20 HALAMAN NOMOR 340 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
T ERBIT SEJAK SE EJAK 16 AGUSTUS 1948 TERBIT PERINT PER INTIS IS: K. NADHA PERINTIS: HA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 E ECER AN Rp 4.000 ECERAN
balipost (144 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU WAGE, 7 AGUSTUS 2016
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Pengemban P eeng nggeemb ban Pengamal Pengaaam ma m l Pancasila Panc a asi an asila la a
Olimpiade Rio
Atlet Bali Pimpin Kontingen RI OLIMPIADE Atlet asal Bali, Maria Londa, memimpin kontingen RI di acara pembukaan Olimpiade Rio 2016, Sabtu (6/8) kemarin
Rio de Jeneiro – Sekitar 80.000 penonton memenuhi Stadion Maracana menyaksikan upacara pembukaan Olimpiade Rio 2016, Sabtu (6/8) kemarin. Ada berbagai acara menarik selama pembukaan event yang pertama kalinya digelar di Amerika Selatan itu. Berbagai kesenian tradisional Brasil yang diberi sentuhan modern juga ditampilkan. Merayakan tema ekologi, keanekaragaman dan sukacita, acara pembukaan berlangsung meriah untuk menyambut 10.500 atlet lebih dari 200 negara di seluruh dunia. Meskipun acara pembukaan ini hanya mengeluarkan anggaran 3,5 juta dolar AS (Rp 46 miliar), namun kemeriahan tetap ditampilkan pihak penyelenggara. Para penari dan musisi Brasil mengawali upacara pembukaan dengan mengisahkan kehidupan rakyat Brasil di hutan-hutan pada masa lampau. Kisah itu diwujudkan melalui permainan tata lampu nan hijau dan koreografi tarian yang khas. Hal. 19 Menjaga Lingkungan
BPM/rtr
Megawati Kritisi Masalah Lingkungan Tabanan (Bali Post) Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Tri Risma) disebut-sebut paling mampu menyaingi popularitas Ahok dalam Pemilu Gubernur DKI Jakarta 2017. Bahkan, Tri Risma akan segera menghadap ke Ketua Umum PDI-P Megawati. Ditanya mengenai hal itu, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri hanya tersenyum dan enggan menjawab pertanyaan para wartawan soal Tri Risma. “Saya sekarang sedang menjadi Ketum Yayasan Kebun Raya Indonesia,” ucap Megawati dalam kegiatan penanaman pohon bersama 24 duta besar negara sahabat di Kebun Raya Eka Karya, Bedugul, Sabtu (6/8) kemarin. Di sisi lain, maraknya pelanggaran lingkungan dan reklamasi dewasa ini membuat Megawati
sebagai Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) angkat bicara. Dia mengkritisi bahwa masalah lingkungan itu belum menjadi sebuah perhatian serius. “Saya sudah bicara dengan bapak Presiden bahwa ke depan Indonesia sangat memerlukan lingkungan itu harus diprioritaskan karena kita sendiri sudah mengetahui antara lain seperti perubahan iklim, global warming,” imbuh putri Proklamator RI, Ir. Soekarno ini. Hal. 19 Atraksi Menarik
Bazar, Utamakan Kuliner Bali
Kebun Raya Eka Karya Bedugul
Pertama, Buatan Orang Indonesia BPM/rin
TANAM - Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati Soekarnoputri, usai menanam pohon langka di Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Sabtu (6/8) kemarin.
Bangkitnya Kuliner Bali Kuliner Bali kini menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Bali. Di tengah gempuran makanan modern dan western, kuliner Bali mulai bangkit dengan napas dan gaya baru.
TAK dimungkuri setiap acara bazar di STT dan banjar kebanyakan menggunakan kuliner modern dan cepat saji. Kini sudah saatnya kuliner Bali dilirik oleh generasi muda Bali. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra usai membuka Musrenbang RPJMD, berharap kuliner khas Bali ini bisa bangkit terus-menerus. “Kuliner itu kan produk unggulan ekonomi kreatif. Karena itu, perlu ada kreativitas dalam mengemas produk ini dan tidak tercabut dari akar budaya sendiri,” kata Rai Mantra. Rai Mantra juga mengaku telah mendorong para remaja yang tergabung dalam sekaa teruna di banjar-banjar maupun mahasiswa dalam membuat bazar, menggunakan menu kuliner Bali ini. “Saya sudah mendorong temen-temen STT maupun mahasiswa yang mengggelar bazar agar menggunakan kuliner lokal. Saya menyadari ada kuliner yang gampang, ini langkah konservasi dan mengembangkan serta menghidupkan mereka, para pedagangnya. Bazar ini sangat potensial untuk bisa dikelola. Harus pakai kuliner Bali, ini promosi secara langsung,” ujarnya. Hal. 19 Pelestarian Kuliner
BEBERAPA kuliner Bali yang telah berjaya misalnya, Babi Guling Bu Oka, Babi Guling Nyoman Siring, Babi Guling Candra, Betutu Ayam Liku, Warung Mak Beng, Warung Made, Nasi Ayam Kedewatan Bu Mangku, Men Tempeh, Bebek Tepi Sawah, dll. Pusat kuliner di Denpasar pun berpindah-pindah. Sempat marak di Renon, pindah ke Jl. Teuku Umar pada tahun 1990-an. Salah satu pusat kuliner Bali yang terkenal saat itu yakni Warung Kak Man. Setelah itu, pindah ke Jl. I.B. Mantra dan kini kembali ke Renon.
Ubud Punya Babi Guling, Tanah Lot Miliki Klepon BABI guling merupakan salah satu kulinar Bali yang mampu menjadi brand di kancah internasional. Kuliner ini sangat diminati bukan hanya masyarakat lokal namun juga wisatawan mancanegara. Pemkab Gianyar pun berupaya melestarikan kuliner ini, melalui festival babi guling. Kadis Parda Gianyar A.A. Gde Dalem Jagadhita mengatakan olahan babi guling merupakan salah satu kuliner yang tidak hanya digemari masyarakat Bali, namun juga luar Bali, bahkan mancanegara. “Babi guling memang kuliner lokal yang dicintai banyak kalangan,“ katanya. Pihaknya pun berupaya terus melestarikan kuliner ini, salah satunya melalui festival kuliner lomba babi guling, yang sudah diselenggarakan beberapa waktu lalu. Hal. 19 Ajang Edukasi
BPM/
Dewa Made Merta Kota, praktisi kuliner Bali mengatakan, bangkitnya kuliner Bali harus mendapat wadah dari pemerintah agar kuliner Bali dapat berjaya sesuai jalurnya. Salah satu misalnya dengan membentuk komunitas kuliner Bali. Tujuannya, selain membantu fasilitas penjualan, juga mendongkrak kreativitas kuliner Bali agar tetap digemari. Komang Sugiantara, praktisi kuliner Bali juga memiliki harapan besar terhadap mulai bangkitnya kuliner Bali tersebut. Hal. 19 Ekonomi Rakyat
Mau Serombotan Asli?
SEROMBOTAN - Serombotan salah satu ikon kuliner Kabupaten Klungkung.
BPM/dwa
SIAPA yang tidak kenal serombotan makanan khas Klungkung yang kini banyak dijual di kabupaten lain. Kuliner yang terdiri dari berbagai sayuran ini sangat digemari masyarakat karena rasanya yang khas. Seiring berjalannya waktu, setiap dagang pun membuat inovasi agar serombotan tersebut cocok dengan selera masyarakat. Namun, di Klungkung tepatnya di sebelah Timur Polres Klungkung terdapat pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan serombotan dengan mempertahankan rasa secara turun-temurun.
Inilah yang disebut serombotan asli Klungkung. Mek Metar begitu nama warung ukuran 4 m x 1,5 m yang berada di pojok barat Puri Agung Klungkung. Mek Metar bukan menjadi nama pedagangnya. Nama tersebut adalah perintis kuliner khas Klungkung yang kini diwariskan kepada Ni Kadek Sriani (38). Kadek Sriani tersebut merupakan keponakan dari Mek Metar yang tidak pernah menikah seumur hidupnya. Hal. 19 Plecing Kangkung
Kenalkan Kuliner Bali Lewat Festival dan Objek Wisata Jalan-jalan ke Bali tentu tidak pas rasanya jika tidak menikmati cita rasa masakan khas Bali. Rempah-rempah yang digunakan untuk mengolah masakan menjadi sajian yang istimewa.
LOMBA - Lomba mengolah babi guling saat festival babi guling beberapa waktu lalu.
BANYAK yang belum tahu soal keunikan Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Bali. Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Sudarmonowati, empat plus satu kebun raya saat ini dikelola oleh LIPI. Kebun Raya “Eka Karya” Bali khususnya didirikan pada tahun 1959 atas ide Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo yang saat itu menjabat Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam merangkap Kepala Kebun Raya Bogor dan I Made Taman sebagai Kepala Lembaga Pengawetan Alam. Hal. 19 Konservasi
KULINER khas Bali ini tentu saja menambah daya tarik tersendiri. Apalagi belakangan ini banyak krama Bali yang menggeluti usaha kuliner di tengah persaingan kuliner lainnya. Di wilayah Tabanan, sejumlah sajian kuliner seperti sambel bejek di Desa Belayu Marga, bubur khas Bali di areal objek wisata Alas Kedaton, lawar kuwir di Kecamatan Kediri dan masih banyak lagi sajian kuliner khas Bali tetap eksis dengan mempertahankan cita rasa yang mereka tawarkan. Bahkan, keberadaan mereka sudah berjalan puluhan tahun. Para penggelut usaha kuliner Bali ini tentu saja memperlihatkan bahwa ke depan kuliner Bali mampu menjadi prospek sektor informal yang cukup menjanjikan. Seperti yang dilakoni Men War (70). Ibu asal Banjar Adat Menalun Desa Kukuh Marga ini telah puluhan tahun berjualan bubur khas Bali di gapura masuk objek wisata Alas Kedaton. Hal. 19 Bubur Marga
BPM/susi
KLEPON - Jaja klepon Tanah Lot tampil di acara Food Truck Festival 2016.
DAERAH
2
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
FIGUR Pakai Narkoba, Langsung Dipecat NARKOBA menurut Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si., telah merambah sendi-sendi kehidupan masyarakat. Di sejumlah daerah, narkoba telah merambah ramaja, anak di bawah umur, bahkan aparat. Peredaran narkoba sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat stres di kalangan masyarakat. Polres Buleleng dalam waktu dekat ini akan mengintensifkan sosialisasi di berbagai wilayah jajaran. Kepolisian di Buleleng, tidak ingin bermain-main terhadap perkembangan narkoba di Buleleng. Tak pelak, bukan hanya masyarakat tetapi jajaran aparat apabila berani menggunakan narkoba langsung berujung sanksi pemecatan jika benar ada bukti-bukti yang ditemukan. Tindakan tersebut diambil untuk memberi contoh kepada anggota lain. Polisi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat jangan sampai terlibat mengonsumsi narkoba. “Kalau ada polisi memakai narkoba akan langsung kami proses. Kita cek urinenya barengbareng. Nah kalau memang terbukti positif narkoba langsung kita pecat. Jangan mainmain sama narkoba. Kami di lapangan akan gencarkan yang namanya sosialisasi rutin,” ujarnya Jumat (5/8). Di wilayah Bali Utara, pengungkapan kasus kerap terkendala jaringan pelaku dengan sistem jaringan terputus. Namun, ia tetap optimis pelaku yang belum tertangkap segera terungkap. (dgk)
Pawai Endek Khas Buleleng di BEC
Tonjolkan Produk Lokal Bernilai Tinggi Singaraja (Bali Post) Masyarakat Kota Singaraja ramai memenuhi ruas jalan Ngurah Rai untuk menyaksikan pembukaan Buleleng Endek Carnaval (BEC) 2016. Sebanyak 34 peserta dengan total jumlah 800 orang menampilkan busana endek terbaik. Event tahun ketiga ini digelar panitia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng, dengan mengambil tema metamorfosis endek Den Bukit. Dijelaskan Kepala Bappeda Buleleng, Ir. Gede Dharmaja, M.Si., endek dikombinasikan dengan bahan lain dan ditampilkan dalam karnaval di Kota Singaraja. Para peserta dilatih berani tampil dan mencintai endek buatan perajin lokal. Masyarakat antusias dan hadir memeriahkan acara. Pembukaan dirangkai pawai pembangunan diikuti BUMN dan BUMD, dalam menyambut kemerdekaan RI yang ke-71 tahun,” jelas Dharmaja yang juga Ketua Panitia BEC, Jumat (5/8). Kegiatan dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T., Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S.H., Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si., Kepala Kejari Buleleng Sumarjo, S.H., M.H., Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Budi Prasetyo. Tidak ketinggalan, Putri Indonesia tahun 2013 Whulandary Herman dan undangan lainnya. Dharmaja menambahkan, potensi endek lokal digali untuk lebih kenali masyarakat Buleleng. BEC melibatkan peranan seniman, budayawan, perajin, pelajar, tim kreatif dan demores rumah musik. Peserta parade karnaval melintasi Jalan Ngurah Rai, Jalan Pramuka dan finish di Jalan Dewi Sartika. “Penyelenggaraan karnaval tahun ini dikompetisikan panitia. Kami juga mendorong eksistensi produk endek berkualitas,” tambahnya. Pembukaan dirangkai pementasan gamelan dari Banjar Tegal, bondres Rare Kual, band Motivora yang mengiringi model endek, pementasan ogoh-ogoh menggambarkan metamorfosis endek, tampilan komunitas penghobi vespa, mobil VW kodok, skateboards, dan peserta karnaval dari tingkat sekolah serta umum. Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. dalam sambutannya mengatakan, BEC tahun ketiga dan pawai pembangunan 2016 terselenggara sukses. BEC mengenalkan potensi dan keragaman endek khas Buleleng. “Beragam jenis dan corak motif endek di Buleleng, sudah ada bertahun-tahun lalu. Saya harap promosi endek gencar ditingkatkan. Khalayak masyarakat luas mengetahui ada produksi kain endek yang tidak kalah bersaing dengan daerah lain di Bali,” paparnya. (kmb34)
BPM/wan
PUPUT KARYA - Ida Maharsi Alit Parama Daksa Budha Salain Griya Agung Budha Salain, Banjar Tangahan Tengah Desa Tanggahan Kecamatan Demulih Kabupaten Bangli mamuput upacara pelebon almarhum istri penglingsir Griya Agung Budha Salain yang juga nenek tercinta Ida Maharsi Alit Parama Daksa Budha Salain Griya Agung Budha Salain, di Setra Desa Adat Pakraman Tanggahan Tengah, Desa Demulih, Bangli, Sabtu (6/8) kemarin.
SWEEPING - Petugas BNNP Bali saat menggelar sweeping di Kafe Bibir, Denpasar.
BNNP ’’Sweeping’’ di Kafe Bibir
Belasan Pengunjung Positif Narkoba Denpasar (Bali Post) Puluhan petugas BNNP Bali mendatangi Kafe Bibir di Jalan Pura Demak, Denpasar Barat, Sabtu (6/8) kemarin, pukul 07.00 wita. Petugas kaget karena tempat hiburan malam itu buka hingga pukul 10.00 wita. Hasil tes urine 31 pengunjung, 15 orang positif konsumsi narkoba. “Kami sempat menanyakan kepada karyawan kafe, kenapa bukanya sampai pagi bahkan sampai pukul 10.00? Karyawan tersebut tidak bisa menjawabnya. Karena masalah perizinan itu bukan ranah kami, namun masalah ini akan kami sampaikan kepada instansi terkait,” tegas Kabid Pemberantasan BNNP Bali AKBP Drs. I Ketut Arta, saat mendampingi Kepala BNNP Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa. Terkait operasi tersebut, lanjut Arta, dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 09.00 wita. Adapun rincian 15 pengunjung positif narkoba itu, empat wanita dan 11 laki-laki. Hasil tes urine, 14 orang positif pengguna sabu-sabu (SS) dan ineks, satu orang positif konsumsi ganja, SS dan ineks. Pecandu narkoba tersebut didata identitas dan alamatnya. Selanjutnya, mereka diminta datang ke Kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja, Denpasar, untuk diasesmen oleh tim medis dan tim hukum BNNP, Senin (8/8) besok.
“Saksinya manajemen dan karyawan kafe tersebut,” ujarnya. Terkait temuan paling banyak pengguna narkoba di tempat hiburan malam tersebut, kata Arta, akan menindaklanjuti khususnya melacak dari mana mereka mendapatkan narkotika tersebut. Selain itu, kegiatan sweeping ini akan terus dilaksanakan untuk mencari tahu sejauh mana penyalahgunaan narkotika di masyarakat, baik sebagai korban, pecandu bahkan pengedar. “Sweeping ini dilakukan dalam rangka pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba atau P4GN. Dalam pelaksanaan sweeping diikuti pelaksanaan tes urine. Maksudnya untuk mengetahui sejauh mana penggunaan narkoba di masyarakat. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan,” ujar Brigjen Suastawa. Bukan hanya di tempat hiburan malam, tapi di tem-
pat kos atau tempat lain yang diperkirakan rawan penyalah guna dan peredaran narkotika. Di Indonesia dan di Bali khususnya, penyalahgunaan narkotika sangat masif. Barang haram tersebut semakin marak peredarannya bahkan tidak mengenal waktu, tempat dan orang. Kenyataannya mampu menembus ke segala lapisan masyarakat, baik perempuan, anak-ank bahkan aparat. Oleh Karena BNN sangat mengatensi malasah ini dan bekerja keras menekan, mengurangi dan bahkan jik bisa meniadakan peredaran narkoba. Upaya-upaya yang telah dilakukan baik secara persuasif, mengajak semua komponen dan melakukan pencegahan di masyarakat serta melakukan upaya pemberantasan dengan melakukan penyelidikaan dan penyidikan bersama-sama aparat penegak hukum lainnya seperti kepolisian, jaksa dah hakim. “Upaya rehabilitasi juga gencar dilakukan dalam rangka mengobati penyalah guna, korban maupun pecandu. Hal ini dilakukan bekerja sama dengan lembaga rehabilitasi milik pemerintah maupun swasta,” ujar mantan Dir. Binmas Polda Bali ini. (kmb36)
Hari Ini, Konferensi OWHC Dibuka
Perwakilan UNESCO dan Korea Sepakat Bentuk Jaringan Pemuda dengan Denpasar MENJELANG pembukaan Konferensi Strategic Meeting Organization World Heritage City (OWHC) Asia Pasifik di Kota Denpasar yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 7-10 Agustus nanti, beberapa delegasi jaringan kota pusaka dunia telah mulai berdatangan hadir di Kota Denpasar. Pembukaan secara resmi Stratgeic Meeting OWHC berlangsung di Grand Bali Beach Sanur pada 8 Agustus dihadiri langsung 41 Wali Kota jaringan kota pusaka se-Asia Pasifik. Pada Sabtu (6/8), Wakil Wali Kota Gyeongju Korea Lee Sang-Wook bersama Direktur Jenderal International Information and Networking Centre for Intangible Cultural Heritage in the Asia-Pacific Region under the auspices of UNESCO (ICHCAP) Huh Kwon, dan Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang berkunjung ke kantor Wali Kota dan diterima Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Dalam pertemuan tersebut Dirjen ICHCAP Huh Kwon, Wakil Wali Kota Gyeongju Korea Sang-Wook, Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang dan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sepakat melakukan kerja sama membentuk jaringan pemuda pelestarian pusaka daerah. Hal ini tak terlepas melihat isu-isu yang berkembang saat ini dalam kemajuan teknologi informasi dengan peran pemuda memiliki langkah strategis dalam pelestarian tersebut. Wakil Wali Kota Gyeongju Korea Sang-Wook didampingi Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang mengatakan terpilihnya Denpasar tak terlepas dari pertemuan OWHC di Thailand. “Kami berharap OWHC Asia Pasifik
JELANG PEMBUKAAN – Wali Kota Rai Mantra menerima Wakil Wali Kota Gyeongju Korea Lee Sang-Wook bersama ICHCAP Huh Kwon, dan Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang, Sabtu (6/8) kemarin, menjelang pembukaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage City (OWHC) Asia Pasifik di Kota Denpasar yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 7-10 di Grand Bali Beach Sanur. nantinya dapat berbagi pengalaman dan memberikan rekomendasi di bidang pendidikan, tata cara perencanaan kota serta tidak saja menggali permasalahan kota pusaka di Asia Pasifik, namun menunjukkan kepada dunia tentang pelestarian budaya,” katanya. Direktur Jenderal ICHCAP Huh Kwon mengatakan seluruh pemerintah daerah memiliki kewajiban dalam pelestarian budaya dengan mensinergikan lewat penguatan generasi muda dalam pelestarian budaya. “Stratgeic meeting menjadi penguatan pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman kepada komunitas yakni terkait konservasi heritage mengharmonisasikan budaya ragawi dan nonragawai agar dapat harmonis. Kami berharap pertemuan di Kota Denpasar dapat menjalin kerja sama dan isu penguatan generasi muda dapat melaku-
kan konservasi heritage dari segala jenjang mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi,” katanya. Sementara Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan jaringan kepemudaan dalam pelestarian kota pusaka menjadi pembahasan global dengan kepemudaan yang dapat memberikan perubahan serta mampu menjawab tantangan perkembangan dunia ke depan. Kota Denpasar telah membentuk Pemuda Pelestari Budaya dari lima tahun yang lalu. Kelompok komunitas pemuda ini melakukan pembahasan perkembangan antara pemuda dengan kebudayaan. “Kita menyadari kebudayaan tidak saja pada seni budaya, namum memperkenalkan budaya sejak usia dini lewat penguatan seperti Rare Bali Festival di Kota Denpasar dalam memberikan ruang pengenalan budaya sejak dini,” ujarnya. (ad288)
BPM/ist
19 PPS dan PPK Mengundurkan Diri Singaraja (Bali Post) – Setelah sempat dilantik beberapa waktu lalu, 19 Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mengundurkan diri. Dari surat permohonan yang diajukan kepada KPU Kabupaten Buleleng, alasan mereka mengundurkan diri karena terikat dengan pekerjaan sehari-hari. Di samping itu, beberapa dari mereka tidak bisa bertugas optimal karena kebetulan memangku jabatan di desa atau di kecamatan. Atas kondisi ini, KPU mulai melakukan pergantian antar-waktu (PAW -red) melalui perekrutan ulang. Ketua KPU Kabupaten Buleleng Gede Suardana ketika dimintai konfirmasi Jumat (5/8) lalu, membenarkan adanya PPS dan PPK yang mengundurkan didri. Dari
berkas pengunduran diri itu, ada 17 orang PPK di 14 desa dan dua orang PPK masingmasing Kecamatan Banjar dan Kecamatan Tejakula. Sejak surat permohonan mengundurkan diri itu diterima, pihaknya mulai melakukan tahapan PAW sesuai ketentuan yang ada. PAW ini mulai dilakukan Kamis (4/8) hingga ditetapkan paling lambat (12/8) mendatang. Untuk diketahui, KPU Kabupaten Buleleng melantik PPS dan PPK pada 19 Juli 2016 lalu di Gedung Wanita Laksmigraha, Singaraja. Para penyelenggara ini diberikan honorarium Rp 800 hingga Rp 900.000 tiap bulan. Pascapelantikan itu, ternyata 19 orang mengundurkan diri dengan alasan terikat pekerjaan utama atau jabatan tertentu. (kmb38)
Ray Peni Gebrak Bulfest Lewat Lagu ’’Takut Jak Bojog’’ Singaraja (Bali Post) Tampil di panggung utama Buleleng Festival (Bulfest), Ray Peni menggebrak semangat para penggemarnya yang memadati areal panggung Bulfest. Sejak sore menjelang malam, penggemarnya sudah berdatangan. Mereka tidak ingin kelewatan untuk menyaksikan penyanyi idolanya di ajang Bulfest ke-4 tahun 2016. Ray Peni tampak bersemangat di atas panggung. Seperti biasa dia persembahkan lagu andalannya kepada penggemar yang didominasi anak-anak muda. Lagu pertama disuguhan berjudul “Menghayal”, suara emas Ray Peni disambut teriakan penonton yang ikut me ny a n y i k a n l a g u y a ng dibawakannya. Ia pun tidak lupa menyapa penonton di depannya lewat banyolan khas Buleleng. Ray Peni mengatakan, penampilan di Bulfest tahun ini membawa kesan tersendiri. Ia lihat masyarakat di Buleleng an-
tusias dengan lagu yang dia bawakan. “Penonton di Singaraja, ini luar biasa semangatnya. Hampir semua hafal dengan lagu-lagu yang saya bawakan. Itulah yang membuat saya tampil semangat di atas panggung,” ujar Ray Peni di belakang panggung Bulfest belum lama ini. Setelah melantukan beberapa lagu seperti “Janji Tinggal Janji” dan “Cabe-caben”. Lagu “Takut Jak Bojog” paling membuat gemuruh para penonton menirukan lagu. Maklum lagu ‘’Takut Jak Bojog’’ kini sedang populer di berbagai lapisan masyarakat. Lagu tersebut yang kini kembali membawa nama Ray Peni semakin populer di belantika musik Bali. “Saya rasa ini hanya kebetulan lagunya banyak yang suka. Mungkin karena lagunya yang mudah dimengerti dan ada kisahnya dikeseharian kita. Memang sih tidak dimungkiri lagu inilah yang kembali membawa saya ke puncak popularitas,” imbuh dia. (kmb34)
BPM/kmb34
BULFEST - Penampilan Ray Peni di panggung utama Bulfest.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
DAERAH
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
Klinik Jnana Marga, Si Otak Mesum PRIA suka seks, itu pasti. Tak peduli, apakah mereka pria remaja, dewasa, orang tua bahkan kakek kakek. Mereka menyukai hal–hal erotis dan berbau seks. Jika berani jujur, tiada sehari saja tanpa mereka berpikir tentang seks. Saking bersemangat dan terobsesinya seorang pria saat ada pembicaraan tentang seks, tak jarang mereka dijuluki ‘Si Otak Mesum’. Namun apakah semua pria memiliki kemampuan sehebat mereka berpikir tentang seks? Belum tentu. Banyak pria hanya mampu memikirkan seks tanpa mampu melakukannya. Menurut ahli seksual dan terapist Klinik Jnana Marga I Nengah Edy Warsita, banyak faktor penyebab seorang
pria mengalami nafsu besar tenaga kurang, diantaranya penyakit, gaya hidup yang kurang baik dan usia. Selain itu, dari pengalaman owner Klinik yang beralamat di Jalan Gatot Subroto I, gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telp 085102111600 ini sering ditemukan ketidaktahuan pasien dalam memperlakukan organ intim (mr. P) dengan baik dan benar, serta mengabaikan kebersihannya. Kelihatannya sepele, namun dapat berakibat fatal karena dapat mengganggu kesehatan dan fungsi dari organ intim itu sendiri. Menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim seharusnya menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari–hari, sehingga tetap
I Nengah Edy Warsita
sehat dan dapat berfungsi dengan baik. Lebih jauh dia menjelaskan, merawat Mr. P sangat penting karena organ intim memiliki sensitivitas yang rentan terhadap kuman, jamur dan bakteri berbahaya. Beberapa cara sederhana untuk merawat mr. P agar tetap bersih, sehat dan perkasa adalah mencuci setiap waktu, terutama setelah buang air kecil. Mengganti celana dalam dan menggunakan yang bersih higenis dan tidak terlalu ketat. Menjaga agar tidak lembab. Mencukur. Menghindarkan dari radiasi berbahaya seperti sinar X, rontegn dan tidak memangku laptop. Tidak berganti–ganti pasangan dan tidak melakukan hubungan seks berisiko, juga adalah salah satu cara menjaga kebersihan dan kesehatan mr. P. Dengan melakukan perawatan sederhana tersebut akan membuat mr. P semakin sehat dan tetap dalam performa terbaiknya hingga usia senja. Namun, jika terlanjur bermasalah dengan kehidupan dan kesehatan seksual, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau ahli seksual. Klinik Jnana Marga dengan metode terapi Janur Sakti dan Piramida membantu menyembuhkan berbagai macam masalah kesehatan seksual, seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual), infertilitas (susah memiliki anak), menambah ukuran mr.P. dan lain–lain. Sudah terdaftar di Dinas Kesehatan Denpasar dengan izin nomor 448.3/3.PT.29. VI.12/DIKES. Dan sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisional Indonesia (IPATRI). Buka setiap hari, dari Senin sampai Sabtu pk. 10.00 Wita – 17.00 Wita. (ad514)
Ratusan Regu Ikuti Gerak Jalan HUT Proklamasi Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 236 regu siap mengikuti lomba gerak jalan yang digelar KONI Kabupaten Buleleng untuk menyambut perayaan HUT Proklamasi Tahun 2016. Ratusan regu itu terdiri dari katagori 8 kilometer tingkat SD, diikuti oleh 124 regu. Kategori 8 kilometer tingkat SMP pesertanya tercatat 37 regu dan kategori 17 kilometer dewasa putri pesertanya sebanyak 48 regu. Sedangkan kategori yang paling bergengsi adalah 45 kilometer dewasa putra, pesertanya tercatat 27 regu. Sebelum lomba digeber, pihak panitia melakukan pertemuan tehnik di sekretariat KONI Buleleng, Jumat (5/8) lalu. Dari pertemuan itu, jadwal pertandingan sesuai kategori sudah ditetapkan. Kategori 8 kilometer SD digelar 9 Agustus 2016, kategori 8 kilometer tingkat SMP 10 Agustus, dan kategori 17 kilometer dewasa putri digelar 11 Agustus 2016. Sedangkan kategori 45 kilometer dewasa putra pertandingannya dihelat pada 13 Agustus 2016 ini. Ketua panitia Gusti Lanang Agung Parwata mengatakan, peserta yang membludak ini menunjukkan partisipasi pelajar dan masyarakat umum untuk mengikuti lomba rutin setiap tahun ini terus meningkat. Untuk mengakomodir partisipasi itu, pihaknya mencoba untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya agar lebih banyak lagi pihak yang berpartisipasi mengikuti lomba yang sarat dengan pengalaman sikap nasion-
alisme. “Hingga hari terakhir pendaftaran 236 regu memastikan mengikuti lomba gerak jalan tahun ini,” katanya. Di sisi lain Lanang mengatakan, untuk persiapan pengamanan peserta panitia sudah berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri. Demikian halnya dengan Dinas Perhubungan (Dishub) sudah siap memberikan pengamanan rute dengan menghentikan kendaraan truk yang menuju arah barat pada malam hari. Sementara regu yang melanggar ketentuan yang sudah ditentukan pihak panitia, nilainya akan dikurangi. Bahkan tidak menutup kemungkinan dewan juri akan memberikan sanksi diskualifikasi jika terbukti peserta melakukan pelanggaran. Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Buleleng AKP. Made Mustiada mengatakan, pengamanan peserta akan dilibatkan ratusan personel. Selain itu, pengamanan juga melibatkan anggota di polsek yang dilewati oleh peserta lomba gerak jalan. Khusus untuk pelaksanaan lomba kategori 45 kilometer dewasa putra, pihaknya akan memberikan pengamanan ekstra. Bahkan pengembira dilarang menggunakan sepeda motor yang menggunakan kenalpot brong. “Kami harapkan untuk pengembira terutama pada lomba 45 kilometer tidak terlalu berlebihan dan kalau kami temukan menggunakan sepeda motor dengan kenalpot brong, kami akan tindak dengan sanksi tilang,” jelasnya. (kmb38)
3
Melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat
STPBI Gelar Baksos di Pura Dalem Perancak Mangupura (Bali Post) – Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dan menjalankan program Tri Dharma Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) Denpasar melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) di Pura Dalem Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (6/8) kemarin. Sebanyak 520 mahasiswa baru dan 30 dosen dan staf pegawai STPBI mengikuti kegiatan baksos tersebut. Ketua LPM STPBI sekaligus Ketua Panitia Baksos, Drs. I Wayan Pantiasa, M.M., menjelaskan kegiatan baksos merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang secara regular penelitian dan pengabdian di STPBI dilakukan setiap tahunnya. Selain itu, kegiatan baksos juga merupakan salah satu implementasi untuk mempersiapkan akreditasi Tri Hita Karana World, baik untuk institusi maupun prodi di kampus STPBI. “Kami sebagai perguruan tinggi wajib untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dan harus bisa mendekatkan diri kepada masyarakat dan lingkungan. Sebab, perguruan tinggi tidak hanya di kampus saja, melainkan juga di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, melalui baksos ini kami ingin mengajak mahasiswa untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat luas, khususnya pada daerah destinasi pariwisata. Sehingga, baik mahasiswa maupun masyarakat sadar untuk menjaga lingkungannya, apalagi di daerah pariwisata,” ujar Drs. I Wayan Pantiasa, M.M., Sabtu (6/8) kemarin. Drs. I Nyoman Urbanus, M.Si., CHT., selaku Deputy Director for Cooperation and International Relations STPBI, mewakili ketua STPBI dalam
BAKSOS - Deputy Director for Cooperation and International Relation STPBI, Drs. I Nyoman Urbanus, M.Si.,CHT., menyerahkan bantuan kepada Koordinator Pura Dalem Perancak I Gede Mitarja pada kegiatan bakti sosial di Jaba Pura Dalem Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (6/8) kemarin. sambutannya mengatakan, tujuan terpenting dari kegiatan baksos kali ini adalah untuk memperkenalkan mahasiswa kepada masyarakat, sehingga nantinya mahasiswa bisa bekerja di masyarakat. Sebab, apa yang diraih di dunia akademis tidak akan cukup jika tidak diimplementasikan di masyarakat. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu salah satunya dengan kegiatan baksos. Dipilihnya Pura Dalem Perancak sebagai objek baksos, dikatakan karena Pura Dalem Perancak merupakan salah satu pura yang berdiri di tengah pariwisata di Tibubeneng. Apalagi pura dekat dengan
pantai, sehingga kebersihan dan kesucian pura dan pantai harus dijaga sebagai aset destinasi pariwisata di Desa Tibubeneng. Pihaknya pun berharap baksos yang dilakukan bisa memberi makna dan manfaat, baik bagi STPBI maupun untuk masyarakat. Sehingga kedepannya bisa mempererat hubungan antara STPBI dengan masyarakat di desa Tibubeneng. “Saya juga berharap semoga nanti ada mahasiswa yang melakukan penelitian di Pura Dalem Perancak maupun di Pantai di wilayah Desa Tibubeneng yang terkait dengan destinasi pariwisata,” harapnya. Sementara itu, Koordinator Pura Dalem Perancak I Gede Mitarja menyambut
baik kegiatan baksos STPBI tersebut. Dikatakan, kegiatan baksos yang dilakukan oleh STPBI merupakan baksos yang kedua dilakukan di Desa Tibubeneng. Oleh karena itu, pihaknya sangat berterima kasih kepada STPBI yang telah melakukan baksos di areal Pura Dalem Perancak dan telah peduli terhadap lingkungan di Desa Tibubeneng. Pihaknya juga berharap, hubungan antara STPBI dengan Desa Tibubeneng tidak berakhir sampai saat ini, tetapi bisa berkelanjutan ke depannya. Sehingga apa yang menjadi program untuk penataan dan pelestarian lingkungan dapat terwujud demi kemajuan destinasi pariwisata yang berbudaya. (ad492)
Jadikan Perbedaan sebagai Pemersatu di Hari Kemerdekaan BPM/eka
SORTIR - Seorang pedagang sedang menyortir buah jeruk yang dijualnya.
j
Harga Jeruk Anjlok
Pemerintah Diminta Cari Terobosan
Bangli (Bali Post)Para petani jeruk di Kintamani kini meradang. Pasalnya, dalam musim panen kali ini harga buah jeruk anjlok di kisaran Rp 4.000 per kilogramnya. Anjloknya harga jeruk tersebut cukup membuat petani merugi. Pasalnya, harga jual jeruk saat ini tak sebanding dengan biaya produksi yang selama ini dikeluarkan petani. Perbekel Desa Batukaang, Kintamani I Nyoman Yudana, Sabtu (6/8) mengatakan anjloknya harga jeruk sudah mulai dirasakan petani sejak mulai musim panen tahun ini. Untuk jeruk jenis siem, harga jualnya saat ini hanya berkisar Rp 4.000 per kilogram. Sementara harga jeruk jenis slayer hanya mampu dijual petani dengan harga Rp 1.500 per kilogram. Diduga salah satu penyebab anjloknya harga jeruk saat ini, karena
semakin meluasnya populasi jeruk yang menyebabkan terjadinya over produksi saat musim panen. Yudana mengatakan, dengan harga jeruk yang hanya laku dijual Rp 4 ribu per kilogramnya, banyak petani yang mengalami kerugian. Pasalnya, harga jual tersebut tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani selama ini. Terkait kondisi tersebut Yudana pun berharap Pemerintah dapat turun tangan mencari trobosan pasca panen. Tak hanya itu, pemerintah juga diharapkan bisa membantu petani dengan memberikan subsidi baik pupuk maupun obat-obatan guna mengurangi kerugian. “Dengan bantuan tersebut saya yakin petani jeruk bisa berproduksi dengan nyaman,” ujarnya. (kmb40)
Singaraja (Bali Post)Hubungan harmonis ditekankan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Buleleng. Kerukunan umat beragama dalam konteks manyama braya bersinergi dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih mendekati HUT ke-71 Kemerdekaan RI. Gaung semangat merah putih dinilai mampu menginspirasi kalangan masyarakat. Ketua FKUB Buleleng Dewa Nyoman Suardana mengatakan, mengetok tularkan rasa manyama braya adalah kemuliaan untuk merayakan suka cita di bulan kemerdekaan. Kerja sama antar komponen masyarakat dipacu membangun Buleleng. Baginya membangun daerah dinilai tidak bisa bekerja sendirian. “Melalui konsep manyama braya ini hubungan satu sama lain berjalan harmonis. Manyama braya sudah ada turun temurun di masyarakat didukung desa kala patra dan desa mawacara. Komunikasi dijalin meningkatkan kerukunan dan perlu ditingkatkan diberbagai sektor kehidupan masyarakat,” ujarnya, Jumat (5/8) lalu. Kehidupan sosial masyarakat Buleleng tumbuh dinamis, terdiri dari berbagai macam suku, agama dan kebudayaan. Belum lagi edukasi perpolitikan berkembang pesat dan syarat perubahan dari waktu ke waktu. Ia menilai perbedaan justru menguatkan individu masyarakat. Sebab terdapat hubungan toleransi yang saling menghargai. “Lewat momen hari kemerdekaan inilah perlu dibangkitkan. Memaknai perbedaan sebagai pemersatu dalam keragaman umat,” ucapnya. Ia menilai komunikasi antar tokoh agama dibutuhkan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Jangan sampai kegelisahan akibat putusnya komunikasi menimbulkan intrik dan gesekan di masyarakat bawah. Kondisi pecekcokan bisa saja terjadi. Maka pencegahan konflik harus dibarengi kesadaran masyarakat itu sendiri. “Kalau ada gesekan di masyarkat harus diminimalisir melalui komunikasi. Inilah mengapa pentingnya rasa manyama braya wajib diimplementasikan bukan semata-mata diucapkan, tapi dipraktekkan. Kesabaran, keterbukaan dan bersikap bijaksana merupakan kuncinya,” paparnya. (dgk)
Disdik Gelar Lomba Cipta dan Baca Puisi
BPM/mud
LOMBA - Salah satu peserta lomba cipta dan baca puisi serangkaian Buleleng Festival (Bulfest) di Puri Seni Sesana Budaya Singaraja.
Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 27 siswa yang berasal dari SMA dan SMK di Kabupaten Buleleng mengikuti lomba cipta dan baca puisi, Jumat (6/8) lalu di Puri Seni Sesana Budaya, Singaraja. Lomba ini digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Buleleng serangkaian Buleleng Festival (Bulfest) Tahun 2016. Tidak sekedar berkreativitas, namun lomba ini untuk membuka ruang kepada siswa untuk menyalurkan bakat dalam mencipta dan membaca puisi sebagai produk sastra. Setiap peserta diberikan waktu untuk menciptakan dan lanjut membaca puisi ciptaannya di depan dewan juri, masing-masing Putu Satria Kusuma, Made Adnyana, dan dewan juri
lainnya. Kepala Disdik Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, puisi ciptaan peserta ini akan didokumentasikan dengan baik dan kemudian disebarkan ke sekolah-sekolah. Produk kesusastraan ini nantinya menjadi reprensi dan membangkitkan motivasi siswa lain untuk menciptakan hasil kasrya sastra agar bisa didokumentasikan. Untuk itu, lomba seperti ini akan dijadikan event tahunan sehingga hasil karya siswa akan semakin banyak menyebar ke sekolah-sekolah di Buleleng. “Setiap tahun akan diadakan lomba seperti ini, sehingga semakin banyak karya anak-anak yang didokumentasikan,” jelasnya. (kmb38)
BPM/dgk
Ketua FKUB Buleleng Dewa Nyoman Suardana
4
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
BERTAMBAH - Penulis-penulis muda yang tertarik dalam dunia sastra daerah modern terus saja bertambah, khususnyya untuk sastra Bali modern. Hal ini setidaknya menjadi sesuatu yang menggembirakan dan memupuskan keraguan akan nasib ke depan bahasa daerah. Dunia sastra daerah modern akan terus bergeliat. Terlebih lagi semenjak hadirnya penghargaan Rancage, kehidupan bersastra daerah menjadi kian semarak dan berwarna. Tak patut dipungkiri lagi bahwa penghargaan Rancage menjadi salah satu napas baru bagi kehidupan sastra berbahasa daerah.
Kongres Bahasa Daerah Nusantara I
Mengokohkan Jati Diri Bangsa Selama Kongres Bahasa Daerah Nusantara ini hadir sedikitnya 25 pemakalah yang membawakan berbagai problematika bahasa Daerah di nusantara. Terdapat dua narasumber asing yaitu Alice Eastwood (inggris) dan Antonia Soriente (Italia), keduanya adalah peneliti bahasa daerah di nusantara yang sudah melakukan penelitian cukup lama di Indonesia. Alice Eastwood mengungkapkan bahwa salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga eksistensi bahasa daerah adalah dengan menjadikannya bahasa komunikasi di sekolah formal. Meski tidak semua bahasa daerah di Indonesia mampu menjadi bahasa komunikasi di sekolah formal. Hal serupa juga diungkapkan Antonia, meski suatu daerah memiliki lebih dari satu bahasa daerah, setidaknya dalam seminggu anak-anak wajib diperkenalkan bahasa daerah yang ada disekitar mereka. Hal ini selain mampu memancing minat anak untuk lebih mencintai dan dekat dengan bahasa daerah, juga dapat menjadi katalisator bagi anak untuk kian memahami indahnya perbedaan bahasa. Sehingga akan tumbuh generasi-genersi yang mencintai pluralisme. Keluh Kesah Bahasa Daerah Kongres Bahasa Daerah Nusantara yang pertama ini adalah sebuah hajatan yang sangat besar, sebab peserta yang hadir mencakup berbagai wilayah di Indonesia. Setiap peserta yang hadir diwajibkan mengirimkan tulisan berkaitan
“Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional”. Amanat yang tertuang dalam UUD 45 pasal 32 ayat 2 tersebut cukup jelas mengamanatkan kepada negara untuk turut serta dalam memelihara keberlangsungan dan kebertahanan bahasa daerah sebagai salah satu kekayaan intangibel bangsa Indonesia. Keberadaan pasal 32 UUD 45 tersebut di atas kemudian lebih dijabarkan dalam UU. No. 24 Tahun 2009. Meski demikian, kedua perundangan negara tersebut dipandang belum mampu secara maksimal menyelamatkan bahasa daerah yang begitu banyak jumlahnya di Indonesia. Untuk itulah, sangat mendesak untuk segera membuat UU yang mampu memberikan perlindungan Bahasa Daerah secara lebih maksimal. Hal ini menjadi salah satu butir utama dalam deklarasi hasil Kongres Bahasa Daerah Nusantara yang diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung. Hajatan besar yang diselenggarakan mulai tanggal 2-4 Agustus ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Kebudayaan Rancage pimpinan Ajip Rosidi dengan Disbudpar Jawa Barat serta Badan Bahasa Kemendikbud. dengan masalah dan kondisi bahasa daerah masing-masing. Tak kurang 500 orang yang mengirimkan tulisannya, semua rata menyampaikan bahwa kondisi bahasa daerah mereka masing-masing sedang “tak sehat”. Bertaburan keluh kesah menyoal begitu sulitnya menjaga keajegan bahasa daerah di tengah gempuran budaya global. Begitu sulitnya melakukan regenerasi penutur, sebab sebagian besar generasi penerus penutur bahasa daerah menganggap bahwa bahasa daerah tak layak jual, tak layak pakai, dan berkesan tak kekinian. Beberapa penutur bahasa daerah yang mengenal adanya tingkatan bahasa (unda-usuk, anggah ungguh), menganggap bahwa tingkatan bahasa inilah yang menjadi kendala utama mereka berbahasa daerah. Terlalu rumit, susah dipahami, dan akhirnya takut salah pakai, akhirnya lebih baik tak berbahasa daerah daripada salah ngomong dan menimbulkan ketidaknyamanan lawan bicara. Masalah berikutnya yang teridentifikasi adalah kurikulum bahasa daerah (masalah
waktu dan materi pembelajaran), ketersediaan guru yang profesional-banyak bahasa daerah yang diajarkan oleh guru bukan lulusan bahasa daerah-di sekolah. Ketersediaan guru yang minim tersebut, diperburuk dengan minimnya pelatihan atau diklat guru bahasa daerah mengenai metode-metode pengajaran yang bersifat kekinian (bersentuhan dengan IT). Sebab itulah banyak sekali guru bahasa daerah yang gagap teknologi, dan akhirnya gagal menghadapi murid yang begitu dekat dengan teknologi. Segala daya upaya dan strategi yang ditawarkan para pakar kebahasaan berkaitan dengan kelangsungan hidup ratusan bahasa daerah di Indonesia sejatinya bermuara pada sebuah kesepakatan bahwa bahasa daerah harus diselamatkan, dipelihara, dikembangkan sesuai kebutuhan jaman. Peran serta pemerintah sebagai pemegang kebijakan sangat dibutuhkan dalam hal ini. Pemerintah mestinya membuat regulasi yang mampu merangkul segala kebutuhan dalam rangka menyelamatkan
dan memelihara keberlangsungan hidup bahasa daerah. Sekalipun Iskandarwasid mengatakan bahwa pemerintah telah cukup mewadahi bahasa daerah dalam UUD 1945, UU20/2003, dan UU 29/2009, namun banyak pihak tetap mengharapkan perundangan yang mampu dengan jelas serta tegas mengayomi bahasa daerah. Selain pemerintah, tentu saja peran masyarakat sendiri sebagai pemilik bahasa agar jauh lebih pro-aktif menggunakan bahasa daerah. Sastra Modern Bahasa Daerah Barangkali salah satu yang terdampak dari menyurutnya penutur bahasa daerah adalah kehidupan sastra modern berbahasa daerah. Salah satunya adalah sastra Bali modern, seperti yang diungkapkan Nyoman Darma Putra, penerbitan bukubuku sastra daerah (sastra Bali modern) secara komoditas memang tidak menjanjikan finansial namun sebagai sebuah karya seni dan mata air inspirasi pemikiran, masa depannya cerah dan mulia. Sekalipun
jumlah terbitan buku sastra daerah modern tidak begitu banyak, namun kehadirannya secara konsisten tetap ada dan terus memberi warna pada kehidupan bersastra di Indonesia. Penulis-penulis muda yang tertarik dalam dunia sastra daerah modern jumlahnya terus saja bertambah, khususnyya untuk sastra Bali modern. Hal ini setidaknya menjadi sesuatu yang menggembirakan dan memupuskan keraguan akan nasib ke depan bahasa daerah. Dunia sastra daerah modern akan terus bergeliat. Terlebih lagi semenjak hadirnya penghargaan Rancage, kehidupan bersastra daerah menjadi kian semarak dan berwarna. Tak patut dipungkiri lagi bahwa penghargaan Rancage menjadi salah satu napas baru bagi kehidupan sastra berbahasa daerah. Kongres Bahasa Daerah Nusantara yang pertama ini semoga saja menjadi embrio lahirnya semangat-semangat baru untuk kian meningginya derajat dan kedudukan bahasa daerah. Sebagai kekayaan intelektual bangsa Indonesia, bahasa daerah sudah semestinya mendapat perhatian khusus. Pada akhirnya, salah seorang peserta kongres mengungkapkan sebuah pernyataan yang patut kita pikirkan bersama:”bahasa daerah seharusnya menjadi bahasa ibu, kalaulah bahasa daerah sebagai bahasa ibu tersebut tidak diperhatikan lagi, maka sesungghnya kita sudah menjadi Malin Kundang” z I Gede Gita Purnama Arsa
DEMAM - Demam Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus famili Flaviviridae dan disebarkan oleh nyamuk Aedes. Infeksi virus dengue menyebabkan penyakit dengan spektrum luas, antara lain demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD), dan sindrome shock dengue (SSD).
Peranan Pemeriksaan Laboratorium pada Demam Dengue MEREBAKNYA kejadian demam dengue yang lebih dikenal di masyarakat sebagai demam berdarah kini cukup mengkhawatirkan masyarakat luas. Sering kali pasienpasien yang demam menanyakan diri mereka apakah positif demam berdarah atau tidak kepada dokter yang memeriksa mereka. Hal ini disebabkan karena umumnya jika pemeriksaan dilakukan pada fasilitas yang tidak memadai, maka yang bisa dilihat dokter hanyalah gejala, dan tanda
klinis, namun tidak keberadaan virus itu sendiri. Oleh karena itu, pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk menunjang diagnosis dari pemeriksaan klinis yang ditemukan. Demam Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus famili Flaviviridae dan disebarkan oleh nyamuk Aedes. Infeksi virus dengue menyebabkan penyakit dengan spektrum luas, antara lain demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD), dan sindrome shock dengue (SSD). Di Indonesia kasus DBD pertama kali dicurigai di Surabaya pada tahun 1968. Di Jakarta, kasus pertama dilaporkan pada tahun 1969. Pada tahun 1994 DBD telah menyebar ke seluruh provinsi di daerah pedesaan. Ada empat serotipe virus Dengue yang disebut serotipe 1, 2, 3 dan 4 (DEN1, DEN2, DEN3, DEN4).
TOLERANSI. Kata itu kedengarannya memiliki wibawa dan kekuatan gaib tersendiri. Di tengah beragam suku, agama, dan ras yang tumbuh di Indonesia, kata itu adalah kata “sakti”. Sayangnya belakangan ini kita diterjang dan ditusuk justru oleh kata-kata itu sendiri. Yang masih menancap di otak adalah kasus Kerusuhan di Tanjung Balai, Asahan yang berujung pada isu SARA menyebabkan satu vihara dan empat kelenteng hangus terbakar, Jumat (29/7) malam lalu. Pertanyaannya, masihkah toleransi bisa kita percaya? Peristiwa itu menyisakan kesedihan, dan yang paling sulit adalah menyembuhkan luka batin pemeluk agama yang tempat ibadahnya dibakar. Harus ada jalan keluar, sebelum kesenyapan yang terjadi justru dibiarkan, dan menjelma menjadi benih-benih kebencian yang terus berbiak bagi pemeluk agama minoritas. Hal ini sungguh sebuah api dalam sekam. Jalan keluar harus segera dicari. Peringatan Kapolri menambahkan, peringatan untuk menghentikan ujaran kebencian melalui media sosial ini mengacu pada kerusuhan di Tanjung Balai yang terjadi setelah muncul isu provokatif lewat media sosial. Akibat isu provokatif tersebut, warga tersulut emosi dan membakar rumah ibadah. Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini, setiap golongan di masyarakat punya tujuan sama, yaitu membesarkan dan memajukan bangsa. Oleh karena itu, sudah seharusnya jika keberagaman suku, bahasa, dan agama harus terus dirawat karena akan menjadi pilar yang memperkuat bangsa Indonesia. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan akar persoalan di Tanjung Balai bisa disebabkan banyak faktor. Dia mencatat ada kesenjangan ekonomi yang membuat masyarakat mudah emosi karena tekanan ekonomi dan kecemburuan sosial. Kondisi ini membuat persoalan kecil bisa dengan mudah memicu amarah massa. Penegakan hukum juga masih lemah di sejumlah sisi sehingga masyarakat tak percaya pada institusi penegak hukum. Para petinggi selalu memiliki usul ini-itu yang justru sulit untuk
Serotipe yang mendominasi ialah serotipe 2 dan 3. Serotipe 3 dikaitkan dengan kasus DBD berat, sehingga, seseorang yang pernah menderita demam dengue sangat mungkin akan terjangkit lagi namun dengan serotipe yang berbeda dari sebelumnya. Demam Akut Demam dengue merupakan penyakit demam akut selama 2-7 hari mendadak tinggi, ditandai dengan dua atau lebih gejala seperti nyeri kepala, nyeri belakang mata, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, gejala perdarahan (bintik kemerahan atau uji bendung positif). Pasien dengan infeksi virus dengue mempunyai keluhan dan tanda yang menyerupai dengan penyakit demam tropis akut lainnya, oleh karena itu diperlukan pemeriksaan konfirmasi diagnosis infeksi virus dengue yaitu pe-
Toleransi
meriksaan darah lengkap dan pemeriksaan serologi. Pemeriksaan darah lengkap sebagai penunjang diagnosis selain gejala klinis, lebih baik dilakukan pada demam hari ketiga untuk melihat beberapa parameter yang baru muncul pada demam hari ketiga. Karena itu, pemeriksaan darah lengkap sebelum demam hari ketiga akan menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Parameter darah lengkap yang dapat diperiksa antara lain trombosit, hematokrit, WBC, dan hemoglobin. Trombosit pada infeksi virus dengue mengalami penurunan, jumlahnya < 100.000. Hematokrit mengalami peningkatan sebesar ? 20% dari hematokrit awal karena terjadi kebocoran plasma biasanya dimulai pada hari ke-3 demam.
meriksaan penunjang darah lengkap ini sudah dapat ditegakkan diagnosis demam dengue ataupun demam berdarah dengue. Namun, belakangan ini pemeriksaan serologi untuk deteksi antigen virus dengue non struktural protein 1 atau pemeriksaan NS1 dapat dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus dengue tanpa harus menunggu demam hari ketiga, tetapi tidak dapat dilakukan setelah demam hari keempat. Melalui pemahaman mengenai gejala klinis dan pemeriksaan penunjang ini diharapkan diagnosis demam dengue ataupun demam berdarah dengue dapat segera ditegakkan, sehingga pasien segera mendapat pertolongan yang tepat.
Klinis Melalui pemeriksaan klinis dan pe-
z dr Ni Made Ary Wisma Dewi, S.Ked.
memecahkan masalah SARA ini, usul boleh saja. Tetapi sebaiknya tidak menyalahkan ini-itu. Kita tahu media sosial juga bukan hal “haram” yang harus ditakuti, atau dihindari. Seringkali jika kerusuhan seperti ini selalu medsos dijadikan sasaran yang paling mudah. Padahal kalau mau ditelusuri detail, masalah ini tentu kompleks. Kanak-Kanak Masalah toleransi sebetulnya bisa dibangun sejak kanak-kanak, bagaimana menghargai orang yang berbeda agama. Faktor keluarga juga pengaruh besar untuk memberi deteksi dini pada anak. Anak akan tumbuh di lingkungan yang sehat . Anak tidak merasa agama yang dianutnya yang paling benar, karena kita tahu tidak satu agama pun menginginkan “kekerasaan” jadi pilihan untuk melindungi agama yang mereka anut. Aparat sejak awal juga harus benar-benar sigap bila menyangkut hal-hal yang berbau rumah ibadah. Deteksi dini harusnya sudah dimiliki oleh aparat yang telah bertugas di daerah tertentu. Biasanya persoalan tidak langsung muncul secara tiba-tiba. Pasti ada gesekangesekan yang memanaskan suasana. Masyarakat di lingkungan sekitar juga pasti mengetahui beragam gesekan itu. Kalau ini bisa dideteksi dini. Semua fungsi sosial di dalam masyarakat berjalan dengan baik, tidak mungkin kita temui lagi persoalan-persoalan yang menganggu toleransi di Indonesia. Keterbukaan Keterbukaan juga bagian yang diperlukan oleh masyarakat. Sehingga informasi yang valid bisa diakses masyarakat dengan benar melalaui aparat atau instansi yang memang berwenang untuk mengatasi beragam persoalan itu. Selama ini kasus-kasus yang menyangkut SARA memang agak berbelit diungkapkan ke publik. Efeknya, banyak data dan informasi “gentayangan” di medsos. Kalau aparat sigap, tentu hal-hal ini dijamin tidak akan terjadi. Kedekatan dengan masyarakat, juga harus dibina dengan baik, sehingga gejolak sekecil apapun bisa dideteksi dini. z Oka Rusmini
5
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
Resensi Buku
Aku dan Wayan
CERPEN
Oleh Fanny J. Poyk
Strategi Ekonomi Kerakyatan Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Ekonomi Kerakyatan : Bambang Gede Kiswardi : Pustaka Bali Post : 2016 : 160 halaman
BUKU ini dibuat untuk memberikan konsep, strategi dan kebijakan memperjuangkan hakhaknya dalam menciptakan pondasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi kerakyatan. Ini berarti ekonomi kerakyatan sebagai cermin jati diri ekonomi Indonesia yang mengemban amanat dan cita-cita Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Dengan misi kerakyatan, berarti pembangunan ekonomi kerakyatan harus benar-benar menjadi garisgaris besar pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan sekaligus mendorong serta menampung partisipasi untuk kepentingan kemakmuran rakyat banyak. Kita tahu pelaku ekonomi kerakyatan sampai saat ini baru sebagian kecil merasakan iklim perekonomian Indonesia. Sedangkan Indonesia terkenal hingga mampu mengundang perhatian masyarakat dunia. Saat ini ekonomi Indonesia menghadapi tantangan ekonomi global. Buku ini menjawab pelbagai soal-soal ekonomi yang harus dilakukan untuk mengantisipasi itu. (osi)
Lanskap Kota-kota Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Mozaik Kota Kenangan : Wina Bojonegoro : Padma Herlambang : 2016 : 260 halaman
LANSKAP kota-kota adalah teknik dari Wina Bojonegoro untuk meramu cerita-ceritanya yang kebanyakan mengambil tema tentang cinta. Menyinggung kisah tentang wanita sepertinya sudah menjadi ciri khas Wina Bojonegoro dalam tiap karyanya. Lihat saja buku berjudul Korsakov yang ia telurkan sebelumnya. Begitu pula pada buku ke-9 milik wanita berusia 53 tahun ini. Buku berisi kumpulan cerpen pilihan ini adalah persembahan khusus yang ia berikan kepada pembacanya setelah 28 tahun berkarya. Cerita-cerita tentang asmara menjadi topik yang tidak boleh dilewatkan. Membaca deretan kata dan kalimatnya akan membuat emosi Anda bergejolak. Mozaik Kota Kenangan adalah buku ke-9 yang dilahirkan dalam rentang waktu sejak 2015. (osi)
NAMA kekasihku I Wayan Tresna. Bila nama kalian mirip dengannya, jangan salahkan aku. Ia manis, tidak tinggi namun penurut. Dan aku sangat memanjakan sekaligus menguasainya. Ia selalu menuruti permintaanku, entah itu dinamakan cinta atau takut kehilangan, aku tidak pernah tahu. Yang jelas, sejak ia menjadi pacarku, sepertinya ia selalu terobsesi dengan diriku. Kedengarannya aku memang sombong, tapi kenyataannya memang demikian. Wayan, demikian aku selalu memanggilnya, dengan setia selalu menunggu dan mengantarku ke sekolah, ia menunggu di pinggir jalan dekat rumah bersama motor Honda bebeknya yang kala itu menjadi stempel resmi jika seseorang berasal dari kelas menengah sedikit ke atas. Dari namanya, siapa pun akan tahu kalau ia berasal dari Pulau Bali, pulau dengan ribuan pesona eksotik budaya dan pura-puranya. Desa Wayan bernama Sukawati, sebuah desa yang masuk dalam wilayah Kabupaten Gianyar. Dari adatistiadat Bali, Wayan adalah nama untuk anak pertama. Namun pada kenyataannya ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Begitulah, setelah Ketut abangnya, ia kembali memakai Wayan di depan nama Tresna, nama yang membedakan ia dari ‘Wayan’ lainnya yang ada di pulau dengan suguhan destinasi wisata menawan itu. Ketika Wayan menyatakan isi hatinya padaku, aku hanya tertawa sekejap. Kala itu kami masih sama-sama duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Atas. Wayan berkata kalau ia akan mencintaiku seumur hidupnya asal aku bilang bahwa aku mencintainya. Ya…ya… ucapan cinta meluncur ringan dari bibirku. Tapi sesungguhnya, kelemahan Wayan adalah dia begitu dahsyat mencintaiku, itulah yang membuat aku menemukan lahan baru untuk mengisi perutku yang selalu lapar. Sebagai anak seniman sekaligus penulis miskin, ayahku tak pernah mampu untuk memberiku uang jajan ke sekolah. Bahkan ibuku kerap menulis surat ke bagian administrasi sekolah untuk meminta perpanjangan waktu bila masa bayaran iuran sekolah tiba. Kejadian seperti itu sudah biasa. Dan aku kerap mengempeskan ban sepeda I Ketut Sadha petugas penagihan bayaran uang sekolah jika ia hendak mengumumkan nama-nama yang nunggak membayar di depan kelas. Aku tak hanya malu, namun bisa saja Wayan menganggapku remeh nantinya. Tapi pada kenyataannya Wayan sangat memperhatikan keberadaanku. “Aku takut kau nanti dikeluarkan dari sekolah, ini, pakailah uang tabunganku untuk membayar uang sekolahmu yang sudah menunggak tiga bulan itu!” katanya sembari memberikan beberapa lembar uang puluhan ribu. Tentu saja aku gembira. Wayan yang lugu ternyata cintanya tidak main-main. Ia seperti Romeo yang sangat mencintai Juliet. Sementara aku sang Juliet masih memandangnya sebelah mata. Di mataku Wayan hanya seorang anak kecil yang mencari cinta tanpa pernah memperhitungankan apakah sosok yang ia cintai benarbenar berhati tulus seperti harapannya. Dan aku, si pecundang yang punya segala cara untuk ‘mempermainkannya’ menjadikan ia semacam ‘ladang’ di kala rasa lapar menggerogoti usus. Wayan yang kuanggap anak ingusan itu, ternyata suatu waktu tidak seperti apa yang kugambarkan. Ia hendak menciumku. Tatkala kutampar wajahnya dan kutendang ia dengan jurus karate yang kukuasai, ia terpana. “Uuuuhhh sakit tau, kau kan pacarku. Masak aku minta cium saja tidak boleh,” katanya dengan wajah meringis. “Tidak boleh!” jawabku tegas. “Kau tahu apa yang Ayahku katakan bila aku memperbolehkanmu menciumku?” Wayan menggeleng. “Dengar ya, Ayahku bilang, jika laki –laki dan perempuan berdekatan lalu berciuman, maka libido sex akan menjalar dari kaki hingga ke ubun-ubun. Naluri sex itu akan menguasai seluruh tubuh. Lalu dari sekedar ciuman, akan merambah ke pegang-memegang, ke pencet-memencet dan seterusnya beralih ke hal yang paling sensitif…”
“Apa itu yang paling sensitif?” Wayan menatapku dengan pandangan menggoda. “Sudah, jangan pura-pura bego kamu. Ujung-ujungnya perempuan yang menderita. Dia akan hamil, lalu melahirkan tanpa ayah, menjadi komoditi sex dan bisa saja menjadi piala bergilir atau pelacur yang tidur dari satu lelaki ke lelaki lain. Itulah yang ayahku bilang kalau perempuan telah tercerabut dari akarnya. Selanjutnya, setelah tubuh dan jiwanya hancur, dia akan seperti robot tanpa jiwa, melayani kebutuhan para lelaki seperti mesin. Kau tahu itu semua berawal dari mana?” Cecarku. Wayang melongo. “Tapi cinta dan berciuman, itu kan alami. Kau mencintaiku, kan?” tanyanya dengan suara terbata-bata. Aku memandang Wayan dengan sorot mata serius. Kataku dalam hati, cinta? Aku belum menemukannya padamu Wayan. Yang kucari adalah sosok cerdas, memiliki visi dan misi yang kuat dan tentu saja mapan dari segi penghasilan. Dan kau? Kurasa kau belum memiliki semua kriteria itu. Kau hanya seorang pecinta bodoh yang masih dirasuki rasa yang kuat bahwa cintamu padaku benar-benar cinta yang muncul dari lubuk hatimu yang terdalam. Cinta tanpa pertimbangan. Wayan tersentak ketika ia sadar bahwa aku telah mengelabui rasa yang kuat yang ia berikan padaku. Tatkala lelaki yang kuidamidamkan hadir dan aku jatuh cinta padanya, ia memandang semua itu dengan hati bagai ditusuk sembilu. “Kau menghianatiku, ternyata kau tidak pernah mencintaiku,” katanya dengan perasaan hancur yang fatal. Ia menangis terguguk seperti anak kecil. Lalu ia mogok dan mengancam untuk tidak mengikuti ujian akhir sekolah. “Apa salahku?” tanyaku dengan nada datar tanpa rasa salah. Wayan meradang, ia terus menangis. Dan perpisahan itu benar-benar terjadi. Ia memutuskan untuk tidak mau bertemu denganku lagi. Itulah kisah cinta singkatku dengannya. Ketika kami usai mengikuti ujian akhir SMA, Wayan datang di antar ayahnya untuk mengikuti ujian susulan. Dan aku melenyapkan diri dari pandangannya, melanjutkan pendidikanku ke tanah Jawa. Saat itu bisa kupastikan cinta Wayan yang seumur jagung padaku, telah pupus terhapus angin kemarau di bulan Juni, bulan di mana hembusan udara dingin bertiup dari benua Australia. *** Langit di atas pulau Bali cerah. Aku berjalan perlahan di halaman bekas sekolahku yang kini telah berubah menjadi Akademi Perhotelan. Pasar Kreneng yang berdekatan dengan sekolah tempat kami ‘nongkrong’ melihat penjual batu akik, sudah berubah, sedikit lebih modern.
