Skip to main content

MEDIVET XVIII 2021 - Menilik Akuatik

Page 1

Editor’s Letter

Sebelumnya, kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas izin-Nya sehingga Medivet 2021 berhasil kami cetak dan persembahkan kepada para pembaca tercinta. Tahun ini, Medivet membawakan tema “Aquatic Animal Welfare” yang membahas seputar kesejahteraan hewan laut. Topik ini masih jarang dibahas karena umumnya pembicaraan kesejahteraan hewan berfokus pada hewan darat, khususnya hewan peliharaan. Maka dari itu, kami berharap bisa memantik keingintahuan pembaca dengan menghadirkan wawasan baru dari dunia hewan laut. Tentunya, kami ingin berterima kasih kepada para pembaca setia yang menjadi motivasi utama kami dalam pembuatan medivet, sekaligus minta maaf atas segala kekurangan yang masih ada. Semoga ke depannya, Medivet dapat terus membawakan artikel dan info veteriner menarik sebagai bacaan yang menghibur serta menambah ilmu untuk para pembaca. Sebagai penutup, kami mengucapkan terima kasih kepada penulis, kontributor, dan narasumber atas segala kerja keras dan kerja samanya selama pembuatan dan penyusunan artikel berlangsung.

REDAKSI Pelindung Prof. Drh. Teguh Budipitojo, MP., Ph.D. Penasihat drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. Pembina drh. Agus Purnomo, M. Sc. Ketua BPPM FKH UGM Annisa Putri Utami Pimpinan Umum Dianita Ermilasari Pimpinan Redaksi Ratna Elysia Ikhani Pimpinan Usaha Theodorik Dwi Kantjono Sekretaris Putri Sarah Adrianto Bernadeta Harly Hapsari Bendahara Nurfaaiza Nakhwa Aaqila Daffa Zuhdi Sartonie Editor Dianita Ermilasari Siwi Meylina Rahmi Anindita Noviana Purwandari Ratna Elysia Ikhani Wanda Aliya Dewanthi Reporter Angelica Meita Aurelia Nurul Fitriani Nur Amira Syahirah

Katarina Anggite Krisanti Bernadeta Harly Hapsari Raisya Yuniar Irmanda Stifani Khamidah Daffa Zuhdi Sartonie Stella Ariestha Tyas Angela Putri Sarah Adrianto Nurfaaiza Nakhwa Aaqila Ratna Elysia Ikhani Theodorik Dwi Kantjono Anindita Noviana Purwandari Layouter Siwi Meylina Rahmi Ratna Elysia Ikhani Anindita Noviana Purwandari Ilustrasi dan Desain Angelica Meita Aurelia Nurul Fitriani Advertising Annisa Putri Utami Stella Ariestha Tyas Angela Stifani Khamidah Nur Amira Syahirah Pracetak Theodorik Dwi Kantjono Sirkulasi-arsip Theodorik Dwi Kantjono Zyahwa Aan Rizqi Rahmadani


Medivet

Sejahterakah Peragaan Lumba-Lumba Dalam Konservasi ? Sumber gambar: Pixabay.com

4

Hippofocus


Medivet Lumba-lumba merupakan hewan mamalia laut yang sering disalahartikan sebagai ikan. Perlu diketahui bahwa lumba-lumba bernapas dengan paru-paru sehingga perlu sesekali naik ke permukaan untuk menghirup udara. Menurut Perrin, Würsig, dan Thewissen (2008) dalam bukunya Encyclopedia of Marine Mammals menjelaskan bahwa lumba-lumba masuk dalam Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Subphylum Vertebrata, Kelas Mamalia, Ordo Cetacea, Subordo Odontoceti, Family Delphinidae, Subfamily Delphinidae, Genus Tursiops, dan Species Tursiops aduncus. Terdapat beberapa spesies lumba-lumba yang ada di perairan Indonesia, yaitu lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus), Delphinus delphis, Pseudorca crassidens, Stenella longirostris, dan Tursiops truncatus. Namun, spesies lumba-lumba yang sering ditemukan adalah Tursiops truncatus dan Tursiops aduncus. Menurut Gauckler (1982), hewan yang hidup secara berkelompok ini termasuk mamalia laut yang memiliki kecerdasan yang cukup tinggi. Sifatnya yang penurut, penyabar, cepat, dan jinak membuat hewan tersebut mudah dilatih karena sifat dan kecerdasannya, lumba-lumba banyak dilatih dan dipergunakan sebagai hewan atraksi atau peragaan. Lumba-lumba banyak dimasukkan dalam lembaga konservasi sebagai upaya pelestarian satwa, pendidikan, dan rekreasi. Konservasi dalam hal ini merupakan upaya pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan pengawetan dan pelestarian. Sesuai dengan pasal 1 UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, konservasi sumber daya alam hayati merupakan pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Sederhananya, konservasi memiliki peran penting dalam memelihara keanekaragaman yang ada.

merupakan salah satu dokter lumba-lumba di Wersut Seguni Indonesia menuturkan jenis lumba-lumba yang dikonservasikan merupakan spesies Tursiops aduncus. Perlu diketahui bahwa lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) merupakan salah satu bagian dari Ordo Cetacea dengan Famili Delphinidae. Lumba-lumba ini memiliki genus yang sama dengan lumba-lumba hidung botol Tursiops truncatus. Kedua spesies lumba-lumba ini sering ditemukan di perairan utara Jawa. Banyak masyarakat menyalahartikan lumba-lumba konservasi berasal lumba-lumba hasil tangkapan liar. drh. Vian mengungkapkan bahwa lumba-lumba yang berada di konservasi Wersut Seguni murni dari hasil rescue. Beliau mengungkapkan bahwa lumba-lumba tersebut berasal dari lumba-lumba yang terdampar dan tidak sengaja ikut terjaring nelayan. Dengan melihat adanya kejadian-kejadian tersebut, pihak dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turut mengedukasi nelayan dan masyarakat sekitar untuk melaporkan lumba-lumba terdampar maupun yang tidak sengaja terjaring nelayan ke BKSDA dan lembaga konservasi sekitar. Banyak kejadian lumba-lumba sering ditemukan terdampar di pantai. Beberapa lumba-lumba terdampar tersebut ditemukan mati, ada beberapa yang masih hidup tetapi tidak bisa kembali ke habitat. Lumba-lumba tersebut perlu diperiksa apakah dalam keadaan sehat atau sakit. Jika lumba-lumba sehat maka lumba-lumba perlu untuk dilepasliarkan kembali. Lumba-lumba terdampar yang tidak dapat kembali ke habitat aslinya di laut kemudian dirawat dan ditampung di balai konservasi untuk selanjutnya dilakukan captivity hasil rescue. drh. Vian juga menegaskan bahwa lembaga konservasi lumba-lumba penting untuk didirikan di Indonesia karena berbagai macam alasan, salah satunya karena hal tersebut merupakan amanah dari undang-undang.

