20 HALAMAN NOMOR 72 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU PON, 30 OKTOBER 2016
Pengemban Pengamal Pancasila
INVESTASI “WEALTH is how much you accumulate, not how much you spend”. Saya belajar mengenai compounding interest kurang lebih 12 tahun yang lalu. Sebelumnya sudah tahu sih mengenai konsep bunga berbunga. Cuma tidak menyadari how powerful the concept is. Setelah mempelajari betapa powerful-nya konsep bunga
berbunga itu, dan betapa konsep ini bisa menolong banyak orang merencanakan masa pensiunnya, saya di BPR Lestari membuat produk SIKAYA. SIKAYA adalah produk yang mengadopsi the power of compounding interest. Sebuah produk tabungan, yang pemilik tabungannya mengangsur menabungnya (installment saving). Setiap bulan tanpa putus
selama jangka waktu tertentu. Jangka waktunya kalau bisa selama mungkin, sepanjang mungkin. Lebih lama lebih baik hasilnya. Saya sendiri membuka lima rekening SIKAYA. Atas nama saya, istri dan 3 anak saya. Setiap bulan sejak 2003 saya mulai mencicil menabungnya, 500 ribu setiap bulan untuk masing-masing rekening. Menabungnya dipotong dari gaji saya. Jadi hampir tidak pernah terlewat setiap bulannya. Beberapa tahun kemudian
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
karena income saya bertambah, saya naikkan cicilannya menjadi Rp 1 juta. Dan beberapa tahun yang lalu seiring dengan naiknya income saya, cicilannya menjadi Rp 2 juta sebulan. Terakhir menjadi Rp 5 juta sebulan. Akhir tahun lalu, saya iseng menjumlahkan saldo kelima rekening itu. Hasilnya lumayan Rp 1,4 miliar dalam kurun 12 tahun. Dari cicilan tabungan yang kalau saya tidak sisihkan juga akan habis dikonsumsi. Tapi sayang,
produk SIKAYA tidak berhasil-berhasil amat. Produk yang menurut saya sangat baik dan bermanfaat bagi siapa saja yang concern dengan masa depan, yang ingin pensiunnya kaya, ternyata tidak begitu berhasil. Ternyata sebagian besar masyarakat kita berpikirnya jangka pendek. Di lain pihak U-STYLE tabungan sejenis yang memberikan hadiah langsung sukses besar. Padahal bank mengambil budget hadiah
tentunya dengan memotong pendapatan bunga yang seharusnya diterima oleh penabung di masa yang akan datang. Jadi sebenarnya uang masa depan yang ditunaikan sekarang. Produk yang memberikan kenikmatan langsung (instant gratification) ternyata laku. Sementara produk yang bagus, yang menjamin masa depan, namun horizon investasinya jangka panjang tidak diminati. Hal. 19 Menunda Kesenangan
Pesawat American Airlines Terbakar
Chicago – Pesawat American Airlines terbakar sesaat sebelum tinggal landas di Bandara Internasional O’Hare, Chicago, Sabtu (29/10 kemarin. Api yang diduga berasal dari mesin dengan cepat membesar dan melalap badan pesawat Boeing 767 tersebut. Tidak ada korban tewas yang dilaporkan namun 20 orang dikabarkan cedera. Pesawat dengan nomor penerbangan 383 tersebut sedianya akan terbang ke Miami dengan membawa 161 penumpang dan sembilan awak. Pesawat sedang melaju pelan menuju landasan ketika api berkobar di mesin sebelah kanan. Pilot segera menghentikan pesawat dan mengevakuasi seluruh penumpang dan kru. Dalam gambar yang dirilis kantor berita ABC, tampak petugas pemadam kebarakan sedang memadamkan api dan para penumpang berlarian di pinggir landasan. Asisten regu pemadam kebakaran di Bandara O’Hare, Timothy Sampey, menyebutkan bahwa melihat dari banyaknya
bahan bakar yang dibawa, musibah ini bisa menjadi jauh lebih buruk. “Ketika kami tiba, kedua sayap telah terbakar dan bahan bakar bocor di manamana. Pesawat itu membawa sekitar 19.000 kg bahan bakar. Jika hal ini terjadi setelah pesawat tinggal landas, tentunya akan menjadi musibah yang sangat mengerikan,” ungkapnya. Sampey juga mengonfirmasi bahwa api bermula dari mesin sebelah kanan dan menjalar ke bagian lainya. Seorang penumpang Sarah Ahmed mengaku bahwa dia mendengar ledakan dan melihat asap pekat mengepul dari sisi
kanan pesawat. Segera setelah itu semua penumpang di sisi kanan berlarian dan berteriak-teriak. “Cepat buka pintunya! semua orang menerikkan hal tersebut. Untungnya berkat kerja cepat kru pesawat kami dapat selamat,” kata Sarah. Dewan Keamanan Transportasi AS menyatakan akan segera menyelidiki insiden tersebut. Tom Walsh, seorang pilot yang juga konsultan keamanan penerbangan, menyatakan bahwa kerusakan mesin akan sangat berbahaya terutama jika merusak komponen bahan bakar dan bagian vital lainya. Hal. 19 Musibah Besar
Soal Pungli di Gilimanuk
Kanit PJR Mengaku Anggotanya Dijebak Negara (Bali Post) Dua oknum polisi yang tertangkap tangan melakukan pungli di Gilimanuk, Jumat (28/10) dini hari, membuat para petugas di lapangan kini hati-hati. Sejumlah anggota mengaku takut terjebak dan dijebak. Demikian juga pascatertangkapnya anggota kepolisian, Aiptu WK, anggota Induk III PJR Gilimanuk dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim pemberantasan pungli Polda Bali, Kanit Induk PJR III Gilimanuk AKP Ketut Sukadana bergeming. Sukadana, Sabtu (29/10) kemarin, mengaku
yakin anggotanya yang tertangkap tangan karena diduga melakukan pungli tersebut sebenarnya merupakan korban penjebakan. Dikatakannya saat penangkapan tersebut anggotanya sedang duduk di Pos PJR. Saat sedang duduk itulah tiba-tiba datang seorang sopir truk membawakan uang Rp 20 ribu. Bahkan uang tersebut ditaruh oleh sopir truk di atas meja. Kemudian setelah itu sopir truk langsung pergi. Anggotanya katanya tidak meminta uang kepada sopir truk. Hal. 19 Celah Pungli
Denpasar Duluan Stop TP Trans Sarbagita OPERASIONAL feeder trayek pengumpang (TP) Trans Sarbagita di Denpasar yang sebelumnya didanai oleh APBD, kini sudah tidak beroperasi lagi. Pemkot Denpasar duluan menyetop anganggaran dana operasional untuk armada tersebut setelah masa kontrak berakhir. Kepala Dishub Denpasar I Gede Astika beberapa waktu lalu mengungkapkan, sejak selesainya kontrak, operasional armada TP Sarbagita sudah tidak lagi disubsidi. Astika menjelaskan, bila nanti ada lagi dana untuk operasional feeder pengumpan Trans Sarbagita, pihaknya akan memperluas jangakaun trayek. Artinya, kendaraan yang digunakan pun akan berbeda. Trayek yang sudah ada ini tetap dibiarkan berbayar seperti sekarang. Sedangkan armada yang baru akan dibuatkan trayek lain, sehingga jangkauan kepada masyarakat bisa lebih luas. Kalau nanti ada dananya, kami akan buat yang baru lagi, katanya. Hal. 19 Direspons Positif
TERBAKAR - Pesawast American Airlines terbakar menjelang take off, penumpang pun lari kepanikan.
BPM/rtr
Merugi, Stop Bus Trans Sarbagita Kalau memang merugi mengapa mesti dipertahankan. Itulah komentar sejumlah warga Bali terhadap keberadaan bus Trans Sarbagita yang setiap hari sering ditemui tanpa penumpang. Makanya jangan berharap banyak bus ini memecahkan kemacetan. SEJUMLAH warga mengatakan bus ini tak direspons masyarakat, lebih baik distop saja. Buktinya, mahasiswa Unud yang kuliah di bukit saja jarang memanfaatkan bus ini. ‘’Saya lihat hanya berisi dua-tiga penumpang saja. Kasihan uang rakyat APBD Rp 18 miliar disedot untuk bus ini sedangkan penerimaannya hanya Rp 2,5 M. Berarti rugi Rp 15 M tiap tahun,’’ ujar salah seorang warga. Hal. 19 Sejak 2011
DPRD Bali Setuju Tidak Dilanjutkan
MACET - Bus Trans Sarbagita di tengah kemacetan serta ikut membuat kemacetan.
BPM/dok
KOMISI III DPRD Bali menilai Bus Trans Sarbagita sangat perlu dievaluasi. Pasalnya, operasional bus menyangkut penggunaan APBD. Kalau memang tidak layak, Bus Trans Sarbagita lebih baik tidak dilanjutkan ketimbang membebani anggaran daerah. “Atau minimal dari sekian koridor harus dievaluasi. Katakanlah kalau memang dari sekian yang ada, kalau salah satunya tidak layak untuk dilanjutkan ya tunda dulu,” ujar Anggota Komisi III DPRD Bali, I Kadek Nuartana, Sabtu (29/10) kemarin. Hal. 19 Perlu Dievaluasi
BPM/dok
HILANG - Mobil pengumpan Trans Sarbagita kini menghilang.
Penting untuk ’’Smart City’’ Mati surinya angkutan umum, khususnya angkutan pengumpan Bus Serbagita di Denpasar disebabkan oleh beberapa faktor. Selain lesunya perekonomian nasional yang berdampak pada semua lini kehidupan di Bali, khususnya di Kota Denpasar, juga dipengaruhi oleh fasilitas angkutan umum yang kurang baik. Hal tersebut menyebabkan masyarakat khususnya pelajar enggan memanfaatkan fasilitas umum (angkutan umum) untuk berpergian ke sekolah. “Dengan alasan itulah, pemerintah menghentikan operasi angkutan pengumpan Bus Trans Serbagita, karena antara pengeluaran dengan pendapatan sangat jauh berbeda, sehingga pemerintah kota harus mensubsidi hampir Rp 10 miliar lebih tiap tahunnya,” ujar pengamat tata ruang Kota Denpasar, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.,IAI., Jumat (28/10) lalu. Rumawan mengatakan jika dilihat dari jumlah penduduk tetap di Kota Denpasar yang saat ini hampir mencapai 900 ribu jiwa, transportasi publik sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal. 19 Buatkan Regulasi
Angkutan Umum Kian Ditinggalkan
Perlu Belajar dari Gianyar untuk Bus Sekolah NASIB angkutan umum di sejumlah daerah di Bali kian merana. Ini disebabkan jumlah kepemilikan sepeda motor di Bali makin banyak. Di Bali misalnya, sarana tranportasi umum ini kian terpinggikan. Jumlahnya pun terus berkurang seiring sepinya minat masyarakat memanfaatkan sarana transportasi tersebut.
Terlebih belakangan ini, pelajar yang menjadi satu-satunya harapan bagi angkutan umum agar bisa tetap eksis, juga ikut-ikutan meninggalkannya. Pelajar kini lebih banyak yang memilih membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Meski secara usia mereka belum layak membawa kendaraan bermotor ke jalan raya karena tak mengantongi SIM, namun fenomena pelajar membawa sepeda motor ke sekolah sudah seakan menjadi hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Orang tua yang semestinya bisa melarang anaknya yang masih di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah, justru memfasilitasi dengan memberikan mereka keleluasaan mengendarai sepeda motor. Anggota DPRD Bangli Made Sudiasa mengakui bah-
wa fenomena pelajar membawa kendaraan ke sekolah saat ini sudah kerap terjadi di masyarakat. Sudiasa mengaku tidak mengerti apakah hal ini merupakan dampak sebuah bentuk kemajuan zaman. Yang jelas menurutnya fenomena ini sangat perlu mendapat perhatian bersama dari berbagai pihak. “Ini perlu dicarikan jalan keluar baik oleh orang tua, kepolisian dan pemerintah. Agar bagaimana anak-anak bisa bersekolah dengan baik, selamat sampai sekolah dan tidak melanggar aturan,” terangnya. Menurut Sudiasa salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan memanfaatkan semaksimal mungkin kendaraan transportasi umum yang ada. Hal. 19 Peran Pemerintah
BPM/nik
SISWA - Sejumlah siswa sekolah dasar saat mencoba bus sekolah yang melintas di jalur Jalan Raya Payangan, Payangan.
DAERAH
2
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
Gelar ’’Simakrama’’
FIGUR
Gubernur Singgung Reklamasi Teluk Benoa
Minimnya Generasi Muda KETUA STAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. Drs. I Made Suweta, M.Si., berencana melakukan pelatihan mencetak generasi muda berpotensi menjadi pendharma wacana. Di tengah situasi globaliasi perlu dilatih generasi muda mahir dan mampu berbicara sebagai penceramah agama untuk memberi pemahaman Agama Hindu. Penceramah agama bukan hanya berperan di Bali, melainkan dapat memberi ceramah dan ilmu pengetahuan Agama Hindu di luar Bali. Masyarakat Hindu Nusantara membutuhan siraman rohani sebagai bekal ilmu dan mendobrak stigma-stigma di masyarakat yang belakangan menjurus pro-kontra. Maka itu, penting sikap proaktif mendorong penyuluh agama di masyarakat. “Ini mampu sebagai langkah awal dalam memberi pendidikan karakter agama. Kita ketahui bersama globalisasi amat cepat menyentuh sendi-sendi kehidupan umat dan pengaruh negatifnya perlu dibentengi. Pendharma wacana mampu meminimalisasi merosotnya nilai-nilai moral di kalangan anak muda,” ujarnya Sabtu (29/10) kemarin. (dgk)
BPM/kmb34
PARIWISATA – Kapal MS Caledonian Sky saat merapat di Pelabuhan Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak, Buleleng, membawa 93 penumpang dari berbagai negara, Sabtu (29/10) kemarin.
Pelabuhan Celukan Bawang Disinggahi Kapal Pesiar Singaraja (Bali Post) Kawasan alami Pelabuhan Laut Celukan Bawang makin berkembang sebagai lokasi berlabuhnya kapal pesiar dari berbagai negara. Salah satu kapal pesiar MS Caledonian Sky dengan 93 penumpang asal Austria, Kanada, Norwegia, AS, Belanda dan Indonesia, tiba dengan selamat usai berlayar dari perairan Karimunjawa. Pengembangan pariwisata Buleleng melalui jalur laut adalah potensi terpendam. Pelabuhan di Celukan Bawang memiliki keunggulan daripada Pelabuhan Benoa. Saat ini, Pelabuhan Celukan Bawang masih sebatas menerima wisatawan asing. Di sisi lain, digunakan untuk bongkar muat semen dan bahan bangunan kapal tongkang. Belum ada penataaan aset mendetail di
kawasan tersebut. “Jadi, kami menjalin kerja sama dengan pihak PT Pelindo III Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, dan para travel agent mempromosikan Bali Utara kepada wisatawan kapal pesiar yang berlabuh di Celukan Bawang,” ujar Plt. Kabid Promosi Disbudpar Buleleng, Nyoman Gede Gunawan, Sabtu (29/10) kemarin di Pelabuhan Celukan Bawang.
Kapal MS Caledonian Sky dinakhodai Gustavssonlars Hakan D, mendapat sambutan positif masyarakat dan Pemkab Buleleng. Rencananya 93 penumpang kapal pesiar yang disambut Disbudpar Buleleng, akan berwisata menuju tiga lokasi di Buleleng. “Rombongan akan melancong ke Desa Munduk di Kecamatan Banjar, Taman Nasional Bali Barat, dan ke Pulau Menjangan. Mereka berlibur sehari penuh di Buleleng, dari tiba pukul 06.30 wita selanjutnya pukul 17.00 wita akan menuju ke Pelabuhan Wangi-wangi di Bitung. Kami tetap berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan ke Buleleng,” imbuh Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. (kmb34)
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Made Mangku Pastika tiba-tiba menyinggung soal reklamasi Teluk Benoa saat menggelar simakrama di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (29/10) kemarin. Kendati sebetulnya tidak ada peserta simakrama yang menanyakan atau memberi masukan soal itu. Simakrama bahkan lebih terlihat seperti ajang adu argumen dari dua kubu awak angkutan umum. Yaitu, angkutan yang berbasis online dan yang masih bersifat konvensional. Menurut Gubernur, reklamasi Teluk Benoa dan juga persoalan angkutan umum berbasis online sama-sama tengah menunggu keputusan dari pemerintah pusat sebagai pemilik kewenangan. “Bukan saya bermaksud menyalahkan, persoalan ini adalah persoalan mendasar yang menyangkut banyak hal sehingga saya meminta ketegasan dari pemerintah pusat untuk segera mengambil keputusan baik terkait reklamasi Teluk Benoa
maupun angkutan online,” ujarnya. Pastika mengaku tidak mau ada konflik apa pun di Bali dan membuat sesama orang Bali bertengkar. Pasalnya, hal tersebut akan berpengaruh besar pada citra pariwisata. Oleh karena itu, pemerintah pusat diharapkan segera mengambil keputusan agar kedua persoalan ini tidak berlarutlarut karena dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, masyarakat baik yang pro maupun kontra juga diminta agar menyampaikan aspirasi dengan baik. “Saya tidak punya wewenang untuk membatalkan Perpres (No.51 tahun 2014, red) itu, bagaimana gubernur membatalkan Perpres. Jadi, harus yang membatalkan ya presiden. Saya sudah dua kali ngomong ke presiden, untuk segera ada keputusan. Saya tidak ingin ada konflik apa pun di Bali, karena akan berpengaruh pada pariwisata,” tandasnya. (kmb32)
BPM/kmb34
TANAH NEGARA - Beda satu huruf antara nama Sunantra dan Sumantra. Nyoman Suwenda memperlihatkan dokumen pengelolaan tanahnya. Polemik tanah seluas 84 are di Banjar Semega Desa Unggahan Kecamatan Seririt, Buleleng, tersebut ramai disoroti karena saling klaim kepemilikan.
Keliru Nama Sumantra dan Sunantra
Tanah 84 Are Milik
Bupati Giri Prasta Tegaskan Penggunaan Nyoman Suwenda Raib Dana Hibah Harus ’’By Name By Address’’
BPM/013
PAWINTENAN AGUNG - Jero Mangku Gede Puspa di sela-sela prosesi pawintenan agung.
Jero Mangku Gede Puspa ’’Mawinten Agung’’ Amlapura (Bali Post) – Jero Mangku Gede Puspa (61) dan istri, Sabtu (29/10) kemarin, menjalani prosesi mawinten agung di Pura Ibu Paragotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT), Banjar Sekar, Desa Nongan, Karangasem. Kini, pemangku Pura Dalem Desa Nongan itu bernama Jero Gede Dalem Goaji. Istrinya bergelar Jero Istri Gede Dalem Goaji. Pawintenan agung di-puput Ida Pedanda Gde Dangin Geria Alangkajeng Nongan Kaler, serta Ida Pedanda Gede Putra Kemenuh Geria Pringalot. Selama ini, Jero Gede sebagai pemangku di Pura Dalem Nongan dan sudah lama ngaturang ayah. Selain sebagai pemangku, juga dikenal sebagai pengobat tradisional atau balian. Beberapa waktu lalu, videonya sempat menghebohkan yang menggambarkan dia menjulurkan lidahnya menjadi panjang, pada satu prosesi. Foto prosesi dengan lidah menjulur juga kemarin masih tampak dipajang di pasraman di depan pura ibu PGST tempatnya menjalani prosesi pawintenan kemarin. Jero Gede mengatakan, pawintenan agung menjadi jero gede itu merupakan tahapan dalam rangka madwijati menjadi sri bhagawan. Pihaknya tak menargetkan kapan bakal menggelar prosesi madwijati. ‘’Saya dan istri tak memasang target waktu, karena itu tergantung dari kesiapan. Kalau target lima tahun lalu saya sudah sri bhagawan, tetapi nyatanya belum. Semua itu tentu tergantung dari kesiapan secara spiritual dan mesti melewati tahapantahapannya,’’ katanya. (013)
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. Sabtu (29/10) kemarin, memberikan pengarahan kepada 1.789 kelompok masyarakat di Badung calon penerima dana hibah pada anggaran Perubahan APBD Badung tahun 2016, di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Puspem Badung. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta menegaskan bahwa penggunaan dana hibah harus sesuai dengan yang dibantu (by name by address). Beliau memastikan dana hibah cair pada hari Senin ini. Pengarahan berkenaan dengan penggunaan dan pertanggungjawaban hibah tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta beserta sejumlah anggota DPRD Badung, pimpinan SKPD serta para Perbekel. Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menekankan, bantuan hibah ini bukan merupakan kewajiban pemerintah, namun dalam upaya program percepatan pembangunan di Kabupaten Badung. Pemkab Badung bersama DPRD Badung mengambil kebijakan ini. “Ini murni kebijakan Pemkab Badung bersama dewan yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badung,” terangnya. Kepada pengguna dana hibah, Bupati kembali menegaskan agar memanfaatkan dana ini sesuai dengan tatanan regulasi dan aturan yang berlaku. “Kami harapkan setelah cair, dana ini harus segera dimanfaatkan dan penggunaanya itu harus by name by address, yang mana dibantu itu harus dibangun, tidak boleh dialihkan kepada yang lain. Dan harus selesai di bulan Desember ini. Kalau masyarakat tidak mampu memanfaatnya lebih baik diserahkan kembali kepada pemerintah,” tegasnya. Demikian pula untuk pelaporannya, Bupati mewajibkan kepada penerima bantuan sudah ada laporannya pada tanggal 10 Januari 2017 nanti. Diharapkan, dari informasi ini, masyarakat penerima hibah dapat mensosialisasikan kepada masyarakat lainnya untuk bisa berinovasi sehingga di tahun depan dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan dana hibah seperti ini. Selain itu kepada masyarakat yang mempunyai Pura Paibon agar segera didaftarkan di Dinas Kebudayaan Badung untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar agar bisa dibantu. Selain mengenai penggunaan dan pertanggungjawaban hibah, Bupati Giri Prasta juga menyampaikan program prioritas Pemkab Badung lima tahun ke depan. Dijelaskan, bahwa dalam PPNSB (Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana) di Badung, terdapat lima program yang menjadi skala prioritas. Kelima skala prioritas tersebut meliputi bidang sandang, pangan dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan tenaga kerja, bidang seni, adat, agama dan budaya dan bidang pariwisata.
Asisten Pemerintahan dan Kesra I.B.A. Yoga Segaran, S.H., M.M. melaporkan, tujuan dari acara ini adalah untuk mewujudkan penggunaan hibah yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan SK Bupati Badung No. 2146/01/HK/2016 tentang penetapan penerima hibah pada perubahan APBD 2016, penerima hibah kepada kelompok/anggota masyarakat berjumlah 1.789 penerima dengan pagu sebesar Rp. 193.221.533.000. Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan berupa kegiatan infrastruktur sepertu renovasi pura, pembangunan candi betar/tembok penyengker, wantilan, balai banjar dan infrastruktur lainnya, kegiatan pelestarian adat, seni dan budaya, kegiatan peningkatan srada bakti serta kegiatan pemberdayaan masyarakat. “Dari 1.789 penerima hibah, proposal yang sudah diterima di Bagian Administrasi Kesra sebanyak 1.239 proposal dan semua proposal tersebut telah dimohonkan evaluasi kepada SKPD terkait sesuai sifat permohonan,” jelasnya. Untuk proses Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sudah menerima 423 NPHD dari Sekretariat DPRD Badung, dan saat ini proses NPHD terus berlangsung. Untuk NPHD yang sudah ditandatangani Bupati yang kelengkapan NPHD-nya sudah lengkap dan benar, telah ditindaklanjuti ke Bagian Keuangan untuk proses lebih lanjut. Sedangkan untuk sebaran NPHD di masingmasing Kecamatan adalah Kecamatan Petang 1 NPHD, Mengwi 393 NPHD, Abiansemal 1 NPHD, Kuta Utara 11 NPHD, Kuta 2 NPHD, dan Kuta Selatan 15 NPHD dan totalnya 423 NPHD. (ad1068)
ARAHAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos., memberikan pengarahan kepada 1.789 kelompok masyarakat calon penerima dana hibah pada anggaran Perubahan APBD Badung tahun 2016, di Ruang Sidang Uttama Gosana, Sabtu (29/10) kemarin.
Singaraja (Bali Post)Puluhan tahun mengelola tanah negara seluas 84 are, warga di Dusun Semega Desa Unggahan Kecamatan Seririt, I Nyoman Suwenda (52) dikejutkan tanah yang dia kelola malah menjadi milik orang lain. Peristiwa diketahui Suwenda dua bulan lalu di Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang kebetulan dia hendak membayar pajak tanah yang dikelola. Penelusuran dilakukan Suwenda mengingat sudah puluhan tahun bekerja peluh keringat mengelola tanah. Dari informasi data wajib pajak awalnya atas nama dirinya, lalu berganti menjadi Ketut Seriata masih memiliki hubungan saudara. Pembayaran pajak selama ini diklaim dilakukan Suwenda, bahkan dia ikut mengelola berkebun cengkeh dan durian. Suwenda merasa ada hal mengganjal dan memutuskan melakukan pengecekan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali di Denpasar. Benar saja kesalahan dalam penulisan nama ditemukan Suwenda di dokumen BPN. Pada dokumen tercantum nama Wayan Sunantra yaitu ayah dari Seriata. Suwenda berkilah, seharusnya terdaftar di dokumen adalah nama Wayan Sumantra, yang merupakan ayahnya sendiri. “Seharusnya tidak sampai salah begini. Di sana ada beda huruf M dengan N, harusnya itu atas nama bapak saya Sumantra bukan Sunantra. Nah Sunantra itu bapaknya Seriata, ini jelas salah di penulisan satu huruf,” ujar Suwenda Jumat (28/10). Celakanya kekeliruan nama tidak mudah untuk diubah cepat. Informasi diperoleh Suwenda dari petugas BPN, apabila nama dimaksud telah mendapat usulan dari Perbekel Unggahan, Ketut Nasa. Selanjutnya perubahan nama membutuhkan surat rekomendasi dari Perbekel Nasa. Secara spontan dugaan Suwenda, Perbekel Unggahan sengaja melakukan perubahan nama untuk memutasi nama yang dikelolanya kepada Seriarta. Dengan perasaan penuh kesabaran, Suwenda sudah pernah bertemu Perbekel, namun usahanya kandas dengan jawaban telanjur dan dia diminta memakai nama Sunantra. “Saya mau ubah dengan memakai keterangan Perbekel yang benar Sunantra kata Perbekel, bukan Sumantra bapak saya. Kejadian itulah membuat saya kesal tidak terima, maka dari itu kemudian tanah diakui Seriata secara tidak langsung,” ucapnya. Suwenda mengaku memiliki hak terhadap tanah yang dikelola turun-temurun mulai tahun 1979. Tanah yang tidak terawat dia jaga sebaik-baiknya dan ditanami tanaman untuk membuahkan hasil. Pihaknya berencana menyertifikatkan tanah negara tas nama dirinya. Kisruh tidak mampu dihindari, Seriata malah ikut mengklaim hak atas tanah dikelola Suwenda selama 30 tahun lebih. “Saya maunya menyertifikatkan sekarang. Dulu sudah ingin buat sertifikat tapi gak punya uang. Jelas marah kalau tanah ini dimutasi ke orang lain. Tanah inilah sumber kehidupan keluarga saya dan anak-anak ke depan,” tuturnya. Sementara itu, Perbekel Unggahan, Ketut Nasa, menampik bila dirinya disebut terlibat dalam upaya memutasi pengelolaan tanah atas nama Suwenda dengan nama Seriata. Ia berencana melakukan mediasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan persolan tanah yang jumlahnya tidak sedikit. “Jadi itu tidak benar. Kami di desa tidak pernah melakukan atau terlibat memutasi tanah ke Seriata. Baiknya dibicarakan dahulu kedua belah pihak,” katanya. (kmb34)
Truppers, Alat Pengukur Oksigen Terbuat dari Alat Anestesi Bekas Pakai Denpasar (Bali Post) Untuk mengukur ketepatan oksigen yang masuk ke tubuh, Instalasi Pemeliharaan Sarasa Rumah Sakit (IPSRS) membuat alat kalibrator yang disebut truppers (instrumen pengukur serbaguna rakitan sendiri). Alat tersebut terbuat dari alat anestesi bekas pakai dan alat flowmeter mengingat alat flow-
meter di RSUP Sanglah banyak yang rusak. Cecep Yuda Rahman, Koordinator Peralatan Medis RSUP Sanglah yang merancang alat tersebut bersama timnya menuturkan ide membuat alat tersebut keluar ketika ia melihat mesin anestesi untuk membius pasien fungsinya sudah terbatas namun masih bagus. “Sayang kan, alatnya mahal tapi tidak
terpakai, padahal masih bagus,” ujarnya belum lama ini. Selain itu juga alat flowmeter yang ditempel di dinding pasien yang dirawat juga banyak yang rusak, sedangkan RSUP Sanglah belum mempunyai alat kalibrasi. “Kalau alat kalibrator yang di pasaran belum sesuai dengan yang kita inginkan,” ujarnya. Ia menuturkan, selama ini
jika ada kerusakan alat flowmeter lalu diperbaiki di ruang IPS, kemudian untuk mengkalibrasinya harus dibawa lagi ke ruangan rawat inap, jika belum cocok diperbaiki lagi ke ruang IPS. “Akhirnya terlalu banyak menghabiskan waktu, tidak efektif dan efisien, nah dengan alat ini, user yang mengalami kerusakan alat langsung dibawa
ke kami (IPS) diperbaiki dan dikalibrasi di IPS,” jelasnya. Truppers berfunsi untuk menyesuaikan ketepatan dosis oksigen yang masuk ke pasien sehingga dampaknya nanti pada patient safety. “Gunanya untuk memastikan bahwa output dari flowmeter oksigen itu benar. Jadi, pasien aman,” imbuhnya. (may)
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
DAERAH
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
3
Ketupat Jagung
Kebanggaan Warga Desa Tambakan KETUPAT pada umumnya dibuat dari beras. Namun berbeda dengan ketupat khas di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan. Ketupat dari desa ini isiannya memakai jagung manis. Tak heran, keunikan ketupat jagung ini menjadi salah satu resep masakan tradisional yang hingga kini tetap lestari. Bahkan resep masakan satu ini menjadi kebanggaan bagi warga Desa Tambakan. Ketupat jagung sudah menjadi panganan khas di kalangan warga Desa Tambakan dan sekitarnya. Tidak ada yang mengetahui secara persis asal mula resep ketupat jagung ini. Warga yang sejak dahulu mewarisi resep masakan tradisional ini tetap mencintai resep masakan ini. Selain menjadi makanan sehari-hari, warga juga membuat ketupat jagung untuk hari-hari tertentu. Ketupat jagung biasanya disajikan dengan kuah (sup-red) labu ditambah ikan teri dan sambal terung. Salah satu warga, Ni Putu Sariani saat ditemui di rumahnya, Sabtu (29/10) kemarin menuturkan resep masakan ketupat jagung diketahui setelah mendapatkan penuturan dari keluarganya. Pendahulunya itu lenagung mengajarkan cara memasak ketupat jagung. Ketupat jagung bisa dibuat dengan tehnik yang sederhana. Sariani menambahkan, ketupat jagung cocok untuk menemani menu sebagai lauk pauknya. Salah satunya adalah sup dari labu muda. Dengan kuah sup labu hidangan ketupat jagung ini memiliki citarasa khas unik dan tidak mudah ditemui di daerah manapun. Selain itu, lauk pelengkapnya bisa juga ditambahkan dengan tri goreng. Tambahan lauk seperti ini semakin menambah kesan unik resep ketupat jagung yang dikenal sebagai resep masakan khas dari Desa Tambakan. “Kuah labu sangat cocok dihidangkan dengan ketupat jagung. Perpaduan rasa legit dan kuah agak kental dan ikan teri cukup menggugah selera untuk cepat-cepat mencicipi,” jelasnya. (mud)
BPM/wan
SEPI - Sejumlah pedagang Pasar Badung yang berjualan di eks. Tiara Grosir menyatakan masih sepi pengunjung. Kondisi ini kemungkinan akibat melemahnya kondisi ekonomi yang dialami masyarakat.
Seminar dan “Workshop” BEFIT
Perbekel Diminta
Penanganan Kelainan pada Bayi Pahami UU Desa Dimulai Sejak dalam Kandungan BPM/mud
JAGUNG – Warga Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan memiliki warisan resep masakan tradisional yang bisa disebut ketupat jagung.
Rencana Pembangunan Harus Selaras antara Pusat dengan Daerah Denpasar (Bali Post) – Perencanaan pembangunan perlu adanya penyatuan dan penyelarasan program antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mencapai tujuan yang tak terlepas dari kemanfaatan masyarakat. Dengan perencanaan yang matang serta dukungan pemerintah daerah dan pusat dalam memperbaiki infrakstruktur dan program pembangunan lainnya, serta pembangunan yang merata dan maksimal akan dapat mempercepat tujuan pembangunan nasional yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal itu dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro saat berbicara di depan peserta Rakor Bappeda se-Bali di Hotel Prama Sanur Beach, Sabtu (29/10) kemarin. Acara ini juga hadiri Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara, Kepala Bappeda Provinsi Bali Putu Astawa, serta Kepala Bappeda seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali. Bambang Brodjonegoro juga berharap Kota Denpasar dapat sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Bali. “Bappeda selaku insan terbaik yang berperan dalam membingkai prosesi pembangunan daerah harus senantiasa meningkatkan kualitas diri. Rapat koordinasi semacam ini harus digencarkan untuk menghasilkan rekomendasi bukan hanya untuk intern pemerintahan di Bali, tapi diharapkan juga mampu memeberi warna ditingkat nasional melalui butir-butir rekomendasi di bidang pembangunan. Bappeda tidak hanya terpaku pada usulan SKPD, namun juga harus mampu menitipkan pola-pola pembangunan kepada SKPD itu sendiri,” kata Bambang Brodjonegoro. Sementara Sekda Kota Denpasar, A.A.N. Rai Iswara mengatakan, berbagai program dan perencanaan Wali Kota Denpasar Rai Mantra dalam upaya meningkatkan infrastruktur serta kemajuan pembangunan terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Dengan diadakannya rapat koordinasi dalam upaya meningkatkan capacity building SDM perencana di Provinsi Bali, serta dalam meningkatkan kualitas perencanaan, sekaligus meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan antar kabupaten/kota di Provinsi Bali dan dengan pemerintah pusat. Rai Iswara mengatakan, tahap perencanaan menentukan tingkat keberhasilan pembangunan, maka Bappeda harus mampu menangkap isu-isu strategis maupun permasalahan yang ada, baik sektoral maupun daerah. Selain itu, Bappeda juga harus jeli mengenali potensi daerah untuk menyusunnya dalam program kegiatan yang sesuai kebutuhan masyarakat. “Melalui pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi sehingga prosesi pembangunan daerah kedepannya menjadi lebih baik” ujar Rai Iswara. (kmb12)
BPM/ara
RAKOR - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro sebelum melakukan rakor Bappeda se-Bali di Sanur, kemarin.
BAGIAN Osbtetri dan Ginekologi RSUP Sanglah menggelar seminar dan workshop Bali International Fetal Intervention and Therapy (BEFIT), Sabtu (29/10) kemarin di Inna Grand Bali Beach, Sanur. Seminar yang bertemakan “The New Era of Fetal Treatment” itu diikuti dokter obstetri dan ginekologi (obgin) seluruh Indonesia. Selain seminar dan workshop, pada hari itu juga dilakukan launching program RSUP Sanglah yang baru, yaitu SIDIC (Sanglah Birth Defect Integrated Center) atau pusat pelayanan kelainan bawaan terpadu yang di-launching oleh Direktur Utama RSUP Sanglah. Ketua Divisi Fetomaternal FK Unud/RSUP Sanglah, dr. A.A. Ngurah Jaya Kusuma, Sp.,OG.(K)., mengatakan pada seminar tersebut membahas tentang penanganan kemungkinan kelainan pada ibu hamil, yaitu tidak hanya penanganan pada ibu tapi juga bayi. “Intinya ibu dan bayi adalah satu
kesatuan, tidak bisa dipisahpisahkan. Selama ini kita hanya konsen di ibu, tapi kita kurang fokus pada janin di dalam rahim ibu, janin hanya fokus ditangani setelah lahir,” paparnya. Padahal beberapa kondisi janin ada yang bisa diperbaiki di dalam rahim. Syaratnya adalah kemampuan mendeteksi, alat, ilmu pengetahuan, skill untuk mendeteksi apa yang ada di dalam janin. “Yang kedua kita pilihkan mana kelainan-kelainan yang bisa diperbaiki di dalam rahim, memang tidak semua kelainan tapi dari 120 kelainan, hanya 10 yang bisa diperbaiki,” ungkapnya. Diprediksi ada 5-10 persen kelainan yang jika dibiarkan sampai lahir, kualitas hidup anak menjadi buruk dan pasti meninggal. “Nah inilah kita ingin berbuat sesuatu karena kematian anak di bawah 5 tahun itu, secara nasional angkanya 8 persen dari seluruh kelahiran, sedangkan di Bali 2 persen
SEMINAR - Dirut RSUP Sanglah membuka seminar dan workshop BEFIT didampingi Ketua Divisi Fetomaternal RSUP Sanglah.
itu termasuk tinggi, itupun kasus-kasus yang diketahui atau terlaporkan karena lahir di rumah sakit atau faskes lain, sedangkan diprediksi masih banyak kasus-kasus kelainan yang tidak tercatat,” bebernya. Dengan berbekal angka kasus yang tinggi, RSUP Sanglah yang akan menjadi RS rujukan nasional tahun 2019 nanti harus bisa menjawab tantangan tersebut, maka dari itu dibuatlah program SIDIC. Program ini tidak hanya untuk Bali, tapi konsepnya adalah Merah Putih. Dari sisi jaminan sosial, program ini akan dijamin BPJS mengingat adanya indikasi medis. Dalam program tersebut ada 4 koordinator yaitu coordinator ANC (sebelum lahir), coordinator setelah lahir, coordinator rekam medic, dan coordinator medicolegal. Direktur Utama RSUP Sanglah pun telah menyanggupi untuk pemenuhan alat fetoskopi, di mana sebelumnya RSUP Sanglah telah memiliki 2 alat USG generasi terbaru telah disediakan oleh Dirut sebelumnya. “Jadi seluruh organ yang mengalami kelainan sudah bisa diketahui, tinggal fetoskopi, alat untuk melihat ke dalam langsung, seperti ada kamera ke dalam rahim,” ujarnya. Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes., mengatakan ini bagian dari salah satu peningkatan kualitas pelayanan RSUP Sanglah dan keselamatan pasien. Dengan orientasi seperti itu, ada beberapa hal yang perlu disiapkan yaitu SDM, sarana dan prasarana pendukung seperti infrastruktur, alat kesehatan supaya semuanya bisa dilaksanakan sesuai standar. (bns)
Singaraja (Bali Post)Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, perbekel agar terus belajar dan memahami Undang Undang tentang Desa. Ia menilai perbekel atau kepala desa bukan kebanggaan sebagai pemimpin. Tapi perbekel sebagai pengayah masyarakat dan pengayah dalam artian yang memahami aturan. “Pemahaman tentang peraturan menjadi sangat penting agar bisa melaksanakan pekerjaan secara transparan, jujur dan adil,” ujarnya saat melantik dan pengambilan sumpah Ketut Ardika sebagai perbekel Antar Waktu Desa Jinnengdalem, Buleleng, Jumat (28/10) lalu. Kepala BPMPD Buleleng I Gede Sandhiyasa, S.Sos., M.Si., menambahkan, pelantikan perbekel antar waktu ini sebagai implementasi Permendagri No. 82 tentang pemilihan kepala desa dan Perda Kabupaten Buleleng, No. 3 Tahun 2015. Kedua peraturan tersebut mengatur tentang masa jabatan perbekel diberhentikan karena sesuatu hal apabila masa jabatannya lebih dari satu tahun, maka diadakan pemilihan antar waktu. “Karena perbekel yang lama terjerat kasus hukum dan masa jabatannya masih tiga tahun, maka ditunjuklah penjabat untuk melaksanakan proses pemilihan antar waktu. Jadi, perbekel yang terpilih melalui musyawarah desa menjadi perbekel antar waktu untuk melanjutkan sisa masa jabatan,” tambahnya. Soal lamanya pemilihan perbekel antar waktu, Sandhiyasa menerangkan, pemilihan masih menunggu ketetapan status dan putusan pengadilan. Seperti diketahui, perbekel Jinengdalem sebelumnya Nengah Nawa terjerat kasus hukum. BPMPD sendiri menunggu keputusan yang incraht dari pengadilan. “Kita menunggu kepastian status hukum dari perbekel sebelumnya,” paparnya. Sementara itu, Perbekel Jinengdalem yang baru, Ketut Ardika mengungkapkan sebagai perbekel antar waktu pihaknya hanya akan melanjutkan program dari perbekel sebelumnya. Pihaknya juga akan mempelajari dulu RPJMDes yang sudah disusun. “Mengenai program kerja, sebagai perbekel antar waktu saya akan melanjutkan program perbekel terdahulu. Saya juga akan mempelajari RPJMDes dan berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat,” demikian kata Ardika. (kmb34)
BPM/dgk
PELANTIKAN – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., resmi melantik Perbekel Jinengdalem yang baru, Ketut Ardika, Jumat (28/10).
