Skip to main content

Edisi 30 April 2010 | Balipost.com

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA

Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila

JUMAT PON, 30 APRIL 2010

Dipanggil Presiden

Pemeriksaan Sri Mulyani Dipercepat

Upacara di Pura Samuantiga

Tempat Disepakatinya Konsep Trimurti Gianyar (Bali Post) Pura Kahyangan Jagat Samuantiga, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar melaksanakan upacara padudusan agung yang puncaknya dilangsungkan Kamis (29/4) kemarin. Berbagai tarian sakral menjadi bagian dari upacara ini seperti tari Dedari, Sanghyang Legong, Topeng Pajegan, Baris Poleng, termasuk Rejang Dewa. Upacara padudusan agung diawali rangkaian upacara sejak 15 hari sebelumnya dengan prosesi pangerauh, negtegang, nyangling, marebu wewalungan tawur, tawur dan Ida Batara tedun ke pengaruman. Ribuan umat pedek tangkil yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bali. Upacara dipuput lima sulinggih yakni Ida Pedanda Made Gunung (Geria Purnawati, Blahbatuh), Ida Pedanda Agung Manggis Manuaba (Beng Gianyar), Ida Pedanda Budha Sukawati, sedangkan dua pedanda bertugas muput di Paselang yakni Ida Pedanda Wayahan Bun dari Geria Sanur, Pejeng dan Ida Pedanda Budha, Tebesaya Ubud. Selanjutnya Ida Batara nyejer selama 13 hari dan Ida Batara katurang masineb bertepatan pada hari penampahan Galungan, Selasa (11/5). Ada beberapa upacara penting dilangsungkan pada saat Ida Batara nyejer antara lain masiat (perang) sampian pada hari Minggu (2/ 5), melis/makiis ke segara Masceti (10/5) atau sehari sebelum masineb. Ketua Panitia Drs. Wayan Patera, M.Hum. menyatakan keberadaan Pura Samuantiga di Bali sesungguhnya sangat penting. Hal. 19 Mpu Kuturan

Jakarta (Bali Post) Tim penyelidik KPK akan melanjutkan pemeriksaan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kasus Bank Century, Selasa (4/5) pekan depan. ‘’Berdasarkan kesepakatan antara Ibu Menteri Keuangan dan tim penyelidik, kemungkinan pemeriksaan dilanjutkan Selasa,’’ kata Wakil Ketua KPK M. Jasin, Kamis (29/ 4) kemarin. Jasin menjelaskan, pemeriksaan terhadap Sri Mulyani hanya berlangsung selama dua jam, karena Sri Mulyani harus memenuhi panggilan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengikuti rapat kabinet. Sri Mulyani diperiksa KPK sebagai mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Dia diduga memiliki peran dalam pengucuran dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Sri Mulyani Indrawati mengaku ditanya oleh para penyidik mengenai Perppu Jaring Pengaman Sistem Keuangan yang menjadi dasar penyelamatan Bank Century. ‘’Baru latar belakang krisis dan keluarnya perppu,’’ ujarnya saat ditemui wartawan. Ia juga mengatakan lupa atas berapa pertanyaan yang diajukan oleh tiga penyidik KPK dalam pemeriksaan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Setelah diperiksa KPK, Menkeu segera meninggalkan gedung Kementerian Keuangn untuk menghadiri sidang kabinet di Istana Negara. (kmb4)

20 HALAMAN SEJAK 1948

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id HARGA LANGGANAN Rp. 60.000 ECERAN Rp 3.000

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Diperiksa Enam Jam

Boediono Puji KPK Jakarta (Bali Post) -

Wakil Presiden Boediono mengaku Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melaksanakan tugasnya secara profesional saat meminta keterangan terhadap dirinya mengenai persoalan pengucuran dana talangan kepada Bank Century. ‘’KPK sangat profesional, mereka sangat tahu persis duduk perkaranya secara detail. KPK tidak bertanya pada hal-hal yang mendasar tetapi sudah menukik ke pokok persoalan, suasananya cukup nyaman,’’ kata Juru Bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat, saat memberikan keterangan di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (29/4) kemarin. Pada saat kasus Bank Century, Boediono adalah Gubernur Bank Indone-

sia. Yopie menjelaskan, Wapres Boediono telah memberikan semua keterangan kepada empat orang petugas KPK. Pemeriksaan, tambah Yopie, dilakukan di salah satu ruangan di Wisma Negara sejak pukul 14.00 WIB. ‘’Soal tempat pemeriksaan tidak usah dipolitisir, toh sebenarnya bisa diperiksa di Istana Wapres (Jl. Merdeka Selatan), tetapi setelah dirundingkan supaya lebih

cepat daripada balik maka langsung dilakukan di Wisma Negara,’’ kata Yopie. Menurut Yopie, pemeriksaan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB namun terpotong beberapa waktu untuk istirahat melaksanakan salat dan makan malam. Sementara secara keseluruhan proses pemeriksaan selesai pukul 19.45 WIB. ‘’Kemudian Wapres Boediono kembali ke kediamannya,’’ kata Yopie. (kmb3/ant)

PENYIDIK KPK - Tiga penyidik KPK yang memeriksa Wapres Boediono, Kamis (29/4) kemarin. Bali Post/ant

Liga Champions Barcelona Final kejutan terjadi di Liga Champions musim ini. Inter Milan dan Bayern Munich yang tidak diunggulkan, akan bertarung pada partai puncak di Santiago Bernabeu, Madrid, 22 Mei mendatang. Inter lolos ke final dengan menyingkirkan juara bertahan Barcelona di Nou Camp, Kamis (29/4) kemarin. Inter kalah 0-1 pada laga kedua babak semifinal oleh gol tunggal Gerard Pique pada menit ke-84. Tetapi mereka unggul agregat 3-2 setelah menang 3-1 pada pertemuan pertama di San Siro. Sepak bola indah khas Barca tidak berdaya menghadapi gaya bertahan Inter yang begitu solid, meskipun bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak pertama. Sungguh ironis mengingat statisik akhir pertandingan menunjukkan penguasaan bola Barca mencapai 76 persen berbanding 24 persen. Inter yang menjadi juara pada 1964 dan 1965, akan bermain pada final Liga Champions pertamanya sejak 1972. ‘’Sudah 38 tahun sejak Inter bermain di final. Ini bukan tim muda yang bisa menunggu 15 tahun untuk lolos ke final. Mereka tidak akan mendapatkan sepuluh kesempatan lainnya,’’ ujar pelatih Jose Mourinho. Inter berhasil mengatasi serangan bergelombang Barcelona dan tekanan bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-28. Gelandang Thiago Motta diusir secara kontroversial oleh wasit Franck de Bleeckere karena menampar Sergio Busquets. Praktis Inter hanya bermain defensif. Untungnya hingga akhir pertandingan Lionel Messi, Xavi Hernandez dan Bojan Krkic tidak dapat membuat gol kedua yang diperlukan Barca untuk mengubah agregat menjadi 3-3 atau lolos dengan aturan gol tandang. Bojan menjebol gawang Julio Cesar pada menit ke-3 tambahan waktu, namun dianulir karena lebih dulu terjadi handball. Gelandang Inter, Wesley Sneijder, memberikan penghargaan pada strategi Mourinho. ‘’Pelatih berteriak di ruang ganti, sangat emosional. Kami bertahan dengan sepuluh orang untuk waktu lama. Kami solid, bertarung untuk setiap meter lapangan dan mengerahkan seluruh kemampuan. Mourinho selalu menerapkan taktik yang tepat untuk menghancurkan lawan,’’ ungkapnya. Hal. 19 Penuh Intimidasi

Bali Post/rtr

Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

2.600.000 2.600.000

KOTA

Rp Rp Rp

DIHADANG - Pelatih Inter Jose Mourinho mengacungkan jari tangan dan dihadang penjaga gawang Barcelona Victor Valdes, setelah Inter lolos ke final, kemarin.

Badung Jelang Pilkada

1.100.000 1.500.000

2

GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika geregetan melihat perilaku negatif masyarakat yang dengan seenaknya membuang sampah bukan pada tempatnya. Ia menyatakan sanksi berat bukan solusi pemecahan permasalahan, melainkan adanya perubahan perilaku positif masyarakat. Tumpukan sampah berserakan di mana-mana. Padahal di sekelilingnya terdapat kotak sampah yang cukup besar. Hal ini menandakan perilaku masyarakat belum sepenuhnya memahami betapa pentingnya lingkungan. Apa yang mesti dilakukan?

E-Voting Rawan

Final Kejutan Manipulasi

Bali Post/ram

Nyoman Mudita, Gold and Silver Jewelry Jl Kapten Agung 7A Dps Rp RK & ADN Rp

Mengalah Dua Kali Jakarta (Balli Post) Pemeriksaan mantan Gubernur BI Boediono, Kamis (29/4) kemarin, kembali menimbulkan pertanyaan. Setelah menerima permintaan Boediono agar pemeriksaan di Istana Wapres, KPK harus mengalah kembali karena ternyata lokasi pemeriksaan dipindah ke Wisma Negara yang masuk dalam lingkungan Istana Presiden. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan pemeriksaan yang dilakukan di Wisma Negara terjadi secara kebetulan. Karena pada saat itu Wapres sedang bertemu dengan para menteri. Ia menjelaskan, sebelum dimintai keterangan oleh KPK, Boediono sedang mengikuti rapat kabinet terbatas mengenai persiapan Hari Buruh 1 Mei. Kemudian ditawarkan kepada KPK bagaimana bila pemeriksaan diselenggarakan di dalam kompleks Istana. Dan, itu tidak menyalahi prosedur atau tidak bermasalah. Julian mengatakan KPK tidak keberatan, sehingga KPK bisa menerima untuk melakukan klarifikasi terhadap Boediono di kompleks Istana Presiden. Sementara pemeriksaan terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyanai dilakukan di Kantor Menkeu. Diprotes Perlakuan khusus terhadap mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pemeriksaan kasus Bank Century dinilai telah melukai rasa keadilan. Demikian dijelaskan Wakil Ketua DPR Anis Matta, kemarin. Politisi PKS ini mempertanyakan perlakuan yang berbeda terhadap anggota DPR, beberapa menteri, dan mantan menteri yang sebelumnya mendatangi KPK untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Hal. 19 Pimpinan Dewan

GEBOGAN - Seorang warga mengusung gebogan setinggi kurang lebih 1,5 meter saat upacara di Pura Samuantiga.

DANA PUNIA PURA SAMUAN TIGA

NOMOR 246 TAHUN KE 62

Dua Kandidat ’’Perang Tarif’’ DUA pasangan calon bupati dan wakil bupati Badung I Wayan Wita - I Wayan Disel Astawa (WiDi) dan A.A. Gde Agung - I Ketut Sudikerta (AS) telah menyelesaikan seluruh putaran kampanye terbukanya. Pada saat kampanye, keduanya saling melontarkan visimisi serta program-program unggulannya kepada masyarakat. Dari pemaparan visi misi, kedua pasangan pada intinya sama-sama menawarkan diri untuk ngayah guna memberikan perubahan ke arah yang lebih baik buat masyarakat Badung. Walaupun intinya sama, tetapi tidak sedikit pula dari program-program yang ditawarkan masing-masing kandidat berseberangan. Di sisi lain, masyarakat Badung meng-

harapkan siapa pun yang bakal memimpin Badung untuk lima tahun ke depan, tidak sekadar mengumbar janji. Pasangan cabup-cawabup nomor urut 1 WiDi mengusung visi ‘’Menyatu dengan Rakyat Mewujudkan Badung Samudaya (Sejahtera, Maju, Unggul dan Damai dan Berbudaya)’’. Visi ini mengandung pengertian untuk semua (for all). Kemudian untuk misi, WiDi memasang Tri Datu yakni unggul dalam bidang kesehatan, unggul dalam bidang pendidikan, dan unggul dalam bidang ekonomi. Dalam tiap kampanyenya, WiDi banyak mengkritisi kebijakan pesaingnya yang merupakan incumbent. Sejumlah program unggulan pun ditawarkan. Mulai dari peningkatan otonomi dan

ekonomi pedesaan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan. Untuk program peningkatan ekonomi pedesaan, WiDi di antaranya menjanjikan penggelontoran dana Rp 1 miliar untuk desa dinas per tahun. Di kubu pesaing, pasangan AS yang merupakan pasangan incumbent, dalam kampanyenya banyak mengandalkan hasil pencapaian dan prestasi kepemimpinan AS selama lima tahun yang dinilai berhasil memajukan masyarakat Badung. Para juru kampanye, bahkan Ketua DPP Partai Golkar Akbar Tandjung yang sempat menghadiri kampanye terbuka putaran terakhir pun, juga membanggakan hasil kinerja

pemerintahan AS. Pasangan AS mengusung visi ‘’Melangkah Bersama Membangun Badung yang Shanti dan Jagadhita’’, yang dijabarkan menjadi sembilan misi pembangunan Badung tahun 2010-2015. Selama masa kampanye, visi-misi serta program yang dipaparkan saling dimentahkan satu sama lain. Untuk pemberdayaan masyarakat pedesaan, misalnya, kubu AS mengklaim lebih menekankan pada pendekatan program ketimbang gelontoran dana. Selain itu, AS juga mengklaim selama ini telah menggelontor dana lebih banyak ketimbang WiDi. Jumlah yang digelontor malah sampai Rp 1,3 miliar. Hal. 19 RS Pendidikan

Jakarta (Bali Post) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary menilai bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai diperbolehkannya menggunakan hak pilih di pemilu maupun pemilukada melalui sistem Electronic Voting (e-voting) tidak bisa serta merta dilakukan. Penggunaan e-voting belum bisa diterapkan karena undangundangnya harus dibuat secara rinci. Demikian dijelaskan Hafiz dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR, Kamis (29/4) kemarin. Pernyataannya ini terkait rencana Pemkab Jembrana menggunakan sistem e-voting. Walaupun akhirnya dibatalkan, meski telah disetujui MK. Kata Hafis, banyak kendala yang dihadapi jika harus menggunakan e-voting sebelum ada aturan perundangundangannya secara rinci. Misalnya rawan terjadinya penyalahgunaan data yang terekam di server, sehingga kerahasiaannya tidak dapat terjamin. Selain itu juga, dari sisi anggarannya juga harus dipersiapkan terlebih dahulu. Hal ini terkait dengan pengadaan mesin e-voting tersebut di setiap daerah pemilihan. ‘’Menurut informasi yang didapat, satu alat itu Rp 15 juta, bayangkan kalau kita punya TPS sebanyak 520 ribu, berapa triliun kita harus keluarkan dana untuk itu,’’ ujarnya. Anggota Komisi II DPR Arief Wibowo mengamini pendapat KPU. Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan gagasan diberlakukannya e-voting menggambarkan seakan-akan Indonesia adalah sebagai negara yang modern. Padahal, penggunaan e-voting hanya cocok diberlakukan di negara yang menggunakan sistem distrik, bukan sistem proporsional seperti di Indonesia. (kmb4)


KOTA

2 FIGUR Lebih Tinggi dari Depdiknas SELAKU sekolah penyandang status Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), SMPN 1 Denpasar memang mendapat ‘’hak istimewa’’ untuk merekrut calon peserta didik baru melalui jalur tes potensi akademik (TPA). Departemen Pendidikan Nasional melalui surat Direktur Pembinaan Sekolah MenenBP/ian gah Pertama Ditjen Mandikdasmen Depdiknas No: 0015/C3/KP/ 2010 tertanggal 6 Januari 2010 pun mensyaratkan lulusan SD yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMP RSBI/SBI wajib memiliki nilai rata-rata rapor kelas IV-VI SD minimal 7,0. Namun, SMP negeri favorit di Bali ini dipastikan mematok standar nilai minimal yang lebih tinggi dari ketentuan Depdiknas. ‘’Pada TPA tahun ini, lulusan SD baru bisa mengikuti TPA di SMPN 1 Denpasar jika memiliki nilai rata-rata rapor kelas IV-VI SD minimal 7,5. Kami memang menetapkan standar nilai yang lebih tinggi dari persyaratan Depdiknas,’’ ujar Kepala SMPN 1 Denpasar Drs. A.A. Gede Agung Rimbya Temaja, M.Ag. kepada Bali Post , Kamis (29/4) kemarin. Menurut pria berambut putih ini, peningkatan standar nilai minimal rata-rata rapor calon peserta didik baru itu tidak menyalahi aturan. Sesuai ketentuan, pihak sekolah dapat menetapkan nilai rata-rata rapor lebih tinggi dari 7,0 dengan mempertimbangkan target jumlah lulusan SD yang akan diterima sebagai peserta didik baru. ‘’Jika kami bertahan pada persyaratan nilai rata-rata rapor kelas IV-VI SD minimal 7,0, bisa dipastikan lulusan SD yang mengikuti TPA di sekolah kami akan membeludak dan proses seleksi akan menjadi sangat memberatkan. Makanya, kami sepakat meningkatkan grade nilai calon peserta TPA karena hal itu tidak menyalahi aturan,’’ tegasnya. Dari segi kualitas, kata dia, calon siswa baru yang ikut bersaing di ajang TPA itu dipastikan merupakan siswa-siswa terbaik di Denpasar maupun di luar Denpasar. Dalam menjaring calon siswa baru, SMP RSBI memang mematok kualifikasi akademik calon siswa yang tinggi sehingga banyak yang tidak lolos seleksi administrasi. ‘’Jangankan sampai bisa ikut TPA dan lulus TPA, hanya sekadar untuk bisa mendaftar saja mereka mesti memenuhi persyaratan,’’ ujarnya. (ian)

DENPASAR & SEKITARNYA Pemantauan Mapilu-PWI MASYARAKAT Pemantau Pemilu-PWI (Mapilu-PWI) mulai mengadakan pengamatan lapangan, sesuai fungsinya sebagai pemantau pelaksanaan pemilu. Ketua PWI Bali Bagus Ngurah Rai, didampingi Ketua Mapilu-PWI Bali Raka Santri, Kamis (29/4) kemarin mengatakan, dalam pelaksanaan Pemilukada di Bali tahun ini, pihaknya akan ikut memerankan diri. Yakni tetap komit untuk menjaga pelaksanaan pemilukada agar tetap berkualitas, dan menghasilkan pemimpin yang juga berkualitas. Ia mengatakan, pelaksanaan pemilukada yang berkualitas adalah pemilukada yang berlangsung dengan santun, sesuai dengan esensi demokrasi. Mapilu-PWI Bali akan mengadakan pengamatan yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama (1/5) akan mengadakan pengamatan di Denpasar, Badung, dan Tabanan. Kemudian tahap kedua (2/5) akan mengadakan pengamatan ke Bangli dan Karangasem. Dalam kaitan ini, PWI akan memanfaatkan dan menampung semua informasi dari semua jajaran pers anggota PWI yang tersebar di seluruh Bali. Dengan demikian semua informasi yang tersedia dapat diserap secara maksimal. Selanjutnya dilakukan kajian-kajian untuk memberikan masukan yang proporsional kepada semua stakeholder . (r)

