20 HALAMAN
NOMOR 8 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA
E-mail: balipost@indo.net.id
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (148 rb Like) http://facebook.com/balipost
KAMIS PAING, 25 AGUSTUS 2016
Pengemban Pengamal Pancasila
Gempa di Italia
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Sri Mulyani ’’Hujan’’ Pujian di DPR-RI
38 Tewas, Puluhan Hilang Kota Vatikan – Gempa 6,2 SR mengguncang Kota Amatrice, Accumoli, dan Aquata del Tronto di Italia Tengah, Selasa (23/8) sekitar pukul 03.36 dini hari waktu setempat menurut laman Guardian. Amatrice adalah salah satu kota di pegunungan yang terdampak gempa. Setidaknya 38 orang diyakini tewas, puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Atas peristiwa itu, Paus Francis pun membatalkan pidato ke khalayak umum pada Rabu (24/8) kemarin dan sebagai gantinya berdoa bersama orang-orang untuk para korban dan penyintas. ‘’Mendengar dari Wali Kota Amatrice mengatakan bahwa kotanya tidak ada lagi, dan mendengar bahwa ada anak-anak di antara korban, saya sangat sedih,’’ katanya di hadapan puluhan ribu orang yang berkumpul di Lapangan St. Peter untuk menghadiri pertemuannya dengan khalayak. Paus Francis mengatakan ia akan menunda khotbah tentang ajaran agama mingguannya sampai pekan depan dan meminta warga mendoakan korban gempa bersama dia, demikian menurut kantor berita Reuters. Hal. 19 Terasa di Bangkok
MENTERI Keuangan Sri Mulyani mendapatkan berbagai sambutan dan pujian ketika menghadiri rapat kerja pertama bersama Komisi VI DPR-RI mewakili Menteri BUMN mengenai penyertaan modal negara (PMN) di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/8) kemarin. Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI dari Fraksi Portai Golkar Dodi Reza Alex Nurdin yang memimpin rapat memberikan selamat kepada Sri Mulyani yang terpilih sebagai Menteri Keuangan dalam perombakan Kabinet Kerja yang kedua. Pujian juga datang dari Fraksi Partai Demokrat yang disampaikan Sartono. Ia menyatakan kehadiran Sri Mulyani pada pemerintahan membuat optimis perekonomian Indonesia. ‘’Selamat datang kembali Ibu Sri Mulyani sudah bersedia membantu di Kabinet Kerja. Dengan hadirnya Ibu Sri Mulyani kita diingatkan kembali ke tanah, tidak lagi di awang-awang. Saya juga percaya pemotongan anggaran yang dilakukan ibu itu keputusan yang sangat jernih dalam ekonomi yang sangat slowdown dalam anggaran yang optimis sekali. Itu keputusan yang tepat di waktu yang tepat,’’ kata Sartono. Pujian yang disampaikan perwakilan Fraksi Partai Demokrat tersebut ditanggapi dengan kelakar oleh Dodi yang memimpin sidang sebagai pernyataan dari pimpinan Partai Demokrat. ‘’Pesan eksplisit dari Cikeas disampaikan,’’ ujar Dodi yang diakhiri tawa. Selain itu, sambutan hangat juga datang dari Fraksi Partai Gerindra yang disampaikan Bambang Haryo Soekartono dengan menaruh harapan ekonomi lebih baik di tangan Menteri Keuangan Sri Mulyani. ‘’Selamat atas dilantiknya Ibu Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan. Semoga menjadi perubahan terhadap ekonomi kita yang agak berantakan sedikit menjadi lebih baik,’’ katanya. Hal. 19 Banyak Kontra
KORBAN GEMPA Tim penyelamat mencari korban gempa di tengah puing-puing menyusul gempa bumi di Amatrice Italia, Rabu 24 Agustus 2016. Bali Post/ap
Kasus Ranperda Reklamasi
Jokowi Setuju Bentuk Yayasan Dana Olahraga
Sanusi Didakwa Terima Suap Rp 2 Miliar
Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui pembentukan yayasan dana olahraga yang akan menangani pemberian bantuan dan pembinaan bagi atlet berprestasi. ‘’Alhamdulillah Bapak Presiden baru saja menyetujui agar membentuk yayasan pendanaan olahraga,’’ kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Rabu (24/8) kemarin. Pembentukan yayasan, menurutnya, diperlukan karena alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pemberian bonus bagi atlet berprestasi tidak sebesar yang diharapkan. ‘’Termasuk APBN, untuk masa depan atlet yang sudah mulai kami anggarkan tahun 2016 ini harus berjalan sampai kapan pun. Maka harus dibutuhkan yayasan atau lembaga yang di-support oleh semua masyarakat untuk mendanai olahraga,’’ katanya. Hal. 19 Harus Dikontrol
Jakarta (Bali Post) – Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi menerima suap Rp 2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dan melakukan pencucian uang sebesar Rp 45,28 miliar. Saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (24/8) kemarin, jaksa penuntut umum KPK Ronald Worotikan mengatakan Mohamad Sanusi menerima hadiah berupa uang dari Ariesman yang diberikan secara bertahap lewat Personal Assistant PT Agung Podomoro Land (APL) Trinanda Prihantoro. Hal. 19 Fauzi Bowo
’’Gila kalau Seperti Ini Bisa Pidana Korupsi’’
Sarjana Tanpa Rokok P U N C A K Dies Natalis ke33 dan Wisuda Sarjana ke-37 IKIP PGRI Bali, Kamis (25/8) ini dijadikan momentum Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. untuk memperkuat komitmennya m e n c e t a k s a rjana yang profeI Made Suarta sional, berkarakter, tanpa rokok dan narkoba. Apalagi IKIP PGRI Bali ditetapkan oleh Aptisi Pusat sebagai kampus bebas asap rokok. Ketika pemerintah mewacanakan menaikkan harga rokok hingga Rp 50.000 per bungkus, Rektor Made Suarta tampak manggut-manggut. ‘’Bukan hanya 100 persen setuju melainkan seribu persen setuju,’’ tegasnya, Rabu (24/8) kemarin. Bahkan di acara wisuda ini dia akan kembali mengingatkan calon guru dan alumni IKIP PGRI Bali adalah sarjana tanpa rokok. Civitas akademika IKIP PGRI Bali harus menjadi panutan, baik di kampus maupun di luar kampus sebagai insan yang tak merokok. Bahkan, diminta berperan mengampanyekan agar generasi muda menghindari rokok. Hal. 19 Sejak Kuliah
grafis/asd/Bali Post
BEBERAPA kali pertemuan dengan pengembang, akhirnya Sanusi berinisiatif menelepon kakaknya, Mohamad Taufik. Pada 4 Maret 2016, Sanusi menelepon M. Taufik, dan melaporkan sudah bertemu Ariesman dan menyatakan ada permintaan mengubah rumusan pasal Ranperda RTRKSP terkait kontribusi tambahan yang semula 15 persen dikali luasan wilayah yang bisa dijual menjadi akan diatur di peraturan gubernur dan akan diatur dengan perjanjian kerja sama antara gubernur dan pengembang’’. Hal. 19 Tulisan Tangan
Dermaga ’’Cruise’’ Mangkrak
Warga Tanah Ampo Tagih Janji Pemda DERMAGA kapal cruise Tanah Ampo, Manggis, sudah tuntas tahun 2008. Namun sampai kini proyek dermaga yang menelan dana lebih dari Rp 120 miliar itu mangkrak. Dermaga yang digadang-gadang disinggahi ribuan wisatawan per tahun itu, dibangun patungan tiga lembaga. Pemkab Karangasem menganggarkan sekitar Rp 4 miliar untuk pembebasan lahan dan membangun jalan lingkar berhotmix. Pemprov Bali membangun sejumlah bangunan di darat, seperti gedung untuk administrasi dan gedung transit wisman. Sementara dari APBN lebih dari
Rp 120 miliar digunakan untuk membangun lantai dermaga. Namun apa dikata, sampai kini dermaga yang disebut-sebut terbessr di Asia Tenggara itu belum beroperasi alias mangrak. Akibatnya, banyak warga Tanah Ampo dan sekitarnya kini belum memiliki lapangan pekerjaan. ‘’Dulu dijanjikan akan dapat pekerjaan dengan adanya dermaga ini. Namun sampai sekarang janji itu belum terbukti,’’ kata Bendesa Pakraman Tanah Ampo I Gede Suyadnya, Rabu (24/8) kemarin. Sebenarnya, lanjut Suyadnya, warganya berharap kalau dermaga itu segera dioperasikan.
Harapannya, warga ada bekerja sebagai pramuwisata, mengantar wisman berwisata keliling pesisir pantai dengan perahu, atau menjadi pedagang di kios menjajakan suvenir. ‘’Itu harapan warga sehingga banyak warga yang mau melepas tanahnya untuk dibangun fasilitas dermaga,’’ tegasnya. Di desanya masih tersisa sawah sekitar 4 hektar. Itu merupakan sisa lahan yang dibebaskan untuk jalan lingkar guna mendukung dermaga cruise. Kini, sebagian besar warganya mengadalkan penghasilan sebagai nelayan. Hal. 19 Rugi Besar
Bali Post/bud
TANAH AMPO - Bangunan di kawasan Dermaga Tanah Ampo, Karangasem.
DENPASAR
2
Kamis Paing, 25 Agustus 2016 PISANG - Salah
Gedung Penunjang RSUP Sanglah Terganjal Anggran Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah rencananya akan membangun satu tempat terpadu yang disebut gedung penunjang, dengan pelayanan rontgen, radiologi laboratorium mikrologi, lab patologi klinik dan lab patologi anatomi, farmasi menjadi satu di dalamnya. Namun, rencana tersebut belum disetujui Kemenkes karena terganjal anggaran belum tersedia. ‘’Karena menggunakan anggaran APBN,’’ ungkap Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah dr. I Gusti Lanang Suartana, M.M., MARS., Selasa (23/8). Pihak RSUP Sanglah mengajukan RAB (rencana anggaran biaya) pembangunan gedung penunjang tersebut Rp 133 miliar. Sementara bangunan lain yang perlu direhabilitasi atau dibangun ulang adalah kantin karena masuk dalam penilaian akreditasi JCI. Selain itu, selama puluhan tahun kantin RSUP Sanglah belum pernah direhab. ‘’Rehab kecil-kecil saja seperti dicat, karena struktur bangunannya lama. Yang terakhir kita perbaiki saluran limbah,’’ ujarnya. Ia mengatakan, pembangunan kantin menggunakan anggaran internal yang bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU). RAB-nya pun sedang dihitung karena berkaitan dengan ukuran dan modelnya sedang dicari. Untuk itu, dalam pembangunan kantin juga harus memakai jasa konsultan perencana. Dalam pembangunan kantin juga menunggu master plan karena konsep master plan adalah pendekatan pelayanan parkir dan penunjang harus menjadi satu. Pihaknya berencana membangun kantin semacam foodcourt. Diakui, hingga saat ini anggaran untuk pembangunan kantin belum ada. Sementara biaya sewa dari 20 kios di kantin tersebut dengan uang sewa Rp 550.000 - Rp 750.000 per bulan, tidak cukup untuk pembangunan kantin baru. Pihaknya menargetkan pembangunan kantin dua tahun lagi. ‘’Rencana kalau bisa dua tahun ini harus sudah dibangun,’’ ujarnya. (kmb42)
Bali Post/may
KANTIN – Suasana kantin RSUP Sanglah Denpasar, Rabu kemarin.
Korupsi Bantuan Kemendikbud
Mantan Bendesa Diadili Denpasar (Bali Post) Diduga melakukan korupsi dana bantuan sosial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI hingga Rp 175 juta, mantan Bendesa Adat Kedis, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Ketut Swiditha alias Jro Mangku Ketut, Rabu (24/8) kemarin diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar. Selain mantan bandesa, juga ada bendaharanya Made Sudarsima yang ikut duduk di kursi pesakitan. Oleh jaksa penuntut umum (JPU) Indra Hervianto Saleh, terdakwa dijerat dalam pasal penyalahgunaan wewenang hingga mengakibatkan kerugian keuangan atau perekonomian negara yang nilainya seratusan juta. Dalam dakwaannya, sebagaimana dibacakan di depan majelis hakim pimpinan Dewa Gede Suardhita, jaksa menguraikan ikhwal persoalan kasus ini yang hingga akhirnya berujung pada dugaan melakukan tindak pidana korupsi. Yakni, dari Kejari (Kejaksaan Negeri) Buleleng bahwa terdakwa Swiditha diduga korupsi dana bansos Kemendikbud tahun 2013. Dana bansos tersebut sedianya digunakan untuk pengembangan seni dan budaya serta organisasi seni yang dipimpin Swiditha. Terdakwa merupakan pendiri organisasi pelestarian budaya Buleleng, Banda Suwitra. Tujuan didirikan organisasi Banda Suwitra untuk mendapatkan bantuan dari Kemendikbud. Atas rencana pengembangan itu, terdakwa membuat proposal bantuan Rp 495 juta. Proposal yang dikirim Swiditha disetujui dan cair sesuai permohonan. Namun, oleh terdakwa tidak semua uang bantuan tersebut digunakan. ‘’Uang bantuan Rp 495 juta, namun realisasi anggaran yang sesuai ketentuan Rp 319 juta sehingga negara dirugikan Rp 175 juta,’’ beber jaksa. Kedua terdakwa menggunakan uang bantuan untuk berbagai kebutuhan, seperti konsumsi, sosialisasi kepada masyarakat. Sementara uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan Rp 175 juta, diduga untuk keperluan pribadi. Penghitungan kerugian negara itu sendiri sudah melalui proses perhitungan dari BPKP Bali tanggal 30 Juni 2015. Atas dakwaan itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Indah Elisa, tidak banyak berkomentar. (kmb37)
Suara Denpasar & Badung Antar-Jemput Siswa Pakai Mobil Jalan di depan salah satu sekolah di Ubung sering terjadi kemacetan karena orangtua antar-jembut murid pakai mobil. Akibatnya, kemacetan semakin panjang. Eko, Dalung Awig-awig Perang terhadap Narkoba Terkait dengan turis diduga bikin pabrik narkoba, menurut saya karena aparat tidak bisa lagi menjalankan tugasnya dengan baik. Bila ingin menjaga Bali, maka saya berharap agar seluruh desa adat di Bali membuat awigawig perang terhadap narkoba. Angga, Denpasar
(0361) 819446, 081337032965 FM 96,5
Topik : SERANGAN TIKUS REDA, HAMA WERENG MENGANCAM Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
seorang pedagang di pasar buah di Jalan Cargo, Denpasar, sedang menata buah pisang di mobil pick-up. Untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat, terutama menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, banyak pedagang mendatangkan buah pisang dari luar Bali, utamanya Bali Post/eka
Jawa.
Pilkel di Empat Desa Digelar 11 September
14 Calon Bersaing, Hanya Satu Petahana Denpasar (Bali Post) –
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM dan PD) Kota Denpasar akhirnya menetapkan jadwal pemilihan perbekel (pilkel) di empat desa. Setelah melalui proses yang cukup panjang, BPM dan PD menetapkan pilkel digelar 11 September mendatang. Pilkel di empat desa tersebut memunculkan 14 calon yang akan bersaing memperebutkan kursi perbekel (sebelumnya disebut kepala desa). Kepala BPM dan PD Denpasar I Made Mertajaya yang ditemui di gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Rabu (24/8) kemarin, menyebutkan pelaksana pemilihan perbekel sudah dipastikan 11 September mendatang. Proses seleksi calon sudah selesai dan satu calon harus gugur karena terjadi kelebihan calon. ‘’Satu desa maksimal ada lima calon, namun di Desa Tegal Kerta sempat mun-
cul enam calon sehingga harus digugurkan satu,’’ katanya. Dikatakannya, dari ke14 calon yang maju, satu di antaranya calon incumbent (petahana). Desa yang memiliki calon petahana yakni Kesiman Kertalangu. Sedangkan 13 lainnya merupakan calon dengan wajah baru. Empat desa yang akan menggelar pilkel adalah Desa Peguyangan Kaja (Den-
pasar Utara), Desa Kesiman Kertalangu dan Desa Dangin Puri Kelod (Denpasar Timur) dan Desa Tegal Kertha (Denpasar Barat). Di Desa Tegal Kertha dan Peguyangan Kaja, masing-masing terdapat lima calon. Sedangkan di Dangin Puri Kelod dan Kesiman Kertalangu masing-masing dua calon. Satu-satunya calon petahana yakni calon Perbekel Kesiman
Hakim Putuskan Perkara Trusti Gugur
Kasus BP3TKI Sisakan Satu Tersangka Denpasar (Bali Post) Setelah mempelajari dan menelaah surat keterangan meninggalnya terdakwa Trusti Prio Sambodo di RSUP Sanglah dari jaksa penuntut umum (JPU) Made Subawa pekan lalu, majelis hakim Tipikor pimpinan Dewa Gede Suardhita dengan hakim anggota Wayan Sukanila dan Nurbaya Lumba Goal, Rabu (24/8) kemarin membacakan kesimpulan. Dalam amar putusannya yang dibacakan Dewa Suardita di hadapan JPU Made Subawa dan kuasa hukum almarhum, Bambang Trianto, perkara korupsi pengadaan lahan dan pembangunan Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar ini dinyatakan gugur. ‘’Karena terdakwa dinyatakan meninggal, perkara dengan terdakwa Trusti Prio Sambodo dinyatakan gugur dan membebankan biaya perkara pada negara,’’ putus hakim Dewa Suardhita. Sementara soal barang bukti, juga dikembalikan ke pihak jaksa untuk selanjutnya digunakan untuk kepentingan lainnya. Dengan gugurnya perkara dengan terdakwa Trusti ini, kini tinggal satu tersangka yang saat ini ada di tangan Krimsus Polda Bali. Dia adalah Wahyu Matondang alias Dodik. Dalam persidangan, semua saksi mengarah ke dia, walaupun Dodik selalu membantah dalam persidangan. Ketua Panitia Pengadaan Lahan dan Pembangunan BP3TKI Denpasar Trusti Prio Sambodo
Bali Post/asa
DIHENTIKAN - Majelis hakim pimpinan Dewa Suardhita membacakan putusan bahwa kasus Trusti yang didakwa korupsi pengadaan lahan BP3TKI dihentikan karena terdakwa meninggal dunia. Tampak kursi pesakitan kosong saat sidang berlangsung, Rabu (24/8) kemarin. dinyatakan meninggal pekan lalu. Kabar meninggalnya Trusti disampaikan langsung JPU Made Subawa dkk. saat sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar. Meninggalnya pria berusia 36 tahun tersebut, menjelang agenda tuntutan dari pihak kejaksaan. Di muka persidangan, Subawa menyampaikan bahwa terdakwa Trusti Prio Sambodo sudah meninggal di RSUP Sanglah, Senin malam lalu sekitar pukul 21.00 Wita. Surat meninggal dari pihak RS pun diserahkan ke majelis hakim. Trusti meninggal dunia karena sakit hipertensi dan jantung. ‘’Kebetulan saya ada di sana setelah diberi tahu bahwa Trusti sakit. Selain stres menghadapi kasus korupsi ini, sakitnya juga banyak. Dia tekanan darah tinggi dan juga sakit jantung,’’ kata kuasa hukum
lainnya, Sutama. Dalam kasus BP3TKI, sudah ada tiga orang yang ditetapkan bersalah, yakni Kepala BP3TKI Wayan Pageh, anak buahnya, serta pemilik tanah Paramartha. Kasus ini muncul setelah adanya dugaan dokumen pengadaan dibuat secara formalitas dan tanpa penetapan harga perkiraan sendiri. Panitia juga tidak melakukan penunjukan penyedia barang dan melakukan mark-up harga. Yakni harga tanah Rp 4,5 miliar dibayar Rp 6,7 miliar. Akibatnya, negara dirugikan hingga Rp 2,2 miliar. Rp 200 juta masuk ke kantong Pageh, Rp 450 juta ke kantong Prio dan Rp 1,5 miliar mengalir ke Wahyu Matondang alias Dodik yang merupakan staf khusus Kepala BNPTKI Jakarta Jumhur Hidayat. (kmb37)
Kertalangu nomor urut 1, I.B. Bima Putra. Calon petahana ini nantinya akan bersaing dengan nomor urut 2, I Made Suwena, S.E. Meski berstatus wajah baru, Suwena diprediksi akan bersaing ketat dengan calon petahana. Pasalnya, kata sejumlah warga, yang bersangkutan banyak mendapat dukungan tokohtokoh masyarakat setempat. Sementara itu, dua calon yang tampil di Desa Dangin Puri Kelod adalah Drh. I Nyoman Supatra dan Ir. I Made Sada. Sedangkan lima calon di Desa Tegal Kertha adalah Drs. I Gde Arya Wiyasa, I Gede Arsana, Nyoman Agus Sudarmintawan, S.H., Ir.
I Gusti Made Wijaya, dan Putu Trisnajaya. Mertajaya menambahkan, kini prosesnya sudah memasuki tahap sosialisasi calon di masing-masing desa. Setelah itu, 2 September pihaknya akan mendistribusikan kotak suara. Sedangkan surat suara akan didistribusikan 9 Sepetember. ‘’Dana pilkel ini bersumber dari desa dan BPM dan PD,’’ kata Mertajaya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
FM 96,5
Wali Kota Bantah OPD Denpasar ’’Gemuk’’ Denpasar (Bali Post) – Penilaian organisasi perangkat daerah (OPD) yang dibentuk Pemkot Denpasar terlalu ‘’gemuk’’, dibantah Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Pihaknya menilai apa yang dilakukan ini sudah sesuai dengan kebutuhan yang ada. Bahkan, pihaknya tidak memanfaatkan seluruh kewenangan yang dimungkinkan oleh Peraturan Pemerintah (PP) No. 18/2016 tentang Perangkat Daerah. Rai Mantra menyebutkan, dari 32 urusan pemerintah, Denpasar hanya menjalankan 29 urusan karena kehutanan, energi dan sumber daya mineral serta transmigrasi potensinya tidak terdapat di Denpasar. ‘’Saya kira tidak terlalu gemuk,’’ katanya. Hal serupa diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara. Dikatakannya, gemuk tidaknya OPD harus dilihat dari kewenangan yang bisa dilakukan. Denpasar yang merupakan kota besar, katanya, bisa membentuk 41 kelembagaan. Namun saat ini secara keseluruhan hanya membentuk 36 perangkat daerah, di antaranya 23 dinas, empat kecamatan, serta beberapa badan. ‘’Jangan membandingkan dengan kelembagaan yang ada saat ini karena landasan hukumnya berbeda. Artinya, jangan menyamakan manisnya jeruk dengan manisnya salak,’’ katanya. Rai Iswara menambahkan, membentuk 36 perangkat daerah mengefektifkan dan mengefisienkan serta memproporsionalkan dalam hal pelayanan. Seperti contoh Badan KB dan PP, dalam memberikan pelayanan menyasar keluarga sehingga sangat proporsional dan efektif dalam pelayanan. Sebelumnya, anggota dewan A.A. Susruta Ngurah Putra dan Eko Supriadi menilai rancangan pembentukan OPD dengan 23 dinas tersebut terlalu gemuk. Mangingat, dalam PP 18 tersebut ada beberapa pilihan yang bisa dibuat sesuai dengan kondisi setempat. ‘’Saya sejak awal mempertanyakan, di mana letak efisiensinya ini,’’ ujar Susruta. Masalah lain yang masih diperdebatkan jajaran wakil rakyat ini, yakni beberapa bidang pekerjaan yang sangat krusial belum ada yang menanganinya. Misalnya saja pembangunan gedunggedung publik maupun pemerintah yang berskala besar, di mana akan ditempatkan. Semestinya, bidang itu ada di Cipta Karya. Namun, Denpasar tidak merancang dinas atau bagian itu. ‘’Jadi, ini yang perlu sebenarnya diperdebatkan untuk mencari hasil yang lebih baik,’’ tambah Eko Supriadi. (kmb12)
IKIP PGRI Bali Wisuda 653 Sarjana
Dorong Pemkab Lain Tiru Badung Angkat Guru di Daerah SEBAGAI LPTK terbaik I di Bali, IKIP PGRI Bali setiap tahun melakukan inovasi agar lulusannya berdaya saing dengan berbagai keunggulan. Hari ini, Kamis (25/8), bertepatan dengan Dies Natalis ke-33, Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. akan mewisuda 653 sarjana baru. Yang istimewa, dies natalis akan dihadiri Plt. Ketua Umum PB PGRI yang juga Ketua BPLP PGRI Pusat Dr. Unifah Rosydi, M.Pd. Sebagian besar sarjana yang diwisuda hari ini sudah bekerja. Mereka memenuhi empat kompetensi guru yakni komptensi profesional, kepribadian, sosial dan pedagogik. Ini membuktikan program kewirausahaan yang diterapkan di IKIP PGRI Bali menunjukkan hasil yang baik. Calon guru yang dilepas selain siap menjadi guru profesional, mereka juga banyak bergerak di wirausaha muda mandiri seperti mendirikan bimbel, guru les, ada juga yang menjadi pelatih dan instruktur olahraga dan bekerja di sektor ekonomi. Mereka ini juga dibekali sertifikat pendamping
ijazah. Ini berarti, lulusan IKIP PGRI Bali sebenarnya sudah menerapkan Level 7 sesuai dengan kompetensi yang disyaratkan Kurikulum KKNI. Sarjana yang dilepas masingmasing Pend. Bimbingan dan Konseling (63 orang), Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (110), Pend. Seni Tari Drama dan Musik (25), Pend. Seni Rupa (9), Pend. Ekonomi (59), Pend. Sejarah (20), Pend. Matematika (113), Pend. Biologi (54) dan Pend. Olahraga Kesehatan dan Rekreasi (200). Hingga wisuda ke-37 ini, IKIP PGRI Bali memiliki alumni 21.162 orang. Lulusan terbaik I diraih Ni Kadek Lia Wulandari (Matematika 2,97), terbaik II I Gede Suartama (BI 3,85), dan Putu Yudi Suryapratama (Penjaskres 3,82). Rektor Made Suarta didampingi Wakil Rektor Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., Drs. Dewa Putu Juwana, M.Pd. dan Dr. I Wayan Citrawan, M.Si. mengungkapkan rasa syukurnya di usia ke-33 mampu mengantarkan IKIP PGRI Bali di Jalan Seroja, Tonja, Denpasar ini ranking 100
nasional dari 3.320 PTN dan PTS di Indonesia. Di antara PTS, menduduki ranking 63 atau ranking III PTS terbaik di Bali, NTB dan NTT serta PTS nomor satu di Indonesia di antara PTS PGRI. Rektor mengacungkan jempol atas keberanian Bupati Badung yang siap mengangkat guru bahasa Bali dan guru BK di daerahnya. Langkah ini perlu ditiru bupati dan wali kota di Bali untuk mengisi kekurangan guru di sekolah. Sebab, jika kita menunggu kebijakan pusat, guru yang didroping sering tak sesuai dengan kebutuhan di daerah. IKIP PGRI Bali kini memiliki student body 3.309 dibina oleh 140 dosen. Sebanyak 16 dosen berkualifikasi S-3, satu orang dosen guru besar. Makanya, dia menyebut rasio dosen dan mahasiswanya sangat ideal. Empat dosennya kini sedang seleksi memenangkan dana penelitian Dikti. Soal prestasi mahasiswa, atlet IKIP PGRI Bali sudah membawa nama Bali go international. Ida Ayu Candra Dewi, Luh Putu Eka Pertiwi, dan Kadek Ratna Dewi meraih emas di silat SEA Games,
IKIP PGRI - Rektor IKIP PGRI Bali Made Suarta dan IGB Arthanegara. silat dunia 2015 dan emas di POM ASEAN. Maria Natalia Londa mewakili RI di Olimoiade Rio, Brazil. Cornelius Kawangu Langu meraih emas di tinju SEA Games dan Nadia Virgina Putri di panjat tebing di Singapura. Bahkan, 30 tim PON Bali diperkuat oleh mahasiswa IKIP PGRI Bali. Ketua Yayasan PT IKIP PGRI
Bali IGB Arthanegara dan Sekretaris Ngurah Oka mengungkapkan rasa bangganya karena SDM dosen IKIP PGRI Bali menuju S-3. Yayasan menyiapkan beasiswa Rp 15 juta bagi dosen ke S-3 dan Rp 10 juta ke S-2. Bagi pegawai yang melanjutkan ke S-1 di IKIP PGRI Bali, dibebaskan biaya sampai tamat. (ad1788)
BADUNG
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
3
Pemandangan Umum Fraksi di DPRD Badung
Dewan Apresiasi Program Pemerintah
PROGRAM - Wakil rakyat di DPRD Badung mengapresiasi program-program yang dicanangkan pemerintah dalam sidang pandangan umum fraksi di gedung dewan setempat, Rabu (24/8) kemarin SIDANG Paripurna DPRD Badung, Rabu (24/8) kemarin dengan agenda pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi, diwarnai penuh apresiasi atas program Pemerintah Kabupaten Badung di bawah komando Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa yang disampaikan dalam penjelasan Bupati, Senin (22/8) lalu. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Badung Dr. I Putu Parwata didampingi wakil I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta, juga dihadiri Bupati Nyoman Giri Prasta beserta Wabup Suiasa dan dikuti 30 anggota Dewan, para pimpinan SKPD di Kabupaten Badung. PU Fraksi-fraksi atas Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) tahun 2016, rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan tahun 2016, Ranperda Badung tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Badung dan Ranperda Badung tentang susunan perangkat kelurahan
Kabupaten Badung. Fraksi PDI-P dalam PU yang dibacakan Nyoman Gede Wiradana mengapresiasi kebijakan bupati. Beberapa di antaranya terkait dengan komitmen meningkatkan kesejahteraan para petani dengan menganggarkan jalan usaha tani (JUT) dan jaringan irigasi usaha tani (JIUT). Selanjutnya, mengenai kenaikan besaran santunan kematian dari Rp 3,5 juta menjadi Rp 10 juta per kematian. ‘’Santunan kematian sebesar Rp 10 juta satu langkah yang patut diapresiasi secara mendalam,’’ kata Wiradana. Apresiasi juga diberikan Fraksi Golkar. Apresiasi diberikan atas rencana perekrutan tenaga pendidik bahasa Bali non-PNS 249 orang dan guru BK sebanyak 44 orang yang akan ditugaskan di SD dan SMP. PU yang dibacakan Ni Ketut Suweni ini juga mengapresiasi rencana pengadaan laptop untuk siswa SD kalas V dan VI. Fraksi yang dipimpin Ketua
IGN Shaskara juga memberi usul dan saran. Di antarnya mengusulkan belanja daerah dengan sistem manajemen keuangan agar dilakukan secara transparan. Belanja daerah harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik khususnya masyarakat miskin. PU Fraksi Demokrat yang dibacakan I Gede Wardhana menekankan usul saran yang didahului dengan apresiasi. Untuk terus meningkatkan pendapatan daerah, eksekutif dituntut memiliki kemampuan mendeteksi dan mendiagnosis hambatan-hambatan yang mungkin terjadi sehingga dapat cepat teratasi. Terkait data kependudukan, kata Wardhana, selama ini masih ditemukan ketimpangan informasi jumlah penduduk antara sumber data satu dengan yang lainnya. ‘’Untuk itu, kami sarankan agar terus berupaya menyajikan data kependudukan yang lebih akurat,’’ saran Fraksi yang dikomandoi I Ketut Subagia itu. PU Fraksi Gerindra yang dibacakan I Made Wijaya tidak jauh berbeda dari fraksi lainnya. Pihaknya mengapresiasi Rancangan Perubahan APBD 2016 dengan belanja daerah dirancang 69,92% meliput belanja tidak langsung 51,25% dan alokasi belanja langsung 48,75% dari total belanja daerah. Sebesar 70,97% manfaatnya diterima oleh masyarakat dan sisanya 29,03% untuk aparatur pemerintah. Secara umum keempat fraksi menyepakati rancangan peraturan daerah menjadi perda dengan memberikan catatan-catatan untuk pembangunan Kabupaten Badung. (ad950)
Bali Post/kmb23
KETERANGAN - Kapolresta Denpasar AKBP Hadi Purnomo, Rabu (24/8) kemarin memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan anggota Polantas di Pantai Kuta, beberapa waktu lalu.
WNA Pembunuh Polantas Ditahan Terpisah Denpasar (Bali Post) Sejak ditangkap atas kasus pembunuhan anggota Polantas Aipda Wayan Sudarsa, dua tersangka yakni David dan Sara tidak pernah bertemu. Mereka sengaja dipisahkan, baik saat diperiksa maupun ditahan. Tujuannya, agar mereka tidak bisa kongkalikong. Tersangka David ditahan di Rutan Polresta, sementara Sara ditempatkan di Siaga Reskrim Polresta. ‘’Mereka belum pernah bertemu sejak ditangkap supaya keterangan mereka mandiri dan tidak terpengaruh satu dengan yang lain,’’ tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, Rabu (24/8) kemarin. Di samping itu, lanjut Kapolresta, tim Resmob Polresta juga melakukan pencarian barang-barang milik korban yang diambil Sara. Pencarian dilakukan dari Selasa siang hingga malam di Jimbaran. Pencarian pertama, tersangka David sempat berdalih tidak tahu persis tempatnya.
Namun saat pencarian kedua, Selasa malam, tersangka asal Inggris ini kooperatif. ‘’Barang bukti dompet, KTA dan KTP terpotong-potong milik korban dimasukkan dalam plastik oleh Sara dan dibuang di daerah Pantai Suluban, Uluwatu, Kutsel (Kuta Selatan). Selain itu, ditemukan cassing HP dan kartu telepon milik korban. Sara yang menggunting dengan tujuan menghilangkan barang bukti,’’ ujarnya. Polisi juga menemukan tempat pembakaran pakaian kedua tersangka di semaksemak Perum Puri Gading, Jimbaran, Selasa pukul 21.30 Wita. Petugas mengamankan sisa kain baju setelah dibakar dan kancing baju ditemukan di sana. Sedangkan HP Samsung milik korban belum ditemukan, padahal pengakuan tersangka dibuang di daerah tersebut. ‘’Baju dan celana mereka yang berisi bercak darah dibakar. Itu ide mereka berdua,’’’ ungkap mantan Kapolres Gianyar ini.
