Skip to main content

BIDIKUTAMA MAGAZINE

Page 1

Dari Redaksi Canggihnya teknologi sangat berdampak besar bagi kemajuan umat manusia, salah satunya di bidang pendidikan. Pendidikan menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan seorang manusia. Di era global saat ini setiap orang berlomba-lomba untuk mencapai pendidikan setinggi mungkin, baik untuk menghadapi dunia kerja maupun untuk meningkatkan kemampuan diri sendiri. Tak heran saat ini baik pemerintah maupun lembaga non pemerintah berlomba membangun dan mengembangkan perguruan tinggi. Hal ini didasarkan banyaknya kebutuhan akan pendidikan tinggi di kalangan masyarakat. Di Indonesia sendiri faktor keberhasilan seseorang di dunia pendidikan identik dengan gelar yang tersemat, besarnya indeks prestasi dan kecepatan akan waktu menempuh pendidikan. Entahlah mengapa identik dengan hal tersebut, padahal kadar keberhasilan seseorang di dunia pendidikan tak seluruhnya dari faktor-faktor tersebut. Namun hal ini justru membuat sebagian orang mengambil jalan pintas dengan melakukan plagiarisme. Asal cepat segala cara pun di tempuh. Menyelami era ini, Satu tradisi di dalam dunia kemahasiswaan yang tidak bisa, atau bahkan sangat tidak mungkin untuk ditinggalkan oleh mahasiswa adalah menciptakan karya tulis, karya ilmiah, tesis, disertasi, skripsi, jurnal dan artikel adalah hal tak aneh bagi civitas akademika. Namun sayangnya, akhir-akhir ini semakin marak ditemuinya kasus plagiarisme di dunia pendidikan.

Miris, namun itulah kenyataannya. Tak dipungkiri kegiatan plagiarisme nyatanya sudah menjadi budaya yang tidak disadari hadir di dunia pendidikan Indonesia. Mudah dan cepat, mungkin itulah alasan para pelaku plagiarisme melakukanya. Hal inilah yang mendorong kami untuk menyajikannya dirubrik Bidikan Utama kali ini, dijelaskan mengapa plagiarisme itu dilarang dan haram untuk dilakukan terutama bagi para agent of change. Majalah Bidik Utama edisi 8 juga menyajikan bermacam-macam rubrik dengan gaya kritis ala mahasiswa, di rubrik Bidikan khusus kami membahas keresahan mahasiswa atas tidak meratanya pembangunan disetiap lokasi kampus dan terhambatnya pembangunan laboratorium terpadu sehingga membuat rasa tidak nyaman sebagian mahasiswa, selain itu di rubrik Geh Banget kami menghadirkan sejarah tentang perjuangan salah satu Sultan Banten di masa lampau dan di rubrik Sosok dimana Mia Amalia, seorang mahasiswa yang berprestasi hingga ke tanah Eropa mengharumkan nama bangsa. Kami berharap kehadiran majalah ini mampu memberi informasi dan pengetahuan baru bagi khalayak pembaca, selain itu media ini diharapkan dapat menjadi jembatan aspirasi bagi seluruh warga Kampus Sultan Ageng Tirtayasa ini. Akhir kata, selamat membaca dan memperluas cakrawala. Pemimpin Redaksi Rizharnadi Bahtera

BIDIK UTAMA MAGZ Media independen Aspirasi Mahasiswa PELINDUNG Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat,M.Pd PENERBIT UKM Jurnalistik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa PENASIHAT Drs. H. Hidayatullah Haila, MM PEMBINA Dewan Pengawas Organisasi PENANGGUNG JAWAB Pengurus Inti PEMIMPIN ORGANISASI Muammar Khair A PEMIMPIN REDAKSI Rizharnadi Bahtera REDAKTUR PELAKSANA Pernita Hestin EDITOR Resti F Kurniawan, Diandini S Putri, Maryagita Diah Noviani, Fazriah Agista, Pernita Hestin Untari REPORTER Alfiyanita Islami, Inas Aprilia,

Tb Firas, Nur Mawaddah, Sri Dayanti, Angga Neza Prima, M Haikal, Nadiyah, Sofyan, Fenny Afidati, Firda Fuji R, Lala Lutfiatun N, Degilsha Yared, Arti Kurnia, Fransisca Fika, Nita Rahmawati, Rai Almas, Syifa Dwi Hendrianti, Amy Fauziah, Abidin, Irawan Saputra

TATA LETAK Awwaludin Shiddik H , Angga Neza Prima DOKUMENTASI Sofyan, Awwaludin Shiddik Hidayat, Mekael Bentan SIRKULASI Izzatunihlah, Fenny Afidati KAJIAN DAN RISET Zulfikar Nasution, Irawan Saputra

UKM JURNALISTIK UNTIRTA PEMIMPIN UMUM Muammar Khair A WAKIL PIMPINAN UMUM Resti F K SEKRETARIS UMUM Diandini S Putri BENDAHARA UMUM Fazriah Agista KEPALA PRODUKSI Rizharnadi Bahtera

BIDIK UTAMA | 2

Everything Does With Creativity

Everything Does With Creativity

MARKETING Tony Arizona HUMAS Izzatuhnihlah, Fenny Afidati BANK DATA Maryagita Dian Noviani INVENTARIS Nur Mawaddah LITBANG Zulfikar Nasution

DEPT.MEDIA CETAK Pernita Hestin Untari DEPT.VIDEOGRAFI Mekael Bentan DEPT.FOTOGRAFI Awwaludin Shiddik H DEPT.MEDIA ONLINE Aldo Suhartono

BIDIK UTAMA | 3


pintu majalah Plagiarisme di Indonesia sering kali terjadi. Berbagai aspek dan bidang sering kali ditiru tanpa mencantumkan sang penciptanya. Di dunia pendidikan plagiarisme ada hal yang paling dikecam.

Daftar Isi

Edisi 08/X/September 2015 6 - BIDIKAN UTAMA

Plagiarisme dapat merugikan, plagiarisme juga dapat menghabat pola pikir anak-anak Indonesia. Untuk itu, pada majalah Bidik Utama edisi September 2015, tema yang disajikan ialah, Plagiarsme di dalam dunia pendidikan dengan CTRL+C sebagai simbol copy (Menyalin / Plagiat).

14 - GEH BANGET! 16 - JABAT TANGAN 18 - ARTIKEL 20 - INSPIRASI 22 - BIDIKAN LENSA 24 - BIDIKAN KHUSUS 32 - SOSOK 34 - WISATA 36 - KESEHATAN 38 - RESENSI Ide : Angga Neza Prima Ilustrasi : Angga Neza Prima

40 - POJOK SANTAI 42 - KARIKATUR

Foto : Angga Neza Prima

BIDIK UTAMA | 4

Everything Does With Creativity

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 5


Bidikan Utama

D

i Indonesia plagiarisme bukanlah suatu hal yang tabu. Plagiat di dunia musik, gambar, tulisan, dan lain sebagainya acap kali terjadi. Selain itu, plagiarisme juga kerap terjadi di dunia pendidikan. Plagiat di dunia pendidikan biasanya berupa penyamaan karya ilmiah, tesis, disertasi,skripsi, jurnal dan artikel. Satu tradisi di dalam dunia kemahasiswaan yang tidak bisa, atau bahkan sangat tidak mungkin untuk ditinggalkan oleh mahasiswa adalah menciptakan karya tulis. Namun sayangnya, akhir-akhir ini semakin marak ditemuinya kasus plagiarisme di dunia pendidikan.

Kegiatan plagiarisme nyatanya telah membudaya di Indonesia, salah satunya dalam dunia pendidikan bagi kalangan pelajar, mahasiswa ataupun dosen. Dari survey yang dilakukan tim Bidik Utama, 85% responden dari 100 orang mengaku pernah melakukan plagiarisme baik sadar atau pun tanpa disadari. Mereka menganggap kegiatan meng-copy pendapat atau tulisan orang lain tanpa disertakan sumber untuk dimasukkan

“

TEks : Alfiyanita Islami, Nur Mawaddah Foto : net

“Google + Wikipedia + Copy Paste = Homework Done!” -Anonymous Everything Does With Creativity

Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2010 ini pun telah mengatur sanksi bagi mahasiswa yang melakukan tindakan plagiat. Jika terbukti melakukan plagiat maka seorang mahasiswa akan memperoleh sanksi berupa teguran, peringatan tertulis, penundaan pemberian hak mahasiswa, pembatalan nilai, pemberhentian dengan hormat maupun tidak hormat dari status sebagai mahasiswa, hingga pembatalan ijazah apabila telah lulus dari proses pendidikan. Penetapan undang-undang, peraturan menteri dan beragam sanksi tegas untuk menuntas plagiasi tetap tak kunjung berhasil.

Dengan melihat pendidikan sebagai tonggak majunya pemikiran anak bangsa sangat diharapkan bahwa tindak plagiasi ini harus dihindari

dalam tugas, penelitian dan karya ilmiah termasuk hal yang lumrah. bahkan, ada pula yang tidak mengetahui bahwa kegiatan mereka termasuk kegiatan plagiat dan dapat dikenakan sanksi. Akademisi FISIP Untirta, Gandung Ismanto menelaah awal mula berkembangnya plagiarisme, menurutnya sikap plagiarisme ini dimulai sejak abad ke-19 dimana pada saat itu banyak penemuan ilmiah ditemukan. Pada saat itu belum banyak karya dari peneliti yang dipublikasikan. “Saya kira sejarah plagiarisme ini muncul saat berkembangnya ilmu pengetahuan dan banyaknya penemuan-penemuan ilmiah, sekitar abad ke-19, dimana pada saat itu pula belum banyak peneliti yang mempublikasikan hasil penemuannya, jadi rentan pada saat itu peneliti menjiplak penemuan dari peneliti lain, mungkin dengan nama yang berbeda tapi dengan cara kerja yang sama,” ujarnya. Dalam dunia pendidikan jelas tertulis dalam peraturan menteri pendidikan RI nomor 17 tahun

BIDIK BIDIKUTAMA UTAMA || 66

2010, salah satunya tercantum pada Bab 1 Pasal 1 dikatakan bahwa, “plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber tepat dan memadai.”

Everything Does With Creativity

”

Beragam kasus mengenai plagiarisme semakin hari semakin bertambah. Tak menyangkal memang dunia pendidikan kita seakan membudidayakan sifat plagiat atau plagiarisme. Hingga tahun 2013 sudah 808 kasus plagiarisme yang tercatat di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan hingga saat ini kasus plagiasi itu terus bertambah. Tegas sudah pemerintah menetapkan sanksi untuk para plagiator ini dalam Undang-Undang No 20/2003 mengenai perlindungan hak cipta dan hak kekayaan intelektual lainnya. Gandung menambahkan, sikap plagiarisme ini melanggar etika dan moralitas yang dimana plagiasi ini sama saja dengan korupsi yang mencuri hak orang lain, sehingga plagiarisme ini tidak etis dilakukan. Terlepas dari segala tindak plagiasi yang terjadi di Indonesia, masih harus dipikirkan langkah represif untuk mencegahnya. Bukan hanya dimulai dari diri sendiri tapi harus juga ada peran serta lingkungan didalamnya. “Dalam lingkup kampus atau universitas seharunya tidak BIDIK UTAMA | 7


Bidikan Utama hanya memperhatikan akreditasi pendidikan, namun juga budaya akademik didalamnya. Bukan seberapa baik akreditasi yang didapat tapi seberapa terhormat kampus itu dipandang dengan budaya akademiknya yang baik,” ujar dosen FISIP ini.

“

Plagiasi itu ada hukumnya, yang jelas tindak plagiasi ini haram dilakukan

“

Tak berdeda dengan Akademisi Untirta, Dr. Widyo Winarso, Kepala Subdirektorat Kemahasiswaan di Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) pun turut menilai perihal plagiarisme ini, menurutnya plagiarisme itu haram dilakukan baik oleh mahasiswa, dosen atau bahkan petinggi negara lainnya. ’’Plagiarisme ini diundang-undang sudah jelas, plagiasi itu ada hukumnya, yang jelas tindak plagiasi ini haram dilakukan,“ ujarnya.

Alfia Rengganis, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini menanggapi bahwa sanksi yang dijatuhkan bagaimana pun bentuknya pantas diberikan. Karena sebagai mahasiswa, akademisi yang dalam proses mengemban ilmu kurang pantas rasanya melakukan plagiasi karena tidak sesuai dengan tujuan kita kuliah. “Untuk tindak plagiasi ini, mau bagaimanapun sanksi yang diberikan saya rasa ini bertujuan baik, agar kita sebagai mahasiswa menghargai proses dalam mencari ilmu bukan mendapatkan cara instan demi kepentingan nilai semata,” Imbuhnya.

