Skip to main content

Eka-citta Edisi XLVI/46 (2018)

Page 1

22,5 mm

22,5 mm

27,5 mm

22,5 mm

33 mm

Cambria regular 10 pt


Salam Redaksi Namo Buddhaya, Sebagai para murid Guru Agung, Buddha, kita sudah sepatutnya terlebih dahulu memahami sejatinya apa dan siapa sebenarnya Buddha itu sendiri. Sudah banyak kekeliruan tanpa dasar jelas tentang Buddhis yang tersebar di sekitar kita entah sejak kapan. Kabar

What is a buddha?

buruknya, banyak korban yang menelannya, menganggapnya sebagai suatu kebenaran dan ajaran Buddha. Ujung-ujungnya, muncul orang-orang yang berkeyakinan salah. Kita tentunya sudah tidak kaget dengan fakta masih banyak beredarnya informasi keliru mengenai agama Buddha pada zaman now di Indonesia. Miskonsepsi-miskonsepsi yang sudah terlanjur muncul ini sangat berbahaya apabila terus mewabah tanpa ada yang mengobati. Mari ikuti nasihat Buddha untuk ehipassiko (datang dan buktikan), jangan mudah percaya dengan segala informasi yang masuk. Dengan terbitnya Eka-citta edisi XLVI, semoga kami bisa mengedukasi teman-teman se-Dhamma supaya tidak lagi terjerumus dalam berbagai miskonsepsi Buddhis di Indonesia, terutama tentang Buddha. Terima kasih kepada para kontributor, sponsor, donatur, dan berbagai pihak lainnya yang sudah turut serta mendukung penerbitan Eka-citta ini. Sabbe satta bhavantu sukhitatta, semoga semua makhluk berbahagia. Sādhu, sādhu, sādhu. Salam Hangat, Tim Redaksi

PENANGGUNG JAWAB

KONTRIBUTOR

Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng

Juson

Hery Ciaputra

PEMBINA

PEMIMPIN UMUM

Leon Tandela

Dr. Dr. Ir. Effendie Tanumihardja, S.U., M.M.

Faustine Kachina

Panna Dikha Citrawati

PELINDUNG

Prinanda Radiatus

Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd. REDAKSI

DESAIN DAN TATA LETAK

PEMASARAN DAN KEMITRAAN

Laura Haryo (Pimpinan)

Henson Husada (Koordinator)

Ricky Setiawan (Koordinator)

Dhira Kumari

Cherla Safhira

Eric Andrian Max

Irfandi Sarana

Danniel Yuwono

Ivan Ardhian Wihelsa

Melia Lichwan

Ivan Delima

William Help

Louis Wili Wijaya

Tomy Chandra

1


What is a buddha?

Daftar Isi Salam Redaksi

1

What is a Buddha?

3

Dhammacamp

13

Candi Plaosan

18

Eka-citta Writing Workshop

23

Enam Stereotip Buddhis

26

Wawancara

30

Kisah Raja Naga Erakapatta

35

Kontak Dhamma

40

Artikel Utama

Liputan Kegiatan

Serba-Serbi

Liputan Kegiatan

Serba-Serbi

Dhammapada Atthakhata

2

Daftar Isi

10

Kesan dan Pesan

15 20 25

Ariya Atthangika Magga

Untaian Dhamma

Galeri Foto UKM Peduli Difabel

Pojok Kampus

29

Apa itu Buddha?

33

Personality Quiz

38

Serba-Serbi

Hiburan

Musyawarah Anggota

Liputan Kegiatan

“Eka-citta hadir seperti setetes embun di pagi hari, menyegarkan. Konten-kontennya menarik untuk dibaca, dan selalu mengedukasi bukan hanya mahasiswa/umat buddhis saja, tetapi juga berbagai kalangan lainnya. Artikel-artikel Dhamma dikemas dengan apik sehingga mampu dicerna dengan baik oleh umat yang masih hijau dengan agama Buddha. Semoga Eka-citta dapat terus berkarya dalam perkembangan Buddha-Dhamma di Indonesia!�

-Harris Daniswara Kamal

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

2


Artikel Utama What Is a

Buddha?

Oleh Hery Ciaputra

What is a buddha?

“Bagaikan teratai putih yang indah tidak dikotori oleh air, Aku juga tidak dikotori oleh dunia: oleh karena itu, O Brahmana, Aku adalah seorang Buddha.� (AN 4.36) Apakah anda seorang Buddhis ataupun bukan, ada satu hal yang masih sulit dipahami meskipun menjadi yang utama dari Buddhisme itu sendiri: “Apa itu Buddha?� Apakah utusan Tuhan, seorang dewa, manusia biasa, atau hanya orang bijak seperti Plato, Socrates, dan sebagainya? Lalu, mengapa lima ratus juta umat manusia memujanya bagaikan

Sumber Gambar: Google Image

makhluk yang sangat agung? Untuk memahami Buddha, kita perlu memperluas cara pandang kita. Ada banyak pandangan mengenai Buddha itu sendiri. Kita akan menelaah dari beberapa sudut pandang tersebut. Gotama Bernama Siddhatta dengan nama keluarga Gotama, Ia terlahir sebagai seorang pangeran yang memiliki segalanya: keturunan ningrat murni, pewaris takhta, ketampanan, dan keagungan. Beliaulah yang sekarang ini kita kenal sebagai Buddha. Meskipun terlahir dengan segala kemewahan, Ia menyadari bahwa kebahagiaan duniawi tidak dapat menutupi fakta bahwa kesakitan, usia tua, dan kematian sedang menunggu di ujung kehidupan ini. Melihat empat peristiwa -orang tua, orang sakit, orang meninggal, petapa- telah membuka matanya untuk meninggalkan hidup keduniawian dan mencari jalan keluar dari penderitaan demi kebahagiaan semua makhluk. Pada malam purnama di bulan Vaisakha, Beliau mendapatkan apa yang telah dicari-cari dengan susah payah selama enam tahun pencarian dan menjadi yang pertama setelah hancurnya ajaran sebelumnya, yaitu

3


Sumber Gambar: https://www.thepranichealers.com

seorang Samma Sambuddha. Buddha yang Lainnya Gotama telah menunjukkan bahwa segala keterbatasan manusia dapat teratasi dan pembebasan sejati dari penderitaan dapat tercapai. Namun, Gotama bukanlah yang pertama dan juga bukan yang terakhir dalam menunjukkan hal ini. Memang dalam masa sekarang ini Ia adalah pelopor, namun pelopor-pelopor sebelumnya dan setelahnya sudah dan akan ada lagi. Lalu, ada berapakah total Samma Sambuddha yang telah ada? Apa bedanya Buddha dengan Samma Sambuddha? Dalam Kitab Suci, ada 28 total jumlah silsilah Samma Sambuddha termasuk Buddha Gotama. Akan tetapi, jumlah Samma Sambuddha yang telah ada bukanlah hanya 28. Tidak ada jawaban pasti untuk ini karena kenyataannya menurut agama Buddha, tidak ada waktu terawal/primordial. Dimensi waktu merupakan suatu bentuk pikiran belaka. Karena merupakan suatu bentukan pikiran, maka kita mampu mempersepsikan waktu yang lebih awal lagi, suatu waktu yang dianggap terawal masih bisa diproyeksikan oleh kesadaran mental ke waktu yang lebih awal lagi, demikian seterusnya. Umpamakanlah sebuah sekolah dengan banyak kelas. Dalam setiap kelas, diberikan sebuah soal yang sama. Orang yang berhasil menyelesaikan soal akan dites pemahamannya mengenai soal tersebut. Jika sungguh memahami, maka ia

