Edisi Maret 2018
aksara
Masih terngiang di benak kita bagaimana kondisi carut marut yang telah menerpa kampus yang mempunyai semangat Building Future Leaders pada beberapa tahun terakhir ini. Catatan kelam itu tampaknya akan selalu menjadi momok tersendiri bagi para pelaku sejarah yang pernah merasakan betapa kampus yang dijuluki sebagai “Kampus Pergerakan Intelektual� ini pernah ternodai oleh rezim penguasanya. Berbagai aksi yang pernah digelar s e b a g a i w u j u d penentangan terhadap kezaliman pun menjadi saksi bahwa keadilan dan kesejahteraan menjadi tonggak yang layak untuk diperjuangkan.
Kenaikan UKT dan pengadaan uang pangkal bagi mahasiswa baru angkatan 2016 jalur Pe n m a b a s e t i d a k n y a menjadi secuil rentetan permasalahan yang pernah terjadi. Tepatnya 30 Mei 2016 yang selaras dengan perayaan Dies Natalis UNJ kala itu berhasil menghadirkan ribuan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu untuk melakukan perjuangannya dalam menuntut dan m e n g e c a m ke b i j a ka n yang menuai polemik tersebut. Alhasil, kebijakan tersebut mampu dihapuskan. Sebenarnya sebelum itu pun kita juga pernah disuguhkan dengan sebuah kabar yang mencengangkan publik, 1
EDISI MARET 2018
dengan diterbitkannya SK Rektor Nomor 01/SP/2016 pada tanggal 5 Januari 2016 terkait drop out yang dialami oleh Ketua BEM UNJ, Ronny Setiawan, karena dituduh telah melakukan penghasutan dan ancaman terhadap rektor sehingga memicu kecaman dari seluruh mahasiswa baik dari internal maupun eksternal kampus atas tindakan yang dilakukan oleh Prof. Djaali. Hal tersebut pun pernah menghiasi catatan kelam kampus ini. Tidak hanya itu, beranjak ke tahun berikutnya yaitu pada tanggal 28 September 2017 menjadi hari bersejarah pula bagaimana kobaran api semangat yang melibatkan seluruh elemen mahasiswa, dosen, maupun karyawan yang tergabung kedalam Aliansi Rakyat UNJ Bersatu dengan menggelar aksi bertajuk Tujuh Gugatan Rakyat UNJ (Tugu Rakyat UNJ) untuk bersama-sama melawan berbagai praktik plagiarisme, kasus gurita nepotisme yang begitu kontroversial, serta tindakan represif sang penguasa atas dipolisikannya dosen-dosen karena dianggap mencemarkan nama baik menjadi serentetan catatan kelam atas bobroknya kepemimpinan yang ada di UNJ. Berbagai tindakan itu yang pada akhirnya berujung pada pemecatan Sang Rektor oleh Menristekdikti.
Tetapi pada faktanya, hingga saat ini persiapan dalam mencari seseorang yang pantas untuk memegang tampuk kepemimpinan di UNJ pun terasa lamban. Persoalan Statuta UNJ yang belum rampung menjadi hambatan tersendiri bagi terselenggaranya pemilihan rektor yang baru. Belum lagi jika melihat masa jabatan yang saat ini dipegang oleh Plt. Rektor akan berakhir pada April 2018, menegaskan kembali kepada pihak birokrat bahwa permasalahan yang telah menimpa bukanlah sesuatu hal yang main-main. Maka sudah barang tentu, dorongan untuk hadirnya kepemimpinan yang berintegritas dan mampu melakukan pembenahan yang signifikan terhadap perbaikan UNJ harus segera dilaksanakan. Tentunya, tahun 2018 akan menjadi titik balik momentum kebangkitan yang akan muncul di Universitas Negeri Jakarta. Beriringan dengan gelaran Pilkada serentak di Indonesia, tahun politik ini harus menjadi cermatan yang perlu kita kawal bersama. Seluruh civitas academica UNJ tentunya menginginkan sebuah reformasi atas permasalahan yang telah dialami kemarin. Sudah cukup catatan kelam itu menghiasi wajah kampus Ibu Kota. Saatnya mahasiswa kembali tergerak hatinya dan menunjukkan kekuatannya dalam mengawal pemilihan Rektor yang akan dilaksanakan pada waktu dekat ini. Mahasiswa akan selalu menjadi garda terdepan dalam menciptakan kedaulatan dan kemajuan kampusnya. Kencangkan kembali ikat pinggangmu dan mari berjuang membangun UNJ. Ayo, bangkit!