Wawancara Eksklusif Oleh: Sri Dayanti

Sebenarnya, lanjut mahasiswa semester tiga ini tindak plagiasi dapat dihindari dari memperhatikan hal-hal kecil dengan tidak curang dan mencontek. Rajin membaca dari berbagai sumber untuk memperbanyak wawasan, dan juga selalu mencantumkan sumber saat kita mengutip kalimat orang lain.

Kasus plagiasi apa saja yang baru-baru ini terjadi? Banyak, terutama mengenai dosen-dosen yang memplagiasi karya lmiah atau tulisan dari mahasiswa bimbingannya. Dan ini sudah banyak beredar beritanya di media-media besar di Indonesia. Tapi untuk sejauh ini kami belum pernah menangani langsung untuk plagiasi pada tingkat mahasiswa, biasanya pada tingkat ini yang mengurus adalah pihak universitas atau dinas pendidikan setempat.

Dengan melihat pendidikan sebagai tonggak majunya pemikiran anak bangsa sangat diharapkan bahwa tindak plagiasi ini harus dihindari, mengutip sebagian atau seluruhnya karya orang lain bukan sikap yang seharusnya dilakukan oleh seorang yang bependidikan. Bukan hanya kemampuan menganalisis tapi juga kemampuan mengendalikan diri, menghargai proses mendapatkan ilmu untuk memajukan dunia pendidikan kita.

Apa landasan hukun untuk kasus plagiasi ini?

Dr. Widyo Winarso (Kepala Sub Direktorat Kemahasiswaan Dikti) Tanggapan bapak mengenai plagiarisme di Indonesia?

“ Jika terbukti melakukan

plagiat maka seorang mahasiswa akan memperoleh sanksi berupa teguran, peringatan tertulis dan penundaan pemberian hak mahasiswa,

Plagiarisme ini diundang-undang sudah jelas, plagiasi itu ada hukumnya, yang jelas tindak plagiasi ini haram dilakukan. Karena ini direktorat jendral bukan dinas, biasanya kami lebih banyak menerima laporan mengenai kasus untuk plagiasi dilingkungan mahasiswa bahkan dosen sekalipun pada tingkat universitas.

Tindak plagiasi ini diatur dalam undang-undang hak cipta dan undang-undang kekayaan intelektual. Dalam UU No.20/2003 yang dijabarkan pada pasal 25 ayat (2) dimana apabila lulusan perguruan tinggi yang ketahuan memplagiasi karya ilmiah orang lain akan dicabut gelarnya dan pidana penjara paling lama dua tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000 ( dua ratus juta rupiah ) Bagaimana langkah represif dari dikti dalam menangani plagiarisme? Saya berpendapat bahwa agar tidak menjamurnya kasus plagiarisme ini, alangkah baik apabila diawali dengan pembetukan karakter sejak dini, misalnya dengan membiasakan diri untuk tidak mencontek baik dalam mengerjakan tugas atau bahkan ujian, karena akibat dari kebiasaan mencontek ini lahirlah koruptor-koruptor yang ada di negara ini.

“

BIDIK UTAMA | 8

Everything Does With Creativity

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 9


Bidikan Utama

“

Plagiarisme, Etika Pendidikan dan Hak Cipta Yang Diabaikan

Tindak plagiat dapat dikatakan plagiat apabila plagiator membuat hasil pindahan tulisannya bukan hanya menjadi konsumsi pribadi, namun menjadi tulisan atau konsumsi publik.

K

etika berbicara mengenai dunia pendidikan Indonesia, kita tidak dapat menyangkal bila langsung dihadapkan dengan berbagai permasalah krusial didalamnya. Baik dari faktor internal dan eksternal ataupun dari pelaku akademis serta sistem yang mengaturnya. Plagiarisme salah satunya, sebagai contoh kusamnya dunia pendidikan saat ini. Revolusi mental, seperti yang digaungkan oleh Presiden Republik Indonesia saat ini, diserukan dimana mental menjadi suatu titik sentimental yang harus disentuh sebagai salah satu pondasi untuk melakukan tindakan. Sebagai akademisi mental inilah yang seharusnya dapat membangun suatu karakter pendidikan di Indonesia. Maka tak heran jika fenomena plagiarisme ini juga bisa disebut sebagai bentuk degradasi moral ataupun mental dari akademisi itu sendiri.

TEks : sri dayanti, tb firas Foto : net

Everything Does With Creativity

melindungi hak cipta yang tertuang dalam undang undang hak cipta dan undang undang hak kekayaan intelektual lainnya. Dalam Undang undang No 20/2003 ditegaskan bahwa “Lulusan yang karya ilmiahnya digunakan untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 25 ayat 2 terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).” Dr. Suwaib Amiruddin, Sosiolog dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa beranggapan bahwa tidak semua praktek memindah tulisan itu disebut plagiat. Tindak plagiat dapat dikatakan plagiat apabila plagiator membuat hasil pindahan tulisannya bukan hanya menjadi konsumsi pribadi namun menjadi tulisan atau konsumsi publik.

Plagiarisme itu sendiri secara konseptual merupakan dimana seseorang dengan sengaja memindahkan tulisan atau karya ilmiah orang lain tanpa mencantumkan sumbernya (secara terminologis). Dari sisi ilmu sosiologi sendiri memandang bahwa perilaku plagiat ini baik dari si pelaku atau bisa disebut plagiator kurang memiliki penalaran moral yang merupakan dasar dari perilaku etis. Dimana plagiator ini tak hanya melanggar norma namun juga merugikan orang lain.

“Ini yang dipersoalkan jika itu dipublikasikan, kalau untuk konsumsi pribadi misalnya saya mengambil tulisan anda kemudian saya mengganti nama disitu, baru dapat dikatakan plagiat, sepanjang saya mengambil tulisan seseorang kemudian mengganti nama, atau nama seseorang saya ambil dan mencantumkan nama dibelakang tanpa sepengetahuan itu termasuk pelanggaran,” Begitu ujarnya saat berbincang dengan tim Bidik Utama, Rabu (26/08).

Plagiat juga bermacam-macam jenisnya, disebut plagiat ada yang memindahkan secara keseluruhan, ada juga yang memindahkan hanya sebagian dari tulisan itu. Kalau kita bicara dalam konteks karya ilmiah, sepanjang mencantumkan sumbernya itu bukan merupakan plagiat yang berat.

Plagiarisme ini jelas melanggar etika yang ada walaupun memang dalam karya ilmiah kita perlu teori yang diadopsi oleh orang lain, namun penting memang untuk mencantumkan sumbernya sebagai bentuk penghargaan hak cipta seseorang.

Melihat fenomena plagiarisme semacam ini, pemerintah sudah berusaha menangkalnya dengan mengatur suatu mekanisme hukum untuk

BIDIK UTAMA | 10

”

Everything Does With Creativity

“Kalau kita berbicara plagiat itu melanggar etika, jelas itu melanggar etika. Tetapi memang plagiat itu tidak semuanya ada sanksi berat, jika kita berbicara tentang konteks kekinian saya kira semua BIDIK UTAMA | 11


Bidikan Utama orang yang menulis karya ini hampir semuanya secara teori kita adopsi dari tulisan orang lain. Mungkin karena lupa saja mencantumkan sumber maka itu dianggap plagiat, jadi saya kira plagiat itu sebagai bentuk pelanggaran etika. Tapi kalau secara hukum itu juga ada aturannya,” imbuhnya.

“

Sebenarnya yang dibutuhin mahasiswa di Indonesia itu kan perkembangan tentang disiplin ilmu

“

Kalau dalam peraturan formal plagiarisme ini ada tindak hukum tertulisnya, dalam tindak sosialpun ada ancamannya walapun itu tidak bersifat pidana. “Saya kira dalam tindak nilai sosial itu ada yang namanya dikucilkan, orang yang selalu mengambil barang orang termasuk karya orang itu biasanya dikucilkan dalam masyarakat, itu namanya sanksi sosial. Ya sanksi sosial itu kan

bukan sifatnya pidana tapi dikucilkan atau disingkirkan dari komunitasnya,” ungkap dosen mata kuliah Sosiologi ini. Plagiarisme saat ini juga bukan menjadi noda baru dalam dunia pendidikan, tak sedikit civitas akademika yang ikut menyoroti fenomena ini. Mulai dari kasus bahkan pelaku plagiat itu sendiri. Tak terkecuali dengan Mizwar Punama, salah satu mahasiswa Fakultas Teknik ini ikut berpendapat mengenai kasus plagiat yang mulai ramai diperbincangkan. Menurutnya, tindak plagiat ini sendiri dapat mengurangi tingkat kreatifitas akademika.

Wawancara Ekslusif Teks: alfiyanita islami, Foto : Dok Pribadi

3. Apa penyebab banyak terjadinya plagiarisme dikalangan mahasiswa ?

“Plagiarisme itu berarti kita mencontek karya orang, itu kalau menurut saya mengurangi kreatifitas kita sebagai mahasiswa. Sebenarnya yang dibutuhin mahasiswa di Indonesia itu kan perkembangan tentang disiplin ilmu.” tuturnya. Mahasiswa jurusan Teknik Metalurgi ini pun berharap untuk dunia pendidikan khususnya bagi mahasiswa agar plagiat coba untuk tidak dilakukan. Soalnya kita ini masih jauh dari ketinggalan dari negara-negara lain. Jadi kalau kita masih men-copy karya yang sudah ada sulit rasanya untuk bisa bersaing dengan negara lain.

Dr. Suwaib Amiruddin (Sosiolog Untirta) 1. Secara umum, sebenarnya apa yang dimaksud dengan plagiarisme? Plagiarisme itu sendiri sebenarnya bermacam-macam ada yang disebut plagiat yang memindahkan secara keseluruhan, dan ada yang memindahkan hanya sebagian dari tulisan itu. Kalau kita bicara dalam konteks karya ilmiah sepanjang mencantumkan sumbernya itu bukan merupakan plagiat yang berat. Kalau kita berbicara itu melanggar etika, jelas itu melanggar etika tetapi memang plagiat itu tidak semuanya ada sanksi berat. Jika kita berbicara tentang konteks kekinian saya kira semua orang yang menulis karya ini hampir semuanya secara teori kita adposi dari tulisan orang lain. Mungkin karena lupa saja mencantumkan sumber maka itu dianggap plagiat, jadi saya kira plagiat itu sebagai bentuk pelanggaran etika. 2. Apakah mencontek dalam ujian sama halnya dengan plagiarisme? Sebenarnya kalau kita mencontek itu bukan termasuk plagiat, kalau mencontek dalam ujian itu kan sifatnya umum dan itu mungkin cenderung dilihat dari mahasiswa yang di uji secara nalar ataupun menguji kemampuan menganalisis. Kalau pun ada sama, yaitu sepanjang tidak dipub-

BIDIK UTAMA | 12

Everything Does With Creativity

likasikan, berarti bukan tindak plagiat. Kalau ujian itu kan bukan publikasi, cuma sekedar anda saja atau dari mahasiswa ke dosen. Nah biasanya yang dipersoalkan adalah jika itu di publikasikan, kalau untuk konsumsi pribadi misalnya saya mengambil tulisan anda kemudian saya mengganti nama disitu itu baru dikatakan plagiat, sepanjang saya mengambil tulisan seseorang kemudian mengganti nama, atau nama seseorang saya ambil dan mencantumkan nama dibelakang tanpa sepengetahuan itu termasuk pelanggaran.

Everything Does With Creativity

Kasus kasus mengenai plagiat ini banyak terjadi di beberapa kampus negeri maupun swasta di Indonesia. Mungkin dalam dunia mahasiswa juga ada. Seseorang yang membuat skripsi atau penelitian dan hanya di simpan di perpustakaan kampus atau untuk konsumsi pribadi, coba kalau dipublikasikan dalam bentuk Ilmu Tekhnologi (IT) seperti disertasi itu akan cepat ketauan. Cuma karena sekarang sebagian besar skripsi mahasiswa tidak di jurnalkan atau dipublikasikan ke dunia maya maka itulah yang menyebabkan banyak terjadinya plagiat. Makanya karya ilmiah itu ada yang namanya konsumsi publik dan ada yang namanya konsumsi pribadi. Biasanya karya ilmiah yang ketauan plagiat itu karena sudah dipublikasikan sehingga masyarakat public mengetahui. 4. Apa saran bapak untuk memperkecil tingkat plagiarisme di kalangan mahasiswa? Menurut saya dikalangan mahasiswa pasti rentang dengan tindak plagiarisme, terutama dalam pembuatan skripsi. Skripsi itu sangat rentan dengan plagiat tetapi itu semua tergantung mahasiswa mengambil tulisan itu secara keseluruhan atau hasil elaborasi dari hasil lapangan. Karya ilmiah atau skripsi sesederhana apapun, setidak tuntas bagaimanapun kalau hasil kerja sendiri itu akan jauh lebih baik. Saya kira seharusnya kita berhati-hati sekecil apapun kalimat yang kita kutip dari tulisan seseorang baik itu tulisan ilmiah ataupun lainnya harus dicantumkan namanya. Yang kedua, ketika kita ingin memindahkan tulisan orang maka itu harus diambil dari buku aslinya atau dari sumber aslinya karena kalau bukan sumber aslinya itu bisa terjadi sebuah ketidakaslian dan itu bisa terjadi plagiat. Kemudian bagi mahasiswa, ketika menulis skripsi penting untuk mengumpulkan dulu referensi baru menulis karya ilmiah. BIDIK UTAMA| |13 13 BIDIK UTAMA


Geh Banget!