Hari Keempat Bali Kanaya Internasional Art Week 2016
Bermalam di Rumah Penduduk Terasa Keluarga Sendiri HARI keempat Bali Kanaya International Art Week 2016, Sabtu (29/10) kemarin peserta pertukaran budaya mendapat kesempatan mengenal lebih jauh budaya dan gaya hidup masyarakat Jepang. Peserta yang terdiri dari pelajar sekolah dasar ini bermalam di rumah penduduk selama dua malam. Ida Ayu Sri Widyastuti, salah seorang peserta dari SD 6 Saraswati mengaku sangat senang selama tinggal di rumah penduduk yang berada di seputaran Kota Kanaya, Chiba, Jepang. Siswa-siswi mendapat pelayanan baik dari orangtua angkat. Sri Widyastuti mengaku banyak belajar dari gaya hidup orang Jepang, seperti disiplin, kebersihan, tidak ribut, dan yang paling penting adalah kebersamaan. “Selama di home stay, tuan rumah sangat ramah. Selain dilayani dengan baik, juga diajari bermain permainan tradisional Jepang. Sehingga kami merasa tinggal bersama
keluarga atau orangtua sendiri,” ungkapnya. Menurutnya, program seperti ini sangat bermanfaat, karena bisa mendapat pengalaman, menambah wawasan, dan menambah pengetahuan. “Kami bisa belajar banyak gaya hidup orang Jepang, seperti kedisiplinan, dan kebersamaan seperti saat makan,” ucapnya. Hari keempat peserta juga diajak untuk menumpahkan keindahan alam di atas kertas gambar. Peserta yang terdiri dari 27 siswa dibagi menjadi beberapa kelompok menggambar pegunungan, perumahan peduduk, dan daya tarik wisata lainnya di kota nelayan tersebut. Karya seni yang dihasilkan juga dinilai Jepang Fondation Asia Center sebagai salah satu sponsor yang turut mensukseskan kegiatan pertukaran budaya tersebut. Beberapa hasil lukisan siswa-siswi sekolah dasar rencananya juga akan
dipajangkan di Museum Art Kanaya. Yuriko Suzuki, panitia penyelenggara Bali Kanaya Internasional Art Week 2016 mengatakan, Museum Art Kanaya didirikan atas inisiatif masyarakat setempat. “Ada harapan dari masyarakat untuk menghidupkan suasa Kota Kanaya,” ucapnya. Pendirian museum yang terdiri dari beragam lukisan itu juga dibangun secara swadaya. Bahkan beragam gaya lukisan yang dipajangkan di museum tersebut merupakan hasil karya seni masyarakat setempat. “Kami diminta memikirkan bagaimana menghidupkan suasana kota. Masyarakat Kanaya akhirnya mengumpulkan uang, sehingga museum yang kami harapkan menjadi daya tarik wisatawan terwujud,” jelasya. Semangat masyarakat Kanaya menghidupkan suasana kota, kata Yuriko Suzuki tidak hanya terlihat dari peran serta
orangtua. Generasi muda yang notabena masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Kanaya juga turut berperan. “Ini didirikan bersama-sama. Bahkan rumput di depan
pintu masuk museum ditanam anak-anak sekolah Kanaya dan pohon sakura yang ada di lingkungan museum juga ditanam oleh masyarakat,” pungkasnya. (kmb27)
BPM/par
MUSEUM - Peserta Bali Kanaya Internasional Art Week 2016, foto bersama di depan Museum Kanaya yang dibangun atas swadaya masyarakat setempat.
4
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
BPM/ist
BUDAYA - Banyak sekali budaya lokal yang mentradisi mengandung nilai-nilai luhur. Nilai itu tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat karena kebutuhan bersama mewujudkan kehidupan yang harmonis. Demikian kuatnya pertumbuhan dan perkembangan budaya itu sehingga menjadi karakter kolektif yang melekat dan berlaku sepanjang masa. Tercipta dalam berbagai bidang seperti kepercayaan, adat-istiadat, kesenian, sistem kemasyarakatan, sejarah, tradisi, bahasa, dan sebagainya. Di kalangan anak-anak dan remaja kearifan lokal itu berupa kreativitas yang menyenangkan seperti cerita, nyanyian, permainan, puisi, cerpen, drama dan lain-lain. Berikut dibatasi kreativitas dalam bidang cerita, nyanyian dan permainan.
”I Nini Mapitutur”
Jangan Korupsi! SAAT ini muncul berbagai usaha pemerintah dan masyarakat Indonesia melawan korupsi. Usaha itu antara lain menghukum koruptor seberat-beratnya, di-tambah memiskinkannya. Tampaknya tindakan itu belum berimbas pada efek jera. Sebelum menjadi tersangka, mereka bersesumbar menunjukkan diri sebagai tokoh paling bersih, dan setelah mengenakan baju seragam berwarna ‘indah’, mereka mengumbar senyum. Sekurang-kurangnya seperti itulah tontonan yang menarik sekaligus menjengkelkan di televisi. Di pihak lain timbul gagasan untuk mencegah tumbuhkembangnya budaya korupsi melalui pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Gagasan yang menyasar kepada pendidikan sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal itu sudah diprogramkan oleh KPK sejak tahun 2014. Sasarannya adalah anak-anak dan remaja, sehingga tumbuh dan berkembang sikap tangguh tidak tergoda oleh perbuatan jahat atau sikap mau melakukan perlawanan terhadap tindakan korupsi. Banyak sekali budaya lokal yang mentradisi mengandung nilai-nilai luhur. Nilai itu tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat karena kebutuhan bersama mewujudkan kehidupan yang harmonis. Demikian kuatnya pertumbuhan dan perkembangan budaya itu sehingga menjadi karakter kolektif yang melekat dan berlaku sepanjang masa. Tercipta dalam berbagai bidang seperti: kepercayaan, adat-istiadat, kesenian, sistem kemasyarakatan, sejarah, tradisi, bahasa, dan sebagainya. Di kalangan anak-anak dan remaja kearifan lokal itu berupa kreativitas yang menyenangkan seperti: cerita, nyanyian, permainan, puisi, cerpen, drama dan lain-lain. Berikut dibatasi kreativitas dalam bidang cerita, nyanyian dan permainan.
disebutkan 18 pendidikan karakter yang harus ditanamkan melalui proses belajar-mengajar. Kedelapan belas PK itu adalah: religius, jujur, keteladanan, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan peduli lingkungan. Kedelapan belas PK itu terdapat menyebar dalam ketiga bidang kegiatan anak-anak tersebut di atas. Sulit ditemukan ke 18 PK itu lengkap dalam satu bidang kegiatan. Oleh karena itu ditempuh sebuah kiat yakni memadukan kegiatan bercerita, bermain dan bernyanyi itu menjadi satu rangkaian yang saling terkait dan terpadu. Kiat dimaksud adalah ‘Mendongeng Sambil Bermain’ (MSB). Apa yang disasar dalam MSB itu? Ikutilah sebuah nyanyian anak-anak berjudul I Nini Mapitutur berikut. I Nini mapitutur Kocap di desa anu Ri sedek dina anu Jadma burone mapalu Sira uning ne menang? Tutur Nini kalanturang Dharma jati ajegang Karmaphala kamargiang Becikang pirengang Becikang resepang
Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum Pendidikan tahun 2013
Menggunakan tokoh I Nini (Sang Nenek) dimaksudkan untuk mengenang pencerita wanita bernama Ni Diah Tantri (Bali) atau Dewi Tantri (Jawa) dari ‘Kisah-kisah Tantri’ yakni cerita klasik India yang sangat terkenal dan berpengaruh di Asia maupun Eropa. Pencerita wanita serupa itu juga terdapat dalam ‘Kisah Seribu Satu Malam’ (sastra klasik Arab) bernama Scheherazade. Kisah-kisah yang dikemas dengan cerita berbingkai itu juga terdapat dalam ‘Kalilah Dan Dimnah’ dan ‘Bayan Budiman’ walaupun tokoh pencerita itu bukan wanita. Kedua tokoh wanita pelipur lara yang disebutkan itu, berhasil merubah karakter Raja yang mula-mula buruk menjadi bijaksana. I Nini bercerita secara lisan mengenai kejadian yang tidak terbatas oleh waktu dan tempat (di desa anu, ri sedek dina anu), sebagaimana ciri dari cerita lisan yang universal. Lakonnya selalu melukiskan konflik antara dharma dan adharma (good spirit dan evil spirit). Problem solving itu akhirnya dimenangkan oleh dharma jati yakni kebenaran sejati dan keyakinan akan adanya karmaphala. Tindakan korupsi adalah perbuatan jahat yang merugikan banyak orang. Sifat itu tergolong adharma yang tampak dalam perilaku yang melukiskan keserakahan, mementingkan diri sendiri, ketidakjujuran, tidak bertanggungjawab, tidak disiplin, tidak mandiri dan tidak suka kerja keras, tidak peduli lingkungan sosial dan suka hidup mewah. Lebih jauh dikatakan tokoh itu jauh dari penyandang karakter religius dan jauh dari laku keteladanan. Kegiatan rekreatif ‘Mendongeng Sambil Bermain’ meliputi kegiatan fisik, rohani, indra dan bahasa. Mendongeng, bernyanyi atau bermain saja, belum menyentuh keseluruhan terutama yang berhubungan dengan psikomotorik. Ambillah sebuah contoh permainan tradisional ‘Kelik-kelikan’ yang kami temukan di desa Sulahan, Bangli, pada tahun 1995. Permainan semisakral itu tergolong permainan mati suri. Setelah direvitilisasi melalui proses rekonstruksi, modifikasi, dan mengaitkannya dengan cerita rakyat, maka diperoleh sebuah permainan yang sarat akan pendidikan karakter. Apalagi dihidupkan dengan iringan lagu, yang melukiskan cerita rakyat, jalannya
permainan, suasana dan karakter permainan, maka atraksi budaya tradisional itu cocok sekali digunakan untuk penanaman nilai sehubungan dengan pendidikan karakter. Permainan Permainan itu melukiskan kesulitan penduduk mendapatkan air guna kepentingan pertanian dan keperluan sehari-hari. Sumber air telaga satu-satunya direbut banyak penduduk dan dicuri ribuan burung kekelik. Untung muncul burung gagak yang berjuang matimatian mengusir burung kekelik itu, sehingga penduduk kembali dapat menikmati air untuk pertanian dan keperluan sehari-hari. Sebagai ungkapan terima kasih kepada burung gagak, maka penduduk Sulahan menciptakan permainan ‘Kelik-kelikan’. Permainan itu semula dipentaskan pada tiap ‘Ngembak Geni’ sehari setelah hari pergantian tahun Çaka. Namun karena suatu hal, sejak akhir tahun 1950-an, permainan itu tidak dilakukan lagi. Melalui proses modifikasi di Sanggar Kukuruyuk, permainan itu dihidupkan dan dipentaskan di PKB serta sekaligus masuk ke dalam Kurikulum Muatan Lokal SD tahun 1996. Kalau permainan yang berlatar belakang cerita rakyat di atas, digunakan sebagai sebuah model apresiasi menanamkan pendidikan karakter melawan korupsi, saya kira amat cocok. Burung kekelik yang berbulu bersih abu-abu adalah simbol pencuri atau koruptor. Mereka adalah penyandang karakter tidak jujur, malas, serakah, tidak peduli lingkungan, mementingkan diri sendiri dan tidak bertanggung-jawab. Burung gagak yang berbulu hitam penuh lumpur adalah simbol petani pekerja keras, rajin, mandiri, kreatif, peduli lingkungan, berani berkorban untuk kepentingan orang banyak, dan tentu saja berperilaku keteladanan. Jasa burung gagak itulah yang menyebabkan penduduk tidak lagi menganggap burung berbulu hitam itu sebagai sosok maut dan menakutkan, tetapi sebagai tokoh yang berani mengajegkan dharma dan menjalankan hukum karma. Sungguh sangat terpuji apabila masyarakat berinisiatif menciptakan permainan tradisional yang bernama ‘Kelik-kelikan’ itu. Melalui permainan itu di hati masyarakat
akan tertanam nilai-nilai sehubungan dengan perjuangan melawan korupsi, salah satu kekuatan adharma yang sangat berbahaya. Jangan Korupsi Lagu ‘I Nini Mapitutur’ yang berpesan ‘Jangan Korupsi!’ terdapat juga dalam cerita ‘Ikan Tuna Untuk Sang Raja’. Seorang raja amat ketagihan makan ikan tuna. Ketika musim badai tiba, tak seorang nelayan pun yang melaut. Berhari-hari dan bermingguminggu raja tidak mau santap karena makanan yang dihidangkan pelayan itu tanpa ikan tuna. Seorang nelayan sangat waswas melihat kesehatan sang Raja. Ia memberanikan diri mengarungi lautan, menangkap ikan tuna. Syukur berhasil! Ikan tuna itu ia aturkan langsung ke istana. Namun di pintu gerbang ia dicegat oleh penjaga pintu. “Tahukah kamu akan mendapat hadiah dari Raja? Kalau kau mau menyerahkan setengah dari hadiah itu kepadaku, maka kau boleh masuk istana!” Singkat cerita, sang nelayan berhasil lolos masuk istana. Raja amat senang menerima ikan tuna dari nelayan itu. “Hadiah apa yang kau minta? Emas atau perak?” tanya Raja. “Hamba tidak mengharapkan hadiah, Paduka! Hamba tulus ikhlas mengaturkan ikan tuna itu untuk Paduka!” “Tidak boleh demikian, Nelayan! Ini janji Raja. Kau harus mau menerima hadiah.” “Baiklah, Paduka! Hamba tidak minta emas dan perak, tetapi minta 50 cambukan. Namun tolonglah Paduka, serahkanlah setengah hadiah itu kepada penjaga pintu gerbang, sebab tanpa bantuannya hamba tidak mungkin sampai di istana. Ia minta agar hamba menyerahkan setengah hadiah itu kepadanya.” Betapa marahnya sang Raja kepada penjaga gerbang istana. Beliau memanggil penjaga gerbang itu, memberi hadiah 25 cambukan dan langsung memecatnya. Sedangkan untuk nelayan, sang Raja mengganti 25 cambukan itu dengan emas dan perak. zMade Taro Pengasuh Sanggar Kukuruyuk
Kenali Gejala Alergi Susu Sapi Sejak Dini AIR susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun, pada kondisi tertentu bayi tidak dapat memperoleh ASI dan diganti dengan susu formula atau susu sapi. Tapi, tahukah Anda bahwa susu sapi sering menyebabkan alergi pada si kecil? Hal ini dikarenakan banyaknya kandungan protein pada susu sapi yang dapat merangsang antibodi manusia. Protein pada susu sapi yang paling sering menyebabkan alergi adalah protein whey dan casein. Alergi susu sapi (ASS) adalah suatu reaksi akibat ketidaktahanan tubuh terhadap satu atau lebih protein susu. World Allergy Organization (WAO) memperkirakan 1,9-4,9 % anak-anak di dunia menderita alergi susu sapi. ASS pada umumnya ditemukan pada anak di bawah 3 tahun, terutama pada usia kurang dari 1 tahun. Hal ini terkait dengan belum matangnya sistem saluran cerna. Reaksi alergi susu sapi dapat diperantarai oleh IgE (reaksi alergi tipe cepat) atau tidak diperantarai IgE (reaksi alergi tipe lambat). Gejala yang timbul sebagian besar adalah gejala klinis yang ringan
hingga sedang, hanya sedikit (0,1-1%) yang menimbulkan gejala berat. Alergi susu sapi dapat bermanifestasi pada berbagai organ seperti organ pencernaan, kulit dan pernafasan. Gejala yang muncul dapat berupa muntah, diare, konstipasi, anemia, dehidrasi, gagal tumbuh, urtikaria, dermatitis, maupun sesak. Alergi Untuk mendiagnosis alergi susu sapi dapat dilihat dari gejala klinis dan dilakukan uji IgE spesifik (uji tusuk pada kulit). Namun, pemeriksaan ini dapat memberikan hasil negatif pada reaksi alergi susu sapi yang tidak diperantai oleh IgE. Untuk diagnosis pasti dapat dilakukan uji eliminasi (penghindaran) dan provokasi (pemberian). Prinsip utama terapi untuk alergi susu sapi adalah menghindari segala bentuk produk susu sapi tetapi harus memberikan nutrisi yang seimbang dan sesuai untuk tumbuh kembang bayi/anak. Untuk bayi dengan ASI eksklusif yang alergi susu sapi, ibu dapat melanjutkan pemberian ASI dengan menghindari protein susu sapi dan produk makanan yang mengandung susu sapi pada diet ibu. ASI tetap menjadi
pilihan terbaik bagi bayi yang alergi susu sapi. Suplementasi kalsium perlu dipertimbangkan pada ibu menyusui yang membatasi produk makanan yang mengandung susu sapi. Susu Formula Pilihan utama susu formula pada bayi dengan alergi susu sapi adalah susu terhidrolisat ekstensif (untuk ASS gejala ringan hingga sedang) dan susu formula asam amino (untuk ASS gejala berat). Sedangkan susu terhidrolisat parsial bukan merupakan pilihan untuk terapi alergi susu sapi. Pemberian susu formula ini diberikan sampai usia bayi 9 atau 12 bulan. Setelah itu dilakukan uji provokasi kembali. Apabila susu formula terhidrolisat ekstensif tidak tersedia atau terkendala biaya, maka pada bayi usia di atas 6 bulan dapat diberikan formula kedelai, namun harus terbukti anak tidak memiliki alergi terhadap kedelai. Pemberian makanan padat sebaiknya ditunda sampai usia 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif terbukti dapat mengurangi kejadian alergi. zdr. I Gusti Ayu Dwi Aryani, S.Ked.
BPM/ist
SUSU - Prinsip utama terapi untuk alergi susu sapi adalah menghindari segala bentuk produk susu sapi tetapi harus memberikan nutrisi yang seimbang dan sesuai untuk tumbuh kembang bayi/anak. Untuk bayi dengan ASI eksklusif yang alergi susu sapi, ibu dapat melanjutkan pemberian ASI dengan menghindari protein susu sapi dan produk makanan yang mengandung susu sapi pada diet ibu. ASI tetap menjadi pilihan terbaik bagi bayi yang alergi susu sapi.
Sehat, Langsing, dan Awet Muda (2) PADATNYA aktivitas sehari-hari yang begitu menyita waktu membuat kita tak sempat berolah raga ataupun melakukan peregangan-peregangan ringan. Walaupun nampaknya sepele namun tak jarang dapat berakibat timbulnya penyakit. Peredaran darah yang tidak lancar dan kurangnya gerak otot adalah salah satu pemicunya. Lakukan peregangan ringan tiap hari secara rutin agar sehat, langsing dan awet muda. Ikuti peragaan
Gb. I :Duduk bersila dengan posisi tegak. Tangan kiri ditekuk ke atas sedangkan tangan kanan ditekuk ke bawah (kedua telapak tangan berpegangan). Tarik kedua tangan ke arah kanan sehingga terasa peregangan pinggang kiri. Setelah itu lakukan arah kebalikan.
Gb. II : Duduk bersila dengan posisi badan tegak, tangan kiri memegang lutut kanan, tangan kanan lurus ke atas di samping telinga dan tarik ke arah kiri. Gerakan ini bermanfaat sebagai peregangan pinggang kanan. Setelah itu lakukan juga arah kebalikan.
Gb. III : Tetaplah duduk bersila dengan menekuk kedua siku lengan depan dada, putar badan jauh ke kiri hingga terasa tarikan pinggang kanan, tahan 8 hitungan. Setelah itu lakukan arah kebalikan.
Gb. IV : Untuk mengkombinasikan lengan dan punggung, luruskan kedua lengan depan dada lalu condongkan badan sedikit ke depan, tahan 8 hitungan lalu tegakkan kembali.
berikut ini bersama instruktur Sari dari Lala Studio.
RUBRIK “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Dengan berlatih secara rutin setiap pagi sebelum berangkat beraktivitas, sehat, langsing, dan awet muda menjadi milik Anda. Salam bugar dari Lala Studio.
Kupon
5
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
Resensi Buku Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Tuntunan Pengastawa : I Ketut Pasek Swastika : Pustaka Bali Post : Juni 2012 : 140 halaman BUKU ini memang bukan satusatunya buku yang memaparkan tentang tuntunan pangastawa dalam berbagai upacara menurut Hindu di Bali. Tetapi buku ini memiliki keistimewaan dan ciri khas tersendiri dalam memaparkan budaya Hindu di Bali di Bali yang kaya akan makna filosofis. Buku ini pada dasarnya hanya merupakan pedoman, juga mungkin perbandingan, mengingat Hindu merupakan sebuah agama yang fleksibel, yang memiliki budaya beraneka ragam sesuai dengan budaya lokal di mana umatnya berada. Buku ini dibuat tidak saja untuk praktisi: pinandita (ekajati) dan pandita (dwijati), namun sengaja juga bisa dibaca yan dinikmati oleh umum, terutama yang berminat menjadi seorang rohaniawan yang seharusnya memiliki pemikiran terbuka, luas dan sumber mencari jawaban tentang harkat dan martabat hidup dan semesta. Buku yang memudahkan untuk memahami arti menjadi pangastawa. Menarik untuk dibaca dan ditelusuri lebih jauh untuk memahami kehidupan beragama di Bali, khususnya agama Hindu yang ada di Bali. (osi)
Erotisme yang Memikat Judul Buku
: Kekasih yang Tersembunyi (Centhini) Elizabeth D. Inandiak Babad Alas Juli 2008 438 halaman NASKAH maha karya Jawa itu diberi nama Suluk Tembangraras. Dalam kisah pawayangan, suluk adalah ‘suara meninggi’, sebuah istilah yang mengacu pada sastra gaib Jawa kurun Islam. Adapun Tembangraras adalah istri si tokoh utama. Namun, orang umum lebih suka menyebut naskah ini dengan Serat Centhini. Centhini adalah nama abdi Tembangraras, sehingga terkesan ganjil dan melecehkan mahakarya tersebut jika disebut nama seorang abdi. Serat Centhini menembangkan pengembaraan Amongraga, pangeran muda yang terpaksa kabur meninggalkan Kerajaan Giri, setalah kerajaan Islam itu diserbu oleh Sultan Agung pada awal abad ke-17. Dalam perjalanan spriritualnya, Amongraga bertemu berbagai macam-macam manusia: pedagang keliling, para penembang, penggamel, ledek, warok, gemblak, sastrawan, sufi, pelacur, petapa Budha-Siwa, pandai besi, dukun, guru kanuragan, kecu, segala orang bebas, pelarian, paria yang di luar kekuasaan, menenun serta mengutak-atik jaring khayal syahwat dan roh Tanah Jawa. Beranjak dari syahwat yang ragawi –Amongraga dan Tembangraras melewatkan malam-malam pengantinnya selama empat puluh malam– menjadi jinak satu terhadap lainnya dalam ketelanjangan tubuh mereka, dan menyingkap cadar roh mereka dengan ketegangan syahwat serta batin. Buku Centhini, Kekasih yang Tersembunyi merupakan terjemah dari bahasa Perancis oleh Laddy Lesmana bersama E.D. Buku ini menggambarkan pengembaraan edan luar biasa, terdiri dari empat ribu dua ratus halaman, tujuh ratus dua puluh dua tembang, dua ratus ribu bait lebih yang naskah aslinya sudah tiada lagi. Naskah asli maha karya sastra Jawa ini telah sekarat bersama meninggalnya Pangeran Anom Hamengkubuwono III, di tahun ketiga pemerintahannya sebagai Susuhunan Paku Buwono kelima. Buku ini membuat kita digiring untuk memahami makna, sejarah dan erotisme kitab-kitab lama yang indah, mistis, dan menggugah. Untuk memahami arti dan makna hidup sebagai manusia. (osi) Penulis Penerbit Tahun Tebal
: : : :
Semuanya Telah Berlalu
CERPEN
Memahami Arti ”Pangastawa”
Oleh Thoni Mukarrom AKU masih duduk di depan warung kopi yang cahaya lampunya remang-remang. Kacang rebus di tangan cukup menemani gelisahku. Sekarang jalanan sepi. Hanya satu dua orang saja lewat. Aku masih menunggu seseorang yang ingin melepaskan kecewa. Paling tidak tukang becak, atau sopir tua yang lama merindukan kasih sayang. Usiaku memang sudah menginjak kepala lima namun aku harus terus berusaha sampai tak ada seorang lelakipun butuh tubuhku. Lampu jalan yang bewarna oranye yang hanya menyala satu dari puluhan yang terpasang. Musim hujan telah tiba. Hujan setiap hari turun mulai pagi sampai sore. Menyisakan mendung dan gerimis di malam hari. Aku harus berusaha lebih. Aku harus bisa menarik lelaki putus asa yang butuh kehangatan. Namun aku juga ingat usia. Usia yang telah menggerogoti tubuh, rambut, wajah, dan dadaku. Namun aku masih punya rasa percaya diri, paling tidak bagi mereka yang memiliki uang pas-pasan namun butuh kepuasan. Mungkin sedikit saja yang butuh diriku paling tidak untuk malam ini. Untuk makan sehari besok. Aku hanya butuh satu orang saja, 30 ribu. Kadang mereka masih tega menawar sampai 20 ribu bahkan 15 ribu, aku iyakan saja daripada tidak ada sama sekali. Hujan turun juga. Malam semakin dingin, sweter tipisku tak mampu menghalau dingin yang menyerang dari arah mana saja. Aku berusaha bertahan di dalam warung kopi. Dan masih tak ada tanda-tanda seorang pun mampir ke sini. “Ayo Rin, ikut aku ke kota. Pasti kau akan dapat pekerjaan yang enak tidak seperti di sini yang hanya buruh tani. Lagi pula sawah dan tegalan bapakmu sudah dijual untuk dijadikan pabrik. Ngapain kamu masih bertahan. Lagipula pabrik tidak akan mau menerimamu, kalau kamu punya ijazah tinggipun mereka akan selalu punya alasan untuk menolakmu. Aku dulu sudah puluhan kali melamar, namun tak satupun diterima. Kecuali kalau kamu anaknya kepala desa meski tidak punya keahlian dan ijazah tinggi pun kamu pasti diterima.” “Beri waktu dua hari untuk memikirkannya, Mel. Aku juga memikirkan kedua orangtuaku yang usianya sudah lanjut.” “Kan masih ada adikmu, kamu sebagai saudara tua harus ikut membantu ekonomi keluarga. Biarlah adikmu yang mengurusnya kamu pergi cari uang yang banyak.” Amel teman sekolah waktu SMP menawariku untuk pergi ke kota. Mencari pekerjaan yang lebih baik. Memang di kota kecilku ini banyak tumbuh pabrik besar dan aku tak punya ijazah tinggi, kenalan atau uang pelicin. Sangat mustahil untuk bisa diterima. Aku hanyalah anak buruh tani miskin. Yang hanya mampu menempuh pendidikan sampai SMP saja. Kupertimbangkan tawaran Amel. Mungkin ini jalan terbaik mengatasi masalah ekonomi yang selama ini mendera keluargaku. Aku pergi ke Surabaya. Seminggu
setelah Amel datang kerumahku. Waktu itu lebaran sudah dapat sepuluh hari. Kumantapkan niat, kuminta restu bapak dan ibuk. Mereka melepasku dengan airmata yang ditahan. Adikku menangis. Kambing di kandang mengembik keras karena makanannya habis. Malam semakin menusuk. Hujan masih turun. Tak ada tanda-tanda seseorang akan datang, tukang becak sekalipun. Sesampai di Surabaya Amel mengajakku menginap di hotel. Di sanalah malapetaka ini dimulai. Aku dihadapkan dengan seorang yang umurnya sekitar empat puluhan. Aku tak tahu mengapa pria ini bisa masuk begitu saja ke kemarku. Tadi aku tertidur karena capek. Amel sudah tidak ada di kamar. Pria itu berbicara dengan suara halus dan merayuku. Semula aku tak membiarkannya menyentuh kulitku. Namun setelah ia memaksa aku kalah tenaga. Sudah tiga puluh tahun setelah peristiwa di hotel itu aku menjadi seperti sekarang ini. Berdandan menor, menyemprot minyak wangi, berpakaian minin setiap malam. Aku dipajang layaknya tas mahal di dalam kaca, dengan lampu bewarna dan berkedipkedip. Orang yang datang akan memilih salah satu di antara kami. Dan membawanya masuk ke kamar yang pengap sampai dua jam .
Baru setahun ini aku pindah dari Surabaya, ke kota kecil di pesisir utara. Aku sadar sudah banyak yang muda-muda. Aku kalah saingan, usiaku sudah lebih dari 40 tahun. Lagi pula terlalu banyak kisah pahit di tempat ini. Satu-satu pria yang kupercaya pergi meninggalkaku bertahun-tahun lalu. Aku sudah berusaha melupakannya namun ia selalu ada saat semuanya sepi. Begitu juga anak semata wayangku, entah dimana dia sekarang. Aku ingin melupakan segalanya. Aku harus pergi lagi, mencari rezeki yang lebih baik. Anakku mungkin sudah besar sekarang. Buah cinta dengan pacarku yang sekarang sudah menjadi pegawai di pemerintahan. Ia pergi begitu saja ketika tahu aku hamil. Meskinpun ia selalu memberiku uang namun setelah tahu aku mengandung anaknya— karena selama enam bulan itu tidak ada lakilaki lain yang bersamaku. Ia menyewakan kamar kontrakkan yang cukup mewah dan jauh dari gangguan. Selama itu pula ia rutin memberi uang, selama itu pula ia memberi kasih sayang yang belum pernah kurasakan dari ratusan lelaki yang pernah bersamaku. Namun itu hanya berlangsung sekejap. Setelah perutku membesar, ia selalu mencari alasan untuk menghindar. Dia sama seperti lelaki yang pernah bersamaku. Sejak saat itu aku mengang-
gap semua lelaki sama. Hanya datang ketika butuh lalu pergi ketika kemauannya terpenuhi. Menjelang kelahiran anaknya ia sempat memberiku uang untuk sekadar membantu persalinan. Memang cukup untuk membiayainya sampai lahir dan satu tahun setelahnya namun ia tak lagi menghubungiku. Tak mau menengok anaknya yang lucu. Aku membesarkannya sendirian. Dengan caraku sendiri. Ketika anakku berusia lima tahun kutitipkan di panti asuhan. Aku tak mau ia tahu pekerjaanku. Biar ia tumbuh menjadi manusia yang berguna. Terakhir aku melihatnya ketika ia lulus SMA dan mendapat beasiswa ke perguruan tinggi, otaknya memang encer, persis seperti bapaknya yang setahuku sekarang menjadi pejabat tinggi setelah aku tahu lewat televisi. Angin berembus dingin. Lampu kota yang sudah tua dan sisa hujan memberi aroma segar. Tak ada seorangpun yang datang ke warung ini. Sudah kutandaskan secangkir kopi, dan beberapa batang rokok. Kurasa malam ini memang aku belum beruntung. Kulangkahkan kaki keluar warung menuju kontrakanku di ujung jalan. Kaki tak begitu cepat melangkah. Jalan yang berlubang membuatku harus berhati-hati. Tubuh yang sesubur ini juga sangat mengganggu. “Rini!” Sesorang memanggilku dari dalam sebuah mobil di depanku. Kuhentikan langkah. Ia turun dan aku merasa tidak asing dengan wajahnya. Meskipun sudah tua, aku masih ingat siapa ia. “Mau apa Kau kemari!” “Maafkan aku. Beberapa bulan lalu aku bertemu seorang gadis bernama Asih. Bercerita banyak. Katanya ia dititipkan oleh ibunya bernama Setyorini. Aku yakin itu kamu. Ia juga memberitahu bahwa kamu telah pindah kekota ini selama setahun lalu. Ia sekarang menjadi pegawai dinas sosial. Apa kamu sudah tahu? ” “Aku baru tahu sekarang. Apa urusanmu?” “Maafkan aku. Aku harus meninggalkanmu waktu itu karena aku belum siap dengan semuanya. Aku masih jadi pegawai rendahan dengan gaji kecil. Waktu itu aku juga harus dipindahkan keluar kota, bahkan luar pulau. Aku mau menceritakan itu semua namun kucari kamu dikontrakkan sudah tidak ada. Kutanya tetanggamu tidak ada yang tahu. Kubalik ketempat juga teman-temanmu tidak ada yang tahu.” “Aku sudah pindah waktu itu. Aku i-ngin memulai hidup baru, namun lagilagi aku terjebak dalam dunia hitam.” “Apa kamu mau ikut pulang denganku. Kamu sudah punya cucu sekarang.” Malam rasanya semakin dingin menusuk. Udara bergerak dengan kencang. Pagi akan menjelang. Kulangkahkan kaki lebih cepat. Nyatanya tak ada seorangpun yang datang malam ini. Aku harus kembali ke kontrakkan. Memasang selimut kumal. Tidur sampai siang. Semoga esok tidak hujan.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Dewa Komang Mahadewa Afrizal Khoiril Mawahib
W.G. Sumarta
Sumarno
Nuriarta
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Cobalah untuk lebih sabar dan tidak tergesa-gesa ambil keputusan penting di minggu ini karena masih ada waktu bagi Anda untuk berpikir lebih jernih dan tenang. Karier: Jangan berambisi dulu kalau akhirnya hanya akan menuntun Anda kedalam kehancuran saja. Kesehatan: Jaga kondisi badan agar tetap fit dengan terus berolahraga walaupun yang ringan-ringan saja. Keuangan: Selesaikan semua kewajiban lama, apalagi di minggu ini sudah ada dana untuk semua itu. Asmara: Sudah wataknya begitu kalau lagi emosi yang terkadang bicaranya sulit terkontrol, lalu buat apa terlalu dimasukkan hati. Aquarius: Peruntungan: Jangan bangga dan puas dulu dengan apa yang telah diraih selama ini, kalau sekedar bersyukur itu memang penting sekali, akan tetapi dengan catatan prestasi tidak boleh menurun apalagi sampai drop karena untuk masa kedepannya akan sangat sulit sekali untuk bisa bangkit kembali. Karier: Pertahankan posisi Karier Anda yang sudah semakin mantap ini. Kesehatan: Pikiran harus tetap tenang dan dingin walaupun hati terasa panas. Cobalah Anda bekerja sedikit lebih rileks sehingga pikiran terhindarkan dari ketegangan, yang tentu saja itu akan berdampak langsung dengan kesehatan Anda. Keuangan: Sesuaikan dengan anggaran yang akan Anda belanjakan, jangan sampai Anda pusing dibelakang minggu hanya karena Anda ceroboh dalam membeli segala sesuatunya. Asmara: Masih ada waktu untuk merubah sikap yang kurang disukainya itu. Pisces Peruntungan: Apa mau dikata kalau kenyataan yang ada itu ternyata jauh dari perkiraan semula, tak perlu disesali secara berlebihan, jadikan ini sebuah pelajaran yang mahal harganya, sehingga untuk kedepannya nanti bisa melangkah lebih baik lagi. Karier: Terus bina hubungan yang baik dengan klien Anda, jangan sampai meremehkannya. Kesehatan: Kondisi badan Anda masih rentan terhadap penyakit, mintalah nasihat dokter untuk mengantisipasinya dan patuhilah. Keuangan: Hambatan takkan menjadi kendala berat karena bisa diatasi dan pemasukan mengalir seperti yang diharapkan. Asmara: Buat apa mengingat kenangan kelabu di masa lalu yang hanya akan mempengaruhi suasana yang seharusnya bisa tenang itu. Aries Peruntungan: Cobalah lebih proaktif dan berani di minggu ini, jangan biarkan kebimbangan menghancurkan segala kesempatan yang sudah di depan mata itu. Karena disaat ini harus berani maju ke depan dengan perasaan mantap dan gerak cepat. Karier: Tak perlu takut akan ditelikung dari belakang oleh rekan Anda. Kesehatan: Hindari minuman-minuman keras karena jelas kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu kurangi pesta-pesta yang sering melibatkan pada jenis minuman tersebut. Keuangan: Perputaran uang masih cukup lancar dan stabil. Asmara: Walaupun kurang begitu mesra, akan tetapi suasana sudah lebih tenang dan jauh dari cekcok mulut. Taurus Peruntungan: Di minggu ini cobalah beraktivitas dengan lebih giat lagi dan jangan pendam ambisi Anda untuk bisa meraih hasil yang lebih baik daripada minggu-minggu kemarin. Mengenai segala rencana Anda untuk melakukan ekspansi, tidak akan mengalami masalah, laksanakan saja dengan penuh keyakinan hati. Karier: Tak perlu bingung dengan perintah atasan, jika belum mengerti sebaiknya Anda tak perlu malu untuk bertanya. Kesehatan: Apa salahnya sejenak perut diisi dulu baru melanjutkan tugasnya, karena jika sampai jatuh sakit bukankah pekerjaan Anda menjadi kacau. Keuangan: Tak perlu ragu untuk melakukan langkah-langkah yang terbaik dan tidak merugikan siapapun dan jangan terlalu banyak perhitungan bila tidak perlu benar. Asmara: Jangan asal percaya dengan omongan teman, supaya kesalahpahaman tidak mengacaukan hubungan Anda berdua. Gemini Peruntungan: Buat apa terlalu percaya ucapan orang, cobalah lebih yakin dengan suara hati daripada mendengarkan segala omongannya yang hanya akan bikin segalanya menjadi kacau saja. Karier: Tampak semakin kokoh meskipun digoyang dari kanan kiri sekalipun. Kesehatan: Suasana hati Anda tampak happy dan mampu membawa angin baik bagi kesehatan Anda. Keuangan: Di minggu ini cukup lancar karena dari segi pemasukan terus mengalir dan tidak ada hambatan. Asmara: Cobalah hormati hak-haknya dengan tidak terlalu memaksakan kehendak kepadanya. Cancer Peruntungan: Job-job baru, sebaiknya dihadapi dengan sungguhsungguh, jangan asal-asalan saja, agar hasil yangdiraih benar-benar maksimal dan memuaskan hati. Karier: Berbagai macam problem yang cukup pelik mulai berdatangan. Kesehatan: Kondisi badan masih kurang memungkinkan untuk beraktivitas yang terlalu berat, untuk itu bila ada rencana sebaiknya dikondisikan dulu dengan kesehatan Anda. Keuangan: Bila ada uang lebih sebaiknya ditabung saja, tak perlu punya pikiran beli ini dan itu karena di masa depan nanti masih membutuhkan banyak biaya. Asmara: Jangan bisaakan memojokkan dirinya karena kesalahan yang pernah dilakukannya di masa lalu. Leo Peruntungan: Optimislah, karena langkah ke depan Anda semakin terbuka dan jelas, maka dari itu tak perlu takut untuk lebih bisa berkreasi dan berinovasi agar hasil yang diraih dapat lebih bervariasi dan dapat meningkat. Karier: Hindari sikap indisipliner, sebab ituakan mempengaruhi kredibilitas Anda yang selama ini terkesan baik dan tampak loyal sekali pada perusahaan. Kesehatan: Masih baik dan berjalan seperti apa adanya, walau begitu tenaga sebaiknya tetap dijaga dan jangan terlalu diforsir. Keuangan: Tiada artinya income yang tinggi jika tidak bisa memanage-nya dengan baik. Asmara: Jangan sampai terjerumus kedalam asmara matre, itu sama saja dengan bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan merugikan. Virgo Peruntungan: Jangan terlalu kecewa jika ternyata perkiraan Anda meleset, karena begitulah hidup ini yang mana manusia tidak boleh takabur atau terlalu yakin dengan apa yang dikerjakannya sehingga jika ada melesetnya tidak sampai membuat kekecewaan yang terlalu dalam. Karier: Tetaplah tenang sambil terus konsisten dengan apa yang telah Anda lakukan, sehingga tidak sampai menambah masalah baru. Kesehatan: Aturlah mengatur menu makanan semenarik mungkin, untuk yang banyak mengandung lemak sebaiknya bisa dihindari. Keuangan: Jangan keburu mengambil tindakan terhadap munculnya isu negatif sebelum Anda melihat realitanya sendiri. Pemasukan di minggu ini masih tinggi sehingga Anda bisa bernafas lega. Asmara: cobalah mengalah, agar permasalahan ini segera menemui titik temunya. Libra Peruntungan: Cobalah bertindak lebih hati-hati di minggu ini walaupun sebenarnya peluang cukup terbuka lebar, bisa saja menerima segala tawaran yang datang asalkan tidak terlalu mengandung risiko yang besar. Karier: Ucapan harus benar-benar dijaga, agar semua langkah tetap berjalan dengan mulus dan lancar. Kesehatan: Masih cukup sehat jika ada gangguan masih dalam batas normal-normal saja dan tak terlalu mengkhawatirkan. Keuangan: Jangan terlalu cemas, pemasukan masih relatif lebih tinggi dibanding minggu-minggu kemarin dan pengeluaran tampak berhasil ditekan. Asmara: Jauhi dari pikiran yang ngeres dan hanya bikin hati tak tenang saja, berpikirlah positif agar bisa melaksanakan segala aktivitas dengan lancar. Scorpio Peruntungan: Minggu ini terasa cukup segar sehingga gairah kerja menjadi tinggi diiringi pikiran yang benar-benar fresh, sehingga hampir semua masalah yang muncul dapat diselesaikan dengan gemilang, dan kesempatan dapat dimanfaatkan sebaikbaiknya. Kesehatan: Kebersihan makanan yang tampaknya harus lebih diperhatikan jika lagi jajan makanan di luar, jangan hanya menuruti selera saja. Keuangan: Jangan karena uang di saku tampak tebal sehingga ingin beli yang macam-macam, ingatlah akan kebutuhan yang lebih penting yang harus Anda cukupi segera. Asmara: Jadikanlah ini pelajaran, agar dalam segala tindakan sebaiknya dipikirkan betul-betul, jangan suka meremehkan persoalan yang ada. Sagitarius Peruntungan: Di minggu ini banyak celah yang bisa dimasuki jika bisa berlaku mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Tetaplah yakin dengan keputusan yang telah Anda buat jangan sampai Anda menyangsikannya. Karier: Berhati-hatilah karena ada tendensi kurang baik dari orang yang baru Anda kenal. Kesehatan: Tidak ada salahnya jika Anda mencari udara yang lebih segar dan tenang untuk meredakan pikiran Anda yang tampak tegang sekali. Keuangan: Diasuh Oleh Jangan memberi harapan pada orang lain jika Putri Wong Kam Fu diri Anda memang tak ada kemampuan untuk Berlaku itu. Asmara: Komunikasi perlu dihidupkan 30 Oktober 5 November 2016 kembali, agar suasana tidak terus memanas.