Debat Cabup Badung di Bali TV

Kandidat Janji Tingkatkan Infrastruktur Denpasar (Bali Post) Sebagai salah satu destinasi pariwisata utama dunia, Kabupaten Badung masih memerlukan sejumlah perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Berbagai masalah berkaitan infrastruktur, harus segera dicarikan solusi pemecahan. Infrastruktur di Badung sedapat mungkin harus segera berstandar internasional, sehingga citra Kabupaten Badung dan Bali pada umumnya, sebagai destinasi pariwisata dapat terus terjaga. Hal itulah yang menjadi komitmen para calon bupati (cabup) Badung yang dilontarkan pada Debat Publik Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Badung digelar di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Kamis (29/4) kemarin. Dalam debat Cabup I Wayan Wita dan A.A. Gde Agung itu dipandu moderator Dr. KG Dharma Putra. Dharma Putra mengungkapkan, di Badung masih terdapat beberapa permasalahan infrastruktur misalnya masalah penyediaan air bersih, penyediaan listrik dan masalah kemacetan lalu lintas akibat belum optimalnya transportasi di Badung. Oleh karenanya, dia langsung meminta janji politik kedua kandidat untuk mengatasi masalah tersebut jika terpilih menjadi pemimpin Badung lima tahun ke depan. Menjawab hal ini, Wita mengatakan, dalam bidang transportasi haruslah memenuhi syarat

mudah, murah dan bertaraf internasional. Tidak hanya menyangkut jenis transportasi tapi juga berkenaan dengan kualitas jalan dan harus bebas kemacetan. Soal penyediaan listrik, kata Wita, beban listrik di Bali sangat tinggi. Hanya dua opsi untuk mengatasinya yakni listrik yang berasal dari daerah lain dan sumber dari daerah sendiri. ‘’Kalau dari sumber sendiri, ini memerlukan kajian dan harus dilihat dari sisi budaya. Sedangkan untuk penyediaan air bersih harus dicari solusi misalnya melalui pengolahan air laut menjadi air bersih,’’ ujar Wita. Sementara itu, Gde Agung menyatakan pihaknya tidak hanya berjanji, melainkan sudah membuktikannya selama ini. Dia mengatakan, infrastruktur

815224, 819446 FM 96,5

Topik: WINASA AKUI GAGAL JAGA HUTAN Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 wab blog: www.globalfmbali.blogspot.com, E-mail:globalfmbali@yahoo.com

adalah bangunan fisik yang menunjang pembangunan. Untuk itu strategi untuk standar pelayanan haruslah dibuat. AS sendiri mendorong agar infastruktur di Badung terjamin. Kata dia, pihaknya sudah berupaya melalui PDAM Badung dengan uprating estuary dam Kuta. Kemudian meningkatkan sumber air Tukad Yeh Penet. Untuk transportasi, pihaknya juga sudah mendorong agar Bandara Ngurah Rai segera ditingkatkan kualitasnya. ‘’Terminal udara sudah diproses dan sekarang menunggu desain yang cocok dengan budaya Bali,’’ ujarnya. Sedangkan untuk energi listrik, pihaknya juga telah melakukan upaya terpadu dalam pengolahan sampah Sarbagita. (ded)

Bali Post/ded

DEBAT - Dua cabup Badung saat melakukan debat menjual program pada acara debat di Bali TV, Kamis (29/4) kemarin.

Wujudkan Suasana Damai dan Kondusif mua saling berangkulan dan bahu-membahu membangun Kota Denpasar. Selama ini, seluruh komponen masyarakat, tokoh dan simpatisan partai, melakukan perannya masing-masing untuk ikut memberikan kontribusi dalam pembangunan Kota Denpasar. Rai Mantra dan Jaya Negara pun sangat sadar, bahwa masyarakat Kota Denpasar dalam menggunakan hak politiknya sudah sangat cerdas. Masyarakat sangat memahami sekali, bahwa di tangannya ada masa depan Denpasar. Satu kali mencoblos, yang hanya memerlukan waktu beberapa menit, namun mampu memberikan dampak lima tahun. ‘’Oleh karena itu, kami sadar dengan hati nurani dan kesadaran akan realita yang ada. Masyarakat dapat cerdas memilih pimpinan Denpasar untuk lima tahun mendatang,’’ ungkap Rai Mantra. Rai Mantra mengungkapkan, dia sebenarnya punya beban yang amat sangat saat per-

Bali Post/ist

IB Rai Dharmawijaya Mantra - IGN Jaya Negara

helatan pilwali ini. Dua beban dipikulnya bersamaan. Di satu sisi sebagai wali kota dan sebagai calon wali kota. Sebagai wali kota, dia memiliki beban tanggung jawab untuk menyukseskan pilwali ini agar aman, kondusif dan berjalan dengan baik. Tanggung jawab ini harus dilakukan sepenuh hati, karena pengertiannya, sebagai wali kota harus menciptakan suasana kondusif itu untuk masyarakat kota. ‘’Tak ada yang lebih membahagiakan, jika pilwali ini berjalan dengan aman dan tenteram. Siapa pun yang menjadi pilihan warga kota nanti,’’ ungkapnya. Sementara itu, sebagai calon wali kota pun, beban itu bertambah berat, karena selama pilwali ini harus menjaga situasi aman ini, dalam tiap perjalanan menuju pilwali nanti. ‘’Konsep pilkada damai adalah idaman, sehingga untuk membangun kota kreatif yang berbasis kepada budaya dapat terwujud. Suasana kondusif dan aman itulah sebagai salah satu dasar pijakannya,’’ tegas Rai Mantra. Mengenai perjalan kampanye selama dua minggu ini, Rai Mantra mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga Denpasar, karena kesadaran politiknya sangat tinggi, sehingga semua dapat berjalan normal dan damai. ‘’Kami atas nama kandidat, Dharma-Negara, mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya, karena peran serta masyarakat ini mewujudkan kampanye yang damai dan penuh rasa persaudaraan. Untuk itu kami ajak kembali untuk menjaga situasi ini sampai Pilkada 4 Mei mendatang,’’ pungkas Rai Mantra. (kmb)

533 Siswa SMA/SMK

Tempuh UN Ulangan Bahasa Indonesia Denpasar (Bali Post) Tercatat 1.093 orang peserta UN SMA/MA dan SMK di Bali yang tidak lulus pada ujian nasional (UN) utama lalu dipastikan mengikuti UN ulangan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei, 11 Mei, 12 Mei dan 14 Mei 2010 mendatang. Dari jumlah itu, 533 orang (48,76 persen) di antaranya akan mengikuti UN ulangan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali I Wayan Suasta, S.H. mengatakan hal itu kepada Bali Post, Kamis (29/4) kemarin. Suasta tidak menampik bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia memang tampil sebagai ‘’mesin pembunuh’’ utama pada UN utama SMA/MA tahun ajaran 2009/2010 ini. Rinciannya, bahasa nasional penduduk Indonesia ini telah menyebabkan 205 orang siswa SMA/MA Program IPS, 88 orang siswa Program Bahasa dan 88 orang Program IPA tertunda kelulusannya. Sedangkan untuk jenjang SMK, Bahasa Indonesia telah menyebabkan 206 orang siswa SMK tidak lulus UN

Gubernur Soal Sampah Berserakan

Masyarakat Belum Paham Pentingnya Lingkungan Gubernur Bali Made Mangku Pastika geregetan melihat perilaku negatif masyarakat yang dengan seenaknya membuang sampah bukan pada tempatnya. Mantan Kapolda Bali ini menyatakan sanksi berat bukan solusi pemecahan permasalahan, melainkan adanya perubahan perilaku positif masyarakat.

Dharma-Negara Ajak Warga Kota SUASANA yang damai, kondusif dan aman yang selama ini tercipta di Kota Denpasar, sangat disadari merupakan peran semua pihak. Perhelatan demokrasi dari pemilihan legislatif (pileg), pemilihan presiden (pilpres) sampai kepada Pemilihan Wali Kota Denpasar 2010, merupakan deretan pelaksanaan dari hak warga negara untuk menentukan wakil dan pemimpinnya. Suasana yang kondusif dan aman inilah yang mesti terus didengungkan dan dipahami, sehingga tiap perhelatan politik menghasilkan kesejahteraan masyarakat, bukan kesengsaraan atau konflik. Oleh karena itu, calon Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Calon Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dengan ikon Dharma-Negara mengajak semua komponen masyarakat untuk menjaga kondusivitas Denpasar dengan sepenuh hati. Calon Wali Kota Rai Mantra merasakan alangkah damainya Kota Denpasar jika se-

Bali Post/edi

TAK ADA PENGARUH - Beberapa wisatawan tampak melakukan aktivitas surfing di Pantai Kuta, Kamis (29/4) kemarin. Maraknya pemberitaan tentang film ‘’Cowboys in Paradise’’ tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta.

Denpasar (Bali Post) -

Ida Batara ”Masineb” Malam Ini SETELAH sejak Purnama Jesta, Rabu (28/4) lalu, Ida Batara di Pura Luhur Taman Sari, Jalan Angsoka, Denpasar nyejer, Jumat (29/4) malam ini masineb. ‘’Sudah tradisi, Ida Batara nyejer selama tiga hari,’’ ujar Jro Mangku Sujana bersama Jro Mangku Ida Bagus Gede Arsandi di pura yang menyungsung Ida Acintya, Ida Batara Lingsing Gunung Agung, Ida Batara Ratu Ayu Mas Melanting, Ida Batara Rambut Sedana, Ida Batara Dalem Ped Mas Mecaling, Nusa Penida, serta Ida Batara Sri Ulun Uma. Dikatakan, selama nyejer umat sangat membeludak pedek tangkil dari kalangan pelajar, umum, pejabat baik dari Bali dan luar Bali. Banyak yang memiliki relasi sangat dekat dengan pura ini, bisa jadi permohonan rezeki, mendapat anak, kesembuhan dikabulkan di pura ini. ‘’Pura ini meski sejatinya sangat angker, namun banyak memberi berkah kepada umatnya yang dengan tulus melakukan puja bakti,’’ tambah Jro Mangku Sujana. Di pura ini, disebutkan banyak rerancang ida secara niskala, seperti macan putih, gading, selem dan naga. Kalau orang yang tembus mata batinnya, akar-akar bangsing di pohon beringin, kepah dan kepuh yang terjalin jadi satu itu adalah ularular. ‘’Namun tidak usah khawatir, beliau sangat baik dan pemurah,’’ tambahnya meyakinkan. Umat dari seluruh Bali, bahkan Jakarta, Lombok, Padang, Surabaya datang ke mari. Pura ini di-empon tujuh banjar yakni Banjar Kereneng, Kerenang Kaler, Mertanadi, Kerta Buana, Kerta Buana Kaler, Merta Rauh dan Merta Rauh Kaler di bawah Desa Adat Pagan, Dangin Puri Kangin. Di bagian lain, salah satu warga, dokter Bagus Darmayasa, menyatakan karena pura ini selalu saja dihadiri umat, setiap hari ada jro mangku bertugas secara shift. Pagi hari Jro Mangku Sujana, kemudian Jro Mangku I.B. Gede Arsandi, selanjutnya pada sore dan malam Jro Mangku I.B. Anasara, Jro Mangku Sukerta dan Jro Mangku A.A. Raka. (ram)

Jumat Pon, 30 April 2010

utama dan terpaksa mengikuti UN ulangan. ‘’Sebenarnya jumlah peserta UN SMA/MA dan SMK yang gagal meraih nilai 4,25 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia jauh lebih tinggi dari itu. Namun, mereka terselamatkan lantaran memiliki akumulasi nilai yang memenuhi persyaratan kelulusan untuk mata pelajaran lainnya. Sesuai ketentuan, peserta diperbolehkan mendapatkan nilai 4,00 untuk dua mata pelajaran asalkan nilai mata pelajaran lainnya minimal 4,25 dan mendapatkan nilai rata-rata minimum 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan,’’ katanya memaparkan. Selain mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika juga memberikan kontribusi yang cukup besar bagi ketidaklulusan siswa. Untuk jenjang SMK, tercatat 111 orang siswa mengikuti UN ulangan lantaran mendapatkan nilai di bawah standar pada mata pelajaran Matematika. Sedangkan UN ulangan Matematika untuk SMA Program Bahasa akan diikuti 72 orang siswa, Program IPA 8 orang siswa dan Program IPS diikuti 34 orang siswa. ‘’Se-

dangkan mata pelajaran lainnya relatif memberikan kontribusi yang merata sebagai penyebab ketidaklulusan siswa,’’ ujarnya. Suasta menegaskan, pihaknya sudah siap menggelar UN ulangan untuk 1.093 orang siswa SMA/MA dan SMK yang tidak lulus UN utama. Dikatakan, materi soal UN ulangan akan didistribusikan ke kabupaten/kota di Bali per 8 Mei 2010 mendatang atau dua hari menjelang pelaksanaan UN ulangan. Mengenai tempat penyelenggaraan UN ulangan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Disdikpora kabupaten/kota untuk pengaturannya. ‘’Tempat penyelenggaraan UN ulangan bisa dilaksanakan di sekolah masing-masing atau peserta UN ulangan juga digabungkan di subrayon-subrayon yang ditunjuk. Yang jelas, sistem pengawasannya menerapkan standar yang sama persis dengan yang diterapkan pada UN utama,’’ katanya seraya berharap, peserta UN ulangan mempersiapkan diri dengan sebaikbaiknya sehingga tidak tersandung untuk kedua kalinya. (kmb13)

‘’Saya heran tumpukan sampah berserakan di mana-mana. Padahal di sekelilingnya terdapat kotak sampah yang cukup besar. Hal ini menandakan perilaku masyarakat belum sepenuhnya memahami betapa pentingnya lingkungan,’’ ujar Gubernur Made Mangku Pastika, pada sosialisasi UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di Gedung Wiswa Sabha, Renon, Kamis (29/4) kemarin. Kondisi tersebut, lanjutnya, tidak bisa dibiarkan begitu saja berkembang. Dengan adanya sampah berserakan di manamana, maka akan berpotensi menimbulkan banjir sebagai akibat penyumbatan got serta penyebaran penyakit. Yang rugi dalam hal ini sudah pasti masyarakat itu sendiri. Mungkin untuk membuat efek jera, sebaiknya di sekitar tempat-tempat pembuangan

sampah ditempatkan seorang petugas intel. Dengan demikian, masyarakat menjadi takut, katanya sedikit berseloroh. Jenderal berbintang tiga ini tidak sependapat kalau lembeknya sanksi dikatakan sebagai penyebab perilaku negatif masyarakat. Sejumlah Perda serta peraturan lainnya, sudah tegas menyebutkan sanksi terhadap para pelanggar tersebut. ‘’Bagaimana mengatakan sanksinya lemah, kalau yang ditangkap saja tidak pernah ada,’’ paparnya seraya mengajukan usul agar penanganan sampah dibebankan pada pihak swasta. Persoalan sampah lanjut Gubernur Mangku Pastika, juga menjadi sorotan para wisatawan yang berkunjung ke Bali. Malah dalam evaluasi yang diterimanya, para wisatawan menempatkan persoalan sampah pada urutan pertama dari persoalan lainnya. Baginya keluhan

wisatawan itu memang sesuai dengan fakta di lapangan. Mulai Bandara Ngurah Rai sampai kawasan wisata Nusa Dua, sampah memang seolah menjadi penghias jalan. Terkait dengan sosialisasi UU No. 32 Tahun 2009, Gubernur Made Mangku Pastika yakin sepenuhnya tidak akan mengalami hambatan. Alasannya, Bali yang terkenal dengan filosofinya Tri Hita Karana sudah banyak mengatur berkaitan dengan UU No. 32 Tahun 2009 itu. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali A.A. Alit Sastrawan menjelaskan UU No. 32 Tahun 2009 itu merupakan penyempurnaan dari UU No. 32 Tahun 1997 sebelumnya. Malah dengan UU terbaru ini, para pejabat di tingkat provinsi mendapat kewenangan lebih dalam penegakan aturan hukum perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (015)


KOTA

Jumat Pon, 30 April 2010

3

Pembunuh Janda Ditangkap Motifnya Hubungan Asmara Denpasar (Bali Post) Tim gabungan Polsek Densel dan Polsek Kuta Selatan berhasil mengungkap misteri kematian Elis Pagau (34), janda beranak tiga. Korban yang ditemukan mengambang di bendungan Suwung, Denpasar Selatan ini, ternyata memang dibunuh. Pelakunya pun merupakan teman kerja sekaligus selingkuhan korban. Ia adalah A.A. Made Sud (35), warga yang tinggal di Jalan Widura, Denpasar.

Bali Post/eka

PEMBUNUHAN - Tersangka kasus pembunuhan Elis Pagau digelandang petugas kepolisian di Mapoltabes Denpasar, Kamis (29/4) kemarin.