Penjual buah-buahan yang dulu selalu memberiku sisa buah yang tak laku jika aku lapar, masih ada. Ia sudah menjadi begitu tua. Aroma keringat Wayan serasa menusuk lubang hidungku. Tiga puluh tahun telah berlalu. Hai, apa kabarmu Wayan? Tanyaku pada diri sendiri, mengulik kembali kenangan yang pernah ada. Rambutku banyak yang memutih, kurasa dia juga. Penyakit turunan mulai menggerogoti tubuhku, diabetes keparat ini kadang membuat tubuhku kerap lunglai. Aku mencari-cari jejak Wayan di antara kisi-kisi jendela kelas yang pernah kudiami. Hanya imaji tentangnya yang muncul di pelupuk mataku. Ah Wayan, samakah kau kini seperti diriku? Aku perempuan paruh baya yang hidup sendiri, tanpa suami tanpa anak. Kekasih yang dulu mematahkan cintamu padaku, ternyata tak seperti yang kuharapkan. Dia pergi setelah tahu aku tak pernah bisa memberikannya keturunan. Kurasa kau juga akan begitu Wayan. Pria Bali sepertimu tentunya memerlukan pewaris untuk kelanjutan kehidupanmu dan keluarga besarmu. Untung aku membelot darimu, menjadi pengkhianat yang membuatmu terluka. Ya kau beruntung… “Aku sama tak beruntungnya seperti dirimu, Anjeli!” katamu ketika kita bertemu di sebuah kafe di depan gang menuju ke rumahmu. “Kau semakin menawan dan matang,” katanya lagi. “Apa kabar isteri dan anak-anakmu?” tanyaku. Lama Wayan terdiam. “Dan kau apa kisah tentang suamimu yang keren itu?” Aku menyeruput minuman dingin tanpa gula yang ada di hadapanku. Sengaja aku tak mau menatap matanya, sebab ada genangan air di sudut mataku. Tanya dan jawaban menjadi satu kesatuan yang sangat menyakitkan bila diungkapkan dengan ucapan. Diam sejenak lebih bermakna, dan kami saling tatap, saling memandang melalui mata rabun yang mulai menyerang kornea kami. “Aku manusia bebas kini,” ujarku ringan. Wayan melihat mataku sejenak, “Aku punya dua anak,” ucapnya. “Kau masih bernasib baik, memiliki dua anak. Sedang aku?” Aku tertawa meringis. “Untung aku tidak menikah denganmu.” “Aku yang tidak beruntung.” Wayan berkata dengan suara berat. “Maksudmu?” tanyaku penuh selidik. Wayan tak menjawab. Tak seperti kisah yang kuharap akan bermuara pada akhir yang membahagiakan, lalu kututurkan semuanya pada Wayan. “Aku memperoleh perlakuan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang parah selama menjadi isteri Nathan.” Ucapku. “Selain aku memang tak bisa memberikan-
nya anak, hinaan demi hinaan, kata-kata kasar, dan tamparan adalah makanan fisik yang membuatku menderita penyakit mental yang cukup parah. Aku sempat menjadi pasien dokter jiwa. Nathan suamiku, dengan sifatnya yang posesif, paranoid, pencemburu parah, kekanak-kanakkan, dan sadis telah mengambil harga diriku sebagai perempuan. Aku telah tercerabut dari akar keperempuananku, sehingga ketika dia mengoyak-ngoyak tubuhku, aku bagai mahluk tak berharga lagi, dia tak menganggapku sebagai manusia.” Lanjutku. Lama kami terdiam. “Mengapa dia seperti itu? Apakah kau menghianatinya?” Tanya Wayan. “Tidak. Ternyata dia sosok manusia yang memiliki kelainan jiwa, psikopat terselubung. Temperamental. Dan manusia yang tidak memiliki hati nurani. Aku telah salah pilih.” Wayan menatapku dalam-dalam. Aku juga menatapnya dengan irama dan getar rasa yang tidak bisa kudeteksi. “Aku selalu terkenang bau keringatmu…” kataku akhirnya. Kali ini Wayan terkekeh. “Baunya bikin mual ya?” tanyanya. Aku tahu Wayan berusaha mengalihkan seluruh lukaku. Kuhapus air mata yang menggantung di pelupuk mataku. “Kau sudah terlalu banyak menangis, jangan menangis lagi Angeli… aku senang melihatmu. Rasanya seperti mimpi.” Wayan memegang jemariku. Ia menatapku lagi. Lalu katanya, “Jangan takut, tak akan ada libido di aliran jemariku. Aku sudah mati rasa. Yang ada hanya rasa gembira dan bahagia melihatmu masih sehat dan cantik.” Wahai, aku kembali cengeng, air mataku menetes deras membasahi pipi. “Maafkan aku telah menghianatimu Wayan, maafkan…” Dua hari setelah Wayan berjumpa denganku, ia datang ke losmen tempatku menginap. Ia duduk di ruang depan losmen sembari mengungkapkan apa yang ia rasa. Begitulah setelah kena stroke, seluruh uangnya habis dikuras sang isteri yang kabur dengan laki-laki lain. Ia menjadi manusia tak berdaya baik dari segi materi maupun jasmani. Ditambah dengan bisnis travelingnya yang bangkrut, Wayan merasa dunianya sudah berakhir. “Dua anakku kini ikut Ibu mereka. Aku sendirian.” Kisahnya. “Lalu?” Mataku menatapnya penuh selidik. Aku membaca ke mana arah ucapannya. “Bisakah kita bersama lagi?”Tanyanya dengan wajah serius. Aku tercekat. Mengucapkan kata untuk memoles kembali kisah yang telah retak memang mudah. Tetapi di balik itu banyak pihak yang harus dilibatkan. Pertama keyakinan kami berbeda, kedua aku sudah paruh baya dan sakit-sakitan, ketiga aku tak punya deposito, berobat pun memakai BPJS. Aku hanya berharap dari gaji PNS dengan golongan 3A. Keempat, aku telah frigid, tak ada ketertarikan akan sex baik di jiwa dan ragaku. Semua organ libido di tubuhku telah mati rasa. Semuanya itu kuceritakan pada Wayan. “Aku juga.” Kata Wayan. “Kita tidak butuh itu semua. Masalah keyakinan, aku tak bisa memaksamu untuk ikut agamaku. Aku tak bisa menjamin kau akan masuk surga atau tidak karena aku tak tahu di mana tempat itu berada. Agama ada di hatiku, Tuhan maha tahu segalanya. Jika aku berbuat baik atau jahat, maka tempat aku berada kelak sudah disiapkan olehNya. Jadi selama kita masih diberikan rasa cinta, mengapa kita tidak melaksanakannya? Aku cinta padamu Anjeli. Sejak dulu, cintaku bukan hanya karena libido semata, cinta yang benar-benar tulus yang kubawa hingga aku mati, sungguh…” Ah, lagi-lagi aku menangis. Melalui jemari rapuhku yang penuh dengan keriput, kuusup wajah Wayan dengan penuh kasih. Wajah kekanakkan yang menyimpan ribuan rindu untukku. “Ya, ternyata aku juga mencintaimu Wayan…” bisikku perlahan, nyaris tak terdengar…
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Wied. N
Y. Anang Jatmiko
Satya Dewi
Afrizal
Dewa Komang Mahadewa
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Di minggu ini tidak perlu ngoyo, walaupun kesempatan masih terbuka lebar, jalankan saja apa yang sudah ada dan tidak perlu punya pikiran untuk buka usaha baru. Karier: Perlu konsentrasi tinggi untuk mempertahankan dan mengembangkannya segala ide dan rencana supaya menjadi lebih baik. Kesehatan: Pandai-pandailah memanage waktu, jangan sampai tumpang tindih yang hanya akan bikin pikiran menjadi kacau saja dan rutinitas yang menjaga kesehatan tubuh menjadi terabaikan. Keuangan: Selama Anda tidak menuruti emosi maka tidak akan terjadi hal-hal yang merugikan. Asmara: Jika sudah punya kekasih, maka perlu kesetiaan dan perasaan asmara yang tinggi, jangan suka bermain api. Aquarius Peruntungan: Di minggu ini tugas akan banyak terbengkalai jika tidak bisa konsentrasi dan terlalu menganggap remeh persoalan yang ada. Ingatlah bahwa ini akan sangat mempengaruhi kredibilitas Anda, maka dari itu perlu berhati-hati dan tidak sembrono. Karier: Jangan cari ribut dengan siapapun karena tak ada untungnya, bila perlu mengalah saja demi sebuah kemenangan dikemudian minggu. Kesehatan: Di saat seperti ini penyakit perut sedang mewabah sehingga makanan dan kebersihan perlu diperhatikan. Faktor kebersihan selalu Anda nomor satukan sebelum memutuskan untuk makan di suatu tempat. Keuangan: Tidak ada yang perlu dicemaskan karena income masih cukup lancar dan banyak, sehingga banyak kebutuhan penting yang akan tercukupi. Asmara: Perlu take and give supaya di antara Anda berdua bisa lebih saling memiliki. Pisces Peruntungan: Kejenuhan sudah mencapai ambang batas, dan ini merupakan perilaku alam yang wajar. Maka dari itu tak perlu terlalu memaksakan untuk bekerja keras karena percuma saja hasilnya. Lebih baik Anda bekerja dengan serileks mungkin, dan segera cari tempat yang tepat untuk refreshing, supaya badan dan pikiran bisa fit kembali. Karier: Jangan ngotot ingin menangnya sendiri, ada baiknya Anda selalu mendengarkan masukan dari teman-teman sebagai bahan instropeksi diri. Kesehatan: Cobalah lebih serius memperhatikan istirahat dan pola makan yang benar, agar kesehatan tetap terjaga dan segala aktifitas bisa berjalan dengan normal. Keuangan: Masih relatif stabil, hanya saja dalam bertindak sebaiknya tetap berhati-hati dan penuh pertimbangan. Asmara: Sadarilah bahwa apa yang Anda ucapkan tidak selamanya menyenangkan hatinya, maka dari itu kalau berbicara jangan asal buka mulut saja. Aries Peruntungan: Jangan abaikan feeling yang muncul secara tiba-tiba, apalagi disaat Anda berada dalam pilihan yang serba membingungkan, sehingga suara hati adalah lebih tepat dan lebih safe daripada mendengarkan dan melaksanakan omongan orang. Karier: Bekerjalah dengan penuh semangat dan jangan cepat merasa puas dengan apa yagn telah Anda raih selama ini. Kesehat istirahat usahakan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin agar tenaga bisa pulih kembali. Keuangan: Rezeki mengalir tiada henti, walaupun ini sebenarnya masih awal akan tetapi prospek tampak cerah dan melegakan hati. Asmara: Berhati-hatilah dengan setiap ucapan yang Anda keluarkan jangan sampai memicu pertengkaran. Taurus Peruntungan: Minggu ini sangat baik untuk merealisasikan rencana penting karena perbintangan Anda pada posisi yang menguntungkan. Sehingga hampir tiada rintangan dan masalah yagn menghambat laju Anda. Karier: Keseriusan harus tetap dipertahankan, terutama dalam menghadapi partner kerja yang kurang serius, bila perlu berilah teguran kepadanya. Kesehatan: Suasana hati sangat membantu bagi pemulihan kondisi badan Anda untuk tak perlu terlalu tegang dalam berpikir. Keuangan: Bersabarlah karena apa yang Anda tunggu-tunggu ternyata tak kunjung datang. Asmara: Tidak perlu ragu dengan kesungguhan hati Anda, yakinlah dengan kelebihan yang ada dalam diri sendiri, itu akan menolong dari rasa minder yang berlebihan. Gemini Peruntungan: Usahakan tak banyak omong jika tak perlu agar kesalahan ucapan tak dijadikan penghalang bagi jalan Anda. Sekalipun peruntungan cukup mujur jika tak bisa membawa diri maka bukan tak mungkin peluang akan menjadi bencana. Karier: Turuti saja perintah atasan dan tak perlu Anda membantahnya sekalipun diri Anda mempunyai alasan yang cukup kuat. Kesehatan: Kurang bisa dijamin jika Anda kurang bisa perhatian dengan kondisi badan Anda untuk itu perlu sekali Anda mengatur waktu dengan seefisien mungkin. Keuangan: Berhematlah dengan tidak berfoya-foya membeli barang-barang yang kurang begitu penting, masih banyak kebutuhan yagn harus Anda penuhi. Asmara: Cobalah Anda merenung, apa yang sudah Anda perbuat untuknya, sehingga apa pantas jika harus menuntut terlalu jauh. Cancer Peruntungan: Meskipun suasana tampak tenang akan tetapi sebenarnya masih bergolak, sehingga kalau tidak waspada dan sembrono maka masalah baru yang cukup rumit akan Anda terima. Jalankan saja apa yang sudah ada dan hindari spekulasi yang terlalu berlebihan. Karier: Jangan segan untuk bertanya jika memang Anda kurang mengerti tentang perkataannya. Kesehatan: Kurang bisa mendukung kerja Anda minggu ini terutama rasa pusing di kepala yang selalu mengganggu konsentrasi Anda. Keuangan: Masih ada order besar yang bisa Anda kejar dan mendatangkan keuntungan yang lumayan besar. Asmara: Jangan semuanya dimasukkan hati, itu tidak akan membikin suasana tenang justru akan membuat gelisah saja. Leo Peruntungan: Jangan menyerah meski banyak halangan yang menghadang karena banyak peluang yang bisa dimanfaatkan di minggu ini. Tetaplah konsisten dengan visi dan misi Anda ke depan, yakinlah bahwa hanya dengan melewati tantangan tersebut maka baru bisa merengkuh kesuksesan yang Anda idam-idamkan. Karier: Kritikan yang datang jadikan bahan pertimbangan untuk bisa selalu mengontrol langkah-langkah yang telah Anda lakukan selama ini agar tak sampai salah arah. Kesehatan: Kondisi alam dan lingkungan kurang begitu bersahabat untuk saat ini maka ada baiknya Anda lebih berhati-hati terutama dalam mencari makanan yana ada di luaran. Keuangan: Berhati-hatilah menuruti ajakan teman apalagi jika sampai mengganggu keuangan Anda karena bisa fatal akibatnya. Asmara: Sudah wataknya begitu, jadi buat apa dipermasalahkan, karena itu tidak akan ada habisnya, bukankah watak itu tidak ada obatnya. Virgo Peruntungan: Bila ada yang mencoba untuk memberi iming-iming untuk pindah haluan, sebaiknya jangan didengarkan, karena itu masih belum pasti dan hanya akan menimbulkan beban berat bagi pikiran Anda saja. Karier: Jangan takabur, karena semua ini masih tanda tanya. Kesehatan: Suasana hati agak tertekan dan itu akan sangat mempengaruhi kondisi badan dan pikiran Anda. Cobalah Anda sedikit rileks dan hadapilah segala persoalan dengan sesantai mungkin. Keuangan: Apa yang diharapkan ternyata masih jauh dari harapan semula sehingga cukup mengganggu budget Anda. Asmara: Jaga ucapan Anda apalagi hati masih dilanda perasaan emosi, jangan sampai salah omong karena bisa panjang urusannya nanti. Libra Peruntungan: Kesempatan untuk meraih hasil besar masih terbuka lebar tinggal tergantung bagaimana Anda memanage semua peluang tersebut sehingga bisa sampai pada sasaran yang diinginkan. Karier: Hindari ketergantungan dengan orang lain dan jangan mengharap yang terlalu tinggi tanpa melihat kondisi Anda saat ini. Kesehatan: Ingatlah bahwa pikiran dan kondisi badan Anda sudah cukup lelah, sehingga sekalipun dipaksakan untuk saat ini akan percuma saja hasilnya. Keuangan: Pemasukan masih cukup tinggi sekalipun kebutuhan juga terus meningkat. Asmara: Tak ada gunanya perkara sepele seperti itu dimasukkan hati, itu akan membuat diri Anda cepat tua saja, bukankah lebih baik jalani setiap masalah yang ada ini dengan perasaan gembira. Scorpio Peruntungan: Segala persoalan yang muncul masih dalam batas kewajaran. Tetaplah bersemangat mengejar segala peluang yang ada, yang penting rasio harus lebih diutamakan daripada perasaan. Karier: Jangan mendengarkan omongan teman kalau hanya akan membikin Anda kesulitan sendiri nantinya. Kesehatan: Hindari konfrontasi dengan siapa saja karena hanya akan membikin pikiran menjadi tegang. Keuangan: Pemborosan masih sulit untuk Anda redam walaupun pemasukan masih terus mengalir dengan lancar. Asmara: Suasana masih terjalin mesra dan romantis. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu menghiraukan tanggapan orang lain yang terkadang kurang obyektif dan kurang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ada baiknya Anda percaya dengan rencana yang telah Anda susun sendiri sehingga bisa berjalan dengan tenang tanpa tergantung dengan orang lain. Karier: Bila ada perselisihan dengan rekan sekerja sebaiknya dibicarakan saja dengan atasan tak perlu diselesaikan dengan menggunakan otot. Kesehatan: Jika dalam hati terus merasa gelisah dan bertanya-tanya mengenai kondisi badan Anda saat ini ada baiknya segera konsultasikan dengan dokter ahlinya, sehingga hati bisa tenang dan tidur bisa nyenyak kembali. Keuangan: Percuma saja jika harus main spekulasi ataupun ambil Diasuh Oleh keputusan penting sedangkan faktor kemujuran Putri Wong Kam Fu tampak minim sekali. Asmara: Keinginannya Berlaku kadang sulit untuk dinalar, walaupun begitu tak 7-13 Agustus 2016 perlu terlalu dipersoalkan.
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
WEDA WAKYA
”Catur Varna” Bukanlah Kasta Brahmano’sya mukham asid bahu rajanyah krtah uru tad asya yad vaisyam padbhyam sudro ajayata (Rg Veda, Purusa Sukta 13)
Redaktur Khusus WEDA
WAKYA Darmayasa
“PARA Brahmana muncul dari muka, para Ksatriya muncul dari lengan, Vaisya muncul dari kedua paha, dan para Sudra terlahirkan dari kaki Pribadi Kosmis ini.” “Kalau sudra sambhavah” -pada zaman Kali (-yuga), zaman edan penuh pertikaian, semua orang dilahirkan dalam level Sudra. Pada zaman Kali (-yuga), zaman edan penuh pertikaian, semua orang dilahirkan dalam level Sudra. Pernyataan kitab suci ini memastikan bahwa tidak ada orang lahir langsung tinggi atau rendah. Semua dilahirkan sama, dalam arti semua dilahirkan sama dengan sifat-sifat yang tidak semulia, seagung seperti yuga-yuga sebelumnya yaitu Dvapara-yuga, Treta-yuga, dan Satya-yuga. Pada zaman dahulu ada yang lahir langsung sebagai Brahmana, sejak dalam kandungan bahkan sudah mengucapkan mantramantra Veda, sejak kecil sudah memiliki kemampuan ke-brahmana-an luar biasa, contohnya putra Maharesi Vyasa bernama Resi Suka (Sukadeva Goswami). Demikian pula, Abhimanyu dalam usia 16 tahun sudah memiliki kesaktian luar biasa yang bahkan para ksatria hebat seperti Bhisma, Drona, Duryodhana, Karna dan lain-lain pun tidak mampu mengalahkannya, kecuali dengan cara mengeroyoknya. Contohcontoh sangat banyak bisa dilihat dalam sejarah Veda khususnya Upanisad, Purana, Itihasa dan lain-lain. Akhirnya tinggi-rendah sehubungan dengan badan, manusialah yang menciptakannya. Sedangkan tinggi-rendah secara batin, tentu saja ketekunan serta kesungguhan hati orang dalam meniti ilmu pengetahuanlah yang menentukannya. Ciptaan tinggi-rendah sehubungan dengan badan mengarah pada bentukan kasta dan sejenisnya. Ciptaan tinggi-rendah sehubungan dengan batin mengarah pada Varna. Semua mengakui dalam kesamaan pandang bahwa Varna merupakan tatanan masyarakat manusia yang sangat sempurna, tanpa cacat cela, berlaku secara universal,
melampaui batasan waktu dan golongan, sebab Varna itu sendiri merupakan ciptaan Tuhan (catur varnyam maya srstam). Catur Varna, yaitu Brahmana, Ksatriya, Vaisya, dan Sudra dapat dikatakan sebagai sistem tata kelola masyarakat pada zaman Veda dan/atau sesuai dengan ajaran Veda. Sistem tersebut sempurna tanpa celah kekurangan atau cacat apa pun. Brahmana adalah sebutan untuk orang-orang yang menekuni agama spiritual, memiliki sifat dasar atau sifat alami agama spiritual dan pekerjaan sehariharinya adalah dalam urusan agama spiritual, itulah yang dinamakan Brahmana, yang di masyarakat lain sebutannya bisa lain seperti Imam, Ustad, Father, Pendeta, sebagaimana di agama Hindu disebut sebagai Purohita, Acarya, Maharesi, Resi, Mpu, Pedanda dan lain-lain. Sistem Tatanan ada kesamaan universal tetapi nama dan istilah berbeda. Ksatria (Ksatriya) adalah sebutan untuk mereka yang secara alami mempunyai sifat gagah berani, pembela yang lemah dan tertindas, penegak kebenaran yang dalam kelompok masyarakat di dunia mempunyai sebutansebutan yang berbeda. Pada masyarakat modern mereka dinamakan sebagai presiden, menteri, tentara, polisi dan lain-lain. Vaisya adalah sebutan untuk orang-orang yang secara alami memiliki sifat dagang, bisnis dan pekerjaannya juga sebagai pebisnis, atau penyedia sandang-pangan bagi keperluan masyarakat. Selanjutnya Sudra merupakan sebutan untuk mereka yang secara alami mempunyai sifat melayani yang lain dengan tulus ikhlas dan pekerjaannya juga adalah sebagai pelayan masyarakat. Seperti yang lainnya juga mempunyai sebutan berbeda di masyarakat, mereka juga mempunyai sebutan-sebutan berbeda pula yang di dalam ajaran Sanatana Dharma atau dalam agama Hindu mereka dinamakan sebagai Sudra dan di masyarakat modern namanya nurse, perawat, pembantu rumah tangga dan lainlain yang menyediakan pelayanan
pada masyarakat. Mereka bukan golongan rendah melainkan golongan terhormat. Varna hanya diciptakan oleh Tuhan dalam kategori empat ini yang dinamakan Catur Varna (Warna). Tatanan dalam masyarakat yang ditata dalam empat Varna ialah merupakan masyarakat Veda, tatanan masyarakat sempurna yang memberikan jaminan kesejahteraan, ketenangan, kedamaian yang baik, sebab ia merupakan tatanan masyakarat yang diciptakan oleh Tuhan itu sendiri dan bukan oleh manusia. “Catur varnyam maya srstam” -empat tatanan masyarakat ini Akulah (Tuhanlah) yang menciptakan, berdasarkan sifat dan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Masyarakat yang terciptakan dalam tatanan Catur Varna adalah masyarakat yang sagiliksaguluk salunglung sabayantaka, paras-paros sarpanaya, tenang damai aman sejahtera, gemah ripah lohjinawi, toto titi tentrem kertoraharjo lohjinawi, subur makmur damai sejahtera. Dimana masyarakatnya selalu hidup rukun bersama dan bersatu dalam berbagai perbedaan, saling asah asih dan asuh. Ciptaan Tuhan selalu sempurna dan selalu masuk akal, akan tetapi, manusia selalu tidak sempurna. Ciptaan Tuhan yang sudah sempurna sering diganggu dan dicemari oleh manusia sehingga menjadi tidak sempurna serta penuh dengan cacat cela. Sehubungan dengan apa yang didiskusikan di sini, ciptaan Tuhan yang Catur Varna di-”obrakabrik” menjadi (catur) kasta. Perbedaan jelas antara keduanya; Kasta disebabkan oleh kelahiran dan golongan, sedangkan Varna diciptakan oleh Tuhan dan Dharma. Varna adalah tatanan masyarakat yang maha sempurna, sedangkan kasta merupakan tatanan yang “mencemari” (Catur) Varna. Mencemari ada dalam tanda kutip. Ia sesungguhnya merupakan “gangguan” pada (Catur) Varna, jika masyarakat itu sendiri tidak dan/atau kurang berhatihati bijak dalam menerima serta membawakannya. Anak seorang dokter harus menjalani perkuliahan berat bertahun-tahun sampai akhirnya lulus dan mendapatkan ijasah, barulah dinamakan dokter. Anak seorang Brahmana bisa menjadi Brahmana setelah menjalani disiplin agama spiritual matang melalui tapa, brata, yoga, samadhi, barulah ia bisa menjadi seorang Brahmana. Pelurusan dalam hal ini sangat urgen diperlukan, tentu saja tidak
ada pilihan lain untuk meluruskannya selain kita segera berlindung pada kitab suci Veda, pada “Pramana” atau dasar hukum babon awal dari tatanan indah sempurna ini. Kitab suci yang paling awal hadir di alam manusia atau di mayapada ini adalah kitab suci Rg Veda. Kitab suci yang anadi (tanpa awal) dan ananta (tanpa akhir), langgeng serta sempurna isi. Pada kitab suci maha sempurna inilah terdapat ajaran pertama tentang Catur Varna ini pada Rg Veda bagian Purusa Sukta: “brahmano’sya mukham asit”. Di sinilah ajaran sempurna Catur Veda awal mulanya menjadi sistem tatanan masyarakat sempurna baik dalam praktik maupun dalam tujuan. Karena ia disesuaikan dengan pemasangan sempurna antara sifat alami dan pekerjaan yang dilakukan. Sedangkan seperti apa yang terjadi di masyarakat modern sekarang ini, sifat yang tidak dipasangkan dengan pekerjaan merupakan tatanan “setengah jadi” yang tentu saja tidak memberikan hasil maksimal dalam pembentukan masyarakat manusia yang sagilik saguluk salunglung sabayantaka sarpanaya, saling asah saling asih dan saling asuh maju bersama dalam jiwa gotong royong “manyama braya”. Dalam Rg Veda tersebut ditegaskan bahwa Brahmana diumpamakan sebagai bagian kepala dari Tuhan, Ksatriya merupakan bagian bahu/lengan, Vaisya merupakan bagian perut dan akhirnya Sudra diumpamakan sebagai bagian kaki dari Tuhan Yang Maha Esa. Pemahaman di sini adalah semua sama, tidak ada yang lebih sebab ia merupakan yang berbeda dalam kesatuan demi kesempurnaan. Para pebisnis, petani, pembantu rumah tangga dan sejenis mendapatkan jaminan pasti dari kitab suci Veda untuk mencapai tujuan akhir yang juga menjadi tujuan utama dari pendeta, brahmana, Purohita, Resi, Yogi dan tokoh-tokoh agama spiritual lainnya. Akhirnya, untuk menjauhkan orang-orang dari keraguan dalam meniti jalan indah Veda sehubungan dengan tatanan masyarakat sempurna Veda, maka Tuhan memberikan penegasan di dalam kitab suci Bhagavad-gita bahwa Catur Varna ini bukanlah buatan manusia melainkan ciptaan Hyang Parama Kawi, Tuhan YME (catur varnyam maya srstam guna-karma vibhagasah). Sedangkan Kasta adalah ciptaan manusia, maka Kasta bukanlah Catur Varna, dan Catur Varna bukanlah Kasta.
MIMBAR AGAMA
Bersyukur Menjadi Karmelit Redaktur Khusus MIMBAR
KATOLIK Ignatius Suharto “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan terberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai ke telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh berbahagialah dia yang telah percaya sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana,” (Luk 1:42-44) Pada ‘Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga’ (15 Agustus 2016) petang, komunitas Santa Teresa Avila Bali Ordo III Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, bersama Romo Delegatus Provinsial Karmelit Awam akan melangsungkan Vesper (Ibadat Sore) meriah di Gereja Katedral Denpasar. Kemudian, acara dilanjutkan dengan persiapan profesi dan formasi. Mereka yang akan mengikrarkan profesi kekal satu orang, profesi pertama dua orang dan satu orang novis yang ditandai dengan penerimaan skapulir besar. Upacara tersebut akan dilangsungkan pada sore hari berikutnya, (Selasa, 16/8, pukul 18.00) dalam Misa Kudus, dilanjutkan dengan pembaharuan profesi oleh segenap anggota komunitas. Kami percaya, banyak umat Katolik Denpasar yang berkenan hadir. Para pembaca tentu masih ingat akan adanya macam-macam inteligensi, yaitu Inteligensi Intelektual (IQ), Inteligensi Emosional (EQ), Inteligensi Spiritual (SQ), Inteligensi Linguistik, Inteligensi Musik, Inteligensi Visual dan Spasial, Inteligensi Intrapersonal, Inteligensi Interpersonal, Inteligensi Kinestetik dan Inteligensi Naturalis. Setelah sekian lama menjadi anggota Karmel Ordo III (Awam), kami sungguh bersyukur. Ketika kami saling mengamati dan mengamati diri kami sendiri,
kemudian mensyeringkannya, tahulah kami bahwa ada perubahan dalam diri kami. Misalnya, berkat melakukan Ibadat Harian (Laudes, Vesper dan Completorium) beberapa di antara kami mempunyai kemajuan dalam inteligensi musik. Yang semula tidak bisa membaca not, kini lancar dan benar; bahkan untuk menyanyikan Mazmur mereka dapat menciptakan tonus sendiri. Pembaca masih ingat apa yang dikatakan Howard Gardner bahwa inteligensi musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang serta membentuk dan mengekpresikan bentuk-bentuk musik. Inteligensi ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dan tembre. Karena kami hidup berkomunitas (seperti kelompok kategorial yang lain), inteligensi interpersonal kami terus berkembang. Pembaca masih ingat bahwa inteligensi interpersonal ialah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Hal ini dibuktikan dengan adanya kegembiraan bekerja dalam kelompok. Misalnya, suka belajar dalam kelompok. Apa lagi, kami di dalam komunitas berada di bawah bimbingan Pastor Delegatus Komunitas yang mumpuni, yang mengasuh kami seperti gembala menjaga kawanannya. Karena kami diwajibkan untuk banyak membaca buku-buku dan tulisan, tentu saja inteligensi intrapersonal kami juga terus berkembang. Sebenar-benarnya –walau ada yang sudah usia lanjut- kami-kami ini di dalam komunitas bersyukur boleh menjadi pembelajar lagi. Namun, yang paling menarik bagi kami adalah adanya kemajuan inteligensi emosional dan inteligensi spiritual kami. Sebab, kami ditunjang oleh “Kharishma Ordo Karmel”, yaitu doa, (kontemplatif dan aktif) persaudaraan, dan pelayanan. Dalam menggumuli persaudaraan, mau-tidak mau inteligensi emosional kami terus berkembang. Sebagaimana Steiner mengatakan, bahwa inteligensi emosional adalah kemampuan untuk memahami emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana kondisi emosional diri untuk meningkatkan etika maksimal sebagai kekuatan pribadi. Kemajuan tersebut ditandai dengan adanya
perubahan bahwa di antara kami banyak yang semakin mengenal kekuatan dan kelemaan diri sendiri; lebih mampu membaur dengan banyak orang, lebih peduli dan menjadi orang yang lebih bermoral, semakin lebih pandai membaca ekspresi wajah orang lain; dan yang lebih penting adalah mampu memotivasi diri sendiri. Menurut Zohar dan Marshall (dua orang pertama yang memperkenalkan SQ), inteligensi spiritual adalah inteligensi yang digunakan orang untuk membuat kebaikan, kebenaran, keindahan dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari, dalam keluarga, dalam organisasi atau/ dan lembaga; inteligensi ini juga merupakan cara orang menggunakan makna, nilai-nilai, tujuan dan motivasi dalam proses berpikir dan pengambilan keputusan. Bukankah kesemuanya itu patut disyukuri? Dipilihnya waktu untuk mengikrarkan profesi yang berdekatan dengan hari rayanya Santa Perawan Maria, karena nama Ordo Karmel aslinya adalah Ordo Saudara-saudara Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Kutipan yang mengawali tulisan ini adalah bacaan Injil dalam hari raya tersebut. (Tahun ini dirayakan pada Minggu 14/8/16), Dalam Kitab Suci dengan jelas dapat kit abaca tentang kesaksian
Santa Elisabet yang dipenuhi Roh Kudus, bahwa Santa Perawan Maria adalah Ibu Tuhan (Yesus). Kepercayaan umat Katolik akan Santa Maria, Bunda Tuhan Yesus, yang diangkat ke surga, merupakan suatu pegangan hidup yang penuh harapan. Dengan penuh syukur memandang Bunda Maria di surga, hidup kita sendiri sebagai umat Katolik di dunia ini juga dapat kita yakini sebagai hidup yang tertuju kepada kebahagiaan abadi di surga. Kematian kita bukanlah suatu akhir perjalanan hidup kita, melainkan suatu pintu memasuki awal hidup baru, hidup abadi yang penuh kebahagiaan dan sukacita bersama para kudus di surga. Bukankah ini pun harus kita syukuri? Rasa sukur kita akan bertambah lagi jika kita bersedia merenungkan buah renungan yang ditulis dan disampaikan oleh Sri Paus Benediktus XVI di Castel Gandolfo, 16 Agustus 2006 berikut ini: “Dengan memandang Maria dalam kemuliaannya di surga, kita memahami, bahwa dunia ini bukanlah Tanah Air kita yang definitif. Dan bila kita hidup sambil memperhatikan hal-hal abadi (surgawi), maka pada suatu saat kita akan mengambil bagian dalam kemuliaan yang sama, dan dunia kita ini akan menjadi makin indah” Ave Maria.
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Putra ke-2 dari pasangan I Gst. Ngurah Nyoman Arnawa dan Gst. Ayu Suary Dewi yang bernama I Gst. Ngurah Agung Krisna Ardyana, baru saja melakukan prosesi upacara tiga bulanan. Upacara berlangsung sederhana di rumah kediamannya di Banjar Kutri, Singapadu, Gianyar
Bali
Redité Wagé, 7 Agustus 2016
L E M B A R
Bencingah
BPM/wan
Patut Kalestariang RING kawéntenan aab jagat aor tan pawates sakadi mangkin, kahanan kahuripan ring pakraman utamanipun ring Bali majanten nénten pateh sakadi nguni. Yadiastun kahanan punika akéh ngawinang krama sayan “individualis” nanging punika taler mapikolih becik duaning kramané sayan saat utawi “semangat” miwah “kreatif” ri kala ngolah taler nglestariang sekancan sané kadruénang olih désa miwah banjarnyané mangda sayan-sayan kauningin olih krama siosan saking dura désa napi malih saking dura negara. Duaning ketah kahanan utawi parindikan sané saking nguni kapanggih tur kabaosang lumrah olih kramané wantah parindikan sané kabaosang becik, ngangobin tur ngawinang para tamiuné meled ngaksiang. Sakadi sané kapanggih olih Komang Suarnaya. Bandésa Adat ring Désa Adat Umejero, Kecamatan Busungbiu, Buléléng puniki maosang désanyané wantah sinalih tunggil saking petang désa sané ngaryanin budaya utawi tradisi magangsingan ring Buléléng. Punika mawinan dané miwah krama mautsaha mangda magangsingan sané pinaka atraksi budaya tradisional prasida kalimbakang tur sayan eksis ring pakraman. Dané maosang tradisi inucap taler ketah kasinahang utawi “dipromosikan” pinaka sinalih tunggil cecihnan utawi ikon pariwisata ring Kabupaten Buléléng sané kapanggih napkala kamargiang Lovina Festival miwah Buléléng Festival. Tatkala punika majanten Pemkab Buléléng jagi ngulemin kelompok magangsingan tur ketah kelompok saking Désa Umejero sané kaulemin mangda nyinahang unén-unén pacentokan gangsing ring acara inucap. Sios punika ring Twin Lake Festival taler sering pisan kamargiang lomba utawi kejuaraan magangsingan. “Tiang sujatinné meled pisan mangda tradisi puniki sayan nglimbak, yadiastun kantos mangkin wawu prasida nglimbak ring tigang désa kémanten, luiré ring Désa Bengkel, Pedawa miwah Désa Kayuputih utawi ring Banjar Bolangan sané nampek sareng Gesing. Sios punika naenin wénten tamiu dura negara sané meled ngaksiang pacentokan gangsing mriki yadiastun durung wénten sané kayun nelebang utawi mlajah magangsingan,” baos dané bangga. Dané sané embas ring Umejero, 18 Desember 1959 puniki malih maosang, dumun tatkala dané kantun truna taler seneng ngamargiang olahraga puniki. Napi malih tatkala punika akéh pisan dané madué gangsing kantos matetiga soroh gangsing, matiosan sareng mangkin, asiki krama wantah madué asiki soroh gangsing kémanten. Plalianan sané pinaka olahraga tradisional sané madaging antuk kahanan seni puniki kantos mangkin nénten wantah kasenengin olih para yowana taler alit-alit kémanten taler olih krama kelih utawi bapak-bapak sané kantun siteng ngempéng utawi ngisiang taler becik mantigang gangsingé punika. Katakénin indik kahanan magangsingan ring wewidangan Désa Umejero, dané sané dumun naenin dados Perbekel Umejero duk warsa 1993 kantos warsa 2001 puniki maosang, kasuén-suén tradisi inucap sayan kasenengin. Punika kasinahang saking kawéntenan kelompok utawi klub magangsingan sayan ngakéhang, dumun wantah adiri ring adesa nanging mangkin sampun kantos nem kelompok akéhnyané. Angga kelompoknyané taler prasida rauh saking désa siosan sané taler seneng ring gangsing puniki. “Mangda tradisi magangsingan puniki sayan nglimbak tur nincap, Pemerintah Désa kantos mangkin setata ngicénin uratian malarapan “dana motivasi” majeng kelompok sané jagi malomba ka désa siosan utawi nagingin unén-unén ring festival. Yadiastun nénten akéh nanging punika kaaptiang prasida nincapang pikayunan krama nyagra tetamian leluhur mangda setata lestari,” baos dané sané meneng ring Dusun Umejero, Désa Umejero, Busungbiu, Buléléng puniki makenyem. (wan)
(39)
B A L I
Magangsingan, Tetamian Budaya sané Kawangun Nyatur Désa
Komang Suarnaya
V Tungtung Tangis
7
B A S A
PARIKRAMA sané kamargiang ring tengahing kahuripan krama Bali majanten jagi ngamedalang makudang-kudang soroh budaya sané katamiang ring pianak miwah cucunyané tur katreptiang pamarginipun ring awig-awig sané wénten ring banjar utawi désané punika. Budaya sakadi punika akéhan marupa upacara yadnya sané galah, genah taler tata-titi pamarginnyané sampun becik kasurat ring awig-awig tur kasuén-suén manados cecihna sané nénten prasida kapanggih malih ring désa utawi banjar siosan. Nanging wénten taler budaya miwah tetamian tradisi sané sekancan parindikannyané nénten wénten kasurat ring awig-awig sakéwanten manados cecihnan désa duaning kasenengin tur kamargiang olih makéh krama. Sinalih tunggilnyané tetamian budaya magangsingan ring Désa Umejero, Busungbiu, Buléléng. Magangsingan utawi maplalianan gangsing puniki wantah tetamian budaya sané sampun kamargiang olih krama irika saking nguni tur manados olahraga tradisional. Komang Suarnaya, Bandésa Adat Désa Umejero maosang, plalianan inucap sujatinné kawangun olih patpat désa adat sané sering kawastanin Nyatur Désa, inggih punika Désa Gesing, Munduk, Goblég miwah Umejero. Sakéwanten kasuén-suén sayan nglimbak tur kamargiang taler ring désa siosan sakadi ring Désa Bengkel, Désa Pedawa miwah Désa Kayuputih pameksnyané ring Banjar Bolangan. Dané malih maosang, tradisi punika wantah tradisi sané kamargiang napkala wénten galah embang sinambi
ngantosang masan panén cengkeh, nénten wénten ngeninin indik pamargi upacara yadnya. Sakéwanten tatkala sampun ngranjing ring masan panén, sinah nénten wénten krama sané ngamargiang tradisi inucap duaning jagi gupuh panén. “Wénten taler kamargiang pacentokan utawi kompetisi sané kamargiang olih désa risampunné wénten pepacukan ring sajeroning krama sané seneng magangsingan. Sios punika ring raina minakadi Manis Galungan, Manis Kuningan miwah Ngembak Geni taler ramia pisan krama sané magangsingan utawi ngamargiang pacentokan,” Suarnaya nartayang. Parikrama pacentokan magangsingan puniki ngawigunayang gangsing pangebug utawi sané kaanggén ngebug tur gangsing pamelékan utawi sané jagi kagebug ring kalangan sané sampun kakepah tur kadagingin angka 1, 2, 3 miwah 4 antuk sué pacentokanipun kirang langkung kalih tengah jam. Wus punika kakawitin antuk nyelehin sapasira kelompok sané manados pangebug tur pamelék kapertama saking makekalih kelompok sané macentokan antuk parikrama sut utawi masiteng-sitengan pitehan gangsing ngawigunayang gangsing pe-sut. Soang-soang kelompok jagi nyelehin anggannyané pada makekalih tur ngambil genah ring kalangan antuk paduman kalangan 1 miwah 3 utawi 2 miwah 4 duaning jagi me-sut. Risampuné gangsing pe-sut punika kapitehang sinarengan, kelompok sané gangsing pe-sut ipun padem pinih siduri sané manados pange-
bug kapertama. Wus punika wawu makapatpat kalangan inucap kadagingin antuk pada asiki angga saking soang-soang kelompok sané manados pangebug miwah pamelek tur ngawit pacentokan manut saking arah-arah utawi “kode” angka sané kasambatang. Indik biji kapolihang olih pangebug sané prasida ngamademang utawi suénan mapiteh katimbang gangsing pamelékan musuhnyané. Sakéwanten yéning sané padem wantah pangebugnyané sinah nénten wénten ngamolihang biji sajabaning magenti kelompok pangebug i wawu sané mangkin dados pamelék. Pacentokan kapuputang ri kala sampun kapolihang biji akéhnyané adasa utawi sampun ngranjing ring galah kalih tegah jam. Dané malih maosang, ring soang-soang kelompok ketah kapanggih angga sané madué spesialisasi soang-soang minakadi wantah prasida manados pangebug, pamelek utawi pe-sut kémanten nanging wénten taler sané waged tur prasida ngangkepang. Sios punika wénten taler sané waged pisan ngamademang gangsing musuh ring apisanan gegebugan kantos belah. Jero Mangku Gedé Suwija, Jero Mangku Dalem Kahyangan Umejero sané taler manados pemain gangsing puniki maosang, wénten kekalih soroh gegebugan sané ketah kamargiang luiré Ngebom miwah Nyigad. “Yéning Ngebom wantah gegebugan sané tetujonipun mangda pamelékan prasida langsung padem, yéning Nyigad wantah gegebugan sané matetujon masiteng-sitengan pitehan,” baos Jero Mangku. (wan)
BPM/dok
MAGANGSINGAN – Pinaka sinalih tunggil tetamian budaya, magangsingan patut kalestariang mangda nénten punah tur setata kasenengin krama. Sinunggil utsahannyané malarapan antuk ngelar makudang-kudang pacentokan gangsing. DUK punika marginé sawewengkon Kecamatan Rendang ramia pisan antuk montor, sepéda motor, bus, mobil pribadi, lan pariwisata samben saking semengan ngantos wengi. Wénten saking jurusan Panelokan-Menanga-Besakih, wénten saking Klungkung-Rendang-Besakih, wénten saking KarangasemRendang-Besakih. Samian pangacepé gumanti jaga pedek tangkil muspa ka Pura Agung Besakih nemoning pujawali Bhatara Turun Kabéh sané katuran ngamasa apisan kalaning Purnama Sasih Kadasa. Sandang becik mangda para bakta sajagat Bali Pulina prasida polih tangkil, saking Pemerintah Kabupatén lan Kota ring Bali ngaturang panganyar ring pura sabilang raina magilihan. Punika mawinan Bhatara diodal nyejer salami salas raina. Parajanané dados polih galah élah muspa, nénten kantos maseksek magegésonan. Panambangané sampun jimbar, yadiastun kantun taler kirangan genah parkir sané ngawinang
mobilé ngantré marérod saking jaban pura ngantos ka Arca. Punika nyihnayang kasadaran umaté magama sampun nincap pisan. Dana punia saking Pemerintah, para pengusaha miwah para bakta sami sané kapupulang olih Media Massa lan para Dermawan sami matetujon mangda karya agung piodalané sida rahayu paripurna. Wénten taler para siswa Sekolah Dasar, SMP, SMA/SMK, lan Mahasiswa sané saking doh gumanti tangkil ka Besakih muspa, sekalian matirta yatra muspa ka pura-purané siosan sané kalintangin. Malah wénten sekaa shanti sané tangkil nyoréang ngraris makemit ngaturang gegitaan, pepaosan lan wargasari anggén ngraménin purané sané asri ring genahé sepi. Para wisatawan manca negara gumanti ngulengang pisan galahé puniki tangkil mapakaian adat Bali mangda nyidaang ngabadiang antuk kamerannyané upacara sané suci lan sakral. Para dagang ajeng-ajengan,
cendramata khas Bali, dagang acung lan amik-amikan siosan sami polih damekan katristisan bati saking waranugrahan Ida Bhatara ring Besakih. Yukti sakadi toyané sané malémbah ring tukadé kasalurang olih I Sekaa Subak ka telabahé ngantos ngecokin carik lan telagané, boya ja amung kabukti olih watek ulam lan tetanduran para taniné manten, nanging taler maguna rauhing sekancan sarwa prani lan sarwa entikan. Sapunika taler piodalané ring Pura Besakih pinaka upakara Déwa Yadnya, sané maruntutan Bhuta Yadnya taler tan simpang ngamargiang Resi Yadnya, Manusa Yadnya miwah bakti ring sang Déwa Pitara ring Mrajan lan Padarman. Mawinan sadurungé muspa ring Padma Tiga Penataran Agung patut muspa dumun ring Pura Padarman soang-soang krama/warga. Gusti Ngurah Jelada sareng timpal-timpalné saking Rendang sané ngranjing ring dura Désa alah arad samian mantuk
BPM/wan
NGETISANG – Risampuné gangsing wusan kakaryanin, patut kalanturang antuk parikrama ngetisang mangda kauningin sapunapi kahanan gangsing inucap sampun becik napi kantun wénten kakirangan sadurung jagi kawigunayang.
