harus dapat terjaga dengan baik. Salah satunya stok kondisi pangan. Asumsinya mengacu pada kebutuhan standar pangan, mencapai 58 ton lebih per tahun, namun Karangasem punya stok 184 ton. Karena itu Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Karangasem menjamin ketersediaan pangan tetap terjaga dan masih aman hingga saat ini. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Karangasem, Anak Agung Gede Agung Rama Putra, Selasa (31/3) kemarin mengungkapkan, dari segi produksi pangan dan aneka ragam pangan utama juga terjaga. Menurutnya, produksi pangan juga tidak pernah terhambat. “Masyarakat diminta tidak khawatir soal tidak tercukupinya kebutuhan di tengah
kondisi pandemi Covid-19. Semoga tidak ada kendala dalam pemenuhan pangan di tengah situasi saat ini. Karena kebutuhan pangan masyarakat tetap harus dijamin,” ucapnya. Agung Rama Putra menambahkan, pihaknya bersama dinas dan lembaga terkait terus berkoordinasi secara berkala. Pemantauan terus dilakukan di masyarakat. Dari data terakhir ketersediaan pangan utama produksi kata Agung Rama Putra mencapai 184.314,27 ton per tahun. Yang dikonversikan untuk bahan makanan sebanyak 146.714,16 ton dan analisa kebutuhan standar 59.993,81 ton per tahunnya. “Cadangan pangan diberikan hanya kepada penduduk yang mengalami kerawanan pangan. Kebutuhan standarnya mencapai 58 ton lebih per tahun. Namun kita memiliki cadangan 184 ton,” jelasnya. (kmb41)
Bali post/ist
Lakalantas - Lakalantas di Jalan Seririt - Gilimanuk Km 25.500 tepatnya di Banjar Dinas Tegal Lamben, Desa Banjar Asem mengakibatkan seorang ASN meregang nyawa.
Rabu Paing, 1 April 2020
Pariwisata Jadi Motor Penggerak ditinggalkan oleh generasi muda pengusaha tani berpindah ke sektor pariwisata. Akibatnya pertanian di Bali semakin melemah, bukan semakin kuat seperti opini seorang pengamat pertanian.
Bali aktivitasnya terkait dengan pekerja pariwisata.
Bukan Soal Kutukan Batara
saat ini, sehingga pemikirannya tersesat melakukan proses induksi (mengambil kesimpulan umum) dan gagal memahami fenomena yang sedang terjadi. Pikirannya terbalik-balik memandang suatu fenomena. Sektor pertanian yang saat ini sedang pingsan (maksudnya menurun dari aktivitas normal) karena pada subsistem pemasaran/perdagangan (off-farm) macet dan pada subsistem produksi (on-farm) lesu disebabkan oleh permintaan pertanian dalam arti luas menurun dampak kolapnya pariwisata, dipikirkan, dipahami dan disimpulkan kuat. Memang benar ada beberapa puluh orang pekerja pariwisata kembali bekerja di pertanian. Hal ini karena mereka sebelumnya memiliki mata pencaharian ganda. Musim jeda di pertanian karena pekerjaannya musiman, bekerja menjadi sopir atau pemandu wisata. Kasus serupa tidak terjadi di daerah lain. Terbiasa bekerja di pariwisata jelas memerlukan kekuatan fisik lebih sedikit. Anak-anak petani dan buruh tani di desa semuanya menghindari bekerja di pertanian karena pertanian kita masih memiliki stigma kerja keras dan kotor. Pekerja pariwisata yang menganggur semestinya diberikan santunan oleh pemerintah pusat agar tetap survive sambil menunggu pemulihan pariwisata Bali. Tidak perlu kembali bekerja di sektor pertanian yang memerlukan curahan tenaga fisik lebih besar.