“Pertama, amanah undang-undang menjaga keanekaragaman hayati, banyak lumba-lumba Salah satu lembaga konservasi yang menaungi melintas di perairan Indonesia. Konservasi yang lumba-lumba adalah Wersut Seguni Indonesia dapat dilakukan dapat secara in situ maupun ex situ,” (WSI). Lembaga konservasi ini terletak di Kabupaten tegasnya. Kendal, Provinsi Jawa Tengah. drh. Vian, yang

Hippofocus

5


Medivet Selain itu, drh. Vian juga mengatakan alasan lembaga konservasi ini penting didirikan, yaitu karena konservasi lumba-lumba di Indonesia banyak yang terancam punah. “Kedua, penting karena konservasi lumba-lumba banyak hampir terancam punah, seperti pesut mirip lumba-lumba, hampir punah,” terangnya. Terakhir, drh. Vian juga mengatakan alasan lembaga konservasi perlu didirikan, yaitu untuk kepentingan pendidikan dan penelitian. “Ketiga, karena untuk kepentingan pendidikan dan penelitian untuk peneliti, dokter hewan, dan konservasionis yang berada di Indonesia. Jika tidak ada materi tentang konservasionis penelitian tentang hewan-hewan, maka hewan tersebut tidak berkembang,” pungkasnya.

memiliki kondisi kesejahteraan yang baik jika hewan tersebut sehat, nyaman, terpelihara, aman, dan mampu mengekspresikan perilaku alaminya serta tidak merasa menderita akibat rasa sakit, rasa takut, tertekan, dan kesulitan lainnya. Menurut OIE, kesejahteraan hewan yang baik membutuhkan pencegahan penyakit dan perawatan veteriner secara tepat. Menurut UU No. 18 tahun 2009 kesejahteraan hewan merupakan segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia.

Seringkali kita mendengar bahwa peragaan hewan kerap menjadi perhatian karena mengancam kesejahteraan hewan. Media banyak memberitakan bahwa banyak lembaga konservasi lumba-lumba yang mengeksploitasi hewan melalui peragaan maupun Semua sarana dan prasarana yang disediakan dalam atraksi yang dipertontonkan. Hal-hal seperti peragaan konservasi lumba-lumba akan disesuaikan dengan lumba-lumba seringkali banyak dikecam oleh kesejahteraan hewan. Hewan dapat dikatakan masyarakat luas karena mengancam kesejahteraan

Lumba-Lumba Truncus aduncus Wersut Seguni Indonesia (Media Indonesia, 2020)

6

Hippofocus


Medivet lumba-lumba. Namun, hal-hal seperti ini tidak boleh digeneralisasi oleh masyarakat awam hanya karena melihat dari media yang hanya mengambil beberapa hal superfisialnya saja. Kita perlu tahu fakta lapangan yang ada untuk dapat menilai dan berpendapat. Beberapa hal tersebut terjadi karena manajemen pemeliharaan yang buruk sehingga menyebabkan lumba-lumba tersiksa. drh. Vian mengungkapkan bahwa WSI memperhatikan segala bentuk sarana prasarana pemeliharaan seperti kualitas air, pakan, bentuk kolam, lingkungan bahkan turut memperhatikan perkembangbiakan lumbalumba. BKSDA setempat turut memperhatikan kesehatan lumba-lumba WSI dengan melakukan pemeriksaan rutin yang dijalankan setiap 3 bulan sekali. Adapun drh. Vian sebagai dokter hewan WSI turut memberikan report bulanan terkait kesehatan lumba-lumba disana kepada BKSDA setempat. drh. Vian menjelaskan bahwa kesejahteraan bagi hewan itu sendiri yaitu hewan tidak stres dan bertingkah laku secara alamiah seperti di alamnya. Oleh karenanya, lumba-lumba di sana merasa sejahtera dengan bermain, terbebas dari rasa sakit, serta dapat kawin dan beranak-pinak. Pada dasarnya peragaan lumba-lumba yang diselenggarakan, mereka hanya bertingkah secara alamiah seperti melompat dan juga beaching yang dilakukan tanpa ada paksaan. Sebenarnya konservasi dapat dilakukan tanpa adanya peragaan, tetapi lumba-lumba akan lebih senang dan tidak stres jika dilatih dan diajak bermain. Hewanhewan di sana terawat dan dijaga dengan baik serta penuh tanggung jawab.

konservasi tidak selalu mengeksploitasi hewan maupun menyalahi kesejahteraan hewan. Banyak media telah memberitakan hal-hal yang dapat menggiring opini yang belum terbukti kebenarannya. Sebagai pembaca yang bijak, sepatutnya kita perlu mengkonfirmasi keaslian berita yang ada dengan fakta sesungguhnya yang ada di lapangan. (Dianita, Anin) Referensi: Gauckler A. 1982. Dolphins. Di dalam: Klos HG, Lang EM, editor. Handbook of Zoo Medicine. Diseases and Treatment of Wild Animals in Zoos, Game Parks Circuses and Private Collections. New York (US): Van Nostrand Reinhold Company. Media Indonesia. 2020. Sri Kurnia, Koleksi Baru Lumba-Lumba Taman Satwa Pantai Cahaya (mediaindonesia.com). Perrin W, Würsig B, Thewissen J. 2008. Encyclopedia of Marine Mammals. San Diego (CA): Academic Press. Republik Indonesia. 1990. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Jakarta: Sekretariat negara. Republik Indonesia. 2009. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesejahteraan Hewan. Jakarta: Sekretariat negara.

Mengenai pertunjukan lumba-lumba dengan manusia atau istilah “swim with the dolphin” yang sempat ramai diperbincangkan, drh. Vian menanggapi hal tersebut sebenarnya tidak ada masalah. Lumba-lumba sendiri memiliki bobot rata-rata sekitar 100-150 kg sehingga dapat menarik manusia yang berbobot ratarata sekitar 40-80 kg tanpa merasa keberatan dan terbebani. Hal tersebut dapat terjadi karena lumbalumba sejatinya di laut dapat menolong manusia dengan menariknya menggunakan sirip depan. Perlu diketahui bahwa peragaan lumba-lumba dalam

Hippofocus

7


Medivet

Bolehkah Melakukan Pemancingan Metode CATCH-AND-RETURN? oleh Jacyntha Orinetha Apakah teman-teman pernah mendengar istilah catch-and-return (CR)? Istilah ini cukup populer digunakan dalam dunia pemancingan ikan, yaitu kegiatan menangkap ikan sebagai bagian dari rekreasi, karena kemudian ikan dilepaskan kembali. Sepintas terdengar sebagai sesuatu yang baik, karena dengan melepaskan ikan kembali ke habitatnya, artinya kita turut mendukung kegiatan konservasi ikan dan keseimbangan ekosistem[1,2,3,4]. Akan tetapi, bagaimana dengan resiko lain yang ditimbulkannya?

disebabkan karena setelah ditangkap, ikan akan berada di atas air dalam waktu yang cukup lama, karena biasa pemancing akan berusaha mengendalikan ikan terlebih dahulu, melepaskan kait, sesekali berfoto, baru melepaskannya kembali. Terlalu lama berada di atas air ternyata dapat meningkatkan respon stress, yang dapat mempengaruhi berbagai respon fisiologis termasuk perubahan metabolisme dalam tubuh ikan. Hal ini tak jarang kemudian menyebabkan risiko kematian[1,3,4]. 2. Luka dan penyakit Prinsip kesejahteraan hewan yang lain adalah bebas dari luka, serta bebas dari rasa sakit dan penyakit[9]. Akan tetapi, pelaksanaan CR ini nyatanya dapat menyebabkan luka fisik pada ikan. Penggunaan kait atau hook yang tidak tepat (misalnya hook berbentuk “J” atau umpan hidup) dapat menyebabkan kerusakan jaringan ketika tersangkut pada bagian tubuh ikan yang kritis (misal: insang) sehingga berisiko mengalami infeksi. Bahkan, tak jarang hook justru tertelan oleh ikan sehingga menimbulkan masalah pada daerah faring dan esofagus[2,3,4].

