#6 October - November 2014
HEMISFER DEXTRA
Creative, Imaginative, Innovative
KESEHATAN NASIONAL
OCTOBER MEETING 2014 Report
TRANSFORMER PART 1 and PROJECT CORNER ISSUE
HEMISFER DEXTRA
#6
About
US
Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) adalah organisasi kegiatan mahasiswa kedokteran di Indonesia yang bersifat independen, inklusif, nasionalis, non profit, dan non partisan. Cimsa merupakan organisasi berbasis individu adalah wujud kepedulian mahsiswa kedokteran Indonesia. Member CIMSA adalah mahasiswa dari fakultas kedokteran beberapa universitas di Indonesia. Berdiri sejak tahun 2001, dan telah berkembang dari semula 6 lokal, kini menjadi 18 lokal dengan jumlah member mencapai 5000 member. CIMSA bertujuan untuk mengembangkan dan mengekspresikan idealismenya agar setiap mahasiswa di Negeri ini dapat memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya di bidang kesehatan sedini mungkin dan memberikan hasil nyata untuk perkembangan bangsa. Sebagai organisasi yang berdasar kepada aktivitas, kegiatan yang dilakukan CIMSA tersebut mencakup kegiatan lokal, nasional, hingga internasional. CIMSA mendapat kepercayaan dari dunia internasional untuk menjadi anggota penuh Internasional Federation of Medical Students’ Association (IFMSA) sebuah organisasi mahasiswa terbesar di dunia, yang beranggotakan mahasiswa kedokteran di dunia, dengan jumlah lebih dari 10 negara anggota dan mewakili lebih dari satu juta mahasiswa kedokteran secara global. CIMSA berdasarkan 6 bidang kerja atau yang disebut dengan Standing Committee untuk mempresentasikan setiap kegiatan yang dilakukan. Adapun Standing Committee yang ada di CIMSA adalah :
cimsa-unsyiah @yahoogroups.com cimsaunsyiah @cimsaunsyiah Cimsa Unsyiah Cimsa Unsyiah
1. SCOME (Standing Committee on Medical Education) adalah forum diskusi mahasiswa yang tertarik dalam pengembangan pendidikan kedokteran. 2. SCOPE (Standing Committee on Professional Exchange), memfasilitasi seluruh mahasiswa kedokteran untuk merasakan atmosfer dan budaya di Negara asing pada saat menggali ilmu klinik. 3. SCOPH (Standing Committee on Public Health) merupakan forum yang berfokus kepada pentingnya isu kesehatan masyarakat dalam pendidikan kedokteran dan komunitas. 4.SCORA (Standing Committee on Reproductive health including Aids ) bertujuan meningkatkan kepekaan tentang kesehatan reproduksi, termasuk pendidikan seks, persamaan gender, dll. 5. SCORE (Standing Committee on Research Exchange) memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa kedokteran untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian di Negara asing. 6. SCORP (Standing Committee on human Right and Peace) merupakan forum terkait isu mengenai hak azasi dan perdamaian, termasuk permasalahan yang dihadapi oleh pengugsi.
