selamat datang mahasiswa baru UNJ
1 41 0 SNMPTN
21 96 SBMPTN
PENMABA
1
SWARA Edisi Juli
“Kemajuan suatu bangsa tak terlepas dari peran pemuda yang selalu mengisi di tiap-tiap sendi perubahannya.� Maka dari itu saya mengucapkan selamat datang kepada Adik-adik yang telah lolos sebagai mahasiswa baru UNJ jalur SNMPTN, SBMPTN, dan PENMABA 2019. Kalian adalah para pemenang dan kalian pulalah yang akan melanjutkan estafet perjuangan untuk menciptakan kemajuan bangsa ini.
Selamat Datang di Kampus Pergerakan Intelektual Bangun Pemuda Pemudi Hidup Mahasiswa !! Hidup Rakyat Indonesia !!
M. Abdul Basit Ketua Umum BEM UNJ 2019
SWARA Edisi Juli
2
Gd.
peta kampus unj Kantin Blok M
Gd. Gd. O
Gd. R Gd.Q
Gd. RA. Kartini
Gd. S
Gd. Hasyim Ashari Gd. Dewi Sartika
Masjid Nurul Irfan
Klinik UNJ
pla
za
Gd. Daksinapati Gd. Syafei
Gd. BAAK
Rektorat
Gd. Parkir ka rbu e T er
t Tea
3
(P Jl. intu M Ra wa asuk ma ngu Depa nM n) uka SWARA Edisi Juli
Gd.C
.M
Gd. L N UPT Perpustakaan
(P
intu
Ma s J l. P uk Be Gd. L em uda lakan g) Gd. K
Gd. G
Gd. F
University Training Center
Gd. E
Gd. H
Gd. D
Gd. Ki Hajar Dewantara
Fakultas Ilmu Pendidikan ( FIP ) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam( FMIPA ) Fakultas Bahasa dan Seni ( FBS ) Fakultas Teknik ( FT ) Fakultas Ekonomi ( FE ) Fakultas Ilmu Sosial ( FIS ) SWARA Edisi Juli
4
diskusi publik unj kini dan nanti Jakarta, Aula Bung Ha�a UNJ, Selasa (02/07/2019) – Telah dilaksanakan Diskusi Publik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan tajuk “UNJ Kini dan Nan�” yang merupakan salah satu upaya kami selaku mahasiswa UNJ untuk mengawal proses pemilihan rektor hingga terpilihnya rektor defini�f. Dispub juga berfungsi sebagai wadah yang memfasilitasi dan menampung gagasan serta aspirasi seluruh masyarakat UNJ demi mendukung UNJ menjadi lebih baik. Antusias masyarakat UNJ sangat luar biasa untuk menyambut perbaikan tersebut, ditandai dengan hadirnya peserta yang mencapai lebih dari 200 orang. Maka kami berharap setelah diadakan dispub ini, UNJ dapat segera memiliki rektor yang sesuai dengan kebutuhan seluruh civitas academica UNJ. Acara dimulai pada pukul 09.45 WIB oleh Remi dan Chandra selaku pemandu Diskusi Publik. Selanjutnya dilakukan pembacaan Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars UNJ oleh seluruh peserta dispub. Pemberian sambutan yang pertama oleh Rizki Dwi Perkasa selaku wakil ketua BEM UNJ yang kemudian dilanjutkan sambutan oleh Pak Sofyan Hanif selaku Wakil Rektor 3. Beliau menyampaikan apresiasi kepada BEM UNJ karena telah mengadakan dispub ini dan berharap seluruh civitas academica yang menghadiri dispub dapat menyampaikan sebanyakbanyaknya gagasan dalam rangka mengawal
5
pemilihan rektor ini.