Menurut Hadi, dalam waktu dekat akan digelar rekonstruksi di TKP pembunuhan. ‘’Mungkin Senin (29/8) rencana rekonstruksinya. Nanti mereka dikonfrontir saat rekonstruksi. Semakin banyak barang bukti justru tambah bagus. Sampai saat ini, dua tersangka yang terlibat kasus tersebut,’’ tandasnya. Sebelumnya, pemeriksaan kedua tersangka David dan Sara bejalan lancar. Mereka menepati janji berkata jujur kepada penyidik saat diperiksa. Yang cukup mengagetkan, pengakuan tersangka David. Tersangka asal Inggris ini menuduh Aipda Wayan Sudarsa pencuri tas Sara. Tak hanya itu, dia juga mengatakan korban polisi gadungan, bahkan menghina korps Polri. Tersangka Sara juga mengambil barang milik korban, di antaranya dompet. Oleh karena itu, dia juga dibidik Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan atau perampokan. (kmb36)
Hakim Tolak Eksepsi Mantan Dirut PDAM Karangasem Mangupura (Bali Post) Saling jawab antara jaksa selaku penuntut dan Made ‘’Ariel’’ Suardana dkk. selaku tim kuasa hukum mantan Dirut PDAM Karangasem Gde Baktiyasa, berakhir dengan pembacaan kesimpulam oleh majelis hakim Tipikor pimpinan Dewa Gede Suarditha, Rabu (24/8) kemarin. Dalam putusan selanya, pada pokoknya majelis hakim menolak eksepsi terdakwa dan meminta jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem membuktikan dakwaan dengan menghadirkan saksi-saksi. Gde Baktiyasa disidangkan atas perkara dugaan gratifikasi pengangkatan pegawai PDAM Karangasem. Hakim menyatakan eksepsi yang dibacakan kuasa hukum ter-
dakwa tidak dapat diterima dengan dalih bahwa pembelaan yang dilakukan sudah masuk dalam pokok perkara. Hakim menilai dakwaan itu harus dibuktikan dalam persidangan selanjutnya. Jaksa penuntut umum (JPU) Bekti Wicaksono dkk. mengatakan akan mengajukan saksi dalam sidang berikutnya yang dijadwalkan Rabu (31/8) mendatang. Setidaknya ada 31 saksi yang akan diajukan di persidangan. Sebelumnya dalam dakwaan jaksa, mantan Dirut PDAM Karangasem Gde Baktiyasa didakwa atas kasus gratifikasi pengangkatan pegawai PDAM Karangasem. Perbuatan itu dilakukan terdakwa, Senin 13 Januari 2014 di kantor PDAM Karangasem. Saat itu,
terdakwa menerima hadiah dari beberapa pegawai tetap PDAM Karangasem yang baru diangkat. Di antaranya dari saksi Ni Ketut Budiantari Dewi Rp 35 juta, dari I.B. Nyoman Sudirga Wisnawa Rp 35 juta, dari I Ketut Sudana Wirata Rp 50 juta, dari I Made Parsayasa Rp 35 juta. Perbuatan terdakwa diduga melanggar sumpah jabatan sebagaimana dimaksud Pasal 5 ayat 6 UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bebas dari KKN. Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa Baktiyasa dengan Pasal 12 huruf b dan Pasal 12 huruf e UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberatasan Tipikor sebagaimana diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (kmb37)
Bali Post/ist
KONTRAKAN - Inilah rumah kontrakan tersangka BB di Perum Puri Wahana Jalan Raya Semer, Kerobokan, Badung.
Pemilik Pabrik Narkoba Diduga Langgar Keimigrasian Mangupura (Bali Post) -
Selain melanggar Undang-undang tentang Narkotika, tersangka pemilik pabrik sabu-sabu (SS) berinisial BB alias Bens (35) diduga melanggar izin tinggal atau keimigrasian. Pasalnya, tersangka asal Jerman ini mengantongi visa turis, sedangkan selama di Bali dia jadi broker vila bahkan bikin pabrik narkoba. ‘’Tersangka BB mengontrak rumah di TKP sekitar tahun 2010. Sebelum bikin home industry sabu-sabu, tersangka bisnis properti. Ia mencari rumah atau vila dikontrakkan, lalu ditawarkan kepada rekan-rekannya di Jerman,’’ tegas Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Rabu (24/8) kemarin. Kepada penyidik, tersangka BB mengaku sebelumnya dia biasa membeli SS di kafe di Jalan Dewi Sri, Kuta. Setelah digerebek Mabes Polri, kafe itu ditutup. Sejak saat itu, BB kebingungan membeli SS. Sedangkan dia sangat ketergantungan dengan SS. Akhirnya, dia mencoba buat SS belajar dari internet. ‘’Beli bahan sabu-sabu di Malang, tetapi pakai nama pacarnya. Pacarnya waria berinisial MA alias Sasa,’’ tegasnya. Setelah bahan baku dan
peralatan SS siap, tersangka mulai mencoba. Namun upayanya tidak mulus karena beberapa kali gagal. ‘’Tidak sampai kiloan hasilnya, hanya graman saja. Hanya empat kali berhasil dan beroperasi sekitar empat bulanan,’’ ujar Suastawa. Tersangka berdalih membuat SS untuk dikonsumsi sendiri karena tidak punya jaringan membeli barang terlarang tersebut. Setelah berhasil, SS itu dibagikan kepada teman-temannya, STV dan VM. ‘’Tetapi temantemannya itu dibilang belum bayar. Tersangka berdalih tidak menjual karena hasil produksinya masih jelek,’’ ujarnya. Tersangka Bens membuat pabrik SS di ruang keluarga lantai satu rumah kontrakannya. Dia tinggal di sana bersama MA. Selain itu, tersangka memelihara banyak anjing, tetapi tidak terawat sehingga
rumahnya jorok. ‘’Tersangka belum berkeluarga. Kasus ini masih kami kembangkan, terutama soal jaringannya,’’ kata mantan Dir. Binmas Polda Bali ini. Sebelumnya, Senin (22/8) lalu tim Berantas BNNP Bali menggerebek salah satu rumah di Perum Puri Wahana Jalan Raya Semer, Kerobokan, Badung. Pasalnya, rumah tersebut dipakai membuat sabu-sabu (SS) dan bahanya dikirim dari Malang, Jawa Timur. Terkait kasus itu, petugas menangkap empat orang berinisial BB (35) asal Jerman, MA (24), STV (21) dan VM (35). Penggerebekan itu dilakukan pukul 18.15 Wita dipimpin Kabid Berantas AKBP Ketut Arta didampingi Kompol Made Pakris. Pengungkapan kasus itu berawal dari penggerebekan di Perumahan Nakula Stay di Jalan Nakula Timur Gang
Marga Ayu, Kuta. Saat itu, petugas menangkap tersangka STV (21). Dari tersangka beralamat di Jalan Pulau Moyo, Denpasar ini, disita dua paket SS seberat 2,05 gram dan HP. Selanjutnya, dilakukan pengembangan. Pengakuan STV, dia mendapat barang terlarang itu dari VM (35). Petugas BNNP lantas menangkap VM di Jalan Pulau Moyo, Denpasar. Ternyata, asal-muasal SS itu dari tersangka BB. Tim BNNP langsung menggeledah rumah BB di Perumahan Puri Wahana di Jalan Raya Semer, Kerobokan, Kuta Utara. Selain menangkap BB dan MA, petugas menemukan home industry SS. Barang bukti yang diamankan di antaranya bahan pembuat SS lengkap dengan peralatannya. Selain itu, disita dua paket plastik klip berat 10 gram SS siap edar diduga sisa hasil produksi, dua alat isap, dua korek api, satu dos bekas kiriman paket bahanbahan SS dari Malang, satu unit komputer diduga berisi dokumen proses pembuatan SS dan dua HP. (kmb36)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A
Ribuan Warga Desa Adat Mayungan Sambut Gusti Wedakarna Tujuh Dosen Unmas Jadi Pembicara Miliki 28 Pura, Berikan Nasihat agar Tetap Yadnya Sederhana ”International Conference” di UTM
BERTEPATAN dengan rangkaian upacara Dewa Yadnya di Pura Subak Pucak Banua, Desa Adat Mayungan, Desa Antapan, Baturiti, Tabanan, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan Desa Adat Mayungan yang dalam sejarah hingga kini memiliki 28 pura. “Mungkin di Bali Desa Adat Mayungan ini desa adat yang paling banyak memiliki pura. Artinya, setiap dua minggu sekali ada upacara. Saya dapat laporan dari bendesa dan perbekel bahwa sistem yang dipakai adalah iuran dana punia. Dan seberapa pun warga mampu, yaitu yang dipakai. Saya minta pertahankan tradisi gotong royong ini. Kalau bisa terus disederhanakan dan disederhanakan. Ini penting bagi Hindu,” ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun menyatakan salut bahwa
desa ini memiliki peninggalan berupa benda cagar budaya Lingga dan Yoni yang terbuat dari batu kuno selain memiliki prasasti dan Pura Raja Bali Dalem Jayapangus. “Salah satu cara untuk mempertahankan eksistensi Bali adalah dengan meningkatkan aset desa, menebalkan tabungan masyarakat, memperkaya LPD dan mencerdaskan SDM dan caranya dengan menyederhanakan upacara. Menyederhanakan upacara bukan berarti menghilangkan bebantenan, tapi mengefisienkan. Jika sudah efisien dari segi biaya dan waktu, maka umat akan sejahtera. Begitu juga tantangan perpindahan agama akan hilang dan kualitas umat Hindu akan meningkat. Jika tidak, Bali akan sandyakalaning dan apa yang sudah dilakukan oleh Desa Adat Mayungan ini patut didukung dan dicontoh,” ungkap Gusti Wedakarna.
Dalam kesempatan itu, Gusti Wedakarna juga menyosialisasikan Piagam Tantular yang berisi penolakan Bali terhadap ide Desa Syariah dan Wisata Syariah. Selain itu, disampaikan strategi ketahanan Hindu baik dukungan KB Bali 4 anak, selektif terhadap pendatang, harapan desa steril dari minimarket, pemberdayaan ekonomi sukla satyagraha dan pertahanan tanah di Bali. “Sebagaimana yang saya sampaikan saat deklarasi Piagam Tantular di gedung BI tahun lalu, saya akan tetap menyosialisasikan memotivasi dan menggerakkan kesadaran umat Hindu untuk waspada dengan gerakan antiBali. Astungkara respons desa adat sangat baik. Ini akan jadi agenda utama perjuangan saya,” ungkap Gusti Wedakarna peraih suara tertinggi di Pemilu DPD-RI 2014 lalu. (ad949)
SOSIALISASI - Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat sosialisasi Piagam Tantular tolak desa syariah di Baturiti, Tabanan.
Rotary Edukasi Anak Peduli Lingkungan SABTU (20/8) pagi, Rotary Club of Bali Denpasar mengadakan acara pembagian bantuan pendidikan yang dikemas dengan serangkaian acara pengobatan gratis di Lapangan Serma Mudera, Desa Luwus sejak pukul 08.30 Wita. Kegiatan yang diselenggarakan secara rutin dan telah dirintis sejak 16 tahun silam oleh Rotary Club of Bali Denpasar bersama dengan para partnernya antara lain Rotary Club of Swan Valley, Ellenbrook dan Boulder Western Australia dengan nama program Bali School Kids Distribution Day 2016. Di mana tahun ini mengangkat isu lingkungan dengan tema “Eco Education For a Better Living” yang direpresentasikan melalui kegiatan workshop plasticology yakni pelatihan tentang cara memanfaatkan
sampah plastik menjadi karya seni bernilai ekonomis tinggi yang diarsiteki oleh salah satu seniman Bali Made Bayak serta lomba grafiti tong sampah. President Rotary Club of Bali Denpasar periode 2016-2017 Surya Perbawa Untung menjelaskan, pendidikan merupakan hak setiap orang. Sayang sekali ketika himpitan ekonomi maupun keterbatasan lainnya menjadi penghalang anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. “Melalui program ini, setiap tahunnya hampir seribu anak mendapat bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, seragam dan alat tulis,” katanya Di usia program yang telah mencapai 16 tahun, pematangan program terus dilakukan antara lain dengan pemberian fasili-
tas pelatihan bagi para guru, pemeriksaan kesehatan anakanak serta peningkatan kualitas fasilitas sekolah. Kegiatan kali ini juga melibatkan banyak sukarelawan, diantaranya tim medis dari RS Indera untuk pos kesehatan mata, FK Udayana untuk pos kesehatan umum, FKG Mahasaraswati pos kesehatan gigi, Ikatan Apoteker Indonesia serta Apotek Viva Generik untuk pos obat-obatan dengan total warga terbantu tidak kurang dari 400 orang. Pada akhir acara, peserta diajak untuk menikmati euforia Kemerdekaan Indonesia dengan permainan khas 17 Agustus-an seperti tarik tambang, buah koin, balap karung dan tak kalah seru panjat pinang yang memperebutkan hadiah-hadiah menarik. (ad947)
ROTARY CLUB - Suasana kegiatan Rotary Club of Bali Denpasar yang mengedukasi anak untuk peduli lingkungan.
S Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia U Menggali Kekayaan Bahasa Nusantara MASYARAKAT Linguistik In- Australia. Total ada 267 makalah yang cukup pesat, tapi kita tidak K donesia (MLI) bekerja sama den- penelitian di bidang bahasa yang boleh melupakan bahwa Indonesia gan Program Magister dan Doktor dipresentasikan secara langsung adalah negara yang multikultural Pascasarjana Univer- maupun lewat poster. Pihaknya dan multilingual yang itu harus S Linguistik sitas Udayana (Unud) menggelar mengharapkan ada sharing knowl- kita lestarikan. Dalam hal ini, MLI Internasional di Kampus edge dari universitas yang satu juga ingin menyampaikan pesan E Kongres Unud Sudirman, Denpasar, 24-27 dengan universitas yang lain. kepada pemerintah supaya tetap Agustus 2016. Kongres ini men- “Bagaimana kebahasaan itu kita memperhatikan bahasa-bahasa tema “Menggali Keka- antisipasi, terutama the scientific daerah. Entah itu melalui muatan S gangkat yaan Bahasa Nusantara”. Pakar- study of language itu kan mem- lokal atau ada hari tertentu di B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
pakar bahasa baik dari lokal Bali, nasional maupun mancanegara turut ambil bagian dalam kongres dua tahunan ini. “MLI dari dulu sampai sekarang ini membicarakan soal kebahasaan. Kita lebih tertarik pada bahasabahasa lokal yang menuju punah, kita bicarakan dalam kongres ini. Bagaimana cara kita memelihara agar bahasa-bahasa daerah itu tetap hidup,” ujar Ketua Panitia Kongres Internasional MLI Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A. Budiarsa menambahkan, pakar bahasa dari luar negeri juga dilibatkan karena kongres ini merupakan pertemuan internasional. Antara lain berasal dari universitas di Amerika Serikat, Hongkong, Singapura, Inggris dan
pelajari kondisi bahasa yang ada di seluruh dunia ini. Bagaimana cara pemecahan kita, bagaimana kita bisa menyatukan satu pendapat sehingga linguistik atau ilmu bahasa ini bisa terus berkembang mengikuti perkembangan zaman,” jelas Asisten Direktur I Pascasarjana Unud ini. Ketua MLI Dr. Katharina Endriati Sukamto mengatakan, kongres akan menggali bahasa-bahasa Nusantara. Bahasa Nusantara itu jumlahnya mencapai lebih dari 700 bahasa yang hidup di seluruh daerah di Indonesia. Namun banyak penelitian yang mengatakan bahwa bahasa-bahasa daerah itu jumlahnya makin lama makin berkurang. “Jadi bahasa Indonesia sendiri mengalami perkembangan
KONGRES - Wakil Rektor IV Unud Prof. Drs. I Made Suastra, Ph.D. saat membuka Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia didampingi Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A. dan Dr. Katharina Endriati Sukamto.
mana wajib berbahasa daerah dan sebagainya,” jelasnya. Katharina menambahkan, MLI juga ingin menggerakkan para anggotanya untuk meneliti bahasa-bahasa nusantara. Sebab, selama ini penelitian tentang bahasa Nusantara justru banyak dilakukan oleh orang asing. Padahal mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, apalagi berbahasa daerah. Namun sangat tertarik dengan keragaman bahasa yang ada di Indonesia. “Itu juga yang kami sayangkan mengapa justru Indonesia itu menjadi tempat dan makanan yang empuk bagi mereka, menjadi lahan penelitian yang sangat kaya. Peneliti asing merasa kita itu beruntung dan kaya. Mereka bisa hidup hanya dengan satu bahasa saja, tapi kita hidup dengan beragam bahasa,” tandasnya. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Unud Prof. Drs. I Made Suastra, Ph.D. berharap kongres dapat memasyarakatkan khazanah bahasa. Apakah itu terkait pemakaian bahasa, tata bahasa dan seterusnya. Apalagi sekarang ada kecenderungan bahasa-bahasa lokal itu seolah-olah terpinggirkan. “Tema kita sekarang bahasa Nusantara, bagaimana dengan adanya kongres hari ini kedepannya itu ada perhatian lebih terhadap bahasa-bahasa nusantara yang kita miliki, terutama nanti di bidang penelitiannya,” ujarnya. (ad1787)
UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar terus memperkuat kerja sama internasionalnya. Tujuh dosen Unmas bisa dijadikan model karena menjadi pembicara di International Conference pada Rural Research and Planning Group (RRPG) ke-7 di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), belum lama ini. Sebelum conference, Unmas menandatangi kerja sama dengan UTM. Naskah kerja sama diteken Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. dan Rektor UTM Profesor Datuk Ir. Dr. Wahid Omar disaksikan oleh Menteri Besar Johor Malaysia Moh. Chaled. Kerja sama ini menindaklanjuti kunjungan mahasiswa dan dosen Porgram Pascasarjana Unmas (PPS) setahun lalu di UTM. Yang membanggakan pada internastional conference dan studi lapangan ke-7 RRPG tersebut, Rektor dan enam dosen PPS Unmas terlibat sebagai narasumber. Mereka mempresentasikan buah pikirannya untuk kemajuan masyarakat pedesaan. Bahkan Rektor Unmas Made Sukamerta menjadi salah satu keynote speaker di ajang bergengsi tersebut. Saat itu Made Sukamerta membawakan materi “Promoting Inclusive Development of Bali Rural Tourisme with Focused on Subak Traditional Sacred Landscape as Resources for Edu-Tourism”. Sukamerta banyak mendapat aplaus karena mampu menjelaskan betapa pentingnya periwisata pedesaan untuk pariwisata budaya berkelanjutan di Bali. Dia tak ingin nantinya pariwisata Bali itu melanggar rohnya sendiri, yakni pariwisata budaya. Sebab, roh Bali adalah pariwisata budaya. Saat itu dia juga memperke-
MOU - Rektor Unmas Made Sukamerta bersalaman dengan Rektor UTM Datuk Wahid Omar disaksikan Menteri Besar Johor Moh. Chaled usai menandatangani MoU. nalkan subak di Bali yang perlu Throught Recontextualising Agrimendapat perhatian dari pemerin- culture Values and Practices into tah. Sebab, keberlanjutan pangan Education for Sustainable Developdi Bali berkat pengelolaan perta- ment”. Dosen I Ketut Sumantra nian berbasiskan subak. Apalagi se- membawakan materi “Development bagian besar penduduk Bali tinggal of Agro-technopark Models to Supdi pedesaan. Sedangkan edu tour- port Community-based Tourism in ism diperlukan untuk memperke- the Village Sibetan, Karangasem, nalkan pertanian kepada generasi Bali”. Sedangkan Dr. Ni Nyoman muda atau mahasiswa agar mereka Utari Vipriyanti dan Prof. IGN Alit mencintai pertanian. Wiswasta membawakan materi Sementara itu, enam dosen “Carrying Capacity Analysis of Unmas yang mempresentasikan Mpunda District, Bima for City makalahnya antara lain, Prof. Anak Facilitation”. Agung Putu Agung dan Dr. I Nengah Rektor Unmas Made Sukamerta Sudja tentang “Cooperation between merasa bangga bisa menjalin kerja Regions Model for Conserving Water sama dengan UTM yang dkenal seResources at Pakerisan Watershed, bagai kampus ternama di Malaysia. Bali”. Anak Agung Putu Agung juga Ke depan Unmas dan UTM selalu memaparkan “Agricultural and aktif melakukan research bidang Tourism Integrated to Support Sus- pembangunan pedesaan baik di tainable Agricultural Development. Bali maupun di Malaysia. Bahkan Case Study on Kintamani Ecotour- dia mendorong semua dosen Unmas ism, Bangli”. Sementara Prof. Sang yang bergelar doktor untuk aktif Putu Kaler Surata memaparkan mengikuti serta menjadi pembicara soal “Greening School Curriculum di kancah internasional. (ad1786)
Penutupan KKN XIII IHDN Denpasar
Dokumentasikan Tatanggul Banten Pura Kahyangan Tiga di Desa Adat Se-Kecamatan Petang KULIAH Kerja Nyata (KKN) Angkatan XIII Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar yang diikuti oleh 401 mahasiswa di 26 desa adat di Kecamatan Petang, Badung ditutup secara resmi oleh Bupati Badung yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik di Wantilan Pura Penataran Agung Pucak Mangu, Rabu (24/8) kemarin. Kegiatan KKN yang berlangsung dari tanggal 18 Juli lalu ini mengambil tema “Melalui KKN IHDN Denpasar Tahun 2016, kita Tingkatkan Sinergisitas Masyarakat Ilmiah dengan Lembaga Sosial Keagamaan Hindu dalam Pemberdayaan Masyarakat Hindu”. Ketua Panitia Drs. I Gusti Ketut Dalem, M.Si. mengatakan selama dua bulan melakukan KKN di seluruh desa adat se-Kecamatan Petang, respons masyarakat sangat positif. Selain itu, mahasiswa peserta KKN juga telah membuat dan melaksanakan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama berkaitan dengan program agama dan budaya, pendidikan dan lingkungan hidup. Namun, dibalik respons positif masyarakat tersebut, ada beberapa hal yang perlu dibenahi ke depan, yaitu selain sebagai fasilitator, mahasiswa perlu diupayakan menjadi sumber informasi yang memadai tentang agama Hindu dan perlu ada dukungan dana yang memadai, sehingga program-program yang dibutuhkan masyarakat dapat ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya. “Salah satu kontribusi mahasiswa KKN kami adalah telah berhasil mendata dan mendokumentasikan Tatanggul Banten di pura
PENUTUPAN - Suasana penutupan KKN Angkatan XIII IHDN Denpasar di Wantilan Pura Puncak Mangu, Plaga, Rabu (24/8) kemarin. yang ada di wilayah desa adat, yang niskala. Saya berharap, dengan ini selanjutnya akan diserahkan oleh pahlawan-pahlawan Agama Hindu mahasiswa KKN kepada pihak desa bisa dimaknai sebagai bagian dari adat masing-masing. Panitia telah perjuangan eksistensi Agama Hindu mengumpulkan karya mahasiswa di Bali,” ujarnya. tersebut untuk dicetak jadi satu buku Sementara itu, Camat Petang berjudul ‘Tatanggul Banten Pura Gusti Putu Ariawan, S.Sos. sangat Kahyangan Tiga dan Pura Lainnya bangga dan mengapresiasi program di Wilayah Desa Adat Se-Kecamatan yang telah dijalankan mahasiswa Petang’. Kami akan serahkan kepada KKN IHDN Denpasar di wilayahBupati Badung dalam waktu dekat nya. Sebab, program dan sasarannya ini,” ujarnya. sudah jelas dengan falsafah Tri Hita Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. I Karana. Seperti di Parahyangan, Nengah Duija, M.Si. berharap setelah mahasiswa KKN IHDN Denpasar selesai KKN mahasiwa IHDN bisa telah melakukan kajian-kajian mengajegkan Bali dengan program penyempurnaaan upakara. Pada padan pengalaman ilmu yang telah wongan, mahasiswa telah mengajardilaksanakan dan didapatkan di kan tata cara persembahyangan dan masyarakat selama KKN. Dikatakan, berpakaian sembahyang yang baik di era sekarang ini generasi muda dan benar kepada generasi muda. harus mempunyai karakter budaya Sementara, pada palemahan diyang ada di Bali untuk mengajegkan lakukan dengan mambangun taman budaya kerohanian agama Hindu. bumi banten. “Saya berharap, ke de“Pemkab Badung dan Kecamatan pan IHDN Denpasar tetap memilih Petang sangat antusias menerima wilayah kami sebagai tujuan untuk program rohani mahasiswa KKN melestarikan budaya Agama Hindu kami, sehingga IHDN tidak hanya dengan program-programnya,” berbicara persoalan sekala, tapi juga pungkasnya. (ad948)
SVF XI 2016 Resmi Dibuka
Sanur ”Benchmark” Pariwisata Berbasis Komunitas Terbaik SANUR Village Festival (SVF) XI Tahun 2016 yang mengusung tema “Tat Twan Asi” dibuka langsung Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya dengan memukul bedug dan rebana didampingi Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Staf Ahli Kementerian UKM dan Koperasi RI Herman Kartajaya, Nyonya Bintang Puspayoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ketua PHRI Bali dan Pangelingsir Puri Kesiman di Maissonette Area Inna Grand Bali Beach Sanur, Rabu (24/8) malam. Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Sanur merupakan benchmark pariwisata berbasis komunitas terbaik di Indonesia dan patut dijadikan tempat belajar bagi daerah lain yang ingin membangun pariwisata berkelanjutan. Selain itu, ia memuji SVF sebagai salah satu festival yang konsisten dalam pelaksanaan dan mampu mengimplementasikan keinginan warga mengeksplorasi potensi yang dimiliki Desa Sanur. “Sanur adalah benchmark dari community based tourism terbaik di Indonesia. Bahkan setiap perjalanan saya ke berbagai daerah, saya selalu mengimbau daerah lain untuk belajar pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan dari Sanur,” ungkap Atief Yahya. Arif juga mengapresiasi tema “Tat Twam Asi” yang memiliki korelasi pada implementasi kepedulian
PEMBUKAAN – Suasana pembukaan Sanur Village Festival (SVF) XI Tahun 2016 oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (24/8) malam. terhadap pelanggan (customer care) UKM yang telah dilaksanakan oleh yakni pelayanan prima yang jan- Sanur. Kata dia, semua UKM yang tungnya adalah rasa empati. terlibat dalam festival ini berangkat Wali Kota Denpasar I.B. Rai dari bawah dan mereka bersatu padu Dharmawijaya Mantra sangat membangun pariwisata. “Jika parimengapresiasi SVF 2016 tersebut. wisata maju, tentu akan beriringan Dikatakan, SVF 2016 merupakan dengan kemajuan sektor UKM yang suatu pemerdayaan dan kesa- ada,” kata pakar marketing itu. daran masyarakat Sanur untuk Ketua Umum Sanur Village Fesmeningkatkan dan mengembang- tival IB Gde Sidharta Putra mengakan kepariwisataan di Bali. Sebab, takan, melalui tema “Tat Twam Asi” SVF merupakan festival komuni- ikut membiasakan tentang pentingtas pertama di Bali. Di samping nya menciptakan ruang harmoni itu, Sanur yang penuh semangat bagi kehidupan di tengah maraknya membangun pariwisata berbasis berbagai macam konflik yang menkemasyarakatan melalui SVF dera bangsa ini. “Bersandar pada membuktikan adanya komitmen Tri Hita Karana diharapkan sebuah dan kosistensi secara berkelanju- laku yang mengedepankan aku tan mempromosikan pariwisata. adalah engkau dan engkau adalah Sementara itu, Hermawan Kerta- aku dapat dijalankan ke berbagai jaya, Staf Ahli Menteri UKM dan Ko- aspek kehidupan, termasuk juga perasi, juga melontarkan apresiasi pada alam dan lingkungan hidup,” adanya kemajuan pariwisata dan pungkasnya. (ad960)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
Tanpa Dokumen
Polisi Gagalkan Penyelundupan Kepiting Beku ke Bali Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Selasa (23/8) malam mengamankan dua boks styrofoam berisi kepiting beku di Pos II (pintu keluar) Pelabuhan Gilimanuk. Paket kiriman yang dititipkan dengan bus Safari Dharma Raya dengan no polisi B 7168 BK itu diamankan dalam pemeriksaan rutin di pos tersebut. Dari hasil pemeriksaan dan koordinasi dengan Karantina Ikan Wilayah Kerja Gilimanuk, kepiting beku yang hendak dikirim ke Bali itu tidak dilengkapi dokumen yang harus dibawa. Bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) yang dikemudikan PU (44) asal Karanganyar, Jawa Tengah ini masuk di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 23.00 Wita. Bus diperiksa dan seluruh penumpang diminta untuk turun guna pemeriksaan KTP
di Pos KTP. Kemudian oleh petugas dilakukan periksa barang bawaan dalam bagasi. Polisi mencurigai dua box styrofoam dalam bagasi bus tersebut. Setelah diminta dibuka, diketahui isinya kepiting beku. Saat diminta surat pengiriman dan sertifikat kesehatan dari daerah asal, sopir bus tidak bisa menunjukkannya. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol AA Gede Arka melalui Panit 1 Reskrim Ipda Putu Suparta dikonfirmasi, Rabu (24/8) kemarin, membenarkan penangkapan tersebut. Kepiting beku itu ada dua jenis, yakni kepiting bakau dan soka. Dari keterangannya kepiting itu dikirim dari Surabaya. Polisi kemudian melimpahkan barang bukti kepiting serta pihak pembawa ke Karantina Ikan Wilayah Kerja Gilimanuk untuk proses lebih lanjut. (kmb26)
5
Enam Tronton Sapi Bali Ilegal Ditolak Masuk Jawa Banyuwangi (Bali Post) -
Menjelang hari raya Idul Qurban, pengiriman sapi Bali ke Jawa makin liar. Enam tronton sapi terpaksa ditolak masuk Jawa, Rabu (24/8) kemarin. Pemicunya, sekitar 160 ekor sapi tersebut tak dilengkapi dokumen resmi alias ilegal. Polisi bersama Karantina Ketapang, Banyuwangi akhirnya memulangkan paksa ke Bali kendaraan pengangkut ternak tersebut. Sapi tanpa dokumen itu hasil razia gabungan petugas Karantina Ketapang dan Polsek KP3 Tanjungwangi, Banyuwangi. Razia dimulai Rabu dini hari hingga kemarin siang. Hasilnya, polisi mendapati puluhan tronton sapi yang dikirim dari Bali. Dari sekian tronton, enam tronton tak bisa menunjukkan dokumen resmi pengiriman ternak. “Tak ada dokumen satu pun. Akhirnya enam tronton ternak itu kita kembalikan paksa ke Bali,” kata Kepala Kantor Karantina Pertanian Ketapang, Imam Agung. Menurutnya, setiap ternak yang dikirim dari luar pulau harus dilengkapi dokumen lengkap. Mulai izin pengiriman dari pemerintah karantina asal hingga surat jalan. “Sebenarnya ternaknya sehat. Sesuai standar siap potong. Tapi tak dilengkapi dokumen,” jelasnya. Karena bodong, ternak sapi tersebut dianggap liar dan
membahayakan. Pihaknya meminta pemilik ternak mengurus lagi seluruh dokumen sebelum diseberangkan kembali ke Jawa. Sementara itu, Kapolsek KP3 Tanjungwangi, Banyuwangi, AKP Surdarmaji, menegaskan pihaknya banyak mendapatkan laporan indikasi ternak bodong dari Bali. Aksi ini menyusul banyaknya permintaan ternak sapi jelang hari raya Idul Qurban. “Begitu mendapat laporan, kita langsung gelar razia di pelabuhan LCM Ketapang mulai malam hingga siang hari,” jelasnya. Target razia ini kata dia memastikan seluruh ternak yang dikirim dari Bali memiliki dokumen lengkap. Sebab, muncul indikasi banyak dokumen kadaluarsa yang tetap digunakan mengirimkan ternak dari Bali. Modusnya, dokumen yang dibawa pengurus dari Bali dipakai lagi ketika ternak berhasil menyeberang ke Jawa. “Kini setiap dokumen
Bali Post/udi
PERIKSA - Personel Polsek KP3 Tanjungwangi, Banyuwangi memeriksa ternak sapi dari Bali di Pelabuhan Ketapang, Rabu (24/8) dini hari kemarin. kita paraf. Ini mengantisi- saudagar sapi asal Kalipuro, melenggang bebas masuk pasi dokumen pengiriman Banyuwangi, Supriyadi, me- k a p a l . “ K a m i m e n d e s a k yang dipakai lagi,” jelasnya. nyayangkan lolosnya sapi pemerintah memperketat Pihaknya berharap pengiri- ilegal dari Bali ke Jawa. Dia pengawasan keluarnya sapi man ternak dari Bali tetap mempertanyakan sistem Bali ke Jawa. Sebab, mulai mengikuti prosedur yang p e m e r i k s a a n d i P e l a b u - ada oknum yang liar dalam ada. han Gilimanuk, sehingga pengiriman sapi,” kecamSementara itu, salah satu sapi tanpa dokumen bisa nya. (kmb30)
Dewa Primayogantara Jabat Kasat Reskrim Polres Banyuwangi
Bali Post/olo
KEPITING – Petugas menunjukkan kepiting beku yang diamankan karena tanpa dokumen pengiriman dari karantina daerah asal.