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
WEDA WAKYA
”Omkara” Menundukkan ”Ahamkara” Om iti brahma. Om itidam sarvam. Om ity etad anukrtir ha sma va apyo sravayetyasravayanti. Om iti samani gayanti. Omsom iti sastrani samsanti. Om ity adhvaryuh pratigaram pratigrnati. Om iti brahma prasauti. Om ity agnihotram anujanati. Om iti brahmanah pravaksyannaha brahmopapnavaniti. Brahmaivopapnoti. (Taittiriya Upanisad, Siksavalli. Anuvaka 8) OM adalah Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh alam semesta yang nampak ini adalah OM. Aksara OM tanpa diragukan sama sekali, dipergunakan untuk menunjukkan kepatuhan. Selain itu, wahai Guru Suci Acarya, perdengarkanlah kepada hamba. Setelah mengucapkan “OM,” (maka Acarya) memberikan pelajaran (kepada siswanya). Dengan mengucapkan OM, para Pendeta Udgatr menyanyikan pujian-pujian Saman. Dengan mengucapkan “OM, SOM,” mereka mengucapkan mantra-mantra Veda. Dengan mengucapkan OM, para Pendeta Adhvaryu mengucapkan mantra-mantra menyahut. Dengan mengucapkan OM, Pendeta Brahma memberikan persetujuan. Dengan mengucapkan OM, lalu memberikan izin untuk melakukan persembahan upacara suci Agnihotra. Para Brahmana yang berkeinginan keras untuk mempelajari Veda, maka ia mengucapkan OM terlebih dahulu, lalu berkata, “Aku ingin mencapai Brahman”, maka dengan pasti ia mencapai Brahman. Salah satu kitab upanisad yang sangat penting, Taittiriya Upanisad menyebutkan kemuliaan dari Omkara: OM iti brahma. OM iti idam sarvam. OM ity etad anukrti ha sma va apyosravayanti, bahwa orang hendaknya merenungkan OM adalah Brahman, seluruh alam semesta ini, dirasakan dan dibayangkan adalah OM itu sendiri. Dalam upacara Yajña, pendeta dari masing-masing Catur Veda seperti: Hotr, Udgatr, Adhvaryu, Brahma semua memulai tugas masing-masing dengan ucapan OM. Dengan cara demikian mereka pasti mencapai Brahman. Setiap mantra biasanya selalu disertai oleh Bija atau benih Mantra yang sering terdiri dari hanya satu suku kata. Sebagaimana pohon yang
Redaktur Khusus WEDA
WAKYA Darmayasa besar dengan buah dan bunga yang banyak “terdapat” di dalam biji yang kecil, seperti itu pula segala isi dan tujuan dari mantra terdapat di dalam Bija mantra. Hanya saja, ia sangat ditentukan oleh kesempurnaan pengucapannya. Terdapat banyak Jenis Bija Mantra, seperti gam, dam, aing, hring, dhum, klim, srim, ham, ram, yam, ksam, dan lain-lain. Sedangkan OM adalah Bija Mantra atau benih Mantra yang terdepan atau terpenting serta mempunyai kekuatan spiritual luar biasa. Bija Mantra selalu menyertai dan melengkapi mantra-mantra lain. Selain merupakan Bija Mantra sangat ampuh, aksara suci OM juga adalah satu-satunya Aksara yang dipergunakan dalam setiap awal dan sering pula pada akhir sebuah mantra. Oleh karena aksara suci OM adalah perwujudan Tuhan Yang Maha Esa, jika OM diucapkan mengawali doa mantra dengan batin yang suci serta bhakti sradha yang mantap maka OM akan menyempurnakan mantra tersebut dan memberikan hasil yang sempurna. Terdapat beberapa cara “sentuhan batin” praktisi spiritual sehubungan dengan aksara suci OM. Ada yang merenungkannya sebagai simbol dari Tuhan Brahman, ada pula yang menerimanya sebagai Tuhan atau Brahman itu sendiri. Di Bali, bahkan doa-doa yang bukan bahasa Sanskerta pun pengucapannya diawali dengan OM, ONG, WONG, atau kalau di Jawa ada yang mengucapkan HONG. Para praktisi kebatinan memanfaatkan kelumiaan Omkara untuk tujuantujuan kekuatan gaib, para siswa Yoga memakainya sebagai bantuan dalam Trataka Yoga; mereka membuat huruf OM, memasangnya di tembok dan lain-lain. Ketika orang mulai berbicara maka bibir akan terbuka dalam suara A, U di pertengahan, dan ketika orang selesai berbicara mulutnya akan menutup dalam pengakhiran suara M. Demikian, OM berasal dari tiga aksara/huruf, yaitu A, U dan M. Aksara A menunjukkan Brahma sebagai Pencipta alam semesta, U menunjukkan Visnu sebagai Peme-
lihara, dan M menunjukkan Siva sebagai Pelebur alam semesta. OM memulai alam semesta. Ada sebelum ciptaan, berada selama ciptaan, dan tetap ada setelah ciptaan material ini dilebur. OM mengatasi hal duniawi (Paratparah). Selanjutnya Katha Upanisad yang merupakan upanisad dari Yajur Veda, yang juga disebut Kathaka Upanisad menyebutkan Aksara Suci OM sebagai tempat Tinggal Brahman Yang Paling Tinggi: sarve vedah yat-padamamananti tapamsi sarvani ca yad-vadanti yadicchanto brahmacaryam caranti tat te padam sangrahena bravimy OM ity etat. Dewa Kebenaran Yamaraja dalam percakapannya dengan Naciketa menyebutkan bahwa “sarve vedah” keempat Veda (Catur Veda) dan lain-lain kitab literatur Veda, “yatpadam amananti”, tempat tinggal spiritual tertinggi mana juga yang dijelaskannya, “sarvani tapamsi ca yat-vadanti” apa pun jenis kegiatan keagamaan, kegiatan kesucian, pertapaan yang dilakukan, “yat icchantah brahmacaryam caranti” yang menyimpan keinginan keras untuk mencapai atau kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa, “tatpadam sangrahena bravimi” secara singkat, dapat Kukatakan bahwa Tempat Tinggal yang menjadi tujuan dari semua itu adalah OM iti etat - yaitu Aksara Suci OM. OM iti etat, dalam Bhagavad-gita Sri Krsna juga mengatakan kurang lebih hal yang sama, yaitu “Om ity ekaksaram”. Para Sadhaka dianjurkan agar menutup seluruh pintupintu indria, membebaskan diri dari dorongan nafsu seks, memantapkan diri dalam suasana Yoga, mengucapkan aksara suci OM, memusatkan pikiran di dalam hati dan prana hidup di atas ubun-ubun, maka ia akan sampai pada planet-planet spiritual (paramam gatim). Ahamkara merupakan halangan terbesar untuk mencapai tujuan tertinggi pembebasan. Omkara mempunyai kekuatan sangat ampuh untuk menundukkan keakuan palsu atau ahamkara tersebut. Amrtabindu Upanisad mengajarkan meditasi teratur pada OM dengan pengertian huruf-hurufnya (A, U, M). Kemudian bermeditasi pada OM tanpa pengertian hurufhuruf, kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berada di luar pengertian huruf. Dengan cara bermeditasi seperti itu, orang akan dapat merealisasikan Kebenaran Tuhan Yang Maha Esa (svarena samdhayed yogam asvaram bhavayet param, asvarenanubhavena bhavo va’bhava isyate).
Untuk melihat Tuhan yang tidak dapat dilihat, Brahmopanisad mengajarkan: atmanamaranim krtva pranavam cottararanim, jadikanlah diri sebagai kayu bakar bagian bawah dari korban suci, dan OM (Pranava) sebagai kayu bakar bagian atas. Gosokkanlah kedua kayu itu dalam meditasi maka kalian akan melihat Tuhan yang Maha Rahasia (pasyen devam nigudhavat). Siva Purana memberikan ulasan menarik tentang Pranava. Maharesi Suta memberikan penjelasan kepada para resi: ”Pranava berasal dari pra yang berarti lautan maha luas dalam bentuk alam semesta material yang muncul dari Prakrti. Kata nava berarti perahu. Pranava berarti perahu yang mengantarkan kita menyeberangi lautan maha luas dalam bentuk alam semesta material. Maka Omkara disebut Pranava. Kata Pranava juga berarti pra = prapañca (alam semesta material yang kelihatan ini, fenomena atau illusi ini), na = nahi (tidak), dan vah = untuk kalian. Berarti: ”Fenomena alam semesta ini bukan dimaksudkan untuk kalian.” Maharesi Suta menyebutkan makna Pranava sebagai: Pra = prakarsena (secara paksa, dengan penuh kekuatan), na = nayet (menuntun), dan vah = yusman (kalian semua). Pranava berarti yang mengantarkan kalian dengan paksa kepada pembebasan (moksa). Pranava juga berarti yang jika diucapkan dengan penuh keyakinan dan bhakti akan mampu menghancurkan reaksi-reaksi karma dan memberikan pengetahuan baru (spiritual) kepada yang bersangkutan. Tuhan dalam bentuk Beliau yang sejati (Suddha Svarupa) disebut Nava. Omkara mengantarkan sadhaka-Nya kepada bentuk Tuhan yang sejati tersebut, maka Omkara disebut Pranava. Manu Smrti menyebutkan bahwa jika orang men-japa-kan Trikam yaitu: (1) Omkara, (2) Vyahrti (bhur bhuvah svah) dan (3) Savitri atau Gayatri sebanyak seribu kali selama sebulan, yang bersangkutan akan dibebaskan dari maha-papa atau dosa besar. Disebutkan pula bahwa A, U, M dan bhur bhuvah svah adalah hasil perahan Brahma dari Rg Veda, Yajur Veda, dan Sama Veda. Devi Bhagavata menjelaskan, bahkan dalam pelaksanaan acamana pun Omkara merupakan keharusan untuk diucapkan. Acamana adalah penyucian diri dengan mantra dan air suci sebelum melakukan Puja atau kegiatan suci lainnya.
MIMBAR AGAMA
Kasih Orang Kudus Redaktur Khusus MIMBAR
KATOLIK Ignatius Suharto Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu, dunia tidak mengenal kita sebab dunia tidak mengenal Dia. (1Yohanes 3:1) Hari ini, 30 Oktober 2016, umat Katolik merayakan Hari Minggu ke-31. Pada 1 November lusa kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Sebelum membicarakan kasih para orang kudus, bacaan pertama hari ini Kitab Kebijaksanaan mewartakan kasih Allah kepada kita. Walaupun seluruh jagat di hadapan Allah hanya seperti embun pagi, namun Tuhan mengasihi manusia. Dosa manusia tidak diperhitungkan, supaya mereka bertobat. Contohnya, dalam Injil Lukas bacaan hari ini Yesus memberi kesempatan kepada Zakheus untuk bertobat. Bacaan pertama lusa adalah Kitab Wahyu. “Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapanAnak Domba., memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.” (Why 7:9) Sebelum itu, mereka mendapat meterai di dahi mereka. Percayalah, di anatara mereka itu adalah Anda dan saya. Semoga kita telah mencuci jubah kita dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba. (ayat 14). Bacaan Injil lusa adalah Matius 5:1-12a, yang dikenal dengan Delapan Sabda Bahagia atau Khotbah di Bukit. Berbahagialah kita mempunyai Tuhan yang mahakasih. Itulah sebabnya, kita juga dipanggil untuk saling mengasihi. Menurut Mgr. FX. Hadisumarto O.Carm, di antara warga Gereja yang didirikan Kristus ada orangorang yang resmi diakui oleh Gereja sebagai santo, santa, beato, beata, dan orang berbahagia. Orang-orang beriman kristiani yang berbahagia karena kesuci-
annya ini, meskipun tidak atau belum dikenal secara resmi, mereka ini adalah orang-orang yang dalam Injil menurut Matius disebut Yesus sebagai “orang -orang yang berbahagia”. Mereka itu sudah bisa sungguh bahagia di dalam hidup mereka di dunia ini. Barangkali malah termasuk Anda dan saya. Rasul Paulus berkata, “Kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan para kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi.dan Kristus Yesus-lah batu sendinya. (Efesus 2:19-20). Untuk memahami kebahagiaan yang dimaksudkan oleh Yesus dalam khotbah-Nya di bukit itu, Mgr. F.X. Hadisumarto O.Carm mengajak kita, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, yang telah menciptakan kita menurut citra-Nya. Begitu tinggi martabat kita sebagai manusia! Dan sebagai manusia, kita adalah makhluk yang diberi kebebasan untuk menentukan arah dan penghayatan hidup kita sendiri. Selain itu, sebagai orang beriman kristiani kita percaya juga, bahwa Tuhan memberikan rahmat kepada kita, sebagai tanda hubungan erat kita dengan Allah, antara lain lewat hati nurani kita. Dengan hati nurani inilah kita dapat hidup, bersikap dan bertindak menurut kehendak Tuhan. Kita bebas menentukan pilihan-pilihan atas dasar kehendak, keinginan dan pertimbangan kita
sendiri, yang sesuai atau bertentangan dengan hati nurani kita. Seorang kristiani sejati akan selalu mengambil pilihan dengan berpegang teguh pada tuntutan Allah, yang telah dituangkan ke dalam hati nuraninya. Ia tidak menyimpang dari iman yang diyakininya. Dalam makna injili itu, kita sebenarnya sebagai manusia yang adalah imago Dei, citra Allah, makin bebas apabila kita makin taat kepada Allah yang adalah sumber dan tujuan hidup kita. Mari, kita ulangi bersama-sama: “Kita semakin bebas apabila kita semakin taat kepada Allah.” Di akhir bulan Rosario ini kita teringat akan ketaatan Bunda Maria. Bunda Maria adalah teladan manusia yang paling kudus. Mengapa? Karena pelaksanaan kebebasannya adalah ketaatannya akan kehendak Allah. Dengan pengertian kekudusan serupa itulah kata “berbahagialah kamu” yang diucapkan Yesus dalam khotbah di bukit dapat kita pahami. Kebahagiaan itu bukan janji untuk masa depan kelak, tetapi sudah dapat dirasakan sekarang ini juga. Sebagai anggota Karmel, kita teringat akan St.Teresia dari Lisieux. Ia berbahagia karena dapat hidup dalam komunitas, St.Fransiskus dari Sales hidup berbahagia karena ajaran, sikap dan perilakunya yang lemah lembut kepada semua orang tanpa perbedaan. Banyak keluarga kristiani yang hidup berbahagia
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
karena dapat hidup sebagai suamiistri saling mengasihi, dan sebagai orang tua saling mengasihi bersama anak-anak, menantu dan cucu-cucu mereka. Begitu banyak orang yang hidup kudus karena sungguh hidup menurut sabda Allah. Itulah sebabnya, kita menghormati para santo dan santa, para beato dan beata, Dan kita semua juga memiliki seorang kudus sebagai pelindung. Tetapi tentu disertasi dengan niat dan tekad untuk mewarnai hidup kita masing-masing sesuai dengan teladan santo dan santa atau beato dan beata pelindung kita itu. Kita semua dipanggil untuk hidup sesuai dengan ajaran dan teladan Yesus Kristus seperti dihayati oleh mereka itu dan berusaha meneladan kesungguhan sikap dasarnya dan sesuai dengan situasi dan kondisi zaman kita. Mgr. F.X. Hadisumarto O.Carm mengajak kita untuk menyadari bahwa di kalangan umat beriman, saudara-saudari kita umat kristiani, maupun yang beragama dan berkepercayaan lain, sungguh banyaklah yang dengan bahasa Yesus disebut “orang bahagia”. Mereka tak dikenal orang banyak, tidak resmi disebut kudus oleh Gereja, namun mereka itu sungguh suci dan sungguh bahagia! Hidup mereka adalah ungkapan iman kepercayaan mereka yang benar secara utuh. “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”. (Mat 5:9) Minggu, 16 Oktober 2016 lalu adalah hari penuh bahagia bagi pasangan Maikel dan Dita. Keduanya menjadi raja sehari mengikat janji pernikahan suci di gereja. Malam harinya ratusan rekan dan saudara Maikel dan Dita memberi ucapan selamat di malam resepsi yang berlangsung cukup meriah. Tampak Maikel dan Dita bersama keluarga para mempelai.
I Made Andika Putra, anak kedua dari pasangan I Wayan Tojan dan Ni Wayan Supartini melakukan upacara tiga bulanan di rumah dengan cara sederhana.
Redité Pon, 30 Oktober 2016
Bali L E M B A R
7
B A S A
Bencingah Ida Bagus Putu Sujapa
Becik Kaupapira NAMI piranti saking para panglingsir boya wantah nyagra kawéntenan utawi kahanan pirantiinucap, nanging krama sané nami taler patut ngawigunayang piranti inucap sakadi kawigunannyané. Asapunika taler ring lontar pinaka piranti budaya Bali sané madaging antuk makudang-kudang sastra taler parindikan sané mabuat ring sajeroning kahuripan. Ida Bagus Putu Sujapa, S.S., pragina saking Gria Anyar Manuaba, Baha maosang, naminin makéh lontar kirang langkung kantos ulung dasa cakep majanten patut becik kaupapira. Duaning yusan lontar inucap majanten sampun tua pisan tur wénten sané matuuh kirang langkung sangangdasa warsa. Sorohnyané minakadi Wariga, Usada, Kekawin, Kaputusan, Babad, miwah sané siosan. “Tiang sareng kulawarga setata ngutsahayang mangda kawéntenannyané setata becik, duaning pinaka tetamian saking panglingsir, tiang nyantenang lontar-lontar punika wantah piranti sakral sané patut kajagra mangda nénten gelis usak,” baos Ida sané ketah kasengguh Gus Tu puniki. Pragina sané embas ring Baha, 8 Oktober 1965 puniki taler maosang, sios saking kaupapira, lontar punika taler ketah kawacén olih ajinidané sinambi nyurat sané anyar duaning ajinidané uning tur waged ring tata-titi nyurat lontar. Punika mawinan akéh lontar druén gria wantah kasurat olih ajinidané utawi atu kakiang. Sakéwanten, Gus Tu sareng okan-okanidané seneng tur ketah ngwacén lontar inucap pinaka jalaran ngupapira budaya miwah tradisi Bali. Punika taler ngawinang okanidané sané istri sampun seneng nyurat lontar yadiastun wawu ngranjing ring SMP kelas 2. Punika makacihna budaya lontar kantun becik kawéntenanné ring para yowana. “Sangkaning rasa tresna tiang sakulawarga ring lontar, majanten genah taler cakep lontarnyané setata karesikin napkala jagi kawacén. Mangda kahananipun nénten usak tur setata becik,” asapunika pragina sané sampun masolah ring makéh genah ring Bali puniki makenyem. (was)
Nyoman Suka Ardiyasa
Ngwacén Lontar
Nénten Samian ”Aja Wéra” SAKADI sané akéh kapanggihin, kawéntenan basa miwah aksara Bali sayan katilarin olih krama Bali sané sujatiné wantah krama pawaris budaya inucap. Sangkaning punika, akéh pisan kamargiang parikrama kanggén nincapang taler nglimbakang basa miwah aksara Bali punika. Boya wantah basa taler aksaranyané kémanten, budaya minakadi ngwacén lontar taler sayan arang kamargiang olih krama pamekasnyané para yowana. Yéning becik tilikin kahanan inucap boya sangkaning krama utawi yowanané nénten kayun ngwacén, nanging sangkaning makudang-kudang pabaos tenget utawi “aja wéra” sané ketah kapiragiang ring pakraman ngawinang krama takut yéning sampun maosang indik lontar. Sujatiné lontar punika nénten mabinayan sareng buku sajabaning wantah lakar sané kawigunayang mabinayan. Lontar ngawigunayang don rontal sané sampun kaolah utawi kagarap antuk parikrama sané becik. I Nyoman Suka Ardiyasa, M.Pd., M.Fil.H., pamucuk Aliansi Peduli Bahasa Bali maosang, ring pakraman nénten akidik lontar sané dagingipun wantah sesuratan utawi catetan indik kapiutangan utawi maosang kahuripan saking sang sané nyurat lontar punika. Wénten taler lontar sané dagingnyané wantah sastra luih, minakadi Lontar Mantra Stawa utawi Mantra/Puja/Wéda, Lontar Nitisastra utawi etika, Pawarigan, miwah Lontar Tutur utawi Lontar Tattwa. Wénten taler Lontar Usadha sané ngeninin indik pamargin matetambaan, Lontar Ge-
(51)
guritan utawi Kidung, Babad Pamancangah utawi Sejarah, Satua miwah Lontar indik Kadiatmikan utawi indik pangiwa-panengen. Sios punika wénten taler lontar sané dagingipun ngeninin indik parikrama kasenian sané kantun adung ring kahuripan krama Bali. “Malarapan antuk pamariseleh sané kamargiang olih Penyuluh Bahasa Bali, soroh lontar sané akéhan kadruénang krama Bali marupa Lontar Geguritan, Tutur. Wénten taler dané Jero Mangku sané madué lontar Mantra Stawa miwah Lontar Kadiatmikan,” baos dané. Suka Ardiyasa malih maosang, nénten akidik krama Bali sané ngwiaktinin yéning lontar punika wantah pusaka, sangkaning punika medal pabaos utawi kruna “aja wéra” inggih punika paplajahan utawi daging sastra sané katengetang mawinan ngawinang lontar inucap nénten dados kaambil utawi kawacén ngawag-ngawag. Minabang tetangar inucap kamedalang olih para panglingsir nguni mangda krama nénten ulah-aluh ngwacén lontar sané baya tur pingit minakadi Lontar Kadiatmikan sané tatkala kawacén utawi kaplajahin patut kaénter olih guru nabé. Yéning lontar punika wantah Lontar Geguritan, Babad utawi sané nénten madaging antuk sastra pingit, sinah prasida kawacén olih krama tan pakaénter antuk guru nabé taler nénten nganggén tanjek rerainan. Sangkaning punika pabaos utawi pikayunan “aja wéra” majeng ring sekancan lontar inucap patut kapangkedin, katureksain indik daging lontar
BPM/dok
LONTAR – Sakadi sané ketah kauningin, lontar wantah piranti sané madaging makudangkudang sastra sané mawiguna pisan. Punika mawinan sios kaupapira, lontar inucap patut taler kawacén tur kauningayang dagingnyané majeng krama. inucap. Yéning dagingipun baya tur tenget wawu patut kabaosang “aja wéra”, sakéwanten yéning punika wantah lontar biasa utawi nénten madaging sastra pingit sinah pacang becik pisan yéning prasida kawacén olih krama akéh. Katakénin indik kautaman ngwacén lontar ring sajeroning kahuripan kramané, Suka Ardiyasa maosang punika patut kamargiang duaning nénten akidik daging sastra sané mawiguna
pisan ring sajeroning kahuripan krama. Minakadi Lontar Usadha sané majanten dagingipun nganinin indik tamba utawi parikrama nambanin sané patut kaplajahin. Parindikan sané pateh taler kabaosang Ida Bagus Putu Sujapa, S.S., pragina saking Gria Anyar Manuaba Baha, Mengwi. Dané maosang, pinaka tetamian sejarah saking panglingsir, lontar sakadi sané katamiang Ida ring gria wantah tetamian sané sakral
tur suci. Sangkaning punika patut becik kaupapira kadasarin antuk tata-titi sané patut. Ida nyantenang pisan yéning dagingdaging sastra lontar inucap patut pisan kauningin olih krama. “Ring pikayunan tiangé, daging lontar inucap patut kalimbakang. Tetujonnyané mangda krama prasida tatas uning ring daging sastra miwah prasida becik kawigunayang ring kahuripan krama,” Ida Bagus Putu Sujapa mapajar. (was)
Ngupapira Lontar
Kantun Wénten Galah KAWÉNTENAN lontar ring pakraman kantun manados parindikan sané pingit. Mawit dumun kantos mangkin ketah kapiragiang kruna utawi bebaosan “aja wéra”, sané ngwetuang akéh krama rumasa ajerih tatkala maosang lontar napi malih pacang ngwacén lontar. Manut I Nyoman Suka Ardiyasa, M.Pd., M.Fil.H., BPM/ist pamucuk Aliansi Peduli Bahasa Bali, lontar patut kalestariang. Napi malih kawéntenannyané sané akéh pamekas ring sajebag jagat Bali, ngawinang dané nyantenang yéning Bali wantah “perpustakaan lontar hidup”. Sangkaning punika, krama Bali madué swadharma nglestariang budaya tetamian panglingsir sané adi luhung puniki. Dané taler nyantenang, kantun wénten galah yéning pacang ngamargiang parikrama ngamecikang tur nglestariang lontar antuk parikrama minakadi invéntarisasi utawi konsérvasi. “Yéning makasami krama Bali mapikayun nglestariang lontar, tiang nyantenang pisan yéning budaya puniki nénten pacang punah,” baos lanang sané embas ring Banyuatis, 24 April 1988 puniki. Ngeninin indik pakéwuh sané kapanggih, Dosén Tidak Tetap ring IHDN Denpasar puniki maosang kantun akéh krama sané ajerih taler sangsi ring parikrama sané kamargiang olih para Penyuluh Bahasa Bali punika. Duaning ipun kantun “trauma” ring kawéntenan duk nguni, wénten sané rauh tur mapi-mapi saking dinas nyelang lontar druén krama inucap nanging kantos mangkin durung kawaliang. “Sujatiné akéh krama sané meled mangda lontar druénné ka-konsérvasi , nanging Penyuluh Bahasa Bali kakirangan prabéa. Sangkaning punika tiang meled mangda angganing sané mapaiketan ngamargiang parikrama sakadi sané kaaptiang krama,” asapunika dané sané meneng ring Br. Dinas Sangket, Kelurahan Sukasada, Buléléng puniki ngaptiang. (was)
B A L I
Kawacén taler Kaupapira Sekala-Niskala
USAK – Pinaka tetamian, majanten tuuh lontar sampun tua pisan. Tatkala nénten becik kaupapira sinah kahananipun pacang usak tur nénten prasida kawigunayang malih sakadi jati mula.
punika ngawinang kawéntenan lontar sayan gelis usak tur amah ngetnget. Malarapan antuk parikrama pamariseleh sané kamargiang Penyuluh Bahasa Bali se-Provinsi Bali, akéh lontar sané wénten ring Bali kantos mangkin wawu kapanggih 8.370 cakep antuk kawéntenanipun kantun becik 5.804 cakep tur sané kirang becik 2.562 cakep. “Pinaka sarana sané kanggén namiang tata-titi taler paplajahan sané mautama olih para panglingsir, pedalem pisan yéning lontar inucap katengetang kémanten tan panaenin kawacén dagingnyané. Napi malih sampun usak tur tan sida kawigunayang sakadi sapatutné,” baos Suka Ardiyasa. Dané taler maosang sujatiné nénten iwang nengetang tur ngawinang lontar inucap mangda manados sakral. Sakéwanten sané sadurungnyané patut kauningin wantah uning ring parikrama ngupapira sané patut taler napi daging lontar inucap, pinaka jalaran nglestariang budaya Bali sané madaging irika. Malih kabaosang, mangda ngwacén lontar punika sayan kasenengin, patut kakawitin antuk ngenahang lontar inucap ring kahanan “profan” nénten malih ring “sakral” minakadi antuk ngawigunayang teknologi mangda sayan kasenengin olih para yowanané. Tios punika, sané taler patut kamargiang
wantah ngicén pawarah-warah indik nénten makasami lontar punika tenget, mangda krama nénten malih marasa ajerih keni pastu utawi kadukain tatkala ngawitin ngwacén lontar. Ida Bagus Putu Sujapa, S.S. taler maosang parikrama ngeninin indik ngupapira lontar sané ketah kamargiang Ida sané kapah dados kalih parikrama inggih punika parikrama Sekala miwah parikrama Niskala. Parikrama sekala, lontar-lontar kagenahang tur kapupulang manut saking pupulan utawi soroh lontaripun, wus punika kautsahayang mangda genah utawi kropaknyané setata resik tur nénten dayuhan. Nénten lali kropak kadagingin antuk kapur barus utawi sané siosan mangda nénten amah ngetnget utawi tetani. Yéning parikrama niskala, tatkala wénten krama sané seneng ngwacén lontar meled uning ring dagingnyané, sadurung ngwacén utawi nglimbakang dagingipun taler moto lontar inucap patut kakawitin antuk ngaturang upakara peras daksina pejati jangka. Dumogi kapaicayang wara nugraha ri kala ngwacén taler ngélingang daging sastra ring lontar inucap. “Nénten lali tiang ngaturang banten alit ring rerainan alit tur ngaturang ayaban nyabran raina Saraswati,” asapunika Ida Bagus Putu Sujapa, S.S. nartayang. (was)
“TUAH ja saja kéto cara munyin Gedéné, nanging rasa kecag batisé ngalihang sangu ngabulan sing nututin. Gedé nawang Beli amung magaé dadi wang tani, asilné tusing tentu nelu bulan utawi nganem bulan cepok. Ento mawanan pamanné di Selat malu mayahin ngabulan. Kayang manyi lan maan asil tegal mara maan nebu-nebu utangé. Sing taén cukup.” Baosné Gusti Madé Taman nyaritaang pakéwuhné nyangonin okanné masuk di Amlapura. “Ooh, sira? Tu Gedé Karang sané nalangin ngasasih? Munggah kadi mutang, boya ja saking tulus nulungin kaponakan mangda nyidaang ngranjing, kénten?” baosné Gedé Dauh. “Saja Dé. Tuah ja sing taén nagih pidan patuté mayah. Yén nganti kenaikan kelas ténénan itung-itung utangé suba dadi Rp.5.500.000,- Beli mara nyidaang munduhang pipis tuah Rp.3.000.000,- Yén terus kéné, kayang tamat SMA marasa
sodaané ka Balé Daja. “Inggih Tu Biang, titiang mabuaka selidan mriki mangda polih nunas ajengan driki. Napi malih Luh Méga durung naen ka jero, kantos mangkin sampun bajang wau uning. Yadiastun sering panggih tangkil ka Mrajan, nanging alit-alité durung saling kenal.” Samian mangkin malinggih ngiter sodaané nagingin piringné ajengan lan ulamné soang-soang. Gusti Biang Siwi nganampekang panci madaging tim bé julit, pésan bé julit lan udang magoréng asem manis. Wénten taler pésan bréngkés jeroan ayam madaging kara. “Nah dong jemak jembungé anggon ngalih tim bé julit, kadung maan makena bubu ituni semengan. Biasanné dugas nu jumah, panaké Ngurah Jelada ané makena bubu,” baosné Gusti Madé Taman numunin ngambil jembung dagingina tim. Samian raris ngambil sami majembung, saling gerosin. Luh Méga ngulahang ngambil udang
sasenenganné. “Tu Biang nembé tiang nunas tim bé julit jaenné kadi niki. Basa rajangné atep pisan. Napi malih niki pésané marasa lalah manis,” baosné Gedé Dauh sareng kurenanné ngajum. “Yén kénten tiang masih nunas tim julité ajembung, nanging sampunang madaging tendas julité, takut,” aturné Luh Méga alon nyicipin. “Bééh ternyata jaen pesan Bu, Pak?” Nyambilang ngajengang Gedé Dauh sareng kurenanné makisi-kisi indik kasulitan biaya sekolahné Ngurah Jelada di Karangasem. Yén pindahang ka Bangli, saha iringang malinggih di Taman Bali minab énténgan. Dadinné I Luh masih ada iringa malajah bareng. Usan ngajengang, Ngurah Jelada sareng rainné gelis masiram ngraris mapayas. Luh Méga taler masugi saha mecikang make up-né. Samian mangkin sampun mahias, saha bebanten.
