VOL.5
IISMA QNA! Halloween OOTM! Sasperian Berbakat and MUCH MORE!
table des matiéres
Kata Sambutan Ketua Himaprodi Ketua Pelaksana Sasperian Berbakat Raissa Equita Lonely Sunset Nouvelle Mercusuar Tepi Danau Lembah Bintang Que Jouer? Disco Elysium Les Ouvres Des Arts Les Arts Litteraires Les Blagues Pères (Dad Jokes) Malam Puncak Bon Courage!! 16 Recap MediaXMikat : OOTM HALLOWEEN Quoi écouter ? Boygenius QNA IISMA With Kak Dian Que regarder ? Julia Ducournau and Her Weird Body Horror Films Palestine Through Films Rêveries Merchandise
Sambutan Ketua CÉF Haikal Arman Santoso Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, shalom, om swastyastu, namo budaya, salam kebaijkan dan salam sejahtera bagi kita semua. Art de l'Esprit Vol. 5 merupakan emagazine dari CÉF Departemen Media yang bertemakan Autumn & Halloween. Dengan adanya emagazine ini, kami berharap dari mahasiswa/i Bahasa dan Sastra Prancis dapat lebih aktif dan partisipatif dalam melibatkan diri pada program kerja CÉF yang dapat mewadahi kreatifitas mahasiswa/i kita. Pada dasarnya, program ini juga esensinya adalah untuk mahasiswa/i Bahasa dan Sastra Prancis dan kami berharap ini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi lebih untuk kita semua. Terima kasih, kurang lebihnya mohon maaf, wassalamualaikum wr wb.
Pelaksana a u et K n ta u b m a S ta a K sini, di u Ak a! ny ua m se a er ht ja se m la Sa "Salut! ana Art de ks la Pe ua et K i ga ba se a, az Ay a ik el M ingin L'esprit Volume 5. Sebelumnya, aku yang ucapkan terima kasih kepada semua kseskan sudah ikut serta membantu menyu ak majalah ini. Walaupun awalnya bany sekali hambatan yang terjadi, aku senang Art de program ini bisa selesai. Aku harap pungan L'esprit bisa menjadi wadah penam dan Sastra ekspresi kreatif mahasiswa Bahasa ak Prancis dan bisa menginspirasi bany nnya, pa de ke k tu un a og m Se . na sa di a mahasisw publikasi di ak ny ba h bi le sa bi it pr es L' de t Ar -tunggu dan menjadi bacaan yang ditunggu ancis. Pr ra st Sa n da sa ha Ba a isw as ah m oleh Au revoir!"
a
uit eq
sa is @
ra
Sasperian Berbakat :
Sebulan yang lalu, Raissa tampil di acara The Legends 8 - Replay, Symphonic Tales from Ghibli yang diselenggarakan Trust Orchestra. Sebuah acara penampilan orkestra yang bertemakan lagu dari film-film Studio Ghibli. Berawal dari audisi online di instagram yang diselanggarakan oleh @trustorchestra sampai panggung besar di Ciputra Artpreneur. Raissa lolos audisi menjadi 3 pemenang pilihan dari puluhan kontestan. Akhirnya pada tanggal 9 dan 10 September dia menampilkan satu lagu yaitu Itsumo Nando Demo (dari Spirited Away). “Pengalaman yang bener-bener worth it bisa ngerasain tampil bareng orchestra di depan banyak audiens, ketemu sama orang orang baru yang punya passion sama, dan pastinya berterima kasih banyak ke Trust Orchestra karena diberi kesempatan untuk experience baru” ujar raissa (25/10/23)
Tampil Di Orkestra!
Mercusuar Tepi Danau Lembah Bintang Oleh Meta Oktivia Irianti
Seluruh orang di Negara Rengu mengetahui sajak lagu Teratai dan Marigold. Di dalam sajak itu menyebut bangunan mercusuar yang berada di Lembah Bintang, itu merupakan bagian dari kisah cinta terlarang antara Calon Istri Presiden dengan sang guru. Terasa aneh awalnya ketika menyebutkan bangunan yang seharusnya berada di tepi laut itu malah berada di Lembah, tepatnya di tepi Danau Lembah Bintang. Aku kemari karena merasa terobsesi dengan tempat ini, sedari kecil terus
memimpikan
untuk
pergi
ke
tempat
ini.