Banyuwangi (Bali Post) Jabatan Kepala Satuan Reskrim (Kasat Reskrim) Polres Banyuwangi berpindah tangan, Rabu (24/8) kemarin. Yang membanggakan, perwira berdarah Bali AKP Dewa Putu Primayogantara Parsana dipercaya mengemban tugas di pemburu kriminal tersebut. Suami artis Kadek Devi ini menggantikan AKP
Razia Sel, Petugas Lapas Temukan SS Banyuwangi (Bali Post) Ketatnya pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi masih saja kecolongan. Buktinya dalam razia sel, Rabu (24/8) kemarin petugas lapas menemukan serbuk yang diduga narkoba jenis sabu-sabu (SS) yang disimpan seorang narapidana (napi). Alhasil, napi yang memasuki persiapan bebas bersyarat ini harus kembali berurusan dengan kepolisian. Napi nakal itu Sg (41), asal Tegaldlimo, Banyuwangi. Serbuk yang diduga SS disimpan pelaku di dompet yang diletakkan di dalam celana. “Pukul 08.00 WIB, kami melakukan razia mendadak seluruh sel. Hasilnya ditemukan satu paket serbuk putih diduga sabu,” kata Kepala
Lapas Kelas IIB Banyuwangi, Arimin. Temuan benda mencurigakan ini membuat petugas kaget. Sebab pemeriksaan pengunjung lapas terus diperketat. “Ini menjadi pembelajaran kami. Pengawasan barang bawaan harus diperketat lagi,” jelasnya. Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) ini menjelaskan, pemilik diduga sabu ini tinggal di sel blok C4. Awalnya petugas hanya merazia seluruh kamar sel. Namun saat memeriksa pelaku, petugas mendapati dompet di saku pelaku. Saat diperiksa ditemukan serbuk putih halus terbungkus plastik. “Sekilas sangat mirip sabu. Karena itu pemiliknya langsung kita amankan,”
Bali Post/udi
SABU-SABU - Kepala Lapas Banyuwangi Arimin (kiri) menunjukkan serbuk mirip sabu yang diamankan dari salah satu napi narkoba, Rabu (24/8) kemarin.
jelasnya. Selain serbuk mirip SS, petugas menyita sebuah telepon genggam milik pelaku. Menurutnya, pelaku sudah divonis empat tahun penjara dalam kasus kepemilikan sabu. Dia sudah menjalani masa tahanan selama 25 bulan. Rencananya dia akan menjalani proses masa pembebasan bersyarat. Akibat kejadian ini, pelaku dipastikan akan mendekam lebih lama lagi di lapas. Arimin menambahkan, pihaknya langsung menyerahkan kasus ini ke Polres Banyuwangi. Lalu dari mana asal SS tersebut? Arimin menegaskan, diduga kuat serbuk mirip SS tersebut dibawa pembesuk. Sebab modusnya bisa beragam. Salah satunya dimasukkan ke dalam makanan. “Pernah kita temukan sabu dimasukkan ke perut ikan goreng,” jelasnya. Pascatemuan ini, pihaknya akan memperketat pemeriksaan pengunjung lapas. Lalu menambah jadwal razia ke seluruh blok sel tahanan. Temuan serbuk mirip SS ini menjadi kado bagi Plh. Kepala Satuan Keamanan Lapas Banyuwangi Eko Ari Wibowo. Sebab, temuan ini bersamaan dengan hari pertama dia bertugas. Kehadiran pejabat asal Ngawi, Jatim ini menggantikan pejabat sebelumnya yang dicopot setelah terlibat kasus pemerasan napi. Eko memastikan akan terus memerangi kemungkinan peredaran narkoba di Lapas Banyuwangi. (kmb30)
Stevie Arnold Rampengan yang mengikuti pendidikan. Sebelumnya, AKP Dewa Putu Primayogantara Parsana bertugas di Polresta Surabaya. Putra dari mantan Kapolda Sulteng Brigjen Dewa Parsana ini merasa dekat dengan tanah kelahiran di tempat tugasnya yang baru. Sertijab kemarin dipimpin Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto. Dia berpesan agar Kasat Reskrim yang baru segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Kebijakan terdahulu diminta ditingkatkan, termasuk tunggakan perkara yang belum terselesaikan.
Salah satu kasus besar yang terbaru adalah penyidikan dugaan penggelapan dana melibatkan oknum anggota DPRD Banyuwangi. “Silakan bersinergi dengan anggota Reskrim melakukan progam kerja ke depan. Jika ada perkara yang belum tuntas, diperdalam sehingga bisa segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” pintanya. Penempatan Kasat baru ini tanpa dihadiri pejabat lama. Sebab, pejabat lama sudah menjalani pendidikan di Jakarta. Meski begitu, proses sertijab berjalan lancar. Sejumlah perwira jajaran Polres terlihat hadir. (kmb30)
Bali Post/udi
SERTIJAB - Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto memimpin sertijab Kasat Reskrim di halaman Mapolres setempat, Rabu (24/8) kemarin.
Wantilan Bunut Bolong Jadi Tempat Material Proyek Negara (Bali Post) – gisari I Ketut Sukerta Diatmi- senderan di sekitar lokasi, Sejak rampung bebera- ka tidak menampik wantilan tetapi setelah proyek tersebut pa tahun lalu, keberadaan tersebut jarang digunakan rampung akan dibersihkan wantilan di Bunut Bolong untuk penunjang aktivitas kembali. ternyata kurang maksimal. wisata. Desa menyerahkan Desa memang secara resmi Bahkan gedung terbuka yang pengelolaan kepada Sekaa belum menerima penyerahan diharapkan sebagai penun- Teruna Teruni setempat, tersebut. Namun, agar tidak jang wisata Bunut Bolong itu termasuk terkait kebersihan. dibiarkan begitu saja setelah malah dijadikan tempat pe- Memang saat ini wantilan rampung, maka pengelolaan nyimpanan material proyek. itu digunakan untuk tempat diserahka ke Sekaa Teruna Sejumlah material bangu- penyimpanan material proyek Teruni. (kmb26) nan, seperti semen ditaruh di dalam wantilan sehingga terlihat kotor. Apalagi di dalam wantilan tampak jarang dibersihkan. Lantainya kotor dan dua kamar mandi yang disediakan jarang digunakan. Rumput sekitar areal wantilan itu juga terlihat tumbuh subur dan tidak pernah dipotong. Dari penuturan warga sekitar, wantilan ini hanya sesekali digunakan seperti kegiatan rapat dan pertemuan. Sedangkan di luar Bali Post/olo itu jarang digunakan, sehingga kondisinya seperti yang MATERIAL – Kondisi wantilan Bunut Bolong yang kurang terawat, bahkan dijadikan tempat penyimpanan terlihat saat ini. Penjabat Perbekel Mang- material proyek Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
OPINI
6
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Desa Harus Dijadikan Kekuatan Sentra Ekonomi JARGON setiap hajatan politik yang menempatkan desa sebagai sentra pembangunan selalu menjadi sebuah komoditas. Entah itu di tingkat nasional, provinsi, kota, kota madya dan kabupaten. Desa tetap menjadi sebuah pilihan pas bagi partai politik maupun politisi sebagai objek. Namun sayangnya, tidak semua kandidat yang kemudian sudah menduduki posisi puncak di pemerintahan masih ingat dengan janji kampanyenya itu. Desa dengan semua entitasnya, mempunyai karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Justru perbedaan itu memunculkan sebuah potensi yang juga bisa jika pintar-pintar mengeksplorasi, mengembangkan dan kemudian mengelolanya untuk menjadi sebuah komoditas yang berguna bagi masyarakatnya. Bukan semata-mata desa sebagai komoditas politik, tetapi bagaimana mengembangkannya sebagai sebuah komoditas ekonomi, sumber daya serta budaya dalam artian luas. Selama ini pula, desa diidentikkan dengan kemiskinan. Tidak salah memang, tetapi yang salah itu adalah mengapa dalam kurun waktu yang sangat lama steriotipe ini masih melekat di desa itu sendiri. Ini tentu saja, kembali kepada komitmen para pembuat kebijakan yang memandang desa hanya sebagai basis komoditas politik, bukan sebagai sentra kekuatan ekonomi dalam segala aspeknya. Inilah yang kemudian menghambat bagaimana desa itu bisa berkembang dan tidak lagi sebagai penyumbang urbanisasi. Kalau sudah desa berkembang, ada aliran ekonomi pedesaan yang berkembang tentu segala potensi yang ada akan berkembang juga. Banyak desa memiliki keunikan tersendiri. Cuma masalahnya, bagaimana kemudian pemerintah, pusat sampai daerah mengalokasikan dana yang cukup untuk membangun infrastruktur, memperbaiki kualitas kesejahteraan masyarakatnya, kesehatan sekolah dan sebagainya. Ketika desa sedemikian bertumbuh dan berkembang maka distribusi penyebaran penduduk serta kesempatan untuk berusaha juga akan dengan sendirinya melebar. Tidak numplek di kota saja. Potensi dikembangkan dengan berbasiskan kearifan lokal setempat. Budaya dikembangkan dengan memperhatikan semua aspek. Perkembangan di desa, sejatinya bukan semata-mata faktor ekonomi, tetapi bagaimana memberikan komunikasi, jalur, hubungan dengan desa-desa lain atau kota-kota lain. Menjembatani potensi antara satu dengan lainnya memang perlu dilakukan, sehingga muncul saling ketergantungan antara satu dengan lainnya. Tidak perlu latah, ikut-ikutan untuk mengembangkan hal serupa di setiap desa karena mereka mempunyai halhal yang unik. Potensi itu dikembangkan. Tugas pemerintahlah bersama korporasi besar untuk menggandeng mereka dalam program bapak angkat atau peyampaian program tanggung jawab sosial perusahaan. Ini merupakan sebuah sinergi dalam memajukan pedesaan. Semua mesti dilibatkan. Ada aturan main yang mesti dipahami serta diikuti. Tidak hanya aturan main positif tetapi bagaimana ada konvensi serta norma-norma setempat yang juga mesti dihargai. Ini penting. Sebab, kita tidak ingin membangun desa tetapi sejatinya kita membunuh desa itu secara perlahan-lahan.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Pengemis, Fenomena Masyarakat Sakit Pengemis bukanlah fenomena langka untuk dijumpai di negeri ini, bahkan hampir di seluruh negeri baik ibu kota maupun perkampungan. Meski keberadaan Dinas Sosial dengan sederetan program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, pengemis selalu mewarnai kehidupan masyarakat. Masih kita ingat di awal Agustus lalu saat ramai dibincangkan setelah Wali Kota Bandung mengunggah dalam akun instagram dan twitter-nya aksi tipu-tipu seorang pengemis yang mengaku bernama Alexander. Ia tertangkap basah mengemis dengan pura-pura buntung tangan di Jalan Otista Kota Bandung. Masalah pengemis memang bukan barang baru. Mereka berupaya mengais rupiah dengan memanfaatkan rasa simpati orang. Para pengemis ini punya banyak akal seperti pura-pura buntung hingga yang mengantongi puluhan juta rupiah. Saat ini pengemis tak mesti identik dengan orang miskin, entah dengan apa menggambarkannya namun sering kali alasan kemiskinan adalah pemicu utamanya. Inilah yang menjadikan keberadaan pengemis–pengemis saat ini menjadi fenomena yang tidak lagi kasuistik bahkan lebih tepat jika dikatakan terjadi secara sistemik. Betapa tidak, sangat sulit untuk membedakan mana pengemis yang benar-benar miskin dan mana pengemis yang pura-pura miskin. Keberadaan mereka pun semakin hari semakin banyak seolah mereka adalah barang yang diproduksi massal oleh mesin pabrik. Makin memprihatinkan, mari kita ingat saat kita mampu merasakan hidup dengan menggunakan norma terutama norma agama, mengemis saja sudah merupakan pilihan hina untuk mencari penghidupan, apalagi disertai penipuan. Namun lebih ironisnya lagi, tipu-menipu bukan hanya merasuki dunia pe‘’ngemis’’-an saja, melainkan juga dilakukan pembuat vaksin dan serum palsu, ijazah palsu untuk menjadi pejabat, KTP palsu untuk mendukung parpol yang ikut pemilu. Banyak masyarakat yang tengah sesat dalam berpikir, menganggap desakan kebutuhan hidup yang makin sulit bisa melegalkan menipu untuk memenuhi kebutuhan dan mendapatkan kekayaan. Inilah sistem kapitalisme yang memproduksi kemiskinan massal di satu sisi, dan jurang kesenjangan ekonomi di sisi lain. Sistem ini menggerus semua nilai yang dimiliki manusia, mendorong masyarakat menggunakan segala cara untuk meraih keuntungan pribadi, meskipun dengan merugikan/mengorbankan yang lain. Tri Ayuning S, S.Si. Jl. Nangka No.28 Loloan Barat, Jembrana, Bali
Kemiskinan dan Desa Membangun Badan Pusat Statistik (BPS) dalam lamannya menunjukkan angka kemiskinan pada September 2015 mencapai 28,5 juta jiwa, terdiri atas warga desa 17,9 juta dan penduduk miskin kota 10,6 juta. Indeks Keparahan kemiskinan naik tipis pada Maret 2016 senilai 0,52 dibanding September 2015 sebesar 0,51 (BP, 22/8/2016).
Oleh I Wayan Suartana engatasi kemiskinan tidak semudah yang diwacanakan. Beberapa program penanggulangan kemiskinan di tingkat nasional seperti program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) patut diapresiasi positif. KUR, misalnya, saat ini berjalan lancar, tetapi pengelolaan risikonya perlu juga mendapat perhatian agar bisa mengedukasi masyarakat untuk lebih produktif dan memahami dana itu bukan gratisan. JKN dalam bentuk BPJS sebagai jaring pengaman kemiskinan perlu terus diperbaiki dari sisi skema penganggaran maupun aspek pelayanannya. Mengatasi persoalan kemiskinan dengan mengandalkan kebijakan-kebijakan populis bisa jadi hanya berdampak pada kondisi penting tetapi belum cukup dalam kerangka jangka panjang. Oleh karena itu, berbagai program penanggulangan kemiskinan seharusnya dirancang dengan akurat, berbasis data yang kridibel dan peta jalan yang jelas menyentuh akar masalah yang dihadapi. Mengutip pendapatnya Ellwod, seorang Guru Besar Ekonomi Harvard Kennedy School, terdapat empat dimensi penanggulangan kemiskinan. Keempat dimensi tersebut adalah ekonomi yang stabil, keunggulan komparatif jangka panjang, tata kelola pemerintahan yang kuat dan efektif serta program bagi kaum miskin yang dirancang dengan cermat. Ekonomi yang stabil dalam era interdependensi ekonomi saaat ini sangat sulit dikendalikan, karena banyak faktor yang menjadi ikutan seperti masalah keamanan dan radikalisme. Keunggulan jangka panjang terbentuk manakala pandangan strategik berbasis pengetahuan dapat dikelola dengan baik. Tata kelola pemerintahan akan mendukung penyaluran skema penanggulangan kemiskinan tepat sasaran dan terbebas dari manipulasi. Korupsi yang sistemik dan kronik akan berdampak
M
langsung terhadap kemiskinan, karena yang berhak menjadi tidak berhak menyentuh rasa keadilan masyarakat. Aspek keempat berkaitan dengan cakupan program penanggulangan kemiskinan tidak hanya menyangkut besarnya gelontoran uang yang diberikan kepada objek sasaran namun juga aspek pembelajaran mengenai betapa pentingnya akuntabilitas dan pertanggungjawaban dana. Desa Menjadi Pusat Pertumbuhan Desa menjadi ‘’titik gravitasi’’ dalam penanggulangan kemiskinan, karena angka kemiskinan yang lebih besar dari daerah perkotaan. Di samping itu, menelisik angka kemiskinan di kota yang cukup tinggi salah satu penyebabnya adalah tingkat urbanisasi yang masif dari desa karena mereka berharap mendapat penghidupan yang lebih layak. Tetapi, karena tingkat pendidikan yang relatif rendah, mereka akhirnya mengalami keterpinggiran dan kalah bersaing. Dengan terbitnya Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa bertransformasi menjadi entitas yang memiliki ruang kreativitas mengeksekusi kesejahteraan masyarakatnya. Konsekeunsi logisnya, pemimpin-pemimpin di desa seyogianya mempunyai visi dan strategi bagaimana dana yang diperolehnya mampu menjadi bagian dan aktor penting dalam menanggulangi kemiskinan. Paradigma baru yang dikembangkan untuk meminimalisir gonjang-ganjing kelesuan ekonomi (dicirikan dengan jatuhnya harga komoditas) yang berdampak pada daya beli masyarakat yaitu dengan menggeser pusat pertumbuhan ekonomi ke desa, karena mayoritas penduduk kita bertempat tinggal di desa. Desa diberikan kewenangan dan ruang untuk berinovasi memberdayakan masyarakatnya menuju kesejahteraan secara berkelanjutan. Ada gelontoran dana desa yang rata-rata mencapai nominal lebih dari 500 juta rupiah setiap desa per tahunnya untuk lebih
dari 72.000 desa di seluruh Indonesia. Gelontoran dana desa dalam RAPBN 2017 pun dipasang lebih tinggi dari tahun 2016 ini. Paradigma ini sejalan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dan desa yang dibalut dengan istilah ‘’desa membangun’’. Cara pandang lama yaitu ‘’membangun desa’’ ditinggalkan karena cenderung sentralistik dan kurang partisipatif serta seringkali mengabaikan prioritas dan kebutuhan yang ada pada desa yang bersangkutan. ‘’Desa membangun’’ menjadikan desa tidak hanya objek pembangunan tetapi desa menjadi subjek pembangunan dengan mobilisasi energi prakarsa, inisiatif dan kearifan lokal yang dimiliki. Desa membangun sebagai pusat pertumbuhan mempunyai peran dalam memperkuat perekonomian nasional sekaligus dalam penanggulangan kemiskinan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang tidak hanya berasal dari dana desa di suatu desa malah ada yang mencapai rata-rata lebih dari Rp 2 miliar tiap tahunnya. Kalau APBDes ini terserap dengan baik maka perekonomian nasional akan banyak tertolong. Katakanlah setiap desa rata-rata memiliki APBDes Rp 1 miliar maka akan ada dana sekitar Rp 73 triliun yang bisa mengangkat perputaran ekonomi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. Namun demikian, membangun desa dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan bermakna apa-apa manakala kesenjangan ekonomi dan sosial tak teratasi, karena itu diperlukan tata kelola agar dana desa ataupun APBDes tepat sasaran dan tidak dikorupsi. Dana desa secara bertahap bisa menurunkan angka kesenjangan ekonomi dan sosial, dengan catatan dana tersebut digunakan sebagai stimulus pembangunan ekonomi, infrastruktur, peningkatan investasi ekonomi desa dan aspek-aspek pemberdayaan lainnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Desa Nomor 21 Tahun 2015, dana desa juga pro-pelestarian lingkungan
Suara Mahasiswa AWOS, Salah Satu Sarana Penunjang Keselamatan Penerbangan PADA era modern ini, mobilitas orang sangat tinggi ini menjadikan penggunaan transportasi udara sangat tinggi. Karena tuntutan pekerjaan, seseorang diharuskan ke beberapa tempat yang berjarak ratusan kilometer. Transportasi udara menjadi pilihan utama karena akses yang cepat. Namun, akhir-akhir ini kita mendengar insiden kecelakan yang menimpa pesawat terbang. Untuk itu, keselamatan penerbangan sangat diutamakan. Menurut UU No. 1 Tahun 2009, keselamatan penerbangan adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya. Salah satu fasilitas penunjang dalam kelamatan penerbangan adalah informasi cuaca di bandar udara sebelum pesawat take off ataupun landing. BMKG sebagai instansi pemerintah yang menyelenggarakan pengamatan cuaca penerbangan berkewajiban untuk mengeluarkan informasi cuaca
Oleh Aziz Setia Aji yang cepat, tepat, dan akurat agar tercapainya keselamatan penerbangan. Untuk itu, BMKG menempatkan peralatan pengamatan cuaca di area bandar udara yang dipelihara oleh stasiun meteorologi terdekat. Dulu, pengamatan cuaca menggunakan tenaga observer yang setiap jamnya mengamati peralatan yang berada di taman alat untuk dilaporkan. Sekarang, BMKG sudah menggunakan peralatan canggih untuk mengamati cuaca. Salah satunya adalah AWOS (Automated Weather Observing System). AWOS merupakan peralatan digital yang ditempatkan oleh BMKG di bandar udara untuk mengamati cuaca secara otomatis. AWOS ditempatkan di masing-masing ujung landasan dan tengah landasan yang berfungsi untuk keselamatan pesawat ketika take off maupun landing.
Dalam dunia penerbangan, sandi pelaporan cuaca disebut METAR. Untuk membuat METAR, ada beberapa unsur cuaca yang diperlukan, yaitu arah dan kecepatan angin, jarak pandang, perawanan, suhu udara dan suhu titik embun, tekanan udara, dan cuaca penerbangan. Pada AWOS, unsur cuaca tersebut sudah dapat diamati. Bahkan sudah dapat menampilkan sandi METAR untuk pelayan penerbangan yang update setiap 30 menit sekali. Ada pula sensor pendeteksi awan cumulonimbus (CB) yaitu awan yang sangat dihindari oleh pesawat terbang karena dapat menghasilkan petir yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Display AWOS dipasang di ATC (Airport Traffic Control) dan terminal bandara guna mempercepat informasi cuaca yang terjadi. Sebagai salah satu peralatan pengamatan cuaca otomatis, keberadaan AWOS sangat membantu BMKG sebagai sarana penunjang keselamatan penerbangan di Indonesia. Penulis Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
hidup, pengelolaan hutan/pantai dan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat untuk energi terbarukan. Dalam aspek pemberdayaan misalnya, desa dimungkinkan untuk membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berdasarkan potensi ekonomi yang dimiliki. Akan tetapi fungsi-fungsi manajemen seperti misalnya pemasaran akan menjadi masalah bila tidak ada pendampingan yang serius dari pemerintah ataupun pihak-pihak terkait termasuk bersinergi dengan pihak swasta. Sebelum terbentuk BUMDes, mutlak dilakukan studi kelayakan agar dana tidak terbuang percuma begitu saja hanya karena budaya latahlatahan ataupun euforia dan pencitraan pemimpinnya. Ada sejumlah masalah di lapangan yaitu banyak yang meragukan kemampuan sumber daya manusia (SDM) desa dalam mengelola dana. Risiko yang bermakna segala sesuatu yang menghalangi tujuan dikhawatirkan berkorelasi dengan tidak efektifnya dana yang digelontorkan. Ada kegusaran, desa akan membuat perencanaan yang serampangan. Perencanaan terdokumentasi dalam rencana kerja pemerintah desa (RKP Desa). Ada keteraturan yang dilakukan di desa dengan asas tertib administrasi. Desa diwajibkan menyusun rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) desa, RKP dan APBdes yang lebih banyak menampung desain dalam penanggulangan kemiskinan. Banyaknya sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) jelas menunjukkan bahwa desa tidak bisa memanfaatkan anggaran yang ada atau dengan kata lain perencanaan keuangan desa amburadul. Perencanaan yang buruk akan merugikan masyarakat dan melanggar prinsip penggunaan dana desa dari sisi keadilan dan kebutuhan prioritas dalam penanggulangan kemiskinan. Untuk mempromosikan tipologi desa dari desa tertinggal dan berkembang menjadi desa mandiri, diperlukan kreativitas dalam menggali sumber-sumber pendapatan desa tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan hidup. Dengan demikian, semestinya ke depan diutamakan untuk mengasah peningkatan kemampuan perangkat desa secara terus-menerus dan berkolaborasi dengan dunia usaha dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan desa seperti hasil pertanian dalam arti luas. Penulis, Guru Besar FEB Unud
POJOK Petani di Tabanan mengeluh, wereng mengancam pascaserangan tikus. - Pejabat jangan menganggap angin lalu. *** Dermaga Tanah Ampo mangkrak, warga setempat menagih janji pemda. - Bukti tak tepat janji. *** Paparkan ekonomi, Menkeu Sri Mulyani ‘’hujan’’ pujian di DPR-RI. - Warga ‘’hujan’’ ujian.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
PENJOR – Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, para pedagang di Jalan Raya Kapal, Badung sudah mulai ramai menjajakan sampian dan hiasan penjor. Foto diambil Rabu (24/8) kemarin.
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget Bali Post/wan
7
KAMIS PAING, 25 AGUSTUS 2016
Bali Post/kmb23
JUKUNG - Puluhan jukung yang dikendalikan oleh nelayan, Rabu (24/8) kemarin, beradu kecepatan saat mengikuti lomba serangkaian acara Sanur Village Festival tahun 2016, di Pantai Segara Ayu, Sanur. Lomba jukung atau perahu tradisional tersebut sebagai wujud pelestarian seni budaya daerah di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
Balap Jukung Warnai SVF
Denpasar (Bali Post) Sebanyak 25 jukung ambil bagian dalam lomba jukung ---Sanur Jukung Festival-- serangkaian acara Sanur Village Festival (SVF) 2016, Rabu (24/8) kemarin. Dilepas di Pantai Segara Ayu Sanur oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Drs. Wayan Gunawan seluruh peserta memulai race dengan menuju lautan lepas ke arah selatan,
selanjutnya kembali lagi ke garis finis di Pantai Segara Ayu Sanur. Tidak ada perbedaan tahun ini bila dibandingkan tahun kemarin. Seluruh peserta mendapat kemudahan membentangkan layar dengan cuaca yang sangat bagus. Koordinator umum SVF 2016 Ida Bagus Wisnu Diwangkara mengatakan, Sanur Jukung Festival adalah salah satu program unggulan dari SVF. Kemasan festival yang ditandai den-
gan selebrasi kebersamaan dalam berlomba menjadikan event ini sangat meriah. Peserta tahun sekarang masih sama seperti tahun yang lalu yakni diikuti lima kelompok sekaa jukung yang ada di Sanur. Lebih lanjut Gus Wisnu, panggilan akrab Ida Bagus Wisnu Diwangkara, mengatakan, dalam kompetisi ini peserta di samping memiliki keterampilan mengemudikan jukung, juga ba-
gaimana ia menaklukkan arus laut yang kadang berubah setiap saat. Dalam kompetisi tahun ini, kelompok 5 menyabet seluruh juara. Juara I diraih I Wayan Suwena dengan nomor perahu 100. Juara II I Wayan Gara nomor perahu 1. Juara III I Nyoman Metra nomor perahu 117. Juara harapan masing-masing I Made Ardika dari kelompok 3, Oka Sulaksana dari kelompok 4 dan Wayan Turis dari kelompok 3. (win)
Penutur Berkurang, Bahasa Nusantara Terdesak Denpasar (Bali Post) -
Eksistensi bahasa nusantara atau bahasa daerah kian terdesak di era globalisasi saat ini. Tak sedikit generasi muda yang mulai meninggalkan bahasa daerah, dengan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Atau bahkan beralih dengan mulai mempelajari bahasa asing. Padahal, Indonesia memiliki beragam bahasa daerah yang harus dilestarikan dengan jumlah mencapai lebih dari 700 bahasa. “Banyak penelitian yang mengatakan bahwa bahasa-bahasa daerah itu cenderung makin lama makin berkurang jumlahnya. Banyak yang tidak mempunyai penutur lagi, karena mereka beralih ke bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia itu dianggap sebagai bahasa yang egaliter,” ungkap Ketua Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Dr. Katharina Endriati Sukamto di Denpasar, Rabu (24/8) kemarin. Hal ini, lanjut Katharina, tidak lepas dari adanya tingkatan bahasa (semacam sor singgih, red) di banyak bahasa daerah. Selain itu,
bahasa Indonesia juga sudah dipakai secara meluas khususnya di bidang pendidikan. “Pendidikan di Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia. Jadi, anak-anak cenderung tidak lagi mau berkomunikasi dalam bahasa orangtuanya,” ujarnya. Wakil Rektor IV Universitas Udayana Prof. Drs. I Made Suastra, Ph.D. tak menampik bila ada banyak kosa kata dalam bahasa daerah yang hilang bahkan punah. Kendati dari segi jumlah memang belum bisa dipastikan, sebab harus melalui penelitian yang akurat. “Bagaimana pemertahanan bahasanya, apakah
bahasa lokal masih dipakai, masih digunakan oleh penuturnya, atau adakah media-media yang dipakai untuk pemertahanan bahasa itu. Penelitian itu yang sangat kita butuhkan ke depan untuk mengantisipasi keberadaan bahasa-bahasa nusantara,” ujarnya. Khusus bahasa Bali, lanjut Suastra, kondisinya terbilang lebih baik ketimbang bahasa daerah lain seperti bahasa Sasak. Pasalnya, ada banyak media yang bisa dikembangkan untuk mempertahankan bahasa Bali agar dipakai oleh penutur. Bahkan bisa melalui televisi lokal dengan siaran berbahasa Bali dan juga media cetak lokal. “Walaupun ada pergeseran, tetapi kan sampai saat ini masih bisa kita menggunakan bahasa itu secara terus-menerus walaupun tanda kutip kalau kita lihat sekarang pasangan pengantin muda, berapa persen sih mereka menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa ibunya,” imbuh pakar Sosiolinguistik ini. Menurut Suastra, kecenderungan itu
harus dicermati ke depan. Bagaimana menumbuhkan kesadaran orang tua sebagai penutur bahasa Bali untuk mewarisi bahasa lokal itu kepada anak-anak mereka. Ilmuwan Bahasa Dr. Sudaryanto mengatakan, kesan bahasa daerah kini terdesak dan terancam punah memang bisa diiyakan. Namun, dirinya tidak lantas menjadi pesimistis, karena masalahnya tidak sekadar tentang bahasa. Harus dilihat secara keseluruhan bangsa Indonesia ini dalam keadaan seperti apa. “Jadi, bukan hanya soal bahasanya terdesak, tetapi juga sikap orang Indonesia ini dalam menghadapi banyak hal itu apakah dia merasa terdesak atau tidak, itu saya kira persoalan yang utama,” ujarnya. Menurut Sudaryanto, Indonesia harus menghargai apa yang menjadi kekayaannya termasuk kekayaan berupa bahasa. Karena dari situlah akan ada semacam mekanisme pengamanan dari bangsa Indonesia terh-
adap bahasa daerahnya. “Orang sampai titik tertentu merasa terdesak, tapi sampai titik tertentu juga kemungkinan dia timbul kesadaran. Indonesia juga begitu karena dari sejarahnya yang sudah ribuan tahun, kita tidak pernah tenggelam betul-betul,” imbuh salah satu pendiri MLI ini. Pada titik tertentu, lanjut Sudaryanto, mungkin ada bahasa yang tenggelam karena tidak memiliki penutur lagi. Namun ketika sampai pada titik tertentu, pasti ada kelompok orang yang muncul harga dirinya kembali karena merasa selalu dikalahkan. Inilah yang kemudian bisa membangkitkan kembali bahasa daerah yang tenggelam itu. “Nah itu di mana-mana nanti akan muncul begitu kan demikian ada satu kesadaran di daerah tertentu yang lain tahu, apalagi ini komunikasinya sudah semakin tergugah juga bisa muncul begitu. Jadi, saya tidak terlalu pesimistis, itu intinya,” tandasnya. (kmb32)
BANGLI
8
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
Limbah Medis Belum Terkelola dengan Baik
HGB Ruko di Terminal Segera Berakhir
Dua Tahun, Hanya Disimpan di ”Safety Box”
Pemkab bakal Berlakukan Sistem Sewa
Bangli (Bali Post) Limbah medis padat yang berasal dari puluhan puskesmas di Kabupaten Bangli ternyata belum terkelola secara baik. Oleh masing-masing puskesmas, limbah medis padat yang salah satunya berupa jarum suntik hanya disimpan dalam safety box. Kondisi tersebut sudah terjadi selama hampir dua tahun terakhir. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Bangli dr. Nengah Nadi melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Luh Made Eka Sasiani, Rabu (24/8) kemarin membenarkan bahwa sejak dua tahun terakhir limbah padat yang dihasilkan masing-masing puskesmas di Bangli hanya disimpan dalam safety box. Hal itu dilakukan setelah kerja sama antara Dinas Kesehatan Bangli dengan RSJP Provinsi Bali dalam hal pengolahan limbah berakhir, karena kapasitas pengolahan di RSJP sudah tidak memungkinkan menerima limbah yang dihasilkan puskesmas. “Karena RSJ tidak lagi menerima limbah kita, sehingga untuk sementara kita masih kumpulkan limbahnya di puskesmas,” terangnya. Namun Sasiani menegaskan bahwa limbah yang dikumpulkan dalam safety box tersebut hanyalah limbah padat. Sementara untuk limbah cair yang dihasilkan puskesmas, selama ini sudah diolah melalui Instalasai Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki sejumlah puskesmas. Sasiani menambahkan, untuk menangani keberadaan limbah medis padat tersebut, pihaknya sudah sempat mengkomunikasikannya dengan instansi terkait dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH). Tak hanya itu pihaknya juga sudah mengupayakan untuk pengadaan alat pengolah limbah (incenerator). “Mudah-mudahan pengadaan incinerator bisa lancer, sehingga permasalahan ini (limbah medis) bisa segera selesai,” ucapnya. Kadiskes dr. Nengah Nadi menambahkan, pengadaan incinerator selama ini menjadi agenda yang cukup mendesak untuk direalisasikan. Dari hasil rembug pihak RS dengan BLH, rencananya akan dilakukan pembuatan incenerator berkapasitas cukup besar di TPA Kuning. “Kalau incenerator itu terwujud, tidak hanya Kabupaten Bangli saja yang memanfaatkan, tapi kabupaten lainnya juga bisa ikut memanfaatkan,” kata dr. Nadi. (kmb40)
Minim Lapangan Kerja, BLK Bangli Kesulitan Tempat Magang Bangli (Bali Post) Minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia di Kabupaten Bangli berdampak pada sulitnya Balai Latihan Kerja (BLK) Bangli untuk mencarikan tempat magang bagi para peserta latihan. Untuk mengatasi hal tersebut, BLK Bangli terpaksa mencarikan tempat magang para peserta pelatihan ke luar kabupaten. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (KadisosNengah Sukarta nakertrans) Kabupaten Bangli, Nengah Sukarta, Rabu (24/8) kemarin mengakui bahwa selama ini BLK Bangli kesulitan tempat magang bagi peserta latihan. Dia mengatakan kondisi ini terjadi bukan karena para peserta latihan tidak laku di pasaran, tetapi karena lapangan pekerjaan yang tersedia di Bangli cukup minim. Sukarta mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya selama ini kerap mencarikan tempat magang untuk peserta pelatihan hingga ke luar kabupaten. Salah satunya adalah Gianyar. Selain itu pihaknya juga mengintensifkan pemagangan para peserta latihan hingga ke luar negeri. “Kita harus magangkan mereka (peserta latihan) agar betul-betul antara teori dan praktik bisa sejalan,” terangnya. Sementara itu, sambung dia, BLK Bangli yang beralamat di Susut, selama ini membuka empat rumpun pelatihan yakni menjahit, tata rias listrik dan otomotif. Dari empat rumpun pelatihan tersebut, jumlah peminat yang terbanyak yakni di bidang menjahit, sedangkan jumlah peminat terkecil ada di bidang otomotif. Sukarta mengatakan, untuk biaya pelatihan, BLK menggunakan dua sumber dana yakni dana dekon yang digelontor pusat dan dana APBD Bangli. Pada tahun ini dana dari APBD yan dianggarkan untuk membiayai kegiatan pelatihan yakni Rp 50 juta khusus untuk tingkat mahir menjahit. (kmb40)
Bangli (Bali Post) -
Pemkab Bangli bakal memberlakukan sistem sewa terhadap puluhan ruko yang ada di areal terminal Lokacarana Bangli. Hal itu dilakukan menyusul segera berakhirnya masa hak guna bangunan (HGB) puluhan ruko tersebut pada pertengahan September mendatang. Kabag Ekonomi Setda Bangli Luh Ketut Wardani saat dihubungi, Rabu (24/8) kemarin, mengatakan jumlah ruko yang akan segera habis masa HGB-nya yakni sebanyak 35 ruko. Puluhan ruko tersebut akan berakhir masa HGB-nya pada tanggal 16 September mendatang. Terkait akan berakhirnya masa HGB ruko tersebut, Wardani mengaku sudah memberitahukannya kepada seluruh pemilik SHGB sejak beberapa bulan yang lalu. “Sekitar bulan Januari dan Februari yang lalu, kami sudah memberitahukan kepada seluruh pemilik HGB bahwa HGB mereka akan segera berakhir pada 16 September 2016,” terangnya. Selain itu pihaknya juga mengaku sudah sempat menggelar rapat dengan beberapa SKPD serta pedagang pemegang SHGB terkait kelanjutan pemanfaatan ruko itu. Dalam rapat tersebut Pemkab Bangli sudah menyampaikan bahwa tidak lagi akan memperpanjang SHGB ruko tersebut melainkan akan memberlakukan sistem sewa sesuai dengan undang-undang maupun peraturan pemerintah tentang pemanfaatan barang milik daerah. “Kita sempat tanyakan apakah mereka bisa menerima sistem sewa, dan mereka kompak menerima sistem sewa,” jelasnya. Hanya saja mengenai berapa nilai sewa yang akan ditawarkan Pemkab Bangli kepada para pedagang nantinya, pejabat asal Kelurahan Kubu, Bangli ini belum bisa memastikannya. Pihaknya mengatakan Perda terkait sistem sewa ini masih sedang diproses di bagian hukum. “Mengenai berapa nilai sewanya, belum tahu. Nanti kalau sudah ada kepastian, kita akan undang kembali para pedagang,” imbuhnya. (kmb40)
RUKO - Ruko di areal Terminal Lokacarana Bangli.
