20 HALAMAN
NOMOR 24 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA
E-mail: balipost@indo.net.id
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (148 rb Like) http://facebook.com/balipost
SELASA UMANIS, 13 SEPTEMBER 2016
Pengemban Pengamal aall Pancasila Paanca P n sila
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: IIklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Lingkungan Bali Harus Terjaga
Duterte Persilakan Eksekusi Mary Jane Banten (Bali Post) – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mempersilakan eksekusi hukuman mati terhadap terpidana penyelundupan narkoba Mary Jane Veloso. ‘’Presiden Duterte saat itu menyampaikan silakan kalau memang mau dieksekusi,’’ kata Jokowi, Senin (12/9) kemarin, menjelaskan jawaban Duterte. Menurut Jokowi, proses hukum selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Jaksa Agung M Prasetyo. Dalam diskusinya dengan Duterte, Jokowi menceritakan kasus yang melibatkan warga negara Filipina berumur 31 tahun itu. ‘’Sudah saya sampaikan mengenai Mary Jane dan saya bercerita bahwa Mary Jane itu membawa 2,6 kilogram heroin dan saya cerita mengenai penundaan eksekusi yang kemarin,’’ ujar Jokowi. Mary Jane ditangkap di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta karena terbukti membawa heroin pada April 2010. Mary Jane dijatuhi vonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Sleman sesuai Pasal 114 Ayat 2 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sebelumnya pada April 2015, rencananya Mary Jane dieksekusi. Namun pada detik-detik terakhir eksekusinya dibatalkan. Katika itu, Jaksa Agung menyatakan status Mary Jane Fiesta Veloso asal Filipina tetap terpidana karena eksekusi pidana matinya bukan dibatalkan melainkan ditunda. Menurut Jaksa Agung, penangguhan eksekusi pidana mati terhadap Mary Jane dilakukan atas permintaan pemerintah Filipina karena terpidana tersebut dibutuhkan untuk mengungkap kasus perdagangan manusia itu. Hal. 19 Terpidana Mati
’’Bali Baru’’ Masih Terbuka untuk Dibangun
Rashford Jadi Pemain Inti
MASYARAKAT Bali sudah sangat paham akan pentingnya pariwisata berkualitas. Salah satunya telah muncul kesadaran, bahwa Bali tidak mau menjadi destinasi yang hanya dipenuhi oleh wisatawan yang banyak tetapi tanpa mementingkan kualitas lingkungan destinasi. Sebab, imbas dari banyaknya kunjungan wisatawan adalah kemacetan. Karenanya, Bali harus bisa mengukur kemampuan destinasinya yaitu kemampuan daya dukung lingkungan.
London Penyerang Marcus Rashford akan dimainkan sebagai pemain inti Manchester United pada era Jose Mourinho di Feyenoord pada pertandingan Liga Europa yang dimainkan pada Kamis (15/9) malam, setelah ia memukau manajernya saat timnya dikalahkan Manchester City di Liga Inggris pada Sabtu (10/9). Mourinho, yang timnya kalah 1-2 setelah tampil buruk pada babak pertama, melakukan pergantian pemain ganda saat turun minum, memasukkan gelandang Andre Herrera dan pemain belia Rashford, yang langsung memberikan dampak. Pemain 18 tahun itu mencetak gol yang dianulir pada menit ke-70 setelah tembakannya mengenai Zlatan Ibrahimovic yang berada dalam posisi offside, dan meski energi dan kecepatannya tidak mampu menyelamatkan United dari kekalahan, sang manajer memujinya sebagai sosok yang berpotensi mengubah permainan. ‘’Bagi saya, pertandingan besar berikutnya adalah melawan Feyenoord, dan pada pertandingan selanjutnya dia (Rashford) akan dimainkan,’’ kata Mourinho kepada para pewarta. Hal. 19 Masa Depan
Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par. mengatakan lingkungan di wilayah Bali penting dijaga kelestariannya dalam menghadapi persaingan destinasi wisata. Untuk itu, ia mengingatkan kepentingan pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu untuk menggolkan sebuah proyek dengan mengatasnamakan pembangunan tidak boleh bertentangan dengan upaya peningkatan kualitas pariwisata di Bali. ‘’Kalau di Bali, kekuatan adat
sangat kuat. Masyarakat di Bali sudah sangat protektif menentang adanya reklamasi. Tapi ada kepentingan dari pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu untuk menggolkan proyek tersebut. Namun, dari beberapa masyarakat sudah menentang reklamasi. Artinya masyarakat Bali sudah melek atas pentingnya kualitas destinasi untuk dikedepankan,’’ kata Eka usai rapat dengan Panitia Kerja (Panja) Pemasaran dan Destinasi Pariwisata Komisi X DPR-RI. Hal. 19 Berbagai Kebijakan
”Kalau di Bali, kekuatan adat sangat kuat. Masyarakat di Bali sudah sangat protektif menentang adanya reklamasi. Tapi ada kepentingan dari pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu untuk menggolkan proyek tersebut. Namun, dari beberapa masyarakat sudah menentang reklamasi. Artinya masyarakat Bali sudah melek atas pentingnya kualitas destinasi untuk dikedepankan.” Marcus Rashford
Jokowi
Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par.
Banjir di Korut
Kasus Haji Ilegal
Tersangka Delapan Orang Jakarta (Bali Post) – Jumlah tersangka dalam kasus pemberangkatan 177 calon haji asal Indonesia ke tanah suci secara ilegal melalui Filipina, bertambah satu orang sehingga kini totalnya menjadi delapan orang tersangka. ‘’Saat ini ada delapan tersangka yang telah ditetapkan oleh Bareskrim. Kasus ini masih terus dikembangkan (penyidikannya),’’ kata Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/9) kemarin. Menurutnya, dalam pengusutan kasus ini, pihaknya terus bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah Filipina. ‘’Sekarang kerja samanya bukan antarkepolisian tapi G to G (government to government),’’ katanya. Hal. 19 Lima Agen
133 Tewas, 395 Hilang Seoul – Banjir akibat hujan lebat di Korea Utara (Korut) telah menewaskan 133 penduduk wilayah timur laut, sementara 395 lainnya dinyatakan hilang dan 107 ribu warga mesti mengungsi karena banyak rumah dan bangunan penting hancur, kata satu badan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (12/9) kemarin. Berita tentang bencana cukup sulit diakses karena Korea Utara
kian menutup diri dari negara tetangga dan dunia setelah uji nuklir kelimanya, Jumat lalu. Kantor PBB untuk Koordinasi Masalah Kemanusiaan (OCHA) dalam laporannya mengatakan, 35.500 rumah rusak, bahkan dua pertiga dari jumlah rumah itu hancur seluruhnya. Alhasil, 107 ribu warga mesti mengungsi akibat bencana banjir. Hal. 19 Kerusakan Parah
BANGUN TANGGUL - Para pekerja Korea Utara, Senin (12/9) kemarin, membangun tanggul di sepanjang tepi sungai. Korea Utara memobilisasi untuk menangani bencana yang menewaskan lebih dari 130 orang, menghancurkan puluhan ribu rumah dan melumpuhkan infrastruktur di paling utara provinsi itu.
Bali Post/ap
Bali Post/ant
SAPI - Warga berusaha mengangkat seekor sapi yang masuk sungai dengan derek di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (12/9) kemarin. Sapi yang akan disembelih untuk hewan kurban di Masjid Al Islah di desa setempat lepas ketika diturunkan dari truk yang kemudian masuk perkampungan sebelum akhirnya masuk sungai.
Bali Post/ade
IDUL ADHA - Ribuan umat muslim melaksanakan sholat Idul Adha 1437 H di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (12/9) kemarin. Umat Islam seluruh Indonesia merayakan Idul Adha 1437 H dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban.
Drama Kisah Cinta Ida Ayu Nyoman Rai-Raden Sukemi
Generasi Muda Jangan Lalai Menjaga Adat dan Budaya Bali
Bali Post/wan
BUNG KARNO - Ribuan warga menyaksikan drama Kisah Cinta Ida Ayu Nyoman Rai, ibunda Putra Sang Fajar Bung Karno, dengan Raden Sukemi, Senin (12/9) malam.
YAYASAN Perpustakaan Agung Bung Karno, Senin (12/9) malam, menggelar drama teater Kisah Cinta Ida Ayu Nyoman Rai, ibunda Putra Sang Fajar Bung Karno, dengan Raden Sukemi. Pergelaran di panggung terbuka Arda Candra Denpasar itu bekerja sama dengan Yayasan Mahendradatta dan Sanggar Bale Agung Singaraja. Pergelaran drama yang bertujuan untuk menghargai dan menghormati jasa seorang ibu ini dibuka langsung Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali yang juga anggota DPR-
RI Komisi X, Dr. Ir. I Wayan Koster. Hadir pula pada acara itu Ketua Yayasan Perpustakaan Bung Karno Gus Marhen, para rektor se-Bali, Bupati Jembrana beserta Wakil, Bupati Badung dan Wakil, Wakil Wali Kota Denpasar, sejumlah anggota DPR-RI, dan sejumlah anggota DPRD di Bali. Pada acara tersebut juga tampil Ebiet G. Ade yang membawakan beberapa lagu yang bertemakan alam dan sosial. Dr. Ir. I Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan, drama teater yang menceritakan kisah cinta
Ida Ayu Nyoman Rai dengan Raden Sukemi ini terbilang spesial. Sebab, dipentaskan bertepatan dengan hari raya Galungan dan Kuningan serta hari raya Idul Adha bagi umat muslim di Bali dan di Indonesia pada umumnya. Sebagai bangsa yang majemuk dalam bingkai NKRI dengan jiwa Bhinneka Tunggal Ika harus tetap bersatu dalam perbedaan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal. 19 Bapak Bangsa
DENPASAR
2
Selasa Umanis, 13 September 2016
Buruh Dibunuh Saat Tidur Denpasar (Bali Post) Kasus pembunuhan kembali terjadi di wilayah Polresta Denpasar. Buruh proyek Karwanto alias Gatot (24) dibunuh oleh rekan kerjanya, Achmad Syaifudin (22), di bedeng proyek Apartemen dan Hotel Skales di Jalan By-pass Ngurah Rai, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Senin (12/9) kemarin. ‘’Pelakunya sudah diamankan di Polsek Kuta Selatan. Mereka sama-sama berasal dari Batang, Jawa Tengah,’’ kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan. Korban diduga dibunuh saat tidur menggunakan panyong (gancu). Gancu tersebut telah diamankan sebagai barang bukti. Dari keterangan buruh di TKP, Listanto (24), awalnya terjadi salah paham antara korban dan tersangka. Karena tidak ada mau mengalah, mereka terlibat perang mulut. Korban sempat menempeleng pelaku, namun dapat dipisah oleh buruh lainnya. Selanjutnya, tersangka dilihat nonton televisi. Sekitar pukul 02.00 Wita, buruh yang tinggal di TKP kaget saat melihat korban tergeletak bersimbah darah. Selanjutnya, kejadiannya itu dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan. Sekitar pukul 04.50 Wita, petugas Unit Identifikasi Polresta Denpasar mendatangi TKP. Hasil olah TKP, ditemukan luka di kepala korban. Jenazah korban lalu dibawa menggunakan ambulans ke RSUP Sanglah. ‘’Kejadian selanjutnya, saksi (Listanto) mengaku tidak tahu. Kemungkinan pelaku diamdiam menyelinap ke tempat korban tidur dan langsung membunuh korban. Tersangka sudah ditahan di Polsek Kuta Selatan,’’ ujarnya. Sementara itu, menurut sumber, tersangka mengaku sering dihina dan diejek oleh korban. Selain itu, dia kerap dipukul dan ditendang oleh korban. ‘’Saat kejadian, buruh di sana mengaku tida tahu. Setelah kejadian baru mereka geger,’’ ungkap sumber yang enggan disebut namanya ini. (kmb36)
Bali Post/ist
OLAH TKP - Petugas Polresta Denpasar saat melakukan olah TKP.
DENPASAR
& SEKITARNYA
Perekrutan Pegawai PLN PLN kembali membuka kesempatan kerja bagi lulusan SMK/SMA. Perekrutan umum tingkat SMA/SMK tahap II tahun 2016 ini dibuka di 25 lokasi, yaitu Medan, Padang, Riau, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Kendari, Mamuju, Denpasar, Kupang, Ende, Surabaya, Mataram, Sumbawa, Bima, Ambon, Ternate, Jayapura, Manokwari, Sorong, Merauke, Biak dan Timika. Penempatan perekrutan SMA/SMK tahap II ini di wilayah kerja PLN yang membutuhkan. Tahun ini PLN berencana merekrut tenaga kerja (naker) sekitar 5.558 pegawai baru. Jumlah ini lebih besar dari jumlah perekrutan pegawai tahun-tahun sebelumnya. Selama 2016, PLN telah mengangkat 3.639 pegawai baru dari jenjang SMA/SMK hingga S-2. ‘’Penyelesaian pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW pada 2019 membutuhkan sumber daya manusia yang banyak dan terampil. Untuk itu, PLN membutuhkan banyak bibit unggul mulai dari lulusan SMA/SMK hingga S-2 untuk bersama-sama PLN menerangi Nusantara dan membangun Indonesia yang lebih baik. Mengingat banyaknya pembangkit yang akan kami bangun, kami membutuhkan banyak operator/ pelaksana dan staf administrasi dari jenjang SMA/SMK yang sudah siap kerja,’’ ungkap Senior Manager Public Relations PLN Agung Murdifi dalam siaran persnya. (may)
DAM ESTUARI - Pendangkalan Dam Estuari di Suwung, Denpasar Selatan, berdampak pada suplai air ke Badung Selatan.
Badung Selatan Krisis Air Bersih Usulan Manfaatkan Air Laut Kembali Mencuat Denpasar (Bali Post) Krisis air bersih kembali melanda kawasan Badung Selatan, beberapa hari terakhir. Selain air PDAM sering ngadat, permasalahan lain seperti air yang keruh sering dirasakan warga. Menurut Ekarini, salah seorang warga di Perumahan Nuansa Udayana, Lingkungan Taman Griya, air PDAM beberapa hari terakhir sering mati. Bahkan sebelumnya menjelang hari raya Galungan, juga sempat mati. ‘’Sebelum hari raya Galungan, air PDAM sempat mati seharian, ini sangat mengganggu, saat mau sembahyang,’’ katanya. Mencuatnya permaslahan air bersih di Badung Selatan, juga mengundang kekecewaan Made Sumerta, salah seorang tokoh Pecatu yang duduk di DPRD Badung, saat ditemui Senin (12/9) kemarin. Pihaknya mengaku sangat kecewa akan kondisi ini, karena menurutnya,
permasalahan air ini sudah terjadi sejak tiga tahun lalu dan tidak tuntas sampai sekarang. ‘’Ini bukan cukup kecewa, tetapi sangat kecewa,’’ ujarnya. Sumerta mengatakan, semestinya pihak PDAM lebih fokus menangani masalah ini agar terselesaikan secara tuntas. Disinggung tentang kendala karena air baku yang tidak mencukupi, politisi PDI-P ini justru menilai kalau hal ini terbilang lucu. Karena, menurutnya, hal tersebut semestinya sudah diantisipasi
diwakili Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Bagus Mataram, Wakil Ketua DPRD Denpasar Wayan Mariyana Wandhira, PHDI, Forum Bendesa Kota Denpasar, serta instansi terkait lainnya. Pelantikan ditandai dengan penyerahan bendera PSN oleh Ketua PSN Korwil Bali kepada Ketua PSN Korda Kota Denpasar Pinandita Ir. Putu Gede Suranata, M.T. Pinandita Putu Gede Suranata mengatakan, program kerja yang akan dilakukan pada tahap awal kepengurusannya ini, yakni melakukan penataan keberadaan pemangku agar lebih profesional. Hal ini berdasarkan sejumlah
Bali Jadi TPM
Aspal Jalan ke Jatiluwih Mengelupas Jalan dari Desa Senganan menuju objek wisata Jatiluwih sudah diperbaiki bahkan dari Soka menuju Gunung Sari sudah hampir selesai pengerjaannya. Tetapi, sangat disayangkan aspal jalan sudah mulai mengelupas lantaran kurang tebal. Di pinggir jalan sudah mulai tergerus, sepertinya aspalnya kurang padat. Jika belum selesai total, saran saya sebaiknya diperbaiki lagi dengan menambah aspalnya agar lebih padat, sehingga jalan tersebut bisa tahan lama alias tidak cepat rusak. Putu Artha, Padangsambian
081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5
Topik : MARI MENANAM, JANGAN JUAL KAPLINGAN Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
sejak awal. ‘’Kalau tidak salah saat pertemuan dengan kami di Dewan, ketika itu katanya masalah air baku tidak masalah. Karenanya tinggal menyiapkan utilitas. Sekarang kok malah air baku yang tidak ada,’’ ungkapnya. Walaupun dia mengakui kalau saat ini memang musim kemarau, tetapi sebelumnya hujan sempat turun dan hal ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi kejadian ini muncul saat masyarakat disibukkan
PSN Korda Denpasar Dikukuhkan Denpasar (Bali Post) – Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pengurus Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Daerah (Korda) Denpasar, Senin (12/9) kemarin dilantik dan dikukuhkan. Selain dilantik, jajaran pengurus PSN Korda Kota Denpasar juga majaya-jaya yang di-puput Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari di Pura Agung Jagatnatha. Pelantikan pengurus PSN Kota Denpasar ini dilakukan Ketua PSN Korwil Provinsi Bali Pinandita Nyoman Parbasana. Hadir pula dalam acara tesebut di antaranya para sulinggih, Wali Kota yang
Suara Denpasar & Badung Kekhawatiran saya, jangan-jangan negara kita sudah jadi TPM alias tempat pembuangan manusia. Selama ini kita berpikiran, turis asing berlibur ke Indonesia, khususnya Bali, membawa dolar. Tapi ternyata tidak demikian, mereka jadi pengemis juga. Bahkan buruknya lagi, ada yang membangun pabrik narkoba, jadi pembobol ATM, membunuh aparat dan terakhir saya dengar jadi gigolo. Saya harap pemerintah menyikapi masalah ini dengan mengembalikan wisatawan yang bermasalah itu ke negaranya karena di negara kita sudah banyak ada masalah, jangan ditambah dengan masalah baru lagi. Becik, Tuban
Bali Post/edi
Bali Post/ara
DILANTIK - Pengurus PSN Korda Kota Denpasar dilantik yang ditandai dengan penyerahan bendera PSN.
masukan dari masyarakat, terkait dengan keberadaan pemangku. Karena tidak sedikit masyarakat melihat, seseorang tiba-tiba menjadi pemangku. ‘’Nah, ke depannya inilah yang akan kami lakukan. Karena semua orang bisa jadi pemangku, tetapi yang lebih utama adalah menjadi ‘dadi’ itu yang perlu dikedepankan,’’ katanya. Pihaknya berharap, melalui PSN ini akan ada tertib administrasi dalam keanggotaannya nanti. Salah satunya, yakni adanya nomor induk sehingga memudahkan untuk mengetahui seberapa banyak pemangku di Denpasar ini. Wali Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Kabag Kesra mengatakan, saat ini di tengah meningkatnya kesadaran umat dalam melakukan pemahaman tentang ajaran agama, maka tugas dan fungsi para pemangku semakin berat. Karena itu, para pemangku diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada umatnya dalam hal upakara dengan sebaik-baiknya. Pengurus PSN Kota Denpasar Diketuai Putu Gede Suranata didampingi dua wakil ketua, Sekretaris Wayan Suyasa dengan dua wakil, bendahara dipercayakan kepada Made Yudiana didampingi dua wakilnya, serta dilengkapi dengan delapan seksi. (kmb12)
dengan kegiatan upacara yang memerlukan pasokan air yang memadai. Dia menyarankan agar pihak PDAM rajin turun melakukan pemetaan, mengingat pembangunan perumahan di Kuta Selatan sangat pesat, sehingga perlu disiapkan fasilitas infrastrukturnya. Untuk itu, pihaknya menyarankan kalau bisa memanfaatkan air laut yang diolah menjadi air bersih. Mengingat, di beberapa negara hal ini sudah dilakukan. Dia menyadari kalau diperlukan biaya yang tinggi untuk ini. Namun, menurutnya, ini salah satu solusi agar permasalahan ini tidak terus terjadi. ‘’Dulu katanya perlu dana besar untuk utilitas, setelah
kami setujui, sekarang malah masalahnya katanya air baku, bagaimana ini?’’ tanyanya. Dirut PDAM Made Subargayasa sebelumnya mengakui kondisi ini disebabkan karena menurunnya air baku yang ada. Salah satunya, kekeringan yang terjadi di Dam Estuary yang merupakan penyuplai air bersih ke Kuta Selatan. Dia berharap masyarakat bersabar karena pihaknya sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. (kmb23) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
FM 96,5
PDAM Kehilangan Air 29,31 Peresen Denpasar (Bali Post) – PDAM Denpasar mengalami banyak kendala dalam memenuhi tuntutan untuk memperluas cakupan layanan. Selain akibat masih minimnya pasokan air baku ke PDAM, juga ada masalah yang belum bisa tertangani dengan baik. Salah satunya, yakni kehilangan air akibat berbagai faktor. PDAM mencatat kehilangan air cukup tinggi, yakni mencapai 29,31% dari total kapasitas produksi 1.243,64 liter/detik untuk kondisi bulan Juli 2016. Direktur Utama PDAM Kota Denpasar I.B. Gede Arsana, S.T. belum lama ini mengatakan, untuk menekan angka kehilangan air membutuhkan proses yang cukup lama. Pihaknya tidak bisa mengatasi masalah ini dalam waktu singkat. Diperlukan sedikitnya lima tahun untuk menekan persentase kehilangan air. ‘’Kami belum menggunakan sistem blok. Pengecekan terkait titik-titik yang kemungkinan menyebabkan kehilangan air masih menggunakan sistem meraba-raba,’’ ujarnya. Pengecekan secara merabaraba itu dilakukan pada pelanggan yang pemakaiannya kecil. ‘’Kita sudah bentuk tim nol untuk mengecek bener gak pemakaiannya kecil? Apa memang tidak dipakai, ada sumur atau
nol karena air turun,’’ ujarnya. Untuk menemukan penyebab hilangnya air dan solusi memperkecil kehilangan air, PDAM Denpasar kesulitan menerapkan sistem blok. ‘’Masalahnya, apa mungkin gunakan sistem blok? Dana gak ada, terpaksa masih meraba-raba,’’ jelasnya. Ditambahkan Arsana, kapasitas produksi air PDAM Denpasar bersumber dari produksi sendiri sebesar 1.136,25 liter/detik dan produksi beli sebanyak 107,39 liter/detik. Sedangkan kebutuhan tahun 2016 sebanyak 1.652,00 liter/detik, sehingga PDAM masih kekurangan kapasitas produksi sebanyak 408,36 liter/detik. Kekurangan ini selain disebabkan terbatasnya sumber air baku dan kapasitas produksi, juga karena kualitas sumber air baku Sungai Ayung menurun terutama pada musim hujan. Arsana mengatakan, saat ini produksi air baku PDAM mencapai 3.232.793 meter kubik atau 1.243,64 liter per detik (Juli,2016). Produksi itu bersumber dari air permukaan dan pembelian dari PDAM Badung, Gianyar dan SPAM Tukad Petanu. Sedangkan kebutuhan produksi 2016 sebanyak 1.652,00 liter per detik, sehingga masih kekurangan sebanyak 408,36 liter per detik. (kmb12)
Pertahankan Pertanian di Perkotaan
Gunakan Bibit Unggul, Terapkan Teknologi Dalam Panen PERTUMBUHAN penduduk Kota Denpasar memang tidak bisa dibendung. Termasuk, serbuan penduduk pendatang (duktang) untuk mengais rezeki di Kota Budaya ini. Kondisi ini telah berdampak berkembang pesatnya pembangunan permukiman, pertokoan dan yang lainnya. Alih fungsi lahan pun tak bisa dibendung dan lahan pertanian yang ada sulit dipertahankan lagi. Atas kondisi ini, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar I Gede Ambara Putra mengatakan, sektor pertanian di perkotaan harus mampu dipertahankan dalam upaya menjaga ketahanan pangan. ‘’Sektor pertanian di perkotaan harus mampu dipertahankan di tengah pesatnya desakan perluasan permukiman warga. Langkah tersebut sebagai upaya mempertahankan ketahanan pangan. Caranya, dengan melakukan penanaman padi jenis unggul,’’ katanya kepada wartawan Antara di Denpasar, belum lama ini. Dengan penanaman jenis padi varitas unggul, katanya, maka hasil panennya pun akan lebih banyak di samping juga didukung dengan alat panen
modern. ‘’Dengan langkah seperti itu maka kehidupan para petani akan mampu bertahan dan meningkatkan hasil panen yang diharapkan,’’ ujarnya. Ambara Putra mengatakan, memang sektor andalan Bali adalah pariwisata. Namun sektor pertanian harus diperhatikan secara serius dalam menopang ketahanan swasembada beras. Dikatakannya, jenis varietas baru Situbagendit dari hasil penelitian disebutkan tahan dengan serangan hama, termasuk juga produksinya bagus setelah dilakukan percobaan. Jenis varietas ini untuk di Kota Denpasar telah ditanam seluas 600 hektar, sedangkan yang dipanen di Subak Renon pekan lalu seluas 50 hektar. Di samping menghindari hama, katanya, jenis varietas tersebut juga tidak membutuhkan banyak air mengingat debit air di Denpasar mulai berkurang. Bahkan, semua padi jenis varietas ini yang ditanam di Subak Renon telah laku terjual dengan harga Rp 330 ribu per are. ‘’Harga padi jenis ini terjual cukup mahal dibandingkan jenis varietas lainnya,’’ ujar Ambara Putra. Untuk mempermudah para petani melakukan panen, lanjut-
Bali Post/eka
PADI - Seorang petani tengah mengawasi padinya dari serangan burung di Subak Margaya, Denpasar. Saat musim panen tiba, harga gabah di kalangan petani mengalami penurunan. Padahal, harga beras di pasaran masih relatif tinggi. nya, Pemerintah Kota Denpasar telah memadukan dengan teknologi menggunakan mesin mini combine. Pihaknya akan terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Denpasar. ‘’Kami terus melakukan terobosan, baik penanaman varietas jenis unggul yang baru maupun penggunakan
teknologi dalam memanen padi tersebut,’’ ucapnya. Pekaseh Subak Renon Made Bagiarta mengatakan, dengan adanya varietas baru itu hasilnya lebih baik dari varietas terdahulu. Memang awalnya banyak petani takut untuk menanam jenis ini, namun setelah Pemerintah Kota Den-
pasar melalui Dinas Pertanian terus memberikan dorongan, akhirnya seluruh Subak Renon menanam jenis varietas ini. ‘’Bahkan dengan dipadukan pengunaan teknologi baru, lebih memudahkan para petani melakukan panen dengan tenaga manusia yang sangat sedikit,’’ jelasnya. (kmb)
Selasa Umanis, 13 September 2016
BADUNG
3
Hunian Hotel Naik 13,85 Persen Mangupura (Bali Post) – Tingkat hunian kamar hotel berbintang di Bali pada bulan Juli 2016 rata-rata sebesar 70,62 persen, meningkat 13,85 persen dibanding bulan sebelumnya (Juni 2016) yang tercatat 56,77 persen. ‘’Peningkatan kali ini merupakan yang tertinggi dalam tahun 2016, karena sebelumnya tidak pernah menyentuh angka tersebut,’’ kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir. Adi Nugroho, M.M. kepada wartawan Antara di Denpasar, Sabtu (10/9). Ia mengatakan, tingkat hunian yang begitu besar menjadi dambaan pengusaha hotel dan karyawan, karena tingkat hunian 50 persen saja biasanya sudah bisa menutupi biaya operasional dan gaji karyawan. Daerah tujuan wisata Pulau Dewata selama bulan Juli 2016 menerima kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 484.231 orang, melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai 482.201 orang dan lewat pelabuhan laut 2.030 orang. Jumlah tersebut meningkat sebesar 26,54 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (Juli 2015) atau bertambah 19.32 persen dibandingkan dengan bulan Juni 2016. Adi Nugroho menambahkan, wisatawan mancanegara dalam menikmati liburan di Pulau Dewata itu sebagian besar menggunakan fasilitas hotel berbintang yang tersebar pada enam dari sembilan kabupaten/kota di daerah ini. Tingkat hunian kamar hotel berbintang paling tinggi terjadi di Kabupaten Badung sebesar 72,39 persen, meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat 59,62 persen. Menyusul, Kota Denpasar 70,26 persen, juga melonjak dari bulan sebelumnya yang tercatat 47,07 persen. Hotel di Kabupaten Gianyar menempati urutan ketiga dengan hunian 66,84 persen, juga naik dari sebelumnya 50,23 persen. Kabupaten Buleleng 52,23 persen, naik dari bulan sebelumnya 37,48 persen. Kabupaten Karangasem terisi 50,92 persen, meningkat dari bulan sebelumnya 37,95 persen. Tiga daerah lainnya di Bali meliputi Kabupaten Jembrana, Bangli dan Kabupaten Klungkung, hingga saat ini belum memiliki fasilitas hotel bintang, kecuali hotel melati atau tempat penginapan tanpa standar hotel. Sementara menurut klasifikasi hotel, hunian paling tinggi adalah hotel berbintang empat dengan tingkat hunian 79,58 persen, menyusul hotel bintang lima 70,67 persen, hotel bintang tiga 65,45 persen, hotel bintang dua 51,32 persen dan hotel bintang satu hanya 51,04 persen. (kmb)
Direktur Umum dan Operasional Baru SEJAK 9 September lalu, Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah tidak lagi dijabat oleh dr. I Gusti Lanang Suartana Putra, M.M., MARS. Kini jabatan tersebut dipegang Dra. Nining Setyawati, M.Si. Pergantian pejabat RS vertikal Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan tersebut tidak hanya terjadi di RSUP Sanglah. Namun, juga di beberapa RS di Indonesia. Bersamaan dengan pelantikan Dra. Nining Setyawati, M.Si. sebagai Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah, dr. I Gusti Lanang Suartana Putra, M.M., MARS. juga dilantik sebagai Direktur Utama RS Kusta dr. Tadjuddin Chalid, Makassar. Selain dua nama tersebut, masih ada 7 nama yang dilantik di Indonesia. Hal itu dibenarkan Kasubbag Humas RSUP Sanglah dr. Kadek Nariyantha, Senin (12/9) kemarin. Namun untuk serah terima jabatan (sertijab) di RSUP Sanglah, belum dilakukan. Sebelumnya, 17 Juni lalu, Direktur Utama, Direktur SDM, dan Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah juga dijabat direksi baru. (may)
Bali Post/kmb23
KOPI - Seorang pekerja di kawasan pengolahan kopi Desa Plaga, Badung, menjemur biji kopi sebelum diolah, Senin (12/9) kemarin. Kopi yang diolah ini selain dijual untuk pasar Bali, juga dipasarkan ke luar Bali dan mancanegara.
Patung Rahwana-Sinta di Plaga Masuk Tender Mangupura (Bali Post) Rencana pembangunan taman yang dilengkapi dengan patung Rahwana dan Sinta di jalan intersection Desa Pelaga, Kecamatan Petang, segera terealisasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung telah melakukan proses tender dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 627.690.186. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Badung Putu Eka Merthawan mengakui rencana untuk membangun taman di sejumlah jalan intersection yang ada di Badung Utara mulai diwujudkan. ‘’Rencana
Umat Islam Sholat Idul Adha di Puspem Badung
Wabup Suiasa Serahkan Hewan Kurban WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa, Senin (12/9) kemarin menyerahkan hewan kurban serangkaian hari raya Idul Adha 1437 Hijriyah di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala. Hewan kurban yang diserahkan kepada PHBI (Panitia Hari Besar Islam) untuk Kecamatan Mengwi dan Abiansemal berupa 1 ekor kambing dari Wakil Bupati, 1 ekor kambing dari Bupati Badung, diserakan oleh Sekda Badung dan dari Forum Karyawan-karyawati Pemkab Badung 1 ekor kambing, diserahkan Pak Topan dan diterima PHBI Mengwi dan Abiansemal H.M. Ubet. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Kepala Badan Kesbangpol dan Limas I Nyoman Suendi, Direktur PD Pasar Badung dan Kabag Umum I Nyoman Suardana. Dalam sambutannya, Wabup Suiasa mengatakan, pelaksanaan doa oleh umat muslim di Puspem Badung ini tentunya merupakan doa untuk kita bersama, mendoakan serta memberikan aura positif bagi pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Badung. Menurutnya, ada tiga makna dari
KURBAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Sekkab Badung Kompyang R. Swandika, Senin (12/9) kemarin menyerahkan hewan kurban serangkaian hari raya Idul Adha 1437 Hijriyah di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala. perayaan hari Idul Adha ini. Pertama, dengan peringatan Idul Adha semua umat manusia yang kemudian dalam pelaksanaannya dilakukan oleh umat muslim, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa guna memperteguh dan memperkokoh kembali kesabaran dan keikhlasan untuk menunjukkan rasa takwa kepada-Nya. Kedua, peringatan Idhul Adha ini juga menjadi momentum untuk kembali membangkitkan identitas kita dengan rasa berbagi kepada sesama umat yang kurang mampu yang patut menda-
pat perhatian. Dan ketiga, kita tentu harus siap menerima ujian dari Tuhan Yang Maha Esa apa pun bentuknya, bahwa hidup itu adalah pengorbanan. Ketua PHBI (Panitia Hari Besar Islam Indonesia) 1437 H di Kecamatan Mengwi dan Abiansemal H.M. Ubet mengatakan, hikmah dari salat Idul Adha tahun ini mengambil tema semangat Idhul Adha dan semangat berkorban dan berbagi. Perayaan kurban Idhul Adha 1437 H di Kabupaten Badung, terdaftar sebanyak 23 sapi dan 83 kambing yang menjadi kurban. (ad261)
pembangunan taman di jalan intersection Desa Pelaga sudah mulai ditenderkan, dan beberpa minggu lalu sudah masuk dalam LPSE Kabupaten Badung,’’ ujar Eka Merthawan, Senin (12/9) kemarin. Dia berharap proses tender
akan selesai Oktober mendatang, sehingga proyek tersebut dapat diselesaikan akhir tahun 2016. ‘’Saya harap Oktober ini sudah ada pemenang lelang taman tersebut, jadi bisa rampung di akhir tahun ini,’’ ujarnya. Menurutnya, rancangan yang telah dibuat, di taman itu akan dibangun patung setinggi empat meter lengkap dengan tata lampunya. Selain itu, ditempatkan sejumlah tanaman hias untuk menghiasi patung di bawah-
nya. ‘’Patung yang dibangun di sana adalah mengambil tokoh pewayangan kisah Ramayana, yakni patung Rahwana dan Sinta,’’ ucapnya. Pejabat asal Kelurahan Sempidi ini mengatakan, untuk taman intersection di Desa Pelaga tidak dilengkapi air mancur. Namun, patung akan dilengkapi tata lampu yang menarik pengunjung. ‘’Sesuai HPS, anggaran pembangunan taman intersection Desa Pelaga Rp 627.690.186,’’ ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Badung telah merencang dari sisa dana yang diperoleh dari Dana Insentif Daerah untuk membangun sejumlah taman di jalan intersection di sejumlah desa di Badung Utara. Ada tiga taman yang akan dibangun dengan anggran sebesar Rp 2.194.618.175. Seperti di Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal, taman di pertigaan Desa Pelaga, Petang dan taman tapal batas Badung dengan Bangli di Desa Belok Sidan, Petang. (kmb27)
Giri Prasta Jadikan LPD Kedonganan sebagai Percontohan PASANGAN Bupati dan Wakil Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa, telah memenuhi undangan krama Desa Adat Kedonganan untuk hadir di malam Puncak Karya Padudusan Agung Mamungkah lan Ngenteg Linggih Pura Puseh-Desa lan Toya Ning Desa Adat Kedonganan, Jumat (9/9) lalu. Bukan sekadar hadir, Giri Prasta secara langsung juga diberikan penghormatan untuk melakukan pemotongan tumpeng dalam rangka HUT LPD Desa Adat Kedonganan yang ke-26. Dalam sambutannya, Giri Prasta mengatakan sangat mengapresiasi pelaksanaan upacara tersebut. Apalagi, seluruh rangkaiannya diketahui mampu terlaksana dengan baik atas partisipasi aktif seluruh krama Desa Adat Kedonganan. Apalagi, upacara tersebut notabene sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung sendiri, yakni memberikan prioritas bagi urusan agama, adat, dan budaya. ‘’Saya pasangan Giri-Asa memberikan dukungan sepenuhnya. Bahkan bukan hanya untuk urusan pembangunan Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, Dang Kahyangan, ataupun Kahyangan Tiga, melainkan juga menyasar sampai tingkat Paibon atau Dadia,’’ tegasnya.