YADIASTUN pinaka tetamian sané kuna, lontar akéh pisan kawigunanipun majeng kahuripan krama Bali. Tios dados piranti budaya, lontar taler madaging antuk makudangkudang sastra miwah tata-titi sané mawiguna ring sajeroning kahuripan. Minakadi lontar indik usadha utawi tamba, indik tata-titi matetanduran
ring carik, napi malih yéning ngeninin indik agama Hindu wénten sané kanggén dasar makarya bebantenan utawi ngamargiang parikrama yadnya. Punika satmaka cihna yéning kawéntenan lontar wantah mautama pisan ring kahuripan krama Bali. I Nyoman Suka Ardiyasa, M.Pd., M.Fil.H. maosang, nént-
en akidik lontar ring Bali sané kawéntenanipun nénten becik bebilahanipun taler kawéntenan krama sané kayun ngwacén. Lontar inucap usak duaning akéh krama sané nénten uning ring tata-titi utawi parikrama sané patut kamargiang tatkala ngupapira lontar. Napi malih wénten parikrama sané kamargiang
BPM/dok
sing katutugan baan mayah. Apa buin lakar nglanturang ka Perguruan Tinggi, sajaba adep cariké mirib sing nyidaang baan nglunasin utangé,” pandikan anaké lingsir. Gedé Dauh bengong sada sedih miragiang. “Bééh, yéning kénten nika mawasta nulung-tulung mentung. Satmaka meli carik ulian nyicil. Raganné mayahin ngabulan, molihang panauran nylegedog jutaan sapisan. Yén tan sida naur, puput carik utawi tegalé magadé utawi madol,” baosné Gedé Dauh teges. “Akuda sih nelasang sangu ngasasih? Ngekos rawing ajengan, napi masak ngraga?” “Tiang masak sendiri Pa. Umah ten mayah amung mayah listrik ajak yéh Rp75.000,- Baas ngaba saking jumah 12 kg-15 kg, keperluan dapur, darang nasi, SPP lan keperluan pribadi sabun odol rata-rata Rp. 300.000,- ngabulan. Ipidan kena uang bangku, sumbangan dana sukaréla lan uang pakéan,” baosné Gusti Ngurah Jelada
nerangang kawéntenané. “Duh Déwa Ratu Tungurah, yéning sakadi punika sampun nepesang pisan. Durung kadi anaké siosan mimbuh jinah pulsa, bénsin, uang saku nonton malila cita. Yakti sampun wikan pisan matilesang raga,” aturné Nyoman Padmini masawang sedih. Pianakné, Luh Mégantari taler padelengdeng toyan paningalanné miragiang Gusti Ngurah Jelada nyidaang ngrinciang sangu Rp.300.000,- ngasasih, timbangang ring déwékné kantun magenah jumah nénten naen ngétangin akuda panelasné. Jeg éling natakang lima ring reramanné manten. “Nah Gedé, Nyoman, lan I Luh pada, niki sampun jam roras lebih, margih ngajeng malu apang ten rémbat majalan ka Selat. Mirib jam empat piodalané sampun ngawitin. Kanggoang napi ja ada,” baosné Gusti Biang Siwi nanjénin tamiunné madaar. “Kanggoang léséhan apang linggahan.” Gusti Ayu Jeladi sampun sayaga makta
(Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Upacara Pangabénan Swasta Agni Nandang Mantri PANGABÉNAN Swasta Agni wantah pangabénan saderana antuk prabéa sané nénten akéh mawinan prasida dados dasar pikayunan krama sadurung ngamargiang upacara yadnya. Napi malih sakadi sané kauningn, makéh kramané mangkin ngamargiang upacara major-joran. Sajeroning ngamargiang upacara yadnya, kauningin wénten tetiga undagang pamargin upacara yadnya inucap, luiré: Utama, Madya, miwah Kanista. Soang-soang undagan inucap kapah malih dados tigang undagan mawinan dados Kanistaning Utama, Madyaning Utama, miwah Utamaning Utama. Sapunika salanturnyané kantos dados sia undagan. Parindikan pamargin upacara manut undagan ketah kamargiang manut pikayunan Sang Yajamana (penyelenggara upacara) nganutin Désa, Kala, Patra yadnya inucap kamargiang. Sané kategesin Désa wantah kahanan genah ngamargiang yadnya, minakadi pamargin yadnya ring désa sareng ring kota doh matiosan santukan sarana miwah panyangkepnyané matiosan. Sané kategesin Kala nénten tios wantah galah sané kaduénang kanggén nyayagayang piranti sané kabuatang. Sané kategesin pinaka Patra wantah wéntennyané prabéa kanggén ngamargiang upacara. Yadiastun upacara sané kamargiang wantah kanista, nénten maartos rasa bhakti krama nista pisan utawi kalintang nista ring undagan madya miwah utama. Sané mautama wantah kalascaryan Sang Yajamana ngamargiang upacara yadnya. Sajeroning Bhagawadgita Bab IX sloka ke26 kaunggahang sakadi puniki; Patram Pushpam Phalam Toyam, Yo Me Bhaktya Prayachchhati, Tad Aham Bhaktyupahritam, Asnami Prayatatmanah Artosnyané: Sira ugi sané ngaturang sembah bhakti antuk aturan abidang daun, akatih sekar, asiki woh-wohan, utawi akricikan toya, pacang katerima pinaka rasa bhakti saking sang sané lascarya mayadnya. Antuk punika, ajahan Wéda sampun ngajahin para krama ngamargiang upacara nganutin kasidan soang-soang krama, nénten mamaksa kantos ngadol bangket utawi ngadol warisan kanggén mayadnya. Mawali malih ring parindikan pangabénan sajeroning wentuk Upacara Swasta Agni wantah pangabénan undagan kanista. Dasar sastrannyané wantah Lontar Yama Purana Tattwa. Satios punika, sajeroning Paruman Sulinggih ring Campuhan, Ubud, wentuk pangabénan Swasta Agni puniki sampun kacumpuin. Pangabénan sajeroning wentuk puniki prasida kamargiang majeng watangan utawi sawa anyar (nénten mungkah/ngebét) santukan pangabénan puniki nénten ngawigunayang tetukon minakadi pisang jati, paguruyagan, gegutuk, miwah angenan pinaka niyasa pangawak sawa). Santukan nénten ngawigunayang tetukon, sawa inucap sané kaniyasayang pinaka tetukon. Antuk punika, pangabénan puniki rumasuk ring pahan sawa pretéka, boya asti wedana. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Pon, 30 Oktober 2016
Saté Tungguh, Niyasa Jagat miwah Déwata Nawa Sanga SAJERONING upacara agama sané kamargiang olih umat Hindu Bali ketah makanten saté sané kasusun rapi tur madué teges soang-soang. Lumrahnyané makanten ri kala umat Hindu ngamargiang upacara sané tingkatannyané agung. Saté sané kasusun becik punika ketah kabaos pinaka Saté Tungguh utawi Saté Tegeh. Manut Ida Pedanda Gede P u tra Tembau, saté tegeh pungkuran wentuknyané molihang variasi yéning tingkat upacarannyané agung sinunggil wentuknyané wénten sané marupa padmasana. Santukan padmasana saking dasar kantos ka langit nyihnayang jagat, cihna kahuripan imbang gumanti ngwetuang angayubagia. Saté tungguh sané wentuknyané akadi punika lumrahnyané makanten sajeroning upacara yadnya umpaminnyané pacaruan agung utawi karya agung. Teges nganggén saté punika manut Ida Pedanda wantah dudonan saking bebanten sané katurang. “Yéning ngambil
tingkatan upacara agung ring upacara panca yadnya nganggén saté punika. Saté tungguh, tegeh kakarya olih tukang sané sampun mawinten santukan madaging pamlaspas,” baos Ida Pedanda saking Geria Gede Désa Aan Klungkung. Siosan punika manut Pamangku ring Pura Besakih, Gusti Mangku Jana, saté tegeh wantah saté sané kasusun rapi tur dagingnyané samian niyasa Déwata Nawa Sanga wénten taler daging jagat. “Saté tegeh niyasa Déwata Nawa Sanga, déwa sané malinggih ring sia penjuru mata angin. Saté kasusun rapi, nanging sané mautama wantah dagingnyané,” tegesdané. Sajabaning punika teges saté tungguh, manut Ida Pedanda Gede Rai Manuaba saking Gria Kawan Wanasari, Tabanan, yéning umat ngambil karya tingkatannyané agung saté tungguh wénten sané marupa padmasana samaliha wénten taler sakadi wadah ri kala ngabén. Sekancan wentuk saté nganutin pangider-ider Déwata Nawa Sanga. Napi
awinan wentuknyané nganutin padmasana, Ida Pedanda nyinahang, padmasana niyasa bhur, bwah, swah pralambang tingkatan jagat. Siosan punika, sané ngawinang saté kanggén ngwentuk saté tungguh, manut Ida Pedanda sesampun jagat puniki kakardi raris manusa ngolah daging alam gumanti sukerta. Sesampun kaolah patut katurang mawali majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa wawu katunas. “Katurang dumun pinaka cihna ngaturang suksmaning manah majeng sekancan asil gumi sané sampun kapica gumanti manusa prasida maurip,” baos Ida. Siosan punika Ida Pedanda ngwewehin, aturan punika taler prasida kategesang pinaka puncak kalascaryan manusa ngaturang aturan majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané sampun mapaica kagemuhan miwah kasukertan. Sekancan aturan inucap kasusun rapi gumanti katon asri tur naut uratian antuk pangapti umat prasida nyemertiang teges sekancan sarana sané katurang. (yan)
BPM/was
SATÉ – Saté Tungguh pinaka niyasa jagat taler niyasa Déwata nawa sanga ketah kawigunayang ring Upacara yadnya sané tingkatannyané ageng.
Banten Sarad
Niyasa Daging Bhuwana Agung PINAKA umat Hindu, pastika sampun uning indik kawéntenan banten sarad sané kakaryanin ri kala ngelar upacara yadnya sajeroning tingkatan madya, bilihbilih yadnya tingkatan utama. Agengnyané yadnya sané kalaksanayang kasinahang antuk kawéntenan banten sarad puniki. Santukan asapunika, sarad pastika kagenahang ring ajeng genah ngamargiang yadnya utawi upacara. Ngeninin indik teges sarad puniki, prasida kaselehin ring makudang-kudangang aspek minakadi aspek artos, seni, miwah aspek esensi filosofis-nyané. Ring sajeroning aspek artos, kruna sarad maartos “sarat”, santukan sarad punika ngicénin gambaran indik makasami daging Bhuwana
Agung. Punika taler sané ngawinang daging Bhuwana Agung kasinahang majalaran kawéntenan sanganan sarad puniki. Sajeroning sanganan sarad sané kakaryanin, daging Bhuwana Agung nénten kasinahang pateh sakadi kasujatiannyané, nanging kasinahang masaih sakadi punika antuk dasar seni tur ngawigunayang sanganan (tepung beras). Sané kasinahang ring sajeroing sanganan sarad inggih punika sadaging Bhuwana Agung mawit ring sor, tengah, miwah ba duur (bhur, bwah, miwah swah loka). Ring Bhur Loka umpaminipun, kasinahang antuk gambaran toya saha beburon sané urip irika, salanturnyané buron
BPM/uma
SARAD – Banten sarad sané katur sajeroning upacara yadnya kabaosang pinaka niyasa nyinahang daging gumi sané nénten dados kasurud.
sané urip ring daratan, tetaruan sakadi ancak, bingin, pulé, miwah sané lianan. Nglantur antuk jejeleg manusa sané kasinahang antuk wetuk “cili” (lanang-istri), salanturnyané buron sané prasida ngindang sakadi paksi. Taler ring Swah Loka kasinahang antuk gambaran marupa para déwa miwah widyadara-widyadari ring sajeroning wentuk sarad inucap. Maosang indik teges sarad, manut Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara Unhi, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., banten sarad wantah sinalih tunggil sarana upakara tingkatan ngenteg linggih, yéning upacaranyané alitan kawastanin banten pragembal. Wujud upakara punika madué sifat sattwam (positif) sané kagenahang masanding ring genah saté tungguh, sané nyinahang unsur negatif miwah positif setata madampingan sajeroning kahuripané puniki. “Santukan madué sifat sattwam positif), sapatutnyané lakar sané kawigunayang taler madué sifat asapunika, minakadi beras sané kadadosang tepung antuk makudang-kudang warna. Tepung sané sampun kaolah punika kawentuk manados wentuk beburon, tetaruan, manusa (cili), widyadara-widyadari, miwah sané lianan nyihnayang sadaging gumi (Bhuwana Agung). Wentuk jangkepnyané pacang marupa gunung. Gunung pinaka niasa kasucian, taler pusat orientasi karahayuan (kemakmuran). Makasami daging gunung kasinahang sajeroning pragembal, pinaka simbol Bhuwana Agung. Kawewehin malih antuk wentukwentuk senjata Déwata Nawa Sanga kanggén nyaihang senjata saté tungguh,” baosnyané. Cutetnyané, sarad inggih punika gambaran sané nyihnayang sadaging Bhuwana Agung. Yéning kapaiketang ring aspek seni, napimalih seni pawayangan, sarad punika lumrah kabaos kayonan “gunung”. Punika taler sané ngawinang yéning wentuk sarad sakadi wentuk gunung. Sajeroning ngaturang banten sarad taler kapitegesin pinaka “mapanauran rna”. “Mapanauran rna” inggih punika kaélingan pik-
ayunan iraga yéning napi kémanten sané sampun kaambil ring Bhuwana Agung puniki pastika pacang kawaliang malih antuk ngaturang bebantenan sakadi banten sarad majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kaélingan ngaturang malih napi sané sampun kapolihang, kabaosang pinaka refleksi saking ajahan yadnya tingkat utama. Sakadi sané kaunggahang ring sajeroning Bhagawadgita
III. 13, umat kaajahin mangda memberi sebelum menikmati. Minab, ajahan puniki kadadosang dasar sané ngawinang banten sarad nénten dados kasurud utawi kalungsur. Tegesnyané, ri sampuné banten sarad katurang, wusan ngamargiang karya utawi upacara sampun kasineb, ketah banten sarad punika kagingsirang ka genah lianan nanging nénten kasurud. (uma)
Satua
Olih : Madé Taro
Balian Sandi RAUH ring pondokné, Balian Sandi nyeritin pianaknyané. “Tantra, pianak Bapa! Saja Cening pastika kuciwa ningehang pakrimik kramané. Sakéwala eda ento sanget kenehanga. Sujatiné lontaré ento mautama pesan.” “Kadén Bapa tusing ngidaang mamaca lontaré ento, Pa?” “Saja, mula kéweh pesan mamaca lontaré ento, sakéwala isiné suba tawang Bapa. Lontaré ento dagingné indik ilmu ané madurgama tur pingit pesan.” “Ilmu apa ento,Pa?” I Tantra patitakon. “Ngidupang sarwa maurip ané suba mati,” pasaur bapanné sumeken. “Kénkén ja carané, lontaré ento apang bakatang Bapa, apang tawang Bapa makejang isiné.” Wenginé punika Balian Sandi sareng pianaknyané nuju ka goané ngambil lontar inucap. Aget nénten wénten sané manggihin Ipun. Nyabran raina kantos bulanan, Balian Sandi ngwacén lontaré punika. Ilmuné sayan maweweh tur kasaktiané tan patanding. Krama désané sayan ngakéhang sané rauh nunas tamba ka pondokipuné. Manut kramané, Balian Sandi wantah balian sané sidhi, asing-asing krama sané nunas tamba irika samian seger, waras jatining mula. Risedek dina anu, putran dané Kelihan Banjar (sang sané kasinggihang ring adat) marebat. Baongnyané kanin sanget pisan sangkaning keni arit. Sangkaning rahnyané nrébés mili, dané ngemasin padem. Nanging, sangkaning pitulungan saking Balian Sandi, putran dané Kelihan Banjar mawali maurip. Krama sané ngaton rumasa angob, utamané dané Kelihan Banjaré. Mawit parindikané punika, Balian Sandi nénten wantah kasub ring Dénbukit kémanten, nanging kantos ka dura désa. Sangkaning kasidhian Balian Sandi, Balian Sadia nénten malih kasub sakadi dumun. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9
MINGGU PON, 30 OKTOBER 2016
Milan Vs Pescara
HAL 10
Niat Kembali ke Jalur Kemenangan
Rooney: Saya akan Kembali ke Tim Utama Manchester – Wayne Rooney rela menjalani cobaan yang menimpanya di Old Trafford. Wazza tidak mengeluh meski terlempar dari tim inti Manchester United (MU). Dia hanya akan berusaha merebut kembali tempatnya. Sejak hadirnya pelatih Jose Mourinho, penyerang berusia 31 tahun itu tidak lagi untouchable. Musim ini Rooney mulai jarang tampil penuh. Dia sempat masuk starting line up pada lima laga awal Liga Primer. Tapi pada dua partai terakhirnya dia beralih jadi cadangan. Rooney cuma merumput tujuh menit kala Setan Merah menggilas Leicester City 4-1. Lalu tampil 23 menit waktu MU ditahan Stoke City 1-1. Saat memukul Zorya 1-0 di Liga Europa, mantan penyerang Everton itu juga baru turun di menit ke-67 menggantikan Jesse Lingard. Ini membuat masa depan Rooney diperdebatkan. Nyatanya dia mulai dikaitkan dengan sejumlah klub, di mana salah satu tawaran datang dari China. Uniknya, Rooney tidak merasa kariernya dalam bahaya. Dia justru menerima keputusan Mourinho men-
Teka Teki Rooney
coretnya dari tim inti. “Dengar, saya menjalani partai yang tidak menyenangkan melawan Watford. Saya bermain buruk. Saya tahu itu, dan saya mengerti. Saya rasa, jika Jose Mourinho memilih pemain yang tepat setelah itu, saya mengerti mengapa tidak masuk tim inti,” kata Rooney, Sabtu (29/10) kemarin. Meski demikian, Rooney tidak menilai kariernya bersama The Red Devil sudah tamat. Dia merasa masih punya kesempatan untuk merebut kembali tempatnya. Itu karena Mourinho masih menaruh ekspektasi tinggi padanya. Rooney mengaku kalau Mourinho memintanya kembali ke Manchester sebagai pemain berbeda setelah menemani timnas Inggris. Itu bisa diartikan sebagai peluang untuk masuk lagi ke tim inti. “Tentu saja. Saya sudah melakukan itu sepanjang karier. Tapi kami harus bekerja sebagai tim dan berusaha menang. Jika saya harus dicadangkan, biarkan terjadi. Tapi saya akan berjuang untuk kembali ke tempat semestinya,” tutup Rooney. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Manchester –
Masa depan Wayne Rooney di Old Trafford menjadi teka teki. Sang kapten sangat jarang diturunkan musim ini. Namun manajer Manchester United menegaskan bahwa Rooney tidak akan meninggalkan MU dalam waktu dekat ini. Rooney saat ini sudah tidak masuk tim utama dan lebih sering menghabiskan waktunya di bangku cadangan. Hal tersebut membuatnya dikabarkan akan segera meninggalkan klub dalam waktu dekat. Inter Milan dilaporkan menjadi salah satu peminatnya dan manajer Everton Ronald Koeman siap menerima dengan tangan terbuka apabila Rooney kembali ke mantan klubnya itu. Namun Mourinho bersikeras bahwa Rooney tidak akan diizinkan meninggalkan klub di masa mendatang. “Anda bisa menulis dan mengatakan apa yang Anda inginkan tentang Wayne, tapi itu tidak benar,” kata Mourinho, Sabtu (29/10) kemarin “Saya tahu dia tipe pemain yang saya butuhkan, dan saya tahu dia bisa bermain di level atas. Saya tidak bisa membuat latihan mental seperti ini dan mengatakan apa yang akan terjadi di usia 32, 33, 34 atau 35. Apa yang bisa saya katakan adalah dia adalah pemain yang sangat bagus, pemain yang sangat penting bagi kami. Dia tidak akan ke mana-mana,” imbuhnya. Mourinho menegaskan bahwa dirinya tidak punya masalah dengan Rooney. Masa depan Rooney memang menjadi pertanyaan besar setelah tidak menjadi pilihan utama Mourinho belakangan ini. Sang pelatih mengaku dibangkucadangkannya Rooney murni karena strategi. Keputusan Jose Mourinho tersebut sempat mengejutkan publik Old Trafford, bahkan para pencinta sepak bola Liga Inggris. Pasalnya, sejak menjalani karier di Everton, Rooney baru pertama disingkirkan dari skuat utama. Tidak dapat disangkal bahwa keputusan Mourinho ini memicu rasa tidak puas dari Rooney dan bahkan mungkin tidak senang dengan pelatih United tersebut. Mourinho juga menyadari bahwa keputusannya tersebut membuat Rooney tidak senang. Dalam wawancara ekslusif dengan ESPN, Mourinho mengakui bahwa kapten timnya tidak
senang bila ia dicadangkan. “Dia tidak senang karena dalam pertandingan terakhir ia berada di bangku cadangan, tapi saya pikir dia bahkan tidak bahagia ketika dia tidak berada di bangku cadangan karena ia cedera dan harus tinggal di tribun. Tidak ada masalah sama sekali,” kata Mourinho. Meskipun menyadari bahwa keputusannya tidak menyenangkan Rooney, Mourinho tetap mengakui bahwa Rooney adalah kapten tim. “Dia kapten saya. Dia adalah kapten tim. Dalam karier saya, saya hanya mempunyai beberapa pemain yang ingin menyembunyikan perasaan ketika ada hal-hal yang lebih panas,” tambahnya. “Selain itu, setiap pemain ingin bermain dan saya tidak tahu pemain yang bahagia ketika mereka tidak bermain. Apabila mereka selalu bahagia ketika mereka tidak bermain, terima kasih untuk itu karena itu adalah persis seperti yang saya inginkan,” kata Mourinho lagi. Patut Ditunggu bagaimana kelanjutan nasib Wazza di MU. (kmb33/rtr)
Biodata Wayne Rooney Nama lengkap Juluka Tanggal lahir Tempat lahir Kebangsaan Tinggi Posisi Klub Karier Klub Tim Nasional : 2000-2001 2001-2002 2002-2003 2003–…
: Wayne Mark Rooney : Wazza, Shrek : 24 Oktober 1985 : Croxteth, Liverpool, Inggris : Inggris : 178 cm : Penyerang, Gelandang Serang : Manchester United : 2002–2004 Everton 2004–… Manchester United Inggris U-15 Inggris U-17 Inggris U-19 Inggris
Prestasi Tim : Premier League 5x (2006-07, 2007-08, 2008-09, 2010-11, 2012-13) League Cup 2x (2005-06, 2009-10) Community Shield 3x (2007, 2010, 2011) UEFA Champions League 1x (2007-08) FIFA Club World Cup 1x (2008) Prestasi Individu : PFA Players’ Player of The Year (2009-10) PFA Young Player of The Year (2004-05, 2005-06) PFA Fans’ Player of The Year (2005-06, 2009-10) FWA Footballer of The Year (2009-10) Goal of The Season (2004-05, 2006-07, 2010-11) Bravo Award (2003) FIFPro World Young Player of The Year (2004-05) Barclays Player of The Year (2009-10) FIFA Club World Cup Golden Ball (2008) England Player of The Year (2008, 2009) Best Goal of 20 Years Premier League
BPM/ap
CADANGAN - Wayne Rooney (kiri) dan Ashley Cole tengah berbincang di bangku cadangan Mancherter United.
Alasan MU Harus Depak Rooney Manchester – Karier Wayne Rooney bersama Manchester United (MU) di ujung tanduk. Pasalnya, performa pemain berusia 31 tahun itu terus menurun belakangan ini. Dari 12 laga di semua kompetisi dia baru mencetak satu gol. Tak heran kesabaran Mou pada Rooney pun mulai luntur. Harian olahraga setempat, The Sun bahkan sudah merilis 5 alasan mengapa MU harus mendepak Rooney, Sabtu (29/10) kemarin. Berikut 5 alasan MU harus mendepak Rooney seperti dilansir The Sun: 1. Masa Emasnya Sudah Lewat Tidak dapat dipungkiri, Rooney sudah melewati masa emasnya. Ketajaman striker berusia 31 tahun itu tidak seperti empat atau lima tahun lalu. Perubahan posisi menjadi gelandang juga tidak cukup membuat Rooney kembali ke puncak performa. Ia justru sering dicadangkan karena kalah bersaing dengan pemain lain. Selain itu Rooney juga sering mengalami cedera belakangan ini. Sehingga semakin membuatnya kesulitan merebut jatah tempat di tim utama. 2. Gaji Rooney Terlampau Besar Saat ini kontrak Rooney masih tersisa tiga tahun. Gajinya pun sangat fantastis, yakni mencapai 250 ribu pounds per pekan. Artinya MU harus membayar Rooney sebesar 37 juta pounds saat kontraknya habis nanti. Tentu jumlah ini cukup besar, apalagi jika MU gagal lolos ke kompetisi Eropa lagi. Menjual Rooney juga sebenarnya tidak merugikan bagi MU. Pasalnya, kostum dengan nama Rooney di belakang saat ini
kalah laku ketimbang Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic, David de Gea, Anthony Martial, dan Marcus Rashford. 3. Isu Sensitif bagi Mourinho Rooney menjadi salah satu idola bagi fans MU. Fakta itu justru bisa membuat suasana ruang ganti memanas. Jika MU terus meraih hasil buruk bukan tak mungkin Mou akan mencari kambing hitam. Dan sasaran terbaik saat ini adalah Rooney. Tetapi jika MU meraih hasil bagus dan Rooney tetap menjadi cadangan, maka Mourinho juga tetap disorot. Fans pasti kecewa karena Rooney yang berstatus kapten hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Jadi mendepak Rooney adalah solusi terbaik bagi Mourinho. 4. Tidak Sesuai Skema Mou Mourinho punya skema favorit, yakni 4-23-1. Dia kerap memasang Rooney sebagai penyerang sayap ketimbang posisi nomor 10. Sayangnya Rooney terlalu lamban untuk bermain di Liga Inggris saat ini. Ia kerap terlambat turun saat tim lawan melakukan serangan. Dan tipikal pemain seperti ini sangat dibenci Mou. Buktinya ia pernah mendepak Juan Mata dengan alasan yang sama saat di Chelsea. 5. Mengembalikan Status Legenda Rooney adalah legenda sepak bola untuk klub maupun negaranya. Namun status itu seolah-olah tenggelam bersamaan dengan performanya yang menurun. Pindah dari MU bisa menjadi solusi untuk mengembalikan kelegendaannya. Terlebih tidak sedikit klub yang berminat pada eks. Everton tersebut.
10
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
Milan Vs Pescara
Niat Kembali ke Jalur Kemenangan Milan -
Dovi Raih ”Pole” Selangor – Gelaran MotoGP 2016 seri 17 yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, benar-benar menghadirkan wajah-wajah baru dalam urusan pembalap tercepat. Setelah Marc Marquez berkuasa di free practice empat (FP4), kali ini giliran Andrea Dovizioso dari Ducati yang sukses merebut pole position GP Malaysia. Pembalap asal Italia itu berhasil meraih pole position setelah sukses mencatatkan waktu tebaik yakni 2 menit 11,485 detik di sesi kualifikasi, Sabtu (29/10) kemarin. Sementara itu dua tempat selanjutnya ditempati oleh duo Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Dovi mengatakan dirinya memilih komponen ban keras untuk sesi kualifikasi dan hal itu membuahkan hasil yang manis. “Kami melakukan perubahan strategi dan setelah pit stop, saya ingin meningkatkan catatan waktu saya dengan menggunakan ban keras basah, jadi saya benar-benar senang dengan kecepatan kami,” ujar Dovizioso. “Strategi saya tadinya adalah terus melaju dan tampil di kualifikasi dengan ban lunak, dan saya tahu semua rider lain menggunakan ban keras sehingga saya sempat berpikir sudah membuat keputusan keliru. Tapi kemudian saya memutuskan masuk garasi sedikit lebih telat dan kemudian saya cuma bisa membuat sejumlah putaran cepat dengan ban keras, tapi yang kedua cukup bagus untuk berbuah pole,” imbuhnya “Di kondisi kering ban tidak terlalu bagus, tapi kondisi untuk akhir pekan ini sudah berjalan aneh. Sehingga saya harap bisa berusaha mendapatkan rasa lebih enak lagi dalam pemanasan. Semua ingin membalap dalam kondisi kering, tapi kami kompetitif di kondisi basah,” kata pembalap Italia tersebut. Rossi yang sempat tercecer di urutan delapan saat FP4, berhasil memperbaiki catatan waktunya saat di kualifikasi. Rider berjuluk The Doctor itu berhasil meraih waktu 2 menit 11,731 detik yang sekaligus menempatkannya di posisi dua untuk balapan besok. Rekan setim Rossi, yakni Lorenzo juga kembali tampil impresif di Sepang. Kali ini ia kembali masuk urutan tiga besar berkat catatan waktu 2 menit 11,787 detik. Sementara itu Marc Marquez yang menguasai FP4 hanya mampu menempati posisi empat saat kualifiksai. Pembalap asal Spanyol itu justru mengalami kenduran waktu dari 2 11,713 menjadi 2 menit 11,874 detik. (kmb33/ap)
AC Milan akan menjamu tim papan bawah Pescara di San Siro pada giornata 11 Serie A 2016/2017, malam nanti. Ini adalah kesempatan emas bagi anakanak asuh Vincenzo Montella untuk kembali ke jalur kemenangan, sekaligus mengembalikan senyuman yang sempat hilang dari wajah mereka. Tengah pekan kemarin Milan tumbang 0-3 di markas Genoa. Itu adalah sebuah antiklimaks bagi Milan yang sebelumnya berturut-turut mengalahkan Sassuolo, Chievo dan sang juara bertahan Juventus. “Tak ada senyuman malam ini,” kata gelandang Giacomo Bonaventura setelah timnya bertekuk lutut di Luigi Ferraris. Kekalahan itu membuat mereka digusur Napoli dari peringkat tiga klasemen sementara. Di sebuah kompetisi yang panjang, kekalahan adalah sesuatu yang wajar. Bagi Milan yang paling penting adalah menjadikan kekalahan tersebut sebuah pelajaran untuk tampil lebih baik lagi di masa mendatang. Intinya Milan perlu segera bangun dan kembali berlari kencang dengan spirit seperti ketika meraih tiga kemenangan beruntun sebelumnya. “Ini hanya sebuah lubang di jalan yang kami lalui. Halhal semacam ini wajar terjadi. Ada kalanya sebuah kekalahan bisa membantu Anda meraih lebih dari sekadar kemenangan,” ujar Montella, Sabtu (29/10) kemarin. Montella ingin pasukannya segera bangkit dan memulihkan kepercayaan diri mereka. Kepercayaan diri itulah salah satu faktor yang akan sangat mereka butuhkan untuk menghadapi Pescara. Pescara yang saat ini dilatih mantan pemain Milan, Massimo Oddo memang se-
dang terpuruk. Pescara tak pernah menang dalam delapan laga terakhirnya di Serie A (S3 K5), yang membuat mereka kini berada hanya satu tingkat di atas zona merah. Selain itu, sepanjang sejarah partisipasinya di Serie A, Pescara juga selalu kalah setiap kali tandang ke markas Milan. Rekor mereka adalah enam kekalahan dalam enam lawatan dengan mencetak tiga gol dan 21 kali kebobo-
lan. Pescara sangat berpotensi jadi mangsa Milan. Menghadapi Milan, Oddo dipastikan bakal menurunkan para pemain terbaiknya dalam laga nanti. Dengan skema pohon natal, yaitu 4-3-2-1 andalannya. Oddo diyakini bakal menjadikan Manaj sebagai striker tunggal dalam laga nanti. Manaj bakal disokong oleh Benali dan Cprari di belakangnya. Sementara Aquilani bakal menjadi Jenderal lapangan
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Milan (4-3-3) : Donnarumma; Abate, Gomez, Romagnoli, De Sciglio; Kucka, Locatelli, Bonaventura; Suso, Bacca, Niang. Pescara (4-3-2-1): Bizzarri; Zampano, Coda, Fornasier, Biraghi; Memushaj, Brugman, Aquilani; Benali, Caprari; Manaj. HEAD TO HEAD (6 PERTEMUAN TERAKHIR) 2012/13 Pescara 0-4 Milan (Serie A) 2012/13 Milan 4-1 Pescara (Serie A) 1992/93 Milan 4-0 Pescara (Serie A) 1992/93 Pescara 4-5 Milan (Serie A) 1988/89 Milan 6-1 Pescara (Serie A) 1988/89 Pescara 1-3 Milan (Serie A). 5 PERTANDINGAN TERAKHIR MILAN 26-09-2016 Fiorentina 0-0 Milan 02-10-2016 Milan 4-3 Sassuolo 17-10-2016 Chievo 1-3 Milan 23-10-2016 Milan 1-0 Juventus 26-10-2016 Genoa 3-0 Milan
(Serie A) (Serie A) (Serie A) (Serie A) (Serie A).
5 PERTANDINGAN TERAKHIR PESCARA 25-09-2016 Genoa 1-1 Pescara 01-10-2016 Pescara 0-2 Chievo 15-10-2016 Pescara 1-1 Sampdoria 23-10-2016 Udinese 3-1 Pescara 27-10-2016 Pescara 0-1 Atalanta
(Serie A) (Serie A) (Serie A) (Serie A) (Serie A).
Carlos Bacca tengah AC Milan. Sedangkan Coda dan Fornasier bakal menjadi tembok kokoh di lini pertahanan Pescara untuk menghalau segala macam ancaman yang akan dihadirkan para pemain Milan. Milan jelas jauh lebih diunggulkan untuk menang.
BPM/rtr
Namun Milan harus ingat bahwa mereka perlu segera melupakan kekecewaan usai kalah dari Genoa. Milan harus kembali percaya diri agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Dengan begitu, mereka takkan terjatuh lagi di lubang yang sama. (kmb33/rtr)
Berikut Hasil Lengkap Kualifikasi GP Malaysia:
Warriors Bangkit
1. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 2m 11.485s [Lap 6/6] 295km/h (Top Speed) 2. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 2m 11.731s +0.246s [7/7] 297km/h 3. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 2m 11.787s +0.302s [5/7] 303km/h 4. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 2m 11.874s +0.389s [3/7] 303km/h 5. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 2m 12.558s +1.073s [7/7] 304km/h 6. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 2m 12.598s +1.113s [7/7] 282km/h 7. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 12.869s +1.384s [4/5] 303km/h 8. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 12.981s +1.496s [4/7] 296km/h 9. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 13.325s +1.840s [7/7] 294km/h 10. Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 2m 13.452s +1.967s [5/6] 295km/h
Marquez: Saya Sehat Selangor Rider Repsol Honda Marc Marquez mengaku kondisinya sudah membaik dan menargetkan podium dari posisi start empat MotoGP Malaysia 2016. Marquez sempat absen dalam sesi latihan kedua di hari Jumat (28/10) kemarin, akibat gastroenteritis. Tapi kampiun MotoGP 2016, sekaligus juara dunia tiga kali kelas primer itu sudah bisa kembali beraksi hari Sabtu (29/10) kemarin. Pada prosesnya Marquez berhasil mencatatkan waktu keempat terbaik dalam sesi kualifikasi yang berlangsung di lintasan basah usai guyuran hujan dengan terpaut 0,389 detik dari Andrea Dovizioso yang meraih pole. “Ini adalah hari yang sulit, tapi pertama-tama saya sudah merasa lebih baik dibandingkan kemarin dan itu yang terpenting buat saya,” kata
Marc Marquez
Marquez. “Tentu saja secara fisik saya tidak 100 persen, tapi sudah lebih baik. Saat ini saya minum banyak air, hari ini sudah empat liter dan besok dokter akan bilang saya semakin membaik,” tuturnya. Setelah membahas kondisi tubuhnya, Marquez kemudian menyoal tentang lajunya pada balapan hari ini. Ia menyebut podium sebagai target memungkinkan dari posisi start empat. “Saya amat tangguh pada satu putaran, tapi kami mesti memahami bagaimana ritme bannya untuk balapan. Sepertinya tak ada yang tahu. Kami juga harus mengecek bagaimana suhunya saat balapan,” ucapnya. “Kami bisa bersaing untuk podium; tapi saya tidak tahu apa bisa mengejar kemenangan. Saya akan berusaha. Memulai dari posisi empat bukanlah bencana,” tutup Marquez. (kmb33/rtr)
BPM/ap
Kevin Durant
BPM/rtr
New Orleans Golden State Warriors bangkit dari kekalahan di partai pembuka musim reguler dan meraih kemenangan pertamanya usai menundukkan New Orleans Pelicans. Warriors mencatatkan kemenangan 122-114 dalam lawatan ke markas Pelicans di Smoothie King Center, Sabtu (29/10) kemarin. Itu menjadi kemenangan perdana Warriors, runner-up final NBA musim lalu setelah membuka musim ini dengan kekalahan ketika menjamu San Antonio Spurs. Di kubu Warriors Kevin Durant tampil menonjol dengan 30 poin, 17 rebound dan enam assist yang ia buat. Stephen Curry dan Klay Thompson yang kurang impresif saat melawan Spurs juga kembali menemukan irama permainan. Thompson mencetak 28 poin sedang Curry membukukan 23 poin. Anthony Davis sebenarnya tampil prima buat Pelicans, diantaranya dengan kontribusi 45 poin dan 17 rebound walaupun itu tidak cukup untuk membuat timnya meraih kemenangan. Warriors sudah
tampil dominan sejak kuarter pertama bergulir. Durant bahkan sudah mencetak 10 poin ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Selisih mencolok pun tak terhindari di kuarter pertama saat Warriors unggul double digit poin atas Pelicans dengan 32-22. Pada kuarter kedua pemain-pemain Warriors masih tanpa henti menyerbu lini pertahanan Pelicans. Curry dan Thompson saling bergantian melakukan tembakan tiga angka. Pelicans mampu bertahan berkat permainan cemerlang Davis, tapi kerja keras itu masih belum mampu memangkas selisih poin karena Warriors menutup kuarter kedua dengan skor 59-50.