TIRTAYASA BUDAYA TAK TERNILAI, DIPANDANG TANPA NILAI

Perasaan ingin tahu semakin menyeruak saat memasuki Cagar Budaya Keraton Tirtayasa. Ruangan minimalis yang terletak tepat disebelah kanan situs bangunan makam sultan ini menyimpan ratusan jawaban akan sejarah Kesultanan Banten hingga masa kejayaannya. Nuansa dinding putih berhias dengan puluhan artefak, cukup jelas memaparkan puluhan situs lain yang terletak di kawasan Tirtayasa seperti Keraton, Kaibon, Pintu Air, bahkan memetakan denah dari perkiraan keberadaan situs-situs yang telah terkubur tersebut. Penelitian yang dilakukan sejak tahun 19841993 tersebut memunculkan kembali lebih dari 20 situs sejarah peninggalan sultan mulai dari puing-puing bangunan, peninggalan senjata dan peralatan rumah tangga, bahkan hingga koinkoin luar negeri yang membuktikan masa kejayaan Sultan sebagai jalur penting perdagangan internasional.

“

tempat inilah saya melakukan perbincangan dengan Ahmad Taimi, selaku bendahara umum Cagar Budaya Keraton Tirtayasa. Ia menjelaskan bahwa Abul Fathi Abdul Fattah adalah julukan dari Sultan Ageng Tirtayasa sebelum mendapatkan gelar barunya, yang didapat setelah mendirikan Keraton Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa memiliki beberapa julukan, yaitu Pangeran Surya di masa mudanya kemudian Abul Fathi Abdul Fattah dan kini dikenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa setelah berhasil mendirikan keraton didaerah ini.

Namun rasa ingin tahu tidak dapat sepenuhnya terpenuhi saat mengetahui bahwa situs tersebut kini tidak dapat lagi dikunjungi. Ahmad Taimi menjelaskan bahwa seluruh situs yang berhasil ditemukan itu telah kembali tekubur seperti sediakala. “Saat ini satu-satunya situs real yang dapat kalian kunjungi di dusun Tirtayasa ini hanya makam sultan. Sangat disayangkan memang, namun faktanya penggalian yang dulunya telah dilakukan malah terbengkalai dan tidak dilestarikan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia sendiri. Bahkan yang lebih mirisnya, masyarakat sekitar malah menjadikan beberapa lahan galian sebagai lahan pemakaman untuk keluarga mereka,” tuturnya.

Selain itu, pria berbadan tegap ini juga menjelaskan beberapa kontroversi mengenai keberadaan lokasi makam Sultan Ageng Tirtayasa. “Perbedaan anggapan masih terjadi hingga saat ini, salah satunya mengenai keberadaan makam Sultan Ageng Tirtayasa. Seperti yang kita ketahui, Masjid Agung Banten yang berada di wilayah Kecamatan Kasemen juga merupakan situs yang didalamnya memiliki sebuah makam yang juga dipercayai sebagai tempat peristirahatan mendiang Sultan Ageng Tirtayasa,” ungkapnya memaparkan.

Perjalanan berakhir dengan kembali menyusuri sepanjang Desa Tirtayasa menuju Desa Pontang. Meskipun menyisakan rasa penasaran, namun pengetahuan yang dirasakan dari menyaksikan secara langsung beberapa sisa dari peninggalan masa kejayaan Sultan memberikan rasa puas yang tidak dapat terbendung. Seutas harapan terngiang dalam pikiran agar masyarakat Indonesia khusunya masyarakat Banten sendiri dapat saling mengingatkan untuk menjaga situs-situs peninggalan zaman dahulu yang masih tersisa di wilayah Banten.

Makam Sultan Abul Fathi Abdul Fattah Foto dan Teks: Angga Neza Prima

Banten merupakan wilayah yang sangat terkenal di masa lampau dengan banyaknya sejarah pada masa pemerintahan kesultanan-nya. Selain dikenal sebagai salah satu daerah yang berhasil menyebarluaskan ajaran Agama Islam, pada masa kesultanan pula Banten pernah dijadikan sebagai salah satu jalur lintas perdagangan Internasional terbesar dunia. Tercatat pada masa pemerintahan kesultanan yang dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa dikenal dengan peninggalan berbagai keraton yang banyak tersebar di berbagai daerah di wilayah Karesidenan Banten, salah satunya berada di Desa Tirtayasa, Kabupaten Serang. Melalui perjalanan dari pusat Kota Serang memakan kurang lebih satu jam menggunakan sepeda motor, akhirnya sampai juga di daerah situs budaya tersebut dan berhenti tepat di depan sebuah plang bertuliskan “Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Serang – Situs Tirtayasa”. Area tersebut di kelilingi oleh makam dari pahlawan-pahlawan Banten, baik pahlawan daerah maupun nasional. Selain itu sebuah bangunan megah berwarna hijau dengan nuansa

BIDIK UTAMA | 14

islami yang bertuliskan makam “Sultan Abul Fathi Abdul Fattah” yang cukup menarik perhatian pengunjung. Tepat di depan bangunan tersebut terdapat empat buah makam kuno yang tersusun simetris dengan sumbu tengah bangunan. Makammakam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir dari para veteran kepercayaan Sultan di masa lampau. Sementara di bagian dalam, berdiri dengan kokoh dan megah pilar penyangga langit-langit ruangan, yang menghadirkan nuansa ketenangan setiap kali melewati satu persatu pilar tersebut. Bangunan yang terdiri dari beberapa ruang, yaitu ruang ziarah utama-makam Sultan, ruang ziarah Panglima Arya Prabu Jana, dan dua ruang halaman belakang yang juga merupakan makam dari keluarga kesultanan. Saat menyusuri setiap sudut ruangan sebuah pertanyaan terlintas dipikiran, lantas siapakah Abul Fathi Abdul Fattah. Rasa penasaran akhirnya terjawab saat tiba di situs kedua, Cagar Budaya Keraton Tirtayasa. Di

Everything Does With Creativity

“

Penggalian yang dulunya telah dilakukan malah terbengkalai dan tidak dilestarikan oleh pemerintah

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 15


Jabat Tangan

Bersahabat Dengan Jalanan Dikala Senja Ditengah teriknya matahari dan padatnya lalu lintas pusat Kota Serang, sering terlihat pemandangan yang cukup menarik mata. Senyum tulus terulas dari bibirnya menyapa para pengguna jalan dengan wajah selalu tampak gembira, seperti tidak ada beban dalam hidupnya. Penampilannya yang khas membuat banyak mata tertuju kepadanya. Topi baret, sepatu dinas militer, berbagai atribut khas pejuang veteran dan sebuah lampu pengatur lalu lintas dikenakan olehnya. Kakek tersebut masih terlihat gagah dan energik. Dia adalah Edi Rosadi.

Foto : Pernita Teks : Haekal

menunjukkan identitas saja dan tidak bermaksud yang lain, karena saya bangga menjadi anggota satgas,” tuturnya.

3 Februari 1950 tersebut tidak pernah meminta bayaran. Namun biasanya dia diberi uang atas jasanya itu antara Rp 50-150 ribu.

Setiap hari Edi mengayuh sepedanya dan berangkat dari kediamannya menuju tempat ‘mangkal’ rutin setiap jam sembilan pagi. Sepeda yang digunakan tak kalah nyentrik dengan pakaian yang ia kenakan, penuh dengan berbagai hiasan. Istimewanya, sepeda yang dipakainya bekerja merupakan hadiah dari Presiden RI saat ini, Joko Widodo. Kakek beranak tiga ini sangat senang karena sepeda yang dia gunakan merupakan pemberian orang nomor satu di negeri ini. “Sepeda ini hadiah dari Presiden Pak Jokowi,” ungkapnya sambil tersenyum.

“Saya punya anak sudah menikah semua dan hidup dengan keluarganya. Saya sekarang tinggal berdua dengan istri. Penghasilan itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan. Apalagi, niat saya sukarela karena ingin menolong sesama,” jelasnya.

Edi mengatakan bahwa dirinya tidak punya pekerjaan tetap. Selepas mengatur arus lalu lintas hingga siang hari dia akan pulang kerumah menemui istrinya yang saat ini terkena stroke. Pria berbadan kurus ini terlihat masih sehat, dia mengaku sangat bersyukur bisa diberi kesehatan sehingga dengan telaten dapat mengurusi istrinya secara baik. “Alhamdulillah, tak pernah mengeluh lelah dan menyerah pada keadaan saat ini,” ujarnya. Di lain kesempatan, tak sedikit yang meminta bantuan untuk mengatur lalu lintas dan parkir kendaraan saat ada acara pernikahan atau kegiatan serupa lainnya. Untuk hal ini, pria kelahiran

Kakek berusia 65 tahun warga Kaloran Madrasah, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang ini Nyaris setiap hari berada di jalanan. Bukan untuk duduk saja menghabiskan waktu, namun sang kakek secara sukarela mengatur jalan di sejumlah titik rawan macet di Kota Serang. Usia yang tak lagi muda bukan menjadi penghalang untuk melakukan pekerjaan yang sudah rutin dilakukannya hampir 10 tahun terakhir.

Selain mengatur lalu lintas dan mengurus istrinya yang sakit, suami dari Husniah ini hampir setiap sorenya mempunyai kegiatan membersihkan Madrasah Khairul Huda yang berlokasi dekat rumahnya. Atas apa yang telah dia lakukan, tak jarang banyak yang memberinya makanan. Iapun bersyukur akan hal itu, karena masih banyak orang yang peduli dengan orang lain. Dalam melakukan pekerjaan dia pun berprinsip tak pernah mengharapkan apapun dari orang lain. Semua yang dilakukan semata untuk membantu sesama selagi punya kesempatan. Menurutnya berbuat baik dan bermanfaat untuk orang banyak sangat melegakan. “Saya lakukan ini semata hanya untuk mengisi hari tua dengan membantu sesama.” Tutupnya.

“

Berbuat baik dan bermanfaat untuk orang banyak sangat melegakan”.

Menurutnya, dahulu pakaian yang dikenakannya hanya biasa saja. Namun, sejak dilantik menjadi anggota Satgas Cakra Buana tahun 2013 lalu, setiap turun di jalanan Edi selalu memakai baju satgas itu. Satgas Cakra Buana merupakan organisasi yang dibentuk salah satu partai politik indonesia. Namun rupanya ia tidak menyadari bahwa hal tersebut sudah melekat menjadi sebuah ciri khas yang unik sehingga dirinya mudah diingat oleh para pengguna jalan. “Ini untuk

BIDIK UTAMA | 16

Everything Does With Creativity

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 17


Artikel

D

Oleh: Nursyamsi Rahmat (Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2013 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

alam dunia pendidikan khususnya di Indonesia, adalah hal yang lumrah bagi para pelaku pendidikan dalam melakukan plagiarisme. Plagiarisme adalah upaya menciptakan suatu hasil karya dengan cara mengutip, menyontek, atau merubah hasil karya orang lain baik berupa ide, tulisan, maupun hal lainnya sehingga sesuai dengan apa yang diinginkan tanpa sepengetahuan si pemilik hak cipta dan tanpa menyantumkan sumber data dengan lengkap. Plagiarisme atau lebih kita kenal dengan plagiat tentu bersifat menguntungkan sepihak tetapi merugikan pihak lainnya, dan karenanya tindakan ini sangat menyalahi aturan. Orang yang melakukannya dikenal dengan plagiator. Plagiarisme adalah salah satu permasalahan yang sulit untuk dihilangkan dari dunia pendidikan hampir diseluruh penjuru dunia, termasuk di Negara - negara yang sudah diakui maju dalam bidang pendidikannya seperti Negara Jepang dan Negara Australia. Di Indonesia, kasus plagiarisme sangat banyak ditemukan dilakukan oleh para peserta didik mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga sampai mahasiswa pada jenjang pendidikan tinggi. Mirisnya, kasus ini juga banyak ditemukan bukan hanya dilakukan oleh para peserta didik saja, akan tetapi juga dilakukan oleh para pendidik yang mengajar di setiap jenjang pendidikan. Hal inilah yang saya sebut dengan dosa turun temurun yang dilakukan oleh para oknum dunia pendidikan di Indonesia yang