Saat
datang,
terasa
sekali
perasaan yang sulit untuk dijelaskan. Tetapi, rasanya seperti pulang ke rumah. Bangunan yang telah berumur 100 tahun itu terawat dengan baik. Namun, tidak dengan bangunan Kediaman Lembah Bintang dan juga Gedung Teater yang sebelumnya merupakan milik dari grup Teater Emas Versailles. Bangunannya telah hancur akibat gempa 25 tahun yang lalu dan sekarang hanya tersisa puing-puing saja. Konon, Mercusuar setinggi 80 meter itu dibangun oleh Tuan Sadewa Ulrich untuk Nona Hua Lian Er sebagai hadiah ulang tahun sang murid. Hua Lian Er atau lebih akrab dipanggil Lianhua itu merupakan murid spesial yang oleh pemilik Teater Emas Versailles diterima untuk belajar perihal seni teater Barat. Dia adalah gadis terhormat dari keluarga terkenal di Negeri Tirai Bambu, garis keluarga yang begitu besar dan nama keluarga yang hebat membuat ia hidup berkecukupan. Bahkan, sudah dijodohkan dengan Presiden Yisha pada waktu itu. Lianhua terlahir untuk menjadi pendamping penguasa karena latar belakangnya. Lianhua belajar seni teater Barat dengan Sadewa sebagai gurunya. Gadis muda itu jatuh cinta untuk pertama kalinya pada Sadewa Ulrich, pria yang merupakan pemilik sekaligus guru untuk para pemain di Teater Emas Versailles. Dia adalah pria yang tampan, rendah hati, peduli pada rakyat kecil, dan juga gagah menurut catatan peninggalan Nona Hua. Jika, diceritakan. Perjalanan Sadewa juga tidak mudah. Dia adalah orang asli Rengu
yang
harus
berganti
kewarganegaraan
menjadi
orang
Perancis
karena
situasi politik pada waktu itu yang tak menentu ketika dia masih kecil. Ayahnya, Pamupraja sang presiden negara Rengu, ibu serta keempat saudaranya harus tewas mengenaskan dengan cara diracun. Keluarga Sadewa tewas karena menolak menjadi boneka dari pemimpin suatu partai di kala itu. Beruntung, Tuan Presiden Pamupraja memiliki sahabat dari Prancis, Profesor James Ulrich yang akhirnya membawa Sadewa kecil dan mengangkatnya menjadi seorang anak. Ketika
dia
dewasa
dia
mendirikan
Teater
Emas
Versailles
sebagai
kedok.
Aslinya, Teater Emas Versailles adalah untuk memberitahukan kepada rakyat apa yang
sedang
terjadi
di
pemerintahan,
terkadang
teater
ini
menyindir
para
pejabat yang tamak. Bagi rakyat waktu itu, grup ini adalah penolong mereka. Namun, bagi para pejabat yang licik dan tamak, grup ini adalah benalu yang harus segera dimusnahkan.
Presiden
Yisha
yang
baru
pemimpin
partai
untuk
tersebut
berusaha
menyimpan
dendam
menjabat
memberantas
merubah besar
ditekan
oleh
grup
dengan
ideologi
pada
ini
negara
Sadewa
para
Rengu.
karena
ia
pejabat
menuduh
Presiden
ingin
licik
bahwa juga
Lianhua
serta
kelompok
waktu
itu
sepenuhnya.
Dikatakan pada waktu itu, Presiden Yisha sudah menjadi tamak dan sombong. Dia bahkan nekat membunuh Presiden Navier demi posisi kursi presiden. Kelompok Teater tertuduh, para murid dibantai di hadapan Lianhua. Tersisa hanya Sadewa seorang.
