20 HALAMAN NOMOR 300 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA A HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
MINGGU PAING, PAING NG G,
balipost (141 rb Like) http://facebook.com/balipost
26 JUNI 2016
@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila Peng
Inggris di Ambang Perpecahan London Setelah Inggris menyatakan keluar dari Uni Eropa, kini negara tersebut terancam perpecahan. Lebih dari satu juta orang telah menandatangani petisi menyerukan referendum kedua untuk keanggotaan Uni Eropa bagi Inggris. Petisi ini muncul setelah pendukung Inggris keluar dari Uni Eropa dengan angka kemenangan yang mengejutkan dalam hasil referendum Jumat lalu. Seperti dilansir AFP, Sabtu (25/6) kemarin, situs resmi parlemen Inggris sempat down karena terlalu banyaknya pengguna internet yang mengakses dan menambahkan nama mereka dalam daftar petisi yang menyerukan referendum baru usai. Peta menunjukkan warga yang menandatangani petisi itu datang dari kota-kota besar Inggris, dengan jumlah paling banyak dari London. Bahkan, ada petisi terpisah yang menyerukan Wali Kota Sadiq Khan untuk menyatakan London merdeka dari Inggris dan bergabung dengan Uni Eropa. Tak Terganggu Sementara itu, Dubes Inggris untuk Indonesia memastikan bahwa Brexit, atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa, tak akan mengganggu hubungan ekonomi antara Inggris dengan Indonesia, atau dengan negaranegara ASEAN. Bahkan, untuk Indonesia, justru terus tumbuh. Hal. 19 Investor Besar
Alvaro Morata dan Nolito (bawah)
Italia Vs Spanyol
KOMPAK - Pendukung tim Inggris kompak di Piala Eropa, namun Inggris terancam perpecahan pascakeluar dari Uni Eropa.
BJ Habibie
Laga Berat Evian – Partai bigmatch akan tersaji di babak 16 Euro 2016. Spanyol akan berhadapan dengan juara dunia empat kali, Italia, Senin dini hari (27/6). Bagi Vicente Del Bosque pertandingan ini akan menjadi laga yang sangat berat. Ia meminta kepada punggawanya agar tidak menilai laga ini sebagai sekadar pertandingan. Hal. 19 Kekuatan Lengkap
Tabanan dan Bangli Sasar Kantong Pendatang Meski hanya sebagai daerah pelintasan, Kabupaten Tabanan sendiri telah menjadi daya tarik bagi banyak pendatang. Bahkan dari sepuluh kecamatan di daerah lumbung beras Bali ini, dua kecamatan yakni Tabanan dan Kediri merupakan daerah yang memiliki kantong penduduk pendatang terbanyak. Meski memang diakui keberadaan penduduk pendatang menyebar hampir di seluruh kecamatan. Para pendatang ini kebanyakan bergelut di sektor informal dan ada pula yang bekerja sebagai tenaga harian lepas seperti buruh bangunan, sopir dan sebagainya. Pemkab Tabanan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mulai bersiap-siap menghadapi lonjakan jumlah penduduk pendatang baru pasca-Lebaran ini. Kepala Disdukcapil Tabanan, IGA Rai Dwipayana, mengaku akan menggelar operasi kependudukan satu atau dua minggu pascalibur Lebaran. Langkah ini dilakukan guna mengetahui sejauh mana jumlah penduduk baru yang datang ke Tabanan. Rencananya, daerah yang akan disasar adalah tempat kos, kontrakan dan permukiman padat penduduk. Sebab dari data tahun sebelumnya, baik itu tempat kos, kontrakan dan permukiman padat banyak didatangi penduduk baru. “Kita akan meminta identitas penduduk. Bila tidak memiliki, diwajibkan untuk segera mengurusnya.” ujarnya. Ditegaskannya dalam kegiatan ini, Disdukcapil hanya bertugas melakukan pembinaan, sementara untuk upaya penertiban/tindakan adalah wewenang tim yustisi yang dipimpin Kepala Satpol PP. “Kami tidak alergi dengan penduduk pendatang asalkan mereka membawa kartu identitas resmi,” ujarnya. Rai Dwipayana menambahkan, selama ini dari upaya pembinaan yang telah dilakukan mendapatkan beberapa duktang yang tidak mengurus keberadaan tempat tinggalnya saat ini, salah satunya adalah kartu identitas penduduk musiman (Kipem). Hal. 19 Mengurus Kipem
BPM/rtr
BPM/rtr
’’Man of Ideas and Characters’’ Jakarta (Bali Post) Presiden ketiga RI BJ Habibie menggelar syukuran hari lahirnya ke-80 di kediamannya Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Sabtu malam (25/6) kemarin. Acara syukuran dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta
sejumlah tokoh nasional lainnya. Sabtu siang, mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bersama sejumlah tokoh lain menghadiri screening film Rudy Habibie. Usai menonton, SBY memuji sosok BJ Habibie. “Pak Habibie bukan hanya
man of ideas, tapi juga man of characters. Tingkat intelektualitasnya world class, itu menghantarkan beliau dengan pemikiranpemikiran yang menjangkau masa depan,” kata SBY. Hal. 19 Pemikiran Strategis
BJ Habibie
Jaring Duktang di Bali ‘’Bolong’’ Aksi pungutan liar (pungli) di pos pemeriksaan KTP kawasan pintu masuk Bali, Gilimanuk, seolah menjadi penyakit kronis. Ibarat sudah mengakar, sulit diberangus tanpa adanya tangan besi. Banyak yang menyebut kasus ini ibarat jaring penduduk pendatang (duktang) ke Bali banyak ‘’bolong’’.
BPM/dok
DUKTANG - Beginilah derasnya kedatangan penduduk pendatang (duktang) ke Bali.
ALASAN itu sangat mendasar. Sebab, pos KTP ini merupakan bagian dari scanning duktang di Bali yang tak dilengkapi KTP dan penjamin bisa lolos dari penertiban duktang ke Bali. ‘’Patut kita pertanyakan komitmen kita menjaga Bali,’’ ujar Wayan Karma, salah seorang warga Jembarana. Berbagai upaya dilakukan, hingga menaikkan nilai upah jaga. Namun, tampaknya ada yang salah pada sistem pemberian upah. Ketika terlambat dibagi, maka oknum akan tergoda dengan iming-iming uang. Yang teranyar, pada awal pekan ini heboh video rekaman handphone di media sosial (medsos) tentang aksi pungli KTP di Gilimanuk ini. Perbuatan oknum Satpol PP memalak sejumlah uang guna meloloskan pelanggar KTP jelas terekam. Hal. 19 Bukan Menindak
Di Denpasar Dekati ’’Fifty-fifty’’ SUDAH menjadi fenomena rutin setelah musim liburan hari raya, seperti Idul Fitri (Lebaran) kehadiran penduduk pendatang di kota besar terus meningkat. Kondisi ini juga dialami Denpasar. Kehadiran penduduk pendatang pasca-Lebaran mendatang diprediksi juga akan mengalami peningkatan. Saat ini saja perbadingan jumlah penduduk pendatang diband-
ingkan warga asli secara umum di Denpasar sudah mendakti fifty-fifty alias 50 persen. Untuk mengentisipasi kehadiran penduduk pendatang yang tanpa identitas, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar akan melakukan pemeriksaan di pintu-pintu masuk Kota Denpasar. Hal. 19 Periksa Identitas
Antisipasi Penduduk Pendatang
Bali ’’Overload’’, Harus Buat Penajaman Sistem Duktang
BPM/dok
RAZIA - Razia duktang sifatnya pembinaan, jarang disertai penindakan.
Keamanan dan kenyamanan merupakan harga mati untuk Bali yang menjual destinasi pariwisata. Keberadaan penduduk pendatang (duktang) berkaitan erat dengan dua isu tersebut. Oleh karena itu, Bali harus membuat penajaman lewat sistem menyangkut regulasi, aturan, dan proteksi terkait penduduk pendatang.
SISTEM ini harus melibatkan berbagai stakeholder, sehingga terbentuk sistem yang permanen dalam jangka panjang. ‘’Kemudian juga menyangkut pengawasan, tentunya harus didukung dengan IT. Nah, sekarang dalam sistem itu sendiri harus jelas, kita welcome terhadap kunjungan wisatawan domestik termasuk mereka yang mencari kerja di Bali. Akan tetapi, stressing kita adalah mereka yang mempunyai skill atau keahlian dan kompetensi yang memadai,’’ ujar anggota Fraksi Golkar DPRD Bali I.B. Udiyana di Denpasar, Sabtu (25/6) kemarin. Hal. 19 Menjanjikan
I.B. Udiyana
Kusuma Putra
Made Suweta
DAERAH
2
Minggu Paing, 26 Juni 2016
Gara-gara Tanah Warisan
Wayang Wong Dresta Sudharma
Nenek Dianiaya
Tapelnya Berusia Seabad Lebih
Negara (Bali Post) Kasus penganiayaan menimpa seorang nenek, Wayan Bakti (71), yang tinggal di Banjar Anyar Kelod Desa Penyaringan, Mendoyo. Korban dianiaya oleh anaknya sendiri, Ni Nyoman Suinardi (40), seorang janda yang tinggal bersama ibunya di rumah kelahirannya. Dari informasi yang dihimpun, keduanya sudah sejak lama tidak ada kecocokan dan sering cekcok. Permasalahannya, pelaku yang sudah janda dan beberapa kali menikah ini meminta bagian warisan karena merasa sudah banyak mengeluarkan biaya untuk ibunya dan keluarganya. Namun, ibunya/korban belum memberikan bagian tanah warisan tersebut kepada pelaku. Puncaknya terjadi Jumat (24/6) malam, berawal ketika pelaku sedang membuat surat dan bertanya kepada korban mengenai hari dan tanggal saat itu. Korban kemudian menjawab kalau sekarang tanggal 24 Juni 2016. Pelaku entah karena apa tiba-tiba tidak terima dengan jawaban korban. Kemudian tiba-tiba pelaku mengambil handphone dan menampar wajah korban berkali-kali hingga menyebabkan bengkak pada dahi serta pipi sebelah kanan dan terlapor juga memukul menggunakan gantungan baju mengenai kedua belah tangan yang menyebabkan kedua tangan korban luka serta lebam. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Mendoyo. Kapolsek Mendoyo Kompol A.A. Sukasana yang didampingi Panit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu H.A. Muh Nurul Yaqin seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi Sabtu (25/6) kemarin, membenarkan kejadian tersebut. Kini, kasusnya ditangani di Polsek Mendoyo dan masih pendalaman. (kmb)
BPM/edi
SATU ABAD - Wayang Wong Dresta Sudharma menggunakan tapel yang usianya satu abad lebih.
Bali Aman dari Vaksin Palsu
Denpasar (Bali Post) Setelah melakukan penelusuran di rumah sakit swasta di Klungkung, Karangasem, dan beberapa rumah sakit di Denpasar, pihak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar tidak menemukan adanya vaksin palsu yang beredar. Hasil dari penelusuran tersebut, pihaknya tidak menemukan vaksin palsu. “Semoga peredaran vaksin palsu hanya di tiga tempat yang sudah dipublikasikan secara besar-besaran di media massa,” ujar Kepala BBPOM di Denpasar, Dra. Endang Widowati, Apt. Penelusuran di luar Kota Denpasar mulai dilakukan Kamis lalu, sedangkan yang di dalam kota mulai
dilakukan sejak Jumat (24/6). Selain itu terungkap, rumah sakit swasta memang belum semua berbelanja fasilitas penunjang medis di e-katalog. “Kalau rumah sakit negeri memang pengadaannya sudah harus e-katalog,” tandasnya. Untuk melindungi masyarakat, pihaknya akan tetap melanjutkan penelusuran peredaran vaksin palsu di Provinsi Bali.
Sementara itu, Rumah Sakit BaliMed mendapatkan vaksin dari pemerintah yang diambil di puskesmas. “Untuk yang vaksin, dibawa oleh dokternya dibeli langsung oleh dokternya,” kata Wadir 3 RS BaliMed dr. Oka Darmawan. Sebelumnya, pihak RSUP Sanglah telah menjamin tidak ada vaksin palsu yang beredar di RSUP Sanglah lantaran pembelanjaan vaksin dan obat menggunakan sistem e-katalog sesuai dengam regulasi dari pemerintah. Dengan sistem e-katalog dipastikan kualitas dan sumber vaksin aman dan jelas. (kmb42)
Bebas di Tipikor
Terdakwa PDAM Gianyar Dihukum Berat di MA BPM/kmb
ANIAYA - Nenek yang dianiaya karena masalah warisan.
Jadwal PKB, Minggu 26 Juni 2016 Waktu Tempat Kegiatan
: 10.00 – 13.00 Wita : Gedung Ksirarnawa : Work Shop Kewanitaan materi merangkai Bunga dan Janur
Waktu : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Topeng Prembon oleh Sanggar Seni Bawa Laksana Banjar Mawang Kelod Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar Waktu : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Pementasan Tarian-tarian Bali oleh Sanggar Wira Kencana Jepang Waktu : 11.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Partisipasi Tim Kesenian Parisada Hindu dharma Indonesia Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur Waktu : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Taman Penasar oleh Sanggar Keong Mas Banjar Batur Desa Batubulan Kabupaten Gianyar Waktu : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Kriya dan Panggung Terbuka Ksirarnawa Kegiatan : Parade Ngelawang oleh Sekaa Ngelawang Sanggar Canging Mas Pasekan Kabupaten Tabanan Waktu : 19.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Arja oleh Sekaa Arja Calonarang Dharma Santi Banjar Satusan Kaja Desa Selemadeg Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan Waktu : 20.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Parisipasi Tim Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar Provinsi Jawa Timur Waktu : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Lagu dan Musik oleh EMONI Bali Desa Batuyang Kabupaten Gianyar Waktu : 20.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Lomba Baleganjur Tingkat Remaja : Kabupaten Bangli, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng
Denpasar (Bali Post) Sejumlah perkara korupsi yang disidang di Pengadilan Tipikor Denpasar ada diputus bebas, onslag, dan ada beberapa yang dissenting opinion. Namun, putusan ‘’bebas’’ tersebut tak selamanya menjamin terdakwa bebas dari jeratan hukuman. Setelah mantan Kadisperindag Jembrana Ni Made Ayu Ardani yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi karena memberikan rekomendasi pembelian BBM bersubsidi dilepaskan dari tuntutan jaksa, karena Ayu Ardani seharusnya dituntut dengan UU Migas, maka di tingkat kasasi justru dia dihukum selama empat tahun penjara. Selain Ardani, perkara kasus dugaan korupsi PDAM yang menyeret pejabat setempat juga harus gigit jari. Betapa tidak, saat para terdakwa dinyatakan dilepas dan ada majelis hakim yang beda pendapat (dissenting opinion), di tingkat kasasi justru hukuman mereka berat. Informasi yang diterima, Jumat (24/6), dalam putusan MA tiga terdakwa yaitu Dewa Putu Djati (mantan Direktur Utama),
Dewa Putra (Direktur Umum), dan I Nyoman Nuka (Direktur Teknik) justru dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) menjerat terdakwa dengan pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. Sehingga dalam perkara ini, Direktur Utama (kini mantan) Dewa Putu Djati divonis lima tahun penjara. Sementara Direktur Umum (mantan), Dewa Putra dan Direktur Teknik I Nyoman Nuka divonis empat tahun penjara. Kasipidsus Kejari Gianyar sekaligus JPU dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Herdian Rahardi, membenarkan bahwa MA memutuskan terdakwa bersalah. ‘’Memang cukup lama. Baru saya mau bersurat
kembali, sekarang putusan sudah disampaikan,’’ ucap Herdian Rahardi. Dikatakan jaksa bertubuh tambun ini, selain hukuman secara fisik, ketiga terdakwa juga dikenakan pidana tambahan yaitu denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara. Lantas, dengan adanya putusan tersebut apakah ketiga terdakwa yang sebelumnya dilepas akan dilakukan eksekusi? Herdian belum mau berbicara banyak terkait eksekusi karena dia baru menerima salinan putusan dari MA. Sekadar mengingatkan, tim Kejari Gianyar membidik kasus PDAM Gianyar terkait rencana teknis pengadaan jasa konsultasi pembuatan detail engineering design (DED). Atas peristiwa itu, PDAM Gianyar dirugikan sekitar Rp 2,6 miliar. Oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar, ketiganya dilepas karena tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Dalam perkara ini, memang majelis hakim ada yang mempunyai pendapat berbeda sehingga putusan juga dissenting opinion. (kmb37)
Denpasar (Bali Post) Ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 diwarnai dengan pementasan wayang wong di Kalangan Angsoka, Sabtu (25/6) kemarin. Kesenian ini dimainkan oleh Sekaa Wayang Wong Dresta Sudharma, Banjar Wates Tengah Desa Duda Timur, Selat, Karangasem. Pementasan mengangkat lakon atau cerita berjudul ‘’Hanoman Duta’’. Mungkin tak banyak yang tahu bila kesenian wayang wong di Wates Tengah ini berasal dari Griya Buruan Sanur. Sebelum benar-benar sampai ke Wates Tengah, wayang wong terlebih dahulu dibawa ke Griya Carik Sidemen. Dari Griya Carik Sidemen barulah dibawa ke Wates Tengah dengan menghibahkan puluhan tapel (topeng) kepada masyarakat setempat. “Kesenian wayang wong masuk ke Karangasem itu tahun saka 1827 atau sekitar tahun 1905. Jadi, tapel yang dipakai masolah sampai sekarang usianya sudah satu abad lebih,” ujar Koordinator Sekaa Wayang Wong Dresta Sudharma, I Gede Surya Darmawan. Darmawan menambahkan, total ada 22 tapel yang diwariskan dari tahun 1905 itu. Terdiri dari topeng Rahwana, Rama, Sugriwa, Sita, Hanoman, Meganada, Tyaksa, Delem, Sangut, Merdangga, Tawalen, Condong, Angada,
Anila, Jembawan, Suksena, serta raksasa. “Tidak pernah ada duplikasi atau perbaikan tapel. Hanya perbaikan pada gelungan pada tahun 2002, saat pertama kali kami tampil di PKB,” imbuhnya. Menurut Darmawan, tapel tokoh pewayangan Ramayana itu baru dipakai saat ada karya di Griya Buruan dan Griya Carik, serta upacara-upacara besar di Desa Duda Timur. Pada saat tumpek wayang, tapel juga diupacarai. Bila sedang tidak dipakai, semuanya disimpan di Pura Kerta, Desa Duda Timur. “Memang sifatnya sakral. Ketika dipentaskan menjadi sebuah hiburan, harus melalui upacara penuur sebelum berangkat, persembahyangan di lokasi pementasan, dan panyineban di tempat pementasan. Nanti di rumah kami juga akan ada upacara panyineban,” jelas pria yang kemarin ngiring Ida Bhatara Rahwana. Uniknya, kata Darmawan, penari wayang wong akan muncul dengan sendirinya melalui garis keturunan. Hal ini tidak bisa ditolak, tidak bisa memilih atau dipilih, juga tidak bisa menentukan kapan akan mulai menari. Khusus untuk Ida Bhatara Rahwana, penarinya harus bersih lahir dan batin. Dalam hal ini, hanya boleh ditarikan oleh orang yang sudah mawinten. (kmb32)
Masih Ada
PPNPN Belum Terdaftar BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Denpasar (Bali Post) Hingga Mei 2016, Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN) di Bali yang telah menjadi a ng g o t a Ba d a n P e n y e lenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebanyak 13.785 jiwa. Sementara data di BPJS Kesehatan Cabang Denpasar yang mewilayahi tiga kabupaten/kota, yang telah terdaftar menjadi anggota BPJS Kesehatan sebanyak 4.896. Ni Putu Nina Nuryati, Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar juga mengungkapkan data kepesertaan hingga Mei yaitu 1.044.995 untuk 3 wilayah, Denpasar, Badung, Tabanan. Jika dibandingkan jumlah penduduk di tiga kabupaten itu, baru sekitar 59,60 persen yang sudah mendaftar BPJS Kesehatan. Selain jaminan kesehatan, tenaga kerja juga dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan. Di Kota Denpasar sendiri tenaga PPNPN dari 48 satuan kerja
perangkat daerah (SKPD), baru 4 SKPD yang sudah mendaftarkan PPNPN (tenaga kontrak/honor) ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu diungkapkan Tonny Isprijanto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali-Denpasar, belum lama ini. Ia memperkirakan, satu SKPD mempekerjakan sebanyak 25-50 tenaga kontrak/honor sehingga yang belum terdaftar mencapai 2.000 orang lebih. Alasan yang diungkapkan lebih pada pendanaan. Dinas tidak memiliki dana, sedangkan tenaga kerja juga tidak rela upahnya dipotong untuk menanggung sendiri iurannya di BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, di Bali diperkirakan terdapat 622.000 tenaga kerja yang bekerja di sektor formal dan informal, 205.000 tenaga kerja di antaranya ada di Denpasar. Dari 205.000 tersebut, hanya 38 persen yang ter-cover BPJS ketenagakerjaan atau sekitar 87.000 (37 persen) tenaga kerja formal dan satu persen tenaga kerja informal. (kmb42)
Posko Kesehatan Disiagakan di Jalur Mudik dan Bandara Denpasar (Bali Post) Libur Lebaran dan arus mudik merupakan kondisi yang patut diwaspadai terutama kondisi kesehatan. Tak jarang ketika mudik, masyarakat menggunakan kendaraan pribadi, berangkat dari Bali ke luar Bali sehingga kondisi kesehatan harus dijaga agar dapat berkendara dengan aman. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), terutama di jalur mudik seperti
Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk. ‘’Kita ada persiapan khusus, semua fasyankes kami siagakan terutama yang menjadi jalur mudik,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Sabtu (25/6) kemarin. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi sopir angkutan antarkota dan antarprovinsi. ‘’Kita bekerja sama dengan kepolisian dan perhubungan di posko mudik,’’ imbuhnya. Rencananya tanggal 30 Juni dan 1 Juli, Dinkes Bali akan turun
melakukan pemeriksaan kesehatan untuk sopir bus di Terminal Ubung. Pemeriksaan tersebut berupa cek tensi, gula darah, kolesterol, dll. Hal serupa juga dilakukan di Bandara Internasional Ngurah Rai. Pihak Humas Bandara Ngurah Rai mengatakan, telah disediakan posko kesehatan di area terminal kedatangan domestik, dekat dengan posko terpadu angkutan Lebaran. Posko tersebut disediakan oleh pihak KKP. ‘’Mereka standby di posko kesehatan tersebut,’’ ujar Humas Bandara Ngurah Rai. (kmb42)
BPM/wan
KEBERSAMAAN - Dalam kebersamaan dan kesederhanaan, karyawan Kelompok Media Bali Post bersama sejumlah klien berbuka puasa bersama anak yatim piatu panti asuhan Jumat (24/6) malam di Bale Banjar Bali Global Shankara, Jalan Danau Toba, Sanur.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
DAERAH
Minggu Paing, 26 Juni 2016
3
Beli Anting dan Liontin Felice Rp 1,499 Juta
Bupati PAS Tutup ’’Twin Lake Festival’’
Dapatkan Hadiah Langsung ’’Handphone Android”
Dimeriahkan Parade Sapi Gerumbungan
FELICE Jewellery hadir lagi dalam pameran perhiasan emas dan berlian selama tiga hari. Terhitung mulai hari, Minggu (26/6) ini sampai dengan Selasa (28/6) di Business Center Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini Felice menyediakan hadiah istimewa bagi pelanggan setianya. Tidak tanggungtanggung berupa sebuah handphone yang tentu sayang untuk dilewatkan. “Kami menawarkan emas berlian berupa anting dan liontin seharga Rp 1,499 juta, mendapatkan hadiah langsung handphone android,” ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani dikonfirmasi, Sabtu (25/6) kemarin. Selain hadiah istimewa tersebut, kata Kadek Felice juga menghadirkan perhiasan emas berlian fashion model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition, sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. “Setiap pembelian perhiasan akan mendapatkan sertifikat. Kalau nanti customer ingin mereparasi perhiasannya, tinggal menunjukkan sertifikat ini. Reparasi bisa dalam bentuk memperbesar atau memperkecil ukuran cincin, memasang permata yang lepas, dan renew seperti baru lagi,” imbuhnya. Menurut Kadek, Felice lebih banyak mengeluarkan desain klasik atau abadi yang selalu cocok dipakai kapan saja dan tidak membosankan. Felice juga ingin menghilangkan kesan bahwa berlian itu mahal. Tapi bukan berarti harga murah yang ditawarkan ini murahan. Tunggu apa lagi, segera kunjungi pameran perhiasan emas dan berlian Felice Jewellery. Harga relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadikan berlian-berlian Felice layak menjadi bagian dari koleksi anda. (ad1113)
BERLIAN - Felice Jewellery menghadirkan anting dan liontin emas berlian seharga Rp 1,499 juta dengan hadiah langsung handphone android.
Politik Genre Mutakhir ADAM Lindin Ljungkvist, pesepak bola Swedia yang bermain di pertandingan lokal bernasib sial. Dia diusir dari lapangan pertandingan oleh wasit Dany Kako, gara-gara kentut. Pemain malang tersebut beralasan mengalami masalah perut yang tidak bisa dia atasi, sedangkan wasit menganggap kentut sebagai tindakan provokatif dan tidak sopan. Itu kartu kuning kedua yang langsung berubah merah, setelah striker lawan Kristoffer Linde bersaksi, mendengar nyaring kentut Ljungkvist meski berdiri agak jauh. Sebelum ngeloyor keluar lapangan, dia sempat mengatakan wasit sebagai badut. “Luar biasa, meski terkesan lucu, namun moral dan etika sangat dikedepankan dalam dunia olahraga di Swedia. Gara-gara punya kentut nyaring, Ljungkvist didepak dari lapangan pertandingan. Ya, dalam sport semua pesertanya harus bersikap sportif, jujur, sopan, dan beretika. Karena itulah, Presiden Joko Widodo mengimbau, semua anggota delegasi Indonesia ke Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, menjaga sportivitas dan martabat bangsa, kendati tetap berharap lagu ‘Indonesia Raya’ bisa bergema di ajang kompetisi akbar itu. Kebebasan dalam olahraga agaknya mengikuti alur demokrasi. Mereka yang ingin lebih bebas dalam pertandingan sepak bola, diberikan hak lebih luas untuk menggunakan tangan dan kaki, sehingga lahirlah rugby dan American Foot Ball. Demikian pula dalam bela diri diciptakan mixed martial art competition dan ultimate fighting championship, di mana para atletnya bebas menggunakan disiplin bela dirinya. Kendati bebas, tetap ada hal-hal yang boleh dan dilarang untuk dilakukan para peserta, di mana kehadiran beberapa juri dan seorang wasit memimpin setiap pertandingan. Seandainya dalam berpolitik, terutama di Indonesia, semua pelaku politik mengikuti dan tunduk pada peraturan dan undang-undang, kegaduhan tidak akan terjadi. Seharusnya ditiru sikap Ljungkvist keluar dari lapangan, meski menganggap keputusan wasit Dany Kako, aneh dan tidak adil sehingga dia disebut badut,” papar Rubag. “Kentut kok dijadikan alasan untuk mengeluarkan pemain ya? Bila hal seperti itu terjadi di Indonesia, lapangan akan berubah jadi arena tawuran massal, bahkan bisa meluas ke jalan, mengingat fanatisme para pendukung kesebelasan di sini, sangat luar biasa. Jangan-jangan keputusan Dany Kako dituduh berpihak dan pertandingan itu dianggap sebagai kesebelasan melawan keduabelasan, di mana wasit ikut merangkap jadi pemain. Sangkaan tanpa bukti faktual seperti ini kini lumrah di kancah politik di negeri ini. Ada lembaga hukum yang seharusnya bertindak netral dalam menangani perkara, termasuk delik politik, ternyata ikut bermain, baik karena iming-iming uang maupun kekuasaan, sehingga
hukum jadi alat kekuasaan. Demikian pula tidak sedikit orang yang telah purnatugas, karena merindukan jabatan, terjun ke politik jadi demagog dan provokator, seyogianya mereka berperilaku sebagai negarawan. Celakanya, pendidikan politik dewasa ini, tidak lagi dilaksanakan partai politik lewat kursus-kursus seperti di tahun 1950-an, namun diambil alih stasiun-stasiun televisi lewat mata acara debat dan diskusi. Makanya banyak orang yang mengaku kader parpol, namun saat berdebat di TV, tidak seperti menyuarakan ideologi yang dianut parpolnya. Ironisnya, kader parpol berbasis dakwah, saat berdebat sering melontarkan hinaan, fitnahan cenderung memaki, demikian pula yang berpahan nasionalis dan demokrasi, justru memecah belah dan jauh dari roh demokrasi. Bentakan dan menggebrak meja sering dipertontonkan,” ujar Kadek Wahyudita. “Ya, kata-kata kotor berupa makian, fitnah dan hinaan dalam politik, bagiku, jauh lebih jorok daripada kentut. Apalagi mengeluarkan kentut jauh lebih sukar daripada melontarkan kalimat tidak beretika dan bermoral, yang justru harus dijauhi para politisi. Sebab, semua politisi adalah calon negarawan, bila mereka paham hakikat politik, yakni seni untuk meraih dan memelihara kekuasaan. Sedangkan kekuasaan adalah amanah dari rakyat yang harus dijunjung para politisi dengan kejujuran, kesopanan dan tutur yang santun. Itulah hakikat etika politik yang seharusnya paling banyak diserap dari ajaran agama. Sedangkan untuk budaya politik, kita telah diwariskan Pancasila oleh para pendahulu. Anehnya, di negeri ini banyak politisi yang melanggar hukum, namun tetap ngotot tidak mau mengundurkan diri dari jabatan. Pelanggaran didahului dengan perbuatan tanpa etika, yakni korupsi. Etika adalah dasar hukum dan hukum adalah nilai-nilai etika yang diundangkan. Lalu alasannya tidak mau mundur, karena pengadilan belum bisa membuktikan mereka bersalah. Padahal kita semua paham bahwa dunia pengadilan pun masih dikotori masalah suap. Jangankan politisi terduga korupsi mliaran rupiah, pedangdut tersangka pelecehan seksual pun ditengarai melakukan suap agar hukumannya diringankan. Aku jadi ngakak mendengar anekdot hukum yang dilontarkan kawanku Ngurah Wirawan. Inggris punya slogan terkenal, Britain rules the waves, kalau