|1 |
| www.cimsafkunsyiah.com |
LOCAL COORDINATOR AFFIFUSYAKIR
LOCO’S NOTE
Assalamualaikum Halo CIMSA, Halo semuanya CIMSA ( Center for Indonesian Medical Students' Activities) merupakan organisasi independent yang bersifat non-political dan non-profit. CIMSA didirikan pada 6 Mei 2001 dengan 6 lokal termasuk Unsyiah. Saat ini, berkembang menjadi 18 lokal yang tersebar di seluruh Indonesia. CIMSA berafiliasi dengan IFMSA ( International Federation of Medical Students' Association ) dengan 6 standing committee (SCo), yaitu: -Standing Committee on medical education (SCOME) -Standing Committee on reproductive health including aids (SCORA) -Standing committee on public health (SCOPH) -Standing committee on professional exchange (SCOPE) -Standing committee on research exchange (SCORE) -Standing committee on human right and peace (SCORP) CIMSA bertujuan untuk menyediakan wadah bagi mahasiswa kedokteran untuk memberdayakan diri sehingga memiliki kesempatan sedini mungkin untuk berkontribusi dalam mengembangkan kesehatan bangsa. Seperti tagline CIMSA, yaitu : Empowering medical students, Improving nations' health. CIMSA adalah organisasi yang berusaha meningkatkan taraf kesehatan nasional, maka dari dasar itu, tahun ini kembali CIMSA fokus kepada Community Development yang bermaksud untuk memandirikan sebuah komunitas sehingga komunitas tersebut bisa menjaga lingkungannya sendiri. Community Development ini sendiri membuat suatu project berbasiskan masalah, dan data serta berkelanjutan sehingga meningkatnya taraf kesehatan nasional benar – benar terwujud. Selain itu, CIMSA juga membuat program – program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu –isu penyakit dan pencegahannya, seperti World Aids Day, World Diabetes Day, World Handwashing Day, Human Rights Day, dan lain – lain. CIMSA selalu memberdayakan mahasiswa kedokteran dimanapun agar dapat langsung terjun ke masyarakat dan mengedukasi masyarakat secara langsung. Mudah – mudahan CIMSA dapat membantu pemerintah dalam menigkatkan taraf kesehatan nasional. We care, We share, We are FAMILY! Be ACTIVE with CIMSA
|2 |
PD’S NOTE
PUBLICATION DIRECTOR NADYA PARAMITA SIREGAR
Assalamualaikum Hi CIMSA ! Segala puji bagi Allah swt tuhan semesta alam, yang mana berkat rahmat serta karunia-Nya lah hari ini saya selaku Publication Director CIMSA Unsyiah masih dapat memmpersembahkan Hemisfer Dextra edisi ke-6. Topik utama yang diangkat pada Hemisfer Dextra edisi ke-6 ini adalah seputar Kesehatan Nasional. Pada bulan November yang lalu tepat pada tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, kali ini saya memilih untuk membahas mengenai bagaimana sejarah Hari Kesehatan Nasional dan juga bagaiamanakah perkembangan kesehatan diIndonesia. Selain itu kali ini juga akan dibahas bagaimana keseruan October Meeting yang diadakan di Yogyakarta kemarin, serta bagaimana pengalaman yang didapatkan oleh para delegasi yang mengikuti October Meeting 2014 tersebut. Yang tak kalah menarik juga pada Hemisfer Dextra kali ini akan dibahas mengenai bagaimana project-project dan beberapa kegiatan CIMSA Unsyiah yang lain yang telah diadakan pada bulan October dan November. Untuk itu saya ucapkan selamat membaca kepada seluruh pembaca Hemisfer Dextra CIMSA Unsyiah dan juga terimakasih banyak atas semua yang telah terlibat dalam pembuatan serta penerbitan Hemisfer Dextra ke-6 kali ini. XOXO
We care, We share, We are FAMILY Be ACTIVE with CIMSA!
|3 |
1. About us 2. Loco’s Note 3. Pd’s Note 4-5 . Contents 6-7 . October Meeting 2014 8. Official Day 9. Transformer part 1 10-11. Kesehatan Nasional 12. Let’s talk out
|4 |
CONTENTS 13. Selona 14. Hari Dokter Nasional 15. BOBS 16. Emergency Alert 17. Gallery 18-19. Official Team 20. Media Partner 21. CIMSA’s Local
|5|
OM 2014 YOGYAKARTA
OM 2014 October Meeting (OM) merupakan salah satu meeting nasional CIMSA yang diadakan setiap tahunnya tepat pada bulan Oktober. OM 2014 kali ini di selenggarakan di kota yang dikenal dengan “kota pendidikan” , Yaitu lokal CIMSA Universitas Gajah Mada ( UGM ) Yogyakarta, pada tanggal 23 – 26 Oktober 2014. OM tahun ini mengangkat tema “Medical Students’Contribution Beyond 2015 : MDGs’ Evaluation and The Next Global Agenda” dengan tujuan mendorong mahasiswa kedokteran untuk ikut aktif berpartisipasi dalam program post MDGs’. Rangkaian acara yang disuguhkan sangat banyak dan menarik, diantaranya Welcoming Party yang merupakan acara penyambutan sekaligus pembukaan OM 2014, kemudian malam harinya ditutup dengan Plennary Session yang membahas mengenai bagaimana arah CIMSA selama satu tahun ke depan, juga ada laporan meeting CIMSA, pengesahan Regional Coordinator, dan beragam agenda lainnya. Agenda pada hari berikutnya juga tidak kalah menarik, sesi SWG ( Small Working Group ), lalu sesi Parallel Session yang merupakan sesi berkumpulnya SCo, LDS, dan Expandables.
|6 |
OM 2014
|7 |
Official Day
Halo CIMSAers! November yang lalu official CIMSA 2014-2015 baru saja menjalani Official’s Day. Meskipun cuaca mendung juga sedikit gerimis, serta ada beberapa official yang berhalangan hadir, acara jalan-jalan official ini berlangsung lancar.
Selama menunggu beberapa official menyiapkan makan siang, sebagian official memilih untuk bermain dipantai, walaupun sedikit hujan namun tidak menjadi halangan bagi para official untuk tetap bersenang-senang bersama. Selanjutnya, setelah semua makanan disiapkan, para official melanjutkan kegiatan dengan makan-makan bersama . Selesai makan bersama, official juga bersama-sama membereskan semua perlengkapan dan bersiap-siap untuk pulang. Walaupun terasa sedikit singkat, namun para official berhasil untuk saling menghibur, juga melepaskan beban dan penat bersama.
Official’s Day merupakan kegiatan rutin official, yang sengaja dibuat agar official semakin dekat satu sama lain dan dapat melepas penat selama satu periode kepengurusan. Pagi itu, para official mempersiapkan perlengkapan makan siang yang akan dibawa, dan berkumpul di rumah Sagita Najmi (LEO CIMSA Unsyiah). Selanjutnya, para official pun melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan yaitu pantai Lampuuk Banda Aceh.
Terimakasih untuk satu periode yang luar biasa ini . Tetap semangat dan selalu bersama. We care, we share, we are family! Be ACTIVE with CIMSA!
Sesampainya di Lampuuk, para official langsung menyiapkan segala perlengkapan untuk bakar-bakar ikan.
|8 |
TRANSFORMERS merupakan singkatan dari Training for Members, tepat pada hari Sabtu tanggal 15 November 2014 di Nufana Cafe & Resto, kita baru ngadain acara tersebut. Nah sesuai namanya, TRANSFORMERS merupakan kegiatan yang berisi training untuk semua member CIMSA Unsyiah, tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas member CIMSA Unsyiah. Sabtu itu, lantai 2 Nufana Cafe & Resto dipenuhi oleh para anggota CIMSA yang ingin mengupgrade pengetahuan diri mereka. Acara dimulai pada pukul 10.45 WIB yang dibuka oleh HRODD kita, Thesa Ananda Prima. TRANSFORMERS menampilkan dua jenis training yaitu Training Conflict Management yang disampaikan oleh Sagita Najmi dan Fahmiati Arifna juga Training Burn Out oleh Nariska Putri Ketiga trainer ini menampilkan training-training tersebut dengan sangat baik dan penuh semangat kepada para member CIMSA yang juga tidak kalah antusiasnya dalam mengikuti TRANSFORMERS pada saat itu. Setelah kedua training selesai, juga ada penyampaian report delegasi October Meeting 2014 dari kelima belas delegasi OM. Selain itu yang tak kalah serunya, acara dilanjutkan dengan pembacaan CIMSA Award yang merupakan pembacaan nominasi-nominasi dari beberapa kategori pilihan yang di tampilkan diantaranya
TRANSFORMER