Perhatian serupa juga dipastikan senantiasa bakal menyentuh krama adat, yaitu melalui sekaa-sekaa yang hidup di masing-masing banjar. Giri Prasta mengaku sangat menyadari bahwa suksesnya pelaksanaan upacara di Kedonganan tidaklah lepas dari peran LPD Desa Adat Kedonganan. Sehingga LPD Desa Adat Kedonganan dinilai merupakan salah satu LPD yang bisa dijadikan role model atau percontohan, baik bagi LPD-LPD di wilayah Kabupaten Badung sendiri ataupun Provinsi Bali. ‘’Kenapa? Itu karena LPD Desa Adat Kedonganan betul-betul terkelola dengan baik. Apalagi, kami tahu bahwa aset LPD ini sudah lebih dari Rp 250 miliar. Jadi, inilah yang perlu kita contoh, bagaimana melalui LPD kita gerakkan perekonomian,’’ ucapnya dengan harapan seluruh LPD di wilayah Kabupaten Badung benar-benar terbuka, sehat, dan mampu memberikan penghargaan kepada masyarakat setempat. Sebagai bentuk dukungannya secara pribadi, Giri Prasta ketika itu secara langsung menyerahkan punia senilai Rp 25 juta. Langkah tersebut pun diikuti anggota DPR-RI Wayan Koster yang juga hadir di lokasi. Sehingga punia yang diserahkan pada saat itu total
PUNCAK KARYA - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa, menghadiri malam puncak Karya Padudusan Agung Mamungkah lan Ngenteg Linggih Pura Puseh-Desa lan Toya Ning Desa Adat Kedonganan, Jumat lalu. berjumlah Rp 50 juta. ena, menurutnya, itu sekaligus Manggala Karya Padudusan dapat memotivasi masyarakat Agung Mamungkah lan Ngenteg dalam rangka pembangunan Linggih Pura Puseh-Desa lan Kedonganan ke depan. ‘’KehadToya Ning Desa Adat Kedon- iran beliau telah memperkuat ganan Ketut Madra mengaku kepercayaan masyarakat kesangat bangga akan hadirnya pada pimpinan. Tidak lain, itu sepasang pucuk pimpinan Ka- demi ajegnya adat dan budaya bupaten Badung tersebut. Kar- Bali,’’ tegasnya. (ad 260)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Selasa Umanis, 13 September 2016
PKPA FH Unwar Diikuti 21 Peserta Konjen RI di Darwin Jaring Mahasiswa dan Dosen Unwar Magang di Darwin Cetak Advokat Berkaliber Internasional
DARWIN - Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana dan Konjen RI di Darwin Andre Siregar bersama mahasiswa dan dosen yang berminat ke Darwin. UNIVERSITAS Warmadewa Warmadewa,’’ ujarnya. (Unwar) menggelar kuliah umum Dengan hubungan Darwin-Bali, ‘’Diplomasi Australia Utara-Bali’’, pemuda Bali bisa membentuk asoSabtu (10/9) lalu, dengan menda- siasi pemuda Australia cabang Bali. tangkan Konsul Jenderal (Konjen) Di acara yang dipandu Drs. Nyoman RI di Darwin Dr. Andre Siregar. Wiratmaja, M.Si., Mark Bruni sangat Hadir juga Northern Territory Ref- senang bertemu di Unwar. Memang rensentatif of Australia Mark Bruni, Bali tak seluas RI, namun Bali yang Presiden AIYANT Kyawnaing John paling dekat dengan Australia sangat Umar, Konjen Muda Protokol dan berpeluang menjalin kerja sama merKonjen Daniel Sihombing. espons tantangan global. Andre Siregar mengatakan, hamAndre Siregar mengatakan, dia pir 60 ribuan warga Australia mene- ingin warga Bali dekat lagi dengan tap di Bali dan setiap minggu berlibur Australia. Termasuk menghadiri di Bali. Dia memilih Bali karena yang wisuda di Bali dan lain-lain. Dia juga paling dekat antara Auatralia-RI memaparkan diplomasi Australiaadalah Bali. Bahkan, penerbangan Bali. Makanya, saat itu dia langsung langsung hanya ada Darwin-Bali. menjaring mahasiswa dan dosen Dia menegaskan sangat menung- yang berani untuk ke Darwin mengu kedatangan pengusaha muda Bali jalankan kerja sama, ekonomi dan untuk menjalin kerja sama dalam menguasai bahasa Inggris. ‘’Saya bidang apa saja dengan Darwin. Baik menunggu siapa yang berani ke dalam pertanian, ekonomi, bidang Darwin,’’ ujarnya. rumah sakit dan budaya. ‘’Kalau Saat ini dicari tiga orang untuk saya ke Bali harus mengunjungi magang di Konjen selama tiga bulan,
baik dalam peternakan, isu-isu sosial budaya, menari Bali dan bidang lainnya. Mereka ini akan dibentuk menjadi pemimpin muda masa depan. Dia bisa bekerja di Darwin atau berusaha di Darwin. Ia menyebut konstelasi politik dunia khususnya AS dan Tiongkok saat ini membuat Australia mengembangkan bagian utara. Makanya, dia datang ke Unwar karena berkepentingan agar anak muda Bali mau ke Darwin. Sebab, selama ini yang hanya datang anak muda dari Jakarta, sementara yang datang dari Bali belum ada. Dia berharap anak muda Unwar menjadi pemuda Bali pertama masuk Australia Indonesia Youth Association Northern Territory (AIYANT) ke Darwin. Mendapat tawaran demikian, sejumlah mahasiswa dan dosen Unwar berminat magang di Darwin. Hanya, mereka perlu mengetahui persyaratan lebih lanjut. Bahkan ada permintaan agar Konjen Darwin mengirim dosen ke Unwar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana didampingi Wakil YKKPB Ketut Sugihartana menyambut baik Konjen Darwin Andre Siregar bisa memberi kuliah umum di Unwar untuk memberi peluang lebih banyak sejumlah kerja sama antara Australia-Bali. Dia ingin kerja sama Unwar dengan Konjen Darwin tak hanya di atas kertas. Dia ingin dosen Unwar berkiprah di luar negeri, bukan jago kampus. Makanya, dia ingin mahasiswa dan dosen serius ke Darwin. Ini kesempatan untuk mengambil peluang kerja sama Australia dan Bali. (ad449)
673 Peserta Terapi Yoga Tertawa Tirtayatra ke Jawa Timur DALAM perayaan hari raya Galungan dan Kuningan ini, peserta Terapi Yoga Tertawa Bali mengadakan tirtayatra ke Jawa Timur menuju tiga pura yaitu Pura Dwija Warsa, Pura Gunung Arjuna dan Pura Medang Kemulan. Sebanyak 673 orang peserta Terapi Yoga Tertawa dari seluruh kabupaten di Bali ikut serta dalam perjalanan suci ini. Rombongan berangkat Jumat (9/9) lalu dengan mengunakan 15 bus. ‘’Tirtayatra ini bertujuan untuk napak tilas sejarah perkembangan agama Hindu di Nusantara. Pada Senin 5 September, kami awali dengan berbagi sembako Galungan kepada 112 janda dan berbagi uang saku Galungan kepada 101 anak yatim dan piatu,’’ kata Wayan Marta yang memimpin rombongan ini. Menurut Made Suambara, Terapi Yoga Tertawa telah diperkenalkan sejak tahun 2006. Saat ini sudah memiliki 14 cabang tersebar di seluruh Bali termasuk di Nusa Lembongan. Ribuan masyarakat Bali sudah mengikuti dan mendapatkan manfaat positif dari Terapi Yoga Tertawa, khususnya untuk menyembuhkan penyakit akibat pikiran. Selain program Terapi Yoga Tertawa, AmbarAshram juga menyuguhkan beberapa program unggulan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Bali. Laksmi Puja adalah program yang mampu membuka 11 pintu rezeki, berguna melancarkan aliran kekayaan ke dalam keluarga. Diksha Suputra yaitu program yang bisa mengubah karakter anak menjadi
PADATI - Peserta Terapi Yoga Tertawa padati halaman Utama Mandala Pura Gunung Arjuna, Malang Jawa Timur, Sabtu (10/9). lebih baik. Grahasta Diksha ialah dosennya adalah para pelaku spiriprogram khusus bagi calon pengantin tual Bali yang mata hati dan telinga dan pasangan muda agar mampu batin sudah terbuka, sehingga mermewujudkan keluarga bahagia dan eka mampu membaca buku tanpa sejahtera. Tapa Yoga Semadhi meru- tulisan yang tersebar di hamparan pakan program yang mampu men- samudera tanpa tepi. Pada usia gantarkan seseorang meraih hidup belia ini, Ambara University sudah sehat, tenang dan bahagia di masa memiliki 152 mahasiswa. pensiun. Bhisuka Diksha merupakan Semua program itu telah terbukprogram yang bertujuan menyatukan ti mampu membantu masyarakat manusia dengan Sang Pencipta. Bali. Yang sakit menjadi lebih sePada tanggal 17 Agustus lalu, hat, yang menderita menjadi lebih Made Suambara membuka sebuah bahagia, yang gelap menjadi lebih universitas nonformal yang diberi terang, yang kurang mampu mennama Ambara University. Meru- jadi lebih mampu. Bagi yang ingin pakan tempat belajar spiritual Bali tahu lebih lanjut tentang semua modern. Spiritual Bali Modern program di atas, silakan datang adalah spiritual yang berlandaskan langsung ke AmbarAshram Banjar pada adat, budaya, agama dan spiri- Nyuh Kuning, Mas, Ubud, Gianyar. tual Bali warisan leluhur orang Bali Setiap Selasa dan Jumat pukul yang dikemas secara kekinian. Para 15.00 - 18.00 Wita. (ad447)
Made Urip ’’Road Show’’ Kunjungan Dapil Mulai Lomba Mancing Sampai Peken Galungan
KUNDAPIL - Road show kundapil anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. (pakai topi) di Desa Tibubiu, Kerambitan, Tabanan, Minggu (11/9). ANGGOTA Komisi IV DPR-RI PDI-P untuk penggalian dana tirtayadari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I tra masyarakat Sembung Gede, teruMade Urip, M.Si. kembali road show tama bagi lansia. Selain itu, sebagian turun ke bawah dengan melakukan dananya digunakan untuk program Kundapil (Kunjungan Daerah Pemili- usaha yang dikelola oleh STT seperti han) yang diawali dengan pembukaan bisnis penyewaan tenda. Lomba Mancing Mania yang digelar Kundapil dilanjutkan dengan STT Dharma Sentana di Banjar Desa bertatap muka dengan ratusan sePakraman Sembung Gede, Kerambi- kaa teruna, perbekel, pekaseh dan tan, Tabanan, Minggu (11/9). Sehari perwakilan tokoh masyarakat dari sebelumnya, Sabtu (10/9) malam, 5 banjar di lapangan voli yang baru Ketua DPP PDI Perjuangan itu juga selesai dibangun oleh STT Banjar sempat menutup turnamen voli di Tegal Temu Kaja, Desa Tibubiu, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kerambitan, Tabanan. Ketua PaniTabanan bersama anggota Fraksi tia Pembangunan Lapangan Voli PDI-P DPRD Bali dan Tabanan Gede Wayan Sukarma mengakui Made Suamba dan Gung Balon yang disak- Urip ikut berpartisipasi menyelesaisikan ratusan masyarakat. kan lapangan voli beserta seluruh Mengawali agenda kundapilnya, perlengkapannya. Made Urip kali ini juga didampingi Hal senada diakui Bendesa Adat anggota Fraksi PDI-P DPRD Ta- Tibubiu Wayan Jarwa yang mengaku banan Wayan Lara beserta Ketua bukan hanya memuji sepak terjang PAC PDI-P Kerambitan Ketut Ar- Made Urip, tetapi menyatakan secara sana Yasa yang dihadiri sekitar 500 faktual selama ini termasuk di media peserta mancing mania dari seluruh sosial sangat banyak aktivitas Made Tabanan, termasuk Kota Denpasar. Urip yang selalu datang langsung Menurut Ketua Panitia Lomba Manc- mengunjungi kegiatan masyarakat. ing Gusti Putu Agus Andre Pratama, Bahkan, sudah membuktikan sebasengaja memilih lomba mancing gai pemimpin sejati dan selalu dekat sebagai program jangka panjang yang dengan rakyatnya. di-support Made Urip bersama kader Salah satunya, support Made
Urip ikut mewujudkan lapangan voli atas inisiatif sekaa teruna untuk mengubah sikap generasi muda ke arah yang positif lewat kegiatan olahraga. Termasuk olahraga lainnya, juga mendapat dukungan Made Urip bersama Fraksi PDI-P, baik olah ragabola voli maupun sepak bola, sehingga nantinya ingin mewujudkan lapangan futsal di desa itu. ‘’Pak Made Urip ikut berpartisipasi untuk mengantisipasi kegiatan yang negatif anak muda, seperti minum-minuman keras, trek-trekan dan terbukti sekarang sudah tergiring ikut aktif di kegiatan olahraga,’’ kata Ketut Sadham selaku Ketua PAC PDI-P Kerambitan. Pada kesempatan itu, Made Urip menyambut positif pembangunan infrastruktur olahraga salah satunya lapangan voli dan arena futsal untuk menyalurkan bakat dan minat olahraga maupun seni generasi muda. Apalagi saat ini negara menghadapi bahaya luar biasa, yakni narkoba yang sudah masuk pelosok-pelosok desa, sehingga generasi muda harus waspada karena aspeknya masuk bermacam-macam. Salah satu sasarannya dengan menyebarkan narkoba lewat kafe. Made Urip juga sempat menyerahkan sejumlah buku yang berkaitan 4 Pilar Kebangsaan yang patut terus ditanamkan khususnya bagi generasi muda mendatang. Karena 4 Pilar Kebangsaan sudah menjadi harga mati yang harus dipertahankan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Keempat Pilar itu yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, 4 Pilar harus dipahami betul oleh generasi muda saat ini,’’ tutup Made Urip yang mengakhiri road show Kunjungan dapil-nya dengan menghadiri Peken Galungan di Banjar Jaka Tebel, Desa Tangun Titi, Selemadeg Timur, Tabanan. (ad262)
PENDIDIKAN Khusus Profesi Advokat (PKPA) Fakultas Hukum (FH) Universitas Warmadewa (Unwar) kini memasuki angkatan ke-16. Program kerja sama FH Unwar dengan DPC AAI Denpasar ini diikuti 21 peserta dan dibuka, Sabtu (10/9) lalu. Pembukaan PKPA dilakukan oleh Wakil Dekan I FH Unwar IA Putu Widiati, S.H., M.Hum. didampingi Ketua DPC AAI Denpasar Dr. Simon Nahak dan Sekretaris PKPA FH Unwar Ni Made Puspasutari Ujianti, S.H., M.H. dan Sekretaris DPC AAI Denpasar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.H. Acara juga dihadiri WD II A.A. Laksmi Dewi, S.H., M.H. dan WD III I Ketut Sukadana, S.H., M.H. Dr. Simon Nahak, S.H., M.H. mengungkapkan, PKPA FH Unwar selalu dikejar masyarakat karena mutunya. Ini dibuktikan hampir 90 persen peserta PKPA FH Unwar lulus seleksi nasional dan berhak menjadi advokat karena sudah mengantongi sertifikat PKPA. Dia menegaskan, lulusan PKPA FH Unwar menekankan pada integritas dan sikap moral serta profesionalisme. Mereka menjadi praktisi hukum yang berdaya saing tinggi. Apalagi, Bali dikejar pengacara asing, makanya perlu ditingkatkan kompetensinya agar mampu bersaing dengan pengacara asing di MEA. Dalam PKPA kali ini, katanya, semua peserta diperkuat dengan kemampuan bahasa Inggris agar lawyer Bali berkeliber internasional alias tak jago kandang. Untuk itulah, calon advokat perlu dibekali dengan ilmu, keterampilan dan integritas serta keberanian. Khusus untuk kurikulum PKPA FH Unwar, katanya, sudah dikon-
sultasikan dengan Kemenristek Dikti tentang PKPA harus mampu menjawab tantangan global. Dikaitkan dengan PIP Unwar yakni bidang lingkungan dan pariwisata, katanya, juga sangat pas untuk melahirkan SDM berkualitas serta menuju visi Unwar go global di tahun 2034. Simon Nahak mengatakan, peserta juga diberikan materi soal hukum perdata dan pidana internasional serta kontrak dagang internasional. Hal ini dilakukan untuk pencegahan kejahatan internasional. Untuk itu, FH Unwar perlu menjalin kerja sama bidang advokat dengan Charles Darwin University dan asosiasi advokat negara tetangga. Bahkan, Simon mengatakan FH Unwar bekerja sama dengan UI, Unpad dan PT lainnya sedang mempersiap advokat ini menjadi program magister. Sekretaris DPC AAI Denpasar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.H. membenarkan, memasuki persaingan yang sangat ketat FH Unwar berkepentin-
gan mencetak advokat yang unggul dan berkualitas. Untuk itu, PKPA hasil kerja sama FH Unwar dan DPC AAI Denpasar ini akan terus dilanjutkan karena Bali memerlukan advokat yang berkualitas. WD I FH Unwar IA Putu Widiati, S.H., M.H. mengungkapkan, program PKPA FH Unwar kini memasuki kurikulum baru. Program ini berkaitan dengan Tri Dharma PT sangat penting untuk akreditasi prodi dan fakultas. Kedua, sebagai implementasi kerja sama FH Unwar dengan institusi di bidang hukum. FH Unwar yang menerapkan kurikulum berbasis KKNI, dia mengatakan lulusannya tak hanya mendapat ijazah melainkan memiliki kompetensi tambahan yang disebut sertifikat pendamping ijazah. Dia menambahkan, makin matangnya FH Unwar menyelenggaran PKPA, ke depan program ini akan ditingkatkan menjadi Magister Advokat. (ad448)
PKPA - WD I FH Unwar IA Widiati, Simon Nahak, A.A. Laksmi Dewi dan Sukadana serta peserta PKPA angkatan ke-16.
DPD-RI Serahkan Sumbangan Rakyat Bali ke Wihara Tanjung Balai SENATOR DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mungkin satu–satunya pejabat Hindu di Indonesia yang berani datang ke lokasi pembakaran wihara klenteng milik umat Buddha di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Dalam misi khusus sebagai Duta Besar Universal Peace Federation (UPF) di bawah PBB, Senator termuda dari Bali ini hadir sebagai wujud simpati pada musibah yang mencederai rasa kebangsaan ini. ‘’Dari pandangan saya, pembakaran tempat ibadah apa pun itu tidak bisa dibenarkan. Di Indonesia sudah dua kali terjadi insiden pembakaran tempat ibadah yakni di Tolikara dan Tanjung Balai, Sumut hanya karena pengeras suara. Saya minta semua pihak instrospeksi,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Lebih lanjut, Gusti Wedakarna mengaku salut dengan sikap tenang umat Buddha yang menghadapi musibah ini, sehingga umat Buddha di Tanjung Balai mendapatkan simpati luas di seluruh dunia. ‘’Ini isu sudah menjadi isu internasional. Saya minta pemerintah melindungi minoritas,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III DPD-RI bidang agama, budaya dan kesra. Terkait dengan aspirasi pemindahan patung Buddha di kompleks Wihara, Senator Gusti Wedakarna menyatakan ketidaksetujuannya. ‘’Saya sudah tinjau dan lihat langsung, bahwa patung Buddha ini
terletak di Gedung Wihara dan ada di kompleks umat Buddha. Jika desakan ormas ini diamini oleh Pemkot Tanjung Balai, maka ini akan menjadi perseden buruk di republik ini. Bagaimana mungkin simbol agama yang terletak di dalam kompleks tempat ibadah, yang dilindungi UUD 1945 bisa diturunkan hanya karena desakan ormas? Saya ingatkan pada Pemkot Tanjung Balai agar mengacu pada UU dan peraturan. Saya minta TNI, Polri dan FKUB agar bersikap netral dan kawal benar urusan ini. Ini adalah sebuah ujian toleransi di Indonesia. Saya minta hargai kedaulatan tempat ibadah karena Indonesia ini bukan negara agama, tetapi negara NKRI berbasis Pancasila,’’ ungkap
Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia saat memberikan pengarahan di Kantor Wali Kota Tanjung Balai di hadapan para ulama, tokoh agama dan pejabat SKPD. Di akhir acara, diserahkan sumbangan atas nama rakyat Bali senilai Rp 137.524.700 oleh Aditya Adiguna (Korlap Aksi Solidaritas Hindu Buddha) yang selama dua minggu menggalang dana di Bali yang diserahkan kepada tokoh umat Buddha yang disaksikan oleh DPD-RI, Pemkot Tanjung Balai, Dandim TNI Asahan, Sumut Suhono, FKUB, Kementerian Agama dan Indra Gunawan Kuna (Direktur The Hindu Center Of Sumatera Utara). (ad263)
BANTUAN - Duta Besar Perdamaian UPF PBB Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyerahkan bantuan dari Bali senilai Rp 137.524.700 ke umat Buddha di Kantor Wali Kota Tanjung Balai.
Yudisium 41 Mahasiswa
Lulusan Sastra Inggris Unwar Siap Bersaing di Lapangan Kerja DEKAN Fakultas Sastra Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. Dr. Nyoman Kardana, M.Hum. mengatakan, lulusan Fakultas Sastra Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris siap bersaing di lapangan kerja, termasuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Bukan hanya di sektor pariwisata, lulusannya juga siap di lapangan kerja lainnya karena para lulusannya sudah dibekali pengetahuan yang memadai. ‘’Kami tidak sekadar mencetak sarjana baru, tetapi tetap memperhatikan mutu atau kualitas lulusan dengan menambah pengetahuan mereka. Selain itu, di tingkat internal, upaya menyesuaikan kurikulum juga dilakukan dengan melakukan lokakarya kurikulum,’’ ujar Prof. Kardana usai meyudisium 41 sarjana baru di Ruang Sidang Sri Kesari Warmadewa Kampus Unwar, belum
lama ini. Berbicara MEA, lanjut Kardana, tentu lulusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Unwar sudah sangat siap bersaing. Sebab, kunci dari persaingan di MEA paling pertama dulu komunikasi atau berbahasa. ‘’Kalau kita mau bersaing di MEA, tentu yang bersangkutan harus bisa berbahasa Inggris. Kalau enggak bisa bahasa Inggris, sudah pasti kita tidak bisa bersaing. Kalau lulusan kami, sebagian dari yang sekarang diyudisium sudah bekerja yang berhubungan dengan bahasa internasional (bahasa Inggris - red),’’ katanya. Kardana mengatakan, pihaknya juga meningkatkan kualitas lulusan dengan menambah pengetahuan dan sumber daya manusia atau peningkatan pendidikan dosen sehingga kualitas yang dihasilkan tentu lebih baik. ‘’Sekarang ini, kami sudah punya 9
YUDISIUM – Suasana yudisium mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Unwar di Ruang Sidang Sri Kesari Warmadewa Kampus Unwar, belum lama ini.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
doktor (S-3) dan sedang menyelesaikan doktor lagi 6 orang. Selain itu, semua dosen yang dimiliki semuanya sudah bergelar S-2,’’ ujarnya. Di hadapan para orangtua atau wali mahasiswa, Kardana juga menyampaikan kepada para lulusan atau sarjana baru jangan berpuas diri karena sudah memperoleh gelar sarjana. Sebab, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus cukup ketat, sehingga pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah harus diterapkan dengan baik dan jaga nama almamater. Ditanya tentang kurikulum baru yang bakal diterapkan khususnya kepada mahasiswa baru, Kardana yang mantan Wakil Rektor I ini mengatakan, kurikulum sudah dibahas dan dilokakaryakan di Bedugul yang dipantau langsung Ketua Yayasan Kesejahtraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gde Wisnumurti, M.Si. ‘’Kita menerapkan kurikulum baru sesuai dengan KKNI sehingga dalam penilaian atau akreditasi nanti hasilnya lebih bagus dari yang sudah dilakukan,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Panitia Yudisium Dra. A.A. Inten Mayuni, M.Hum. mengatakan, mahasiswa yang diyudisium sekarang ini jumlahnya 41 orang terdiri dari mahasiswa reguler A (pagi) dan reguler B (sore). Mereka rata-rata menyelesaikan masa studi empat hingga lima tahun dengan karya tulis (skripsi) berbahasa Inggris. ‘’Dari semua lulusan, mahasiswa yang meraih predikat lulusan terbaik dengan predikat cumlaude atas nama Komang Andika Putri dengan indeks prestasi 3,77,’’ ujarnya. (ad450)
DAERAH
Selasa Umanis, 13 September 2016
5
Di BPR Ashi
BPR Group Sri Partha Pusaka Gelar Donor Darah PARA direksi, staf, komisaris dan karyawan/wati BPR Group Sri Partha Pusaka (BPR Sri Partha, BPR Antenk, BPR Ashi, BPR Pusaka dan BPR Tish), Sabtu (10/9), di BPR Ashi, Jalan Raya Sempidi, Mengwi, Badung, melaksanakan bakti sosial donor darah bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi Bali. Kegiatan ini rutin digelar enam bulan sekali. Donor darah kali ini sebagai penyelenggara/panitia yakni BPR Antenk dengan Ketua Panitia Direktur Utama Drs. I Wayan Artana didampingi seluruh direksi dan staf grup BPR Sri Partha Pusaka. Menurut Wayan Artana, donor darah kemasyarakatan selalu mengikutsertakan para direksi, komisaris, PSP BPR Group Sri Partha dan seluruh karyawan/wati. Semuanya diambil darahnya sesuai hasil pemeriksaan dokter UTD PMI Bali, masingmasing dr. I Nyoman Artana, P.HK. dan dr. Putu Winaya beserta staf. Sedangkan donor darah dilaksanakan dalam rangka ikut membantu setetes darah yang diperlukan oleh keluarga masyarakat yang memerlukan transfusi darah dalam perawatan di rumah sakit. Dalam kaitan ini, lanjut Artana, donor darah ditargetkan 70 orang dan peserta yang bisa diambil darahnya berdasarkan pemeriksaan kesehatan dokter mencapai 95 persen atau 65 orang lebih. Dijelaskan, para peserta donor usai darahnya diambil disediakan hadiah-hadiah menarik seperti TV, kulkas dan puluhan hadiah hiburan menarik lainnya dengan cara diundi. Direktur Utama BPR Ashi I Made Mudastra, S.E. me-
nambahkan, karena setiap orang, khususnya keluarga besar BPR Group Sri Partha dan masyarakat umum yang mendonorkan darahnya adalah merupakan suatu perbuatan sangat mulia. Untuk SDM Group Sri Partha Pusaka, bakti sosial masingmasing dibina dan diarahkan para direksi BPR sekitar 200 orang. Pada tahun sebelumnya, Komisaris Utama BPR Group Sri Partha Pusaka Made Meiarthayasa, MBA. mengingatkan siapa pun dari warga masyarakat yang memerlukan transfusi darah bisa sedini mungkin menghubungi BPR Group Sri Partha terdekat, baik lewat BPR Sripartrha di Kuta dan Kantor Cabang Sripartha di Jalan WR Supratman Denpasar, BPR Ashi di Jalan Raya Sempidi Ubung, BPR Tish Jalan Raya Batubulan, BPR Antenk Jalan Gatsu Timur dan BPR Pusaka Jalan Katrangan,
Denpasar Timur. Group Sri Partha memiliki salah satu unit organisasi Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) yang selalu siap membantu masyarakat yang memerlukan transfusi darah. Dikatakan, para direksi BPR Group Sri Partha Pusaka memang sejak dulu sudah diajarkan penisepuh, penasihat Group Sri Partha Pusaka I Wayan Gatha untuk melakukan suatu perbuatan positif. Meiarthayasa mengungkapkan agar Group BPR Sri Partha jangan sampai mengabaikan fungsi sosial kemasyarakatan dalam meniti kehidupan. Apa pun bentuknya mesti ada keseimbangan yang tidak semata-mata hanya mengejar material. Di samping itu, bakti spiritual BPR Group Sri Partha juga tak pernah dilupakan dengan wujud melaksanakan tirtayatra di sejumlah Pura Kahyangan Jagad di Bali dan luar Bali. (ad446)
PERIKSA - Penasihat BPR Group Sri Partha Pusaka I Wayan Gatha ketika diperiksa kesehatannya secara bergiliran bersama para direksi, komisaris dan karyawan/wati.
Terjatuh, Buruh Pemanjat Kelapa Tewas Banyuwangi (Bali Post) Tragis menimpa seorang buruh pemanjat kelapa, Edi Supriyanto (50), di Desa Kebunrejo Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Pria ini tewas setelah terjatuh saat memanjat kelapa, Minggu (11/9) pagi. Korban tewas di lokasi. Diduga gegar otak. Peristiwa nahas itu diketahui warga sekitar pukul 07.00 WIB. Pertama salah satu warga, Supriyanto, mendengar suara benda terjatuh.
Merasa curiga, dia mencoba mendekat dari arah suara. Betapa terkejutnya saat dilihat korban sudah terkapar. Supriyanto langsung berteriak minta tolong. Dalam sekejap, warga berhamburan mendekat, lalu mengevakuasi korban. Sayangnya, sata dievakuasi korban sudah meninggal. ‘’Saat dilihat warga, posisi korban tengkurap. Napasnya sudah tak ada,’’ kata Kapolsek Kalibaru AKP Bambang
Suprapto, Senin (12/9) kemarin. Polisi bersama warga akhirnya mengevakuasi tubuh korban. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Diduga korban terpeleset ketika memanjat kelapa. Saking tingginya, nyawa korban tak tertolong usai terjatuh. Dugaannya, korban gegar otak, nyawanya tak tertolong. Tim medis juga tak menemukan kejanggalan pada kematian korban.
Tiga preman yang ditangkap polisi dan diduga melakukan pemerasan terhadap pedagang rupanya mencatut dan memalsukan tanda tangan Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan untuk melancarkan aksinya. Hal itu diketahui setelah para pelaku menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
Pemkab Banyuwangi Larang Pemotongan Sapi Bunting agar tidak ada hewan betina produktif yang disembelih. Setiap ada sapi betina yang bunting, pemerintah memberi dana Rp 500.000 per sapi ke peternak agar dirawat dan tidak disembelih,’’ ujarnya di sela memantau pemeriksaan hewan kurban, Senin (12/9) kemarin. Pihaknya berharap populasi sapi lokal akan terus meningkat. Sebab, harganya selalu menguntungkan petani. Menurutnya, kehadiran fakultas kedokteran hewan salah satu universitas di Banyuwangi juga membantu Dinas Peternakan. Sebab, para mahasiswa membantu berbagai permasalahan sektor peternakan di Kabupaten Banyuwangi. ‘’Teman-teman
Bali Post/udi
SAPI - Pusat penggemukan sapi lokal di Bangorejo, Banyuwangi.
mahasiswa Kedokteran Hewan Unair membantu turun ke lapangan, memberi penyuluhan, dan sebagainya,’’ jelasnya. Sementara itu, selama Idul Adha kemarin, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap 356 ekor sapi jantan, 1.403 ekor kambing jantan, dan 439 ekor domba jantan. ‘’Dari hasil pemeriksaan sebelum dipotong atau antemortem secara umum tidak ada kendala atau penyakit,’’ ujarnya. Usai disembelih, petugas juga melakukan pemeriksaan daging dan jeroan hewan kurban. Hasilnya, dalam kondisi sehat sebelum dibagikan ke warga. Salah satu ternak sapi kurban yang menarik perhatian adalah sapi seberat 700 kilogram yang disumbangkan Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas di Masjid Agung Baiturahman, Banyuwangi. Sapi jenis Manggong yang merupakan peranakan Limousin dibeli dari peternak di Tegalsari, Banyuwangi. Pihaknya sengaja membeli ternak dari peternak lokal. Tujuannya, memberikan perlindungan ke peternak yang ikut mengangkat perekonomian. Apalagi, harga sapi peternak lokal banyak diincar ke sejumlah daerah di Jawa, seperti Surabaya dan Jakarta untuk komoditi daging. (kmb30)
Usai diperiksa tim medis, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga. Korban selama ini dikenal sebagai buruh pemanjat kelapa. Saat kejadian, korban sedang memanjat kelapa di areal kebun milik salah satu warga. Muncul dugaan, korban terpeleset. Karena tak sempat berpegangan, tubuh korban terjun bebas. Korban diyakini sudah meninggal saat warga menemukannya. (kmb30)
Preman Pemeras Ternyata Catut Nama Wabup Jembrana Negara (Bali Post) -
Jaga Populasi
Banyuwangi (Bali Post) Sapi lokal yang dipelihara para petani mendapatkan perhatian khusus dari Pemkab Banyuwangi. Dinas Peternakan Banyuwangi melarang peternak memotong sapi betina yang bunting. Bahkan, diberikan subsidi Rp 500.000 untuk menjaga ternaknya. Kebijakan ini untuk melindungi populasi sapi lokal yang harganya cukup mahal. Plt. Kepala Dinas Peternakan Banyuwangi drh. Benny Handarwanto menjelaskan, populasi sapi di Banyuwangi mencapai sekitar 120.000 ekor dan kambing 40.000 ekor. ‘’Kami berupaya meningkatkan populasinya, termasuk dengan menjaga
Bali POst/olo
EVAKUASI - Warga dan polisi mengevakuasi korban yang tewas setelah terjatuh dari pohon kelapa di Kalibaru, Banyuwangi, Minggu (11/9) pagi.
Sementara itu, Kembang Hartawan, Minggu (11/9) sore mengaku banyak mendapat laporan bahwa para pelaku mencatut dan memalsukan tanda tangannya. Dikatakan, ketiga preman itu kerap melakukan aksinya di pasar Pekutatan dan Pasar Negara. Sejumlah pedagang yang menjadi korbannya mengeluhkan tindakan para pelaku. Kembang Hartawan men-
jelaskan, ketika menerima laporan itu ia sempat menyampaikan kepada para pedagang agar jangan menanggapi permintaan ketiga pelaku tersebut. Terkait kejadian itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap oknum yang meminta-minta sumbangan dengan dalih apa pun. ‘’Cek kebenaranya jika mer-
eka membawa proposal yang mengatasnamakan pejabat,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, I Ketut Sd (48) dari Lingkungan Satria Kelurahan Pendem Jembrana, ASP (27) dari Nganjuk Jawa Timur, dan Gusti Agung Komang H (33) dari Banjar Baler Pasar Desa Pergung Kecamatan Mendoyo, Jembrana, dibekuk Buser Polres Jembrana kar-
ena melakukan pemerasan kepada sejumlah pedagang di pasar rakyat di Desa Pergung, Mendoyo, beberapa waktu lalu. Dalam melakukan aksinya ketiga pria bertubuh kekar dan bertato tersebut membawa proposal untuk biaya ulang tahun salah satu ormas. Kemudian kejadian itu dilaporkan sejumlah korban. Setelah menerima laporan polisi kemudian melakukan penyelidikan dan ketiga pelaku berhasil ditangkap di areal pasar rakyat Lapangan Pergung, Desa Pergung Kecamatan Mendoyo. (kmb)
Belum Jelas, Pengerjaan Jembatan Dangintukadaya Negara (Bali Post) Meski tender sudah ada pemenangnya pada Agustus 2016, namun belum ada tanda-tanda perbaikan Jembatan Dangintukadaya yang ambruk awal tahun lalu. Pembangunan jembatan itu pun belum jelas. Padahal, proyek perbaikan yang menggunakan APBN 2016 itu sudah hampir tutup tahun. Dari pengamatan di lokasi, Senin (12/9) kemarin, terlihat sudah dibangun bangunan semipermanen di sisi timur jembatan. Namun, tidak ada aktivitas apa pun, baik di dalam bangunan maupun di sekitar jembatan. Informasinya, pihak rekanan proyek masih menunggu alat berat yang diperlukan dan didatangkan dari Jawa. Sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi mengungkapkan pengerjaan perbaikan jembatan ini kemungkinan akan seperti jembatan darurat yang
digunakan sementara. ‘’Ya informasinya akan dibuat seperti di sisi luar jembatan itu. Tinggal nanti dipasang pakai seling. Kalau seperti itu, pasti jalan akan ditutup seperti dulu,’’ terang Ketut Arjaya, warga Dangintukadaya. Apalagi, hanya menyisakan waktu tiga bulan. Bahkan, hingga sekarang belum tampak tanda-tanda pengerjaan. Selama delapan bulan lebih, jembatan darurat digunakan untuk jalur kendaraan. Arus lalu lintas dibagi menjadi dua arah dan kendaraan berat melintas satu per satu. Dalam papan peringatan yang dipasang sebelum jembatan, tertera batas tonase kendaraan yang melintas. Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jembrana IGP Mertadana mengatakan, dari hasil koordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah
VIII, sudah ada pemenang tendernya. Dari informasi terakhir, rekanan masih menunggu alat berat untuk pengeboran. Teknis pengerjaan merupakan kewenan-
gan Balai Jalan langsung. Termasuk kapan pengerjaan, Dinas hanya dapat berkoordinasi supaya segera ditangani seperti harapan masyarakat Jembrana. (kmb26)
Bali Post/olo
JEMBATAN - Sudah delapan bulan ambrol, perbaikan jembatan Dangintukadaya belum juga ada tanda-tanda pengerjaan. Arus kendaraan jalan nasional itu harus melintasi jembatan darurat di sisi luar jembatan.
