CAROTID CIMSA UI updates on Projects, Campaign, and Development
GAP Exchange Hari Dokter Nasional 2019 Health Issue:
Menyembunyikan Perasaan
Issue No. 2, May 2020
CONTENTS 03
FOREWORD FROM THE LOCAL COORDINATOR
04
CREW OF CAROTID
05
CIMSA UI 2019-2020 ACTIVITIES
07
PROJECT X
09
BREASTÂ AND CERVICAL CANCER AWARENESS MONTH
11
PEARLY
13
HARI DOKTER NASIONAL 2019
09
15 13
15
GAP EXCHANGE
17
PRE-DEPARTURE TRAINING
19
MEET OUR INSPIRING ALUMNI: DR. SHELA PUTRI SUNDAWA
22
HEALTH ISSUES: GADGET UNTUK ANAK
25
HEALTH ISSUES: MENYEMBUNYIKAN PERASAAN
27
CIMSA UI 2019 - 2020 ACHIEVEMENTS
"The future
belongs to those who
believe
in the beauty of their dream
"
- E. Roosevelt
FOREWORD FROM THE LOCAL COORDNINATOR Dear Readers Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) adalah organisasi mahasiswa kedokteran yang berbasis aktivitas dan tersebar pada 25 universitas di Indonesia. CIMSA berdiri sejak 6 Mei 2001 dengan sebuah visi dan misi “empowering medical students, improving nation’s health”. CIMSA menjalanakan organisasi dengan nilai-nilai nasionalis, independen, inklusif, non-politik, dan non-partisan. Dalam menjalankan aktivitasnya, CIMSA memiliki 6 bidang kerja melalui Standing Commiitte-nya yang terdiri dari Standing Committee on Public Health (SCOPH), Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP), Standing Committee on Medical Education (SCOME), Standing Committee on Sexual & Reproductive Health and Rights including HIV & AIDS (SCORA), Standing Committee on Research Exchange (SCORE), dan Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE). CIMSA berafiliasi secara global dengan International Federation of Medical Students’ Association (IFMSA) dan berkomitmen dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada poin 3 (Good health and well-being), poin 4 (Quality Education), poin 5 (Gender Equality), dan poin 13 (Climate Change). CIMSA Universitas Indonesia merupakan salah satu lokal founder CIMSA bersama 5 universitas lainnya. Selama 19 tahun berdiri, CIMSA UI sudah menciptakan berbagai prestasi dan pencapaian baik dalam ruang lingkup nasional hingga global. CIMSA UI berkomitmen untuk terus menghasilkan aktivitas-aktivitas yang mengembangkan mahasiswa kedokteran dan memberikan manfaat pada kesehatan masyarakat. Hal ini tentunya sesuai dengan visi dan misi CIMSA “empowering medical students, improving nation’s health”. CAROTID
MUHAMMAD ORRI BASKORO LOCAL COORDINATOR CIMSA UI 2019-2020
Saya selaku Local Coordinator CIMSA UI 2019-2020, dengan bangga mempersembahkan CAROTID, sebuah publikasi update berbagai aktivitas-aktivitas CIMSA UI yang sudah dilaksanakan selama satu tahun kepengurusan. Semoga aktivitiasaktivitas CIMSA UI dapat terus menjadi inspirasi dan pemacu bagi para pembaca untuk terus mengembangkan mahasiswa kedokteran dan meningkatkan taraf kesehatan Indonesia. Akhir kata, terima kasih dan jangan lupa, Be Active with CIMSA! MAY 2020 | ISSUE NO. 3
THE CREW OF CAROTID: CIMSA UI EXTERNAL TEAM Greetings, CIMSA! Tahun ini, External Team CIMSA UI kembali membawakan Newsletter CIMSA UI edisi kedua yang merangkum kegiatan CIMSA UI selama satu tahun ke belakang. Melalui CAROTID, kami berharap pembaca dapat mengetahui aktivitas CIMSA UI selama satu tahun periode kepengurusan 2019-2020. Selain itu, kami juga membawakan beberapa isu kesehatan yang ditulis oleh alumni dan member CIMSA UI. Selamat membaca!
Nabitha Putriajeng as VLE Gabrielle Adani as ASD Najila Ramadhina as MCD
CAROTID
MAY 2020 | ISSUE NO. 4
MAY 2020 |
CIMSA UI ACTIV GAP Exchange SCOPE & SCORE incoming
2019
AUGUST
JULY
SEPTEMBER
AIESEC UI x CIMSA UI: Jakarta Healthcare Project
2020 JANUARY Hari Gizi Nasional
International Day of Peace Pre-Departure Training SCOME Training Local Leadership Summit
FEBRUARY Wisuda Senior CIMSA UI Orientation for Newcomers
ISSUE NO. 2
2019-2020 VITIES Hari Kolaborasi Kesehatan Nasional Project X Breast and Cervical Cancer Awareness Month Hari Dokter Nasional
World AIDS Day Human Rights Day Penelitian Multi Center
DECEMBER
OCTOBER NOVEMBER International Day of Peace World Diabetes Day MSF Goes to Campus
MARCH International Women's Day Breaking the Silence
APRIL COVID-19 Education for Medical Students (CAUTION)
Project X
Explaining Mental Health, Expelling the Stigma PO: Reynardi Sutanto
On Sunday, October 6th, 2019, SCOPH CIMSA
Therefore, the activities of Project X began
UI held one of its projects, which is Project X
with a seminar about the way to prevent
and
Health,
suicide and continued with a counseling by dr.
Expelling the Stigma”. This project is held to
Profitasari Kusumaningrum, Sp.KJ. First, she
commemorate The World Mental Health Day.
told us about definition of mental health are
when every individual realizes his or her own
This activity began by doing an assessment to
potential, can cope with the normal stresses
college students from various faculties where the
of life, can work productively and also is able
report says that about 5,2% of them have some
to
mental disorder history such as depression and
community. On other hand, mental disorder is
borderline personality disorder. The highest
a clinically significat behavior or psychological
result says that most of the college students still
syndrome
do not understand about mental disorder well.
disability.
it
sounds
“Explaining
Mental
CIMSA UI NEWSLETTER / PAGE 07
make
a
contribution
associated
to
with
her
or
distress
his
or
STANDING COMITTEE ON PUBLIC HEALTH
EXPLAINING MENTAL HEALTH, EXPELLING THE STIGMA She gave a fact about mental health that 1 in 4
people
will
experience
mental
health
problems every year and 55% of people who experienced mental health disorders can not tell about the problems. Suicide is the second highest cause of mortality in the age group 15-29 years old. Not all suicides are caused by mental disorders, but 80-90% of adolescents who
died
from
suicide
have
significant
psychopathology such as mood disorders, personality disorder, and drug abuse. In Indonesia, the total number of deaths due to suicide became 1800 cases in one year, 23,8% of victims were women, 76,2% of victims were man and everyday around five people died because suicide. Next, dr. Profitasari also gave us lesson how to be a good peer counselor. The counselor
MC gave some question and the speakers
acts as a facilitator to reach every member
answered the question based on their unique
and
experience to survive their mental disorders.
improving
their
good
potential.