kita waves the rules, katanya. Banyolan ini memang sulit dimungkiri, terbukti dari hasil Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan mungkin lebih banyak lagi yang belum tertangkap basah,“ komentar Putu Teryl. “Aku sempat terkejut dan bingung membaca pendapat KH A. Mustofa Bisri, yang mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tidak punya etiket namun punya etika. Setelah kubaca lebih lanjut, aku jadi paham. Ucapan yang kasar dan kadang-kadang diselingi umpatan ‘taik‘, menurut Gus Mus, tidak beretiket. Namun kejujurannya dalam urusan keuangan dan upaya keras memberantas korupsi, baginya, tindakan sangat beretika. Ternyata sikap dan ucapan tidak beretiket namun perilaku beretika Ahok mendapat simpati serta empati kalangan muda yang kemudian bergabung menjadi Teman Ahok (TA) terkait Pilgub DKI Jakarta 2017. Simpati lahir karena etikanya melaksanakan tugas sebagai gubernur sesuai janjinya saat kampanye bersama Jokowi dalam Pilgub 2012. Meski mendapat hambatan dari parlemen dan pihakpihak yang tidak senang, dia lebih fokus melaksanakan tugasnya daripada melayani gangguan. Ternyata banyak masyarakat memuji hasil kerjanya, sehingga sebagai petahana yang akan bertanding dengan jalur independen dalam Pilgub 2017, TA bisa mengumpulkan sebanyak satu juta fotokopi KTP tepat pada waktunya. Empati terjadi karena serangan bertubi-tubi diterimanya dari berbagai pihak, malah tanpa etika dan budaya politik, sehingga banyak yang berpihak pada mantan Bupati Belitung Timur itu. Terbukti angka elektabilitasnya jauh di atas para calon yang diusung parpol,” tutur Anom Wijaya. “Perilaku politik tanpa etika, tidak berbudaya bahkan nyaris minus moral bisa jadi tontonan menarik disajikan televisi dan media online di internet. Ini akan menjadi pendidikan politik, bila kita menganalisisnya secara komprehensif. Tidak menelan bulat- bulat apa yang dilihat, namun mengaitkannya dengan teori politik, hukum, sosiologi dan filsafat yang pernah kita baca. Fenomena Ahok yang seakan dikeroyok dengan berbagai cara sejak mengumumkan untuk maju ke Pilgub lewat jalur independen merupakan genre politik mutakhir yang tiada duanya di dunia. Mulai dari serangan bernuansa primordialisme sebagai triple minoritas yakni Cina, Kristen, dan Non-Betawi, dilanjutkan konflik dengan legislatif, lalu kasus Sumber Waras. Saat semua tidak bisa merobohkannya, pendukungnya di TA dituduh menerima Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi. Agaknya Ahok tidak akan mengikuti tindakan Ljungkvist yang mau keluar lapangan pertandingan gara-gara disalahkan karena kentut, hahaha,“ gelak Pacet Sudiarsa menutup obrolan. (aridus)
SEMARAK Twin Lake Festival (TLF) III Tahun 2016, ditutup Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST. Penutupan event tahunan ini dilakukan di areal Danau Tamblingan. Kemeriahan penonton hadir untuk menyaksikan parade sapi gerumbungan di Danau Tamblingan. Tidak hanya warga masyarakat lokal, tetapi juga kalangan mancanegara. Menariknya, TLF ditutup dengan parade sapi gerumbungan. Tercatat ada sembilan peserta lomba. Mereka dibagi menjadi tiga baga yakni, Baga Buleleng Timur, Baga Buleleng Tengah dan Baga Buleleng Barat. Seluruh Baga mempersiapkan sapi-sapi terbaiknya. Mereka saling menunjukan aktraksi dalam momen TLF. Selain parade sapi gerumbungan, di kawasan Danau Tamblingan ikut diramaikan final lomba gangsing. Peserta bertanding antara regu Desa Munduk berhadapan bersama regu gangsing Desa Gesing. Sementara di areal kawasan Danau Buyan diadakan kontes anjing, lomba mancing, carving buah dan penebaran benih ikan di kedua danau. Rasa suka cita diutarakan wisatawan asing bernama Fatiana. Ia tertarik menonton sapi gerumbungan. Tak lupa ia mengabadikan momen penting lewat foto. Jika kembali diadakan tahun depan. Ia berharap dapat kembali menonton lomba sampi gerumbungan di Buleleng. “Saya baru pertama kali menyaksikan kegiatan lomba sapi gerumbungan. Ini sangat menarik disaksikan,” ucapnya, Sabtu (25/6) kemarin. Bagi Fatiana, Buleleng memiliki keunikan tersendiri dan itu patut dilestarikan. Ia akan menceritakan pengalamannya kepada teman-teman di negaranya. “Parade sapi gerumbungan adalah pertunjukan tradisional yang sangat langka saya lihat. Di waktu ke
TUTUP - Penutupan Twin Lake Festival (TLF) 2016, ditandai penyerahan hadiah kepada pemenang lomba di areal kawasan Danau Tamblingan, Sabtu (25/6) kemarin. depan saya akan publikasikan di negara saya sendiri,” kata dia. Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengungkapkan, tahun depan jenis item kegiatan akan diatur lebih terperinci. Sebab pada malam hari di Kawasan Danau Tamblingan terlihat sepi. “Tahun depan TLF akan kita atur jenis-jenis kegiatannya mana yang sifatnya tradisonal, kita bisa laksanakan di Danau Tamblingan. Sedangkan untuk lomba lainnya yang sifatnya mengajak masyarakat kita pusatkan di Danau Buyan,” ungkap Bupati asal Desa Banyuatis ini. Pihaknya menambahkan, untuk kegiatan yang serangkaian dengan TLF
akan di evaluasi. Hal itu mengingat kegiatan malam di Kawasan Danau Tamblingan, misalnya dinilai kurang diminati masyarakat. Evaluasi dilakukan mencari jenis pertunjukan yang mampu menarik minat masyarakat hadir beramai-ramai menonton di TLF. “Tahun depan akan ada pengelompokan kegiatan serangkain TLF di Danau Buyan dan Tamblingan. Ini dikarenakan pada kegiatan malam hari di Danau Tamblingan kurang diminati masyarakat. Bahkan tidak menutup kemungkinan kawasan Danau Tamblingan kita bisa jadikan Panggung utama di TLF tahun depan,” tandasnya. (ad1114)
Menyambut Konferensi Internasional Bhagavad-Gita I
Mengenali Bhagavad-Gita sebagai Pancamo Veda BHAGAVAD-GITA merupakan kitab suci yang sedang beramai-ramai dilupakan oleh kita semua. “Keagungan Bhagavad-Gita” dikenali hanya oleh tokoh-tokoh besar dunia dan oleh para maharesi. Orang biasa pada umumnya memahami bahwa dirinya tidak layak menyentuh dan/atau mendiskusikan Bhagavad-Gita. Mengapa pustaka hebat tersebut dinamakan “Bhagavad-Gita?”. Bhagawad asal katanya “Bhagavan”, di mana bentuk keenam dalam aturan tata bahasa Sanskerta ia menunjuk kepada milik. Berasal dari kata “Bhagavat”, namun jika ia nyambung dengan Gita akan menjadi “Bhagavad”. Di Bali sendiri para orang-orang tua kita sering menyebut “Bhagawan Gita”. Hal itu tidak perlu dipermasalahkan, karena keduanya benar ketika kita kembali ke kata asalnya yaitu Bhagavan. Bhagavan artinya yang memiliki “Bhaga”. Kata bhaga ini banyak didefinisikan. Salah satu yang mendefinisikan adalah ayah dari Maharesi Vyasa, yaitu Maharesi Parasara. Beliau mendifinisikan Bhaga adalah “Yang memiliki” enam hal yang pokok-pokok, yaitu beliau yang memiliki berbagai sifat Agung yang Sempurna. Bhagavan artinya yang paling sempurna. Sedangkan Gita artinya nyanyian. Arti dari Bhagavad-Gita adalah nyanyian dari Tuhan. Disebut nyanyian dari Tuhan karena memang di saat mewejangkannya kepada Arjuna, Maharesi Vyasa menyusun wejangan-wejangan tersebut di dalam puisi-puisi yang diikat indah oleh aturanperaturan Chanda Shastra (ilmu irama). Menurut penjelasan para ahli, Bhagavad-Gita disampaikan dalam waktu setengah jam di tengah-tengah medan perang Kuruksetra. Di beberapa kitab suci juga ada penulis sempat baca, ada yang sedang berperang, namun mereka berhenti untuk berdiskusi tentang filsafat/ kerohanian bersama musuhnya. Selesai diskusi mereka melanjutkan perang lagi. Barangkali hal itu tidak terjangkau oleh pikiran kita, tetapi menurut petunjuk kitab suci, kita harus yakin bahwa pada zaman itu memang demikian keadaannya, orang berperang dalam jiwa ksatria dan tidak dalam tipu-menipu. Setelah
perang, di malam hari, bersama musuh pun mereka saling kunjungi dalam perkemahannya, lalu besoknya dilanjutkan berperang. Bhagavad-Gita artinya Nyanyian atau sabda Tuhan Yang Maha Esa. Sering juga disebut “Sabda Brahman”. Di India kebanyakan orang hanya menyebut dengan sebutan “Gita” saja. Bhagavad-Gita juga disebut dengan sebutan “Pancama Veda”, yaitu Veda kelima. Terdapat beberapa pengertian kata Veda, yaitu satu; Catur Veda (Rg Veda, Yajur Veda, Sama Veda, Atharva Veda). Pengertian Veda yang lain adalah keseluruhan kitab-kitab literatur Veda, bukan hanya Catur Veda tetapi termasuk juga kitab-kitab Veda setelah itu, seperti Upanisad, Aranyaka, kitab-kitab Brahmana, Purana-purana, Itihasa, Sutra-sutra, sastrasastra, termasuk Dharma Sastra, Smrthi, semua kitab yang muncul belakangan dari Catur Veda tersebut termasuk Veda. Jadi ada dua pengertian, yang saat ini pengertiannya adalah keseluruhan literatur Veda, dan bukan hanya Catur Veda. Oleh karena Catur Veda itu adalah wahyu yang diterima oleh para maharesi, maka disebut sebagai Veda. Sedangkan yang lainnya seperti Smerti tidak termasuk dalam Veda, namun diberikan nama lain seperti Dharma Sastra. Sedangkan Bhagavad-Gita merupakan nyanyian langsung atau wahyu langsung dari bibir Tuhan Yang Maha Esa, maka disebutkan sebagai Veda kelima. Jadi BhagavadGita adalah Veda kelima atau Pancamo Veda. Membaca “sloka” Bhagavad-Gita, berarti mendendangkan sabda Tuhan sendiri dan getaran spiritual dari sloka-sloka suci BhagavadGita tersebut akan langsung merasuk serta membersihkan hati orang. Meskipun orang mengerti atau tidak, namun sloka tersebut adalah sabda Tuhan Yang Maha Esa. Tentu saja memang lebih baik jika orang membaca sloka beserta terjemahannya. Bagi yang memiliki waktu khusus, dianjurkan agar membacanya satu hari satu bab. Hal paling sederhana yang orang bisa lakukan (khususnya umat Hindu Dharma) adalah agar di rumahnya menyimpan Bhagavad-Gita dengan penuh rasa hormat bakti, bila perlu dibungkus dengan kain baru/
sukla, dan baca setiap hari satu sloka saja. Sederhana akan tetapi kemuliaan pasti ada di dalamnya. “Gita shastram idam punyam, Yah pathet prayatah puman, Vishnoh padam avapnoti bhaya-sokadi-varjitah.“ Bhagavad-Gita ini adalah kitab suci yang sangat suci. Orang-orang yang tekun membacanya setiap hari, dia akan mencapai Vishnupada, Vishnuloka dan dia akan terbebaskan dari bhaya atau kecemasan, ketakutan, soka
atau kesedihan dan kesengsaraan. Mengingat BhagavadGita merupakan kitab suci yang selain memberikan pengetahuan-pengetahuan mulia, Bhagavad-Gita juga memiliki daya penyucian yang luar biasa. Sudah saatnya umat sedharma memberikan perhatiannya dan di setiap rumah umat Hindu Dharma hendaknya ada Bhagavad-Gita, di-linggihkan atau dibaca setiap hari. (bns)
4
Minggu Paing, 26 Juni 2016
Memaknai Perayaan Saraswati
Sebagai Penerapan ’’Long Life Education’’ SETIAP Saniscara Umanis wuku Watugunung umat Hindu di Bali merayakan hari turunnya ilmu pengetahuan yang disebut Saraswati. Kata Saraswati berasal dari kata saras yang berarti sesuatu yang mengalir, percakapan atau kata-kata, dan kata wati berarti memiliki, jadi Saraswati berarti yang memiliki atau yang mempunyai sumber dari kata-kata (ilmu pengetahuan) atau sesuatu yang mengalir yaitu ilmu pengetahuan yang bersumber dari Dewi Saraswati. Dalam lontar di Bali Dewi Saraswati disebut Dewaning Pangewruh. Dalam dunia pendidikan hari Saraswati merupakan hari yang sangat penting, karena di hari ini Tuhan dipuja dalam wujud manifestasi sebagai Dewi Saraswati yaitu simbol dari ilmu pengetahuan yang suci. Pada hari Saraswati, Tuhan mengalirkan ilmu pengetahuan suci untuk melepaskan penderitaan umat manusia dalam wujud kebodohan (avidya) menuju pada kehidupan berpengetahuan (vidya). Dewi Saraswati Penguasa Ilmu Pengetahuan Tuhan dalam wujud Dewi Saraswati mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas. Ketidakterbatasan Beliau disimbolkan dengan tangan-Nya berjumlah empat. Tangan Beliau yang berjumlah empat dapat menjangkau empat penjuru mata angin. Maknanya adalah Dewi Saraswati mampu membina, mengawasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan suci kepada manusia dari segala arah tidak terbatas, karena memenuhi penjuru alam semesta ini. Keempat tangan Beliau memegang: 1) Kedua tangannya memegang Wina, yang merupakan alat musik (instrumental seni) memiliki makna bahwa Dewi Saraswati sebagai dewi seni mengatur keindahan dunia, alam semesta agar senantiasa sesuai dengan
irama kehidupan yang harmonis, seimbang dan selaras yang sesuai dengan hukum rta (hukum alam). 2) Tangan kirinya memegang Pustaka suci/keropak lontar, yang merupakan sumber dari ilmu pengetahuan, karena Dewi Saraswati menguasai semua ilmu pengetahuan. 3) Tangan kanannya memegang Japa mala/genitri, merupakan simbol dari ilmu pengetahuan yang tidak pernah habis atau tak terbatas dipelajari seperti ungkapan long life education yaitu menuntut ilmu atau belajar sepanjang hayat. Makna dari genitri juga menegaskan tentang Dewi Sarasawati dalam melaksanakan tugasnya penuh konsentrasi dengan menarik bulir-bulir biji genitri. Bulir biji genitri tersebut berjumlah 108, angka tersebut menunjukkan ketidakterbatasan yang berasal dari aangka 9 dikali angka 12. Angka 9 merupakan angka terbesar, tertinggi dan penuh keajaiban. Angka 9 dikali berapa tetap jumlahnya 9. Angka 12 mengacu kepada jumlah dewa-dewa atau wasu yang ada. Hal ini menggambarkan aspek ilmu pengetahuan tiada batas dan pencapaian kepada Sang Pencipta (Brahman) harus mempergunakan ilmu pengetahuan sebagai wahana. Dengan ilmu pengetahuan, maka manusia mampu memahami hakikat utama tentang Brahman
melalui jalan Jnana Marga. Begitu juga dalam mempelajari ilmu pengetahuan diperlukan suatu konsentrasi, agar ilmu yang dipelajari dapat meresap, dipahami dan mampu diaplikasikan dalam kehidupan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Wujud Penerapan Long Life Education Perayaan Saraswati dilaksanakan setiap 210 hari atau setiap 6 bulan sesuai dengan perhitungan kalender Hindu. Hal ini menegaskan bahwa perayaan Saraswati terus dilaksanakan dalam kehidupan sebagai simbol dari lahirnya pengetahuan suci. Pengetahuan ini terus mengalir dalam kehidupan manusia untuk menyadarkan dan membimbing manusia menuju pada peningkatan kualitas hidup. Artinya manusia diwajibkan dalam hidupnya terus belajar (long life education) dalam memahami, memaknai dan menata kehidupan menjadi lebih baik. Karena hanya manusia yang mau membelajarkan diri dari pengalaman hidup yang dialami, apakah itu suka maupun duka yang mampu bertahan dan mencapai tujuan yang diharapkan. Konsep belajar sepanjang hayat (long life education) tidak hanya dilakukan secara formal, tetapi
di semua tempat dan dengan siapa pun dapat belajar. Penerapannya dapat dilaksanakan secara formal di sekolah, informal di keluarga dan nonformal di masyarakat. Secara formal di sekolah melalui bimbingan guru dalam proses pembelajaran yang diatur secara sistematis. Secara informal melalui bimbingan, pola asuh dan pembinaan oleh orangtua sebagai pendidik yang pertama dan utama dalam lingkungan keluarga. Kegiatan belajar secara nonformal dilakukan dalam interaksi sosial di masyarakat, melalui pergaulan dalam komunitas sosial. Di samping itu belajar sepanjang hayat (long life education) dapat dimaknai bahwa belajar itu dapat dilakukan kepada guru (gurutah), belajar dari sumber-sumber pengetahuan yang terdapat dalam sastra (sastratah) dan belajar dapat dilakukan dari pengalaman hidup yang mampu menumbuhkan kesadaran dan pemahaman (swatah). Intinya adalah dari manusia baru lahir sampai dengan manusia meninggal diharapkan selalu belajar untuk memaknai kehidupan. Sehingga dalam perayaan Saraswati dapat dipahami bahwa ilmu pengetahuan itu sangat penting dan memiliki makna bagi kehidupan, maka dari itu manusia wajib terus belajar dan membelajarkan diri. Bila manusia selalu mengisi diri
dengan pengetahuan, maka mereka memiliki manfaat dan daya guna dalam hidup. Segala bentuk penderitaan yang dialami mampu diatasi dengan bekal ilmu pengetahuan. Dengan kata lain bahwa penderitaan dan kesengsaraan dalam hidup sesungguhnya bersumber dari ketidaktahuan dan ketidakberdayaan manusia dalam memahami, memaknai dan menjalani kehidupan akibat dari kurangnya sumber pengetahuan yang dimiliki. Maka dari itu perayaan Saraswati sesungguhnya menyadarkan kembali tentang hakikat pentingnya ilmu pengetahuan. Begitu juga manusia wajib bersyukur atas anugerah ilmu pengetahuan yang telah dilimpahkan serta mengalir dalam kehidupan untuk menghapus penderitaan yang paling menyengsarakan yaitu kebodohan (avidya) menuju pada cahaya kehidupan berpengetahuan (vidya) untuk mencapai kebahagiaan di dunia (jagadhita) dan mewujudkan kebahagiaan kekal abadi (moksa). Inilah sesungguhnya makna yang dapat diwujudkan dalam perayaan Saraswati sebagai penerapan konsep belajar sepanjang hayat (long life education) untuk menata dan mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik. zI Nyoman Agus Sudipta, Guru SMK Negeri 1 Abang, Karangasem, Bali
Napak Tilas Pendidikan NAPAK tilas pendidikan diwacanakan oleh Mendikbud Anies Baswedan dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional sekaligus menetapkan Mei sebagai bulan pendidikan berdasarkan surat edaran Nomor 19180/MPK.A/MS/2016 tertanggal 15 April 2016 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional. Di surat tersebut juga dicantumkan tema sentral Hari Pendidikan Nasional 2016: Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita, dengan empat subtema berbeda setiap minggu, yaitu: Kembali ke Sekolah, Ekspresi Merdeka, Anak adalah Bintang, dan Semua Murid, Semua Guru. Keempat subtema itu mewakili sejarah masa lalu yang mesti diikhlaskan, masa kini yang mesti disyukuri, dan masa depan yang mesti ditatap dengan optimis. Setidaknya ada tiga hal menarik dari gagasan Mendikbud itu. Pertama, rumusan tema yang keluar dari pakem pemerintahan sebelumnya, tetapi mengaktualisasikan semangat kerja Presiden Jokowi. Pada pemerintahan sebelumnya, tema-tema perayaan hari besar nasional selalu seragam dalam pilihan kata: Melalui Hari Pendidikan Nasional Kita Tingkatkan… dan seterusnya. Berbeda dengan pemerintahan Jokowi, tema Perayaan Hari Kemerdekaan ke-70 misalnya “Ayo Kerja”. Tema yang singkat dan mudah dipahami awam serta berisi ajakan bergerak untuk kerja, kerja, dan kerja sebagaimana Jokowi menamai kabinetnya. Simtom ke arah itu sudah divisualisasikan saat pelantikan Kabinet Jokowi pada 2014 melalui menterinya yang berlari menuju mimbar. Kedua, Mendikbud telah menambah label baru untuk bulan Mei karena pada 1995, Presiden Soeharto juga telah menetapkan Mei sebagai bulan Buku Nasional. Artinya, Mei menjadi inspirasi bagi para pemimpin untuk Indonesia lebih baik. Alasannya bisa dilacak secara historis, mulai dari Hardiknas (2 Mei), Hari Buku Nasional (17 Mei), dan Harkitnas (20 Mei). Ketiga hari bersejarah itu tidak dapat dilepaskan dari budaya literasi anak bangsa untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama dengan memerdekakan rakyatnya. Ketiga, Mendikbud menyadari bahwa pendidikanlah yang menyadarkan anak bangsa untuk bangkit dan maju bersama mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka. Tanpa pendidikan
mustahil Suwardi Suryaningrat melepaskan keningratannya untuk menemui rakyat membuka pintu kegelapan agar dapat keluar dari jebakan kolonial yang membodohi. Tanpa pendidikan mustahillah gerakan literasi bangsa diwujudkan hingga muncul kesadaran akan pentingnya Hari Buku Nasional. Tanpa pendidikan mustahil organisasi Budi Utomo berdiri sebagai cikal bakal Kebangkitan Nasional. Argumentasi Argumentasi itu rupanya menjadi pertimbangan untuk menetapkan Mei sebagai Bulan Pendidikan mulai 2016, dengan aneka kegiatan yang bervariasi setiap minggu. Aneka kegiatan setiap minggu selama bulan Mei dapat dimaknai sebagai jalan napak tilas pendidikan. Napak tilas diartikan sebagai berjalan kaki dengan menelusuri jalan yang pernah dilalui pejuang atau para wali (KBBI, 2002 : 1143). Dalam konteks kekinian, napak tilas tidak cukup dengan berjalan kaki secara fisik, tetapi juga secara batin mengapresiasi pemikiran para pejuang melalui penguatan literasi. Penguatan literasi juga telah diinisiasi mulai tahun pelajaran 2015/2016 melalui edaran menteri yang mewajibkan siswa membaca buku apa saja sesuai dengan minatnya selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Secara fisik, napak tilas pendidikan nasional dilaksanakan pada 19 Mei 2016 dalam acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan yang dipusatkan di Pendopo Taman Siswa Yogyakarta. Acara yang dihadiri Mendikbud Anies Baswedan itu diawali dengan nyekar ke Makam Pahlawan Nasional Ki Hadjar Dewantara di Tahunan Umbul Harjo, Yogyakarta. Selain itu, juga diadakan parade budaya bertajuk ‘’Dari Ningrat Merakyat’’ sebagai bentuk napak tilas perjuangan Ki Hadjar Dewantara dari Puro Pakualaman ke Pendopo Taman Siswa dengan 500 peserta (siswa, mahasiswa, dan umum). Pilihan menjadikan Makam Ki Hadjar Dewantara dan Pendopo Taman Siswa sebagai kiblat mengandung sejumlah makna penting. Pertama, Indonesia yang telah berusia lebih dari 70 tahun perlu kembali ke jalan pendidikan dan kebudayaan sebagaimana dititahkan Ki Hadjar Dewantara. Pendidikan baginya adalah jalan menuju kemerdekaan lahir batin (Baswedan, 2016:16). Jalan ini pula yang ditempuh Kemendikbud yang mengubah paradigma pendidikan ‘’berdaya saing’’ menjadi pendidikan ‘’mandiri dan berkepribadian’’
sesuai dengan program Nawacita Jokowi. Kedua, ungkapan yang disampaikan Mendikbud Anies Baswedan dalam acara orasi di Pendopo Taman Siswa menyiratkan penghormatan dan penghargaan yang mendalam terhadap gagasan Ki Hadjar Dewantara. ‘’Di sini terbaring seorang yang usia gagasannya melampaui usia raganya,’’ kata Anies Baswedan sesaat setelah nyekar dari makam Ki Hadjar Dewantara. Ditambahkan pula, ‘’Ki Hadjar adalah tokoh pendidikan bangsa dengan menunjukkan karakter yang melawan korupsi. Dia orang Indonesia yang bekerja untuk Indonesia, dengan cara Indonesia, dan tidak mengkhianati bangsa ini lahir bathin’’ (Kompas, 20/5/2016). Gagasan Ki Hadjar Dewantara ini berbanding terbalik dengan fakta real di lapangan pendidikan kini, yang banyak terdegradasi dengan beraneka modus, seperti korupsi, tindak kekerasan, bahkan guru yang menghamili siswanya. Bantuan Ketiga, menjelang seabad Taman Siswa, Mendikbud Anies Baswedan menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap perguruan/sekolah swasta, termasuk Perguruan Taman Siswa. Hal itu juga ditunjukkan dengan memberikan bantuan Unit Sekolah Baru pada sejumlah sekolah swasta sejak 2015, yang sebelumnya tidak pernah ada. Pada 2022, saat seabad Taman Siswa dapat menjadi rujukan Pendidikan Nasional Indonesia. ‘’Saat perayaan seabad berdirinya, Taman Siswa menjadi mercusuar pendidikan Indonesia,’’ kata Anies Baswedan. Pernyataan Anies ini mengingatkan kita pada tulisan Ki Hadjar Dewantara berjudul ‘’Als Ik Eens Nederlander Was’’ (Seandainya Aku Seorang Belanda) yang berisi kecaman terhadap kolonial Belanda yang seenaknya memperlakukan bangsa jajahannya, bahkan memeras bangsa jajahannya untuk membantu perayaan seabad kemerdekaan Belanda dari Prancis. Artinya, setelah seabad, Taman Siswa diproyeksikan mengalami kebangkitan dengan konsep berdikari plus pijakan teori Trikon-nya (Konsentris, Konvergensi, dan Kontinuitas). Konsentris untuk menyatukan perbedaan, Konvergensi untuk memadukan budaya asing dan budaya sendiri yang positif, dan kontinuitas untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai Taman Siswa. Secara batin, napak tilas pendidikan selama bulan pendidikan 2016 diisi dengan seminar
kebangsaan, peluncuran buku, lomba esai, karikatur, dan desain grafis. Kegiatan ini lebih difokuskan pada menggali pemikiran Ki Hadjar Dewantara untuk dikontekstualkan dan diaktualisasikan dalam jagat pendidikan dan kebudayaan Indonesia kini. Kegiatan yang bersifat akademik ini cenderung sepi sunyi kecuali pada saat penyerahan hadiah dengan tepuk tangan para peserta dan undangan yang mencapai 1.000 orang. Meski demikian, napak tilas pendidikan ini harus dilihat sebagai wujud perhatian pemerintah untuk melibatkan semua pihak
dalam mengisi bulan pendidikan. ‘’Pendidikan itu milik kita bersama, tanggung jawab bersama, sehingga keterlibatan seluruh masyarakat untuk peduli pada pendidikan adalah sebuah keniscayaan,’’ demikian Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi sebagaimana ditulis dalam Buletin Bulan Pendidikan dan Kebudayaan (2 Mei 2016). Inilah cara pemerintah melalui Kemendikbud mengajak masyarakat melunasi janji kemerdekaan. z I Nyoman Tingkat
PENDIDIKAN - Secara batin, napak tilas pendidikan selama Bulan Pendidikan 2016 diisi dengan seminar kebangsaan, peluncuran buku, lomba esai, karikatur, dan desain grafis. Kegiatan ini lebih difokuskan pada menggali pemikiran Ki Hadjar Dewantara untuk dikontekstualkan dan diaktualisasikan dalam jagat pendidikan dan kebudayaan Indonesia kini. Kegiatan yang bersifat akademik ini cenderung sepi sunyi kecuali pada saat penyerahan hadiah dengan tepuk tangan para peserta dan undangan yang mencapai 1.000 orang.
Tetap Fit di Bulan Puasa Menikmati kedamaian selama bulan puasa marilah kita tetap menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan latihan peregangan ringan dengan posisi bersimpuh. Dengan gerakan yang sederhana tanpa menggunakan musik sekalipun maka hasilnya dapat dirasakan. Gerakan yang bermanfaat untuk otot paha, lengan, kaki dan punggung ini dapat dilakukan setiap pagi sebelum berangkat beraktivitas. Baiklah ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Maria Jeni dari Lala Studio.
RUBRIK “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. 1 : Posisi bersimpuh dengan kedua kaki dibuka sedikit dan kedua lengan lurus depan dada. Turunkan badan sedikit dan tahan 1x8 hitungan (pantat tidak menyentuh tungkai) lalu tegakkan kembali dan ulangi beberapa kali.
Gb. 2 :Tetaplah bersimpuh dengan lengan kanan di pinggang, sedangkan lengan kiri di atas. Condongkan badan ke arah kanan hingga terasa tarikan pinggang kiri lalu tegakkan dan condongkan badan ke arah kiri serta ulangi beberapa kali.
Gb. 3 : Posisi duduk dengan kaki kiri lurus dan kaki kanan ditekuk ke belakang dan pantat bertumpu pada kaki kanan. Kedua lengan lurus depan dada saling berkaitan. Condongkan badan ke depan lalu tegakkan dan ulangi beberapa kali, setelah itu lakukan pada arah kebalikan.
Dengan gerakan yang sederhana namun besar manfaatnya maka tubuh jadi fit dan salam bugar dari LALA STUDIO.
Gb. 4 : Dengan posisi bersimpuh kedua lengan lurus ke belakang dan jari-jari telapak saling berkaitan. Dorong badan ke depan lalu tegakkan dan ulangi beberapa kali.
