Skip to main content

HEMISFER DEXTRA #7

Page 1

#7 Desember 2014 - Januari 2015

HEMISFER DEXTRA

Creative, Imaginative, Innovative

SUPER MOM-SUPER LIVE

WDD WAD (World AIDS Day) (World Diabetic Day)

HRD (Human Right Day)


About Us Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) adalah organisasi kegiatan mahasiswa kedokteran di Indonesia yang bersifat independen, inklusif, nasionalis, non profit, dan non partisan. Cimsa merupakan organisasi berbasis individu adalah wujud kepedulian mahsiswa kedokteran Indonesia. Member CIMSA adalah mahasiswa dari fakultas kedokteran beberapa universitas di Indonesia. Berdiri sejak tahun 2001, dan telah berkembang dari semula 6 lokal, kini menjadi 17 lokal dengan jumlah member mencapai 5000 member. CIMSA bertujuan untuk mengembangkan dan mengekspresikan idealismenya agar setiap mahasiswa di Negeri ini dapat memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya di bidang kesehatan sedini mungkin dan memberikan hasil nyata untuk perkembangan bangsa.

Empowering Medical Students and Improving The NationĘźs Health

Sebagai organisasi yang berdasar kepada aktivitas, kegiatan yang dilakukan CIMSA tersebut mencakup kegiatan lokal, nasional, hingga internasional. CIMSA mendapat kepercayaan dari dunia internasional untuk menjadi anggota penuh Internasional Federation of Medical Students’ Association (IFMSA) sebuah organisasi mahasiswa terbesar di dunia, yang beranggotakan mahasiswa kedokteran di dunia, dengan jumlah lebih dari 10 negara anggota dan mewakili lebih dari satu juta mahasiswa kedokteran secara global. CIMSA berdasarkan 6 bidang kerja atau yang disebut dengan Standing Committee untuk mempresentasikan setiap kegiatan yang dilakukan. Adapun Standing Committee yang ada di CIMSA adalah : 1. SCOME (Standing Committee on Medical Education) adalah forum diskusi mahasiswa yang tertarik dalam pengembangan pendidikan kedokteran. 2. SCOPE (Standing Committee on Professional Exchange), memfasilitasi seluruh mahasiswa kedokteran untuk merasakan atmosfer dan budaya di Negara asing pada saat menggali ilmu klinik. 3. SCOPH (Standing Committee on Public Health) merupakan forum yang berfokus kepada pentingnya isu kesehatan masyarakat dalam pendidikan kedokteran dan komunitas. 4.SCORA (Standing Committee on Reproductive health including Aids ) bertujuan meningkatkan kepekaan tentang kesehatan reproduksi, termasuk pendidikan seks, persamaan gender, dll. 5. SCORE (Standing Committee on Research Exchange) memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa kedokteran untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian di Negara asing. 6. SCORP (Standing Committee on human Right and Peace) merupakan forum terkait isu mengenai hak azasi dan perdamaian, termasuk permasalahan yang dihadapi oleh pengugsi.

| www.cimsafkunsyiah.com |

cimsa-unsyiah @yahoogroups.com cimsaunsyiah @cimsaunsyiah Cimsa Unsyiah Cimsa Unsyiah