4


diperbolehkan meninggalkan kelas dan pulang. Meskipun soal ini diberikan kepada setiap orang, akan ada saja orang yang mencoba menyelesaikannya namun tidak dapat menyelesaikannya, ada yang tidak peduli dengan soal itu, ada yang menunggu sungguh, memahaminya, dan mendapatkan penyelesaiannya, lalu ia mulai mengajarkannya kepada teman-temannya agar mereka juga mendapatkan pemahaman yang sama dan menyelesaikan soal tersebut. Dalam perumpamaan ini, soal tersebut adalah kehidupan, ia yang pertama kali menyelesaikan soal adalah Samma Sambuddha (Ia yang memahami dengan usaha sendiri dan mampu mengajarkan), sekolah adalah dunia, kelas-kelas adalah bhumi (tempat manusia hidup), dan ia yang mendapatkan pemahaman dari orang

What is a buddha?

jawaban dari yang lain, dan ada yang mengerjakan soalnya dengan sungguh-

lain dan memahaminya lalu menyelesaikan soal disebut sebagai Savaka Buddha (Ia yang memahami tidak dengan usaha sendiri). Ada juga Ia yang memahami dan menyelesaikan soal, namun tidak mampu menjelaskan penyelesaiannya. Ia yang demikian kita sebut sebagai Pacceka Buddha (Ia yang memahami dengan usaha

Sumber Gambar: freepik.com

sendiri namun tidak dapat mengajarkan). Semua orang yang memahami dan menyelesaikan soal tersebut, semuanya disebut sebagai Buddha. Savaka Buddha dan Pacceka Buddha jarang diketahui karena pada umumnya, Buddha yang dikenal hanya Samma Sambuddha, Sang Pelopor. Dari perumpamaan ini, kita juga dapat melihat bahwa Samma Sambuddha bukanlah sosok Maha Kuasa yang hanya dapat dipuja akan pembebasannya, tetapi

5


Samma Sambuddha adalah sosok yang mencoba membawa semua makhluk menjadi seperti diri-Nya, menjadi Buddha. Kita sudah mendapatkan soal dan

What is a buddha?

pemahamannya. Lalu, kapankah kita akan menyelesaikannya? Pendewasaan Seorang anak kecil tidak memahami mengapa memakan sayuran itu baik untuknya, begitupun mengenai buruknya terlalu banyak memakan permen bagi kesehatan giginya. Berbeda halnya dari orang dewasa yang dengan pengetahuan dan kemampuan pemahaman yang jauh lebih baik dari anak kecil sudah memahami manfaat dari sayuran untuk kesehatan dan juga buruknya terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan manis. Hal-hal seperti inilah yang kita sebut pendewasaan.

Pengetahu Segenap Alam “Beraneka kelahiran di samsara telah Kulalui Untuk mencari, namun tak Kutemukan, pembuat rumah ini. Sungguh menyedihkan, terlahir berulang kali!� “O pembuat rumah! Sekarang engkau telah terlihat! Engkau tak dapat membuat rumah lagi! Semua kasaumu telah dihancurkan! Batang bubunganmu telah diruntuhkan! Kini batin-Ku telah mencapai Yang Tak Terkondisi! Tercapai sudah berakhirnya nafsu keinginan!� (Dhp 153-154) Namun, bahkan dalam diri orang dewasa sendiri, masih ada hal-hal yang mendorong mereka untuk terus mengambil sesuap es krim itu, untuk terus meneguk minuman soda itu, dan hal-hal lainnya yang meskipun dipahami sebagai tidak baik bagi diri sendiri namun tetap dilakukan. Hal inilah yang kita ketahui sebagai keinginan dan kemelekatan, meskipun keinginan pada awalnya terbentuk agar makhluk hidup mengejar apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Kualitas-kualitas dari pendewasaan ini pada umumnya tidak pernah

6


bertahan terus-menerus pada seorang manusia. Sifatnya selalu timbul dan tenggelam, dan juga masih terpengaruh oleh keinginan. Seseorang yang telah memahami apa yang layak ataupun tidak layak dilakukan tanpa terpengaruh oleh bahwa keinginan hanyalah keinginan, hanyalah alat untuk memenuhi kebutuhan, maka Buddha pun melampaui keinginan tersebut dan dapat juga dikatakan hidup sepenuhnya. Karena Ia hidup tanpa terpengaruh oleh kotoran-kotoran batin; ia hidup dengan kehendaknya sendiri. Dengan latihan keras yang dijalankannya, Bodhisatta Gotama mencapai pencerahan sempurna di bawah pohon Bodhi dan menjadi seorang Buddha. Dikatakan bahwa pada saat itu, Ia mendapatkan tiga jenis pengetahuan, yaitu

What is a buddha?

keinginan, inilah Buddha. Buddha adalah manusia yang telah menyadari sepenuhnya

pengetahuan akan kehidupan lampaunya, pengetahuan mata-dewa, dan pengetahuan padamnya perbuatan buruk. Sebenarnya, apakah yang disebut sebagai pencerahan ini? Tidakkah semua manusia pernah mengalami yang dikatakan momen pencerahan? Lalu, apakah yang membedakan kedua pencerahan itu? Dalam Perenungan Terhadap Buddha (Buddhanussati), dikatakan bahwa Buddha adalah Pengetahu Segenap Alam (Lokavidu). Buddha dikatakan telah mengetahui adanya alam-alam lain selain alam manusia. Secara teoretis, kita mengenal adanya tumimbal lahir, di mana makhluk hidup setelah kematiannya akan terlahir lagi di alam yang sama atau berbeda. Selain itu, dikatakan bahwa kelahiran dan kematian telah terjadi demikian lamanya, diumpamakan seperti lingkaran yang tidak dapat ditemukan awal dan akhirnya. Adalah sangat mungkin bahwa setiap makhluk telah terlahir di semua alam kehidupan yang ada, dan diceritakan juga Buddha Gotama pada kehidupan lampaunya pernah terlahir di

Sumber Gambar: https://pixabay.com/en/

enlightenment-buddhist-monk-154910/ alam-alam menderita akibat perbuatan buruknya. Istilah Lokavidu diterapkan pada Buddha sebagai satu-satunya yang

memiliki pengetahuan yang sangat indah tentang dunia. Guru Agung telah

7


mengalami, mengenal, dan merambah ke dalam semua aspek kehidupan duniawi, baik fisik maupun spiritual. Dia adalah orang pertama yang melakukan pengamatan bahwa ada ribuan sistem dunia di alam semesta. Dia adalah orang pertama yang

What is a buddha?