Evaluasi Penilaian WTN
Pemkab Diminta Kembalikan Fungsi Terminal Bangli (Bali Post) Penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) 2016 di Kabupaten Bangli sudah berakhir. Dalam evaluasinya, Rabu (24/8) kemarin, tim penilai dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyoroti Terminal Loka Srana yang difungsikan sebagai pasar. Pemkab diminta segera mengembalikannya sesuai dengan fungsi awal. Ketua Tim Penilai Lapangan WTN Ariandi Ariyus S.SiT., M.M. mengungkapkan pada ajang tingkat nasional ini, terminal masih menjadi salah satu fasilitas umum yang masuk sasaran penilaian. Jika dihadapkan dengan Terminal Loka Srana, Bangli yang masih dijadikan pasar pascakebakaran Pasar Kidul Bangli 2012 silam, tentunya itu perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten. Memang, dalam menghadapi ajang bergengsi ini, pemkab telah menyediakan terminal sementara. Akan tetapi, itu belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang ada. “Yang paling menjadi perhatian adalah terminal dijadikan pasar. Kami harapkan itu (terminal jadi
pasar-red) segera dikembalikan sebagai tempat menaikan dan menurunkan penumpang,” tegasnya di hadapan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bangli I Gede Arta dan Asisten I Sekda Bangli I Wayan Lawe. Khusus untuk terminal sementara, ia melihat kondisinya cukup baik. Hanya saja belum dilengkapi dengan petunjuk trayek dan besaran tarif yang dikenakan untuk penumpang. Dalam penilaian, tim juga menyoroti sejumlah rambu lalu lintas yang rusak dan tertutup pohon. Beberapa jalan juga tidak dilengkapi dengan marka, sehingga memunculkan kesan mengancam keselamatan pengendara. Selain itu, sejumlah trotoar juga ada yang dicaplok pedagang. Hal ini mengakibatkan pejalan kaki terganggu. Oleh karenanya, Satpol PP diminta jangan menjadikan pelanggaran itu sebagai tontonan, namun langsung ditertibkan. ”Fasilitas umum itu perlu juga mendapat perhatian. Pelanggaran rambu lalu lintas juga masih ada,” tegas Ariyus. Disampaikan pula, selain berhubungan dengan lalu
EVALUASI - Tim penilaian lapangan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2016 memberikan evaluasi untuk pemkab, Rabu (24/8) kemarin. Salah satu hal yang menjadi sorotan, yakni terminal yang difungsikan sebagai pasar.
lintas, penilaian juga dilakukan pada tempat uji kendaraan. Yang menjadi perhatian tim, yakni jumlah peralatan yang masih tergolong kurang dan beberapa perlu dikalibrasi. “Kalau kondisi kendaraan umum cukup baik. Hanya kurang dilengkapi petunjuk trayek,” jelasnya. Menyikapi sorotan itu, Kadishubkominfo I Gede Arta mengaku akan segera melakukan pembenahan. Demikian juga dengan fungsi terminal akan segera dikembalikan. Hal ini dikoordinasikan dengan instansi terkait. “Apa yang menjadi evaluasi, segera kami tindak lanjuti,” ucapnya seraya mengatakan menghadapi WTN ini, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan, salah satunya menggencarkan uji kendaraan angkutan umum dengan pemberian subsidi. Sementara itu, anggota DPRD Bangli I Ketut Suastika yang hadir saat itu meminta evaluasi tersebut harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai persoalan ini justeru menjadi pemandangan klasik ke depannya. Jika ada perbaikan yang memerlukan anggaran, pihaknya siap untuk mendukung. “Komunikasi dengan SKPD harus segera dilakukan. Perbaikan harus dengan lintas sektoral. Jangan sampai sorotan yang sama terjadi di tahun depan,” tandasnya. Evaluasi itu juga dihadiri langsung Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Ketut Mastra Budaya. (kmb45)
Masih Tahap Kajian, Penataan OPD Terancam Molor Bangli (Bali Post)Penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diinstruksikan harus tuntas pada akhir bulan ini oleh pemerintah pusat. Di Bangli, instruksi itu terancam tidak bisa ditepati alias molor. Sebab, seminggu waktu yang tersisa, prosesnya masih tahap pengkajian. Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Bangli, I Made Kirmanjaya, Rabu (24/8) kemarin menjelaskan penataan organisasi perangkat daerah ini sesuai amanat PP 18 Tahun 2016. Pemerintah pusat menginstruksikan itu harus sudah rampung pada akhir Agustus ini. Sesuai dengan data yang dikeluarkan pemerintah pusat, jumlah perangkat daerah yang wajib ada mencapai 40 urusan. Khusus untuk Bangli, setelah dilakukan scoring dan menyesuaikan dengan tingkat efektivitas dan efisiensinya, jumlahnya menjadi 31 urusan. Rinciannya, 24 dinas, 4 badan, setda, setwan dan inspektorat. “Itu di luar kecamatan, BPBD dan Kesbangpol,” ujarnya. Jumlah yang dipetakan itu tidak langsung ditetapkan. Namun, harus diajukan ke bupati untuk dikaji kembali. Seminggu batas waktu sesuai instruksi berakhir, hal itu belum membuahkan hasil. “Sekarang itu (jum-
Made Kirmanjaya lah perangkat daerah-red) masih tahap pengkajian. Memang harus rampung pada akhir bulan ini. Target kami minimal saat itu sudah ada kesepakatan,” harap Kirmanjaya. Lanjut dia, guna mewujudkan OPD yang ideal, kajian harus dilihat dari beberapa aspek. Pertama, OPD yang dikaitkan dengan kemampuan keuangan daerah, kedua, dikaitkan dengan potensi daerah, dan ketiga dikaitkan dengan keuangan dan potensi daerah. Hal ni membutuhkan waktu pembahasan yang cukup lama. “Itu yang dijadikan dasar kajian. Ini akan diupayakan rampung secepatnya,” tandasnya. (kmb45)
GIANYAR
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
Dewa Nyoman Bawa
Juara II Kasek Berprestasi Tingkat Nasional DEDIKASI Dewa Nyoman Bawa dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Gianyar memang tidak diragukan lagi. Deretan prestasi sudah berhasil diraih Kepala SMP Negeri 1 Gianyar ini. Dari dedikasi itu, pria asal Tampaksiring ini akhirnya berhasil meraih juara II sebagai kepala sekolah (kasek) berprestasi di tingkat nasional. Ia pun mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir effendi. Ditemui di ruanganya, Rabu (24/8) kemarin, Dewa Nyoman Bawa, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa Bali Post/nik ini merupakan kali perK e p a l a S M P N e g e r i 1 tama, kepala sekolah dari Gianyar, Dewa Nyoman Kabupaten Gianyar bisa Bawa, S.Pd., M.Pd. maju bertanding di tingkat nasional. “Ini memang kali pertama kalinya kepala sekolah dari Gianyar bisa mewakili Provinsi Bali maju ke tingkat nasional,“ katanya. Lanjut dia, dijelaskan meski perlombaan hanya berlangsung selama seminggu, dari 12 hingga 19 Agustus di Jakarta. Namun, raihan ini juga dihimpun dari catatan prestasi selama menjadi kepala sekolah. “Untuk perlombaan ini memang semua portofolio prestasi yang pernah diraih itu dikumpulkan, untuk dijadikan referensi penilaian juri,“ jelasnya. Hingga pada sesi presentasi, ia menjabarkan penelitian tindakan sekolah, yang berjudul “Penerapan Manajemen AKTIP (Akademis, Karakter, Teknologi, Ilmiah dan Peduli Lingkungan) berupaya menyeimbangkan mutu pendidikan mewujudkan sekolah RAPI (Ramah Anak Prestasi Integritas)”. Dikatakan presentasi dari hasil penelitian ini banyak mendapat pujian dari dewan juri. Akhirnya, ia pun ditetapkan meraih juara II sebagai kepala sekolah berprestasi di tingkat nasional, mengalahkan puluhan kepala sekolah berprestasi lainnya yang menjadi perwakilan dari masing-masing provinsi. Sementara pada posisi pertama diraih Kepala SMPN 41 Batam Kepulauan Riau. (kmb35)
Objek Wisata Terbengkalai, Disparda Lakukan Inventarisasi Gianyar (Bali Post) Taman Wisata Bukit Jati, Gianyar merupakan salah satu aset pemerintah kabupaten yang saat ini terbengkalai. Kondisi sejumlah bangunan di tempat ini sudah rusak, hingga dikelilingi ilalang. Sementara Dinas Pariwisata Daerah (Diparda) Kabupataen Gianyar masih melakukan inventarisasi, untuk mengangkat kembali potensi objek wisata ini. Objek wisata yang dibangun tahun 1980-an ini berada di Kelurahan Samplangan, Gianyar. Oleh pemerintah, sempat beberapa kali diperbaiki. Termasuk perbaikan infrastruktur di objek wisata yang tujuannya untuk rekreasi keluarga ini. Namun, pantauan Rabu (24/8) kemarin, kondisi objek wisata tersebut tampak terbengkalai. Hal itu terlihat dari atap bangunan banyak yang jebol, corat-coret pada bangunan, tempat duduk lesehan yang rusak, hingga rumput ilalang yang tumbuh menglilingi lokasi tersebut. Tak pelak, kondisi itu membawa kesan bahwa objek wisata ini memang tak terurus. Lurah Semplangan Putu Mega Indrawan yang dikonfirmasi tidak menampik kondisi itu. Dijelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan aset Pemkab Gianyar, sehingga kewenangan untuk pengembangan potensi objek wisata ini ada di Disparda Gianyar. “Memang kondisinya demikian, dan kewenangan lebih lanjut terkait ini ada di Disparda Gianyar,“ ucapnya. Meski demikian, warga Semplangan sudah rutin bergotong royong membersihkan areal tersebut. Namun kembali ia tegaskan untuk perbaikan pada bangunan yang rusak menjadi kewenangan Pemkab Gianyar. Sementara itu, Kadisparda Gianyar A.A. Dalem Jagadhita mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan inventarisasi sejumlah objek wisata di bumi seni ini, yang masih memiliki potensi untuk dibangun kembali, salah satunya adalah objek wisata Bukit Jati tersebut. “Saya sudah beberapa kali ke sana melihat kondisi ini, yang jelas ini masih kami inventarisir,“ katanya. Sambung dia, dari inventarisasi ini akan diketahui, layak atau tidaknya objek wisata tersebut bila kembali dikembangkan. Sebab dalam hal ini, ia juga memperhitungan proyeksi pada animo masyarakat. “Kalau di sini kita langsung perbaiki, tapi animo masyarakat belum tumbuh, kan sayang nanti anggarannya, makanya ini masih kita kaji,“ katanya. Disinggung soal APBD 2016 yang sudah menganggarkan satu miliar lebih untuk perbaikan fasilitas objek wisata di Kabupaten Gianyar. Dalem Jagadhita menjelaskan anggaran tersebut hanya dialokasikan untuk membenahi destinasi yang sedang berjalan. Seperti Gunung Kawi, Tirta Empul, Goa Gajah dan lainya. “Di sini kita memberikan dorongan melalui investasi, dengan harapan nanti ada peningkatan kunjungan,“ katanya. (kmb35)
Bali Post/nik
OBJEK WISATA RUSAK - Salah seorang warga saat mengunjungi bangunan di objek wisata Bukit Jati yang rusak dengan ilalang di sekitar lokasi, Rabu (24/8) kemarin.
Suara Gianyar Kenaikan Harga Rokok Mengenai isu kenaikan harga rokok, menurut saya itu sangat bagus. Kita ketahui bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan baik diri sendiri maupun orang lain. Dengan naiknya harga rokok ini, secara otomatis mengurangi keinginan untuk merokok. Nyoman Reteg, Ketewel
9
Tingkatkan Pendapatan Pajak, KPP Sosialisasikan ’’Tax Amnesty’’ Gianyar (Bali Post) -
Pemerintah sudah merancang reformasi kebijakan dalam perpajakan secara simultan. Salah satunya adalah pengampunan pajak atau tax amnesty, yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan pajak negara. Kebijakan ini pun mulai disosialisasikan Kantor Pelayan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Gianyar di ruang sidang utama Kantor Bupati Gianyar, Rabu (24/8) kemarin. Kepala Kantor Pelayan Pajak Kabupaten Gianyar Subagiono mengatakan pengampunan pajak merupakan kebijakan yang sedang digenjot pemerintah pusat. Kebijakan yang didasarkan pada UU No. 11 Tahun 2006 tentang pengampunan pajak ini dilakukan sebagai upaya meningkatan pendapatan pajak negara. “Dengan dilakukannya tax amnesty ini, diharapkan para pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri akan memindahkan dananya ke Indonesia dan menjadi WP (wajib pajak -red) baru yang patuh sehingga dapat meningkatkan pendapatan pajak negara,“ ucapnya. Dikatakan, selama ini banyak orang kaya di Indonesia yang menyimpan uang mereka di luar negeri, seperti Singapura, dengan memanfaatkan tax treaty. Bahkan jumlah uang milik warga negara Indonesia tersebut mencapai belasan triliun tupiah. “Oleh karena itu, pemerintah mendorong diberlakukannya tax amnesty, untuk menarik kembali
Bali Post/nik
TAX AMNESTY - Petugas Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Gianyar saat mensosialisasikan tax amnesty di ruang sidang utama Kantor Bupati Gianyar, Rabu (24/8) kemarin. uang milik warga Indonesia yang disimpan di luar negeri. Apalagi saat ini pemerintah membutuhkan dana untuk mengebut pembangunan,“ jelasnya. Dikatakannya, pemerintah Indonesia sudah pernah memberlakukan tax amnesty pada 1984, tetapi pelaksan-
aannya tidak efektif karena respons wajib pajak kurang dan tidak diikuti dengan reformasi sistem administrasi perpajakan secara menyeluruh. “Oleh karena itu, pelaksanaan tax amnesty kali ini akan dilaksanakan secara hati-hati dan dipersiapkan secara matang,“ tandasnya.
Kodim Gianyar Tanam Padi dengan ’’Rice Transplanter’’ Gianyar (Bali Post) TNI semakin gencar membantu petani di Kabupaten Gianyar dalam hal penanaman padi. Apalagi kini jajaran Kodim 1616 Gianyar sudah dibekali alat rice transplanter dan puluhan traktor. Rabu (24/8) kemarin, Kodim 1616 Gianyar melakukan penanaman padi di Subak Tegenungan, Banjar Delod Pangkung Desa Kemenuh, Sukawati dan Subak Sukaluwih Banjar Gentong Desa Tegallalang. Kasdim 1616/Gianyar Mayor Inf. I Wayan Suwitantra, S.IP. menjelaskan alat rice transplanter dan puluhan traktor ini diperoleh dari Ke-
menterian Pertanian, setelah Kodim 1616/Gianyar meraih juara satu tanam padi tipe C tingkat nasional. “Dari raihan juara ini, sebenarnya kita dihadiahkan 53 item, tapi baru dua yang dikirim ke sini, sisanya seperti alat sedot air akan menyusul dikirim ke Makodim Gianyar,“ ucapnya. Semua alat ini akan digunakan untuk membantu petani menanam padi setiap harinya. Dikatakan rice transplanter membuat proses penanaman padi dengan sistem jajar legowo lebih cepat dan efisien. “Dengan alat ini kita semakin cepat membantu
petani menanam padi. Jadi, alat ini akan kami gunakan menanam padi di seluruh wilayah Gianyar,“ katanya. Sementara Dandim Gianyar Letkol Kav. Berto SP Capah, S.Sos. menyatakan operasional alat pertanian untuk membantu proses pendampingan pertanian harus lebih rutin dilakukan oleh jajaran TNI, guna mempercepat peningkatkan hasil pertanian di Gianyar. “Saya harap ke depan petani yang didampingi Babinsa dapat memaksimalkan penanaman padi, dengan memanfaatkan teknologi pertanian,“ tegasnya. (kmb35)
Bali Post/nik
TANAM PADI - Jajaran Kodim 1616/Gianyar saat menanam padi menggunakan alat rice transplanter, Rabu (24/8) kemarin.
Sementara itu, Asisten III Setda Kabupaten Gianyar Wayan Sudamia mengatakan, sosialisasi ini hendaknya dimanfaatkan sebagai pedoman bagi PNS di lingkungan Pemkab Gianyar dalam menjalankan amanat UU yang berfokus pada pengampunan pajak. (kmb35)
Terjadi Penurunan, Ekspor Kerajinan Baru 7,88 Juta Dolar AS Gianyar (Bali Post) Selain mengandalkan pariwisata, pergerakan perekonomian di Kabupaten Gianyar juga bertumpu pada ekspor barang. Hanya, pada tahun ini, ekspor kerajinan di kota seni ini tampak mengalami penurunan, dengan data nilai ekspor barang per Mei 2016 ini baru mencapai 7,88 juta dolar AS. Kadisperindag Gianyar Wayan Suamba, Minggu (21/8) lalu, mengatakan ekspor barang memang menjadi salah satu mesin penggerak perekonomian di Kabupaten Gianyar. “Ekspor barang ini tentunya didominasi barang kerajinan dari UKM Bali Post/nik yang ada di Gianyar,“ katanya. Kadis Perindag GiaNamun, ia mengakui kon- nyar Wayan Suamba disi ekspor barang di Kabupaten Gianyar kerap mengalami pasang surut. Kondisi ini terjadi akibat situasi global yang memberi pengaruh besar terhadap nilai ekspor. “Pengaruh global sangat memengaruhi nilai ekspor. Selama kondisi global stabil, maka kondisi ekspor pasti stabil pula,” jelasnya. Berdasarkan data, ekspor Kabupaten Gianyar pada 2013 mencapai 25,28 juta dolar AS lebih. Namun mengalami penurunan pada 2014 menjadi 20,04 juta dolar AS. Sedangkan pada 2015 nilai ekspor kembali merangkak naik menjadi 22,9 juta dolar AS. “Kalau di tahun 2016 sampai bulan Mei ini nilai ekspor baru mencapai 7,88 juta dolar AS,” ujarnya. Disinggung target ekspor tahun ini, Suamba mengatakan ekspor tidak bisa ditarget berapa angkanya, mengingat sangat berpengaruh dengan situasi global. “Sebut saja di Eropa mengalami kelesuan ekonomi, maka ini berpengaruh ke Gianyar, pengaruh eksternalnya lebih dominan,” tandasnya. (kmb35)
KLUNGKUNG
10
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
Aset Candra di Eks Galian C Sulit Diukur Semarapura (Bali Post) – Kejaksaan Negeri Klungkung mulai menghitung aset milik terpidana kasus korupsi pengadaan lahan Dermaga Gunaksa, I Wayan Candra, agar bisa dilelang. Namun, dari seluruh aset yang telah disita belum sepenuhnya bisa dihitung. Dari 60 lebih aset yang disita seperti bangunan, tanah dan uang tunai di bank, yang paling menyulitkan pihak kejaksaan adalah tanah milik Candra yang berada di kawasan eks galian C. Menurut Kasi Pidsus Kejari Klungkung Made Pasek Budiawan, tanah milik Candra yang disita lokasinya tersebar bahkan ada yang berada dekat dengan Dermaga Gunaksa yang kini dikenal sebagai eks galian C. Pihak kejaksaan masih berkoordinasi dengan pihak terkait letak dan batasnya. ”Kami masih berkoordinasi mengenai asetnya yang berada di lokasi galian C yang belum jelas letak dan batas-batasnya,” katanya, Rabu (24/8) kemarin. Kesulitan pihak kejaksaan mencari aset Candra di eks galian C karena lokasi ini sekarang tidak jelas batasbatasnya. Galian tersebut juga berada di dua wilayah kecamatan, yakni Klungkung dan Dawan. Di samping itu, banyaknya pemilik tanah juga menyulitkan pengukuran antara aset pemilik satu dan pemilik lainnya. Meski demikian, pihak kejaksaan tidak patah semangat untuk mencarinya. Apalagi proses lelang yang akan dilakukan membutuhkan waktu lama. ”Proses lelang prosedurnya panjang,’’ tegas Pasek. Sementara untuk aset bangunan yang terlihat, masih dalam tahap penentuan harga. Setelah penentuan harga baru bisa dilakukan lelang terhadap aset milik Candra yang telah disita. Penentuan harga tidak ada batasannya. ‘’Yang jelas kami akan bekerja lebih cepat agar semua aset Candra bisa segera dilelang. Semuanya perlu proses. Kami akan bekerja lebih cepat supaya tidak menjadi tunggakan,” ujarnya. Salah satu aset milik Candra berupa rumah yang berada di Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Dawan, juga telah disita kejaksaan. Rumah mewah yang biasa disebut Puri Cempaka ini masih ditempati istri dan kerabat Candra. Hasil pantauan di lapangan, di dalam rumah mewah itu terdapat aktivitas. Ada kerabat yang sedang sibuk mencuci mobil. Pihak Kejaksaan memang masih memberikan keleluasaan bagi kerabat Candra menempati aset sitaan itu untuk perawatan. ”Kalau nanti dilakukan pelelangan, baru kami beri tahu keluarganya,” imbuh Pasek. (kmb)
PELATIHAN - Sejumlah anak putus sekolah diberikan pelatihan di Gedung KNPI Klungkung, Rabu (24/8) kemarin.
Bali post/kmb
Disos Latih 101 Anak Putus Sekolah Semarapura (Bali Post) –
Pemkab Klungkung melakukan berbagai upaya untuk mengatasi jumlah anak putus sekolah. Melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, pemkab menggelar program Pengurangan Pekerja Anak-Program Keluarga Harapan (PPA-PKH). Program itu difasilitasi pemerintah pusat agar anak putus sekolah mau kembali duduk di bangku sekolah, mengingat angka anak putus sekolah di Klungkung cukup tinggi. Program ini menyasar 101 anak putus sekolah yang tersebar di sejumlah desa, kecuali Nusa Penida. Menurut Sekretaris Dinas Sosial Putu Suarta, Rabu (24/8) kemarin, program ini tidak dilaksanakan sekalian, tetapi dibagi per gelombang. Gelombang pertama dipusat-
kan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banjarangkan, Juni lalu, menyasar 41 anak putus sekolah karena faktor ekonomi berusia 1318 tahun. Sesudah diberikan pelatihan, mereka kembali melanjutkan ke bangku pendidikan baik formal maupun nonformal (kejar paket). “Anak yang diberikan pelatihan disesuaikan dengan umur. Kalau saat itu dia putus sekolah di kelas III SD atau lebih dari lima tahun berada di rumah atau
bekerja, kami arahkan ke kejar paket,” kata Suarta. Sebaliknya, jika siswa yang bersangkutan belum begitu lama putus sekolah, setelah mendapatkan pelatihan difasilitasi melanjutkan ke sekolah formal. Selama latihan, memori mereka saat di sekolah kembali dibangkitkan, sehingga tidak kaget lagi saat kembali ke bangku sekolah. Ada pembimbing khusus yang mengarahkan. ‘’Setiap 10 siswa dibimbing satu orang,”
ungkapnya didampingi Kabid Hubungan Industri dan Pengawasan I Gusti Ngurah Putra Widiana. Pelatihan gelombang kedua digelar 11-25 Agustus melibatkan 60 siswa putus sekolah. Mereka belajar di dua tempat, yakni di Gedung KNPI dan Koramil Klungkung. Angkatan pertama dan kedua ini khusus menyasar Klungkung daratan, yaitu Kecamatan Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan. “Tahun 2017 kami rencananya laksanakan di Nusa Penida,’’ jelasnya. Data Kendala yang menjadi hambatan dalam mereal-
isasikan program ini adalah data yang diturunkan pemerintah pusat merupakan pendataan lima tahun terakhir atau 2011. Akibatnya, ketika melakukan verifikasi ke lapangan, sejumlah anak putus sekolah sudah melampaui batas umur 18 tahun dan beberapa telah menikah. Suarta mengungkapkan, dari hasil verifikasi di lapangan sebagian besar anak yang putus sekolah tidak memiliki dana, sehingga harus bekerja untuk menopang kebutuhan hidup. Ada yang bekerja menjadi tukang prada, buruh serabutan, membuat canang dan sejenisnya. (kmb)
1.404 Pegawai Kontrak Dapat Jaminan Kerja Bali Post/dwa
PERIKSA - Wakapolres Klungkung Kompol Nengah Sadiarta bersama Subag Sarpras Polres memeriksa kendaraan dinas Polri.
Jangan Salah Gunakan Kendaraan Dinas Semarapura (Bali Post) – Wakapolres Klungkung Kompol Nengah Sadiarta, S.H., SiK., bersama Subag Sarpras Polres memeriksa kendaraan dinas Polri baik roda dua maupun roda empat, Rabu (24/8) kemarin. Pemeriksaan ini dimaksudkan agar kondisi kendaraan tetap dalam keadaan siap pakai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kendaraan yang diperiksa merupakan kendaraan yang dipakai anggota Babinkamtibmas Polsek jajaran dan staf operasional Polres Klungkung. Pemeriksaan dilakukan seusai apel pagi. Menurut Sadiarta, pihaknya meningkatkan pengawasan terhadap pengguna ranmor dinas, guna menghindari terjadinya penyalahgunaan oleh personel Polres. ‘’Pemeriksaan ini untuk mengingatkan pemegang kendaraan dinas untuk selalu merawat kendaraannya dengan baik. Paling tidak selalu dibersihkan agar daya gunanya bisa lebih panjang,” tuturnya. Dikatakannya, kendaraan dinas harus selalu siap untuk mendukung pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat, dengan harapan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban. Sementara semua personel mesti selalu siaga dan terus meningkatkan kewaspadaan. (dwa)
Telepon Penting KLUNGKUNG Polres Klungkung (0366) 21115 Polsek Klungkung (0366) 21090 Polsek Dawan (0366) 23181 Polsek Banjarangkan (0366) 23180 Polsek Nusa Penida (0366) 5382838 RSUD Klungkung (0366) 21172 RSU Bintang (0366) 25241 PMI Klungkung (0366) 21442 Damkar Klungkung (0366) 22655 PDAM Klungkung (0366) 21336 PLN Klungkung (0366) 25599
Semarapura (Bali Post) – Pemkab Klungkung memastikan seluruh pegawai kontrak yang mencapai 1.404 orang akan mendapat jaminan tenaga kerja (naker) mulai Oktober 2016. Pemkab mengalokasikan anggaran Rp 141,8 juta tiap bulannya. Dari ribuan tenaga kontrak tersebut, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Klungkung menyumbang 329 orang, terbanyak dibanding dinas lainnya. Sesuai data yang didapat dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klungkung, Rabu (24/8) kemarin, pada tahun anggaran induk 2016 jumlah pegawai kontrak di seluruh SKPD mencapai 1.355 orang. Sementara pada anggaran perubahan ada penambahan 49 orang. Setiap pegawai kontrak mendapatkan iuran jaminan tenaga kerja Rp 101.043 yang dibayarkan tiap bulan. Tenaga kontrak mendapat jaminan bila terjadi kecelakaan kerja baik yang membutuhkan perawatan medis maupun meninggal dunia. Tahun ini dua tenaga kontrak yang bekerja di DKP Klungkung meninggal dunia. Sayangnya, karena belum ada jaminan ketenagakerjaan yang diberikan ke tenaga kontrak, seluruh biaya ditanggung oleh pihak keluarga. Mereka juga tidak mendapatkan santunan dari pemerintah.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dihubungi kemarin, membenarkan terkait penganggaran jaminan ketenagakerjaan tersebut. Menurutnya, anggaran yang sudah mendapatkan persetujuan pada APBD Perubahan 2016 ini baru bisa direalisasikan Oktober mendatang. Jaminan tenaga kerja ini diberikan mengingat sejumlah tenaga kontrak bekerja di tempat yang membahayakan keselamatan seperti tenaga penyapu di DKP. Sebelumnya, Bupati Suwirta didampingi Nyonya Ayu Suwirta melayat ke rumah duka Ni Ketut Asih di Banjar Tengah, Desa Manduang, dan Ni Ketut Karnasih asal Banjar Sangkan Buana, Kelurahan Semarapura Kauh, Kecamatan Klungkung. Korban yang bekerja sebagai tenaga penyapu di DKP Klungkung meninggal 3 Juni lalu akibat kecelakaan di Jalan Ngurah Rai, Semarapura. Asih meninggalkan seorang suami I Negah Susila (37) dan dua orang anak, I Putu Werdiguna (9) yang masih duduk di bangku kelas III SD dan Ni Made Sukmayanti (7) kelas I SD. Sementara Karnasih meninggalkan seorang suami I Komang Astawa (42) dan dua anak, Putu Adi Pramana (13) masih duduk di kelas I SMP dan Ni Kadek Putri Arini (8) kelas I SD. (dwa)
Bali Post/dwa
MELAYAT - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melayat ke rumah pegawai kontrak DKP yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada Juni lalu.
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
11
BULELENG Siapkan Dana Rp 23 Miliar
SOSOK
Rumah Sakit Pratama Segera Dibangun Singaraja (Bali Post) Setelah memastikan lahan untuk lokasi Rumah Sakit (RS) Pratama di Buleleng Timur, pemerintah daerah mulai menyiapkan anggaran yang dibutuhkan. Dari perencanaan, RS Pratama kedua ini disiapkan anggaran Rp 23 miliar. Proyek ini dalam tahap persiapan tender melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemkab Buleleng. Dr. Nyoman Jampel, M.Pd.