Polda Jemput Tiga Pemeran Film Gigolo Denpasar (Bali Post) Tim Dit. Reskrim Polda Bali menjemput tiga pemeran film ‘’Cowboys in Paradise’’ masingmasing Suwarno (Arnold), Sugiarto (Argo), dan Rosnan Efendik (Fendi). Langkah yang diambil polisi untuk meredam keresahan masyarakat dan melindungi pariwisata Bali, khususnya Kuta yang sudah dikenal dunia. Arnold dkk. langsung dimintai keterangan sebagai saksi kasus film gigolo yang membuat krama Bali heboh. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Gde Sugianyar saat ditemui Bali Post, Kamis (29/ 4) kemarin. Sebelum dibawa ke Mapolda Bali, ketiga pemeran film gigolo itu sempat dikumpulkan oleh Satgas Pantai Kuta. Arnold, Fendi, dan Argo menjalani pemeriksaan di ruangan Satuan Tindak Pidana Tertentu (Sattipiter) Dit. Reskrim Polda Bali. Ketiga pria yang berprofesi sebagai instruktur surfing dan menyewakan papan surfing itu dimintai keterangan

kurang lebih empat jam, mulai pukul 13.30 hingga pukul 17.00 lebih. ‘’Mereka menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Saat menjawab pertanyaan penyidik, Arnold dkk. mengaku berencana melaporkan sutradara film gigolo yang dianggap telah mencemarkan nama baiknya,’’ tegas Kombes Sugianyar. Ditanya hasil pemeriksaan, Kabid Humas kalem ini menyatakan secara keseluruhan belum bisa diketahui. Pengakuan yang jelas, mereka tidak tahu bahwa syuting yang dilakukan sebelumnya ternyata untuk keperluan film dokumenter. Arnold dkk. mengklaim sudah mengenal sang sutradara film, Amit Virmani sebelum terlibat pembuatan film gigolo. Ada yang sudah kenal sejak 2007 dan ada juga yang baru kenal pada 2009 lalu. ‘’Menurut para saksi, semula sang sutradara datang dengan membawa kamera besar dan merekam aksi pemain surfing. Mereka senang saja saat ada pengam-

Bali Post/eka

PEMERIKSAAN - Tiga orang anak pantai yang merasa dirugikan atas film “Cowboys in Paradise” diantar petugas menuju ruang pemeriksaan di Mapolda Bali, Kamis (29/4) kemarin.

bilan gambar, bahkan mulai akrab dengan Amit Virmani,’’ tambah Kombes Sugianyar. Informasi yang dikumpulkan Bali Post, Arnold memiliki istri seorang warga negara asing. Pria asal Banyuwangi menikah dengan bule sejak dua tahun silam. Sementara Argo yang warga Banyuwangi dan Fendik asal Lumajang, saat ini masih melajang. Ketiganya mengaku selama ini banyak bergaul dengan komunitas bule. Argo sebelum menjalani pemeriksaan, mengaku tidak terima bila nanti dijadikan sebagai tersangka dalam kasus ini. ‘’Kami malah yang akan melaporkan Amir. Ini sudah pencemaran nama baik,’’ ujarnya. Sebelumnya, Kapolda Bali Irjen Pol. H. Sutisna memanggil Direktur Reserse dan Kriminal (Direskrim) dan pejabat teras Polda. Instruksi dari jenderal bintang dua itu, polisi harus melakukan penanganan serius terhadap kasus film ‘’Cowboys in Paradise’’. Menindaklanjuti surat perintah Kapolda Sutisna, jajaran Dit. Reskrim langsung membentuk tim khusus dengan melibatkan satuan cyber crime. ‘’Bisa saja ada lima saksi yang akan dipanggil,’’ jelas Kombes Sugianyar. Ditanya peluang tersangka, Kabid Humas Polda Bali menyatakan harus dicari dulu apakah ada unsur pidana atau tidak. Penetapan tersangka tergantung hasil pemeriksaan, sementara polisi masih mengumpulkan bukti-bukti yang ditemukan oleh tim cyber crime. ‘’Biar pun tidak ada yang melapor, karena kasus ini bukan termasuk delik aduan, maka pihak kepolisian tetap akan melakukan penyidikan,’’ tambahnya. (jep)

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan ini dalam waktu yang sangat cepat. Tim gabungan membekuk tersangka tiga setengah jam setelah mayat korban ditemukan di bendungan Suwung. ‘’Kami mendapat laporan, Rabu (28/4) pukul 17.00 wita. Selajutnya kami berhasil menangkap pelaku pukul 20.30 wita,’’ ujar Kapoltabes Denpasar Kompol I Gede Alit Widana, Kamis (29/4) kemarin. Alit Widana mengatakan, motif dari pembunuhan ini diduga berlatar belakang asmara. Korban diketahui menjalin hubungan gelap (selingkuh) dengan tersangka, dan akhirnya hamil. Nah, jabang bayi yang dikandung korban itu selanjutnya digugurkan dengan cara aborsi. Motifnya, diduga karena asmara yang mengakibatkan korban hamil lalu aborsi,’’ jelasnya. Sebelum terjadinya aksi pembunuhan, pada 26 April 2010, korban pulang kerja pukul 01.00 wita. Dengan menggunakan sepeda motor, korban hendak pulang. Namun, pelaku membuntuti perjalanan korban dan akhirnya bertemu di Pantai Mumbul. ‘’Korban dijemput di sana (Pantai Mumbul-red),’’ ungkapnya kepada wartawan.

Korban dan tersangka sempat cekcok. Tersangka yang diselimuti kemarahan memaksa korban untuk ikut dengannya. Setelah dibujuk, korban akhirnya mau. Korban dibonceng pelaku. Posisi korban di depan tersangka saat dibonceng. Namun dalam perjalanan, korban turun dari motor, tepat di depan Masjid Agung, lalu lari. Tak berselang lama, korban dibonceng salah seorang warga yang tidak dikenal. Melihat hal itu, tersangka pun melakukan pengejaran. Tersangka berhasil mengejarnya dan korban kembali diajak. Tepat di bilangan Jalan Tukad Pancing, Suwung, Denpasar Selatan, korban kembali turun dari motor. Selanjutnya korban menceburkan diri ke sungai sembari langsung berenang. Lantaran tersangka tak bisa berenang, ia melintasi sungai itu dan menjaganya di tepian. Begitu berhasil menemukan korban, tersangka pun langsung membekap mulutnya dengan tangan dan menyeretnya ke tepian. Selain dibekap, leher korban juga dicekik hingga korban tewas. Lalu korban ditinggal dan tersangka kabur, terang Kapoltabes Alit Widana. Mayat korban pun rupanya dibawa arus sampai ke bendungan Suwung dan pada 28 April

U.545530-rpa-2

2010 pukul 17.00 wita ditemukan oleh salah satu warga. Anggota Polsek Densel dan tim lainnya turun ke TKP penemuan. Setelah melakukan lidik, kami berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan itu. ‘’Dan ternyata, pelakunya adalah teman kerja korban,’’ ucapnya. Proses pengungkapan dimulai dari keterangan salah satu keluarga korban. Ia mengaku bahwa korban adalah Elis. Hal itu juga cocok dengan apa yang dilaporkan sebelumnya di Polsek Kuta Selatan. Ada laporan terkait hilangnya korban di Polsek Kuta Selatan. Setelah ditelusuri dan beberapa saksi diperiksa, pelakunya mengarah ke tersangka. ‘’Tersangka pun dibekuk di tempat kerjanya di Restoran Bali Satwika,’’ imbuhnya. (kmb21)

Empat Tahun Jalin Hubungan Terlarang TERTANGKAPNYA pembunuh Elis Pagau, A.A. Made Sud (35) oleh tim gabungan Polsek Densel dan Polsek Kuta Selatan, tampaknya menguak semuanya. Belakangan diketahui, hubungan terlarang yang dijalin korban dan tersangka sudah berlangsung sejak empat tahun silam. Korban merupakan janda beranak tiga, sedangkan tersangka memiliki istri dan juga mempunyai tiga anak. Hal ini disampaikan Kapoltabes Denpasar Kombes Pol. I Gede Alit Widana saat jumpa pers di Poltabes Denpasar, Kamis (29/4) kemarin. Akan tetapi, Kombes Alit Widana tidak menjelaskan secara detail terkait hubungan asmara korban dan pelaku. ‘’Korban dan pelaku teman kerja. Mereka juga teman dekat,’’ katanya seraya tidak berani mengatakan bahwa korban dan pelaku pasangan selingkuh. Begitu pun dengan kehamilan korban sampai akhirnya diaborsi. Kapoltabes Alit Widana mengaku pihaknya masih menyelidikinya. Kita melakukan penyelidikan belum sampai ke sana. Berapa bulan kehamilannya, di mana diaborsi dan kenapa mereka melakukan aborsi, kita belum tahu. ‘’Yang jelas sebelum dibunuh, katanya korban tidak mau lagi melanjutkan hubungannya,’’ ucapnya. Sementara, terkait penyebab kematian korban, Kapoltabes Alit Widana menerangkan, disebabkan karena korban kehabisan napas saat dibekap dan dicekik. Korban dibekap dan dicekik selama hampir 30 menit. Hasil otopsinya, korban tewas karena dibekap dan dicekik,’’ ujarnya. (jay)


KABUPATEN

4 SOSOK

Hampir Sepuluh Tahun Menjabat

Gigolo Ada Sejak Lama SEJAK beredarnya film dokumenter ‘’Cowboys in Paradise’’ keberadaan gigolo menjadi perbincangan hangat di masyarakat Bali. Hal itu tak perlu dipersoalkan karena dari dulu gigolo itu memang ada. ‘’Jangankan di Kuta, sejumlah kawasan wisata di Bali, termasuk Ubud juga kemungkinan ada gigolo,’’ ungkap salah satu warga dan juga pelaku wisata asal Ubud, I Wayan Roja. BP/dar Sweeping yang dilakukan pasca-adanya peredaran film gigolo saat ini tidak akan menyelesaikan persoalan. Citra pariwisata yang sedemikian rupa jatuh sudah lama terjadi. Mestinya dari dahulu hal itu sudah disadari seluruh komponen maupun pelaku pariwisata. ‘’Apa yang mereka perbuat bagian dari cara mencari uang. Ini sudah dari dahulu, hanya tidak ada yang eling (ingat). Sekarang meledak baru semuanya kelimpungan,’’ katanya. Mestinya, koridor-koridor basis pariwisata yang diterapkan di Bali sebagai pariwisata budaya memang harus benar-benar diterapkan. ‘’Hal itu bukan semata-mata wacana. Namun perlu dilakukan pengawasan. Ya... termasuk hal-hal seperti gigolo ini perlu diawasi,’’ ujarnya. Ubud sebagai objek wisata dunia yang banyak dikunjungi turis mancanegara tidak menutup kemungkinan ada orang seperti itu. Jika sampai itu terjadi, maka citra pariwisata budaya ini akan tercoreng. Sehingga diperlukan pengawasan dan perhatian pihak terkait dalam mengawasi hal itu. (dar)

LINTAS

Jumat Pon, 30 April 2010

DEWATA

Tim Ahli DPRD Buleleng BULELENG - Lima orang pakar dari lingkungan kampus dan independen di Buleleng, Kamis (29/4) kemarin, ditetapkan menjadi tim pakar atau tim ahli DPRD Buleleng. Dari lima pakar tersebut, tiga orang berasal dari Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja yakni Wayan Rideng, S.H., M.H., Dr. Drs. Ketut Gunawan, M.M., dan Ir. Putu Suwardika, M.P. Satu orang berasal dari Undiksha yakni Prof. Dr. Nyoman Dantes dan satu orang lagi mantan Sekda Bulelengh, Drs. Nyoman Sukarma. Ketua DPRD Dewa Nyoman Sukrawan yang didampingi Sekwan Ida Bagus Puja Erawan mengatakan memang hanya lima orang yang melamar untuk diangkat menjadi staf ahli legislatif. Lima orang pelamar ini selanjutnya diangkat menjadi staf ahli legislatif sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Buleleng. Tugas mereka adalah memberikan pertimbangan maupun kajian kepada lembaga dewan sesuai dengan ilmu yang mereka miliki. Tim ahli ini mulai bertugas 1 Mei 2010. (kmb15)

Winasa Akui Gagal Jaga Hutan Negara (Bali Post) Pencurian kayu hutan di Jembrana kini terus berlanjut, kendati pemkab setempat sudah berulang kali menangkap pencurinya. Bupati Jembrana I Gede Winasa pun mengaku gagal dan menyerah menangani masalah hutan walaupun sudah sepuluh tahun menjabat kepala daerah di Jembrana. Bupati Jembrana I Gede Winasa yang ditemui Kamis (29/4) kemarin, membenarkan telah dihentikannya gerakan zero visit to forest. Ia mengatakan payah dari segi biaya untuk penjagaan. ‘’Selama sepuluh tahun menjabat, saya gagal menangani masalah hutan walaupun dengan cara apa pun. Konsep paling tepat sebenarnya tidak membiarkan siapa pun masuk hutan, tetapi kita sudah payah. Kalau saja ada anggaran Rp 2 miliar s.d. Rp 3 miliar untuk satu tahun, saya yakin hutan akan aman,’’ tandasnya. Winasa juga menuding kegagalan ini terletak pada organisasi yang lemah. Kewenangan sebenarnya ada di tingkat provinsi (Kehutanan). Semestinya, provinsi lebih aktif dan membantu untuk penyelesaian masalah hutan yang juga paruparu Pulau Bali ini. ‘’Sebenarnya itu bukan domain kami (pemkab), tetapi karena kami terlalu baik saja. Tetapi kami sudah payah dan ini (masalah hutan) merupakan penyakit yang tak dapat diobati,’’ tambahnya. Pihaknya juga telah beberapa kali menegur Dinas Kehutanan setempat untuk mengaktifkan upaya penjagaan hutan. Selain itu, operasi-operasi yang dilakukan terhadap usaha serkel saat ini juga sudah meredup. Padahal itu semestinya dilakukan berkelanjutan. Disebutkan, dari segi peraturan sudah cukup kokoh termasuk larangan dan sanksinya. Selain UU Kehutanan terdapat pula Perda Kabupaten Jembrana yang mengatur tentang

Winasa ’’Selama sepuluh tahun menjabat, saya gagal menangani masalah hutan walau dengan cara apa pun. Konsep paling tepat sebenarnya tidak membiarkan siapa pun masuk hutan, tetapi kami sudah payah. Kalau saja ada anggaran Rp 2 miliar s.d. Rp 3 miliar untuk satu tahun, saya yakin hutan akan aman.’’ pemotongan pohon kebun rakyat. Winasa yakin banyak masyarakat yang melanggarnya, memotong pohon tanpa izin. Bupati mengaku telah mengirimkan permohonan dana kepada provinsi untuk penanganan dan penjagaan hutan. Berikan Sapi Sekadar diketahui, sejak kepemimpinan Bupati Winasa telah ditempuh berbagai upaya

dan anggaran yang tidak sedikit untuk menekan atau mengakhiri penyakit hutan. Dari perabasan serentak tanaman produksi di dalam hutan yang dilakukan massal oleh anggota gabungan dari unsur TNI, Polri, dan pemkab hingga terakhir penjagaan hutan oleh Satpol PP. Pola pemberdayaan terhadap masyarakat penyanding hutan juga ditempuh dengan memberikan sapi. Tetapi justru masyarakat memelihara sapisapi tersebut di dalam hutan. Masih adanya pengawenan (perambahan hutan) hingga kasus illegal logging yang diamankan dan diproses hukum membuktikan tidak berhasilnya program zero visit to forest yang dicanangkan pemkab. Kasus teranyar seorang warga Asah Duren ditangkap petugas gabungan ketika hendak memanen pohon kopi di dalam hutan. Tersangka mengaku mendapatkan lahan di dalam hutan lindung di Pulukan, Pekutatan itu dengan membeli dari seorang warga seharga Rp 1,5 juta. Kasus seperti ini sejatinya hanya segelintir contoh kasus perambahan hutan di Jembrana. Kalau mau, aparat sebenarnya bisa menelisik hingga ke oknum yang menjualbelikan areal hutan lindung untuk kebun. Program pemkab awal tahun lalu melalui revitalisasi zero visit to forest pun ternyata gagal. Aparat Satpol PP yang dikerahkan di empat titik pinggiran hutan guna menjaga hutan sudah ditarik kembali. (sur)

Bali Post/sur

GUNDUL - Pencurian kayu hutan di Jembrana terus berlangsung. Tampak hutan semakin gundul.

Pilkada Jembrana Terkatung-katung

Winasa Surati Mendagri Negara (Bali Post) Bupati Jembrana I Gede Winasa mengirim surat ke Mendagri No. 200/361/KBPPM/ 2010 tertanggal 23 April lalu yang ditembuskan ke KPU pusat dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah terkait pelaksanaan pilkada di Jembrana Menurut Winasa, landasan dikirimnya surat itu karena pelaksanaan Pilkada Jembrana yang terkatung-katung. Dia selaku kepala daerah memberikan saran kepada atasan. Di samping itu, masyarakat Jembrana tidak menginginkan dipimpin oleh Pejabat Pelaksana Tugas (Plt.) bila pilkada diundur. Isyarat dari masyarakat itu menurutnya didapat dari penuturan sejumlah Perbekel dan Lurah. ‘’Ingat ya, Bupati/Pemkab bukan pelaksana pilkada, yang melaksanakan pilkada adalah KPU. Tanggung jawab ada di

KPU, jangan saya yang dituding-tuding atau intervensi. Apakah pilkada mau pakai coblos, tendang-tendangan, evoting, atau e-cap jempol, terserah,’’ tandasnya. Menurut Winasa, adanya pimpinan plt. bila pilkada diundur adalah hal yang tidak demokratis. Rakyat Jembrana tidak ingin dipimpin plt. yang ujung-ujungnya pejabat dari provinsi. Pihaknya berdalih tidak ingin rakyatnya dipimpin plt. seperti masa lalu di Jembrana. ‘’Orang-orang yang menginginkan plt. ini hanya menggendong kekuasaan dan takut kalah. Saya yakin meskipun ada plt., saya akan menang,’’ tambahnya. Ketika ditanya maksud kemenangan untuk siapa? Apakah karena putranya akan mencalonkan diri? Winasa

buru-buru menjawab kemenangan untuk memihak rakyat Jembrana. Menurut Winasa, semestinya bukan hanya dirinya yang berjuang, namun dewan seharusnya juga harus memanggil KPU agar Pilkada Jembrana bisa terlaksana sesuai jadwal. Tanpa bermaksud intervensi, Winasa mengatakan akan memanggil KPU pusat pada 3 April mendatang. Sementara itu, anggota DPRD Jembrana Nyoman S. Kusumayasa terkait hal tersebut mengatakan dewan sudah menghargai niat baik Bupati Jembrana untuk melakukan judicial review terhadap UU 32 dengan sistem e-voting. Selain itu ketika anggaran pemilu sempat hendak dikurangi oleh pemkab, DPRD tidak menghambat karena masih menunggu keputusan MK. (sur)

LEMBAGA PELATIHAN PARIWISATA DAN KAPAL PESIAR BALI

LP2B GIANYAR MENERIMA MAHASISWA BARU TAHUN AJARAN 2010/2011 PROGRAM PENDIDIKAN DI LP2B A. BASIC LEVEL (1 Tahun) MIDDLE LEVEL (2 Tahun) UPPER LEVEL (3 Tahun) 1. Program Kantor Depan (Front Office) 2. Program Keahlian Tata Graha (House Keeping) 3. Program Keahlian Tata Boga (F & B Production) 4. Program Keahlian Tata Hidangan (F & B Service) 5. Cruise Line International 6. Spa Theraphist

B. PROGRAM PLUS KAPAL PESIAR (6 Bulan) l Dining Room l Cabin Steward

Program Pemantapan Kapal Pesiar l Khusus lulusan minimal D1 Perhotelan

KEUNGGULAN LP2B GIANYAR - Fasilitas praktik lengkap dan ruangan dengan fasilitas OHP (ber-AC) - Fasilitas kitchen, Lab. House Keeping - Sarana praktik fronf office, laboratorium service, sarana praktik bartending - Biaya pendidikan ringan bisa dicicil atau diangsur 3 x pembayaran - Dosen/instruktur berpengalaman dan berlatar belakang kapal pesiar/cruise line dan praktisi hotel. - Alumni LP2B Gianyar akan diberikan pemantapan/ bimbingan kapal pesiar gratis. - Training di hotel milik kampus LP2B yang berlokasi di Ububd, Kuta, dan Jimbaran. - Mengirim langsung tenaga kerja ke darat dan kapal pesiar Amerika, Eropa, Singapura, dll melalui PPTKIS LP2B. - LP2B Gianyar menyalurkan ke kapal pesiar Tui Ship, Quail, Thomson, Rega Impres Silver, Oceanic, Grand Mistral, Yacth, MSC, (Spa) dll.