Unud Tunjukkan Kepedulian Revitalisasi Pura Girinatha di Timor Leste UNIVERSITAS Udayana (Unud) menunjukkan kepeduliannya bersama pemerintah Republik Demokratik Timor Leste dan Ikatan Alumni Unud (Ikayana) Timor Leste untuk melakukan revitalisasi Pura Girinatha. Pura ini merupakan satu-satunya di Dili, Timor Leste. Hal ini diungkapkan Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Senin (12/9) kemarin. Ketut Suastika memimpin delegasi Unud, Ikayana dan pebisnis pedek tangkil ke Pura Girinatha di Dili. ‘’Sebagai lembaga ilmiah dan umat Hindu, kita harus memberi nilai bagi eksestensi satu-satunya pura di Dili Timor Leste dan merupakan peninggalan Indonesia,’’ ujar Suastika yang didampingi Warek I Prof. Dr. Drh. Made Damriyasa, Warek III Prof. Dr. Nyoman Suyatna dan
puluhan lainnya. Bagaimana wujud dan implementasi revitalisasi itu? Suastika menjelaskan akan terus dikaji dan dibahas dengan semua pihak. Pura Girinatha adalah satu-satunya pura peninggalan Indonesia di Dili, Timor Leste. Pura ini dibangun pada zaman Gubernur Mario Vegas Carrascalao pada 1987. Meski kondisinya memprihatinkan, tetapi pura ini masih tetap digunakan umat Hindu di Dili. Pura ini terletak di daerah Taibesi. Seperti layaknya Pura-pura lain di Indonesia (di luar Bali), pura ini lokasinya di perbukitan. Bukitnya tidak terlalu tinggi, sehingga tidak begitu sulit untuk sampai di jaba (bagian terluar) pura. Bahkan, bisa ditempuh dengan mobil. Jalan aspal yang menuju
pura yang diresmikan Gubernur Timtim pada 27 Juni 1987 ini juga masih bagus. Hanya, karena jarang dilalui kendaraan, sebagian bibir jalan mulai ditumbuhi rumput liar. Memang ada saja yang masih datang ke lokasi itu, tetapi tidak seperti dulu. Paling dua atau tiga orang yang datang. Kadang ada juga yang sendirian. Mungkin banyak yang tidak tahu kalau ada tempat sembahyang di sana. Keberadaan pura di Kota Dili itu hingga kini tetap dipertahankan. Hal ini tak lepas dari keinginan Xanana Gusmao ketika masih menjabat sebagai presiden. Akhirnya, pura di sana sampai saat ini masih utuh. Beruntung di negeri itu ada umat Hindu walaupun jumlahnya hanya segelintir. (ist)
Bali Post/ist
PURA GIRINATHA - Para pemedek saat foto bersama di Pura Girinatha. Pura ini merupakan satu-satunya di Dili, Timor Leste.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
OPINI
6
Selasa Umanis, 13 September 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Netralitas dan Profesionalisme Birokrasi TIAP kali ada pemilihan umum (pemilu), entah itu pemilihan presiden (pilpres), pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan bupati/wali kota (pilbup/pilwali), termasuk pemilu legislatif (pileg), netralitas pegawai negeri sipil (PNS) selalu mendapat sorotan. Jauh-jauh hari sebelum hajatan pemilu digelar, semua pihak akan koar-koar mengimbau, megharapkan agar PNS bersikap netral dan tidak terlibat politik praktis. Tetapi dalam kenyataannya, tiap kali menjelang pemilu justru PNS inilah yang paling pertama dan paling banyak digarap para calon atau partai politik. Kenapa PNS yang kini telah diubah sebutannya menjadi aparatur sipil negara (ASN) paling banyak disorot sekaligus digarap tiap kali hajatan politik digelar, karena banyak yang menilai posisi ASN ini sangat strategis. ASN inilah yang paling fasih dalam segala urusan birokrasi, termasuk dalam penyelenggaraan pemilu. Mulai dari merancang anggaran untuk pemilu, peta dan data calon pemilih dan berbagai aspek lain yang diperlukan dalam pemilu. Boleh dibilang, ASN inilah yang menjadi corong pertama penyelenggaraan pemilu yang sebenarnya sebelum terbentuknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan lembaga penyelenggara pemilu lainnya. Karena itu, berbagai pihak beranggapan, jika saja bisa berhasil ‘’menggarap’’ ASN ini maka kemungkinan celah untuk mencuri start pemilu berhasil dilakukan. Para calon yang bertarung biasanya berusaha untuk memobilisasi aparat birokrasi atau melakukan politisasi birokrasi. Maka, ASN ini selalu menjadi sasaran untuk dijadikan objek kekuasaan untuk digerakkan. Terlebih, jika yang maju mencalonkan diri adalah calon incumbent (petahana) atau mereka-mereka yang saat pemilu dilangsungkan sedang menduduki posisi penting dan strategis di birokrasi. Kooptasi bahkan intimidasi terhadap ASN pun sulit terhindarkan. Parahnya bahkan sangatlah riskan, manakala calon yang maju itu dari calon incumbent dan beberapa orang yang memegang posisi penting dan strategis bersamaan. Upaya mobilisasi ASN pun dapat berdampak terhadap pelayanan publik. Bahkan, bisa terjadi perpecahan di intern para pelayan publik ini yang berujung ketidakpuasan dan ketidakpercayaan masyarakat. Jika sudah sampai di ujung ini, dampak susulan dipastikan berlanjut. Sebab, salah satu dari para birokrat yang maju itu sudah dapat dipastikan akan menang dan memimpin birokrasi (para ASN) ini. Yang akan muncul kemudian, penilaian tidak objektif terhadap ASN yang dinilai tidak sehaluan (tidak memilih) pemenang pemilu ini. Tidak heran kemudian, di beberapa daerah sering mencuat kasus mutasi besar-besaran pasca-pemilu. Mungkin tidak akan menjadi masalah atau menimbulkan masalah jika mutasi itu memang benarbenar atas dasar penilaian objektif untuk penyegaran birokrasi agar memudahkan komunikasi dan koordinasi (karena ASN yang sebelumnya dinilai tidak sehaluan akan menjadi penghambat bahkan ‘’pembangkang’’). Namun yang kerap menimbulkan kisruh, mutasi dilakukan atas dasar like and dislike. Maka, mutasi yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja birokrasi pun akan berubah malah menjadi menurunkan kinerja. Lantas, apakah ASN netral itu artinya mereka harus golput alias tidak memilih dalam pemilu atau birokrat mengisolasi diri dari dunia politik? Tentu saja tidak, karena hal ini justru melanggar UU tentang Pemilu di mana ASN juga harus aktif menjadi pemilih dan juga berhak untuk dipilih. Malah sebaliknya, ASN dituntut untuk tetap mengikuti perkembangan politik karena dia menjadi corongnya pemliu. Selain itu, agar ASN memperoleh informasi dalam menjatuhkan pilihan terhadap partai politik atau seorang calon. Di sinilah diperlukan profesionalisme ASN sebagai bagian dari birokrasi, sehingga mereka bisa bersikap netral terhadap siapa pun yang dipilih dan memenangkan pemilu untuk kemudian menjadi pemimpinnya dalam birokrasi. Demikian sebaliknya, birokrat pemenang pemilu haruslah tetap bersikap netral, objektif dan profesional dalam memimpin ASN yang menjadi bagian dari sebuah birokrasi. Dengan begitu, netralitas ASN akan dapat meningkatkan kinerja dan profesionelisme birokrasi sebagai abdi dan pelayan masyarakat.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
PNS Jadi Pengurus Desa Adat Saya warga Bangli merasa cukup terusik membaca instruksi Bupati Bangli atas pelarangan PNS menjadi pengurus desa adat/bendesa adat/perangkat desa adat, klian dadia sampai kelompok tani ternak. Disiplin PNS wajib hukumnya dan semua tergantung leadership, manajerial dan integritas serta ada tidaknya panutan dari atas ke bawah. Apalagi sistem politik masa sekarang penempatan jabatan konon berbau politis juga, kalau ya maka sumber masalah, namun kembali ke leadership & managerial. Di kampung saya yang berpendidikan terbatas termasuk yang tinggal di kampung yang berpendidikan terbatas yang tinggal sebagian PNS juga sisanya merantau mempertaruhkan nasibnya. Notabene kalau PNS, apalagi yang peduli dengan masyarakat jadi motivator kampungnya dan keluarganya dilarang jadi pemimpin, lantas bagaimana keluarga dan kampungnya? Opini saya pribadi tidak rasional. Saya sependapat dengan sikap dan komentar salah satu anggota Dewan Bangli Dewa Gde Oka. Kapan warga yang kebetulan PNS tinggal di kampungnya bisa mengabdi ke masyarakat, ke keluarganya, apalagi sampai kelompok tani dilarang. Bagaimana dengan PNS yang menjadi pemangku dan sejenisnya? Akan jauh lebih elegan kalau mereka tidak disiplin ya dikasihkan teguran apa pun alasannya tanpa perlu surat edaran atau instruksi, dan lebih elegan lagi larang oknum PNS terlibat narkoba, judi dan korupsi di semua lini. Termasuk di sektor pendidikan adanya pungutan suka paksa, jangan pura-pura tutup telinga dan mata. Ketut Peninjaoan, Bangli
Netralitas ASN Dalam Pilkada Sejak arus keterbukaan politik melanda negeri kita, Indonesia tenggelam dalam gelombang partisipasi politik untuk kemudian melembaga menjadi keniscayaan politik di mana ratusan pilkada digelar sebagai ajang ‘’unjuk rasa’’ partisipasi politik. Sejak reformasi politik 1998 hingga kini, Bali sendiri telah menyelenggarakan puluhan pilkada. Pada pilkada serentak 2108 mendatang Bali akan menyelenggarakan Pilkada Provinsi Bali, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung setelah tahun 2017 sebelumnya menyelenggarakan pilkada di Kabupaten Buleleng. Tetapi keterbukaan politik bukanlah sesuatu yang tidak memiliki sisi kelam, terutama apabila dikaitkan dengan netralitas Aparatur Sipil Negara (dulu disebut dengan Pegawai Negeri Sipil) di mana para calon yang bertarung terdorong untuk memobilisasi aparat birokrasi atau melakukan politisasi birokrasi.
Oleh Ida Bagus Adi Saputra paratur Sipil Negara (ASN) sebagaimana Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebelumnya, selalu menjadi sasaran untuk dijadikan objek kekuasaan yang digerakkan sesuai selera pemegang kekuasaan. Konsekuensinya adalah terkikisnya jati diri aparat birokrasi, yaitu profesionalisme dalam pelayanan publik dan netral dalam sikap politik. Tantangan yang sama kini juga tengah dihadapi oleh ASN. Sebelumnya netralitas PNS merupakan amanah Pasal 3 UU No. 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, yang kemudian dijabarkan dalam PP No. 37/2004. Larangan PNS terlibat dalam politik juga diatur oleh UU No. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah yang dijabarkan melalui Pasal 61 ayat (1) dan Pasal 62 PP No. 6/2005 serta Surat Edaran Mendagri Nomor 270/4627 tertanggal 21 Desember 2009, yang ditujukan kepada gubernur dan bupati/ wali kota seluruh Indonesia agar menata semua jajaran PNS untuk menjaga netralitas sikap dalam pilkada. Saat ini istilah PNS telah diubah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai mana ketentuan UU No. 5/2014 di mana oleh penyempurna UU sebelumnya dimaksudkan untuk memberi bobot profesional dan independen kepada aparat birokrasi. Netralitas ASN dalam pilkada dapat dilihat dari dua aspek. Pertama, ASN yang mencalonkan diri
A
atau dicalonkan sebagai kandidat kepala daerah, dan kedua, ASN terlibat baik karena kemauan sendiri maupun karena dilibatkan oleh salah satu calon yang berasal dari partai politik tertentu. Posisi ASN dalam pemilihan kepala daerah menjadi rebutan para kandidat kepala daerah karena diyakini satu orang ASN dapat menarik sekitar 5 sampai 10 orang bahkan lebih. Bayangkan suara pemilih yang dapat diraup bila dilakukan oleh sekitar 8.000-10.000 ASN (kisaran jumlah ASN di kabupaten/ kota di Bali). Netralitas ASN dalam gelaran pilkada hanya akan tercapai apabila ada usaha dari dua belah pihak. Pertama, calon kepala daerah tidak memanfaatkan aparat birokrasi. Kedua, kesadaran aparat birokrasi untuk tidak terjebak dalam permainan kekuasaan yang dapat mengikis profesionalisme pelayanan publik. Netralitas birokrasi dalam pilkada akan berdampak pada dua hal. Pertama, menghindarkan birokrasi dari benturan kepentingan internal yang dapat mengganggu profesionalisme pelayanan publik. Kedua, meningkatkan
kualitas demokrasi karena partisipasi politik tidak berbanding terbalik dengan kualitas pelayanan dan profesionalisme birokrasi yang bertumpu pada acuan right man on the right place. Dengan demikian maka dalam hal birokrasi, partisipasi politik dalam pilkada menyangkut aspirasi individual semata, bukan aspirasi politik kelompok yang dilandasi oleh hubungan patron-client. Pengertian ASN netral bukan berarti birokrat mengisolasi diri dari dunia politik. ASN dituntut untuk tetap mengikuti perkembangan politik agar memperoleh informasi dalam menjatuhkan pilihan terhadap partai politik atau seorang calon dalam pilkada. ASN sebagai bagian dari pejabat eksekutif tidak dapat terlepas dari pengaruh politik karena menyangkut dinamika realitas pemerintahan yang hampir setiap saat terjadi dalam praktik politik. Misalnya saja saat pembahasan usulan APBD atau usulan kebijakan. Untuk itulah maka pejabat eksekutif tidak boleh buta politik agar mampu melakukan lobi, adu argumentasi, dan menyampaikan fakta serta data secara meyakinkan, sehingga
Pengertian ASN netral bukan berarti birokrat mengisolasi diri dari dunia politik. ASN dituntut untuk tetap mengikuti perkembangan politik agar memperoleh informasi dalam menjatuhkan pilihan terhadap partai politik atau seorang calon dalam pilkada. ASN sebagai bagian dari pejabat eksekutif tidak dapat terlepas dari pengaruh politik karena menyangkut dinamika realitas pemerintahan yang hampir setiap saat terjadi dalam praktik politik.
mampu menghasilkan kebijakan yang berkualitas serta didukung wakil rakyat di legislatif. ASN juga harus aktif menjadi pemilih dan memberikan sosialisasi kepada keluarga dan lingkungannya tentang pilkada, sehingga bisa mengurangi angka golput. Netralitas bagi ASN adalah tidak menyatakan dukungan secara terang-terangan di depan publik, tidak melibatkan diri, dan tidak berpihak, serta tidak membantu salah satu partai politik atau kandidat yang bersaing dalam pilkada. Versi pakar politik, netralitas ASN menjadi penting karena semakin banyak pejabat negara mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota, yang berasal dari partai politik. Kondisi ini akan membawa implikasi serius terhadap netralitas birokrat. ASN dituntut untuk bertindak profesional antara menjaga netralitas dalam memberikan pelayanan sekaligus tetap menjunjung loyalitas terhadap atasan, meskipun beda warna politiknya. Sehingga ASN tidak mudah terbawa arus pusaran politik atau terkooptasi oleh kepentingan politik atasan. Masalah ini pada praktiknya sangat rumit karena antara kooptasi dalam kepentingan politik atasan hampir sulit dibedakan dengan loyalitas ASN kepada atasan. Hal itu membutuhkan keteguhan hati dan sikap ASN untuk membedakan antara kooptasi terhadap warna politik atasan dan loyal kepada profesionalitas yang dituntut atasan. Dengan kata lain, loyalitas ASN bukan kepada warna politik atasan tetapi pada kepatuhan mengerjakan perintah atasan secara profesional. Mengingat begitu pentingnya arti netralitas PNS dalam menciptakan pilkada berkualitas, maka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah memastikan aparatur pemerintah di daerah bersikap netral dalam pelaksanaan pilkada. Profesional dan independen adalah kunci utama bagi ASN dalam menghadapi gelaran pilkada untuk tetap menjaga marwah dan soliditas birokrasi dalam memberi pelayanan publik. Penulis, alumnus Fisipol UGM dan Sekda Kabupaten Gianyar
Membaca Bali Dalam Ber-UMKM Kuliner BALI POST pernah mengeluarkan tajuk berita: ‘’Bali Dalam Cengkeraman Kapitalis’’, Kekuatan Ekonomi Kerakyatan Harus Dibangkitkan (16/3/2016). Secara data membangkitkan ekonomi kerakyatan di Bali tidaklah sulit. Secara aset Kabupaten Badung mempunyai nilai sebesar Rp 4.936 triliunan. Namun anehnya jumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) per unit lebih kecil dibanding daerah Tabanan dan Bangli. Akan tetapi jauh di atas Kota Denpasar yang hanya tumbuh di kisaran 35 unit LPD. Beranjak dari hitungan kasar di atas, secara aset dan juga jumlah LPD dapat disimpulkan dalam penilaian yang sederhana bahwa Kabupaten Badung merupakan kabupaten yang pesat dalam pembangunan ekonominya. Sayangnya, di tengah pro dan kontra reklamasi Teluk Benoa, kemacetan kendaraan, pengelolaan sampah, strategi transportasi massal dan konflik sosial strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan belum terlihat optimal. Kemauan politik pemangku kebijakan secara kasat mata menutup telinga dan nuraninya bahwa ada beberapa aspek yang tidak tergarap secara maksimal. Salah satu adalah industri kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Padahal era pembangunan fisik harus sudah dicari penggantinya, berganti dengan era berbasis ide dan teknologi yang sudah lahir terlebih dahulu di Inggris yang dimotori oleh partai buruh bersama Perdana Mentri Tony Blair dan rekanannya. UMKM adalah suatu jenis badan usaha yang pengelolaannya bisa dimotori oleh perseorangan dengan berbagai macam jenis dan sistemnya. Pascakrisis ekonomi di tahun 1998 dan krisis ekonomi siklus sepuluh tahunan soal macetnya kredit agunan
Oleh Sunny Boy Batubara rumah atau subprime mortgage pada tahun 2008 di Amerika. Setidaknya mengajarkan dua hal, pertama, bahwa perekonomian empat sektor di mana yang ditandai dengan adanya perdagangan luar negeri yang bukan saja berbentuk barang namun juga uang dan jasa merupakan sektor yang keberadaannya sangat cair dan kerapnya berbentuk investasi berbunga majemuk dalam menarik minat seseorang. Maka tak heran di koran dan stasiun televisi, kasus penggelapan bunga berbunga marak. Kedua, secara ekonomi pembangunan kemerdekaan Indonesia yang baru 71 tahun ini belum bisa menciptakan teknologi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap diekspor menjadi devisa walaupun target pertumbuhan ekonomi tahun 2017 ditargetkan sebesar 5,3 persen serta kurs dolar terjaga di kisaran Rp 14.000. Namun, satu hal yang pasti perekonomian Indonesia rawan gejolak eksternal dari adanya perdagangan luar negeri. Buktinya, kebanyakan orang Indonesia gemar terhadap barang impor. Dari telepon seluler sampai pakaian. Kenapa harus ber-UMKM? Lebih lanjut dijelaskan dalam laman pers resminya ukmwordpress, pascakrisis tahun 1998, hanya usaha mikro (di mana UMKM masuk di dalamnya) yang mempunyai keunikan dalam daya tahan, produk dan pemasaran. Salah satu daya tahan dari UMKM adalah pertama ditopang oleh geliat konsumsi, baik perorangan maupun badan. Kedua, dari segi spesifikasi produknya banyak dari UMKM ini menawarkan barang konsumsi yang tidak tahan lama umurnya, sehingga
permintaannya bertumbuh. Ketiga, secara kelompok produk, ada tiga besar produk yang bisa diperdagangkan secara elastis, yaitu fesyen, kuliner dan pendidikan. Walaupun aspek modal, akses dan teknologi masih menjadi soal hidup-matinya unit terkecil dari suatu perekonomian ini di era pesatnya teknologi informasi namun bisa dikatakan UMKM-lah penyelamat perekonomian Indonesia. Persoalan lain yang lebih mendesak adalah soal bagaimana pengelolaan pemasarannya, terlebih soal waralaba (jejaring), HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dan bagaimana memanfaatkan teknologi informasi berbasis aplikasi secara gratis. Berbicara waralaba, HaKI dan pemanfaatan teknologi informasi seharusnya dapat mejadi tiga elemen yang saling berkait dalam mengganti posisi timpangnya pembangunan pariwisata yang timpang di antara Kabupaten Badung dengan sekitarnya. Dengan menggelorakan semangat warganya dalam ber-UMKM kuliner dan produk lokal di Bali. Sebagai contoh negara Jerman pernah sukses keluar dari ketergantungannya terhadap produk minuman bersoda ketika melawan Amerika dengan membuat produk sejenis berlabel Fanta, sehingga ketika Amerika melakukan embargo akan produk ini terhadap masyarakat Jerman, mereka tetap bisa mengonsumsi minuman bersoda. Kata kucinya, hanya terletak pada bagaimana kreativitas itu dapat diwujudkan. Berbicara tentang kreativitas Provinsi Bali menyimpan banyak potensi kuliner lokal seperti makanan khas dari Singaraja, sebut saja sate belayag dan lain sebagainya. Sayangnya kuliner ini keberadaannya sering tersamar di tengah menjamurnya sektor informal dari Jawa.
POJOK Masyarakat Bali telah menyadari bahwa wisatawan ke Bali harus berkualitas. - Sekarang Bali hanya dapat ampas. *** Hidupkan pertanian, masyarakat Bali harus menanam, bukan menjual kaplingan. - Pemimpin di Bali hanya berwacana. *** Generasi muda Bali harus berkomitmen menjaga adat dan budaya Bali. - Pemimpin harus memberi contoh.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
SAMPAH Warga melintas di dekat tumpukan sampah pascahari raya Galungan, di pinggir Jalan Batuyang dekat pintu masuk Gang Walet, Batubulan Kangin, Minggu (11/9) lalu.
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget Bali Post/wan
SELASA UMANIS, 13 SEPTEMBER 2016
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Tiga Danau di Bali ”Sekarat”
FIGUR
Harus Perhatikan Zonasi PERKEMBANGAN wisata bahari di Nusa Penida, khususnya di Nusa Lembongan sangat pesat. Hampir semua pesisir di Nusa Lembongan terjamah oleh aktivitas wisata bahari. Bahkan hampir setiap jengkal tanah sudah menjadi akomodasi, restoran dan penunjang fasilitas lainnya. “Penataan kawasan wisata bahari sejatinya harus ada zonasi, zona inti (konservasi), zona buffer (zona penerimaan) dan zona pengembangan (zona aktivitas wisata). Kalau pengembangan kawasan ini tidak memperhatikan zona-zona tersebut, maka akan terjadi disharmoni kawasan yang lambat laun akan menjadi bumerang bagi pengembangan kawasan yang berkelanjutan,” ungkap Gede Putu Surya Wirawan, S.ST. Par., M.Par., Kepala SMA Wisata Darma Lembongan, Senin (12/9) kemarin. Contoh real, kawasan budi daya rumput laut yang sudah ditinggalkan oleh petani. Apakah hal tersebut merupakan dampak dari pengembangan pariwisata yang memasuki kawasan inti (konservasi). Oleh karena itu, kondisi ini memerlukan penelitian lebih lanjut. Sebab, fenomena sekarang ini rumput laut secara ekonomi sudah turun dan produktivitas atau kualitas rumput laut juga rendah. “Semakin pesat kawasan berkembang tanpa blue print yang jelas, maka akan mengakibatkan dampak yang tidak baik bagi perkembangan pariwisata berkelanjutan,” pungkasnya. (win)
Denpasar (Bali Post) -
Pendangkalan, pencemaran, dan gulma menjadi masalah yang menghantui danau di Bali. Dari empat danau yang ada, tiga diantaranya bahkan dalam kondisi sekarat akibat masalah itu, yaitu Danau Bulian (Buyan), Danau Batur, dan Danau Beratan. Sementara Danau Tamblingan masih terhitung selamat karena lokasinya berada di dalam hutan. “Kalau Tamblingan memang sudah bagus, karena di sana hutan dan masyarakatnya, adatnya kuat karena dianggap danaunya itu pura, hutannya pura, sehingga enggak ada yang utak-utik,” ujar pemerhati lingkungan Dr. Luh Kartini di Denpasar, Senin (12/9) kemarin. Dari tiga danau itu, lanjut Kartini, Danau Bulian yang terparah. Utamanya, akibat penggulmaan di samping ada sedimentasi atau pendangkalan. Padahal dibanding danau lainnya, Danau Bulian adalah danau yang paling dalam. “Kalau Danau Bulian itu hilang berarti ketiga danau yang lain juga akan hilang karena Danau Bulian itu yang paling dalam,” jelas akademisi Universitas Udayana ini. Kartini menambahkan, Danau Beratan mengalami pencemaran limbah rumah tangga dan bisnis pariwisata. Danau Batur juga demikian, menghadapi masalah limbah rumah tangga, karamba di sekitar danau dan juga gulma.
Bali Post/eka
Bali Post/ist
Sindikat Narkoba di Kutsel Ditangkap Salah Satunya Oknum Mahasiswa Denpasar (Bali Post)Tim Sat. Resnarkoba Polresta Denpasar mengobok-obok wilayah Kuta Selatan (Kutsel) karena disinyalemen di sana peredaran narkoba makin marak. Alhasil ditangkap sindikat pengedar narkoba, salah satunya oknum mahasiswa berinisial KA (23) di Jalan Pratama, Benoa, Kutsel, Sabtu (3/9) lalu, dengan barang bukti 16 paket sabu-sabu (SS). Menurut Waka Polresta Denpasar AKBP Nyoman Artana, didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Gede Ganefo, Senin (12/9) kemarin awalnya ditangkap dua sopir, WS (34) dan MS (36) yang sering pesta SS. Penangkapan dilakukan di rumah MS di Jalan Tepisiring, Tuban, Badung. Tersangka MS mengaku membeli SS dari PAS seharga Rp 500.000. Transaksi dilakukan langsung di diskotek di wilayah Kuta. Berdasarkan pengakuan tersangka itu, petugas berhasil menangkap PAS (33) bekerja sebagai sopir di Jalan By-pass Ngurah Rai, Taman Mumbul, Kutsel. Polisi menyita satu paket SS. “Tersangka PAS mengaku mendapat sabu-sabu dari KAW. Dia disuruh mengantarkan pesenan sabu-sabu dengan upah Rp 50.000 per paket. Tersangka mampu mengedarkan 13 paket,” ujarnya. Jaringan KAW yang lain, KA berstatus mahasiswa juga dibekuk petugas di Jalan Pratama, Kutsel, Sabtu pukul 20.00 Wita. Ia mengaku mendapat SS dari KAW. Selain itu dia juga suruh mengantarkan paket SS dengan upah tidak pasti. “KA mengaku baru sebulan menggunakan sabu-sabu dan belum pernah dihukum,” ujar Ganefo. Setelah itu giliran KAW (25) bekerja sebagai karyawan hotel dibekuk di Jalan Pratama. Selain itu, petugas menyita barang bukti 22 paket SS. Tersangka mengaku mendapat SS dari D yang berada di LP Kerobokan seharga Rp 16,5 juta. Jika barang SS itu habis terjual, ia dapat untung Rp 5 juta. Selain itu, dia mengatakan sudah 8 kali membeli dari D. Setelah kasus itu dikembangkan, giliran pelanggan KAW, NT (22) dibekuk Jalan Pratama, Benoa. Saat itu NT menerima dua paket SS dari KAW. “Penyelidikan ke Kutsel akan terus kami tingkatkan. Peredaran narkoba di wilayah itu semakin marak,” tandasnya. (kmb36)
Belum lagi limbah pertanian yang masih menggunakan pestisida dan pupuk kimia di tiga danau yang sekarat itu. “Masalah gulma seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat. Setelah itu bagaimana menjaga catchmen area, membuat pengolahan limbah untuk rumah tangga, ternak, pertanian, termasuk sampah. Itu harus diolah supaya tidak masuk ke danau. Sistem pertaniannya di sana, semuanya harus ke sistem pertanian organik. Tapi kan itu tidak digarap,” keluhnya. Kartini memahami, persoalan danau merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun bukan berarti pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten tempat danau berada jadi berpangku tangan. Sebaliknya, pemerintah daerah mestinya gencar mendorong pemerintah pusat agar segera bertindak menangani danau di Bali. Pasalnya, keberadaan danau berkaitan erat dengan suplai air bersih di pulau dewata. (kmb32)
Lebih dari 70 Persen Orang Depresi Berat Ingin Bunuh Diri
KURBAN - Sejumlah warga tengah menguliti kambing kurban dalam perayaan Idul Adha di LDII Bali, Denpasar, Senin (12/9) kemarin.
DITANGKAP - Sindikat narkoba yang beraksi di wilayah Kutsel ditangkap Polresta Denpasar.
7
Idul Adha, LDII Bali Kurban 252 Kambing Denpasar (Bali Post) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merayakan Idul Adha, Senin (12/9) kemarin di Gedung Serbaguna LDII Provinsi Bali. Menurut Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah LDII Provinsi Bali, H. Moh. Kafilari didampingi Sekretaris DPW LDII Bali Agus Purmadi, dalam perayaan kali ini yang mengambil tema “Membangun Karakter dengan Meneladani Nilai-nilai Ibadah Kurban”, dilakukan kurban sebanyak 85 ekor sapi dan 252
ekor kambing. Dari total kurban yang dilakukan LDII Provinsi Bali pada Idul Adha 1437 H ini, lanjut Kafilari, dijadikan 10.000 bungkus daging. Pembagiannya dilakukan di 7 kabupaten se-Bali. Lebih lanjut dikatakannya, pemberian daging kurban tidak hanya untuk umat Islam tapi juga semua lapisan masyarakat sekitar. “Di sinilah cerminan umat Islam menjaga kerukunan dengan umat beragama lainnya,” katanya.
Upaya menjaga kerukunan umat beragama ini, tambahnya, ditunjukkan juga dengan keterlibatan Bendesa Adat Padangsambian A.A. Suwirta, Wakil Ketua DPRD Denpasar yang juga Wakil Bendesa Bidang Pawongan Padangsambian AA Ketut Asmara Putra (Gus Cilik), anggota Komisi IV DPRD Denpasar I Kompyang Gede, aparat keamanan pecalang Br. Buana Desa, Babinsa dan Babinkamtibnas Padangsambian, serta aparat kepolisian. (kmb18)
Bali Post/kmb42
dr. Luh Nyoman Alit Aryani, Sp.KJ.
ORANG yang mengalami depresi berat, keinginan untuk bunuh diri sangat besar. Lebih dari 70 persen orang yang depresi berat, ujungnya ingin mati karena rasa putus asa yang dialami. Ciri orang depresi adalah kehilangan minat akan sesuatu, sedih, dan mudah lelah. ‘’Yang biasanya hobi jalan-jalan menjadi tidak berminat lagi, ke kantor, ke kampus malas. Itu kriteria utama orang depresi. Jika ada kriteria atau gejala tambahan seperti sulit konsentrasi, putus asa, pesimis, sulit tidur ditambah dengan keinginan mati atau bunuh diri, itu namanya depresi berat,’’ ujar dr. Luh Nyoman Alit Aryani, Sp.KJ., dokter konsultan di bidang psikiatri adiksi
RSUP Sanglah, belum lama ini. Sementara orang yang mengalami depresi ringan, kemungkinan ada sekilas pikiran mati tetapi belum ada keinginan bunuh diri. Orang yang depresi ringan sampai sedang biasanya mengalami gejala somatik seperti nyeri kepala, pusing, yang disebut depresi terselubung. ‘’Makanya orang depresi banyak datang ke puskesmas, neurologi, penyakit dalam karena mengeluh sakit, padahal dari pemeriksaan fisiknya normal, tetapi mengeluh sakit,’’ tandasnya. Orang bunuh diri pada dasarnya ada beberapa penyebabnya. Namun, yang benar-benar bunuh diri, memang disebabkan gangguan jiwa. Ada juga karena gangguan kepribadian yang membuat emosinya tidak stabil. Gangguan jiwa yang dialami berupa depresi, sedih yang mendalam dan lama, ada juga yang mengalami gangguan jiwa berat seperti psikotik, skizofrenia. ‘’Ada halusinasi, waham, ada suara yang didengar yang membuatnya pesimis dan bunuh diri,’’ jelasnya. Prevalensi orang dengan skizofrenia, 1 persen dari seluruh komunitas. Potensi gangguan jiwa tergantung dari faktor gen, biologis, pola asuh, lingkungan, penyakit seperti psikosomatis. (kmb42)
Proyek RS Pratama di Giri Mas
Bupati Buleleng Tuntaskan Persoalan Lahan Singaraja (Bali Post) – Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) pratama (rumah sakit tanpa kelas - red) di Desa Giri Mas, Kecamatan Sawan, Buleleng dipastikan dikerjakan tahun ini. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas satu hektar untuk pembangunan RS tersebut. Lahan tersebut merupakan tanah negara (TN - red). Sedangkan dana pembangunannya bersumber dari bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 23 miliar. Di tengah persiapan ini, mencuat kabar kalau pemerintah pusat menarik kucuran dana tersebut. Bahkan bantuan dana alat kesehatan (alkes-red) yang direalisasikan tahun 2017, senilai Rp 20 miliar juga terancam dibatalkan. Ini terjadi karena lahan yang dibangun rumah sakit pratama itu masih bermasalah. Menuntaskan persoalan itu, Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) bersama Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Gede Supriatna dan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) IGN Mahapramana dan aparat desa menemui warga di kantor Perbekel Desa Giri Mas akhir pekan lalu. Dari peninjauan di lapangan, terungkap bahwa sejak lama ada enam kepala keluarga (KK) bermukim di atas TN itu. Tiga
KK yakni Wayan Widiada, Made Sukrayasa dan Luh Sukarti menempati tanah itu secara turuntemurun dari keluarga Pan Japa selaku menerima surat land use. Sedangkan tiga KK lainnya masing-masing Wayan Suparta, Ketut Suanda dan Made Ariasa diketahui tinggal di atas lahan yang sama sejak 2010 lalu. Persoalan ini mencuat pada saat Desa Adat Sangsit Dangin Yeh dan Desa Giri Mas memohon lahan tersebut untuk pembangunan pasar desa. Suparta dan rekannya menolak dipindah dari tempat tinggalnya. Mereka meminta ada ganti rugi, karena cukup lama bermukim di atas tanah itu dan atas persetujuan dari Pan Japa pemegang surat land use. Pihak adat kala itu menolak tawaran itu karena Suparta diketahui menempati lahan sejak 2010. Pihak adat mengizinkan tiga KK yakni Widada dan keluarganya menempati ujung belakang dari TN. Hingga kini persoalan itu berlanjut dan belum ada penyelesaian. Setelah mencermati persoalan dan mendiskusikan bersama Bupati, warga menyerahkan sepenuhnya penyelesaian persoalan kepada pemerintah daerah. Suparta semula tetap meminta ganti rugi, tetapi setelah berdialog dia bersedia dipindah. Lokasi
Bali Post/kmb38
SOSIALISASI - Warga mengikuti sosialisasi menjelang dibangunnya proyek Rumah Sakit Pratama di Desa Giri Mas, Kecamatan Sawan akhir pekan lalu. yang akan diberikan, setelah dilakukan pengukuran lahan sekaligus persiapan proyek pembangunan rumah sakit pratama dimulai. “Saya sampaikan kalau masalah ini tidak diselesaikan dana yang sudah dijanjikan pusat akan ditarik. Setelah kita dialog dan mencermati persoalan sudah ada titik temu untuk menyelesaikan dan rumah sakit akan kita bagun sesuai program tahun ini,” katanya.
Wayan Suparta mengatakan, pihaknya tidak ada maksud untuk menghambat proyek pemerintah. Namun karena dirinya menempati lahan itu sejak lama, sehingga dia berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka. Seperti diketahui, pembangunan Rumah Sakit Pratama ini komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan
kepada masyarakat. Selama ini masyarakat dari ujung timur Buleleng terlalu jauh datang ke Kota Singaraja untuk berobat ke rumah sakit milik pemerintah atau rumah sakit swasta. Untuk mendekatkan pelayanan itu, rumah sakit tanpa kelas kedua ini dibangun di Giri Mas, sehingga memperpendek jarak jangkauan dari warga di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, dan Kecamatan Sawan. (kmb38)
8 SOSOK Ubah ’’Mindset’’ SIKAP sejumlah petani di Kabupaten Bangli masih nampak tak konsisten. Hal tersebut dilihat dari adanya aksi pembabatan tanaman lantaran harga jual hasil panennya yang anjlok. Setelah itu tanaman kembali digantikan dengan komoditas lain yang harga jualnya belum tentu selamanya stabil. Tak berselang Bali Post/sos lama, komoditas ini kembali diganti dengan jenis awal. Lagilagi hal itu dipicu persoalan harga jual hasil panen. Hal itu diungkapkan anggota Komisi II DPRD Bangli I Ketut Mastrem belum lama ini. Mastrem menyebutkan, jika hal ini terus berlanjut maka Bangli akan sulit memiliki keunggulan dalam sektor pertanian. Oleh karenanya, perlu ada tindakan mengubah mindset petani oleh Pemkab. ‘’Sekarang petani cenderung tidak konsisten. Apa yang harganya mahal, itu yang dikembangkan. Setelah murah, dibabat lagi. Pemikiran ini yang perlu diubah,’’ ujarnya. Mengubah mindset petani salah satunya dapat dilakukan dengan memaksimalkan peran penyuluh pertanian yang ada di daerah. Pemahaman yang diberikan kepada petani tidak hanya dalam hal budi daya, namun juga mengarah pada prospek sektor pertanian yang bersifat jangka panjang. Pada intinya, petani harus mampu menerapkan sikap yang konsisten tentang apa yang telah dijalankan sejak awal. ‘’Penyuluh pertanian ini harus lebih maksimal lagi kerjanya. Berikan pemahaman kepada petani,’’ tegasnya. Supaya sektor pertanian tetap menjadi sumber penghasilan utama masyarakat, politisi PDI-P ini mengungkapkan perhatian pemerintah juga perlu ditujukan pada penanganan pascapanen, salah satunya dengan menyediakan pasar induk yang nantinya mampu memperlancar pemasaran. ‘’Yang diperhatikan jangan hanya bagian hulunya. Hilirnya juga. Bagaimana pemasaran hasil bisa semakin baik,’’ ucapnya. Di Bangli, belakangan ini keberadaan lahan menganggur cukup marak ditemui. Petani juga perlu diarahkan untuk menjadikannya sebagai tempat budi daya seperti bunga yang menjadi kebutuhan utama dalam sarana upacara. Langkah ini juga dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan kebutuhan pada daerah lain. ‘’Di beberapa daerah cukup potensial untuk pengembangan bunga. Ini perlu juga dikembangkan,’’ pungkas wakil rakyat asal Desa Katung, Kintamani ini. (sos)
Pipa PDAM Jebol, Warga Tembuku Krisis Air Bersih Bangli (Bali Post) Ratusan warga di Desa Tembuku Kecamatan Tembuku, Bangli sejak beberapa hari terakhir tak mendapat pasokan air bersih dari PDAM. Warga terpaksa mencari air dengan menggunakan ember dan jeriken ke beberapa sumber air yang ada di desa setempat. Macetnya pasokan air PDAM disebabkan lantaran pipa PDAM di Banjar Kedui jebol tertimbun longsoran tanah. Perbekel Desa Tembuku Ketut Mudiarsa saat dihubungi, Senin (12/9) kemarin, mengatakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti masak dan MCK, warga selama terpaksa mencari air ke sumber mata air terdekat. ‘’Untuk masak, minum dan lainnya warga mencari ke sumber mata air kelebutan,’’ terangnya. Mudiarsa mengatakan, sebagaimana informasi yang didapatkannya, macetnya pasokan air bersih di desanya terjadi akibat pipa PDAM yang ada di Banjar Kedui sebelah timur rusak tertimbun longsor. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Direktur PDAM Bangli I Wayan Gede Yuliawan Askara mengakui bahwa macetnya pasokan air di Desa Tembuku terjadi akibat pipa PDAM yang ada di Kedui jebol tertimbun tanah longsor. Terkait kerusakan tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan pengerukan tanah dibantu petugas Babinkamtibmas desa setempat. Dia menyebutkan ada empat batang pipa yang rusak dan harus diganti dengan pipa enam dim. Pihaknya pun kini sedang berupaya agar kerusakan pipa tersebut bisa segera diperbaiki sehingga sebelum hari raya Kuningan, air bersih PDAM sudah bisa mengalir ke rumah warga dengan normal. Kapolsek Tembuku AKP Made Adi Suryawan juga mengakui bahwa terkait jebolnya pipa milik PDAM tersebut pihaknya melalui Babinkamtibmas ikut turun melakukan penggalian untuk perbaikan pipa yang mengalami kebocoran. Dikatakan Suryawan, terpaksa mencari air bersih di sumber-sumber air terdekat salah satunya yang ada di sebelah timur Polsek Tembuku. (kmb40)
Bali Post/ina
PENGGALIAN - Anggota Polsek Tembuku bersama warga melakukan penggalian untuk perbaikan pipa PDAM yang jebol tertimbun material tanah longsor.