Hasil penelitian disertasi penulis menggunakan SAM Bali menemukan bahwa terjadi keterkaitan erat antara ketiga sektor ini, tetapi sektor pariwisata tetap menjadi motor penggerak keterkaitan ini. Pariwisata adalah pasar potensial tenaga kerja dan produk-produk pertanian (segar, olahan) dan produk industri kecil-menengah. Hasil simulasi menunjukkan bahwa jika pariwisata maju dan berkembang, maka pertanian dan industri kecilmenengah di Bali juga akan berkembang, dan berlaku sebaliknya. Simulasi ini terbukti ketika terjadi Bom Bali I (2002), Bom Bali II (2005). Dalam perkembangannya, perekonomian Bali telah mengalami tranformasi dari perekonomian agraris ke perekonomian pariwisata. Menggunakan analisis shiftshare untuk data deret waktu 2010-2017 (perbandingan Bali dengan Indonesia), terjadi pergeseran struktur perekonomian dari sektor primer (pertanian dalam arti luas) ke sektor tersier (jasajasa yang terkait dengan perjalanan wisatawan). Hal ini disebabkan oleh sektor tersier mampu memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Provinsi Bali dibandingkan sektor primer dan sekunder. Hasil analisis shift-share juga menginformasikan bahwa penyerapan tenaga kerja di Bali didominasi oleh sektor tersier, kemudian diikuti oleh sektor sekunder dan sektor primer (pertanian). Ini mengindikasikan bahwa pertanian di Bali semakin tidak menarik dan banyak
Pariwisata Kolaps Pertanian Bali memiliki keterkaitan langsung (direct linkages) dengan pariwisata berupa pasokan produkproduk pertanian untuk hotel dan restoran di destinasi wisata. Keterkaitan tidak langsung (indirect linkages) dengan pariwisata berupa pasokan produk-produk pertanian di pasar-pasar umum dan swalayan untuk masyarakat atau rumah tangga yang bekerja di pariwisata, keterkaitan ikutan (induced linakges) memasok produk untuk warung-warung atau restoran yang dikembangkan oleh pekerja pariwisata. Jika pariwisata berkembang dan maju ditandai oleh peningkatan kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel (occupation rate), maka peluang pasar produk-produk pertanian dan industri kecilmenengah semakin besar, sehingga kedua sektor pertanian dan industri kecil yang produk untuk memasok pariwisata juga semakin berkembang. Ketika merebak wabah Covid-19 di tahun 2020 ini ditandai oleh penurunan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sampai perumahan karyawan hotel serta tutupnya banyak restoran, berarti pariwisata Bali mengalami kolaps atau kebangkrutan sementara. Kolapsnya pariwisata juga menurunkan daya beli masyarakat Bali secara umum, karena banyak masyarakat
Gagal Paham Ada kolumnis atau pengamat pertanian berpandangan ‘’membuktikan kekuatan sektor pertanian’’ (Bali Post Sabtu 21 Maret 2020, hal. 1). Mungkin maksudnya ketika pariwisata kolaps dampak dari wabah Covid-19, sektor pertanian kuat. Pertanyaannya, di mana kekuatan pertanian dan apa indikator mengatakan pertanian Bali kuat di tengah kolapsnya pariwisata yang notabenanya adalah pasar utama produk-produk pertanian Bali. Bahkan seperti diulas sebelumnya pertanian Bali ikut pingsan walaupun sementara, menunggu kembali siuman seiring pulihnya aktivitas pariwisata nasional dan Bali. Pertanian sebagai sebuah sistem, sub-subsistemnya adalah petani dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) yang melekat pada dirinya, teknologi, kelembagaan, lahan usaha, dan regulasi dan dukungan pemerintah. Untuk pertanian di Bali semua sub-subsistem ini dapat dikatakan belum kuat. Petani di Bali saat ini berumur di atas 60 tahun, PKS sedang-sedang saja, teknologi yang diterapkan juga belum maju, penggarapan lahan kurang dari 0,5 hektar, dan generasi milenial kurang berminat menjadi pengsusaha tani. Dalam kondisi pertanian Bali seperti ini dapatkah dikatakan kuat? Di mana kekuatannya? Pengamat pertanian ini benar-benar sesat pikir dan gagal paham, karena rendahnya penguasaan teori untuk membedah fenomena