BIDIK UTAMA | 18

mengakibatkan sistem pendidikan Indonesia sulit untuk berkembang. Para oknum ini seharusnya dapat segera ditindak dengan tegas agar kasus plagiarisme di Indonesia dapat sedikit demi sedikit dihilangkan. Sebelum dibahas lebih lanjut, silahkan kawankawan flashback tindakan apa saja yang pernah kawan-kawan lakukan saat menghadapi ujian, ulangan, atau mengerjakan tugas baik di sekolah mau pun saat kuliah? Dan, bagaimana cara kawan-kawan menyelesaikan ujian dan tugas-tugas tersebut? Ya, mungkin diantara kawan-kawan ada beberapa yang pernah melakukan tindakan saling menyontek saat ujian atau ulangan, tukar-menukar kunci jawaban, copy paste data internet sebagai referensi tugas makalah, atau bahkan ada yang sampai mengarang-ngarang data demi menyelesaikan ujian dan tugas-tugas sekolah atau kuliahnya. Tindakan-tindakan tersebut merupakan bentuk dari plagiarisme. Mungkin untuk sebagian orang tindakan tersebut menjadi hal yang biasa dilakukan, padahal mereka pun tahu bahwa tindakan-tindakan tersebut sangat dilarang untuk dilakukan. Plagiarisme juga merupakan salah satu bagian dari tindakan korupsi, keduanya saling berhubungan karena tindakan mengambil hak yang bukan miliknya adalah bukti dari bobroknya mental bangsa Indonesia. Dalam dunia pendidikan, ada dua faktor penye-

Everything Does With Creativity

bab seseorang melakukan tindakan tersebut. Pertama adalah faktor internal, yaitu faktor yang timbul dari diri sendiri. Menurut observasi yang sudah ada, faktor internal yang pertama, yaitu kurangnya motivasi belajar sehingga timbul rasa malas yang mengakibatkan kurangnya pengetahuan dan kesiapan diri dalam menghadapi ujian atau ulangan. Kemudian dari hal tersebut biasanya akan timbul rasa kurang percaya diri yang memaksa mau tidak mau untuk melakukan bentuk tindakan plagiarisme tersebut demi mencapai nilai ujian atau ulangan terbaik. Adapun faktor eksternal diantaranya adalah kurangnya ketegasan dan sanksi yang diberikan oleh para pendidik dalam menindak kasus plagiarisme. Kasus memalukan pernah terjadi pada beberapa tahun kebelakang, yaitu banyak ditemukan kasus kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang dilakukan oleh para oknum pendidik hanya karena alasan ingin peserta didiknya lulus dengan nilai yang baik, tapi tentu seharusnya tindakan ini sangat dilarang dan tidak boleh dilakukan. Alasan lainnya adalah dengan lulusan-lulusan yang mendapat nilai baik, lembaga sekolah dapat mempertahankan atau bahkan menambah rating dan gengsi sekolahnya. Faktor lainnya, yaitu ketidak sesuaian cara pendidik dalam menyampaikan materi, sehingga kebutuhan peserta didik pun tidak dapat terpenuhi dan berakibat pada kurangnya pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan. Mungkin hal ini terjadi karena buruknya kualitas yang dimiliki oleh para pendidik. Selain itu, banyak ditemukan para pendidik kurang menjalin komunikasi yang baik dengan para orang tua peserta didik, padahal ini menjadi tanggung jawab keduanya untuk keberhasilan proses pendidikan si peserta didik. Kerja sama ini dilakukan guna memotivasi dan memonitori perkembangan peserta didik di rumah dan di sekolah. Pada dasarnya tujuan pendidikan adalah untuk membentuk pribadi yang cakap dan membentuk karakter yang baik. Namun, tujuan ini belum sampai pada tahap sempurna sehingga diperlukan kerja sama dari seluruh pihak. Orientasi dunia pendidikan di Indonesia masih terpaku pada pencapaian nilai kuantitatif dari pada pencapaian nilai kualitatif. Mungkin hal ini terjadi karena kurangnya penanaman karakter kepada para peserta didik sehingga hal ini pun menjadi salah satu alasan semakin banyaknya kasus plagiarisme di Indonesia. Penilaian kuantitatif berisikan penilaian teoritis, sedangkan penilaian kualitatif

Everything Does With Creativity

berhubungan dengan penilaian sikap dan keterampilan. Pada tahun 2013, pemerintah mulai menerapkan pendidikan karakter dalam kurikulum 2013. Hal ini tentu diharapkan dapat membantu memperbaiki mental dan karakter bangsa sehingga dapat mengurangi permasalahan Negara khususnya dunia pendidikan yang banyak dicederai tindakan plagiarisme. Di Perguruan Tinggi (PT), tindakan plagiarisme sudah seperti makanan sehari-hari bagi para mahasiswa karena terlalu banyaknya tindakan plagiarisme yang dilakukan. Padahal para mahasiswa ini sangat paham bahwa tindakan plagiat adalah salah satu pelanggaran hukum dan jelas dilarang dalam dunia pendidikan. Dalam Permendiknas RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, dijelaskan bahwa segala bentuk plagiarisme sangat dilarang di lingkungan Perguruan Tinggi. Namun, dari sumber: (http://www.tribunnews.com/ nasional/2014/06/04/dosen-lebih-suka-menjiplak-tahun-lalu-ada-808-kasus-plagiarisme) telah ditemukan 808 kasus plagiat pada proses sertifikasi dosen di tahun 2013. Hal ini adalah bentuk dosa turun temurun dalam dunia pendidikan di Indonesia. Entah dimulai dari bawah atau atas, plagiarisme telah menjadi siklus yang sulit diputuskan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Jika siklus dimulai dari konsumen, maka konsumtif terbanyak plagiarisme ditemukan di Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh para stake holder seperti dalam sumber di atas. Padahal seharusnya mereka menjadi contoh yang baik bagi para mahasiswa selaku penerus bangsa. Namun mahasiswa pun sebagai agent of change sudah tentu harus sadar akan hal tersebut sehingga perubahan dapat dimulai dari diri seorang mahasiswa. Dengan kesadaran akan keinginan untuk perubahan yang lebih baik, mungkin dapat memutuskan siklus plagiarisme di dunia pendidikan Indonesia. Kesadaran akan pentingnya kejujuran adalah hal yang utama untuk mengurangi tindakan plagiarisme. Kesadaran tersebut dapat timbul dari dalam diri sendiri dimulai dari mengkritisi ataupun dari proses pengaruh mempengaruhi. Tanggung jawab mahasiswa untuk selalu meningkatkan kualitas diri dalam kehidupan dan bermasyarakat. Harapan yang besar dengan adanya tulisan ini semoga dapat sedikit menjadi pengaruh bagi para pembaca untuk bersama meningkatkan kualitas dan mental kejujuran bangsa agar dapat terwujud menuju Indonesia yang bebas dari bentuk tindakan korupsi dan plagiarisme. BIDIK UTAMA | 19


Inspirasi Komunitas ini juga mengandalkan media sosial, seperti Twitter guna memperkenalkan YB kepada khalayak ramai. Kegiatan mereka antara lain, #YBTALKprogram dan #YBQuoteprogram. #YBTALKprogram adalah program tweetchat melalui twitter @youthbanten dengan mengundang narasumber pemuda Banten yang inspiratif, berprestasi, dan aktif dikegiatan sosial. Sedangkan #YBQuoteprogram adalah program share gambar, yang berisi kata-kata inspiratif yang dapat memberikan motivasi dan menginspirasi para pemuda Banten.

Youth Banten: Stop Complaining And Do Something! Oleh: Nadiyah M. Wafa Foto: dok Pribadi

Berawal dari inisiatif untuk menciptakan wadah bagi pemuda Banten untuk melakukan kegiatan sosial bagi lingkungannya, beberapa pemuda Banten mendirikan sebuah komunitas yang bergerak dibidang sosial dan kepemudaan. Rizky Ariningtyas bersama ke empat rekannya, bertekad dapat membantu menyelesaikan permasalahan-permasalan di daerahnya. Dengan cara menggerakkan pemuda-pemuda Banten yang ingin bergerak dan berkontribusi nyata untuk Banten. Komunitas yang diberi nama Youth Banten (YB) ini, bertujuan untuk mengajak anak muda Banten untuk berhenti mengeluh dan mulai berbuat sesuatu untuk perubahan Banten yang lebih baik. “Kami merasa sekarang banyak anak muda yang mengeluh dan komplain tentang ini itu tapi mereka tidak mau bergerak untuk mengubahnya. Itulah kenapa tagline kita Stop Complaining and Do Something!,” tutur Rizky Ariningtyas yang akrab disapa Athe. Komunitas yang berdiri pada tanggal 22 Desember 2013 ini, berfokus pada pemberdayaan

BIDIK UTAMA | 20

pemuda Banten. Mengapa demikian, karena mereka berpendapat bahwa pemuda adalah generasi yang memiliki pemikiran kreatif dan belum memiliki tanggung jawab yang besar. Sehingga, masih memiliki banyak waktu dan tenaga untuk dapat menuangkan pikiran dan meluangkan waktu.

Pendanaan untuk kegiatan yang mereka lakukan, biasanya diperoleh dari fundraising dan donasi. Salah satunya project yang mereka miliki, yakni Hellobaduy! Yang merupakan produk dari Divisi Business and Development Youth Banten. Tujuan dari project tersebut adalah untuk memperkenalkan kebudayaan Banten khususnya batik baduy. Kini YB memiliki sepuluh orang relawan, dengan lima orang sebagai pendiri. Salah satu pendirinya adalah Muhamad Nuzul yang kini menjabat menjadi ketua dari komunitas ini.

Athe selaku Co-Founder dari YB, juga mengungkapkan harapannya agar semakin banyak pemuda yang ikut terutama dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak karena masih jarang peminat dari daerah tersebut, dan semakin banyak kegiatan positif yang dilakukan YB. Ia juga berharap agar Banten bisa menjadi lebih baik, terutama dari segi infrastruktur dan pembangunan yang merata pada daerah-daerah terpencil karena masih banyak yang membutuhkan “sentuhan” pemerintah. Bagi kalian yang tertarik untuk bergabung baru-baru ini YB membuka Open Recruitment member 2015. Syarat utamanya adalah pemuda berusia 16-23 tahun, asli Banten dan/ atau berdomisili di Banten, memiliki ketertarikan dikegiatan sosial dan siap berkontribusi untuk Banten. Kalian juga bisa mengunjungi timeline @youthbanten dan website youthbanten.org.

“Saya melihat teman-teman yang membuang-buang uang hanya untuk hal-hal yang tidak penting, seperti membeli kosmetik dan barang-barang yang kurang bermanfaat. Apa salahnya jika itu guanakan untuk membantu sesama. Dengan melihat fenomena yang ada di Banten, saya prihatin melihat masih banyak anak usia sekolah yang malah menjadi pengamen di jalanan dan sulitnya anak bersekolah terutama di daerah Lebak,” Athe mengungkapkan inspirasinya ingin membangun YB.

Dengan mengusung Visi “Memberdayakan pemuda Banten dengan meningkatkan kepedulian sosial agar dapat turut serta dalam proses pembangunan di Banten” YB memiliki beberapa kegiatan, yang pertama adalah Banten Youth Project. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan YB, yang dilakukan dengan menjaring beberapa pemuda Banten, untuk melakukan kegiatan sosial selama satu tahun. Kegiatan kedua adalah Youth Banten Goes, yakni

mini talkshow dengan menghadirkan narasum-

ber pemuda yang inspiratif, berprestasi, dan aktif dikegiatan sosial. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua bulan sekali. Kegiatan ketiga adalah Trip for Care yang kegiatannya mengajak anak muda berwisata sambil mengeksplorasi potensi wisata di Banten disertai melakukan aktivitas sosial.

Everything Does With Creativity

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 21


Bidikan Lensa

“Cara berpikir yang mengatakan kekayaan bangsa adalah minyak, gas, tambang, adalah cara berpikir kolonial. Kekayaan terbesar sebuah bangsa adalah manusianya� -Anies Baswedan Foto: Awwaludin s, sofyan, Rizharnadi B

BIDIK UTAMA | 22

Everything Does With Creativity

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 23


Bidikan Khusus ruangan yang digunakan itu sangat sedikit dan tidak memungkinkan,” ujar Herry Sanjaya, Kepala Bagian Kemahasiswaan Untirta.

Untirta Bukan Hanya di Serang Foto: pernita H. Teks: Lala lutfiatun N., degilsha y.