Pemancingan dengan metode catch-and-return tanpa aturan ketat dan monitoring yang baik ternyata membawa sejumlah dampak negatif untuk ikan itu sendiri, terutama dari sisi kesehatan dan 3. Mengekspresikan perilaku alamiah Prinsip kesejahteraan hewan lainnya adalah bebas kesejahteraannya. mengekspresikan perilaku alamiah[5]. Sayangnya, ikan hasil CR cenderung mengalami kelelahan, 1. Stres Salah satu prinsip kesejahteraan hewan adalah bebas gangguan perilaku, serta penurunan refleks[3], dan dari rasa takut dan stress[5]. Metode CR ini nyatanya bahkan meningkatkan resiko dimangsa oleh predator rawan menyebabkan stress pada ikan. Hal ini pasca dilepaskan,[2]

Sumber gambar : Unsplash.com

8

Classic


Medivet

Sumber gambar : Unsplash.com Adapun terdapat pula beberapa faktor pendukung yang dapat mempengaruhi dampak di atas, antara lain perilaku dari pemancing (misalnya waktu yang dibutuhkan untuk mengendalikan ikan), morfologi dari ikan (bentuk mulut dan gigi)[3], sifat dari ikan itu sendiri (usia ikan, jenis kelamin, ukuran ikan, kekuatan individu atau spesies), komponen abiotik (temperatur, oksigen), maupun hook yang digunakan (lokasi hook menyebabkan luka, tipe hook, rasio luka karena hook).[4] Pelaksanaan CR ini sendiri tidak mudah untuk diberantas, karena selain meningkatkan perekonomian dalam bidang rekreasi[2], monitoringnya juga masih sulit dilakukan. Oleh karena itu, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari CR adalah dengan memperketat aturan CR di masyarakat. Pemberian penyuluhan dapat dilakukan kepada pemancing mengenai beberapa prinsip kesejahteraan hewan dari cara penangkapan dan pelepasan ikan, penggunaan hook (misalnya hook barbless untuk mengurangi luka atau penggunaan hook berbentuk bulat untuk mengurangi resiko tertelan) atau jaring karet, handling ikan yang benar, maupun informasi mengenai predator dan habitat.[2,3,4] Penegakkan hukum di Indonesia pun masih perlu ditinjau lebih lanjut untuk mendukung kesejahteraan hewan, khususnya satwa akuatik, di Indonesia.

Classic

Referensi [1] Sanches, R.A.K. dan Piana, P.A. 2020. The Influence of Catch-and-Release on Mortality of Salminus brasiliensis (Cuvier, 1816). Brazilian Journal of Biology, 80(4): 705-710. [2] Griffin, L.P., Adam, P.A., Fordham, G., Curd, G., McGarigal, C., Narty, C., Nogues, J., RoseInnes, K., Merwe, D.V., Danylchuk, S.C., Cooke, S.J., Danylchuk, A.J. 2021. Cooperative Monitoring Program for a Catch-and-Release Recreational Fishery in the Alphonse Island Group, Seychelles: From Data Deficiencies to the Foundation for Science and Management. Ocean and Coastal Management, 210: 105681 [3] Card, J.T. dan Hasler, C.T. 2021. Physiological Effects of Catch-and-Release Angling on Freshwater Drum (Aplodinotus grunniens). Fisheries Research, 237: 105881. [4] Andrade, L.S., Garrone-Neto, D., Sales, M.A.N., Souza-Bastos, L.R., Souza, U.P., Sadauskas-Henrique, H. 2021. Reflex Impairment and Physiological Stress Response in the Neotropical Wolf Fish Hoplias malabaricus (Characiformes, Erythrinidae) Exposed to Catch-and-Release Angling. Fisheries Research, 239: 105940. [5] Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 6/Permen-KP/2020 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Ikan pada Ikan Budidaya.

9


Medivet

Minimalist Style

Saat ini, gaya hidup minimalis sedang menjadi tren di kalangan usia produktif. Mereka yang mulai menerapkan gaya hidup ini, terinspirasi dari budaya masyarakat Jepang yang minimalis.

Apa itu minimalis?

Minimalis berarti menjalani hidup dengan barang-barang yang sedikit dan sederhana, tapi dapat bermanfaat dengan maksimal. Dengan hidup minimalis, kita memaksimalkan benda yang kita miliki dan mengurangi benda yang sebenarnya tidak berarti dalam hidup kita. Manfaat dari hidup minimalis adalah kita akan lebih memaknai, menghargai, dan mensyukuri apa yang kita miliki. Hidup minimalis juga berarti hidup dengan barang seadanya dan tidak berlebihan. Hal tersebut akan membuat kita terhindar dari sikap materialistis dan hedonisme.

Bagaimana masyarakat Jepang memaknai minimalisme?

Menurut Fumio Sasaki, seorang penulis dari Sumber gambar: Pixabay.com Jepang yang menerapkan hidup minimalis, dia mengatakan bahwa semua orang mengawali hidupnya sebagai minimalis. Sebanyak apapun barang yang kita miliki, tidak akan menentukan nilai hidup kita. Baginya, seorang minimalis adalah orang yang mengetahui persis, hal-hal apa saja yang bersifat pokok bagi dirinya.

10

Style


Medivet Bagaimana langkah untuk memulai hidup minimalis? Trash (Buang)

Mulailah untuk memilah barang-barang yang dalam waktu 3 bulan ke depan tidak akan terpakai lagi. Langkah ini dapat dilakukan dengan membereskannya, lalu mencoba untuk membuangnya secara perlahan. Ada sedikit tip, jika benar-benar merasa sulit untuk membuang barang milik kita, kita bisa mengakalinya dengan memotret barang sebelum dibuang. Saat merindukan barang tersebut, kita dapat mengenangnya melalui foto digital. Lama-kelamaan, mungkin kita akan merelakannya dan tidak mengharapkan barang itu kembali lagi.

Sumber gambar: Pixabay.com

Treasure (Simpan)

Simpanlah barang-barang yang dalam waktu 3 bulan ke depan masih bermanfaat dan akan kita gunakan dalam hidup sehari-hari. Barang-barang yang akan disimpan ini juga harus memiliki tujuan yang jelas mengapa kita masih menyimpannya. Jangan lupa untuk memikirkan dan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, ya.

