Skip to main content

Buletin Veteriner 2020

Page 1

BPPM FKH UGM

AGUSTUS 2020

B. VET Buletin Veteriner

Kuliah Online. Efektifkah?

Cita-Citaku

"One Health" Upaya Kolaborasi Untuk Mencapai Kesehatan Optimal

Peran Dokter Hewan Selama COVID-19


Susunan Redaksi

Daftar Isi

Pelindung Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia Penasehat drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. Pembina drh. Agus Purnomo, M.Sc Ketua BPPM Fatimah Fitri Handini Pimpinan Umum Anindita Noviana Purwandari Pimpinan Redaksi Nur Amira Syahirah Pimpinan Usaha Nurfaaiza Nakhwa Aaqila Sekretaris Angelica Meita Aurelia Bendahara Wanda Aliya Dewanthi Editor Dianita Ermilasari Bela Citra Aqidah Savana Annisa Rahmah Reporter Katarina Anggite Krisanti Fatimah Fitri Handini Layouter Nurfaaiza Nakhwa Aaqila Pracetak Nurul Fitriani Sirkulasi – Arsip Annisa Putri Utami

Susunan Redaksi .......... i Da ar Isi .......... i Editor's Le er .......... 1 Hippofocus Pen ngnya Profesi Dokter Hewan di Masa Pandemi COVID‐19 .......... 2 Buzz Kuliah Online. Efek ah? .......... 7 Diet itu Perlu: Alasan Mengapa Diet itu Pen ng dan Serba‐Serbi Diet yang Perlu Diketahui .......... 10 Style Cita‐Citaku .......... 14 Swastamita .......... 18 Pantun : Gurindam Jiwa .......... 18

Ku Ingin Berterima Kasih ........... 19 Resensi Film : Tilik .......... 26 Classic Pilihan Menjadi Produk f .......... 16 Anterature Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) .......... 20 Menjaga Diri dan Hewan Kesayangan dari COVID‐19 .......... 23

i


Editor's Letter PERAN DOKTER HEWAN SELAMA PANDEMI COVID 19 Salam Hangat,

B

ersama ini, kami ucapkan syukur kepada Tuhan untuk waktu yang diberikan sehingga dapat menyusun artikel demi artikel disini dalam proses penerbitan Buletin Veteriner 2020. Tahun ini

kami menerbitkan buletin ini dengan tema “ Peran Dokter Hewan Selama Pandemi covid‒19”, seperti yang kita ketahui, saat ini dunia tengah dilanda wabah penyakit, yaitu Coronavirus atau lebih dikenal sebagai COVID‒19. Kami berharap dengan terbitnya buletin kami dapat menambah ilmu pengetahuan pembaca mengenai apa saja tugas yang dilakukan oleh para dokter hewan selama pandemi COVID‒19. Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada penulis, kontributor serta narasumber atas segala kerja keras dan kerjasamanya selama pembuatan dan penyusunan artikel berlangsung.

Selamat Membaca!

1


Pentingnya Profesi Dokter Hewan di Masa Pandemi COVID-19

S

Sumber : Dokumen Pribadi

eperti yang kita ketahui, saat ini dunia tengah dilanda wabah penyakit, yaitu Coronavirus atau lebih dikenal sebagai COVID‒19. Apa itu COVID‒19? COVID‒19 merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa pertama kali muncul di Wuhan, Cina, pada Desember 2019 yang kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS‒COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease‒2019 (COVID‒19).

Bagaimanakah gejala yang terlihat dan penanganannya jika hewan terinfeksi COVID‒19? Selain itu, respon seperti apa yang diberikan dokter hewan dan apa saja perlakuan dokter hewan untuk membantu mengatasi pandemi COVID‒19 ini? Melalui kesempatan ini, kami mewawancarai drh. Kurnia selaku medis veteriner yang bekerja di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

Menurut World Health Organization (WHO), COVID‒19 dapat menyebar melalui percikan hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, dan juga melalui benda‒benda padat yang terkena percikannya. COVID‒19 dapat menimbulkan gejala seperti demam, batuk kering, dan rasa lelah yang bisa merambat menjadi gejala yang lebih berbahaya hingga menyebabkan kematian.

Selamat pagi dok, terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mewawancarai dokter Nia. Sebelumnya, dokter Nia dipersilahkan untuk melakukan perkenalan diri terlebih dahulu. Selamat pagi. Perkenalkan saya Kurnia, biasa dipanggil dokter Nia atau dokter Menik. Saya sudah bekerja di RSH Prof. Soeparwi dari 2011, sebagai medis veteriner dan penanggung jawab laboratorium.

Munculnya wabah ini, menyebabkan banyak sekali pertanyaan yang ikut bermunculan mengenai apakah COVID‒19 ini hanya menular dari manusia ke manusia, ataukah juga bisa menular dari manusia ke hewan?

2


Baik dok, langsung saja kita mulai sesi wawancaranya ya dok. Pertama, bagaimana respon dokter hewan mengenai adanya COVID‒19 ini?

Tidak lama kemudian, ada webinar dari nasional dan internasional yang membahas topik praktek dokter hewan di saat pandemi, yang meliputi protokol kesehatan perlindungan diri, pengaturan situasi klinik dan berbagai layanan klinik seperti grooming hewan, home visit, serta penitipan hewan. Webinar ini memberikan solusi, yaitu sebagai dokter hewan kita tetap bisa bekerja membantu hewan dan client serta tetap terlindungi dari penularan COVID‒19.

Pertama kali pandemi COVID‒19 muncul, para dokter hewan bertanya‒tanya tentang apa itu COVID‒19, berasal dari mana, transmisinya seperti apa, dampak dan cara pencegahannya pada hewan, serta berbagai pertanyaan lainnya. Menariknya, berbagai asosiasi dokter hewan baik di tingkat nasional maupun internasional menyelenggarakan forum dan webinar gratis bagi seluruh dokter hewan, seperti PDHI melalui webinar halovet, FKH‒UGM, WSAVA (World Small Animal Veterinary Association), Boehringer ingelheim, dan lain‒lain yang sangat membantu dalam pemberian informasi dari pakar virologi, praktisi hewan kecil, praktisi satwa liar dan peneliti tentang COVID‒19. Dengan diadakannya forum dan webinar ini, pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam bisa dimiliki oleh para dokter hewan sebagai bekal menghadapi pandemi COVID‒19 ini.

Apakah selain COVID‒19, ada penyakit hewan lain yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan serius? Ada, seperti virus panleukophenia yang mulai muncul pada bulan Juli‒September dan mencapai puncak sekitar November sampai Maret (berdasarkan data di RSH Prof. Soeparwi FKH UGM) dan penyakit lain seperti Feline Infectious Peritonitis (FIP), gagal ginjal, parasit darah, dan masih banyak lagi. Apakah wabah COVID‒19 ini bisa menular pada hewan?

Apakah setelah diberikannya forum dan webinar, masih ada kendala untuk menjalankan tugas dokter hewan sebagaimana seharusnya?

Sejauh ini, penularan COVID‒19 secara besar terjadi pada manusia, meskipun ahli virologi menjelaskan virus ini diduga berasal dari kelelawar dan mengalami mutasi sehingga berpotensi menular pada hewan.

Ada. Saat itu, tengah diberlakukannya anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, tetapi di sisi lain, banyak client yang membutuhkan bantuan untuk mengobati hewan‒hewan yang sakit.

Sumber : instagram @rshsoeparwi

3


Namun, penelitian penularan COVID‒19 pada hewan sedang terus dilakukan, seperti jenis hewan apa saja yang bertindak sebagai reservoir, hewan dengan gejala klinis yang seperti apa, potensi zoonosis seberapa besar, serta hewan apa saja yang kebal terhadap COVID‒19. Tetapi, hasil investigasi dan penelitian yang telah dipublikasikan oleh WSAVA (World Small Animal Veterinary Association) menyatakan bahwa hewan peliharaan berpotensi tertular COVID‒19 dari pemilik yang dinyatakan positif COVID‒19.