‘’Mohon dengan sangat memperhatikan jenis disinfektan yang dipakai untuk menyemprot tubuh manusia. Risikonya juga fatal di kemudian hari. Mohon tidak menggunakan alkohol, hi-
drogen peroksida dan kaporit atau hipoklorit yang tidak direkomendasikan oleh WHO untuk menyemprot manusia,’’ sarannya. Sementara itu, Ketua Badan Kesehatan dan Pemberdayaan Umat PHDI Pusat drg. Nyoman Suarthanu, M.AP. mengatakan, TKI yang dipu-
langkan ke Bali harus didaftar dan dikarantina secara ketat dan menyeluruh. Sebab, komitmen pemerintah atas nama negara akan lebih diyakini bisa dilaksanakan daripada menyerahkan kepada masingmasing orang yang cenderung tidak disiplin. Dengan didata, diperiksa dan dipantau kes-
ehatannya oleh pemerintah menjadi lebih dapat dipersiapkan dampak dari pulangnya TKI ke Bali tersebut. ‘’Secara tegas saya sampaikan pemerintah daerah harus laksanakan karantina (terhadap TKI). Jangan main-main dengan Covid-19 ini,’’ tegasnya, Selasa kemarin. (win/044)
Di Bali, dari berabad-abad ketika Gunung Agung meletus disebut begini: ‘’Ida makarya tur mamargi’’ (Beliau berkarya dan berjalan). Ketika kekuatan alam sedang bergerak, kita yang nalar dan eling yang minggir dan menepi. Ini soal penggunaan nalar yang disebut dalam Hindu sebagai wiweka (kemampuan menimbang dengan dasar logika dan hati secara jernih). Pada musim ombak besar, nelayan menepi. Bukan soal berani atau takut. Bukan soal kutukan Batara Baruna penguasa laut. Bukan karena Batara benci nelayan, tapi Batara kasih pada nelayan agar istirahat sejenak, di rumah bersama keluarga, menepi menimbang hidup secara mendalam. Ketika ombak telah berhenti mengamuk, musim ombak telah reda, kembalilah bekerja sekuat tenaga. Ketika telah reda musim gering-merana (sakit) atau sasab (wabah), kembalilah keluar rumah dan menjalani hidup segigih mungkin. Dalam teologi Hindu, tidak ada kebencian Hyang Widhi. Tidak ada kutuk. Yang ada adalah siklus. Siklus musim, siklus berbunga sampai berbuah, siklus yang membuat kehidupan dan semesta bergerak. Hyang Widhi mengatur semua siklus dan tatanan kosmik lewat kecerdasan di balik gerak alam semesta ini disebut dengan rta. Rta adalah ‘’kesadaran mahatinggi’’ yang mengatur detak jantung semesta, tarikan napas manusia, hewan, fotosintesa tumbuhan, sampai munculnya virus dan segala jenis kuman yang hadir sebagai bagian dari kelengkapan alam semesta raya. Covid-19 bukan kutuk. Dia seperti angin puting beliung yang datang tiba-tiba, dia seperti gempa yang meretak di kerak bumi. Semuanya bagian dari ‘’keselarasan kosmik’’ yang diselaras dengan kekuatan rta. Bhuta Kala atau Dewa berjalan dalam siklus. Kalender ritual Hindu mengajari siklus itu datang dan diajarkan agar pemeluk Hindu melakukan puja dan ritual sesuai siklus
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
SERVICE
BIRO JASA
Penulis, Guru Besar Tetap Unud, Pengajar Program Doktor Pariwisata
Jangan Remehkan Covid-19
KEHILANGAN Hilang BPKB NO.P08427151-O DK 5793 ABY AN.Sri Handayani
hidup dan siklus semesta. Dari lahir sampai kematian ada ritual untuk siklus pertumbuhan manusia, sampai akhir menutup mata ada ritualnya. Jika musim penyakit ada ritual nangluk merana (menghalau penyakit), jika musim kemarau panjang ada doa dan pujian ke alam untuk meminta hujan. Ini bukan klenik. Ini adalah bagaimana usaha manusia berkomunikasi dengan alam raya. Tubuh kita adalah bagian dari alam raya, Panca Mahabhuta: Tanah, Air, Api, Angin, Angkasa. Ketika kita berdoa variabel zat alam dan elemen alam semesta itu bekerja meresonansi alam agar diberkati dan diselaraskan dengan resonansi doa yang kita panjatkan. Ada hari di mana secara teologi Hindu adalah hari kurang tepat untuk menanam, berlayar, dan menikah. Semua ada