A BOUT US Center for Indonesian Medical Students? Activities (CIMSA) adalah organisasi kegiatan mahasiswa kedokteran di Indonesia yang bersifat independen, inklusif, nasionalis, non profit, dan non partisan. CIMSA merupakan organisasi berbasis individu adalah wujud kepedulian mahasiswa kedokteran Indonesia. Member CIMSA adalah mahasiswa dari fakultas kedokteran beberapa universitas di Indonesia.
>>>>>>>>>
Berdiri sejak tahun 2001, dan telah berkembang dari semula 6 lokal, kini menjadi 18 lokal dengan jumlah member mencapai 5000 membe. CIMSA bertujuan untuk mengembangkan dan mengekspresikan idealismenya agar setiap mahasiswa di Negeri ini dapat memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya di bidang kesehatan sedini mungkin dan memeberikan hasil nyata untuk perkembangan bangsa. Sebagai organisasi yang berdasar kepada aktivitas, kegiatan yang dilakukan CIMSA tersebut mencakup kegiatan lokal, nasional, hingga internasional. CIMSA mendapat kepercayaan dari dunia internasional untuk menjadi anggota penuh International Federation of Medical Students?Association (IFMSA) sebuah organisasi mahasiswa terbesar di dunia, yang beranggotakan mahasiswa kedokteran di dunia, dengan jumlah lebih dari 10 negara anggota dan mewakili lebih dari satu juta mahasiswa kedokteran secara global. CIMSA berdasarkan 6 bidang kerja atau yang disebut dengan Standing Committee untuk mempresentasikan setiap kegiatan yang dilakukan. Adapun Standing Committee yang ada di CIMSA adalah : SCOME (Standing Committee on Medical Education) adalah forum diskusi mahasiswa yang tertarik dalam pengembangan pendidikan kedokteran. SCOPE (Standing Committee on Proffesional Exchange), memfasilitasi seluruh mahasiswa kedokteran untuk merasakan atmosfer dan budaya di Negara asing pada saat menggali ilmu klinik. SCOPH (Standing Committee on Public Health) merupakan forum yang berfokus kepada pentingnya isu kesehatan masyarakat dalam pendidikan kedokteran dan komunitas. SCORA (Standing Committee on Reproductive Health) bertujuan meningkatkan kepekaan tentang kesehatan reproduksi, termasuk pendidikan seks, persamaan gender, dll. SCORE (Standing Committee on Research Exchange) memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa kedokteran untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian di Negara asing. SCORP (Standing Committee on human Right and Peace) merupakan forum terkait isu mengenai hak asasi dan perdamaian, termasuk permasalahan yang dihadapi oleh pengungsi.
>>>>>>>>> 1
Assalamualaikum Wr. Wb. Halo CIMSA! Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat serta karunia-Nya Hemisfer Dextra edisi ke-11 ini dapat diselesaikan dengan baik. Masih berisi mengenai isu kesehatan yang sedang hangat saat ini. Adanya Hemisfer Dextra ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan mahasiswa kedokteran dan juga untuk meningkatkan kesehatan nasional sebagaimana visi dan misi CIMSA.
PD 'S NOTE
Adapun pada Hemisfer Dextra kali ini akan membahas mengenai suatu minuman yang tak pernah lepas dari kehidupan kita terutama di Aceh ini. Apakah itu? Ya, kopi. Di sini akan dibahas mengenai manfaat serta bahaya dari kopi. Lalu, akan dipaparkan hubungan antara kopi dan tingkat stres seseorang. Penasaran kan? Yuk, baca Hemisfer Dextra edisi ke-11 ini! Selain itu, Hemisfer Dextra ini juga berisi tentang keseruan longmarch dalam rangka World Aids Day yang melibatkan beberapa organisasi besar di Banda Aceh. Lalu ada kegiatan Training Research yang tidak kalah seru karena membahas dari awal bagaimana proses pembuatan skripsi yang baik. Belajar OSCE Bareng SCOME atau BOBS juga menarik minat banyak mahasiswa baru angkatan 2015 untuk melatih skill sebelum OSCE. Ada juga Sustainable Project dari SCORA yaitu Prasmanan yang merupakan kegiatan berkelanjutan. Prasmanan yang pertama ini merupakan kegiatan penyuluhan yang dilakukan kepada ibu-ibu di Posyandu Poteumeureuhom. Semoga informasi dalam Hemisfer Dextra ini dapat bermanfaat untuk memperkaya wawasan serta ilmu para pembaca. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dan membantu saya dalam pembuatan Hemisfer Dextra ini. Tunggu Hemisfer Dextra edisi selanjutnya ya!
Be ACTIVE with CIMSA!
One vision, One dr eam , Toget her we ar e ONE!
3
GHINAHUSNIYYA PUBLICATIONDIRECTOR CIMSAUNSYIAH 2015-2016
SECTIONTITLE
Dalam rangka memperingati hari AIDS se-dunia atau World AIDS Day (WAD), SCORA CIMSA Unsyiah mengadakan kegiatan berupa longmarch dan campaign pada tanggal 1 Desember 2015 lalu. Sebagai SCo yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi, SCORA CIMSA Unsyiah melaksanakan project ini dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya dari HIV dan AIDS. Selain itu, project ini juga bertujuan untuk membuka pikiran masyarakat awam bahwa orang yang terkena penyakit HIV/AIDS tidak perlu dijauhi bahkan jangan sampai kita membuat mereka berkecil hati dan tidak ada lagi semangat untuk hidup. Bersentuhan dengan orang yang terkena HIV/AIDS tidak akan membuat kita langsung tertular penyakitnya. Project ini tidak hanya melibatkan CIMSA, tetapi juga turut melibatkan beberapa organisasi di Banda Aceh baik dari kampus maupun luar kampus seperti AMSA, ALSA, BKKBN, KPA, dan PMI. Semua peserta sudah berkumpul di depan Museum Tsunami sejak pukul 2 siang hari dengan dresscode berwarna merah. Peserta diberikan beberapa balon, brosur tentang HIV/AIDS dan beberapa aksesoris yang berkaitan dengan campaign. Setelah semua peserta berkumpul, longmarch dimulai dari Museum Tsunami, kemudian melewati mesjid Baiturrahman hingga akhirnya sampai di simpang lima Banda Aceh. Sampai di simpang lima, campaign dimulai. Setiap orang dibagi ke tiap simpang yang ada untuk membagikan brosur kepada pengguna jalan
5
dan ada juga yang berdiri di bundaran simpang lima sambil memegang spanduk maupun poster tentang HIV/AIDS. Sambil meneriakkan yel-yel ?HIV/AIDS getting to zero!? para peserta campaign dengan antusias menarik perhatian masyarakat yang saat itu sedang berada di sana.
Beberapa saat setelah itu ada juga penampilan teater yang menggambarkan tentang HIV/AIDS dan sikap seperti apa yang seharusnya dilakukan kepada penderita HIV/AIDS. Diperankan oleh beberapa member CIMSA Unsyiah sambil memakai kostum yang sesuai. Diharapkan masyarakat bisa lebih paham tentang HIV/AIDS. Project dari SCORA ini menarik minat beberapa media massa untuk meliput dan ikut meramaikan acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut.
SECTIONTITLE
Bel ajar OSCE Sebagai mahasiswa baru, angkatan 2015 belum memiliki bayangan dan masih bingung bagaimana menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) atau ujian skill tiap akhir semester yang akan dihadapi mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsyiah. Oleh karena itu, SCOME CIMSA Unsyiah membuat project Belajar OSCE Bareng SCOME atau BOBS sebagai upaya melatih skill mahasiswa baru dan juga untuk memberikan bayangan bagaimana OSCE yang nantinya akan dihadapi. BOBS dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Desember 2015 bertempat di Gedung F Fakultas Kedokteran Unsyiah. Dibantu dengan alat-alat yang memadai seperti mikroskop, stetoskop dan tensimeter, seluruh peserta diminta untuk melakukan semua skill yang telah dipelajari. Peserta dihadapi dengan kondisi yang benar-benar seperti OSCE, dengan observer atau orang yang menilai adalah orang yang sudah berpengalaman dan waktu untuk setiap skillnya adalah enam menit. Adapula yang menjadi probandus atau orang yang berperan sebagai pasien untuk beberapa skill yang membutuhkan, seperti pada skill pemeriksaan fisik, merupakan member CIMSA Unsyiah yang bersedia menjadi sukarelawan. Sebelumnya peserta telah dibagi menjadi beberapa kelompok dengan waktu yang berbeda-beda tiap kelompoknya. Kemudian setiap peserta masuk ke dalam ruangan dengan skill yang berbeda-beda dan pada waktu yang ditentukan berpindah ke ruangan selanjutnya untuk skill yang lain sampai selesai melakukan semua skill.