menyatakan bahwa dunia hanyalah konseptual. Dalam kata-katanya, dianggap tidak ada gunanya berspekulasi tentang asal mula dan akhir dunia atau alam semesta. Dia berpandangan bahwa asal usul, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya dunia dapat ditemukan dalam diri manusia dengan persepsi dan kesadarannya. Yang Tercerahkan Pa d a u m u m nya , m a k h l u k h i d u p t i d a k mengetahui tujuannya berada di dunia ini. Banyak yang malah tidak memikirkannya sama sekali. Mereka hidup dengan kosong, hanya mengikuti arus dan akhirnya mati sia-sia. Kehidupan yang kosong tanpa mengetahui, tanpa mencoba mencari tujuan hidup ini menurut Buddha disebabkan oleh avijja. Avijja artinya kebodohan batin, ketidakmautahuan, atau ketidaktahuan. Avijja biasanya dijelaskan paling awal dalam penjelasan Paticcasamuppada. Kebodohan Sumber Gambar: https://www.freeimages.com/photo /enlightenment-1580467

batinlah yang menjadi penyebab awal makhluk-

makhluk hidup terus-menerus terperangkap dalam roda kehidupan dan kematian

(Sangsara). Seorang Buddha telah melenyapkan ketidaktahuannya dengan perenungan-perenungan mendalamnya pada kehidupan ini. Buddha Gotama sendiri hampir saja mengurungkan niatnya untuk mengajari Dhamma kepada manusia karena ketidakmautahuan manusia itu sendiri. Pencerahan inilah yang membedakan Buddha dengan manusia-manusia lainnya. Padahal, manusia adalah makhluk yang cukup terberkahi dengan kemampuan berpikirnya. Pada saat pertama kalinya seseorang mulai memikirkan posisinya dan tujuannya di dunia ini, pada saat itulah ia dapat dikatakan sebagai makhluk yang lebih tinggi karena kenyataannya, banyak orang-orang yang hanya hidup untuk hidup itu sendiri, layaknya hewan yang tidak

8


pernah memikirkan tujuan hidupnya. Meskipun manusia sering kali mendapatkan apa yang disebut sebagai pencerahan, apabila ia tidak sepenuhnya menerima dan menjalankan apa yang ia Sangsara ini; pencerahan atau pemahaman yang didapatkan oleh manusia sifatnya selalu timbul dan tenggelam. Oleh karena itu, untuk sepenuhnya tercerahkan, diperlukan keuletan dan latihan terus-menerus. Bahkan dalam hal apapun selain Dhamma, keuletan dan latihan terus-menerus juga diperlukan. Misalkan saat ujian di sekolah, kita perlu untuk mempelajari suatu hal secara bertahap dan terus-menerus agar ilmu tersebut dapat dipahami dengan benar. Berbeda dengan yang belajar dengan SKS (Sistem Kebut Semalam). Meskipun sama-sama lulus ujian, yang tetap

What is a buddha?

pahami, maka tidak akan ada kemajuan dalam perjalanannya untuk keluar dari

mengingat ilmu tersebut pastilah yang telah belajar terus-menerus. Manusia harus melakukan usaha untuk mengatasi ketidaktahuan agar sampai pada penyadaran dan pencerahan. Setiap orang sama-sama berawal dari rahim, tetapi yang membedakan orang besar dari yang lain adalah kerja keras. Begitu pula pencapaian penyadaran dan pencerahan. Penyadaran dan pencerahan tidak dapat dituangkan ke dalam hati manusia, tidak seperti air yang dituangkan ke dalam bejana. Bahkan Buddha juga harus mengembangkan batin-Nya untuk menyadari sifat sejati manusia. Referensi: Dhammananda, K. S., 2012, Keyakinan Umat Buddha, Ehipassiko Foundation, Jakarta Barat. Dhammananda, K. S., n.d., Great Virtues of the Buddha, diakses pada tanggal 21 Maret 2018, dari https://www.dhammatalks.net/Books6/Bhante_Dhammananda_Great_Virtues_of_the_Buddha.pdf. Taniputera, I., 2003, Sains Modern dan Buddhisme, Yayasan Penerbit Karaniya, Jakarta Barat.

9


Sumber Gambar: Dokumen Pribadi


Liputan Kegiatan Dhammacamp Oleh Irfandi Sarana

hari 1 malam, 21-22 Oktober 2017, di Hotel Ngesti Laras, Sleman. Dhammacamp bertujuan untuk mengakrabkan mahasiswa yang baru tergabung dalam Kamadhis UGM baik antar sesama maupun dengan kakak-kakak tingkatnya. Dhammacamp 2017 kali ini mengangkat tema Power Rangers, “Together We are More”. Filosofi di balik tema ini adalah sama seperti Power Rangers yang memiliki warna berbedabeda namun tetap bekerja sama dalam tim tanpa membeda-bedakan satu sama lain, dan saat mereka semua bergabung, semua musuh dapat ditaklukan.

What is a buddha?

Dhammacamp yang diadakan oleh Kamadhis UGM dilaksanakan selama 2

Para ranger berkumpul di Balairung UGM pada pukul 08.00 untuk mengikuti pembukaan acara secara resmi oleh perwakilan Direktorat Kemahasiswaan. Setelah itu, para ranger bergabung ke team-nya masing-masing. Ada rangers merah, rangers kuning, rangers hijau, rangers biru, dan rangers hitam. Setiap team diminta untuk membuat maskot dan yel-yel masing-masing yang kemudian ditampilkan di depan semua ranger. Setelah makan siang, para ranger segera berangkat ke Hotel Ngesti Laras dengan bus masing-masing. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Setelah tiba, tantangan games sudah menunggu para ranger. Ada kuis Rangking 1 yang menguji pengetahuan dan intelektual para ranger, dilanjutkan dengan games outbound yang menguji para ranger dalam kerja sama tim. “Dari games yang ada, ga ada kan satu game pun yang dapat dimenangin sendirian, semuanya mesti barengbareng,” kata Kenrick, selaku ketua panitia Dhammacamp Kamadhis UGM 2017. “Esensi dari games-nya itu adalah walaupun setiap orang punya tujuannya masingmasing saat masuk ke suatu organisasi, dalam konteks ini Kamadhis UGM, harapannya ya biar anggota Kamadhis UGM bisa saling mengenal, bisa saling dekat, bisa memperoleh manfaat dan memberi manfaat untuk organisasi ini,” lanjut Kenrick. Malam pun tiba, setelah makan malam, para ranger sudah bersiap-siap untuk mendengarkan orasi dari para calon King & Queen

13


What is a buddha?

Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

2017. Setelah selesai orasi dan penilaian juri, para ranger siap menentukan pilihannya melalui voting. Setelah itu, ada penampilan dari mahasiswa baru angkatan 2017 yang menampilkan nyanyian dan flashmob. Setelah itu, para ranger mendapat tantangan kembali untuk memarodikan video-video yang sudah disiapkan oleh panitia. Malam itu diakhiri dengan bercengkerama dan bernyanyi di depan api unggun. Keesokan harinya, para ranger mengikuti puja bhakti dan dilanjutkan dengan sharing Dhamma oleh Saudari Jessi Wijaya (FKG 2014). Acara Dhammacamp diakhiri dengan pengumuman King & Queen 2017, pembagian hadiah bagi team, dan penyampaian kesan dan pesan tentang acaranya dari perwakilan semua angkatan.