logikanya, karena ajaran itu hadir dari kesadaran manusia kuno atas siklus alam semesta, kesadaran akan adanya masa tanam, masa istirahat, dan masa brata menepi untuk mengkarantina diri. Jenis brata (tarik diri, puasa dan introspeksi diri) dalam Hindu adalah satunya tan alalungayan (tidak bepergian). Artinya orang harus berdiam diri, mengkarantina diri. Ini bagian dari monabrata (puasa diam tidak bicara), total diam dan hening, memasuki diri dan memasuki jagra (awas-mawas penuh). Spirit jagra (menjaga kesadaran penuh) ini menjadi benteng diri dalam situasi kebencanaan dan dalam berbagai situasi kemanusiaan yang membutuhkan nalar dan kejernihan. Covid-19 adalah ombak dan badai yang bergolak dan kencang bergerak. Bagian dari proses semesta. Manusia diminta menepi. Manusia diminta berhenti sejenak. Memasuki dirinya, menjadi kontemplatif. Tidak berhubungan dengan orang lain di masa ini. Jagra dan monobrata spiritnya bisa diterapkan agar manusia tentang dan pikiran baik datang untuk bisa mentransformasi situasi wabah sebagai momentum spiritual dan pendewasaan kemanusiaan kita. Apakah semua harus menepi? Dalam menghadapinya,
secara Hindu ada ajaran wira (semangat dan keberanian menghadapi kehidupan) dan dharma (kewajiban untuk melakukan usaha menyangga kehidupan). Spirit wira dan dharma inilah yang menjadi pedoman dalam menghadapi marabahaya dan tantangan kehidupan. Termasuk ketika Covid-19 telah mewabah. Pemimpin desa, kota, pulau, dan dunia, beserta paramedis, tentara dan polisi, semua para pelayan masyarakat dan dukungan masyarakat umum, diharapkan memegang prinsip wiweka, wira dan dharma. Nalar, jernih, berani, teguh, pantang menyerah dalam menyangga kelangsungan kehidupan. Berani menjaga hidup, menyembuhkan yang sakit, dengan ketulusan dan keberanian, dengan segala kejernihan nalar yang maksimal atau wiweka, sehingga semua marabahaya bisa segera berlalu dengan minim korban. Inilah dharma panggilan kemanusiaan kita yang utama. Menurut Hindu jagathita (jagat sejahtera) bukan dunia suci-hama atau ‘’dunia disinfektan’’ yang tidak ada kuman dan nyamuk, bukan dunia yang tanpa flu atau batuk. Jagathita adalah dunia nalar jernih dan geraknya digerakkan oleh hati yang penuh kesadaran bahwa Hyang Widhi adalah kasih yang hadir di hati kita. Vasudhaiva Kutumbakam — kita semua bersaudara — bahkan Covid-19 sekalipun dilihat sebagai ‘’saudara’’ yang juga hadir di dunia sebagai bagian pelengkap kehidupan. Ketika ‘’saudara’’ satu ini hadir dan numpang lewat, mari kita minggir menepi. Dunia sedang dalam ‘’proses pemurnian niskala’’, dalam masa ganti kali bhumi (peralihan era gelap menuju era baru). Pustaka warisan leluhur Lontar Sastra Widhi Roga Sangara Bumi yang kita warisi mengajak kita optimis menatap masa depan: Akan muncul era baru menyingsing setelah Covid-19. Penulis adalah budayawan, pembaca manuskrip lontar
B.BP.001.03.20.0000693
HlgSTNK&BPKBNO.K00453679-O DK 2876 FD AN. I Wayan Suteja
B.BP.001.03.20.0000694
BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155
B.BP.001.03.20.0000202
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI
gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET Bronze Silver Gold
HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm
RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan
PAKET
300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan
BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Rabu Paing, 1 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Era Baru Mengelola Kehidupan