NOMINASI untuk kategori BEST MEMBER Zaida Rahmia Ulfa - SCOME Nadia Fiany - SCOPH Resty Fajrina - SCORP Isna Khaerani - SCORA NOMINASI BEST DELEGATION Nadia Fiany - SCOPH Septhia Banita - SCORP Verdy Prananda - SCORA
NOMINASI untuk kategori BEST PROJECT Medical Education for Beginner (MED-BEE) - SCOME Laskar Junior - SCOPH Self Reproduction Care with SADARI and SAKERI (SELONA) - SCORA NOMINASI BEST SCO tentunya keenam SCO masuk ke dalam nominasi ini, yaitu SCOME, SCORA, SCOPH, SCORP, SCOPE, dan SCORE
dan hasilnya adalah.. - Nadia Fiany terpilih sebagai Best Member CIMSA Unsyiah Periode 1 - SCOME berhasil membawa MED-BEE sebagai Best Project CIMSA Unsyiah Periode 1 - SCOPH sebagai Best SCO CIMSA Unsyiah Periode 1 - Verdy Prananda terpilih sebagai Best Delegation CIMSA Unsyiah October Meeting 2014 Selamat kepada semua pemenang, semoga kontribusi luar biasa kalian tidak hanya berhenti sampai disini dan bisa terus berkarya untuk CIMSA. Juga ada beberapa pesan dari HRODD CIMSA (Thesa Ananda Prima) " Makasih banyak buat CIMSAers yang udah datang kemarin, semoga ilmu yang didapat bisa diterapkan.Semoga kita bisa tetap open mind untuk lebih baik ".
HRROD CIMSA UNSYIAH
|9 |
2014-2015 Thesa Ananda Prima
KESEHATAN NASIONAL 2014
Pada sekitar tahun 1960an malaria merupakan salah satu penyakit rakyat yang berkembang dengan subur. Ratusan ribu jiwa mati akibat malaria. Berdasarkan penyelidikan dan pengalaman, sebenarnya penyakit malaria di Indonesia dapat dilenyapkan.
Untuk itu cara kerja harus dirubah dan diperbarui. Maka pada September 1959 dibentuk Dinas Pembasmian Malaria (DPM) yang kemudian pada Januari 1963 dirubah menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPEM). Pembasmian malaria tersebut ditangani secara serius oleh pemerintah dengan dibantu oleh USAID dan WHO. Direncanakan bahwa pada tahun 1970 malaria hilang dari bumi Indonesia. Pada akhir tahun 1963, dalam rangka pembasmian malaria dengan racun serangga DDT, telah dijalankan penyemprotan rumah-rumah di seluruh Jawa, Bali dan Lampung.
Sehingga l.k. 64,5 juta penduduk telah mendapat perlindungan dari kemungkinan serangan malaria. Usaha itu juga dilanjutkan dengan nusaha surveilans yang berhasil menurunkan ”parasite index” dengan cepat, yaitu dari 15 % menjadi hanya 2%. Pada saat itulah, tepatnya pada tanggal 12 November 1964, peristiwa penyemprotan nyamuk malaria secara simbolis dilakukan oleh Bung Karno selaku Presiden RI di desa Kalasan, sekitar 10 km di sebelah timur kota Yogyakarta.
Sejak itu, HKN dijadikan momentum untuk melakukan pendidikan atau penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Tema utama Hari Kesehatan Nasional (HKN) periode 2010–2014 adalah Indonesia Cinta Sehat. Tema yang inspiratif ini dipilih untuk menggerakkan segenap komponen bangsa guna mencapai Hidup Sehat. sedangkan subtema yang diambil untuk HKN 2014 kali ini adalah “Sehat Bangsaku, Sehat Negeriku”.
50 tahun HKN adalah ulang tahun emas pembangunan kesehatan Indonesia. Sebuah usia yang cukup mapan untuk melihat kembali perjalanan pembangunan kesehatan selama setengah abad. Meskipun peristiwanya sendiri Momentum ini sebagai pengingat merupakan upacara simbolis publik bahwa kesehatan harus penyemprotan nyamuk, tetapi kegiatan bergerak dari wilayah kuratif tersebut harus dibarengi dengan kegiatan ke arah Promotif Preventif. pendidikan atau penyuluhan kepada masyarakat. Peristiwa itu kemudiPara Pemerintah, Kepala Daerah, an dikenal sebagai Hari Kesehatan Dunia usaha, organisasi Nasional (HKN), yang setiap tahun kemasyarakatan juga di ajak terus menerus diperingati sampai untuk turut ambil bagian dari sekarang.
|10 |
LET’S TALK OUT Dira Witrya SCOPH
Kesehatan nasional sangat perlu diperhatikan, karena kesehatan nasional merupakan pencitraan Indonesia ke dunia luar tentang bagaimana pola hidup sehat bangsanya. Selain itu, kesehatan nasional tidak semata-mata hanya ditujukan kepada pihak tertentu, melainkan seluruh warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk sehat. Oleh karena itu, dalam upaya perbaikan kesehatan nasional perlu dilakukannnya perubahan program kesehatan nasional dari pola sentralisasi menjadi pola desentralisasi. Sehingga, kesehatan nasional tercapai sesuai dengan pengharapan bangsa Indonesia .
Fanina Rizkia
Kesehatan nasional harus selalu SCORE menjadi topik utama dalam membangun bangsa dan negara. Hal ini dibutuhkan perhatian dari semua kalangan baik pemerintah, praktisi kesehatan, maupun masyarakat. Masyarakat kita untuk hal yang dasar saja masih banyak yang belum mengetahui bagaimana menjaga kesehatan dan mencegah resiko terjadinya penyakit. Contohnya dalam hal higenitas mencuci tangan. Sehingga masih banyak masalah seperti diare yang masih banyak terjadi di Indonesia. Padahal, pencegahan untuk diare itu sangat mudah jika kita mengetahuinya. Oleh karena itu, khususnya bagi kita mahasiswa kedokteran mulailah mengubah pemikiran masyarakat untuk dapat bersama-sama memajukan kesehatan nasional .
Putri Indini SCOME
Angka keberhasilan pemerintah dalam pengaplikasian kesehatan nasional terhadap masyarakat saat ini belum dapat dikatakan berhsilan. Hal tersebut dikarenakan visi misi pemerintah dalam peningkatan kesehatan salah satunya melalui program jaminan kesehatan berbanding terbalik dengn fakta di masyarakat. Di dapati masih banyak masyarakat rendah maupun menengah kebawah tidak mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pengobatan sesuai dengan status yang dideritanya. Maka dari itu perlu dilakukannya evaluasi lebih lanjut terhadap penerapan kesehatan nasional.
|12 |
SELONA
|13 |
PO SELONA M. Hikmawan Priyanto
HDN SCOME CIMSA Unsyiah baru saja melaksanakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperingati "Hari Dokter Nasional" sebagai wujud rasa terima kasih untuk para dokter di Indonesia dengan jasa yang tak ternilai. Acaranya dilaksanakan tepat pada tanggal 24 Oktober 2014 di Fakultas Kedokteran UNSYIAH. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 - 12.00 WIB. Para scomedians dan anggota CIMSA lainnya ikut berpartisipasi dengan cara membagi-bagikan bunga mawar untuk para dokter. Mulai dari dekan, pembantu dekan, maupun para dokter lain. Bunga-bunga indah tersebut diberikan sebagai apresiasi kepada para dokter yang telah mendorong Indonesia menuju sehat.
“
Setelah itu para mahasiswa juga menuliskan harapan-harapannya di selembar kain putih panjang. Harapan-harapan tersebut sangat beragam, salah satunya yaitu harapan berupa keinginan untuk menjadi the 7 stars doctor, keinginan menjadi dokter yang baik untuk bangsa dan Negara, keinginan agar dapat mencapai kesuksesan untuk setiap dokter, dan berbagai harapan-harapan lain. Lalu setelah itu, mahasiswa-mahasiswa FK UNSYIAH ikut berpartisipasi dengan anggota CIMSA untuk foto bersama dengan beragam pop art-pop art keren yang telah dibuat oleh para scomedians.
