Page 1


Kaum Wahabi adalah syiah sejati? Ada ajaran dari para imam maksum yang malah dipegang erat oleh kaum wahabi. Ajaran itu malah ditinggalkan oleh syiah. Bukan hanya meninggalkan, syiah selalu mengolok-olok dan mencaci mereka. Apa ajaran itu? Dari hari ke hari, kita makin sering melihat dengan mata kita, orang-orang yang mengenakan celana dan sarung di atas mata kaki. Orang awam menyebutnya dengan sebutan cingkrang. Sementara sebagian lagi mentertawakan mereka, saat bertemu kawan yang mengenakan celana cingkrang, mereka bertanya, ada banjir ya? Ditanya tentang banjir karena celananya dinaikkan ke atas mata kaki. Biasanya orang bercelana cingkrang karena takut terkena air saat banjir. Ketika ditanya tentang alasan mereka, mereka menjawab bahwa Nabi-lah yang menyuruh mereka. Jadi bukan karena banjir atau apa. Nabi Muhammad menyuruh mereka melakukan itu, menyuruh mereka memendekkan pakaian ke atas mata kaki. Karena ingin mengikuti perintah Nabi, mereka rela dicaci maki. Memang, melakukan perintah Nabi membuat banyak orang sinis dan benci. Ini berlaku dari awal jaman Nabi diutus, hingga saat ini, sampai hari ini. Kawan-kawan syiah memiliki pandangan berbeda. Bagi mereka, pakaian yang tidak menjulur ke bawah mata kaki adalah salah satu ciri kaum wahabi. Kaum wahabi yang membenci Nabi dan keluarganya. Karena mereka tidak mengikuti mazhab syiah, mereka dianggap membenci Nabi dan keluarganya. Maka kita lihat syiah tidak ada yang memendekkan pakaiannya hingga ke atas mata kaki. Mereka tidak ingin meniru kaum wahabi. Mereka malu dianggap kaum wahabi, karena yang terbiasa melakukan ajaran Nabi itu adalah kaum wahabi. Ternyata apa yang menjadi ajaran kaum wahabi itu tercantum dalam kitab syiah sendiri. Para imam syiah yang maksum memerintahkan pengikutnya untuk memendekkan pakaian ke atas mata kaki. Dari Abdullah bin Sinan, dari Abu Abdillah Alaihissalam, mengenai firman Allah : dan bajumu bersihkanlah, Abu Abdillah berkata: pendekkanlah. Al Kafi jilid 5, bab memendekkan pakaian Memendekkan celana atau sarung adalah perbuatan membersihkan. Yang dimaksud bukan membersihkan fisik pakaian agar tidak kotor dan nyaman dipandang. Yang dimaksud adalah membersihkan pakaian dari noda kesombongan.

Dari Ma’la bin Khunais, dari Abu Abdillah berkata: Ali Alaihissalam ada di tempat ini, dia mendatangi bani diwan, lalu membeli tiga buah baju seharga 1 dinar, sebuah baju sepanjang di atas maka kaki, dan sarung sampai setengah betis, dan sebuah sorban yang mencapai dada di depannya, sementara belakangnya sampai bawah punggung, lalu mengangkat tangannya e langit, memuji Allah atas baju pemberian Allah, kemudian di masuk ke rumahnya dan mengaakan, inilah pakaian yang harus dikenakan oleh kaum muslimin, Abu Abdillah berkata: tetapi mereka tidak bisa mengenakannya hari ini, jika kami hari ini mengenakan pakaian itu, orang akan mengatakan : dia orang gila, dia adalah seorang yang riya’, Allah berfirman : dan bajumu bersihkanlah, Abu Abdullah


Kaum Wahabi adalah syiah sejati ??  

www.desasalaf.co.cc

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you