PANDEMI Covid-19 telah membuat dunia berubah. Dunia lumpuh dan ekonomi tak bergerak. Bahkan perubahan pola hidup terkondisikan. Ketakutan dan kepanikan telah terasakan di mana-mana, walaupun imbauan tak panik terus disampaikan. Yang jelas dinamika kehidupan di semua sektor kini bergeser. Dalam dunia pendidikan kini siswa nyaris satu bulan telah belajar tanpa guru. Mereka menjadi murid tetapi diam di rumah. Pelajaran didistribusikan secara online. Tugas-tugas bagi siswa telah membuat mereka hidup dengan gadget-nya. Belajar secara otodidak mungkin jadi pilihan ketika guru tak lagi langsung dalam keseharian siswa. Kini belajar di rumah menjadi model ketika dunia dilanda pandemi. Namun pendidikan harus tetap bergerak tidak tersandera Covid-19. Sektor pariwisata juga kolaps. Sektor yang bertahun-tahun menjadi roda penggerak ekonomi kini memerlukan stimulus. Ironis memang. Namun fakta telah membuat sektor padat investasi dan menjadi sumber pendapatan favorit daerah kini kolaps. Bagi pekerja pariwisata, bekerja dari rumah adalah hal sulit dilakukan saat ini. Mungkin di awal era 4.0 kerja dari rumah adalah transformasi yang dianggap wajar. Bahkan pola ini diyakini akan menjadi tren dan harus diadaptasi. Kenyataannya kini mereka para pekerja pariwisata banyak dirumahkan. Mereka menunggu perbaikan situasi dan berharap. Namun pandemi bukanlah masalah mudah untuk diatasi. Ketika pandemi menguat dan melumpuhkan dunia, pemulihan memerlukan waktu lama. Dan bekerja dari rumah untuk mengelola sektor ini adalah hal mustahil dalam saat ini. Kini yang kita perlukan adalah ketabahan dan kreatif menghadapi situasi. Bekerja dari rumah tanpa terjebak sektor pekerjaan mungkin bisa dilakukan. Masih ada harapan untuk bangkit sepanjang kita beradaptasi dengan situasi. Memang semua perlu waktu, namun kita harus bergerak dan berbuat. Untuk itu jangan sampai kehilangan akal sehat ketika harus dirumahkan. Segera kenali situasi dan lakukan adaptasi dengan situasi. Manusia tetap harus mempertahankan hidupnya dan itu memerlukan daya kreasi dan seni menikmati hidup. Itu juga perlu ketangguhan mental dan optimisme. Kita harus tetap optimis menghadapi keadaan sulit dan tetap bekerja.
POJOK
Bali wajib karantina ABK yang datang dari negara pandemi. - Termasuk wisman ya? *** Sejumlah kabupaten tertibkan pedagang yang buka melebihi ketentuan. - PKL masih bebas. *** Presiden Jokowi akhirnya tetapkan kedaruratan kesehatan. - Banyak yang ingin karantina wilayah.
Grafis : Putu Suarsana
Perkuat Upaya Penanganan Covid-19
KASUS positif Covid-19 di Bali mengalami lonjakan luar biasa. Berdasarkan data yang dipaparkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dari Minggu (29/3) hingga Senin (30/3), jumlah kasus Covid-19 di Bali bertambah 9 kasus positif alias meningkat 90 persen hanya dalam rentang waktu 24 jam. Data ini praktis membuat netizen tercengang dan semakin khawatir sebaran virus Corona terus meluas. Di akun Facebook @balipost, netizen kembali mengingatkan pemangku kebijakan di Bali untuk mengambil tindakan tegas guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Salah satunya dengan memperketat, bahkan bila perlu menutup pintu masuk Bali, kecuali untuk logistik. Di sisi lain, masyarakat juga tidak boleh lagi menganggap remeh Covid-19. Jika mau kondisi kembali normal, masyarakat harus mengikuti imbauan pemerintah terutama mengenai social distancing. Pada intinya, netizen mengingatkan bahwa sekarang sudah bukan waktunya saling menyalahkan. Semua pihak harus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan virus Corona, jika ingin bencana ini cepat berlalu. Berikut komentar sejumlah netizen. Ajin Gauri Kalau Indonesia tidak berani lockdown siap-siap saja. Bali khususnya, pulau kecil, siap-siap saja untuk penambahan pasien positif akan main kelipatan angka saja, karena yang satu paling tidak sudah menularkan ke dua orang terdekatnya. Pemerintah daerah mengimbau di rumah saja, work from home, tapi di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, dari Pulau Jawa berbondong-bondong datang ke Bali, padahal Pulau Jawa sudah zona merah untuk Covid-19.
