Skip to main content

CLAMP MAGAZINE CIMSA UPH

Page 1

GREETINGS from LOCO LOCAL COORDINATOR CIMSA UPH 2105/2106 JESSY TANRI YAPUTRA

Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) merupapakan organisasi mahasiswa kedokteran Indonesia yang berbasis aktivitas dan bersifat independen, non-profit, dan non politik.

REDACTION : General Manager & Penanggung Jawab Yesenia Tannu Pemimpin Redaksi Kelly Tjhai Tim Redaksi Valeska S. Candrawinata Valleria Vallencia PIC Desain Fabianus Dean Tim Desain Grafis Tania Salendra Theresia Avita Jennifer Jane Diajeng Permanadijana

SECERTARIAT : Gedung FK-UPH Lantai 2 Jl.Boulevard Jenderal Sudirman Lippo Karawaci, Tangerang, 15811 Cimsalocaluph@gmail.com

CIMSA berdiri sejak 6 Mei 2001 dan mempunyai misi “Empowering medical students, Improving nation’s health”, yang berarti CIMSA merupakan wadah bagipara anggotanya, yaitu mahasiswa kedokteran Indonesia, untuk mengembangkan kemampuannya sehingga kelak dapat memajukan kesehatan bangsa. CIMSA UPH diresmikan sebagai lokal pada 18 Mei 2012 dan terdiri dari 6 Standing Committee (SCO). SCOPH bergerak di bidang kesehatan masyarakat, SCORE di bidang pertukaran pelajar untuk penelitian, SCOPE di bidang pertukaran pelajar professional, SCORP di bidang hak asasi manusia dan perdamaian, SCOME di bidang pendidikan kedokteran, dan SCORA di bidang kesehatan reproduksi termasuk HIV/ AIDS.CIMSA UPH yang termasukdalam region 3, yaituwilayah Jakarta dan sekitarnya, menjadikan ProvinsiBanten sebagai fokus dalam melakukan berbagai proyek.Kegiatankegiatan yang dilakukan CIMSA UPH memiliki tujuan untuk memajukan berbagai komunitas sesuai dengan keenam bidang tersebut. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung CIMSA UPH sehingga dapat menerbitkan majalah pertama ini. Diharapkan dengan adanya “CLAMP” yang menjelaskan profil organisasi dan proyek-proyek yang dilakukan CIMSA UPH, kita dapat menjalin hubungan kerjasama yang baik untuk mencapai tujuan bersama. Be Active with CIMSA!


GENERAL MANAGER OF CLAMP YESENIA TANNU MARTONO Hai CIMSA-ers. Ahkirnya majalah perdana CIMSA UPH selesai juga. Aku selaku MCC dan General Manager dari majalah “CLAMP” ini mengucapkan terimakasih kepada banyak pihak. Mulai dari tim redaksi dan tim desain., Kemudian para pihak yang sudah turut berpartipasi dalam menyumbangkan foto, cerita, dan artikel projecr untuk majalah ini. Harapan saya ke depannya majalah “CLAMP” ini dapat berguna sebagai profil organisasi CIMSA UPH sehingga bisa lebih banyak menjalin kerjasama untuk mencapai tujuan yang lebih baik . Selain itu saya berharap majalah ini dapat menjadi memori , kenang-kenangan, serta catatan untuk project-projecr yang sudah dilaksanakan. Saya berharap agar ke depannya project CIMSA UPH makin berdampak kepada kesehatan masyarakat Indonesia!

HEAD OF REDACTION KELLY TJHAI Hello CIMSA Fellows! First of all, I want to thank everybody involved in the making of the FIRST CIMSA UPH PROJECT MAGAZINE! It has been a great journey and as CIMSA UPH’s Project Coordinator, CLAMP Magazine is the validation of this year’s hard work as CIMSA Officials! CLAMP is a compilation of projects, activities and most importantly, MEMORIES of CIMSA UPH especially this year! I hope that this magazine will become an amazing inspiration for medical students to do more for the community and to empower us, the young people to create more impactful activities for Indonesia’s health. So readers, enjoy and thank you for reading!

3


what’s inside...

CONTENTS

20

HOT ON CIMSA UPH : LEGENDARY

SCORP

SCORE : Z-CORE

56 46

SCOME

4

26

SCOPH : WORLD DIABETES DAY

CIMSA DAY OUT

34

14


42

66

TRANSCO : BLEND

SCORA : WORLD AIDS DAY 02 GREETINGS

38 SCORP : IWD

60 MOTHER

04

CONTENTS

40 SCORA

63

ATW

06

CALENDAR

42

66

BLEND

08

APA iTU CIMSA

44 SCORE

70

NEWS UPDATE

10

CIMSA UPH

46

SCORE : Z-CORE

72

TAHUKAH KAMU

24

GEBROK

50

SCORE

74

ACHIEVEMENTS

26

SCOME

54

SCOPH

78

CIMSAGRAM

32 SCORP

56

SCOPH : WDD

80

MERCHANDISE

SCORA : WAD

TRANSCO : AROUND THE WORLD

TRANSCO : mother

63

60 5


calendar

6


7


Apa itu cimsa?