Transfer (Berikan)

Berikan barang-barang yang sudah tidak kita pakai kepada orang yang lebih membutuhkan. Tentunya, barang yang masih dalam kondisi baik dan layak digunakan untuk orang lain. Barang yang selama ini berada di rumah dan tak terpakai tersebut, mungkin akan berguna dan membuat orang lain senang. (Happy) Referensi: Sasaki, F. (2015). Goodbye, Things: Hidup Minimalis Ala Orang Jepang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. J ay, F. (2018). Seni Hidup Minimalis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Style

Sumber gambar: Pixabay.com

Sumber gambar: Pixabay.com

11


Medivet

Semarak Lustrum ke-15 FKH UGM Ulang tahun ke-75 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, 20 September 2021, menjadi momen istimewa karena hari bahagia ini diperingati di tengah pandemik Covid-19. Oleh karena itu, seluruh rangkaian perayaan HUT FKH UGM yang biasa digelar secara offline terpaksa disusun ulang secara online. Semangat peringatan Lustrum ke-15 FKH UGM dipadukan melalui tema “FKH UGM 75 Tahun, Unggul, Berinovasi, dan Mengabdi untuk Negeri”. Tema tersebut memiliki makna bahwa berdirinya Fakultas Kedokteran Hewan UGM selama 75 tahun, telah melahirkan generasi para dokter hewan yang unggul dan berkualitas, yang tentunya akan siap berkontribusi bagi negeri.

12

Sumber gambar : Dokumentasi panitia

Selain tema yang menarik, logo untuk memperingati ulang tahun FKH UGM yang ke 75 tahun juga tak kalah menarik. Logo yang nampak seperti angka 75 dengan dominasi warna ungu ternyata memiliki filosofi yang mendalam. Setelah ditelusuri pada akun instagram @lustrumfkhugm, warna ungu yang mendominasi ternyata melambangkan keagungan dan cinta profesi dokter hewan. Warna biru pada sayap memiliki makna kepercayaan dan komunikasi, serta warna emas di kepala memiliki makna prestasi yang dimiliki insan veteriner.

Eyes


Medivet Terdapat pula garis merah-putih yang mewakili tema lustrum ke-15. Kemudian angka “5” pada logo tersebut berbentuk menyerupai elang jawa yang mewakili sifat fokus dan pribadi yang selalu memberikan yang terbaik. Ada hal yang tidak kalah menarik, logo tersebut memiliki bulu sayap berjumlah tujuh yang bermakna FKH UGM sudah berdedikasi selama lebih dari tujuh dekade dan bulu pada kepala berjumlah lima yang merujuk pada kelima sila pada Pancasila. Rangkaian perayaan peringatan Lustrum FKH UGM ke-15 diawali dengan Opening Ceremony pada 7 Juni 2021 secara live streaming melalui akun youtube KPMI FKH UGM. Selanjutnya, juga terdapat berbagai kegiatan menarik, diantaranya adalah anggrekisasi kampus, webinar, FGD, malam tirakatan, lomba foto alumni, dan masih banyak lainnya. Tak hanya itu, seluruh mahasiswa FKH UGM juga ikut andil dalam perayaan istimewa ini. Peringatan HUT FKH UGM terasa semakin istimewa karena seluruh organisasi dan UKM yang merupakan bagian dari FKH UGM diwajibkan menyelenggarakan perlombaan. Alhasil, walaupun semua perayaan digelar secara online, suasana semarak HUT FKH UGM masih dapat terasa. BPPM merupakan salah satu UKM yang turut berpartisipasi dalam menyambut Lustrum FKH UGM ke-15. Tahun ini, BPPM mengadakan kegiatan dalam skala nasional bernama Malam Sastra, yang biasa disingkat Masas. Malam Sastra merupakan suatu kegiatan perlombaan yang diadakan sebagai bentuk apresiasi terhadap seni. Perlombaan tersebut terdiri atas dua kategori, yaitu lomba baca puisi dan film pendek.

Eyes

Meskipun Malam Sastra merupakan kegiatan tahunan, namun tahun ini Malam Sastra diadakan dengan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan tahun ini berupa perlombaan. Namun pada tahun 2018, Malam Sastra diadakan dalam bentuk pementasan di sebuah panggung pentas seni, dimana para penampil dapat mempresentasikan karyanya di panggung tersebut. “Antusiasme peserta lomba sebenarnya di luar ekspektasiku, sampai saat ini ada sekitar 60 orang yang mendaftar lomba baca puisi dan 3 orang yang mendaftar lomba short movie. Antusiasme mereka juga kelihatan saat Technical Meeting kemarin, para peserta aktif bertanya”, tutur Stifani, ketua Masas 2021. Di balik semua rangkaian acara menarik dalam rangka memperingati Lustrum ke-15 FKH terdapat beberapa kendala yang sering kali ditemui. Salah satunya adalah kebanyakan acara bersifat daring mengingat grafik Covid-19 meningkat beberapa waktu ini. Hal serupa juga diungkapkan Stifani bahwa kegiatan bersifat online sehingga kesulitan menentukan waktu luang antar panitia. Akan tetapi, Stifani berharap kegiatan yang terselenggara dalam rangka Lustrum ke-15 ini dapat menjadi wadah mengembangkan diri bagi mahasiswa FKH UGM dalam bidang akademik maupun non-akademik. Semoga tema dan logo Lustrum dapat dimaknai dengan baik oleh seluruh anggota KM FKH UGM. Begitu pula dengan berbagai macam acara Lustrum yang telah disusun sedemikian hebat dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya anggota KM FKH UGM. Dirgahayu FKH UGM! Viva Veteriner! (Happy, Stella)

13


Medivet

Sumber gambar: goldposter.com

Cruella

Penjahat Termodis di Dunia Disney Story : 8,5 Actor dan Actress :9 Directing : 9 Cinematographer dan Editing : 8,5 Production Design : 9 Make up, Wardrobe and Hair Styling : 10

14

Style


Medivet Tahun 2021 menjadi tahun yang penuh dengan kejutan di industri perfilman dengan hadirnya sebuah karya yang mengingatkan kita dengan film 101 Dalmatians (1996). Tokoh antagonis dari film tersebut yaitu Cruella de Vil mendapat film solonya sendiri di tahun ini. Pada film ini kita akan mengetahui asal usul sosok yang kerap tampil dengan rambut berwarna belang dan putih yang dikisahkan sebagai seorang desainer jahat yang memiliki keahlian merancang busana memakai kulit anjing Dalmatian. Film diawali dengan seorang gadis bernama Estella yang hidup hanya berdua dengan ibunya. Estella memiliki kepribadian yang unik ketimbang teman-teman seumurannya sehingga ia kerap kali mendapat score di sekolah atas pelanggarannya dan akhirnya ia terpaksa dikeluarkan dari sekolah dan akan melanjutkan kehidupannya di London, Inggris. Sebelum menjalani kehidupan di London, Ibu dari Estella bertemu dengan temannya untuk meminta bantuan supaya bisa hidup dengan anaknya. Namun, di saat itu juga ibunya Estella tewas setelah didorong oleh anjing Dalmatians keluar jurang. Kemudian Estella hidup sendirian dan bertemu dengan dua orang pencuri yang seumuran bernama Jesper dan Horace. Mereka tumbuh dewasa bersama dengan cara melakukan aksi pencurian agar dapat bertahan hidup. Suatu hari Estella melamar pekerjaan di sebuah mal hingga ia akhirnya dapat bertemu dengan sosok Baroness Von Hellman. Sosok Baroness inilah yang nantinya melahirkan tokoh bernama Cruella de Vil. Walaupun genre yang diusung adalah fashion atau busana tetapi di film ini cenderung menampilkan aksi pencurian atau heist. Film yang dibintangi oleh duo Emma yaitu Emma Stone sebagai Cruella dan Emma Thompson sebagai Baroness merupakan duo kombinasi yang memberikan sentuhan menarik untuk film ini dari segi akting. Bagaikan dua sisi uang koin, Emma Stone harus memerankan dua kepribadian yang bertolak belakang.