1


CONTENTS T ABOU

ABOUT US

2

ENTS

US

CONT

OTE

PD’S N

OTE

3

’S N LOCO

7

WDD

WAD

12-13 16 ABOUT US

HRD

LLERY

T

11

M

14-15

R

17

K OU ’S TAL

LET

GA

MSA AL CI

5-6 9-10

M-

8

4

E

LIV SUPER

MO SUPER

1

TEA ICIAL

OFF

LOC

MEDI

TNE R A P A

2


LOCOʼS NOTE Afifussyakir Local Coordinator CIMSA Unsyiah Assalamualaikum Halo CIMSA, Halo semuanya CIMSA ( Center for Indonesian Medical Students' Activities) merupakan organisasi independent yang bersifat non-political dan non-profit. CIMSA didirikan pada 6 Mei 2001 dengan 6 lokal termasuk Unsyiah. Saat ini, berkembang menjaadi 18 lokal yang tersebar di seluruh Indonesia. CIMSA berafiliasi dengan IFMSA ( International Federation of Medical Students' Association ) dengan 6 standing committee (SCo), yaitu: -Standing Committee on medical education (scome) -Standing Committee on reproductive health including aids (SCORA) -Standing committee on public health (SCOPH) -Standing committee on professional exchange (SCOPE) -Standing committee on research exchange (SCORE) -Standing committee on human right and peace (SCORP) MDGS (Mileenium Development Goals) adalah deklarasi millenium hasil kesepakatan dari 189 kepala Negara yang dimulai sejak September 2000. MDGS ini bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat. MDGS memiliki 8 tujuan untuk diselesaikan pada tahun 2015, yaitu: -Tujuan 1 : Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan -Tujuan 2 : Mencapai pendidikan Dasar untuk semua -Tujuan 3 : Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan -Tujuan 4 : Menurunkan kematian anak -Tujuan 5 : Meningkatkan kesehatan ibu -Tujuan 6 : Memerangi Hiv/aiDs, malaria, dan penyakit menular Lainnya -Tujuan 7 : Memastikan kelestarian Lingkungan Hidup -Tujuan 8 : Membangun kemitraan global untuk pembangunan CIMSA sebagai organisasi mahasiswa kedokteran juga mendeklarasikan untuk mendukung MDGS poin 4,5, dan 6 pada NLS (National Leadership Summit) Aceh, 2011 silam ikut andil dalam membantu pemerintah mewujudkan tujuan MDGS pada tahun 2015. Salah satunya yaitu poin ke-5, meningkatkan kesehatan ibu. Meningkatkan kesehatan Ibu mempunyai target menurukan kematian ibu melahirkan dari 390 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1991 menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Mengutip data hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Ini merupakan pekerjaan rumah yang besar bagi Indonesia untuk membenahi masalah MDGS poin ke 5. Pekerjaan rumah yang besar ini merupakan tanggung jawab seluruh tokoh tokoh kesehatan di Indonesia termasuk mahasiswa kesehatan. CIMSA yang merupakan wadah bagi mahasiswa kedokteran Indonesia bertekad untuk terus berpartisipasi dalam membantu pemerintah, dengan cara aktivitas – aktivitas CIMSA itu sendiri. Sesuai tagline CIMSA, “Empowering Medical Students. Improving Nations' Health”

3


PDʼS NOTE Nadya Paramita S Publication Director CIMSA Unsyiah Assalamualaikum wr.wb HaloCIMSA ! Segala puji bagi Allah swt tuhan semesta alam, toprahmat serta karunia-Nya lah sampai saat ini saya selaku Publication Director CIMSA Unsyiah masih dapat mempersembahkan Hemisfer Dextra edisi ke-7 ini kepada kalian semua. Topik utama yang akan dibahas dalam Hemisfer Dextra edisi ke-7 ini adalah mengenai ibu, dan tema yang diangkat adalah “supermom-super live”. Pada bulan desember baru saja diperingati sebagai hari ibu, tepatnya pada tanggal . Berkaitan dengan hal itu pembahasan yang akan diangkat kali ini adalah mengenai bagaimana angka kematian ibu akibat melahirkan di Indonesia, mengingat masih tingginya persentase angka kematian ibu melahirkan di Indonesia. Selain itu masalah ini juga merupakan salah satu point penting dari MDG’s (Millenium Development Goals), maka dari itu perlu perhatian khusus tentunya untuk menanggapi isu tersebut. Selanjutnya, Hemisfer Dextra kali ini juga akan membahas 3 Project luar biasa yang telah berhasil dan sukses dilaksanakan oleh CIMSA Unsyiah. Project-project ini tentunya tidak kalah seru dengan project lain yang juga sudah berhasil dijalankan. Semoga informasi yang diberikan melalui Hemisfer Dextra ke-7 ini bermanfaat, dan dapat menjadi tambahan ilmu serta inspirasi bagi setiap pembaca. Untuk itu saya ucapkan selamat membaca kepada seluruh pembaca Hemisfer Dextra CIMSA Unsyiah. Terimakasih kepada External Team yang selalu membantu, kedua orang tua yang selalu memberi semangat, dan juga terimakasih banyak atas semua yang telah terlibat dalam pembuatan serta penerbitan Hemisfer Dextra ke-7 kali ini. XOXO

We care, We share, We are FAMILY Be ACTIVE with CIMSA!