Kupon
5
Minggu Paing, 26 Juni 2016
Resensi Buku
Suci
CERPEN
Oleh IBW Widiasa Keniten
Rahasia Keindahan Pura Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Mengenal Pura Sad Kahyangan : Tim BP : Pustaka Bali Post : 2012 : 270 halaman
KEINDAHAN Pura-pura di Bali ternyata tidak sekadar indah dipandang tetapi memiliki kedalaman spiritual yang tentu bisa digali terus-menerus. Buku ini ditulis oleh tim wartawan Bali Post untuk lebih detail memperkenalkan beragam pura yang ada di Bali. Buku ini juga memuat sejarah pura, baik Sad Kahyangan maupun Dang Kahyangan. Lebih dari 50 pura termuat dalam buku ini. Materinya diambil dari hasil penelitian, baik dari lembaga pemerintah maupun lembaga pendidikan swasta serta reportase wartawan Bali Post yang sudah dipublikasikan. Buku ini tidak hanya menyuguhkan informasi keberadaan sebuah pura, namun juga menyajikan sepintas sejarah leluhur yang membangun pura tersebut. Buku yang menarik jadi koleksi bagi masyarakat Bali, juga bagi masyarakat di luar Bali, untuk memahami pura di Bali. (osi)
Bahasa Unik Mardi Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Teras Mardi : Mardi Luhung : Elmatera : 2015 : 63halaman
BANYAK penyair di Indonesia berusaha membuat bahasa memiliki ciri-ciri yang khas. Indah, teratur dan tertata rapi. Salah satu penyair yang berusaha merusak tatanan itu adalah Mardi Luhung. Mardi Luhung lahir dan tumbuh dia Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejak duduk di SMP, dia sudah menulis puisi. Ia memiliki bahasa ungkap cukup unik dalam puisi-puisinya, dan kerap bersentuhan dengan sastra wacan, semacam tradisi sastra macapatan pesisiran khas Gresik, Jawa Timur. Puisinya khas suara-suara pesisir yang berbicara secara terbuka, dan langsung apa adanya dengan menyemburkan diksi maupun imaji yang cenderung dihindari oleh mainstream perpuisian di tanah air karena dianggap kasar atau jorok. Ia dengan santai, menulis ‘’tukang jagal’’, ‘’kelamin yang dikerat’’, ‘’mayat gembong’’ dan ‘’kencing’’ serta sederet ungkapan khas lainnya dengan logikanya sendiri, yang mampu membentangkan panorama kehidupan sosial pesisir yang keras. Sebagai penyair, Mardi Luhung tak henti memperluas dirinya sampai ke tapal-batas terjauh, bahkan hingga ke yang mustahil. (osi)
LUH SUCI diragukan kesuciannya. Ia sudah berulang-ulang mengatakan pada suaminya bahwa dirinya benarbenar masih suci saat menikah. Tapi, suaminya tak mau percaya. Luh Suci dikatakan gadis yang suka mengumbar cinta. Perempuan yang berlaku seperti kalong. Perempuan yang tidak bisa menjaga diri. Segala atribut kurang sedap diperoleh dari suaminya. Tak ada kata yang menyejukkan melintas di hatinya. Pernikahan yang indah dulu hanyalah sebuah mimpi saja. Tidak seindah yang direncanakannya. Bara api kebencian mulai membara. Api kecurigaan telah terpantik. Ia akan membakar sendisendi hidup sebuah rumah tangga. Ia memang bekerja di sebuah hotel berbintang. Ia biasa pulang malam. Jika tidak menepati waktu kerja berarti PHK sudah siap menghadangnya. Ia tak sempat lagi mengabdikan dirinya di desanya. Jangankan bisa belajar mewarga sari, satu pun budaya leluhurnya tidak sempat ia lanjutkan. Ia sibuk mengurusi dirinya. Sibuk mengurusi kariernya. Jika tidak seperti itu, ia tidak bisa mengikuti gerak kemajuan. Ia akan menjadi pecundang di daerahnya sendiri. Ia tidak mau disebutkan perempuan yang hanya bisa menunggu waktu saja. Ia manfaatkan setiap peluang termasuk bekerja di sektor pariwisata. Perlahan kariernya menanjak. Tentu rasa iri pastilah akan ada dalam setiap persaingan, tapi baginya, persaingan itu adalah wajar-wajar saja selama ia berjalan dalam koridor yang sehat. Ia tidak mau menggunakan kedekatan hubungannya dengan manajernya. Keprofesionalan itu lebih utama. Kulitnya yang putih mirip seperti orang-orang mongol. Pernah ia dikatakan keturunan Cina, tapi matanya yang bulat tidak mencirikannya. Ia senyumsenyum saja saat dikatakan seperti itu. “Mungkin leluhurku ada yang menikah dengan gadis Mongol,” bisiknya saat orang-orang memujinya. Sebagai perempuan, sudah sewajarnya mengaharapkan seorang pendamping. Di hatinya, ia berharap agar laki-laki yang akan mendampinginya nanti laki-laki yang penuh pengertian. Laki-laki yang bisa memaklumi pekerjaannya di sektor pariwisata. Doa-doanya tampaknya dikabulkan. Seorang laki-laki singgah di hatinya. Luh Suci menyambut cintanya lebih-lebih setelah disampaikan bahwa bekerja di sektor pariwisata akan berbeda dengan sektor-sektor lainnya. Waktu kerjanya bisa sampai malam bahkan bisa sampai pagi. Laki-laki itu bisa memakluminya. Keduanya sepakat akan menyatukan tali kasihnya. Pernikahan berjalan lancar. Undangan beragam datang. Tamu-tamu mengucapkan selamat pada sang pengantin. Luh Suci merasakan dirinya sebagai ratu sehari. Segala keperluannya ada yang melayaninya. Ia duduk berpasangan dengan payasan agung. Kecantikan dan kegagahan pilihan hatinya tampak memancar. Decak kagum datang silih berganti. Malam pertama, laki-laki itu ingin membuktikan kesucian Luh Suci. Dengan keyakinan penuh, Luh Suci menyatakan bahwa dirinya benar-benar masih suci. Tapi, laki-laki yang tidur di sampingnya tak percaya lagi. “Kau sudah tidak suci lagi. Namamu tak seindah dengan kelakuanmu. Apa buktinya kau suci?” Pertengkaran mengawali malam pertamanya. Keceriaan dan kebahagiaan tadi siang berganti menjadi kekisruhan. Malam pertama tidak berakhir menyenangkan. “Baru saja kita menikah. Beli sudah mencurigai diri tiang tidak suci. Jika Beli tidak percaya lagi dengan kesucian tiang, tiang berani me-dewa saksi. Gimana Beli? Beli berani me-dewa saksi? Agar ada kepastian siapa yang benar dan siapa yang salah. Besok kita menghadap
pada sulinggih, kita utarakan maksud kita. Biar orang-orang tahu. Siapa yang benar di antara kita.” Laki-laki itu terdiam. Hatinya ciut. Ia tak menduga perempuan yang dinikahinya itu berani seperti itu. Laki-laki itu pernah membaca pada sebuah tulisan mengenai me-dewa saksi. Sulinggih akan mengucapkan puja-puja pada Dewa Agni yang berisi dampak bagi penuduh maupun tertuduh. Jika benar, maka pelakunya akan menerima dampaknya. Jika tidak, yang mencurigai menanggung risikonya. “Gimana Beli? Besok, kita menghadap sulinggih.” “Apa harus dengan me-dewa saksi Luh?” “Habis tidak ada yang lebih berarti ini. Beli sudah mencurigai diri tiang. Beli sudah tidak lagi menghargai diri tiang sebagai seorang perempuan. Mulut Beli telah menodai pernikahan kita. Percuma saja kita bersatu kalau di dalamnya hanya ada saling mencurigai. Jika Beli sudah tidak percaya lagi pada tiang, tiang siap menjadi janda muda. Silakan Beli mencari perempuan lain.” Laki-laki itu semakin ciut nyalinya. Ternyata perempuan yang dikiranya lembut itu memiliki keberanian yang luar biasa di dalam dirinya. Ia berusaha meredam kemarahan istrinya. Ia berusaha mengalihkan perselisihannya malam pertama itu dengan membicarakan masa depannya. Akan tetapi, istrinya tidak bisa terima. Ia tetap tidak bisa terima dengan kecurigaan suaminya. Harga dirinya terasa dicabik-cabik. Ia perempuan modern yang tetap berpegang teguh pada kesucian. Ia ingat pesan ibunya agar tetap merawat kesuciannya. “Tidak ada yang lebih utama dari suci, anakku. Jika kau mengumbar kesucian itu, hidupmu akan tercemar. Nama dirimu akan tercemar. Nama keluarga akan tercemar. Hidup di jalan kesucian amatlah utama. Jangan nodai kesucian hanya untuk kepuasan sesaat. Nafsu tidak ada batasnya. Nafsu itu ibaratnya
api. Jika dituangi minyak keinginan, akan semakin berkobar-kobar. Apinya akan membakar segala kesadaranmu.” Luh Suci hanya bisa terdiam saat ibunya berkata seperti itu. Ia tidak terlalu paham akan perkataan ibunya. Setelah bekerja di sektor pariwisata, barulah ia menyadari perkataan ibunya. Temanteman dengan bangganya menceritakan dirinya sering diajak keluar kota dengan laki-laki yang bukan pasangan hidupnya. Luh Suci tak ingin menjadi perempuan yang dipandangnya sebelah hati. Ia ingin laki-laki yang mendampingi hidupnya sepenuhnya mempercayai dirinya. Akan tetapi, harapan-harapan itu hanya ada dalam angan-angan belaka. Usaha menjaga kesuciannya menjadi sia-sia. Ia tak mendapatkan penghargaan dari suaminya. Malam pertama tidak berjalan menyenangkan. Luh Suci tidak seceria saat pernikahan. Mertuanya merasakan ada yang tidak beres. “Luh gimana hari ini?” Ia tidak menjawab. Wajahnya cemberut. Ada kekecewaan terbersit di wajahnya. Ia ke kamar mandi. Ia guyur tubuhnya dengan air. Air matanya hanyut bersama air yang membasahi tubuhnya. “Dewi Gangga bersihkan hati dan jiwa hamba dengan air ini.” Luh Suci tiada henti-hentinya memohon anugerah. “Air ini simbol dari kesucian-Mu. Berikanlah keberanian dalam hidup hambamu. Aku telah dihinakan oleh laki-laki yang aku sendiri tidak tahu, apakah ia juga masih perjaka? Apakah artinya sebuah rumah tangga jika hanya diselimuti dengan kecurigaan. Rumah tangga akan terasa hambar. Ia hanya enak dilihat di luar saja. Di dalamnya tersimpan beragam kecurigaan. Hamba tidak bisa hidup dalam kecurigaan, Dewi. Maafkan hamba, Dewi Gangga, telah mengganggu ketenangan-Mu.” “Mau ke mana Luh?” “Tiang mau ke geria.” “Maksudmu, Luh?” “Tiang mau memohon agar dibuat-
kan upacara Dewa Saksi.” “Dewa Saksi? Kau mau melakukan apa, anakku?” “Me-dewa saksi. Tiang mau bersaksi mengenai kesucian tiang.” “Bukankah baru kemarin kau bersama suamimu berjanji untuk setia.” “Benar, Bu. Tapi, kemarin malam, ia telah berani memandangku sebagai perempuan hina. Kesucian tiang dipertanyakan. Kesetiaan tiang dipertanyakan. Dibandingkan hidup tiang tak seindah yang diharapkan lebih baik tiang buktikan dengan me-dewa saksi. Biarlah Dewa Agni yang menjadi saksi jalan hidup tiang.” Mertuanya gelagapan. “Kenapa ini bisa terjadi?” bisiknya. “Mengapa anaknya begitu tega mencurigai istrinya. Apakah ia sudah lupa bahwa kemarahan perempuan bisa menghancurkan segalanya.” Ia datangi anaknya. Anaknya telah pergi. Katanya baru saja keluar. “Mengapa anaknya tidak bisa bertindak dewasa. Usia ternyata belum menjadi ukuran sebuah kedewasaan seseorang.” “Tiang pamit, Bu. Tidak ada lagi kebahagiaan di rumah ini. Percuma saja tiang menikah kemarin. Tidak ada yang indah tiang rasakan. Kebencian telah mengawali perjalanan hidup tiang. Dibandingkan berlamalama hidup untuk saling mencurigai lebih baik tiang pisah saja.” “Pisah? Tidak boleh anakku. Ini hanya salah pengertian saja. Baiklah jika Luh mau ke geria, ibu antar. Semoga ada jalan yang kita terima.” Keduanya ke geria. Ia utarakan keinginannya untuk me-dewa saksi. Sulinggih itu diam sejenak. Hatinya bertanya-tanya, “Kenapa kecurigaan sudah menjalar dalam hidup sebuah keluarga? Jika hidup disertai dengan kecurigaan, tidak akan ada ketenangan di dalamnya.” “Gimana Ratu?” “Tiang bisa saja melakukan tugas itu. Tapi, dampaknya tidak hanya berhenti sampai di sini. Setelah me-dewa saksi dilaksanakan, pelakunya harus berani menanggung beban. Tiang sarankan jauhkan dari keputusan medewa saksi. Bangunlah rumah tangga dengan keyakinan dan rasa saling mengasihi, saling menghormati, dan saling menjaga diri masing-masing. “Gimana Luh? Jadi me-dewa saksi?” “Jadi Bu. Tiang tidak mau kesucian tiang dicurigai. Hidup tiang tidak bisa diajak main-main. Kesucian bagi tiang lebih utama dibandingkan dengan yang lainnya. Ini pesan dari ibu tiang sejak menginjak remaja. Tiang telah susah payah menjaga kesucian. Justru laki-laki yang semestinya menjaga diri tiang mencurigainya.” “Baiklah. Jika keinginan Luh tidak bisa diubah. Lusa ibu akan buatkan banten.” “Ratu lagi dua hari tiang mohon Ratu bersedia menghanturkan upakara kami.” Mertuanya merasa kalah. Anaknya telah mempermalukan seorang perempuan. Ia merasa gagal sebagai orangtua. Laki-laki pewaris di rumah itu telah menorehkan belati di dadanya. Sebagai ibu dan sebagai perempuan, ia merasa malu, anaknya tega menistakan seorang perempuan suci. Secara tidak langsung, anaknya telah menampar dirinya sebagai seorang perempuan. Air matanya tiada henti menetes. Sulinggih mengucakan mantra. Angin kencang tiba-tiba datang. Bara api yang dijadikan saksi itu diterbangkan, jatuh tepat di atas bubungan atap rumahnya. Orang-orang di dekat rumahnya berteriak. “Kebakaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan.” Pengantin baru itu terperanjat. Api membesar dan terus membesar.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Khamidi
Adi Wiryadarma
W.G. Sumarta K. Ngurah
Afrizal
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn: Peruntungan: Persoalan rumit akan dapat terselesaikan di minggu ini karena bintang Anda lagi mujur-mujurnya, sehingga selalu ada saja jalan untuk meraihnya. Walaupun segalanya sudah kelihatan tenang ada baiknya jika tetap waspada dan teliti. Karier: Jangan sembrono karena keberhasilan yang sudah di depan mata bisa hancur berantakan. Kesehatan: Selama pikiran Anda selalu diliputi ketegangan dan kecemasan, maka jangan diharap kesehatan Anda bisa terjamin 100 persen. Keuangan: Jangan terlalu berambisi dan kurang memikirkan masa depan, ingatlah bahwa kesulitan dan kebutuhan tidak berlaku untuk saat ini saja melainkan juga di waktu yang akan datang. Asmara: Kenangan manis itu tiba-tiba muncul kembali dan ini merupakan cobaan untuk Anda, namun jangan sampai terhanyut. Aquarius: Peruntungan: Hindari membuat keputusan penting di minggu ini, karena banyak kejadian yang tak terduga yang cukup merepotkan, sehingga waspadalah, jangan sembrono apalagi meremehkan persoalan yang ada. Karier: Jangan dianggap remeh perintah atasan jika tidak ingin ada gangguan dalam karier Anda. Kesehatan: Hadapilah hidup ini dengan proporsional, tak perlu melebih-lebihkan karena hanya dengan menjaga keseimbangan maka kesehatan badan tetap selalu bisa terjaga dengan sendirinya. Keuangan: Pertahankan situasi yang stabil ini dengan tetap rajin melakukan inovasi dan kreasi baru. Asmara: Tidak ada kata menyerah sebelum meruntuhkan hatinya yang keras bagaikan batu itu. Pisces: Peruntungan: Usahakan untuk tidak asal bicara tanpa dipikir panjang dulu, karena bisa berdampak luas jika ada orang yang sampai tersinggung dengan ucapan Anda. Ingatlah bahwa suasana di sekeliling Anda saat ini lagi panas, sehingga perlu untuk menghindari segala bentuk konfrontasi. Karier: Siramlah selalu hati Anda dengan kesabaran dan doa, karena hanya dengan itulah maka karier Anda akan tetap dapat selamat. Kesehatan: Kebersihan makanan yang tampaknya harus lebih diperhatikan jika lagi jajan makanan di luar, jangan hanya menuruti selera saja. Keuangan: Pemasukan di minggu ini masih tinggi sehingga anda bisa bernapas lega. Asmara: Berlakulah seperti biasanya, tidak perlu over acting, karena itu akan memicu pertengkaran saja. Aries: Peruntungan: Usahakan untuk konsisten dengan pendapat sendiri, akan tetapi tidak ada salahnya jika mendengarkan pendapat orang, siapa tahu itu justru akan mendatangkan keuntungan buat Anda. Karier: Di minggu ini perlu dipikirkan tentang hubungan dengan partner kerja yang kurang harmonis, sehingga bisa ditemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya sehingga bisa kembali enjoy dalam bekerja. Kesehatan: Tidak ada salahnya jika Anda mencari udara yang lebih segar dan tenang untuk meredakan pikiran Anda yang tampak tegang sekali. Keuangan: Masih sulit untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pemborosan. Asmara: Masih penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan, pertahankan terutama emosi harus tetap dijaga. Taurus: Peruntungan: Suasana di minggu ini cukup menggairahkan maka dari itu pandai-pandailah memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, jangan sampai anda sia-siakan sehingga terbuang percuma. Apalagi usaha yang Anda rintis selama ini kini mulai membuahkan hasilnya. Karier: Perlu konsentrasi tinggi untuk mempertahankan dan mengembangkannya segala ide dan rencana supaya menjadi lebih baik. Kesehatan: Aktivitas yang menguras tenaga sebaiknya bisa diimbangi dengan istirahat yang cukup. Keuangan: Tetaplah berhemat sekalipun pemasukan tampak lancar dan ada peningkatan. Asmara: Tak perlu emosi bila melihat segala hal yagn menjengkelkan, tersenyum sajalah. Gemini: Peruntungan: Di minggu ini mengalah saja, sebab sengotot dan sengoyo apa pun usaha Anda, tetap tidak akan menang. Biarkan ini semua berjalan sewajarnya tanpa ada campur tangan yang nantinya malah membuat rugi diri sendiri. Karier: Dengan kesabaran maka segalanya akan dapat berjalan lancar dan tenang. Kesehatan: Agak batuk dan pilek, untuk itu coba dihindari minuman dingin. Keuangan: Pemborosan yang perlu diwaspadai di minggu ini agar keuangan bisa tetap stabil. Asmara: Hindari pikiran seperti anak kecil yang cepat marah bila ada yang tidak sesuai di hati. Cancer: Peruntungan: Kalau memang harus mengulang dari nol tidak jadi masalah. Daripada Anda bingung dan tidak bisa berbuat apa-apa. Anggap saja ini sebagai permulaan yang akan membawa kepada pintu kemenangan. Karier: Kejadian yang lalu biarkan berlalu, sekarang ini hadapi yang sudah berada di depan mata. Kesehatan: Kondisi badan yang lagi menurun di minggu ini akan memengaruhi gairah dan motivasi kerja menjadi berkurang. Keuangan: Bersabarlah tak perlu terlalu memaksakan diri, kondisikan dulu dengan keuangan Anda. Asmara: Buatlah suasana untuk lebih menyenangkan dan penuh canda tawa. L e o: Peruntungan: Jangan biarkan masalah yang ruwet terbengkalai begitu saja, harus segera diambil langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan semua itu. Perhitungkan dengan benar masalah untung dan ruginya. Karier: Tidak perlu malu ataupun gengsi untuk mengatakan masalah yang sebenarnya. Kesehatan: Anjuran dokter sebaiknya benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan, agar kondisi badan tetap selalu sehat. Keuangan: Pemasukan masih seret untuk itu tetaplah berhemat. Asmara: Yang rileks saja dalam menghadapinya, tidak perlu tegang seperti itu. Virgo: Peruntungan: Bintang suram rupanya menghantui perjalanan Virgo di minggu ini sehingga segalanya tidak bisa dipaksakan dan jika mau sabar dan banyak mengalah maka akan selamat dan rencananya masih bisa diharapkan berhasil sekalipun bukan minggu ini namun tanda-tanda kesuksesan sudahlah nampak. Karier: Jangan sampai kehabisan ide untuk itu galilah sebanyak mungkin dari alam pikiran Anda. Kesehatan: Kondisi badan juga tampak cukup segar dan bertenaga, sehingga dalam beraktivitas tidak sampai mengalami gangguan. Keuangan: Jangan main hantam karena itu akan memusingkan Anda nantinya. Asmara: Jika bintang suram sedang melanda lebih baik banyak senyum menghilangkan emosinya serta pandai-pandai mengambil hatinya agar suasana tetap harmonis. Libra: Peruntungan: Minggu ini segalanya sudah berubah dan setidaktidaknya awan gelap telah pergi berlalu dan berganti sinar terang yang benderang oleh sebab itu jangan lewatkan begitu saja kesempatan baik ini. Karier: Maju terus dengan penuh keyakinan dan jangan mundur sebelum tempur. Kesehatan: Kecemasan yang terlalu berlebihan hanya akan membikin makan dan tidur menjadi tidak normal dan tidak teratur. Keuangan: Mulai stabil dan normal kembali, jika ada keinginan bisa tercukupi saat ini karena pemasukan cukup tinggi. Asmara: Suasana minggu ini menyenangkan dan upayakan tetap happy dengan cara tidak terlalu banyak ngatur dan berusaha selalu menghargai pendapatnya. Scorpio: Peruntungan: Minggu ini akan mendapat kegembiraan hati terutama di sektor keuangan, untuk itu jangan lupa sujud syukur agar semakin besar rezekinya. Rencana perjalanan jauh jika dilaksanakan minggu ini hasilnya lumayan dan pergi menagih pun akan mendapat hasil yang menyenangkan. Karier: Semua lagi menyoroti diri Anda, untuk itu tak perlu salah tingkah. Biasa-biasa saja dan hindari membuat kesalahan sekecil apa pun. Kesehatan: Tetaplah disiplin dalam menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. Keuangan: Tak perlu cemas, karena pemasukan cukup lancar dan menjanjikan. Asmara: Pucuk asmara ulam tiba, demikianlah suasana minggu ini yang akan dialami dan semuanya ini datang dengan tiba-tiba. Sagitarius: Peruntungan: Peluang yang terbuka lebar di minggu ini sebaiknya jangan sampai disia-siakan, maka dari itu semangat jangan sampai mengendur karena pikiran kosong. Maju terus dengan tenang dan yakin. Karier: Masalah bersumber dari diri Anda sendiri yang kurang yakin dengan kemampuan diri sendiri. Kesehatan: Harus bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan itu, jangan biarkan pikiran kalut dan emosi mangacaukan segalanya. Keuangan: Jangan takut untuk bertindak tegas jika memang ada kebocoran walaupun hal itu cukup banyak menimbulkan pertentangan. Diasuh Oleh Asmara: Semua orang pasti ada kelebihan Putri Wong Kam Fu dan kelemahannya, jadi tidak etislah jika Berlaku Anda membanding-bandingkan dengan 26 Juni - 4 Juli 2016 yang dulu dihadapannya.
Minggu Paing, 26 Juni 2016
WEDA WAKYA
Berguru pada Buah Manggis Samvo mana si sa vrata Sam akutir namamasi Ami ye vivrata sthana Tan vah sam namayamasi (Atharva Veda 3.8.5) ‘’AKU menyatukan pikiranpikiranmu, tindakan-tindakanmu, dan gagasan-gagasanmu.Kami mengantarkan para pelaku kejahatan menuju jalan yang benar.’’ Kitab-kitab suci tanpa lelah memberikan wanti-wanti agar insan-insan manusia berusaha sebisanya menjaga kebersamaan dan keselarasan dalam kata, pikiran dan perbuatan. Kitab suci Atharva Veda 2.30.4 pun menegaskan hal yang sama, agar menjaga apa yang ada di dalam itulah di luar, yang ada di luar, itulah di dalam (yad antara tad bahya yad bahyam tad antaram, kanyanam visvarupanam mano grbhayausadhe). Mereka yang ingin memasuki hidup yang indah berbahagia bagi dirinya dan juga bagi yang lain, maka mereka hendaknya mengusahakan agar terjadi kesamaan atau keserasian antara pikiran, kata, dan perbuatannya. Itulah yang akan mengantarkan orang pada hidup yang indah berbahagia, dan itulah sesungguhnya inti sari dari praktik-praktik keagamaan dan spiritual. Hanya karena kita lebih banyak “tertipu” oleh kata-kata berbunga serta tawaran-tawaran hasil dari praktik-praktik agama-spiritual, akhirnya kita ‘’kehilangan’’ inti sari dari praktik-praktik agama-spiritual tersebut. Itu pula menjadi salah satu tujuan utama dari pelaksanaan sembahyang, upacara-upacara atau persembahan-persembahan yajña, pertapaan, puasa, dan yoga yang dilakukan. Melalui praktik agama-spiritualnya, orang hendaknya terbentuk ke arah keselarasan pikiran, kata, dan perbuatan tersebut. Di antara gegap-gempita gadget yang oleh banyak orangtua masa kini sudah dikenalkan sejak balita, kadang ada sisi-sisi yang terlupakan yaitu bercerita tentang hal sederhana di sekitar untuk anak-anak kita terutama yang memasuki masa tumbuh kembang. Nasihat dalam bentuk cerita adalah hal yang dulu sering kita dengar dari orangtua kita dalam menyampaikan ajaran-ajaran moral dan budi pekerti dengan mengumpamakan sesuatu yang berasal dari alam. Cerita tentang kejujuran
Redaktur Khusus WEDA
WAKYA Darmayasa dari alam saya sampaikan kembali kepada rombongan praktisi spiritual dari Italia yang sedang berkunjung ke Parama Dhama pada Jumat (11/3/2016). Mereka berjumlah 9 orang yang kedatangannya ke Bali dan tinggal selama hampir sebulan itu untuk belajar, serta ‘’menikmati spiritual’’ Bali, begitu mereka mengistilahkannya. Puas mengunjungi beberapa tempat suci, menikmati keramahan Bali, mempelajari beberapa teknik spiritual Bali, akhirnya ketika di Ashram Parama Dhama mereka kami sajikan makanan khas Bali, mulai dari aneka kue tradisional Bali hingga lawar dan sate. Tentunya semua yang kami sajikan ini adalah vegetarian murni. Terakhir kami sajikan buah salak dan manggis. Buah tropis yang kebetulan saat itu lagi musimnya. Mereka semua pada kaget dengan mata terbelalak karena tidak pernah melihat dan mencicipi kedua jenis buah tersebut. Saya perkenalkan pada mereka, ‘’this is called salak. Westerners use to called it snack-skin fruit.’’ Mereka lalu menanyakan, kenapa mendapat sebutan seperti itu? Karena kulitnya seperti kulit ular. Dan mereka pun barengan berkata, ‘’oooohhh’’ panjang sambil tersenyum. Lanjut saya mengambil buah manggis. ‘’This fruit is called manggis, but we use tocalled it honest fruit.’’ Kembali mereka bertanya serempak, ‘’Kenapa…?’’ Akhirnya saya tunjukkan bagian ‘’pantat’’ dari manggis. Saya minta Mr. Jose – yang menjadi pimpinan rombongan - untuk mengambil manggis dari tangan saya. ‘’Coba Anda hitung kelopak yang membentuk bunga di bagian ‘’pantat’’ buah itu. Dia pun menghitung. ‘’1, 2, 3…7,’’ katanya. Setelah selesai menghitung, saya ambil manggis itu dari tangan Jose, lalu saya mengatakan perlu sifat humble alias tunduk hati, untuk membuka si buah jujur ini. Kembali mereka penasaran dengan buah warna cokelat tua kehitaman ini. Di Bali, jika orang bercakap-cakap dan menunjukkan sikap tunduk hatinya, maka tangan mereka akan
tercakup pada posisi empat jari berada saling bertumpu pada sisi jari telunjuk, sedangkan kedua ibu jari saling bersilangan sebagai pengunci. Dan buah manggis itu diselipkan dalam genggaman dua tangan, lantas ditekan sekuatnya, hingga kulitnya terbelah. Saya katakan hal itu sambil mempraktikkan cara membuka manggis. Tanpa ketundukan hati, jangan pernah bermimpi kita bisa memasuki alam kejujuran. Dan tanpa kejujuran jangan pernah bertemu Tuhan. Setelah terbelah, manggis saya berikan kepada Jose dan minta menghitung isinya. Dia mendapatkan angka 7 seperti didapatkan kelopak di ‘’pantat’’ manggis. Itulah buah jujur. Berapa di luar, sejumlah itu dia di dalam. Tak hanya jumlah, bila di kelopak bagian pantat itu ada warna kuning, maka di dalamnya buah itu pun ada warna kuning pula. Apa yang ditampilkan di luar, sama dengan yang di bagian dalamnya. Semoga bisa menjadi inspirasi orangtua dalam membagikan nilai-nilai luhur dengan cara sederhana kepada putra-putri tercinta. Maharesi Canakya dalam karya Niti Sastra-nya menyebutkan perbedaan antara orang-orang jahat dan orang-orang bijaksana. Tentu saja orang-orang yang ingin menjauhkan dirinya dari segala kejatuhan hidupnya, mereka akan mengusahakan untuk mengikuti jejak-jejak pilihan orang-orang bijaksana. Resi Canakya menyebutkan bahwa ciri-ciri orang jahat adalah pikirannya lain, kata-katanya lain, dan perbuatannya pun lain. Sedangkan ciri orang bijaksana adalah perbuatan, perkataan, dan pikirannya satu adanya (manasyanyad vacasanyat karmanyanyad duratmanam manasyeka vacasyeka karmanyeka mahatmanam). Kitab-kitab Upanisad tidak hanya mengajarkan ajaran-ajaran rahasia spiritual melainkan juga penjagaan moral spiritual yang baik. Ditegaskan bahwa orang-orang yang menginginkan segala kemuliaan hidup hendaknya mengusahakan untuk menjaga apa yang dipikirkan, itu yang dikatakan, apa yang dikatakan, itu yang dilakukan (yad manasa dhyayatitad vaca vadati yad vaca vadati tat karmana karoti). Leluhur kita tidak hentihentinya memberikan wejangan dan wanti-wanti dalam mengusahakan pretisantana-nya atau keturunannya agar menjaga dirinya dalam jalan dharma, khususnya penjagaan sepuluh
hal yang dinamakan karmapatha, pengendalian hawa nafsu, sepuluh banyaknya yang patut dilaksanakan; gerak pikiran tiga banyaknya, ucapan/perkataan empat (4) jumlahnya, gerak tindakan/laksana tiga (3) banyaknya. Jadi sepuluh (10) jumlahnya perbuatan yang timbul dari gerakan badan, perkataan, dan pikiran itulah patut diperhatikan (hana karmapatha ngaranya, khrtaning indrya, sapuluh kwehnya,ulakêna, kramanya: prawerttiyaning manah sakarêng, têlu kwehnya, ulahaning wâk pâtpwarttiyaning kâya, telu pinda sapuluh, prawerttyaning kaya, wak, manah kengeta). Ajaran indah Trikaya Parisuddha merupakan salah satu mutiara spiritual yang secara pasti dapat mengangkat hidup orang menuju kesempurnaan hidup lahir batin. Hanya, kerlap-kerlip dunia sering menyebabkan orang alpa mengikuti dan menghayatinya. Trikaya Parisuddha pertama adalah pengontrolan dan memurnian manah atau pikiran, antara lain dengan: tidak ingin dan dengki pada milik orang lain (si tan engin adengkya ri drebyaninglen), tidak bersikap gemas (marah), kasar kepada semua makhluk (si tan krodha ring sarwasattwa), percaya akan kebenaran ajaran karmaphala (si mamituha ni hananing karmaphala). Penjagaan dan pengontrolan kata-kata atau Wacika antara lain dengan melakukan kontrol serta pemurnian kata-kata melalui berpantang pada: perkataan jahat, menyakitkan, kotor (ujar ahala), perkataan keras, menghardik, kasar (ujar aprgas), perkataan memfitnah (ujar pisuna), perkataan bohong (ujar mithya). Selanjutnya pengontrolan dan pemurnian perbuatan atau Kayika dapat dilakukandengan: tidak menyiksa, melakukan kekerasan, menyakiti, melukai, dan membunuh (tanpamati-mati), tidak menginginkan hak milik orang lain, menipu, mencuri, dan tidak berbuat gamya-gamana atau perselingkuhan atau pemerkosaan, dan perbuatanperbuatan lain yang melanggar aturan-peraturan yang ditetapkan oleh kitab-kitab suci serta perundang-undangan. Cara atau jalan pamarisuddha (pemurnian, penyucian) yang paling ampuh yang dianjurkan oleh kitab suci adalah dengan mempersembahkan segala yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan kepada Ida Hyang Parama Kawi, Tuhan Yang Maha Esa, tanpa syarat.
MIMBAR AGAMA
’’Bhatre’’: Bhakti-Tresna-Eling KETIKA barang elektronik anda seperti ponsel baterainya soak, pasti dengan segera di-charge, karena begitu pentingnya benda tersebut sebagai alat komunikasi, apalagi untuk mengakses beraneka macam aplikasi mutakhir. Tetapi pernahkah Anda begitu sigap dan cepat nge-charge ‘’bhatre’’ – potensi agamais yang ada pada diri kita? Jika baterai ponsel atau benda elektronik lainnya merupakan ‘’energi listrik’’ yang dapat menghidupkan perangkat teknologi, maka ‘’bhatre’’ yang dimaksud di sini tiada lain ‘’energi religik’’ yang apabila di-charge maksimal akan mampu membangkitkan potensi ‘’bhakti-tresna-eling’’. Bhakti kehadapan Hyang Widhi dengan cara nyakup lima nylepit bunga, yang kemudian dijelmakan ke dalam bentuk ‘’Tresna’’’ kepada sesama manusia dengan cara nyakup lima ngenjuh dana, hingga akhirnya mengejawantah ke dalam perbuatan memelihara dan melestarikan alam dengan cara nyakup lima miara sarwamaurip – tumbuhan dan hewan. Selama ini harus diakui, umat Hindu kebanyakan lebih dominan menerapkan bhakti dengan cara nyakup lima nyelepit bunga di pura atau di tempat upacara keagamaan berlangsung, yang tentunya lebih berorientasi niskala. Jangan heran, untuk sebuah tempat aktivitas bhakti, seperti membangun pura dan menyelenggarakan upacara yadnya, umat tidak pernah ragu mengeluarkan dana besar, bahkan hingga besar-besaran. Namun ketika kewajiban bhakti diturunkan derajatnya ke tataran tresna, dalam bentuk saling mengasihi di antara sesama, semisal gemar membantu orang-orang berkeadaan susah, sakit atau miskin, sepertinya nyaris tak pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan beragamanya. Acapkali terjadi, seperti belakangan dipertontonkan sesama nyama Bali, satu sama lain saling memusuhi, membenci lalu bertindak anarkis dalam bentuk bentrok antaranggota ormas, hingga memakan korban jiwa. Konsep “suka duka” yang selama ini dibanggakan seketika berubah menjadi “suka membuat orang berduka”, begitupun ajakan ‘’manyama braya’’ menjelma menjadi “manyama brenye” dan piteket luhur “druwenang sareng” pun dengan cepat berkembang menjadi ”druwene serang”.
Redaktur Khusus MIMBAR
HINDU I Gusti Ketut Widana Belum lagi jika dikaitkan dengan rasa “Eling” dalam bentuk cinta alam dengan segala sumber daya hayatinya. Kondisinya lebih miris lagi, lantaran umat lebih memosisikan diri sebagai pengambil manfaat, pengguna tanpa bisa menjaga, bahkan perusak alam itu sendiri. Kalaulah ada ajaran yang mewacanakan cinta alam lingkungan, realitanya masih sebatas dalam bentuk aktivitas ritual, yang secara konsepsional memang dimaksudkan mengharmoniskan alam (seperti tumpek bubuh, tumpek kandang, macaru, mulang pakelem, dll). Namun kenyataannya, masih sebatas konsep, belum bahkan tidak konek dalam konteks kehidupan nyata. Upacara yadnya terus saja berlangsung dengan mengambil apa saja yang disediakan alam, termasuk yang dinyatakan sudah langka, tetapi semua itu masih sebatas ritual simbolik, sementara kandungan maknanya yang begitu luhur, justru tampak kendur dan luntur di tingkatan laksana. Kalau saja konsep upacara yadnya dengan makna mengharmoniskan alam menyatu sebagai satu kesatuan dalam laksana, diperilakukan sebagai bagian vital dalam aktivitas ritual, semestinya alam Bali tidak akan pernah kekurangan bahan material upakara bebanten seperti janur/ busung, kelapa, buah-buahan, bunga, dll. yang kini kian dominan dipasok dari luar daerah. Jangan disalahkan kemudian, ketika arti kata bebanten terpeleset menjadi “beban-teen”, menjadi beban bagi alam karena terus mendapat tekanan lewat eksploitasi tanpa upaya harmonisasi. Bagaimanapun, hidup beragama sepatutnya selalu mensinergikan antara iman, ilmu dalam amalan bukan sekadar hafalan. Keyakinan (iman/sraddha) kehadapan Hyang Widhi melalui ketaatan pada ajaranNya termasuk dalam bentuk
pelaksanaan upacara yadnya, seharusnya ditopang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengelola alam lingkungan dengan arif-bijaksana, bukan semena-mena. Tampaknya, kesadaran kosmis umat Hindu perlu terus dibangkitkan, bahwa sebesar dan semegah apa pun aktivitas ritual dilaksanakan, meski dengan makna dan tujuan luhur, jika tidak disertai dengan tindakan teratur dalam melestarikan alam agar tumbuh subur, tetap saja lamakelamaan akan hancur-lebur. Betapapun, sajian ritual bebanten hanyalah media permohonan yang dengan sugesti mistis doa mantradiharapkan bisa menyublimasi vibrasi atau energi religik di kalangan umat. Sehingga dapat menginspirasi dan memotivasi umat agar dalam hidup berkeagamaan lebih
mengedepankan perbuatan nyata, bermakna dan berguna, daripada sekadar berwacana dengan sejuta kata. Inilah titik kelemahan “Bhatre” umat Hindu kebanyakan, terutama pada sisi “Tresna” dan “Eling”, karenanya sudah saatnya setiap umat semakin giat ngecasenergi religiknya, menyuntikkan spirit, menyalurkan strom baru, tidak lagi termangu, apalagi terpaku pada cara bhakti lewat ritual simbolik semata, tetapi segera beranjak, meski agak merangkak untuk bertindak di tingkatan tresna dan eling. Mencintai dan mengasihi sesama serta memelihara dan merawat alam adalah energi supernatural yang akan dapat menjaga kelestarian alam sehingga tetap berkeadaan harmonis demi keberlanjutan kehidupan di muka bumi ini.
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Tanggal 15 Maret 2013, merupakan hari yang berbahagia bagi pasangan I Gede Sugianta dan Melista Kristiandani, karena telah lahir putra keduanya yang diberi nama I Made Juna Andrean Maheswara, dan akrab disapa Juna.
Redité Paing, 26 Juni 2016
Bali L E M B A R
7
B A S A
B A L I SUCI - Pinaka
Bencingah
rahina suci agama Hindu, beciknyané patingetan Saraswati nénten kamargiang olih siswa kasarengin antuk guru
I Gusti Madé Ngurah
kémanten
Tutur Sang Watugunung
sakéwanten
NGAMARGIANG kahuripan dados krama Hindu-Bali jakti macihna pisan, duaning sios saking ngresepang taler ngamargiang sakancan daging sastra agama, krama jaga manggihin taler ngamargiang makudang-kudang gama utawi tradisi budaya para panglingsir nguni. Nénten wantah amunika, tattwa agama Hindu taler ketah kawedar malarapan antuk satua utawi tutur indik bhatara-bhatari, déwa-déwi miwah siosan sané yéning kapikayunin malih madaging antuk unteng tattwa agama. Akéhan satua utawi tutur punika ngeninin indik rerainan suci ring agama Hindu, sinalih tunggilnyané rerainan Saraswati sané kamargiang ring raina Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si. sané nyantos mangkin kantun manados Dosen Tidak Tetap (DTT) ring IHDN Denpasar puniki maosang, parikrama rerainan punika karaketang sareng tutur sané sampun kauningin ring sajeroning krama Bali saking nguni. Inggih punika tutur Sang Watugunung sané manados raja sakéwanten madué kaiwangan, marabian sareng biangnyané sangkaning nénten uning sapasira sujatiné sané kanggén rabi punika. Punika ngawinang Watugunung kapastu jagi runtuh taler katedunang ka mercapada ring raina sané kawastanin “Pamelas Tali” utawi Redité Kliwon Wuku Watugunung. Manawita ipun runtuh ring tengahing pasih sinah jagi ngawinang jagaté kebus ngetuh, sakéwanten yéning ring palemahanné sinah jagi ngawinang jagaté ujan. “Asapunika sané kaélingin ring pakraman indik raina Redité Kajeng Kliwon Pamelas Tali punika. Sakéwanten tetuekipun wantah kahanan jadma sané belog kantos marabian sareng biang sangkaning nénten uning utawi nénten madué kaweruhan,” baos dané sané embas ring Bedulu Gianyar, 11 November 1948 puniki. Kakanwil Depag Provinsi Bali tahun 1999-2008 puniki malih nglanturang, bénjangnyané ring raina Soma Umanis wuku Watugunung kabaos antuk raina Candung Watang, raina Sang Watugunung padem. Ring raina Anggara Paing kabaosang antuk dina Paid-paidan duaning tatkala punika sawa utawi watanganipun kapaid maidehan pinaka pamidanda sané patut kamargiang. Wus punika wawu uripnyané katangiang ring raina Buda Pon sané kawastanin antuk Buda Urip tur kalanturang antuk kategtegang saha kasuciang uripipun ring raina Wraspati Wagé utawi ketah kawastanin raina Panegtegan. Bénjangnyané ring raina Sukra Kliwon kabaosang antuk Pangeredanan, raina urip Sang Watugunung ngawitin pamujan utawi nunas panugrahan mangda prasida ngamolihang kaweruhan tur pangalang manah sané katedunang ring raina Saniscara Umanis utawi sané ketah kauningin raina Saraswati. Risampuné katunas wawu kalanturang antuk Banyu Pinaruh utawi raina ngaturang rasa angayu bagia duaning sampun kapaicayang kaweruhan sinambi nyuciang pikayunan taler raga duaning sampun becik nunas kaweruhan. Patajuh Bendesa Agung MUDP Bali puniki malih maosang, parikrama pamuput inggih punika kakawitin ring raina Soma Pon wuku Sinta sané kawastanin Soma Ribek, raina cihna ngawigunayang kaweruhan i wawu mangda prasida kanggén ngamolihang lakar ajengan utawi pangan. Bénjangnyané Anggara Wage Sinta kabaosang Sabuh Mas pinaka raina ngawigunayang kaweruhan mangda prasida ngamolihang kasukertan marupa arta brana tur kapuputang ring raina Buda Kliwon Sinta sané kawastanin antuk Pagerwesi, ngawigunayang kaweruhan pinaka sengker padéwékan saking sekancan gegodan ring mercapada. “Wusan punika wawu kalanturang antuk ngawigunayang kaweruhan ring kahuripan saraina. Dadosné raina sadurung Saraswati pinaka rerainan kanggén mautsaha ngrereh kaweruhan. Wus Saraswati pinaka raina ngawigunayang kaweruhan sané sampun kapolihang, ,” baos dané sané meneng ring Jln. Ratna, Tatasan Kaja. Gg. Teratai 10A Denpasar puniki makenyem. (wan)
kamargiang
(33)
patut taler
olih sakancan krama utawi umat Hindu BPM/dok
Ngamargiang Parikrama Raina Saraswati
Beciknyané Nénten olih Siswa miwah Guru Kémanten PINAKA krama Bali sané magama Hindu, majanten ketah kapanggihin raina suci utawi raina sané katengetang tur sané sering kabaos antuk rainan jagat. Rerainan punika akéhan sangkaning patemon pantara Saptawara sareng Pancawara, wénten taler sané kamargiang sangkaning Sasih miwah Pawukon. Krama Bali ngwiaktinin yéning ring raina punika jagi medal makudangkudang paican Ida Sang Hyang Widhi Wasa, punika mawinan kamargiang upacara ring soangsoang rerainan inucap. Sinalih tunggil rerainan punika wantah rerainan Saraswati sané kamargiang ring Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Rerainan punika wantah raina patingetan tedunnyané paican Ida Sang
Hyang Widhi Wasa sané marupa pangweruhan miwah kawikanan ring krama sané parikramanipun akéhan kamargiang ring sekolah olih para siswa kasarengin para guru. Sakadi sané kabaosang Ni Putu Karlina Dianti, S.Pd.B, sinalih tunggil guru ring SD No. 1 Darmasaba, Badung, ri kala raina Saraswati rauh, majanten para siswa miwah guru jagi madabdaban araina sadurungnyané. Minakadi makarya gebogan, pénjor, tamiang taler sarana siosan sané patut kajangkepang. Bénjangnyané pinaka raina puncak karya jagi kalaksanayang pamuspan olih siswa sareng guru makasami sané kadulurang antuk Dharma Wacana indik rerainan Saraswati majeng para siswa.
Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si, Ketua Umum Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali taler maosang, pinaka sinalih tunggil rerainan suci agama Hindu, Saraswati patut kamargiang olih makasami krama Hindu. Sakéwanten duaning nganinin indik kaweruhan utawi paplajahan, sinah upacara punika akéhan kasarengin tur kamargiang olih krama sané kantun ngranjing masekolah utawi sané kantun ngamargiang Brahmacari Asrama minakadi siswa miwah mahasiswa. “Yadiastun akéhan kamargiang ring sekolah utawi kampus, sakéwanten beciknyané makasami umat Hindu ngamargiang upacara Saraswati yadiastun ipun sampun marabian utawi nénten kantun masekolah.
Duaning sios pinaka rerainan suci Hindu, kramané sami patut ngamargiang duaning majanten ipun sampun molihang kaweruhan sané prasida kanggén saraina. Dadosné, raina suci puniki kanggén galah nyuksmayang manah antuk paica sané sampun katunas,” asapunika dané maosang. Katakénin indik gama ngenahang makudang-kudang buku tur kadagingin canang ri kala ngamargiang raina Saraswati, dané maosang kamargiang sangkaning genahgenah sastra minakadi buku utawi wénten marupa lontar wantah genah Ida Bhatari Dewi Saraswati tedun tur malinggih. Sios punika kramané ngélingang yéning buku-buku i wawu
wantah piranti sané mabuat pisan ring kahuripannyané, sangkaning sampun ngamolihang pikolih becik punika ri kala raina Saraswati majanten kamargiang upacara taler nagingin canang ring buku-buku i wawu. “Sujatiné punika nénten ja kapatutan utawi gama sané relative, dados nénten kamargiang. Sakéwanten akéhan kramané marasa kirang tatkala ngamargiang upacara Saraswati tan nagingin canag ring genah bukuné. Punika kanggén cihna taler jalaran majeng krama ngaturang suksmaning manah antuk sekancan paica sané sampun katunas saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané marupa kaweruhan,” asapunika Gusti Made Ngurah maosang. (wan)
Upakara ring Raina Saraswati
Kaanggén Ngentosang Kawikanan Jnana MAOSANG indik agama, majanten wantah parikrama soang-soang krama mangda prasida sayan nampek ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Punika kamargiang malarapan antuk nelebang tur nglaksanayang sakancan tattwa, tata-titi utawi kapatutan mangda sayan kapanggih kahuripan sané becik ring mercapada puniki. Parikrama magama punika wénten sané patut kaadungang sareng gama utawi dresta sané kamargiang ring soang-soang genah, miwah wénten taler sané kamargiang sangkaning manah utawi kawikanan raga soang-soang. Asapunika taler ri tkala ngamargiang parikrama patingetan utawi rerainan suci Saraswati. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si maosang, patinget rerainan Saraswati prasida kamargiang antuk kalih parikra-
ma, inggih punika krama sané prasida ngulengang tur nunggalang idep majeng ring Ida Hyang Paramakawi majanten jagi ngamargiang Saraswati antuk jnana utawi malarapan antuk samadhi tan padagingin upacara miwah upakara. Sakéwanten krama sané nénten madué kawikanan kadi asapunika majanten ngamargiang rerainan Saraswati malarapan antuk upacara yadnya sané majanten jagi ngawigunayang upakara utawi banten. Krama Hindu-Baliné ngélingang bebantenan utawi upakara punika wantah sarana sané prasida kanggén ngaturang pikayunan, pinunas, taler rasa bhakti majeng Ida Sang Hyang Widhi wasa. “Punika duaning nénten makasami krama Hindu-Bali madué kawikanan jagi nunggalang pikayun majeng ring Ida Hyang Paramakawi, da-
dosné krama inucap jagi ngawigunayang makudang-kudang bebantenan utawi upakara kanggén ngentosin kawikanan jnana tatkala ngamargiang parikrama rerainan Saraswati,” baos dané. Malih dané maosang, ring sarana bebantenan utawi upakara punika majanten akéh kadagingin antuk cihna-cihna. Yadiastun wangunipun alit, nanging madué tetuek utawi kawigunan sané ageng pisan. Minakadi ring banten Saraswati wénten jaja samuh sané wentukipun sakadi bunga sané alit, tetuek ipun wantah prasida ngamiikang taler nyuciang manah kramané malarapan antuk banten inucap. Katakénin taler indik jaja sané wangunipun marupa beburon cecek sané wénten ring banten Saraswati, dané maosang yéning punika wantah
“MIRIB saja cara raos Ajiné ipidan, Gég Citra Andini boya ja sentanané sujati. Bisa panak angkat utawi ané paling nista panak sesimpalan, ulian selingkuh,” baos ajinné matadah gregetan. “Aaah, sampunang ja bas kénten Beli Dé. Jelé melah masi kaponakan iraga, ento mawanan jani raganné mautsaha maekang Gég Citra ajak Rah Jelada ulian nulungin maang bekel ngasasih. Nanging masalah niki sukserah panaké Rah Jelada. Yén mula saja ada keneh ten kénkén? Tuajiné miwah Ibu mung Tut Wuri Handayani,” sapunika pandikan ibunné alus nanging waspada. “Béh, yén titiang durung kamanah antuk indik punika. Becikan titiang malajah dumun sasidan-sidan mangda puput nyidang ngrereh pangupa jiwa, élingé sami tuara. Mangda nénten Tuaji jumah malapu-lapu makarya, titiang di sekolah malah mapacaran,” atur okanné sedih. “Nah melahan kéto, patilesang ragané. Mani poan yén
suba jatu karma sajoh-joh guminé, biar maselat segara gunung Sang Hyang Tuduh pasti ngicén jodoh Ceningé,” pitutur ajinné teges. “Cara pandikan Ajiné, sujatinné jani Ibu suba malajah nabung Simpedés di BRI Menanga. Yén ada sisan baas anggon di paon nganti manyi durian, adep ibu lantas tabungang di Bank. Keto masih yén Ajiné mupu di tegalé lan maan udang, bé julit sisan ajeng masih tabungang Ibu. Yapin abedik-bedik cara sesenggaké kasuén-suén dadi bukit. Mungpung ké Aji Dé Karang tondén nagih, yén di Bank sinah ada bunganné,” pandikan ibunné makenyem ngusuh-usuhin okanné makekalih. “Nggih suksma Ibu, mangkin Ibu sampun nerapang téori perbankan sané becik. Yéning jinahé genahang ring batan galengé midep amah maling utawi puun lan sesai keni celekcelek tumbasang togél. Marasa madué midep tumbuh kayuné mamotoh,” atur Ngurah Jelada makenyem. “Yén tiang Beli Rah, sabilang
maan ngadep bunga, buah-buahan ané ada di natahé setata telas anggon meli pulsa dogén. Yén kuangan mara nunas kén Ibu,” baosné Gusti Ayu Jeladi. Wenginé sayan sepi kangené sampun kadagingan mabungabunga bungah kari matanah tanah. HP-né sagét magending, nyiriang wénten sané ngonték. Wau cingakina saking Luh Adé Suwarni, raganné ngelisang ka kamarné mangda nénten wénten ngulgul jaga ngrumpi. “OM Swastyastu Sayang. Napi sampun lakar bubuk? Dados ganggu jebos?” “Swastyastu, nguda ajebos, pang makelo sing kénkén. Kan Gék Arniek ané mayah pulsané mungpung baturay HP-né mara suud nge-charger,” pasaurné Ngurah Jelada sambil ngebah di dipané. “Ten kénten, boya soal sira ané mayah pulsa. Napi sasukat Tungurah di Karangasem tiang mangkin dados Gék Arniek? Kadén mula jegég? Nanging tiang kangen makita matemu apang bébas ngobrol. Bas wau jam nem niki mulih uli Dénpasar. Bénjang semengan antosang
BPM/wan
BUKU – Napkala Saraswati majanten kramané jagi ngenahang buku sané kadagingin antuk canang. Yadiastun nénten marupa kapatutan, nanging punika wantah cihna suksmaning manah krama majeng ring Ida Hyang Aji Saraswati sangkaning cecek kaélingin olih krama Bali pinaka beburon sané prasida manggihin tur nyaksiang parindikan niskala sané nénten makasami prasida kapanggihin olih kramané. “Indiké punika sané ngawinang banten Saraswati taler madaging antuk jaja marupa
cecek sané tegesipun mangda sekancan kawagedan yadiastun sané marupa kawagedan abstrak utawi niskala prasida kauningin tur kaplajahang olih krama mangda prasida kawigunayang saraina utawi kaanggén ngardi jagat sané becik,” baos dané. (wan)
tiang di Telagawaja sambilang kayeh, nggih Sayang? Mangkin kanggoang matemu ring pangipian.” “Yes oké. Asal eda engsap ngabaang gapgapané.” “Aah, masak di tukadé nagih gagah paané... malu aah Sayang, cup cup uah….” HP-né masriep sepi. Gusti Ngurah Jelada mausaha merem nanging tan mrasidayang. Kenyemné Luh Adé Suwarni marawatrawat sayan sawat sayan samar masiluman dados sumpéna kadi dedari sareng masiram.
Suwarni sampun rauh ngandéng Ayu Jeladi makta umbahumbahan. Malih ajebosné rauh Madé Sudiari sareng Putu Suratni kasusul Lanang Geria ngandéng Ayu Swandéwi. Sané si pungkur rauh wantah Putu Galang sareng Ketut Sulasih kenyem-kenyem. Semengané punika ring tukadé dados patemon truna bajangé ramia magonjakan. Ajinné Gusti Madé Taman raris numunin mantuk makta bubunné madaging julit asiki lan udang seket siki. “Béh, Aji Taman sané nglanturang makeni bubu sesukat kaonina ring Ngurah Jelada?” patakénné Lanang Geria tan mari nyingakin bubuné sané madaging udang lan bé julit. “Saja Ning, apang sing rusak di patongosan, melahan anggon ngalih bé sambilang mandus. Jani kapah maan bé julit. Yén udang nu ada yadin ngamedikang. Suba tengai Aji malunan mulih.” “Inggih becikan sapunika Tuaji,” Suwarni nguratiang anaké lingsir masepédaan mantuk.
~o*@*o~ Bénjangné semengan pisan Gusti Ngurah Jelada sareng ajinné sampun matangi ngraris ka tukadé ngangkid bubu. Mula ngawit Ngurah Jelada ngranjing ring Karangasem, ajinné ngentosin sabilang raina makeni bubu. Polih tan polih nénten dados soal. Gumantiné raganné mangda polih olah raga saha nuruput sampun nyingakin banténg ring kandang yén perlu ngwewehin tatedan. Usan ngangkid bubu dapetanga Luh
(Masambung)
Upacara
8
Nerang Sajeroning Pamargin Yadnya
Bebantenan Reringgitan Canang Cihna Kaulengan Kayun Mayadnya CANANG wantah sarana mautama sajeroning banten. Kawéntenan canang akéh pisan sorohnyané taler tattwannyané dahat mautama. Sinalih tunggil piranti canang wénten sampian canang sané mawasta urasari sané masuksma Swastika. Swastika mawit saking basa Sansekerta saking kruna “Swasti” artosnyané rahayu, bagia miwah sukerta. Kruna “Urasari” mawit saking basa Jawa Kuna saking kruna “ura” lan “sari”. “Ura” mateges maliah/berlimpah, “sari” artosnyané inti sari. Sampian Urasari punika maringgit miwah matuas kantos becik kacingak. Sajeroning kahuripan, yéning kahuripan puniki sampun kadabdabin antuk parilaksana patut tur becik sinah jaga ngwetuang sarana sané ngardi rahayu utawi bagia. Sapunika taler yéning sampun dabdab antuk ngupapira jagaté puniki sinah wénten kaseimbangan Panca Maha Bhuta. Saking midabdabin Panca Maha Bhuta sané patut tur becik manut hukum Rta, utsaha sané sapunika jaga ngametuang jagaté Swastika utawi rahayu tur ngardi gumi landuh. Utsaha punika prasida mamargi yéning wénten kayun miwah laksana sané langgeng ngupapira jagat. Nika mawinan urasari waluya piranti canang “maringgit” miwah “matuas”. Sajeroning Lontar Yadnya Prakerti kasinahang, “Reringgitan tatuasan pinaka kala nggengan kayunta mayadnya”. Artosnyané, Reringgitan miwah tetuasan ring sampiané punika waluya niyasa kaulengan kayun i manusa ngamargiang yadnya. Manut daging Lontar Yadnya Prakerti puniki, i manusa patut tuwon tur langgeng ngamargiang yadnya santukan mayadnya boya wantah ngamargiang upacara kémanten. Kruna yadnya limbak pisan artosipun. Pamargin yadnya wantah pamargin antuk manah lascarya madasar dharma. Ngamargiang yadnya ngruruh karahayuan nénten ja dangan. Akéh wénten gegodan ring kahuripané puniki. Nika mawinan sampian banten sakadi sampian urasari ring canang punika maringgit miwah matuas waluya niyasa pangenten parajanané mangda sayaga nincapang kalanggengan kayun ring kahuripané puniki. Napi malih mangkin gegodan uripé sayan akéh tur sayan madurgama. Nabdab urip mangda prasida setata sayaga niténin gegodan patut setata kautsahayang. Nabdab déwék mangda setata mrasidayang maderbé idep sané pascat taler patut setata kautsahayang. Idep mateges sané setata katinutin. Idep sané setata patut katinutin inggih punika pikayun sané ngawisésa dasa indriané. Pikayun sané mrasidayang ngawisésa indriané punika pikayun sané sampun kasunarin antuk budhi. Budhi sané galang apadang antuk kasucian Sang Hyang Atma. Kawéntenan déwék asapunika mawasta Idep pascat. Idep pascat punika idep sané patut katinutin santukan sampun patut lelintihannyané. Lelintihan idep sané patut katinutin inggih punika lelintihan sané kawisésa antuk kasucian Sang Hyang Atma nyunarin budhi. Budhi nyunarin kayun sané waged. Kayun sané waged punika ngawisésa pamargin indria. Indria sané sapunika setata jaga mamargi ring sajeroning Dharma. Dadosne “reringgitan” miwah “tetuasan” sané wénten ring banten upacara umat Hinduné ring Bali punika dahat teleb tur dalem pisan suksmannyané. Kawéntenané punika santukan banten waluya niyasa tattwa agama Hindu tur manut pustaka suci. Ngiring telebang pisan suksman tattwan bantené punika. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Wijaya Kusuma Sebali)
Redité Paing, 26 Juni 2016
Sabeh Yadian Endang Sampun Paican Ida SAJERONING ngamargiang yadnya utawi upacara agama, majanten pacang wénten angganing panyokongnyané, inggian punika sané madué yadnya, angganing pamuput yadnya, miwah angganing sané ngayah makarya sarana yadnya. Makatiga angganing punika mabuat pisan sokongan miwah kawéntenannyané sajeroning pamargin yadnya. Angganing sané madué yadnya nénten dados nyukserahang yadnya majeng pamuput upacara miwah serati banten kémanten. Santukan makéh pisan parindikan sané patut
kalaksanayang olih sang nangun yadnya inucap. Sajabaning makatiga parindikan punika, soang-soang krama sané sedek ngamargiang upacara Panca Yadnya taler sering ngrereh tukang terang gumanti yadnya sané kalaksanayang prasida mamargi antar tan pawénten pikobet minakadi sabeh. Manut Jero Mangku Wayan Sura sané taler pinaka pamangku ring Pura Dalem Purwa, Désa Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem, kawéntenan tukang terang ri kala ngamargiang upacara yadnya yukti
majanten. Akéh krama sané sedek ngamargiang yadnya ngrereh tukang terang tetujonnyané ri kala upacara mangda nénten sabeh. “Tetujonnyané mangda nénten sabeh ri kala upacara,” baosnyané. Duaning swadarmanyané pinaka pamangku, nénten lémpas taler dané saking panerangan. Sakémaon, manut Jero Mangku Sura, panerangan sané kalaksanayang wantah ngastitiang majeng Ida Bhatara sané malingga ring Pura Dalem mangda upacara sané sedek
mamargi prasida antar nénten wénten sabeh. Binannyané sareng tukang terang, dané nénten nglaksanayang upacara khusus, nanging wantah ngastawayang puja. “Yéning tiang wantah nerang pepolosan, nunas mangda karya sané sedek mamargi nénten wénten sabeh. Yéning Ida mapaica, angayubagia, matur suksma. Yéning nénten, titiang taler matur suksma. Nika paican Ida,” baos guru Agama SDN 1 Ngis puniki makenyung. Jero Mangku taler ngumpamayang, ri kala masan sabeh, nanging sang nangun yadnya nunas mangda nénten wenteh sabeh, indiké punika pateh sareng miambeng Déwa Indra nedunang kauripan, kagemuhan ring jagaté taler sadagingnyané. Yéning ri kala mapinunas mangda nénten tedun sabeh utawi ngingsirang sabehé ka genah tiosan, nganggén sarana asep panjang sané nénten dados padem, majanten tukang terang pacang nglaksanayang malarapan ritual. Nanging ri kala nglaksanayang swadharma punika toh-tohannyané majanten prasida mayanin samaliha kantos padem sangkaning kasor masiat ring niskala. Parindikan sané pateh taler kabaosang olih Ketua Yayasan Gases Bali, I Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H., mapaiketan ring kawéntenan tukang terang yukti akéh kapanggihin ring pakraman. Nanging, manut
Indra Wirawan, samian upacara sané kamargiang patut madasar manah lascarya. Samian sané wénten ring jagaté nénten lempas saking rwa binéda. Ri kala percaya tur lascarya majeng kaagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, napi manten asil sané kapicayang Ida Hyang Widhi Wasa majanten patut kapercayain punika wantah waranugrahan Ida. “Umpaminipun tiang ngamargiang yadnya, raris katakénin nerang Pak? Nénten, mapiuning Pak? pasti. Santukan malarapan banten piuning punika iraga matur majeng Ida Hyang Widhi yéning iraga pacang ngamargiang upacara yadnya. Iratu iring titiang, iratu matutang. Napi manten asilnyané, iraga sampun nyerahang samian punika majeng Ida. Punika sané kabaosang lascarya. Sabeh utawi nénten sabeh, sané mautama sampun mautsaha nglascaryang samian sané kalaksanayang,” tuturnyané negesang. Indra Wirawan ngwewehin, majeng sané paletan bhaktinyané sampun tegeh, angganing punika nénten pacang nunas, nanging pacang nyerahang déwék majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Masukserah punika boya ja tan pa swadharma, nanging nyiriang malarapan ngayah sané lascarya pacang molihang pala karma. Bhakti madasar sukserah sané tulus kabaos parabhakti utawi bhakti sané luhur. (uma)
Satua
Yuyu Bengkar Olih : Madé Taro
Dupa, Pinaka Sarana Pamuspan taler Sarana Nerang SATIOS pinaka sarana pamuspan, dupa taler ketah kawigunayang pinaka sarana panerangan olih dané Jero Mangku utawi sang sané wikan nerang. Santukan malarapan dupa, prasida ngametuang kayun suci ening ngamargiang bhakti utawi mayadnya mawinan prasida nguleng pikayunan nunas majeng Hyang Widhi napiké nunas panerangan utawi ngawi ujan. Sajeroning pamuspan, Dupa kawigunayang pinaka sarana ngicalang leteh/kotor ring angga. Indiké punika prasida kapanggihin ri kala jaga muspa, wénten nguncarang mantra Ong Ang Dipastraya namah swaha sané
mateges nunas pabersihan majalaran sinar suci Sang Hyang Widhi sané kasinahang ring asep dupa. Tios punika, api taler pinaka upasaksi upacara sajeroning kahuripan. Dadosné asep dupané punika sané kanggén sarana waluya niyasa nyuciang pikayun nglaksanang bhakti mayadnya. Yéning durung ngasepin tangan mabhakti, rasa durung éning kayuné ngamargiang bhakti mayadnya. Manut Jero Mangku Wayan Sura, akéh sarana tiosan sané prasida dados sarana nerang minakadi klungah nyuh gading, wot pesak, rerajahan, tasik, taler beras kuning. Nanging, sané
ketah kapanggih ring pakraman yukti maserana dupa. “Sané ketah kauningin ring pakraman wantah maserana dupa. Saking dupa iraga nunas mangda Ida Bhatara mapaica panerangan, ngicén galah endang galang,” baos dané. Yadiastun asapunika, Jero Mangku Sura malih negesang, sajeroning ngamargiang yadnya patut kadasrin antuk manah lascarya. Yadiastun ngamargiang pula-pali nerang antuk tetujon mangda nénten tedun sabeh, nanging pikayunan iraga mangda lascarya. Napi sané kapaica, patut nika sané katunas. (uma)
ADA katuturan satua ring panegara Badrasakarana wénten Prabu sané mapeséngan Ida Prabu Jayawikrama. Ida kalintang wicaksana miwah setata éling ring kasukertan panjakné. Tatkala dané madeg agung, makasami krama rumasa bagia. Duaning ring wewidangan kota kapanggih carik linggah, pepunyanan sané nayuhang taler bunga-bunga. Ring pangulun kota kapanggih gunung tegeh antuk pepunyanan sané nged. Sangkaning alas sané asri taler ngawinang akéh pisan kawéntenan toya klebutan sané membah ka tlabah-tlabah kantos ka carik. Satios mecikang pertanian, Prabu Jayawikrama taler seneng pisan ngupapira tetamanan. Taman sané pinih becik tur ketah karauhin olih kramané wantah taman sari sané wénten ring tengahing puri. Sios saking pepunyanan panayuh sané mabuah nged, irika taler kapanggih makudang-kudang soroh bunga sané mawarna-warni tur miik mangalub. Nyabran semeng Ida Sang Prabu malilacita ngiterin taman nyingakin kahanan sané asri kasandingin antuk suaran kedis manguci. Di kénkéné Ida munggah sampan ring tlabah ageng utawi nglintangin taman inucap. Risedek dina anu, Ida Sang Prabu Jayawikrama manggihin
taman sari sané ngangobin manah punika benyah latig. Bet-betan mauyag, woh-wohan sané tasak telah ulung, padang-padang miwah bunga mabutan, kedis-kedisé mekejang makeber sangkaning takut. Tatkala katuréksain, punika sangkaning wénten bojog selem mawasta Irengan ngamuk tur makecag-kecog ring pepunyananné. Ipun ngalap tur ngentungang sekancan woh-wohan sambilanga makecos ka bet-bet betén tur nguwug sakancan bunga. Sinah Ida Sang Prabu duka tur bendu manggihin tingkah bojog ento. “Paman Patih…!” asapunika dané ngandika ring patih sane sarahina ngabih Ida. “Juk bojog sané mawasta Irengan ento, krangkéng da baangé kanti léb!”. Ditu lantas Paman Patih kasarengin olih para juru boros ring puri ngender bojog ento. Ada nganggén tumbak, jaring, sumpit, panah tur wénten taler sané makta asu galak. Ipun sampun mautsaha sinarengan ngender bojog inucap, sakéwala sangkaning celih tur lemuh sinah nénten wénten sané mrasidayang ngejuk bojogé ento. Malih ia mengkeb ring bet-beté tur mongkod pepunyanan tegeh sinambi mengkeb ring carang kayu sané meg madaging antuk don-donan. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9
MINGGU PAING, 26 JUNI 2016
Hungaria Vs Belgia
Niat Ulangi Sejarah HAL 10
Bale Kena Imbas Brexit
Paris – Penduduk Britania Raya baru saja mengadakan referendum yang menginginkan mereka keluar dari Uni Eropa. Hasilnya, penduduk Britania Raya yang terdiri dari negara Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara mayoritas setuju untuk keluar dari Uni Eropa. Meski dalam referendum tersebut diputuskan Britania Raya keluar dari Uni Eropa, hal itu tak langsung terjadi. Dibutuhkan dua tahun bagi Britania Raya untuk benar-benar keluar dari Uni Eropa. Keputusan itu pun memunculkan spekulasi soal pemain-pemain Britania Raya yang berkiprah di kompetisi besar Eropa seperti La Liga, seperti Gareth Bale. Dengan keluar dari Uni Eropa, pesepak bola asal Britania Raya akan mendapat status Non-Uni Eropa. Seperti diketahui, ada batasan kuota pemain dari luar Uni Eropa di setiap klub Liga Primer Inggris. Jumlah kuota maksimal untuk pemain berstatus bintang dari luar Uni Eropa yang diperbolehkan setiap klub La Liga adalah tiga pemain. Sementara di Real Madrid, kuota tersebut sudah penuh terisi oleh pemain-pemain dari Amerika Selatan macam James Rodriguez, Danilo, dan Casemiro. Seperti dilaporkan harian setempat, Sabtu (25/6) kemarin Madrid tengah merencanakan penawaran kontrak baru untuk Bale di Stadion Bernabeu. Kondisi ini pun diprediksi akan membuat pelatih Real Madrid Zinedine Zidane memutar otak agar penyerang andalannya itu tetap bertahan di skuatnya. Seperti dikabarkan media di Inggris dan Spanyol, Madrid juga berencana menjual Rodriguez kepada Manchester United. Bale hijrah ke Madrid pada 2013, dengan memecahkan rekor dunia sebagai pemain yang dibayar paling mahal. Harga itu pun sepadan karena dua kali ia ikut mengantarkan Real Madrid juara Liga Champions sebanyak dua kali. (kmb33/ap)
Spanyol Tak Takut Italia
Brad Guzan, kiper andalan AS mencoba menghalau bola
AS
BPM/rtr
KOLOMBIA
BUKAN SEKADAR BALAS DENDAM
Paris – Nolito mengatakan, bahwa Spanyol sama sekali tidak takut menjelang laga melawan Italia di babak 16 besar Euro. Meskipun Gli Azzurri sudah menunjukkan penampilan impresif di dua laga awal mereka. Spanyol terpaksa harus menghadapi Italia begitu dini, usai mereka kalah 1-2 dari Kroasia di laga terakhir fase grup dan finish di peringkat dua klasemen akhir. Nolito juga menekankan bahwa seluruh skuat Spanyol merasa kesal dengan kekalahan yang mereka derita di tangan tim asuhan Ante Cacic, namun ia menyebut atmosfer yang ada di ruang ganti masih amat solid. “Kami semua merasa tenang. Kami bisa menentukan nasib kami sendiri di turnamen ini. Kami harus menghormati semua lawan, namun kami tidak takut untuk menghadapi siapapun,” tutur Nolito, Sabtu (25/6) kemarin. “David de Gea merasa amat kesal usai pertandingan tersebut berakhir. Demikian halnya dengan Sergio Ramos. Namun kami terus mencoba untuk solid. Kami menghadapi sesuatu yang buruk. Ketika kami menang, kami menang bersama, ketika kalah kami juga melakukan hal yang sama,” tutupnya. (kmb33/rtr)
New York –
Kompetisi Copa America 2016, akan menghadirkan laga antara tuan rumah Amerika Serikat (AS) melawan Kolombia untuk memperebutkan gelar juara tiga, yang uniknya keduanya sudah bertemu di fase penyisihan Grup A. Selain itu, ada dendam tersendiri yang dimiliki oleh tuan rumah terhadap salah satu tamunya tersebut. Di laga perdana penyisihan Grup A Copa America, Sabtu (4/6) lalu, AS menghadapi Kolombia di pertandingan pembuka. Saat itu tuan rumah harus menahan malu ketika Los Cafeteros membekuk mereka dengan skor telak 0-2. Selain kalah di
BPM/rtr
Gareth Bale
pertemuan terakhir pada babak penyisihan grup A, negeri Paman Sam juga masih menyimpan dendam atas Kolombia di laga Copa America 1995 silam. Ketika itu Amerika gagal meraih gelar juara tiga setelah dihempaskan juga oleh Kolombia dengan skor lebih mencolok 4-1. Kini bila meraih kemenangan atas Kolombia, Amerika tidak hanya membalaskan dendam mereka di babak penyisihan, namun juga sekaligus membalas sakit hati yang mereka rasakan di Copa America 1995 yang berlangsung di Uruguay tersebut. “Itu adalah waktu untuk berkumpul kembali. Sekarang untuk mencobanya di permainan ketempat ketiga sangat spesial. Kami bertemu mereka di pertandingan pertama dan kalah 2-0. Kami harus mengakuinya dari tendangan sudut dan penalti.
Kami belajar dari itu. Sekarang kami siap untuk memberikan yang sesungguhnya. Jadi ini besar, untuk pemain kami mengukur diri kami sendiri.” kata Klinsmann, Sabtu (25/6) kemarin. Berkaca dari dua kekalahan yang mereka alami saat menghadapi Kolombia dan Argentina, AS jelas dituntut untuk dapat mencuri keunggulan lebih dulu. Pasalnya, di dua kekalahan tersebut mental pemain tuan rumah selalu buruk setelah tertinggal lebih dulu, sehingga membuat mereka sulit menyamakan skor apalagi mengembalikan kedudukan. Untuk itu Klinsmann selaku juru taktik Amerika perlu menerapkan pola penyerangan sejak awal. Bila ingin hal tersebut terjadi, Klinsmann perlu mengembalikan kombinasi Clint Dempsey dengan Bobby Wood, sebab duet Dempsey dengan Chris Wondolowski membuat lini serang Amerika seperti tumpul dan kurang greget. Di kubu Kolombia, nama Carlos Sanchez dipastikan kehilangan kesempatan untuk tampil membela Kolombia dalam pertandingan ini. Hal itu tidak terlepas dari kartu merah yang diterima penggawa West Ham United saat
menghadapi Chile beberapa hari yang lalu. Sebastian Perez kemungkinan akan dimainkan Jose Nestor Pekerman untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Sanchez. Selain itu, Carlos Bacca yang sebelumnya masuk sebagai pemain pengganti diprediksi akan menjadi starter dalam laga kontra Amerika. Sementara James Rodriguez, Juan Cuardrado dan Macnelly Torres akan menyokong pergerakan Bacca dari lini kedua. Pekerman berusaha membuat anak asuhnya melupakan hasil buruk di laga sebelumnya. Namun hasil pahit itu dinilai oleh sang pelatih tidak lepas dari kinerja buruk wasit Joel Aguilar. Kolombia sudah kebobolan dua gol ketika babak pertama baru berlangsung selama sebelas menit. Mereka terus berusaha mengejar ketinggalan. Namun bukannya gol balasan yang tercipta, Kolombia malah harus bermain dengan sepuluh orang karena Carlos Sanchez mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-57. (kmb33/ap/rtr)
BPM/rtr
Nolito
10
Minggu Paing, 26 Juni 2016
Hungaria
Vs
Belgia
Niat Ulangi Sejarah Toulouse –
BPM/rtr
ANDALAN Kapten Hungaria Balazs Dzsudzsak akan menjadi andalan bagi negaranya saat berhadapan dengan Belgia, Senin (27/6) dini hari nanti. Hasil Skor Head to Head Pertandingan Terakhir z 15/11/09 Belgia 3 – 0 Hongaria z 08/06/94 Belgia 3 – 1 Hongaria z 09/10/91 Hongaria 0 – 2 Belgia z 23/06/82 Belgia 1 – 1 Hongaria z 18/06/72 Hongaria 1 – 2 Belgia Hasil Skor 5 Laga Terakhir Hongaria : z 20/05/16 Hongaria 0–0 Pantai Gading z 04/06/16 Jerman 2–0 Hongaria z 14/06/16 Austria 0–2 Hongaria z 18/06/16 Islandia 1–1 Hongaria z 22/06/16 Hongaria 3–3 Portugal Hasil Skor 5 Laga Terakhir Belgia : z 02/06/16 Belgia 1–1 z 05/06/16 Belgia 3–2 z 14/06/16 Belgia 0–2 z 18/06/16 Belgia 3–0 z 23/06/16 Swedia 0–1
Finlandia Norwegia Italia Republik Irlandia Belgia
Hungaria membuktikan kepada publik Eropa bahwa sejarah bisa saja berulang. Perjuangan tim yang pernah menjadi kampiun Piala Dunia itu dimulai dengan lolos ke fase 16 besar Euro 2016. Dengan berbekal imbang 3-3 kontra Portugal, Hungaria berhak bercokol di puncak Grup F Euro 2016, dengan koleksi 5 poin. Hal itu menjadi kejutan besar, mengingat The Magic Magyar sudah absen di turnamen akbar sepak bola selama 44 tahun terakhir. Pelatih mereka Bernd Storck, lantas mengungkap rahasia di balik kesuksesan Adam Szalai cs di babak fase grup. Menurutnya Hungaria kini sudah terus berkembang ke level yang lebih tinggi di jajaran benua biru. Keikut sertaan di Euro kali ini pun memberikan kontribusi besar untuk makin mendewasakan Hungaria. “Kami selalu belajar setiap kali melakoni pertandingan. Kami sangat bahagia dengan pencapaian ini. Kini kami tidak takut dengan siapaun yang akan menjadi lawan kami,” katanya, Sabtu(25/6) kemarin. Skuat Hungaria bisa tampil hampir dengan
kekuat kekuatan penuh. Hungaria akan tanpa ta bek Attila Fiola dan midfielder mi Daniel Bode yang cedera. ce Hungaria tetap dengan formasi 4-2-3-1 yang berhasi berhasil mencatat 3 gol lawan Portuga Portugal, dengan Balasz Dzsudzsak akan menjadi paling kreatif dari sisi kiri untuk membantu Adam Szalai di lini depan. Sementara Zoltan Gera akan menjadi kekuatan lini tengah bersama Nagy. Belgia memang diunggulkan dalam laga ini. Tapi, jika bisa memilih pelatih Belgia Marc Wilmots mengaku lebih baik melawan Inggris atau Spanyol dari pada berhadapan dengan Hungaria. Pernyataan itu bukan asal keluar dari
BPM/rtr
Celana Unik Kiraly Jadi Tren FANS RUSIA - Fans Rusia melambaikan tangan sebelum laga Rusia kontra Wales.