Po l e m i k y a n g m e n i m p a t e n t u n y a memberikan efek negatif yang begitu besar terhadap kondisi kampus kita saat ini. Akreditasi yang turun dari A menjadi B berdasarkan informasi pada web BAN-PT terhitung sejak 2017 hingga 10 Juli 2020 serta beredarnya masalah keabsahan legalitas ijazah karena bukan rektor definitif yang menandatangani menjadi evaluasi besar Hidup Mahasiswa! bagi UNJ untuk berbenah diri. Jika sudah seperti ini, siapakah yang siap bertanggung Hidup Rakyat Indonesia! jawab? Seharusnya polemik tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi birokrat untuk merespons kondisi ini dengan cepat.
2
serba-serbi
KINI WIFI SEDEKAT KAMU DAN DIA Oleh
Faishal Hanif
Kebutuhan mahasiswa jaman “Now” segala hal sih maunya bisa diakses dalam genggaman. Manggil temen udah gak perlu lagi teriak-teriak dari puncak IDB supaya kedengeran sama orang yang kamu cari, tinggal buka WA, BBM, Line bahkan SMS (kalo kuota tinggal menghitung hari) terus ketik pesan dan wusss langsung deh bisa ketemuan sama dia. Simpel kan ? Lagi sambil jalan masuk ke gedung fakultas dan... “Boom” tiba-tiba HP berasa membakar kulit pas dicek eh “Emergency calls only”. Yang awalnya mau nanya dosen udah masuk kelas atau belom jadi ga bisa alhasil langsung ngibrit ke lantai paling atas buat nyari sinyal. Dan ternyata dosen udah masuk kelas. Zaman now begini amat... Kini, itu semua telah sirna layaknya mantan. Terima kasih untuk UPT TIK UNJ yang dengan baik hati mewujudkan keinginan mahasiswa. Gak perlu lagi ngangkat HP ke atas buat nyarinyari sinyal. Tinggal buka WiFi, koneksi ke UNJ HotSpot Mahasiswa dan hp-mu kembali bernyawa lagi. But, tau ga sih guys WiFi di UNJ kini jauh lebih baik. Penulis sudah beberapa kali menjajal kecepatan WiFi UNJ di awal masa regenerasinya dan hasilnya hmmm.... Luar Biasa!, sekitar 30Mbps download dan 10Mbps upload udah ngebut banget buat buka jurnal-jurnal atau materi kuliah yang di share dosen di dunia maya. Gratis ga sih ? Pasti banyak yang nanya. Kabar gembiranya semua ini bisa dinikmati secara gratis alias cuma-cuma khusus untuk kamu mahasiswa UNJ. Tinggal masuk dengan Nomor Induk Mahasiswa-mu beserta password yang juga digunakan di siakad dan kamu telah terhubung ke internet secara gratis! Semoga kedepan UPT TIK UNJ dapat kembali memperluas jaringan WiFi nya hingga bisa digunakan walaupun kita sedang berada di ruang kelas kuliah. So, gunakan fasilitas WiFi ini dengan bijak ya guys, gunakan seperlunya saja dan jangan berlebihan karena fasilitas ini milik kita bersama. 3
aksara
KABAR GEMBIRA UNJ Oleh
Rufaidah Nur Azizzah
Su dah s eki an l am a m as yarakat UNJ disuguhkan dengan pemandangan berupa pembangunan infrastruktur yang tak kunjung usai, seperti pembangunan lanjutan Gedung Parkir Spiral di area depan kampus. Di belakang kampus pun terdapat pemandangan serupa, yaitu pembangunan gedung University Training Center (UTC). Secara langsung maupun tidak, pembangunan kedua gedung tersebut sedikit banyak telah memberi dampak negatif pada kehidupan keseharian di lingkungan Universitas. Seperti tersisihkannya ruang pejalan kaki karena dijadikan lahan parkir sementara. Hal itu menyebabkan terganggu dan terbatasnya ruang gerak bagi para pejalan kaki, mulai dari jalan yang disesaki kendaraan bermotor, mengantri saat memasuki pintu gerbang yang sempit, hingga fenomena 'diklaksoni' saat sedang berjalan santai di kampus. Mahasiswa yang membawa kendaraan bermotor juga cukup kesulitan untuk memarkirkan kendaraannya, disebabkan kapasitas lahan parkir yang tersedia, 4
tidak dapat menampung banyaknya jumlah kendaraan yang masuk. Belum lagi debudebu polusi dan juga polusi suara akibat dari berlangsungnya proses pembangunan. Jika kamu adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang merasakan dampak-dampak negatif tersebut, maka sudah pasti kabar selesainya pembangunan gedung parkir spiral adalah berita yang menggembirakan.