Pada kuarter ketiga dan keempat selisih poin sama sekali tak mengecil. Trio lini serang Warriors, yaitu Durant, Curry, dan Thompson membuktikan patut ditakuti musim ini. Sebuah dunk dari Durant menyudahi pertandingan dengan skor akhir 122114 untuk kemenangan Di pertandingan lain juara NBA musim lalu, Cleveland Cavaliers meraih kemenangan nomor dua dari dua pertandingan sejauh ini usai menundukkan Toronto Raptors 94-91. Charlotte Hornets melakukan hal serupa dengan kemenangan 97-91 atas Miami Heat. Oklahoma City Thunder pun masih mengakrabi kemenangan usai mengalahkan Phoenix Suns 113-110 lewat overtime. (kmb33/rtr)
Hasil NBA Hari Ini Cleveland BROOKLYN DETROIT OKLAHOMA CITY Charlotte Houston UTAH Golden State
94 103 108 113 97 106 96 122
TORONTO Indiana Orlando Phoenix MIAMI DALLAS LA Lakers NEW ORLEANS
Arsenal Kandaskan Sunderland
Sunderland – Arsenal kini betengger di puncak klasemen Premier League. Hasil itu didapat The Gunners setelah mereka mengandaskan Sunderland dengan skor 4-1. Bermain di Stadium of Lights, Sabtu (29/10) kemarin Arsenal bermain menyerang sejak awal. Arsenal langsung berusaha menekan dengan Alexis Sanchez memburu sebuah backpass ke arah kiper Sunderland Jordan Pickford. Ketika Pickford menendang bola, Alexis Sanchez pun berusaha menghadang. Bola kena tangannya (handball) dan tendangan bebas buat Sunderland. Usaha Alex Oxlade-Chamberlain menyundul bola hasil umpan silang di menit ke-4 masih digagalkan John O’Shea yang memenangi duel udara. Bola melambung keluar dengan Pickford juga masih berusaha mengamankan dengan melompat dan menepisnya. Sebuah peluang bagus buat Arsenal hadir di menit ke-13. Di tepi kotak penalti Alexis Sanchez melihat penetrasi Mesut Oezil di kanan dan ia
pun mengirim umpan terobosan. Oezil menguasai bola lalu menembak, tapi masih bisa diamankan Pickford. Tak lama kemudian Arsenal punya peluang lagi. Memanfaatkan garis pertahanan tinggi Sunderland, Alex Iwobi sukses mengejar sebuah umpan jauh. Namun sentuhan pertamanya dalam usaha menjauhkan bola dari Pickford kurang mulus. Arsenal akhirnya unggul di menit ke-19. Berawal dari umpan silang Oxlade-Chamberlain di sisi kanan, Alexis Sanchez menyambut dengan tandukan keras di depan gawang dan mengubah skor jadi 1-0. Lima menit berselang Sunderland berhasil menyamakan kedudukan melalui Jermaine Defoe yang membelokkan ke dalam gawang bola hasil tendangan Khazri. Namun wasit membatalkannya karena Defoe sudah berdiri dalam posisi offside. Sanchez nyaris menggandakan keunggulan The Gunners saat laga masuk menit 32. Tapi tendangan bebas yang dia lepaskan tak jauh dari kotak penalti masih melayang
tipis di atas sasaran. Peluang terakhir Arsenal di babak pertama datang melalui serangan balik cepat yang mereka bangun. Mesut Oezil mencoba melob bola saat berada di muka kotak penalti dan melihat kiper Pickford sudah mengadangnya. Tapi bola yang dicungkil Oezil dalam posisi satu lawan satu tersebut kurang tinggi sehingga Pickford masih bisa menangkapnya. Sunderland tampil lebih agresif di babak kedua, dengan beberapa serangan berhasil dikreasikan. Yang pertama terjadi di menit 48 ketika Ndong menusuk dari sayap kanan dan melepaskan umpan terukur ke tiang dekat, namun Defoe gagal menyambarnya. Sementara di kesempatan berikutnya striker senior itu tertangkap offiside saat melepaskan tendangan melenceng di dalam kotak penalti. Di sisi lain Arsenal masih bermain sabar dengan penguasaan bola dan sesekali melancarkan serangan balik cepat. Kans terbaik untuk menambah keunggulan didapat pada menit 58 saat Oe-
zil dan Oxlade-Chamberlain melakukan kerja sama satudua dan membuat OxladeChamberlain lolos untuk berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Tapi finishingnya buruk, bola yang disepak melenceng jauh. Penalti untuk Sunderland! Wasit menunjuk titik putih setelah Petr Cech melakukan pelanggaran pada Duncan Watmore. Pemain muda Sunderland itu sebelumnya memanfaatkan kesalahan Shkodran Mustafi yang menunggu bola terlalu lama. Maju sebagai eksekutor, tendangan Defoe gagal dihalau Cech. Skor kini 1-1. Tak lama setelah gol tersebut Wenger membuat pergantian di skuatnya. Dia memasukkan Olivier Giroun dan menarik Alex Iwobi. Kedatangan Giroud memberi efek instant untuk Arsenal, karena mereka kemudian berhasil mencetak tiga gol dalam kurun tujuh menit. Yang pertama dibuat Giroud dimenit 71. Lima menit berselang, tepatnya pada menit 76 Giroud kembali menjebol
91 94 82 110 (OT) 91 98 89 114
gawang The Black Cats. Kali ini dia melakukannya menggunakan kepala, meneruskan umpan tendangan sudut. Belum hilang kegembiraan pemain dan pendukung Arsenal, gol keempat tercipta melalui Sanchez. Dari jarak dekat Sanchez berhasil melepaskan diri dari kawalan Djilobodji untuk kemudian melepaskan tembakan yang gagal dihalau kiper Pickford. Skor 4-1 ini mengantar Arsenal naik ke puncak klasemen Premier League. Setelah 10 pertandingan terlalui skuat besutan Arsene Wenger mengumpulkan 23 poin hasil tujuh kemenangan, dua kali imbang dan sekali kalah. Namun Arsenal bisa kembali tergeser dari posisi tersebut karena beberapa pesaing utamanya masih belum bertanding. Manchester City dan Liverpool bisa merebut posisi teratas malam ini jika bisa meraih kemenangan besar atas lawan-lawanya. The Citizens akan bertamu ke West Bromwich Albion, sementara The Reds berhadapan dengan Crystal Palace. (kmb33/rtr)
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
Jacksen F Tiago
BPM/ist
Indra Sjafri
11
GELANGGANG
BPM/dok
Suporter ‘’North Side Boys’’
BURU - Pesepak bola Bali United Alsan Putra (kanan), memburu bola dengan lawannya Putu Gede Juni Antara dari Bhayangkara FC pada Torabika Soccer Championship 2016 di Stadion Wayan Dipta Gianyar, Bali, Sabtu (29/10) kemarin.
Tuntut Indra Sjafri Digantikan Jacksen F Tiago Gianyar (Bali Post)Kelompok suporter yang menamakan dirinya North Side Boys meminta manajemen Bali United supaya mencoret pelatih kepala sekaligus manajer tim Bali United tersebut. Permintaan itu dilontarkan, mengingat tim yang berjuluk Serdadu Tridatu tersebut kembali gagal meraih poin penuh di kandang sendiri. “Kami ingin pelatih Indra Sjafri dicoret. Itu karena tim Bali United belakangan ini selalu gagal meraih poin penuh di kandang. Kami selaku suporter malu tim selalu gagal mengamankan angka di kandang. Kalau tidak kalah ya seri. Teman-teman juga menginginkan hal yang sama, kalau Indra Sjafri didepak,” ucap perwakilan suporter North Side Boys Diki di pintu utama Stadion Dipta Gianyar, Sabtu (29/10) kemarin. Diki meminta manajemen mengganti Indra Sjafri dengan mantan pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago untuk menjadi pelatih di Bali United. “Kami ingin manajemen merekrut Jaksen F Tiago bisa menjadi pelatih di Bali United. Karena Jacksen sudah terbukti bersama Persipura Jayapura. Karena selama melatih di Persipura dia beberapa kali sempat membawa tim Mutiara Hitam meraih gelar juara Liga Super Indonesia,” tegas Diki. Sementara Indra Sjafri mengakui jika suporter ingin menuntut hasil maksimal dilapangan. Namun apa boleh buat, hasilnya tim kembali bermain seri. “Kami hanya mengucapkan terima kasih kepada suporter yang telah mendukung. Kami kembali gagal membawa tim meraih kemenangan di kandang. Kami tahu dengan segala konsekuensi yang ada. Kami pelatih sudah berjuang maksimal di lapangan. Tapi inilah hasilnya,” tegas pelatih asal Padang itu. Di bagian lain, saat dikonfirmasi kepada media officer Ngurah Wirya Darma, dia mengakui tidak tahu apakah manajemen berniat mengganti Indra Sjafri. “Saya sempat sepintas saja. Pastinya diganti atau tidak saya tidak tahu,” kilah Ngurah. Begitu juga Sekretaris Bali United, Michael Gerald. “Mohon maaf saya tidak tau apakah dia menggantikan Indra Sjafri nantinya. Coba silakan langsung kepada Pak Yabes saja ya. Maaf,” kata Michael Gerald. (kmb41)
BPM/ant
BU Ditahan Bhayangkara FC Gianyar (Bali Post)-
Sempat tertinggal dan kembali sempat unggul, akhirnya tuan rumah Bali United (BU) harus merelakan poin penuh di kandang kembali melayang usai ditahan tamunya, Bhayangkara FC dengan skor akhir 2-2, dalam lanjutan Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016, di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Sabtu (29/10) kemarin. Dengan hasil seri ini, untuk kesembilan kalinya Bali United gagal mengamankan poin penuh. Tim tuan rumah sempat dikejutkan dengan gol cepat Bhayangkara FC. Pertandingan belum genap berjalan semenit, tepatnya 20 detik tim tamu sudah mampu mencetak gol cepat lewat Ilham Udin Armain, melalu aksi solo run cepat dari sisi kanan pertahanan tuan rumah. Pasca menerima umpan dari Sulfiandi, Ilham Udin yang mempunyai speed tidak bisa dikejar pemain
belakang Bali United. Sepakan mendatarnya yang dilepaskan mantan pemain Timnas U-19 itu tak bisa ditepis kiper Muhammad Dicky Indiyana. Kecolongan di menit awal, Fadil Sausu, Gede Sukadana, Binter Wirahadi terus berupaya membangun serangan dari berbagai lini untuk menyamakan skor. Terbukti menit 22 tuan rumah akhirnya mampu menyakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sang kapten Fadil Sausu. Gol berawal dari tendangan bebas, akibat Binter
Wirahadi dilanggar oleh pemain Surabaya. Fadil yang mengambil tendangan bebas tersebut akhirnya sukses menjebol gawang Surabaya. Sepakannya tidak bisa diselamatkan kiper Bhayangkara FC Wahyu Tri Nugroho. Berselang empat menit, tepatnya menit 26 Bali United kembali mampu menciptakan gol kedua lewat Made Adi Binter Wirahadi. Berawal dari serangan balik cepat lewat Alsan Sanda yang sepakannya bisa ditepis Wahyu Tri. Namun
Mitra Devata Tundukkan PSIS All Star Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata sukses menundukkan PSS All Star dengan skor 4-0 dalam latih-tanding di Lapangan Diklat Terang Bangsa, Semarang, Sabtu (29/10) kemarin. Dalam laga yang dipimpin Wasit Dakman, keempat gol yang bersarang ke gawang PSIS All Star hasil bidikan Nyoman Rafik Armawan yang memborong tiga gol (hattrick), kemudian sebiji gol dilesakkan Edy Supriyono. Koordinator Purwanto Iman Santoso, menyatakan PSIS All Star diperkuat Restu Kartiko, Bambang Harsoyo, Achmad Muhariah, Firmandoyo Sukmono, Tugiyo, Alejandro Tobar, Mukid, Sam Pello, Prananda, Sugiono, Muchid, Basuki Setiabudi, serta Iwan. Purwanto mengakui PSIS All Star cukup solid dan menguasai bola dengan persentase 51 persen : 49 persen. Namun berbekal permainan yang cukup terorganisasi, ditopang umpan tik-tak dari kaki ke kaki Mitra Devata akhirnya mampu melancarkan serangan balik hingga menciptakan gol. PSIS All Star juga gencar menggempur pertahanan Mitra Devata, tetapi tendangannya masih membentur mistar gawang. Meskipun permainan cukup alot, tetapi Mitra Devata mampu mencukur PSIS All Star dengan skor 4-0. Mitra Devata kembali melakoni uji coba melawan tim wasit Asporv PSSI Jateng di Stadion Citarum, Minggu (30/10) ini.(022)
Indra Sjafri menjelasakan, pertandingan ini asuhannya tampil cukup baik. Akan tetapi banyak terjadi kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemain. Termasuk gol kedua dari Bhayangkara juga akibat kesalahan pemain. “Kedua gol dari Bhayangkara tersebut murni akibat pemain kurang fokus menjaga pergerakan lawan,” jelas Indra Sjafri. Pelatih Bhayangkara FC Ibnu Grahan menjelaskan, syukur target timnya untuk membawa poin bisa tercapai. Meski hanya satu poin, akan tetapi sudah sesuai target awal. “Jadi kita bersyukur pemain sudah main maksimal dan bisa membawa poin penuh. Karena kami bisa tetap tersenyum dan tidak malu atas hasil ini,” ungkap Ibnu Grahan. (kmb41)
Siswa SMP dan SMA Denpasar Ikuti Turnamen Biliar
Pusaka Cukur Putra Mambal Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Putra Angkasa Kapal (Pusaka) berhasil mencukur lawannya Putra Mambal dengan skor 3-0 dalam lanjutan turnamen Piala Bupati Badung I/2016, Grup D, di Stadion Mengwi, Sabtu (29/10) kemarin. Ketiga gol kemenangan tim polesan Kadek Loco Ediana hasil bidikan Darma, ketika pertandingan yang dipimpin wasit Bagiarta baru bergulir tujuh menit. Selanjutnya Andika Pramana mampu menggandakan keunggulan Pusaka menjadi 2-0 di menit ke-50, serta gol Nova membawa Pusaka menang 3-0 di menit ke-61. Sementara Mumbul FC unggul 1-0, atas lawannya Uluwatu Putra (Ultra) pada Grup A di Lapangan Samudra, Kuta. Gol semata wayang kemenangan Mumbul dilesakkan Gede Guruh Krismana di menit ke-70. Guruh yang menerima umpan silang bola lambung ditanduknya hingga memperdaya kiper Ultra Yoga Antara. Sampai wasit Wayan Mudita meniup peluit panjang, skor akhir Mumbul tetap unggul 1-0. Usai pertandingan, Manajer Tim Mumbul Made Suarma mengakui semestinya tim asuhan Nyoman Jono Wirawan bisa unggul lebih dari satu gol. ‘’Ini menjadi bahan evaluasi kami,’’ kata dia. Karena itu, dalam laga berikutnya pelatih mempertajam barisan penyerang. ‘’Kami ingin anak-anak bisa dipertajam lagi penyelesaian akhir (finishing)-nya,’’ tutur Suarma. Hasil lainnya, Bala Yudha menang 2-1 atas Personi Mengwitani di Lapangan Cok Tresna, Sobangan. Dua gol Bala Yudha yang menjebol gawang Bagus Yoga Pranata diborong Agus Setiawan di menit ke-52 dan 59. Sedangkan gol balasan Personi diciptakan kapten Eva. Personi berpeluang menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti kapten Eva. Sayangnya sontekan sang algojo Eva membentur mistar gawang Bala Yudha yang dikawal Jambe Sidanta. Penalti diberikan wasit Joniarta karena pemain Bala Yudha handball di petak keramat. (022)
bola rebound dari Wahyu dimanfaatkan Binter untuk dijadikan gol. Semenit berselang, tim yang berjuluk Serdadu Tridatu itu nyaris mencetak gol ketiga lewat Alsan Sanda. Akan tetapi sepakan keras yang dilepaskan Alsan masih membentur mistar atas dari gawang Wahyu Tri Nugroho. Hingga turun minum skor sementara 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Di paruh babak kedua kubu tuan rumah dan tim tamu bermain lebih terbuka. Tim tamu Bhayangkara FC akhirnya mampu menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit 83 lewat Lee Yoo Jun. Sepakan mendatar yang dilepaskan tak bisa diselamatkan Dicky. Pelatih kepala Bali United
BPM/022
SISWA - Seorang siswa mengikuti turnamen biliar Sumpah Pemuda Cup yang digelar Pengkot POBSI Denpasar di Obrigado Billiard, Sabtu (29/10) kemarin.
Cibulkova Melenggang ke Final Singapura,Dominika Cibulkova meneruskan debut impiannya di WTA Finals dengan kemenangan 1-6, 7-6(2), 6-4 atas Svetlana Kuznetsova untuk melaju ke final setelah mengatasi petenis Rusia pada pertarungan menegangkan pada Sabtu (29/10) kemarin. Petenis 27 tahun itu akan berhadapan dengan pemenang semifinal kedua antara petenis peringkat satu dunia Angelique Kerber dan juara bertahan Agnieszka Radwanska pada final yang berlangsung pada Minggu (30/10) ini. Pertandingan yang kelihatannya tidak akan dijangkau olehnya, setelah Kuznetsova memenangi set pertama. “Inilah pertama kalinya saya ada di sini dan ini merupakan salah satu impian saya yang menjadi kenyataan, begitu luar biasa,” kata petenis peringkat delapan dunia itu. “Pada set pertama ia menaklukkan saya, maka saya mampu mengubah beberapa hal dan memenanginya karena saya lebih agresif di lapangan,” tambahnya. Petenis Slovakia itu yang memenangi lima pertemuan terakhir mereka, menikmati awal yang bagus dan mengancam pada service game pertama Kuznetsova yang kemudian melaju ketika ia mematahkan serve sang lawan pada game ketiga. Kuznetsova kemudian menin-
gkat tekanan, memaksa Cibulkova bergerak ke seluruh penjuru lapangan dan memaksa lawannya melakukan berbagai kesalahan dan pengembalian di garis lapangan membuat petenis peringkat sembilan dunia itu mendapatkan straight break keduanya. Cibulkova tidak mampu mengatasi serve Kuznetsova, ketika petenis Rusia itu memaksimalkan semua pukulannya dan mematahkan serve lawannya, untuk ketiga kalinya secara beruntun ketika kesalahan saat melakukan forehand membuat dirinya memenangi set pertama dalam waktu 32 menit. Kuznetsova terus menekan dan menguji Cibulkova pada awal set kedua, namun petenis Slovakia itu mampu meningkatkan level intensitasnya untuk menghasilkan break pertamanya di pertandingan ini pada set kelima untuk unggul 3-2. Cibulkova mempertahankan agresifitasnya pada tiebreak, segera meraih keunggulan 6-2 ketika Kuznetsova kesulitan untuk mempertahankan kecepatan dan petenis Slovakia itu memaksa set ketiga dimainkan, ketika ia melepaskan pukulan backhand tanpa dapat dihalau sang lawan. (ant/rtr)
Denpasar (Bali Post)Tercatat 70 siswa SMP dan SMA se-Kota Denpasar mengikuti turnamen biliar Sumpah Pemuda Cup 2016, yang dihelat Pengkot POBSI Denpasar di Obrigado Billiard, Sabtu (29/10) kemarin. Ketua Panpel Putu Pasek Swastawa di sela-sela kejuaraan menjelaskan, awalnya pihaknya membatasi hanya 64 peserta. Kenyataannya para siswa terus berdatangan dan ingin mendaftar. ‘’Akhirnya kami batasi sampai dengan 70 peserta,’’ katanya. Dijelaskannya, animo siswa untuk kategori U-16 dan U-19 di Kota Denpasar untuk mengikuti kejuaraan bola sodok cukup tinggi. ‘’Kami gelar sampai dengan babak delapan besar, dan khusus babak delapan besar diadakan pada Minggu (30/10) ini,’’ jelas Pasek Swastawa.
Menurut dia, pihaknya berniat menjaring pebiliar berbakat da bertalenta, khusus mereka yang tembus sampai dengan delapan besar. Selain itu pihaknya juga memantau peserta yang memang memiliki bakat. ‘’Kami akan arahkan mereka berlatih biliar sebagai olahraga prestasi. Tentunya kami berkoordinasi dengan para orangtua mereka,’’ ucapnya. Tim pelatih yang disiapkan seperti Pasek Swastawa, Muzaini, dan Imanuel. Selain itu, Denpasar sengaja menjaring atlet sejak dini, bertujuan menyiapkan kejurnas biliar kelompok umur. ‘’Selama ini Bali senantiasa absen pada Kejurnas kelompok umur. Mereka kami proyeksikan mewakili Bali,’’ tutur Sekum Pengkot POBSI Kota Denpasar. (022)
Persilu Juara III Divisi Utama Liga Perst Tabanan (Bali Post)Kesebelasan Persilu Luwus keluar sebagai juara III Divisi Utama Liga Perst 2016, pasca menaklukkan lawannya Putra Buana, dengan skor 9-2, di Stadion Debes, Tabanan, Sabtu (29/10) kemarin. Kesembilan gol kemenangan Persilu yang menjebol gawang Yuda Pradana, diborong Galih Angkasa tiga gol (hattrick) di menit ke-18, 60, dan 81. Selanjutnya, gol Agus menit ke-9, Hendru menit ke-31, Sunaya menit ke-36, Melka menit ke-40, Wiradarma menit ke-67, serta Mang Ary menit ke-72. Sementara dua gol balasan Putra Buana yang menggetarkan jala Merta, dicetak Agus candra menit ke-11, dan Surya menit ke-90. Wasit Deni Yurianto dipercaya memimpin laga perebutan juara III ini. (022)
12
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
Sastra
Redité Pon, 30 Oktober 2016
I Kaki Dengkil
Ngecuk I KAKI Dengkil ngurut-urut basangné bentang sawiréh kawaregan wawu usan nunas nasi goréng. Inggih, nika kamanten ajengané sané prasida daara antuk Ipun. Capcay, puyunghay, babi kécap, ayam goréng, sané adola antuk pisagané saking Tepisiring nénten pisan prasida antuka naar. Sapunapiang raris, biasa keni sambel bawang, pésan tlengis, gerang, tur uyah lengis, raris nikain nunas olahan sapunika, sinah nénten manut kakecapé. Basang I Kaki Dengkilé bentang santukan akéhan nunas. Wantah kababas ring Kuthanegara, dija ja Ipun numbas ajengan, jabat ring Kreneng, Ubung, Pasar Agung, Sidakarya sané tumbasina pastika saking Tepisiring. Punika awanan Ipun setata adolina mudahan tur kaicén akéhan. Awanan mangkin kantos bentang basangné akéhan nunas. Sanunggil numbas ajengan ring Kuthanegara, I Kaki Dengkil setata marasa ring Tepisiring. Santukan makéhé panggihina sané madolan saking désané, naler désa pisagané. Ring pasar, dija ja ring Kuthanegara makéhan saking Tepisiring. Wénten sané maosang sampun saking riin, sasukat Gunung Agungé meletus akéh wargi Tepisiringé ngungsi ka Kuthanegara. Kantos mangkin akéh sané ka Kuthanegara ngrereh pakaryan. Riiné, wargi Tepisiringaé wénten sané dados supir dokar, sopir tur krenét bémo, tukang jait, dagang és, dagang godoh, buruh nyuun ring pasaré, tur pakaryan kasar mapeluh sané siosan. Mangkin, akéhan ngrereh karya ring otél. Ulian makarya asapunika, mangkin pianakpianakné tur cucu-cucuné sampun akéh polih pakaryan sané becik. Wénten sané dados pagawé alit, sodagar ageng, danéswara, kantos dados walikota. Makéh pisan wargi Tepisiringé ring Kuthanegara. “Ané dadi bromocorah ada ja?” Asapunika I Kaki Dengkil mamanah. “Miribné sé kakéto. Dadi maling, copét, tukang util, tukang cuk, tur ané lénan sinah ada. Tusing masé bani ngoraang kakéto. Nyanan wélanga tekén nyamané. Kuala ané tawang, dija ja ada gerup préman, ditu ada uli Tepisiring. Kéto masé dija ja ada tajén miwah branangan, ditu liu uli Tepisiring. Da buin takonanga, dadi Tukang Cuk di brandangan, di peken, tur ané lénan sinah liu ada!” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika sambilangan nekepin bibihné. Jerih nyanan wénten sané miragi. Sambilanga ngusuh-ngusuhin basangné sané bentang santukan akéhan nunas nasi goréng. I Kaki Dengkil ngalaca-laca. “Liu pesan wargi Tepisiringé jani. Ada ané nongos di Kuthanegara, tur kabupaténé lénan. Kondén buin ané transmigrasi di dura désa. Jabat sakondén Gunung Agungé meletus, miwah sesampuné. Dadi Koga mailehan transmigrsi. Kéto masé sayan makelo, kamula kéngin ngalih gumi di dura désa. Ada ané suba kamula tusing ngelah tegal—sawah ulian lacuré utawi ulian telah anggon matajén!” I Kaki Dengkil ngwilangwilangin, sayan sué wargi Tepisiringé sayan ngakéhang. Dija malih jagi rerehang gumi wantah sayan ngakéhang sakadi punika? I Kaki Dengki matakén ring manah. Sakadi wénten sané ngisingisiin ring kupingné: “To dayanin, da maboya malu, urug pasihé di Telok Benoa, liu suba ada tongos magaé! Tusing perlu kéweh-kéweh ngalih gumi ngajoh-ejohang.” Kesiab I Kaki Dengkil miragi asapunika ngemasin makebrus teh manisé sané inema. “Dadi kéto Kaki, gelem né? To dayanin, da bes liu malali. Apa buin peteng-peteng kakéné.” Pelayané bajang cerik nalémékin I Kaki Dengkil. Sané siosan nyandén, “To és manis, tusing és kopi misi potas Kaki cara di tipiné, da sangsaya tiang mara ané ngaénang.” I Kaki Dengkil makebris kedék santukan cerik-ceriké punika nénten uning sané manahanga, nénten uning sané piragina. I Kaki Dengkil ngamanahang indik cuké sané katah mangkin baosanga. “Tongos ngecuk tusing di jalané dogén! Pulisiné pangkatné cerik ento tuah ngecuk ulian lakar meliang susu pianakné. Di timbangané masé kéto. Di kantor samsat, kantor pulisi, kantor lurah, to cuk cerik-cerikan. Sara malingé, ento mamaling ulian basang layah! Danéswarané ané ngecuk magedén-gedénan ento, tongosné tusing ditu. Ditu di kursi empuké di kantor gubernur, kantor walikota miwah di kantor bupati mara liu cuké gedé-gedé. “Lamun kéto ada cuk magede-gedéan kabaos mamaling ngalang. Lamun macerik-cerikan, apa adané? Nah cuk gén suba adané!” Asapunika I Kaki Dengkil ngarémon padéwékan. “Da ja bes angobanga, cuké kamula suba lumrah. Amun ané lumrah ilangang, kénkénang lakar ngaé trepti? To iwasin anaké parkir di malun Sanglahé jani tusing buin banti cakléka montorné!” I Kaki Dengkil lempuyengan ngamanahang wantah makesami anaké ngecuk icalang punapiang maurusan mangda dangan? (Jelantik)
Tatu Tresna ané Tondén Was Madé Suar-Timuhun JAMAN cara jani, cerik-cerik suba nawang kénkén rasané ngamaduang tresna. Sing perlu makesiab krana jani sing bedik murid-murid SD suba bisa matunangan. Suba ngelah rasa tresna tekén timpalné ané ajaka masekolah. Sing ja ané muani dogén, jani anak luh suba biasa nyambatang tresna malunan. Sing ada rasa kimud, sing ngelah rasa lek. Mirib ané ada tuah rasa takut, rasa jejeh. Takut yén rasa tresnané sing énggal-énggal kasambatang, sinah lakar ada anak lénan ané ngamalunin. Yén latan nyambatang isin ati, bisa-bisa payu nampedang rasa sakit ati ulian ané kademenin kasalip anak lénan. Ané buin sakitan kajuang baan timpalé padidi. Kadék Sami bajang jegég uli Désa Jempiring mula anak luh kalem pesan. Ia anak luh ané kimud-kimudan. Sasukat masekolah di SMA ia mara ngelah rasa tresna tekén anak muani. Tangkahné setata ngrudug yéning nepukin Putu Wira. Rasané ento mentik tatkala Kadék Sami ngajak Putu Wira bareng-bareng dadi anggota OSIS di sekolahné. Krana pepes matemu di kegiatan OSIS, sinah suba biasa kemu mai bareng-bareng, rasa matimpalé suba raket pesan. Apa buin Putu Wira mula murid ané ganteng maimbuh dueg. Ada kenehné Kadék Sami malunan nyambatang rasa tresna tekén Putu Wira, nanging bibihné caket. Ia masih jejeh yén Putu Wira nulak tresnanné. Ia takut yén Putu Wira suba ngelah demenan anak luh lénan. Di kénkéné Kadék Sami makeneh nyambatang tresna uling SMS, facebook, muah media
sosial ané lénan, nanging kenehné ento nu masih tanggehanga. Tanggal 14 Februari, jam pitu semengan muridé suba pada di sekolah. Uli load speakeré madingehan ada pengumuman. Ketua OSIS-é ngumumang apang anggota OSIS-é makejang kumpul di perpustakaan. Angota OSIS-é pati takon di kenehné, “Ada apa ya semengan kali jani suba oraina kumpul?” Di subané makejang anggota OSIS-é teka makumpul di perpustakaan, Komang Oka ané dadi ketua OSIS lantas mamunyi. “Selamat pagi teman-teman.” “Selamat pagi.” barengan makejang anggota OSIS-é nyautin. “Maaf mendadak teman-teman. Pagi-pagi saya kumpulkan kalian di sini karena ada sesuatu hal yang sangat penting untuk segera disampaikan pagi ini. Baiklah, kepada saudara Putu Wira, silakan disampaikan pengumumannya!” “Baiklah. Sebelumnya temanteman semua pasti sudah tahu, sekarang hari apa?” Ketut Ari sépanan nyautin. “Hari Senin” “Hu......,” timpalné ané lénan pada masuryak. Putu Wira buin nugtugang munyinné. “Sekarang kan tanggal 14 Februari hari Vallentine, hari kasih sayang. Saya mengucapkan hari Vallentiné kepada teman-teman semua. Terima kasih atas kerja samanya selama ini di kegiatan OSIS. Di hari yang penuh kasih ini, saya mau menyatakan rasa cinta saya yang terpendam dan akhirnya tumbuh berbunga. Kadék Sami tercinta, engkau telah mencuri hatiku selama ini. Sudikah menjadi kekasih hatiku?” Kadék Sami makesiab, tang-
13
kahné nrugtug. Timpal-timpalné lénan masih makesiab, makejang masuryak lan ngorahin apang Kadék Sami nerima tresnanné Putu Wira. Kadék Sami sing madaya tekén Putu Wira ané ngelah rasa tresna ané patuh tekén déwékné. Putu Wira ngamaekin Kadék Sami, gisianga limané laut enjuhina bunga mawa barak. Kadék Sami nguntul kimudkimudan, lantas maanggutan lan nyemakin bunga mawané ento. Timpalné makejang masuryak milu ngrasaang liang bagia buka ané karasayang Putu Wira tekén Kadék Sami. *** Sasukat ento kanti tamat masekolah di SMA, kanti padapada tamat kuliah diploma, lan kanti jani pada-pada magaé di kota, tresnanné Putu Wira tekén Kadék Sami nu tileh kukuh. Limang tiban suba matunangan, suka dukané masih satya nimpalin satmaka pangecap manis madu tresnané. Di kota, Putu Wira kos padidiana, Kadék Sami kos bareng ajaka embokné ané suba malunan magaé merantau ka kota. Putu Wira suba akrab pesan ngajak kulawargan Kadék Sami, apa buin ngajak embokné krana suba pepes malali ka kosané. Kadék Sami masih suba akrab pesan ngajak mémé bapanné Putu Wira krana suba pepes pesan masih malali ka umahné. Di nuju libur magaé, nuju mulih ka kampung, Kadék Sami maan dogén singgah ka umah tunanganné diapin tusing ngajak Putu Wira krana liburné sing pati barengan. Teka uli magaé yéning Kadék Sami marasa kangen tekén tunanganné, suba biasa ia langsung ngojog kosné Putu Wira. Sasukat Putu Wira kapah ngajakin Kadék Sami pesu malali, mula pepesan Kadék Sami ané ngojog nglalinin ka kosné Putu Wira. Kadék Sami suba ngaba masih kunci sérep apang nyidaang macelep ka kamar kosné yéning Putu Wira sing ada di kos ulian tondén teka uli magaé wiadin ulian nu malali-lali ngajak timpal-timpalné. Kadék Sami suba nyumunin marasa kuciwa tekén Putu Wira krana kapah ngelah galah ngajak ia malali. Putu Wira masih suba pepes sing ada di kos tatkala Kadék Sami nglalinin. Pangakunné setata ngorahang lembur magaé, yén sing kéto ngaku malali ngajak timpal-timpalné magaé. “Sayang, dija né? Aku suba di kos Sayang-é né.” Kadék Sami ngirimin tunanganné BBM. Sing makelo Putu Wira lantas ngwales. “Né nu kumpul-kumpul ngajak timpalé Yang. Antiang gén di kos!” Kadék Sami sing ngwales buin BBM tunanganné. Ia marasa gedeg krana solah tunanganné pepesan buka kéto, lebih mentingang timpal-timpalné katimbang déwékné. Kadék Sami suba ngancan kapah karunguang. Kanti galahé jam roras peteng Kadék Sami nu satya ngantiang tunanganné di kos sambilanga mabalih TV. Rasa seduk basangné kanti ilang. Uli tunianné suba telpun-telpuna, nanging HP tunanganné mati. Mula seken mati ulian batréné drop apa jelap matianga apang sing ada né ngulgul. Kadék Sami suba ngancan sangsaya tekén solah tunanganné buka kéto. Jam roras lebih duang dasa
dapetanga kontakné Gék Lola suba telah mahapus. Putu Wira pedih. Sing marasa tekén déwék pelih, ia nundung Kadék Sami baan munyi kasar ané nyakitang keneh. “Apa hak Kamu ngahapusngahapus kontakné Gék Lola? Ia ento gegélan Aku. Dot Kamuné kénkén? Aku suba med limang tiban ngajak kamu, penampilan kamuné amonéan dogén sing ada perubahan. Yén kamu bandingang ngajak Gék Lola, kamu sing ada apa-apané. Gék Lola ento jegég, modis, kekinian, gaul, jeg joh malénan pesan ngajak Kamu ané kampungan.” Ningehang munyin Putu Wira ané kasar buka kéto, ia marasa kuciwa sajan, atinné benyah latig, kenehné setrés, yéh paningalanné sing suudsuud paketéltél melusin pipiné ané putih gading. “Men keneh Kamu jani kénkén?” Sing makelo makeneh Putu Wira lantas masaut. “Kita putus, magedi Kamu uli kos Akuné. Aku suba med ningalin Kamu. Ulian Kamu, hubungan Akuné ngajak Gék Lola bisa hancur.” Sambilanga nundung baan munyi keras lan kasar, tasné Kadék Sami samparanga ka malun kamar kosné. Jaum jamé suba nujuhang jam 4 semengan, sambilanga ngeling sigsigan Kadék Sami nyemak tas ané entunganga baan Putu Wira ka natah kosné. Ia lantas magedi ninggalin Putu Wira. Ia negakin sepéda motor nuju kosan embokné mabekel sakit ati lan yéh paningalan. Neked di kos, ia langsung ngalih embokné ané suba bangun ulian ningeh gerungan sepéda motorné. Ia ngelut embokné tekek pesan, nyangetang ia ngeling sigsigan. Embokné makesiab ningalin kahanan adinné sedih buka kéto. “Kadék kenapa né? Ngudiang jam moné mara mulih? Mbok ngadén Kadék mulih ka kampung. Kenapa Kadék ngeling sigsigan buka kéné? Eda naé ngaé Embok jejeh Dek!” Pegat-pegat munyinné Kadék Sami nyaritayang paundukan ané nibenin déwékné. Embokné ané kaliwat sayang ngusapin yeh paningalanné lan ngusuhngusuhin bok adinné sambilanga nuturin adinné ané suba ngancan ngigisang sigsiganné. “Suud amonto ngeling Dék, tetep bersyukur gén. Ento cihna Sang Hyang Widhi sayang tekén Kadék, ento bukti Putu Wira boya anak muani melah ané pantes masanding ngajak Kadék. Aget mara matunangan tondén kanti makurenan. Kadek harus kuat lan lascarya tekéning makejang ento.” Kadék Sami tuah manggutan dogén. Sing madaya limang tiban Kadék Sami satya tekektekek ngisiang tresnanné ané sujati nanging jani kacampahang tekén Putu Wira ulian anak luh ané madan Gék Lola. Pajalan galahé becat sajan. Dina-dina ané biasané kajalanin ngajak Putu Wira saka bedik suba nyidaang kaengsapang. Nem bulan unduké ento suba liwat nanging Kadék Sami sing taén kanti ngalih-ngalihin kabarné Putu Wira krana tatu di atinné Kadék Sami tondén was, ulian bikas nista Putu Wira nyampahang tresna sujati Kadék Sami ané katanem uli SMA. ***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Kaweruhan Tanpa Kawicaksanan Olih : I K. Satria, S.Ag BRAHMANA sané dahat mautama malih nlatarang indik kasuksmané. Kacaritayang wénten tetiga meseh sané dahat agung. Makatiga mesehé punika raris nglimbak dados asia meseh sané wénten ring angga sarirané. Kawéntenan senengé miwah sekancaning sané ngawinang suka makatetiga punika neket ring kawéntenan sarirané. Rumasa ring padéwékan sané nuénang krodha miwah rasa iri wantah tetiga sané kabaosang neket ring kawéntenan manahé. Kawéntenan sané males, mamerud, miwah setata nénten ngamargiang swadharma wantah sané wénten ring kapetengan. Punika sané patut kasorang ring angga gumanti prasida jaya ring padéwékan. Sang Jiwa dahat santi ngawinang angga sarirané prasida kalukat antuk sarana yoga sané pacang prasida nemuang tur prasida ngawi galang pikayunané sané mautama. Mapaiketan ring indiké punika, sang sapa sira sané sampun uning ring tetujon tur pamargin yoga, pacang setata éling ring piteket-piteket sané saking sué sampun kasobyahang olih Ida Sang Prabhu Amwarisha sané sampun degdeg ring pikayunanidané. Yéning pradé akéh kawicaksanané sané sampun ical taler kautaman sastrané sampun kalaliang, irika raris Ida Sang Prabhu Amwarisha pacang mamurti antuk kautamanidané ngrebut mawali kautaman punika. Antuk ngasorang sekancaning sané nénten patut tur mawali ngrastiti kawicaksanan. Sesampuné punika memargi, sinah pacang prasida jaya ring padéwékan, ri kala punika pacang prasida mapikayunan ngendingang mantra-mantrané sakadi asapuniki: “Nénten prasida ngwilangin asubhakarmané, Sami wantah pacang kakasorang sakasiki! Sami mesehé punika sampun kapademang, sakémaon kantun asiki mesehé sané mawisésa, patut pisan kakasorang saha kaicalang! Kama…. Napi mawinan durung prasida titiang ngasorang? duaning kamané punika wantah jiwa sané doh pisan kawéntenannyané Kalepasan! Sangkaning kama, akéh manusané sané kasor ngajegang dharma akéh sané ngwetuang leteh ring angga! Sangkaning kama manusané lali ngamargiang kapatutan!