4


WAD 2. CIMSA for people on air

WAD atau World Aids Day merupakan salah satu acara besar yang dilksanakan oleh SCORA CIMSA Unsyiah. Tema yang diangkat untuk WAD kali ini yaitu “Getting to Zero by Prevention, Caring for PLWHA and Drugs�. Rangkaian acara yang dibuatpun sangat beragam dan menarik. Berikut kita akan membahas beberapa rangkaian acara WAD 2014 oleh SCORA CIMSA Unsyiah .

1. LPET (Local Peer Educator Training) LPET dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 November 2014. LPET merupakan acara pertama dari rangkaian acara WAD. LPET wajib untuk seluruh member SCORA CIMSA Unsyiah, namun juga terbuka untuk member CIMSA lainnya. Para peserta mengikuti pelatihan untuk menjadi Peer Educator yang berkualitas dengan materi yang telah disusun dengan baik dan disampaikan oleh dokter serta narasumber yang berkompeten. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mewujudkan kemandirian member CIMSA agar ketika mengadakan acara tidak hanya sebagai fasilitator tetaapi juga educator. Ilmu penting yang perlu diamal-kan dan dipahami pada kegiatan ini adalah HIV/ AIDS information dan How to be a good peer educator.

D

WA

Kegiatan ini dilakukan di salah satu radio di Banda Aceh yaitu OZ Radio. Dokter atau narasumber didatangkan langsung untuk melaksanakan talkshow di radio, jadi masyarakat umum yang mendengar juga dapat bertanya langsung via telepon. Selain dokter atau narasumber, perwakilan member CIMSA juga tentunya hadir untuk membuka topik sekaligus mempromosikan langsung acara World AIDS Day 2014 dari CIMSA FK Unsyiah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membagikan edukasi mengenai HIV/AIDS kepada masyarakat Banda Aceh khususnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 29 November 2014.

3. World AIDS Day Campaign Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember. Dalam kegiatan ini, member CIMSA FK Unsyiah bekerjasama dengan beberapa kelompok mobil Banda Aceh seperti X-Rules, KOG dan Identity, selain itu juga bekerja sama dengan segenap instansi pemerintah terutama KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Banda Aceh dan Provinsi Aceh, untuk mengadakan campaign mulai dari Ulee Lheue ke Simpang Jam lalu simpang Surabaya dan orasi di simpang Lima dan diakhiri kembali ke Ulee Lheue. Ketika di Simpang Lima. Para anggota CIMSA membagikan brosur edukasi mengenai HIV/AIDS dan pita merah, menampilkan mini teater, dan menerbangkan beberapa balon. Tujuan dari acara ini adalah agar masyarakat tidak lupa dengan hari peringatan AIDS sedunia dan masih harus peduli dengan ancaman dan bahaya dari HIV/AIDS.

5


WAD

5. “Caring for PLWHA and Drugs”penyuluhan HIV/AIDS ke LAPAS Banda Aceh

4. “Caring for PLWHA and Drugs”kunjungan ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu tanggal 13 Desember 2014. Acara ini merupakan acara kunjungan ke Pusat Rehabilitasi 'Rumoh Geutanyoe' yang ada di Banda Aceh. Bersama dengan pihak KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dan Duta HIV/AIDS Banda Aceh para anggota CIMSA melakukan tanya jawab dengan penghuni 'Rumoh Geutanyoe'. Selain itu kami juga mendengarkan berbagai cerita dari mereka mengenai pengalaman buruk yang pernah dialami, mereka juga mengajak kita semua untuk menghindari perbuatan tersebut. Selain itu kita juga bisa melihat secara langsung bagaimana kehidupan mereka disana, lingkungan dan kegiatan sehari-harinya. Diharapkan kita semua dapat menghindari hal buruk yang pernah mereka rasakan dan selalu mendukung mereka yang ingin keluar dari jalan yang salah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 20 Desember 2014. Berbentuk penyuluhan yang diberikan kepada 30 orang penghuni LAPAS Banda Aceh beserta beberapa staf yang mengawasi disana selama acara berlangsung. Dengan pemateri dokter yang telah berpengalaman dalam bidang tersebut, acara berjalan lancar. Para penghuni LAPAS tampak antusias dalam menyimak dan mengikuti materi yang diberikan,ditampilkan juga beberapa video. Setelah penyuluhan, dilanjutkan dengan kunjungan klinik yang ada didalam LAPAS sekaligus tanya-jawab dengan dokter yang bertugas.

