PROFIL Nama Gadingharjo diambil dari kata gading berarti gajah dan harjo berarti makmur. Dijaman penjajahan disekitar sanden dijadikan tempat tawanan, pasukan - pasukan gajah disekitar Gadingharjo. Kotoran gajah dijadikan pupuk sehingga menjadi subur, karena itu ada gajah - gajah meninggalka kotoran yang menjadi pupuk, maka dinamakan Gadinghharjo. Gabungan dari 2 kelurahan yaitu Madingmas dan Renggosari. Pada tahun 1947 ada penggabungan 2 kalurahan tersebut agar lebih mampu dan berdaya.
Batas Wilayah Desa Gadingharjo Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Murtigading, Kecamatan Sanden Sebeah Timur berbatasan dengan Desa Srigading, Kecamatan Pandak Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Srigading, Kecamatan Sanden Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden Jarak Urbitasi Jarak ibukota kecamatan : 1.26 Km Arah: 8.47° Jarak ibukota kabupaten : 12.43 Km Arah: 34.22° Jarak dari ibukota provinsi : 23.34 Km Arah: 29.05°
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 1
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 2
PERTANIAN Desa Gadingharjo memiliki banyak potensi pertanian, yang paling terkenal adalah produksi bawang merahnya. Selain itu, Dusun Karangayar terkenal dengan produksi jambu mete dan melinjonya. Hal ini menjadi potensi besar bagi usaha rumahan yang turut andil dalam pengembanga bumi perkemahan, dimana akan ada sesi wisata produksi hasil olahan khas Desa Gadingharjo, terutama Dusun Karanganya
brambang
pisang
jambu mete
ubi
melinjo
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 3
PETERNAKAN Hewan ternak menjadi salah satu aset yang dimiliki hampir setiap warga Desa Gadingharjo. Ini menjadikannya potensi yang besar dan menguntungkan untuk dikembangkan. Melihat jumlah sapi yang cukup besar, menghadirkan poten si besar untuk menghasilkan produk olahan dari ternak. Dengan memanfaatkan kotoran hewan atau pun prosuk yang dihasilkan
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 4
PROLOG Selama ini mungkin banyak yang belum tahu mengenai buper ini. Selain promosi yang kurang juga karena opini masyarakat yang selama ini beranggapan bahwa buper lain lebih bagus. Hal itu diperkuat dengan pengalaman- pengalaman menyelenggarakan kegiatan seperti kemah sekolah di luar Bantul menunjukkan hasil yang memuaskan, sehingga tidak melirik lagi lokasi lain. Padahal dengan memilih Karanganyar sebagai lokasi kegiatan, kita akan turut mengembangkan potensi wisata di Bantul ini. Memang di Bantul belum ada buper sebelum Karanganyar. Lokasinya yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan lingkungan alamnya yang masih hijau menjadi salah satu daya tarik tempat ini. Dikelilingi oleh areal persawahan dan perkebunan, lokasi yang berdekatan dengan beberapa pantai terkenal seperti Pantai Parangtritis, Pandansari, Goa Cemara, Pandansimo dan lainnya ini menyuguhkan suasana yang menyatu dengan alam. Lebih dari itu juga terdapat pertambakan udang yang sudah berdiri sejak lama yang tentunya akan menambah wawasan kita mengenai pertambakan udang.
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 5
EKSISTING Aula yang dimiliki Bumi Perkemahan ini cukup sederhana, layaknya rumah biasa tanpa suatu nilai lebih, serta halaman yang kotor dan berpasir semakin tidak sesuai dengan tema dari gedung aula ini. Oleh sebab itu perlu adanya pembaruan desain aula dan tapak agar lebih sesuai dan lebih baik lagi.
Area tenda cukup luas dan memanjang, dipenuhi pepohonan jambu mete dan kelapa. Perlu adanya pembagian zonasi di area tenda serta pembaruan fasilitas kamar mandi di area tenda ini. Serta perlu ditambahkannya jalur penghubung
Kamar mandi menjadi unsur vital dari bumi perkemahan, mulai dari jumlah dan kualitasnya. Kamar mandi yang sudah ada tidak mencukupi dengan kualitas yang buruk pula. Pasokan air dalam penggunaan sehari-hari juga kurang, karena adanya kesalahan konstruksi kala pembangunan dulu.