Style

Estella seorang gadis lugu yang peduli dengan teman-temannya, sedangkan Cruella yang tampil sangat berandal atau nyentrik. Berhadapan dengan Emma Thompson yang memerankan Baroness yang terkesan modis seperti ibu-Ibu sosialita yang sangat berkharisma. Alur yang disajikan sangat seru untuk diikuti tetapi pembangun sosok Cruella dapat terbilang terlalu lama yang bisa saja membuat penonton mengantuk di pertengahan film, hal ini diungkapkan oleh sang sutradara Craig Gillespie yang ingin memperlihatkan asal usul Cruella lebih mendalam. Pembawaan latar tempat di kota London, Inggris dan latar waktu sekitar tahun 1970-an sukses membuat penonton jatuh cinta dengan visualisasi seorang Craig Gillespie yang menampilkan berbagai hal iconic di kota London seperti bus berwarna merah dan telepon umum berwarna merah. Diiringi dengan soundtrack jadul tahun 60 hingga tahun 70-an dari artis dan band legendaris seperti The Beatles, Blonde, dan Nancy Sinatra yang menambah suasana kota London tahun tersebut nampak lebih hidup. Desain busana dalam film ini tidak perlu diragukan lagi karena desain yang ditampilkan memiliki ciri khas tertentu, contohnya desain milik Baroness lebih menonjolkan desain kuno ketinggalan zaman tetapi terlihat sangat anggun dan berkharisma ketika dikenakan. Lain halnya dengan desain milik Cruella yang cenderung menonjolkan gaya punk atau rock n roll di era 70-an. Adegan paling berkesan adalah saat Cruella mengenakan gaya busana dengan konsep rongsokan sampah. Desainer asal Indonesia, Ivan Gunawan juga turut andil dalam proses pembuatan desain busana. Terlepas dari tema kelamnya tersebut, film ini tetap dapat dinikmati dengan sejumlah humor yang menghibur. Dengan demikian, citra humor yang sudah dibilang melekat pada Disney tetap tidak akan hilang di film ini meski mempunyai konsep yang lebih dewasa. (Theo)

15


Medivet

Menjadi Produktif Saat Liburan Olahraga

Siapa nih yang jarang gerak waktu liburan semesteran? Pasti rasanya pengen rebahan terus kan? Eits, tapi jangan lupa untuk tetap berolahraga. Kesehatan kita harus dijaga supaya kita lebih fit untuk menghadapi semester depan, hehe. Kita bisa memulai dengan olahraga yang simpel-simpel aja, misalnya senam di rumah. Sebagai referensi, kalian bisa cari di youtube untuk panduan senam. Di sana akan ada banyak gerakan senam yang bisa kalian ikuti dengan mudah. Selain senam, kalian juga boleh mencoba olahraga lain yang kalian sukai, seperti bersepeda, bulu tangkis, atau jogging. Yuk, hidup sehat! Sumber gambar: Unsplash.com

Daftar Webinar Online

Banyak sekali info-info webinar yang bisa kita dapatkan di berbagai media sosial. Kita sebagai mahasiswa FKH sebaiknya aktif mengikuti webinar yang berkaitan dengan profesi kita agar mendapat tambahan ilmu yang dapat dipakai di kemudian hari. Jangan lupa catat materi yang didapat dari pembicara webinar ya

Sumber gambar: Unsplash.com

16

Style


Medivet

Asah Hobimu!

Saat liburan semester, pasti kita sering memiliki waktu luang. Kita bisa mencari kesibukan dengan mengembangkan hobi yang kita sukai. Salah satunya, yaitu journaling. Dengan journaling, kita bisa bebas menulis apapun yang sedang kita pikirkan. Selain itu, kita juga bisa menghias jurnal kita sekreatif mungkin. Mau dikasih stiker oppa-oppa atau quotes inspiratif juga bisa, tergantung dengan imajinasi kalian. Dengan begitu, liburan tidak akan menjadi sia-sia dan keterampilan kita akan semakin terlatih.

Ikut Kepanitiaan Event

Sumber gambar: Unsplash.com

Dengan bergabung menjadi panitia event, otomatis akan menambah relasi dengan panitia yang lain. Hal ini akan menambah lingkup pertemanan kita. Selain itu, kita juga berlatih bertanggung jawab dan meningkatkan kemampuan dalam bekerja sama dalam tim. (Manda)

Sumber gambar: Unsplash.com

Style

17


Medivet

18

Iklan/Ads


Medivet Seberkas Cahaya di Ujung Rimba oleh Annisa Putri

Deru kalbu tajam menghujam Tersampir senyum tanpa mata Membawa sampan terlunta-lunta Aram temaram menghampiri, menggulung permadani Terlahir kembali, katanya Mencari jati diri, alasannya Harimau lahir untuk mencari mangsa Hati yang tercipta untuk mencari asa Untuk apa merdeka? Jangan begitu Sama sekali bukan, bukan seperti itu Mari kita berjalan sejenak Jika terlalu terik, ambillah sedikit langkah ke ujung bayang Satu, mungkin mulut ini perlahan akan mengerti Banyak kata yang terlukis dari tinta jeruk tanpa ada tetesan air Dua, terdengar indah mengalun sunyi Dan lagi, bukannya padang terlihat lebih lapang? Terakhir, ada salam dari sang mahapatih Lingkapnya mati hanya untuk hati Meski hanya setitik padi di beras nasi Percayalah bahwa Di ujung rimba, senja tak akan berdusta

Ilustrasi : Nurul Fitriani

Bettertell

19


Medivet

Mau Jadi Dokter Hewan Akuatik?

Sumber gambar : Dokumentasi drh. Novita Jakarta Aquarium adalah lokasi wisata dan konservasi yang berlokasi di provinsi DKI Jakarta. Terdapat banyak sekali hewan akuatik maupun nonakuatik yang dipelihara di Jakarta Aquarium. Tentunya perawatan dan pemeliharaan hewan tidak lepas dari peran dokter hewan dan tenaga kerja lain yang berkaitan dengan manajemen hewan akuatik. Pada kesempatan kali ini, drh. Novita Aprilia yang bekerja sebagai dokter hewan di Jakarta Aquarium akan membagikan pengalaman kerjanya dan kegiatannya seputar Jakarta Aquarium. Drh. Novita Aprilia atau biasa dipanggil dokter Novi lulus dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB tahun 2012. Dari kecil, drh. Novi sudah tertarik menonton video dokumenter satwa liar dan hal tersebut mendukung dirinya untuk mendaftarkan diri di Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Awalnya, beliau merasa kaget dikarenakan materi yang dipelajari di fakultas sangat banyak dan tidak hanya mencakup ranah dokter hewan. Dengan materi yang banyak ini, drh. Novi mengklaim bahwa peluang kerja untuk dokter hewan memang banyak dan tidak hanya terkait medis.