Fasn Rusia Korban Politisasi
Paris – Fans Rusia memang menjadi kambing hitam dalam gelaran Piala Eropa 2016. Mereka dituduh menjadi biang kerok dari berbagai kerusuhan. Tak hanya itu, pihak Prancis bahkan menuduh fans Rusia datang ke Piala Eropa 2016, bukan untuk mendukung Rusia. Sejauh ini sudah ada tiga orang yang ditahan di penjara Prancis. Sebelumnya sudah banyak fans Rusia yang dideportasi oleh pihak Prancis, termasuk ketua seluruh fans Rusia Alexander Shprygin. Namun Shprygin memutuskan untuk kembali ke Prancis demi membebaskan rekanrekannya. Alexei Yerunov, Nikolai Morozov, dan Sergei Gorbachev adalah ketiga fans yang ditahan oleh Prancis. Mereka divonis dua tahun penjara atas tuduhan membuat onar. Menurut Shprygin keputusan tersebut murni politisasi. “Ini adalah politisasi dalam sejarah sepak bola dan sangat tak bisa diterima. Mereka mengatakan bahwa kami ke Prancis untuk misi tertentu, bukan menonton sepak bola. Saya katakan itu adalah kebohongan besar,” ujar Shprygin, Sabtu (25/6) kemarin. “Anda harus melihat fans Polandia dan Hungaria yang bertingkah di Euro. Mereka melempar flare, namun Rusia masih menjadi sorotan karena keonaran,” imbuhnya. Shprygin mengatakan bahwa pihaknya memang menjadi
korban politisasi. Namun, pada saat yang bersamaan dia berjanji fans Rusia akan memperbaiki situasi untuk kebaikan Piala Dunia 2018, yang akan digelar di Rusia. ”Kami tak ingin fans Rusia disalahkan atas segala hal. Kami adalah bagian dari komunitas Eropa seperti yang lainnya,” ujar Shprygin. ”Kami memiliki dua tahun lagi sebelum Piala Dunia 2018, untuk membalikkan keadaan menjadi yang lebih baik,” tutupnya. (kmb33/ap)
memasuki turnamen dengan kekalahan 2-0 dari Italia, tapi kekalahan itu tampak seperti menjadi motivasi Hazard cs dengan melanjutkan tren hebat menghancurkan Republik Irlandia 3-0 di pertandingan kedua mereka sebelum akhirnya mengalahkan Swedia 1-0 pada pertandingan terakhir mereka. The Red Devils akan berharap untuk memenangkan laga melawan Hungaria ini untuk mendapatkan kemenangan perdana di babak knock out di Kejuaraan Eropa sejak tahun 1980. Kubu Belgia tanpa Moussa Dembele yang cedera dengan formasi 4-2-3-1, Romelu Lukaku yang telah mengoleksi dua gol akan memimpin didepan dengan bantuan para bintangnya Eden Hazard, Kevin De Bruyne, dan Yannick Carrasco sebagai trisula ofensif. Pencetak gol lawan Swedia Axel Witsel dan Radja Nainggolan akan berusaha menguasai lapangan tengah. Partai ini akan sangat seru untuk disaksikan. (kmb33/rtr)
Casillas Mungkin Takkan Tampil
Gabor Kiraly
BPM/ap
seorang Wilmots. Pasalnya, Hungaria dinilainya sebagai tim yang sangat mengejutkan dengan bermain imbang 3-3 melawan tim kuat Portugal. Di Euro 2016, Hungari dinilai sebagai tim yang diprediksi hanya akan menjadi pelengkap saja. Namun pada kenyataanya mereka mampu membalikkan segala prediksi atas diri mereka. “Saya lebih suka bermain
melawan Inggris dan Spanyol dari lawan Hungaria,” kata Wilmots. Dia menjelaskan media Belgia yang menempatkan mereka di tempat yang teramat tinggi dengan ekspektasi yang tinggi pula. Akibatnya, tekanan di laga kontra Hungaria pun menjadi penuh dengan bumbu-bumbu yang berlebihan. “Setiap pertandingan akan berjalan dengan sulit dan ketat sampai peluit akhir. Tapi jangan biarkan reputasi Hungaria menipu Anda,” imbuhnya. Meski begitu, lanjut dia, tidak ada pilihan lain selain turun ke lapangan dan bermain lepas tanpa harus menilai kekuatan tim lawan, apalagi menilai tidak sebagaimana mestinya. “Satu-satunya cara untuk menilai sebuah tim adalah dengan melihat mereka sebagai sebuah tim yang utuh. Tentu kami akan habis-habisan sebagaimana yang akan dilakukan Hungaria,” katanya lagi. Anak asuh Wilmost
Paris – Gabor Kiraly menjadi ikon bagi timnas Hongaria di perhelatan Piala Eropa 2016. Bukan cuma karena performa apiknya di bawah mistar, namun juga disebabkan celana unik yang dipakainya saat bertanding. Kiper 40 tahun itu selalu mengenakan bawahan berwarna abu-abu dan agak longgar. Banyak yang bilang celana Kiraly itu lebih mirip piyama. Namun, berkat tuah celana unik itu Hungaria sukses memastikan langkah ke babak 16 besar. Mereka menjadi pemuncak di Grup F dan akan bertemu Belgia pada babak selanjutnya. Meraih sukses besar dengan melaju sampai fase knock out, fans Hungaria langsung menyambut dengan cara yang menarik. Sejumlah orang memutuskan memakai celana ‘jadul’ layaknya Kiraly untuk pergi bekerja sehari setelah tim kesayangan mereka me-
mastikan langkahnya, seperti dilaporkan Dream Team FC. “Sudah 20 tahun saya menggunakan celana ini. Celana ini selalu membawakan keberuntungan setiap kali turun ke lapangan hijau. Saat ini Kiraly juga tercatat sebagai pemain tertua yang pernah tampil di putaran final Piala Eropa. Dia melewati rekor yang sebelumnya dipegang oleh legenda Jerman, Lothar Matthaus. (kmb33/rtr)
St. Dennis – Timnas Spanyol membawa dua bintang di bawah mistar gawang di ajang Piala Eropa 2016. Kedua pemain tersebut adalah Iker Casillas dan David de Gea. Keduanya memang tak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam menjaga gawang La Furia Roja. Namun sejauh ini Casillas yang telah membawa Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2008 dan 2012 belum juga tampil. Itu terjadi karena pelatih Vicente del Bosque lebih memercayakan gawang timnya kepada pemain yang lebih muda, David de Gea. De Gea tampil cukup apik pada babak Fase Grup D Piala Eropa 2016. Ia hanya tampil megecewakan saat Spanyol ditekuk Kroasia dengan skor 1-2. De Gea disalahkan oleh publik karena tak mampu menghalau gol kedua yang dicetak Kroasia. Namun sepertinya Del Bosque tak akan mengganti De Gea pada pertandingan kontra Italia di babak 16 besar Piala Eropa 2016. Marca menyebut Del Bosque bukanlah tipe pelatih yang kerap mengganti skuad di tengah kompetisi. Casillas berada dalam situasi yang kurang nyaman, karena dia tidak masuk dalam starting XI. Kami sama sekali tidak mengubah starting XI kami hingga laga ketiga,” kata Del Bosque, Sabtu (25/6) kemarin. Untuk mengantisipasi munculnya masalah atau kecemburuan antar pemain, Del Bosque pun kerap menggelar diskusi dengan para pemain cadangannya. “Kami sudah bicara dengan para pemain untuk mengetahui perasaan mereka, tentang hubungan para pemain secara personal. Kami selalu terbuka pada perubahan, sepanjang
hal itu menguntungkan tim,” katanya lagi. Kenyataan tersebut tentu sangat mengecewakan bagi Casillas. Di usianya yang su-
dah tak muda lagi, maka bisa saja gelaran Piala Eropa 2016 kali ini adalah gelaran Piala Eropa yang akan ia ikuti dalam kariernya. (kmb33/ap)
Iker Casillas
BPM/ap
Minggu Paing, 26 Juni 2016
GELANGGANG
11
I Gusti Lanang Rai
Program Jelas WAKIL Ketua Asosiasi Sekolah Sepak Bola (SSB) Kota Denpasar I Gusti Lanang Rai, menyambut positif munculnya berbagai wadah sekolah sepak bola. Pasalnya, semakin banyak tumbuh organisasi SSB, dipastikan kian banyak digelar turnamen untuk usia dini. ”Jadi anak-anak makin ramai mengikuti berbagai kejuaraan, dan pembinaan anak usia dini (grassroot) bisa jalan,” ungkap pria kelahiran Petang, Badung, 6 Juli 1983 ini. Lanang Rai yang baru saja menjabat ketua panpel Liga Asosiasi SSB U-14 di Denpasar, berhasil menjaring 28 pemain. Sebelum turnamen digulirkan, para kontestan SSB menandatangani pernyataan, jika pemainnya masuk pantauan tim pemandu bakat, otomatis harus bersedia masuk skuad Perseden. ‘’Kami di Asosiasi SSB Kota Denpasar program kerjanya jelas, berikut pendanaannya,’’ tutur suami Kadek Suartini ini. Sedianya ke-28 pemain bakal mengusung bendera Perseden guna mengikuti turnamen Piala Menpora. Oleh karena waktunya terlalu mepet, para pemain dikembalikan memperkuat SSB-nya masing-masing. Akan tetapi, ke depan mereka yang terjaring dipastikan mengibarkan Tim Laskar Catur Muka U-15, U-16, U-17, dan seterusnya. ‘’Para pemain ini ditangani duet pelatih Komang Bawa Saputra dan Purnomo,’’ ucap ayah dua anak ini. Pihaknya membuat kesepakatan dengan SSB Selain program jelas, kucuran dana dari induk organisasi Askot PSSI Kota Denpasar juga nyata. ‘’Untuk program kegiatan apa pun, kami pasti dibantu dana Askot PSSI Denpasar,’’ katanya. Ia pun mengagendakan menginventarisasi jumlah SSB yang bernaung di bawah Asosiasi SSB Denpasar. ‘’Dulu jumlahnya 24 SSB, mungkin sekarang susut menjadi 16 SSB, tetapi bagi kami tak masalah,’’ ungkap polisi yang berdinas di Ditlantas Polda Bali ini. (nel)
BPM/ant
LEMPAR -- Suporter Persija Jakarta melempari petugas kepolisian, ketika terlibat kericuhan pada laga Torabika Soccer Championship, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/6) lalu. Pertandingan tersebut dihentikan setelah suporter Persija Jakarta masuk ke lapangan, dan menyerang petugas kepolisian setelah Persija tertinggal 0-1 atas Sriwijaya FC.
Penonton Rusuh
Laga Persija Jamu Sriwijaya Dihentikan Jakarta (Bali Post) -
Pertandingan antara tim tamu Sriwijaya FC melawan Persija terpaksa dihentikan akibat terjadi kerusuhan di tribun Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/6) malam lalu, dalam laga lanjutan Indonesia Soccer Cahmpionship (ISC).
BPM/nel
Taekwondoin Lapis 3 Badung Turun di BBC Mangupura (Bali Post)Setelah memecahkan rekor sebagai juara umum I dalam Porsenijar Bali, Taekwondo Badung kembali mempersiapkan atlet-atlet layer tiga nya untuk diuji coba dengan atlet-atlet unggulan dalam kejuaraan Bupati Badung Cup (BBC). Menurut Ketua Pengkab TI Badung Tjhin Johannes, kejuaraan Bupati Badung Cup yang diperkirakan diikuti 600 peserta akan dikemas dalam bentuk invitasi, di mana dirinya akan mengundang atlet-atlet luar Bali, Malaysia dan Timor Leste untuk menghadang atlet-atlet lapis 3 Badung. Pria yang biasa di panggil Jo ini, mengatakan atletatlet pelatcab Badung tidak akan diturunkan di ajang ini, karena dirinya memberikan kesempatan kepada atlet luar untuk meladeni taekwondoin tuan rumah agar berimbang. Dia menyatakan kemampuan atlet kelas 1 pelatcab Badung sudah pasti di atas atlet-atlet luar, mengingat saat ini Pelatda Bali dan PON didominasi oleh atlet-atlet Badung. Atlet kelas 2 Badung fokus untuk Kejurnas PBTI, akhir Oktober nanti dan bisa dilihat kualitas atlet kelas 2 Badung. Pria asal Pontianak ini yakin barometer taekwondo di Bali saat ini Badung, karena telah memiliki semua fasilitas mulai dari pelatih yang berkwalitas sampai peralatan dan jumlah atlet yang melimpah. Jo mengklaim tidak lama lagi jumlah taekwondoin di Badung melebihi dari gabungan beberapa kabupaten lain di Bali. Ditanya soal Porprov, Jo menilai saingan terberat bukan lagi Denpasar, melainkan kabupaten-kabupaten lain, seperti Karangasem dan Buleleng. (kmb)
Menurut pantauan di Jakarta, ratusan penonton berusaha untuk menjebol pintu pembatas di wilayah sektor timur, mereka mencoba menerobos masuk ke dalam lapangan. Namun upaya tersebut dicegah aparat kepolisian. Akibatnya, bentrokan antar kedua pihak terjadi di pinggir lapangan. Penghentian pertandingan tersebut terjadi di menit ke
77. Beberapa menit sebelumnya pertandingan juga sempat dihentikan akibat ulah penonton yang menyalakan kembang api. Sehingga asap yang ditimbulkan mengganggu pertandingan, dan membuat sesak napas pemain kedua tim. Wildansyah pemain fullback Sriwijaya FC terpaksa diganti oleh Zalnando akibat menderita sesak napas, dan
membutuhkan bantuan oksigen dari tim medis. Kedudukan sementara adalah 0-1 untuk keunggulan Sriwijaya FC. Gol diciptakan oleh Hilton Moreira melalui tendangan bebas dari dekat kotak penalti pada menit ke 65. Hilton mengarahkan bola ke arah pojok kanan atas, penjaga gawang Persija Andritany. Dan bola berhasil
BPM/dok
arah kanan penjaga gawang Teja Paku Alam. Tetapi respons yang baik ditunjukkan Teja dengan berhasil menepis tendangan Bambang Pamungkas di menit 60. Bintang Persija tersebut gagal mengubah keadaan permainan. Akhirnya pemain Persija asal Korea Selatan Hong Soon Hak masuk menggantikan Syahroni. Belum sempat menunjukkan kemampuannya, wasit menghentikan pertandingan sementara akibat kerusuhan yang terjadi di tribun VIP timur Stadion Gelora Bung Karno. (ant)
Rio Haryanto Dambakan Poin di Austria
BPM/kmb23
SENAM - Senam massal oleh Lala Studio meramaikan peringatan HUT ke-57 Ikatan Keluarga Minahasa Bali di GWK, Sabtu (25/6) kemarin.
Lala Studio Marakkan HUT Ikatan Keluarga Minahasa Bali Mangupura (Bali Post)Ikatan Keluarga Minahasa “Maesa” (IKM) Provinsi Bali menggelar peringatan ulang tahun yang ke-57 di Plaza Amata, GWK, Sabtu (25/6) kemarin. Perayaan kali ini mengambil tema “Metomboltombolan” yang artinya orang Minahasa harus saling menopang, saling membantu, dan tolong-menolong. Menurut Ketua Umum IKM Bali RJ. Vence Sanger, S.H., IKM Provinsi Bali berdiri pada 13 Mei 1959 silam. Melalui peringatan yang ke-57 ini, diharapkan warga Minahasa di Bali agar bersama-sama saling menunjang dan saling membantu satu dengan yang lain. Selain itu, agar melakukan
hal yang bermanfaat bagi Bali. “Mari kita melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi Bali, serta membangun Bali menjadi yang lebih baik lagi,” katanya. Pihaknya mengajak agar IKM hadir di tengah-tengah desa adat dan desa pakraman untuk berinteraksi dengan masyarakat Bali dan menjalin keakraban. Vence juga mengimbau IKM agar tidak lupa dengan tanah Minahasa. Menurutnya, jadikanlah Bali menjadi jembatan untuk mempromosikan tanah Minahasa, karena banyak wisatawan mancanegara yang hadir ke Bali. Oleh karenanya, diharapkan semua turut mempromosikan tanah Minahasa melalui Bali.
Ketua Panitia Ulang Tahun, Benny Ratu menambahkan, kegiatan ini merupakan acara tradisi yang merupakan wujud ungkapan syukur terhadap apa yang sudah didapat. Selain kegiatan sosial, ada pun kegiatan yang sudah dilakukan seperti lomba yoker, dan berbagai lomba. Selain itu juga digelar senam massal oleh Lala Studio. Benny juga berharap agar warga Minahasa di Bali selalu menjunjung semboyan yaitu Sito Tumo Tumoto, yang artinya kalau kamu mau menjadi manusia, manusiakanlah orang lain. Selain itu, juga tetap menjunjung semboyan Torang semua basudara yang artinya kita semua bersaudara. (kmb23)
18 Tim Ikuti Piala Menpora U-14
Tjhin Johannes
meluncur deras melewati atas pagar hidup menembus gawang Persija. Persija bukan bermain tanpa ancaman. Kesempatan emas didapat Bambang Pamungkas melalui titik putih. Sebelumnya aksi drive in dari Ade Jantra terpaksa dihentikan oleh Fachrudin Wahyu, dengan tarikan tangan di dalam kotak penalti. Wasit menghukum Fachrudin dengan kartu kuning kedua yang membuatnya terusir dari lapangan. Hukuman penalti tidak dapat dihindari. Bambang Pamungkas sebagai eksekutor melesatkan bola ke
Denpasar (Bali Post)Hingga kini tercatat sekitar 18 tim SSB yang berniat mengikuti turnamen sepak bola U-14 memperebutkan Piala Menpora Wilayah Bali. Hanya untuk kepastian jumlah kontestan ditunggu sampai pertemuan teknik. Ketua Panpel Gede Made Anom Prenatha di Denpasar, Sabtu (25/6) kemarin menerangkan pertemuan teknik bakal digelar pada 1 Juli mendatang. Dia menyebutkan, sejauh ini tim-tim
yang menyatakan ambil bagian seperti Putra Pemenang, Putra Mumbul, Putra Perkanthi, Badak Putra, Kapal, Porba, Gisi Bangli, Perseta Takmung, Tabanan Generation, Mandala United, Putra Tresna, Putra Pegok, Damar Cakti (2 tim), Nusantara, Bali United, serta Guntur. Anom Prenatha menjelaskan, turnamen U-14 dihelat pada 16-17 Juli menggunakan lapangan Pemecutan, Kompyang Sujana dan Lapangan
Buduk. Bagi tim juara berhak mewakili Bali ke tingkat nasional yang melibatkan 34 provinsi. Dijelaskannya, tim juara bakal ditanggung Korwil Bali meliputi transportasi dan akomodasi 20 personel, terdiri atas 18 pemain, 1 pelatih, plus 1 ofisial. Sementara 18 pemain rinciannya, 13 tim dari skuad tim juara, ditambah 5 pemain lain dari tim kontestan lainnya. “Peraturan ini sudah baku untuk level nasional,” terang dia. (022)
Semarang (Bali Post)Pembalap nasional yang tergabung dalam tim Manor Racing Rio Haryanto, berharap mendapatkan poin pertama, saat tampil pada race kesembilan lomba balap mobil Formula Satu (F1) di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, 1-3 Juli. Ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati, ketika dihubungi, Sabtu (25/6) kemarin, mengatakann, tentu saja harapannya bisa lebih baik dari rekan satu timnya (pembalap asal Jerman Pascal Wehrlein) dan mendapatkan poin. Sirkuit Red Bull Ring, yang akan menjadi ajang race kesembilan lomba balap mobil F1 2016 ini, memang tidak asing bagi pembalap asal Solo, Jawa Tengah, karena saat tampil pada lomba balap mobil Gp2 Series, juga beberapa kali tampil di sirkuit ini. “Tetapi semua tergantung pada kondisi mobilnya. Apakah karakter mobilnya cocok dengan Sirkuit Red Bull Ring,” kata Indah Pennywati. Pembalap berusia 23 tahun ini, sudah dua kali tampil di Sirkuit Red Bull Ring Austria saat tampil pada GP2 Sries, yang pertama pada 2014, bersama tim asal Spanyol Addax Barwa, dan kedua saat bergabung bersama tim Campos Racing pada 2015. Bahkan saat bersama Campos Racing pada 2015, Rio Haryanto berhasil menjadi yang terbaik, atau juara pertama, pada race kedua atau sprint race dengan catatan waktu 35:57.944. Menyinggung soal rencana keberangkatan Rio Haryanto ke Austria, dia mengatakan, Rio direncanakan berangkat ke Austria pada Senin (27/6) besok. (ant)
Karateka PON Ikuti Kejuaraan di Thailand Denpasar (Bali Post)Tim karateka PON Bali bakal dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan di Thailand, Juli mendatang. Hanya beberapa karateka yang dikirim masih belum bisa dipastikan, karena tim pelatih masih melihat hasil tes fisik tahap III. “Kami memang bakal mengirimkan atlet karateka PON untuk mengikuti kejuaraan di Thailand 12-16 Juli mendatang. Akan tetapi, kami belum bisa mengatakan berapa jumlah atlet yang bakal dikirim, karena masih melihat hasil tes fisik tahap ketiga,” ungkap Sekum FORKI Bali Ardy Ganggas, Sabtu (25/6) kemarin. Ardy Ganggas menyatakan, tes fisik nantinya bakal menentukan siapa saja karateka yang dikirim ke ajang nanti. Jika hasil tes fisiknya bagus, dia pasti bakal dikirim. Sebaliknya, jika hasil fisiknya masih belum maksi-
mal, kemungkinan mereka bakal dipertimbangkan lebih lanjut, apakah akan dikirim atau tidak ke Thailand. “Yang jelas atlet yang fisiknya bagus, pasti bakal kami kirim. Kalau yang fisiknya masih rendah akan dibahas lebih lanjut,” katanya. Dikatakannya, kejuaraan yang bakal diikuti di Thailand nanti dipergunakan sebagai bahan evaluasi pascamelakukan pelatda Bali yang sudah berjalan. Sehingga tim pelatih bisa melihat sejauh mana peningkatan yang dialami asuhannya. “Kami di sana bakal melihat fisik, mental bertanding, skill sebagai tolak ukur. Untuk itulah kami minta karateka PON yang turun bisa tampil semaksimal mungkin, sehingga kami bisa melihat teknik apa yang harus dibenahi,” kata Ardy Ganggas. (kmb41)
LAGA
12 New York – Kompetisi NBA Musim 2015/2016 telah berakhir, Cleveland Cavaliers keluar sebagai pemenangnya. Kini sejumlah klub menyambut musim baru dengan mendatangkan pemain baru. Mengutip situs resmi NBA, Jumat (24/6), Draft 2016 terdapat 10 pemain baru yang akan tampil memperkuat tim NBA untuk musim depan. Pemain yang paling disorot yakni Ben Simmons yang direkrut Philadelphia 76ers.
Minggu Paing, 26 Juni 2016
Simmons Pilih Sixers Simmons merupakan forward dari tim Louisiana State University. Sosok berusia 19 tahun tersebut dinilai bakal bersinar seperti rekrutan pertama 76ers musim lalu, Allen Iverson. Selain nama Simmons, ada pun rekrutan Los Angeles Lakers Brandon Ingram menjadi topik perbincangan hangat di jejaring sosial. Bahkan Forward Duke tersebut digadang-gadang memiliki potensi seperti Kevin Durant bersama Oklahoma City Thunder.
Ajang NBA draft biasanya digunakan oleh tim-tim yang prestasinya kurang memuaskan di musim sebelumnya. Tim dengan rekor menang kalah terburuk di regular season akan memiliki peluang paling besar untuk mendapatkan pemain pilihanya. Hal ini dilakukan demi pemerataan prestasi di NBA. Ajang ini telah menelurkan pemainpemain besar macam Michael Jordan dan LeBron James. (kmb33/rtr)
Berikut 10 Pemain Teratas 1. Philadelphia 76ers Ben Simmons
6. New Orleans Pelicans Buddy Hield
2. Los Angeles Lakers Brandon Ingram
7. Denver Nuggets Jamal Murray
3. Boston Celtics Jaylen Brown
8. Sacramento Kings Marquese Chriss
4. Phoenix Suns Dragan Bender
9. Toronto Raptors Jakob Poelti
5. Minnesota Timberwolves Kris Dunn
10.Milwaukee Bucks Thon Maker
Ben Simmons
BPM/rtr
Sastra
Redité Paing, 26 Juni 2016
I Kaki Dengkil
Taru Curiga SANGSAYAN I Kaki Dengkilé mabukti mangkin. Kenjekan iteh ngwéhin unén-unén kasayangané I Klau Brahma neda, kepir-kepir kupingné miragi Bagus Gedé nyeritin alon-alon sakadi dawegé nyeneng. Waluya prabawané bagus aéng, wantah Bagus Gedé mabaos kamula nyunyur manis. Saharsa Ipun usan ngwéhin ayamé neda, mamanah jaga nyumekenang miragi baos Bagus Gedéné. “Uduh... Kaki, sayan makelo dini, sayan ngangenin kahuripané di mrecapada. Ko ndén dogén tepuk Swarga Lokané. Nyén kadén nyuug kemamai, tusing tawang buin pidan pajalané lakar endeg pragat. Buin pidan kadén maan malilacita cara dugasé di mrecapada. Buin pidan kadén maan bengong nglaca-laca sekadan ané bakat baan ngenehang. Jeg sesai kakéné ampehang briuk siu, sagét kema, sagét mai. Kenyel masé baana, waluya suba baanga bayu tekén I Judul Agung.” Sebet pisan manah I Kaki Dengkilé miragi rerasan Bagus Gedéné sakadi punika. Pitananga antuk I Kaki Dengkil wantah dawegé ring mrecapada kantené alep solahé jagi lanus pamarginé ring kadituan. Bagus Gedé, kasub pisan dawegé kantun nyeneng alep polos tur dana pisan. Seneng pisan nulungin anak kalara-lara santukan sengkaon, lacuré nékték, kabencanén, tur sané siosan. Minab makudang-kudang jatma sampun lintanganga. Napi anggéna nglintanang? Jinah, artha brana sané druwénanga, sané pikolihanga antuk makarya. Asapunika naler makudang-kudang anak luh-muani rerehanga karya, cenik-bajang sekolahanga. Mangda sapunapi malih? Dana tur pangrasané kasub pisan. Matajen? Maceki? Macong? Masang nomer? Doh para saking bikasé punika. Nénten naan panggihina Bagus Gedé masolah sakadi punika. Sekancan mamotohé, sumeken pisan I Kaki Dengkil durung naan manggihin Bagus Gedé keni gegodané punika. Mamunyah? Naler asapunika. Durung naan I Kaki Dengkil manggihin Bagus Gedé kataluhan. Wantah nyirup sajeng, arak, bir, wiski kola, gin, drum, tur sané siosan agelas-kalih gelas minab naan. Méh seringan I Kaki Dengkil masajengan antuk belog ajumé. Cutetné, Bagus Gedé doh para saking gegodan mamunyah. Napi malih madat. Sapauning I Kaki Dengkil, Bagus Gedé durung naan keni sasab asapunika. Wantah malanjarané kanikaang madat, inggih sayuwakti asapunika. Kerengé malanjaran sampunang sampun tandingina Bagus Gedé. Sayan makéh sané kayunanga, sayan makéh malanjaran. Kocap wantah lanjarané punika kanti sané paling leketa. Kantos pamarginé nglantur ka paran-paran lanjarané punika nénten naan lempas bekelanga. Anaké kabaos mamaling, minab makudangkudang artosné. Midep mamaling sekancan sané kanten utawi sané nénten kanten. Inggian asapunika, wantah sané kabaos mamalingé punika sinah nénten naan laksanaina antuk Bagus Gedé. Sampunang ja mamaling taru, blakas, tur sané siosan, mamaling ngalang utawi korupsi sakadi katah mangkin marginina antuk danéswarané, nénten pisan naan laksanaina. Wantah naan minab sampun juk pulisi, jaksa, utawi kapéka. Sané malih asiki, mawasta madon ring wewengkon panca Ma-né. Kantené, puniki naler durung naan panggihina antuk I Kaki Dengkil. Ngudiang purun maosang asapunika? Ngraina panggihina Bagus Gedé seringan makolem nyansan nglemahang. Mantuk saking kantor makolem kantos nyoréang. Kali napi polih nyolong smara? Punika sané uningina antuk I Kaki Dengkil. Sakadan panca Ma-né minab doh para saking ragan Bagus Gedéné. Wantah wénten maosang lianan, sinah punika manut pauning soang-soang. Sané mabuat mangkin. Asapunika kantené Bagus Gedé akéh pisan sampun ngamargiang kabecikan, dong mangkin sareng kalara-lara asapunika? Marasa sampun med pisan ngamarginin suba karmané? Kocap inunian, Bagus Gedé nglintangin taru curiga, taru agung sané madon ladik mangan. Ring duur taruné Sang Bhuta Maya iteh ngocokang taruné punika kantos pacepolpol ladiké nibén atmané sané nglintang. Napi makasami atmané nglintangin taru curiga? Nénten ké makasami atmané dawegé ring mrecapada matingkah curiga makasami? “Sing tawang Kaki... miribné tusing... abedik tepuk ané lénan... ané tepukin ada padanda, danéswara, sodagar, tentra, pulisi, bebotoh, ané kereng nyolong smara, ané ngadep babad, ané mamaling... ané lénan tusing tawang...” Klentang-klenting piragina antuk I Kaki Dengkil sawiréh Bagus Gedé ijek nepis ladiké sané mlesat ring anggané. Kocap paclebus ladiké nebek makasami. Ngawinang pakrarak atmané sida katusuk ladik. “Kéto nyen... melahang pesan jani matingkah... amonto pekik tingkah Bagus Gedéné masé tusing lémpas ngliwatin taru curiga, ngliwatin Sang Bhuta Maya ngosok taru curiga!” Asapunika I Kaki Dengkil sakadi nuturun awakipuné néwék. Sampunang ja kayika dosah tur wacika mamahé mangda patut. Manacika mamahé naler mangda yukti patut! (Jelantik)
Tulus Pupus Nyoman Manda SURYANÉ suba nadarin, munyin meriemé sing pegatpegat nyedurin Puri Kesimané mawinan sing ada anak bani majujuk ngawag-awag, makejang sayaga makelid krana sing kena baan narka ulung mimis meriemé. Suba ada gatra saking tilik sandi, jani uling dedauhan semengan sawatara jam kutus kuang abedik pasukan Belanda suba nuju Kesiman lan ada masi ané ngempur uling samping. Askar Badung ané nabéngin Désa Tangtuné suba majadeng lan mangindang wirang. Pasukan Badung suba ngadang pasukan Belanda ané kapimpin olih Rost Van Toningen. Askar Badung sumaget nyerang pasukan Belanda ané telung
batalion ento, batalioné ené apang sing manuék pesan serangan Belandané ka Puri Kesiman. Askar Kesiman suba ramé pesan matandang wirang ajak pasukan Belanda batalion 18 ané ngempur tepi siring tabéng Tukad Ayungé. Nyoman Sadu suba ningeh mula kéweh tumbak nglawan bedil lan meriem ané sing pegat-pegat ngempur natah Kesimané. “Nyoman?” ada timpalné gesah teka. “Ngrépéd bedil serdadu Belandané,” timpalné masaut polos. “Dadi mawalik?” “Raga parekan apang di puri ja ngayah kanti panelah uripé.”
13
“Keneh Ketuté kénken?” “Raga bakal mengkeb di dorin pamedal agungé.” “Dadi kéto?” “Raga bakal nyagrep Belandané uling ba duur.” “Nah.” Bawak Nyoman Sadu masaut. “Enggalang Nyoman, pancingin ia. Iraga uling pamedal agungé bakal nyagrep ia.” “Nah,” bawak Nyoman Sadu masaut krana suba liu anaké uyut, musuhé suba paak ba delod sing ada samas meter uling puri. “Ingetang Nyoman.” Ketut Regog lantas malaib lan menék ka pamedal agungé nylepék durin pamedalé. Krépédan munyin bedil sing pegat-pegat katimpalin suryak panjak ané wirang méla tanah Kesimané. Nyoman Sadu barak paningalané mara nepukin joh ba delod pasukan Belanda suba nrajang. Meriem maroda gedé ngenah pesan suba maakin puri, lan puriné suba kakurung uling telung panatadan. Sépanan makeneh Nyoman Sadu sing nyidaang maju krana krépédan munyin bedil sing pegat-pegat, ketakketak nembus témbok tebel puriné. Ia makirig ka tengah ancak saji lan ia ningeh anak nyerit. “Ingetang Nyoman pancingin, tiang uling pamedal semanggén,” ia nolih menék, tepukina Ketut Regog suba nylepék di baturan pamedal agungé. “Ingetang Nyoman,” ia bah krana ada timpalné nyerit ngorahin makakeb krana mimis bedilé suba nuju ka ancak saji. Tembok puriné liu bolong kena mimis bedil lan meriem. “Nyoman.” Buin Ketut Regog nyerit lantas ia masaut, “Nah.” “Iterin tembok puriné,” ada pamucuk satria Kesimané nyerit. “Nggih.” Suba léwat tengai nepet pasukan Belandané suba maakin bancingah puriné. Meriem lilla gelah Askar Badungé masi cedar-cedur ngranayang masi cengar-cengir Belandané sing bani nrajang pesan. Galak Askar Goak macoké nyabatang tumbak lan tiaga wani mati madu arep galak matandang wirang lawan bayonét yan suba pada kasép tangkis saling majadeng. Jerit galak Askar Kesimané cara nyibak langité
serdadu macelep ngléwatin pamedal agungé di arep. Nyoman Sadu ngrasayang limané kebus lan kudang jahan getih maembah uling limané di tengkebot. Ia buin nengokang muané mawinan ngrépéd munyin bedilé ia makakeb di sisin pamedal semanggéné lan aéng ia makesiab nepukin Ketut Regog makecos uling ba duur ngelut baong Belanda ané ngléwatin pamedal agungé lan nuékang kadutan di tangkah Belandané ané makaik ajahan lan irika buin ngurekang kadutan ané tuekanga tekén Ketut Regog nanging kudang jahan bedil ngrépéd uling duri, sirah lan tundun Ketut Regogé tembus mimis bedil Belandané ané ada di dorin Belanda ané suba kiak-kiak pegat angkiane enu geluta tekén Ketut Regog ané terus nancepang kadutan di tangkah Belandané. Keduana bah lan ia nepukin Belanda pedih ngaud kadutan uling tangkah timpalné ané suba ngaséksék ngasén. Nyoman Sadu ngremeng paningalané nepukin matan ainé ané suba séng kauh sawatara suba jam dua lebih. Nepukin Belandané pedih nganggar kadutan ané mara auda uli tangkah timpalné, ngénggalang ia bangun nyagjag saha ngalih ancangancang nyabatang tumbakné kena nancep di tundun Belanda ané ngisi kadutan Ketut Regogé tembus ka tangkahné. Ia makaik, nanging kudang jahan bedil suba ngrépéd benyah awakné tembus mimis bedil Belandané, ia makakeb bah di ancak saji. Bakti nulus pupus mélanin gumi. Lantas teka Belanda buin ngrépéd némbak awakné ané suba bek matatu. Ia bah ngayah mélanin Gumi Kesimané. Sawang-sawang ia ningeh Belandané masuryak krana lingsiran Belandané suba nyidaang nguasaang Puri Kesimané. Kesiman runtuh nanging ambu para satriané tetep teguh kukuh nabéngin Gumi Kesimané. Kesiman sampun runtuh, takluk. Ada serdadu Belanda nolih jam tangan limané. Ia makenyem jam 15.30 pinanggal 19 September 1906 Kesiman kakuasaang olih Belanda ngrampahang masarang jalané bakal nyerang Puri Denpasar, Badung lan Pemecutan. Pondok Tebawutu Purnama Sadha
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Ngruruh Kasukan Sujati
Naga Anantha Bhoga
Olih : I K. Satria, S.Ag IDA nglanturang nyarita; “Uduh para ksatria, sedek dina sané becik, wénten brahmana mautama rauh saking swargan saha nlatarang indiké punika. Antuk kawisésanidané mijil ka jagaté gumanti pacang nyatuayang daging kasuksmané puniki. Ri kala punika sapangrawuh Ida Sang Maha Muni katampi antuk pamargi sané dahat becik, saluiring daging tattwa sané kacaritayang taler ketampi antuk pamargi sané patut. Durusang sané mangkin pirengang sané patut kalaksanayang olih para ksatriané. Kapatutané sané katlatarang punika wantah pateh sakadi sané memargi ring swargan. Sami sapituduh Ida Sang maragama Brahmana punika pacang nerangang pikayunan Ida Sang Arjuna. Sami pitaken-pitaken kasuksman sané aturang titiang majeng ring Brahmanané punika kacawis antuk pamargi sané taler patut, sané kawéntenannyané sakadi asapuniki: “Uduh Cening Sang Prabhu Krishna I Déwa, napi minab sané takénang I Déwa mangkin, wantah pinaka daging kasuksman sané mautama. Sami pacang paicain Bapa kapining I Déwa, sangkaning I Déwa sampun nyihnayang tur nglaksanayang kahuripan sané welas asih ring jagaté. Pamargi sané asapunika sujatiné pacang ngicalang awidya ring angga sarira. Kadi asapunika Cening Sang Krishna sané sampun madué budi sané mautama pisan. Sané mangkin becikang mirengang mangda pedas. Ida Sang Brahmana mautama mapésengan Brahmana Kasyapa sané sampun kasub sangkaning kawisésan saha kawicaksanaidané. Sampun cumpu pisan kawéntenan Ida Sang Brahmana puniki mawisésa taler teleb pisan ring sahananing pamargin agama ring jagaté. Ida taler nguningin sané pacang manresti miwah sané pacang padem ring jagaté. Ida sané nguningin indik uger-uger kahuripan sané wénten ring jagaté saha sané uning ring iwang patuté sané memargi ring jagaté miwah ring swargan. Pascat pisan indik iwang patut miwah pasuk wetu kahuripané. Ida sané nguningin panrestiang sané utama miwah sané nénten utama ring jagaté. Brahmanané punika maurip ring jagaté puniki, sakémaon sampun tatas ring kahuripan jagaté saha nénten malih kaiket sangkaning uger-uger jagaté turmaning indik kawéntenan indriané, Ida sampun putus sujati. Ida wantah pinaka brahmana sané nénten malih ngayunin kahuripan sané luihing arta brana, napi malih Ida sampun prasida ngawesa sekancaning indriané sané wénten ring angganidané. Ida madué prabawa sané dahat agung pisan, madué kawisésan prasida mamargi sakita kayunidané. Ida taler madué kawisésan sané prasida nyeti rupa ring jagaté sakadi napi sané wénten ring jagaté puniki. Ida prasida wénten ring genah parajanané ngelarang yadnya, ngamargiang sahananing gandharwané utawi seni, saha wénten ring madyaning kotané sané ramé tan kadi. Ida sampun winaluya sakadi angin. Kadi asapunika kawéntenan brahmanané sané mautama punika, Ida taler kasub ring jagaté duaning kapradnyananidané sané prasida nguningin sekancan baya sané wénten. Sedek dina becik Ida Bharhmana Kasyapa mamargi pacang matemu sareng brahmana sakti sané siosan. Ida Sang Brahmana luih ngandika sakadi asapuniki majeng Ida Sang
nandang makecos nyagjagin prajurit ané ngaba bedil. Nyoman Sadu nguntul nepukin Askar Kesimané ané maan makecos uling duur temboké nyabét baong Belandané nanging kudang jahan ia suba lopyo kaku mapandus getih krana krépédan bedil serdadu Belandané. “Nyoman.” Nyoman Sadu makesiab krana ia nawang pesan nyén ngelah munyiné ento. Ketut Regog suba sayaga ngepil di durin bebaturan pamedal agengé. Jani serdadu Belandané suba di bibih balé panawing bancingah puriné. Ngrépéd munyin bedil sing pegat-pegat. Askar ané ada di duur tembok puriné suba paglebug kasander mimis bedil. Sebet pesan ia nepukin askaré cara kedis perit petingan bondol galak enu nelik nganggar kadutané ulung lemet ngakebin Gumi Kesiman ané tulus subakti nindihin mélanin patut, mati tan tumut pejah. Sing maan makeneh sagét ia orahina tekén timpalné apang sada makéséran uling tongosné majujuk katotor krépédan bedilé nyasar pesan duur sirahné. “Nyoman makelid bedik,” jerit timpalné nanging ia sanget pesan makesiab krana kondén pegat munyin timpalné ia nepukin raganné ngisi baongné ané suba muncrat pesu getih. “Kénkén Beli Madé,” ia nyagjagin timpalné ané limané barak maurab getih. “Tusing kuda-kuda Nyoman pada siaga ngayah,” sing raganné matolihan jeg mirig témbok nuju ka pamedalé nganggar tumbak. “Bakal kija Beli Madé?” Nyoman Sadu nyerit. “Beli ngayah Nyoman,” raganné terus majalan mirig tembok lan lantas nyerit makrak ngasuetang tumbakné sig serdadu di got puriné ané makaik maaduhan krana tumbak raganné nganceng di baong serdaduné nanging kudang jahan raganné suba nyréndéng bah adéng-adéng masimbah rah pejah ngayah. “Mati cai Belanda….,” lantas raganné bah tusing makrisikan. Nyoman Sadu nguntul ajahan nanging makirig ka samping pamedal semanggéné. Ia nolih ka medalé, ditu Ketut Regog menekang limané. Nyoman Sadu malaib metas pamedal awanan ada teka
Brahmana Kasyapa “Uduh Cening-cening ring jagaté, antuk kautaman miwah kawisésan ngelarang tapa, sami manusané sané wénten ring jagaté pacang molihang kautaman dados manusa ring jagaté. Sujatiné nénten wénten sané kabaosang kasukan sané sujati ring jagaté, napi malih ring jagat tiosan. Nénten wénten genah sané langgeng ring jagaté, sami pacang mauwah sakadi pamargin Sang Kala. Sané sujati wantah munarbhawa miwah manunggal majeng Ida Sang Brahman. Lempas saking sukané pacang ngertiang duka, taler lempas saking sukané pacang ngutsahayang ngrajegang kasukan. Dwaning angga sariran Bapané sampun nguningin sekancan suka kalawan dukané sané wénten ring jagaté. Bapa sampun tatas ring panrestian miwah ring panunggalané, sami pinaka tetujon sané ngelarang agama mangda mapuara becik. Bapa taler sampun rumasa sami sekancan ajengan sané luih. Bapa taler sampun nunas ajengan saking makatah biang sané wénten ring jagaté. Sekancan sukané sampun kapolihang. Kadi asapunika Cening Bhagawan Kasyapa I Déwa, sampun sué Bapa molihang urip sengsara. Sesampuné molihang sekancan arta brana sangkaning makarya sané becik, sami pacang ical saha ngwetuang kasengsaran. Kasengsarané punika sampun polihang Bapa saking para rajané saha sameton sané uningin Bapa. Bapa sampun molihang pamargi sané nénten becik sané ngawinang Bapa rumasa engsek ring sekala miwah niskala. Bapa kasakitin saha kapademang. Sampun makudang-kudang kasengsaran polihang Bapa ring jagat mayapadané puniki taler ring jagat Yamadéwané. Sampun makudang-kudang penyakit sané dahat ngresresin pisan taler sampun polihang Bapa. Ring jagaté puniki sampun ketah Bapa molihang kasengsara sangkaning pamargin rwabhinédané. Ri kala Bapa molihang kasengsarané punika, irika Bapa nunas majeng Sang Hyang Embang sané taler nénten keni antuk mikayunin. Irika Bapa nyukserahang angga sarira saha ninggalin sami kasukan ring jagaté antuk pikayunan sané cumpu saha nunggal ring Ida Sesuhunan. Ngantos Bapa molihang sané kabaosang semadhi, sané kawéntenannyané nénten malih sida ngayunin angga sarirané puniki. Irika Bapa molihang kasukan sané sujati, nika mawinan Bapa saraina wantah ngelarang tapa brata yoga. Sujatiné sané polihang Bapa mangkin boya ja pangutsaha sané elah Cening, sami wantah abot pisan. Pangaptin Bapa wantah angga sariran Bapa napi malih Jiwatman Bapa mangda suci saha molihang panunggalan majeng ring Brahman ring jagaté miwah ring sunya loka. Bapa pacang ninggalin jagaté puniki nuju genah sané pinih utama, Satyaloka tur manunggal majeng Sang Sangkan Paran utawi Brahman. Antuk képagehané punika, cumpu Bapa pacang molihang sané aptiang Bapa. Sampunang malih I Déwa sumangsaya ring kawéntenané puniki. Bapa nénten malih mapikayun mawali ka jagaté puniki. Mangkin wantah galah becik I Déwa mapinunas kapining Bapa.” Kadi asapunika bebaosan sané mautama saking maharsi sané karauhin olih Ida Sang Maharsi Kasyapa. (Puput)
becik pisan palinggih Ida sapta petala Naga Anantha Bhoga maukir bias malila sada maprada gedé acreng mawibawa Sang Hyang Anantha Bhoga Ida sané kabhaktinin antuk nyakupang tangan kalih mangda lédang mapaica mertha bhoga sida sukertha mangguh urip nanging sungsang karasa laksanané kantun kaon sadina-dina.... kari seneng nyemerin ngawé tatu Ibu Pertiwi genah Ida mayoga élingang! punapi sih Ida mapaica pangan sandang papan sida iraga waras urip kénak rahajeng ngiring... jangkepang bhaktiné antuk manah bhakti rahayu lan laksana becik. Nyoman Punia
Kruna
14 Cerakén
Redité Paing, 26 Juni 2016
Ida Madé Giur Dipta
Lengkara
Lascarya Ngayah, Jalaran Ngwerdiang Budaya Bali
Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;gind, Pupuh Ginada 27.lbhenhgib\ u n/, Labaané agibungan, mhulmÀtihsiki, maulam ati asiki, cn*yslnæ\Éewos/, canang yasa lan pangraos, mdg&ktiptÑmæul/,
KAWÉNTENAN budaya Bali dahat mabuat pisan taler patut kasaratang. Ring aab jagat sakadi mangkin, arang pisan parajana sané madué kayun lascarya sajeroning ngwerdiang budaya pamekasnyané budaya Bali. Mapaiketan ring parindikané punika sané ngawi Ida Madé Giur Dipta, A.Ma.Pd, lascarya ngayah jalaran ngwerdiang budaya Bali, sakadi sané kapanggihin ring grianidané ring Banjar Dinas Pekandelan, Desa Culik, Kec. Abang, Kab. Karangasem. Sadurung pensiun,, Ida Made Giur
Dipta dados guru Sekolah Dasar ring wewidangan Kecamatan Abang. Giur Dipta embas ring Desa Culik, 31 Desember 1948. Pendidikan kapertama saking SR 1 Culik kantos kelas 5 manten, raris kelas 6 ring SR 5 Mataram, nglantur SMP N 2 Mataram kelas 1 manten, raris kelas 2 kantos kelas 3 ring SMP Semadhi Yasa Abang, SPG C2 Klungkung, KPG Klungkung, miwah Universitas Terbuka Denpasar. Nglantur dané sering dados pembina kekawin/drama gong, angga panuréksa sajeroning utsawa dharma gita, angga sekaa arja/drama,
madaging katipat dampul,
puti;kun&, putih kuning, r&nt(tnÑedosÐir*. ring natar tan dados kirang. 28.pz\áËmr&pm)dl/, Panyanggra maring pamedal, b)bturnædßsri, bebaturan Padmasari, li\ái;s*tigrk×s, linggih Sang Tiga Raksasa, mg)bguæiy*lnÑlu, magebag siang lan dalu, w^ynÓkãËhßrer,
mli;siki,
Isin Gumi
malih siki, hip\irt u w ¡ ä nekocp/.
Sidak Obat Makanan ring Buléléng
I Pangirut Bhuwana kocap.
Akéh Kapanggihin Jamu Obat Ilegal
P A N Y A T U S A N kotak saking petang dasa kalih (42) soroh jamu ilegal katreptiangg aparat Kepolisian Resort Buléléng. Kaambilnyané barang-barang ilegal punika kalaksanayang antuk tetujon ngirangin perdagangan gelap sakadi jamu taler obat tanpa ijin ring wewidangan Singaraja. Barang tanpa labél nomor miwah ijin resmi saking Departemėn Keséhatan RI punika sampun kaamanang. Bayannyané, yéning nginum jamu obat ilegal punika prasida ngawinang éfék samping majeng keséhatan konsumén. Asapunika sané kabaosang Kasubag Dal Ops Bag Ops Polrés Buléléng AKP
I Madé Mustiada, S.H wau puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wrehaspati, 23 Juni 2016 lintang. Kaki Dukuh, Tangguwisia Para krama mangda setata yatna, sampunang gelis kayun numbas. Sané dados pengédar mangda keni pamidanda sané abot santukan sampun majanten pisan pacang ngawinang baya ring para krama sané minum obat sakadi punika. Tiosan punika, pihak pengawas sida tedun kantos ka désa-désa.
Suardana, Bulian Majeng BBPOM, yéning kapanggihin jamu obat ilegal sané janten ngawé baya, aptiang titiang mangda perédarannyané kararianang. Para pangadol jamu obat sané ilegal mangda kayun nyukserahang majeng petugas. Krama taler kaptiang mangda nguratiang kahanan inucap mangda pengédar obat ilégal nénten sayan nglimbak kawéntenannyané. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Indiké punika manut titiang minab sangkaning kirangnyané panuréksan para angganing kepolisian ring jamu
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
kangkang
1. k*k*,
1. tamak
2.
kania
2.
knê,
2. bujang, gadis
3.
kanista
3.
knisÕ,
3. dicemooh
4.
kantih
4.
knÓi;,
4. dayung
5.
kapagehan
5.
kpg)hn/,
5. ketetapan hati
6.
kasub
6.
ksub/,
6. tenar
7.
laksana
7.
lk×x,
7. perbuatan
8.
lanjaran
8.
lzérn/,
8. rokok
9.
lelata
9.
2lt,
9. dahi
10. lukar
gih, miwah kasuksman upacara. “Tetujon titiang sajeroning ngwerdiang budaya Bali sangkaning budaya Bali dahat mawiguna pisan turmaning prasida kaanggén pratiwimba sajeroning kahuripan. Punika awinan sajeroning ngwerdiang budaya mangda kadasarin antuk kayun lascarya ngayah. Madué kayun lascarya wantah parilaksana sané becik duaning nénten ngarepang pikolih sané jagi kapaica. Ngayah dahat mapikenoh pisan turmaning katami kantos mangkin patut kautamayang taler kasaratang”, baos dané sumeken. Siosan punika, dané madué kayun lascarya ngicénin widya pangweruhan ring siswa/ mahasiswa miwah parajana sané rauh ka grian dané minakadi ngajahin madharma gita, mabasa Bali, mapidarta, nyurat satua bawak, miwah nyurat aksara Bali. Pikayun lascarya ngayah sané katuekang antuk dané majeng parajana mangda nénten setata ngarepang pikolih sajeroning ngamargiang swaharma. (yasa)
Basa Bali Patut Lestariang
\j%kei Þ wonßshgn/, Ngajeng Kliwon masaagan,
Wiryantaka Brahma raré,
sering nyurat orti ring Masmedia (surat kabar miwah majalah) lokal taler nasional. Karyandané sampun naenin kaunggahang ring Majalah Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, taler sering molihang piagam penghargaan, sakadi saking Kepala Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Ngawit saking warsa 1980 sampun molihang kirang langkung pitung jayanti, silih tunggilnyané sakadi jayanti kapertama ring Provinsi Bali daweg pacentokan sané ngambil unteng/maunteng “Mengarang Lingkungan Hidup” miwah “Mengarang Geguritan” sané kawéntenang olih Pemerintah Provinsi Bali. Silih tunggil utsahan dané sajeroning ngwerdiang budaya Bali sampun makarya buku ngawit warsa 1982 kantos mangkin, kirang langkung sampun limolas (15) buku sané kakaryanin turmaning mapaiketan ring budaya Bali sakadi geguritan, tradisi-tradisi sané wénten ring Karangasem, indik suling-
10. luk(,
BAHASA INDONÉSIA
10. lepas
lan obat-obatan punika. Pihak BBPOM sapatutnyané madué seseleh mangda prasida nguningin obat-obatan sané maédar ring pasaran. Yéning wénten mabukti ngadol taler ngédarang jamu ilegal mangda langsung kapidana manut sakadi undang-undang sané wénten. Diréksen, Jl.Teratai singaraja Indik kontrol jamu obat ilegal punika yéning saking aparat kantos ka désa-désa pamarginé becik majanten nénten pacang wénten obat punika. Sujatiné ring tingkat kelurahan sampun wénten Babinkamtibmas, nika patut aktif nyelehin. Aji Bima, Banjar Ring kahanan sakadi puniki para krama mangda yatna ri kala matumbasan obat. Sampunang sangkaning mudah, iraga nénten urati ring kahanan obat inucap. Obat-obatan inucap sayuakti pacang ngwetuang baya santukan durung polih penelitian saking BBPOM. Para pengédar mangda keni pamidanda sané abot. Tanaya, Kapung Tinggi Titiang mapangapti majeng pemerintah taler angganing sané patut urating ring parindikan inucap mangda sayan ketat ngamargiang pengawasan taler ngicén pamidanda sané abot majeng pengédar jamu obat illegal inucap. Tios punika, angganing badan pengawas obat makanan (BPOM) sareng pihak kepolisian mangda ngwéntenng sidak makesinambungan. (ama)
SAJERONING panglimbak masa ring aab sakadi mangkin, akéh ngwetuang pauwahan ring kahuripan krama Bali. Sinalih tunggil sané prasida kapanggihin inggih punika sajeroning mabasa Bali. Sakadi sané sampun kauningin, Negara Indonesia kalintang akéh madué basa daerah sané luih. Sinalih tunggil basa sané kaloktah ring Indonesia tios ring basa Jawa miwah Sunda inggih punika basa Bali. Basa Bali wantah sinalih tunggil tetamian kaluhuran sané dahat luih tur prasida kanggén tetenger pawiwit krama Baliné. Basa punika dahat mawiguna ring sajeroning sesana dados manusa. Basa Bali pinaka kaluihan sané mapaiketan ring seni miwah budaya Bali, taler madué kawigunan sané dahat mautama tur patut lestariang. Nanging indiké kadi asapunika méweh pisan kapolihang, duaning basa Bali sané pinaka basa Ibu sayan lami sayan nguredang. Sané ngawinang metu pikobet punika, santukan akéh yowana Bali sané nénten urati sareng kawéntenan basa Bali ring krama. Indiké sakadi punika prasida metu sangkaning akéh kapanggihin anak alit sané kantun TK miwah SD nénten malih kajahin mabasa Bali sareng reramannyané. Sinah sesampune truna, alit-alit punika nénten malih mabasa Bali sajeroning mabebaosan krana sampun lumrah nganggén basa Indonesia. Indiké punika pacang ngawinang sungsut ring manah, riantukan truna-truni Bali sané kadadosang generasi penerus nénten malih mabasa Bali sajeroning mabebaosan saha nénten urati ring kawéntenan basa Bali sané pinaka basa Ibu. Tios punika, manut Ketut Sudimargawati S.Pd., sinalih tunggil guru basa Bali ring SMP
N 5 Singaraja maosang, akéh kapanggihin siswa sané nénten seneng sareng plajahan basa Bali. Dané taler ngwewehin, akéh pawesana sané ngiusin akidik kayun siswa sané seneng sareng plajahan basa Bali. Minakadi, nénten ngresep sareng aksara Bali, nénten uning sareng kosabasa Bali, miwah sané lianan. Sané ngawinang pikobet punika mamargi, santukan para siswa arang pisan ngwacén buku basa Bali sané mapaiketan ring aksara Bali miwah arang pisan mabebaosan antuk basa Bali. Yéning selehin, akéh yowana Bali sané madué péngapti mangda basa Bali sané pinaka basa Ibu prasida ajeg, asri, miwah sayan nudut kayun. Mangda pangaptin punika prasida kapolihang, wénten kalih pamarga sané kanggén ngwerdiang basa Bali, luiripun pendidikan formal (resmi) miwah pendidikan informal (tidak resmi). Sajeroning pendidikan formal, plajahan basa Bali sampun ngranjing ring kurikulum sekolah SD, SMP, SMA, miwah ring perguruan tinggi. Punika nyihnayang utsaha sané becik tur mabuat pisan sajeroning ngwerdiang taler nglimbakang basa Baliné. Mungguing ring pendidikan informal, basa Bali punika prasida kalimbakang ring sajeroning kulawarga, dadia, banjar, désa, sekaa trunatruni, miwah ring pasantian. Indiké puniki prasida kapanggih ring nyabran warsa sampun kawéntenang Utsawa Dharma Gita. Tetujoné wantah mangda sida nincepang saha nglimbakang seni miwah budaya Bali. Tios punika, sané ngawinang rasa bagia ring manah, santukan pamréntah sampun urati sareng plajahan basa Bali. Krana, basa Bali sampun kadadosang paplajahan muatan lokal wajib sané patut kaajahin
ring sekancan undagan paguron-guron sawewengkon Provinsi Bali. Kawéntenan puniki kadasarin antuk tetimbangan saking Lampiran II Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81a Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Pengembangan Muatan Lokal sané kalanturang olih Pamréntah Provinsi Bali antuk ngamedalang Peraturan Gubernur Bali Nomor 20 Tahun 2013 Tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Daerah Bali Pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Silih tunggil daging Pergub Bali punika maosang mangda basa Bali kaajahin ring makasamian undagan paguron-guron inggih punika ring undagan paguron-guron dasar (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa/PaketA miwah Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/ Paket B). Kénten taler ring undagan paguronguron menengah (Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa/Paket C/ Sekolah Menengah Kejuruan) antuk galah pinih kidik kalih jam pelajaran. Antuk kawéntenan basa Bali pinaka paplajahan muatan lokal wajib puniki, kaptiang mangda prasida mikukuhang utsaha nglestariang taler ngwerdiang basa Bali. Panglimbak masa ring aab yuga pamatuh jagat puniki nénten prasida kalempasin. Sampun sinah makasami punika pastika ngwetuang pikobet sané anyar. Saking kawéntenan sakadi punika, para yowana Bali kaptiang mangda prasida mapikayun taler maparilaksana sané anut, utaminipun nénten lémpas sareng tetamian kaluhuran. (Gedé Edi Subawa)
Karya Pujawali ring Kahyangan Jagat Catur Angga Batukaru Pura Luhur Besikalung MAPAIKETAN sareng Karya Upacara Pujawali/Piodalan ring Kahyangan Jagat Catur Angga Batukaru Pura Luhur Besikalung, prawartaka karya nguningayang dudonan upacara sané pacang kamargiang gumanti umat Hindu prasida pedek tangkil ngaturang subakti saha mapangayah. Rahina puniki Redité Pahing Sinta nepet Banyu Pinaruh, 26 Juni 2016 dudonan upacara sané kamargiang minakadi banyu pinaruh, pabaktian Saraswati III, nyamuh gedé, negtegang manik galih miwah nanceb pénjor, melaspas miwah ngulap ngambé wewangunan, meguru piduka. Rahina bénjang Soma Pon Sinta (Soma Ribek), 27 Juni 2016 kalanturang antuk nyangkepin piranti upakara. Rahina salanturnyané Anggara Wagé Sinta (Sabuh Mas), 28 Juni 2016 kalaksanayang metanding miwah nyoroh banten, ngiyas ampilan miwah ngulap ambé miwah catur ngadegan, penyepuhan,
melaspas balé pesandekan. Bénjangnyané Buda Kliwon Sinta (Pagerwesi), 29 juni 2016 dudonan kadagingin nyanggra penangkilan krama pemedek, nedunang dué sami, ilén penyapsap/pecaruan, ilén pemedek, Ida Bhatara mesucian, katuran sasolahan rejang miwah baris gedé, Ida Bhatara katuran datangan, ngaturang pujawali piodalan, méédan/mepurwa daksina, nuur/nyanjaan, mekincangkincung, mebyasa kantos puput. Salanturnyané nepet Wrespati Umanis Sinta, 30 Juni 2016 piodalan kalanturang antuk ngaturang karya bhakti penganyaran/pebaktian pe-
medek. Nepet rahina Sukra Pahing Sinta, 01 Juli 2016 éédan karya kalanturang antuk ngaturang ngaturang karya bhakti penganyaran/pebaktian pemedek. Mungguing ring rahina Saniscara Pon Sinta, 02 Juli 2016 malih katurang karya bhakti penganyaran/pebaktian pemedek, Ida Bhatara ngeluhur, katuran penglemekan/ pemelayagan, miwah penyineban. Bénjangnyané ring Redité Wagé Landep, 03 Juli 2016 kamargiang mereresik. Asapunika kirang langkung atur piuning sané prasida katurang majeng umat Hindu sami, gumanti krama prasida pedek tangkil ngaturang subakti tur karyané prasida mamargi antar.
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Paing, 26 Juni 2016
Bermula pada Tanah Natah
Persuaan Bapa Akasa + Ibu Pertiwi
z Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (13) DARI mana adat, budaya, dan agama orang-orang Bali Tradisi dimulai? Ketika sistem ekonomi agraris komunal masih kental dilakoni orang-orang Bali, tradisi adat, budaya, dan agama itu diakarkan pertama kali justru bermula dari tanah natah, halaman pekarangan rumah. Natah di sana bukanlah sekadar tempat (place), melainkan ruang (space) yang menjadi muara pertama seluruh aktivitas pelakonan maupun pengakaran dan pembelajaran tradisi adat, budaya, dan agama. Di tengah natah itulah generasi tua Bali mengajarkan tradisi adat, budaya, dan agama kepada generasi baru, sehingga dari natah itulah tradisi Bali itu mengalir dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi. Natah, karena itu, menjadi satu di antara sekian banyak simpul eko-sosio-budaya-religius generasi Bali agraris. Tanah natah dalam pekarangan rumah, karenanya secara konseptual menjadi sangat penting keberadaannya. Natah menjadi sentrum atau pusat pekarangan, sama dengan catuspata bagi wilayah desa pakraman, di mana sinar matahari bebas hambatan menghujam langsung Ibu Bumi Pertiwi. Manakala ada kegiatan adat di pekarangan rumah seorang Bali, di tengah natah akan dibangun tetaring dengan atap daun nyiur. Atap itu sengaja dibiarkan berlubang-lubang, agar sinar matahari dapat menembus langsung ke permukaan tanah natah. Tetaring berlubang-lubang itu
setidaknya memiliki dua sisi pandangan. Dari sisi praktis berkesadaran lingkungan sehat, itu berarti tetaring mewujudkan kesadaran manusia Bali Tradisi pada sirkulasi udara agar tetap terjaga sehingga memberi rasa nyaman bagi manusia yang terlibat di bawah tetaring itu. Itu sebab pemilihan waktu atau hari baik (subha dewasa atau dewasa ayu) untuk suatu jenis kegiatan adat, budaya, maupun agama pada zamannya dahulu senantiasa memperhitungkan musim sasih sedemikian ketat, dan umumnya dipilih sasih (bulan) saat langit terang. Sasih basah saat langit bersaput awan gemawan tebal dengan curah hujan tinggi pastilah diabaikan, dihindarkan untuk suatu kegiatan adat, budaya, dan agama di natah. Pada sasih-sasih (bulanbulan) basah itu aktivitas manusia Bali agraris justru akan berpindah dari natah ke tanah sawah. Dengan begitu tetaring berlubanglubang klangsah di tengah natah tak perlu repot-repot dimaksudkan untuk menahan kucuran hujan dari langit. Tugas dan harapan manusia terhadap tetaring memang bukan itu. Tujuan dan fungsi utamanya justru untuk memberi celah bagi sinar matahari dari Bapa Akasa di langit angkasa sana langsung menembus menghujam rahim vital tanah Ibu Bumi Pertiwi. Inilah sisi eko-mistik-filosofis kehadiran tanah natah dalam kesatu-paduan utuh bulat menyeluruh visi eko-sosial-budayareligius Bali. zdeprabas
z Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (14)
BPM/is
An exciting time for Denpasart
PARADE BACA PUISI… zJatijagat Kampung Puisi-JKP-109 Besok SENIN-PON 27 Juni 2016 Jatijagat Kampung Puisi-JKP-109 Kembali dalam Parade Baca Puisi Ulangtahun ke 228 DENPASAR Dari NYIUR SANUR ke DENDANG DENPASAR Sekaligus Meramaikan Hari Ulangtahun Para Penulis Kelahiran Juni… dan tanggal 27 Januari – 27 Februari 27 Maret – 27 April - 27 Mei – 27 Juni dan PUTRI SUASTINI dari Jakarta langsung JKP-109… Senin Malam 27 Juni 2016 Pukul : 19.00 Wita Di Jatijagat Kampung Puisi-109
Darurat Moral dan Kekejian yang Muda ... Saraswati: Drupadi, Arjuna, Krishna zKajian Humanisme dalam Sistem Pendidikan
PERILAKU kekerasan di masyarakat Indonesia akhir-akhir ini seakan seperti drama kekejian. Tiga kasus pembunuhan di pertengahan tahun ini, telah menorehkan luka batin kolektif dalam kesadaran mental masyarakat secara mendalam. Situasi ini semakin miris karena kebanyakan pelaku adalah anak-anak muda, sebagian bahkan masih di bawah umur. Dan berbagai pemberitaan, mereka terdengar menikmati proses penyiksaan yang dilakukan sebelum membunuh korbannya. Melalui pemerkosaan bergilir dan membunuh korban dengan sangat aneh dan menakutkan. KASUS pembunuhan pertama adalah pemerkosaan terhadap Yuyun (14 tahun). Siswi Sekolah Mengah Pertama 5 Satu Atap Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu ini menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan keji. Dalam perjalanan pulang dari sekolah, ia diperkosa bergiliran oleh 14 pemuda di desanya pada 2 April 2016. Sebelum melakukan pemerkosaan dan pembunuhan, para tersangka ternyata terlebih dahulu menenggak minuman keras berjenis tuak dan seringkali melihat video seks lewat handphone. KASUS KEDUA adalah pembunuhan yang dilakukan Roymardo Sah Siregar (21 tahun), mahasiswa semester VI di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Pelaku membunuh dosen UMSU pada 2 Mei 2016 yang tak lain adalah mantan Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Nurain Lubis (63). Pelaku membunuh Nurain di kamar mandi FKIF UMSU. Nurain tewas bersimbah darah dengan 10 luka tusuk dan sayatan di leher dan pergelangan tangan. Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat bersembunyi di toilet kampus karena takut dihakimi ratusan mahasiswa yang menunggunya di luar. Pelaku nekat membunuh dosennya sendiri usai cekcok. Diduga, pelaku sakit hati kepada korban usai konsultasi skripsi dan sering mendapat teguran dari dosennya. Mirisnya, kasus pembunuhan ini terjadi bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei. Sebuah kado terburuk di kabar duka yang sangat mendalam dengan perbuatan yang tidak manusiawi dari salah seorang mahasiswa terhadap gurunya sendiri. KETIGA, kasus pembunuhan buruh pabrik PT Polita Global Mandiri, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Eno Farihah (18 tahun), dengan gagang cangkul. Pembunuhan yang dilakukan Kamis malam pada 12 Mei itu berawal ketika RAl alias Alim (16 tahun) seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang juga disebut-sebut kekasih Eno, menemui korban di mes karyawan. PERTEMUAN sekitar 30 menit ini rupanya membuat RAl kecewa, karena korban menolak melakukan hubungan intim. Kesal mendapat penolakan RAl bertemu dengan pelaku lain di luar gerbang mes yaitu RAR alias Arif (24) dan IH alian Ilham (24) yang diakui baru pertama kali bertemu. Para tersangka kemudian menuju kamar korban dengan maksud untuk memperkosa korban. Korban langsung dibekap mukanya oleh tersangka IH dengan menggunakan bantal dan menyuruh tersangka RAl mencari pisau dapur. Namun karena di dapur tak ada pisau, selanjutnya RAl keluar kamar dengan maksud mencari benda lain selain pisau, dan menemukan sebuah cangkul tak jauh dari kamar korban yang digunakan senjata untuk membunuh korban. MENAPAKI FENOMENA kasus pembunuhan keji yang dilakukan oleh anakanak muda semacam itu. Sebenarnya, apa yang terjadi di tengah bangsa ini? Pemerkosaan sekaligus pembunuhan sadis yang dilakukan menghantam dengan keras sendi-sendi moral bangsa di dalam tingkat individu dan masyarakat. APA YANG ADA di pikiran dan laku anak-anak muda ini, sehingga nilai-nilai individual, kultural, sosial, moral, dan spiritual seakan terkikis habis dalam arus kekerasan, brutalitas, dan dan sadisme. Selanjutnya, bagaimana peristiwa kekerasan tersebut dapat dimengerti sebagai suatu peristiwa psikologis, sosial, dan kultural? DI TITIK INILAH generasi bangsa telah kehilangan sesuatu yang sangat penting, yakni akal sehat dan kontrol diri. Mengapa anak-anak muda ini dapat melakukan tindakan kekejian (evil)? Memahami berbagai perilaku kekejian, dapat dianalisa melalui kajian Michael Stone, seorang Psikiater Forensik yang telah menganalisis kasus kejahatan dan kekejian. Stone dalam bukunya The Anatomi of Evil (2009) menjelaskan bahwa kekejian adalah
perilaku kejahatan yang dipersepsikan mengerikan karena melampaui penalaran manusia dan menyimpang secara signifikan dari aturan sosial. ADAPUN KEJAHATAN yang dapat dipersepikan sebagai keji oleh masyarakat di antaranya pemerkosaan, pembunuhan berantai, pembunuhan massal, pembunuhan yang disertai dengan penyiksaan, penyiksaan pada anak, penculikan anak, pembunuhan oleh orang yang dekat dengan korban atau keluarganya, dan mutilasi. DARI HASIL WAWANCARANYA pada puluhan pelaku kejahatan keji, Stone menemukan terdapat interaksi berbagai faktor heredite dan lingkungan (nature dan nurture) yang berpengaruh pada kekejian seseorang. Faktor herediter adalah segala kondisi yang dimiliki manusia sejak lahir, yang biasanya sangat sulit untuk diubah. Sedangkan faktor lingkungan adalah berbagai faktor eksternal yang memengaruhi manusia, misalkan: pola asuh, relasi orangtua dan anak, pengaruh teman sebaya dan lingkungan rumah. Sehingga, perilaku keji dapat dianalisa dengan melihat biografi atau sejarah perkembangan seseorang dari masa kanak, remaja hingga dewasanya. BEBERAPA PEMBUNUH menunjukkan perilaku kecanduan alkohol dan kekerasan dalam rumah tangga yang disebabkan baik oleh keluarga maupun lingkungan. Pelaku di masa remaja selanjutnya pernah melakukan kekerasan pada anggota keluarga atau orang terdekatnya. Terlibat dalam geng atau kumpulan antisosial yang melakukan pencurian, perampokan dan penyalahgunaan obat terlarang. Beberapa pelaku kejahatan pada masa kecilnya menunjukkan gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Gejala seperti: mudah hilang fokus, tidak bisa diam, gelisah dan mudah tersinggung. Pada beberapa penelitian ditemukan bahwa ADHD adalah gangguan kepribadian antisosial. BILA DITILIK lebih mendalam, aspek kekejian ini juga tidak hanya dipengaruhi oleh faktor herediter (di dalam) dan di luar lingkungan. Tak bisa dimungkiri lagi, realitas telah menyediakan dunia yang penuh dengan horor di depan mata. Dalam kajian kultural, dengan pengaruh zaman telah sangat kompleks aksi kekejian ini menyentuh kesadaran mental masyarakat. Kekejian telah berdasarkan fenomena kekerasan yang tersistem serta dikembangkan dengan tingkat komplekstisitas. DENGAN KATA LAIN, sebuah fenomena tindak kekerasan harus dilihat dalam struktur tindak kekerasan yang lebih luas, seperti kekerasan politik, kekerasan ekonomi, kekerasan kultural, kekerasan media, dan sebagainya yang terus-menerus meningkat. Nilai-nilai kekerasan tersebut mulai tersistem dan ditanamkan pada masyarakt dan generasi muda. KEKERASAN yang mengakibatkan tindak kekejian ini dapat dipisahkan dari kondisi sosial dengan segala bentuk konflik, pertentangan, serta perubahan zaman yang ada di dalamnya. Dalam banyak kasus kekejian di Indonesia, dapat dilihat adalah aspek-aspek eksternal yang merangsang berkembangnya kekerasan, seperti ketidakadilan, kesenjangan, kesewenang-wenangan, dan sebagainya. DITAMBAH dengan ketidakberdayaan aparatur negara, mandulnya penegakan hukum, reaksi masyarakat yang sudah apatis ketika bertatapan dengan euforia kekerasan dan horor yang seakan-akan tak habis-habisnya. Akhirnya menyebabkan kekejian tersistematis dari kekejian secara individual hingga kekejian massal. Mengingat kisah tragedi Mei 1998 dengan pemerkosaan hingga pembunuhan yang mayoritas adalah perempuan Tionghoa. MENURUT FRIC FROOM, tindakan kejahatan dan kekerasan akan sangat dipengaruhi oleh karakter kolektif suatu bangsa. Harus dibangun sebuah sistem pendidikan yang dapat meminimalisir penggunaan bahkan kalau perlu menyingkirkan, kekerasan. Mulailah dari sistem pendidikan yang mengacu pada kajian humanisme yang diterapkan di keseharian masyarakat. Segala sesuatu yang besar berawal dari langkah kecil sebagai upaya pembasmian akar kekerasan. zRatu Selvi Agnesia Penulis Seni dan Budaya
zAnugerah Tertinggi, Terahasia, Tersempurna
BUKAN perempuan lain, tapi Drupadi-lah yang dipilih Sri Krishna sebagai sahabat untuk dilindungi, diselamatkan, dari penghinaan di ruang rapat resmi para bangsa Kuru. Saat hendak ditelanjangi di hadapan para lelaki petinggi Kerajaan Hastinapura dan Indraprasta, Krishna melindungi Drupadi secara gaib dengan kain sutra halus yang tiada habis digulung oleh Dursasana atas perintah Duryodana. “Gowinda, Gowinda, Gowinda,” sebut Drupadi tulus tiada henti saat memohon perlindungan sahabat karibnya yang diketahui sebagai penitisan Wisnu itu. Drupadi pun selamat dari penelanjangan, memang. Justru karena itu, Drupadi-lah dipilih Sri Krishna menjadi aktor utama pemicu perang keluarga Bharata. Justru di situlah titik penghabisan sesungguhnya dimulai. Api kemurkaan sang Putri Api ini tak terelakkan melalap membinasakan para kesatria tangguh Aryan yang sudah tidak lagi menegakkan
SEDEMIKIAN PENTING arti dan fungsi tanah-natah bagi Bali Tradisi, sehingga dapat dimengerti kenapa ritus-ritus bhutayajnya yang didedikasikan untuk melestarikan unsur dan tatanan alam semestaraya lantas mempersyaratkan ruang penyelenggaraannya mesti di atas tanah terbuka. Di pekarangan rumah tangga, ruang kosong itu berupa tanah natah atau natar. Di wilayah desa pakraman dipilih di atas titik persimpangan tanah catuspata. Dalam lingkup buwana digelar di ruang kosong tiada terlindung yang dinamakan bencingah sebagai titik sentral sentrum madyanikang bhuwana, pusat dunia. Dari sini juga menjadi benderang dapat dibaca, kenapa tempat-tempat suci di Bali dibangun di ruang terbuka dengan desain arsitektur bangunan terbuka lapang lepas, berbeda dengan tempat suci di India yang berbentuk bangunan tertutup layaknya kamar. Di titik-titik sentrum kosong itulah dalam visi Bali Hyang Siwa-Aditya di jagat atas Bapa Akasa akan menghujam langsung rahim vital tanah Ibu Bumi Pertiwi tiada hambatan, sehingga terjadi persenggamaan-mistik untuk penciptaan (uttpatti) baru. Bali Tradisi memahami, di tanah-natah nan kosong plus terang benderang itulah Bapa Akasa dengan Ibu Bumi Pertiwi bersua mesra membenihkan kehidupan. Natah bagi pekarangan rumah (karang), atau natar bagi sanggah pamerajan, karena itu, setara dengan catuspata bagi
desa, atau bencingah agung bagi buwana. Ruang-ruang terbuka itu menjadi titik nol kilometer, sentrum orientasi arah bagi manusia Bali dalam interaksi hidup. Natah menjadi ruang penanda momentum peralihan-peralihan paling penting perjalanan hidup anak manusia Bali di Bumi. Di tanah-natah si anak bayi baru pertama kali menginjak tanah Bumi Pertiwi manakala ritus tuun ka tanah digelar dalam usia tiga bulan (ada pula saat satu oton/enam bulan Bali) disaksikan oleh sanak keluarga. Di natah pula sepasang anak manusia ketika pertama kali berstatus suami-istri natab banten beakala dalam rangkaian upacara perkawinan. Akhirnya, dalam keadaan normal, lazimnya di natah pula setelah meninggal raga manusia Bali dimandikan oleh sanak keluarga dengan disaksikan krama banjar atau krama desa. Di tanah natah anak manusia baru bayi meminta restu bayu energi hidup tanah Ibu Bumi Pertiwi disaksikan Hyang SiwaAditya dari jagat Bapa Akasa. Di atas tanah natah itu pula kelak dia melepas bayu energi hidup itu dalam kesaksian langsung Hyang Siwa-Aditya dari Bapa Akasa. Memang, teramat tidak lazimlah di Bali orang menggelar upacara tuun ka tanah maupun memandikan jasad raga orang meninggal saat matahari telah tenggelam. Tidak lazim pula itu dilakukan di ruangan tertutup, di meten, di kamar yang tiada ditembus langsung oleh sinar matahari. zdeprabas
dharma untuk kemuliaan dan pemuliaan hidup bersama, sesuai swadharma. Guna mewujudnyatakan arus deras gelombang penghabisan pembinasaan itu, Sri Krishna pun memilih Arjuna sebagai sarana penghancur. Kecerdasan, kesadaran, keberanian, sekaligus ketulus-ikhlasan Arjuna untuk berserah bakti utuh-penuh-seluruh kepada Sri Krishna itulah yang menjadikan dia mendapat anugerah kesempurnaan lahir, mental, maupun spiritual. Bukan Yudistira yang sepanjang hidupnya menegakkan kejujuran, kebaikan, hingga dijuluki sang Putra Dharma, dipilih Sri Krishna menerima langsung wejangan rahasia hidup tertinggi, terahasia, sekaligus tersempurna. Meskipun sepanjang hidupnya tak pernah berbohong, toh bukan Yudistira pula yang mendapatkan anugerah melihat langsung sosok Kepribadian Tuhan Seutuh-Nya itu. Anugerah hidup tertinggi, terahasia, sekaligus tersempurna dari sang Maha Penghidup yang mewujudnyata sebagai Sri Krishna itu justru didapat dengan penuh kepercayaan oleh Arjuna: dia yang menjadikan Sumber
Langsung Tersempurna Segala Pengetahuan Kesempurnaan Hidup itu sebagai Guru, Sahabat, sekaligus Sandaran Perlindungan penuh kehidupannya. Arjuna menyediakan, bahkan menyerahkan diri dan hidupnya, sebagai “Alat Kerja” bagi Sri Krishna. Sekalipun Arjuna tidak pernah menolak tugas maupun perintah dari Sri Krishna. Ketika Drupadi tak lagi percaya kepada satu pun manusia di ruang paseban Hastinapura itu bakal sanggup menolongnya, dia pun berserah sepenuhnya kepada Gowinda Krishna. Ketika Arjuna linglung, bingung, ragu-ragu guna membinasakan guru dan kerabatnya di medan perang Kuruksetra, dia pun menerima penuh kehadiran Krishna. Drupadi dan Arjuna dipertemukan sebagai pasangan hidup—sekaligus pasangan “Alat Kerja”—oleh Krishna. Pasangan Putri Api dengan Putra Indra ini menjadi pasangan raga-jiwa yang telah tercerahkan sempurna, justru dengan menerima sang Mahajiwa sebagai Mahaguru sekaligus Sahabat Sejati. znirta ks
zJun Nizami Setelah Teater...