menit, Putu Wira teka. “Kija dogén uli tuni Yang? Telpun-telpun sing nyambung?” Kadék Sami pedih, paningalanné barak. “Suba orahang ngumpul-ngumpul ajak timpalé magaé.” Putu Wira kenyat, milu mamedih. “Bogbog, pasti pesu ngajak céwék!” “Bengkung, suba orahin sing guguna.” Putu Wira ngejang tasné di mejané lantas mabahan ngojog kasur. “Sayang suba ngancan berubah jani, suba sing taén ngelah waktu ngajak aku. Sayang egois. Timpaltimpalné gen runguanga.” Kadék Sami ngeling, yéh paningalané ulung melusin pipinné. “Siep! Aku kiap né, kenyel nawang? Eda uyut, aku kal masaré, mani magaé pagi nawang!” Kadék Sami ngekoh nyautin munyin tunanganné, ia lantas nylémpoh negak maguyang di karpété. Sing kanti limang menit, sagétan Putu Wira suba tis masare geris-geris. Sambilanga naanang gedeg lan sebet atinné, Kadék Sami lantas ngalihin HP tunanganné. Bakatanga HP-né di tas ané pejanga di mejané. HP-né kaidupang. Sujatinné batré HP-né sing ja drop nanging mula mabuaka matianga apang sing ada ané ngulgul. Kadék Sami lantas mukak-mukak isin HP tunanganné. Sing madaya dapetanga ia pepes chating ngajak céwék lénan ané madan Gék Lola. Paketél-tél yéh paningalané ulung melusin pipinné tatkala Kadék Sami maca chat mesra tunanganné ngajak Gék Lola. Prajani ngancan benyah kenehné Kadék Sami, atiné rasayang dekdek lidek. Sing makelo makeneh, Kadék Sami lantas nélpun Gék Lola. Tengkejut Kadék Sami ningehang pasautné Gék Lola di télpuné. “Hai Sayang, baru aja kita ketemu, kamu dah nélpun Gék lagi. Kangen ya sama Gék? Kurang puas ya yang tadi?” Kadék Sami sujatinné suba sing kuat naanang gedeg basangné, sing kuat naanang sakit atiné ningeh munyi kéto uli anak luh lénan. “Kenapa kamu manggil pacarku sayang-sayang? Kamu itu siapa?” Maksaang raga ia nyautin munyinné Gék Sami, diapin munyinné pegat-pegat. Yéh paningalanné terus membah melusin pipinné kanti ngetél ka tangkahné. Gék Lola tengkejut krana ané nyautin anak luh, boya Putu Wira “Aku pacarnya” “Apa, pacar? Maaf ya Embak, jangan ngaku-ngaku déh! Ini loh nomor pacar saya!” “Yeee Mbak loh yang siapa ngaku-ngaku pacar orang. Pacarku tuh Putu Wira?” Krana Kadék Sami suba sing nyidaang naanang ulungan yéh paningalanné, ia lantas ngamatiang télpuné. Limanné ngejer ngetor, Kadék Sami ngahapus nomer HP, kontak BBM, LINE, muah Whats App Gék Lola. Tusing makelo lantas Putu Wira bangun ulian ningeh Kadék Sami ngeling sigsigan. “Ngudiang ngeling Yang?” “Apa sayang? Nyén. Gèk Lola to? Ngudiang ia ngaukin sayangsayang? Ningehang munyinné Kadék Sami, Putu Wira lantas ngambrés nyemak HP ané abana baan Kadék Sami. Ia ngcék HP-né,
patut kasorang-kasorang! Kamané punika antuk senjata sané mangan! Kapertama sané ngawesa angga wantah kama! Raris wénten kadursilan miwah awidya! Sang sané kasor ring kama, sinah pacang nemu sengsara! Irika raris pacang nemu panrestian sané mawali tur kasengsaran sangkaning sarirané kasor nemu kasujatian. Malarapan antuk karma, sesampuné atmané mlesat mawali, anggané pacang biuta, sami punika pacang padem ngaptiang mawali manresti! Sangkaning uning ring parindikané puniki, Patut kakasorang kamané punika antuk pikayunan sané mautama, Ruruh sané pinih sujati! Jiwa, yaning prasida katelebin, punika sané kabaosang rajaning raja! Sakadi punika kautaman Ida Sang Amwarisha sané ngendingang sastra kautaman wantah nuturin angga sariranidané. Gendingan kawicaksanan sané mautama. Malarapan antuk punika, Ida sampun prasida ngasorang mesehidané malarapan antuk senjata sané dahat mautama inggih punika Yoga. Salanturnyané Ida Sang Brahmana mautama punika nyatuayang bebaosan brahmana sané taler mautama sané mabebaosan sareng Sang Prabhu Janaka. Kacaritayang olih Brahmana Putus punika, ri kala Sang Brahmana matemu sareng Sang Prabhu Janaka sangkaning kapiambengan. Sampun nglaksanayang kaiwangan manut ring kawéntenané irika ring genah Ida Sang Prabhu Janaka. Raris Ida Sang Prabhu janaka nyobyahang pamidanda sané wénten pisaratnyané Ida ngandika saakdi puniki; “Nawegang Sang Brahmana, Ida Sang Brahmana sampun ngamargiang kaiwangan iriki. Malarapan antuk punika, pamidandané patut kamargiang. Ida Sang Brahmana mangda matilar saking jagaté puniki.” Mirengang pamidandané punika, Ida Sang Brahmana punika raris matur pitakén majeng ring Ida Sang Prabhu. “Ampurayang titiang Sang Prabhu, yéning dados titiang uning, ring dija minab wates-wates panégaran Sang Prabhuné? Mangda prasida tatas antuk titiang saha mangda titiang nénten malih sumangsaya pacang ngelarang kautaman pamargipamargi sané manut ring daging sastra suciné.” (Masambung)
Penglipuran Penglipuran genah nglipurang lara ati Masliahan nyingak kaluihan Widhi Alas tiing kalér kauh Jarané banban majalan mangiterin, dumun Penataran pura Pamargi adat, Purwa dresta Nyiriang kuna, désa Krama trepti Karang mamadu pinaka bukti I Komang Alit Juliartha
Kruna
14 I.A.N. Swamini
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
msСmmã*, Mas Kumambang 31.k)z)máir*, Kenyem girang, \ur;sib)tnßwli, Ngurah Sibetan mawali, nutugÐpuriyn/, nutug ka purian, r&t)\;nt(mli\ái;, ring tengah natar malinggih, zÏ\inuæ*diy;musæ. nyarengin Sang Diah muspa. 32.Husnß¡sæ,
Waliang Kawigunan Kulawarga MANUT Ida Ayu Nyoman Swamini, anak istri Bali patut aktif sajeroning makudangkudang parikrama sosial kemasyarakatan. Sibuk sajeroning karier, ngurus kulawarga, manyamabraya miwah parikrama tiosan sané ketahkabaosang ibu-ibu muda nénten pinaka alasan. Nénten madué tetujon nguruin miwah malajah saking pengalaman, anak istri sané embas ring Klungkung, 24 September 1953 puniki, kantos mangkin tetep aktif ring sakatah organisasi sosial. Sinunggilnyané sajeroning Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Dénpasar. Sadurung ngranjing masa purna bakti warsa sané jagi rauh, Bu Dayu–sapunika dané ketah kasambat, tetep semangat ngamiletin parikrama ring organisasi inucap. Manut guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMAN 4 Dénpasar, yéning nénten anak istri Hindu, sira malih sané pacang ngremba organisasi WHDI punika. Yéning ngaksi napi sané pacang kapolihang ngamiletin organisasi, dané sané sampun mayusa tengah abad puniki tegas maosang nénten
pacang molihang materi. Sawaliknyané sering ngamedalang prabéa ngraga. Nanging, wénten sané ngawinang dané marasa bangga, molihang selah nyumbang tenaga miwah pikayunan sajeroning makudang-kudang parikrama sané kalaksanayang WHDI. Wénten rasa bangga prasida ngwantu pabuat umat Hindu. “Idup boya matetujon nguber materi. Patut wénten prinsip sané imbang. Nénten madué materi pacang anggén ngwantu, nanging prasida ngicén kontribusi malarapan tenaga miwah pikayunan,” baos I.A. N. Swamini. Rumasuk sampun lami ring WHDI Kota Dénpasar, ibu maoka tetiga puniki sampun nyihnayang yéning aktif ring organisasi sosial nénten musti nglaliang tanggungjawab pinaka ibu miwah istri. Tanggungjawab pinaka guru miwah tanggungjawab pinaka krama. Anak istri sané taler aktif pinaka pengurus Tim Penggerak PKK Désa Tegal Harum, Dénpasar Barat puniki, sukses ngiringang makatiga putrinnyané molihang pendidikan kantos pawi-
wahan. Madué sakatah cucu, rabin Ida Bagus Made Putra puniki ngrasayang madué teges sajeroning idup. Guru sané kaloktah aktif pinaka instruktur tingkat nasional puniki marasa angayubagia santukan dané setata kajantosang pangrauhnyané. Ngawit siswannyané ring SMAN 4 Dénpasar, taler ibu-ibu ring tingkat banjar miwah désa ri kala pacang ngicén tuntunan miwah sosialisasi. Sujatinnyané manut I.A.N. Swamini, kasidan sajeroning nglaksanayang swagina nganutin kasayagaan. Akéh ibuibu sané putra-putrinnyané tambis-tambis nénten kaurus, samaliha ibu punika wantah ibu rumah tangga kémanten. Siosan punika rumasuk akéh ibu aktif sajeroning karier ring pemerintahan miwah swasta, ngasilang alit-alit sané mandiri saha sukses sajeroning pendidikan. Kawigunan kulawarga patut kawaliang pinaka pendidik kapertama miwah utama. Nénten wantah profesi guru sané prasida ngajahin putraputrinnyané ngwacén, nyurat miwah ngitung. Pamekas-
Anggara Kasih
Usan muspa, s*kli;kmÉjnÀlit/,
SAJERONING pawilangan kalénder Bali yéning raina Anggara kacunduk wewaran Kliwon kabaos Anggara Kasih. Ring raina punika kalaksanayang sembah bhakti majeng Ista Déwata. Iriki krama matingetin indik cinta kasih majeng ring Ida Sang Hyang Widhi sané karauhannyané sanunggil 35 raina. Manut mitologi krama Jawa miwah krama Bali, ring raina Anggara Kasih kabaosang madaging nilai spiritual sané ngawinang wénten nilai angker (tenget). Manut pangidering Nawa Sanga, Anggara magenah ring Nariti,déwa sané malinggih irika Sang Hyang Ludra. Ida kabaos déwa pangusa maut, kamatian, bhuta kala, miwah paleburan. Yéning Kliwon déwannyané Siwa,mawinan ring raina Anggara Kasih punika déwa sané kaluhurang wantah Sang Hyang Siwa Ludra, sajeroning prabawanida pinaka paleburan papa miwah mala sané wénten ring jagaté puniki. Ring raina Anggara Kasih kabaos raina cinta kasih. Sajeroning cakepan suci Bhgagawadgita III.25-26 Kabaosang: (25) “Saktah karmanya awidwamso yatha kuwanti bharata, kuryadwidwamso tatha sektas cikirsur loka samgraham”. Punika mateges sakadi parajana sané belog makarya krana kaiket antuk karyannyané, asapunika indikné parajana sané wicaksana utawi pawikan makarya nénten wénten kapentingan niri-niri,nanging kalanduhan miwah katreptian kaanggén sosial. (26) “Na buddhi bhedam janayedajnanam karma sanginam,josayed sarwa karmani widwam yuktah samacaran”. Punika mateges: Sané wicaksana utawi sané pawikan sampunang mingungang parajana sané belog,parajanané sané kaiket sajeroning pakaryan,nanging
sang kalih ka Mrajan Alit, mererodßm(g, marérod mamarga, kdihê*s)mrrti;, kadi Hyang Semara Ratih, khir&hnÓ¡kÂipudk/. kairing antuk Ni Pudak. 33.r&mÉjn/, Ring Mrajan, s*kli;rrisßvkÓi, sang kalih raris mabhakti, nunsÙ\uæu;pd, nunas wangsuh pada, mgili;sl&t^~
hin/,
magilih saling tirthain, nipudkÀe\obåeton*. Ni Pudak angob ngatonang.
Isin Gumi
nyarengang makasamian makarya antuk dasar nunas kalanduhan. Sajeroning ngajegang kasih sayang parajanané nglintangin raina Anggara Kasih. Sajeroning umat Hindu, Anggara Kasih pinaka raina sané suci madaging tetuek miwah wiguna, sinalih tunggilné ngluhurang Ida Sang Hyang Widhi. Mawinan sajeroning Anggara Kasih umat Hindu matetujon nyungjung sané kabaos Tri Hita Karana. Lianan raina Anggara Kasih, umat Hindu nglaksanayang Purnama - Tilem, manut sradha umat Hindu. Purnama-Tilem wantah simbol rwabhinéda utawi suka kalawan duka. Siosan rerainan Purnama-Tilem, wénten taler rerainan sané dagingné cinta kasih inggih punika rerainan Siwaratri, irika Ida Sang Hyang Widhi nglimpahang waranugrahanidané ring parajanané sané nglaksanayang brata Siwaratri. Ring raina Anggara Kasih, sajeroning cakepan Lontar Sundarigama kabaos raina Anggara Kasih wantah galah sané patut sungkemin nyinahang cinta kasih sajeroning angga sarira (pangasihinin anggasariranta). Sajeroning raina Anggara Kasih kalaksanayang panyucian,minakadi panyucian kacemeran ring angga sarira, irika nglaksanayang parenungan suci. Raina Anggara Kasih kabaos taler raina suci welas asih. Irika raris mawali parajanané nguncarang welas asih ring Sang Hyang Siwa majalaran antuk sradha miwah bakti, sajeroning prabawanidané pinaka Sang Hyang Ludra, kalanturang nunas waranugraha paleburan kacemeran jagat puniki saha sadagingnyané mangda sajeroning kahuripan puniki macahaya. (I Nengah Konten)
Pawangunan Jalur Keréta Api Sawates Wacana Parindikan pawangunan “jalur keréta api” ring Bali nerus dados wacana. Wacana pawangunan jalur keréta api puniki sujatiné sampun medal saking warsa 2010 lintang. Wacana punika majanggelan, kantos sané pinih anyar Gubernur Bali mawali ngusulang pawangunan jalur keréta api jalur wisata KutaUbud. Jalur puniki yukti kasub padat. Pangrencanané jalur inucap kawangun ring duur persawahan. Invéstor sané mapikayunan kaptiang gelis nglaksanayang studi kelayakan mangda pawangu-
nannyané gelis kasinahang. Sadurungnyané, wénten taler wacana ngwangun jalur keréta api saking Tuban, Kuta ka Mengwi, Badung. Sayang, samian wacana punika wantah sawates wacana, kémahon mangkin wénten malih wacana anyar. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 25 Oktober 2016 lintang. Kaki Dukuh, Seririt Wacana punika wantah
sah-sah kémanten. Kémahon napiké sampun kapikayunin utawi kaselehin becik-becik? Napiké sampun perlu pisan kawangun kereta api ring Bali? Saihang sareng daérah tiosan ring Indonésia, Jagat Bali kalintang cupit. Majeng ring Sang Angawerat, patut bligbagang dumun sareng angganing tiosan utamané sané ahli indik perkereta apian. Tanaya, Kampung Tinggi Salami puniki akéh pisan sampun wacana sané karin-
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
gelis
1.
g)lis/,
1. cepat
2.
gelem
2.
g)2m/,
2. sakit
3.
gerit
3.
g)rit/,
3. paceklik
4.
geruh
4.
g)ru;,
4. kasar
5.
getap
5.
g)tp/,
5. penakut
6.
gigir
6.
gig^,
6. punggung
7.
gimeh
7.
gim);,
7. repot
8.
gipih
8.
giipi;,
8. bersemangat
9.
hita
9.
hit,
9. baik
10.
humu*,
10. ramai
10. humung
Redité Pon, 30 Oktober 2016
BAHASA INDONÉSIA
cikang. Minakadi pawangunan Bandara Internasional, jalan tol, shot cut DénpasarSingaraja, tur mangkin wacana anyar pawangunan jalur kereta api. Dados rakyat cenik titiang sayan bingung, titiang wantah nyantosang sané yukti-yukti prasida kawangun. Yéning kawangun jalur kereta api janten sampun akéh nelasang lahan taler indik prabéannyané. Punika patut kawilangin dumun. Gung Surya, Lovina Manut titiang pawangunan jalur kereta api ring Bali durung kabuatang pisan. Sakémahon tunas titiang pemerintah mangda ngerereh masukan utawi panampén inggian saking DPRD utawi para krama. Napiké kramané sampun muatang pisan sarana kereta api puniki. Panampén-panampén inucap mawiguna kanggén dasar rerincikan sané pacang kamargiang. Santukan krama sané pacang ngawigunayang kereta api ri kala malelungan. De Agus, Jl.Gajah Mada Singaraja Tunas titiang wacana sané riinan dumun puputang utawi salantarayang minakadi pawangunan margi Dénpasar-Singaraja nglintang Gitgit. Wacana puniki sampun sué pisan karincikang kémahon kantos mangkin durung kamargiang. Pawangunan jalur kréta api manut titiang durung perlu. (ama)
ngkat pendidikan nyané tingkat maliha ri kala alitdasar. Samaliha ahin olih rerama, alité kaajahin molihang kasih sayang, winang alit-alit sané ngawinang epti. Sapunimarasa trepti. ka taler rii kala madué putra-putrii ring bangku h SMA. Pinih SMP miwah aabih alit-alnénten kaabih ah, gumanti ité malajah, marasa kauratiang. an sapunika Pengalaman tarang Swasané katlatarang a kacunduk mini ri kala ibu pinaka sareng ibu-ibu pengurus WHDI miwah tim penggerak sida kapasPKK. Prasida tikayang kulawarga ué guna besané madué g ngwetucik pacang warga suang kulawarga putra. “Akéh parindiana tur kan saderana alaksandangan kalaksanayang olih ibu-ibu. lawarga Gunan kulawarga sajeroning kahanan atut setata napi ja patut ng mangda yowkakukuhang ana sané kaasilang madué né kuat,’’ baosdasar sané k ( t/ ) nyané sumeken. (ast/yan)
I Madé Agus Suryadi
Nglestariang Budaya Bali Majalaran ”TI” BALI pinaka daerah pariwisata sané madué katawahan, sajabaning madué palemahan asri taler madué budaya. Maosang budaya tradisional, majanten mapaiketan sareng budaya namiang majeng pratisentana. Namiang punika majanten nénten dangan ring jaman globalisasi antuk kakebat Teknologi Informasi utawi ”TI” sané sayan nglimbak. Kawéntenan budaya tetamian leluhur punika sayan anyud olih pangrauh budaya lianan. Punika sané ngawinang akéh angganing jejeh yéning panglimbak ”TI” punika pacang ngicalang budaya krama. Yadian asapunika boya negesang ”TI” utawi internet punika pacang mayanin kalestarian budaya tradisional Bali, santukan salami krama kayun ngawigunayang antuk tetujon nglestariang budaya Bali inucap majanten indiké punika pacang prasida ngwantu nglestariang budaya. I Made Agus Suryadi S.Kom., sinunggil dosen mata kuliah Aplikasi Perkantoran dan Informatika ring Wearnes Education Center puniki nlatarang, ”TI” galahé mangkin jakti ring Bali ageng pisan wasanannyané gu-
manti pelestarian budaya Bali majalaran ”TI” dangan kalaksanayang. Umpaminnyané antuk ngarya blog, website utawi portal sané madaging informasi pengetahun, teori miwah teknik praktek budaya punika. Nénten wantah punika, dagingnyané taler prasida marupa video-video dokumentasi budaya Bali. “Sekancan informasi inucap patut kajangkepin antuk gatra-gatra saking budayawan. Gumanti ”TI” prasida kanggén pinaka media dokumentasi budaya sané fleksibel nganutin genah miwah galah,” baos Agus Suryadi. Dosen muda sané embas ring Dénpasar, 28 Agustus 1991 puniki taler nyelehin sinunggil budaya Bali sané rumasuk media pewarisan budaya luhur Bali minakadi satua-satua Bali ngawit arang kauningin alit-alit miwah yowana. Napimalih budaya ngwacén buku sayan ngreredang saihang ring ngwacén artikel ring situs internet miwah Facebook. Madasar kahanan inucap, manut putra kaping kalih pasangan I Nyoman Sunjaya miwah Ni Ketut Mayoni puniki nénten ja iwang yéning kakaryanang fanspage anggén genah dokumentasi satua-satua Bali jangkep sareng gambarnyané. Gumanti satua-satua Bali dados terinventarisasi malarapan fanspage. Katakénin napiké maguna anggén dokumentasi kémanten, lulusan STIKI Indonesia warsa 2013 puniki taler maosang teknologi informasi punika taler prasida kanggén ngwantu krama ngwéntenang diskusidiskusi antuk tema budaya. Dané éling yéning ring jaman globalisasi sakadi mangkin krama katuntut sajeroning widang pakaryan gumanti akedik molihang galah ngamiletin diskusi utawi seminar-seminar indik budaya. Sajeroning nepas parindikan punika, krama prasida nganggén teknologi sharing ngwéntenang diskusi-diskusi online ngeninin indik budaya. Diskusi punika prasida kalaksanayang malarapan media Teleconference tan pamapupul ring asiki genah. “Antuk punika pakaeng nénten molihang selah miwah galah ngamiletin seminar ring asiki genah prasida katepasin. Nanging mawali malih majeng angganing soang-soang sajeroning malajahin miwah nglestariang budayanyané. Santukan yéning nénten kayun, amunapi ja akéhnyané fasilitas ”TI” sané kakarya n a n g pacang percuma,” sapunika Agus Suryadi sané jenek ring Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung puniki negesang. (was/yan)
15
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
Hari Hara Nusantara Raya z Menggali-gali Kedalaman Delapan (7)
TRADISI ajaran memahami energi numerik Siwa itu 8, dengan posisi di pusat, di tengah. Kelipatan energinya bisa menjadi 88 atau 888. Di sisi lain, itihasa pun mencatatkan: Wisnu dalam wujud Sri Krisna juga lahir sebagai putra ke-8 pasangan Wasudewa dengan Dewaki. Dengan energi numerik 8, Siwa mengendalikan sekaligus melingkupi seluruh semesta raya kehidupan. Dengan menjadi putra ke-8, Krisna melindungi para sadhu (orang-orang berhati bersih, suci, mulia) dengan membinasakan para duskretam (durjana durhaka nan jahat), sehingga tegak kembali-lah dharma di semesta raya kehidupan ini. SIWA BERNAMA LAIN HARA. Wisnu bernama lain Hari. Hara Siwa, Hari Wisnu begitulah kerap dilantunkan oleh para bijak kehidupan. Juga disuratkan dalam susastra puitis kakawin Jawa Kuno dari masa awal Majapahit di abad ke-13, hingga Bumi Kauripan Nusantara Raya semasa kecemerlangan pemerintahan Raden Wijaya sempat menggelari abhiseka kepada sang raja dengan paduan wujud arca nan elok: Hari Hara dalam satu raga. Nama paduan lain untuk Hari Hara dikenal se-
bagai Sangkara-Narayana. Sangkara itu Siwa, Narayana adalah Wisnu. DALAM PERWUJUDAN arca Hari Hara, sang Raja yang bergelar Krtarajasa Jayawarddhana ini disimbolikkan dengan memegang senjata sangka di tangan kanan belakang, serta aksamala di tangan kanan depan. Adapun senjata gada dipegang pada kedua tangan kiri. Ini simbolik kekuatan sang Raja yang diasosiasikan layaknya paduan kedahsyatan daya Dewa Siwa dan Dewa Wisnu. DAYA SIWA MELEBUR semesta raya kehidupan plus segala isinya, daya Wisnu merawat dan memelihara semesta raya kehidupan dengan semua isinya. Raden Wijaya sebagai cikal-bakal benih pemula Majapahit divisikan layaknya Hara Siwa karena berhasil menumpas pemberontakan Jayakatwang, hingga sekaligus mengakhiri dominasi Singhasari yang dipimpin Krtanegara. Dia juga sukses mengusir ekspansi ambisius penguasa Tiongkok, Kubilai Khan. Kecemerlangan Krtarajasa menata dan membesarkan Majapahit menjadikan dia divisikan layaknya Hari Wisnu. znirta ks
Menjadi Manusia Dewasa Mandiri z Merajut Generasi Berkesadaran Ibu (1)
SEKALI ini mari kita merajut-rajut ‘impian’ bersama, mulai dengan pertanyaan sederhana, begini, “Generasi seperti apakah yang diinginkan bakal melanjutkan hidup dan kehidupan ini, setelah tubuh kita kembali ke pelukan erat sang Ibu Alam?” ‘IMPIAN’ INI penting ditimbang-timbang, ditimang-timang, sehingga ada arah yang jelas: watak generasi pelanjut hidup dan kehidupan seperti apa hendak dibentuk kelak. Apakah generasi yang berhenti sekadar sebagai pewaris tradisi-tradisi masa lampau secara ketat, tanpa memahami dan menyadari makna maupun konstelasi sosial, politik, dan tantangan kealamian saat kesepakatan-kesepakatan—yang kelak akhirnya menjadi tradisi—itu dibentuk? Ataukah, generasi penerus yang menghargai capaian-capaian dan jasa generasi sebelumnya tanpa kehilangan wiwéka, kecerdasan, kelenturan berkreativitas sesuai dengan tantangan ruang dan kezamanan? WIWÉKA TETAP PATUT dikedepankan dalam mengarungi hidup di tengah zaman kini yang terus bergerak berubah, kian kencang, dari komunal-agraris-tradisional yang bertumpu pada energi hidup (bio-energi) ke individual-industri/perdagangan/jasa-modern yang berbasis energi-tak hidup (non-bio-energi). Tanpa wiwéka, orang cenderung akan menjadi korban pencitraan serba semu, karena belog lolos, sehingga tergelincir menjadi belog ajum dan ajum-ajuman sebagai akibat demen ajum dan demen kadén. Hidup lantas terhanyut ke dalam arus ikut-ikutan, milu-milu tuwung. Bukan
menghanyutkan diri dengan penuh kesadaran bersikap dewasa dan mandiri. MENJADI MANUSIA DEWASA dan mandiri itulah justru tantangan terberat isi terinti pendidikan kewatakan generasi ke depan, baik di ranah keagamaan maupun budaya, di tengah arus norma serba kacau kini, manakala ukuran-ukuran serba tak pasti, kabur, tak jelas. Fakta yang tergelar nyata kini: pengajaran bukan melahirkan manusia berwatak dewasa-mandiri, namun sebaliknya, justru mengalirkan kekeliruan mental, kekeliruan intelektual, kekeliruan rasio atau penalaran, disertai dengan pola-pola (paradigma) yang mengaburkan. CITRA “KEMAJUAN”, misalkan, dinalarkan sebagai persaingan hidup buat menumpuk sebanyak mungkin materi, serba benda, tanpa memberi celah ruang sedikit pun bagi jiwa, roh, atman, spirit yang menjadi esensi Hidup di dalam maupun di luar diri manusia. Akibat buruk kekeliruan penalaran, mental, intelek, dan kekaburan pola berpikir ini sungguh dahsyat terhadap keterjaminan kelangsungan hidup dan kehidupan spesies manusia: sumber daya alam yang menjadi penopang utama kehidupan justru kian poranda; keragaman hayati menyusut menuju kehancuran; jalinan kebersamaan secara sosial kian renggang, disusul perseteruan sambung-menyambung di berbagai ranah, mulai keluarga, komunitas, negara, hingga dunia. zdeprabas
November STOP - Press 2016.
NGAMPOENG SENI DUA (2) PERUPA.... zMinggu UMANIS 27 November 2016 WAYAN REDIKA (Karangasem - Denpasar), PUTU SUTAWIJAYA (Tabanan - Yogya) akan berduet gradag-gowet, grudug gecek Apresiasi JKP - 109 menghangatkan November Minggu UMANIS 27 November 2016, Pukul 19.00 Wita di Jatijagat Kampung Puisi. Para penyair yang menulis PUISI untuk para PERUPA, diprioritaskan di Malam Ngampoeng SENI November 2016.
Bangkitnya Semangat Sastra di MAHIMA Singaraja.... zEnggan Belajar dan Kebutuhan Masyarakat Pendengar
TERNYATA APA yang pernah disampaikan oleh Putu Satria Kusuma, sastrawan dari Singaraja saat peluncuran Antologi Puisi, ‘’Doa Bulan untuk Pungguk’’ karya Nuryana Asmaudi SA di Komunitas Sastra Mahima - Pantai Indah Singaraja, 1 Oktober 2016, bukanlah Hisapan Jemporl. ‘’Bung ayo bung kita rebut kembali gairah sastra yang memudar di Denpasar!’’ Hal ini dibuktikan dengan hadirnya para pembaca muda yang belajar menemukan jati dirinya lewat kemungkinan-kemungkinan baru pembacaan puisi, dalam Lomba Baca Puisi yang diadakan oleh Komunitas Sastra dan Budaya, ‘’Mahima’’ 21-22 Oktober 2016, Di Aula Museum Singaraja. KOMUNITAS MAHIMA binaan sastrawan Made Adnyana Ole dan Kadek Sonia Priscayanti itu, mulai merintis apresiasi sastra yang representatif dalam lomba baca puisi tingkat SD/SMP, SMA/Umum setiap tahunnya serangkaian Hari Sumpah Pemuda, sejak 8 tahun lalu dengan tujuan pendalaman kreativitas sastrawan muda Singaraja. Sebagai Dosen Keguruan Bahasa Inggris Undiksha, Kadek Sonia kerap menggelar apresiasi sastra bersama murid-muridnya dan followers Sastra berupa bedah buku atau bedah puis dalam bilingual (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia). Followers Sastra Biasanya mantan para peserta lomba meski tak menutup kemungkinan masyarakat umum agar dapat belajar bersama mengenal sastra dunia dan nasional. Sehingga menjadi jelas bahwa lomba baca puisi bukan sekadar momen perayaan tetapi ada kelanjutan setelah lomba. Mulai Bangkit Lagi DALAM MEMBACA PUISI para pembaca tak harus mengernyitkan kening atau berteriak-teriak sambil membuka baju, bahkan gontai karena alkohol. Tidak. Semangat bersastra adalah senyum teaterikal puisi dalam kelembutan sekaligus kekuatan yang dibawakan secara tenang dengan gestur yang lentur. Munculnya A.A. Ngurah Anggara Surya yang mengemas selembar puisi jadi teater dapat dijadikan studi banding. Meski gagasan teaterikal itu baru tertangkap di tebing panggung, ia tak gugup menemui audencenya. Dengan merespon kursi kayu, juara dua lomba baca puisi Komunitas Mahima 2016 itu, nyaris merebut perhatian juri dan penonton. Hanya sayang karena kurangnya jam terbang, membuat power suara dan artikulasi pendukung gairah penghayatannya harus kandas di beberapa kalimat yang samar terdengar. SETIAP TAHUN ketika acara Lomba Baca Puisi digelar Komunitas Mahima serangkaian Hari Sumpah Pemuda, Animo masyarakat terlihat cukup konstan dan lahirlah pembaca-
pembaca berbakat dengan kemungkinan baru pembacaan. Tentu ini menjadi harapan bangkitnya kembali semangat sastra di Bali, seperti yang dirindui oleh dua sesepuh JKP (Jati Jagat Kampung Puisi). TIDAK MASALAH bahwa kerinduan itu ditabur di JKP tetapi malah mentiknya di Singaraja atau Klungkung, waktu depan mungkin Karangasem, namun yang utama adalah kesetiaan untuk memelihata gairah sastra sambil mengikis ‘’semangat ketokohan’’. Apalagi setelah 8 tahun berjalan, Mahima telah melahirkan sastrawan-sastrawan muda seperti Akar Nawastu, Virginia Helzainka salah satu MC Bahasa Inggris Ubud Writer, Desa Nurani guru Bahasa Indonesia di SMK Singaraja, Wayan Sumahardika, dan Gede Gita Wiastra pembina terater Akademi Keperawatan Singaraja. Mereka semua memainkan perannya sebagai insan sastra secara apik di masyarakat. Kesejatian jagat Puisi MUNGKIN bangkitnya semangat sastra di Mahima perlu ditiru oleh beberapa komunitas sastra agar mengemas acaranya tidak sekadar. Seperti waktu lalu ketika Kampung Puisi di Denpasar menggelar temu apresiasi sastra yang menghadirkan tak kurang dari 150 orang siswa dan mahasiswa serta dosen. Seyogyanya acara itu digelar secara proporsional, tetapi yang nampak malah kegaduhan dari puluhan orang sambil bermain gadget. Yang lebih disayangkan lagi jika kemampuan membeli buku mereka hanya sebatas 2 antologi puisi dari puluhan buku karya sastra yang dijual panitia. Berbanding terbalik dengan acara peluncuran buku Nuryana yang dihadiri 35 orang penonton dengan daya beli 10 antologi. APAKAH INI terjadi karena bebalnya kesejahteraan jagat puisi kita atau para pembicara yang tak mengerti kebutuhan masyarakat pendengar? Sebab yang diomongkan terlalu tinggi dengan lagu puisi yang diulang terus menerus dari tahun ke tahun. Mungkin juga karena sastrawannya yang enggan belajar mengemas acara dengan baik, sehingga dari seratusan orang maha siswa itu tak lebih dari 5 orang yang bertanya secara proposional. JANGAN-jangan, berkurangnya para pencinta sastra di daerah kita, dikarenakan oleh para sastrawan itu sendiri. Banyak pengurus komunitas sastra yang ‘’mabuk’’ oleh ‘’semangat ketokohan’’ hingga tak mau mendengar masukkan dan merasa dipersalahkan ketika dikritik soal managemen sanggar atau komunitas mereka. Di sisi yang berbeda, lunturnya samangat bunum commune atau kebaikan bersama dalam komunitas telah berpaling menjadi semagat proyek. zFrans Wisnu Murti
Merindukan yang Bukan Benda Penunggalan Rwabhinneda Tan Pasastra z Merajut Generasi Berkesadaran Ibu (2)
ORANG-ORANG di dunia yang dicitrakan “maju” pun kini mulai bertanya-tanya, “Kemajuankah namanya bila mutu hidup dan kehidupan bersama justru kian menurun? Kebahagiaankah didapat jika di tengah gelimpangan materi yang lebih daripada cukup, pribadi-pribadi orang justru merasa terasing, tak nyaman, tak aman, tak bahagia dari dalam? Damaikah hidup manakala makanan yang dimakan bukan menyehatkan, sebaliknya malah berbalik ‘memakan’ tubuh si pemakan?” MANUSIA UTUH-BULAT sempurna itu memang bukan terdiri atas tubuh semata, melainkan juga mental, dan roh. Roh itulah yang hidup. Manusia senantiasa dihidupi, dikelilingi, dipangku oleh “Yang Hidup”. Tanpa topangan “Yang Hidup”, manusia tak mungkin hidup. Hanya “Yang Hidup” mampu menghidupi, menghidupkan, dan memberi penghidupan. Karena itulah maka pada dasarnya yang paling esensial adlah bahwa manusia sebagai makhluk hidup senantiasa merindukan Yang Mahahidup, yang Tak Benda. Manusia yang bukan benda semata niscaya tak bakal terbahagiakan hanya oleh benda-benda semata. Dia juga rindu dan membutuhkan memeluk Yang Mahahidup, yang Bukan Benda. MAKA, KETIKA ORANG-ORANG di negara-negara “maju” kini mulai ramai-ramai mempertanyakan ulang ukuran-ukuran kebahagiaan hidup itu, di Bali dan di Tanah Air ini, ada baiknya kita merumuskan ulang “impian” itu: apakah makna bahagia dalam Hidup ini, di sini? Jawaban ini niscaya akan berpagut erat dengan “impian” pendidikan dalam ranah keagamaan maupun budaya: watak generasi seperti apakah yang dikehendaki buat mengemban keterjaminan kelangsungan hidup dan kehidupan bersama ini, di sini? PERTANYAAN INI MENDASAR justru karena kini, di Tanah Air ini, tak terkecuali di Bali, pendidikan maupun pengajaran justru tidak menghasilkan substansi watak manusia Di sini kutemukan kembali sajadahku. Bukan sutera lembut yang memanjakan sujud, tapi hutan liar yang menumbuhkan pohon-pohon syahadat di batu karang. Rindu yang membatu, iman yang mengerang. Syahadat memang harus ditahan. entah di hutan sajalah atau di taman kebangsaan. Syahadat itu kesaksian, menyaksikan gerakgerik Tuhan dengan ketajaman iman dan kesederhanaan ucapan. Kata-kata yang secukupnya, bukan kalimat hampa dan penuh foya-foya. Seucap kata yang menyala, sepercik api yang membakar diri hingga di denyut nadi. Suluh syahdat di Ilmu Giri adalah menjadikan hati sebagai medan empur agar diri pantang takabur. Di sini hanya ada petani yang sederhana, dari pagi hingga senja tak butuh cermin untuk bergaya, sebab alam semesta adalah cermin yang tak pernah mengajarkan dan mengabarkan dusta. Petani yang sawah-ladangnya hanyalah dadanya sendiri, sebab hedonisme dan gaya hidup kapitalis telah memaksa melepas sisa-sisa sawahnya untuk melunasi kredit dan aneka gengsi. Antara Imogiri dan Panggang, di sisi selatan makam raja-raja Tanah Jawa, ada batu cadas yang harus dicangkul, ada perdu dan huma yang membutuhkan pena agar bisa dibaca, juga kelembutan hati agar cinta dan rindu saling menyapa. Telah kuziarahi sepi dan duka di tempat ini, sejarah dan fitnah saling berebut mencari arah, seakan perang yang tak wajib untuk dimenangkan. Sajadah sudah kuhamparkan di tempat
zWarih Wisatsana Hikayat Sebatang Pohon Setiap petang kakek mengunjungi ibu Selalu singgah dahulu ke tepi ngarai Mengulurkan bunga yang sama ke patung yang itu juga Aku tak tahu apakah ia sungguh berdoa Atau semata mengulang mantra serupa Sesudah itu ia bertukar pandang denganku Bercerita tentang kisah lama yang sama Bahwa dulu di simpang jalan ada pohon ratusan tahun Yang akar-akarnya terjulur liar seperti tangan-tangan para penari Yang ranting-rantingnya rimbun tengadah seakan wajah para pemuja yang pasrah Berkali ia bercerita seolah sungguh pohon itu tumbuh bersama leluhurku Raja-raja agung yang terbuang pangeran buronan seberang lautan Kisah hari tak selesai pahatan lumut di kaki candi
z Menggali-gali Kedalaman Delapan (8-Habis)
VISI BESAR Nusantara Raya perihal kedalaman makna daya numerik 8 dalam wujud Hari Hara dalam satu tubuh nan tunggal, sesungguhnyalah telah sampai menyentuh inti-hakikat-substansi semesta raya kehidupan. Ini menjadikan Tanah-Air Nusantara Raya sanggup menawarkan tradisi kehidupan yang menerima keberagaman sebagai keniscayaan kehidupan. Tetua-tetua Nusantara Raya sanggup menerima perbedaan ekstrem dalam pandangan mata ragawi sebagai dualitas yang sesejati-sejatinya itu adalah ketunggalan. Tradisi besar menyebutnya sebagai Ardhanareswari, tradisi genius Bali menyebutnya dengan istilah lebih domestik sebagai rwabhinneda. Itulah keduaan lahiriah yang terintegrasi dalam ketunggalan spirit, makna, susbtansi, inti-hakikat, sari-pati, dan seterusnya. KEDUAAN YANG TERINTEGRASI dalam ketunggalan itu ada berwujud lahiriah-ragawi yang tampak mata, ada pula yang tak tampak mata. Ada yang sanggup dikatakan, disuratkan dalam aksara-aksara, huruf-huruf. Namun, sejatinya lebih banyak hingga tak terbatas lagi yang tak sanggup dikatakan, dirinci, disuratkan dalam susastra dengan aksara, huruf, apalagi kalimat, paragraf, wacana. Itu alasan Bali tradisi memvisikan Keduaan yang terintegrasi dalam ketunggalan itu dengan sebutan indah: rwabhinneda tan pasastra, tan patepi. Luas, amat sangat luas, tiada sanggup diperkatakan, tiada bertepi pula. KARENA RWABHINNEDA tan pasas-
tra tan patepi itu memenuhi semesta raya kehidupan dengan segala isinya, tanpa kecuali, maka daya pengaruhnya pun tiada dapat dihindari. Namun, tradisi ajaran menuturkan cara mudah untuk lepas dari pengaruh rwabhinneda tan pasastra tan patepi itu. “Terimalah keduanya sebagai ketunggalan, maka semua perbedaan pun berakhir,” tutur tradisi. MENERIMA KEDUANYA sebagai ketunggalan hanya dapat dilakukan bila pikiran telah dapat mengintegrasikan keduanya. Pikiran mampu mengintegrasikan, bila sudah sanggup berhenti membedakan, atau tidak lagi mendiskriminasi. Pikiran sanggup berhenti membedakan atau tidak lagi mendiskriminasi bila mampu melampaui batasnya, sehingga sampai pada inti-sari-pati akar-dasar-dalam-kedalaman-terdalam. Di titik itu, terang bulan Purnama maupun gelap Tilem, diterima sama sebagai anugerah kehidupan dalam wujud sang Waktu. PIKIRAN YANG TELAH SANGGUP menerima terang-gelap, siang-malam, suka-duka, menerima-melepas, dan seterusnya sebagai anugerah-anugerah semesta raya kehidupan itu tiada ubahnya dengan angka 8 yang mengintegrasikan 7 dengan 9. Dia melingkupi semua dengan mewadahi segalanya, layaknya tanah daratan nan datar dan lapang yang sanggung menampung segala tanpa batas. Layaknya dua bilik jantung yang memompa darah memberi kehidupan sekujur tubuh. Itulah penyatutunggalan Hari Hara. znirta ks
dewasa dan mandiri. Kuatnya kecenderungan mental maling, korup (kleptokrasi), serta kegemaran menerabas, menempuh jalan pintas kepopuleran (mediokrasi) di kalangan elite politik maupun birokrasi pemerintahan, pelaku ekonomi, hingga ke tataran warga masyarakat, menjadi bukti kuat pendidikan maupun pengajaran yang lebih banyak ga-
galnya tinimbang berhasil. Orang menjadi popular, lalu menduduki jabatan publik penting, bukan atas dasar jejak rekam prestasi dan jasa (meritokrasi) yang jelas, melainkan karena sanggup membayar media-media buat memopulerkan yang bersangkutan— bila perlu malah membikin media simpatisan sendiri. zdeprabas
zHM Nasruddin Anshory
KITAB ILMU GIRI.... Antara Imogiri dan Panggang
ini, dan kusebut ia Ilmu Giri, agar para pencari rindu di seluruh negeri akan menemukan keheningan hati di antara ribuan pohon jati atau mahoni. Seorang kakek telah datang dalam mimpiku, mengaku bernama Jatiswara, alamat rumahnya kitab tua. Ia datang untuk bercerita, bahwa Pangeran Mangkubumi saat hendak betahta, tujuh puluh tujuh hari lamanya harus bertapa di Ilmu Giri. Mengasash ketajaman hati, membersihkan denyut jantung dari sampah dan duri, membeningkan cinta agar mencapai rasa sejati. Sesudah memetik cahaya dan menyematkan dalam hatinya, ia lantas diwisuda menjadi Raja Jogja dan menyebut dirinya Hamengku Buwana. Dari Kembang Lampir ke Gua Cerme, ia menapaki sejarah leluhurnya, dan menetaskan sebutir telur bernama Hamemayu Hayuning Bawana. Demikianlah Serat Jatiswara berkisah. Tapi Ilmu Giri tak butuh jubah agar dakwahnya terlihat gagah. Di atas bumi, dalam selembar sajadah, yang bertahta di puncak kening hanyalah pasrah! Bergiru pada Cinde Amoh, kakek tua yang sangat sederhana tapi telah melampaui dirinya sendiri, maka di Ilmu Giri hanya ada makrifat cinta. Sepi dari segala pamrih, senyap dari semua muslihat. Sebab itulah ia juga disebut DesaKebangsaan, semacam taman kemesraan yang mengajarkan makna dan hakikat manusia Ia percaya dalam diriku ada benih luhur itu Yang kelak tumbuh merimbun melampaui segala pohon
merdeka. Kemerdekaan manusia yang tanpa ada batasnya, yang menjunjung tinggi kemerdekaan dan martabat sesama, yang mengedepankan diri manusia sebagai wakil Tuhannya. Silsilah cinta dalam sejarah manusia menjadi ajaran yang diwariskan, sedangkan budi pekerti menjadi prasastri yang wajib diamalkan. Tak perlu ada ang merasa paling mulia di tempat ini, kecuali insan yang bersahaja dan bersih dari segala dusta. Di sini diajarkan kerendahan hati untuk mencium tangan kasar para petani, sebab dari tangan kasarnya orang-orang kota bisa menyantap nasi ke dalam mulutnya. Bukan tangan lembut yang tak pernah mengolah bumi, bukan tangan lembut dan wangi yang sangat piawai memanipulasi, berkali-kali ke tanah suci dari uang korupsi, dan gemar mengumbar senyumnya di televisi. Menjaga mata air, melestarikan sumur dan telaga, adalah dzikir dan jihad yang menjadi tindakan, sebab jembatan antara kesejahteraan dan kebahagiaan bukanlah keserakahan, bukan kepeduliaan yang purapura, tapi iman dan ilmu yang dikerjakan. Sajalah kebangsaan, imam dan makmum saling mengutuhkan, pemimpin dan rakyat saling memanusiakan, bumi dan langit saling memuliakan. Sejengkal peradaban ditumbuhkan, kebudayaan dan budi pekerti disemai, akar rumput disuburkan, dan atas nama daulat cinta negeri ini menjadi rumah bersama. Ilmu Giri bukan hanya bait-bait puisi, tapi keris dan tasbih Pangeran Diponegoro juga ada disini, bersama kanvas dan kuas Raden Saleh, bersama kitab Sastra Gending Sultan Agung, menjadi selempang semangat yang tak bisa mati.