Ngaryanin Gangsing
Ngetisang Anggén Nuréksain Becik-Kaonnyané SAKADI sané sampun kauningin, parikrama magangsingan tradisional ngawigunayang tetiga soroh gangsing sané kawigunannyané matiosan. Wénten gangsing pamelékan sané jagi kagebug olih gangsing pangebugannyané. Wénten gangsing pe-sut sané kaanggén masiteng-sitengan pitehan tatkala ngamargiang parikrama me-sut. Wénten gangsing pangebug. Agengnyané taler mabina-binanayan, wénten 46 cm, 55 cm, miwah 66 cm sané kaadungang sareng tuuh sané nganggén. Inggih punika alit-alit, yowana miwah krama kelih utawi tua. Parikrama makarya gangsing taler patut urati pisan punika ngawinang pangargannyané mael nanging adung sareng “kualitas” ipun. Made Suparta Yasa, krama Désa Umejero sané taler ngaryanin gangsing puniki maosang abot gangsing punika kirang langkung 1,5 kg nyantos 2 kg. Dané taler maosang indik sué ngaryanin gangsing punika prasida kantos tigang raina napi malih indik ngaryanin paksinipun jagi akéh nelasang galah duaning kakaryanin saking besi kikir gilik utawi pir shock bréaker montor sané sampun kagetep miwah kaleserang ring pande besi. Punika kapasang ring unteng gangsing inucap. “Indik prabéa utawi modal asiki gangsing punika kirang langkung Rp 200.000 nyantos Rp 300.000 sampun puput antuk ukuran 46 cm. Yéning sané maukuran 66 cm tur kaanggén lomba, sinah maelan malih prasida kantos ayuta rupiah asiki. Yéning indik masang paksinnyané jagi maprabéa kirang langkung Rp 50.000 asiki,“ asapunika dané nartayang. Indik lakar sané jagi kaanggén akéhan karereh tur kapolihang ring alasé yadiastun mangkin sampun wénten sané ngadol ring Munduk. Komang Suarnaya taler maosang, lakar kayu sané pinih becik wantah kayu punyan lemo duaning sios saking siteng kayu punika jagi ngranayang pitehan gangsingnyané teteg. Nanging sané mangkin akéhan kayu punika kaanggén ring untengnyané kémanten sakadi kayu séséh sané akéh kaanggén unteng
mangda polih muspa ka Pura Besakih. “Masak anaké ané uli joh-joh tangkil, iraga ané di arepan cunguhé tusing,” sapunika krimikannyané alon. Duk Saniscarané, Gusti Ngurah Jelada sareng aji, ibu lan rainné nruput sampun numpang angdés jaga maturan ka Besakih. Raganné biasa nénten ngamarginin ring candi bentaré sakadi pamedeké siosan, nanging saking dauh purané ngraris muspa ka Padarman. Irika akéh kapanggih sareng sameton siosan, sakadi Lanang Geria, Ayu Swandéwi saking Menanga, Ayu Citra saha sameton saking Selat, sameton saking Nongan, Péjéng, Muncan. Usan muspa malih kapanggih sareng Luh Adé Suwarni sareng mamak, lan beli-belinipun. Kadi komando daa trunané makumpul irika. Sané lingsir tan urungan ngantosang okanné. “Kenalang niki misan tiangé Citra Andini saking Selat kari SMP. Nah, Gég Citra niki sampun timpal-timpal Bli Ngurahé dugas kari SMP di Rendang,
ring gangsing pamelékan kémanten. Yéning indik nutup utawi makarya lémpéhanipun jagi ngawigunayang kayu sabo, kesambi, juuk muntis miwah kemoning sané kalapis-lapis miwah katémplék nganggén lem mangda sayan siteng miwah tekek. Risampuné kenten kaserut mangda mabentuk gangsing sakadi sané kaaptiang tur kadagingin “variasi” sané marupa sibeh sané malakar antuk besi mangda gangsing nénten gelis belah sakadi sané dumunan wantah ngawigunayang kayu glondongan sané kaserut kémanten tan padagingin palapis miwah lem. Ngeninin indik talinipun kakaryanin saking Bagu utawi kulit kayu punyan taep sané kadabdabang mangda prasida dados sakadi tali tambang. Punika becik kawigunayang duaning prasida lemes nanging siteng tur nénten sakadi tali biasa sané akéhan kekeh. Malih dané maosang, risampunné wusan kakaryanin kalanturang antuk parikrama ngetisang inggih punika nuréksain napi ké gangsing inucap sampun becik, asah, pada tur tis. Punika kamargiang malarapan antuk mitehang gangsing inucap tan panganggén tali ring lempengan kramik wus punika kramik taler gangsing i wawu katingting. Yéning gangsing sampun becik utawi tis sinah nénten ngejerang lima tatkala katingting antuk kramik i wawu sakéwanten yéning ngawinang lima sané ningting punika ngejer sinah kirang becik tur jagi katuréksain ring dija sané patut kabébét utawi kaserut tur kaasahang malih napi keh ring untengnyané napi ring lémpéhanipun. “Becik-kaon kahanan gangsing punika kasinahang saking teteg miwah sué pitehanipun wus punika wawu saking potongannyané. Duaning yéning gangsing sané nénten kagebug punika prasida sué mapitehan sinah punika gangsing sané becik yadiastun potonganipun kaonan. Napi malih yéning kakaryanin antuk parikrama miwah lakar sané becik, gangsing inucap prasida mapitehan kantos 20 menit,” Komang Suarnaya nugesang. (wan)
pada majanji lakar maturan mangkin. Niki Lanang Geria miwah Ayu Swandéwi sameton uli Menanga. Yén niki ja Luh Adé Suwarni uli Nongan. Ané lénan mirib kari muspa ka Padarmanné soang-soang,” baosné Ngurah Jelada. Sami pada liang matemu saling salamin, saling kenyemin. “Mbok Luh Suwarni dija wau muspa, kok tedun saking duuran?” pitakén Ayu Citra. “Ooh, tiang muspa ring Ratu Subandar, nanging biasa ngraris mriki ngiring gustin tiang ring Jero Nongan, wau muspa ka Penataran,” aturné Suwarni nutug mamakné muspa. “Arniek, tiang malunan. Kadung ngiring Aji uli Selat, mirib kayun simpang mulih.” “Nggih Tungurah, tiang majanji sareng rombongané saking Nongan saling antos di Penataran. Malah kayang Padmini lan Tut Sulasih milu ajak tiang,” sautné Arniek makejit. (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Kawéntenan Bhutakala manut Lontar Bhumi Kemulan miwah Lontar Siwa Gama SADURUNG maosang indik upacara pacaruan utawi upacara tawur, patut kauningin indik kawéntenan Bhutakala, santukan pamargin upacara pacaruan utawi tawur wantah matetujon nyomya sahananing Bhutakala. Bhuta kategesin pinaka parindikan sané sampun wénten. Kala kategesin pinaka ‘kekuatan’. Kawéntenan Bhutakala pangawitnyané santukan Bhatara Siwa mapikayunan ngripta Bhuwana Agung. Bhatara Siwa madué limang diri putra sané kasengguh Panca Korsika. Kapertama, Ida Bhatara Siwa ngutus petang diri putranidané, luiré; Sang Korsika, Sang Garga, Sang Maitri miwah Sang Kurusya, nanging maka petang diri putranidané punika nénten mapikolih. Santukan punika Ida ngutuk putranidané manados Bhutakala. Salanturnyané, Bhatara Siwa ngutus putranidané sané kaping lima sané mapeséngan Sang Pratanjala mangda ngamargiang pakaryan sametonidané. Sang Pratanjala nunas mangda kawantu olih Ibunidané, Déwi Uma. Pinunas Sang Pratanjala kadagingin. Mawinan punika Sang Pratanjala kasarengain Ibunidané, Déwi Uma prasida ngripta Bhuwana Agung; pertiwi, apah, bayu, teja, akasa, sané kawastanin Panca Mahabhuta, taler mahluk halus. Mahluk halus puniki wénten tetiga sorohnyané, wénten sané becik sakadi widyadara-widyadari, gandarwa, miwah kinara. Wénten sané kaon sakadi raksasa, denawa, pisaca, daitya. Wénten sané kaon pisan minakadi tonya, memedi, bregala-bregali. Dewi Uma salanturnyané nyuti rupa dados Bhatari Durgha taler ngepah angganidané dados lima, luiré; Sri-Durgha magenah ring Purwa, Ida ngripta KalikaKaliki, Yaksa-Yaksi, Bhuta Dengen. Dhari-Durgha magenah ring Daksina, Ida ngripta Bhuta Kapiragan. Suksmi-Durgha magenah ring Pascima, Ida ngripta Kamala-Kamali, Kala Sweta. Raji-Durgha magenah ring Uttara, Ida ngripta Bregala-Bregali, Bebai. Durgha magenah ring Madya, Ida ngripta Bhuta Janggitan ring Purwa, Bhuta Langkir ring Daksina, Bhuta Lembu Kania ring Pascima, Bhuta Taruna ring Uttara, Bhuta Tiga Sakti ring Madya, Bhuta Lambukan ring Gneyan, Bhuta Hulu-Kuda miwah Bhuta Jingga ring Nariti, Bhuta Ijo ring Wayabhya, miwah Bhuta ireng ring Ersanya. Ngaksi Déwi Uma manados Bhatari Durgha, Sang Pretanjala taler sareng nyuti rupa manados Mahakala. Ida magenah ring Madya sinarengan biangidané. Reriptan sané kapertama marupa Panca Mahabhuta. Ida taler nyarengang maka patpat sametonidané sané sampun dados Bhutakala taler ngicén genah soang-soang, luiré; Korsika ring Purwa, Garga ring Daksina, Maitri ring Pascima, miwah Kurusya ring uttara. Sakadi punika kawéntenan Bhutakala sané pacang kasomya sajeroning ngamargiang upacara Bhuta Yadnya. Rahayu. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Wagé, 7 Agustus 2016
Prayascita, Pabersihan Niskala sajeroning Upacara Yadnya SAJERONING kahuripan krama Hindu pamekasnyané ring Bali, banten wantah pinaka sarana sané mautama sajeroning ngamargiang upacara. Banten madué teges pinaka aturan taler sarana majeng krama Hindu nyinahang rasa pangubhakti majeng Ida Sang Hyang Widhi madasar lascarya, tresnasih, taler pinaka sarana matur suksmaning manah antuk waranugraha sané sampun kapaicayang. Satios punika, banten utawi upakara wantah sinalih tunggil sarana sajeroning pamargin upacara malarapan bhakti. Ring pamargin upacara yadnya, banten prasida kapah manut kawigunannyané, sinalih tunggilnyané minakadi Banten Prayascita. Prayascita mawit saking kruna pra sané mateges sadurung, miwah citta mateges pikayunan. Mawinan Prayascita kategesin pinaka pabersihan saking kasungsutan miwah kaletehan. Manut Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara Unhi, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., Banten Prayascita kawigunayang pinaka sarana pabersihan utawi panglukatan sadurung ngamargiang upacara-upacara Panca Yadnya. Kawewehin malih, sajeroning pamargin upacara, Banten Prayascita wénten tigang soroh. Wénten sané mawasta Banten Prayascita Alit, Banten Prayascita Sakti, miwah Banten Prayascita
Luih. Makatiga punika suksmannyané pateh pinaka pabersihan. Sané minayang wantah daging tetandingan miwah lis sané kawigunayang. Yéning ring Banten Prayascita Alit, dagingnyané madaging nasi bunder maklongkong katancepin antuk tigang muncuk dapdap miwah tigang muncuk padanglepas. Yéning Banten Prayascita Sakti madaging nasi bunder maklongkong katancepin antuk tigang muncuk dapdap miwah tigang muncuk padanglepas, limang bungkul tumpeng maplekir madaging kwangén, madaging tipat kedis lelima, tulung sangkur lelima, miwah sarana sajangkepnyané. Yéning ring Banten Prayascita Luih madaging nasi bunder maklongkong katancepin antuk tigang muncuk dapdap miwah solas muncuk padanglepas, solas bungkul tumpeng maplekir madaging kwangén, madaging tipat kedis solas, tulung sangkur solas, miwah sarana sajangkepnyané. Lisnyané taler matiosan, ring Banten Prayascita Alit miwah Prayascita Sakti ngawigunayang Lis Senjata, nanging ring Banten Prayascita Luih sampun ngawigunayang Lis Gedé. “Makatiga soroh Banten Prayascita punika tetueknyané pateh pinaka pabersihan,” baosnyné. Satios punika, sajeroning Banten Prayascita taler patut
madaging klungah nyuh gading pinaka niyasa pabersihan. Satria ngwewehin, Banten Prayascita wénten paiketannyané sareng Banten Byakaonan. Byakaonan wantah banten pabersihan sekala, Banten Prayascita pinaka pabersihan niskala, nyuciang Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit. “Wénten taler sané maosang yéning Banten Prayascita wan-
tah sarana panyucian ka Déwa, mawinan ri kala ngayab taler munggah. Yéning Banten Byakaonan kabaosang pinaka pabersihan ka Bhuta Kala, mawinan ri kala ngayab taler tedun,” weweh dané. Parindikan sané pateh taler kabaosang Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali. Banten Prayascita wantah banten pinaka sarana pabersihan,
nyuciang Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit. Mawinan nyabran kamargiang upacara Panca Yadnya, sadurung ngamargiang pamuspan pastika ngamargiang pamrayascitaan utawi pabersihan. “Prayascita punika pabersihan niskala, nyuciang Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit,” teges Ida nguntatin. (uma)
BPM/dok
PRAYASCITA - Pinaka banten pabersihan saking kasungsutan miwah kaletehan, banten Prayascita kawigunayang pinaka sarana panglukatan sadurung ngamargiang upacaraupacara Panca Yadnya.
Banten Byakaon
Negesang Sah Alaki Rabi UPACARA pawiwahan wantah upacara sané muatang tri upasaksi mangda sinunggil pawiwahan prasida kabaosang sah. Upasaksi majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa, upasaksi majeng manusa utawi pakraman, miwah upasaksi majeng Bhuta Kala. Tri upasaksi inucap negesang yéning pasangan sampun kaiket pinaka kulawarga antuk sekancan kapatutannyané. Siosan punika, upacara sané kalaksanayang taler matetujon nyuciang pasangan sekala niskala. Nyaluk kahuripan grehasta ring Bali manut Ida Pedanda Gede Rai Manuaba, kategesang antuk tri upasaksi gumanti pawiwahan wawu kabaos sah. Punika awinan, sajeroning adat Bali krama sané
pacang ngamargiang kahuripan grehasta patut jakti-jakti kakinkinang méntal pantara anggan sané istri miwah sané lanang. Siosan punika sané taler mautama patut kasmertiang olih pasangan sané nglaksanayang grehasta manut pecak dosén ring Universitas Hindu Indonesia puniki, pasangan sané ngantén kaptiang patut pisan nguningin tetujon utawi isénsi nilai saking paletan-paletan upacara sané kalaksanayang ri kala upacara pawiwahan kamargiang. Dané ngwewehin sakadi sané sampun kauningin olih krama, pawiwahan mapaiketan pisan sareng agama gumanti sajeroning pawiwahan ring Hindu Bali upacarannyané makanten pisan. Paletan upacara ri kala
BPM/dok
BYAKAON - Upacara mabyakaonan inggih punika pinaka baga sané mautama pisan ring sajeroning upacara pawiwahan mangda sakancan pariindikan sane ngawinang sang alaki-rabi baya utawi tan rahayu prasida ical utawi kaon
pawiwahan soang-soang madué tetujon becik, sinunggilnyané ngawi sayan kuat pangarsan makurenan, metuéling pasangan kahuripan sesampun makurenan. Paletan-paletan upacara inucap manut dané minakadi madaging ngenjek taluh, ngenjek payuk, matanjung sambuk, madaging mamasar mablanja miwah paletan sané lianan. “Antuk sekancan paletan upacara sané kamargiang sajeroning pawiwahan inucap kaptiang prasida sayan negesang teges pawiwahan majeng pangantén anyar gumanti sayan sayaga ngarepin kahuripan riwekasan,” baos Ida Pedanda saking Gria Kawan Wanasari, Tabanan puniki. Madasar tradisi sané munggah ring adat Bali, pawiwahan kabaosang sah pisan sesampun nglaksanayang upacara byakala/byakaonan. Manut Ida, byakaon mawit saking kruna baya miwah kaon. Baya mateges sekancan paindikan sané mayanin inggian sajeroning upakara miwah sajeroning angga sarira sané prasida ngwetuang parindikan nénten becik inggian sajeroning pikayunan, bebaosan, miwah laksana. Mungguing kruna kaon mateges ngicalang. Upacara mabyakaonan pinaka baga sané mautama pisan sajeroning upacara pawiwahan, nanging palaksanannyané minab matiostiosan nganutin ring dija kamargiang pawiwahan sakéwanten madué teges sané pateh. Dané ngwewehin, lumrahnyané sadurung upacara mabyakala, kalaksanayang upacara puja astuti olih sané muput. Salanturnyané mobor tetimpug makacihna atur piuning majeng Bhuta Kala sané katurin pakala-kalaan. Pasangan sané mawiwaha nglangkahin tetimpug ping tiga raris salanturnyané ngarepin banten pabyakalan. Kalih tangan sané ngantén kasuciang antuk segau/tepung tawar, raris natab pabyakalaan.
Sesampun punika manut Ida, inan jerijin batis pasangan kaentegang sareng adéng ayam matah ping tiga. Salanturnyané sané mawiwaha kaicén panglukatan. Runtutan salanturnyané mamargi ngiterin banten pesaksi utawi Murwa Daksina. Ri kala mamargi, sané istri makta sok dagangan cihna nyangkol panak,
sané lanang negen tegen-tegenan cihna makarya molihang pangupajiwa nglaksanayang kapatutan majeng kulawarga. “Pinih untat sajeroning pakala-kalan pasangan sané mawiwaha mutus benang pepegatan pinaka cihna kekalihnyané sampun ngranjing kauripan grehasta. (yan)
Satua
Olih : Madé Taro
Pragina Rejang Setata Ilang RING Bali kauhan, ada désa cenik ané madan Désa Tigawasa. Désané ento kaiterin baan alas ané ngrembun, bukit, lan pangkung ané dalem. Krana ento, tusing ada krama désa ané bani macelep ka tengah alasé ento. Duaning kocap alasé ento tenget, apa buin suba liu krama désa ané ilang lan tusing tawanga paundukané. Rasa jejeh ané rasaanga tekén krama désané ngancan ngedénang tatkala ada pragina rejang ané ilang. Tatkala ento kamargiang sesolahan utawi igelan rejang di Pura Desa tatkala kamargiang upacara yadnya. Makejang kramané mabalih igelanné ento kanti tusing tawanga yén ada pragina ané ilang. Sedekan pangurukné nyarca saka besik angga praginané mara kramané tangeh yéning ada pragina ané ilang. Pragina ané ilang tuah abesik, ané dadi ungkur utawi ikuh rejangé. “Alas paek pura ené mula liu pesan ada wong samarné,” kéto ada kramané ngorahang. “Sajaan! Yén pidan wong samar ento demen ngengkebang krama ané nyepeg pepunyanan, kéwala jani suba demen ngengkebang pragina rejang,” kéto krama ané lénan nimpalin. Enu ingetanga pesan tekén krama désané indik pragina rejang ané paling ungkur ilang. Jani suba buin metu pikobet ané patuh. Parindikan ilangné pragina rejangé buin karasayang krama irika. Ané ilang masih wantah pragina rejang ané paling ungkur. Liu kramané ngwanénang raga ngalih-alihin pragina ané ilang ento ring bet-betan paek ring pura, sakéwala pocol duaning bantas sisan-sisan pepayasan lan panganggoné dogén ané tepukina, praginané tusing. “Saja buka raos Icangé. Alasé dini mula seken-seken tenget,” pakrimik para kramané. “Ané ilang setata pragina rejang ané paling ungkur,” kéto krama lénan nimpalin. Indik pragina ané ilang tan paunduk ento ngaénang kramané sayan jejeh. Di pasangkepané ané adaanga di balé désa, liu kawedar indik makudang-kudang parikrama anggon nepasin prakarané ento. Ada ané matur yén upakara lan upacara ané kamarging di Pura Désa ento tusing jangkep. Ada masih ané ngaptiang apanga pepunyanan ageng ané menitik paek pura ento karabas apang tusing srebi lan tenget. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU WAGE, 7 AGUSTUS 2016
9
Ranieri Ingin Juara Lagi HAL 10
Kostum Indonesia Tuai Pujian Rio de Janeiro – Keputusan Indonesia untuk tampil total dalam pembukaan Olimpiade Rio tidak siasia. Media Inggris, BBC, memuji penampilan kontingen Indonesia yang menampilkan baju adat Lampung, Papua, dan Bali. “Banyak negara bermain aman dengan hanya memakai tracksuit. Tapi beberapa negara berani tampil berbeda. Aplaus untuk Indonesia,” tulis BBC, Sabtu (6/8) kemarin. Seragam itu didesain Prima Suci Ariani. Prima mengaku dirinya bukan seorang perancang busana pun tak punya latar belakang bidang fashion. Ia lebih suka menyebut dirinya sebagai pecinta budaya, terutama batik. Prima menjelaskan, gambar garuda nan besar itu mewakili lambang negara. Ada pun batik parang yang gulung-menggulung berkesinambungan menggambarkan semangat dan kerja keras tanpa henti demi pencapaian prestasi dalam pesta olah raga se-dunia itu. Ketua Kontingen Indonesia di Olimpiade 2016, Raja Sapta Oktohari juga menyatakan seragam itu mewakili identitas Indonesia sebagai negara besar dan kaya. “Seragam ini memperlihatkan bahwa Indonesia datang ke Rio de Janeiro, bukan cuma sekadar berpartisipasi, tapi untuk merebut medali emas,” ujar Okto Indonesia sendiri mengirimkan 28 atlet di Olimpiade kali ini. Para atlet itu akan berkompetisi di tujuh cabang olahraga. Ketujuh cabang olahraga itu adalah panahan, dayung, angkat besi, bulu tangkis, renang, sepeda, dan atletik. (kmb33/ap)
PARADE - Kontingen Indonesia berpartisipasi dalam upacara pembukaan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Sabtu(6/8) kemarin. Kontingen Merah Putih tampil apik dengan kostum batik dan jas merah putih.
BPM/rtr
3 Medali Emas
TARGET INDONESIA DI BRAZIL Rio de Janeiro –
BPM/ap
Vinicius, maskot Olimpiade Rio 2016
Vinicius, Maskot Olimpiade Rio Rio de Janeiro – Maskot Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dinamai Vinicius. Gabungan dari hewanhewan lokal serta simbol gairah dan kegembiraan serta keragaman orang-orang Brasil. “Namaku Vinicius, maskot Olimpiade Rio 2016. Aku hasil campuran dari berbagai binatang lokal Brasil. Aku terlahir dari kegembiraan setelah Rio diumumkan sebagai tuan rumah Olimpiade pada 2 Oktober 2009.” Begitulah ucapan perkenalan yang diucapkan Vinicius dalam situs resmi olimpiade. Dalam keterangannya disebut Vinicus adalah maskot yang mempunyai kelincahan seperti kucing, keseimbangan seperti monyet, dan keanggunan seperti burung. Dia digambarkan sangat lentur, mempunyai kaki dan tangan yang bisa memanjang tanpa batas sesuai kemauan dan memendek seketika. Dia juga memiliki daya penciuman dan pendengaran yang sangat tajam. Saat menciptakan maskot itu, sang desainer terinspirasi oleh kultur pop yang tengah digandrungi di video game dan karakter kartun. Sosok Vinicius sudah diperkenalkan sejak 23 November 2014, namun kala itu belum punya nama. Voinicius didapatkan lewat poling dari tiga nama: Oba, Tuque, dan Vinicius. Vinicius mempunyai rekan yang jadi maskot di Paralympic, bernama Tom. Jika Vinicius mewakili fauna, Tom merepresentasikan flora lokal Brasil. Uniknya Vinicius akan jadi maskot pertama yang punya model lego. Siapa yang tak ingin membawanya pulang? (kmb33/rtr)
Indonesia menargetkan tiga medali emas pada Olimpiade Rio 2016, yang sudah resmi dibuka, Sabtu (6/8) kemarin. Dari tiga target medali emas itu, dua emas diharapkan pemerintah diraih oleh cabang olahraga bulu tangkis dan satu dari angkat besi. “Karena dari evaluasi kami dan melihat pemeringkatan prestasi atlet dua tahun terkahir, yang secara realistis meraup emas ya dua cabang olahraga itu. Jadi kami harus berikan gambaran utuh yang benar kepada masyarakat,” ungkap Deputi Peningkatan Prestasi Olah Raga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto Pada Olimpiade kali ini, Indonesia mengirimkan 28 atlet dari tujuh cabang olahraga; bulu tangkis, atletik, panahan, dayung, angkat besi, balap sepeda dan renang. Jumlah atlet Indonesia yang lulus seleksi lebih banyak dari pada jumlah atlet pada Olimpiade London 2012, yaitu 22 atlet dan Olimpiade Beijing 2008, sebanyak 24 atlet. Indonesia kirim 28 atlet untuk berlaga di Olimpiade Rio 2016. Gatot mengingatkan, lebih banyaknya jumlah atlet bukan berarti membuat perolehan medali lebih banyak pula. “Itu harapan saja ya. Jangan dilihat apple to apple. Jumlah atlet 28, jangan dianggap setengahnya akan dapat medali. Kami berkali katakan, jumlah atlet tidak berbanding lurus dengan perolehan medali. Hitung-hitungannya kita lihat dari prestasi atlet,” imbuhnya. Pada Olimpiade London 2012, kontingen Indonesia paceklik emas. Tradisi emas di cabang olahraga bulu tangkis tidak dapat diraih. Indonesia hanya memperoleh satu perak dan satu perunggu dari angkat besi. Peringkat Indonesia
pun anjlok ke posisi 63, dari posisi 42 pada Olimpiade Beijing 2008. Optimisme yang didasarkan pada perbaikan persiapan dan prestasi jelang Olimpiade itu, diakui Eko Yuli Irawan atlet angkat besi yang meraih masingmasing satu perunggu di Olimpiade London 2012, dan Olimpiade Beijing 2008. Eko mengungkapkan, jika pada Olimpiade 2012 persiapan baru dilakukan empat bulan jelang Olimpiade, tahun ini persiapan dilakukan sejak lebih tujuh bulan sebelum pesta olahraga terakbar itu dimulai. “Akomodasi untuk atlet pun ditambah dari Rp 200.000 menjadi Rp 500.000 per hari. Alhasil dari angkatan, prestasi latihan juga lebih baik dari persiapan waktu Olimpiade 2012 dulu,” ungkapnya. Untuk memacu semangat atlet, pemerintah juga menjanjikan bonus Rp 5 miliar untuk peraih medali emas, Rp 2 miliar untuk perak dan Rp 1 miliar untuk perunggu. Nilai tersebut lebih besar dari pada bonus saat Olimpiade London 2012, yang mana Rp 1 miliar diberikan kepada peraih emas, Rp 400 juta untuk peraih medali perak dan Rp 200 juta untuk perunggu. Meskipun mengakui cabang olahraga bulu tangkis paling berpotensi meraih emas, wartawan olahraga senior Indonesia Atman Ahdiat menilai Indonesia “harus bekerja lebih keras lagi, karena
persiapan cabang bulu tangkis tidak jauh berbeda dengan saat Olimpiade London,” ujarnya Dia menekankan kelemahan paling mendasar kontingen Indonesia secara umum adalah kurang jam terbang dalam kompetisi internasional.
Bagaimanapun pemerintah mengaku telah mengucurkan Rp 35 miliar untuk akomodasi dan keberangkatan 28 atlet Indonesia ke Brazil. Ini termasuk penerbangan kelas bisnis, karena perjalanan yang jauh. Sekarang masyarakat hanya bisa menunggu, apakah lagu Indonesia Raya akan berkumandang kembali di ajang olahraga dunia empat tahun sekali ini atau tidak. (kmb33/rtr/ap)
BERIKUT KE 28 ATLET INDONESIA YANG AKAN BERLAGA DI OLIMPIADE 2016: Glenn Victor Sutanto Eko Yuli Irawan Triyatno Sudirman Hadi Toni Syarifudin Maria Natalia Londa Yessy Yosaputra La Memo Dewi Yuliawati Deni Hendra Setiawan Muhammad Ahsan I Ketut Ariana Muhammad Hasbi Ega Riau Agatha Salsabila Ika Yuliana Rochmawati Dewi Sa¿tri Sri Wahyuni Agustiani Muhammad Hanif Wijaya Hendra Purnama Tomy Sugiarto Tontowi Ahmad Praveen Jordan Debby Sutanto Nitya Maheswari Greysia Polii Linda Wenifanetri Lilyana Natsir
(cabang olahraga renang di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra). (cabang olahraga angkat besi di nomor 62 kg). (cabang olahraga angkat besi di nomor 69 kg). (cabang olahraga atletik terjun di nomor 100 m putra). (cabang olahraga balap sepeda BMX di nomor kelas BMX putra). (cabang olahraga atletik. Akan ikut nomor lompat jauh). (cabang olahraga renang di nomor 200 m gaya punggung putri). (cabang olahraga dayung di nomor single sculls putra). (cabang olahraga dayung di nomor W1x single sculls putri). (cabang olahraga angkat besi kelas 69 kg). (cabang olahraga bulu tangkis di nomor ganda putra). (cabang olahraga bulu tangkis di nomor ganda putra) (cabang olahraga angkat besi kelas 69 kg). (cabang olahraga angkat besi kelas 62 kg). (cabang olahraga panahan nomor individu recurve putra). (cabang olahraga panahan di nomor individu recurve). (cabang olahraga angkat besi kelas kg). (cabang olahraga angkat besi kelas 48 kg). (cabang olahraga panahan dalam nomor individu recurve dan tim recurve putra). (cabang olahraga olahraga panahan untuk nomor team recurve putra). (cabang olahraga olahraga bulu tangkis nomor tunggal putra). (cabang olahraga bulu tangkis nomor ganda campuran). (cabang olahraga bulu tangkis nomor campuran) (cabang olahraga bulu tangkis nomor ganda campuran) (cabang olahraga bulu tangkis nomor ganda putri). (cabang olahraga bulu tangkis nomor ganda putri). (cabang olahraga bulu tangkis nomor tunggal putri). (cabang olahraga bulu tangkis nomor ganda campuran).
BOLA MANIA
10 0
Ranieri Ingin Juara Lagi
Claudio Ranieri
Leicester –
Claudio Ranieri menyadari timnya bakal jadi incaran klub-klub besar dalam musim baru nanti. Dia pun meminta agar para pemain Leicester City tampil di atas maksimal. Ranieri tak pernah menargetkan juara musim lalu. Dia cuma meminta agar anak asuhnya meraih poin demi poin hingga aman dari degradasi. Dari perhitungannya, nilai aman itu setidaknya 40 poin.
Tak disangka, Leicester malah jadi juara. Ranieri yang tak pernah mengantarkan tim yang dibesutnya menjadi juara liga sekaligus mengukir sejarahnya sendiri bersama The Foxes di tanah Inggris. Apakah Italiano 64 tahun itu puas dengan pencapaian Leicester dan dirinya musim lalu? “Saya sangat puas. Tapi saya sangat lapar sekarang. Saya ingin memakan sesuatu. Saya bilang kepada pemain: ‘Saya amat mengenal kalian saat ini. Lupakan apa yang sudah kita dapat; saya ingin lebih,” kata Ranieri, Sabtu (6/8) kemarin. “Kalian tak bisa bilang kalau saya sudah mencapai kemampuan maksimal. Saya menginginkan lebih dari maksimalnya musim lalu,” imbuhnya.
Tapi Ranieri tahu bukan cuma dirinya yang lapar gelar. Ada timtim yang lebih dulu dianggap sebagai tim besar yang juga tengah mempunyai rasa lapar yang sama. Diantaranya, Mancehster United, Manchester City, Chelsea, Arsenal, Liverpool, dan Tottenham Hotspur. “Sekarang ini ada enam tim besar yang berhasrat meraih kemenangan, mereka ingin membunuh kami,” kata manajer berjuluk The Tinkerman itu. “Itu wajar. Kami juara tapi kami tetap dianggap underdog. Saya tak ingin pemain-pemain saya menyerah begitu saja menghadapi mereka. Kami bisa saja dikalahkan, tapi saya ingin melihat mereka bermain secara tim, saling bantu satu sama lain. Siap menderita untuk tim, itulah filosofi saya,” imbuhnya. Ranieri dapat membuktikan tekadnya itu dalam Community Shield. Mereka akan menghadapi MU pada Minggu (7/8/) mendatang. Ranieri tak sabar menyambut laga pertama di Wembley. Partai
ini menjadi tanda akan dimulainya mulainya musim baru Liga ga Inggris. Ranieri memang pernah rnah mengantarkan Chelsea elsea sampai babak final al Piala FA di musim 01-2002. Sialnya, saat 2001-2002. itu Wembley sedang di novasi. renovasi. Final kala itu berlangsung di Millennium Stadium pada 4 Meii 2002. Chelsea takluk dari senal dengan skor akhir Arsenal a gol tanpa balas. Soal dua rtandingan melapertandingan n MU, Ranieri wan n memprediksi pun dua tim akan kedua mpil habis-hatampil an. bisan. “Kami mengerkan tenaga makahkan mal dan saya pikir simal anchester akan Manchester ngerahkan kemammengerahkan p u a n maksimal.