Menonton Che Guevara, Menonton Kita....
Setelah teater. Ia memasuki gedung kosong itu. Gedung yang menyimpan mitos hantu-hantu. Ruang angker, yang seolah telah terlepas dari waktu. Di mana ia dapati pertunjukan selesai: Dimulai.
‘’tidakkah kau lihat sungainya? Itu memisahkan si sakit dan si sehat.’’ ‘’Aku ingin merayakan ulang tahunku di seberang sana’’.
‘’Hamba datang, hamba datang,’’ katanya, ‘’tuk memerankan: Seseorang yang tak memiliki peran.’’
zSejarah yang Tercatat dan Limbah Peradaban
MAKA, berenanglah Ernesto ke seberang sungai. Malam yang dingin. Angin yang gigil. Tak memudarkan kecipak air yang menyelimuti tubuhnya. ‘’Ernesto! Kaukah itu? kau bisa Tetapi ia adapati ruang itu jadi tersedu. Ernesto! Ayo Ernesto! Ernesto!’’. TeriaSepi sampai untuk: slamet gundono kan penduduk desa membakar bara di (juga mengambil peran). hatinya. Meski beku telah menyumbat Dan bayang tirai, seperti dari rumput, ilalang, dan jawawut nafasnya. Ernesto tetap maju memkehampaan yang mengambang. maka, jadilah kerajaanMu belah arus sungai. Dan, sampailah ia jadilah arena permainanMu pada tanah impian. Tanah yang tak Ia saksikan pula sisa tata cahaya. pernah tergambar pada buku pelajaran. Yang Tak Ada. ‘’di mana kau, Sita, di mana kau?’’ Tanah yang tak sempat disebut pada Dan beberapa property: Patung babi, di belantara kota, jam-jam kuliah. Tanah yang ditumbuhi topeng para rabi, yang ilusi. di perkampungan kaum urban rimbunan pohon kesedihan. Harapan, Rama galau kehilangan Sita hanyalah dongeng buat meninabobokan ‘’Ketiadaan, memang, tak perlu tata artistic.’’ anak-anak desa. Di sinilah Ernesto Pendengarannya kemudian menangkap ki dalang mengabarkan lahir kembali. Bukan sebagai dokter. sisa music, sebaris kersik, yang ia tampik. Sita dijebak jadi babu di Arabsaudi Melainkan sebagai seorang seorang Che. ‘’Tetapi pahlawan, Tuhan, kenapa selalu Rama makin gundah gulana ‘’Che Guevara, Pejuang kemerdemembutuhkan kostum?’’ Di sudut auditorium, dia menyendiri di sudut kafe kaan, pejuang kemanusiaan.’’ kekosongan seperti menggantung. Dan udara, Hanoman terbang dari negara MENYAKSIKAN film The Motorseperti tercemar bubuk opium. ke negara cycle Diaries ini, seperti menampar melacak jejak Sita wajah sendiri. Sebagai mahasiswa ‘’Demikian, jangan beri aku peran,’’ di mana yang bertahun lamanya berkutat kenyataan, kerap gagap dan tak paham. nun jauh di sana pada buku serta catatan sejarah, teori di kamar mewah hotel berbintang keilmuan dari yang paling sederhana ‘’Tetapi ketiadaan. Sita yang molek tergolek di ranjang sampai yang paling membuat mulut Ya, tunjukan padaku ketiadaanMu. Rawana yang gagah dan kaya raya berusa pun telah dipelajari. Namun Di mana tak ada Engkau tak ada aku. duduk tenang sembari adakah yang tampil dengan masalah Tak ada ruang meneguk Chivas Regal kemanusiaan? tak ada waktu. Hanya ada sesuatu, ADALAH Che Guevara, tokoh yang tak ada itu.’’ malam makin kelam yang bukan hanya memperjuangkan dengan mata mengantuk masalah sosial terjadi saat itu. Jika ‘’Kun...’’ ki dalang memasukkan Rama, dilihat dari aspek sejarah, Tokoh ini Sebuah suara pun tiba. Sesuatu kemudian Sita, Hanoman, dan Rawana telah menciptakan peradaban baru terjadi: Tak terjadi apa-apa. ke dalam kotak bagi dunia. Dunia bukan hanya tentang kaum borjuis atau kapitalis saja. Dunia Tetapi ia seperti teringat, kemudian, dengan takzim bukan juga tentang Sang Pencipta pada saat-saat yang ia lupa, ki dalang yang tambun mengucapkan atau raja-raja saja. Dunia adalah kita. di mana, konon, segala sesuatu tercipta salam perpisahan... Dunia adalah rasa lapar dan kantuk. sebagai gema. Dunia adalah mereka yang menjezWayan Jengki Sunarta jakan kaki di setiap penjuru negeri. Setelah teater. Di ruang angker itu, Lereng Medini Negara-negara Amerika Latin sendiri, barangkali akhirnya lahir bukan hanya dari perjuangan ia saksikan ketiadaan, setelah jalan berliku dan berbatu melawan kaum kapitalis saja. Mebarangkali ia dengarkan aku tiba di semayam kesunyianmu lainkan berkat kematangan jiwa serta tepuk tangan kekosongan. halimun memeram rahasia proses perenungan saat ia menjelajahi gadis-gadis desa pemetik teh dunia itu sendiri. Hal ini tak mungkin zJun Nizami bisa dipelajari hanya dengan memaku merindui Medini Haikal baca laporan ilmiah, buku kuliah, atau memburu puisi sejati Layar dibuka: Dinding-dinding bergetar. tugas-tugas semata. Bayangkan saja, mendengar kisah Kyai Kidang Seolah tiba dari sebuah negeri yang berada jika seorang Che Guevara tak pernah dan makam tua tengah hutan di balik udara, samar, seseorang muncul. melintasi daratan Amerika Latin. Tak yang melantunkan pilu Seorang lelaki, dengan jubah yang terbakar. pernah melakukan perjalanan seperti mengiris cemas perkampungan yang telah diceritakan pada film ini. Ia (Lelaki itu, lelaki yang merasa dirinya sepucat hanya seorang mahasiswa kedokteran. Dan sekurus Yesus. Penebus. Kudus. Terutus) sejauh senja, halimun bertahta Selalu datang tepat waktu saat kuliah namun bara dalam unggunan berlangsung. Mengerjakan tuga-tugas masih setia menyala ‘’Peperangan demi peperangan telah pecah. yang diberikan oleh pendidik. Menaati hangatkan jiwa pengembara Kemarilah. Mendekat. Tidakkah kau lihat aturan yang berlalu. Lalu lulus dengan Juru selamat. Aku tiba. Alangkah dekat.’’ predikat cumlaunde. Barangkali takan zWayan Jengki Sunarta pernah kita mengenal yang nama Che Tetapi kapel-kapel yang lengang, seolah tengah Lereng Merbabu Guevara. Jadilah ia Dr. Ernesto. Semengambil jeda panjang. Dari penantian yang juga orang doter biasa. Dengan hidup yang panjang. Misa mati. Ruang-ruang pengakuan dosa hutan cemara, hutan cemara... biasa. Serta sejarah yanf bisa pula. begitu sepi. Karenanya, tidakkah Bapa, semestinya ke arah mana halimun sirna Atau mungkin tak pernah tercatat berbahagia. pada halaman berbagai buku dan jalan setapak, tanah basah peradaban. Bangku-bangku telah lama kosong. Maka tak ada peladang tembakau pulang senja KINI, entah telah berapa mahasiswa yang berkata: ‘’Tetapi kami sangsi kami percaya dan wisudawan yang lahir. Mereka, ada kami menanti Mahdi tiba.’’ gamelan jawa mengalun yang duduk di kursi-kursi kantor, ada dari dusun-dusun pedalaman pula yang jongkok menatap air sungai yang ngandet oleh limbah peradaban. aku tiba dari jauh Namun adakah yang tercatat di buku membawa cinta sepenuh jiwa dan sejarah kita? Atau barangkali tak adakah lagi yang membuat sejarah? halimun, halimun... ke mana perginya hutan cemara zI Wayan Sumahardika
zWayan Jengki Sunarta Wayang Suket...
NASIONAL
16
Minggu Paing, 26 Juni 2016
Dhritarashtra Salahkah Duryodhana Percaya pada Karna
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Dua Ratus Sembilan Puluh Sembilan) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
KEDUA pembantai musuhmusuh itu melanjutkan pertempuran dengan saling menutupi. Mereka terus melepaskan anakanak panah tajam. Keduanya dilengkapi keberanian sangat menakjubkan. Serangan-serangan mereka memenuhi langit. Hal itu disebabkan hujan lebat anakanak panah tajam dari mereka. Kedua prajurit kereta perkasa itu saling menembakkan panahpanahnya yang tajam. Mereka berkeinginan mengambil nyawa lainnya. Perang itu menjadi sangat indah dilihat. Duel ksatria hebat itu seperti dua awan mengucurkan aliran hujan. Kedua penghukum musuhmusuh itu menembakkan anakanak panah yang dihiasi emas. Hal itu membuat langit kelihatan terang benderang. Oh raja, benturan panah-panah itu seolah-olah seperti meteor-meteor berkobar karena panah-panah mereka dilengkapi bulu-bulu
burung nazar. Kelihatan seperti rombongan-rombongan burung bangau, sangat bergairah pada langit musim gugur. Sementara Krishna dan Dhananjaya, kedua penghukum musuh-musuh itu, terlibat pada pertempuran sangat sengit. Arjuna berpikir beban terlalu berat harus ditanggung oleh Bhima karena meladeni pemanah terbaik Kurava, Karna. Ketika Karna dan Bhima menggagalkan masingmasing panah mereka. Arjuna menembakkan anak-anak panahnya. Banyak kuda dan gajahgajah terluka parah bersamaan dengan itu tidak sedikit kudakuda itu terjatuh kehilangan nyawanya.’’ Dhritarashtra berkata, ‘’Aku menganggap keberanian Bhimasena itu sangat menakjubkan. Karena dia berhasil pada pertarungan itu mengatasi seranganserangan luar biasa dari Karna, yang memiliki gerakan dan en-
erginya luar biasa. Sungguh, oh Sanjaya, katakan kepadaku kenapa Karna yang mampu menahan pada pertempuran itu para kaum surgawi, dengan para yaksha, para Asura dan manusia bersenjatakan berbagai macam senjata. Semuanya dapat dikalahkan Karna. Kenapa melawan putra Pandu, Bhimasena, Karna mengalami kesulitan-kesulitan? Oh katakan Sanjaya kepadaku! Bagaimana pertarungan itu terjadi antara mereka. Pahlawan itu benar-benar mempertaruhkan nyawa mereka di medan perang dharma itu. Aku pikir pertarungan di antara dua orang ksatria utama itu sulit dicari tandingannya. Keberhasilan dalam jangkauan keduanya. Sungguh keduanya kemungkinannya bisa kalah. Oh Suta, setelah mendapatkan Karna, dalam pertempuran itu. Putraku Suyodhana yang selalu berani mencoba mengalahkan
putra-putra Pritha, yang mendapat dukungan penuh Govinda dan para kerabat Satwata. Setelah berulang-ulang mendengarkan kekalahan Karna oleh Bhimasena yang memiliki kelakuan kejam itu. Keadaan kehilangan kesadaran menyerang Raja Dhirsthrarasthra. Raja sepuh itu berpikir para Kaurava telah terbantai semuanya. Pada prinsipnya, semua itu sebagai akibat kebijaksanaan putraku yang percaya kepada
Karna, yang tidak pernah menuai keberhasilan. Karna, oh Sanjaya, selalu gagal mengalahkan para pemanah perkasa putra-putra Pritha dalam beberapa kali pertempuran. Dulu Karna pernah bertarung melawan putra-putra Pandu. Tanpa kecuali Karna menyerah di medan pertempuran. Sungguh, oh nak, para Pandava tidak dapat dikalahkan oleh dewa-dewa, karena ada Vasava di depan mereka.’’ (bersambung)
Sloka 8.13 Omity ekaksharam brahma vyaharan mam anusmaran yah prayati tyajam deham sa yati paramam gatim
Slok
Menyebut satu kata Om, Sang Brahman Yang Abadi, hidup di dalamku – dalam aspek yang sempurna - yaitu aspek Sang Brahman, maka dia yang pergi meninggalkan raganya, pergi menuju tujuan yang tertinggi.
Museum Geopark Batur
Tempat Wisata Pilihan untuk Mengisi Hari Libur Sekolah
BPM/ist
SIMAKRAMA - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menghadiri simakrama dengan warga Hindu di Lingkungan Saksari di Pura Sakti Manuaba, Cakranegara Utara, Lombok, NTB, Jumat (24/6) lalu.
MUSEUM Geopark Batur bisa menjadi salah satu tempat pilihan menarik yang bisa dikunjungi untuk mengisi hari libur sekolah. Sebab selain bisa berwisata, di Museum Geopark Batur, pengunjung juga sekaligus bisa menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah alam dan geopark Batur secara lebih dekat. Untuk menuju Museum Geopark Batur cukup mudah. Museum yang beberapa bulan lalu diresmikan oleh Menteri ESDM RI Sudirman Said ini berlokasi tepat di depan gapura pintu masuk Penelokan, Kintamani Bangli. Saat masuk ke dalam museum, pengunjung akan disambut oleh miniatur kaldera Batur. Di museum ini, pengunjung bisa melihat foto-foto dan panel tentang Gunung Batur dan gunung berapi di Indonesia lengkap dengan penjelasannya. Tak hanya itu, yang menarik, di museum ini pengunjung juga bisa menyaksikan film dokumenter yang menjelaskan tentang proses terjadinya bumi, gunung api Batur, dan beberapa film lainnya. Kepala Museum Geopark Batur, Desak Andariani, mengatakan, melalui media foto, panel, maupun film yang ditayangkan di Museum Geopark Batur tersebut pengunjng akan bisa belajar mengenai proses terben-
tuknya bumi dan gunung api. Selain itu, di museum pengunjung bisa mempelajari mengenai keanekaragaman hayati (bioderversity) dan juga budaya (culture) yang ada di kawasan kaldera Batur. Dikatakannya, selama ini Museum Geopark Batur cukup ramai pengunjung. Pengunjung yang datang tak hanya dari kalangan wisatawan namun juga dari kalangan pelajar dan mahasiswa, terutama yang sedang melakukan penelitian tentang geologi. Desak Andariani menyebutkan, hingga Juni ini, jumlah pengunjung ke Museum Geopark Batur mencapai 4.791 orang. Jumlah tersebut meningkat dibanding bulan Mei sebelumnya. “Musim liburan seperti sekarang jumlah pengunjung mengalami peningkatan. Biasanya pengunjung mulai ramai sekitar pukul 11 siang,” terangnya. Museum Geopark Batur buka setiap hari kecuali hari raya dan libur nasional. Museum ini dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 hingga 15.30 wita. Sementara khusus untuk hari Sabtu dan Minggu hanya buka hingga pukul 14.00 wita. Pengunjung yang berwisata sekaligus belajar di Museum Geopark Batur tidak dikenai pungutan biaya sepeser pun alias gratis. (kmb40)
Mudik Lebaran, Bandara Ngurah Rai Siapkan ”Extra Flight” Mangupura (Bali Post) Operator penerbangan mulai mengajukan rencana penambahan penerbangan atau extra flight. Penambahan rute penerbangan ini guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama musim Lebaran tahun ini. Jadwal penerbangan tambahan ini berlaku per 24 Juni hingga 17 Juli 2016 yakni sebanyak 161 penerbangan untuk domestik dan 11 penambahan penerbangan untuk internasional. Menurut General Manager Angkasa Pura 1 Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Trikora Hardjo, maskapai yang telah mengajukan extra flight, di antaranya Citilink sebanyak 96 penerbangan tujuan CGK-DPSCGK. Air Asia Extra sebanyak 20 penerbangan SUB-DPSSUB. Sriwijaya Air sebanyak 24 penerbangan tujuan CGKDPS-CGK sedangkan Garuda Indonesia enam penerbangan CGK-DPS-CGK dan 4 pener-
bangan BDO-DPS-BDO. Selanjutnya untuk internasional yakni Malaysia Airlines dua penerbangan tujuan KULDPS-KUL dan China Airlines sebanyak sembilan penerbangan TPE-DPS-TPE. “Dari 161 penerbangan ekstra yang diajukan para operator maskapai, hingga saat ini belum ada yang digunakan, karena lonjakan penumpang belum signifikan,” kata Trikora, Sabtu (25/6) kemarin. Berdasarkan laporkan Data Monitoring Angkutan Udara Lebaran 2016 Bandara I Gusti Ngurai Rai hingga Jumat (24/6) lalu mencatat, jumlah maskapai yang tiba di Bali mencapai 110 penerbangan atau naik 13
persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai 97 penerbangan. Lonjakan penumpang juga terlihat di terminal keberangkatan yaitu mencapai 116 maskapai atau naik 18 persen dari tahun sebelumnya dengan jumlah penerbangan mencapai 98 penerbangan. “Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam menangani lonjakan penumpang. Dalam hal pengamanan libur Lebaran di bandara setempat akan melibatkan TNI-AL, TNI-AD, Basarnas, dan Kepolisian,” paparnya. Dikatakan, bahwa posko Lebaran tahun ini juga meli-
batkan TNI-AL, TNI-AD, dan Basarnas. “Tahun ini, kami dapat bantuan dari TNI-AL, TNI-AD maupun Basarnas yang tahun kemarin belum bergerak. Tahun ini, TNI-AL, TNI-AD, Basarnas banyak berperan,” jelasnya. Pihaknya mengaku akan melakukan pembagian tugas dan tanggung jawab dalam pengamanan penumpang misalnya TNI-AU dan Kepolisian serta Avsec akan bertugas di terminal dan di tempat parkir. Sedangkan TNI-AL dan Basarnas akan bertugas di perairan yakni di sisi pantai sebelah barat bandara. “Tahun ini, kami ada pembagian seperti itu. Jumlah personel gabungan sekitar 1.500 personel yang terlibat dalam pengamanan di bandara pada Lebaran tahun ini,” ujarnya. (kmb27)
YLPK Imbau Masyarakat Tidak Konsumtif Denpasar (Bali Post) Pusat-pusat perbelanjaan seperti pasar tradisonal dan pasar modern mulai ramai dan menjadi sangat ramai ketika menyambut hari raya. Itulah salah satu fenomena khas yang terjadi saat konsumen di Indonesia akan menyambut datangnya hari raya, baik hari raya Galungan dan Kuningan, hari raya Natal dan Tahun Baru, Waisak serta Idul Fitri yang sebentar lagi akan dirayakan umat Muslim. Berdasarkan hasil pantauan Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali, di beberapa pasar modern dan pasar tradisional di Bali ternyata konsumen mulai menyemut di mal-mal untuk membeli
pakaian yang begitu banyak terutama konsumen yang akan mudik dan merayakan Idul Fitri. Jumlah belanjaan konsumen tergolong banyak. ‘’Kemarin, saya bertemu seorang konsumen, Wawan, yang kebetulan berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di Kota Denpasar. Mereka dapat THR sebesar Rp 2 juta, lalu dibelikan baju dan busana lainnya sekitar Rp 1,2 juta sehingga THR tersisa Rp 800.000, belum lagi untuk persiapan mudik,” beber Direktur YLPK Bali, I Putu Armaya, S.H., Sabtu (25/6) kemarin. Menurutnya, perilaku seperti itu adalah perilaku konsumen yang konsumtif atau boros. Memang momentum
hari raya kerap dipergunakan untuk memilih keperluan yang dibutuhkan. Tapi ia menegaskan, jangan membeli keperluan berdasarkan keinginan semata, sehingga bekal yang dimiliki tidak habis sia-sia karena nantinya masih ada keperluan lain. Armaya mengatakan, konsumen di Indonesia termasuk di Bali, saat datangnya harihari besar keagamaan selalu berperilaku konsumtif atau boros. Mestinya, konsumen di Indonesia jangan terjebak dengan semua promosi atau iklan produk yang berlebihan. “Jadilah konsumen cerdas, salah satu ciri konsumen cerdas adalah berbelanja sesuai kebutuhan bukan keinginan,”
tegasnya. Selain itu, ia mengimbau konsumen agar bijak memilih pangan yang sehat dan aman, karena pada saat momentum hari raya jumlah peredaran pangan meningkat termasuk juga peredaran pangan yang tidak layak konsumsi. Momentum hari raya juga kerap digunakan untuk melakukan tindak kriminal seperti penipuan melalui pesan singkat (SMS) yang menjanjikan hadiah. “Menjelang hari raya Idul Fitri banyak konsumen mengadu banyaknya SMS penipuan. Maka dari itu, masyarakat harus berhati-hati, jangan terpengaruh SMS yang menjanjikan hadiah,” imbuhnya. (kmb42)
BPM/kmb40
KALDERA - Seorang pengunjung saat melihat miniatur Kaldera Batur.
Minggu, 26 Juni 2016 05:30 Wita Gayatri Mantra 05:35 Wita Bali Channel Tourist TV 05:40 Wita Mars Bali Jagadhita 05:48 Wita Lagu Ngastitiang Bali 05:54 Wita Bhagawad Gita 05:57 Wita Balada Nusa Jaya 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana 06:35 Wita Seputar Bali Akhir Pekan 07:05 Wita Sehat Bugar 08:05 Wita Klip Bali Anak 08:35 Wita I Got It 08:45 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Taman Sari TK Negeri Pembina Tegalalang
09:30 Wita Belajar Menggambar 10:05 Wita Education On Bali TV 10:30 Wita Pelangi Kehidupan 11:30 Wita Dunia Otomotif 12:00 Wita Dharma Wacana 12:30 Wita Traventure 13:00 Wita Wirasa 13:30 Wita Lejel Home Shopping 14:00 Wita Lejel Home Shopping 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Edication On Bali Tv 16:05 Wita Harmoni Bali 17:00 Wita Nangun Yadnya 17:00 Wita Lipsus Profil BLH Kota Denpasar
17:30 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Plawa Sari Denpasar (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Banjar Bali Quiz (BBQ) 19:45 Wita KRIS 20:15 Wita Samatra Artis Bali 21:30 Wita Berita dan Bincang Terkini 21:35 Wita Ajeg Bali Gambuh Pedungan 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Drama Gong Aji Pengeret Semara (4) 23:00 Wita Solusi Alternatif Herbal Putih 00:00 Wita Lejel Home Shopping
17
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Paing, 26 Juni 2016
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z ?3;> B7?435343>;BAEF 9?3;> 5A? z %3K3@3@ )7@936G3@ !) );@ 5 7 z ;E5AG@F -B FA )7?43K3D3@ 69@ $3DFG $D76;F '" Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas
3.,;3 6?;@ ,A=A
+3>7E )DAK7= ( E "@99D;E
;@8A ?3;F3DG 5A? ,>B
>=>2 +797D3 +B3 ,:7D3B;EF GF= .; +F38 ( AA= !$ -?GD &3J
1A93 *7FD73F .;>3 -4G6 (D9 3I3 . 5AE87D3 !F> #> 3FG &;@ ,: &;@ +&- )7@93>3?3@ &7<3@ 3@99G ! " 3.,;3 $3DK3I3F; -F= %3G@6DK &;@ ,: 4E :E "@99D;E %3?3D3@ .; ,=@9 $74G@ 3>; KG !AF7> 6; 37D3: )3@<7D ! =7 .;>>3 $G?3D3 +3=F; #> +GI7F3 )7F;F7@97F 0 " -4G6 , :D6 L7@43> " " ; $KI ; E ):AFAE:AB AD7>6D3I ,43 #F ; 5A? ;@8A III =G?3D3E3=F; 5A? .; ,@9 )DA6 )D;3 +&$ %3? =7 %A= 'GE3 G3 " D +) $3DKI3@ ,A=A 6?;@ &G6;@9 "@63: ". " >=>2 EAB;D >3G@6DK +3@GD 5BF " E6? 43>;3CG3D;G? @7F ; )*, /@F E&FD ,9> >? +AB;D .; +3>7E &9D *7E7DH A?? +D34GF3@ E &3F;5 363 ?7EE ?3=3@ " " !G4 8;@3@57 4G3@3 .; 6? $7G &3D=7F;@9 %3? " ,;3 /74)DA9D3??7D /74 7E;9@7D 43>;>GJGDKH;>>3E 5A? ), 7>;@3 ,7>B 3.,;3 $3DK3I3@ /3=7D G G7EF $;D;? . =7 <A4 3=3:F75: 5A? " "
!AGE7 6; %79;3@ "
.; )7?43@FG ,G=3@9 &3E3= GF= " ; EE;EF7@ AA= )7?43@FG 3BGD * & 6; %79;3@ 35> *7EF3GD3@F '776 +7@;AD AA= G *& 6; %79;3@ ! " @9;@7D;@9 @7D9;5 !3H;@9 " .;3 =3DK 39 G63@9 +&- *3<;@ K73DE JB7D;7@57 +7@6 1AGD . ; %= *?: &=@ BF < &7E @E ):AFA9D3B:,A ;@8A 4;=G43>; 5A? &=@ &;@+ $GF3 BE @ @63=3E3 ,9> G=G:
.; ,@9 +D4F@ G 3F7D;@9 &=@ BF &7E $7E7:3F3@
"
"
.; ';9:F +75GD;FK -F= .;>>3 6; 3@99G !4 "
3.,;3 +7D34GF3@ %3=; -F= 3D?7@ !G4 "
3.,;3 AA= !7>B7D +3FB3? !G4 "
,63 ?7@;F;7E !AF7> +GBB>;7D 6; -4G6 &7?4GFG:=3@ +GB;D 7DB7@93>3?3@ 55AG@F;@9 ,>B $;D;? . =7 ;@8A 43>;:AF7>3?7@;F;7E 5A?
"
=>2 E9D 9GDG ,$ + #> 3F3@9 :3D; . BE
"
; &D=F9 %3? ), +D; 3D? #> ,= F9:3D; BE "
"
; )7?43@FG < #F K9 3@F7D >=>2 +797D3 55AG@F;@9 ) / 6BF , %9E +K3D3F &;@ ;B>A?3 =A@A?; " ;@3@57 =G@F3@E; 3@=;@9
; +9D ,=9 #3:;F GF= 3D?7@ &KA4 &7@97DF; *79G>3E; )3<3= !G4 $;D;? %3?3D3@ =7 ), 27@ #;I3 " *393 #> K)3EE '9GD3: *3; .; +3>7E?3@ +GB7DH;EAD G +3@GD ?3;> :D6 L7@43>; 5A? ;EFD;4GFAD =; !G4 , III L7@<;I3D393 5A ;6 $D? . @E3=;43>; 9?3;> 5A? "
.; )*, ,6D 6>? 37D3: 3FEG 3D3F < @79A ,
"
3.,;3 ,7D3B;E DB7@93>3?3@ G !AF7> *;3@3
"
3.,;3 ,:DBEF 3BEF7D ! DEE7D EE *, + !G4 5:7F3 +3>A@ +B3 #> ,G=36 36G@9 *7@A@ #3?
"% $,5>;, "@F7D G3@3 5D +AB;D #G<GD DF@99G@9#I4 -E;3&3J ,: $3E;D 6; . /3@;F3 -E;3 &3J ,:
#G<GD )3DF,;?7 ,3DG:%3?3D3@ " 3.,;3 E3>7E FA=A -4G6 47DB7@3? 6; #> ,7G=G -?3D 'A 47D; $FD@9@ 6;>?D@ +AB;D $3E;D . B;>3@ ?7@3D;= B7D@3: ?7@<393 " FA=A !G4 *A47DF "
"07-,8=> '77676 7?3>7 3.,;3 ,7@393 >73@;@9 +7DH;57 JB7D;7@576 @9>;E: ?3;> GF= 6;F7?B3F=3@ 6; DG?3: E3=;F ;@8A 4G@9367E3H;>>3E 5A? !G4 " "
"
"
"07-,8=> /3@F76 ;@ +7?;@K3= D73 @9>;E: &AFAD4;=7 *7CG; D76 /AD= DA? ) & 3>>
980<= &;@ K73D JB7D;7@57 A@ +;?;>;3D )AE;F;A@ 55F &9D ", &9D /;>>;@9 /AD=;@9 ;@ ,D3I3@93@ )>E +7@6 FA :3;DG>:D E53>>I39ED7EADF 5A? 5 7DI;@ E53>>KI39ED7EADF 5A?
