Skip to main content

Tanpa Pikir Panjang

Page 1

studiohumma

STARRING LEREVON


Latar Belakang

3

Pra-Produksi

7

Karakter

10

Produksi

16

Paska Produksi

24

Poster

26

Hasil Karya

28

Kredit

36


4


5

Fenomena pinjaman online (pinjol) di Indonesia menawarkan kemudahan akses pembiayaan, namun juga menyimpan risiko besar, termasuk penagihan tidak etis dan penyalahgunaan data pribadi, baik dari platform legal maupun ilegal. Generasi muda, sebagai segmen utama pengguna pinjol, sering terjerat dalam hutang untuk memenuhi gaya hidup konsumtif, dipicu oleh tekanan sosial dan iklan di media sosial, meskipun pendapatan mereka seringkali tidak mencukupi untuk pembayaran hutang. Tingginya angka pinjaman online, khususnya di kalangan muda, menunjukkan ketidakseimbangan antara hutang dan pendapatan, meningkatkan risiko gagal bayar. Pemerintah dan lembaga seperti OJK berupaya meningkatkan kesadaran mengenai bahaya perilaku konsumtif melalui kampanye edukasi, namun seringkali kurang efektif. Penelitian menunjukkan pentingnya representasi visual yang menarik dan emosional dalam kampanye untuk mengedukasi generasi muda tentang risiko pinjol dan perilaku konsumtif, menekankan peran sinematografi dalam mempengaruhi perubahan perilaku menuju pengelolaan keuangan yang lebih bijak.

1. AdaSeratus adalah karya fiksi


Pinjaman dapat diartikan sebagai bentuk barang atau jasa yang menjadi kewajiban pihak peminjam yang harus dibayarkan kepada pemberi pinjaman sesuai dengan perjanjian tertulis ataupun lisan, dalam jangka waktu tertentu (Ardiyos, 2004).

6

Perilaku konsumtif dapat diartikan sebagai kecenderungan individu dalam membelanjakan uang lebih banyak daripada yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Hal ini seringkali dipengaruhi oleh dorongan emosional dan keinginan untuk mendapatkan pengakuan sosial (Black, 2007). Pinjaman dapat diartikan sebagai bentuk barang atau jasa yang menjadi kewajiban pihak peminjam yang harus dibayarkan kepada pemberi pinjaman sesuai dengan perjanjian tertulis ataupun lisan, dalam jangka waktu tertentu (Ardiyos, 2004). Faktor-faktor yang mendorong perilaku konsumtif dapat bervariasi, termasuk tekanan sosial, pengaruh media, dan keinginan untuk meningkatkan status sosial. Ritzer (2001), dalam “Explorations in the Sociology of Consumption: Fast Food, Credit Cards and Casinos”, menjelaskan bahwa media dan iklan berperan penting dalam membentuk norma konsumtif dan menimbulkan ‘kebutuhan’ untuk membeli lebih banyak.

Perilaku konsumtif dapat Perilaku konsumtif dapat mempengaruhi keinginan orang untuk mempengaruhi keinginan orang untuk meminjam uang. Menurut penelitian meminjam uang. Menurut penelitian oleh Chudori oleh Chudori dan Pramono (2020),dan Pramono (2020), terdapat hubungan yang positif dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara signifikan antara pinjaman online dan pinjaman online dan perilaku konsumtif. perilaku konsumtif. Faktor-faktor yang mendorong perilaku konsumtif dapat bervariasi, termasuk tekanan sosial, pengaruh media, dan keinginan untuk meningkatkan status sosial. Ritzer (2001), dalam “Explorations in the Sociology of Consumption: Fast Food, Credit Cards and Casinos”, menjelaskan bahwa media dan iklan berperan penting dalam membentuk norma konsumtif dan menimbulkan ‘kebutuhan’ untuk membeli lebih banyak. Pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pinjaman online harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Adanya edukasi yang tepat dan komprehensif dapat membantu masyarakat dalam membuat keputusan yang tepat terkait penggunaan produk dan layanan keuangan, termasuk pinjaman online (Roberts & Jones, 2001).