Tanah lapang di depan area buper selama ini hanya dimanfaatkan untuk area outbond tanpa pengelolaan yang baik. Kurangnya fasilitas penunjang aktivitas outbond di area bumi perkemahan ini.
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 6
ZONASI WILAYAH lahan awal
ZONA D
Zona D posisinya terjauh dari zona utama dan berbatasan langsung dengan pekarangan warga. Posisinya juga paling rendah diantara zona lainnya.
ZONA C
Zona C memiliki panggung kreasi dan 12 kamar mandi. Posisi zona ini berada di tengah bumi perkemahan, digunakan menjadi zona pemisah.
ZONA B
Zona B sudah masuk ke area pendirian tenda. Zona ini dilengkapi dengan 12 kamar mandi. Zona ini memiliki nilai tinggi karena dekat dengan zona A
ZONA A
Zona A merupakan zona utama, dimana terdapat fasilitas-fasilitas utama, aula, parkiran, dan dekat dengan area outbond
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 7
ZONASI WILAYAH lahan tambahan
ZONA OUTBOND
Area outbond yang sudah ada diperluas dengan menambahkan area pertanian untuk area outbond. Dengan menambahkan permainan baru di area outbond dapat meningkatkan nilai jual dari bumi perkemahan. Cukup menambah outbond bermain di sawah.
RUANG PAMER UMKM
Kedepannya dusun Karangnyar akan dikembangkan menjadi desa wisata, maka perlu adanya showroom produk lokal di dekat bumi perkemahan. Ini juga sebagai upaya peralihan mata pencaharian dari petani/penambang menjadi pengusaha.
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 8
AULA TUNAS WIRA BHAKTI
Aula Tunas Wira Bhakti, sebagai fasilitas utama di bumi perkemahan aula harus eye-cathcing. Sehingga desain yang ada sebaiknya berbeda dari lingkungan sekitar atau memiliki ciri khas tersendiri, bisa dari bentuk atau pun material yang digunakan. Pada desain yang baru ini diharapkan munculnya kemurnian dari material yang dimanfaatkan.
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 9
KAMAR MANDI
Kamar mandi atau toilet menjadi cerminan dari keberhasilan pengelolaan suatu tempat. Kamar mandi baru ini dalam satu unit terdapat tiga buah kamar mandi dan tiga buah toilet. Dalam keseluruhan area bumi perkemahan terdapat enam titik kamar mandi atau 36 unit kamar mandi. Kamar mandi memanfaatkan shower untuk penghematan konsumsi air mandi.
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 10
PANGGUNG KREASI
PERSPEKTIF DEPAN
TAMPAK DEPAN
TAMPAK SAMPING
Panggung kreasi menjadi penting pada bumi perkemahan, karena menjadi area puncak kegiatan perkemahan. Panggung ini didesain dengan atap melengkung yang cukup menarik dengan penutup atap seng yang di potong seperti sirip ikan. Desain ini diadaptasi dari ruang baca Hunian Sementara karya Eugenius Pradipto. Bentuk atap yang seperti menunjuk kelangit sebagai doa bumi perkemahan ini akan baik dari waktu ke waktu.
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 11
TANDON AIR
TAMPAK SAMPING
Tandon air yang sudah ada dirasa masih kurang unuk memenuhi kebutuhan air dan juga perlu adanya penambahan karena jarak yang cukup jauh antara kamar mandi zona B, C, dan D. Tandon air diberi ruang kosong di bawahnya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang tambahan di area perkemahan , bisa menjadi pos jaga atau tempat penyimpanan barang (tidak rawan hilang). Terdapat dua tandon air utama di zona pendirian tenda.
batu kali
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 12
LAMPIRAN
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 13
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 14
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 15
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 16
Re-desain Masterplan Bumi Perkemahan Karanganyar (BTL-10) | 17