20

Setelah lulus, beliau mendaftar di berbagai bidang pekerjaan, seperti di bagian research nutrition, bekerja di klinik hewan kecil, hingga magang di Jakarta Aquarium dan akhirnya tertarik untuk mendaftar sebagai pekerja tetap di Jakarta Aquarium. Posisi drh. Novi diawali dengan menjadi junior vet yang lebih banyak melakukan pemeriksaan sakit pada hewan, penanganan dan pengobatan, manajemen pemeliharaan dan diagnosa. Setelah beberapa saat menjadi junior vet, drh. Novi sudah dapat memperlebar ranah pekerjaan, yakni mempelajari manajemen preventif penyakit, manajemen rehabilitasi, dan lain sebagainya. Setelah drh. Novi bercerita tentang pengalamannya, beliau memulai menjelaskan mengenai Jakarta Aquarium. Jakarta Aquarium dapat disebut sebagai anak perusahaan dari Taman Safari. Beberapa hewan yang berada di Jakarta Aquarium juga berasal dari Taman Safari. Sampai saat ini, hewan yang ada di Jakarta Aquarium adalah hewan-hewan akuatik, tupai, mirkat, wallaby, otter, serval, dan beberapa reptil lainnya seperti ular, crocodile skinned, dan serpent lizard. Perawatan dari banyaknya hewan

Pawfile


Medivet tersebut dikombinasikan dengan dokter hewan dari Taman Safari. Sebelum dilakukannya perawatan dan penanganan, dokter hewan yang bekerja di Jakarta Aquarium akan berkoordinasi dengan dokter hewan yang bekerja di Taman Safari untuk memberikan penanganan yang tepat yang disetujui semua pihak. Untuk manajemen pemeliharaan di Jakarta Aquarium tidak hanya dilakukan oleh para dokter hewan, melainkan dibantu oleh tenaga kerja lain yang menguasai di bidang aktuaris, perikanan, pariwisata, dan sebagainya. Menurut drh. Novi, bekerja di Jakarta Aquarium sangat berkesan dikarenakan selalu ada kasus-kasus baru yang menantang untuk dipelajari dan ditangani. Tetapi, ada kesulitan yang dirasakan drh. Novi sebagai dokter hewan akuatik, yakni tidak dapat memeriksa hewan semudah pemeriksaan hewan pada umumnya. Pemeriksaan hewan akuatik sangat memerlukan perhatian terhadap aspek kualitas air untuk hewan tersebut hidup, yang meliputi kebersihan, pH air, suhu, dan komponen kimia lainnya. Dokter hewan akuatik juga diharuskan untuk memasuki area tempat tinggal hewan tersebut, yaitu di bawah permukaan air dan tentu saja hal tersebut tidak dapat dilakukan tanpa latihan dan pengawasan khusus.

Aquarium selalu membuka program magang di setiap tahunnya yang dimulai dari bulan Juni. Dalam kondisi pandemi, program magang ini tidak dipublikasikan secara umum, tetapi jika ada yang ingin mengajukan lamaran diperbolehkan dan pelamar dapat mengirimkan lamaran magang kepada ketua HR. Jika HR menerima lamaran magang, maka pelamar akan diberikan informasi mengenai waktu dan kegiatan pelaksanaan magang. Untuk menutup sesi wawancara, drh. Novi memberikan beberapa saran untuk dokter hewan dan juga mahasiswa yang ingin melamar di Jakarta Aquarium. Beliau memberikan satu kata kunci sebagai jalan utama sukses, yakni niat. Dari niat, selalu ada keseriusan yang akan mempermudah proses belajar sehingga bisa memiliki pengalaman. Dengan adanya pengalaman, kegundahan di hati akan dihilangkan oleh keseruan dari dunia kedokteran hewan akuatik yang dapat memberikan inspirasi dan inovasi baru dalam pengalaman medis di dunia hewan. Setelah yakin dengan diri sendiri, kita bisa meyakinkan teman-teman untuk ikut bersama. Saran dan wawasan ini turut disampaikan kepada masyarakat umum untuk terus belajar dan berusaha supaya mendapat hasil yang diinginkan. (Nakhwa, Angel, Zuhdie)

Untuk mahasiswa atau dokter hewan baru yang ingin memiliki kesempatan magang di Jakarta Aquarium, drh. Novi menyebutkan bahwa Jakarta

Sumber gambar : Dokumentasi drh. Novita

Pawfile

21


Medivet

Tak Lagi Satu Queeny21 Gelap. Sunyi. Sepi. Sakit. Tidak ada yang peduli. Tidak ada yang bisa diharapkan. Aku yang biasanya menyukai matcha latte kini beralih menyesap americano. Pahit, itu sudah pasti. Aku sudah terlalu sering bertemu salah satu perasa yang menduduki bagian belakang yang dirasakan oleh indra perasa. Tapi, kali ini pahit dan sakit yang kurasakan seolah membuatku mati rasa. Americano yang kusesap di tangan kananku bahkan tidak lebih pahit daripada perasaanku saat ini. Tiba-tiba, angin berubah mendung. Gelap yang kurasakan menjadi bertambah gelap. Petir mulai menyambar di berbagai bagian. Burung-burung yang tadinya hinggap di pohon mulai beterbangan untuk kembali ke rumahnya. Aku berkata pasti sebentar lagi akan hujan kilat. Benar, selang beberapa menit, hujan turun dengan derasnya, disertai dengan kilat yang menyambar di berbagai sudut.

Aku masih terdiam di sudut ini. Ada dua kursi yang berhadapan, tetapi hanya aku sendiri yang mendudukinya. Suara guntur yang tidak menginginkan aku kesepian selalu terdengar. Aku menghembuskan napas berat. Merasa lelah untuk berpura-pura merasa baik-baik saja. Kepalaku melongok ke jendela, menikmati guyuran hujan yang tidak beristirahat. Entah kenapa, aku menyukai sensasi ini. Seharusnya, aku membenci hujan karena aku membenci kilat dan guntur yang selalu membuatku dilanda rasa takut. Tapi, kali ini rasa takutku kalah dibanding rasa sakit hatiku. Tes. Tes. Tes. Dari mana asalnya air ini? Mengapa pipiku terasa basah? Ah, rupanya aku menangis. Bahkan, kini aku masih menangis saat kembali teringat akan dirimu. Aku menangis lagi untuk kesekian kalinya. Alasan yang sama. Rasa sakit yang sama yang kamu torehkan untuk kedua kalinya.