WA

D

6


Minggu, 03 November 2014, dalam memperingati Hari Diabetes Sedunia, SCOPH CIMSA Unsyiah menyelenggarakan World Diabetes Day (WDD) di lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Bertepatan pada hari dan di tempat yang sama, Dinas Sosial Aceh juga menyelenggarakan acara Disabilitas untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka penderita diabetes di dunia, khususnya Indonesia, yang merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi. Jadi, untuk menekan angka kematiantersebut, khususnya di Banda Aceh, maka diperlukan strategi penurunan yang bersifat preventif. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat umum, tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Acara WDD berlangsung mulai dari pukul 08.00 pagi hingga petang. Rangkaian acara meliputi senam diabetes yang dipandu oleh bapak Pirak Sibayak yang merupakan pemandu rutin senam jantung sehat, dilanjutkan dengan pemeriksaan gula darah gratis dan juga pemeriksaan tekanan darah yang diikuti lebih kurang oleh 370 peserta.

Setelah melakukan pemeriksaan, para peserta juga dapat mencicipi susu gratis dan menuliskan tandatangan + testimoni mengenai Hari Diabetes yang dilaksanakan oleh CIMSA di selembar spanduk yang telah disediakan. Yang tak kalah menrarik pada saat registrasi pemeriksaan gula darah, tiap peserta juga dibagikan kupon berhadiah. Di penghujung acara, pihak panitia melakukan pengundian nomor kupon berhadiah dan bagi peserta yang beruntung akan diberi doorprize yang telah disediakan.

WDD

Pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah dilakukan oleh 10 operator, mereka adalah para member dan senior CIMSA.

7


HRD

Dalam memperingati Human Rights Day, SCORP CIMSA Unsyiah melakukan kunjungan ke komunitas anak jalanan di peuniti, Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Januari 2015. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Human Rights Day, dimana sebelumnya pada tanggal 10 Desember 2014, SCORP CIMSA Unsyiah melakukan photo campaign dengan mengajak mahasiswa dan beberapa dokter pengajar termasuk pembantu dekan Fakultas Kedokter Unsyiah berfoto menggunakan frame SCORPagram, yang dimana setiap foto yang di upload di nominalkan Rp.2000 yang kemudian disumbangakn untuk kegiatan Human Rights Day. Latar belakang dari kegiatan ini sendiri adalah melihat keadaan anak – anak jalanan yang ada di Indonesia khususnya di Banda Aceh semakin memprihatinkan. Mereka tidak mendapatkan hak – hak yang seharusnya bisa mereka rasakan diusia pertumbuhannya seperti hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik, hak untuk hidup sehat, serta hak untuk hidup dengan kondisi yang sehat dan nyaman. Hal ini yang mendasari SCORP CIMSA Unsyiah untuk membuat project Human Rights Day. Dalam acara ini juga ada berbagai rangkaian kegiatan, seperti penyuluhan tentang kesehatan anak – anak jalanan, penyuluhan psikososial, penyuluhan skill keterampilan yang dapat berguna untuk membantu dalam mata pencaharian (kemampuan menghasilkan kerajinan dari barang–barang bekas ) dan juga lomba serta penyuluhan hidup bersih dan sehat.