14


Untaian Dhamma Ariya Atthangika Magga Oleh Vivin Purnamawati menuju lenyapnya dukkha. Kesunyataan mulia yang keempat dalam Cattari Ariya Saccani merupakan kesunyataan tentang jalan untuk melenyapnya dukkha. Jalan ini tidak lain adalah Jalan Tengah atau yang biasanya dikenal dengan Jalan Mulia Berunsur Delapan – Ariya Atthangika Magga. Sesuai dengan namanya, maka dalam rangka untuk mencapai Nibbana, seorang umat Buddha hendaknya melatih diri dalam kedelapan unsur dalam jalan yang sudah dipraktikkan dan ditunjukkan oleh Buddha sendiri kepada para siswa-Nya. Kedelapan unsur itu meliputi samma ditthi (pandangan benar), samma sankappa (pikiran benar), samma vaca (ucapan benar),

What is a buddha?

Dukkha Nirodha Gamini Patipada Ariya Sacca – Kesunyataan tentang jalan

samma kammanta (perbuatan benar), samma ajiva (penghidupan benar), samma vayama (daya upaya benar), samma sati (perhatian benar) dan samma samadhi (konsentrasi benar). Samma Ditthi – Pandangan Benar. Salah satu aspek dari pandangan benar ini adalah kamma vipaka. Umat Buddha hendaknya memiliki pandangan yang benar akan kamma dan akibatnya. Sesungguhnya, kamma merupakan perbuatan yang dilakukan melalui pikiran, ucapan, maupun badan jasmani yang disertai dengan adanya cetana (kehendak). “O bhikkhu, kehendak untuk berbuat (cetana) itulah yang Aku namakan kamma. Sesudah berkehendak, orang lantas berbuat dengan badan jasmani, perkataan atau pikiran” (AN 3.415). Contoh lain misalnya, umat Buddha hendaknya memiliki pandangan yang benar mengenai anicca (ketidakkekalan). Ia yang sudah mengerti akan anicca hendaknya tidak terlampau bersukacita atas berita gembira dan tentunya juga tidak terlampau bersedih atas berita duka. Samma Sankappa – Pikiran Benar. “Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya” (Dhp 2). Sesuai dengan kutipan Dhammapada ini, pikiran merupakan pembentuk dari segalanya. Untuk

15


mencapai kebahagiaan, seorang umat Buddha hendaknya melatih diri untuk selalu memiliki pikiran yang positif dan penuh dengan cinta kasih. Ada tiga komponen dalam pikiran

What is a buddha?

benar yaitu sebagai berikut. 1. Pikiran cinta kasih dan bermanfaat terhadap semua makhluk 2. Pikiran yang bebas dari menyakiti dan welas kasih kepada semua makhluk 3. Pikiran untuk melepaskan kesenangan duniawi Pikiran yang benar bebas dari kebencian (dosa), keserakahan (lobha) dan kebodohan (moha). Samma Vaca – Ucapan Benar. Ucapan yang benar adalah ucapan yang menghindari kebohongan (musavada), ucapan fitnah (pisunavaca), kata-kata kasar (pharusavaca) dan omong kosong (samphapalapa). Sebaliknya, Buddha mengajarkan bahwa ada empat syarat ucapan benar, yaitu sesuai fakta, beralasan, tepat waktu, dan bermanfaat. Samma Kammanta – Perbuatan Benar. Perbuatan yang benar merupakan perbuatan yang tidak merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Berkaitan dengan Pancasila Buddhis, terdapat tiga perbuatan salah yang hendaknya dihindari, yakni pembunuhan (panatipata), pengambilan barang yang tidak diberikan (adinnadana), dan perbuatan asusila (kamesumicchacara). Samma Ajiva – Penghidupan Benar. Yang dimaksud dengan penghidupan benar disini merupakan mata pencaharian yang benar. Dalam agama Buddha, ada lima jenis perdagangan yang hendaknya dihindari: manusia, daging, alat-alat persenjataan, minuman keras, dan racun. Perdagangan manusia (human trafficking) pada umumnya dilakukan dengan tujuan untuk perbudakan atau prostitusi. Hal ini jelas selain dilarang oleh agama, juga merendahkan martabat diri manusia. Demikian pula seseorang hendaknya tidak memelihara binatang dengan tujuan untuk membunuh lalu memperdagangkannya. Samma Vayama – Daya Upaya Benar. Daya upaya benar

16


ini terdiri dari empat bagian yang hendaknya dilatih terus-menerus dalam batin masing-masing. Keempat bagian itu adalah sebagai berikut. 1. Mencegah timbulnya hal-hal jahat yang belum muncul (samvarappadhana) 3. Mengembangkan hal-hal baik yang belum muncul (bhavappadhana) 4. Mempertahankan hal-hal baik yang telah muncul (anurakkhappadhana) Samma Sati – Perhatian Benar. Perhatian benar atau penyadaran benar disini dapat dibangun dengan merenungkan empat hal: badan jasmani (kayanupassana), perasaan (vedananupassana), pikiran (cittanupassana), dan merenungkan Dhamma (dhammanupassana). Samma Samadhi – Konsentrasi Benar. Konsentrasi benar di sini lazim

What is a buddha?

2. Melenyapkan hal-hal jahat yang telah muncul (pahanappadhana)

diartikan dengan meditasi benar. Hal ini cukuplah wajar mengingat bahwa tujuan dari meditasi adalah untuk mencapai pemusatan pikiran pada suatu objek baru, kemudian ketenangan batin ataupun pandangan terang. Objek pernapasan (anapanasati) merupakan salah satu objek meditasi yang pada umumnya dicoba oleh pemula. Apabila kedelapan unsur sebagaimana diuraikan di atas dapat dilatih dengan sungguh-sungguh, maka kekotoran batin mulai dari yang kasar hingga yang sangat halus pun dapat dieliminasikan. Lenyapnya kekotoran batin menandakan telah terealisasikannya Nibbana, yang tidak lain merupakan tujuan akhir umat Buddha. Referensi: Dhammavuddho, S., 2009, Segenggam Daun Bodhi: Kumpulan Tulisan Bhikkhu Dhammavudho Maha T h e r a ,

d i a k s e s

p a d a

t a n g g a l

9

F e b r u a r i

2 0 1 8 ,

d a r i

https://books.google.co.id/books?id=7IuuGA6zDL0C&pg=PA61&dq=jalan+mulia+berunsur+delapan&hl =id&sa=X&ved=0ahUKEwiX1qXc5ZfZAhURR48KHdLCB7wQ6AEIKD AA#v=onepage&q=jalan% 20mulia%20berunsur%20delapan&f=false. Tanumihardja, E., 2016, Buddhadhamma untuk Universitas, Effendie Tanumihardja, Yogyakarta.

17


ETC Serba-Serbi Candi Plaosan Oleh Leon Tandela

What is a buddha?

Sebutan lain: Candi Kembar, Candi Cinta Deskripsi • Terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, sekitar 2 km ke arah Timur Laut dari Candi Prambanan. • Terdiri dari dua kompleks: Candi Plaosan Lor (Utara) dan Candi Plaosan Kidul (Selatan). • Candi Plaosan Lor terdiri dari dua candi utama yang mirip satu sama lain. Sejarah Dibangun pada abad ke-9, Candi Plaosan merupakan hadiah dari seorang raja beragama Hindu bernama Rakai Pikatan kepada permaisurinya bernama Pramodhawardhani yang merupakan pemeluk agama Buddha. Candi ini melukiskan toleransi antar umat beragama dan cinta raja terhadap permaisurinya. Personal Review • Pemandu wisata antusias • Paduan arsitektur Buddha dan Hindu yang unik • Suasana tenang • Biaya masuk murah • Pemandangan sunrise dan sunset yang indah Referensi: Yogya Backpacker, 2017, Candi Plaosan, diakses pada tanggal 20 Maret 2018, dari http://www.yogyabackpacker.com/plaosan-templetwin-templelove-temple-candi-plaosan/.

Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

18


“I’m trying to free your mind, neo. But I can only show you the door. You’re the one that has to walk through it.”

-Morpheus The Matrix

Suka menulis? Atau punya ide untuk rubrik Hiburan? Kami membuka kesempatan untuk menjadi kontributor Eka-citta Edisi XLVII nih! Syarat kontributor: anggota/alumni Kamadhis UGM. Untuk info lebih lanjut, hubungi Laura Haryo. (WA 081361350660/ LINE ID laura_haryo_)

19


Sumber Gambar: Dokumen Pribadi


22


Liputan Kegiatan Eka-citta Writing Workshop Oleh Laura Haryo

yang dilaksanakan oleh Eka-citta, suatu Badan Semi Otonom Kamadhis UGM. Acara yang bertemakan “Raising People's Awareness of the Importance of Writing” ini berlangsung pada pukul 12.45 WIB tanggal 19 November 2017 di Hotel Cakra Kusuma, Sleman. Sesuai dengan tema, acara ini bertujuan untuk meningkatkan minat penulis di Jogja. “Aku bikin gini karena di Jogja ini, acara-acara Buddhis sudah tidak ada yang berani besar-besaran, semua selalu cari titik aman dan juga minat baca tulis sudah sangat kecil di kalangan kita,” kata Hery Ciaputra, Ketua Panitia

What is a buddha?

EWW (Eka-citta Writing Workshop) merupakan pelatihan menulis pertama

EWW. EWW diisi oleh 3 pembicara, antara lain: Frengky, Andre Sam, dan H en d rick Ta n u wid j a j a . “Bapak Frengky dengan gaya santainya terlebih dahulu membangkitkan minat dan makna menulis pada para peserta. Mas Andre mengulas ke p e n u l i s a n d a r i s e g i

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

historik, literatur, seni, dan lainnya, menuntun peserta untuk membuat tulisan masing-masing untuk lebih konkret memberikan wahana menulis bagi para peserta. Ko Hendrick bertubi-tubi menghadirkan kisah para penulis taraf dunia dengan karyanya, seperti C. S. Lewis dengan Narnia, para aktor, dan penulis film di tingkat Hollywood juga tidak jauh terlepas dari kepenulisan baik itu dalam membaca tulisan untuk meresapi karakter tokoh yang diperan maupun membangkitkan karakter dari sebuah tulisan,” jelas Ryan Kurnia, salah satu peserta EWW.

23


Acara ini berhasil memberi kesan baik untuk sebagian peserta. “Kegiatan EWW ini berhasil membuat saya merasakan peningkatan minat, makna, dan

What is a buddha?

pengetahuan dalam menulis. Bagian paling berkesan bagi saya adalah sesi menulis selama 45 menit di antara sesi kedua dan ketiga. Sesi tersebut tidak sekadar memberikan ilmu, tetapi memberikan saya pengalaman nyata dalam menulis,” begitulah kesan yang dirasakan Ryan.

Tahukah Anda? “Sādhu” sama sekali tidak mengandung arti semoga. Sādhu berarti baik, perbuatan baik, sungguh baik, baiklah, iya, yang mengandung makna persetujuan. Referensi: Medhacitto, 2018, Sādhu Bukan Berarti Semoga, LINE Official Account, diakses pada tanggal 19 April 2018, dari @mahasampatti. Sumber Gambar: Google Image

24


Oleh Melia Lichwan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Peduli Difabel UGM adalah salah satu UKM

What is a buddha?

Pojok Kampus

dalam lingkup universitas yang terbuka bagi seluruh mahasiswa aktif UGM. UKM Peduli Difabel UGM biasa juga dikenal dengan nama lain, yaitu SAUDC UGM, singkatan dari Student Activity Unit of Diffable Care Universitas Gadjah Mada. Secara umum, UKM Peduli Difabel berperan untuk menampung aspirasi, memberi motivasi, serta memperjuangkan isu-isu dan hak-hak terkait difabel dalam lingkup UGM. UKM Peduli Difabel UGM memiliki acara tahunan, yaitu Harmoni Inklusi, sebuah seminar nasional dengan tema berkaitan dengan disabilitas. Selain itu, ada kelas bahasa isyarat dan buka puasa bersama di panti asuhan difabel atau sekolah luar biasa. “Aku sebenarnya awalnya join karena simply curious sih sama UKM Peduli Difabel, belum tertarik banget sama isu-isu disabilitas. Nah pas sudah join UKM ini, dapat ilmu walaupun di aku-nya sendiri masih susah nerapin ilmu yg sudah aku dapat. But the most important, menurut aku pribadi, yang paling bermanfaat setelah join UKM ini tuh mindset aku tentang mereka yang memiliki disabilitas, that they actually same with us, mereka also human being, memang there's a special treatment in how to interact with them, but merendahkan dan mengesampingkan kaum disabilitas di kehidupan ini tuh such a wrong thing to do. Help them and embrace them, not telling them 'Hey, you can't do it because you're disabled',� kata Fahira Alifka, salah satu anggota aktif UKM Peduli Difabel UGM. Sumber Gambar: www.saudcugm.wordpress.com

25


ETC Serba-Serbi Enam Stereotip Buddhisme

What is a buddha?

Oleh Panna Dikha Citrawati Pesimis Ajaran Buddha diinterpretasi pesimis karena diajarkan bahwa hidup ini dukkha (penderitaan). Ada benarnya, tetapi apa yang diajarkan bukan hanya itu. Buddha juga mengajarkan tentang sebab dukkha, akhir dukkha (kebahagiaan), dan jalan menuju lenyapnya dukkha (jalan mulia berunsur delapan). Buddhis bukan pesimis, bukan juga optimis yang berpikir hidup ini selalu bahagia, tetapi di antaranya yaitu realistis, bahwa ada penderitaan dan kebahagiaan di dunia ini. Ketinggalan Zaman Banyak orang yang menganut Buddhisme karena mengikuti agama warisan nenek moyangnya. Selain itu, umat Buddha masih duduk di lantai pada saat kebaktian padahal sudah berada zaman yang serba canggih. Apakah berarti ajaran Buddha itu kuno? Sebagai contoh, inti ajaran Buddha adalah kurangi kejahatan, perbanyak kebajikan, dan sucikan pikiran. Ini bukan hanya berlaku pada zaman Buddha, tetapi juga berlaku hingga saat ini. Buddha mengajarkan kebenaran mutlak yang tidak bergantung pada waktu, tempat, dan keadaan. “The religion of the future will be a cosmic religion - the religion which based on experience, which refuses dogmatic. If there's any religion that would cope the scientific needs, it will be Buddhism.� -Albert Einstein Sembah Berhala Buddhis bersujud di hadapan arca Buddha yang merupakan sarana penghormatan sifat-sifat luhur Buddha. Sama seperti warga yang memberi penghormatan kepada bendera nasionalnya – yang dihormati bukanlah secarik kain, tetapi lambang kebesaran bangsa dan negara yang terkandung dalam bendera. Oleh karena itu, istilah yang lebih tepat adalah memberi penghormatan, bukan menyembah. Sumber Gambar: fossbytes.com

26


What is a buddha?