Bali Post/dgk
Tingkatkan Wawasan Lewat Pertukaran Mahasiswa REKTOR Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. menilai pertukaran mahasiswa belakangan ini menjadi tren dalam usaha peningkatkan wawasan pendidikan dan pola pikir generasi muda. Dia tidak menampik pengetahuan belajar generasi di era informasi dan teknologi kekinian ditunjang pengalaman visual di luar daerah atau pun luar negeri. ‘’Bisa memberi pengalaman kepada mahasiswa. Salah satunya melalui pola pikir pengetahuan atau knowledge. Pertukaran mahasiswa sudah banyak dilakukan antarkampus di Tanah Air, bahkan di luar negeri,’’ ujarnya, Rabu (24/8) kemarin. Jampel menambahkan, bukan hanya mengirim mahasiswa ke luar negeri. Dia sebaliknya menerima mahasiswa asing untuk belajar berbagai hal tentang Indonesia di Undiksha. Peluang berbagai ilmu pengetahuan dapat dirasakan mahasiswa secara tidak langsung. Pergaulan luwes menciptakan generasi muda tidak kaku dan mudah bergaul. ‘’Ketika menerima mahasiswa dari luar, kita masukkan di kelas dengan mahasiswa dan dosen terbaik,’’ tambahnya. Ia berharap mahasiswanya intens mengembangkan diri dalam era globalisasi selama kuliah di kampus dikenal seribu jendela ini. Ia sekaligus memacu mahasiswa baru mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. ‘’Mahasiswa mampu bersikap nasional bukan mencondongkan diri kedaerahan. Kita rutin melalui program pertukaran mahasiswa nusantara (permata) melatih mahasiswa untuk memiliki rasa persatuan dan kesatuan,’’ tandasnya. (dgk)
Pemkab Serahkan 562 Unit Rumah kepada Warga Miskin Singaraja (Bali Post) Pemkab Buleleng menyerahkan bantuan rumah 562 unit kepada warga miskin di Kabupaten Buleleng. Bantuan yang dikenal dengan istilah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini nilainya Rp 7,5 juta untuk masing-masing warga miskin. Tahun ini, BSPS diserahkan secara simbolis di Desa Tajakula Kecamatan Tejakula, Rabu (24/8) kemarin. Penyerahan bantuan itu dilakukan Wakil Bupati (Wabup) dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama Kepala Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Buleleng Gede Komang. Seluruh BSPS tersebut untuk warga di Desa Patas Kecamatan Gerokgak dan Desa Tejakula Kecamatan Tejakula. Wabup Sutjidra mengatakan bantuan ini merupakan komitmen pemkab dalam mengatasi persoalan kemiskinan di daerahnya. Selama ini, warga miskin di Buleleng sebagian besar tersebar di Kecamatan Gerokgak dan Tejakula. Warga miskin ini persoalan yang krusial menyangkut kondisi rumah yang tidak layak huni. Untuk itu, pihaknya memprogramkan BSPS ini. “Ini komitmen pemerintah dalam mengatasi persoalan kemiskinan di daerah kita,” katanya. Sejak digulirkan
tahun 2013 hingga tahun ini, sudah ada 5.556 unit atau 124 persen bantuan telah diserahkan. Setiap tahun, pemkab manargetkan 125 unit rumah diserahkan untuk warga miskin. Bantuan ini bersumber dari dana APBD Kabupaten, APBN, dan Corporate Social Responsibility (CSR). Masing-masing warga miskin dijatah Rp 7,5 juta. Dengan dana sebesar itu, pemilik rumah secara swadaya memperbaiki kondisi rumah, sehingga berubah menjadi layak huni dan lingkungannya terjaga dengan baik. Bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya itu dipastikan akan berlanjut hingga 2018 mendatang, sehingga target penuntasan rumah tak layak huni di Buleleng tuntas seratus persen. “Dalam pekerjaannya ini, kita ingin memupuk persaudaraan antarsesama karena dalam perbaikannya dilakukan dengan gotong royong,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Disos Gede Komang menjelaskan mencegah jangan sampai bantuan disalahgunakan, pihaknya telah menyiapkan petugas monitoring dan evaluasi. Monitoring ini penting karena bantuan ditransfer ke rekening masing-masing warga, sehingga kalau tidak pantau bisa saja akan digunakan untuk kebutuhan lain. (kmb38)
Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS), Rabu (23/8) kemarin mengatakan, RS Pratama dibangun di Desa Giri Emas Kecamatan Sawan. Lahan yang sudah disiapkan sekitar dua hektar, tanah negara (TN) dengan Sertifikat Hak Pakai (SHP). Sementara detail engineering design (DED) telah rampung.
Secara keseluruhan desainnya tidak jauh beda dengan RS Pratama di Desa Tangguwisia Kecamatan Seririt. “ULP sudah saya minta untuk menyiapkan tender proyek. Sebab, tahun ini proyek itu sudah selesai dikerjakan,” katanya. Sebelumnya, RS Pratama di Buleleng Timur ditarget rampung
Bali Post/dok
MANDI - Sejumlah pengunjung terlihat sedang mandi di kolam di objek wisata Air Sanih.
Air Sanih Diusulkan Masuk KSPN Bali Utara
Singaraja (Bali Post) Objek wisata Aris Sanih di Kecamatan Kubutambaha sejak lama dikenal wisatawan mancanegara dan lokal. Meski sudah dikenal dan dikelola dengan baik, hingga tahun ini objek wisata itu belum masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Untuk itu, pemerintah mengusulkan agar objek wisata Air Sanih masuk KSPN. Data di lapangan menyebutkan sebelas KSPN yang sudah ditetapkan pemerintah, dua di antaranya berada di Buleleng yakni KSPN Bali Utara meliputi KSPN Pemuteran dan Pulau Menjangan. Selain itu, dua KSPN lintas daerah yakni KSPN Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di Buleleng dan Jembrana dan KSPN Bedugul di Buleleng dan Tabanan. Sedangkan KSPN itu untuk Buleleng Timur kawasan Air Sanih hingga kini belum masuk dalam KSPN. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. belum lama ini mengatakan dari tingkat kunjungan wisatawan ke Air Sanih perkembangannya cukup bagus. Demikian juga penyediaan fasilitas di objek wisata juga terus
dibenahi. Pemerintah mengusulkan agar objek wisata ini masuk dalam KSPN Bali Utara. Masuknya Air Sanih dalam KSPN dapat berimbas untuk pengembangan pariwisata di Buleleng Timur. Selain pertimbangan itu, pengembangan terutama perbaikan atau kebijakan lain akan lebih mudah karena sudah dilandasai dengan payung hukum yang jelas. “Kita sudah mengusulkan agar Air Sanih masuk dalam KSPN, sehingga di daerah kita akan ada KSPN seusai kawasan barat, tengah, dan timur,” katanya. Menyikapi usulan KSPN Air Sanih, Dinas Pariwisata Provinsi Bali telah melakulan pengkajian dan melakulan Focus Group Discussion (FGD). Dalam FGD itu Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan Dinas Pariwisata Bali Ketut Astra sependapat dengan usulan dari Buleleng. Untuk mendukung usulan itu, pemerintah perlu melakukan identifikasi ulang melibatkan segenap lapisan masyarakat. Selanjutnya, pemerintah daerah akan memfasilitasi usulan itu hingga pemerintah pusat menyetujui dan menetapkan sebagai KSPN Air
Topeng Wayang Wong Desa Tejakula
Sakral, Hanya Ditampilkan Saat Upacara ”Ngambek” TOPENG wayang wong menjadi tradisi kebudayaan yang disakralkan masyarakat Desa Tejakula, Buleleng. Topeng wayang wong yang asli tidak boleh ditampilkan di tempat umum. Topeng tersebut dirawat dan dijaga kesakralannya serta ditampilkan saat upacara ngambek. Hal ini diungkapkan prajuru Pura Dangka Tegal Mas Desa Pakraman Tejakula, Nyoman Tangkas, Selasa (23/8). Ia mengatakan tarian wayang wong ini tampil dikuti tari baris teruna, baris jojor, baris gede, teruna dan tari rejang dewa dalam upacara ngambek tersebut. Menurut cerita, upacara ngambek digelar satu kali di Pura Dangka Tegal Mas. Masyarakat percaya upacara ngambek ini sebagai pembersihan candi dan gelung kori (upacara mautama -red). “Wayang wong yang asli ditampilkan bertepatan dengan upacara ngambek, ngenteg linggih atau dikenal sebagai upacara terbesar di Desa Pak-
raman Tejakula. Kami menggelar upacara ini mulai 10-25 Agustus,” katanya. Ia menerangkan umur topeng tersebut diperkirakan mencapai ratusan tahun. “Lakon yang ditampilkan adalah gugurnya Beganada di medan perang. Selain itu ditampilkan pula lakon cerita gugurnya Rahwana,” tambah Gede Suarsana, salah satu tokoh masyarakat Tejakula sekaligus pemeran Sugriwa dalam tari wayang wong tesebut. Sementara, pemerhati seni wayang wong, Gede Komang, mengungkapkan makna cerita gugurnya Beganada itu di mana kecurangan akan dimusnahkan dengan dharma. Sebagaimana filosofi Agama Hindu, kekuatan dharma tidak akan pernah kalah dengan adharma. “Ini memiliki kaitan dan memberi filosofi kepada masyarakat Desa Tejakula. Sifat angkara murka akan dikalahkan dharma,” katanya. Dikatakan, wayang wong Desa Tejakula ini meraih
tahun 2016. Setelah pembangunan fisik, tahun 2017 mendatang, pemkab melanjutkan pemasangan alat kesehatan (alkes) dan melengkapi sumber daya manusia (SDM). Sesuai DED RS Pratama ini memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan beberapa fasilitas penunjang lainnya. (kmb38)
Bali Post/dgk
WAYANG WONG - Sejumlah topeng wayang wong digantung saat upacara ngambek di Pura Dangka Tegal Mas, Desa Pakraman Tejakula. penghargaan UNESCO, memiliki kesan dan histori tersendiri. “Kalau topeng asli, sangat kami sakralkan. Kita buat topeng duplikat supaya masyarakat di luar Desa Tejakula dapat melihat seperti apa tari wayang wong,” ucap Gede Komang. Hal senada dikatakan dosen ISI Denpasar Pande Gede Mustika, S.S.,Kar., M.Si,, wayang wong Tejakula dominan memainkan lakon
Ramayana dalam beberapa kanda. Duplikat wayang wong diakui banyak beredar di Jepang, Swedia dan beberapa kota besar di Indonesia. “Kesucian dan kesakralan topeng wayang wong asli merupakan duwe di Pura Pemaksan Desa Tejakula. Kami tetap jaga dan melestarikan. Hanya topeng duplikat yang dapat ditampilkan di hotel atau pementasan di tempat umum,” tandasnya. (dgk)
Sanih yang meliputi Singaraja dan sekitarnya. (kmb38)
Bali Post/kmb34
SERTIJAB - Sertijab Mayor Inf. Handoko Yudho Wibowo, S.E. (kanan) untuk selanjutnnya memimpin Batalyon Infanteri Raider 900/SBW, Rabu (24/8) kemarin.
Handoko Resmi Pimpin Yonif Raider 900/SBW Singaraja (Bali Post) Serah terima jabatan (sertijab) Komandan Batalyon Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW) digelar Rabu (24/8) kemarin. Mayor Inf. Handoko Yudho Wibowo, S.E. resmi menggantikan pejabat lama yakni Letkol Inf. Benny Rahadian, S.E. Acara sertijab tersebut berlangsung lancar dan diisi dengan pertunjukan yongmodo dan gultor. Sejumlah pejabat hadir dalam acara tersebut. Di antaranya, Pangdam IX/ Udayana Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko, Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T., Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S,H. dan Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya serta pejabat lainnya. Dalam apel dipaparkan penataan satuan kostrad termasuk perubahan nama Yonif 900/Raider menjadi Yonif Raider 900/SBW. Di mana ketentuan terdahulu yang tidak sesuai atau bertentangan dengan peraturan dimaksud dinyatakan tidak berlaku lagi. Sekaligus pula dilakukan penataan organisasi dan gelar satuan di jajaran TNI-AD serta realisasi peraturan dilaksanakan pangkotama terkait tahun anggaran 2016. Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko mengatakan peresmian nama satuan diikuti dengan sertijab Danyonif Raider 900/ SBW. “Hari ini (Rabu) nama
Batalyon Infanteri Raider 900/ SBW saya nyatakan secara resmi dimulai penggunaannya,” katanya kemarin. Ia menjelaskan ke depan mampu meningkatkan sikap kepemimpinan dan profesionalitas. Yonif Raider 900/ SBW berperan membantu kepolisian menjaga keamanan wilayah. Semuanya perlu meningkatkan kepekaan serta pemahaman di masyarakat. “Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Letkol Inf. Benny Rahadian selama memimpin Yonif Raider 900/SBW. Sedangkan kepada Mayor Inf. Handoko Yudho Wibowo, saya ucapkan selamat bertugas. Semua keamanan dapat tercapai apabila memiliki komitmen bersama,” tambahnya. Sementara, itu Letkol Benny Rahadian menilai sertijab merupakan sesuatu yang wajar terjadi di tubuh TNI. Di mana sebagai amanat bertujuan memacu kinerja dan rotasi organisasi menjadi lebih baik. “Saya berharap pejabat baru dapat bertugas dengan sebaik-baiknya. Rotasi jabatan adalah bentuk penyegaran supaya lebih termotivasi,” ucap Benny Rahadian yang kini menjabat sebagai Kasi Ops Korem 163/Wirasatya. Mayor Handoko yang kini memimpin Yonif Raider 900/ SBW merupakan lulusan Akmil tahun 2000. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Pabandya Renops Kodam IX/Udayana. “Ke depan, saya berusaha bekerja maksimal dan lebih baik,” tandasnya. (kmb34)
12
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
KARANGASEM
13
Merasa Dirugikan yang Bodong
Pengusaha Galian C Berizin Protes Amlapura (Bali Post) –
Pengusaha galian C berizin bersuara keras saat diundang dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati Karangasem, Rabu (24/8) kemarin. Mereka meminta Pemkab Karangasem menegakkan hukum dan memberi keadilan kepada pengusaha galian C yang sudah patuh kepada pemerintah dengan melengkapi perizinan yang dipersyaratkan. Pengusaha galian berizin itu meminta pejabat Pemkab Karangasem menutup usaha galian C yang bodong alias tak berizin tersebut.
Bali Post/013
AIR MENGGENANG - Pipa PDAM yang pecah di jalan lingkar di belakang Kantor Bupati Karangasem sudah lama pecah. Akibatnya, air menggenang di badan jalan sehingga menuai keluhan warga sekitarnya.
Pipa PDAM Pecah
Jalan di Belakang Kantor Bupati Tergenang Amlapura (Bali Post) – Warga yang bermukim di belakang Kantor Bupati Karangasem, Rabu (24/8) kemarin, menyampaikan keluhannya. Pasalnya, pipa jaringan air PDAM yang melayani pelanggan di wilayah itu dibiarkan lama pecah dan tak kunjung diperbaiki. Dari pantauan kemarin, air yang terus mengucur menyebabkan air menggenang di jalan yang aspalnya sudah lama hancur. Akibatnya, jalan hancur berlubang itu seperti sungai. Warga yang mengendarai sepeda motor terpaksa memilih bagian jalan yang bisa dilalui agar tidak sampai terpeleset. Warga mengatakan, jalan lingkar di belakang Kantor Bupati menjadi jalan alternatif. Ketika Jalan Ngurah Rai di depan Kantor Bupati ditutup, arus lalu lintas akan dialihkan ke jalan lingkar di belakang Kantor Bupati. “Sayangnya, jalan lingkar alternatif itu justru dibiarkan lama hancur dan tak kunjung diperbaiki,” ujar sejumlah warga yang namanya enggan disebutkan di koran. Akibat jalan hancur dan lapisan aspalnya sudah hilang, menyebabkan pipa di tengah jalan sering dilindas kendaraan. Usai diperbaiki warga dengan bergotong royong, kata salah seorang warga Gede Putra, pipa itu pecah lagi. Warga lainnya mengatakan, petugas PDAM pernah juga menggali pipa dan memperbaiki bagian yang pecah, tapi saat banjir dan tanah penguruknya hanyut, pipa plastik itu menyembul lagi. Saat ada pengendara lewat, pipa terlindas dan pecah lagi. Akibatnya, diduga petugas PDAM kewalahan dan akhirnya membiarkan pipa itu pecah. Akibat genangan air di jalan berlubang dalam jangka waktu lama, jalanan menjadi seperti sungai. Ditemui terpisah, Plt. Direktur PDAM Karangasem Ni Luh Putu Sumarheny, S.E. seizin Ketua Badan Pengawas PDAM Gusti Singarsi mengatakan, pihaknya baru mengetahui dari informasi wartawan soal adanya pipa yang sudah lama pecah sehingga air menggenangi jalan di belakang Kantor Bupati Karangasem. “Kami akan tugaskan staf teknis untuk mengecek. Terima kasih atas infonya,” katanya. (013)
Bali Post/kmb31
PENANGANAN - Petugas BPBD saat melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Mobil Tabrak Pohon, Sopir Selamat Amlapura (Bali Post) Mobil menabrak pohon perindang di jalan raya Banjar Dinas Sesana Desa Bungaya Kangin Kecamatan Bebandem, Rabu (24/8) kemarin. Mobil yang dikemudikan Kadek Suparta asal Desa Seraya ini pun ringsek. Namun, sang sopir terhindar dari maut karena selamat dalam peristiwa tersebut. Sebelum menabrak pohon, Suparta kehilangan kendali atas mobilnya. Untuk menghindari terjadi kecelakaan dengan kendaraan lain di tengah jalan, dia berusaha menghindar. Pohon perindang di pinggir jalan lalu menghentikan laju mobilnya, setelah menabraknya hingga pohon itu roboh ke tengah jalan, sekitar pukul 10.00 wita. Pohon yang tumbang ke tengah jalan itu sempat menimbulkan kemacetan saat itu. Petugas BPBD Karangasem langsung terjun ke lokasi. Kebetulan letak markas BPBD Karangasem cukup dekat dengan lokasi kejadian. BPBD mengarahkan satu mobil rescue dan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Pohon perindang jenis jati belanda itu dipotong-potong. “Setelah tertangani, lalu lintas sudah kembali lancar. Tidak ada korban jiwa,” kata Kepala BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa. (kmb31)
Telepon Penting KARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres 0363 Polsektif Karangasem 0363 Polsek Kota 0363 Polsek Manggis 0363 Polsek Rendang 0363 Polsek Selat 0363 Polsek Abang 0363 Polsek Kubu 0363 Polsek Sidemen 0363 Polsek Bebandem 0363 Polsek Candidasa 0363 Polsek KP3 Padangbai 0363 Radio Suara Widya
21220 23222 21167 41768 23082 24187 23330 22988 21709 22110 41677 41388
Besakih (SWIB) PMI PDAM PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD 12 SMAN 1 Amlapura 13 SMAN 2 Amlapura 14 SMAN 1 Manggis 15 SMPN 1 Amlapura 16 SMPN 2 Amlapura
0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363
21791 21789 21363 21711 22173 21135 21113 21011 21470 21152 21254 41668 21288 21483
Para pengusaha yang mendatangi Kantor Bupati di antaranya dari Asosiasi Pertiwi Agung (APA) yang beranggotakan para pengusaha galian C berizin di Kecamatan Kubu. Selain para pengusaha galian C dari Kubu, juga turut hadir IGM Tusan yang tak lain suami Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. IGM Tusan juga memiliki usaha galian C yang berizin di Butus, Desa Buana Giri, Bebandem. Kedatangan dan rapat koordinasi dengan pengurus
APA dan pengusaha lainnya yang berizin itu dipimpin Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi. Pada kesempatan itu, Wakil Ketua APA I Gede Ariana meminta Bupati atau Pemkab Karangasem menutup usaha galian C ilegal di Kecamatan Rendang, Bebandem dan Selat. Dia mengatakan, setelah sempat tutup karena ada permintaan dari Bupati Karangasem melalui surat edaran yang ditandatangani Sekda atas nama Bupati Karangasem, belakangan
usaha galian C ilegal itu membuka usaha lagi. Disayangkan, tak ada tindakan tegas dalam rangka menegakkan hukum dari pihak pemkab maupun aparat penegak hukum. Bukti bahwa pengusaha ilegal kembali beroperasi membuka usaha galiannya, dapat dilihat dari banyaknya truk galian C kembali beroperasi di wilayah tiga kecamatan yang sama sekali tak ada usaha galiannya yang berizin. “Dari usaha galian C tak berizin itu, pasir dijual ke luar Karangasem
dalam jumlah banyak, tapi Pemkab Karangasem rugi. Pemkab tak mendapatkan pajak, sementara lingkungan terancam karena usaha galian C ilegal itu menggali di wilayah ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut,” kata Ariana. Ketika usaha galian C bodong beroperasi lagi menjual material, kata Ariana, usaha galian C yang berizin justru kalah bersaing. Sopir truk pembeli galian C beralih ke galian ilegal. Diduga, usaha ilegal menjual material galian C lebih rendah karena mereka tak usah membayar pajak. Sementara itu, setelah sempat ramai, kini di usaha galian C berizin menjadi sepi pembeli. “Di usaha galian C di Kubu yang berizin, sehari hanya sekitar 200 truk pasir
laku terjual. Pembeli beralih ke usaha galian C bodong. Kami minta tak ada tebang pilih dalam penutupan galian C ilegal. Saat ini, galian C bodong berada di atas angin dalam penjualan galian. Mereka diserbu pembeli. Usaha berizin malah sepi pembeli,” keluhnya. Menanggapi protes dari pengusaha galian C yang berizin itu, Sekda Adnya Mulyadi tampak tak bisa mengelak. Dia mengatakan, seharusnya hukum atau peraturan ditegakkan dan usaha yang berizin mesti dilindungi. Ditegaskan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari jalan keluarnya. Tujuannya, jangan sampai usaha yang berizin dan masyarakat di sekitarnya dirugikan. (013)
Terjaring Razia, Polisi Ringkus Pelaku Curanmor Amlapura (Bali Post) Tim Gabungan Polres Karangasem meringkus pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di Banjar Genteng Kelurahan Subagan. Pelaku ditangkap setelah sempat terjaring razia di Jalan Veteran Padangkerta, Amlapura, Selasa (23/8) malam. Pelaku sempat berusaha kabur, namun polisi tak membiarkannya lari. Dihubungi Rabu (24/8) kemarin, Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso mengatakan, kasusnya
kini sedang ditangani Polsek Kota Karangasem. Saat ditangkap, sepeda motor Honda Beat warna hitam DK 5369 BV hasil curiannya itu sudah tidak utuh. Awalnya, petugas tidak curiga. Tetapi setelah dicegat polisi, wajah pengenderanya terlihat panik. Semakin dicecar dengan pertanyaan, dia justru berusaha kabur. Tapi tetap bisa dikejar oleh polisi, kemudian pria kurus ini ditangkap. Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku tak lain adalah Windi Muhlisin (26), asal Lingkungan Ampel Ke-
lurahan Karangasem. Untuk mengelabui petugas, pelaku mengganti nomor polisi sepeda motor tersebut dengan nomor polisi palsu. Selain itu, ciri-ciri fisik motor yang khas melekat pada pemiliknya, juga dihilangkan. Slebor belakang berisi stiker bulat warna hijau diganti dengan stiker baru. “Dia ditangkap dalam sebuah razia 21. Sekarang ditangani Polsek Kota,” kata Sugeng Sudarso. Rupanya, pelaku tak hanya terlibat dalam aksi curanmor. Dia ternyata juga terlibat dalam serangkaian aksi
pencurian lain. Sejak Juli hingga Agustus ini, Windi juga mencuri dua kotak amal di Masjid Ujung Desa dan Ujung Pesisi, Desa Tumbu, ketika bulan puasa. Dari ulah nekatnya itu, pria pengangguran ini mengambil uang umat sebesar Rp 6 juta. Usai menangkap pelaku, polisi sempat rekonstruksi awal, saat pelaku mengganti slebor dan nomor polisi Honda Beat curiannya di bengkel variasi motor, Jalan Diponegoro, Amlapura. Kendati pelakunya sudah diamankan, Polsek Kota
masih mengembangkan kasus itu. Hal itu dilakukan menyusul dugaan pelaku juga beraksi di tempat lain. Pelaku diduga beraksi dengan komplotan lain yang melancarkan aksinya di Karangasem. Seperti diketahui, pelaku sebelumnya mencuri sepeda motor Honda Beat milik I Gusti Ngurah Krisna Mahendra (18) di rumahnya, Banjar Genteng Kelurahan Subagan, Minggu (21/8) dini hari lalu. Korban sempat kebingungan, siapa yang telah mencuri motornya. (kmb31)
I Gusti Ngurah Alit
Dorong Generasi Muda Bertani KARANGASEM memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian. Potensi ini membutuhkan sentuhan pelaku pertanian yang lebih banyak, khususnya generasi muda. Salah satu tokoh pertanian Karangasem I Gusti Ngurah Alit mendorong generasi muda mau terjun menjadi petani. Sebab, masih banyak yang bisa dilakukan di Karangasem untuk berkontribusi dalam membangun ketahanan pangan Bali, lewat kebangkitan pertanian. I Gusti Ngurah Alit dikenal sebagai petani teladan bagi warga Banjar Palak Desa Besakih Kecamatan Rendang. Keuletannya sudah membuktikan pada warga desa tentang tanah yang diolahnya serius akan memberikan hasil yang memuaskan. Tidak mengherankan jika langkahnya ini menuai simpati banyak pihak. Warga Kecamatan Rendang pun mulai bersemangat mengolah lahan-lahan mereka menjadi pertanian yang produktif. Desa yang dulunya sepi dan hanya ramai dengan sejumlah penganggur dan tenaga serabutan, kini penuh dengan beragam aktivitas pertanian. Mereka rajin mengolah lahannya masing-masing dengan optimis. Namun, Petani Teladan Tingkat Nasional tahun 2009
ini tak ingin mengembangkan pertanian sebatas di Rendang, tapi juga menyebar semangat bertani di kalangan generasi muda di Bali. Potensi yang masih berpeluang digarap adalah sayur-sayuran dan buah. Dia sendiri sudah memulai serius mengembangkan berbagai jenis sayuran sejak tahun 2000. Kiprah Gusti makin berpengaruh setelah ia dipercaya mengelola Subterminal Agrobisnis (STA) pada 2004 oleh Kementerian Pertanian bernama Manik Mekar Nadhi. Apalagi, kualitas sayuran produk Gusti mendapatkan sertifikasi. Semenjak kebangkitan pertanian di desanya, warga pun menuai hasilnya. Panen kualitas super serta kualitas biasa pun menghasilkan harga yang baik saat produk itu dipasok ke pasarpasar tradisional. Peraih penghargaan Subterminal Agrobisnis (STA) Berprestasi dari Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian tahun 2014 ini ingin meregenerasi kalangan pemuda di Karangasem agar bersedia melestarikan pertanian. Meskipun, ia tahu alih fungsi lahan terus mengancam lahan pertanian di Pulau Dewata ini. “Saya ingin melihat pemuda lebih banyak bertani. Peluangnya nyata sekali. Kenapa
Bali Post/gik
AREAL PERTANIAN - I Gusti Ngurah Alit saat memperlihatkan arel pertaniannya yang dipenuhi tanaman jagung dan jenis tanaman lainnya. justru jarang yang mau terjun. Kalau di desa ini saja, sudah cukup banyak,” kata Gusti Ngurah Alit yang dijuluki penyuluh pertanian sukarela ini saat ditemui di Banjar Palak, Senin (22/8) lalu. Beberapa tahun terakhir, jenis-jenis sayuran yang ditanam sudah bisa menembus pasar swalayan terkenal di Bali. Rata-rata hasil setoran panen dengan kualitas super dari kelompok STA Manik Mekar Nadhi, seperti cabai, jeruk, ketela dan jagung. Pihaknya kini sedang mengembangkan berbagai sayur dan buah yang dikenal langka, seperti berba-
gai jenis pisang hingga labu. “Labu ini belum ada namanya. Saya kasi nama Alit Pinochio. Alit itu diambil dari nama saya, pinochio itu karena bentuknya unik,” kata Pemangku Ketahanan Pangan Adhikarya Pangan Nusantara tahun 2013 serta Kreativitas dan Inovasi Masyarakat Silpakara Nugraha Anugrah Riset dan Teknologi tahun 2012 ini. Meski sudah usia lanjut, namun ia tak pernah lelah mengajak pemuda di desanya agar mau angkat cangkul membangun per-
tanian. Dia ingin semangat membangun pertanian ini menginspirasi pemuda lainnya di Bali. Dia ingin petani Bali berjaya bergandengan tangan dengan pariwisata. Sebab, masyarakat Bali tak bisa selamanya ketergantungan dengan pariwisata. “Sederet prestasi nasional sudah pernah saya raih. Selanjutnya, saya ingin sekali tampil di Kick Andy (salah satu program talk show -red) agar mereka tahu bahwa petani Bali masih ada dan bisa maju,” tegasnya. (gik)
TABANAN
14 FIGUR Alasan Klasik KESADARAN masyarakat khususnya penduduk pendatang untuk melengkapi diri dengan kartu identitas rupanya masih rendah. Kebanyakan memberikan alasan klasik seperti sibuk atau proses pengurusan KTP belum seBali Post/bit lesai saat terjaring petugas pada setiap kegiatan penertiban. Padahal jika persyaratan lengkap, proses pengurusan KTP tidak memerlukan waktu lama. “Kalau punya kartu KK dan tidak ada gangguan jaringan dalam perekaman, pembuatan KTP hanya perlu waktu lima menit,” ujar Kadisdukcapil Tabanan I G.A. Rai Dwipayana, Selasa (23/8). Rendahnya pemahaman tentang pentingnya kartu identitas terbukti dari hasil sidak yang dilakukan di Kecamatan Baturiti (22/8) dan Pupuan (23/8). Di Desa Luwus dan Desa Mekarsari (Baturiti), petugas menemukan duktang yang sudah dua tahun tidak mengurus Kipem dan KTP-nya mati. Hal serupa terjadi di Pupuan. Sebanyak 50 duktang dari empat banjar yang diperiksa di Pasar Pupuan, 32 kedapatan tidak memiliki identitas diri, KTP-nya mati, dan tanpa Kipem. Dalam setiap penertiban yang dilakukan, jajarannya selalu menyelipkan pembinaan bagi mereka yang terjaring. Pembinaan bakal terus dilakukan untuk membangun kesadaran warga tentang tertib administrasi kependudukan. Warga lokal juga diharapkan melengkapi diri dengan administrasi kependudukan yang lengkap. ‘’Kartu identitas sangat penting, jadi kami selalu imbau warga yang belum punya agar segera mengurus,’’ kata Dwipayana. (bit)
Bali Post/bit
MATEKAP - Petani di Desa Senganan, Penebel, “matekap” di lahan persawahan.
Petani di Jatiluwih
Pantang ”Matekap” Tiap Kamis DI TENGAH perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini, petani di Kecamatan Penebel khususnya di wilayah Jatiluwih masih mempertahankan tradisi membajak sawah secara tradisional (matekap). Mereka matekap memanfaatkan jasa sapi atau kerbau karena hasil tanam lebih baik daripada menggunakan traktor. Namun, konon kegiatan membajak sawah tidak boleh dilaksanakan tiap Kamis (Wraspati) karena dipercaya mendatangkan masalah. Warga Banjar Soka, Desa Senganan, Penebel, Wayan Winarsa (44), mengatakan larangan tidak membajak sawah tiap Kamis telah diatur dalam pararem subak. Jika dilanggar akan terjadi musibah seperti hasil panen tidak baik atau ternak mati. “Ada sanksinya dan sudah masuk pararem,” jelasnya belum lama ini. Nyoman Soniarta (70), petani asal Banjar Pagi, menyatakan membajak sawah dengan sapi atau kerbau akan menghasilkan lebih banyak karena tanah sawah dibajak lebih dalam. Akan tetapi kegiatan membajak menjadi lebih panjang. “Meski lama, tradisi matekap sudah menjadi satu kesatuan untuk menjaga budaya pertanian yang tradisional,” katanya. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tabanan bahkan menggagas ide untuk melakukan event matekap massal untuk menambah daya tarik WBD Jatiluwih. Ajang khusus ini rencananya digelar tahun 2017. “Saat ini tidak banyak petani yang menggarap sawahnya dengan cara tradisional. Inilah yang ingin kami hidupkan di WBD Jatiluwih,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Wayan Adnyana. Sebelumnya di WBD Jatiluwih dilakukan panen massal mengunakan ani-ani. Tujuan menggalakkan kembali cara tradisional ini selain melestarikan budaya sekaligus sebagai kegiatan nyata untuk memperkenalkan budaya tersebut kepada wisatawan. “Kalau mengelola lahan dengan peralatan modern di setiap negara tentu sama. Oleh karena itu kami tonjolkan budaya tradisional ini,” tuturnya. Proposal pelaksanaan event matekap massal telah diusulkan ke kementerian untuk mohon dukungan. “Belum direspons oleh pusat, namun sepertinya sudah ada lampu hijau kegiatan ini bisa dilaksanakan tahun depan dalam anggaran induk,” jelasnya. (bit)
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
Serangan Tikus Mereda, Wereng Mengancam Tabanan (Bali Post) –
Serangan hama tikus yang sempat mengganas di sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Tabanan pada Juni lalu intensitasnya mulai menurun. Namun, kini petani setempat harus kembali waspada menyusul adanya wereng cokelat. Serangan wereng cokelat sudah melanda lima hektar lahan pertanian di Kecamatan Kediri dan Kecamatan Tabanan sejak Juli. Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Tabanan Ir. Nengah Durmita seizin Kepala Dinas Pertanian Tabanan mengatakan, serangan wereng cokelat terbanyak di Kecamatan Kediri dengan luas serangan dua hektar. “Sudah dilakukan pengendalian massal dibantu dinas dengan pestisida jenis applaud. Sisanya swadaya dengan pengendalian kurang lebih 65 hektar,” katanya, Rabu (24/8) kemarin. Pengendalian yang dilakukan bisa menekan perkembangan serangan hama yang dikhawatirkan menyebabkan puso atau gagal panen. “Bantuan dari masyarakat dan informasi cepat dari rekan di lapangan sangat membantu dalam mengendalikan serangan hama agar tidak meluas,” ujarnya. Serangan wereng cokelat juga terjadi di Kecamatan Tabanan, yakni di Buahan dan Kubontingguh. Di Buahan sekitar sembilan hektar, sedangkan Kubontingguh
15 hektar. Dinas membantu empat liter pestisida dan swadaya dalam mengendalikan serangan agar produksi bisa diselamatkan. Dijelaskannya, serangan wereng cokelat biasanya mengancam tanaman generatif atau padi yang baru berumur 60-90 hari. Serangan semakin mengganas apabila didukung suhu kelembapan. Menurut data POPT, selama 2016 serangan hama tikus paling banyak menyerang lahan pertanian di Tabanan. Bahkan, 90 hektar lahan pertanian puso akibat serangan hewan pengerat tersebut, terbanyak di Kecamatan Penebel seluas 71 hektar. Variasi serangan tikus mulai dari ringan hingga puso. Dari 22.485 hektar realisasi tanam hingga Juni 2016, 220 hektar terkena serangan ringan, 32 hektar serangan sedang, sembilan hektar serangan berat dan 90 hektar puso. Ringan artinya 85 persen dari luas lahan masih dapat menghasilkan, sedang 75 persen, dan berat hanya 25 persen yang berproduksi. Se-
mentara puso sama sekali tidak bisa panen. (kmb28)
Bali Post/kmb24
SIDAK - Petugas Satpol PP Tabanan melakukan sidak pembangunan panggung terbuka di Tanah Lot, Selasa (23/8).