Lalu kapan Gedung Parkir UNJ dapat digunakan ? Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Dr. Komarudin, M.Si, saat diwawancara oleh perwakilan Dagri BEM UNJ menyatakan bahwa pembangunan lanjutan Gedung Parkir Spiral Universitas Negeri Jakarta telah rampung Februari lalu. Pembangunan tersebut memakan dana sekitar Rp 21 Milyar hingga Rp 25 Milyar. Peninjauan oleh pimpinan akan dilakukan setelah proses administrasi selesai. Untuk perkiraannya, gedung parkir akan bisa digunakan antara pertengahan hingga akhir bulan Maret 2018.
“Kalau sudah oke, gedung parkir dapat digunakan sebelum diresmikan, namun hal itu tergantung pada keputusan pimpinan nantinya.” ucap Dr. Komarudin. Gedung parkir dilengkapi dengan lift dan tangga serta fasilitas perkantoran yang berada di lantai atas. Adapun pembagiannya, lantai satu sampai tiga digunakan untuk kendaraan roda empat dan lantai empat sampai enam digunakan untuk kendaraan roda dua dengan kapasitas 1.700 kendaraan. “Nanti mungkin akan diterapkan peraturan parkir untuk mahasiswa baru 2018, tidak diperkenankan membawa motor pada semester awal.” kata beliau. Bekerja sama dengan PT. Reksa Multi Usaha, p i h a k ka m p u s m e r e n c a n a ka n u n t u k kedepannya parkiran akan menggunakan sistem tapping dengan Kartu Tanda Mahasiswa. Pembebasan biaya parkir bagi mahasiswa masih diberlakukan. Seiring dengan selesainya pembangunan gedung parkir UNJ, pembangunan gedung U n i v e r s i t y Tr a i n i n g C e n t e r p u n t e l a h memasuki tahap akhir.
Targetnya adalah hingga akhir Maret ini. Teknis pembagiannya yaitu lantai dasar untuk café, lantai dua dan tiga untuk kelas, lantai empat sampai tujuh untuk hotel, dan lantai delapan untuk ruang seminar. Dengan rampungnya pembangunan kedua gedung ini, artinya tata ruang dan mobilitas kampus akan kembali normal. Khususnya gedung parkir spiral yang sangat diharapkan dapat mengurai penumpukan parkir kendaraan bermotor yang terjadi di parkiran depan dan belakang UNJ sampai ke area Gedung G. “Juga perlu dukungan dari mahasiswa untuk s a m a - s a m a m e n j a g a . B u ka n h a n y a memanfaatkan tapi menjaga dan ikut memelihara kebersihan, kerapihan dan sebagainya. harapannya mahasiswa bida parkir secara tertib dan tidak mengandalkan petugas yang jumlahnya terbatas.” tambah Dr. Komarudin. Dengan bertambahnya fasilitas yang baru, artinya juga menambah kewajiban kita sebagai mahasiswa untuk senantiasa menjaga fasilitas tersebut agar tercipta suasana aman dan nyaman sebagaimana yang diharapkan. Mari kita sama-sama menjaga fasilitas kampus!
surat pembaca Sungguh beruntung bisa mengenyam pendidikan di UNJ, kampus pendidikan dengan segala dinamikanya, tak hanya metode belajarnya yang asik (kalo di kimia banyak yang mengolaborasikan antara materi dengan hal-hal seru terutama humor ), dosen-dosennya pun tak kalah luar biasa dalam mendidik mahasiswanya yang kelak bakal jadi calon guru masa depan, so proud as your college UNJ . Tapi harus tetep tingkatin kualitas dan fasilitasnya juga yaa (seneng itu ketika WiFi nya makin kenceng dan terakses di setiap titik di unj ) Pesannya terutama buat mahasiswa UNJ yuk mulai tingkatin kualitas diri kita terutama dengan hidupkan budaya baca, tulis, diskusi yuk mulai tengok kembali perpus kita tercinta dan isi lorong lorong gedung dengan hal yang bermanfaat yaa. satu hal kecil yang kita lakukan sangat berarti untuk perubahan lingkungan yang lebih baik. Keluhannya boleh lah pihak UNJ benerin tata kelola kantin di blok M, sedikit cerita ya waktu itu guru SMA aku dari daerah dateng ke UNJ dan liat kantinnya, akhirnya komplain deh ke aku dan ngebandingin sama univ lain yang cafetarianya udah tertata dengan baik. Semoga segera ditindaklanjuti yaa demi citra UNJ yang lebih baik. Himaniyatul Rizqol Baeti (Pend. Kimia FMIPA 2014) 5