Takhayul Persembahan di altar merupakan wujud penghormatan kepada Tiratana (Buddha, Dhamma, dan Sangha) dan mempunyai arti, seperti lilin yang melambangkan penerangan batin, dupa melambangkan keharuman nama baik, dan bunga melambangkan ketidakkekalan. Puja bhakti bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap Tiratana, bukanlah upacara supaya menjadi suci dan mencapai pembebasan secara instan ataupun masuk surga. Sedangkan ciam si (ramalan) dan bakar kim cua (kertas sembahyang) bukanlah ajaran Buddha, tetapi adalah tradisi Tionghoa. Harus Vegetarian Buddhisme Mahayana, yang mayoritasnya di Tiongkok, selalu mendorong para umatnya untuk hidup vegetarian. Namun, sekte lain seperti Theravada tidak demikian. Ada cerita Buddhis populer di mana Buddha menolak usul Devadatta, pengikut-Nya, yang mengharuskan para bhikkhu hidup vegetarian. Dengan kata lain, Buddhis tidak harus vegetarian. Meskipun demikian, vegetarian baik untuk dijalankan bila didasari keinginan untuk memelihara dan mengembangkan welas asih kepada semua makhluk. Dalam Buddhis, yang menentukan seseorang mencapai kesucian adalah perbuatan (kehendak), bukan apa yang dimakan. Tidak Ada Tuhan Sebenarnya, istilah “Tuhan” berasal dari Bahasa Kawi, bahasa yang tidak digunakan dalam kitab Tipitaka, bahkan juga tidak digunakan dalam agama manapun. Meskipun demikian, kita tidak m e ny i m p u l ka n b a h wa s e m u a a ga m a t i d a k mempunyai Tuhan, kan? Demikian pula, bukan berarti Buddhis tidak ada Tuhan. Secara umum, pendekatan konsep ketuhanan ada dua cara: 1. Tuhan dikenal melalui bentuk manusia, seperti “Tuhan melihat umatNya”. Sumber Gambar: freepik.com 2. Tu h a n d i ke n a l m e l a l u i s i fa t

27


What is a buddha?

manusia, seperti “Tuhan mengasihi”. Namun, ketuhanan dalam agama Buddha tidak menggunakan kedua pendekatan tersebut, sehingga inilah yang sering menimbulkan salah interpretasi. Ketuhanan Buddhis dalam Bahasa Pali disebut Nibbana. Nibbana adalah “Yang tidak dilahirkan”, “Yang tidak menjelma”, “Yang tidak tercipta”, “Yang mutlak”, yang tidak mampu dijelaskan dalam bahasa, seperti kita yang tidak akan mampu menjelaskan rasa durian kepada orang yang belum pernah merasakannya. "Ketahuilah para bhikkhu bahwa ada sesuatu yang tidak dilahirkan, yang tidak menjelma, yang tidak tercipta, yang mutlak. Duhai para bhikkhu, apabila tidak ada yang tidak dilahirkan, yang tidak menjelma, yang tidak diciptakan, yang mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada yang tidak dilahirkan, yang tidak menjelma, yang tidak tercipta, yang mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu." (Ud 8.3) Referensi: Liusuwan, N., 2017, What Stereotypes Surround Buddhism?, diakses pada tanggal 13 Maret 2018, dari https://www.huffingtonpost.com/nicholas-liusuwan/what-stereotypessurround_b_9783566.html. Narada, n.d., Corak Utama Agama Buddha, diakses pada tanggal 5 Maret 2018, dari https://samaggiphala.or.id/naskah-dhamma/corak-utama-agama-buddha/. Uttamo, 2011, Apakah Agama Buddha itu Kuno?, diakses pada tanggal 18 Maret 2018, dari https://artikelbuddhis.blogspot.co.id/2011/01/apakah-agama-buddha-itu-kuno.html. Uttamo, n.d., Ketuhanan Dalam Agama Buddha, diakses pada tanggal 5 Maret 2018, dari https://samaggiphala.or.id/naskah-dhamma/ketuhanan-dalam-agama-buddha/. Walshe, M., 2015, DN 16: Mahāparinibbāna Sutta, diakses pada tanggal 19 Maret 2018, dari https://dhammacitta.org/teks/dn/dn16-id-walshe.html. Widyadharma, S., n.d., Beberapa Pengertian Dalam Agama Buddha, diakses pada tanggal 18 Maret 2018, dari https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/bab-iii-beberapa-pengertian-dalam-agama-buddha2/.

28


Apa itu Buddha? Oleh Prinanda Radiatus Selalu menjadi motivatorku Ketika hidup berliku-liku Menjadi sosok inspirasiku Ketika hidup ini terasa kaku

ETC What is a buddha?

Serba-serbi

Tak perlu bingung apalagi linglung Mengenal ajaran-Nya begitu beruntung Ketika yang lain terlena kenikmatan Sang Guru rela melepas kekayaan Berlari dalam hidup mencari kebenaran Bulat tekadnya mencari jalan pembebasan Tak goyah menguatkan diri Peluh dan sakit pun dihadapi Inilah bukti dari Sang Guru Menembus jalan mulia tanpa menggerutu Karena Dia tahu Tujuan hidup hanya satu Nibbana tujuan akhir hidupku Sadhu, sadhu, sadhu

29


Wawancara Harris Daniswara Kamal

What is a buddha?

Pengurus Harian Bidang Dhamma dan Pendidikan, Kamadhis UGM, 2015 Staf Pendidikan, Vidyasena, 2016 Vidyaka, Generasi Muda Cetiya Buddha Prabha, 2017 Juri Buddhist Got Talent, 2017 Peserta Eka-citta Writing Workshop, 2017 Pride of Asia Award, Surindra Rajabhat University, 2016 Juara III Seni Baca Dhammapada Temu Karya Duta Dharma, Kamadhis Duta Dharma UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana), 2016 Juara III Lomba Membaca Dhammapada HUT ke-31 Vidyasena, Vihara Vidyaloka, 2018 Kali ini, kami mewawancarai mantan Pengurus Harian Kamadhis UGM 2015 yang bernama ko Harris. Hmm apa saja hal yang koko kenang selama menjadi pengurus itu? “Yang paling aku ingat sih waktu itu, waktu angkatanku jadi pengurus itu, kita jadi inisiator untuk renungan harian. Itu tujuannya ya untuk mengajak kembali orang, kan kita tahu anak Kamadhis banyak yang bahkan belum pernah belajar agama Buddha sama sekali. Kami itu berharap dengan adanya renungan harian itu dulu, setidaknya orang-orang yang jarang belajar agama Buddha itu setidaknya baca satu ayat agama Buddha lah sehari. Mereka belajar satu kutipan Dhamma sehari meskipun cuma membaca gitu lo.� Muda Mudi Wihara dan Organisasi Buddhis Ternyata, ko Harris sejak sebelum kuliah, lebih tepatnya sejak SMP, aktif menjadi muda mudi wihara di daerah asalnya, Padang. Dari keaktifan di wiharalah ko Harris mendapat pengalaman-pengalaman baru yang mungkin tidak didapatkan di tempat lain, contohnya bisa mengikuti Sippa Dhamma Samajja di

30


TMII (Taman Mini Indonesia Indah), STG (Swayamvara Tripitaka Gatha) di Balikpapan, dan berbagai lomba nasional hingga ke Mojokerto, Jakarta, Jambi, dan Palembang. “Aku dari kecil sudah tumbuh di organisasi seperti itu. Mengapa setelah aku Makanya untuk tahun pertama, aku ke Kamadhis (UGM untuk menjadi Pengurus Harian). Lalu tahun kedua, aku ke Vidyasena (untuk menjadi staf), dan sekarang, aku masih di BP (Wihara Buddha Prabha, sebagai Vidyaka). Apa salahnya aku berkontribusi lagi karena dari sanalah, aku bisa menjadi diriku yang sekarang,� begitulah motivasinya untuk tetap lanjut aktif di organisasi Buddhis maupun wihara.