BANGLI Pemkab Rencanakan Perbaikan Dermaga di Danau Batur Bangli (Bali Post) Sejumlah dermaga di Danau Batur kondisinya kian memprihatinkan. Kerusakan terjadi di beberapa bagian hingga mengakibatkan fasilitas tersebut tak layak difungsikan. Atas hal itu, Pemkab Bangli menggulirkan rencana perbaikan. Tahun ini, Detail Engineering Design (DED) dirancang melalui APBD perubahan. Sementara untuk realisasi perbaikannya
diharapkan pada 2017 mendatang. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bangli I Gede Arta, Senin (12/9) kemarin. Dijelaskan, jumlah dermaga di Danau Batur ada empat yakni di Desa Kedisan, daerah Toya Bungkah, Desa Terunyan dan kuburan Desa Terunyan. Akan tetapi, yang memiliki kondisi baik hanya di Desa Kedisan. Sementara lainnya sangat memprihatinkan.
Yang tersisa hanya sebatas tiang pancang. Menyikapi hal itu, Pemkab berencana melakukan perbaikan. Tahun ini, didahului dengan penyusunan DED yang anggarannya diusulkan melalui APBD Perubahan. ‘’Kondisi dermaga beberapa sudah ada yang nyaris tak layak pakai. Sudah layak untuk diperbaiki. Kami sudah rencanakan itu. Berharap 2017 mendatang bisa terealisasi,’’ jelas Arta. Seluruh dermaga telah dibangun sekitar 1980-an. Sejak itu belum pernah
Selasa Umanis, 13 September 2016 tersentuh program perbaikan. Sebagai gambaran awal, anggaran yang diperlukan untuk perbaikan satu dermaga di kisaran Rp 2,5 miliar. Mengingat angka itu cukup besar, pihaknya juga mengusulkan permohonan bantuan ke pemerintah pusat. ‘’Itu (anggaran-red) baru untuk dermaganya saja. Kalau ada penambahan bangunan lain, tentunya akan semakin besar lagi,’’ katanya. Mantan Kabag Hukum Setda Bangli ini juga menyebutkan kemungkinan dalam perbaikannya nanti tampilan dermaga akan mengalami perubahan. Untuk di Kedisan, bangunannya akan diperluas. Sementara untuk di Toya Bungkah dan Terunyan, perluasannya juga mencakup lahan. ‘’Lahan di Terunyan ada yang dikelola Perhutanan. Ini yang akan dikoordinasikan. Mudah-mudahan bisa diman-
faatkan,’’ terangnya. Perbaikan dermaga tak hanya penting untuk mendukung akses transportasi masyarakat sekitar saja. Perbaikan juga untuk menunjang sektor pariwisata. Apalagi mengingat belakangan ini kunjungan wisatawan ke Terunyan cukup banyak. ‘’Kalau hari libur, yang menyeberang cukup banyak. Jadinya itu perlu diperbaiki,’’ imbuh pejabat asal Songan, Kintamani ini. Rencana perbaikan juga diakui Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Anggaran yang digunakan nantinya juga bersumber dari PHR yang didapatkan dari kabupaten lain. Melalui perbaikan ini diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Kintamani, khususnya Terunyan semakin meningkat. ‘’Ini penting untuk menunjang sektor pariwisata,’’ tandasnya. (kmb45)
DERMAGA - Dermaga di Desa Kedisan Kintamani, salah satu dari empat dermaga yang ada di kawasan Danau Batur.
Dana Desa Tahap II Cair
Puluhan Desa Belum Mengamprah Bangli (Bali Post) -
Dana Desa tahap II telah masuk ke rekening Pemerintah Kabupaten Bangli. Akan tetapi, desa yang melakukan pengamprahan baru sebagian. Sementara sisanya masih tahap proses persiapan pengajuan. Jika pengamprahan tak segera dilakukan, dikhawatirkan akan berdampak pada keterlambatan pelaksanaan program. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Bangli I Dewa Bagus Riana Putra, Senin (12/9) kemarin, mengungkapkan, Dana Desa tahap II sebesar 40 persen dari total yang diterima tahun ini mencapai Rp 43.090.305.000 sudah masuk ke kas daerah pada 5 September lalu. Dana bisa kembali diamprah langsung oleh desa. Akan tetapi, seminggu berjalan, masih ada 34 desa yang belum mengamprah. ‘’Dari 68 desa, baru sebagian yang mengamprah. Sisanya belum. Kemungkinan masih mempersiapkan berkas pengajuan,’’ ujarnya. Meskipun tak ada batas waktu, pengamprahan ini diharapkan bisa dilakukan secepatnya. Untuk itu, koordinasi dengan pemerintah desa terus dilakukan. Jika terus ditunda, dikhawatirkan akan berdampak pada pelaksanaan program yang telah dirancang sebelumnya. ‘’Kami sudah sarankan supaya cepat
melakukannya (pengamprahanred),’’ ucap Riana Putra. Sementara untuk realisasi dana desa tahap I sebesar 60 persen dari jumlah total tahun ini, mantan Camat Bangli ini mengungkapkan berdasarkan data per Juli lalu sudah mencapai 64 persen. Hasil evaluasinya pun menunjukkan tidak ada penyimpangan penggunaan anggaran. Persoalan yang dihadapi desa hanya sebatas kekeliruan dalam administrasi. Masalah ini pun sudah bisa dituntaskan. ‘’Kami tetap pantau pemanfaatannya. Apalagi sekarang sering ada pemeriksaan dari BPK. Pembinaan terus berjalan,’’ tegasnya. Dijelaskannya lebih lanjut, pemanfaatan dana desa ini tetap fokus dalam bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Bidang pembangunan desa untuk meningkatkan kesejahteraaan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan.
Salah satu programnya meliputi pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur atau sarana prasarana fisik untuk penghidupan termasuk ketahanan pangan dan pemukiman. Sementara untuk bidang pemberdayaan masyarakat, dana tersebut dialokasikan untuk mendanai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas warga atau masyarakat desa dalam pengembangan wirausaha, peningkatan pendapatan serta perluasan skala ekonomi individu warga atau kelompok masyarakat dan desa. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Keuangan Setda Bangli I Ketut Nurjana menyebutkan, pengamprahan dana tersebut perlu dilakukan secepatnya. Sejatinya pengamprahan diharapkan telah dilaksanakan paling lambat tiga hari setelah dana itu masuk ke rekening daerah. ‘’Kalau bisa diamprah secepatnya. Kami sudah siap mencairkan itu,’’ pintanya. (kmb45)
Bali Post/sos
Curi Motor, Tiga Warga Kintamani Ditangkap Polisi Satu Berstatus Pelajar SMP
Bangli (Bali Post) Tiga orang warga Kecamatan Kintamani ditangkap petugas kepolisian lantaran mencuri sepeda motor Honda Vario yang diparkir di depan SD desa setempat. Ironisnya, dari tiga pelaku, satu di antaranya merupakan anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar SMP. Ketiga warga yang ditangkap yakni I Wayan Sugiarta (33), I Wayan Ramita (20) dan CA (15). Kronologis penangkapan terhadap ketiganya bermula saat korban, Umar (29), warga asal Kramat Jati, Jakarta Timur yang berdomisili di Desa Kintamani datang ke Desa Lembean untuk membeli jeruk. Dia datang dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam silver DK 7482 PF. Karena hendak melihat jeruk milik petani di sekitar Desa Lembean, korban pun memarkir sepeda motornya di depan SD negeri desa setempat. Sekitar pukul 20.30 wita, korban yang hendak kembali ke rumahnya kaget karena mendapati sepeda motornya itu hilang. Lantaran setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi hasilnya nihil, korban pun akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Kintamani. Kapolsek Kintamani Kompol Komang Tresna Arbawa Manik mengatakan, berdasarkan laporan tersebut pihaknya kemudian melakukan olah TKP dan menyisir sekitar TKP. Tak berapa lama kemudian pihaknya berhasil menemukan sepeda motor korban di sebelah selatan TKP yang berjarak kurang lebih 300 meter tepatnya di pondokan milik I Bogor. ‘’Dari hasil olah TKP dan introgasi para saksi, sekitar pukul 24.00 wita ketiganya berhasil kami amankan,’’ terangnya. Dikatakannya, ketiga pelaku memiliki peran masingmasing. Pelaku I Wayan Sugiarta berperan sebagai orang yang menyuruh I Wayan Ramita dan CA untuk mencuri motor korban. Sementara I Wayan Ramita saat melakukan pencurian berperan membonceng CA dan Wayan Sugiarta menuju ke TKP. Saat sudah berada di TKP, CA berperan mengambil sepeda motor tersebut. Kepada polisi ketiga pelaku mengaku mengambil sepeda motor korban hanya untuk main-main. ‘’Kami masih mendalami motif mereka mencuri sepeda motor, karena saat diperiksa mereka mengaku hanya untuk main-main,’’ jelasnya. (kmb40)
Tak Jelas, Rencana Pemindahan Pedagang di Penelokan Bangli (Bali Post) Rencana Pemkab Bangli untuk memindahkan ratusan pedagang tumpah yang masih berjualan di sepanjang trotoar di Penelokan tak kunjung jelas. Meski lahan hutan di belakang Pasar Seni Geopark sudah disiapkan sejak beberapa bulan lalu, hingga sekarang para pedagang belum juga dipindahkan. Berdasarkan pantauan, Senin (12/9) kemarin, lahan hutan yang berada di belakang Pasar Seni Geopark tampak sudah tertata. Selain dipagari kawat, lahan hutan tersebut juga sudah dilengkapi lampu penerangan. Akan tetapi, lahan tersebut dibiarkan sepi dan hanya dipakai untuk menampung lapak-lapak kayu pedagang. Salah seorang pedagang di Pasar Seni Geopark, Ibu Ayu, mengatakan hingga saat ini lahan hutan yang disiapkan Pemkab Bangli tersebut memang
tidak pernah ditempati pedagang. Pedagang masih tetap berjualan di sepanjang trotoar di Penelokan tepatnya di depan goa Jepang. Dia mengakui bahwa selama ini lahan tersebut hanya dipakai untuk menampung lapak-lapak kayu pedagang seusai berjualan. Mengenai apa alasan belum dimanfaatkannya lahan tersebut, dirinya mengaku tidak tahu secara pasti. Ayu menambahkan, pasar tumpah di Penelokan selama ini buka setiap dua hari sekali. Biasanya pedagang membersihkan tempatnya berjualan sekitar pukul 09.00 wita. Sementara itu, Kepala Disperindag Bangli Nengah Sudibia belum bisa dimintai konfirmasi terkait kejelasan rencana pemindahan pedagang ke areal hutan belakang Pasar Geopark. Saat dihubungi kemarin, yang bersangkutan tidak mengangkat handphonenya. (kmb40)
HUTAN - Lahan hutan di belakang Pasar Seni Geopark.
Bali Post/ina
GIANYAR
Selasa Umanis, 13 September 2016
9
Seluruh Komponen Harus Peduli Nasib Pertanian Bali Gianyar (Bali Post) Tantangan dalam mengembangkan sektor pertanian di Bali semakin berat. Apalagi generasi saat ini mulai banyak yang kurang peduli terhadap sektor tersebut. Oleh karena itu, perlu ditanamkan kembali kesadaran dan tindakan nyata seluruh komponen masyarakat untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian. Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya di sela-sela panen padi Bali di Subak Belong, Tarukan, Pejeng Kaja, Minggu (11/9) menyampaikan, untuk menjaga pertanian Bali diperlukan sinergi semua komponen baik pemerintah, petani hingga TNI. Semua pihak harus peduli nasib areal pertanian termasuk produk pertanian Bali. Mantan Pangdam IX/Udayana ini menegaskan, pemerintah saat ini harus mengarahkan aktivitas pariwisata untuk mendukung sektor pertanian. Salah satunya dengan mendukung pengembangan agro wisata. Lebih lanjut dia juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan leluhur. Tidak hanya sistem maupun organisasi tradisional, produknya juga harus dilestarikan. Salah satunya berupa varietas padi Bali dan berbagai macam komoditas pertanian lainnya. Sementara itu, selain memanen padi, dalam kesempatan tersebut Wisnu Bawa Tenaya juga menyerahkan bibit kelor kepada Pekaseh Subak Belong I Wayan Budana. Diharapkan tanaman kelor terus dibudidayakan krama subak setempat dan petani di wilayah lainnya. (kmb35)
Mahayastra Keliling Buka Turnamen Ceki Gianyar (Bali Post) Turnamen ceki kini sedang trend di wilayah Kabupaten Gianyar. Hampir setiap hari kegiatan ini digelar di banjarbanjar. Kegiatan ini pun membuat Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra harus keliling membuka turnamen ceki. Mahayastra yang juga Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Gianyar mengatakan, kegiatan ini memiliki manfaat yang positif bagi masyarakat. ‘’Turnamen Ceki kini menjadi salah satu solusi bagi masyarakat untuk menggalang dana. Kegiatannya simpel, hasilnya lumayan,’’ ujarnya saat membuka Turnamen Ceki di Banjar Gagah, Tegallalang, Gianyar, Minggu (11/9). Ia mengatakan, turnamen ceki ini bisa memupuk rasa persaudaraan, membangun kepedulian serta menjabarkan ajaran Hindu dalam hal medana punia. ‘’Saya selaku Ketua FORMI Gianyar belakangan ini sibuk mengatur jadwal kegiatan turnamen. Namun, di balik kesibukan ini tetap ada pihak-pihak yang mengkritisi. Itu saya anggap wajar,’’ ujarnya pada ajang turnamen yang pembukaannya dihadiri Kapolsek, Koramil, serta Camat Tegallalang tersebut. Sejumlah tokoh yang hadir pada kesempatan itu juga menyatakan bahwa turnamen ceki bisa menjadi ajang rekreasi yang memiliki manfaat sangat positif dalam membangun kebersamaan. Selain itu, lanjut Mahayastra, Ceki sebagai permainan tradisional nyaris digemari lintas generasi. ‘’Banyak orang berpikir bermain ceki identik dengan judi. Tapi yang digelar di Bali ini adalah olahraga rekreasi tanpa taruhan, aturannya juga jelas,’’ tegas Agus. Ia mengatakan, mengingat stigma judi yang begitu kuat melekat pada ceki, FORMI yang merupakan salah satu dari tiga pilar sistem keolahragaan nasional sesuai undang-undang Nomor 3 Tahun 2005, berupaya menjadikan kegiatan bermain kartu sebagai olahraga rekreasi. ‘’Dan ini telah melalui proses pengkajian serius,’’ kata Ketua DPC PDI-P Gianyar ini. Dikatakannya, sepanjang kegiatan ceki tersebut tidak mengandung unsur perjudian, dalam hal ini taruhan dalam bentuk apa pun, maka ceki dapat menjadi kegiatan rekreasi yang legal dan pada ujungnya menjadi kegiatan sosial budaya yang sehat dan diterima masyarakat luas. Khusus pada turnamen ceki yang digelar di banjar Gagah, pesertanya datang dari sejumlah kecamatan di Gianyar. Turnamen yang dibuka pukul 09.00 Wita, ini diisi berbagai hiburan dan berakhir pukul 15.00 Wita, dengan penyerahan hadiah kepada para juara. (dir)
Bali Post/dir
CEKI - Made Mahayastra saat membuka Turnamen Ceki di Banjar Gagah, Tegallalang, Gianyar, Minggu (11/9).
PANEN - Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya bersama petani saat memanen varietas padi Bali di Subak Belong, Desa Tarukan.
Gunakan Pupuk Organik
Panen Padi Bali di Subak Belong Melimpah Gianyar (Bali Post) Para petani di Subak Belong, Desa Pakraman Tarukan bersama jajaran Kodim 1616/Gianyar, Minggu (11/9) kembali memanen varietas padi Bali. Panen ini menjadi yang keempat kalinya dilakukan sejak pembudidayaan varietas padi Bali menggunakan pupuk organik di lahan tersebut. Kini petani di wilayah lainnya pun diajak turut membangkitkan varietas padi lokal tersebut. Pekaseh Subak Belong Wayan Budana mengatakan, pada panen keempat ini dihasilkan gabah sekitar 3,85 ton dari
lahan seluas 27 are. Satu malai menghasilkan sekitar 280 butir gabah, jauh lebih banyak dibandingkan varietas padi biasa yang hanya sampai 140 butir gabah per malai. ‘’Ini berkat kerja sama petani, pemerintah dan TNI sehingga hasil panen yang keempat kalinya ini kembali melimpah,’’ katanya. Dijelaskan, proses pembudidayaan varietas padi Bali dari menanam hingga panen membutuhkan waktu 3,5 bulan. Selama jangka waktu tersebut, pihaknya hanya menggunakan pupuk organik. ‘’Kami tidak mengggunakan urea atau semacamnya. Di sini
nyatakan tidak maju di Pilkada Gianyar. Meski demikian dia mengakui jika Gus Gaga merupakan salah satu putra terbaik yang memang dibutuhkan Gianyar ke depan. ‘’Kami di CGT belum mengarah ke personal tokoh. Kami hanya ingin menciptakan atmosfer baru dalam kehidupan berdemokrasi,’’ katanya. Secara terpisah, Cokorda Ngurah Suyadna mengapresiasi kegiatan relawan
semua menggunakan pupuk dari bahan organik. Misalnya memberantas ulat digunakan tembakau yang direndam lalu besoknya disemprotkan. Kalau wereng digunakan pestisida dari bahan alam yang menghasilkan pedas, pahit dan menyengat,’’ jelasnya. Dari proses tersebut pihaknya terbukti sudah empat kali sukses memanen varietas padi Bali di Subak Belong. Kini Wayan Budana pun mengajak masyarakat untuk bertani dengan menanam padi lokal Bali tersebut. ‘’Saya mengajak sameton Bali untuk bersama menanam padi Bali, karena
ini adalah warisan leluhur kita sebagai masyarakat Bali. Apalagi selain untuk konsumsi, padi Bali ini juga rutin kita gunakan untuk upacara yadnya,’’ katanya di sela-sela kegiatan yang dihadiri mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya tersebut. Kasdim 1616/Gianyar Mayor Inf. I Wayan Suwitantra yang turut serta memanen varietas padi Bali menjelaskan, saat ini pihaknya bersama UPT Pertanian memang sedang berupaya mengarahkan penggunaan pupuk organik. ‘’Saat ini kami memang sedang mengarahkan petani untuk kembali meng-
gunakan pupuk organik demi menjaga kesuburan tanah. Namun di Subak Belong ini sudah empat kali berhasil, tentu ini patut diapresiasi,’’ katanya. Dikatakan, kini pihaknya mengembangkan pembudidayaan pertanian menggunakan pupuk organik dengan menggunakan areal persawahan di Subak Gunung Sari, Desa Saba sebagai demplot atau areal percontohan full organik. ‘’Kami juga sedang membuat demplot pupuk organik. Sementara hasilnya baik, pertumbuhan padi merata dan diperkirakan akan panen akhir September ini,’’ katanya. (kmb35)
Perjuangkan Revitalisasi Pasar Seni Sukawati
Pemkab Siapkan DED Gianyar (Bali Post) -
Pemkab Gianyar masih berupaya agar revitalisasi Pasar Seni Sukawati dianggarkan Pemerintah Pusat di tahun 2017. Bahkan untuk mempercepat tahapan dan lobi ke pusat, Pemkab sudah menyiapkan pra pelaksanaan revitalisasi seperti Detail Engineering Design (DED) yang sudah rampung. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Wayan Suamba, Senin (12/9) kemarin menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian anggaran dari Pemerintah Pusat terkait revitalisasi Pasar Seni Sukawati. Sembari menunggu sikap pusat, saat ini pihaknya
menyiapkan tahapan pra pelaksanaan. ‘’Untuk memastikan anggaran proyek Pasar Seni Sukawati, kami kembali akan ke Jakarta untuk bertemu dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Rabu, 14 September (besok-red),’’ ungkapnya. Suamba menjelaskan, pertemuan dengan Dirjen
Perdagangan Dalam Negeri tersebut guna membahas penghematan belanja negara di Kementerian Perdagangan senilai Rp 723 miliar lebih. Sehingga dengan hanya terselesaikannya DED, maka dana tersebut kembali ke pusat dan dianggarkan kembali di tahun 2017. ‘’Hanya masih menunggu kepastian angga-
ran. Yang jelas anggarannya akan dirapatkan lagi bersama 37 kabupaten lain di Indonesia yang mendapat proyek serupa,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, rencana revitalisasi Pasar Seni Sukawati yang digadang-gadang akan terealisasi tahun ini akhirnya ditunda. Kondisi ini terjadi lantaran proyek dengan dana APBN sebesar Rp 60 miliar itu dihadapkan sejumlah kendala seperti waktu pengerjaan fisik yang sudah mepet. (kmb35)
Bali Post/nik
Wayan Suamba
Dewan Desak Sekolah Khusus Warga Miskin Segera Direalisasikan
Gianyar (Bali Post) Meski Bupati Gianyar A. A. Gde Agung Bharata sudah mengebu-gebu menyampaikan rencananya menyediakan sekolah gratis khusus warga miskin, namun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) belum mau menjabarkan sejauh mana proses yang sudah berjalan untuk merealisasikan rencana tersebut. Padahal DPRD Gianyar sudah menyatakan dukungan dan berharap rencana pembangunan sekolah khusus warga miskin ini dikebut. Kepala Disdikpora Gianyar Made Suradnya, Senin (12/9)
kemarin mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait tahapan dalam merealisasikan rencana pembuatan sekolah khusus warga miskin. Malah ia meminta agar teknis terkait rencana ini ditanyakan langsung ke Bupati Agung Bharata. ‘’Belum berani saya ekspose. Itu kan wacananya Bapak (Bupati Agung Bharata-red). Jadi itu Bapak Bupati yang punya. Silakan nanti konfirmasi ke Bapak saja,’’ katanya singkat. Sementara Wakil Ketua DPRD Gianyar I Ketut Jata menyayangkan pernyataan Kepala Disdikpora Gianyar
Gus Gaga Tak Maju, Relawan CGT Tetap Beraksi Gianyar (Bali Post) Meski Sekda Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra atau yang akrab disapa Gus Gaga sudah menyatakan diri tidak akan maju dalam pilkada Gianyar, namun ribuan relawan barisan muda CGT (Cok Wah, Gus Gaga, Top) tetap beraksi. Seperti dalam acara bertajuk ‘’Color Walk Expoloring Sayan’’ di Desa sayan, Ubud, Minggu (11/9) lalu. Di acara tersebut, terlihat seluruh peserta mengenakan kaos ungu bertuliskan CGT. Mereka mengikuti kegiatan Color Walk Exploring Sayan yang dirangkai dengan sejumlah event seperti photo contest, aksi sosial hingga menyanyikan yel-yel CGT. Singkatan tiga huruf CGT ini pun dimaknai beragam, mulai dari Ciptakan Generasi Tangguh, Cintai Gianyar Tercinta, Cerminkan Gianyar Terbaik, Ciptakan Gianytar Tenteram dan beragam kepanjangan lainnya. ‘’Yang jelas melalui komunitas CGT ini kami merapatkan barisan untuk Gianyar yang lebih baik,’’ jelas I Made Widya Minantra, salah seorang relawan CGT. Ia juga menegaskan bahwa aksi CGT ini tidak ada kaitannya dengan sikap Gus Gaga yang me-
Bali Post/nik
CGT, karena fokus pada kegiatan positif. Mengenai dirinya yang disebutsebut sebagai tokoh yang digadang-gadang maju di pilkada Gianyar, pria yang akrab disapa Cok Wah ini menyebutkan penilaian itu terlalu prematur, mengingat Pilkada Gianyar masih jauh dan suasana politik sangat dinamis. ‘’CGT itu kan banyak artinya. Huruf C-nya bisa siapa saja, G-nya juga demikian.
Biarkan berproses dulu seperti air mengalir,’’ katanya, Senin (12/9) kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, nama Gus Gaga sempat santer disebut-sebut akan maju dalam pilkada Gianyar 2018, mendatang. Namun saat ditemui 1 September lalu, ia menegaskan tidak akan ikut memperebutkan kursi Bupati Gianyar dan ingin fokus pada pekerjaannya kini. (kmb35)
Bali Post/nik
RELAWAN - Ratusan relawan yang tergabung dalam barisan muda CGT dalam acara di Desa sayan, Ubud, belum lama ini.
tersebut. Dikatakannya, rencana pembuatan sekolah gratis merupakan agenda besar yang sejak lama menjadi harapan warga kurang mampu di Kabupaten Gianyar. ‘’Ini rencana besar. Disdikpora harus sudah menyiapkan langkah-langkah agar secepatnya bisa dijalankan. Apalagi ini masalah teknis, kok dilempar ke Bupati,’’ tegasnya. Bila rencana ini memang ingin direalisasikan, ia pun memprediksi eksekutif akan membutuhkan anggaran mencapai puluhan miliar rupiah. Politisi Partai Demokrat ini berharap eksekutif secepatnya
mengambil langkah terkait untuk mewujudkan rencana tersebut. ‘’Rencana ini sudah banyak menjadi perbincangan dan masyarakat sangat senang mendengar berita tersebut. Karena itu, saya minta pada Bupati agar tidak menyakiti hati masyarakat. Kami di dewan juga sudah siap mendukung,’’ tutupnya. Hal senada disampaikan anggota DPRD Gianyar Made Ratnadi. Menurutnya, rencana pembangunan sekolah khusus warga miskin tersebut menjadi harapan masyarakat. Namun ia tidak menampik untuk mere-
alisasikan rencana tersebut, terdapat sejumlah persoalan yang masih dihadapi. Salah satunya Pemkab Gianyar yang berencana agar sekolah miskin ini diadakan untuk tingkat SMA, sementara kini sudah terbentur aturan pengalihan kewenangan SMA dan sederajat ke Pemerintah Provinsi. ‘’Kemarin saya dengar ini sekolah khusus warga miskin tingkat SMA masih diperjuangkan, tapi tetap saja akan sulit karena semua induknya sudah dikelola provinsi. Jalan terakhir, ya kita buat sekolah khusus warga miskin untuk tingkat SMP,’’ terangnya. (kmb35)
KLUNGKUNG
10
Selasa Umanis, 13 September 2016
Libur Panjang
Nusa Penida Ramai Pengunjung Semarapura (Bali Post) –
Libur panjang hari raya Galungan hingga Idul Adha membawa berkah buat Nusa Penida. Objek wisata di kecamatan ini ramai dikunjungi wisatawan domestik yang tidak hanya menikmati keindahan pantai dan alam, tetapi juga berwisata spiritual ke sejumlah pura. Hal ini membuat melonjaknya penumpang yang menyeberang ke Nusa Penida. Petugas loket di pelabuhan penyeberangan Tribuana, Kusamba Ni Made Desi Ernawati, Senin (12/9) kemarin, mengatakan lonjakan penumpang biasa terjadi saat libur Galungan. Kebanyakan penumpang yang menyeberang melalui pelabuhan tradisional tersebut mengunjungi Nusa Penida. Mengantisipasi lonjakan penumpang, pengusaha jasa penyeberangan menambah trip dari biasanya tiga menjadi tujuh kali.
Menurut pemandu wisata I Wayan Bagiayasa, lonjakan pengunjung terjadi di di sejumlah tempat wisata di Nusa Lembongan. Sebagian besar wisatawan domestik menikmati pesona water blow Devil’s Tear. Di objek wisata ini mereka dapat menikmati uap air dari tebing yang diempaskan ombak. Salah satu pelancong Dewa Ayu Yusadi mengaku sudah mengunjungi tempat wisata menarik dan menantang seperti di Pantai Atuh. “Pokoknya asyik dan indah tempatnya. Saya tidak rugi berkunjung ke Nusa Penida,” tuturnya. Sementara itu, Pulau Nusa Gede kebanyakan dikunjungi masyarakat Bali yang hendak melaksanakan tirta yatra seperti di Pura Sad Kahyangan Puncak Mundi, Goa Giri Putrid dan Penataran Ped. Pura Paluang yang memiliki
Puri Dukung Pengalihan Aset Kertha Gosa Semarapura (Bali Post) –
Rencana Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengalihkan aset objek wisata Kertha Gosa kepada puri disambut baik oleh lingkungan puri. Pasalnya, Kertha Gosa yang kini ramai dikunjungi wisatawan dan menjadi paket city tour merupakan peninggalan kejayaan Kerajaan Klungkung yang kini diwarisi Puri Agung Klungkung. Penglingsir Puri Agung Semarabawa, Tjokorda Gede Ngurah, Senin (12/9) kemarin, menyatakan sangat mendukung upaya pemkab menyertifikatkan objek wisata Kertha Gosa dan Taman Gili sebagai milik puri. Pihaknya berharap setelah aset Kertha Gosa disertifikatkan atas nama Puri Agung Klungkung, dilakukan pengelolaan bersama lewat MoU antara pemkab dan puri. Ia mengakui sempat melayangkan protes kepada BPN Klungkung saat pemkab memproses sertifikat Kertha Gosa sebagai milik Pemkab Klungkung. Sebab, secara de facto Kertha Gosa merupakan peninggalan Kerajaan Klungkung yang sempat direbut oleh Belanda. Namun, secara de jure pihaknya tidak memiliki bukti hukum untuk mengklaim bahwa objek wisata tersebut milik puri. Upaya Pemkab Klungkung mengalihkan aset ke puri ini menyelesaikan polemik terkait kepemilikan Kertha Gosa yang sebelumnya menyebabkan pemkab berulang kali mendapatkan opini wajar dengan pengecualian (WDP) dari BPK. Ditanya terkait rencana pihak puri ke depannya, Bupati Klungkung periode 19982003 itu menyatakan akan membuat kesepakatan dengan Pemkab Klungkung untuk mengelola objek wisata bersama-sama. Puri Agung Klungkung akan menunjuk penglingsir bila diperlukan personalisasi dalam kerja sama tersebut. Pemkab Klungkung juga akan menata Puri Agung Klungkung sebagai objek yang akan dikunjungi wisatawan. Pengelolaannya nantinya menyerupai Taman Ayun, Mengwi, Badung, dan Taman Ujung, Karangasem, dengan pemberian persentase kepada pihak puri setelah dikurangi biaya pengelolaan. (dwa)
pelinggih berbentuk mobil juga ramai didatangi pamedek. Nusa Gede memang dikenal sebagai tempat wisata spiritual sehingga banyak pamedek yang berkunjung ke tempat ini. Tidak kalah menariknya Crystalbay, Pasih Uug, Angel Billabong dan Pantai Atuh, tujuan kunjungan wisatawan lainnya. Ditambah lagi tempat wisata baru Pantai Malibu Sunrise di Dusun Semaya yang membuat Nusa Penida makin kaya objek yang menjadi daya tarik wisatawan. Pemkab Klungkung sedang berupaya mengembangkan wisata spiritual dan wisata bahari yang menjadi potensi Nusa Penida. Selain mempromosikannya dengan melaksanakan Festival Nusa Penida, Pemkab Klungkung juga terus berupaya memperbaiki akses jalan untuk kelancaran lalu lintas. (dwa)
RAMAI - Penyeberangan penumpang ke Nusa Penida ramai pada libur panjang.
Bali Post/dwa
Volume Sampah Meningkat 10 Persen
DKP Kerahkan 12 Truk Semarapura (Bali Post) – Pascahari raya Galungan, volume sampah di Kabupaten Klungkung meningkat 10 persen dibandingkan hari-hari biasa. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Klungkung telah melakukan antisipasi dengan mengerahkan 12 truk untuk membuang sampah ke TPA Sente di Desa Pikat, Dawan.
Bali Post/kmb
ANGKUT SAMPAH - Petugas DKP Klungkung mengangkut sampah warga pascahari raya Galungan.
Kepala DKP Klungkung Anak Agung Kirana mengungkapkan peningkatan volume sampah sudah diprediksi sebelumnya, karena nyaris terjadi setiap hari raya. ‘’Jadi, kami bisa cepat lakukan penanganan,” katanya dihubungi, Senin (12/9) kemarin. DKP mengerahkan petugas kebersihan lebih banyak dibandingkan hari biasa untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah saat hari raya. Begitu pula pengangkutan sampah, dilakukan sejak pukul 14.00 sampai pukul 18.00 Wita. Selain itu, seluruh sampah harus diangkut ke TPA Sente. Selama hari raya dalam 24 jam sebanyak 12 truk yang membuang sampah ke TPA Sente. Masing-masing truk memuat rata-rata tujuh kubik sampah. Jika ditotal, tiga kecamatan di Klungkung daratan dalam seharinya menghasilkan kurang lebih 84 kubik sampah. Beruntung TPA Sente masih bisa menampung semua sampah tersebut. Terkait masa pemanfaa-
tan TPA Sente yang akan berakhir pada 2017 mendatang, DKP Klungkung tengah mempersiapkan segala berkas perihal rencana pemkab mengalihkan sampah ke TPA Regional Landih di Kabupaten Bangli. TPA ini dikelola Pemprov Bali untuk menampung sampah dari empat kabupaten di wilayah Bali Timur, yakni Bangli, Klungkung, Gianyar dan Karangasem. Menurut Kirana, pihaknya masih memproses pengajuan perjanjian (MoU) dengan pihak terkait agar DKP Klungkung bisa memanfaatkan TPA Regional di Bangli. ‘’Semoga tahun ini MoU tersebut dapat disepakati, sehingga awal 2017 kami sudah dapat membawa sampah ke sana,” ungkapnya. Meskipun masa pemanfaatan TPA Sente akan berakhir, Pemkab Klungkung tetap melakukan upaya revitalisasi hingga 20 tahun ke depan. DKP Klungkung telah menata sekitar TPA Sente dengan membuat taman agar terlihat lebih sedap dipandang mata. (kmb)
Manfaatkan Hari Libur
Bupati Suwirta Tinjau Aset Pemerintah
Tjokorda Gede Ngurah
Telepon Penting KLUNGKUNG Polres Klungkung (0366) 21115 Polsek Klungkung (0366) 21090 Polsek Dawan (0366) 23181 Polsek Banjarangkan (0366) 23180 Polsek Nusa Penida (0366) 5382838 RSUD Klungkung (0366) 21172 RSU Bintang (0366) 25241 PMI Klungkung (0366) 21442 Damkar Klungkung (0366) 22655 PDAM Klungkung (0366) 21336 PLN Klungkung (0366) 25599
Bali Post/dwa
TIDAK mengajak seluruh SKPD terkait, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meninjau aset pemerintah, salah satunya Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) milik Pemerintah Kabupaten Klungkung yang berlokasi di Dusun Karangdadi, Kusamba, pada hari libur, Senin (12/9) kemarin. Didampingi Kadis Peternakan, Perikanan dan Kelautan I Gusti Ngurah Bagus Badiwangsa dan Kabag Humas I Wayan Parna, Bupati Suwirta meninjau seluruh bangunan yang sudah lama rusak parah akibat terjangan ombak tersebut. Proyek yang tidak difungsikan sejak berdiri ini sesuai hasil kajian masih bisa diperbaiki, namun secara kasat mata tidak mungkin dilanjutkan pengerjaannya.