surat pembaca Untukmu UNJ... Ÿ Terima kasih kepada UNJ yang terus memperbaiki fasilitasnya dalam melayani mahasiswa. Ÿ Pesannya semoga UNJ dapat terus memperbaiki diri tidak hanya fasilitas tetapi kualitasnya jugaa dalam hal yang berkaitan dengan perkuliahan untuk mahasiswanya Ÿ Keluhannya adalah mengenai waktu kunjungan di perpustakaan yang lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Kemudian ketersedian buku yang lebih sering tidak ada sedangkan di portal lib unj tersedia. Selanjutnya kurangnya pepohonan di (di yang ada bendera seluruh fakultas ituu yang ada tulisan UNJ nyaa, hehe) sehingga terlihat sangat gersang. Annisawati Megasari (PG PAUD FIP 2014) Assalamu'alaykum UNJ Senang rasanya mahasiswa UNJ sekarang bisa menikmati fasilitas wi-fi gratis, e-library, sistem siakad yang lebih baik, dll. Yaah walaupun untuk ukuran kampus Ibukota, hal2 demikian masih terbilang tertinggal dari kampus2 lain yang sudah lebih maju fasilitas2nya. Mungkin memang kuliah di UNJ mendidik mahasiswanya untuk selalu bersikap sabar :) hehe Sarana dan prasarana lainnya juga semoga bisa ditingkatkan yaa:) Aamiin. Terkait hal tersebut, saya mau kerucutkan pada bagian prestasi.. sebenarnya UNJ punya segudang prestasi loh. Namun, banyak yang sangat rendah hati untuk mengakuinya. Mengapa? Karena merasa kurangnya dukungan dari UNJ untuk bagian ini :( saya sangaaat merasa iri ketika saya ngobrol dengan teman2 saya di kampus luar pada saat perlombaan dan sebagainya, mereka sangat mudah untuk mendapat bantuan biaya dalam berprestasi. Bahkaaaan, ketika kampus teman saya tutup buku pendanaan, pihak birokrat sangat membantu untuk mencarikan sponsorship, memberikan dana secara sukarela tanpa prosedur sesuai birokrat. Duuh dalam hati.. enak betul ya kalau bisa seperti ini. Kejadian ini bukan hanya 1 kampus, melainkan juga di kampus2 di luar pulau Jawa yang sangat terbuka dengan prestasi mahasiswa. Ya, UNJ juga sih, ada penghargaan khusus pada saat event2 tertentu hanya untuk para juara dalam kategori tertentu. Namun, untuk penghargaan delegasi, finalis, dsb masih sangat kurang. Tidak hanya sekali atau dua kali saya mengajukan permohonan dana. Berkali2 saya mencoba hal tersebut dengan selalu meningkatkan upaya saya dalam mengajukan dana. Ternyata? Belum ada yang berubah.:) jika sudah mendapat dana pun, hanya sekian persen yang dapat diterima, walau hanya cukup untuk uang menginap dan makan. Setidaknya, dampingilah kami utk mendapat sponsor2 bantuan dana, toh ini jg membawa nama baik UNJ kan? terkadang hal2 seperti ini bukan persoalan prosedur lagi, tetapi persoalan adakah hati pemerintahan kampus yang peka untuk memfasilitasi kami? Yang tidak hanya orang2 lomba, tapi juga mahasiswa2 yang penelitian :) karena kami adalah bagian dari akreditasimu, wahai UNJ-ku :) Ayu Dini Farhana (Pend. Matematika FMIPA 2014)
19 Februari 2018 Grand Final Pemilihan Mawapres FIS
22 Februari 2018 Grand Final Pemilihan Mawapres FPPSi
26 Februari 2018 Grand Final Pemilihan Mawapres FMIPA
28 Februari 2018 Grand Final Pemilihan Mawapres FE
2 Maret 2018 Grand Final Pemilihan Mawapres FT
6 Maret 2018 Grand Final Pemilihan Mawapres FIP
unj bulan ini
14 Februari 2018 Grand Final Pemilihan Mawapres FBS
8 Maret 2018 Studium Generale : Pengaruh Investasi Jakarta terhadap Perekonomian Nasional
8 Maret 2018 Aksi Kreatif Memperingati Hari Perempuan Internasional 2018
14 Maret 2018 Aksi Tolak Revisi UU MD3 : #DPRNgapayak
15 Maret 2018 Wisuda UNJ semester 108
20-21 Maret 2018 Rakerwil BEM SI wilayah Jabodetabek Banten
26-27 Maret 2018 Grand Final Pemilihan Mawapres UNJ
7
komik
Si Kojay
TIM REDAKSI
Pimpinan Redaksi Riska Amalia Sari Editor Rakha Ramadhana
8
Desainer dan Layouter M. Harits Rahman M.Maftuh Ihsan Nadhilah Dwi Utami Reporter M.Ariq F. Hakim
Reporter M. Yan Handoko Kholilurrohim Esti Khumaerah Nadhilah Dwi Utami Rufaidah Nur Azizah Faishal Hanif