Special Discount

40%

+ Free Bantal & Guling Comforta

www.comforta.co.id

MEUBEL KHARISMA Jl. Buluh Indah No. 128D Denpasar, Telp. 0361 - 422208, 8001701 C.527466-rpa

Pendaftaran Gelombang II April s.d. Juli 2010 Syarat-syarat Pendaftaran : 1. Mengisi formulir pendaftaran 2. Fotokopi KTP/SIM

3. Fotokopi ijazah SMA/sederajat/Surat Keterangan Tanda Lulus (SKTL) 4. Foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar 5. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000

INFORMASI DAN PENDAFTARAN

KAMPUS LP2B GIANYAR, Jalan Kebo Iwa No. 21 Gianyar, Bali Telepon (0361) 943671, Faksimile (0361) 943283 E-mail: lp2b.kapalpesiar@gmail.com, Website : www.lp2bbali.com, www.arimbawawiyanthi.com C.526603-rpa-2

C.543023-pend

C.541173-rmh-1


KABUPATEN

Jumat Pon, 30 April 2010

5

Tak Cukup Bukti

Kasus Pakaian Bekas Di-SP3-kan Tabanan (Bali Post) Kasus pakaian selundupan yang menyeret tersangka Haji Zulkifli (35), warga Jalan Gunung Merbuk, Banjar Buana Asri Desa Tegal Kertha, Denpasar, dihentikan oleh pihak kepolisian. Sebab, polisi tidak memiliki cukup bukti atas baju yang akan dijual di Pasar Kodok (OB) itu. Akhirnya, Polres Tabanan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dan Haji Zulkifli bebas dari jeratan hukum. Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Leo Martin Pasaribu Kamis (29/4) kemarin, mengatakan SP3 kasus ini telah diterbitkan 16 April lalu.

Dikatakan, penerbitan SP3 ini berdasar petunjuk jaksa peneliti dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan atas Surat Perintah Dimulainya

Penyelidikan (SPDP) dari penyidik kepolisian. Berdasarkan Surat Kejakgung RI, jaksa peneliti berkesimpulan bahwa kasus dugaan pakaian

Rumah Ludes Terbakar Semarapura (Bali Post) Kebakaran yang terjadi di Banjar Tusan, Tangkas, Klungkung, Kamis (29/4) kemarin, meludeskan bangunan permanen berikut sanggah milik Nengah Sudarma (37) dan sebuah warung semipermanen milik Ni Nengah Tetep (65). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp 100 juta. Kebakaran diduga terjadi akibat tungku di warung milik Ni Nengah Tetep terus menyala hingga dini hari. Saat ini, polisi terus menyelidiki untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran. Informasi Bali Post di lapangan menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 wita. Saat itu, suasana di sekitar lokasi sudah sepi karena seluruh warga sudah tertidur lelap. Namun, korban Sudarma terbangun dan melihat api berkobar di warung milik Ni Nengah Tetep yang juga bibi Sudarma. Korban berusaha memadamkan api dengan

peralatan seadanya sambil memberi tahu seluruh keluarga untuk ikut bersama-sama memadamkan api. Namun, api semakin membesar dan merembet ke bangunan rumah parmanen dan sanggah milik Sudarma yang berada satu pekarangan dengan warung. Kobaran api terus membubung, meludeskan seluruh isi rumah, warung, dan sanggah. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman dibantu usaha dari masyarakat sekitar. Sayang, upaya pemadaman tak bisa dilakukan secepatnya. Api terus menghanguskan seluruh bagian rumah dan sanggah serta warung sehingga tak ada barang-barang yang berhasil diselamatkan. Termasuk barang-barang berharga seperti surat-surat sertifikat tanah dan uang tunai. Akibatnya, korban amuk si jago merah itu diperkirakan Rp 100 juta. ‘’Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran,’’ ujar Kabag Bina Mitra Polres Klungkung, Kompol Dewa Gede Sugawa. (kmb20)

bekas impor ilegal ini bukan ranah pihak kepolisian, akan tetapi masuk wilayah Bea Cukai. ‘’Berdasarkan petunjuk kejaksaan akhirnya penyidikan kasus ini dihentikan dan barang bukti kami kembalikan,’’ ujarnya. Leo menegaskan BB pakaian bekas sebanyak 745 bale (karung) yang bernilai besar ini dikembalikan kepada Haji

Zulkifli. Dikatakannya, prosedur ini sudah sesuai dengan pasal 46 ayat 1 huruf b KUHAP yang menyatakan bahwa barang bukti sitaan dikembalikan kepada yang berhak apabila perkara dimaksud tidak jadi dituntut karena tidak cukup bukti atau ternyata tidak merupakan tindak pidana. Leo mengatakan kasus itu bukan tanpa pe-

langgaran, tetapi ranah penyidikannya ada pada pihak Bea Cukai. Pelaku Utama Kejaksaan sebelumnya mengatakan kepolisian belum bisa mengungkapkan dari negara mana barang itu diselundupkan. Selain itu, pelaku utama penyelundupan tidak berhasil diungkapkan. Bila pelaku utama belum bisa di-

ungkap dan diseret, maka tidak mungkin menetapkan tersangka Haji Zulkifli dengan pasal 480 KUHP tentang penadah. Kasus ini berawal dari penggerebekan petugas gabungan Polda Bali dan Polres Tabanan 10 Januari lalu di dua gudang pakaian bekas milik Haji Zulkifli di Jalan Parigata dan Jalan Yeh Gangga, Tabanan, masing-masing

sebanyak 570 bale dan 150 bale. Ditambah 25 bale lagi dari tangan pedagang di Pasar Kodok. Sehingga total barang yang disita mencapai 745 bale. Sebelum penggerebekan ini, Haji Zulkifli diketahui sebagai pemasok utama bagi pedagang pakaian bekas di Pasar Kodok, Banjar Tegal Belodan Desa Dauh Peken, Tabanan. (kmb14)

Debat Pilkada di Bangli

Diboikot Empat Kandidat Bangli (Bali Post) Debat calon bupati dan wakil bupati yang dilaksanakan di Gedung Bhuti Mukti Bhakti Bangli, Rabu (28/4) malam, terakhir kalinya, ternyata krisis peserta. Empat dari lima calon bupati dan wakil bupati Bangli memboikot debat yang disiarkan RRI.

Calon yang mengikuti debat publik cabup-cawabup Bangli terakhir kalinya hanya dihadiri Alas (Arsada-Lesmawan). Sementara empat kandidat lainnya tidak hadir. Hal itu membuat KPUD Bangli sebagai panitia pelaksana kegiatan merasa dikibuli. Keempat calon yang ingkar janji itu leb-

ih memilih acara simakrama menjelang akhir masa kampanye. Ketua KPUD Bangli Agung Lidartawan, Kamis (29/4) kemarin, mengaku kecewa dengan sikap empat kandidat yang ingkar janji. Kalau toh mereka menilai debat ini kurang efektif, semestinya mereka tetap

melakukan. Sebab, ini sudah menjadi kesepakatan kelima calon. Namun, ia mengakui secara aturan tidak ada sanksi atas perbuatan keempat calon yang ingkar janji, karena aturan sendiri menyiratkan debat calon dilaksanakan lima kali dan disiarkan langsung TV nasion-

al ataupun daerah. Acara debat publik yang hanya dihadiri satu kandidat tetap jalan. Ketua Panwaslu Bangli, I Nengah Widiana, menyatakan ketidakhadiran mereka bukan pelanggaran prinsip. Tetapi ketaatan dan kepatuhan mereka akan undang-undang pantas dipertanyakan. (kmb17)

PT Denpasar Tolak Banding Susrama Cs. Bangli (Bali Post) Upaya banding yang dilakukan I Nyoman Susrama cs. untuk mendapatkan vonis lebih ringan bahkan bebas dalam kasus pembunuhan Redaktur Radar Bali A.A. Narendra Prabangsa ke Pengadilan Tinggi Denpasar ternyata berbuah pahit. Pasalnya, Pengadilan Tinggi Denpasar dalam suratnya nomor W.24-U1/1328/ HN.04.06/IV/2010 untuk Susrama, No W.24UI/1329/HN.04.06?IV/2010 untuk I Nyoman Wiradnyana alias Rencana, W.24-UI/1327/ HN.04.06/IV/2010 untuk I Komang Gede Wardana yang ditandatangani I Ketut Sulendra, S.H., Wakil Penitera Pengadilan Negeri Denpasar dalam putusan perkara tindak pidana No. 1002/Pid.B/2009/PN.Dps yang dilayang-

kan ke Pengadilan Negeri Bangli tertanggal 28 April 2010 dalam putusan selanya PT Negeri Denpasar menyatakan tidak dapat diterima. Dalam putusannya, PT Negeri Denpasar yang diterima PN Bangli itu menjatuhi hukuman pidana penjara Ir. I Nyoman Susrama, M.M. seumur hidup sama dengan putusan Pengadilan Negeri Denpasar pada tanggal 15 Februari 2010. Barang bukti berupa 1 buah celana jins warna keabu-abuan merek hugo, 1 buah baju kaus berkerah, lengan pendek warna hitam, 1 buah cover jok kulit warna hitam, 1 buah lembar bukti pengiriman kendaraan dari CV Anugerah Abadi, 1 lembar kuitansi pembayaran pengiriman mobil kijang rover dari Solo ke Denpasar. (kmb17)

U.546123-elk

U.546157-rpa


OPINI

6 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Menegaskan Tekad untuk Memberantas Korupsi DALAM beberapa hari mendatang, jagat komunikasi-informasi Indonesia dipastikan akan bertambah meriah. Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dimintai keterangan oleh KPK menyangkut dana talangan yang diberikan kepada Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Hari Kamis kemarin merupakan hari pertama lembaga tersebut meminta keterangan kepada kedua pejabat Indonesia ini. Sesungguhnya kita harus gembira melihat fenomena ini. Di negara yang hukumnya masih carut-marut dan banyak dipertanyakan output -nya, keterangan yang diberikan Wakil Presiden dan Menteri Keuangan itu telah memberikan pesan kepada masyarakat bahwa tidak ada pihak yang kebal terhadap hukum. Meski langkah KPK ini baru meminta keterangan, namun tujuan tersebut adalah demi menegakkan keadilan. Dalam sejarah Republik Indonesia, pernah pejabat-pejabat negara dan pemerintahan itu kebal kepada hukum. Selalu ada cara untuk berkelit, dan mau tidak mau hal demikian menjadi cikal bakal buruknya praktik hukum di Indonesia. Di zaman Orde Baru, sangat jarang, bahkan tidak ada pejabat yang mau memberi keterangan seperti itu. Karena itulah, kita tetap menghargai langkah KPK dan kesediaan pejabat negara dan pemerintahan untuk memberi keterangan tersebut. Terhadap pejabat negara selevel wakil presiden yang dimintai keterangan oleh aparat pemberantas korupsi, adalah hal yang baru. Esensi kebaruan ini juga memberikan pesan tersendiri kepada masyarakat. Meski Boediono dimintai keterangan untuk kasus yang terjadi di saat dia masih menjadi Gubernur Bank Indonesia, tetapi posisinya saat ini adalah sebagai wakil presiden aktif. Mau tidak mau simbol negara tersebut juga terkena imbas. Langkah KPK untuk mendatangi kantor wakil presiden dalam meminta keterangan, kita lihat dari kacamata demikian. Jadi, sepanjang mempunyai tujuan tetap untuk mengklirkan masalah Bank Century, maka sebaiknya kita tidak usah mempersoalkan prosedur demikian. Ada esensi kepentingan yang jauh lebih besar.

S URAT

Pemberantasan korupsi di Indonesia sungguh-sungguh kompleks dan rumit. Bahwa korupsi itu telah membudaya, memang benar adanya. Korupsi tidak hanya dilakukan oleh golongan orang kaya, juga dilakukan oleh mereka yang miskin. Meski pola dan perilakunya berbeda, tetap yang namanya korupsi merupakan tindakan melanggar hukum. Wakil presiden adalah jabatan tinggi pada struktur kenegaraan Indonesia. Karena praktik korupsi di Indonesia cenderung mencontoh atasan, maka kesediaan Boediono untuk dimintai keterangan oleh KPK diharapkan akan mampu memberikan kesadaran kepada pejabat-pejabat lainnya di Indonesia untuk juga bersedia memberi keterangan. Yang kita harapkan jelas keterangan yang jujur, bukan hasil rekayasa. Dengan begitu, pola hubungan BoedionoKPK akhir-akhir ini sesungguhnya merupakan salah satu metode untuk menekan adanya korupsi. Metode pemberantasan korupsi ini sempat diperdebatkan di Indonesia. Tetapi selalu saja gagal menghasilkan solusi. Pernah misalnya tersangka korupsi ditayangkan wajahnya di televisi dan media massa cetak. Lalu tersangka korupsi diberi baju jingga sebagai simbol tahanan. Tetapi selalu saja muncul koruptor baru. Bahkan koruptor tersebut juga berasal dari kalangan legislatif, baik di tingkat pusat maupun daerah. Metode paling mutakhir yang pernah diusulkan adalah menghukum mati koruptor kakap. Ini mencontoh metode yang diterapkan di Cina. Tetapi metode ini masih kontroversial. Sangat tidak masuk akal, misalnya di negara yang menganut paham kemanusiaan yang adil dan beradab, justru hukuman mati diperluas eskalasinya. Ini akan mengganggu nilai-nilai kemanusiaan di Indonesia, dan malah mendapat kecaman internasional. Kini negara-negara luar telah ramai-ramai menghapus hukuman mati, di Indonesia justru sebaliknya. Karena itu kita harapkan ‘’masuknya’’ Wakil Presiden ke ranah KPK dan memberikan keterangan yang jujur akan bisa memperbaiki metode dalam memberantas korupsi. Kita harus menegaskan tekad untuk memberantas korupsi.

PEMBAC A

Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Sungguh Hebat Kearifan Pemda Gianyar Membaca berita di harian Bali Post, Rabu (28/4), halaman 4 yang berjudul ‘’2010, Gianyar Tiadakan Penghargaan Seniman’’ dengan alasan masalah dana dan kesibukan dari kalender kegiatan seni dan budaya Pemda Gianyar. Sungguh ironis sekali Gianyar yang terkenal sebagai daerah seni budaya dan terbukti karena seniman-seniman seperti Gusti Nyoman Lempad, Ketut Rinda, Serog, Gong/penari Legong Peliatan, Jimat/gambuh Batuan, Granyam dan banyak lainnya yang jelas telah menyemarakkan Gianyar, Bali, Indonesia di dunia, kini penerusnya tidak bisa menikmati penghargaan karena pengetatan dana dan kegiatan yang lebih penting sehingga penganugerahan Wija Kesuma ditiadakan. Sungguh hebat kearifan Pemda Gianyar, sekadar dana untuk beberapa orang seniman untuk kurun waktu

satu tahun ditiadakan. Semoga pengetatan dana ini akan bermanfaat jelas untuk kesejahteraan masa depan Gianyar dan semoga tidak ada berita bahwa ada dana cukup yang digunakan untuk kesejahteraan pejabat, dana cukup ada untuk kunjungan kerja, untuk kunjungan ibu-ibu pejabat, untuk studi banding/matirtayatra dan sebagainya. Kepada para seniman seprofesi sepenanggungan, jangan berhenti berkarya untuk mengharumkan nama seni budaya daerah kita walaupun tanpa penghargaan. Terima kasih saya tak terhingga kepada rakyat Gianyar yang telah menampilkan pemimpin hemat untuk rakyat bukan untuk pejabat demi kemakmuran masa depan daerah Gianyar. Semoga terbukti adanya. Nyoman Manda Lingk. Teges Kaja, Gianyar

Debat Cabup dan Cawabup Tabanan Sehubungan dengan acara debat calon bupati dan wakil bupati Tabanan periode 2010-2915, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan: 1. Untuk KPUD Tabanan, buatlah agar benar-benar debat untuk menguji kualitas kandidat, bukan ‘’diskusi atau ceramah’’. Syukurnya debat yang sebenarnya muncul di hari ke-3 pada sesi ke-2 tetapi waktunya sangat pendek. 2. Dalam alam demokrasi, katanya kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Kenapa pada saat debat, krama Tabanan tidak dilibatkan pada sesi tanya jawab? Ingatlah, masih banyak masyarakat Tabanan yang independen (tidak memihak partai), hanya peduli pada eksistensi Kabupaten Tabanan. 3. Dalam metode debat, keberadaan moderator dan panelis sangatlah penting dan harus independen (tidak memihak pada siapa pun). Untuk pertanggungjawaban sekala-niskala, seorang moderator dan panelis wajib disumpah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Kok moderator bertanya kepada kandidat? Mana panelisnya? 4. Sebaiknya tidak memunculkan yel-yel karena berpotensi menimbulkan konflik atau masalah. Tempat duduk pendukung kandidat diatur dan

dibagi sesuai jumlah kandidat, dan jumlah yang hadir pada masing-masing pendukung dibuat sama agar mencerminkan keadilan. 5. Para calon bupati dan wakil bupati Tabanan dalam menyampaikan jawabannya, kebanyakan masih di ‘’awang-awang’’ belum ‘’membumi’’ dan belum dijabarkan dalam bentuk kegiatan riil. Janji politik adalah utang dan merupakan kontrak politik pada krama Tabanan, bila nantinya terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Tabanan periode 2010-2015. Sebagai salah seorang masyarakat Tabanan, saya ‘’bermimpi’’ kapan adat Bali diperhatikan, karena ketahanan terakhirnya adalah banjar adat. Saudara kita dari Dauh Tukad lan Dangin Pangkung pelan tapi pasti sudah dan senantiasa akan ‘’menggerogoti’’ eksistensi adat Bali. Tabanan adalah kota kecil dengan sumber daya alam terbatas dan akan eksis bila SDM-nya kuat seperti SDM dari Singapura, Jerman, Jepang, dan lain-lain, maka investasikanlah PAD Tabanan pada dunia pendidikan untuk bekal anak cucu. I Gusti Agung Ketut Suardiana Jl. Majapahit No.11 Tabanan

Jumat Pon, 30 April 2010

Pertaruhan untuk Legitimasi Sosial KPK Dimintainya keterangan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hubungan dengan kasus pemberian dana talangan kepada Bank Century, membuat beberapa orang ribut. Yang dipermasalahkan adalah lokasi pemeriksaan. Seperti diketahui, dua pejabat Indonesia tersebut akan didatangi KPK ke tempat kerjanya untuk dimintai keterangan.