Pria
itu
disiksa
oleh
para
suruhan
Presiden
Yisha,
bahkan
sang
presiden sendiri yang akhirnya membunuh Sadewa. Akibat pembantaian itu, Nona Lianhua mengalami serangan mental. Dia mendadak menjadi orang bisu, setiap hari hanya berada di atas kasur dengan air mata yang selalu basah dan bahkan hampir memerah. Dalam masa-masa sedih itu, Presiden Yisha memaksanya untuk melakukan pernikahan. Pada hari pernikahan, Nona Lianhua menghilang. Menurut kesaksian Fu Yi, sang pelayan pribadinya. Nona Lianhua pergi ke mercusuar dengan menggunakan pakaian pernikahan dari negaranya yang berwarna merah. Angin Lembah bertiup dengan sejuk, langit biru cerah dengan awan putih seperti permen kapas. Di hari seperti inilah Nona Lianhua tersenyum, memandang langit dan kemudian terjun bebas ke bawah. Ada yang bilang tubuhnya jatuh tepat di tanah, ada yang bilang kalau tubuhnya jatuh ke danau dan tak pernah ditemukan. Setiap orang memiliki versi akhir cerita yang berbeda. Tetapi, yang pasti bagiku adalah kini aku melihat seseorang di atas mercusuar yang menggunakan Hanfu dari Tiongkok berwarna merah. Gadis itu tersenyum pada ku seperti orang yang bahagia. Sebuah suara masuk di telinga ku bersamaan dengan angin. “Seumur hidup ini, saya hanya menginginkan kamu. Jika saya tidak dengan anda, kemudian dengan siapa saya harus menghabiskan sisa hidup? Saya tidak hidup sampai langit runtuh, yang mengerti saya hanyalah anda,” “Sadewa, saya tidak pernah takut apa pun. Saya hanya takut tidak menemukan anda di kehidupan selanjutnya. Jika, kamu mengenali saya terlebih dahulu. Ikat saya dengan benang merah takdir agar kita tidak perlu berpisah lagi. Saya berjanji
akan
menolak
sup
dari
Nyonya
Tua
Meng
agar
saya
masih
bisa
mengingatmu di kehidupan selanjutnya. Beliau pasti mengerti dan membiarkan saya melewati Jembatan Naihe dengan mudah. Ketika kehidupan selanjutnya tiba, saya akan menemukan kamu sekali lagi.” “Sadewa, saya datang untuk menemanimu.” Gadis itu melompat ke bawah setelah berkata seperti itu, aku terpaku dengan pemandangan tersebut, hatiku menjadi sedih dan juga marah di satu sisi. Ketika hendak maju untuk menolong ternyata tiada orang jatuh, tiada perempuan dengan pakaian merah yang berkibar karena angin. Namun, aku mengerti dengan hal-hal tadi. Sepertinya ada kisah yang belum usai dan lebih panjang yang harus diceritakan kembali.
PENGARUH PRANCIS DALAM : E M A G O E VID Disco Elysium adalah permainan RPG yang menceritakan tentang seorang detektif yang terbangun dengan amnesia setelah mabukmabukan berat selama tiga hari nonstop. Setelah terbangun, ia berkenalan lagi dengan dunia yang tidak lagi ia pahami. Semua itu sambil mencoba memecahkan kasus pembunuhan seorang pria yang digantung dan menghadapi masa lalunya sendiri yang telah ia lupakan.
Video game yang berlatar dalam dunia fiksi ini memusatkan fokusnya pada sebuah kota bernama Revachol yang makmur namun kemudian hancur di tangan perang saudara. Akan tetapi, latar utama Disco Elysium terletak di salah satu distrik kecil Revachol yang bernama Martinaise. Distrik pesisir tersebut merupakan salah satu wilayah yang paling terkena dampak perang saudara Revachol, hal ini terlihat dari banyaknya lubang bekas peluru di seluruh distrik dan banyaknya bangunan hancur yang ditinggal untuk membusuk.
Salah satu pengaruh Prancis yang menonjol pada permainan ini adalah filosofi eksistensialismenya, sesuatu yang kerap dikaitkan dengan filsuf Prancis seperti Jean-Paul Sartre dan Albert Camus. Permainan ini mengangkat tema-tema eksistensial, seperti makna hidup, identitas diri dan ketidakjelasan eksistensi, yang merupakan konsep-konsep sentral dalam eksistensialisme. Selain filosofi, pengaruh Prancis pada permainan ini juga dapat ditemukan dalam sejarahnya. Perang saudara di Revachol sendiri terinspirasi dari beberapa poin penting salah satu peristiwa nyata Prancis, yaitu kejadian Komune Paris pada tahun 1871.
Di permainan ini kalian—bersama dengan karakter utama—akan diajak untuk mengenali dan menjelajahi dunia fiksi Elysium secara terperinci. Dengan worldbuilding yang menarik dan dialog yang cerdik, game ini sudah sering diakui dalam berbagai pencapaiannya pada acara-acara penghargaan terkemuka seperti BAFTA dan The Game Awards.