Harapan diadakannya Project Human Righs Day ini adalah agar kita dapat berbagi kebahagian dan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Acara kali ini dimulai pukul 9.00 pagi. Acara dibuka oleh MC, dan kemudian pembacaan Al-Qur'an. Setelah itu kata sambutan dari Project Officer Nurul Husna dan perwakilan Loco Puti Ghina Munirwan. Kemudian masuk ke bagian penyampaian materi yang diberikan oleh dr.Subhan rio Pamungkas, Sp.KJ. Disini dijelaskan materi mengenai penyalahgunaan Obat Terlarang Khususnya Mengenai NAPZA. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai daur ulang sampah yang dapat bernilai jual yang tinggi dari yayasan Solidaritas Perempuan yang diwakili oleh bapak M.Khaidir dan ibu Darmiati. Kemudian selanjutnya para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk pengajaran masalah kesehatan yang diajarkan langsung oleh member CIMSA. Disini, para peserta diberikan penjelasan dan juga praktek masalah PHBS. Materi yang diajarkan adalah mengenai cuci tangan yang baik dan benar, kebersihan secara umum, membuang sampah dengan tepat, dan menyikat gigi secara benar dan teratur. Yang terakhir sebelum menuju acara terakhir dan berpisah, ada pembagian hadiah untuk para anak – anak jalanan. Disini para peserta terlihat begitu antusias dan sangat bergembira. Kegiatan selanjutnya adalah pemberian sertifikat kepada yayasan Mutiara Keluarga, dan terakhir acara ditutup dengan foto bersama. Mudah – mudahan acara ini dapat bermanfaat bagi peserta, dan juga para anggota CIMSA. Semoga mereka juga dapat mengaplikasikan ilmuilmu yang telah didapat, dan semoga acara ini juga dapat terlaksanakan kembali tahun-tahun selanjutnya.

8


SUPER MOM-SUPER LIVE Ibu adalah seorang wanita yang sangat berharga bagi setiap anak, tanpa nya sudah tentu kita tidak ada di dunia ini. Seorang ibu bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk dapat melahirkan buah hatinya, layak bila dikatakan bahwa ibu adalah seorang superhero untuk setiap anak. Sampai dengan hari ini, tidak sedikit ibu yang meninggal diakibatkan karena proses melahirkan, namun apakah hal itu akan terus kita biarkan? Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka kematian ibu juga merupakan salah satu target yang

telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium yaitu tujuan ke 5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai tahun 2015 ini adalah mengurangi sampai 他 resiko jumlah kematian ibu. Dari hasil survei yang dilakukan AKI telah menunjukkan penurunan dari waktu ke waktu, namun demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan pembangunan millenium masihmembutuhkan komitmen dan usaha keras yang terus menerus Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil menjadi faktor penentu angka kematian, meskipun masih banyak faktor yang harus diperhatikan untuk menangani masalah ini. Persoalan kematian yang terjadi lantaran indikasi yang lazim muncul. Yakni pendarahan, keracunan kehamilan yang disertai kejangkejang, aborsi, dan infeksi. Namun, ternyata masih ada faktor lain yang juga cukuppenting. Misalnya, pemberdayaan perempuan yang tak begitu baik, latar belakang pendidikan, sosial ekonomi keluarga, lingkungan masyarakat dan politik, kebijakan juga berpengaruh. Kaum lelaki pun dituntut harus berupaya ikut aktif dalam segala permasalahan bidang reproduksi secara lebih bertanggung jawab. Selain masalah medis, tingginya kematian ibu juga karena masalah ketidaksetaraan gender, nilai budaya, perekonomian serta rendahnya perhatian laki-laki terhadap ibu hamil dan melahirkan.

9


SUPER MOM-SUPER LIVE Grafik disamping menunjukkan distribusi persentase penyebab kematian ibu melahirkan,berdasarkan data tersebut bahwa tiga faktor utama penyebab kematian ibu melahirkan yakni , pendarahan, hipertensi saat hamil atau pre eklamasi dan infeksi. Pendarahan menempati persentase tertinggi penyebab kematian ibu ( 28 persen) , anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya pendarahan dan infeksi yang merupakan faktor kematian utama ibu. Di berbagai negara paling sedikit seperempat dari seluruh kematian ibu disebabkan oleh pendarahan; proporsinya berkisar antara kurang dari 10 persen sampai hampir 60 persen. Walaupun seorang perempuan bertahan hidup setelah mengalami pendarahan pasca persalinan, namun ia akan menderita akibat kekurangan darah yang berat (anemia berat) dan akan mengalami masalah kesehatan yang berkepanjangan.(WHO). Oleh karena itu, sangat diperlukan upaya peningkatan pelayanan perawatan ibu baik oleh pemerintah,swasta, maupun masyarakat . Dengan pengharapan, dapat menurunnya angka kematian ibu akibat melahirkan baik di Indonesia maupun dunia.