9


CIMSA UPH


11


12


13


15


CIMSA UPH


17


CIMSA UPH

18


19


CIMSA UPH

20


21


22


23


COMMUNITY DEVELOPMENT

GEBROK : GERAKAN BERHENTI MEROKOK 19 September – 24 Oktober 2015 GEBROK, atau Gerakan Berhenti Merokok adalah sebuah program community development yang dipelopori oleh Dr. dr. Allen Widysanto, Sp.P, wakil dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan. Program ini didasari oleh banyaknya anak – anak muda yang mengembangkan kebiasaan merokok. Data pada tahun 2010 – 2013 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan adanya peningkatan jumlah perokok di bawah umur sebanyak 1,6% setiap tahunnya. Di Tangerang sendiri, Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) menunjukkan bahwa sekitar 49,3% populasi di bawah 20 tahun adalah perokok aktif, yang tentunya sangat mengkhawatirkan.

Program ini bertujuan untuk mengajak anak – anak muda Indonesia berhenti merokok, khususnya bagi mereka yang masih berada dalam usia sekolah. Setelah melakukan survey ke beberapa sekolah, CIMSA UPH memilih untuk menjalankan GEBROK di SMAN 2 Tangerang. GEBROK dijalankan berdasarkan modul telah dibuat oleh dr. Allen, dan disosialisasikan kepada fasilitator – fasilitator. Program GEBROK dijalankan selama 6 minggu sejak 19 September 2015 sampai 24 Oktober 2015. Setiap minggu, 10 peserta akan dibagi ke dalam 2 grup kecil, di mana mereka melakukan aktivitas yang difasilitasi oleh fasilitator.


Aktivitas yang dijalankan dalam program GEBROK bertujuan untuk menekankan bahaya merokok dan pembuatan strategi berhenti merokok untuk masing – masing individu. Tidak hanya itu, peserta juga diberikan pengetahuan baru mengenai cara – cara berhenti merokok seperti bermeditasi, mengalihkan perhatian dan mencari alternatif yang lebih positif. Untuk hasil yang lebih optimal, peserta diajak untuk mengidentifikasi hambatan dalam berhenti merokok yang ada setiap minggunya dan mengatur strategi untuk memperbaikinya. Selain dr. Allen; dr. Vito Anggraino Damay, SpJP, Dr. dr. Julius July, SpBS, M. Kes, dr. Andree Kurniawan, SpPD, dr. Theo Audi Yanto, SpPD, dr.Nicolasky Lumbuun, Sp.FK, Dr. dr. Cucunawangsih, SpMK, Prof. dr. Wahyuni Lukita Atmodjo, Ph.D, serta dr. Neneng Suryadinata, M.Psi.T, dr. Vivien Puspitasari, SpS juga memberikan dukungan kepada program ini lewat video dan bahkan hadir pada hari H. Hal ini membuat peserta merasa

lebih diperhatikan dan bersemangat. Di akhir program, peserta GEBROK berkesempatan untuk mengunjungi kampus FK UPH untuk bersama – sama melakukan bonding dengan panitia GEBROK. Kerja keras panitia comdev dan dr. Allen berbuah manis, karena dari 10 peserta, 7 peserta berhasil berhenti merokok (setelah follow up 1 bulan). Meskipun 3 peserta lainnya kembali merokok dalam kurang dari satu bulan, mereka mendapatkan pelajaran berharga dari program ini. Kami berharap 7 peserta yang berhasil berhenti merokok dapat bangga kepada dirinya sendiri dan bisa memberikan pengaruh positif bagi teman – teman lain. Kami berharap GEBROK dapat dijalankan lagi tahun depan, dengan lebih memberikan pengaruh kepada lebih banyak orang. Writer: Kelly Editor: Kelly

25


SCOME


Hei Semuanya ! Namaku Karunia Valeriani Japar. Aku seneng banget bisa nulis untuk majalah CLAMP edisi ini. Disini aku mau menceritakan tentang SCOME secara singkat. SCOME tuh apa sih? SCOME itu adalah Standing Committee on Medical Education, salah satu SCO yang ada di CIMSA UPH yang kerjanya mengurus hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan kedokteran, gimana kita bisa meningkatkan pendidikan kedokteran, issueissue kedokteran yang ada di sekitar kita. Nah setiap SCO kan punya warna kebangsaannya sendiri. Klo SCOME itu warna kebangsaannya putih (sebenarnya bisa warna hitam, tp berhubung LC pake warna hitam jadi SCOME putih aja, netral gitu). Kalau di nasional, biasanya nama pengurusnya itu NCME jadi National Committee on Medical Education, di nasional itu SCOME ya nggak paling heboh sih tapi kita classy gitulah, nggak heboh-heboh banget tapi cool-cool gitu, ditambah pemimpin kita di nasional yang super chubby seperti teddy bear. Oh iya, nama pemimpin SCOME di nasional periode 2015/2016 atau yang disebut NOME (National Officer On Medical Education) adalah Bang Idho dari Universitas Sumatra Utara (Medan). Selain meeting-meeting nasional, kita SCOME juga punya meeting khusus loh namanya MMU (Make Me Up) jadi yang boleh ikut cuman boleh anggota SCOME, eksklusif gitu!