What is a buddha?

kuliah jauh dari rumah, aku tidak melanjutkan lagi (mengikuti organisasi Buddhis)?

Tari Saman Ko Harris adalah seorang penari, khususnya tari saman. Menurutnya, tarian ini merupakan tradisi yang perlu diperkenalkan dan ditunjukkan di berbagai festival dan lomba supaya eksistensinya tetap lestari. Dulu, setelah bergabung di SAKA (Sanggar Kesenian Aceh) sekitar tiga bulan, ko Harris langsung mencoba bergabung dalam tim untuk tampil di festival dan lomba, dan ternyata terpilih. Dalam tim itu, ada proses jatuh-bangun seperti masalah dana, organisasi, kerja sama, dan latihan, tetapi koko memandangnya sebagai hal yang wajar. Menurut ko Harris, mengikuti festival di Surindra Rajabhat University merupakan hal yang paling berkesan dari berbagai pengalaman lainnya di SAKA karena di sanalah, berbagai macam orang dari seluruh penjuru dunia bisa ditemui. Sekitar 20-an negara yang berpartisipasi dengan lebih dari 30-an kelompok yang tampil dengan misi yang sama, yaitu

31


memperkenalkan dan menunjukkan tradisi seninya. Mereka, termasuk tim SAKA, dengan bangga menampilkan kesenian masing-masing, “ini lho yang kupunya�. Ditambah lagi, SAKA mendapat penghargaan Pride of Asia Award atas penampilan

What is a buddha?

mereka yang dikatakan excellent.

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

32


Hiburan

What is a buddha?

Personality Quiz

Andaikan Anda bersama 2 temanmu (bertiga) sedang menyebrang jalan. Di mana posisimu?

Depan Tengah Belakang Sumber Gambar: @test_psikologi (LINE id)

33


What is a buddha?

Personality Quiz 1. Jalan Anda menuju keberhasilan terhitung tidak begitu mulus. Namun, jangan lantas patah semangat karena Anda tetap bisa mencapai kesuksesan asalkan terus berjuang dengan gigih. Jenis pekerjaan yang sesuai bagi Anda adalah jenis yang bisa langsung memberikan hasil nyata, seperti kerja kantoran, karena apabila terjun dalam dunia bisnis, Anda kemungkinan mudah dihantui rasa putus asa saat mengalami kegagalan.

2. Dapat dikatakan Anda memiliki peluang cukup besar untuk mencapai kesuksesan dalam urusan karir atau usaha. Hal terpenting adalah jangan sampai Anda terjebak dalam cara berpikir monoton sehingga mengekang Anda untuk berpikir kreatif. Tidak masalah apabila ide Anda saat ini ditertawakan oleh orang lain. Justru hal ini harus Anda jadikan motivasi untuk membuktikan pada mereka dengan hasil nyata.

3. Keragu-raguan yang tinggi sering kali menghambat jalan Anda untuk mencapai keberhasilan. Padahal sebenarnya, Anda sudah memiliki bekal berupa kecerdasan dan rasa tanggung jawab tinggi untuk menjadi selangkah lebih maju dibanding orang lain. Hanya saja, kurangnya rasa percaya diri serta pemikiran yang sering kali mudah dipengaruhi orang lain membuat perjalanan Anda menuju kesuksesan menjadi lebih berliku-liku. Referensi: Test_Psikologi, 2018, LINE Official Account, diakses pada tanggal 2 Maret 2018, dari @test_psikologi.

34


Dhammapada Atthakhata Kisah Raja Naga Erakapatta

Ada seekor raja naga yang bernama Erakapatta. Dalam salah satu

bhikkhu untuk waktu yang lama. Karena gelisah (kukkucca) ia telah melakukan pelanggaran-pelanggaran kecil selama itu, dan ia terlahir sebagai seekor naga. Sebagai seekor naga, ia menunggu munculnya seorang Buddha baru. Erakapatta memiliki seorang putri yang cantik, dan ia memanfaatkannya untuk tujuan menemukan Buddha. Ia membuat putrinya terkenal sehingga siapapun yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sang putri berhak memperistrinya. Dua kali dalam sebulan, Erakapatta membuat putrinya menari di udara terbuka dan

What is a buddha?

kehidupannya yang lampau selama masa Buddha Kassapa, ia telah menjadi seorang

mengumandangkan pertanyaan-pertanyaannya. Banyak pelamar yang datang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya dan berharap memilikinya, tetapi tak seorangpun dapat memberikan jawaban yang benar.

Suatu hari, Buddha melihat seorang pemuda yang bernama Uttara dalam

pandangannya. Beliau juga mengetahui bahwa si pemuda akan mencapai tingkat kesucian sotapatti, sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh putri Erakapatta, sang naga. Pada saat itu, si pemuda telah siap dalam perjalanannya untuk bertemu dengan putri Erakapatta. Buddha menghentikannya dan mengajarinya bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ketika sedang diberi pelajaran, Uttara mencapai tingkat kesucian sotapatti. Sekarang di saat ia telah mencapai tingkat kesucian sotapatti, ia tidak lagi memiliki keinginan terhadap putri Erakapatta. Bagaimanapun, Uttara tetap pergi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk kebaikan bagi banyak makhluk.

Keempat pertanyaan pertama adalah sebagai berikut: 1.

Siapakah penguasa?

2.

Apakah seseorang yang diliputi oleh kabut kekotoran moral dapat disebut sebagai seorang penguasa?

3.

Penguasa apakah yang bebas dari kekotoran moral?

4.

Orang yang seperti apakah yang disebut tolol?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas adalah

35


sebagai berikut: 1.

Ia yang mengontrol keenam indera adalah seorang

penguasa.

2.

Seseorang yang diliputi oleh kabut kekotoran moral tidak dapat

What is a buddha?

disebut seorang penguasa; ia yang bebas dari kemelekatan disebut seorang penguasa. 3.

Penguasa yang bebas dari kemelekatan adalah yang bebas dari kekotoran moral.

4.

Seseorang yang menginginkan kesenangan-kesenangan hawa nafsu adalah yang disebut tolol.