7


8


9

Dalam merespons fenomena perilaku konsumtif generasi muda dan penggunaan pinjaman online yang berisiko, kami, sebagai sutradara dan Director of Photography (DoP), merancang sebuah film Public Service Announcement (PSA) untuk membangun kesadaran dan mendorong perubahan sikap yang lebih bijak. Film ini dirancang khusus untuk generasi muda, mengangkat kisah Ricco yang terperangkap dalam siklus hutang karena kebiasaan konsumtifnya. Kami berfokus pada penyajian narasi yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik tentang pentingnya pengelolaan keuangan pribadi yang bijak. Sebagai sutradara, saya menggarap film ini dengan pendekatan realistis, mengeksplorasi dinamika antara perilaku konsumtif dan penggunaan pinjaman online. Dengan memanfaatkan observasi, wawancara, dan analisis literatur, film ini akan mengilustrasikan bagaimana keputusan impulsif dalam memenuhi keinginan konsumtif dapat berujung pada tekanan psikologis dan bahkan ancaman kekerasan. Kami ingin mengajak penonton melalui tiga timeline kehidupan Ricco: kehidupannya sebelum terjerumus ke dalam utang, saat terjebak dalam pinjaman online, dan kehidupannya setelah terbebani hutang. Ini dilakukan untuk menunjukkan konsekuensi nyata dari keputusan finansial yang tidak bijak, dengan harapan memicu perubahan sikap pada audiens. Dari sudut pandang DoP, kami menekankan pada konsep visual yang kuat untuk mendukung narasi. Kami menggunakan kamera Sony FX30 untuk kualitas gambar 4K dan kemampuannya dalam kondisi cahaya rendah, dengan lensa Sony G-Master 24-70mm f/2.8 dan Sigma 16-24mm f/2.8 untuk fleksibilitas dalam pengambilan gambar. Aspek rasio 9:16 dipilih untuk mencerminkan tampilan layar smartphone, membuat tampilan lebih intim dan relevan dengan kehidupan audiens generasi muda. Kami juga memanfaatkan warna secara strategis - biru untuk menggambarkan depresi, kuning untuk kesedihan, hijau untuk tekanan sosial, dan ungu untuk kesendirian, semuanya untuk memperkuat narasi visual dan menekankan emosi Ricco kepada penonton. Kami bertujuan untuk menciptakan sebuah pengalaman emosional yang mendalam bagi penonton, menggunakan teknik pengambilan gambar seperti Medium Shot, Close Up, dan Extreme Close Up, serta pengaturan warna spesifik untuk menyoroti perubahan emosi Ricco. Pendekatan ini, bersama dengan penggunaan montase dan motion grafis, dirancang untuk menonjolkan dampak media sosial dan tekanan peer group terhadap perilaku konsumtif. Melalui film PSA ini, kami berharap untuk tidak hanya menyajikan sebuah karya yang menghibur dan visual yang menarik, tetapi juga sebuah pesan edukatif yang resonan tentang pentingnya hidup sesuai kemampuan dan menghindari jebakan pinjaman online.


10

Sutradara melakukan diskusi bersama dengan Director of Photography untuk merancang beberapa konsep visual film yang akan dibentuk menjadai Shot list, storyboard, dan photo board. Tahap pertama yang dilakukan adalah mendiskusikan naskah dengan Director of Photography. Kemudian hasil dari diskusi tersebut mengahasilkan sebuah shot list yang berisikan kumpulan yang diharapkan sesuai dengan konsep skenario yang sudah dibuat sebelumnya. Dari shot list inilah tahapa selanjutnya dikerjakan oleh Director of Photography untuk menyusun rancangan visual lebih lanjut seperti type of shot, camera movement dan deskripsi shot dalam bentuk story/photo board Setelah itu kami melakukan penentuan lokasi yang pas sesuai dengan konsep yang sudah terbentuk. Kemudian Director of Photography pun membuat dokumen photoboard sebagai penanda dan acuan utama untuk pengambilan gambar pada hari produksi


11


12

03:37:11


13

Sitarani the GF

Pacar Ricco memiliki sifat yang polos dan lugu. Karena sifat-nya itulah ia mau menerima Ricco sebagai pacarnya. Selain itu karena sifatnya yang polos juga ia menjadi tidak peka dengan kondisi sedang dialami oleh pacarnya


14

01:38:17


15

Pawas the Content Creator

Teman Ricco ini memiliki karakter yang lebih mapan dan dewasa dibanding teman-teman sebayanya. Oleh karena itu ia memiliki tingkat literasi keuangan yang baik. Ia sadar bahwa pemahaman akan literasi keuangan wajib dimiliki generasi muda untuk dapat meraih kesuksesan. Namun ia membutikan juga untuk dapat memiliki literasi keuangan yang baik tidak harus menjadi pribadi yang “kuper”, bahwa pengetahuan akan literasi keuangan dapat di dapatkan dimana saja, tidak hanya di pendidikan formal