Kedua m akan sangat tim in memenanginya. Saya saningin gat antusias,” kata Ranieri. Laga nti memang akan menyajikan nanti tai menarik. (kmb33/rtr) partai
Isco Masuk Daftar Jual Madrid – Gelanda Gelandang serang Real Madrid, Isco Alarcon dikabarkan sudah masuk dalam dik Lo Blancos pada jendela transfer daftar jual Los i Kabar ini dihembusmusim panas ini. kan AS, Sabtu (6/8) kemarin. Zine Pelatih Zinedine Zidane diyakini lebih memprioritaskan Marco A Asensio di posisi geland gelandang serang pada musim mus ini. Asensio meman memang telah kembali ke Santiago Bernabeu setelah menjalani masa peminjaman yang impresif bersama Espanyol musim lalu. Ini artinya Madrid pun harus
menjua menjual salah satu dari dua gelandan gelandang serang mereka saat ini. Zizou Z lebih memilih melepas Isco ketimbang James Rodriguez. Rod Namun Madrid diyakini juga hanya
a memang mendapatkan akan melepas Isco jika mereka tawaran yang bagus. eli Isco dengan harga 25 Los Blancos sendiri membeli 013 silam. Pemain berujuta euro dari Malaga pada 2013 sia 24 tahun tersebutt belum lama ini sempat an Manchester City. Flodikaitkan dengan rez mengambil kebijakan rentino Perez idak belanja besar. Jika untuk tidak id ingin melakukan pemMadrid ian besar, mereka harus belian menjual pemain lebih dulu. Penjualan Isco diperkirakan bisa menghadirkan dana di atas 50 juta euro. Kinerja Isco menunjukkan tren penurunan. Jumlah gol dan assist Isco terus mengalami penurunan. Musim lalu, ia menjadi jarang mendapat kesempatan bermain karena kalah bersaing. Kinerja kurang bagus, Isco juga terlihat karena ia kemudian tak terpilih masuk dalam timnas panyol yang berangkat Spanyol ke Euro 2016. Padahal Isco rutin dipanggil selama kualifikasi. /ap) (kmb33/ap)
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
Spurs Cukur Inter Oslo – Tottenham Hotspur memetik kemenangan telak saat melakoni laga ujicoba melawan Inter Milan, The Lilywhites memetik kemenangan dengan skor akhir 6-1. Saat melakoni pertandingan di Ullevaal Stadion, Oslo, Norwegia, Sabtu (6/8) kemarin Spurs sudah memainkan sebagian besar pemain utamanya sejak awal. Harry Kane, Erik Lamela dan Eric Dier sudah bermain sejak awal. Sama halnya dengan Spurs, Inter juga sudah memainkan skuat utamanya untuk Liga Italia 2016-2017. Mauro Icardi yang dikabarkan akan hengkang pun juga menjadi andalan lini depan. Spurs cuma butuh waktu lima menit untuk unggul. Gol itu terjadi lewat tendangan adu penalti yang dilesakkan oleh Kane. Sebelumnya terjadi pelanggaran pada Dele Alli di dalam kotak penalti. Inter sempat menyamakan kedudukan di menit 24 lewat satu serangan cepat. Mereka mence t a k gol lewat Ivan Perisic. Menjelang turun minum, Spurs kembali berbalik unggul. Tendangan jarak jauh Lamela melesat masuk ke gawang Inter yang dikawal Samir Handanovic. Di babak kedua, Spurs bisa menambah empat gol. Alli mencetak gol di menit 52 lewat satu sepakan terarah, Kane menambah satu gol lagi di menit 57 dengan tendangan dari dalam kotak penalti, Vincent Janssen yang lolos dari jebakan offside bisa mencatatkan gol lewat sepakan dari jarak dekat. Sementara Shayon Harrison dengan mudah menyambar umpan Lamela untuk memasukkan bola ke gawang. Bagi Inter, ini merupakan kekalahan ketiga di ajang ujicoba pramusim. secara keseluruhan mereka sudah melakoni lima pertandingan. Di pertandingan lainnya, Borussia Dortmund bermain imbang 1-1 saat berhadapan dengan Sunderland. Die Borussen unggul lebih dulu lewat Nuri Sahin di menit 17, yang bisa disamakan oleh Lamine Kone di menit 66. (kmb33/rtr) GOL - Hary Kane merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Inter Milan, Sabtu (6/8) kemarin.
Milan Dapatkan Gomez Milan – AC Milan akhirnya resmi mendatangkan pemain incarannya, Gustavo Gomes dari Paraguay. Pemain berusia 23 tahun tersebut memang menjadi sosok yang sangat penting untuk mengantarkan timnya, Lanus menjadi pimpinan klasemen Liga Argentina. Gomez didatangkan dari Lanus dengan harga 7 juta euro atau sekira Rp 101 miliar. Milan dan sang centre back tersebut sepakat untuk
menandatangani kontrak berdurasi lima tahun. “AC Milan telah berhasil mendapatkan pesepakbola profesional dan kami dengan hangat ingin menyambut kedatangannya,” tulis pernyataan resmi Milan, Sabtu (6/8) kemarin. “Pemain berpaspor Paraguay ini merupakan sosok berharga di Argentina bersama Lanus. Ia telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun atau sampai dengan 30 Juni 2021,” tutup
Milan. Gomez merupakan pemain ketiga yang berhasil didatangkan oleh Milan pada jendela transfer musim panas ini. sebelumnya Milan berhasil mendatangkan Leonel Vangioni dan Gianluca Lapadula. Pada saat yang bersamaan, Milan dikabarkan telah resmi dijual ke Konsorsium China. Nama bek anyar milan ini lengkapnya adalah Gustavo Raúl Gómez Portillo. Ia memulai kariernya bersama klub Paraguay, Libertad,
sebelum kemudian hijrah ke Lanus pada tahun 2014 dengan biaya transfer 2,25 juta Euro. Selama dua musim kariernya di Argentina, Gomez telah mencatatkan 67 penampilan di berbagai ajang dengan mengoleksi satu gol dan tiga assist. Sementara bersama timnas Paraguay, Gomez telah mencatatkan 16 caps sejak debutnya pada 7 September 2013 dengan sudah mengemas dua gol. (kmb33/ap)
Bauza Tak Ingin Bujuk Messi Buenos Aires – Pelatih baru Timnas Argentina, Edgardo Bauza mengungkapkan punya rencana untuk berbicara dengan Lionel Messi. Akan tetapi dia enggan terang-terangan membujuk La Pulga untuk kembali memperkuat Albiceleste. Messi mengumumkan pensiun dari level internasional setelah Timnas Argentina dikalahkan secara dramatis oleh Chile di Copa America Centenario 2016. Saat itu megabintang Barcelona ini menyatakan tidak ingin melanjutkan karier bersama Tim Tango setelah empat kali gagal di final turnamen besar. Akan tetapi, berdasarkan spekulasi yang beredar di Argentina Messi bersedia kembali membela Timnas Argentina saat Piala Dunia 2018 di Rusia. Bauza pun enggan terburu-buru meyakinkan El Messiah untuk masuk skuadnya. “Dalam 48 jam terakhir saya telah membaca semuan-
ya. Saya tidak akan berusaha meyakinkan orang tertentu. Maksud saya, satu-satunya adalah hanya berbicara den-
gan Messi tentang sepak bola,” kata Bauza, Sabtu (6/8) kemarin. “Saya belum berbicara
Edgardo Bauza
BPM/rtr
dengan siapa pun. Saya akan berusaha mengontak dia untuk tahu apakah bisa bertemu, sehingga bisa menuangkan ide-ide saya, membicarakan pengalaman saya dan mari lihat nanti percakapan itu mengarah ke mana,” imbuhnya. Bauza juga menyebut taktik yang diusung oleh pelatih sebelumnya, Gerardo Martino adalah alasan sebenarnya mengapa Lionel Messi kesulitan di Copa America. “Jika anda meninggalkan Messi sendirian, anda lihat apa yang terjadi di pertandingan melawan Chile, di mana ada empat pemain yang menghadapi dirinya,” tutur Bauza. “Ia banyak menderita di pertandingan tersebut dan ia mengalami masalah dalam mengembangkan permainan. Idenya adalah semua permainan harus melalui dirinya, kita tahu bagaimana ia bisa mengubah permainan,” tutupnya. Messi memang pemain penting bagi klub dan negaranya. (kmb33/ap)
Gustavo Gomez
BPM/ap
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
GELANGGANG
11
Ponti Hardiyanto
Pemulihan Cedera
SALAH satu atlet panjat tebing putra PON Bali Ponti Hardiyanto, kini masih dalam pemulihan cedera otot di bawah tulang rusuk. cedera yang dialaminya saat menjalani latihan sebagai persiapan turun di PON XIX Bandung, Jawa Barat, September 2016. Ponti Hardiyanto mengatakan, untuk memulihkan cederanya, dia teta rutin menjalani latihan ringan, agar saat PON nanti bisa tampil maksimal. “Otot di bawah tulang rusuk mengalami robek. Cedera itu terjadi akibat saya memaksakan latihan pagi dan sore. Kini saya masih mengkonsumsi obat herbal untuk pemulihan cedera,” ungkap Ponti Hardiyanto. Ponti mengatakan, meskipun pemulihan cederanya memakan waktu sekitar 3 bulan, akan tetapi 2 bulan dirinya sudah kembali menjalani latihan. “Dokter Eka mengatakan kalau selama 3 bulan baru boleh kembali latihan. Namun, baru dua bulan saya sudah melakukan latihan. Untuk latihan yang ekstrem masih belum bisa. Karena takutnya malah tambah para lagi,” katanya. Meski belum sembuh 100 persen, dirinya optimis dengan pengobatan yang dilakukannya secara kontinyu. Dirinya optimis saat PON nanti sudah pulih total dan mampu memberikan yang terbaik bagi Bali. (nan)
BPM/022
BOBOL - Gawang Bali All Star (BAS) yang dikawal kiper Hadi Sumarjaya harus kebobolan dua gol atas lawannya Pro Kundalini (0-2), dalam laga pembuka Liga Nusantara (Linus) Rayon Bali di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (6/8) kemarin.
Pro Kundalini Tundukkan BAS Gianyar (Bali Post)-
Kesebelasan Pro Kundalini sukses menundukkan lawannya Bali All Star (BAS) dengan skor 2-0 (0-0), dalam laga pembuka Liga Nusantara (Linus) Rayon Bali, Grup A di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (6/8) kemarin.
Ponti Hardiyanto
BPM/nan
Obsesi Vanagosi Menghuni Pelatnas Denpasar (Bali Post)Atlet panahan Kadek Dian Vanagosi dipanggil seleknas pada tahap pertama, di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, April lalu. Alhasil dari 10 atlet yang ikut seleknas, Vanagosi bercokol di peringkat keenam. Vanagosi yang ditemui Bali Post, Sabtu (6/8) kemarin menerangkan dirinya berobsesi untuk menghuni pelatnas. ‘’Pelatnas ini dipersiapkan jangka panjang, diproyeksikan untuk berlaga pada SEA Games di Malaysia 2017, serta Asian Games di Indonesia 2018 mendatang,’’ ucap atlet panahan kelahiran Buleleng, 28 Mei 1987 ini. Diakuinya, puncak prestasi atlet yakni menghuni pelatnas. Oleh sebab itu, dirinya tetap berjuang maksimal pada seleknas sesi kedua yang rencananya dihelat usai PON di Jabar, September nanti. ‘’Saya tetap berupaya meraih skor setinggi mungkin demi memuluskan langkah menghuni pelatnas,’’ kata alumnus Fakultas Olahraga Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja ini. Atlet yang akrab disapa Kadek Gosi ini turun di nomor compound individu dan campuran (mix). Hanya sejauh ini belum diketahui pemanah putri yang jadi pasangannya, sebab ditentukan berdasarkan skor tertinggi. Yang jelas di compound individu dirinya bakal bersaing ketat dengan atlet Jatim, DIY, Kaltim, dan DKI. ‘’Namun saya tetap menargetkan medali,’’ tutur dosen FPOK IKIP PGRI Bali ini. Kadek Gosi sendiri menekuni panahan, sebab menerima mata kuliah panahan. ‘’Kepuasan pemanah itu, jika bidikan anak panahnya tepat mengenai sasaran,’’ ungkap Kadek Gosi yang mutasi dari Buleleng ke Badung sekaligus merangkap jadi pelatih. (022)
Sejak kick-0ff kedua tim saling melancarkan serangan, namun hingga turun minum belum mampu mencetak gol. Gol pembuka kemenangan Pro Kundalini baru tercipta di menit ke-76 lewat sontekan pemain pengganti Lucky Adi Nugroho yang masuk menggantikan Roy Firdaus di menit ke-61. Berawal umpan matang dari sayap kanan Benny, Lucky yang menerima bola dicocorkan ke gawang hingga memperdaya kiper
BPM/022
Mitra Devata Tekuk Birlian KESEBELASAN Legend Mitra Devata menang atas Birlian Legian, dengan skor 4-1 dalam latih-tanding di Lapangan Tri Cakti Legian, Sabtu (6/8) kemarin. Keempat gol yang bersarang ke gawang Birlian hasil bidikan Sukadana, Edy, Arik, dan Mudiana. Sebelumnya Legend Mitra Devata juga unggul atas lawannya Nusa Jaya, Nusa Dua 5-2 di Lapangan Yoga Perkanthu, Jimbaran, Jumat (5/8) lalu. Dalam laga yang dipimpin wasit Nyoman Nesa, kelima gol Mitra Devata diciptakan Arik (3 gol), serta Pasek Alit dan Sudarna masing-masing satu gol. (022)
Ricky menggiring bola di depan gawang, berupaya disergap kiper BAS Hadi Sumarjaya sambil menjatuhkan diri. Dengan sekali Ricky mampu menjebol gawang BAS yang melompong. Sampai wasit Mildan Albary (Askab PSSI Buleleng) meniup peluit panjang, skor akhir Pro Kundalini tetap unggul 2-0. Usai laga, pelatih Pro Kundalini Arif Rizal mengakui asuhannya susah menjebol gawang BAS, sebab ben-
Ditya yang baru berusia 17 tahun, dan duduk di bangku kelas 3 SMAN 1 Kuta (Smansaku) justru menyoroti kepemimpin wasit. ‘’Kinerja pengadil lapangan, masak jelas-jelas memukul pemain tak diganjar kartu,’’ keluh manajer termuda ini. (022)
Klasemen Grup A 1. Pro Kundalini 2. BAS 3. Tunas Muda 4. Putra Pegok 5. PS Gianyar
1 1 0 0 0
1 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 1 0 0 0
2-0 0-2 0-0 0-0 0-0
3 0 0 0 0
Jadwal Minggu (7/8) Perseden Denpasar
vs
Perst Tabanan
Atlet Yunani Positif Doping PD Badung Gelar Rio de Janeiro, Seorang anggota tim Yunani dicoret dari Olimpiade Rio de Janeiro, setelah dinyatakan positif mengkonsumsi obat-obatan. Demikian kata komite olimpiade negara tersebut pada Sabtu (6/8) kemarin. Sampel A dari atlet yang tidak disebutkan identitasnya itu terbukti positif untuk zat-zat terlarang pada tes pra Olimpiade yang diselenggarakan pada Juli di Athena, dan sang atlet telah meninggalkan perkampungan Olimpiade.
Ini merupakan hasil tes positif untuk kedua kalinya, dari atlet di mana tim-tim telah tiba di Rio setelah petinju Irlandia diskors sementara, karena gagal tes doping. “Kepemimpinan tim Olimpiade di Rio mengumumkan, sampel pertama anggota tim positif pada tes obat-obatan yang dilakukan pada awal Juli di Athena,” kata Komite Olimpiade Yunani (HOC). “Komite Olimpiade Yunani meminta pengujian setiap atlet Yunani yang ambil bagian di Olimpiade. Anggota tim
spesifik itu kini telah meninggalkan perkampungan atlet Olimpiade”. HOC mengirim tim berisi 97 orang ke kota Brazil, untuk Olimpiade pertama yang diselenggarakan di Amerika Selatan. Ofisial HOC mengatakan bahwa tes dilakukan pada 5 Juli dan sang atlet telah dipulangkan ke Yunani. Ia mengatakan tidak ada nama atau cabang olahraga yang akan diumumkan ke publik, sampai sampel B telah diuji atau sang atlet melepaskan hak untuk uji kedua. (ant/rtr)
Atlet Pengungsi
Dapat Sambutan Spesial pada Pembukaan Olimpiade Rio de Janeiro, Para atlet yang bergabung pada kontingen pengungsi itu, baru berkumpul selama lima bulan. Tim Pengungsi Olimpiade dibentuk lima bulan silam, untuk mewadahi para atlet pengungsi yang tak bisa memperkuat negara mana pun. Setelah melakukan berbagai persiapan, mereka akhirnya bisa melangkah dengan bangga di Stadion Maracana bersama atlet-atlet dari lebih 200 negara. Saat para atlet pengungsi memasuki stadion, penonton memberikan standing ovation. Mereka mengenakan blazer berwarna biru dan celana putih, sembari membawa bendera berlogo olimpiade. Kontingen pengungsi ini mendapat kehormatan untuk memasuki
Kadek Dian Vanagosi
BAS Hadi Sumarjaya. Benny sendiri juga pemain pengganti yang masuk di menit ke-46 menggantikan Widastra. Unggul 1-0, Pro Kundalini terus meningkatkan serangannya. Alhasil semenit menjelang bubaran Ricky menggandakan kemenangan Pro Kundalini menjadi 2-0. Ricky yang menerima umpan silang jarak jauh dari Made Risma mampu berkelit dari hadangan pemain belakang BAS. Selanjutnya
teng pertahanannya kokoh. ‘’Mereka dominan pemain luar Bali,’’ sebut Arif. Di sisi lain, pelatih BAS Bambang Subandrio menyatakan para pemain BAS babak kedua staminanya drop. Sedangkan Manajer BAS Awe
stadion di urutan dua terakhir, sebelum tuan rumah Brasil. Rose Lokonyen Nathike yang akan mengikuti lomba lari 800 meter, memimpin kontingen ini sembari membawa bendera olimpiade. “Sebanyak 10 atlet pengungsi bakal berpartisipasi sebagai simbol harapan pengungsi dari seluruh dunia dan untuk menarik perhatian dunia, atas krisis pengungsi yang terjadi di dunia. Itulah misi di balik kehadiran mereka di Olimpiade Rio de Janeiro 2016,” kata pihak IOC. “Para pengungsi ini tak punya rumah, tak punya tim, bendera maupun lagu kebangsaan. Kami akan menawarkan rumah di perkampungan Atlet bersama atlet dari seluruh dunia. Ini merupakan simbol
Unjuk Rasa Warnai Pembukaan Olimpiade Rio de Janeiro, Unit huru-hara Kepolisian Brazil menghalau para pengunjuk rasa yang berada di dekat Stadion Maracana, dengan gas air mata dan granat kejut ketika upacara pembukaan Olimpiade 2016 digelar. Kelompok pengunjuk rasa berjumlah ratusan orang itu menyatakan protes mereka terhadap korupsi dan biaya mahal tuan rumah Olimpiade, ketika Brazil sedang berada dalam kondisi ekonomi terburuk dalam 10 tahun terakhir. Demonstrasi itu merupakan kegiatan unjuk rasa terbesar dari sejumlah penolakan yang
mewarnai rangkaian kegiatan jelang pembukaan Olimpiade 2016. Pawai Obor Olimpiade 2016 yang melewati ruas-ruas jalan di Rio de Janeiro, pada beberapa hari sebelumnya juga diikuti kelompok pengunjuk rasa. Polisi menggunakan gas air mata dan senjata berpeluru karet untuk menghentikan aksi itu. Pada Kamis (4/8) malam lalu waktu setempat, para pengunjuk rasa juga sempat menduduki gedung konser tua untuk menggelar upacara pembukaan tandingan Olimpiade. (ant/rtr)
harapan bagi seluruh pengungsi dunia,” kata Presiden IOC, Thomas Bach. (ant/ap)
Piala Mangupura Mangupura (Bali Post)Perguruan silat Perisai Diri Badung menggelar kejuaraan silat memperebutkan Piala Mangupura III/2016, di Gedung Wiswa Budaya Desa Adat Legian, 11-14 Agustus nanti. Ketua Panpel I Made Adhi Franciska di Badung, Sabtu (6/8) kemarin menjelaskan, kejuaraan bakal diikuti 313 pesilat dari 10 ranting se-Badung. Kesepuluh ranting yang ambil bagian adalah Pecatu, Jimbaran, Kedonganan, Legian, Seminyak, Kapal, Mengwi, Sading, Munggu, dan Carangsari. ‘’Kejuaraan ini antarranting dan juara bertahan adalah Ranting Munggu,’’ ucap Adhi Franciska. Dijelaskannya, kategori pesilat yang dipertandingkan mulai usia dini, pra remaja, remaja yang dibagi dalam 10 kelas laga yakni A sampai dengan I, serta kelas bebas. Selain itu, juga dipertandingkan serang hindar versi Perisai Diri, serta kerapian teknik. ‘’Seluruh kelas yang dipertandingkan melibatkan pesilat-pesilat putra dan putri,’’ ucapnya. Adhi Franciska berharap, melalui event ini muncul pesilat Perisai Diri berbakat dan bertalenta yang bisa berlaga pada event yang lebih besar, seperti Porsenijar maupun Porprov. (022)
12
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
Sastra
Redité Wagé, 7 Agustus 2016
I Kaki Dengkil
Atma Angadol Prasasti JEG makuug kedéké piragina antuk I Kaki Dengkil wenginé puniki. Madaging ingkel-ingkel bungker. Ngadébras Ipun bangun saking baléné, raris endihanga sundarné makasami. Delak-delok matadah sangsaya, wantah I Bakék malih ngunya wenginé puniki. “Bes mara ibi lemeng dugas Kajeng Kliwoné ngrugah mai nagih tadahan cacah kladi mabé pitik bengil, jani buin nagih? Gepluk tendasné mara tawanga rasané!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon sambilanga nganggarang tungked bregu mapinda tendas blekok layah majempong akik barak madu warisan kakinné sambilanga mlingser mamargi magésonan ring natahné. Kocap I Kaki Dengkil kamula ngubuh bakék muani gedé tegeh asiki. Bokné sambrag lantang sakadi duk, muané barak, awakné selem mabulu makaukud. Bakéké punika maumah irika ring bucun témbok panyengker kubonné sané madaging wit andong barak. Malih kocap, bakéké punika ubuha anggéna jaga satru. Mangda nénten wénten satru ngranjing ka kubonné. Sapisan-pisan, ring bucun temboké punika kanten Ipun jengkang-jengking tur mabaos kasar. Minab nelémékin bakéké sané kereng ngengkebang parabotné. Indiké ngubuh bakéké punika wénten sané precaya, wénten naler sané nyengguhang Ipun kenjekan klampet dawegé sengkaon panes-dingin. Durusang sané precaya, durusang naler sané nénten precaya! Waluya I Kaki Dengkil sampun ngubes-ubes taru andongé, kedéké ngakak-ngukuk punika kantun piragina. Mangkin katingkahin antuk kerikan I Crécété padéwékan tenten pegatpegat. Kenjekan mategtegan negak ring baléné, saharsa kedéké sané kalintang sliwah punika ical. Kepir-kepir piragina Bagus Gedé mabaos. “Tiang kedék ento Kaki, jeg nyalahang I Bakék dogénan! Suba tuyuh anaké peteng lemah tusing nawang dauh ngijengin, jeg puput wélanga dogénan! Kema alih soroh manusa orahin nyaga peteng lemah, apang awasné cara I Bakék, dija maan. Plekutus ja prémané ubuh, tusing nyidaang nandingin diran I Bakéké! Yén jlema kéweh ajak makanti, kanggoang wong samaré ajak!” Bagus Gedé ngicain I Kaki Dengkil sané ngarya byuta santukan miragi ican Bagus Gedéné. “Né tiang ngedékin I Atma Angadol Prasasti. Berek néh... kadénang I Brungut ané mamaling prasasti madan Atma Angadol Prasasti. Pamuputné I Brungut tuah dadi Atma Mamaling. To apa... ané mamaling prasastiné di pura pamaksané tur adepa tekén toris Italiné. Koné krana I Brungut mamaling ulian miara pianak tur somahné, maan korting tuah dadi Atma Mamaling. Satuané misib-misib ajak satuan I Lubdakané. Aget pesan I Lubdaka nepukin lingga tan pakardi di alasé ané ngawinang menék ka swargan. I Brungut? Yadiastun jemet pesan ngayah di Besakih sanunggil odalan, tusing pesan prasida nepukin buka kakéto cara I Lubdaka. Ipidan kadénanga di ajeng Padandané mayoga lakar pesu lingga sakalané... pamuputné tuah daksina misi sesari pipis barak tepukina... inget dugasé ento Kaki?” Bagus Gedé ica ngandika asapunika. Ngawinang I Kaki Dengkil naler bungker-bungker kedék, éling ring I Brungut nyopét sesari. Mangkin sampun sayan ngedaslemahang, I Kaki Dengkil kantun iteh marerasan ngiring Bagus Gedé sakadi rihiné dawegé Ida kantun nyeneng. Sadurung ees ngical baosné, Bagus Gedé ngandika asapuniki: “Puputné, begeh pesan Atma Angadol Prasastiné dini. Tusing ja Bapa Wayan Tu, I Ketut Ru, Man Da, I Made Su, tur ané lénan ané seken-seken ngadep prasasti ané madan Atma Angadol Prasasti. To geginané nyurat prasasti adané, propési adané yén baosang turah cara janiné.” Kantos undap-undap I Kaki Dengkil miragi rerasan Bagus Gedéné santukan sampun sayan nyemengang wenginé puniki. Durung kemanten, Ida maosang sapusira sané kabaos Atma Angadol Prasasti. Sakadi uning manah I Kaki Dengkilé, Bagus Gedé raris midartayang sané kabaos Atma Angadol Prasasti. “To apa.... ané madan Atma Angadol Prasasti, luiré jlema ané marasa déwékné agung turasan raja Majapahit silih sinunggil. Kéto masé ané nilas kawitan sawiréh nuutang munyin balian ngéngéng. Jani ngaku soroh kéné, buin mani ngaku soroh kéto. Masé ané kaaran kakéto ané imaluan ngempug sanggah nyaluk agama lénan. Kéto masé ané ngadep sorohné apang mapalih dadi danéswara utawi nyidaang dadi Angawa Rat. Ada masé ané ngadep sorohné anggona ngadep banten. Pamekas masé ané ngadep sorohné anggona ngadep tirta. Né buin abesik, ada ané paid bangkung tur paid kaung masalin agama. Liu nu bacakané Kaki!” Asapunika Bagus Gedé ngandika sayan alon. “Da oraang-oraanga nah Kaki... Ada buin ané mabacak Atma Angadol Prasasti, luiré guru, dosén, bendésa adat, ané ngaku sulinggih kereng madharmawacana kuala kereng pesan pelih ngojah sastra tur ajah-ajahan. Kéto masé ada pangawi ané sesai nyurat di surat kabaré, di majalahé, di bukuné, tur di internété. Ngalemeng nurun tur pelih ngojah sastra.” Kénten baos Bagus Gedéné lamat-lamat raris ngical. Kantun mangkin I Kaki Dengkil uyuk-uyuk raris masaré. Ring pangipian, Ipun marasa déwékné kaprejaya antuk I Bhuta Tog-tog Sil. Sirahné kebut-kebut puruh sengkaonanga santukan ureka nganggé keris barakan. (Jelantik)
Endihan Tengai Tepet Djelantik Santha ULI ngawit tiang magaé driki sampun marasa krésékan aura kamaré ané tongosin tiang sagét panes, sagét tis kesar-kesir. Pak Direktur Bank Daérahé ané nugasang tiang niki nguratiang yén tiang ngisidang méja kerjané laadné marep kaja dadi marep kauh. “Ampura Pak méjané puter tiang mangda élahan makarya,” raos tiangé kenyem. “Ooh nggih… ten kenapi, pokokné riléks makarya, saha sareng-sareng becikang. Tiang taler ngrasayang manawi lay out kantoré kari durung pas anggén bisnis perbankan, kari mirip Kantor Dinas Pemerintahan. Ruang publikné kari campur baur,” baosné alon. “Nggih Pak…. Kamar niki taler soléh, durung uningin napi sujatinné fungsi-né?” “Kanggéang dumun, dumogi malon-alonan nyidang mecikang mangda jimbar.” Sujatinné tiang magaé driki gumanti mangda bank niki sayan nincap usahané di widangan pertanian di Bali
indik krédit KUT lan KKP. Nika ngawinang Bapak Direktur Utama ngawitin saking kursus-kursus lan pendidikan perbankan lénan ané manut bisnis perbankan. Mangkin disampuné marasa sayan maju, kauntungané sayan nincap, kasibukané nincap, ngawinang liu pagawéné marasa kabelbelan magaé. Napi malih yéning wénten rolling tugas kapagawéan apang pada taén ngrasanin gegaén lénan, pada bingung. Tiang milu ngibur ngajak ngorta kangin kauh kanti nglantur nuturang leak, tonya, tuyul mepes ngaduk. Sedek dina Sukra mapagang Saraswati jam 12.00 pagawéné pada istirahat siang. Ada ané makan di kantin, ada masih ané umahné paek utamanné para pejabaté mulihné ngajeng. Tiang, ngrasa tekén déwék kéweh menék tuun nganggo tongkat biasa abaanga nasi uli kantin ka kamar tiangé padidi. Suasanané sepi, napi malih langité remrem gulem. Nadak sara uli bolong di plafoné ba
13
duur ada bikul tetelu ngrayang tuun ka méjan tiangé. Tiang héran di plafon kantor bank ané bresih kéné misi bikul gedé-gedé. Buina tumbén pesu tuun ka méjan tiangé. Tiang nengil mekek angkihan nguratiang tingkahnyané mesik. Sisan nasi di piringé suud tiang ngajeng adekina, pilihina nasi ané ada di pinggir piringé ané gumanti anggon tiang masoda sadéréng ngawitin ngajeng. Sisan nasi lénan tan daara. Buina bikulé tan ngrunguang tiang ada derika. Aah… mirib tiang anggapa arca kén bikulé. Dugas pelayan kantiné nyemak piringé, ia tuturin tiang indik bikulé nunas labaan deriki. “Luh… sing kéto mabanten saiban di kantor sabilang suud masak di kantin?” “Nénten Pak, sampun maturan canang saraina ring palinggihé kantos ka Mrajan.” “Bééh, patuté suud masak pucukang malu mabanten saiban. Tetuekné nak malénan. Apang tusing cara tunian bikulé tuun mai nagih labaan. Nyén nawang lantih madagang.” Sesampun kantiné mabanten saiban salanturipun ten taén bikulé teka ngalih amahamahan. Dugas lakar pamilihan Direksi Baru krésékan pagawéné pakrimik ngarepang jago-jagonné soang-soang. Pangarepné tuara lén apang maan uratian lan jabatan ané melah. Kadi biasa satunggil jam istirahat kamar tiangé mepes dadi tongos ngrumpi para pagawéné mesuang unek-unekné indik keluarga, gegaén kayang kamelahan lan kajelékan pejabaté. Inget tekén déwék tiangé amung dadi patulung istilah kerénné Konsultan Kredit Kecil, tiang mapi ten milu-milu. Amung maang saran lan masukan secara umum Perbankan gén. Sesampuné pelantikan Direksi Baru, situasiné makeliah malénan. Anginé makesyur anget nanging di kénkéné masrieng dingin. Tatkala situasiné sada sepi sawatara jam 15.00 sagét ada anak lingsir majénggot lan rambutné putih majalan alon-alon maakin pintu ruangan tiangé lantas nyongkok matadah sedih. Mara tiang bangun lakar mukakin pintu sagét anaké lingsir nika mabading lantas ilang. Tiang kagiat sira sujatinné bayangan nika? Mara tiang ngerti yén buin telunné ada penggantian Kepala Biro, malah raganné tundéna ngwantu di tongos tiangé. Tiang amung maang pangertian yén di bank alih tugas nika biasa. Sayan sering
tukar menukar tugas, sujatinné nika sayan melah nyidang nguasain gegaén. Nanging ada masih ané ambisius mara ten maan jabatan amun kenehné, jeg ngambul tan seken nyemak gegaén. Ané buka kéné sujatinné ngaé iraga rugi padidi, tan karunguang. Sagét ada buin masalah anyar, ada pejabat di Cabang matarik ka Kantor Pusat saha katitipang di tongos tiangé ngentinin ané ajak tiang malunan. Oh dadi tiang cara términal. Patut kadi pandikan Pak Direktur “Suksma … yén nak lingsir cocok anggén penaséhat.” “Lédang kahyun Pak Direktur, asal nyidaang nincapang bisnis Perbankané manten.” Sedeng melaha pagawé ané mangkin driki demen ajak ngorta magenepan sajaba masalah perbankan, rumasuk adat, agama, mistik, lan masalah ané lénlénan. Tumbén raganné mesen nasi di kantin apang bareng makan siang di ruangané ajak tiang. Sesampuné suud ngajeng tiang mindahang piringé uli arepan tiangé aban tiang ka bucun méjané. Nanging lacur, piringé ané kari misi sisan nasi belah dadi telu. Ané a pateluan di liman tiangé kébot, buin a pateluan di liman tiangé kenawan lan ané tengah-tengah ané kari misi sisan nasi ulung jalan pejang di méjané. Pak Wayan ané ajak tiang nika kagiat pesan saha matakon, “Napi artin sépa utawi tandané niki Tuaji? Ten nyen madaging napi ajengané?” “Dumadak ten Pak Yan. Mirib piringé mula sampun rengat, bas tekek ban ngisiang lantas belah.” Pas dugas nika pelayané teka lantas orain tiang piringé belah dadi tetelu. “Mimiih ngujang dados bisa kénten, tiang ten uning napi niki, ampura.” “Sing kénkén Luh, mirib piringé suba rengat. Manian tingalin nganggon piringé.” “Sajan Luh yén ngabaang ajeng-ajengan patut ati-ati, pang sing nelimpuk takilan puyung.” raosné Pak Wayan ngimbuhin. Pelayané manggutan “Tumbén sapuniki Pak…?” Ten ada dua bulan sesampuné nika buin ada kadadén ané ngawé bayu rimrim, masih tatkala tengai tepet. Sagét uli tanggané betén makeplus ada endihan kebiruan amun bola ténisé maserét nuju pintu kamar tiangé. Nanging buin malipetan lantas maerét beneng kauh lantas di tanggané menék ka lantai tiga. Tiang sajansajan kagiat, nguda ada endihan kali jani? Dugas lakar
mulih maan tiang matakon ajak Gus Adnya, kénkén situasiné derika? Raganné amung masahut, “Keneh inguh ten nyidaang seken nyemak gegaén.” Pamuputné ngawit tanggal satu raganné suud dadi Kepala Biro, raganné ngorang énggal lakar pénsiun. Tan marasa nem tiban sampun tiang magaé matulung di Bank Daérah saking tulus milu ngupadi karahayon, ngadungang pengalaman ané sida nincapang bisnis Perbankané. Kéwala tiang marasa tan ngerti nguda mepes nepukin kadadén ané tawah-tawah di Kantor Bank dija tiang taén matugas uli di Jawa, di Lombok kanti mangkin driki di Bali. Merasa sampun leleh menék tuun di lantai dua, mangkin tiang kicén tongos betén di lantai satu. Driki raméan liu ajak ngorta ri kala istirahat. Nanging yadiastun sedek sibuk anaké ngwangun ruangan baru di dori kesyengan aurané tawah kari makesyur. Kanti tiang matakon tekén Gus Rai ané biasa mangkunin. “Sampun becik ngisidang palinggihé Gus?” Raganné maosang sampun ngarya panganggih sementara gumentos proyéké puput. Nadak sara yén tan pelih nuju Kajeng Kliwon sedeng raména jeg makempréng bél mobil dinasé ané tan manggo sedek makunci maparkir di arep. Bingung sopiré ngalih kunci lakar ngamatiang munyin bélé cara siréna. Liu ané ngorang kabelné konslét madéngdéng. Buin jebosné buin ada mobil lénan bélné mamunyi. Lan ané sidori mobil sédan pagawéné di samping jendélan tiangé makempréng. Mara pada bingung nguda bisa kéné….. konslét? Ané paling ngawé gerun… pada bingung, dugas ada pagawaé ané pungkat nadak. Kadi biasané jam istirahat siang pada makan di kantin. Suud ngajeng raganné kembali katongosné negak di korsinné ngobrol. Yén kénkén kadén jeg nadak raganné pungkat pingsan, engsap pesu panyuh maplangsaran. Timpal-timpalné ané ada drika ngénggalang nyurung abana ka mobil langsung ka Rumah Sakit Sanglah. Nanging lacur tan katulungan. Makejang pagawéné bengong, naneng tan bisa nampénin, nguda kéto? Napiké di kantor-kantor Pamerintahé lénan masih ada kadadén buka nika, cara di kantor tongos tiangé magaé di BRI dajanné utawi di Tanjung Bungkak ipidan? Napi ké niki mula ulah tonya sang madué karang utawi pagaén leak masiluman dadi endihan tengai tepet?