D

alam pandangan beberapa anggota DPR, cara KPK itu menyalahi ketentuan yang menyamakan seluruh warga negara di hadapan hukum. Tetapi, aturan bahwa mereka yang diperiksa oleh KPK harus mendatangi lembaga tersebut memang lemah dan dimungkinkan bagi lembaga ini untuk mendatangi objek yang diinginkan. Beberapa orang sebelumnya yang pernah diperiksa lembaga ini, misalnya pegawai Bank Century, juga diperiksa di luar kantor KPK.

Oleh GPB Suka Arjawa Dalam pendekatan struktural-fungsional, peran dan posisi seseorang memang harus mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan rakyat kebanyakan. Hal ini penting untuk menghormati prestasi, usaha dan pencapaian seseorang. Tidak semua orang mampu bekerja keras sehingga mencapai kedudukan tertentu. Hasil kerja keras tersebut (betapapun kualitas objektifnya sangat ber-

’’

Langkah KPK ini juga mempunyai sisi politik yang signifikan. Bagaimana pun Boediono dan Sri Mulyani adalah ‘’anak buah’’ Susilo Bambang Yudhoyono. Pada sisi lain, kebijakan makro politik dari Susilo Bambang Yudhoyono adalah pemberantasan korupsi. Pemeriksaan terhadap dua pejabat negara itu, sesungguhnya telah mengusik kredibilitas politik sang Presiden. Jika kedua pejabat tersebut terlibat kesalahan dalam memberikan dana talangan kepada Bank Century, maka kredibilitas ini pasti terganggu dan tentu akan terjadi sebaliknya apabila kedua pejabat itu ternyata tidak bersalah.

’’

variasi), menempati posisi tersendiri dalam indeks prestasi seseorang, yang dalam jangka panjang mampu memberi inspirasi kepada banyak orang. Pemuatan pemberitaan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung akan mendorong penelusuran sosial tentang latar belakang dari orang yang bersangkutan. Jabatan Boediono sebagai wakil presiden dan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan mempunyai posisi tersendiri dalam struktur masyarakat maupun kelembagaan negara Indonesia. Mencapai peran dan posisi seperti itu tidak mudah. Hanya beberapa gelintir orang yang mampu mencapai kedudukan tersebut. Karena itu, pencapaian itu harus dihormati untuk menghargai prestasi seseorang. Wakil presiden dan departemen adalah simbol struktur negara dan pemerintahan, yang juga mesti dihormati. Penghargaan Sosial Penghormatan terhadap kedudukan dan peran seseorang, penghormatan terhadap simbol-simbol negara dan pemerintahan, sesungguhnya ada di dalam ranah penghargaan sosial. Penghargaan itu dalam konteks ini menyangkut universum simbolis (tentang apa yang dipandang umum patut dilakukan, dilaksanakan dan dihormati). Maka apabila KPK memutuskan untuk memeriksa kedua pejabat itu di luar lembaga KPK, harus dipandang dalam konteks penghargaan terhadap peran, posisi, etik dan tidak menghalangi tujuan dari pemeriksaan semula. Tujuan pokok dari permintaan keterangan kepada Boediono dan Sri Mulyani adalah mengklirkan

’’

Psikologi sosial masyarakat Indonesia terhadap KPK adalah bahwa lembaga ini harus diisi oleh orang-orang yang tidak bermasalah. Dengan demikian, langkahnya untuk meminta keterangan kepada Boediono adalah elemen kunci awal sebelum kemudian menuju elemen kunci kedua, yang paling krusial, yaitu menuntaskan persoalan Bank Century. masalah Bank Century. Langkah KPK untuk meminta keterangan kepada pejabat negara (Boediono) dan pejabat pemerintah (Sri Mulyani) ini mempunyai nilai sangat penting, baik dari sisi legitimasi sosial maupun politis. Dalam konteks legitimasi sosial (kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut), langkah KPK akan mampu memperkuat lagi wibawa KPK setelah dua pejabatnya dulu, Bibit S. Riyanto dan dan Chandra M. Hamzah dipermasalahkan oleh pihak kepolisian Indonesia. Meski pada waktu itu sebagian masyarakat membela BibitChandra (dan kemudian ‘’dibela’’ Presiden), tetapi urusan mereka dengan polisi telah membuat kredibilitas dari lembaga ini dipertanyakan. Psikologi sosial masyarakat Indonesia terhadap KPK adalah bahwa lembaga ini harus diisi oleh orang-orang yang tidak bermasalah. Dengan demikian, langkah KPK untuk meminta keterangan kepada Boediono adalah elemen kunci awal sebelum kemudian menuju elemen kunci kedua, yang paling krusial, yaitu menuntaskan persoalan Bank Century. Masalah ini merupakan acara yang sangat menarik dalam kerang-

POJOK

DEBAT PUBLIK

K

Meledaknya Bom Waktu

asus kriminal di Bali, terutama pemerkosaan kepada anak di bawah umur, merupakan hasil dari bibit-bibit kriminalitas yang sudah tersemai. Kejadian 6 siswi SD yang diperkosa merupakan sebuah perbuatan kriminal biadab selain karena dilakukan dalam rentang waktu relatif pendek, yang dijadikan sasarannya adalah anak-anak yang masih memiliki masa depan panjang. Hal ini akibat dari lengahnya aparatur pemerintah dalam menangani kasus-kasus kriminal yang tergolong kecil bagi mereka. Setelah yang kecilkecil dibiarkan menggunung, munculnya kasus menghebohkan seperti ini merupakan sebuah kewajaran. Dalam kasus pemerkosaan kali ini perbuatan yang dianggap remeh padahal dapat berakibat hal semacam ini yakni tontonan porno yang dapat kita akses dengan kedua mata kita tanpa kesulitan. Tayangan vulgar yang dapat kita saksikan dalam layar kaca rumah kita tidak hanya dapat kita temui dalam program acaranya, iklan-iklan yang menyelingi setiap program acara saat ini sudah menjadikan tubuh molek wanita sebagai aset untuk memaksa pemirsa menolehkan kepalanya sejenak melihat produk mereka. Dengan kata lain televisi sudah menjadi sarana pemantik nafsu birahi yang dapat berujung pemerkosaan. Kita

’’

ka pembersihan korupsi di Indonesia. Mengorek keterangan seseorang yang mempunyai kedudukan sebagai wakil presiden dan seseorang yang mempunyai reputasi internasional seperti Sri Mulyani untuk menuntaskan kasus seperti Bank Century, merupakan langkah besar yang mempertaruhkan nama lembaga dan personal. Langkah KPK ini juga mempunyai sisi politik yang signifikan. Bagaimana pun Boediono dan Sri Mulyani adalah ‘’anak buah’’ Susilo Bambang Yudhoyono. Pada sisi lain, kebijakan makro politik dari Susilo Bambang Yudhoyono adalah pemberantasan korupsi. Pemeriksaan terhadap dua pejabat negara itu, sesungguhnya telah mengusik kredibilitas politik sang Presiden. Jika kedua pejabat tersebut terlibat kesalahan dalam memberikan dana talangan kepada Bank Century, maka kredibilitas ini pasti terganggu dan tentu akan terjadi sebaliknya apabila kedua pejabat itu ternyata tidak bersalah. Harus juga disadari sikap diam Presiden ketika Boediono dan Sri Mulyani dimintai keterangan oleh KPK. Sebab, KPK juga pernah ‘’diselamatkan’’ Presiden.

Oleh Hesa Adrian Kaswanda tidak hanya dapat menyalahkan televisi lalu membuang ke tempat sampah televisi yang ada di ruang tamu rumah kita, karena sarana media pemasaran produk sudah ada di jalanan, dinding, spanduk pada tiang listrik. Cengkraman pemasaran produk tidak akan membiarkan kita lolos untuk tidak melihat produk dan model wanita mereka. Terlepas dari Bali yang merupakan sarang turis asing untuk berlibur, norma-norma susila harus tetap dikedepankan. Taruhannya adalah masa depan anak bangsa. Belakangan muncul cuplikan di situs penyedia video mengenai aktifitas gigolo di Bali, walaupun tak lebih dari 5 menit itu merupakan cerminan bagaimana sebuah ekses kebiasaan budaya asing (baca: westernisasi) dapat berdampak luas bagi berbagai elemen masyarakat. Rakyat adat Bali yang memegang teguh pedoman agamanya akan sangat terhina jika pulau tanah air mereka digeneralisasikan dengan kegiatan asusila seperti itu. Dalam differential association theory, perbuatan kriminal merupakan hasil dari pembelajaran, hal ini mempertegas peringatan terhadap media jika tidak ingin timbul siswisiswi SD lainnya yang menja-

di objek pemuas nafsu lakilaki karena melihat wanita molek yang menjadi aset mereka. Selain itu terlalu terbukanya pengabaran acara berita kriminal secara tidak langsung menjadi akibat penyebab kriminalitas. Banyak acara yang memberitakan kriminalitas terlalu mengekspos kronologi perbuatan kriminalnya, lalu masyarakat yang menontonnya akan mengerti tahaptahapnya hingga akhirnya bukannya paham untuk menghindari melainkan paham untuk meniru. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dirasa kurang antisipatif dalam menjaga masyrakat dari akibat laten acara-acara dan iklan-iklan yang mengudara di bumi pertiwi. Dalam pengaturannya sebenarnya jelas jika untuk hal-hal yang berbau vulgar walaupun implementasinya sangat kurang, namun untuk pemberitaan kriminal harus ada pembenahan dalam penyampaian beritanya. Sehingga kasus-kasus kriminal yang terjadi di Jakarta misalkan, tidak akan dapat

diulangi di daerah lain. Karena pemerkosaan yang terjadi di Bali, peristiwa pemerkosaan terhadap anak-anak SD juga sering terjadi di Pokewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar). Sejak empat bulan terakhir, jajaran Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Kepolisian Resor Polewali Mandar, disibukkan dengan laporan kasus perkosaaan yang menimpa anak-anak sekolah di bawah umur. Oleh karena itu jangan sampai kita biarkan kasuskasus pemerkosaan ini terjadi di belahan nusantara lainnya. Jangan sampai pemberitaan pemerkosaan di berita sudah menjadi seperti gosip ibu rumah tangga yang kita dengar setiap hari, jangan sampai ada lagi siswi SD yang hancur masa depannya karena nafsu sesaat laki-laki karena melihat betapa vulgarnya tontonan layar kaca kita. Pengawasan harus diperketat, KPI wajib bertindak tegas dengan menghiraukan pancingan keuntungan ekonomi semata yang tanpa melihat akibat laten tayangan seronok. Penulis, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

Sepuluh tahun menjabat Winasa akui gagal jaga hutan. - Sudah tahu sejak dulu. *** Gubernur nilai masyarakat belum paham pentingnya jaga kebersihan. - Pejabat belum paham jaga kebersihan moral. *** Dua cabup di Badung ‘‘perang tarif’’ bantu desa adat. - Kayak sopir angkot saja.

Topik Debat Publik: Cegah pemerkosaan SD dijaga radius satu kilometer . Panjang tulisan maksimal 3.500 karakter, kirim ke E-mail: balipost@indo.net.id.Tulisan paling lambat 30 April 2010.

Perintis : K.Nadha, Penanggung Jawab: ABG Satria Naradha Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab: Wirata,Palgunadi Redaksi: Alit Purnata, Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry,Dira Arsana, Mawa, Sri Hartini, Suana, Sueca, Sugiartha, Sutiawan, Wirya, Yudi Winanto Anggota Redaksi Denpasar: Giriana Saputra,Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subagiadnya, Subrata, Suentra, Sumatika, Asmara Putra, Diah Dewi, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa . Bangli: Pujawan, Buleleng: Adnyana, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bali Putra Ariawan, Tabanan: Surpi. Negara: IB Surya Dharma. Jakarta: Bambang Hermawan, Nikson, Suharto Olii, Indu P. Adi, Ahmadi Supriyanto, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S. Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo. NTB: Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani, Nur Haedin, Suyadnya. Surabaya: Bambang Wilianto. Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Bagian Iklan: Suryanta, Bagian Sirkulasi: Budiarta, Marketing/Pengaduan Pelanggan: Kariawan, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, perbaris Rp 30.000,- Iklan Umum: < 100 mmk Rp 37.000 per mmk, >100 mmk Rp 40.000 per mmk. Iklan Keluarga/ Duka Cita: Rp 28.000 per mmk. Advertorial Rp 20.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 50.000, 4 warna Rp 58.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 15.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 60.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


SEREMONIAL

Jumat Pon, 30 April 2010

AS Mohon Doa Restu Pimpin Kembali Badung Mangupura (Bali Post) Pasangan cabup-cawabup Badung nomor urut 2, A.A. Gde Agung - I Ketut Sudikerta (AS), memohon doa restu masyarakat agar kembali dipercaya memimpin Badung lima tahun ke depan. Pasangan AS juga meminta agar masyarakat Badung tetap menjaga situasi kondusif selama penyelenggaraan pilkada. Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Pemenangan AS, I Ketut Suiasa, Kamis (29/4) kemarin. Menurut Suiasa, dalam lima tahun ini AS telah berhasil membawa Badung ke arah yang lebih baik. Hal itu terbuk-

ti dari berbagai peningkatan berbagai bidang pembangunan, termasuk pula peningkatan kualitas sumber daya manusia. Meski demikian, kata Suiasa, tidak ada gading yang tak retak. Demikian pula dengan kepemimpinan AS. Masih terdapat beberapa hal yang belum bisa sepenuhnya diakomodir atau dilaksanakan. Hal ini semata-mata keterbatasan yang dimiliki. ‘’Keterbatasan itu meliputi keterbatasan waktu dan keterbatasan SDM,’’ ujar Ketua DPD Partai Golkar Badung ini. Lebih lanjut dikatakannya,

Tinggal Menunggu Pelantikan

Puluhan Ribu Massa Brawijaya Banjiri Lapangan Kayubihi Bangli (Bali Post) Puluhan ribu massa dan relawan pendukung paket calon bupati dan wakil bupati I.B. Brahma Putra - I Wayan Winurjaya (Brawijaya), Kamis (29/4) kemarin, tumpah ruah membanjiri Lapangan Kayubihi Kecamatan Bangli dalam kampanye Brawijaya. Meski tanpa diberikan uang saku dan transportasi, dengan setia puluhan ribu massa Brawijaya yang datang dari berbagai pelosok desa di Bangli dengan setia dan tertib mengikuti kampanye sosok idola Brawijaya yang diyakini bakal membawa perubahan signifikan terhadap kemajuan Bangli di masa mendatang. Kehadiran massa begitu banyak mewakili puluhan ribu pendukung Brawijaya yang tersebar di seluruh Bangli itu, diyakini Brawijaya tinggal menunggu dilantik sebagai bupati dan wakil bupati 5 Agustus 2010 mendatang. Keyakinan itu diperkuat oleh hadirnya sejumlah tokoh penting nasional dan Bali dan tandatanda alam dalam kampanye Brawijaya. Sejumlah tokoh penting nasional yang hadir dalam kampanye Brawijaya di antaranya Ketua Umum PNI Marhaenisma Sukmawati Soekarno Putri, Dewan Pembina Partai Demokrat Pusat yang juga Menpora di zaman Presiden Soeharto yakni Hayono Isman, anggota DPRRI dari Partai Demokrat Bali Pasek Suardika, anggota DPD Bali Kadek Arimbawa (Lolak), Ketua DPD Partai Demokrat Bali dan sejumlah tokoh politik nasional dan Bali lainnya. Selama proses kampanye dilakukan, puluhan ribu massa Brawijaya secara terus-menerus mengelu-elukan

sosok Brahma Putra (cabup) yang diyakini tidak sebatas wacana dan janji mampu membawa perubahan di Bangli. Dewan Pembina Partai Demokrat Pusat Hayono Isman mengatakan, semua program yang ditawarkan calon bupati dan wakilnya kepada rakyat Bangli adalah baik. Tidak ada yang menawarkan program jelek. Masalahnya, apakah mereka akan mampu mewujudkan segala janji yang diucapkan selama masa kampanye. Ini masih menjadi tanda tanya besar dalam setiap hajatan politik. Pihaknya yakin, Brawijaya merupakan sosok idola yang mampu mewujudkan itu. Makanya berbekal keyakinan itu menyebabkan pihaknya datang ke Bangli, menggugah seluruh masyarakat Bangli agar menetapkan pilihan mencoblos No. 5 dalam pilkada 4 Mei mendatang. Sementara itu, I.B. Brahma Putra dalam orasinya mengatakan pihaknya sangat salut atas antusiasme pendukung yang hadir untuk memberikan dukungan pada dirinya. ‘’Walau kami tidak memberikan uang saku, uang transportasi, namun dengan setia anda semua datang ke tempat ini untuk memberikan dorongan semangat untuk saya. Saya berjanji menepati semua janji dan seluruh program yang saya tawarkan dan kini telah menjadi dokumen daerah,’’ ujarnya. Dikatakannya, selama masa simakrama telah mendatangi 1.500 tempat di seluruh Bangli. Mulai dari banjar, kelompok hingga dadia. Untuk masyarakat balik bukit ternyata masih jauh dari harapan. Khususnya pelayanan kesehatan dan pendidikan belum maksimal dilakukan. (kmb17)

Bali Post/ist

KAMPANYE - Puluhan ribu massa pendukung Brawijaya membanjiri Lapangan Kayubihi Kecamatan Bangli untuk menghadiri dan mendengar kampanye sosok idola mereka I.B. Brahma Putra.