SWARA Edisi Juli
Diskusi publik dilanjutkan dengan sesi diskusi pertama yang dimoderatori oleh Roushan Dhamir dan diisi oleh Dr. Komarudin, M.Si serta Prof Dr. Ilza Mayuni, M.A. Pada sesi ini Pak Komar selaku Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan menyampaikan mengenai keadaan UNJ yang sempat menduduki peringkat pertama pada saat dipimpin oleh Bu Koni tahun 1988. Namun terjadi penurunan yang signiďŹ kan setelahnya hingga saat ini mencapai peringkat 19. Menurut beliau, hal itu disebabkan beberapa faktor yang berasal dari internal dan eksternal. Faktor eksternal yang dimaksud berasal dari LPTK lain yang juga berupaya untuk maju. Sedangkan faktor internal yang sering terjadi adalah tatakelola di UNJ yang masih perlu diperbaiki. Masih dalam sesi pertama, Prof Ilza selaku Plt. Direktur Pascasarjana berkesempatan menyampaikan kondisi Pascasarjana UNJ. Beliau mengatakan dalam lima tahun kebelakang Pascasarjana UNJ sempat memiliki reputasi yang baik dikarenakan pengelolaannya. Namun terjadi penurunan pasca mengalami masa-masa sulit akhir-akhir ini akibat pengelolaannya (management). Menurut beliau, kunci yang harus dipegang untuk memperbaiki UNJ dan menggapai cita-cita menjadi salah satu kampus yang bereputasi di Asia adalah dengan memperbaiki tatakelola dan kepemimpin (leadership) di UNJ. Setelah pemaparan kondisi UNJ dan Pascasarjana, moderator memberikan sedikit tanggapannya lalu membuka sesi tanya jawab termin satu dan diskusi selama sekitar 30 menit.
SWARA Edisi Juli
6
Selanjutnya diskusi publik masuk ke sesi diskusi kedua yang diisi oleh Dr. Sofia Harta�, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Prof. Dr. Hafid Abbas selaku Pimpinan Senat UNJ. Diskusi dibuka oleh moderator dengan mempersilakan Bu Sofi berbicara mengenai pengelolaan fakultas yang selama ini diterapkan di FIP. Beliau memaparkan proses manajemen pengelolaan fakultas yang diawali dengan perencanaan berbasis RENSTRA yang dilakukan oleh Universitas kemudian setelahnya akan diserahkan kepada para dekan yang memimpin di �ap fakultas. Selain itu beliau juga menyampaikan beberapa hal yang bisa di�ngkatkan untuk kemajuan UNJ yaitu peningkatan mutu sarpras UNJ; peningkatan prestasi mahasiswa baik akademik maupun non akademik; peningkatan dan pemanfaaatan peran alumni; pengembangan kerjasama baik dalam negeri maupun luar negeri; pela�han staf agar staf sopan dan humble dengan mahasiswa; pengawasan mutu dengan BPJM. Setelah pemaparan mengenai pengelolaan fakultas oleh Bu Sofi, sesi kedua dilanjutkan oleh Prof Hafid. Beliau menyampaikan beberapa hal yang harus dibenahi untuk mewujudkan UNJ sebagai salah satu universitas yang bereputasi di Asia yaitu perbaikan sistem pengajaran/ pembelajaran (teaching) yang menjadi pondasi dasarnya. Selanjutnya dengan meningkatkan peneli�an di seluruh program studi yang terdapat di UNJ juga dengan mempublikasikan produk-produk yang diproduksi oleh civitas academica UNJ. Selain itu, memperbaiki International outlook (pandangan secara internasional) seper� berapa banyak dosen dan mahasiswa yang berasal dari luar negeri juga
7
SWARA Edisi Juli
kerjasama dengan organisasi internasional. Terakhir, universitas membenahi industry income, produk keilmuan yang diciptakan dan dihakpatenkan. Selanjutnya beliau memaparkan mandat yang diberikan kepada senat UNJ yang diatur dalam statuta. “Pertama menetapkan kebijakan, akademik dll; kedua seper� Watchdoc, ada pengawasan di universitas. Jadi senat mengawasi, pengabdian masyarakat dan akademik; ke�ga memberikan per�mbangan, prodi mau dibuka atau ditutup, hal-hal strategis lainnya; keempat track record, ada laporan yang diberikan. Tiap minggu rapat senat 67 orang, �ap 15 dosen ada kursinya di senat 1” tutur beliau. Terakhir beliau menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ada kabinet baru di UNJ sebelum kabinet di Indonesia terbentuk serta pada pekan kedua Agustus sudah ada rektor baru untuk UNJ. Agenda selanjutnya, dibuka sesi tanya jawab termin 2 oleh moderator serta diskusi dengan seluruh narasumber. Diskusi selesai pada pukul 13.19 WIB dan dilanjutkan dengan pemberian bingkisan kepada para narasumber oleh Rizki Dwi Perkasa selaku wakil ketua BEM UNJ. Kemudian acara diselingi dengan sesi hiburan oleh Esty sebelum akhirnya dilanjutkan kembali sesi konsolidasi gerakan mahasiswa oleh M. Abdul Basit untuk mengawal pilrek. Acara diskusi publik ini ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.