- BOBS7
Bel ajar OSCE
Pr egn an t an d Wom an s Heal th w i th CI MSA 9
Tr ai n i n g Resear ch
deskriptif dan analitik, menentukan sampel dan populasi, pemakaian rumus besar sampel minimal; dan materi terakhir yaitu uji statistik dan pembahasan. Berikut ini rangkuman materi pada Training Research yang disampaikan oleh dr. Rachmad Suhanda, M.Kes. Mat er i 1 : Sist em at ika Penulisan Skr ipsi, Menent ukan Topik, Mem buat Judul
Skripsi? Satu kata yang mungkin memiliki beribu efek bagi yang mendengarnya. Bagi mahasiswa tingkat akhir, skripsi merupakan hal yang sangat sensitif dan terkadang membuat pusing memikirkannya. SCORE CIMSA Unsyiah hadir memberikan solusi bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang skripsi dengan membuat sebuah project yaitu Training Research. Adanya Training Research ini diharapkan dapat membantu mengubah paradigma mahasiswa tentang skripsi. Mungkin awalnya banyak yang berpikir kalau skripsi itu sangat sulit dan membingungkan, namun dengan adanya Training Research ini diharapkan dalam membuat skripsi menjadi lebih mudah dan terarah. Training Research ini dilaksanakan pada tanggal 12-13 Desember 2015. Bertempat di Gedung CHSM Unsyiah, acara ini dilaksanakan mulai pukul 8 pagi. Peserta yang hadir terlihat antusias dalam mengikuti Training Research ini. Materi yang disampaikan pada Training Research ini yaitu sistematika penulisan skripsi, menentukan topik dan membuat judul; rumusan hipotesis, menentukan variabel dan klasifikasi data; membedakan penelitian
11
Bagaimana cara menentukan topik dan judul? Find the phenomena! Lakukan penelitian klinis yang didasarkan pada teori. Contoh, Aceh Belanja Kesehatan No.4. Seperti yang kita ketahui, mayoritas masyarakat aceh menyukai kopi yang kandungan utamanya adalah kafein. So, apa dampak kafein bagi kesehatan masyarakat Aceh? Nah, hal tersebut merupakan suatu fenomena yang dapat dijadikan topik. Fungsi penelitian sendiri ada tiga: 1. Memecahkan masalah (solve the problem), artinya mencari solusi yang tepat dari masalah yang muncul di sekitar 2. Mengembangkan pengetahuan (extend the sciences) 3. Meningkatkan kualitas hidup (improve the quality of life), karena dengan terpecahkannya masalah yang ada, hidup dapat menjadi lebih baik Bagaimana untuk memulai? Dibutuhkan stimulasi untuk memulainya. Misalnya dari kuliah pakar dan membaca jurnal. Ketika membaca, nanti akan timbul pertanyaan maupun ide. Cari masalah disekitar, terutama masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Apa saja tipe penelitian? 1. Qualitative : sifatnya subjektif dan tidak ada uji statistik 2. Quantitative : ada uji statistik, misalnya kuisioner Masalah itu ada yang belum pernah diteliti sama sekali, belum selesai diteliti dan ada yang menimbulkan perdebatan.
Al l Abou t Cof f ee Sebagai orang yang tinggal di daerah penghasil kopi yaitu Aceh, tentunya kehidupan kita tak pernah jauh dari kopi. Apalagi sebagai mahasiswa kedokteran yang memiliki tugas setumpuk tak jarang memaksa kita untuk meminum kopi agar mata tetap terjaga. Banyaknya warung kopi di hampir setiap sudut Banda Aceh juga
membuat kita menjadi diabetes tipe 2, mengurangi konsumen kopi secara pembentukan batu ginjal, terpaksa maupun sukarela. mengurangi penyakit mengurangi Adanya kopi dapat membuat parkinson, kita merasa lebih segar dan kerusakan fungsi hati atau dan mengurangi berenergi dalam beraktivitas. sirosis Bahkan menurut penelitian penurunan daya kognitif otak. Harvard Womens Health mengatakan bahwa mengonsumsi kopi dalam sehari bisa mengurangi resiko
Menurut beberapa ilmuwan, kopi juga dapat mempengaruhi otak untuk selalu waspada, sehingga
"Coffee should be black as hell, strong as death, and as sweet as love." -Turkish proverb neurotransmitter dapat membantu dalam melawan gejala stres yang berhubungan dengan penyakit sekalipun. Penelitian yang dilakukan di Jepang mendapatkan hasil bahwa kopi dapat mengurangi tingkat stres di daerah hippocampus. Namun penelitian ini baru dilakukan kepada tikus dan masih belum dilakukan kepada manusia langsung. Dalam ?Neuroscience Letters? disimpulkan bahwa kopi bisa mengurangi stres respon kimia tikus ketika mereka diuji dalam kondisi stres.
13
Sebuah studi yang dipublikasikan pada ?International Journal of Gynaecology and Obstetrics? juga menemukan bahwa setelah meminum kopi, hormon kortisol atau hormon stres pada wanita hamil dapat berkurang secara signifikan. Namun, kopi tidak dianjurkan bagi pria yang stres menghadapi masalah pekerjaan. Mengapa demikian? Karena pria merasa lebih tertekan setelah mengonsumsi kopi. Hal sebaliknya terjadi pada wanita. Meminum kopi dapat menurunkan tingkat stres pada wanita. Dibalik semua manfaatnya itu, kopi mengandung zat kafein yang memiliki sifat candu dan akan timbul efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan. Apa saja dampaknya? Sebagai kandungan utama kopi, kafein akan mempengaruhi sistem kardiovaskular seperti menyebabkan penigkatan tekanan darah dan detak jantung. Jika dikonsumsi lebih dari tiga gelas sehari dapat berdampak yaitu jantung berdebar-debar, sulit tidur, kepala pusing dan lain sebagainya.
FLASHDISKCARD
Mer chan di se NOTESDAN GANTUNGAN KUNCI
15
Mer chan di se
World DI ABETES Day Seperti yang sudah kita tahu, angka diabetes di berbagai belahan dunia semakin meningkat dan merupakan penyakit yang mematikan selain kanker, stroke dan serangan jantung. Oleh karena itu, dibuatlah Hari Diabetes Sedunia atau World Diabetes Day (WDD) yang jatuh setiap tanggal 14 November. World Diabetes Day ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap diabetes karena saat ini cukup banyak masyarakat yang memiliki pola hidup kurang baik. Misalnya mengkonsumsi junk food dan kurangnya kepedulian terhadap kesehatan. Hal ini mengakibatkan masyarakat lalai dan kurang waspada terhadap diabetes tersebut.
17
SCOPH CIMSA Unsyiah sebagai SCo yang fokus pada isu mengenai kesehatan masyarakat mengadakan rangkaian kegiatan untuk memperingati World Diabetes Day ini. Setelah acara di radio kemarin, kali ini SCOPH CIMSA Unsyiah memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan penyakit diabetes. Kali ini acara dilakukan di dua tempat, yaitu lapangan Blang Padang dan auditorium Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUDZA).
Al u m n i Cor n er
Day
dr . T. Jau har di n STB Nama
: T.Jauhardin STB
Alamat
: Jl.Kaliurang KM 5, yogyakarta
Pendidikan
: PPDS Bedah Saraf FK UGM
: teukujauhardin@gmail.com
: @t_jauhardin
CI MSLI OGRAPHY 2005-2007 Local Officer of Human Right and Peace 2005-2006 Vice National Officer of human Right and peace 2006-2007 Head center and issue study NCORP 2007-2008 National Officer of Human Right and Peace
Ditengah kesibukannya sebagai PPDS di salah satu rumah sakit Daerah Istimewa Yogyakarta, bang Ampon menyempatkan diri untuk bertemu dengan delegasi Unsyiah di hotel tempat digelarnya Meeting Nasional CIMSA kemarin yakni National Leadershp Summit 20016. Bang Ampon merupakan alumni CIMSA unsyiah yang saat ini tengah mengikuti Spesialis Bedah Saraf di Universitas Gajah Mada,Yogyakarta.
19
Day
Gal l er y 21
Gal l er y
OFFI CI A L TEA M
23
MEDI A PARTNER
JL. T. Nyak Ar ief no. 5 Lam nyong Banda Aceh
Jl. Kom plek Per kant oran Town Squar e No.10, Banda Aceh
25