C.543278-rpa

jika dipercaya memimpin Badung kembali, AS berjanji akan melakukan perbaikan di beberapa sektor guna mencapai apa yang dicita-citakan bersama yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan, menurut Suiasa, AS sejak dulu telah berkomitmen untuk mencapai hal tersebut. ‘’AS adalah pemimpin ideal untuk Badung yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus meningkatkan serta pemerataan pembangunan di segala bidang,’’ ujar Suiasa. Senada dengan hal tersebut, Ketua Relawan AS Kecamatan Kuta Alit Ardana juga menyatakan tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tetapi ketulusan dan kesungguhan hati dalam melaksanakan tu-

gas dan kewajiban adalah hal yang terbaik bisa dipersembahkan untuk masyarakat. Hal inilah yang ditunjukkan oleh AS selama memimpin Badung. ‘’Kami selaku masyarakat Kuta melihat apa yang sudah dipersembahkan dan diperbuat oleh AS selama lima tahun sudah cukup yang kami rasakan sehingga kami merasa perlu memberikan kesempatan lagi kepada AS melanjutkan apa yang diprogramkan. AS telah terbukti memberikan perhatian dan membangun Badung dan khususnya Kuta ke arah yang lebih baik. AS juga pemimpin yang netral dan bijaksana, sehingga mengetuk hati kami untu mendukung AS dengan tulus ikhlas tanpa pamrih,’’ ujarnya. (ded)

BaliPost/ist

I Ketut Sudikerta dan A.A. Gde Agung

7 Dihadiri 26 Bhikkhu

Ribuan Umat Lepas Mendiang Bhikkhu Dhammasuto Thera Singaraja (Bali Post) Ribuan umat Buddha dan simpatisan menghadiri upacara kremasi Bhikkhu Dhammasuto Thera di areal Brahmavihara Arama, Banjar, Buleleng, Selasa (27/4) siang. Tak hanya dari Bali, umat juga berdatangan dari Makassar, Manado dan berbagai daerah di Indonesia, untuk melepas sosok teladan yang sudah melewati 19 Vassa (tahun) menjalani kehidupan kebhikkhuan tersebut. Upacara kremasi juga dihadiri 26 Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia dari 31 bhikkhu yang sempat hadir untuk memberikan penghormatan dan dukungan spiritual serta pesan dhamma setiap pagi dan malam selama 3 hari jenazah disemayamkan di Vihara Buddha Sakyamuni. Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera (Kepala Sangha Theravada Indonesia) dan Bhikkhu Jotidhammo Mahathera (Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia) serta Bhikkhu Sucirano Thera (Ketua Wilayah Bali Sangha Theravada Indonesia) dalam pesan dhammanya mengingatkan

bahwa Bhante Dhammasuto Thera adalah seorang Bhikkhu Sepuh yang sangat gigih dalam mengembangkan dhamma di tanah air. Dikatakannya, bahkan sejak 30 tahun lalu, sebelum mendiang menjadi bhikkhu, di mana saat saat itu dhamma sangat sulit ditemui. Untuk mencari buku dhamma dalam bentuk stensilan pun sangat sulit, tetapi mendiang telah menjadi pelopor yang sangat gigih membangun kembali Buddha Sasana di daerah terpencil yang kondisinya sangat sulit yaitu di Dumoga Sulawesi Utara. ‘’Mendiang juga adalah seorang tenaga pendidik, dosen agama Buddha yang berjasa dan seorang bhikkhu sepuh yang patut menerima penghormatan dari kita semua,’’ terang Bhante Sri Pannyavaro. Jenazah almarhum diberangkatkan dari Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar dengan menggunakan kendaraan hias yang dipersiapkan khusus oleh Ketua Umum Yayasan Buddha Sakyamuni Ibu Erlina Kang Adiguna berbentuk burung Garuda sebagai lambang burung surgawi

yang diceritakan mampu mengalahkan Naga Nandopandana yang tangguh dan perkasa. Mobil prosesi ini juga dilengkapi dengan 4 dewa berjaga di 4 penjuru. Setelah mendapat penghormatan terakhir, jenazah diberangkatkan ke Buleleng, diantar puluhan kendaraan yang mengangkut keluarga dan umat dari berbagai daerah. Sepanjang perjalanan dibacakan paritta/doa Pamsukula Gatha sebagai perenungan bahwa segala yang terbentuk tidak kekal adanya, timbul dan

tenggelam, setiap makhluk pasti akan mengalami kematian dan telah berulangkali mengalami kematian, dengan perenungan ini semoga tidak ada lagi keraguan tentang kematian. Setibanya di Brahmavihara Arama, jenazah disemayamkan sejenak untuk memberikan waktu kepada umat yang belum sempat melakukan penghormatan terakhir. Sebelum menuju tempat kremasi, dibacakan riwayat singkat oleh putra mendiang, Bapak Krishnapatti. (r)

Bali Post/ist

KREMASI - Ribuan umat Buddha dan simpatisan menghadiri upacara kremasi Bhikkhu Dhammasuto Thera di areal Brahmavihara Arama, Banjar, Buleleng, Selasa (27/4) siang.

Pemanfaatan Panas Bumi Vs Minyak Bumi PEMANFAATAN energi panas bumi vs minyak bumi merupakan topik yang hangat diperbincangkan seiring menipisnya potensi minyak bumi dunia dalam sepuluh tahun terakhir ini. Terlebih lagi penggunaan minyak bumi telah terbukti merupakan penyumbang emisi karbon yang cukup besar dan mempercepat terjadinya efek pemanasan global. Hanya di kalangan masyarakat, khususnya Indonesia, masih muncul penolakan pengelolaan energi geothermal menjadi listrik maupun nonlistrik karena dikhawatirkan membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Panas bumi dan minyak bumi memang samasama berasal dari perut bumi. Walaupun demikian, dua sumber energi yang bisa diolah menjadi energi listrik ini memiliki karakteristik yang bertolak belakang. Sebagai perbandingan saja, pembangkit listrik tenaga panas bumi hampir tidak menimpulkan polusi atau emisi gas rumah kaca. Tenaga ini juga tidak berisik dan dapat diandalkan. Pembangkit listik tenaga geothermal menghasilkan listrik sekitar 90 persen, sementara pembangkit listrik berbahan bakar fosil hanya menghasilkan sekitar 65-75 persen saja.

Perbedaan lain dari kedua sumber energi ini adalah lokasi sumber energi. Berdasarkan konsep Tektonik Lempeng, lingkungan pembentukan geothermal atau panas bumi terdapat di daerah Volcanic Arc (jalur gunungapi), sedangkan minyak bumi terdapat pada Back Arc Basin. Batuan penyusun di daerah panas bumi berupa batuan vulkanik (gunungapi) yang relatif keras, sedangkan batuan penyusun di daerah migas berupa batuan sedimen yang relatif lebih lunak. Sehingga umumnya operasi pengeboran migas lebih cepat dari panas bumi, dan menggunakan jenis pahat yang berbeda sesuai dengan karakteristik batuannya.

Karena karakteristik batuan lunak yang melindungi sumber energi minyak bumi ini, ketika dilakukan pengeboran bisa saja terjadi semburan lumpur seperti yang terjadi di Lapindo, Sidoarjo tersebut. Sedangkan untuk pemanfaatan panas bumi tidak mungkin terjadi semburan lumpur seperti itu karena batu yang melindungi sangat keras. ‘’Semburan lumpur Lapindo tidak mungkin terjadi saat pengeboran panas bumi karena batuan pelindung potensi panas bumi sangat keras,’’ kata Agus Mulyono dari Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API). Ada beberapa alasan lagi kenapa panas bumi mesti dikedepankan dibanding-

kan minyak bumi, salah satunya pemanfaatan panas bumi relatif lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan energi geothermal dalam bentuk pembangkit listrik tidak membutuhkan bahan bakar untuk menghasilkan listrik sehingga level emisinya sangat rendah. Pembangkit hanya membebaskan 1 sampai 3 persen karbondioksida dari yang dikeluarkan energi fosil. Pembangkit tenaga geothermal menggunakan sistem pencuci untuk membersihkan udara dari hidrogen sulfida (H2S) yang secara alami ditemukan di dalam uap air dan air panas. Pembangkit tenaga geothermal membebaskan kurang dari 97 persen hujan asam-penyusun sulfur daripada bahan bakar fosil. Setelah uap air dan air dari reservoir tenaga geothermal digunakan, air kembali diinjeksikan ke tanah. Selebihnya, karena level emisinya rendah, maka pemanfaatannya pun mengurangi keberlanjutan

global warming. Di samping itu, jika dikonversikan potensi panas bumi Indonesia sebesar 28 ribu MW setara dengan supplai minyak bumi sebesar 8 miliar barel ekuivalen. Ini masih hanya diperkirakan berdasarkan atas current technology stages, efisiensi konversi, serta usia sumur yang mampu dipakai selama produksi. Bila dilakukan pembandingan capacity factor, pembangkit listrik yang mempunyai capacity factor tertinggi adalah pembangkit listrik tenaga geothermal (PLTG). Sayangnya, bahkan di banyak negara dengan cadangan panas bumi melimpah, sumber energi terbarukan yang telah terbukti ini tidak dimanfaatkan secara besar-besaran. Kepala Badan Geologi Departemen ESDM R. Sukhyar mengatakan panas bumi memiliki keunggulan biaya investasi lebih murah untuk mengembangkannya.

“Cadangan panas bumi Indonesia sebesar 14.707 Mega Watt electricity (MWe). Sementara sumber dayanya sebesar 13.405 MWe,” papar R. Sukhyar. Sukhyar menjelaskan, saat ini pemanfaatan panas bumi di Indonesia untuk energi listrik baru 1.189 MW atau hanya 4 persen dari potensi yang tersedia. Sementara itu, Abadi Poernomo, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energi, menjelaskan energi listrik dari panas bumi mampu menghemat penggunaan sumber energi tidak terbarukan seperti minyak bumi atau batu bara. “Bila kita konversikan, setiap 100 MW kapasitas terpasang panas bumi setara dengan menggunakan 4.350 barel setara minyak per harinya. Atau, setara dengan memanfaatkan 864 ton per hari batu bara,” papar Abadi. (iah)


SEREMONIAL

8

Wali Kota Tinjau Pasar Rakyat Banjar Taensiat

Rai Mantra: Potensial Angkat Ekonomi Lokal

Bali Post/ist

KERJA SAMA - Rektor Unmas Tjok. Istri Sri Ramaswati (tengah) saat menandatangani kerja sama dengan Director CRC-PNB John Lovett.

Unmas Kerja Sama dengan CRC-PNB Australia Soal Penelitian Internasional Denpasar (Bali Post) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menjalin kerja sama dengan CRC-PNB dan Aushindo Biocom, Australia. Penandatanganan kerja sama dilakukan Prof. John Lovett dari CRC-PNB dengan Rektor Unmas Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M., Kamis (29/4) kemarin. Sebelum menandatangani naskah kerja sama dilakukan seminar internasional tentang penelitian, ketahanan pangan dan pendekatan kajian budaya dalam penelitian ilmu sosial. Tampil sebagai pembicara Cening Kardi, dosen FP Unmas, soal pertumbuhan home industry, I Wayan Wana Pariartha soal pendekatan kajian budaya. Sementara Prof. John Lovett dan Paul Riyce memaparkan perlunya menjaga ketahanan pangan dunia saat ini. Alasannya, saat ini banyak jenis tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang punah akibat pengaruh global. Di sinilah, kata dia, perlunya kerja sama antarnegara dengan melakukan pembibitan pada species tumbuhan dan buah lewat bijinya. Di masa panceklik kita tak perlu menimbun buah itu melainkan hanya bijinya, sehingga cepat bisa ditanam. Dengan demikian tanaman ini bisa dibudidayakan sepanjang tahun. Prof. Ian Falk di seminar ini memaparkan tentang metode penelitian ilmiah di daerah tertentu secara baik. Ia mengatakan pentingnya metode penulisan, melaporkan hasil penelitian ke media massa, internet hingga jurnal internasional. Termasuk mengajukan ke donator untuk penelitian kita. Jika tak bisa menulis dengan bahasa Inggris, Ian Falk menyarankan sebaiknya tulis dulu dengan bahasa Indonesia baru diterjemahkan. Rektor Unmas Tjok. Istri Sri Ramaswati menyatakan kerja sama dengan Australia ini sudah berlangsung lama dalam bidang bio security. Kerja sama internasional ini akan dikembangkan dalam bentuk penelitian bersama dalam pembangunan ketahanan pangan. Di acara itu Tjok. Istri Sri Ramaswati juga menanyakan soal keterbatasan dana yang membuat dosen malas meneliti. Menurut Lovett, hal ini bisa diatasi dengan menjalin networking lebih banyak lagi dengan sejumlah yayasan/pendonor. Sementara itu, WR IV Unmas Dr. Nyoman Utari Vipriyanthi, M.Si. mempertanyakan bagaimana membangun pertanian sementara lahan Bali dikejar untuk pariwisata. Menurut Lovett, jika itu kendalanya lebih baik munculkan kesadaran pentingnya pertanian mulai usia dini dan anak sekolah. (025)

Anugerah Khusus Guru Spiritual Kundalini YAYASAN Spiritual Dharma Sastra bersama Guru Spiritual Kundalini I Putu Ngurah Ardika, S.Sn. kembali mengadakan acara Gebyar Kundalini di Gedung Wanita Karya Graha Lumintang, Denpasar, pada Minggu 2 Mei 2010 pkl. 09.00 wita. Kali ini Guru Spiritual Kundalini akan menurunkan beberapa anugerah pengetahuan yang mukjizat kepada masingmasing peserta gebyar. Hal tersebut ditegaskan I Putu Ngurah Ardika ketika ditemui di Sekretariat Yayasan SpirituBP/ist al Dharma Sastra, Kamis I Putu Ngurah Ardika (29/4) kemarin. Menurutnya, pengetahuan yang akan diturunkan akan menyesuaikan dengan profesi masing-masing peserta. Dirinya mencontohkan jika seorang yang memegang jabatan di tempatnya bekerja akan diberikan anugerah khusus untuk seorang pemimpin, seorang pengusaha akan diberikan anugerah untuk memperlancar usahanya. ‘’Apabila yang bersangkutan seorang pemimpin maka yang sesuai untuknya adalah anugerah bunga melati yang memang khusus untuk kepemimpinan. Jika dia seorang usahawan maka yang cocok untuknya adalah anugerah bunga rezeki,’’ katanya. Lebih lanjut diungkapkannya mengenai makna dari masing-masing anugerah bunga khusus tersebut adalah bagi seorang pemimpin jika memiliki bunga melati dalam dirinya maka dia akan menjadi pemimpin yang harumnya bagai bunga melati, berkarisma dan berwibawa di lingkungan dan masyarakat. Sedangkan bagi seorang pengusaha jika memiliki bunga rezeki dalam dirinya akan membantu memperlancar rezekinya, sehingga apa pun usaha yang dilakukan akan berhasil serta rezekinya mengalir dengan baik. Di samping pembangkitan anugerah untuk profesi, Guru Spiritual Kundalini juga akan memberikan bunga khusus untuk penyembuhan yang dapat dipergunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. ‘’Untuk yang memiliki penyakit baik yang tahap awal maupun yang kronis bunga penyembuhan ini sangat efektif bila dipergunakan untuk mengobati penyakitnya, misalnya gangguan di hati, perut, limpa, ginjal, jantung dan macam-macam penyakit lainnya, bunga penyembuhan akan dengan sangat cepat menyerap dan membersihkannya,’’ ungkapnya. Semua anugerah ini akan diturunkan bagi semua peserta, baik yang pemula maupun yang senior. Acara sesi pertama akan dimulai pkl. 09.00 pagi diawali dengan inisiasi, kenaikan tingkat, penyembuhan dan pemberian anugerah khusus bagi tingkat pemula. Kemudian sesi kedua pkl. 12.00 dengan kenaikan tingkat, meditasi tingkat lanjut serta pemberian anugerah khusus bagi senior atau tingkat kundalini ajaib. Untuk itu, Putu Ngurah Ardika mempersilakan bagi masyarakat umum yang berminat mengikuti agar bisa datang langsung ke Gedung Wanita Karya Graha, Minggu (2/5) mendatang karena acara ini terbuka untuk umum. Begitu juga bagi yang belum memiliki keturunan bisa mengikuti penyembuhan dengan spiritual Kundalini. Hingga saat ini telah berhasil lahir sebanyak 798 anak laki-laki dan 13 anak perempuan dari hasil mencari keturunan dengan spiritual Kundalini. (r)

PASAR Rakyat yang selama ini digelar Pemkot Denpasar bukan saja mampu meningkatkan ekonomi rakyat secara umum, tetapi secara otomatis juga potensial dalam mengembangkan ekonomi masyarakat setempat. Contohnya pasar rakyat yang dilaksanakan Banjar Taensiat sudah mampu menggali dan mengangkat potensi krama setempat. ‘’Ini bukti riil manfaat pasar rakyat, kita jadi tahu potensi yang dimiliki masing-masing krama banjar,’’ kata Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra ditemui di sela-sela meninjau Pasar Rakyat yang digelar Banjar Taensiat Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara, Kamis (29/4) kemarin. Lanjut Rai Mantra, potensi krama banjar ini ke depan terus dikembangkan dan masing-masing warga yang memiliki skill dalam meningkatkan perekonomian agar membentuk kelompok. Menurut Rai Mantra, saat ini Pemkot sudah melakukan pengelompokan bagi mereka yang menghasilkan berbagai produk kerajinan, termasuk bagi home industry. Untuk itu, Wali Kota Rai Mantra memerintahkan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Made Gatra yang turut mendampingi supaya terus menginventarisasi potensi krama banjar, terutama terkait dengan ekonomi kreatif. Wali Kota Rai Mantra bersama prajuru Banjar Taensiat hampir selama satu setengah jam berada di Pasar Rakyat yang diikuti setidaknya 40 pedagang.