DaMai Fabiola Bali masih enggak mau rugi, banyak pendatang tidak dibatasi. Pikirannya mungkin sekalian bawa rezeki dan virus untuk disebar ke mana-mana. Buat apa yang sudah berdiam diri di rumah selama ini kalau tetap pembawa virus bisa berkeliaran bebas keluar-masuk. Selamat menikmati, karena imbauan pemerintah tidak pernah bisa dijalankan dengan benar-benar oleh masyarakat yang masih saja masa bodoh dan pemerintahnya pun kurang bertindak tegas dalam menutup akses pembawa virus ini. Ikhsan Mada Saya setuju dengan keban-
yakan komentar di sini. Pada dasarnya lockdown bertujuan untuk mematikan siklus Covid-19. Tapi apa bedanya jika orang orang di luar sana yang datang ke Bali. Entah steril atau tidak, hanya tujuan untuk jalanjalan, sekadar lihat suasana, apalagi hanya untuk iseng. Tolong bagi pihak berwenang, selain hal yang berkaitan dengan bahan pokok makanan, obat-obatan, dihentikan untuk sementara waktu. Sama saja bohong dua minggu kami di rumah, tapi yang di luar tetap masuk saja ke sini. Ingat pak, awal Bali kena Corona itu berasal dari orang luar negara. CriEsna Codok Coba tengok di mana-mana masih banyak orang nongkrong, bagaimana bisa teratasi? Menyadarkan masyarakat yang susah disadarkan menurut saya adalah PR untuk kita semua, bukan lagi urusan pemerintah. Pemerintah hanya menyediakan sarana dan prasarana dan kita adalah aktor utamanya. Jika hanya membatasi masuknya orang luar ke Bali, menurut saya masih kurang efektif, karena kita juga harus menyelesaikan yang di dalam. Harusnya semua elemen masyarakat mampu diajak kerja sama. Pada kenyataan-
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Ambengan Genjot Potensi Perkebunan dan Wisata Alam
BERADA di lokasi pada topografi perbukitan membuat Desa Adat Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng dikenal dengan pengembangan perkebunan cengkeh. Prospek yang menjanjikan, membuat krama desa semakin bersemangat menanam cengkeh walaupun harus mengganti sawah menjadi perkebunan. Sejalan dengan perkembangan perkebunan itu, Desa Adat Ambengan mulai menjadi daerah tujuan wisata. Ini karena pemandangan alam yang masih asli dan keindahan Air Terjun Jembong menjadikan tamu mancanegara dan domestik kian ramai berkunjung ke desa ini. Sadar akan potensi itu, sekarang desa adat bersama dengan pemerintahan desa dinas bekerja sama untuk mengembangkan potensi tersebut. Apalagi, menyusul kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster yang mengucurkan dana untuk desa adat di Bali Rp 300 juta tiap tahun, sehingga pelestarian warisan seni, budaya dan potensi lokal di desa adat akan semakin optimal. Klian Desa Adat Ambengan Jro Gede I Wayan Puger belum lama ini mengatakan, wewidangan desa adat yang dipimpinnya itu terbagi dalam empat banjar adat. Di mana total krama desa yang tercatat sampai sekarang ada 800 kepala keluarga (KK). Desa Adat Ambengan sendiri berbatasan dengan Desa Wanagiri di sisi selatan, timur berbatasan dengan Desa Adat Padangbulia, barat berbatasan dengan Desa Sambangan, dan di sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Sukasada. Dengan wilayah yang cukup luas dan topografi wilayah berbukit, sehingga wewidan-
gan desa adat ini cocok untuk menunjang perkebunan cengkeh. Selain itu, hamparan kebun cengkeh ini menjadi daya tarik wisata tersendiri dan didukung dengan Air Terjun Jembong, sehingga menjadikan wisata alam di desa adat ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata (DTW). ‘’Sekarang lahan sawah di wilayah kami tinggal sekitar 30 persen dan sebagian besar sudah menjadi kebun cengkeh. Sekarang lagi dikembangkan Air Terjun Jembong, sehingga potensi wisata alam ini menjadi andalan juga untuk
pengembangan pariwisata di desa kami,’’ katanya. Sadar akan potensi perkebunan dan wisata alam itu, Wayan Puger menyebut, selain menjalankan program rutin di desa adat, pihaknya bersama dengan pemerintahan desa menggenjot pengembangan potensi tersebut. Dia mencontohkan, program yang akan didukung dengan memanfaatkan dana bantuan dari Pemprov Bali adalah menguat-
kan kinerja sumber daya manusia (SDM) terutama para sekaa teruna atau kelompok siswa dalam mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata alam yang ada saat ini. ‘’Yang pasti dana dari Pak Gubernur itu sangat membantu untuk menjaga eksistensi desa adat di Bali. Untuk apa saja itu kami tetap mengaju proposal dan petunjuk pelaksanaan anggaran,’’ jelasnya. Selain potensi wisata alam, Puger menyebut dahulu di desanya dikenal sebagai penghasil kerajinan bingkai foto dari pelepah pisang dan daun pohon waru dan daun kayu kupu-kupu, namun kini nyaris punah. (mud)
Bali Post/mud
BUDAYA - Krama Desa Adat Ambengan, Kecamatan Sukasada melaksanakan pelestarian seni dan budaya melalui pasraman formal dan informal.