Ilustrasi : Nurul Fitriani

22

Bettertell


Medivet Hari itu, aku mengalami kondisi yang bisa dikatakan buruk. Kondisi badanku melemah setelah melakukan berbagai kegiatan sebelumnya. Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk mengabarimu bahwa aku akan beristirahat dulu. Kamu yang saat itu sedang sibuk dengan duniamu sendiri pun mengiyakan hal itu. Badanku sakit, ditambah perlakuanmu yang juga membuat hatiku sakit. Kadang aku berpikir, apakah rasamu masih sama untukku? Atau apakah sebenarnya kamu sudah lelah di titik ini? Selalu menjadi tanda tanya. Aku adalah seorang perempuan yang pemikir. Sedikit perbedaan pada sikap membuatku menelaah diriku sendiri. Apakah ada yang salah dengan diriku? Ternyata tidak. Bukan, bukan aku yang salah, tetapi kamu yang kurang bersyukur. Hari itu, setelah bangun dari tidur, rasa kecewa menyelusup hatiku. Bahkan, kamu tidak mengkhawatirkan aku yang saat itu sedang sakit. Kamu masih asyik dengan duniamu sendiri yang mana dunia itu tidak akan pernah ada hubungannya dengan diriku. Hari itu, kamu bukan hanya membuatku marah, tetapi juga membuatku kecewa. Berkali-kali temanku menelpon pada saat aku mengeluarkan air mata untukmu, tapi tanganku tetap tidak tergerak untuk mengangkatnya. Terlalu sakit. Terlalu kecewa. Terlalu kaget akan hal yang terjadi hari itu. Satu jam setelahnya, tangisanku mulai mereda. Aku memutuskan untuk memberi kabar kepada orang terdekat bahwa aku baik-baik saja. Apa kamu pikir aku benar-benar merasa baik-baik saja? Tidak. Aku kacau. Hari itu, aku merasa kepercayaan yang sebelumnya sudah mulai utuh kembali untukmu diruntuhkan lagi tanpa abaaba. Kamu mengkhianatiku. Kamu bahkan tidak sadar apa yang sudah kamu lakukan bisa menyakiti perasaanku. Ingin sekali aku bertanya. Apakah aku wanitamu atau bukan? Apakah aku pasanganmu atau bukan? Pertanyaan itu hanya tercekat di tenggorokan. Hanya tangisan yang mampu menjelaskan semuanya. Tok tok tok. Suara itu membawaku kembali ke kenyataan dan segera menghapus air mata yang sebelumnya sempat turun. Sosok lelaki dengan rambut lurus, tinggi tegap, dan terlihat raut wajah yang lelah berada di hadapanku. Aku mencoba untuk tidak berkontak mata denganmu. Kupersilahkan masuk

Bettertell

dan akan kudengarkan apa penjelasanmu soal hari itu. Kamu menjelaskan bahwa apa yang aku lihat pada hari itu adalah salah paham. Semua yang ada di pikiranku tidak nyata. Wanita mana yang baikbaik saja saat melihat lelakinya bersama wanita lain? Tidak ada, bukan? Emosiku kembali muncul ke permukaan. Aku berusaha meredamnya. Tes. Tes. Tes. Ah, air mata sialan ini, kenapa harus kembali jatuh saat bertatapan dengannya. Sesakit itu hatiku saat melihatmu hingga air mataku kembali menetes untuk kesekian kali. Kamu berupaya untuk mengusapnya, tapi aku tepis tanganmu karena aku masih kecewa. Aku sadar, kamu juga menahan tangisanmu saat melihatku menangis. Namun, rasa sakit yang kamu torehkan, rasa kecewa yang kamu berikan, mengalahkan rasa sayang dan bahagia yang selama ini kita rasakan bersama. Aku memutuskan pergi. Cerita kita usai sampai disini. Tidak ada lagi kata kita. Yang ada hanya aku dan kamu. Aku dengan duniaku sendiri. Dan kamu dengan duniamu sendiri. Tidak akan ada lagi yang menangisimu karena kamu terlalu sibuk dengan duniamu. Dan tidak akan ada lagi yang mencarimu pada saat kamu tidak berkabar. Bukankah itu maumu? Bebas, bebas untuk terlihat tanpa pasangan di depan orang banyak, bebas untuk melakukan sesuatu yang kamu suka tanpa membuat pasanganmu curiga dan lelah terhadapmu. Sekarang, kamu bebas. Aku berhenti. Rasaku usai sampai disini. Setelah ini, berbahagialah dengan duniamu sendiri. Dan aku akan sibuk membenahkan rasa percayaku yang sempat kamu runtuhkan. Terima kasih atas kebersamaannya. Semoga bahagia. - Dari aku untuk kamu, 2021

23


TTS Time!

24

Medivet

Impuls


Medivet

MENDATAR

3. Kurangnya stimulasi lingkungan bagi hewan menyebabkan... 5. Aspek penting animal welfare: mengenai bagaimana manusia sebaiknya memperlakukan hewan adalah walfare… 6. Salah satu pendekatan kesejahteraan hewan 8. Salah satu prinsip kebebasan hewan: bebas dari rasa lapar dan… 11. Contoh stressor pada ikan... 12. Teori etika kesejahteraan hewan: Orang perlu mempertimbangkan tidak hanya kepentingan seluruh manusia yang terlibat, tetapi juga seluruh makhluk hidup yang terlibat 14. Perilaku berulang, pola tidak berubah, tanpa tujuan jelas 16. Kesejahteraan hewan bersifat….. 18. Aquatic Life Institute (ALI) mengemukakan tentang panduan komprehensif kesejahteraan hewan air liar dan budidaya, salah satunya adalah …… air 19. Salah satu indikator perilaku kesejahteraan hewan yang baik pada hewan normal

MENURUN

1. Input kesejahteraan hewan 2. Konsep 3Rs: mengacu pada metode yang menghindari penggunaan hewan dengan menggantinya dengan alternatif lain 4. Output kesejahteraan hewan 7. Kemampuan hewan untuk mengalami penderitaan dan kesenangan 9. Kesejahteraan hewan juga penting untuk mencegah terjadinya….. 10. Teori etika kesejahteraan hewan: Berpusat pada sifat alami antarhubungan manusia - hewan, dan kekuatan ikatan khusus antara manu sia – hewan 13. Prosedur untuk menghilangkan rasa sakit pada tubuh ikan 15. Singkatan kesejahteraan hewan 17. Organisasi kesejahteraan hewan dunia 20. Salah satu parameter utama kualitas air

Impuls

25


Medivet

Padamu Jua

oleh Nur Amira Syahirah Habis kikis, segala cintaku hilang terbang, pulang kembali aku padamu, seperti dahulu. Kaulah kandil kemerlap, pelita jendela di malam gelap, melambai pulang perlahan, sabar, setia selalu. Satu kekasihku, aku manusia, rindu rasa, rindu rupa.

Ilustrasi : Nurul Fitriani

Sajak Tanah Airku

oleh Nur Amira Syahirah Tanah airku langit dan bumimu adalah milik mutlakku. Jangan hampir padanya! Tanah airku laut dan udaramu adalah milik mutlakku. Jangan hampir padanya!

Ilustrasi : Nurul Fitriani

26

Tanah airku segala isi laut dan isi bumimu adalah kecintaan hayat dan warisanku. Jangan hampir padanya!

Bettertell


Medivet

Program Kerja UKM Berjalan Tanpa Tatap Muka, Bagaimana Rasanya?

Halo sobat pembaca! Tidak terasa ya, kita sudah memasuki semester gasal 2021 di FKH UGM. Berdasarkan surat edaran akademik, semester baru ini akan dilaksanakan secara daring, seperti setahun sebelumnya. Tidak hanya perkuliahan saja, kegiatan dan program kerja yang dilaksanakan tiap tahunnya dalam organisasi ataupun kepanitiaan, juga harus dilaksanakan secara daring. Maka dari itu, mau tidak mau, kita harus tetap melanjutkan semua aktivitas kampus secara daring sampai keadaan membaik. Layaknya dua sisi mata uang, kegiatan daring memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Umumnya, kita sudah mengetahui dampak yang dirasakan oleh teman-teman mahasiswa saat menjalani perkuliahan secara daring. Namun, bagaimana dengan kegiatan non-akademis, seperti program kerja organisasi dan kepanitiaan, yang biasanya melibatkan banyak orang dalam satu waktu? Yuk, kita lihat apa kata teman-teman kita dari Keluarga Mahasiswa FKH UGM!