Bali Post/ist

PASAR RAKYAT - Wali Kota Rai Mantra saat meninjau Pasar Rakyat di Br. Taensiat, Denpasar, Kamis (29/ 4) kemarin. Satu per satu stan sempat dikunjungi Wali Kota Rai Mantra. Bahkan, dia tidak canggung berdialog dengan para pedagang sambil mencicipi berbagai produk makanan yang disajikan. ‘’Wah, ini rasanya tidak kalah dengan yang dijual di pasaran, ini krama Banjar Taensiat yang produksi,’’ tanya Rai Mantra saat mencicipi keripik singkong. Mendengar komentar dari Wali Kota Rai Mantra, nampak wajah Ketua Prajuru Banjar Taensiat Wayan Nariana sumeringah sambil menjawab, ‘’Enggih, niki produk wantah asli krama iriki.’’ Mendengar jawaban dari Prajuru Br. Taensiat, Wali Kota Rai Mantra yang juga didampingi Camat Denut Made Mertajaya manggut-manggut sambil melanjutkan perjalanan meninjau stan yang menjual dupa harum. Sebelum Wali Kota Rai Mantra meninjau stan pasar

rakyat, ia terlebih dahulu menyempatkan melihat pameran lukisan hasil karya sang Maestro Bali I Gst. Made Deblog (alm), A.A. Made Kaler serta Gusti Ketut Bunika yang digelar di Br. Taensiat. Selain itu di lokasi yang sama orang nomor satu di lingkungan Pemkot ini juga menyaksikan demontrasi penulisan lontar. Sementara itu, Nariana mengungkapkan kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini selain diisi oleh krama setempat juga melibatkan beberapa pedagang dari luar banjar. Langkah ini dilakukan sebagai motivasi bagi krama-nya dalam meningkatkan kualitas hasil produksi. Kegiatan pasar rakyat ini, menurut Nariana, dilaksankan sebagai bentuk kepedulian krama Br. Taensiat dalam menggali potensi masyarakat di bidang ekonomi kreatif. (r)

Dharmayatra Sulinggih Se-Kabupaten Badung GUNA menambah wawasan dan memantapkan tugasnya, 62 orang sulinggih se-Kabupaten Badung melaksanakan dharmayatra ke Pura Gunung Salak Bogor, Pura Cimahi, Jawa Barat dan Pura Rawamangun, Jakarta, selama tiga hari, dari 29 April - 1 Mei 2010. Selain meningkatkan sradha dan bhakti ke hadapan Hyang Widhi, dharmayatra ini bertujuan sebagai sarana studi banding untuk mengetahui perkembangan umat Hindu di luar Bali. Peserta dharmayatra ini dipimpin langsung Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung Drs. Ida Bagus Anom Bhasma, M.Si. beserta staf jajaran pejabat Pemkab Badung. Selain para sulinggih se-Kabupaten Badung, hadir juga Ketua Harian PHDI Kabupaten Badung Drs. I Nyoman Sukada beserta staf jajarannya. Dharmayatra ini diawali dari Kantor Puspem Badung, yang dilepas oleh Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung Drs. Ida Bagus Anom Bhasma, M.Si. Diharapkan dharmayatra ini dijadikan sarana para sulinggih menjalankan sesana kesulinggihannya. Ditambahkan, dharmayatra sulinggi ini diwujudkan sebagai salah satu bentuk kepedulian dan penghargaan yang besar atas jasa para sulinggih yang telah melayani kebutuhan umat, terkait upacara yadnya sesuai sesana kawikon. Melalui doa para sulinggih, diharapkan ajaran suci ditebarkan terhadap umatnya,

Bali Post/ist

DHARMAYATRA - Sebanyak 62 orang sulinggih seKabupaten Badung melaksanakan dharmayatra ke sejumlah pura di Jawa Barat. sehingga umat dapat berjalan ke arah dharma. Sementara itu, Ketua Harian PHDI Kabupaten Badung Drs. Nyoman Sukada menyatakan para sulinggih patut lebih mendapat perhatian, karena tugasnya sebagai pemimpin umat, dalam memberikan pencerahan rohani dan spiritual, sesuai tuntunan ajaran agama Hindu. Sebuah tugas mulia mengantarkan umatnya hingga mencapai tujuan utama, pemusatan lahir batin ke hadapan Sang Pencipta, Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sementara itu, menurut Direktur Prakerti Indonesia Wisata Tours and Travel Jhony Winadi atau disapa Jro Deny didampingi Sales Marketing Manager Gede Suardana, yang memandu rombongan dharmayatra ini, peserta berkumpul di Puspem Badung sekitar pukul 04.00 pagi, dilanjut-

kan menuju Bandara Ngurah Rai dengan bus travel untuk berangkat ke Jakarta dengan pesawat terbang. Setelah tiba di Jakarta, peserta langsung menuju Pura Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat, untuk berhenti sejenak melaksanakan sembahyang bersama. Usai sembahyang, keesokan harinya, peserta menuju Kota Badung dan melanjutkan perjalanan menuju Pura Cihami, untuk sembahyang bersama, mendoakan alam beserta isinya tetap rahayu agar tercipta kerahayuan jagat. Selanjutnya, peserta untuk berjalan-jalan melihat keindahan alam Gunung Tangkuban Perahu. Usai melihat indahnya nuansa pegunungan, peserta kembali ke Jakarta menuju Rawamangun. Usai sembahyang peserta diajak berjalan-jalan melihat indahnya Keong Mas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (r)

Menuju Tabanan Lebih Maju (4-Habis)

Smasta-Bisma Bersanding Rebut Tabanan 1 dan 2 CERDAS dan intelek. Inilah kesan yang muncul dari duet Ir. IGG Putra Wirasana, M.MA. - I Putu Oka Mahendra, SST.Par., M.M. Kandidat bupati dan wakil bupati nomor urut 3 ini memang mengedepankan rasionalitas dan intelektualitas dalam memimpin Tabanan. Baik Wirasana maupun Mahendra, keduanya merupakan jebolan sekolah terbaik yang ada di Tabanan serta telah mumpuni dengan gelar master dari Universitas Udayana. Wirasana yang alumnus SMAN 1 Tabanan (Smasta) memiliki kompetensi di bidang pertanian. Sementara Mahendra yang alumnus SMAN 2 Tabanan (Bisma) memiliki kompetensi di bidang pariwisata. Sinergi ini tentu saja sejalan dengan potensi Tabanan yang berbasiskan pertanian dan pariwisata. Tak pelak, keduanya sangat potensial membawa perubahan di Tabanan ke arah yang lebih maju. Nama Putra Wirasana sudah tidak asing lagi di percaturan politik Tabanan. Ia adalah wakil bupati pertama di Tabanan dan menjabat selama dua kali periode. Pengalaman selama 10 tahun sebagai ‘’awak’’ dan ‘’sikil’’ (wakil-red), membuatnya tahu betul apa yang dibutuhkan Tabanan selama lima tahun mendatang. Selama menjabat, ia juga tidak pernah tersandung masalah atau memiliki track record yang bersih. Posisinya sebagai penglingsir Jero Subamia, membuat Wirasana memiliki pengaruh besar di Tabanan. Lain halnya dengan Oka Ma-

Jumat Pon, 30 April 2010

PB PGRI Tolak Penghapusan Ditjen PMPTK Sertifikasi Guru Terancam Gagal Denpasar (Bali Post) Ganti menteri ganti kebijakan. Hal itu tak terbantahkan setelah Mendiknas lewat PP No. 24/2010 akan menghapus Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK). PB PGRI menilai kebijakan ini dikhawatirkan membuat sertifikasi guru yang dulu ditangani PMPTK gagal total. Untuk menyikapi kebijakan Mendiknas ini, jajaran PGRI Bali, Kamis (29/4) kemarin melakukan konsolidasi untuk menentukan sikap kritis terhadap pemerintah. Di acara itu Ketua Umum PGRI Pusat Dr. Sulistiyo, M.Pd. menegaskan PGRI menolak tegas penghapusan Ditjen PMPTK. Termasuk akan mengerahkan para guru di daerah untuk menggelar demo jika tuntutan ini tak dipenuhi pemerintah. Namun, Sulistiyo menekankan demo yang digelar tak boleh anarkis. Hadir pada konsolidasi kemarin Ketua PD PGRI Bali Drs. Gusti Lanang Jelantik, M.Si., Sekum Drs. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd. beserta pengurus harian, Ketua PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. dan Ketua PGRI Badung Drs. Karya Ariestha, M.Pd. serta Ketua PPLP Dasmen PGRI Bali Drs. Redha Gunawan. Ketua PB PGRI Bali Gusti Lanang Jelantik, M.Si., Ketua PGRI Kota Denpasar Nengah Madiadnyana dan

Bali Post/ist

KONSOLIDASI PGRI - Ketua Umum PB PGRI Pusat Sulistiyo (paling kanan) didampingi Gusti Lanang Jelantik dan Gede Wenten Aryasudha saat konsolidasi dengan jajaran PGRI Bali. Ketua PGRI Badung Karya fesi. Jika ini dimasukkan ke Ariestha menyatakan dukungan moral terhadap sikap Ditjen Pembinaan Usia Dini PB PGRI Pusat. PGRI Bali, (PAUD) Sulistiyo mengatakata Lanang Jelantik, ikut kan dikhawatirkan terkotakpeduli lantaran menyangkut kotaknya guru SD, SMP dan nasib guru di daerah. Apala- SMK sehingga mengganggu gi berhubungan dengan pel- pelaksanaan UU Guru dan ayanan sertifikasi guru dan Dosen. Difinisi guru PAUD kesejahteraan guru. pun jadi hilang. PB PGRI, katanya, sudah ‘’Bagaimana cara menyampaikan sikap kami perlu kon- mengajukan permohonan kesolidasi,’’ ujarnya. pada DPR-RI dan Sulistiyo mengungkapkan Mensekneg, bahkan berkirim keberadaan Ditjen PMPTK surat ke Presiden meminta selama ini membantu men- PMPTK tetap dipertahangantarkan peningkatan kese- kan. Ia menengarai adanya jahteraan guru, tiba-tiba tan- tarik-menarik terhadap pa ada kajian yang jelas alokasi resource yang belaMendiknas membubarkan kangan ini banyak tersedot Ditjen ini. Makanya PGRI untuk profesionalisme guru. ngotot mempertahankan ‘’Jika dibubarkan guru makin PMPTK untuk tetap menan- dimarginalkan dalam kongani sertifikasi guru dan teks pembangunan pendidipembayaran tunjangan pro- kan,’’ ujarnya. (025)

Indikasi Curang dalam Pengiriman Surat Panggilan

Relawan Diajak Pantau Kerja Petugas TIM dan Relawan pemenangan Cabup-Cawabup Sudirta-Astawa mengendus mulai ada kecurangan di Pilbup Karangasem. Indikasinya, di kantong-kantong pendukung Sudirta-Astawa, surat panggilan tidak dikirim ke pemilih, tetapi ‘’disimpan’’ oleh oknum kadus ataupun KPPS, untuk nantinya digunakan ke kandidat yang bersedia membayarnya, guna memperoleh kemenangan. Model-model kecurangan seperti ini merupakan cara klasik untuk memenangkan kandidat tertentu yang punya kekuasaan untuk memanfaatkan oknum KPPS melalui kadus tertentu. ‘’Kami mengajak relawan Bhinneka Tunggal Ika dan Tim Pemenangan PDI-P, serta rekan-rekan aliansi 11 parpol, mari sama-sama kontrol kerja semua pihak. Kalau ada yang belum mendapat panggilan sampai tanggal yang seharusnya diterima, cek dulu ke kepala dusun atau petugas lain,’’ kata Ketua Relawan Bhinneka Tunggal Ika, Wayan Ariawan. Ia menegaskan hal itu Kamis (29/4) kemarin, usai menghadiri simakrama di Kecamatan Rendang dengan warga Dadia Pengalangan dan warga Dukuh di Dusun Pemuteran Desa Pempatan, Br. Puragae Desa Pempatan, di Dusun Keladian dengan 4 kelompok yakni Kelompok Arta Dana, Karya Dewi, Darma Putra dan Winangun Sari, di Kecamatan Manggis dengan tokoh pemuda dan banjar sekedesaan Desa Tenganan, di Kecamatan Sidemen dengan tokoh Pasek dari Kecamatan Rendang, Kecama-

tan Sidemen dan Kecamatan Selat di Br. Santi, di Kecamatan Sidemen dengan beberapa Dadia Pasek Tohjiwa. Sehari sebelumnya, Rabu (28/4), Made Sumiati, Wakil Ketua PDI-P Bali, dan Ketua Relawan Bhinneka Tunggal Ika Kecamatan Selat Gusti Susila melakukan simakrama di Desa Pakraman Geriana Kangin, Dusun Padangaji, serta Br. Presana Desa Sebudi Kecamatan Selat, di Kecamatan Manggis di Gria Giri Merta dengan Pandita Mpu Nabe Dwi Prama Dharma. Jumat (30/4) hari ini, rombongan Sudirta-Astawa dijadwalkan masimakrama di Br. Buda Manis Desa Padang Kerta, warga Muslim Desa Kecicang, Dadia Penataran Br. Jerukmanis, Br. Sidakarya Pekandelan, Br. Taman Kota Karangasem. Selain visi dan misi, peserta simakrama ternyata tertarik menyaksikan Debat Cabup Karangasem, Rabu (28/4) malam yang disiarkan langsung oleh Bali TV. Secara keseluruhan, debat berlangsung menarik, dengan lontaran kri-

tik tajam dari tiga kandidat di luar incumbent Wayan Geredeg. Debat mengangkat tema tentang membangun pemerintahan yang bersih dan bebas KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Sayang, ada pendukung di barisan kursi Geredeg-Sukarena meneriakkan yel-yel yang sangat mengganggu ketika tiga kandidat lain memaparkan visi dan misi. Padahal keempat kandidat sudah sepakat, tidak ada teriakan apa pun selain tepuk tangan di akhir tiap sesi paparan. Sementara pendukung ketiga kandidat duduk tenang dan tak terpancing, biarpun pendukung Geredeg terus berteriak. Karena terus mengganggu, Sudirta sempat mengomentari peneriak yel-yel itu dengan mengatakan ‘’kandidat’’ yang memakai preman apakah masih layak untuk dipilih? Yel-yel Geredeg-Sukarena mulai muncul ketika kandidat lain ‘’menyerang’’ kebijakan Geredeg yang disebut tidak transparan, korup dan penuh penyimpangan. (r)

BP/ist

I Wayan Sudirta dan I Wayan Astawa

’’Workshop’’ Akademik Universitas Mahendradatta 2010

Unmar Dirikan 15 Unit LP2M di Seluruh Bali

Bali Post/ist

IGG Putra Wirasana dan I Putu Oka Mahendra hendra, nama politisi muda ini memang baru mencuat setelah dirinya menjadi Wakil Ketua Komisi III DPRD Tabanan 20092014 dan terlibat sebagai kandidat wakil bupati pada pemilukada Tabanan. Uniknya, ia mengaku tidak pernah terpikir untuk terjun di dunia politik. ‘’Tahun 2003 saya mulai tertarik masuk politik praktis. Menjadi wakil rakyat merupakan keterpanggilan untuk berbagi apa yang telah saya miliki pada masyarakat,’’ ujarnya. Pria kelahiran Pejaten, 12 Juni 1966 ini merupakan putra dari I Made Tanteri, seorang purnawirawan Polri yang berhasil membangkitkan Desa Pejaten menjadi sebuah desa penghasil genteng dan keramik yang maju dan terkenal. Sebelum terjun di dunia politik, Oka Mahendra telah berkibar sebagai wirausahawan muda yang sukses di Pejaten. Sejak kecil, ia memang telah dididik untuk mandiri.

Di sisi lain, Wirasana menilai Oka Mahendra sebagai sosok yang wajar dan sederhana. ‘’Tidak berlebihan, ini kami jadikan sebagai modal kerja sama untuk saling menutupi kekurangan serta saling mendukung untuk membangun Tabanan,’’ ujar Wirasana menilai pria yang aktif di berbagai organisasi kepemudaan tingkat nasional tersebut. Sebagai politisi muda, Mahendra yang kini menjabat sebagai Presiden Melilea Bisnis Association Bali dan mantan Ketua DPD KNPI Tabanan memang memiliki karisma sebagai pemimpin yang sederhana, rendah hati, dan apa adanya. Ia juga dekat dengan masyarakat sesuai dengan falsafah hidupnya yakni bekerja untuk beryadnya dengan konsep ngayah dan mengabdi pada seluruh umat. Ide-idenya segar sesuai dengan kebutuhan Tabanan saat ini. (r)

UNIVERSITAS Mahendradatta (Unmar) di bawah kepemimpinan Rektor Termuda di Indonesia, Dr. Shri I Gst. Ngrh. Arya Wedakarna MWS III, makin melebarkan sayapnya ke seluruh Bali. Pada tahun ajaran baru 2010/2011, salah satu universitas tertua di Indonesia ini akan meresmikan 15 unit Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) setidaknya 9 kabupaten/kota di Bali. Yang mana unit-unit penelitian ini akan diberdayakan oleh dosen-dosen lokal Unmar yang tersebar di seluruh Bali. Demikian diungkapkan Dr. Wedakarna di sela-sela meninjau pelaksanaan Workshop Unmar tahun 2010 di Bedugul, Tabanan, Minggu (25/4) lalu. ‘’Unmar kini akan bangkit untuk menuju PTS terunggul di Bali, seiring dengan jumlah mahasiswa yang terus meningkat, Unmar wajib menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat, baik itu berupa penambahan unit kampus, penyempurnaan materi kurikulum akademik serta meningkatkan penelitian dan pemberdayaan masyarakat di daerah,’’ ungkap Wedakarna. Dalam workshop tersebut, 80 dosen pilihan dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, FISIP dan Fakultas

Hukum mengadakan workshop selama dua hari dengan sejumlah agenda yakni membahas visi-misi fakultas, penyempurnaan silabus dan SAP untuk materi pengajaran, serta membahas metode pengajaran baru yang akan dipergunakan serempak di seluruh kampus Unmar pada tahun ajaran baru 2010/2011 yang akan dimulai bulan Agustus 2010. ‘’Unmar memiliki kekuatan sejarah sebagai PTS tertua di Bali dan salah satu tertua di republik ini. Siapa pun tidak bisa menghapuskan sejarah tersebut, dan Unmar akan

bertekad untuk menjadi universitas global namun tetap berciri khas Indonesia. Unmar adalah universitas yang mempunyai karakter dan prinsip. Ini menjadikan Unmar berbeda dengan PTS lain, bahwa ideologi di Unmar sangat kental,’’ ungkap I Wayan Wisadnya, S.H., M.H. selaku Ketua Panitia Workshop. Workshop selama dua hari ini pun akan dirancang secara rutin menjelang tahun ajaran baru, baik untuk program S-1 maupun S-2, sebagai wujud untuk menjaga kualitas materi pengajaran dan kurikulum Universitas Mahendradatta. (r)

Bali Post/ist

KAMPUS TERTUA - Sebanyak 80 dosen pilihan dari unsur dosen yayasan dan dosen Kopertis di lingkungan Unmar mengikuti workshop selama dua hari di Bedugul, Tabanan untuk menyempurnakan kurikulum tahun ajaran 2010/2011 dan persiapan peresmian LP2M Unmar di 9 kabupaten/kota se-Bali.