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Pamargin Tapa miwah Upacara
Pengkung Sinduk
Olih : I K. Satria, S.Ag KALANTURANG sané mangkin Ida Sang Prabhu Kesawa malih mapiteket ring ksatria Pandawané utamanipun majeng Ida Sang Yudhistira. “Uduh Beli Sang Yudistira sané kasumbungan ring jagaté, mangkin malih titiang nyatuayang parindikan kawéntenan Rsi sané mautama, sané sampun kasub ring jagaté duk nguni. Wénten brahmana sané dahat waged ngelarang tapa miwah brata ngrastitiang angga miwah jagaté sami. Kacaritayang tatkala Ida Sang Brahmana Istri nyaksiang Ida Brahmana Lanang ngelarang tapa brata irika ring pasramanidané, ngraris Brahmana Istri nangkilin saha nunasang indik pamargi-pamargi sané kamargiang punika. Ida Brahmana Istri nakénang makudang-kudang parindikan sinalih tunggilnyané sakadi asapuniki: “Singgih nawegang Sang Brahmana sané dahat junjung titiang, sayuwakti pisan titing wantah anak istri papa sané ngayahin Ida Sang Brahmana sané banget linggihang titiang ring pikayunan sané dahat galang. Napiké titiang dados nguningin parindikan pamargi sané pacang katuju olih sarwaning mauripé minakadinipun titiang sané kalintang papa puniki? Tititang wantah manggihin kawéntenanidané sané setata ngelarang tapa brata sakadi puniki, wantah mamegeng saha nénten ngamargiang saluiring upacara sané sujatinnyané ketah margiang titiang. Sakémaon yadiastun sakadi asapunika kawéntenannyané, titiang pacang setata bhakti majeng ring Ida Sang Brahmana sané wénten ring telenging pikayunan saha hredayan titiang. Titiang taler naenin mirengang pitutur indik kawéntenan titiang pinaka Brahman Istri pacang sida molihang panunggalan majeng ring Brahmana Lanang yéning pradé sampun nilar jagat padané puniki, napiké punika patut Ratu?” Alon-alon pisan Ida Sang Brahmana ngraris nguntab lawangan pangaksianidané saha ngamanggihin Ida Brahmana Istri irika manyembah. Antuk mimik sané nyunyur manins pisan ngandika dabdab alon suaranidané. “Uduh Adi, Brahmana Istri I Déwa, patut pisan I Déwa ngrasa angayubagia. Sayuwakti pisan Beli nénten sungsut sangkaning mirengang atur Adiné iwawu. Sané mangkin sangkaning sampun kabaosang kapatutan I Déwa uning ring parindikané punika. Durusang mangkin pirengang Adi. Kajunjung olih sang sané ngelarang kapatutan sakadi Adi wantah kautaman pisan yéning rasayang Beli, duaning pamarginé sané becik punika pacang sida ngwetuang becik Adi. Sang sané maosang déwék pradnyan katah salit arsa ngayunin karmané punika. Sakémaon Adi, sané patut pisan kapikayunang wantah indik kawéntenan ring jagaté puniki wantah sangkaning karma, sané patut kawales antuk karma. Saking embas, maurip, miwah mawali nuju Sang Hyang Sangkan wantah sangkaning karma, sané katelebannyané madasar antuk
manah, wak, miwah kayika. Sané iwawu Adi maosang parindikan Beliné sané sampun nénten malih nglaksanayang pamujan miwah lali ring upacara, sakadi patut pisan punika Adi. Sakémaon pamujan malarapan antuk sarana-sarana sakadi sané wénten ring jagaté; toya, minyak sané utama, sarwaning sekar, woh-wohan, miwah sané tiosan nénten malih kawigunayang ring pamargin Beliné. Duaning pamujan sakadi punika wantah pamujan sané pacang karusak olih para raksasané, sami pacang katambakin kawéntenan yadnyané yéning kantun nganggén sarana sakadi punika Adi. Sané mangkin duaning Beli sampun tatas ring angga, sampun nguningin indik sarirané sané sampun suci, Beli nguningin indik akéh sané wénten ring anggan Beliné pinaka stana Ida Sang Hyang Widhi utawi paragayan para Déwatané. Taler kawéntenané punika wantah prasida panggihin Beli sangkaning Beli kapitulungin olih jiwatman Beliné sané sampun sakadi panunggalan Déwatané sané nguningin sarwaning sané wénten taler ring angga sariran Beliné.” Kadi asapunika Ida Brahmana Lanang ngandikain Brahmana Istri. Malih Ida ngandika saha nlatarang indik sané dahat suksma saha dabdab alon pisan. “Sané mangkin Beli wantah ngrastiti ring kawéntenan genah suciné ring angga sarirané sané kabaosang Awimukta sané kawéntenannyané irika ring selagin lelata miwah irung Beliné. Irika Beli ngrastiti Ida Sang Hyang Widhi sané kawéntenannyané dahat agung pisan saha prasida ngaonang sekancan suka kalawan duka taler sampun asah saking Panca Mahabhutané tur sida ngasorang Rwa Bhinédané, jelé melah, tegeh éndép miwah sané tiosan. Irika raris malinggih sami sekancaning sarana upacarané. Irika kawéntenan suksma miwah bayu sané ngawinang i manusa utawi sekancaning mauripé prasida maurip. (Soma=Ida; Agni=Pinggala; Dhira=Bhudiprerana; Wyawayam=Sancharam; Dhirabhutani Dharayan Nityam Vyavayam Kurute= Ring genahe punika sami sané wénten anggén sarana ngrastiti saha wénten bayu sané ngawinang kahuripané). Irika para Déwatané saha kawéntenan brahman ngelarang tapa brata miwah semadhi. Genahé punika sané ngantos mangkin kanggén sarana olih para wicaksanané ngelarang pamujan sakéwala sané sampun tatas ring angga sarirané. Sami sané wénten irika Adi, nénten malih sida katuju olih sami pangraksan Panca Tan Matra miwah Panca Mahabhutané punika. Sami punika wantah prasida katuju nganggén manah sané lascarya miwah suci nekeng tuas majeng ring Ida Sang Hyang Titah.” Sakadi punika pengandikan Ida Brahmana Lanang majeng ring Ida Brahmana Istri, antuk tresna Ida ngandikain. (Masambung)
pengkung sinduk baang munyi sing nyak enduk agem gedé, nganggoang kita tutur beneh katarka pelih pangakuné paling ririh cara jlema tusing taén pelih nutur di pisaga tusing taén enduk kemu mai ngandelang pongah gelah timpal sikat amah tusing ngitung peteng lemah lamun ada ngaduang pisuh temah
pengkung sinduk solahé ngadug-adug munyiné setata sigug parisolahé setata begug bisané tuah ngaé uwug
Manik Sudra
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ksara Bali. ngulati basa lan aksara guritan Cokli Kapunggel saking Geguritan antik Santha. sané kakawi olih Djelantik Kaolah antuk uk : Pangremba Bali li Orti
pupu;gind, Pupuh Ginada 39.eyn&n)nÓ)næ\pitÞw,* gapit lawang, Yéning nénten pangapit \udmhÏpÐpi\á^, nguda maharep ka pinggir, n\&eynæ\pitÞw*, apit lawang, nanging yén pangapit
Putu Devi Casthio Sutanegara
Meled Sumeken ring Bidang Magending NÉNTEN sakadi timpal-timpal sebayannyané, sané milihin fakultas kedokteran, teknik utawi hukum sesampun namatang pendidikan ring SMA, Devi –sapunika dané sering kasambat, mutusang milihin ISI Jogyakarta. Pilihannyané wantah jurusan seni musik miwah vokal. Manut dané sané madué aran jangkep Putu Devi Casthio Sutanegara, seneng ring seni olah vokal sampun saking alit. Sokongan rerama ngiringang yowana sané embas ring Dénpasar, 23 Mei 1998 puniki tumbuh dados penyanyi sané madué bakat antuk sakatah préstasi. Sinunggilnyané sering molihang j u a r a
nyanyi Pekan Seni Remaja Re (PSR) Kota Dénpasar miwah lomba nyanyi lian lianan. ‘’Titiang ngawit alit sampun sseneng magending. T Titiang meled sumeken ring bidang olah vokal miwah musik. m Pamuputnyané titiang milihin ISI J Jogyakarta, jurusan mu musik miwah vokal,’’ baos baosnyané. Kacunduk sajeroning acara ring Den Denpasar, Devi sané kaloktah ramah, sadurungnyané polih ragu ninggal Kota Denpasar. Sesampun polih ngorta sareng kulawarg kulawarga, pamuputnyané dané prasid prasida mutusang merantau ka dura Bali. Dané meled mandiri tur tam tamat ring perguruan tinggi. Sujatin Sujatinnyané wénten sané ngaja ngajakin kuliah ring jurusan sané pateh ring Dénpa Dénpasar. Nanging, panak saking pasanga pasangan Gede Harumbawa Sutanegara miwah m Gusti Agung Ayu Ratna, meled merantau. Sajabaning kuliah sajeroning moli molihang gelar sarj sarjana musik, dan dané taler meled molihang pengalaman id idup mandiri. Devi sané sajabaning waged mag gending, taler madué h hobi menari. K Kalih bakatn nyané punika saling nyokong.
senh)enÇnÞw*punik,u sané encén lawang puniku, puniksenemdy*, yang, punika sané médayang, d2méwi, Dalem Jawi, purr&purimg)n;. genah. Pura ring Puri magenah. 40.kditutu(kwisÙr, Kadi tutur Kawi Swara, a,
Kruna
t)\;sogrenhpi, tengah segarané api,
BASA BALI
AKSARA BALI
1.
obag-obag
1. ehobegÀobg/,
1. pintu
BAHASA INDONÉSIA
2.
obah
2.
ehob;,
2. berubah
3.
ogal-agil
3.
ehoglÀgil/,
3. bergoyang
4.
oka
4.
ehok,
4. anak
5.
pangadol
5.
p\edol/,
5. penjual
6.
pangasih
6.
p\si;,
6. pemikat
7.
pangkah
7.
p\Ð;,
7. memberanikan diri
8.
pedas
8.
p)ds/,
8. jelas, paham
sU(ybyumiw;buln/.
9.
pejah
9.
p)j;,
9. mati
surya bayu miwah bulan.
10. pupu
dit)\;hpienetoy, di tengah apiné toya,
dit)\;etoyengunu*, di tengah toyané gunung,
n\&tÙrewnÓ)nÓn;, nanging tuara wénten tanah,
miw;l\it/, miwah langit,
Redité Wagé, 7 Agustus 2016
10. pupu,
10. paha
Prestasinyané ring bidang tarik suara nénten wantah ring Bali kémanten, nanging taler macentok ring tingkat nasional. Nénten wantah sukses péntas pinaka penyanyi solo, Devi taler sukses dados anggota paduan suara. Dané lulus nyeledi Bali tur sareng paduan suara nasional Gita Bahana Nusantara. Kumpulan penyanyi terbaik saking makudang-kudang provinsi ring Indonesia miwah péntas ring Istana Negara daweg peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI warsa lintang. “Magending sakadi baga sané nénten prasida kapalasang saking pasarahinan titiang. Magending ngawinang titiang bagia tur ngerti pangarasan anak tios, sané kasurat sajeroning sinunggil lagu,’’ baosnyané puitis. Sajabaning dados duta Bali ring ajang paduan suara nasional Gita Bahana Nusantara, alumnus SMAN 3 Dénpasar puniki, taler prasida ping kalih nyeledi Provinsi Bali ring lomba nyanyi Bintang Radio tingkat nasional katagori pop wanita. Sukses ngangganing RRI Dénpasar, siosan punika taler sukses ngangganing RRI Singaraja. Yadiastun nénten prasida dados
sané pinih becik, nanging selah tampil ring tingkat nasional dados pengalaman sané nénten prasida pacang kalaliang. Devi taler naen lolos audisi pencarian bakat nyanyi Mahadewi ring sinunggil stasiun TV swasta ring Jakarta. Éling ring profesi pinaka penyanyi ring tengah persaingan sané sayan ratep, wénten tetujon lianan sajabaning sumeken ring bidang vokal miwah musik. Devi meled mahbah sekolah musik miwah vokal, sajeroning ngrereh bakat-bakat nyanyi miwah main musik. Poténsi yowana Bali sané ageng ring bidang vokal miwah musik, galahé mangkin durung samian makanten. Yéning poténsi yowana inucap kaasah, pacang prasida nepas laksana sané nénten becik ring angganing yowana. “Sajabaning meled péntas pinaka penyanyi profesional, taler meled ngwangun sekolah musik miwah vokal ring Bali, sané salami puniki durung akéh wilangannyané,’’ Devi ngwewehin. Mendep-mendep Devi taler meled dados dosen seni vokal, sané mangkin wilangannyané kantun prasida kaketékin antuk jerijin lima ring Bali. (ast/yan)
Isin Gumi Ring Buléléng, Trotoar Jalan Nasional miwah Provinsi Durung Molihang Uratian TROTOAR ring margi nasional miwah margi provinsi ring Kabupatén Buléléng saking makudang warsa durung molihang uratian sané becik saking pemerintah. Kasujatiannyané, kahanan trotoar ring Buléléng makéh pisan sané sampun kaon. Kahanan inucap maweweh sayan kaon sangkaning tuuh trotoar sampun sué pisan. Makéhan sané kakaryanin daweg warsa 1990 lintangan. Pamargi sané kambil Pemkab Buléléng pinaka utsaha mecikang trotoar inucap marupa pangajuan proposal ring pemerintah pusat miwah pemerintah provinsi mangda trotoar inucap gelis kabecikang. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 3 Agustus 2016 lintang. Nyoman Yasa, Lovina Wantah yukti akéh pisan trotoar sané sampun usak ring wewidangan Kota Singaraja. Trotoar inucap banget kabuatang olih para pejalan kaki. Santukan kahanannyané sakadi punika ngawinang sering wénten pejalan kaki sané runtuh. Yéning mangkin wénten utsaha mecikang kahanan trotoar, yukti parikrama sané becik pisan napi
malih Kota Singaraja pinaka Kota Pendidikan. Ri sampuné kabecikang taler mangda kauratiang, kapiara. Tanaya, Kampung Tinggi Mangda nénten sayan rusak, patut gelis molihang uratiang inggian saking pemerintah pusat utawi pemerintah daérah taler para krama. Lianan punika mangda tan ngamolihang panampén utawi tanggapan kaon saking krama minakadi kabaosang nénten urati majeng wewidanyannyané. Prakanti pemerintah provinsi miwah pemerintah pusat patut kautsahayang. Putu Karsini, Banjar Rusaknyané trotoar pamekas ring Buléléng minab sangkaning sué nénten molihang uratiang saking pemerintah. Trotoar wanath sinalih tunggil sarana kelancaran lalu lintas utamané ring kota-kota. Mawinan yéning punika kantos usak, tios ngawinang lalu lintas kaon, pejalan kaki taler méweh ri kala mamargi mimpas sepéda montor, utawi sané tiosan. (ama)
15
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
Rapuh Bali di Panti Jompo
Tutur Memberi Cara Bali (1)
BERBINCANG dengan puluhan manula yang menghabiskan hari-hari akhir hidup mereka di Panti Jompo Wanasraya, di ujung timur Denpasar, pikiran saya pun berkelebat-kelebat ke problematika perubahan Bali Tradisi menuju Bali Baru. Di sini saya menemukan berbagai alasan internal keluarga hingga alasan adat yang belum terubah. Ada pula karena para keturunan lelaki para manula ini yang terlalu sibuk bekerja sehingga tak sempat mengasuh orangtua. Ada karena sang anak bekerja di luar Bali, lalu orangtua diasuhkan ke panti. Sebagian lagi terbelit persoalan ekonomi, miskin, sehingga menanggung hidup orangtua lebih dipahami sebagai beban tambahan tinimbang kewajiban sang anak melunasi utang hidupnya kepada orangtua. ANEKA RAGAM PERSOALAN internal keluarga dan adat itu pula mengantarkan puluhan hingga ratusan anak-anak dan remaja Bali sejak beberapa tahun belakangan ini kian deras menghuni panti-panti asuhan di bilangan Denpasar, Gianyar, hingga di Klungkung. Di tengah daya dukung serba terbatas, sejumlah pengasuh panti pun memilih membatasi daya tampung dengan kriteria ketat guna membendung arus deras keinginan pihak keluarga untuk menyerahkan ‘pengasuhan’ anak serta para manula itu di panti. PANTI ASUHAN maupun panti jompo bisa jadi hanya merupakan gejala gunung es persoalan internal manusia Bali Baru kini: nun jauh di kedalaman keluarga sana, sesungguhnyalah terpendam sedemikian menumpuk kerapuhan demi kerapuhan, keretakan demi keretakan, kegamangan, dan ketidakjelasan yang belum terselesaikan. Ada bermanifestasi dalam wujud perseteruan rebutan warisan hingga berujung saling tebas antarkerabat atau saling tuntut ke pengadilan. Lalu, hubungan kekerabatan putus, puik. Yang lain muncul dalam wajah karang tua, pekarangan rumah asal, yang sepi penghuni sehingga tak terawat sepatutnya; atau saling tinda ngayahang banjar. Dan, masih beragam rupa lagi ketegangan internal rumah tangga, keluarga, keluarga besar (paibon, dadia), hingga komunitas banjar dan desa pakraman yang menumpuk, tak terselesaikan. KERAPUHAN DEMI KERAPUHAN, keretakan demi keretakan dalam keluargakeluarga Bali yang mulai menjalar bertaburan ini cenderung baru dicarikan jalan keluar secara sporadis, sendiri-sendiri. Belum diupayakan jalan keluar secara menyeluruh dan mendasar lewat kesepakatan-kesepakatan besar, bersama-sama, baik dalam lingkup keluarga, keluarga besar, maupun banjar, desa pakraman, lebih-lebih lagi tingkat se-Bali. Ini men-
BANYAK Sahabat bertanya-tanya, “Kenapa hari-hari orang Bali tidak pernah putus diisi dengan persembahan demi persembahan?” Karena untaian persembahan demi persembahan itulah sejumlah teman yang berkepekaan rasa hati lantas kerap menjuluki Bali sebagai TanahAir Persembahan. Persembahan cara Bali barangkali bisa dipahami dari sudut pandang sederhana: bahwa Alam Semesta sejatinyalah tidak pernah membiarkan sesuatu hadir dalam ruangnya kosong. Begitu Anda mengosongkan sesuatu, sejenak kemudian Alam Semesta pun niscaya mengisi kekosongan itu, dengan sendirinya. COBALAH BERSIHKAN meja hingga cling. Cermati saksama, apa yang terjadi sejenak kemudian? Anda tak usah bersusahsusah mengundang, debu-debu pun datang dengan sendirinya mengisi meja yang baru saja Anda bersihkan. Atau, galilah lobang di halaman belakang. Tunggu sejenak kemudian: Alam Semesta begitu girang mengisi lobang galian tadi, entah dengan sampah, air, atau yang lain. Bisa saja Anda membiarkan tanah pekarangan itu kosong, tapi Alam Semesta dengan penuh semangat dan lihai niscaya mengisinya dengan menumbuhkan rumput hingga tetanaman semak—tanpa Anda berletih-letih meminta maupun menyuruhnya. BEGITULAH ALAM SEMESTA bekerja dalam hukumnya yang serba otomatis: mengisi kekosongan demi kekosongan hingga penuh berlimpah. Dan, sebagaimana gelas yang penuh baru dapat diisi kembali hanya dengan menuangkan isi gelas sebelumnya, maka begitu pula Alam Semesta mengisi penuh segala sesuatu yang hadir ataupun dihadirkan di dalam ruangnya manakala sesuatu itu telah kosong atau dikosongkan. MANAKALA MEMPERSEMBAHKAN, memberi, melepaskan, banyak orang mengira akan menjadi berkurang. Atau malah merasa kehilangan. Tidak. Yang terjadi justru sebaliknya: manakala mempersembahkan, memberi, melepaskan, sejatinyalah yang bersangkutan sedang menuangkan isi gelas yang sudah penuh sehingga memberi kesempatan lebih terbuka, lebih leluasa, bagi Alam Semesta mengisi lagi dengan yang baru, menjadi lebih penuh. DENGAN MEMPERSEMBAHKAN, member, atau melepaskan, sesungguhnyalah Anda sedang menghipnosis diri sendiri, meyakini diri sendiri: alangkah sudah penuh berlimpah sejatinya Anda, betapa Anda sebenarnya telah berlebih. Hanya dia yang merasa telah berlebih, telah penuh-lah dapat memberi. Dia yang tidak memiliki rasa berlebih, rasa telah penuh, mustahil dapat suka rela tulus hati mempersembahkan, memberi, melepas dengan girang bahagia. Dia yang merasa diri kekurangan niscaya tidak mudah memberi, tidak gampang melepas. Tentu saja mesti dibedakan dengan benar: mana memberi atau melepas penuh girang gembira bahagia, mana saling menukar layaknya di pasar. Bhagawadgita memastikan: persembahan, pemberian, pelepasan dengan murni penuh girang gembira bahagia itu tidak terikat kepada hasil karena memang semata-mata tulus mempersembahkan, memberi, melepas. SUNGGUH BEDA dengan transaksi, tukar menukar di pasar: Anda menyerahkan sejumlah uang, tenaga, jasa, atau barang, lalu Anda mendapatkan kembali dalam wujud yang Anda inginkan dari yang diajak bertransaksi. Tak lagi ada ikatan apa pun begitu transaksi itu usai. Dalam memberi, melepaskan dengan tulus girang gembira bahagia, segala sesuatu dilepaskan begitu saja, semata-mata karena memang memberi, melepaskan. Tanpa ada niat, maksud, ataupun tujuan untuk menerima imbalan, kembalian, dari yang diberikan. Tapi, justru karena itu yang melepaskan, yang memberi niscaya mendapatkan lebih berkali-kali lipat. Wujudnya bisa berbeda dengan yang diberikan tadi, dari orang yang berbeda pula, dalam kurun waktu tak terduga, dengan cara yang tidak terkirakirakan sebelumnya. znirta ks
BPM/dwis
Praktik Kerja STKIP - PGRI Trenggalek di Jatijagat Kampung Puisi - 109 SEKITAR 60-an mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Trenggalek pada 23 Juli 2016 mengunjungi Jatijagat Kampung Puisi (JKP 109) di kawasan Renon, Denpasar. Dengan diantar dosen, di antaranya Widi Suharto, mereka sangat antusias melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di JKP 109. Sebagai ajang silaturahmi seni, para mahasiswa itu menampilkan musikalisasi puisi dan teater. JKP 109 sebagai tuan rujadikan persoalan ini muncul seperti daur ulang, beruntun, dari hari ke hari kembali terjadi dengan persoalan mendasar yang sama meskipun dalam rupa berbeda. INILAH SATU di antara persoalanpersoalan mendasar internal Bali dalam arus perubahan dan peralihan dari payung peradaban agraris ke sistem ekonomi industri, perdagangan, dan jasa. Seluruh rancang bangun peradaban agraris Bali yang bertumpu utama pada ketangguhan ikatan komunal kekerabatan keluarga itu kini tampak goyah, terguncang-guncang. Kebanyakan orang Bali menuding pengaruh dari luar dirinya, seperti modernisasi dan globalisasi, yang sedemikian kencang sebagai penyebab utama keterguncangan ini. Tidak banyak yang eling, awas, dan lihai menyadari, mengakui, dan menerima kenyataan bahwa betapa internal manusia Bali sendiri-lah sesungguhnya yang sedemikian rapuh sehingga tiada tangguh menghadapi tantangan baru dari luar dirinya. zdeprabas
Tutur Memberi Cara Bali (2) DIA Yang Maha Sempurna memang telah menghadirkan segala sesuatu dalam ruang Alam Semesta Sempurna ini serba sempurna dengan sendirinya. Tak ada yang dibiarkan tidak penuh, tidak sempurna. Segalanya telah sempurna dan senantiasa disempurnakan, sehingga Hidup dan Kehidupan di Alam Semesta serba sempurna ini pun terus bertumbuh, meningkat, maju dari kesempurnaan ke kesempurnaan lebih besar, lebih luas, lebih dalam. DAPAT DIPAHAMI bila para bijak kehidupan senantiasa menuturkan, “Rajinrajinlah mempersembahkan, memberi, melepaskan.” Hanya dengan mempersembahkan, memberi, melepaskan, Anda bakal memperoleh, mendapatkan, sekaligus lebih disempurnakan, dimuliakan. Cinta didapat setelah memberi pelayanan. Pelayanan diperoleh usai mencintai. Cinta itu melayani, dan melayani itu mencintai. Cinta dan pelayanan itu sekeping mata uang dengan dua muka sama guna, sama makna. Itu sebab para bijak kehidupan di setiap zaman suka bertutur, “Sering-seringlah latihan memberi, memberi, dan memberi. Hanya dengan latihan, latihan, dan latihanlah maka otot-otot rasa tulus hati memberi itu akan menjadi kian kuat.” BETAPA PENTINGLAH dalam hidup ini melatih melepaskan, memberi, sejak dini usia. Alangkah elok bila anak-anak sejak dini dilatih melepas, memberi, manakala hari kelahirannya tiba, misalnya. Tak perlu yang mahal, besar, mewah. Melepaskan sekeping kebaikan pun bisa. Yang sahajasahaja saja juga bagus, seperti melepaskan bibit ikan ke sungai, danau, melepaskan burung, menandur bibit tanaman. Bisa pula mendatangi panti asuhan atau panti jompo, mengunjungi sahabat atau kerabat, mendermakan busana bekas. PALING SEDERHANA, mudah, dan gratis adalah memberi, melepaskan senyum kepada orang lain, atau berterima kasih, bersyukur, memaafkan atau meminta maaf. Bisa pula memuji orang lain. Itu
dapat dimulai dari yang terdekat dengan diri kita: suami/istri, putra-putri, orangtua, kerabat, sahabat, dan seterusnya. Bagi tetua Bali yang berkesadaran hidup, halhal sahaja itu semua adalah persembahan utama kepada sang Maha Hidup. Penting pula dilatih lebih sering: melepaskan diri dari masa lalu yang menciutkan tubuh, mengempang kemekaran rasa bahagia, gembira, damai, yang merintangi imajinasi membubung ke ruang-ruang kreatif nan luas. TIDAK LUPA PULA: siapkanlah diri untuk menerima, layaknya pemain sepak bola yang senantiasa bersiap diri menerima bola tendangan teman maupun lawan, terkadang bersiap pula mengejar bola. Alam Semesta mengerti benar: kapan Anda benar-benar siap menerima, kapan masih ragu, kapan sangat tidak ingin menerima pemberian. Kerap kali kebanyakan orang justru suka memberi, melepaskan, tanpa pernah bersiap diri menerima pemberian. Tidak jarang malah menolak pemberian demi pemberian—lalu menggerundel, makeengan. Tidak sedikit, memang, yang penuh semangat memberi tanpa siap menerima, tanpa pernah mau menerima. Atau sebaliknya, ingin menerima saja, tanpa pernah mau melepaskan, tanpa mau memberi. Keduanya kurang bermakna agung bagi Hidup dan Kehidupan. Manakala menolak pemberian, itu berarti telah menutup pintu orang lain untuk mendapatkan lebih penuh. Ketika ogah memberi, itu sama saja sedang menutup pintu sendiri untuk mendapatkan lebih penuh. Jadi? BIARKANLAH HIDUP dan Kehidupan terus mengalir, bertumbuh, meningkat, maju menjadi serba lebih penuh berlimpah sempurna paripurna dengan mempersembahkan, memberi, melepaskan. Bukankah kehidupan itu memang rajutan pelepasan demi pelepasan, hingga berpuncak nan indah pada pelepasan teragung bernama Berpulang—tetua Bali menamakan Mulih ka Tanah Wayah! znirta ks
Kejadian Alam yang Mengikuti Kelahiran zPersoalan Komunikasi, Ranah Pemikiran, Identitas
DALAM KONTEKS keterasingan nama-nama lokal saat ini, masih teringat jelas saat seorang teman memberitahu nama ayah ibunya, I Wayan Gerudug dan Ni Made Cangkir. Semua yang mendengar tertawa bahkan menjadikan hal ini sebagai banyolan. Seakan-akan nama-nama yang disebutkan begitu aneh kedengaran. Mereka tertawa seperti seorang asing yang jarang mendengar nama seperti ini. Dalam hal ini, terasa sebuah jarak yang lebar bahkan berseberangan antara persepsi mereka terhadap sebuah nama yang umum dikenal dengan nama yang berkosa kata Bali. TANPA MAKSUD meninggikan maupun merendahkan nama-nama yang diberikan orang tua pada anak mereka, adalah sebuah hal yang patut direnungkan oleh masyarakat Bali, khususnya pemerintah serta pihak-pihak yang berhubungan dengan pelestarian dan pengembangan bahasa Bali. Yang manakah terlebih dahulu mesti diperjuangkan, melestarikan eksistensi bahasa Bali ataukah menumbuhkan kembali rasa memiliki bahasa Bali itu sendiri? TAK BISA dipungkiri bahwa neokapitalisme telah merasuk ke dalam sendi-sendi
kehidupan masyarakat Bali saat ini tanpa disadari. Hal ini dapat ditelusuri dengan ketidaksadaran orang Bali memaknai Hindu dan Bali itu sendiri, misalnya. Kini Hindu dan Bali dianggap sama. Nama-nama seperti Aditya, Raditya, Surya, Wulan, Budi, Chandra dan sebagainya dipakai sebagai identitas oleh orang Bali. Tanpa kita ketahui bahwa nama-nama yang selama ini lekat dan diterima oleh akal kita adalah hasil impor dari bahwa India. Di sini dapat dilihat keberhasilan bangsa India dalam membentuk paradigma masyarakat Bali dalam rangka memperluas ajaran Hindu berdasarkan budaya India. Juga namanama seperti Michel, Angelika, Rocky yang merupakan sebuah upaya untuk mencekatkan budaya asing dengan budaya Bali. JIKA DITELUSURI lebih dalam, nama-
mah juga menampilkan musikalisasi puisi yang diwakili oleh Heri Windi Anggara dan pembacaan puisi. Kemudian acara berlanjut dengan diskusi dan saling tukar sejumlah buku sebagai cenderamata. Pada kesempatan itu penyair Tan Lioe Ie memaparkan tentang musikalisasi puisi sebagai upaya untuk mengakrabkan puisi ke kalangan remaja. Mams Ruscitadewi menguraikan geliat seni teater di Bali. Sedangkan Ketua JKP 109, Arya Dimas
Hendratno, memaparkan perihal sejarah berdirinya JKP 109. WIDI SUHARTO mengatakan sangat terkesan dengan sambutan dan kehangatan JKP 109. Ada banyak ilmu yang didapat dari diskusi puisi dan teater itu, menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk menekuni studi di kampusnya. ‘’Semoga suatu saat kami bisa kembali lagi ke Kampung Puisi,’’ ujar Widi. zWayan Jengki Sunarta
Bali Abai dengan Karang Awak BANGUN peradaban sosial-agraris komunal Bali Tradisi yang seolah-olah ditopang sokoguru religius itu, dalam kanyataannya, justru disangga tiang-tiang pemahaman yang rapuh di kalbu hati. Hanya meriah semarak di permukaan, namun rapuh nun di kedalaman. Seumpama pohon: daun-daun semarak, bertaburan bunga, mengundang pesona burung-burung datang bertengger dan berkicau di pucuk-pucuk ranting pohon, namun akar dan pangkal pohon tak kukuh menghujam Bumi. Hanya karena alasan burung-burung lebih suka, lebih mengagumi pucuk ranting, bunga, dan buah, maka orang Bali pun lebih suka menyirami daun atau pucuk-pucuk pohon. Merawat pohon, karena itu, seolah-olah hanya didasarkan pada alasan mudah sejenak: demi dikunjungi para burung-burung pelancong. Sejauh itu, akar dan pokok pohon yang menghujam dan menyuburkan Bumi Bali justru dilupakan, diabaikan, tak pernah disirami, sehingga kian lama pohon kian meranggas, keropos. KALBU HATI manusia Bali justru abai disentuh secara penuh dan mendalam, sehingga menjadikan kebanyakan manusia Bali kini justru rata-rata bermasalah dengan karang awak sendiri. Antara lain, tiadanya komitmen baru yang jelas terkait dengan karang tua. Baik karang tua tegak umah peninggalan leluhur, orangtua di dalam lingkup keluarga, maupun karang tua bernama Bali secara menyeluruh. Tidak banyak di antara putraputra Bali mau jengah mempersatukan kembali keluarga yang telah saling bersitegang, dengan meneguhkan kembali komitmen baru kepada karang tua, meskipun pendidikan dan ekonomi telah lebih maju tinimbang generasi orangtua atau leluhur mereka. KARANG-KARANG TUA kini justru kesnama yang beredar zaman dulu tak kalah maknanya dibandingkan dengan nama-nama yang beredar saat ini. Gerudug misalnya adalah bahasa Bali yang bermakna guruh yang mampu membuat siapa saja merasa takut dan segan bila mendengarnya. Bahkan dalam kesederhanaan dan ketelanjangan nama-nama tersebut mempunyai hubungan filosifis yang terangkum dalam ajaran Tri Hita Karana. KEARIFAN masyarakat Bali dalam menghargai hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, serta manusia dengan lingkungan tergambar jelas dengan pemberian nama didasarkan pada kejadian alam yang mengikuti kelahirannya. Saat seorang bayi lahir, Tuhan memberikan isyarat lewat alam, dan orang Bali merangkainya melalui nama-nama sesuai dengan apa yang ditafsirkannya. Barangkail ini juga yang menjadi faktor bahasa Bali pada saat ini tak pernah mempunyai masalah dengan keajegan bahasa Bali itu sendiri. Meski mereka harus hidup di bawah penjahahan bangsa asing, masyarakat Bali tetap merasa memiliki bahasa Bali karena nama-nama Bali yang melekat pada masing-masing individu itu sendiri. Namun sayang, seperti yang dijelaskan di atas, usaha memberi nama Bali inipun semakin jarang ditemui lagi yang secara tidak langsung membuat bahasa Bali kian pudar. DI TENGAH LALU LINTAS globalisasi yang semakin deras, bahasa tak lagi hanya persoalan komunikasi. Melainkan sudah masuk dalam ranah pemikiran, ideologi, serta identitas etnis sebagai produk pasar. Bahasa yang pada akhirnya menjadi tunggangan pemikiran, ideologi, serta identitas bangsa mesti mempunyai kedudukan yang kokoh dalam situasi budaya yang salig bersinggungan sekaligus tarik menarik. Dalam konteks ini, teringat lagi dengan perkampungan muslim di daerah Saren Jawa. Karangasem yang keturunannya mampu dengan fasih berbahasa Bali bahkan diberi nama Bali. seperti Wayan Abdullah Made Muhammad, dan sebagainya. Dapat dirasakan keberhasilan pemeritahan bahasa yang dilakukan oleh masyarakat Bali serta kearifan warga muslim saat itu dalam rangka menumbuhkan rasa memiliki terhadap bahasa Bali itu sendiri. z I Wayan Sumahardika
epian akibat terjadi perubahan baru dalam tatanan ekonomi: generasi baru Bali kian berkurang mau bertahan di desa, justru karena pendidikan dan ekonomi lebih maju. Yang bertahan di desa cenderung karena pendidikan kurang, atau memang tidak melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Ada kalanya pula karena keterampilan kurang. Sisanya, kebanyakan para generasi pensiunan. BAGI KESELURUHAN BALI ini tentu saja dilematis karena peradaban Bali lama justru dibangun dengan basis keluarga, lewat ikatan-ikatan kekerabatan. Dari keluarga lantas mengikatkan diri membentuk banjar. Banjar mengikatkan diri membentuk desa pakraman. Keanggotaan dalam ikatan-ikatan di jenjang lebih tinggi tinimbang keluarga justru adalah keluarga, sehingga ‘demokrasi’ dalam pengertian Bali justru merupakan demokrasi perwakilan yang diwakili oleh para kepala keluarga. Itu berarti akar peradaban Bali itu ada pada keluarga. Manakala keluarga-keluarga telah merapuh ikatan internalnya, bagaimanakah peradaban Bali kelak? Manakala panti asuhan dan panti jompo kian diandalkan sebagai wadah jalinan ikatan kemanusiaan, lantas di manakah makna dan guna keluarga, paibon, dadia, bahkan juga banjar dan desa pakraman, sejatinya? Dalam bahasa agama, di manakah kewajiban utang hidup (rna) dalam hubungan anak-orangtua itu dapat dilunasi secara langsung, dalam hidup ini? ALANGKAH BANYAK pertanyaan mendasar patut dicarikan jawaban tuntas dengan membangun kesepakatan-kesepakatan baru, secara bersama-sama oleh sesama orang Bali sendiri—entah orang Bali yang menetap di Bali ataupun di rantau luar Bali, tiada kecuali. zdeprabas
zLamuh Syamsuar SENJA DI KERANDANGAN HARI ITU hari minggu. namun peziarah bisa dihitung dengan jari. Kami para pemburu duduk mengoyak rumput jarum semata kaki. Sebab ada mukaddimah ringan seputar rasio, tentang kemungkinan cahaya memolar dan rahasia mengasah segitiga agar selalu tajam di ujung busur. PANTAI Kerandangan seolah hanya tempat kaula bala mengusung isi juli persembahan kepada Sang Hiyang. Di masa lalu. POHON ketapang dan kelapa di tepi pantai melambai malas. Warung-warung berbilik, beratap sulaman gobok nampak lengang. Gelombang ombak yang pecah mencipta serat di karang berlumut. Membentang sepanjang bibir tanah Amaravati yang kini sedianya untuk tuan-tuan pelan-
zRaudal Tanjung Banua Kontemplasi Tiga Tempat 1. Di Barus makam tua kampung tua hanya ini yang bersisa o, cahaya yang perlahan lampus (tapi tak mungkin tinggal rangka) melesat lurus ke langit hampa (tak ada jalan lurus ke Barus; tapi ada jalan luruh di Barus) 2. Di Ubud burung-burung blekok gesit berbelok ke pokok keladi dan rumpun padi hanya bangau tongtong tiap tegak dengan sebelah kaki jadi tontonan tak dimengerti: pertanda kuat atau lurut bermenung diri? 3. Di Goa Lawah kenapa takut warna gelap dan hitam? kataku tak apa jadi kelelawar yang sayapnya tak takut tergores ranting kegelapan tebing dan dinding keabadian
cong. Meski ruap pasir tak kalah legam dari pasir Pantai Ampenan, Jembatan Meninting, Pure Batu Bolong, Lingga Kaprusan dan Senggigi. NYATANYA waktu itu jingga dikerumuni gumpalan awan, awan memuput tebal bagai sarang lebah ratu. Hingga bola api semenjana di samudra lembayung mengeruh bagai tembaga using. Dan akhirnya tustel kami hanya dapat menumpuk jeram debur yang lembut menjadi lanskap tenang santan. Sekurang-kurangnya dalam 25 detik untuk sekali tembak.