zIDK Raka Kusuma Yahya Smarapura
Seperti biasa ibu lalu menemani kakek berdiam semalaman di dalam kamar tempat dimana dulu aku dilahirkan Demam mengigaukan hujan menembus genting menggenangi ranjang Begitulah aku tumbuh tahun demi tahun Bersama mambang menyeberangi perang Menemui peri penunggu perigi yang tak henti membujuk pergi meninggalkan ibu sendiri. Bertanya rahasia air suci dalam kendi suratan lontar dan prasasti Jalan pulang bagi ayah yang tak kunjung kembali Hingga kini aku pun tak tahu apakah ibu percaya Pohon itu sungguh telah tumbuh di dalam diriku
dengan gembira Yahya Smarapura kau sebut alamat tempatimu merantau: jalan ayat dengan jalan kitab berseberangan tapi ujungnya bertautan jalan itu, kau berkata seraya menatap cakrawala panjang. luas. tak bertepi hawanya teduh dan murni auranya suci memperdengar zikir mengumandang takbir di arah kiblat berada di jazirah bercahaya di mana menyatu semua penjuru jalan itu, katamu sambil memandangku trang selalu tak berdebu di depan Istana Aliflamim tempat Dia kekal bermukim panggilan berdoa bergema dari masjid di barat sana dengan sinar matahari kau berwudu sebelm meninggalkanku
Puisi zMerry Santa Mantari
BPM/ist
Waktu Bila waktu yang membuat hancur Harapan yang kutabung akhirnya gugur Katakan: aku tak sejengkal pun mundur. Matahari Menumbuhkan ngeri Memanjangkan silam Bayang-bayang kelam Udara Kota Kuhirup udara pagi Kurasakan kota ini berubah Perlahan dan pasti Jalan Tidak ingin dibatasi oleh tujuan Dan akan terus panjang merentang sampai payah kau melawan bayang-bayang Pohon Pada ranting tersimpan sebuah jawaban Kelak hujan berhasil mematahkannya Seekor burung yang meniru merdunya
NASIONAL
16
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
Aswatthaman Buat Ghatotkhaca Tersungkur di Kereta
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Tujuh Puluh Tiga)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
SETELAH membantai para rakshasa, putra Drona mulai membuat menderita putra Hidimva. Serangan-serangan anakanak panah itu sangat dahsyat. Dipenuhi kemarahan, putra Drona yang memiliki kekuatan besar itu setelah menyerang prajuritprajurit kereta perkasa para Partha termasuk Vrikodara dan cucu-cucu Prishata itu kemudian membantai Suratha. Dia adalah salah seorang dari putra-putranya Drupada. Selanjutnya, Aswatthaman membantai Satrunjaya, saudara mudanya Suratha. Berturut-turut membantai Valanika, Jayanika, dan Jaya. Sekali lagi dengan disertai raungan singa dengan cepat melepas panah tajamnya kemudian putra Drona itu mengantarkan ke tempat tinggalnya Dewa Yama, Prishdhra termasuk Chandrasena yang sombong itu. Prestasi lainnya, dengan 10 batang anak panah membantai sepuluh orang putra Kuntibhoja. Kemudian, oh raja, putra Drona mengirim Srutayu ke tempat tinggalnya Yama. Dengan tiga
batang panah lain yang dilengkapi sayap-sayap indah dan mata merah, dia mengirim Satrunjaya yang perkasa ke daerahnya Sakra. Kemudian Aswatthaman dipenuhi kemarahan memasang pada tali busurnya sebuah anak panah dahsyat dan lurus. Setelah menarik tali busurnya sampai ke telinganya, dia dengan cepat menembakkan anak panah yang sangat baik itu. Panah itu menyerupai cambuk kematian itu sendiri, dengan presisi tinggi dibidikkan ke arah Ghatotkacha. Panah surgawi itu dilengkapi sayap-sayap indah. Panah itu melewati dada rakshasa itu, oh penguasa bumi, panah itu lalu menembus bumi melalui dada Ghatotkacha, selanjutnya dia terjatuh di keretanya. Setelah melihat Ghatotkacha terjatuh dan percaya dia itu sudah mati, panglima perang kereta perkasa Dhrishtadyumna mengambil mayat di hadapan putra Drona itu. Demikian, oh raja, pasukan kereta Yudhishthira itu berbalik dari pertarungan. Putra Drona
yang gagah perkasa itu setelah membantai musuh-musuhnya, mengeluarkan sebuah raungan keras. Dia disembah oleh semua orang dan semua putra paduka, oh tuan. Bumi di sekelilingnya ditebari tubuh-tubuh para rakshasa yang terjatuh itu ditusuk dan dirobekrobek ratusan anak-anak panah putra Drona. Tubuh-tubuh tampak berserakan di mana-mana, akibatnya orang-orang tidak leluasa bisa dilewati. Seolah-olah ditebari puncak-puncak gunung. Para siddha, gandharva, pisacha, para naga, burung-burung, para pitri, burung-burung gagak dan sejumlah para kanibal dan hantuhantu, para apsara, kaum surgawi, semuanya bersama-sama memuji tinggi putra Drona itu. Sanjaya berkata, Setelah melihat itu putra-putra Drupada, sebagaimana juga Kuntibhoja, dan para rakshasa juga dalam jumlah ribuan, dibantai putra Drona, kemudian Raja udhishthira, Bhimasena, dan Dhrishtadyumna, cucu Prishata itu, Yuyudhana, bersatu bersama. Mereka tetap
bertekad berjuang pada pertempuran dharma itu. Kemudian Somadatta, sekali lagi dipenuhi kemarahan setelah melihat Satyaki pada pertempuran itu menutupi dengan panah-panah. Oh Bharata, dengan hujan anak-anak panah lebar, kemudian terjadi sebuah pertempuran dahsyat. Pertempuran itu sangat menarik untuk dilihat, antara prajurit-prajurit paduka dan mereka dari musuh. Kedua belah pihak, baik pihak Kuru maupun pihak Pandava sama-sama menginginkan kemenangan. Kemudian Bhima menyerang pahlawan Kaurava lainnya, So-
madatta, dengan sepuluh batang panah. Sebagai balasannya, Somadatta itu menyerang pahlawan itu dengan seratus batang anak panah. Kemudian Satwata itu dipenuhi kemarahan, menyerang menggunakan sepuluh batang panah tajam, yang dilengkapi kekuatan halilintar. Prajurit tua itu dirundung kesedihan atas kematian putranya. Di samping itu, dilengkapi dengan setiap kebajikan yang patut dihargai seperti Yayati, putra Nahusha itu setelah menyerang dengan kekuatan besar. Dia menyerangnya sekali lagi dengan tujuh batang anak panah. (bersambung)
Sloka 10.26 Ashvatthah sarva-vrksanam devarsinam ca naradah gandharvanam citrarathah siddhanam kapilo munih. Di antara pepohonan Aku adalah pohon Asvattha. Di antara para resi suci Aku adalah Narada. Di antara para ghandharva Aku adalah Citraratha. Dan di antara pertapa yang telah disempurnakan Aku adalah Resi Kapila.
Sumpah Pemuda
Pelajar Nusantara Lepas Tukik di Pantai Boom
BPM/ant
MEGAWATI - Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla, dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berfoto bersama dengan sejumlah pendukung acara Peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober di Istana Merdeka.
Megawati Serukan Demokrasi Berjalan Damai Jakarta ( Bali Post) Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menilai saat ini proses berdemokrasi di Indonesia sedang mengalami sebuah cobaan. Megawati meminta kepada semua pihak secara bersama-sama dalam menjalankan proses demokrasi di Indonesia di tengah berhadapan situasi berbeda tidak disikapi dengan cara kekerasan tapi menempuh jalan damai. “Hari-hari ini saya melihat bahwa di dalam proses berdemokrasi kita sedang mengalami sebuah cobaan. Karena ada di antara kita sendiri yang sedang berupaya untuk tidak menerima seperti yang saya katakan kita warga Indonesia tidak membedakan masalah agama, ras, ataupun siapa dia. Sehingga dengan demikian, saya sebagai Presiden ke-5 RI menginginkan demokrasi Indonesia berjalan dengan damai,” ujar Megawati dalam sambutannya usai menyaksikan pertunjukan “Sri Eng Tay” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (29/10) kemarin. Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Puan Maharani, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto serta sejumlah fungsionaris PDI-P turut hadir bersama Megawati. Pertunjukan ini didukung antara lain Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Yu Ningsih, Trio Gam (Gareng, Joned, Wisben), Henky Solaiman, Hans Huang, Alena Wu, Febrianti Nadira, Flora Simatupang serta tim kreatif Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Bre Redana, Djaduk Ferianto. Megawati mengaku kaget diundang hadir ke acara yang merupakan kreasi budaya ini. Namun, dia bersemangat hadir menonton sebab meyakini seni bisa jadi pemersatu. “Saya ingin katakan dalam
narasi kebudayaan seperti yang ditampilkan tadi, kita harus setia kepada Republik Indonesia. Sehingga kita harus tahu, semua kita adalah satu. Saya sering katakan karena anak muda senangnya berbahasa asing, all for one and one for all, kita adalah satu warga negara Indonesia,” ujar Megawati. Megawati meminta kepada semua pihak secara bersama-sama dalam menjalankan proses demokrasi di Indonesia di tengah berhadapan situasi berbeda tidak disikapi dengan cara kekerasan tapi menempuh jalan damai. “Mari bersatu, apa pun yang terjadi, mari lakukan secara damai di bumi Indonesia. Tolong pesan ini
disampaikan ke mana-mana,” katanya. Usai pementasan, Megawati dan Puan memberikan kesempatan kepada sejumlah penonton yang berebut berfoto bersama bahkan ber-selfie ria dengan Megawati dan Puan. Keduanya sabar melayani permintaan foto bersama. Saat tiba di pintu keluar, Megawati bersama putrinya, berhenti dan tertarik dengan sejumlah anakanak kecil yang berlatih tari Saman dan tari piring. Selain berdialog singkat, Megawati dan Puan juga memberikan kesempatan berfoto dengan anak-anak itu. Sementara itu, Butet mengatakan seluruh kru sangat mengapresiasi kehadiran Megawati di acara yang disebutnya sebagai ibadah kebudayaan. “Silakan ditunggu penampilan berikutnya yang akan digelar pada 2-3 Desember mendatang dalam lakon Sabdo Pandito Rakyat,” ujarnya. (kmb)
Peradah Buleleng Cetuskan ’’Nawa Yowana Sakti Denbukit’’ Singaraja (Bali Post) Rembug Pemuda memperingati hari Sumpah Pemuda dilakukan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) di Monumen Bhuana Kerta, Desa Panji Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, 27-28 Oktober 2016. Pemuda Hindu berhasil mencetuskan “Nawa Yowana Sakti Denbukit” atau “Sembilan Resolusi Sakti Pemuda Denbukit”. Untuk pertama kalinya kegiatan tersebut digelar dalam mewujudkan pergerakan pemuda Hindu, penuh inovasi dan berpikir ke arah demokratis. Sembilan resolusi pemuda itu pertama, pemuda Hindu Denbukit bersepakat bersatu padu dalam menghadapi berbagai masalah keumatan yang muncul di era kekinian. Kedua, pemuda Hindu Denbukit bersepakat berperan aktif dalam gerakan revolusi mental generasi muda utamanya dalam pengamalan ajaran Agama Hindu. Ketiga, pemuda Hindu Denbukit bersepakat bersama-sama mendorong pemimpin daerah (bupati) secara tegas memberikan perhatian kepada generasi muda Hindu utamanya dalam bidang pendidikan. Keempat, pemuda Hindu Denbukit bersepakat men-
dorong Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) memerhatikan kelompok muda desa adat (Sekaa Truna-truni) sebagai ujung tombak pelestari budaya pada tingkat akar rumput. Kelima, pemuda Hindu Denbukit bersepakat secara periodik melakukan regenerasi pengurus organisasi kepemudaan Hindu sebagai pilar pembangunan jiwa kepemimpinan berlandaskan dharma. Keenam, pemuda Hindu Denbukit bersepakat mengawal ketat pelaksaaan pasraman di 169 desa adat (pakraman) di Buleleng. Ketujuh, pemuda Hindu Denbukit bersepakat mendorong Pemerintah Provinsi Bali segera mewujudkan janji membangun sekretariat Hindu terintegrasi sebagai rumah pergerakan PHDI, WHDI, Peradah, KMHDI dan organiasi kepemudaan Hindu lainnya. Kedelapan, pemuda Hindu Denbukit bersepakat mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran pergerakan pemuda Hindu di Buleleng. Kesembilan, pemuda Hindu Denbukit bersepakat turut serta menyumbangkan tenaga dalam membangun daerah utamanya dalam bidang pengentasan kemiskinan dengan turut serta dalam program pemerintah provinsi
dan kabupaten. Dijelaskan Ketua Panitia Pelaksana Rembug Pemuda, Wayan Sudira, setelah dicetuskan maka sembilan resolusi akan direkomendasikan ke pemangku kebijakan di pemeritah daerah. “Kami segera beraudiensi dengan Bupati Buleleng termasuk dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng, dan Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP),” jelas Sudira Jumat (28/10) lalu. Ketua DPK Peradah Bule-
leng, I Made Bagus Andi Purnomo tetap berkomitmen mengawal “Nawa Yowana Saksi Denbukit”. Harapnya ke depan dapat ditindaklanjuti pemangku kebijakan di Bumi Panji Sakti Singaraja. “Kami akan kawal terus dan sampai ada hasil nyata. Ke depan, semua pihak bergerak bersama dengan pemuda mewujudkan revolusi mental generasi muda. Pembangunan bukan hanya di tataran infrastruktur, tapi juga melalui pembangunan manusia melalui program pemberdayaan,” tandasnya. (kmb34)
BPM/kmb34
PERADAH - DPK Peradah Kabupaten Buleleng di momentum Sumpah Pemuda membangkitkan semangat kepemudaan melalui ‘’Nawa Yowana Sakti Denbukit’’.
Banyuwangi (Bali Post) Rangkaian hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Banyuwangi diisi berbagai kegiatan unik. Salah satunya, melepas 245 ekor tukik di Pantai Boom, pesisir barat Selat Bali, Sabtu (29/10) kemarin. Yang menarik, aksi ini dilakukan puluhan pelajar yang berpakaian adat nusantara. Termasuk, lintas agama di Banyuwangi. Kegiatan kali pertama ini digelar menjelang matahari tenggelam, sekitar pukul 17.00 WIB. Puluhan pelajar SMA menggunakan kostum adat seluruh nusantara berjejer rapi. Mereka membawa tukik alias anakan penyu, masing-masing satu ekor. Selanjutnya, tukik dilepas bersamaan. Tukik langsung disambut deburan ombak. Aksi ini menjadi tontonan menarik warga yang kebetulan menikmati suasana sore di pesisir Boom. “Kegiatan ini sangat membanggakan kami. Sebagai generasi muda, kami ingin ikut melestarikan penyu yang nyaris punah di momen hari Sumpah Pemuda,” kata Annisa Oktaviana, salah satu siswa. Dara cantik ini mengaku baru pertama kali ikut melepas tukik. Dia berharap, kegiatan ini bisa digelar rutin setiap tahun. Sebab, akan mendidik generasi muda melestarikan alam. Ketua Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), Vina Haditajono, mengatakan kegiatan lepas tukik massal
ini untuk mengajak generasi muda Banyuwangi menyayangi penyu. Sebab, aksi penangkapan penyu di sekitar laut Banyuwangi sangat mengkhawatirkan. Bahkan, binatang purba tersebut mulai punah. “Kami prihatin, penyu dan telur penyu tetap diburu. Padahal, ini adalah binatang dilindungi,” tegasnya. Dia menjelaskan, selama tahun 2015, pihaknya berhasil menyelamatkan 13.363 butir telur penyu. Dari jumlah ini, sebanyak 9.487 tukik berhasil menetas, lalu dilepas di sekitar pesisir Selat Bali sebanyak 23 kali. Sedangkan tahun 2016, pihaknya berhasil menyelamatkan 12.624 butir telur penyu.
Hasilnya, menetas 8.836 ekor tukik. Hingga bulan ini, sudah digelar 20 kali melepas tukik. “Kami akan terus lakukan hingga akhir tahun ini, dan berlanjut terus,” jelasnya. Harapannya, penyu Banyuwangi bisa terbebas dari kepunahan. Dan, aksi perburuan penyu dan telurnya bisa diberantas. Apalagi, beberapa pesisir Banyuwangi menjadi tempat paling nyaman bagi penyu bertelur. Salah satunya, Pantai Boom di barat Selat Bali. Banyuwangi, kata dia, memiliki 4 jenis penyu dari 7 jenis penyu di dunia. Yang paling langka di Banyuwangi adalah penyu belimbing yang bisa hidup hingga ratusan tahun. (kmb30)
BPM/udi
TUKIK - Puluhan pelajar berbusana adat nusantara melepas tukik di Pantai Boom, Banyuwangi, Sabtu (29/10) kemarin.
ICW Sayangkan Praktik Jual-Beli Suara Pemilihan Rektor Jakarta ( Bali Post) Koordinator Divisi Korupsi Politik dari lembaga Indonesian Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, menilai kasus jual-beli suara di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri tidak bisa dianggap masalah sepele. Padahal, idealnya, perguruan tinggi menjadi tempat untuk budi daya pola pikir anti-korupsi dan bebas dari pengaruh politik. Dalam praktiknya, kata Donal, proses pemilihan rektor di Perguruan Tinggi sudah seperti pemilihan ketua atau pimpinan partai politik. Sebab, peraturan Menteri Pendidikan mengatur mekanisme pemilihan rektor melalui pemungutan suara dengan sistem 65 persen suara dimiliki oleh senat perguruan tinggi dan 35 persen suara dimiliki oleh Kementerian Pendidikan. “Jadi di situ juga ada tim sukses kandidat. Ada proses jual-beli suara juga di situ, itu yang menjadi ironi sebenarnya,” kata Donal usai menghadiri acara diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10) kemarin. Ia menambahkan, dalam praktik pemilihan rektor di perguruan tinggi, 35 persen suara yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan adalah peluang terjadinya praktik suap yang harus menjadi perhatian Pemerintahan Jokowi - JK. Menurutnya, kebijakan Jokowi yang belakangan ini semangat dalam memberantas pungli di seluruh institusi pemerintahan, harus juga memerhatikan proses pemilihan rektor di lembaga perguruan tinggi negeri. “Meskipun pungli dan suap berbeda, tapi praktik pungli dan suap adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,
yaitu bagian dari korupsi,” kata Donal. Hal serupa disampaikan Komisioner Ombudsman, Laode Ida. Menurut Laode, pemerintah Jokowi memiliki pekerjaan rumah yang sangat
besar dan serius dalam membersihkan seluruh instansi pemerintahan dalam praktikpraktik korupsi, termasuk dalam sistem pemilihan rektor di lingkungan perguruan tinggi. (kmb)
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA >2:= A6>324232=:A@CD 8>2:= 4@> $2I2?2? (6?825E2? ( (:? 4 6 :C4@E?D -A D@ (6>32I2B2? 58? #2BDE #B65:D &! Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris
Iklan Peluang Emas
/*(7/ 4B6G ED< ' (B:2
/?:D2 EC:2 D9 >:? +%- >2E <6B;2 <6B2C AE?I2 C6A652 >@D@B 3:C2 =@3I:?8 <=:6?
/*(7/ (*, ,:?882= 52=2> 2C:=:D2C 82;: '<
5*5 75:6 $@@<:?8 7@B !, %2?286B +D@B6 %2?286B CCD * %2?286B %:? 162BC HA6B:6
?46 :? D96 +2>6 (@C:D:@? +6?5 . D@ 9B> 4@4@8B@EA32=: 4@> @B (@CD 2D "2=2? 2DEB *2I2 &@ ,2>2? B:I2 ":>32B2?
(2/ >6?:D:6C @D6= +EAA=:6B >>3D9<2? +@A:B +2=6C BA?8=>? ,=A #:B:> . <6 :?7@ 32=:9@D6=2>6?:D:6C 4@>
5*5 75:6 $@@<:?8 7@B +D@B6 +EA6BF:C@B (6BC@? ,62> $6256B (6BC@? +( +( (6BC@? 44@E?D:?8 +EA6B
F:C@B * +D277 ( +D277 B:?8 I@EB . @B /2=<:?8 !?D6BF:6G 2D "= 2DEB *2I2 &@ ,2>2? B:I2 ":>32B2? 7B@> 2> E?D:= A>
/):9:.1(4 +686B2 K+D277 44@E?D:?8L (6?5:5:<2? + "EBEC2? <E?D2?C: E?DE< *6CD@
B2? #ED2 ->EB %:? ,9 >2:= . <6 :?7@ >?> 4@?46ADC 4@>
*7 #2C:B E?DE< ,@<@ +6>32<@ 2;: "D 2DE3E=2?
9. #2BI G2D: E 5> (6?;282 #@C 2? ,?88= =>
*7 C2=6C @E?D6B +@A:B 3C 9C !?88B:C +%# (2B:G:C2D2 E3 %6BBIC ,@EB (
9. +A2 *646AD:@?:CD ,96B2A:CD 3 $$EF:2 +A2
*7 %6<2?:< A8=>? E 6?8<6=*6C>: @?52 :2?I2B
./2+*(7, 6?DB6 :? +6>:?I2< &665C CC:CD2?D ,62496B 2?5 'A6B2D:@?2= %2?286B HA6B:6?46 :? D96 C2>6 (@C:D:@? :C 2 >ECD 5F2?46 ?8=:C9 3@D9 +A@<6?
/B:DD6? +6?5 1@EB . D@ 2CC:CD>6 8>2:= 4@>
7:85 ,8 32B $68:2? =@@<:?87@B ?8=:C9 CA62<:?8 CEA6BF:C@B
7=@@B %2?286B >ECD 92F6 2D =62CD I62B 6HA6B:6?46 :? 32B B6CD@ 7:6=5 >2:= 4BEC@6C32B32=: 8>2 := 4@> @B 42==
",4+51 B6CD B@EA $@42D65 :? #ED2 325E?8 ?665C 2 *6CD %?8B 2F6 162BC HA !? ,96 +2>6 (@C:D:@? (=62C6 +6?5 1@EB . D@ 2;ECAB:>2 I29@@ 4@>
*7 +8B ,6B2A:CD B@?D'77:46 E3 (, )* ":>32B2?
*7 5>:? 5?8 /2?:D2 %6?8E2
*7 +D277 +@A:B (B:325:
*7 B@?D '77:46 @EC6<66A:?8 C2: %:4B@C@7D BA?8=2>2? +( 2==6BI %2C -3E5 E3 B:F6B ?8:?66B:?8 6==3@I >?8E2C2: #@>A AE?I2 #6?5 +5B E !?D6BF:6G +64EB:DI (*, 28 E<E> ED< @D6= $2>2B2? <6 ,@<@ 2I2D9B: EA2 E3 (' '0 #ED2 2=: *7 ,< "29:D E=2?2? @B@?82? /2?8: "= 2DCE ,:>EB 00 #2F ,< (@D@?8 (6?86AE= "29:D I8 B !. 6?A2C2B /)9.1(4 +8B %2B<6D:?8 #B> . A8=>2? E3
<6 (, B6:89D HAB6CC !?5@ *7 AD ?8 %6A 5>:? B:F6B (9@?6 >2:= . 4@EBDI2B5 6HD6?D:@? 8>2:= 4@> *7 ,<8 (@D@?8 #2:? 6BA6?82=2
>2? ED< 2B>6?D A 765AC 7B6:89D6HAB6CC:?5@ 4@>
E3
*7 ) BA?8=>2? 82B>6?D HABD ,<8 "BD =2?2? 2;: 28EC E3 +686B2
*7 +8B BC:D6< ED< (6BEC2922? 6C:8? !?D6B:@B $@< ":>32B2? #B> . <6 C5: 9B556A 8>2:= 4@>
*7 +@A:B +!% E3 2=: (6D +9@A "= +6D:23E5: AC
*7 +D27 #@>A 5>:? 2=:+:=F6B $@< 6=E<
/*(7/ ) ,E<2?8 4964< *E??6B
,E<2?8 "2=2? ED< 2B>6?D 5: #ED2
/89)7 9? 2?8E?2? D9 'B8 %2B<6D:?8 #:B:> $2>2B2? <6 (, ,6B2?8 "2I2 ?E8B29 "= !>2> @?;@= (6BE> :AD2 +6=2B2C &@ AC E3
(73,49 A6B=E +686B2 CCD *7 ,<?8 #:B:> 96=A6B ,6<?:C: /)9.1(4 ,6<?:C: (2?6= #@?DB@= 44@E?D:?8 5>:?:CDB2C: ,@<@ 2D G . =>B? <6 :DB2 A@>A2 82;: @<6 , ,E<2?8 "29:D ,< (2DBE? #6A2=2 /2B?2 DB56<2D ,=A
$2> "= E?E?8 %2C &@ AC (24<:?8 ) 2D2?8 $2?8CE?8
*7 /2:D6B 6CC B:== +D6G2B5 (252 "2> #6B;2 # *(.(<( 2=: (BC9 *6D2:= (B= 2B #:D496? #B> +8B . ?52 <6
!3E #256< +D277 ,@<@ +IBD /2?:D2 %2H , /B +E32< (68EI2?82? C 9C !?88B:C (?>A:=2? %?2B:< (8( 7B66 =2?46 =2A <6E2?82? *7 C8B %6<2?:< 'D@>@D:7 $2> #B> . $>B? <6 DI2 4:A:?5@ 4@> 3=? D9? E3 CDB:5@ %296?5B252D2 , /)9.1(4 ,?8 +6B23ED2? $2<: 551/4- 7@B 2BD6?56B *7 *6C6AD:@?:CD ' # (EB: E3 7@B 2B -3E5 C:9 D= "= (2?D2: #ED2 #ED2
/3(8 2C9:@? %6?42B: A6?;29:D 2=EC /2?:D2 6BA6?82=2>2? 2;: 28EC
"(7+/4, *6CD2EB2?D $@@<:?8 7@B ( @@< /2:DB6CC 2BD6?5B6C 2B324< %ECD +A62< ?8=:C9 "= (6D:D6?86D ,6=A %2:= C2B5:?6 C2B5:?632=: 4@>
#,7(6/89 B@?D '77:46 !?7@ 6?:?8 +A2 "= 2DE36=:8 #ED2 2;: @?EC 6C2B
#:1(4- #63E? *2G2D .:==2 $2>2B <6 .:=2 ,6?2?8 2DE36=:8 &@ 2;: C6BF:46 ("+
$7-,492< &66565 +D27 %2B<6D:?8 :F:?8 @>A2?I +2?EB 3 . :?7@ 5:F65:F65:F632=: 4@>
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post $ @BDE?6B :C6= :D2> "D %! # &68@ %2?E2= ( 02 %3= AD 96FB@=6D 2AD:F2 $ , +! ,9 3E %6D2=:< E3 $ &6G !?@F2 :C6= 9:B C # D> (B:325:
/0:(12 6A2D .:@C ,* %2D:4 ,2?82? ! E3
(= *+ ==&6G (D9 # #% "#=D "B (2<6 !CDG
! 7 %3= F2?J2 06?:2 *EC9 12B:C "2J 5== 2C ' #B5
! # !
6=: ,:?88: %@D@B 6<2C +8=%6B<
2 AD D:@C >2?E2= AD9 ;D B?8 :CD>G "E=:2
#(4(. #2F (6?82=@? !3. 2BE 'F6B #B5:D $( + E?: !:3. B6 (6?2>A2B2? (>=< 3C A "D 2=E?8 ,<B %@3:= $;D #B5 %2?88:C B8 "D
!3. :DB2=2?5 6?A2C2B $2?D2: $, $ E3
!3. #ED2 *@I2= $, $ =D #, #% #:D496? +6D 2D6 CICD =:?8 2>2?
" & !$ /1549 *>9 $D ,?9 #, #% +6C6D2? ;D D9
/15497(1(4 *>9 #>B #> %?5: (5 C2>3:2? E3
1549 *>9 #2>2B 2B2C6 "= <2
$ !$ !3. $, > $ > "= >: C:2 &@ AC /98) %2F6? +=FB 'BC /0:(2 *>9 *E<@ $2?D2: $, ?@D@ 8 +G2B: ,( &68@ %E=EC AC AD (4+ BE:C6B % , ,B3@ @<=2D $ "= 12?: -D2B2 AC E E3 %E52 %:?D @?5 $ # %/22( E== EB?:DEB6 (@@= % # ' # 02 ,?9 2B6 5: 2B2D DB27:4 *>9 $D $C B6 % &68@ (B> ,; F2?J2 +:=F6B !3. #, BC: +DBD8:C ( '(7/8 + , +A=2C9 , 8I2 =:89D (2?D2: AEB?2>2 F:6G +2?82D 28EC (B35 , C,<B !?529 AC "D B:I2 ,2?C2,B:C?2 A2?D2: E3 #"$ "
SERVICE
BIRO JASA
SALON
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
BIRO JASA
KONTRAKTOR
;(40/ #2;6 B6 "D &68@ =@32= - AD
#4. &6>A:= "D "= 6C2<:9 (@?5@< :DB2 (>@82?
#4. "D E5E< 3:2?32C6 "= >
/0:(2 ,?9 "= ?D2CEB2 (88B "=? =C > E3
02 #3? "23@? $ B6 B8 "D &68@ $@< C /2?28:B: +6=6>2568 ,3? 2=: 52 <C6C "=? E3 !3E B;E?