Bangun Panggung Terbuka
Penanggung Jawab Proyek Tak Bisa Tunjukkan IMB Bali Post/kmb28
Ir. Nengah Durmita
Tambah 578 Ribu Tanaman Tegak Tabanan (Bali Post) – Persyaratan luas hutan dalam memenuhi tanaman tegak di satu daerah adalah 30 persen dari luas wilayah. Kabupaten Tabanan kini memiliki luas hutan sekitar 12 persen. Untuk memenuhi persyaratan sekaligus mempertahankan sumber air serta menciptakan iklim mikro, Tabanan menambah tanaman tegak lewat program penanaman sejuta pohon sebanyak 578 ribu batang. Dari sisi pemenuhan tanaman tegak, Tabanan tidak hanya memiliki luas hutan, tetapi juga didukung tanaman tegak yang
berasal dari perkebunan. Saat ini perkebunan mencapai 33 ribu hektar dari luas wilayah Tabanan yang sekitar 84 ribu. ‘’Dari presentase luas perkebunan sekitar 25 persen. Jadi, jika ditambah luas hutan, tanaman tegak sudah lebih dari 30 persen,’’ ujar Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tabanan Roemy Liestyowati, Rabu (24/8) kemarin. Meski demikian, Tabanan tetap memelihara tanaman tegak dengan menanam sejuta pohon yang juga menjadi program Provinsi Bali. Baru-baru ini Tabanan mendapatkan juara pertama dalam lomba
penanaman pohon tingkat Provinsi Bali. ‘’Penanaman dilakukan mulai Februari 2015 hingga Januari 2016,’’ katanya. Tabanan berhasil menanam sekitar 578 ribu ribu batang pohon dalam rentang waktu tersebut. Jenis pohon yang ditanam meliputi albisia, mahoni, jati, majegau, mangga, durian, manggis, sawo kecik, sawo manila, sandat, kopi dan kakao. Penanaman tanaman tegak ini diharapkan mampu menciptakan iklim mikro atau tambahan oksigen yang menjaga udara tetap bersih dan menjaga sumber air. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) – Di kawasan Tanah Lot tepatnya di laba Pura Pekendungan dibangun open stage atau panggung terbuka yang akan digunakan untuk pementasan tari kecak. Selain itu berdiri rumah yang menurut pekerja bakal dipakai sebagai ruang rias dan ganti penari. Pada pelang pengumuman pembangunan yang dipasang di samping proyek, nantinya juga akan dibuka restoran dan ruang serbaguna. Pembangunan itu dikeluhkan karena diduga tidak memiliki izin. Untuk itu, Satpol PP Tabanan melakukan sidak, Selasa (23/8). Petugas tiba sekitar pukul 14.15 Wita dan langsung menanyai pekerja dan penanggung jawab proyek. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, panggung terbuka dan bangunan rumah dibangun di atas tanah laba Pura Pekedungan yang dikontrakkan. ‘’Staf kami telah menemui penanggung jawab proyek, namun belum bisa menunjukkan IMB. Untuk itu, kami akan panggil pemilik dan penanggung jawabnya, Kamis depan,’’ ujar Kepala Satpol PP Tabanan Wayan Sarba. Pihaknya juga akan mengecek apakah lahan tempat didirikan bangunan tersebut memang boleh dibangun atau tidak. ‘’Jika boleh tentunya pihak penanggung jawab mampu menunjukkan IMB. Kalau tidak, proyek mesti dihentikan dulu hingga IMB selesai diurus,’’ tegasnya. Sementara itu, Manajer DTW Tanah Lot, Toya Adnyana, mengaku tidak mendapatkan informasi atau koordinasi mengenai pembangunan panggung terbuka tersebut. ‘’Lagi pula lahannya bukan termasuk daerah DTW Tanah Lot,’’ kilahnya. (kmb24)
Warung Global
Pembikin Pabrik Narkoba Harus Dihukum Mati APARAT terkait harus aktif mengawasi dan menginterogasi turis agar tidak membuat pabrik dan mengedarkan narkoba di Bali. Hal ini mesti diwaspadai agar tidak kecolongan lagi sehingga generasi penerus bisa diselamatkan. Vera dan Sugi di Denpasar menyampaikan ini dalam acara Warung Global dengan topik ‘’Turis Diduga Bikin Pabrik Narkoba’’ di Radio Global FM Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM, dan Genta Bali FM, Rabu (24/8) kemarin. Sekarang zaman globalisasi. darurat narkoba. Generasi muda Menurut Reteg di Ketewel, se- harus dibentengi dengan moral muanya bebas, namun harus dan keyakinan yang kuat agar dibatasi. Adanya pabrik narkoba tidak terjerumus narkoba. di Kerobokan bisa menghancurDewa Lasia di Gianyar yakin kan negara kita yang sedang turis itu bekerja sama dengan berkembang. Indonesia sudah orang lokal. Bisnis narkoba bisa
dikendalikan dari lapas. Setiap hari ada yang tertangkap dan sudah beberapa yang dihukum mati, tetapi narkoba masih saja ada. Kasus ini harus diselidiki agar terungkap semuanya. Banyaknya vila yang tertutup, lanjut Torek di Ubung, mesti dicurigai karena bisa saja dipergunakan untuk kegiatan ilegal. Bali sebagai tempat paling aman untuk pelarian turis karena pajak di negaranya tinggi. Kalau di negaranya nyaman, mereka tidak mungkin ke Bali. Home stay dan vila harus diselidiki oleh aparat karena
banyak yang bodong sehingga merugikan pariwisata Bali. Pelakunya mesti dihukum mati untuk memberikan efek jera dan demi menyelamatkan jutaan orang. Semua mesti waspada, saling mengawasi, serta peduli terhadap keluarga dan lingkungan sekitar. Arya dan Karsana di Denpasar minta pecalang dan aparat mengecek wilayahnya untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan warga dan turis. Galakkan lagi sistem keamanan lingkungan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Kebijakan
bebas visa harus dievaluasi karena berdampak pada kejahatan yang dilakukan orang asing di Bali. Perlu pengawasan dan kerja sama dengan pihak imigrasi terhadap orang asing. Ada aturan terhadap orang asing yang berkunjung ke Bali seperti limit izin tinggal. Namun, dari dulu tidak ada aturan yang baku atau aturannya dipelintir. Permasalahan yang ada harus dicarikan jalan keluarnya. Pemerintah mesti melakukan tindakan cepat dan tegas. Demikian pendapat Armayani di Taiwan. (dika)
15
Kamis Paing, 25 Agustus 2016 Hasil Pertandingan Liga Champions Playoff, Pertandingan II Monaco vs Villarreal (Monaco unggul keseluruhan 3-1) AS Roma vs (Porto unggul 4-1)
1-0
Porto
0-3
Hapoel Beer Sheva vs Celtic (Celtic unggul 5-4)
2-0
Legia Warsaw vs Dundalk (Legia Warsaw unggul 3-1)
1-1
Viktoria Plzen vs Ludogorets (Ludogorets unggul 4-2)
2-2
AS Roma Gagal ke Pentas Eropa Berne AS Roma kembali menelan kekecewaan di pentas Eropa setelah gagal berkiprah di Liga Champions. Tim asuhan Luciano Spaletti kehilangan dua pemainnya sebelum dipermalukan FC Porto 0-3 pada pertandingan kedua babak playoff, Rabu (24/8) kemarin. Setelah bermain imbang 1-1 di Portugal pada pertandingan pertama, Roma memulai pertandingan sebagai tim favorit namun mereka tidak pernah mampu bangkit setelah Felipe membawa tim tamu unggul pada menit kedelapan. Penderitaan tuan rumah bertambah ketika Daniele De Rossi dan pemain pengganti Emerson Palmieri mendapatkan kartu merah yang menghancurkan kepercayaan diri mereka. Roma memiliki sejarah kurang menyenangkan di Eropa setelah kalah 1-6 dari Barcelona pada musim lalu dan kalah 1-7 dari Bayern Munich dua tahun silam. Trauma masa lalu ternyata masih membayang saat menghadapi klub tangguh dari Portugal itu. Kepercayaan diri mereka terkikis ketika tandukan Felipe dari umpan silang Otavio membawa Porto memimpin. Masalah sebenarnya dimulai pada menit ke-39 ketika gelandang De Rossi diusir keluar lapangan akibat tekelnya terhadap Maxi Pereira. Ironinya rekan setimnya Palmieri hanya bermain selama 11 menit sebelum diusir karena pelanggaran kerasnya pada menit ke-50. Palmieri masuk menggantikan Leandro Paredes. Kiper Roma Wojciech Szcesny juga masuk dalam daftar pemain yang sial pada pertandingan di Stadion Olimpico. Ia dengan kecerobohannya meninggalkan gawang, yang membuat Miguel Layun dapat mencetak gol kedua Porto ke gawang yang ko-
Piala Liga Inggris Putaran III Blackburn R (II) vs Crewe 4-3 Burton Albion (II) vs Liverpool 0-5 Chelsea vs Bristol Rs (III) 3-2 Everton vs Yeovil T (IV) 4-0 Exeter City (IV) vs Hull City 1-3 Luton Town (IV) vs Leeds (II) 0-1 Millwall (III) vs Nottingham (II) 1-2 Newcastle (II) vs Cheltenham (IV) 2-0 Norwich (II) vs Coventry (III) 6-1 Oxford (III) vs Brighton (II) 2-4 Peterborough (III) vs Swansea 1-3 Preston (II) vs Oldham (III) 2-0 QPR (II) vs Rochdale (III) 2-1 Scunthorpe (III) vs Bristol (II) 1-2 Stevenage (IV) vs Stoke 0-4 Watford vs Gillingham (III) 1-2 Wolverhampton (II) vs Cambridge (IV) 2-1 Crystal Palace vs Blackpool (IV) 2-0 Reading (II) vs Milton (III) 2-2 (Reading menang adu penalti 4-2) Derby (II) vs Carlisle (IV) 1-1 Derby menang adu panalti 14-13) Northampton (III) vs WBA 2-2 (Northampton Town menang adu penalti 4-3)
Undiksha Gunduli Putra Pemenang Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja sukses menggunduli lawannya Putra Pemenang dengan skor 5-0 dalam lanjutan Liga Nusantara (Linus) Rayon Bali, Grup B, di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran, Rabu (24/8) kemarin. Dalam laga yang dipimpin wasit Sutopo (Denpasar), kelima gol Undiksha hasil bidikan Fendi Ari dua gol di menit ke-menit ke-40 dan 72. Gawang Putra Pemenang yang dikawal kiper Ongk kemudian digelontor sebiji gol masing-masing dari sepakan Galih Angkasa menit ke-6, Ngurah Budi menit ke-52, serta Sanaji menit ke-85. Atas hasil ini, Putra Pemenang otomatis tersingkir sebab dalam tiga kali penampilannya belum pernah menang. Bahkan mereka sama sekali belum pernah mencetak gol ke gawang lawan. Posisi runner-up Grup B, masih diperebutkan tiga tim. Perst Tabanan yang paling berpeluang besar, di samping Undiksha dan Putra Tresna. Sementara Perseden menjadi juara grup dengan nilai sempuran 12. (022)
song pada menit ke-73. Dua menit kemudian, Jesus Corona mengecoh pengawalnya sebelum mencatatkan gol ketiga. Roma menjadi tim ketiga secara beruntun dari Liga Italia, dan yang keenam dalam delapan musim terakhir, yang tersingkir di putaran playoff. Kini Italia hanya memiliki dua wakil yakni Juventus dan Napoli pada fase grup yang undiannya berlangsung pada Kamis ini. Penalti Pada pertandingan lain, Monaco mengikuti jejak Porto maju ke penyisihan grup. Klub Liga Prancis itu mengalahkan Villarreal dengan skor 1-0. Penalti Fabinho jelang akhir pertandingan mengamankan kemenangan keseluruhan 3-1. Legia Warsawa, Celtic, dan Ludogorets Razgrad juga melaju, meski tidak ada satu pun dari ketiga tim itu yang meraih kemenangan pada laga kedua. Legia bermain imbang 1-1 dengan tamunya asal Irlandia Dundalk yang banyak dihuni pemain paruh waktu, namun mereka melaju dengan kemenangan keseluruhan 3-1. Legia menjadi tim Polandia pertama yang mencapai fase grup kompetisi klub elite Eropa dalam rentang waktu 20 tahun. Mantan juara Eropa Celtic menang skor total 5-4 atas Hapoel Beer Sheva meski kalah 0-2 di Israel. Ludogorets bermain imbang 2-2 dengan Viktoria Plzen untuk mengamankan kemenangan agregat 4-2. (kmb39/afp/ant)
Klasemen Grup B 1. Perseden 2. Perst 3. Undiksha 4. P. Tresna 5. P. Pemenang
4 3 3 3 3
4 2 1 1 0
0 0 0 0 0
0 1 2 2 3
23-0 4-5 6-9 2-7 0-14
12 6 3 3 0
Jadwal Kamis (25/8) Bali All Star vs Putra Pegok (Lapangan Yoga Perkanthi)
Timnas U-19 Masih Kurang Tajam Magelang (Bali Post) Timnas U-19 menundukkan tuan rumah Persikama Kabupaten Magelang 4-0 dalam laga uji coba di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Rabu (24/8) kemarin. Namun tim asuhan Edward Tjong itu masih kurang tajam penyelesaian akhirnya, terutama pada babak pertama. Keempat gol Timnas tersebut tercetak pada babak pertama satu gol oleh M. Dimas Drajat dan babak kedua tiga gol masing-masing dicetak Abdul Haris, Sadil Ramdani, dan M. Alwi Slamat. Sejak awal babak pertama timnas terus menggempur pertahanan tim tuan rumah dan ada sejumlah peluang gol, namun tidak bisa terselesaikan dengan baik. Pada babak pertama timnas cenderung menguasai permaian dan tim tuan rumah yang mencoba menyerang pada akhir babak pertama justru kebobolan pada menit ke-43 oleh Dimas Drajat setelah mendapat umpan bola dari tengah. Memasuki babak kedua tim tuan rumah yang diasuh pelatih Sukardiyono mencoba bangkit dengan melakukan penyerangan. Namun skuad asuhan Edward Tjong juga tidak mau ketinggalan dan terus berusaha menekan pertahanan lawan. Pada menit ke-56 timnas kembali berhasil membobol gawang tim tuan rumah melalui tendangan Abdul Haris. Tiga menit kemudian, yakni menit ke-59 tekanan yang terus dilancarkan Andi Setyo dan kawan-kawan berhasil menjebol gawang Persikama melalui tendangan striker Sandil Ramdani setelah mendapat umpan dari Abdul Haris. Meskipun telah unggul 3-0, timnas terus menggempur pertahanan tim tuan rumah dan pada menit ke-78 M. Alwi Slamat berhasil menjebol gawang tuan rumah yang dijaga Fajar melalui tendangan penalti setelah pemain tuan rumah Riko mengganjal pemain timnas Bagas Adi di kotak penalti. Pelatih Timnas Edward Tjong mengakui pada babak pertama anak asuhnya mempunyai banyak peluang gol tetapi finishing-nya kurang bagus. ‘’Saya puas dengan permainan anak-anak pada babak kedua, sedangkan babak pertama kurang, karena ada beberapa pemain yang masih demam panggung. Namun memasuki babak kedua mereka sudah berjalan bagus,’’ katanya. (ant)
Bali Post/rtr
Gelandang AS Roma Radja Nainggolan (depan) bersalaman dengan pelatih Luciano Spalletti.
The Reds Lumat Burton Albion London Dua tim anggota Liga Utama Inggris, West Bromwich Albion (WBA) dan Watford, disingkirkan tim-tim dari strata lebih rendah pada putaran kedua Piala Liga Inggris, Rabu (24/8) kemarin. Sedangkan Liverpool melumat Burton Albion dengan skor 5-0. West Brom kalah adu penalti 3-4 dari Northampton Town menyusul hasil imbang 2-2, dan Watford takluk 1-2 setelah masa perpanjangan waktu oleh Gillingham Town, yang juga merupakan tim strata ketiga. Gillingham bangkit dari ketinggalan untuk mengejutkan Watford. Pemain pengganti Odion Ighalo membawa Watford memimpin pada babak kedua, namun Mark Bryne menyamakan kedudukan untuk membuat pertandingan harus dilanjutkan ke masa per-
panjangan waktu. Penyerang Bradley Dack membukukan gol penentu kemenangan Gillingham. Divock Origi dan Roberto Firmino membawa Liverpool unggul 2-0 pada babak pertama di markas Burton, sebelum gol bunuh diri Tom Naylor. Dua gol dari Daniel Sturridge melengkapi kemenangan besar the Reds pada laga tandang ini. ‘’Ini merupakan penampilan profesional yang sangat serius dari tim kami,’’ kata manajer Liverpool Juergen Klopp. ‘’Itu adalah gol-gol indah, tidak ada yang dapat dikritik. (Kondisinya) begitu lembab pada hari ini, tidak mudah bagi kedua tim.’’ Tim-tim Liga Inggris lainnya yakni Chelsea, Stoke City, Everton, Crystal Palace, Swansea City, dan Hull City berhasil
melaju ke putaran berikutnya. Chelsea terlihat akan melaju dengan mudah ke putaran ketiga ketika gol-gol dari Michy Batshuayi dan Victor Moses membawa mereka memimpin 2-0 melawan Bristol Rovers. Namun Peter Hartley mencetak satu gol balasan, dan Batshuayi merestorasi keunggulan dua gol bagi tim tuan rumah sebelum turun minum. Penalti Ellis Harrison pada babak kedua bagi tim strata ketiga Rovers membuat fase akhir pertandingan berlangsung menegangkan sebelum the Blues menang 3-2. Penyerang Everton Arouna Kone mengemas dua gol jelang akhir pertandingan sebelum memetik kemenangan 4-0 atas Yeovil. Mantan penyerang timnas Inggris Peter Crouch mencetak tiga gol Stoke unggul 4-0 di markas Stevenage. (afp/ant)
Bali Post/rtr
TEPIS - Kiper Burton Albion Stephen Bywater mencoba memblok bola tembakan penyerang Liverpool Divock Origi (kiri) pada pertandingan Piala Liga Inggris, Rabu (24/8) kemarin.
Bali Post/ap
BENDERA OLIMPIADE - Gubernur Tokyo Yuriko Koike melambaikan bendera Olimpiade setiba di Bandara Internasional Haneda, Tokyo, Rabu (24/8) kemarin. Koike menjemput bendera tersebut dari Rio de Janeiro pada upacara penutupan Olimpiade 2016 awal pekan ini dan Tokyo selanjutnya menjadi tuan rumah pada 2020.
Bendera Olimpiade Tiba di Tokyo Tokyo Gubernur Tokyo Yuriko Koike yang membawa bendera Olimpiade dari Brazil, tiba di Jepang, Rabu (24/8) kemarin. Ia menyerukan semua pihak untuk bekerja sama menyukseskan Olimpiade 2020 di Tokyo. Koike, yang terpilih bulan lalu setelah dua pendahulunya mengundurkan diri karena skandal terkait persiapan Olimpiade, menerima bendera tersebut saat penutupan Olimpiade Rio de Janeiro hari Senin lalu. ‘’Dengan tibanya bendera ini, ayo berkerja sama dengan semuanya untuk menggelar Olimpiade dan Paralimpik,’’ kata Koike yang begitu tiba di Bandara Haneda dan langsung melambaikan bendera Olimpiade tersebut. Olimpiade Tokyo sempat dihantam sejumlah masalah seperti perombakan rencana pembangunan stadion utama yang mengakibatkan penundaan sejumlah pembangunan, dan kasus penjiplakan logo. Koike pulang bersama para atlet Jepang yang baru
saja berlaga di Olimpiade 2016, di mana mereka berhasil meraih 12 medali emas, terbaik sejak 2004. Kontingen Tiongkok juga tiba di Beijing setelah berlaga di Rio de Janeiro. Mereka mendapat sambutan hangat dari sejumlah besar warga yang melambaikan benderabendera begitu mereka tiba di Bandara Beijing. Dengan 416 atlet, yang merupakan kontingen terbesar di luar Brazil, Tiongkok hanya meraih 26 medali emas, terendah sejak Olimpiade Atlanta 1996. Pada Olimpiade 2016 ini, terjadi kemerosotan prestasi Tiongkok di antaranya pada cabang bulu tangkis, menembak dan senam. Dalam perolehan medali Tiongkok berada di peringkat tiga, di bawah Amerika Serikat dan Inggris. Ketua kontingen Tiongkok Liu Peng mengatakan, hasil di Rio de Janeiro ini menjadi bahan evaluasi menghadapi Olimpiade Tokyo 2020. Namun pujian tetap diberikan pada para atlet yang sudah tampil bersemangat dan sportif. (afp/ant)
OLAHRAGA
16
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
POTENSI MEDALI - Presiden Joko Widodo (tengah) berdialog dengan peraih medali Olimpiade Rio 2016 Tontowi Ahmad (dari kiri-kanan), Liliyana Natsir, Sri Wahyuni, dan Eko Yuli Irawan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/8) kemarin. Presiden mengapresiasi perolehan medali satu emas dan dua perak dari cabang bulu tangkis dan angkat besi dalam Olimpiade Rio 2016 Brazil, serta berpesan agar Kemenpora meningkatkan prestasi terutama untuk cabang olahraga yang berpotensi memperoleh medali dalam kejuaraan internasional.
Menpora Diminta Prioritaskan Olahraga Berprestasi
Bali Post/ant
Ni Ketut Risna Dewi
Bali Post/nan
Ni Ketut Risna Dewi
Intens Berkomunikasi dengan Buah Hati SALAH satu pesilat PON Bali Ni Ketut Risna Dewi sudah dua pekan lebih menjalani Training Center (TC) Sentralisasi di Hotel Batukaru, Ubung, Denpasar. Bagi seorang atlet yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak pasti akan merindukan buah hatinya. Apalagi jarang bisa berkumpul dengan keluarga karena kesibukan sebagai patriot olahraga. Hal sama dialami pesilat seni asal Bangli itu. Dirinya yang sudah memiliki dua anak itu, mengakui sejak PON 2012 sudah kerap kali meninggalkan asuhannya ketika masuk program TC yang diikutinya. ‘’Jelas rasa rindu itu pasti ada. Apalagi kepada anak, karena bagaimanapun caranya menyembuyikan kerinduan itu tidak bisa. Pasti ujung-ujungnya ingat juga dengan anak,’’ ungkapnya. Atlet peraih medali emas di PON Riau 2012 itu menjelaskan, untuk mengobati kerinduan itu, dirinya intens melakukan komunikasi dengan kedua anaknya serta suaminya yang ada di kampung halamannya di Bangli. ‘’Saya selalu berkomunikasi dengan anak-anak. Sekarang kan gampang untuk berkomunikasi ada BBM, WhatsApp, line, dll. Sesekali saya juga pulang ke Bangli sebentar untuk menengok keluarga. Setelah itu balik lagi ke hotel. Jadi tinggal pembiasaan saja,’’ jelas pesilat yang menjadi guru olahraga di SMPN 2 Susut, Bangli itu. Dikatakannya, saat PON nanti dirinya bakal turun di nomor beregu putri berpasangan dengan Ni Ketut Ratna Dewi dan adiknya, Luh Putu Eka Pratiwi. Sebelumnya, pada 2003 dirinya masih turun di nomor laga di Porsenijar. Namun setelah itu pada 2004 pindah ke seni. ‘’Saya pindah ke seni kebetulan ada kesempatan. Saat itu tidak diseleksi. Kebetulan waktu itu ada teman keluar di seni, dan saya cobalah masuk untuk mengisi pos tersebut. Karena peluang medali di sana terbuka. Dan pas Porsenijar Bali saya mendapat medali emas, dan akhirnya lolos mewakili Bali di Popwil dan saya juga sukses mendapat emas,’’ kenangnya. Dikatakannya, dirinya sempat vakum selama dua tahun yakni tahun 2013 karena mempunyai momongan kedua, sehingga memaksa dirinya harus fokus mengurus buah hatinya. ‘’Saya kembali aktif pada 2015 lalu. Jelas ada kesulitan karena sempat vakum. Karena sulitnya mencari gerakan agar bisa sama. Apalagi karakter berbeda-beda. Jadi harus bisa disamakan di dalam perbedaan. Namun perlahan pasti bisa,’’ tegasnya. Saat PON di Jabar, September nanti, dirinya berambisi untuk mengulang prestasi saat PON empat tahun lalu. Meskipun berat, dia bakal berjuang semaksimal mungkin untuk merealisasikan harapan tersebut. ‘’Persaingan sangat berat nanti. Pasalnya, provinsi di Jawa mulai dari Jatim termasuk tuan rumah Jabar juga kuat. Jadi kita berusaha dan berdoa. Mudah-mudahan bisa mempertahankan prestasi itu,’’ terang Risna Dewi. (nan)
Kresnajaya Nakhodai PGI Bali Denpasar (Bali Post) A.A. Gede Kresnajaya terpilih secara aklamasi menakhodai Pengprov Persatuan Golf Indonesia (PGI) wilayah Bali masa bakti 2016-2020 menggantikan Kang Dharma Wijaya dalam Musorprov PGI Bali di Sanur. Dalam penyusunan kabinet, terpilih tiga personel yakni Kresnajaya, A.A. Dipta, dan Eddy Pantja. Eddy Pantja kepada Bali Post di Denpasar, Rabu (24/8) kemarin menjelaskan, pihaknya harus mengebut menyusun pengurus Pengprov PGI yang dipimpin Agung Kresnajaya. ‘’Kami harus secepatnya menyusun kabinet, paling lambat SK dari PB PGI sudah turun sebelum pelaksanaan PON. Tujuannya, supaya saat PON tidak terjadi permasalahan,’’ tuturnya. Menurut Eddy Pantja, selama ini A.A. Gede Kresnajaya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PGI Bali. ‘’Jadi, selama ini Agung Kresnajaya memang sebagai plt Ketua PGI Bali,’’ jelas Eddy Pantja. Dalam Musorprov PGI, dihadiri 10 pemilik suara suara yang terdiri atas pemilik lapangan golf (6), klub (3), serta satu suara dari Pengkot PGI Kota Denpasar. Dijelaskannya, dalam hajatan multi-event PON di Jawa Barat, September mendatang, Bali menerjunkan lima pegolf terdiri atas putri (3), dan putra (2). Ketiga pegolf putri adalah Ida Ayu Indira Melati Putra, mantan Putri Indonesia Ines Putri, serta Meiva. Sedangkan di sektor putra Damian Ardika dan Budiada. Mereka turun di nomor perorangan, beregu putri, serta foresome tunggal putri dan putri, serta campuran (mix). ‘’Kami tak bisa turun di nomor beregu putra, sebab hanya berkekuatan dua pegolf. Para atlet golf Bali ini dilatih Yuda Surya Putra,’’ terangnya. (022)
Jakarta (Bali Post) -
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk memprioritaskan pembinaan terhadap cabang-cabang olahraga berprestasi. ‘’Saya memerintahkan Menpora fokus, memberi prioritas pada cabang-cabang olahraga yang sudah kelihatan prestasinya, baik dari sisi sarana prasarana, kamp pelatihan, pelatnas,’’ kata Presiden Jokowi setelah menerima para atlet dan tim olimpiade Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/8) kemarin. Menurut Presiden, jika diajukan dengan perencanaan yang baik ia yakin medalimedali emas yang lain bisa didapatkan lebih banyak untuk Indonesia. Hal itu bisa saja terjadi pada cabang yang sudah mendapatkan prestasi atau raihan medali maupun yang belum berhasil. ‘’Tetapi fokus di tempat yang mungkin mendapat medali,’’ katanya. Soal anggaran, kata Presi-
den, sudah disampaikan dukungan kepada Kemenpora. ‘’Prioritas dan fokus yang kemungkinan di olimpiade bisa mendapatkan medali,’’ ujarnya menegaskan. Hasil Maksimal Presiden Jokowi berterima kasih kepada seluruh atlet Indonesia yang berlaga di ajang Olimpiade 2016 Rio de Jeneiro, Brazil. Presiden Jokowi men-
erima para atlet Olimpiade Indonesia setelah sebelumnya diarak dari Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga di kawasan Senayan, Jakarta hingga ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu pagi. ‘’Saya atas nama rakyat, pemerintah mengucapkan selamat dan terima kasih sebesarnya atas perjuangan seluruh atlet di Olimpiade di Rio dan hasil yang dicapai adalah hasil
maksimal,’’ kata Presiden. Mantan Gubernur DKI itu membandingkan perolehan medali ketika ajang serupa di London pada 2012 yang ketika itu mendapatkan dua medali perak dan perunggu. Kini di Rio, Tim Indonesia mendapatkan dua perak dan satu emas. ‘’Dan ini adalah sebuah perjalanan, kerja keras yang panjang baik dari cabang olahraga yang ada, bukan sesuatu yang instan,’’ katanya. Presiden menerima para atlet tersebut yang sebelumnya diarak atlet dari kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga menuju Istana di Jakarta. Atlet-atlet Indonesia peraih medali Olimpiade Rio 2016
yang ikut dalam arak-arakan antara lain para peraih medali yakni pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir serta Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni. Keempat atlet itu berdiri di atas bus tingkat atap terbuka milik Pemerintah Kota Bandung yang bernama Bandros dan melewati ruas jalan Pemuda, Jalan Sudirman, Jalan M.H. Thamrin lalu masuk Istana Negara. Arak-arakan atlet peraih medali Olimpiade itu mendapatkan perhatian dari masyarakat Jakarta yang dilewati meskipun berdampak pada kemacetan kendaraan-kendaraan di jalur lambat Jalan Sudirman. (ant)
Cibubur Dijadikan Tempat Undian Sepak Bola PON 2016 Bali Tergabung dengan Jabar dan DKI Pemusatan Latihan Jakarta (Bali Post) Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi segera memusatkan pelatihan cabang-cabang olahraga yang dianggap potensial dan mampu mencetak prestasi di Olimpiade, di Cibubur, Jakarta Timur. ‘’Saya sudah mempercepat pengambilan keputusan, beberapa cabang olahraga seperti angkat besi, panahan, dan cabang olahraga lainnya, kami akan memindahkan ke Cibubur karena kami punya Olympic Center, pelatnas di sana,’’ kata Imam Nahrawi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/8) kemarin. Ia mengatakan berbagai fasilitas pelatihan, tempat tinggal, sampai dokter dan fasilitas pendukung lainnya, sudah disiapkan di Olympic Center Cibubur. Ia menerima perintah dan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memprioritaskan pembinaan terhadap cabang olahraga yang potensial mendapatkan medali di Olimpiade. Nahrawi mengatakan hal itu tidak boleh ditunda lagi dan harus sesegera mungkin dilaksanakan.