SWARA Edisi Juli
8
central information agency Departemen komunikasi dan informasi BEM UNJ telah mengadakan sebuah event yang bertajuk Central Information Agency (CIA). Tema yang diangkat pada CIA kali ini adalah Unlimited, di mana Unlimited itu sendiri memiliki makna bahwa pengetahuan di bidang teknologi, informasi, dan media massa memiliki sifat tak terbatas dan akan terus berkembang seiring berkembangnya zaman. CIA dilaksanakan di kampus A UNJ selama 3 hari pada tanggal 22, 24, dan 26 Juli dengan materi yang berbeda di �ap harinya. Pada hari pertama, dilaksanakan pela�han desain grafis. Diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan �lawah, lalu dilanjutkan penyampaian sambutan-sambutan oleh M. Fikriandi Akmal selaku ketua pelaksana, dan diiku� oleh Pak Pras selaku pembimbing UNJ sekaligus membuka secara resmi acara CIA chapter II Unlimited. Setelah itu, masuk ke acara in� yaitu penyampaian materi tentang desain grafis yang disampaikan oleh bapak Amal Jamaludin, beliau merupakan Owner MIQRO Designer & Kufi Studio, dan dipandu oleh moderator yaitu Faiz Azhar Arhayu. Pela�han desain grafis berlangsung hingga pukul 15.00 di mana peserta pela�han yang sebelumnya diminta untuk membawa laptop sebagai alat untuk desain diberi kesempatan langsung untuk
9
SWARA Edisi Juli
memprak�kkan teori yang telah disampaikan oleh Pak Amal. Sesi pela�han desain grafis ditutup dengan pemberian bingkisan kepada Pak Amal oleh salah satu peserta. Berlanjut
di
hari
kedua
yang
berlangsung di tanggal 24 Juni yakni dengan materi public relation dan digital marke�ng. Materi public relation yang belangsung pukul 10.00 – 12.00 WIB ini diisi oleh salah satu content creator kenamaan Indonesia yaitu Benazio Rizki Putra atau dengan nama bekennya Benakribo. Beliau memulai karir sebagai content creator dengan menjadi seorang blogger, lalu berkembang ke Twi�er, Instagram, Youtube, dan juga Podcast. Salah satu konten yang dibuat Benakribo dikenal dengan nama ‘Level Up’ yang berisi sharing pengalaman tentang pengembangan diri, karir, lifestyle, parenting, sampai mo�vasi. Setelah menyampaian sharing session dari Benakribo, dilanjutkan dengan penampilan dari band ternama di Kampus UNJ. Band yang berisikan empat orang mahasiswa UNJ dengan bakatnya masing-masing memiliki pengalaman yang tak perlu diragukan lagi karena sudah melanglangbuana mengiku� berbagai perlombaan dan tampil di berbagai kegiatan, mereka adalah Paradise Flo�lla. Mereka membawakan 3 lagu pada penampilannya. Acara kemudian dilanjutkan sesi kedua yaitu seminar tentang digital marketing yang disampaikan oleh Ka Asri Putriningrum.
SWARA Edisi Juli
10
Beliau merupakan seorang Spesialis Media Sosial di Halodoc, sehingga mampu menyampaikan materi dengan baik. pada sesi ini ka Asri dipandu oleh moderator
yaitu
Roushan
Dhomir.