/*(7/ ?2< @G@< 6G6< -C:2 ,9 -D< !<=2? (B@5E< ,EA6B
G2B6 *6>2;2 (EDB: -C:2 ,9 - !<=2? (B@5E< +@A9:6 +IBD #6
#4. 2B6 ;D 5<D G:C2D2 02 ,2?29 B6 2DE3E=2? 8 D6?DE2? 6B=2<E ,2?A2 2CD:?8 A2?D2: +@<2 ,3? (:A:D (6>:=:<
(!& #4. $@< "= #3@:G2-DB <D 02 ,2?29 "D 56<2D IA2CC 2=:,. 5: (6B:?8 "= -D2>2
/2(4- (# F2?J2.6=@J ,9
&@A@= # !- &@C:? % $ % 02 ,2?29 $ <C6C "=? > &@<2 % #% "# :(2 .:==2 F:6G @=7 '462?.:6G "= ( *@D: 8 (2?52 & ! 8E?8 (2BD92 5?I2?2 $@< (642DE !?529 *6C@BD ,IA6
#, (@@= 0:(2 D?9 <2F =@<2C: CDB2D68:C 2- (# &@ ' # #$ & ! /I? 5:52B>2 (6?82=@? #BC> E3 !$ !$ #,2(. :=2?8 9 (# +,&# :(2 ,?9 %EB29 5=> #@D2 9(8/ *E>29 @4@B 2< :?5:?8 %@D@B # 1 ,9 +DB8C +6<2B "6AE? ,2=2?8 == 2B:C & ! &I@>2? ,B:32IE #4. "= *2I2 (25@?2? 2?88E #@>A .:==2
#4. $@< "= 6529E=E 0.!!! E3
18
REKREASI
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan
PANTAI BULIAN
Objek Wisata Baru di Nusa Penida
PEMKAB Klungkung beberapa tahun terakhir mempromosikan Nusa Penida secara besar-besaran. Setiap tahun digelar festival untuk memperkenalkan segala potensi wilayah kepulauan ini. Beberapa objek wisata baru mulai bermunculan untuk menjadi alternatif, selain Lembongan-Ceningan yang sudah terkenal sejak dulu. Salah satunya, adalah Saren Clif Point dan Pantai Bulian. Seorang pemandu wisata Nusa Penida, I Gede Sukara, belum lama ini, mengatakan kedua tempat ini memberikan kesan alam yang berbeda dibandingkan objek yang sudah dikenal, seperti Pantai Atuh, Crystalbay maupun Pasih Uug. Seperti dari Saren Clif Point, Sukara mengatakan tempat ini memperlihatkan liukliuk tebing yang tidak akan ditemukan di tempat lain. Tempat ini belum banyak tersentuh penataan, tetapi sudah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Nusa Penida maupun para pelancong yang berlibur ke Nusa Penida. Untuk menemukannya di Banjar Dinas Saren, Desa Batumadeg, tidak terlalu susah. Dari jalan raya menuju tempat ini sudah lengkap dengan petunjuk jalan. Sebuah ayunan di bawah pohon, menjadi salah satu ikon tempat ini. Rencananya, Sukara mengatakan pemerintah daerah akan menata tempat ini, dengan penambahan sejumlah fasilitas umum, termasuk akses jalannya yang masih rusak berat. Kondisi serupa juga terjadi pada objek wisata alternatif lainnya, seperti Pantai Bulian di Banjar Dinas Penangkidan, Desa Bungamekar. Lokasinya persis bersebelahan dengan Pantai Kelingking. Tempat ini sejak pelaksanaan Festival Nusa Penida juga menjadi buah bibir. Tetapi, masalahnya akses jalan ke tempat ini juga masih rusak berat. Namun, meski demikian tetap saja ada yang datang ke sana. Sukara menegaskan sampai di lokasi, perjalanan melewati jalan
rusak akan dibayar tuntas dengan keindahan alam Pantai Bulian ini yang masih natural. “Mudah-mudahan akses jalannya segera
diperbaiki pada kedua tempat ini,� kata Sukara. Dia mengakui, di kepulauan Nusa Penida memang cukup banyak pi-
MENURUN 1. Game yang menghebohkan baru-baru ini 2. Gula susu berupa serbuk putih 3. Cekatan, cakap 4. Tumbuhan semak yang daunnya dapat dipakai pewarna 5. Kencan (Inggris) 6. Tumbuhan berduri tidak berdaun 7. Sejenis rusa hidup liar berkelompok 8. Agar-agar 12. Miskin, sengsara 14. Berhubungan dengan organ pendengaran, suara, bunyi-bunyi 15. Orang yang beristri / bersuami dua 18. Kredit tanpa agunan 19. Noda 22. PSK 23. Bentuk komposisi tembang jenis macepat 24. Lebat (Bali) 26. Berbentuk bulat lonjong 27. Kosmetik bulu mata 28. Sapaan hormat terhadap raja 29. Minuman Para Dewa 32. Onggokan kayu api (Inggris) 33. Ikan (Bali)
lihan berwisata. Tidak hanya Lembongan-Ceningan, kepulauan Nusa Gede pun tidak kalah bagus. Hanya saja akses jalan yang masih menjadi persoalan sejak dulu. Ini menurutnya harus dipikirkan lebih matang, agar explore Nusa Penida tidak ber-
1
2
3
4
5
9
6
7
8
26
27
10 11
13
12
14
15
16 17
19
18 20
22
21
23
24
25
28
29
30
31 32
33
34
35
36
SPT2016
MENDATAR 1. Satuan pasukan yang terdiri dari 20-40 orang 5. Penduduk pendatang (singkatan) 9. Canggung 10. Bahan pakaian 11. Kera (Inggris) 13. Rabun jauh 15. Buku kecil berfungsi sebagai selebaran 16. Sifat kurang percaya terhadap keberhasilan 17. Mau (Bali) 19. Gosok (Bali) 20. Selampai 21. Anak meja 22. Mudah terangsang 25. Sinar atau sorotan (Inggris) 28. Sejenis burung yang berjalan tegak 30. Gerakan meloncat keatas 31. Sungguh-sungguh 32. Partai Demokrasi Indonesia 34. Abad (Inggris) 35. Orang tua atau tokoh 36. Merusak; menghancurkan (Inggris) 37. Bakat akan kepemimpinan yang luarbiasa yang membangkitkan rasa kagum
37
KUPON TTS No.270 Ketentuan Menjawab
Pemenang TTS No. 268
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 270 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 5 Nopember 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 13 Nopember 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
1. I Dewa Putu Nusawan Banjar Tusan, Desa Tusan, Kec. Banjarangkan, Kab. Klungkung (80753)
Jawaban TTS No. 268 MENDATAR 1.Gangren 5.Pancala 9.Lakon 10.Dol 11.Kartu 12.USA(asu) 13.Oli 14.Nilam 17.Abasa 20.Oirav (Vario) 23.Jerman 24.Eskimo 25.Atlas 26.Aliran 27.Pretty 28.Intra
31.Asali 34.Sirna 37.Lan 38.Nil 39.Seduh 40.TCD 41.Istri 42.Halimun 43.Magasin MENURUN 1.Galan 2.Nikel 3.Ranum 4.Nidasi 5.Paloma 6.Nokia
7.Aorta 8.Amuba 15.Idealis 16.Admiral 18.Bakteri 19.Semeton 20.Onani 21.Ralat 22.Vespa 29.nenten 30.Random 31.Absah 32.Andal 33.Ilham 34.Sling 35.Retas 36.Alien
2. Ida Ayu Ketut Seri Astiti Br. Umadiwang, Desa Batannyuh, Marga, Tabanan (82181) 3. Putu Wiwik Ariani Br. Serokan, Susut, Bangli (Hp: 085 792 465 723) 4. I Kadek Sudarma Dusun Delod Rurung, Desa Banjarasem, Seririt, Buleleng (81153) 5. I GP Suiantara Br. Ngoneng, Mendoyo Dauh Tukad, Jembrana (82261) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama
: I Kadek Mas Windu Parmana Alamat : SD Negeri 1 Guwang, Sukawati, Gianyar 80582 (Hp: 087861628924)
jalan setengah-setengah. Dia berharap perbaikan infrakstruktur tetap menjadi prioritas untuk menunjang pengembangan Nusa Penida dalam berbagai aspek, salah satunya adalah pariwisata yang masih punya nilai jual yang tinggi. (gik)
OBJEK - Bentang alam yang masih asri nampak pada objek yang masih natural, baik Pantai Bulian maupun Saren Clif Point.
19
Minggu Pon, 30 Oktober 2016
Sejak 2011
Perlu Dievaluasi Dari Hal. 1 Nuartana menambahkan, Trans Sarbagita memang tidak hanya dikelola oleh Pemprov Bali, tapi juga Perum Damri. Dalam hal ini, Pemprov mengelola koridor 1 yakni rute Kota (GOR Ngurah Rai pintu utara)Garuda Wisnu Kencana (GWK) PP dan koridor 2 dengan rute Batubulan-Nusa Dua-Central Parkir PP. Sedangkan Perum Damri mengelola koridor 8 yang melayani rute dari Terminal Pesiapan-Mengwi-Teuku Umar Barat-Bandara Ngurah Rai PP dan rute dari Pantai LebihSanur-Teuku Umar Barat PP. Namun semuanya tetap harus dievaluasi karena Trans Sarbagita merupakan program pemprov. “Saya yakin, APBD yang digunakan itu bukan hanya untuk yang di dua koridor, pasti juga untuk di koridor yang lain. Karena itu, sekali lagi semuanya harus dievaluasi dulu. Dari semua itu, mana yang layak untuk difokuskan dulu di 2017 sehingga bisa berjalan maksimal. Kedua, biaya yang memang tidak perlu bisa dihemat,” jelas
Politisi PKPI ini. Nuartana menegaskan, APBD yang dikeluarkan untuk Trans Sarbagita harus betul-betul dapat mengurangi kemacetan dan mengurangi beban masyarakat terkait transportasi. “Perlu dipikirkan strategi terhadap koridor-koridor yang penumpangnya belum maksimal. Kemudian, apakah betul kemacetan bisa dikurangi dengan adanya Sarbagita. Dinas Perhubungan harus bisa lebih general lagi berpikirnya dengan melihat penumpang dan kemacetan. Kalau memang dua indikator itu tidak nyambung ya, mendingan kita tunda saja deh,” tandasnya. Anggota Komisi III lainnya, Nyoman Suyasa, sependapat Trans Sarbagita perlu dievaluasi ke arah yang lebih baik. Terutama koridor yang dianggap tidak efisien, agar dievaluasi. Bagaimana agar dana atau subsidi yang diberikan jelas pemanfaatannya dan tidak ada kebocoran anggaran. “Jadi, kasihan dong kalau tidak maksimal, sudah banyak dananya terus tidak maksimal hasilnya, kan yang rugi kita semua,” ujarnya. (rin)
Buatkan Regulasi Dari Hal. 1 Apalagi saat ini Kota Denpasar mengembangkat kota berbasis smart city. Oleh karena itu, dia menyarankan kepada pemerintah untuk membangkitkan kembali transportasi umum dan semua pihak harus gencar mensosialisasikannya. “Bila perlu buatkan regulasi yang jelas
lagi dan kaji ulang zonasizonasi yang mana saja yang masih bisa dikembangkan untuk menghidupkan kembali transportasi umum. Bila perlu masyarakat khususnya mahasiswa diwajibkan untuk menggunakan Bus Trans Sarbagita untuk berpergian ke kampus. Sehingga tidak ada istilah untuk meniadakan transportasi umum,” tegasnya. (win)
Dari Hal. 1 Kepala UPT Trans Sarbagita, I Gede Gunawan, mengakui Pemprov Bali telah mengoperasikan angkutan umum massal Bus Trans Sarbagita sejak 17 Agustus 2011 lalu. Dari 17 koridor atau trayek yang direncanakan, baru beberapa saja yang terealisasi hingga sekarang. Dua di antaranya dikelola langsung oleh pemprov yakni koridor 1 yang melayani rute Kota (GOR Ngurah Rai pintu utara)- Garuda Wisnu Kencana (GWK) PP dan koridor 2 dengan rute Batubulan - Nusa Dua-Central Parkir PP. Gunawan menyebut, biaya operasional bus Trans Sarbagita mencapai Rp 13 miliar dari total subsidi Rp 18 miliar. Memang lebih tinggi tersedot untuk pelayanan di Koridor 2 yang menggunakan bus besar. Sedangkan sisa subsidi Rp 5 miliar, dipakai untuk pendukung seperti halte, e-ticketing, dan honor. Sementara, rata-rata pendapatan setiap tahunnya hanya Rp 2,5 miliar. Tahun 2015 saja, pendapatan bus Trans Sarbagita tercatat Rp 2,658 miliar dengan total penumpang 842.815 orang. “Tahun 2016 kami prediksi bisa mendapatkan 870.000 penumpang, karena semenjak menggunakan e-ticketing dalam pelayanan bus, penumpang per tanggal 30 Juni mulai meningkat. Dulu saat menggunakan tiket konvensional, kita banyak kecolongan karena petugaspetugas di bus menggunakan tiket bekas,” paparnya. Terkait subsidi, lanjut Gunawan, sejak beroperasi 2011 hingga 2015 memang masih besar dengan rata-rata 73,64%
Namun, kerusakan mesin tidak serta merta membuat musibah besar dan menghancurkan sebuah pesawat. “Pesawat telah dibuat sedemikian rupa untuk dapat terbang dengan satu mesin. Kami, para pilot juga sudah dilatih untuk menerbangkan pesawat dalam kondisi yang paling sulit
sekalipun. Jadi, kami harus siap untuk menghadapi semua situasi,” ujar Walsh. Salah satu insiden kerusakan mesin yang paling tragis adalah ketika pesawat United Air DC 10 yang hancur ketika melakukan pendaratan darurat di Sioux City, Iowa. 111 penumpang tewas kala itu namun 185 lainnya berhasil selamat. (kmb33/rtr/ap)
Peran Pemerintah Dari Hal. 1 Pemerintah bisa menarik minat sekaligus meringankan biaya masyarakat dengan cara mensubsidi kendaraan transportasi umum tersebut. “Kalau ini dianggap kemahalan oleh masyarakat, ya pemerintah bisa mensubsidi kendaraan transportasi ini khusus untuk mengangkut anak-anak sekolah terutama yang jarak tempuhnya jauh,” terangnya. Hal serupa juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles. Menurut politisi asal Kintamani ini pemerintah bisa memberikan semacam subsidi baik dari APBD maupun alokasi dana desa (ADD) sehingga pelajar bisa tertarik untuk menumpang kendaraan umum. Daerah lain di Bali perlu belajar dari Kabupaten Gianyar. Pemkab Gianyar paling pertama membuka bus sekolah bagi pelajar. Apalagi bus ini dirancang khusus dan gratis untuk tingkat pelajar di kawasan seni ini. Hingga kini minat penggunaan bus ini pun terbilang tinggi, walaupun masih terbatas hanya tujuh armada. Kadishubinfokom Cokorda Rai Widiarsa P. Sabtu (29/10) kemarin, mengatakan penggunaan bus sekolah sebagai angkutan pelajar sangat efektif untuk menjaga keselamatan siswa menuju sekolah. Selain itu para siswa juga memiliki kepastian jadwal pemberangkatan dan pulang sekolah. “Bus sekolah ini sudah disesuaikan dengan jadwal pemberangkatan dan waktu pemberhentian pada masing-masing halte. Jadi, para orang tua tidak perlu lagi antar jemput anak ke sekolah,” ucap Cok Rai. Namun nahas sejak awal beroperasi hingga kini, gaji
operasional bus belum dibayar. Soal biaya oprasional bus sekolah, kata Cok. Rai sudah dianggarkan pada APBD perubahan 2016. Ia juga menegaskan awal November ini para sopir sudah bisa menerima gaji. “Ini sudah kita anggarkan, tinggal proses administrasi, ini sudah pasti mereka dapat gaji,“ ucapnya. Diakui kelengkapan untuk proses administrasi ini terbilang rumit, sehingga harapan pencairan gaji Oktober 2016 ini tidak bisa terealisasi dan harus menunggu awal November. Sementara Ketua Organda Gianyar, Wayan Ari Semadi, juga mengakui sejak Maret hingga Oktober 2016 ini, para sopir, kernet hingga kordinator Bus Sekolah memang tidak menerima upah. “Dari Maret sampai sekarang memang belum digaji, hanya pada Agustus kemarin upah mereka sempat dibayar sekali oleh Perwat Pemkab Gianyar, sekali itu saja,“ tegasnya. Operasional tujuh bus sekolah mempekerjakan 23 orang, terdiri dari 7 orang sopir dengan 3 cadangan dan 7 orang kernet dengan 3 cadangan ditambah tiga orang koordinator. Sesuai perjanjian awal setelah tiga bulan masa percobaan, untuk satu hari kerja setiap sopir mendapat gaji Rp 100 Ribu, sementara kernet mendapat Rp 80 ribu. Namun hingga kini upah untuk para sopir dan kernet itu hanya dicairkan sekali. Sumadi mengaku cukup menyayangkan kondisi ini, sebab saat ini eksistensi bus sekolah sangat diminati para siswa. Bila hingga akhir Oktober ini upah para supir tidak dibayar, tentunya akan ada aksi yang dilakukan. “Kalau setelah ini sampai tidak diberi, ya bisa saja nanti ada aksi,“ tandasnya. (ina/nik)
Setuju Dievaluasi Upaya Pemerintah Provinsi Bali membuat moda transportasi massal Bus Trans Sarbagita, belum menunjukkan hasil yang maksimal. Alih-alih untuk mengurai kemacetan, busnya saja masih sering kosong alias sepi penumpang. Padahal, pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit mencapai Rp 18 miliar. “Saya ingin mengevaluasi Sarbagita kita ini, karena banyak sekali yang kosong. Bukan soal untung atau rugi pemerintah, tetapi bisa nggak ada benefit yang maksimal, yang optimal dari adanya public transport tersebut,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menanggapi masukan salah seorang peserta simakrama Gubernur
Bali di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (29/10) kemarin. Evaluasi diperlukan, lanjut Pastika, karena tujuan membuat Trans Sarbagita adalah untuk mengakomodasi keperluan masyarakat yang tidak memiliki kendaraan atau yang malas menggunakan kendaraannya sendiri. Dengan harapan, masyarakat merasa lebih nyaman, aman, dan tidak perlu menghadapi kemacetan. “Tetapi persoalannya adalah tidak mudah untuk meminta orang Bali menggunakan public transport. Mereka lebih suka naik motor sendiri, yang punya mobil, naik mobil, apalagi kalau motornya baru karena kendaraan itu juga dijadikan semacam alat gengsi. Kalau naik public transport dianggap orang tidak punya,” jelasnya. Pastika mengaku sudah meminta Kepala Dinas Perhubungan Infokom yang baru untuk segera mengevaluasi Trans Sarbagita. Koridor mana yang masih tetap dipertahankan, mana yang harus dihilangkan, atau mana yang harus ditambah. Masyarakat pun diharapkan ikut menyampaikan evaluasi saat melihat ada program pemerintah yang tidak berjalan atau kurang optimal seperti Trans Sarbagita ini. “Memang sedang akan dikaji mengenai ini. Satu tahun kita subsidi Rp 18 miliar, belum harga kendaraannya, kalau tidak dimanfaatkan secara optimal kan sayang. Kalau itu memang untuk kepentingan rakyat dan memang dimanfaatkan, membawa manfaat yang optimal, tidak apa-apa. Uang dari rakyat tidak boleh dihambur-hamburkan begitu saja,” terangnya. (rin)
Celah Pungli
Musibah Besar Dari Hal. 1
dari total biaya layanan atau sebesar Rp 7,3 miliar. Namun sejauh ini, pelayanan bus Trans Sarbagita terlihat masih belum maksimal. Selain ada bus yang rusak, konektivitas juga belum terbangun dengan baik lantaran belum semua koridor bisa terealisasi sesuai target. “Manfaat dari pelayanan ini, jangan dilihat hanya dari keuntungan finansial. Tapi kita juga melihat sosial ekonomi berupa penghematan BBM, pengurangan kepadatan lalu lintas, mengurangi emisi gas buang,” jelasnya. Gunawan mencontohkan penghematan BBM di tahun 2015 mencapai 652.850 liter atau Rp 6,4 miliar. Bila dibandingkan antara efisiensi BBM dengan subsidi, pemerintah sebetulnya dikatakan hanya memberikan subsidi Rp 1 miliar saja.
Dari Hal. 1 “Kami sudah membuat banyak inovasi untuk menghindari adanya celah pungli. Kami sudah sering ingatkan anggota dan jajaran,” jelas Kapolres. Pihaknya sejak dua minggu ini sudah bolak-balik Gilimanuk menggelar rapat di ruang rapat ASDP dan mewanti-wanti kepada jajaran. “Kami fokuskan di Gilimanuk karena sering jadi target, dan kami sudah mewanti-wanti. Kami beberapa kali mengumpulkan anggota terkait perintah presiden ini,” jelasnya.
Demikian juga tiap apel pagi di polsek-polsek dan satuan juga sudah ditegaskan dalam pengarahan bahkan tertulis. Dengan adanya langkah-langkah itu jika masih ada oknum yang menyimpang pihaknya sangat menyayangkan. “Kami akan terus me-warning dan mengingatkan lagi, dan menindak tegas bagi yang melanggar aturan,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang oknum anggota polisi masing-masing Bripka KSP, anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dan Aiptu WK, anggota Induk III PJR
Gilimanuk terjaring OTT karena diduga melakukan pungli di wilayah Gilimanuk, Jumat (28/10) dini hari. Dari penangkapan tersebut didapat barang bukti Rp 6.000 dari tangan Bripka KSP, Rp 2.000 dari sopir travel yang diselipkan dalam surat kendaraan dan Rp 4.000 dari lemparan sopir truk. Sedangkan dari tangan Aiptu WK sebesar Rp 20 ribu merupakan setoran dari seorang sopir truk yang melintas di depan pos PJR, yang juga ditumpangi oleh salah seorang tim pemberantasan pungli Polda Bali. (kmb)
Menunda Kesenangan Dari Hal. 1 Sebagian besar masyarakat kita tidak mau menunda kesenangan. Tidak mau berpikir jangka panjang. Makanya produk kredit yang mencicil barang-barang konsumsi, motor, mobil, handphone, panci, sukses besar. Kartu kredit juga laku. Sebagian besar masyarakat kita inginnya belanja. Sebagian besar masyarakat inginnya gaya, bukan kaya. Wealth is how much we accumulate, bukannya how much we spend. Anak saya, Elizabeth, protes ketika saya bilang begitu. Dia bilang, buat apa uangnya dikumpulin terus, kalau bukannya buat belanja. Hmm, she got the point. Saya bilang, uangnya sebagian ada yang dibelanjakan, sebagian ada yang diakumulasikan. Jadi dibagi-bagi. Tidak semuanya dibelanjakan. Nah nanti kalau akumulasi tabungannya sudah cukup banyak, bisa digunakan buat investasi yang lain. Investasinya nanti memberikan passive income. Sehingga suatu ketika lebih banyak uangnya yang bekerja buat kita daripada kita yang bekerja mencari-cari uang. Sampai di sini, I lost her. Dia mulai kebingungan. Oke, no worry girl, next time when you’re older. Sekarang terima aja dulu ya. Bapak/Ibu sekalian, dalam membangun wealth, kata kuncinya adalah investasi dan akumulasi. Tanpa investasi tidak akan tercipta wealth. Kita tidak mungkin panen kalau tidak menanam. Ada beberapa kendaraan
investasi yang bisa kita pilih. Menabung di bank dalam bentuk SIKAYA dan deposito adalah salah satunya. Investasi di bank ini yang paling sederhana, dan bisa dilakukan oleh semua orang. Hasilnya pun enggak jelek-jelek amat. Dari contoh di atas, saya bisa mengumpulkan Rp 1,4 miliar lebih dalam 12 tahun. Membeli surat berharga (stock) boleh juga. Waktu kuliah dulu (1992), 24 tahun yang lalu, saya sempat membeli saham INCO. Saya tidak tahu saham itu apa, cuma ikut-ikutan aja. Belinya cuma 100 saham, kalau tidak salah Rp 900 ribu waktu itu belinya. Ketika BEJ menetapkan bahwa perdagangan saham minimal lotnya adalah 500 saham, saham INCO saya itu jadinya tidak bisa diperjualbelikan. Beberapa tahun yang lalu dengan dibantu Pak Pande, agen saya di Panin Sekuritas, ternyata 100 saham INCO saya itu, setelah stock split berkalikali, sekarang menjadi 4.000 saham. Nilainya Rp 14 jutaan. Lumayan juga ya. Kalau waktu itu belinya 100 juta sekarang sudah Rp 1,5 miliar. Membangun bisnis adalah pilihan investasi favorit saya. Hasilnya lebih cepat, namun tingkat kesulitannya berbeda. BPR Lestari didirikan 17 tahun yang lalu dengan modal pertama Rp 500 juta. Dan sempat ditambah modalnya menjadi Rp 4 miliar. Kini modalnya sudah Rp 350 miliar. Properti adalah pilihan investasi favorit saya yang kedua. Properti lebih stabil dan tak kalah menguntungkan. Properti juga adalah investasi yang bisa
leveraged. Namun berinvestasi di properti juga membutuhkan keahlian tersendiri. Emas dan logam mulia tidak memberikan cash flow namun harganya terapresiasi. Jadi investasi di emas dan logam mulia, buat saya adalah pertahanan terhadap inflasi. Keunggulan emas adalah ia likuid. Masing-masing kendaraan investasi di atas karakteristiknya berbeda-beda. Menabung di bank paling mudah dilakukan, risikonya kecil, namun returnnya tidak seberapa. Membangun bisnis jika berhasil memberikan return yang paling besar, namun sangat dinamis dan tingkat kesulitannya tinggi. Properti lebih stabil namun tidak likuid. Emas, likuid namun tidak memberikan cash flow. Pilih satu atau pilih dua. Jika mampu pilih keempatnya. Kalau mampu berinvestasi di keempat kendaraan investasi ini dan bisa bermanuver di antaranya saya sebut sebagai power investing. Investing on Steroid! Kata kunci kedua adalah akumulasi. Diperlukan waktu agar segala sesuatunya tumbuh. Tidak ada yang instant. Biarkan waktu menjadi teman kita yang membuat investasi kita bertumbuh. Dan satu lagi, harus ada yang direinvestasikan, sehingga nilai investasi kita bertambah besar, dan tanpa kita sadari suatu hari nanti menggulung bagai bola salju. Jadi, ingin kaya atau ingin gaya? Kalau saya, kaya dulu baru bergaya. Salam, www.alexpchandra.com
Direspons Positif Dari Hal. 1 Penghentian anggaran untuk operasional angkutan TP Trans Sarbagita sejak akhir Desember 2015 lalu, direspons positif jajaran Organda Denpasar. Organda menilai apa yang dilakukan Pemkot Denpasar kemungkinan melihat kecilnya respons masyarakat menggunakan angkutan tersebut. ‘’ Kecil sekali,’’ ujar Ketua Organda Denpasar I Gede Semara yang juga Ketua Komisi IV DPRD Denpasar ini Sabtu (29/10) kemarin. Semara mengatakan, selama ini masyarakat belum tertarik menggunakan armada feeder Trans Sarbagita tersebut. Namun, harus menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk terus mendorong penggunaan angkutan umum. Hanya, melihat kecilnya animo masyarakat, kini pihaknya akan melakukan terobosan untuk menjadikan angkutan sekolah. Ke depan, dia merancang angkutan sekolah yang selama ini belum digarap dengan baik. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD A.A. Susruta Ngurah Putra menilai perlunya kajian yang komprehensif untuk operasional feeder Trans Sarbagita ini. Selama ini, kata dia, keengganan masyarakat menggunakan feeder ini karena belum memenuhi rasa kenyamanan. Selain itu, waktu tunggu yang tidak jelas, sehingga masyarakat enggan menggunakan angkutan ini. Seperti diketahui, Pemkot Denpasar telah mengop-
erasikan armada pengumpan Trans Sarbagita ini sejak September 2012. Awalnya hanya melayani dua trayek yakni trayek pengumpan TP 03 dan TP 04. Untuk TP 03 melayani halte Sanglah (depan Pasar Sanglah)-,Jalan P. Nias, Jalan P. Moyo, Jalan P. Singkep, Jalan P. Saeulus, Jalan P. Kawe, Simpang Enam, Jalan P. Tarakan, Jalan P. Komodo, Jalan P Lombok, kembali ke Halte Sanglah. Sedangkan TP 04 melayani Jalan Dewata, Sidakarya Timur, Kerta Dalam, Tukad Petanu, Tukad Pekerisan, Waturenggong, Sudirman ke utara kemudian balik depan sekolah Santo Yosep, kembali ke Jalan Sudirman, Waturenggong, Tukad Pekerisan, Jalan Dewata. Jumlah kendaraan yang dioperasikan saat itu mencapai 56 armada. Sementara itu, untuk tahun 2015 lalu, operasional armada ini mulai 25 Mei sampai dengan 25 Desember 2015, dengan kendaraan yang beroperasi sebanyak 48 kendaraan dan 4 unit cadangan dengan kapasitas untuk 9 orang penumpang. Kendaraan ini melayani 4 trayek pengumpan (TP) yang serupa dengan tahun sebelumnya. Jam operasi mulai pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 22.00 wita atau selama 16 jam. Empat trayek tersebut meliputi feeder TP 01 Gor Ngurah Rai-Renon, TP 02 Matahari Terbit - Simpang Teuku Umar,TP 03 Pulau Nias-Simpang 6-Pemogan-P. Kawe-P. Nias, dan TP. 04 Sudirman-WaturenggongSidakarya. (ara)
balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU PON, 30 OKTOBER 2016
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Pesing-pesing Hebat! brrolan brolan BALE BANJAR AR AR ARIDUS IMPERIALIS, perhatikanlah! Apabila dalam waktu yang tidak lama lagi, Perang Pasifik menggeledek dan menyambar-nyambar membelah angkasa. Apabila dalam waktu yang tidak lama lagi, Samudera Pasifik menjadi merah oleh darah dan bumi di sekelilingnya menggelegar oleh ledakan-ledakan bom dan dinamit, maka di saat itulah rakyat Indonesia melepaskan dirinya dari belenggu penjajahan dan menjadi bangsa yang merdeka. (Ir. Soekarno, Yogyakarta, 1929) ‘’Kalimat itu bagian dari pidato Soekarno di sebuah rapat raksasa berlokasi antara Solo dengan Yogyakarta, siang 29 Desember 1929. Malam jelang pagi hari kamarnya digedor belasan polisi Hindia Belanda bersenjata lengkap dan bersama tiga kawannya sesama pengurus Partai Nasional Indonesia (PNI) ditangkap. Dengan kereta api keempatnya dibawa ke Bandung, keesokan harinya langsung dijebloskan di penjara Banceuy dengan tuduhan menghasut dan menyebarkan rasa benci pada penguasa kolonial. Dua hari sebelumnya, Soekarno yang akrab disapa Bung Karno sempat pula diturunkan dari panggung oleh seorang inspektur polisi Belanda saat berpidato di Madiun. Jangan mencari perkara
Tuan Soekarno, demikian ultimatum sang inspektur. Kalau terjadi sekali lagi, kami akan giring Tuan ke dalam tahanan. Mulai sekarang jagalah langkah Tuan, sebab Tuan tidak akan bebas lagi, demikian wanti-wanti menutup peringatan. Dasar Bung Karno yang menjadi bandel karena mimpi kemerdekaan selalu menyelimuti benaknya, bukannya kapok justru bayangan Revolusi Prancis dengan tokoh Danton yang perkasa menyemangati langkahnya. Hukuman badan baginya tidak akan mampu menyetop cita-cita kemerdekaan karena perjuangan bisa dilanjutkan selepas dari bui. Berbeda dengan Danton yang tetap tak bergeming kendati perjuangannya terhenti saat guilotin memisahkan tubuh dari kepalanya,’’ tutur Rubag. ‘’Manusia idealis yang memperjuangkan cita-cita meskipun untuk kepentingan orang banyak, biasanya tidak populer saat gagasan mulai dicanangkan. Bahkan distigma negatif oleh pihak yang kepentingannya berbeda, apalagi dianggap bertentangan dengan paham mainstream atau golongan mapan. Kalau tidak dicap pengacau dan demagog, bisa jadi penghasut atau provokator dan pemberontak. Jadi, di saat awal Bung Karno berkecimpung di politik dengan kendaraan parpol yang dibangunnya, dia tidak hanya dimusuhi penguasa kolonial, juga bangsanya sendiri yang biasa menikmati roti dan keju serta recehan gulden dari penjajah. Apalagi saat itu PNI menyatakan politik non-kompromi dengan pihak kolonial Belanda, dengan meneriakkan yel-yel ‘Indonesia merdeka sekarang juga!‘. Bergabung dengan beberapa parpol dalam Permufakatan
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Perhimpunan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia, lalu tahun 1928 dicanangkan sebagai ‘Tahun Propaganda‘, tahun 1929 sebagai ‘Tahun Massa Aksi‘. Keruan saja pihak penjajah mengalami semacam paranoid, terlebih trauma pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1926 di Madiun masih segar dalam ingatan. Selain menangkap Bung Karno dengan tiga kawannya, 40 pengurus PNI dan ribuan masyarakat yang dicurigai akan memberontak di seluruh Jawa dijebloskan ke penjara. Sebab penguasa mendengar isu, PNI akan mengambil alih kekuasaan atau berontak di seluruh kekuasaan Hindia Belanda pada 1930. Wah, ini seperti takut pada bayangan sendiri,’’ papar Wahyudita. ‘’Bayangkan, nyaris setahun Bung Karno harus meringkuk di sel berlebar 1,5 meter panjang tidak lebih dari ukuran peti mati, berlantai semen tanpa sinar menembus ruangan karena tidak ada jendela maupun ventilasi. Guna buang air besar dan kecil disediakan dua kaleng setinggi dua kaki, yang setiap pagi harus dibersihkan di kamar mandi. Ternyata benda menjijikkan karena bau yang tak sedap itu, merupakan berkah luar biasa bagi Bung Karno. Kedua kaleng tersebut difungsikan sebagai meja tulis yang di atasnya dilapisi surat kabar bekas agak tebal supaya rata, buat menyusun pledoi fenomenal yang berjudul ‘Indonesie klaag aan’ atau ‘Indonesia Menggugat‘. Rasa syukur punya istri bijak dan cerdik bernama Inggit Ganarsih, yang bisa mengelabui para sipir penjara untuk memasukkan bahan-bahan bacaan, baik koran maupun buku, sehingga idealisme Bung Karno tetap menyala
di tengah kegelapan dan kesumpekan sel. Upaya itu dimungkinkan seorang sipir yang baik hati dan bersimpati pada Bung Karno bernama Sariko. Setelah proses verbal sejak 18 Agustus-29 September 1930, Bung Karno berkesempatan membaca pledoinya di Lanraad te Bandung pada 1 Desember 1930. Di situ Putra Fajar menelanjangi semua kebusukan dan kejahatan kolonialis Belanda secara gamblang dan detail, baik lewat fakta yang dikumpulkannya dari koran-koran, serta argumen politik dan kekuasaan yang dikutipnya dari buku-buku yang diselundupkan Inggit atas bantuan Sariko. Pengadilan berubah jadi panggung politik, karena si singa podium membeberkan kekejian, kekejaman, dan kerakusan praktik kolonialisme dan imperialisme selama ratusan tahun di persada Nusantara,’’ komentar Sudiantara. ‘’Bung Karno pasti tahu, betapa pun pintarnya dia bersilat lidah, namun tidak mungkin melawan kekuasaan, apalagi kekuasaan penjajah yang sama dengan otoriterisme alias tak terkalahkan. Buktinya, jumlah hukuman sudah disiapkan bahkan sebelum peradilan dilaksanakan, yakni empat tahun untuk pasal karet atau haatzai artikelen yang dituduhkan. Menghasut rakyat, menyebarkan kebencian pada pemerintah dan berontak pada kekuasaan, merupakan tafsir subjektif tanpa menimbang kenyataan dan akibat dari penjajahan di luar perikemanusiaan. Bung Karno menyebutkan bahwa rasa muak terhadap penjajahan sudah lama dirasakan rakyat dan semakin membesar sejak awal abad ke-20, seiring lahirnya parpol di Indonesia. PNI yang dipimpin Bung Karno juga tidak ingin tawar-menawar prihal kemerdekaan, karena kemerdekaan merupakan jalan
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 satu-satunya untuk memperbaiki taraf hidup rakyat. Satu ungkapan bernuansa metafora diujarkan Bung Karno untuk mematahkan tuduhan pasal karet itu. Bukan karena ayam jantan berkokok membuat matahari terbit, justru karena fajar menyingsinglah ayam-ayam jantan berkokok. Artinya, karena penjajahan dan penindasan yang kejamlah melahirkan perlawanan atau pemberontakan, bukan sebaliknya!’’ imbuh Bakti Wiyasa. ‘’Haatzai artikelen memang selalu dipertahankan penguasa yang punya hobi menindas rakyatnya. Alasannya, kebebasan harus dipertanggungjawabkan lewat hukum agar tidak kebablasan. Makanya penghapusan pasal karet tersebut tidak disetujui, namun agar kedengaran demokratis, yang disepakati modifikasi. Pasal karet diubah dari delik formal ke delik material. Maksudnya, bila hanya menyampaikan pendapat tidak dikenakan sanksi, tapi kalau menimbulkan keonaran dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, hahahaha. Kembali ke masalah Indonesia Menggugat, ternyata pemerintah kolonial Belanda, salah hitung atas keputusannya. Kendati saat itu belum ada internet seperti sekarang, namun pledoi Bung Karno disebar di kawasan Eropa dan diterjemahkan ke dalam selusin bahasa. Akibatnya, pemerintah Belanda dan Hindia Belanda menuai banyak kritik dari para negarawan, politisi, intelektual seantero Eropa, tak terkecuali serangan dari dalam negeri sendiri. Walhasil, vonis empat tahun untuk Bung Karno, dikurangi menjadi kurang dari dua tahun. Pledoi yang ditulis di atas dua kaleng tempat kotoran dan air kencing itu, ternyata pesing-pesing hebat!’’ ujar Karsana. (aridus)
Siapkan Konser ”Intuisi” SOLOIS Yura Yunita sedang mempersiapkan konser tunggal berjudul “Intuisi” yang akan digelar akhir November 2016. “Intuisiku dalam memilih sesuatu. Personal dan sangat intim,” kata Yura tentang konsernya saat ditemui di Synchronize Fest, Jumat (28/10) malam. Konser tersebut diambil dari single Yura berjudul sama dan merupakan visualisasi dari album “Yura”. Meskipun baru memiliki satu album penuh, penyanyi asal Bandung ini merasa karyanya itu cukup imajinatif sehingga perlu dituangkan
secara visual dalam bentuk konser yang akan diiringi oleh orkestra mini. Ia pun banyak mendapat dukungan dan dorongan dari orang-orang terdekatnya untuk mengadakan konser di Ciputra Artpreneur pada 24 November mendatang. Bekerja sama dengan Ari Renaldi selaku music director konser, Yura akan berkolaborasi dengan lima musisi yang belum dapat diungkapkan namanya. Yura Yunita aktif di dunia msuik sejak 2013 dan berduet dengan Glenn Fredly dalam lagu “Cinta dan Rahasia” pada 2014. (ant)