Harapan atas terselenggaranya acara ini adalah terwujudnya apresiasi yang besar terhadap para dokter Indonesia.
“
SELAMAT HARI DOKTER NASIONAL |14 | Be Active with CIMSA
Objective Structural Clinical Examination atau biasa di dengar dengan kata OSCE, merupakan salah satu tes atau ujian yang sangat penting untuk mahasiswa kedokteran. S a b t u 2 2 N o v e m b e r 2 014 SCOME CIMSA Unsyiah kembali mengadakan suatu kegiatan yang sangat erat k ait annya dengan OSCE yaitu BOBS (Belajar OSCE Bareng SCOME)
BOBS BOBS dilaksanakan mulai dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB di Gedung F Fakultas Kedokteran Unsyiah. Sasaran BOBS kali ini adalah mahasiswa FK Unsyiah angkatan 2014. SCOME CIMSA Unsyiah memfasilitasi adik-adik 2014 dengan memberikan gambaran OSCE, baik dari segi suasana saat OSCE sedang berlangsung, attitude yang harus dijaga saat akan menghadapai observer dan pasien, maupun tips dan trik ampuh unuk menghadapi OSCE.
BOBS dikemas dalam bentuk simulasi OSCE yang terdiri dari 3 shift dimana setiap shiftnya di ikuti oleh 15 peserta, dengan10 skills uji. Dalam satu stase diberikan waktu 7 menit,yaitu 5 menit untuk simulasi dan 2 menit evaluasi dari observer. Evaluasi yang diberikan oleh observer selanjutnya ditulis dalam kertas feedback yang dibawa oleh peserta, yang nantinya akan dibawa pulang sebagai bahan evaluasi untuk peserta itu sendiri. Para peserta tampak sangat antusias, mereka juga berharap kegiatan BOBS ini dapat menjadi bekal untuk menghadapi OSCE kedepannya.
PO BOBS Zaida Rahmia Ulfa
|15 |
Emergency Alert
|16 |
GALLERY
|17 |
OFFICIAL CIMSA LOKAL
Desi Melati Secretary General
Afifussyakir Local Coordinator
Ridha R Sufri Treasurer
Anwar Fuadi FnMD
Puti Ghina Munirwan VLIl
Thesa Ananda P HRODD
Septhia Banita Project Officer
|18 |
Dede Maulana VLE
Nadya Paramita.S Wardatul Bararah Publication Director Web Media Director
TEAM UNSYIAH 2014-2015
Ainul Riza Supervicing Council
Andhika Citra B Supervicing Counsil
Wiryanti Ambarita Supervicing Council
Ella Priliandini Supervicing Council
Fahmiati Arifna Local Officer on Medical Student
Muthia Rana Zahra Local Officer on Reproductive Health Including HIV/AIDS
Sagita Najmi Local Exchange Officer
Erwin Bastian Agung Prabowo Local Officer on Local Officer on Human Research Exchange Right and Peace
|19 |
Rais Izzan Basyari Local Public Officer
JL. T. NYAK ARIEF (Depan SPBU Lamnyong)
MEDIA PARTNER ANUGERAH LAUNDRY
|20|
JL. GABUS NO. 46 LAMPRIET
CIMSA’S LOCAL
Universitas Syiah Kuala Universitas Malikussaleh Universitas Islam Sumatera Utara Universitas Andalas Universitas Riau Universitas Islam Syarif Hidayatullah Universitas Pelita Harapan Universitas Indonesia Universitas Padjajaran Universitas Islam Sultan Agung Universitas Sebelas Maret Universitas Muhammadiyah Surakata Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Universitas Kristen Duta Wacana Universitas Gajah Mada Universitas Brawijaya Universitas Air Langga Universitas Wijaya Kusuma |21|
NUFANA Resto & Cafe
Jl. T. Nyak Arief (Depan SPBU Lmanyong)
Center for Indonesian Medical Students始 Activities
HEMISFER DEXTRA 2014 www.cimsafkunsyiah.com