‘’Kita akan benar-benar serius pada fokus pendanaan dan kebijakan,’’ katanya. Meski begitu, ia menyadari bahwa hal itu membutuhkan dukungan semua pihak karena dari sisi pembinaan sampai kompetisi, penyesuaian, keterampilan, bahkan hingga teknologi terbaru sampai terapan baru dari olahraga, membutuhkan dana besar. ‘’Alhamdulillah Bapak Presiden baru saja menyetujui agar membentuk yayasan pendanaan olahraga,’’ katanya. Yayasan itulah, kata Nahrawi, yang nantinya akan menangani pemberian bantuan sekaligus pendampingan kepada atlet berprestasi. Hal itu diperlukan karena alokasi APBN untuk pos bonus bagi atlet berprestasi tidak sebesar yang diharapkan. ‘’Termasuk APBN untuk masa depan atlet yang sudah mulai kami anggarkan tahun 2016 ini harus berjalan sampai kapan pun. Maka harus dibutuhkan yayasan atau lembaga yang ‘disupport’ oleh semua masyarakat untuk mendanai olahraga,’’ katanya. (ant)
Butet Belum Putuskan Gantung Raket Jakarta (Bali Post) Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir atau akrab disapa Butet belum memutuskan untuk gantung raket atau mundur sebagai atlet Pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) setelah menyabet medali emas Olimpiade Rio 2016. ‘’Saya masih memikirkan dulu. Saya tidak ingin memikirkan hal berat dalam waktu dekat ini karena tekanan ketika ikut Olimpiade luar biasa,’’ kata Butet dalam jumpa pers di pelatnas PBSI Cipayung Jakarta, Rabu (24/8) kemarin. Atlet yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad atau akrab disapa Owi itu mengaku akan membahas masa depannya sebagai atlet bersama keluarganya karena keputusan yang akan diambil menjadi komitmen jangka panjang atlet kelahiran Manado, 9 September 1985 itu. ‘’Jika saya berkomitmen untuk bermain lagi, saya ingin prestasi yang lebih untuk bulu tangkis Indonesia karena mimpi
saya untuk meraih medali emas Olimpiade sudah tercapai,’’ kata putri pasangan Beno Nasir dan Auw Jin Chen itu. Atlet asal klub Djarum Kudus itu akan mengevaluasi diri sendiri seperti kondisi fisik dan motivasi terkait keputusan mundur atau melanjutkan sebagai pemain bulu tangkis. ‘’Di pesawat, Owi selalu bertanya kepada saya, ‘Ci, masih main kan? Pikir lagi Ci, jangan mundur dulu’,’’ ujar Butet menirukan pertanyaan Tontowi. Atlet yang meraih gelar juara dalam All England 2012, 2013, dan 2014 itu mengatakan telah menjalani program latihan yang berat sebagaimana atlet-atlet baru di pelatnas demi meraih mimpi medali emas Olimpiade. ‘’Itu memang menjadi Olimpiade terakhir bagi saya. Saya menghindari media jejaring sosial dan lebih selektif memilih berita jelang pertandingan Olimpiade,’’ katanya. Saat bertanding dalam Olimpiade Rio 2016, Butet mengaku lebih banyak menahan diri untuk tidak egois dan menumpahkan emosi kepada Tontowi. ‘’Saya hanya berpikir, tentu Owi juga ingin menang seperti saya hanya saja dia bermain kurang enak,’’ ujarnya. Kepala pelatih ganda campuran pelatnas PBSI Richard Mainaky mengatakan belum berbicara dengan Butet terkait kelanjutan atlet andalannya itu sebagai pemain bulu tangkis. ‘’Saya memberikan libur untuk Owi/Butet. Semestinya mereka ikut turnamen di Jepang dan di Korea. Tetapi, paling saya menargetkan ke Superseries Final di Dubai pada akhir 2016,’’ kata Richard. (ant) Liliyana Natsir
Bandung (Bali Post) Tim sepak bola Jawa Barat masuk grup berat di pool A bersama DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Bali pada ajang pesta olahraga empat tahunan PON XIX 2016. “Hasil undian grup menempatkan tiga grup, dan Jabar sebagai tuan rumah bergabung di Grup A bersama DKI, Jateng, dan Bali,” kata Ketua Asprov PSSI Jawa Barat Dedi Sutendi di Bandung, Rabu (24/8) kemarin. Laga Grup A akan digelar di Stadion Pakansari Kabupaten Bogor. Sedangkan grup B terdiri dari Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan akan berlaga di Stadion Patriot Kota Bekasi. Sedangkan juara bertahan Kalimantan Timur, Papua, Bangka Belitung, dan Gorontalo tergabung di grup C akan bertanding di Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi. Pelaksanaan undian grup dilakukan di Sekretariat Pengurus Daerah Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat di Jalan Lodaya Kota Bandung yang dihadiri oleh perwakilan official dari 12 kesebelasan yang akan berlaga di ajang PON. “Jabar berkomitmen un-
tuk menjadi tuan rumah yang baik dan akan berupaya menggelar pertandingan seaman mungkin. Undian berjalan netral, undian diambil dari bejana yang terbuka sehingga semuanya ‘clear’,” katanya. Pertandingan cabang sepak bola PON XIX/2016 Jawa Barat akan mulai digelar pada 14 September 2016 atau empat hari sebelum upacara pembukaan PON XIX/2016 Jabar pada 17 September 2016. Bila babak penyisihan
grup digelar di Bogor dan Bekasi, maka untuk babak final maupun perebutan tempat ketiga dan keempat akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung. Stadion Si Jalak Harupat sendiri yang semula akan digunakan untuk babak penyisihan akhirnya diperuntukkan babak utama. Stadion itu saat ini terus diperbaiki dan dilengkapi, salah satunya dengan memasang papan skor digital. (ant)
Bali Post/ist
SEMBAHYANG - Seluruh atlet dan pelatih PON Bali serta jajaran pengurus KONI Bali saat melakukan persembahyangan bersama di Pura Agung Besakih dan Pura Ulun Danu Batur, Rabu (24/8) kemarin.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z A5=@ D9A657565@=DCGH ;A5=@ 7CA z %5M5B5B )9B;58I5B !) )=B 7 9 z =G7CIBH .D HC )9A65M5F5B 8;B $5FHI $F98=H '" Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas
;=3 ,CD=F 5>= -=B;;= CBIG !I6 &IF5< &5?AIF 5B;IB5B #@ M )5GG ';IF5< +5= 'C DB (@9< $5F5B;?IFB=5 #
;=3 -9B5;5 B;?5H 5>= -=B;;= CBIG !I6 IBIB; &5?AIF 5B;IB5B #@ &5<9B8F585H5 'C @?; %5D $CADM ,I>5B5 #
?4 CF; ,CD=F ,"& 5>= -=B;;= CBIG &9?5F 658= 5B;IB5B #@ M )5GG ';IF5< +5= #=A65F5B #
/= $5FM5K5B K5H= $I5G5= $CADIH9F "BH9FB9H !I6 #@ 5>5< &585 $@IB;?IB;
-=5 $CBGI@H5B 'IHF=G= !5G=@ #H 0 #
/= DH )+- -8IF &?5B @5A 9FD9B;5@5A5B "B;=B 9?9F>5 -@D
/= GH5:: I85B; ,5@9G $5G=F ,97IF=HM $- / )- 5@= -9;9<9 ;IB; )C@C -
= &;F )FC8I?G= 5FA9B "B;F=G A=@ ;=B;9FGB5D65@= ;A5=@ 7CA #
#
#
&;5=; CBJ9?G= A9A6IHI<?5B -I?5B; #5<=H ,9HF=?5 05B=H5 IAIF A5L H< )B;@A5B -8? 8=
IH5A5?5B 5>= ,9GI5= .&$ @AH )9FIA 9H5G $5B;=B IFI5B =5BM5F !I6
:2; $9F>5 $9@I5F '9;F= )5GH= 9F5B;?5H +9GA= IH? ,9AI5 .AIF ! #
#
#$ , ' &9B75F= ( &5F?9H=B; $F98=H #@ -<5AF=B DG
#
.?47: ,;F5 )CG=G= ,97IF=HM F=J9F ,CD=F 05=H9F 9G +CCA6CM FDB5AD=@5B &9B5F=? G 9F65
<5G5 "B;;F=G %5A5F5B /=5 A5=@ ?9 <F8 G95G5:5F=7FI=G9G 7CA
5/-=5 ,) ,) .BHI? (IH@9H 59F5< %9;=5B 85B $IH5 &=B ,& )9B;5@5A5B $9F>5 &=B -<B ) #
/= ,D5 +979DH=CB );@AB 6G <G "B; I FCA5 ,D5 #
.?47: ,CD=F CL ?=F=A 65F5B; )F5AIB=5;5 ,DF &5F?9H %5A @G; ?9 $9A5F= ,ID9F ,HCF9 #@ !5B;
HI5< ,5BIF #
#
= DH )+- ,=H9F #H -8F @A
#
.?4 $5FM5K5B H= I )9F79H5?5B CHC CDM %5AFB #@ ,I@= DG #
=1:/4 +9GH5IF5BH '998G 5B LD9F=9B798 ,H5:: )5GHFM CC? .F;9BH 5@@
#
= ,;F -?; #5<=H IH? 5FA9B -@D
8@1 =F8 -5L= 5F= ,CD=F 5>= !5F=5B H5G9 +9G9FJ5G= CB @=B9 56 -565B5B DG !
/= -? ?6B ,DF ,5HD5A !I6 /=@@5 MI F $IKIA $5I< "" 1 $9FC6C?5B #
#
;;7 $99D9F )5FHH=A9 :CF ,A5@@ +9GH5IF5BH =B 9F5K5 A5=@ F9GIA9 GH=7?A5B66E ;A5=@ 7CA
/= $5FM5K5B 9G=;B F5D<=7 M; 9FD9B;5@5A5B !I6 #
# /= )+- -=8IF @A 6=G5 &5G5? -<-8 )9G=5F # > >H !I6 # +9?FIHA9B -I= &9B ,7<=:: # ?4 DH -I?5B; &5G5? > #H /= !+ .H? 7<C 957< @I6 /= )IF7<5G=B; I ,95 =F7IG ,9AI5 )CG=G= / %5B;GIB; ?9 $5FM5K5H= > #H 5B;;I ,9B8 G5@=A G5@=A?<C 7CA # +9GH 8= ,9A=BM5? D9B;@A 6G "B;
)- 9A5F=B #@ IBIB; ,5@5? # ?4 I=89 F95A & IG9IA ;F=G ,9@5H5B 'C 9BD5G5F -65 #H # 3CB9 09 )F9:9F B;@=G< 5>= )< F ,) ,5@9G CIBH9F &5F?9H=B; /= * GH5:: ?5FM5K5B 79K9?
,9GI5= <I6 = )F5"BH9FJ=9K -;@ ;IGHIG # # 7CKC? !I6 # /= $5FM5K5B H= %5IB8FM 8=)9H=
-=5 ,5@9GA5B =F@ )9B;5@5A5B #
5.@?@47-: ,;F IFI =A65 #& :0; )F5H5A5 LDC 6H< ?FM H9B;9H $IH5 .HF 5>= #H -8? ,&, /= ,97IF=HM K %AFB %;G "BHJ ". ( !I6 # 8; ;> 6@B >H )GG & G=F # ;5F85 ,5:9 9K=&58F= +9BCB # 5/-=5 ,H5:: 77CIBH=B; 8A ,) 77H 8; ,DJ ,&, I = 8A G $CAD ,) CIBH9F # ?4 ,;F -<9F5D=GH KBH )9B;@AB %I@IG5B &=B 6=G5 $CADIH9F 5MI )9F<=5G5B 8= &5@@ !I6 /= ,9;9F5 ,CD=F I !5B8M7F5:H IH? 8= ,D5 25GA=B #@ +5M5 ,9A=
85B A5I 9?9F>5 85@5A -95A # # 85B $5FM5K5B I85B; %5?= @5?= BM5? 'C DB =BH5B; ,DFA?H /= ,H5: 8B; $G=F )FAB5;5 0=@ $=F=A / ?9 A5=@ G5GA=H589K= = 8A=B . 5FA9BH A=B ,&$ <G !I6 DG H @B ,9F=IG !I6 ,&, 0 ;A5=@ 7CA -@DB "B;;F=G $CADIH9F !6 ) #
#
#
#
#
/= ,H5:: $=H7<9B 6K / @;G; =BH9FJ=9K 5@= 957< ,<57? #@ ,5<589K5 )58A5%9;=5B 5@= 'C #
/= ,HC7?9F -B; ;B I85B; I
5FA9BH 6G ADH9F =B:C>C64;5FA9B M5<CC 7C =8 #
/= -AH5B C;5 .H? -?C 0=@ DG -@D #
/= 05=H9F 9GG 5FH9B89F !CIG9 ?99D=B; $5G=F I 8= 5F $=F=A %5A5F5B 65@= @9GGM M5<CC 7CA #
/= ,H5:: .H? $CBGI@H5B )>? 05B=H5 ,=B;@9 )8? &=B , ? )>? !I6
5/-=5 ,H5:: 9@=J9FM &5?5B5B )9B9F=A5 -9@D 6G <G "B;;F=G %5?= =6K< -< -=85? 9FH5HC -9@D ,&, ?9 #
5/= $5FM5K5B H= CC? !9@D9F F=J9F !I6 #
&;C;?- $IH5 &5=B 95@9F IHI< ,5@9G L97IH=J9 ) 0 &=B &5L H< 8=IH5A5?5B $-) 5@= $CAD9B
G5G= 5>= )C?C? -IB>5B;5B &5?5B (D9F5G=CB5@ G?9G "BG9BH=: -!+ CBIG #5@5B $9 %I5F '9;9F= %AFB 8= $FA $9 )- ;IB; IHCA5@@ #@ ,IBG9H +C58 FH ,9A=BM5? $IH5 58IB; . ) 5; !+ "BH9FJ -
5/= -? AD@5G &9G=B -? 5H ,9 DFCH (D9F5HCF &9G=B )CHCB; 85B # ,9F56IH5B IH? !5B8=7F5:H 5>= #
5.?4 $5FM5K5B &=B=A5@ ,& )+- .&$ 8= =5BM5F !I6 '=31:?8C '998 &5F?9H=B; , -=B;;5@ 5@5A !I6 # 77CIBH=B; B 8A=B # =18-:/1 &5F?9H=B; 9DCG=HC I
5.?47-: ,;F ,D5 -<9F5D=GH );@ ,9B8 / HC $CD9F5G= > #H AB -8? ,5@CB I ,D5 8= 5B;;I 8C7IA9BH 65MIG65@=75F;C 7CA # # $CA=G= 5>= !I6 ?8 $1>? '998 ,H9K5F8 =F97H #
(588- =B ,9A=BM5? %CC?=B; :CF "BHJK HC -<9 2I@=5 "BBG 5/-=5 5F89B9F -I?5B; $96IB #@ )5BH5= $IH5 'C - LDF=9B798 !$ <9: ) !I6 =B:C 65@=J=@@5A5GG=@=5 7CA # # # !110 !CIG9A5=8 :CF 09GH9FB 5/-=5 9B9F5@ (D9F5H=CB /= (F ,H5: $=H7<9B I +9GHC
CC8 B;@=G< CC? &5B5;9F G<=:H CD9F5H=CB F5B #9D5B; %5A5F5B 65K5 ?9 ,&, (B@M &5B5;9F (D9F5HCF -=7?9H ,5@9G $C?CM5 #@ -5A6@=B;5B 'C # FCIB8 A5=BH9B5B79 6G <G # $9FC6C?5B 5F= 8A=B )<CHC -@D # "B;;F=G IBHI? 8= %9;=5B ,<CD &5=@ =B:C 89 @=;<H=B; 7CA )-87 =B "BH9FJ=9K #5A D9FA5=B5B G@=B; G<CH -9@D #
$=F=A / ;L65@= ;A5=@ 7CA )- @@9GG7=5 IB;5DCHCB; I?5 # &41 F=M5 /=@@5G ,D5 IBIH5B %CKCB;5B 8A=B , $=F=A $9 5/-=5 )9A65BHI IBHI? (F5B; IHI< L7 <9: ,D5 ,DJ GGH 58A=B 5@@9GG7=5 7CA #@ MD5GG /= G;F H9B5;5 %5IB8FM !CH9@ G=B; &9B;IFIG +IA5< 85B $96IB &;F / =B:C H<9;F=M5 7CA ';IF5< +5= 'C #=A65F5B @? DF A=B ,&) 8=IH5A5?5B M; 9?9F>5 #5A 8@A ,9<5F= ,=?5D # &=B,&$ 9F=>5N5< 6=G5 GH9F=?5 ?FA @5A ?9 !CH9@ 5;IG +5>=B #I>IF 5>= 5;IG &41 #IB;@9 -F589F '9K # ,CF;5 $IH5 #@ )CDD=9G " !6 IH? #58K5@ "BH9FJ=9K !CA9K5F9G ,<CD =B 9F5K5 +94 =GA5 =7F ,ID=F ,"& # # %CC?=B; :CF +9H5=@ ,H5:: &9?5B=? , ? ,& GF6HB /= -9?B=G= -/ -5BD5 69FD9B;5
5/-=5 ,H5: 'CH5F=G 05B=H5 A5=@ 5MI @I?5 M5<CC 7CA !I6 - .A5F DG @5A5B !I6 DG ! #@ )=8585 1"" !I6 #
#
#
#
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post A-:D- ,=@J9F 5G 5@= &@G )F68
56@-8 +IA5< -MD9 -MD9 !I6
#
3C- -+ ,@J9F $& F6 G 5@= &=F5;9 -- $F8 #
6%%*8G@ 6=FI >H )/1 !HA #H ) IB;=B
#
#
$@9-4 F9 )9B5AD5F5B )A=@=? G -I?5F &6@ )F68
#
%3= /0 ,5:5F= )IH=< 5;IG -/ / !I6 #
#
# "!
&"+"&
;=?@:1= )IH=< &5H=7 -DD +, &5H=7 && )IH=< -;B ,5AG5H 5FI /9@; #H '9;C
#
"%& %@<1= @=H9 I@9 ,5BIF , )CC@ %9B;?5D #H .)
' "&"$
*1:5- + )H< J5BN5 ,=@J #-61=; 5?5F )IH=< "GHAK5 >H ) IB;=B ,?@=
#
% ) ! $' 57;:? +IA5< 8= #@ $9FH5 )9H5
G=?5B 585 ?5A5F !6
()
&%' %
$94 5FI .B=H ,=5D!IB= 5@IB; )9;9B8=B; #H #
%','
* "A1= 6I &9H #5B -;B " G $ >H !I6
&%'
#
68 +A< %H %- % -I65B $IH5 $- $& !I6 !F; & '9;C
%','
%@D@75 "B5NIA5 77 &9F5< !I6
#
#
#
' & ! 68 -5B5< F9 8= 5F5H -F5:=7 %=;<H )5BH5= )IFB5A5 /=9K )5BH5= !I6
# ' $' +-=5> , %AH8 - )IH=< ,DF # "GHK '; -- $F8 56@-8 +A< %H %- A % A $-:31 +CJ9F 9:9B89F )IH=< )585B; .8M5B5 )585B; ,5A6=5B #
# %CB; &9F7989G -< !=H5A A-:D- !HA (F= G $ '; +A< 5FI :5G=@=H5G @9B;?5D ' #@ +I;= ,9AD=8= -9;9<9 G@= $ !I6 ) ,59@IG $5A6C>5 6=G5 $)+ !F; & #@ A )5J 75G ?F8H #
SERVICE
#
SERVICE
SERVICE
#
BIRO JASA
#
68 -B< %G %C? .B;5G5B ; 185 +A< -B< $5J $)+ D $ & ! 585GM5 #@ A !F; & @C65@ 6G )FCG9G !5F= !I6 ';IF5< /= -B< 8=$CAD@9? CF IFI5B A6=@ >H ! &9=B8F5 =5BM5F !I6 # #
# 68 &IF5< -B< F9 8= #@ C5 -:- % 5=F #A? )$ ,9FH=D=?5H 5>5< )9@=5H5B .6I8 =5BM5F - % ) ! %# # !I6 )9A=@=? -) "A1= $CBHF5? ,D5 /-=5 )FCD9FHM A579H 8= 5B?
,HFH;G 8=+9BCB 0 8?H 969? -9D= ,5K5< +9GHC # $9B5 +9BH9B=F ,AG # # 68 -B< F9 $IHI< C5 CB; "!&$ &"$ #18@:->-: 1>?@: ?5FHI ?F98=H .B;5G5B #H '; # 05?C- 9G=;B 5B;IB +9BCJ +A< DFCAC <I6 # /=@5 +I?C $CG "& @-8 -B5< F9 #@ ,=I@5B ;; #6-7 ,)- -< @B -5L AB9GH= ') # @5A6CM5B !I6 0) ,".) )5GDCF !D # % ) ! # $& ! #
&-:-4 5F9 #@ %9;=5B $IH5 57;:?=-7-: D9FH9A9B %9B;?5D !I6 )5F?=F %I5G &IF5< = $IH5 ! ! =- (5/?;=C # !I6 &84 !@; ,9FH=:=?5H -5B5< ,!& $ )F5H5A5 &:4 '9AD=@ #H #@ 9G5?=< # 'C %I5G A 85B ,!& 'C F ,9A9F &5F@6CFC FH )AC;5B # # % ) ! !&"$ %I5G A ' ,965GH=5BIG ' A #H #@ +M )5G9?5B %1B- $5BHCF L -C?C L 8B; =8=BCB; I8=DIB; %C?5G= G $ ! % H I@5B $5B;=B $CG %- #H -<'; #@ -? =@=
)975HI $97 $IH5 ,9@5H5B $56 &-:-4 F9 8= -' F5<5 "B85< #
KIB; "" )5B>9F . &=B 58IB; 5;= M; &9B9AI?5B 5F;=H5 ,I65;5B 56@-8 -B< $5J -5BD5 .5B; &I?5 # -< G )9FD5B>5B; !I6 # -<B %C? 5@IB; #IK9H #
% ) ! &" " ,5F= )9AC;5B !I6 # ' ! %! % 57?=7 -C?C #@ !5M5A 0IFI? #
$'# $'# -=- AI85< 6=GB=G CB97C=B G6@< 5?GC 5J &5@5B; &-:-4 F9 = 9BD5G5F =G5 = 5=F )$ ,H:?H -=5 "BJ9GHCF 5B5 I $CD9F5G= <5BM5 8= KKK CB97C=B=B5 =8 9@= ,965;=5B !I6 ! 5;= !G@ -< #
#
BIRO JASA
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
#
DIJUAL MOBIL
#
FOTOCOPY
#
ALUMINIUM
DIJUAL MOBIL
SALON SERVICE
BIRO JASA
SERVICE PERCETAKAN
DIJUAL MOBIL
KONSTRUKSI BAJA SPA
SERVICE DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
FURNITURE
KOMPUTER
KURSUS
EKONOMI
18
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
Jika Harga Rokok Naik Drastis
Januari-Juli 2016
IKM Rokok akan Bangkrut
Toyota Catat Pertumbuhan Tertinggi
Jakarta (Bali Post) – Kementerian Perindustrian menanggapi kajian tentang harga rokok Rp 50 ribu per bungkus yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). “Yang jelas itu kan baru dari satu pihak. Dari FKM UI saya sudah dengar wacana dia mau penelitian, tapi kan banyak yang tidak di-cover dalam pertimbangan penelitian itu,” ujar Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto, Rabu (24/8) kemarin. Panggah menyampaikan, terlalu sederhana menyimpulkan bahwa dengan menaikkan harga rokok secara drastis maka konsumsi akan menurun, namun target pendapatan negara melalui cukai tetap tercapai. “Kalau dinaikkan maka konsumsi turun, pendapatan masih tetap bisa dicapai. Tapi, tidak memperhitungkan kalau ini dinaikkan terlalu drastis, ini justru menurunkan konsumsi dengan drastis juga,” ujar Panggah.
Dengan demikian, lanjutnya, target pendapatan negara justru tidak akan tercapai. Selain itu, kenaikan harga yang drastis tersebut akan sangat memengaruhi industri rokok nasional, terutama bagi Industri Kecil Menengah (IKM) rokok. Menurut Panggah, IKM rokok akan gulung tikar lebih dahulu, mengingat jumlahnya yang semakin menurun hingga 2016. Sementara untuk industri besar, Panggah menyampaikan perusahaan akan melakukan
efisiensi besar-besaran, salah satu cara yang akan ditempuh adalah mengganti tenaga manusia dengan teknologi mesin. “Dari 2.600 data total industri rokok pada 2010, sekarang tinggal 600 industri, termasuk IKM. Industri besar pasti akan mengejar efisiensi,” ujar Panggah. Untuk itu Panggah menyampaikan, dibutuhkan kajian secara menyeluruh terkait kenaikan cukai maupun harga rokok, sehingga menghasilkan kebijakan yang tepat. “Dalam
kondisi keuangan negara seperti ini, dalam kondisi tak menentu seperti ini kita jangan gegabah untuk melakukan tindakan yang bisa mendistorsi keadaan, mendistorsi situasi yang masih sangat sensitif,” ujar Panggah. Menurut Panggah, Kemenperin telah membentuk tim untuk melakukan kajian menyeluruh terkait kenaikan cukai dan harga rokok tersebut. Kendati demikin, ia menampik jika penelitian tersebut dilakukan terkait pemberitaan harga rokok Rp 50 ribu yang mencuri perhatian masyarakat. “Ya dipertimbangkan seberapa besar kenaikannya. Jadi, kenaikan boleh tapi jangan drastis. Bukan terkait itu, kami memang melakukan kajian,” pungkas Panggah. (ant)
’’Tax Amnesty’’, Ancaman bagi ’’Nomine’’ di Bali Denpasar (Bali Post) Kebijakan pemerintah tentang tax amnesty merupakan sesuatu yang positif untuk meningkatkan perekonomian negara saat ini. Semua pengusaha diharapkan untuk mendeklarasikan harta kekayaannya. Namun deklarasi kekayaan ini, dirasa sebuah ancaman bagi nomine (orang yang dipinjamkan namanya untuk kepemilikan pengusaha asing), jika pembayaran pajak tidak dibayarkan oleh pengusaha asing sebagai pemilik usaha. ‘’Nomine ini tempatnya jelas, sehingga gampang untuk didata, jika kekayaan ini tidak dilaporkan maka orang Bali-lah yang akan kena, karena terbukti sebagai pemilik. Selain itu, jika ke depannya pengusaha asing berhenti untuk bekerja sama dengan
orang lokal, otomatis pembayaran pajak akan diserahkan kepada masyarakat lokal dan yang akan memberatkan masyarakat Bali yang masih menjadi nomine saat ini,’’ ungkap Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, Rabu (24/8) kemarin. Menurutnya, saat ini seharusnya tidak perlu nomine, karena semua sektor usaha sudah boleh dimiliki oleh orang asing. Sehingga bagi notaris, sekarang sudah harus memanggil orang asing agar mengubah kepemilikan usahanya menjadi usaha sendiri, yang tentunya hak dan kewajiban harus dibayar sesuai aturan yang berlaku. Lebih lanjut, ia mengatakan, tentunya hal ini tidak adil jika orang asing memiliki usaha namun masih menggunakan pembayaran pajak
lokal. ‘’Dalam perekonomian seperti ini terjadi persaingan yang tidak sehat, modal rendah yang dibawa dari negaranya dengan pajak yang dibayar masih menggunakan tarif pajak orang lokal,’’ katanya. Ia mengatakan ke depannya ini akan menjadi sorotan bagi Kadin. Ia berharap notaries juga harus bisa menindak tegas hal ini agar pengusaha asing segera membaliknamakan usaha yang masih nomine serta segera untuk mendaftarkan usahanya ke Kadin. Selain itu, ia juga mengharapkan agar Direktorat Jenderal Pajak juga gencar menindak hal ini. ‘’Pemerintah harus keras dalam menanggapi nomine di Bali, dan notaris harus bisa bekerja sama dengan hal ini, untuk menyelamatkan masyarakat lokal,’’ tambahnya. (kmb42)
‘’Dalam perekonomian seperti ini terjadi persaingan yang tidak sehat, modal rendah yang dibawa dari negaranya dengan pajak yang dibayar masih menggunakan tarif pajak orang lokal.’’ Alit Wiraputra Ketua Umum Kadin Bali
TOYOTA tercatat sebagai brand dengan pertumbuhan penjualan tertinggi sepanjang 2016 di pasar otomotif nasional. Hal ini terlihat dari total penjualan ritel Toyota pada Januari-Juli 2016 mencatat kinerja positif dengan angka 209.001 unit atau tumbuh 11,4% dibandingkan periode yang sama pada 2015. Di segmen mobil penumpang, pertumbuhan penjualan Toyota tercatat lebih tinggi mencapai 12,5% yaitu dari 179.039 unit pada JanuariJuli 2015 menjadi 201.378 unit pada Januari-Juli 2016. ‘’Secara kumulatif, total penjualan Toyota sepanjang 7 bulan pertama tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, sehingga market share Toyota naik dari 31,5% menjadi 35,5%,’’ kata Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor. Menurutnya, perkembangan market share ataupun total penjualan, peningkatan terjadi di hampir semua segmen. Ini tentunya tidak terlepas dari dampak positif semangat Toyota Let’s Go Beyond yang hadir melalui Beyond Product, Beyond Technology, dan Beyond Service. Pencapaian tersebut salah satunya adalah karena suksesnya produk yang diluncurkan seperti Fortuner pada Januari, Rush pada Maret, dan Sienta pada April yang diterima baik oleh masyarakat. ‘’All New Calya yang diperkenalkan di GIIAS 2016 juga diharapkan menopang tren pertumbuhan penjualan Toyota,’’ katanya. Sepanjang Januari-Juli 2016, Fortuner mampu membukukan pertumbuhan tertinggi yaitu dari 7.539 unit menjadi 15.256 unit. Sementara itu, Rush mampu
mempertahankan kinerja penjualan yang cukup stabil, dengan rata-rata penjualan 2.100 unit per bulan selama periode 7 bulan 2016. Sejak diluncurkan April 2016 hingga Agustus 2016, All New Sienta sudah mencatatkan SPK lebih dari 5.000 unit, sedangkan All New Calya sudah membukukan SPK lebih dari 8.400 unit dalam 2 pekan sejak diperkenalkan pada 2 Agustus 2016. Sementara Toyota Avanza tetap mengukuhkan posisinya sebagai kontributor utama penjualan Toyota, yaitu tercatat sebanyak 82.499 unit selama periode Januari-Juli 2016 atau tumbuh 6,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu, total penjualan Toyota Kijang Innova sudah mencapai 35.587 unit. Innova pun kian dominan di segmennya dengan pangsa pasar sebesar 95,1%. Rudy, Sales Executive Agung Toyota, mengatakan untuk produk Toyota All New Sienta yang merupakan kendaraan stylish dengan fitur melimpah, harga All New Sienta juga terbilang kompetitif. All New Sienta yang memiliki fitur Dive in Seat dijual dengan kisaran harga Rp 260
- 303 jutaan. ‘’Sesuai dengan tageline ‘’Multy Activity Vehicle’’ (MAV), sudah pasti All New Sienta ini sangat pantas untuk menemani calon pemilik Sienta untuk beraktivitas sehari-hari,’’ kata Rudy. Untuk respons dari pasar khususnya masyarakat Bali, kata Rudy, All New Sienta diminati dari kalangan yang memang sebelumnya sudah memliki kendaraan, dan membeli All New Sienta untuk kendaraan tambahan. Baik untuk istri atau untuk antar anakanak ke sekolah dan juga sebagai kendaraan keluarga yang lebih mobile dari kendaraan yang dimiliki sebelumnya. Karena memang kendaraan ini sangat pas dengan kondisi jalan di Bali yang memang sempit dan mulai padat. Pihaknya mengajak seluruh Toyota Fans, untuk bisa mengunjungi Dealer Agung Toyota di seluruh Bali, untuk mengikuti test drive berhadiah All New Sienta. Untuk customer yang sudah membeli All New Sienta berkesempatan memenangkan undian All New Sienta serta mendapatkan free asuransi satu tahun (all risk) selama promo berlangsung. (bns1)
19
Kamis Paing, 25 Agustus 2016
Terasa di Bangkok Dari Hal. 1 Selain Italia, gempa bumi berkekuatan 6,8 SR juga mengguncang Myanmar Tengah, Rabu kemarirn, kata badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan otoritas setempat. Bencana itu mengguncang bangunan di Myanmar dan beberapa negara kawasan lain. Gempa menimpa Kota Chauk, bagian barat daya Mandalay, kata pemerintah Myanmar. Getarannya diyakini terasa hingga Bangkok, Thailand. Saksi melaporkan bangunan tinggi tampak goyang di ibu kota Bangladesh, Dhaka. Sejauh ini belum ada laporan kor-
ban jiwa, dan laporan awal menunjukkan tak banyak bangunan rusak. USGS melaporkan episentrum gempa berada sekitar 145 kilometer (90 mil) dari barat Kota Meiktila, secara relatif berada di kedalaman 84 km (52 mil). Kota Chauk berada 35 km dari ibu kota Bagan, kota kuno Myanmar, disebut sebagai ‘’Kota Empat Juta Pagoda’’. Myanmar merupakan kawasan yang aktif secara seismik karena di bawahnya, lempeng Indo-Australia dan Eurasia bertemu. Setidaknya 74 orang pada Maret 2011 tewas akibat gempa dekat perbatasan Myanmar dengan Thailand dan Laos. (ant/rtr)
Tulisan Tangan Dari Hal. 1 Untuk memenuhi permintaan itu, Sanusi memanggil Kepala Bagian Perundangundangan Sekretariat DPRD DKI Jakarta Heru Wiyanto ke ruang kerja Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta dan menyerahkan tulisan tangan mengenai perubahan penjelasan pasal 110 ayat (5) huruf c tentang kontribusi tambahan kepadanya untuk dicantumkan dalam tabel masukan untuk rapat Balegda dengan Bappeda. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang membaca kertas itu menyatakan penolakan dan kemudian menuliskan disposisi ‘’Gila kalau seperti ini bisa pidana korupsi’’. Ia selanjutnya memerintahkan Saefullah untuk menyerahkan disposisi ke Mohamad Taufik. Namun setelah membaca disposisi tersebut, Taufik menemui Dameria Hutagalung selaku Kasubag Ranperda untuk menyampaikan perbaikan pasal 110 ayat (5) huruf c menjadi ketentuan pasal 111 ayat (5) huruf c dan selanjutnya Damera berkoordinasi dengan Sanusi untuk perubahan tersebut. Sanusi pun meyakinkan Trinanda bahwa ranperda sudah mengakomodasi kepentingan Ariesman pada 15 Maret 2016 melalui pembicaraan telepon, sedangkan pada 16 Maret 2016 Sanusi meminta sebagian uang yang dijanjikan Ariesman kepadanya. Ariesman lalu menyiapkan uang Rp 1 miliar dan menyerahkannya ke Trinanda, yang lantas menyerahkannya kepada staf pribadi Sanusi bernama Gerry Prasetia untuk disampaikan ke Sanusi. Gerry memberikannya kepada Sanusi di SPBU Pertamina, Jalan Panjang Jakarta. Pada 30 Maret 2016, Sanusi kembali memerintahkan
kepada Gerry untuk meminta uang kepada Ariesman, sehingga Gerry pun mengirim SMS kepada Trinanda. Permintaan itu disetujui pada 31 Maret 2016 dengan jawaban Trinanda kepada Gerry melalui SMS ‘’mas kl mo ambil kue jgn lupa bawa keranjangnya ya’’. Ariesman kemudian mempersiapkan uang Rp 1 miliar dan diserahkan ke Trinanda untuk diberikan ke Gerry, yang setelah menerima uang itu menemui Sanusi di FX Mall Senayan. Gerry memberikan uang itu di dalam mobil Jaguar warna hitam B 123 RX yang digunakan Sanusi. Ketika mobil Jaguar keluar dari FX Mall, tepatnya di depan pintu masuk menuju Hotel Atlet Century, petugas KPK menghentikan mobil Jaguar yang dikendarai Sanusi dan menangkap Sanusi beserta satu tas ransel hitam berisi uang Rp 1 miliar. ‘’Terdakwa selain menerima uang dari Ariesman Widjaja selaku Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, pada kurun waktu 2012-2015 yang memiliki mitra kerja salah satunya Dinas Tata Air telah meminta dan menerima uang dari para rekanan Dinas Tata Air DKI Jakarta seluruhnya sejumlah Rp 45,28 miliar,’’ kata jaksa penuntut umum KPK Budhi Sarumpaet. Uang itu digunakan untuk membeli rumah, tanah, mobil dan mata uang asing sebanyak 10 ribu dolar AS. Selain mendakwa Sanusi menerima suap, jaksa juga mendakwa dia menyamarkan harta kekayaan sejumlah Rp 45,28 miliar yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi selaku anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014 dan 2014-2019. Sanusi menyatakan tidak mengajukan keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa tersebut. (ant)
Sejak Kuliah Dari Hal. 1 Pendidikan tanpa rokok, kata Rektor yang juga pemain arja ini, sudah diawasi sejak kuliah di IKIP PGRI Bali. Sebagi calon guru mereka dipoles dari segi cara berpakaian yang santun, bertutur kata hingga menghindari perbuatan yang merusak diri seperti merokok dan narkoba. Bahkan, Made Suarta langsung memanggil ke ruangan Rektor jika mendapatkan mahasiswanya membawa rokok di kantong. Setelah itu diisi ‘’ancaman’’ mulai dari peringatan tertulis hingga dikeluarkan dari
kampus. ‘’Kami memiliki aturan yayasan dan rektor sebagai payung hukum jika mahasiswa melanggar aturan merokok dan narkoba sanksi beratnya sampai dikeluarkan. Menjadi guru harus memberi contoh yang terbaik,’’ ujarnya seraya mengusulkan segera diganti istilah uang rokok menjadi uang makan. Unt uk me ng a mp a n y e kan antirokok ini, menurut Made Suarta, di setiap sudut kampus dipasang papan peringatan. Makanya jangan heran di meja pimpinan hingga meja dosen tak ada asbak. Ini semua dia arahkan untuk memberi
Rugi Besar penguatan pendidikan karakter kepada generasi emas Indonesia. Apalagi kampus ini dipercaya menjadi pusat kajian pendidikan karakter di Bali. Predikat kawasan bebas narkoba juga disandang IKIP PGRI Bali. Setiap ta hun semua pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa wajib menjalani tes urine. Mahasiswa baru juga diperlakukan serupa, usai ceramah narkoba dilanjutkan tes urine. Untuk itu, Rektor Made Suarta bersyukur semua insan yang dididik di IKIP PGRI Bali adalah sarjana profesional tanpa rokok. (sue)
Fauzi Bowo Dari Hal. 1 ‘’Padahal terdakwa mengetahui atau patut menduga (tujuan) pemberian uang Rp 2 miliar,’’ katanya. Pemberian uang tersebut dimaksudkan agar Sanusi mempercepat pembahasan dan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP) serta mengakomodasi pasal-pasal sesuai keinginan Ariesman dan Direktur Utama PT Muara W i s e s a S a m u d r a ( MWS ) agar punya legalitas untuk melaksanakan pembangunan di Pulau G di kawasan reklamasi Pantai Utara Jakarta. Izin pelaksanaan reklamasi sudah dikeluarkan sejak zaman Gubernur Fauzi Bowo pada 2010 yaitu Pulau 2A kepada PT Kapuk Naga Indah (KPI). PT KPI adalah anak perusahaan Agung Sedayu Group dan PT MWS, PT Agung Dinamika Perkasa dan PT Jaladri Kartika Paci sebagian besar sahamnya dimiliki PT APL. Izin pelaksanaan reklamasi perusahaan-perusahaan itu diperpanjang pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pada 20142015. Pada awal Desember 2015, terjadi pertemuan dari Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta dengan sejumlah pengusaha yang dihadiri Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta merangkap Ketua Balegda Mohamad Taufik, Sanusi yang menjadi anggota Balegda, Ketua DPRD Prasetyo Edy Marsudi, anggota Balegda Mohamad Sangaji alias Ongen Sangaji dan Ketua Fraksi PKS Selamat Nurdin dengan pendiri Agung Sedayu Grup Sugianto Kusuma dan Ariesman untuk membahas percepatan pengesahan Ranperda