Mendapat jawaban yang benar seperti di atas, putri naga meneriakkan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan arus hawa nafsu, kehidupan berulang-ulang, pandangan-pandangan salah, dan kebodohan, dan bagaimana mereka ditanggulanginya. Uttara menjawab pertanyaan-pertanyaan ini seperti yang telah diajarkan Buddha. Ketika Erakapatta mendengar jawaban-jawaban ini, ia tahu bahwa seorang Buddha telah muncul di dunia ini, sehingga ia meminta kepada Uttara untuk mengantarkannya menghadap Buddha. Saat melihat Buddha, Erakapatta menceritakan kepada Buddha bagaimana ia telah menjadi seorang bhikkhu selama masa Buddha Kassapa, bagaimana ia tidak sengaja menyebabkan sebilah pisau rumput patah ketika sedang melakukan perjalanan di atas perahu, dan bagaimana ia sangat khawatir bahwa kesalahan kecil yang telah diperbuatnya akan menggagalkan usaha pembebasan dirinya, dan akhirnya bagaimana ia terlahir sebagai seekor naga. Setelah mendengarnya, Buddha mengatakan kepada sang naga, betapa sulit untuk dilahirkan di alam manusia, dan untuk dilahirkan pada saat munculnya para Buddha atau selama para Buddha mengajar. Kemudian Buddha membabarkan syair 182 berikut: Sungguh sulit untuk dapat dilahirkan sebagai manusia, sungguh sulit kehidupan manusia, sungguh sulit untuk dapat mendengarkan ajaran benar, begitu pula, sungguh sulit munculnya seorang Buddha.

36


Khotbah di atas bermanfaat bagi banyak makhluk. Erakapatta sebagai seekor hewan tidak dapat mencapai tingkat kesucian sotapatti.

What is a buddha?

Referensi: Tim Penerjemah Vidyasena, 1997, Dhammapada Atthakatha, Vidyasena, Yogyakarta.

Laporan Keuangan Eka-citta Edisi ke-46/XLVI Saldo Awal

Rp

2.763.850,00

Sponsor Loving Hut Donasi a.n. Rita Donasi a.n. Ponny Donasi a.n. Hendra Kwang Donasi a.n. Anonim Donasi a.n. Lim Haryono Donasi a.n. Rexy Renaldo Donasi a.n. Mega Sakti Kemilau Donasi a.n. Zulfi Aulia Rahman Donasi a.n. William Donasi a.n. Hanifa Endriani

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

375.000,00 1.000.000,00 300.000,00 300.000,00 100.000,00 500.000,00 150.000,00 188.888,00 50.000,00 100.000,00 50.000,00 3.113.888,00

Rp Cetak Buletin Eka-citta (44 hlm, 60 eks, full color, @13.000) Cetak Buletin Eka-citta (44 hlm, 100 eks, hitam putih, @5.600) Rp

Subtotal Pendapatan

Subtotal Pengeluaran

Rp

780.000,00 560.000,00 1.340.000,00

Saldo Akhir

Rp

4.537.738,00

37


Liputan Kegiatan Musyawarah Anggota Oleh Louis Wili Wijaya

What is a buddha?

Musang (Musyawarah Anggota) merupakan acara tahunan Kamadhis UGM yang memiliki agenda utama membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan Kamadhis UGM selama satu periode. Acara ini umumnya dilaksanakan dua kali setahun dan dimulai pada pukul 07.00. Musang 2017 mengusung tema “To be a Leader is to Create More Leaders”. Musyawarah Anggota I Pada Musang I, dibahas laporan pertanggungjawaban setengah periode awal (Januari-Juni) kepengurusan periode 2017 dan dipilih Dewan Pengurus periode 2018. Acara ini diselenggarakan pada pukul 07.30 WIB tanggal 11 November 2017 di Auditorium Fakultas Filsafat UGM, Sleman. Musang I berlangsung cukup menarik meskipun beberapa kali terjadi pro dan kontra dalam membuat keputusan. Sebagai contoh, adanya perbedaan pendapat terkait boleh tidaknya Staf Eka-citta menjadi Ketua Umum periode selanjutnya. “Seru, memang terjadi beberapa pro-kontra. Namun, hal ini bagus untuk kehidupan berorganisasi karena kalau semuanya setuju, maka hal itu tidak akan baik. Begitu juga apabila semuanya kontra. Sehingga dengan adanya pro-kontra ini, kita dapat membangun Kamadhis agar lebih baik lagi ke depannya,” ujar Faustine Kachina, salah satu peserta Musang I.

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

38


Musyawarah Anggota II Pada Musang II, dibahas laporan pertanggungjawaban satu periode (Januari-Desember) kepengurusan periode 2017 dan dilakukan pengukuhan Dewan

What is a buddha?

Pengurus periode 2018 yang telah terpilih pada Musang I. Acara ini dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB tanggal 26 November 2017 di Ruang Kuliah I Fakultas Farmasi UGM, Sleman. Acara ini diakhiri dengan kesan dan pesan para Pengurus Harian serta para Staf Eka-citta periode 2017. "Jadi kan itu video kesan-pesan dari anak sekretaris, inti dari video itu ya first impression kita sama Kabid (Ketua Bidang) kita. Dari awal video, ada salam terus first impression, terus ada ditanyain anak kesayangan ci Yen (Yensita, Sekretaris periode 2017). Setelah itu kan kita ada video turun tangga terus kita balik lagi, tuh artinya kita bakal tetap ingat setahun itu. Akhirnya, ci Yen terharu dan nangis," kata Henson Husada, salah satu anggota Bidang Sekretaris periode 2017.

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Kiri ke kanan: Endang Soelistiyowati (Pembina), Yudho Christin (Ketua Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat), Julie Vidalia (Bendahara Umum), Juson (Ketua Umum), Felix Pratama Yaputra (Sekretaris Umum), Carlen Caroline (Ketua Bidang Dhamma dan Pendidikan)

39


Kontak Dhamma

What is a buddha?

Semua pertanyaan yang masuk di edisi ini beserta jawabannya bisa dilihat di http://bit.ly/KontakDhammaEka-cittaEdisiXLVI. Dalam agama Buddha, bagaimanakah ciptaan pertama? Saya ingin tahu lebih banyak tentang makhluk Abhassara. Abhassara merupakan alam cahaya, salah satu alam dari 31 alam kehidupan. Ketika bumi (sebelum bumi yang sekarang kita tempati) hancur, umumnya makhluk-makhluk terlahir di alam Abhassara. Ketika bumi (yang sekarang) terbentuk, makhluk-makhluk cahaya dari alam Abhassara kembali ke bumi. Penjelasan selengkapnya tentang perubahan dari makhluk cahaya menjadi manusia terdapat di Aganna Sutta. Siapakah Buddha pertama? Apakah terdapat kisah tentang Beliau? Buddha pertama adalah Tanhankara. Beliau berasal dari keluarga kesatria, mencapai penerangan sempurna ketika bermeditasi di Bodhirukka, Rukkaththana. Kisah Beliau bisa dibaca di Buddhavamsa. Mengapa musik merupakan salah satu larangan dalam pelaksanaan atthasila? Saat atthasila merupakan saat pengendalian seluruh pancaindra. Musik akan memengaruhi pikiran dan batin sehingga dilarang dalam pelaksanaan atthasila. Terima kasih Romo Effendie Tanumihardja, selaku pembina yang telah menjawab semua pertanyaan Kontak Dhamma ini, dan para penanya. Semoga semua jawaban yang diberikan memberikan pencerahan kepada kita semua. Mau bertanya seputar Buddhadhamma? Kirim pertanyaanmu ke ec.kamadhisugm@gmail.com.

40


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Eka-citta Edisi XLVI/46 (2018) by Eka-citta Kamadhis UGM - Issuu