Maret 2015 lalu, SCOME membuat project “Career Day: Bonam Your Future� yang mengangkat tema profesi dokter serta pilihan karir setelah pendidikan dokter umum yang cukup sukses, bahkan menjadi inspirasi dari salah satu project nasional kolaborasi CIMSA, AMSA dan ISMKI. Tahun ini SCOME bikin revolusi nih, karena tahun ini kita kerjasama dengan HRDD CIMSA UPH untuk bikin namanya EAGLE, disini kita bikin block book, anatomy, histologybook dimana kita akan mengajar adik-adik kelas tentang semua pelajaran di FK. Sesinya diadakan minimal 1x seminggu. Gunanya untuk bonding dengan member CIMSA dan untuk membantu akademik mereka. Selain itu, SCOME juga kerjasama dengan SCORP (yang warnanya hijau) untuk membuat BLEND yaitu acara dimana kita akan belajar bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan orang difabel dan nantinya kita akan 5k walk dengan mereka pada bulan April. Harapan buat SCOME ke depan nggak banyak, semoga SCOME lebih heboh, makin akrab, membuat projectproject yang outside the box, terusin proker yang udah diturunkan oleh LOME sbelumnya. Be the best and smartestSCO, I LOVE YOU SCOME! Writer : Karunia Valeriani Japar, Editor : Kelly

27


Dokter di Indonesia setiap hari

SCOME UPH juga turut serta

mendedikasikan hidupnya untuk men-

dalam memperingati hari ini, dengan

gobati masyarakat dan memperbaiki

membagi-bagikan biskuit serta kartu

kesehatan

ucapan terimakasih kepada mereka.

masyarakat

Indonesia.

Akan tetapi, sering kali jasa dokter

Hari

dilupakan dan tidak dihargai oleh

mengungkapkan rasa apresiasi kita

masyarakat luas. Seperti yang sering-

semua bagi seluruh dokter di Indonesia

kali dikatakan, dokter adalah pahlawan

atas jasanya bagi seluruh bangsa, serta

tanpa tanda jasa, karena banyak dari

membuat para dokter merasa lebih di-

mereka yang tetap mengobati pasien

hargai dan membuat orang mengingat

dengan

akan kerja keras para dokter.

perasaan

tulus

tanpa

Dokter

Nasional

bertujuan

mengharapkan imbalan apapun. Oleh

Acara ini diadakan di kampus FK

sebab jasanya yang mulia, setiap ta-

UPH, RS Siloam, dan RSUS pada tang-

hun tepatnya pada tanggal 24 Oktober,

gal 23 Oktober 2015, dengan target 30

Hari Dokter Nasional diperingati untuk

dokter dari berbagai bidang medis. Tid-

kembali mengapresiasi jasa dokter.

ak hanya memberikan

biskuit dan


dan mendengarkan aspirasi mereka, yang akhirnya ditutup dengan berfoto bersama mereka. Walaupun ide acara ini sangat sederhana,

pada

akhirnya

SCOME

UPH

mendapatkan review yang baik dari para dokter. Mereka mengatakan bahwa mereka senang karena ada yang mengingat hari dokter, bahkan beberapa dari mereka yang lupa bahwa pada saat itu adalah hari dokter nasional dan mereka diingatkan lewat acara ini. Kurangnya kesadaran tentang adanya hari Dokter Nasional, sertapendapat positif dari dokter yang berpartisipasi tentang kegiatan ini membuat acara ini harus dilakukan lagi di tahun berikut. Melalui Hari Dokter Nasional, kami berharap profesi dokter semakin dihargai orang banyak dan masyarakat lebih peka terhadap jasa-jasa dokter yang tak terbayarkan.

Penulis : Esperanza Silvia Wijaya


gaLLERY

u o y k n a h T Doctors

31


SCORP


H

ai semuanya! Gua Jeremy Gerald Setiamidjaja selaku LORP (Local Officer on Human Rights and Peace) CIMSA UPH 2015/2016 akan menjelaskan tentang hal-hal yang berbau SCORP yang pastinya seru dan menarik. SCORP (Standing Committee on Human Rights and Peace) sendiri adalah sebuah SCO yang bekerja di dalam bidang kemanusiaan juga kedamaian dan tentunya tidak meninggalkan dunia kedokteran. SCORP sangat identik dengan warna hijau, nama “national team” SCORP adalah NCORP (National Committee on Human Rights and Peace). Selain warna hijau, ciri khas dari SCORP yaitu jari-jari tangan yang membentuk seperti capit kalajengking (scorpion) karena itulah, member dari SCORP biasanya dipanggil SCORPions dengan jargon “Dipidipidipidip”. Tentunya kita juga mempunyai national meeting SCORP se -Indonesia yaitu SCORP Camp! Tentunya kalian tahu, SCO pertama yang berdiri bersamaan dengan CIMSA UPH, pastinya SCORP. Kebanggaan lainnya adalah SCORP di UPH selalu menjadi SCO yang tidak pernah sepi membernya dibandingkan dengan SCO lainnya dari awal CIMSA UPH berdiri sampai saat ini. SCORP juga cukup berpartisipasi dalam