Hingga tahun 2015, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tercatat merupakan satu-satunya Universitas Negeri yang ada di Provinsi Banten. Nama Untirta sendiri diambil dari nama pahlawan di Banten yaitu Sultan Ageng Tirtayasa dan resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada tahun 2001 dengan Keputusan Presiden RI Nomor: 32 tanggal 19 Maret 2001. Untirta merupakan gabungan dari Sekolah Tinggi Teknik (STT), Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STIP), dan Sekolah Tinggi Hukum (STH), yang dikelola oleh Yayasan Tirtayasa. Ketika resmi terbentuk menjadi Universitas pada tahun 1984, kemudian beberapa lembaga tersebut diubah menjadi Fakultas Teknik (FT), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Hukum (FH). Seiring berjalannya waktu Untirta menambah tiga Fakultas, yaitu Fakultas Pertanian (Faperta) pada tahun 1989, Fakultas Ekonomi (FE) pada tahun 1989 dan Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) pada tahun 2002. Kampus A terletak di Jalan Raya Jakarta Kilometer 04, Pakupatan Kota Serang merupakan kampus utama atau bangunan pusat Untirta, dikatakan pusat karena kegiatan administratif mahasiswa dilakukan di lokasi ini. Letak Gedung Rektorat Untirta juga terdapat di kampus A oleh karena

BIDIK UTAMA | 24

itu, kegiatan pengembangan mahasiswa seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga terpusat di kampus A. Didalamnya terdapat empat Gedung utama perkuliahan yang dipergunakan oleh mahasiswa FH, Faperta, FE, FISIP, FKIP serta Pasca Sarjana berbagai jurusan. Sedangkan Kampus B yang terletak di Jalan Jendral Sudirman Kilometer 03 Kota Cilegon merupakan Kampus yang diperuntukan khusus mahasiswa Fakultas Teknik. Awal mulanya Fakultas Teknik bernama Sekolah Tinggi Teknik ini didirikan oleh Yayasan Krakatau Steel yang berada d Kota Cilegon, kini menjadi Kampus B Untirta. Selanjutnya, dengan perkembangan dan terbentuknya 11 prodi baru di lingkungan FKIP pada tahun 2014, memunculkan tempat perkuliah baru yang disebut Kampus C di Jalan Raya Ciwaru No.25, Ciwaru Kota Serang. Terbaginya tempat perkuliahan menjadi tiga kampus ini, dikarenakan kurang memadainya lahan pada Kampus A yang berakibat tidak dapat menampung seluruh jumlah mahasiswa Untirta yang ada. “Dengan jumlah mahasiswa yang meningkat disetiap tahunnya, maka dibutuhkan lokasi yang respentatif untuk kegiatan belajar mengajar atau kegiatan perkuliahan. Kalau kita mengacu pada Kampus Serang saja, maka jumlah

Everything Does With Creativity

Dengan terbaginya tempat perkuliah kampus Untirta, banyak mahasiswa yang mengeluhkan tidak pemerataan fasilitas dan informasi yang ada. Beberapa mahasiswa merasa dengan kondisi yang seperti ini menjadi sulit untuk menikmati fasilitas yang ada dan juga sulit untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaannya. Kendala dari kurangnya keterlibatan mahasiswa akan kegiatan kampus adalah masih kurangnya informasi yang didapat, baik dari pihak Universitas ataupun birokrat kampus. Mufti Gifari, salah satu mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, mengungkapkan, informasi dari Kampus Utama ke Kampus B yang berada di Cilegon, sama sekali tidak maksimal atau mungkin bisa disebut buruk karena kebanyakan mahasiswa selain pusat terkadang terlambat mengetahui bahkan tidak tahu akan informasi dari pusat.

Terbaginya tempat perkuliahan di tiga wilayah kenyataanya menimbulkan berbagai kecemburuan di kalangan mahasiswa. Jauhnya jarak satu kampus ke kampus lainnya membuat beberapa informasi dan kegiatan tidak merata dirasakan oleh mahasiswa di kampus B dan C. selain itu kegiatan dari UKM yang harusnya bisa menjadi salah satu wadah mengembangkan diri setiap mahasiswa masih kurang sulit diikuti oleh mahasiwa yang menempati Kampus B dan C. Hal ini perlu diperhatikan mengingat, setiap fasilitas, kegiatan dan informasi adalah hak semua mahasiswa Untirta. Sehingga pemenuhan ketiga hal tersebut seharusnya bias dirasakan oleh seluruh mahasiswa Untirta baik di Kampus A, Kampus B, maupun Kampus C. Jangan sampai ada kesenjangan di setiap kampusnya. Hal ini juga salah satu faktor pendukung untuk menjadikan mahasiswa Untirta yang berkualitas.

Mengenai sistem informasi kampus, Fahmi Munawar Sya’bani selaku Presiden Mahasiswa Untirta menjelaskan bahwa hal itu tergantung dengan rasa antusiasime mahasiswa dalam mencari informasi seputar kampus, “Semisalnya kita mem-publish informasi di media sosial, kita menempel poster-poster di mading setiap kampus namun mahasiswa tidak mencari informasi, saya rasa itu tidak akan mereka dapatkan,” ujarnya. Selain persoalan sulitnya mendapat informasi, mahasiswa Fakultas Teknik ini juga mengeluhkan perihal pengadaan kegiatan yang dinilainya kurang merata. Mufti Gifari mengungkapkan bahwa seharusnya kegiatan dibagi rata dengan kampus Untirta yang lain, “Kalau hanya dipusat kasihan yang kampus cabang harus selalu ke pusat untuk ikut kegiatan tersebut, menurut saya sih, kurang baik jika hanya dilakukan di pusat semua, takut timbul sesuatu yang tidak diinginkan,” ungkapnya. Menanggapi persoalan tersebut Herry Sanjaya mengatakan bahwa pengadaan kegiatan di pusat adalah hal yang wajar, namun bukan berarti di cabang tidak ada event. Karena bagaimanapun juga kita harus melihat tempat dan ruangan yang pantas untuk event tersebut. “Saran saya, bagi mahasiswa yang mengeluh silahkan menyampaikan atau curhat kepada pimpinan fakultasnya masing-masing. Karena posisi pimpinan itukan sebagai orang tua, sehingga mereka pasti akan mendengar keluhan dari anak-anaknya,” tuturnya menjelaskan.

Everything Does With Creativity

Kampus C Untirta

teras gedung rektorat

rektorat untirta

gedung pkm A

BIDIK UTAMA | 25


Bidikan Khusus hun 2014. Hal ini sempat membuat mahasiswa FKIP mendapat angin segar, akan tetapi hingga penerimaan mahasiswa baru Untirta tahun 2015, belum ada tanda-tanda akan diresmikan bahkan pembangunannya tidak dilanjutkan untuk tahap finishing pada lantai dua dan tiga gedung. Ditemui di Gedung Rektorat Untirta, Deden Hery Heriawan Kepala Bagian Umum Untirta mengatakan, tertundanya peresmian gedung Laboratorium Terpadu FKIP karena belum adanya seperangkat peralatan yang di butuhkan untuk menunjang mahasiswa. Sementara, Laboratorium Terpadu sangat dinantikan oleh mahasiswa FKIP. “Nantinya Laboratorium Terpadu ini akan menjadi gedung praktik para mahasiswa Keguruan selama proses belajar,” ujarnya. Dodi Firmansyah, dosen Bahasa Indonesia di FKIP, mengatakan bahwa Laboratorium Terpadu sangat penting, karena dalam proses pembelajaran FKIP ada unit pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan (PPL), dimana mahasiswa FKIP wajib melakukan praktek mengajar karena di dalam Perguruan Tinggi sudah menjadi keharusan dan untuk bekal mereka setelah lulus kelak.

Carut Marut Pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Foto: pernita H. Teks: firda fuji, fenny afidati

Sejak dimulainya pembangunan Laboratorium Terpadu dua tahun lalu, terlihat hingga tahun 2015 belum juga rampung. Gedung yang terletak diantara gedung perkuliahan A dan D, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang ini belum bisa digunakan oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kegiatan praktek belajar-mengajar mereka. Dari tampak luar gedung Laboratorium ini gagah berdiri, namun jika menilisik ke dalamnya masih ada beberapa bagian yang belum sempurna terpasang. Saat ini kondisi gedung Laboratorium Terpadu sudah tak lagi dihalangi pagar penutup, selain itu pintu dan kaca jendela pun sudah terpasang dengan rapi. Namun kenyataannya hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diresmikan. Sebelumnya, gedung kosong yang memiliki tiga lantai

BIDIK UTAMA | 26

ini sempat terhenti pembangunannya selama dua tahun. Awal mula pembangunan Laboratorium Terpadu dimulai pada pertengahan tahun 2013 dan sempat terhenti pada akhir di tahun yang sama. Di awal tahun 2014, pembangunan gedung masih terlihat ‘mangkrak’, hal tersebut sempat membuat gelombang protes mahasiswa memanas. Puncaknya ketika bulan Mei tahun 2014 ratusan mahasiswa Untirta membokar paksa pagar penghalang Gedung Laboratorium Terpadu menuntut kejelasan pihak rektorat terhadap kelanjutan Laboratorium Terpadu.

Berbeda dengan Kepala Bagian Umum Untirta, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Yeyen Maryani menyatakan bahwa tertundanya pelaksanaan peresmian gedung Laboratorium Terpadu FKIP bukan karena peralatan, tetapi karena gedung Laboratorium Terpadu FKIP bermasalah dalam anggaran pembangunannya. Terkait anggaran, pembangunan yang sempat tertunda dua tahun tersebut seharusnya terselesaikan pada akhir bulan Desember 2013. “Sementara diteruskan, saya merevisi anggarannya di tahun 2014 supaya bisa membayar pihak ketiga yang terkait pembangunan, pekerjaan sudah mau hampir selesai sudah hampir 80% teta-

Setelah diprotes oleh ratusan mahasiswa, terlihat pembangunan Laboratorium Terpadu dilanjutkan dan direncanakan rampung pada akhir ta-

Everything Does With Creativity

pi anggaran belum juga muncul, saya hentikan dong pekerjaanya supaya tidak ditagih oleh pihak ketiga sampai akhir 2014, tapi setelah itu pun tidak bisa dicairkan,” jelasnya.

“

Lab terpadu sangat penting dalam proses pembelajaran FKIP ada unit pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan, dimana mahasiswa FKIP wajib melakukan praktek mengajar.

”

Gedung Laboratorium Terpadu sampai saat ini belum rampung 100%, karena lantai dua dan tiga belum terselesaikan, hanya lantai satu saja yang terlihat sudah rampung. Terlepas dari masalah peralatan, masalah inti ditunjukan pada kelanjutan pembangunan gedung tersebut. Ketua PPAK selaku Wakil Rektor II yang bertanggung jawab atas pembangunan gedung Laboratorium tersebut menyatakan bahwa tidak dapat mengkonfirmasi kapan gedung Laboratorium Terpadu FKIP dapat terselesaikan 100% dan diresmikan. Suci, salah satu mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris, FKIP, sangat berharap Laboratorium Terpadu segera terselesaikan. “Kalau misalkan segera jadi, lumayan dapat membantu mahasiswa yang lain juga, tidak cuma di kelas tapi di lab, kalau bahasa Inggris perlunya lab listening atau multimedia,” kata mahasiswi semester sembilan ini. Selain itu, mahasiswi ini berharap Laboratorium Terpadu diharapkan bisa menjadi salah satu fasilitas mahasiswa Keguruan untuk mengeksplorasi ilmu yang mereka dapat di dalam kelas, guna meningkatkan kualitas calon-calon guru yang akan dihasilkan Untirta nantinya. Sehingga kualitas pendidikan di Indonesia khususnya Banten bisa menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya.

proses pembangunan lab terpadu untirta 19/5/2014

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 27


Bidikan Khusus

KKN Kebangsaan, Tak Sekadar Mengabdi Kepada Masyarakat penyuluhan lingkungan hidup

Foto: Dok. Pribadi Teks: fransiska fika

S

ebagai Mahasiswa kita wajib melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satunya isinya menyebutkan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu contoh paling umum dari mengabdi kepada masyarakat adalah dengan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau di Untirta sendiri bernama Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), yang dilakukan minimal satu kali selama seseorang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa dan menjadi syarat kelulusan.