Oleh Nisrina Avni
L
es Arts itteraires
Bangkitnya "sang" Muhammad Fauzy Armadani Dikala semuanya sunyi di himpit kegelisahan Para jati dalam diri tumbang oleh kekuasaan Diinjak di maki tanpa kemanusiaan Di surga tanah air kemuliaan Pemandangan terbakar oleh senapan Para insan melawan tanpa keraguan Dihiasi hiruk pikuk tembakan Sebatang bambu tak menghancurkan keberanian Satu persatu tertanam berbuah pahlawan Pejuang tetap bersaut-sautan Meneriakan semangat kebebasan Tanpa gugur walau bertaruh dengan kebinasaan
Fish in the sea. Nadhifa Luqyana You're a deep-diver go straight find your excitement without any research even any equipment You're a free spirit Your light shines where the wind blows While I was embraced by the water, dancing with the waves closing my eyes waiting for the wind to kiss my cheek suave
Semangat berkobar membakar keserakahan Memporak-porandakan pikiran lawan Menghancurkan mental penjajahan Mengembalikan rasa kemanusiaan Semua kembali tegak dalam kebahagiaan Bangkit raganya juga jiwanya Setelah didesak oleh ketidak-adil-an Yang menjatuhkan harga kemanusiaan Disini semuanya berbahagia Merasakan damainya kebangkitan
I stand still and you're in the distance so far away
Tentramnya keadilan Dengan skala nasional.
in just seconds I stand still Opening my mouth to deliver some words but your ears are miles away Your face glowed by the smile you made but it gets darker and darker all around me I stand still You didn't leave me But you dive deeper shine brighter I stop and it gets darker
Kebun Mawar Muhammad Fauzy Armadany Sekian lama berteman dengan ketandusan Hingga diri hampir selalu fatamorgana Kesunyian merambat mengubah keadaan Hinggap disela sela kehidupan Hingga datang sebuah tetesan Meresap penuh hingga akar terdalam Menumbuhkan benih benih kehidupan Kehidupan akan perasaan Inilah awal tumbuhnya perkebunan Disirami oleh derasnya kerinduan Di panen dengan jutaan tatapan Dan dipetik oleh rasa kasmaran denganmu kesuburanku terjaga setiap cahaya melancarkan aliran stomata berlari hingga tangkai penuh duri menjaga dan mengamati dari hati mampukah dirimu tak pergi? disini bersama menyirami hingga taputti datang menghampiri kerana harum yang kita beri
Blagues Les Pères alau Sotong k 2 jadi? dibelah
SOTONGah
a yang p a e u k Kue aaf? minta m
Muffin
beehive a ll a c u o y o d t Wha without an exit? Un bee liveable
What did the
blanket s ay when it fell off the bed? Oh sh eet!
Sate sa te apa yang c apek? Sate fyuhh
ck. o n k k c o Kn Who’s there? Hatch. Hatch who? Bless u.
By Ken Agra
Pictures by Ahmad Habil and Zaki Prasetia
Anika 2022 “Graveyard Shift”
Muhammad Zidhan 2022 -
Muhammad Zidhan 2022 “Belom Kepikiran”
Jourdain Raissa Equita Monsieur Jourdain spent his wealth On fundamentals that he knew All to be a part of the borjuis What's so different from us When we also go to extremes All to be a part of something Why question Monsieur Jourdain When our vision is too blinded To see the resemblance Between him and ourselves We are him
L
es Arts itteraires
Merangkul Lupa Nadhifa Luqyana Kita adalah yang lupa atau yang tidak lupa. Tidak lupa atas segala kenangan dan melupakan bahwa kita bisa mengubah masa depan. Terus hanyut dalam waktu-waktu berputus asa, pun tetap mengalir dan kini kita bisa meraihnya. Kaki terikat dengan segala penyesalan terseok-seok berjalan menuju harapan. Terpenjara oleh segala ketakutan kekhawatiran yang terus menatap tajam Berdetak dengan setiap nafas keberanian dari percikan yang terdalam. Terus bimbang dalam ketidakpastian ketika semakin dan semakin dekat dengan kematian. Kita adalah yang lupa atau yang tidak lupa. Jangan dilupa. Rangkul semuanya. Kita adalah kita, Berjalanlah bercahaya.