Ilustrasi Rapat untuk Persiapan Proker Secara Daring (dokumentasi pribadi)

Buzz

27


Medivet Nimas Alya Istiqlala (2020)

Kepanitiaan daring : WVD 2021, Great Research VSC 2021, Kunjungan Kerja IMAKAHI UMG 2021, KIMVETNAS VSC 2021, MOTLET VSC 2021, CLAW5 2021, Primactivity 2021, dan Imakahi Sharing Session 2021. Kelebihan: Saat daring seperti ini saya jauh merasa lebih mudah untuk memanajemen waktu. Ketika daring kita lebih santai dalam berpakaian dan tenaga yang digunakan lebih minim. Kita hanya duduk di depan device dan tidak perlu berpindah tempat. Mungkin akan beda kalau kepanitiaan daring. Kita lari sanasini, cari Si A, cari Si B. Kalau daring, kita tinggal pindah room meet. Mudah sekali, sobat! Dan yang pastinya dari budget yang dikeluarkan lebih minim karena kita masih di rumah dan tidak perlu jajan di luar.

Kekurangan: 1. Kurang fokus. Hal ini dapat disebabkan karena banyaknya gangguan di sekitar kita. Entah karena kucing kita menghampiri dan kita tidak tahan dengan sikapnya yang lucu atau mungkin gangguan dari chat si dia. Hahaha! 2. Kepala pusing karena terlalu lama menatap layar laptop/hp saat ada meet. 3. Pegel duduk di kursi. Seharusnya ini salah satu keuntungan dari daring, tetapi apabila hal ini dilakukan terlalu lama, maka akan menjadikannya sebagai kekurangan. 4. Kurang bisa merasakan vibes dari organisasi/kepanitiaan yang sebenarnya. Mungkin kalau luring, kita bisa makan bareng-bareng dan ketawa-ketawa saat selingan waktu istirahat tanpa adanya sekat. Akan tetapi, sekarang hanya bisa saling menatap di depan layar.

Annisa Putri Utami (2018)

Kepanitiaan daring: Pentas Akhir Tahun 2021, Media Informasi Veteriner 2021, Buletin Veteriner 2021, Studi Pentas 2021, Malam Sastra 2021, Workshop Jurnalistik 2021, Workshop Teater 2021 Kelebihan: Dapat relasi yang lumayan luas karena tidak ada batasan waktu dan tempat. Bisa mengikuti acara yang tempatnya jauh sekalipun, seperti webinar. Akomodasi dan logistik jadi lebih ringan karena tidak langsung turun ke lapangan Kekurangan: Banyak kawan! Ada sinyal dan device yg ampas, banyak orang yg harus dihubungi dalam satu waktu, kadang tidak tahu kesusahan orang juga diri sendiri, lalu mudah sekali terjadi miscommunication, dan banyak sekali terjadi kesalahpahaman yang seharusnya bisa diselesaikan dengan saling berbicara. Ada juga orang yang bisa menghilang seperti makhluk halus di tengah kepengurusan dan program kerja. Hahaha.

28

Buzz


Medivet M. Adi Wibisono (2020)

Kepanitiaan daring : Wildlife Education KSSL 2021, Great Research VSC 2021, KIMVETNAS VSC 2021, Seminar Nasional KSSL 2021, MOTLET VSC 2021, Pelantikan KSSL 2021, dan Zoo Check KSSL 2021. Kelebihan: 1. Lebih mudah dalam melakukan kegiatan multitasking. 2. Anggaran yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dibanding saat luring. Kekurangan: 1. KOMUNIKASI, sulit untuk menciptakan komunikasi terutama dua arah. 2. Suasana/hype nya dalam berorganisasi kurang dapat.

Vikramanda Ikbar (2019)

Kepanitiaan daring: Dies Natalis FKH UGM, Vet Rangert Project, VRP Sosmas, Bakti Sosial GMNI, dan masih banyak lagi. Kelebihan: Dapat menjelajahi berbagai macam kepanitiaan/organisasi tanpa batasan apapun dan waktunya lebih fleksibel sehingga sangat memungkinkan bila dalam satu waktu yang bersamaan mengikuti lebih dari satu kegiatan untuk menambah wawasan. Kekurangan: Sinyal terkadang kurang mendukung sehingga menghambat aktivitas dan dapat mengakibatkan gagal paham atau bahkan salah paham akan apa yang disampaikan di layar pertemuan, dan di saat daring sangat memungkinkan orang-orang untuk “menghilang” alias “Ghosting”.

Rais Nur Rohman (2018)

Kepanitiaan daring: Semnas HSTP, Procamp ALFA HSTP, Magang HSTP Kelebihan: Kita bisa rapat dimana saja dan kapan saja. Dibandingkan dengan rapat yang dulu pas offline hanya bisa sampai jam 10 malam di kampus, karena online bisa sampai tengah malam. Bisa sambil mengerjakan laporan. Bahkan, saat awal pandemi, bisa menjalankan program kerja sampai tingkat nasional. Kekurangan: Kita tidak bisa bertatap muka secara langsung, anggota baru tidak bisa berkenalan secara intens, sering terjadi miskomunikasi, kurangnya bonding antar sesama panitia, tidak bisa maksimal dalam berkepanitiaan karena tidak bisa bertatap muka.

Buzz

29


Medivet Wah, ternyata memang banyak perubahan baru yang dirasakan oleh teman-teman mahasiswa, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Setelah mengetahui apa saja yang dirasakan dalam pelaksanaan kegiatan secara daring, kami pun meminta teman-teman mahasiswa untuk memilih antara pelaksanaan kegiatan secara daring dan luring, manakah yang lebih disukai. Hampir seluruhnya memilih pelaksanaan kegiatan dan program kerja secara luring dengan alasan yang bermacam-macam, seperti adanya interaksi dua arah secara langsung yang membuat komunikasi lebih mudah, meminimalisir miscommunication, lebih merasakan vibes keseruan bekerja dalam organisasi, dan lain-lain. Meskipun sebagian besar dari teman-teman KM FKH UGM lebih memilih pelaksanaan secara luring, tetap saja ada berbagai kejadian berkesan yang hanya bisa didapatkan saat daring. Beberapa pengalaman tak terlupakan yang dialami teman-teman KM FKH UGM, antara lain di-ghosting pembicara saat jadi panitia, tidak sengaja on mic saat sedang menyetel lagu kesukaan, terlalu lama rapat daring hingga ketiduran, dan rapat daring sampai jam 3 pagi. Pada akhirnya, pelaksanaan program kerja secara daring ataupun luring tidak akan jadi masalah selama dinikmati prosesnya. (Ratna, Sarah)

30

Buzz


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
MEDIVET XVIII 2021 - Menilik Akuatik by BPPM FKH UGM - Issuu