kegiatan kkn kebangsaan

Dalam perkembangannya, KKN tidak hanya diselenggarakan oleh pihak kampus, tetapi lembaga pendidikan di luar kampus pun mengadakan kegiatan serupa. Salah satunya adalah KKN Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Indonesia Bagian Barat yang mencakup PTN di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan Pulau Kalimantan. Saat ini terdapat sekitar 19 PTN bergabung dalam BKS PTN Barat yang meliputi berbagai bidang keilmuan seperti, MIPA, Pertanian, Sosial, Hukum, dan lainlain. Anggota KKN Kebangsaan saat ini tidak hanya dari Wilayah Indonesia Bagian Barat, KKN kebangsaan ini sudah berkembang hingga seluruh wilayah di Indonesia. Di Untirta sendiri, KKN kebangsaan sudah terselenggara selama enam tahun, adapun persyaratan untuk mengikuti KKN kebangsaan ini yaitu melalui proses seleksi, setiap tahun proses seleksi berbeda-beda karena tergantung tempat yang akan dikunjungi. Tahun ini KKN kebangsaan ditempatkan di Provinsi Riau yang telah disepakati oleh BKS PTN.

anggota kkn kebangsaan bersama pejabat desa

BIDIK UTAMA | 28

Tahun 2015 ini, tercatat ada 15 mahasiswa Untirta yang mengikuti KKN kebangsaan yang diwakilkan dari enam fakultas di Untirta. Menurut data yang didapat, anggota keseluruhan KKN kebangsaan

Everything Does With Creativity

tahun 2015 mencapai 900-an, terbagi menjadi 59 kelompok dengan anggota mahasiswa dari seluruh Indonesia. Adapun tema yang diselenggarakan pada tahun ini adalah “Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan: Penguatan Program Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Berbasis Masyarakat”. Selain itu, ada enam program kerja yang mereka wajib kembangkan di desa yang mereka tempati yaitu, Inisiasi dan optimalisasi kelembagaan Masyarakat Peduli Api (MPA), Fasilitasi terbentuknya peraturan desa (perdes) pencegahan Karhutla, Pembangunan canal blocking untuk perbaikan sistem tata air mikro pada lahan gambut terdegradasi, Edukasi informal pencegahan Karhutla melalui kelembagaan sosial masyarakat, Pembelajaran pencegahan Karhutla pada pendidikan dasar dan menengah. Dikutip dari Suara Kampar, Dalam pembukaannya Menteri Riset dan Teknologi Indonesia, Muhammad Natsir menyampaikan ada tiga dimensi yang harus dicermati dari kegiatan KKN Kebangsaan ini yaitu, pertama dimensi pembelajaran dimana memberikan pelajaran kepada mahasiswa betapa pentingnya kita menjaga lingkungan. Bagaimana menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Dimensi kedua adalah pembentukan karakater yang berakhlak mulia. Mahasiswa diharapkan peka terhada lingkungan dan masalah yang terjadi di lingkungan sekitar. Dimensi ketiga adalah menanamkan kecintaan terhadap negara. Nasir juga menyampaikan, dengan adanya KKN bersama yang diikuti perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bisa memberikan contoh berprilaku baik kepada masyarakat terutama dalam menjaga dan mengelola lingkungan dan hutan. “Mahasiswa harus menjadi agen perubahan agent of change, Mahasiswa

Everything Does With Creativity

hendaknya memberi contoh dan teladan dan berperilaku baik untuk mencegah lingkungan jangan sampai rusak,” tegas Menteri yang menjabat sejak 2014 tersebut. Rizky Bai Saputra,anggota KKN Kebangsaan asal Untirta mengatakan anggota kelompok KKN ketika tiba di Riau disambut khusus oleh Gubernur Riau dan diterima antusias oleh masyarakat sekitar. “Masyarakat sangat open dengan kedatangan kita, karena baru pertama kali mahasiswa KKN kebangsaan datang ke desa mereka. walaupun sebelumnya ada KKN reguler dari kampus setempat. Karena kita disini bukan hanya menjalani program kegiatan, tetapi saling meberikan informasi budaya dari masing-masing daerah dengan masyarakat,” ungkapnya. Lanjut mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan ini, KKN Kebangsaan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal Indonesia lebih jauh lagi. Melalui KKN Kebangsaan kita juga dapat membantu daerah tertinggal yang ada di Indonesia sehingga bisa belajar lebih peduli akan masyarakat yang ada di daerah terpencil. Selain itu, kita bisa belajar, berkenalan, dan bersosialisasi dengan masyarakat yang mungkin berbeda budayanya dari budaya tempat kita tinggal. Koordinator Penyelenggara KKM dan KKN Untirta, Drs.Hasuri berharap agar KKN kebangsaan ini bisa dilembagakan secara permanen karena kegiatannya sudah banyak terlaksana dan program yang harusnya dikelola secara permanen bukan lagi dari sistem kepanitian. “Kedepan harus sudah ada pegawai seperti ketua, sekertaris, divisi perkembangan, divisi admin, Pengelola keuangan, staf dan lain lain. Saya kira apabila dikelola oleh orang yang jabatannya tetap lebih siap dengan ragamnya KKN yang ada di Untirta,” tutupnya. BIDIKUTAMA UTAMA||29 29 BIDIK


Bidikan Khusus sebagai proyek utama pembangunannya. Dengan bermodal bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pinjaman luar negeri yaitu dari Islamic Development Bank (IDB), Untirta bertekad memindahkan dan menempatkan lima fakultas di kampus baru yaitu Sindangsari. Kelima fakultas tersebut adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) , Fakultas Hukum (FH) serta Fakultas Pertanian (FAPERTA).

“ prof soleh hidayat urutan pertama dari kiri

Rektor Untirta 2015-2019 Teks: alfiyanita islami, maryagita d noviani Foto: net

Setelah bertarung pada pemilihan rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) awal 2015 lalu, untuk kedua kalinya Prof. Soleh Hidayat diamanatkan untuk memimpin Untirta. Muhammad Natsir, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Perguruan Tinggi melantik langsung Prof Soleh Hidayat dan kembali mengamanatkan tanggung jawab memimpin Untirta untuk periode 20152019. Pelantikan ini berlangsung di Aula Gedung Dikti Senayan, Jakarta pada Jumat, (28/08). Dengan mengusung visi ‘Maju, Bermutu, Berdaya saing dan Berkarakter dalam Kebersamaan’ Untirta diharapkan dapat berkembang, maju sesuai perkembangan jaman sehingga mampu bersaing dengan universitas negeri ataupun swasta lainnya. Apalagi dengan penerimaan mahasiswa baru maka akan bertambah pula sumber daya manusia yang harus diasah, seiiring dengan itu maka dibutuhkan pembenahan sarana prasarana untuk menunjang partisipasi pemerintah dengan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK). “Tahun ini ada 51 ribu-an calon mahasiswa yang mendaftar ke Untirta dan diterima hanya 7%

BIDIK UTAMA | 30

nya saja atau sekitar 3600 mahasiswa. Tentu saja kita harus memperbaiki yang sudah ada seperti sarana prasarana untuk menunjang partisipasi pemerintah. Dengan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) ini dibutuhkan usaha keras bukan hanya dijajaran rekorat, semuanya harus bahu membahu untuk mewujudkan cita-cita Untirta ini,” ujar pria yang memimpin Untirta sejak 2010 ini. Bukan hanya bermodal visi, program jangka panjang dan jangka pendek dicanangkan juga oleh Prof. Soleh dengan memperluas akses, meningkatkan mutu relevansi dan daya saing perguruan tinggi maupun daya saing lulusan kita. Kemudian dengan peningkatan mutu dosen, di Untirta sendiri sudah ada 103 dosen yang bergelar doktor dari 516 dosen yang ada maka apabila ini dimaksimalkan akan dapat menyumbangkan nilai besar untuk kemajuan Untirta. Namun dari sekian banyak program yang sedang dilaksanakan, pembangunan gedung baru lah yang menjadi program unggulan dalam meningkatkan sarana prasarana perkuliahan. Sindangsari

Everything Does With Creativity

“Jadi kita sebagai pemimpin ini diberikan dua telinga itu untuk banyak mendengar, kami terbuka dan membuka telinga akan keluhan yang dilayangkan selama itu objektif dan positif tentu melalui organisasi internal yang ada. Salurkan kepada mereka dan mereka nanti bisa duduk bersama, berdialog, dan berdiskusi membahas aspirasi mahasiswa. Permasalahan memang akan selalu ada namun kita akan selalu berusaha untuk menyelesaikan. Kita sebagai peminpin-pemimpin akan selalu membuka telinga, berkomunikasi tidak harus formal, berkomunikasi sebagai sam-

kita sebagai pemimpin diberikan dua telinga itu untuk banyak mendengar, kami terbuka dan membuka telinga akan keluhan yang dilayangkan selama itu objektif dan positif

“Kita juga sedang melengkapi studi kelayakan untuk mendapatkan pinjaman luar negeri, Bappenas, Kemenristek Dikti. Mudah-mudahan kita mendapat 53 ribu dollar amerika atau sekitar 1 triliun rupiah untuk membentuk kampus baru di daerah Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang dan menempatkan lima fakultas disana. InsyaAllah tahun depan akan terlaksana jika dana turun dari APBN maupun pinjaman luar negeri yaitu dari Islamic Development Bank (IDB),” ungkapnya menjelaskan. Pada periode ke dua menjabat ini, Prof. Soleh Hidayat pun akan terus merampungkan program kerja yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya. Dalam empat tahun kedepan masih banyak yang perlu kita kerjakan seperti sistem penjaminan mutu yaitu akreditasi. Dengan mengantongi nilai B untuk akreditasi universitas, maka yang harus ditingkatkan kedepannya adalah akreditasi program-program studi yang C meningkat menjadi B, kemudian yang B bisa didorong sehingga meningkat menjadi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Masa ke masa Untirta selalu mengalami peningkatan, hanya saja belum pada tahapan yang sempurna. Masih terdapat keluh kesah mahasiswa sebagai bentuk saran untuk membangun Unitrta dari dalam. Duduk bersama, berdialog dan berdiskusi menjadi strategi khusus rektor terpilih ini untuk menanganinya. Dimana aspirasi mahasiswa dapat tersalurkan melalui media ini.

Everything Does With Creativity

”

bung rasa dengan mahasiswa melalui media-media tadi.” jelasnya. Lusiana Laras, mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi menanggapi mengenai regenerasi melalui terpilihnya rektor baru, menurutnya peningkatan mutu pendidikan serta pemenuhan fasilitas masih dianggap hal penting yang harus dipenuhi. Melalui ini mahasiswa dapat bebas mengeksplor diri dan mengembangkan kemampuannya sehingga tidak ada batas-batas penghambat dan tentunya didukung fasilitas yang memadai. “Menurut saya sampai saat ini yang terpenting adalah peningkatan mutu pendidikan dan pemenuhan fasilitas yang layak. Mahasiswa akan mudah mengeksplor dan mengembangkan kemampuannya apabila ini semua terpenuhi, tutur mahasiswi fakultas ilmu sosial dan politik ini. Lanjut mahasiswi semester tiga ini, dengan terpilihnya rektor baru maka akan timbul pula harapan baru untuk Untirta. Dimana bisa menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan yang bermutu untuk meningkatkan peradaban bangsa. Melalui kualitas dosen akan mencetak akademis berprestasi sehingga Untirta bisa dikenal tidak hanya dalam negeri maupun internasional. Tentu saja semua ini akan tercapai bila dilakukan dengan kerja keras bersama, karena pekerjaan yang berat sekalipun akan menjadi ringan bila dikerjakan bersama-sama.

BIDIK BIDIK UTAMA UTAMA || 31 31


S

Sosok

ebagai salah satu olahraga beladiri yang masih belum dikenal luas di Indonesia, Muaythai ternyata memikat Mia Amalia. Dara 21 tahun itu merasa, ring tarung sudah menjadi bagian dari keseharian hidupnya. Muaythai beladiri khas Thailand, gaya tarung jalanan yang mengandalkan kekuatan seluruhgerak tubuh ini memang menjadi olahraga baru di Indonesia. Bagi Mia, hal itu justru menimbulkan potensi untuk berprestasi mengingat Muaythai belum banyak dikenal oleh masyarakat.

Born To Fight Pencak silat, wushu dan muaythai pernah digelutinya. Tak khawatir meski anggota tubuhnya sering terkena pukulan dan tendangan serta sangat beresiko cedera. kecintaan Mia terhadap bela diri mengalahkan segalanya.