n Q A
! n a i d k a k With
Anika 2022 “3 AM”
Jasmine Djamal 2022 “Julien In Orange”
Kurnia Rahmadhani 2022 “Halloween Spirit”
Julia Ducournau and her Weird Body Horror Films Written by Melika Ayaza
RAW
2016 Directed by Julia Ducournau
"Raw" or "Grave" is Julia Ducournau's debut film. It’s a film about a weird experience of a girl named Justine, who just realized she likes to eat raw flesh. In "Raw" (2016), she tells how Justine explores her real identity by eating her first meat, a rabbit’s kidney. After that, Justine realizes her sister, who is her senior, also has eaten meat ever since she got out of home. Then, from here, we get to know why.
TITANE
2021 Directed by Julia Ducournau
Do you really love cars? Well, you haven’t met Alexia. This film tells the story of Alexia, a girl whose head has a titanium plate fitted in it after an accident. On the other side of France, there’s a firefighter named Vincent who’s searching for his lost beloved son, who hasn't been found for 10 years. We can see how Alexia took advantage of this case for her disadvantages and explored forms of love in ways you wouldn’t think about.
1. 5 Broken Cameras
PALESTINE: THROUGH FILMS Mengikuti petani Palestina yang tinggal di desa kecil di Tepi Barat, “5 Broken Cameras” memperlihatkan kehidupan dari lima kamera rusak akibat situasi dengan pasukan Israel. Petani itu merekam perjuangannya dalam menghadapi kehidupan sehari-hari yang penuh ketegangan dan kekerasan. "5 Broken Cameras" adalah kisah tentang perjuangan petani ini dan dampak kolonialisasi Israel pada komunitasnya. Film ini menggambarkan keinginan sang petani untuk hidup dalam kedamaian dan menceritakan konflik melalui lensa kamera yang terus menerus rusak. 5 Broken Cameras (2011)
2. Little Palestine; Diary of a Siege “Killing the Flowers will not delay the Spring” Film garapan Abdallah Al-Khatib ini memperlihatkan kehidupan di kamp pengungsi Palestina terbesar di Yarmouk, Damaskus, Suriah dan penduduknya yang terkepung, menggambarkan kehidupan seharihari, ketahanan, dan semangat manusia di tengah pengepungan. Film ini fokus pada bagaimana mereka mempertahankan budaya dan identitas mereka serta menjaga harapan meskipun dikeadaan sulit.
3. Born in Gaza
Little Palestine; Diary of a Siege (2021)
ilm "Born in Gaza" mengambil kita ke dalam kehidupan sehari-hari anak-anak Palestina yang tinggal di Jalur Gaza, sebuah wilayah yang sering mengalami konflik dan ketegangan. Dengan pendekatan yang intim dan penuh empati, film ini menggambarkan realitas mereka yang penuh dengan rasa ketidakpastian, keberanian, dan ketahanan.
Born in Gaza 2014
DItulis Oleh Muh Nur Hudaibi
Melalui sudut pandang anak-anak ini, kita melihat bagaimana mereka berusaha untuk menjalani kehidupan mereka di tengah situasi yang sulit. Film ini menggambarkan hubungan kuat antara anak-anak dan keluarga mereka, juga bagaimana mereka berjuang untuk mempertahankan harapan dan impian mereka di tengah penghapusan etnis yang terus berlanjut. "Born in Gaza" adalah sebuah pengamatan yang mengungkapkan kedalaman perasaan dan kisah-kisah yang mungkin jarang terdengar di luar wilayah Gaza. Ini adalah gambaran yang mengharukan tentang ketahanan manusia dan kekuatan anak-anak yang terus berjuang meskipun dihadapkan pada tantangan besar.
rêveries 20K
20K
B o to l M in u m Botol Minum #1
Sticker #1
3K
Mug
20K S tic k e r # 2
12K
N o te s
#2
3K
@reveries.cef
Crédits de conception : Kurnia Rahmadhani Jasmine Noor Djamal Raissa Equita Muh Nur Hudaibi FRANCA
IS
XX
DES ETUDI
M
AN
EN
M
TS
C
IN
LE
II I - KAB
ET
NA
POLEON
CE
R