We
provided some cases where the participant tried
to
solve
a
While the activities of the event were going, the
counselor. Last but no least, in the end of the
participants asked many questions and listened to
workshop
the informations actively. The Project X went well
dr.
the
case
Profitasari
and gave
became us
some
feedback to participant.
until the end and we really had a good time together.
In the last of the event, there was a talk show with the speakers from In to the light, Alfonsus Bayu Dirgantara, S. Psi and Sylvia Adriana.
08
Breast (and Cervical) Cancer Awareness Month 2019 PO: Nuha Rahmania & Regine Viennetta
Bulan Oktober merupakan bulan yang istimewa bagi dunia kesehatan. Pasalnya, bulan ini merupakan bulan kesadaran akan kanker payudara (re: breast cancer awareness month) secara global. Momentum ini tentu saja disambut dengan antusias oleh berbagai pihak, mulai dari selebriti, penyintas kanker payudara, hingga masyarakat awam. SCORA CIMSA UI dengan bangga menjadi salah satu bagian dari antusiasme tersebut, dengan diadakannya Breast (and Cervical) Cancer Awareness Month. Pada
bulan
ini,
seharusnya
kanker
payudara
merupakan satu-satunya penyakit yang diperingati. Namun, tak lengkap rasanya apabila kanker serviks tidak ikut diperingati. Kanker payudara dan kanker serviks (re: kanker leher rahim) merupakan salah satu isu kesehatan yang berusaha untuk disuarakan oleh SCORA CIMSA UI. Setelah melakukan asesmen
Kanker serviks dan kanker payudara merupakan
melalui pengolahan data sekunder, diketahui bahwa
dua jenis keganasan yang sebenarnya juga dapat
ternyata ada banyak sekali masyarakat Indonesia,
dengan mudah dideteksi sejak stadium awal.
terutama
daerah
Dengan begini, kasus-kasus keganasan ini pun
Jabodetabek, yang masih memiliki sedikit sekali
dapat dengan mudah diatasi. Namun, sayangnya,
pengetahuan mengenai kanker payudara dan kanker
wanita-wanita Indonesia masih belum mengetahui
serviks. Padahal, kanker payudara dan kanker serviks
moda-moda yang digunakan untuk melakukan
merupakan dua jenis keganasan yang menyebabkan
deteksi dini yang sebenarnya sangat mudah untuk
angka kematian paling tinggi bagi wanita di dunia.
dilakukan.
wanita
yang
berdomisili
di
CIMSA UI NEWSLETTER / PAGEÂ 09
STANDING COMMITTEE ON SEXUAL & REPRODUCTIVE HEALTH AND RIGHTS INCLUDING HIV & AIDS
Untuk
memperingati
SCORA CIMSA UI
bulan
yang
ikonik
ini,
memutuskan untuk membagi
LPET internal SCORA CIMSA UI dilaksanakan pada tanggal 23 September 2019. PETRA untuk
project ini menjadi tiga bagian, yaitu menjadi
LPET ini adalah Bryant Roosevelt Sabur (FKUI
LPET internal SCORA CIMSA UI serta dua hari
2013). LPET dibagi menjadi dua sesi, yaitu kanker
puncak perayaan Breast and Cervical Cancer
payudara dan gerakan SADARI, serta kanker
Awareness Day. Sejalan dengan slogan CIMSA,
serviks
yaitu “education through prevention”, topik yang
SCORA CIMSA UI begitu bersemangat untuk
dibawa
mengikuti LPET ini. LPET ini bertujuan untuk
untuk
Awareness
Breast
Month
(and
adalah
Cervical) deteksi
Cancer
dini
dan
dan
tes
IVA.
Teman-teman
anggota
menambah pengetahuan anggota SCORA CIMSA
pencegahan kanker payudara dan kanker serviks.
UI sebelum turun ke masyarakat.
Breast (and Cervical) Cancer Awareness Day
Tahap
diadakan
masing-masing
Bundaran HI pada tanggal 27 Oktober 2019.
dengan sasaran yang berbeda. Tahap pertama,
Sasaran kegiatan ini merupakan wanita berusia
“BRACE UP!”, dilaksanakan di Kampung Lio,
subur, dengan penekanan pada gerakan SADARI
tepatnya di RW013, pada tanggal 26 Juli 2019. Di
untuk deteksi dini kanker payudara. Beruntung,
tahap ini, tes IVA sebagai deteksi dini kanker
ternyata masyarakat awam juga terbuka dengan
serviks ditekankan menjadi poin penting. Sasaran
pengetahuan
dari
edukasi, dibuatlah alat peraga yang dinamai
dalam
tahap
ini
dua
adalah
tahap,
wanita-wanita
berusia
produktif di Kampung Lio, yang sudah menikah
kedua
merupakan
baru
ini.
edukasi
Untuk
di
mempermudah
Teteanna.
dan memiliki kehidupan seksual yang aktif. Kami mengadakan
penyuluhan
mengenai
CFD
kanker
payudara dan kanker serviks, diikuti oleh tes IVA gratis.
10
Hari Hak Asasi Manusia Seluruh Dunia diperingati setiap
Salah satu masalah hak asasi yang masih sering terjadi
tahunnya pada tanggal 11 Desember. Hari Hak Asasi
adalah diskriminasi terhadap kaum disabilitas dan
Manusia Seluruh Dunia merupakan tonggak pengingat
membutuhkan perhatian khusus. Tidak ada yang lebih
bahwa hak asasi merupakan suatu hal yang penting
tahu mengenai diskriminasi ini dibandingkan dengan
dalam kehidupan sehari-hari dan menyangkut kehidupan
orang tua dengan anak yang memiliki anak Down
setiap umat manusia. Sayangnya, kita masih sering
Syndrome. Para orang tua bercerita bagaimana anak-
menjumpai hak asasi manusia yang tidak diaplikasikan.
anak mereka sulit untuk mendapatkan teman. Stigma
Masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak
yang melekat pada masyarakat juga dapat menurunkan
mendapatkan hak untuk menerima pendidikan yang
rasa
layak. Dapat kita jumpai pula kekerasan dan perang
membutuhkan usaha lebih untuk mencapai sesuatu
terjadi di berbagai titik di dunia, sehingga anak-anak dan
apabila dibandingkan dengan teman sebaya mereka
perempuan tidak dapat hidup dengan layak dan dihantui
juga membuat edukasi formal terasa sulit dijangkau.
oleh rasa takut.