nya semua saling menyalahkan pemerintah. Kita bukan hanya menghadapi virus Corona, tapi juga menghadapi masyarakat yang susah untuk disadarkan. Saya yakin jika semua saling bisa untuk diajak kerja sama, virus ini tidak sulit dihadapi.
Widi Yadnya Pelabuhan dan bandara masih aktif. Pak suruh kami berdiam diri di rumah, tapi penduduk dari luar Bali berbondong-bondong datang ke Bali. Entah apa yang dicari ke Bali. Komang Sure Saya sudah mulai malas dan mulai jenuh melihat informasi seperti ini, terutama tentang kebijakan pemerintah. Mana yang benar dan yang salah, saya juga tidak tahu karena saya masyarakat kecil. Kita selalu diimbau untuk diam di rumah tapi bandara dan pelabuhan masih terus dibuka. Kalau terus sepertti ini kita tidak akan bisa memutus mata rantai Covid-19. Percuma kita diam di rumah tapi orang lain masih berseliweran di jalanan.
Putu Wijana Kita tahu pemerintah provinsi sulit mengambil keputusan. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak bisa melarang orang masuk dan keluar Pulau Bali. Jika demikian, paling tidak pemerintah daerah melakukan tindakan dengan mengecek suhu tubuh dan kesehatan pendatang, baik di bandara maupun pelabuhan. Nah, apa yang terjadi sekarang, dengan bebasnya orang masuk Bali, jamin tidak membawa virus? Wajar jika warga Bali khawatir dengan bebas masuknya penduduk pendatang tersebut. Oleh karena itu, saya harap pendatang yang sudah telanjur masuk Bali melakukan karantina rumah dan jika ada gejala mengarah Corona, segera lapor. Gede Artana Sangat disesalkan. Apa yang kurang dari kita? Hanya kurang memahami apa itu sadar. Sadar akan sebuah larangan, sadar akan sebuah imbauan dan sadar juga kurangnya koordinasi antarlini. Kemarin kisruh Pasar
Tabanan, tadi pagi di Buleleng (Pasar Banyuasri) overflow dan beberapa jam yang lalu, akses keluar-masuk Bali yang amat sangat disayangkan terlihat kurang maksimal. Ada apa ini? Apakah harus seperti Italia atau Tiongkok dulu? Lekaslah sembuh Bumi Pertiwi. Eric Yoga Ayo, jangan saling menyalahkan. Ini kenapa sesama Indonesia saling menyalahkan, harusnya saling dukung. Di kala negara-negara lain saling dukung untuk memberantas wabah ini, kita malah saling menyalahkan sesama warga Indonesia. Danendra Daniswara Mau sampai kapan? Ayo dong sekali-sekali kerahkan semua sumber anggaran yang ada, fokus dulu sama masalah wabah ini baik dengan siap karantina wilayah, tutup pelabuhan dan airport kecuali yang bersifat urgen, contohnya logistik. Kalau tidak, Bali pulau kecil, bisa-bisa kayak Italia nanti.