Padahal, CCV berbeda dengan COVID‒19, dimana CCV merupakan alphacoronavirus, sedangkan COVID‒19 merupakan betacoronavirus yang tentunya vaksinasi CCV tidak akan memberikan proteksi terhadap COVID‒19 dan perlakuan rapid test tidak dapat mendeteksi adanya infeksi COVID‒19 pada hewan.

Di sisi lain, belum adanya bukti yang konkret mengenai penularan kembali dari hewan peliharaan kepada manusia. Berdasarkan WSAVA, hanya pada kucing yang positif COVID‒19 yang menimbulkan gejala klinis, sedangkan pada anjing tidak menunjukkan gejala klinis. Kucing merupakan hewan yang paling peka terhadap COVID‒19 dikarenakan kucing memiliki reseptor ACE yang lebih banyak dibandingkan anjing. Adapun penularan COVID‒19 antar sesama kucing masih dalam penelitian.

Tentu. Pemberian edukasi pada client sehingga client dapat memahami tentang COVID‒19 pada hewan peliharaan, membuat client merasa tenang dan tidak khawatir berlebihan mengenai hewan peliharaan mereka. Client tetap memperhatikan kebutuhan hewan peliharaan dan mengikuti protokol kesehatan.

Jadi sejauh ini, hewan memiliki potensi tertular COVID‒19 dari pemiliknya, tetapi hal ini masih terus dalam penelitian ya dok. Tetapi, apakah ada client yang meragukan tentang hal ini, dok?

Dokter hewan harus mewaspadai penularan COVID‒19 di lingkungan kerjanya, termasuk dari client maupun staf. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain memakai alat pelindung diri (APD) untuk dokter maupun seluruh staf klinik yang bertugas, menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, melakukan pemeriksaan suhu tubuh client, membuat pembatas di front desk dan kursi ruang tunggu, dan membatasi client yang masuk ke dalam ruang periksa.

Dengan adanya kekurangan pemahaman tersebut, apakah dokter hewan turut berperan dalam pemberian edukasi kepada client?

Apakah hal‒hal yang dapat dilakukan dokter hewan untuk mencegah penularan COVID‒19?

Ya. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman client antara COVID‒19 dengan Canine Corona Virus (CCV) yang menyebabkan diare. Dikarenakan hal ini, tidak sedikit client yang meminta hewan peliharaan mereka divaksin dengan vaksinasi CCV atau melakukan rapid test sebagai pencegahan penularan COVID‒19 terhadap hewan peliharaan mereka.

4


Saat ini, ada konsep “One Health” yaitu upaya kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu yang bekerja secara lokal, nasional dan global untuk mencapai kesehatan yang optimal bagi manusia, hewan dan lingkungan. Dokter hewan dapat ikut mengambil peran di dalamnya dalam upaya penanganan COVID‒19 maupun penyakit zoonosis lainnya. Selain itu, bisa diterapkan pula pembatasan layanan house call, pembatasan jam layanan praktik, pengaturan shift dokter maupun staf klinik, larangan maupun pembatasan jam besuk pasien rawat inap, serta meningkatkan layanan konsultasi by phone.

Saat ini, ada konsep “One Health” yaitu upaya kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu yang bekerja secara lokal, nasional dan global untuk mencapai kesehatan yang optimal bagi manusia, hewan dan lingkungan. Dokter hewan dapat ikut mengambil peran di dalamnya dalam upaya penanganan COVID‒19 maupun penyakit zoonosis lainnya.

Jadi peran dokter hewan semasa pandemi juga sangat penting ya dok, seperti memberikan informasi mengenai penularan COVID‒19 pada hewan dan bagaimana mencegah penularan dari manusia ke hewan, serta menyarankan berbagai pola hidup sehat dengan hewan peliharaan. Apakah ada hal‒hal lain yang harus dilakukan dokter hewan?

Terima kasih banyak dok, atas ilmunya. Terakhir, apakah ada saran‒saran yang bisa diberikan dokter supaya tetap sehat selama pandemi? Yang harus dilakukan adalah tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah, seperti mengenakan masker dan mengganti atau mencucinya secara rutin, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berada di keramaian, istirahat yang cukup, rutin makan makanan bergizi dan berolahraga.

Ada. Apabila ada hewan yang sakit dan pemiliknya juga merasa sakit, kewajiban dokter hewan adalah mendiagnosa dan melakukan terapi pada hewan, serta menyarankan pemiliknya untuk melakukan periksa ataupun konsultasi ke dokter. Pada hewan yang didiagnosa penyakit yang berpotensi zoonosis, dokter hewan perlu menginformasikan ke pemilik terutama pencegahan penularannya dengan tetap memperhatikan proses perawatan dan pengobatan hewan yang aman untuk pemiliknya.

Sumber : instagram @rshsoeparwi

5


Bagi pemilik hewan peliharaan dibolehkan untuk melakukan rutinitas sehari‒hari dengan hewan peliharaannya dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan maupun kontrol rutin ke dokter hewan. Apabila pemilik hewan peliharaan sedang sakit terutama demam, bersin, maupun batuk segera diperiksakan ke dokter dan dianjurkan mengenakan masker saat berinteraksi dengan hewan peliharaannya.

Sebagai dokter hewan yang harus bertugas sekaligus mewaspadai penyebaran COVID‒19, banyak hal yang harus dilakukan, seperti pemakaian APD, pengadaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh client, pembatasan jam layanan praktik, meningkatkan layanan konsultasi by phone, dan lain‒lain. Selain itu, dokter hewan juga berperan dalam mendiagnosis dan melakukan terapi pada hewan, penginformasian penyakit hewan pada pemiliknya, memberi edukasi mengenai zoonosis terutama cara pencegahan penularannya, serta ikut mengambil peran serta dalam konsep One Health.

Selain itu, disarankan untuk menyaring berbagai informasi yang beredar dan tidak terlalu cepat mempercayai berita hoax yang dapat menimbulkan kepanikan bagi masyarakat banyak. Beruntungnya, di saat ini telah banyak kemudahan untuk mengakses layanan informasi kesehatan, baik kesehatan masyarakat maupun kesehatan hewan yang akan membantu kita untuk tetap tenang dan bersikap bijak dalam menghadapi situasi pandemi COVID‒19.

Akhir kata, untuk melindungi diri dari penyebaran COVID‒19, protokol kesehatan yang disosialisasikan pemerintah harus diikuti, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berada di keramaian, istirahat yang cukup, rutin makan makanan bergizi, berolahraga, dan menjaga kesehatan hewan dengan melakukan kontrol dan pemeriksaan rutin, serta mencari informasi yang akurat untuk menghadapi situasi pandemi COVID‒19 dengan tenang dan bijak. (Syah & Nakhwa)

COVID‒19 adalah virus berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan penelitian, hewan memiliki potensi tertular COVID‒19 dari pemiliknya yang positif. Namun, hal ini masih terus dipantau dalam penelitian karena informasi kasus‒kasus COVID‒19 yang ada adalah penularan antarmanusia. Selain itu, terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman client dalam membedakan COVID‒19 dan CCV, sehingga dokter hewan sangat berperan dalam mengedukasi client tentang perbedaan kedua virus tersebut.

Sumber : instagram @rshsoeparwi

6


Kuliah Online, Efektifkah?

M

Dampak dari adanya karantina ini adalah pemberhentian kegiatan belajar luring, baik di tingkat sekolah maupun tingkat perguruan tinggi, pembatasan interaksi sosial antar orang, hingga pembatasan kegiatan perjalanan antarkota dan luar negeri. Sebagai makhluk sosial yang biasa berinteraksi dengan orang lain, tentu karantina membuat kita belajar banyak untuk menyesuaikan diri. Semua hal yang biasa kita lakukan dengan tatap muka mulai beralih menjadi sapaan di layar ponsel pintar. Tentunya, hal ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah kita bisa tetap melakukan aktivitas seperti bekerja, sekolah, ataupun berbelanja tanpa perlu keluar rumah. Hal ini menguntungkan karena kita bisa menjaga kesehatan diri kita dengan tak perlu adanya interaksi langsung di luar rumah. Namun, hal ini pulalah yang menjadi kekurangan sistem daring di masa pandemi ini yakni, interaksi sosial sangat berkurang yang menjadikan beberapa aktivitas kurang efektif. Sebagai mahasiswa, dampak langsung dari pandemi Covid‒19 ini adalah terhentinya kegiatan perkuliahan secara tatap muka di semester genap. Semua jenis kegiatan perkuliahan dialihkan menjadi kuliah online atau daring melalui berbagai platform dengan video conference. Bahkan perkuliahan daring ini diwacanakan akan diterapkan hingga akhir semester gasal. Akibatnya, kedua belah pihak, baik mahasiswa maupun dosen, diharuskan untuk dapat beradaptasi dalam kondisi dan keterbatasan yang ada.

asa pandemi Covid‒19 seperti sekarang ini, banyak kegiatan tatap muka yang diubah menjadi daring, tak terkecuali kegiatan perkuliahan. Kuliah online atau kuliah daring, adalah salah satu kegiatan yang diakibatkan oleh adanya pandemi ini. Berbagai macam platform daring pun disesuaikan untuk keperluan belajar dan mengajar. Hal ini menyebabkan mahasiswa dan dosen diharuskan untuk beradaptasi dengan kondisi dan segala keterbatasan yang ada. Namun, apakah kegiatan kuliah daring ini efektif? Apakah ada kendala selama penyesuaian ini berlangsung? Sebelum masa pandemi, kita dapat melakukan kegiatan harian dengan leluasa. Tak perlu cemas ketika bertemu banyak orang, bebas bersalaman dan mengobrol, hingga melakukan travelling kemana saja. Namun, itu semua berubah ketika virus Covid‒19 menyerang. Hal‒hal yang biasa kita lakukan dengan bebas, menjadi terbatas atau bahkan berubah total. Terjadinya sebaran virus secara masif ini membuat pemerintah menggalakkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau yang biasa kita sebut sebagai karantina. Karantina membuat kita semua harus berada di rumah dan tidak melakukan aktivitas sosial yang tak perlu di luar rumah.

Apakah kuliah daring efektif? Apakah ada kendala selama penyesuaian ini berlangsung? 7


Menilik dari kegiatan perkuliahan daring di semester genap yang lalu, terdapat beberapa keluhan dari teman‒ teman mahasiswa karena adanya perubahan sistem. Beberapa mahasiswa merasa pembelajaran ketika kuliah daring tidak efektif, terlalu banyak tugas yang diberikan untuk mengganti jam kuliah, hingga mengeluhkan komunikasi dengan dosen yang kurang lancar. Oleh sebab itu, BPPM FKH UGM bermaksud melakukan jajak pendapat mengenai keefektifan kuliah daring ini. Responden dari jajak pendapat ini sebanyak 42 orang yang merupakan mahasiswa angkatan 2017 hingga 2019 dari berbagai fakultas. Jajak pendapat ini terdiri dari beberapa pertanyaan seputar keefektifan kuliah dan praktikum daring, kinerja dosen dan tim pengajar, beban tugas, serta kemudahan jalinan komunikasi antara mahasiswa dan dosen. Dari jajak pendapat mengenai perkuliahan daring yang kami lakukan, hasilnya adalah sebagai berikut:

8


Berdasarkan kelima diagram hasil jajak pendapat, dapat dilihat bahwa kegiatan perkuliahan daring cukup efektif. Ini berkebalikan dengan kegiatan praktikum daring yang dirasa kurang efektif oleh sebagian mahasiswa. Dalam diagram kinerja dosen, mayoritas merespon bahwa kinerja dosen dan tim pengajar sudah cukup baik. Hanya 2% dari responden yang mengatakan kinerja dosen kurang baik. Untuk komunikasi yang dilakukan antara mahasiswa dan dosen selama perkuliahan daring ini terbilang telah berjalan dengan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari 55% mahasiswa yang merespon demikian. Terakhir, untuk beban tugas yang diberikan oleh dosen, 70% dari responden merespon bahwa tugas yang diberikan membantu proses pemahaman materi kuliah selama sistem daring. Hanya 26% responden yang beranggapan sebaliknya. Selain meminta respon teman‒teman mahasiswa terhadap kegiatan perkuliahan daring ini, kami juga meminta respon terhadap keluhan dari kendala yang ada. Beberapa keluhan yang disampaikan adalah tentang komunikasi. Mayoritas responden merespon bahwa komunikasi yang terjalin cukup baik dan lancar sebab mahasiswa masih dapat bertanya kepada dosen ketika perkuliahan berlangsung. Akan tetapi tidak sedikit mahasiswa yang mengaku bahwa terkadang terjadi 9

miskomunikasi antara mahasiswa dan dosen sebab sistem daring yang mereduksi interaksi langsung. Di samping itu, kekuatan sinyal internet pun dapat menjadi kendala. Kemudian dari segi tugas, beberapa mahasiswa merasa bahwa tugas dirasa lebih berat karena tidak jarang bertabrakan dengan tenggat waktu tugas lain. Selain itu, beberapa pertemuan yang diganti menjadi tugas juga dirasa memberatkan. Berdasarkan hasil jajak pendapat kami, dapat disimpulkan bahwa kegiatan perkuliahan secara daring telah terlaksana dengan cukup baik. Memang masih ada satu dan dua kendala dalam proses pelaksanaannya, tetapi hal itu agaknya tidak menjadi halangan teman‒teman mahasiswa dalam belajar. Tentu saja tetap ada keluhan dan masukan dari teman‒teman mahasiswa di kanal jajak pendapat kami, tetapi beberapa hal kami yakini akan berjalan lebih baik seiring berjalannya waktu di kemudian hari. Hal ini sebab kita akan lebih mampu beradaptasi di era daring ini. Untuk teman‒ teman mahasiswa, jangan patah semangat meski kita harus kuliah dari rumah. Semoga keadaan cepat kembali pulih dan kita bisa bersua seperti sedia kala. (Wanda) Apa kata teman‒teman mahasiswa: "Belom dapet bantuan pulsa," “Semoga dosen dan mahasiswa bisa lebih bekerja sama supaya tepat waktu.” "Diharap ppt disertai animasi." "Boleh diadakan grup supaya mahasiswa bisa berdiskusi," " Praktikum bisa dibuat shift atau ditunda saja," "Device‒ku sering nge‒lag,"


Diet itu Perlu: Alasan Mengapa Diet itu Penting dan Serba-Serbi Diet yang Perlu Diketahui

H

alo vets! Bagaimana kabar kalian? Semoga semua baik‒baik saja, ya. Study from home yang sudah lama digencarkan pemerintah akibat pandemi COVID‒19 harusnya membuat kita tetap produktif dengan tanpa absen mengikuti perkuliahan, praktikum, seminar, penelitian, KKN, dan kegiatan lainnya walau dari rumah sendiri. Namun, kesibukan seringkali mengganggu pola makan kita. Mengatur pola makan menjadi salah satu tantangan terberat saat ini. Untuk mengatur asupan makanan yang sehat dan bergizi, kita dapat menggunakan diet yang tepat. Lantas, apa saja yang perlu kita ketahui tentang menyusun diet yang benar?

Narasumber Utama : Dwirda Nindiya Afifa (Gizi UGM 2017) Untuk siapa? Diet dapat dilakukan oleh semua orang. Komposisi diet sederhana yang terdiri dari sepertiga serat, sepertiga karbohidrat, dan sepertiga protein, sudah cukup untuk menunjang kebutuhan harian kita. Adapun orang dengan kondisi khusus seperti penderita diabetes, hipertensi, obesitas, maupun kekurangan berat badan tentunya punya diet tersendiri untuk menjaga kondisi kesehatan tetap stabil. Intinya, diet adalah menjaga pola makan guna mendapat nutrisi lengkap dan seimbang, serta dapat diterapkan untuk siapapun yang membutuhkannya.

Apa itu diet? Diet adalah mengatur pola makan sesuai kebutuhan tubuh untuk menjaga kesehatan. Jadi, diet bukan hanya berarti menurunkan berat badan, loh, tetapi juga menjaga energi seharian dan kesehatan tubuh kita.. Tidak hanya menurunkan berat badan. Kata ‘diet’ terkadang memiliki konotasi negatif karena sering dikaitkan dengan pemecahan masalah obesitas. Padahal, sebenarnya, diet yang baik dapat menjadikan kita lebih sehat, bugar, serta menjaga stamina. Diet yang baik juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga kita terhindar dari berbagai penyakit.

Ragam jenis diet yang dapat diterapkan. Dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan stamina, ada banyak ragam jenis diet yang dapat kita terapkan sesuai kebutuhan. Berikut ini beberapa diantara program diet yang populer:

10


1. Vegan dan vegetarian

3. Defisit kalori

Vegan adalah orang yang tidak mengonsumsi daging, ikan, produk susu, telur, ataupun produk olahan hewani lainnya. Sedangkan vegetarian, baik dengan alasan kesehatan maupun keagamaan, tidak mengonsumsi daging saja namun tetap mengonsumsi produk asal hewani lainnya. Kedua jenis diet tersebut mempunyai definisi yang berbeda. Terutama namun tidak eksklusif bagi vegan, pemenuhan kebutuhan nutrisi yang biasanya berasal dari produk hewani seperti vitamin B12 dan protein, bisa diperoleh dari susu kedelai, tempe, dan sumber protein nabati lainnya.

Diet ini terbukti efektif untuk menurunkan berat badan. Berapa jumlah kalori yang masuk maupun keluar harus selalu diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Defisit kalori sangat disarankan pada penderita obesitas dan wajib diiringi dengan aktivitas yang tinggi. Dengan pengaturan kalori yang ketat, berat badan tidak mudah naik dan menjadikannya stabil pada angka tertentu. 4. Menaikkan berat badan Eits jangan salah, diet untuk menaikkan berat badan bukan merupakan kebalikan dari diet menurunkan berat badan, yaitu dengan banyak makan makanan berlemak dengan kalori tinggi. Ingat prinsip diet yang utama, yaitu keseimbangan. Disarankan untuk mengonsumsi makanan berprotein tinggi, namun tetap rendah lemak. Kita juga dapat makan lebih sering dengan tambahan kalori seperti keju, susu, dan telur. Jadi, tingkatkan kuantitas tapi jangan lupakan kualitas.

2. Intermittent fasting/OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet) Dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier, jenis diet yang satu ini menggunakan konsep ‘jendela makan’. Hari pertama kita dapat membuka jendela makan 8 jam, sedangkan sisanya digunakan untuk berpuasa. Maksud dari puasa disini yaitu hanya mengonsumsi air putih. Lalu hari kedua dipersempit lagi sampai hanya 6 jam waktu makan. Ketika kita telah sampai pada tahap 20 atau 24 jam puasa, sisipkan satu hari dengan durasi puasa yang jauh lebih sedikit. OCD memang dapat memberikan hasil yang maksimal dalam hal menurunkan berat badan, namun penerapan yang berlebihan dapat berakibat fatal bagi tubuh kita. Jadi, sebaiknya kita berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila ingin menggunakan diet ini ya, vets.

Apapun diet yang kita pilih, lebih baik konsultasikan dengan dokter atau ahli nutrisi terlebih dahulu agar tidak membahayakan kesehatan. Masing‒ masing diet ada alasan dan tujuannya tersendiri, pilih lah yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita masing‒ masing. Tips dan trik menjalankan diet! Nah, berikut tips dan trik sederhana menjalankan diet yang benar dan menyehatkan selama study from home.

11


1. Ketahui kebutuhan tubuh kita dan tetapkan target Secara garis besar, di dalam tubuh kita terdapat dua jenis energi yaitu BMR (Basal Metabolic Rate), digunakan untuk aktivitas basal tubuh seperti detak jantung, kerja otak, pencernaan, dan lain‒ lain. Kemudian, ada energi yang dikeluarkan untuk melakukan aktivitas fisik. Apabila keduanya dijumlahkan, maka akan menjadi TDEE (Total Daily Energy Expenditure). Dengan mengetahui TDEE, kita dapat menentukan jumlah kalori harian yang harus dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh dan aktivitas kita. Konsultasikan ke dokter atau ahli nutrisi untuk memastikan ketepatan perhitungan kita dan merencanakan diet yang tepat berdasarkan TDEE harian kita.

Hal‒hal yang perlu dihindari. Selain tips di atas, ada juga hal yang nggak banget untuk dilakukan selama diet. Apa saja itu? 1. Tidak makan karbohidrat sepenuhnya tanpa anjuran dokter atau ahli gizi. Karbohidrat merupakan unsur penting yang tidak dapat dihilangkan dari tubuh kita. Otak hanya menerima glukosa, yang merupakan pemecahan dari molekul karbohidrat, menjadi sumber nutrisi utama. Tidak adanya suplai karbohidrat dapat mengganggu kinerja otak. Biasanya kita akan merasa pusing, kehilangan fokus, bahkan kehilangan keseimbangan. Memang, ada beberapa jenis diet yang mengeliminasi karbohidrat sepenuhnya atau mengurangi konsumsinya. Namun diet tersebut harus berdasarkan anjuran dokter atau ahlinya dan bukan berdasarkan kemauan sendiri tanpa diagnose klinis yang jelas.

2. Lakukan diet secara bertahap Dimaksudkan memberi kesempatan pada tubuh kita untuk menyesuaikan asupan nutrisi yang baru. Mengatur pola makan secara bertahap juga dimaksudkan agar lidah kita terbiasa sehingga sangat membantu diet untuk tetap konsisten.

Alternatif yang dapat dilakukan jika ingin mengurangi karbohidrat tanpa menghilangkannya yakni mengganti nasi putih dengan nasi merah sebagai sumber karbohidrat. Nasi merah memiliki kalori minimal namun mengandung banyak serat sehingga lebih mudah dicerna serta memiliki efek mengenyangkan yang lebih lama.

3. Banyak minum air putih Air merupakan elemen yang penting dalam tubuh kita. Air dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan mempercepat regenerasi sel‒sel yang rusak. Minum cukup air putih juga dapat membantu menjaga kandungan cairan dalam tubuh.

2. Melanggar aturan dan melewati batas. Menambah, mengurangi, atau mengganti komposisi diet seringkali dilakukan agar mendapat hasil yang instan. Namun, hasil yang didapat juga tidak akan bertahan lama bahkan dapat menjadi bumerang bagi kesehatan. Tetap ikuti saran dokter, jangan dilebih‒lebihkan atau dikurang‒ kurangi dari program diet yang sudah ditetapkan.

4. Tetap berolahraga Saat mulai menjalani diet, tubuh masih beradaptasi dengan komposisi nutrisi baru yang masuk. Oleh karena itu, olahraga sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Kita juga butuh stamina yang baik untuk menjalani kegiatan perkuliahan daring ini, bukan? Jadi, selain mengatur pola makan, perbanyak aktivitas fisik juga, ya. 12


3. Berat badan sudah ideal? Diet selesai. Setelah kita merasa diet itu cukup karena berat badan mendekati ideal, kadang terdapat keinginan cheating untuk mengapresiasi diri sendiri. Namun, cheating tidak boleh dilakukan terlalu sering. Bila kita mengonsumsi kalori melebihi kebutuhan tubuh atau kurang dari yang kita butuhkan (kembali ke porsi sebelum diet), tubuh akan menyimpan sisa kalori lagi atau menjadi kekurangan kalori. Hal ini dapat membuat berat badan kita kembali bahkan lebih gemuk dari sebelumnya. Hal ini dapat menyebabkan kondisi tubuh kita memburuk serta dapat mengundang penyakit juga karena ketidakstabilan asupan nutrisi dan metabolisme tubuh. Diet yang ideal. Bukan hanya makanan pantangan saja yang perlu kita hindari selama melakukan diet. Namun, ternyata lingkungan sosial mempunyai andil yang besar dalam menyukseskan program diet yang telah disusun. Oleh karena itu, pastikan memberi tahu keluarga maupun orang‒orang terdekat agar kita dapat menjalankan diet dengan nyaman dan tanpa gangguan. Selain itu, mungkin mereka dapat memberikan dukungan baik moral atau material demi kelancaran diet kita. Gali pengetahuan sebanyak‒banyaknya sebelum memulai diet. Kita tidak bisa asal mengurangi atau menambahkan porsi makan tanpa dasar yang kuat, apalagi dengan komposisi yang tidak seimbang. Cari diet yang nyaman dan sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh serta jangan pernah memaksakan diet apalagi sampai membahayakan diri sendiri. Jika perlu, konsultasikan pilihan diet kita ke dokter atau ahli nutrisi. Utamakan kesehatan dan jangan lupa rutin berolahraga. Selamat berdiet! (Annisa) Referensi : https://www.alodokter.com/menambah‒berat‒badan‒menjadi‒lebih‒ideal Kata Mereka • Saffanatul Afifah (FISIPOL UGM 2018) “Diet itu adalah tentang mengatur pola makan, dan makan itu seumur hidup. Kalau cheating dibiarkan terus menerus apalagi sampai konsisten, maka selamat datang di lingkaran setan.”

• Melinawati Dwi C. (PKP UNS 2018) “Diet itu intinya adalah niat, konsisten, dan fokus. Jangan dengarkan komentar negatif tentang kondisi tubuh kita. Tetap santai dan jangan dipaksakan.”

13


Cita-Citaku

Katarina Anggite

“Anak-anak, hari ini kita akan belajar mengenai cita-cita,” ujar seorang guru perempuan taman kanak-kanak yang kini tengah berdiri didepan kelas, menghadap kearah muridmuridnya yang memiliki umur berkisar 4-6 tahun. “Siapa yang saat dewasa nanti ingin menjadi Pilot?” tanya guru itu. “Saya Bu Henny, saya!” suara-suara cempreng itu saling bersautan, berlomba untuk menjadi yang paling didengar. Sang guru pun tersenyum. “Hebat Juna, hebat Dega!” pujinya. “Kenapa kalian ingin menjadi seorang pilot?” tanya Bu Guru. “Kalena Juna ingin telbang sepelti bulung!” ujar pemuda cilik cedal itu sembari merentangkan kedua tangannya dan meniupkan mulut nya, menirukan pesawat terbang. “Kalau Dega, Dega mau pakai seragam pilot, seragamnya kerrren!” murid paling gembul itu mengacungkan kedua jempol tangannya. “Kalau Ayu, Ayu ingin jadi dokter, Bu Henny!” pekik seorang gadis cilik sembari mengangkat tangannya. “Ira juga, ira juga!” perkataan itu mendapat sahutan yang lebih banyak dari sebelumnya. “Wah, hebat, ternyata banyak ya murid Bu Henny yang calon dokter!” Bu Guru itu menepuk tangannya. “Coba Celline beritahu kenapa kok mau jadi dokter?” ujar Bu Henny menawari. Gadis pemalu itu menunduk. “Karena tidak takut suntikan,” ujarnya dengan suara pelan. “Iyaa..Terus juga pake stetoskop, keren!” sahut salah seorang murid. “Seragamnya putih-putih!” sahut satu yang lain. “Kayak hantu hiiii...” olok Dega, “lebih bagus seragamnya pilot,” sontak seluruh kelas menjadi ricuh, membicarakan seragam mana yang lebih bagus. “Sudah, sudah anak-anak, semua seragam yang dipakai, itu hanya penanda, menandakan pekerjaan seseorang, dan semuanya bagus, tidak ada yang jelek.” ucap sang guru menenangkan kelas sembari menengahi. “Tetapi tidak semua pekerjaan mempunyai seragam loh. Seorang penyanyi tidak menggunakan seragam, tetapi mereka memiliki alat yang membantu mereka dalam bekerja, namanya microphone, yang membuat suaranya menjadi keras sekali hingga didengar diseluruh ruangan." Seorang gadis cilik menaikkan tangannya, “Aku, aku juga mau jadi penyanyi,” sela Ira.“Hebat dong, Ira juga suaranya merdu, pasti bisa jadi penyanyi,” puji Bu Henny. "Nah anak-anak, sekarang Bu Henny ingin memberikan tugas kepada anak-anak, untuk menggambarkan cita-cita anak-anak diatas buku gambar, bisa?” Kemudian seluruh muridnya pun menjawab, “Bisa!” 14


Ilustrasi : Angelica Meita

“Pintar semuanya, anak-anak sekarang boleh mengambil buku gambar, dan mengerjakan di meja masing-masing ya,” perintah Bu Henny. Seluruh siswa taman kanak-kanak berebutan mengambil buku gambarnya di rak buku dan beranjak ke meja mereka. Bu Henny hanya menunggui seluruh siswa untuk menjadi fokus dalam mengerjakan pekerjaan mereka, sebelum guru itu berjalan mengelilingi kelas untuk memantau pekerjaan muridnya. “Bu Henny, Juna bikin pesawat yang banyak,” ujar Juna menyombongkan diri. “Bagus dong, jangan lupa gambar burung disekitarnya ya, Juna?” ujar Bu Henny yang dibalas anggukan semangat dari sang murid. “Kalau Ayu gambar rumah sakit,” bisik Ayu kepada Bu Henny. “Rumah sakitnya besar nggak, Yu?” tanya Bu Henny penasaran. “Besar!” jawab Ayu sembari membuka lebar tangannya. Guru itu hanya tersenyum dan kembali berjalan menuju meja terujung dibelakang kelas. Seorang gadis mungil dengan rambut terkuncir dua sedang terfokus mengambar diatas buku miliknya. “Laras sedang menggambar apa?” tanya Bu Henny. Laras terdiam, tidak menjawab perkataan sang guru. “Bu Henny boleh lihat gambar Laras?” tanya sang guru. Laras masih terdiam, namun gadis itu dengan perlahan menarik tangannya dari atas buku gambar miliknya.“Bu Henny lihat ya,” ijin sang guru sembari mengangkat buku Laras. Sedari tadi, gadis mungil itu sibuk menggambar seorang perempuan dengan sayap dipunggungnya. “Laras gambar apa?” tanya Bu Henny. “Gambar malaikat,” jawab Laras berbisik. Bu Henny mengeritkan dahinya dan dengan perlahan mengembalikan buku Laras. “Malaikat?” tanya Bu Henny. Laras mengangguk pelan. “Laras ingin jadi malaikat?” tanya sang guru yang lagi-lagi dijawab anggukan sang murid. “Kenapa?” tanya guru itu lagi. “Karena Laras ingin menjadi seperti Mama. Kata Papa, sekarang Mama sedang bekerja menjadi seorang malaikat, kerjanya jauh disitu,” ujar Laras sembari menunjuk langit biru diluar jendela.

15


Ilustrasi : Nurul Fitriani

Pilihan Menjadi Produktif

T

epatnya sudah 6 bulan kita menjalani aktivitas sehari‒hari secara terbatas, semua karena perubahan yang terjadi semenjak datangnya wabah COVID‒19 di akhir tahun lalu. Virus tersebut terdeteksi mudah menular dari droplets saliva penderita ke orang yang terkena. Penjagaan ketat dilakukan di bebagai tempat agar transmisi virus tidak berkelanjutan. Masker dan hand sanitizer menjadi perlengkapan diri sebelum berinteraksi dengan orang‒orang di sekitar. Masyarakat diharap untuk melakukan aktivitas seperti sekolah, kuliah, maupun bekerja dari rumah untuk menghindari penyebaran virus ini.

Lalu, apakah sesungguhnya produktif itu? Hal apa yang menjadi tolak ukur seseorang itu produktif atau tidak? Definisi produktif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yakni sifat mampu menghasilkan, memberi hasil, dan manfaat. Kemudian produktivitas sendiri secara filosofi menurut Sunyoto dalam bukunya Teori Kuesioner dan Analisa Data Sumber Daya Manusia merupakan sikap mental yang selalu berusaha dan mempunyai pandangan bahwa suatu kehidupan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.

Merasa suntuk karena hanya berdiam diri di rumah merupakan hal yang lumrah. Akan sangat stress rasanya jika sehari‒hari yang biasanya melakukan aktivitas di luar rumah bersama teman‒ teman maupun kerabat tiba‒tiba dipaksa untuk menjaga jarak. Semenjak berada di rumah semua orang menjadi menjadi mudah bosan dan mencari alternatif hobi atau kegiatan untuk dilakukan di dalam rumah. Ditambah lagi semenjak berada di rumah kebanyakan dari kita jadi semakin intens menengok sosial media, dimana semua orang terlihat produktif dengan kegiatannya masing‒masing. Semua orang berlomba‒lomba untuk menjadi produktif walaupun hanya berada di dalam rumah.

Mampu menjadi produktif tentu menjadi keinginan semua orang dimasa‒ masa seperti sekarang ini. Terkadang kita sendiri merasa tidak akan pernah cukup produktif jika dibandingkan dengan produktivitas orang lain. Dengan begitu kita akan merasa hidup kita hanya begini‒ begini saja, terlewat begitu saja tanpa kita manfaatkan. Memiliki banyak waktu luang tentu dapat kita manfaatkan, mulai hal‒hal kecil misalnya sekedar membalas chat teman dengan saling berkabar atau membantu orang sekitar kita, maupun melakukan hal‒hal besar seperti bekerja part time, mengikuti lomba, serta webinar. 16


Masing‒masing kita tentu memiliki waktunya tersendiri untuk melakukan hal‒hal yang penting atau kita prioritaskan. Dengan menanamkan pola pikir seperti itu maka kita akan berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Padahal kita tidak tahu, sebenarnya disaat kita produktif, apakah orang tersebut juga demikian? Semua orang memiliki waktu dan tingkat produktivitasnya masing‒masing. Tidak perlu melulu menjadi produktif setiap saat, sesekali juga kita boleh melakukan hal‒hal untuk kita sendiri atau istilah me time dengan mengembangkan hobi, menonton series, atau sekedar scroll timeline media sosial. Maka dari itu mulai dari sekarang berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Bagaimanapun juga, kita semua memiliki rencana masing‒masing terkait tujuan kita. Masing‒masing dari kita tentu berproses untuk mencapai goals yang kita miliki. Memanfaatkan waktu luang dengan sebaik mungkin tentulah berharga dan menjadi produktif merupakan pilihan yang dapat kita lakukan, namun jangan lupa, kesehatan mental tetap penting dan membandingkan diri dengan orang lain tidak baik untuk kita. Menjadi produktif adalah pilihan, dan semua dimulai dari mengetahui prioritas dan tujuan produktivitas kita masing‒masing. (Dianita)

17


SWASTAMITA

Gurindam Jiwa Nur Amira Syahirah

Savana Annisa R. Laksana swastamita, merekah senyum

Tuai Padi Antara Masak, Esok Jangan Layu­Layuan, Intai Kami Antara Nampak, Esok Jangan Rindu­Rinduan.

Di sudut sana, menyapa lembut gemuruh rasa

Anak Cina Pasang Lukah, Lukah Dipasang Di Tanjung Jati, Di Dalam Hati Tidak Kulupa, Sebagai Rambut Bersimpul Mati.

Gelisah kau leburkan, menyingkap serpih asaku, walau hanya sejenak

Batang Selasih Permainan Budak, Daun Selasih Dimakan Kuda, Bercerai Kasih Talak Tiada, Seribu Tahun Kembali Juga.

Semenjak mendung tak menggantung Syukur kupanjatkan atas hadirmu

Burung Merpati Terbang Seribu, Hinggap Seekor Di Tengah Laman, Hendak Mati Di Hujung Kuku, Hendak Berkubur Di Tapak Tangan.

Walau hanya sebatas bayangmu Walau hanya sebatas harapku

Kalau Tuan Mudek Ke Hulu, Carikan Saya Bunga Kemboja, Kalau Tuan Mati Dahulu, Nantikan Saya Di Pintu Syurga. Kalau Pasang Air Di Laut, Mahukah Tuan Mandi Bersama, Jika Sampai Ajal Dan Maut, Mahukah Tuan Mati Bersama. Ilustrasi : Nurul Fitriani 18


KU INGIN BERTERIMA KASIH

Nur Amira Syahirah

Sesekali kuingin berterima kasih kepadamu hujan bagai tetamu jiwa pun menjadi dingin api amarah pun terpadam. Sesekali kuingin menyemai budi kepadamu tanah yang hidup kerana perutmu setia menghamilkan rezeki buat petani. Sesekali kuingin berbisik kepadamu ikan-ikan yang riang liar di belantara samudera kerana sudi membebaskan derita nelayan tua di pondoknya. Sesekali kuingin kalungkan kagum kepadamu pejuang negara kerana tanganmu pernah berdarah darah kesetiaan seorang warga kepada watan tercintanya. Sesekali kuingin pula menjadi bunga menebarkan keharuman di taman-taman keresahan hidup menyerahkan keinsafan Ilustrasi : Nurul Fitriani kepada keangkuhan perang. Alangkah indahnya dunia andai semua merenung kekosongan hidup ini.

19


BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan dalam Ember)

L

ele memiliki nama latin Clarias, Filum: Chordata, Kelas: Pisces, Ordo: Ostariophysi, Subordo: Siluroidae, Famili: Clariidae, Genus: Clarias, Spesies: Clarias Sp. Lele merupakan salah satu ikan air tawar yang banyak dikembangbiakan oleh masyarakat Indonesia. Ikan lele memiliki kandungan protein yang tinggi. Beberapa jenis ikan lele mudah didapat, mudah diolah dan harganya terjangkau bagi masyarakat. Ikan lele memiliki rasa yang gurih dan lembut sehingga digemari oleh masyarakat. Morfologi ikan lele yaitu: spesies yang memiliki mata kecil dan mulut yang lebar, tubuh memanjang, kepala ikan lele berbentuk pipih, ditutupi dengan tulang pelat dibagian atas dan bawah. Sirip ikan lele tidak menyebar ke seluruh tubuhnya, melainkan memiliki tubuh yang licin dengan warna gelap atau coklat kehitaman. Tubuh ikan lele sedikit membulat di bagian tengah serta memiliki sirip yang berada di beberapa bagian yakni sirip perut, sirip ekor, dan sirip bagian dada berduri tajam. Ikan lele memiliki alat pernafasan yakni menggunakan modifikasi busur insang. Ikan lele juga memiliki empat pasang sungut terdiri dari sepasang sungut hidung, sungut maxilar, mandibular dalam, dan sepasang mandibular luar. Ikan lele dapat dijumpai di semua perairan tawar. Pada dasarnya ikan lele tidak menyukai tempat‒tempat yang terhalang oleh tanaman air. Habitat ikan lele yaitu dapat hidup lama di air yang memiliki arus pelan, seperti rawa‒ rawa, waduk, dan genangan air di sawah.

pembudidaya dimasa pandemik adalah keterbatasan lahan yang dimiliki masyarakat. Dimasa pandemik akhir‒akhir ini sulit bagi pembudidaya untuk mencukupi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, masalah yang dialami masyarakat saat ini disiasati atau diatasi salah satunya dengan membudidayakan ikan lele di dalam ember (BUDIKDAMBER). BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan Dalam Ember) Plus Akuaponik ini adalah membudidaya ikan dan sayuran dalam satu ember yang merupakan sistem akuaponik (polikultur ikan dan sayuran). BUDIKDAMBER mengadaptasi teknik Yumina‒Bumina yang merupakan teknik budidaya yang memadukan antara ikan dan sayuran serta buah‒buahan. Secara ringkas, BUDIKDAMBER merupakan teknik budidaya ikan dengan memadukan ikan dan sayuran atau buah dalam satu ember. Dalam membuat sistem aliran atas diperlukan berbagai bahan, yaitu: Bak ikan, wadah media tanam, saluran air, pompa air, media tanam (batu apung), ikan (lele), dan tanaman (kangkung, pakcoy, tomat, dan terong ungu).

Membudidayakan ikan lele “susah‒ susah gampang”. Tidak sedikit peternak lele yang mengalami kerugian akibat banyak lele yang mati karena sakit. Penyakit yang sering menyerang ikan lele yaitu penyakit sirip merah. Budidaya lele merupakan kegiatan yang menguntungkan jika dilakukan secara intensif. Kendala dijumpai oleh 20


Dengan melakukan pembudidayaan model akuaponik ini dapat menghemat lahan, memadukan budidaya ikan dan sayuran/ buah, memanfaatkan hara dan sisa pakan dan metabolisme ikan. Dengan demikian ikan lele dapat menjadi alternative dalam membudidayakan ikan didalam ember. Mengapa ikan lele? Ikan lele dipilih sebagai objek dalam BUDIKDAMBER karena Ikan lele mudah beradaptasi dengan habitat baru. Selain itu, lele memiliki protein yang tinggi sehingga dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

BUDIKDAMBER IKAN LELE

Gambar 1. Bahan‒bahan BUDIKDAMBER (Nursandi, 2020) Prosedur pembuatan BUDIKDAMBER: 1. Menyiapkan media berupa ember. Isi air sebanyak 60 liter dan kemudian diamkan 1‒2 hari. 2. Masukkan bibit ikan sebanyak 60‒100 ekor kedalam media yang telah disiapkan, bibit ikan yang digunakan berukuran 5‒12 cm. 3. Rangkai gelas plastik yang telah dilubangi bagian bawahnya dan telah berisi media tanam serta bibit dari sayuran (kangkung) yang ingin ditanam pada pinggiran ember.

21

Gambar 2. Hasil pembuatan BUDIKDAMBER (Nursandi, 2020)


Pemeliharaan BUDIKDAMBER dapat dilakukan dengan cara meletakkan ember di tempat terkena matahari maksimal. Kangkung akan terlihat tumbuh dihari ke‒3. Bila ada kutu di daun kangkung, segera buang daun atau batang karena kangkung akan kriting dan mati. Bila kangkung membesar, tambahkan air lebih banyak. Pemberian pakan ikan dapat disesuaikan dengan ukuran sekenyangnya ikan contohnya 2‒3 kali sehari dengan waktu yang konsisten. Bila nafsu makan ikan menurun, air berbau busuk, ikan menggantung (kepala di atas, ekor di bawah) maka dilakukan pergantian air atau sipon (penyedotan kotoran didasar ember dengan selang). Pergantian tersebut dapat dilakukan 10‒14 hari sekali. Panen kangkung pertama dapat dilakukan 14‒21 hari sejak tanam. Sisakan bagian bawah kangkung untuk pertumbuhan kembali. Panen kedua dan selanjutnya berjarak 10‒14 hari sekali. Kangkung dapat secara kontinu panen selama 4 bulan. Panen ikan lele dapat dilakukan dalam 2 bulan, hal itu didukung bila benih bagus dan pakan ikan yang baik. Tingkat bertahan hidup lele 40‒100%. Panen lele dapat dilakukan dengan cara diserok atau dengan menguras ember. (Nurul)

Daftar Pustaka Annis, S., Saputri, D., & Rachmawatie, D. (2020). Budidaya ikan dalam ember: strategi keluarga dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di tengah pandemi covid‒19 fish culture in a bucket: family strategy in order to strengthen food security in the covid‒19 pandemic period. 2(1), 102–109. GDM. (2020). Cara Budidaya Ikan Lele Dengan Angka Kematian Hanya 0,1%. GDM. Nursandi, J. (2020). Budidaya Ikan dalam Ember ( BUDIKDAMBER ) Mengapa Membudidayakan Ikan dalam Ember (p. 4). https://bulelengkab.go.id/assets/instansikab/ 80/bankdata/prosedur‒budidaya‒ikan‒dalam‒ember‒36.pdf Supendi, S., Maulana, M. R., & Fajar, S. (2015). TEKNIK BUDIDAYA YUMINA‒BUMINA SISTEM ALIRAN ATAS DI BAK TERPAL ̲ Supendi ̲ Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur. Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur, 13(3). http://ejournal‒balitbang.kkp.go.id/index.php/ btla/article/view/836 Susetya, I. E., & Harahap, Z. A. (2018). Aplikasi Budikdamber ( Budidaya Ikan dalam Ember ) untuk Keterbatasan Lahan Budidaya di Kota Medan. Abdimas Talenta, 3(2), 422– 426. Widiarto, A. S., Purwoko, B. A., & Murwono, R. . D. (2013). Pakan Apung Artifasial Untuk Budidaya Ikan Lele Pengaruh Naic Dan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Dengan Metode Fcr (Feed Conversion Ratio). Jurnal Teknologi Kimia Dan Industri, 0(0), 97–102. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtki/article/view/2614 22


Menjaga Diri dan Hewan Kesayangan dari COVID-19

P

yang harus ditaati ketika berada di tempat umum. Protokol tersebut meliputi menjaga jarak satu sama lain, menggunakan masker ketika bepergian keluar rumah, dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus SARS‒CoV‒2 antar manusia dan menurunkan jumlah pasien yang positif terinfeksi penyakit COVID‒ 19. Imbauan untuk tetap berada di rumah selama masa pandemi telah diterapkan banyak negara di berbagai belahan dunia. Larangan untuk berkumpul bersama orang banyak pun mulai dipatuhi. Namun, secara mendadak dunia dihebohkan dengan adanya pemberitaan mengenai kucing yang positif menderita COVID‒19. Sebuah jurnal mencatat adanya laporan kasus hewan kesayangan yang positif COVID‒19 di Belanda dan Amerika Serikat. Di Belgia, seekor kucing yang tinggal dengan pemilik yang positif COVID‒19 juga mengalami masalah pernapasan disertai diare dan muntah. Sequence spesifik virus SARS‒CoV‒2 yang ditemukan pada feses dan muntahan kucing tersebut persis seperti yang terdapat pada pemilik kucing. Hal tersebut membuktikan bahwa COVID‒19 dapat menyebar dari pemilik (manusia) ke hewan lain atau yang disebut dengan reverse‒zoonosis. (Yoo dan Yoo, 2020).

andemi COVID‒19 yang disebabkan oleh virus SARS‒CoV‒2 tengah melanda dunia. Kasus yang disebabkan oleh virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 lalu (WHO, 26 Maret 2020). Asal SARS‒CoV‒2 masih belum diketahui, tetapi berdasarkan hasil isolasi virus dari orang yang terinfeksi, materi genetik dari SARS‒CoV‒2 ini mirip dengan virus corona yang ada pada kelelawar Rhinolopus (WHO, 26 Maret 2020). Virus ini kemudian menyebar secara masif hingga ke berbagai belahan dunia. Indonesia pun tidak luput dari penyebaran COVID‒19 ini. COVID‒19 merupakan salah satu penyakit yang zoonosis. Menurut World Health Organization, zoonosis adalah penyakit atau infeksi yang secara alami dapat ditularkan atau ditransmisikan dari hewan vertebrata ke manusia (WHO, 29 Juli 2020). Virus Corona (CoV) yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia termasuk dalam kelompok alpha‒ CoV atau beta‒CoV. Virus ini dapat juga menyerang beberapa spesies hewan selain manusia. Salah satu kasus virus corona yang melalui transmisi zoonosis ini pernah terjadi pada tahun 2002. Di tahun ini, terjadi penyebaran virus SARS‒CoV dari musang ke manusia. Tahun 2012 pun terjadi kejadian yang serupa. Saat itu unta menjadi perantara penyebaran virus MERS‒CoV ke manusia (WHO, 26 Maret 2020). Dalam menangani pandemi COVID‒ 19 ini, pemerintah melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah. Pemerintah pun melakukan sosialisasi mengenai protokol kebersihan

Lalu, bagaimana cara agar kita dan hewan kesayangan kita terhindar dari COVID‒19 selagi berada di rumah?

23


Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa famili Felidae (meliputi kucing domestikasi, singa, macan, jaguar, leopard, puma, dan cheetah) sangat rentan terinfeksi COVID‒19 dan dapat menunjukkan gejala klinis seperti masalah respirasi dan gastrointestinal. Pada kasus yang tercatat, hewan anjing juga cukup rentan terinfeksi COVID‒19 tetapi tidak serentan famili Felidae. (Yoo dan Yoo, 2020)

Gambar 1 : Kemungkinan asal Covid‒19 dan penyebaran transboundary antara manusia dan hewan (Yoo dan Yoo, 2020) Kasus hewan kesayangan di Belanda, Amerika Serikat, dan Belgia yang positif COVID‒19 diduga terinfeksi dari pemiliknya. Meskipun begitu, belum ada bukti bahwa hewan kesayangan (atau hewan lain) menjadi agen penyebaran COVID‒19 pada manusia. Untuk itu, World Organization for Animal Health mengimbau untuk melaksanakan protokol kebersihan dasar ketika menangani dan melakukan kontak dengan hewan. Protokol kebersihan dasar berupa mencuci tangan sebelum dan sesudah berada di sekitar hewan atau ketika menangani hewan (termasuk pakan dan alat untuk mengurus hewan). Sebisa mungkin hindari mencium, terkena jilatan, atau berbagi makanan dengan hewan (OIE, 9 Juni 2020).

Orang yang dicurigai atau telah dipastikan terinfeksi COVID‒19 harus meminimalisasi kontak langsung dengan hewan apapun. Apalagi hewan yang rentan terinfeksi COVID‒19. Pemilik hewan kesayangan yang positif COVID‒19 pun harus menjaga jarak dengan hewannya. Jika terpaksa harus melakukan kontak, laksanakan protokol kebersihan dengan baik dan gunakan masker. Hewan kesayangan tersebut pun harus dijaga untuk tetap berada di rumah sama seperti rekomendasi karantina di rumah masing‒ masing bagi manusia. Selain itu, orang asing sebaiknya menghindari kontak dengan hewan tersebut (OIE, 9 Juni 2020).

24


Berdasarkan bukti adanya kasus hewan kesayangan berupa kucing dan anjing yang terinfeksi COVID‒19, dapat disimpulkan bahwa manusia mungkin untuk menularkan COVID‒19 kepada hewan peliharaannya. Selain itu, setelah dilakukan uji laboratorium ditemukan juga bahwa selain anjing dan kucing, terdapat beberapa hewan seperti singa, macan, jaguar, leopard, puma, dan cheetah yang rentan tertular COVID‒19. Tentunya kita tidak ingin hewan kesayangan kita ataupun hewan lain tertular penyakit COVID‒19. Oleh karena itu, marilah kita selalu menerapkan protokol kebersihan sehingga kita, hewan kesayangan kita, dan hewan lain dapat terhindar dari COVID‒19. (Angel)

Gambar 2 : Protokol kebersihan dasar untuk menangani hewan (oie.int)

Referensi : WHO. Origin of SARS‒CoV‒2 (26 Maret 2020) diakses via https://www.who.int/health‒ topics/coronavirus/who‒recommendations‒to‒reduce‒risk‒of‒transmission‒of‒emerging‒ pathogens‒from‒animals‒to‒humans‒in‒live‒animal‒markets pada 13 Agustus 2020 WHO. Zoonoses (29 juli 2020) diakses via https://www.who.int/news‒room/fact‒sheets/ detail/zoonoses pada 19 Agustus 2020 OIE. Question and Answer on COVID‒19 (terakhir diperbaharui : 9 juni 2020) diakses via https://www.oie.int/scientific‒expertise/specific‒information‒and‒recommendations/ questions‒and‒answers‒on‒2019novel‒coronavirus/ pada 13 Agustus 2020 Yoo, Han Sang dan Yoo, Donghwan. 2020. COVID‒19 and Veterinarians for One Health, Zoonotic, and Reverse‒Zoonotic Transmissions. J Vet Sci. 2020 May; 21(3)

25


Resensi Film : Tilik

Screenshot Film Tilik (Youtube Ravacana Films) “Tilik”, dalam Bahasa Indonesia memiliki arti “menjenguk”. Tilik merupakan judul sebuah film pendek yang sedang ramai dibicarakan di berbagai platform sosial media. Film pendek tersebut disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo, yang kemudian didanai oleh Pemkot Yogyakarta, yang kemudian cerita tersebut dapat tersaji di channel Youtube Ravacana Films. Film pendek tersebut disinyalir dapat booming karena jalan ceritanya yang sangat relate dengan kehidupan sosial di negara ini. Banyak penonton yang setuju bahwa film pendek ini memiliki cerita yang sederhana, namun menggigit. Cerita yang berawal dari rombongan ibu­ibu dari desa yang akan menjenguk Bu Lurah yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit kota. Mereka menjenguk Bu Lurah menggunakan truk yang disopiri oleh Gotrek. Di dalam truk, ibu­ibu tersebut memulai pembicaraan mengenai Dian, seorang gadis kembang desa yang digosipkan menjadi perempuan nakal dan suka menggoda om­om. Di dalam truk, Bu Tejo, Yu Sam, Yu Ning, dan Yu Tri yang asyik membicarakan Dian. Ibu­ibu lainnya pun terlihat menyimak obrolan tersebut. Berawal dari Yu Sam yang mulai memantik pembicaraan mengenai Dian agar dapat mereka gosipkan dalam perjalanan. Kemudian Bu Tejo selalu memvalidasi berita tersebut menggunakan sosial media, sebagai alat bukti bahwa apa yang dikatakan olehnya benar. Kemudian disusul Yu Tri yang selalu setuju dengan perkataan Bu Tejo, mengganggap berita tentang Dian sangat berguna supaya mencegah rumah tangga mereka diganggu oleh Dian. Namun Yu Ning selalu menampik dan menganggap obrolan tersebut merupakan fitnah. Yu Ning tidak setuju karena berita­berita tersebut belum pasti adanya, juga obrolannya terlihat selalu ” dibumbui” lagi oleh Bu Tejo. 26


Bu Tejo merupakan istri pemborong sukses yaitu Pak Tejo, yang disinyalir akan menjadi calon lurah desa tersebut. Dilihat dari penampilannya, Bu Tejo memakai perhiasan banyak dan menarik perhatian menandakan bahwa ia merupakan orang yang berada. Bu Tejo menjadi pentolan dalam cerita ini karena perkataannya yang tajam dan pedas saat bergosip. Yu Ning pun tak kuasa selalu berdebat dengan Bu Tejo yang selalu menggosipkan Dian. Bu Tejo pun menjelaskan mengapa Yu Ning selalu membela Dian karena mereka Yu Ning merupakan saudara jauh Dian. Setelah sampai di rumah sakit kota, rombongan ibu­ibu bertemu dengan Fikri yang merupakan anak Bu Lurah, dan Dian, gadis yang sejak tadi dibicarakan. Rombongan ibu­ibu tersebut ternyata gagal menjenguk Bu Lurah karena ia masih dirawat di ruang ICU. Akhir cerita dari film pendek ini membuat penonton bingung sehingga menimbulkan asumsi yang berbeda­ beda. Cerita ini ditutup dengan Dian yang membicarakan hubungannya dengan seorang pria paruh baya yang merupakan ayah Fikri, yakni Pak Lurah. Dian menjelaskan bahwa ia tidak sanggup lagi menyembunyikan hubungan mereka berdua dari masyarakat. (Dianita)

27


Ilustrasi : Nurul Fitriani


BADAN PENERBITAN PERS MAHASISWA Â

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Jalan Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta bppm.fkh.ugm.ac.id

@bppmfkhugm

bppm.fkh@ugm.ac.id

@jfa4756i


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Buletin Veteriner 2020 by BPPM FKH UGM - Issuu