RTRKSP. Sanusi kembali bertemu dengan Ariesman, Aguan dan anak Aguan, Richard Haliem Kusuma alias Yung Yung, pada Februari 2016 di kantor Agung Sedayu Harco Glodok, Mangga Dua. ‘’Dalam petemuan tersebut, Sugianto Kusuma alias Aguan meminta kepada terdakwa untuk menyelesaikan tugasnya dalam pembahasan teknis isi Ranperda RTRKSP Jakarta,’’ tambah jaksa Ronald. Sanusi dan beberapa anggota Balegda DPRD pada rapat pembahasan Ranperda RTRKSP 15 Februari 2016 menyatakan agar tambahan kontribusi 15 persen dari nilai NJOP total lahan yang dapat dijual tidak dicantumkan dalam ranperda karena dapat memberatkan para pengembang. Sanusi menyampaikan lagi pernyataan itu pada rapat 16 Februari 2016. Pada 22 Februari 2016, Pemprov DKI menyerahkan konsep Ranperda RTRKSP kepada DPRD yang mencantumkan ketentuan tambahan kontribusi yang diatur dalam pasal 110 ayat (13) dengan penjelasan ‘’Cukup jelas’’ dan tidak lagi mencantumkan tambahan kontribusi 15 persen dari NJOP total lahan yang dapat dijual, namun akan diatur lebih lanjut dalam peraturan gubernur sebagaimana kesepakatan antara Balegda DPRD DKI Jakarta dan pemerintah provinsi. Pada 24 Februari 2016, menurut jaksa, terdakwa bertemu dengan Ariesman dan menyampaikan bahwa Ranperda RTRKSP masih dalam pembahasan. ‘’Kemudian Ariesman meminta bantuan terdakwa untuk mempercepat pembahasannya,’’ ungkap jaksa Ronald. Pada 1 Maret kembali diadakan pertemuan di kantor Agung Sedayu Group antara Ariesman, Aguan, Richard
Haliem Kusuma, Sanusi dan Budi Nurwono selaku Direktur PT Kapuk Naga Indah membahas permintaan Ariesman agar kontribusi 15 persen dari NJJOP dihilangkan. Sanusi mengatakan itu tidak bisa dihilangkan namun bisa diatur dalam peraturan gubernur. Jaksa menjelaskan pula bahwa pada 3 Maret 2016 terdakwa bertemu dengan Ariesman dan dalam pertemuan itu Ariesman menyatakan kontribusi tambahan 15 persen terlalu berat bagi perusahaannya. Dia kemudian menjanjikan akan memberi uang Rp 2,5 miliar kepada terdakwa jika pasal tambahan kontribusi dimasukkan dalam pasal penjelasan dengan menggunakan kata ‘’konversi’’, karena Ariesman khawatir jika tanpa ada penjelasan maka nilai tambahan kontribusi tidak jelas. ‘’Atas permintaan tersebut, terdakwa menyetujuinya,’’ kata jaksa Ronald. (ant)
Harus Dikontrol Dari Hal. 1 Mengenai sumber dana untuk yayasan itu, ia mengatakan, ‘’Harus kita pikirkan. Bisa nanti bersumber dari CSR dari donatur. Dan ini akan dikelola dengan baik, transparan, dan akuntabel. Dan peruntukannya jelas, masyarakat harus kontrol itu.’’ Nahrawi mengatakan Presiden sudah merespons rencana itu dan memintanya mengkaji payung hukumnya. ‘’Alhamdulillah Bapak Presiden merespons dengan baik. Tentu Presiden minta pada saya cari payung hukumnya, selesaikan dengan baik jangan sampai kemudian cita-cita baik ini tidak berjalan,’’ katanya. (ant)
Dari Hal. 1 ‘’Dulu sebelum ada dermaga cruise hasil nelayan melaut sangat tinggi. Nelayan tak pernah paceklik hasil,’’ papar Suyadnya. Pascadibangun dermaga, tangkapan nelayan jauh berkurang. Nelayan lebih sering pulang dengan tangan hampa. Mereka rugi besar. Suyadnya mengaku tak tahu sebabnya, kenapa pascadibangun dermaga itu justru paceklik ikan. Apakah ikan menjauh karena ada bangunan dermaga menjorok ke tengah laut atau sebab lainnya. Dia mengakui dengan adanya dermaga itu, perahu nelayan juga sulit bermanuver, tak berani mendekati dermaga. Mereka khawatir perahunya diempas arus atau gelombang ganas. Suyadnya mengatakan yang menjadikan warganya kecewa, dulu pemerintah menjanjikan dengan dibukanya dermaga cruise itu, penghidupan mereka akan makmur sejahtera karena turis banyak datang dan
berlabuh di sana. Namun kini yang terjadi sebaliknya. Warga tak memiliki pekerjaan. Lahan sudah banyak dibebaskan untuk membangun jalan. Namun yang juga membuat warganya sedih, janji Pemkab Karangasem bakal membuat sertifikat secara gratis dari sisa tanah warga, sampai kini belum kunjung terealisasi. ‘’Masih ada 23 warga pemilik tanah yang sertifikatnya tak jelas. Dulu warga mau membebaskan lahannya untuk jalan lingkar dengan janji sertifikat baru hasil pemecahan. Namun sertifikat baru tak terealisasi sampai kini. Setifikat lama malah tak jelas, ada di mana. Warga kami khawatir sertifikat mereka hilang, karena pejabat yang dulu mengurus, ada yang sudah pindah tugas, bahkan ada yang sudah meninggal. Tiap kali sangkep di desa, saya selaku bendesa terus ditanyai soal sertifikat mereka. Saya sampai malu kepada krama,’’ papar Suyadnya. (bud)
Banyak Kontra Dari Hal. 1 Selain itu presentasi Sri Mulyani dalam penyampaian pembahasan mengenai wacana super holding BUMN juga dipuji oleh anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi PDI-P Rieke Diah Pitaloka. Rieke berpendapat, apa yang disampaikan oleh Sri Mulyani membuat pem-
bentukan holding BUMN menjadi positif di mana sebelumnya mendapat banyak kontra. Beberapa anggota Komisi VI DPR seperti dari Fraksi NasDem Zulfan Lindan bahkan menginginkan pemaparan Sri Mulyani lebih rinci di rapat selanjutnya mengenai pembentukan holding BUMN. (ant)
Kamis, 25 Agustus 2016 05.52 05.54 05.56 06.00 06.05 06.35 07.05 07.35 08.00 08.35 09.05
10.05 11.05 11.30 12.00 12.05 12.30 13.05 13.30 14.05 14.30
Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Seputar Bali Pagi Bali Channel Lila Cita Sanggar Bina Remaja (3) Education On Bali TV BCTTV Lila Cita Gong Kebyar Karangasem Vs Tabanan (2) Lejel Home Shopping BCTTV Ista Dewata Puja Trisandya Dharma Wacana Berita Siang Klip Bali DW TV Klip Bali Dialog Interaktif Badan Pengawas
15.30 16.05 16.30 17.05 17.30 18.00 18.05 19.00 20.00 20.30 21.00 21.30 21.35 22.00 22.05 23.00 24.00
Tenaga Nuklir Dunia Kita Dialog Interaktif Etalase
Dunia Pendidikan Agrobisnis Taman Sari TK Hindu Yowana Widya Mandala (2) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Lila Cita Arja Penarungan (2) Bali Channel Berita dan Bincang Terkini Mahadewi Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Prembon Kolaborasi Balingkang (1) Lila Cita Calonarang Abianbase Gianyar (4) Closing
Arjuna Beralasan Bela Satyaki karena Muridnya
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Dua Puluh Tujuh) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
Bhurisrava sangat marah terhadap intervensi Arjuna ketika menghadapi Satyaki. Pada saat dia akan memegang Satyaki, tiba-tiba Arjuna melepaskan panah memotong tangan Bhurisrava. Dia pun berkata, perbuatan tidak baik yang engkau Arjuna telah laksanakan demi untuk prajurit Vrishni ini. Dan tanpa diragukan lagi, hal itu sesuai nasihat-nasihat Vasudeva. Sebuah perbuatan curang seperti ini tidak pantas untuk seseorang ksatria utama sepertimu Arjuna. Siapa lagi, kecuali dia adalah seorang temannya Krishna, yang menimpakan ketidakadilan seperti itu sendiri. Dia tidak peduli terlibat dengan orang lain dalam pertempuran. Keluarga Vrishni dan Andhaka adalah kumpulan para ksatria jahat. Mereka selalu terlibat dalam perbuatan-perbuatan penuh dosa. Sifatnya kecanduan dengan perbuatan-perbuatan hina. Kenapa, oh Partha, engkau mengambilnya sebagai contoh dan teman? Demikian Arjuna disapa dengan
kata-kata pedas oleh Bhurisrava dalam pertempuran itu. Kemudian Partha menjawab kepada Bhurisrava, ‘’Itulah bukti bahwa dengan tuanya badan, kecerdasan seseorang juga menjadi berkeriput. Karena, oh tuan, semua kata yang tidak ada gunanya itu telah engkau utarakan. Walaupun engkau mengenal siapa itu Hrishikesa dan juga diriku sendiri dengan baik. Lalu bagaimana engkau memarahi kami demikian tanpa kendali? Mengetahui seperti aku peraturan, aturan-aturan pertempuran dan paham sebagaimana aku ini arti semua kitab suci. Aku tidak akan pernah melakukan sebuah perbuatan berdosa. Mengetahui ini secara baik, engkau masih memarahi aku. Para kasatria yang bertarung dengan musuh-musuhnya, didampingi pengikut-pengikut, saudarasaudara, ayah-ayah, anak-anak, para kerabat, para sanak saudara, sahabat-sahabat dan teman-temannya. Mereka ini juga bertarung, mengandalkan kekuatan dari lengan-
lengan mereka, juga dari pengikut mereka. Kenapa, saat ini aku tidak harus melindungi muridku sendiri dan kerabatku yang disayang. Dia sedang bertarung demi kepentingan kami ini, dalam pertempuran dengan mengabaikan hidupnya sendiri, yang begitu sulit diserahkan. Ssatyaki itu tidak terkalahkan dalam pertarungan, oh raja. Dia adalah tangan kananku dalam pertempuran. Seseorang tidak hanya melindungi dirinya sendiri saja, ketika seseorang harus pergi ke pertempuran. Dia, oh raja, yang terlibat urusan orang lain, harus dilindungi oleh orang lainnya. Orang-orang seperti itu, Satyaki ini harus aku lindungi. Raja juga harus dilindungi dari tekanan pertempuran. Jika aku tenang-tenang saja menyaksikan Satyaki, sementara dia pada titik akan terbantai dalam pertempuran besar ini. Nah... dalam kondisi kritis itu, aku tidak turut campur, untuk menyelamatkan dia, maka dosa atas kematian Satyaki itu akan menjadi milikku. Untuk suatu hal pembiaran
seperti itu. Kenapa, saat ini engkau menjadi marah dengan aku, untuk perlindunganku terhadap Satyaki. Dia adalah muridku dan juga tangan kananku sebagai prajurit. Engkau memarahi aku, oh raja, ‘Walaupun terlibat dengan orang lain, aku masih diuntungkan oleh engkau.’ Untuk masalah itu, aku menjawab, aku menilai dengan salah. Kadang-kadang menggoyang-goyang baju zirahku, kadangkadang mengendarai keretaku, kada-kadang menarik tali busurku, aku bertarung dengan musuh-
musuhku di tengah-tengah sebuah kelompok yang menyerupai kedalaman sangat luas. Pertempuran dharma ini dipenuhi dikerumuni kereta-kereta, gajah-gajah, berlimpah dengan jumlah kuda-kuda dan prajurit-prajurit jalan-kaki. Selain itu, gema dari teriakan singa yang dahsyat. Di antara temanteman dan musuh-musuh yang terlibat dengan hanya satu orang lainnya. Lalu, bagaimana mungkin prajurit Satwata itu terlibat hanya dengan satu orang saja dalam pertempuran?’’ (bersambung)
Sloka 9.14 Satatam kirtayanto mam yatantas ca drdha-vratah namasyantas ca mam bhaktya nitya-yukta upasate Mereka selalu mengagungkan Aku, sangat tegar dan tak kenal lelah dalam tekad, mereka mendatangi-Ku, diri mereka selalu terkendali, mereka memuja-Ku dengan cinta kasih yang penuh hormat.
16 Pages
161 Number 8th Year Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
e-mail: info_ibp@balipost.co.id lbalipost.com. alipost.com. online: http://www.internationalb
Thursday,
August 25,
2016
devastatesin Quake towns least mountain Italy, at central killed 20 believed Page 6
9-man Romaon out misses League Champions loss after Porto
http://epaper.internationa
fires North Korea nched submarine-lau missile ballistic Japan towards Page 13
s Ubud farmer verge on the ion of extinct
Kumar
Singh
past, the - In the the GIANYAR of Ubud both the agriculture of farmers and was activities paddy fields mein the beauty of the often immortalized Beauty of the one of dium of painting. the has become painting that promoted starting points to international the of Ubud reputationBut unluckily, after are in Ubud farmers community. development,of extinction. of Wos rapid tourism on the verge by the chief He Sudariasta. is recognized now actually This condition Gede Nyoman of native resinumber river dam, can be Kajanan that currently the willing to farm are still no landowners revealed Ubud who “Now, virtually If they do, the dents to on fingers. their land. three or five counted want to cultivateonly reachingtelephone. in Ubud be counted contacted by number can he said when Ubud... people,” 2 on page Continued
Over 300 dead in India as floods force villagers into relief camps
floods India as dead in f camps Over 300 gers into relie force villa AP Photo/Rajesh
India, Wednesand Yamuna in Allahabad, by floods rivers, Ganges affected areas. major to peopleIndia with two low lying materials of many drops relief parts of northern and submerging official many rains in in flooding Air Force An Indian 24, 2016. Heavy have resulted mark, day, Aug. over danger flowing
were closed
of Varanasi in the cities the Ganges both
FEDERAL OFFERS mondays MODI last four SUPPORT experiences do. For the We don’t India usually June to September, we shouldliving like this. eat,” 42- soon rains from for its agriculture we have any food to vital told its gross which are up 18 percent of Doda Yadav emeven have
have and Allahabad as crossed danger year-old villagerstation from Ballia -- making product and provides 1.3 news rivers 300 people half of its domestic A t least six million oth- and Yamunaflood waters continued the NDTV Uttar Pradesh. Madhya ployment for almost SWAR district in central state of villages, levels and died more than population. where In the India and submerged and to rise. least 70 have in billion where at city of Varanasi, daily, NEW DELHI/BHUBANE and centralfloods that havedisrupted power heard Pradesh, onset of the monsoons The holy Hindus flock also be by homes of died in eastern News can roads and at Global than 40,000 halt cremations since the been affected of thousands 9.30 destroyed forced to sacred Ganges June and more destroyed, almost in “Bali Image” ers have and fields 96.5 from was also of away crops, said on Tuesday. or fully Radio FM am. Listen to areas, homes been evacuated a district along the banksfamilies to cremate washed partially officials low-lying Zafar Rakib, until 10.00 FM at http:// roofs of 20,000 people have of 24 phone lines, river -- forcingon the terrace rains have crops,” said Katihar, one Global Radio would camps. said. districts their relatives monsoon the mighty magistrate of resaid villagers officials showed to relief Heavy Bihar’s 38 including Officials when water levels to burst districts out of hit by the deluge. nearby houses, pictures deep in Meteocaused rivers,its tributaries, been into to higher return home the Indian forecast Television waist which have shifted people provided Ganges and forcing people although wading has livestock, of Madbeing “We have villagers with their collapsing ceded, Department India over their banks in the states Pradesh, they are drinking rological for central homes ground and rice, clean told the floodwaters relief camps Bihar, Uttar into wooden more rains days. mud-and-brick with cooked sheets,” he two climbing hya Pradesh, and Uttarakhand. camps. what the next in Bihar, water, polythene Foundation. and people Rajasthan officials Reuters Uttar Pradesh, boats to get to relief about worst Government some of the 120 Thomson all worried over seen “We are died and In neighbouring which hasthis year with almost afschools people have where 43 flooding more than five million are affected, serious. million dead and the situation wasengulfed one fected, said waters have “The flood
balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost
at globalfmbali.listen2mystreaming or live video and http:// radio.com -fm-bali. http://radioglobalfmbali.com ustream.tv/channel/global
KAMIS PAING, 25 AGUSTUS AGUS GUS US ST TU TUS U US S 2016 2016
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@ba iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764
Desa Pemuteran Karangasem
Miliki Sejumlah Tradisi Unik DESA Pakraman Pemuteran, Rendang, tergolong salah satu desa tua di Karangasem. Desa ini memiliki sejumlah keunikan tradisi. Tradisi tersebut tetap dilestarikan hingga kini.
Bali Post/rtr
Jennifer Lawrence
Aktris Termahal di Dunia BINTANG ‘’Hunger Games’’ Jennifer Lawrence, Selasa waktu AS, kembali ditempatkan pada posisi puncak daftar aktris berbayaran paling tinggi di dunia untuk dua tahun berturut-turut oleh majalah Forbes dengan jumlah bayaran 46 juta dolar AS. Keberhasilan Lawrence itu terutama berkat sekuel terakhir ‘’Hunger Games’’, selain berkat film petualangan ruang angkasa ‘’Passengers’’, kata Forbes seperti dikutip Reuters. Pendapatan Lawrence pada 2016 turun 11,5 persen dari 52 juta dolar AS yang dicapainya pada 2015. Forbes akan merilis daftar aktor paling tinggi bayarannya, Kamis waktu AS. Tahun lalu Robert Downey Jr. memuncaki daftar itu dengan 80 juta dolar AS. Melissa McCarthy menguntit Lawrence dengan 33 juta dolar AS atau naik 10 juta dolar AS dari 2015, terutama berkat film ‘’Ghostbusters’’. Tempat ketiga ada Scarlett Johansson berkat ‘’Captain America: Civil War’’, dengan pendapatan 25 juta dolar AS atau turun 30 persen dari 2015. Sepuluh aktris yang menempati daftar berbayaran paling tinggi itu, total memiliki bayaran 205 juta dolar AS antara 1 Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016. Tujuh aktris lainnya yang menempati daftar ini adalah Jennifer Aniston (21 juta dolar AS), Fan Bingbing (17 juta dolar AS), Charlize Theron (16,5 juta dolar AS), Amy Adams (13,5 juta dolar AS), Julia Roberts (12 juta dolar AS), Mila Kunis (11 juta dolar AS), dan Deepika Padukone (10 juta dolar AS). (ant)
Desa dengan wilayah D subur ini memiliki semsu bilan Pura Dalem. Ini b ssalah satu keunikannya. Saat ada upacara atau pujawali di pura, kata salah satu tokoh desa setempat, I Ketut Rasta, tak ada yang nuur sulinggih untuk mapuja atau muput karya. Warga yang punya karya, cukup nunas tirtha di Pura Bujangga di hulu desa. Dengan percikan tirtha dari Pura Bujangga itu sudah cukup. Tak perlu lagi puja dan mohon tirtha p sa sang sulinggih. Upacara hanya di-puput pemangku di pura setempat, dengan sarana inti percikan tirtha dari Pura Bujangga. ‘’Maserah Sampi’’ Selain keunikan itu, tambah Rasta, tradisi yang tetap dilestarikan yakni tradisi dalam pernikahan. Dalam proses upacara perkawinan, ada tradisi yang namanya maserah sampi. Upacara pernikahan dimulai dari memadik (meminang), yakni pihak mempelai laki meminang mempelai wanita (calon istri) kepada orangtua didampingi keluarganya. Seperti biasa yang meminang juga mempelai pria didampingi orangtua dan keluarganya. Usai meminang, calon istri diajak ke rumah mempelai pria dan digelar makala-kalaan atau makandal (upacara pembersihan dan penyucian diri) mempelai dalam rangka mulai berumah tangga. Usai upacara pokok pernikahan, kedua mempelai baru boleh masuk ke areal pura desa, kalau mereka sudah maserah sampi. Maserah sampi yakni pihak mempelai pria menyerahkan seekor sapi jantan dengan tanduk sudah acengkang atau sejengkal (sekitar 12 cm). Sapi itu diserahkan ke desa, tentu ada bebantenan pejati-nya. Oleh pihak desa dengan 104 KK itu, sapi disem-
Bali Post/bud
Jro Mangku Salya bersama warga saat hendak sembahyang. belih dan dagingnya dibagikan kepada krama desa. Saat upacara tertentu, ada saatnya mempelai melakukan prosesi mekandal di Pura Desa. Saat itu pasangan baru menikah yang belum mekandal, mengikuti prosesi mekandal secara bersamaan. Saat mekandal, kedua mempelai ngelanting di bale pejahitan yang ada di Pura Penataran Desa. Prosesi berikutnya yakni megat bale agung. Rasta dan Bendesa setempat I Wayan Suana mengatakan, makna dari ngelanting di Bale Pejahitan (balai tempat nanding bebantenan), di mana mempelai agar siap ngayah ke desa karena sudah berumah tangga dengan melakukan pembersihan diri. Desa Pakraman Pemuteran Perbekelan Pempatan merupakan desa terbarat wilayah Kabupaten Karangasem. Desa Pemuteran berbatasan dengan hutan wilayah Kintamani, Bangli. Pemuteran tergolong desa perjuangan. Di desa ini tepatnya di Pura Linjong ber-
lokasi di tengah hutan, pernah menjadi tempat persembunyian Pasukan Pemuda Pejuang pimpinan I Gusti Ngurah Rai. Saat long march ke Bali Timur guna memberikan keyakinan kepada seluruh rakyat Bali bahwa RI sudah merdeka dan memiliki tentara. Namun sampai di Pemuteran pasukan penjajah yang membonceng tentara NICA dengan persenjataan lengkap mengejar pasukan pejuang. Warga Pemuteran pada Juni 1946, yang menyembunyikan pasukan Ngurah Rai tak ada yang buka mulut di mana pasukan itu bersembunyi. Desa Pemuteran akhirnya diobrak-abrik NICA dan sejumlah pemuda yang masih dilihat ada di desa itu ditangkap dan disiksa. Pemuda itu di antaranya I Gatera dan adiknya, I Rahat, disiksa agar mau menunjukkan tempat persembunyian pasukan Ngurah Rai. I Rahat tetap bergeming tak buka mulut. Dia tak mempan disiksa dan ditembak, akhirnya ditusuk dengan pedang sampai gugur. (bud)
Bali Post/kmb33
LAYANG-LAYANG – Peserta workshop layang-layang dari Bali, Jepang dan Filipina, foto bersama usai mewarnai layang-layang dalam event yang diselenggarakan World Kids Museum di Manila, Senin lalu.
Melalui Layang-layang
Gemakan Pesan Perdamaian dari Manila
Bali Post/rtr
10 episode ini akan membawa semangat dari latar belakang film asli, seraya menciptakan dunia baru yang terlahir dari film orisinalnya. Grint (27) berperan sebagai Charlie Cavendish, karakter yang dideskripsikan sangat ruwet dan elegan, kebalikan dari Vic Hill (Scott) dan Sonny Castillo (Westwick). Terinspirasi dari pencurian di London, serial ini berkisah tentang kelompok pria berusia 20-an tahun yang menemukan setumpuk emas curian dan terjerumus ke dunia organisasi kriminal. Mereka terpaksa menghadapi polisi bajingan, petarung gipsi, kelompok kriminal internasional dan penjahat lokal dari dunia bawah tanah London. Serial ini memulai pengambilan gambar di Manchester pekan depan dan disutradarai Nick Renton yang membuat drama BBC ‘’The Musketeers’’. Grint baru-baru ini tampil di Broadway dalam pertunjukan ‘’It’s Only a Play’’ dan beradu akting dengan Matthew Broderick dan Nathan Lane. (ant)
Gista Rilis ’’Tresna Selat Pasih’’ BELANTIKA musik Bali semakin berkembang. Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya musisi pendatang baru yang turut serta mewarnai belantika musik Bali. Terlepas juga dari musisi Bali senior yang selalu menelurkan karya-karya terbaik mereka, sehingga mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat. Hal tersebut yang mendasari serta memotivasi Gista, pria yang memiliki nama lengkap Putu Gista Andi Pranatha ini turut serta merilis single terbarunya nya yang berjudul ‘’Tresna Selat Pasih’’. Ketika a ditemui di kediamannya, nnya, Rabu (24/8) kemarin, Gista -- sapaan akrabnya a -- bercerita banyak ak tentang mengapa a sekarang bisa merilis rilis single berbahasa Bali. Sebab, dari awal kariernya ya bermusik baik di band and maupun solo karier, rier, Gista selalu identik dengan lagu berbahasa asa Indonesia ia bertemakan cinta. Gista mengatakan, selain ingin i k u t melestarikan bahasa Bali, ia in juga ingin ab menjawab aan permintaan sekaligus tantangan beradari beberaan dan pa teman a yang saudara ng datergabung taffeta lam Gistaffeta (nama untuk orang-orang yang selalu port Gismensupport k terus ta untuk a) untuk berkarya) mencoba memu dengan buat lagu asa Bali. berbahasa ‘’Lagu ini saya n sendiri ciptakan
berdasarkan pengalaman pribadi saya, sehingga dalam penggarapannya pun yang bisa dikatakan sangat cepat. Saya tidak mengalami kesulitan yang berarti,’’ ungkap Gista. Penggarapan video klipnya sendiri, Gista sudah menjadwalkannya awal bulan September. Namun untuk lokasi yang akan digunakan, serta jalan ceritanya masih dirahasiakan agar lebih mengundang rasa penasaran dari penikmat musik Bali itu sendiri. Meski baru pertama kali mengeluarkan single berbahasa Bali, pria berzodiak Scorpio ini tetap op opsin timis melalui single pertamanya yang berjudul berjudu ‘’Tresna Sela Selat Pasih’’ ini akan bisa ikut me mewarnai belanti belantika musik Bali Bali, serta mendapatkan tempat tersendiri di hat hati masyarakat Bali. (win)
Cut Mini Perankan Ibunda JK
Rupert Grint Bintangi Film ’’Snatch’’ AKTOR KTO OR Ruper Rupert rt Grint yang yan ng namanya nam man nya a mbu ung lew wat ‘’H Harry P Pott ter’’ aka an melambung lewat ‘’Harry Potter’’ akan tin ng dalam da alam m serial serrial televisi tele evissi yang e berakting pak kan remake rem mak ke fi film Guy yR itchie merupakan Ritchie dull ‘’Sn natcch’’’. berjudul ‘’Snatch’’. intt yang be e rp p eran sseb b agai Grint berperan sebagai asley y, sahabat sa aha aba at Harry y Potter, Po Ron Wea Weasley, enjad di p ro odu user ek kse k ekutif juga me menjadi produser eksekutif k ac cara a te elev vissi yang g ta ayang untuk acara televisi tayang gan streaming strea aming Cr rackle lewat jaring jaringan Crackle ny ta ahun nd ep pan. dari Son Sony tahun depan. torr Sko otlandiia Dougra ay S a cott Aktor Skotlandia Dougray Scott inttang g ‘’Gossip ‘’G Gosssip p Girl’’ Ed d dan bintang wick k jug ga b erp peran Westwick juga berperan m se eriall itu u. dalam serial itu. rita a ‘’Sn natcch’’ Cerita ‘’Snatch’’ diambil dari film komedi na al be erkriminal berama judull ssama yang dibinason tangi Ja Jason ham m, Statham, B r a d P i t t , Benic i o D e l Toro dan Vinney Jones.. kuDikueleg grap ph tip Telegraph, Crackle menRupert Grint gatakan serial
Facsimile: 227418
Manila – Demi cita-cita mulia yaitu perdamaian dunia, World Kids Museum mengadakan workshop layang-layang di tiga negara; Jepang, Indonesia dan Filipina. Setelah diadakan di Jepang awal tahun ini, di Bali pada bulan Agustus, kini giliran Filipina. Dalam event yang digelar di kota Manila tersebut, sebanyak 17 anak ikut berpartisipasi. Bali diwakili oleh Ida Ayu Putu Somadya Jati Gayatri dan Ni Putu Dinda Apsari Arya. Keduanya berbaur dengan 5 anak dari Jepang dan 10 anak dari Filipina dalam workshop yang digelar di Rizal Park, Manila, Senin (22/5) lalu. ‘’Saya sangat senang melihat anak-anak dari berbagai negara berkumpul menjadi satu dan bersenang-senang. Saya harap ini adalah awal yang baik untuk menuju perdamaian dunia,’’ ujar Presiden World Kids Museum Hiromichi Nagata. Selain mewarnai dan men-
erbangkan layang-layang, ada satu kegiatan unik yang dilakukan yakni mengecat Jeepney. Jeepney adalah alat transportasi yang dipergunakan oleh penduduk setempat. Kendaraan ini adalah kendaraan bekas tentara AS yang dimodifikasi sehingga dapat memuat penumpang hingga 20 orang. ‘’Ide untuk mewarnai Jeepney datang dari salah seorang siswa kami. Kami ingin membuat kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak selain menerbangkan layanglayang,’’ kata President Philipine Kite Association, Orlando T.D. Ongkingco. Sementara itu, Presiden Asosiasi Layangan Bali Ida Bagus Ugrasena Narendra yang ikut terbang ke Manila sangat mengapresiasi event ini. Menurutnya, dengan menyatukan anak-anak dari berbagai negara maka akan tercipta kerukunan antarnegara. ‘’Saya sangat senang bahwa dengan menerbangkan layang-layang, anak-anak
dapat bersatu dan melupakan perbedaan bahasa, budaya dan yang lainnya. Mereka semua berkumpul dalam kegembiraan,’’ imbuhnya. Ayu Putu Somadya dan Dinda Gayatri pun mengaku sangat senang dapat mewakili Bali dalam event tersebut. ‘’Saya senang sekali. Pertama kali memang susah karena saya tidak bisa bahasa Jepang ataupun bahasa Inggris, tetapi lama-lama saya bisa bergaul dengan teman-teman yang lain,’’ ucap Ida Ayu. Hal serupa diungkapkan Adinda. ‘’Bermain layangan sampai ke Filipina sangat menyenangkan. Apalagi bisa bersama teman-teman dari negara lain,’’ imbuhnya. Anak-anak terlihat sangat gembira dalam acara tersebut. Tidak sedikit orang-orang yang kebetulan lewat menonton, bertanya bahkan ingin ikut menerbangkan layanglayang. Ini membuktikan bahwa melalui layang-layang, misi perdamaian dunia dapat disuarakan. (kmb33)
PERAN penting didapatkan aktris Cut Mini dalam film terbarunya, ‘’Athirah’’. Dia dituntut sutradara Riri Riza memerankan sosok Athirah. Athirah adalah seorang wanita keturunan Bugis yang mempertahankan keutuhan keluarganya. Sosok yang dimaksud adalah almarhumah ibu kandung Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK). ‘’Alhamdulillah, berat sekali. Lelah sekali menjadi seorang Athirah,’’ kata Cut Mini saat jumpa pers, belum lama ini. Perempuan 42 tahun itu mengakui sosok Athirah cukup berat untuk dibawakan. Sebab, almarhumah merupakan tipe wanita tangguh yang sangat sabar. ‘’Benar-benar butuh kesabaran luar biasa, dan beliau ekstra sabar yang sangat dahsyat. Selalu menutupi masalah dengan apa pun, yang penting anak-anaknya makan enak dan tersenyum,’’ jelasnya. Meski berat, wanita berdarah Aceh ini tidak mau terbebani dengan sosok Athirah. Cut Mini rela melakukan riset untuk peran itu. Bahkan, dia banyak berlatih untuk menguasai karakter. Termasuk mempelajari bahasa Bugis. Selain Cut Mini, film ‘’Athirah’’ juga menampilkan pemain seperti Christoffer Nelwan, Tika Bravani, Indah Permatasari, Arman Dewarti, Nino Prabowo, dan lainnya. Sedangkan untuk soundtrack dikerjakan oleh Endah n Rhesa. Film ‘’Athirah’’ bakal tayang pada 29 September 2016 mendatang di bioskop Tanah Air. (pik)
Bali Post/pik