zAhmad Kekal Hamdani Saat Apa itu keterasingan cintaku? waktu yang tekun berjalan menatap dari pintu ke pintu. kita hanya sesekali membuka dan menutup peristiwa. saat juga tualang warna-warna. Betapa akulah keberhingaan tetes kabut dan langit yang menyimpan peristiwa lantas turun ke bumi yang pikuk ketika api baka lesap ke dalam gairah, seperti ektika kita sulut matahari dan menuangkannya di laut ini tubuhmu juga Apa yang mereguk darah, terus mereguk dalam sukma memenuhi segala jemari penyair-penyair terbang ke dalam diri mengutuk kata dan sejarah yang tetap di sini
zGunawan Tri Atmodjo Jika Kau adalah Udara aku membawa sekantung udara dari rumah yang akan meruang di mana pun aku singgah dia akan menjelma sesuatu sebelum akhirnya pecah menyerpih mencarimu ke segala arah Hanya ketiadaan yang aku tadah dan dengus napasmu akan terdengar sepanjang langkah
NASIONAL
16
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
Jagat Bali
Pura Ratu Sakti Pancering Jagat dan Barong Brutuk PURA Ratu Sakti Pancering Jagat merupakan salah satu pura tua di Bali. Pura yang berlokasi di Desa Terunyan Kintamani sangat dipercaya masyarakat sebagai pusatnya gumi Bali atau yang disebut juga dengan istilah kancing gumi. Setiap karya Purnamaning Kapat, di pura ini dipentaskan sebuah tarian sakral unik yang tidak bisa dijumpai di pura lainnya yakni Barong Brutuk. Pura yang berlokasi di pusat Desa Terunyan ini memiliki sejumlah palinggih. Salah satunya yakni meru tumpang pitu (tujuh) yang di dalamnya tersimpan sebuah arca yang sangat disucikan yakni arca Datonta. Ada hal unik yang dipercaya warga terkait keberadaan arca tersebut. Konon, arca yang terbentuk dari batu megalitik tersebut terus tumbuh membesar secara alami hingga tingginya kini mencapai kurang lebih empat meter. Tokoh masyarakat setempat Ketut Jaksa saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, tidak sembarang orang boleh melihat secara langsung keberadaan arca tersebut. Ini dikarenakan aura yang dipancarkan arca itu sangat keras. “Tidak ada yang berani memandang langsung arca tersebut,” terangnya. Sementara itu mengenai
kisah di balik arca Datonta tersebut, dijelaskan Jaksa bahwa Datonta atau Ida Ratu Sakti Pancering Jagat awalnya merupakan seorang pengembara yang berasal dari Dalem Solo. Kedatangan beliau ke Desa Terunyan, pada mulanya adalah untuk mencari tahu sumber wangi yang tercium sampai ke Solo. Setibanya di Terunyan, beliau menemukan sumber wangi tersebut yang ternyata muncul dari tubuh seorang dewi. Paras sang dewi yang cantik membuat beliau terpikat dan ingin menikahinya. Oleh sang dewi, permintaan tersebut diamininya dengan syarat sang pengembara itu bersedia menjadi raja di Terunyan. Permintaan tersebut pun akhirnya disanggupi sang pengembara. Semasa kepemimpinannya, beliau menjadi raja yang sangat bijaksana. Dalam perjalanannya, beliau yang ingin pergi tanpa meninggalkan jejak kemudian moksa. Hingga kemudian menjadi batu yang akhirnya muncul dari dalam tanah. Sementara sang dewi saat ini disungsung sebagai Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar. Sang dewi bersemayam di palinggih sapta petala. Beliau mengemban tugas untuk memelihara keberadaan Danau Batur. Jaksa mengatakan, masyarakat Terunyan juga
BPM/ina
BARONG BRUTUK - Pura Ratu Sakti Pancering Jagat Terunyan dan Barong Brutuk. percaya bahwa desanya menjadi satu-satunya desa di dunia yang antigempa. Hal itu dikarenakan kepercayaan mereka terhadap kekuatan Ida Ratu Sakti Pancering Jagat sebagai kancing gumi. Dia menuturkan, pada saat terjadi gempa hebat sekitar tahun 1976 silam, hampir seluruh wilayah di Bali ikut merasakannya. Bahkan wilayah
Seririt, Singaraja sampai luluh lantak. Akan tetapi gempa tersebut tidak terlalu dirasakan masyarakat di Trunyan. “Di sini tidak terlalu dirasakan, sementara di Seririt saat kejadian itu sudah hancur akibat gempa. Maka kalau sampai kami di sini bisa merasakan gempa, berarti di wilayah lain sudah pasti luluh lantak,” ungkapnya.
Saat dirasakan terjadi gempa, semua peduluan akan membawa elu (alat untuk menumbuk) yang terbuat dari kayu dadap ke Pura Pancering Jagat. Elu tersebut akan ditumbuk ke tanah di sekitar tempat berdirinya arca Datonta. Itu dilakukan untuk memadatkan tanah di sekitar beliau berdiri. “Elu itu masih ada sampai sekarang. Itu kami
temukan pada tahun 2007 lalu saat kami melakukan pembersihan di sekitar palinggih arca Datonta, setelah sempat tertimpa pohon,” paparnya. Ajaibnya lagi, ketika musibah tumbangnya pohon beringin ketika itu, arca Datonta tetap berdiri kokoh di tempatnya. Padahal, sejumlah palinggih yang berada di sekitarnya hancur tertimpa
batang pohon. Hingga sejauh ini tak satu pun warga setempat yang mengetahui secara pasti kapan Pura Ratu Sakti Pancering Jagat didirikan. Diperkirakan, pura ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Upacara wali/karya di Pura Ratu Sakti Pancering Jagat biasanya diselenggarakan setiap rahinan Purnamaning Kapat. (ina)
Pemilik Bihun Bikini Diperiksa
Polisi Belum Temukan Unsur Pidana
BPM/ist
MESRA - Amrullah Amri Tuasikal saat masih mesra dengan Cita Citata.
Amri Ingin Pisah Baik-baik dengan Cita Citata Jakarta (Bali Post) Perseteruan antara pedangdut Cita Citata dengan mantan kekasih, Amrullah Amri Tuasikal, berujung pada pelaporan Cita kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Jumat lalu.Terhadap kasus itu, Amri mengatakan sudah putus dengan Cita Citata. “Saya ikuti berita akhir-akhir ini tentang hubungan saya dan Cita, ini murni hubungan pribadi saya dan Cita. Enggak ada hubungannya dengan partai dan pekerjaan saya di DPR. Saya kenal Cita baik, kita sepakat untuk selesai,” kata Amri yang ditemui di kawasan Cilandak, Sabtu (6/8) kemarin. “Mungkin ada cara-cara saya dulu yang mungkin membuat dia (Cita) sakit hati atau dikecewakan. Tapi tidak ada niat sama sekali seperti itu, saya bersungguhsungguh (hendak) menikah dengan Cita. Kami serius menuju ke pernikahan,” sambungnya. Kata maaf pun terlontar dari pria yang juga anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Gerindra tersebut. “Saya cuma mau sampaikan permintaan maaf ke Cita kalau dulu perilaku saya menying-
gung perasaan Cita, saya tidak ada maksud apa-apa, saya minta dibukakan pintu maaf oleh Cita. Kami kenal baik-baik, semoga kami juga bisa berakhir dengan baik,” pintanya. Tak ada komunikasi antara keduanya semenjak memutuskan berpisah beberapa waktu lalu. Amri mengaku bila tindakan Cita kemarin adalah luapan emosinya semata. “Setelah putus dengan Cita belum ada komunikasi sama Cita. Dengan adanya
hal ini (lapor ke MKD), itu saya anggap sebagai luapan emosi dia merasa dikecewakan. Saya rasa wajar-wajar saja, karena kami memang ternyata belum bisa berdua,” ucapnya. Saat disinggung soal masalah cincin yang belum lunas, Amri enggan membahasnya. “Saya rasa itu no
comment,” ucapnya. Hingga kini, baik Amri dan Cita belum bertemu untuk menyudahi perseteruan keduanya. Amri mengaku, semenjak putus, ia dan Cita sama-sama disibukkan dengan jadwal kegiatan masingmasing. “Kalau saya pernah telepon beberapa kali tapi sepertinya dia sibuk, belum
ada komunikasi,” ucapnya. Walau tak bertemu, Amri memiliki pesan untuk mantan kekasihnya tersebut. “Saya pribadi minta maaf, saya bersungguh-sungguh mudah-mudahan Cita mau meluangkan waktu bertemu berdua, sehingga kita bisa selesaikan masalah ini berdua,” katanya. (kmb)
Minggu, 7 Agustus 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It 08.45 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Ana Kumara 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV
10.30 Pelangi Kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 Bali Channel Tourist TV 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Bali Channel Tourist TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti 18.00 Puja Trisandya
18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Ajeg Bali Wayang Wong 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Bondres Inovatif Balihan Alihang (2) 23.00 Dunia Kita 23.30 Bali Channel Tourist TV 24.00 Lejel Home Shopping
Bandung (Bali Post) Kepolisian Resor Kota Depok menggerebk pabrik snack dan bihun Bikini. Namun, aparat mengaku belum menemukan unsur pidana dari sebuah produk rumah tangga, Bihun Bikini, yang kini jadi kontroversial. “Sedang kami pelajari ada tidaknya unsur pidana dalam temuan tersebut,” kata Kapolresta Depok Komisaris Besar Harry Kurniawan, Sabtu (6/8) kemarin. Pemilik sekaligus pembuat Bihun Bikini, TW (19), sejauh ini diakui polisi baru dimintai keterangan atas hasil karyanya yang disebut memuat konten pornografi. “Kita belum ke tahap proses pemeriksaan. Tadi itu, kita datang untuk meminta keterangan penghuni rumah sekaligus si pembuat makanan tersebut,” kata Harry. Sejauuh ini dari pemeriksaan sementara terhadap TW, pembuat Bihun Bikini di kediamannya di kawasan Jalan Masjid Sawangan Depok Jawa Barat. Mi Bihun Bikini merupakan tindak lanjut dari tugas kuliah TW di Kota Bandung Jawa Barat. DP alias TW diketahui telah menjual produknya sejak tiga bulan terakhir melalui situs online. Ternyata barang dagangannya itu mendapat re-
spons cukup tinggi. Bihun Bikini pun laris terjual ribuan bungkus. Namun karena kemasannya dianggap meresahkan lantaran berbau porno, ia pun kini berurusan dengan sejumlah pihak. Diperiksa Dalam waktu dekat, BBPOM Bandung akan melakukan pemeriksaan detail kepada TW (19) produsen Snack Bikini. Selain itu, BBPOM juga meminta kepada BPOM wilayah lain untuk menelusuri reseller dan menarik produk tersebut. “Kita akan melakukan pendalaman, pemanggilan terhadap kasus ini dan pemberkasan untuk proses hukum,” ujar Kepala BBPOM Abdul Rahim, kepada wartawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Pasteur, Sabtu (6/8) kemarin. Menurut Abdul, setelah pemeriksaan, pihaknya menyampaikan berkas kepada kejaksaan melalui Korwa PPNS di Polda Metro Jaya. “Seperti itu yang berlaku. Tetapi pemanggilan dan pemeriksaan dilakukan oleh kami,” ucapnya. Abdul menilai TW cukup kooperatif, sehingga tidak khawatir perempuan tersebut akan melarikan diri. “Cukup kooperatif. Kalau kabur kan sudah dalam daftar pencarian orang (DPO),” jelasnya. (kmb)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z A5=@ D9A657565@=DCGH ;A5=@ 7CA z &5M5B5B *9B;58I5B "* *=B 7 9 z =G7CIBH /D HC *9A65M5F5B 8;B %5FHI %F98=H (# Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas
&3<00 'CB?9MG /6I8 -5BIF &CC? :CF -97F9H5FM * HC ) A=B M95FG LD AIGH <5J9 L79@@9BH 8A=B -?=@@G 1F=HH9B -DC?9B B;@=G< -9@: 'CH=J5H98 !CC8 *9CD@9 -?=@@G A5=@ 0 HC ACB?9M6=N65@= ;A5=@ 7CA #
(:7/:8 6F5B8 K=@@ CD9B=B; B9K GHCF9 =B )69FC= -9A=BM5? ,9E -HCF9 -ID9FJ=GCF GGH -HCF9 -*0 -* -*! 5G<=9F -HC7?9F
A=B =D@CA5 -'/ '=B MFG LD
=B 5G<=CB ,9H5=@ 5DD5F9@ GHCF9 <5J9 5 ;CC8 G9BG9 =B -?5H9 CF -IF: !CC8 GDC?9B =B B;@=G< -9B8 0 HC F97FI=HA9BH JC@7CA 7C =8 .@D #
?77 &480 -HI89BH CIBG9@CF !5>= $H F99@5B79 !5>= %FA 0 ?9 65@= GID9F GH5F 7CA 5H5I .9@D
-74 A9B=H=9G <CH9@ GIDD@=9F 8= /6I8 A6H<?5B 77CIBH=B; 8A G5@9G H@D %FA 0 ?9 =B:C 65@=<CH9@5A9B=H=9G 7CA #
4-=- -74 &CC?=B; :CF @95B=B; -9FJ=79 -*! -* -D95? B;@=G<
<=;< 'CH=J5H=CB A=B MC LD9 F=9B79 =B G5A9 *CG=H=CB A=B .<
56@9 HC 1CF? K=H< .95A -9BH 0 HC $@ ,5M5 -9A=BM5? (C .9@D <F 6=5G5;FCID 7CA #
46? ,9GH IF;9BH@M B998 ,9GH
"CGH @95B=B; -9FJ=79 5F657? B;=B99F=B; -9B8 0 *<CHC ;F5D< HC =B:C 6=?I65@= 7CA
< -;F ';F *FC8I?G= .?; $5<=H IH? !5FA9B .@D
A5=@ ;=B;9FGB5D65@= ;A5=@ 7CA #
< -H5: 'F?H=B; I ,9GHC &@G - G #B;;F=G '5B85F=B *;@A 8= ,9GHC "CH9@ 0 <F8 9A565@= 7CA #
4/-<4 -HM@=GH 9K9? CKC? !5>= $H "I6 #
.> &5?= I *@5H *9F79H5?5B .;@ @A " =DCB9;CFC #
/< 8A=B '=B -' $I>IF &I9G =G5 %CAD &AFB ?9 $@B %9BM9F= DG "I6 #
# /< DH *,. -=H9F ! $H .8F >3 *9A9H=? I5< IGHF5@=5
@A !5>= $H =5M5 $H #
# /< F=J9F "I6 ?>?3 %5FM5K5B -5@CB 85B -D5 *. IHC 5;IG /H5A5 "I6IB;= -9;9F5 # #
/< -5@9GA5B -D5F9D5FH 'C6=@ 'CHCF -#' ?9B8 GB8F= IBHI? *F=5 15B=H5 '5L .< H5I K=@
DG A=B -' -8F>H 5K5 @5A ?9 *. =F;5DIHF5 $@ .F9B;;I@= DG .@D #
/< -;F .?; %5MI '9I69@ =B= G<=B; &C? $=A65F5B #
/< -DF IG *FKGH FD;@A I@I< #B85< L DG #
/< *,. 6=G5 '5G5? .=B;;5@ 5@5A "* #
/< !IFI ;5A5 #G@5A !IFI ;5A5 "=B8I !IFI *9B>5G?9G
!IFI '5H9A5H=?5 -H5:: *9FDIGH5 ?55B '=B - *9B;@AB G <G #B;;F=G 3.'! $@ C?FC5A=BCHC DG >C65DD@M65@= ;A5=@ 7CA #
/< %5G=F -*! )::=79 "I6 $@ ,5M5 5HI6I@5B !MF
4.?>?36-9 5;=5B *9B;=F=A5B '=B -' '5L .< %.* -#' 5@= %=F=A &5A5F5B ?9 0 !9B '9ACFM ,. ,=AC &H 5G9A9BH .@D /* =@@M #
4.?>?36-9 <=9: 77 & * - ? *9B;@A A=B .< '5L .< A5=@ :=B7CB DC87<C7C@5H9 7CA #
4.?>?36-9 F=J9F *9B;=F=A5B '5L .< -9F=IG %9F>5 A5=@ <F DC87<C7C@5H9 7CA #
4.?>?36-9 -9;9F5 F=J9F M5B; 6=G5 9F65<5G5 #B;;F=G IBHI? F95 (IG5 I5 5;= M5B; 9FA=B5H %=F=A 0 ?9 >5F=A9B5F= >5F=A9B5F= 7CA $@ ,5M5 5G5B;?5G5 -9A=BM5? .@D #
4.?>?36-9 '5F?9H=B; -ID=F
%5G=F GH5:: ", GG=GH
B;=B99F=B; "I6 A5=@ <F8 @=BH5G85M5 ;A5=@ 7CA
/< !F $9D5B; A=B - 1BH '5L -<4 .I?5B; B;?5H -9F56IH5B .< FD;@AB ?FA 0 ?9 $@ $5M5 # .565B5B "I6 ;=F= 2# (C ,9BCB /< %FMKB -* / 1BH *IF7<5G=B; #
# 1BH F=J9F *5F=K=G5H5 *F=5 :110 -<CD 8= -9A=BM5? '9A6I?5 #
4.?>?36-9 %5FM5K5B &5IB8FM %9G9AD5H5B IH? *CG=G=O"958 =B5B /< %5FM5H= FHG<CD G #B;;F=G -5HD5A *F=5 9G=;B !F5:=G 4/-<4 77CIBH=B; %=F=A 0 ?9 IBHI? "CH9@ "I6 / .< &C? -BIF .5A6@=B;5B %=F=A *CFH:C@=C *F=5 '=B -' 7=5@ 8A=B=GHF5H=CB CBHFC@9FO 7<C 6957< @I6 5B;;I A5=@ # /< -CD=F %9FB9H !> $H BIG (C -'- =D@CA5 FDB;@AB %=F=A &AFB 0 9FH5B;;IB; $5K56 IH? '9B;CB G5@=A G5@=A?<C 7CA "I6 D -8:?= 5:9 CIH=EI9 8= -9A= #
?9 <F8 89K5H5HF5BGDCFH 7CA HFC@ 77CIBHG *5M56@9 77CI # BM5? '9A6I?5 %9G9AD5H5B IBHI? #
# /< %5FM5H= FHG<CD 6G #B;;F=G BHG ,979=J56@9 5B? CB7=@ %020<- 8A 9@=J9FM IH? 4/-<4 8A=B -9?F9H5F=G 15B=H5 *CG=G=O-*! CC8 ,IBB9F 5F=GH5 /< *9A65BHI '5G5? 15=H9F GG I .< &C? /6I8 'CB?9M @=5H=CB 5G< @CK *5MFC@@ ",
*FG<B =GHF=6IG= =IH5A5?5B '=B - &AFB 8=65K5 ?9 *.
15=H -H5::O%=F=A &5A5F5B I , ' 8=&9;=5B "6 CF9GH !> $H BIG " )H<9F )::=79 -H5:: %=F=A &5A5 *;@AB %CAIB=?5H=: .9@=H= .9?IB CHC ?9 ;C@:F=8 F9JC@J9F9GD # !=F=AIFH= *. . .@D #
F5B CHC ?9 ;C@:F=8 F9JC@J9F9G /@9H 85B .95A 1CF? $=K5 &9589F F9GGC 7CA 5H5I D A5=@ ;=F=AIFH<=5F7< ;A5=@ 7CA /< -5@9G )@= -" && CF; D9B; /< *9A6 ,A< .5B;;5 $I>IF (=5H # DF9GGC 7CA D # '9FID5?5B (=@5= .5A65< =G5 8= *9@IA5G &? '5L .< -FH K %9F>5 -9F=IG 59F5< ,9BCB DG # 4/-<4 CGH CBHFC@@9F I ,9GHC 80<4/-9 LDCFH 5B8@9 CAD5BM %CADIH9F 85B '9BMI?5= *9?9F> *. 5BC@= $@ I@I< #B85< DG ::6 ?9 -=8C= ,9GHC $5@5B &@GB - ?IBH=B; *;@AB 8=,9GHC *56F=? @=@=B H9F69G5F 8= 5@= 8A %FA ?9 GDJ577H 65@= @G<
#
# 9B9G5F= %IH5 . "CH9@ %FA 0 <F8 9A565@= 7CA '9A6IHI<?5B -5@9G L97IH=J9 7C =8 5H5I $@ '5<9B8F585H5 /<4 15=H9F 15=HF9GG 5FH9B89F # /< ,979DH=CB=GH "CIG9?99D=B; # 9FD9B;5@5A5B *F=5 15B=H5
(C -6@< ,# .9@D < *,. .8F @A '5G5? 9FG=<
-H9K5F8 "I6 85B -9F56IH5B *IF= G=< "CH9@ 4/-<4 F5:H9F B;=B99F=B;
# 09FM ;CC8 G5@5FM %=F=A 0 ?9 !5>= $H DG " A5=@ 0 MK=FM5BH=B= ;A5=@ 7CA $@ *5BH5= %IH5 (C 5@= -ID=F *FCM9? &5A =?=F=A ?9 % G %CAD I %CBHF5?HCF F5= DIFB5A5BH5F= ;A5=@ 7CA # # # <F865@= ;A5=@ 7CA # 5?5G465@= M5<CC 7C =8 < *9A65BHI !> $H M; BH5F /< -5@9G -CD=F DH !> *C?C?
4.>3 -;F 15=HF9GG IBHI? # # ==4=>-9> "CH9@ '5B5;9F '=B DH &;G %F> I A5?5B =BG9BH=: 6CBIG A9GG
>3 .9B5;5 8A -CD=F -5@9GA5B ,9GH5IF5BH -=89K5@? 5:9
<4@0< &5?= &5?= '5L MFG C@8 .< 9LD '=B .< 9F65<5G5 # @5A 6K @;G ?9 ,58=HM5 $@ !B; "I6IB;= *. =F '5B7IF $@ '9@5GH= (C &9;=5B *IBM5 -#' '9B;I5G5= 59F5< /< 'F?H=B; !> $H @B "I6 5@= =IH5A5?5B "* *. !5DIF5 ,5M5 "* -5B;<M5B; .@ DG "I6 %IH5 85B -9?=H5FBM5 "I6 A5FG<9@@5 ?=9 ?C=<CH9@ 7CA #
/< .? I?IF 5;= "5G=@ 8= 5@IB;
#
#
#
#
#
#
#
4/-<4 ) "% F9G< !F58I5H98 %=F=A 0 ?9 "5FACBM "CH9@ $@
FID58= -9A=BM5? . 9 I@5 F5>5 M5<CC 7CA
:<0429 CAD5BM @CC?=B; :CF 77CIBH=B; -H5:: -I6A=H 0 HC FC69FH GH5F6CFB7F95H=CBG 7CA CF #
#
%4=- &K;B *,. 1BH $>F . $K56 4/-<4 *9B;5>5F '5H9A5H=?5 IH? =A69@ 8= DG "I6 K %.* '5L .<
#
#
4/-<4 -5HD5A *F=5 K5B=H5 &5A5F5B 8=65K5 ?9 ,CG5B= "CH9@ $@ '9@5GH= !; &965? 9B9 %IH5 .9@D #
4/-<4 -;F 15=HF9GG 9FD9B; K 0 ?9 F9B5 *I6 ,9GH $@ M *5G (;F ,5= -5BIF
<-9609=>049= &56CF5HCFM -9A=BM5? =G &CC?=B; :CF <9: HC $C=B CIF %=H7<9B .95A
LD9F=9B79 A=B M95FG =B 19GH9FB I=G=B9 =G (979GG5FM
B;@=G< -D95?=B; =G *F9:9FF98
*@95G9 -9B8 3CIF 0 HC 8=J=G=CBB=B989G=;B ;A5=@ 7CA
#
) ,9G9FJ5H=CBG !5F89B9F
!- B;=B99F=B; *IF=3IA5 "CH9@ G5F= #
:?=0 %99D=B; ?9 -=8C= "CH9@ $@ &9;=5B . #
4/-<4 -CD=F *5F=K=G5H5 /H? .CIF @@ "I6 #
4/-<4 -CD=F /H? .C?C '969@ $@ 1, -IDF5HA5B (C . #
4/-<4 ?FMKB H= I *, *=7I '5 BIB;;5@ -9>5<H9F5 $@ *FC: # '5BHF5 (C 2 DG #
4/-<4 '5B5;9F 9FD9B;5@5A5B IBHI? *9H9FB5?5B *9F?96IB5B 8= 5HIF=H= *IBM5 *9B;9H5<I5B *9H9FB5?5B 56= "=H5A %5A6=B; 969? %96IB )F;5B=? .=B;;5@ 8= &C?5G= '9B7=BH5= *9?9F>55B *9H9FB5?5B *9F?96IB5B .9B5;5 9FD9B;5@5A5B IBHI? .9FB5? 85B '9B5B5A .CA5H 8= !F99B<CIG9 A5=@ =B:C G5<5B5J=@@5 7CA
#
-<809> =B %9FC6C?5B &CC?=B; :CF 15F9<CIG9 '5B5;9F 9A5@9 '5L MFG C@8 "5G -<=DD=B; LD9F=9B79 -HFCB; *9FGCB5@=HM 5B8 5B 1CF? K=H< 5 .95A -9B8 0 HC ?=?= 65A6CC6@CB89 7CA #
#$& .=8IF 5@5A 0=@@5 '9@5GH=
@A *IBM5 B5? DH #
%0849B-6 = IG=9GH ,9GH5IF5BH F5B?9BGH9=BG &CC?=B; :CF 5FH9B89FG 15=H9F F9GG *I6@=7 ,9@5H=CBG '5@9 9A5@9
A=B M95F LD -9B8 0 HC 7I@HIG7IGHCA7CIHIF9 ;A5=@ 7CA .<9 5B8=85H9G AIGH !CC8 =B B;@=G< #
'<209> &CC?=B; :CF 1 "CIG9?99D=B; 9A5@9 :CF IB=HG 0=@@5 =B -9A=BM5? -9B8 0 HC =B:C ;F5B=565@=J=@@5G 7CA #
%0849B-6 "=;<@M ,5H98 CIH=EI9 0=@@5 "CH9@ ,CCAG =G -99?=B; :CF +I5@=:=98 )D9F5H=CB5@ '5B5;9F HC &958 # .95A C: :FCA )KB9F G %020<- H< -H5: *9GH 7CBHFC@
*9FGD97H=J9 K=H< LD9F=9B79 -9B=CF IH@9F "CIG9?99D=B;
G5@9G !' -DJ "I6 A5=@ =B:C G5<5B5J=@@5 7CA H9FA=H9 GC@IH=CB M5<CC 7CA G; #
#
%0.?-3 ,9GHCF5B '6H<?B -;F CC? M; 9FD9B;5@5A5B %=H7<9B "9@D9F %=F=A 0 ?9 $@ ,5M5 5B;;I %9FC6C?5B *< #
&30 !F=M5 0=@@5G -D5 IBIH5B IHI< <9: -D5 CCF8=B5HCF
GGH '5B5;9F <G #B;;F=G
%=F=A 0 =B:C H<9;F=M5 7CA #
&:B:>- %IH5 '5=B 95@9F IHI< -5@9G 9L97IH=J9 * 1 C@@97HCF * A=B -' -'% ?CAD9BG5G= ;5>= *C?C? HIB>5B;5B A5?5B CD9F5G= CB5@ 5G?9G =BG9BH=: .", 6CBIG >5@5B >5@5B ?9 @I5F (9;9F= @5A5F5B 8=?=F=A ?9 *. ;IB; IHCA5@@ $@ -IBG9H ,C58 5F5H
-9A=BM5? %IH5 58IB; /* 5;
", (C .9@D #
&<4 -IFM5 #BH9FBIG5 H< 'F?HB;
-5@9G *FC>97H %FA $@ "=A5@5M5 (C DG #
( ( -5@CB -D5 I6I8 /F;9BH@M (998G ,979DH=CB=GH 5B8 .<9F5D=GH LD9F=9B79
-D95? ;CC8 B;@=G< -9B8 0 HC =B:C J=J965@= 7CA #
(477- =B -9A=BM5? F9EI=F9G (9K $IB=CF IH@9F "% '5L MC !CC8 B;@=G< *@G A5=@ 0 HC 55FCB AMJ=@@5G=B65@= 7CA 5@@ #
)-4>0< 5FH9B89F LD9F=9B798
B;@=G< -D95?=B; :CF )IF ,9GCFH =B /6I8 =B:C H5B5<A9F5<5FHF9GCFH 7CA #
.>36-9 8F=J9F *. +I=7?G=@J9F #B8CB9G=5 DF=5 A=B -'
-% % .=85? A9FC?C? &5A %9 $@ ,5M5 &9;=5B (C
*. +I=7?G=@J9F #B8CB9G=5 #
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post &%'
&%' %
&0<4:= .2 -=@J9F G 5@= 0, .0 $H(; . *F68= #
*094- , 5A=@M *IH=< G % %' F6 (; *F68= #
?-7 < .FI? IGC '=HGI6=G<= .< .5B;5B G@= % .@D / #
! %% !
*&<-47 2. "=H5A G 5@= &0<4:= .2 -@JF 5G % )F; 5H #BHF &CK%' #GHK . "5F8HCD 9BG=B # #
"!
-CC ,- '5H=? *IH=< G@= 5@= .5B;5B 09@; ,57=B; I8=C
0 CC@ $C? %I@=H I@@05F &CK %' $H (9;C #
?-7 ,0 H< K5FB5 DIH=< "I6 # %','
45?-7 *5BH<9F "= !F589 =FI 'I85 '9H5@=? #
,
' 2 *A? !F5B8.CIF=B; *H< % &CK%' $H(; #
@-9C- ! -=@J % ( -8F #GHAK #
@-9C- .=D9 - -=@J9F . G % #GH=A9K5 $H / #
) %
#
' CFHIB9F =9G9@ "=H5A '5BI5@ $H
% ) ! $' 46:9> ,A< *9FIA !F5<5 5B8F5 G=< .565B5B 5G %. %' &=GHF=? * ' "I6 #
46:9><-6-9 ,A< $@B 15HIF9B; ' $' #
;CB; 2#0 #
9:@- ! "HA $H ;M5 ! ?94> 5FI .B< A 5B;IB5B 46:9><-66-9 ,IA5< $@ .F=>5H5 %',' ., *0 . A *AC;5B $H # # ## 9BD5G5F %5A5F .=8IF
-<B 8=*IHF5 77 #>C'9H 57 ,A< . &H 9AD5?5 &B> ,IG< ., -=@J9F 0, 5B F $H (; '5G 5@IB; $H(; &=GHF=? * ' "I6 # # I@@ 05F "I6 # 4=0A-6-9 ,A< '=B=A5@=G $@
57 %5F=AIB 15;CB "=H5A !2 .< # ' ,A< F . %. %' 1=>5M5 %IGIA5 ### DG &H ## % $H(; '@G !F &9GH5F= ## .565B5B $ " # "I6 #
/< '6@ -;@ '9F? .FA5 )J9F%F8 # %;7-=3 % "=H5A #GHAK 45?-7 ,A< FI '=B=A5@=G F9 4=A69 ,A< &H $@ *I@5I !5@5B; B85 .9@D %A HB; (; $H %. %' -9G9H5B # *9AC;5B 9BG9@ "I6 # #
@9C- 2B=5 .F=CG ,IG< "B8 '=HG $83 &. & %. %' &"+"& # .MH 8@@ "F;.=B;;= @A *9FIA5<5B $@ *I@5I 'CMC ' 09@CN "=H5A .< '5BI5@ :9 ,A< $@ * -9F5B;5B %' . # "I6 &CK %' % (CB $ " 8F ,.A ,%9@ !5F5G9 #
$ "&"$ #
# 4.074 'CHCF 9?5G =>9ADIH $83 &H . A 5@IB;*9FA5= $83 (M5A5B &. A & A
@-9C- ! .< G 5@= -=@J9F #GH=A9K5 *F=658= "* " $H (9;C "I6 -5HD5A $H H< #
#
BIRO JASA
SERVICE
' "&"$ -A-=-64 (=B>5 = !F9M %CB8=G= 5=?