16

01:58:05


17

Ricco the Main Character

Ricco adalah seorang mahasiswa berusia 21 tahun yang belum sepenuhnya menenemukan jati dirinya adalah seorang mahasiswa sehingga Ricco ia mudah sekali terbawa berusia 21 tahun yang belum sepenu arus. akibat dari karakter Ricco yang menenemukan jati dirinya sehingga seperti inimudah ia menjadi sangat mudah sekali terbawa arus. akibat d terjebak kedalam hal-hal yang dapat karakter Ricco yang seperti ini ia me membawasangat dampak negatif. Seperti mudah terjebak kedalam hal budaya konsumtif Ricco yang dampak neg yang dapat membawa menyebabkan ia budaya terjeratkonsumtif pinjol akibat Seperti Ricco yan ia terjerat pinjol akiba rendahnyamenyebabkan literasi keuangan Ricco. rendahnya literasi Ricco keuangan Ricco. Tingkat Literasi keuangan yang Tingkat Literasi keuangan Ricco yan rendah merupakan efek domino dari rendah merupakan efek domino dar sifat dan karakter Ricco dan karakter Ricco


Secara garis besar cerita, latar utama berada di sebuah kamar kosan. Perancangan kamar kosan Ricco dimulai dengan mencari sebuah rumah yang dapat disewa sebagai tempat produksi (shooting). Setelah menemukan rumah yang dapat disewa melalaui Airbnb tahap selanjutnya adalah proses pembuatan setting dan property. setting dibuat agar kamar didalam rumah tersebut menyerupai kamar kosan dengan mengganti ranjang kamar tersebut menjadi ranjang single bed. kemudian property dipilih sesuai dengan karakter Ricco.

18


19


20


21


22


23


24


25

Produksi dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 26 november dan 1-3 desember 2023, dengan 6 lokasi yang berbeda. setelah melakukan pre-production proses produksi segera dilaksanakan. Pada saat proses produksi,sutradara memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan pemerann/ aktor sesuai dengan arahan yang ditentukan, serta mengarahkan atau memberi intruksi kepada setiap departmen yang ada guna berlangsungnya produksi yang baik. Sutradara memperhatikan setiap aspek kreatif serta visual yang terjadi pada setiap frame agar tidak terjadi kekurangan yang minor pada hasil akhirnyananti.. Apabila proses atau pelaksanaan produksi tersebut kurang, sutradara akan terjun langsung untuk membantu setiap departmen agar hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan.


26

Pada tahap awal kami melakukan editing offline untuk menyususun gambar yang sudah disyuting dan mengatur cut to cut sesuai dengan kronologis cerita yang ada pada skenario film namun pada tahap ini ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan skenario dan sutradara melakukan perubahan agar hasil yang dihasilkan menjadi lebih maksimal tanpa. Setelah tahap ini selesai, lanjut ke tahap editing online mengolah gambar dalam proses color grading serta penambahan motion graphic dan VFX. Setelah seluruh elemen visual selsai melalui proses editing, kami melakukan proses scoring film untuk mengisi musik, ambience sound dan elemen audio pendukung lainnyansesuai dengan konsep yang sudah dirancang pada tahap praproduksi


27


28

Poster


29


30

01:08:17


31

00:22:15


32

01:51:10


33

03:33:04


34

03:41:17


35

00:51:20


36

04:01:04


37

02:56:18


39

Lerevon as Ricco Martin Sitarani as Pacar Ricco M. Fawwaz as Teman Ricco 1 Riefqi Thigafi as Teman Ricco 2 Salsa Tadya as Content Creator Executive Produser Wibisono Tegar Guna Putra Muchammad Zaenal Al Ansory Director Y. Devara Wijaya Director of Photography M. Salman Naufal Art Director: Studio Humma Gaffer M. Fawwaz Camera Operator Divo Adzani Sound Operator Riefqi Thigafi Edit, Sound & Color Y. Devara Wijaya & M. Salman Naufal Graphic & Motion M. Salman Naufal Clapper Wildan Hadiansyah Title Designer Surya Indra Gultom Original Music “I Love You But You Not” By Whiteroom “224” By Whiteroom Incolaboation with Artadesa Creative Special Thanks to Fadel Hasibuan Afifah Adyningtias Bella Sekar Puspita Angela Pelafu Egy Satyana Nabila Shabrina Muhammad Reinanda Retania Nia


WWW.STUDIOHUMMA.COM


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tanpa Pikir Panjang by devaraw - Issuu