“menyumbang” member menjadi Team Officials. Anak-anak SCORP juga sangat bervariasi, dari yang paling pendiam, heboh, aktif, pasif, rajin, dan lain-lain. Mungkin karena saking pendiam dan pasif sampai-sampai gua sering dikacangin di grup. Ya walaupun begitu, hal-hal itulah yang membuat SCORP menjadi berwarna. Ranah kerja dari SCORP sendiri meliputi Vulnerable People, Refugee’s Health, Disaster Management, dan The Right to Health. Beberapa project yang telah dan akan dilakukan SCORP tahun ini yaitu International Day of Peace bulan September lalu; Human Rights DayBLEND yang bekerja sama dengan SCOME serta terinspirasi dari acara SCORP tahun lalu, “Wheel and Walk”; dan yang terakhir adalah International Women’s Day. Acara utama dan yang pastinya terbesar se-CIMSA UPH, adalah BLEND (Break The Limit, Enable The Disabled). Di dalam acara ini SCORP bersama dengan SCOME belajar tentang bahasa isyarat lalu mengaplikasikannya pada acara puncak yaitu “5K run and walk” bersama para tuna rungu serta peserta difabel lainnya. Harapan gua untuk SCORP ke depannya adalah untuk tetap menjadi SCO yang heboh, solid serta kompak juga menjadi SCO yang lebih maju dan aktif di nasional dari sekarang, tentunya dengan bimbingan LORP yang baru nanti. DIPIDIPIDIPIDIP, WE ARE SCORPIONS! Writer : Jeremy Gerald Setiamidjaja, Editor : Kelly

33


INTERNATIONAL DAY

OF PEACE


I

International Day of Peace diperingati setiap tahunnya pada tanggal 21 September. International Day of Peace pertama dideklarasikan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa pada tahun 1982 untuk memperingati kesatuan dalam visi kedamaian. Persatuan Bangsa Bangsa menyatakan bahwa perayaan ini dapat menjadi sebuah kesempatan untuk memperkuat cita-cita perdamaian di antara semua bangsa dan setiap individu. Sebagai bagian dari masyarakat, SCORP CIMSA UPH

(Standing Commitee on Human Rights and Peace) membuat sebuah kampanye anti-bullying yang dilakukan melalui dua media, aircampaign dan penyuluhan ke sekolah dasar setempat.

Kampanye International Day of Peace terdiri dari 3 rangkaian. Rangkaian pertama adalah Air Campaign yang dilaksanakan pada tanggal 21 September 2015, rangkaian acara ini yaitu kegiatan foto kampanye dan meng-upload ke media sosial (ex: instagram) dengan

sasaran semua member CIMSA dan mahasiswa FK UPH untuk memberitahukan kepada semua orang tentang bahaya bullying. Selanjutnya yaitu International Day of Peace 2015 – Pelepasan balon yang dilaksanakan pada tanggal 22 September 2015, rangkaian acara ini yaitu melepaskan balon yang telah ditempelkan sebuah harapan bersama perwakilan organisasiorganisasi yang ada di FK UPH,

35


Seluruh rangkaian acara yang dijalankan pada International Day of Peace 2015 mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta dari organisasi FK UPH dan bahkan dari anakanak sekolah dasar Atisa Dipamkara. tujuannya untuk meningkatkan keharmonisan antar organisasi yang ada di FK UPH. Yang terakhir yaitu, kunjungan ke sekolah Atisa Dipamkara yang dilaksanakan pada tanggal 25 September 2015, acara ini berupa penyuluhan kepada anak kelas 5 dan 6 tentang arti dan bahaya tentang bullying, dengan tujuan nantinya anak-anak tersebut tidak akan melakukan bullying.

Seluruh rangkaian acara yang telah dilakukan pada International Day of Peace 2015

dapat mengingatkan kita tentang hari perdamaian dan khususnya untuk mengingatkan kepada kita semua untuk tidak melakukan bullying. SCORP CIMSA UPH mengharapkan bahwa segala rangkaian acara yang telah dilaksanakan dapat diingat dan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Writer : Chitra Asfrita Editor : Valeska S. Candrawinata

36


GALLER Y


SCORP - 23 Maret 2016

INTERNATIONAL WOMEN’S DAY

K

omisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menuliskan bahwa peningkatan kekerasan wanita terjadi paling tinggi pada tahun 2011-2012 mencapai 35% dan pada tahun 2015, terjadi peningkatan sebesar 9% dari tahun 2014. Sementara itu, dalam Catatan Tahunan (CATAHU) 2016, kekerasan wanita

38

yang terjadi di tahun 2015 terdapat 305.535 kasus yang ditangani oleh Pengadilan Agama atau Badan Peradilan Agama (PA-BADILAG), dan sejumlah 16.217 kasus yang ditangani oleh lembaga layanan mitra Komnas Perempuan. Pada CATAHU 2014 kekerasan seksual menempati peringkat ketiga, sedangkan di tahun 2015 kekerasan seksual naik di peringkat kedua. Bentuk kekerasan sek-


sual tertinggi adalah perkosaan 72% atau 2.399 kasus, pencabulan 18% atau 601 kasus, dan pelecehan seksual 5% atau 166 kasus. Melihat data – data ini, SCORP CIMSA UPH tertarik dan merasa perlu untuk mengadakan acara dengan tema “Awareness terhadap Kekerasan dan Pelecehan Seksual pada Wanita”. Acara ini dilakukan tidak hanya untuk memperingati International Women’s Day 2016 yang jatuh pada setiap tanggal 6 Maret, acara ini juga berguna untuk meningkatkan kewaspadaan wanita terhadap masalah ini dan meningkatkan