Suwirta merasa pesimis Pemprov Bali mau menerima PPI menjadi asetnya dalam kondisi seperti ini. Apabila tidak layak dan nantinya menjadi beban bagi daerah, menurutnya harus segera diambil langkah tegas menyangkut proses penghapusan atau pengkajian ulang. “Dikaji ulang untuk mengetahui apa sebenarnya yang cocok dibangun di tempat ini yang dapat bermanfaat bagi masyarakat nantinya,” jelasnya. Memanfaatkan hari libur, Bupati Klungkung dan rombongan juga mengunjungi pembangunan Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) di wilayah Pelabuhan Pesinggahan, Desa Pesinggahan, yang proses pengerjaanya baru mencapai 60 persen. Ia berharap Poskeswan nanti-
nya benar–benar berfungsi sebagaimana mestinya dan bermanfaat bagi peternak khususnya peternak sapi mengingat Klungkung akan dijadikan proyek percontohan pembibitan sapi. Suwirta tidak lupa menyinggung soal pelabuhan segi tiga antara Klungkung daratan, Nusa Penida dan Nusa Lembongan yang digagasnya. Pihaknya menargetkan minimal dalam waktu dekat ini kajian atau perencanaannya harus terwujud. Menindaklanjuti hasil tinjauannya tersebut, Bupati Klungkung akan memanggil seluruh SKPD untuk membahas aset-aset daerah. “Mau dibagaimanakan aset ini? Kalau tidak diperhatikan lama– lama akan hancur,” ungkap Suwirta. (ad259)
TINJAU - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meninjau aset milik pemerintah, Senin (12/9) kemarin.
Selasa Umanis, 13 September 2016
11
BULELENG
SOSOK
Ngebut, Angga Tewas Tabrak Mobil
Komunikasi Melalui Koordinasi MANAJEMEN konflik yang elegan perlu dalam kaitan memecahkan persoalan sosial di masyarakat. Komunikasi melalui koordinasi hendaknya dijalin baik dan diintensifkan, guna menciptakan suasana saling keterbukaan. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng, dalam hal ini idealnya berperan sentral menekan konflik antar umat. Ketua PHDI Buleleng Dewa Nyoman Suardana menyatakan konflik seringkali disebabkan minimnya komunikasi antardua pihak bersitegang. Ia berharap konflik individu tidak menjadi pelik dan ruwet di masyarakat. Solusinya, umat beragama dihimbau melakukan pendekatan komukasi bersuasif, koordinasi yang santun. “Segala persoalan di masyarakat bisa diatasi lewat komunikasi yang baik dari dua arah,” ujar Suardana, Senin (12/9) kemarin. Memang PHDI dipercaya memiliki kontribusi signifikan sebagai mediator mengatasi segala konflik itu. PHDI dalam setiap penyuluhan pada masyarakat di tingkat bawah, bisa melakukan pendekatan-pendekatan yang tujuannya menyambungkan rasa damai umat. Secara bertahap perbedaan persepsi ritual, jika mengemuka akan mencair seiring kesadaran dan pemahaman terhadap pengetahuan spiritual alias jnana lebih terbuka dan baik. ‘’Perbedaan perbedaan yang tidak dikomunikasikan dan dikoordinasikan itu yang mudah membuat gesekan antar umat di Kota maupun pedesaan,’’ ujarnya. Contohnya seperti ngaben, pelaksanaan antara di daerah satu dan lainnya berbeda-beda sesuai desa kala patra dan desa mawacara, sesui sikon dan aturan setempat. Soal prosesi pembakaran jenazah juga banyak yang beda persepsi. Suardana sendiri dalam memberi transformasi jnana dan komunikasi itu, kiatnya membentuk Forum Komunikasi (Forkom) AntarLembaga Umat Hindu (ALUH). Tujuannya agar masalah keumatan di Buleleng bisa diselesaikan lebih terbuka dan santun. Hal itu diharapkan dapat mendorong penguatan keharmonisan antar warga. “Apapun masalah kehidupan beragama di masyarakat, forum ini harus berperan aktif agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. Forum ini nantinya menjembatani melalui ruang komunikasi antar pihak dalam mencari mufakat secara terbuka dan objektif,” pungkasnya. (dgk)
Perekaman E-KTP Membeludak, Operator Kewalahan Singaraja (Bali Post) – Batas waktu (deadline) hingga 30 September 2016 ini mendorong kesadaran warga di Kabupaten Buleleng, seakan ‘’berlomba’’ melakukan perekaman data kependudukan. Proses perekaman di kecamatan dan desa selalu diwarnai antrean panjang. Ini terjadi karena pendaftar sangat membeludak, sehingga operator pun kewalahan. Soalnya, perangkat komputer yang dioperasionalkan hanya dua unit. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Buleleng Putu Ayu Reike Nurhaeni, Senin (12/9) kemarin mengatakan, perekaman data kependudukan masih berlanjut, meski suasana libur hari raya Idul Adha dan juga mendekati hari raya Kuningan. Perekaman bukan saja dilakukan di kantor Dispendukcapil, tetapi di masing-masing kecamatan. Malah juga disiapkan perekaman jemput bola hingga ke desa-desa. Di lokasi perekaman ini, warga yang datang jauh lebih ramai dibandingkan operatornya. Ini terjadi karena batas waktu perekaman sudah ditetapkan pemerintah pusat. Karena itu, kesempatan libur hari raya pun juga banyak dimanfaatkan warga perantauan melakukan perekaman data kependudukan-nya. “Sejak libur Galungan pelayanan perekaman terus berlangsung. Warga antusias sekali melakukan perekaman.,” katanya. Mantan Camat Banjar ini melihat respons warga wajib KTP untuk melakukan perekaman sangat tinggi. Pihaknya menuntaskan perekaman
sebelumnya yang tersisa sekitar 118 ribu orang itu bisa terwujud. Selain fokus menuntaskan target itu, warga yang belum melakukan perekaman, perubahan data kependudukan di daerahnya juga menjadi perhatian serius jajarannya. Apalagi jumlah penduduk relatif banyak, ditambah lagi kondisi tofografi wilayah di Buleleng luas. Karena itu, perubahan data kependudukan tidak bisa dianggap enteng. “Kita tidak saja fokus menuntaskan warga yang belum melakukan perekaman. Data warga yang sudah direkam tetap kita pantau, karena setiap saat pasti saja ada perubahan data kependudukan,” jelasnya. Di sisi lain Reike mengatakan, tingginya warga yang melakukan perekaman otomatis berdampak terhadap penerbitan dan ketersedian keping eKTP. Dia mencontohkan pelayanan di Dispendukcapil dalam sehari rata-rata warga yang melakukan permohonan e-KTP antara 400 hingga 500 orang. Beruntung situasi ini didukung ketersedian stok keping eKTP yang memadai, sehingga warga yang sudah melakukan perekaman segera mendapatkan e-KTP. “Pengaruhnya jelas, ketersedian keping e-KTP. Kami punya stok 2.000 keping di kantor stok hasil penjemputan ke Jakarta. Jumlah itu untuk dua minggu saja. Kami berupaya mengisi stok yang mencukupi. Jika ada kekurangan paling tidak data sudah direkam, sehingga tinggal menunggu penerbitan e-KTP saja,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
KLARIFIKASI - Perwakilan warga penolak usaha kandang babi saat menyampaikan klarifikasinya akhir pekan lalu.
Polemik Proyek Kandang Babi di Bila
Penyanding Tak Tinggal di Dekat Kandang
Singaraja (Bali Post)Kecelakaan lalu lintas menelan korban jiwa terjadi di TKP Jalan A. Yani kilometer 03.100 dekat jembatan Kelurahan Banyuasri, Lakalantas antara motor Honda Sonik pelat nomor L 3550 NO dengan mobil Daihatsu Ayla DK 1369 UI. Peristiwa itu bermula, si pengendara motor Sonik adalah seorang pelajar Made Angga Pratama (14) yang tinggal di Jalan Gagak No. 11 Kelurahan Kampung Anyar. Dia memacu kendaraan dengan kencang dari arah timur menuju barat. Korban mendahului kendaraan yang tidak diketahui identitasnya. Motor yang dikendalikan Made Angga itu selanjutnya oleng dan terjatuh ke kanan. Sedangkan pada waktu bersamaan mendadak mobil Daihatsu Ayla DK 1369 UI yang dikemudikan NN AL (26) dari Desa Kayuputih, Su-
kasada. Tabrakan pun tidak terhindarkan terjadi di TKP. Akibatnya, Angga tewas setelah sempat dilarikan ke RSUD Buleleng. “Sewaktu Made Angga oleng dan jatuh ke kanan dalam waktu bersamaan datang mobil Daihatsu Ayla DK 1369 UI dari arah barat menuju timur. Mobil itu hendak menghindari tetapi terlebih dahulu terjadi lakalantas,” ujar Kasat Lantas Polres Buleleng AKP Gede Sumadra Khertiawan seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si., Sabtu (10/9). Polisi telah meminta keterangan saksi mata di lapangan dari Ketut Wijaya (37), tukang tambal ban di sekitar TKP dan Sugini (36) pedagang bakso haram di areal Jalan Ahmad Yani Kota Singaraja. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 500 ribu. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) – Belasan warga yang menolak proyek pembangunan kandang ternak babi di Dusun Kawanan, Desa Bila, Kubutambahan membantah komentar salah seorang warga penyanding yang setuju dengan usaha peternakan babi oleh PT Anugrah Bersama Sukses (ABS). Warga penyanding yang menyebutkan jarak rumahnya hanya tiga meter dari lokasi kandang, itu dinyatakan tidak benar. Yang benar, warga penyanding itu hanya memiliki tanah kebun saja di sana. Tanah kebunnya itu tidak dijadikan tempat tinggal di dekat kandang seperti warga penolak usaha tersebut. Koordinator warga yang menolak Putu Padma, didampingi rekan-rekannya akhir pekan lalu mengatakan pernyataan warga yang menyebut lokasi rumah hanya tiga meter dari lokasi kandang tidak sesuai kondisi riil di lapangan. Fakta yang benar, warga penyanding itu hanya memiliki lahan perkebunan saja yang berjarak tiga meter dari bangunan kandang babi milik PT ABS itu. Dari dahulu hingga perusahaan membangun kandang, pemilik lahan itu tidak pernah menempati lahannya sebagai tempat tinggal tetap di sana. Justru pemilik lahan itu rumahnya berjarak sekitar tiga kilometer dari Dusun Kawanan. “Saya luruskan, penyanding yang mendukung proyek dan menyebutkan di media jarak rumahnya tiga meter dari kandang, itu tidak benar. Yang benar lahan perkebunan yang berjarak tiga meter dari kandang dan yang bersangkutan pun tidak memiliki rumah sama
seperti kami. Kami berkepentingan meluruskan hal ini, agar informasi menjadi jelas sesuai fakta di lapangan,” tegas sengit. Di sisi lain Padma mengatakan, informasi menyangkut pro dan kontra atas investasi PT ABS itu masih berpolemik sesuai kebenaran versi masing-masing. Satu sisi ada informasi sosialisasi melibatkan warga bersama perusahaan dan difasilitasi aparat desa serta aparat dusun. Namun materi sosialisasi menyangkut dana tali kasih atau dana kompensasi yang pernah diajukan warga kepada perusahaan. Sementara materi sosialisasi yang khusus menyangkut program, progres, bentuk usaha, dan volume yang akan diusahakan belum pernah dilakukan secara mendetail kepada warga terdampak. “Sosialisasi akurat terkait progress, program apa, bentuk usaha dan volume usahanya itu belum dilakukan. Justru manajemen hanya berku-
tat membicarakan masalah dana tali kasih atau dana kompensasi yang kami ajukan,” jelasnya. Terkait informasi persetujuan warga terhadap usaha itu melalui jalur voting, Padma menilai hal itu tidak sesuai dengan aturan. Soalnya, dari daftar warga yang hadir pada paruman hanya 69 orang. Faktanya, jumlah warga 303 orang. Bagaimana dikatakan quorum jika pengambilan persetujuan ini hanya diikuti 22,73 persen saja, sehingga tidak layak dilakukan pengambilan persetujuan melalui jalur voting. “Saya luruskan, pengambilan persetujuan melalui voting itu tidak memenuhi syarat. Sebab warga yang hadir hanya 69 orang alias 22,73 persen. Padahal jumlah warga tercatat sebanyak 303. Saya kira hal itu tidak sesuai persyaratan pengambilan persetujuan melalui voting. Kami sangat berharap tidak ada informasi bohong,” tegasnya. (kmb38)
Distanak Cek Hewan Kurban Singaraja (Bali Post) – Hari raya Idul Adha 1437 Hijriyah tidak bisa dipisahkan dari aktivitas pemotongan hewan kurban. Di Kabupaten Buleleng sejumlah masjid atau kelompok masyarakat muslim di daerah ini, Senin (12/9) menyembelih hewan kurban mulai dari kambing hingga sapi. Aktivitas pemotongan hewan meningkat dibandingkan hari biasanya, itu mendapat monitor khusus petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) dan juga Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Buleleng. Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Drh. Wayan Susila, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan ante morten (pemeriksaan fisik-red). Dari pemeriksaan itu tidak ditemukan hewan kurban kondisinya sehat dan dinyatakan layak potong. Pada hari Idul Adha kemarin, pihaknya kembali melakukan pengawasan di sejumlah tempat pemotongan hewan kurban di Buleleng. Bukan hanya kondisi daging yang dicek, petugas juga mengarahkan bagaimana warga memperlakukan daging dengan tehnik yang benar. Dia mencontohan, pemisahan antara daging dengan jeroan atau bagian lainnya. Hal ini penting, karena penyebaran kuman bisa saja terjadi jika tidak dipisahkan dengan baik. Selain itu, media pemotongan diharapan bersih dan menggunakan alas yang mudah dibersihkan. “Dari pemeriksaan ante morten dan pengecekan saat pemotongan hewan kurban di sini layak konsumsi dan cara pemotongannya sudah tepat. Kami tetap harapkan pemisahan daging dengan jeroan atau bagian lain. Media pemotongan harus
bersih dan menggunakan alas yang mudah dibersihkan,” jelasnya. Libatkan Pacalang Pacalang dari Desa Pakraman Banyuasri, Buleleng membantu pengamanan proses pemotongan hewan kurban terkait Hari Raya Idul Adha di lingkungan Jalak Putih, Banyuasri. Pengamanan oleh pacalang ini merupakan tradisi ketika umat muslim melaksanakan hari Raya Idul Adha. Warga berpartisipasi melakukan pengamanan sebagai wujud toleransi antar umat beragama. Ketua RT Jalak Putih Ketut Derestika mengatakan, lingkungan Jalak Putih adalah salah satu wilayah yang sangat heterogen. Dikatakan, 60 persen penduduk di kawasan ini dihuni warga muslim. Sedangkan 40 persen warga Hindu. Meski beragam, sejauh ini tidak pernah terjadi keributan etnis, suku, ras serta agama. Apalagi di daerahnya terbentuk Forum Umat Beragama. FUB itu yang melakukan mediasi dan yang menjembatani komunikasi seluruh warga. Untuk menjaga kerukunan itu, salah satu wujudnya dengan ikut membantu dalam pengamanan yang dilakukan pacalang ketika warga muslim merayakan Idul Adha atau hari besar Islam lainnya. “Kami berpartisipasi mengamankan perayaan Idul Adha. Ini sebagai wujud toleransi di wilayah kami. Bukan saja mengamankan, warga Hindu ikut turun mengikuti rangkaian perayaan Idul Adha, sehingga situasi hari raya di wilayah kami ini nyaman dan tidak ada perbedaan,” katanya. (kmb38)
Bali Post/kmb34
SAMPI GERUMBUNGAN - Pada Lovina Festival ini juga digelar lomba Sampi Gerumbungan. Wisatawan lokal dan mancanegara ramai menyaksikan lomba di lapangan Kaliasem Banjar, Buleleng, Minggu (11/9).
”Sampi Gerumbungan” Diminati Wisatawan Singaraja (Bali Post)Sepasang sampi Bali berlari dengan hentakan kaki berirama indah dan ritmis di lapangan Desa Kaliasem, Banjar. Minggu (11/9) lalu. Sampi yang dominan laki-laki itu menunjukkan kekompakan gerak yang luwes bersaing dengan sampi lainnya. Sampi Bali yang bisa memainkan irama kaki dengan hentakan indah itu bukan sembarangan, melainkan sampi pilihan yang dirawat secara khusus. Memang sampi itu sengaja dilatih pemiliknya untuk menang dalam kompetisi. Salah satu peserta Komang Sukadana (33) adalah penggemar berat lomba sampi gerumbungan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) secara periodik ini. Pria asal Banjar Lebah Desa Kaliasem ini beberapa kali telah mengikuti lomba rutin ini. Dua sampi miliknya memang dilatih maksimal, agar sampi itu bisa menyeragamkan langkah kakikakinya dengan indah selain kepala dan ekor supaya berdiri tegak. “Sampi saya pertandingan berumur dua tahun. Sepasang sampi itu saya beli di Desa Bebetin, Sawan. Seekornya seharga Rp 10 Juta. Melatihnya tidak terlalu sulit, soalnya sampi yang saya beli ini memang sampi turunan khusus diperlombakan,” ujarnya. Selama satu minggu latihan sampi-sampi itu diberi ramuan jamu dan lima butir telur bebek. Sebelum turun berlomba mereka juga latihan fisik dan keteraturan gerak lari
lurus. “Lari sampi itu diusahakan agar cepat dan lurus. Si joki harus punya trik-trik cerdas dalam hal mengatur arah berlari sampi yang memakai gombeng atau tali pengatur pada kepalanya itu,’’ imbuhnya. Indahnya festival sampi itu, sehingga tidak heran lomba sampi gerumbungan yang digelar setahun sekali itu menarik minat wisatawan. Sampi-sampi itu juga dihias indah, tapel diletakan di kepala sampi, hiasan penanggu di bagian pinggir, keroncogan di kaki, penyelah di tengah memisahkan sampi satu dan pasangannya. “Sampi diberi jarak ideal supaya tidak merasa sempit waktu berlari. Hiasan badong memberi simbol keberanian dan ketangguhan sampi mengikuti lomba,” kata Sukadana. Kadisbudpar Ir. Nyoman Sutrisna, MM., menjelaskan tamu dari mancanegara ramai selain juga masyarakat lokal menyaksikan lomba sampi gerumbungan ini. Tradisi sampi gerumbungan ini memang dilestarikan. Untuk tahun ini melibatkan 12 peserta, terdiri atas baga. timur diikuti Kecamatan Kubutambahan, Sawan Tejakula. Baga tengah terdiri Sukasada, Buleleng dan Banjar. Kemudian baga barat Gerokgak, Busungbiu dan Seririt. “Keunikan sampi gerumbungan menjadi aktraksi seni. Bukan dinilai atas kecepatan melainkan keindahan gerakan kaki sapi itu. Tamu wisman dan wisdom sangat puas menyaksikan sampi gerumbungan,” jelasnya. (kmb34)
Buleleng Perlu Kembangkan Pariwisata Budaya Pesatnya perkembangan dunia pariwisata di Buleleng, khususnya adalah peluang potensial meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sejumlah objek kawasan di Bali utara memiliki keunggulan tersendiri yang tidak ada di Bali Selatan. Selain dukungan kasanah kultur tradisional yang dijaga secara turun temurun di Wilayah Den Bukit ini. Apa saja destinasi di Buleleng yang masih layak di kembangkan? SESUNGGUHNYA pariwisata di Buleleng itu bukan dinikmati segelintir oknum saja, melainkan madu atau gemerincing dolar dari pariwisata itu mampu dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Buleleng. Karena itu, mau tidak mau dan suka tidak suka pemerintah wajib ikut andil dalam hal memasarkan produk pariwisata itu dengan mengalokasikan dana dari APBD.
Pariwisata sendiri memiliki keterkaitan erat dengan kultur sosial masyarakat yang sangat kuat dijaga komunitasnya. Di Bali Utara juga tidak bisa dijauhkan dengan kebudayaan klasik dan kuno yang sangat menarik. Dimensi culture, memang sangat potensial dikembangkan di Buleleng ini. Karena itu harus digarap secara holistik dengan caracara kreatif, inovatif dalam
kaitan meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun internasional. Lebih lebih destinasi di Buleleng tidak kalah dengan di Bali selatan. Jawabnya, perlu ada sangat mentor yang mendesign dan juga mewujudkan nyatakan ide cerdasnya pada tataran riil, dalam kaitan membangun ekonomi kreatif produk pariwisata itu. Produkproduk budaya yang adiluhung itulah dijadikan nantinya ikon untuk menambah daya tarik destinasi itu. ‘’Karena itu perlu upayaupaya cerdas mengkreasikan produk dari budaya dan dengan destinasi. Pariwisata saat ini sudah berkembang,
ini pekerjaan rumah besar Pemkab. Sekaranglah saatnya dikreasi pariwisata berbasis kebudayaan itu. Buleleng jangan hanya dilihat dari keindahan pariwisata semata, tetapi historisnya sangat luar biasa. Buleleng memiliki peran besar dan kontribusi di masa lalu. Mungkin ke depan ini dapat menjadi pusat pariwisata berbasis kebudayaan di Bali dan Indonesia di bagian Timur,” ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid. Hal itu mengemuka pada seminar nasional pembangunan pariwisata berbasis budaya di Rektorat Undiksha Singaraja yang dirangkaikan dengan pembukaan Lovina Festival,
Sabtu (10/9) akhir pekan lalu. Acara itu dipandu akademisi FIS Undiksha Singaraja Dr. I Made Pageh, M.Hum. Program berbasis kebudayaan, dikatakan mampu menjaga situs-situs peninggalan budaya. “Perkembangan pariwisata jangan dilihat dari banyaknya hotel atau restoran. Manajemen pengelolaan kebudayaan dan pariwisata dapat diberi porsi prioritas dalam kurikulum pendidikan kita,” jelasnya. Hilmar Farid juga menyorot, pengembangan SDM di Buleleng harus jadi perhatian. Peran akademisi perlu dimanfaatkan lebih optimal, selain tenaga terdidik jebolan SMK
Pariwisata. Kadisbudpar Ir. Nyoman Sutrisna, MM., menyatakan pariwisata budaya Buleleng dinilai berkaitan dengan arah pembangunan berbasis Tri Hita Karana. “Ada tiga pilar membangun dunia pariwisata, selain pemerintah dan swasta, masyarakat serta media massa. Seluruh pembangunan pariwisata Buleleng sudah on the right track,’’ ujarnya. Wakil Rektor I Undiksha Prof. Dr. Ida Bagus Putu Aryana, M.Si. berharap kecanggihan teknologi jangan sampai menghilangkan seni tradisi dan budaya yang berakar di masyarakat. Teknologi itu idealnya dimanfaatkan
generasi muda agar mampu melestarikan budaya yang diwarisi secara turun temurun dari leluhur. “Jadi perlu dikembangkan pariwisata budaya terstruktur yang memiliki manfaat di masyarakat. Pariwisata berbasis budaya harus dibarengi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pas dan benar. Sejauh ini wisatawan yang berkunjung ke Buleleng justru mereka ingin melihat budaya selain memang panorama keindahan alamnya yang indah. Karena itu, kekayaan seni tradisi khas Buleleng mendesak perlu dikembangkan dan lebih dikreasikan,” pungkasnya. (dgk)
JEMBRANA
12
Selasa Umanis, 13 September 2016
Bali Post/olo
EROSI - Tebing sungai di bawah rumah warga di Samblong, Sangkaragung yang tergerus erosi. Warga berharap segera ada penanganan sebelum rumah mereka ambruk.
Tergerus Erosi
Warga di Bantaran Sungai Samblong Waswas Negara (Bali Post) Sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai Samblong, Kelurahan Sangkaragung, mengaku waswas. Pasalnya, tanah di pinggir sungai tersebut tergerus erosi. Dikhawatirkan, semakin lama berdampak pada rumah penduduk yang jaraknya dekat dengan sungai. Sedikitnya, ada lima Kepala Keluarga (KK) yang tanahnya sudah tergerus air sungai. Bahkan, salah satu merajan (pura keluarga) milik warga setempat nyaris terkena dampak erosi tersebut. Sebab, sekarang ini jaraknya sekitar satu meter dari sungai. “Yang saya pikirkan ini (merajan-red). Jika air meluap dan ada arus, maka airnya langsung ke tanah ini,” kata Salah seorang warga, Ni Luh Sami Adnyani, Senin (12/9) kemarin. Ia mengatakan sebelum terjadinya erosi, tanah miliknya masih lebar dan menjorok ke sungai. Bangunan yang biasa digunakan untuk kerja (memahat kayu) oleh suaminya masih ada. Kini, bangunan itu terpaksa di-
bongkar dan dipindahkan ke tempat lain. Dari pantauan kemarin, sedikitnya lima rumah di bantaran sungai dekat jembatan Samblong terancam erosi. Tebing sungai setinggi 2,5 meter nampak tergerus hingga akar pohon di atasnya terlihat. Menurut warga, ketika air sungai naik, arus lebih mengarah ke permukiman warga. Ditambah lagi adanya pendangkalan di sisi barat sungai. Lurah Sangkaragung, I Nyoman Gede Suardana membenarkan adanya erosi di sungai Samblong ini. Pihaknya sudah melaporkan permasalahan ini ke Dinas PU Jembrana. Dengan harapan bisa direspons dari pihak yang terkait yakni Balai Wilayah Sungai Bali-Penida. Menurutnya, sedikitnya ada 20 KK yang tinggal di sepanjang bantaran sungai di sisi utara Jembatan Samblong. Dari puluhan rumah itu, lima di antaranya paling rentan terkena dampak erosi. Ia menambahkan, erosi mulai terjadi sejak 2009. (kmb26)
Bali Post/olo
BERJEJER – Perahu para nelayan tampak parkir berjejer di Pantai Perancak. Para nelayan memilih tidak melaut karena cuaca yang tak menentu.
Cuaca Buruk, Nelayan Enggan Melaut Negara (Bali Post) – Cuaca buruk di perairan Selatan Bali dalam sepekan ini berdampak kepada para nelayan tradisional di Jembrana. Mereka enggan melaut lantaran kondisi tersebut. Jika dipaksakan melaut, maka risikonya sangat tinggi. Begitu juga akan mempengaruhi hasil tangkapan. Deretan perahu para nelayan tampak bertengger di tepi pantai. Misalnya, di Desa Yeh Kuning, Air Kuning dan Perancak. Salah satu nelayan asal Perancak, Nyoman Wandra, mengaku sudah dua pekan ini memilih beristirahat dan tidak melaut karena cuaca buruk. “Sudah dua pekan tidak melaut. Ombak di tengah sangat besar. Mendingan saya tidak melaut. Saya pergunakan waktu luang ini untuk perbaiki jaring dan perahu,” ujarnya sembari memperbaiki jaring. Kalaupun dipaksakan melaut, kata Wandra, hasil tangkapan juga tidak sebaik hari-hari ketika cuaca normal. Belum lagi risikonya sangat tingga karena cuaca tidak bisa diprediksi. Di pantai cuacanya terlihat cerah, tetapi bisa berubah seketika saat perahu sudah di tengah laut. Karena itu, ia memilih untuk istirahat dengan memperbaiki alat tangkapannya. “Yang kami khawatirkan gelombang tinggi disertai angin. Perahu kecil walaupun sudah pakai mesin tetap bisa terbalik,” terangnya. Hal senada juga diungkapkan Pan Werka, nelayan asal desa Air Kuning. Menurut Werka, dampak cuaca yang
paling berpengaruh ketika angin kencang. “Kalaupun nekat, tak jarang tidak dapat tangkapan. Kadang untuk mendarat saja susah karena angin kencang,” ucapnya. Mereka berharap cuaca bisa kembali normal, sehingga para nelayan tradisional ini bisa melaut. Sejatinya, hasil tangkapan dua pekan lalu cukup banyak. Hanya saja, karena terhalang cuaca buruk ini mereka kini tidak bisa melaut. Dari pantauan, Senin (12/9) kemarin, puluhan perahu nelayan di pesisir Pantai Yeh Kuning hingga Perancak tampak parkir berjejer. (kmb26)
Bali Post/olo
RAPAT – Suasana rapat di Balai Subak Palamerta, Nusasari, Minggu (11/9) lalu. Hasil keputusan, MW dikeluarkan dari anggota subak.
Langgar Awig-awig
Lahan Tak Produktif
Mantan Klian Subak Palamerta Dikeluarkan dari Anggota
Disulap Jadi Sirkuit Motocross dan Makepung
Negara (Bali Post) – Subak Palamerta, Desa Nusasari, Melaya, menggelar rapat, Minggu (11/9) lalu. Hasil rapat itu mengeluarkan keputusan yang mengejutkan. Sebab, salah satu krama yang juga mantan Klian Subak, MW, akhirnya dikeluarkan dari anggota subak. Tak hanya itu, keputusan tersebut juga berlaku untuk semua keturunan MW. Keputusan itu diambil lantaran MW dinilai melanggar awig-awig subak yang berlaku. Agenda awal pada rapat yakni terkait waktu tanam. Dalam rapat itu dihadiri sekitar 68 krama. Selanjutnya, rapat membahas permasalahan aset berupa tanah dan bangunan pabrik selip. Sebelumnya, krama perwakilan subak juga sempat melaporkan ke Polsek Melaya terkait dugaan penggelapan aset tersebut. Melalui rapat bersama pemucuk, MW diberhentikan menjadi anggota subak. Seluruh anggota yang hadir menyetujui keputusan tersebut. Dalam rapat di Balai Subak itu turut disaksikan Perbekel Nusasari I Wayan Ardana. Selain Perbekel, juga hadir Klian Subak, Wakil Klian Subak, para Baga Subak dan Pengawas Koperasi Tani (Koptan) Sri Merta Asih. Klian Subak Palamerta, Komang Karta, mengatakan keputusan mengeluarkan
MW dari keanggotaan karena dinilai telah membuat kisruh di organisasi. Di samping itu juga melanggar awig-awig subak. Sejatinya, banyak permasalahan termasuk salah satunya aset tanah subak yang diklaim milik MW. Begitu juga tidak pernah mengamprah, baik bibit, pupuk dan lainnya ke subak. “Subak mengeluarkan MW dari anggota subak hingga semua keturunannya. Dengan demikian, dia tidak akan mendapatkan semua pelayanan subak,” ujar Karta, Senin (12/9) kemarin. Wakil Subak Palamerta, Komang Wiarda, menambahkan ada sejumlah hal dalam awig-awig yang dilanggar MW. Di antaranya, palet 2 pawes 11 nomor 2 B, yakni mantan pengurus subak harus menyerahterimakan kekayaan (aset) subak ke subak. Selanjutnya, palet 5 pawes 15 nomor 3, disebutkan kepemi-
likan inventaris subak harus disampaikan keberadaannya setiap ada rapat. Akan tetapi, semua itu tidak dilakukan oleh MW. Bahkan, MW mengklaim aset subak itu atas nama pribadi. Di atas tanah belasan are itu terdapat aset subak. Di antaranya, gedung berikut mesin penyosohan, lantai jemur dan bangunan bekas kantor Koptan. Sementara itu, Perbekel Nusasari I Wayan Ardana dikonfirmasi membenarkan adanya keputusan dalam rapat itu. Pihaknya hadir atas undangan. Hasil keputusan itu berdasarkan rapat pemucuk, sehingga konsekuensinya yang bersangkutan tidak mendapatkan air. Pihaknya juga sempat mengimbau selaku kepala desa agar apa yang dilakukan jangan sampai merugikan subak sendiri. Terkait sanksi ini, menurutnya, tidak mutlak. (kmb26)
Negara (Bali Post) Lahan seluas delapan hektar di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung sudah belasan tahun tidak produktif. Lahan milik pemerintah ini hampir setiap tahun tergenang banjir. Atas inisiatif desa adat dan kelurahan, tanah tersebut pun mulai difungsikan. Lahan tersebut kini digunakan untuk sirkuit motocross dan makepung. Bahkan, event motocross hampir setiap enam bulan digelar di sirkuit tersebut. “Dulunya ini lahan mati (tak produktif). Sampai sekarang kalau hujan, ditambah air laut pasang, pastinya banjir,” kata Ketut Armawan. Ketika musim kering, lahan tersebut tandus dan berdebu. Sejumlah gundukan alami yang memang awalnya ada, kini digunakan lintasan sirkuit motocross. Bendesa Sangkaragung, I Ketut Wardana, mengatakan awal terbentuknya sirkuit ini bermula dari komunitas yang memanfaatkan lahan terbengkalai untuk lintasan. Berlanjut hingga kini digelar event motocross yang dikelola Desa Pakraman dan kelurahan. Desa berharap
lahan ini ke depannya bisa menjadi aset desa. Begitu juga dengan sirkuit makepung yang akan dibangun. Di lahan ini akan menambah daya tarik kelurahan yang dikenal dengan Sentra Tenun Cagcag. Lahan ini diperlukan untuk menambah jumlah sirkuit makepung di Blok Ijogading Timur. Selama ini, sekaa makepung di blok timur sungai Ijogading memang masih minim sirkuit. Berbeda dengan Blok Ijogading Barat yang memiliki banyak pilihan sirkuit, baik untuk kejuaraan maupun latihan. Menurutnya, pihak desa sangat mendukung adanya sirkuit makepung itu, sehingga diharapkan ada perpaduan antara balap motor dengan balap kerbau. Namun, yang paling penting adalah memanfaatkan lahan tak produktif itu menjadi tempat yang bermanfaat. Areal ini sering banjir karena luapan air sungai. Sebab, lokasinya juga berdekatan dengan sungai Samblong yang membelah Kelurahan Sangkaragung. Ketika air meluap, sirkuit balap cross tetap tidak bisa digunakan. (olo)
Dikeluhkan, Pengunjung Pantai Delodberawah Tak Diberi Tiket Masuk
Negara (Bali Post) Sejumlah pengunjung yang berwisata ke Pantai Delodberawah mengeluhkan pungutan retribusi yang dilakukan petugas setempat. Pasalnya, banyak pengunjung yang tidak diberikan tiket tanda masuk (karcis) ke kawasan pantai yang dikelola desa setempat itu. Petugas hanya memungut uang retribusi, namun karcisnya dipegang petugas. Untuk itu, mereka mempertanyakan ke mana uang pungutan itu? Pantai Delodberawah memang banyak pengunjung, apalagi saat libur panjang. Kawasan ini tidak hanya dikunjungi warga sekitar, tapi juga dari luar Jembrana. Selain suasana pantai, di lokasi tersebut juga terdapat kolam renang. Salah seorang pengunjung, Senin (12/9) kemarin mempertanyakan retribusi masuk
itu. Ia mengaku sudah sering masuk ke pantai itu dengan mengendarai sepeda motor. Ia pun kena retribusi Rp 2.000. Akan tetapi, karcis yang dipegang petugas pungut itu tidak pernah diberikan. Komang Wahyu (34), warga lainnya juga mengakui hal yang sama. Bahkan, ia pernah dikenai retribusi dobel. Ceritanya, ia masuk ke kawasan itu dan dipungut retribusi, namun tiket masuknya tidak diberikan. Berselang lama, ia keluar dari lokasi itu. Selanjutnya, masuk lagi. Nah, yang kedua inilah juga dipungut retribusi lagi. Alasan petugas, yang bersangkutan tidak membawa karcis sebelumnya. Perbekel Delodberawah, I Made Rentana, saat dikonfirmasi kemarin mengatakan retribusi tiket masuk itu memang masuk ke desa ber-
dasarkan Peraturan Desa. Namun, untuk pengelolaan diserahkan dengan nilai Rp 1 juta per bulannya. Hal tersebut sudah disepakati dalam musyawarah desa dan ada Surat Keputusan (SK). Terkait tidak diberikan karcis, ia menduga kemungkinan karena kondisi ramai dan pengunjung ingin segera masuk. Sesuai keputusan, baik sepi maupun ramai di Delodberawah tetap harus menyetor ke desa Rp 1 juta per bulan. (kmb26)
Bali Post/olo
MOTOCROSS – Lahan tidak produktif yang kini disulap menjadi sirkuit motocross di Sangkaragung.
KARANGASEM
Selasa Umanis, 13 September 2016
13
SOSOK
FAVORIT - Objek wisata Taman Soekasada Ujung masih menjadi favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Karangasem.