OLAH RAGA

Jumat Pon, 30 April 2010

Kekalahan Termanis Barcelona -

Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, selalu kecewa dengan kekalahan, tetapi tidak saat ditaklukkan Barcelona 0-1 pada laga kedua babak semifinal Liga Champions, Kamis (29/4) kemarin. Ia menyebut hasil di Nou Camp itu sebagai kekalahan terindah dalam hidupnya karena Inter tetap lolos ke babak final. Inter selamat dari gempuran Barca meski bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari satu jam. Mereka hanya kebobolan gol dari Gerard Pique untuk mencapai babak final dengan keunggulan agregat 3-2. “Hari ini benar-benar menegangkan. Melawan tim sekelas Barcelona dengan 10 orang adalah hal yang bersejarah, seperti dongeng,” sebut Mourinho. “Ini kekalahan termanis dalam hidup saya, namun para pemain tidak layak kalah. Kami sempurna dalam taktik dan pertahanan. Kami menunjukkan disiplin tinggi. Kami bekerja sangat keras

untuk tidak memberikan mereka ruang,” lanjutnya. Mourinho sungguh emosional. Sejak menit pertama ia tidak bisa diam di pinggir lapangan. The Special One bereaksi atas setiap keputusan wasit, termasuk menertawakan kartu merah yang diterima Thiago Motta. Ia bahkan sempat keluar dari area teknis pelatih untuk memberikan instruksi kepada Cristian Chivu yang membuat babak kedua dihentikan sesaat. Begitu peluit akhir dibunyikan, Mourinho berlari ke arah pemainnya di tengah lapangan. Ia menghadap ke

tribun di mana suporter Inter berkumpul dengan mengangkat tangannya. Pria asal Portugal ini sempat bersitegang dengan kiper Barca, Victor Valdes, sebelum dipisahkan oleh petugas keamanan. “Saya kira tim yang sudah memenangkan semuanya tidak mengetahui bagaimana rasanya kalah. Mereka pecundang, saya juga. Valdes berpikir saya memprovokasi fans tuan rumah. Padahal saya ingin merayakan dengan fans saya. Itu hak saya,” koar Mourinho. Meskipun tidak begitu menyukai Barca, Mourinho tidak menolak melatih klub

ini suatu saat nanti. Apalagi ia pernah bekerja di Nou Camp sebagai asisten pelatih Bobby Robson dan Louis van Gaal yang kini menangani Bayern Munich. “Seorang pelatih akan bodoh bila mengatakan tidak pada Barcelona. Namun, sulit mengubah benci menjadi suka,” katanya merujuk perlakuan buruk yang diterimanya dari suporter tuan rumah. Mourinho mengaku sangat menghormati Munich yang menjadi lawan pasukannya pada final 22 Mei mendatang. “Bayern adalah tim besar dengan pelatih hebat. Mereka contoh bagi banyak klub. Mereka bertahan bersama van Gaal ketika menjalani awal buruk dan sekarang mereka di final,” puji mantan arsitek Chelsea ini. (adn/rtr)

Matinya Sepak Bola Indah Barcelona Keberhasilan Inter Milan menyingkirkan juara bertahan Barcelona di babak semifinal Liga Champions menuai kecaman. Kemenangan pasukan Jose Mourinho ini dianggap menghancurkan roh dari permainan sepak bola indah. Kritik pedas datang dari gelandang Barcelona, Yaya Toure. “Inter diam di belakang dan bertahan. Hasil ini menyedihkan bagi fans dan tim. Kami tidak dapat melakukan apa pun dengan cara bermain lawan yang seperti itu, apalagi wasit tidak membantu kami. Kami tahu apa yang ingin kami lakukan, tetapi keberuntungan tidak bersama kami,” keluhnya. Pelatih Barca, Pep Guardiola, juga dibuat frustrasi meskipun sudah menurunkan formasi menyerang. “Ketika tim bertahan seperti Inter, kita harus membuka lapangan dan

mencoba memanfaatkan keuntungan di tengah, namun kami tidak mampu bekerja sama dengan baik dan duel satu lawan satu selalu menimbulkan pelanggaran,” ungkapnya. Mourinho memiliki jawaban khusus atas taktiknya itu. Ia terpaksa mengubah strategi bermainnya sejak menit pertama karena penyerang Goran Pandev yang biasa dimainkan bersama Milito dan Eto’o cedera saat pemanasan. Sebagai gantinya diturunkan Cristian Chivu sehingga formasinya lebih defensif. Perubahan lebih mencolok terlihat setelah keluarnya gelandang Thiago Motta pada menit ke-28. “Selalu sulit bermain dengan sepuluh orang, apalagi melawan Barcelona. Itu hampir mustahil. Saya tidak menghendaki penguasaan bola. Di laga pertama kami bermain lebih dekat ke area mereka dan di sini kami hanya ingin bertahan,” kilahnya. (adn/afp)

Munich Senang Lawan Inter Munich Pemain-pemain Bayern Munich gembira bisa bertemu Inter Milan di babak final Liga Champions di Santiago Bernabeu, 22 Mei mendatang. Inter lolos setelah mendepak juara bertahan Barcelona lewat agregat 3-2, Kamis (29/4) kemarin, sedangkan Munich melenggang lebih dulu dengan menyingkirkan Olym-

pique Lyon. “Saya juga berharap kami bertemu Inter,” kata gelandang Bastian Schweinsteiger. Bek Philipp Lahm juga senang karena Munich tidak menghadapi Barcelona. “Inter lebih cocok dengan kami. Kami belum ada di akhir perjalanan, sekarang adalah bagian terbaik dari musim ini,” sebut Lahm. Pelatih Munich, Louis van

Gaal, sudah mengungkapkan keinginannya bertemu Inter sebelum laga kedua babak semifinal di Nou Camp digelar dini hari tadi. “Saya pikir kami akan memiliki peluang lebih banyak melawan Inter daripada melawan Barcelona. Inter tak menyerang segencar Barcelona,” jelasnya. Ia menantikan pertemuan dengan teman lamanya Jose Mourinho yang melatih Inter.

as

AHLI

aw

p

ya

ra

INTERIOR MOBIL l l l l l l

SETIAP PEMASANGAN SARUNG JOK + KARPET

JOK KULIT/SEMI KULIT DOOR TRIM PLAFON, KARPET BKS/CAT DASBOARD SALON MOBIL PAINT PROTECTION

Kwalitas dan Mutu Terjamin

GRATIS SALON INTERIOR!

JL. GN. AGUNG 183 DENPASAR, TELP. (0361) 424390 C.541302-mbl

Keduanya dulu pernah bekerja sama di Barcelona. Mourinho menjadi penterjemah pelatih asal Belanda itu. Bek Munich lainnya, Diego Contento, yang memiliki darah Italia, menilai Inter lebih lemah daripada Barcelona. Sementara sayap Arjen Robben tertarik bereuni dengan rekan senegaranya dari Belanda, Wesley Sneijder, yang dulu pernah samasama memperkuat Real Madrid. “Kami berdua harus meninggalkan Real Madrid,” kenang Robben. (adn/ap)

AHLI RAYAP / BUBUK DAN BERPENGALAMAN DALAM PEMBASMIAN HAMA / SERANGGA DAN TIKUS

RAPECON

CV. RAMAYANA PEST CONTROL ENVIROMENT CONTROL Authorized Operator :

Sentricon

Colony Elimination System

HUBUNGI : RAPECON Bldg. 2nd Floor Jl. Imam Bonjol XI / 7 Denpasar 80119 Telp. (0361) 484773, Fax. (0361) 483232, email : rapecon@yahoo.co.id G.211-rpa

C.546253-pend

9

Bambang Pamungkas Angkat Persija Jakarta (Bali Post) Dua gol yang dicetak striker Bambang Pamungkas membawa Persija Jakarta naik ke posisi lima besar klase-

men sementara Djarum Liga Super Indonesia 2009/2010. Tim Macan Kemayoran menundukkan PSM Makassar 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung

Karno, Jakarta, Kamis (29/4) sore kemarin. Bambang mengoyak gawang PSM pada menit ke-29 dan 65. Dengan hasil ini, Per-

sija mengoleksi 43 poin dari 29 pertandingan. PSM bertahan dengan nilai yang sama namun kalah dalam selisih gol. Pelatih Persija, Maman Suryaman, berharap Bambang dapat terus mencetak gol di laga-laga berikutnnya. (ant)


OLAH RAGA

10 Porsenijar Klungkung

Hari Ini Final Basket Semarapura (Bali Post)Partai final cabang bola basket Porsenijar Klungkung yang berlangsung Jumat (30/4) ini, dipastikan sengit. Dua tim yang merupakan musuh bebuyutan, yakni SMAN 1 Semarapura dan SMAN 2 Semarapura, akan bertarung untuk memperebutkan juara satu atau medali emas. Kedua tim lolos ke babak final setelah mengalahkan lawan-lawannya sejak penyisihan hingga semifinal. Menurut Seksi Olahraga Kepanitiaan Porsenijar Ketut Budiarta, Kamis (29/ 4) kemarin, pertandingan

final dilaksanakan di GOR Suwecapura, Gelgel, mulai pukul 08.00 wita. Sementara itu, beberapa cabang olahraga telah mengakhiri pertandingan final di antaranya bulu tangkis dan renang. Untuk tingkat SD, kedua emas cabang tersebut direbut Kecamatan Klungkung. Khusus bulu tangkis, juara dua diraih Kecamatan Dawan dan ketiga Banjarangkan. Bulu tangkis tingkat SMP, medali emas disabet SMPN 1 Semarapura, perak digaet SMPN 1 Dawan dan perunggu untuk SMPN

2 Dawan. Di tingkat SMA, tiga besar dikuasai SMAN 1 Semarapura, SMAN 1 Dawan dan SMAN PGRI Klungkung. Cabang renang, juara tingkat SD diraih Kecamatan, disusul Klungkung dan Kecamatan Banjarangkan. Tingkat SMP dijuarai SMPN 1 Semarapura, diikuti SMPN 2 Semarapura dan SMPN 2 Banjarangkan. Sementara pada tingkat SMA, gelar juara digaet SMAN 1 Semarapura, urutan kedua SMAN 1 Dawan dan peringkat ketiga SMAN 2 Semarapura. (kmb20)

Jumat Pon, 30 April 2010

Jala Putra Unggul Kejuaraan Tembak Bali Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Jala Putra Tanjung Benoa mengungguli Purnama Seminyak 21 (0-1) dalam pertandingan Grup C turnamen Piala Pesanku IV/2010 di Lapangan Samudra Kuta, Kamis (29/4) kemarin. Sementara pada partai Grup A, Guntur bermain tanpa gol melawan Birlian. Purnama unggul lebih dulu pada menit ke-5 lewat tendangan spekulasi jarak jauh Kadek Septiawan yang gagal diblok kiper Samuel. Di babak kedua Jala Putra mampu menyamakan kedudukan melalui gol Widyana pada menit ke-55 meneruskan umpan datar Kadek Adi Dwipayana. Gol penentu kemenangan Jala Putra dihasilkan dari tendangan bebas Mudiana pada

menit ke-69. Akan tetapi Mudiana harus meninggalkan lapangan usai membobol gawang Purnama yang dikawal Ketut Darwanto. Wasit Bagiarta mengganjarnya dengan kartu kuning kedua yang disusul kartu merah gara-gara melepas baju untuk merayakan gol yang dibuatnya. Mudiana menerima kartu kuning pertama pada menit ke-58 karena nyelonong masuk ke lapangan tanpa seizin

wasit atau asistennya dan kontan merebut bola usai mendapatkan perawatan di pinggir lapangan lantaran pahanya cedera. Pelatih Jala Putra, Made Tromat, menyebut asuhannya unggul stamina karena rutin digenjot fisiknya di pantai. Sementara arsitek Purnama, Bambang Subandrio, menyesali pemainnya yang tidak bisa memanfaatkan sederet peluang emas. (022)

Semarapura (Bali Post) Pengcab Perbakin Klungkung menggelar kejuaraan tembak terbuka se-Bali di lapangan tembak Paksebali. Ajang yang melibatkan pelajar SD, SMP, SMA, umum dan eksekutif ini dibuka Wakil Bupati Klungkung Cok. Gede Agung, Jumat (29/4) kemarin. Wakil Bupati Klungkung, Ketua Umum Pengcab Perbakin Drs. M. Yudi Hartanto, Dandim 1610/Klungkung Kriswan Hariadi dan Ketua Harian Pengprov Perbakin Wirawan Hadi ikut berkompetisi pada nomor centre fire eksekutif. Menurut Ketua Panitia Anak Agung Sayang, peserta dikelompokkan menjadi

tiga, yaitu pelajar, pemula dan senior. Mereka turun pada nomor air rifle hunting, air rifle match, air pistol, centre fire ISSF, tembak reaksi dan metalik silloutte. Setiap peserta diberikan kesempatan tiga kali menembak pada jarak 10 meter, 20 dan 25 meter. Hanya catatan nilai tertinggi dihitung panitia untuk menentukan gelar juara. Jumlah peluru yang harus dilepaskan 30 hingga 40 butir. Sayang yang juga salah satu pelatih terbaik Pengcab Perbakin Klungkung menambahkan, para juara baru bisa ditentukan pada Minggu (1/5) nanti sekaligus dilangsungkan acara penutupan. (kmb11)

NATALIA ORIGINAL PARFUM

Kenzo, Issey Miyake, Bulgari, Escada, DVD, D&G Chanel, Paris Hilton, Mariah Carey, Estelauder, CK, Lacoste, Etc

O Pertokoan Kerta Wijaya Blok B14-16 Jalan Maluku Denpasar Telp. (0361) 234715 - 232853, Fax. (0361) 234715 C.539061-rpa

C.542416-bgn

C.538671-bbn

C.543155-rmh


OLAH RAGA

Jumat Pon, 30 April 2010

11

Nuggets Masih Berpeluang Denver Denver Nuggets menjaga peluang di babak playoff Wilayah Barat NBA dengan mengalahkan Utah Jazz 116-102 pada pertandingan kelima, Kamis (29/4) kemarin. Kemenangan di Game 5 itu menghindarkan Carmelo Anthony dkk. tersingkir dini di putaran pertama. Anthony mendonasikan 26 poin dan 11 rebound, JR Smith membuat empat tembakan tiga angka krusial dan Chauncey Billups menghasilkan 21 poin untuk Nuggets. Mereka berhasil mengatasi cedera lutut kiri yang dialami pemain tengah Nene di paruh pertama. “Kami sukses karena permainan tim,” cetus Anthony. “Kami bisa mengumpan bola, bermain padu, membantu satu sama lain jadi lebih baik, dan malam ini kami menang.”

Nuggets mencoba menjadi tim pertama dalam empat tahun yang membalikkan defisit 1-3 di playoff. Meskipun Nuggets kini menipiskan skor dalam sistem best-of-seven ini menjadi 2-3, Jazz masih memiliki kesempatan untuk menyelesaikan persaingan pada laga keenam di kandang, Jumat (30/4) ini. Pemain-pemain Nuggets berhasil mengatasi ketegangan yang muncul diantara mereka setelah kalah pada dua laga pertama di Salt Lake

City. Smith ketika itu dianggap terlalu egois, sementara Anthony mengakui tidak bisa memenangkan seri ini hanya dengan dirinya sendiri. “Di saat seperti ini kita belajar banyak mengenai tim. Kami tertinggal 1-3 dan menghadapi tim yang sangat bagus,” ujar Billups. “Kami tidak memiliki satu orang yang bisa melakukan hal itu. Setiap orang sangat fokus hari ini, bertanding dengan serius dalam mencoba memperpanjang seri,” jelasnya.

Nene menjadi satu-satunya starter yang tidak mencetak poin dua digit, padahal pemain-pemain cadangan Nuggets mengkontribusikan 37 poin. “Itu mimpi setiap pelatih. Setiap pelatih menginginkan skor berimbang,” kata pelatih Adrian Dantley. Kerja keras tim membantu Nuggets meredam penampilan bintang Jazz, Deron Williams. Setelah Williams rata-rata menciptakan 27,6 poin dan 12 rebound dalam empat pertandingan pertama, Nuggets memasang Billups untuk mengawalnya bukan Aaron Afflalo. Dan startegi itu berhasil mematikan meredam pergerakannya. Williams mengatakan pe-

rubahan pemain yang menjaganya tidak menjadi masalah buatnya dan ia membuktikan dengan menghasilkan 34 poin plus 10 assist. 25 poin lainnya didapat dari Carlos Boozer yang melengkapi penampilannya dengan 16 rebound. Namun Kyrylo Fesenko yang bermain solid sebagai pelapis absennya Andrei Kirilinko dan Mehmet Okur, hanya finis dengan tiga poin dan enam rebound. Dalam pertandingan lainnya, Milwaukee Bucks mempermalukan Atlanta Hawks di depan pendukungnya sendiri. Bucks yang unggul 91-87 dan memimpin 3-2, memerlukan satu kemenangan lagi untuk meraih tiket ke putaran berikutnya. (adn/afp)

Bali Post/afp

TERTINGGAL - Motor serangan Denver Nuggets Carmelo Anthony (kanan) akan melewati penjagaan pemain Utah Jazz C.J. Miles dalam pertandingan playoff kompetisi NBA, Kamis (29/4) kemarin. Nugetts menundukkan Jazz 116-102 namun tertinggal 2-3 secara keseluruhan.

Paket Promo CCTV 250 320

C.530552-rpa

Tlp. (0361) 889 3788, 877 4848 C.516411-rmh

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS UDAYANA Telp (0361)701812,701954,701779 Fax : (0361) 701907

PMDK PERIODE MEI TH. 2010

C.545186-rpa

C.545220-pend


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 30 April 2010 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu