Skip to main content

E-Booklet Tuberculosis CAPTIVE SCOPH CIMSA UI 2020-2021

Page 1

TUBERCULOSIS

A PROUD PARTNERSHIP WITH


Kata Pengantar

Captive | SCOPH CIMSA UI

CIMSA UI Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) adalah sebuah organisasi mahasiswa kedokteran di Indonesia yang bersifat independen, nasionalis, inklusif, nonprofit, dan nonpartisan. CIMSA berafiliasi dengan organisasi mahasiswa kedokteran di dunia, yaitu IFMSA (International Federation of Medical Students’ Associations) yang beranggotakan lebih dari 100 negara anggota. Sejak pertama didirikan pada tahun 2001, CIMSA telah memiliki 10.000 anggota yang tersebar di 27 universitas di Indonesia. Didasari pada misi CIMSA yaitu “Empowering Medical Students, Improving the Nation’s Health”, CIMSA mendorong mahasiswa kedokteran Indonesia untuk terus berkontribusi bagi masyarakat luas dan mengembangkan dirinya melalui berbagai macam aktivitas. Sebagai salah satu lokal pertama yang berdiri sejak tahun 2001, CIMSA UI telah mengalami banyak kemajuan dalam banyak hal tiap tahunnya, mulai dari anggotanya yang menjadi pengurus CIMSA Nasional, menyelenggarakan berbagai aktivitas bermanfaat setiap tahunnya, dan mengembangkan minat mahasiswa kedokteran serta mendorong anggotanya untuk berkembang di setiap kesempatan yang diberikan oleh CIMSA UI. CIMSA memiliki enam fokus kerja yang dinamakan standing committee, antara lain SCOME (Standing Committee on Medical Education), SCOPH (Standing Committee on Public Health), SCORP (Standing Committee on Human Rights and Peace), SCORA (Standing Committee on Sexual & Reproductive Health and Rights including HIV/ AIDS), SCORE (Standing Committee on Research Exchange), dan SCOPE (Standing Committee on Professional Exchange).

SCOPH Standing Committee on Public Health (SCOPH) adalah salah satu standing committee berbasis kesehatan masyarakat yang dinaungi oleh Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA). SCOPH bergerak untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. SCOPH fokus pada Non-Communicable Diseases, Universal Health Coverage, Social and Environmental Determinants of Health, dan masih banyak lagi. SCOPH melakukan upaya aktif terhadap meningkatkan kesehatan masyarakat melalui jalur edukasi dan promosi kesehatan, campaign, skrining, dan community development.


Captive | SCOPH CIMSA UI

Daftar Isi

Daftar Isi 03 Informasi Umum tentang Tuberkulosis 06 TBC Resisten Obat 07 Pengobatan TBC 09 Program Pemerintah tentang TBC 12 STOP TB Partnership Indonesia


Infomasi Umum tentang Tuberculosis

Captive | SCOPH CIMSA UI

Informasi Umum tentang Tuberkulosis

T

uberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC utamanya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening,dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstraparu.

TBC bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh kutukan atau guna-guna. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja (tua, muda, lakilaki, perempuan, miskin, kaya). Hanya sekitar 10% diantara orang yang terinfeksi akan jatuh sakit, namun, bakteri TBC dapat hidup dalam kondisi non-aktif (laten) seumur hidup dan menjadi aktif saat daya tahan tubuh melemah.

Gejala utama adalah batuk berdahak terus-menerus selama 2-3 minggu atau lebih. Yang dapat disertai gejala-gejala lainnya antara lain:

Sesak napas dan nyeri pada dada

Batuk bercampur darah

Badan lemah dan rasa kurang enak badan

Kurang nafsu makan dan berat badan menurun

Berkeringat pada malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan

3


Captive | SCOPH CIMSA UI

Infomasi Umum tentang Tuberculosis

Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi sakit TBC adalah:

Orang dengan malnutrisi

Perokok

Orang dengan autoimun

Orang dengan adiksi alkohol

Orang dengan Diabetes Mellitus

Balita dan lansia

Orang dengan HIV/AIDS

Orang yang tinggal di area kumuh

Kontak erat pasien TBC

Bakteri TBC dapat menular melalui udara ketika partikel dahak orang dengan TBC paru keluar saat batuk, bersin dan berbicara. Percikan-pericakan dahak tersebut yang mengandung bakteri dan dapat melayang-layang di udara seingga terhirup oleh orang lain. Penderita TB Paru dengan BTA Positif, dapat menularkan kepada 10-15 orang per tahun di sekitarnya.

Sebanyak 5-10% orang yang tertular dapat menjadi sakit TBC. Namun, jika orang yang terinfeksi mempunyai daya tahan tubuh yang baik, ia tidak akan langsung sakit TBC. Karena setelah bakteri TBC terhirup, ia dapat hidup dalam fase tidak aktif karena ‘dikurung’ oleh sistem imunitas tubuh kita sehingga orang yang terinfeksi laten tidak menunjukkan gejala.

Catatan : BTA Positif artinya dari hasil pemeriksaan miskrokopis ditemukan bakteri tahan asam pada sampel dahak orang yang diduga TBC. Semakin banyak jumlah BTA yang ditemukan (+1/+2/+3), semakin besar kemungkinan untuk indvidu tersebut menularkan bakteri TBC kepada orang lain.

4


Pengobatan TBC

Captive | SCOPH CIMSA UI

Pengobatan

TBC

Tuberkulosis dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, lengkap dan teratur. Obat Anti Tuberkulosis (OAT) adalah komponen terpenting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut bakteri TBC. Pengobatan yang adekuat harus memenuhi prinsip:

1 2 3 4

Pengobatan diberikan dalam bentuk paduan OAT yang tepat mengandung minimal 4 macam obat untuk mencegah terjadinya resistensi.

Diberikan dalam dosis yang tepat.

Ditelan secara teratur dan diawasi secara langsung oleh PMO (Pengawas Menelan Obat) sampai selesai pengobatan.

Pengobatan diberikan dalam jangka waktu yang cukup, terbagi dalam dua (2) tahap yaitu tahap awal serta tahap lanjutan, sebagai pengobatan yang adekuat untuk

7


Captive | SCOPH CIMSA UI

Pengobatan TBC

Pengobatan TBC Sensitif Obat dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap awal atau tahap intensif (2-3 bulan; tergantung hasil konversi dahak) dan tahap lanjutan (paling cepat 4 bulan). Selama 6 bulan atau lebih, orang dengan TBC harus minum obat secara lengkap dan teratur sesuai jadwal berobat sampai dinyatakan sembuh. Semasa pengobatan perlu dilakukan tiga kali pemeriksaan dahak ulang untuk mengetahui perkembangan kemajuan pengobatan, yaitu:

1 2 3

Di akhir pengobatan tahap awal

Kapan pasien TBC dinyatakan sembuh?

Sebulan sebelum akhir pengobatan

Di akhir pengobatan

Bilamana pada salah satu pemeriksaan ulang dahak adalah BTA Negatif dan akhir pengobatan juga BTA Negatif.

Jenis dan efek samping obat dapat diakses di PMK Nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

8


Pesan Semangat untuk Pasien TB

Captive | SCOPH CIMSA UI

Pesan Semangat untuk Pasien TB Semangat dan pantang menyerah karena TB bisa diobati tetap bersabar dalam pengobatan

Semangat terus ya.. jangan sampai lupa minum obat teratur, keluarga dan kita selalu ada untukmu

Untuk Kamu, Yang Sedang Berjuang Untuk TB. Semangat Terus. Jangan Lupa Minum Obat dengan Teratur. Aku Yakin Kamu Pasti Bisa

Jangan pernah berputus asa yaa, karena setiap penyakit pasti akan ada obatnya :) semangat, proud of you..

5


Captive | SCOPH CIMSA UI

TBC Resisten Obat

TBC

Resisten Obat

T

uberkulosis resistan obat (TBC RO) adalah resistansi bakteri Mycobacterium tuberculosis (Mtb) yang disebabkan oleh mutasi spontan pada kromosom. Resistansi di antara pasien baru adalah resistansi terhadap OAT pada pasien yang belum pernah mendapatkan pengobatan TB sebelumnya atau sudah mendapatkan OAT kurang dari 1 bulan. Pasien ini terinfeksi dari orang dengan kuman TB

Sementara resistansi di antara pasien yang pernah diobati adalah resistansi yang terjadi pada pasien yang pernah mendapatkan pengobatan TB > 1 bulan, termasuk pasien gagal pengobatan, pasien kambuh atau kembali setelah putus berobat. Pasien ini bisa mendapatkan kuman resistan selama pengobatan, atau mengalami reinfeksi / terinfeksi secara primer dari orang dengan kuman TB.

Faktor utama penyebab terjadinya resistansi kuman terhadap OAT adalah akibat tata laksana pengobatan pasien TB yang tidak adekuat atau tidak sesuai standar. Resistansi OAT dapat disebabkan oleh 3 faktor berikut:

1

Pemberi Jasa

(petugas kesehatan)

yaitu karena: • Diagnosis tidak tepat • Pengobatan tidak menggunakan paduan yang tepat • Dosis, jenis, jumlah obat dan jangka waktu pengobatan tidak adekuat • Penyuluhan kepada pasien yang tidak adekuat

2

Pasien

yaitu karena: • Tidak mematuhi anjuran dokter / petugas kesehatan • Tidak teratur menelan paduan OAT • Menghentikan pengobatan secara sepihak sebelum waktunya • Memiliki gangguan penyerapan obat

6

3

Program Pengendalian TBC

yaitu karena: • Persediaan OAT yang kurang • Rendahnya kualitas OAT yang disediakan


Program Pemerintah tentang TBC

Captive | SCOPH CIMSA UI

Program Pemerintah tentang

TBC

Penanggulangan TBC diselenggarakan melalui kegiatan:

promosi kesehatan;

surveilans TB;

pengendalian faktor risiko;

penemuan dan penanganan;

pemberian kekebalan;

pemberian obat pencegahan

Strategi penanggulangan TBC dalam pencapaian eliminasi nasional TBC meliputi:

A Penguatan kepemimpinan program TB di kabupaten/kota

1) Promosi: Advokasi, Komunikasi dan Mobilisasi Sosial 2) Regulasi dan peningkatan pembiayaan 3) Koordinasi dan sinergi program

B Peningkatan akses layanan TB yang bermutu

1) Peningkatan jejaring layanan TB melalui PPM (public private mix) 2) Penemuan aktif berbasis keluarga dan masyarakat 3) Peningkatan kolaborasi layanan melalui TB-HIV, TB-DM, MTBS, PAL, dan lain sebagainya 4) Inovasi diagnosis TB sesuai dengan alat/saran diagnostik yang baru 5) Kepatuhan dan Kelangsungan Pengobatan pasien atau Case holding 6) Bekerja sama dengan asuransi kesehatan dalam rangka Cakupan Layanan Semesta (health universal coverage). 9


Captive | SCOPH CIMSA UI

Program Pemerintah tentang TBC

C Pengendalian faktor risiko

D

1) Promosi lingkungan dan hidup sehat. 2) Penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi TB 3) Pengobatan pencegahan dan imunisasi TB 4) Memaksimalkan penemuan TB secara dini, mempertahankan cakupan dan keberhasilan pengobatan yang tinggi.

Peningkatan kemitraan TB melalui Forum Koordinasi TB di pusat dan di daerah

E

Peningkatan kemandirian masyarakat dalam penanggulangan TB melalui peningkatan partisipasi pasien, mantan pasien, keluarga dan masyarakat

Pelayanan TB gratis ditanggung oleh BPJS dan obat TBC dibiayai oleh Pemerintah. Seluruh pasien TBC tidak dikenakan iuran biaya apapun di FKTP (untuk penyakit TBC tanpa komplikasi atau tanpa penyerta), sedangkan apabila ada penyerta maka akan dirujuk ke FKRTL tanpa iuran biaya.

penjaringan dahak, pemeriksaan radiologi, tes tuberkulin, pengobatan pasien TBC tanpa atau dengan penyakit penyerta, tatalaksana efek samping obat, pelacakan kasus mangkir, pelacakan kontak erat atau kontak serumah, dan penjaringan Pelayanan TBC ditanggung oleh serta penatalaksanaan terduga TBC BPJS mulai dari penjaringan terduga, RO.

10


Pesan Semangat untuk Pasien TB

Captive | SCOPH CIMSA UI

Pesan Semangat untuk Pasien TB Semangat yaa!!! Tidak ada yang tidak mungkin, semua pasti bisa sembuh, aku yakin kalian semua kuat!!!

Semangat yaaa gada yang namanya penyakit ga bisa sembuh kalo kitanya gamau berjuang. kamu pasti bisaa buktikan ke mereka kalo mereka bisa knpa kita ga bisa?jangan lupa minum obat yang teratur yaa!:)

Hai kamu semangat terus yaa, jangan down atau minder. Kamu pasti bisaaa. Semangattt

Jangan pernah berputus asa yaa, karena setiap penyakit pasti akan ada obatnya :) semangat, proud of you..

11


Captive | SCOPH CIMSA UI

S P

T I

STOP TB Partnership Indonesia

Stop TB Partnership Indonesia

S

top TB Partnership Indonesia (STPI) merupakan mitra dari Stop TB Partnership. Didirikan sejak tahun 2013, STPI adalah wadah kemitraan lintas sektor terdiri dari 158 mitra nasional dan internasional yang mendukung Program Tuberkulosis Nasional (NTP). Sekretariat STPI bekerja di bawah arahan strategis Dewan, yang melibatkan praktisi kesehatan masyarakat, akademisi, dokter, perwakilan masyarakat sipil, organisasi pembangunan internasional, serta perwakilan sektor publik dan swasta.

Artinya, pemangku kepentingan sektor swasta, baik penyedia layanan kesehatan maupun perusahaan, serta masyarakat perlu dilibatkan secara bermakna dalam persiapan, perencanaan, dan pemantauan program TBC di tingkat nasional maupun daerah. Maka dari itu, penting adanya keterlibatan masyarakat termasuk komunitas terdampak TBC untuk mengambil andil pengendalian penyakit dan advokasi demi pelayanan TBC yang berkualitas serta berpusat pada pasien.

Stop TB Partnership Indonesia bekerja dengan landasan bahwa perubahan dalam merespon epidemi TBC membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang harmonis dan berkelanjutan dari 3 pihak: pemerintah, swasta dan masyarakat.

Mari bergabung dan sebarkan kepedulianmu untuk lawan Tuberkulosis bersama STPI. Kunjungi stoptbindonesia.org untuk informasi lebih lanjut.

Bahan Rujukan Lainnya - Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI (2020). Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. - Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis Petunjuk Teknis Pelayanan Tuberkulosis Bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2015 - Stop TB Partnership Indonesia (2021). Informasi TBC. Diakses di https://www. stoptbindonesia.org/informasi-tbc

12


Kuesioner Kepuasan Terima kasih telah membaca e-booklet ini! Semoga dapat membawa manfaat kepada kita semua. Sebagai wujud feedback, kami memohon saudara untuk mengisi link kuesioner kepuasan yang tertera di bawah ini supaya nantinya kami dapat membuat e-booklet dengan lebih baik lagi!

http://bit.ly/KepuasanTBooklet Atau scan aku!


Dalam rangkaian acara CAPTIVE, kami melakukan berbagai kegiatan, salah satunya adalah Webinar-Talk Show All About Tuberculosis. Berikut ini kami lampirkan link rangkuman acara tersebut dengan narasumber yang sangat informatif!

dr. Setiawan Jati Laksono National Professional Office TB WHO Country Office Indonesia

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Langsung Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

http://bit.ly/NotulTalkshowCaptive Atau scan aku!


Berikut adalah link yang dapat digunakan untuk mendownload e-booklet agar dapat disimpan dan diakses kapanpun!

bit.ly/EbookletCaptive Atau scan aku!


Connect With Us @CIMSAUI @ryj2006b www.cimsa.ui.ac.id CIMSA Universitas Indonesia CIMSA Universitas Indonesia @cimsa_ui


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook