



SNI ISO 37001 : 2016 E NYU A P A N SIS T E M MA N A JE M E N









![]()




SNI ISO 37001 : 2016 E NYU A P A N SIS T E M MA N A JE M E N









Landasan Hukum SistemManajemenAnti
Pengertian SMAP -2
Tujuan SMAP -5
Prinsip-prinsip penerapan SMAP -6
Pokok-pokokkebijakanSMAP
Prinsip4 No’s
-13

Penyuapan(SMAP)-1 -1 -7
Pakta Komitmen Penerapan SNI ISO 37001:2016SMAP -12 -14
Konsultasi
PelaporangratifikasidanWhistleBlowingSystem -17
Mekanismepelaporangratifikasi -20
Daftar gratifikasi yang tidak perlu dilaporkan -22

1.Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi jo UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.31
Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PidanaKorupsi
2.Peraturan Presiden no 54 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Pencegahan
Korupsi pada tanggal 6 Desember 2016 yang mengamanatkan penerapan
Sistem ManajemenAnti Penyuapan di sektor publik dan swasta secara meluas
termasuk BUMN dan BUMD/ Pemerintah Daerah
3.Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahandan
Pemberantasan Korupsi yang dikeluarkan pada tanggal 22 September 2016
PERMA 13 tahun 2016 yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung tentang Tata Cara
PenangananTindak Pidana oleh Korporasi
4.PERMA 13 tahun 2016 yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung tentangTataCara
PenangananTindak Pidana olehKorporasi
5.PeraturanMenteriPekerjaanUmumdanPerumahanRakyat Nomor10/PRT/M/2017
Tahun2017 tentangTata Cara PenangananPelaporanDugaanPelanggaranMelalui
Whistleblowing System di KementerianPekerjaanUmumdanPerumahanRakyat
6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2 Tahun 2022 tentang PengendalianGratifikasi
TA.2024


SistempengelolaanAntiPenyuapanyang
dirancang untuk membantu organisasi
mengembangkan, menerapkan, dan meningkatkan program kepatuhan antipenyuapan.
Jaminan pelaksanaan praktek kontrol
anti suap yang baik dan diakui secara internasional


Penyuapanmerupakanperbuatanuntuk
menawarkan, menjanjikan,
memberikan,menerima atau meminta
keuntungan yang tidak semestinya dari nilai
apapun (berupa keuangan atau non keuangan), langsung atau tidak langsung, terlepasdarilokasi,merupakanpelanggaran peraturan perundang-undangan, sebagai
bujukan atau hadiah untuk orang yang bertindak atau menahan diri dari bertindak
terkait kinerja dari tugas orang tersebut


Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi
pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan,fasilitaspenginapan,perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan
fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima didalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik

1.Pemenuhan Peraturan Perundangan
2.Membantu organisasi untuk
menciptakan sistem yang mampu
melakukan pencegahan, pendeteksian, dan respon terhadap tindak penyuapan
3.Mewujudkan tatanan organisasi yang bersifat otomatis bergantung pada sistem yang telah dikembangkan
4.Branding dan membangun kepercayaan pada stakeholder


Proportional Procedure
Kebijakan dan Prosedur yang praktikal, dapat diakses dengan mudah, efektif dan dikomunikasikan dengan jelas
Monitoring & Review
Reviewdanmonitoring secaraberkala
untukmengetahuikeefektifansistem manajemenyang diterapkan
Kaji secara lebih mendalam proses proses yang memiliki tingkat risiko lebih

Communication
Komunikasi kepada pihak internal dan eksternal yang efektif
Risk Assessment
Review dan monitoring secara berkala untuk mengetahui keefektifan sistem manajemen yang diterapkan
Komitmen pimpinan organisasi sebagai role model dan personil terdepan dalam implementasi sistem manajemen

SebagaisalahsatuindikatorkeberhasilandariKebijakan9Strategi PencegahanPenyimpanganDalam PengadaanBarang/Jasauntuk mewujudkanpengadaanbarang/jasayangefisien,efektif,transpar an, terbuka,bersaing,adildanakuntabeldiKementerianPekerjaan Umum danPerumahanRakyat,DirekturJenderalBinaKonstruksi, DirekturPengadaanJasaKonstruksi,danseluruhKepalaUPT/Balai Wilayahberkomitmenuntukbebasdaripraktekpenyuapan,mendoro ng penerapanSNIISO 37001:2016Sistem ManajemenAntiPenyuapan (SMAP)dalam melaksanakanpelayananpengadaanbarang/jasa secaraetisdanbertanggungjawab;melaksanakanpelatihandanuji sertifikasi;sertapembinaanjasakonstruksidenganmemenuhi ketentuanperaturanperundang-undanganterkaitantipenyuapan yangberlakusertaselalufokusmenjadiUPT/Balaiyangberintegri tas danbersihmelaluiupayapeningkatansecaraberkelanjutan,dengan:
1


2

Melarangdantidakmentolerirpenyuapan dalam setiapaktivitaspenyelenggaraan tugasdanfungsiUPT/BalaiWilayah, serta menetapkan, memeliharadanmelakukan tinjauanrisikoterhadappotensi penyuapandalam kerangkaSMAP.
Mematuhiperaturanperundang-undangan yang berlakudi RepublikIndonesia terkait dengananti korupsidanpencegahan penyuapan.
3


4

Melakukanupaya-upayapencegahan penyuapandanmenerapkanpengendalian anti penyuapandi lingkunganUPT/Balai Wilayah dalam rangkamendukung pelaksanaan SMAP.
MemastikanSMAP diterapkansecara penuh, efektifdankonsisten meningkatkansecaraberkelanjutanuntuk mencapaisasarananti penyuapansesuai
dengantujuanKementerianPekerjaan Umum danPerumahanRakyat



MembentukFungsiKepatuhanAnti Penyuapan (FKAP) yang memilikikewenangan, tanggungjawab, kemandiriandansumberdaya pendukungyang memadaiuntukmengawasi danmemastikanpenerapandanpeningkatan berkelanjutanSMAP.
MendorongkepedulianseluruhPegawai UPT/BalaiWilayah serta stakeholders dengandasarpemahamandanitikad yang baikuntukberperanaktifdalam pelaksanaan SMAP.



Menjaminkerahasiaan, keselamatan danperlindunganhukum bagi pelaporyangtelahmemberikan informasiataulaporanatasdugaan pelanggaranSMAP.
Memberikansanksiterhadap
pelanggaranSMAP kepadapihak-pihak di bawahwewenangUPT/BalaiWilayah yang terbuktiterlibatdalam penyuapan sesuaidenganperaturanperundangundanganyang berlakudi Republik Indonesia.
1 2 3 4 5 6 7

Memenuhi dan tidak mentoleransi setiap pelanggaran terhadap peraturan perundangan yang berlaku terkait arti korupsi dan pencegahan penyuapan;
Mematuhi Kode Etik Perilaku Pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
Menjunjung tinggi nilai integritas dan menjalankan prinsip 4 Big No's yaitu No Bribery, No Kickback, No Gift, No Luxurious Hospitality
Senantiasa mendukung pelaksanaan kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan pada setiap proses bisnis UPT/Balai Wilayah sesuai dengan nilai dasar pegawai Kementerian PUPR dan Core
Values Aparatur Sipil Negara
Menghindari konflik kepentingan dan mengelola setiap konflik kepentingan yang dapat menimbulkan risiko penyuapan;
Mendukung pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan prinsip pengadaan barang/jasa, pembinaan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan berdaya saing serta tugas pembinaan jasa konstruksi lainnya;
Bersedia ikut serta dalam mematuhi dan melaksanakan Komitmen Bersama dalam Pelaksanaan
Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dengan sepenuh hati.


No
Bribery
hindari/menolak segala bentuk penyuapan
dan pemerasan
No Kickback
hindari/menolak meminta komisi, tanda terima
kasih baik dalam bentuk uang dan dalam
bentuk lainnya
No No
Gift
hindari/menolak penerimaan/pemberian
hadiah atau gratifikasi yang bertentangan
dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku
Luxurious Hospitality
hindari/menolak penyambutan dan jamuan yang berlebihan




Kapan perluberkonsultasi ?
diluarketentuan
Sebelum menerima hadiah atau jamuan anything of value



Pasal 12B ayat (1) UU
No.31/1999 jo UU No. 20/2001
tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi berbunyi :
Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara
negaradianggappemberiansuap, apabila berhubungan dengan
jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,
Pasal 12C ayat (1) UU
No.31/1999 jo UU No. 20/2001, berbunyi : Ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 12B Ayat (1) tidak
berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada KPK





Pelapor

Verifikator
Pelapor menyampaikan laporan dugaan pelanggaran
Penelaah
Verifikator memverifikasi laporan dan menyampaikan hasil verifikasi kepada Penelaah

Irjen
Penelaahmenelaahlaporan,jika tidak terbukti, PenelaahmenyampaikankepadaVerifikator untukmemberitahupelapor. Jikaterbukti,Penelaah menyampaikanrekomendasikepadaIrjenuntuk menindaklanjuti

Audit
Menteri PUPR
Menindaklanjuti dengan Membentuk Tim Pemeriksaan Khusus
Melakukan pemeriksaan khusus dan menyampikan hasilnyakepadaMenteriPUPR

Menteri PUPR menindaklajuti hasil pemeriksaan khusus
LaporanGratifikasipaling
sedikitmemuat:
a. IdentitasPelapor(NIK, Nama,Alamat, No Telpon)
b. JabatanPelapor
c. Informasi Pemberi
d. TempatdanWaktu
Penerimaan/Penolakan Gratifikasi
e. UraianJenisGratifikasi
f. NilaiGratifikasi
g. KronologisPeristiwa
h. Bukti,dokumenatau data dukung
Pelaporan menyampaikan penerimaan/ pelolakan gratifikasi
KPK Melakukan
Verifikasidan Analisis terhadap Pelaporan

Pelapor menindaklanjuti ketetapan 1 2 3 4
Dilakukan Validasi dan Kelengkapan data oleh UPG

Pelaporan Langsung ke KPK (Maksimal 30 Hari Kerja)

Surat/ Loket:
Direktorat
GratifikasiKPK

https://gol.kpk.go.id/

Pelaporan gratifikasi @kpk.go.id
Penetapan status gratifikasi oleh KPK
Pelaporan Melalui UPG (Maksimal 10 Hari Kerja)


https://gol.itjen.pu.go.id/ 081316900022








1
Karena hubungan
keluarga, sepanjang
tidak memiliki konflik kepentingan

Keuntungan/ bunga dari penempatan dana, investasi, atau kepemilikansaham pribadi yang berlaku umum
3

Seminar kit yang berbentuk
seperangkat modul & alat tulis serta sertifikat yang diperoleh dari kegiatan resmi kedinasan seperti rapat, seminar, workshop, konferensi, pelatihan, atau kegiatan lain sejenis yang berlaku umum
Manfaatbagi seluruh peserta koperasi atau organisasi pegawai berdasarkan keanggotaan yang berlaku umum
4
5

Prestasiakademis/non akademisyangdiikutidengan biaya sendiri,sepertikejuaraan, perlombaan/kompetisitidak terkaitkedinasan
Hadiah tidak dalam bentuk uang atau alat tukar lainnya yang dimaksudkan sebagai alat promosi atau sosialisasi, sepanjang tidak memiliki konflik kepentingan 6
7
Penerimaanhadiah,beasiswa,atau tunjangan, baikberupauang/barangyang
adakaitannyadenganpeningkatan
prestasikerjayangdiberikanoleh
Pemerintah/pihaklainsesuaiperaturan
perundangundanganyangberlaku

Hadiahlangsung/undian, diskon/rabat,voucher,point rewards, atausouveniryang berlakuumumdantidak terkaitkedinasan
8
9

Kompensasi yang diterima terkait kegiatan kedinasan seperti honorarium, transportasi, akomodasi, dan pembiayaan yang telah ditetapkan dalam standar biaya penerima gratifikasi, tidak ada pembiayaan ganda, tidak ada benturan kepentingan dan tidak melanggar aturan
Kompensasiprofesidiluar kedinasan,yangtidak terkaitdengantupoksidaripejabat,/pegawai
tidakmemilikikonflikkepentingandantidak melanggaraturaninternalinstansipegawai 10

Penyelenggaraanpernikahan, kelahiran, aqiqah,baptis,khitanan, danpotonggigi,atauupacaraadat/ agamalainpalingbanyakdengan batasannilaiperpemberian1juta rupiah
13
Terkaitmusibahatau

Sesama rekan kerja pada pisah sambut, pensiun, promosi, dan ulang tahun (tidak berbentuk uang) paling banyak Rp. 300.000 dengan total pemberian Rp. 1 Juta dalam 1 tahun dari pemberi yang sama

Hidangan/ sajian yang berlaku umum 15
Sesama rekan kerja paling banyak (tidak dalam bentuk uang)
Rp.200.000 dengan total pemberian Rp. 1 Juta dalam 1 tahun dari pemberi yang sama
BP2JK SULSEL | TA.2024
16









bp2jksulsel@pu.go.id



pupr_konstruksi_bp2jksulsel
https://binakonstruksi.pu.go.id/unit-kerja/bp2jk-sulawesi-selatan/