10 9


LET’S TALK OUT

Gak bisa dipungkiri kalau angka kematianibu melahirkan di Indonesia masih sangat tinggi berdasarkan data dari Survei Kesehatan Demografi Indonesia (SKDI) tahun 2007, terdapat 228 jiwa melayang per 100.000 kelahiran. Sebenarnya cara yang paling ampuh untuk mencegah kematian saat hamil yaitu meningkatkan edukasi tentang bagaimana pentingnya kontrol rutin ANC agar praktisi medis dapat mendeteksi secara dini penyulit-penyulit yang mungkin ankan timbul saat kehamilan. DANANG ALI YAFI (SCOPH)

Angka kematian ibu pasca persalinan di Indonesia masih cukup tinggi, sekitar 2/3 penyebab kematian ibu di Indonesia adalah karena persalinan. Menurut saya hal ini sangat memprihatinkan. Hal ini sedikit banyaknya juga terkait dengan peran pelayanan kesahatan terhadap ibu hamil lebih dioptimalkan lagi, dengan cara pemberian edukasi yang lebih maksimal oleh pelayan kesehatan itu sendiri dan juga pemerintah seharusnya ikut andil, agar angka kematian ibu pasca persalinan di indonesia dapat berkurang

NURUL FITRIA (SCORE)

Meningkatnya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia mengalami kenaikan. Beberapa penyebabnya adalah dikarenakan maraknya kawin muda, dan kurangnya pengetahuan yang baik bagi ibu hamil. Masalah ini sudah seharusnya menjadi perhatian yang khusus. Perlu diperhatikan bagaimana kesehatan ibu di Indonesia. Jika wanitanya saja banyak meninggal akibat melahirkan bagaimana dengan nasib bangsa ini kedepannya? Maka dari itu, ini bukan hanya menjadi masalah bagi pemerintah dan instansi kesehatan, tetapi juga masalah bersama.

DEWI YULIANTi PRASTIWI (SCORA)

11


GALLERY

12


GALLERY

13


OFFICIAL CIMSA LOKAL

Desi Melati Secretary General

Afifussyakir Local Coordinator

Ridha R Sufri Treasurer

Anwar Fuadi FnMD

Puti Ghina Munirwan VLIl

Thesa Ananda P HRODD

Septhia Banita Project Officer

Dede Maulana VLE

Nadya Paramita.S Wardatul Bararah Publication Director Web Media Director

14


TEAM UNSYIAH 2014-2015

Ella Priliandini Wiryanti Ambarita Ainul Riza Andhika Citra B Supervicing Council Supervicing Council Supervicing Counsil Supervicing Council

Fahmiati Arifna Local Officer on Medical Education

Sagita Najmi Local Exchange Officer

Muthia Rana Zahra Local Officer on Reproductive Health Including HIV/AIDS

Rais Izzan Basyari Local Public Officer

Erwin Bastian Agung Prabowo Local Officer on Local Officer on Human Research Exchange Right and Peace

15


L A C LO

S 始 SA

CIM

Universitas Syiah Kuala Universitas Malikussaleh Universitas Islam Sumatera Utara Universitas Andalas Universitas Riau Universitas Islam Syarif Hidayatullah Universitas Pelita Harapan Universitas Indonesia Universitas Padjajaran Universitas Islam Sultan Agung Universitas Sebelas Maret Universitas Muhammadiyah Surakata Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Universitas Kristen Duta Wacana Universitas Gajah Mada Universitas Brawijaya Universitas Air Langga Universitas Wijaya Kusuma 16


MEDIA PARTNER

JL. T. NYAK ARIEF (Depan SPBU Lamnyong)

JL. GABUS NO. 46 LAMPRIET

ANUGERAH LAUNDRY

17


NUFANA Resto & Cafe

Jl. T. Nyak Arief (Depan SPBU Lmanyong)


Center for Indonesian Medical Students始 Activities

HEMISFER DEXTRA #7 www.cimsafkunsyiah.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
HEMISFER DEXTRA #7 by CIMSA FK USK - Issuu