kepedulian masyrakat terhadap pelecehan seksual pada wanita. Pada tanggal 23 Maret 2016, SCORP CIMSA UPH mengadakan event ini di SMA Atisa Dipamkara, Lippo Karawaci, Tangerang pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Dengan diikuti oleh iikuti oleh siswa – siswi kelas 10 SMA Atisa Dipamkara, SCORP CIMSA UPH mengundang 2 pembicara penting yaitu dr. Dyana Safitri, SpOG dari Siloam Hospitals dan dari Eagle Muay Thai. dr. Dyana menjelaskan mengenai hak- hak wanita dalam masyarakat dan bagaimana kita dapat mencegah terjadinya kekerasan dan pelecehan pada wanita. Sementara itu, perwakilan dari Eagle Muaythai UPH mengajarkan peserta untuk melakukan pertahanan diri dengan

menggunakan teknik Muay Thai. Peserta sangat antusias mengikuti acara ini, dan feedback yang didapatkan dari peserta dinilai sangat baik. Kami berharap

dengan diadakannya acara ini, peserta yang terlibat dapat memberikan lebih banyak kontribusi ke dalam masyarakat dengan menyampaikan pesan – pesan yang sudah diberikan lewat seminar tentang pentingnya hak – hak wanita, dan menjadi agen perubahan yang dapat mencegah terjadinya lebih banyak pelecehan seksual dalam kehidupan sehari – hari. Writer : Leonie Christianti

39


SCORA

40


41


42


43


SCORE

44


45


46


47


49


SCOpE


51


53


SCOPH


55


World Diabetes Day

56


Sebagai calon tenaga medis, sudah seharusnya kita mengetahui masalah kesehatan dalam masyarakat. Salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian kita adalah penyakit diabetes melitus. Berdasarkan kuesioner dan data yang didapatkan dari Puskesmas Binong, masih banyak yang belum mengetahui tentang diabetes. Oleh sebab itu, SCOPH lokal CIMSA UPH mengadakan acara World Diabetes Day untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes, serta pengaturan gaya hidup untuk pencegahan.

World Diabetes Day “Jaga Diet Jauhi Diabetes� dilaksanakan di Puksesmas Binong pada tanggal 12 September, 3 Oktober, dan 22 November 2015 untuk meningkatkan kewaspadaan, kesadaran, pengetahuan masyarakat desa Binong terhadap penyakit diabetes melitus. Masyarakat yang terlibat tentu saja adalah orang-orang yang memiliki resiko tinggi untuk terkena penyakit diabetes melitus dan penderita yang memiliki penyakit diabetes yang sulit dikontrol. Acara ini terdiri dari senam bersama, jalan pagi sehat, seminar bersama dokter gizi, demo masak, edukasi singkat, dan pengecekan gula darah, tensi, dan BMI 57 oleh panitia.


Dengan berkolaborasi dengan Community Development Team CIMSA UPH, acara ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui 3 rangkaian acara tersebut. Hal ini dibuktikan melalui hasil post-test dan pre-test, dimana 87% orang yang mengikuti test ini berhasil menjawab 70% soal dengan benar. Tidak hanya itu, tanggapan masyara-

yang telah dibagikan kepada

kat tentang keberadaan acara ini di

masyarakat Binong tidak hanya dapat

komunitas mereka juga sangat positif,

meningkatkan kesadaran mereka un-

yang terlihat dari rasa antusias yang

tuk mencegah penyakit diabetes,

ditunjukkan oleh mereka saat mengi-

tetapi juga mengubah gaya hidup

kuti acara ini.

58

Panitia berharap bahwa ilmu

mereka menjadi lebih baik.


GAlLERY

59


TRANSCO

SCOPH -SCORA

Moms’ Training and Health Education Program

Indonesia masih tergolong di dalam zona merah untuk Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), khususnya di provinsi Banten yang masih menduduki peringkat ke 5 tertinggi se - Indonesia. Dengan melihat data tersebut, SCOPH (Standing Committee on Public Health) dan SCORA (Standing Committee on Sexual & Reproductive Health Including HIV/AIDS) Universitas Pelita Harapan (UPH) merancang sebuah acara penyuluhan bagi ibu hamil maupun ibu yang baru saja melahirkan yang diharapkan dapat membangun kesadaran dan meningkatkan pemahaman peserta mengenai prenatal dan postnatal care. Program yang bertajuk “MOTHER” (Moms’ Training and Health Education Program) ini berfokus kepada pelatihan prenatal dan postnatal care untuk para ibu yang berada di kawasan sekitar Tangerang. Panitia MOTHER memilih Puskesmas Pondok Jagung sebagai tempat diadakannya acara ini dengan target ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan yang terdata dalam puskesmas ini sebagai sasaran acara kami. MOTHER dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 Februari 2016 dan berlokasi di lapangan Puskesmas Pondok Jagung. Acara dimulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 1 siang, dan dihadiri oleh lebih dari 30 ibu hamil dan ibu yang sudah memiliki anak. Rangkaian acara dimulai dengan penyuluhan kelas besar yang dibawakan oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr. Dyana Safitri, 60 SpOG.


Setelah diselingi oleh sesi istirahat, acara dilanjutkan dengan membagi peserta ke dalam beberapa kelompok kecil untuk diberikan penyuluhan mengenai postnatal care oleh para panitia dengan bimbingan dari bidan Puskesmas. Di dalam grup kecil ini, peserta secara langsung diajarkan untuk memberikan pertolongan pertama kepada bayi yang tersedak, pertolongan pertama pada bayi, dan juga cara memberikan ASI yang benar pada bayi. Acara ini tergolong sukses karena peserta mengaku antusias dan memahami materi-materi penyuluhan yang telah diberikan. Acara ini pun berjalan sesuai dengan rencana atas dukungan cuaca, lingkungan dan dukungan dari para peserta itu sendiri. MOTHER tentu dapat diwujudkan kembali dalam jangka waktu ke depan, dengan berbagai perbaikan dari segi acara dan materi, mengingat pentingnya penyuluhan untuk meningkatkan taraf hidup Ibu dan bayi di Indonesia. Kami berharap, acara seperti ini dapat dengan efektif meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu dan anak dimulai dari ibu Indonesia. Written by: Luky Adlino, Selina Natalia Editor : Kelly, Vallencia Valeria

61


62


TRANSCO

SCOPE - SCORE

AROUND THE WORLD

Program pertukaran pelajar, atau exchange adalah program yang dilaksanakan oleh CIMSA yang berguna untuk mewadahi anggotanya untuk belajar kedokteran di negara lain. Tidak hanya membuka wawasan, peserta exchange juga dapat merasakan pengalaman baru yang dapat memperluas pertemanan. Sayangnya, banyak peserta yang kurang memahami prosedur program ini, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan. Pada tanggal 5 Maret 2016, CIMSA UPH mengadakan event Around The World. Around the World (ATW)diadakan oleh SCORE (Standing Committee on Research Exchange) dan SCOPE (Standing Committee on Professional Exchange) CIMSA FK UPH, yang didasari oleh kurangnya pengetahuan calon peserta exchange tentang prosedur research dan professional exchange. Bertempat di gedung kampus Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Lippo Village, Tangerang, ATW dihadiri oleh 80 mahasiswa FK UPH dan FK YARSI yang berencana untuk mendaftarkan diri ke dalam program exchange.

63


Baik LEO (Local Exchange Officer) Outgoing dan LORE (Local Officer on Exchange Officer) CIMSA UPH menjelaskan tentang prosedur professional dan research exchange. Komite ATW SCORE mengundang dr. Theo Audi Yanto, Sp.PD untuk memberikan testimoni tentang research exchange yang pernah dirasakannya di Austria. Tidak hanya itu SCORE juga menundang Zhafirah Fauziyyah Nafisah selaku NORE (National Officer of Research Exchange) periode 2015/2016 dan Regina Putri Apriza selaku Vice NORE for External Affairperiode 2015/2016 untuk memberikan testimoni pengalaman research exchange yangpernah dirasakannya di Italia dan Bulgaria. Sementara itu, komite ATW SCOPE mengundang Kharis Ikha Muda (LEO CIMSA UPH 2014/2015), Rachel Vania (First LEO of CIMSA UPH) dan Stevanus Jonathan (Local CoordinatorCIMSA UPH periode 2012/2013)untuk menceritakan pengalaman mereka dalam program professional exchange. Kharis menceritakan pengalamannya di Italia pada tahun 2014, Rachel menceritakan pengalamannya di Jerman, dan Stevanus membagikan pengalaman professional exchange-nya di Lund, Swedia.

64


Tidak hanya memberikan pengalaman mereka, ketiganya juga membagibagikan tips yang berguna untuk mengikuti program ini.Peserta tidak hanya memberikan feedback yang positif, peserta juga banyak yang semakin mantap untuk mengikuti program exchange. Dengan diadakannya acara ini, kami berharap agar pesertadapat mengerti dengan jelas mengenai prosedur program exchange yang diselenggarakan oleh SCORE dan SCOPE CIMSA UPH, dan dapat menggunakan kesempatan pertukaran pelajar ini sebagai pembelajaran yang berguna bagi karir mereka.

Writer : Kusena & Kelly

65


TRANSCO

2 APRIL 2016 Disabilitas dideskripsikan sebagai kurangnya kuasa, kekuatan, atau kemampuan mental dan fisik. Menurut data yang didapatkan dari World Health Organization (WHO), sekitar 15% populasi dunia hidup dengan keterbatasan fisik dan mental, di mana 2-4%nya mengalami penurunan kualitas hidup karenanya. Kementerian Sosial Indonesia mengestimasi bahwa sekitar 3-5% masyarakat Indonesia hidup dengan disabilitas. Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) dan International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF) menekankan faktor – faktor yang dapat mengurangi kontribusi orang – orang dengan disabilitas dalam masyarakat. Di antaranyaa dalah kurangnya peraturan yang dibuat untuk melindungi hak – hak mereka; kurangnya fasilitas umum yang dapat melayani orang – orang dengan disabilitias; kurangnya data dan bukti epidemiologi; dan yang paling umum, diskriminasi yang ditunjukkan oleh lingkungan sosial kepada mereka. Diskriminasi, kurangnya perlindungan dan pengakuan oleh lingkungan sosial menyebabkan penurunan kualitas kesehatan, menurunnya pencapaian akademik maupun karir, kemiskinan, ketidakmampuan untuk hidup mandiri dan menurunnya kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.


Breaking the Limit, Enable the Disabled atau yang disebut dengan BLEND adalah sebuah project kemanusiaan yang diinisiasi oleh SCORP (Standing Committee on Human Rights and Peace) dan SCOME (Standing Committee on Medical Education) CIMSA UPH yang terinspirasi dari keterbatasan penyandang disabilitas untuk mengekspresikan diri dalam masyarakat. Bertepatan dengan peringatan hari Hak Asasi Manusia (10 Desember 2015), SCORP dan SCOME CIMSA UPH ingin mengajak mahasiswa Universitas Pelita Harapan untuk meningkatkan awarenessterhadap keberadaanpenyandang disabilitas. Dengan mengajak mereka untuk berinteraksi langsung dalam project ini, diharapkan peserta dapat mengurangi stigma buruk, diskriminasi dan menyadari betapa berharganya keberadaan mereka dalam lingkungan kita. BLEND adalah project yang dikembangkan dari“Wheel and Walk 2015” SCORP CIMSA UPH yang mengangkat konsep 5k walkdan menggabungkannya dengan konsep project“Breaking the Silence” oleh SCOME CIMSA Nasional.

PRE-EVENT BLEND – Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (23 Januari 2016)

BLEND menyediakan pre – event traininguntuk panitia di mana mereka berkesempatan untuk belajar berbahasa isyarat.Pelatihan bahasa isyarat dilakukan pada tanggal 23 Januari 2016 di gedung kampus Fakultas Kedokteran Pelita Harapan dengan mengundang organisasi non – profit GERKATIN (Gerakan Kaum Tuli Indonesia) untuk memberikan pelatihan. Pelajaran bahasa isyarat Indonesia terdiri dari pelajaran alfabet, angka, kata – kata umumdan bahasa medis yang dipakai untuk membantu anamnesis pasien tuna rungu. Pelatihan ini dihadiri oleh panitia BLEND yang dibagi – bagi ke dalam kelompok. Pada tanggal 1 April 2015, tepat sehaxri sebelum acara puncak, panitia BLEND juga mengadakanpelatihan bahasa isyarat kedua yang diperuntukan untuk peserta non – difabel lainnya. Pada pelatihan ini, panitia yang sudah terlebih dahulu terampil memberikan pelatihan bahasa isyarat kepada calon peserta BLEND.


MAIN EVENT BLEND 2016

Sebagai puncak acara, pada 2 April 2016 bertempat di the Spring Club, Gading Serpong, sebanyak 130 peserta non – difabel dan 91penyandang disabilitas diajak untuk melakukan fun walk sepanjang 5 kilometer. Jalan bersama dimulai pada pukul 7 pagi, sampai pada pukul 10. Fun walk adalah puncak dari seluruh acara ini, di mana seluruh peserta difabel dan non – difabel saling berinteraksi secara langsung. Banyak di antara mereka yang menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi langsung dengan penyandang tuna rungu. Banyak pula peserta non – difabel yang saling membantu peserta dengan disabilitas untuk mendorong kursi roda, menemani mereka yang memakai kruk untuk berjalan, dan bahkan ada yang mendampingi peserta tuna netra untuk berjalan hingga garis finish. Seluruh peserta yang sampai di garis finish dikalungkan medali BLEND sebagai bentuk apresiasi bagi mereka.

Setelah jalan sehat bersama, dr. Vito Damay Sp.JP, M.Kes memberikan talkshow mengenai kesehatan, jantung dan pentingnya olahraga. Talkshow dari dr. Vito sangat informatif bagi semua peserta. Untuk lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi peserta, panitia juga membuka pos – pos pengecekan tensi dan cek darah bagi semua peserta. Acara diikuti dengan penampilan menarik dari UKM dancedari FK UPH. Peserta dari GERKATIN dan YDMI juga turut memeriahkan acara dengan menampilkan beberapa tarian, pantomim, fashion show, dan pameran lukisan hasil karya mereka. Pada akhir acara, pihak CIMSA UPH memberikan apresiasi berupa sertifikat kepada pihak GERKATIN dan YDMI, serta dr. Vito Damay Sp.JP, M.Kes.

Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bisa melihat peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan sangat antusias. Banyak peserta non - difabelyang mau berkenalan dan berinteraksi dengan peserta penyandang disabilitas, tanpa adanya perasaan risih. Peserta sangatterkesan dengan mahasiswa muda yang masih mau meluangkan waktunya untuk memperhatikan mereka.

Bagi panitia BLEND yang sudah mempersiapkan acara ini semenjak November 2015, tanggapan peserta yang sangat positif adalah suatu penghargaan tersendiri. Meskipun dibatasi dengan berbagai kendala, dengan kerja keras dan bantuan dari berbagai pihak acara ini dapat dieksekusi dengan baik. Bagi CIMSA UPH, BLENDadalah acara penutup tahun kepengurusan yang sangat penting yang melambangkan dedikasi kami dalam mewujudkan “Empowering Medical Students, Improving Nation’s Health”. Untuknya kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

68


Writer : Kelly, Hans Keegan Phencha Editor : Kelly

69


NEWS UPDATE

SATU KARTU

BERJUTA MANFAAT

70


walnya, jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan BPJS Kesehatan banyak menuai kek-

A

hawatiran baik dari peserta, provider, maupun dokter dan tenaga kesehatan lainnya. BPJS Kesehatan pun terkesan dilihat sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Padahal tak ada asuransi mana pun yang bisa menyaingi BPJS Kesehatan.

biyaannya, tanpa mempertimbangkan sehat atau sakit, dan tidak melihat usia. Setelah dua tahun berjalan, kini semakin ban-

yak dokter ingin bergabung dengan BPJS Kesehatan. Rumah sakit pun semakin banyak yang melayani peserta BPJS Kesehatan. Alasannya, ada kepastian yang menanggung biaya pengobatan. Sehingga jasa

tenaga kesehatan juga menjadi lebih pasti. Sampai saat ini, sudah lebih dari 9.811 puskesmas, 4.660 klinik, 1.574 rumah sakit, dan 4.441 dokter praktik. Dengan infrastruktur yang kuat, BPJS Kesehatan siap melayani lebih dari 162.327.183 peserta BPJS. Dengan kualitas pelayanan yang terus semakin membaik, BPJS bisa “Buat Pasien Jadi Senang� karena jutaan manfaat kesehatan yang diberikan dengan mempunyai kartu tersebut. Disadur dari : bpjs-kesehatan.go.id

Dengan premi yang murah dan terjangkau semua jenis penyakit dijamin pem-

71


KOLOM FAKTA

TAHUKAH KAMU?

MeNGAPA KITA BISA

BERMIMPI?

T

eman-teman pasti pernah bermimpi kan? Kita bisa mengalami mimpi ketika kita sedang tertidur dan seringkali mimpi itu menjadi sebuah pertanyaan yang membuat kita merasa penasaran. Apa sebenarnya yang terjadi ketika kita sedang tertidur dan bermimpi? Biasanya kita akan mengalami yang namanya bermimpi setiap kali kita tertidur. Rata-rata orang yang tidur selama 8 jam akan mengalami mimpi sekitar

72

100 menit. Namun, tidak semua mimpi bisa diingat oleh orang tersebut, bahkan menurut penelitian 95% dari mimpi tidak diingat oleh manusia. Mimpi yang kita alami terjadi saat kita sedang dalam fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Mimpi yang biasanya kita ingat itu adalah mimpi yang terjadi pada saat sebelum kita terbangun dari tidur. Lalu, kenapa manusia bisa bermimpi? Otak adalah bagian tubuh yang membu-

at manusia bisa bermimpi. Panca indera kita memberikan informasi ke otak setiap hari dan kemudian otak mengatur apa saja yang akan dilakukan pada saat kita tertidur. Otak akan menterjemahkan informasi apa saja yang dia terima, misalnya mengenali rasa makanan yang kita makan, minuman yang kita minum, obyek yang kita lihat seharian, dan lainnya. Walaupun panca indera kita tidak bekerja saat kita tertidur, namun otak tetap masih bekerja.


Menurut para ahli otak justru bisa lebih aktif ketika manusia sedang bermimpi dibanding saat manusia beraktivitas. Otak kita bisa menciptakan imajinasi tanpa adanya peranan dari panca indera kita, inilah yang terjadi saat kita bermimpi. Otot-otot tubuh tidak aktif saat kita sedang bermimpi. Ini mencegah orang yang bermimpi melakukan apa yang dilakukannya di dalam mimpi. Karena otot kita tidak aktif saat bermimpi maka kita tidak akan melakukan sesuatu

yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. Kadang-kadang kita bermimpi tentang masalah yang dihadapi dan cara menghadapi masalah tersebut. Misalnya kita bermimpi tentang masalah pekerjaan di kantor, dan kemudian kita menemukan cara menghadapi masalah tersebut di dalam mimpi kita. Inilah salah satu bukti bahwa otak kita masih terus bekerja dan berpikir pada saat kita sedang tertidur. Selain itu, mimpi juga ternyata sangat penting untuk proses perbaikan sel-sel

tubuh manusia, membuang zat-zat yang tidak berguna, dan memulihkan otak kita. Otak memperbaiki diri dan melakukan reorganisasi saat kita sedang tertidur. Nah, jika kamu kurang tidur, maka kamu akan merasa kurang sehat atau pikiran terasa kacau. Tidur dan bermimpi bisa membuat pikiran kita menjadi lebih segar. Disadur dari : pesonacipta.co.id

73


achievements

74


75


achievements

CHITRA ASFRITA NASUSCORPIONS OF THE PERIOD ( PERIOD 1 (2015-2016)

76


HANS KEEGAN PHENCA SCORPIONS OF THE PERIOD ( PERIOD 2 (2015-2016)

77


78


79


80


81


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
CLAMP MAGAZINE CIMSA UPH by CIMSA UPH - Issuu