Hasrat untuk menggeluti dunia beladiri memang sudah mengalir deras dalam diri wanita berkerudung itu. Sebelum menekuni Muaythai, Mia berlaga di atas matras Wushu, Pencak Silat, hingga Muaythai yang saat ini digelutinya. awalnya dari saran dan dukungan yang diberikan oleh orang tua-nya, memotivasi wanita yang akrab dipanggil Mia ini untuk serius menekuni Muaythai hal ini dilakukan demi membanggakan keluarga dan memberi inspirasi positif untuk teman dan orang-orang terdekatnya. Kini, anak pertama dari dua bersaudara ini telah bergabung di Sasana Kota Serang, Provinsi Banten dan masuk menjadi bagian Tim Pelatihan Nasional Muaythai Indonesia di Senayan, Jakarta. Hasilnya, dirinya tidak hanya tercatat sebagai atlet Muaythai Kabupaten Serang dan Banten saja, melainkan tercatat juga sebagai salah seorang atlet andalan Muaythai Indonesia dan mampu menyumbangkan prestasi baik untuk Banten maupun Indonesia. Sederet prestasi mampu direngkuhnya, mulai dari kejuaraan daerah, kejuaraan nasional, hingga kejuaraan internasional. Sejak menekuni Muaythai pada Agustus 2013, prestasi Mia terus melejit. tepatnya pada September 2013, Mia mulai mengikuti kejuaraan Muaythai di Jawa Barat. Pada kejuaraan yang bertajuk Jawa Barat Muaythai Open 2013, Mia mampu meraih medali emas dan mengibarkan nama Banten dikancah nasional. Motivasi semakin besar untuk meraih kepingan-kepingan medali emas berikutnya. Selang

Foto : dok. pribadi Teks : nita rahmawati

BIDIK UTAMA | 32

Everything Does With Creativity

Everything Does With Creativity

tiga bulan kemudian, Mia kembali tampil di Kejuaraan Tangerang Muaythai Open dan kembali sukses meraih medali emas. Bermodal dua keping medali emas yang sukses direngkuhnya, mendapat panggilan dari Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Banten untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Muaythai di DKI Jakarta pada Juni 2014. Pada kejurnas tersebut, Mia kembali menoreh prestasi dengan merengkuh medali emas. Prestasi yang diraih mahasiswi Semester Tujuh Jurusan Pendidikan Biologi, Untirta ini mendapat respons dari Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI). Pada Agustus 2014, Mia mendapat panggilan dari PBMI untuk memperkuat tim Muaythai Indonesia untuk berlaga di World Muaythai Championship (WMC) 2014 di Bangkok, Thailand. Hasilnya, Ia mampu mencuri perhatian dunia olahraga Muaythai dengan meraih medali perak pada Kejuaraan WMC 2014 di Bangkok, Thailand, Agustus 2014 silam. Selain itu di tahun yang sama ia kembali mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi Juara dua pada kejuaraan Europe Muaythai Championship saat Indonesia melawan negara-negara benua Eropa di Romania pada bulan September 2014. Dalam proses pencapaian prestasinya, jarak yang ditempuh dari tempat tinggal menuju tempat latihan tak menjadi penghalang baginya. Sempat meninggalkan rumah dan izin kuliah selama beberapa minggu pernah dirasakannya, walaupun hanya untuk sekadar latihan atau bertanding. Pernah disandingkan oleh juara dunia Wushu dan Muaythai, serta pernah dilatih oleh pelatih asal Thailand merupakan pengalaman latihan yang menginspirasi guna mendorong kesuksesannya.

Born to fight, itulah motto hidup dari wanita kelahiran Cikeusal ini. Menurutnya, olahraga baru di Indonesia ini menjadikan peluang menjadi juara lebih mudah. Kedepannya, Mia berharap dapat terus menggeluti beladiri Muaythai. “Dapat mendirikan camp untuk mencetak atlet Muaythai, dan saya harap prestasi Muaythai semakin maju dikancah Nasional maupun Internasional,� ujar Mia menutup wawancara ini. BIDIK UTAMA | 33


batu raden pantai pasir panjang

Wisata

tempat wisata yang penuh dengan fasilitas, namun minimnya fasilitas layaknya pulau yang hilang tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri dari pulau ini untuk dikunjungi. Pemukimannya sangat tradisional memakai bilik pada dinding rumahnya, sangat cocok bagi kalian yang suka keindahan laut serta petualangan.

sangiang, eksotisme di tanah jawara

I

ndonesia merupakan negara kaya akan keanekaragaman alamnya, maka tak heran Indonesia saat ini menjadi salah satu destinasi favorit traveller dari seluruh dunia. Sudah terbukti oleh beberapa wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang mengakui keindahan akan pulau-pulau di Indonesia. Jika bicara masalah pesona, keindahan Banten sepertinya bisa menjadi salah satu refrensi. Banten tidak hanya memiliki destinasi wisata pantai saja, namun satu lagi destinasi wisata yang tersembunyi dari Provinsi Banten adalah Pulau Sangiang. Sebelumnya, saya ingin menyampaikan pada kalian semua, saya sangat bangga menjadi warga negara Indonesia dengan segala kekayaan alamnya yang tak terhitung. Lupakan semua yang buruk tentang Indonesia, nikmati Indonesia dengan warna keindahan alam dan budayanya. Lanjut membahas tentang pulau ini, Pulau Sangiang terletak di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Taman Wisata Alam Pulau Sangiang terletak di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Indonesia. Karena saya orang Banten rasanya kurang lengkap kalau belum plesiran melihat keindahan Pulau Sangiang. Diiringi rasa penasaran walau dengan dana yang cukup minim, akhirnya saya tekadkan untuk tetap berangkat. Dari Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten saya naik bis menuju arah

BIDIK UTAMA | 34

Banyak kegiatan lain yang bisa kita lakukan disini seperti snorkling yang bertempat di Lagon Bajo dan Lagon Waru. Disini kita bisa ber-snorkling ria sepuasnya. Dijamin kita akan disuguhi pemandangan karang-karang bawah laut beserta biota lainnya yang sangat sayang untuk dilewatkan. Laut dengan kedalaman kurang lebih tiga meter ini memang cocok untuk aktifitas ringan seperti snorkling dan free diving. Sayangnya, kali ini saya tidak membawa kamera khusus underwater, sehingga hanya bisa mengabadikan dari atas kapal motor saja

Foto : aditya Fajar Teks : syifa, rai

Kota Cilegon dan turun di Simpang Tiga Cilegon. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju Pasar Anyer dengan menggunakan angkutan kota berwarna silver. Kemudian Lanjut ke Pelabuhan Paku, kurang lebih memerlukan waktu satu jam untuk sampai ke pelabuhan ini dari Kota Cilegon. Selain itu, untuk sampai ke Pelabuhan Paku papan nama penunjuk jalannya sangat kecil sehingga harus lebih teliti dalam perjalanan menuju pelabuhan tersebut. Setelah mencari dan menyepakati harga, akhirnya kapal yang saya tumpangi-pun segera bersiap mengarungi lautan. Perjalanan-pun berlanjut dari Pelabuhan Anyer menuju Pulau Sangiang yang ditempuh kurang lebih sekitar satu jam. Dalam perjalanan, kita disuguhi hamparan laut yang membiru dengan sesekali muncul pertunjukkan ikan-ikan kecil yang melompat keluar dari permukaan air. Kapal yang saya tumpangi-pun mulai mengarah ke sebuah pulau yang kita tuju, Pulau Sangiang. Beberapa kalangan menyebut Pulau Sangiang sebagai Seven Wonders of Banten. Di dalamnya selain terdapat keindahan alam yang wajib untuk dinikmati, ada pula perkampungan yang dihunioleh 52 kepala keluarga dengan luas Kawasan sekitar 1.420,35 hektar yang terdiri dari daratan seluas 700,35 hektar dan taman laut seluas 720 hektar. Pulau Sangiang sendiri bukanlah sebuah

Everything Does With Creativity

Sayangnya saat snorkling, para pengunjung disambut dengan hamparan sampah yang sangat menganggu pemandangan. Menurut warga sekitar, sampah ini bukan dari Sangiang, melainkan dari Pulau Jawa. Akibat sampah dan keruhnya air, beberapa spot yang menampilkan si cantik anemon plus clownfish-nya tidak terlalu jelas terlihat. Beberapa usaha perlu dilakukan untuk melihat terumbu karang dengan lebih jelas dan dekat. Meski keruh namun di beberapa bagian dangkal, kita masih bisa melihat berbagai macam koloni ikan yang lalu lalang di sekitar terumbu karang beserta keindahannya. Satu spot lainnya yang wajib dikunjungi adalah Tanjung Harapan. Melihat terjalnya tebing-tebing yang langsung jatuh ke laut lepas akan membuat mata kita terpukau dan tak henti ingin melihat pemandangan alam ini. Dari puncak ini, pengunkonservasi penyu

jung bisa melihat keindahan pantai Pasir Panjang dan beberapa tebing di sekitar sisi barat pulau Sangiang. Jalur yang agak terjal mengharuskan kita memakai sandal gunung atau sepatu tracking. Jangan lupa juga untuk membawa lotion anti nyamuk, perjalanan akan membawa pengunjung ke hutan belantara Sangiang yang sarat akan nyamuk dengan gigitan yang cukup mengganggu. Selain itu masih ada goa kelelawar yang dihuni ratusan kelelawar yang menggantung di dinding atas goa. Saat ada kelelawar yang jatuh ke laut, belasan koloni ikan predator akan menangkap seketika kelelawar yang tak kuat berpegangan sehingga jatuh ke laut. Atraksi yang cukup unik,bahkan jika beruntung pengunjung akan melihat gerombolan biawak yang juga turut meramaikan berpesta kelelawar. Karena menembus batu karang, Goa kelelawar dapat diakses dari sisi laut maupun sisi hutan Pulau Sangiang. Dengan berjalan selama satu jam dari desa utama, menyusuri jalan setapak yang cukup terjal pengunjung sudah dapat melihat keunikan goa satu ini. Kesan sesudah mengunjungi pulau ini cukup menarik dan berkesan, walau sayangnya masih dikelola secara tradisional oleh penduduk lokal, sehingga fasilitas yang ada masih sangat minim untuk ukuran sebuah tempat wisata. Rasanya saya ingin menghabiskan waktu lebih lama disini dan tidak ingin cepat berlalu kepada pulau yang memberikan kejutan yang tak saya duga sebelumnya. tetapi mau bagaimana lagi keterbatasan waktu dan biaya yang membuat saya harus pergi meninggalkan pulau yang menawan ini. Bagaimana, tertarik untuk liburan dan telusuri wisata Pulau Sangiang dengan keindahan tempatnya yang masih alami. Ayo ajak keluarga, teman, pacar, atau mantan kalian untuk kesini.

menara pandang perancis

pantai pasir panjang

puncak harapan

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 35


Kesehatan rang sehingga menyebabkan patogen dan virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang cepat dalam tubuh. Nah, pasti sangat penting kan karena sistem imun atau sistem kekebalan tubuh yang membuat badan kita kebal akan segala penyakit yang menyerang, kalo sistem imun menurun pasti akan sangat membahayakan bagi tubuh kita sendiri.

Sistem Imun VS Deadline Tugas

Sistem imun yang sangat rentan ini membutuhkan banyak istirahat. Bayangkan jika waktu istirahat normal kita dipangkas, pasti terbayang bagaimana lelahnya otak kita dalam mengkoordinasikan sistem kerja didalam tubuh manusia. DR. Rahman Hidayat pun menambahkan setelah begadang pasti kualitas tubuh akan menurun, karena jam malam yang digunakan untuk istirahat dipaksa untuk otak bekerja. Selain itu Rahman mengatakan bahwa untuk mengatasi begadang, setelah itu tubuh harus di istirahatkan secara penuh. Makanan yang bergizi pun sangat penting, seperti saat sarapan, terkadang setelah begadang kita pasti akan tidak peduli dengan apa yang kita makan dan minum. Ia juga menambahkan makanan empat sehat lima sempurna tak boleh tertinggal untuk dikonsumsi. Minimal susu, telur, tahu, tempe dan sayuran, selain itu juga vitamin dibutuhkan untuk menunjang menjaga kekebalan tubuh kita.

Teks : Amy vauziyah, abidin Foto : net

Membicarakan tugas kuliah, deadline pengumpulan tugas ke dosen menjadi yang pertama terlintas di benak kita. Seperti sudah kebiasaan sebagian mahasiswa zaman sekarang, Sistem kebut semalam (SKS) atau istilah lainnya ‘The Power of Kepepet’ seperti menjadi senjata andalan untuk mengatasi tugas menumpuk yang dikejar deadline. Seakan keadaan tersebut menjadi pemicu jantung paling ampuh dan membuat pikiran jadi kacau. Lagi-lagi begadang menjadi pelabuhan terakhir para mahasiswa penganut SKS. Dijadikan pelabuhan terakhir untuk menyelesaikan tugas, begadang seakan menjadi kebiasaan yang dibudayakan sebagian mahasiswa saat ini. Salah satu mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Eliana pratiwi mengaku sering tidur sampai larut malam untuk menyelesaikan tugasnya. “Kadang suka sampai jam dua pagi buat kerjain tugas, apalagi sudah semester atas tugas makin sering menumpuk. Kadang juga sampai kebablasan sambil nonton pas disela-sela ngerjainnya, Tugas sudah sesuatu yang wajib dikerjain, apalagi waktunya sudah mepet, ya sudah deh begadang jadinya,” celoteh mahasiswa semester lima ini. Seakan begadang menjadi hal yang sangat lumrah bagi kebanyakan mahasiswa sekarang ini. Walaupun banyak sekali hal negatif yang sudah dibeberkan dalam berbagai bentuk tulisan, ar-

BIDIK UTAMA | 36

tikel, maupun media. Tidak menutup mata, Namun begadang sudah bukan menjadi hal menakutkan bagi sebagian mahasiswa. Syifa Khairani, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik mengaku mengetahui beberapa hal negatif dari begadang. Namun, karena tugas yang dikejar waktu dan dirinya merasa ide cemerlangnya datang saat menjelang malam hari, begadang pun sering dilakukan. “Buat nulis, jujur gak tahu kenapa mood keluar di jam 9 pm till midnight aja.” Imbuhnya. Seperti meng-amini teori dari lagu Rhoma Irama yang menyebutkan ‘Jangan begadang kalau tiada artinya’, salah satu Dokter di klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang, DR. Hidayat Rahman mengatakan hal menarik, bahwa begadang menjadi hal negatif saat melakukan hal yang tidak benar, seperti mabok-mabokan dan kegiatan merugikan lainnya.

Everything Does With Creativity

“Secara psikologis begadang menjadi positif saat seseorang menikmati hal tersebut dan sambil melakukan kegiatan yang menghasilkan sesuatu, tubuh seperti mendapat dorongan positif dari alam bawah sadarnya,” tuturnya. Seperti dilema, para pejuang SKS ini dihadapkan pada dua pilihan, deadline didepan mata yang harus terselesaikan atau sistem imun dalam tubuh yang pastinya akan menurun. Dikutip dari Pintar Biologi, sistem imun merupakan sistem pertahanan terhadap suatu penyakit atau serangan infeksi dari mikro organisme atau substansi asing. Adapun beberapa fungsi dari sistem imun melindungi tubuh dari serangan penyakit, menghancurkan mikro organisme, dan menghilangkan sel mati untuk perbaikan jaringan. Buruknya jika system kekebalan tubuh melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berku-

Everything Does With Creativity

Bertarung dengan deadline boleh saja, tapi kesehatan tubuh perlu tetap kita jaga. Hal itu sebenarnya bisa dihindari, jika dasarnya kita mengerti betul apa yang penting bagi kita. Saat begadang, memang biasanya kita sendiri yang memilih untuk melakukan hal itu. Seperti sudah terbiasa, kita menikmatinya seolah begadang sudah menjadi budaya dan tubuh kita sudah tidak kaget dengan kebiasaan ini. Tetapi saat orang yang tidak biasa begadang pastinya akan lebih gampang drop, karena begadang seperti menambahkan beban berat bagi sistem tubuh mereka. Untuk yang sudah terbiasa begadang seperti yang sudah ditulis diatas, baiknya perlu menyeimbangkan dengan pola makan yang baik dan tetap memenuhi waktu istirahatnya, karena badan yang dipaksa terus menerus pasti akan menurun daya tahannya. Jadi, bagi yang sudah kebiasaan begadang buat tugas, ada baiknya mulai sekarang kita cicil tugas, agar kedepannya tidak selalu mepet dan memaksakan tubuh untuk bekerja pada waktu istirahat.

BIDIK UTAMA | 37


Resensi Teks : Inas Aprilia

The Fantastic Four

The Maze Runner 2 (Scroch Trials)

Sutradara : Josh Trank Pemain : Miles Teller, Michael B. Jordan, Kate Mara, Jamie Bell, Toby Kebbell, Tim Blake Nelson Kategori : Action, Fantasi

Sutradara : Wes Ball Pemain : Dylan O’Brien, Kaya Scodelario, Thomas Brodie-Sangster, Ki Hong Lee Kategori : Action, Sci-Fi, Thriller

Film “The Fantastic Four” ini mengisahkan sebuah tim yang akan melakukan teleportasi ke luar bumi. Mereka melakukan berbagai persiapan dan perencanaan yang sempurna demi terwujudnya hal tersebut. Ketika empat orang yang terpilih akan mencobanya, hal tak terduga telah terjadi. Mereka berempat mengalami perubahan bentuk fisik dan memiliki kekuatan super, yakni Ben Grimm (Jamie Bell) alias The Thing, Johnny Storm (Michael B. Jordan) alias Human Torch, Reed Richards (Miles Teller) alias Rubber Man dan Sue Storm (Kate Mara) alias The Invisible Woman.

Film “Maze Runner: The Scorch Trials” merupakan film yang diadaptasi dari buku di seri kedua James Dashner. Setelah berhasil lolos dari labirin, Thomas dan sesama Gladers lainnya dihadapkan kembali dengan situasi berbahaya, tidak ada bantuan dan tidak ada aturan. Berhasil meloloskan diri atau mati adalah dua pilihan yang akan dihadapkan oleh Thomas dan para korban selamat lainnya. Thomas dan sesame Gladers lainnya akan menghadapi tantangan terbesar mereka, yakni mencari petunjuk tentang organisasi misterius dan kuat yang dikenal sebagai WCKD.

Dengan kekuatan super yang mereka miliki, mereka harus belajar memanfaatkan dan bekerja sama untuk menyelamatkan bumi dari mantan teman terbaik yang menjadi musuhnya.

Hotel Transylvania 2

PAN

Film ini adalah sekuel dari film sebelumnya yang telah dirilis pada tahun 2012 lalu. Rencananya film animasi ini baru akan diputar perdana pada tanggal 25 September 2015. Hotel transylvania 2 menceritakan tentang Drac Pac yang khawatir dengan cucunya yang bernama Dennis karena belum menunjukan ciri-ciri sebagai seorang vampir. Drac Pac meminta bantuan teman-temannya untuk menempatkan Dennis di monster-in-training bootcamp. Dimana Dennis akan diajarkan bagaimana cara terbang dan bagaimana menjadi seorang monster.

Film ini menceritakan tentang seorang anak lelaki bernama Peter. Peter adalah anak yatim yang ditinggalkan ibunya di sebuah panti asuhan ketika perang dunia ke II terjadi. Namun, Peter diculik oleh sekelompok penjahat yang paling ditakuti dan dikenal sebagai Blackbeard ketika sedang tidur bersama teman-teman sekamarnya.

Sutradara : Joe Wright Pemain : Levi Miller, Garrett Hedlund, Hugh Jackman, Rooney Mara, Amanda Seyfried, Leni Zieglmeier, Adeel Akhtar, Cara Delevingne, Jack Charles, Na Tae Joo. Kategori : Petualangan, Fantasi

Sutradara : Genndy Tartakovsky Pengisi suara : Adam Sandler, Selena Gomez, Andy Samberg, Kevin James, Fran Drescher, Kategori : Animasi

Peter dibawa ke sebuah tempat bernama Neverland. Disana Peter bekerja pada tambang Neverland, sementara itu seorang pemuda bernama James Hook penamban asal Amerika membantunya kabur dari tempat tersebut.

Namun tiba-tiba saja Vlad, ayah dari Drac Pac datang ke hotel dan menyadari bahwa cicitnya tidak murni berdarah vampire. Situasi pun semakin parah ketika Vlad mengetahui bahwa ada manusia yang juga diterima di Hotel Transylvania.

BIDIK UTAMA | 38

Serangkaian petualangan di Neverland membentuk anak itu menjadi pahlawan, dikenal sebagai generasi Peter Pan.

Everything Does With Creativity

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 39


Pojok Santai ternatif pilihan yang pas, selain itu masih banyak menu yang ditawarkan. Buka setiap hari dari pukul 11.00 s/d 02.00 pagi, Hotspot Kafe bisa menjadi pilihan pas untuk santai bersama teman dan keluarga. Bagi yang ingin mencoba menu Italian, Western maupun Indonesia, kafe ini bisa menjadi salah satu alternatif dan tentunya sangat sayang bila dilewatkan. “Tempatnya asik buat santai. Pizza-nya juga enak banget. Pertama kali juga sih, nyoba Italian Pizza, renyah gitu,” tukas Egi, salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi. Untuk urusan harga per menu, para pengunjung tak perlu khawatir akan urusan ‘kantong’, karena harga yang dibandrol mulai dari Rp 15.000,hingga Rp 100.000,- anda sudah dapat menikmati sensasi berbagai pilihan menu dan suasana khas Kafe yang tertata cukup apik. Sangat pas dengan budget para pecinta kuliner, selain itu Hotspot kafe sangat variatif soal promosi, karena selalu ada promosi yang berbeda hampir di setiap bulannya.

A

lunan musik terdengar saat memasuki ruangan. Aroma masakan langsung tercium mengisi setiap sudutnya, membawa rasa ingin mencicipi menu yang ditawarkan semakin memuncak. Kafe yang tidak mempunyai konsep khusus ini terlihat sangat santai dengan gaya bangunan yang minimalis. Dibangun pada Juli 2013 lalu, kafe yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Nomor 2 Cilegon ini hadir dengan nama Hotspot. Owner dari Hotspot Kafe, Agnes Claresta mengungkapkan penggunaan nama Hotspot sendiri bagi kafenya bertujuan agar enak didengar dan mudah diingat bagi para konsumen maupun masyarakat.

Ingin lebih mengenal kafe ini lebih dalam? Langsung saja berkunjung ke kafe yang bertempat tepat di sebelah Mall Ramayana, Kota Cilegon ini. Untuk media sosial nya kafe sendiri mempunyai akun Facebook dan Twitter bernama ‘Hotspot Cilegon’. Diakhir obrolan Agnes sang owner pun berharap kehadiran Kafe Hotspot dapat menjadi tempat menyenangkan saat rehat dari aktifitas dan padatnya kota. “Berharap kafe ini dapat menjadi tempat asik untuk sekadar ngopi maupun bersantai ditengah padatnya Kota Cilegon,” tutup Agnes.

Teks : Pernita Foto: Pernita, Egi

outdoor yang menyuguhkan pemandangan Kota

Cilegon, menambah kenyamanan dan membuat pengunjung tidak ingin segera beranjak.

’Follo el fungi’, salah satu menu andalan dari kafe ini memiliki konsep berbeda dari kebanyakan menu Italian Pizza lainnya. Pencinta pizza akan dimanjakan dengan roti tipis nan crunchy ditambah lagi balutan saus krim yang sangat soft dimulut. Selain itu, Hotspot Kafe menyediakan menu unik, yaitu Risoto yang merupakan menu Western dari pasta berbentuk nasi.

Berawal dari masih minimnya tempat hangout di Cilegon, kafe ini akhirnya dibuat dan menempati lantai dua dari Gedung Grand Krakatau. ”Pertamanya, pas pindah ke Cilegon, nyari tempat nongkrong sama temen-temen susah. Nah, akhirnya kepikiran buat buka kafe,” tutur wanita 35 tahun tersebut.

Para pecinta kopi pun tak ketinggalan bisa bersantai ditempat ini, kopi menjadi minuman favorit disini. Americano dan kopi tubruk menjadi dua andalan dari pilihan menu yang tersedia. Selain bisa ngopi sambil santai, kafe ini juga menyediakan minuman yang tak kalah unik. Sunrise garden salah satunya, dengan potongan buah segar yang ditampilkan dengan sangat menggoda, mampu menggugah selera saat pengunjung melihatnya.

Menariknya, di lantai pertama terdapat sebuah tangga menuju ruang utama kafe dengan dekorasi seperti ruang rahasia. Menilik lebih dalam, suasana indoor di ruang utama yang berdekatan dengan dapur dan dibarengi dengan suasana

Hotspot Kafe pun menyediakan bagi Anda yang ingin memilih menu lebih berat selain Italian dan Western, kafe ini juga menyajikan menu khas Indonesia, seperti ayam bumbu rujak, berbagai macam soto, dan iga bakar yang bisa menjadi al-

BIDIK UTAMA | 40

Pada bulan September 2015 ini, Hotspot Kafe mengadakan promo menarik. Bila Anda meng-upload foto makanan dan minuman kafe ini ke media sosial, Anda akan mendapatkan diskon 10%,. Dan bagi Anda yang ingin mencicipi burger gratis pun Anda dapat mencobanya dengan memakan burger berukuran 1 meter dalam waktu yang sudah ditentukan. Menarik bukan?

Everything Does With Creativity

Pizza Follo el Fungi

Burger 1 meter

Everything Does With Creativity

Sunrise Garden BIDIK UTAMA | 41


Karikatur

BIDIK UTAMA | 42

Everything Does With Creativity

Everything Does With Creativity

BIDIK UTAMA | 43


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
BIDIKUTAMA MAGAZINE by Bidik Utama - Issuu