Bali Post/bud
Buka Jurusan Pertanian KARANGASEM terancam krisis bahkan terputus generasi petaninya. Daerah ini memiliki lahan pertanian yang luas, tapi sejak dulu tak memiliki sekolah pertanian. Ada baiknya SMKN 1 Bebandem yang baru berdiri membuka satu jurusan di bidang pertanian. Hal itu disampaikan mantan Kepala SMA yang kini menjadi pengawas, Drs. I Gede Jabang, saat memberikan masukan pada pembukaan Agricultural Reserch and Development Centre di Jungutan, Minggu (11/9) lalu. Jabang yang mantan Kepala SMAN 1 Amlapura itu mengaku sedih karena banyak anak desa di Karangasem yang hanya lulus SMP. Mereka tidak melanjutkan sekolah dan memilih merantau ke kota menjadi buruh, pembantu rumah tangga atau pekerja kasar lainnya yang pendapatannya tak akan lebih baik jika mereka belajar menjadi petani sukses di desa. Penyebabnya, generasi muda tak tertarik bertani diduga karena tak pernah diberi motivasi dan belum banyak melihat contoh pengusaha pertanian yang sukses. Menurut pendidik yang kini mengembangkan perkebunan pepaya di Nampo Jungutan itu, Karangasem perlu membuka satu jurusan pertanian pada SMK. Jurusan itu sejak dulu sampai kini belum pernah ada, justru yang banyak berebut membuka jurusan komputer, pariwisata atau keperawatan. “Coba buka satu jurusan pertanian di Karangasem, tempat mendidik pengusaha tani yang sukses,” katanya. Jabang menambahkan, dulu Pemprov Bali pernah merencanakan pembangunan SMK di Karangasem dengan salah satu jurusannya pertanian. Lalu tak mendapatkan lahan, direncanakan dibangun lagi di Kubu dan sampai kini belum terdengar kelanjutannya. “Kenapa tak dibuka saja satu kelas pionir di SMK yang baru dibangun, seperti di SMKN 1 Bebandem di Sibetan itu,” katanya menyarankan. (bud)
Hari Ini, Karya Manawa Ratna di Culik ”Masineb” Amlpaura (Bali Post) – Prosesi Nyegara Gunung digelar Desa Pakraman Culik, Karangasem, Senin (12/9) kemarin ke Pura Goa Lawah dan Pura Pucaksari di bukit atas Goa Lawah, Klungkung. Sementara Selasa (13/9) hari ini digelar panyineban. Menurut Klian Desa Pakraman Culik Ketut Pasek P, prosesi Nyegara Gunung itu terkait Karya Agung Ngenteg Linggih Manawa Ratna yang puncaknya digelar Kamis (1/9) lalu di Pura Dalem Setra desa setempat. Prosesi nyegara gunung di-puput Ida Pedanda Gde Made Gianyar dari Geria Kauhan Budakeling. Persembahyangan di Pura Goa Lawah, pakelem ke segara setempat dan ngelebar tirta di Pura Pucaksari. Sementara terkait karya itu, nyengker setra baru dibuka setelah satu bulan tujuh hari setelah puncak karya. Seluruh rangkaian karya berjalan lancar. (013)
Kunjungan Wisatawan Belum Merata Amlapura (Bali Post) Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karangasem tersebar ke sejumlah objek wisata. Karangasem dengan belasan objek wisata membuat wisatawan memiliki banyak pilihan. Tapi melihat angka kunjungan satu semester terakhir, rupanya kunjungan wisatawan masih belum merata. Dari 16 objek wisata, Taman Soekasada Ujung masih menjadi lokasi berlibur paling favorit di Karangasem. Data kunjungan wisatawan ke objek wisata yang diperoleh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karangasem 2016 semester I (Januari-Juni), memperlihatkan Taman Soekasada Ujung menempati posisi puncak kunjungan. Total Taman Air peninggalan Raja Karangasem ini mencatat jumlah kunjungan sebanyak 70.300 orang. Yakni,
19.305 wisatawan mancanegara dan 50.995 wisatawan nusantara. Tiga objek wisata lain juga mencatatkan kunjungan cukup tinggi, seperti Tirtagangga sebanyak 48.597 wisatawan, Besakih 42.667 wisatawan dan Tenganan 24.477 wisatawan. Sedangkan sisanya angka kunjungannya masih tertinggal jauh. Seperti objek wisata Tulamben 17.405 wisatawan, Telaga Waja 14.520 wisatawan, Padangbai 4.634 wisatawan, Labuan/ODC 4.082 wisatawan, Jemeluk 3.925 wisatawan, Puri Agung Karangasem 3.463 wisatawan, Candidasa 843 wisatawan dan Yeh Malet hanya 185 wisatawan. Sisanya seperti objek wisata Iseh, Sibetan, Putung dan Bukit Jambul masih minim kunjungan wisatawan. Angka kunjungannya masih nol. Menyimak data ini, total jumlah kunjungan wisatawan mancanega-
Dihubungi belum lama ini, Kepala Disbudpar Karangasem Wayan Purna mengatakan, data tersebut belum termasuk puncak kunjungan wisatawan periode padat pada Agustus hingga September mendatang. Dia yakin kunjungan akan terus meningkat seiring makin banyaknya event seni budaya yang menjadi andalan Karangasem, seperti Festival Karangasem, Festival Genjek, Festival Taman Soekasada Ujung, Festival Gebug Ende dan lainnya. Mengenai kunjungan wisatawan yang belum merata pihaknya menegaskan, Pemkab Karangasem saat ini sedang berupaya meningkatkan berbagai fasilitas penunjang, seperti objek wisata Candidasa, Tenganan, Puri Agung yang sedang dibangun open stage dan taman di depannya, tepatnya di Lapangan
Candrabuana. Fasilitas pendukung ini nantinya akan menjadi tambahan daya tarik wisatawan untuk berkunjung. “Tahun ini kami sedang berbenah. Sejumlah fasilitas penunjang sedang tahap pengerjaan. Kami berharap ini bisa membantu meningkatkan kunjungan wisatawan,” katanya. Sebagai perbandingan, data tahun 2015 total kunjungan wisatawan asing dan nusantara mencapai 628.400. Semester I tercatat 364.394, sedangkan pada semester II mencapai 264.006. Melihat data ini, nampaknya Disbudpar Karangasem harus bekerja lebih keras lagi untuk memenuhi ekspektasi Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Pasalnya, Bupati Mas Sumatri menargetkan kunjungan wisatawan Karangasem bisa meningkat menjadi 1 juta wisatawan setiap tahun. (kmb31)
Sejahterakan Masyarakat
Karangasem Tak Perlu Datangkan Investor Pertanian Amlapura (Bali Post) – Pemkab Karangasem tak perlu mengundang investor, termasuk di bidang pertanian jika ingin menyejahterakan masyarakatnya. Warga Karangasem sendiri, terutama generasi mudanya, yang harus dididik agar menjadi investor atau pengusaha sukses di bidang apa saja, termasuk di bidang pertanian. Hal itu disampaikan praktisi pertanian Wayan Supadno saat berbicara di depan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, sejumlah pejabat dan ratusan warga dan praktisi pertanian di Subak Susut, Banjar Mumbul, Jungutan, Karangasem, Minggu (11/9) lalu. Menurut Supadno yang kelahiran Banyuwangi Selatan dekat Pura Alas Purwo itu, jika Pemkab Karangasem ingin sukses menyejahterakan rakyatnya yang selama ini disebut-sebut masih banyak miskin, harus ada terobosan. Penduduknya 54 persen berprofesi sebagai petani dan itu sebagian besar sebagai penyumbang kemiskinan, maka terobosan harus dilakukan pada sektor pertanian. Kini sudah ada teknologi bibit unggul, produksi bibit tahan hama dengan produksi cepat dan tinggi. Menurut mantan Perwira TNI berpangkat mayor itu, pihaknya sedih karena di Karangasem petani muda kurang dari 12 persen. Se-
mentara 82 persen lagi merupakan petani berusia lanjut. Itu artinya, regenerasi petani tidak ada. Tanpa adanya regenerasi, ke depan kondisi itu sangat membahayakan dari segi ketahanan pangan. ”Kita terancam terus-menerus mengimpor bahan pangan. Kondisi itu mengancam ketahanan pangan kita menjadi makin rapuh,” katanya mengingatkan. Padahal, kata pengusaha tani yang sudah sukses mengembangkan berbagai komoditi pada lahan 500 hektar itu, sudah disadari sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tahan terhadap guncangan ekonomi global. Terbukti pada krisis ekonomi
Reuni SMA PGRI 1 Amlapura
Tingkatkan Kedisiplinan agar Siswa Sukses KEPALA SMA PGRI 1 Amlapura Drs. I Ketut Djelantik di depan ratusan alumni saat reuni akbar di sekolah setempat, Minggu (11/9) lalu, menyampaikan pihaknya bakal terus meningkatkan disiplin siswa. Disiplin perlu, sehingga siswa tak gagal di tengah jalan dan nantinya sukses mencapai cita-citanya. Dari alumni yang kini sudah sukses, ternyata mereka yang sejak siswa telah kreatif dan juga disiplin belajar. Kini di SMA itu ada 630 siswa, dalam 18 rombongan belajar. Ruang kelas hampir terpenuhi dengan 20 ruangan, dengan ruangan laboratorium. “Sebagai sekolah umum, di SMA PGRI 1 Amlapura juga diberikan keterampilan tambahan di bidang kepariwisataan dan komputer. Kami harapkan para alumni juga nanti mau menitipkan anak-anaknya di almamaternya,” paparnya. Djelantik mengaku bangga, belakangan ini siswa dan guru setempat juga tak kalah prestasinya dengan sekolah negeri favorit di Karangasem, baik di tingkat Provinsi Bali maupun nasional. Prestasi itu akan dijadikan motivasi bagi siswa maupun guru lainnya agar mampu lebih kreatif dan tidak pantang menyerah dalam belajar. Suasana reuni angkatan 19882016 itu penuh keakraban, canda dan tawa. Mereka tampak duduk berkelompok sesuai angkatan dan saling bersenda gurau, juga berbagi cerita. Djelantik asal Desa Ababi itu
ra dan nusantara pada semester I mencapai 107.421 wisatawan. Situasi ini belum berubah pada awal semester II kunjungan wisatawan. Data hingga Juli menunjukkan Taman Soekasada sudah mencatatkan kunjungan 5.392 wisatawan asing dan 13.903 wisatawan nusantara. Namun, memasuki awal semester II ini, Pura Besakih menempel ketat total kunjungan. Bedanya, kunjungan wisatawan asingnya jauh lebih banyak, mencapai 11.981 wisatawan asing dan 1.475 wisatawan nusantara. Objek wisata lain masih jauh dari total kunjungan dua objek wisata paling dicari di Karangasem ini. Total pada semester II mencatatkan kunjungan sebesar 51.881 wisatawan asing dan nusantara. Bila digabung dengan total kunjungan wisatawan pada semester I, maka Karangasem baru mencapai kunjungan 59.302 wisatawan.
1997 lalu, pertanian serta usaha kecil dan menegah masih bisa bertahan. “Saya paling tidak setuju kalau Karangasem justru ingin mendatangkan investor. Itu cara yang salah besar. Orang kita memiliki lahan yang terbatas dan kita sudah berebut lahan, kok mau mendatangkan investor lagi. Apa mau berhektar-hektar lahan kita dibeli dan dikuasai investor luar bahkan asing? Harus buat terobosan. Didik anak-anak muda lokal, dampingi sampai sukses menjadi wirausaha atau menjadi pengusaha tani yang sukses. Anak-anak muda kini harus dimotivasi agar kreatif dan dijadikan investor,” tegasnya. (013)
Golkar Karangasem Tuntaskan Muscam Segera Agendakan Rapat Kerja
MUSYAWARAH Kecamatan (Muscam) Pengurus Kecamatan (PK) Golkar sudah berhasil memilih kepengurusan baru pada tingkat kecamatan. Muscam terakhir untuk PK Bebandem, Minggu (11/9) lalu terpilih Gede Agus Surya Sugiarta, kader muda potensial partai berlambang pohon beringin ini. Setelah merampungkan muscam pada delapan kecamatan, Golkar Karangasem langsung tancap gas untuk segera merancang rapat kerja dan konsolidasi persiapan Pilgub Bali 2018 nanti. Terpilihnya Gede Agus Surya Sugiarta sebagai Ketua PK Bebandem, menggantikan Ida Wayan Oka Adnyana yang tak lagi mencalonkan diri. Surya Sugiarta dipilih secara aklamasi oleh delapan pengurus desa (PD) yang ada.
Rangkaian muscam di seluruh kecamatan berjalan sukses dan lancar. Terbukti semua PK berhasil memilih ketua secara aklamasi. Muscam juga selalu diisi deklarasi Sudikerta Gubernur Bali (SGB) oleh pengurus PK dan jajaran PD. Mereka secara bulat menyatakan dukungan bagi Sudikerta sebagai satu-satunya kader Golkar Bali untuk diusung dalam pilgub mendatang. Ketua DPD Golkar Karangasem Made Sukerana menegaskan, di antara kader Golkar juga kader partai lain, hasil survei menunjukkan Sudikerta memiliki tingkat keterpilihan paling tinggi. Ini menjadi salah satu alasan kekompakan seluruh PK mencalonkan Sudikerta. Muscam telah menjadi amanat
REUNI - Kepala SMA PGRI 1 Amlapura Drs. Ketut Djelantik (kanan) dengan salah seorang alumni saat reuni. mengatakan, reuni ini digelar berkat ide dan koordinasi 13 orang alumni. Djelantik mengatakan pihaknya akan tetap mendukung jika nantinya digelar lagi reuni, misalnya reuni persatu atau dua angkatan sehingga lebih efektif mengakrabkan diri. “Reuni itu perlu guna berbagi rasa, memberi semangat baru dalam mengarungi kehidupan ini serta bila perlu menjalin kegotong-royongan, terutama dengan alumni yang belum beruntung,” paparnya. Wakil Ketua Panitia Reuni Dewa Saskara juga mengharapkan nantinya per angkatan bisa menggelar reuni
sendiri. Reuni kali ini mengusung tema “Melalui Reuni Kita Tingkatkan Persatuan Alumni SMA PGRI 1 Amlapura”. Reuni dimeriahkan, antara lain penyanyi pop Bali Yong Sagita, grup dancer “Naradha” serta tari Bali. Wakil Ketua Yayasan Drs. Putu Toya mengatakan, reuni kali ini juga dirangkaikan dengan HUT ke31 SMA PGRI 1 Amlapura. “Reuni sangat penting. Salah satunya, guna melepas kerinduan setelah lama tak berjumpa dengan teman yang selama tiga tahun bersama mencari ilmu,” ujarnya. (013/k100)
Bali Post/013
BIBIT - Praktisi pertanian Wayan Supadno menyerahkan bibit kepada Bupati IGA Mas Sumatri dan sejumlah tokoh masyarakat di Jungutan, Minggu (11/9) lalu.
MUSCAM - Pengurus DPD Golkar Karangasem bersama PK Bebandem berfoto bersama usai muscam, Minggu (11/9) lalu.
AD/ART partai. Oktober mendatang Golkar Karangasem akan menggelar rapat kerja untuk menggodok program yang bisa dijalankan bersama pemerintah dan komponen masyarakat yang lain. Golkar Karangasem langsung tancap gas agar lebih siap, seiring tuntasnya rangkaian muscam. Selain untuk menyusun program partai, raker juga untuk memantapkan konsolidasi menyambut Pilgub Bali 2018 nanti. Dari delapan PK yang baru menggelar muscam, lima PK dinahkodai anggota Fraksi Golkar DPRD Karangasem, yakni Nyoman Musna Antara (PK Kubu), IA Wayan Sutejawati (PK Abang), Komang Mustika Jaya (PK Karangasem), I Nyoman Sumadi (PK Manggis) dan I Nyoman Rena (PK Rendang). Tiga PK lainnya dipimpin kader muda potensial, Gusti Agung Utama Kurniawan (PK Sidemen), I Gede Surapta (PK Selat) dan Gede Agus Surya Sugiarta (PK Bebandem). Muscam PK Bebandem ini dihadiri Korwil DPD Golkar Bali Gusti Lanang Bayu Wibiseka yang sekaligus membacakan sambutan Ketua Golkar Bali Ketut Sudikerta. Ketua Dewan Penasehat Golkar Karangasem, Gusti Lanang Rai dan Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi. Sejumlah tokoh masyarakat dan unsur muspika juga nampak hadir dalam muscam ini. Di hari yang sama, sebelumnya juga dilaksanakan muscam PK Rendang yang juga memilih ketua secara aklamasi. I Nyoman Rena terpilih menggantikan Gede Parta Wijaya yang juga tidak lagi mencalonkan diri. (kmb31/50k)
TABANAN
14
Selasa Umanis, 13 September 2016
Bupati Eka Serahkan Hewan Kurban dan Sembako Tabanan (Bali Post) – Sehari menjelang hari raya Idul Adha atau Minggu (11/9) lalu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan hewan kurban dan paket sembako kepada umat muslim setempat. Sebelas ekor kambing dan 275 paket sembako disebarkan ke-11 titik di 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan. Hewan kurban dan sembako tersebut disalurkan melalui Masjid Agung Tabanan. Setelahnya hewan kurban dan paket sembako disebar ke 10 titik lainnya yang ada di kecamatan oleh masing-masing anggota Fraksi PDI Perjuangan sesuai daerah pemilihan. Bupati Eka mengatakan penyerahan hewan kurban dan sembako ini untuk membantu meringankan beban fakir miskin yang merayakan Idul Adha, Senin (12/9) kemarin. Hal penting lainnya yang mendasari ini adalah untuk persatuan dan kesatuan bangsa serta merawat kerukunan antarumat beragama. Hal senada disampaikan anggota Fraksi PDI-P, I Nyoman Suadiana. “Menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama sangat penting dilakukan guna membangun Tabanan. Mari kita jaga dan pelihara kerukunan,” ujarnya. (kmb24)
Buruh Bangunan Tersetrum Listrik Tabanan (Bali Post) Nasib malang menimpa I Wayan Manis alias Pak Maya (35). Buruh bangunan asal Banjar Mawekerti, Abang, Karangasem, ini terjatuh dari ketinggian sekitar 3,5 meter setelah tersetrum listrik saat memasang papan nama Pasar Penebel yang sedang direvitalisasi, Minggu (11/9). Dari informasi yang didapat di lapangan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.35 Wita. Saat itu Maya sedang memasang besi beton untuk papan nama Pasar Penebel, Tabanan. Saat menaikkan dan memasang besi beton, ia rupanya kurang memperhatikan ada kabel telanjang saluran tegangan tinggi milik PLN yang melintang di depan bangunan. Besi yang dipegangnya menyentuh kabel listrik tersebut. Akibatnya, Yasa terpental dan terjatuh ke arah jalan sehingga mengalami luka di dahi dan luka bakar di kaki. Korban yang masih sadar langsung dilarikan ke UGD BRSU Tabanan untuk mendapat perawatan intensif. Kapolsek Penebel AKP I Wayan Dastra seizin Kapolres ketika diminta konfirmasinya membenarkan kejadian tersebut. “Korban kurang hati-hati saat memasang besi dan tidak memperhatikan ada kabel PLN telanjang yang melintang di atasnya,” jelasnya. (kmb24)
Suara Tabanan
”Polisi Tidur” Membahayakan
Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait yang sudah memperbaiki jalan dari Buruan-Tajen-Tunjuk dan Marga. Akan tetapi, sangat menyayangkan pemasangan ‘polisi tidur’ di selatan Desa Marga karena sangat berbahaya bagi pengguna jalan, apalagi yang jarang melewati jalur tersebut. Mohon diperhatikan! Mangku Ireng, Bajra
Dahulukan Tenaga Pengabdi
Menanggapi berita akan naiknya gaji DPR, saya ingin tahu mana yang namanya ngayah dan yang mana kerja paksa. Kalau DPR digaji Rp 17 juta dikatakan ngayah, apakah guru yang mengabdi dan dikontrak di sekolah-sekolah yang jelas tanggung jawabnya sangat besar, yaitu mencetak anak bangsa, pantas mendapat Rp 300 ribu-Rp 1 juta sebulan? Sebaiknya DPR lebih mendahulukan tenaga pengabdian, jangan hanya mementingkan diri sendiri. Suardana, Gubug
Telepon Penting TABANAN
Polres Tabanan Polsek Kediri Polsek Marga Polsek Kerambitan Polsek Selemadeg Polsek Pupuan Polsek Penebel Polsek Baturiti Polsek Selemadeg Timur Pemadam Kebakaran BPBD PDAM
0361-812519 0361-812280 0361-8946155 0361-8943991 0361-8943669 0362-71110 0361-819194 0368-21110 0361-8509985 0361-812113 0361-7809054 0361-9311213, 0361-9311706 BRSU Tabanan 0361-811027 UGD BRSU Tabanan 0361-819810 RS Kasih Ibu 0361-3005757 Puskesmas Tabanan I 0361-814102 Puskesmas Tabanan II 0361-810650 Puskesmas Tabanan III 0361-815049 Puskesmas Kerambitan I 0361-8943982 Puskesmas Kerambitan II 0361-814027 Puskesmas Selemadeg 0361-8943636 Puskesmas Selbar 0361-815181 Puskesmas Pupuan I 0362-71233 Puskesmas Pupuan II 08113856736 Puskesmas Penebel I 0361-819181 Puskesmas Penebel II 0361-7470395 Puskesmas Marga 0361-8946154 Puskesmas Baturiti I 0368-21118 Puskesmas Kediri I 0361-812148 Puskesmas Kediri II 0361-814278 Puskesmas Kediri III 0361-880670
Bali Post/kmb24
KORSLETING - Dapur milik seorang warga Banjar Gunung Siku, Pekene Belayu, Marga, terbakar akibat korsleting listrik, Senin (12/9) dini hari kemarin.
Korsleting, Dapur Terbakar Kerugian Sekitar Rp 30 Juta Tabanan (Bali Post) -
Diduga karena arus pendek listrik (korsleting), dapur milik I Nyoman Kari (59), warga Banjar Gunung Siku, Pekene Belayu, Marga, ludes terbakar api, Senin (12/9) dini hari kemarin. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta. Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 Wita. Saat itu menantu Kari, Ni Komang Darmayanti (30), terbangun dan melihat ada percikan api di atas dapur milik mertuanya. Ia langsung membangunkan mertuanya. Saat melihat dapur rumahnya terbakar, Kari berteriak minta tolong. Warga sekitar kemudian datang ke lokasi membantu memadamkan api setelah memanggil petugas Pemadam Kebakaran Tabanan. Sesaat kemudian, empat mobil Damkar Tabanan tiba di lokasi memadamkan api. Kejadian ini menyebabkan seluruh bangunan ludes terbakar berikut barang-
barang yang ada di dapur seperti kulkas, mesin cuci dan pemanas nasi. Kapolsek Marga AKP Gede Surya Kusuma ketika diminta konfirmasinya membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik jaringan kabel di dapur. “Dugaan sementara akibat arus pendek listrik, tapi masih kami selidiki,” jelasnya. Pada hari yang sama juga terjadi kebakaran di Kerambitan. Gara-gara membakar sampah api membesar dan melalap alang-alang. Hal ini diawali saat Nengah Surada (36) asal Banjar
Wani, membakar sampah bekas banten Galungan di tegalan miliknya tepatnya di selatan perumahan Perum Puskopad di Banjar Mandung Kauh, Sembung Gede. Angin kencang menyebabkan api membakar alang-alang kering di kebunnya seluas 30 are. Petugas pemadam yang datang ke lokasi mampu memadamkan api dalam waktu sekejap sehingga tidak sampai merembet ke perumahan Puskopad. Menurut Kepala UPT Damkar Tabanan I Ketut Suardi, pihaknya langsung turun ke lokasi kebakaran alang-alang setelah mendapatkan informasi dari warga. Api berhasil dipadamkan meski agak sulit akibat tiupan angin kencang. Ia mengimbau masyarakat agar berhati-hati membakar sampah saat musim kering dan angin kencang seperti sekarang karena kobaran api sulit dikendalikan. (kmb24)
Pengelola Alas Kedaton Ingin Naikkan Harga Tiket Tabanan (Bali Post) – Harga tiket masuk Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot yang dipastikan naik per 1 Oktober mendatang hendak diikuti oleh objek wisata Alas Kedaton. Akan tetapi, pihak badan pengelola masih berkoordinasi mengenai regulasi yang berhak menaikkan harga tarif tersebut. Kepala Badan Pengelola Alas Kedaton, I Guti Ngurah Rai Puja Yasa, mengatakan mendapatkan informasi bahwa menaikkan harga tiket bisa dilakukan badan pengelola. ‘’Namun, ini perlu dicek kembali. Jika ada aturannya yang mendukung, tentu kenaikan tiket segera dibicarakan,’’ ujarnya, Senin (12/9) kemarin. Harga tiket berkunjung ke Alas Kedaton belum pernah dinaikkan semenjak 10 tahun lalu, yaitu wisatawan dewasa asing Rp 15.000 dan domestik Rp 10.000. Dengan harga tiket ini, keuntungan yang didapat badan pengelola tidak begitu banyak karena harus dipotong biaya pemeliharaan hewan, hutan dan gaji karyawan. Untuk memelihara hutan memang tidak begitu banyak biaya. Biaya paling besar adalah untuk memelihara satwa monyet sekitar 1.000 ekor. Setiap minggu pihak pengelola harus membeli dua ton ketela. ‘’Pukul 10.00 Wita kami berikan ketela, sedangkan sore ada makanan tambahan berupa gabah saat musim panen dan jagung. Ada juga selingan padangpadang dan roti,’’ katanya. Hingga saat ini pihak pengelola masih bisa mengatur pengeluaran serta membagikan pendapatan sesuai presentasenya. Ini salah satunya karena terjaganya kelestarian hutan. ‘’Dari dulu luas hutannya tidak berkurang karena ada awig-awig yang melarang warga menebang kayu di areal hutan,’’ tutur Puja Yasa. (kmb24)
Petani Swadaya Ikuti AUTP Tabanan (Bali Post) – Upaya pemerintah untuk melindungi petani dari kerugian karena gagal panen dengan membuat program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang diterapkan pada musim tanam Oktober 2015 hingga Maret 2016, mulai dirasakan manfaatnya. Ini bisa dilihat pada periode tanam April hingga September 2016, ada petani yang tidak mendapatkan jatah subsidi ikut asuransi secara swadaya. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Tabanan, I Gusti Nyoman Indrayana, Senin (12/9) kemarin, mengatakan luas lahan yang didaftarkan petani untuk
mengikuti program AUTP tercatat 5.017,44 hektar. AUTP tahap pertama 1.557,62 hektar, tahap kedua 1.862,22 hektar dan swadaya 2.250,22 hektar. ‘’Tahap pertama hanya dijatah 1.946 hektar, sedangkan pada AUTP periode tanam April hingga September ini mendapatkan jatah 4.000 hektar dari pemerintah pusat dan jumlah ini sudah dipenuhi,’’ jelasnya. Sistem AUTP adalah premi asuransi Rp 180 ribu per hektar mendapatkan subsidi 80 persen dari pemerintah. Jadi, untuk setiap hektar tanah yang didaftarkan petani hanya mengeluarkan uang Rp 36.000 untuk membayar premi. Pada tahap pertama, petani
disebutnya masih mencoba-coba masuk AUTP, namun setelah merasakan manfaatnya karena luas lahan yang diikutkan mendapatkan dana klaim asuransi akibat gagal panen. Pada AUTP tahap pertama terjadi klaim gagal panen untuk lahan seluas 115 hektar yang mendapatkan uang usuransi pengganti Rp 690 juta. Indrayana mengharapkan 21 ribu hektar lebih luas lahan sawah di Tabanan didaftarkan dalam AUTP sehingga petani bisa lebih aman kalau terjadi gagal panen. Penyebab gagal penen di Tabanan biasanya dikarenakan kekeringan serta serangan tikus atau wereng cokelat. (kmb24)
Bali Post/kmb24
AUTP - Sebagian besar lahan persawahan di Tabanan sudah masuk program AUTP.
Warung Global
Anggota DPRD Harus Kreatif dan Inovatif DPRD sebaiknya dibubarkan saja. DPRD mestinya merumuskan perda inisiatif dan mampu melahirkan kebijakan-kebijakan baru yang lebih berpihak kepada masyarakat. Agung Jaya Negara di Denpasar menyatakan ini dalam acara Warung Global dengan topik ‘’Sejak Tujuh Tahun, Dewan Bangli Tak Lahirkan Perda Inisiatif’’ di Radio Global FM Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM dan Genta Bali FM, Sabtu (10/9) lalu. Menurut Jaya Negara, perda inisiatif harus dibuat dengan berpedoman pada UU dan peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini harus segera diimplemintasikan untuk kesejahteraan masyarakat terutama sektor perekonomian dan pertanian. Untuk membentuk peraturan perundang-undangan termasuk perda inisiatif yang baik, diper-
lukan penyusunan dan pemberlakuannya. Namun, kata Arya di Denpasar, justru hal tersebut banyak yang tidak diwujudkan dalam pembentukan berbagai peraturan daerah. Saat ini banyak perda inisiatif di berbagai daerah mengalami ketimpangan, dalam artian terdapat ketidaksinkronan antara peraturan daerah dan peraturan pemerintah.
Vera di Tabanan mengharapkan anggota DPRD dalam melaksanakan fungsinya agar lebih berpihak dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Tidak hanya memikirkan ketersediaan dana bagi kelancaran tugas atau peningkatan anggaran untuk kesejahteraan. Dewan, lanjut Mursi di Panjer, harus sering turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat sehingga dapat melahirkan perda inisiatif. Ke depannya kita harus jeli memilih dewan sehingga bisa menghasilkan perda yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebenarnya, menurut Gusti di Renon, penentuan arah kebijakan untuk kepentingan daerah bukanlah terletak pada keharusan membuat perda yang banyak. Ter-
penting efektif daripada perdanya tumpang tindih. Aturan yang ada perlu dievaluasi kembali. Torek di Tabanan menyebut ini terjadi karena sistem politik kita. Pembentukan peraturan daerah harus adil dan nyata bagi masyarakat agar kelangsungan hidup ekonomi dapat dirasakan. Bentuk nyata dari kepastian hukum adalah pelaksanaan atau penegakan hukum terhadap suatu tindakan tanpa memandang siapa yang melakukan. Kalau dewan turun menyerap aspirasi, Ayu di Petang yakin bisa melahirkan perda inisiatif. Hukum diciptakan agar masyarakat dan penyelenggara negara mencapai tujuan kehidupan bersama atau sebaliknya tidak melakukan suatu tindakan yang dapat merusak tatanan
keadilan. Becik di Tuban mengartikan selama tujuh tahun dewan tidak melakukan apa-apa sebagai datang, duduk, diam, duit. Dewan harus kreatif, inovatif dan aktif. Aktif menyerap aspirasi sehingga masyarakat tahu kinerja yang dilakukannya. Kepastian hukum adalah salah satu tujuan hukum sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan. Ditambahkan oleh Bima Sena di Gianyar, pemerintah dan dewan terkesan terpisah dan tidak satu pun memproteksi tanah Bali. Dewan sebagai wakil rakyat mestinya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, tidak hanya mementingkan diri sendiri demi melanggengkan kekuasaan. (dika)
15
Selasa Umanis, 13 September mber 2016 Jadwal Pertandingan Liga Champions UEFA Rabu (14/9) dini hari Grup A PSG vs Basel vs Grup B Dynamo Kiev Benfica Grup C Barcelona Man. City vs
Arsenal Ludogorets
vs vs
Napoli Besiktas
vs Celtic Borussia Moenchengladbach
Grup D Bayern Munich PSV Eindhoven
vs vs
Rostov Atletico Madrid
Kamis (15/9) dini hari Grup E Bayer Leverkusen vs Tottenham Hostpur vs
CSKA Moscow Monaco
Grup F Real Madrid Legia Warsaw
vs Sporting Lisbon vs Borussia Dortmund
Grup G Club Brugge Porto
vs vs
Leicester City Copenhagen
Grup H Lyon Juventus
vs vs
Dinamo Zagreb Sevilla
Hasil Pertandingan
Manchester City Vs Borussia Moenchengladbach
1. Real Madrid 3 2. Sevilla 3 3. Sporting Gijon 3 4. Las Palmas 3 5. Barcelona 3 6. Eibar 3 7. Atletico Madrid 3 8. Villarreal 3 9. Alaves 3 10. Deportivo Coruna 3
Athletic Club Eibar Leganes Real Betis 3 2 2 2 2 2 1 1 1 1
0 1 1 0 0 0 2 2 2 1
0-1 1-2 2-1 2-3
0 10-3 9 0 8-5 7 0 4-2 7 1 10-5 6 1 8-4 6 1 4-3 6 0 5-1 5 0 3-1 5 0 3-2 5 1 2-2 4
Pencetak gol : 4 - Ruben Castro (Real Betis) Liga Inggris vs
1. Man. City 2. Chelsea 3. Man. United 4. Tottenham 5. Liverpool 6. Arsenal 7. Hull City 8. Everton 9. Middlesbrough 10. Watford
4 4 4 4 4 4 4 3 4 4
Chelsea 4 3 3 2 2 2 2 2 1 1
0 1 0 2 1 1 1 1 2 1
Bali Post/rtr
Modal Percaya Diri London -
Liga Spanyol Deportivo Coruna vs Granada CF vs Sporting Gijon vs Valencia vs
Swansea City
Pelatih Manchester City Pep Guardiola.
Manchester City belum siap untuk bersaing dengan tim-tim elite Eropa. Tetapi the Citizens cukup percaya diri menghadapi laga pembuka peyisihan Grup C Liga Champions menghadapi Borussia Moenchengladbach, Rabu (14/9) dini hari. Menghadapi laga ini, pelatih City Pep Guardiola telah lebih dahulu memperlihatkan kemampuannya. City tampil impresif berkat empat kemenangan beruntun di Liga Inggris, dan menyingkirkan Steaua Bucharest di playoff Liga Champions. Namun, Guardiola yang dua kali menjadi juara Liga Champions saat masih mengarsiteki Barcelona, segera menepis semua ekspektasi yang terlampau tinggi terhadap
dirinya. ‘’Sampai saat ini, di Liga Inggris baik-baik saja. Namun untuk bersaing dengan klub-klub terbaik di Eropa, pada saat ini dengan cara kami bermain, kami belum mampu,’’ kata Guardiola. Komentar ini sedikit mengejutkan setelah timnya meraih kemenangan 2-1 atas Manchester United yang diasuh Jose Mourinho. Laga di Old Trafford itu bahkan tanpa diperkuat penyerang utama Sergio Aguero yang menjalani skorsing.
Untungnya City masih bisa memainkan penyerang Argentina itu pada laga melawan klub Liga Jerman itu. Ini salah satu yang membuat City berlimpah rasa percaya diri. Hal serupa tidak terdapat pada kubu Moenchengladbach, yang dikalahkan City sebanyak dua kali di fase grup musim lalu sebelum mencapai semifinal untuk pertama kalinya. Tim Jerman itu takluk 1-3 di markas SC Freiburg pada akhir pekan di Bundesliga. Kekalahan itu memberi pu-
kulan pada pasukan Andre Schubert itu jelang turun di kompetisi Liga Champions. Menghuni peringkat keempat Liga Jerman musim lalu, Moenchengladbach menang agregat 9-2 atas BSC Young Boys di playoff Liga Champions dan membuka musim domestik mereka dengan kemenangan 2-1 atas Bayer Leverkusen. Bagaimanapun, gelandang asal Brazil Raffael mengatakan kekalahan pada pertandingan Bundesliga pekan lalu tidak akan berdampak pada lawatan mereka ke Stadion Etihad. ‘’Saya tidak gugup mengenai pertemuan dengan Manchester City, sebab itu akan menjadi pertandingan
yang benar-benar berbeda. Kami tidak cemas terhadap tim mana pun,’’ ucapnya kepada situs resmi klub. City memiliki kekuatan besar, terlebih dengan torehan yang pernah dicapai Guardiola di kompetisi ini. Ia tidak pernah gagal untuk setidaknya mencapai semifinal dalam tujuh musim sebelumnya. Kemenangan di Old Trafford pekan lalu berarti Guardiola menjadi manajer City pertama yang memenangi enam pertandingan pertama. Ini menunjukkan sinyal positif bahwa metode-metode yang ia uji coba selama ini dipraktikkan dengan tepat oleh skuadnya. (kmb39/afp/ant)
2-2
0 0 1 0 1 1 1 0 1 2
11-4 9-4 7-3 7-2 9-7 8-6 5-3 4-2 4-4 7-8
12 10 9 8 7 7 7 7 5 4
Pencetak gol : 4 - Diego Costa (Chelsea), Zlatan Ibrahimovic (Manchester United), Michail Antonio (West Ham United) Liga Italia AC Milan vs AS Roma vs Atalanta Bergamovs Bologna vs Chievo Verona vs Genoa vs Pescara vs 1. Juventus 2. AS Roma 3. Napoli 4. Genoa 5. Sampdoria 6. Udinese 7. Bologna 8. Chievo Verona 9. Inter Milan 10. Lazio
3 3 3 2 3 3 3 3 3 3
Udinese 0-1 Sampdoria 3-2 Torino 2-1 Cagliari 2-1 Lazio 1-1 Fiorentina 0 (ditunda) Inter Milan 1-2 3 2 2 2 2 2 2 1 1 1
0 1 1 0 0 0 0 1 1 1
0 0 0 0 1 1 1 1 1 1
6-2 9-4 9-4 6-2 5-4 3-4 4-6 3-2 3-4 5-5
Balotelli Tak Sia-Siakan Nice
9 7 7 6 6 6 6 4 4 4
Paris Tidak sia-sia Nice merekrut penyerang kontroversial Mario Balotelli dari Liverpool. Balotelli memborong dua gol saat memanaskan derby Riviera pada debutnya untuk Nice saat menang 3-2 melawan Olympique Marseille pada kompetisi Liga Prancis, Senin (12/9) kemarin. Mantan penyerang Inter Mi-
Pencetak gol : 4 - Franck Kessie (Atalanta Bergamo) Jose Callejon (Napoli) Andrea Belotti (Torino)
Hoffenheim FC Augsburg
1. Bayern Munich 2 2. Hertha Berlin 2 3. Cologne 2 4. VfL Wolfsburg 2 5. RB Leipzig 2 6. Bayer Leverkusen 2 7. Freiburg 2 8. Borussia Dortmund 2 9. Eintracht Frankfurt 2 10. Borussia Mgladbach 2
2 2 1 1 1 1 1 1 1 1
0 0 1 1 1 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
4-4 1-2
8-0 4-1 2-0 2-0 3-2 4-3 4-3 2-2 1-1 3-4
6 6 4 4 4 3 3 3 3 3
Pencetak gol : 4 - Joel Pohjanpalo (Bayer Leverkusen), Robert Lewandowski (Bayern Munich) Liga Prancis Nantes Nice Stade Rennes
vs vs vs
1. Monaco 2. Nice 3. Metz 4. Bordeaux 5. Guingamp 6. Stade Rennes 7. PSG 8. Olympique Lyon 9. Bastia 10. Caen
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
Metz Marseille Caen 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2
1 1 0 0 2 1 1 0 0 0
0-3 3-2 2-0
0 10-4 10 0 6-3 10 1 8-5 9 1 8-7 9 0 7-4 8 1 5-2 7 1 6-4 7 2 8-7 6 2 5-4 6 2 5-6 6
Pencetak gol : 6 - Alexandre Lacazette (Olympique Lyon)
lan dan Manchester City itu mencetak gol pembukaan dari titik penalti pada menit ke-7. Pemain berusia 26 tahun kembali mengemas gol 12 menit sebelum pertandingan usai, ketika ia menanduk umpan silang Ricardo. Florian Thauvin menyamakan gol pembuka Baloteli. Mantan penyerang Swansea City Bafetimbi Gomis membawa
Marseille memimpin 2-1 pada menit ke-72. Setelah Balotelli menyamakan kedudukan, Nice mengamankan tiga angka ketika Wylan Cypien mencetak gol dari jarak jauh. Nice menghuni peringkat kedua di Liga Prancis, di belakang pemuncak klasemen Monaco karena kalah selisih gol. (afp/ant)
Wawrinka Koleksi Gelar Ketiga Grand Slam
Liga Jerman Mainz vs Werder Bremen vs
Bali Post/ap
Penyerang Nice Mario Balotelli.