Materi digital marke�ng berlangsung dari pukul 13.00 - 15.00 WIB. Hari kedua ini ditutup dengan pemberian cindera mata kepada Asri oleh perwakilan peserta. Seru banget ya! Tibalah pada hari terakhir CIA chapter II nih. Hari ke�ga berlangsung pada 26 Juni 2019 berisikan pela�han mengenai Jurnalis�k. Pengisi materinyapun �dak diragukan lagi. Sesi pertama yang berlangsung pukul 10-12.00 WIB diisi oleh salah satu wartawan senior bernama Bu Utami Widowa�. Banyak pelajaran baru yang didapat pada sesi ini, yakni bagaimana kode e�k kejurnalan, hal-hal yang harus diperha�kan saat ingin menjadi jurnalis serta bagaimana menulis berita yang benar. Peserta yang hadir diminta untuk untuk membawa laptop untuk menuliskan berita, dan yang berhasil menuliskan berita sesuai dengan kaidah penulisan mendapatkan hadiah coklat langsung dari Bu Utami lho!! Asik banget kan! Berlanjut di sesi kedua dengan materi bagimana sikap kita terhadap informasi yang beredar di sosial media. Materi ini diisi oleh pembicara kece dari YOUTH IGF INDONESIA bernama Bu Astari Yanuar�. Beliau merupakan
11
SWARA Edisi Juli
seorang jurnalis yang ak�f menjadi penulis dan juga seorang ak�vis sosial untuk gerakan an�-hoax dan literasi sosial media. Youth IGF sendiri merupakan forum yang menjadi wadah untuk membahas tata kelola dan isu-isu internet. Banyak pengetahuan baru yang didapat pada sesi ini, serunya lagi peserta teori
langsung yang
memprak�kkan
didapatkan
dengan
metode bermain peran. Hiburan pun tak luput dari CIA di hari ke�ga ini, di sela-sela materi pertama dan kedua ada penampilan dari mahasiswi UNJ bersua merdu bernama Esty yang prestasi dan kemampuannya dalam bidang tarik suara sudah �dak diragukan lagi. Suara Esty berhasil membuat audiens terpukau, bahkan Bu Astari selaku pembicara di sesi kedua malah mengira suaranya dari MP3 lho, keren kan! Hari ke�ga ditutup dengan pemberian bingkisan kepada pembicara. Tidak terasa CIA yang berlangsung selama �ga hari telah usai, tapi Sobat tenang dulu! Masih ada CIA sesi 4 yaitu tur jurnalis�k. Di mana peserta terpilih akan kami ajak jalan-jalan mengunjungi kantor berita ternama Indonesia. Ada yang tahu? Nih di kasih tau deh, kita akan mengunjungi kantor Republika, yang nan�nya peserta akan belajar langsung bagaimana proses pembuatan berita dari awal sampai akhirnya berita tersebut terbit dan bias dinikma� oleh khalayak ramai. Wah seru banget kan! Sampai bertemu di CIA berikutnya Sobat!
SWARA Edisi Juli
12
indonesia layak anak 2030, mungkinkah? Anak merupakan aset kebanggaan, generasi harapan yang selalu menjadi doa dalam se�ap perwujudan cita-cita bangsa Indonesia. Pada hakikatnya, anak Indonesia dijamin atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Negara juga menjamin dan melindungi anak agar dapat hidup, tumbuh, dan berkembang sehingga secara op�mal dapat berpar�sipasi dalam memenuhi hak-hak nya sesuai harkat dan martabat sebagai seorang Anak. Namun, bagaimanakah kondisi Anak Indonesia saat ini? Demikian fakta yang di dapat pada bulan Juni 2018, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan skrining adiksi pornografi di kalangan SMP dan SMA. Sebanyak 1.314 responden yang dijadikan sasaran adalah pelajar di wilayah Jakarta Selatan dan Kabupaten Pandeglang. Hasil pengujian menyatakan bahwa 1,7 persen pelajar �dak terpapar pornografi, dengan begitu ada 98,3 persen pelajar sudah terpapar pornografi. Fakta lainnya, ada sebanyak 97 persen dari 1.600 anak kelas 3-6 SD sudah terpapar pornografi secara langsung maupun �dak langsung berdasarkan hasil survei oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunagn Anak (KPPPA).
13
SWARA Edisi Juli
Hal ini seharusnya menjadi perha�an bagi kita semua sebagai orang tua dan para calon orang tua terdidik yang peduli terhadap generasi masa depan Indonesia. Tidak dapat di pungkiri bahwa paparan konten pornografi yang dialami oleh anak-anak dapat berpengaruh bagi psikis dan perubahan �ngkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana, anak-anak yang sudah terpapar konten pornografi akan mengalami kecanduan yang menyebabkan perilaku berulang untuk melihat hal-hal yang merangsang nafsu seksual nya sehingga ia �dak dapat mengendalikan diri nya. Hal tersebut berkaitan dengan rusaknya otak bagian depan yang memang berfungsi untuk mengontrol diri dan merencanakan masa depan. Selain itu, seorang anak yang kecanduan konten pornografi juga dapat merangsang rasa keingintahuan yang begitu besar sehingga ia dapat meniru dari apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar. Dengan begitu, ada efek besar yang bisa di �mbulkan yakni kejahatan seksual. Koordinator Ending Sexual Exploitation of Children (ECPAT) Indonesia, Ahmad Sofian mengatakan hasil pemantauan ECPAT Indonesia pada SeptemberNovember 2016, ditemukan 24 kasus eksploitasi seksual anak dengan jumlah korban sebanyak 335 dengan presentasi 55 persen anak perempuan dan 45 persen anak laki-laki.
SWARA Edisi Juli
14
Sebagai orang tua dan calon orang tua terdidik harus memiliki kemampuan untuk menyikapi perilaku anak yang kecanduan konten pornografi, di antaranya orang tua perlu melakukan komunikasi intensif kepada anak, mendampingi anak ke�ka mengakses internet, memberikan sex educa�on sesuai dengan usia perkembangan anak, mengenali teman dan lingkungan sekitarnya, dll Keluarga sebagai unit terkecil dalam lingkungan ramah bagi anak memiliki peranan pen�ng dan strategis untuk pendidikan moral. Selayaknya orang tua harus memiliki kecakapan dalam pola asuh sebelum pada akhirnya anak berinteraksi di lingkungan masyarakat. Mari dukung Pemerintah dalam upaya mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030 dengan menjaga Moralitas bangsa Indonesia. Lindungi anak dari perilaku kekerasan dan diskriminasi, penuhi hak-hak anak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Mari Jaga Moral Anak Indonesia! - Nur Eka Tresnawa� (FMIPA 2015) Koordinator Forum Perempuan UNJ 2019 Sumber : h�ps://www.idn�mes.com/news/indonesia/indianamalia/kemenkes-983-persen-pelajarterpapar-pornografi h�ps://www.antaranews.com/berita/974188/kpppa-minta-dukungan-wujudkan-indonesialayak-anak-2030 h�ps://m.merdeka.com/peris�wa/kasus-eksploitasi-anak-marak-di-indonesia-�ap-tahunada-70-ribu-korban.html Soebagijo, Azimah. 2008. Pornografi: Dilarang tapi Dicari. Jakarta : Gema Insani Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
15
SWARA Edisi Juli
seberapa siapkah zonasi? Departemen Pendidikan dan Penelitian bersama Dra. Evita Adnan, M.Psi Penerapan aturan baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan “sistem zonasi” nyatanya masih menjadi pro-kontra di masyarakat. Sistem zonasi pertama kali dicanangkan pada bulan Mei tahun 2017 dalam peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan no. 17 dan ditegaskan kembali pada peraturan no. 14 tahun 2018, yang bertujuan untuk pemerataan pendidikan . Pada tahun 2019, banyak aspek yang masuk ke dalam sistem zonasi ini, berkaitan dengan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) redistribusi guru, pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, pelaksanaan UN dan UASBN, serta pembinaan kesiswaaan. Adanya sistem zonasi bertujuan untuk menghilangkan s�gma terhadap “sekolah favorit” dan “sekolah non favorit” yang masih mengakar di tengah-tengah masyarakat. Banyak diantara mereka berlomba-lomba untuk menda�arkan anaknya agar dapat bersekolah di sekolah favorit meskipun jarak dari rumah ke sekolah favorit tersebut cukup jauh. Saat ini di berbagai wilayah masih terdapat kearancuan mengenai sistem zonasi yang teknis pelaksanaannya dinilai masih carut marut. Berangkat dari persoalan tersebut, kami selaku Departemen Pendidikan dan Peneli�an yang konsen terhadap isu-isu ini melakukan diskusi dengan salah satu Dosen pendidikan yang ada di UNJ yakni Ibu Dr. Evita Adnan, M.Psi.