"
3.,;3 GF>7D )D;3 @9>;E: ;@8A F:73B3DF?7@FEG?3>3E 5A? !B !B "
"
%;3 +GDK3 "@F7D@GE3 F: &D=F@9
+3>7E )DA<75F $D? #> !;?3>3K3 'A BE
"
3.,;3 +3>7E AG@F7D $3E;D /3@;F3 $D? %3? . =7 ), 3>; ,797:7 9G@9 ,
9- GEFD3>;3 )7D=74G@3@ *7E?; !G4G@9; $367=
"
" &;108=6B *7CG;D76 GF>7D .;>>3 9@981,8 -F= +7?G3 )AE;E; 6; FF7@63@F 8AD +7?;@K3= H;>>3 4;@9 ,7D357 *7EADF ,793>3>3@9 . FA :D6 43>;3@6H;>>3E 5A? $;F5:7@ +7DH;57 3D67@7D
" >> +797D3 $;D;? %3?3D3@ =7 * # $G?3D3 +3=F; #> +GI7F3 -4G6 K)3E '9GD3: *3; +3@GD 'A .; )*, /@F DB@9>?@ - ,: ?3;> :D6 L7@43>; 5A? , ,9> 3>3? < #GF3
"
3.,;3 +75GD;FK )D;3 /3@;F3 $;D;? %3?3D3@ =7 :D? @GE36G3 9 D3@6I:;L 5A? 6F9 >3@9EG@9 =7 D3@6 /:;L !AF7> 'GE3 G3 $3I3E3@ /;E3F3 'GE3 G3 >A= , ,7>B "
"
"07-,8=> *, G<3@9 ,;6GD 3>3? !G4 BD;436;
3.; +F388 4;E3 4:E ;@99D;E
63@ /3;FD7EE E9D :G4
"
"
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post %$&
%0;39< ,0 +;>H7D &3@G3> D 3DG #F )D46
,CC *+ &3F;= )GF;: E>; $ )D;436; !G4 -
) !?0; * E>; 3>; '79A ,9@ " !G4 >;E
"
9;=>80; ;7E7> , +;>H7D $ .* , #F
"
"
889?, %GJGDK )GF;: !G4 %!*!% - 41 $3BEG> + 0 )D;436; " ,D3I3F !D9 #F'9 >,6 H3@L3 +;>H7D #F $$ " " $A@6;E; "EF;?7I3 , B6, 0 =:;D "EFI EE !G4 %0;,89 !F? 0 (H7D !F? *A 0@ H3@L3 =:;D )GF;: " H7D :3D367 3E $ ;D 39 '9
46 *G?3: #>@ ,G=36 G3<; <36; )7EA@3 ,;?GD )3@<7D !B
3598 *?: #> 3FGK3@9 9 );B;F )7D?3; "" F4>@
%82 EB3> ? #F A@7 >797 ;3@K3D
%82 $H> ; &7@9I; #F #F E $D76;F
"
"
"
" 3598=; *?: $, )3D=;D ;B363@9 %82 !3 +;@3D3@ +GD93 $3D?3 $ # >,6 *?: A@GE ,3?3@ +3?4;3@ $>A6 !G4 %82 #> G=;F"@63:". ,;?GD " $3@63D3 H;7I %3GF ;BGEB7? (H7D $A@FD3= +B3 )D3?3E;6; ;=A@FD3=3@ ,A=A J " Hanya 98=;,5 >,6 *?: #> ,=6 36G@9 6; 'GE3 G3 #> %;@993 +9D ! Jt %82 #F 6;)7E3@993D3@ ." 'A !G4 " "
" #72 +!& #> ,7>393I3<3 'A
=E7E ,A> 7@A3 !# "
" "
" *7@A@ BE %E ? G>> 9@ !$% #&" #&" ;,8 ,A ,KB7 +3?E3F 3DG ?,8C, &3F;5 E 3>; #F 9;/ H7D7EF J ,: $ &3@G3>
$, 69 $?D )?43@FG $&@6; %0;37, $AE $& 3BGD >? !G4 46 &GD3: ,@: D7 6=F K3@3 $&+& PICK UP Proses Cepat ",<,81 "@EF3>3E; %;EFD;= 63@ +;>H7D #F '79A 378B 0 !F? $3>7@9 ,AF3> $D? /39A@ #F Syarat Mudah | Langsung Kirim I3FF ) & DE; !D9 & '79A 6; )79GK3@93@$3<3 *7EADF #;?43D3@ ! " "
)7@3@9=3> )7F;D ! " " D7@AH 3DG !G4 " )083,)3 )?= +>H +BDFK #F'9 .3D #> 23?4DGF ?,8C, .7>AL & , E 3>; " "
081919188899 " & !%!# $ ( % " % ,<, 8@E:9 53F F7?4A= BA>;FGD
$3D;?G@ 0 !;F3? #F '9 +;>H7D #F '79A "' 0 4G 3E>; $ ,9@ <A= 08123844556 6 ,@: +!& )3@F3; )GD@3?3 * # " )>38A@ ,7=FGD 6>> !?0; $A@F %3G@6DK &3E;: ,:
#G3> +3>3: +3FG $>F 3@ 3DG ,7D3I3F * C.0000680-MBL & *?: #> -F3?3 7E3 +343 D7 #F D7 '79A
" "
'069C )GF;: &3@G3> )>3F $ );@63: =7 #3I3 ! 46 13?3:3 #GB;F7D 2 ,: " " )7D;@9 +343 D7 #F D7 34>,6 *?: +!& % ? %, ? ;3@K3D %G3E D7 E 3>; +3?E3F )<9 ! ;=31, 0 )GF;: 4> E " " )F: $& ! #F %F $& $, BD 3K3 . !G4 >5> $"* ). ,: 'A )A> $ ,CC + !;F3? &3F;5 ,: & #& ! " 3>; )D;436; '9 ?,8C, + +;>H7D &3F;5 3E $ "
$ ( #& +?D AD >?F #> +&$" 9 &3I3D
$ E>; 3>; ! 6 A3 A@9 -F3?3 %4D B@ &FD + 'AE;@ " "
"EFI #F '79A F4>@ ! " #72 %G3E $,6GD * ,3?G * $>ID & '79A - 7B3F ? #F'79A #F'79A +!& " " $:6,<2 % ,: +;>H7D ,3@93@ & #& " " 3FG4>@ #F'79A 93 3D3E; 7@F;? ,CC " +; , !;F3? 3E 3>; ?,8C, B #F + ;E3 , 7=7@ E>; 3>; ! " & & #72 D %F 6; ,?@ D;K3 #;?43 #7,2 %F , 3>G@9 )7D?3; " " &G>GE .* #F )D46; & % " #> ) $3I7 B@ >83?3DF $,B, =3 )D3E7F;3 13@F; 7D3>3 D3@ !D9 #F'79A !G4 %82 $3H +!& !D9 &G>3; #F D7 #72 %E D7 $, $& #> *3K3 " " 34>,6 ,3@3: >A43> ? "' !;F3? "<;@ )3D #F "
" ?3F 6; 9 &;D3: !3F; &A@3@9 743E ;3K3 $34 '793D3 %3;@ )7?A93@ 9 !D9 #F ,: 66 '7I *. E $ , 4G '9 H3@L3 (HD $D6F 4G 34G 46 13D;E ,* )GF;: , !3D93 #F '79A 3>G@9 & *G?3: %, ? #> 3>; :>;8 #72 D , $, $& &3@;@9 BE ?7@K3F3=3@ B7D?A !B !G4 & :A@3@ &338 =B6 !3D6KE 7@FD7 $GF3 E>; 3>; - !B ,G3 &7F G6,. )D46 #> +;G>3@ BE "
)083, 0; 55 +BADFK E>; ,9@ !;F3? $& D4
"
KURSUS
9-3639 *+ ., , )GF;: $ EE3>>D;E= )D4
Way of Life !!!
SUZUKI PERMAI GATSU ERTIGA
"
"
SERVICE
"
DIJUAL MOBIL
"
BIRO JASA
7
"
BIRO JASA
DP 52jt-an
HR-V
WC
DP 59jt-an
Tersedia : BRIO | BRV | CRV | FREED | MOBILIO
GARANSI
HUB 087 861 965 007 INDRA 081 337 281 539
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL
242389/081236774491
"
"
PELUANG BISNIS
SERVICE MAMPET
FRE TH E PAKET SERVICE 3
Jazz RS
"
"
BIRO JASA
INTERIOR
KONTRAKTOR
RADITYA JAYA Interior & Furniture
Melayani : Kitchen Set Bed Set, Sofa Partisi Butik, S p a Wallpaper Interior Villa Meubelair Kantor & Sekolah
081999940833, 081999940819
C.0001200-INT
C.0001313-MBL
BAHAN BANGUNAN
REBUT PASAR STRATEGI SUKSES 2016 Koran Bisnis Bali, Denpost & Portal Denpost
SERVICE
DIJUAL MOBIL MO LEBARAN PRO ASTRA DAIHATSU
XENIA DP 6 Jt
PICK UP DP 4 Jt
AYLA DP 4 Jt
TERIOS DP 14 Jt
BAHAN BANGUNAN
HUB : AGUS
081216529883 08176638278 *TUKAR TAMBAH
C.0001309-MBL
Muat 17
RUPA-RUPA
Paket A : 1 Kolom x 30 mm Rp. 300.000 Pasang Iklan Paket A ANEKA USAHA DEPO BANGUNAN CCTV AC MARMER KAMPUS KURSUS SEKOLAH DISTRIBUTOR
Paket B : 2 Kolom x 50 mm Rp. 500.000
Pasang Iklan Paket B ANEKA USAHA DEPO BANGUNAN CCTV AC MARMER KAMPUS KURSUS SEKOLAH
DISTRIBUTOR VARIASI MOBIL SPA RESTO BIRO JASA KULINER ARTSHOP RUMAH SAKIT
Kali Hitam Putih Paket C : 2 Kolom x 100 mm Rp. 600.000
Pasang Iklan Paket C ANEKA USAHA DEPO BANGUNAN CCTV AC MARMER KAMPUS KURSUS SEKOLAH DISTRIBUTOR VARIASI MOBIL SPA REFLEKSI RESTO BIRO JASA DISTRO FACTORY OUTLET HOME INDUSTRI
CAFE ALAT KESEHATAN RUMAH TANGGA HOTEL DEALER SEPEDA SEPEDA MOTOR MOBIL ALAT BERAT SUMUR BOR JASA SERVICE KOMPOR GAS WC MAMPET RUMAH SAKIT KULINER ARTSHOP
Marcomm HP. 081 138 85168 Bagian Iklan Depost, Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar, Telp. 0361-416669 Bagian Iklan Bisnis Bali, Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar, Telp. 0361-416657 Customer Iklan Bali Post, Jl Kepundung 67 A Denpasar, Telp. 0361-225764 MFI.4KOL.RPA.rebut pasar strategi sukses bw
18
REKREASI
Minggu Paing, 26 Juni 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan MENDATAR 1. 2. 8. 9. 11. 13. 15. 18. 20. 21. 23. 25. 27. 28. 29. 31. 32. 33.
MENURUN 1. Nama aktor senior Perancis 2. Tentara kita 3. Nama benua 4. Bersikap kesatria, jujur 5. Susunan 6. Dibalik : Pinjam (Bali) 7. Selesai 10. Bertempat tinggal 12. Nama sejenis kacang 14. Merek mobil 16. Angkasawan 17. Pemberitahuan resmi; pengumuman 19. Perlakuan atau pengobatan (Inggris) 22. Mati 23. Umbi bersifat penyegar 24. Typhus Cholera Dysentry 26. Pembawaan lahir (Inggris) 27. Menunggu Giliran 28. Tidak (Bali) 30. Uang persenan
Daya Tarik Hua Hin BANGKOK tak hanya Pattaya. Thailand juga punya Hua Hin. Wilayah yang dulunya surga bagi pegolf. Jaraknya 200 km dari Bangkok, Hua Hin menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Rombongan Famtrip Thai Airways menjadikan wilayah tersebut menjadi tujuan pada hari pertama. Santorini, Swiss Shepp Farm dan Cicada Night Market adalah objek yang mau dikunjungi. Intan Jayantari dari Thai Airways menyebutkan, Hua Hin merupakan kawawan baru yang mulai berkembang. Para wisatawan akan dapat melihat ‘’dunia’’ di sana. Sebab, berbagai model yang ada di negara lain. (ira)
PASAR SUVENIR PASAR suvenir khusus anak-anak. Namanya Plearm Wan. Lokasinya masih di Provinsi Hua Hin. Hanya ada satu pintu masuk. Tidak dipungut retribusi. Para pedagang dengan dua meteran berderet kanan-kiri. Sekitar 50 meter kaki beranjak. Jalan terbagi dua. Dua sisinya dihubungkan jembatan. Sebab di bawahnya juga ada pedagang. Prdoduk yang
dijual sama. Suvenir. Harganya tergolong murah. Bahkan murah banget. Sandal untuk orang dewasa harganya 150 bath , atau Rp 60 ribu. Sama dengan di objek yang lain. Tak ada yang menawarkan barangnya. Semunya berjalan normalnormal saja. Ketika kita tanya baru dijawab. Itu pun pakai bahasa mereka. Thailand.
Walaupun tampaknya kurang ramah tapi pengunjng sangat banyak. Ada yang cari suvenir dan ada pula yang beli penganan. Beragam macam makanan yang ditawarkan. Ada es, roti sampai pisang goreng. Harganya rata-rata 20 bath atau 8.000 rupiah. Selain harga murah, suasannya pun nyaman. Cocok untuk membuang penat. (wirata)
2
3
4
5
6
7
8 9
10 11
13
12
14 15
18
21
16
19
22
23
25
17
20
24
26 27
28 29
30
31 32
SPT2016
Tante (Inggris) Tiang tengah atau turus negeri Rest In Peace Organisme yang kekurangan Pigmen kulit Nama Pura di Buleleng barat Tempat yang sangat mengerikan Dibalik : Piagam dari batu atau logam Bersifat mendidik Search and Rescue Ogan Komering Ilir Dibalik : Rambut ikal kecil-kecil Pengusulan sebagai calon Sapaan hormat kepada adik Tukang batu (Inggris) Filsafat (Bali) Cahaya Selamat siang (Jerman) Perasaan senasib sepenanggungan terhadap seseorang
1
33
KUPON TTS No.252 Ketentuan Menjawab
Pemenang TTS No. 250
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 252 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 2 Juli 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 10 Juli 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 250 MENDATAR 1. Kencang 4. Helicak 7. Retnirp (Printer) 8. Return 10. Ibi 11. Oka 12. Traktat 14. Emulasi 15. Lipolisis 20. Masabodoh 24. Prinsip 25. Obesity 27. Nus
28. Doi 29. Ireng 31. Informa (Informal) 32. Geraham 33. Kamerad MENURUN 1. Kerikil 2. Norit 3. Nonakti (Nonaktif) 4. Hipotesis 5. Ide 6. Kanabis
8. 9. 13. 16. 17. 18. 19. 21. 22. 23. 26. 30.
Rakuleb (Belukar) Rutanod (Donatur) Rao Periode Lipsing Simposium Spaning Aksioma Oat Helipad Ydaer (ready) Nya
1. I Made Adi yasa Jl. Tengah No. 40 Kerobokan – Kuta Utara 2. Pt. Ari Wijanadipa d/a. Universitas Udayana 3. Srie Yanti Jl. Ahmad Yani No.3. Jasri Karangasem 4. I Wayan Sardiawan d/a. Queen International 5. I Kadek Artawan Banjar Tega, Desa Tonja, Denpasar Utara 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Rekawati Alamat : Jl. Angsoka No.12 Denpasar, 082144207979
19
Minggu Paing, 26 Juni 2016
Bukan Menindak Dari Hal. 1 Semestinya, sesuai protap tugas Satpol PP hanya menghentikan, memeriksa KTP dan apabila ada pelanggaran menggiring ke koordinator (Dinas Dafdukcapil) untuk penindakan. Namun faktanya, dalam video itu, oknum Satpol PP itu langsung menjadi eksekutor. Dengan dalil aturan, pengendara sepeda motor yang KTP-nya mati itu diminta membayar Rp 50 ribu, supaya boleh jalan. Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa mengatakan aksi ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi kendati beberapa kali pergantian petugas (rolling). ‘’Dulu juga, sampai saya juga kena. Saya rasa bukan sekadar pecat (penindakan) terhadap oknum. Tapi juga harus dievaluasi sistemnya. Apa kendalanya,’’ terang Sugiasa. Petugas yang ditempatkan di sana harus benar-benar kuat mental dan fisik. Karena itu, dalam perekrutan dan pemilihan anggota yang ditempatkan harus jeli. ‘’Lebih baik berhenti saja kalau mengeluh, itu bagian tanggung jawab kerja,’’ tegasnya. Ketua Komisi A DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutarmi sepakat bahwa anggota Satpol PP yang bertindak seperti itu harus ditindak tegas. Apalagi jelas ada bukti rekaman. Namun, juga harus dievaluasi sistem penjagaan petugas di sana. Sebab, sistem pencairan upah dilakukan kadang sampai tiga minggu. ‘’Ini yang perlu bersama dievaluasi, celah-celah pemicu pungli ini apa, harus diperbaiki,’’ tandasnya. Dewan juga setuju, solusi awal agar petugas kontrak
ditarik digantikan PNS. Paling tidak PNS akan berpikir dua kali untuk pungli, karena taruhannya jabatan. Sementara itu dari penelusuran di pintu masuk Bali, sistem pemeriksaan identitas tidak bisa ketat. Upaya para pelanggar dan adanya kesempatan lolos, masih ada. Salah satu modusnya, penumpang bus yang tidak membawa KTP, sembunyi di bagian belakang bus atau toilet tanpa diperiksa. Sejatinya hampir seluruh objek yang diatur dalam aturan antarpulau, berpotensi terjadi pungli ketika terjadi pelanggaran. Baik itu terkait identitas, barang bawaan ataupun kendaraan. Ketua Forum Peduli dan Pemerhati Masyarakat Jembrana (FPPMJ) I Ketut Sutiawan mengatakan peluang itu tetap masih ada, bukan hanya di Pos KTP. Tergantung mental petugasnya. Pemerintah harus juga memikirkan sistem karena yang memeriksa dan yang diperiksa adalah orang, tentu harus diperlakukan secara manusiawi juga. ‘’Masak orang (pelanggar) yang tujuannya ke Lombok harus dipulangkan juga? Ini juga harus jadi pertimbangan. Saya pernah merasakan, panas, terik dan debu itu sudah biasa,’’ terangnya. Perlu juga dilakukan evaluasi setiap waktu, atau rolling antar-kabupaten/kota se-Bali juga ikut menjaga di Gilimanuk. ‘’Sekali waktu, di saat padat arus orang yang masuk ke Bali (Lebaran dan Natal) juga melibatkan petugas dari luar. Sebesar apa pun upah, kalau mental petugas tidak kuat tetap akan terjadi pungli,’’ tegasnya. (olo)
Periksa Identitas Dari Hal. 1 Kepala Disdukcapil Denpasar I Nyoman Narendra yang dikonfirmasi Sabtu (25/6) kemarin, mengatakan, pola penanganan penduduk pendatang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Selama tiga hari paca-Lebaran, pihaknya akan melakukan pemantauan dan pemeriksaan identitas penduduk pendatang yang akan mengadu nasib di kota ini. Direncanakan, pada tanggal 11-13 Juli 2016 mendatang, pihaknya akan melakukan monitoring di Terminal Ubung dan Pelabuhan Benoa. Semua penumpang yang baru turun dari kapal atau kendaraan akan dilakukan pemeriksaan indentias. “Tanggal 30 Juni mendatang, kami akan menggelar rapat bersama aparat desa/ lurah untuk penanganan dan antisipasi penduduk pendatang usai Lebaran mendatang,” ujar Narendra. Sementara itu, anggota DPRD Denpasar I Ketut Beji dan Wayan Warka mengatakan, kehadiran penduduk pendatang di Denpasar cukup banyak. Dari hasil pemantauan di lapangan di masing-masing desa mereka, jumlah penduduk pendatang bisa melebihi penduduk setempat. Ketut Beji yang sebelumnya juga menjabat Kepala Desa
Dauh Puri Kelod mengatakan, dari hasil pemanatauan di desanya, jumlah penduduk pendatang bisa mencapai komposisi 40 persen berbanding 60 persen. Hal ini bisa dilihat dari hasil pemanatauannya di Banjar Sumuh beberapa waktu lalu. “Saat saya menjabat kepala desa, keberadaan penduduk pendatang sudah melebihi penduduk setempat,” katanya. Hal serupa juga diakui Wayan Warka. Mantan Kepala Desa Kesiman Kertalangu ini mengatakan, komposisi penduduk di desanya saat ini mencapai 45 persen untuk penduduk pendatang (ber-KTP) dan 55 persen penduduk asli setempat. Namun, bila dihitung seluruh warga yangh tinggal di desa itu, termasuk yang belum mengantongi KTP Denpasar, jumlahnya pasti lebih banyak yang pendatang. Sementara itu, Narendra yang ditanya soal komposisi penduduk Denpasar yang asli dengan pendatang, pihaknya tidak memiliki data seperti itu. Karena secara administrasi, yang diatur adalah penduduk yang telah berKTP saja. Sedangkan penduduk yang tidak ber-KTP Denpasar, bukan menjadi kewenangannya. “Pemerintah tidak bisa membedakan penduduk asli dengan pendatang. Yang bisa dibedakan adalah ber-KTP atau tidak,” katanya. (ara)
Pemikiran Strategis Dari Hal. 1 “Pemikiran yang strategis. Kita lihat semua tadi. Rakyat Indonesia tentu mengenal Pak Habibie, presiden ketiga kita. Tapi melihat tayangan film tadi, saya yakin mereka lebih mengenal lagi,” lanjutnya. Screening film Rudy Habibie ini juga bertepatan dengan ulang tahun BJ Habibie yang ke-80. SBY mengaku bangga dengan Habibie, semangat Habibie yang tergambar di film tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi yang menontonnya. “Semangat beliau, spirit beliau juga tergambar tadi di sana. Saya kira itu akan memotivasi anak-anak bangsa, kalau Pak Habibie bisa, Insya Allah banyak juga putra-putri bangsa yang bisa,” jelas SBY. Sementara itu, Presiden
Jokowi mendoakan BJ Habibie, semoga beliau diberikan panjang umur, diberikan kesehatan yang prima. Presiden Jokowi mengharapkan Habibie tetap memberikan inspirasi dan motivasi kepada rakyat Indonesia, terutama kepada anak muda, dan anak bangsa. “Karena keteladanan beliau masih diperlukan seluruh rakyat dan bangsa kita,” kata Presiden Jokowi. BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Habibie merupakan Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Dia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatan Habibie digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. (ant/kmb)
Menjanjikan Dari Hal. 1 Udiyana melihat Bali ibaratnya gula yang didatangi banyak semut. Sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali memang terlihat menjanjikan bagi para pendatang. Namun, kondisi Bali sekarang sudah overload, sehingga pendatang harus memiliki tujuan yang jelas. Jangan sampai mereka datang hanya karena tergiur dengan kesuksesan pendatang lain di Bali. ‘’Kita welcome kepada yang mau datang, tapi mereka harus punya kepastian tujuan. Apakah mereka akan bekerja atau terjun ke sektor pariwisata. Jangan datang untuk mencoba-coba atau gambling di sini. Bagaimanapun juga, saat Bali overload, pasti akan terjadi gesekan horizontal yang dapat memicu aksi kriminal. Pada saatnya pasti membuat citra dan image Bali akan menjadi negatif,’’ jelas anggota Komisi III ini. Udiyana menekankan, Bali mesti membuat sistem berbasis adat. Dalam hal ini, desa adat bahkan banjar-banjar harus menjadi garda terdepan. Utamanya dalam memerhatikan tamu atau pendatang yang menyewa lahan, tempat, atau kamar dan termasuk hotel. Upaya pengawasan harus dilakukan menyangkut identitas orangorang yang menginap atau tinggal di wilayah adatnya. ‘’Bukan berarti kita memberikan beban kepada adat. Tapi sebagai local content kita, adat itu eksistensinya masih sangat kuat dan memang proses penduduk pendatang yang menyewa atau membeli lahan, itu pasti di banjar adat,’’ paparnya. Udiyana menambahkan, sistem yang sempurna juga membutuhkan SDM yang memiliki moral dan mentalitas. Tanpa hal tersebut, sistem secanggih apa pun tetap akan kebobolan. Oleh karena itu, petugas ataupun masyarakat Bali jangan sampai mudah lulus oleh pen-
datang yang identitasnya tidak jelas hanya karena disogok uang sekadarnya. ‘’Kalau sampai terjadi degradasi moral, mentalitas dari personel yang ada dalam sistem, itu yang akan bisa menghancurkan Bali. Ke depan bagaimana sekarang kalau kita membuat sistem itu kita harus mempunyai komitmen. Carrying capacity untuk Bali sudah overload sehingga bagaimana kita memproteksi itu dari baru masuk, baik udara, laut, darat itu harus ada pengawasan ekstra ketat,’’ tandasnya. Anggota Komisi II DPRD Bali Gede Kusuma Putra menekankan pentingnya tertib administrasi. Boleh saja para pendatang datang ke Bali. Namun harus jelas siapa penjaminnya, di mana tempat tinggalnya, apa usaha atau aktivitasnya mesti didata dengan baik. Sepanjang memiliki usaha yang jelas, kehadiran pendatang sebetulnya memiliki manfaat bagi Bali. Khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. ‘’Tapi jangan sebaliknya, pendataan pendatang dipakai ajang yang tidak benar. Misalnya ada sidak lalu pendatang dimintai uang dan segala macam, kacau nanti. Saya pikir wajar sekali orang datang ke Bali, karena tingkat perekonomian Bali, daya beli relatif di atas rata-rata nasional. Wajar mereka datang dianggap di sini ada perputaran uang cukup bagus,’’ ujar politisi PDI Perjuangan ini. Kusuma Putra berharap pendatang memiliki skill dan kemampuan yang cukup. Kalau yang datang adalah gelandangan, tidak bekerja, tidak keruan tinggal di mana, tentu akan menjadi beban untuk pemerintah Bali atau pemerintah mana pun. Itu sebabnya perlu ada pengendalian, di samping secara luas wilayah, Bali juga memiliki keterbatasan. ‘’Kalau mereka datang karena punya kemampuan, punya usaha dan sebagainya malah
bagus, justru di Bali kita kan mengundang investor untuk datang menyediakan lapangan kerja dan sebagainya. Nah, tentu di balik semua ini kita perlu ada pengendalian, penertiban, bukan melarang,’’ tegasnya. Sejalan dengan itu, Kusuma Putra juga mengimbau masyarakat Bali harus mempersiapkan diri lebih baik. Pasalnya, Bali tidak saja diserbu oleh pendatang dari luar daerah tapi juga diserbu pendatang dari luar negeri. Hal ini merupakan imbas dari kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Bila tidak siap, maka masyarakat Bali akan menjadi penonton di daerah sendiri. Tingkatkan Kualitas SDM Tingginya penduduk pendatang yang masuk ke Bali, khususnya pascamusim Lebaran, tentu menjadi tantangan eksistensi warga lokal. Terlebih persaingan dengan warga pendatang akan semakin ketat. Melihat kondisi ini dipandang perlu peningkatan kualitas SDM Bali yang berkarakter. Ketua STAHN Mpu Kuturan Prof. Dr. Made Suweta M.Si., Sabtu (25/6) kemarin, mengatakan datangnya penduduk pendatang ke Bali tidak mungkin dihentikan. Namun, ia sendiri tidak menampik kekhawatiran tergerusnya masyarakat Bali bila pintu masuk ke Bali terlalu dibuka lebar. ‘’Bali merupakan bagian dari Indonesia. Jadi, tidak mungkin melarang penduduk lainya untuk turut serta berjuang hidup di Bali,’’ katanya saat ditemui usai pelaksanaan Saraswati di kampus yang beralamat di Jalan Tresna III, Singaraja itu. Mempertahankan aksistensi masyarakat Bali, Guru Besar STAHN Mpu Kuturan ini kembali mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM. Menurutnya bila SDM sudah terbentuk dengan baik, maka persaingan global pun akan siap dihadapi. ‘ (rin/nik)
Kekuatan Lengkap Dari Hal. 1 Del Bosque menanggapi dengan penuh kewaspadaan undian babak 16 besar. Dengan kekuatan yang lengkap dan merata, Italia dinilai sebagai klub yang cukup berbahaya. Banyaknya pendapat bahwa Italia adalah tim yang hanya bertahan adalah salah besar. Ia menyebut, dengan strategi Antonio Conte itu, lawan kerap memandang remeh dan pada akhirnya terjungkal. “Pertahanan Italia memang bagus, tapi mereka juga andal dalam menyerang. Komposisi Daniele de Rossi yang ditopang bek sayap dan gelandang membuatnya mobile dan fleksibel dalam bertahan dan mematikan dalam menyerang,” katanya Sabtu (25/6) kemarin. Del Bosque kemungkinan tidak akan melakukan perubahan yang berarti dari susunan tim yang ia turunkan saat kalah dari
Kroasia. David De Gea kemungkinan besar masih dipercaya menempati posisi penjaga gawang di laga ini, di mana ia akan dikawal oleh duo bek tangguh Gerard Pique dan Sergio Ramos di jantung pertahanan La Furia Roja. Dengan formasi 4-3-3, Tridente Maut Nolito, Alvaro Morata, dan David Silva kemungkinan akan kembali menjadi andalan Del Bosque untuk mencuri gol ke gawang Gli Azzurri. Selain menjadi partai final kepagian, pertandingan antara Spanyol dan Italia ini merupakan pertandingan ‘ulangan’ Final Euro 2012. Saat itu, Spanyol menggilas Italia dengan skor 4-0 sehingga La Furia Roja sukses merengkuh gelar Euro ketiga mereka. Untuk itu motif balas dendam begitu kental terasa di kubu Italia pada pertandingan nanti, di mana skuat Gli Azzurri bertekad menghapuskan memori buruk di Ukraina terse-
but dengan kemenangan di Kota Toulouse nanti. Usai pertandingan final Euro 2012 tersebut, Italia dan Spanyol tercatat tiga kali bertemu, dengan rincian dua partai uji coba dan satu pertandingan piala konfederasi. Dari tiga pertemuan tersebut, Italia masih belum mampu mengalahkan La Furia Roja di mana mereka hanya mampu meraih satu hasil imbang dan dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Untuk itu, ada tugas berat yang menanti Antonio Conte untuk menyudahi catatan buruk ini. Pada pertandingan yang digelar Senin (27/6) mendatang, Conte dikabarkan masih tidak bisa memainkan Antonio Candreva yang mengalami cedera pada sesi latihan. Oleh karena itu, Federico Bernardeschi kemungkinan akan kembali menempati pos Candreva di sektor sayap Gli Azurri. (kmb33/rtr)
Mengurus Kipem Dari Hal. 1 Sebenarnya, bila seseorang sudah pindah domisili, maka wajib hukumnya harus mengurus Kipem. Katanya, pendataan tersebut termasuk juga memantau mobilitas penduduk jelang dan pascahari raya lalu dengan mengacu pada perkembangan di Terminal Pesiapan. “Jumlah yang datang di terminal tidak menutup kemungkinan bisa lebih besar lagi, “ujarnya. Mobilitas beberapa duktang yang keluar maupun masuk daerah Tabanan ada menggunakan kendaraan pribadi maupun sejenisnya, sehingga itu tidak bisa terpantau oleh dinas selama ini. Dijelaskan, kantong-kantong duktang di kabupaten Tabanan ini sebenarnya menyebar di sejumlah wilayah, namun yang paling banyak berada di dua kecamatan yakni Kediri dan
kecamatan Tabanan. Imbuhnya, pascahari raya ini dua daerah tersebut sekaligus menjadi sasaran pihaknya untuk melakukan pembinaan tertib administrasi kependudukan. “Pengawasan maksimal akan terus kita lakukan sampai Desember mendatang,” ujarnya. Sementara itu kondisi Kabupaten Bangli terbilang sepi. Sangat berbeda dengan daerah Denpasar maupun Badung. Akan tetapi, hal tersebut tak menutup peluang bumi Bhukti Mukti Bhakti ini dijadikan daerah tujuan oleh sejumlah masyarakat di luar Bali, terlebih pascaperayaan Lebaran. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bangli, I Nyoman Sumantra, Sabtu (25/6) kemarin, menjelaskan angka penduduk asli dan pendatang terpaut sangat jauh. Kedatangan penduduk baru dari luar Bali saat hari Lebaran masih kisaran belasan orang. “Kalau keberadaan
duktang pasca-Lebaran sangat sedikit, hanya kisaran belasan. Itu pun langsung tinggal bersama keluarganya yang duluan tinggal di sini,” ujarnya. Kedatangan mereka, dikatakan sebagian besar untuk membuka usaha. Supaya tak menimbulkan persoalan, identitas kependudukan wajib dilengkapi. Pemerintah desa maupun adat juga wajib melakukan pengawasan. “Kedatangan mereka harus jelas. Ini perlu dipantau terus oleh desa dan adat,” kata Sumantra. Ditambahkan juga, kantong tempat tinggal duktang selama ini lebih banyak ditemui di Kelurahan Bebalang, Kawan dan Cempaga. Pasca-Lebaran, Tim Yustisi juga akan melakukan pendataan. “Untuk mengetahui berapa ada duktang, nanti akan kami data lagi. Sekalian mohon untuk melengkapi dokumen kependudukan,” tandasnya. (bit/sos)
Investor Besar Dari Hal. 1 “Inggris merupakan investor kelima terbesar bagi Indonesia. Hubungan dagang kami bertumbuh hingga lima persen tahun lalu. Saya tak merasa ada alasan untuk menghentikan ini,” kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, di Kedubes Inggris, Jakarta, Sabtu (25/6) kemarin. Sebagaimana diketahui, Inggris memutuskan untuk ‘‘bercerai’’ dari UE dengan perolehan suara 52 persen melawan 48 persen. Malik memaparkan, ada beberapa rencana perjanjian antara Indonesia dan Uni Eropa yang sudah dimulai. London dan Brussels akan memulai pembicaraan dan bekerja sama lebih lanjut
untuk membahas bagaimana kerja sama ini selanjutnya. “Saat Presiden (Jokowi) ke Inggris pada April lalu, ada delegasi yang mendampinginya, 100 pebisnis Indonesia dan 300-400 pebisnis Inggris yang berbicara tentang Indonesia berdasarkan potensi dan kemampuan kami untuk mendukung Indonesia dalam perjalanannya. Saya tidak melihat ada perubahan fundamental (karena Brexit),” kata dia. Sebagaimana diketahui, setelah bersama Uni Eropa selama 43 tahun, hasil referendum yang digelar pada 23 Juni 2016, menunjukkan keunggulan bagi Brexit, atau kelompok yang menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa. (rtr/ant)
20
Minggu Paing, 26 Juni 2016