Juara tunggal putra Grand Slam AS Terbuka Stan Wawrinka dari Swiss.
New York Unggulan ketiga Stan Wawrinka berhasil menjuarai turnamen tenis Grand Slam AS Terbuka setelah pada pertandingan final tunggal putra dengan menaklukkan unggulan pertama Novak Djokovic 6-7(1), 6-4, 7-5, Senin (12/9) kemarin. Trofi AS Terbuka tahun ini merupakan gelar ketiga Grand Slam yang diraih petenis Swiss tersebut sepanjang kariernya. Petenis 31 tahun itu juga mengalahkan Djokovic ketika menjuarai Australia Terbuka 2014 dan Prancis Terbuka 2015. Namun kali ini kemenangannya menghentikan ambisi lawannya dari Serbia itu yang ingin mengejar trofi ketiga Grand Slam tahun itu setelah memenangi Australia Terbuka dan Prancis Terbuka 2016. Wawrinka memastikan kemenangannya dengan sebuah pukulan voli yang mengarah ke sudut Djokovic. ‘’Saya datang tanpa target untuk juara, tetapi setiap saya melangkah ke lapangan saya selalu mencoba mengerahkan
penampilan terbaik,’’ kata Wawrinka usai pertandingan selama empat jam itu. ‘’Saya banyak bertanding dalam dua pekan terakhir ini dan terasa habis tenaga saya. Saya harus mengerahkan segalanya hari ini melawan Novak. Pertandingan tadi cukup emosional,’’ ujarnya. Kekalahan di Flushing Meadow, New York tersebut memperpanjang kekecewaan Djokovic yang dalam tujuh lawatan ke AS Terbuka menghasilkan dua gelar juara dan lima kali sebagai runner-up. ‘’Dia juara yang hebat dan berhak atas kemenangan ini,’’ kata Djokovic yang telah menjuarai 12 kali juara Grand Slam. Dengan kemenangan itu Wawrinka berhak atas hadiah uang 3,5 juta dolar AS. Wawrinka menjadi petenis tertua kedua yang menjadi juara AS Terbuka setelah Ken Rosewall dari Australia pada 1970 di usia 35 tahun. Pasangan Bethanie Mattek-Sands dari AS dan Lucie
Safarova (Rep. Ceko) bangkit dari ambang kekalahan untuk mencuri gelar ganda putri AS Terbuka. Mattek-Sand/ Safarova menang 2-6, 7-6 (5), 6-4 atas unggulan teratas asal Prancis Caroline Garcia dan Kristina Mladenovic. Nomor Satu Petenis putri Jerman Angelique Kerber untuk pertama kalinya menduduki peringkat pertama WTA. Keberhasilannya itu mengakhiri dominasi Serena Williams (AS) yang 186 pekan menguasai posisi ini. Kerber yang menjadi juara tunggal putri grand slam AS Terbuka dengan menghentikan langkah Karolina Pliskova dari Rep. Ceko. Pliskova membuat kejutan dengan mengalahkan Serena di babak semifinal. Sukses Kerber ini menjadikan dia sebagai petenis kedua Jerman yang menduduki puncak ranking WTA setelah Steffie Graf. Dalam tiga dekade terakhir belum ada petenis Jerman yang mampu berada di puncak. (kmb39/afp/ant)
16
OLAHRAGA
Selasa Umanis, 13 September 2016
Tiga Karateka Jembrana Ditargetkan Raih Emas Denpasar (Bali Post) Trio karateka asal Jembrana yakni dua atlet pelatnas SEA Games dan Asian Games Cok Istri Sanistya Rani (-55 kg) dan Made Budi Kertiyasa (+84 kg), serta Ni Made Puspita Sari (-61 kg) ditargetkan mendulang 3 emas pada PON XIX di Jawa Barat. Cabor karate akan digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) kompleks ITB Bandung, 18-21 September. Pelatih PON asal Jembrana Putu Deddy Mahardika, di Denpasar, Senin (12/9) kemarin mengungkapkan, pihaknya optimis terhadap ketiga karateka asuhannya yang sejak kecil mampu menyumbang emas. Apalagi, Made Puspita Sari pada Kejuaraan Piala Panglima TNI di GOR Ahmad Yani Kompleks Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, mampu menyabet empat emas di kumite dan kata perorangan serta beregu. Bahkan dia dinobatkan menjadi best of the best. Deddy menilai rival terberat datang dari karateka tuan rumah Jabar Intan Nurjannah. Dalam dua kali pertemuan, Puspita Sari melawan Intan tersaji skornya imbang 1-1. ‘’Saya instruksikan Puspita Sari tampil berjibaku, tanpa memikirkan faktor nonteknis, walaupun lawan atlet tuan rumah,’’ pesan Deddy. Sementara itu, Made Budi Kertiyasa mengakui pesaing berat adalah rekannya di pelatnas Cesar Hutagalung (DKI) serta legendaris karateka Indonesia yang usianya hampir 40 tahun Umar Syarif (Jatim). ‘’Namun, saya sedikit pun tak keder. Astungkara, doakan saja saya bisa menyumbang emas,’’ tutur Budi Kertiyasa. Di sisi lain, Manajer Tim Karate PON Bali Armand Setiawan Wulianadi mengemukakan, target tiga emas cukup realistis. ‘’Target FORKI Bali 6 emas, KONI Bali 2 emas, saya inginnya pulang membawa emas sebanyak-banyaknya,’’ ungkap Armand sembari menambahkan tim karate PON Bali, bertolak ke Jabar, Selasa (13/9) pagi ini. (022)
Pelatih Sepak Bola AS Bagi Ilmu di Bali Denpasar (Bali Post) Pelatih sepak bola asal AS Charlie Crawford membagi ilmu bermain bola kepada puluhan pelatih di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Senin (12/9) kemarin. Charlie mengatakan, dirinya keliling Afrika memberikan pelatihan kepada para pelatih di negara Zimbabwe, Kongo, Kenya, Uganda, kemudian melanjutkan ke negara-negara ASEAN seperti Filipina dan Kamboja. Charlie sendiri dari kelompok Coaches Across Continents, pelatih lintas negara, sebuah lembaga nonprofit serta bukan dari pemerintahan. ‘’Saya ingin mendamaikan masyarakat melalui bermain bola, jika ada konflik sepak antarprovinsi kami mencarikan solusinya,’’ tegas pelatih kelahiran Philadelphia, AS, 14 Februa1i 1993 ini. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Charlie bertemu dengan para pelatih di Jakarta, Salatiga, Semarang, Banda Aceh, kemudian di Bumi Cendrawasih seperti Sentani, Mulia serta Sorong. Charlie sendiri bersama kelompok Uni Papua yang memiliki 34 cabang, bakal keliling Indonesia. Koordinator Uni Papua Bali I Wayan Olim Ismaya menyatakan, Uni Papua juga ekspansi ke lima negara yakni Timor Leste, Finlandia, Jepang, AS, dan Inggris. ‘’Kami ingin mengajak guru olaraga dan pelatih SSB agar ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada asuhannya,’’ ujar Wayan Olim Ismaya. (022)
Kiper Indonesia Satria Tama Hardiyanto. Bali POst/VFF
Piala AFF
Timnas U-19 Telan Kekalahan di Laga Pembuka Jakarta (Bali Post) -
Timnas Indonesia U-19 mengawali kejuaraan Piala AFF di Hanoi, Vietnam, Senin (12/9) kemarin, dengan kekalahan setelah di babak penyisihan Grup B ini menyerah dari Myanmar dengan skor 2-3. Meski mengalami kekalahan, pelatih Timnas Indonesia Eduard Tjong melalui tim media PSSI menjelaskan jika secara permainan pihaknya cukup puas dengan performa Sandi Pratama dan kawan-kawan. Pihaknya berharap ke depannya jauh lebih baik. ‘’Kecepatan, fighting spirit oke. Saya apresiasi perjuangan mereka. Masih ada empat pertandingan lagi. Jadi masih ada peluang,’’ kata pelatih yang akrab dipanggil Edu dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta.
Timnas Garuda Muda pada pertandingan pertama ini terbilang cukup bagus. Terbukti, anak asuh mantan pelatih Persela Lamongan ini mampu bersaing dengan Myanmar meski sebelumnya sempat tertinggal gol lawan lewat Aung Kaung Mann pada menit ke-10. Adalah Pandi Ahmad Lestaluhu yang mampu menyamakan kedudukan lima menit kemudian. Kedudukan sama kuat membuat pertandingan semakin ketat. Hanya lawan lebih beruntung setelah Zwe Thet Paing mam-
pu memperdayai kiper pengganti Timnas Garuda Muda Satria Tama Hardiyanto pada menit ke-26. Tertinggal 1-2 membuat permainan Timnas Indonesia U-19 meningkat. Terbukti tekanan demi tekanan terus dilakukan. Akhirnya Sandi Pratama sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-43. Kedudukan sama kuat bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, jual-beli serangan langsung terus dilakukan kedua tim. Namun, Myanmar kembali
lebih beruntung setelah kembali unggul pada menit ke-55. Gol ini tercipta setelah penjaga gawang Indonesia Satria Tama melakukan blunder setelah gagal menangkap tendangan jarak jauh Shwe Ko. Dimas Drajat dan kawankawan tidak tinggal diam saat tertinggal. Segala upaya terus dilakukan. Hanya, upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil. Timnas Garuda Muda harus mengakui keunggulan Myanmar dengan skor 2-3. Setelah menghadapi Myanmar, Timnas Garuda Muda sudah ditunggu oleh Thailand. Bisa dipastikan, persaingan ketat bakal kembali terjadi karena tim dari Negeri Gajah Putih ini dikenal sebagai salah satu tim kuat di Asia Tenggara.
‘’Kita tahu Thailand adalah tim kuat. Makanya kami harus mempersiapkan diri dengan baik. Kita akan koreksi kelemahan di pertandingan pertama terutama masalah pertahanan,’’ kata Eduard Tjong menambahkan. Terkait dengan kondisi penjaga gawang Muhammad Riyandi yang mengalami cedera saat terjadi benturan dengan pemain Myanmar, Edu mengaku belum bisa memberikan keputusan karena masih menunggu perkembangan salah satu pemain andalan Timnas Garuda Muda itu. ‘’Kondisi Riyandi masih fifty-fifty apakah bisa kami turunkan lawan Thailand. Kita lihat besok, Selasa (13/9),’’ kata mantan pelatih PS TNI itu. (ant)
Delapan Emas Diperebutkan Pelatih Belum Putuskan Kiper Utama di Hari Pertama Cabor Judo
Bali Post/022
BAGI ILMU - Pelatih AS Charlie Crawford (ketiga dari kiri) membagi ilmunya kepada puluhan pelatih sepak bola Bali, di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Senin (12/9) kemarin.
Tak Ada Dana, Pejudo Bali Diangkut Truk Polisi Denpasar (Bali Post) KONI Bali menyerahkan sepenuhnya kepada cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga ke PON XIX Jabar untuk berangkat sendiri-sendiri menuju Bandara Internasional Ngurah Rai tanpa dibekali dana transpor. Dengan kondisi itu, cabor judo yang menyumbangkan dua emas saat PON XVIII Riau 2012, menggunakan truk polisi yang dipinjam untuk mengangkut para atletnya. ‘’Ini karena dalam rapat sebelumnya atau rapat terakhir KONI Bali dengan pelatih cabor, KONI Bali menyerahkan keberangkatan kepada cabor sendiri. Karena tidak diberikan dana untuk sewa kendaraan, maka lebih baik kami pinjam saja truk polisi untuk mengangkut para atlet ke bandara,’’ ungkap salah satu pelatih tim judo PON Bali Wayan Mudra di Hotel Batu Karu, Ubung, Denpasar, Senin (12/9) kemarin. Mudra menjelaskan, dalam rapat tersebut memang sempat diutarakan pihak KONI Bali, jika cabor diberikan dana untuk berangkat sendiri ke Bandara Ngurah Rai. Hanya, dana itu akan diberikan saat di Bandung atau sepulang dari PON. ‘’Jadi kami tak mau spekulasi soal semua itu. Lantaran jika kami naik taksi bagaimana kami bisa memperoleh kuitansi untuk mencairkan dana tersebut. Selain itu apakah bisa jika tidak ada kuitansi mencairkan dana itu ke KONI Bali,’’ tanya Mudra. Dikatakannya, tidak hanya cabor judo melakukan hal seperti ini. Cabor lainnya juga melakukan hal serupa, hanya jenis kendaraannya berbeda-beda. ‘’Sepak bola yang telah berada di Bandung, juga dikabarkan menyediakan kendaraan sendiri untuk ke Bandara Ngurah Rai,’’ ungkap Mudra. (kmb41)
Bandung (Bali Post) Pertandingan hari pertama cabang judo Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat akan diawali dengan perebutan delapan medali emas kelas berat di GOR Saparua Kota Bandung, Kamis (15/9). “Judo merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan sebelum pembukaan PON XIX/2016, tepatnya Kamis (15/9),” kata Ketua Bidang Pertandingan PB PON XIX/2016 Jabar Yudha M Saputra di Bandung, Senin (12/9) kemarin. Pada laga pembuka cabang judo, akan diperebutkan delapan medali emas pada kelaskelas atas yakni putra +100kg, -100kg, -90kg dan -80kg. Empat emas lainnya untuk nomor pertandingan putri +78kg, -78kg, 70kg dan 63kg. Sedangkan nomor kata akan diperebutkan pada hari kedua laga cabang judo yakni Jumat (16/9). Sedangkan Sabtu (17/9) akan menuntaskan pertandingan kelas tanding untuk kelas putra -73kg, -66kg, 60kg dan 55kg. Selain itu putri -57kg, -52kg, -48kg dan 45kg. Sementara di pengujung laga cabang judo akan diperebutkan dua emas nomor kelas bebas putra dan putri (18/9) serta nomor beregu putra dan putri pada Senin (19/9). Kontingen Berdatangan Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Yusri Yunus menyampaikan kontingen dari beberapa provinsi
mulai berdatangan ke Kota Bandung untuk bertarung pada PON XIX/2016, Jawa Barat.”Sementara kontingen PON XIX yang sudah datang ke Bandung dari beberapa cabang olahraga,” kata Yusri. Ia menyebutkan kontingen PON XIX yang sudah datang yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, dan Sumatera Barat. Selanjutnya dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, Papua Barat, Bali, Bangka Belitung, Riau, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Banten dan beberapa daerah dari Jawa Barat.Seluruh kontingen dari beberapa provinsi itu akan bertanding untuk cabang olahraga Hoki Indoor, catur, bola voli pasir, judo, polo air, dan renang. Para kontingen dari masing-masing cabang olahraga tersebut tersebar menginap di sejumlah hotel di Bandung. Yusri menyampaikan keberadaan seluruh kontingen di Kota Bandung itu mendapatkan pengamanan dari kepolisian. (ant)
Denpasar (Bali Post) Tiga penjaga gawang yakni Putu Pager Wirajaya, Putu Maruti Anggriawan dan Gede Bambang Arimbawa bakal bersaing ketat untuk menjadi kiper utama di tim sepak bola PON Bali saat melakoni pertandingan pertama kontra DKI Jakarta pada Rabu (14/9) di Stadion Pakan Sari, Bogor, Bandung. Pelatih kiper PON Bali Putu Dian Ananta menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan siapa yang bakal diturunkan untuk menjadi kiper inti pada laga penyisihan Grup A. Pasalnya, pihaknya masih harus melihat kesiapan mereka dari sisi mental, teknis, dan lainnya di lapangan jelang pertandingan. ‘’Di sini saya belum bisa menentukan. H-1, sebelum pertandingan baru bisa diputuskan siapa dari ketiganya bakal dipilih,’’ ungkap Dian Ananta saat dikonfirmasi, Senin (12/9) kemarin. Dian Ananta menjelaskan, ketiganya mempunyai kans yang sama untuk menjadi kiper pertama saat meladeni DKI. Pasalnya, dari segi pengalaman ketiganya samasama cukup bagus. ‘’Menurut saya kualitas dan
jam terbang bertanding ketiga sama. Untuk Pager Wijaya merupakan kiper muda yang sekarang bermain di Bali United U-21, kalau Bambang Arimbawa pengalaman di Perseden Denpasar dan levelnya sedikit lebih senior dari Pager,’’ jelas Dian Ananta ‘’Dan Maruti memiliki pengalaman saat membela Denpasar di Porprov di Buleleng. Jadi semuanya mempunyai kans untuk menjadi kiper pertama. Yang jelas siapa yang lebih siap paling siap dialah yang akan menjadi palang pintu terakhir saat meladeni DKI.’’
Di bagian lain bendahara tim sepak bola PON Bali Anom Prenatha menjelaskan, sebelum bertolak ke hotel tempat menginap, Minggu (11/9) lalu, para pemain lebih dulu melakukan persembahyangan di pura Parahyangan Agung Jagatkartta Taman Sari, Gunung Salak, Bogor. ‘’Semua pemain pelatih dan ofisial tim melakukan sembahyang bersama. Tujuannya supaya diberikan keselamatan dan kelancaran serta hasil positif saat melakoni setiap pertandingan nanti di PON,’’ jelas Anom Prenatha. (kmb41)
Selasa Umanis, 13 September 2016
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z ?3;> B7?435343>;BAEF 9?3;> 5A? z %3K3@3@ )7@936G3@ !) );@ 5 7 z ;E5AG@F .B FA )7?43K3D3@ 69@ $3DFG $D76;F '" Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas
A ..- 3@ 3EE;EF3@F 8AD 3557EEAD;7E 5A?B3@K 3F -793> GB7= $7DA4A=3@ ,B73= 3@6 ID;F7 @9>;E: 8>G7@F>K
=@AI J57> H7DK I7>> E7D;AGE
)>73E7 E7@6 / B:AFA 3@6 ;67@F;FK 53D6 FA I3F; ;@63:>A=3=3DK3 9?3;> 5A?
,: $DKI@ &;@;?3D=7F &;@ ,& "@6;!AF7> #> 3@3G GK3@ ,3@GD
: 55AG@F;@9 &3>7 &;@ , : ,3FB3? ,AB;D ( G@FG= ,: $3DK3I3@ I7= IA= ,F388
&3D=7F;@9 & &;@ , JB7 $3@FAD !G4 * !G4 !
! ! D;7@57 )D7887D76 ,: !AGE7=77B7D /;>>3 )D;436; : ,9D -=9 #3:;F 7=;@9 3<G ! 3FG4G>3@ !4 #7DA ,*:2 ,797D3 )+- 7I7= G +G?3: ->B ! ! 6; ,3@GD .E;3 &3J -: ,: )79 +AA?4AK ,75GD;FK %3? *4.: .*- 3=7D $3D;D 3<;
,&, $7 "@6;!AF7> #> 3@3G GK3@ ,3@GD ! 3E>F3E ?7?G3E=3@ ! ! <1 ;E3;@ D38;E GF= +7EFA ! !$ =32 !A?7 #3B3@ D &3D=7F;@9 ,: -= $4@ ,BD ,3FB3? !G4
3D B3DF7?7@ =D? %3? =7 ,3?3 ,: $7B3>3 G63@9 03@;F3 K9 DB@?B;>3@ &@3D;= DE;F7= /;>>3 KG D $GIG? $3G: "" 1 E3?3 DAGB #> K )3EE '9D +3; ,3>7E ,BH !G4 BE )7@9 )DAK7= EF;?3FAD )7@9 $7DA4A=3@ 'GE3 G3 !B !
! &;@ -: ;E;B>;@ DF@99@9<3I34 ! ,: 6? G BE ?;@ $G3E3; ,: D D77>7@57 :E "@99D;E 8,8 DAGB %AA=;@9 8AD J7> ,AB;D )D436; 3<; A@GE !G4 GF= $GDEGE ! "- &3@397D :;78 @9;@77D;@9
7?3;> ;@8A 8G<;:A?7<3B3@ 5A? ! !
! EEF !+ &3@397D ,FAD7 &3@397D 7/8 =7D<3 =7>G3D @79D; B3EF; ,: !7>B7D -7=@;E; ,-& !G4 =<=1 7B3F -7D3B;E AD9 ,FAD7 ,GB7DH;EAD AD9 47D3@9=3F D7E?; GF= E7?G3 G?GD #>@ "?3? A@<A> +78>7J; )D;3 03@;F3 6; D7@A@ -73? %7367D AD9 +75DG;F?7@F ! $3H &;FEG4;E:; ! !
3<; ?7@3D;= A@GE %7?4GD -!+ ,GB7DH;EAD !+,F388 ) ,) ,) !$ 5/* & "@6A F: $DKI F; $1. D;K3 /;>>3E ,B3 G@GF3@ AD9 ?;@ K73DE 7JB7D;7@57 !G4 -7>B -@B )@9>3? < +B #F >@ GFG: 2A93 -735:7D ,B3 ,BHED
! 03>=;@9 ;@F7DH;7I 3F #> 3FGD )EE ,) & 6? ED 55F 6@9
EEF (B7D3F;A@ &3@397D +3K3 'A -?3@ D;K3 #;?43D3@ : $DKIF; -A=A 3<G #7EE;53 #> ,: $KI@ F; 6? $7G %3B ,BH ( %?D ,&, =7 0F+7@99A@9 )3@<7D / ;@8A F:79D;K3 5A? EF3DF 8DA? & )& $D? #> &3K3@9E3D; ,6= !
!
!
!
!
,: )+- GF= (D3@9 #7B3@9 %A=
'GE3 G3 !G4 !
,: $DKIF; &;@ ,&. GF= ;F7? B3F=3@ 6; #7?4D3@3 ;GF3?3=3@ A?;E;>; #7?4D3@3 !G4 !
,: $DKIF; G $>;@;= $753@F;=3@ &;@ , =G@F3@E; #> 763 :G>G BE -7>B !
,: ,75GD;FK !AGE=7B;@9 I / =7 $FD ,;393 #> )7@6;6;=3@'A BE - !B !
,: -7@393 $7D<3 ,7D34GF3@ G
/;>>3 )D;3 ,"& 63@ 43E;5 4:E ;@99D;E !G4 !
,: -7@393 ,D4F@ %= G $AEF 63 ,"& 3F3G F6= !
,: $DKI3@ )D;3 %79;3@ < &;@ #F ?3J F: !
,: -=9 $4@ G>>F;?7 K9 );@F3D )D43;=; !3> +G?3: )AFA@9 )A:A@ .?GD F3E
,: -G=3@9 &3E3= :;@7EE7 AA6 K9 DB9>?@ %9E $D< !
,: +7E7BF;A@;EF !$ ) ;@DAA? )GD; E;: !F> #> )3@F3; $GF3 $GF3 !
884270 8AD &AFAD4;=7 &75:3@;5 3@6 ,) ,) 53@ EB73= @9>;E:
A@F35F 7F3;> !
",9< 5D ,3@GD !G4 !
,: -@9 $FD 7DE;: ,7D34GF3@
#892: ,"& ,%- ,6D< #> $74A +3I3F -?@ - "I3 $? E4>,) . - !
2+=<=14*7 E797D3 6D;H7D K3@9 4;E3 47D43:3E3 ;@99D;E G@FG= 3D73 @GE3 6G3 439; K3@9 47D?;@3F =;D;? / =7 <3D;?7@3D; <3D;?7@3D; 5A? <> D3K3 43E3@9=3E3 E7?;@K3= ->B !
2,*:2 )7@<3:;F )7@97BG> GF= $3AE !G4 !B !
8=;. $77B;@9 =7 ,;6A; !AF7> #> 7@7E3D; $GF3 -
!
!
!
%:0 D7CG;D76 ( 8AD /;>>3 )7F;F7@97F - !
&255* ,7?;@K3= GF>7D AA= D73=83EF ,7@;AD !AGE7=77B;@9 ,&, -7> !
&255* 6; $7DA4A=3@ ?7?4GFG:=3@ =3DK3I3@ !AGE7=77B;@9 DA@F (88;57 +7E7DH3E; D;H7D / I >E@9 =7 D3@6 H7@G7 3>; #> G?43= 'A .?3>3E $7DA4A=3@ - !
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post
"& &3F;5 )F: ADFG@7D %GJ 7@E;@ !F? ! #%)%
#=9.: >;F7 G>7 ,3@GD , )AA>
%7@9=3B #F .)
% $ "
!
(
&2@287 &D: BF . !4 #>
-D7@99G>; 9"/
% $ $71 $H> ; &7@9I; #F #F E $D76;F
!
!& D7@3 , 1 !;F3? (D;9;@3> '79A
!
% "% "=6*1 %- ? 8G>> 43@9G@3@ 23=*5 7D;A - ,;>H7D E>; 67=3F F7D?;@3> .4G@9 6B@ !AF7> 3>; #F'79A :G4 3FG=3DG <F '9 !
=*5 +G9; ,7?B;6; -797:3 #> ? )3H #F'9A
!
$ ( $
< 3E: 35= +G?3: ,;3B !G@; 35 9K3 , -+ )GF;: &3@G3> $& ,>F@ K)E -4@ ! , $ &G>GE !G4 *7<270 !3D93 +?: 3DG %3@F3; ! 7>A9AD 3D;= BE =*5 ,A>G@3 -7D3I3F "D;F !
.@=; +1 /7>>8;D7 / !3D;7D %)D7? 3BF;H3 E> ADFG@7D %GJ +/ #3LL +, 23D;E -+ , %F6 +GE: -+ , 1 (H7D H3@L3 -76<3 GFA G>G: "@63: BE !
" $ "
7>; -;@99; &AFAD 7=3E ,9>&7D=
!
23=*5 +?: 3DG %F ,;3B !G@; 3>G@9 #F $)+
*:6* $3@63D3 ,;@3D3@ ,GD93 6=F >3GF H;7I
!
% -@: D7 %A= ,GD36;B3 )79GK3@93@ !
!
!
"61 +7E;67@F A@93@ -4@ $-
$& DE #F'79A
23=*5 ,74;63@9 -3@3: &;@ M D7 6; #3>3@ )3@F3; ,F3D>;9:F %AH;@3 3>; !G4
!
!
2487< +?: $- BD ,I;??;@9 )AA> 0; ;
!
2;.?*4*7 +?: %F $- 0;> BE !
#$ 8;< G>7 %7@9=3B ,3@GD +AA? #F >@ ,7DH;57
!
!
23=*5 -3@3: D7 6; 9
D@36; 7>G= )7DG?3:3@ G>79 >A= !B
!
$71 '7?B;> #F #> 7E3=;: )?A93@ !
% % $ 63@9 KB3E &@FD3 $FI7> % ?FD 6=F ,3@GD !
% "% 35 +G=3@ %F J ?FD & '79A #> /7F7D3@ BE 7>3=3@9 BE >7=FDA@;= ! !
$" $ " 8:870 +G?3: #36; 3:3@ )>GE .B3: !B 0 !
# ' $ ! $ 2;.?*4*7 -7?B3F .E3:3 A5A= .@FG= -A=A +7EF3GD3@F ,B3 F3G >> ; #3>3@ +3K3 %AH;@3 ,;@93 D3<3 %AH;@3 !G4 !
!
35 -@: D7 K)3E " &3@FD3 $7F7I7> !G4 -)
!
SERVICE
AC
*> D #> FK3@9 9 >3@9 F4>@ &4> ?E= EB>
!
5 +?: %F %E $- $& + BD 3D3E7 !G4
!
A B 7>; '&3J ,5ABK 73F E9> ?7D=
!
$71 D7 )@99D #> +3K3 ,;43@9 6=F #7?43F3@ .
!
# ' "% 2487< G@;F+?: G@;F 93D3L7 !.4 #> -= 36G@9 1/""" 'A +7@A@
!
!
=*5 -@: #> ,G43= 3>7? #> ? EB> !D9 #F #> ,;@93E3D; .FD K3@; #> ? !D9 #F !G4
!
&7D3: &3DG@ &G>GE
=*5 -3@3: D7 %A= #>@
,G43= 3>7? 11""" . '79A !B
;?47 -7?B3F 6; $3D3@93E7? G /;>>3 !G4
!
SERVICE
!
SERVICE
% & &25* 7?3D3"@63: " D ,7?7D ? $& )AA>
KOMPUTER
RUPA-RUPA
INTERIOR
!
"# $ $%" *6+*: %:=; "& !G4;@9; !
"%! "%! : 3;D )$ ,F8=F !
DIJUAL MOBIL
!
*7* BF #?= )$ ,7DF;B;=3F - !
:.-2< +7@A@ 3@9G@ +?: )DAE7E !3D; #I -: !G4 GE67 0;D3
ALUMINIUM
!
!.5=*7*;*7 *;<=7 =3DFG =D76;F BDA?A !G4
RUPA-RUPA
!
#269*7*7 #F >A=;D -: #3E3 -: BF ,5AABK
DIJUAL MOBIL
!
.125*70*7 ,7DF;8;=3F 'A ' #3=3 3:K3@3 %) "1 < $G>GD @ )GFD; A9AD !
SERVICE BIRO JASA DIJUAL MOBIL RUPA-RUPA
Free
n
Desig
SERVICE Money Back Guarantee
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
BIRO JASA
Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
DIJUAL MOBIL
C 0000051 bkl
SERVICE
18
EKONOMI
Pembangunan Akomodasi Masif
BUMN Karya Investasi di KEK Mandalika Jakarta (Bali Post) Pemerintah melalui Kementerian BUMN melakukan sejumlah terobosan untuk mempercepat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Caranya, Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang infrastruktur (BUMN karya) didorong terlibat dalam percepatan pembangunan kawasan itu. ‘’Jadi KEK Mandalika dipastikan berjalan sesuai rencana,’’ kata Menteri BUMN Rini Soemarno saat melakukan peletakan batu di Lombok, NTB, Senin (12/9) kemarin. Pemerintah, kata Rini telah memiliki sejumlah alternatif untuk pembiayaan KEK Mandalika. Salah satunya melalui opsi anggaran dari sinergi BUMN. Salah satu BUMN yang terlibat dalam pembangunan KEK Mandalika adalah WIKA. Selain itu, sejumlah BUMN di bidang infrastruktur lainnya, seperti PT PP dan Waskita Karya juga akan berinvestasi di destinasi wisata yang saat ini tengah tumbuh pesat tersebut. Pada tahap awal, total kebutuhan anggaran pembangunan di KEK Mandalika Resort sekitar Rp 3,3 triliun. Sebanyak Rp 250 miliar diantaranya sudah digelontorkan oleh Pemerintah melalui skema PMN pada akhir 2015. Sisa dari kebutuhan anggaran itulah yang antara lain akan disiapkan melalui sinergi BUMN. ‘’Sekarang BUMN Karya sudah masuk di KEK Mandalika,’’ kata Rini. Direktur Utama ITDC, BUMN yang ditunjuk untuk mengelola KEK Mandalika Abdulbar M. Mansoer mengatakan dana Rp 3,3 triliun itu bagian dari kebutuhan untuk mempersiapkan infrastruktur dasar dan fasilitas utama
penunjang kawasan. Manajemen baru ITDC yang baru ditugaskan oleh Kementerian BUMN sembilan bulan yang lalu itu saat ini sudah menyelesaikan pembangunan tahap pertama instalasi pengolah air bersih dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Dalam beberapa bulan ke depan, instalasi pengolah air laut menjadi air bersih itu akan diuji coba. Dan diharapkan sudah beroperasi pada November tahun ini. Selain itu, perseroan juga tengah membangun jalan di dalam kawasan KEK Mandalika serta menata beberapa lokasi, diantaranya Pantai Kuta. ‘’Kami juga sedang menyiapkan masterplan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), di lahan seluas 60 hektare. Insya Allah akhir tahun 2017 rampung,’’ katanya. Abdulbar juga mengatakan, pada akhir 2018 diharapkan di kawasan Mandalika Resort sudah siap sedikitnya 1.200 kamar hotel. Kamar-kamar hotel ini akan berasal dari investasi lima hotel bintang lima di dalam kawasan diantaranya Pullman Eco Resort, JW Marriot, Club Med, dan Royal Tulip. Sekretaris Daerah NTB H. Rosiady Sayuti di tempat yang sama mengatakan, langkah ITDC yang membangun KEK Manda lika dengan memulainya dengan mendirikan masjid adalah langkah tepat. Rosiady optimistis melalui langkah awal yang tepat ini ITDC dapat menyelesaikan pembangunan KEK Mandalika sesuai dengan rencana. ‘’Kami sangat mengapresiasi keseriusan Pemerintah pusat dan BUMN untuk membangun kawasan ini yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTB,’’ ujarnya. (ant)
Selasa Umanis, 13 September 2016
Wisatawan ke Bali Tak Imbang Mangupura (Bali Post) Jumlah wisatawan mancanegara yang ke Bali tahun lalu mencapai 4 - 4,5 juta. Di sisi lain, rata-rata tingkat hunian hotel di Bali pada 2015 hanya sekitar 45 persen. Ironisnya, di balik turunnya tingkat hunian, penambahan jumlah akomodasi wisata di Pulau Dewata ini masih terus terjadi, bahkan cukup masif. Demikian dikemukakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali Panudiana Kuhn, Senin (12/9) kemarin, di Kuta.
Panudiana Kuhn
Bali Post/dok
Ia mengatakan berdasarkan data PHRI Bali, jumlah kamar hotel di Bali saat ini mencapai 130 ribu kamar. Itu baru yang resmi. Yang tidak resmi, lanjutnya, cukup banyak karena ada vila, kos-kosan elite, dan rumah tinggal yang beralih fungsi menjadi tempat penginapan wisatawan yang berlibur ke Bali. Di tengah banyaknya kamar yang tersedia di Bali, tingkat hunian hotel otomatis merosot. Masih dari data PHRI, rata-rata tingkat hunian hotel mencapai 45 persen. Sedangkan hotel bintang 4 dan 5, performanya masih jauh lebih baik, sekitar 55 persen. ‘’Jumlah kamar yang ada dan jumlah tamu yang datang ke Bali tidak seimbang,’’ katanya.
Jika melihat data jumlah kamar yang tersedia, ia memperkirakan Bali perlu 18 juta hingga 20 juta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Hanya, ia meragukan jika infrastruktur Bali mampu mengakomodir jumlah kunjungan tersebut. ‘’Masalahnya sekarang apakah infrastruktur di Bali sudah memadai? Kita perlu infrastruktur yang menunjang jumlah kunjungan ini. Jangan hanya terfokus di Bali Selatan saja,’’ ujar Kuhn. Saat ini saja, lanjutnya, dengan jumlah kunjungan yang mencapai kisaran 4,5 juta wisatawan, Bali sudah terlampau padat. Kemacetan menjadi makanan utama jika hari libur tiba. ‘’Paling tidak kita harus
membuat jalan bebas hambatan atau tol yang bisa menghubungkan Bali Selatan, Bali Utara, Bali Timur maupun Bali Barat sehingga pemerataan bisa terjadi,’’ sebutnya. Ia menyadari saat ini Pemerintah Provinsi Bali maupun para bupati dan wali kota tidak mempunyai cukup dana mengatasi persoalan infrastruktur ini, sebab investasinya mencapai triliunan rupiah. ‘’Mungkin ini bisa jadi masukan bagi calon gubernur Bali maupun bupati untuk mencarikan solusinya. Sehingga jangan sampai program yang ditawarkan selalu sifatnya hanya di tataran ide tanpa ada upaya riil mengatasi persoalan Bali yang makin kompleks ini,’’ tegas Kuhn. (kmb18)
Segera Pengadaan Barang Kilang Jakarta (Bali Post) Pertamina mempercepat pelaksanaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Unit Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan melakukan pengadaan barang melalui proses Long Lead Item senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 13,3 triliun. ‘’Pengadaan oleh Pertamina ini sekaligus merupakan tahapan konkret kami untuk percepatan proyek,’’ kata Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi di Jakarta, Minggu (11/9). Proses pengadaan akan dimulai Oktober 2016 dan ditargetkan tuntas pada kuartal I 2017. Pengadaan ini, kata Rachmad, dalam proses yang terpisah dengan paket engineering, procurement, and construction (EPC) yang akan dikerjakan oleh kontraktor EPC. ‘’Dengan demikian, selain dapat dilakukan percepatan proses, pengadaan oleh Pertamina, untuk memastikan proyek dapat berjalan secara efisien,’’ ujar Rachmad. Proyek revitalisasi Kilang Balikpapan akan dilakukan dua tahap dengan total investasi sekitar 4,4-4,6 miliar dolar AS. Setelah proyek RDMP tuntas, produksi Kilang Balikpapan nantinya
menjadi 360 ribu barel per hari dibanding produksi saat ini sebesar 260 ribu barel per hari. Pertamina menargetkan proses konstruksi akan dimulai pada awal 2017. Adapun mechanical completion dan commissioning RDMP RU V Balikpapan ditargetkan pada Juli 2019. Dengan demikian diharapkan proyek ini akan dapat dioperasikan mulai September 2019. ‘’Untuk itu, kami akan melakukan final investment decision RDMP RU V Balikpapan pada awal Juli 2017 yang segera diikuti dengan konstruksi fisik,’’ jelas Rachmad. Pakar ketahanan energi dan pengajar geoekonomi pada Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Dirgo Purbo menilai upaya Pertamina mempercepat proyekproyek pembangunan kilang dinilai menjadi bagian dalam menjalankan program untuk menjamin pasokan energi nasional. Pertamina saat ini mengebut proyek RDMP empat kilang, yakni Kilang Dumai, Cilacap, Balongan, dan Balikpapan. ‘’Langkah Pertamina sudah on the right track. Langkah itu merupakan bagian menjalankan program energy security Indonesia,’’ ujar Dirgo. (ant)
KILANG - Kilang minyak Bojonegoro.