SWARA Edisi Juli
16
Tujuan pemerintah mengadakan sistem zonasi sebenarnya baik dan visioner. Mereka menginginkan agar pemerataan pendidikan dapat menyeluruh di semua daerah, pun juga hilangnya s�gma sekolah favorit dan non favorit di masyarakat. Tapi apakah hari ini pemerintah fair terhadap pemerataan pendidikan itu? Khususnya kualitas guru dan fasilitas-fasilitas lain yang menunjang. Zonasi ini dikabarkan sudah diterapkan di seluruh daerah di negara Indonesia, namun ternyata di beberapa daerah masih ada yang belum menerapkan sistem zonasi. Jika melihat hal ini saja, ar�nya telah terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang harusnya tahun ini diterapkan terkait zonasi. Seharusnya, pemerintah melakukan pemetaan sekolah dan memiliki batas-batas sekolah dalam sebuah wilayah. Pemerataan anggaran pendidikan juga �dak terlepas dari seberapa baik pemerintah dalam pengaturan anggaran dana. Ar�nya para pemangku kekuasaan harus lah orang-orang yang aware dan berpihak pada pendidikan, serta memiliki kemampuan mengatur sumber daya manusia, dana, dan lain-lain yang berkaitan dengan pendidikan. Pada prak�k zonasi ini juga dinilai masih s�gma-s�gma bersumbu pendek, misalnya ke�ka ada yang �dak diterima di salah satu sekolah lantaran diberlakukannya sistem zonasi kemudian calon peserta didik dialihkan ke swasta yang mungkin saja biaya pendidikan lebih mahal dan �dak sesuai dengan kemampuannya.
17
SWARA Edisi Juli
Belum lagi masalah-masalah lain seper� sekolah-sekolah yang sepi peminat, atau bahkan kosong, sama sekali �dak ada peminatnya. Maka ini adalah tugas Dinas Pendidikan setempat untuk turun ke lapangan dan menyelesaikan permasalahan tersebut, serta perlu juga untuk akhirnya ada �m advokasi dari lembaga-lembaga pendidikan atau komunitas-komunitas yang konsen terhadap pendidikan. Bu Evita dalam beberapa statementnya juga sangat mendukung jika BEM SI khususnya ex IKIP yang tergabung dalam BEM SI yang memang fokus dalam isu-isu pendidikan disarankan untuk melakukan �njau ulang kembali terkait zonasi serta menjadi bagian �m advokasi terhadap permasalahan yang �mbul akibat zonasi.
SWARA Edisi Juli
18
agenda unj bulan agustus
pkkm b PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS MAHASISWA BARU UNJ 2019
19
SWARA Edisi Juli
tim redaksi swara bem unj 2019 PIMPINAN REDAKSI
Annisa Endah
EDITOR -
REPORTER
Aulia Masenza Nurjannah Yohanna Rizka Amalia Alif Aditya B.R Frinny F.
-
Aulia Widya P. Aisyah Amalia Khoiru Muthi’ah Diah K. Fauziyah Eddy Prasetyo M. Fikriandi
LAYOUT - M. Faris Muslim - Khoirul Umam - Faiz Azhar A.
- Merdeka Berpikir, Merdeka Berkarya -