PEARLY
Promoting Education and Rights for Down Syndrome Children and Family
PO: Najila Ramadhina & Khanyfah Syagita
CIMSA UI NEWSLETTER / PAGE 11
percaya
diri
mereka.
Kondisi
mereka
yang
STANDING COMMITTEE ON HUMAN RIGHTS AND PEACE
Untuk menjawab masalah ini, SCORP CIMSA UI mengadakan
acara
bernama
‘PEARLY:
Promoting
Education and Rights for Down Syndrome Children and Family’.
PEARLY
dilaksanakan
pada
tanggal
14
Desember 2019 di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan, Depok. Sesuai dengan namanya, kami memberikan informasi dan memperluas wawasan orang tua dengan anak Down Syndrome mengenai kondisi kesehatan mereka: apa yang dapat mereka lakukan dan apa yang mungkin
sulit
dilakukan
oleh
mereka.
Setelah
menjabarkan kondisi medis, dr. Leonita, selaku pemberi materi dan alumni CIMSA UI, menjelaskan berbagai hal apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dan mengoptimalkan potensi. Salah satunya adalah topik pemilihan sekolah dan menentukan minat dan bakat bagi anak Down Syndrome. Dokter Leonita juga menekankan bahwa kita tidak bisa membandingkan kondisi anak Down Syndrome dengan kondisi anak normal.
Bersamaan dengan pemberian materi bagi orang tua, anak-anak yang datang kami ajak bermain. Anak-anak yang bermain dengan kami berusia sekitar 2-5 tahun. Kami mengajak anak-anak dengan Down Syndrome untuk membuat kue. Selain itu, kami juga bermain bola dan bernyanyi. Dengan adanya mini playground ini, kami berharap agar anak-anak dapat tumbuh dengan rasa percaya diri dan tidak merasa didiskriminasi. Selain itu, kami juga berharap agar mereka dapat memiliki teman sebanyak mungkin dan tidak merasa terasingkan. Kami berharap acara ini dapat memperluas wawasan orang tua mengenai anak Down Syndrome, sehingga hak-hak
mereka
dapat
terpenuhi
secara
optimal,
terutama mengenai pendidikan, minat, dan bakat anak. Kami juga berharap agar anak-anak yang hadir dapat menikmati acara dan mendapat rasa percaya diri untuk bersosialisasi.
12
Hari Dokter Nasional 2019 PO: Ainun Mardhiyah
Tanggal 24 Oktober merupakan salah satu tanggal
Sebelum acara dilaksanakan, dilakukan wawancara
penting dalam dunia kesehatan yaitu Hari Dokter
terhadap 6 orang masyarakat awam di sekitar
Nasional (HDN). SCOME CIMSA UI tentunya
Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan. Wawancara
melaksanakan perayaan HDN sebagai salah satu
tersebut menanyakan tentang arti dokter dan
program kerjanya. Perayaan HDN ini bertujuan
sistem kesehatan di Indonesia menurut pandangan
untuk mengapresiasi dokter-dokter pengajar yang
mereka. Masyarakat berpendapat bahwa dokter
diwakilkan oleh tim modul Fakultas Kedokteran
merupakan profesi yang berharga dan sangat
Universitas Indonesia (FKUI), dokter pengajar di
dibutuhkan
Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK), dokter-
menunjukkan kesan yang baik terhadap dokter-
dokter di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr.
dokter dan berharap dokter-dokter di Indonesia
Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit
dapat terus maju ke arah yang lebih baik, tetap
Universitas Indonesia (RSUI) yang telah senantiasa
senang
berdedikasi dalam meningkatkan taraf kesehatan
bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat juga
di Indonesia. Selain itu, perayaan HDN bertujuan
berharap
agar
untuk
menjadi
dokter
meningkatkan
kedokteran
atas
rasa
profesi
bangga dokter
mahasiswa yang
diembannya kelak.
CIMSA UI NEWSLETTER / PAGEÂ 13
akan
di
hati
masyarakat.
dalam
Masyarakat
mengobati
mahasiswa yang
baik
pasien,
kedokteran dan
juga
dan dapat
memberikan
pelayanan yang berkualitas ke masyarakat dengan adil tanpa pandang bulu.
STANDING COMMITTEE ON MEDICAL EDUCATION
Dilakukan juga pengunggahan infografis di
Pada hari yang sama, diberikan juga apresiasi
kepada dokter-dokter yang berada di RSUI.
Story
yang
bertujuan
untuk
kesadaran dan pengetahuan F I G H T AGAINST khususnya bagi mahasiswa kedokteran akan fakta R Emengenai F U persebaran G E Edokter yang belum merata di Indonesia dan apa yang dapat D ISCRIMINATION dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut meningkatkan
Bentuk apresiasi yang diberikan yakni setangkai bunga dengan kartu yang berisi ucapan terima kasih dan harapan mahasiswa akan profesi dokter di Indonesia ke depannya. Salah satu perwakilan
dokter
Sukamto,
Sp.
di
RSUI
PD-KAI
adalah
Dr.
sebagai
dr.
Direktur
Pada hari Kamis, 24 oktober 2019, di Gedung
Pelayanan Sekunder dan Unggulan RSUI. Para
RIK dilaksanakan pembukaan photobooth bagi
dokter terlihat sangat senang atas apresiasi
para mahasiswa kedokteran. Pada photobooth
yang diberikan
tersebut,
tersedia
berbagai
properti
yang
berkaitan dengan profesi dokter, contohnya
Pada hari Jumat, 25 Oktober 2019, di Gedung
stetoskop
RIK dilaksanakan pemberian apresiasi kepada
dan
snelli.