Bali Post/ant
Wonderful Indonesia Prancis Beli Bahan Baku Kosmetik dari DIY di TOP RESA Paris Menteri BUMN Rini Soemarno
Bali Post/ant
Presiden: Rp 224 Triliun APBD Mengendap di Bank Pandeglang (Bali Post) Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada dana Rp 224 triliun yang merupakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih mengendap di bank. ‘’Mau tahu enggak, ada Rp 224 triliun uang APBD mengendap di bank,’’ kata Presiden Jokowi ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (11/9) lalu. Ia mengatakan, dana itu seharusnya dikeluarkan agar bisa digunakan untuk mendorong perekonomian daerah. Karena itu, ketika kemudian Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunda penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) tahun ini sebesar Rp 19,4 triliun, Presiden menilai hal itu bukan merupakan persoalan yang menghambat. ‘’Jadi sebetulnya dari angka Rp 224 triliun kalau hanya direm Rp 19 triliun. Uangnya di bank masih banyak,’’ katanya. Penghematan anggaran DAU sebesar Rp 19,4 triliun yang merupakan jatah dari 169 pemerintah daerah itu, dalam rangka mendorong uang yang ada di daerah itu bisa dikeluarkan. ‘’Agar ekonomi bisa bergerak, proyekproyek, program-program yang ada di daerah juga harus segera direalisasikan, sehingga serapan anggaran bisa banyak,’’ katanya. Sebelumnya Kementerian Keuangan menunda penyaluran DAU tahun ini sebesar Rp 19,4 triliun, yang merupakan jatah dari 169 pemerintah daerah. Kebijakan ini dalam rangka penyesuaian porsi belanja negara pada paruh kedua tahun ini. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 125/PMK.07/2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum Tahun Anggaran 2016, yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 16 Agustus 2016. (ant)
London (Bali Post) – Wonderful Indonesia akan hadir di pameran pariwisata B2B terbesar di Prancis, yaitu IFTM TOP RESA yang berlangsung di Parc des Expositions Porte de Versailles di Paris dari tanggal 20 hingga 23 September mendatang. Kementerian Pariwisata Indonesia membawa delegasi Indonesia yang terdiri dari sekitar 15 partner pariwisata di Indonesia dipimpin Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Nia Niscaya. VITO Paris Eka Moncarre kepada Antara London, Senin (12/9) kemarin menyebutkan Stan Wonderful Indonesia seluas 54m2 yang terletak di Pavilion 7.2 nomor G015 tampil berbeda dari tahun-tahun yang
lalu. Pertama-tama, tempat stan letaknya lebih strategis dari tahun lalu, karena berlokasi dekat pintu masuk. Dan Wonderful Indonesia juga akan menaruh banner advertising dengan berbagai macam gambar Indonesia di pintu masuk. Iklan Wonderful Indonesia juga hadir di dalam majalah edisi TOP RESA Echotouristique. Berbagai macam kegiatan dan aktivitas untuk menarik professional tourism sudah disiapkan seperi penari tradisional dengan baju yang wow didatangkan langsung dari Indonesia. Selain itu juga tampil Mixology yang akan membuat koktail tradisional Indonesia untuk disajikan ke pengunjung. Space untuk memberikan training ke staf travel agents untuk menjual daer-
Promosi Wonderful Indonesia.
ah-daerah baru di Indonesia, yang menjadi sponsor dari Gathering Night TO/ TA juga akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi stan yang harus dikunjungi oleh semua travel agent karena mereka perlu mendapat sticker untuk ditaruh di dalam paspor TOP RESA. Indonesia akan memberikan hadiah doorprize berupa paket famtrip untuk dua orang. Pada kesempatan ini, Edisi Special Indonesia dari majalah Grand Reportage juga akan diluncurkan, Indonesia akan menjadi juri di acara Final Travel Agent Cup (TAC) yang diadakan oleh TOP RESA untuk memilih staf travel agent terbaik. Pemenang dari TAC akan mendapatkan hadiah trip ke Indonesia untuk dua orang. (ant)
Bali Post/ant
Yogyakarta (Bali Post) Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat Prancis menjadi pembeli terbesar produk minyak atsiri, kosmetik dan wangi-wangian dari DIY periode Juli 2016. Nilai ekspornya sebesar 694.489 dolar Amerika Serikat. ‘’Setelah mereka beli, lalu bahan baku itu diolah dan dijual lagi ke dunia salah satunya Indonesia,’’ kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia Pattrick Wauran dari Yogyakarta, Senin (12/9) kemarin. Data BPS mencatat, ekspor produk minyak atsiri, kosmetik dan wangi-wangian asal DIY tersebar pada lima negara besar dan selebihnya merupakan gabungan dari beberapa negara. Pertama, negara Prancis dengan persentase sebesar 63,08 persen. Berikutnya Amerika Serikat sebesar 7,98 persen. Lalu Inggris sebesar 4,94 persen. Kemudian persentase ketiga terbesar ditempati Belanda 4,41 persen. Dan terakhir Jepang 0,14 persen. Sementara gabungan negara-negara lainnya mencapai sebesar 19,45 persen.Lebih jauh, BPS juga mencatat secara total nilai nominal ekspor komoditas minyak atsiri, kosmetik dan wangi-wangian sebesar US$1,1 juta pada Juli 2016. Angka ini meningkat dibanding dengan Juni 2016, sebesar US$ 954.596, atau meningkat 15,33 persen. (ant)
19
Selasa Umanis, 13 September 2016
Bapak Bangsa
Kerbau Ngamuk
Kejar Tukang Jagal SEEKOR kerbau yang hendak disembelih oleh warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (12/9) kemarin, terpaksa ditembak oleh polisi karena mengamuk dan lari ke permukiman warga. Menurut Suparyadi, warga Desa Gondangmanis, kerbau tersebut memang hendak dijadikan kurban oleh warga RT 6 RW 11 Perumahan Puri Asri Desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus. Salah satu tali pengikat kerbau tersebut, lanjutnya, tiba-tiba terlepas ketika warga selesai menyembelih empat ekor kambing kurban di Musala As Salam desa setempat, Senin siang. Karena kerbau tersebut mengamuk, katanya, warga khawatir sehingga lari menyelamatkan diri dan sebagian ada yang mengejar kerbau yang lari ke arah Perumahan Puri Asri yang letaknya sekitar 20 meter dari musala. Kerbau tersebut juga sempat mengejar Marto yang merupakan tukang jagal, sehingga Marto juga lari menyelamatkan diri dengan
naik ke atas pohon. Meskipun sudah berada di atas pohon, kerbau tersebut tidak mau melepaskan Marto karena beberapa kali menyerudukkan kepalanya ke arah pohon. Setelah warga berhasil mengalihkan perhatian kerbau, Marto akhirnya bisa menyelamatkan diri. Upaya warga menangkap kerbau tersebut tidak membuahkan hasil. Bahkan, kerbau tersebut justru lari ke arah Desa Dersalam dan masuk ke rumah desa setempat yang jarak dengan musala sekitar 1 kilometeran. Selanjutnya, warga meminta bantuan aparat kepolisian setempat untuk melumpuhkan hewan ternak tersebut. Sejumlah personel kepolisian dari Polsek Bae yang diterjunkan untuk melumpuhkan kerbau tersebut, masih mengalami kesulitan karena hewan ternak tersebut masuk ke tempat bengkel las milik Sambiyono sehingga agak kesulitan melumpuhkan kerbau tersebut. Kerbau tersebut akhirnya bisa dilumpuhkan di dalam perbengkelan tersebut, sete-
lah ditembak yang mengenai kepala kerbau. Warga yang mengetahui kerbau tersebut bisa dilumpuhkan, langsung menyembelihnya di dalam tempat perbengkelan. Seruduk Warung Sementara itu, tiga ekor lembu untuk ibadah kurban yang akan disembelih di Masjid Suhada Jalan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan mengamuk dan menyeruduk warung, serta beberapa orang warga. ‘’Salah seorang warga yang diseruduk itu bernama Abdul Amin dan tidak mengalami cedera,’’ kata Azwari, seorang Panitia Kurban di Masjid Suhada di Medan, Senin kemarin. Menurutnya, lembu yang akan dipotong itu, mengamuk dan kemungkinan karena tadi malam Minggu (11/9) tidak diberikan makan rumput, sehingga hewan kurban tersebut menjadi liar. ‘’Namun, semua lembu kurban pada hari raya Idul Adha 1437 Hijriah sudah berhasil disembelih,’’ ujar Azwari. (ant)
Dari Hal. 1 OCHA mengatakan, jumlah korban tewas dan hilang didapat dari data pemerintah Korea Utara. Media pemerintah Korut melaporkan hujan lebat pada akhir Agustus hingga awal September menyebabkan kerusakan parah dekat Sungai Tumen. Akan tetapi, pihak itu tak memberi informasi jumlah korban tewas akibat banjir
Minggu, ‘’fenomena cuaca’’ terburuk sejak lebih dari 70 tahun terakhir telah menimpa wilayah utara hingga menyebabkan ‘’kerugian besar’’. Meski demikian, proses pemulihan masih terus dilakukan. Tingginya pembalakan hutan untuk bahan bakar dan pertanian membuat negara itu rentan tertimpa bencana alam, khususnya banjir, demikian Reuters. (ant)
Berbagai Kebijakan Dari Hal. 1 Panja Pemasaran dan Destinasi Komisi X DPR-RI mengundang STP Nusa Dua Bali dan STP Sahid Jakarta untuk didengar masukannya tentang keuntungan dan kerugian berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Kamis (8/9) lalu. Menurut Eka, dari sisi akademisi di sektor pariwisata, hal-hal yang menjadi penghambat kualitas wisata di Bali sudah tentu harus dihindari. ‘’Karena contoh lain sudah ada. Indonesia terdiri dari banyak kepulauan, kalau mau membangun, ya... di pulau lain saja. Jadi enggak usah di Bali yang notabenenya sudah satu pulau. Kenapa harus dilakukan reklamasi lagi. Dibangun saja di Lombok, atau dibangun saja di Labuhan Bajo. Silakan mengarah ke destinasi-destinasi baru,’’ katanya. Kalangan industri wisata di Bali, diakuinya, sudah mewanti-wanti adanya program kebijakan pemerintah pusat yang mendorong 10 destinasi di daerah lain agar daya tarik wisatanya bisa menyamai destinasi wisata di Bali atau yang disebut sebagai ‘’Bali baru’’. ‘’Selama ini sudah mengemuka di teman-teman di industri pariwisata Bali, dan tentunya ini menjadi tantangan masyarakat Bali untuk meningkatkan desti-
nasinya. Bali kan selama ini boleh dikatakan tidak mau menjadi destinasi yang hanya dipenuhi oleh wisatawan yang banyak tetapi tanpa mementingkan kualitas lingkungan destinasi,’’ katanya. Eka menjelaskan, sesaknya wisatawan bukan berarti masyarakat dapat menerima. Karena imbas dari banyaknya kunjungan wisatawan itu adalah tenaga kerja dari daerah lain juga masuk ke Bali. ‘’Bali tentu bisa mengukur kemampuan destinasinya dalam carring capacity yaitu kemampuan daya dukung lingkungan. Jadi selama ini Bali dikunjungi katakanlah 8 juta wisatawan dalam setahun, dan dalam kunjungan 8 juta itu telah memberi dampak lingkungan dan ekonomi secara positif. Sisi negatifnya adanya kemacetan,’’ katanya. Sejauh ini, destinasi wisata di Bali masih didukung oleh adanya kebijakan yang berpihak kepada wisata di Bali, misalnya penerbangan dari luar negeri yang langsung ke Bali atau hanya ke Jakarta. Dengan direct fligth ini, maka penerbangan wisata diarahkan dulu ke Bali baru ke daerah yang lain. Sementara itu, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Panja Pemasaran dan Destinasi Komisi X DPR-RI dengan STP Nusa Dua Bali dan STP Sahid Jakarta, diperoleh empat kesimpulan. Dalam kesimpulan rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Sul-
‘’Itulah yang digariskan dan diajarkan Bung Karno. Beliau adalah pemimpin, pendiri dan proklamator bangsa yang sekarang telah dinobatkan sebagai Bapak Bangsa yang melahirkan Pancasila pada 1 Juni 1945. Itulah yang dirayakan pada hari ini dengan suatu drama teater yaitu perjalanan kisah cinta antara Ida Ayu Nyoman Rai dengan Raden Sukemi yang dipersembahkan oleh Sanggar Seni yang berasal dari Bale Agung Singaraja,’’ jelas I Wayan Koster. Dalam kesempatan tersebut, ia pun mengajak semua masyarakat Hindu terutama generasi muda untuk selalu berjuang, bekerja dan membuang hal-hal yang negatif dalam kehidupan dan terus bepegang teguh membangun sesuatu yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan spirit hari raya Galungan dan Kuningan yaitu kemenangan dharma melawan adharma. ‘’Bagi kita di Bali, hal yang harus ditekuni adalah terus dengan sekuat tenaga dan komitmen untuk mencintai, memelihara, dan membangun adat, agama, seni, tradisi dan budaya Bali. Sebab, itulah yang menjadi kekuatan bagi kehidupan masyarakat di Bali yang menggetarkan semua lini kehidupan masyarakat Bali,’’ lanjutnya. Kata Wayan Koster, tanpa
kehidupan seni dan budaya yang kuat, Bali tidak akan bisa berdiri dengan kokoh. Bahkan, Bali akan ditinggalkan dan ditelan oleh zaman dengan derasnya perubahan global akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah merasuk dalam semua kehidupan masyarakat, baik dalam skala luas maupun dalam ranah kehidupan pribadi masing-masing. Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak pernah lengah dan lalai di dalam membangun kehidupan seni dan budaya di Bali, termasuk adat dan agama yang menyatu dalam sistem kehidupan masyarakat di Bali yang menjadi landasan dasar kebudayaan. ‘’Maka dengan merayakan hari raya Galungan dan Kuningan khususnya hari suci pada hari ini yaitu Soma Pemacekan Agung, kita jadikan hari yang suci ini sebagai tonggak untuk bangkit bersama bagi generasi muda untuk terus mencintai, memelihara dan memajukan adat, agama, seni dan budaya di Bali yang merupakan ajaran Tri Sakti Bung Karno, yaitu berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Kami di Bali sedang menggalakkan suatu gerakan pembangunan melalui pola pembangunan nasional semesta berencana,’’ pungkasnya. (win)
Terpidana Mati
Kerusakan Parah dalam laporan terbarunya. Badan itu mengatakan, penilaian terhadap kerusakan didasari pada kunjungan lapangan ke wilayah terkait pekan lalu oleh perwakilan PBB, Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC), Palang Merah cabang Korut, dan lembaga swadaya masyarakat. Kantor berita Korut, KCNA, mengatakan pada
Dari Hal. 1
tan Adil Hendra tersebut dua institusi pendidikan pariwisata mengusulkan beberapa perbaikan dan pengembangan pariwisata seperti yang dirumuskan dalam poin tiga kesimpulan yaitu; STP Nusa Dua Bali dan STP Sahid Jakarta mengusulkan beberapa perbaikan dan pengembangan pariwisata antara lain; perlunya tenaga pendidik bidang kepariwisataan; pengembangan pariwisata harus dapat mendorong beberapa hal antara lain pertumbuhan tenaga kerja, pemberdayaan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat; dan perlu adanya jaminan pariwisata terhadap kebutuhan wisatawan, kualitas produksi pariwisata dan pelayanan yang ramah; serta perlunya peningkatan sosialisasi regulasi pendidikan kepariwisataan oleh Kemenristekdikti. (kmb4)
Dari Hal. 1 Mary Jane Fiesta Veloso merupakan salah seorang terpidana mati yang masuk dalam daftar eksekusi tahap kedua karena grasinya telah ditolak oleh Presiden Joko Widodo. Perempuan asal Filipina itu dikabarkan menjadi korban perdagangan manusia yang
dilakukan Kristina saat hendak mencari pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia dengan menyerahkan uang sebesar 7.000 peso. Akan tetapi sesampainya di Malaysia, Mary Jane justru diperintah untuk menunggu pekerjaannya di Yogyakarta, Indonesia, dan dia dibelikan sebuah koper untuk membawa baju-bajunya. (ant)
Lima Agen Dari Hal. 1 Ia mengatakan hubungan bilateral Indonesia-Filipina semakin baik, terutama setelah kunjungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke Indonesia. Kendati demikian, Wakapolri tidak menyebut inisial nama tersangka. Dalam kasus ini, sebelumnya, otoritas Filipina telah menetapkan lima tersangka. Sementara Bareskrim Polri telah menetapkan tujuh tersangka yang berasal dari lima agen perjalanan haji. Mer-
eka adalah Haji AS, BDMW, MNA, Haji MT,Haji F alias A, Haji AH dan ZAP. Ketujuh tersangka tersebutdiproses dalam lima laporan polisi. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 62 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 64 dan 63 UU No. 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, dan Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (ant)
Masa Depan Dari Hal. 1 ‘’Saya mempercayai dia sepenuhnya. Saya tahu masa depan dia tentu saja akan brilian. Biasanya, orang-orang melihat pada talenta sepak bola namun kepribadian di level dia sangat penting dan dia memperlihatkannya pada pertandingan terakhir -- dia segera memperlihatkannya.’’ Rashford yang mencetak gol
pada debutnya di Liga Inggris dan Liga Europa untuk United pada musim lalu, sejauh ini merupakan lulusan akademi United yang paling menjanjikan. Pemain muda itu juga mencetak gol dalam tiga menit pada penampilan perdananya sebagai pemain inti Inggris senior saat melawan Australia pada Mei, dan mengukir trigol sat melakukan debutnya untuk Inggris U-21 pada pekan lalu.(ant)
Selasa, 13 September 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Lila Cita Sanggar Seni & Tabuh
Taman Sari (2) 08.00 Education On Bali TV 08.35 BCTTV 09.05 Gatra Praja 10.05 Lejel Home Shopping 10.30 Traventure/ Etalase 11.05 BCTTV 11.30 Dunia Kita
12.05 Dharma Wacana 12.30 Berita Siang 13.05 Klip Bali 13.30 Lejel Home Shopping 14.05 Klip Bali 14.30 Lila Cita 15.30 Education On Bali TV 16.05 Upakara 17.05 Nangun Yadnya
17.30 Taman Sari 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Giliran Anda 20.00 Orti Bali 20.30 Lila Cita Wayang Wong Batuan (1) 21.00 Bali Channel 21.30 Berita dan Bincang Terkini
21.35 Taksu 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Drama Gong Cedil Dadi Gubernur (2) 23.00 Lila Cita Calonarang Griya Tanggahan Bangli (2) 24.00 Closing
16 Pages
170 Number 8th Year Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
e-mail: info_ibp@balipost.co.id lipost.com. ost.com.
http://epaper.internationalba
online: http://www.internationalbalip
Tuesday,
September
European football split elects as UEFA new president Page 8
13, 2016 North Korea another ready for test any nuclear time - S.Korea Page 6
Families 9/11 remember years victims 15 after attacks Page 13
Protests over river water dispute turn violent in Indian IT hub
water over rivernt Protests turn viole dispute IT hub n in India them with road and pelted driver was truck side of the
let least one stones. At a stick. The protesters - India’s technolBENGALURU vehicles through deployed riot beaten with Bengaluru in protests Karnataka-registered ogy hub of to rein roadblock. RI¿violent, the makeshift police on Monday dispute turned keep the peace 3ROLFH VDLG WKDW PRUH WKDQ RI ¿UH DQG as a water deployed to security cers had been police and border that ZLWK FDUV DQG EXVHV VHW with stones. including riot denied media reports on people pelted orders showed flames forces. They prohibitory
footage as angry forces had imposed Television in public places. IT burnt-out vehicles police top Indian crowds gathering pouring from nearby, while is home to Ltd, Wipro had been Bengaluru crowds gathered metro network such as Infosys V RIÂżFHV RI companies said the localsuspended. like India’s companies temporarily erupted after state, /WG DQG 0SKDVLV DV ZHOO KD The violenceordered Karnataka several multinational to release Samsung Electronics.a small number of Supreme Court is based, in per second property Media reported where Bengaluru to feet of water chief Tamil-owned Cauvery river attacks on while the Karnataka asked 12,000 cubic from the Karnataka, on Twitter that he had every day Tamil Nadu. of more neighbouringhas been the source states, minister said counterpart to investigate against the Tamil Nadu The river Tamil Nadu of tension between violent his violence in his state. than a century has previously turned telling reports of from are resources and the anger interim court order Nadu people originally over water rising demand an Disputes - in 1991 release water to Tamil India, where supplies often to of Karnataka against Tamils in Bengaluru, common in sparked riots than 18 people dead. been and poor management protests. (rtr) have leads to angry leaving more in “Bali Force Teams also be heardFM 96.5 “Rapid Action the city,â€? Bengaluru News can Radio over Imageâ€? at Global deployed allsaid on Twitter on Monday. am. Listen calm until 10.00 at http:// from 9.30 city police all Bengalurians...Stay Radio FM to Global “We urge to panic.â€? of 20 to be globalfmbali.listen2myradio. video streaming and not to witness saw a group and com or live and http:// with sticks A Reuters i. some armed cars. at http://radioglobalfmbali.com 30 protesters, and searching Naduustream.tv/channel/global-fm-bal stones, stopping several Tamil to the They pulled and motorcycles trucks registered
TPX IMAGES
OF THE
DAY
Ismail against REUTERS/Danish a protest 2016. 12, debris during burning India September jumps over in Srinagar, a balaclava in Kashmir, A man in killings the recent
on want severe depressi
to commit
suicide
tired. sad and easily 2 and thing, on page moderate is the light, Continued Depression... vided into Depression itself where one. the potential by conditionin someby severe However, disorder. characterized interest more experienced are losing self, drinking for suicide is depression. be di- people hanging one’s one’s self. people in severe can burning - ther by depression has D E N - poison or even Types of because everyone P A S A R of This happensto experience a mental Many Ma cases ei- the potential suicide suici occur,
70 percent
People with
More than
balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
SELASA UMANIS, 13 SEPTEMBER 2016 iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
’’Workshop’’ Peluang Bisnis Agro Ajegkan Bali
MARI MENANAM, JANGAN JUAL KAPLINGAN
Bali Post/wan
BIBIT - Mantan Pangdam IX/Udayana Wisnu Bawa Tenaya menyerahkan bibit kelapa daksina dan bibit kelor untuk peserta workshop.
SELURUH komponen masyarakat Bali harus mulai mengubah pola pikirnya untuk menanam dan menjabarkan Tri Hita Karana. Bukan malah menebang, apalagi berlombalomba memasarkan tanahnya untuk kaplingan. Salah satunya dengan terjun menjadi pengusaha muda di bidang pertanian. Demikian antara lain mengemuka pada Workshop Peluang Bisnis Agro Ajegkan Bali ‘’Kiat Cepat Menjadi Petani Sukses’’ di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar, Senin (12/9) kemarin. Workshop menampilkan pembicara praktisi pertanian Wayan Supadno serta mantan Pangdam IX/Udayana Wisnu Bawa Tenaya. Secara simbolis, Wisnu Bawa Tenaya juga menyerahkan bibit kelapa daksina dan bibit kelor untuk peserta workshop. Wayan Supadno merupakan mantan anggota TNI-AD yang kini menjadi petani sukses, sekaligus formulator pupuk organik hayati dan hormon organik. Pria kelahiran Banyuwangi, 49 tahun silam ini mengatakan, sangat penting untuk membangun SDM pertanian usia muda. Utamanya yang berkarakter dan memiliki kecerdasan tinggi dalam mengadopsi inovasi perkembangan zaman. ‘’Segera ambil langkah pertama untuk menjadi pengusaha muda di bidang pertanian. Maju-mundurnya ekonomi pertanian sangat dipengaruhi oleh jumlah praktisi intelektualnya.
Semakin banyak jumlahnya, tentu akan semakin maju,’’ ujarnya. Supadno memberikan beberapa kiat untuk membangun SDM berkarakter. Antara lain konsistensi terhadap pikiran, perkataan dan perbuatan. Mampu mengambil ilmu atau hikmah dari kegagalan, termasuk kesuksesan diri dan orang lain, serta tahu diri dan mampu menjabarkan kebutuhan dan keinginan mitranya. Fondasi sukses terdiri atas kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan rasional atau mampu membuat kalkulasi logis dalam berbisnis. ‘’Pemda dan tokoh-tokoh Bali penting menyadari bahwa jalan pintas penjabaran ajaran Hindu melalui pembangunan petani dan pertanian. Penting ada gerakan massal membangun semangat kembali membangun pedesaan agar terbentuk kegiatan rutin menyibukkan anak-anak muda, sehingga punya passive income yang tak kalah dibanding di kota,’’ sarannya. Pemerintah daerah, kata Supadno, perlu membuat contoh-contoh nyata di lapangan. Bagaimana agar usaha-usaha pertanian mampu mendongkrak nilai tukar petani dan bernilai ekonomi tinggi. Termasuk membuat taman terapan teknologi pertanian di seluruh kabupaten/ kota. Dengan demikian, hal ini dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat agar gemar beragribisnis. ‘’Sering hadirkan para praktisi dan pakar untuk menularkan semangat, ilmu, serta pengalaman
suksesnya kepada masyarakat luas di daerah se-Bali,’’ tandasnya. Mantan Pangdam IX/Udayana Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, BALI sama dengan Bantu Ayah Lindungi Ibu. Ayah adalah akasa, sedangkan ibu adalah pertiwi. Selama ini bumi pertiwi dijaga oleh petani sebagai penggerak ekosistem tanah air nasional Indonesia. Oleh sebab itu, petani adalah suatu profesi yang mulia karena membuat ekosistem ini berjalan. ‘’Ngiring tanam, tadi wenten pohon kelapa. Kelapa niki sangat penting dan berkaitan dengan segala bentuk kegiatan, baik keagamaan maupun pariwisata,’’ ujarnya. Wisnu menambahkan, Bali memang terlihat kecil tetapi sebetulnya komplit. Antara lain memiliki 17 gunung, 4 danau, ratusan sungai, pantai dan laut atau nyegara gunung. Kekayaan ini harus dijaga dari hulu ke hilir dengan konsep SUBAK (Sinergi Untuk Bali Asri Kembali). Asri sendiri bermakna aman, sejahtera, rukun dan indah. Sementara sinergitas dibangun bersama-sama para petani, para ilmuwan, cendekiawan, serta para panglingsir untuk bersatu membangun dan ngajegang Bali. ‘’Anak-anak itu dari 0-18 tahun, kalau 18-68 tahun itu pemuda. Jadi kita semangatnya jangan pernah hilang. Ingat BALI, bantu ayah lindungi ibu, ingat kawitan, ingat leluhur. Ngiring ke Pura-pura, ke pura, bukan kepura-puraan. Kita betulbetul menanam,’’ tegasnya. (kmb32)
Yong Sagita
’’Warkop DKI Reborn’’ Tembus 1,2 Juta Penonton FILM ‘’Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss’’ Part 1 mendapat apreasiasi yang lumayan dari masyarakat. Dalam tiga hari penayangannya film yang dibintangi Abimana Aryasatya, Tora Sudiro, dan Vino G Bastian ini telah membukukan satu juta penonton pada Sabtu (10/9) pukul 17.00 WIB. Hal ini diketahui dari akun sosial Falcon Pictures. Harus diakui kerinduan masyarakat pada Warkop DKI setelah 22 tahun tak ada film baru menjadi magnet besar. Promosi gencar yang dilakukan para pemain juga menambah penasaran. Di Indonesia, belum pernah ada film yang bisa membukukan jumlah penonton seperti yang dilakukan oleh ‘’Warkop DKI Reborn’’. Tak heran jika produser film ini menyebut pencapaian ‘’Warkop DKI Reborn’’ adalah fajar baru bagi film Indonesia. Hal ini menunjukkan bukan penonton film yang tidak ada, tetapi penonton film menunggu film yang bagus untuk ditonton. Ketika film yang menjanjikan memuaskan penonton maka jumlah penonton pun meningkat signifikan. ‘’Ini merupakan fajar baru untuk perfilaman Indonesia. Saat ini film Indonesia sudah bisa dipercaya kembali oleh penonton. Belum pernah dalam sejarah film di Indonesia, yang mendapatkan layar hampir 50% dari jumlah layar yang ada di seluruh Indonesia,’’ ungkap Produser ‘’Warkop DKI Reborn’’ Frederica saat dihubungi. ‘’Terima kasih untuk 21 Cineplex XXI, CGV Blitz, Cinemaxx dan bioskop daerah yang sudah memberikan kepercayaan kepada film ‘Warkop DKI Reborn’ Part I. Juga untuk rekan-rekan media yang sudah memberikan suportnya kepada kami dari awal pembuatan film ini hingga sekarang sudah ditayangkan dibioskop,’’ tambah Frederica. (pik)
Bali Post/wan
WORKSHOP - Praktisi pertanian Wayan Supadno saat menjadi narasumber pada Workshop Peluang Bisnis Agro Ajegkan Bali ‘’Kiat Cepat Menjadi Petani Sukses’’ di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar, Senin (12/9) kemarin.
Belum Puas Berkarya
Bali Post/gik
LAGU - Yong Sagita saat tampil membawakan lagulagu populernya dalam acara Reuni Akbar SMA PGRI 1 Amlapura, Minggu malam.
MASIH ingat dengan Yong Sagita? Bagi pecinta lagu Bali, musisi yang satu ini bukan figur yang asing lagi. Terlebih, bagi pecinta lagu Bali era 1980-an, dia adalah salah satu legenda musisi Bali yang masih konsisten berkarya sampai sekarang. Meski umur sudah semakin senja, Yong Sagita belum kehabisan ide untuk terus berkarya meramaikan blantika musik Bali. Lagu-lagunya masih awet di ingatan para fans-nya, seperti yang berjudul ‘’Ngiler-ngiler’’, ‘’Bungkung Pasubayan’’, ‘’Kangen Tan Pegatang’’ dan ‘’30.11.91’’. Ini menjadi single andalan Yong Sagita pada era 1980-1990-an. Meski sekarang sudah berusia 54 tahun, penyanyi lagu Bali yang tinggal di Renon, Denpasar ini, bahkan sudah menyiapkan sejumlah single baru lagi. ‘’Ada empat lagu yang sudah siap rilis, rencana tahun ini sudah promo. Tapi, sampai sekarang belum ada judulnya,’’ seloroh penyanyi ini, saat ditemui usai menghibur fans-nya di Karangasem, dalam acara Reuni Akbar SMA PGRI 1 Amlapura, Minggu (11/9) malam. Yong Sagita tak berani sesumbar bahwa single barunya nanti akan mendapat respons baik di hati pendengar. Tetapi, sebagaimana lagu-lagu Yong Sagita, lagu ciptaannya pasti memiliki ciri khas yang tidak ditemukan pada musisi lain. Penyanyi bersuara khas dengan ciri khas kacamata dan kain tutup kepala ini pun sempat menanggapi bagaimana perkembangan lagu Bali dari zaman ke zaman. Menurutnya, banyak lagu Bali datang dan hilang begitu saja, karena proses penciptaannya dilakukan dengan mengkhayal. Apalagi, prosesnya menerjemahkan lagu bahasa Indonesia menjadi lagu Bali. Beda
dengan lagu-lagu ciptaannya, ide ceritanya selalu diambil dari pengalaman sendiri. ‘’Jadi, cerita dalam lagunya menjadi lebih kuat. Sehingga orang akan lebih mudah ingat. Merasakan, menikmati kemudian menyanyikan sendiri, taksu-nya ada di situ,’’ kata penyanyi yang 14 tahun berkarier di Rumah Produksi Maharani ini dan sejumlah label lain, seperti Aneka Record. Meski demikian, dia sendiri melihat perkembangan lagu Bali dalam beberapa tahun sudah semakin bagus. Hanya, dia menyayangkan hasilnya bagi musisi masih rendah, garagara masih maraknya pembajakan. Sejak dulu sampai sekarang masalah ini belum juga terpecahkan. Padahal, respons masyarakat Bali terhadap lagu Bali masih cukup baik. Penampilan Yong Sagita dalam acara reuni akbar malam itu cukup menarik perhatian ratusan fans-nya di Karangasem. Bahkan, Yong Sagita meladeni langsung request dari para fans dalam beberapa lagu hits-nya. Penampilan Yong Sagita seolaholah mengobati rasa kangen penggemar lawasnya yang sudah lama tak melihat langsung sang bintang lagu Bali era 80-an ini. ‘’Saya kaget respons fans di sini. Saya kira yang minta lagu ‘Bungkung Pasubayan’ di belakang (alumni 90-an), ternyata justru di samping (alumni 2015/2016). Berarti generasi sekarang juga mengikuti perkembangan lagu-lagu saya,’’ ujarnya. Para fans berharap Yong Sagita lebih sering manggung di Karangasem. Seperti yang diutarakan I Gede Dedi Artawan, salah satu fans asal Desa Perasi ini, bahkan berharap ada konser tunggal dari Yong Sagita di Karangasem. (gik)
’’Melaspas lan Mapedagingan’’ di Pura Selonding Pecatu
Bali Post/ist
SERANGKAIAN Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Ngingkup Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Selonding, Pecatu, Senin (12/9) kemarin digelar upacara melaspas palinggih Ida Batara. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menghadiri upacara tersebut dan berkesempatan mendem padagingan serta menandatangani prasasti. Selain itu, Wakil Bupati Badung juga menyerahkan dana punia Rp 100 juta. Menurut Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, renovasi pembangunan Pura Selonding sudah dilaksanakan sejak 11 bulan yang lalu. Renovasi pura seluas 40 are ini menghabiskan dana sebesar Rp 4 miliar lebih. Menurutnya, pangempon sekaligus pangemong di Pura Selonding ini adalah seluruh krama Desa Adat Pecatu. Pura Dalem Selonding merupakan situs peninggalan budaya. Hal ini dibuktikan dengan sudah dilaku-
kan penelitian pada tahun 1961 dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1980-an. Dari penelitian tersebut, ditemukan benda-benda peninggalan budaya berupa selonding dan benda-benda lainnya. ‘’Dengan adanya benda-benda peninggalan sejarah tersebut, sehingga untuk di dalam tidak dilakukan renovasi, karena harus ada izin dari badan kepurbakalaan,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakan, Pura Selonding ini merupakan prasanak dari Pura Luhur Uluwatu. Dengan adanya aspirasi dari krama Desa Adat Pecatu, pihaknya berharap agar status Pura Selonding bisa ditetapkan sebagai Pura Dang Kahyangan. ‘’Harapan kita, pemerintah bisa menetapkan status Pura Selonding sebagai Pura Dang Kahyanga,’’ harapnya. Ketua Panitia I Nyoman Kani Artana menjelaskan, rangkaian upacara sudah dilaksanakan sejak tanggal 10 Agustus lalu, yang
diawali dengan prosesi mapiuning karya. Sedangkan pada Senin (12/9) kemarin dilanjutkan dengan rangkaian melaspas palinggih lan mapedagingan serta melaspas Bagia Pule Kerti yang di-puput oleh Ida Padanda Nabe Gde Ngurah, Ida Rsi Bhujangga Penatih, Ida Pandita Budha Celagi dan Ida Peranda Gde Wayahan Wana Sari. Selanjutnya, pada 16 September mendatang akan dilaksanakan prosesi mapepada tawur yang dilanjutkan upacara Tawur. Sedangkan pada 19 September akan dilaksanakan prosesi melasti di Pantai Labuhan Sait. Puncak karya akan dilaksanakan pada tanggal 21 September mendatang. Ida Batara akan nyejer selama 7 hari. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa mengatakan akan memfasilitasi aspirasi dari pangemong dan pangempon Pura Selonding terkait penetapan status sebagai Pura Dang Kahy-
angan. Ada 4 pura yang merupakan prasanak Pura Luhur Uluwatu yang salah satunya adalah Pura Selonding. Status pura yang disebut Pura Dang kahyangan adalah pura yang merupakan jejak perjalanan dari
Dang Hyang Nirarta. Oleh karena itu, dengan adanya aspirasi dari warga Desa Adat Pecatu, pihaknya sebagai pemerintah akan memfasilitasi dan memediasi, karena kewenangan untuk menentukan adalah lembaga Parisada. (kmb23/k100)
Bali Post/kmb23
MELASPAS - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menandatangani prasasti saat menghadiri prosesi Melaspas di Pura Selonding, Pecatu, Senin (12/9) kemarin.