"I6
DIJUAL MOBIL
#
BIRO JASA
#
INTERIOR
&93 %5J &=B 0=@@5 MD5G # ' & ! $'# $'# '5BHF5 (9;5F= / &-9-3 # 0;:=4>: $H &C7? .< IB;5 %5J@=B; 'IF5< *9F=B; !=5BM5F .< D5H -7CCDM &93 &C? #B8IGHF= @? C75 #
# "I6 C@5 'B;K= 77? I %CG 5B .8? # ! ! $5I< 8F= $@B /H5A5 "F; $H % ) ! & # & &93 %J@ 8= '9B;K= $H 72 *% (C ) B !GH =0A-6-9 ,9BH ,I5B; %97=@ 8; $H G %F98=H # *IHI !989 F= *IHF5 % 2 5DIF %AF '5B8= ,G F6 ,CCA &93 %5J 0=9K *5BH5= -=B;5F5>5 # #
" $H -"' 6G =5M5 %9HIH 69G5F 8;B /AIA 5DIF %AF '5B8= #0>4>0920> "CC? 8?H *5BH5= 72 *% (C # ) B # &C? 1=G5H5 %IH5 15M5B -IB5FH5 % )& ,D F6 $5B;?5 *5B>5B; ,9BH #
# # ?CGCB; L ' IBHI? H5B5<
72 *% (C ) B !GH (MCA5B
6>< ?H /B;5G5B 0=9K &5IH !+ $ *9FIA5<5B *IF5G5F= !IBIB; 1=FB5>5M5 % 1 ?H *5BH5= '55: .* .5B5< *9F=B; ,JF 0=9K $@
# &IAIH DG *< # A @=H $H # 45?-7 DH .B< F9 8= *B;;F #
# ' ! %! % $@B / H5A5 G
5HI5>= . 565B5B -<- AI85< 6=GB=G CB97C=B % ) ! $' " % ) ! & ! <5BM5 8= KKK CB97C=B=B5 =8 469><69 ,I?C &H $@ "5G5BI "I6 4=0A- DH .5B5< -IBG9H ,8 # # F9 $H .< F9 -HF5H9;=G 8=B 45?-7 .B< %5J .5BD5 /5B; 'I?5 -84 *9FIG5<55B 8J9FH=G=B; # DB -K=GG69@ 6@ ?G9G $F; 585 9F?9A65B; *9F@I *5FHB9F %9F>5 .<B &C? 5@IB; $IK9H 9FB5B8 .* G5A5 ! 98IB; &5BH5= ### 8= -5F= *9AC;5B "I6 # "%& # .9I?I /A5F -9<5F;5 ' '9G= $83 %CGH DF %' @A F6 @B "!&$ &"$ 57 .B< *5F=K=G5H5 &C? ,9>5G5 *9B8I?IB; ,D ' #BJ9BH5F=G !5HGI # 2#0 !; .IF= (C ,D
.6B 0=9K #B85< %KGB 0=@@5 85 %A488492 *CC@ -D97=5@=GH CB ,D $H )AG9H D9F @B $H F6 6@ . '5H5 =F *5B5G "* HF57HCF *BM 'G@< =>I5@ ,D ' 46:9><-6-9 ,IA5< #A5A CB>C@ ,9G=89B79 (C .* %5A5F %' '5B8= "I6
#
AC
#
AC
#
AC
#
KONTRAKTOR
18
REKREASI
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
Pertanyaan
Objek Wisata Penglipuran
MENURUN 1. Badut 2. Kaki (inggris) 3. Sedih sekali 4. Pertandingan yang diikuti oleh beberapa regu 5. Tubuh perempuan yang padat dan berisi 6. Merah ke ungu-unguan 7. Jenis peledak 8. Senda gurau 14. TTS Harian BP yang kini sudah tak ada lagi (singkatan) 17. Gembira 18. Dana alokasi umum 20. Nomor Induk Kependudukan 21. Abu dapur (Bali) 23. Pawai 24. Penonton 25. Batang yang menjalar di dalam tanah 26. Tinggi seseorang (Inggris) 27. Larangan lalu lintas barang antar negara 28. Noda atau cela 29. Periksa 31. Ranum atau kelewat masak 36. Gulungan
Dipromosikan sebagai Tempat ”Pre Wedding” dan Resepsi OBJEK wisata Desa Tradisional Penglipuran sudah tak asing lagi di telinga wisatawan domestik maupun asing. Berkat tatanan perumahan yang apik dan memberikan kesan tradisional yang kental, serta masyarakatnya yang setia mempertahankan tradisi leluhur, menjadikan desa yang berada di Kecamatan Bangli ini menjadi pilihan untuk wajib dikunjungi. Saking tenarnya, desa wisata ini dijadikan handalan oleh Pemkab Bangli sebagai penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Saat libur hari raya maupun nasional, ribuan wisatawan datang untuk berkunjung. Belakangan ini, yang dilihat hanya berupa keunikan desa, hutan bambu dan sejumlah kuliner yang menjadi
ciri khas. Akan tetapi, tahun ini pengelola desa wisata tersebut mulai menggagas sebuah inovasi, yakni Penglipuran juga dibuka untuk sejumlah acara, salah satunya resepsi pernikahan atau pre wedding. “Kalau orang lain menikah di sini belum diizinkan. Karena itu berkaitan dengan adat. Yang kami gagas berupa pre wedding maupun resepsi,” ujar Ketua Pengelola I Nengah Moneng. Lanjut dia, acara pre wedding sudah pernah digelar oleh warga negara asing beberapa waktu lalu. Pelaksanaannya berlangsung di Jaba Pura Desa. Yang dilibatkan dalam acara itu tak hanya dari keluarga bersangkutan, namun juga masyarakat setempat yang mencapai ratusan orang. “Itu acaranya malam hari. Dihiasi
sejumlah lampu dan obor. Terlihat sangat indah dan dampaknya positif. Ini yang membuat kami ingin menyelenggarakan acara serupa ke depannya,” katanya. Mempromosikan program barunya itu, Moneng mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah trevel, yang langsung bersentuhan dengan wisatawan. Ke depan, tambahan destinasi baru ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan. Selain pelaksanaan acara, fasilitas pendukung berupa homestay juga turut disediakan. “Ini akan dipromosikan terus,” ucapnya. Sementara itu, saat disinggung biaya yang dikenakan, dikatakan itu tergantung bentuk acara dan jumlah warga yang dilibatkan. (sos)
PENGLIPURAN - Objek wisata Penglipuran dipromosikan sebagai tempat pelaksanaan acara pre wedding dan resepsi.
2
1
TTS Bali Post 3
4
5
6
7
8
9 10 12
11 14
13
15 16
17
18
19 22
24
25
27
26 30
21
20
23 28
29
31 32
33
34 35
36
37 38
SPT2016
MENDATAR 1. Sebutan untuk nasi yang empuk dan enak 6. Pulang kampung saat lebaran 9. Gading tiruan 10. Tidak berbelit-belit 11. Turut (Bali) 12. Dibalik: Orang yang diperbantukan dikedutaan dengan tugas khusus 13. Kesan yang diperoleh mata dari cahaya 15. Selebaran 16. Marah (Bali) 19. Bawa, Kirim 22. Lambang bilangan atau nomor 24. Lancar (Bali) 27. Batas-batas wilayah suatu suku 30. Remang-remang 32. Jebol dan rusak 33. Masukan 34. Jambu biji 35. Mengungsi (Bali) 37. Nama masakan terbuat dari daging 38. Sudut atau pandangan (inggris) 39. Tiras
39
KUPON TTS No.258 Ketentuan Menjawab
Pemenang TTS No. 256
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 258 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/ Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 13Agustus 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 21 Agustus 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 256 MENDATAR 1. 4. 7. 8. 10. 11. 12. 14. 15. 20. 24. 25. 27.
Komplet Cilacap Keropos Pisis (sisip) Uga Sir Robusta Takabur Negosiasi Gandapura Mafioso Moluska Ile
28. 29. 31. 32. 33.
KKN Gusur Telabah Monitor Mineral
8. 9. 13. 16.
MENURUN
17. 18. 19. 21. 22. 23. 26. 30.
1. 2. 3. 4. 5. 6.
Ketuban Mekar Evolusi Cessation Awi Pasutri
Prakata Sembilu Ojo Gnifrus (Surfing) Samosir Argometer Amalgam Drupadi PSK Amandel Akhir Uji
1. I Made Artadwi Angkabumi Jl. Gadung Gg.III No. 7 Denpasar 2. I Kadek Sadia Dsn. Banjar Tihingan Kauh, Kec. Bebandem, Kab. Karangasem (80861) 3. I Dewa Ketut Budiantara Br. Dinas Pondok, Desa Baraban, Selemadeg Timur, Tabanan (82162) 4. Ngakan Made Widana Br. Meranggi, Tulikup, Gianyar (085338467500) 80515 5.A. A. Ngurah Agung Br. Pasar, Desa Gumbrih, Pekutatan, Jembrana, Negara (82262) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Wayan Widiana Alamat : Jl. Batuyang Gg. Camar No. 20, Batubulan,Gianyar
Menjadikan Layang-layang sebagai Daya Tarik Wisata SEJUMLAH kabupaten/ kota di Bali telah banyak menggelar lomba layang-layang. Antusias masyarakat untuk ikut serta dalam lomba layanglayang, dinilai dapat dijadikan potensi dalam mendukung sektor pariwisata. Terlebih, di Denpasar intensitas lomba layanglayang semakin berkembang. Seperti yang terlihat, Sabtu (6/8) kemarin di Padanggalak. Sejak pagi ratusan siswa SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar tampak memenuhi Pantai Padanggalak. Mereka bermain layangan. Kegiatan main layang-layang itu dikemas dalam "Denpasar Kite Festival 2016" yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar bekerja sama dengan Pelangi Denpasar. Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kota Denpasar Wayan Gunawan. Ketua Panitia Penyelenggara Denpasar Kite Festival II, I Wayan Mariyana Wandhira, mengatakan perlombaan layang-layang ini telah
memasuki tahun ke-2 dengan peningkatan peserta setiap tahunnya yang cukup drastis. Layang-layang yang akan mengudara berlomba menunjukkan keelokannya di udara, dengan berbagai jenis layangan seperti layangan janggan, bebean, pecukan, janggan buntut dan layangan kreasi. Tidak hanya dari Denpasar, Denpasar Kite Festival ini juga diikuti dan dimeriahkan oleh peserta dari seluruh kawasan Bali. Adapun para juri berasal dari unsur seniman layangan
dan budayawan yang akan menilai layangan dari segi warna, bentuk, guwangan, kondisi terbang dan kekompakan peserta. “Melayangan bukan sekadar melayangan tapi menyatukan perbedaan tempat, warna maupun tradisi kita satukan untuk mnjadi sebuah kesimbangan atau harmonisasi peserta, penyelengara serta lingkungan,” ujar Wandhira. Selain itu, dengan diadakannya kegiatan ini berupaya memberi ruang gerak kepada para undagi, peserta,
pencinta untuk menunjukan hasil karyanya yang bisa ditonton, dinikmati serta sebagai ajang rekreasi. Sementara salah satu senior Undagi Layangan Pelangi Bali, Ketut Magita,mengatakan pada saat ini pemerintah tidak meragukan lagi anak-anak yang main layangan tidak seperti dulu yang arogan dalam arti tidak tertib di jalan tapi sekarang sudah menciptakan layangan system knock down. (ara)
19
Minggu Wage, 7 Agustus 2016
Mertasari Village Art Carnaval Denpasar (Bali Post) Pekenan Lais Maseluk dirangkaikan dengan Pesona Budaya Desa Sanur Kauh disambut antusias warga. Terbukti banyak masyarakat yang mengikuti kegiatan pesona budaya Mertasari Village Art Carnaval dan mengunjungi Pekenan Lais Maseluk. Dari sebelas dusun yang ada di Desa Sanur Kauh, semua dusun ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Carnaval yang berlangsung dari tanggal 5-7 Agustus tersebut juga diisi dengan hiburan seperti Bondres dan parade artis Bali. Kepala Desa Sanur Kauh, Made Ada, S.Sos., mengatakan, Desa Sanur Kauh memiliki banyak kegiatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Agar tidak tercecer, maka program tersebut dibingkai dan diwadahi dalam suatu wadah yaitu Pesona Budaya. “Apa pun nanti yang dimiliki masyarakat kita baik usaha masyarakat, kuliner, perajin pisau, peraknya, itulah kita wadahi untuk ke depan,” ujarnya Sabtu (6/8) kemarin. Melihat pengunjung yang datang dan antusias warga, kegiatan Pesona Budaya yang pertama kali diselenggarakan tersebut diharapkan agar dapat berlanjut. “Dengan ramainya masyarakat datang pasti sangat mendukung kegiatan ini dan berharap bisa berlanjut,” imbuhnya. Sementara itu, Pekenan Lais Maseluk merupakan kegiatan Kecamatan Denpasar Selatan yang telah dilakukan beberapa kali. Mengingat, Desa Sanur Kauh pada tahun ini mendapat giliran, maka dari itu Pekenan Lais Maseluk dirangkaikan dengan Pesona Budaya. “Kegiatan kecamatan yang namanya Pekenan Lais Maseluk itu sebenarnya sudah berlangsung lama, sudah berlangsung dari desa ke desa,” jelasnya. Tujuannya, untuk memberikan kesempatan pada warung-warung kecil agar memiliki wadah sekaligus dapat mempromosikan usahanya agar lebih dikenal. Pada Sabtu (6/8), kegiatan Pesona Budaya tersebut berupa senam, lomba senam poco-poco, pementasan Bondres dengan selipan sosialisasi dari KPA Kota Denpasar, pengumuman hasil kejuaraan senam poco-poco. Pada sore hari dilanjutkan dengan parade Gong Kebyar dan parade lagu-lagu Bali. Dari hasil lomba senam poco-poco yang diikuti antardusun di Desa Sanur Kauh, juara I diraih Banjar Bet Ngandang, juara II Banjar Dangin Peken, juara III Banjar Puseh, juara Harapan I Banjar Abiantimbul. (kmb42)
Konservasi Dari Hal. 1 Kebun raya secara umum memiliki empat pilar yakni konservasi plus pelestarian ex-situ, penelitian, edukasi, serta pelayanan jasa lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. “Jadi, jangan salah tangkap kebun raya di-push hanya untuk devisa negara atau pariwisata. Padahal kita harus memikirkan konservasi tadi, nggak boleh sembarangan nebang pohon, kemudian penelitian makanya di semua kebun raya ada penelitinya. Habis itu edukasi, makanya kami mengajak semua orang terutama anak-anak sekolah ke sini untuk edukasi lingkungan,” paparnya. Menurut Enny, setiap kebun raya yang dikelola LIPI mewakili ekosistem yang berbeda. Kebun Raya Bogor mewakili ekosistem dataran rendah dengan curah hujan tinggi, Kebun Raya Purwo-
dadi mewakili ekosistem dataran rendah namun kurang hujan, Kebun Raya Cibodas untuk ekosistem dataran tinggi namun banyak hujan, dan Kebun Raya Eka Karya Bali untuk ekosisten dataran tinggi dengan curah hujan rendah. “Ini (Kebun Raya Eka Karya Bali, red) yang pertama buatan orang Indonesia, dan memang yang termuda. Paling tua itu Kebun Raya Bogor yang tahun depan berusia 200 tahun. Kalau tiga kebun raya itu dibuat dari zaman waktu penjajahan, yang di Bali ini murni buatan orang Indonesia,” jelasnya. Dia menambahkan tahun ini sudah ada 19 usulan dari provinsi maupun kabupaten/ kota di Indonesia untuk pembangunan kebun raya baru. Seluruh usulan itu sedang dikaji sebelum akhirnya disetujui untuk dibangun kebun raya. (kmb32)
Bubur Marga Dari Hal. 1 Berbeda dengan bubur lainnya, bubur Alaska, sebutan khas bubur Marga ini memiliki rasa yang beraneka ragam dan sangat lezat. Ditambah sup atau kuah daging ayam dan telur sangat khas dan tumpah ruah. Tak jarang banyak pemandu wisata, serta wisatawan yang datang ke objek wisata Alas Kedaton menyempatkan diri ke warung bubur Men War. “Sudah hampir puluhan tahun tiang berjualan bubur, kalau tidak salah sejak tahun 1990,” ucapnya. Di kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bahkan memiliki gagasan membuat festival kuliner dalam peringatan HUT Kota Tabanan. Dikatakannya, festival kuliner khas Bali bertujuan untuk mengenalkan kekayaan makanan tradisional dari seluruh Tabanan. “Kita lihat saja di Tabanan banyak sekali kuliner khas Bali yang masih bertahan sampai saat ini,
bahkan pelanggan mereka ada yang berasal dari luar daerah Tabanan, ini yang akan kita coba pertahankan,” ujarnya. Bahkan, festival kuliner ini nantinya didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Pemkab Tabanan. Bupati asal Desa Tegeh, Baturiti ini meyakinkan bahwa festival kuliner tersebut akan menjadi ajang besar atau event kalender nasional kementerian. “Paling tidak acara besar ini dapat menyentuh semua aspek kuliner yang ada di Tabanan,” katanya. Untuk target peserta dalam festival kuliner tersebut, Bupati Eka mengatakan sejauh ini sedang dalam pendataan, karena yang diutamakan adalah yang jenis makanannya berasal dari kuliner Tabanan. Tidak hanya dikemas dalam bentuk festival kuliner, ke depan juga akan dibangun stand-stand kuliner di objek wisata seperti di DTW Tanah Lot. “Stand kuliner ini tentunya akan dikelola oleh BUMD,” ujarnya. (bit)
Pelestarian Kuliner Dari Hal. 1 Dikatakan, perkembangan dan pelestarian kuliner Bali di Kota Denpasar dapat dilihat dari pelaksanan berbagai festival kuliner dengan puncaknya, Denpasar Festival. Eksistensi kuliner Bali ini terus berkembang sejalan dengan kegemaran masyarakat Kota Denpasar akan kenikmatan kuliner yang dimilikinya. Eksitensi kuliner Bali ini juga terus didorong Wali Kota Rai Matra yang mengharapkan hotel-hotel di Denpasar untuk dapat memasukkan beberapa persen menu tradisional Bali kepada para wisatawan. Dikatakan Rai Mantra saat ini tidak dapat dimungkiri banyak kuliner dengan kolaborasi dengan menu dari daerah lain, namun bagaimana mengembangkan dan menghidupkan eksistensi kuliner Bali harus terus dilakukan, salah satunya
dengan kegiatan bazar. “Saya terus mendorong dan telah menyarankan sekaa teruna dan mahasiswa untuk dapat menggunakan menu tradisional Bali,” ujar Rai Mantra. Kelestaian kuliner Bali saat ini juga tak terlepas dari ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan yang tak terlepas dari produk unggulan budaya Bali dengan mengintegrasikan kreativitas yang dimiliki sebagai akar budaya Bali. Di samping kuliner Bali, Wali Kota Rai Mantra mengatakan pihaknya telah membangkitkan kembali minuman tradisional Bali, seperti keberadaan loloh Bali sebagai minuman menyehatkan. Hal ini tentunya dapat secara bersama-sama antara menu makan dan menu minuman khas Bali secara beriringan terus eksis di tengah berbagai kemajuan kreativitas masyarakat saat ini. (ara)
BPM/eka
KULINER - Kawasan Jl. Teuku Umar kini tetap menjadi pusat kuliner di Denpasar. Tampak bekas warung Kak Man yang dulu terkenal dengan kuliner Bali kini digantikan usaha lain.
Ekonomi Rakyat Dari Hal. 1 Menurutnya, kuliner Bali yang ada saat ini mempunyai potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. “Jangan sampai menu tradisional Bali kalah dengan orang yang ke sini (ke Bali) membuka usaha dan berjualan,” ujarnya belum lama ini. Kebangkitan kuliner Bali bahkan turut ambil andil dalam perkembangan pariwisata di Bali, sebagai tujuan wisata kuliner. Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana mengatakan, peranan kuliner dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan sangat besar. Banyak masyarakat Bali lewat usaha kuliner Bali mendapatkan apresiasi. Hal itu menurutnya patut untuk terus dilanjutkan untuk memotivasi pelaku usaha kuliner Bali. Di kalangan akademisi, penelitian tentang kuliner Bali khususnya yang diangkat oleh kaum perempuan tidak banyak dilakukan padahal
peran kuliner Bali sangat besar dalam pariwisata. “Padahal banyak sekali pengusaha perempuan, yang saya sebut Srikandi kuliner Bali yang memiliki peranan besar dalam pariwisata,” ujarnya. Peranan perempuan dalam pariwisata kuliner Bali seperti Babi Guling Bu Oka, Nasi Ayam Kedewatan Bu Mangku, Warung Made di Kuta dan Seminyak, Men Tempeh. Srikandi itu telah mengangkat makanan khas Bali yang semula merupakan menu masyarakat lokal, untuk upacara, menjadi menu dunia pariwisata yang dinikmati oleh masyarakat lintas etnik dan bangsa. Peranan srikandi kuliner Bali itu penting dalam mengembangkan kuliner lokal dan keberlanjutan pariwisata. Bayangkan, betapa membosankannya destinasi Bali jika tidak ada kuliner lokal yang mewarnai. “Sekarang orang belum merasa ke Ubud kalau belum makan nasi Ayam Kedewatan, nasi Babi Guling Bu Oka,” ujarnya. Jadi, kuliner juga ikut membawa daya tarik penting bagi pariwisata Bali.
Kebalikannya, pariwisata Bali telah menyediakan arena bagi masyarakat untuk mengangkat kuliner lokal. Jika pariwisata tidak berkembang, mungkin rujak, tipat cantok tidak akan dikenal seperti ini sehingga secara tidak langsung kuliner lokal menjadi pilar pariwisata Bali. “Sebaliknya, pariwisata membuka peluang kekayaan kita karena yang menikmati adalah masyarakat internasional,” ujarnya. Penyajian Ke depan yang menurutnya perlu ditingkatkan adalah kelezatan, penyajian yang higienis, dan warna alami yang memikat. Atmosfir ruang penjualan dibuat memikat sehingga menimbulkan kesan baik. “Kesan baik, rasa yang lezat, penyajian sehat akan membuat tamu datang berulang,” katanya. Tamu yang senang dengan kuliner itu pun akan mempromosikan melalui media sosial dengan sukarela. Banyak bukti pedagang kuliner Bali yang terkenal lewat produk dan menghabiskan nol rupiah untuk promosi. (may)
Ajang Edukasi Dari Hal. 1 Selain sebagai promosi, festival kuliner ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat Gianyar yang menggeluti kuliner ini. “Dari festival itu kita mengedukasi masyarakat bagaimana menyajikan kuliner babi guling agar menjadi daya tarik, dan bisa dinikmati semua kalangan,“ jelasnya. Kuliner babi guling sudah disajikan di sejumlah restoran di Gianyar khusus Ubud. Kuliner babi guling di Warung Pande Made Oka merupakan salah satu olahan yang sudah dikembangkan sejak 1960. Hingga kini, siapa pun yang melintas ke kawasan seni ini, pasti menyempatkan diri mampir ke tempat makan yang berlokasi di Pasar Gianyar ini. “Jualan babi guling sudah turun-temurun dari ibu saya dulu, sekitar 1960-an,“
ucap pemilik tempat makan, Pande Made Oka. Setiap hari tempat makan ini menyiapkan lima ekor babi guling. Tanah Lot Di objek wisata Tanah Lot kita akan menemukan kuliner Bali berupa klepon. Klepon Tanah Lot milik Komang Indah Ariani baru setahun ia tekuni. Namun, usaha tersebut merupakan usaha warisan dari orang tuanya. Bahkan kini, wanita asal Kedungu, Desa Belalang, Tabanan itu pun memanfaatkan peluang usaha klepon tersebut hinga ke Denpasar. Selain itu, klepon sudah menjadi warisan leluhur di kampungnya secara turuntemurun. Lahirnya usaha Klepon Tanah Lot itu pun dikatakan karena masyarakat sekitar Tabanan pada saat odalan di Pura Tanah Lot, beramai-
ramai menjual klepon di sana. “Karena dulu saat odalan di Pura Tanah Lot semua jualan klepon, mata pencaharian masyarakat kebanyakan dari berjualan klepon. Maka dari itu, dinamakan Klepon Tanah Lot,” tandasnya. Untuk mempertahankan kualitas kleponnya, ia hanya memakai pewarna dari daun suji dan tambahan daun pandan sebagai penambah aroma. Gula merah yang digunakan pun merupakan gula merah asli tanpa bahan kimia. Semua bahan yang digunakan tanpa menggunakan bahan pengawet. Klepon dijual ke pasarpasar tradisional dengan sistem titip di warung atau kios serta menerima pesanan. Dengan dibantu suami dan tiga orang saudaranya, Klepon Tanah Lot milik Komang Indah Ariani berjalan sebagai usaha UMKM. (nik/may)
Plecing Kangkung Dari Hal. 1 Resep serombotan dan berbagai makan khas Klungkung yang ia jual saat ini diketahui karena sudah sejak kecil Kadek Sriani membantu Mek Metar berjualan. Di warung ini berbagai kuliner tradisional dijual seperti tipat telur tahu, serombotan, plecing kangkung, es campur, dan rujak. Warung yang berada di Jalan Untung Surapati tersebut sudah ada sejak tahun 70-an. “Mek Metar sudah meninggal tiga tahun. Sekarang saya melanjutkan di tempat ini melanjutkan Mek Metar,” tutur Kadek Sriani. Serombotan merupakan jenis sayuran yang dijual
secara praktis, mengingat pedagang hanya perlu mencampur berbagai sayuran dengan bumbu yang telah disediakan. Sriani menjelaskan, serombotan terdiri dari sayur kecambah, kangkung, bayam, buah kacang, buncis, terong, pare, kacang tanah, kacang tolo, kacang undis, dan kecai. Seluruh bahan tersebut digabungkan menjadi satu dan ditaburi sambel nyuh dan disiram bumbu koples. “Ciri khas dari serombotan berada di sambel nyuh dan bumbu koplesnya. Ini yang tidak bisa ditiru,” tutur Sriani. Untuk satu bungkus serombotan dihargai Rp 5 ribu. Sriani mengaku bila dalam keadaan ramai, ia bisa men-
jual serombotan hingga ratusan bungkus. Selain itu, ada juga pesanan serombotan dengan harga satu paketnya mencapai Rp 400 ribu. Di sisi lain, upaya Pemkab Klungkung untuk memperkenalkan kuliner asli Klungkung terus gencar dilaksanakan. Selain mempromosikan dengan melaksanakan berbagai event kuliner, Pemkab Klungkung juga mewadahi para pedagang kuliner khas Klungkung dengan membuka stan di setiap HUT Puputan Klungkung. Selain itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta telah menata kawasan pasar senggol dengan tujuan dapat dimanfaatkan sebagai wisata kuliner. (dwa)
Atraksi Menarik Dari Hal. 1 Megawati khawatir, bangsa ini akan banyak kehilangan plasma nutfah termasuk apa yang ada di Kebun Raya bila tidak memacu upaya pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, ketika menggagas YKRI pada 2001, mantan Presiden RI ini tergerak untuk memelihara kebun raya secara lebih intens. Termasuk menatanya agar lebih bagus dan menjadi atraksi yang menarik untuk dikenalkan kepada masyarakat. “Sekarang (pengelola) kebun raya boleh saya sebut
pusing, tapi pusing senang karena sudah terlalu banyaknya masyarakat yang datang ke sini,” jelasnya. Di sisi lain, Megawati juga bersyukur karena sejumlah daerah ternyata mempunyai minat untuk membuat kebun raya baru. Seperti yang sudah di-launching di Balikpapan dengan status kebun raya kota, kemudian di Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan), Kabupaten Kuningan (Jawa Barat), serta Baturaden (Jawa Tengah). Pada kesempatan itu, Megawati juga mengundang 27 duta
besar negara sahabat untuk melihat salah satu kekayaan alam Indonesia yang ditata dalam bentuk kebun raya. Para duta besar juga diajak menanam pohon-pohon langka di kebun raya termuda dengan luas 157,5 hektar itu. Megawati sendiri turut menanam tanaman Adansonia digitata L. atau asem buto dari family malvaceae. Selain duta besar negara sahabat, tampak pula hadir Menteri PUPR, Basuki Hadi Muljono, Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, serta sejumlah bupati di Bali. (kmb32)
Menjaga Lingkungan Dari Hal. 1 Tim kreatif di balik upacara pembukaan mengaku ada pesan khusus yang hendak disampaikan kepada puluhan ribu penonton di stadion dan tiga miliar pemirsa yang menyaksikan lewat siaran televisi di berbagai penjuru dunia. Pesan itu adalah bagaimana kita semua menjaga lingkungan. Menurut Marco Balich selaku produser utama pertunjukan upacara pembukaan Olimpiade 2016, setiap atlet akan diberikan bibit tanaman untuk ditanam di Hutan Atlet yang akan menjadi warisan para atlet untuk Rio de Janeiro. “Mereka akan meninggalkan sebuah pohon di Brasil. Mudah-mudahan dalam waktu dua tahun kita akan memiliki hutan Olimpiade yang bagus. Kami akan merayakan kemanusiaan dan kami akan merayakan Rio,” kata Balich. Kontingen Indonesia pun tampil mengikuti parade kenegaraan yang merupakan bagian dari pembukaan Olimpiade Rio 2016. Atlet lompat jauh asal Bali, Maria Londa, memimpin kontingen Indonesia dalam parade kenegaraan ini. Maria yang merupakan peraih medali emas pada SEA Games 2015 di Singapura tampil dalam balutan kebaya putih, memegang bendera Merah Putih, yang diikuti atlet Indonesia lain. Atlet Indonesia yang mengikuti defile ini tampil
dalam seragam batik dengan nuansa warna merah-putih. Motif batik itu terlihat memperlihatkan gambar Garuda di bagian depan. Seragam itu didesain oleh Prima Suci Ariani, yang mulai merancangnya pada pertengahan bulan puasa lalu. Seragam batik itu berpadu dengan udeng atau ikat kepala pada atlet laki-laki dan hiasan mahkota pada atlet perempuan. Pembawa acara sempat menyinggung sejumlah nama atlet badminton yang dinilai menjadi unggulan untuk meraih medali bagi Indonesia. Pada Olimpiade ini Indonesia mengirim 28 atlet dari tujuh cabang olahraga. Badminton tercatat sebagai penyumbang atlet terbanyak dengan mengirim 10 pemain. Selain itu, Indonesia akan berjuang untuk meraih medali di cabang angkat besi, balap sepeda, dayung, panahan, renang, serta atletik. Selain menyampaikan pesan lingkungan, upacara pembukaan Olimpiade 2016 diwarnai dengan berbagai pencapaian Brasil, antara lain pesawat ciptaan Alberto Santos-Dumont, yang diklaim sebagai pesawat pertama dunia. Upacara yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Olimpiade 2016 itu dihadiri beragam selebritas dan pemimpin dunia, termasuk Presiden sementara Brasil, Michel Temer. (kmb33/rtr/ap)
balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU WAGE, 7 AGUSTUS 2016
Gerakan Bela Negara KISAH perjuangan menentang penjajah yang berdarahdarah di Nusantara, sudah dimulai sebelum negeri ini bersebutan Indonesia. Ambil contoh perlawanan pasukan Untung Surapati melawan serdadu kompeni VOC yang berakhir dengan gugurnya putra asal Bali itu di Bangil, Jawa Timur tahun 1706. Kemudian Perang Padri (1803-1838) di Pagaruyung, Sumatera Barat, yang berawal dari perang agama lalu berkembang menjadi perjuangan melawan penjajah Belanda. Selanjutnya, Perang Diponegoro (1825-1830) di Jawa, berakhir dengan ditangkapnya sang Pahlawan dan dibuang ke Makassar. Lalu di Bali terjadi Perang Jagaraga, Buleleng (1846-1849), Puputan Badung (1906) dan Puputan Klungkung (1908), semuanya melawan serdadu Hindia Belanda. Meski semua perang tersebut dimenangkan pihak penjajah, namun embrio semangat cinta Tanah Air, terus bergolak buat mengusir para penjajah. “Bangsa kita kalah karena belum tahu taktik dan strategi perang modern, juga tanpa didukung persenjataan berhulu ledak mesiu. Di samping itu, perlawanan juga bersifat sporadis dengan intensitas jarang, sehingga mudah dipadamkan. Paham kebangsaan sebagai pendorong dahsyat buat cinta Tanah Air belum dikenal oleh semua penentang penjajahan itu. Apalagi politik devide et impera lewat perbedaan ras, suku, agama dan budaya digunakan penjajah
brrolan brolan BALE BANJAR AR AR ARIDUS sebagai alat buat memecah belah masyarakat. Syukur, pada 20 Mei 1908 lahir organisasi Budi Utomo dengan kedok kebudayaan dan pendidikan, yang sedikit demi sedikit dimasuki unsur politik dan paham kebangsaan, sehingga fenomena itu dianggap sebagai titik awal kebangkitan paham kebangsaan atau nasionalisme. Terbukti dengan lahirnya partai-partai politik di alam penjajahan seperti Indische Party tahun 1912 dipimpin tiga serangkai Setiabudi, Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hadjar Dewantara. Disusul Syarekat Islam, Indische Social Democrattisce Vereniging (ISDV), Partai Indonesia, Partai Indonesia Raya, Partai Komunis Indonesia, Partai Katolik, Partai Nasional Indonesia dan lain-lain. Di samping itu, organisasi kemasyarakatan yang berpaham nasionalis maupun keagamaan pun lahir, sehingga kesadaran berbangsa, bertanah air dan berbahasa tercetus lewat Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itulah bergaung untuk pertama kalinya kata ‘Indone-
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com sia‘ sebagai nama bangsa, persada dan bahasa penduduk di Nusantara ini,“ ulas Rubag. “Hebatnya, lagu ‘Indonesia Raya’ sebagai lagu kebangsaan atau national anthem didengungkan pertama di Kongres Pemuda yang kedua itu, padahal kita belum merdeka. Berkat kegigihan para Bapak Bangsa mensosialisasikan makna dan hakikat kebangsaan, terutama di seantero Jawa, dibantu kaum terpelajar dari berbagai pulau yang kebanyakan menempuh pendidikan di berbagai kota besar di Jawa, menyebabkan nasionalisme menyebar ke seluruh Nusantara. Makanya saat Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan Sukarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945, rakyat se-Indonesia menyambut gempita suara bebas dari penjajahan tersebut. Itu akibat kesadaran tentang hakikat kebangsaan, cinta Tanah Air dan kemerdekaan menggelora di hati rakyat yang lama ditindas penjajah. Celakanya ketika pasukan Sekutu diwakili Inggris datang ke Indonesia 29 September 1945 untuk melucuti senjata serdadu Jepang, ikut pula mendompleng pasukan Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Tujuannya, untuk kembali menjajah Indonesia dan menafikan proklamasi kemerdekaan sebulan sebelumnya. Keruan saja, rakyat yang dibakar semangat kemerdekaan, cinta Tanah Air dan nasionalisme, secara patriotik membela negara yang baru diproklamasikan. Maka terjadilan banjir darah akibat perlawanan tanpa kenal rasa takut dari arek-arek Surabaya pada 10 November 1945, yang banyak mengorbankan nyawa, baik dari rakyat diperkuat Tentara Keamanan Rakyat,
cikal bakal Tentara Nasional Indonesia maupun serdadu NICA yang dibantu pasukan Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL). Itulah sebabnya 10 November dikenang sebagai Hari Pahlawan,“ ujar Wayan Wijaya. “Patriotisme orang Bali untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang hendak dipereteli NICA juga sangat mengagumkan. Pemimpin NICA di Bali, Overste Termeulen sempat membujuk Pemimpin Dewan Perjuangan Bali, Letkol I Gusti Ngurah Rai, untuk berunding. Karena wawasan kebangsaan yang mendalam, juga semangat untuk membela negara yang luar biasa, dengan tegas Ngurah Rai membalas surat Termeulen. Soal perundingan, kami serahkan kepada kebijaksanaan pemimpin-pemimpin kita di Jawa. Bali bukan tempatnya perundingan diplomatik dan saya bukan kompromis. Saya atas nama rakyat hanya menghendaki lenyapnya Belanda dari Pulau Bali atau kami sanggup dan berjanji bertempur terus sampai citacita kita tercapai. Luar biasa, pada tahun 1946 sudah ada putra Bali memiliki kesadaran begitu hebat tentang hidup berbangsa dan bernegara, malah kuanggap pernyataan tersebut analog dengan ungkapan ‘NKRI adalah harga mati!‘ Tidak berkompromi dengan musuh yang ingin mencaplok kemerdekaan dan kedaulatan negaranya, kendati dia harus mengadu nyawa. Memang, Ngurah Rai gugur sebagai kusuma bangsa bersama 95 orang anggota pasukannya pada 20 November 1946, karena dibombardir dari darat dan udara oleh pasukan NICA.
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 Itu dikenang sebagai Hari Puputan Margarana!“ komentar Made Surya Negara. “Ya, di pihak pejuang gugur 96 orang, namun di pihak NICA konon mampus 400 orang! Beberapa bulan sebelum Puputan Margarana, yakni 23 Maret 1946 di Jawa Barat terjadi peristiwa Bandung Lautan Api, karena 200.000 penduduknya membakar seluruh rumah dan bangunan, karena NICA berencana menjadikan Bandung sebagai pusat militer mereka. Mereka mengungsi ke gunung dan hutan buat menyusun perlawanan, kendati persenjataan perang masih sangat minimal. Inilah awal sejarah bambu runcing yang digunakan kebanyakan pejuang untuk merebut kembali kemerdekaan dari tangan kolonialis Belanda. Hal serupa diikuti para pejuang di seluruh Tanah Air. Peran besar Jenderal Sudirman dalam menyusun strategi dan taktik perang gerilya sangat mengagumkan dan digunakan untuk menghalau penjajah dalam Perang Kemerdekaan (1945-1949). Teori dan praktik gerilya berbasis nasionalisme, cinta Tanah Air dan kemerdekaan dari almarhum disusun dan dituangkan dalam buku ‘Di Bawah Panji-panji Revolusi‘ oleh Jenderal A.H. Nasution. Banyak bangsa dan negara baru pasca-Perang Dunia II, menggunakan teori dan praktik gerilya tersebut untuk mengusir penjajah dari negeri mereka. Seandainya generasi sekarang menjelang usia kemerdekaan 71 tahun, mau menyimak dan merenungi sejarah perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan, tentu kita tidak perlu khawat-
ir terhadap monster Nekolim atau neo-kolonialisme dan imperialisme, yang ditengarai numpang pada globalisasi berpaham neoliberalisme,“ tambah Made Yastina. ‘’Ada sinyalemen, globalisasi berawal dari kegiatan ekonomi yang berkembang menjadi aktivitas politik, ideologi, budaya dan sosial, karena bertujuan menggiring seluruh bangsa di dunia ke bawah satu atap atau E pluribus Unum. Untuk itu yang diserang adalah pilarpilar negara bangsa, seperti ideologi negara, konstitusi, persatuan dan kesatuan serta pandangan hidup bangsanya. Alat yang paling ampuh digunakan buat melemahkan negara bangsa adalah budaya, terutama gaya hidup
yang melahirkan hedonisme, konsumerisme, dan apatisme. Nah, untuk membela negara yang dilemahkan dengan berbagai cara, segenap komponen bangsa harus bersatu padu dalam gerakan bela negara. Tidak perlu ikut mengangkat senjata, sebab kita sudah memiliki alat-alat negara seperti TNI dan Polri yang tangguh dalam segi keamanan, ketertiban, dan pertahanan. Cukup camkan sejarah perjuangan para pendahulu dan warisi semangatnya! Pahami lebih mendalam wawasan kebangsaan dan cintai negara dan bangsa, selanjutnya memberi informasi pada TNI dan Polri bila menemukan hal-hal yang mencurigakan, itu saja!“ usul Ngurah Santika menutup obrolan. (aridus)