Pada
photobooth,
mahasiswa dapat menuliskan ucapan selamat
beberapa
Hari
dan
gedung RIK dan RSUI, pemberian apresiasi juga
harapannya kepada dokter-dokter di Indonesia
diberikan di RSCM kepada beberapa dokter
pada banner yang telah disediakan. Pembukaan
yang sedang bertugas. Dokter-dokter senang
photobooth diharapkan dapat mencapai salah
sekali atas adanya pemberian apresiasi di Hari
satu tujuan dari perayaan HDN, yaitu untuk
Dokter
meningkatkan rasa bangga para mahasiswa
sebelumnya belum pernah diberikan apresiasi
kedokteran akan profesi dokter.
saat
Dokter
Nasional,
terima
kasih,
dokter
Nasional
HDN.
yang
karena
Bahkan,
mengajar.
pada
terdapat
Selain
di
tahun-tahun dokter
yang
dengan senang hati memberi kontaknya untuk bertukar wawasan mengenai organisasi lebih lanjut. Dengan begitu, perayaan HDN ini juga bermanfaat
untuk
menjaga
tali
silatuhrahmi
antara dokter dan mahasiswa kedokteran. Tidak lupa, SCOME CIMSA UI juga memberikan apresiasi kepada Tim Modul FKUI yang sedang berjalan yakni Tim Modul Reproduksi dan Tim Modul
Dermatomuskuloskeletal.
Pemberian
apresiasi modul FKUI diwakili oleh ketua modul masing-masing. Tim modul pun berterima kasih atas pemberian apresiasi dan berharap agar para
mahasiswa
kedokteran
dapat
menjadi
generasi penerus dokter yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
14
GAP Exchange PO: Dini Yuliani
On August 2019, SCOPH and SCORE CIMSA UI held
in Indonesia. Thirty seven percent of the deaths in
an event called GAP Exchange with the theme of
Indonesia is caused by Cardiovascular Diseases.
“Cardiovascular Diseases”. Our incomings this year
According to Riskesdas 2018, 1,5% of Indonesia’s
are Tautvile from Lithuania and Omneya from Egypt.
population suffers from Coronary Heart Disease. This has prompted CIMSA UI to focus on the theme of
Cardiovascular Diseases has a very high prevalence
cardiovascular disease for this year's exchange program.
CIMSA UI NEWSLETTER / PAGE 15
STANDING COMITTEE ON RESEARCH EXCHANGE STANDING COMITTEE ON PUBLIC HEALTH
Our incomings did a research titled “Effect of Ramadhan Fasting in Endothelial Function of Diabetes Patient” in Harapan Kita National Health Center, Jakarta. For the fieldwork, they did patient visits with the doctor from RS Harapan
Kita
and
taught
the
students
of
SDN
Rawamangun 12 Pagi about Cardiovascular Diseases. They also did glucose, uric acid, cholesterol, and blood pressure screening at Car Free Day Jakarta Area in Bundaran HI.
16
Pre-Departure Training PO: Hana Dzakira Edwar & Berly Shandika
Pre-Departure Training merupakan kegiatan rutin yang dilakukan
SCOPE
CIMSA
untuk
para
outgoing
Professional Exchange. Professional Exchanges sendiri merupakan Standing Committee IFMSA pertama yang telah
ada
sejak
1951
dalam
rangka
untuk
mempromosikan kultur antarmahasiswa kedokteran dan tenaga
kesahatan
internasional.
Sampai
sekarang,
IFMSA telah melakukan pertukaran pelajar sebanyak 13.000 mahasiswa ke dalam lebih dari 90 negara di seluruh dunia. Dilaksanakannya Pre-Departure Training bertujuan untuk membekali outgoing sejalan dengan syarat dan kebutuhan pertukaran pelajar. PDT 2020 / 2021 diadakan di Restoran Ajag Ijig pada
Rangkaian acara PDT dibuka dengan perkenalan dari
tanggal 22 Oktober 2019 dengan dihadiri outgoing
LEO OUT CIMSA UI 2019/2020 dan dilanjutkan dengan
yang
Fakultas
pemaparan administrasi. Dalam pertemuan itu, mereka
Kedokteran Universitas Indonesia. Hana Edwar, sebagai
membahas alur exchange yang terbagi menjadi tiga
LocalExchange Officer Out (LEO Out), serta Nathaniel
bagian, yaitu Pre-Exchange (administrasi, keperluan, dan
Bonardo Harsian, sebagai Local Exchange Officer In
informasi
(LEO In), dengan masa jabatan 2019/ 2020, hadir
academic quality, dan sertifikat), dan Post-Exchange
sebagai narasumber untuk memberikan materi PDT.
(Assignments dan Outgoing Alumni). Secara garis besar,
berasal
banyak
mahasiswa
klinik
exchange),
Exchange
(contact
person,
hal yang perlu diperhatikan outgoing pada alur Sekitar 23 outgoing dengan 12 pilihan negara, mulai
administrasi yaitu penggunaan akun IFMSA, pengiriman
dari Prancis, Mesir, Brazil, Italia, Czech, Austria,
Application Form (AF) dan Card of Documentatin
Polandia, Jerman, Romania, Filipina, Tunisia, hingga
(COD), penerimaan Card of Acceptance (CA) dan
Spanyol akan dipandu dengan seorang buddy yang akan
Invitation Letter (IL), pengurusan passport dan visa, serta
membantu pengisian berkas-berkas yang dibutuhkan
pengiriman Card of Confirmation kepada calon hosting
selama masa periode Pre-Exchange.
sebagai persiapan fasilitas di tujuan exchange.
CIMSA UI NEWSLETTER / PAGEÂ 17
STANDING COMITTEE ON PROFESSIONAL EXCHANGE
Selain pemaparan materi, PDT mengadakan Workshop
outgoing, seperti hal-hal yang perlu diperhatikan
dengan
sebelum dan sesudah keberangkatan hingga peristiwa
tujuan
memastikan
para
outgoing
dapat
mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipaparkan
menarik yang dialaminya ketika exchange.
sebelumnya demi menyelesaikan pertanyaan seputar administrasi yang telah diberikan.
PDT
diakhiri
dengan
pertemuan
antara
outgoing
dengan buddy mereka masing-masing agar saling Pre-Departure Training juga mengundang special guest,
mengenal satu sama lain dan photo session bersama
yaitu alumni professional exchange keberangkatan
outgoing, LEO IN & OUT, dan member SCOPE CIMSA
Denmark, Kak Jasmin. Ia ikut memeriahkan PDT dengan
UI.
membagikan
pengalaman dan tips
kepada calon
18
Meet Our Inspiring Alumni Menulis Buku Karena CIMSA Oleh: Gabrielle Adani
Bagaimana perjalanan dr. Shela di CIMSA, dari CIMSA UI ke CIMSA Nasional? Saya waktu itu masuk pada tahun 2010—saat saya mahasiswa tingkat II—dan ikut National Leadership Summit (national meeting CIMSA di awal tahun— red). Saya baru benar-benar ikut dan aktif terjun di tingkat III. Pada awal aktif di CIMSA UI, saya bertanggung jawab memegang majalah CIMSA UI sebagai Media and Communication Director CIMSA UI. Selain itu, saya sering ikut national meeting lainnya dan bertemu banyak teman. Saya merasa
dr. Shela Putri Sundawa Media and Communication Director CIMSA UI Marketing, Campaign, and Advocacy Director CIMSA Regional Assistant for Advocation, Education, and Policy IFMSA Asia Pacific Regional Assistant SCOPH IFMSA Asia Pacific
happy dan cukup aktif di nasional. Di nasional, saya lebih tertarik kepada marketing,
saya cukup belajar advokasi dari America Society
campaign, dan advocacy dan memutuskan untuk
dan menjadi delegasi meeting PBB di New York.
menjabat
and
Pada meeting tersebut, saya semakin terpapar oleh
Advocacy Director CIMSA. CIMSA adalah hal yang
banyak isu, terutama isu-isu noncommunicable
pertama kali memperkenalkan saya dengan advokasi.
diseases (NCDs)—dan saya menyukai isu tersebut.
Selain level CIMSA yang grass root (secara horizontal
Saya juga belajar mengenai tobacco control dan
ke masyarakat—red), CIMSA juga memiliki high level
memahami bahwa negara-negara lain memiliki
seperti advokasi. Advokasi tersebut ditujukan kepada
kontrol
policy maker di nasional. Saat menjabat sebagai
membicarakan
MCAD CIMSA, saya banyak terpapar oleh advokasi.
Indonesia merupakan hal yang sangat susah. Ketika
sebagai
Marketing,
Campaign,
tembakau
yang
tentang
sangat kontrol
baik.
Dulu,
tembakau
di
pulang dari Indonesia, saya membuat aliansi dengan Lain halnya dengan mindset orang Indonesia yang
fakultas-fakultas lain seperti Fakultas Kesehatan
berpikir bahwa dokter adalah klinisi, saya menyadari
Masyarakat, Fakultas Farmasi bertajuk ‘Gerakan
bahwa bagi mahasiswa kedokteran di negara lain
Pemuda
dokter
mengantarkan saya untuk advokasi ke DPR, dan
dapat
berkarir
sebagai
public
health,
campaign, advocacy, dan lainnya. Di saat tersebut
CIMSA UI NEWSLETTER / PAGE 19
Anti
Tembakau’.
Hal
tersebut
saya lanjutkan isu tersebut ke penerus saya di
MEET OUR INSPIRING ALUMNI
CIMSA (MCAD selanjutnya-red). Dari pengalaman
saya tertarik soal NCD, saya diajak menulis mengenai
tersebut, saya mendapatkan banyak sekali skill
NCD—dan saya menulis chapter mengenai NCD. Hal
advokasi, networking, dan bonus pengalaman yang
ini membuat saya belajar lagi dan sadar bahwa
tidak terbayang sebelumnya.
networking yang saya miliki memiliki efek yang longlasting.
Bagaimana kiprah dr. Shela di IFMSA? Selanjutnya, saya turut mengikuti IFMSA di Asia Pasifik. Pertama, saya meng-apply posisi sebagai Regional Assistant Advocacy, Education, and Policy. Kita membuat central project mengenai tobacco control di IFMSA Asia Pasifik dan membuat panduan guideline untuk diteruskan dan dilaksanakan di NMO (National
Medical
Students
Organization—red)
masing-masing. Namun susahnya, vibe-nya terlalu loose, tidak mengikat sama sekali. Di IFMSA Asia Pasifik, tantangan yang saya rasakan adalah rasanya lebih tidak ada wewenang dan otoritas, bertugas hanya untuk membantu yang pusat, dan tidak memiliki garis koordinasi langsung yang jelas— sehingga outcome yang dihasilkan di NMO masingmasing
tidak diketahui. Tahun berikutnya, saya
kembali lanjut di IFMSA Asia Pasifik sebagai Regional Assistant SCOPH, turut mengontrol project dan membuat laporan. Ini semua saya kerjakan saat koas. Awalnya saya pikir bahwa setelah lulus preklinik, sudah tidak ada CIMSA dan IFMSA—tetapi ternyata saya salah.
Bagaimana cara dr. Shela menyeimbangkan akademik dan pencapaian di CIMSA? Kunci dari semua hal, bagi saya, baik saat mahasiswa, koas, maupun PPDS adalah atur waktu. Waktu adalah uang sehingga kamu harus treat waktu selayaknya uang. Ada tiga caranya, yaitu spend, invest, dan waste. Apabila kamu memilih invest, waktu tersebut akan berguna di masa depan. Hal yang saya pelajari adalah kita harus disiplin dengan diri sendiri—baik jadwal maupun tujuan kita. Cara pandang kita juga harus diubah bahwa time itu invest. Sebagai mahasiswa FK, tidak mungkin belajar 24 jam. Pasti ada waktu sehabis belajar yang dapat dipakai untuk melakukan hal lain. Bagi saya, saya banyak menulis di majalah, AORTA, maupun di Asia Pasifik (IFMSA MSI —red). Kerjakan saja apa yang kamu sukai asal ada manfaatnya. Jadi, saat kamu lihat kemarin (masa lalu —red), kamu tidak akan menyesal karena sudah invest pada sesuatu yang bermanfaat. Coba pikirkan lagi
waktu
yang
telah
dilalui
saat
suka
dan
bermanfaat. Menurut saya pasti bisa kok, kalau kalian mau.
Bagaimana dr. Shela sampai bisa menulis buku di penerbit luar negeri?
Akan tetapi, tipikal anak FKUI kan rajin banget—
Karena
jadi
takut terlewat sekolahnya, takut tertinggal ujiannya.
mengenal orang-orang IFMSA secara luas yang
Mungkin ada yang akan merasa sayang karena tidak
turut aktif. Kita memiliki project bersama dari IFMSA
bisa lulus tepat waktu. Namun, ada trade off yang
UK project yang masif, berjudul project textbook
saya lakukan—hal lain yang saya bisa dapatkan
IFMSA. Textbook yang terlahir dari project tersebut
meskipun tidak lulus tepat waktu: pengalaman,
adalah Essentials of Global Health—buku yang
menemui berbagai orang, dan mengerjakan banyak
dibuat oleh mahasiswa kedokteran untuk mahasiswa
hal yang tidak pernah saya bayangkan. Hal tersebut
kedokteran
tentu
ada
network
lainnya
yang
yang
terjalin,
tertarik
saya
oleh
isu-isu
kesehatan masyarakat yang dibahas di dalamnya.
tidak
apa-apa,
itu
kembali
lagi
pada
pertimbangan dan pilihan diri sendiri.
Karena orang-orang di IFMSA mengetahui bahwa
20
MEET OUR INSPIRING ALUMNI
Dok, cerita tentang menjadi delegasi CIMSA di sidang PBB, dong!
Apa pesan yang mau dr. Shela sampaikan untuk member CIMSA dan calon newcomers CIMSA?
Sebagai delegasi CIMSA di General Assembly of UN (sidang umum tahunan PBB—red), mereka selalu memiliki isu khusus. Pada tahun 2012, salah satu isu yang
dibawa
adalah
noncommunicable
disease
(NCD). Karena waktu itu saya belajar advokasi dari American Cancer Society, saya turut terlibat di sidang tersebut sebagai Global Cancer Ambassador. Sidang tersebut adalah sesuatu yang besar. Namun, ternyata dalam sidang tersebut semua orang sudah membawa hasil masing-masing yang hanya tinggal diketok (disahkan dalam sidang—red). Sebelum ada hasilnya, aku turut terlibat dalam tim dari berbagai multidisplin. Sebagai salah satu civil society, saya ingin pemerintah Indonesia dapat berbicara hal yang sama dengan tim kami waktu itu—memprioritaskan
Pesan dari saya adalah harus berani ambil risiko. Ambil risiko berarti apply ke CIMSA—mungkin akan bertemu orang-orang yang tidak disukai dan tidak cocok, membuang waktu tidur di national meeting. Tetapi, ambil risiko! Kalau takut, cobain dulu aja, ambil risiko. Kalau dipikir bisa/tidak, ya tidak akan bisa jika hanya dalam pikiran. Kita juga ambil risiko, bahkan di pasien. Orang sekarang tuh terlalu hatihati, tetapi malah tidak mengerjakan apa-apa. Kalau misalnya dulu saya takut tidak bisa membagi waktu, saya tidak akan mendapatkan pengalaman yang bahkan tidak bisa aku bayangkan—seperti belajar menulis. Pokoknya, kalau mengerjakan sesuatu, jangan
setengah-setengah.
Hal
tersebut
hanya
menambah pikiran.
UU tentang obat-obatan agar aksesnya mudah. Jadi aku bantu advokasi, bertemu orang Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dan menjadi perwakilan Indonesia untuk PBB. Akhirnya saat sidang, saya pergi sebagai delegasi untuk civil society Indonesia, yaitu organisasi-organisasi terlibat. Sidang tersebut isinya hanya pidato presiden, pidato para perdana menteri, dan kita hanya menyaksikan
"Kerjakan saja apa yang kamu sukai asal ada manfaatnya. Jadi, saat kamu lihat kemarin, kamu tidak akan menyesal karena sudah invest pada sesuatu yang bermanfaat." - dr. Shela
pidato-pidato orang tersebut. Namun, di sisi lain, ini adalah event besar—tempat orang dari seluruh dunia berkumpul menjadi satu. Terdapat banyak sekali side events—umumnya berupa workshop-workshop yang bermanfaat
secara
skill
dan
knowledge—yang
diadakan oleh berbagai pihak. Sidangnya sendiri kan high level ya, saya cuma debu (sambil terkekeh). Namun,
kerjanya
itu
sebenarnya
terletak
jauh
sebelumnya (apabila bukan presiden—red) dan menyusun outcome document.
21
HEALTH ISSUES
Pemberian Gadget pada Anak di Bawah 5 Tahun: Berkah atau Musibah untuk Kesehatan Anak? Oleh: dr. Fahmi Kurniawan
“Wah anaknya lucu ya Bu, aktif sekali pula. Gemes
Pada saat di beberapa pelosok Indonesia masih
deh. Berapa bulan ini usianya?”
kekurangan air dan listrik, di banyak kota besar di
“Sudah 1 tahun Bu. Waduh iya Bu ini lagi usil sekali,
dunia telah tercipta teknologi dalam revolusi
kalau lagi repot daripada dia usil saya kasih gadget
industri 4.0. Melalui revolusi industri ini, manusia
biar langsung diem, capek saya”
bisa
melakukan
banyak
kemudahan
dalam
genggaman atau bahkan jentikan jari. Perubahan Pernahkah teman-teman mendengar percakapan di
teknologi memaksa manusia untuk ikut dalam arus
atas? Adakah di lingkungan keluarga atau tetangga
globalisasi, yang mau tak mau berdampak pada
dekat teman-teman yang membebaskan anaknya
berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan.
bermain gadget untuk menuruti keinginan anak? Sebenarnya, apakah boleh anak usia di bawah 5
Penetrasi masuknya teknologi di Indonesia sangat
tahun bermain gadget?
pesat. Dilansir dari Jakarta Post, pada 2019
CIMSA UI NEWSLETTER / PAGE 22
PEMBERIAN GADGET PADA ANAK DI BAWAH 5 TAHUN: BERKAH ATAU MUSIBAH UNTUK KESEHATAN ANAK?
Indonesia memiliki 171 juta pengguna internet, yang
data menunjukkan bahwa anak yang aktif melakukan
meningkat 10% dari tahun sebelumnya. Saat ini,
aktivitas fisik lebih dari 60 menit dengan setidaknya 5
hampir semua orang terutama di kota besar memiliki
hari dalam seminggu hanya 14,3%. Sementara itu, 1
gadget dan telah terhubung ke akses internet.
dari 3 anak Indonesia duduk lebih dari 3 jam setiap
Keadaan ini mengakibatkan banyak perubahan dalam
harinya. Padahal, kurangnya aktivitas fisik telah
kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam
terbukti merupakan salah satu faktor risiko utama
pola pengasuhan anak.
angka kematian di dunia dan berperan pada peningkatan jumlah populasi berat badan berlebih
Usia 0 hingga 5 tahun merupakan periode vital bagi
dan obesitas di kemudian hari. Kurangnya aktivitas
anak dalam perkembangan fisik dan kognitif yang
fisik juga bertanggungjawab pada lebih dari 5 juta
sangat
kematian secara global setiap tahun.
pesat,
serta
masa
saat
pembentukan
kebiasaan anak terjadi. Sebagai makhluk hidup yang belum memiliki otonomi dan kemampuan membuat
Manfaat Aktivitas Fisik Bagi Anak
keputusan secara mandiri, anak sangat tergantung
Selain mengurangi risiko penyakit tidak menular di
pada orangtua atau pengasuhnya. Dengan demikian,
kemudian hari, aktivitas fisik memegang peranan
pola asuh yang baik adalah kunci bagi pertumbuhan
penting dalam peningkatan perkembangan motorik
dan perkembangan anak yang optimal, baik dari segi
dan kognitif, psikososial, dan kesehatan jantung dan
fisik, mental, maupun psikososial.
metabolik pada anak. Dalam hal ini, semakin sedikit waktu anak berdiam diri (sedenter), semakin bagus
Berbicara
mengenai
masalah
Indonesia
termasuk
salah
kesehatan
satu
negara
anak,
efeknya untuk kebugaran dan kesehatan.
yang
menghadapi double burden of malnutrition, yaitu beban malnutrisi ganda dimana pada saat yang sama terdapat masalah kurang gizi serta obesitas dan penyakit tidak menular terkait diet. Menurut data Nutrisi dan Status Kesehatan Anak di Asia Tenggara tahun 2012, prevalensi underweight sebanyak 17,4% di lingkungan perkotaan dan 27,2% di lingkungan pedesaan. Sementara itu, prevalensi overweight dan
Tahun lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah
obesitas sebesar 5,6% dan 6% di perkotaan, serta
mengeluarkan Pedoman Aktivitas Fisik, Perilaku
3,5% dan 2,1% di pedesaan secara berturut-turut.
Sedenter, dan Tidur untuk anak usia di bawah 5
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah
tahun. Secara umum, manfaat kesehatan akan lebih
melakukan banyak program untuk mengatasi hal
banyak didapatkan apabila anak melakukan aktivitas
tersebut, mulai dari pemberian suplemen bagi ibu
fisik yang cukup, mengurangi waktu menatap layar
hamil,
hingga
sedenter, dan mencukupi kebutuhan tidur yang
gerakan
berkualitas. Waktu tidur yang cukup penting bagi
promosi
pemberian kesehatan
makanan dan
tambahan,
implementasi
masyarakat hidup sehat (GERMAS).
anak karena kurangnya waktu tidur berkaitan dengan tingginya lapisan lemak, pengaturan emosi
Salah satu poin spesifik yang menjadi sorotan adalah
yang
kurangnya aktivitas fisik pada anak-anak. Pada 2012,
terganggunya perkembangan kemampuan kognitif.
buruk,
gangguan
pertumbuhan,
dan
23
PEMBERIAN GADGET PADA ANAK DI BAWAH 5 TAHUN: BERKAH ATAU MUSIBAH UNTUK KESEHATAN ANAK?
Tips bagi Orang Tua Mengubah kebiasaan anak tentu bukan perkara mudah, apalagi permintaan anak untuk bermain gadget semakin tinggi. Hal paling utama yang harus orangtua lakukan adalah menyadari pentingnya aktivitas fisik dan pembatasan perilaku sedenter itu sendiri. Setelah memahami hal ini, orangtua dapat menyusun strategi untuk mengubah kebiasaan yang buruk ke kebiasaan baru yang lebih sehat. Berikut adalah tips yang bisa orangtua lakukan. Pertama, kebiasaan yang baik dimulai dari orangtua
Keempat, memanfaatkan waktu sedenter anak
sebagai role model bagi anak. Orangtua harus
untuk
membatasi penggunaan gadget-nya sendiri, begitu
kemampuan kognitifnya, seperti bermain puzzle,
pula anggota keluarga lain karena anak akan meniru
menggambar,
sekitar, terutama orangtua dan keluarga. Kebiasaan
bernyanyi, bermain musik, dan lain-lain. Anak juga
yang baik ini juga akan terasa menyenangkan apabila
akan meningkat kemampuan kognitifnya apabila
dilakukan
diajak
bersama-sama,
seperti
berjalan,
bersepeda, dan pergi ke taman bersama-sama.
aktivitas
yang menyusun
membaca
dan
dapat
meningkatkan
balok,
mewarnai,
bercerita.
Terakhir,
mengapresiasi anak apabila ia berhasil melakukan kegiatan positif, berempati apabila anak melakukan
Kedua, pemberian waktu lebih dalam bertatap muka
kesalahan, dan selalu terbuka terhadap perubahan
secara langsung akan sangat bermanfaat untuk
yang terjadi pada anak.
perkembangan
bahasa
yang
optimal
melalui
komunikasi dua arah antara anak dan pengasuh. Jika
Penggunaan gadget bukan berarti tidak boleh
anak menonton video dalam gadget secara pasif, hal
samasekali, karena merupakan bagian integral dari
tersebut tidak mengajarkan bahasa. Orangtua juga
perkembangan anak. Hal yang penting adalah
dapat memberlakukan aturan waktu untuk samasekali
pengajaran bagaimana anak bertindak dengan
tidak menggunakan gadget, seperti saat di meja
gadgetnya. Mengubah kebiasaan adalah hal yang
makan, di dalam mobil, dua jam sebelum tidur, dan
susah. Namun, ketika berhasil, dampak yang
sebagainya
ditimbulkan sangat signifikan. Dengan memberi batasan dan memprioritaskan hal-hal terbaik untuk
Ketiga, kualitas konten yang dilihat anak lebih
anak, gadget yang diberikan pada anak bukan
penting daripada jenis atau lamanya waktu yang
menjadi musibah, tapi bisa menjadi berkah.
dihabiskan di depan layar gadget. Orangtua harus
Ayo berubah!
memilih
dan
bermanfaat
memprioritaskan
daripada
hanya
konten
sekadar
yang
mengatur
batasan waktu.
24
HEALTH ISSUES
Yuk, Berhenti Menyembunyikan Perasaan! Oleh: Gabrielle Adani
Beberapa waktu ini, film Nanti Kita Cerita Tentang
Agar
keluarga
Hari Ini (NKCTHI) yang diangkat dari novel dengan
mengajak
judul yang sama menyita perhatian banyak orang—
selayaknya tidak ada masalah—menyembunyikan
sampai sukses menggaet lebih dari 1,5 juta penonton
kepedihan dan kesedihan yang mereka rasakan.
Ibu
mereka dan
baik-baik
anak
saja,
sulungnya
Ayah
bersikap
di seluruh Indonesia. Cerita yang dinarasikan oleh film tersebut
Meskipun dengan alasan yang berbeda dengan terasa
dekat—mengisahkan
kehidupan
karakter Ayah, nyatanya kehidupan di zaman
keluarga dalam keseharian. Dari film tersebut, kita
modern cenderung mendorong kita untuk sering
dapat mempelajari banyak pesan menarik yang
menyembunyikan
seringkali kita lewatkan dalam kehidupan sehari-hari.
tertinggal (fear of missing out), keinginan untuk
perasaan—seperti
rasa
takut
lebih baik dari orang lain, maupun perasaanSalah satu pesan tersebut datang dari pembawaan karakter Ayah, yaitu menyembunyikan perasaan.
CIMSA UI NEWSLETTER / PAGE 25
perasaan yang tampak sederhana lainnya. Beberapa
YUK, BERHENTI MENYEMBUNYIKAN PERASAAN!
dari kita memilih untuk bersikap bahagia saat stres, dan
beberapa
dari
kita
memilih
untuk
tidak
Lalu, bagaimana kita berhenti menyembunyikan perasaan?
menunjukkan kesedihan karena menganggapnya
Hal yang penting untuk dilakukan pertama kali
sebagai kelemahan. Kalaupun kita memberanikan diri
adalah menyadari bahwa perasaan tidak seharusnya
untuk menghadapi perasaan yang melanda diri kita,
dipendam ataupun disembunyikan. Kita juga patut
umumnya kita menganggapnya enteng, sembari
menyadari bahwa perasaan bukanlah sesuatu yang
mengatakan ya sudahlah.
dapat dikontrol—perasaan berasal dari midbrain yang tidak bisa kita kendalikan. Kuncinya adalah
Lantas, apakah menyembunyikan perasaan adalah jawaban yang tepat? Ternyata, menyembunyikan perasaan malah akan menimbulkan permasalahan baru. Perasaan memiliki energi yang mendorong kita untuk berekspresi. Saat kita
menolak
untuk
mengekspresikan
perasaan
tersebut, energi tersebut akan bertransformasi— dengan strategi otak dan tubuh manusia yang kompleks—dan dapat bermanifestasi secara klinis, seperti gangguan saluran pencernaan, sakit kepala, gangguan jantung, insomnia, penyakit autoimun dan gejala-gejala
psikosomatis
lainnya.
Gejala-gejala
psikologis seperti gangguan kecemasan, depresi, juga dapat timbul sebagai respons penolakan ekspresi perasaan tersebut.
perasaan tersebut (menolak mengekspresikannya— red), semakin kuat reaksi emosional yang pada akan
keluar.
Pada
Terdapat beberapa istilah yang dapat membantu kita mengatur perasaan kita, yaitu: Sumur Apabila kita memilih untuk menumpuk perasaan di dalam sumur, kita akan sakit—perasaan tersebut tidak memiliki jalan keluar untuk diekspresikan. Sama seperti air yang terdiam stagnan akan memburuk, air akan menimbulkan bau busuk. Tsunami Jika kita memilih strategi ini, kita dapat menyakiti perasaan orang lain tanpa kita sengaja. Terkadang, perasaan yang sudah lama terpendam dengan kuat dapat tumpah ruah tiba-tiba dengan melampiaskan
Selain itu, semakin kuat kita menyembunyikan
akhirnya
membiarkan perasaan yang kita rasakan mengalir.
akhirnya,
seluruh
perasaan yang disembunyikan, yang ditolak untuk disuarakan akan menemui penyelesaiannya masingmasing. Selain bermanifestasi sebagai gejala klinis, terkadang perasaan terpendam dapat membuat seseorang ‘meledak’—reaksinya tumpah di waktuwaktu yang terkadang tidak diduga. Hal ini bisa berujung kepada emosi yang salah alamat.
di situasi yang tidak terduga. Kincir Air Kincir air memungkinkan air bergerak—mengalir dengan lancer dalam harmoni. Pergerakannya halus dan tidak ada yang tertampung di beberapa sisi. Perasaan kita harus selayaknya kincir air—senantiasa mengalir, tidak tersendat, tidak disembunyikan. Cara utamanya adalah pilih channeling (media ekspresi—red) yang sesuai dengan perasaan yang sedang dirasakan, ikutlah mengalir bersamanya. Jika harus disampaikan, sampaikanlah kepada orang yang harus mendengarkan. Jika harus bereaksi,
Yuk, jadikan perasaan kita mengalir, jangan dipendam!
berikanlah
reaksi
pada
situasi
tersebut
yang
sepantasnya. Bersikap terbuka dan tangkas juga merupakan kemampuan yang patut dimiliki dalam menghadapi
tekanan
sehari-hari.
Yuk,
jadikan
perasaan kita mengalir, jangan dipendam!
26
2019 - 2020
CIMSA UI Achievements First Period 1. Top 5 Research Supporting Division Team 2. Best Human Resource Development Director (M. Dzaky Darmawan & Putri Saskia H.) 3. Best Program Coordinator (Intan Dyah) 4. TOP 5 Local Public Health Officer (Ananda Maulana F.) 5. Best MCA Team for Marketing (Christopher Christian) 6. TNT IFMSA Certified Trainer (Azzahra D. Sophian & Christopher Christian) 7. Public Health IFMSA Certified Trainer (Kathy Salsabila) 8. CONSENT on Community Development Corner 9. GAP Exchange as SCOPH and SCORE 1st Period Best Activity
Second Period 1. Top 5 Research Supporting Division Team 2. Best Local Exchange Officer for Incoming (Nathaniel Bonardo) 3. Best Local Exchange Officer for Outgoing (Hana Edwar) 4. Top 5 Local Officer on Medical Education (M. Ikrar Hermanadi) 5. TOP 5 Local Public Health Officer (Ananda Maulana F.) 6. Top 3 Local SCOPE 7. Top 5 Local SCORE
CAROTID
2019 - 2020
CIMSA UI OFFICIALS
CIMSA UI UPDATES ON PROJECTS, CAMPAIGN, AND DEVELOPMENT
@CIMSAUI
CIMSA UI
@ryj2006b
@CIMSA_UI
cimsa.ui.ac.id
fb.me/CIMSAUniversitasIndonesia